Nanti Malam, Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar Lebih Meriah dengan Nuansa World Cup

Keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer World Cup menjadi daya tarik utama.

09 May 2026 - 12:31
Nanti Malam, Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar Lebih Meriah dengan Nuansa World Cup
Kemeriahan Festival Rujak Uleg Surabaya tahun sebelumnya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Salah satu event paling ditunggu dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) kembali digelar nanti malam. Festival Rujak Uleg 2026 hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Tidak hanya menghadirkan tradisi menguleg rujak bersama, festival kali ini juga dibalut nuansa sepak bola dunia untuk menyambut World Cup yang mulai berlangsung Juni mendatang, lengkap dengan pesta kembang api di akhir acara.

Festival tahunan tersebut akan kembali berlangsung di Surabaya Expo Center (SBEC), Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (9/5/2026) malam. Ribuan warga diperkirakan memadati lokasi untuk menikmati berbagai rangkaian acara mulai dari parade kostum kreatif, fashion show tematik, pertunjukan seni, hingga pembagian rujak gratis.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan konsep Festival Rujak Uleg tahun ini memang dibuat berbeda agar lebih atraktif dan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia (FIFA World Cup 2026)," kata Herry, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Herry, keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer Piala Dunia menjadi daya tarik utama.

"Keunikannya karena selalu menghadirkan tema berbeda setiap tahun dengan mengkolaborasikan seni tradisional, teatrikal, fashion modern, dan unsur sport," ujarnya.

Selain tradisi menguleg rujak di cobek raksasa, panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak uleg gratis bagi pengunjung. Tidak hanya itu, festival tahun ini akan ditutup dengan pesta kembang api yang menjadi salah satu kejutan baru dalam gelaran Festival Rujak Uleg.

Sebanyak 136 kelompok peserta yang masing-masing beranggotakan empat orang akan ikut memeriahkan lomba rujak uleg. Sementara itu, 132 peserta fashion tematik bakal tampil dengan kostum kreatif bernuansa “Rujak Phoria” dan sepak bola dunia.

Herry menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda kuliner tahunan, tetapi telah berkembang menjadi ikon budaya Kota Surabaya yang memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," tuturnya.

Ia menambahkan, festival tersebut kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dan 2026 sebagai salah satu unggulan pariwisata nasional. Menurutnya, hal itu menunjukkan Festival Rujak Uleg semakin dikenal secara luas dan mampu menjadi magnet wisata.

"Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan Rujak Cingur sebagai kekayaan budaya dan kuliner Surabaya kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah maupun mancanegara," imbuh Herry.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diprediksi meningkat seiring konsep acara yang lebih meriah dan atraktif.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati kemeriahan festival yang telah menjadi identitas budaya Kota Pahlawan tersebut.

"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," kata Eri.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan Surabaya juga menyiapkan kantong parkir resmi di area SBEC. Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan kapasitas parkir disiapkan untuk menampung ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Total area parkir di SBEC bisa menampung lebih dari 1.600 motor dan 850 mobil," ujar Trio.

Pengunjung diimbau datang lebih awal agar terhindar dari antrean panjang dan kepadatan saat acara berlangsung. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa maupun ruas jalan sekitar lokasi festival demi menjaga kelancaran arus lalu lintas. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow