Sisir dari Rumah ke Rumah, Petugas Sensus Ekonomi Bondowoso Kejar Seluruh Pelaku Usaha

BPS Bondowoso akan melakukan pendataan door-to-door hingga tingkat RT melalui Sensus Ekonomi. Usaha online, ojek online, dan usaha rumahan menjadi fokus untuk memperbarui peta ekonomi daerah.

15 Jun 2026 - 11:43
Sisir dari Rumah ke Rumah, Petugas Sensus Ekonomi Bondowoso Kejar Seluruh Pelaku Usaha
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, Mudji Setijo, saat dikonfirmasi di Pendopo Raden Bagus Assra. (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat membuat banyak aktivitas usaha tumbuh tanpa memiliki lokasi usaha yang terlihat secara fisik. Mulai dari pedagang online, jasa berbasis aplikasi, hingga pelaku usaha rumahan kini menjadi bagian penting dalam roda perekonomian yang selama ini belum seluruhnya terpetakan secara optimal dalam basis data resmi pemerintah.

Di sisi lain, data ekonomi yang akurat menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pemberdayaan usaha, hingga penyaluran berbagai program bantuan dan pembinaan. Tanpa data yang lengkap, potensi ekonomi masyarakat berisiko tidak teridentifikasi sehingga sulit dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso akan melakukan pendataan secara masif melalui Sensus Ekonomi dengan menyasar seluruh lapisan pelaku usaha hingga tingkat satuan wilayah terkecil. Pendataan dilakukan secara door-to-door ke rumah tangga maupun lokasi usaha untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat dari pencatatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, Mudji Setijo, menjelaskan, petugas sensus akan mendatangi wilayah terkecil yakni RT untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pelaku usaha dan masyarakat.

"Petugas akan door-to-door ke wilayah satuan terkecil, yaitu RT. Nanti seluruh RT akan disisir. Jika ditemukan bangunan usaha akan didata sebagai usaha. Kemudian di rumah tangga juga akan didata apabila terdapat aktivitas usaha," ujar Mudji, Senin (15/6/2026), usai acara Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Bondowoso melalui Sensus Ekonomi tahun 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra.

Menurutnya, salah satu fokus pendataan kali ini adalah menjangkau usaha-usaha yang selama ini sulit teridentifikasi karena tidak memiliki tempat usaha khusus atau bersifat tidak kasat mata. Di antaranya adalah perdagangan online, jasa digital, hingga pengemudi ojek online yang menjalankan aktivitas ekonomi dari rumah.

"Kita ingin menangkap usaha-usaha yang selama ini mungkin belum tercatat, seperti perdagangan online maupun ojek online. Itu semua bagian dari aktivitas ekonomi yang perlu masuk dalam pendataan," katanya.

Mudji menjelaskan, kepada pelaku usaha petugas akan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka. Data yang dihimpun meliputi pendapatan, pengeluaran usaha, bahan baku yang digunakan, produk yang dihasilkan, hingga pola pemasaran yang dilakukan.

Sementara itu, pada rumah tangga yang memiliki usaha, petugas akan mengidentifikasi apakah usaha tersebut bergerak di sektor pertanian atau nonpertanian. Selain pendataan usaha, BPS juga akan memperbarui sejumlah data sosial keluarga.

"Data sosial yang diperbarui antara lain kondisi perumahan dan kepemilikan aset keluarga. Data ini nantinya dapat digunakan untuk pemutakhiran desil atau pemeringkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sensus tidak akan mencatat pengeluaran rumah tangga secara umum. Pendataan pengeluaran hanya dilakukan terhadap aktivitas usaha yang dijalankan oleh responden.

Dalam pelaksanaannya, setiap petugas sensus ditargetkan mampu mendata sekitar 800 usaha atau muatan pendataan selama masa kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua setengah bulan. Jika dirata-ratakan, setiap petugas harus menyelesaikan sekitar 13 muatan pendataan setiap hari.

"Muatan itu bisa berupa rumah tangga yang memiliki usaha ataupun lokasi usaha tersendiri. Jadi targetnya sekitar 13 muatan per hari," ungkapnya.

Mudji menambahkan, hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah. Data tersebut akan menunjukkan kontribusi masing-masing sektor usaha terhadap perekonomian serta kemungkinan adanya pergeseran sektor unggulan dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, sensus juga akan menghasilkan basis data pelaku usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

"Tabulasi standar nantinya bisa diakses, misalnya jumlah usaha per kecamatan, jumlah usaha berdasarkan lapangan usaha, hingga data penyerapan tenaga kerja. Itu akan menjadi informasi yang sangat penting bagi pemerintah daerah," paparnya.

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso, Nunung Setyaningsih, menyampaikan pesan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, bahwa keakuratan data menjadi fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, kesalahan dalam penyajian data dapat berdampak langsung pada ketidaktepatan pengambilan kebijakan, khususnya di bidang perekonomian.

"Keakuratan data merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. Kesalahan dalam menyajikan data akan berdampak pada kekeliruan dalam pengambilan kebijakan perekonomian. Karena itu, melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, kami berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan basis data ekonomi Kabupaten Bondowoso yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Nunung menyampaikan sambutan Bupati.

Menurutnya, data yang sahih akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam mengidentifikasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi daerah, sekaligus memetakan potensi usaha dan peluang pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat.

"Data yang akurat akan membantu pemerintah mengurai berbagai persoalan ekonomi, memetakan potensi UMKM secara lebih tepat, meningkatkan daya tarik investasi, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga petugas lapangan untuk menyatukan komitmen dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

"Mari kita bersatu, menyelaraskan pandangan, dan berkomitmen penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Kita tunjukkan semangat gotong royong demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso," pungkasnya.(*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow