Banjir Bandang Wonoboyo Bondowoso Rusak Infrastruktur, Dinas BSBK Fokus Bangun Tanggul Penahan Air

Selain bronjong, saat ini Dinas BSBK tengah merencanakan membangun jalan, saluran irigasi dan dam yang rusak akibat banjir bandang.

05 Feb 2025 - 19:16
Banjir Bandang Wonoboyo Bondowoso Rusak Infrastruktur, Dinas BSBK Fokus Bangun Tanggul Penahan Air
Ratusan relawan dari berbagai unsur saat kerja bakti membangun tanggul di Desa Wonoboyo (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Banjir bandang yang terjadi di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, pada Senin (3/2/2025) malam yang disusul dengan banjir kedua pada Selasa (4/2/2025) sore, memberikan dampak yang luar biasa, bagi warga dan infrastruktur. 

Selain ada 111 rumah terdampak, banjir bandang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini, juga meluluhlantakkan jalan desa, saluran irigasi, sawah, dan beberapa bendungan atau dam yang ada di Desa Wonoboyo, Leprak dan Pandak.

Sementara ini, yang terparah adalah jebolnya tanggul yang terbuat dari bronjong yang ternyata sudah lama rusak dan diusulkan untuk dibangun kembali. Tepatnya di RT 10 Desa Wonoboyo yang membuat air di sungai Wonoboyo ini meluap dan menghantan rumah warga.

Menanggapi hal itu, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso saat ini tengah menginventarisasi langkah cepat yang harus dilakukan, dengan membangun tanggul penahan air yang jebol karena banjir bandang.

Dadan Kurniawan, Plt Kepala Dinas BSBK saat di lokasi banjir menjelaskan, saat ini yang tengah difokuskan untuk dibangun kembali adalah tanggul yang jebol. Karena, jika tidak segera dibangun, saat hujan dan debit air sungai Wonoboyo meningkat, maka akan meluap lagi ke rumah warga.

“Tanggul ini yang utama dan kebutuhan bronjong yang harus dibangun serta kerusakan penahan jalan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Untuk bangunan lain yang rusak, seperti saluran irigasi masih kita inventarisasi,” ujarnya, Rabu (5/2/2025).

Untuk infrastruktur jalan, saat ini Dinas BSBK melakukan pembersihan lumpur dan material batu yang menutupi jalanan. Bahkan, sekira 1 kilometer, seluruh aspal di jalan Desa Wonoboyo mengelupas, karena tergerus derasnya air.

“Untuk jalan menuju kesini, ada beberapa duiker yang perlu diperbaiki. Sementara untuk jalan aspal masih dihitung, karena masih ada pembersihan dari teman-teman BSBK. Kita bersihkan dulu, baru kita hitung,” ungkapnya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim Ciptaru ini juga menegaskan, saat ini semua langkah yang diambil oleh Dinas BSBK tetap di bawah komando dari BPBD Bondowoso.

“Kita sudah koordinasi dan besok kita rapatkan. Kemudian kita serahkan kepada BPBD. Kalau perencanaannya, kita tetap di bawah komando BPBD Bondowoso. Sementara, konsentrasi kita adalah membangun tanggul,” pungkasnya.

Selain itu, ada 4 bendungan atau dam yang rusak diterjang derasnya air. Di antaranya Dam Badan Kolor, Kayu Gede, Aren 2 dan Kayu Sapi. Dinas BSBK menyebut dam tersebut ada yang jebol, sayap patah dan ada yang hilang.

Seperti diketahui, pada Rabu (5/2/2025) ratusan orang dari semua unsur berkumpul dan bekerja bakti untuk membantu membersihkan rumah warga. Ada pula yang membersihkan batu di sisi sungai Wonoboyo yang nantinya akan dibangun tangkis penahan air.

Banjir bandang pertama terjadi sekira pukul 23.00 WIB pada Senin (3/5/2025). Kemudian banjir susulan kembali menghantan pemukiman warga pada Selasa (4/5/2025) sore, sehingga membuat 111 rumah terdampak, 16 rusak parah dan sisanya ada yang rusak sedang dan ringan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow