Desa Kalikedang Ijen Bondowoso Jadi Perhatian, BPS Rekrut Warga Lokal untuk Sukseskan Sensus Ekonomi
BPS Bondowoso menyiapkan strategi berjenjang untuk mengantisipasi penolakan warga dalam Sensus Ekonomi. RT, kepala desa, tokoh masyarakat hingga petugas lokal dilibatkan guna memastikan pendataan berjalan lancar.
BONDOWOSO, SJP – Keberhasilan sebuah sensus tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas dan kelengkapan instrumen pendataan, tetapi juga bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses yang dijalankan. Di berbagai daerah, pendataan sering kali menghadapi tantangan berupa keraguan hingga penolakan warga yang khawatir terhadap penggunaan data pribadi mereka.
Tantangan tersebut menjadi perhatian serius Badan Pusat Statistik (BPS) menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mengingat cakupan pendataan yang menjangkau rumah tangga hingga pelaku usaha skala kecil, pendekatan sosial dinilai menjadi kunci agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang akurat.
Karena itu, BPS Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak dini. Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat wilayah, lembaga tersebut juga menggandeng tokoh masyarakat untuk membantu membangun kepercayaan warga terhadap petugas sensus yang akan turun langsung ke lapangan.
Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi pendekatan berjenjang apabila petugas menghadapi kendala atau penolakan saat melakukan pendataan di lapangan.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat sebagai pihak yang paling memahami kondisi sosial masyarakat di wilayahnya. Jika pendekatan tersebut belum membuahkan hasil, koordinasi akan ditingkatkan dengan melibatkan kepala desa hingga tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh di lingkungan setempat.
"Kami akan melakukan pendekatan secara bertahap. Pertama melalui RT, kemudian jika diperlukan akan melibatkan kepala desa dan tokoh masyarakat agar masyarakat memahami pentingnya pendataan ini," ujar Mudji, Senin (15/6/2026) di Pendopo Raden Bagus Assra.
Ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting karena data yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam memotret kondisi ekonomi daerah maupun nasional. Semakin tinggi tingkat partisipasi warga, semakin akurat pula gambaran ekonomi yang dihasilkan dari sensus tersebut.
Selain menyiapkan mekanisme pendekatan sosial, BPS Bondowoso juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memerlukan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pendataan. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Desa Kalikedang Kecamatan Ijen.
Mudji mengakui kawasan tersebut memiliki karakteristik sosial yang berbeda dibandingkan wilayah lain sehingga membutuhkan strategi khusus agar proses pendataan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, BPS Bondowoso merekrut petugas sensus yang berasal dari lingkungan masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk membangun kedekatan dan meminimalkan potensi penolakan terhadap petugas yang datang melakukan pendataan.
"Untuk Kalikedang memang perlu perlakuan khusus. Karena itu petugas yang kami rekrut berasal dari warga setempat sehingga lebih mudah diterima masyarakat dan proses pendataan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
Menurut Mudji, keterlibatan warga lokal sebagai petugas sensus tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga menjadi strategi efektif untuk membangun rasa percaya masyarakat terhadap kegiatan pendataan yang dilakukan pemerintah.
"Kami optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi dapat berjalan lancar dan memperoleh data yang lengkap. Keberhasilan pendataan dinilai sangat penting karena hasil sensus akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, pemberdayaan usaha, serta pemetaan potensi ekonomi masyarakat di masa mendatang," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

