TRENGGALEK, SJP - Kabupaten Trenggalek tak melulu soal pantai berpasir putih dan debur ombak selatan. Di balik hiruk-pikuk kawasan pesisir, tersimpan sebuah surga hijau yang menawarkan suasana berbeda: Hutan Mangrove Pancer Cengkrong. Rimbun, sejuk, dan tenang. Tempat ini jadi pilihan tepat untuk wisata santai sekaligus melepas penat.
Terletak tak jauh dari Pantai Cengkrong, kawasan mangrove ini menyuguhkan pengalaman menyatu dengan alam. Hamparan bakau yang rapat, udara segar, serta aliran sungai yang membelah kawasan menciptakan nuansa damai yang jarang ditemui di destinasi wisata populer.
Mudah Dijangkau, Ramah di Kantong
Mangrove Pancer Cengkrong berada di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, tepat di tepi jalur lintas selatan. Akses yang mudah membuat wisata ini kian diminati, baik oleh wisatawan lokal maupun pelintas jalur selatan yang ingin singgah sejenak.
Soal biaya, wisatawan tak perlu khawatir. Dengan tiket masuk sekitar Rp5.000–Rp10.000, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam, berjalan santai, hingga berburu foto estetik tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Jembatan Galau, Ikon Favorit Wisatawan
Daya tarik utama Mangrove Pancer Cengkrong adalah jembatan kayu ikonik yang membelah rimbunnya hutan bakau. Jembatan yang akrab disebut “Jembatan Galau” ini menjadi magnet bagi wisatawan, terutama anak muda dan pemburu konten visual.
Dari atas jembatan, pengunjung bisa menyusuri kawasan mangrove sambil menikmati semilir angin laut, latar pegunungan yang asri, serta pemandangan hijau sejauh mata memandang. Tak heran jika spot ini kerap jadi lokasi foto prewedding maupun konten media sosial.
Di beberapa titik, tersedia gazebo sederhana yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil menikmati suasana tenang khas pesisir selatan Trenggalek.
Wisata Santai dengan Banyak Pilihan Aktivitas
Tak hanya berjalan di jembatan kayu, pengunjung juga bisa: Menyusuri sungai dengan perahu, trekking ringan di kawasan mangrove, dan berburu foto estetik dengan latar bakau dan pegunungan
Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat cahaya matahari lembut dan suhu udara lebih nyaman—momen ideal untuk menikmati alam sekaligus menghasilkan foto terbaik.
Hijau, Ikonik, dan Bersahabat
Mangrove Pancer Cengkrong membuktikan bahwa wisata alam tak harus mahal atau sulit dijangkau. Dengan akses mudah, tiket terjangkau, dan spot ikonik yang memanjakan mata, destinasi ini menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Trenggalek yag lebih tenang, lebih hijau, dan tetap estetik.
Sumber: sidita.disbudpar.jatimprov.go.id
Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Editor: Danu