Cemburu dan Tekanan Ekonomi Motif Badut Keliling di Mojokerto Habisi Nyawa Mertua

Pertama, tersangka menyimpan rasa cemburu yang mendalam terhadap istrinya. Kedua, ia menganggap sang istri tidak bertanggung jawab terhadap urusan keluarga. Ketiga, adanya permasalahan ekonomi atau kesenjangan penghasilan di dalam rumah tangga mereka.

08 May 2026 - 09:04
Cemburu dan Tekanan Ekonomi Motif Badut Keliling di Mojokerto Habisi Nyawa Mertua
Polisi saat menunjukkan barang bukti. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP–Sebuah konflik rumah tangga yang dipicu oleh kecemburuan dan himpitan ekonomi berakhir dengan tragedi maut. 

Satuan (40), seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut keliling dan penjual balon, tega menghabisi nyawa ibu mertuanya, Siti Arofah (52), serta menganiaya istrinya sendiri, Sri Wahyuni (36).

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa tindakan nekat tersangka merupakan puncak dari tumpukan persoalan keluarga yang telah berlangsung lama. 

Polisi mengidentifikasi tiga motif utama yang mendorong tersangka melakukan aksi sadis tersebut.

"Pertama, tersangka menyimpan rasa cemburu yang mendalam terhadap istrinya. Kedua, ia menganggap sang istri tidak bertanggung jawab terhadap urusan keluarga. Ketiga, adanya permasalahan ekonomi atau kesenjangan penghasilan di dalam rumah tangga mereka," ujar AKBP Andi Yudha Pranata dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

Tragedi ini bermula saat tersangka terlibat cekcok hebat dan melakukan penganiayaan terhadap istrinya. 

Melihat sang anak dalam bahaya, Siti Arofah berusaha melerai pertikaian tersebut. Namun, tindakan sang mertua justru memicu amarah tersangka yang sudah gelap mata.

Tersangka kemudian menghujamkan pisau dapur ke arah ibu mertuanya hingga korban meninggal dunia. 

"Ini adalah akumulasi konflik dalam waktu panjang. Pada titik jenuh tertentu, emosi tersangka meledak dan melakukan tindak pidana tersebut. Tersangka telah mengakui seluruh perbuatannya," tambah Kapolres.

Di balik aksi kriminalnya, Satuan dikenal masyarakat sebagai sosok yang bergelut di dunia hiburan jalanan. 

Dengan menggunakan sepeda angin, setiap harinya ia berkeliling wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk menawarkan jasa badut dan menjual mainan anak.

"Profil yang bersangkutan bekerja di dunia hiburan keliling. Baik keluarga pelaku maupun korban berasal dari lingkungan ekonomi menengah ke bawah," jelas Andi.

Dalam pengungkapan kasus ini, Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengamankan 12 item barang bukti dari lokasi kejadian. 

Barang bukti yang diamankan adalah sebilah pisau dapur yang digunakan tersangka untuk menusuk korban hingga tewas. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow