Desa Wisata Tulungrejo Raih Penghargaan Bergengsi di Asia Tenggara, Dorong Peningkatan PADes
Desa Tulungrejo menjadi satu dari 23 destinasi se-Asia Tenggara yang diakui atas komitmennya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
KOTA BATU, SJP - Desa Wisata Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mencetak prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Responsible Tourism Awards (RT-Award) Southeast Asia 2025 kategori Nature Positive. Penghargaan ini akan diterima langsung oleh Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono pada 18 Juni 2025 lali di Filipina.
Kepada awak media, Suliyono membeberkan pada Rabu (11/6/2025) bahwa, RT-Award SEA 2025 diselenggarakan oleh International Centre for Responsible Tourism-Southeast Asia (ICRT-SEA) bekerja sama dengan Responsible Borneo (REBORN), di mana Desa Tulungrejo menjadi satu dari 23 destinasi se-Asia Tenggara, yang diakui atas komitmennya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
"Jadi penghargaan ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Tahun 2024 lalu, PADes kami mencapai Rp 900 juta. Dengan pengakuan internasional ini, kami optimis tahun ini bisa melampaui capaian tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengembangan destinasi seperti Wisata Dusun Kuliner (WDK), Petik Apel, Jep Adventure, hingga potensi kerja sama dengan Coban Talun.
“Semua wisata di desa ini bergerak dengan prinsip keberlanjutan dan kolaborasi. Masyarakat, UMKM, dan pelaku wisata terlibat aktif, sehingga hasilnya pun dirasakan bersama,” jelas Suliyono.
Suliyono juga menyoroti pentingnya peran pendampingan dari akademisi dan mitra pariwisata yang selama ini terlibat dalam pengembangan desa. Ditambah dengan kolaborasi bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Center for Responsible Borneo sangat membantu dalam menyusun strategi pembangunan desa wisata yang berorientasi pada keberlanjutan.
Nantinya, pemerintah desa akan terus memperkuat sinergi antar pelaku wisata dan mendorong peningkatan kualitas layanan serta promosi destinasi.
"Langkah ini diyakini dapat memperluas jangkauan wisatawan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

