Seribuan Calon Jemaah Haji Asal Tulungagung Dilepas Plt Bupati, Total Jemaah Masih Dinamis

Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci.

07 May 2026 - 20:11
Seribuan Calon Jemaah Haji Asal Tulungagung Dilepas Plt Bupati, Total Jemaah Masih Dinamis
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin (kanan) menyalami calon jemaah haji dalam acara pelepasan calon jemaah haji. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi melepas ribuan calon jemaah haji tahun 2026 di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (7/5/2026). Di tengah suasana haru dan khidmat pelepasan, kabar duka turut menyelimuti keberangkatan haji tahun ini setelah enam calon jemaah dipastikan meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pelepasan calon jemaah haji menjadi momentum penting sekaligus bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

“Hari ini kami menggelar acara pelepasan ribuan jemaah calon haji di Pendapa Tulungagung,” kata Baharudin.

Dalam sambutannya, Baharudin mengingatkan seluruh calon jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor utama agar seluruh tahapan ibadah dapat dijalani dengan lancar.

“Saya menekankan mudah-mudahan perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Sehingga pulang mendapat predikat mabrur dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Baharudin juga menitipkan doa kepada para jemaah agar Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, dan pemimpin yang amanah.

“Tadi saya juga titip doa kepada jemaah. Semoga Tulungagung selalu aman, nyaman, sejahtera dan pimpinan amanah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, menjelaskan jumlah calon jemaah haji Tulungagung awalnya tercatat sebanyak 1.179 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.161 jemaah reguler, 12 petugas kloter, lima petugas haji daerah (PHD), dan satu pembimbing KBIHU.

“Berdasarkan laporan sampai hari ini ada 1.179 orang, termasuk petugas kloter 12 orang, PHD lima orang, dan satu pembimbing KBIHU. Kalau jamaah murni ada 1.161 orang,” terang Suryani.

Namun, data tersebut berubah setelah adanya laporan calon jemaah asal Kecamatan Sumbergempol meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan tambahan satu kasus terbaru itu, total calon jemaah yang wafat menjelang keberangkatan mencapai enam orang.

“Hari ini ada informasi bahwa dari Sumbergempol ada yang meninggal. Jadi jumlahnya menjadi 1.178. Kalau pasangannya memutuskan menunda keberangkatan, maka bisa menjadi 1.177,” jelasnya.

Suryani mengungkapkan, lima calon jemaah yang meninggal sebelumnya bahkan telah masuk dalam pembagian kelompok terbang (kloter). Karena itu, perubahan data keberangkatan masih sangat mungkin terjadi hingga hari pemberangkatan.

“Yang tidak berangkat itu lima, kemudian tambah satu lagi jadi enam. Kalau pasangannya ikut menunda, bisa menjadi tujuh, tetapi itu belum pasti,” katanya.

Ia menambahkan, dinamika data jemaah setiap tahun memang kerap terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga kemungkinan adanya tambahan kuota dari daerah lain.

“Sampai dengan pemberangkatan terus berubah. Bisa berkurang karena ada yang sakit atau meninggal dunia. Tapi juga bisa bertambah kalau ada kuota kosong dari kabupaten atau kota lain yang kemudian diisi jamaah Tulungagung,” ungkap Suryani.

Di sisi lain, seluruh proses administrasi keberangkatan disebut hampir rampung. Kemenhaj Tulungagung memastikan seluruh visa jemaah telah selesai diproses, meski masih ada beberapa dokumen yang memerlukan perbaikan data.

“Visa Alhamdulillah semuanya sudah selesai. Hanya ada beberapa yang beda huruf antara paspor dan visa, namun sudah diproses perbaikannya. Insyaallah tidak ada masalah,” jelasnya.

Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci.

“Dari Pemkab menanggung transportasi dari Tulungagung ke embarkasi maupun saat pulang. Termasuk konsumsi, pengangkutan koper, dan suvenir batik khas Tulungagung,” pungkas Suryani.

Adapun jemaah termuda tahun ini tercatat atas nama Mahmud Ahmad Reza (18), warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol. Sedangkan jemaah tertua adalah Samadi (96), warga Kecamatan Rejotangan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow