Hasil Audit Jembatan Ambrol Desa Bandung Nganjuk Belum Terungkap, Warga Desak Transparansi

Hasil audit Inspektorat Kabupaten Nganjuk terkait jembatan ambrol di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, hingga kini belum diungkap secara rinci. Masyarakat mendesak adanya transparansi dan penuntasan dugaan persoalan proyek Dana Desa tersebut agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi jelas.

08 May 2026 - 21:25
Hasil Audit Jembatan Ambrol Desa Bandung Nganjuk Belum Terungkap, Warga Desak Transparansi
Jembatan Penghubung Desa Bandung Rusak Parah (Foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Kejelasan hasil audit terkait ambrolnya jembatan di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, masih menjadi sorotan publik. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Nganjuk terhadap proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa tersebut.

Auditor Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Anas Nasrullah, saat dikonfirmasi media terkait perkembangan audit, memilih tidak memberikan penjelasan detail mengenai kondisi fisik maupun administrasi proyek jembatan tersebut.

Menurut Anas, informasi teknis di lapangan lebih tepat ditanyakan kepada Pemerintah Desa Bandung selaku pihak yang mengetahui proses pengerjaan proyek.

“Ini yang saya tidak tahu detailnya, coba ditanyakan dengan Pemerintah Desa Bandung,” ujar Anas Nasrullah saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Saat disinggung mengenai hasil pemeriksaan audit, Anas hanya menyampaikan bahwa proses audit telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Namun demikian, ia belum menjelaskan apakah ditemukan adanya ketidaksesuaian anggaran, pelanggaran administrasi, maupun kendala teknis dalam proyek tersebut.

Minimnya penjelasan dari pihak Inspektorat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek jembatan yang berada di Desa Bandung sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami kerusakan dan memerlukan audit investigasi guna memastikan kesesuaian antara penggunaan anggaran dengan realisasi pekerjaan di lapangan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait hasil akhir pemeriksaan maupun tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap proyek tersebut.

Di sisi lain, perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung turut menyuarakan desakan agar persoalan jembatan ambrol itu segera dituntaskan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat menilai proyek yang dibiayai Dana Desa seharusnya dikelola secara transparan dan menghasilkan infrastruktur yang layak dimanfaatkan warga.

“Kami meminta agar persoalan jembatan ini segera diproses dengan tuntas. Ini menggunakan Dana Desa, uang rakyat, jadi pertanggungjawabannya harus jelas,” ujar salah satu perwakilan forum masyarakat Desa Bandung.

Forum masyarakat juga berharap adanya keterbukaan hasil audit agar publik memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan jembatan serta langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow