Pipa PDAM Bocor di MERR Surabaya Picu Macet 2 Km, Diduga Akibat Penurunan Tanah

Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur.

29 Apr 2026 - 18:00
Pipa PDAM Bocor di MERR Surabaya Picu Macet 2 Km, Diduga Akibat Penurunan Tanah
Kebocoran pipa PDAM di jalan MERR Surabaya (Istimewa)

SURABAYA, SJP — Kebocoran pipa induk bertekanan tinggi milik PDAM Surya Sembada terjadi di kawasan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR), tepatnya di perempatan Stikom, Kedung Baruk, Rabu (29/4/2026) siang. Semburan air yang muncul bak air mancur raksasa menciptakan kepanikan sekaligus mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur strategis Kota Surabaya tersebut.

Air menyembur deras hingga mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 5 meter. Cipratan air bahkan menutup sebagian badan jalan, khususnya dari arah Rungkut menuju Sukolilo, sehingga banyak pengendara terpaksa melambat atau menghindari jalur terdampak. Kendaraan roda dua tak bisa melintas di sisi kiri jalan, sementara arus kendaraan roda empat menumpuk di lajur kanan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan segera dilaporkan ke Call Center 112 pada pukul 12.44 WIB. Tak lama berselang, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta tim teknis PDAM Surya Sembada langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Petugas BPBD Surabaya, Eko, membenarkan waktu kejadian dan respons cepat yang dilakukan setelah laporan masuk dari masyarakat dan beberapa video kejadian beredar di sosial media.

"Dilaporkan ke Call Center 112 pukul 12.44 WIB," kata Eko, Rabu (29/4/2026).

Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur.

Semburan air yang cukup deras sempat mengarah langsung ke jalan raya hingga menutup sebagian lajur kiri. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang yang mencapai sekitar dua kilometer dari arah Rungkut menuju Sukolilo. Kondisi diperparah dengan durasi lampu lalu lintas di persimpangan yang cukup lama, sehingga antrean kendaraan semakin mengular.

Di tengah kondisi tersebut, muncul fenomena unik ketika sejumlah pengendara mobil memanfaatkan semburan air untuk mencuci kendaraan mereka secara spontan. Meski demikian, situasi secara umum tetap didominasi kepadatan lalu lintas dan genangan air di sekitar lokasi kejadian.

Seiring dengan upaya penanganan, debit air yang keluar dari pipa berhasil diperkecil. Cipratan yang sebelumnya mengarah deras ke badan jalan mulai berkurang, sehingga arus lalu lintas perlahan kembali normal meski masih dalam pengawasan petugas.

Hingga kini, petugas masih berjibaku di lapangan untuk memastikan kebocoran dapat tertangani sepenuhnya dan tidak kembali menimbulkan gangguan.

Sementara itu, pihak PDAM Surya Sembada akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab kebocoran pipa tersebut. Manager Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada, Andilun Gatu, menyebut kerusakan terjadi pada pipa lama yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

“Pipa kami (yang bocor) diameter 1000. Teknis tahun pengerjaannya tahun 90, jadi secara usia dia sudah 36 tahun,” ujar Andilun.

Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu kerusakan diduga akibat penurunan elevasi tanah di sekitar lokasi, khususnya di sisi utara pipa, yang kemudian menyebabkan retakan pada badan pipa.

“Teman-teman akan bekerja melakukan perbaikan selama 24 jam nonstop. Mengingat dampaknya, kondisi ini sudah kami kategorikan sebagai situasi emergensi,” pungkasnya.

Pihak PDAM pun memastikan bahwa penanganan dilakukan secara intensif mengingat lokasi pipa berada di jalur vital MERR, yang menjadi penghubung penting antara kawasan timur Surabaya, Jembatan Suramadu, Pelabuhan Tanjung Perak, hingga Bandara Internasional Juanda.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses perbaikan masih berlangsung. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow