DPRD Kota Batu Dukung Alokasi 21,59 Persen APBD 2025 untuk Tiga Sektor Ini
Meski begitu, pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam pelaksanaan anggaran tersebut. Ia menekankan bahwa eksekutif harus memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang didanai dari APBD dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, transparan, dan akuntabel.
KOTA BATU, SJP — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu mendukung kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam pengalokasian 21,59 persen APBD 2025 untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Dukungan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, yang menilai langkah Pemkot Batu tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
"Kami mendukung penuh langkah Pemkot Batu dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya, Sabtu (7/6/2025).
Meski begitu, pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam pelaksanaan anggaran tersebut.
Dia menekankan bahwa eksekutif harus memastikan setiap program dan kegiatan yang didanai dari APBD dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, transparan, dan akuntabel.
"Dukungan kami tentu disertai dengan harapan agar pelaksanaan anggaran dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, Kaji Bianto menilai, anggaran yang dialokasikan sebesar 21,59 persen dari total belanja daerah idealnya diwujudkan dalam langkah-langkah konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sektor pendidikan, dia mendorong agar dana tersebut digunakan tidak hanya untuk pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, tetapi juga untuk beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan rutin.
Selain itu, dia mengusulkan agar fasilitas penunjang seperti perpustakaan digital dan laboratorium sekolah agar juga ditingkatkan guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
"Untuk sektor kesehatan, kami menyarankan agar sebagian anggaran digunakan untuk memperluas cakupan layanan puskesmas keliling di wilayah pelosok serta mendanai program skrining kesehatan gratis secara berkala bagi warga," tambahnya.
Sementara itu, dalam rangka memperkuat UMKM, dia mengusulkan setiap kecamatan didukung dengan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal serta dukungan peralatan produksi bagi UMKM pemula.
"Dengan tujuan membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

