Bukan untuk Ditiru, Pria Asal Jombang Akhiri Hidup di Perlintasan Kereta Api
Disclaimer : berita ini tidak bermaksud untuk memberi ispirasi tindakan bunuh diri. Jika pembaca memiliki pikiran dan niatan untuk melakukan aksi bunuh diri atau menemukan gejala gangguan emosional disekitar untuk berkenan membuka diri dan berkonsultasi dengan ahlinya.
JOMBANG, SJP - Polisi melakukan penanganan dan penyelidikan atas aksi dugaan bunuh diri seorang pria beriInisial Z (50) warga Jombang. Aksi nekat dilakukan korban dengan menabrakkan diri ke bodi kereta api di perlintasan kereta api KM 67 Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Sabtu (8/2/2025) sekira pukul 02.36 WIB dini hari.
Pada saat Kereta Api Bima jurusan Jakarta - Stasiun Gubeng melintas, pada jarak sekitar 100 meter dari palang pintu perlintasan kereta api, korban mengendari sepeda motor Honda Beat warna merah nopol S 2998 OAZ dari arah Timur.
Kemudian korban tersebut berhenti dan memarkir kendaraan sepeda motornya disamping sela-sela rel tengah dalam keadaan lampu sein menyala dan kunci kontak on.
"Pria tersebut lalu menabrakkan diri ke arah kereta api yang melintas, sehingga korban terpelating dan jatuh disamping rel dengan kondisi kepala pecah dan kaki kiri patah," ucap Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo, Sabtu (8/2/2025).
Menurut Kapolsek, petugas palang pintu bernama Dwi Agus Laksono menemukan pertama kali korban dalam kondisi tewas tidak jauh dari lokasi dugaan menabrakkan diri ke bodi kereta api.
"Petugas menemukan korban telah meninggal, lalu menghubungi satpam kereta api bernama Imam Hasanun. Dwi Agus lalu pergi ke Polsek Sumobito untuk melaporkan kejadian tersebut," terangnya.
Pihak kepolisian dibantu dengan relawan akhirnya mengevakuasi mayat korban ke Kamar Jenazah RSUD Jombang. Sementara sepeda motor yang diduga milik korban telah diamankan di Mapolsek Sumobito.
Insiden ini kini masih ditangani oleh pihak Polsek Sumobito, identitas korban sudah diketahui inisial Z (50) warga Jombang. Jenazah korban dugaan bunuh diri juga sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. (*)
Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

