Rolak Songo Mojokerto Kembali Dijadikan Tempat Bunuh Diri
Sebelumnya pada Desember 2025 lalu seorang pemuda juga nekat bunuh diri lantaran putus cinta, bahkan jasadnya hingga kini belum ditemukan.
MOJOKERTO, SJP - Dugaan bunuh diri dengan cara melompat ke sungai brantas area dam atau bendungan air Rolak Songo Mojokerto kembali terjadi pada Rabu (2/7/2025).
Sebelumnya pada Desember 2025 lalu seorang pemuda juga nekat mengakhiri hidupnya lantaran putus cinta, bahkan jasadnya hingga kini belum ditemukan.
Kini, peristiwa nekat itu kembali terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui korban berinisial SR (20) warga Dusun Karangnongko, Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Candra Setiawan (30), saksi mata di sekitar lokasi. Saat itu Candra sedang ngopi di area Rolak Songo, Dusun Jatiwetan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Saat sedang ngopi sembari menunggu orang untuk jual beli onderdil sepeda motor. Tiba-tiba ia melihat seorang pemuda mengendarai seoeda motor Honda Beat berwarna merah dengan nomor polisi W 3029 ZX sendirian dan putar balik di tengah jembatan dam.
Ia tak seberapa memperhatikan detail namun melihatnya secara langsung. Tiba-tiba pemuda itu ngobrol dengan sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di dekat temoat kejadian perkara (TKP).
Setelah ngobrol sebentar. Lantas pemuda itu memanjat pagar pembatas pintu air dan langsung memceburkan diri ke sungai brantas.
"Tiba-tiba dia berhenti di tepi dam dan ngobrol dengan tukang klebet, setelah itu korban memanjat pagar pembatas dam dan menceburkan diri ke sungai brantas dengan cara meloncat," kata Candra.
Lantas, ia panik dan berlari mendekati TKP dan melihat korban terseret arus pusaran air yang begitu deras.
"Sempat mengapung, kemudian tenggelam hilang tidak terlihat," sambungnya..
Saksi mata lain, Anang Sobirin (60) yang merupakan supeltas di lokasi mengakui jika sebelum korban meloncat ke sungai dirinya sempat diajak ngobrol. Namun, karena kondisi arus lalu lintas padat, Anang tidak merespon kata-kata korban.
Menurut Anang, korban saat itu bilang jika menitipkan sepeda motornya. Namun, ia tak mengetahui korban menitipkan motor itu untuk ditinggal kemana.
"Waktu itu jalanan rame, saya tidak fokus ke dia, saya fokus ngatur jalan. Tapi dia bilang cak titip sepedae," kata Anang menirukan ucapan korban.
Anang tiba-tiba dibuat kaget dan baru sadar ternyata korban menitipkan motornya ini untuk ditinggal nyebur sungai brantas.
"Kaget saya, baru sadar setelah dia nyebur," tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mojoanyar Iptu Rizal Arisman membenarkan adanya peristiwa tersebut di Dam Rolak Songo.
Dua orang saksi disebutnya telah dimintai keterangan. Barang bukti sepeda motor korban juga telah diamankan.
"Sudah olah TKP, menggali keterangan saksi dan mengamankan barang bukti, kami sudah koordinasi dengan BPBD dan Basarnas untuk mencari korban," kata Iptu Rizal.
Saat ini, korban belum juga ditemukan, pihak kepolisian dan sejumlah tim BPBD dan Basarnas dibantu relawan melakukan pencarian melalui pemantauan dan penghadangan.
"Selanjutnya kita maksimalkan besok, sekarang sudah malam," tandasnya.
Hingga berita ini diunggah, belum terkonfirmasi secara resmi apa yang menjadi penyebab korban nekat menceburkan diri ke sungai brantas tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
What's Your Reaction?

