Kejurkot Angkat Berat 2026, Ukur Perkembangan Prestasi Atlet Kota Kediri Menuju Porprov Jatim Mendatang
Ketua Umum PABERSI Kota Kediri Yusuf Tri Prasetyo Adi menuturkan bahwa Kejurkot tahun ini diikuti sebanyak 25 atlet dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga tingkat lebih lanjut.
KOTA KEDIRI, SJP - Kejuaraan Kota (Kejurkot) Angkat Berat Kota Kediri menjadi momentum penting dalam menjaring bibit atlet baru sekaligus mengukur perkembangan prestasi atlet menjelang ajang yang lebih besar.
Ketua Umum PABERSI Kota Kediri Yusuf Tri Prasetyo Adi menuturkan bahwa Kejurkot tahun ini diikuti sebanyak 25 atlet dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga tingkat lebih lanjut.
"Sekaligus untuk mencari regenerasi baru, bibit-bibit baru. Tadi ada (peserta) yang kelas 5 SD, kelas 6 SD sudah mulai ikut di dunia angkat berat, jadi untuk persiapan di Porprov berikutnya," ujar Yusuf, Kamis, (30/4/2026).
Dalam kejuaraan ini, untuk kelas yang dilombakan mengacu pada standar kejuaraan resmi seperti Kejurprov dan Porprov. Untuk kategori putri, kelas yang dipertandingkan antara lain 47 kg, 52 kg, 57 kg, 63 kg, 69 kg, hingga 76+ kg. Sedangkan kategori putra meliputi kelas 53 kg, 59 kg, 66 kg, 74 kg, 83 kg, 93 kg, hingga 93+ kg.
"Yang dilihat squat, Bench Press, sama deadlift," tambahnya.
Yusuf juga menjelaskan bahwa perkembangan atlet terus dipantau melalui tes prestasi yang digelar secara berkala setiap tiga bulan. Hasil tes terbaru pada April 2026 menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan evaluasi terakhir pada Desember 2025.
Saat ini, terdapat sembilan atlet yang masuk dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot) dari total 25 atlet yang mengikuti Kejurkot. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah, tergantung hasil seleksi lanjutan, termasuk dari ajang Pra-Porprov.
"Kita lihat hasil dari Kejurprov terakhir, mungkin diangkat berat ada pra Porprov. Di situ mungkin kalau yang berpotensi medali kita masukkan ke tim Porprov," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko, menilai Kejurkot ini menjadi langkah strategis dalam memetakan kekuatan atlet sekaligus bahan evaluasi bagi pelatih.
Ia juga mendorong adanya peningkatan target prestasi. Jika sebelumnya mampu meraih lima medali emas, ke depan diharapkan bisa meningkat menjadi enam hingga tujuh emas.
"Kejuaraan ini sangat bagus untuk melihat persiapan waktu nanti di Porprov 2027. Jadi modal awal pelatih mengetahui prestasi yang sekarang ini, nanti ada beberapa bulan digenjot lagi untuk peningkatan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

