Hasil OSN 2026 Belum Keluar, Dispendik Bondowoso Surati Puspresnas

Hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten 2026 untuk Bondowoso belum diumumkan oleh Puspresnas. Dispendik telah melayangkan surat resmi meminta klarifikasi dan pengumuman susulan, sementara Komisi IV DPRD Bondowoso berencana memanggil Dinas Pendidikan guna mengusut penyebab keterlambatan tersebut.

29 Jun 2026 - 18:03
Hasil OSN 2026 Belum Keluar, Dispendik Bondowoso Surati Puspresnas
peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) di salah satu kabupaten saat mengikuti seleksi (Foto : Puspresnas/SJP)

BONDOWOSO, SJP Nasib ratusan peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten di Bondowoso hingga kini masih menggantung. Saat hasil seleksi yang menjadi pintu menuju OSN tingkat provinsi diumumkan secara nasional, nama Kabupaten Bondowoso justru tidak tercantum dalam daftar pengumuman yang dirilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Persoalan tersebut memicu perhatian karena menyangkut kesempatan para siswa berprestasi untuk melanjutkan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pelaksanaan OSN di daerah, melainkan berkaitan dengan belum munculnya hasil penilaian dari sistem pusat.

Dispendik Bondowoso juga menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya dialami daerahnya. Berdasarkan informasi yang diterima melalui jaringan komunikasi antardaerah, puluhan kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kondisi serupa, yakni hasil OSN tingkat kabupaten belum diumumkan bersamaan dengan daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini terus melakukan koordinasi intensif dengan Puspresnas agar hasil OSN segera diterbitkan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat peserta yang lolos harus segera dipersiapkan mengikuti OSN tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan hasil OSN tingkat kabupaten yang diumumkan Puspresnas pada 27 Juni 2026 memang tidak mencantumkan nama Kabupaten Bondowoso. Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung menghubungi admin Puspresnas untuk meminta penjelasan mengenai penyebab belum munculnya hasil tersebut.

Atas arahan dari pihak pusat, Dispendik Bondowoso kemudian mengirimkan surat resmi Nomor 430.3.5.1454.430.9.9 Tahun 2026 tentang permohonan pengumuman susulan hasil OSN tingkat kabupaten sekaligus meminta klarifikasi.

"Kami langsung kirim surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional. Kami juga menanyakan apa penyebab nilai Kabupaten Bondowoso tidak muncul dalam pengumuman," kata Taufan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/6/2026).

Taufan menjelaskan, pelaksanaan OSN jenjang SD maupun SMP di Bondowoso sebelumnya berlangsung sesuai jadwal nasional. Seluruh peserta mengikuti ujian secara daring sebagaimana kabupaten dan kota lain di Indonesia.

Ia mengakui saat pelaksanaan sempat terjadi kendala teknis berupa keterlambatan pengiriman token dari pusat sehingga peserta jenjang SD harus menunggu sekitar 30 menit. Namun setelah token diterima, seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian hingga tuntas.

Menurutnya, seluruh tahapan pelaksanaan OSN di Bondowoso telah memenuhi prosedur yang ditetapkan. Setiap ruang ujian dipantau menggunakan kamera dan sistem live streaming sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan berlangsung transparan.

"Seluruh proses pengerjaan soal hingga penilaian dilakukan secara daring melalui sistem milik Puspresnas. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Meski demikian, hingga kini Dispendik Bondowoso belum memperoleh penjelasan resmi mengenai penyebab hasil OSN daerah tersebut belum muncul. Dugaan yang berkembang masih sebatas kemungkinan adanya persoalan administrasi pada sistem pusat.

Taufan menegaskan Bondowoso bukan satu-satunya daerah yang mengalami kondisi tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat puluhan kabupaten dan kota lain yang juga belum memperoleh hasil OSN tingkat kabupaten.

"Jadi di Indonesia pun tidak hanya Bondowoso yang tidak muncul nilainya. Ada puluhan lebih kabupaten dan kota yang mengalami hal yang sama," ujarnya.

Sembari menunggu jawaban resmi dari Puspresnas, Dispendik Bondowoso terus melakukan berbagai upaya koordinasi. Selain berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan pihak pusat, seorang staf juga diutus ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait persoalan tersebut.

Dispendik berharap hasil OSN Kabupaten Bondowoso dapat segera diumumkan sehingga siswa yang dinyatakan lolos memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN tingkat provinsi.

"Kami masih yakin nilainya akan keluar. Yang bermasalah hanya hasilnya yang belum muncul, sementara pelaksanaannya sudah selesai dengan baik," pungkas Taufan.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Bondowoso menyatakan akan terlebih dahulu meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan langkah pengawasan lebih lanjut.

Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB, A. Mansur, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan sikap karena masih menunggu pertemuan dengan Dinas Pendidikan.

"Makanya kita tidak bisa memberikan dulu gitu ya, karena memang kita belum ketemu dengan Dinas Pendidikan. Kalau sudah dengan Dinas Pendidikan, pasti nanti akan kita kabari bagaimana langkah-langkah yang bisa kita lakukan. Kapan itu kira-kira untuk manggil Dinas Pendidikan? Ya ini kita nanti mungkin akan kita rapat di komisi, karena itu pemanggilan komisi nanti. Jadi kita akan bicarakan di komisi, nanti gimana kan, gitu ya," ujarnya usai rapat paripurna di Graha Paripurna Bondowoso, Senin (29/6/2026). (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow