Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Luncurkan Awan Panas Guguran di Tengah Kabut
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu (20/6/2026) dini hari disertai Awan Panas Guguran.
LUMAJANG, SJP — Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang meningkat. Pada Sabtu (20/6/2026) dini hari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi tepat pada pukul 03:01 WIB. Meskipun demikian, tinggi kolom abu akibat letusan ini tidak dapat teramati secara visual dari pos pemantauan.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kali ini terekam jelas di seismogram. Getaran gempa letusan memiliki amplitudo maksimum mencapai 22 mm. Petugas mencatat durasi gempa akibat aktivitas vulkanik ini berlangsung kurang lebih selama 3 menit 50 detik.
Selain melontarkan material vulkanik, aktivitas erupsi dini hari ini juga disertai dengan adanya awan panas guguran.
Sayangnya, jarak luncur pasti dari awan panas tersebut belum bisa dipastikan karena kondisi visual Gunung Semeru yang saat itu sepenuhnya tertutup oleh kabut pekat.
Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih tertahan pada Level III atau Siaga.
Menanggapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga.
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan juga harus dikosongkan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer.
Selain itu, zona bahaya dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga harus dipatuhi untuk menghindari lontaran batu pijar.
Pihak berwenang turut mengimbau warga agar senantiasa mewaspadai potensi awan panas dan guguran lava di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di anak-anak sungai sekitarnya. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

