Kera Liar di Jember Serang 7 Warga, Jebakan BKSDA Dinilai Kurang Efektif

Semua korban telah mendapatkan penanganan medis dengan vaksin rabies

21 Jan 2025 - 16:29
Kera Liar di Jember Serang 7 Warga, Jebakan BKSDA Dinilai Kurang Efektif
Salah satu korban saat menunjukkan luka akibat gigitan kera liar.( Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Kera liar kembali menyerang sejumlah warga di Kabupaten Jember. Hal ini diduga akibat jebakan kera liar yang dipasang di Dusun Sumberlangsat, Desa Mojogemi, Kecamatan Sukowono dicopot pada Senin (20/1/2025).

Tak ayal, hewan primata tersebut masih kembali menyerang dua orang warga di Kabupaten Jember bagian utara. Hingga saat ini, total korban serangan kera liar tersebut mencapai 7 orang.

Sugiarto, warga desa setempat mengatakan, kera liar itu terakhir menyerang warga pada 17 Januari 2025. Korbannya seorang pria lanjut usia (lansia).

"Kera liar yang di Mojogemi sudah makan korban lagi. Korban namanya pak Nurul RT 11 RW.05 Dusun Sumberlangsat, Desa Mojogemi, Kecamatan Sukowono," kata Sugiarto, Selasa (21/1/2025).

Sugiarto menyangka, sebelumnya kera liar tersebut juga menyerang perempuan lansia. Korban digigit pada bagian punggung dan leher.

"Total korban kera sudah tujuh orang terdiri dari lima perempuan dan dua laki-laki di wilayah yang sama yakni di Dusun Sumberlangsat, Desa Mojogemi," imbuhnya.

Para korban kera liar sudah divaksin rabies oleh tim medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukowono setelah mereka digigit oleh hewan liar itu.

Lebih lanjut, Sugiarto menjelaskan, kemunculan kera liar tersebut tidak bisa diprediksi. Karena pergerakannya cukup cepat. Terkadang mereka keluar dari hutan saat pagi. Kadang pula pada sore hari.

"Kemunculan kera itu pagi jam 07.00 WIB. Siang jam 11.00 WIB, hingga jam 14.00 WIB. Sementara sore jam 16.00 WIB kadang jam 17.00 WIB. Selama ini yang muncul dan menyerang warga," ungkapnya.

Sugiarto mengatakan, jebakan kera liar yang dipasang oleh Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Jember sepertinya kurang efektif. Sebab, tidak ada satu pun kera yang terjaring sejak barang ini dipasang.

"Jebakan kera liar sudah diambil jaringnya oleh petugas BKSDA beberapa hari yang lalu. Dan selama dipasangkan, sama sekali belum pernah ada kera ketangkap sepertinya kurang efektif," lengkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukowono, AKP Solekan Arief membenarkan hal tersebut. Katanya, jumlah korban gigitan kera liar memang bertambah.

"Iya betul, ada warga yang kena gigit kera liar lagi," kata Kapolsek Sukowono. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow