Mayat Perempuan Penuh Luka Bacok Ditemukan di Bangkalan, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Penemuan jasad perempuan dengan luka bacok menggegerkan warga Bangkalan. Polisi menduga korban merupakan korban pembunuhan dan masih menyelidiki identitas serta pelaku.
BANGKALAN, SJP – Warga Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan desa, Rabu (22/4/2026) malam.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Saat ditemukan, korban mengenakan baju hitam, celana biru, serta kerudung berwarna cokelat.
Penemuan tersebut bermula dari laporan warga yang melihat korban tergeletak di tepi jalan. Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka parah di beberapa bagian tubuh, di antaranya perut, dada, pinggang, dan paha.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar hingga menimbulkan kerumunan di lokasi kejadian.
Petugas dari Polsek setempat segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Agung Intama, menyebut korban diduga kuat merupakan korban pembunuhan.
“Peristiwa ini berawal dari laporan masyarakat yang menemukan mayat di pinggir jalan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Di sekitar lokasi kejadian, polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Di antaranya sebuah boneka Pokémon berwarna kuning yang berlumuran darah serta sebilah celurit yang ditemukan di dalam selokan tidak jauh dari posisi korban.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil awal, ditemukan sedikitnya sembilan luka bacok di tubuh korban.
Luka paling fatal terdapat di bagian leher, perut, dan paha. Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses penelusuran oleh pihak kepolisian.
Kasus tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan. Polisi masih mendalami motif di balik kejadian serta memburu pelaku yang bertanggung jawab.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

