6.000 Buruh Longmarch ke Kantor Gubernur Jatim, Warga Diimbau Hindari Jalur Aksi May Day Besok
Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB.
SURABAYA, SJP — Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur dipastikan akan menggelar aksi besar dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) besok. Aksi akan dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, dengan agenda long march yang berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan utama kota.
Aksi tersebut melibatkan aliansi besar Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) Jawa Timur, dengan estimasi massa mencapai sekitar 6.000 orang yang berasal dari kawasan industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan hingga Tuban. Salah satu elemen utama dalam aksi ini adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur.
Wakil Sekretaris FSPMI Jatim, Nurudin Hidayat, mengatakan mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus hingga konvoi kendaraan roda dua.
"Mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor yang akan masuk ke Surabaya secara bertahap," ujar Hidayat, Kamis (30/4/2026).
Sebelum menuju titik aksi, massa dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sejumlah lokasi, yakni Masjid Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah. Sementara itu, massa di luar FSPMI akan melaksanakan ibadah di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur.
"Massa di luar FSPMI dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur," kata Nurudin.
Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB.
"Diperkirakan seluruh massa tiba di lokasi aksi sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyampaikan orasi dan tuntutan dalam peringatan May Day 2026," imbuhnya.
Panitia aksi tidak menampik bahwa akan ada gangguan lalu lintas yang cukup parah saat demo berlangsung dan turut mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang dilalui peserta long march guna meminimalkan gangguan aktivitas.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar menghindari ruas yang dilewati massa aksi," pungkas Nurudin.
Polisi Lakukan Kanalisasi di 22 Titik Krusial
Seiring dengan rencana aksi besar tersebut, aparat kepolisian telah menyiapkan strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi dampak kemacetan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Polrestabes Surabaya menerapkan metode kanalisasi di 22 titik krusial, khususnya di persimpangan padat yang menjadi jalur lintasan massa.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfi Sulistiawan melalui Wakapolrestabes AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa kanalisasi merupakan sistem pengaturan arus kendaraan secara terstruktur agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
"Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan," katanya.
Titik pengamanan tersebar mulai dari kawasan Taman Pelangi hingga jalur Tembaan–Bubutan, yang menjadi akses vital menuju pusat kota. Selain itu, sejumlah kawasan padat seperti Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, Tunjungan hingga Tegalsari juga menjadi fokus pengawasan.
Pengamanan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan kepolisian serta dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jumlah personel di tiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan, bahkan di beberapa lokasi strategis diperkuat hingga puluhan petugas.
"Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi," ujarnya.
Pihak kepolisian juga menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas yang bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi di lapangan apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

