Pria Hanyut di Sungai Brantas, Ditemukan 18 KM dari Lokasi Awal

Posisi tempat korban ditemukan berjarak sekitar kurang lebih 18 km dari titik korban dilaporkan hanyut, di dekat jembatan Jong Biru, Kota Kediri. Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan posisi korban pertama kali diketahui oleh salah satu warga.

07 May 2026 - 21:28
Pria Hanyut di Sungai Brantas, Ditemukan 18 KM dari Lokasi Awal
Proses evakuasi korban ( foto : istimewa)

KEDIRI, SJP - Imam Sujono, warga Gampengrejo, Kabupaten Kediri yang dilaporkan hanyut terseret arus sungai Brantas pada Selasa, (05/05/2026) akhirnya ditemukan. Pria 58 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dekat area pemakaman umum Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, pada Rabu (6/5/2026) malam.

Posisi tempat korban ditemukan berjarak sekitar kurang lebih 18 km dari titik korban dilaporkan hanyut, di dekat jembatan Jong Biru, Kota Kediri. Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan posisi korban pertama kali diketahui oleh salah satu warga. 

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan juga tim SAR gabungan.

"Kita survei ke lokasi dan sesuai dengan yang kita cari," ungkap Joko, Kamis (7/5/2026). 

Proses evakuasi berjalan lancar meski lokasi korban cukup sulit untuk dijangkau. Proses evakuasi memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

"Medannya sulit. Terlihat celana korban tersangkut ranting pohon," tambah Joko lagi. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten dan Kota Kediri, serta Basarnas Trenggalek menerjunkan satu perahu untuk melakukan evakuasi. Perahu diturunkan di tempat tambangan perahu terdekat.

"Setelah dievakuasi, jenazah korban kita bawah ke RS Bhayangkara Kediri," jelas Joko. 

 Sebelumnya Imam Sujono (58) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa terjadi di bawah Jembatan Jongbiru sisi barat, wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri.

Sebelum hanyut, korban dilaporkan tengah menyiapkan tempat di tepi sungai bersama seorang temannya sebagai persiapan kegiatan pladu. Keduanya kemudian masuk ke aliran sungai namun diduga karena kelelahan dan kuatnya arus, korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya terseret arus Brantas. 

Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong. Setelah mendapatkan laporan, Tim BPBD Kota Kediri berupaya melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri dan Basarnas Trenggalek untuk melakukan pencarian lanjutan. 

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Brantas, terutama saat kondisi arus deras. 

“Keselamatan harus diutamakan. berhati-hati. Kalau menemukan sesuatu yang mencurigakan segera hubungi 112,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow