Muswil PII Jatim Digelar di Malang, Wagub Emil Tekankan Pentingnya SDM Insinyur Unggul
Muswil PII Jawa Timur di Kota Malang menegaskan pentingnya sertifikasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi insinyur dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.
MALANG, SJP — Profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia insinyur menjadi pembahasan utama dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia 2026 yang digelar di The Alana Hotel Malang, Minggu (10/5/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan kualitas pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kapasitas dan profesionalisme para insinyur.
“Hari ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali kiprah dan profesionalisme para insinyur di Jawa Timur,” ujar Emil.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPR RI, Sekjen PII Pusat, serta Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Menurut Emil, Jawa Timur harus mampu menjadi kebanggaan Nusantara dengan mengandalkan kualitas SDM unggul, termasuk dari kalangan insinyur. Ia menilai peran insinyur sangat strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
“Keunggulan SDM kita tidak bisa dilepaskan dari keunggulan para insinyur. Karena itu profesionalisme harus dijunjung tinggi,” katanya.
Ia menegaskan, seorang insinyur tidak cukup hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga harus terus mengikuti jenjang profesi dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Teknologi terus berkembang. Maka ilmu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus terus dikalibrasi mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.
Emil juga menyoroti pentingnya seluruh disiplin ilmu keteknikan dalam mendukung pembangunan, mulai dari teknik sipil, mechanical electrical, hingga control system engineer. Menurutnya, berbagai persoalan infrastruktur dan transportasi tidak lepas dari peran tenaga teknik yang kompeten dan tersertifikasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII Pusat, Teguh Haryono, menjelaskan bahwa PII memiliki 27 bidang keahlian yang saling berkaitan dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia menegaskan bahwa sertifikasi insinyur sesuai Undang-Undang Keinsinyuran hanya diterbitkan melalui PII. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar tenaga teknik di daerah terdorong mengikuti profesi keinsinyuran secara resmi.
“Jawa Timur menjadi salah satu tolok ukur insinyur di Indonesia dan memiliki anggota PII paling banyak,” ujarnya.
Menurut Teguh, masih ditemukan sejumlah kasus di daerah yang melibatkan tenaga teknik belum tersertifikasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian PII untuk terus mendorong peningkatan profesionalisme insinyur di Indonesia.
Di sisi lain, Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan siap memperkuat kolaborasi bersama PII dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan di Kota Malang.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan,” katanya.
PII Jawa Timur saat ini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota. Namun, organisasi tersebut masih terus melakukan sosialisasi kepada sejumlah kepala daerah agar mendorong pegawai berlatar belakang teknik mengikuti program profesi dan sertifikasi insinyur. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

