Bazar Blitar Djadoel 2026 Ubah Aloon-Aloon Jadi Lorong Waktu Empat Zaman
Suasana Aloon-Aloon Kota Blitar dipastikan akan berbeda pada Juli mendatang. Pemerintah Kota Blitar kembali menghadirkan Bazar Blitar Djadoel 2026 dengan konsep yang lebih atraktif, yakni mengajak pengunjung menyusuri perjalanan sejarah melalui empat era berbeda.
KOTA BLITAR, SJP - Suasana Aloon-Aloon Kota Blitar dipastikan akan berbeda pada Juli mendatang. Pemerintah Kota Blitar kembali menghadirkan Bazar Blitar Djadoel 2026 dengan konsep yang lebih atraktif, yakni mengajak pengunjung menyusuri perjalanan sejarah melalui empat era berbeda.
Memasuki penyelenggaraan ke-15, event tahunan ini akan digelar selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026, dengan mengusung tema "Ngrembaka Kinarya Pinuju Praja Utama", yang bermakna berkembang dan berkarya menuju kota unggulan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, mengatakan konsep tahun ini dirancang agar masyarakat tidak hanya berkunjung untuk berbelanja, tetapi juga mendapatkan pengalaman sejarah yang interaktif.
"Pengunjung akan diajak merasakan atmosfer dari empat periode sejarah yang berbeda, mulai dari masa kerajaan hingga era pasca kemerdekaan. Kami ingin menghadirkan perpaduan antara sejarah, budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang," ujar Parminto, Jumat (26/6/2026).
Empat zona tematik tersebut meliputi Era Kerajaan (1300-1600), Era Prakemerdekaan (1600-1900), Era Perjuangan Kemerdekaan (1900-1945), serta Era Pasca Kemerdekaan (1945-1980).
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan beberapa stan yang menyajikan kuliner jadul yang akan meramaikan kawasan Aloon-Aloon selama pelaksanaan bazar.
Menurut Parminto, penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel tidak hanya bertujuan menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah merasakan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Kami berharap Bazar Blitar Djadoel 2026 dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota sejarah dan nasionalisme, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

