Erupsi Setinggi 700 Meter, Radius Bahaya Gunung Semeru hingga 13 Km
PVMBG menetapkan radius aman sejauh delapan kilometer dari pusat erupsi sebagai zona yang tidak boleh dimasuki warga.
LUMAJANG, SJP - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menunjukkan aktivitas vulkanik aktif. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan lontaran abu setinggi 700 meter dari puncak kawah.
Erupsi tersebut terekam oleh seismograf pos pengamatan gunung api (PPGA) Semeru dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 126 detik.
Kolom abu berwarna kelabu pekat mengarah ke tenggara, menandakan aktivitas yang cukup signifikan meskipun belum berdampak besar secara langsung.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru tetap berada di Level II (Waspada). Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat di sekitar lereng untuk menjaga jarak dan tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditentukan.
“Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai berhulu ke puncak Gunung Semeru,” ungkap petugas PPGA Semeru Yadi Yuliandi kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).
PVMBG menetapkan radius aman sejauh delapan kilometer dari pusat erupsi sebagai zona yang tidak boleh dimasuki warga.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berisiko terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” lanjutnya.
Meski belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan resmi dari PVMBG atau BPBD setempat.
Aktivitas Gunung Semeru bisa meningkat sewaktu-waktu, terutama hujan deras melanda area puncak dan lereng gunung. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Beritasatu.com
What's Your Reaction?

