Penuh Haru, Warga Binaan di Mojokerto Berbuka Puasa Bersama Keluarga
Nampak warga binaan laki-laki bisa memeluk dan menggendong anak balitanya sembari menunggu azan maghrib tiba.
MOJOKERTO, SJP - Suasana haru menyelimuti warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto saat momen berbuka puasa.
Tak seperti biasanya, warga binaan serasa merasakan angin segar mendapatkan hak bisa berbuka puasa bersama keluarga di dalam penjara.
Pantauan di lokasi, nampak warga binaan laki-laki bisa memeluk dan menggendong anak balitanya sembari menunggu azan maghrib tiba.
Ada yang sampai meneteskan air mata. Sebab, momen berbuka puasa bersama keluarga hanya bisa dirasakan pada Ramadan tahun ini.
Kehangatan keluarga kian terasa, pada momen menunggu berbuka puasa petugas Lapas memberikan tempat yang nyaman sembari menyediakan televisi berukuran besar, untuk menonton pertandingan sepak bola Timnas Indonesia.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan sengaja memasukan program itu sebagai bentuk komitmen Lapas untuk memberikan rasa nyaman pada warga binaan.
Menurutnya, jika warga binaan diberikan hak-hak bersama keluarganya, potensi depresi dimungkinkan tidak terjadi.
"Ini juga untuk mengobati rasa kerinduan warga binaan bersama keluarganya, sambil nonton pertandingan Timnas Indonesia," kata Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan saat diwawancarai usai berbaur dengan puluhan warga binaan dan keluarganya, Kamis (20/3/2025).
Program warga binaan bisa berbuka bersama keluarganya ini disediakan pihak Lapas setiap hari Kamis. Tiap momen, kuota warga binaan sebanyak 50 orang.
"Dilakukan satu minggu sekali dengan kuota 50 orang, karena tidak semua warga binaan keluarganya bisa datang, setiap hari Kamis," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

