Pemukulan Mahasiswa Baru Saat PKKMB Universitas Tribuwhana Tunggadewi, Begini Faktanya

Dia mengungkapkan yang terlihat di CCTV tidak benar adanya dikarenakan itu hanya secara sekilas dan visual.

26 Sep 2023 - 10:45
Pemukulan Mahasiswa Baru Saat PKKMB Universitas Tribuwhana Tunggadewi, Begini Faktanya
Lokasi diduga tempat pemukulan terhadap mahasiswa baru UNITRI Selasa (26/09/2023) (Michel Sima/SJP)

Kota Malang, SJP - Banyak anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNITRI dan Panitia Ordik diduga terlibat dalam insiden di mana seorang Mahasiswa Baru (MABA) diserang secara fisik terekam dalam CCTV Universitas Tribuwhana Tunggadewi.

Dalam video tersebut, terlihat sekelompok individu yang mengenakan seragam almamater kampus mengejar satu mahasiswa baru dan menyerangnya di dalam gedung kampus.

Sementara itu, anggota BEM dan panitia Ordik juga terlihat memukul korban dengan menendang dan memberikan pukulan kepada mereka yang mengenakan pakaian putih dan celana hitam.

Salah satu Korban Inisial MJ mengatakan secara spontan melakukan tindakan untuk mempertahankan diri, dan kemudian mereka secara berkelompok menghampiri dia dan melakukan serangan fisik.

"Kejadian pengeroyokan terjadi karena saya dianggap tidak memenuhi persyaratan Ordik, yang salah satunya adalah memotong rambut. Mereka dari BEM mencoba memaksa saya untuk memotong rambut, tetapi saya menolak," kata dia.

"Saya diminta untuk memotong rambut lagi, tetapi saya menolak. Namun, panitia tetap memaksa dan secara tiba-tiba salah satu dari mereka memotong rambut saya secara paksa. Itu yang kemudian menyebabkan terjadinya kontak fisik dengan panitia," tambahnya.

Terpisah Kabiro Kemahasiswaan Universitas Tribuwhana tunggadewi (UNITRI), Zuhdi Mas'um mengatakan kejadian tersebut memang benar namun untuk pengeroyokkan tidak benar.

Dia memaparkan, peristiwa itu terjadi kemarin ketika melakukan orientasi peserta didik (ordik) atau yang dikenal dengan PKKMB. Korban inisial MJ dipanggil oleh anggota BEM selaku penyelenggara Ordik dikarenakan rambut korban dirasa panjang namun MJ tidak mau menghampiri dikarenakan MJ merasa rambutnya sudah dipotong.

Dia menerangkan, lalu anggota BEM menghampiri MJ dikarenakan tidak mau dipanggil, dan MJ kabur merasa mau dipukul oleh anggota BEM yang menghampirinya.

"Maka dari situ anggota BEM mengejar MJ yang diikuti oleh anggota lainnya untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan," bebernya, Selasa (26/9/2023).

"Setelah itu kami sudah menemui pihak yang terlibat mulai dari korban dan pelaku yang terekam di CCTV dan sudah sepakat melakukan damai," tambahnya.

Dia mengungkapkan yang terlihat di CCTV tidak benar adanya dikarenakan itu hanya secara sekilas dan visual.

"Setelah ordik akan dilakukan evaluasi total agar tidak lagi terjadi kejadian seperti itu," terangnya.

Terpisah Rektor Universitas Tribuwhana Tunggadewi, Eko Handayanto, mengatakan tadi sudah bertemu dengan BEM, Panitia, dan Maba atau korban yang bersangkutan.

"Kejadian sebenarnya tidak seperti yang tersebar di media dan salah narasi," kata dia.

Dia menjelaskan sebenarnya hanya korban yang bandel yang dipanggil tidak mengikuti aturan yang berlaku dan tidak ada pemukulan.

"Saat ini pihak UNITRI terus berkomunikasi dengan berbagai pihak agar masalah ini dapat selesai dan akan diadakan evaluasi terhadap panitia agar tidak terjadi kejadian berulang," tandasnya. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow