Angkat Atmosfer Piala Dunia, Festival Rujak Uleg Jadi Gawe Arek Suroboyo yang Masuk KEN 2026
Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia
SURABAYA, SJP - Suara musik, sorak penonton, hingga aroma petis dan buah segar memenuhi area Surabaya Expo Center (SBEC), Sabtu (9/5/2026) malam. Ratusan peserta tampak sibuk menguleg rujak di cobek raksasa, sementara deretan peserta fashion show berjalan percaya diri mengenakan kostum unik berbagai negara peserta Piala Dunia.
Kemeriahan Festival Rujak Uleg 2026 itu semakin istimewa setelah event khas arek-arek Suroboyo tersebut disebut kembali lolos dan resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Festival tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu dibuka langsung oleh Eri Cahyadi melalui tendangan bola simbolis di panggung utama. Konsep sepak bola dunia memang menjadi tema utama Festival Rujak Uleg tahun ini melalui tajuk “Rujak Phoria”, menyambut pesta World Cup yang akan dimulai Juni mendatang.
Dalam sambutannya, Eri menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda hiburan tahunan biasa di Kota Pahlawan, melainkan acara tersebut sudah menjadi tradisi yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat Surabaya.
"Surabaya itu punya dua (acara), yakni Rujak Uleg dan minggu depan afa Surabaya Vaganza, dan semuanya itu punya warga Kota Surabaya," kata Eri dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia dalam program strategis Kementerian Pariwisata.
"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," ujarnya.
Eri mengatakan, tradisi menguleg rujak bersama di nampan raksasa mencerminkan semangat guyub rukun masyarakat Kota Pahlawan. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul tanpa sekat dalam satu perayaan budaya yang sama.
"Yang ikut nguleg rujak ini seluruh lapisan masyarakat Kota Surabaya, menunjukkan bahwa Surabaya itu guyub rukun," tuturnya.
Ia berharap semangat persaudaraan itu terus terjaga seiring bertambahnya usia Kota Surabaya yang kini menginjak 733 tahun.
"Semoga malam ini menjadi pengingat bahwa kita semua saudara," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa Festival Rujak Uleg tahun ini memang dikemas berbeda dibanding sebelumnya.
"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia," kata Herry.
Tak hanya lomba menguleg rujak, festival juga diramaikan parade fashion show yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) hingga komunitas masyarakat dengan mengenakan kostum khas negara-negara peserta Piala Dunia. Pertunjukan seni teatrikal, musik, hingga pesta kembang api turut memeriahkan suasana malam.
Sebanyak 136 kelompok peserta mengikuti lomba rujak uleg, sedangkan 132 peserta ambil bagian dalam fashion show tematik. Panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak gratis bagi pengunjung.
Herry menilai Festival Rujak Uleg kini telah berkembang menjadi event budaya dan pariwisata yang memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat.
"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diperkirakan meningkat seiring konsep acara yang lebih atraktif dan meriah.
Selain menjadi panggung budaya, event yang masuk KEN 2026 itu juga disebut mampu menggerakkan ekonomi kreatif daerah dengan melibatkan ribuan pelaku UMKM dan seniman lokal. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

