Hapus Seremonial, FTIK UIN KHAS Jember Dorong Ormawa Go International

Salah satu poin utamanya adalah seluruh program kemahasiswaan dan kerja sama harus berorientasi pada dampak nyata, bukan lagi sekadar rutinitas administratif.

01 May 2026 - 10:44
Hapus Seremonial, FTIK UIN KHAS Jember Dorong Ormawa Go International
Rapat kerja pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memberikan penekanan baru terkait orientasi program kerja.

Salah satu poin utamanya adalah seluruh program kemahasiswaan dan kerja sama harus berorientasi pada dampak nyata, bukan lagi sekadar rutinitas administratif.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Khoirul Faizin, mendorong perubahan mendasar dalam pola pembinaan mahasiswa. Ia menilai pendekatan yang selama ini berjalan perlu ditransformasi agar lebih terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan pendanaan untuk Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tetap menjadi komitmen kampus. Namun, arah kebijakan kini bergeser pada kualitas pendampingan dan hasil kegiatan yang lebih jelas.

"Pendanaan untuk Ormawa tetap kami pastikan ada. Tapi orientasinya harus berubah. Pembina tidak boleh hanya formalitas, melainkan terlibat penuh mulai dari penyusunan TOR sampai evaluasi rutin. Koordinator prodi juga perlu aktif membimbing HMPS, sehingga kegiatan yang dilakukan benar-benar punya output yang terukur dan relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa," katanya saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan jenis kegiatan mahasiswa. Program yang bersifat seremonial, seperti malam keakraban (makrab), dinilai perlu ditinjau ulang karena kurang menjawab tantangan zaman. 

Sebagai gantinya, mahasiswa didorong mengikuti kegiatan yang lebih kompetitif dan berdaya saing, termasuk ajang nasional maupun internasional.

Di sisi lain, transformasi juga diarahkan pada tata kelola kerja sama. Dr. Khoirul Faizin menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) semata, tetapi harus dilanjutkan dengan implementasi konkret melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang terukur dan terdokumentasi.

Dalam menghadapi persaingan ketat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas layanan, promosi yang lebih agresif, serta pembenahan fasilitas kampus agar mampu menarik minat calon mahasiswa.

Tak kalah penting, pembaruan data administrasi mahasiswa juga menjadi perhatian serius. Verifikasi yang akurat, terutama terkait beasiswa dan layanan akademik, dinilai krusial untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.

Melalui arahan tersebut, Dr. Khoirul Faizin berharap seluruh pimpinan FTIK dapat menyelaraskan program kerja tahun 2026 dengan kebutuhan zaman. 

Tujuannya adalah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing kuat di tingkat nasional hingga internasional.

"Kerja sama itu harus memberikan dampak nyata. Selain itu, upaya internasionalisasi terus kami dorong. Saat ini sudah ada 13 mahasiswa asing dari tujuh negara. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi FTIK untuk meningkatkan kapasitasnya," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow