Koordinator SPPG Baron Klaim Target Seluruh Desa Tercapai Meski Secara Bertahap

Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B).

24 Apr 2026 - 17:30
Koordinator SPPG Baron Klaim Target Seluruh Desa Tercapai Meski Secara Bertahap
Rapat koordinasi (rakor) perwakilan SPPG dan Forpincam Baron (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program 3B yang belum merata di wilayah Kecamatan Baron, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Baron menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Jumat (24/4/2026).

Rapat yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Baron tersebut dihadiri oleh Camat Baron, Gunawan Wibisono; perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso; Kapolsek Baron, AKP Roni Andreas; serta perwakilan dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut, beserta perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Baron.

Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B).

"Berdasarkan laporan dari desa-desa, masih ada delapan desa yang warganya belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B). Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami," ungkap Camat Baron, Gunawan.

Camat Baron menegaskan bahwa Forpimcam Baron akan terus mengawal serta memantau pendistribusian MBG agar tepat sasaran dan tepat waktu.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak SPPG dan desa untuk memastikan bahwa bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B) segera tersalurkan kepada warga yang berhak menerimanya," tegas dia.

Perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso, memberikan arahan tegas di hadapan pengelola SPPG dan tamu undangan dalam rapat koordinasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Dalam sambutannya, Santoso menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi antarinstansi guna memastikan program prioritas nasional ini berjalan tanpa hambatan.

Santoso menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara pihak SPPG dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Ia meminta seluruh pengelola SPPG agar tidak ragu berbagi data dan melaporkan perkembangan di lapangan.

"Silakan koordinasi secara terbuka kepada saya, Pak Camat, maupun Pak Kapolsek. Data-data yang ada harus kita sinkronkan. Kami dari unsur keamanan juga terus melakukan pengawalan dan pengamanan pada setiap kegiatan di SPPG wilayah Kecamatan Baron," ujar Santoso.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Syarif, menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Meski mendukung, ia memberikan beberapa catatan terkait implementasi di lapangan agar manfaatnya lebih optimal dirasakan warga.

Ahmad Syarif menegaskan bahwa pada prinsipnya seluruh kepala desa di wilayah Baron solid mendukung program pemerintah pusat ini. Ia menyebut komunikasi antara kepala desa dengan pihak SPPG terus dijalin demi kelancaran program.

"Pada prinsipnya kami kepala desa tetap mendukung kegiatan yang diprogramkan pemerintah pusat melalui PSN ini. Alhamdulillah teman-teman kepala desa kompak dan selalu berkoordinasi dengan kepala SPPG di wilayah masing-masing," ujar Syarif.

Menanggapi pernyataan Danramil mengenai kurangnya keterbukaan data, Syarif menyayangkan jika benar pihak SPPG tidak aktif berkoordinasi, termasuk dalam grup komunikasi WhatsApp. 

Menurutnya, koordinasi adalah kunci karena setiap instansi memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menyukseskan program ini.

Terkait data penerima di Desa Sambiroto, ia menjelaskan bahwa data selalu diperbarui setiap bulan melalui laporan dari Posyandu di tingkat dusun.

"Data di Sambiroto insyaallah aman. Rata-rata per wilayah posyandu dari tiga dusun itu ada sekitar 50 sampai 60 penerima. Kami terus melakukan update data setiap bulan menyesuaikan laporan lapangan," pungkasnya.

Gofar, Koordinator SPPG di wilayah Kecamatan Baron, menyatakan optimisme dan memastikan bahwa dalam waktu dekat pihak SPPG akan mendistribusikan MBG-3B ke delapan desa yang belum menerima bantuan.

"Aman mas, untuk kelompok MBG 3B yang ada di delapan desa dalam waktu dekat ini sudah seluruhnya akan dapat MBG, pasti kita penuhi," kata Gofar saat diwawancarai. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow