Di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus, STIESIA Surabaya Tempuh Ikhtiar Langit untuk PMB 2026/2027

STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihak kampus berharap capaian PMB tahun 2026/2027 dapat melampaui target yang telah ditetapkan.

24 Jun 2026 - 18:05
Di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus, STIESIA Surabaya Tempuh Ikhtiar Langit untuk PMB 2026/2027
Seluruh sivitas akademika STIESIA Surabaya bersama jajaran Perpendiknas mengikuti pengajian dan istighosah di Masjid Al-Hikmah sebagai ikhtiar menyambut PMB 2026/2027 (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Persaingan perguruan tinggi dalam menarik minat calon mahasiswa baru semakin ketat dari tahun ke tahun. Berbagai strategi promosi, penguatan program studi, hingga kerja sama dengan dunia industri terus dilakukan untuk memenangkan kepercayaan masyarakat. 

Namun, Yayasan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) memiliki cara lain untuk mendukung keberhasilan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya tahun akademik 2026/2027, yakni melalui ikhtiar spiritual berupa pengajian dan istighosah bersama.

Bertajuk “Ikhtiar Langit dan Bumi untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027 yang Barokah”, kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah STIESIA, Rabu (24/6/2026), diikuti seluruh sivitas akademika STIESIA bersama jajaran Perpendiknas selaku badan penyelenggara pendidikan yang menaungi STIESIA Surabaya.

Rektor STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fajrih Asyik, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama setelah berbagai upaya maksimal dilakukan kampus dalam menyambut PMB tahun akademik baru.

"Kami sudah melakukan ikhtiar. Yang berikutnya adalah kekuatan doa. Kami sangat meyakini bahwa Allah akan meridoi dan mengabulkan segala doa hamba-Nya apabila kita berikhtiar," ujar Prof. Fajrih, Rabu (24/6/2026).

Menurut Fajrih, keberhasilan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya ditentukan oleh strategi promosi dan pemasaran kampus, tetapi juga oleh kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa. Kepercayaan masyarakat, katanya, menjadi faktor penting yang akan menentukan perkembangan institusi pendidikan di masa mendatang.

"Harapan kami bisa memberikan layanan yang terbaik untuk para mahasiswa, karena dengan layanan yang terbaik Insyaallah STIESIA akan dipercaya oleh masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihaknya berharap capaian PMB tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat antarperguruan tinggi, STIESIA juga terus memperkuat berbagai keunggulan akademik yang dimiliki. Salah satunya adalah penguatan kompetensi di bidang perpajakan yang menjadi warisan sejarah kampus sejak masih bernama Akademi Pajak dan Keuangan (AP&K) Surabaya.

Selain itu, STIESIA juga mengembangkan kompetensi di bidang kepabeanan dan cukai melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Program tersebut menjadi salah satu pembeda yang belum banyak dimiliki perguruan tinggi lain, khususnya pada rumpun ilmu ekonomi dan bisnis.

Tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, STIESIA juga mengusung visi menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, berdaya saing nasional maupun internasional, sekaligus memiliki karakter bermartabat atau dignity. Konsep tersebut diwujudkan melalui penekanan pada aspek moralitas serta kemampuan lulusan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nur Fajrih juga mengajak seluruh keluarga besar Perpendiknas untuk mendoakan keberlangsungan seluruh unit yang berada di bawah naungannya. Selain STIESIA, Perpendiknas juga mengelola Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STIESIA, serta Cafetaria STIESIA.

"Semoga seluruh unit baik pendidikan, bisnis maupun kesehatan yang dikelola Perpendiknas Allah berkahi, Allah ridhoi, dan semuanya berjalan dengan sukses,” tuturnya," tandasnya.

Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Dr. KH Khozin Mustafid, menyampaikan bahwa doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh keluarga besar STIESIA.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima, tetapi juga dari keberkahan ilmu, kualitas sumber daya manusia, serta kontribusinya dalam mencetak generasi penerus bangsa.

"Insyaallah kita langitkan doa-doa untuk kesuksesan STIESIA. Semoga barakah ilmunya, barakah mahasiswanya, barakah para dosennya, dan menjadi generasi bangsa serta pemimpin bangsa yang luar biasa," pesannya.

Melalui pengajian dan istighosah tersebut, STIESIA dan Perpendiknas menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tidak hanya dibangun melalui strategi dan kerja keras, tetapi juga melalui kekuatan doa yang dipanjatkan bersama. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow