Tragis, Tangan Pegawai Penggilingan Bakso di Blitar Remuk Usai Dilumat Mesin Giling

Korban diketahui mengoperasikan mesin maut tersebut tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut.

02 Feb 2026 - 11:43
Tragis, Tangan Pegawai Penggilingan Bakso di Blitar Remuk Usai Dilumat Mesin Giling
Polisi saat melakukan evakuasi pekerja yang tangannya masuk ke mesin penggilingan daging bakso. (Foto: Istimewa)

BLITAR, SJP — Suasana Ahad (1/2/2026) siang yang semula rutin di sebuah usaha penggilingan daging di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, mendadak berubah menjadi panggung kengerian. 

Sebuah mesin penggiling daging bakso yang tengah beroperasi mendadak berubah menjadi monster baja yang memangsa tangan kanan seorang pekerja muda hingga hancur tak berbentuk.

Tragedi berdarah ini menimpa Mohammad Syarif (19), warga Dusun Sumbernanas, Desa Ponggok. Di usia mudanya, Syarif harus menghadapi kenyataan pahit saat masa depannya seakan terenggut dalam hitungan detik oleh putaran mesin giling milik majikannya, Khoirudin (38).

Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban tengah berjibaku dengan tumpukan daging yang hendak dihaluskan. 

Namun, petaka datang seketika. Diduga akibat konsentrasi yang terpecah, tangan kanan Syarif terseret masuk ke dalam pusaran rahang mesin giling yang memutar begitu kuat.

"Korban berteriak histeris meminta pertolongan saat mesin mulai melumat jarinya. Rekan kerja yang berada di lokasi segera bertindak cepat mematikan arus listrik, namun tangan korban sudah terlanjur terjepit di dalam komponen mesin," ungkap Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar saat dikonfirmasi Senin (2/2/2026).

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas Polsek Ponggok bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan tenaga medis harus berjibaku melawan waktu untuk melepaskan jepitan mesin yang sangat kokoh. 

Sebagian komponen mesin terpaksa dibongkar paksa menggunakan peralatan khusus agar tangan korban bisa dikeluarkan tanpa menambah luka yang lebih parah.

Sepanjang proses evakuasi yang memilukan itu, Syarif dikabarkan tetap dalam kondisi sadar, menyaksikan langsung upaya penyelamatan tangannya yang sudah bersimbah darah. 

Usai berhasil dibebaskan dari cengkeraman baja, korban langsung dilarikan ke RSUD Srengat guna mendapatkan penanganan darurat.

Berdasarkan hasil investigasi awal kepolisian, kecelakaan kerja yang mengerikan ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). 

Ironisnya, korban diketahui mengoperasikan mesin maut tersebut tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut. 

"Sangat disayangkan, korban bekerja tanpa prosedur keselamatan dan alat pelindung. Akibatnya, jari-jari hingga pergelangan tangan kanannya mengalami kondisi remuk total," pungkas AKP Samsul. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow