<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; : Peristiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/category/peristiwa</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; : Peristiwa</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Ribuan Massa di Tulungagung Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-massa-di-tulungagung-gelar-aksi-damai-dukung-keberlanjutan-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-massa-di-tulungagung-gelar-aksi-damai-dukung-keberlanjutan-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a439c1702600.webp" length="101404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ribuan massa yang terdiri dari relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, pemasok bahan pangan, hingga mitra yayasan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (30/6/2026) siang. Mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan sekaligus meminta adanya perbaikan tata kelola pelaksanaan program.</p>
<p>Massa membawa berbagai poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Sejumlah tulisan yang dibawa peserta di antaranya bertuliskan “Kami banyak belajar dari MBG. Makanan sehat, kebersihan, kesehatan, kerja keras, empati dan kepedulian” serta “MBG Penggerak Ekonomi”.</p>
<p>Dalam orasinya, peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya.</p>
<p>Koordinator Forum Komunikasi Mitra SPPG, Rifqi Firmansyah, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program nasional sekaligus dorongan agar pemerintah melakukan penyempurnaan sistem pelaksanaan.</p>
<p>“Untuk kegiatan hari ini teman-teman baik mitra, relawan, supplier, petani, peternak itu mendukung program MBG tetap berjalan seperti sediakala. Untuk masalah perbaikan-perbaikan kami semua siap memperbaiki, baik dari tata kelolanya maupun secara administrasi,” ujar Rifqi.</p>
<p>Menurutnya, penghentian sementara operasional SPPG selama sekitar tiga minggu telah menimbulkan dampak ekonomi cukup besar, terutama bagi sektor peternakan dan pemasok bahan pangan.</p>
<p>Rifqi menjelaskan selama periode tersebut harga sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis akibat menurunnya serapan pasar. Salah satu yang paling terasa adalah harga ayam hidup yang turun signifikan.</p>
<p>“Biasanya harga ayam hidup sekitar Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogram. Sekarang bisa tembus sampai Rp15 ribu per kilogram karena terjadi <em>over supply</em>. Telur juga belum mendapatkan harga yang baik,” katanya.</p>
<p>Selain berdampak pada harga komoditas, penghentian sementara program juga disebut memengaruhi pendapatan para mitra pelaksana. Rifqi menyebut selama program berjalan, setiap mitra memperoleh insentif operasional harian yang menopang aktivitas usaha mereka.</p>
<p>“Kalau selama tutup, biasanya kami mendapat sekitar Rp6 juta per hari. Kalau dihitung selama tiga minggu, kurang lebih setiap mitra mengalami kerugian sampai Rp100 juta,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap mendukung pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program. Ia berharap kebijakan yang diterapkan ke depan dapat lebih terbuka dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.</p>
<p>“Kami tetap mendukung pemerintah pusat dan BGN memperbaiki tata kelolanya supaya semakin baik. Tapi kami juga berharap ketika ada kebijakan baru bisa lebih fair bagi semua pihak,” tambahnya.</p>
<p>Rifqi juga menilai keberadaan MBG telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar di Tulungagung. Menurut perhitungannya, perputaran ekonomi dari program tersebut mampu menciptakan aktivitas ekonomi hingga ratusan miliar rupiah setiap bulan.</p>
<p>“Bagi kami program MBG ini sangat luar biasa karena bisa memutarkan uang yang sebelumnya tidak ada. Contohnya di Kabupaten Tulungagung ada sekitar Rp120 miliar setiap bulan yang masuk dan berputar di desa-desa,” ujarnya.</p>
<p>Massa aksi kemudian ditemui langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program nasional tersebut dan berjanji menampung seluruh aspirasi yang disampaikan.</p>
<p>Ahmad Baharudin mengatakan program MBG merupakan agenda nasional yang perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan pemerintah.</p>
<p>“MBG adalah program nasional dan program Bapak Presiden Indonesia. Program ini harus kita kawal dan harus kita sukseskan,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui sebagai program baru, pelaksanaan MBG masih memerlukan penyesuaian dan evaluasi agar tata kelola serta pelaksanaannya semakin baik.</p>
<p>“Kalau masih ada permasalahan tentu itu ada karena ini program baru. Kita harus menyesuaikan dan terus melakukan perbaikan aturan-aturan pelaksanaan dengan tetap memperhatikan SOP dari BGN,” jelasnya.</p>
<p>Ahmad memastikan aspirasi yang diterima dari massa aksi akan diteruskan kepada pemerintah di tingkat berikutnya sebagai bahan evaluasi.</p>
<p>“Aspirasi yang disampaikan hari ini saya tampung dan nanti akan saya sampaikan ke tingkat berikutnya. Kita tetap mendukung program ini, tetapi pelaksanaannya harus maksimal dan sesuai aturan agar benar-benar mencapai tujuan yang diharapkan pemerintah pusat,” tandasnya.</p>
<p>Usai menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan Plt Bupati Tulungagung, ribuan peserta aksi membubarkan diri secara tertib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Tulungagung Geledah BPKAD dan Disbudpar, Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Griya Dalem Kanjengan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-geledah-bpkad-dan-disbudpar-dalami-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-griya-dalem-kanjengan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-tulungagung-geledah-bpkad-dan-disbudpar-dalami-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-griya-dalem-kanjengan</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan menyebut salah satu temuan awal dalam penyidikan adalah adanya indikasi harga pengadaan yang lebih tinggi dibandingkan harga tanah di wilayah sekitar lokasi. Selain itu, penyidik juga menyoroti belum terbitnya hak pakai atas tanah yang diadakan sejak tahun 2022. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a438d1a39db3.webp" length="34844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:05:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kejari tulungagung, griya dalem kanjengan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kejaksaan Negeri Tulungagung melakukan penggeledahan di dua kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung pada Selasa (30/6/2026) siang. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan tanah Griya Dalem Kanjengan tahun anggaran 2022.</p>
<p>Pengadaan tanah yang berada di wilayah Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung tersebut, sebelumnya direncanakan sebagai lokasi yang berkaitan dengan penyimpanan benda pusaka Tombak Kyai Upas.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Roni, mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan dan memperkuat alat bukti berupa dokumen yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan proses pengadaan tanah.</p>
<p>Poses penyidikan perkara tersebut sebenarnya telah berjalan cukup lama. Penyidikan dimulai sejak Mei 2026 dan hingga saat ini tim penyidik telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dari berbagai unsur yang berkaitan dengan proses pengadaan.</p>
<p>“Sebagaimana tadi kita sama-sama ikuti bahwa hari ini kita melakukan kegiatan penggeledahan. Ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Griya Dalem Kanjengan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Penyidikan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Mei 2026 dan sampai hari ini sekitar 30 saksi sudah kami periksa,” ujar Roni.</p>
<p>Menurut Roni, dalam penggeledahan tersebut penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang saat ini masih akan ditelaah lebih lanjut. Dokumen yang dikumpulkan mencakup tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan hingga pertanggungjawaban dan administrasi penatausahaan yang berkaitan dengan pengadaan tanah.</p>
<p>“Dari penggeledahan tadi kami mendapatkan beberapa dokumen yang mungkin berkaitan, mulai dari dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Intinya kami berharap perkara ini segera bisa terungkap dan teman-teman media bisa terus mengikuti perkembangannya,” katanya.</p>
<p>Kejaksaan menyebut salah satu temuan awal dalam penyidikan adalah adanya indikasi harga pengadaan yang lebih tinggi dibandingkan harga tanah di wilayah sekitar lokasi. Selain itu, penyidik juga menyoroti belum terbitnya hak pakai atas tanah yang diadakan sejak tahun 2022.</p>
<p>“Yang pertama kami temukan terkait adanya kelebihan harga atau harga yang dinilai lebih mahal dibanding harga tanah di wilayah tersebut. Kemudian sampai saat ini juga belum terbit hak pakainya. Itu menjadi pertanyaan bagi kami sehingga masih kami dalami,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Kejari Tulungagung belum menyampaikan nilai pasti kerugian negara dalam perkara tersebut. Penentuan besaran kerugian masih menunggu pendalaman lanjutan dan perhitungan oleh ahli yang berwenang.</p>
<p>Roni memaparkan bahwa dalam dokumen anggaran diketahui nilai DPA kegiatan mencapai Rp10,5 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi khusus pengadaan tanah sebesar Rp10 miliar. Sementara itu terdapat tambahan biaya untuk jasa notaris/PPAT sebesar Rp125 juta dan biaya appraisal sebesar Rp57 juta.</p>
<p>“Untuk kerugian negara tentu nanti harus melalui ahli terlebih dahulu. Yang pasti anggaran dalam DPA sebesar Rp10,5 miliar. Realisasi pengadaan tanah Rp10 miliar, kemudian biaya notaris PPAT Rp125 juta dan appraisal Rp57 juta,” terangnya.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, Kejaksaan memastikan akan memanggil seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan tersebut. Mulai dari unsur BPKAD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tim pengadaan, pihak penjual atau pemilik lama tanah, hingga pihak lain yang dinilai mengetahui proses pengadaan.</p>
<p>Saat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap mantan pejabat daerah, termasuk mantan Bupati Tulungagung yang menjabat saat itu, Roni menyatakan seluruh pihak yang relevan akan dimintai klarifikasi sesuai kebutuhan penyidikan.</p>
<p>“Yang pasti semua pihak akan kami klarifikasi. Saat ini penyidikannya masih bersifat umum, belum mengarah secara khusus kepada pihak tertentu,” ujarnya.</p>
<p>Ke depan, penyidik akan mendalami hasil penggeledahan dan melakukan pemanggilan tambahan terhadap pihak-pihak yang belum dimintai keterangan. Kejaksaan juga berencana menggandeng auditor untuk memperoleh dasar perhitungan dalam penanganan perkara tersebut.</p>
<p>“Harapan kami secepatnya perkara ini bisa terungkap sehingga kami dapat menjawab kebenaran dari persoalan yang sedang berkembang di masyarakat,” pungkas Roni. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hilang Sejak Minggu, Supeltas Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Exit Tol Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hilang-sejak-minggu-supeltas-ditemukan-tewas-di-saluran-irigasi-exit-tol-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hilang-sejak-minggu-supeltas-ditemukan-tewas-di-saluran-irigasi-exit-tol-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Korban diidentifikasi bernama Suryadi (39), warga Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4359369cb16.webp" length="78700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 13:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>–Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas ditemukan tewas di saluran irigasi kawasan Exit Tol Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Minggu malam.</p>
<p></p>
<p>Korban diidentifikasi bernama Suryadi (39), warga Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Jasad Suryadi pertama kali ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 04.30 WIB dalam kondisi mengambang di saluran irigasi. </p>
<p></p>
<p>Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Gedeg, AKP Dimas Adit Sutono, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan resmi terkait penemuan mayat tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. </p>
<p></p>
<p>Setelah menerima laporan, personel Polsek Gedeg bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota langsung menuju lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Kami menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban," ujar AKP Dimas, Selasa (30/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Setelah dievakuasi dari saluran irigasi, jenazah Suryadi langsung dibawa ke RSUD RA Basoeni Gedeg untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Suryadi diketahui tidak pulang ke rumah sejak Minggu malam. </p>
<p></p>
<p>Sebelum mendapat kabar duka ini, pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian ke beberapa tempat.</p>
<p></p>
<p>Suryadi dikenal biasa beraktivitas di sekitar kawasan Exit Tol Gedeg pada malam hari untuk membantu mengatur arus lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, Polsek Gedeg bersama Polres Mojokerto Kota masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.</p>
<p></p>
<p>Polisi telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian dan pihak keluarga. Sementara itu, petugas masih menunggu hasil pemeriksaan medis (visum/autopsi) dari RSUD RA Basoeni untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana atau kekerasan pada tubuh korban.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tilang dan Sita Kendaraan Bus Ugal&amp;ugalan di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tilang-dan-sita-kendaraan-bus-ugal-ugalan-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tilang-dan-sita-kendaraan-bus-ugal-ugalan-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Meski kedua pengemudi sempat sepakat berdamai di lokasi dan tidak ada korban jiwa, Satlantas Polres Nganjuk tetap memproses pelanggaran tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a42718774e07.webp" length="18814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 07:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi ugal-ugalan, bus mira vs sugeng rahayu, viral di medsos, Satlantas Polres Nganjuk, sanksi skorsing dua bulan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk mengambil langkah terhadap aksi ugal-ugalan pengemudi angkutan umum yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. </p>
<p>Pihak kepolisian resmi memanggil pengemudi serta manajemen Perusahaan Otobus (PO) Mira dan PO Sugeng Rahayu untuk menjalani pemeriksaan.</p>
<p>Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tersebut terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (26/6/2026) dini hari sekira pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Kecelakaan bermula saat Bus Hino PO Mira bernomor polisi S 7301 US yang dikemudikan oleh Sodikin melaju dari arah barat ke timur. Bus tersebut nekat mengambil jalur yang salah atau melawan arus lalu lintas.</p>
<p>Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi Bus Mira berusaha memotong kembali ke jalur yang semestinya tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pada saat yang sama, melaju kencang Bus PO Sugeng Rahayu dengan nomor polisi W 7505 UP. Karena jarak terlalu dekat, bagian belakang kiri Bus Mira menghantam bagian depan kanan Bus Sugeng Rahayu.</p>
<p>Meski kedua pengemudi sempat sepakat berdamai di lokasi dan tidak ada korban jiwa, Satlantas Polres Nganjuk tetap memproses pelanggaran tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan publik.</p>
<p>"Kami telah memanggil sopir yang bersangkutan beserta perwakilan dari manajemen perusahaan bus di Kantor Satlantas Polres Nganjuk untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi pada Senin (29/6/2026).</p>
<p>Di Kantor Satlantas Polres Nganjuk, polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan pengurus dari kedua PO bus tersebut. Selain memediasi penyelesaian perkara kecelakaan, petugas menjatuhkan tindakan hukum langsung.</p>
<p>Petugas menjatuhkan sanksi penilangan dan melakukan penyitaan terhadap armada yang terlibat.</p>
<p>Pihak manajemen PO memberikan sanksi tegas berupa skorsing operasional selama dua bulan kepada pengemudi yang bersangkutan.</p>
<p>Selain memberikan sanksi, Satlantas Polres Nganjuk juga mengumpulkan pihak pengurus dan pengemudi di ruang pertemuan untuk memberikan peringatan keras serta edukasi. </p>
<p>Polisi mengimbau agar aksi berbahaya serupa tidak terulang kembali demi terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.</p>
<p>Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh video pendek yang diunggah di platform Facebook "Asli Nganjuk". Video tersebut memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dan aksi "ngeblong" dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk.</p>
<p>Dalam rekaman berdurasi singkat itu, armada bus berukuran besar tersebut saling pepet dan enggan mengalah, sehingga memaksa pengguna jalan lain, terutama kendaraan roda dua, untuk menepi hingga ke bahu jalan demi menghindari tabrakan.</p>
<p>Unggahan tersebut langsung diserbu ribuan komentar netizen yang mengecam keras tindakan egois para sopir bus. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rotasi Jabatan Jajaran Polres Jombang, Dari Kasatreskrim hingga Kapolsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-jajaran-polres-jombang-dari-kasatreskrim-hingga-kapolsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-jajaran-polres-jombang-dari-kasatreskrim-hingga-kapolsek</guid>
<description><![CDATA[ langkah penyegaran jajaran perwira bergulir seiring kebutuhan organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4214f29f4a2.webp" length="57492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 12:57:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polres Jombang, Rotasi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Polres Jombang terus berupaya meningkatkan profesionalitas kerja. Untuk menunjang hal tersebut, langkah penyegaran jajaran perwira bergulir seiring kebutuhan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangan yang diterima redaksi, rotasi jabatan ini meliputi sejumlah posisi strategis di lingkungan Polres Jombang. Jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban AKP Dimas Robin Alexander kini diserahterimakan kepada AKP Magribi Agus Saputra yang sebelumnya menjabat Kanit II Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Timur. AKP Dimas Robin Alexander mendapat tugas baru sebagai Kanit II Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, jabatan Kapolsek Kabuh yang sebelumnya dijabat AKP Tommi Hermanto kini dipercayakan kepada AKP Muhammad Yogie Pratama yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Mojokerto. AKP Tommi Hermanto mendapat penugasan baru sebagai Kasihukum Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>Berikutnya, jabatan Kapolsek Mojowarno, AKP Susilo, mendapat tugas baru sebagai Kasubbagkerma Bagops Polres Jombang. Posisinya digantikan oleh Iptu Dhira Wira Prasasta yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, AKP Mohamad Djulan yang sebelumnya menjabat Kapolsek Jogoroto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres Jombang. Jabatan Kapolsek Jogoroto selanjutnya diisi oleh AKP Fadilah yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tembelang.</p>
<p></p>
<p>Jabatan Kapolsek Tembelang dipercayakan kepada AKP Sartono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Plandaan. Posisi Kapolsek Plandaan kemudian diisi oleh AKP Solihin Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kapolsek Peterongan.</p>
<p></p>
<p>Untuk jabatan Kapolsek Peterongan, dipercayakan kepada AKP Hidayaturrahman yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur. Sedangkan Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Ngusikan menggantikan Iptu Suraji.</p>
<p></p>
<p>Iptu Suraji selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Bandar Kedungmulyo menggantikan Iptu Zaenal Abidin yang kini menempati jabatan baru sebagai Kasubbagren Progar Bagren Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, AKP Trisulo Hadi Warjianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Megaluh ditunjuk sebagai Kapolsek Sumobito. Jabatan Kapolsek Megaluh kini diisi oleh Iptu Irfendi Fibrianto yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Selain rotasi jabatan tersebut, Iptu Rangga Nurrizaldy yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Satreskrim Polres Jombang dimutasikan sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Dalpers Ro SDM Polda Jawa Timur dalam rangka mengikuti Pendidikan S-2 STIK Reguler Angkatan ke-16 Tahun Anggaran 2026.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Polres Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Saya mengucapkan selamat atas jabatan yang baru. Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kinerja, dedikasi, dan loyalitas pada jabatan sebelumnya. Semoga sukses di tempat tugas yang baru. Saya juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan," ujarnya dalam pesan yang diterima wartawan, Senin (29/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kapolres memberikan apresiasi khusus kepada pejabat lama atas kinerja optimal, terutama dalam pengungkapan berbagai kasus selama bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Selama menjabat, hampir seluruh kasus dapat diungkap dengan baik. Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jombang," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kepada para pejabat yang baru bergabung, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang serta berharap dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. </p>
<p></p>
<p>"Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Polres Jombang. Semoga pejabat yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dan membawa inovasi demi kemajuan organisasi," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa seluruh personel Polres Jombang harus mengedepankan prinsip respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin permasalahan apa pun harus diselesaikan dengan turun langsung ke lapangan. Prinsip utama di Polres Jombang adalah respons cepat terhadap laporan masyarakat, baik di Polres maupun di jajaran. Kita harus hadir, memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang, dan jangan sampai menyakiti hati masyarakat," tandasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gibran Buka Permata CAI ke&amp;47 di Jombang, Ajak Generasi Muda Cinta Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gibran-buka-permata-cai-ke-47-di-jombang-ajak-generasi-muda-cinta-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gibran-buka-permata-cai-ke-47-di-jombang-ajak-generasi-muda-cinta-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran Wapres RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Khofifah Indar parawansa pada acara CAI ke-47 menjadi momen bermakna bagi Ponpes Gadingmangu, Perak, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a421af9ddfe6.webp" length="52342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 11:18:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Wapres RI Gibran, Permata CAI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kehadiran Wapres Gibran yang didampingi langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang ini menambah makna istimewa pada acara tahunan Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari santri dan alumni Ponpes Gadingmangu mengikuti perkemahan yang berlangsung dari 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Mengusung tema "Perkuat Karakter Pemuda, Profesional, Religius dan Berazaskan Pancasila, guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di bawah Naungan NKRI", kegiatan ini menjadi penanda perjalanan Ponpes Gadingmangu.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wapres Gibran menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas agar Indonesia mampu memanfaatkan momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030 hingga 2045.</p>
<p></p>
<p>"Anak muda harus memiliki wawasan yang luas, akhlak yang baik, karakter yang kuat, serta mampu mandiri, termasuk dalam bidang kewirausahaan," ujar Gibran di hadapan peserta.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan para peserta akan pentingnya menyiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. "Persiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi generasi yang membawa kemajuan bangsa," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Wapres mengingatkan generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan. </p>
<p></p>
<p>"Bangsa ini membutuhkan stabilitas. Jangan mudah percaya hoaks, karena pembangunan tidak akan berjalan baik apabila masyarakat terpecah belah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Permata CAI 2026, H. Achmad Fawwaz Abd Aziz, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Presiden. Menurutnya, kehadiran Gibran menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial, Wapres juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di sekitar Desa Sambirejo.</p>
<p></p>
<p>Fawwaz menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi pembinaan seperti wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, dakwah, hukum, hingga kepemimpinan. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki nasionalisme tinggi, berjiwa patriotik, religius, mandiri, serta siap menjadi pemimpin masa depan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja tinggi. Perkemahan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p></p>
<p>"Bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi SDM unggul yang profesional, religius, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terinspirasi Semangat Bung Karno, Siswa Asal Tulungagung Juarai Lomba Lukis Wajah Putra Sang Fajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terinspirasi-semangat-bung-karno-siswa-asal-tulungagung-juarai-lomba-lukis-wajah-putra-sang-fajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terinspirasi-semangat-bung-karno-siswa-asal-tulungagung-juarai-lomba-lukis-wajah-putra-sang-fajar</guid>
<description><![CDATA[ Aria mengatakan, proses 8 jam melukis wajah Bung Karno terinspirasi karena jiwa patriot dan semangat Putra Sang Fajar, sebutan Presiden Pertama RI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41307920248.webp" length="35714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 22:01:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Ir Soekarno, bung Karno, PDIP Kabupaten Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Senyum membanggakan terpancar dari wajah Aria Hanan Akbar Narendra. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam, Aria berhasil menjadi juara 1 kategori SMA dalam Lomba Lukis Wajah Putra Sang Fajar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri. </p>
<p>Aria mengatakan, proses 8 jam melukis wajah Bung Karno terinspirasi jiwa patriot dan semangat Putra Sang Fajar, sebutan Presiden Pertama RI. </p>
<p> "Hal itu lah yang mendukung saya menggoreskan semangat Bung Karno di atas kanvas," jelasnya, Minggu, (28/06/2026). </p>
<p>Pemuda siswa MAN 1 Tulungagung itu berharap event semacam ini bisa terus diadakan agar seniman bisa mengekspresikan jiwa juang Bung Karno sebagai pahlawan pendiri Bangsa. </p>
<p>Lomba lukis wajah Putra Sang Fajar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Juni 2026 ini. </p>
<p>Sementara itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana menuturkan karya-karya pilihan itu hasilnya sangat membanggakan. </p>
<p>Sebagai penggemar lukisan, Bunda Renny, sapaan akrabnya, menilai melukis wajah memiliki kesulitan tersendiri. Pasalnya dalam melukis wajah dibutuhkan ketelitian dan kesesuaian wajah. Terlebih yang dilukis adalah sosok Sang Proklamator, Ir. Soekarno. Bunda Renny menambahkan jika dilihat sekilas, hampir semua lukisan mirip dengan Presiden Pertama Indonesia tersebut. </p>
<p>Oleh karena itu, hasil karya peserta terpilih akan dipajang di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta. "Kalau kita tidak melihat dengan jelas, semuanya mirip Bung Karno," tuturnya. </p>
<p>Lomba Lukis Wajah Putra Sang Fajar diikuti total 171 pendaftar, dengan rincian pelajar tingkat SMP sebanyak 85 peserta, SMA 24 peserta dan kategori umum 62 peserta. Setiap kategori diambil tiga terbaik dengan total hadiah sebesar Rp17.500.000. </p>
<p>Selain dari wilayah eks karesidenan Kediri, peserta datang dari Jombang, Surabaya, Malang, Batu, Probolinggo, dan Gresik. Kemudian untuk luar provinsi Jawa Timur, ada pula dari DKI Jakarta, Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa tengah, seperti Magelang, Pekalongan dan Pati. </p>
<p>Jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti lomba lukis itu pun diakui penyelenggara melebih target yang diharapkan. "Mudah-mudahan acara ini bisa lebih besar lagi, baik peserta dan hadiahnya maupun proses pelaksanaannya," tambah Bunda Renny. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pecahkan Rekor MURI, Tumpeng Sego Krawu di Gresik Tingginya Capai 4,5 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pecahkan-rekor-muri-tumpeng-sego-krawu-di-gresik-tingginya-capai-45-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pecahkan-rekor-muri-tumpeng-sego-krawu-di-gresik-tingginya-capai-45-meter</guid>
<description><![CDATA[ Hidangan tradisional ini dinobatkan sebagai tumpeng sego krawu tertinggi dan terbanyak di dunia berkat kreasi raksasa setinggi 4,5 meter yang diinisiasi oleh Komunitas Wartawan Grissee (KWGe). Total jumlah porsi nasi krawu yang mencatatkan rekor tersebut mencapai 3.000 bungkus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a410a73a07e2.webp" length="67300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 20:41:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, sego krawu, Kuliner Gresik, rekor MURI Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong>—Kuliner legendaris khas Kabupaten Gresik, sego krawu, resmi mendunia setelah memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Minggu (28/6/2026).</p>
<p>Hidangan tradisional ini dinobatkan sebagai tumpeng sego krawu tertinggi dan terbanyak di dunia berkat kreasi raksasa setinggi 4,5 meter yang diinisiasi oleh Komunitas Wartawan Grissee (KWGe). Total jumlah porsi nasi krawu yang mencatatkan rekor tersebut mencapai 3.000 bungkus.</p>
<p>Potret pemecahan rekor MURI tersebut dikemas dalam Festival Tumpeng Sego Krawu yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.</p>
<p>Ribuan warga yang memadati area Kompleks Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, tampak antusias berebut dan menikmati 3.000 bungkus sego krawu yang dibagikan secara gratis. "Sangat senang ikut rebutan sego krawu, kuliner asli Gresik, " kata salah seorang warga, Elfia.</p>
<p>Elfia mengaku, sengaja datang bersama rombongan untuk memeriahkan festival tumpeng nasi krawu. Bersama rombongan belasan orang asal Desa Ngablak, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, rombongan ibu-ibu ini menikmati pembagian gunungan tumpeng sego krawu. "Ramai ada acara bazar UMKM dan cek kesehatan gratis juga," jelasnya. </p>
<p>Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyatakan bahwa pemecahan rekor gunungan tumpeng sego krawu ini tidak hanya tercatat di tingkat nasional. Ia menyebut, capaian ini resmi diakui sebagai rekor dunia karena belum pernah ada replika serupa yang dibuat sebelumnya.</p>
<p>"Karena nasi krawu itu merupakan warisan budaya tak benda (WBTb) yang sudah diakui oleh kementerian, maka oleh ketua umum MURI prestasi ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun dibuktikan sebagai rekor dunia," ungkap dia.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa kuliner sego krawu merupakan salah satu identitas budaya Kabupaten Gresik. Nasi krawu merupakan hidangan tradisional yang terdiri dari nasi putih pulen yang disajikan dengan daun pisang serta lauk utama suwiran daging sapi, jeroan, dua jenis serundeng (kuning dan merah), dan sambal terasi atau petis.</p>
<p>Kuliner khas ini telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) asal Kabupaten Gresik. Melalui acara seperti ini, Bupati Gresik berharap Kabupaten Gresik semakin dikenal luas dengan kebudayaan yang dirawat berdampak kepada perekonomian masyarakat. </p>
<p>"Berangkat dari budaya, kemudian terintegrasi dengan sektor pariwisata dan berdampak ekonomi kepada masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada MURI yang sudah memberikan satu penghargaan untuk masyarakat Kabupaten Gresik," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral! Aksi Gila Sopir Bus Jadikan Jalan Raya di Nganjuk Jadi Sirkuit Balap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-gila-sopir-bus-jadikan-jalan-raya-di-nganjuk-jadi-sirkuit-balap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-gila-sopir-bus-jadikan-jalan-raya-di-nganjuk-jadi-sirkuit-balap</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah video pendek yang memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk mendadak viral setelah diunggah di platform media sosial Facebook Asli Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40f919b0673.webp" length="18814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 18:41:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi ugal ugalan, balapan bus, akun Facebook asli nganjuk, hujan komentar, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk, viral di medsos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi berbahaya di jalan raya. Sebuah video pendek yang memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk mendadak viral setelah diunggah di platform media sosial Facebook Asli Nganjuk. </p>
<p>​Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas ketiga armada bus berukuran besar itu saling pepet dan enggan mengalah satu sama lain. Suara raungan mesin yang dipaksa bekerja keras terdengar jelas saat ketiga a sopir bus bermanuver ekstrem, mencoba saling mendahului di jalur yang cukup padat kendaraan.</p>
<p>​Aksi "ngeblong" dan adu kecepatan ini sontak memicu bahaya nyata bagi pengguna jalan lain, terutama kendaraan roda dua yang terpaksa menepi hingga ke bahu jalan demi menghindari tabrakan.</p>
<p><strong>​Hujan Komentar Netizen</strong></p>
<p>​Tak butuh waktu lama sejak video tersebut dibagikan, kolom komentar langsung diserbu oleh ribuan netizen. Sebagian besar dari mereka mengecam keras tindakan ugal-ugalan para sopir bus yang dinilai egois dan mempertaruhkan nyawa banyak orang demi mengejar setoran atau sekadar gengsi di jalanan.</p>
<p>​Beragam komentar pedas hingga sindiran bernada sarkasme pun membanjiri unggahan tersebut.</p>
<p>​<em>"Keren kagak, bikin nyawa orang melayang iya. Tolong pihak kepolisian dan Dishub segera tertibkan sopir-sopir model begini sebelum jatuh korban jiwa</em>," tulis salah satu netizen dengan nada geram.</p>
<p>​Beberapa netizen lain justru melayangkan komentar bernada sindiran kocak namun menohok.</p>
<p>​"<em>Malaikat maut langsung standby di atap bus, tinggal nunggu waktu aja kalau begini caranya</em>," timpal netizen lainnya.</p>
<p>​"<em>Penumpang di dalam pasti lagi pada komat-kamit baca ayat kursi. Driver-nya berasa lagi main game simulator, padahal ini nyawa beneran</em>," sahut warga net lain di kolom komentar.</p>
<p>​Hingga berita ini diturunkan, video balapan bus di Nganjuk tersebut telah dibagikan ulang ratusan kali dan menuai atensi luas dari masyarakat luas. Publik mendesak pihak Satlantas Polres Nganjuk serta Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk segera melacak pelat nomor kedua bus tersebut. </p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya sudah mendalami aksi kebut Bus di Jalan Panglima Sudirman</p>
<p>"Besok aja mas lebih ditail datanya, sudah kami dalami aksi tersebut," Singkat Kanit Gakum kepada Suarajatimpost. Minggu (28/6/2026) </p>
<p>Netizen meminta agar pihak PO (Perusahaan Otobus) memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada sopir yang bersangkutan, serta pencabutan izin trayek jika pelanggaran </p>
<p>​Aksi balap bus di jalan raya Jawa Timuran memang kerap menjadi sorotan. Meski sering kali ditertibkan, nyatanya efek jera belum sepenuhnya merata di kalangan para pengemudi bus malam maupun bus bumel.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kericuhan Jip di Loket Wonokitri Sempat Warnai Akhir Pekan, TNBTS Pastikan Wisata Bromo Kembali Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kericuhan-jip-di-loket-wonokitri-sempat-warnai-akhir-pekan-tnbts-pastikan-wisata-bromo-kini-kembali-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kericuhan-jip-di-loket-wonokitri-sempat-warnai-akhir-pekan-tnbts-pastikan-wisata-bromo-kini-kembali-aman</guid>
<description><![CDATA[ Sempat ricuh akibat verifikasi tiket jip, TNBTS pastikan pariwisata Bromo via Wonokitri kini sudah aman, kondusif, dan kembali normal setelah mediasi damai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4101927b5b9.webp" length="16566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 18:14:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kericuhan jip bromo, kronologi ricuh bromo 2026, jip wisata wonokitri, pasuruan, wisata bromo aman, tiket elektronik tnbts, berita bromo hari ini, taman nasional bromo tengger semeru, konflik sopir jip bromo,  </media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Liburan akhir pekan sejumlah wisatawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sempat diwarnai ketegangan. Kericuhan yang melibatkan puluhan pengemudi jip wisata dan petugas di pintu masuk Desa Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (27/6/2026), sempat mengganggu kenyamanan dan aktivitas wisata di kawasan tersebut.</p>
<p>Insiden yang dipicu oleh masalah verifikasi manifes tiket elektronik ini sempat membuat jalur utama tersendat.  Kericuhan ini bermula dari pemeriksaan rutin  Ketika petugas menemukan ketidaksesuaian data,  jumlah wisatawan riil di lapangan tidak sesuai dengan data pemesanan tiket elektronik yang dibawa pelaku jasa wisata.</p>
<p>Aksi saling dorong hingga dugaan kekerasan fisik di lokasi tak pelak membuat sejumlah wisatawan yang hendak menikmati keindahan Bromo merasa khawatir akan keamanan mereka.</p>
<p>Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial mengenai pemukulan sepihak oleh aparat adalah tidak benar.</p>
<p>Rudijanta mengklarifikasi bahwa tindakan fisik justru dipicu oleh oknum pelaku jasa wisata yang melakukan provokasi dan menyerang petugas serta personel TNI AL yang berjaga.</p>
<p>"Petugas mengambil tindakan sebagai respons spontan untuk menghentikan penyerangan sekaligus melindungi diri dan rekan-rekannya. Informasi yang beredar seolah-olah aparat melakukan pemukulan secara sepihak tidak menggambarkan peristiwa secara utuh," tegas Rudijanta, Minggu (28/6/2026).</p>
<p>Ketegangan bahkan sempat berlanjut hingga Minggu (28/6/2026) pagi ketika beberapa pelaku jasa wisata kembali mendatangi pintu masuk. Menyadari hal ini dapat mengancam kenyamanan para pengunjung, petugas gabungan bersama TNI/Polri langsung melakukan pengetatan pengamanan.</p>
<p>Rudijanta, menegaskan bahwa prioritas utama petugas saat mengendalikan situasi adalah memastikan pelayanan kepada wisatawan tidak lumpuh.</p>
<p>"Petugas bersama unsur pengamanan melakukan pengendalian situasi untuk mencegah konflik meluas sekaligus memastikan pelayanan kepada wisatawan tetap berlangsung," ujar Rudijanta, Minggu (28/6/2026).</p>
<p><strong>Berakhir Damai, Wisatawan Bisa Berlibur dengan Tenang</strong></p>
<p>Bagi wisatawan yang berencana ke Bromo dalam waktu dekat, kini tidak perlu khawatir lagi. Perselisihan antara oknum pelaku jasa wisata dan petugas telah diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi Polsek Tosari pada Minggu pagi pukul 06.21 WIB di Kantor Resort PTN Gunung Penanjakan.</p>
<p>Pihak TNBTS memastikan situasi di lapangan kini sudah kembali kondusif dan ramah untuk dikunjungi. Wisatawan diimbau untuk tetap datang dengan tenang, menetapi prosedur tiket elektronik yang berlaku, serta tidak terpengaruh oleh potongan video sepihak di media sosial yang terkesan mencekam. (**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Tapan, Kedungwaru, Tulungagung Ludes Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-rumah-warga-di-tapan-kedungwaru-tulungagung-ludes-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-listrik-rumah-warga-di-tapan-kedungwaru-tulungagung-ludes-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi rumah beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40d447a2de2.webp" length="73430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 15:41:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>  - Sebuah rumah milik Suprapti, warga Dusun Donorejo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, mengalami kebakaran hebat pada Minggu (28/6/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi rumah beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu pemilik rumah sedang berjualan di warung miliknya yang berada di pinggir jalan masuk Jalan Pahlawan, Desa Tapan. Korban mendapat kabar dari tetangga bahwa rumahnya terbakar.</p>
<p>Setelah menerima informasi tersebut, korban langsung pulang dan mendapati bagian atap rumah telah dilalap api disertai kepulan asap tebal. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Kedungwaru dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menyatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 10.30 WIB, kemudian berangkat menuju lokasi pukul 10.38 WIB dan tiba di tempat kejadian pukul 10.45 WIB. Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dan dua kendaraan suplai air diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.</p>
<p>"Api berhasil dipadamkan, kemudian petugas melanjutkan proses pembasahan hingga selesai pada pukul 11.45 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu arus pendek atau korsleting listrik pada stop kontak yang digunakan untuk menyambungkan kulkas. Stop kontak tersebut diketahui terpasang pada penyekat ruangan berbahan triplek.</p>
<p>Api diduga pertama kali muncul dari ruang tengah sebelum dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah. Kondisi di dalam rumah yang dipenuhi barang bekas seperti plastik dan tumpukan buku turut mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.</p>
<p>Menurut Bambang Pidekso, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi.</p>
<p>"Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang digunakan untuk kulkas. Titik awal kebakaran berada di ruang tengah, kemudian api cepat membesar karena di dalam rumah terdapat banyak barang yang mudah terbakar," ungkapnya.</p>
<p>Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Meski demikian, seluruh isi rumah utama beserta atap bangunan mengalami kerusakan berat. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menghindari penggunaan stop kontak yang tidak sesuai standar demi mencegah kejadian serupa," pungkas Bambang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapal Nelayan Ludes Dilalap Si Jago Merah di Pelabuhan Brondong Lamongan, Kerugian Tembus Rp 1,6 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapal-nelayan-ludes-dilalap-si-jago-merah-di-pelabuhan-brondong-kerugian-tembus-rp-16-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapal-nelayan-ludes-dilalap-si-jago-merah-di-pelabuhan-brondong-kerugian-tembus-rp-16-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Geger! Kapal nelayan KM Sri Sumber Rejeki ludes terbakar di Pelabuhan Brondong, Lamongan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar. Simak kronologi lengkapnya di sini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4086ffc8acc.webp" length="12296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 09:28:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran kapal Brondong, KM Sri Sumber Rejeki terbakar, berita Lamongan hari ini, kecelakaan kapal nelayan, Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, berita terkini Lamongan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong> – Suasana tenang di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, mendadak mencekam pada Sabtu (27/6/2026) malam. KM Sri Sumber Rejeki, kapal nelayan berbobot 28 GT, habis tak bersisa setelah dilalap api besar dalam hitungan menit.</p>
<p>Kobaran api yang membumbung tinggi di langit malam menjadi pemandangan mengerikan bagi warga sekitar. Berdasarkan video amatir yang beredar, api dengan cepat merambat ke seluruh badan kapal milik Karpandi tersebut tepat setelah kapal selesai bersandar.</p>
<p>Tragedi ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat api pertama kali muncul, seluruh Anak Buah Kapal (ABK) sedang tidak berada di lokasi karena tengah menunaikan ibadah salat. Asap hitam pekat awalnya muncul dari bagian depan rumah kapal, sebelum akhirnya lidah api membesar dan melahap seluruh bagian kapal.</p>
<p>"Api sangat cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar, apalagi di dalam kapal masih terdapat cadangan bahan bakar solar," ujar petugas di lapangan.</p>
<p>Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas Pemadam Kebakaran yang dibantu oleh personel Satpolairud Polres Lamongan dan warga setempat harus berjuang keras menaklukkan amukan si jago merah. </p>
<p>Besarnya kobaran api membuat proses pendinginan baru benar-benar tuntas pada pukul 21.20 WIB, atau sekitar dua jam setelah kejadian.</p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pemilik kapal harus menelan pil pahit. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 1,6 miliar.</p>
<p>Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam. <br>"Untuk penyebab pasti, tim sedang melakukan olah TKP dan memeriksa keterangan saksi. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik," tegas Hamzaid, Minggu (28/6/2026).</p>
<p>Polisi kini terus mengumpulkan bukti guna memastikan tidak ada faktor lain yang memicu kebakaran hebat tersebut, <br>sekaligus menjadi langkah evaluasi keamanan di kawasan PPN Brondong agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Misi Damkar Banyuwangi Evakuasi Lansia yang Mendadak Lemas di Atap Masjid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/misi-damkar-banyuwangi-evakuasi-lansia-yang-mendadak-lemas-di-atap-masjid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/misi-damkar-banyuwangi-evakuasi-lansia-yang-mendadak-lemas-di-atap-masjid</guid>
<description><![CDATA[ Tim Damkarmat Banyuwangi berhasil mengevakuasi seorang warga berusia 63 tahun yang mengalami kondisi lemas di atap Masjid At-Taqwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a406be0cf028.webp" length="141974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 08:31:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Damkar Banyuwangi, Evakuasi Damkar, Berita Banyuwangi, Masjid At-Taqwa Giri, Aksi Penyelamatan Lansia, Gotong Royong Banyuwangi, Berita Humanis Banyuwangi.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI, SJP </strong> – Niat hati ingin beramal jariyah dengan memperbaiki atap Masjid At-Taqwa di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, seorang kakek berusia 63 tahun bernama Asnawi malah berakhir menjadi tontonan warga setelah mendadak "nyangkut" di atas genteng pada Sabtu (27/6/2026) sore.</p>
<p>Alih-alih turun dengan gaya elegan, Pak Asnawi terpaksa harus dievakuasi oleh tim Damkarmat Banyuwangi karena mendadak diserang pusing hebat saat sedang asyik gotong royong membenahi genteng masjid.</p>
<p>Menurut keterangan saksi, Pak Asnawi awalnya sedang bersemangat membantu warga memperbaiki atap masjid. Namun, entah karena cuaca yang sedang terik atau mungkin merasa ketinggian atap masjid adalah tempat terbaik untuk kontemplasi, Pak Asnawi tiba-tiba merasa pusing tujuh keliling.</p>
<p>Merasa kaki sudah lemas dan dunia berputar, Pak Asnawi akhirnya memutuskan untuk "parkir" di atas atap. Warga yang melihat beliau tidak bisa turun akhirnya panik dan menghubungi pihak yang paling ahli dalam urusan "nyangkut-menyangkut": siapa lagi kalau bukan Tim Damkarmat Banyuwangi.</p>
<p>Kasi Salam Bikwanto dan timnya pun segera meluncur ke lokasi. Sesampainya di sana, tim penyelamat harus melakukan manuver yang cukup bikin deg-degan. Menggunakan tangga, peralatan <em>rescue</em>, dan tandu, petugas melakukan evakuasi layaknya sedang syuting film Mission Impossible versi kearifan lokal.</p>
<p>Untungnya, proses evakuasi berjalan mulus. Pak Asnawi berhasil diturunkan dengan selamat dari atap tanpa kurang suatu apa pun, kecuali mungkin rasa malu karena jadi pusat perhatian satu kelurahan.</p>
<p>Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama bagi para senior yang masih semangat gotong royong. Jangan memaksakan diri jadi tukang bangunan kalau tensi sedang tidak diajak kompromi. Pastikan tubuh fit sebelum memutuskan untuk memanjat, karena yang bisa turun dari atap dengan santai biasanya cuma kucing atau cicak. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba Lukis Putra Sang Fajar, Lewat Goresan Kanvas Generasi Muda Kenang dan Teladani Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-lukis-putra-sang-fajar-lewat-goresan-kanvas-generasi-muda-kenang-dan-teladani-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-lukis-putra-sang-fajar-lewat-goresan-kanvas-generasi-muda-kenang-dan-teladani-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Melalui karya seni yang dibuat, generasi muda diharapkan bisa meneladani sosok Bung Karno dan terispirasi untuk lebih giat belajar. Tumbuh menjadi pribadi yang berani, berkarakter serta memiliki semangat tinggi dalam menggapai mimpi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3fdb828c433.webp" length="34592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 21:33:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PDIP Kabupaten Kediri, bung karno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Peringatan Bulan Bung Karno menjadi momen untuk mengenang kepahlawanan sosok Bapak Proklamator bangsa. Terutama di kalangan generasi muda, baik itu kalangan milenial maupun Gen Z. </p>
<p></p>
<p>Hal tersebut seperti yang terlihat dalam Lomba melukis wajah Putra Sang Fajar yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menarik perhatian kalangan anak muda dan para seniman berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Kompetisi yang digelar pada Sabtu (27/6/2026) ini diikuti ratusan peserta yang dibagi dalam kategori pelajar dan umum. Para peserta yang datang dari seluruh Indonesia secara antusias mengenang dan mengekspresikan kekaguman mereka terhadap sosok Bung Karno lewat goresan cat di atas kanvas.</p>
<p></p>
<p>Ketua panitia penyelenggara, Adi Suwignyo menyampaikan, lomba lukis wajah Putra Sang Fajar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Juni 2026 ini. </p>
<p></p>
<p>“Lomba ini selain menjadi ruang kompetisi bakat lukis, kita ingin memperkenalkan kepada generasi muda utamanya pelajar SMP-SMA supaya tahu dan mengenal sosok Bung Karno,” kata Adi Suwignyo yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Sabtu (27/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Harapan itu ditambahkan Adi Suwignyo, seperti yang arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Tokoh yang akrab disapa Mas Dhito itu dalam arahannya meminta Bulan Bung Karno sebagai momen untuk kembali mengenang dan meneladani sosok Bung Karno. </p>
<p></p>
<p>Melalui karya seni yang dibuat, generasi muda diharapkan bisa meneladani sosok Bung Karno dan terispirasi untuk lebih giat belajar. Tumbuh menjadi pribadi yang berani, berkarakter serta memiliki semangat tinggi dalam menggapai mimpi.</p>
<p></p>
<p>Jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti lomba lukis itu pun diakui Adi Suwignyo diluar dari target. Keseluruhan ada 171 pendaftar, dengan rincian pelajar tingkat SMP sebanyak 85 peserta, SMA 24 peserta dan kategori umum 62 peserta. </p>
<p></p>
<p>Selain dari wilayah eks karesidenan Kediri, peserta datang dari Jombang, Surabaya, Malang, Batu, Probolinggo, dan Gresik. Kemudian untuk luar provinsi Jawa Timur, ada pula dari DKI Jakarta, Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa tengah, seperti Magelang, Pekalongan dan Pati. </p>
<p></p>
<p>“Ini menandakan semangat dan kecintaan para peserta khususnya anak-anak muda terhadap sosok Sang Proklamator sangat tinggi,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu peserta lomba lukis, Amelia Kerisma, 13, asal Kepanjen, Malang mengaku antusias untuk mengikuti perlombaan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri tersebut. Untuk mengikuti lomba, pelajar SMP tersebut mengaku berangkat dari Malang dengan menggunakan kereta.</p>
<p>“Sangat senang bisa ikut lomba lukis ini, tadi berangkat jam setengah lima pagi,” akunya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswi UIN SATU Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Usai Lembur Skripsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-uin-satu-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-kamar-kos-usai-lembur-skripsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswi-uin-satu-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-kamar-kos-usai-lembur-skripsi</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berinisial SY (25), warga Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh teman dekatnya yang hendak kembali ke kamar kos untuk melanjutkan pengerjaan skripsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3fad418fb2c.webp" length="32134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 18:45:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, uin satu tulungagung, skripsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP</b> - Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Korban diketahui berinisial SY (25), warga Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh teman dekatnya yang hendak kembali ke kamar kos untuk melanjutkan pengerjaan skripsi.</p>
<p>Berdasar keterangan Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, pada Jumat (26/6/2026), korban bersama dua rekannya mengerjakan skripsi di kamar kos sejak pagi hingga sore hari. Setelah sempat beristirahat, mereka kembali melanjutkan aktivitas tersebut hingga sekitar pukul 01.00 WIB.</p>
<p>Salah seorang teman korban kemudian menginap di kamar kos tersebut. Sekitar pukul 04.45 WIB, saksi terbangun untuk melaksanakan salat Subuh dan melihat korban masih tertidur. Selanjutnya sekitar pukul 06.00 WIB, saksi pulang ke kosnya untuk berganti pakaian dan makan.</p>
<p>Namun, saat kembali ke kamar kos korban sekitar pukul 10.00 WIB untuk melanjutkan pengerjaan skripsi, saksi mendapati korban masih dalam posisi terlentang dan tidak menunjukkan respons saat dibangunkan.</p>
<p>"Setelah berusaha membangunkan korban namun tidak berhasil, saksi memegang tangan korban dan mendapati tubuhnya sudah dalam keadaan dingin serta tidak bernapas," kata Iptu Nanang.</p>
<p>Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada teman korban yang kamar kosnya berada di sebelah, serta pemilik kos. Pihak keluarga korban juga dihubungi dan ibu korban datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Setelah memastikan kondisi korban, kejadian itu dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedungwaru.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tim forensik kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung guna dilakukan pemeriksaan.</p>
<p>Iptu Nanang Murdiyanto memastikan, berdasar hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung," ujar Iptu Nanang Murdiyanto.</p>
<p>Ia menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan proses autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.</p>
<p>"Kasus ini telah ditangani sesuai prosedur. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah telah diserahkan untuk dimakamkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meneladani Perjuangan Dakwah KH. Zainal Abidin Bungah di Momentum Haul ke&amp;86</title>
<link>https://suarajatimpost.com/meneladani-perjuangan-dakwah-kh-zainal-abidin-bungah-di-momentum-haul-ke-86</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/meneladani-perjuangan-dakwah-kh-zainal-abidin-bungah-di-momentum-haul-ke-86</guid>
<description><![CDATA[ Setiap peringatan haul-nya, ratusan jamaah datang langsung untuk mengikuti puncak acara seperti yang berlangsung di depan gedung madrasah diniyah (Madin) Pesantren Zainal Abidin Bungah, Jumat (27/6/2026) malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f936ae58e7.webp" length="58332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:37:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Ponpes Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Sosok KH. Zainal Abidin dikenal sebagai ulama kharismatik dalam pengembangan dakwah Islam di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, khususnya wilayah utara Desa Bungah, Kecamatan Bungah. Ia merupakan masyayikh pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainal Abidin.</p>
<p></p>
<p>Setiap peringatan haul-nya, ratusan jamaah datang langsung untuk mengikuti puncak acara seperti yang berlangsung di depan gedung madrasah diniyah (Madin) Pesantren Zainal Abidin Bungah, Jumat (27/6/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>“Beliau KH. Zainal Abidin merupakan sosok ulama kharismatik. Bahkan menurut cerita saat itu ketika adzan suara beliau terdengar sampai Ngawen (nama desa kecamatan sebelah yang berjarak cukup jauh, red), beliau juga punya murid-murid hebat, dan masih banyak cerita lain,” kata Alumni santri Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah, Agus Abdul Muiz.</p>
<p></p>
<p>Agus mengatakan, KH. Zainal Abidin merupakan muassis Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah, kemudian dilanjutkan Kiyai As’ad Thohir, dan kini KH. Muhammad Ali Musthofa. Ia menceritakan secara singkat bahwa para muassis Pondok Pesantren Zainal Abidin Bungah memiliki sejarah perjalanan panjang dalam perjuangan dakwah pendidikan ilmu pesantren.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, sosok KH. Zainal Abidin bisa dijadikan teladan bersama untuk memperkuat nilai pengabdian dan semangat spiritualitas.</p>
<p>"Haul ke-86 KH. Zainal Abidin ini menjadi momentum untuk meneladani sejarah perjuangan dakwah beliau dahulu. Sehingga nilai perjuangan itu terus hidup dan diamalkan dari generasi ke generasi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian Haul Masyayikh pendiri dan pengasuh Ponpes Zainal Abidin Bungah diisi serangkaian kegiatan selama dua hari mulai Kamis hingga Jumat 25-26 Juni 2026. Peringatan haul dihadiri ratusan jamaah mulai kiai pengasuh Ponpes, anggota DPRD Gresik, kepala desa (Kades), alumni, para santri, hingga warga.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Bungah, Subakir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Haul Masyayikh pendiri dan pengasuh Ponpes Zainal Abidin. Ia merasa bersyukur Desa Bungah berdiri banyak pondok pesantren yang mempunyai peran penting dalam memperkuat keilmuan serta nilai-nilai spiritualitas di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah di Desa Bungah ini banyak berdiri pondok pesantren yang selama ini punya peran penting dalam memperkuat keilmuan serta nilai-nilai spiritualitas. Sehingga kita senantiasa hidup di tengah kalangan masyarakat yang sangat religius, sehingga desa kita ini kondusif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Update Gempa Magnitudo 5,6 di Selatan Pacitan: Getaran Terasa hingga Yogyakarta dan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/update-gempa-magnitudo-56-guncang-selatan-pacitan-getaran-terasa-hingga-yogyakarta-dan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/update-gempa-magnitudo-56-guncang-selatan-pacitan-getaran-terasa-hingga-yogyakarta-dan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Gempa magnitudo 5,6 mengguncang tenggara Pacitan pada 27 Juni 2026. Getaran dirasakan hingga wilayah Yogyakarta, Malang, dan sekitarnya. Simak update intensitas MMI dan imbauan BMKG di sini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f88d493266.webp" length="36582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 15:21:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>gempa pacitan, update gempa 5.6, gempa 27 juni 2026, BMKG gempa terkini, gempa dirasakan di yogyakarta, gempa malang, info gempa bumi, getaran gempa MMI.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PACITAN, SJP</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembaruan data terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Sabtu siang, 27 Juni 2026. Gempa yang semula tercatat berkekuatan magnitudo 5,5, diperbarui menjadi magnitudo 5,6 dengan pusat gempa berada pada koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur, tepatnya 86 kilometer tenggara Pacitan, pada pukul 14.47 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.</p>
<p>Guncangan gempa ini dirasakan cukup luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran berskala III MMI dirasakan di Pacitan, Wonogiri, Blitar, Tulungagung, Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, dan Ponorogo. Sementara itu, wilayah Jember tercatat merasakan getaran berskala II MMI.</p>
<p>Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk yang berlalu, sementara skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Kedalaman gempa yang dangkal menyebabkan dampak getaran dapat dirasakan di area yang cukup luas melintasi provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak untuk mendata potensi kerusakan bangunan maupun korban. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>BMKG terus mengimbau warga agar selalu waspada dan segera memeriksa bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan sebelum kembali beraktivitas. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG yang valid. (**)</p>
<p><strong>Sumber: BMKG</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Selatan Pacitan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gempa-magnitudo-55-guncang-selatan-pacitan-terasa-hingga-wilayah-sekitarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gempa-magnitudo-55-guncang-selatan-pacitan-terasa-hingga-wilayah-sekitarnya</guid>
<description><![CDATA[ Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur, pada 27 Juni 2026. Simak informasi terkini dan imbauan BMKG terkait peristiwa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f84a7f398f.webp" length="37352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 14:58:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>gempa pacitan, gempa hari ini, gempa magnitudo 5.5, info BMKG, gempa jawa timur, berita gempa terkini, gempa 27 juni 2026, gempa selatan pacitan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PACITAN, SJP</strong> – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah perairan selatan Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu siang, 27 Juni 2026, pukul 14.47 WIB. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 8,88 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur.</p>
<p>Episentrum gempa tersebut berlokasi di laut, tepatnya sekitar 79 kilometer arah selatan dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Getaran gempa tercatat memiliki kedalaman dangkal, yaitu 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman dangkal ini menyebabkan guncangan terasa cukup nyata di sejumlah wilayah di sekitar pusat gempa.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di lokasi dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.</p>
<p>Mengingat episentrum berada di laut, warga diminta untuk tetap memantau perkembangan informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mendapatkan pembaruan data terkait potensi gempa susulan atau perkembangan situasi lainnya. (**)</p>
<p><strong>sumber: BMKG</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Relawan SPPG di Blitar Gelar Aksi, Minta Program MBG Tidak Dihentikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/relawan-sppg-di-blitar-gelar-aksi-minta-program-mbg-tidak-dihentikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/relawan-sppg-di-blitar-gelar-aksi-minta-program-mbg-tidak-dihentikan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen yang terlibat langsung dalam Program MBG di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar, mulai dari relawan, pengelola dapur, mitra investasi, hingga para pemasok (supplier) bahan baku lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f510eaf038.webp" length="76716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 11:55:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Ratusan, Relawan, SPPG, Turun, ke Jalan, Suarakan, Dukungan, Program, MBG, Blitar Raya.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong>–Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peta Blitar Raya menggelar aksi apel akbar di depan Aloon-Aloon Kota Blitar pada Sabtu (27/6/2026). </p>
<p>Aksi ini disrbut merupakan bentuk penegasan komitmen dan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.</p>
<p>Apel akbar tersebut diikuti oleh berbagai elemen yang terlibat langsung dalam Program MBG di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar, mulai dari relawan, pengelola dapur, mitra investasi, hingga para pemasok (supplier) bahan baku lokal.</p>
<p>Koordinator Aliansi SPPG Peta Blitar Raya, Bambang Chaspo, menyatakan bahwa Program MBG bukan sekadar program pemenuhan nutrisi anak sekolah, melainkan motor penggerak ekonomi daerah yang sangat strategis.</p>
<p>"Program MBG ini sangat luar biasa. Selain memberikan makanan bergizi kepada anak-anak demi menciptakan generasi yang sehat dan kuat, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memberdayakan pelaku usaha lokal," ujar Bambang di sela-sela kegiatan, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Bambang memaparkan data perputaran ekonomi dan serapan tenaga kerja yang terjadi di Blitar Raya. </p>
<p>Menurut Bambang, satu dapur SPPG rata-rata mempekerjakan 47 hingga 50 orang. Dengan total sekitar 160 dapur yang kini beroperasi di Blitar Raya, program ini berhasil menyerap antara 5.000 hingga 7.000 tenaga kerja lokal.</p>
<p>Setiap dapur disrbutnya bekerja sama dengan rata-rata 15 supplier. Program ini menyerap hasil panen dan produksi dari petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM.</p>
<p>Sebagai gambaran, kata dia, satu dapur SPPG membutuhkan 1 hingga 2 kuintal beras per hari, belum termasuk kebutuhan lauk-pauk, sayuran, dan telur yang seluruhnya dibeli dari masyarakat setempat.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, Aliansi SPPG Peta Blitar Raya juga menyatakan sikap resmi terkait kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional Program MBG selama masa libur sekolah. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk keperluan efisiensi dan evaluasi menyeluruh.</p>
<p>Meskipun kebijakan tersebut membuat ribuan relawan dapur harus diliburkan sementara, pihak aliansi mengaku tidak mempermasalahkannya demi perbaikan kualitas program di masa mendatang.</p>
<p>"Kalau di Blitar kami tidak ada masalah. Kami mengikuti kebijakan pemerintah untuk melakukan efisiensi dan evaluasi. Kami tetap mendukung penuh keberlanjutan program ini," tegas Bambang.</p>
<p>Selama masa jeda operasional ini, aktivitas dapur memang dihentikan, namun sejumlah tenaga inti, seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan tenaga administrasi tetap bertugas untuk menyelesaikan laporan dan persiapan teknis.</p>
<p>Berdasarkan data sebaran, saat ini terdapat 30 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Blitar dan 129 dapur di wilayah Kabupaten Blitar.</p>
<p>Bambang meluruskan bahwa dapur-dapur MBG yang berdiri saat ini bukanlah milik investor kapital besar, melainkan hasil kolaborasi dan gotong royong masyarakat. </p>
<p>Nilai investasi untuk membangun satu dapur SPPG berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 milar, yang dihimpun secara swadaya oleh para mitra lokal.</p>
<p>"Ini adalah bentuk nyata gotong royong masyarakat. Para mitra berinvestasi, menyerap tenaga kerja, dan menghidupkan supplier lokal. Karena dampak positifnya yang sangat besar bagi gizi anak dan dompet masyarakat, kami berharap Pemerintah pusat terus melanjutkan Program MBG ini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo #IndonesiaSekarat di Grahadi Surabaya Ricuh, Pagar Rusak dan Belasan Orang Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-indonesiasekarat-di-grahadi-surabaya-ricuh-pagar-rusak-dan-belasan-orang-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-indonesiasekarat-di-grahadi-surabaya-ricuh-pagar-rusak-dan-belasan-orang-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi penyampaian aspirasi yang semula berjalan tertib sejak Jumat sore mulai berubah kondusif selepas waktu Magrib. Sebagian massa diduga mulai melakukan tindakan anarkistis dengan merusak pagar gedung dan melempar berbagai benda ke dalam area Grahadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f1a0ea2088.webp" length="51034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 09:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP </strong>– Demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, berakhir ricuh pada Jumat (26/6/2026) malam. </p>
<p>Massa aksi terlibat perusakan fasilitas publik dan pelemparan ke arah gedung, yang memaksa aparat kepolisian membubarkan paksa unjuk rasa tersebut.</p>
<p>Aksi penyampaian aspirasi yang semula berjalan tertib sejak Jumat sore mulai berubah kondusif selepas waktu Magrib. Sebagian massa diduga mulai melakukan tindakan anarkistis dengan merusak pagar gedung dan melempar berbagai benda ke dalam area Grahadi.</p>
<p>Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berulang kali memberikan imbauan agar massa menghentikan aksi perusakan tersebut. Namun, peringatan petugas tidak diindahkan.</p>
<p>"Kami memberikan pelayanan dan pengamanan dengan baik sejak sore. Namun, kami sangat menyayangkan adanya aksi perusakan pagar dan pelemparan yang terjadi," ujar Luthfie, Jumat (26/6/2026).</p>
<p>Karena situasi dinilai semakin tidak kondusif dan membahayakan keselamatan, sebanyak 320 personel kepolisian yang diterjunkan mulai mendorong massa mundur secara bertahap sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas menggiring massa menjauh dari depan Gedung Negara Grahadi menuju kawasan Bundaran Air Mancur.</p>
<p>Luthfie menegaskan bahwa dalam proses pembubaran ini, kepolisian tidak menggunakan gas air mata. Kendaraan taktis water cannon yang disiagakan di lokasi hanya difungsikan untuk memadamkan kobaran api yang sempat muncul di area aksi. Ia juga memastikan tidak ada personel kepolisian yang mengalami luka-luka.</p>
<p>Dampak dari kericuhan ini, polisi mengamankan sekitar belasan orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi perusakan dan pelemparan.</p>
<p>"Ada sekitar belasan orang yang kami amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Untuk jumlah pasti serta barang bukti dan kendaraan yang disita, saat ini masih didata dan didalami oleh petugas," kata Luthfie.</p>
<p>Kericuhan ini memicu respons negatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, sangat menyesalkan kerusakan yang terjadi pada Gedung Negara Grahadi. Menurutnya, bangunan bersejarah tersebut baru saja dalam proses pemulihan pasca-kebakaran setahun lalu.</p>
<p>"Ini sangat disayangkan. Kami sedang berproses menyelesaikan perbaikan Grahadi yang setahun lalu sempat terbakar, sekarang kejadian seperti ini terulang lagi," kata Adhy saat meninjau langsung lokasi kejadian.</p>
<p>Adhy menambahkan bahwa Gedung Negara Grahadi merupakan simbol pemerintahan dan milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu, kerusakan fisik pada bangunan ini menjadi kerugian bersama.</p>
<p>Pasca-pembubaran massa, polisi bergerak cepat mengamankan area sekitar Alun-alun Surabaya dan simpang jalan utama yang meliputi: Jalan Gubernur Suryo; Jalan Pemuda; Jalan Yos Sudarso; dan Jalan Panglima Sudirman. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Kediri Bersama Masyarakat Bahu Membahu Bersihkan Sungai Kedak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-bersama-masyarakat-bahu-membahu-bersihkan-sungai-kedak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-bersama-masyarakat-bahu-membahu-bersihkan-sungai-kedak</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin serta ratusan relawan, komunitas dan anggota masyarakat lainnya turun ke sungai Kedak, bahu membahu membersihkan sungai yang sedang surut tersebut. Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, menuturkan bahwa kerja bakti ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan kesehatan sungai di Kota Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e41aa7ea91.webp" length="89850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 17:06:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Sungai Kediri, kebersihan sungai, wali kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin serta ratusan relawan, komunitas dan anggota masyarakat lainnya turun ke sungai Kedak, bahu membahu membersihkan sungai yang sedang surut tersebut.</p>
<p>Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, menuturkan bahwa kerja bakti ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan kesehatan sungai di Kota Kediri.</p>
<p>"Hari ini kita kerja bakti bersama untuk membangkitkan kembali kesehatan sungai. Sungai Kedak ini termasuk yang tercemar sedang. Karena itu kita ingin berupaya mengembalikan kesehatan sungai dengan membersihkan lingkungan di sekitar aliran sungai. Ini sangat penting, jangan sampai masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sungai justru terdampak karena kondisi sungainya tercemar sehingga memengaruhi kesehatan masyarakat," ujarnya, Jumat, (26/06/2026). </p>
<p></p>
<p>Mbak Wali berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar sungai, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya yang ada di sekitar sungai. Jangan sampai masyarakat membuang sampah di sungai. Ini menjadi upaya bersama untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian sungai sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 700 orang. Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, relawan, komunitas penggerak lingkungan, serta berbagai mitra.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini yang terlibat kurang lebih 700 personel yang terdiri dari OPD, kampus, relawan, penggerak lingkungan, termasuk dukungan penebaran bibit ikan tawes dari teman-teman WWI,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Indun menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aksi nyata menjaga sungai. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah ke sungai.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyebut hasil pemantauan kualitas air menunjukkan enam sungai di Kota Kediri masih berada di bawah baku mutu sehingga diperlukan langkah tindak lanjut bersama akademisi untuk meningkatkan kualitas air.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya kegiatan ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Minimal masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu relawan, Eky Ayu Wirasti, mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih-bersih sungai menjadi pengalaman yang berharga karena dapat ikut membantu masyarakat membersihkan kawasan sekitar Sungai Kedak. </p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah bisa ikut membantu warga di sini membersihkan area sekitar. Kegiatannya seru, bagus, dan semua kompak. Harapan saya, kita semua bisa saling menjaga lingkungan agar tetap bersih. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai juga semakin peduli terhadap lingkungan sekitarnya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain aksi bersih-bersih, dilakukan pula menebaran benih ikan di sungai sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem perairan dan menjaga kelestarian lingkungan. </p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Kediri berupa 50 bibit tanaman bambu kuning dan tabebuya untuk mendukung penghijauan kawasan Kota Kediri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT Esa Suwardhana Sebut Proyek Greenhouse Stroberi di Kota Batu Miliki Izin Pemanfaatan Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-esa-suwardhana-sebut-proyek-greenhouse-stroberi-di-kota-batu-miliki-izin-pemanfaatan-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-esa-suwardhana-sebut-proyek-greenhouse-stroberi-di-kota-batu-miliki-izin-pemanfaatan-air</guid>
<description><![CDATA[ Di sisi lain, pihak perusahaan bersikap transparan mengenai dokumen administrasi yang belum rampung. Deddy mengakui masih ada dua dokumen yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian, yaitu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e391629be2.webp" length="66852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:33:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Demo, Sumberbrantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — PT Esa Suwardhana Thani menyebut bahwa seluruh proses perizinan pemanfaatan air bawah tanah (ABT) untuk proyek greenhouse stroberi di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, telah ditempuh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan PT Esa Suwardhana Thani, Deddy Febrianto, menjelaskan bahwa pengurusan izin operasional tersebut sudah berjalan cukup lama melalui sistem Online Single Submission (OSS) sejak tahun 2019. Saat ini, perusahaan telah mengantongi sejumlah dokumen perizinan utama.</p>
<p></p>
<p>Dokumen tersebut di antaranya adalah Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Izin Pengusahaan Air Tanah (IPAT).</p>
<p></p>
<p>"Perizinan kami diproses melalui OSS sejak 2019. PKKPR, AMDAL, hingga IPAT sudah terbit. IPAT sendiri kami peroleh pada 2023," ujar Deddy saat memberikan keterangan pada Jumat (26/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Deddy memaparkan, berdasarkan izin resmi dari pemerintah, perusahaan mendapatkan kuota alokasi pemanfaatan air tanah maksimal sebesar 25 meter kubik per hari. Dalam operasional sehari-hari, konsumsi air perusahaan dipastikan berada di bawah ambang batas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Rata-rata penggunaan air harian hanya berkisar di angka 17 meter kubik. Jika sedang dalam masa pembangunan, konsumsi air sedikit meningkat menjadi 20 hingga maksimal 25 meter kubik per hari, tanpa pernah melebihi batas yang ditentukan. Deddy menegaskan bahwa pemanfaatan air tersebut sepenuhnya mengacu pada regulasi yang tercantum dalam izin.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah volume air, Deddy juga meluruskan isu mengenai jumlah sumur bor di area proyek. Ia memastikan bahwa operasional perusahaan tidak menyalahi aturan teknis.</p>
<p></p>
<p>"Kami hanya memiliki satu titik pengeboran dan tidak ada pengeboran kedua," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, pihak perusahaan bersikap transparan mengenai dokumen administrasi yang belum rampung. Deddy mengakui masih ada dua dokumen yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian, yaitu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).</p>
<p></p>
<p>Belum terbitnya kedua dokumen tersebut bukan karena kendala pelanggaran, melainkan karena regulasi yang mengharuskan pembangunan fisik selesai terlebih dahulu sebelum diverifikasi.</p>
<p></p>
<p>"Untuk PBG dan SLF masih berproses karena persyaratannya menunggu bangunan selesai terlebih dahulu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui penjelasan ini, pihak PT Esa Suwardhana Thani berharap masyarakat mendapatkan informasi yang jernih dan berimbang bahwa seluruh kegiatan perusahaan dijalankan berdasarkan mekanisme hukum. Perusahaan juga menyatakan tetap membuka ruang komunikasi yang sehat dengan seluruh pihak terkait demi kebaikan bersama. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembersihan Rumah Purnawirawan di Blitar Gegerkan Warga dengan Penemuan Granat Aktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembersihan-rumah-purnawirawan-di-blitar-gegerkan-warga-dengan-penemuan-granat-aktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembersihan-rumah-purnawirawan-di-blitar-gegerkan-warga-dengan-penemuan-granat-aktif</guid>
<description><![CDATA[ Benda yang dipastikan merupakan granat nanas aktif tersebut ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di rumah milik almarhum K, seorang purnawirawan, saat pihak keluarga sedang membersihkan rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e2b257aa97.webp" length="60878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 14:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Granat, Ditemukan, Rumah, Warga, Sutojayan, Tim Gegana, Lakukan, Disposal.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong>–Warga Lingkungan Dadapan, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar digegerkan dengan penemuan sebuah benda diduga granat di salah satu rumah warga, Jumat (26/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Benda yang dipastikan merupakan granat nanas aktif tersebut ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di rumah milik almarhum K, seorang purnawirawan, saat pihak keluarga sedang membersihkan rumah.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menjelaskan bahwa penemuan bermula ketika anak almarhum berinisial H sedang merapikan rumah dan membuka lemari pakaian milik orang tuanya.</p>
<p></p>
<p>"Pada saat membersihkan rumah, saksi menemukan sebuah tas ransel berwarna hijau di dalam lemari. Setelah diperiksa, di dalam tas terdapat bungkusan plastik hitam yang bentuknya menyerupai granat, sehingga saksi segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Lodoyo Timur," ujar Aiptu Muheni, Jumat (26/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian dari Polsek Lodoyo Timur bersama jajaran Polres Blitar langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian kemudian segera berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Jawa Timur guna melakukan penanganan lebih lanjut terhadap senjata peledak tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Setelah dilakukan pengamanan lokasi, granat itu kemudian diamankan dan dilakukan disposal atau peledakan terkendali oleh Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur," jelas Muheni.</p>
<p></p>
<p>Selain mengamankan area sekitar, petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga untuk menelusuri asal-usul benda berbahaya tersebut. Dugaan sementara, granat itu merupakan barang lama yang sengaja disimpan oleh almarhum semasa hidupnya.</p>
<p></p>
<p>Aiptu Muheni mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak ragu untuk segera melapor jika menemukan benda-benda mencurigakan di lingkungan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Apabila melihat, mengetahui, atau menemukan benda yang mencurigakan, segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan darurat 110," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantah Klaim Kuasa Hukum, Keamanan Pabrik di Jombang Tegaskan Pelaku Pemukulan Bukan Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantah-klaim-kuasa-hukum-keamanan-pabrik-di-jombang-tegaskan-pelaku-pemukulan-bukan-karyawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantah-klaim-kuasa-hukum-keamanan-pabrik-di-jombang-tegaskan-pelaku-pemukulan-bukan-karyawan</guid>
<description><![CDATA[ Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e1c653631c.webp" length="37376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 13:55:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Premanisme</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pihak keamanan pabrik PT Handsome Investments Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait kasus pemukulan yang menyeret empat orang tersangka. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil untuk meluruskan narasi yang sempat beredar dari pihak kuasa hukum salah satu terduga pelaku pemukulan, yang menyatakan bahwa para pelaku merupakan pekerja pabrik tersebut.</p>
<p></p>
<p>Petugas Keamanan Pabrik, Bayaki, membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa keempat terduga pelaku sama sekali tidak memiliki ikatan kerja dengan perusahaan. Status para pelaku murni warga luar atau warga sekitar, bukan karyawan pabrik.</p>
<p></p>
<p>"Bukan pekerja di sini. Bukan pekerja di sini, ya mereka orang luar, warga sini," ujar Bayaki saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Bayaki kemudian membeberkan kronologi peristiwa secara runtut. Insiden bermula pada malam hari ketika keempat orang tersebut mendatangi area pabrik dengan dalih ingin meminta lowongan pekerjaan. Karena waktu yang sudah larut dan tidak tepat untuk urusan administrasi, pihak keamanan mengarahkan mereka secara baik-baik untuk datang kembali keesokan harinya.</p>
<p></p>
<p>Namun, situasi justru berujung ricuh. Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik.</p>
<p></p>
<p>"Pertama, tujuannya minta pekerjaan. Dan saya suruh untuk datang besok pagi. Ternyata memang keadaan bau alkohol, ya mungkin akhirnya mereka jadi arogan," tambah Bayaki.</p>
<p></p>
<p>Bayaki sangat menyayangkan tindakan para pelaku yang dinilai tidak etis. Menurutnya, urusan mencari pekerjaan seharusnya dilakukan pada siang hari secara resmi dan dalam kondisi yang kondusif, bukan pada larut malam.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kasus penganiayaan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Pihak keamanan pabrik sepenuhnya mendukung proses hukum yang berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Ya, semoga dengan memberikan suatu efek jera bagi mereka," pungkas Bayaki.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan pihak keamanan, Pemerintah Desa melalui Kepala Dusun Kedung Asem, Desa Bandarkedungmulyo, Hartono, turut bersuara. </p>
<p></p>
<p>Ia menyampaikan bahwa keberadaan PT Handsome Investments Indonesia di wilayahnya sebenarnya sangat dinantikan masyarakat demi mendongkrak perekonomian warga sekitar.</p>
<p></p>
<p>Pihak pemerintah desa secara tegas membantah bahwa aksi gangguan atau premanisme yang terjadi tersebut mewakili aspirasi warga dusun setempat.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hartono, kehadiran pabrik ini dinilai menjadi angin segar bagi ketersediaan lapangan pekerjaan, khususnya bagi para pemuda setempat. Bahkan, pemerintah desa telah merencanakan bahwa pada tahap awal operasional, perekrutan tenaga kerja akan memprioritaskan warga lokal sebelum membuka kesempatan bagi warga dari desa lain.</p>
<p></p>
<p>"PT Handsome ini ya sebuah perusahaan yang sangat ditunggu oleh masyarakat kami. Keberadaannya ini memang sudah dirindukan lah bahasanya, supaya segera beroperasi dan kami semua masyarakat Bandarkedungmulyo terutama, khususnya ya ingin kerja di sini," ujar Hartono.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi insiden gangguan tersebut, Hartono menegaskan bahwa masyarakat justru sangat tidak menginginkan adanya konflik. Aksi-aksi premanisme yang memperlambat jalannya operasional pabrik dinilai sangat merugikan kepentingan khalayak umum. Warga disebutnya merasa dirugikan karena dampak positif pabrik, terutama penyerapan tenaga kerja, menjadi tertunda.</p>
<p></p>
<p>"Tapi yang jelas warga kami ya sangat tidak menginginkan hal itu. Jadi ada prinsip-prinsip yang nantinya memperlambat operasi pabrik ini ya sangat-sangat mengganggu masyarakat kami gitu loh. Pinginnya cepat berdiri, sehingga merasakan dampak positifnya," tegas Hartono.</p>
<p></p>
<p>Terkait langkah hukum yang kini telah ditempuh oleh pihak manajemen perusahaan, pihak pemerintah dusun sepenuhnya menyerahkan dan mendukung penuh proses tersebut kepada aparat penegak hukum. </p>
<p></p>
<p>Hartono berharap pihak kepolisian dapat bertindak objektif dan tegas dalam mengusut tuntas kasus ini karena telah mengganggu iklim investasi dan kepentingan masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>"Ya saya berharap ya polisi obyektif dalam melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Sehingga apapun ketika memang ini merugikan secara khalayak umum ya bagaimana gitu, Pak," pungkas Hartono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Malang Resmikan Tiga Fasilitas Publik di Lawang Sambut Hari Bhayangkara ke&amp;80</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-malang-resmikan-tiga-fasilitas-publik-di-lawang-sambut-hari-bhayangkara-ke-80</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-malang-resmikan-tiga-fasilitas-publik-di-lawang-sambut-hari-bhayangkara-ke-80</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Malang meresmikan Masjid Budi Irianti, Gedung Tathya Dharaka, dan Taman Sulipah Presisi di Lawang sebagai wujud sinergi Polri bersama masyarakat menyambut Hari Bhayangkara ke-80. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e01285ba71.webp" length="54668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 11:55:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kapolres Malang, Hari Bhayangkara, Lawang, Masjid Budi Irianti, Gedung Tatia Daraka, Taman Sulipah Presisi, Polda Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Malang AKBP Taat Resdi meresmikan Masjid Budi Irianti, Gedung Tathya Dharaka, dan Taman Sulipah Presisi di Kecamatan Lawang, Jumat (26/6/2026). </p>
<p>Ketiga fasilitas tersebut diharapkan menjadi penguat pelayanan kepolisian, sarana ibadah, sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat.</p>
<p>Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Polres Malang, Forkopimcam Lawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengusaha yang memberikan dukungan terhadap renovasi dan pembangunan fasilitas tersebut.</p>
<p>Kapolres menjelaskan, Masjid Budi Irianti yang berada di lingkungan Polsek Lawang telah diperluas dari sekitar 80 meter persegi menjadi kurang lebih 250 meter persegi.</p>
<p>"Masjid ini tidak hanya digunakan anggota Polsek Lawang, tetapi juga masyarakat luas. Letaknya sangat strategis di jalur utama sehingga pengguna jalan juga dapat memanfaatkannya untuk salat maupun beristirahat," ujar AKBP Taat Resdi, Jumat (26/6/2026).</p>
<p>Ia menekankan bahwa keberadaan masjid yang representatif harus diikuti dengan meningkatnya kesadaran personel untuk memakmurkan rumah ibadah.</p>
<p>"Kalau di kantor masjid atau musalanya dekat, itu menjadi kesempatan yang baik untuk salat berjamaah di awal waktu. Tidak perlu diabsen atau dipaksa. Bangun kesadaran, nanti anggota pasti mengikuti," katanya.</p>
<p>Menurutnya, kebiasaan salat berjamaah selalu ia terapkan sejak bertugas di Mabes Polri, kemudian saat menjabat Kapolres Tulungagung, hingga kini memimpin Polres Malang.</p>
<p>Kapolres juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam renovasi masjid. Ia berharap seluruh bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.</p>
<p>"Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang telah menyumbangkan materi, tenaga, waktu, pikiran, maupun doa dalam proses pembangunan ini," ucapnya.</p>
<p>Selain masjid, AKBP Taat Resdi turut meresmikan Gedung Tathya Dharaka, bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang sebelumnya mengalami kerusakan berat.</p>
<p>Ia mengaku sempat prihatin saat pertama kali melihat kondisi bangunan tersebut pada awal bertugas di Polres Malang. Namun, berkat kolaborasi para pengusaha, tokoh masyarakat Kecamatan Lawang, serta dukungan Bank BUMN, gedung tersebut berhasil dipugar tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.</p>
<p>"Keaslian bangunannya tetap dipertahankan sehingga tetap menjadi bangunan heritage yang kini bisa dimanfaatkan untuk berbagai pelayanan kepolisian kepada masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Gedung tersebut kini difungsikan sebagai ruang pelayanan, di antaranya ruang Satreskrim, ruang Bhayangkari, pelayanan SKCK, serta ruang tunggu masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kapolres juga meresmikan Taman Sulipah Presisi di RW 9 Kelurahan Kalirejo yang dilengkapi fasilitas pendukung keamanan, seperti panic button dan CCTV di 36 titik.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan taman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas keamanan lingkungan sekaligus mempererat kerukunan warga.</p>
<p>Ia juga menjelaskan filosofi penamaan ketiga fasilitas tersebut. Masjid Budi Irianti diambil dari nama almarhumah istri Haji Siswanto yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.</p>
<p>Gedung Tathya Dharaka menggunakan nama angkatan AKBP Taat Resdi di Akademi Kepolisian yang bermakna "perwira yang memegang teguh kebenaran sejati". Sementara Taman Sulipah Presisi diabadikan dari nama almarhumah ibu kandung Haji Siswanto sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanannya.</p>
<p>Kapolres berharap ketiga fasilitas tersebut dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang aman, nyaman, religius, dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Adu Banteng Dua Truk di Probolinggo, Sopir Tewas di Lokasi Kejadian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-adu-banteng-dua-truk-di-probolinggo-sopir-tewas-di-lokasi-kejadian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-adu-banteng-dua-truk-di-probolinggo-sopir-tewas-di-lokasi-kejadian</guid>
<description><![CDATA[ Korban mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah kabin truk yang dikemudikannya ringsek parah akibat benturan keras dengan truk dari arah berlawanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3dcdd5bd8a6.webp" length="34428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 08:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> – Kecelakaan maut yang melibatkan dua truk terjadi di Jalur Selatan Probolinggo-Lumajang, tepatnya di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (26/6/2026) dini hari. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa tragis ini menewaskan seorang sopir truk bermuatan jagung, sementara dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka berat.</p>
<p></p>
<p>Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Zulfa (19), warga Desa Klampok, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. </p>
<p></p>
<p>Korban mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah kabin truk yang dikemudikannya ringsek parah akibat benturan keras dengan truk dari arah berlawanan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, kernet truk jagung, Rendi Setiawan (18), yang juga warga Kecamatan Godong, mengalami luka berat. Saat ini, Rendi tengah menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dokter Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.</p>
<p></p>
<p>Adapun pengemudi truk tanpa muatan, Muhamad Rizal, warga Desa Watestani, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, juga mengalami luka serius. Korban dirawat di Rumah Sakit Wonolangan, Kecamatan Dringu.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa bermula saat truk bermuatan jagung bernomor polisi H 9157 ME melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan.</p>
<p></p>
<p>Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk tanpa muatan bernomor polisi N 8366 UG. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng antara kedua kendaraan besar tersebut tidak dapat dihindari.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang warga di sekitar lokasi, Miskan, mengatakan bahwa benturan kedua kendaraan terdengar sangat keras hingga membuat warga setempat terkejut dan langsung keluar rumah.</p>
<p></p>
<p>"Saya dengar suara benturan keras sekali. Setelah saya keluar rumah, dua truk sudah bertabrakan. Bagian depan hancur dan truk yang membawa jagung sampai terguling di tengah jalan," ujar Miskan.</p>
<p></p>
<p>Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi para korban, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat proses evakuasi bangkai kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Selama proses evakuasi berlangsung, polisi menerapkan sistem buka-tutup jalan guna mengurai antrean kendaraan dari kedua arah.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada truk bermuatan jagung yang kehilangan kendali hingga masuk ke jalur lawan sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk dari arah Probolinggo menuju Lumajang. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Blitar Turun Jalan, Tuntut Pemerintah Evaluasi Program Strategis Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-blitar-turun-jalan-tuntut-pemerintah-evaluasi-program-strategis-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-blitar-turun-jalan-tuntut-pemerintah-evaluasi-program-strategis-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sejumlah program strategis nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d0d505df1c.webp" length="102406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Mahasiswa, Blitar, Aksi, Unjuk Rasa, Tuntut, Pemerintah, Evaluasi, Program, Strategis, Nasional, Blitar, DPRD Kabupaten Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026), untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pelaksanaan program strategis nasional.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di tengah masyarakat.</p>
<p>Aksi diawali dengan long march dari kawasan Simpang Empat Kanigoro menuju kompleks DPRD Kabupaten Blitar. Setibanya di lokasi, massa aksi langsung menggelar mimbar bebas dan menyampaikan berbagai kritik melalui orasi secara bergantian.</p>
<p>Mahasiswa menilai sejumlah program yang selama ini digulirkan pemerintah pusat perlu ditinjau kembali agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Berbagai tuntutan juga dituangkan dalam poster dan spanduk yang dibawa peserta aksi.</p>
<p>Ketegangan sempat terjadi ketika massa menyalakan api dari ban bekas di depan gerbang DPRD. Upaya petugas untuk mengendalikan situasi memicu adu argumen antara mahasiswa dan aparat yang berjaga di lokasi.</p>
<p>Salah satu peserta aksi, Wisnu Eka, mengaku sempat mengalami tindakan fisik saat insiden tersebut berlangsung. Menurutnya, mahasiswa hanya berupaya mempertahankan simbol aksi yang mereka lakukan.</p>
<p>"Iya tadi saya sempat ditarik ke dalam, di situ saya sempat dipiting. Terus mereka bilang juga kami bermain peran saja. Disitu saya bingung, karena kami mahasiswa bergerak murni untuk aspirasi masyarakat," ujar Wisnu, Kamis (25/6/2026).</p>
<p>Ia menegaskan kehadiran mahasiswa di DPRD bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan menyampaikan keresahan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki.</p>
<p>"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja. Tidak ada ancaman dan sebenarnya kami lakukan aksi damai dengan bakar ban sebagai simbol api semangat kami, tapi dicoba dipadamkan makanya tadi sempat saya rebut," katanya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kapolres Blitar AKBP Rivanda memastikan tidak ada tindakan penangkapan terhadap mahasiswa selama demonstrasi berlangsung. Ia menjelaskan petugas hanya berusaha mengantisipasi risiko keselamatan akibat api yang menyala di tengah kerumunan massa.</p>
<p>"Bukan ditangkap, dipinggirkan jangan sampai yang bersangkutan kena api itu. Tadi itu kami bantu, kami kasih minum dan pinggirkan sambil menunggu pemadaman api dari ban tadi. Tidak sampai masuk, hanya dekat pagar saja," terang Rivanda.</p>
<p>Selanjutnya, pimpinan DPRD Kabupaten Blitar akhirnya keluar gedung dan menemui massa aksi tepat didepan gerbang depan kantor DPRD dan duduk bersama melakukan dialog dengan sejumlah mahasiswa.</p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyatakan pihaknya menghormati penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa dan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p>"Meskipun ini bukan kewenangan kami tapi kami tetap akan fasilitasi dengan menerima aspirasi mahasiswa ini. Tuntutannya berupa program strategis nasional yang dirasa kurang dan perlu dievaluasi," ujarnya.</p>
<p>Supriadi menambahkan, DPRD Kabupaten Blitar akan membuka ruang komunikasi bagi masyarakat maupun mahasiswa yang ingin menyampaikan masukan terkait kebijakan publik.</p>
<p>"Sejauh ini pengawasan kami belum ada gejolak tentang program nasional ini di Kabupaten Blitar. Tapi tentunya kami ini sebagai perwakilan rakyat siap menerima aspirasi dan siap kalau ada aksi kembali," tandasnya.</p>
<p>Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan DPRD, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan program strategis nasional di berbagai daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menguji Kesiapan Tenaga Kerja di Tengah Kemajuan Industri Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menguji-kesiapan-tenaga-kerja-di-tengah-kemajuan-industri-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menguji-kesiapan-tenaga-kerja-di-tengah-kemajuan-industri-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cd18b49613.webp" length="33220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 12:58:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Industri Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk 'Ngopi dan Opini Gresik' di DDjirolu Cafe, Jalan Pahlawan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026) malam. </p>
<p>Diskusi bertema 'Menyiapkan dan melindungi tenaga kerja lokal', mengundnang para narasumber hebat untuk berupaya membangun peta jalan tenaga kerja lokal berbasis dunia pendidikan SMK, kampus, hingga pesantren.</p>
<p>Diskusi ini mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Gresik wilayah utara. </p>
<p>Menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten, yakni Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIPPE, dan sejumlah perwakilan lembaga di dunia pendidikan. </p>
<p>Dipimpin moderator, Akhmad Sutikon, Barista Lokal Media Network, diskusi Ngopi dan Opini Gresik berlangsung gayeng dan interaktif. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan. </p>
<p>"Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skil dunia usaha seperti di Jippe, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi," kata perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE, Yudi Darjanto.</p>
<p>Yudi mengatakan, membuka lebar jika ada warga Gresik yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jippe. Gayung bersambut, perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya.</p>
<p>Kata dia, untuk memenuhi kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. "Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha," jelas Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Suwarno Hadi.</p>
<p>Di lingkungan akademisi Universitas, Rektor UMG Khoirul, menyampaikan bahwa pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Ia mengakui, dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.</p>
<p>Pihaknya perlu kurikukum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern.</p>
<p>"Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja," paparnya. </p>
<p>Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, menyebut sulit untuk mendapatkan hak-hak perlindungan para pekerja. Ia menceritakan, perlu belasan tahun memperjuangkan bersama rekan sejawat mendapat hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 70 persen bekerja di perusahaan.</p>
<p>"Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024," jelasnya.</p>
<p>Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul, menyampaikan Gresik memiliki potensi besar daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.</p>
<p>Angka Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik. </p>
<p>Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja.</p>
<p>"Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Desak Evaluasi PLN hingga Transparansi APBD dalam Aksi di DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uin-satu-tulungagung-desak-evaluasi-pln-hingga-transparansi-apbd-dalam-aksi-di-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uin-satu-tulungagung-desak-evaluasi-pln-hingga-transparansi-apbd-dalam-aksi-di-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Selain evaluasi layanan, mahasiswa juga meminta PLN melakukan pendataan secara rinci dan terbuka terkait dampak serta kerugian ekonomi yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bde31c6721.webp" length="92950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 22:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, unjuk rasa mahasiswa, dema uin satu tulungagung, pemadaman listrik, mbg, kdmp, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026) sore. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan daerah hingga isu nasional yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.</p>
<p>Dengan pengawalan aparat kepolisian, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan puluhan poster berisi tuntutan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan pelayanan publik, khususnya di sektor kelistrikan yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.</p>
<p>Koordinator lapangan aksi, Hendra Nurdiansyah, mengatakan bahwa mahasiswa membawa sedikitnya 13 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.</p>
<p>"Di sini ada beberapa tuntutan dari teman-teman mahasiswa yang kami sampaikan langsung kepada pemerintah daerah. Salah satunya mendesak PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan sistem pelayanan kelistrikan di seluruh wilayah Tulungagung," ujar Hendra.</p>
<p>Selain evaluasi layanan, mahasiswa juga meminta PLN melakukan pendataan secara rinci dan terbuka terkait dampak serta kerugian ekonomi yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Kami juga mendesak agar tersedia mekanisme kompensasi dan pertanggungjawaban yang adil sesuai ketentuan perundang-undangan bagi pelanggan yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik," katanya.</p>
<p>Menurut Hendra, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dan pertanian. Bahkan, berdasarkan temuan mahasiswa di lapangan, kerugian yang dialami kelompok masyarakat cukup besar.</p>
<p>"Kemarin salah satu sampel yang kami temukan, satu kelompok peternak ikan mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar dalam kurun waktu kurang lebih dua hari akibat pemadaman listrik saat masa panen," ungkapnya.</p>
<p>Selain persoalan kelistrikan, mahasiswa juga menuntut Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk lebih aktif mengawasi kualitas pelayanan publik serta menyediakan kanal transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang lengkap, rinci, dan mudah diakses masyarakat.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberadaan KDMP yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.</p>
<p>Hendra menilai, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG harus menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan maupun masalah serupa di masa mendatang.</p>
<p>"Pandangan kami soal MBG di Tulungagung perlu adanya evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait pelaksanaannya melalui SPPG. Tujuannya agar ke depan tidak terjadi penyelewengan anggaran dan pelaksana program dapat menjalankan amanah dengan baik," jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyinggung adanya sejumlah kasus keracunan yang menimpa penerima program tersebut di berbagai daerah yang menurutnya harus dijadikan bahan evaluasi.</p>
<p>"Saya rasa dari tahun ke tahun juga ada kasus keracunan yang dialami siswa maupun penerima program. Ini menjadi evaluasi besar agar pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik lagi," tambahnya.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, melakukan evaluasi terhadap struktur kabinet dan birokrasi, mempercepat pembahasan serta pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, mengembalikan supremasi sipil sesuai amanat Reformasi 1998, serta menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis maupun warga yang menyampaikan aspirasi secara damai.</p>
<p>Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat.</p>
<p>Aksi berlangsung tertib hingga sore hari dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Perwakilan mahasiswa juga diterima pihak DPRD Tulungagung, untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak-pihak terkait di kantor DPRD. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Alih Fungsi Lahan Pertanian, Petani Jambearum Jember Protes Perluasan Gudang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-alih-fungsi-lahan-pertanian-petani-jambearum-jember-protes-perluasan-gudang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-alih-fungsi-lahan-pertanian-petani-jambearum-jember-protes-perluasan-gudang</guid>
<description><![CDATA[ Pantauan di lokasi, tampak satu unit alat berat jenis eksavator tengah beroperasi di tengah lahan. Alat berat tersebut dikerahkan untuk meratakan tanah yang masuk dalam zona dilindungi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bb71e34a9b.webp" length="24250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 18:32:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>jember, pertanian, lahan hijau, persitiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP - </strong>Pembangunan gudang milik PT Abadi Langgeng Gemilang di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menuai protes dari para petani. Proyek perluasan gudang yang diduga mitra dari Perum Bulog ini, dituding telah mengalihfungsikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) hingga memicu banjir di areal persawahan warga.</p>
<p>“Perluasan gudang ini memicu banjir di area persawahan kami para petani,” kata sumber petani yang enggan disebutkan namanya, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Keluhan dari para petani setempat akhirnya direspon dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jambearum. Plt Sekretaris Desa Jambearum, Ahmad Zuhri, mengungkapkan, proyek tersebut membawa dampak buruk bagi sistem irigasi pertanian di wilayahnya.</p>
<p>"Banyak petani yang mengeluhkan adanya pembangunan gudang itu. Karena saluran air sawah jika hujan pasti meluap. Kenapa meluap? Karena irigasi sawah berada di bawah bangunan tersebut," ucapnya.</p>
<p>Zuhri menambahkan, tersumbatnya saluran irigasi ini. Membuat kawasan di sebelah utara bangunan kerap terendam banjir.</p>
<p>"Saking banyaknya yang laporan, kami menginventarisasi kemungkinan ada 10 hektare sawah yang terdampak," paparnya.</p>
<p>Kata dia, pihak Pemdes Jambearum menegaskan, status awal lokasi pembangunan tersebut murni merupakan kawasan hijau atau lahan persawahan produktif. Mereka pun mengaku kecolongan dengan adanya proyek gudang ini.</p>
<p>"Dulunya area ini area persawahan Mas, terutama sawah padi. Kami pihak desa tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah menjual sawahnya. Kami juga awalnya tidak tahu-menahu adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi gudang," ungkapnya.</p>
<p>“Pihak desa sebenarnya sudah melayangkan teguran dan peringatan kepada manajemen PT Abadi Langgeng Gemilang. Namun, hingga kini teguran tersebut terkesan diabaikan dan belum ada tindak lanjut,” tambahnya.</p>
<p>Upaya konfirmasi telah dilakukan ke lokasi proyek PT Abadi Langgeng Gemilang. Namun, tidak ada pihak manajemen yang bersedia menemui awak media. Petugas keamanan (satpam) di lokasi hanya mengarahkan untuk menghubungi kepala gudang.</p>
<p>"Mending konfirmasi kepada Pak Eko, Mas. Nanti saya kasih nomornya untuk langsung ke beliau janjiannya," ujar satpam PT Abadi Langgeng Gemilang.</p>
<p>Saat kepala gudang bernama Eko, dihubungi via telepon dan dikirimi pesan singkat, yang bersangkutan tidak memberikan respons.</p>
<p>Pantauan di lokasi, tampak satu unit alat berat jenis eksavator tengah beroperasi di tengah lahan. Alat berat tersebut dikerahkan untuk meratakan tanah yang masuk dalam zona dilindungi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Wanita dalam Mobil Plat Merah di Bandara Juanda Gegerkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-wanita-dalam-mobil-plat-merah-di-bandara-juanda-gegerkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-wanita-dalam-mobil-plat-merah-di-bandara-juanda-gegerkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Jasad tersebut pertama kali ditemukan setelah warga menaruh curiga pada tetesan air misterius yang keluar dari bagian bawah kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b947644b39.webp" length="17192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 16:13:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong>–Warga dan pengguna jasa di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang wanita di dalam kabin mobil dinas berpelat merah yang tengah terparkir, Rabu (24/6/2026) siang. </p>
<p></p>
<p>Jasad tersebut pertama kali ditemukan setelah warga menaruh curiga pada tetesan air misterius yang keluar dari bagian bawah kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini bermula ketika beberapa sopir yang memarkirkan kendaraan mereka di sekitar lokasi melihat ada kejanggalan pada mobil pelat merah tersebut. </p>
<p></p>
<p>Mereka memperhatikan adanya aliran air yang terus menetes dari bagian bawah mobil secara tidak wajar.</p>
<p></p>
<p>Heri, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kecurigaan para sopir itulah yang akhirnya mengungkap keberadaan korban.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya para sopir curiga karena ada tetesan air dari mobil itu. Setelah dicek bersama-sama, ternyata ada sosok wanita di dalam mobil," ujar Heri saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Melihat adanya sesosok wanita yang sudah tidak bergerak di dalam kendaraan, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak keamanan bandara. </p>
<p></p>
<p>Petugas keamanan Bandara Juanda langsung bergerak cepat mengamankan area sekitar mobil guna menjaga tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas lengkap korban hingga instansi pemerintah pemilik mobil dinas pelat merah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Penyebab pasti kematian korban, yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan awal oleh pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi jenazah dari dalam mobil dinas tersebut dengan pengawalan ketat di lokasi kejadian. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Gresik Demo Dukung Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-gresik-demo-dukung-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-gresik-demo-dukung-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Di depan kantor wakil rakyat, mereka menyampaikan dukungan penuh untuk kelanjutan program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b636e83336.webp" length="98188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 12:56:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, DPRD Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Warga Gresik mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Massa yang terdiri dari relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), wali murid, peternak, hingga petani penyuplai Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini menyuarakan aspirasi mereka.</p>
<p>​Di depan kantor wakil rakyat tersebut, mereka menyampaikan dukungan penuh untuk kelanjutan program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Memulai keberangkatan dari kawasan Bandar Grisse, Kecamatan Gresik, massa aksi berjalan kaki sejauh 500 meter menuju Kantor DPRD Gresik.</p>
<p>Massa aksi berjalan dengan membawa berbagai atribut spanduk dan poster dukungan program MBG.</p>
<p>Sesampainya di Kantor DPRD Gresik, massa aksi melakukan orasi menuntut perwakilan DPRD Gresik meneruskan aspirasi dukungan MBG ke pemerintah pusat. </p>
<p>Setidaknya ada tujuh pernyataan tuntutan dukungan melanjutkan program MBG yang diterima langsung oleh perwakilan anggota DPRD Gresik.</p>
<p>Salah satu massa aksi, Rahayu (40), mengungkap alasan ikut dalam aksi massa karena program MBG sangat bermanfaat bagi anak-anak.</p>
<p>Ia ingin menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD untuk meminta Presiden Prabowo Subianto melanjutkan program MBG.</p>
<p>"Saya sebagai wali murid sangat mendukung sekali MBG," kata dia.</p>
<p>Rahayu mengatakan, pemberhentian program MBG sejak beberapa pekan terakhir berdampak juga ke masyarakat luas.</p>
<p>Suplier bahan pokok seperti para peternak, nelayan, hingga petani terdampak barang produksinya tidak terserap maksimal.</p>
<p>Ia menyebut, sebelumnya omset para suplier bahan pokok mengalami kenaikan omset dengan adanya program MBG.</p>
<p>"Anak-anak di sekolah juga senang. Karena anak yang tidak biasa sarapan pagi saat berangkat sekolah, bisa mendapat MBG," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, perwakilan DPRD Gresik Lutfi Dhawam, menyampaikan telah menerima aspirasi dari aksi massa.</p>
<p>Sebanyak tujuh tuntutan dari aksi massa tersebut akan diteruskan ke DPR RI untuk disampaikan ke pemerintah pusat. </p>
<p>"Secara garis besar mereka meminta untuk program MBG dilanjutkan. Karena kebanyakan yang hadir dalam aksi massa ialah warga yang terdampak seperti relawan, UMKM, petani, peternak, dan penerima manfaat lainnya," pungkas Wakil Ketua DPRD Gresik itu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tradisi Sosial Sejak 1976, Ponpes Gadingmangu Jombang Khitan Massal 72 Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tradisi-sosial-sejak-1976-ponpes-gadingmangu-jombang-khitan-massal-72-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tradisi-sosial-sejak-1976-ponpes-gadingmangu-jombang-khitan-massal-72-anak</guid>
<description><![CDATA[ Selain warga sekitar kawasan pondok, terkhusus Desa Gadingmangu, peserta khitan juga berasal dari warga Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b5ac9e9df5.webp" length="81134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 11:57:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Khitan Massal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>-Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu menggelar acara Bakti sosial Khitanan massal untuk anak laki-laki disekitar kawasan pondok. Ada sebanyak 72 orang anak terdaftar mengikuti kegiatan khitan di Aula Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan sosial rutin pondok sejak tahun 1976. Selain warga sekitar kawasan pondok, terkhusus Desa Gadingmangu, peserta khitan juga berasal dari warga Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Pengurus Ponpes Gadingmangu, KH Dawud Bin Ali mengatakan kegiatan khitan massal sebagai bentuk ikhtiar Ponpes untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.</p>
<p></p>
<p>"Ikhtiar sosial untuk warga sekitar dan membangun sinergi bersama pemerintah daerah," ucap KH Dawud Bin Ali dalam sambutan yang disampaikan.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari pemerintah selama ini. Ponpes Gadingmangu terus berkomitmen secara reguler mengadakan bakti sosial khitan massal setiap tahunnya. </p>
<p></p>
<p>"Kurang lebih sudah sebanyak 80 kali kegiatan terselenggara sejak tahun 1976," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah peserta untuk tahun 2026 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun ini ponpes menerima pendaftar sebanyak 72 orang, sedangkan tahun sebelumnya sebanyak kurang lebih 60 orang.</p>
<p></p>
<p>Senada Humas Ponpes Gadingmangu, Rudi Haryanto menyebut ada 8 orang tenaga medis yang membantu kegiatan khitanan massal. </p>
<p></p>
<p>"Tenaga medis dari beberapa klinik di wilayah kecamatan Perak," ujar Rudi.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya berterima kasih atas kehadiran forkopimda maupun forkopimcam, termasuk kehadiran dari Wakil Bupati Jombang KH Salmanuddin Yazid atau Gus Salman.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid menyampaikan kehadiran Forkopimda untuk memenuhi undangan kegiatan khitanan massal Ponpes Gadingmangu dengan jumlah peserta sebanyak kurang lebih 70 orang.</p>
<p></p>
<p>"Semoga anak-anak yang di khitan cepat diberikan kesembuhan dan kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa," tandas Gus Wabub. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lalai Saat Kuras Tangki Motor, Rumah dan 4 Kendaraan di Nganjuk Dilalap Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lalai-saat-kuras-tangki-motor-rumah-dan-4-kendaraan-di-nganjuk-dilalap-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lalai-saat-kuras-tangki-motor-rumah-dan-4-kendaraan-di-nganjuk-dilalap-api</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh percikan api dari sepeda motor yang sedang dikuras bensinnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b5f855598e.webp" length="21092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 10:53:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, rumah dan motor ludes, dilalap api, tidak ada korban jiwa, kerugian jutaan rupiah, Damkar Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Sebuah rumah di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, luluh lantak setelah dilalap si jago merah pada Selasa (23/5/2026) menjelang tengah malam. </p>
<p></p>
<p>Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh percikan api dari sepeda motor yang sedang dikuras bensinnya.</p>
<p></p>
<p>Insiden ini menimpa kediaman milik Agus Riadi (55). Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk, laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 22.53 WIB.</p>
<p></p>
<p>Menurut informasi di lapangan, petaka bermula sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, seorang saksi tengah mengeluarkan bensin dari keran tangki sepeda motor Suzuki Thunder. Diduga karena kelalaian, proses pengurasan bensin tersebut dilakukan dalam kondisi kunci kontak motor yang masih menyala (on).</p>
<p></p>
<p>Seketika, muncul percikan api dari sistem kelistrikan motor yang langsung menyambar aliran bensin. Api dengan cepat membesar, menghanguskan motor tersebut, lalu menjalar ke area teras. Kobaran api kemudian merembet masuk dan membakar ruang tamu hingga ruang tengah rumah korban yang berukuran 7 x 10 meter.</p>
<p></p>
<p>Begitu menerima laporan, petugas DPKP Kabupaten Nganjuk langsung bergerak cepat menuju lokasi guna mencegah api merembet ke pemukiman padat penduduk.</p>
<p></p>
<p>"Petugas menerima laporan menjelang tengah malam dan langsung meluncur ke lokasi. Armada dari Mako Damkar dan Pos Rejoso tiba di tempat kejadian dalam waktu 7 menit untuk langsung melakukan lokalisir api," ujar Joko, perwakilan Regu Pemadam Kebakaran DPKP Nganjuk dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPKP Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (24/5/2026).</p>
<p></p>
<p>"Benar, ada kejadian kebakaran rumah tinggal milik saudara Agus Riadi (55) menjelang tengah malam tadi. Laporan masuk ke dinas kami pukul 22.53 WIB, dan tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan," kata Imam.</p>
<p></p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 75.000.000. Selain bangunan rumah yang mengalami kerusakan parah dari bagian depan hingga tengah, terdapat 4 unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar, yaitu 2 unit Suzuki Thunder warna hitam, tanpa nomor polisi, 1 unit Honda Beat warna abu-abu, dan 1 unit Honda C 70 warna merah. </p>
<p></p>
<p>Upaya pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan dan dinyatakan kondusif pada Rabu dini hari pukul 00.15 WIB. Aksi tanggap darurat ini berhasil berjalan lancar berkat kolaborasi solid di lapangan yang melibatkan petugas Damkar, instansi terkait, serta warga sekitar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragis, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragis-bocah-4-tahun-tewas-terjebak-kebakaran-rumah-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragis-bocah-4-tahun-tewas-terjebak-kebakaran-rumah-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Saat kebakaran terjadi, kedua kakak beradik tersebut berada di dalam rumah. Dalam situasi mencekam, sang kakak, Aldery, mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b357ea4445.webp" length="30808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 08:42:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong>–Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Petemon Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Senin (22/6/2026) siang. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bernama Kyaranissa Kamila Susetyo yang terjebak di dalam rumah. Sementara itu, sang kakak, Aldery Ahmad Susetyo (11), berhasil menyelamatkan diri.</p>
<p></p>
<p>Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Api dengan cepat membesar, terutama di lantai dua bangunan rumah.</p>
<p></p>
<p>Saat kebakaran terjadi, kedua kakak beradik tersebut berada di dalam rumah. Dalam situasi mencekam, sang kakak, Aldery, mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri. </p>
<p></p>
<p>Ia memecahkan kaca jendela lantai dua lalu melompat keluar. Akibat aksi nekatnya ini, Aldery berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.</p>
<p></p>
<p>Sayangnya, sang adik, Kyaranissa, tidak sempat menyelamatkan diri dan terjebak di dalam kobaran api. Petugas pemadam kebakaran menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan.</p>
<p></p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung mengerahkan 10 unit armada pemadam ke lokasi begitu menerima laporan warga.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa petugas sempat mengalami kendala saat menuju lokasi kejadian. Akses jalan menuju rumah korban sangat sempit, sehingga menyulitkan ruang gerak mobil pemadam. Di sisi lain, api di lantai dua sudah terlanjur membesar saat petugas tiba.</p>
<p></p>
<p>"Untuk korban ada dua orang anak kakak beradik. Sang kakak berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar," ujar Rini pada Selasa (23/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Di tengah masyarakat, beredar kabar burung bahwa kebakaran ini dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar benda mudah terbakar. Namun, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak langsung berspekulasi.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, menegaskan bahwa dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan resmi karena proses penyelidikan masih berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Itu hanya informasi awal dari warga (katanya saja), tidak bisa dijadikan patokan. Kami masih menyelidiki untuk memastikan penyebab pastinya," jelas Kompol Muljono, Selasa (23/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk menemukan titik awal api dan penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian akan menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p></p>
<p>"Tim Labfor Polda akan melakukan olah TKP sebagai tim ahli dalam kasus kebakaran ini," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemukulan Kenteng 9 Kali Tandai Penutupan Munas&amp;Konbes PBNU 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemukulan-kenteng-9-kali-tandai-penutupan-munas-konbes-pbnu-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemukulan-kenteng-9-kali-tandai-penutupan-munas-konbes-pbnu-2026</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a9ae0ecf4a.webp" length="57834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 22:41:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Presiden Prabowo Subianto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Madura, Selasa (23/6/2026). </p>
<p>Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan Kenteng sebanyak sembilan kali. Kenteng ini, merupakan Kenteng penuh sejarah milik Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Kenteng yang sama juga dibunyikan sebagai pembuka Munas-Konbes beberapa waktu lalu. </p>
<p>Angka sembilan dipilih sebagai simbol bintang sembilan pada lambang NU sekaligus merepresentasikan Wali Songo. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menilai NU memiliki karakter kuat sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nasionalisme.</p>
<p>“Ada satu ciri khas yang dari dahulu saya perhatikan, bahwa NU adalah organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotis, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotis” kata Presiden Prabowo.</p>
<p>Presiden Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan keluarga besar NU terhadap bangsa dan negara. Ia optimistis NU akan terus memainkan peran positif untuk bangsa dan negara. Kedekatan para kiai dan ulama dengan masyarakat, khususnya di pedesaan, dinilai menjadi kekuatan utama NU dalam memahami persoalan rakyat.</p>
<p>“Para kiai dan para ulama adalah tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat, terutama rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai dan para ulama paham dan mengerti apa yang dirasakan rakyat kita. Para kiai dan ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” katanya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar turut menyampaikan doa dan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kemampuan menghadirkan kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi rakyat.</p>
<p>“Semoga Bapak Presiden kita (Prabowo Subianto) sehat wal afiat dan selalu mendapat perlindungan Allah. Semoga pula diberikan gagasan-gagasan cemerlang agar rakyat dan umat yang besar ini segera memperoleh apa yang mereka harapkan, sehingga negeri ini dipenuhi kemakmuran dan keadilan, yakni keadilan dalam kemakmuran,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap berbagai langkah yang dijalankan pemerintah dapat semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional. Di antaranya Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>Kemudian Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, KH Said Aqil Siradj, Miftah Maulana Habiburrahman, serta sejumlah kiai dan tokoh lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Prabowo Sebut NU Penyelamat Bangsa di Masa Krusial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-sebut-nu-penyelamat-bangsa-di-masa-krusial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-sebut-nu-penyelamat-bangsa-di-masa-krusial</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan apresiasi tinggi bagi kontribusi NU yang dinilainya selalu hadir sebagai penyelamat soko guru bangsa di masa-masa krusial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a9b8bc73af.webp" length="35840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 22:10:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Presiden Prabowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Sebagai organisasi para ulama, Presiden Prabowo Subianto menilai NU memiliki jangkauan paling dekat dengan masyarakat akar rumput, terutama di pedesaan. Kedekatan inilah yang membuat para ulama sangat memahami penderitaan dan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh rakyat.</p>
<p>Hal ditekankan Presiden Prabowo Subianto saat penutupan Munas-Konbes PBNU 2026 di Munas-Konbes NU 2026 di IAI Syaichona Kholil Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan apresiasi tinggi bagi kontribusi NU yang dinilainya selalu hadir sebagai penyelamat soko guru bangsa di masa-masa krusial.</p>
<p>"NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam kondisi sulit. Warga NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara," tutur Presiden Prabowo. </p>
<p>Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional yang sangat panjang dengan NU. Presiden Prabowo menceritakan saat kecil bertetangga dengan keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jakarta, serta mengenang neneknya yang warga NU.</p>
<p>"Saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar NU. Nyaman dan aman. Saya kenal NU dari dulu lama sejak kecil," ungkap Presiden Prabowo.</p>
<p>Presiden Prabowo juga memuji karakter khas NU yang tidak hanya fokus pada nilai keagamaan, tetapi juga sangat nasionalis dan patriotis. Ia menyoroti lagu Yalal Wathan yang diciptakan sebelum Indonesia merdeka, namun sudah menggelorakan semangat cinta Tanah Air yang luar biasa disertai kepalan tangan yang khas.</p>
<p>"NU memang hebat, NU berada di mana-mana. Semua partai ada NU hari ini, jadi NU enggak pernah kalah," ujar Presiden Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.</p>
<p>Di hadapan peserta Munas dan Konbes NU, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memenuhi sumpah jabatan dalam melindungi hak-hak rakyat dengan menghentikan segala bentuk kebocoran anggaran dan penyimpangan sistemik yang sudah berlangsung lama. </p>
<p>Menurutnya, data dari PBB yang diolah Dewan Ekonomi Nasional, menunjukkan Indonesia mengalami kerugian hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15 ribu triliun selama 34 tahun akibat praktik under invoicing atau laporan palsu oleh pengusaha yang melarikan kekayaan ke luar negeri (Net Outflow of National Wealth).</p>
<p>Presiden juga mengklaim bahwa dalam 18 bulan masa kepemimpinannya, pemerintah telah mengambil alih kembali lebih dari 5 juta hektare lahan sawit ilegal di hutan lindung dan menutup ratusan tambang ilegal tanpa izin yang merugikan negara ratusan miliar per bulan.</p>
<p>Urusan efisiensi juga diwujudkan ketika seribu lebih perusahaan BUMN yang membebani kas negara dan kerap menjadi tempat persembunyian praktik korupsi dievaluasi. Pemerintah, ungkap Presiden, telah menutup sekitar 240 perusahaan yang tidak produktif dan menargetkan akan menutup hingga 800 perusahaan negara yang merugi.</p>
<p>Presiden Prabowo menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa uang negara yang berhasil diselamatkan dari kebocoran tersebut kini dialihkan langsung untuk program kerakyatan, termasuk perbaikan puluhan ribu sekolah/madrasah, pembangunan jalan desa, peningkatan produksi pangan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan.</p>
<p>"Pemerintah saya yakin berada di jalan yang benar, di jalan kebenaran, kejujuran, dan mempertahankan kepentingan rakyat. Saya tidak akan kompromi satu rupiah pun," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Yahya Tegaskan Warga NU Siap Berkorban Demi Kepentingan Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-tegaskan-warga-nu-siap-berkorban-demi-kepentingan-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-tegaskan-warga-nu-siap-berkorban-demi-kepentingan-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Nahdlatul Ulama, jelasnya, akan selalu konsisten hadir untuk menjaga serta melestarikan bangsa dan negara. Ia memastikan bahwa seluruh kiai, pemimpin, dan kader NU yang hadir merupakan representasi dari rakyat yang loyal terhadap NKRI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a9add562aa.webp" length="45224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 21:40:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, presiden Prabowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi ditutup pada Selasa (23/6/2026). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto. </p>
<p>"Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1–5 Agustus mendatang di tempat yang akan segera kami sepakati bersama," ujar Gus Yahya.</p>
<p>Nahdlatul Ulama, jelasnya, akan selalu konsisten hadir untuk menjaga serta melestarikan bangsa dan negara. Ia memastikan bahwa seluruh kiai, pemimpin, dan kader NU yang hadir merupakan representasi dari rakyat yang loyal terhadap NKRI.</p>
<p>"Bersama Bapak saat ini hadir para kiai, para pemimpin NU, dan kader-kader NU. Di luar sana, Presiden juga telah bertemu dengan warga NU yang menunjukkan kecintaan kepada kepemimpinan kita. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara," imbuh Gus Yahya.</p>
<p>Para Nahdliyin pun dipastikan siap untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan Tanah Air dengan modal optimisme dan iman yang teguh.</p>
<p>"Kami adalah rakyat yang siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan rasa optimis karena kami yakin dengan iman yang teguh, khidmah yang istiqamah, serta perjuangan fi sabilillah untuk bangsa dan negara," ujar Gus Yahya. </p>
<p>Gus Yahya kemudian mengutip firman Allah SWT, ‘Nasrun minallah wa fathun qarib’ yang berarti pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat.</p>
<p>"Janji Allah tidak akan meleset. Selama kita teguh dalam iman, pertolongan Allah tidak akan meleset," pungkasnya disambut takbir dan tepuk tangan para hadirin.</p>
<p>Acara penutupan yang dipusatkan di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, dihadiri oleh sekira 1.500 orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. </p>
<p>Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 Prof. Muhammad Nuh mengatakan kehadiran Presiden pada forum tersebut memiliki makna penting, tidak hanya secara seremonial, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan Munas dan Konbes 2026.</p>
<p>Menurutnya, Presiden Prabowo hadir karena menyambut baik hasil, proses dan mekanisme dalam Munas dan Konbes NU. “Kalau hasilnya tidak bagus, saya yakin Presiden juga enggan hadir. Tapi karena pelaksanaan dan substansi yang dibahas luar biasa, maka Pak Presiden berkenan rawuh,” ujarnya.</p>
<p>Prof M Nuh menegaskan Munas dan Konbes bukan menjadi akhir dari proses pembahasan di lingkungan NU. Tapi akan dilanjutkan dalam muktamar mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.</p>
<p>“Bahan-bahan yang kemarin kita bahas, akan kita rapikan, elaborasi, dan perkaya dengan mengundang berbagai macam pandangan para pakar pra-Muktamar. Supaya nanti muktamar semakin kaya lagi pembahasan yang menangkut internal organisasi PBNU atau Ke-NU-an maupun yang terkait dengan nasional maupun global,” kata Prof M. Nuh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bhakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke&amp;80 Jombang Sasar Ribuan Penerima Manfaat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bhakti-kesehatan-hari-bhayangkara-ke-80-jombang-sasar-ribuan-penerima-manfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bhakti-kesehatan-hari-bhayangkara-ke-80-jombang-sasar-ribuan-penerima-manfaat</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan berakhir pada 30 Juni 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39f4af04ba9.webp" length="50216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 09:57:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bhakti Kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Polda Jawa Timur menggelar puncak kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti kesehatan yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan berakhir pada 30 Juni 2026.</p>
<p>Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr. Wahono Edi Prastowo, menjelaskan bahwa puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri dari Mabes Polri.</p>
<p>"Bakti kesehatan ini dilaksanakan serentak oleh Bidokkes di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Timur, puncaknya digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang," ujarnya.</p>
<p>Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada masyarakat, meliputi operasi katarak, khitan massal, operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, hingga layanan kesehatan gigi.</p>
<p>Kombes Pol dr. Wahono Edi Prastowo menyampaikan bahwa kegiatan ini menargetkan sebanyak 2.500 penerima manfaat dari berbagai kalangan, di antaranya pelajar, balita, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, pekerja, pengemudi ojek online, serta masyarakat umum di sekitar Jombang.</p>
<p>Selain pelayanan kesehatan, Polda Jatim juga memperkenalkan program Kartu Bhayangkara Prioritas. Program yang telah berjalan sekitar tiga tahun ini ditujukan bagi mitra dan masyarakat yang memenuhi syarat.</p>
<p>"Kartu Bhayangkara Prioritas memberikan kemudahan dan prioritas pelayanan yang setara dengan keluarga besar Polri, mulai dari pendaftaran hingga pelayanan kesehatan lainnya," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemegang kartu tetap harus terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan agar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.</p>
<p>Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Kartu Bhayangkara Prioritas dapat langsung datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Jombang. Wahono berharap keberadaan rumah sakit tersebut semakin dikenal luas dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas kesehatan umum.</p>
<p>"Rumah Sakit Bhayangkara Jombang tidak hanya untuk keluarga besar Polri, tetapi juga melayani seluruh masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ini, kami ingin hadir dan berbakti langsung kepada masyarakat," tuturnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Gudang Tembakau di Bondowoso Merembet ke Tiga Rumah Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korsleting-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-gudang-tembakau-di-bondowoso-merembet-ke-tiga-rumah-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korsleting-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-gudang-tembakau-di-bondowoso-merembet-ke-tiga-rumah-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran gudang tembakau PT Sadana Arif Nusa di Desa Pancoran, Bondowoso, merambat ke tiga rumah warga. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39db42e481b.webp" length="42660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kebakaran hebat melanda gudang tembakau milik PT Sadhana Arif Nusa di Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu tidak hanya menghanguskan gudang penyimpanan, tetapi juga merambat ke tiga rumah warga di sekitar lokasi.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Mastrip RT 14 RW 05. Asap pekat dan kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat panik warga sekitar. Material gudang yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB dan segera mengerahkan tim ke lokasi bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman serta penanganan darurat.</p>
<p>Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik di area gudang tembakau. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.</p>
<p>Menurut keterangan salah satu pemilik rumah terdampak, Tuama, dirinya sempat mendengar suara ledakan dari bagian tengah rumah sebelum api menyambar bangunan.</p>
<p>"Saya mendengar suara ledakan dari ruang tengah rumah. Saat keluar rumah, api sudah besar dan langsung menyambar bangunan," ungkapnya.</p>
<p>Api kemudian merambat ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi sehingga menyebabkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang. Selain itu, gudang tembakau berukuran sekitar 50 x 15 meter turut mengalami kerusakan parah. Sedikitnya 200 palet kayu yang berada di dalam gudang ikut terbakar.</p>
<p>Untuk memadamkan api, BPBD Bondowoso bersama Damkar, TNI, Polri, PMI, DLH, Pemerintah Kecamatan Bondowoso, Pemerintah Desa Pancoran, serta sejumlah relawan dan warga setempat menerjunkan armada tangki air dalam jumlah besar. Total sedikitnya sembilan armada suplai air dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran, truk tangki BPBD, water canon Polres Bondowoso, hingga kendaraan tangki milik TNI dan PMI.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menyebutkan, proses pemadaman menghadapi kendala karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam gudang. Meski demikian, upaya penanganan berhasil mencapai 100 persen dan api dapat dikendalikan pada malam hari.</p>
<p>"Poses pemadaman memakan waktu berjam-jam dan petugas masih melakukan pendinginan di area terdampak untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan terhadap kerusakan bangunan serta kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hadiri Pembukaan di Kediri, Presiden Prabowo Dijadwalkan Tutup Munas&amp;Konbes PBNU 2026 di Bangkalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hadiri-pembukaan-di-kediri-presiden-prabowo-dijadwalkan-tutup-munas-konbes-pbnu-2026-di-bangkalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hadiri-pembukaan-di-kediri-presiden-prabowo-dijadwalkan-tutup-munas-konbes-pbnu-2026-di-bangkalan</guid>
<description><![CDATA[ Acara puncak sendiri dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB bersama Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a394778dfafd.webp" length="42288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:00:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026) siang.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Steering Committee (SC), Prof. M. Nuh, menyampaikan bahwa kepastian kehadiran Presiden diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak hingga menjelang penutupan kegiatan. Pihak panitia juga telah mematangkan seluruh persiapan acara.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah tadi malam sekitar pukul 12 sudah mendapatkan kepastian dan insyaallah Pak Presiden berkenan rawuh, berkenan hadir," ujar Prof. M. Nuh pada Senin (22/06/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa rangkaian penutupan akan diawali dengan ziarah ke makam para pendiri NU di kawasan Bangkalan. Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan istigasi bersama sebelum memasuki acara puncak.</p>
<p></p>
<p>Acara puncak sendiri dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB bersama Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p></p>
<p>Gus Ipul menjelaskan, seluruh persiapan terus dikebut selama sepekan terakhir dengan melibatkan berbagai unsur, terutama dzuriyah (keturunan) Syaikhona Kholil Bangkalan.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini kita lihat kesiapan sudah mencapai 90 persen. Saya berterima kasih kepada seluruh dzuriyah dari Syaikhona Kholil Bangkalan yang membantu begitu luar biasa meskipun waktunya mendadak," kata Gus Ipul.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gus Ipul, momentum penutupan Munas dan Konbes ini sangat penting bagi warga serta pengurus NU untuk mempererat silaturahim. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, momen ini menjadi landasan untuk menindaklanjuti keputusan organisasi menuju Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada Agustus mendatang.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap Muktamar NU nanti dapat berjalan lancar atas doa serta restu para kiai, sehingga mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis untuk memperkuat jamiyah, umat, dan menuntun peradaban.</p>
<p></p>
<p>Gus Ipul juga mengajak seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk menyukseskan Muktamar melalui kegiatan keagamaan khas tradisi NU, seperti istigasah dan doa bersama.</p>
<p></p>
<p>"Dengan melakukan istighosah, dan berbagai kegiatan keagamaan sesuai dengan tradisi Nahdlatul Ulama agar menjadi energi bagi muktamar yang akan datang," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir keterangannya, Gus Ipul mengundang seluruh pengurus cabang NU se-Jawa Timur, pengurus wilayah, badan otonom, serta warga Nahdliyin untuk ikut menyukseskan agenda penutupan ini.</p>
<p></p>
<p>"Mari kita ikut berpartisipasi, mudah-mudahan besok lancar, pulang membawa keberkahan," pungkas Gus Ipul. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>3 Rekomendasi Pengelolaan Haji Dari Munas&amp;Konbes PBNU 2026 </title>
<link>https://suarajatimpost.com/3-rekomendasi-pengelolaan-haji-dari-munas-konbes-pbnu-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/3-rekomendasi-pengelolaan-haji-dari-munas-konbes-pbnu-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pengelolaan keuangan haji, turut menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam rapat komisi Munas-Konbes PBNU 2026.   ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a394774deb23.webp" length="60736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 23:10:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Pengelolaan keuangan haji, turut menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam rapat komisi Munas-Konbes PBNU 2026.  </p>
<p>Koordinator Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah Munas NU 2026 KH Abdul Ghofur Maimoen menyampaikan bahwa perlu amendemen Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 terutama Pasal 10 dan Pasal 16 dan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2018 pasal 21.</p>
<p>"Dengan menambahkan klausul atau ketentuan penggunaan nilai manfaat yang transparan dan berdasarkan prinsip keadilan," kata Gus Ghofur, sapaan akrabnya, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Gus Ghofur mengungkapkan hal tersebut dilatari distribusi nilai manfaat dana haji yang masih menyimpan ketidakjelasan dari aspek regulasi dan syariah. Peraturan perundangan yang ada, terangnya,tidak mengatur secara jelas dan transparan nilai persentase penggunaan nilai manfaat.</p>
<p>"Sehingga jemaah haji mengetahui secara jelas dan utuh hak dari nilai manfaat yang diterima dan berapa yang disalurkan untuk jemaah haji yang berangkat dalam bentuk subsidi," katanya.</p>
<p>Berikutnya, Komisi Qanuniyah Munas NU 2026 juga merekomendasikan perbaikan formulir akad wakalah antara jemaah haji dengan BPKH. Perbaikan yang dimaksud adalah dengan menyebutkan secara jelas dan transparan penggunaan niai manfaat dana haji.</p>
<p>Gus Ghofur menjelaskan bahwa hal ini dilatari ketidakjelasan klausul dalam akad wakalah terutama angka 2 juga menimbulkan ketikdajelasan (gharar) yang melanggar prinsip syariah dan dapat mempengaruhi kerelaan (Ridha) dari jemaah haji.</p>
<p>"Distribusi nilai manfaat haji yang berlaku sekarang ini, sebagaimana fakta sekitar 70 persen untuk subsidi dan sekitar 30 persen untuk jemaah haji tunggu menimbulkan ketidakadilan dan dapat berdampak pada pengelolaan dana haji masa mendatang," katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Gus Ghofur menyampaikan bahwa hasil pembahasan Komisi Qanuniyah Munas NH 2026 juga merekomendasikan agar keputusan Pemerintah dan DPR terkait distribusi nilai manfaat kepada jemaah haji berangkat dikurangi dari tahun ke tahun.</p>
<p>"Sehingga pada tahun tertentu, seluruh nilai manfaat dana haji didistribusikan kepada seluruh jemaah haji secara adil," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.</p>
<p>Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menegaskan bahwa nilai manfaat dana haji adalah milik jamaah haji. Karenanya, jamaah haji berhak mendapatkan distribusi secara adil.</p>
<p>"BPKH sebagai wakil dari jemaah haji dalam mendistribusikan nilai manfaat berdasarkan keputusan pemerintah dan DPR yang harus didasarkan atas izin dari jemaah haji dan pertimbangkan kemaslahatan bagi jemaah haji secara keseluruhan," ujarnya.</p>
<p>Pelaksanaan distribusi nilai manfaat saat ini, menurutnya, masih mengandung ketidakadilan. Sebab, pemerataan distribusi untuk seluruh jemaah haji secara adil belum dapat dilakukan segera karena kondisi darurat yang dapat menimbulkan kesulitan bagi jemaah haji dan pemerintah, maka distribusi nilai manfaat secara adil dapat dilakukan sampai waktu tertentu berdasarkan konsep tadrij al-hukm. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Binaan Lapas Tulungagung Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Sri Muzayanah Kini Punya Hunian yang Lebih Nyaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-binaan-lapas-tulungagung-renovasi-rumah-tak-layak-huni-sri-muzayanah-kini-punya-hunian-yang-lebih-nyaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-binaan-lapas-tulungagung-renovasi-rumah-tak-layak-huni-sri-muzayanah-kini-punya-hunian-yang-lebih-nyaman</guid>
<description><![CDATA[ Program sosial yang selesai dilaksanakan dan diserahkan pada Senin (22/6/2026) tersebut, merupakan hasil program renovasi rumah tidak layak huni yang digagas Lapas Kelas IIB Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393b1bd1664.webp" length="34404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:43:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, lapas tulungagung, bedah rumah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebuah rumah sederhana di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, tampak lebih rapi dan nyaman dibanding sebelumnya. Lantai yang dulunya hanya berlapis semen kini telah dipasang keramik, dinding diperbaiki, dan bahkan tersedia ruang ibadah yang lebih layak untuk keluarga.</p>
<p>Perubahan itu merupakan hasil program renovasi rumah tidak layak huni yang digagas Lapas Kelas IIB Tulungagung. Menariknya, proses pengerjaan renovasi tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga melibatkan sejumlah warga binaan yang telah memiliki sertifikasi keterampilan pertukangan.</p>
<p>Program sosial yang selesai dilaksanakan dan diserahkan pada Senin (22/6/2026) tersebut menyasar rumah milik Sri Muzayanah (46), seorang warga yang selama ini tinggal bersama suami dan anak-anaknya di rumah dengan kondisi yang memerlukan perbaikan.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, menjelaskan bahwa program renovasi rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang bersumber dari dana sosial para pegawai Lapas. Program ini juga menjadi kegiatan perdana yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“Anggaran berasal dari dana sosial pegawai Lapas. Totalnya sekitar Rp10 juta yang digunakan untuk membeli berbagai macam material bangunan dan kebutuhan renovasi rumah,” jelas Kurnia.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam proses renovasi menjadi bagian dari upaya pembinaan yang selama ini dijalankan oleh Lapas. Para warga binaan yang diterjunkan telah memiliki sertifikasi keterampilan pertukangan sehingga dinilai mampu mengerjakan pekerjaan renovasi secara profesional.</p>
<p>“Proses renovasi melibatkan tujuh warga binaan yang sudah memiliki sertifikasi pertukangan. Mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu pekerjaan perbaikan rumah,” ungkapnya.</p>
<p>Kurnia menambahkan, selama berada di luar lingkungan Lapas, para warga binaan tetap berada dalam pengawasan ketat petugas. Sistem pengawalan khusus diterapkan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan sesuai prosedur.</p>
<p>“Selama proses pengerjaan, warga binaan mendapatkan pengawalan khusus dari petugas Lapas. Jadi seluruh aktivitas tetap terpantau dengan baik,” terangnya.</p>
<p>Renovasi rumah tersebut diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar lima hari kerja. Meski demikian, sejumlah bagian penting rumah berhasil diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.</p>
<p>“Ada beberapa bagian rumah yang direnovasi, mulai dari lantai, dinding hingga penambahan ruang ibadah. Kami berupaya agar rumah ini menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” imbuh Kurnia.</p>
<p>Lebih jauh, ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar dapat mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami, program renovasi rumah ini bisa membantu masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. Ke depan, rencananya program seperti ini akan kami lakukan secara berkala setiap tahun,” pungkasnya.</p>
<p>Sri mengaku tidak menyangka rumah yang selama ini ditempatinya akan mendapatkan bantuan renovasi. Baginya, perubahan yang terjadi membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya.</p>
<p>“Dulu lantai rumah hanya disemen saja. Sekarang sudah direnovasi menggunakan keramik,” ujar Sri.</p>
<p>Ia menuturkan, kondisi rumah yang lebih baik membuat aktivitas keluarga menjadi lebih nyaman. Terlebih, anak-anaknya kini dapat tinggal di lingkungan rumah yang lebih layak.</p>
<p>“Sangat senang, sekarang rumah lebih bagus dan ideal untuk ditinggali anak-anak. Kami sekeluarga sangat bersyukur atas bantuan ini,” katanya.</p>
<p>Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIB Tulungagung tidak hanya menghadirkan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pembinaan warga binaan dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi Sri Muzayanah dan keluarganya, bantuan itu menjadi awal baru untuk menjalani kehidupan di rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munas&amp;Konbes PBNU 2026 Bahas Polemik Ketum Rangkap Jabatan dan MBG, Berikut Hasilnya </title>
<link>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-bahas-polemik-ketum-rangkap-jabatan-dan-mbg-berikut-hasilnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-bahas-polemik-ketum-rangkap-jabatan-dan-mbg-berikut-hasilnya</guid>
<description><![CDATA[ Sementara itu polemik makan bergizi gratis juga turut jadi bahan pembahasan. Munas-Konbes PBNU 2026 menegaskan tidak menutup mata atas polemik yang terjadi selama pelaksanaan MBG.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393adc9e3d2.webp" length="22584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:16:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Polemik boleh atau tidaknya Ketua Umum PBNU turut memegang jabatan di pemerintahan turut jadi pembahasan di Munas-Konbes PBNU 2026.  </p>
<p>Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, yang mewakili Komisi Rekomendasi, mengungkapkan saat ini aturan yang berlaku menteri tidak boleh untuk menjadi ketua umum. </p>
<p>Begitu juga sebaliknya, ketua umum harus mengundurkan diri saat mencalonkan atau dicalonkan jabatan politik.</p>
<p>"Ini pun juga diskusi panjang. Karena ada yang menganggap bahwa Menteri itu bukan jabatan politik yang melalui mekanisme seleksi," tuturnya, Senin, (22/6/2026). </p>
<p>Sedangkan untuk jabatan gubernur, jabatan presiden, jabatan gupati, wali kota, maupun anggota dewan semua sepakat tidak boleh (rangkap jabatan) dan harus mengundurkan diri. </p>
<p>"Tidak ada perbedaan pandangan mengenai jabatan gubernur, jabatan presiden, jabatan bupati, wali kota, maupun anggota dewan. Itu semua sepakat, tidak boleh, harus mundur. Tetapi untuk Menteri masih ada perdebatan di situ," tambahnya.</p>
<p>Pembahasan hal tersebut, ditegaskan Prof M Nuh akan berlanjut di Muktamar ke 35 yang telah disepakati pada 1-5 Agustus nanti.</p>
<p>"Kita akomodasikan dua-duanya untuk dipastikan nanti di muktamar," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu polemik makan bergizi gratis juga turut jadi bahan pembahasan. Munas-Konbes PBNU 2026 menegaskan tidak menutup mata atas polemik yang terjadi selama pelaksanaan MBG. </p>
<p>"Dari tujuan yang sangat mulia itu, kami memberikan apresiasi terhadap keberlangsungan MBG, tetapi kita tidak boleh menutup mata. Pentingnya perbaikan mekanisme penyaluran pengelolaan MBG. Itu yang tadi disarankan, termasuk juga adanya afirmasi secara khusus MBG untuk pesantren," tegasnya. </p>
<p>Perbaikan perlu dilakukan karena MBG menyangkut kebutuhan orang banyak dan anggaran yang tidak kecil.</p>
<p>"Sehingga ketepatan sasaran menjadi penting, ketepatan tata kelola menjadi penting tetapi tanpa mengabaikan tujuan utamanya," pungkasnya. </p>
<p>Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung di dua wilayah. </p>
<p>Pembukaan dan rapat pleno berlangsung mulai tanggal 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri. Sementara penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, 23 Juni 2026 besok. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munas&amp;Konbes PBNU 2026 Munculkan 4 Aspek Regulasi Pengelolaan Tambang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2206-munculkan-4-aspek-regulasi-pengelolaan-tambang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2206-munculkan-4-aspek-regulasi-pengelolaan-tambang</guid>
<description><![CDATA[ Munas-Konbes PBNU 2026 yang berlangsung di Ponpes Al-Falah, Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri menghasilkan salah satu hal yang sempat jadi perbincangan banyak pihak, yakni terkait pengelolaan tambang oleh PBNU.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393ad8e5b95.webp" length="17922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Munas-Konbes PBNU 2026 yang berlangsung di Ponpes Al-Falah, Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri menghasilkan salah satu hal yang sempat jadi perbincangan banyak pihak, yakni terkait pengelolaan tambang oleh PBNU. </p>
<p>"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan yang namanya peraturan perkumpulan tentang tambang, pengelolaan aset tambang. Ini yang dulu sempat heboh dan seterusnya tapi sudah kita sepakati ada empat aspek di dalam peraturan perkumpulan tentang pengelolaan aset tambang," ujar ujar Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, Senin, (22/6/2026), yang mewakili Komisi Rekomendasi. </p>
<p>Prof M Nuh menjelas aspek pertama adalah aspek kepemilikan.</p>
<p>"Kita sudah pastikan aset ini adalah aset perkumpulan Nahdlatul Ulama, tidak boleh orang atau PT apapun yang mengklaim memiliki aset ini kepemilikannya 100 persen adalah perkumpulan NU," tukas Prof M Nuh. </p>
<p>Aspek kedua adalah aspek tata kelola. Sesuai dengan hasil Muktamar sebelumnya, dalam pengelolaan tambang tidak diperbolehkan melakukan eksploitasi yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan alam.</p>
<p>"Dari tata kelola kita pastikan sesuai dengan aturan syari'i, boleh eksplorasi tapi begitu eksploitasi yang berlebihan tidak boleh. Tentu kita akan bekerjasama dengan perusahaan dan memang sudah bekerjasama untuk mengelola ini karena NU terbatas kemampuannya," tambahnya. </p>
<p>Kemudian aspek ketiga, yakni aspek pemanfaatan. Menurut Prof M Nuh, aspek manfaat harus dirasakan untuk seluruh NU keluarga besar mulai dari PB sampai ranting termasuk lembaga-lembaga.  </p>
<p>"Tidak boleh dan tidak dibenarkan yang mendapatkan kemanfaatan itu pengurus perorangan dan sebagainya. Itu di dalam peraturan perkumpulan," tegasnya. </p>
<p>Aspek keempat, adalah sifat usaha tidak bersifat isidentil dan harus dipastikan keberlanjutannya termasuk tanggung jawab ekosistem yang ada. </p>
<p>"Pemanfaatannya pun juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Kelayakan Calon Tuan Rumah Muktamar ke 35, PBNU Bentuk Tim Khusus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-kelayakan-calon-tuan-rumah-muktamar-ke-35-pbnu-bentuk-tim-khusus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-kelayakan-calon-tuan-rumah-muktamar-ke-35-pbnu-bentuk-tim-khusus</guid>
<description><![CDATA[ Wilayah yang diusulkan dan disepakati adalah NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. PBNU akan membentuk sebuah tim khusus untuk memastikan kelayakan dari masing-masing opsi tempat sebelum menetapkan lokasi Muktamar.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393ad19175b.webp" length="26668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:15:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Pelaksanaan Muktamar PBNU ke 35 disepakati digelar pada 1-5 Agustus 2026. Di Munas-Konbes PBNU 2026 yang berlangsung di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri muncul sejumlah opsi resmi terkait lokasi Muktamar. </p>
<p>Wilayah yang diusulkan dan disepakati adalah NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. PBNU akan membentuk sebuah tim khusus untuk memastikan kelayakan dari masing-masing opsi tempat sebelum menetapkan lokasi Muktamar.</p>
<p>"Sudah mengusulkan secara resmi. Kami sudah bersepakat, untuk menetapkan mana lokasinya dan akan segera dibentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi, " ujar Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, Senin (22/6/2026), yang mewakili Komisi Rekomendasi. </p>
<p>Tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers ini mengungkapkan ada empat aspek kelayakan utama yang nantinya menjadi dasar penetapan lokasi Muktamar. </p>
<p>"Kami sangat berterima kasih kepada daerah-daerah yang sudah menyiapkan untuk menjadi tuan rumah. Untuk kelayakan yang pertama sarana-prasarana. Kedua keamanan karena ini menyangkut muktamar maka harus dipastikan keamanannya ini jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas untuk ikut masuk ruangan," ungkap Prof M Nuh lagi. </p>
<p>Faktor lain yang jadi pertimbangan nantinya adalah finansial dan spritual. Hal yang sama sebenarnya juga telah dilakukan saat pemilihan tempat Munas-Konbes PBNU 2026. </p>
<p>"Di PBNU selalu hasil akhirnya itu pertimbangan spiritual termasuk Munas-Konbes. Ada beberapa tempat yang kita kunjungi terus kita lihat kelayakan fisiknya, terakhir dilihat dari sisi kelayakan spiritualnya. Itulah akhirnya diputuskan tempat disini (Ponpes Al-Falah Ploso)," jelasnya. </p>
<p>Prof M Nuh menegaskan hal yang akan dilakukan untuk menetapkan lokasi Muktamar ke 35. Sementara tema yang diusung sendiri tetap sama seperti Munas-Konbes. </p>
<p>"Metode yang sama, maka nanti muktamar pun juga demikian. Tema muktamar tetap sama dengan Konbes-Munas yaitu menjaga marwah, memperkaya khidmat untuk kemaslahatan bangsa," tuturnya. </p>
<p>Prof M Nuh juga menambahkan, tim review akan bekerja cepat, meskipun belum diputuskan deadline tanggal penetapan namun setidaknya akhir Juni sudah diketahui lokasi Muktamar. </p>
<p>"Jangkanya sangat pendek. Insya Allah dalam waktu 1-2 Minggu- Akhir Juni ini, harus sudah tahu tempatnya di mana. Jadi ini sekali lagi bukan sesuatu yang misterius. Untuk lokasi, memang diharapkan di pondok pesantren, tapi nanti itu akan menjadi diskusi apakah pembukaan saja di pondok pesantren, pelaksanaannya nanti bisa di mana," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Yahya : Pelaksanaan Munas&amp;Konbes PBNU 2026 di Kediri Berjalan Lancar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-pelaksanaan-munas-konbes-pbnu-2026-di-kediri-berjalan-lancar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-yahya-pelaksanaan-munas-konbes-pbnu-2026-di-kediri-berjalan-lancar</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memastikan pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026, yang berlangsung di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri selama 3 hari terakhir berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada halangan.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a393ad5636d6.webp" length="33740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:45:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU 2026, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memastikan pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026, yang berlangsung di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri selama 3 hari terakhir berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada halangan. </p>
<p>Munas-Konbes PBNU 2026 turut dihadiri sejumlah masyayikh PBNU serta para tokoh lainnya. Senin, (22/6/2026) sendiri menjadi hari terakhir pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026 di Kediri. </p>
<p>Esok hari, yakni Selasa, (23/06/2026) penutupan Konbes-Munas PBNU 2026 akan dilakukan di Bangkalan. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam penutupan. </p>
<p>"Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Kombes NU di Ponpes Al-Falah, Ploso ini berjalan dengan luar biasa baik dan lancar. Hal-hal yang tadinya dikhawatirkan sama sekali tidak terjadi. Semuanya kami yakin betul karena barokah. Kekuatan rohani yang ada di tempat yang berkah ini yang menaungi kami semua dan senantiasa mengingatkan kami semua tentang keikhlasan di dalam berkhidmat," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu, Senin (22/6/2026). </p>
<p>Gus Yahya menambahkan selama tiga hari terakhir, para peserta Munas-Konbes telah mendiskusikan banyak hal, seperti keagamaan dan organisasi. Hasilnya, terdapat sejumlah rumusan keputusan serta peraturan perkumpulan, yang nanti akan ditetapkan di Muktamar PBNU ke 35. </p>
<p>"Sejumlah aturan yang sudah sejak lama didiskusikan akhirnya bisa disepakati yaitu peraturan berkumpulan mengenai tambang. Ini nanti pasti akan ditunggu elaborasinya oleh masyarakat. Kita akan lakukan pada kesempatan berikutnya nanti," tukas Gus Yahya lagi. </p>
<p>Selain itu, dihasilkan rumusan peraturan berkumpulan tentang pengelolaan platform digital dan juga hal-hal yang diusulkan kepada Muktamar untuk dibahas mulai dari ADRT serta sinkronisasi.</p>
<p>"Program dan roadmap 25 tahun PBNU dan lain-lain," tambahnya. </p>
<p>Muktamar ke 35 sendiri disepakati berlangsung 1-5 Agustus 2026 nanti. Dimana lokasi tepat untuk pelaksanaan Muktamar masih belum diketahui, namun ada sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai opsi lokasi. </p>
<p>"Sebulan lagi kurang lebih, sedangkan tempat utama tadi disepakati ada beberapa alternatif kewilayahan yakni NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. Nanti akan diproses lebih lanjut oleh PBNU dalam waktu dekat ini, untuk segera menyampaikan kesimpulan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BREAKING NEWS: Gudang PT Sadhana Arif Nusa di Bondowoso Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-tiga-gudang-pt-sadhana-arif-nusa-di-bondowoso-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-tiga-gudang-pt-sadhana-arif-nusa-di-bondowoso-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Gudang penyimpanan barang milik PT Sadhana Arif Nusa di Desa Pancoran, Bondowoso, terbakar Senin petang. Petugas Damkar melakukan pemadaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a391f53bd5d7.webp" length="12838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:38:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="442"><strong data-start="106" data-end="124">BONDOWOSO, SJP</strong> – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang milik PT Sadhana Arif Nusa yang berlokasi di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang.</p>
<p data-start="106" data-end="442">Kobaran api yang membumbung tinggi membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga.</p>
<p data-start="444" data-end="652">Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar menjelang pukul 18.00 WIB. Asap hitam pekat terlihat membumbung dari kawasan gudang dan dapat disaksikan dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p data-start="654" data-end="895">Sejumlah warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, armada Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar area gudang.</p>
<p data-start="897" data-end="1091">Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku menjinakkan kobaran api. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun besaran kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="1093" data-end="1251">Feli, warga RT 15 RW 5 Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, mengatakan informasi yang diterimanya menyebutkan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 17.50 WIB.</p>
<p data-start="1253" data-end="1416">“Barusan sekitar 20 menit yang lalu saya mendapat informasi. Menurut keterangan yang saya terima, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB,” ujarnya.</p>
<p data-start="1418" data-end="1586">Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Dusun setempat, titik api awal terlihat di bagian utara area gudang sebelum kemudian menjalar ke bagian lain bangunan.</p>
<p data-start="1588" data-end="1730">“Menurut Pak Kasun, awalnya api terlihat dari sebelah utara. Sekitar 10 menit sebelumnya juga masih terlihat di bagian barat lokasi,” katanya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">Kecemasan juga disampaikan oleh Deni, warga yang rumahnya berdempetan dengan gudang yang terbakar. Beruntung api tidak sampai menjalar ke rumahnya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">"Alhamdulillah, rumah saya aman," tukasnya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">Saat berita ini ditayangkan, petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas, dan informasi terbaru akan disampaikan dalam berita selanjutnta. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1732" data-end="1915"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Mitra MBG Trenggalek Demo di DPRD, Minta Program Berlanjut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-mitra-mbg-trenggalek-demo-di-dprd-minta-program-berlanjut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-mitra-mbg-trenggalek-demo-di-dprd-minta-program-berlanjut</guid>
<description><![CDATA[ Massa yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek itu membawa poster berisi tuntutan dan menyerukan agar program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38e842d3285.webp" length="95294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:49:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, paguyuban mitra mbg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Usai mahasiswa melakukan audiensi meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi, sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Trenggalek, Senin (22/6/2026) siang. </p>
<p></p>
<p>Massa yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek itu membawa poster berisi tuntutan dan menyerukan agar program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta pemerintah melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis dengan tetap melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Kedua, mendesak pemerintah membersihkan program dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang serta menegakkan hukum secara transparan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Ketiga, meminta pelibatan UMKM dan produk lokal dalam pelaksanaan program untuk mendukung perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Koordinator aksi, Imam Waldy, mengatakan unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat agar program MBG tetap berlanjut. Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap hasil pertanian lokal.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kami melakukan aksi damai untuk menuntut program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat. Massa yang hadir berasal dari 14 kecamatan di Trenggalek, jumlahnya sekitar 4.000 orang,” ujar Imam Waldy.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan program MBG telah memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Selain melibatkan berbagai unsur masyarakat, program tersebut juga membuka peluang kerja bagi ribuan warga.</p>
<p></p>
<p>“Alasan kami melakukan aksi ini adalah untuk mendukung pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, agar Program MBG terus dilanjutkan. Program ini sangat membantu masyarakat. Dari sisi tenaga kerja, yang terlibat di dapur-dapur MBG di seluruh Trenggalek sudah lebih dari 7.000 orang,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait berbagai masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program, Imam menegaskan pihaknya mendukung langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk perbaikan, tentunya kami setuju. Apa yang kurang akan diperbaiki demi keberlangsungan program yang lebih baik,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Aksi massa kemudian diterima oleh unsur pimpinan DPRD Trenggalek. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan demonstran menyerahkan surat tuntutan yang selanjutnya ditandatangani oleh pimpinan DPRD sebagai bentuk penerimaan aspirasi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan peserta aksi terdiri dari berbagai elemen yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari petani, pelaku UMKM, pengelola dapur, hingga relawan.</p>
<p></p>
<p>“Kami menerima aksi dari teman-teman mitra MBG. Mereka terdiri dari petani, UMKM, rekan-rekan yang melaksanakan kegiatan di dapur, relawan, dan sebagainya. Ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Doding, tuntutan pertama berkaitan dengan keberlanjutan program yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Namun demikian, para mitra juga menginginkan adanya evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik.</p>
<p></p>
<p>“Mereka berharap program ini tetap dilanjutkan dengan evaluasi. Teman-teman juga sepakat untuk melakukan evaluasi diri sehingga pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik lagi,” kata dia.</p>
<p></p>
<p>Tuntutan kedua menyangkut adanya dugaan praktik korupsi yang mencuat dan dinilai berdampak pada citra program. Para mitra berharap persoalan tersebut segera dituntaskan sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang selama ini menjalankan program di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Mereka resah dengan isu-isu korupsi yang muncul karena akhirnya berdampak pada citra program dan para pelaku di bawah. Harapannya praktik-praktik korupsi yang ada segera diselesaikan dan ditindak sesuai aturan,” tegas Doding.</p>
<p></p>
<p>Sementara tuntutan ketiga adalah mendorong penggunaan produk lokal dalam penyediaan menu MBG. Menurutnya, para petani berharap hasil pertanian daerah dapat terserap lebih banyak sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Para petani berharap produk lokal bisa terserap sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan menu dalam program MBG. Ini penting agar manfaat ekonomi program juga dirasakan langsung oleh masyarakat Trenggalek,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Doding menegaskan DPRD Trenggalek akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi dan meneruskannya kepada pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>“Karena ini aspirasi masyarakat Trenggalek, semua tuntutan kami tampung. Pada prinsipnya kami sepakat bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, praktik korupsi harus dihilangkan, dan produk lokal harus diutamakan. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah surat tuntutan ditandatangani oleh unsur pimpinan DPRD Trenggalek, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aksi berlangsung kondusif tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya kegiatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luruk Kantor DPRD, PMII Trenggalek Minta Program MBG Dievaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/luruk-kantor-dprd-pmii-trenggalek-minta-program-mbg-dievaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/luruk-kantor-dprd-pmii-trenggalek-minta-program-mbg-dievaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan tata kelola dapat membuat penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38e71524835.webp" length="54394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:44:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pmii trenggalek, tolak mbg, dprd trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Trenggalek mendatangi kantor DPRD setempat pada Senin (22/6/2026). Di hadapan para wakik rakyat, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program nasional tersebut.</p>
<p></p>
<p>Penyampaian aspirasi yang berlangsung di Gedung DPRD Trenggalek itu dihadiri oleh perwakilan PMII, unsur DPRD, Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p></p>
<p>Ketua PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani, menegaskan bahwa organisasinya menolak pelaksanaan MBG dalam bentuk yang saat ini berjalan. Menurutnya, berbagai persoalan dalam implementasi program menunjukkan perlunya evaluasi secara menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>“Kami sangat menolak MBG. Makanya kami menuntut evaluasi. Kalau sebenarnya MBG ini dievaluasi secara betul-betul, maka program ini bisa saja dihentikan apabila pemerintah memang mau melakukan evaluasi besar-besaran,” kata Beni.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai program tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, masih terdapat penerima manfaat yang berasal dari keluarga mampu, sementara di daerah-daerah tertentu justru terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses program tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Pada akhirnya masyarakat yang menjadi penerima juga tidak tepat sasaran. Misalnya siswa yang ada di kota dengan kondisi ekonomi keluarga mampu tetap mendapatkan bantuan. Sementara di tempat-tempat lain, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, akses untuk mendapatkan makan gratis justru masih mengalami kesulitan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Beni juga mendorong adanya reformasi kebijakan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai perbaikan tata kelola dapat membuat penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau kemudian ada reformasi pada program MBG ini, tentu pelaksanaannya tidak seperti sekarang. Dari segi anggaran bisa lebih minim, kemudian penyediaan gizi juga lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat akar rumput,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan audiensi digelar sebagai forum dengar pendapat untuk membahas tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kita melaksanakan rapat dengar pendapat umum dengan rekan-rekan mahasiswa terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Doding menjelaskan, DPRD sengaja mengundang berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program agar masukan yang muncul dapat ditindaklanjuti secara komprehensif.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengundang teman-teman PMII yang menginisiasi audiensi, kemudian Satgas MBG yang diwakili Asisten I, dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya. Kami juga mengundang koordinator wilayah BGN,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil audiensi tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program MBG. Salah satu poin utama adalah mendorong satuan tugas agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Ada beberapa hal yang direkomendasikan, terutama satgas MBG harus lebih aktif dan lebih dekat dalam melaksanakan tugasnya, termasuk mengeluarkan rapor penilaian kepada dapur-dapur penyedia makanan dan sebagainya,” jelas Doding.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dengan anggaran dan pelaksanaan yang berada di bawah kewenangan pusat, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaannya di daerah.</p>
<p></p>
<p>“Walaupun ini program dari pusat, dananya dari pusat, pelaksanaannya juga langsung dari pusat, tetapi DPRD memiliki hak pengawasan yang melekat. Karena itu kami siap melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Doding, seluruh komisi di DPRD Trenggalek turut dilibatkan dalam pengawasan program tersebut. Komisi I, II, III, dan IV disebut telah menyatakan kesiapan untuk mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, audiensi juga mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi petugas BGN di daerah. Salah satunya terkait belum tersedianya kantor operasional yang memadai bagi petugas lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Tami disampaikan bahwa ada sekitar 72 personel dari BGN yang hingga kini belum memiliki kantor. Akibatnya masyarakat yang ingin menemui atau mencari informasi sering kebingungan harus ke mana,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Doding mengatakan pihak BGN berkomitmen meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Mereka akan mengupayakan agar masyarakat bisa mengakses informasi mengenai MBG seluas-luasnya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menteri PPPA dan Wali Kota Kediri Komit Perkuat Pemberdayaan Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menteri-pppa-dan-wali-kota-kediri-komit-perkuat-pemberdayaan-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menteri-pppa-dan-wali-kota-kediri-komit-perkuat-pemberdayaan-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Menteri PPPA juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Wanita Tani Flamboyan yang dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37f8d3ba175.webp" length="55974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 11:46:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Menteri PPPA, Wali Kota Kediri, ketahanan keluarga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP</strong> — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menekankan kepada seluruh masyarakat untuk terus berusaha dan berproses menjadi orang tua yang baik serta membangun keluarga yang kuat.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, saat mengunjungi dan melihat hasil karya Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan, Kelurahan Ketami, Kota Kediri.</p>
<p></p>
<p>Menurut Menteri PPPA, penguatan ketahanan keluarga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni dengan memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga anak-anak, melindungi perempuan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis.</p>
<p></p>
<p>Menteri PPPA menegaskan komitmennya untuk mewujudkan hal tersebut bersama seluruh elemen masyarakat agar anak-anak dan keluarga Indonesia terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.</p>
<p></p>
<p>"Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri PPPA, Minggu (21/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Wanita Tani Flamboyan yang dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Ketika saya baru masuk ke ruangan ini dan melihat hasil yang ada. Saya yakin apa yang dicita-citakan Bapak Presiden bisa berhasil di Kota Kediri. Karena yang diinginkan Bapak Presiden adalah setiap desa bisa mandiri," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menteri PPPA menjelaskan bahwa mandiri yang dimaksud adalah seluruh kebutuhan warga di sekitar desa tersebut dicukupi oleh warganya sendiri.</p>
<p></p>
<p>KWT Flamboyan diinisiasi oleh perempuan di Kelurahan Ketami. Arifatul Fauzi menilai gerakan ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan upaya strategis dalam membangun kemandirian, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dari tingkat kelurahan.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus berkolaborasi agar setiap desa atau kelurahan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Kelurahan ini sudah memulai dengan Kelompok Wnaita Tani bahkan produknya sudah dijual ke beberapa tempat," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan ini, Menteri PPPA juga mengajak Pemerintah Kota Kediri untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan keluarga. Tidak memiliki lahan luas bukan lagi menjadi alasan, karena setiap rumah bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam tanaman produktif menggunakan lakban semai (polybag).</p>
<p></p>
<p>"Dengan tumbuh kesdaran untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi sebenarnya bukan hanya berdampak secara ekonomi. Namun juga oksigen di lingkungan akan lebih baik," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan ini, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p></p>
<p>Khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta ketahanan pangan berbasis keluarga. Di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan pemenuhan gizi keluarga, ketahanan pangan menjadi isu strategis yang tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan sebagai garda terdepan dalam kehidupan keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, mengembangkan usaha produktif, hingga mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan," ujar Mbak Wali, sapaan akrabnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Pencari Pakan Ternak  di Trenggalek Diduga Jatuh dari Pohon Nangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditemukan-tak-bernyawa-di-kebun-pencari-pakan-ternak-di-trenggalek-diduga-jatuh-dari-pohon-nangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditemukan-tak-bernyawa-di-kebun-pencari-pakan-ternak-di-trenggalek-diduga-jatuh-dari-pohon-nangka</guid>
<description><![CDATA[ Polsek Durenan melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37deeda5379.webp" length="56306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 21:37:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, desa pakis, kecamatan durenan, polsek durenan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP</strong> - Seorang warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Pucang, Desa Pakis pada Minggu (21/6/2026) sore. Korban diduga mengalami kecelakaan saat memanjat pohon nangka di kebun miliknya tersebut.</p>
<p>Korban diketahui bernama Sulaiman (55), warga Dusun Lotekol, Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang sejak pagi menunggu kepulangan korban dari aktivitas rutinnya mencari pakan ternak.</p>
<p>Kapolsek Durenan, AKP Muhammad Faiz Faisal, mengatakan pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari pakan ternak di kebun keluarga yang berada di Desa Pakis. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah.</p>
<p>"Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari korban ke lokasi yang biasa digunakan untuk mencari pakan ternak. Setibanya di kebun sekitar pukul 16.30 WIB, saksi menemukan korban sudah tergeletak di bawah pohon nangka," ujar AKP Muhammad Faiz Faisal.</p>
<p>Mengetahui kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Durenan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Namun ditemukan luka pada bagian belakang kepala yang diduga akibat benturan keras saat terjatuh. Selain itu, terdapat pendarahan dari kedua telinga yang juga mengindikasikan adanya benturan pada bagian kepala.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan terjatuh dari atas pohon nangka.</p>
<p>"Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga terjatuh dari pohon nangka yang dipanjatnya sehingga mengalami benturan pada bagian kepala yang menyebabkan meninggal dunia," terang AKP Muhammad Faiz Faisal.</p>
<p>Kapolsek menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.</p>
<p>"Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Musim Libur Sekolah, Lonjakan Penumpang Kereta Api di Daop 8 Surabaya Tembus 64 Ribu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/musim-libur-sekolah-lonjakan-penumpang-kereta-api-di-daop-8-surabaya-tembus-64-ribu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/musim-libur-sekolah-lonjakan-penumpang-kereta-api-di-daop-8-surabaya-tembus-64-ribu</guid>
<description><![CDATA[ PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat 10.170 pelanggan memanfaatkan tiket promo pada hari pertama pembukaan penjualan periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37bdfbabba4.webp" length="53752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 21:12:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>KAi Daop 8 Surabaya mendorong akumulasi jumlah pelanggan capai 64.288 orang jelang musim libur sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat 10.170 pelanggan memanfaatkan tiket promo pada hari pertama pembukaan penjualan periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Erlangga Budi Laksono, menyebut antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama penjualan tiket dibuka.</p>
<p>Menurutnya, program promo menjadi salah satu pemicu awal meningkatnya mobilitas penumpang, terutama pada rute-rute favorit dari wilayah Daop 8 Surabaya.</p>
<p>“Sejak dibukanya penjualan tiket dengan tarif promo, minat masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama keberangkatan program ini, lebih dari 10 ribu pelanggan telah memanfaatkan tiket tersebut untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.</p>
<p>Tingginya minat tersebut kemudian mendorong akumulasi jumlah pelanggan menjadi 64.288 orang, yang menandai menguatnya tren penggunaan kereta api sebagai moda transportasi darat pilihan masyarakat selama masa libur sekolah.</p>
<p>Lonjakan ini tidak berdiri sendiri. Di balik meningkatnya angka penumpang, terdapat kombinasi faktor yang saling menguatkan, mulai dari kebijakan tarif promo, momentum libur sekolah, hingga meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transportasi publik yang dinilai lebih pasti dari sisi waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan.</p>
<p>Secara kumulatif, kata Erlangga, jumlah pelanggan yang memanfaatkan tiket promo terus bertambah hingga mencapai 64.288 orang. </p>
<p>Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring masih berlangsungnya periode penjualan dan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim liburan.</p>
<p>Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa kereta api tidak lagi hanya dipandang sebagai alternatif transportasi, melainkan sudah menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota. </p>
<p>Olehnya, faktor ketepatan waktu, kemudahan akses pemesanan tiket, serta kenyamanan perjalanan menjadi alasan yang terus mendorong pergeseran preferensi tersebut.</p>
<p>Menurutnya, di luar dampak program promo, tren peningkatan penumpang juga tercermin dari periode sebelumnya. KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 205.695 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada 12–16 Juni 2026.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 104.524 pelanggan tercatat berangkat, sementara 101.171 pelanggan datang melalui berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. </p>
<p>Data ini, sebutnya menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tetap tinggi bahkan sebelum program diskon diberlakukan, yang menandakan adanya tren pertumbuhan penggunaan transportasi rel secara berkelanjutan.</p>
<p>Untuk itu, kata Erlangga tingginya volume penumpang juga tercermin dari aktivitas di sejumlah stasiun utama. </p>
<p>Disusul perolehan capaian data dari Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi yang tersibuk dengan 60.438 pelanggan, disusul Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 59.211 pelanggan, dan Stasiun Malang dengan 37.126 pelanggan. </p>
<p>"Ketiga stasiun tersebut menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur bagian tengah dan selatan," terangnya.</p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya menilai peningkatan jumlah penumpang ini sebagai indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. </p>
<p>Tingginya kebutuhan mobilitas saat musim liburan, sebut Erlangga sebagai pilihan pelanggan pada moda transportasi berbasis rel dan dinilai mampu memberikan kepastian perjalanan yang lebih stabil dibandingkan moda darat lainnya yang terpengaruh kondisi lalu lintas.</p>
<p>Ia melanjutkan, untuk menjaga kualitas layanan, KAI memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari pelayanan pelanggan di stasiun, pengaturan perjalanan kereta, hingga pengawasan keselamatan dan keamanan selama periode liburan.</p>
<p>"Bagi KAI, capaian 64 ribu lebih pelanggan dalam periode promo ini bukan sekadar angka transaksi, melainkan gambaran meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik yang efisien dan terukur," jelasnya.</p>
<p>Tren ini sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di Jawa Timur, terutama pada momentum libur panjang yang ditandai tingginya arus perjalanan antarkota. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konbes&amp;Munas PBNU 2026,  Gus War Dorong Rumusan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Syiar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konbes-munas-pbnu-2026-gus-war-dorong-rumusan-pemanfaatan-teknologi-digital-untuk-syiar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konbes-munas-pbnu-2026-gus-war-dorong-rumusan-pemanfaatan-teknologi-digital-untuk-syiar</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar  mengatakan, Munas dan Konbes NU 2026 selain sebagai ajang silaturahim di penghujung periode kepengurusan PBNU juga menjadi forum untuk membahas, berdiskusi, dan berdialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37d5bd1e844.webp" length="44846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:45:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, MUI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar menyampaikan sejumlah pesan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Kyai yang akrab disapa Gus War ini di antaranya berharap Munas dan Konbes NU 2026 ini dapat melahirkan rumusan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk penguatan ideologi dan ajaran agama.</p>
<p>Gus War mengatakan, Munas dan Konbes NU 2026 selain sebagai ajang silaturahim di penghujung periode kepengurusan PBNU juga menjadi forum untuk membahas, berdiskusi, dan berdialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.</p>
<p>"Begitu kompleksnya persoalan yang dihadapi bangsa ini menjadi bagian tanggung jawab NU dalam dedikasi perkhidmatan terhadap agama, umat, nusa, dan bangsa," kata ulama yang juga Ketua MUI ini, Minggu, (21/06/2026). </p>
<p>Menurutnya, forum ini sangat strategis sehingga memerlukan ijtihad dari seluruh peserta dalam upaya menghadirkan NU yang memberi manfaat besar bagi kepentingan bersama. "Oleh karena itu, Munas dan Konbes harus melahirkan sebuah keputusan yang menampakkan kepedulian NU terhadap masa depan," jelasnya.</p>
<p>Ia mencontohkan pentingnya mengoptimalkan Lazisnu sebagai lembaga filantropi resmi PBNU yang mengelola dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan sebagai bagian dari perkhidmatan NU dalam mencerdaskan bangsa. "Kita banyak ketinggalan dalam perguruan tinggi, rumah sakit," ujarnya.</p>
<p>Kedua, lanjutnya, NU perlu memperkuat pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah persaingan global dan beragam corak dakwah Islam yang berkembang di dunia digital. "Kita tidak bisa mengingkari, lepas dari kehidupan digital ini. Tidak seorang pun yang bisa bebas dari dunia digital. Orang bisa saja tidak menjadi ulama, dokter, tetapi tidak bisa bebas dari digital," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan meski digitalisasi memiliki dua sisi, yakni manfaat dan mudarat. Namun, sebagai sarana dakwah, pendekatan tradisional saja tidak lagi cukup.</p>
<p>"Kita tahu betul bahwa digital sebagai alat dakwah tidak bisa lagi memakai cara tradisional saja," ujarnya.</p>
<p>Kiai Anwar mengingatkan bahwa NU akan tertinggal jika tidak mempersiapkan diri menghadapi generasi Z yang lahir diera digitalisasi. Mereka adalah generasi yang akan menentukan masa depan agama, bangsa, dan negara. "Kita akan tertinggal ke depan karena di depan kita ada generasi Z yang akan menentukan masa depan agama, bangsa, dan negara kita," katanya.</p>
<p>Oleh karena itu,  Gus War berharap Munas dan Konbes NU 2026 ini dapat melahirkan rumusan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk penguatan ideologi dan ajaran agama. "Karena itu perlu lahir dari Munas Konbes bagaimana memanfaatkan digital untuk ideologi agama, ajaran agama kita," jelasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merawat Jati Diri Bangsa di Kediri, Saat Lintas Iman dan Tradisi Melebur di Haul Bung Karno ke&amp;56</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merawat-jati-diri-bangsa-di-kediri-saat-lintas-iman-dan-tradisi-melebur-di-haul-bung-karno-ke-56</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merawat-jati-diri-bangsa-di-kediri-saat-lintas-iman-dan-tradisi-melebur-di-haul-bung-karno-ke-56</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Haul Bung Karno ke-56 di Ndalem Pojok Kediri berlangsung khidmat. Menghadirkan doa lintas agama sebagai simbol perekat jati diri bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a374e98163a5.webp" length="52028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:11:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Haul Bung Karno ke-56, Ndalem Pojok Kediri, Ruwat Agung Soekarno, Jati Diri Bangsa, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Situs Persada Soekarno, Doa Lintas Agama Kediri.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Sehat Tentrem, Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kediri, pada Sabtu malam (20/6/2026). Di tempat bersejarah ini, berbagai elemen berkumpul, menyatukan rasa demi merawat api semangat nasionalisme dalam peringatan Haul Bung Karno ke-56.</p>
<p>Acara doa bersama yang diinisiasi oleh Situs Persada Soekarno Kediri, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI), dan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian tradisi "Ruwat Agung Soekarno".</p>
<p>Malam itu, sekat-sekat perbedaan melebur. Kehadiran komunitas adat, tokoh pemuda, hingga pemuka lintas iman menjadi simbol nyata dari semboyan "Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan" yang masih terpatri kuat di bumi Kediri.</p>
<p>Dalam orasinya yang menggugah, Ketua Panitia Kus Hartono mengingatkan kembali bahwa Bung Karno bukan sekadar figur dalam buku sejarah.</p>
<p>"Beliau adalah Proklamator Kemerdekaan, peletak dasar negara Pancasila, Bapak Bangsa, sekaligus penyambung lidah rakyat Indonesia. Besarnya jasa beliau sudah sepantasnya kita balas dengan untaian doa terbaik," ujar Kushartono hangat.<br><br>Kushartono juga mengajak masyarakat yang belum sempat hadir untuk meluangkan waktu sejenak demi mendoakan Sang Proklamator. Bagi beliau, momentum haul adalah alarm bagi bangsa ini agar tidak melupakan sejarah dan kembali menilik jati diri aslinya.</p>
<p>Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Suhardono. Selaku penanggung jawab, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak yang bergotong-royong menyukseskan Ruwat Agung Soekarno.</p>
<p>Nuansa kebangsaan terasa semakin kental saat doa bersama dipanjatkan melalui tradisi Kausaran, dilanjutkan dengan doa lintas agama—sebuah refleksi indah dari semangat merajut perdamaian Nusantara.</p>
<p>Sebagai penutup, acara diakhiri dengan prosesi selamatan, pemotongan tumpeng, dan santap bersama bubur sumsum yang hangat. Di sela-sela jamuan, dialog akrab tercipta. Malam itu menjadi ruang refleksi untuk menguatkan kembali komitmen menjaga NKRI melalui karakter bangsa yang berjati diri. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Yahya Berharap Munas&amp;Konbes PBNU 2026 di Kediri Gulirkan Gagasan&amp;Gagasan yang Berbobot</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-resmi-dimulai-gus-yahya-tekankan-hal-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-resmi-dimulai-gus-yahya-tekankan-hal-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Buka Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso Kediri, Ketum PBNU Gus Yahya beri sinyal kuat dan instruksi khusus untuk persiapan menuju Muktamar ke-35 NU. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36c070a1db6.webp" length="20904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:22:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Munas Konbes PBNU 2026, Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya Munas NU, Munas Konbes NU di Ponpes Al Falah Ploso, Pidato Gus Yahya Munas NU 2026, Persiapan Muktamar 35 Nahdlatul Ulama, Khidmah PBNU 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa gelaran Munas-Konbes PBNU 2026 menjadi momentum krusial untuk menata langkah menuju Muktamar ke-35 NU.</p>
<p>Mengingat kepengurusan PBNU periode ini sudah mendekati masa akhir khidmah, Gus Yahya meminta seluruh jajaran pengurus untuk totalitas memberikan kontribusi terbaik bagi jam'iyah.</p>
<p>"Kita akan menuju pada penghujung dari khidmah kepengurusan Nahdlatul Ulama di masa khidmah ini. Dalam bergerak besar dengan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar kali ini di Pondok Pesantren Al-Falah, kita akan mempersiapkan semua yang kita perlukan untuk melaksanakan Muktamar ke-35 yang akan datang," ujar Gus Yahya saat membuka acara di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam.</p>
<p>Munas-Konbes NU 2026 kali ini mengusung tema yang sarat makna: *“Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”*.</p>
<p>Menurut Gus Yahya, cetak biru dan persiapan menuju Muktamar bukan hanya bertumpu pada pengurus pusat, melainkan hasil kolaborasi erat dengan seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia. Forum ini adalah ruang bersama untuk merumuskan masa depan organisasi.</p>
<p>"Maka, ini adalah kesempatan kita semua. Kesempatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama beserta segenap pimpinan Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama seluruh Indonesia untuk melakukan yang terbaik bagi jam’iyah ini," tegasnya.<br><br>Lebih lanjut, Gus Yahya mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menepikan ego dan benar-benar mencurahkan energi serta pikiran demi kemajuan NU ke depan. Forum ini diharapkan melahirkan gagasan-gagasan yang berbobot.</p>
<p>"Untuk mencurahkan segenap ketulusan khidmah yang kita miliki demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi jam’iyah yang kita cintai ini," tambahnya.</p>
<p>Sebagai informasi, dimulainya hajat akbar ini ditandai secara simbolis lewat penabuhan Kenteng bersejarah Pondok Pesantren Al-Falah sebanyak sembilan kali.</p>
<p>Penabuhan dilakukan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dengan didampingi Gus Yahya, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Syuriyah PBNU Prof Muhammad Nuh, serta Dzuriyah PP Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar). (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munas&amp;Konbes NU 2026 Dimulai: 6 Komisi Strategis Gelar Sidang di Ponpes Al Falah Ploso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-nu-2026-dimulai-6-komisi-strategis-gelar-sidang-di-ponpes-al-falah-ploso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-nu-2026-dimulai-6-komisi-strategis-gelar-sidang-di-ponpes-al-falah-ploso</guid>
<description><![CDATA[ Pasca dibuka Sabtu malam, Munas-Konbes NU 2026 hari ini (21/6) langsung menggelar sidang 6 komisi strategis di Ponpes Al Falah Ploso Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36bffb60769.webp" length="34134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 08:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Munas Konbes NU 2026, Ponpes Al Falah Ploso, Sidang Komisi NU, PBNU, Nahdlatul Ulama, PBNU, Munas Alim Ulama, Konbes NU 2026, Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Bahtsul Masail, KH Miftachul Akhyar, KH Nurul Huda Djazuli</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Pasca resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) malam, gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 langsung memasuki agenda inti.</p>
<p>Mulai hari ini, Minggu (21/6/2026), jalannya persidangan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan dibagi ke dalam enam komisi strategis yang tersebar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Dalam Konbes kali ini, persidangan akan berfokus pada pembahasan isu-isu krusial keumatan, kebangsaan, dan internal organisasi. Untuk mengoptimalkan pembahasan, forum telah memetakan lokasi persidangan: Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah  di Aula Utama Al-Falah Induk, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah di Musholla Queen Al-Falah, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah di Aula Teras Gubuk Al-Falah, Komisi Organisasi di Aula Utama Al-Falah Putri, Komisi Program di Gedung Nasrul Ummah Al-Falah II, dan Komisi Rekomendasi yang akan bersidang untuk merumuskan sejumlah rekomendasi strategis forum akan ditentukan kemudian.</p>
<p><strong>Pembukaan dengan Penabuhan Kenteng Bersejarah</strong></p>
<p>Rangkaian forum tertinggi kedua di NU ini sebelumnya dibuka secara resmi tadi malam. Pembukaan ditandai dengan penabuhan kenteng bersejarah Pondok Pesantren Al Falah sebanyak sembilan kali oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.</p>
<p>Saat prosesi tersebut, KH Miftachul Akhyar didampingi oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Syuriyah PBNU Prof Muhammad Nuh, serta Dzuriyah PP Al Falah Ploso KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).</p>
<p>Dalam sambutannya tadi malam, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi pengabdian di NU yang diharapkan menjadi bekal rohani bagi seluruh pengurus.</p>
<p>"Yang kami harapkan ada setitik debu keberkahan yang bisa kita bawa pulang yang menjadikan semua pengurus tanfidiziyah Syuriyah memperoleh khusnul khotimah dalam khidmah NU," kata KH Miftachul Akhyar, Sabtu (20/06/2026) malam.</p>
<p>Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas dipilihnya pesantren tersebut sebagai tuan rumah forum akbar yang berlangsung semarak ini.</p>
<p>"<em>Mugi-mugiingkang saestu </em>(mudah-mudahan yang baik) untuk perkembangan NU sesuai dengan slogan yang selalu dibunyikan," tutur KH Nurul Huda Djazuli.</p>
<p>Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 ini juga menjadi magnet bagi sejumlah tokoh nasional serta para <em>masyayikh</em> PBNU. Terlihat hadir di lokasi acara di antaranya Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Wakil Presiden ke-14 RI KH Ma'ruf Amin, dan Pengasuh Utama Pondok Pesantren Al-Falah Ploso KH Nurul Huda Djaelani.</p>
<p>Selain itu, tampak pula jajaran menteri kabinet seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang hadir mendampingi Gubernur Khofifah.</p>
<p>Sesuai jadwal, pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026 ini akan berlangsung di dua tempat. Seluruh rangkaian pembukaan dan rapat-rapat pleno komisi akan bergulir mulai tanggal 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri. Sementara itu, penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura, pada Selasa, 23 Juni 2026 mendatang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berlangsung di 2 Tempat, Munas&amp;Konbes PBNU 2026 Padukan Aspek Sejarah dan Spiritualitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digelar-di-2-tempat-munas-konbes-pbnu-2026-padukan-sejarah-spiritualitas-serta-konsolidasi-organisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digelar-di-2-tempat-munas-konbes-pbnu-2026-padukan-sejarah-spiritualitas-serta-konsolidasi-organisasi</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan pemilihan kedua lokasi itu disertai dengan banyak faktor yang sangat kuat, terutama faktor sejarah dan spritual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36835d0162e.webp" length="25270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 20:47:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno akan berlangsung mulai tanggal 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri. </p>
<p>Sementara penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, 23 Juni 2026 mendatang. Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan pemilihan kedua lokasi itu disertai dengan banyak faktor yang sangat kuat, terutama sejarah dan spritual. </p>
<p>"Kenapa di Ploso? karena NU lahir dari Pondok Pesantren. NU dan Pondok Pesantren itu, sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang, NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren juga tidak bisa meninggalkan NU. Seperti yang pernah diungkapkan Gus Dur, Pesantren itu NU kecil dan NU itu pesantren besar," jelas KH Ahmad Said Asrori, Sabtu, (20/6/2026). </p>
<p>Selain itu, KH Ahmad Said Asrori juga mengungkapkan ponpes (Al-Falah) Ploso punya sejarah panjang dan telah menelurkan alumni-alumni di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>"Sehingga kita sepakat Munas-Konbes ini digelar di Ploso," ungkapnya. </p>
<p>Sedangkan terkait rencana penutupan Munas-Konbes PBNU 2026 di Bangkalan, KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan Bangkalan punya peranan sangat penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. </p>
<p>"Kita tahu bagaimana tentang Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bangkalani, yang waktu itu melakukan satu ritual panjang sehingga beliau memberikan isyaroh kepada Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari untuk mendirikan satu jamiah yang kemudian disebut Jamiah Nahdlatul Ulama," tuturnya. </p>
<p>Penutupan dilakukan di Bangkalan, juga sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga fakta sejarah PBNU tetap diingat generasi muda dan tidak terputus. </p>
<p>"Yang kedua adalah aspek spiritual. Kita ingin di sana nanti istiqozah, Mujahadah, memohon langsung melalui tawassul kepada para ulama, para mu'assis Nahdlatul Ulama ini," tambahnya. </p>
<p>Ulama yang juga merupakan Khatib 'Aam PBNU itu menjelaskan tawassul bagi warga NU adalah suatu hal yang jelas.</p>
<p>"Kita akan terus melakukan upaya-upaya kebaikan-kebaikan agar kita semua NU dan warganya ini mendapatkan tambahan keberkahan, tambahan kebaikan dan kemaslahatan," pungkasnya. </p>
<p>Penutupan Konbes-Munas PBNU 2026 sendiri menurut rencana akan turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Sumber Pangan Lokal, PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Turun Ke Lahan Tanam Ketela</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-sumber-pangan-lokal-pdi-perjuangan-kabupaten-kediri-turun-ke-lahan-tanam-ketela</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-sumber-pangan-lokal-pdi-perjuangan-kabupaten-kediri-turun-ke-lahan-tanam-ketela</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus DPC, PAC dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kediri ini menjadi gerakan kader banteng dalam merealisasikan pemikiran Bung Karno mengenai menjaga kedaulatan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36862f2f775.webp" length="44176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 20:18:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PDIP, pdip kabupaten Kediri, pangan lokal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan penanaman ketela di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates sebagai bagian rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno. </p>
<p>Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus DPC, PAC dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kediri ini menjadi gerakan kader banteng dalam merealisasikan pemikiran Bung Karno mengenai menjaga kedaulatan pangan.</p>
<p>Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Dewi Mariya Ulfa menyampaikan, kegiatan ini menjadi komitmen PDI Perjuangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sumber pangan lokal.</p>
<p>"Ketela merupakan warisan pangan nusantara yang memiliki nilai strategis sebagai pendamping beras sekaligus penguat kemandirian pangan masyarakat," kata Dewi Mariya Ulfa, Sabtu, (20/6/2026). </p>
<p>Kegiatan penanaman ketela ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kepada kader di daerah untuk membudidayakan tanaman pendamping beras sekaligus memperhatikan para petani.</p>
<p>Sebelum kegiatan penanaman dimulai, PDI Perjuangan Kabupaten Kediri juga melakukan penyerahan bibit ketela secara simbolis kepada para petani lokal yang diwakili kepala desa setempat. </p>
<p>"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran petani lokal untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk pentingnya diversifikasi produk menuju masyarakat Kabupaten Kediri yang mandiri dan sejahtera," ungkapnya.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menambahkan, ketela dipilih sebagai pendamping beras mengingat tanaman ini mudah ditemui dan tahan iklim. Ketela sendiri dapat diversifikasi menjadi beberapa jenis makanan, salah satunya nasi tiwul yang telah ditetapkan sebagai makanan khas Kabupaten Kediri.</p>
<p>"Untuk itu, kita mengajak (para kader) mari bersama kita sukseskan program menanam tanaman pendamping beras salah satunya ketela ini," ajaknya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cari Rumput untuk Pakan Ternak, Warga Lamongan Ditemukan Meninggal Mengapung di Waduk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cari-rumput-untuk-pakan-ternak-warga-lamongan-ditemukan-meninggal-mengapung-di-waduk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cari-rumput-untuk-pakan-ternak-warga-lamongan-ditemukan-meninggal-mengapung-di-waduk</guid>
<description><![CDATA[ Seorang warga Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, berinisial TA (33), ditemukan meninggal dunia mengapung di Waduk Desa German, Sabtu (20/6/2026), setelah dilaporkan hilang saat mencari rumput pakan ternak. Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga , namun tidak kunjung pulang hingga sore hari. Pencarian yang dilakukan keluarga, warga, Polsek Sugio, dan BPBD Lamongan akhirnya menemukan korban di tepi waduk sekitar pukul 11.10 WIB. Hasil pemeriksaan awal petugas kesehatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3686a0096f6.webp" length="46472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 19:45:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isselectedend"><strong>LAMONGAN</strong><strong><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">,SJP </span></strong>– Seorang warga Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari rumput pakan ternak, ditemukan meninggal dunia di Waduk Desa German, Sabtu (20/6/2026).<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Korban diketahui berinisial TA (33), warga setempat. Jenazah korban ditemukan mengapung di tepi waduk sekitar pukul 11.10 WIB setelah dilakukan pencarian sejak Jumat (19/6/2026).<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan korban berpamitan kepada keluarganya pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB untuk mencari rumput pakan ternak di area persawahan Desa German.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">"Korban berangkat menggunakan sepeda motor dan seperti biasa mencari rumput untuk pakan ternak," kata Hamzaid, Sabtu.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Namun hingga siang dan sore hari, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga merasa khawatir dan mulai melakukan pencarian.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Sekitar pukul 16.00 WIB, orang tua korban bersama sejumlah anggota keluarga mencari korban di lokasi yang biasa digunakan untuk mencari rumput di sekitar Waduk Desa German. Pencarian kemudian diperluas pada pukul 18.00 WIB dengan melibatkan warga setempat.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Saat melakukan pencarian di tanggul sebelah barat waduk, warga menemukan sepeda motor milik korban beserta tumpukan rumput pakan ternak yang diduga telah dikumpulkan korban sebelum menghilang.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Karena korban belum juga ditemukan, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sugio sekitar pukul 21.00 WIB.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Menerima laporan itu, Kapolsek Sugio AKP Jinanto bersama anggota kepolisian dan warga langsung melakukan pencarian hingga dini hari. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan melibatkan personel Polsek Sugio, BPBD Lamongan, serta unsur terkait lainnya.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">"Hasil pencarian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia mengapung di tepi waduk sekitar pukul 11.10 WIB," ujar Hamzaid.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang milik korban berupa satu unit sepeda motor dan tumpukan rumput pakan ternak yang berada di dekat kendaraan tersebut.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Petugas kesehatan dari Puskesmas Sugio yang melakukan pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Keluarga korban juga telah memastikan identitas jenazah yang ditemukan merupakan TA, warga Desa German yang sebelumnya dilaporkan hilang.<o:p></o:p></p>
<p>Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munas&amp;Konbes PBNU 2026 Diharapkan Hasilkan Keputusan Bermanfaat Untuk Kemaslahatan Umat &amp; Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-diharapkan-hasilkan-keputusan-bermanfaat-untuk-kemaslahatan-umat-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munas-konbes-pbnu-2026-diharapkan-hasilkan-keputusan-bermanfaat-untuk-kemaslahatan-umat-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Munas-Konbes PBNU 2026 mengusung tema Menjaga marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa. Karena itu, Munas-Konbes PBNU 2026 diharapkan bisa berjalan dengan baik dan membahagiakan serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat serta perubahan menuju kebaikan. Tidak hanya bagi warga NU, Pondok Pesantren tapi juga semua warga Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3682de3dc9e.webp" length="21302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 19:15:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, Ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Munas-Konbes PBNU 2026 mengusung tema Menjaga marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa. Karena itu, Munas-Konbes PBNU 2026 diharapkan bisa berjalan dengan baik dan membahagiakan serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat serta perubahan menuju kebaikan. Tidak hanya bagi warga NU, Pondok Pesantren tapi juga semua warga Indonesia. </p>
<p>"Menjaga marwah, memperkaya hikmat, semuanya dalam rangka ingin memberikan kemaslahatan, khususnya bagi bangsa," ujar Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, Sabtu, (20/6/2026). </p>
<p>Prof M Nuh menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi arena adu argumentasi, melainkan ruang untuk menyempurnakan berbagai pandangan demi melahirkan keputusan yang maslahat.</p>
<p>"Karena itu, media diharapkan aktif mengikuti setiap sidang komisi dan menyampaikan kepada publik apa yang menjadi perhatian dari Nahdlatul Ulama, baik di lingkungan organisasinya sendiri maupun untuk bangsa dan kemanusiaan serta peradaban," tambahnya. </p>
<p>Sementara itu, Ketua Organizing Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Saifullah Yusuf mengungkapkan, penyelenggaraan forum kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.</p>
<p>"Kolaborasi inilah yang kemudian kita bisa membuat satu perencanaan, dan kita laksanakan meskipun waktunya sangat pendek. Saya ingin berterima kasih kepada Ponpes Al-Falah Ploso yang telah bekerja keras, membentuk panitia yang cekatan, efektif. Sekaligus juga bekerja pada beberapa hari terakhir ini, 24 jam penuh," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. </p>
<p>Ditambahkan KH. Amin Said Husni bahwa Munas dan Konbes merupakan dua forum yang berbeda namun selalu diselenggarakan secara paralel. Munas diikuti utusan syuriah dari seluruh Indonesia dan membahas masalah diniyah, baik waqi’iyah, maudhu’iyah, maupun qanuniyah. Adapun Konbes diikuti unsur tanfidziyah dan berwenang membahas berbagai peraturan organisasi, termasuk yang berkaitan dengan AD/ART organisasi. </p>
<p>"Kita punya 38 PWNU se-Indonesia sehingga Konbes itu diikuti oleh 38 provinsi masing-masing 3 orang. Demikian juga Munas itu diikuti oleh 38 kepengurusan syuriah masing-masing 3 orang sehingga utusan PWNU itu masing-masing adalah 6 orang, 3 untuk munas dan 3 untuk konbes," pungkasnya.</p>
<p>Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno akan berlangsung mulai tanggal 200-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri. Sementara penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, 23 Juni 2026 mendatang.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Kader PDI Perjuangan Jombang Konvoi Sepeda Motor Menuju Makam Presiden Soekarno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-kader-pdi-perjuangan-jombang-konvoi-sepeda-motor-menuju-makam-presiden-soekarno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-kader-pdi-perjuangan-jombang-konvoi-sepeda-motor-menuju-makam-presiden-soekarno</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a365e226b051.webp" length="78898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 17:15:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PDI Perjuangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar konvoi kendaraan roda dua menuju ke makam Presiden Republik Indonesia ke-1 di Kota Blitar, Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Donny Anggun, menjelaskan bahwa agenda ziarah ke kota persemayaman sang proklamator merupakan bentuk penghormatan tinggi sekaligus momen refleksi bagi para kader untuk mendoakan almarhum selaku Pahlawan Nasional tersebut.</p>
<p>"Kegiatan ziarah ke Blitar ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang sudah kami jadwalkan di DPC PDI Perjuangan Jombang untuk memperingati Bulan Bung Karno. Seperti yang kita ketahui, bulan Juni penuh dengan momen bersejarah, mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga Hari Wafat beliau nanti pada 21 Juni," ujar Donny saat diwawancarai di lokasi keberangkatan.</p>
<p>Donny mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan kendaraan roda dua ini tidak diambil secara sepihak, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) sejak beberapa minggu yang lalu. Menurutnya, ada filosofi mendalam di balik pemilihan moda transportasi ini, yakni untuk memupuk rasa kepedulian dan kebersamaan yang nyata di sepanjang jalan.</p>
<p>"Kami memang menghendaki berangkat naik sepeda motor. Teman-teman di tingkat bawah menilai, kalau kita naik bus atau kendaraan mewah lainnya, kita seperti berada di 'zona nyaman'. Kami ingin melepas ego itu. Dengan bersepeda motor bersama seperti ini, harapannya para kader bisa jauh lebih guyub, menyatu dengan masyarakat, dan mempererat rasa persaudaraan antar-pengurus," jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang tersebut.</p>
<p>Menyadari bahwa membawa puluhan sepeda motor ke luar kota berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, pihak DPC PDI Perjuangan Jombang telah menyiapkan skema dan teknis perjalanan yang sangat matang demi menjaga ketertiban lalu lintas serta keselamatan para kader.</p>
<p>Donny menerangkan, setiap PAC dari total 21 kecamatan di Jombang mengirimkan 3 armada sepeda motor. Setidaknya ada sekitar 63 sepeda motor dari perwakilan kecamatan yang bergerak, belum termasuk rombongan tambahan dari pengurus harian DPC serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang.</p>
<p>Agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur arteri Jombang–Blitar, pemberangkatan tidak dilakukan sekaligus dalam satu rombongan besar. Panitia memecah konvoi menjadi 5 sampai 6 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil tersebut hanya berisi maksimal 10 sepeda motor. Waktu keberangkatan antar-kelompok pun diberi jeda beberapa menit. Selain itu, tiap-tiap kelompok dikawal ketat oleh dua orang personel Satgas Cakra Buana untuk memastikan barisan tetap tertib dan mematuhi rambu lalu lintas.</p>
<p>"Kami sudah membentuk kepanitiaan khusus jauh-jauh hari dan menerjunkan Satgas partai untuk melakukan pengawalan ketat. Kami tidak ingin konvoi ini mengganggu hak masyarakat umum di jalan raya. Makanya semua harus patuh pada aturan kelompok yang sudah dibuat," tegas Donny.</p>
<p>Perjalanan panjang dari Jombang ini nantinya tidak langsung menuju ke area pemakaman. Setibanya di wilayah Blitar, seluruh rombongan kader dari Jombang dijadwalkan untuk transit dan beristirahat sejenak. Tempat berkumpul utama dipusatkan di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang bertindak selaku tuan rumah.</p>
<p>Momen transit ini akan dimanfaatkan oleh para kader untuk saling bersilaturahmi, berdiskusi, sekaligus melakukan konsolidasi santai dengan sesama kader partai, baik dari internal Blitar maupun dari wilayah lain di Jawa Timur yang kebetulan juga hadir di lokasi.</p>
<p>Setelah seluruh persiapan selesai dan kondisi fisik para kader kembali segar, barulah pada sore hari sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIB, seluruh rombongan besar akan bergerak bersama-sama menuju kompleks Makam Bung Karno. Agenda utama di sana adalah melaksanakan doa bersama secara khusyuk, membaca tahlil, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga di pusara Sang Proklamator. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Kesiapan Munas&amp;Konbes 2026, Gus Yahya Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Al&amp;Falah Ploso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-kesiapan-munas-konbes-2026-gus-yahya-ziarah-ke-makam-pendiri-ponpes-al-falah-ploso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-kesiapan-munas-konbes-2026-gus-yahya-ziarah-ke-makam-pendiri-ponpes-al-falah-ploso</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang pembukaan Munas-Konbes PBNU 2206 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf didampingi sejumlah pengurus PBNU dan pengasuh pondok pesantren berziarah ke  makam muassis (pendiri) pondok pesantren Al-Falah KH Ahmad Djazuli Utsman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a365c958694b.webp" length="61950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 16:31:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Menjelang pembukaan Munas-Konbes PBNU 2206 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf didampingi sejumlah pengurus PBNU dan pengasuh pondok pesantren berziarah ke makam muassis (pendiri) pondok pesantren Al-Falah KH Ahmad Djazuli Utsman. </p>
<p>Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah meletakkan dasar perjuangan dakwah, pendidikan, dan pengembangan Nahdlatul Ulama. </p>
<p>Di tempat tersebut rombongan memanjatkan doa serta mengirimkan tahlil untuk para pendiri dan sesepuh Ponpes Al Falah Ploso.  </p>
<p>“Sowan ke masyayikh pondok Al Falah Ploso, kita tawasilah memohon kepada Allah semoga acara munas konbes ini bermanfaat,” ungkap tokoh yang akrab disapa Gus Yahya tersebut, Sabtu, (20/6/2026). </p>
<p>Usai berziarah, Gus Yahya berkeliling meninjau sejumlah titik yang akan digunakan untuk pelaksanaan agenda nasional NU tersebut.</p>
<p>Dari hasil peninjauan, Gus Yahya menilai kesiapan venue secara umum sudah memadai. </p>
<p>Namun, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu segera dibenahi, terutama terkait mekanisme kepanitiaan dalam mengelola arus tamu dan peserta yang datang dari berbagai daerah.</p>
<p>“Secara umum kalau di venue ini Alhamdulillah cukup siap, memadai. Tinggal ada sejumlah kekurangan, khususnya dalam mekanisme-mekanisme kepanitiaan untuk mengelola para tamu dan peserta yang masih memerlukan perbaikan-perbaikan,” tambah Gus Yahya.</p>
<p>Ia mengaku telah menyampaikan sejumlah masukan kepada panitia agar kekurangan tersebut segera ditindaklanjuti sebelum agenda resmi dimulai.</p>
<p>Munas-Konbes NU 2026 yang dipusatkan di Ponpes Al Falah Ploso akan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Karena itu, kesiapan teknis dan pelayanan peserta menjadi perhatian utama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.</p>
<p>“Saya sudah bicarakan dengan teman-teman kepanitiaan, mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.</p>
<p>Munas-Konbes NU 2026 akan membahas sejumlah agenda penting. Di antaranya menetapkan materi Muktamar NU, menampung usulan-usulan terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar, serta membahas sejumlah isu di bidang keagamaan.</p>
<p>Dalam Konbes kali ini, persidangan akan dibagi ke dalam enam komisi. Keenam komisi tersebut adalah Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah yang akan bersidang di Aula Utama Al-Falah Induk, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah di Musholla Queen Al-Falah, dan Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah di Aula Teras Gubuk Al-Falah.</p>
<p>Selain itu, terdapat Komisi Organisasi yang akan bersidang di Aula Utama Al-Falah Putri, Komisi Program di Gedung Nasrul Ummah Al-Falah II, serta Komisi Rekomendasi yang akan merumuskan sejumlah rekomendasi strategis forum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahas Isu Keagamaan dan Materi Muktamar, Munas&amp;Konbes NU 2026 Resmi Dimulai Malam Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahas-isu-keagamaan-dan-materi-muktamar-munas-konbes-nu-2026-resmi-dimulai-malam-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahas-isu-keagamaan-dan-materi-muktamar-munas-konbes-nu-2026-resmi-dimulai-malam-ini</guid>
<description><![CDATA[ Dalam Konbes kali ini, persidangan akan dibagi ke dalam enam komisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36376a0c83e.webp" length="51510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 15:47:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Konbes-Munas PBNU 2026, ponpes Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP </strong>— Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas-Konbes NU 2026 akan resmi dibuka malam ini di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan bahwa seluruh persiapan penyelenggaraan Munas-Konbes terus dimatangkan. Forum tersebut akan diikuti oleh peserta dari PBNU dan seluruh PWNU se-Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Persiapan sudah terus dilakukan. Munas-Konbes insyaallah Presiden hadir pada saat penutupan,” kata Gus Ipul, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Gus Ipul menjelaskan, Munas-Konbes NU 2026 akan membahas sejumlah agenda penting. Di antaranya adalah menetapkan materi Muktamar NU, menampung usulan terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar, serta membahas sejumlah isu di bidang keagamaan.</p>
<p></p>
<p>“Forum ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Muktamar. Selain membahas materi muktamar, juga akan dibahas berbagai isu keagamaan yang menjadi perhatian NU,” kata Gus Ipul.</p>
<p></p>
<p>Dalam Konbes kali ini, persidangan akan dibagi ke dalam enam komisi. Keenam komisi tersebut adalah Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah yang akan bersidang di Aula Utama Al-Falah Induk, Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah di Mushola Queen Al-Falah, dan Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah di Aula Teras Gubuk Al-Falah.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, terdapat Komisi Organisasi yang akan bersidang di Aula Utama Al-Falah Putri, Komisi Program di Gedung Nasrul Ummah Al-Falah II, serta Komisi Rekomendasi yang akan merumuskan sejumlah rekomendasi strategis forum.</p>
<p></p>
<p>Gus Ipul, yang juga menjabat sebagai Ketua Organizing Committee Munas-Konbes NU 2026, menjelaskan bahwa peserta dari berbagai wilayah NU di Indonesia mulai berdatangan ke Kediri sejak Jumat. Menurutnya, pada Sabtu siang ini seluruh peserta sudah tiba di Kediri.</p>
<p></p>
<p>“Mulai kemarin peserta sudah datang secara bertahap. Siang ini insyaallah seluruh peserta, baik dari PWNU maupun PBNU, sudah hadir di Kediri,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Para peserta yang tiba di Kediri melakukan registrasi di lima hotel yang telah disiapkan oleh panitia sesuai dengan pembagian kamar. Setelah registrasi, peserta dijadwalkan berangkat menuju Pondok Pesantren Al-Falah Ploso pada sore hari untuk mengikuti acara pembukaan Munas-Konbes NU 2026.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, penutupan Munas-Konbes NU 2026 direncanakan digelar di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada Selasa, 23 Juni 2026 siang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemadaman Bergilir PLN di Gresik Bikin Jalanan Macet, Beruntung ada Ojol Urai Kemacetan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemadaman-bergilir-pln-di-gresik-bikin-jalanan-macet-beruntung-ada-ojol-urai-kemacetan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemadaman-bergilir-pln-di-gresik-bikin-jalanan-macet-beruntung-ada-ojol-urai-kemacetan</guid>
<description><![CDATA[ Rasa prihatin sang ojol menjadi alasan kuat dirinya spontan turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas secara sukarela. Saat listrik padam, arus kendaraan dari berbagai arah saling mengunci dan berebut jalan lantaran lampu lalu lintas mati total. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36393368043.webp" length="61804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 15:25:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Ojol Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Aksi sigap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menuai simpati warga pada Sabtu (20/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Pengemudi ojol tersebut secara sukarela turun ke persimpangan jalan untuk mengurai kemacetan parah akibat matinya lampu lalu lintas (traffic light) semasa pemadaman listrik bergilir.</p>
<p></p>
<p>Pengemudi ojol bernama Muhammad Lukman Al Hakim (29), warga Kecamatan Gresik, itu tampak heroik turun ke jalan menjadi polisi dadakan. Ia mengatur jalannya lalu lintas seorang diri. Tak pelak, aksi pengemudi ojol tersebut disambut positif oleh pengguna jalan yang sedang melintas.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai ojol, ini merupakan solidaritas antar pengendara jalan. Kalau ada lampu merah yang mati segera dibantu, kasihan. Membahayakan nyawa," kata Lukman, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Lukman mengaku, rasa prihatin menjadi alasan kuat dirinya spontan turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas secara sukarela. Saat listrik padam, arus kendaraan dari berbagai arah saling mengunci dan berebut jalan lantaran lampu lalu lintas mati total.</p>
<p></p>
<p>Spontan Lukman tergerak turun ke jalan untuk menghindari potensi kecelakaan lalu lintas. "Nanti kalau tidak diatur bingung mana yang maju duluan. Dan mana yang yang berhenti duluan. Biar sama-sama dan tidak ada kecelakaan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ditanya apakah jam kerja ojolnya terganggu, Lukman mengungkapkan hal tersebut merupakan aksi kemanusiaan. "Saat traffic light mati, saya spontan mengatur lalulintas. Kemudian saya telepon darurat 110 baru di tangani oleh petugas," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, pemadaman listrik akhir-akhir ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, melainkan juga di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Ia pun belum mengetahui penyebab pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Manajer PLN UP3 Gresik, Suhandopo, membenarkan terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Gresik yang mengalami pemadaman listrik secara bergantian. </p>
<p></p>
<p>Pemadaman tersebut dikarenakan PT PLN Unit Distribusi Jawa Timur tengah melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan.</p>
<p></p>
<p>Suhandopo menyebut situasi itu sebagai bagian dari upaya penguatan dan pemeliharaan jaringan distribusi guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk itu, sebagian pelanggan akan mengalami penghentian sementara aliran listrik dengan durasi yang disesuaikan dengan kondisi operasional sistem di masing-masing wilayah," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Luncurkan Awan Panas Guguran di Tengah Kabut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-dini-hari-luncurkan-awan-panas-guguran-di-tengah-kabut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-dini-hari-luncurkan-awan-panas-guguran-di-tengah-kabut</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu (20/6/2026) dini hari disertai Awan Panas Guguran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a35cb500b2ae.webp" length="13662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, erupsi Semeru, awan panas guguran, PVMBG, status siaga Semeru, berita terkini Semeru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>LUMAJANG, SJP — Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang meningkat. Pada Sabtu (20/6/2026) dini hari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi tepat pada pukul 03:01 WIB. Meskipun demikian, tinggi kolom abu akibat letusan ini tidak dapat teramati secara visual dari pos pemantauan.</p>
<p>Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kali ini terekam jelas di seismogram. Getaran gempa letusan memiliki amplitudo maksimum mencapai 22 mm. Petugas mencatat durasi gempa akibat aktivitas vulkanik ini berlangsung kurang lebih selama 3 menit 50 detik.</p>
<p>Selain melontarkan material vulkanik, aktivitas erupsi dini hari ini juga disertai dengan adanya awan panas guguran. </p>
<p>Sayangnya, jarak luncur pasti dari awan panas tersebut belum bisa dipastikan karena kondisi visual Gunung Semeru yang saat itu sepenuhnya tertutup oleh kabut pekat. </p>
<p>Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih tertahan pada Level III atau Siaga.</p>
<p>Menanggapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga.</p>
<p>Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>Di luar jarak tersebut, aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan juga harus dikosongkan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer.</p>
<p>Selain itu, zona bahaya dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga harus dipatuhi untuk menghindari lontaran batu pijar. </p>
<p>Pihak berwenang turut mengimbau warga agar senantiasa mewaspadai potensi awan panas dan guguran lava di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di anak-anak sungai sekitarnya. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Santri WNA Tertib Administrasi, Imigrasi Kediri Sidak di Ponpes Wali Barokah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-santri-wna-tertib-administrasi-imigrasi-kediri-sidak-di-ponpes-wali-barokah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-santri-wna-tertib-administrasi-imigrasi-kediri-sidak-di-ponpes-wali-barokah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan meneliti satu per satu dokumen keimigrasian, mulai dari paspor, visa, hingga izin tinggal para santri asing yang menempuh pendidikan keagamaan di lembaga tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh dokumen administrasi keimigrasian para santri WNA berada dalam status lengkap, legal dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a356374927d4.webp" length="29004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 23:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Ponpes Wali Barokah, Imigrasi Kediri, wna, santri wna</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Memastikan santri Warga Negara Asing (WNA) yang tengah menimba ilmu di Ponpes Wali Barokah tertib administrasi keimigrasian, Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri menggelar inspeksi mendadak ( sidak), Jumat (19/6/2026). </p>
<p>Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan meneliti satu per satu dokumen keimigrasian, mulai dari paspor, visa, hingga izin tinggal para santri asing yang menempuh pendidikan keagamaan di lembaga tersebut.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh dokumen administrasi keimigrasian para santri WNA berada dalam status lengkap, legal dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kediri, Muhammad Merdhi Berliano, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang mengedepankan pendekatan persuasif dan kolaboratif demi menjaga kondusivitas wilayah.</p>
<p>"Kegiatan pengawasan ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk memastikan seluruh warga negara asing, termasuk para santri yang sedang belajar di Ponpes Wali Barokah, telah memenuhi seluruh prosedur dokumen keimigrasian dan perizinan yang berlaku di Indonesia. Kami mengapresiasi keterbukaan pihak pesantren yang sangat kooperatif dalam mendukung validasi data ini," ujarnya, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyampaikan bahwa tertib administrasi merupakan salah satu pilar utama yang selalu ditekankan oleh institusinya, terutama dalam mendukung program pemerintah terkait validasi data santri.</p>
<p>"Kami di Ponpes Wali Barokah berkomitmen untuk selalu taat hukum dan tertib administrasi, termasuk dalam pencatatan data santri dari luar negeri. Kehadiran TIMPORA dari Imigrasi dan instansi terkait hari ini justru menjadi wadah bimbingan bagi kami agar sistem pelaporan orang asing di lingkungan pesantren tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Pintu kami selalu terbuka untuk koordinasi yang konstruktif seperti ini," ungkapnya.</p>
<p>Sidak ini melibatkan gabungan dari jajaran instansi mitra Imigrasi, mulai dari TNI, Polri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri.</p>
<p>"Kami merasa diperhatikan dan mengapresiasi kunjungan dari Kantor Imigrasi Kediri. Ini adalah langkah positif dalam mendukung kelancaran kegiatan pendidikan kami, serta memastikan bahwa santri asing yang berada di pesantren ini tidak menghadapi kendala administratif," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengamanan Munas&amp;Konbes PBNU 2026 Dimantapkan, 400 Personel Disiapkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengamanan-munas-konbes-pbnu-2026-dimantapkan-400-personel-disiapkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengamanan-munas-konbes-pbnu-2026-dimantapkan-400-personel-disiapkan</guid>
<description><![CDATA[ Dari sisi pengamanan, tokoh yang biasa disapa Gus Nabil itu mengungkapkan pihaknya menyiapkan sekitar 400 personel yang berasal dari berbagai badan otonom PBNU. Di antaranya melibatkan Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor), Banser, Pagar Nusa, (Corp Pelajar Putri),  KPP IPPNU, hingga Garda Fatayat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a355ba4a63d8.webp" length="63388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 22:15:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, Alfalah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Wakil Koordinator Seksi Keamanan Muchamad Nabil Haroen memastikan kesiapan pengamanan pelaksanaan Munas Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri telah mencapai sekitar 95 persen. </p>
<p>Dari sisi pengamanan, tokoh yang biasa disapa Gus Nabil itu mengungkapkan pihaknya menyiapkan sekitar 400 personel yang berasal dari berbagai badan otonom PBNU. Di antaranya melibatkan Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor), Banser, Pagar Nusa, (Corp Pelajar Putri), KPP IPPNU, hingga Garda Fatayat.</p>
<p>Untuk sistem pengamanan, panitia menerapkan skema empat ring pengamanan, mulai dari ring 1 hingga ring 4. Selain itu, masing-masing badan otonom juga menyiapkan sistem pengamanan tertutup sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan skenario yang tidak diinginkan.</p>
<p>Sebanyak 16 pos pengamanan juga telah disiapkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kediri. </p>
<p>"Di masing-masing banom juga sudah menyiapkan pengamanan tertutup jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, tapi semoga itu tidak terjadi," ujar Gus Nabil, Jumat (19/6/2026). </p>
<p>Sementara itu, untuk anggota Pagar Nusa yang terlibat pengamanan, didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Sidoarjo, Surabaya, Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Trenggalek.</p>
<p>"Ada 160 personel Pagar Nusa," ujar pria yang juga Ketua PP Pagar Nusa itu. </p>
<p>Gus Nabil menyebut, hingga saat ini belum ada indikasi gangguan yang berpotensi menghambat jalannya kegiatan. Meski demikian, peserta Munas dan Konbes tetap diimbau untuk mematuhi seluruh tata tertib dan aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran acara.</p>
<p>Dalam upaya mitigasi risiko, pihak juga telah berkoordinasi dan bersinergi dengan aparat gabungan, seperti TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, khususnya terkait kondisi akses jalan menuju lokasi kegiatan.</p>
<p>"Kita telah berkoordinasi dan bersinergi juga dengan TNI Polri, kemudian Satpol PP, kemudian Dishub untuk memitigasi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya. </p>
<p>Gus Nabil menegaskan, pelaksanaan Munas dan Konbes NU kali ini diharapkan tidak bersifat eksklusif, melainkan menjadi ruang kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh warga Nahdliyyin. Meski demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p>Sebagai bagian dari sistem pengamanan, seluruh peserta, peninjau, dan tamu undangan akan dibekali kartu identitas (ID card) yang dilengkapi dengan barcode. Kartu tersebut akan digunakan sebagai alat screening saat memasuki area kegiatan, guna memastikan akses yang tertib dan terkontrol.</p>
<p>"Jadi kita berharap semuanya, warga NU juga bisa menikmati acara ini, bisa ikut bahagia, bisa ikut bergembira, seperti halnya kegiatan-kegiatan yang sebelumnya, namun tidak mengabaikan soal prinsip-prinsip keamanan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FPRB Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Petrokimia Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fprb-apresiasi-simulasi-tanggap-darurat-petrokimia-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fprb-apresiasi-simulasi-tanggap-darurat-petrokimia-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik adalah sebuah wadah dalam membersamai seluruh elemen Pentahelix baik pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan dunia usaha dalam mewujudkan upaya pengurangan risiko bencana di kabupaten Gresik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3507c318680.webp" length="53142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 17:01:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, Petrokimia Gresik, FPRB Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik mengapresiasi simulasi tanggap darurat yang digelar PT Petrokimia Gresik.</p>
<p>Langkah ini dinilai responsif karena belum banyak perusahaan yang melibatkan berbagai pihak dalam menekan risiko dampak bencana terhadap masyarakat.</p>
<p>"Kami FPRB menyampaikan apresiasi terhadap dunia usaha yang sudah mencoba mengupayakan mitigasi dampak risiko dari bahaya ditempat kerja," kata Wakil Ketua FPRB Gresik, Danny Suteja, usai mewakili FPRB dalam acara simulasi tanggap darurat Emergency Respons Dril Petrokimia Gresik 2026, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Dani menyebut, juga mengapresiasi terhadap upaya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam simulasi tanggap darurat. Digelar Kamis (18/6/2026) kemarin, Emergency Respons Dril Petrokimia Gresik 2026 diikuti oleh pihak eksternal maupun internal Petrokimia Gresik Group.</p>
<p>Pihak eksternal turut mengikuti Rumah Sakit Semen Gresik, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Rumah Sakit Ibnu Sina, BPBD, Dinas PMK, Dinas Kesehatan, FPRB Kabupaten Gresik, dan sejumlah pihak lainnya dalam observer maupun evaluator.</p>
<p>"Salah satu pengurus kita juga menjadi evaluator, yang bertugas mengevaluasi simulasi tanggap darurat," jelasnya. </p>
<p>Simulasi tanggap darurat Petrokimia Gresik berlangsung maraton di area Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik. Puluhan partisipan terlibat dalam aksi simulasi dilapangan dalam skenario Emergency Respons Dril. </p>
<p>Petugas menjalankan skenario penanganan korban saat situasi kedaruratan terjadi. Petugas melakukan koordinasi medis eksternal, evaluasi posko darurat, dan rekapitulasi korban yang sesuai, sampai status kedaruratan dinyatakan aman.</p>
<p>"Yang menarik dari kegiatan ini adalah karena tergolong kejadian darurat di level dua, jadi Petrokimia Gresik melibatkan kluster kesehatan seperti sejumlah pihak rumah sakit terdekat," paparnya. </p>
<p>Menurut dia, simulasi tanggap darurat ini sangat penting agar perusahaan tidak gagap ketika terjadi sebuah kejadian kedaruratan.</p>
<p>"Agar menjadikan Tata Laksana Penangganan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi dampakan akibat kedaruratan yang ditimbulkan," pungkasnya. </p>
<p>Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik adalah sebuah wadah dalam membersamai seluruh elemen Pentahelix baik pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan dunia usaha dalam mewujudkan upaya pengurangan risiko bencana di kabupaten Gresik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 4,5 Km ke Besuk Kobokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-lagi-awan-panas-meluncur-45-km-ke-besuk-kobokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-lagi-awan-panas-meluncur-45-km-ke-besuk-kobokan</guid>
<description><![CDATA[ Awan panas meluncur sejauh 4,5 Km ke Besuk Kobokan, status tetap Level III Siaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a34b2a1b7278.webp" length="19180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 10:05:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>gunung semeru erupsi, semeru hari ini, awan panas semeru, pvmbg, bencana alam, lumajang, besuk kobokan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pada Jumat (19/6/2026) pagi pukul 07.21 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 4,5 kilometer dari puncak. Warga yang berada di sekitar lereng pun diminta untuk segera meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kali ini juga disertai dengan kolom letusan abu setinggi 1.000 meter di atas puncak. Material vulkanik dipastikan mengalir deras menuju sektor tenggara, tepatnya ke arah Besuk Kobokan.</p>
<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu tersebut bergerak dominan ke arah utara dan barat laut.</p>
<p>"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi gempa letusan selama 5 menit 33 detik," ungkap Mukdas dalam laporan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Meski hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan atau korban jiwa yang signifikan, status Gunung Semeru masih tertahan di Level III (Siaga).</p>
<p>Mengingat potensi bahaya yang masih tinggi, PVMBG mengeluarkan sejumlah larangan tegas bagi warga maupun wisatawan. </p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.</p>
<p>Di luar jarak tersebut, warga juga diminta untuk menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. </p>
<p>Pembatasan ini dilakukan karena aliran sungai tersebut berpotensi menjadi jalur perluasan awan panas dan ancaman aliran lahar dingin hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Pihak otoritas berharap masyarakat tetap tenang dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari PVMBG atau BPBD setempat. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ICN Siapkan Peta Jalan Demokrasi Digital yang Inklusif di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/icn-siapkan-peta-jalan-demokrasi-digital-yang-inklusif-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/icn-siapkan-peta-jalan-demokrasi-digital-yang-inklusif-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 diluncurkan sebagai acuan penguatan demokrasi digital. Penelitian ICN merekomendasikan revitalisasi SAID 2.0, peningkatan literasi digital, dan penguatan partisipasi publik melalui kolaborasi lintas sektor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33ef63bb9c2.webp" length="42292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 21:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ICN, analisis, digitalisasi, sekda, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berbasis teknologi terus diperkuat di Kabupaten Bondowoso. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran hasil penelitian </span>Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 yang digagas Ijen Cendekia Nusantara (ICN) sebagai instrumen untuk mengukur sekaligus memetakan kualitas demokrasi digital di daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluncuran BDDI 2026 berlangsung dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian dan Forum Dialog Kebijakan Tata Kelola Digital Inklusif di Pendopo Raden Bagus Assra (RBA), Kamis (18/6/2026). Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah kebijakan transformasi digital yang lebih inklusif dan berkeadilan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tidak sekadar memaparkan hasil riset, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesepahaman bersama mengenai masa depan demokrasi digital di Bondowoso. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, pemerintah dan masyarakat dituntut mampu memastikan digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan publik, tetapi juga memperluas ruang partisipasi warga dalam proses pembangunan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil penelitian BDDI 2026 pun diharapkan menjadi pijakan strategis dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diyakini dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan di tingkat daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Direktur ICN, Ach Humaidi, mengatakan BDDI 2026 dirancang bukan hanya sebagai alat ukur kondisi demokrasi digital, tetapi juga sebagai dasar penyusunan blueprint kebijakan yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di Bondowoso.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Hari ini kita berkumpul bukan hanya sekadar menandai selesainya penelitian, tetapi bagaimana bersama-sama membangun blueprint kebijakan tentang demokrasi digital di Bondowoso agar lebih inklusif dan lebih berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bondowoso," ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Humaidi, penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan data statistik, melainkan juga merekam berbagai aspirasi masyarakat yang perlu diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang berdampak nyata.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, BDDI 2026 diharapkan mampu menjadi peta jalan dalam pengembangan tata kelola digital yang berpihak kepada kebutuhan warga.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu rekomendasi utama yang muncul dari penelitian tersebut adalah revitalisasi Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) 2.0. Rekomendasi ini didasarkan pada temuan bahwa desa merupakan titik terdekat pelayanan publik sekaligus ruang interaksi utama antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Desa adalah episentrum pelayanan masyarakat. Karena itu, inovasi digital tidak boleh hanya berkutat di pusat pemerintahan, tetapi harus menyentuh masyarakat hingga tingkat grassroot. Itulah mengapa revitalisasi SAID 2.0 menjadi salah satu rekomendasi penting dalam penelitian ini," katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain penguatan layanan digital desa, penelitian juga merekomendasikan peningkatan literasi digital masyarakat serta penguatan ruang dialog publik agar warga dapat terlibat lebih aktif dalam proses perumusan kebijakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Humaidi menegaskan implementasi rekomendasi tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, lembaga donor, dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Kerja-kerja besar ke depan, terutama pada tataran implementasi, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak agar rekomendasi BDDI 2026 benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyambut positif hasil penelitian tersebut dan menyatakan bahwa rekomendasi BDDI 2026 akan menjadi salah satu referensi penting dalam memperkuat agenda transformasi digital pemerintah daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Kami sangat mengapresiasi hasil penelitian ini. Kajian berbasis data ilmiah seperti ini diharapkan mampu menginspirasi organisasi masyarakat sipil untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah," ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mengintegrasikan tiga rekomendasi utama BDDI 2026 ke dalam agenda pembangunan daerah, yakni reaktivasi SAID 2.0, peningkatan literasi digital yang inklusif, serta penguatan forum dialog yang terinstitusionalisasi antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Fathur Rozi, digitalisasi bukanlah tujuan akhir pembangunan, melainkan instrumen untuk memperkuat partisipasi publik dan kualitas demokrasi di daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Digitalisasi hanyalah instrumen untuk memperkuat partisipasi publik. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, demokrasi digital maupun demokrasi secara umum tidak akan berjalan secara optimal," tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Agenda tersebut sejalan dengan Misi Kedua RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 yang menitikberatkan pada transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk mendukung implementasinya, Pemkab Bondowoso telah menginstruksikan Diskominfo, Bapperida, dan DPMD untuk menyusun program kerja kolaboratif yang berfokus pada penguatan layanan publik berbasis digital. Pemerintah daerah juga tengah mempercepat integrasi berbagai aplikasi pelayanan publik ke dalam satu platform terpadu agar layanan menjadi lebih sederhana, efisien, dan mudah diakses masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fathur Rozi menegaskan bahwa prinsip inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses transformasi digital.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Digitalisasi harus mampu memberdayakan seluruh masyarakat secara adil. Tidak boleh ada satu pun warga Bondowoso yang tertinggal dalam proses transformasi digital ini atau no one left behind," katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menutup forum tersebut, ICN dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sepakat bahwa masa depan demokrasi digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memastikan teknologi benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Demokrasi digital yang bermakna tidak akan lahir dari ruang hampa. Ia harus dibidani oleh komitmen pemerintah yang responsif, didukung oleh masyarakat sipil yang tangguh, serta dikawal oleh kemitraan yang berkesinambungan," terang Sekda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sekda Bondowoso berharap sinergi antara pemerintah daerah, ICN, Tifa Foundation, dan berbagai elemen masyarakat sipil dapat terus diperkuat untuk mengawal implementasi hasil penelitian tersebut.</p>
<p>"Temuan ini menjadi kompas dan masukan yang sangat berarti bagi kami. Kami berharap pendampingan dan sinergi lintas sektor dapat terus berjalan demi mewujudkan demokrasi digital yang semakin kuat, sehat, dan inklusif di Kabupaten Bondowoso," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Bulan Tak Bisa Jual Tiket, Pantai Gemah Kehilangan Pendapatan dan Desa Tak Lagi Terima Bagi Hasil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tak-bisa-jual-tiket-pantai-gemah-kehilangan-pendapatan-dan-desa-tak-lagi-terima-bagi-hasil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tak-bisa-jual-tiket-pantai-gemah-kehilangan-pendapatan-dan-desa-tak-lagi-terima-bagi-hasil</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan sejak kerja sama pengelolaan atau PKS berakhir dan belum diperpanjang, pihaknya tidak lagi menerima dana bagi hasil dari penjualan tiket masuk kepada wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33b956e4d5a.webp" length="17066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 18:20:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pantai gemah, desa keboireng, kecamatan besuki, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Dampak kebijakan belum diperbolehkannya pengelola tempat wisata yang berada di lahan dibawah Kementerian Kehutanan, karena adanya perubahan aturan turut dirasakan oleh pengelola Pantai Gemah, di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung. </p>
<p>Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan sejak kerja sama pengelolaan atau PKS berakhir dan belum diperpanjang, pihaknya tidak lagi menerima dana bagi hasil dari penjualan tiket masuk kepada wisatawan. </p>
<p>“Kalau dampaknya belum terbitnya PKS yang baru, ya tidak bisa menjual tiket. Setelah legalitasnya tidak ada, orang-orang yang di karcis itu tidak bisa memaksa. Untuk menarik ya seikhlasnya, biasanya untuk operasional, kebersihan, lampu penerangan dan lainnya,” kata Supirin, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama lima hingga enam bulan terakhir. Selama periode itu, pengelola wisata hanya mengandalkan sumbangan sukarela pengunjung untuk membantu biaya operasional. </p>
<p>“Sudah berlangsung sekitar lima sampai enam bulan. Jadi kita mau memperpanjang PKS itu karena sekarang ada perubahan kaitan ke kementerian dan kita pun tidak punya jalur ke sana tanpa pemerintah daerah,” ujarnya. </p>
<p>Supirin menambahkan, tidak adanya penjualan tiket juga berdampak langsung terhadap pendapatan desa. Sebelumnya, Pemerintah Desa Keboireng memperoleh bagi hasil sebesar enam persen dari pendapatan wisata Pantai Gemah. </p>
<p>“Kalau dulu waktu Gemah sudah mulai sepi ini, per dua minggu itu antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta yang masuk dari sharing untuk desa,” ungkapnya. </p>
<p>Karena itu, pihak desa berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat membantu mempercepat proses perizinan dan kerja sama baru dengan Kementerian Kehutanan agar pengelolaan wisata kembali berjalan normal. </p>
<p>“Kita berharap pemerintah kabupaten bisa membantu mengurus izin terkait PKS yang sudah berhenti karena aturan baru," harap Supirin.</p>
<p>Selain itu, ditengah mulai sepinya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Gemah, Supirin berharap Pemerintah Daerah agar turun tangan. Menurutnya saat ini pengunjung Pantai Gemah menurun drastis jika dibandingkan dengan masa jayanya beberapa tahun lalu. Jika dulu setiap akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 10 ribu orang, saat ini hanya di kisaran seribu orang.</p>
<p>"Ke depannya setelah PKS turun, mungkin bisa ada kerja sama pembangunan wahana-wahana baru supaya wisatawan bisa ramai kembali,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kawal Munas&amp;Konbes PBNU 2026, Tim Keamanan Siapkan Sistem Pengamanan Terintegrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kawal-munas-konbes-pbnu-2026-tim-keamanan-siapkan-sistem-pengamanan-terintegrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kawal-munas-konbes-pbnu-2026-tim-keamanan-siapkan-sistem-pengamanan-terintegrasi</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026 Muchamad Nabil Haroen, menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang disiapkan mengedepankan prinsip sinergi, profesionalitas, serta khidmah kepada para masyayikh, kiai, peserta, dan seluruh tamu undangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32b43adfbc4.webp" length="22442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 23:01:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas - Konbes PBNU, suarajatimpost.com</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, panitia melalui Seksi Keamanan telah menyiapkan sistem pengamanan yang terintegrasi dan komprehensif.</p>
<p>Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026 Muchamad Nabil Haroen, menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang disiapkan mengedepankan prinsip sinergi, profesionalitas, serta khidmah kepada para masyayikh, kiai, peserta, dan seluruh tamu undangan.</p>
<p>“Sistem pengamanan ini dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh kekuatan Badan Otonom Nahdlatul Ulama serta unsur internal pesantren,” ujar Ketua PP Pagar Nusa tersebut, Rabu, (17/06/2026). </p>
<p>Adapun unsur yang terlibat dalam pengamanan meliputi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa beserta pasukan intinya, CBP IPNU, KPP IPPNU, serta Garda Fatayat NU.</p>
<p>Selain itu, Seksi Keamanan juga berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.</p>
<p>Seluruh personel akan bergerak dalam satu sistem komando dan koordinasi yang terpusat, dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap menjunjung tinggi disiplin, adab pesantren, dan nilai-nilai ukhuwah nahdliyah.</p>
<p>Nabil juga mengajak seluruh peserta, tamu undangan, serta warga Nahdliyin untuk turut menjaga ketertiban dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung. Ia mengimbau agar seluruh pihak mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan tanda pengenal resmi (ID Card) serta mengikuti pengaturan akses dan zonasi area kegiatan.</p>
<p>Menurutnya, perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan bagian dari tradisi intelektual Nahdlatul Ulama. Namun demikian, persaudaraan, penghormatan kepada ulama, serta kepatuhan terhadap aturan bersama harus tetap menjadi landasan utama.</p>
<p>“Semangat pengamanan yang kami bangun adalah semangat khidmah. Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga melayani para kiai, memuliakan tamu, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh peserta,” tegasnya.</p>
<p>Ia optimistis, dengan sinergi seluruh elemen, koordinasi yang solid, serta doa para masyayikh, pelaksanaan Munas-Konbes NU 2026 akan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.</p>
<p>“Harapannya, forum ini dapat melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Air Mata Haru dan Duka Sambut Kepulangan 535 Jemaah Haji Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/air-mata-haru-dan-duka-sambut-kepulangan-535-jemaah-haji-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/air-mata-haru-dan-duka-sambut-kepulangan-535-jemaah-haji-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu jemaah bernama Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, dilaporkan wafat di Arab Saudi hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya pulang ke Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3245be73cc1.webp" length="69314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 16:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jemaah Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Suasana haru dan tangis bahagia pecah di Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (17/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 535 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 60 dan 61 akhirnya tiba kembali di kampung halaman dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Namun, di tengah gemuruh kebahagiaan keluarga yang menjemput, terselip duka yang mendalam. </p>
<p></p>
<p>Salah satu jemaah bernama Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, dilaporkan wafat di Arab Saudi hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya pulang ke Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Sukipan, yang tergabung dalam Kloter 61, mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 01.00 dini hari waktu Arab Saudi. Kepergiannya menambah daftar jemaah asal Jombang yang tutup usia di Tanah Suci menjadi empat orang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan laporan medis yang diterimanya, almarhum meninggal dunia akibat serangan stroke.</p>
<p></p>
<p>"Informasi yang kami terima, almarhum mengalami serangan stroke menjelang kepulangan. Kami memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi berhak mendapatkan santunan asuransi yang sudah termasuk dalam komponen biaya haji," ujar Ilham.</p>
<p></p>
<p>Bupati Jombang, Warsubi, yang menyambut langsung kedatangan para jemaah di Pendopo Kabupaten, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Sukipan.</p>
<p></p>
<p>"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menghaturkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga. Semoga almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT," ucap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Warsubi juga memberikan ucapan selamat datang kembali kepada ratusan jemaah yang telah berhasil menyelesaikan rukun Islam kelima. Ia berharap seluruh jemaah dapat mempertahankan semangat ibadah dan menjadi teladan yang baik di lingkungan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan negara," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Proses kepulangan jemaah haji asal Jombang masih belum selesai. Ilham Rohim menambahkan bahwa pada Kamis (18/6/2026) besok, dua kloter berikutnya, yakni Kloter 62 dan 63, dijadwalkan akan tiba di Jombang.</p>
<p></p>
<p>Pihak Kemenag memastikan bahwa seluruh jemaah yang berada di dua kloter tersebut saat ini dalam kondisi sehat.</p>
<p></p>
<p>"Hingga laporan terakhir, kondisi jemaah di Kloter 62 dan 63 dalam keadaan baik. Tidak ada jemaah yang tertinggal di Arab Saudi, baik karena sakit maupun alasan lainnya," pungkas Ilham. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Balon Udara Jumbo Meledak dan Timpa Rumah di Gresik, Dua Remaja Luka Serius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/balon-udara-jumbo-meledak-dan-timpa-rumah-di-gresik-dua-remaja-luka-serius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/balon-udara-jumbo-meledak-dan-timpa-rumah-di-gresik-dua-remaja-luka-serius</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menjadi korban ledakan balon udara saat sedang memodifikasi sepeda motor di samping rumah. Kedua korban terkejut saat ledakan balon udara menimpa atas rumah. Serpihan petasan dan kaca membuat kedua korban berlumuran darah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3238f552d78.webp" length="62298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 15:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, balon udara Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Sebuah balon udara berukuran besar jatuh dan meledak di atas rumah warga Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.</p>
<p>Akibat peristiwa tersebut, dua remaja yang berada di dalam rumah, Muhammad Yusuf Sabillah (19) dan Muhammad Rasya Putra Ramadhan (19), mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah balon udara yang tidak diketahui asal dan pemiliknya tiba-tiba jatuh dari atas lalu mengenai tiang listrik yang berada di jalan desa, Selasa (16/6/2026) sore.</p>
<p>Saat itu balon tersebut sempat terbang kembali karena diterpa angin kencang, tetapi tidak lama kemudian jatuh dan menimpa rumah warga.</p>
<p>"Tiba-tiba terdengar suara ledakan pertama di bagian dalam rumah. Kemudian ada ledakan kedua mengenai asbes samping rumah. Kemudian ada serpihan-serpihan yang jatuh mengenai dua korban, adik saya," kata pihak keluarga korban, Risha Indriatama (30), Rabu (17/6/2026).</p>
<p>Risha mengatakan, kedua adiknya menjadi korban ledakan balon udara saat mereka sedang memodifikasi sepeda motor di samping rumah. Kedua korban terkejut saat ledakan balon udara menimpa atas rumah. Serpihan petasan dan kaca membuat kedua korban berlumuran darah.</p>
<p>Para korban terluka di bagian lengan kiri, kaki, dan kepala. "Hasil foto rontgen ternyata ada serpihan logam di dalamnya. Jadi hari ini dijadwalkan untuk tindakan operasi yang kedua," jelasnya. </p>
<p>Pihak keluarga berharap pelaku atau pemilik balon udara tersebut segera ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>
<p>"Untuk lebih umumnya supaya ini bisa menjadi pelajaran. Kita mengerti bahwa mungkin ada sebagian orang yang menganggap ini (balon udara) tradisi. Tapi kita juga harus tahu bahwa sekarang juga ada aturan yang harus kita taati bahwa semuanya itu sudah dilarang. Apalagi kalau merugikan orang lain," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gagal Menyalip di Tanjunganom Nganjuk, Truk Boks Hantam Pemotor hingga Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gagal-menyalip-di-tanjunganom-nganjuk-truk-boks-hantam-pemotor-hingga-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gagal-menyalip-di-tanjunganom-nganjuk-truk-boks-hantam-pemotor-hingga-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3234da787a0.webp" length="44040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 14:30:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lakalantas, Truck boks vs Sepeda Motor, Pemotor tak sadar diri, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Diduga akibat kurang perhitungan saat mendahului kendaraan di depannya, sebuah truk boks menghantam sepeda motor dari arah berlawanan di Jalan Raya Nganjuk-Surabaya, tepatnya di Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.</p>
<p></p>
<p>Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Kecelakaan bermula saat truk boks Mitsubishi bernomor polisi AE-8537-SU yang dikemudikan oleh WCP (25), warga Slahung, Ponorogo, melaju dari arah barat menuju ke timur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3235001ad44.webp" alt=""></p>
<p>Sesampainya di lokasi, WCP mencoba mendahului kendaraan yang ada di depannya. Sayangnya, truk tersebut bergerak terlalu ke kanan hingga memakan jalur lawan.</p>
<p></p>
<p>Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (timur ke barat), datang sepeda motor Honda PCX bernomor polisi AG-3787-ECW yang dikendarai oleh MBRA (25), warga Puncu, Kediri. Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindarkan.</p>
<p></p>
<p>"Karena jarak sudah terlalu dekat, kedua pengemudi tidak dapat menghindar lagi sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.</p>
<p></p>
<p>Dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal bagi pengendara motor. MBRA mengalami luka serius di bagian kepala dan langsung pingsan di tempat. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, sopir truk boks dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.</p>
<p></p>
<p>Warga sekitar bersama petugas kepolisian langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan medis darurat. </p>
<p></p>
<p>Polisi juga telah meminta Visum et Repertum (VER) untuk memeriksa kondisi luka korban secara resmi.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kasus kecelakaan tersebut sudah ditangani oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar Ditemukan Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/santriwati-asal-kediri-yang-terseret-ombak-di-pantai-pangi-blitar-ditemukan-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/santriwati-asal-kediri-yang-terseret-ombak-di-pantai-pangi-blitar-ditemukan-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, tepat pada hari keenam korban berhasil ditemukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a320cc62be73.webp" length="78860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 12:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Korban, Santri, Kediri, Terseret, Ombak, Pantai Pangi, Blitar, Ditemukan, Meninggal Dunia, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Pencarian terhadap M (9), santriwati asal Kabupaten Kediri yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar akhirnya membuahkan hasil.</p>
<p></p>
<p>Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keenam operasi pencarian, Selasa (16/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Korban ditemukan sekitar pukul 14.51 WIB oleh Tim SAR Gabungan di kawasan tebing Umbul Waru, tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, jasad korban berada di atas batu karang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengatakan penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak insiden terjadi pada Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>"Korban atas nama M yang sebelumnya masih dalam pencarian telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di sekitar tebing Umbul Waru dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya, Rabu (17/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Pada hari keenam operasi SAR, tim gabungan memulai kegiatan dengan apel dan pembagian tugas pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, personel yang tergabung dalam SRU Air dan SRU Darat melakukan penyisiran di sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan rencana operasi pencarian.</p>
<p></p>
<p>Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada sore hari. Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur SAR yang sejak awal turut membantu pencarian.</p>
<p></p>
<p>"Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, tepat pada hari keenam korban berhasil ditemukan. Kemarin proses pencarian dilakukan sejak pagi dan pada sore harinya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi saat rombongan santri dari Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan outing class di Pantai Pangi. Saat itu, tiga santri terseret ombak besar ketika berada di area karang di sisi timur pantai.</p>
<p></p>
<p>Dua korban berhasil diselamatkan. Korban berinisial AZ (11) selamat setelah mendapat pertolongan dari rekan-rekannya, sementara korban A (9) berhasil dievakuasi oleh warga dan nelayan setempat setelah sempat terbawa arus.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, M (9) hilang terseret ombak dan menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan selama enam hari terakhir.</p>
<p></p>
<p>Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Malang Raya, Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Blitar, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, organisasi relawan, komunitas komunikasi, hingga masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p>Dengan ditemukannya korban, operasi SAR Gabungan resmi dinyatakan selesai.</p>
<p></p>
<p>BPBD Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berwisata di kawasan pantai selatan yang memiliki karakteristik ombak besar dan arus kuat. </p>
<p></p>
<p>Wisatawan juga diminta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area berbahaya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muktamar PBNU ke&amp;35 Digelar Agustus 2026, Lokasi Akan Diputuskan dalam Munas dan Konbes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muktamar-pbnu-ke-35-digelar-agustus-2026-lokasi-akan-diputuskan-dalam-munas-dan-konbes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muktamar-pbnu-ke-35-digelar-agustus-2026-lokasi-akan-diputuskan-dalam-munas-dan-konbes</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi Muktamar PBNU ke-35 yang dijadwalkan pada Agustus 2026 masih menunggu keputusan Munas dan Konbes PBNU. Sejumlah daerah seperti Jawa Timur, NTB, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat masuk dalam daftar calon tuan rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a315c461b694.webp" length="53250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 22:03:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Munas-Konbes PBNU, PBNU, Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KEDIRI, SJP – </b>Lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang masih belum ditetapkan. Penentuan lokasi akan dibahas dan diputuskan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU yang digelar di Kediri pada 20-22 Juni 2026.</p>
<p>Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes PBNU, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Muktamar. Seluruh usulan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan organisasi.</p>
<p>“Ada NTB, DKI Jakarta, Jawa Timur, ada beberapa pondok pesantren di Jawa Timur, kemudian ada Sumatera Barat. Semua itu nanti akan menjadi bahan pengambilan keputusan. Kita tunggu saja, saya tidak berani berandai-andai soal itu. Kita ikuti prosesnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, seluruh daerah yang mengajukan diri memiliki peluang yang sama untuk ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar. Keputusan akhir nantinya akan diambil melalui mekanisme organisasi berdasarkan hasil pembahasan dalam Munas dan Konbes.</p>
<p>“Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa. Yang memutuskan tentu melalui Munas-Konbes atau diputuskan PBNU berdasarkan rekomendasi hasil Munas dan Konbes,” tambahnya.</p>
<p>Gus Ipul menjelaskan, Munas dan Konbes merupakan tahapan awal yang sangat penting menjelang Muktamar. Berbagai materi dan usulan strategis yang akan dibahas dalam Muktamar akan lebih dulu dimatangkan melalui kedua forum tersebut.</p>
<p>“Munas dan Konbes menjadi ruang untuk mempersiapkan berbagai usulan yang nantinya dibawa ke Muktamar. Ada beberapa isu penting dan menarik yang akan didiskusikan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes PBNU, Prof. Muhammad Nuh, menilai agenda tersebut bukan hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga momentum silaturahmi para ulama dan masyayikh dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>“Yang bertemu adalah para masyayikh, para kiai sepuh dengan kiai sepuh, di tempat yang mulia ini. Itu yang sangat berharga dan dirindukan, yakni pertemuan serta silaturahmi para ulama,” ungkap mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, Gus Ipul memastikan PBNU telah mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri penutupan Munas dan Konbes. Jika pembukaan dan rangkaian utama kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, pada 20-22 Juni 2026, maka penutupan direncanakan digelar di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026.</p>
<p>“Sementara penutupan direncanakan di Kabupaten Bangkalan. PBNU juga mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan amanat pada acara penutupan,” ujarnya.</p>
<p>Selain Presiden, PBNU juga akan mengundang sejumlah pejabat pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, para pengasuh pondok pesantren, serta tokoh-tokoh masyarakat untuk menghadiri pembukaan Munas dan Konbes. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PBNU Finalisasi Persiapan Munas dan Konbes 2026 di Ponpes Al Falah Ploso Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pbnu-finalisasi-persiapan-munas-dan-konbes-2026-di-ponpes-al-falah-ploso-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pbnu-finalisasi-persiapan-munas-dan-konbes-2026-di-ponpes-al-falah-ploso-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Steering Committee (SC) memfinalisasi persiapan acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipusatkan di Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri pada tanggal 20-22 Juni mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a315ba15395e.webp" length="40000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 21:31:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Munas-Konbes PBNU, PBNU, Al-Falah Ploso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong><em>Steering Committee</em> (SC) memfinalisasi persiapan acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipusatkan di Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri pada tanggal 20-22 Juni mendatang.</p>
<p>"Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Al Falah Ploso yang sudah bukan saja siap, tapi sangat-sangat siap (menghelat Munas dan Konbes)," ujar Sekretaris <em>Steering Committee</em> Munas dan Konbes PBNU Prof Muhammad Nuh, Selasa, (16/6/2026). </p>
<p>Dalam kesempatan itu selain dilakukan rapat koordinasi pelaksanaan juga dilakukan apel Banser di lingkungan Ponpes Al Falah Ploso.</p>
<p>"Kami bersama-sama ke Ploso ini dalam rangka checking final persiapan pelaksanaan munas dan konbes yang insyaallah akan dilaksanakan tanggal 20, 21, dan 22," tambahnya. </p>
<p>Tokoh yang dikenal pernah mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Pers itu menuturkan selain memastikan kesiapan, pihak <em>steering committee</em> juga tengah menyiapkan materi-materi yang akan dibahas dalam Munas dan Konbes PBNU nanti dan kemudian ditetapkan di Muktamar. </p>
<p>Ia mengungkapkan, agenda Muktamar merupakan agenda tertinggi dalam organisasi PBNU, kemudian diikuti Munas dan Konbes. </p>
<p>"Karena waktunya sangat berhimpitan, kurang satu bulan direncanakan Muktamar, maka Munas dan Konbes konbes ini akan menyiapkan sebaik mungkin materi-materi yang akan ditindaklanjuti, yang memang kewenangan penetapannya ada di muktamar," jelasnya. </p>
<p>Materi yang diusulkan atau masuk ke <em>steering committee </em>cukup beragam, seperti reformasi organisasi dan penguatan lembaga syuriyah. Kemudian juga isu-isu keagamaan yang terkait dengan kekinian. </p>
<p>"Misalkan saja fikih yang terkait dengan masalah digital, kripto dan seterusnya. Masyarakat perlu mendapatkan kepastian syar'i seperti apa. Karena ada perubahan dinamika teknologi tadi, itu nanti akan dibahas di sini," tambahnya. </p>
<p>Di sisi lain, pengasuh Ponpes Al Falah KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar memastikan akan mengoptimalkan kesiapan pondok sebagai tuan rumah Munas dan Konbes. </p>
<p>"Kami akan coba untuk memaksimalkan semua Dalam rangka mengsyukuri kesempatan untuk berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama. Kami mohon doa kepada semua pihak semoga Al-Falah Ploso mampu menyiapkan semuanya dengan baik dan menjadikan Munas - Konbes ini benar-benar Munas-Konbes yang Aman, nyaman dan bermanfaat," jelasnya. </p>
<p>Munas dan Konbes sendiri diperkirakan akan diikuti kurang lebih 1000 orang peserta, baik pengurus, masyarakat dan tamu undangan.</p>
<p>"Dua hari lagi kita coba mulai pemasangan. Kalau hari ini yang jelas semua gambaran sudah kami haturkan dan insya Allah semuanya sudah terima," ungkap tokoh yang biasa disapa Gus Kautsar ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>AKP Bambang Subinajar Tinggalkan Humas Polres Malang, Siap Emban Tugas Baru sebagai Kapolsek Pakis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akp-bambang-subinajar-tinggalkan-humas-polres-malang-siap-emban-tugas-baru-sebagai-kapolsek-pakis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akp-bambang-subinajar-tinggalkan-humas-polres-malang-siap-emban-tugas-baru-sebagai-kapolsek-pakis</guid>
<description><![CDATA[ AKP Bambang Subinajar resmi meninggalkan jabatan Kasihumas Polres Malang setelah mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Pakis dalam rotasi organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31364f74334.webp" length="49594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 19:31:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Kapolsek Pakis, AKP M Budiono, AKBP Muhammad Taat Resdi, Humas Polri, Polri Presisi, Berita Malang, Kepolisian Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Jabatan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang resmi berganti. AKP Bambang Subinajar yang selama ini menjadi wajah komunikasi publik Polres Malang mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Pakis.</p>
<p>Pergantian jabatan tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi di halaman Mapolres Malang, Senin (15/6/2026). Posisi Kasihumas kini diemban AKP M Budiono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Wonosari.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKP Bambang selama memimpin fungsi kehumasan dan membangun komunikasi publik yang efektif antara Polri dengan masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, peran kehumasan memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.</p>
<p>“Peran fungsi kehumasan saat ini sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Saya mengucapkan terima kasih kepada AKP Bambang Subinajar atas pengabdian dan kontribusinya dalam menyampaikan berbagai informasi kepolisian secara cepat, akurat, dan edukatif kepada masyarakat,” ujar AKBP Taat.</p>
<p>Ia menegaskan, keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat melalui berbagai kanal informasi.</p>
<p>“Kepercayaan publik harus terus dijaga melalui keterbukaan informasi, pelayanan yang humanis, serta komunikasi yang konstruktif. Karena itu, fungsi kehumasan menjadi bagian penting dalam mendukung program Polri Presisi,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, AKP Bambang Subinajar mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres Malang, insan media, dan masyarakat yang selama ini menjadi mitra dalam penyebarluasan informasi kepolisian.</p>
<p>“Selama menjalankan amanah sebagai Kasihumas, kami berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pihak. Terima kasih kepada rekan-rekan media dan masyarakat yang telah menjadi mitra dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan bermanfaat,” ujar Bambang.</p>
<p>Ia berharap sinergi yang selama ini terjalin antara Polres Malang dan media massa dapat terus diperkuat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.</p>
<p>AKP Bambang juga memohon doa restu atas amanah barunya sebagai Kapolsek Pakis. Menurutnya, setiap penugasan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, AKP M Budiono resmi menerima tongkat estafet sebagai Kasihumas Polres Malang. Kapolres berharap pejabat baru mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam strategi komunikasi publik.</p>
<p>“Pergantian jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Saya berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dan terus berinovasi dalam membangun komunikasi publik yang positif,” pungkas AKBP Taat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merawat Tradisi di Tengah Lesunya Wisata, Grebeg Suro 2026 Semarakkan Pantai Gemah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merawat-tradisi-di-tengah-lesunya-wisata-grebeg-suro-2026-semarakkan-pantai-gemah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merawat-tradisi-di-tengah-lesunya-wisata-grebeg-suro-2026-semarakkan-pantai-gemah</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kelancaran aktivitas ekonomi yang selama ini menopang kehidupan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30fdb07c731.webp" length="101664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 17:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, grebeg suro, pantai gemah, desa keboireng kecamatan besuki, suarajatimposr</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi Grebeg Suro Sedekah Bumi di kawasan wisata Pantai Gemah, Selasa (16/6/2026) siang.</p>
<p>Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan kelancaran aktivitas ekonomi yang selama ini menopang kehidupan warga.</p>
<p>Pada perayaan kali ini, warga membuat sebuah tumpeng agung atau gunungan raksasa yang berisi aneka hasil bumi, mulai dari buah-buahan hingga berbagai jenis sayuran hasil panen masyarakat setempat. Tumpeng tersebut menjadi simbol kemakmuran sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera di masa mendatang.</p>
<p>Kepala Desa Keboireng, Supirin, mengatakan Grebeg Suro merupakan tradisi yang rutin digelar setiap tahun bertepatan dengan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak kembali sektor pariwisata Pantai Gemah yang belakangan mengalami penurunan jumlah pengunjung.</p>
<p>“Grebeg Suro ini dalam rangka menyambut 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Tujuannya selain bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga untuk kemajuan wisata Pantai Gemah ke depan. Alhamdulillah masyarakat Keboireng yang bekerja di sektor pertanian, perdagangan, nelayan hingga jasa wisata selama ini masih bisa menjalankan aktivitasnya,” ujar Supirin.</p>
<p>Sebelum diperebutkan warga, gunungan hasil bumi terlebih dahulu didoakan oleh tokoh adat setempat. Setelah itu, tumpeng agung diarak mengelilingi kawasan Pantai Gemah dengan diiringi berbagai kesenian tradisional, seperti Reog Kendang dan barongan. Prosesi kirab tersebut berlangsung meriah dan menyedot perhatian ratusan warga maupun wisatawan yang hadir.</p>
<p>Suasana semakin semarak ketika rombongan kirab melintasi area pantai. Pengunjung tampak antusias mengikuti jalannya prosesi sedekah bumi yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir selatan Tulungagung tersebut.</p>
<p>Usai arak-arakan selesai, ratusan warga dan wisatawan langsung menyerbu gunungan hasil bumi. Mereka saling berdesakan untuk mendapatkan buah maupun sayuran yang menghiasi tumpeng raksasa. Masyarakat meyakini hasil bumi yang diperoleh dari gunungan tersebut membawa berkah dan keberuntungan.</p>
<p>Selain prosesi doa dan kirab tumpeng, rangkaian Grebeg Suro juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus menarik minat wisatawan berkunjung ke Pantai Gemah.</p>
<p>Namun demikian, Supirin mengakui jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Gemah saat ini jauh menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan wisata.</p>
<p>“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung sekarang memang jauh berkurang. Penurunannya bukan lagi 50 persen, tetapi sudah sekitar 75 persen. Dulu setiap akhir pekan atau hari libur, pengunjung bisa mencapai 5.000 sampai 10.000 orang. Sekarang jumlahnya jauh lebih sedikit,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini pengelolaan kawasan wisata juga menghadapi sejumlah kendala, termasuk berakhirnya perjanjian kerja sama (PKS) yang sebelumnya menjadi dasar pengelolaan wisata.</p>
<p>Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi upaya pengembangan kawasan Pantai Gemah. Karena itu, Pemerintah Desa Keboireng berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan destinasi wisata tersebut. Dukungan yang dimaksud antara lain percepatan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan serta pembangunan wahana-wahana baru yang dapat meningkatkan daya tarik wisata.</p>
<p>“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa membantu menyelesaikan persoalan perizinan dan pembaruan kerja sama pengelolaan yang saat ini sudah habis. Ke depan kami juga berharap ada pembangunan wahana-wahana baru agar wisatawan kembali ramai berkunjung ke Pantai Gemah,” ungkap Supirin.</p>
<p>Melalui tradisi Grebeg Suro Sedekah Bumi, masyarakat Keboireng tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga di kawasan Pantai Gemah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Loket Pantai Pasir Panjang Malang Pindah, Pengelola Bangun Fasilitas dari Nol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/loket-pantai-pasir-panjang-malang-pindah-pengelola-bangun-fasilitas-dari-nol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/loket-pantai-pasir-panjang-malang-pindah-pengelola-bangun-fasilitas-dari-nol</guid>
<description><![CDATA[ Sekarang Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang punya loket sendiri-sendiri. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih tiket dan pengelolaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30da2bdc627.webp" length="152094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 14:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Pasir Panjang, Pantai Ngliyep, Wisata Malang Selatan, Jalur Lintas Selatan, Wisata Kabupaten Malang, Jasa Yasa, KTH Pasir Panjang, Tiket Wisata, Loket Wisata, Destinasi Malang, Wisata Pantai Malang, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Penataan kawasan wisata di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang membawa perubahan baru bagi pengelolaan destinasi Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang. Kedua destinasi yang selama ini berada dalam satu akses masuk kini sepakat menerapkan sistem loket terpisah guna menghindari tumpang-tindih pengelolaan tiket wisata.</p>
<p></p>
<p>Kesepakatan tersebut membuat pengelola Pantai Pasir Panjang harus memindahkan loket pelayanan ke lokasi baru sekaligus membangun kembali sejumlah fasilitas pendukung yang sebelumnya tersedia di lokasi lama.</p>
<p></p>
<p>Pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) sekaligus pengelola Pantai Pasir Panjang, Arifin, mengatakan bahwa pemisahan loket dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Sekarang Ngliyep dan Pasir Panjang punya loket sendiri-sendiri. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih tiket dan pengelolaan,” kata Arifin saat ditemui di kawasan Pantai Pasir Panjang, Senin (15/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut disepakati bersama demi memperjelas sistem pelayanan wisatawan yang berkunjung ke masing-masing destinasi. Pantai Ngliyep berada di bawah pengelolaan Jasa Yasa, sedangkan Pantai Pasir Panjang dikelola oleh KTH setempat.</p>
<p></p>
<p>Meski mendukung kebijakan tersebut, Arifin mengakui relokasi loket menimbulkan sejumlah konsekuensi bagi pengelola. Berbagai fasilitas yang selama ini dibangun secara swadaya di lokasi lama tidak dapat dimanfaatkan kembali setelah perpindahan dilakukan.</p>
<p></p>
<p>“Kami sebelumnya membangun sendiri fasilitas loket, termasuk jaringan listrik. Ketika pindah, sebagian besar tidak bisa dipindahkan dan harus membangun lagi dari awal,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain jaringan listrik, pengelola juga harus merelakan fasilitas saluran air bersih yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Menurut Arifin, pemindahan jaringan air tidak mungkin dilakukan karena membutuhkan pemasangan pipa dengan jarak yang cukup jauh.</p>
<p></p>
<p>“Kalau air harus menarik pipa lebih dari satu kilometer. Jadi praktis harus mencari solusi baru,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung pembangunan fasilitas di lokasi baru, pengelola sebelumnya mendapat informasi akan menerima bantuan dari Bapenda Kabupaten Malang sebesar Rp15 juta. Bantuan tersebut direncanakan untuk membantu pembangunan loket baru sebagai dampak relokasi akses masuk wisata.</p>
<p></p>
<p>Namun, hingga pertengahan Juni 2026, bantuan yang dijanjikan tersebut belum juga diterima oleh pengelola. Kondisi itu membuat proses pembangunan harus dilakukan secara bertahap sambil menunggu kepastian pencairan anggaran.</p>
<p></p>
<p>“Informasinya bantuan Rp15 juta untuk pembangunan loket baru. Sampai sekarang belum turun,” tegas Arifin.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kebutuhan pembangunan di lokasi baru cukup besar karena hampir seluruh fasilitas harus dibangun kembali. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan anggaran yang telah dijanjikan dapat segera direalisasikan agar pembangunan berjalan lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>“Kami berharap bantuan itu bisa segera direalisasikan. Kalau memungkinkan ditambah menjadi sekitar Rp20 juta tentu akan sangat membantu karena kebutuhan pembangunan cukup banyak,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Arifin juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam rapat awal yang membahas relokasi loket wisata. Saat pembahasan pertama dilakukan, yang hadir disebut hanya unsur pemerintah desa, kecamatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.</p>
<p></p>
<p>“Kami sebagai pengelola Pasir Panjang tidak diundang dalam rapat pertama itu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pengelola menegaskan tetap menghormati keputusan pemerintah mengenai pemisahan loket dan penataan kawasan wisata. Mereka berharap sistem baru tersebut dapat memberikan kepastian pengelolaan bagi masing-masing destinasi sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malang Selatan.</p>
<p></p>
<p>Dengan diterapkannya sistem loket terpisah, wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Ngliyep maupun Pantai Pasir Panjang mendatang akan dilayani melalui pintu masuk dan loket masing-masing sesuai dengan pengelola destinasi.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini ditulis, pihak Bapenda Kabupaten Malang belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian pencairan bantuan pembangunan loket Pantai Pasir Panjang yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada pengelola. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korsleting, Pom Mini di Jalur Kawah Ijen Bondowoso Ludes Terbakar, Tiga Pekerja Terluka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-pom-mini-di-jalur-kawah-ijen-bondowoso-ludes-terbakar-tiga-pekerja-terluka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-pom-mini-di-jalur-kawah-ijen-bondowoso-ludes-terbakar-tiga-pekerja-terluka</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran melanda Pom Mini di Desa Sukosari, Bondowoso, Senin (15/6/2026). Tiga karyawan mengalami luka bakar ringan, sementara kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah akibat dugaan korsleting mesin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fe10e67b9c.webp" length="64160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, puting beliung, BPBD, suarjatimpost, banjir, tanah longsor, kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="235" data-end="572"><strong data-start="235" data-end="253">BONDOWOSO, SJP</strong> – Sebuah stasiun pengisian bahan bakar mini (Pom Mini) di Desa Sukosari, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, terbakar pada Senin (15/6/2026) siang. Insiden yang terjadi di jalur menuju kawasan wisata Kawah Ijen itu menyebabkan tiga orang karyawan mengalami luka bakar ringan dan harus mendapatkan perawatan medis.</p>
<p data-start="574" data-end="797">Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap dua unit mesin pompa bahan bakar mini beserta sejumlah barang di lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="799" data-end="1098">Petugas Damkar Bondowoso menerima laporan kejadian pada pukul 13.18 WIB dan langsung mengerahkan armada menuju lokasi. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, tim tiba di lokasi pada pukul 13.47 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.</p>
<p data-start="1100" data-end="1318">Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bondowoso,<strong> </strong>Aries Agung Sungkowo, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel dan sejumlah armada setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p data-start="1320" data-end="1534">"Kami menerima laporan kebakaran Pom Mini di Desa Sukosari pada pukul 13.18 WIB. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa kendaraan Carcentro, Water Supply, dan Rescue untuk melakukan penanganan," ujar Kasatpol PP.</p>
<p data-start="1536" data-end="1806">Berdasarkan hasil penanganan dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting pada mesin dispenser bahan bakar (DAP). Saat itu, salah seorang penjaga bernama Samsul tengah menghidupkan mesin tersebut sebelum muncul percikan api dari bagian bawah.</p>
<p data-start="1808" data-end="2051">"Ketika rekan korban hendak mengambil alat pemadam api ringan (APAR), api justru menyambar dan mengenai salah satu pekerja. Dalam waktu singkat kobaran api membesar sehingga warga segera menghubungi petugas melalui layanan SiJaguar," jelasnya.</p>
<p data-start="2053" data-end="2284">Akibat kejadian tersebut, tiga orang pekerja mengalami luka bakar ringan. Mereka masing-masing adalah Samsul (32), Fernando (26), dan Tio (27). Ketiganya langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukosari untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p data-start="2286" data-end="2535">Selain menimbulkan korban luka, kebakaran juga merusak dua unit mesin pompa bahan bakar mini, sebuah televisi, dan kasur kapuk yang berada di lokasi usaha. Nilai kerugian masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p data-start="2537" data-end="2745">Kasatpol PP mengimbau masyarakat yang mengelola usaha penyimpanan maupun penjualan bahan bakar untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik dan peralatan operasional guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.</p>
<p data-start="2747" data-end="3014">"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan standar keselamatan, terutama pada usaha yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar. Pemeriksaan instalasi listrik dan kesiapan APAR perlu dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko kebakaran," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2747" data-end="3014"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Balita di Sampang Tewas Tenggelam Saat Bermain</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-balita-di-sampang-tewas-tenggelam-saat-bermain</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-balita-di-sampang-tewas-tenggelam-saat-bermain</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga korban diketahui berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4), warga Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f546df2ba7.webp" length="45242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Mas Ulul</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>SAMPANG, SJP </strong>— Peristiwa tragis terjadi di Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Tiga balita yang masih memiliki hubungan keluarga ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah sumur atau embung penampungan air warga pada Ahad (14/06/2026).</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga korban diketahui berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4), warga Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Alfiya yang melihat salah satu korban mengambang di permukaan air embung. Menyadari kejadian tersebut, saksi segera meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian melakukan pencarian dan menemukan dua korban lainnya di dalam embung yang sama. Ketiga korban selanjutnya dievakuasi serta dibawa ke Puskesmas Sreseh untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, ketiga balita tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara insiden tersebut merupakan kecelakaan saat korban bermain di sekitar lokasi embung.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">"Peristiwa ini merupakan musibah yang sangat memprihatinkan, Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, ketiga korban diduga tenggelam saat bermain di sekitar sumur atau embung air tersebut. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah serta menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum," ujar AKP Eko Puji Waluyo.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Usai kejadian, personel Polsek Sreseh bersama tim identifikasi melakukan serangkaian tindakan kepolisian, termasuk mengamankan lokasi, meminta keterangan para saksi, serta melengkapi administrasi penyelidikan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Polres Sampang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, agar tidak bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">"Kami mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama saat bermain di sekitar sumur, embung, sungai, kolam, maupun area perairan lainnya, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Diketahui, embung atau sumur terbuka tersebut sehari-hari dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci dan memasak. Lokasi tersebut bukan merupakan tempat pemandian umum maupun area bermain anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, terutama orang tua, akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan yang memiliki potensi bahaya tinggi. <strong>(*) </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Panas dan Angin Kencang, Api Cepat Membesar dalam Kebakaran Gudang di Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/senin-dini-hari-bangunan-gudang-di-kota-kediri-dilalap-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/senin-dini-hari-bangunan-gudang-di-kota-kediri-dilalap-api</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan itu sendiri, menurut warga sekitar, merupakan gudang penyimpanan bahan pangan, seperti sembako. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f10c5aa305.webp" length="20132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 07:10:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, kebakaran kota Kediri, damkar kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP</strong> — Sebuah bangunan di Kota Kediri hangus terbakar pada Senin (15/06/2026) dini hari.</p>
<p></p>
<p>Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kota Kediri, Dhani Adi Projo, mengungkapkan bahwa kebakaran yang melanda bangunan di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 00.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Mendapat laporan dari masyarakat, tim Damkar Kota Kediri bergerak cepat untuk melakukan pemadaman dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. </p>
<p></p>
<p>"Info pukul 12.00 malam kami terima. Kita langsung tidak lanjuti," jelas Dhani.</p>
<p></p>
<p>Bangunan itu sendiri, menurut warga sekitar, merupakan gudang penyimpanan bahan pangan, seperti sembako. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, terdapat banyak kardus di dalam bangunan tersebut. Kobaran api memang terlihat besar, terutama di bagian belakang bangunan. </p>
<p></p>
<p>"Info awal ini gudang kosong tapi berisi bahan-bahan kertas. Jadi cukup besar apinya," ujar Dhani.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan Damkar Kota Kediri menerjunkan lima unit armada pemadam kebakaran, yang terdiri dari satu unit mobil penyelamat (rescue) dan empat unit mobil pemadam. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, terdapat dua unit mobil pemadam kebakaran lainnya yang diperbantukan dari Damkar Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>"Kita dibantu dari teman-teman kabupaten Kediri, mengirimkan 2 unit pemadam kebakaran. Untuk air kita isi ulang dari damkar dan Sekartaji," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dhani mengungkapkan, tumpukan kertas di dalam bangunan membuat petugas harus bekerja ekstra untuk melakukan pemadaman. Namun, api berhasil dikendalikan. </p>
<p></p>
<p>"Ini kan barangnya kertas. Tapi bisa kita usahakan. Yang penting enggak plastik, plastik agak sulit," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Api terlihat mulai padam sekitar pukul 02.30 WIB, atau sekitar dua jam setelah laporan awal diterima. "Sudah 80 persen kita kendalikan apinya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak Damkar Kota Kediri hingga berita ini ditulis masih terus melakukan langkah antisipasi dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kita masih identifikasi titik awal api. Untuk korban, karena masih gelap nanti saat sudah terang kita masuk untuk mengecek. Begitu juga dengan kerugian, akan kita sampaikan lebih lanjut," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyambar bahan kertas. </p>
<p></p>
<p>"Apalagi cuaca panas, angin cukup kencang, jadi kalau kertas terbakar (lebih cepat)," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Babak Baru Pembongkaran Makam Remaja di Jogoroto Jombang: Polisi Kerucutkan Indikasi Penganiayaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/babak-baru-pembongkaran-makam-remaja-di-jogoroto-jombang-polisi-kerucutkan-indikasi-penganiayaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/babak-baru-pembongkaran-makam-remaja-di-jogoroto-jombang-polisi-kerucutkan-indikasi-penganiayaan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tegas ini diambil setelah penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengerucut pada dugaan kuat tindak pidana penganiayaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e5d609da28.webp" length="47862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 23:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ekshumasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kepolisian bergerak cepat usai melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) Khoiriah alias Puji, remaja wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi kos Desa Jogoroto. Polisi kini mulai mengerucutkan penyelidikan guna mengumpulkan bukti untuk menguatkan adanya unsur penganiayaan maut di balik kematian korban.</p>
<p>Penyelidikan yang awalnya sempat terganjal penolakan pihak keluarga tersebut kini berjalan agresif. Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan otopsi pada sekujur tubuh korban.</p>
<p>Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa ekshumasi yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Peterongan, merupakan kunci utama untuk melengkapi alat bukti hukum.</p>
<p>""Betul, kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan," ujar AKP Solihin.</p>
<p>Langkah tegas kepolisian ini sekaligus mematahkan alibi awal yang sempat dilontarkan pihak keluarga. Saat jasad korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) lalu, kakak korban sempat berdalih kepada warga bahwa adiknya murni tidak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi.</p>
<p>Namun, skenario tersebut runtuh setelah warga sekitar berinisial N, yang ikut membantu mengevakuasi korban, melihat langsung kondisi tubuh remaja tersebut yang sudah kaku dan dipenuhi luka lebam janggal.</p>
<p>Tak hanya itu, N yang kamar kosnya bersebelahan langsung dengan korban juga mengaku mendengar suara teriakan minta tolong sehari sebelum jasad Khoiriah ditemukan.</p>
<p>Kesaksian krusial dari warga serta temuan fisik saat otopsi kini menjadi kartu as bagi penyidik. Polisi saat ini tinggal menunggu hasil resmi dokumen forensik dari RS Bhayangkara Kediri untuk mencocokkan jenis kekerasan yang dialami korban.</p>
<p>Hasil otopsi tersebut akan menjadi alat bukti pamungkas bagi penyidik Polres Jombang dan Polsek jajaran untuk memastikan penyebab kematian korban. (*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>2,5 Tahun Warga Pelem Nganjuk Terbaring akibat Stroke, Bertahan Hidup di Tengah Evaluasi Bansos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/25-tahun-warga-pelem-nganjuk-terbaring-akibat-stroke-bertahan-hidup-di-tengah-evaluasi-bansos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/25-tahun-warga-pelem-nganjuk-terbaring-akibat-stroke-bertahan-hidup-di-tengah-evaluasi-bansos</guid>
<description><![CDATA[ kini harus meratapi nasibnya di atas tempat tidur. Sejak bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh tiga silam, wanita ini tak lagi mampu beraktivitas setelah diderita kelumpuhan total akibat serangan stroke. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e94dd17d00.webp" length="42942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 21:07:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nestapa warga miskin, sakit stroke lama, luput bantuan, BPNT, PKH, bantuan desa, kemiskinan ekstrem, Dinas Sosial, Baznas, Pemdes Pelem, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Di Kabupaten Nganjuk, seorang ibu rumah tangga kini hanya bisa terbaring tak berdaya akibat stroke parah yang menyerang saraf otaknya. Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang kencang menghimpit, uluran tangan dari pemerintah desa justru mendadak terputus</p>
<p>Yoana Mujiarsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Semanding, Desa Pelem, RT/RW 001/005 Gang Masjid Kecamatan Kertosono, kini harus meratapi nasibnya di atas tempat tidur. Sejak bulan Oktober 2023 silam, wanita ini tak lagi mampu beraktivitas setelah diderita kelumpuhan total akibat serangan stroke</p>
<p>​Sang suami, William Petrus Hendrik, mengisahkan awal mula petaka yang menimpa istrinya. Berawal dari pusing mendadak setelah bangun tidur di siang hari, Yoana terjatuh di area belakang rumah dan sejak saat itu kehilangan seluruh kemampuan motoriknya.</p>
<p>"Kejadiannya bulan Oktober 2023. Istri saya bangun siang, tiba-tiba mengeluh pusing. Dia minta diantar ke belakang. Setelah buang air kecil, dia jatuh bersama saya, kami jatuh berdua. Setelah jatuh itu, dia sudah tidak bisa apa-apa lagi, tidak bisa jalan, tidak bisa bergerak." Kata Wimpi</p>
<p>Pihak keluarga sejatinya telah berupaya maksimal dengan membawa Yoana ke rumah sakit daerah sebanyak empat kali. Namun, keterbatasan regulasi BPJS yang membatasi durasi rawat inap serta keterbatasan biaya, memaksa Yoana harus dipulangkan ke rumah tanpa adanya perkembangan medis yang signifikan.</p>
<p>Tim dokter menyatakan, keterlambatan penanganan akibat faktor keuangan membuat stroke ringan yang semula diderita, kini telah menyerang jaringan saraf otak dan melumpuhkan seluruh tubuh.</p>
<p>​Di tengah kondisi kritis ini, keluarga justru tak tersentuh bantuan sosial. Menurut Wimpi, keluarganya hanya pernah menerima bantuan langsung tunai pada Februari dan Maret tahun lalu, serta bantuan beras sepuluh kilogram. Setelah itu, hak mereka mendadak terhenti dengan alasan bergilir. ​Upaya mencari kejelasan pun bak membentur dinding kosong. Pihak perangkat desa, mulai dari Kepala Dusun hingga Ketua RT seolah saling lempar tanggung jawab, sementara Kepala Desa Pelem selalu gagal ditemui.​</p>
<p>"Saya sudah ke rumah Pak Lurah sampai empat kali, tapi tidak pernah ketemu, selalu dibilang tidak ada di rumah. Di balai desa pun alasannya masih ada tamu. Padahal saya ke sana menanyakan kelanjutan bantuan, karena kami sangat membutuhkan Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Saya berharap bantuan ini bisa segera diupayakan," ucapnya lirih.</p>
<p>Wimpi mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menerima bantuan pokok yang sangat dibutuhkannya. ​"Saya tidak dapat. Beras 20 kilo, minyak 4 liter, saya tidak dapat," ungkapnya dengan nada kecewa.</p>
<p>Bahkan, upaya untuk mempertanyakan haknya pun sudah berulang kali dilakukan. Wimpi mengaku telah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. Namun, jawaban yang diterima selalu sama dan bernada penundaan: bantuan masih dalam proses giliran.</p>
<p>"Aku<em> dipimpong pak, dikongkon nemui kono kene, opo ngene dadi wong ora duwe, najan kui bantuan teko</em> Pemerintah (saya disuruh ke sana dan ke sini, memang, saya ini miskin, meskipun itu bantuan dari Pemerintah)," celetuk Wimpi. </p>
<p>Kondisi memprihatinkan ini sebenarnya sempat mendapat perhatian dari pihak Dinas Sosial yang diwakili Muksin, petugas DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) serta perwakilan Baznas, Pak Zainal Arifin.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, pihak Dinsos menyarankan agar istri Wimpi dipindahkan ke panti jompo (panti asuhan) untuk mendapatkan perawatan yang layak. ​Namun, saran tersebut menemui jalan buntu.</p>
<p>​"Kalau ke panti jompo, saya kan harus koordinasi dengan pihak keluarga dulu. Ternyata pihak saudaranya ini sudah lepas tangan, tidak mau tahu," jelas Wimpi. Pihak keluarga hanya bersedia membantu jika Wimpi ikut serta pindah, sebuah pilihan yang sulit dilakukan dalam situasi saat ini.</p>
<p>Untuk bertahan hidup dan merawat istrinya yang sakit, Wimpi kini hanya bisa mengandalkan kebaikan hati dan uluran tangan dari para tokoh masyarakat setempat yang peduli. Bantuan yang ia terima selama ini justru datang dari pihak swasta dan tokoh agama, seperti Gus Muslih dari Tegalharum, Gus Subhan dari Nglawak, serta sesekali dari seorang anggota dewan, Pak Sobri dari Perumahan Nglawak</p>
<p>​Saat ditanya mengenai harapannya ke depan, Wimpi tidak meminta hal yang muluk-muluk. Ia hanya berharap pemerintah atau pihak terkait bisa segera turun tangan memberikan bantuan, khususnya untuk pengobatan sang ibu.</p>
<p>​"Harapan saya kalau bisa ya secepatnya dibantulah, Mas. Saya ini kepengin untuk pengobatan Istri saya. Jujur, rasanya capek," tuturnya menutup pembicaraan.</p>
<p>​Menanggapi hal tersebut, pihak petugas DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Muksin memberikan klarifikasi serta memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dilakukan.</p>
<p>​Muksin menyampaikan bahwa kondisi keluarga Wimpi sudah menjadi perhatian penuh. Beberapa bantuan darurat pun sebenarnya telah disalurkan melalui sinergi berbagai instansi, Pihak Kecamatan, Dinas Sosial, hingga Baznas setempat dilaporkan sudah turun langsung untuk memberikan bantuan sembako serta santunan guna meringankan beban keluarga.</p>
<p>​Lanjut Muksin, Petugas dari Pustu (Puskesmas Pembantu) Desa Pelem bersama Puskesmas Kertosono telah melakukan kunjungan berkali-kali ke kediaman Wimpi untuk melakukan <em>check-up</em> medis dan memberikan obat-obatan.</p>
<p>Terkait keluhan berhentinya bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) sejak tahun 2023, Muksin menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi secara otomatis akibat adanya kenaikan tingkat desil (status kesejahteraan) pada data pusat, yang memicu penonaktifan otomatis pada kartu PBI-JK (BPJS gratis).</p>
<p>​"Saat desilnya naik, bantuan dan BPJS-nya sempat tidak aktif. Namun, kami dari pihak kecamatan dan desa langsung bekerja sama untuk mengajukan penurunan desil kembali sesuai fakta di lapangan. Alhamdulillah saat ini desilnya sudah turun," ujar Muksin. </p>
<p>Saat ini, pihak petugas sedang memproses ulang pengajuan agar Wimpi dapat kembali masuk sebagai penerima bantuan PKH dan BPNT. ​Meski ambulans dari Puskesmas sudah sempat disiapkan untuk merujuk istrinya Wimpi ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan lanjutan, pihak keluarga rupanya masih mempertimbangkan beberapa persyaratan teknis terkait akomodasi penunggu pasien.</p>
<p>Menurut Muksin, ​Wimpi sempat mengkhawatirkan biaya hidup dan konsumsi bagi pihak keluarga yang akan menjaganya selama di rumah sakit. Hingga saat ini, pihak desa dan kecamatan masih terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik atas kendala sosial tersebut.</p>
<p>​Sementara itu, mengenai program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang dikabarkan belum diterima oleh yang bersangkutan, pihak DTKS Dinas Sosial menyarankan untuk mengonfirmasi langsung ke pihak Pemerintah Desa Pelem. Hal ini dikarenakan penyaluran bantuan pangan untuk periode ini didistribusikan langsung oleh pihak Bulog dan rekanan ke masing-masing desa dan kecamatan tanpa melalui jalur Dinas Sosial.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Pelem Imam Hidayat Ari Wibowo yang diwawancarai saat acara "Grebek Suro" Minggtu (14/6/2026)  menjawab dengan singkat dan padat. "Besok suruh menghadap saya," katanya.</p>
<p>​Kisah pasangan suami istri Wimpi menjadi potret buram evaluasi akurasi data kemiskinan di tingkat bawah agar bantuan sosial dapat benar-benar tepat sasaran dan menyentuh mereka yang sedang berada dalam kondisi kritis.</p>
<p>Kini, keluarga kecil di Dusun Semanding, Desa Pelem RT/RW 001/005 Gang Masjid ini hanya bisa berharap adanya keajaiban dan ketukan hati dari instansi terkait di tingkat kabupaten maupun pusat, agar jaminan pelayanan kesehatan serta hak bantuan sosial bagi warga tidak mampu dapat ditegakkan secara adil dan transparan.(*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruwatan Agung di Ndalem Pojok Kediri: Mengenang Titik Balik Nama Soekarno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruwatan-agung-di-ndalem-pojok-kediri-mengenang-titik-balik-nama-soekarno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruwatan-agung-di-ndalem-pojok-kediri-mengenang-titik-balik-nama-soekarno</guid>
<description><![CDATA[ Situs Ndalem Pojok Kediri menggelar Ruwat Agung pergantian nama Koesno menjadi Soekarno, sekaligus menjadi pusat pendidikan karakter bagi generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e9aaebe214.webp" length="90872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 20:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Ndalem Pojok Kediri, Ruwat Agung Soekarno, Sejarah Soekarno, Pendidikan Karakter, Trisakti Bung Karno, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, Berita Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggelar acara Ruwat Agung Soekarno pada Minggu (14/6/2026). </p>
<p>Mengusung tema ‘Mensyukuri Pergantian Nama Koesno Menjadi Soekarno sebagai Transformasi Jati Diri Bangsa’, acara ini dirancang sebagai refleksi kebudayaan sekaligus episentrum baru bagi pendidikan karakter generasi muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2e9c84e6df1.webp" alt=""></p>
<p>Rangkaian ritual adat dimulai dengan kirab budaya dari Pesantren Jati Diri Bangsa nDalem Pojok. Iring-iringan yang menampilkan tari dari Sanggar Sasono Panji Saputro, sesaji, patung Soekarno Kecil, dan tumpeng hasil bumi ini diikuti oleh berbagai tokoh lintas agama, pemuka adat, komunitas seni, hingga jajaran Forkopimda. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2e72b7b126a.webp" alt=""></p>
<p>Turut hadir Inisiator Penggiat Jati Diri Bangsa Indonesia, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, bersama 9 Kapolres eks-Karesidenan Kediri, Madiun, dan Bojonegoro.</p>
<p>Dalam acara tersebut, dilakukan pula peresmian papan nama sejarah bertuliskan “Pergantian Nama Koesno Menjadi Soekarno” serta pementasan teater oleh Sanggar Sasono Nuswantoro.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2e9bdd38fd4.webp" alt=""></p>
<p>Teater ini mengisahkan masa kecil Soekarno yang lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902. Karena sering sakit-sakitan, ia diobati oleh ayah angkatnya, RM Soemosewojo (Denmas Mendung), di Ndalem Pojok Kediri. Prosesi penyembuhan inilah yang mensyaratkan pergantian nama dari Koesno menjadi Soekarno.</p>
<p>Lebih dari sekadar perayaan historis, Situs Ndalem Pojok kini diproyeksikan menjadi model percontohan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Nilai keprihatinan masa kecil Bung Karno dijadikan fondasi untuk menempa mentalitas kepemimpinan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2e9c4d3df23.webp" alt=""></p>
<p>Inisiator Penggiat Jati Diri Bangsa Indonesia, Brigjen Pol Langgeng Purnomo yang juga menjabat Karo Binkar SSDM Mabes Polri, menegaskan bahwa situs ini adalah tempat Bimbingan Latihan (Binlat) nyata bagi Bung Karno di masa-masa sulitnya. Nilai inilah yang sekarang diwariskan kepada dunia pendidikan. Saat ini, lebih dari 1.000 siswa SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Jawa Timur aktif mengikuti penggemblengan spiritual dan karakter di tempat ini.</p>
<p>"Karakter bangsa yang kuat tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari proses transformasi yang ditempa melalui keprihatinan. Di tempat inilah Bung Karno belajar berpidato, merenungkan Pancasila, dan mengasah jiwanya. Metode pembentukan mental itulah yang kita adopsi untuk mendidik siswa-siswi kita hari ini," jelas Brigjen Langgeng.</p>
<p>Ia menambahkan, di tengah hantaman arus globalisasi dan dinamika geopolitik dunia yang kompleks, pendidikan karakter yang berakar pada nilai Trisakti Bung Karno (berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan) menjadi benteng utama agar generasi muda memiliki harga diri dan nasionalisme yang utuh. Dalam kesempatan itu, diluncurkan pula lagu "Jati Diri Bangsa" karya Brigjen Langgeng sebagai media edukasi karakter lewat seni.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Situs Ndalem Pojok, Suhardono, berharap inspirasi pendidikan karakter dari bumi Kediri ini mampu melahirkan pemimpin masa depan yang hebat. </p>
<p>"Harapan kita, sesuai target pemerintah menyongsong Indonesia Emas 2045, dari rahim pendidikan karakter Ndalem Pojok ini akan lahir Soekarno-Soekarno baru yang siap membawa Indonesia menjadi mercusuar perdamaian dunia," pungkasnya. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Asal Kepatihan Tulungagung Meninggal Mendadak Saat Kegiatan Sosial di Candi Dadi Boyolangu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-asal-kepatihan-tulungagung-meninggal-mendadak-saat-kegiatan-sosial-di-candi-dadi-boyolangu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-asal-kepatihan-tulungagung-meninggal-mendadak-saat-kegiatan-sosial-di-candi-dadi-boyolangu</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berangkat menuju lokasi sejak pagi bersama sekitar 15 anggota komunitas SABDA yang merupakan alumni SMAN 1 Kedungwaru. Mereka memiliki agenda melakukan kegiatan pembuatan saluran air di kawasan wisata sejarah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7098906cb.webp" length="171414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 18:29:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, meninggal dincandi dadi, polsek boyolangu, akp retno pujiarsih, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Seorang pria bernama Amanul Huda (59), warga Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat mengikuti kegiatan sosial bersama komunitas Sahabat Bumi dan Budaya (SABDA) di kawasan Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih, menyatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Korban diketahui berangkat menuju lokasi sejak pag bersama sekitar 15 anggota komunitas SABDA yang merupakan alumni SMAN 1 Kedungwaru. Mereka memiliki agenda melakukan kegiatan pembuatan saluran air di kawasan wisata sejarah tersebut.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan saksi dan rekan korban, rombongan mulai naik menuju area Candi Dadi sekitar pukul 07.00 WIB. Selama perjalanan dan sebelum kegiatan berlangsung, korban tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun," ujar AKP Retno.</p>
<p>Lanjut AKP Retno, sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan berhenti untuk beristirahat. Saat itu para peserta makan, minum, dan bersantai setelah melakukan aktivitas fisik. Namun secara tiba-tiba korban terlihat lemas dan kemudian tidak sadarkan diri.</p>
<p>Rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan pertama. Mereka juga memanggil seorang dokter spesialis paru yang kebetulan berada di sekitar lokasi, untuk membantu memeriksa kondisi korban. Meski telah mendapat pertolongan, kondisi korban tidak kunjung membaik.</p>
<p>Saat proses evakuasi menuruni kawasan Candi Dadi menuju lokasi yang lebih mudah dijangkau kendaraan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Boyolangu dan petugas kesehatan dari Puskesmas Boyolangu sebelum korban dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.</p>
<p>“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami segera mendatangi tempat kejadian perkara bersama petugas Inafis Polres Tulungagung dan tim medis RSUD dr. Iskak. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban,” ujar AKP Retno Pujiarsih.</p>
<p>Menurutnya, informasi yang diperoleh dari keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi sekitar dua bulan terakhir.</p>
<p>“Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah mengalami sakit hipertensi. Pihak keluarga juga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” tambahnya.</p>
<p>Polisi memastikan telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan SPKT Polres Tulungagung, menghubungi petugas Inafis dan tim medis, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan saat melakukan aktivitas fisik, terutama di kawasan perbukitan dan lokasi yang membutuhkan tenaga ekstra.(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makam Remaja Korban Dugaan Penganiayaan di Kos Jogoroto Jombang Dibongkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makam-remaja-korban-dugaan-penganiayaan-di-kos-jogoroto-jombang-di-bongkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makam-remaja-korban-dugaan-penganiayaan-di-kos-jogoroto-jombang-di-bongkar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e59fb57afb.webp" length="63626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 16:09:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, bongkar makam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Aparat kepolisian membongkar makam (ekshumasi) Khoiriah, remaja yang akrab disapa Puji, di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Ahad (14/6/2026). Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto.</p>
<p>Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Polres Jombang bersama warga memadati area pemakaman. Makam korban telah dipasangi garis polisi. Warga bergotong royong membersihkan sekitar makam dan memasang terop sebagai persiapan proses ekshumasi.</p>
<p>Kepala Dusun Pajaran, Sofii, membenarkan rencana pembongkaran makam tersebut. “Iya, akan dilakukan bongkar makam,” ujarnya. </p>
<p>Rencana ekshumasi ini berawal dari kejanggalan yang dicium warga saat evakuasi jasad korban dari kamar mandi kos di Desa/Kecamatan Jogoroto, Jumat (12/6/2026). Seorang warga berinisial N yang turut membantu evakuasi melihat langsung kondisi tubuh korban yang sudah kaku, tak bernyawa, dan terdapat luka lebam di sejumlah bagian.</p>
<p>N menuturkan, ia dibangunkan warga sekitar pukul 11.45 WIB untuk membantu menggotong tubuh remaja tersebut. “Posisi saya awalnya sedang tidur, kemudian dibangunkan, disuruh membantu menggotong korban di kamar mandi sebelah kos saya,” ucap N dalam wawancara, Sabtu (13/6/2026) malam.</p>
<p>Saat evakuasi, N tidak mengetahui pasti apakah korban sudah meninggal atau hanya pingsan. Namun, tubuhnya sudah kaku. Kakak korban yang berada di lokasi menyebut adiknya habis terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.</p>
<p>Kejanggalan semakin menguat karena sehari sebelum ditemukan tak bernyawa, N yang tinggal di kamar kos bersebelahan dengan dinding korban mendengar suara minta tolong. Kini polisi mendalami dugaan penganiayaan melalui proses ekshumasi untuk mengungkap penyebab pasti kematian remaja tersebut. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semeru Kembali Bergeliat: Erupsi Tengah Malam Luncurkan Awan Panas di Tengah Kabut Pekat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semeru-kembali-bergeliat-erupsi-tengah-malam-luncurkan-awan-panas-di-tengah-kabut-pekat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semeru-kembali-bergeliat-erupsi-tengah-malam-luncurkan-awan-panas-di-tengah-kabut-pekat</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2dee1966643.webp" length="15738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 12:49:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Sabtu (13/6/2026) menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi yang disertai dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG).</p>
<p>Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru melaporkan bahwa manifestasi puncak tidak dapat terlihat secara visual karena gunung diselimuti kabut pekat. Kondisi ini menyebabkan tinggi kolom abu vulkanik maupun jarak luncur pasti dari awan panas tersebut belum bisa teramati dengan jelas.</p>
<p>Meski visual gunung tersapu kabut, amukan Semeru terekam jelas pada instrumen pos pengamatan. Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 mm dan durasi gempa vulkanik berlangsung cukup lama, yakni sekitar 8 menit 37 detik.</p>
<p>Merespons aktivitas terbaru ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III atau Siaga. Seiring dengan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi keamanan ketat guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.</p>
<p>Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak yang merupakan pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.</p>
<p>Selain area bantaran sungai, zona steril juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru guna menghindari bahaya fatal dari lontaran batu pijar. Pihak PVMBG turut meminta masyarakat untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung.</p>
<p>Wilayah yang patut diwaspadai terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi luapan lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman El Nino Bertahan hingga 2027, BMKG Wanti&amp;wanti Krisis Air dan Pangan Mulai Agustus Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-el-nino-bertahan-hingga-2027-bmkg-wanti-wanti-krisis-air-dan-pangan-mulai-agustus-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-el-nino-bertahan-hingga-2027-bmkg-wanti-wanti-krisis-air-dan-pangan-mulai-agustus-ini</guid>
<description><![CDATA[ BMKG peringatkan dampak El Nino moderat-kuat yang bertahan hingga 2027. Puncak kemarau Agustus 2026 ancam krisis air dan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2ddfc3e69d5.webp" length="148838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:16:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>BMKG, El Nino 2026, Krisis Pangan, Kemarau Ekstrem, Mitigasi Bencana, Cuaca Indonesia, puncak musim kemarau 2026, dampak el nino 2026, prediksi bmkg</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> — Indonesia bersiap menghadapi ujian iklim yang panjang dan berat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan sinyal kuat bahwa fenomena El Nino tahun ini tidak bisa diremehkan. Tidak tanggung-tanggung, anomali cuaca ini diprediksi akan mengunci wilayah Indonesia hingga awal tahun 2027.</p>
<p>Peringatan tersebut menjadi alarm keras bagi pemangku kebijakan dan masyarakat, terutama karena dampak El Nino akan berpapasan langsung dengan puncak musim kemarau yang diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September 2026. Kolaborasi dua fenomena alam ini diprediksi melahirkan kondisi cuaca yang jauh lebih kering dan tangguh dibanding rata-rata normalnya.</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa eskalasi kekeringan akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang dengan fase kritis yang bakal mencakup hampir separuh daratan Indonesia. Puncak kemarau tersebut diproyeksikan terjadi di 369 Zona Musim (ZOM) atau setara dengan 48,84 persen luas daratan tanah air. "Wilayah terdampak masif pada bulan Agustus ini meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Sumatra bagian tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua," kata Teuku Faisal.</p>
<p>Berdasarkan data Kedeputian Klimatologi BMKG, cengkeraman kekeringan sebanarnya meluas secara bertahap dalam tiga gelombang utama yang saling menyambung. Peta pergeseran iklim mencatat fase awal dimulai pada Juli 2026 yang mencakup 12,26 persen luas daratan, meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, NTT bagian selatan, serta sebagian Sulawesi dan Papua.</p>
<p>Setelah menghantam wilayah padat dan sentra pangan secara masif di bulan Agustus, gelombang kekeringan akan bergeser pada September 2026 dengan mencakup 25,41 persen luas daratan, yang berfokus di kawasan Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, hingga Papua Pegunungan.</p>
<p>Kombinasi kemarau ekstrem dan El Nino ini memaksa seluruh sektor strategis nasional untuk segera melakukan manuver darurat. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan adanya peluang intensitas El Nino kategori moderat yang mencapai angka 98 persen, serta kategori kuat sebesar 62 persen.</p>
<p>"Dampak nyata bagi wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau ini diproyeksikan akan terus terasa setidaknya hingga pertengahan bulan Oktober, sehingga fluktuasi ini harus direspon dengan kebijakan yang taktis dan cepat," tutur Ardhasena.</p>
<p>Menyikapi ancaman nyata tersebut, BMKG merilis rekomendasi ketat bagi sektor pertanian dan pangan untuk segera mengubah jadwal tanam serta beralih ke varietas tanaman yang hemat air, tahan kekeringan, sekaligus memiliki siklus tanam yang pendek atau genjah.</p>
<p>Sementara pada sektor sumber daya air, pemerintah daerah diwajibkan mempercepat revitalisasi waduk, memperbaiki kebocoran jaringan distribusi air, dan mengunci cadangan air bersih warga. Langkah serupa juga harus diambil oleh pengelola sektor energi yang diminta menghitung dengan cermat kapasitas air bendungan demi menjaga operasional PLTA agar pasokan listrik nasional tidak terganggu akibat penyusutan debit air.</p>
<p>Bukan sekadar urusan perut dan pasokan air bersih, kolaborasi kemarau dan El Nino ini membawa risiko kesehatan lingkungan yang cukup fatal. Penurunan kualitas udara akibat debu dan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diproyeksikan melonjak tajam dalam hitungan bulan. Merespons ancaman tersebut, BMKG mendesak pemerintah daerah segera menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat.</p>
<p>Di lini pertahanan udara, Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan akan digelar secara situasional dengan memantau dinamika atmosfer dalam skala jam hingga sepuluh hari ke depan untuk menyiram titik-titik api sebelum karhutla meluas. "Melalui pemutakhiran data iklim ini, BMKG berharap pemerintah daerah, Forkopimda, hingga BPBD dapat memperkuat strategi adaptasi dan meruntuhkan ego sektoral demi meredam dampak buruk bencana iklim ini secara bersama-sama," pungkasnya. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fenomena Bediding, BPBD Kota Kediri Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Waspada Kebakaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fenomena-bediding-bpbd-kota-kediri-imbau-warga-jaga-kesehatan-dan-waspada-kebakaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fenomena-bediding-bpbd-kota-kediri-imbau-warga-jaga-kesehatan-dan-waspada-kebakaran</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d78ee1cf95.webp" length="26192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 10:36:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Bediding, BPBD Kota Kediri, musim kemarau</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - BPBD Kota Kediri menyarankan masyarakat untuk menggunakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.</p>
<p>Hal itu dilakukan mengingat belakangan ini suhu udara di Kota Kediri lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding tersebut merupakan kondisi yang wajar terjadi saat musim kemarau.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.</p>
<p>"Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia," jelas Joko Arianto, Sabtu, (13/06/2026). </p>
<p>Menurut Joko, karakteristik udara yang dingin dan kering tersebut mengurangi pembentukan awan. Akibatnya, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tanpa terhalang lapisan awan, sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.</p>
<p>Pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG Dhoho Kediri yang memprediksi fenomena bediding akan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni sekitar bulan Mei hingga September. Selain menyebabkan suhu udara lebih dingin, fenomena ini juga berdampak pada menurunnya kelembapan udara dan meningkatnya kecepatan angin. </p>
<p>"Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia," ujarnya.</p>
<p>Terkait hal terakhir, Joko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka. </p>
<p> "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini," tegasnya.(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerugian Akibat Kebakaran MTsN 1 Kota Kediri Diperkirakan Rp 1,3 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerugian-akibat-kebakaran-mtsn-1-kota-kediri-diperkirakan-rp-13-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerugian-akibat-kebakaran-mtsn-1-kota-kediri-diperkirakan-rp-13-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Api yang melalap MTSN 1 Kota Kediri mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Dari data Damkar Kota Kediri, kerugian diperkirakan mencapai angka Rp 1,3 Miliar. Sementara nilai aset yang berhasil selamat dari api, diperkirakan sebesar Rp 50 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d6c64d732e.webp" length="21988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 22:13:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran, kebakaran kota Kediri, kebakaran MTsN 1 kota Kediri, MTSN 1 Kota Kediri, damkar kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP </strong>- Api yang melalap MTSN 1 Kota Kediri mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Dari data Damkar Kota Kediri, kerugian diperkirakan mencapai angka Rp 1,3 Miliar. Sementara nilai aset yang berhasil selamat dari api, diperkirakan sebesar Rp 50 miliar. </p>
<p>Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri, Dhani Adi Projo menuturkan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan darurat sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan lainnya.</p>
<p>“Begitu menerima laporan melalui layanan darurat 112, tim langsung bergerak menuju lokasi. Berkat respons cepat petugas dan dukungan berbagai pihak, api berhasil dipadamkan dengan aman dan lancar sehingga tidak merambat ke area yang lebih luas. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Dhani Sabtu (13/6/2026). </p>
<p>Sebelumnya, api melalap bangunan MTsN 1 Kota Kediri, Jumat, (12/06/2026) petang. Menurut warga sekitar api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 dari bangunan sekolah berlokasi di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut. </p>
<p>Enam armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menaklukkan api, termasuk 2 armada bantuan dari Damkar Kabupaten Kediri.</p>
<p>Saat proses pemadaman api, di wilayah sekitar sekolah juga sempat dilakukan pemadaman listrik. Api sendiri berhasil dijinakkan pada sekitar pukul 19.00, namun petugas tetap melakukan pembasahan di ruangan yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.  </p>
<p>Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi saat proses pembelajaran sudah berakhir, dan tidak ada aktivitas guru ataupun siswa. </p>
<p>"Estimasi kejadian menjelang maghrib, proses pembelajaran sudah selesai - ekstrakurikuler juga seperti itu (sudah selesai)," ujarnya. </p>
<p>Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong. "Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," tambahnya. </p>
<p>Zamroni menambahkan, pihaknya yakin kebakaran ini tidak menggangu proses belajar karena api tidak sampai mengenai ruang guru ataupun ruang belajar siswa. Begitu juga dengan proses penerimaan siswa baru juga tidak terganggu. </p>
<p>Zamroni menuturkan setelah ini pihaknya akan melakukan inventarisasi dokumen administrasi. Ia mengungkapkan dokumen seperti buku induk sangat penting untuk diselamatkan mengingat terdapat data-data penting seperti nilai dan data alumni. </p>
<p>"Dan alhamdulillah berdasarkan laporan Kepala Madrasah, buku Induk itu diamankan di etalase kaca, bukan dari kayu. Saya berharap buku Induk nanti bisa terselamatkan. Selain itu, mulai tahun 2017 kita juga sudah melakukan proses digitalisasi buku induk," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Razia di Tanjung Perak: 5 Sopir Positif Narkoba dan Rokok Ilegal Disita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/razia-di-tanjung-perak-5-sopir-positif-narkoba-dan-rokok-ilegal-disita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/razia-di-tanjung-perak-5-sopir-positif-narkoba-dan-rokok-ilegal-disita</guid>
<description><![CDATA[ Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar tes urine dadakan jelang HUT Bhayangkara ke-80. 5 sopir positif narkoba dan 7 kardus rokok ilegal diamankan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d658a0feb4.webp" length="45632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 21:14:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>razia tanjung perak, sopir positif narkoba surabaya, polres pelabuhan tanjung perak, rokok ilegal surabaya, hut bhayangkara ke-80, narkoba sopir truk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggelar tes urine dadakan berskala besar pada Sabtu (13/6/2026). Hasilnya mengejutkan: lima orang sopir kedapatan positif narkoba, lengkap dengan temuan alat hisap (bong) hingga penyelundupan ratusan slop rokok ilegal.</p>
<p>Razia yang digelar tanpa bocoran ini menyasar para sopir angkutan barang dan bus penumpang antarpulau. Petugas langsung mencegat kendaraan yang melintas di dua titik krusial, yakni Jalan Prapat Kurung dan Gate Pelabuhan Jamrud.</p>
<p>Bukan cuma tes urine, polisi yang bergerak cepat juga menggeledah seisi kabin kendaraan. Di salah satu truk, petugas menemukan alat hisap sabu alias bong yang disembunyikan sopir.<br>Salah satu sopir yang terjaring berinisial AN, blak-blakan mengaku nekat mengonsumsi barang haram tersebut sebelum memulai perjalanan jauh ke luar kota. Alasan klasiknya: agar kuat melek.<br>"Saya memakai narkoba saat berada di gudang Margomulyo bersama rekan saya. Biar tidak mengantuk dan kuat menyetir truk ke luar kota," aku AN di hadapan petugas.</p>
<p>Gebrakan polisi di Tanjung Perak ini ternyata membuahkan hasil berlapis. Saat menggeledah truk lain, petugas justru mencium adanya aktivitas penyelundupan. Sebanyak tujuh kardus besar berisi rokok tanpa pita cukai resmi alias ilegal berhasil diamankan dari dalam bak kendaraan.</p>
<p>Hingga saat ini, kelima sopir yang positif narkoba beserta barang bukti alat hisap dan tujuh kardus rokok ilegal telah diamankan ke markas polres. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif untuk membongkar jaringan pemasok sabu di kalangan sopir, serta melacak asal-usul dan tujuan distribusi rokok ilegal tersebut. (**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Risiko Kebakaran di Rumah Sakit, Damkar Bondowoso Latih Pegawai RSUD Koesnadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-risiko-kebakaran-di-rumah-sakit-damkar-bondowoso-latih-pegawai-rsud-koesnadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-risiko-kebakaran-di-rumah-sakit-damkar-bondowoso-latih-pegawai-rsud-koesnadi</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2c254682fdb.webp" length="31266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 22:59:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan pasien, tenaga medis, hingga aset pelayanan kesehatan. Sebagai fasilitas publik dengan aktivitas tinggi dan penggunaan berbagai peralatan listrik maupun bahan pendukung medis, rumah sakit dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi potensi kebakaran.</p>
<p>Kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana tersebut mendorong Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di berbagai instansi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran yang digelar di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan kebocoran gas, hingga pemanfaatan sistem proteksi kebakaran gedung menjadi bagian penting dalam materi yang diberikan.</p>
<p>Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pegawai RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Acara diawali dengan sambutan Direktur Keuangan RSUD dr. Koesnadi, dr. Lukman Hakim, dilanjutkan sambutan dari Bidang Pemadam Kebakaran sebelum memasuki sesi pemaparan materi dan praktik lapangan.</p>
<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bondowoso, Aries Agung Sungkowo melalui Plt Kabid Damkar, Martanto, menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur rumah sakit dalam menghadapi potensi kebakaran.</p>
<p>"Rumah sakit merupakan objek vital yang memiliki tingkat risiko tersendiri. Karena itu seluruh petugas perlu memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran agar dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan," ujar Martanto.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya penggunaan APAR, teknik pemadaman kebakaran secara tradisional menggunakan karung goni basah, penanganan kebocoran gas, serta Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).</p>
<p>"Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pemadaman api menggunakan APAR jenis CO2, simulasi penanganan kebocoran gas, serta penggunaan fasilitas proteksi kebakaran gedung seperti box hydrant dan siamese connection," ucapnya.</p>
<p>Menurut Martanto, penguasaan keterampilan dasar tersebut sangat penting karena tindakan cepat pada tahap awal kebakaran sering kali menjadi faktor penentu dalam mencegah meluasnya api.</p>
<p>"Harapannya seluruh peserta memahami fungsi dan cara penggunaan APAR, mampu melakukan pemadaman awal secara mandiri, mengetahui prosedur penanganan kebocoran gas, serta memahami penggunaan hydrant dan sistem keselamatan kebakaran gedung yang tersedia di lingkungan rumah sakit," katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, edukasi dan pelatihan secara berkala perlu terus dilakukan untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Kualitas Pelayanan, DLHKP Kota Kediri Optimalkan Perawatan Kendaraan Angkutan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-kualitas-pelayanan-dlhkp-kota-kediri-optimalkan-perawatan-kendaraan-angkutan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-kualitas-pelayanan-dlhkp-kota-kediri-optimalkan-perawatan-kendaraan-angkutan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Untuk memastikan armada pengangkut sampah tetap beroperasi secara optimal, Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh, menekankan pentingnya perawatan rutin terhadap kendaraan operasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2c11e042d23.webp" length="27356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 22:02:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>DLHKP kota Kediri, sampah kota Kediri, armada angkut sampah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Setiap harinya, lebih dari 100 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Kediri. Sampah tersebut sebagian besar diangkut menggunakan armada kendaraan milik Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri.</p>
<p>Untuk memastikan armada pengangkut sampah tetap beroperasi secara optimal, Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh, menekankan pentingnya perawatan rutin terhadap kendaraan operasional.</p>
<p>Indun menjelaskan, kendaraan pengangkut sampah bekerja cukup berat setiap hari, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam hal perawatan. Salah satu langkah yang diwajibkan adalah pencucian kendaraan setelah selesai digunakan.</p>
<p>"Kepada para driver telah diinstruksikan, bahwa setelah melakukan pengangkutan sampah harus dilaksanakan pencucian. Jadi di TPA itu ada area khusus yang untuk melakukan pencucian terhadap kendaraan itu. Karena air lindi yang dihasilkan oleh sampah organik itu bisa merusak kendaraan," tutur Indun usai memeriksa kondisi armada angkut sampah DLHKP Kota Kediri, Jumat (12/6/2026). </p>
<p>Indun menambahkan, pembersihan dilakukan secara rutin setiap hari sebelum kendaraan kembali ke depo. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga usia pakai kendaraan tetap optimal.</p>
<p>"Semua kendaraan harus dilakukan pembersihan secara rutin setiap hari. Jadi kalau habis mengangkut sampah dibersihkan baru kembali ke lokasi depo," tuturnya lagi.</p>
<p>Selain perawatan rutin, DLHKP juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi armada, baik kendaraan roda dua, roda tiga, maupun roda empat. Pemeriksaan mencakup kelengkapan dan kondisi fisik kendaraan. </p>
<p>Dari hasil pengecekan, ditemukan kondisi armada yang beragam, mulai dari yang masih sangat baik hingga yang memerlukan perbaikan. Temuan tersebut menjadi catatan bagi DLHKP untuk segera melakukan tindak lanjut.</p>
<p>"Secara fisik tadi ada masih sangat bagus, ada yang bagus, ada yang memang perlu adanya perbaikan dan itu akan menjadi catatan buat kami untuk segera melakukan perbaikan," ujarnya. </p>
<p>Menurutnya, penambahan armada bukan menjadi prioritas utama, mengingat hal tersebut juga akan berdampak pada peningkatan kebutuhan personel dan biaya operasional.</p>
<p>"Kita mengoptimalkan kendaraan yang ada dulu. Kalaupun ada yang rusak akan kita segera perbaiki, kurang layak juga akan kita segera perbaiki. Kita berprinsip pada kualitas daripada kuantitas. Kepada teman-teman yang kendaraan operasionalnya kurang layak akan kita optimalkan, akan segera kita lakukan perbaikan," jelas Indun. </p>
<p>DLHKP berkomitmen untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar, terutama di tengah kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).</p>
<p>“Kami ingin memastikan operasional pelayanan tetap berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Si Jago Merah Mengamuk di MTSN 1 Kota Kediri, Ini Ruangan yang Jadi Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/si-jago-merah-mengamuk-di-mtsn-1-kota-kediri-ini-ruangan-yang-jadi-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/si-jago-merah-mengamuk-di-mtsn-1-kota-kediri-ini-ruangan-yang-jadi-korban</guid>
<description><![CDATA[ Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong. &quot;Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran,&quot; tambahnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2c0cdea669c.webp" length="24738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 21:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, kebakaran kota Kediri, MTSN 1 Kota Kediri, sekolah kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Api melalap bangunan MTsN 1 Kota Kediri, Jumat, (12/6/2026) petang. Menurut warga sekitar api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 dari bangunan sekolah yang berlokasi di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut. </p>
<p>Enam armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menaklukkan api, termasuk 2 armada bantuan dari Damkar Kabupaten Kediri. Saat proses pemadaman api, di wilayah sekitar sekolah juga sempat dilakukan pemadaman listrik. </p>
<p>“Kita menerjunkan empat unit dan dibantu unit dari Kabupaten Kediri, baik dari Ngadiluwih maupun Grogol," ujar Kasatpol PP Kota Kediri Paulus Budi Luhur.  </p>
<p>Api sendiri berhasil dijinakkan pada sekitar pukul 19.00, namun petugas tetap melakukan pembasahan di ruangan yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.</p>
<p>"Saat ini sudah dilakukan pembasahan,” tambahnya. </p>
<p>Sampai sekitar pukul 20.00 proses pembahasan terus dilakukan petugas, sementara itu tidak ada laporan terkait korban jiwa dalam kejadian tersebut. </p>
<p>Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi saat proses pembelajaran sudah berakhir, dan tidak ada aktivitas guru ataupun siswa. </p>
<p>"Estimasi kejadian menjelang maghrib, proses pembelajaran sudah selesai, ekstrakurikuler juga seperti itu (sudah selesai)," ujarnya. </p>
<p>Zamroni mengungkapkan ruangan yang terbakar adalah ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruangan bekas musholla yang lama sudah tidak difungsikan dan dalam posisi kosong.</p>
<p>"Untuk penyebab masih kita cari. Apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," tambahnya. </p>
<p>Zamroni menambahkan, pihaknya yakin kebakaran ini tidak menggangu proses belajar karena api tidak sampai mengenai ruang guru ataupun ruang belajar siswa. Begitu juga dengan proses penerimaan siswa baru juga tidak terganggu. </p>
<p>Setelah ini pihaknya akan melakukan inventarisasi dokumen administrasi. Ia mengungkapkan dokumen seperti buku induk sangat penting untuk diselamatkan mengingat terdapat data-data penting seperti nilai dan data alumni. </p>
<p>"Dan Alhamdulillah berdasarkan laporan Kepala Madrasah, buku Induk itu diamankan di etalase kaca, bukan dari kayu. Saya berharap buku Induk nanti bisa terselamatkan. Selain itu, mulai tahun 2017 kita juga sudah melakukan proses digitalisasi buku induk," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janji PBB Gratis Bupati Bondowoso Ditagih Mahasiswa, Sekda Pastikan Tetap Direalisasikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-sekda-pastikan-tetap-direalisasikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-sekda-pastikan-tetap-direalisasikan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memastikan janji pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem tetap akan direalisasikan. Namun, pemerintah masih melakukan verifikasi data, penyusunan regulasi, dan menyiapkan skema agar kebijakan tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2be95cddbd1.webp" length="67390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 18:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB Gratis, Bondowoso, Fathur Rozi, Sekda Bondowoso, PMII, Miskin Ekstrem, Abdul Hamid Wahid, As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i, Ady Kriesna, Pemkab Bondowoso, Pajak Bumi dan Bangunan, DTSN.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Gelombang tuntutan mahasiswa terkait realisasi janji pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat miskin ekstrem akhirnya mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah sorotan publik terhadap komitmen yang pernah disampaikan saat Pilkada 2024, pemerintah menegaskan bahwa program tersebut tidak pernah ditinggalkan, namun masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat diterapkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Aksi mahasiswa yang digelar di halaman Kantor Pemkab Bondowoso, Jumat (12/6/2026), menjadi pengingat bahwa janji politik tidak hanya dinilai saat kampanye, tetapi juga diukur dari sejauh mana komitmen itu diwujudkan setelah kekuasaan diraih. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Desakan agar pemerintah memberikan kepastian mengenai program PBB gratis bagi masyarakat miskin ekstrem pun mengemuka di tengah meningkatnya jumlah warga kategori desil satu di Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Selain harus memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak, kebijakan tersebut juga berpotensi memengaruhi pendapatan daerah yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Karena itu, pemerintah mengaku tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa yang justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan janji politik pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem tetap menjadi bagian dari agenda yang akan diperjuangkan. Pemerintah menegaskan komitmen tersebut sedang dipersiapkan melalui proses verifikasi data dan penyusunan regulasi agar pelaksanaannya tepat sasaran serta memiliki dasar hukum yang kuat.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2be96250ab0.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan pihaknya mengapresiasi aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, aksi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa terdapat komitmen politik yang harus diwujudkan secara bertanggung jawab.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Pemerintah melihat secara positif aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Saya berterima kasih karena paling tidak itu mengingatkan kita bahwa memang ada janji politik yang harus direalisasikan. Namun, semua kebijakan pemerintah harus dilakukan secara terukur dan tepat sasaran,” ujarnya usai audiensi dengan peserta aksi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Fathur Rozi menjelaskan, rencana pembebasan PBB bagi masyarakat miskin kategori desil satu masih memerlukan proses verifikasi dan validasi data secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar menyasar warga yang berhak menerima manfaat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, data masyarakat miskin ekstrem di Bondowoso mengalami perubahan cukup cepat. Pada akhir Desember 2025 jumlah warga kategori desil satu tercatat sekitar 87 ribu jiwa. Angka itu meningkat menjadi sekitar 101 ribu jiwa pada April 2026 dan kembali bertambah menjadi sekitar 104 ribu jiwa pada Juni 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Data masyarakat desil satu sangat dinamis. Karena pergerakannya sangat cepat, maka harus dilakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain validasi data, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan program tersebut. Sekda menegaskan, janji politik tidak bisa langsung diterapkan tanpa mekanisme dan aturan yang jelas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika janji politik itu akan dilaksanakan, harus ada regulasi yang mendukung. Datanya harus valid dan dasar hukumnya juga harus ada. Karena itu, saat ini pemerintah bergerak secara simultan melakukan verifikasi dan validasi data, termasuk mengikuti proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) yang masih berlangsung,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait potensi berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sekda mengakui bahwa kebijakan pembebasan PBB akan berdampak terhadap penerimaan daerah. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif untuk menutup potensi kehilangan pendapatan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kalau kebijakan ini diterapkan tentu ada dampaknya terhadap PAD. Tetapi semangat pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa membebani masyarakat. Karena itu nanti akan dicari skema dan solusi untuk meningkatkan PAD melalui cara-cara lain,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia juga mengingatkan bahwa selama hampir satu dekade terakhir Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak pernah menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat tidak terbebani kenaikan pajak yang berlebihan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kita patut bersyukur karena NJOP di Bondowoso tidak pernah naik sejak 2017. Di beberapa daerah lain bahkan sempat terjadi gejolak karena kenaikan NJOP yang sangat tinggi. Di Bondowoso hal itu tidak terjadi,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski masih berproses, ASN yang pernah berkarir di Kabupaten Probolinggo ini memastikan pemerintah tetap berkomitmen merealisasikan janji politik yang pernah disampaikan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i kepada masyarakat.</span></p>
<p><span>“Ini adalah janji politik kepala daerah, Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso. Insyaallah akan kami ikhtiarkan semaksimal mungkin untuk direalisasikan. Namun harus terukur, tepat sasaran, dan memiliki payung hukum yang jelas. Itu menjadi prinsip yang tidak bisa ditinggalkan,” tegasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hama Tikus Rusak Puluhan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hama-tikus-rusak-puluhan-hektare-lahan-padi-dan-jagung-di-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hama-tikus-rusak-puluhan-hektare-lahan-padi-dan-jagung-di-jember</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Jember selatan, termasuk Desa Gumukmas yang menjadi salah satu titik terparah terdampak. Para petani mengaku kewalahan menghadapi serangan tikus yang semakin tidak terkendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b7e2ea84cc.webp" length="54816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 12:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Serangan hama tikus di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, kian meresahkan para petani. Dalam beberapa pekan terakhir, hama tersebut dilaporkan menyerang tanaman padi dan jagung secara masif, bahkan dalam satu malam mampu merusak lahan hingga puluhan hektare sekaligus.</p>
<p>Kondisi ini terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Jember selatan, termasuk Desa Gumukmas yang menjadi salah satu titik terparah terdampak. Para petani mengaku kewalahan menghadapi serangan tikus yang semakin tidak terkendali.</p>
<p>Agus (45), salah satu petani jagung di Dusun Krebet, mengungkapkan bahwa serangan tikus saat ini sangat mengkhawatirkan.</p>
<p>"Dalam satu malam saja, tikus-tikus itu bisa melahap tanaman jagung yang sudah mulai besar hingga puluhan hektare. Kami benar-benar rugi besar," katanya sambil mengeluh, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) wilayah Kencong yang juga Koordinator DPP Gumukmas, Moerdoso, menyampaikan bahwa upaya pengendalian hama tikus membutuhkan kekompakan seluruh petani.</p>
<p>"Langkah paling efektif adalah melakukan pengendalian secara serentak. Salah satunya dengan pemberian umpan atau racun untuk menekan populasi tikus," ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Moerdoso juga menyarankan kegiatan gropyokan secara bersama-sama, yakni membongkar sarang tikus di pematang sawah. Metode lain yang dapat dilakukan adalah emposan, yaitu dengan membakar lubang sarang tikus menggunakan alat khusus berbahan gas agar tikus mati di dalam sarangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, pihak PPL setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada dinas terkait, yakni Petugas Pengamat Hama dan Penyakit (PPHP) Kabupaten Jember, untuk mendapatkan dukungan berupa obat-obatan pengendali hama. Permohonan tersebut telah diajukan sekitar satu minggu lalu.</p>
<p>"Para petani sebenarnya sudah melaporkan kondisi ini melalui PPL maupun media, dan kami berharap ada respon cepat dari pemerintah agar serangan ini tidak semakin meluas," ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus petani setempat, Moh. Subur, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi. Ia mengatakan bahwa serangan hama tikus kali ini tergolong luar biasa dan berdampak besar terhadap perekonomian petani.</p>
<p>"Serangan tikus tahun ini sangat parah dan terjadi secara serentak. Banyak lahan jagung dan padi yang rusak bahkan sebelum panen. Jika tidak segera ditangani serius, ini bisa mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Gumukmas," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim Ronda Sungai dan Ecoton Bongkar Temuan Limbah Industri di Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-ronda-sungai-dan-ecoton-bongkar-temuan-limbah-industri-di-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-ronda-sungai-dan-ecoton-bongkar-temuan-limbah-industri-di-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Di lokasi, tim menemukan air sungai yang berbusa, endapan lumpur beracun (sludge), hingga bau menyengat khas bahan kimia dari industri kertas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b86d497aab.webp" length="94062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 11:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Tim Ronda Sungai bentukan Posko Ijo bersama lembaga konservasi lingkungan Ecoton memergoki aktivitas pembuangan limbah industri yang diduga kuat mencemari Kali Porong dan Kali Sadar di kawasan industri Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (9/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Di lokasi, tim menemukan air sungai yang berbusa, endapan lumpur beracun (sludge), hingga bau menyengat khas bahan kimia dari industri kertas.</p>
<p></p>
<p>Pengawasan lingkungan yang lemah dituding menjadi pemicu utama mengapa koridor industri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas hilir ini kian tertekan secara ekologis.</p>
<p></p>
<p>Penyusuran tim bermula pada pukul 10.26 WIB di outlet pembuangan limbah PT Mega Surya Eratama yang berlokasi di Dusun Jasem, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro. Di titik ini, sebuah pipa raksasa berdiameter 60 sentimeter tampak mengalirkan cairan limbah dengan debit padat langsung ke badan Kali Porong.</p>
<p></p>
<p>Secara kasat mata, air di sekitar pembuangan tampak berbusa tebal dan meninggalkan endapan kecokelatan yang menyerupai serat halus serta lumpur sisa produksi kertas (sludge). Aroma tajam pun menusuk hidung.</p>
<p></p>
<p>Menggunakan alat Water Quality Meter tipe AZ 86031, peneliti Ecoton langsung menguji kualitas air di lokasi. Hasilnya cukup mengejutkan yakni suhu air mencapai 31,5 derajat celsius. Angka ini tergolong sangat panas untuk ukuran sungai tropis alami.</p>
<p></p>
<p>Kemudian, kadar oksigen terlarut (DO) hanya berada di angka 2,8 mg/L (ppm) dan kadar keasaman (pH) tercatat 7,58.</p>
<p></p>
<p>"Kadar oksigen 2,8 ppm itu sangat rendah. Organisme air seperti ikan akan sulit bertahan hidup dalam kondisi seperti ini. Penurunan oksigen ini dipicu oleh tingginya beban bahan organik dari limbah yang dipaksakan masuk ke sungai," jelas Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini. </p>
<p></p>
<p>Sofi menambahkan, bau menyengat tersebut diduga berasal dari senyawa Hidrogen Sulfida yang beraroma telur busuk, klorin dari proses pemutihan kertas (bleaching), serta amonia.</p>
<p></p>
<p>Tim kemudian bergerak ke lokasi kedua, yakni saluran pembuangan PT Mekabox International di Dusun Sebani, Desa Tanjangrono. Di sini, tim menemukan modus pembuangan yang lebih rapi: pipa berdiameter 40 sentimeter disembunyikan di balik rimbunnya tanaman tebu di tepi Kali Sadar.</p>
<p></p>
<p>Meskipun air yang keluar tampak bening di permukaan, hasil uji parameter digital justru menunjukkan ancaman laten. Nilai Total Dissolved Solids (TDS) atau kandungan zat terlarut melonjak tinggi hingga 571 ppm, dengan suhu air yang tetap tinggi yakni 31,3 dan DO di angka 2,8 ppm.</p>
<p></p>
<p>"Air yang terlihat bening itu menipu, karena belum tentu bebas dari bahan kimia terlarut. Tingginya angka TDS membuktikan bahwa zat kimia industri tetap terlarut dan mengalir ke sistem irigasi warga," tegas Sofi.</p>
<p></p>
<p>Direktur Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, menyayangkan sikap abai pihak korporasi dan longgarnya pengawasan dari instansi pemerintah terkait. Menurutnya, selama dua dekade terakhir, wilayah hulu dan hilir di Kecamatan Ngoro telah dipadati pabrik manufaktur, namun tidak diimbangi dengan transparansi pengelolaan limbah.</p>
<p></p>
<p>"Bantaran DAS Brantas semakin dipenuhi industri, tapi pengawasan kualitas buangan sangat lemah. Pemerintah jangan hanya percaya pada laporan administratif di atas kertas yang disetor perusahaan. Pemantauan harus dilakukan langsung di badan sungai bersama masyarakat," kritik Rulli.</p>
<p></p>
<p>Pencemaran di Kali Porong dan Kali Sadar tidak boleh dibiarkan menjadi bom waktu. Mengingat sungai ini merupakan urat nadi pertanian, pengendali banjir, serta ruang hidup bagi masyarakat Mojokerto hingga Sidoarjo, tim ronda sungai menawarkan tiga solusi konkret:</p>
<p></p>
<p>Pertama adalah pemasangan alat sensor digital otomatis (Real-Time Monitoring), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Mojokerto harus mewajibkan setiap industri memasang alat ukur kualitas limbah digital di ujung pipa pembuangan mereka yang terkoneksi langsung ke sistem pengawasan publik. Jika parameter air melebihi ambang batas baku mutu, sistem akan otomatis memberi peringatan.</p>
<p></p>
<p>Kedua, audit lingkungan terbuka dan sanksi tegas. Perlu dilakukan audit total terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik-pabrik di sepanjang DAS Brantas. Pemerintah tidak boleh ragu menjatuhkan sanksi administratif, pembekuan izin, hingga tindakan pidana bagi industri yang sengaja merusak ekosistem.</p>
<p></p>
<p>Ketiga, menghidupkan kembali vegetasi peneduh di sepanjang bantaran sungai untuk menurunkan suhu air secara alami, serta membentuk "Forum Warga Penjaga Sungai" yang difasilitasi penuh oleh negara untuk melakukan ronda rutin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sumur Pompa PDAM Rusak Ganggu Layanan Air Warga, Wali Kota Kediri Tekankan Hal Berikut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sumur-pompa-pdam-rusak-ganggu-layanan-air-warga-wali-kota-kediri-tekankan-hal-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sumur-pompa-pdam-rusak-ganggu-layanan-air-warga-wali-kota-kediri-tekankan-hal-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meninjau langsung lingkungan yang terdampak gangguan layanan air dari PDAM di Kelurahan Campurejo.   Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan dapat segera dilakukan serta meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2acefd35969.webp" length="44068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 23:58:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Wali Kota Kediri, Layanan PDAM, Layanan Air, PDAM Kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Kerusakan di sumur pompa produksi Willis 1 PDAM Tirta Daha Kota Kediri mengakibatkan sejumlah lingkungan mengalami gangguan layanan air dari PDAM.</p>
<p>Terkait kondisi tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meminta pihak PDAM untuk segera melakukan perbaikan, dengan diiringi distribusi air bersih kepada masyarakat. </p>
<p>Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meninjau langsung lingkungan yang terdampak gangguan layanan air dari PDAM di Kelurahan Campurejo.  </p>
<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan dapat segera dilakukan serta meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Kediri melihat kondisi lingkungan, mulai dari rumah warga, TK dan juga PAUD. Dialog dengan warga setempat juga dilakukan untuk mendengarkan masukan terkait kondisi yang terjadi.</p>
<p>"Hari ini kami meninjau di wilayah yang terdampak. Kami memahami kondisi ini mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah Kota Kediri dan PDAM Tirta Daha bergerak cepat menangani permasalahan ini," ujar Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, Kamis, (11/6/2026).</p>
<p>Mbak Wali menjelaskan, Pemerintah Kota Kediri telah membantu mendistribusikan air bersih. Melalui PDAM, Damkar dan juga Polres. Selain itu menyiapkan tandon air di beberapa tempat. Hal ini bertujuan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. Di samping itu secara teknis tim PDAM berupaya maksimal memperbaiki pompa.</p>
<p>"Kami telah meminta PDAM untuk segera menuntaskan perbaikan dan melakukan langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Lalu mengidentifikasi sumber mata air yang dapat dijadikan alternatif lain. Ada pula posko layanan," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Direktur PDAM Tirta Dhaha Muhlisiina Lahuddin menambahkan untuk pompa yang rusak di Wilis 1 sudah diupayakan pengambilan yang ada di kedalaman 40 meter.</p>
<p>Namun terkendala reruntuhan batuan sehingga tidak dapat ditarik keatas. Daerah yang terdampak di sebagian wilayah Campurejo, Karangsono Lirboyo dan sebagian Jalan Semeru.</p>
<p>Gangguan layanan air ini terjadi sejak Selasa siang. Upaya teknis yang telah dilakukan dengan melakukan penyambungan jaringan distribusi dari sumur produksi wilayah sekitar.</p>
<p>Yakni sumur produksi Ngampel dan sumur produksi Tamanan. Serta bekerjasama untuk penyambungan jaringan air dari PDAM Kabupaten Kediri yang ada di barat Terminal Tamanan.</p>
<p>"Upaya kedepan dilakukan dengan percepatan pembuatan sumur baru. Atas upaya-upaya tersebut aliran air saat ini sudah mengalir meskipun belum optimal," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kronologi Tiga Santri Kediri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar, Dua Selamat, Satu Masih Hilang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kronologi-tiga-santri-kediri-terseret-ombak-di-pantai-pangi-blitar-dua-selamat-satu-masih-hilang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kronologi-tiga-santri-kediri-terseret-ombak-di-pantai-pangi-blitar-dua-selamat-satu-masih-hilang</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan outing class yang diikuti rombongan santri asal Kabupaten Kediri di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, berujung tragedi. Tiga santri terseret ombak besar saat berada di area karang pantai, Kamis (11/6/2026). Dua korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban hingga kini masih dalam pencarian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2aa2d006708.webp" length="95458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 20:58:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Tragedi, Terseret, Ombak, Outing Class, Pantai Pangi, Blitar, Santri, Kediri.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Kegiatan <em>outing class</em> yang diikuti rombongan santri asal Kabupaten Kediri di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, berujung tragedi.</p>
<p>Tiga santri terseret ombak besar saat berada di area karang pantai, Kamis (11/6/2026). Dua korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban hingga kini masih dalam pencarian.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni, menjelaskan rombongan wisata yang terdiri dari 26 santri-santriwati dan 10 ustaz-ustazah tiba di Pantai Pangi sekitar pukul 10.30 WIB.</p>
<p>Tak lama setelah tiba, sejumlah santri bersama seorang ustaz menuju area karang tebing di sisi timur pantai. Saat berada di lokasi tersebut, tiba-tiba datang ombak besar yang disertai angin kencang.</p>
<p>"Gelombang dengan ketinggian sekitar dua meter datang dan menyeret tiga anak yang berada di area karang," ujar Aiptu Muheni, Kamis (11/6/2026).</p>
<p>Tiga korban yang terseret ombak masing-masing santriwati berinisial M (9), warga Desa Kemendung, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, santri berinisial AZ (11), warga Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dan santriwati berinisial A (9), warga Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Dalam peristiwa itu, AZ berhasil selamat setelah ditolong temannya yang berada di sekitar lokasi. Sementara dua korban lainnya sempat terbawa arus laut.</p>
<p>Melihat kejadian tersebut, warga dan nelayan setempat segera melakukan upaya penyelamatan menggunakan perahu. Sekitar pukul 11.30 WIB, korban A berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Bakung untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Sedangkan korban M hingga Kamis (11/6/2026) sore masih belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Kamladu, nelayan, dan masyarakat setempat terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>"Proses pencarian terus dilakukan dengan menyisir perairan dan bibir pantai di sekitar Pantai Pangi," kata dia.</p>
<p>Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan pantai. Wisatawan diminta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak bermain terlalu dekat dengan area berbahaya, terutama saat kondisi ombak sedang tinggi.</p>
<p>"Hindari mandi atau bermain di laut yang memiliki ombak besar dan arus kuat. Keselamatan harus menjadi prioritas saat berwisata," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekeringan Mulai Mengancam, Ratusan KK di Desa Purnama Bondowoso Bergantung Pasokan Air Bersih BPBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekeringan-mulai-mengancam-ratusan-kk-di-desa-purnama-bondowoso-bergantung-pasokan-air-bersih-bpbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekeringan-mulai-mengancam-ratusan-kk-di-desa-purnama-bondowoso-bergantung-pasokan-air-bersih-bpbd</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 271 KK di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, mulai terdampak kekeringan. BPBD Bondowoso menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2aa2c2ba420.webp" length="63976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 20:28:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso kembali memunculkan persoalan klasik yang setiap tahun menghantui masyarakat, yakni krisis air bersih.</p>
<p>Berkurangnya debit sumber mata air dan sumur warga membuat kebutuhan dasar sehari-hari semakin sulit dipenuhi, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan kekeringan.</p>
<p>Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat apabila akses terhadap air bersih semakin terbatas.</p>
<p>Di beberapa daerah, warga bahkan harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci agar persediaan yang ada tidak cepat habis.</p>
<p>Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak musim kemarau tahun ini. Ratusan kepala keluarga di Dusun Krajan dan Dusun Jurang Gundah dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat menurunnya ketersediaan air di lingkungan mereka.</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan.</p>
<p>"BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Purnama Kecamatan Tegalampel yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, BPBD menerjunkan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Total sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.</p>
<p>Bantuan tersebut menyasar dua dusun, yakni Dusun Krajan yang dihuni sekitar 181 kepala keluarga serta Dusun Jurang Gundah dengan jumlah 90 kepala keluarga. Secara keseluruhan, sebanyak 271 kepala keluarga menjadi penerima manfaat dari distribusi air bersih tersebut.</p>
<p>Kalaksa menjelaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Bondowoso. Apabila terdapat laporan dari desa atau kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih, pihaknya akan melakukan asesmen dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila terjadi kekurangan air bersih di wilayahnya. BPBD akan terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan," katanya.</p>
<p>Kegiatan distribusi air bersih ini melibatkan BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Purnama, serta masyarakat setempat. Hingga kegiatan berakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dan proses penyaluran bantuan berjalan lancar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Outing Class Berujung Tragedi, Dua Santri Kediri Terseret Ombak Pantai Pangi Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/outing-class-berujung-tragedi-dua-santri-kediri-terseret-ombak-pantai-pangi-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/outing-class-berujung-tragedi-dua-santri-kediri-terseret-ombak-pantai-pangi-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Satu korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a71c6821a3.webp" length="68500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 16:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Wisata, Outing Class, Wisata, Pantai Pangi, Blitar, Santri, Terseret, Ombak, Satu, Hilang.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Kegiatan di luar kelas (outing class) yang diikuti rombongan santri asal Kabupaten Kediri berujung tragedi di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, pada Kamis (11/6/2026) siang.</p>
<p></p>
<p>Insiden terjadi saat rombongan yang berasal dari Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri berwisata di kawasan pantai selatan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Saat berada di tepi pantai, dua santri dilaporkan terseret ombak besar yang datang secara tiba-tiba.</p>
<p></p>
<p>Satu korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan laut tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Benar adanya kejadian laka laut di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Blitar, unsur Kamladu, nelayan setempat, dan relawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.</p>
<p></p>
<p>Hingga Kamis (11/6/2026) sore, pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir perairan di sekitar Pantai Pangi.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini tim gabungan TNI, Polri, Kamladu, BPBD, dan nelayan setempat masih di TKP melakukan pencarian," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Petugas mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pantai selatan karena karakteristik ombak yang tinggi dan arus yang cukup kuat, terutama saat berada di area bibir pantai.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, proses pencarian terhadap korban yang hilang akan terus dilanjutkan hingga ditemukan. Pihak kepolisian juga masih melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan terkait peristiwa tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Guru Madrasah di Gumukmas Jember Luluh Lantak Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-guru-madrasah-di-gumukmas-jember-luluh-lantak-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-guru-madrasah-di-gumukmas-jember-luluh-lantak-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi api yang cepat menjalar membuat rumah megah yang berada di Dusun Njeni tersebut hampir terbakar sepenuhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a0b48763e4.webp" length="38236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 09:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Nahas dialami Uswatun Hasanah, warga Dusun Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Rumah yang ia tempati bersama keluarganya luluh lantak akibat amukan si jago merah pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.</p>
<p></p>
<p>Kondisi api yang cepat menjalar membuat rumah megah yang berada di Dusun Njeni tersebut hampir terbakar sepenuhnya. </p>
<p></p>
<p>Warga yang mengetahui hal tersebut langsung berdatangan dan memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api tetap berkobar dan kondisi lokasi berada di permukiman padat penduduk.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang terkonfirmasi dari Ketua Destana Kepanjen, Supriyadi, rumah yang terbakar tersebut adalah milik seorang guru MI 01 Kepanjen.</p>
<p></p>
<p>"Itu milik Guru mas, dan dirinya hidup bersama keluarganya dan punya anak kecil. Kondisinya menakutkan karena rumah terbakar tersebut berdempetan dengan rumah lain," katanya.</p>
<p></p>
<p>Dari kejadian tersebut, beberapa sumber di lokasi kejadian menyampaikan bahwa kebakaran disebabkan oleh anaknya yang masih kecil sedang bermain korek api lalu menyambar beberapa bahan yang mudah terbakar.</p>
<p></p>
<p>"Anaknya bermain korek pak terkena kasur dan akhirnya terjadi kebakaran. Pada saat kejadian anaknya hanya bersama bapaknya karena ibuknya berangkat mengajar di sekolah," kata sumber.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, atas kejadian ini pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan karena masih syok. </p>
<p></p>
<p>Beberapa petugas dari TNI, Polri, dan pihak desa juga hadir untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Kejanggalan Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro Berujung Permohonan Revisi SK Gubernur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-kejanggalan-gelar-akademik-anggota-dprd-bojonegoro-berujung-permohonan-revisi-sk-gubernur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-kejanggalan-gelar-akademik-anggota-dprd-bojonegoro-berujung-permohonan-revisi-sk-gubernur</guid>
<description><![CDATA[ Persoalan bermula dari pencantuman gelar akademik pada nama salah satu anggota DPRD dalam lampiran SK gubernur. Padahal, berdasarkan SK KPU Nomor 1445 yang menjadi dasar penetapan calon terpilih, nama yang bersangkutan tercantum tanpa gelar akademik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a295707c434d.webp" length="53656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 20:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>Permohonan peninjauan kembali terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur tentang peresmian pengangkatan anggota DPRD Bojonegoro periode 2024–2029.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Dugaan kejanggalan penggunaan gelar akademik oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro berinisial SP mendorong warga setempat, Muhammad Hanafi, mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur tentang peresmian pengangkatan anggota DPRD Bojonegoro periode 2024–2029, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Permohonan itu diajukan karena nama yang tercantum dalam SK gubernur disebut berbeda dengan dokumen resmi yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).</p>
<p>Hanafi menyampaikan permohonan tersebut saat mendatangi Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur meninjau ulang SK Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/785/KPTS/011.2/2024 yang diterbitkan pada 10 Agustus 2024.</p>
<p>Menurut Hanafi, persoalan bermula dari pencantuman gelar akademik pada nama salah satu anggota DPRD dalam lampiran SK gubernur. Padahal, berdasarkan SK KPU Nomor 1445 yang menjadi dasar penetapan calon terpilih, nama yang bersangkutan tercantum tanpa gelar akademik.</p>
<p>"SK KPU merupakan dasar penerbitan SK gubernur. Namun, terdapat perbedaan karena dalam dokumen KPU nama tersebut tidak menggunakan gelar, sedangkan dalam SK gubernur dicantumkan dengan gelar akademik," kata Hanafi.</p>
<p>Ia menilai perbedaan tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif semata karena menyangkut identitas resmi pejabat publik yang tertuang dalam dokumen negara.</p>
<p>Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi melakukan koreksi apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan dokumen sumber.</p>
<p>Hanafi mengatakan, selama ini gelar akademik tersebut masih digunakan oleh yang bersangkutan dalam berbagai aktivitas, baik kegiatan kedinasan maupun kegiatan publik lainnya.</p>
<p>"Tentu ada konsekuensi hukum apabila penggunaan gelar itu ternyata tidak sesuai dengan ketentuan. Sebab gelar tersebut selama ini digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika menjadi narasumber dan aktivitas lain yang berpotensi memperoleh honorarium," ujarnya.</p>
<p>Selain mempersoalkan pencantuman gelar dalam SK gubernur, Hanafi juga mengaku menemukan sejumlah informasi yang menurutnya perlu diklarifikasi terkait riwayat akademik yang menjadi dasar penggunaan gelar tersebut.</p>
<p>Berdasarkan penelusurannya pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), terdapat dua nama yang memiliki kemiripan, yakni Sukur Prianto dan Sukur Supriyanto.</p>
<p>Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan apakah kedua data tersebut merujuk pada orang yang sama atau berbeda.</p>
<p>Menurut Hanafi, data atas nama Sukur Prianto tercatat masuk pada tahun 2010 dan berstatus dikeluarkan pada 2015. Sementara itu, data atas nama Sukur Supriyanto tercatat mulai kuliah pada 1 September 2015 dan lulus sekitar 2017 atau 2018 dengan gelar Magister Administrasi Publik (MAP).</p>
<p>Ia menambahkan, kedua data tersebut juga tercatat menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang berbeda.</p>
<p>"Yang muncul di PDDIKTI adalah NIM, bukan NIK. Dari data yang saya lihat, NIM kedua nama itu berbeda. Karena itu saya tidak bisa menyimpulkan apakah keduanya merupakan orang yang sama atau berbeda," katanya.</p>
<p>Meski demikian, Hanafi menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai validitas data akademik tersebut. Menurut dia, kewenangan untuk melakukan verifikasi berada pada perguruan tinggi yang menerbitkan data dan dokumen akademik yang bersangkutan.</p>
<p>"Universitas yang berwenang menjelaskan apakah kedua data itu merujuk pada orang yang sama atau tidak. Karena itu, perlu ada klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan berbagai tafsir di tengah masyarakat," ujarnya, saat mendatangi kantor biro umum pemerintah provinsi Jawa Timur di Surabaya (10/6/2026).</p>
<p>Hanafi juga membenarkan bahwa sosok yang dipersoalkan merupakan anggota DPRD Bojonegoro yang sebelumnya telah dilaporkan melalui mekanisme pengaduan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Laporan informasi tersebut, kata dia, telah disampaikan pada 16 Maret 2026.</p>
<p>Selain mengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Hanafi mengirimkan tembusan surat kepada Bupati Bojonegoro, Ketua KPU Bojonegoro, dan Sekretaris DPRD Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p>Ia berharap Gubernur Jawa Timur dapat merevisi SK peresmian anggota DPRD Bojonegoro apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan dokumen yang menjadi dasar penerbitannya.</p>
<p>"Harapan kami, SK gubernur disesuaikan dengan dokumen resmi KPU. Jika dalam keputusan KPU nama yang bersangkutan tidak menggunakan gelar, maka semestinya dicantumkan sebagaimana yang tertulis dalam dokumen tersebut," kata Hanafi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pers dan JMSI Soroti Ancaman Industri Media terhadap Fungsi Pengawasan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pers-dan-jmsi-soroti-ancaman-industri-media-terhadap-fungsi-pengawasan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pers-dan-jmsi-soroti-ancaman-industri-media-terhadap-fungsi-pengawasan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Industri pers membutuhkan sumber pendapatan baru yang mampu menopang keberlanjutan perusahaan media tanpa mengorbankan fungsi jurnalistiknya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2942628d171.webp" length="50526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 20:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>Hak Cipta Jurnalistik dan Independensi Pers Jadi Kunci Perlindungan Kepentingan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Ketika hampir setiap orang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi melalui platform digital, peran pers profesional justru semakin dipertanyakan.</p>
<p>Mampukah media tetap menjadi penjaga kepentingan publik di tengah persaingan bisnis yang ketat dan banjir informasi yang sulit diverifikasi?</p>
<p>Pertanyaan itu menjadi benang merah dalam diskusi yang digelar dalam rangka pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur periode 2025–2030 di Surabaya, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Yogi Hadi Ismanto, menilai industri media saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang menuntut perubahan model bisnis. </p>
<p>Menurutnya, salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menjaga keberlanjutan industri pers adalah memperkuat perlindungan terhadap karya jurnalistik melalui revisi Undang-Undang Hak Cipta.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a294268123f1.webp" alt=""></p>
<p>Yogi mengatakan, berbagai kajian yang dilakukan Dewan Pers menunjukkan media konvensional sedang memasuki fase transformasi. </p>
<p>Karena itu, industri pers membutuhkan sumber pendapatan baru yang mampu menopang keberlanjutan perusahaan media tanpa mengorbankan fungsi jurnalistiknya.</p>
<p>“Kesimpulan berbagai kajian menunjukkan kemungkinan besar model bisnis media ke depan akan mengarah pada perlindungan hak cipta karya jurnalistik. Itu yang sedang kami perjuangkan,” kata Yogi disela Diskusi FGD "Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik".</p>
<p>Yogi melanjutkan, selama ini produk jurnalistik belum memperoleh perlindungan yang memadai dalam rezim hak cipta karena kerap dipandang sebagai informasi publik yang bebas digunakan. </p>
<p>Padahal, karya jurnalistik merupakan hasil kerja intelektual yang memiliki nilai ekonomi dan dihasilkan melalui proses profesional yang membutuhkan sumber daya besar.</p>
<p>Atas dasar itu, Dewan Pers bersama berbagai konstituen pers terus mendorong pemerintah dan DPR agar karya jurnalistik memperoleh pengakuan yang lebih kuat dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta.</p>
<p>Upaya tersebut, kata Yogi, telah dibahas dalam sejumlah pertemuan dengan pemerintah, termasuk Kementerian Hukum.</p>
<p>Dalam forum yang sama, Ketua Umum JMSI Pusat, Dr. Teguh Santosa, mengingatkan bahwa kemerdekaan pers tidak dapat diukur dari banyaknya jumlah media yang berdiri. </p>
<p>Menurutnya, ukuran utama kemerdekaan pers justru terletak pada sejauh mana media mampu menghasilkan dampak bagi masyarakat melalui fungsi kontrol, pengawasan, dan penyampaian informasi yang berkualitas.</p>
<p>Teguh menilai perkembangan industri media saat ini berada dalam situasi yang kompleks. </p>
<p>Di satu sisi, kebebasan informasi telah membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk mengakses dan menyebarkan informasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan baru bagi media profesional.</p>
<p>“Kita sedang berada dalam situasi yang sangat kompleks. Bukan untuk pesimis, tetapi justru menjadi momentum untuk mencari jalan keluar bersama,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, perjuangan kebebasan informasi pada masa lalu lahir dari keinginan masyarakat untuk memperoleh akses informasi yang lebih terbuka dan merata.</p>
<p>Saat itu, pers dipercaya mampu menjadi instrumen pengawasan publik sekaligus sarana mendorong pemerataan pembangunan melalui kritik dan kontrol sosial.</p>
<p>Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap tersebut secara drastis. Kini, hampir setiap individu memiliki kemampuan untuk memproduksi, mengolah, dan menyebarkan informasi kepada publik tanpa melalui proses jurnalistik yang ketat.</p>
<p>Kondisi itu, menurut Teguh, menuntut media profesional untuk semakin menjaga kualitas, akurasi, dan independensi. </p>
<p>Ia menegaskan independensi bukan berarti menolak bekerja sama dengan pihak mana pun, melainkan menjaga jarak yang setara terhadap seluruh pihak agar media tetap dapat menjalankan fungsi kontrol secara objektif.</p>
<p>“Independensi adalah kemampuan menjaga jarak yang setara dengan semua pihak. Jika terlalu bergantung pada satu pihak, maka ruang independensi akan semakin sempit,” katanya.</p>
<p>Teguh juga menyoroti fenomena menjamurnya perusahaan media dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Menurut dia, pertumbuhan tersebut tidak bisa dilepaskan dari faktor ekonomi. Ketika sektor usaha lain menghadapi perlambatan, industri media kerap dianggap sebagai sektor yang relatif mudah dimasuki.</p>
<p>Akibatnya, jumlah media dan wartawan terus bertambah, sementara sumber pendapatan yang tersedia tidak tumbuh sebanding. Situasi tersebut memicu persaingan yang semakin ketat dan berpotensi memengaruhi kualitas serta independensi pemberitaan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyoroti ketentuan Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang Pers yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendirikan perusahaan pers.</p>
<p>Menurut Lutfil, aturan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan media secara sangat cepat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a29426d17e04.webp" alt=""></p>
<p>Banyak wartawan yang memasuki masa pensiun kemudian memilih mendirikan perusahaan pers baru sehingga jumlah media terus bertambah dari waktu ke waktu.</p>
<p>“Saya tidak tahu apakah revisi undang-undang diperlukan atau tidak. Namun yang jelas, saat ini perusahaan pers menjadi satu-satunya sektor yang hampir tidak memiliki pembatasan dalam pendiriannya. Karena itu perlu dipikirkan format yang paling ideal ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, Lutfil menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja. </p>
<p>Ia menilai diperlukan kajian yang melibatkan akademisi, organisasi profesi, pelaku industri media, dan masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan industri pers.</p>
<p>Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan utama media saat ini tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan bisnis, tetapi juga kemampuan mempertahankan fungsi pengawasan publik di tengah perubahan ekosistem informasi.</p>
<p>Perlindungan hak cipta karya jurnalistik, penguatan independensi, serta penataan industri media dinilai menjadi agenda penting agar pers tetap mampu menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi dan pelindung kepentingan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Brudu Perkasa Raya Kembali Layani Ribuan Penerima MBG Setelah Sepekan Suspend</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-brudu-perkasa-raya-kembali-layani-ribuan-penerima-mbg-setelah-sepekan-suspensi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-brudu-perkasa-raya-kembali-layani-ribuan-penerima-mbg-setelah-sepekan-suspensi</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SPPG Brudu Perkasa Raya, Rika Setyowati, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas dapur umum dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29283585704.webp" length="38444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 19:11:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG Brudu Perkasa Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, hari ini resmi kembali beroperasi setelah hampir satu pekan mengalami penangguhan kegiatan (suspend). </p>
<p>Kepala SPPG Brudu Perkasa Raya, Rika Setyowati, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas dapur umum dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan.</p>
<p>"Alhamdulillah hari ini sudah mulai operasional. Hampir seminggu kami terkena suspend, padahal semua fasilitas sudah sesuai dengan standar. Sudah sesuai standar semua," ujar Rika saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2026).</p>
<p>Rika menjelaskan, proses evaluasi yang berujung pada suspensi sempat menimbulkan tanda tanya karena pihaknya merasa telah menjalankan semua ketentuan. Ia menegaskan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG Brudu juga sudah sesuai standar dan seluruh aspek telah dinyatakan lolos.</p>
<p>"IPAL-nya sudah sesuai standar, semua sudah lolos sih," tambahnya.</p>
<p>SPPG Brudu selama ini memegang peranan penting dalam distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Tercatat, dapur ini melayani pemenuhan kebutuhan gizi bagi 2.381 orang penerima manfaat. Layanannya mencakup 23 sekolah serta 6 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Adapun sasaran Posyandu meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.</p>
<p>Pasca beroperasi kembali, Rika menyampaikan bahwa sambutan dari para penerima manfaat sangat positif.</p>
<p>"Sejauh ini penerima manfaat antusias usai SPPG operasional lagi," katanya.</p>
<p>Ke depan, Rika berharap layanan SPPG Brudu dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Ia optimistis pengalaman evaluasi ini justru akan memperkuat komitmen pihaknya dalam menyajikan makanan bergizi yang higienis dan sesuai standar bagi masyarakat.</p>
<p>"Bisa berjalan lebih lancar dan efektif ke depannya," pungkasnya.</p>
<p>Dengan kembali aktifnya SPPG Brudu, 2.381 penerima manfaat yang terdiri dari pelajar dan kelompok rentan di 23 sekolah dan 6 posyandu kini dapat kembali menikmati menu Makan Bergizi Gratis setiap hari.</p>
<p>Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang yang sebelumnya dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi dapat beroperasi kembali. Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p>Pencabutan status penghentian operasional sementara tersebut tertuang dalam Surat BGN Nomor 2987/D.TWS/06/2026 tentang Pencabutan Pemberhentian Operasional Sementara yang diterbitkan pada 7 Juni 2026. </p>
<p>Dalam lampirannya disebutkan bahwa SPPG yang sebelumnya disuspend telah memenuhi seluruh standar operasional, didasarkan pada terpenuhinya syarat utama berupa ketersediaan IPAL dan/atau fasilitas pengolahan limbah yang sesuai standar.</p>
<p>Sehubungan dengan hasil evaluasi itu, BGN menyatakan status Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) terhadap SPPG yang tercantum dalam lampiran resmi dicabut dan satuan pelayanan tersebut dapat kembali beroperasi secara normal sejak tanggal surat diterbitkan. </p>
<p>Selain itu, BGN merekomendasikan agar penyaluran Dana Bantuan Pemerintah kepada SPPG bersangkutan diaktifkan kembali. Dalam surat yang sama, kepala SPPG diwajibkan melakukan pelaporan secara berkala minimal satu kali setiap bulan melalui Sistem Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas Care) guna memastikan konsistensi penerapan standar mutu dan kepatuhan operasional.</p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan pencabutan status suspend terhadap tujuh SPPG tersebut. </p>
<p>"Saya baru terima tadi pagi suratnya. Memang sanksi suspend ketujuh SPPG sudah dicabut, dan mereka bisa operasional kembali," ujar Deni dalam pesan diterima, Rabu (10/6/2026). </p>
<p>Adapun tujuh SPPG di Kabupaten Jombang yang status suspendnya dicabut adalah SPPG Jombang Diwek Cukir Yayasan Segoro Agung Makmur, SPPG Jombang Candimulyo 2 Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk, SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik Yayasan YPP Miftahul Ulum, SPPG Jombang Sumobito Brudu Yayasan Brudu Perkasa Raya, SPPG Jombang Plandaan Bangsri Yayasan Kalimasada, SPPG Jombang Diwek Puton Yayasan Ma'hadul Muta'allimin, dan SPPG Jombang Peterongan 2 Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum.</p>
<p>Dalam lampiran surat tersebut, tercatat hanya 22 SPPG di Jawa Timur yang memperoleh pencabutan status suspend terkait persoalan IPAL. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan sebanyak 372 SPPG di Jawa Timur sempat dikenai penghentian operasional sementara oleh BGN. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>3.750 Lowongan Kerja dari 47 Perusahaan di Tulungagung Resmi Dibuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/3750-lowongan-kerja-dari-47-perusahaan-di-tulungagung-resmi-dibuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/3750-lowongan-kerja-dari-47-perusahaan-di-tulungagung-resmi-dibuka</guid>
<description><![CDATA[ Job fair tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a291a1b64587.webp" length="45988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 17:40:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, job fair, pencari kerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Job Fair 2026 di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso selama dua hari, 10-11 Juni 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menghadirkan 47 perusahaan dengan total 3.750 peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.</p>
<p></p>
<p>Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan Job Fair menjadi wadah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Tujuan dilaksanakan Job Fair ini adalah mempertemukan rekan-rekan pengusaha dengan teman-teman yang ingin mencari pekerjaan. Ini merupakan momen pertemuan dua pihak yang saling membutuhkan,” ujar Tri Hariadi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang belum mendapatkan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Hari ini kita didukung 47 perusahaan dan tersedia sekitar 3.750 peluang kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Tri berharap kegiatan tersebut dapat membantu menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tulungagung yang saat ini berada di angka 4,02 persen.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami dengan kegiatan Job Fair ini nanti bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tulungagung yang saat ini sekitar 4,02 persen. Target kita paling tidak ada penurunan. Penurunan satu persen saja sangat berarti,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, tren TPT di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah masih terus mengevaluasi data dan kondisi riil di lapangan terkait pencari kerja yang belum terserap dunia kerja.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, ratusan pencari kerja dari kalangan Gen Z dan milenial memadati area Job Fair sejak pagi hari. Mereka mendatangi berbagai stan perusahaan untuk mencari informasi dan mengajukan lamaran kerja.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pencari kerja, Mohammad Fikri, datang bersama ibunya untuk mencari peluang kerja yang sesuai.</p>
<p></p>
<p>“Saya datang ke Job Fair bersama ibu. Ini sudah ambil empat brosur dan ada satu perusahaan yang membuat saya tertarik bekerja di sana,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Fikri mengaku sebelumnya pernah bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit. Namun ia memutuskan berhenti karena merasa tidak kuat dengan beban kerja yang dijalani.</p>
<p></p>
<p>“Saya sudah pernah kerja sebelumnya menjadi cleaning service, tapi fisik saya tidak kuat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fikri, mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Ia mengaku sudah beberapa kali melamar kerja namun belum berhasil diterima.</p>
<p></p>
<p>“Cari kerja sekarang susah. Saya sudah pernah coba daftar ke empat perusahaan dan semua gagal,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai salah satu kendala terbesar adalah tingginya kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan perusahaan.</p>
<p></p>
<p>“Kualifikasi yang diberikan perusahaan tinggi. Apalagi saya hanya lulusan SMA saja,” paparnya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kesulitan serupa juga dirasakan Claradea, lulusan baru Universitas Airlangga Surabaya. Meski berasal dari perguruan tinggi ternama, ia mengaku belum mudah mendapatkan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Saya datang ke Job Fair untuk berusaha mencari kerja. Karena mencari kerja lumayan sulit,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Clara mengaku telah berulang kali melamar pekerjaan melalui berbagai jalur, mulai dari Job Fair hingga situs resmi perusahaan dan LinkedIn.</p>
<p></p>
<p>“Selain mencari kerja di Job Fair, saya sudah berusaha cari kerja lewat LinkedIn dan web perusahaan. Sudah empat kali saya coba daftar pekerjaan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pencari kerja saat ini adalah tingginya kualifikasi yang diminta perusahaan, sementara kompensasi yang ditawarkan belum tentu sebanding.</p>
<p></p>
<p>“Sebenarnya sebagai Gen Z saya hanya mencari pekerjaan yang bisa memberikan fasilitas, gaji dan tempat kerja sesuai kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Pertamax Mencekik Masyarakat Kecil, Warga Blitar Terpaksa Berburu BBM Subsidi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-pertamax-mencekik-masyarakat-kecil-warga-blitar-terpaksa-berburu-bbm-subsidi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-pertamax-mencekik-masyarakat-kecil-warga-blitar-terpaksa-berburu-bbm-subsidi</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pengguna mengaku terkejut karena lonjakan harga tersebut dinilai terlampau tinggi dan diberlakukan secara mendadak, hingga memaksa sebagian konsumen beralih ke Pertalite demi menekan pembengkakan pengeluaran harian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a290dd79876d.webp" length="51556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 16:50:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kenaikan, Harga, Pertamax, Warga, Kaget, Blitar, Beralih, Pertalite.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> — Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Pertamax secara drastis menjadi Rp16.250,00 per liter mulai mencekik masyarakat di Blitar. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah pengguna mengaku terkejut karena lonjakan harga tersebut dinilai terlampau tinggi dan diberlakukan secara mendadak, hingga memaksa sebagian konsumen beralih ke Pertalite demi menekan pembengkakan pengeluaran harian.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pengguna Pertamax, Nita, warga Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga saat mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Kalimantan, Kota Blitar, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, lonjakan harga dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter sangat membebani masyarakat. Apalagi, ia harus menggunakan sepeda motor setiap hari untuk bekerja di Kota Blitar.</p>
<p></p>
<p>"Tadi pagi baru tahu harga Pertamax naik. Agak kaget karena naiknya lumayan tinggi dan mendadak," kata Nita, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Nita terpaksa tetap menggunakan Pertamax. Ia mengaku pernah mencoba menggunakan Pertalite, namun performa sepeda motornya dirasa kurang nyaman.</p>
<p></p>
<p>Setiap hari, Nita harus merogoh kocek sekitar Rp15.000,00 untuk biaya transportasi pulang-pergi dari Bakung menuju Kota Blitar. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kebutuhan transportasi yang tinggi membuatnya tidak memiliki pilihan lain meskipun harga BBM terus melambung akibat kebijakan baru tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Saya pernah pakai Pertalite, tapi motor terasa seperti nyendat-nyendat. Akhirnya tetap pakai Pertamax," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dampak buruk kebijakan ini juga dirasakan oleh Hesti. Ia juga baru mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU dan merasa pasrah dengan keadaan.</p>
<p></p>
<p>"Saya baru tahu pagi ini saat isi bensin. Mau tidak mau tetap beli karena memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, imbas negatif dari kenaikan harga ini mulai memicu terjadinya ketimpangan konsumsi di sejumlah SPBU. Pengawas SPBU Jalan Kalimantan, Kota Blitar, M. Rizki, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi perubahan harga Pertamax sejak Selasa (9/6/2026) pukul 00.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Menurut Rizki, pada hari pertama pemberlakuan harga baru, jumlah konsumen Pertamax langsung merosot tajam dibanding hari-hari sebelumnya. Banyak pelanggan yang terpaksa beralih ke Pertalite karena selisih harga yang kini terlampau jauh.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya sejak pagi sudah banyak yang mengisi Pertamax. Hari ini masih terlihat sepi. Kemungkinan banyak yang beralih ke Pertalite," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelum kenaikan harga tersebut, penjualan Pertamax di SPBU tersebut rata-rata mencapai lima ton per hari. Namun, pihak SPBU memproyeksikan angka penjualan akan terus merosot akibat daya beli masyarakat yang terpukul dalam beberapa waktu ke depan.</p>
<p></p>
<p>Sebaliknya, permintaan Pertalite diprediksi akan meledak seiring migrasi besar-besaran konsumen dari Pertamax. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan akibat beralihnya warga ke BBM subsidi, pihak SPBU berencana mengajukan tambahan pasokan Pertalite kepada Pertamina.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya pasokan Pertalite sekitar 16 ton per hari. Kami mengajukan tambahan sekitar 8 ton sehingga total pasokan bisa mencapai 24 ton per hari," kata Rizki.</p>
<p></p>
<p>Meski pasokan Pertamax dan Pertalite saat ini diklaim masih dalam kondisi aman, kebijakan penyesuaian harga ini jelas telah merugikan pola ekonomi dan mengacaukan manajemen pengeluaran BBM masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah pengguna memilih bertahan dengan kondisi mesin kendaraan yang harus dibayar mahal, sementara mayoritas warga lainnya mulai terdesak dan terpaksa berburu BBM bersubsidi yang lebih terjangkau. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Status Suspend 7 SPPG di Jombang Resmi Dicabut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/status-suspend-7-sppg-di-jombang-resmi-dicabut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/status-suspend-7-sppg-di-jombang-resmi-dicabut</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28ecbfe5db7.webp" length="39622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 14:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG, BGN, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang yang sebelumnya dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi dapat beroperasi kembali. Keputusan itu diambil setelah hasil evaluasi dan verifikasi menyatakan seluruh SPPG telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p></p>
<p>Pencabutan status penghentian operasional sementara tersebut tertuang dalam Surat BGN Nomor 2987/D.TWS/06/2026 tentang Pencabutan Pemberhentian Operasional Sementara yang diterbitkan pada 7 Juni 2026. Dalam lampirannya disebutkan bahwa SPPG yang sebelumnya disuspend telah memenuhi seluruh standar operasional, didasarkan pada terpenuhinya syarat utama berupa ketersediaan IPAL dan/atau fasilitas pengolahan limbah yang sesuai standar.</p>
<p></p>
<p>Sehubungan dengan hasil evaluasi itu, BGN menyatakan status Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) terhadap SPPG yang tercantum dalam lampiran resmi dicabut dan satuan pelayanan tersebut dapat kembali beroperasi secara normal sejak tanggal surat diterbitkan. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, BGN merekomendasikan agar penyaluran Dana Bantuan Pemerintah kepada SPPG bersangkutan diaktifkan kembali. Dalam surat yang sama, kepala SPPG diwajibkan melakukan pelaporan secara berkala minimal satu kali setiap bulan melalui Sistem Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas Care) guna memastikan konsistensi penerapan standar mutu dan kepatuhan operasional.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan pencabutan status suspend terhadap tujuh SPPG tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Saya baru terima tadi pagi suratnya. Memang sanksi suspend ketujuh SPPG sudah dicabut, dan mereka bisa operasional kembali," ujar Deni dalam pesan diterima, Rabu (10/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Adapun tujuh SPPG di Kabupaten Jombang yang status suspendnya dicabut adalah SPPG Jombang Diwek Cukir Yayasan Segoro Agung Makmur, SPPG Jombang Candimulyo 2 Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk, SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik Yayasan YPP Miftahul Ulum, SPPG Jombang Sumobito Brudu Yayasan Brudu Perkasa Raya, SPPG Jombang Plandaan Bangsri Yayasan Kalimasada, SPPG Jombang Diwek Puton Yayasan Ma'hadul Muta'allimin, dan SPPG Jombang Peterongan 2 Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum.</p>
<p></p>
<p>Dalam lampiran surat tersebut, tercatat hanya 22 SPPG di Jawa Timur yang memperoleh pencabutan status suspend terkait persoalan IPAL. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan sebanyak 372 SPPG di Jawa Timur sempat dikenai penghentian operasional sementara oleh BGN.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, BGN menghentikan sementara operasional tujuh SPPG di Kabupaten Jombang setelah hasil pendataan menemukan fasilitas IPAL yang belum tersedia atau belum memenuhi standar. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p></p>
<p>Penghentian sementara itu tertuang dalam Surat BGN Nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026. Dengan dicabutnya status suspend, ketujuh SPPG di Jombang kini dapat kembali menjalankan pelayanan dalam program MBG. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Susunan Pengurus JMSI Jatim Periode 2025–2030 Resmi Ditetapkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/susunan-pengurus-jmsi-jatim-periode-20252030-resmi-ditetapkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/susunan-pengurus-jmsi-jatim-periode-20252030-resmi-ditetapkan</guid>
<description><![CDATA[ Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menetapkan susunan Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030 melalui Surat Keputusan Nomor 144/PP/SK/JMSI/VI/2026 tentang Perubahan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Provinsi Jawa Timur Periode 2025–2030. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28e71f03880.webp" length="85220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 14:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>Pengurus Pusat Kukukan pengurus daerah JMSI Jatim periode 2025-20230</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menetapkan susunan Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030 melalui Surat Keputusan Nomor 144/PP/SK/JMSI/VI/2026 tentang Perubahan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Provinsi Jawa Timur Periode 2025–2030.</p>
<p></p>
<p>Dalam surat keputusan tersebut, Pengurus Pusat JMSI memutuskan:</p>
<p></p>
<p>Pertama, menetapkan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030 sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Kedua, memberikan mandat kepada Pengurus Daerah JMSI Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan program kerja organisasi sesuai tugas dan fungsinya.</p>
<p>Ketiga, menugaskan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Jawa Timur untuk menjalankan roda organisasi berdasarkan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta peraturan organisasi JMSI lainnya.</p>
<p>Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada 19 Februari 2030. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Surat keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 8 Juni 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, serta Sekretaris Jenderal JMSI, Dr. Rahimandani.</p>
<p>Adapun susunan Pengurus Daerah JMSI Jawa Timur periode 2025–2030 sebagai berikut:</p>
<p><strong>Dewan Pembina</strong></p>
<p>Ketua: Aries Agung Paewai</p>
<p>Anggota: Lutfil Hakim, Yoyok Khayatullah</p>
<p><strong>Dewan Pakar</strong></p>
<p>Ketua: Machmud Suhermono</p>
<p>Anggota: Mokhamad Kaiyis</p>
<p><strong>Pengurus Harian</strong></p>
<p>Ketua: Syaiful Anam</p>
<p>Sekretaris: R. Purna Budi Nugraha</p>
<p>Wakil Sekretaris: Muhammad Ferry Fadli</p>
<p>Bendahara: Erfandi Putra</p>
<p>Wakil Bendahara: Achmad Touriq Imani</p>
<p><strong>Bidang Organisasi</strong></p>
<p>Ketua: Wahyu Kuncoro</p>
<p>Sekretaris: Ali Ghonzales</p>
<p><strong>Bidang Jurnalisme Berkualitas</strong></p>
<p>Ketua: Wijayanto</p>
<p>Sekretaris: Noviyanto Aji</p>
<p><strong>Bidang Platform Digital</strong></p>
<p>Ketua: Rahmat Mashudi Prayoga</p>
<p>Sekretaris: Moekti Wibowo, SP</p>
<p><strong>Bidang Potensi Daerah</strong></p>
<p>Ketua: M. Aminum Jabir</p>
<p>Sekretaris: Riko Abdiono</p>
<p><strong>Bidang Usaha dan Pendanaan</strong></p>
<p>Ketua: Heri Sunaryo</p>
<p>Sekretaris: Nur Aminin</p>
<p><strong>Bidang Hubungan Antar Lembaga</strong></p>
<p>Ketua: Nyoto Wibowo</p>
<p>Sekretaris: Fikri Zain</p>
<p><strong>Bidang Hukum dan Advokasi</strong></p>
<p>Ketua: Joko Tritjahjana</p>
<p>Sekretaris: Sutrisno</p>
<p>Ketua JMSI Jawa Timur Syaiful Anam menyatakan kepengurusan baru merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kaderisasi untuk menghadapi tantangan industri media digital yang terus berkembang.</p>
<p>Ia berharap seluruh pengurus dapat menjaga soliditas organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pers dan pembangunan daerah di Jawa Timur. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemotor Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk Molen di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemotor-tanpa-identitas-tewas-terlindas-truk-molen-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemotor-tanpa-identitas-tewas-terlindas-truk-molen-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan penuturan warga di sekitar lokasi, kendaraan korban mendadak tidak stabil hingga akhirnya tumbang ke aspal. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk molen berukuran besar melintas dari arah yang sama dan langsung melindas tubuh korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28dde939455.webp" length="48922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 11:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan maut, korban meninggal dunia dilokasi, pengendara motor, Mr X, Desa Warung Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sebuah kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di jalan raya kawasan Baron, pada Rabu (10/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Seorang pengendara sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitasnya tewas seketika di lokasi kejadian setelah terjatuh dan terlindas ban truk molen.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa naas tersebut bermula saat korban tengah melaju menggunakan sepeda motornya. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan penuturan warga di sekitar lokasi, kendaraan korban mendadak tidak stabil hingga akhirnya tumbang ke aspal. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk molen berukuran besar melintas dari arah yang sama dan langsung melindas tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>"Niku wau oleng trus tibo, langsung diplindes keno ndas e pak (Pengendara oleng dan jatuh hingga dilindas kena kepalanya)," ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Akibat lindasan kendaraan berat tersebut, korban mengalami cedera sangat parah pada bagian kepala dan meninggal dunia di tempat. Tragisnya, proses identifikasi korban sempat terhambat karena petugas sama sekali tidak menemukan dompet, Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun dokumen pengenal lainnya di tubuh atau di dalam bagasi motor korban.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa (Kades) Waung, Doni, yang turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi, membenarkan bahwa kondisi korban pascakecelakaan sangat mengenaskan. </p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan bahwa tim di lapangan kesulitan mengenali korban akibat nihilnya tanda pengenal.</p>
<p></p>
<p>"Gak onok sing digowo mas (Tidak ada identitas yang dibawa)," singkat Doni kepada Suarajatimpost.com di lokasi kejadian, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Petugas kepolisian dari Polsek Baron yang tiba beberapa saat setelah kejadian langsung bergerak cepat. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti sekaligus mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat penumpukan massa.</p>
<p></p>
<p>Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil patroli kepolisian dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Pihak medis akan melakukan proses visum serta identifikasi lebih lanjut menggunakan metode ilmiah guna mengungkap jati diri korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bakar Sampah untuk Usir Nyamuk, Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Ikut Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bakar-sampah-untuk-usir-nyamuk-rumah-dan-kandang-ternak-di-tulungagung-ikut-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bakar-sampah-untuk-usir-nyamuk-rumah-dan-kandang-ternak-di-tulungagung-ikut-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28c62373a8f.webp" length="33256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 09:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran picisan, sendang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran melanda rumah dan kandang ternak milik Mukono (69), warga Dusun Pulo RT 03 RW 01, Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Rabu (10/6/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sebagian rumah beserta kandang sapi dan kambing hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp90 juta.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang ternak yang dilakukan untuk mengurangi gangguan nyamuk. Namun, api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan kandang hingga sebagian rumah korban.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Keselamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 03.55 WIB dan segera mengerahkan petugas ke lokasi.</p>
<p>"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 03.55 WIB. Tim kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 04.05 WIB dan tiba sekitar pukul 04.35 WIB. Sebanyak tiga armada kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan," ujar Iwan Supriyono.</p>
<p>Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui oleh Yateni sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kobaran api sudah membesar dan membakar kandang ternak kambing serta merembet ke bagian samping rumah yang dihuni Mukono. Warga setempat kemudian berupaya membantu sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.</p>
<p>Proses pemadaman melibatkan satu unit armada pemadam, dua unit kendaraan penyuplai air, serta satu kendaraan rescue. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 05.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.</p>
<p>"Api berhasil kami kuasai dan padamkan, kemudian dilakukan pembasahan menyeluruh pada area terdampak," kata Iwan.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan rumah, kandang ternak, serta sejumlah harta benda milik korban.</p>
<p>Data kerugian yang dihimpun meliputi enam ekor kambing, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp8 juta, gabah kurang lebih satu ton, pupuk padi, serta kerusakan pada bangunan rumah dan kandang. Total kerugian material menurut pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp90 juta.</p>
<p>Iwan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di area yang berdekatan dengan bangunan maupun bahan mudah terbakar.</p>
<p>"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan saat membakar sampah. Kondisi angin dan material kering di sekitar lokasi dapat menyebabkan api cepat membesar dan menjalar ke bangunan maupun lahan di sekitarnya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>18 SPPG di Tulungagung Disuspen, BGN Temukan Sarpras Tak Standar hingga Dugaan Monopoli Supplier</title>
<link>https://suarajatimpost.com/18-sppg-di-tulungagung-disuspen-bgn-temukan-sarpras-tak-standar-hingga-dugaan-monopoli-supplier</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/18-sppg-di-tulungagung-disuspen-bgn-temukan-sarpras-tak-standar-hingga-dugaan-monopoli-supplier</guid>
<description><![CDATA[ Masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27f08f64f8f.webp" length="21632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 18:15:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mbg, sppg disuspen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung masuk dalam daftar suspen atau pemberhentian sementara operasional. Sebabnya, masih ditemukan sarpras SPPG yang tidak memenuhi standar dan melakukan monopoli supplier. </p>
<p>Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, jumlah SPPG sudah mencapai 129 dapur yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung. Namun ada sebanyak 18 SPPG yang kini berstatus suspen. </p>
<p>“Ada 18 SPPG di Tulungagung yang disuspen oleh BGN,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan 18 SPPG disuspen. Mulai dari sarpras tidak memenuhi standar, kejadian luar biasa (KLB) hingga dugaan monopoli supplier. </p>
<p>“SPPG yang disuspen ada yang baru dan lama. Setiap SPPG yang tidak memenuhi standar dan aturan akan disuspen,” terangnya.</p>
<p>Sebrina menjelaskan, dugaan monopoli supplier yang dilakukan SPPG juga menjadi penyebab suspen. Pasalnya, dalam ketentuan BGN, setiap SPPG minimal harus memiliki 15 supplier agar tidak menguntungkan pihak tertentu. </p>
<p>“Dari hasil evaluasi menunjukan SPPG hanya memiliki tiga sampai lima supplier,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Sebrina, masa suspen tidak ditentukan secara pasti. Status suspen dapat dicabut apabila SPPG telah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditentukan BGN.</p>
<p>“Durasi suspen tergantung SPPG melakukan perbaikan. Semakin cepat maka status supsen dapat segera dicabut,” paparnya. </p>
<p>Jumlah SPPG yang disuspen di Tulungagung masih dapat berubah. Korwil BGN Tulungagung akan terus melakukan evaluasi dan monitoring secara rutin.</p>
<p>“Jika ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat,” ungkapnya.</p>
<p>Sebrina menambahkan, bagi penerima manfaat dari SPPG yang disuspen akan dialihkan ke dapur lain. Sehingga pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan. </p>
<p>“Untuk penerima manfaat dari SPPG yang disuspen tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jemaah Haji Asal Kota Blitar Wafat di Makkah Usai Selesaikan Rangkaian Puncak Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jemaah-haji-asal-kota-blitar-wafat-di-makkah-usai-selesaikan-rangkaian-puncak-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jemaah-haji-asal-kota-blitar-wafat-di-makkah-usai-selesaikan-rangkaian-puncak-haji</guid>
<description><![CDATA[ Kabar duka datang dari tanah suci, seorang jemaah haji asal Kota Blitar, H. Mohammad Ilyas bin Bustami (66), wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Senin (8/6/2026) pukul 13.30 waktu setempat setelah menjalani perawatan di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27a0b5540f8.webp" length="26576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 14:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jemaah Haji, Wafat, Mekkah, Kota Blitar, Sempat, Jalani, Perawatan, Rumah Sakit.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Kabar duka datang dari tanah suci. Seorang jemaah haji asal Kota Blitar, H. Mohammad Ilyas bin Bustami (66), wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Senin (8/6/2026) pukul 13.30 waktu setempat setelah menjalani perawatan di rumah sakit.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar Purnomo menjelaskan bahwa jemaah tersebut memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak sebelum keberangkatan ke tanah suci. Bahkan saat berada di Asrama Haji, yang bersangkutan sempat mendapatkan pemeriksaan di klinik karena kondisi kesehatannya.</p>
<p>"Beliau memang memiliki riwayat sakit jantung dari rumah. Saat di Asrama Haji sempat diperiksa di klinik, namun setelah itu kondisi membaik dan bisa kembali ke kamar serta tetap diberangkatkan," ujar Purnomo, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Meski menggunakan kursi roda, almarhum tetap mampu mengikuti rangkaian ibadah haji. Selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi almarhum terpantau cukup baik.</p>
<p>"Alhamdulillah beliau masih bisa mengikuti rangkaian ibadah. Armuzna bisa dijalani, murur juga bisa, kemudian tawaf ifadah, sa'i, hingga tahalul juga telah selesai dilaksanakan," jelasnya.</p>
<p>Namun pada Senin pagi waktu Arab Saudi, sekitar pukul 08.00, yang bersangkutan mulai mengeluhkan sesak napas saat berada di hotel tempat menginap jemaah.</p>
<p>Sekitar satu jam kemudian, tim dokter mendatangi almarhum dan memberikan bantuan oksigen. Karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut, almarhum kemudian dibawa ke Klinik Sektor 9 untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>"Jam 09.00 dibawa ke Klinik Sektor 9 dan tetap diberikan oksigen. Setelah diperiksa, dokter merekomendasikan agar beliau dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz," kata Purnomo.</p>
<p>Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 10.05 waktu setempat, almarhum sempat dalam kondisi sadar. Namun tak lama kemudian kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 waktu Arab Saudi.</p>
<p>Menurut Purnomo, almarhum berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri, anak, dan menantunya. Proses pemulasaraan jenazah juga berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.</p>
<p>"Alhamdulillah kemarin langsung dimakamkan. Setelah menunggu proses dari syarikat, jenazah dibawa ke tempat pemandian, kemudian dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Ma'la," ungkapnya.</p>
<p>Purnomo menambahkan, kondisi jamaah haji asal Kota Blitar lainnya saat ini relatif sehat. Para jamaah masih menjalankan berbagai aktivitas ibadah di Makkah, termasuk umrah sunnah dan salat berjamaah di Masjidil Haram.</p>
<p>"Kondisi jemaah yang lain relatif sehat dan tetap menjalankan aktivitas ibadah. Sesuai jadwal, pada 19 Juni nanti jemaah akan bergeser dari Makkah menuju Madinah, kemudian dijadwalkan pulang ke Indonesia melalui Surabaya pada 28 Juni 2026," pungkasnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, jumlah total jemaah haji asal Kota Blitar ada 162 orang dan tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) 106 embarkasi Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lupa Mematikan Teko Listrik, Kebakaran Tengah Malam Hanguskan Rumah Warga Sanankulon Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lupa-mematikan-teko-listrik-kebakaran-tengah-malam-hanguskan-rumah-warga-sanankulon-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lupa-mematikan-teko-listrik-kebakaran-tengah-malam-hanguskan-rumah-warga-sanankulon-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Joko Purnomo (42), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada Selasa (9/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian penghuni rumah tengah beristirahat itu diduga dipicu korsleting listrik dari teko pemanas air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a278a0619102.webp" length="20086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 11:35:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, Rumah, Warga, Sanankulon, Blitar, Korsleting Listrik.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP </strong>- Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Joko Purnomo (42), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada Selasa (9/6/2026) dini hari.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi saat sebagian penghuni rumah tengah beristirahat itu diduga dipicu korsleting listrik dari teko pemanas air.</p>
<p>Api pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30 WIB oleh Ayu Sulitianingrum, istri pemilik rumah. Saat itu ia melihat kobaran api muncul dari bagian belakang bangunan dan segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.</p>
<p>Mendengar teriakan tersebut, warga berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka juga berusaha menyelamatkan sejumlah barang berharga milik keluarga korban. Namun, proses penyelamatan tidak berjalan maksimal karena aliran listrik terputus sehingga kondisi rumah menjadi gelap.</p>
<p>Laporan kejadian kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar. Tak lama berselang, petugas Damkar bersama anggota Polsek Sanankulon tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p>"Begitu menerima informasi, petugas segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama unsur kepolisian serta warga setempat," ujar Tedy, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, beberapa bagian rumah seperti kamar belakang, kamar tengah, dan ruang depan mengalami kerusakan parah. </p>
<p>Sejumlah perabot rumah tangga serta dokumen penting, di antaranya lemari, meja, kursi, kasur, ijazah, dan sertifikat, turut ludes terbakar.</p>
<p>Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang berkaitan dengan penggunaan teko listrik untuk memasak air. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian mertua korban sempat menggunakan teko listrik dan diduga lupa mematikannya.</p>
<p>"Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik," pungkas Tedi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Mengantuk, Truk Muatan Hebel Asal Jombang Terguling di Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-mengantuk-truk-muatan-hebel-asal-jombang-terguling-di-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-mengantuk-truk-muatan-hebel-asal-jombang-terguling-di-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Insiden kecelakaan tunggal ini mengakibatkan sang sopir terjepit di dalam kabin kemudi yang ringsek selama lebih dari dua jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2789ffe8d3b.webp" length="60938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 11:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP </strong>— Diduga akibat mengantuk berat, sebuah truk bermuatan bata ringan atau bata hebel oleng dan terjun bebas ke area persawahan di Jalan Raya Bypass Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/6/2026) pagi. </p>
<p></p>
<p>Insiden kecelakaan tunggal ini mengakibatkan sang sopir terjepit di dalam kabin kemudi yang ringsek selama lebih dari dua jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan.</p>
<p></p>
<p>Kronologi peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Truk berpelat nomor S 8195 WS yang dikemudikan oleh Harianto, warga Desa Ploso Genuk, Kecamatan Perak, Jombang, tengah melaju dari arah Jombang menuju Surabaya. Namun, sesampainya di lokasi kejadian, laju kendaraan mendadak tak terkendali.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a278a8d19169.webp" alt=""></p>
<p>Sebelum terperosok ke sawah, truk terlebih dahulu menghantam papan reklame sebuah rumah makan di tepi jalan dengan keras hingga terguling. Benturan yang hebat membuat bodi depan kabin merangsek masuk dan menjepit kaki Harianto, membuatnya terjebak di dalam kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Beruntung, kernet truk bernama Khoirul berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi dengan keluar melalui pintu sebelah kiri kabin. Menurut Khoirul, kecelakaan ini murni dipicu oleh kondisi sopir yang kelelahan.</p>
<p></p>
<p>"Dari Jombang mau kirim ke Surabaya. Kemungkinan kecapean dan ngantuk, terus oleng ke kiri. Tidak ada senggolan dengan kendaraan lain," kata Khoirul di lokasi.</p>
<p></p>
<p>Proses penyelamatan berjalan dramatis dan membutuhkan waktu lama. Tim gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mojokerto, PMI Kabupaten Mojokerto, kepolisian, serta relawan sempat kesulitan mengeluarkan korban karena posisi kaki yang terkunci rapat oleh jepitan besi bodi truk.</p>
<p></p>
<p>Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto, Didik Sudarsono, menjelaskan bahwa kondisi korban selama proses evakuasi dipastikan dalam keadaan sadar penuh.</p>
<p></p>
<p>"Ada salah satu bagian kaki yang terjepit besi. Kalau dicungkil tidak memungkinkan sehingga kendaraan harus didirikan dulu. Kondisi korban baik, kesadarannya baik dan tidak terluka serius," ujar Didik.</p>
<p></p>
<p>Petugas akhirnya memutuskan untuk mendatangkan mobil derek guna menegakkan kembali posisi truk yang terguling. Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga harus dikerahkan untuk memotong material besi yang menjepit kaki korban.</p>
<p></p>
<p>Komandan Regu Damkar Kabupaten Mojokerto, Ahmad Yani, membenarkan rumitnya proses evakuasi di lapangan yang memakan waktu hingga dua jam tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Korbannya terjepit bodi sehingga membutuhkan mobil derek. Kami menggunakan alat pemotong besi untuk mengeluarkan kaki korban yang terjepit. Proses evakuasi lebih dari dua jam," terang Ahmad.</p>
<p></p>
<p>Upaya keras tim gabungan membuahkan hasil sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah posisi truk berhasil ditegakkan dan besi kabin dipotong, Harianto akhirnya bisa dikeluarkan dari jepitan bodi kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Meski sempat terjebak dalam situasi mencekam selama dua jam, Harianto dilaporkan selamat dan beruntung hanya mengalami luka ringan pada bagian kakinya. Kasus kecelakaan tunggal ini kini tengah ditangani oleh unit penegakan hukum Satlantas Polres Mojokerto. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Pernah Hamil, Perempuan di Mojokerto Tiba&amp;tiba Melahirkan Bayi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-pernah-hamil-perempuan-di-mojokerto-tiba-tiba-melahirkan-bayi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-pernah-hamil-perempuan-di-mojokerto-tiba-tiba-melahirkan-bayi</guid>
<description><![CDATA[ Secara ilmiah dan dunia kedokteran, peristiwa yang memicu perdebatan di tengah masyarakat ini dikenal sebagai cryptic pregnancy atau kehamilan samar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2762e59e2a9.webp" length="6684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 08:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Fenomena medis yang langka sekaligus mengejutkan terjadi di Jawa Timur. Warga Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mendadak digegerkan oleh peristiwa kelahiran seorang bayi perempuan sehat dari seorang ibu yang selama sembilan bulan terakhir sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda fisik ataupun gejala kehamilan pada umumnya.</p>
<p></p>
<p>Secara ilmiah dan dunia kedokteran, peristiwa yang memicu perdebatan sekaligus rasa haru di tengah masyarakat ini dikenal sebagai cryptic pregnancy atau kehamilan samar. </p>
<p></p>
<p>Kondisi ini menempatkan seorang wanita dalam ketidaktahuan bahwa dirinya sedang mengandung akibat minimnya perubahan fisik, absennya mual ekstrem, hingga tetap terjadinya siklus menstruasi semu yang sering kali salah diartikan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini mendadak menjadi buah bibir lantaran sang ibu dinilai sangat aktif dan tidak memiliki riwayat komplikasi atau keluhan yang mengarah pada tanda-tanda persalinan mendekati hari H. </p>
<p></p>
<p>Kondisi psikologis masyarakat setempat yang sempat bingung lambat laun berubah menjadi suasana haru penuh syukur.</p>
<p></p>
<p>Kejadian luar biasa ini bermula pada Senin (8/6/2026) dini hari. Tanpa ada tanda-tanda pembukaan atau kontraksi berkala yang disadari sebelumnya, sang istri tiba-tiba mengeluhkan sakit perut yang sangat hebat dan menusuk di area abdomen bawah.</p>
<p></p>
<p>Melihat kondisi sang istri yang mengerang kesakitan, sang suami langsung mengambil tindakan cepat dengan membawanya ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Cikko Prima Husada. Langkah ini awalnya diambil karena menduga sang istri mengalami gangguan pencernaan akut atau penyakit dalam lainnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, pemeriksaan klinis oleh tim medis IGD justru menghasilkan diagnosis yang mengejutkan: sang pasien ternyata sudah berada dalam fase aktif proses persalinan. </p>
<p></p>
<p>Hanya dalam waktu singkat setelah penanganan darurat darat dilakukan, tim medis berhasil membantu proses persalinan hingga bayi perempuan tersebut lahir ke dunia dalam kondisi menangis kencang, sehat, dan tanpa cacat fisik.</p>
<p></p>
<p>Keterkejutan tidak hanya melanda internal keluarga besar pasutri tersebut, tetapi juga tetangga sekitar. Ketua RT 29 Desa Penompo, Hadi Cahyono, membenarkan bahwa lingkungan mereka sama sekali tidak mencium adanya tanda-tanda kehamilan dari warganya tersebut.</p>
<p></p>
<p>Bahkan, faktor aktivitas harian sang ibu dinilai terlampau ekstrem untuk ukuran seorang wanita yang tengah mengandung tua atau berada di trimester ketiga.</p>
<p></p>
<p>"Kami semua kaget karena selama ini tidak ada tanda-tanda kehamilan. Bahkan sehari sebelumnya yang bersangkutan masih beraktivitas seperti biasa, termasuk naik tangga untuk mengambil buah," ujar Hadi Cahyono saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Hadi menambahkan, kelahiran ini dinilai oleh warga sekitar sebagai sebuah berkah yang tidak ternilai pasca-penantian panjang. Berdasarkan data lingkungan, pasangan suami istri tersebut diketahui telah membina rumah tangga selama kurang lebih enam tahun. Karena belum juga dikaruniai keturunan secara biologis, pasutri ini beberapa waktu lalu memutuskan untuk mengadopsi seorang anak sebagai pancingan sekaligus pelengkap keluarga.</p>
<p></p>
<p>Meskipun di tingkat akar rumput fenomena ini kerap dikaitkan dengan hal mistis atau takhayul, literatur medis modern menegaskan bahwa cryptic pregnancy merupakan realitas klinis yang nyata terjadi pada 1 dari 2.500 kasus kehamilan.</p>
<p></p>
<p>Kondisi ini penting untuk dipahami masyarakat agar tidak menimbulkan stigma negatif. Beberapa faktor penentu kehamilan samar meliputi:</p>
<p></p>
<p>Kadar Hormon hCG yang Rendah: Hormon kehamilan tidak terdeteksi secara optimal oleh tubuh maupun alat tes kehamilan biasa.</p>
<p></p>
<p>Letak Plasenta: Posisi plasenta atau postur tubuh ibu yang tinggi/lebar sehingga pertumbuhan janin mengarah ke tulang belakang, bukan menjorok ke depan (perut tidak buncit).</p>
<p></p>
<p>Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Sering terjadi pada penderita PCOS, membuat ibu tidak curiga ketika tidak mengalami haid bulanan.</p>
<p></p>
<p>Meski sempat memicu kepanikan massal di awal laporan, rumah pasangan suami istri di Desa Penompo kini terus dibanjiri oleh kedatangan kerabat, tetangga, hingga warga dari luar desa yang ingin menyampaikan ucapan selamat dan melihat langsung kondisi sang bayi.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, sang ibu beserta bayi perempuannya dilaporkan telah kembali ke rumah dalam kondisi pemulihan yang sangat baik, sementara masyarakat diedukasi untuk melihat peristiwa ini sebagai sebuah fenomena medis biologis yang nyata. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buaya Muncul di Sungai Tengah Kota, BPBD Surabaya Imbau Warga Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buaya-muncul-di-sungai-tengah-kota-bpbd-surabaya-imbau-warga-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buaya-muncul-di-sungai-tengah-kota-bpbd-surabaya-imbau-warga-waspada</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Kota Surabaya intensifkan pemantauan di Sungai Jagir pasca laporan kemunculan buaya. Warga diimbau waspada dan hindari aktivitas di bantaran sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26b9b20f90b.webp" length="35846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 20:46:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>buaya sungai jagir, buaya surabaya, bpbd kota surabaya, berita surabaya hari ini, command center 112, buaya muara surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Warga dihebohkan lagi dengan penampakan seekor buaya di aliran Sungai Jagir, Surabaya, pada Minggu (7/6/2026) pagi.</p>
<p>Merespon laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya bergerak cepat melakukan pemantauan visual serta menyisir area bantaran sungai guna memastikan keamanan warga sekitar.</p>
<p>Berdasarkan rilis resmi yang diunggah melalui akun media sosial BPBD Kota Surabaya, laporan mengenai satwa liar ini langsung ditindaklanjuti oleh Tim Posko Terpadu Selatan.</p>
<p>Petugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, khususnya di titik-titik yang dilaporkan menjadi lokasi munculnya buaya tersebut.</p>
<p>Meski pada saat penyisiran satwa tersebut tidak selalu menampakkan diri secara visual di permukaan, potensi bahaya tetap diwaspadai.</p>
<p>Mengingat karakteristik Sungai Jagir yang terhubung dengan kawasan pesisir dan muara, kemunculan buaya jenis muara (<em>Crocodylus porosus</em>) di wilayah ini memang perlu diwaspadai karena merupakan salah satu jalur pergerakan atau habitat alaminya.</p>
<p>Guna menekan risiko terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar, petugas BPBD Kota Surabaya langsung memberikan edukasi dan imbauan humanis di lokasi.</p>
<p>Warga yang kedapatan beraktivitas di sekitar bantaran sungai, baik yang sedang memancing, mencari ikan, maupun sekadar bersantai di tepi dermaga, diminta untuk segera menjauh dan menghentikan aktivitasnya sementara waktu.</p>
<p>Melalui media sosial, BPBD Kota Surabaya menekankan beberapa poin penting bagi masyarakat Surabaya, khususnya yang tinggal di sekitar aliran Sungai Jagir:<br><strong></strong></p>
<p><strong>Jaga Jarak Aman</strong>:</p>
<p>Hindari beraktivitas terlalu dekat dengan bibir sungai, terutama pada malam hari atau waktu-waktu rawan di mana perilaku reptil tersebut cenderung lebih aktif.</p>
<p><strong>Jangan Mengusik</strong></p>
<p>Jika melihat keberadaan buaya, warga dilarang keras untuk mendekati, melempar benda, atau mencoba menangkapnya sendiri tanpa keahlian khusus, karena satwa tersebut dapat menyerang jika merasa terancam.</p>
<p><strong>Segera Melapor</strong></p>
<p>Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi pusat layanan darurat Command Center 112 jika kembali melihat penampakan buaya atau berada dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.</p>
<p>Pihak berwenang akan terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), guna menentukan langkah penanganan atau evakuasi lanjutan demi menjamin keselamatan warga Kota Surabaya. (**)</p>
<p><strong>Sumber: Instagram BPBD Kota Surabaya</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Dipicu Instalasi Listrik Tak Standar, Dua Rumah di Pendem Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp700 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-instalasi-listrik-tak-standar-dua-rumah-di-pendem-kota-batu-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp700-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-instalasi-listrik-tak-standar-dua-rumah-di-pendem-kota-batu-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp700-juta</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah di Desa Pendem menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman dan sesuai standar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269b7223e79.webp" length="56260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 18:45:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, kebakaran, konsleting</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan Welirang RT 006 RW 002, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin pagi (8/6/2026). Peristiwa yang diduga dipicu instalasi listrik rumah yang tidak memenuhi standar keselamatan tersebut menyebabkan kerugian material hingga sekitar Rp700 juta.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Agung Sedayu pada Senin (8/6/2026) mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 07.10 WIB dari seorang warga bernama Tevi yang melihat kobaran api mulai membesar di salah satu rumah.</p>
<p></p>
<p>“Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi. Waktu tanggap petugas sejak laporan masuk hingga tiba di lokasi sekitar 13 menit,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, api pertama kali diketahui berasal dari lantai dua salah satu rumah milik warga. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya karena sebagian besar material rumah mudah terbakar.</p>
<p></p>
<p>Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar keamanan.</p>
<p></p>
<p>“Diduga kuat kebakaran terjadi karena pemakaian instalasi listrik rumah yang tidak standar. Percikan api muncul di lantai dua dan kemudian membesar hingga menyebabkan dua rumah terbakar,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dua rumah yang terdampak kebakaran diketahui milik Farida dan Supriyadi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sebagian besar bangunan dan harta benda di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mencegah api meluas ke permukiman lain, Damkarmat Kota Batu mengerahkan empat armada sekaligus, terdiri dari dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan penyuplai air.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Regu Jaya, Regu Yudha, dan Regu Brama langsung melakukan upaya lokalisasi guna menahan laju api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sepenuhnya. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," tegasnya. </p>
<p></p>
<p>Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB, sementara armada dan personel kembali ke markas pada pukul 10.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Agung mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik rumah guna mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tinggal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lahan di Kawasan Wisata Arak&amp;arak Bondowoso Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lahan-di-kawasan-wisata-arak-arak-bondowoso-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lahan-di-kawasan-wisata-arak-arak-bondowoso-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Musim kemarau mulai memicu ancaman kebakaran lahan di Bondowoso. Kebakaran seluas sekitar 2.000 meter persegi terjadi di kawasan Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin. BPBD bersama Damkar, TNI, dan Polri melakukan pemadaman serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26903a88a3a.webp" length="140724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:48:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Selain ancaman krisis air bersih yang setiap tahun menghantui masyarakat di daerah rawan kekeringan, bahaya lain yang tak kalah serius kini mulai muncul, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Asap tipis yang membumbung dari perbukitan kawasan Destinasi Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Senin (8/6/2026), menjadi peringatan dini bahwa musim kering tahun ini tidak hanya menguras sumber-sumber air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area terbuka yang dipenuhi rerumputan dan semak kering.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan di kawasan wisata unggulan Bondowoso tersebut memaksa petugas BPBD, Damkar, TNI, dan Polri turun tangan melakukan pemadaman. Medan yang curam membuat proses penanganan tidak mudah, sehingga armada pemadam harus dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke area yang lebih luas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Peristiwa ini menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang, ancaman bencana tidak hanya berupa kekurangan air bersih. Lahan-lahan kering yang mudah terbakar dapat berubah menjadi sumber petaka apabila tidak diantisipasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.</span></p>
<p><span>Di tengah cuaca yang semakin panas dan minimnya curah hujan, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu munculnya api yang berpotensi meluas dan mengancam lingkungan, kawasan wisata, hingga permukiman warga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Wisata Arak-arak, Senin (8/6/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo melalui Kasi K2 BPBD Bondowoso, Bagoes Herisyahputra </span><span>mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dari pengelola wisata pada pukul 10.48 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan di lokasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menerima laporan dari pihak pengelola wisata terkait terjadinya kebakaran lahan. Setelah itu kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Damkar, Polsek, serta TNI untuk melakukan penanganan bersama," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di area yang curam sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara manual.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Karena kondisi lokasi yang cukup curam, petugas BPBD tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung. Oleh karena itu kami meminta bantuan Damkar untuk melakukan pemadaman menggunakan armada yang dapat menjangkau area tersebut," katanya. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Masyarakat diminta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan percikan api.</span></p>
<p><span>"Hal-hal yang terlihat sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa ditunggu dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang," pesannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi </span><span>menerjunkan dua armada untuk mengendalikan api, yakni satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water supply dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter air.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menyiagakan dua armada, terdiri dari satu unit truk pemadam dan satu unit water supply. Pemadaman serta pendinginan sudah dilakukan. Area bagian atas juga telah dibasahi untuk mencegah api meluas," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Petugas masih terus memantau perkembangan di lokasi. Jika ditemukan titik api yang kembali muncul atau terjadi pergerakan api, pemadaman lanjutan akan segera dilakukan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-jaga-stabilitas-harga-beras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-tulungagung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-jaga-stabilitas-harga-beras</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja Bulog Tulungagung hingga 8 Juni 2026 telah mencapai 55,72 persen dari total target penerima bantuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2671be8a326.webp" length="47374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bantuan pangan, beras sphp, bulog, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP </b>- Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung mempercepat penyaluran bantuan pangan beras sekaligus mengintensifkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Tulungagung, Blitar, Kota Blitar, dan Trenggalek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung program stabilisasi pangan nasional serta menjaga keterjangkauan harga beras di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP terus digencarkan melalui berbagai jalur distribusi, mulai pasar tradisional, gerai ritel modern, kios pangan, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan bersinergi dengan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Pemimpin Cabang Perum BULOG Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi gejolak harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap aman bagi masyarakat. Menurutnya, salah satu instrumen utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan beras kepada keluarga penerima manfaat serta optimalisasi penyaluran beras SPHP ke berbagai saluran penjualan resmi.</p>
<p></p>
<p>"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG secara nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara untuk wilayah kerja Cabang Tulungagung, kami menguasai stok sekitar 85 ribu ton. Jumlah tersebut sangat mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, maupun berbagai program pemerintah lainnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujar Yonas, Senin (8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja Bulog Tulungagung hingga 8 Juni 2026 telah mencapai 55,72 persen dari total target penerima bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Dari target sekitar 465 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP), saat ini hampir 260 ribu PBP telah menerima bantuan beras. Khusus di Kabupaten Tulungagung, bantuan sudah tersalurkan kepada sekitar 85 ribu PBP dari target kurang lebih 150 ribu PBP. Kami menargetkan seluruh penyaluran dapat tuntas 100 persen sebelum akhir Juni 2026," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Yonas menilai percepatan distribusi bantuan pangan memiliki dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. Selain itu, program tersebut juga berkontribusi dalam meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, BULOG juga terus memperluas distribusi beras SPHP sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga harga beras tetap terjangkau. Penyaluran dilakukan secara masif melalui pasar tradisional, kios pangan binaan, jaringan pengecer resmi, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Beras SPHP merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Karena itu, distribusinya akan terus kami tingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah memandang kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di pasar. Dengan dukungan stok beras yang kuat serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.</p>
<p></p>
<p>Selain menjamin kelancaran distribusi, BULOG Tulungagung juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman, berkualitas baik, dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan stok beras yang tersedia dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus bekerja menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," tegas Yonas.</p>
<p></p>
<p>Dengan percepatan penyaluran bantuan pangan dan penguatan distribusi beras SPHP tersebut, BULOG berharap stabilitas harga beras di wilayah Tulungagung Raya dan sekitarnya dapat terus terjaga, sekaligus memberikan perlindungan bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar pangan nasional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Status Lahan KHDPK di Jombang Rentan Penyerobotan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/status-lahan-khdpk-di-jombang-rentan-penyerobotan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/status-lahan-khdpk-di-jombang-rentan-penyerobotan</guid>
<description><![CDATA[ Kerentanan tersebut menyusul aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a265ad2ccb15.webp" length="119344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 12:55:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perusakan Hutan, KHDPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Keberadaan lahan hutan masuk Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) memiliki kerentanan jadi objek penyerobotan lahan. Kerentanan tersebut menyusul aksi penebangan pohon di kawasan hutan lindung alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. </p>
<p></p>
<p>Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro menegaskan hal tersebut. Ia melihat kasus dugaan perusakan dan pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung atau Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Petak 38 Delta (D) dan Petak 38 K, Desa Kedunglumpung, Kecamatan Mojoagung, Jombang mirip dengan modus operandi yang dilakukan para pelaku mirip dengan kasus pembalakan liar sebelumnya yang pernah terjadi di Desa Jabung. </p>
<p></p>
<p>Menurut Enny, para pelaku sengaja mengincar pohon-pohon di kawasan tersebut karena berasumsi bahwa Perhutani sudah tidak memiliki hak kelola menyusul adanya kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat memanfaatkan momen karena dianggap status quo atau Perhutani sudah tidak ada hak mengelola di sana. Mereka intinya haus lahan dan mencoba masuk secara ilegal. Padahal, jika statusnya KHDPK, masyarakat seharusnya mengajukan izin secara resmi, bukan merusak," tegas Enny dalam pesan ditulis suarajatimpost.com, Senin (8/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, perihal perkara di kawasan Alas Gedangan, bahwa pohon-pohon yang ditebang oleh para pelaku merupakan jenis tanaman keras yang berfungsi sebagai zona penyangga (buffer zone) aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>"Tanamannya campur, kami menyebutnya rimba campur. Ada jati, mahoni, wangkang, bendo, hingga dadap. Karena itu masuk kawasan perlindungan setempat, Perhutani sendiri sebenarnya tidak memproduksi atau mengambil kayu di situ. Fungsinya murni untuk perlindungan sempadan sungai," jelas Pak Asper.</p>
<p></p>
<p>Terkait barang bukti kayu yang sudah telanjur ditebang, pihak Perhutani memastikan tidak akan mengevakuasinya ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Berdasarkan aturan perlindungan hutan yang berlaku, kayu yang berasal dari kawasan hutan lindung harus tetap dibiarkan berada di lokasi asalnya.</p>
<p></p>
<p>"Aturan mainnya, kayu yang berasal dari hutan lindung tidak boleh dievakuasi. Jadi kemarin kami hanya menyerahkan alat-alat yang diduga milik pelaku perusakan berupa sembilan sepeda motor ke Polsek Mojoagung. Penyerahan rampung dalam waktu kurang dari 1x24 jam," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun status peta indikatif lahan tersebut masuk dalam KHDPK, fungsi pengamanan hutan tetap berada di bawah tanggung jawab penuh Perhutani sepanjang belum ada pemohon atau pengelola resmi yang ditunjuk oleh kementerian," tandasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, aksi pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan RPH Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, berhasil digagalkan oleh petugas gabungan pada Sabtu (23/5/2026) lalu. Sayangnya, sembilan orang pelaku berhasil melarikan diri dengan meninggalkan sembilan unit sepeda motor di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika tim patroli mendengar suara mesin senso (gergaji mesin) dari dalam kawasan Petak 38K dan 38D. Petugas yang berkoordinasi dengan Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob) KPH Jombang langsung masuk ke dalam petak tersebut setengah jam kemudian. Di lokasi, mereka mendapati aktivitas penebangan liar yang telah merusak sekitar 2.715 hektar area.</p>
<p></p>
<p>"Sembilan pelaku melarikan diri saat petugas tiba. Medan yang terjal dengan jurang sedalam 30 meter dan kemiringan hampir 90 derajat membuat petugas tidak dapat langsung mengamankan para pelaku karena sangat membahayakan," jelas Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengecekan, tercatat sebanyak 188 pohon jenis jati, sono, walikukun, sambi, pangkal, kemloko, dan awar-awar ditemukan dalam kondisi tertebang. Kerugian akibat aksi ini ditaksir mencapai Rp93.446.000 untuk kerusakan di Petak 38K, serta Rp8.966.000 di Petak 38D.</p>
<p></p>
<p>Barang bukti sembilan sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku kini telah diserahkan ke Polsek Mojoagung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>"Kami akan melakukan pengembangan dari barang bukti kendaraan yang ada. Identitas para pelaku sedang kami dalami. Ini adalah tindakan ilegal yang sangat merugikan negara dan lingkungan," tegas Kompol Yogas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Tsunami Mengintai Lima Provinsi, BNPB Instruksikan Evakuasi Kawasan Pesisir Pasca&amp;Gempa M 7,7</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-tsunami-mengintai-lima-provinsi-bnpb-instruksikan-evakuasi-kawasan-pesisir-pasca-gempa-m-77</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-tsunami-mengintai-lima-provinsi-bnpb-instruksikan-evakuasi-kawasan-pesisir-pasca-gempa-m-77</guid>
<description><![CDATA[ Pusat gempa terdeteksi berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2626b51e55c.webp" length="37798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 10:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Gempa, BMKG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong>– Kawasan pesisir utara dan tengah Nusantara kini berada dalam status siaga satu. Gempa tektonik berkekuatan besar Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2036) pagi pukul 06:37 WIB, memicu alarm bahaya tsunami di lima provinsi sekaligus, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur. </p>
<p></p>
<p>Pusat gempa terdeteksi berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.</p>
<p></p>
<p>Merespons ancaman tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung mengambil langkah taktis dengan menginstruksikan pemerintah daerah untuk menggerakkan evakuasi mandiri secara sadar, teratur, dan terukur. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kedatangan gelombang laut yang diprediksi menerjang dalam hitungan menit dari waktu terjadinya gempa.</p>
<p></p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini yang membagi wilayah terdampak ke dalam dua zona krusial. Zona pertama adalah wilayah berstatus Siaga, di mana pemerintah daerah diperintahkan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi total menuju tempat yang lebih tinggi.</p>
<p></p>
<p>Garis pantai yang masuk dalam status Siaga ini didominasi oleh wilayah Sulawesi Utara, dengan estimasi waktu tiba gelombang tercepat melanda Kepulauan Sangihe pada pukul 06:51 WIB. Bahaya berikutnya mengancam Kota Manado dan Minahasa Utara Bagian Utara pada pukul 07:12 WIB, diikuti Minahasa Bagian Utara pukul 07:14 WIB, Kepulauan Minahasa pukul 07:16 WIB, Minahasa Selatan Bagian Utara pukul 07:17 WIB, serta Bolaang Mongondow Bagian Utara pukul 07:22 WIB.</p>
<p></p>
<p>Ancaman status Siaga ini meluas hingga ke provinsi tetangga, mencakup Gorontalo Bagian Utara pada pukul 07:26 WIB, wilayah Sulawesi Tengah yang meliputi Buol pada pukul 07:27 WIB dan Toli-Toli pukul 07:29 WIB, sebelum kemudian kembali ke area Sulawesi Utara di Minahasa Utara Bagian Selatan pada pukul 07:33 WIB dan Minahasa Bagian Selatan pada pukul 07:34 WIB.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pada zona kedua dengan status Waspada, BNPB meminta kesiapsiagaan tetap dijaga ketat. Aparat setempat diinstruksikan segera mengarahkan warga menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan seluruh aktivitas di perairan. Wilayah kategori Waspada ini meliputi Kepulauan Talaud dengan estimasi kedatangan gelombang pukul 06:58 WIB, Kota Bitung pukul 07:19 WIB, Halmahera di Maluku Utara pukul 07:29 WIB, Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah pukul 07:42 WIB, serta Minahasa Selatan Bagian Selatan pada pukul 07:42 WIB.</p>
<p></p>
<p>Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk wilayah luar pulau, mulai dari Kota Ternate pukul 07:43 WIB, Kutai Timur di Kalimantan Timur pukul 07:44 WIB, Kota Tidore pukul 07:46 WIB, hingga area utara di Bulungan pukul 08:05 WIB dan Nunukan pada pukul 08:14 WIB.</p>
<p></p>
<p>Meskipun potensi bahaya tsunami berada pada level tinggi, BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi riil di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Kontras dengan potensi dampaknya, kekuatan guncangan gempa itu sendiri justru dirasakan lemah oleh warga di sekitar episentrum.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan laporan cepat dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado, guncangan gempa bumi di kedua wilayah tersebut hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik. Hingga saat ini, tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan guna memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan keselamatan warga di zona bahaya, BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah. Personel dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga kemanusiaan dan relawan penanggulangan bencana telah bersiaga penuh di lapangan untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga menuju titik kumpul aman.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan pentingnya kepatuhan warga terhadap instruksi petugas di lapangan demi meminimalisir risiko korban jiwa. Warga juga diminta untuk saling membantu, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan penanganan khusus.</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat diimbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.</p>
<p></p>
<p>Selain evakuasi fisik, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi terhadap arus informasi. Warga diimbau keras tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya guna menghindari kepanikan publik. Seluruh pemutakhiran data berkala terkait pergerakan gelombang dan status keamanan wilayah wajib merujuk secara resmi pada data instansi berwenang seperti BMKG dan posko kebencanaan di lapangan. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Petasan dari Balon Udara Pecahkan Kaca Sekolah di Ponorogo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-dari-balon-udara-pecahkan-kaca-sekolah-di-ponorogo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-dari-balon-udara-pecahkan-kaca-sekolah-di-ponorogo</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan petasan dari balon udara tanpa awak merusak kaca kelas dan plafon SMAN 1 Badegan, Ponorogo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2574732bd7e.webp" length="56848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 20:39:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>balon udara ponorogo, ledakan petasan ponorogo, sman 1 badegan, berita ponorogo hari ini, balon udara petasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PONOROGO, SJP</strong> – Tradisi menerbangkan balon udara liar kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kali ini, ledakan petasan yang diduga dijatuhkan dari balon udara tanpa awak menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas di SMAN 1 Badegan pada Minggu (7/6/2026) pagi.</p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan kaca jendela di dua ruang kelas pecah berantakan serta merusak beberapa bagian plafon sekolah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena terjadi di hari libur sekolah.</p>
<p>Detik-detik mencekam tersebut sempat terekam dalam video amatir warga. Dalam rekaman, terlihat sebuah balon udara membawa sejumlah petasan berukuran besar. Petasan-petasan tersebut kemudian dijatuhkan menggunakan parasut sebelum akhirnya meledak di beberapa titik lokasi.</p>
<p>Salah satu ledakan dahsyat terjadi tepat di sekitar lingkungan SMAN 1 Badegan. Dampaknya, kaca jendela ruang kelas XI-5 dan XII-10 pecah akibat kuatnya getaran. Selain itu, plafon teras kelas dan plafon toilet sekolah juga dilaporkan ambrol.</p>
<p>Humas SMAN 1 Badegan, Priandana Widatmo, mengonfirmasi bahwa pihak sekolah saat ini masih melakukan pendataan terhadap total kerusakan yang ditimbulkan.</p>
<p>"Mungkin tadi itu terkena getaran dari ledakan petasan yang dibawa balon udara. Karena kalau ledakannya langsung (mengenai bangunan), hancur tadi itu kelasnya," kata Priandana.<br><br>Menurut kesaksian warga sekolah, sebelum kerusakan ditemukan, sempat terdengar suara dentuman keras yang menggelegar. Tak lama setelah ledakan tersebut, kaca-kaca jendela langsung pecah dan sebagian plafon bangunan rontok ke tanah.</p>
<p>Kasus ini kini menjadi perhatian warga setempat yang resah dengan bahaya petasan balon udara yang kerap berulang setiap tahunnya. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Umat Buddha Tulungagung Gelar Atthami Puja di Candi Sanggrahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/umat-buddha-tulungagung-gelar-atthami-puja-di-candi-sanggrahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/umat-buddha-tulungagung-gelar-atthami-puja-di-candi-sanggrahan</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Atthami Puja tahun ini diprakarsai oleh Vihara Buddha Loka Tulungagung dan menjadi kegiatan penutup dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2537d4cce64.webp" length="29686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 17:22:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, candi sanggrahan, waisak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Ratusan umat Buddha dari tiga vihara di Kabupaten Tulungagung menggelar ritual Atthami Puja di kompleks Candi Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Minggu (7/6/2026) siang. Ritual yang dilaksanakan pada hari ke delapan setelah perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE atau tahun 2026 Masehi tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Waisak di Tulungagung.</p>
<p>Dipimpin Pandita Vihara Buddha Loka Tulungagung, Romo Sugianto Gandikha, para umat Buddha mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat. Atthami Puja merupakan ritual penghormatan terhadap kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama, sekaligus mengingatkan umat pada ajaran dan jasa-jasa Sang Buddha.</p>
<p>Romo Sugianto Gandikha menjelaskan bahwa perayaan Atthami Puja tahun ini diprakarsai oleh Vihara Buddha Loka Tulungagung dan menjadi kegiatan penutup dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak.</p>
<p>"Di siang yang membahagiakan ini kami para umat Buddha Tulungagung, khususnya yang diprakarsai oleh Wihara Buddha Loka, melaksanakan rangkaian kegiatan yang bisa dikatakan sebagai kegiatan penutup dalam peringatan Tri Suci Waisak, yang mana peringatan ini bernama Atthami Puja," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Atthami Puja memiliki makna khusus karena berkaitan dengan peristiwa kremasi atau persembahan api terhadap jasad Sang Buddha setelah wafat. Oleh karena itu, ritual ini menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha untuk mengenang pengorbanan dan keteladanan Sang Buddha Gautama.</p>
<p>Pelaksanaan ritual juga dihadiri Pembina Buddha Sasana Jawa Timur, Dr. Panji Budiarso, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Tulungagung, mulai dari kawasan kota, Ngunut hingga Selorejo. Kehadiran umat dari tiga vihara tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperingati salah satu hari penting dalam kalender Buddhis.</p>
<p>Pemilihan Candi Sanggrahan sebagai lokasi pelaksanaan ritual bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis yang kuat, candi peninggalan masa Majapahit itu dinilai memiliki keterkaitan dengan makna Atthami Puja.</p>
<p>"Untuk memaknai Atthami Puja, kita menggunakan tempat yaitu Candi Sanggrahan ini karena mengingat Candi Sanggrahan mempunyai sejarah. Tempat ini juga menjadi tempat persemayaman jenazah Gayatri sebelum dikremasikan di Candi Dadi. Maka kita menggunakan tempat ini untuk memberikan makna yang seiring sejalan dengan peringatan Atthami Puja, yaitu peringatan persembahan api," kata Romo Sugianto.</p>
<p>Melalui pemilihan lokasi tersebut, umat Buddha diharapkan dapat lebih mendalami makna spiritual Atthami Puja sekaligus mengenang nilai-nilai sejarah yang dimiliki Candi Sanggrahan.</p>
<p>Sementara itu, Atthami Puja masih tergolong jarang dilaksanakan oleh umat Buddha di Indonesia. Sebagian besar umat Buddha di tanah air umumnya hanya mengenal rangkaian perayaan hingga Tri Suci Waisak. Berbeda dengan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, di mana Atthami Puja menjadi bagian dari rangkaian ritual keagamaan yang rutin diselenggarakan setiap tahun.</p>
<p>Meski demikian, pelaksanaan Atthami Puja di Tulungagung menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali tradisi Buddhis yang memiliki nilai sejarah dan spiritual mendalam, sekaligus memperkaya pemahaman umat terhadap rangkaian peringatan suci setelah Waisak. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revolusi Industri 4.0 Melanda Alam Gaib, Remaja Jember Sukses Garap Pocong versi Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revolusi-industri-40-melanda-alam-gaib-remaja-jember-sukses-garap-pocong-versi-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revolusi-industri-40-melanda-alam-gaib-remaja-jember-sukses-garap-pocong-versi-digital</guid>
<description><![CDATA[ Kreativitas kebablasan remaja Jember bikin heboh medsos pakai Pocong buatan AI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a24d2e5440d6.webp" length="118626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 08:45:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pocong ai jember, berita humor jawa timur, pocong digital patrang, satire jember, prank ai polres jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> – Ketika para ilmuwan di Silicon Valley sibuk berdebat apakah Artificial Intelligence (AI) bakal merebut pekerjaan umat manusia, tiga remaja di Kecamatan Patrang, Jember, justru sudah melangkah lebih jauh. Mereka berhasil membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa digunakan untuk melakukan efisiensi kerja di sektor yang paling tidak terduga: dunia pergentayangan.</p>
<p>Pekan ini, jagat maya dikejutkan oleh beredarnya foto penampakan sosok putih legendaris alias pocong di kawasan Patrang. </p>
<p>Foto tersebut sempat membuat warga heboh. Namun, setelah turun tangan, Polres Jember sukses membongkar <em>plot twist</em>-nya: pocong tersebut 100% adalah produk digital hasil rekayasa AI.</p>
<p>Langkah kreatif (namun berakhir di kantor polisi) yang dilakukan ketiga remaja ini dinilai sebagai terobosan besar dalam industri <em>shock therapy</em> lokal. </p>
<p>Jika biasanya oknum pemuda harus modal membeli kain kafan asli, bedak putih, dan rela gatal-gatal bersembunyi di balik pohon pisang demi menakuti warga, kini semua itu bisa dipangkas berkat algoritma.</p>
<p>"Ini adalah bentuk digitalisasi kearifan lokal," ujar seorang netizen di kolom komentar. "Pocong konvensional sekarang harus mulai belajar <em>coding </em>kalau tidak mau tergerus zaman dan kalah saing dengan pocong hasil <em>prompting</em>."</p>
<p>Secara estetika, pocong versi AI ini memang terlihat terlalu sempurna. Lipatan kain kafannya presisi, efek pencahayaannya sinematik, dan tingkat keaslian bayangannya menyerupai standar visual Hollywood. </p>
<p>Wajar saja jika warga Patrang sempat terkecoh. Siapa yang menyangka kalau hantu zaman sekarang tidak lagi keluar dari kubur, melainkan keluar dari aplikasi rendering.</p>
<p>Sayangnya, inovasi "<em>Cyber-Mistis</em>" ini harus terbentur oleh realitas hukum. Polres Jember yang bergerak cepat langsung mengamankan ketiga remaja tersebut sebelum mereka sempat merilis varian hantu digital lainnya seperti Kuntilanak Metaverse atau Genderuwo Full HD.</p>
<p>Kepada petugas, mereka mengaku hanya iseng demi konten dan pengikut di media sosial. Beruntung, karena masih di bawah umur dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk mendapatkan bimbingan—dan kemungkinan besar, kuota internet mereka akan disunat untuk sementara waktu.</p>
<p>Pelajaran moral dari peristiwa ini sangat jelas: AI memang bisa menciptakan visual apa saja, mulai dari foto pacar fiktif hingga pocong digital. Namun, secanggih-canggihnya teknologi kecerdasan buatan, ia tetap belum bisa digunakan untuk otomatisasi membayar denda atau membatalkan surat panggilan dari pihak kepolisian.</p>
<p>Bagi para hantu asli di luar sana, Anda boleh bernapas lega (jika masih bernapas). Pekerjaan Anda terbukti belum sepenuhnya direbut oleh robot.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nekat Lewat Jalur Terlarang Semeru, Pendaki Dievakuasi dari Jurang Sedalam 800 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nekat-lewat-jalur-terlarang-semeru-pendaki-dievakuasi-dari-jurang-sedalam-800-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nekat-lewat-jalur-terlarang-semeru-pendaki-dievakuasi-dari-jurang-sedalam-800-meter</guid>
<description><![CDATA[ Operasi penyelamatan berlangsung dalam medan ekstrem lereng Semeru. Tim gabungan mengevakuasi korban patah kaki setelah terjatuh ke jurang kawasan Purbakala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23d297dbcb7.webp" length="38254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 14:57:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendaki Semeru, Gunung Semeru, Jalur Purbakala, Ampelgading, Polres Malang, Basarnas, Evakuasi Pendaki, Kabupaten Malang, Pendakian Ilegal, Berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seorang pendaki Gunung Semeru yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintasi jalur ilegal Purbakala di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.</p>
<p>Korban berhasil diselamatkan setelah operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari di medan ekstrem lereng Semeru.</p>
<p>Korban diketahui bernama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18). Ia mendaki bersama dua rekannya melalui jalur Purbakala pada Sabtu (30/5/2026), yang diketahui bukan merupakan jalur resmi pendakian menuju Gunung Semeru.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, ketiga pendaki tersebut tetap melanjutkan perjalanan meski sebelumnya telah mendapat peringatan dari penjaga kawasan mengenai risiko dan bahaya jalur yang akan dilalui.</p>
<p>"Korban bersama dua rekannya diketahui melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan," ujar AKP Bambang, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p>Peristiwa itu terungkap setelah keluarga korban kehilangan kontak dan tidak dapat menghubungi Ananda. Pada Senin (1/6/2026), keluarga menerima informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terjatuh ke jurang saat melakukan pendakian. Sebelum komunikasi terputus, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhirnya.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, serta tenaga kesehatan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan pertolongan.</p>
<p>Menurut AKP Bambang, medan yang harus dilalui tim penyelamat tergolong sangat berat. Lokasi korban berada di area jurang curam dengan akses yang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap.</p>
<p>"Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan dari dasar jurang," jelasnya.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan pemeriksaan medis. Sementara Ananda yang mengalami patah kaki harus menjalani proses evakuasi lanjutan karena membutuhkan penanganan khusus.</p>
<p>Pada Jumat (5/6/2026), tim gabungan kembali menuju lokasi korban dan melakukan proses pengangkatan menggunakan sistem tali dari dasar jurang. Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa menuju Pos Tamanbali, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, sebelum dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit.</p>
<p>"Korban yang mengalami patah kaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat," terang AKP Bambang.</p>
<p>Polres Malang mengingatkan masyarakat, khususnya para pendaki, agar tidak menggunakan jalur ilegal maupun jalur yang tidak direkomendasikan untuk aktivitas pendakian. Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan, jalur tersebut juga menyulitkan proses pencarian dan pertolongan apabila terjadi kecelakaan.</p>
<p>"Kami mengingatkan para pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi, mematuhi aturan yang berlaku, dan mengutamakan keselamatan. Jalur ilegal memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi dan dapat membahayakan jiwa," pungkasnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gagal Kirim ke Bali, Ribuan Karton Mi Instan Ludes Terbakar di Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gagal-kirim-ke-bali-ribuan-karton-mi-instan-ludes-terbakar-di-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gagal-kirim-ke-bali-ribuan-karton-mi-instan-ludes-terbakar-di-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan (korsleting) pada armada truk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23c51d2b21b.webp" length="53384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 13:59:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Distribusi logistik antarpulau kembali terhambat akibat insiden di jalan raya. Sebuah truk boks bernomor polisi AB 8756 CT yang mengangkut ribuan karton mi instan siap saji, hangus terbakar di Jalan Raya Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (5/6/2026) malam.</p>
<p>Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan (korsleting) pada armada truk. </p>
<p>Meski tidak memakan korban jiwa, interupsi logistik ini mengakibatkan seluruh muatan ludes tak tersisa tepat sebelum mencapai jalur penyeberangan menuju Pulau Dewata.</p>
<p>Kebakaran ini bermula saat truk boks yang dikemudikan oleh Azril Maulana tengah menempuh perjalanan jarak jauh dari pusat industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan tujuan akhir Bali. Namun, perjalanan panjang tersebut terhenti mendadak saat memasuki wilayah hukum Kabupaten Mojokerto.</p>
<p>Menurut pengakuan Azril, tanda-tanda petaka mulai terlihat ketika armada yang dikemudikannya berhenti di persimpangan jalan. Muatan yang didominasi oleh material kering dan kemasan plastik membuat kobaran api menjalar dengan sangat agresif dalam hitungan menit.</p>
<p>"Sesampainya di perempatan lampu merah Desa Lebaksono, karena lampu merah saya melihat ke belakang ada asap. Saya berhenti, melihat ke belakang ada asap dan terbakar semua muatannya. Hangus semua. Diduga dari korsleting listrik," ungkap dia. </p>
<p>Muatan berupa mi instan dalam kemasan cup sebanyak 1.221 karton menjadi faktor utama cepatnya perambatan api. </p>
<p>Material pembungkus yang berbahan dasar plastik dan kertas, dikombinasikan dengan ruang boks yang kering, membuat api dengan cepat mencapai intensitas tertinggi sebelum sempat dilakukan tindakan preventif oleh awak truk.</p>
<p>Mendapat laporan darurat dari warga dan pengguna jalan, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto segera bergerak. </p>
<p>Satu unit armada pemadam dari Pos 2 Mojosari langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) guna menjinakkan si jago merah.</p>
<p>Proses pemadaman hingga pembasahan (cooling) dilakukan secara intensif oleh petugas Damkar dengan dibantu oleh potensi relawan lokal serta warga sekitar. Langkah cepat ini berhasil mengisolasi api agar tidak merembet ke kendaraan lain yang sedang mengantre di persimpangan lampu merah, serta mencegah terjadinya kemacetan total di jalur penghubung antar-kabupaten.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencari Kayu Bakar di Jember Temukan Kerangka Mayat di Bukit Tungu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencari-kayu-bakar-di-jember-temukan-kerangka-mayat-di-bukit-tungu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencari-kayu-bakar-di-jember-temukan-kerangka-mayat-di-bukit-tungu</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan kerangka manusia ini, pertama kali ditemukan oleh pencari kayu pada Kamis 5 Juni 2026 sore kemarin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2277a720c9a.webp" length="89056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 15:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> - Warga Dusun Rowo Desa Gambiran Kalisat Jember digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di atas bukit Tungu, Jumat,(5/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ahmadi, Kepala Dusun setempat menjelaskan, bahwa penemuan kerangka manusia di daerahnya ini, pertama kali ditemukan oleh pencari kayu pada Kamis 5 Juni 2026 sore kemarin.</p>
<p></p>
<p>"Kemarin ditemukan oleh pencari kayu, cuma saat itu sudah sore, warga takut, akhirnya tadi pagi dilaporkan ke kami dan kami teruskan ke Polsek Kalisat," kata Ahmadi disela sela lokasi yang di datangi oleh polisi.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan, Ahmadi menyatakan, bahwa kondisi korban sudah berada dibawah pohon, dan diatasnya ditemukan tapi tambang berwarna biru terikat di pohon.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>"Disekitar tubuh korban, ditemukan KTP dan SIM atas nama Margo Slamet warga Dusun Krajan Ambulu, saat ditemukan sudah hancur kondisi kerangka," ujar Ahmadi.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Kalisat Iptu.Ika Mufida yang turun langsung ke lokasi, menyatakan, bahwa penyebab kematian korban belum diketahui, dan masih dalam penyelidikan.</p>
<p></p>
<p>"Masih diselidiki penyebab kematian, namun dari data identitas yang ditemukan disekitar lokasi, kami koordinasi dengan Polsek Ambulu, dan sudah dilakukan pelacakan terhadap keluarganya," ujar Kapolsek.</p>
<p></p>
<p>Lokasi penemuan kerangka manusia ini cukup Ekstreem dan terjal, dimana korban ditemukan diatas bukti, dengan kondisi hutan kecil mengelilingi bukti.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya itu, untuk bisa sampai ke titik lokasi penemuan, juga cukup sulit, karena jalan menuju lokasi, melewati jalan curam dengan kemiringan 45 derajat.</p>
<p></p>
<p>Sampai berita ini ditulis, korban masih dilokasi dan menunggu untuk dilakukan evakuasi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Terima Pohon Sakral Ditebang, Warga Gresik Lapor Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-terima-pohon-sakral-ditebang-warga-gresik-lapor-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-terima-pohon-sakral-ditebang-warga-gresik-lapor-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu warga pemuda setempat, Ahsin, mengatakan laporan tersebut terpaksa dilakukan warga lantaran pohon tua jenis asem yang ditaksir berusia ratusan tahun itu ditebang sepihak, tanpa izin warga sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a223a15073ab.webp" length="48172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 10:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, viral Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>— Sejumlah warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengaku geram atas dugaan penebangan liar pohon yang disakralkan berada di area telaga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan. Atas kejadian tersebut warga melapor ke polisi.</p>
<p>Salah satu warga pemuda setempat, Ahsin, mengatakan laporan tersebut terpaksa dilakukan warga lantaran pohon tua jenis asem yang ditaksir berusia ratusan tahun itu ditebang sepihak, tanpa izin warga sekitar.</p>
<p>Pohon tersebut disakralkan warga sekitar untuk berdoa menghormati peninggalan leluhur. "Sekitar dua Minggu lalu, tiba-tiba warga memergoki aktivitas penebangan pohon asem yang selama ini dianggap warga sakral, pohon itu sekarang sudah roboh. Bahkan belasan pohon trembesi 11 juga ikut ditebang," kata Ahsin, Jumat (5/6/2026).</p>
<p>Ahsin menyampaikan, pohon tersebut disakralkan karena menjadi kegiatan dia rutin saat haul leluhur masyarakat desa setempat. Warga sekitar percaya cerita bahwa pohon asem itu merupakan tempat mbah buyut desa menyimpan benda-benda pusaka.</p>
<p>Masyarakat desa yang hendak menggelar hajatan juga melantunkan doa dan sedekah bumi di pohon tersebut.</p>
<p>"Biasanya setiap tahun ada kegiatan pamit di wilayah pohon asem itu sebelum warga menggelar kegiatan haul buyut desa," terangnya.</p>
<p>Menurut Ahsin, polemik penebangan pohon yang dianggap sakral oleh warga ini telah melewati jalur mediasi melibatkan para pemangku kebijakan meliputi Pemerintah Desa (Pemdes), Polsek dan Koramil Kecamatan Duduksampeyan. Mediasi juga menghadirkan oknum penebang liar tersebut. Hasil mediasi, warga sepakat membawa persoalan ini ke ranah hukum.</p>
<p>Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengaduan warga terkait kasus penebangan liar pohon yang dianggap sakral oleh masyarakat tersebut. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan.</p>
<p>"Iya benar ada pengaduan, masih dalam Lidik (penyelidikan)," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengamuk Bawa Celurit, Pria di Gumukmas Lukai Karyawan Penyedia Internet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengamuk-bawa-celurit-pria-di-gumukmas-lukai-karyawan-penyedia-internet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengamuk-bawa-celurit-pria-di-gumukmas-lukai-karyawan-penyedia-internet</guid>
<description><![CDATA[ Pria berusia 41 tahun diamankan polisi setelah diduga membacok seorang karyawan penyedia layanan internet di Kecamatan Gumukmas, Jember. Polisi masih mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku yang mengamuk menggunakan celurit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a21862c0abef.webp" length="36804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 21:34:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>kriminial, suarajatimpost, pencurian, polisi, pembunuhan, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP –</strong> Seorang pria berinisial MA (41) diamankan petugas gabungan dari Polsek Gumukmas dan Polsek Kencong setelah diduga melakukan pembacokan terhadap seorang karyawan penyedia layanan internet (wifi) di Jalan Raya Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Kamis (4/6/2026) sore.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban bernama Joni (41), warga Kecamatan Kencong, mengalami luka pada bagian punggung dan siku akibat sabetan senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan pelaku.</p>
<p>Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, pelaku terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek. Ia tampak berteriak-teriak sambil mengayunkan celurit secara berulang kali ke arah sejumlah karyawan yang berada di lokasi.</p>
<p>Tidak hanya menyerang korban, pelaku juga diduga sempat mengejar beberapa karyawan lainnya. Sekitar enam orang karyawan terlihat berlarian keluar dari kantor untuk menyelamatkan diri dari amukan pelaku.</p>
<p>Kapolsek Gumukmas, Iptu Edi Santoso, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah celurit.</p>
<p>"Benar, telah terjadi peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti celurit," ujar Iptu Edi Santoso saat dikonfirmasi.</p>
<p>Lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku serta motif di balik perbuatannya.</p>
<p>"Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi pelaku. Sebab yang bersangkutan membawa senjata tajam dan telah menyebabkan adanya korban luka," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Tausiyah Gus Iqdam, Forum PGI Malang Dorong Anak Muda Ambil Pelajaran dari Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/doa-bersama-korban-tragedi-kanjuruhan-gus-iqdam-ajak-generasi-muda-perkuat-kepedulian-dan-nilai-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/doa-bersama-korban-tragedi-kanjuruhan-gus-iqdam-ajak-generasi-muda-perkuat-kepedulian-dan-nilai-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Suasana khidmat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan jemaah mengikuti doa bersama dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a22803077420.webp" length="49340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 18:01:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>kanjuruhan, tragedi, korban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="290" data-end="616"><strong data-start="290" data-end="311">MALANG, SJP</strong> – Tragedi Kanjuruhan tidak boleh hanya dikenang sebagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa. Lebih dari itu, tragedi yang merenggut ratusan nyawa tersebut harus menjadi pengingat sekaligus pelajaran berharga bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan persatuan.</p>
<p data-start="290" data-end="616"><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_430x256_6a22802dcf396.webp"></p>
<p data-start="618" data-end="818">Pesan tersebut disampaikan Ketua Forum PGI Kabupaten Malang, Aditya Eka, saat menyambut kehadiran ribuan jamaah dalam kegiatan pengajian dan doa bersama yang menghadirkan pendakwah muda Gus Iqdam.</p>
<p data-start="820" data-end="1066">Menurut Aditya Eka, momentum doa bersama bukan sekadar ajang berkumpul dan beribadah, tetapi juga ruang refleksi bersama agar masyarakat, khususnya kalangan muda, mampu mengambil hikmah dari peristiwa yang pernah mengguncang Malang dan Indonesia.</p>
<p data-start="1068" data-end="1312">"Tragedi Kanjuruhan mengajarkan kepada kita semua tentang pentingnya menjaga kemanusiaan, menghormati sesama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.</p>
<p data-start="1314" data-end="1585">Ia menilai anak muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis. Karena itu, pembelajaran dari Tragedi Kanjuruhan harus menjadi bekal untuk membangun karakter yang lebih peduli, bijaksana, dan bertanggung jawab.</p>
<p data-start="1587" data-end="1831">Kegiatan yang menghadirkan Gus Iqdam tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan jamaah memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian doa bersama sekaligus mendengarkan tausiyah yang disampaikan pendakwah asal Blitar tersebut.</p>
<p data-start="1833" data-end="2109">Dalam ceramahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan menjaga hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p data-start="1833" data-end="2109"><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_430x256_6a228033c53a4.webp"></p>
<p data-start="2111" data-end="2370">Suasana khidmat begitu terasa sepanjang acara. Doa-doa dipanjatkan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan serta keluarga yang ditinggalkan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa semangat solidaritas dan kemanusiaan masyarakat Malang tetap hidup dan terus terjaga.</p>
<p data-start="2372" data-end="2771">Bagi Forum PGI Kabupaten Malang, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa besar selalu menyimpan pelajaran yang dapat dijadikan bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Melalui refleksi bersama dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>
<p><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto"><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto"> <strong>(**)</strong></span></span></p>
<p><strong><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto"><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto">Penulis: Riski Rahayu Kurniawati A.Md.I.Kom., S.E.<br>Editor : Rizqi Ardian</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto"><span style="vertical-align: inherit;" dir="auto"></span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Temukan Kejanggalan dalam Temuan Lansia Tewas Terpanggang di Jombang Jember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-temukan-kejanggalan-dalam-temuan-lansia-tewas-terpanggang-di-jombang-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-temukan-kejanggalan-dalam-temuan-lansia-tewas-terpanggang-di-jombang-jember</guid>
<description><![CDATA[ Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk aroma bahan bakar yang menyengat di dalam kamar korban. Muncul dugaan bahwa korban sengaja dibakar atau melakukan aksi bunuh diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a210f9b80ac4.webp" length="25954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 14:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Seorang lansia bernama Slamet Sucipto (63) ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (3/6/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi terpanggang.</p>
<p></p>
<p>Guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, Polsek Jombang berkoordinasi dengan Polres Jember langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). </p>
<p></p>
<p>Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk aroma bahan bakar yang menyengat di dalam kamar korban. Muncul dugaan bahwa korban sengaja dibakar atau melakukan aksi bunuh diri.</p>
<p></p>
<p>Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim Inafis Polres Jember ke RSD dr. Soebandi guna menjalani autopsi dan visum menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Jombang, Iptu Imam Kusuma, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026), ia menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam.</p>
<p></p>
<p>"Beberapa barang bukti di lokasi kita amankan seperti tempat tidur dan beberapa peralatan yang memang bau gasolin. Namun kami belum bisa menyimpulkan karena hasil visum belum keluar yang dilakukan oleh INAFIS," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Terkait adanya rumor bahwa pihak keluarga menolak proses autopsi, Iptu Imam Kusuma menanggapi hal tersebut. Polisi tetap melakukan autopsi demi mengungkap kebenaran karena adanya indikasi tidak wajar pada kematian korban.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah pasang police line di rumah korban. Untuk penolakan keluarga agar tidak diautopsi memang ada, namun karena kami menemukan dugaan ada kejanggalan, jadi kami melakukan autopsi menyeluruh dan mengamankan barang bukti," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mata Perih dan Sesak Napas, Warga Gresik Keluhkan Bau Amonia Pabrik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mata-perih-dan-sesak-napas-warga-gresik-keluhkan-bau-amonia-pabrik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mata-perih-dan-sesak-napas-warga-gresik-keluhkan-bau-amonia-pabrik</guid>
<description><![CDATA[ Meski belum mengetahui secara pasti sumber bau amonia itu, situasi ini tidak terlepas dari aktivitas pabrik yang berada di kawasan industri dekat permukiman warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a205ed122cfa.webp" length="48516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 08:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Industri Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Kebocoran bahan kimia amonia yang diduga berasal dari salah satu pabrik yang terletak di kawasan industri Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menghebohkan warga, Rabu (3/6/2026) malam. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah warga yang bermukim di kawasan industri di Kecamatan Manyar itu mengaku mengalami mata perih hingga sesak napas.</p>
<p></p>
<p>"Bau amonia sangat menyengat mengakibatkan mata perih dan sejumlah warga sesak nafas," kata salah satu warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Zahid.</p>
<p></p>
<p>Menurut Zahid, pencemaran bau yang diduga amonia tersebut mulai dirasakan warga sekitar pukul 20.30 WIB. </p>
<p></p>
<p>Warga yang beraktivitas di sekitar rumah dikejutkan oleh bau menyengat yang menyesakkan napas.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebutkan, belum ada dampak kesehatan yang fatal akibat situasi ini. Sejumlah warga masih berupaya bertahan di rumah masing-masing. </p>
<p></p>
<p>Meski belum mengetahui secara pasti sumber bau amonia itu, menurut Zahid, situasi ini tidak terlepas dari aktivitas pabrik yang berada di kawasan industri dekat permukiman warga.</p>
<p></p>
<p>"Yang pasti sumber bau amonia dari salah satu pabrik," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Adi Suprayitno, membenarkan adanya bau amonia yang menyebar ke permukiman warga tersebut. </p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, Adi juga belum mengetahui asal sumber bau amonia tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, petugas masih terus memantau kondisi warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p></p>
<p>"Sejauh ini belum ada laporan dari warga," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Akibat Puntung Rokok, Lansia Asal Jombang Tewas Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-puntung-rokok-lansia-asal-jombang-tewas-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-puntung-rokok-lansia-asal-jombang-tewas-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Lansia bernama Slamet Sucipto (63), warga Desa Jombang, Jember, ditemukan tewas terbakar di dalam kamar rumahnya. Kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang menyambar kasur kapuk, sementara polisi masih menunggu hasil penyelidikan Tim INAFIS untuk memastikan penyebab pasti kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a203fb671c4e.webp" length="43460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 22:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>peristiwa, meninggal, kebakaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>JEMBER, SJP – </b>Seorang lansia bernama Slamet Sucipto (63), warga Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya, Rabu (3/6/2026) malam.</p>
<p>Korban ditemukan tewas dalam posisi telentang di dalam kamar dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah asap tebal terlihat mengepul dari dalam rumah korban, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.</p>
<p>Mengetahui adanya kebakaran, warga bersama keluarga berusaha masuk ke dalam rumah dengan mendobrak pintu. Namun nahas, saat berhasil masuk, korban telah ditemukan meninggal dunia. Selain menghanguskan tubuh korban, api juga membakar kasur serta sejumlah pakaian yang berada di dalam kamar.</p>
<p>Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki kebiasaan merokok di dalam kamar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang menyambar kasur kapuk sehingga api dengan cepat membesar.</p>
<p>"Kami menduga kakek saya sedang merokok di dalam kamar. Puntung rokok kemungkinan menyulut api hingga kamar terbakar. Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena faktor usia dan kondisi fisiknya yang sudah lemah," ujar Yansa, salah satu anggota keluarga korban.</p>
<p>Yansa menjelaskan, korban tinggal bersama seorang kerabat bernama Rina. Saat kejadian berlangsung, Rina sedang pergi ke Kecamatan Umbulsari untuk menjemput suaminya.</p>
<p>"Kakek saya tinggal bersama Mbak Rina. Saat kejadian, Mbak Rina sedang menjemput suaminya di Umbulsari. Ketika pulang, rumah sudah ramai didatangi warga dan kakek saya ditemukan meninggal dunia," ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, anggota Polsek Jombang yang berada di lokasi kejadian, Bripka Muhammad Habibi, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.</p>
<p>"Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal murni akibat kebakaran atau ada faktor lain. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim INAFIS Polres Jember," ujarnya.</p>
<p>Peristiwa kebakaran tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Api tidak sampai merembet ke bagian bangunan lainnya dan hanya menghanguskan kamar tempat korban berada. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kader Gerindra Pasuruan Adukan Akun @Rachel Rachel ke Polisi atas Dugaan Konten Kebencian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kader-gerindra-pasuruan-adukan-akun-rachel-rachel-ke-polisi-atas-dugaan-konten-kebencian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kader-gerindra-pasuruan-adukan-akun-rachel-rachel-ke-polisi-atas-dugaan-konten-kebencian</guid>
<description><![CDATA[ Menurut dia, ujaran kebencian yang mencederai  Partai Gerindra tersebut ada pada semua konten video pada akun Facebook @Rachel Rachel yang dimana salah satu videonya berjudul berjudul *Kemana Y Pemilik Prabowo Yang Para Waria Itu&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ebd7825787.webp" length="45626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 18:59:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Kader Partai Gerindra</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP —</strong> Kader Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan melaporkan salah satu akun Facebook bernama @Rachel Rachel ke Kepolisian Resor Pasuruan terkait dugaan ujaran kebencian, khususnya yang ditujukan kepada simbol negara, yakni Presiden Prabowo Subianto serta Partai Gerindra.</p>
<p>"Kami melaporkan akun Facebook bernama @Rachel Rachel ke Polres Pasuruan Kabupaten, sehubungan dengan adanya konten dugaan ujaran kebencian, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan kalimat yang mencederai kami selaku kader Partai Gerindra, khususnya di DPC Kabupaten Pasuruan," ujar Agus Setiya Wardana saat ditemui pada Selasa (2/6/2026) sore di Polres Pasuruan.</p>
<p>Menurut dia, ujaran kebencian yang mencederai Partai Gerindra tersebut ada pada semua konten video pada akun Facebook @Rachel Rachel, di mana salah satu videonya berjudul berjudul "Kemana Y Pemilik Prabowo Yang Para Waria Itu".</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1ebd6585e9f.webp" alt=""></p>
<p>"Semua di akun Facebook @Rachel Rachel berisikan ujaran kebencian dari Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto serta menciderai Partai Gerindra," lanjut Agus Setiya Wardana.</p>
<p>Sementara, salah satu tim kuasa hukum, Anjar Supriyanto SH, mengatakan, laporan tersebut ditujukan pada akun Facebook @Rachel Rachel ke Polres Pasuruan Kabupaten untuk memberikan efek jera.</p>
<p>"Kami melaporkan akun tersebut untuk memberikan efek jera pada pemilik, karena dalam akun itu semuanya berisikan video ujaran kebencian yang sangat merugikan untuk menghasut masyarakat indonesia untuk membenci Presiden Prabowo Subianto serta partainya," katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak Kemarau Diprediksi Juli&amp;September, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Karhutla dan Kekeringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-kemarau-diprediksi-juli-september-bpbd-kota-batu-petakan-wilayah-rawan-karhutla-dan-kekeringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-kemarau-diprediksi-juli-september-bpbd-kota-batu-petakan-wilayah-rawan-karhutla-dan-kekeringan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga September 2026, BPBD Kota Batu memilih bergerak lebih awal melalui pemetaan wilayah rawan, penyusunan rencana kontinjensi, hingga persiapan status siaga darurat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e8f4ad7a46.webp" length="52860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 15:08:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Puncak Kemarau, Juli-September</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga September mendatang. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun dampak kekeringan yang berpotensi muncul selama periode tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho pada Selasa (2/6/2026) mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi mitigasi sebelum memasuki masa kemarau panjang.</p>
<p></p>
<p>“Ada tiga upaya utama yang saat ini sedang dijalankan oleh BPBD Kota Batu untuk meminimalisir dampak kemarau, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujar Gatot</p>
<p></p>
<p>Langkah pertama yang dilakukan adalah penyusunan dokumen rencana kontinjensi sebagai pedoman penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang selama ini menjadi salah satu wilayah rawan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi mengalami karhutla. Jika sebelumnya fokus pengawasan lebih banyak dilakukan di kawasan Bumiaji yang berbatasan dengan kawasan Gunung Arjuno, kini pemetaan diperluas hingga kawasan Oro-Oro Ombo dan lereng Gunung Panderman.</p>
<p></p>
<p>“Kedua, kami melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla yang tidak hanya difokuskan pada kawasan Bumiaji atau Gunung Arjuno, tetapi juga diperluas ke wilayah Oro-Oro Ombo dan Panderman,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah ketiga adalah penyusunan status siaga darurat bencana kemarau dan kekeringan tahun 2026 yang akan menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gatot, ancaman tidak hanya datang dari potensi kebakaran hutan, tetapi juga kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian. Wilayah Kecamatan Junrejo menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena kerap terdampak berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung.</p>
<p></p>
<p>BPBD mencatat sebagian besar kejadian karhutla selama ini dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah yang tidak diawasi, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi daun dan ranting kering.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk faktor alam sebenarnya relatif kecil. Yang paling sering terjadi adalah akibat aktivitas manusia. Sedangkan faktor alam biasanya hanya dipicu oleh sambaran petir,” ungkap Gatot.</p>
<p></p>
<p>Oleh karena BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. dan masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan kering. Petani juga disarankan menggunakan metode pembukaan lahan tanpa pembakaran guna mengurangi risiko kebakaran meluas.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan diimbau menyiapkan peralatan pemadam sederhana seperti cangkul, sekop, maupun karung goni basah yang dapat digunakan untuk penanganan awal apabila muncul titik api.</p>
<p></p>
<p>BPBD juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD. Apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, warga diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.</p>
<p></p>
<p>“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan supaya bisa segera kami tindak lanjuti. Penanganan dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi PDI Perjuangan Bersama TACB Jombang Dalam Sarasehan Bulan Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pdi-perjuangan-bersama-tacb-jombang-dalam-sarasehan-bulan-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pdi-perjuangan-bersama-tacb-jombang-dalam-sarasehan-bulan-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Forum tersebut secara khusus membahas kembali jejak kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang diyakini berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7284305a2.webp" length="33642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Bung Karno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar sarasehan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan yang berlangsung di kantor DPC PDIP Jombang pada Senin (1/6/2026) malam ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan kader partai, mahasiswa, budayawan, dan pemerhati sejarah.</p>
<p>Forum tersebut secara khusus membahas kembali jejak kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang diyakini berada di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Wakil Ketua Bidang DPC PDIP Jombang, Andika Wahyono, menjelaskan bahwa sarasehan ini merupakan agenda diskusi rutin partai. Momentum Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno dimanfaatkan untuk mengangkat kembali diskursus sejarah mengenai tempat kelahiran sang proklamator.</p>
<p>“Ini sebenarnya forum diskusi yang sudah lama berjalan. Kebetulan kami mengambil momentum 1 Juni, yang juga Hari Lahir Pancasila, untuk kembali membedah dan mendiskusikan kelahiran Bung Karno,” ujar Andika, Selasa (2/6/2026). </p>
<p>Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan sudut pandang berbeda. Seorang akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memaparkan bukti-bukti yang menjadi dasar anggapan bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Di sisi lain, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang turut menyampaikan berbagai temuan yang memperkuat dugaan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, termasuk kisah perawatan Soekarno saat bayi dan keberadaan ari-ari yang diyakini dimakamkan di wilayah tersebut.</p>
<p>Andika menekankan bahwa esensi diskusi bukanlah semata-mata mencari kontroversi tempat lahir. “Yang ingin kami gali sebenarnya bukan semata kontroversi tempat lahirnya, tetapi bagaimana pemikiran Bung Karno tentang marhaenisme, Trisakti, dan implementasinya hari ini bisa kembali dipahami generasi muda,” katanya.</p>
<p>Sarasehan ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas kader dan kalangan muda melalui tambahan wawasan serta perspektif yang lebih luas.</p>
<p>Sementara itu, budayawan Jombang, Nasrul Illah (Cak Nas), mengapresiasi dukungan PDIP terhadap upaya penetapan Ploso Jombang sebagai lokasi kelahiran Soekarno. Menurutnya, respons cepat dari PDIP Jombang menjadi energi baru dalam mendorong pengakuan resmi terhadap situs bersejarah tersebut.</p>
<p>“Siapa pun yang mendukung upaya ini tentu kami apresiasi. Bung Karno milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik kelompok atau partai tertentu,” kata Cak Nas.</p>
<p>Ia berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait status situs itu, bahkan menargetkan penetapan dapat dilakukan sebelum akhir tahun 2026. “Kalau bisa sebelum September atau November sudah ada keputusan. Jangan sampai lewat tahun ini karena akan semakin berat prosesnya,” ujarnya.</p>
<p>Cak Nas menambahkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terus mendorong Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur untuk memfasilitasi dialog dengan pihak Surabaya. Dialog terbuka berdasarkan data dan kajian sejarah ini dinilai penting untuk membahas polemik lokasi kelahiran Bung Karno secara jernih, bukan sebagai ajang saling mempertentangkan daerah.</p>
<p>“Yang terpenting adalah sejarahnya bisa diungkap secara utuh dan menjadi pengetahuan bersama,” tuturnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Jombang Kumpulkan Dokter Ahli untuk Klarifikasi Dugaan Malapraktik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-kumpulkan-dokter-ahli-untuk-klarifikasi-dugaan-malapraktik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-kumpulkan-dokter-ahli-untuk-klarifikasi-dugaan-malapraktik</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penjelasannya, Dr. Pudji Umbaran membenarkan bahwa pihaknya menangani pasien berinisial NH, namun menampik dugaan tindakan malpraktik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d6db7563a7.webp" length="27970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 19:14:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Malpraktik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang secara tiba-tiba mengumpulkan sejumlah dokter ahli untuk menjawab dugaan malapraktik terhadap pasien berinisial NH (45), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah dokter ahli yang hadir dalam pertemuan dengan media tersebut antara lain dr. Irma Yuliawati Puji Lestari, dr. Mohammad Mahfudz, dr. Ahmad Mahfur, dr. Eka Gita Wahyudi, dr. Karina Pratiwi, dr. Ririn Faujiah, dr. Antina Nevi Hidayati (IGD), dan dr. Nesya (IGD). Para dokter ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran.</p>
<p></p>
<p>Dalam penjelasannya, Dr. Pudji Umbaran membenarkan bahwa pihaknya menangani pasien berinisial NH, namun menampik dugaan tindakan malapraktik.</p>
<p></p>
<p>NH merupakan pasien rujukan dari rumah sakit swasta Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang dengan diagnosis awal problem jantung dan meninggal dunia saat mendapatkan proses penanganan cuci darah usai diagnosa penyakit Ginjal di RSUD Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Dan memang betul setelah dilakukan pemeriksaan, ada jantung yang membengkak, kemudian ada gambaran lain berkaitan dengan bendungan jantung. Setelah diperiksa oleh tim di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ternyata ada hal lain yang jauh lebih urgen saat itu, yaitu kondisi ginjalnya yang terganggu," jelas Pudji Umbaran kepada wartawan, Senin (16/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak rumah sakit kemudian melakukan berbagai upaya konsultasi dengan para ahli. Mengingat di RSUD Jombang terdapat dokter ahli penyakit dalam dan ahli ginjal, simpulan medis mewajibkan pasien NH menjalani cuci darah.</p>
<p></p>
<p>"Memang tidak cito, artinya tidak urgen saat itu juga. Bisa dijadwalkan hari Senin (1/6), dan sudah disiapkan untuk dilakukan cuci darah karena ginjalnya bermasalah. Gangguan ginjal ini bukan kejadian sesaat, melainkan kejadian yang sudah berlangsung lama," terangnya.</p>
<p></p>
<p>"Mungkin keluarga tidak mendeteksi adanya gangguan itu, tetapi dari hasil laboratorium dan semua dokumen pemeriksaan oleh tim ahli di bagian penyakit dalam dan ginjal, kasus ini adalah kasus lama yang memang harus dilakukan cuci darah," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait prosedur pemasangan Catheter Double Lumen (CDL), Dr. Pudji menjelaskan bahwa alat tersebut harus terpasang pada pembuluh darah besar di area dekat leher sebagai persiapan sebelum hemodialisis. Pemasangan dilakukan pada malam itu juga.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur telah disampaikan kepada keluarga dan pihak keluarga telah menyetujui melalui penandatanganan dokumen general consent maupun informed consent.</p>
<p></p>
<p>Dalam tindakan tersebut, ada banyak hal yang perlu dicermati, mengingat pasien memiliki kelainan gangguan jantung serta gangguan ginjal yang sudah kronis.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi yang terungkap dari hasil pemeriksaan menunjukkan situasi yang benar-benar bagaikan buah simalakama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, jika CDL tidak dipasang, kondisi pasien akan fatal. Sebaliknya, jika dilakukan pemasangan, risikonya juga sangat besar. Dalam situasi sulit tersebut, tugas utama adalah menyelamatkan pasien, sehingga seluruh prosedur yang diperlukan tetap dijalankan.</p>
<p></p>
<p>"Pemasangan CDL dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter anestesi yang memiliki keahlian khusus dalam tindakan tersebut. Jadi, berkaitan dengan informasi yang menyebutkan ini sebagai malpraktik, saya bisa jawab insyaallah tidak," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima suarajatimpost.com, Minggu (31/5/2026) malam, pasien NH meninggal dunia di RSUD Jombang setelah menerima penanganan cuci darah.</p>
<p></p>
<p>Saat kejadian sekitar pukul 21.00, terjadi perdebatan di Ruang Abimanyu RSUD Jombang antara pihak keluarga dan karyawan RSUD. Tidak ada satu pun dokter yang hadir saat itu untuk memberikan penjelasan. Pihak keluarga menduga adanya tindakan malapraktik oleh tenaga medis di RSUD Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rebutan Telur Gratis di Blitar Berujung Petaka, 12 Warga Jadi Korban Copet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rebutan-telur-gratis-di-blitar-berujung-petaka-12-warga-jadi-korban-copet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rebutan-telur-gratis-di-blitar-berujung-petaka-12-warga-jadi-korban-copet</guid>
<description><![CDATA[ Aksi pembagian telur gratis yang digelar peternak ayam petelur di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro, Senin (1/6/2026), berakhir kurang menyenangkan bagi sejumlah warga. Di tengah ramainya masyarakat yang berebut telur gratis, sedikitnya 12 orang dilaporkan menjadi korban pencopetan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d3f436c0fa.webp" length="39212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 15:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Bagi, Telur, Gratis, Peternak Ayam Petelur, Berujung, Petaka, Belasan, Warga, Korban, Copet.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> - Aksi pembagian telur gratis yang digelar peternak ayam petelur di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro pada Senin (1/6/2026), berakhir kurang menyenangkan bagi sejumlah warga.</p>
<p>Di tengah ramainya masyarakat yang berebut telur gratis, sedikitnya 12 orang dilaporkan menjadi korban pencopetan.</p>
<p>Pembagian telur tersebut merupakan bagian dari aksi peternak yang memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak. Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan telur yang dibagikan secara cuma-cuma.</p>
<p>Namun, padatnya kerumunan ternyata dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Setelah kegiatan berlangsung, sejumlah warga mulai menyadari telepon genggam dan barang berharga milik mereka hilang.</p>
<p>Mayoritas korban merupakan ibu-ibu yang ikut mengantre dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya langsung melapor kepada petugas keamanan dan panitia usai pembagian telur selesai.</p>
<p>Salah seorang warga bernama Reva Andra mengaku sempat memergoki seseorang yang diduga hendak mencopet barang miliknya saat suasana antrean semakin padat.</p>
<p>"Saya didorong dari belakang, lalu ada tangan masuk ke kantong saya. Langsung saya pegang tangannya, saya "piting" dan saya serahkan ke petugas," ujar Reva, Senin (1/6/2026).</p>
<p>Berkat kesigapannya, seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pencopetan berhasil diamankan oleh petugas yang berjaga di lokasi. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Kanigoro untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Anggota Reskrim Polsek Kanigoro, Aiptu Tatang, membenarkan adanya laporan pencopetan yang terjadi saat kegiatan pembagian telur gratis berlangsung.</p>
<p>Menurutnya, hingga saat ini sedikitnya 12 warga telah melapor kehilangan handphone maupun barang berharga lainnya. Polisi masih melakukan pendataan terhadap para korban sekaligus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain.</p>
<p>"Pelaku satu orang mengaku warga Jombang, namun identitas yang dibawa menunjukkan alamat Surabaya. Saat ini masih kami periksa dan kami kembangkan," kata Tatang.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap barang bawaan saat berada di tengah kerumunan. Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencopetan yang terjadi di lokasi pembagian telur gratis tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Umat Buddha Surabaya Khidmat Peringati Detik&amp;detik Waisak 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-umat-buddha-surabaya-peringati-detik-detik-waisak-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-umat-buddha-surabaya-peringati-detik-detik-waisak-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddhayana Surabaya untuk merayakan Waisak 2570 BE. Mengusung tema Menebar Cinta, perayaan ini menjadi momentum refleksi kedamaian dan toleransi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1c26efb23e5.webp" length="40002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 19:18:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Perayaan Waisak 2026, Vihara Buddhayana Surabaya, Detik-detik Waisak 2570 BE.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA, SJP– Suasana khidmat menyelimuti Vihara Buddhayana Surabaya, Jalan Raya Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal, pada Minggu (31/5/2026). Ratusan umat Buddha tampak memadati vihara sejak pagi hari, antusias menyambut rangkaian ibadah detik-detik Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang jatuh tepat pukul 15.44.44 WIB.</p>
<p>Sejak pintu vihara dibuka untuk kegiatan ibadah pada pukul 10.00 WIB, ruang peribadatan perlahan penuh oleh umat yang datang silih berganti. Rangkaian doa bersama berlangsung intensif, berlanjut pada sesi kedua pukul 14.00 WIB hingga puncak peringatan detik-detik Waisak di sore hari.</p>
<p>Upasaka Pandita Vihara Buddhayana Surabaya, Romo Heru Santoso, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya mengusung pesan kedamaian yang mendalam.<br>"Tema Waisak tahun ini adalah, 'Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia.' Ratusan umat hadir hari ini untuk merayakan Waisak dengan penuh rasa syukur," ujar Romo Heru.</p>
<p>Lebih lanjut, Romo Heru menjelaskan bahwa perayaan <br>Waisak adalah momentum refleksi diri bagi umat Buddha untuk mengamalkan nilai-nilai luhur seperti kesadaran, toleransi, dan welas asih. Ia berharap semangat cinta kasih ini tidak berhenti di vihara, melainkan menjadi landasan untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Pesan senada sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momen mempererat persaudaraan dan menumbuhkan komitmen menjaga perdamaian dunia.</p>
<p>"Upaya menciptakan perdamaian harus dimulai dari diri <br>sendiri. Nilai cinta kasih perlu dipupuk sebagai landasan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Nasaruddin.</p>
<p>Menteri Agama juga menekankan bahwa keberagaman keyakinan seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Ajaran kebijaksanaan dalam agama Buddha dinilai selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat yang damai. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menerjang Ombak Besar, Tim SAR Cari Dua Saudara yang Hilang di Pantai Payangan Jember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menerjang-ombak-besar-tim-sar-cari-dua-saudara-yang-hilang-di-pantai-payangan-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menerjang-ombak-besar-tim-sar-cari-dua-saudara-yang-hilang-di-pantai-payangan-jember</guid>
<description><![CDATA[ Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu mencari dua saudara kandung yang hilang terseret ombak di Pantai Sruni, Payangan, Jember. Operasi pencarian masih berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1bd4541b202.webp" length="36898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 13:21:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>hilang terseret ombak, Pantai Payangan, Jember, berita Jember, pencarian SAR, kecelakaan laut, Ambulu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> – Operasi pencarian besar-besaran tengah berlangsung di pesisir Pantai Sruni, Payangan, Jember. Hingga Minggu (31/5) siang ini, tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir titik-titik perairan tempat dua bersaudara, Barokatul Hidayat (27) dan Rivki Abdullah (22), dilaporkan hilang terseret ombak besar sejak Sabtu (30/5) siang.<br>Harapan keluarga kini tertumpu sepenuhnya pada keberhasilan tim di lapangan.</p>
<p>Sejak semalam hingga saat ini, personel gabungan—terdiri dari Polsek Ambulu, Polairud, Babinsa, dan tim SAR Rimba Laut—terus bergerak melakukan penyisiran. Fokus utama tim adalah memetakan arus bawah laut di lokasi kejadian yang dikenal cukup berbahaya.</p>
<p>Kapolsek Ambulu, AKP Solikhan Arief, menegaskan bahwa pencarian tidak akan berhenti meskipun tantangan arus pesisir selatan yang kuat terus menghambat pergerakan tim di lapangan.</p>
<p>“Pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Kami menyisir area di sekitar titik korban terseret. Seluruh personel gabungan, termasuk relawan, dikerahkan untuk melakukan observasi perairan seoptimal mungkin,” ujar Solikhan, Minggu (31/5).</p>
<p>Kejadian nahas yang menimpa warga asal Desa Suci, Kecamatan Panti ini bermula saat keduanya tengah berenang di area pantai, Sabtu (30/5) pukul 13.00 WIB. Kesaksian nelayan setempat mengungkap betapa cepatnya musibah terjadi; ombak besar datang mendadak dan langsung menarik tubuh kedua korban ke tengah laut.</p>
<p>Upaya penyelamatan oleh warga dan nelayan di lokasi sempat dilakukan, namun besarnya gelombang membuat bantuan tak sempat menjangkau korban. Saat ini, tim gabungan masih berpacu dengan waktu, mengingat kondisi perairan pesisir selatan yang dinamis dan berisiko tinggi.</p>
<p>“Kami mohon doa dan kerja sama masyarakat agar proses pencarian ini membuahkan hasil. Tim di lapangan saat ini sedang berupaya semaksimal mungkin untuk terus menyisir area yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban,” pungkas Solikhan.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia Terjebak Kobaran Api di Ruko Sepeda di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-terjebak-kobaran-api-di-ruko-sepeda-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-terjebak-kobaran-api-di-ruko-sepeda-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran hebat melanda ruko perakitan sepeda di Sidoyoso, Surabaya, Minggu (31/5/2026). Seorang lansia berusia 68 tahun ditemukan tewas terjebak di lantai dua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ba30fb7aa1.webp" length="22420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 10:04:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran surabaya, ruko terbakar surabaya, berita kebakaran hari ini, sidoyoso surabaya, korban jiwa kebakaran, pemadam kebakaran surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Sidoyoso IV, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (31/5/2026) dini hari. Sebuah ruko dua lantai yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan dan perakitan sepeda angin ludes dilalap si jago merah. Seorang lansia, Tan Lian Nio (68), ditemukan tewas setelah terjebak di lantai dua bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.</p>
<p>Kebakaran hebat ini terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi bangunan yang juga digunakan sebagai tempat tinggal tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya merespons cepat dengan mengerahkan 25 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api dan mencegah perambatan ke bangunan di sekitarnya.</p>
<p>Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini, yang memantau langsung di lokasi kejadian, membenarkan adanya korban jiwa. Menurutnya, korban terjebak di lantai dua dan ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area depan kamar mandi.</p>
<p>"Objek yang terbakar adalah toko perakitan dan penjualan sepeda angin. Bangunan tersebut juga digunakan sebagai tempat tinggal. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri, kecuali satu orang yang terjebak di lantai dua dan ditemukan meninggal dunia di area kamar mandi," ujar Laksita.</p>
<p>Diduga, korban sempat berupaya mencari jalan keluar melalui bagian belakang bangunan. Namun, kepungan api yang sudah terlanjur besar membuat korban kehilangan ruang gerak hingga akhirnya terjebak.</p>
<p>Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Lutfie Sulistiawan, menyatakan bahwa jenazah korban kini telah dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo untuk proses autopsi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.</p>
<p>"Kami mengetahui ada satu korban meninggal dunia akibat kebakaran ini. Saat ini masih kami dalami apakah korban meninggal karena terpapar asap, keruntuhan bangunan, atau faktor lainnya. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan, apakah murni akibat korsleting listrik atau ada faktor lain," kata Lutfie.</p>
<p>Hingga saat ini, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari salah satu kamar. Akibat insiden ini, bangunan berukuran 5 x 14 meter persegi itu hangus terbakar dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UFO di Langit Jawa Timur: Ketika Kolom Komentar Lebih Cepat Dibanding Kajian Astronomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ufo-langit-jawa-timur-penjelasan-logis-fenomena-viral</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ufo-langit-jawa-timur-penjelasan-logis-fenomena-viral</guid>
<description><![CDATA[ Viral benda bercahaya diduga UFO di langit Jawa Timur memicu beragam spekulasi. Benarkah alien datang atau ada penjelasan ilmiah yang lebih masuk akal? Simak ulasan ringan berbasis fakta ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1b8d9ec80ed.webp" length="36590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 08:27:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>UFO Jawa Timur, benda bercahaya langit Jatim, UFO Sidoarjo, fenomena langit Jawa Timur, satelit Starlink, berita humor Jawa Timur, fenomena viral Jatim, benda misterius di langit</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong> - Langit Jawa Timur pekan ini mendadak menjadi ruang diskusi publik terbesar setelah beredarnya video benda bercahaya yang disebut-sebut sebagai UFO. Dalam hitungan jam, warga dari berbagai daerah berubah menjadi pakar antariksa, analis satelit, peneliti meteor, hingga pengamat makhluk luar angkasa.</p>
<p>Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Setiap kali muncul objek bercahaya yang tidak langsung dikenali, media sosial selalu menghadirkan dua kelompok besar. Mereka yang yakin itu teknologi manusia dan mereka yang berharap itu teknologi bukan manusia.</p>
<p>Istilah UFO sendiri sering menimbulkan salah paham. Dalam dunia penerbangan dan astronomi, UFO hanyalah singkatan dari Unidentified Flying Object atau benda terbang yang belum teridentifikasi. Artinya, selama belum diketahui asal-usulnya, benda tersebut memang bisa disebut UFO tanpa harus melibatkan alien yang datang dari galaksi lain.</p>
<p>Namun rupanya penjelasan ilmiah kalah cepat dibanding kolom komentar.</p>
<p>Belum ada hasil kajian resmi yang keluar, tetapi teori sudah bermunculan. Ada yang menyebutnya satelit, ada yang yakin itu drone, sebagian menduga meteor, dan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai bukti bahwa makhluk luar angkasa akhirnya memilih Jawa Timur sebagai tujuan wisata antargalaksi.</p>
<p>Pilihan terakhir tentu menarik. Jika benar alien datang ke bumi, mereka tampaknya memiliki keberanian yang cukup tinggi. Di saat banyak manusia masih bingung menghadapi kemacetan, harga kebutuhan pokok, dan tagihan bulanan, makhluk dari planet lain justru memilih mampir ke wilayah yang terkenal dengan sambal pedas dan perdebatan tanpa akhir di media sosial.</p>
<p>Padahal, jika dilihat dari berbagai kejadian serupa di dunia, benda bercahaya di langit lebih sering berakhir dengan penjelasan yang jauh lebih sederhana.</p>
<p>Kadang itu satelit yang memantulkan cahaya matahari. Kadang peluncuran roket yang terlihat dari jarak ratusan kilometer. Kadang drone yang kebetulan melintas. Kadang fenomena atmosfer yang menghasilkan bentuk dan cahaya tidak biasa.</p>
<p>Dengan kata lain, kemungkinan terbesar UFO tersebut berasal dari bumi juga. Hanya saja manusia sering lebih menyukai misteri daripada penjelasan yang membosankan.</p>
<p>Fenomena ini memperlihatkan satu kemampuan luar biasa masyarakat modern: kemampuan menyusun teori dalam waktu yang sangat singkat.</p>
<p>Sebuah video berdurasi beberapa detik mampu melahirkan analisis yang panjangnya melebihi skripsi mahasiswa tingkat akhir.</p>
<p>Objeknya belum diketahui. Lokasinya belum pasti. Data pendukungnya belum lengkap.Tetapi kesimpulannya sudah tersedia dalam berbagai versi.</p>
<p>Di tengah ramainya pembahasan tentang benda misterius di langit, ada satu hal yang luput dari perhatian.</p>
<p>Para astronom mungkin suatu hari akan berhasil menjelaskan apa sebenarnya objek bercahaya itu. Para peneliti juga mungkin mampu menghitung lintasan, kecepatan, dan sumber cahayanya.</p>
<p>Namun hingga saat ini, belum ada satu pun penelitian yang mampu menjelaskan misteri yang jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: ke mana perginya uang setelah gajian. Karena dibanding benda bercahaya di langit, itulah misteri yang paling sulit dipecahkan umat manusia. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarat Makna, Tradisi Manten Tebu Buka Musim Giling 2026 di Pabrik Gula RMI Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarat-makna-tradisi-manten-tebu-buka-musim-giling-2026-di-pabrik-gula-rmi-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarat-makna-tradisi-manten-tebu-buka-musim-giling-2026-di-pabrik-gula-rmi-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi Manten Tebu kembali menjadi penanda dimulainya musim giling 2026 di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI). Lebih dari sekadar seremoni, tradisi yang telah mengakar dalam budaya industri gula ini menjadi simbol rasa syukur, doa bersama, sekaligus harapan agar proses giling berjalan lancar dan menghasilkan panen yang membawa kesejahteraan bagi petani maupun pekerja pabrik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ab6c693882.webp" length="74638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 18:29:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Tradisi, Manten Tebu, Tandai, Awal, Musim Giling, RMI, Pabrik Gula, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Tradisi manten tebu kembali menjadi penanda dimulainya musim giling 2026 di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar pada Sabtu (30/5/2026).</p>
<p>Lebih dari sekadar seremoni, tradisi yang telah mengakar dalam budaya industri gula ini menjadi simbol rasa syukur, doa bersama, sekaligus harapan agar proses giling berjalan lancar dan menghasilkan panen yang membawa kesejahteraan bagi petani maupun pekerja pabrik.</p>
<p>Prosesi manten tebu diawali dengan pemilihan sepasang batang tebu terbaik yang kemudian dijadikan sebagai "pengantin". Kedua batang tebu tersebut dihias dengan berbagai ornamen layaknya pasangan pengantin dalam tradisi pernikahan Jawa.</p>
<p>Tebu lanang (laki-laki) dan tebu wadon (wanita) itu melambangkan keselarasan, kesuburan, serta harapan akan hasil produksi yang melimpah selama musim giling berlangsung.</p>
<p>Sebelum memasuki area pabrik, prosesi diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar seluruh tahapan produksi diberikan kelancaran.</p>
<p>Sejumlah tokoh masyarakat, petani tebu, karyawan, hingga jajaran manajemen turut mengikuti rangkaian acara tersebut.</p>
<p>Pasangan tebu pengantin kemudian diarak menuju tempat penggilingan dengan diiringi kesenian tradisional dan berbagai simbol budaya Jawa. Arak-arakan ini menjadi gambaran perjalanan tebu dari lahan pertanian menuju pabrik, sekaligus penghormatan terhadap kerja keras petani yang selama berbulan-bulan merawat tanaman hingga siap dipanen.</p>
<p>Setibanya di area penggilingan, pasangan manten tebu ditempatkan di depan mesin sebagai bagian dari prosesi puncak. Dalam tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut, tebu pengantin menjadi tebu pertama yang masuk ke proses penggilingan.</p>
<p>Direktur Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Syukur Iwantoro mengatakan bahwa setiap tahapan dalam tradisi manten tebu memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat dan industri gula.</p>
<p>"Tradisi ini bukan sekadar seremoni pembukaan musim giling. Ada nilai syukur, kebersamaan, dan penghormatan kepada para petani yang terkandung di dalamnya. Manten tebu menjadi simbol bahwa musim giling dimulai dengan harapan dan doa yang baik," ujarnya, Sabtu (30/5/2026).</p>
<p>Momen yang paling sakral terjadi saat pasangan tebu tersebut akhirnya dimasukkan ke mesin penggiling sebagai tebu perdana musim 2026.</p>
<p>Suara mesin yang mulai beroperasi menandai dimulainya proses produksi gula secara resmi. </p>
<p>Menurut Syukur, tradisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan industri gula tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan mesin produksi, tetapi juga oleh sinergi antara petani, pekerja, dan manajemen pabrik.</p>
<p>"Di balik setiap butir gula yang dihasilkan, ada perjuangan panjang petani di lahan, ada kerja keras pekerja di pabrik, dan ada kolaborasi yang harus terus dijaga. Itulah makna yang ingin kami rawat melalui tradisi manten tebu," katanya.</p>
<p>Pada musim giling tahun ini, PG RMI menargetkan serapan tebu mencapai 1,55 juta ton. Target tersebut ditopang oleh kondisi pertanaman tebu yang dinilai lebih baik dibanding musim sebelumnya, serta persiapan operasional pabrik yang telah dilakukan sejak jauh hari.</p>
<p>Pihaknya membidik rendemen minimal 8 persen hingga 9 persen selama musim giling berlangsung. Jika target rendemen 8 persen tercapai, produksi gula diperkirakan dapat menyentuh 128.000 ton.</p>
<p>Namun apabila kualitas tebu mampu menghasilkan rendemen di atas 8 persen, maka produksi gula berpotensi meningkat hingga berada di kisaran 130.000 ton sampai 135.000 ton.</p>
<p>Target tersebut jauh lebih tinggi dibanding capaian musim giling tahun lalu yang terdampak kondisi cuaca. Curah hujan yang tinggi sepanjang tahun menyebabkan kualitas tebu tidak maksimal dan berpengaruh terhadap hasil produksi gula.</p>
<p>"Musim giling tahun lalu kondisi cuaca tidak mendukung. Setahun basah sehingga produksi gula kami tidak sampai 100.000 ton. Dengan kondisi tanaman yang ada saat ini, kami menargetkan serapan tebu sekitar 1,55 juta ton. Tentunya kami berharap cuaca juga mendukung sehingga kualitas tebu yang masuk ke pabrik bisa optimal," imbuh Syukur.</p>
<p>Di akhir rangkaian tradisi manten tebu, optimisme tersebut semakin diperkuat melalui Deklarasi Petani Tebu Mitra PG RMI. Deklarasi itu berisi komitmen bersama untuk menjaga kualitas tebu, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat kemitraan antara petani dan pabrik guna mendukung peningkatan produksi gula nasional.</p>
<p>Bagi PG RMI, deklarasi tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan musim giling tidak hanya ditentukan oleh mesin dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi yang terjalin antara petani dan pabrik gula. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Overheating! Ponsel Meledak Saat Dicas di Atas Kasur, Rumah di Mojokerto Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-overheating-ponsel-meledak-saat-dicas-di-atas-kasur-rumah-di-mojokerto-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-overheating-ponsel-meledak-saat-dicas-di-atas-kasur-rumah-di-mojokerto-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Secara teknis, proses pengisian daya baterai litium-ion pada ponsel selalu menghasilkan energi panas. Ketika ponsel diletakkan di atas permukaan lembut seperti kasur, bantal, atau sofa, panas tersebut terperangkap dan tidak dapat bersirkulasi dengan baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1a255246276.webp" length="21688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 11:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Kelalaian kecil dalam mengisi daya baterai telepon seluler (ponsel) kembali memicu bencana kebakaran hebat. </p>
<p>Sebuah rumah di Dusun Buri, Desa Jantilangkung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, hangus dilalap si jago merah pada Jumat (29/5/2026). </p>
<p>Insiden tragis tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai risiko meninggalkan ponsel dalam kondisi tersambung ke arus listrik di atas permukaan yang mudah terbakar.</p>
<p>Peristiwa kebakaran yang melanda kediaman milik Heri Purwanto tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.05 WIB. Berdasarkan investigasi awal, api diduga kuat berasal dari sebuah ponsel milik keponakan pemilik rumah yang ditinggalkan dalam posisi mengisi daya (charging) di atas kasur sejak pagi hari.</p>
<p>Kondisi kasur yang bersifat isolator panas disinyalir membuat suhu ponsel meningkat drastis (overheating) hingga akhirnya baterai meledak dan mengeluarkan percikan api.</p>
<p>"Ponsel itu milik keponakan saya dan dicas sejak pagi. Diduga kuat api muncul ketika baterai ponsel tersebut meledak, kemudian apinya langsung menyambar kasur di dalam kamar," ujar Heri Purwanto.</p>
<p>Saat ledakan terjadi, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena seluruh anggota keluarga sedang beraktivitas di luar rumah. </p>
<p>Tiadanya penghuni di lokasi membuat kobaran api dengan cepat membesar, melumat kasur, dan merembet ke struktur bangunan.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa pihak pemadam kebakaran (damkar) bergerak setelah menerima laporan darurat dari warga setempat.</p>
<p>"Kami menerima laporan dari masyarakat yang meminta bantuan evakuasi dan pemadaman. Satu unit armada Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya lokalisasi api dan pembasahan," kata Rinaldi.</p>
<p>Amukan api dilaporkan menghanguskan area utama bangunan beserta seluruh perabotan rumah tangga di dalamnya. </p>
<p>Berdasarkan asesmen tim di lapangan, total area yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 8 x 5 meter persegi, dengan kerusakan paling parah melanda dua kamar tidur utama.</p>
<p>Proses penjinakan api berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu hampir satu jam. Selain mengandalkan satu unit truk PMK BPBD, upaya pemadaman ini juga melibatkan sinergi dari personel Polsek Pungging, Koramil, potensi relawan, serta gotong royong warga sekitar yang mencoba memutus perambatan api dengan alat seadanya.</p>
<p>"Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 09.00 WIB. Beruntung, karena rumah dalam posisi kosong, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Sementara untuk taksiran kerugian material, saat ini masih dalam tahap penghitungan oleh tim terkait," pungkas Rinaldi.</p>
<p><strong>Mengapa Kasur dan Ponsel Menjadi Kombinasi Berbahaya?</strong></p>
<p>Secara teknis, proses pengisian daya baterai litium-ion pada ponsel selalu menghasilkan energi panas. Ketika ponsel diletakkan di atas permukaan lembut seperti kasur, bantal, atau sofa, panas tersebut terperangkap dan tidak dapat bersirkulasi dengan baik.</p>
<p>Akibatnya, terjadi akumulasi panas ekstrem (thermal runaway) yang dapat merusak dinding sel baterai, memicu korsleting, hingga menyebabkan ledakan yang langsung menyambar material kain atau busa kasur yang sangat mudah terbakar. </p>
<p>Memastikan ponsel dicas di atas permukaan keras dan datar seperti meja kayu atau lantai adalah langkah preventif untuk menghindari tragedi serupa.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Depresi, Pemuda Mojokerto Tewas Gantung Diri di Rumah Sang Kakek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/depresi-pemuda-mojokerto-tewas-gantung-diri-di-rumah-sang-kakek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/depresi-pemuda-mojokerto-tewas-gantung-diri-di-rumah-sang-kakek</guid>
<description><![CDATA[ Sejak kedatangan di rumah kakeknya, gerak-gerik korban menunjukkan gelagat yang tidak biasa. MA lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di dalam kamar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1a22a6bd650.webp" length="11160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 10:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Peneleh, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Seorang pemuda berinisial MA (25) ditemukan tewas akibat gantung diri di dalam kamar mandi rumah kakeknya pada Kamis (28/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat yang berkepanjangan.</p>
<p></p>
<p>Aparat kepolisian dari Polsek Dlanggu bersama Tim Inafis Polres Mojokerto langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban yang tercatat sebagai warga Dusun Pandaan, Desa Kepuharun, Kecamatan Kutorejo ini, sebenarnya baru saja tiba dan menginap di rumah kakeknya, Ngatemo, sejak Rabu, (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Sejak kedatangannya, gerak-gerik korban menunjukkan gelagat yang tidak biasa. MA lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di dalam kamar.</p>
<p></p>
<p>"Pada hari Kamis, kakek korban sempat mengajaknya untuk menunaikan salat zuhur bersama dan makan siang. Namun, setelah itu korban kembali mengunci diri di dalam kamar," ujar Kapolsek Dlanggu, AKP Aminun, Sabtu, (30/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Misteri hilangnya MA mulai terkuak sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, salah seorang anggota keluarga hendak menggunakan fasilitas kamar mandi. </p>
<p></p>
<p>Curiga karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons, saksi kemudian memeriksa kondisi di dalam dan mendapati korban sudah dalam posisi menggantung.</p>
<p></p>
<p>Melihat pemandangan menakutkan tersebut, pihak keluarga langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Mereka bergegas menurunkan tubuh korban dengan harapan nyawanya masih bisa diselamatkan, namun kondisi tubuh MA didapati sudah dalam keadaan kaku.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan meneruskan laporan ke Tim Inafis Polres Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Dari hasil penyelidikan sementara dan pemeriksaan rekam jejak perilaku korban, MA diketahui memiliki riwayat gangguan psikologis yang cukup serius.</p>
<p></p>
<p>Menurut penjelasan AKP Aminun, berdasarkan penuturan pihak keluarga, korban sering kali menunjukkan gejala depresi berat dan sering merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas, ecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial dan mengurung diri, kondisi mental yang sering linglung, bahkan, korban tercatat pernah pergi meninggalkan rumah tanpa kabar selama tiga hari berturut-turut.</p>
<p></p>
<p>Setelah dilakukan identifikasi fisik di lokasi kejadian dan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan psikis maupun fisik yang mengarah pada tindak kriminalitas, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.</p>
<p></p>
<p>Pihak keluarga MA menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dengan ikhlas. Mereka juga secara resmi menandatangani surat pernyataan menolak untuk dilakukannya proses autopsi lebih lanjut terhadap jasad korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><em><strong>Disclaimer</strong>: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.</em></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengelola dan Warga Dorong Sistem Satu Loket Wisata Pantai Ngliyep–Pasir Panjang Diberlakukan Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengelola-dan-warga-dorong-sistem-satu-loket-wisata-pantai-ngliyeppasir-panjang-diberlakukan-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengelola-dan-warga-dorong-sistem-satu-loket-wisata-pantai-ngliyeppasir-panjang-diberlakukan-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Pemisahan loket tiket di kawasan wisata Ngliyep dan Pasir Panjang disebut berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan serta omset pelaku usaha lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a197e827558e.webp" length="61162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 20:15:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Ngliyep, Pantai Pasir Panjang, Wisata Malang Selatan, Kabupaten Malang, Perumda Jasa Yasa, DPRD Kabupaten Malang, Wisata Pantai, Tiket Wisata, Malang Selatan, Wisata Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sejumlah pengelola wisata, pedagang, dan warga di kawasan Pantai Ngliyep serta Pantai Pasir Panjang berharap sistem satu loket tiket kembali diterapkan demi menjaga kenyamanan wisatawan dan kestabilan kunjungan di kawasan wisata Malang Selatan.</p>
<p>Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Pasir Panjang, Arifin, mengatakan pihaknya siap duduk bersama dengan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik atas persoalan loket tiket yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, sistem satu loket dinilai lebih memudahkan wisatawan saat memasuki kawasan pantai selatan dibanding pola terpisah seperti saat ini.</p>
<p>“Kami siap duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Harapannya nanti bisa kembali satu loket seperti dulu supaya wisatawan juga lebih nyaman,” ujar Arifin.</p>
<p>Ia mengaku khawatir jika persoalan tersebut terus berkembang dan berdampak pada hubungan para pekerja wisata di lapangan. Padahal selama ini, menurutnya, hubungan karyawan Perumda Jasa Yasa dan pekerja wisata Pasir Panjang tetap berjalan harmonis.</p>
<p>“Kami khawatir polemik ini berdampak ke bawah. Padahal karyawan PD Jasa Yasa dan karyawan Pasir Panjang setiap hari ketemu, rukun dan baik-baik saja,” katanya.</p>
<p>Arifin menilai dampak pemisahan loket mulai dirasakan pelaku wisata maupun pedagang karena kunjungan wisatawan dinilai mengalami penurunan.</p>
<p>“Kami sangat menyayangkan setelah ada pemisahan loket ini, dampaknya omset wisata menurun. Tidak hanya Pasir Panjang, tetapi juga berpengaruh terhadap kunjungan wisata di sekitar kawasan,” tambahnya.</p>
<p>Meski demikian, ia memastikan kondisi masyarakat dan pekerja wisata di lapangan tetap kondusif. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keberlangsungan wisata serta perekonomian masyarakat sekitar.</p>
<p>Sementara itu, pengelola Pantai Ngliyep yang juga bernama Arifin mengatakan pihaknya hanya menjalankan arahan pimpinan terkait pengaturan sistem tiket wisata.</p>
<p>“Kami mengikuti perintah dari pusat,” singkatnya.</p>
<p>Ia menegaskan keputusan mengenai sistem loket menjadi kewenangan pimpinan Perumda Jasa Yasa.</p>
<p>“Saya di bawah mengikuti perintah dari atasan. Jika loket disatukan kembali ataupun dipisah, saya juga ikut arahan dari Direktur Jasa Yasa,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Teguh, salah satu warga sekaligus pedagang di kawasan wisata, berharap persoalan tersebut segera menemukan titik terang agar tidak memengaruhi citra wisata Malang Selatan di mata pengunjung.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat khawatir wisatawan menjadi enggan datang akibat kabar yang berkembang terkait persoalan loket tiket tersebut.</p>
<p>“Yang kami takutkan wisatawan jadi malas datang karena mendengar polemik ini. Padahal pantainya tetap indah dan masyarakat di sini juga tetap ramah kepada pengunjung,” katanya.</p>
<p>Pembina wisata Malang Selatan juga berharap DPRD Kabupaten Malang dapat memfasilitasi hearing atau pertemuan bersama agar seluruh pihak bisa duduk bersama mencari solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat kecil.</p>
<p>“Mudah-mudahan polemik ini cepat selesai karena masyarakat di bawah sampai karyawan sebenarnya rukun dan baik, saling mendukung. Kami berharap DPRD bisa memfasilitasi hearing agar semua pihak bisa duduk bersama,” ujarnya.</p>
<p>Terlepas dari persoalan yang terjadi, kawasan Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang hingga kini masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Kabupaten Malang dengan panorama pantai selatan, pasir putih, dan suasana alam yang masih alami. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Resmi Buka Pelatihan 1.217 Petugas Sensus Ekonomi 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-resmi-buka-pelatihan-1217-petugas-sensus-ekonomi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-resmi-buka-pelatihan-1217-petugas-sensus-ekonomi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kesuksesan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1930db9cba8.webp" length="44656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:47:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sensus Ekonomi 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026. Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang, Warsubi, saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Jombang di Hotel Yusro, Jumat (29/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Bupati Warsubi, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Jombang juga hadir dalam acara tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen sepuluh tahunan untuk memotret kondisi perekonomian, khususnya di sektor non-pertanian. </p>
<p></p>
<p>Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk satu dekade ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Keberhasilan sensus ini berada di tangan para petugas lapangan sebagai ujung tombak. Data SE 2026 yang berkualitas akan menjadi landasan perencanaan pembangunan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang," tutur Bupati Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Bupati juga memberikan instruksi kepada para petugas sensus. Ia menekankan agar seluruh petugas menjaga profesionalisme, kejujuran, dan integritas dengan tidak memanipulasi atau memperkirakan data di atas meja tanpa verifikasi langsung ke responden. Selain itu, ia meminta para petugas bersikap ramah dalam menghadapi masyarakat serta memanfaatkan masa pelatihan agar mahir mengoperasikan perangkat pencacahan.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPS Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni, menambahkan bahwa SE 2026 menjadi momentum penting karena lanskap ekonomi mengalami perubahan dalam sepuluh tahun terakhir, terutama dipicu oleh digitalisasi pascapandemi serta pertumbuhan industri kreatif dan UMKM baru di Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Data ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, bukan hanya sekadar catatan, melainkan pijakan atau kompas kebijakan. Terlebih, Kabupaten Jombang tengah menyiapkan kawasan industri baru, sehingga pemetaan ini menjadi sangat penting untuk intervensi kebijakan dan insentif usaha yang tepat sasaran," jelas Mouna.</p>
<p></p>
<p>Mouna juga mengingatkan para calon petugas agar bekerja sesuai prosedur dan menghindari praktik survei asal-asalan.</p>
<p></p>
<p>"Jaga integritas. Catat apa adanya, bukan ada apanya! Saya tidak mau ada petugas yang melakukan window dressing atau mengira-ngira data di atas meja. Datangi, masuk ke rumah responden, dan gali data berkualitas dengan mengedepankan keramahan khas Kota Santri, komunikasi yang baik, sehingga tercapai tujuan Sensus Ekonomi 2026 ini," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan itu, BPS Jombang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pengamanan dari Kapolres dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Jombang guna menjamin keamanan petugas saat melakukan pendataan di kawasan sentra ekonomi maupun permukiman warga, selaras dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dijalin di tingkat pusat.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Kegiatan, Amat Alamin Wafa, dalam laporannya memaparkan bahwa pelatihan yang diselenggarakan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Pelatihan menerapkan metode pembelajaran kombinasi (hibrida) melalui Learning Management System (LMS) dan tatap muka, yang dijadwalkan berlangsung dari 29 Mei hingga 12 Juni 2026. Secara keseluruhan, pelatihan ini diikuti oleh 1.217 peserta yang terbagi ke dalam 48 kelas. Guna menjaga efektivitas belajar, pelaksanaan dibagi menjadi lima gelombang.</p>
<p></p>
<p>"Untuk gelombang pertama yang dibuka hari ini, diikuti oleh 255 peserta yang terbagi dalam 10 kelas. Kami berharap melalui pelatihan intensif ini, lahir petugas-petugas lapangan yang kompeten, terlatih, dan andal demi menghasilkan data Indonesia yang berkualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Amat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasad Perempuan di Pantai Cemoro Sewu Tulungagung Gegerkan Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-perempuan-di-pantai-cemoro-sewu-tulungagung-gegerkan-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-perempuan-di-pantai-cemoro-sewu-tulungagung-gegerkan-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Usia korban diperkirakan antara 20 hingga 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana boxer warna abu-abu bertuliskan Manchester City 555 dan celana dalam warna abu-abu merek Davero. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a192d02c6a0d.webp" length="77114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 12:57:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jenazah terdampar, pantai cemoro sewu, sine, desa kalibatur kecamatan kalidawir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Sejumlah wisatawan dan warga Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di kawasan Pantai Cemoro Sewu, Jumat (29/5/2026) pagi.</p>
<p>Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami kerusakan sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.</p>
<p>Kapolsek Kalidawir Iptu Bambang Kurniawan, mengatakan jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB di tepi pantai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kelompok sadar wisata setempat dan diteruskan kepada aparat kepolisian serta instansi terkait lainnya.</p>
<p>“Awal kejadian yaitu saudara Suyono pada pukul lima menemukan mayat di pinggir pantai. Selanjutnya melaporkan kepada Pokdarwis dan diteruskan ke Forkopimcam,” ujar Iptu Bambang Kurniawan.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari Polsek Kalidawir, Tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, serta tim forensik RSUD dr. Iskak langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jenazah.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 20 hingga 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana boxer warna abu-abu bertuliskan Manchester City 555 dan celana dalam warna abu-abu merek Davero.</p>
<p>“Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban adalah perempuan kurang lebih umur 20 sampai 30 tahun,” kata Iptu Bambang.</p>
<p>Polisi menyebut kondisi jenazah sudah mengalami kerusakan akibat diduga terlalu lama berada di laut sebelum akhirnya terdampar di kawasan Pantai Cemoro Sewu. Kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor alam, termasuk ombak laut dan paparan lingkungan sekitar.</p>
<p>“Diperkirakan meninggal sudah lebih dari satu minggu,” lanjutnya.</p>
<p>Jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung guna menjalani proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan warga kehilangan anggota keluarga yang berkaitan dengan penemuan tersebut.</p>
<p>“Selanjutnya dibawa ke rumah sakit dokter Iskak untuk dilakukan penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut,” ujar dia.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke Polsek Kalidawir atau RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk membantu proses identifikasi korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ilegal Logging Kembali Terjadi di Hutan Lindung Jombang, Pelaku Kabur Tinggalkan Sembilan Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ilegal-logging-kembali-terjadi-di-hutan-lindung-jombang-pelaku-kabur-tinggalkan-sembilan-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ilegal-logging-kembali-terjadi-di-hutan-lindung-jombang-pelaku-kabur-tinggalkan-sembilan-motor</guid>
<description><![CDATA[ Meski para pelaku berhasil melarikan diri dari sergapan petugas, mereka meninggalkan 9 unit sepeda motor di dalam hutan terjal yang kini motor tersebut telah disita oleh aparat kepolisian sebagai barang bukti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a191894d5971.webp" length="75624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 11:55:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Hutan Lindung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Aksi pembalakan liar (illegal logging) dan penjarahan lahan di kawasan hutan lindung Kabupaten Jombang kembali terjadi.</p>
<p>Beruntung, jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang berhasil menggagalkan aksi tersebut saat menggelar patroli rutin di wilayah Kecamatan Mojoagung.</p>
<p>Meski para pelaku berhasil melarikan diri dari sergapan petugas, mereka meninggalkan sedikitnya 9 unit sepeda motor di dalam hutan terjal yang kini telah disita oleh aparat kepolisian.</p>
<p>Administratur (Adm) Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro mengonfirmasi adanya temuan perusakan hutan dan penyitaan barang bukti kendaraan bermotor tersebut.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di kawasan Hutan Lindung atau Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Petak 38 Delta (D) dan Petak 38 K, Desa Kedunglumpung, Kecamatan Mojoagung.</p>
<p>"Berdasarkan laporan dari jajaran kami di lapangan, Pak Asper beserta Pak Mantri dan Mandor yang melaksanakan patroli rutin menemukan adanya perusakan awal dan sembilan unit sepeda motor. Pohon-pohon yang dirusak juga masih ada di lapangan," ujar Enny Handhayany kepada suarajatimpost.com, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Saat petugas mencoba melakukan penyergapan, para pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri.</p>
<p>Posisi pelaku yang berada di medan lebih rendah membuat mereka lebih mudah memantau pergerakan petugas yang datang dari area ketinggian.</p>
<p>"Saat dikonfirmasi ke Pak Asper apakah ada tersangka yang tertangkap, ternyata mereka lari semua. Karena lokasinya sangat terjal, petugas kami kesulitan untuk mengejar. Mereka akhirnya meninggalkan barang bukti sepeda motor begitu saja," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan telah menerima penyerahan 9 unit sepeda motor dari pihak Perhutani KPH Jombang.</p>
<p>"Ya penyerahan dari Perhutani tapi hanya sepeda motornya saja, orangnya tidak ada, itupun baru dugaan pembalak liar karena saat ditemukan sepeda motor tidak ditemukan pohon yang di balak," ungkap Kompol Yogas.</p>
<p>Sejumlah barang bukti kendaraan kini masih dalam pengamanan Polsek Mojoagung. Langkah hukum terkait dugaan pembalakan dan perusakan hutan lindung tengah dalam upaya penyelidikan aparat kepolisian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jejak Kemegahan Majapahit Terkuak di Bawah Jalan Aspal Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jejak-kemegahan-majapahit-terkuak-di-bawah-jalan-aspal-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jejak-kemegahan-majapahit-terkuak-di-bawah-jalan-aspal-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Untuk membuktikan asumsi mengenai luas total kompleks candi, tim arkeolog membuka kotak uji berukuran 4x1 meter di sisi timur kawasan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a191057c695b.webp" length="54138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 10:57:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>– Misteri kompleks candi peninggalan era Kerajaan Majapahit di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, perlahan mulai terungkap. </p>
<p></p>
<p>Tim ekskavasi penyelamatan berhasil menemukan struktur pilar kuno dan pagar pembatas sisi selatan yang diduga kuat merupakan bagian dari kompleks pendarmaan Raja Perempuan Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya di sisi selatan, tabir sejarah juga terkuak di sisi timur situs. Melalui metode kotak uji (test pit), para arkeolog berhasil menemukan sudut timur laut pagar keliling candi yang selama ini terpendam tepat di bawah jalan aspal umum.</p>
<p></p>
<p>Ketua Ekskavasi Penyelamatan Situs Bhre Kahuripan, Ichwan, menjelaskan bahwa temuan pilar pada pagar selatan ini memiliki signifikansi penting karena mempertegas pola arsitektur situs secara keseluruhan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a1910db1fe27.webp" alt=""></p>
<p>"Kami menemukan tambahan data dari struktur pagar selatan. Pilar yang ditemukan di sisi selatan ini memiliki bentuk yang serupa dengan pagar utara, di mana terdapat pilar-pilar dengan interval jarak tertentu," ujar Ichwan pada Jumat (29/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk membuktikan asumsi mengenai luas total kompleks candi, tim arkeolog membuka kotak uji berukuran 4x1 meter di sisi timur kawasan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Langkah berani ini membuahkan hasil dengan ditemukannya struktur tatanan bata kuno di bawah lapisan aspal. </p>
<p></p>
<p>Temuan ini sekaligus mengonfirmasi posisi sudut timur laut dari pagar pembatas luar candi.</p>
<p></p>
<p>"Penggalian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis apakah struktur pagar sisi timur berada di bawah jalan aspal. Hasilnya, kami menemukan struktur bata tersebut," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Kendati berhasil menemukan bukti penting, tim ekskavasi langsung menutup kembali akses jalan yang sempat dibongkar setelah seluruh proses dokumentasi dan pencatatan data arkeologis selesai dilakukan.</p>
<p></p>
<p>Ichwan menegaskan, penutupan kembali ini merupakan bagian dari komitmen menjaga fasilitas publik sekaligus mematuhi izin terbatas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>"Setelah data dan dokumentasi selesai kami lakukan, area ini kembali ditutup demi keamanan objek cagar budaya dan karena lokasinya berada di fasilitas umum berupa jalan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Situs Bhre Kahuripan diyakini para ahli sebagai salah satu situs krusial dalam memetakan konstelasi pusat keagamaan dan pemerintahan Majapahit. </p>
<p></p>
<p>Upaya ekskavasi penyelamatan ini dipastikan akan terus bergulir guna memetakan struktur bangunan lain yang diprediksi kuat masih tertimbun di sekitar kawasan subur Mojokerto tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Niatnya Menakuti, &amp;apos;Pocong&amp;apos; di Kediri Malah Diomeli Emak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/niatnya-menakuti-pocong-di-kediri-malah-diomeli-emak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/niatnya-menakuti-pocong-di-kediri-malah-diomeli-emak</guid>
<description><![CDATA[ Pengejaran dramatis teror pocong di Watugede, Kediri berakhir antiklimaks. &#039;Setannya&#039; ternyata bocah SD-SMP gabut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a18e781ed910.webp" length="111276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 08:10:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Pocong kediri, pocong anak-anak tertangkap, pocong kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Sebuah insiden menegangkan yang berujung tawa terjadi di Desa Watugede, Kecamatan Kandat, Kediri. Niat hati ingin memburu pelaku teror mistis yang sedang viral di media sosial, warga justru berhasil mengamankan 'setan sasetan' alias pocong imitasi yang ternyata masih berstatus pelajar SD dan SMP.</p>
<p>Peristiwa ini bermula ketika jalanan dikejutkan oleh rombongan pemotor yang tengah mengejar sebuah kendaraan. Setelah didekati, kendaraan yang dikejar ternyata sedang membonceng sesosok putih dengan ikatan di atas kepala, pakaian dinas resmi menyerupai pocong.</p>
<p>Mengingat isu teror pocong sedang hangat-hangatnya digoreng di media sosial, alarm kewaspadaan warga langsung berbunyi. Spontan, warga yang sedang melintas bersama takmir mushola setempat langsung membentuk tim "Ghostbusters" dadakan.</p>
<p>"Kami kira teror beneran, makanya langsung kami kejar bersama warga," ujar salah satu saksi.</p>
<p>Aksi pengejaran sengit pun terjadi. Berkat kerja sama yang solid antara intelijen warga dan kecepatan kendaraan, sang pocong akhirnya berhasil dipepet, dikepung, dan dipaksa "turun ranjang" dari boncengan motor.</p>
<p><strong>Plot Twist: Setannya Minta Ampun</strong></p>
<p>Setelah aksi pengejaran yang mendebarkan, sosok menyeramkan tersebut akhirnya berhasil dipojokkan dan tertangkap. Massa yang terlanjur tegang sempat tersulut emosi dan bersiap memberikan "salam olahraga".</p>
<p>Namun, amarah warga langsung luntur dan berubah jadi elusan dada saat tali kafir... maksudnya tali pocong tersebut dibuka. Alih-alih wajah pucat penuh belatung, yang muncul adalah komplotan bocah ingusan warga setempat yang masih duduk di bangku SD dan SMP.</p>
<p>Melihat massa yang ramai, nyali 'pocong-pocong' cilik ini langsung ciut. Mereka segera dievakuasi ke mushola terdekat untuk menghindari amukan warga, sekaligus untuk dipanggilkan "pawang" asli mereka: orang tua masing-masing.</p>
<p>Saat diinterogasi di teras mushola, para pelaku mengaku tidak punya niat jahat atau pesugihan. Alasan mereka bertaruh nyawa kosplay jadi makhluk halus sangatlah sederhana: cuma iseng. </p>
<p>Alih-alih berakhir di kantor polisi, malam itu para pocong amatir tersebut berakhir tragis di tangan emak dan bapak mereka sendiri.  Momen saat mereka dimarahi habis-habisan oleh keluarganya.</p>
<p>Jika Anda bosan di malam hari, carilah hobi yang aman seperti main game atau ronda malam. Jangan kosplay jadi pocong, karena selain berisiko digebuk warga, Anda juga berisiko dicoret dari Kartu Keluarga oleh Emak. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDI Perjuangan Kediri Distribusikan Daging Kurban, Masyarakat Pra Sejahtera Jadi Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-kediri-distribusikan-daging-kurban-masyarakat-pra-sejahtera-jadi-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-kediri-distribusikan-daging-kurban-masyarakat-pra-sejahtera-jadi-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pendistribusian daging kurban di hari kedua Perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Keseluruhan ada empat ekor sapi kurban yang disembelih dan didistribusikan pada lebaran Iduladha tahun ini. Proses penyembelihan dan pendistribusian pun menggandeng Fatayat NU Kabupaten Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a184f393ead4.webp" length="44290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 May 2026 21:31:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kurban, daging kurban, PDIP Kabupaten Kediri, PDI perjuangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pendistribusian daging kurban di hari kedua Perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Keseluruhan ada empat ekor sapi kurban yang disembelih dan didistribusikan. Proses penyembelihan dan pendistribusian pun menggandeng Fatayat NU Kabupaten Kediri. </p>
<p>Dari empat sapi itu, dua ekor merupakan bantuan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Sisanya, satu ekor dari DPC dan satu ekor lagi dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana. </p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menyampaikan, sebagaimana hasil rapat dan arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana penyembelihan dipilih di hari kedua. </p>
<p>"Kita lakukan di hari kedua, karena pada hari pertama kemarin, teman-teman DPC maupun fraksi banyak yang mengadakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di lingkungan masing-masing," ujar Dodi, Kamis (28/5/2026).</p>
<p>Dalam momen kurban tahun ini, PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban yang didistribusikan di berbagai daerah. </p>
<p>Adapun proses penyembelihan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pelem, Pare sesuai ketentuan kesehatan dan syariat. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri gotong-royong dalam mengawal distribusi daging kurban memastikan berjalan lancar dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.</p>
<p>Mekanisme pendistribusian daging kurban difokuskan pada kalangan yang lebih berhak, yakni mereka yang masuk kelompok masyarakat pra sejahtera atau masuk Desil 5 ke bawah. Selain itu, distribusi daging kurban juga dilakukan di panti asuhan termasuk pondok pesantren.</p>
<p>Dodi mengungkapkan, empat ekor sapi kurban yang disembelih dua diantaranya merupakan bantuan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Kemudian, dua lainnya dari DPC maupun Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.</p>
<p>"Kami mengaturkan banyak terimakasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Buya Said Abdullah bersama seluruh jajaran pengurus termasuk mas Ketua DPC yang telah memberikan bantuan hewan kurban," ungkapnya.</p>
<p>Ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan apresiasi atas digandengnya Fatayat untuk ikut mendistribusikan sapi kurban dari PDI Perjuangan. Pendistribusian sapi kurban tersebut menjadi bentuk kepedulian dan cinta kasih PDI Perjuangan kepada masyarakat.</p>
<p>"Kami berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga dengan pembagian daging sapi nantinya semakin banyak masyarakat yang ikut merasakan kebahagiaan," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Ekor Sapi Kurban Hasil Gotong Royong Kader PDI Perjuangan Sasar Dua Desa di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-ekor-sapi-kurban-hasil-gotong-royong-kader-pdi-perjuangan-sasar-dua-desa-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-ekor-sapi-kurban-hasil-gotong-royong-kader-pdi-perjuangan-sasar-dua-desa-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Sumrambah menjelaskan bahwa aksi sosial yang menyasar Dusun Pesantren, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, dan Desa Brambang, Kecamatan Diwek ini merupakan buah dari semangat gotong royong kader internal di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16efeadbac6.webp" length="47672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 20:59:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sapi Kurban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kehadiran partai politik di tengah masyarakat tidak boleh hanya muncul saat kontestasi elektoral bergulir. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah, saat menyalurkan dua ekor sapi kurban pada perayaan Iduladha, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Sumrambah menjelaskan bahwa aksi sosial yang menyasar Dusun Pesantren, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, dan Desa Brambang, Kecamatan Diwek ini merupakan buah dari semangat gotong royong kader internal di Jawa Timur. Dua ekor sapi tersebut merupakan kiriman dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Melalui kami, Bapak Said Abdullah menyampaikan salam kepada masyarakat Jombang. Selamat menjalankan ibadah Iduladha. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk merawat keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Sumrambah menyampaikan pesan khusus dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari sekadar ritual keagamaan dan pembagian daging, Sumrambah menegaskan bahwa esensi dari penyaluran kurban ini adalah untuk merawat hubungan kemanusiaan. Ia berharap kehadiran parpol dalam hari besar keagamaan dapat mempererat kebersamaan serta memberikan keberkahan nyata bagi para penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>Melalui langkah ini, partai berlambang banteng moncong putih tersebut ingin menunjukkan bahwa ikatan sosial dengan masyarakat bawah harus tetap hidup, tanpa harus menunggu momentum kontestasi politik bergulir.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, tokoh agama sekaligus representasi warga setempat, Abdul Khalim, melontarkan apresiasi yang sarat akan harapan besar. Ia menilai bahwa bantuan ini membuktikan eksistensi partai tidak hanya menyentuh rakyat saat pemilu.</p>
<p></p>
<p>“Ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan tidak hanya menyentuh rakyat ketika akan pemilu saja. Tapi momentum lainnya, PDI Perjuangan terus menyapa rakyat, seperti pada perayaan Iduladha tahun ini,” ujar Abdul.</p>
<p></p>
<p>Ia pun berharap agar konsistensi untuk terus bergerak dan berjuang di garis rakyat ini dapat dipertahankan, baik oleh pengurus partai di tingkat pusat maupun daerah. Usai penyembelihan, daging sapi langsung dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari kaum duafa, tukang becak, hingga warga sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iduladha 1447 Hijriah, Ponpes Gadingmangu Jombang Sembelih 970 Ekor Hewan Kurban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-hijriah-ponpes-gadingmangu-jombang-sembelih-970-ekor-hewan-kurban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-hijriah-ponpes-gadingmangu-jombang-sembelih-970-ekor-hewan-kurban</guid>
<description><![CDATA[ Kurang lebih 970 ekor hewan kurban dari sumbangsih berbagai pihak akan di sembelih selama tiga hari dan daging disalurkan kepada ribuan masyarakat Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16e67706f5b.webp" length="66538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 20:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ponpes Gadingmangu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, antusias menyambut perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kurang lebih 970 ekor hewan kurban dari sumbangsih berbagai pihak akan di sembelih selama tiga hari dan daging disalurkan kepada ribuan masyarakat Jombang. </p>
<p>Humas Pondok Pesantren Gadingmangu, Rudi Haryanto mengatakan, total hewan kurban yang diterima tahun ini mencapai sekitar 270 ekor sapi dan lebih dari 700 ekor kambing. Namun, penyembelihan dilakukan secara bertahap selama tiga hari.</p>
<p>"Khusus hari ini yang disembelih sekitar 190 ekor sapi. Kegiatan penyembelihan dan distribusi akan dilaksanakan selama tiga hari," ujarnya.</p>
<p>Rudi menjelaskan, pelaksanaan kurban dimulai usai Salat Iduladha dan dilakukan di beberapa titik penyembelihan yang telah tersertifikasi halal.</p>
<p>"Alhamdulillah pelaksanaan pembagian daging kurban hari ini berjalan lancar, mulai setelah salat Iduladha hingga proses pemotongan hewan kurban," ungkap Rudi.</p>
<p>Dari hasil penyembelihan hari pertama, ponpes membagikan sekitar 6.000 bungkus daging kurban kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. Selain itu, sekitar 1.000 bungkus lainnya disiapkan untuk masyarakat luar desa, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, serta Forkopimcam.</p>
<p>Menurut Rudi, warga Desa Gadingmangu menjadi prioritas utama penerima daging kurban, disusul masyarakat di desa-desa sekitar.</p>
<p>"Yang pertama tentu warga Desa Gadingmangu, kemudian masyarakat sekitar atau desa tetangga," ucapnya.</p>
<p>Untuk menjaga ketertiban pembagian, panitia lebih dulu membagikan kupon kepada warga pada pagi hari. Selanjutnya, daging mulai dibagikan sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>"Alhamdulillah selama proses pembagian tidak ada kendala dan masyarakat juga tertib saat mengantre," tutur Rudi.</p>
<p>Antusiasme warga terlihat sejak siang hari. Salah satunya Rubiyati, warga Desa Plumpung, yang mengaku senang mendapat undangan menerima daging kurban dari Ponpes Gadingmangu.</p>
<p>"Alhamdulillah hari ini saya senang sekali. Nanti kalau sampai rumah daging ini mau saya buat rawon," kata Rubiyati sambil tersenyum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Al&amp;Ishlah Bondowoso Distribusikan 20 Ribu Kupon Daging Kurban hingga Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/al-ishlah-bondowoso-distribusikan-20-ribu-kupon-daging-kurban-hingga-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/al-ishlah-bondowoso-distribusikan-20-ribu-kupon-daging-kurban-hingga-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso menerima amanah hampir 980 hewan kurban pada Iduladha 1447 H, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Distribusi dilakukan dengan sistem modern dan humanis hingga menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16d2b4ab983.webp" length="62482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 19:32:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha, sapi, ternak, kurban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="427"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi pusat penyembelihan hewan kurban skala besar pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dikelola pondok mencapai hampir 980 ekor, termasuk titipan dari Presiden RI <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Prabowo Subianto</span></span> dan Kapolri <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Listyo Sigit Prabowo</span></span>.</p>
<p data-start="429" data-end="658">Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, Gus Yasin Dhialul Haq, mengatakan, mayoritas hewan kurban berasal dari para donatur di Singapura yang kembali mempercayakan proses penyembelihan dan distribusi kurban kepada pihak pondok.</p>
<p data-start="660" data-end="895">“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso tahun ini diamanahkan untuk mengorganisir 807 ekor kambing dari saudara-saudara kita di Singapura. Untuk sapinya 87 ekor,” ujarnya usai Salat Iduladha di kompleks pondok pesantren.</p>
<p data-start="897" data-end="1123">Selain dari luar negeri, kata dia, terdapat tambahan hewan kurban dari dalam negeri sebanyak 38 kambing dan 9 sapi. Salah satunya merupakan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto yang telah tiba di lokasi penyembelihan.</p>
<p data-start="1125" data-end="1297">“Juga ada dari Kapolri Bapak Listyo Sigit Prabowo. Alhamdulillah Al-Ishlah kembali dipercaya untuk menyembelih hewan kurban dari Presiden dan Kapolri,” katanya.</p>
<p data-start="1299" data-end="1536">Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang masuk ke Al-Ishlah tahun ini diperkirakan menyentuh angka 980 ekor. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat beberapa hewan kurban yang baru masuk menjelang hari pelaksanaan.</p>
<p data-start="1538" data-end="1801">Distribusi daging kurban diprioritaskan untuk jamaah pondok, wali santri, para santri, dan masyarakat sekitar. Namun, permintaan bantuan kurban dari sejumlah pondok pesantren, masjid, hingga lembaga sosial dari berbagai daerah juga turut dilayani secara terbatas.</p>
<p data-start="1803" data-end="1932">“Mayoritas untuk Bondowoso, tapi kita kirim juga ke Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang, termasuk ke Bangil,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1934" data-end="2150">Pihak pondok menyiapkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu kupon distribusi yang mencakup daging sapi, kambing, hingga jeroan kurban. Untuk mengantisipasi kepadatan warga, panitia menerapkan sistem pembagian empat jalur.</p>
<p data-start="2152" data-end="2364">Jalur paling kiri diperuntukkan bagi lansia dan ibu hamil sebagai prioritas pelayanan. Sementara jalur lain dibagi untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan satu jalur drive-thru khusus warga yang menggunakan sepeda motor.</p>
<p data-start="2366" data-end="2464">“Jadi enggak perlu capek antre jalan kaki. Bisa langsung naik motor, ambil lalu pulang,” jelasnya.</p>
<p data-start="2466" data-end="2666">Tak hanya itu, pelaksanaan kurban di Al-Ishlah juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, dinas peternakan, hingga aparat TNI dan Polri untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban.</p>
<p data-start="2668" data-end="2883">Menurut Yasin, konsep penyembelihan di pondoknya juga dirancang mengikuti syariat Islam sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Hal itu terlihat dari penggunaan bilik-bilik tertutup di area penyembelihan.</p>
<p data-start="2885" data-end="3069">“Kita menjaga adab kepada hewan kurban. Dalam syariat Islam kita tidak boleh menyakiti hewan. Salah satunya membiarkan hewan yang masih hidup melihat hewan yang sudah mati,” terangnya.</p>
<p data-start="3071" data-end="3221">Karena itu, bilik penyembelihan dibuat tertutup agar hewan yang belum disembelih tidak melihat proses pemotongan maupun mendengar suara hewan lainnya.</p>
<p data-start="3223" data-end="3353" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Supaya hewan yang masih hidup itu tidak melihat hewan-hewan yang sudah mati dan tidak mendengar suara penyembelihan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3223" data-end="3353" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Dalami Ledakan Petasan Balon Udara yang Menewaskan Pemuda di Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-ledakan-petasan-balon-udara-yang-menewaskan-pemuda-di-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-ledakan-petasan-balon-udara-yang-menewaskan-pemuda-di-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Polres Blitar masih melakukan pendalaman terkait ledakan petasan balon udara yang menewaskan seorang pemuda di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/5/2026) pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b8de4e925.webp" length="83644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 18:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan, Petasan, Balon Udara, Blitar, Polisi, Dalami, Penyelidikan .</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Polres Blitar masih melakukan pendalaman terkait ledakan petasan balon udara yang menewaskan seorang pemuda di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/5/2026) pagi.</p>
<p>Dalam penyelidikan tersebut, polisi kini fokus menelusuri asal-usul petasan yang meledak, termasuk kemungkinan apakah petasan tersebut dirakit sendiri maupun jenis bahan peledak yang digunakan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan, petugas masih mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti dari lokasi kejadian.</p>
<p>"Masih kami dalami terkait asal petasan, apakah dibuat sendiri atau didapat dari pihak lain. Termasuk bahan yang digunakan dalam petasan tersebut," ujarnya, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung, termasuk anak-anak yang ikut menerbangkan balon udara tanpa awak tersebut.</p>
<p>"Petugas juga meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui kronologi secara lengkap," kata dia.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari saat warga tengah melaksanakan salat Iduladha.</p>
<p>Korban berinisial I (23), warga setempat, saat itu diketahui bersama enam anak lainnya sedang menerbangkan balon udara tanpa awak yang digantungi petasan.</p>
<p>Namun saat korban memegang petasan tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan keras yang menyebabkan tangan kanan korban putus hingga siku serta luka bakar serius pada bagian wajah sampai perut.</p>
<p>Korban sempat dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Selain korban meninggal, dua anak lainnya yakni ADR (11) dan D (12) mengalami luka ringan pada bagian tangan dan wajah.</p>
<p>Usai menerima laporan warga, petugas gabungan dari SPKT Polsek Gandusari bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Aiptu Muheni menambahkan, polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran terkait penggunaan petasan pada balon udara.</p>
<p>"Seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk dari mana bahan peledak diperoleh dan bagaimana proses pemasangannya pada balon udara," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Jombang Salurkan 12 Ekor Sapi dan 27 Ekor Kambing untuk Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-12-ekor-sapi-dan-27-ekor-kambing-untuk-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-jombang-salurkan-12-ekor-sapi-dan-27-ekor-kambing-untuk-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Pembagian hewan kurban tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan usai Salat Idul Adha di lapangan Mapolres Jombang, Rabu (27/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b99b85cef.webp" length="53960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 17:29:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Polres Jombang, sauarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Dalam rangka berbagi kebahagiaan di momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Jombang membagikan sebanyak 39 ekor hewan kurban ke pondok pesantren, panti asuhan, dan masyarakat di sekitar Mapolres Jombang.</p>
<p>Pembagian hewan kurban tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan usai Salat Iduladha di lapangan Mapolres Jombang, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban yang disalurkan terdiri dari 12 ekor sapi dan 27 ekor kambing.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kapolres Jombang menyampaikan bahwa pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, pihaknya menyerahkan hewan kurban dari seluruh keluarga besar Polres Jombang, termasuk Bhayangkari beserta keluarga, kepada pondok pesantren dan masyarakat di Kabupaten Jombang.</p>
<p>"Semoga hewan kurban yang telah diniatkan dengan penuh keikhlasan ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah kita. Semoga melalui ibadah kurban ini kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran, sehingga semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ujarnya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat serta menjadi ladang amal ibadah bagi seluruh anggota Polri, khususnya anggota Polres Jombang.</p>
<p>"Semoga menjadi ladang amal kebaikan bagi rekan-rekan yang telah berkurban dan menyisihkan rezekinya untuk saudara-saudara kita pada momen Idul Adha tahun 2026 ini," lanjut AKBP Ardi.</p>
<p>Sebelumnya, dua ekor sapi bantuan dari Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto. Hewan kurban tersebut diterima langsung oleh K.H. Abdul Gofar, Sekretaris Ponpes Tebuireng Diwek, Jombang, dan Hj. Nur Zakiyah, Ketua Yayasan Ponpes Hafidzul Musthofah Al-Hasaniyyah Desa Mejoyo, Kecamatan Gudo, Jombang. Prosesi penyerahan berlangsung dengan penuh kehangatan.</p>
<p>AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter generasi muda.</p>
<p>"Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi dengan para ulama, santri, dan masyarakat," ujar Kapolres Jombang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Petasan Balon Udara Meledak Saat Iduladha, Pemuda di Gandusari Blitar Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petasan-balon-udara-meledak-saat-iduladha-pemuda-di-gandusari-blitar-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petasan-balon-udara-meledak-saat-iduladha-pemuda-di-gandusari-blitar-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Suasana Hari Raya Iduladha di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, berubah duka setelah ledakan petasan balon udara menewaskan seorang pemuda dan melukai dua anak, Rabu (27/5/2026) pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b8cbe2748.webp" length="67672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 17:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan, Petasan, Balon Udara, Saat, Idul Adha, Pemuda, Gandusari, Tewas, Dua Anak, Alami Luka.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Suasana Hari Raya Iduladha di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, berubah duka setelah ledakan petasan balon udara menewaskan seorang pemuda dan melukai dua anak, Rabu (27/5/2026) pagi.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, saat warga tengah melaksanakan salat Iduladha.</p>
<p>Korban meninggal diketahui berinisial I (23), warga Dusun Tekik, Desa Tambakan. Korban mengalami luka parah akibat ledakan petasan yang diduga dipasang pada balon udara tanpa awak.</p>
<p>"Tangan kanan korban putus hingga siku dan mengalami luka bakar serius pada bagian wajah sampai perut," ujar Kasi Humas Aiptu Muheni, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Menurut Aiptu Muheni, korban langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Selain korban meninggal, dua anak lainnya turut menjadi korban luka ringan. ADR (11) mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagu, sedangkan D (12) mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, saat kejadian korban bersama enam anak lainnya sedang menerbangkan balon udara tanpa awak yang dipasangi petasan.</p>
<p>"Saat korban memegang petasan tersebut, tiba-tiba meledak dan mengenai korban maupun anak-anak yang berada di lokasi," jelasnya.</p>
<p>Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas gabungan dari Polsek Gandusari bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>"Petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut," tambahnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda di Jombang Alami Luka Bakar dan Amputasi Tangan Usai Main Petasan Malam Takbir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-jombang-alami-luka-bakar-dan-amputasi-tangan-usai-main-petasan-malam-takbir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-jombang-alami-luka-bakar-dan-amputasi-tangan-usai-main-petasan-malam-takbir</guid>
<description><![CDATA[ Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga serta luka serius pada tangan kanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16b56dca0f5.webp" length="35618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 16:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ledakan Petasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang pemuda di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami luka parah diduga akibat ledakan petasan saat malam takbiran, Selasa (26/5/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga serta luka serius pada tangan kanan. </p>
<p></p>
<p>"Informasi yang dihimpun, petasan yang dimainkan korban diduga meledak saat berada di dekat tangannya hingga menyebabkan luka serius," ucap Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, dalam pesan kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui bernama Mohammad Eka Setyawan (21), warga Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di jalan desa setempat saat korban bermain petasan.</p>
<p></p>
<p>Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Mojoagung sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Untuk korban masih dalam perawatan, kami juga masih melakukan pendalaman lebih lanjut," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Kompol Yogas menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari Puskesmas Mojoagung sekitar pukul 23.00 terkait adanya korban luka akibat ledakan petasan. Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Mojoagung langsung mendatangi lokasi dan rumah korban di Dusun Tanggalrejo.</p>
<p></p>
<p>"Anggota sempat mendatangi rumah korban, namun pihak keluarga tidak berkenan membuat laporan polisi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil interogasi awal petugas, petasan tersebut diduga diperoleh korban dari temannya. Namun, hingga kini korban belum dapat dimintai keterangan secara rinci karena masih dalam kondisi sakit. Dari keterangan tenaga kesehatan, diketahui korban mengalami luka pada jempol tangan kanan dan luka bakar di bagian wajah serta telinga kanan.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini masih dirawat di RSUD Jombang dan direncanakan menjalani tindakan amputasi pada jempol tangan kanannya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kompol Yogas juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain maupun menyalakan petasan karena berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar tidak bermain petasan. Selain berbahaya dan bisa menyebabkan luka serius, penggunaan petasan juga melanggar aturan dan dapat mengganggu keamanan lingkungan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ramah Lingkungan, Panitia Kurban Masjid Al&amp;Khalid Kediri Manfaatkan Wadah Alami</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ramah-lingkungan-panitia-kurban-masjid-al-khalid-kediri-manfaatkan-wadah-alami</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ramah-lingkungan-panitia-kurban-masjid-al-khalid-kediri-manfaatkan-wadah-alami</guid>
<description><![CDATA[ Besek berbahan anyaman bambu serta daun jati yang lebar dan kuat dipilih sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai yang sulit terurai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a168d3b2ed72.webp" length="37572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 13:51:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Daging kurban, masjid Al-Khalid, masjid kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Panitia kurban Masjid Al-Khalid Kota Kediri menunjukkan komitmennya dalam mengurangi limbah plastik dengan menggunakan besek dan daun jati sebagai pembungkus daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Besek berbahan anyaman bambu serta daun jati yang lebar dan kuat dipilih sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai yang sulit terurai.</p>
<p></p>
<p>Ketua Takmir Masjid Al-Khalid, Slamet, mengatakan bahwa penggunaan bahan alami tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah untuk menekan produksi sampah plastik. “Sesuai himbauan pemerintah, kita memakai besek maupun daun jati untuk mengurangi limbah plastik karena disinyalir banyak limbah plastik yang tidak bisa terurai,” ujarnya, Rabu (27/05/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan besek dan daun jati juga dinilai memiliki keunggulan dibandingkan dengan kemasan plastik. Daging kurban yang dibungkus besek terlihat lebih alami dan dapat bertahan lebih lama.</p>
<p></p>
<p>Panitia pun memanfaatkan daun jati yang diperoleh dari lingkungan sekitar, sehingga penggunaan bahan alami ini dinilai lebih efisien sekaligus mudah terurai.</p>
<p></p>
<p>“Kalau menggunakan besek, dagingnya fresh dan lebih awet. Tapi kalau pakai mika, kalau tidak dimasukkan ke freezer atau kulkas, cepat busuk,” tambah Slamet.</p>
<p></p>
<p>Pada tahun ini, panitia kurban Masjid Al-Khalid menyembelih 8 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada warga di sekitar masjid.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 908 paket daging kurban disalurkan dengan prioritas penerima berada di lingkungan masjid dalam radius 50 hingga 200 meter. “Kalau sudah tercover semua dan dagingnya masih cukup, baru dibagikan ke luar area lingkungan masjid,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Masjid Al-Khalid yang berlokasi di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, dikenal sebagai salah satu masjid berprestasi di Kota Kediri. Dengan arsitektur yang memadukan gaya tradisional Jawa dan modern, masjid ini pernah meraih juara 1 Lomba Masjid Bersih Kota Kediri pada 2021.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, pada 2025 lalu, Masjid Al-Khalid juga menerima penghargaan Masjid Award 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kategori Masjid Kampung/Perumahan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pengelola dalam menghadirkan tempat ibadah yang nyaman sekaligus aktif dalam pembinaan umat.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluhan Membeludak di Medsos, Perumda Jasa Yasa Evaluasi Sistem Tiket Pantai Ngliyep Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluhan-membeludak-di-medsos-perumda-jasa-yasa-evaluasi-sistem-tiket-pantai-ngliyep-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluhan-membeludak-di-medsos-perumda-jasa-yasa-evaluasi-sistem-tiket-pantai-ngliyep-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sistem tiket wisata Ngliyep dipastikan berubah setelah keluhan wisatawan viral, memicu evaluasi dan penataan ulang loket oleh pengelola. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15ae782863b.webp" length="11820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 22:11:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pantai Ngliyep, Pantai Pasir Panjang, Perumda Jasa Yasa, Kabupaten Malang, wisata Malang, tiket wisata, e ticketing, viral medsos, Malang Selatan, evaluasi layanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Ramainya keluhan wisatawan di media sosial terkait dugaan tiket ganda menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang akhirnya memicu evaluasi dari Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang. Pengelola wisata itu kini memindahkan lokasi loket tiket setelah mendapat sorotan dari pengunjung hingga arahan dewan pengawas.</p>
<p>Melalui kebijakan terbaru yang diberlakukan pengelola, wisatawan yang datang ke Pantai Ngliyep kini hanya dikenai satu kali pembayaran tiket masuk sebesar Rp7.500. Pengunjung juga tidak lagi diwajibkan membeli tiket menuju Pantai Pasir Panjang apabila tujuan wisatanya hanya ke Pantai Ngliyep.</p>
<p>Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, R Djoni Sudjatmoko, mengakui banyak aduan masuk melalui media sosial maupun pesan langsung terkait sistem e-ticketing yang diterapkan di kawasan wisata tersebut.</p>
<p>“Keluhan dari wisatawan cukup banyak. Mereka mempertanyakan kenapa harus membayar dua tiket padahal tujuan wisatanya hanya ke Ngliyep,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya loket tiket berada di jalur utama yang menjadi akses bersama menuju Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang. Kondisi itu kemudian menimbulkan polemik setelah penerapan tiket elektronik dilakukan.</p>
<p>Menurut Djoni, lokasi portal penarikan tiket lama ternyata berada di jalan umum milik Pemerintah Kabupaten Malang. Setelah dilakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dan dewan pengawas, sistem tersebut dinilai perlu dibenahi.</p>
<p>“Setelah dikaji bersama, akhirnya diputuskan loket ditarik ke area yang memang masuk wilayah aset Pantai Ngliyep,” katanya.</p>
<p>Perubahan itu mulai diberlakukan sejak 18 Mei 2026. Kini, wisatawan yang hanya ingin menikmati Pantai Ngliyep tidak lagi dikenai tiket tambahan menuju Pantai Pasir Panjang.</p>
<p>Sebelumnya, video keluhan seorang pengunjung sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, wisatawan mengaku diminta membeli tiket Pantai Pasir Panjang di loket atas meski tujuan utamanya hanya menuju Pantai Ngliyep.</p>
<p>Setelah melanjutkan perjalanan ke bawah, pengunjung kembali diminta membayar tiket masuk Pantai Ngliyep di loket kedua. Situasi itu memicu perdebatan singkat antara wisatawan dengan petugas karena dianggap membingungkan dan memberatkan pengunjung.</p>
<p>“Kenapa saya harus beli tiket Pasir Panjang, padahal saya cuma mau ke Ngliyep,” ucap pengunjung dalam video yang beredar di Medsos. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meriah, 250 Ekor Kambing Ikuti Festival Kambing Kurban Grisse di Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-kambing-kurban-grisse-di-gresik-berlangsung-meriah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-kambing-kurban-grisse-di-gresik-berlangsung-meriah</guid>
<description><![CDATA[ Ajang yang digelar kolaboratif para peternak bersama Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, itu dihadiri sebanyak 250 peserta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a159871d8fda.webp" length="52454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 21:31:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Festival kambing Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Festival kambing kurban grissee yang digelar di kawasan Bandar Grisse, Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Gresik, berlangsung meriah, Selasa (26/5/2026). Ajang yang digelar kolaboratif para peternak bersama Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, itu dihadiri sebanyak 250 peserta.</p>
<p>Kepala Diapertan Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro, mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap para peternak kambing menjelang momentum hari raya kurban.</p>
<p>"Ini memang bentuk apresiasi kepada teman-teman peternak hewan kurban," kata dia.</p>
<p>Eko menyampaikan, dalam festival kambing kurban ini sebanyak 250 ekor kambing akan berjalan sejauh 1 kilometer mengelilingi kawasan Bandar Grisse, Kecamatan Gresik. </p>
<p>Ratusan kambing tersebut juga dihias berbusana unik. Lanjut dia, festival ini juga menjadi ajang promosi bahwa Kabupaten Gresik sebagai sumber penghasil hewan kambing atau domba terbaik di Jawa Timur. </p>
<p>"Sehingga harapannya itu Gresik menjadi sentra kambing dan domba yang terbaik," jelasnya. </p>
<p>Lanjut Eko, momentum Festival Kambing Kurban Grisse ini sebagai bahan warga memilih atau beli kambing terbaik untuk ibadah kurban. </p>
<p>"Kalau mencari korban kambing, silakan ke Gresik. Itu harapan kami," tambahnya. </p>
<p>Sementara itu, Ketua Indonesia Goat Breeders (IGB) Kabupaten Gresik, Yazid, mengungkap senang atas penyelenggaraan festival Kambing Kurban Grisse. Melalui ini, ia menyebut peternak muda bisa unjuk gigi di masyarakat.</p>
<p>"Kebanyakan yang ikut para peternak muda," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dicari Semalaman, Kakek di Wagir Malang Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Sumur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dicari-semalaman-kakek-di-wagir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-dalam-sumur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dicari-semalaman-kakek-di-wagir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-dalam-sumur</guid>
<description><![CDATA[ Korban ditemukan setelah keluarga dan warga melakukan pencarian sejak Senin malam usai lansia tersebut tak kunjung pulang saat mencari rumput. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15a34e3f039.webp" length="33136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 21:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wagir, Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang, Evakuasi Korban, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, Musibah, Sumur, Relawan SAR, Desa Sidorahayu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Upaya pencarian seorang lansia asal Dusun Bunder RT 10 RW 02 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berakhir duka. Korban bernama Sampir (72) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 25 hingga 30 meter pada Selasa (26/5/2026) sore.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari rumput. Seorang saksi bernama Fandi sempat melihat korban berada di belakang pabrik rokok TPI.</p>
<p>Namun hingga malam hari sekitar pukul 18.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar Dusun Bunder hingga dini hari, tetapi keberadaan korban belum ditemukan.</p>
<p>Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Hingga akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sumur oleh dua anggota keluarga korban, yakni Kh (55) dan Df (25).</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melapor kepada perangkat desa, Polsek Wagir, serta BPBD Kabupaten Malang guna meminta bantuan evakuasi.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran sumur diduga mengandung gas beracun.</p>
<p>“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.17 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Kedalaman sumur diperkirakan mencapai 25 sampai 30 meter,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Evakuasi melibatkan sejumlah unsur di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Forkopimcam Wagir, perangkat desa, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.</p>
<p>Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke IKK Kanjuruhan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Malang untuk proses visum. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tercebur ke dalam sumur masih belum diketahui. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PTSL Desa Bandung Nganjuk Diwarnai Miskomunikasi, Pokmas Kritik Koordinasi Perangkat Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ptsl-desa-bandung-nganjuk-diwarnai-miskomunikasi-pokmas-kritik-koordinasi-perangkat-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ptsl-desa-bandung-nganjuk-diwarnai-miskomunikasi-pokmas-kritik-koordinasi-perangkat-desa</guid>
<description><![CDATA[ Desa Bandung, Marnini, menggelar konferensi pers mendadak dan melayangkan kritik tajam terkait koordinasi di tingkat pemerintahan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a156247131cf.webp" length="62996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 19:40:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sosialisasi PTSL, Program PTSL, BPN, Pokmas, Desa Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="95" data-end="349"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pelaksanaan Sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2026 di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Selasa (26/5/2026), sempat diwarnai polemik terkait koordinasi internal pemerintah desa.</p>
<p data-start="351" data-end="711">Meski kegiatan sosialisasi yang digelar bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk berlangsung lancar dan dihadiri ratusan warga, suasana sempat memanas usai Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL Desa Bandung, Mariani, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran perangkat desa yang sebelumnya telah ditunjuk untuk mendampingi kegiatan.</p>
<p data-start="713" data-end="878">Dalam keterangannya kepada awak media, Mariani menilai absennya kepala dusun yang telah ditunjuk Kepala Desa Bandung menunjukkan lemahnya koordinasi di tingkat desa.</p>
<p data-start="880" data-end="1087">“Menurut saya sangat memalukan. Harusnya perangkat yang sudah ditunjuk sejak pagi sudah siap di lokasi. Jangan sampai peserta dan panitia harus mencari-cari terlebih dahulu,” ujar Mariani dengan nada kecewa.</p>
<p data-start="1089" data-end="1395">Meski demikian, ia memastikan bahwa secara kelembagaan maupun dukungan terhadap program PTSL 2026, seluruh pihak telah sepakat untuk menyukseskan program tersebut. Mariani juga menyebut Kepala Desa Bandung, Heru Subagio, telah memberikan komitmen penuh agar proses administrasi masyarakat tidak dipersulit.</p>
<p data-start="1397" data-end="1592">“Alhamdulillah semuanya sudah deal. Sebelum acara dimulai, Pak Kades sudah menyampaikan bahwa pemerintah desa siap bekerja sama dan membantu melengkapi kekurangan administrasi peserta,” tegasnya.</p>
<p data-start="1594" data-end="1853">Mariani juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Desa Bandung. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak BPN, program PTSL kali ini tidak dibatasi kuota secara kaku, sehingga seluruh bidang tanah milik warga berpeluang untuk didaftarkan dan disertifikasi.</p>
<p data-start="1855" data-end="2105">Sementara itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Nganjuk, Agus Rijadi, menegaskan bahwa program PTSL merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat secara gratis dan sistematis.</p>
<p data-start="2107" data-end="2412">“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memahami seluruh tahapan proses PTSL dengan jelas. Kami juga mengingatkan agar tanda batas atau patok tanah sudah terpasang dan disepakati dengan pemilik tanah yang berbatasan sebelum petugas turun ke lapangan,” jelas Agus di hadapan peserta sosialisasi.</p>
<p data-start="2414" data-end="2682">Terpisah, Kepala Desa Bandung Heru Subagio menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam kegiatan tersebut bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, pada waktu bersamaan dirinya harus memenuhi panggilan dinas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2684" data-end="2945">“Kami atas nama Pemerintah Desa Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ketidakhadiran kami karena ada agenda kedinasan yang tidak bisa ditinggalkan di Dinas PMD Nganjuk,” ungkap Heru saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.</p>
<p data-start="2947" data-end="3156">Hingga 30 April 2026, jumlah pendaftar program PTSL di Desa Bandung tercatat mencapai 536 bidang tanah. Angka tersebut meningkat tajam dibanding perkiraan awal yang hanya berkisar antara 110 hingga 150 bidang.</p>
<p data-start="3158" data-end="3344" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pokmas PTSL pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan kondusif serta hanya mengikuti informasi resmi dari panitia, tanpa terpengaruh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3158" data-end="3344" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruang Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Ambruk, Puluhan Siswa Belajar di Perpustakaan dan Musala</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-1-babadan-tulungagung-ambruk-puluhan-siswa-belajar-di-perpustakaan-dan-musala</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-1-babadan-tulungagung-ambruk-puluhan-siswa-belajar-di-perpustakaan-dan-musala</guid>
<description><![CDATA[ Meski menggunakan fasilitas darurat, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15630628891.webp" length="53042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 18:11:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekolah ambruk, sdn 1 babadan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP</b> - Dua ruang kelas di SD Negeri 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami kerusakan parah. Satu ruang kelas bahkan roboh total akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh sejak pertama kali dibangun.</p>
<p>Kepala SDN 1 Babadan, Endang Sri Wahyuni mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari salah satu guru yang dihubungi warga sekitar pada Selasa (26/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.</p>
<p>Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena ruang kelas sudah dikosongkan sejak beberapa waktu terakhir setelah pihak sekolah melihat adanya tanda-tanda kerusakan pada bagian penyangga atap.</p>
<p>“Sekitar jam 1 malam saya mendapat WA dari salah satu teman guru. Teman guru itu mendapat WA dari salah satu masyarakat,” ujar Endang.</p>
<p>Menurutnya, satu ruang kelas yakni kelas 6 roboh total, sedangkan satu ruang lainnya yakni kelas 5 mengalami kerusakan cukup parah dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>“Yang roboh satu ruangan, yang satu rusak,” katanya.</p>
<p>Endang menjelaskan kondisi bangunan sekolah memang sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan pihak sekolah telah berulang kali mengajukan perbaikan karena bangunan tersebut belum pernah direnovasi sejak awal dibangun.</p>
<p>“Rusaknya sudah lama, pengajuannya juga sudah lama, karena ini merupakan pembangunan lama yang belum pernah direnovasi,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menyebut renovasi terakhir hanya dilakukan pada bagian emper sekolah pada akhir tahun 2025. Saat itu, kerusakan yang terlihat hanya terjadi di bagian teras bangunan.</p>
<p>“Renovasi pertama adalah tahun 2025 akhir. Itu pun renovasi bagian teras. Karena pada saat itu yang kelihatan rusak itu teras,” jelasnya.</p>
<p>Sementara untuk ruang kelas yang kini roboh, Endang memastikan belum pernah mendapatkan renovasi sama sekali sejak berdiri sekitar tahun 2008.</p>
<p>“Belum sama sekali,” ucapnya.</p>
<p>Akibat kerusakan dua ruang kelas tersebut, siswa kelas 6 dan 5 kini harus menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan dan musala sekolah. Meski menggunakan fasilitas darurat, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal.</p>
<p>“Kalau pembelajarannya tidak berdampak karena kami mempunyai ruangan tersendiri untuk anak-anak. Ada di perpustakaan, ada di mushola, kemudian saya geser ke sana. Jadi untuk KBM tidak bermasalah,” tutur Endang.</p>
<p>Ia menambahkan, siswa yang dipindahkan berasal dari kelas lima dan kelas enam. Ruangan yang rusak sendiri sebenarnya sudah dikosongkan sejak dua bulan terakhir demi alasan keselamatan.</p>
<p>“Anak-anak tetap nyaman. Anak-anak dipindah ruangan saja,” imbuhnya.</p>
<p>Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Dinas Pendidikan segera melakukan perbaikan agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.</p>
<p>Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung, Tri Hariadi mengaku telah menerima laporan terkait ambruknya ruang kelas di SDN 1 Babadan. Pemerintah daerah juga sudah melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah anggota dewan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.</p>
<p>“Kami sudah dapat informasi soal SDN 1 Babadan. Kami langsung bahas dengan TAPD dengan beberapa anggota dewan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Tri, proses pembangunan nantinya tetap harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Pemkab menargetkan pembangunan ruang kelas baru dapat direalisasikan pada tahun 2026 karena dinilai mendesak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.</p>
<p>“Target pembangunan tahun 2026, karena ini sangat dibutuhkan siswa untuk kegiatan belajar mengajar,” terangnya.</p>
<p>Namun demikian, hingga kini pemerintah daerah masih belum menentukan besaran anggaran pembangunan karena masih menunggu proses penghitungan kebutuhan.</p>
<p>“Untuk nominal belum ada, karena harus dibahas dulu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah di Singosari Malang Meledak Saat Penghuni Berkumpul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-di-singosari-malang-meledak-saat-penghuni-berkumpul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-di-singosari-malang-meledak-saat-penghuni-berkumpul</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan diduga berasal dari bahan petasan menghancurkan rumah warga di Singosari Malang dan menyebabkan enam anggota keluarga terluka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a154efbc0638.webp" length="104240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 15:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Ledakan Rumah, Polisi Malang, Petasan, Kabupaten Malang, Polda Jatim, Rumah Meledak, Peristiwa Malang, Berita Malang, AKP Achmad Zainuddin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Jelang Lebaran Idul Adha, sebuah rumah warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan parah akibat ledakan yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang yang masih satu keluarga mengalami luka-luka. Satu korban di antaranya mengalami luka bakar serius.</p>
<p>Korban luka berat diketahui bernama Arifin (26), yang mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh. Sementara lima korban lain mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.</p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p>“Begitu menerima informasi adanya ledakan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Achmad Zainuddin, Senin (25/5/2026).</p>
<p>Menurut keterangan saksi, saat kejadian penghuni rumah sedang berada di beberapa ruangan berbeda. Sebagian berada di ruang keluarga dan ruang tamu, sementara salah satu saksi sedang memberi makan ternak di kandang.</p>
<p>“Tiba-tiba terdengar suara ledakan satu kali dengan suara cukup keras. Setelah dicek, kondisi rumah sudah mengalami kerusakan parah,” jelasnya.</p>
<p>Polisi menduga sumber ledakan berasal dari bahan petasan yang berada di dalam rumah. Dugaan tersebut diperkuat dari hasil awal olah TKP yang dilakukan petugas.</p>
<p>“Hasil sementara dari olah TKP, ledakan diduga berasal dari bahan petasan. Namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan,” ungkapnya.</p>
<p>Akibat kejadian itu, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp125 juta. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan ataupun merakit bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” pungkas AKP Achmad Zainuddin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Blitar Dalami Penemuan Pria Tewas di Bawah Jembatan Selorejo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-blitar-dalami-penemuan-pria-tewas-di-bawah-jembatan-selorejo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-blitar-dalami-penemuan-pria-tewas-di-bawah-jembatan-selorejo</guid>
<description><![CDATA[ Polres Blitar masih mendalami keterangan sejumlah saksi terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di bawah jembatan Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Senin (25/5/2026) sore. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1540785548d.webp" length="34298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 15:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Polres Blitar, Dalami, Keterangan Saksi, Temukan, Pria, Meninggal, Bawah, Jembatan, Selorejo.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> - Polres Blitar masih mendalami keterangan sejumlah saksi terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di bawah jembatan Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Senin (25/5/2026) sore.</p>
<p>Korban diketahui berinisial IN (38), warga Dusun Jarangan, Desa Boro, Kecamatan Selorejo. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di bawah jembatan sekitar pukul 16.30 WIB.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni mengatakan, penemuan korban pertama kali diketahui warga yang sedang melakukan perbaikan kabel WiFi di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>"Warga yang melihat adanya seseorang di bawah jembatan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Selorejo," ujar Aiptu Muheni, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Selorejo bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar dan tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.</p>
<p>"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan luka akibat kekerasan. Dugaan awal korban jatuh dari jembatan di Dusun Jarangan," jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta pihak keluarga korban guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.</p>
<p>"Beberapa keterangan sementara dari saksi menyebut korban diduga mengalami depresi. Namun saat ini kami masih mendalami seluruh keterangan saksi dan keluarga," tambah Aiptu Muheni. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Iduladha 1447 H, Polres Jombang Serahkan Hewan Kurban ke Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-iduladha-1447-h-polres-jombang-serahkan-hewan-kurban-ke-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-iduladha-1447-h-polres-jombang-serahkan-hewan-kurban-ke-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan silaturahmi dengan masyarakat serta kalangan pesantren di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a153b5992732.webp" length="47322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 14:33:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sapi Kurban, Idul Adha 1447 Hijriah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, dengan didampingi Wakapolres dan Kapolsek Diwek, menyerahkan hewan kurban berupa sapi dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) pagi.</p>
<p>Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan silaturahmi dengan masyarakat serta kalangan pesantren di Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dua ekor sapi yang disalurkan merupakan bantuan dari Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto. Hewan kurban tersebut diterima langsung oleh K.H. Abdul Gofar, Sekretaris Ponpes Tebuireng Diwek, Jombang, dan Hj. Nur Zakiyah, Ketua Yayasan Ponpes Hafidzul Musthofah Al-Hasaniyyah Desa Mejoyo, Kecamatan Gudo, Jombang. Prosesi penyerahan berlangsung dengan penuh kehangatan.</p>
<p>AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter generasi muda.</p>
<p>"Penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan silaturahmi dengan para ulama, santri, dan masyarakat," ujar Kapolres Jombang.</p>
<p>Pihak pondok pesantren menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian. Bantuan hewan kurban tersebut dinilai sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.</p>
<p>Penyerahan hewan kurban ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengasuh Ponpes di Pasuruan Deklarasi Penolakan Kekerasan Seksual di Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-di-pasuruan-deklarasi-penolakan-kekerasan-seksual-di-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengasuh-ponpes-di-pasuruan-deklarasi-penolakan-kekerasan-seksual-di-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu poin penting dalam komitmen tersebut yakni penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1523230b3ca.webp" length="101802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 12:36:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Pondik Pesantren</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Para pengasuh Pondok Pesantren se-Pasuruan mendeklarasikan Gerakan Pesantren Menolak Kekerasan Seksual, yang digelar di Ponpes KHA Wahid Hasyim, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Dalam deklarasi tersebut tertuang sebanyak 10 komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan pesantren menjaga keamanan dan kehormatan santri.</p>
<p>Deklarasi itu menegaskan bahwa pesantren masih tetap menjadi tempat pendidikan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan seksual maupun pelecehan.</p>
<p>Salah satu poin penting dalam komitmen tersebut yakni penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.</p>
<p>Selain itu, para pengasuh pesantren juga berkomitmen memperkuat pendidikan akhlak, membuka ruang pengaduan yang aman bagi korban, hingga membangun sistem perlindungan santri secara berkelanjutan.</p>
<p>Salah satu perwakilan pengasuh Ponpes KH Kholil Nawawi mengatakan, gerakan tersebut lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga kehormatan dan keselamatan santri, merupakan amanah besar yang harus dipikul seluruh elemen pesantren.</p>
<p>“Pesantren adalah tempat lahirnya ilmu, akhlak, adab, dan keteladanan, segala bentuk kekerasan seksual maupun tindakan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh mendapat tempat di lingkungan pendidikan,” kata Gus Kholil sapaan akrabnya.</p>
<p>Menurutnya, deklarasi tersebut bukan untuk saling menyalahkan, melainkan membangun kesadaran bersama agar lingkungan pesantren semakin aman dan bermartabat.</p>
<p>“Kita ingin menegaskan, pesantren hadir sebagai pelindung, pembimbing, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan serta ajaran Islam rahmatan lil‘alamin,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil KH Ahmad Wildan Amrullah menegaskan, gerakan ini juga menjadi bentuk keprihatinan atas maraknya pembahasan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama pesantren secara umum di media sosial.</p>
<p>Menurutnya, apabila terdapat kasus yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren, hal tersebut tidak bisa digeneralisasi sebagai wajah seluruh pesantren.</p>
<p>“Kami menolak keras segala bentuk pelecehan seksual di Pesantren. Tapi, jangan ulah oknum kemudian membuat pesantren digeneralisasi,” sambung dia.</p>
<p>Menurutnya, Pesantren tetap menjadi tempat pendidikan moral, akhlak, dan pembentukan karakter.</p>
<p>Ia menegaskan, pesantren selama ini memiliki peran besar dalam membangun peradaban, pendidikan spiritual, hingga pembentukan moral masyarakat.</p>
<p>Karena itu, Gus Wildan sapaan akrabnya mendukung langkah aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual di pesantren.</p>
<p>“Kami mendukung aparat mengamankan predator seksual. Tetapi pesantren secara umum tetap harus dipandang sebagai tempat yang aman dan penuh nilai-nilai pendidikan,” tegasnya.</p>
<p>Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen pesantren mulai pengasuh, ustadz, ustadzah siap bersama-sama mencegah kekerasan seksual melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan kepedulian terhadap korban.</p>
<p>Deklarasi ditutup dengan seruan bersama: “Pesantren Aman, Santri Nyaman, Kekerasan Seksual Kita Lawan.”<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fasilitas Perlintasan KA Jambean Rampung, BTP Surabaya Minta Warga Tetap Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fasilitas-perlintasan-ka-jambean-rampung-btp-surabaya-minta-warga-tetap-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fasilitas-perlintasan-ka-jambean-rampung-btp-surabaya-minta-warga-tetap-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Anggota DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, menegaskan pentingnya mengedepankan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1475404f3e3.webp" length="49054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 08:37:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Perlintasan sebidang, kereta api, DPRD Jawa Timur, DPRD Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api tidak hanya membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tetapi juga kesadaran dan kewaspadaan dari para pengguna jalan. Selama ini, PT KAI terus menggaungkan imbauan "Berteman" (Berhenti, tengok kanan-kiri, aman, baru jalan) sebagai upaya menekan angka kecelakaan, khususnya di perlintasan tidak terjaga.</p>
<p>Anggota DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, menegaskan pentingnya mengedepankan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang. Tokoh yang akrab disapa Mas Pipin ini menambahkan, berhenti sejenak tidak akan mengganggu rencana perjalanan. Justru, langkah sederhana tersebut dapat mencegah risiko kecelakaan.</p>
<p>"Masyarakat pengguna jalan wajib mengedepankan keselamatan. (Himbauan Berteman KAI) Ini harus tertanam kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya yang melintasi perlintasan sebidang. Karena berhenti satu menit bisa menyelamatkan nyawa," ujar Anggota DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, saat ditemui di pos penjagaan perlintasan sebidang wilayah Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Senin (25/05/2026).</p>
<p>Terkait keberadaan pos penjagaan di perlintasan sebidang, khususnya di wilayah perdesaan yang cenderung sepi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur itu mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta, dan masyarakat.</p>
<p>"Penjaga atau relawan ada biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten. Nah, tidak mudah, karena ini bicara, tidak hanya bicara honor, tapi juga segala sesuatu yang melekat pada personel. Pemerintah desa ini bisa bekerjasama, berkolaborasi dengan perusahaan swasta di sekitaran lokasi. Untuk menyalurkan CSR-nya dalam bentuk support, honorarium bagi relawan," jelasnya.</p>
<p>Mas Pipin juga menyebut, idealnya satu pos penjagaan diisi oleh tiga syaf (shift), masing-masing selama delapan jam dengan tiga petugas. Dari skema tersebut, dua syaf dapat diakomodasi oleh pemerintah daerah, sementara satu syaf lainnya bisa didukung melalui kolaborasi dengan perusahaan di sekitar lokasi.</p>
<p>"Bisa dari perusahaan swasta yang ada di sekitaran lokasi untuk menyalurkan CSR-nya. Ini akan ringan. Karena kalau semuanya di handle oleh pemerintah daerah, dengan pertambahan titik pasti ada anggaran yang perlu melalui proses yang cukup panjang," ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membangun pos penjagaan perlintasan sebidang di Desa Jambean, Kabupaten Kediri. Sebelumnya, fasilitas serupa juga telah dibangun di Desa Seketi dan Nyawangan.</p>
<p>Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk setiap Jalan Perlintasan Langsung (JPL). Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik palang pintu, mesin penggerak otomatis, bangunan pos penjagaan, instalasi listrik, hingga penyediaan akses air bersih bagi petugas di lapangan.</p>
<p>"Upaya mitigasi pencegahan supaya masyarakat terhindar dari kecelakaan ini sangat dibutuhkan. Kami hadir tahun ini, alhamdulillah, bisa direalisasikan di Desa Jambean," ujar Kepala Bidang Perkeretaapian dan Jaringan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Joko Pitoyo.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya (DJKA Jawa Timur), Denny Michels Adlan, kembali menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan dalam menjaga keselamatan.</p>
<p>"Walaupun alat sudah ada, ataupun juga mungkin beroperasi dengan baik, tapi kami mengharapkan masyarakat pun juga taat terhadap aturan, rambu, dan juga kesadaran untuk melihat tengok kanan-kiri sebelum dia melintas. Memastikan, double protection," tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, keselamatan tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga menyangkut banyak pihak, termasuk penumpang kereta api dan kelancaran perjalanan kereta.</p>
<p>"Menjaga keselamatan dari yang melintas, kemudian menjaga keselamatan dari kereta apinya itu sendiri juga karena membawa penumpang, terus untuk memastikan perjalanan kereta api itu tidak terganggu," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Terbakar, 2 Ton Gula Siap Jual Hangus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pabrik-gula-tradisional-di-tulungagung-terbakar-2-ton-gula-siap-jual-hangus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pabrik-gula-tradisional-di-tulungagung-terbakar-2-ton-gula-siap-jual-hangus</guid>
<description><![CDATA[ Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Nilai kerugian itu berasal dari kerusakan bangunan, alat produksi, hingga stok gula siap jual yang tersimpan di dalam gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a143243e3654.webp" length="51980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 19:02:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, kebakaran, desa sambijajar kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik gula tebu tradisional di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Senin (25/5/2026) siang.</p>
<p>Kobaran api menghanguskan area penggilingan tebu beserta sejumlah peralatan produksi dan sekitar dua ton gula siap jual. Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.</p>
<p>Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui warga sekitar saat asap tebal muncul dari area belakang pabrik milik Muhajir yang saat itu dalam kondisi tidak beroperasi. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi, terutama sepah tebu kering sisa produksi.</p>
<p>Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh. Anshori mengatakan, laporan kebakaran diterima polisi sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung untuk melakukan penanganan.</p>
<p>“Siang hari ini sekitar pukul 14.30 ada warga masyarakat yang melaporkan ke Polsek Sumbergempol bahwa telah terjadi kebakaran penggilingan tebu milik Saudara Muhajir di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol,” ujar AKP Moh. Anshori.</p>
<p>Menurut Anshori, berdasarkan keterangan saksi, kepulan asap pertama kali terlihat dari bagian belakang area penggilingan. Warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sebelum akhirnya mengetahui api sudah membakar tumpukan sepah tebu.</p>
<p>“Menurut keterangan dari saksi yang kebetulan ada di belakang tempat penggilingan agak jauh, melihat ada kepulan asap di belakang. Kemudian didatangi sama saksi dan warga masyarakat sekitar untuk melakukan pengecekan, dan ternyata di situ sudah terjadi kebakaran sepah tebu atau sisa tebu yang habis digiling itu,” jelasnya.</p>
<p>Petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam dan dua truk penyuplai air. Namun proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api terus membesar akibat banyaknya bahan mudah terbakar di area pabrik.</p>
<p>Selain membakar tumpukan sepah tebu, api juga merusak sejumlah fasilitas produksi. Beberapa bagian alat penggilingan dan panel listrik dilaporkan ikut terbakar. Polisi juga mencatat adanya stok gula hasil produksi yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.</p>
<p>“Yang terbakar adalah panel listrik, kemudian sebagian alat untuk menggiling, yang sebagian besar adalah sepah tebu. Termasuk di dalamnya masih ada gula hasil produksi sekitar dua ton,” kata Anshori.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Nilai kerugian itu berasal dari kerusakan bangunan, alat produksi, hingga stok gula siap jual yang tersimpan di dalam gudang.</p>
<p>“Total kerugian dari alat dan termasuk gula sekitar dua ton kurang lebih Rp200 juta,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut setelah proses pemadaman selesai dilakukan.</p>
<p>“Kemungkinan dari korsleting listrik, tapi kita akan melihat setelah memang benar-benar api nanti padam, baru kita lakukan pengecekan ulang,” ungkap Anshori.</p>
<p>Saat kebakaran terjadi, kondisi pabrik diketahui sedang kosong dan tidak ada aktivitas produksi. Aktivitas terakhir di lokasi disebut berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB.</p>
<p>“Tidak ada. Jadi aktivitas terakhir kemarin sampai malam sekitar pukul 22.00 itu sudah terakhir, enggak ada kegiatan. Jadi hari ini tidak ada kegiatan sama sekali,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga Senin petang, atau sekitar empat jam setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oknum PNS dan Ajudan Bupati Dilaporkan ke Polres Jombang, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oknum-pns-dan-ajudan-bupati-dilaporkan-ke-polres-jombang-ini-penyebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oknum-pns-dan-ajudan-bupati-dilaporkan-ke-polres-jombang-ini-penyebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Pelaporan ini dilakukan oleh Sutopo, mertua dari perempuan berinisial Pu mantan karyawan toko klontong di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang yang diduga jadi korban penculikan oleh oknum kerabat pemilik toko. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1423b481c56.webp" length="34502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 18:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Pemerasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kasus dugaan pemerasan dan perampasan menyeret nama oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta seorang ajudan Bupati. Keduanya resmi dilaporkan ke Polres Jombang, Rabu (25/5/2026).</p>
<p>Pelaporan ini dilakukan oleh Sutopo, mertua dari perempuan berinisial Pu mantan karyawan toko klontong di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang yang diduga jadi korban penculikan oleh oknum kerabat pemilik toko. </p>
<p>Sutopo didampingi kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo dari kantor hukum Faris &amp; Partner's mendatangi langsung unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jombang.</p>
<p>Faris menjelaskan bahwa kliennya menjadi korban pemerasan dan perampasan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), kendaraan bermotor dan perhiasan oleh dua terlapor berinisial An dan Al. </p>
<p>"Pak Sutopo ini diperas, diminta SHM-nya sebagai ganti permasalahan lain yang sebenarnya beliau tidak tahu-menahu," ujar Faris usai membuat laporan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan kuasa hukum, terlapor An merupakan oknum PNS di Dispendukcapil, sementara Al merupakan ajudan Bupati Jombang, Warsubi. </p>
<p>Atas kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian materiil sementara sebesar Rp200 juta.</p>
<p>"Kita nanti akan gali lagi apakah ada kerugian-kerugian yang lain," imbuh Faris.</p>
<p>Pihaknya meminta agar aparat kepolisian serius menangani laporan tersebut. Menurutnya, kasus ini merupakan pelanggaran hukum berat karena berkaitan dengan upaya pemerasan yang menyasar keluarga korban penculikan.</p>
<p>"Kami berharap persoalan ini segera ditangani secara serius. Mungkin nanti akan terbuka fakta-fakta lain kalau sudah dilakukan penyelidikan atau penyidikan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak kepolisian Reskrim Polres Jombang telah menerima laporan dengan nomor surat: STTLPM/448.RESKRIM/V/2026/SPKT/POLRES JOMBANG tertanggal 25 Mei 2026 dan akan segera menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>Sementara itu, upaya konfirmasi kepada salah satu terlapor berinisial Al di nomor hanphone +62 856-0737-xxxx atas dugaan perampasan SHM milik Sutopo belum mendapat respon sampai berita ini diterbitkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelompok Tani Hutan Alas Gedangan, CDK dan Perhutani KPH Jombang Kecolongan Aktivitas Ilegal Ekskavator</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelompok-tani-hutan-alas-gedangan-cdk-dan-perhutani-kph-jombang-kecolongan-aktivitas-ilegal-ekskavator</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelompok-tani-hutan-alas-gedangan-cdk-dan-perhutani-kph-jombang-kecolongan-aktivitas-ilegal-ekskavator</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan lemahnya pengawasan wilayah hutan menyebabkan pengusaha pemilik alat berat eskavator bisa leluasa beroperasi ilegal di kawasan hutan Alas Gedangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a141c3e5ce52.webp" length="97066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 17:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Jalin, alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang merasa kecolongan atas aktivitas ilegal ekskavator di lokasi indikatif Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). </p>
<p></p>
<p>Ketua KTH Sumberjalin, Trimora Bagus Husen mengatakan aktivitas ilegal ekskavator tersebut murni inisiatif dari pemilik eskavator tanpa sepengetahuan dari dirinya. </p>
<p></p>
<p>"Situasinya, kalau masalah dengan ekskavator, pengurus KTA Sumber Jalin tidak diajak musyawarah," ucap Trimo kepada suarajatimpost.com, Senin (25/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Trimo tidak menduga, jika pada esok harinya, sekitar hari senin (18/5/2026) ada aktivitas eskavator di lokasi kawasan hutan alas gedangan menuju Petak 24. Ia mengaku sudah mengingatkan kepada penanggung jawab soal resiko yang dihadapi. </p>
<p></p>
<p>"Tahu-tahu, besoknya pagi sudah ada ekskavator gitu. Saya konfirmasi di situ, karena ada penanggung jawabnya. Saya bilang memang itu pengurus KTA tidak diberitahu, ya sudah, kalau ada apa-apa, saya enggak tanggung jawab sebagai kelompok tani. Seperti itu, Mas," beber Trimo. </p>
<p></p>
<p>Selamat ini KTH Sumber Jalin di bawah pembinaan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Kabupaten Nganjuk. Setiap satu minggu sekali pihak KTH melakukan penanaman tanaman buah bekerjasama dengan pihak KUA Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Nganjuk yang mengampu wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya alat berat jenis ekskavator yang masuk ke kawasan hutan Alas Gedangan. </p>
<p>Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Indah Setiawati, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi tersebut. Langkah awal yang akan diambil adalah mengidentifikasi status hukum lahan serta aktivitas yang sedang berlangsung di sana.</p>
<p>"Kami baru mendapatkan informasi ini. Kami akan mencoba menggali ataupun mengidentifikasi lebih lanjut seperti apa di sana, ada apa di sana. Kami tetap akan menugaskan teman-teman untuk mengkaji lebih lanjut," ujar Indah saat ditemui wartawan di Kantor CDK Wilayah Nganjuk Wilayah Kerja Kabupaten Jombang, Jumat (22/5/2026) lalu. </p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat ekskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p>Pihak Polsek Mojoagung, melalui Kompol Yogas menyampaikan temuan aktivitas ilegal tersebut. Pihaknya juga telah melakukan tindakan tegas dan meminta alat berat untuk berhenti bekerja serta di evakuasi dari lokasi Alas Gedangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Teror Sasar Rumah Warga di Jember, Listrik Dimatikan Lalu Pintu Digedor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-teror-sasar-rumah-warga-di-jember-listrik-dimatikan-lalu-pintu-digedor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-teror-sasar-rumah-warga-di-jember-listrik-dimatikan-lalu-pintu-digedor</guid>
<description><![CDATA[ Warga berinisial S melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa. Kepala Desa Karangrejo, Alfan Ali Fanani, membenarkan adanya laporan tersebut saat dikonfirmasi di sela-sela kesibukannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13fd1025c8f.webp" length="21072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 15:42:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Warga Dusun Karanganyar, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digegerkan oleh aksi teror oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Senin dini hari, (25/5/2026).</p>
<p>Warga berinisial S melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa. Kepala Desa Karangrejo, Alfan Ali Fanani, membenarkan adanya laporan tersebut saat dikonfirmasi di sela-sela kesibukannya.</p>
<p>"Benar ada warga yang telah membuat laporan. Rumahnya telah diputus aliran listriknya atau digejlekan dan pintunya diketuk pada malam hari," kata Alfan, Senin (25/5/2026).</p>
<p>Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Aliran listrik di rumah pelapor tiba-tiba diputus. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan dan gedoran pada pintu belakang rumah.</p>
<p>Sumber warga sekitar juga mengaku mendengar suara ketukan keras di rumah tersebut. Beberapa orang terdengar berjalan di sekitar area rumah saat kejadian berlangsung.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak desa belum dapat menyimpulkan jumlah pelaku maupun motif di balik kejadian tersebut. Alfan menegaskan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah aksi itu berkaitan dengan isu teror pocong atau hal lainnya.</p>
<p>"Sementara ini menurut saya hanya teror. Kami akan meningkatkan siskamling warga dan akan melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat," katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, sejak satu minggu terakhir pihak desa telah menggiatkan ronda malam di setiap lingkungan. Alfan sendiri disebut turut berjaga bersama warga setiap malam hingga pagi.</p>
<p>Peristiwa ini menambah kewaspadaan warga Karangrejo. Pihak desa mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan masing-masing. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selamat dari Kecelakaan Maut di Probolinggo, Anggota DPR Gus Hilman Dirawat di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selamat-dari-kecelakaan-maut-di-probolinggo-anggota-dpr-gus-hilman-dirawat-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selamat-dari-kecelakaan-maut-di-probolinggo-anggota-dpr-gus-hilman-dirawat-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Update kecelakaan maut di Tol Paspro (24/5). Dua staf tewas akibat benturan kiri, Anggota DPR Gus Hilman selamat namun patah tulang dan dirawat di Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12f67b804a4.webp" length="49884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 21:16:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan tol paspro, Gus Hilman kecelakaan, anggota dpr kecelakaan, tol pasuruan probolinggo, berita jatim hari ini, kecelakaan innova vs truk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGG, SJP</strong> - Kecelakaan maut yang menimpa rombongan anggota DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufidi (Gus Hilman), di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) menyisakan duka mendalam. Dua stafnya tewas di lokasi kejadian, sementara Gus Hilman kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo, Surabaya.</p>
<p>Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sore, sekitar pukul 15.14 WIB. Mobil Toyota Innova bernopol N 1297 NB yang ditumpangi rombongan tersebut menghantam bagian belakang truk yang melaju di depannya.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik, pada Minggu (24/5/2026) menjelaskan bahwa benturan keras terpusat di sisi kiri kendaraan. Hal inilah yang menyebabkan kerusakan paling parah terjadi pada area tersebut.</p>
<p>"Benturannya di sisi kiri, makanya korban fatal semuanya adalah penumpang yang berada di sebelah kiri kendaraan," ujar Taufik.</p>
<p>Dua korban meninggal dunia adalah staf yang tengah mendampingi perjalanan dinas Gus Hilman, yakni Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26). Keduanya mengalami luka berat akibat bodi kiri mobil yang ringsek parah.</p>
<p><strong>Kondisi Gus Hilman dan Sopir</strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a12f6d9f09e1.webp" alt=""><sup><span>Anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufida (Laman DPR/Laman DPR)</span></sup></p>
<p>Sementara itu, Gus Hilman (25) yang duduk di kursi penumpang bagian belakang sebelah kanan dilaporkan selamat dari hantaman mematikan tersebut. Meski demikian, politisi muda itu mengalami patah tulang dan sejumlah luka di tubuhnya, sehingga langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.</p>
<p>Sopir mobil Innova, Mahrus Ali (36), warga Paiton, Probolinggo, juga dilaporkan selamat dan masih menjalani perawatan medis.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, pihak kepolisian menduga kecelakaan ini dipicu oleh kelalaian sopir yang mengantuk saat mengemudi di jalan tol. Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti tragedi maut tersebut. (**)</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Mengantuk, Truk Genteng Tabrak Rumah dan Warkop Sidoarjo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-mengantuk-truk-genteng-tabrak-rumah-warkop-sidoarjo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-mengantuk-truk-genteng-tabrak-rumah-warkop-sidoarjo</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal terjadi di Sidoarjo. Diduga akibat sopir mengantuk, sebuah truk muatan genteng kehilangan kendali menabrak dua rumah dan warkop hingga rusak parah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12aa7bec9b0.webp" length="48086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 16:37:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan truk sidoarjo, truk tabrak rumah balongbendo, sopir mengantuk tabrak rumah, laka tunggal kemangsen, berita kecelakaan sidoarjo hari ini.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>SIDOARJO, SJP</strong> - Kantuk saat mengemudi kembali memicu kecelakaan parah. Akibat kehilangan konsentrasi karena tertidur sesaat saat menyetir, seorang pengemudi truk colt diesel bermuatan genteng kehilangan kendali dan menabrak dua rumah warga beserta satu warung kopi (warkop). Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Raya Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (24/5/2026) dini hari.</span></p>
<p><span>Kejadian bermula sekitar pukul 03.00 WIB. Truk yang tengah melaju tersebut tiba-tiba oleng keluar jalur dan langsung menghantam deretan bangunan di tepi jalan. Suara benturan yang sangat keras sontak membuat warga sekitar yang sedang terlelap panik dan berhamburan keluar rumah.</span></p>
<p><span>Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini lantaran rumah dan warkop yang ditabrak sedang dalam kondisi kosong ditinggal penghuninya. Namun, kuatnya benturan membuat bagian depan truk ringsek parah dan ketiga bangunan tersebut mengalami kerusakan yang sangat berat.</span></p>
<p><span>Sopir truk yang diidentifikasi bernama Yudianto (27), warga Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, mengaku kehilangan kesadaran sebelum kecelakaan terjadi. Saat diperiksa oleh petugas kepolisian, ia masih tampak kebingungan.</span></p>
<p><span>“Tidak ingat apa-apa, Pak. Mengantuk,” ujar Yudianto singkat.</span></p>
<p><span>Petugas piket lalu lintas Polsek Balongbendo, Aiptu Arif Rohman, yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan kecelakaan tunggal.</span></p>
<p><span>“Laka tunggal truk menabrak rumah ini diduga kuat karena sopir kehilangan konsentrasi akibat mengantuk saat berkendara," jelas Aiptu Arif Rohman di lokasi kejadian.</span></p>
<p><span>Proses evakuasi bangkai truk memakan waktu cukup lama dan baru bisa diselesaikan pada pagi hari, mengingat posisi kepala kendaraan yang sempat tersangkut di antara puing-puing bangunan warga. Akibat peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.</span></p>
<p><span>Guna proses penyelidikan lebih lanjut, Yudianto beserta kendaraan truk miliknya kini telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikapi Isu Pocong Jadi&amp;jadian, Polres Bondowoso Imbau Warga Tidak Terprovokasi Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikapi-isu-pocong-jadi-jadian-polres-bondowoso-imbau-warga-tidak-terprovokasi-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikapi-isu-pocong-jadi-jadian-polres-bondowoso-imbau-warga-tidak-terprovokasi-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi isu “pocong jadi-jadian” yang viral dan belum terbukti kebenarannya. Warga diminta tidak menyebarkan hoaks, menghindari tindakan main hakim sendiri, serta meningkatkan kewaspadaan dan ronda malam demi menjaga kondusivitas wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12965ecd6dd.webp" length="7144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 14:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pocong, viral, jadi-jadian, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="92" data-end="379"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Merebaknya isu penampakan “pocong jadi-jadian” yang belakangan membuat resah warga mendapat perhatian serius dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kapolres Bondowoso</span></span>. Pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.</p>
<p data-start="92" data-end="379">Akhir-akhir ini marak di media sosial dan WhatsApp beredar informasi jika ada pocong yang mendatangi rumah warga. Bahkan, informasi tersebut masif menyebar hingga kalangan anak-anak usia pelajar tingkat SD hingga SMA di Bondowoso.</p>
<p data-start="92" data-end="379">Warga sampai berani mengupload foto diduga pocong di teras rumah, dengan caption, "Hati-hati ya teman-teman. Teror pocong ini benar adanya. Di rumah temanku ada tadi malam," begitu keterangan foto yang ditangkap dan diterima oleh suarajatimpost.com, Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="381" data-end="683">Oleh sebab itu, untuk meredam keresahan warga, melalui imbauan resmi yang disampaikan Polres Bondowoso, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi berbagai kabar yang beredar di media sosial maupun pesan berantai. Polisi menegaskan bahwa isu tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan berpotensi menjadi hoaks yang memicu keresahan publik.</p>
<p data-start="685" data-end="938">“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat meresahkan dan mengganggu keamanan lingkungan,” tegas Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto saat dikonfirmasi pada Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="940" data-end="1190">Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dalam menerima informasi. Warga diminta tidak langsung mempercayai ataupun menyebarluaskan kabar yang belum memiliki sumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="1192" data-end="1392">Selain itu, kepolisian melarang keras adanya tindakan sepihak ataupun aksi main hakim sendiri yang justru dapat melanggar hukum dan mengganggu situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p data-start="1394" data-end="1656">Sebagai langkah preventif, Polres Bondowoso mengajak masyarakat memperkuat komunikasi antarwarga dan kembali mengaktifkan ronda malam atau poskamling di lingkungan masing-masing. Kepedulian terhadap kondisi sekitar dinilai penting untuk menjaga keamanan bersama.</p>
<p data-start="1658" data-end="1849">Polisi juga mengimbau warga untuk memperbanyak kegiatan positif dan meningkatkan ibadah agar suasana di lingkungan tetap kondusif dan tidak mudah dipengaruhi isu yang menyesatkan.</p>
<p data-start="1851" data-end="2020">“Jika masyarakat melihat atau menemukan hal-hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Bobby.</p>
<p data-start="2022" data-end="2195">Polres Bondowoso memastikan layanan kepolisian siaga selama 24 jam. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri di nomor 110 apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.</p>
<p data-start="2197" data-end="2289" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Bersama kita ciptakan Bondowoso yang aman, nyaman, dan kondusif,” tutup Kasi Humas Polres Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2197" data-end="2289" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Petasan Renggut Satu Nyawa  di Kepanjen, Polisi Telusuri Pemasok Bubuk Petasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-renggut-satu-jiwa-di-kepanjen-polisi-telusuri-pemasok-bubuk-petasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-petasan-renggut-satu-jiwa-di-kepanjen-polisi-telusuri-pemasok-bubuk-petasan</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan petasan di rumah warga Desa Jenggolo, Kepanjen, menewaskan seorang pria setelah mengalami luka bakar serius meski sempat dirawat di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11c35cb8f98.webp" length="98120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 08:12:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Kepanjen, Desa Jenggolo, Ledakan Petasan, Petasan Maut, RSUD Kanjuruhan, Polda Jatim, Berita Malang, Peristiwa Malang, Polisi Selidiki Ledakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong> — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang kini tengah memfokuskan penyelidikan untuk menelusuri asal-usul bubuk bahan peledak, pasca-insiden ledakan petasan maut di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (23/5/2026). Langkah cepat ini diambil kepolisian guna membongkar rantai pasokan bahan berbahaya yang telah menewaskan pemilik rumah berinisial S (48) dalam insiden tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa fokus investigasi ini didasarkan pada temuan tim identifikasi Satreskrim saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p>Sesaat setelah ledakan yang menggegerkan warga pada pukul 11.15 WIB itu, polisi yang langsung mengamankan area menemukan barang bukti krusial berupa satu ember penuh berisi petasan berbagai ukuran di dalam rumah korban. Seluruh barang bukti yang diduga kuat siap diledakkan tersebut kini telah disita penyidik guna mendalami penyebab pasti pemicu ledakan.</p>
<p>Selain mengamankan barang bukti, pada saat kejadian petugas kepolisian juga langsung mengevakuasi korban yang menderita luka bakar serius di sekujur tubuh, meliputi kaki, tangan, dada, perut, hingga wajah.</p>
<p>Korban sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua jam.</p>
<p>Di tengah proses hukum yang berjalan ini, pihak keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak permintaan visum serta autopsi dari kepolisian.</p>
<p>Meski tidak ada persetujuan autopsi dari pihak keluarga, AKP Bambang menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikan proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Kepolisian berkomitmen untuk tetap melanjutkan pengusutan secara profesional demi mengungkap secara utuh rangkaian kejadian nahas ini, terutama dalam mencari tahu siapa pihak yang memasok bubuk petasan kepada korban. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Empat Kelas Bergengsi Lomba Menembak Tandai Peresmian Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ dan Perbakin Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/empat-kelas-bergengsi-lomba-menembak-tandai-peresmian-lapangan-tembak-korem-082cpyj-dan-perbakin-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/empat-kelas-bergengsi-lomba-menembak-tandai-peresmian-lapangan-tembak-korem-082cpyj-dan-perbakin-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antar instansi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11a0b42ea34.webp" length="60796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 19:48:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Lomba Menembak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Peresmian Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ dan Perbakin Jombang berlangsung semarak dengan digelarnya kejuaraan menembak yang mempertandingkan empat kelas berbeda. </p>
<p>Ketua Pelaksana Lomba, Iptu Bowo Tri Kuncoro menyatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan meriah berkat dukungan penuh dari seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dalam wawancara usai perlombaan, Iptu Bowo menjelaskan bahwa kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antar instansi. </p>
<p>Sebagai pegiat olahraga menembak, Iptu Bowo pun merinci empat kelas yang dipertandingkan, berikut maksud dari diadaknnya setiap kelas. Berikut urainnya :</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a11a221d76b0.webp" alt=""></p>
<p><strong>1. Dueling Plat Estafet Beregu: Ajang Sinergitas TNI-Polri dan Perbakin</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas ini menjadi pembuka sekaligus simbol kolaborasi. Setiap regu terdiri dari tiga personel gabungan, yakni satu dari Kodim (TNI), satu dari Polres (Polri), dan satu dari Perbakin. </p>
<p></p>
<p>"Tujuannya untuk meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri, Perbakin, dan Pemerintah Kabupaten Jombang," ujar Iptu Bowo, Sabtu (23/5/2026). </p>
<p></p>
<p><strong>2. Presisi Kombinasi: Uji Kecermatan dan Ketepatan Tingkat Tinggi</strong></p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan kelas beregu, Presisi Kombinasi menguji akurasi individu para penembak. Peserta dihadapkan pada dua sasaran plat dan delapan sasaran lesan. Pemenang ditentukan berdasarkan perolehan nilai tertinggi. Kelas ini bertujuan untuk mengasah kecermatan dan ketepatan sasaran setiap shooter.</p>
<p></p>
<p><strong>3. Dueling Plat Perorangan: Kecepatan dan Akurasi Jadi Penentu</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas ini menyajikan duel menegangkan. Setiap penembak hanya dibekali sepuluh butir peluru untuk menjatuhkan lima plat. Pemenang adalah yang paling banyak dan paling cepat merobohkan sasaran. </p>
<p></p>
<p>"Kelas ini penting untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan ketepatan, sekaligus menjadi latihan vital bagi personel TNI-Polri untuk kinerja di lapangan. Bagi anggota Perbakin, ini adalah batu loncatan menuju event-event lebih tinggi," bebernya. </p>
<p></p>
<p><strong>4. Kelas Eksekutif: Para Senior Turun Gunung Beri Motivasi</strong></p>
<p></p>
<p>Kelas spesial ini diikuti oleh para senior yang telah mengantongi lisensi IPSC dari Pengprov Jatim. Kehadiran mereka bukan sekadar bertanding, melainkan untuk memberi motivasi dan contoh langsung kepada atlet-atlet muda serta pendatang baru Perbakin Jombang. </p>
<p></p>
<p>"Agar mereka bisa mencontoh senior-seniornya, sehingga Perbakin Jombang bisa berkiprah di kancah nasional," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Kelancaran acara ini tidak lepas dari dukungan maksimal Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang. Iptu Bowo menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan dukungan penuh dari Danrem, Dandim, Kapolres, dan Bupati Jombang yang hadir langsung di lokasi. </p>
<p></p>
<p>"Dengan diresmikannya lapangan tembak baru dan suksesnya penyelenggaraan lomba ini, diharapkan ekosistem olahraga menembak di Jombang semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bikin Resah Warga, Isu ‘Pocong Begal’ di Malang Ternyata Belum Terbukti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bikin-resah-warga-isu-pocong-begal-di-malang-ternyata-belum-terbukti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bikin-resah-warga-isu-pocong-begal-di-malang-ternyata-belum-terbukti</guid>
<description><![CDATA[ Video dan pesan berantai soal pocong bersajam di Malang memicu kepanikan warga. Polisi memastikan belum ada laporan maupun fakta pendukung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a117bef6df58.webp" length="30270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 17:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, Pocong Begal, Hoaks, Polres Malang, AKP Bambang, Media Sosial, WhatsApp Grup, Kamtibmas, Jawa Timur, Viral Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Isu kemunculan sosok menyerupai pocong yang disebut membawa senjata tajam dan berkeliaran di wilayah Malang Raya mendadak ramai di media sosial hingga grup WhatsApp warga, Sabtu (23/5/2026). Video dan tangkapan layar pesan berantai itu sempat memicu keresahan masyarakat.</p>
<p>Dalam sejumlah unggahan yang beredar, sosok berpakaian putih menyerupai pocong disebut muncul pada malam hari di beberapa lokasi. Bahkan, narasi yang berkembang menyebut sosok tersebut diduga digunakan untuk menakuti warga dengan modus kriminal tertentu.</p>
<p>Menanggapi kabar yang viral tersebut, Polres Malang memastikan hingga kini belum ada laporan resmi maupun fakta yang membenarkan isu adanya “pocong begal” di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih yang beredar luas melalui media sosial maupun grup percakapan WhatsApp.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang ramai dibicarakan,” ujar AKP Bambang, Sabtu (23/5/2025).</p>
<p>Menurutnya, penyebaran isu tanpa dasar fakta justru berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.</p>
<p>Polisi juga mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan orang mencurigakan di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melapor kepada aparat kepolisian maupun perangkat desa agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.</p>
<p>“Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 atau petugas terdekat,” katanya.</p>
<p>AKP Bambang menegaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Malang hingga saat ini masih aman dan kondusif. Patroli rutin kepolisian, termasuk patroli malam hari di kawasan permukiman dan jalur rawan, juga tetap dilakukan seperti biasa.</p>
<p>Sebelumnya, isu “pocong abal-abal” ramai dibahas warganet usai sejumlah video dan foto beredar di media sosial serta grup WhatsApp warga Jawa Timur. Sebagian unggahan bahkan mengaitkan sosok tersebut dengan dugaan aksi kriminal berkedok kostum menyeramkan.</p>
<p>Meski demikian, polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak memicu hoaks maupun keresahan publik.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konfercab HMI Jombang ke&amp;31: Alumni Dorong Kader Lebih Kritis dan Produktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konfercab-hmi-jombang-ke-31-alumni-dorong-kader-lebih-kritis-dan-produktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konfercab-hmi-jombang-ke-31-alumni-dorong-kader-lebih-kritis-dan-produktif</guid>
<description><![CDATA[ Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1177eee7163.webp" length="32670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 17:15:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Konfercab HMI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI).</p>
<p></p>
<p>Dalam suasana penuh keakraban, jajaran alumni memberikan pesan dan harapan besarnya bagi estafet kepemimpinan selanjutnya. Mewakili Koordinator KAHMI Jombang, Maulana Syahiduzzaman atau Gus Maman menyampaikan harapan agar HMI Cabang Jombang semakin solid dan maju.</p>
<p></p>
<p>"Kita alumni berharap Cabang bisa lebih eksis lagi, lebih produktif, dan menjadi rujukan para mahasiswa untuk berorganisasi," ujar Gus Maman kepada suarajatimpost.com, Sabtu (23/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Tak hanya soal keorganisasian, para senior juga menyoroti pentingnya mempertajam daya kritis kader dalam merespons dinamika nasional maupun global. Menanggapi isu geopolitik yang beberapa waktu terakhir memantik aksi turun jalan, HMI Jombang digadang-gadang akan meningkatkan kualitas nalar gerakannya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Bang Maman, tema besar yang diusung dalam periode mendatang adalah "Arah Baru HMI Jombang". Tema ini menitikberatkan pada revitalisasi nalar kritis di internal cabang.</p>
<p></p>
<p>"Peningkatan nalar kritis ini akan disemangati lagi di perkaderan cabang. Ke depan, dosisnya akan lebih kritis lagi," tegasnya saat dimintai komentar.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, perwakilan alumni Medan Amrullah yang hadir menekankan bahwa kehadiran alumni dalam Konfercab bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikatan emosional dan tanggung jawab moral untuk memastikan HMI tetap berada di garda terdepan sebagai organisasi perjuangan.</p>
<p></p>
<p>Dengan rampungnya Konfercab ke-31 ini, diharapkan para pengurus baru mampu membawa HMI Jombang menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga matang secara kualitas intelektual dan gerakan sosial kemasyarakatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lapangan Tembak di Eks Markas 503 Diresmikan, Memiliki Fasilitas Aman dan Berstandart Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lapangan-tembak-di-eks-markas-503-diresmikan-memiliki-fasilitas-aman-dan-berstandart-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lapangan-tembak-di-eks-markas-503-diresmikan-memiliki-fasilitas-aman-dan-berstandart-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Suasana penuh semangat menyelimuti peresmian lapangan tembak baru milik Korem 082/CPYJ dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11723465ce0.webp" length="59324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 16:40:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, lapangan tembak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Suasana penuh semangat menyelimuti peresmian lapangan tembak baru milik Korem 082/CPYJ dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Jombang.</p>
<p>Ketua Umum Perbakin Jombang, Agus Budi Hartono, mengungkapkan kebanggaannya atas terwujudnya fasilitas yang dinilainya sangat aman dan berstandar nasional ini.</p>
<p>“Alhamdulillah, teman-teman sangat termotivasi. Peresmian ini tidak hanya seremonial, tetapi langsung diuji dengan event internal,” ujar Agus Budi Hartono usai kegiatan, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti, yang kemudian dilanjutkan dengan kompetisi internal seperti tembak presisi, duel plat, dan lomba estafet.</p>
<p>Ajang ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta seluruh atlet Perbakin. Kehadiran dan dukungan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Jawa Timur turut menambah kemeriahan.</p>
<p>Berlokasi di area eks Markas 503, Agus memastikan bahwa desain lapangan sangat mengutamakan faktor keselamatan. </p>
<p>“Kondisi di lapangan ini benar-benar sangat safety. Jenis lapangannya pun sudah standar, baik untuk senjata laras pendek maupun laras panjang,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Iptu Bowo Tri Kuncoro selaku ketua panitia yang telah memberikan inspirasi bagi seluruh anggota Perbakin hingga fasilitas ini bisa berdiri.</p>
<p>Terkait rencana ke depan, Agus membeberkan sejumlah agenda strategis. Selain perbaikan dan penambahan rest area untuk penyimpanan peralatan serta toilet, Perbakin Jombang berencana menggelar kejuaraan "Danrem Cup" dalam waktu dekat yang akan dibuka untuk umum.</p>
<p>Tak hanya itu, untuk meningkatkan jam terbang atlet, mereka juga akan menyelenggarakan kejuaraan menembak reaksi (Match-Sil) berskala nasional. </p>
<p>“Nanti insyaallah akan sangat ramai sekali. Ini adalah follow-up nyata kami untuk memajukan olahraga menembak di Jombang,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu Ketua Pelaksana Lomba, Iptu Bowo Tri Kuncoro menyatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sukses, dan meriah berkat dukungan penuh dari seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.</p>
<p>"Kompetisi kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu ketangkasan, tetapi juga sebagai wahana memperkuat sinergitas antarinstansi," beber Iptu Bowo. </p>
<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Kodim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Bupati Jombang Warsubi, Komandan Satuan Radar (Satrad) 222 Ploso di Jombang Letkol Lek Bayu Ardiansyah, Ketua Umum Perbakin Jombang, Agus Budi Hartono dan semua jajaran. </p>
<p>"Alhamdulillah, terima kasih kepada semua jajaran Forkopimda. Semua datang, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Danrem, dan Pak Bupati semua hadir," ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja 15 Tahun Kemudikan Avanza, Terlibat Kecelakaan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-15-tahun-kemudikan-avanza-terlibat-kecelakaan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-15-tahun-kemudikan-avanza-terlibat-kecelakaan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang diperoleh, mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi S-1961-PX melaju dari arah timur menuju barat. Di saat bersamaan, dua sepeda motor Honda Vario melaju dari arah selatan ke utara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1030c8414a5.webp" length="32476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 19:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor Honda Vario terjadi di Jalan Raya Gus Dur, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh, mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi S 1961 PX melaju dari arah timur menuju barat. Di saat bersamaan, dua sepeda motor Honda Vario melaju dari arah selatan ke utara.</p>
<p>Akibat insiden tersebut, bagian depan mobil Avanza mengalami kerusakan cukup parah setelah menghantam tiang di sekitar lokasi.</p>
<p>Mobil Avanza dikemudikan oleh Burhanudin (15), seorang remaja asal Kecamatan Sumobito, Jombang. Sementara itu, sepeda motor Honda Vario merah berpelat nomor S 2860 OCU dikendarai oleh Anggi (31), warga Kecamatan Peterongan, Jombang, yang berboncengan dengan Sifa (21). Satu unit sepeda motor lainnya, Honda Vario putih dengan nomor polisi S 4474 OCN, dikendarai oleh Fadil (14), warga Kecamatan Diwek, Jombang.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi pada Jumat pagi menyampaikan bahwa satu orang penumpang motor, Sifa, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan. Sementara itu, para pengendara lainnya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.</p>
<p>Petugas kepolisian telah segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.</p>
<p>Ipda Siswanto turut mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari.</p>
<p>"Pengendara diharapkan mematuhi aturan lalu lintas, menjaga konsentrasi, serta mengutamakan keselamatan demi mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya," imbaunya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heboh Ketua DPRD Gresik Terlibat Kericuhan dengan Warga, Ini Pemicunya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/heboh-ketua-dprd-gresik-terlibat-kericuhan-dengan-warga-ini-pemicunya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/heboh-ketua-dprd-gresik-terlibat-kericuhan-dengan-warga-ini-pemicunya</guid>
<description><![CDATA[ Massa yang datang merupakan para pedagang kaki lima (PKL) yang digusur dari lahan drainase di kawasan Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo. Namun sejumlah oknum selain pedagang rurut melakukan provokasi sehingga kericuhan tidak terhindarkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1025bdcbc7b.webp" length="20398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 17:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, DPRD Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Rekaman video yang memperlihatkan Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir, tengah cekcok dengan warga viral di media sosial. ​Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga merangsek masuk ke ruang sidang tertutup bersama pemerintah daerah.</p>
<p>Mereka kemudian menarik paksa Ketua DPRD Gresik keluar ruangan untuk mendesak dilakukannya audiensi. ​Namun, saat audiensi berlangsung, kericuhan justru tak terhindarkan. Aksi saling dorong hingga nyaris baku hantam pun terjadi di depan Gedung DPRD Gresik.</p>
<p>​Diketahui, massa yang datang merupakan para pedagang kaki lima (PKL) yang digusur dari lahan drainase di kawasan Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo. Mereka menggelar aksi protes lantaran penggusuran tersebut dilakukan tanpa adanya kompensasi maupun relokasi. </p>
<p>"Kemarin Selasa (19/5/2026), audiensi dengan para pedagang yang mengungsi perihal penertiban bangunan di atas lahan milik pemerintah. Tetapi audiensi justru diinterupsi oleh beberapa oknum pihak yang bukan termasuk para pengungsi dan justru membuat keadaan menjadi semakin tidak kondusif," kata Syahrul Munir, Jumat (22/5/2026).</p>
<p>Syahrul mengatakan, oknum bukan pedagang tersebut melakukan tendensi provokatif sehingga kericuhan saat audiensi tidak terhindarkan. Ia menyebut, sebelumnya audiensi bersama para pedagang telah dilakukan beberapa kali.</p>
<p>Namun, sejumlah pihak oknum yang bukan menjadi bagian dari pedagang turut melakukan tendensi provokasi mengakibatkan tidak ada titik temu.</p>
<p>"Para pihak yang menginterupsi ini juga merupakan pihak yang tiba-tiba masuk saat kami mengundang seluruh pedagang untuk mendengarkan aspirasi dan keresahannya di dalam agenda audiensi pertama, sehingga membuat audiensi dibatalkan. Karena para pedagang terpancing dengan upaya- upaya yang bertendensi provokatif," jelasnya. </p>
<p>Menurut Syahrul, dalam klausul perianjian antar pedagang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah sebelumnya, pemerintah berhak menggunakan |ahan tersebut tanpa memberikan kompensasi ganti rugi. Jika pemerintah akan mengalihfungsikan |ahan milik pemerintah itu dalam hal ini untuk mensterilisasi aliran sungai di kawasan dengan potensi rawar banjir.</p>
<p>Pemerintah sudah menjalin komunikasi selama 2,5 tahun sebelumnya untuk penertiban dan sudah pemberian Surat Peringatan ke-3 kepada para PKL agar segera berpindah lokasi berjualan.</p>
<p>Pihak DPRD bersama Pemkab Gresik berupaya untuk menyediakan Iahan relokasi ke pihak ketiga dengan skema pembayaran termin yang memudahkan, namun hasilnya ditolak. </p>
<p>"Mereka maunya menempati lahan tersebut gratis selama satu tahun," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ekskavator Masuk Alas Gedangan Jombang Secara Ilegal, CDK Angkat Bicara dan Siap Terjunkan Tim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ekskavator-masuk-alas-gedangan-jombang-secara-ilegal-cdk-angkat-bicara-dan-siap-terjunkan-tim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ekskavator-masuk-alas-gedangan-jombang-secara-ilegal-cdk-angkat-bicara-dan-siap-terjunkan-tim</guid>
<description><![CDATA[ Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1021fde77de.webp" length="41362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 17:02:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Nganjuk yang mengampu wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya alat berat jenis ekskavator yang masuk ke kawasan hutan Alas Gedangan. </p>
<p>Pihak otoritas kehutanan menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Indah Setiawati, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi tersebut. Langkah awal yang akan diambil adalah mengidentifikasi status hukum lahan serta aktivitas yang sedang berlangsung di sana.</p>
<p>"Kami baru mendapatkan informasi ini. Kami akan mencoba menggali ataupun mengidentifikasi lebih lanjut seperti apa di sana, ada apa di sana. Kami tetap akan menugaskan teman-teman untuk mengkaji lebih lanjut," ujar Indah saat ditemui wartawan di Kantor CDK Wilayah Nganjuk Wilayah Kerja Kabupaten Jombang, Jumat (22/5/2026). </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a1023ef8aa35.webp" alt=""></p>
<p>Pihak CDK Nganjuk saat ini tengah memastikan apakah lokasi masuknya ekskavator tersebut berada di dalam kawasan yang masih dikelola oleh Perum Perhutani atau sudah masuk dalam Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).</p>
<p>Terkait legalitas alat berat eskavator di dalam hutan, Indah menegaskan bahwa secara aturan perundang-undangan, ekskavator atau alat berat lainnya tidak boleh sembarangan melintasi atau beroperasi di kawasan hutan tanpa izin resmi.</p>
<p>"Secara regulasi, kalau tanpa perizinan yang sudah ada, tanpa adanya prosedur tertentu, memang tidak diperkenankan memasuki kawasan hutan. Ada mekanisme-mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu," jelasnya.</p>
<p><strong>Selidiki Alih Fungsi Lahan Tebu</strong></p>
<p>Selain masalah alat berat, CDK Nganjuk juga menyoroti adanya tegakan tebu di kawasan Alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, yang memiliki fungsi asli sebagai hutan produksi.</p>
<p>Pihaknya akan menelusuri apakah penanaman tebu tersebut memiliki ikatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sah, bagian dari program pemerintah (seperti P81), atau justru digarap secara sepihak oleh warga.</p>
<p>Kendati demikian, Indah menekankan pentingnya pendekatan yang persuasif. Jika aktivitas tersebut terjadi karena ketidaktahuan regulasi oleh operator atau masyarakat, pihak dinas melalui penyuluh lapangan akan memberikan edukasi terlebih dahulu.</p>
<p>"Semoga yang membawa ekskavator itu hanya karena memang tidak tahu. Kalau tidak tahu, kita beri tahu agar bisa dihentikan. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama untuk tetap menjaga hutan kita," pungkas Indah.</p>
<p>Sebagai informasi, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk sendiri membawahi tiga wilayah pengawasan, yaitu Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten/Kota Mojokerto.</p>
<p>Sebelumnya, Sumber informasi warga dilapangan mengatakan jika ada kegiatan pembangunan jalan menggunakan alat berat jenis eskavator di alas Gedangan. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan tersebut. </p>
<p>"Sudah sejak hari senin (18/5/2026) lalu, bahkan setiap pesanggem diminta membayar Rp1 juta tiap hektare," ucap sumber mewanti namanya untuk dirahasiakan, Kamis (21/5/2026). </p>
<p>Menurutnya, alat berat ekskavator merupakan milik seorang pengusaha bernama Dwi warga Kecamatan Wonosalam, dan diduga dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak Perhutani. Termasuk pembayaran setiap hektare Rp1 juta kepada setiap pesanggem atau penggarap. </p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang, Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat ekskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p>Pihak Polsek Mojoagung, melalui Kompol Yogas menyampaikan temuan aktivitas ilegal tersebut. Pihaknya juga telah melakukan tindakan tegas dan meminta alat berat untuk berhenti bekerja serta di evakuasi dari lokasi Alas Gedangan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Ternak Sehat Jelang Iduladha, Dispertan Gresik Gencarkan Vaksinasi PMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-ternak-sehat-jelang-iduladha-dispertan-gresik-gencarkan-vaksinasi-pmk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-ternak-sehat-jelang-iduladha-dispertan-gresik-gencarkan-vaksinasi-pmk</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan mencatat sedikitnya 10 ribu ekor hewan kurban telah divaksinasi untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1002f062d48.webp" length="73718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 14:32:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, PMK Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Guna menjamin kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik gencar melakukan penyuntikan vaksin.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan mencatat sedikitnya 10 ribu ekor hewan kurban telah divaksinasi untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>
<p></p>
<p>"Mudah-mudahan dengan 10.000 vaksin yang sudah di lakukan penyuntikan oleh Dinas Pertanian, hewan kurban yang ada di Gresik ini insyaallah dipastikan sehat," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito, Jumat (22/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Eko menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus PMK di Kabupaten Gresik. Selain upaya vaksinasi, pihaknya juga melakukan pemantauan secara langsung di lapak hingga pasar hewan kurban untuk memastikan hewan ternak yang dijual sehat.</p>
<p></p>
<p>Para pedagang hewan kurban yang telah memenuhi syarat bebas PMK akan memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).</p>
<p></p>
<p>"Kami himbau warga Gresik mau kurban tolong pilih hewan kurban diteliti, lapak direkom dinas berarti sudah dibuktikan Surat Kesehatan Hewan (SKH) surat rekomendasi membuka lapak," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Eko mengimbau agar warga memilih dengan lebih teliti jika akan membeli hewan kurban. Calon hewan kurban yang terjangkit gejala sakit, buta, cacat, dan kurus harus dihindari.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, calon hewan kurban yang baik bisa dilihat dari nafsu makan yang besar, bermata cerah, dan memiliki kulit yang bersih.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya juga mengimbau para pelapak atau pedagang untuk berkoordinasi lebih lanjut jika muncul gejala-gejala sakit akibat virus menular pada hewan kurban.</p>
<p></p>
<p>"Pelapak di Gresik kalau butuh bantuan bisa hubungi Dispertan paskewanku siap utk datang bila butuh suntik obat kami beri layanan tanpa biaya apapun," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Depresi, Pria Bawa Sajam di Sumberpucung Malang Berhasil Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-depresi-pria-bawa-sajam-di-sumberpucung-malang-berhasil-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-depresi-pria-bawa-sajam-di-sumberpucung-malang-berhasil-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Pria asal Gedangan diamankan polisi setelah membawa belati dan membuat warga serta pengguna jalan di Desa Sambigede merasa terancam dan panik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0edb7e0b071.webp" length="54474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 18:12:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sumberpucung, Polres Malang, Sajam, Desa Sambigede, Gangguan Kamtibmas, Polisi Evakuasi, Kabupaten Malang, Pengguna Jalan, Belati, Keamanan Warga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kepanikan sempat menyelimuti warga Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, setelah seorang pria membawa senjata tajam sambil bertindak agresif di tepi jalan desa, Rabu (20/5/2026) sore.</p>
<p>Pria berinisial SR (56), warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian setelah dilaporkan meresahkan warga dan mengancam pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti personel Polsek Sumberpucung bersama perangkat desa setempat.</p>
<p>“Setelah menerima laporan warga, anggota bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Bambang, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Saat petugas tiba, SR disebut sudah menjadi perhatian warga sekitar lantaran sebelumnya diduga mengacungkan senjata tajam jenis belati kepada pengguna jalan.</p>
<p>Petugas bersama warga kemudian berupaya menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang membahayakan masyarakat sekitar.</p>
<p>“Anggota bersama warga dan perangkat desa berusaha mengendalikan situasi serta mengamankan yang bersangkutan supaya tetap kondusif,” jelasnya.</p>
<p>Usai diamankan, SR selanjutnya dibawa ke puskesmas guna menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima petugas dari lingkungan sekitar, SR diduga mengalami gangguan psikologis atau depresi.</p>
<p>Selain mengamankan pria tersebut, polisi turut menyita satu bilah belati yang sebelumnya dibawa saat berada di lokasi kejadian.</p>
<p>Setelah mendapatkan penanganan awal, SR kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pengawasan dan pendampingan lebih lanjut.</p>
<p>“Langkah cepat dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat maupun yang bersangkutan sendiri,” pungkas AKP Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banyak Warga Ingin Adopsi Bayi Temuan di Pucanglaban Tulungagung, Dinsos Minta Ikuti Prosedur Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banyak-warga-ingin-adopsi-bayi-temuan-di-pucanglaban-tulungagung-dinsos-minta-ikuti-prosedur-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banyak-warga-ingin-adopsi-bayi-temuan-di-pucanglaban-tulungagung-dinsos-minta-ikuti-prosedur-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Sosial Tulungagung menegaskan bahwa bayi temuan tersebut harus ditangani sesuai prosedur resmi yang berlaku. Kasusu tersebut saat ini telah dikoordinasikan dengan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec97a3a5f3.webp" length="63228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 17:10:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bayi, desa demuk kecamatan pucanglaban, adopsi bayi, puskesmas pucanglaban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Penemuan bayi laki-laki di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, tidak hanya menyita perhatian warga sekitar, tetapi juga memunculkan keinginan sejumlah keluarga untuk mengadopsi bayi tersebut. Hingga Kamis (21/5/2026) siang, warga terus berdatangan ke Puskesmas Pucanglaban, tempat bayi itu dirawat sementara.</p>
<p>Sebagian warga mengaku iba melihat kondisi bayi yang ditemukan terlantar di dalam kardus di sebuah warung tepi jalan di area persawahan. Mereka berharap dapat merawat dan mengasuh bayi tersebut apabila proses hukum dan administrasi telah selesai dilakukan pemerintah.</p>
<p>Salah seorang warga bernama Riska (33) mengaku datang ke puskesmas karena keluarganya berniat mengadopsi bayi laki-laki tersebut. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, proses adopsi ternyata tidak bisa dilakukan secara langsung.</p>
<p>“Iya, inginnya mau ngambil bayi buat diadopsi. Tapi ternyata masih nunggu prosedurnya dan prosesnya masih lama,” ujar Riska saat ditemui di Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p>Menurutnya, petugas Dinas Sosial telah memberikan penjelasan mengenai tahapan dan syarat adopsi anak yang harus dipenuhi calon orang tua asuh.</p>
<p>“Tadi dijelaskan tidak segampang langsung mengambil, harus daftar ke Dinas Sosial dulu. Prosesnya juga banyak syarat-syaratnya,” imbuhnya.</p>
<p>Riska mengatakan, keinginan mengadopsi bayi tersebut berasal dari anggota keluarganya yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak.</p>
<p>“Yang mau adopsi itu ponakan saya. Sudah menikah 13 tahun belum punya momongan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Petugas Dinas Sosial Tulungagung, Akri Nuruda, menegaskan bahwa bayi temuan tersebut harus ditangani sesuai prosedur resmi yang berlaku. Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>“Karena ini anak temuan, otomatis kita harus mengikuti aturan yang ada. Setelah berkas-berkas lengkap nanti langkahnya kita serahkan ke UPT PSAB Sidoarjo menjadi anak negara,” jelas Akri Nuruda.</p>
<p>Menurutnya, proses penanganan masih menunggu kelengkapan administrasi dan memastikan kondisi kesehatan bayi tetap stabil sebelum diproses lebih lanjut.</p>
<p>“Kita menunggu proses kelengkapan berkas dan yang penting bayinya sehat dulu,” ujarnya.</p>
<p>Akri juga membenarkan banyak warga datang untuk menanyakan prosedur adopsi bayi tersebut. Namun ia menekankan seluruh proses pengajuan harus melalui Dinas Sosial dan tidak bisa dilakukan secara langsung.</p>
<p>“Kalau memang ada yang mau mengadopsi langsung datang ke Dinas Sosial saja, nanti kita terangkan mekanismenya,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, calon orang tua angkat nantinya akan melalui tahapan verifikasi dan uji kelayakan sebelum diperbolehkan mengadopsi anak.</p>
<p>“Nanti ada beberapa poin yang diuji kelayakannya. Minimal usia 30 tahun sampai maksimal 55 tahun, usia pernikahan minimal lima tahun, dan maksimal memiliki satu anak,” terang Akri.</p>
<p>Saat ini bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan di ruang khusus Puskesmas Pucanglaban dan dalam kondisi sehat. Pemerintah bersama aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua maupun pelaku yang membuang bayi tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Bayi dengan Tali Pusar Masih Menempel Ditemukan di Jalan Bocek Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-dengan-tali-pusar-masih-menempel-ditemukan-di-jalan-bocek-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-bayi-dengan-tali-pusar-masih-menempel-ditemukan-di-jalan-bocek-malang</guid>
<description><![CDATA[ Bayi laki-laki ditemukan meninggal dalam plastik merah di Karangploso. Polisi menyisir CCTV dan memburu pelaku pembuangan bayi di tepi jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec7b510775.webp" length="76978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:40:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Karangploso, Bayi Dibuang, Polres Malang, Jalan Bocek, Kabupaten Malang, Penemuan Bayi, RSSA Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Warga Dusun Bocek Krajan, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang ditemukan meninggal dunia (MD) di tepi Jalan Raya Bocek, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Bayi tersebut ditemukan di dalam kantong plastik merah yang diletakkan di pinggir jalan. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus kain warna putih dan merah muda dengan kondisi tali pusar masih menempel.</p>
<p>Penemuan itu pertama kali diketahui seorang warga yang melintas sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya, saksi mengira kantong plastik tersebut merupakan tumpukan sampah biasa. Namun karena terlihat mencurigakan, saksi kemudian mendekat dan memeriksanya.</p>
<p>Betapa terkejutnya warga saat mendapati isi kantong plastik itu merupakan bayi laki-laki yang sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas Polsek Karangploso bersama tim medis dari puskesmas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.</p>
<p>Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bayi tersebut diduga baru dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan awal tim medis, bayi diperkirakan baru lahir sekitar dua sampai tiga jam sebelum ditemukan,” kata AKP Bambang, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, kondisi tali pusar yang masih menempel menguatkan dugaan bahwa bayi itu sengaja ditinggalkan sesaat setelah dilahirkan.</p>
<p>Usai dilakukan pemeriksaan awal di puskesmas, jenazah bayi kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang guna keperluan visum dan pendalaman medis lebih lanjut.</p>
<p>Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman CCTV di sekitar jalur lokasi kejadian juga mulai dianalisis.</p>
<p>“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas sedang mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain di lapangan,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bayi Laki&amp;laki Ditemukan Dalam Kardus di Pucanglaban Tulungagung, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bayi-laki-laki-ditemukan-dalam-kardus-di-pucanglaban-tulungagung-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bayi-laki-laki-ditemukan-dalam-kardus-di-pucanglaban-tulungagung-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bayi diketahui sehat dan stabil. Polisi memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ec442d74a2.webp" length="44096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:20:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penemuan bayi, desa demuk kecamatan pucanglaban, polsek pucanglaban, puskesmas pucanglaban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Warga Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di dalam kardus di area warung dekat persawahan, Rabu (20/5/2026) malam. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p></p>
<p>Kasus penemuan bayi ini kini ditangani Tim Inafis bersama Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung dan Polsek Pucanglaban. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara pada Kamis (21/5/2026) siang untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Pucanglaban AKP Tarmadi menjelaskan, bayi pertama kali ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB oleh seorang warga bernama Juli, warga Dusun Kasrepan, Desa Demuk, yang sehari-hari mencari barang bekas di sekitar lokasi.</p>
<p></p>
<p>“Di sebuah warung yang berada di sebelah sawah di Dusun Demuk ditemukan sebuah kardus yang di dalamnya ada bayi laki-laki. Pertama ditemukan oleh saudara Juli yang kemudian memberitahukan kepada rekannya,” ujar AKP Tarmadi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Juli yang merupakan penyandang tuna wicara dan tuna rungu kemudian memberi tahu rekannya, Hendri. Setelah dicek bersama, keduanya memastikan ada seorang bayi di dalam kardus tersebut. Saat bayi menangis, warga kemudian menghubungi Ketua RT setempat, sebelum akhirnya bayi dibawa ke Puskesmas Pucanglaban.</p>
<p></p>
<p>“Pak Ketua RT kemudian membawa bayi ke puskesmas untuk perawatan selanjutnya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pucanglaban,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bayi diketahui sehat dan stabil. Polisi memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga.</p>
<p></p>
<p>“Bayi diperkirakan dilahirkan satu atau dua jam sebelum ditemukan. Hal itu karena ari-arinya masih basah dan dipotong tidak beraturan, bahkan masih ada darah yang mengering,” terang AKP Tarmadi.</p>
<p></p>
<p>Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua maupun pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Penelusuran dilakukan dengan menyebarkan informasi ke sejumlah desa sekitar hingga wilayah perbatasan Tulungagung dan Blitar.</p>
<p></p>
<p>“Kita sudah menyebarkan informasi ke perangkat Desa Demuk, Sumberdadap, hingga wilayah Kalidawir yang berbatasan dengan Blitar untuk membantu penyelidikan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Dokter Puskesmas Pucanglaban, dr. Ririn, memastikan kondisi bayi laki-laki tersebut dalam keadaan normal dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius.</p>
<p></p>
<p>“Bayi dalam kondisi normal, sehat dan juga aktif. Tidak kurang satu apapun. Berat badannya 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter,” kata dr. Ririn.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, dari kondisi tali pusar yang ditemukan, proses persalinan diduga tidak dilakukan dengan bantuan tenaga medis. Petugas medis kemudian melakukan penanganan ulang terhadap tali pusar bayi untuk mencegah infeksi.</p>
<p></p>
<p>“Potongan ari-arinya terlihat tidak beraturan sehingga kami lakukan pemotongan ulang. Kemungkinan alat yang digunakan tidak steril sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan infeksi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, bayi tidak memerlukan perawatan intensif menggunakan inkubator karena kondisinya sehat dan lahir cukup bulan. Saat ini bayi dirawat di ruang khusus Puskesmas Pucanglaban sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.</p>
<p></p>
<p>Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kardus dan tiga lembar kain selimut bayi yang ditemukan bersama korban di lokasi kejadian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jurnalis Bondowoso Turun ke Jalan, Desak Pembebasan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jurnalis-bondowoso-turun-ke-jalan-desak-pembebasan-wartawan-indonesia-yang-ditahan-israel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jurnalis-bondowoso-turun-ke-jalan-desak-pembebasan-wartawan-indonesia-yang-ditahan-israel</guid>
<description><![CDATA[ Aksi solidaritas yang dilakukan para jurnalis dapat mendorong pemerintah lebih sigap dalam mengupayakan pembebasan jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan di Gaza. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0eb4d62333a.webp" length="77508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>jurnalis, wartawan, Israel, PWI, Bondowoso, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Sejumlah awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Bondowoso menggelar aksi solidaritas di depan Monumen Gerbong Maut Bondowoso, Kamis (21/05/2026).</p>
<p>Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang dikabarkan ditangkap atau disandera militer Israel saat menjalankan peliputan aksi kemanusiaan di Gaza.</p>
<p>Dalam aksi itu, para jurnalis membawa poster, membentangkan spanduk, serta membacakan pernyataan sikap yang berisi kecaman keras terhadap tindakan militer Israel yang dinilai mencederai kebebasan pers dan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.</p>
<p>Ketua PWI Kabupaten Bondowoso, Sincha Ari Pangestu mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap keselamatan rekan-rekan jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah konflik.</p>
<p>“Hari ini kita teman-teman jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Bondowoso melakukan aksi solidaritas. Ini bentuk solidaritas kami kepada teman-teman jurnalis khususnya,” kata wanita yang karib disapa Ocha ini.</p>
<p>Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar empat jurnalis dan aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang saat ini ditahan oleh Israel.</p>
<p>Menurutnya, Forum Jurnalis Bondowoso mengecam tindakan militer Israel yang dinilai arogan dan brutal terhadap jurnalis serta aktivis kemanusiaan.</p>
<p>“Kami mengutuk keras sikap arogan dan juga brutal dari militer Israel terhadap para jurnalis dan juga aktivis kemanusiaan asal Indonesia,” ujar wartawan tribunjatim ini.</p>
<p>Forum Jurnalis Bondowoso menilai penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesional merupakan bentuk intimidasi, kekerasan, sekaligus pelanggaran serius terhadap hak publik untuk memperoleh informasi.</p>
<p>Dalam pernyataan sikapnya, mereka menegaskan bahwa jurnalis dilindungi oleh hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa dan berbagai resolusi internasional terkait perlindungan jurnalis di wilayah konflik.</p>
<p>Selain itu, Forum Jurnalis Bondowoso mendesak pemerintah dan militer Israel segera membebaskan para jurnalis dan aktivis kemanusiaan tersebut dalam kondisi selamat tanpa syarat.</p>
<p>Mereka juga meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi dan upaya internasional guna memastikan keselamatan serta pembebasan para jurnalis dan aktivis yang ditahan.</p>
<p>“Kami meminta kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah diplomasi tingkat tinggi tentunya, dan berbagai upaya internasional untuk memastikan keselamatan serta pembebasan para jurnalis dan aktivis yang ditahan,” tutur Sincha.</p>
<p>Wartawan Memo-x.co.id, Moh Muarif, yang menjadi koordinator aksi solidaritas menegaskan, bahwa jurnalis bukan target kekerasan dalam kondisi apa pun, termasuk di wilayah konflik.</p>
<p>“Kami hadir di sini sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis. Apa yang terjadi terhadap rekan-rekan jurnalis Indonesia di sana menjadi alarm serius bagi kebebasan pers dunia. Jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta kepada publik, bukan untuk menjadi korban intimidasi ataupun kekerasan,” ujar Moh Muarif.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh organisasi pers dan komunitas internasional untuk bersama-sama memberikan tekanan kepada Israel agar menghormati kebebasan pers dan perlindungan terhadap jurnalis.</p>
<p>Arif menambahkan, aksi solidaritas serupa tidak hanya digelar di Bondowoso, tetapi juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Bahkan organisasi pers tingkat pusat seperti PWI dan IJTI telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>"Kami berharap aksi solidaritas yang dilakukan para jurnalis dapat mendorong pemerintah lebih sigap dalam mengupayakan pembebasan jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan di Gaza," tandanya.</p>
<p>Aksi solidaritas berlangsung damai dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para jurnalis serta aktivis kemanusiaan yang masih ditahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua PN Jombang Terima Aspirasi Ojol, Siap Sampaikan ke Pengadilan Tipikor Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-pn-jombang-terima-aspirasi-ojol-siap-sampaikan-ke-pengadilan-tipikor-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-pn-jombang-terima-aspirasi-ojol-siap-sampaikan-ke-pengadilan-tipikor-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Ia menegaskan bahwa pihaknya menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e89153a793.webp" length="41006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 13:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PN Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Mereka menyampaikan aspirasi terkait proses hukum yang sedang dijalani oleh Nadim Makarim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.</p>
<p>Ketua Pengadilan Negeri Jombang, Yunizar Kilat Daya menerima langsung perwakilan massa aksi. Ia menegaskan bahwa pihaknya menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo.</p>
<p>"Tadi ojol sudah datang ke sini, menyampaikan aspirasinya. Aspirasi di mana mereka pada pokoknya meminta keadilan untuk Pak Nadim sebagai terdakwa yang sedang disidangkan di perkara tipikor di Pengadilan Tipikor Jakarta," ujar Yunizar saat ditemui usai audiensi.</p>
<p>Yunizar menjelaskan bahwa aksi tersebut dijadikan sebagai wadah curahan hati para pengemudi. Pihaknya berjanji akan menyampaikan tuntutan keadilan itu kepada pengadilan yang berwenang, meskipun mekanismenya dilakukan secara informal.</p>
<p>"Sebagai tempat curahan hati mereka dan penyampaian aspirasi, kami menerima aspirasi yang mereka sampaikan pada kami dan kami terima dengan baik. Aspirasi itu insyaallah akan kami sampaikan ke pengadilan yang berwenang," jelasnya.</p>
<p>Meski menerima aspirasi dengan terbuka, Yunizar menekankan bahwa secara teknis dan yuridis, Pengadilan Negeri Jombang tidak memiliki kewenangan untuk menangani atau mengintervensi perkara yang sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta. </p>
<p>"Pengadilan Negeri Jombang tidak punya kewenangan apa-apa untuk hal itu. Tapi hanya menerima aspirasi dan nanti akan menyampaikan ke Pengadilan Tipikor Jakarta," tegasnya.</p>
<p>Aksi solidaritas para pengemudi ojol ini berlangsung damai. Mereka berharap aspirasi yang dititipkan melalui PN Jombang dapat menjadi pertimbangan bagi majelis hakim di Jakarta untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi Nadim Makarim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ojol di Jombang Sebut Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim Tak Masuk Akal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojol-di-jombang-sebut-tuntutan-jaksa-terhadap-nadiem-makarim-tak-masuk-akal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojol-di-jombang-sebut-tuntutan-jaksa-terhadap-nadiem-makarim-tak-masuk-akal</guid>
<description><![CDATA[ Bagi para pekerja sektor informal ini, tuntutan JPU berupa 18 tahun penjara dan denda fantastis senilai Rp5,6 triliun dirasa lebih mirip pembunuhan karakter dan kepailitan paksa ketimbang penegakan hukum yang berkeadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e85cebf234.webp" length="91080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 12:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Ojol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Di tengah keringnya empati birokrasi, ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan roda empat (R4) di Jombang memilih turun ke jalan pada Kamis (21/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Sedikitnya ada 250 pekerja jalanan ini menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang. </p>
<p></p>
<p>Aksi ini bukan sekadar pembelaan buta, melainkan sebuah protes kritis dari rakyat kecil yang nuraninya terusik oleh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai tidak masuk akal sehat.</p>
<p></p>
<p>Massa aksi menuntut majelis hakim menggunakan hati nurani untuk memberikan vonis bebas murni atau hukuman seringan-ringannya. </p>
<p></p>
<p>Bagi para pekerja sektor informal ini, tuntutan JPU berupa 18 tahun penjara dan denda fantastis senilai Rp5,6 triliun dirasa lebih mirip pembunuhan karakter dan kepailitan paksa ketimbang penegakan hukum yang berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Di saat banyak aksi massa digerakkan oleh elite politik dengan logistik melimpah, gerakan para pengemudi di Jombang ini justru tampil beda dan organik. Koordinator aksi roda dua (R2), Bagus Rasda Ananda, menegaskan bahwa aksi ini murni lahir dari solidaritas kelas pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Kita berangkat aksi ini murni dari kerja keras kita, dari uang kita pribadi, urunan. Tidak ada yang menunggangi," tegas Bagus.</p>
<p></p>
<p>Klarifikasi ini menjadi kritik menohok bagi para skeptis yang kerap mencurigai gerakan rakyat. Fakta bahwa para ojol rela menyisihkan pendapatan harian mereka yang tidak seberapa demi urunan aksi membuktikan adanya ikatan moral dan rasa keadilan yang terusik di tingkat akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Kritik dilontarkan massa aksi justru menguliti ketidakwajaran tuntutan finansial dari jaksa. Bagus Rasda dengan jeli membedah matematika hukum JPU yang dinilai mengada-ada dan melompati batas realitas. </p>
<p></p>
<p>Ia membandingkan denda Rp5,6 triliun tersebut dengan total aset Nadiem yang diperkirakan tidak menyentuh angka Rp500 miliar saat melepas jabatan menteri.</p>
<p></p>
<p>"Pak Nadiem dilepas jadi menteri, asetnya tidak lebih dari 500 miliar. Jaksa menuntut denda 5,6 triliun, jelas beliau enggak punya uang. Mau tidak mau masa tahanan akan ditambah, berarti beliau bisa menjalani hukuman 28 tahun. Saya harap hakim masih punya hati nurani," cecar Bagus.</p>
<p></p>
<p>Argumen dari balik kemudi ojol ini justru membuka mata publik: bagaimana mungkin sistem hukum menuntut pengembalian nominal yang secara matematis mustahil dipenuhi dari aset pribadi yang ada? Menumpuk subsider masa tahanan hingga total hampir tiga dekade akibat denda yang tidak realistis dinilai sebagai bentuk pemiskinan yang dipaksakan dan jauh dari prinsip hukum yang berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Aksi solidaritas ini tidak lahir di ruang hampa. Ini adalah respons logis dari masyarakat yang tahu cara berterima kasih. Melalui pendirian Gojek pada 2010, Nadiem Makarim diakui sebagai pahlawan ekonomi yang menyelamatkan jutaan perut rakyat kecil, sebuah fungsi penyedia lapangan kerja masif yang selama ini gagal dipenuhi secara optimal oleh negara.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan pengemudi R4, Gana, menyampaikan pesan moral yang mendalam agar majelis hakim bertindak sebagai "penyalur tangan Tuhan" yang melihat kasus ini secara jernih, utuh, dan adil.</p>
<p></p>
<p>"Di mana-mana ojol tergerak karena Pak Nadiem menciptakan lapangan pekerjaan buat kita sejak 2010. Bukan hanya kami, UMKM dan masyarakat semua terbantukan," pungkas Bagus. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eskavator Masuk Lahan Perhutani Jombang, Ada Aktivitas Ilegal?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eskavator-masuk-lahan-perhutani-jombang-ada-aktivitas-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eskavator-masuk-lahan-perhutani-jombang-ada-aktivitas-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e67bc6f06a.webp" length="68202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 11:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Eskavator Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Kegiatan ilegal alat berat eskavator di lahan hutan alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang mendapat respon menohok dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang. </p>
<p></p>
<p>Sumber informasi warga dilapangan mengatakan jika ada kegiatan pembangunan jalan menggunakan alat berat jenis eskavator di alas Gedangan. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut berada di area tanaman tebu menuju petak 24 kawasan hutan tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Sudah sejak hari senin (18/5/2026) lalu, bahkan setiap pesanggem diminta membayar satu juta rupiah tiap hektar," ucap sumber mewanti namanya dirahasiakan, Kamis (21/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, alat berat eskavator merupakan milik seorang pengusaha bernama Dwi warga Kecamatan Wonosalam, dan diduga dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak Perhutani. Termasuk pembayaran setiap hektar Rp1 juta kepada setiap pesanggem atau penggarap. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Adminitratur KPH Perhutani Jombang Enny Handhayany Yanto Saputro sesaat setelah mendapat informasi dari wartawan pihaknya belum mengetahui aktivitas eskavator di kawasan hutan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Setelahnya melakukan koordinasi dengan jajaran dibawah, Enny Handhayany mendapatkan informasi jika aktivitas alat berat milik bapak Dwi diklaim bersangkutan merupakan permintaan dari masyarakat. </p>
<p></p>
<p>"Menurut Pak Dwi yg punya alat eskavator katanya 'permintaan' masyarakat yg punya lahan tebu di petak 24, dan petak tersebut merupakan indikatif KHDPK yang saat ini di bawah pengawasan Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk," ungkap Enny Handhayany. </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan jika memang permintaan dari petani tebu, kewenangan bukan pada pihak Perhutani. </p>
<p></p>
<p>"Untuk petani tebu, tidak punya keterikatan apapun dengan Perhutani," bebernya. </p>
<p></p>
<p>Enny mempersilahkan kepada wartawan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut permintaan penggunaan alat berat eskavator kepada petani tebu yang berada di kaeasan petak 24 alas Gedangan, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung. </p>
<p></p>
<p>Berdasar laporan diterima oleh Enny, tidak ada tebangan kayu di kawasan tersebut. Jika pun ada tebangan dan ada aktivitas pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan alat berat eskavator. </p>
<p></p>
<p>"Kalau untuk kayu, kami tidak punya tebangan di daerah tersebut. Jika pun ada, pembuatan jalan diupayakan tidak menggunakan eskavator," tandasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut, pihaknya melalui Wakil Administratur KPH Jombang, Asisten Perhutani Gedangan dan Komandan Regu sudah melakukan komunikasi dengan Pak Dwi pemilik eskavator. </p>
<p></p>
<p>"Yang bersangkutan kooperatif dan akan mengeluarkan eskavator besok pagi (21/5) serta menghentikan kegiatan terkait permintaan uang Rp1 juta tiap petani di luar sepengatahuan dan tanggung jawab pihak Perhutani," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Ojol di Jombang Demo Minta Nadiem Makarim Dibebaskan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-ojol-di-jombang-demo-minta-nadiem-makarim-dibebaskan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-ojol-di-jombang-demo-minta-nadiem-makarim-dibebaskan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi Ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di depan PN Jombang memberikan solidaritas untuk upaya pembebasan Nadiem Makarim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e7205aa166.webp" length="96850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:50:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ojek Online, Ojol Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Ratusan Ojek Online (Ojol) menggelar aksi demonstrasi dukung pembebasan Nadiem Makarim digelar di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Kamis (21/5/2026). </p>
<p>Aksi yang digelar dengan tema 'Solidaritas Ojol Jombang R2 dan R4 Bela Nadiem Makarim' ini berkaitan dengan bergulirnya kasus Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tersebut didakwa dan dituntut 18 tahun penjara atas dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management di lingkungan Kemendikbudristek (tahun anggaran 2019–2022). </p>
<p>Kasus ini juga menuntutnya membayar denda dan uang pengganti dengan total triliunan rupiah.</p>
<p>Pantauan lapangan, ratusan ojol berseragam hijau lengkap dengan kendaraan mengawali titik aksi di sekitar Stadion Jombang. Massa dengan pengawalan polisi lantas bergerak ke arah PN Jombang. </p>
<p>Setibanya di depan PN Jombang, massa membentangkan spanduk tuntutan dan mengkonsolidasikan massa untuk menggelar orasi di jalan Wachid Hasyim depan kantor PN Jombang. </p>
<p>"Ayo kumpul, panas siji, panas kabeh, benderanya dikibarkan, kami disini datang tidak dibayar, ojek jombang tidak diberi nasi, murni swadaya," ucap salah satu orator aksi. </p>
<p>Pihak aliansi Ojol dari aplikasi Gojek, Grab, PDRJ, Shopee Food, serta sejumlah aplikasi lain menyoroti langkah proses hukum Nadiem Makarim. </p>
<p>"Kami tidak setuju dengan putusan jaksa, pak nadiem adalah pahlawan kami," lanjut orator. </p>
<p>Sampai berita ini diturunkan aksi Ojol masih berlangsung di depan PN Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Haru dan Unik di Balik Keberangkatan Jemaah Haji Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-dan-unik-di-balik-keberangkatan-jemaah-haji-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-dan-unik-di-balik-keberangkatan-jemaah-haji-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Marsiah, warga Kecamatan Semen yang berusia 104 tahun. Ia tercatat sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya di Kabupaten Kediri, melainkan juga di Indonesia. Ibu dari lima anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jenang (bubur) ini tampak sehat dan lancar berkomunikasi meski telah berusia lebih dari satu abad. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dd21ae52d3.webp" length="56892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Kediri, Haji, Calon Jemaah Haji, Kabupaten Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP </strong>— Sebanyak 1.213 calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri diberangkatkan dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Ribuan calon jemaah haji yang tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) tersebut diberangkatkan secara bertahap. Kloter 112 bertolak pada Rabu (20/5/2026) siang, sedangkan tiga kloter lainnya telah diberangkatkan sehari sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelum prosesi pemberangkatan kloter 112, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyempatkan diri menyapa para calon jemaah haji yang telah bersiap di dalam bus. </p>
<p></p>
<p>Mas Dhito, sapaan karib Bupati Kediri berpesan agar para jemaah tetap saling menjaga dan tolong-menolong selama berada di Tanah Suci, meskipun sudah ada petugas pendamping haji daerah.</p>
<p></p>
<p>Mas Dhito meminta jemaah yang berusia lebih muda untuk aktif membantu jemaah lansia. "Tadi dalam satu bus ada yang usianya 105 tahun ada yang usianya 22 tahun. Artinya yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi," kata Mas Dhito.</p>
<p></p>
<p>Calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 112 dan diberangkatkan siang itu berjumlah 148 orang. Sementara itu, tiga kloter terdahulu telah diberangkatkan pada Selasa (19/5/2026), meliputi kloter 109 sebanyak 322 jemaah, kloter 110 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 111 sebanyak 370 jemaah.</p>
<p></p>
<p>Selain menitipkan pesan untuk saling menjaga, orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut juga meminta doa dari para jemaah untuk kebaikan daerah. </p>
<p></p>
<p>"Minta didoakan supaya Kabupaten Kediri tetap guyub rukun ayem tentrem," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kloter 112 ini mencuri perhatian karena menyertakan Marsiah, warga Kecamatan Semen yang berusia 104 tahun. Ia tercatat sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya di Kabupaten Kediri, melainkan juga di Indonesia. Ibu dari lima anak yang sehari-hari bekerja sebagai penjual jenang (bubur) ini tampak sehat dan lancar berkomunikasi meski telah berusia lebih dari satu abad.</p>
<p></p>
<p>Marsiah mengaku telah mendaftar haji sejak tahun 2021 dari hasil tabungan hasil berjualan. "Saya jualan bubur, keuntungannya dikumpulkan. Cita-citanya kalau sudah terkumpul ingin digunakan untuk ke Mekkah (ibadah haji)," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk menjaga kebugaran fisiknya, Marsiah rutin berjalan kaki di sekitar rumah. Ia mengaku tidak memiliki keluhan kesehatan yang serius, kecuali sesekali merasakan nyeri pada lutut. </p>
<p></p>
<p>"Jalan ke belakang rumah. Kadang-kadang saja, kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya tidak," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0de131bedcf.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu pada hari yang sama, para calon jemaah haji Kota Kediri juga bertolak menuju Tanah Suci. </p>
<p></p>
<p>Pemberangkatan dipusatkan di GOR Jayabaya, Rabu (20/5/2026). Jemaah Kota Kediri yang tergabung dalam kloter 115 ini terdiri dari 129 jemaah laki-laki dan 155 jemaah perempuan.</p>
<p></p>
<p>Suasana khidmat dan haru menyelimuti prosesi pelepasan para calon tamu Allah tersebut. Berangkat menggunakan 7 armada bus menuju Asrama Haji Surabaya, keberangkatan mereka diantarkan oleh ratusan anggota keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Selamat kepada Bapak Ibu yang telah dipilih oleh Allah sebagai tamu Allah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Ini adalah suatu nikmat yang tidak semua orang memiliki kesempatan seperti panjenengan semua," ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.</p>
<p></p>
<p>Mbak Wali, sapaan akrabnya, menitipkan pesan kepada keluarga pengantar agar senantiasa mendoakan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan para jemaah selama beribadah hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.</p>
<p></p>
<p>Kepada para jemaah, Wali Kota perempuan termuda ini mengingatkan pentingnya saling menjaga dan memperhatikan kesehatan fisik karena perbedaan cuaca yang ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi. Istirahat yang cukup dan pemenuhan nutrisi menjadi kunci utama.</p>
<p></p>
<p>"Semoga nanti Bapak Ibu senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran. Saya minta Bapak Ibu di sana saling membantu dan menjaga satu sama lain. Apabila ada yang harus konsumsi obat mohon dilakukan teratur karena tadi saya lihat ada yang sepuh berusia 81 tahun," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga mengapresiasi dedikasi panitia penyelenggara haji yang telah memberikan pelayanan optimal bagi para jemaah. </p>
<p></p>
<p>"Terima kasih dan apresiasi kepada para panitia penyelenggara haji. Saya doakan selalu sehat dan diberi kemudahan dalam mendampingi calon jemaah haji," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyatakan bahwa jajarannya telah menerjunkan personel untuk pengamanan dan pengawalan guna memastikan proses pemberangkatan berjalan aman dan kondusif. </p>
<p></p>
<p>"Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, khususnya para tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji," jelas AKBP Anggi.</p>
<p></p>
<p>Kapolres juga turut mendoakan keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah selama menunaikan rukun Islam kelima di Arab Saudi. </p>
<p></p>
<p>"Kami turut mendoakan seluruh jamaah haji Kota Kediri agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah, selalu sehat, menjadi haji yang mabrur, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Detik&amp;detik Evakuasi Korban Kecelakaan di Tulungagung yang Terjepit 60 Menit di Lambung Pikap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/detik-detik-evakuasi-korban-kecelakaan-di-tulungagung-yang-terjepit-60-menit-di-lambung-pikap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/detik-detik-evakuasi-korban-kecelakaan-di-tulungagung-yang-terjepit-60-menit-di-lambung-pikap</guid>
<description><![CDATA[ Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam dari waktu kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dee31b967d.webp" length="41190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 08:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, truk trailer vs pikap, desa boro kecamatan kedungwaru, satlantas polres tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk trailer pengangkut peti kemas dan mobil pikap terjadi di ruas jalan masuk wilayah Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (20/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka, salah satunya mengalami patah kaki akibat sempat terjepit di dalam kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu melibatkan truk trailer bernomor polisi H 8493 OH yang dikemudikan Adi Tia Wahyu Priatama (30), warga Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dengan mobil pikap bernomor polisi AG 8016 LL yang dikemudikan Mohammad Atmim Nur Afani (25), warga Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.</p>
<p></p>
<p>Selain pengemudi, di dalam mobil pikap juga terdapat seorang penumpang bernama Iqbal Syaibatul Azmi (25), warga Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Akibat benturan keras tersebut, Iqbal mengalami patah kaki kanan, sementara pengemudi Gran Max mengalami nyeri dada dan luka di bagian wajah.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat truk trailer melaju dari arah barat ke timur. Sementara mobil pikap melaju dari arah berlawanan, yakni timur ke barat.</p>
<p></p>
<p>“Untuk info awal kecelakaan, jadi untuk truk peti kemas berjalan dari barat ke timur. Kemudian pikap Gran Max berjalan dari arah berlawanan, dari timur ke barat,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pengemudi truk peti kemas diduga berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Namun saat melakukan manuver, kendaraan besar tersebut diduga terlalu mengambil jalur lawan arah karena kondisi jalan yang tidak terlalu lebar.</p>
<p></p>
<p>“Nah, sesampainya di TKP, dari keterangan sopir peti kemas, dia berusaha mendahului kendaraan. Nah, kemudian akibat dari manuver tersebut, kemungkinan besar sopir Gran Max ini merasa kebingungan karena posisi kendaraan peti kemas berada di tengah, jadi agak memakan jalur berlawanan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Kedua kendaraan disebut sempat membelok ke kanan sebelum akhirnya bertabrakan di tengah jalan. Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.</p>
<p></p>
<p>“Akibat dari manuver yang dilakukan pengemudi peti kemas, kemungkinan pengemudi Gran Max ini merasa kebingungan. Jadi akhirnya dia dari keterangan saksi tiba-tiba juga berbelok ke kanan. Jadi mereka saling berbelok ke kanan akhirnya berbenturan di tengah,” lanjut dia.</p>
<p></p>
<p>Petugas Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan arus lalu lintas dan proses evakuasi korban. Karena salah satu korban sempat terjepit di dalam kabin mobil pikap, polisi turut meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.</p>
<p></p>
<p>“Iya, karena posisi penumpang yang terjepit akibat kecelakaan itu akhirnya kita berupaya untuk mengeluarkan sendiri juga tidak mampu, tidak ada alatnya, akhirnya kita bekerja sama dengan Damkar untuk berusaha mengevakuasi penumpang,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang ringsek berat. Korban yang terjepit di dalam kabin pikap akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar dalam waktu sekitar satu jam usai waktu kejadian.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah sekitar pukul 21.00 kendaraan juga sudah ditepikan dan penumpang sudah dievakuasi ke rumah sakit,” kata Ipda Gerry.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pengemudi truk peti kemas dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa lebih lanjut keterangan para korban dan saksi.</p>
<p></p>
<p>“Untuk lebih jelasnya bagaimana kronologis awal hingga terjadi benturan, kita akan cross-check ke sopir dan penumpang pikap setelah bisa dimintai keterangan,” tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Gen Z, KAI Daop VII Madiun Tekankan Pentingnya Keselamatan dan Keamanan Perjalanan KA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-gen-z-kai-daop-vii-madiun-tekankan-pentingnya-keselamatan-dan-keamanan-perjalanan-ka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-gen-z-kai-daop-vii-madiun-tekankan-pentingnya-keselamatan-dan-keamanan-perjalanan-ka</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini melibatkan kalangan generasi muda (Gen Z) sebagai upaya menumbuhkan kesadaran disiplin keselamatan dan keamanan berlalu lintas. Tohari 
mengungkapkan kolaborasi KAI dan Gen Z ini untuk 
menyalurkan energi positif dan semangat kepahlawanan modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dbdf719a2e.webp" length="57712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 22:20:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kereta api, PT KAI, gen z, keselamatan perjalanan KA</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Momen Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026 dimanfaatkan PT KAI Daop VII Madiun untuk menggaungkan pentingnya keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api kepada generasi muda dan masyarakat Kota Kediri. </p>
<p>Hal dilakukan melalui sosialisasi keselamatan perkeretaapian di perlintasan sebidang 286, wilayah Stasiun Kediri. Dalam kesempatan itu sejumlah mahasiswa dan pelajar turut ambil bagian . </p>
<p>"Kebangkitan nasional hari ini bukan lagi angkat senjata, melainkan bangkitnya kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan publik, salah satunya di perlintasan sebidang,” ujar Manager Humas Daop VII Madiun Tohari, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan kalangan generasi muda (Gen Z) sebagai upaya menumbuhkan kesadaran disiplin keselamatan dan keamanan berlalu lintas. Tohari mengungkapkan kolaborasi KAI dan Gen Z ini untuk menyalurkan energi positif dan semangat kepahlawanan modern. </p>
<p>“Kami mengajak teman-teman Gen Z untuk menjadi duta keselamatan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas, agar disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.</p>
<p>Pemilihan lokasi di perlintasan sebidang 286 bukan tanpa alasan. Meski hanya satu jalur, kawasan tersebut dinilai tetap memiliki potensi pelanggaran, seperti pengendara yang melawan arah atau tidak mematuhi aturan lalu lintas. </p>
<p>Pada kesempatan yang sama Tohari juga mengingatkan masyarakat tentang aturan keselamatan dan keamanan perjalanan KA. Yakni UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang berbunyi bahwa Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.</p>
<p>"Jadi kita mengajak pada masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhenti, tengok kiri, tengok kanan, pastikan itu aman baru jalan," tambahnya. </p>
<p>Tohari juga mengingatkan bahwa pengendara dilarang menerobos palang pintu yang sudah tertutup atau mencoba mengangkatnya secara paksa. Hal tersebut sangat berbahaya mengingat kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak.</p>
<p>Hal tersebut juga sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 yang berbunyi Pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.</p>
<p>“Dengan kecepatan sekitar 60 km per jam, jarak pengereman kereta bisa mencapai 700 hingga 800 meter. Bahkan di lintas ini, kecepatan maksimal kereta bisa mencapai 100 km per jam,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, DKP3 Pasuruan Intensif Cek Kesehatan Hewan Kurban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-dkp3-pasuruan-intensif-cek-kesehatan-hewan-kurban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-dkp3-pasuruan-intensif-cek-kesehatan-hewan-kurban</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, DKP3 Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan untuk memastikan ternak bebas penyakit menular dan layak dikonsumsi.Dia menambahkan, total ada 100 orang petugas dan pengawas hewan qurban se-Kabupaten Pasuruan selama pemeriksaan ante mortem maupun post mortem pada H+3 Hari Raya Idul Adha ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db7198a368.webp" length="59566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:40:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="318"><strong>PASURUAN, SJP - </strong>Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan untuk memastikan ternak bebas dari penyakit menular atau zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.</p>
<p data-start="320" data-end="513">Pada Rabu (20/5/2026), tim yang terdiri dari dokter hewan dan petugas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melakukan pengecekan di dua lapak penjualan hewan kurban di Kecamatan Pohjentrek.</p>
<p data-start="515" data-end="743">Pemeriksaan kesehatan atau ante mortem dilakukan sebelum hewan disembelih. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan seperti mata, hidung, mulut, bulu, kulit, suhu tubuh, hingga memastikan hewan mampu berdiri dan berjalan normal.</p>
<p data-start="745" data-end="952">Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, mengatakan pemeriksaan tersebut penting dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.</p>
<p data-start="954" data-end="1109">“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” ujarnya.</p>
<p data-start="1111" data-end="1247">Ia menambahkan, pihaknya masih mewaspadai sejumlah penyakit ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit menular lainnya.</p>
<p data-start="1249" data-end="1383">“Penyakit ternak masih ada seperti penyakit mulut dan kuku. Ini terus kami waspadai, termasuk juga penyakit menular lainnya,” katanya.</p>
<p data-start="1385" data-end="1541">Dalam pelaksanaan pemeriksaan ante mortem, para petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, apron, dan perlengkapan lainnya.</p>
<p data-start="1543" data-end="1738">Syaifi menyebutkan, sebanyak 100 petugas dan pengawas hewan kurban disiagakan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem hingga H+3 Iduladha.</p>
<p data-start="1740" data-end="1978">Dari hasil pemeriksaan di dua lapak tersebut, seluruh hewan ternak dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban. Kelayakan itu dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditempel di lapak penjualan.</p>
<p data-start="1980" data-end="2124">Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban, Irfan, mengaku menyediakan 10 ekor sapi dan 80 ekor kambing untuk kebutuhan Iduladha tahun ini.</p>
<p data-start="2126" data-end="2292" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia mengatakan harga kambing bervariasi tergantung ukuran dan berat, mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor. Sedangkan harga sapi dijual mulai Rp20 juta per ekor. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2126" data-end="2292" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Kesamben Hanyut di Sungai Brantas saat Flushing Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-kesamben-hanyut-di-sungai-brantas-saat-flushing-ditemukan-meninggal-setelah-tiga-hari-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-kesamben-hanyut-di-sungai-brantas-saat-flushing-ditemukan-meninggal-setelah-tiga-hari-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Tim SAR gabungan berhasil menemukan Isnaini (50), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas saat kegiatan flushing berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0da498a4b20.webp" length="79588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 20:03:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Warga, Kesamben, Hanyut, Flushing, Ditemukan, Meninggal Dunia.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Tim SAR gabungan berhasil menemukan Isnaini (50), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas saat kegiatan flushing berlangsung.</p>
<p>Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026) setelah tiga hari pencarian.</p>
<p>Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di bawah Jembatan KA Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat. Lokasi penemuan berjarak sekitar 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas, Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan, sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan menerima laporan dari warga terkait adanya tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi.</p>
<p>"Sekitar pukul 09.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait tanda-tanda korban. Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan korban berhasil ditemukan serta dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Wahyudi, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD Srengat untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai dan ditutup.</p>
<p>"Setelah ditemukan dibawa ke rumah sakit dan selanjurnya ke rumah duka untuk dimakamkan," kata dia.</p>
<p>Peristiwa itu bermula pada Senin (18/5/2026) saat Bendungan Wlingi Raya-Lodoyo melakukan flushing atau penggelontoran aliran sungai. Kondisi tersebut membuat banyak ikan terdampar sehingga warga berdatangan ke sekitar sungai untuk menangkap ikan.</p>
<p>Namun nahas, korban Isnaini dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Brantas sekitar pukul 12.00 WIB. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arus Malang&amp;Kepanjen Sempat Tersendat Usai Pohon Raksasa Roboh di Tepi Irigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arus-malang-kepanjen-sempat-tersendat-usai-pohon-raksasa-roboh-di-tepi-irigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arus-malang-kepanjen-sempat-tersendat-usai-pohon-raksasa-roboh-di-tepi-irigasi</guid>
<description><![CDATA[ Pohon karetan setinggi 20 meter tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen akibat akar tergerus irigasi, arus lalu lintas sempat tersendat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d8cfe9bd11.webp" length="90292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 19:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, BPBD Kabupaten Malang, Kepanjen, Ngadilangkung, Pohon Tumbang, Jalur Nasional, BPBD Jatim, Bencana Alam, Lalu Lintas, Polisi Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Arus lalu lintas di jalur nasional Malang-Kepanjen sempat tersendat setelah sebuah pohon karetan berukuran besar tumbang di Jalan Raya Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/5/2026) siang.</p>
<p>Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi kurang lebih 20 meter itu roboh usai bagian akarnya tergerus aliran sungai irigasi di sekitar lokasi. Material pohon menutup separuh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.05 WIB sebelum tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.</p>
<p>“Pohon tumbang disebabkan akar di bagian bawah tergerus aliran irigasi. Dampaknya menutup sebagian jalur nasional Malang-Kepanjen dan sempat membuat arus kendaraan tersendat,” ujar Sadono, dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Polsek Kepanjen, Bina Marga, PMI, perangkat desa, relawan hingga masyarakat sekitar dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material pohon.</p>
<p>Petugas menggunakan chainsaw untuk memotong batang dan ranting pohon agar akses jalan bisa segera dibuka kembali.</p>
<p>"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sekitar pukul 14.50 WIB, proses penanganan rampung dan arus lalu lintas kembali normal," tutupnya.</p>
<p>Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan area sekitar pohon mengalami pengikisan tanah maupun aliran air. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Mahasiswa UIN Syekh Wasil Langsungkan Aksi Damai, Berikut Tuntutan ke Kampus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-mahasiswa-uin-syekh-wasil-langsungkan-aksi-damai-berikut-tuntutan-ke-kampus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-mahasiswa-uin-syekh-wasil-langsungkan-aksi-damai-berikut-tuntutan-ke-kampus</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengungkapkan ada empat poin yang menjadi tuntutan. Yang pertama adalah terkait dengan adanya intervensi di ruang akademik. Di mana kampus adalah tempat yang paling objektif dan netral untuk membahas realitas sosial yang ada di masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d88e0ba610.webp" length="53710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 18:40:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>UIN Syekh Wasil, kampus kota Kediri, aksi damai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Wasil (UIN Syekh Wasil) Kediri menggelar aksi damai di halaman kampus, Rabu (20/5/2026). Koordinator aksi Sabilul Haq mengungkapkan aksi damai tersebut diikuti sekitar 250-an orang dari berbagai elemen mahasiswa UIN Syekh Wasil. </p>
<p>"Teman-teman melakukan pembahasan isu itu sudah dari lama, sudah dari 2 bulanan lebih. Kami juga mengantongi data-data, sehingga aksi ini, sesuai dengan keadaan realitas kampus yang ada. Dan juga diikuti oleh teman-teman yang ikut merasakan keresahan yang sama," ujar Sabilul. </p>
<p>Ia mengungkapkan ada empat poin yang menjadi tuntutan. Yang pertama adalah terkait dengan adanya intervensi di ruang akademik. Di mana kampus adalah tempat yang paling objektif dan netral untuk membahas realitas sosial yang ada di masyarakat. </p>
<p>"Sebagai wujud pengabdian diri kami kepada masyarakat sesuai dengan Tridama Perguruan Tinggi. Kami dengan tegas menolak segala intervensi yang dilakukan. Kami meyakini bahwa ruang akademik adalah ruang yang netral," ungkapnya.</p>
<p>Kemudian yang kedua, dituturkan Sabilul, terkait dengan program beasiswa KIP Kuliah. "Karena kami mengevaluasi banyak hal, banyak yang tidak tepat sasaran. Banyak yang kemudian ada kecurangan, sehingga perlu banyak perbaikan yang dilakukan oleh pihak rektorat selaku pembuat kebijakan," jelasnya. </p>
<p>Yang ketiga, tuntutan terkait dengan pembaruan SK penanganan pelecehan seksual. Para mahasiswa merasa aturan yang tercantum sudah usang karena ditetapkan sejak dari tahun 2020.</p>
<p>"Sehingga perlu adanya pembaruan SK yang lebih aplikatif dan sesuai dengan keadaan UIN Syekh Wasil Kediri saat ini," tegasnya.</p>
<p>Terakhir atau keempat, adalah perbaikan dan pemenuhan fasilitas secara merata. Evaluasi harus dilakukan, mulai dari dosen sampai layanan akademik sampai CCTV di seluruh gedung kampus.</p>
<p>"Karena kami rasa hal-hal ini adalah indikator penunjang kami dalam proses perkuliahan Sehingga harus diperbaiki sesegara mungkin semuanya," katanya. </p>
<p>Turut masuk dalam tuntutan tersebut terkait perlu adanya tempat pembuangan sampah di kawasan kampus. Sabilul menegaskan, kampus belum memiliki tempat pembuangan sampah sendiri secara mandiri dan masih menumpang di pasar, di kelurahan dan lain sebagainya. </p>
<p>Seringkali usai kegiatan, mahasiswa hendak membuang sampah TPS di pasar namun overload dan tidak bisa menerima lagi. Dengan kondisi luasan UIN Syekh Wasil yang sudah cukup besar, termasuk dengan statusnya saat ini, kampus dirasa perlu punya TPS sendiri. </p>
<p>"Jadi kita punya ekosistem belajar yang lebih sehat, lebih hijau lagi, karena kami juga ingin bahwa nantinya sampah itu bukan menjadi permasalahan kita lagi, tetapi sebagai indikator bahwa kita itu bisa menciptakan lingkungan perkuliahan yang baik," ujarnya. </p>
<p>Terakhir, Sabilul menegaskan, aksi damai ini adalah awal atau gerbang. Yang paling penting setelah ini perbaikan seperti apa yang dilakukan. </p>
<p>"Akan kami awasi secara terus-menerus. Dan apabila tetap terjadi penyelewengan, maka akan kami tindaklanjuti secara langsung atau bahkan ada aksi selanjutnya," pungkasnya.  </p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Taufik Alamin memandang aksi mahasiswa sebagai bagian dari kebebasan akademik yang harus dihormati.</p>
<p>“Kebebasan akademik ini penting untuk menyampaikan keluhan dan keberatan yang terjadi di lingkungan kampus. Mereka sejak awal juga sudah memberi pemberitahuan sesuai prosedur,” katanya.</p>
<p>Terkait tuntutan mengenai kekerasan seksual, Taufik meminta mahasiswa maupun korban untuk melapor secara resmi agar dapat ditindaklanjuti pihak kampus.</p>
<p>“Kalau memang ada korban atau yang merasa dilecehkan, silakan melapor. Bisa melalui PPID agar lebih netral dan bisa diproses,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Hari Kebangkitan Nasional, 12 Penyandang Disabilitas di Malang Resmi Kantongi SIM D</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hari-kebangkitan-nasional-12-penyandang-disabilitas-di-malang-resmi-kantongi-sim-d</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hari-kebangkitan-nasional-12-penyandang-disabilitas-di-malang-resmi-kantongi-sim-d</guid>
<description><![CDATA[ Pelayanan SIM D di Satlantas Polres Malang menghadirkan kemudahan bagi penyandang disabilitas melalui pendampingan humanis serta fasilitas berkendara yang lebih inklusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d478c84591.webp" length="45442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kebangkitan Nasional, Satlantas Polres Malang, SIM D, Penyandang Disabilitas, Pelayanan Publik, Polri Presisi, Kabupaten Malang, Satpas Prototype, Difabel Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026 diwujudkan Satlantas Polres Malang melalui pelayanan penerbitan SIM D bagi penyandang disabilitas, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Belasan warga difabel asal Kabupaten Malang mengikuti proses penerbitan surat izin mengemudi di Satpas Prototype Satlantas Polres Malang.</p>
<p>Sejak pagi, para peserta menjalani seluruh tahapan penerbitan SIM D, mulai registrasi, ujian teori hingga praktik berkendara. Seluruh proses berlangsung sesuai mekanisme dan standar yang berlaku sebagaimana pemohon SIM pada umumnya.</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Malang menghadirkan layanan publik yang inklusif, humanis, dan memberikan ruang setara bagi seluruh masyarakat tanpa pengecualian.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0d47b915c6b.webp" alt=""></p>
<p>Kasat Lantas Polres Malang, AKP M. Alief Chelvin Aliska, mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat pentingnya menghadirkan pelayanan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.</p>
<p>“Pelaksanaan penerbitan SIM D ini merupakan bentuk pelayanan setara bagi seluruh masyarakat. Para pemohon disabilitas tetap mengikuti tahapan ujian teori maupun praktik sesuai ketentuan yang berlaku sebagaimana pemohon umum lainnya. Namun demikian, kami memastikan pelayanan tetap humanis dan ramah disabilitas,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, Satlantas Polres Malang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berkebutuhan khusus, sejalan dengan semangat Polri Presisi.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Para peserta juga merasa terbantu dengan pendampingan petugas serta fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Film Pesta Babi, Generasi Muda di Gresik Bedah Watak Otoriter Proyek Pemerintah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-film-pesta-babi-generasi-muda-di-gresik-bedah-watak-otoriter-proyek-pemerintah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-film-pesta-babi-generasi-muda-di-gresik-bedah-watak-otoriter-proyek-pemerintah</guid>
<description><![CDATA[ Film Pesta Babi tersebut memotret realitas pahit di tanah Papua, saat lahan-lahan adat milik warga setempat diduga digusur demi proyek ambisius lumbung pangan (food estate) dan energi nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d1cccdd186.webp" length="34710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 11:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Pesta Babi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Isu perampasan lahan di tanah Papua memantik keprihatinan sekaligus respons kritis dari generasi muda di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.</p>
<p>Melalui agenda pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi karya Dandhy Laksono, puluhan warga yang didominasi kelompok muda antusias memadati lokasi acara pada Selasa (19/6/2025) malam.</p>
<p>Agenda pemutaran film yang diselenggarakan oleh Tlogopojok Youth Movement ini berlangsung dinamis dan tertib.</p>
<p>Tidak hanya kelompok pemuda, antusiasme juga datang dari lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua yang konsisten menyaksikan dokumenter tersebut hingga selesai.</p>
<p>Para penonton menyaksikan film dengan saksama, duduk berjejer memanfaatkan bangku, meja, hingga lantai.</p>
<p>Film Pesta Babi tersebut memotret realitas pahit di tanah Papua, saat lahan-lahan adat milik warga setempat diduga digusur demi proyek ambisius lumbung pangan (food estate) dan energi nasional.</p>
<p>"Melalui nobar ini, para pemuda kita ajak untuk peduli dan kritis terhadap isu keadilan sosial dan lingkungan di wilayah Indonesia Timur," kata salah satu penyelenggara acara, Ebit.</p>
<p>Ebit mengatakan, Tlogopojok Youth Movement mengajak generasi muda untuk tidak hanya bergerak di ranah sepak bola, keagamaan, ataupun lingkungan sekitar.</p>
<p>Namun, anak-anak muda juga diharapkan dapat mengetahui kondisi yang lebih luas di Indonesia, seperti konflik agraria di Papua.</p>
<p>Menurutnya, krisis kemanusiaan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bahwa ancaman terhadap hak asasi manusia (HAM) bisa terjadi di mana saja.</p>
<p>"Yang pada intinya kita membuat acara ini kita bersimpati, berempati, dan bertoleransi," paparnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu peserta, Madev (29), menyampaikan pemutaran film ini berhasil menggugah pemikiran kritis terhadap situasi yang merugikan masyarakat adat.</p>
<p>Menurutnya, alih-alih memberdayakan warga adat asli Papua, dalam narasi film dokumenter tersebut pemerintah tampak otoriter melakukan pembukaan lahan secara besar-besaran.</p>
<p>Dalam film tersebut juga ditampilkan aktivitas pembukaan lahan oleh korporasi yang diindikasikan dikuasai oleh gurita bisnis keluarga tertentu.</p>
<p>"Pastinya berdampak baik memacu kritis para pemuda. Di film itu juga menyebut siapa namanya personil-personil, dalang di baliknya yang ternyata milik satu keluarga," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cegah Kecelakaan, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar di Talun Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cegah-kecelakaan-kai-daop-7-madiun-tutup-perlintasan-liar-di-talun-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cegah-kecelakaan-kai-daop-7-madiun-tutup-perlintasan-liar-di-talun-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan dilakukan di jalur rel antara Stasiun Garum dan Stasiun Talun pada Selasa (19/5/2026) sebagai upaya mencegah potensi kecelakaan di perlintasan tidak resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d14c066b66.webp" length="107748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 10:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Daop 7 Madiun, Menutup, Perlintasan, Liar, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Akses perlintasan liar di jalur kereta api wilayah Talun, Kabupaten Blitar, kembali ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun.</p>
<p></p>
<p>Penutupan dilakukan di jalur rel antara Stasiun Garum dan Stasiun Talun pada Selasa (19/5/2026) sebagai upaya mencegah potensi kecelakaan di perlintasan tidak resmi.</p>
<p></p>
<p>Lokasi yang ditutup berada di Dusun Sempol, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun. Petugas memasang patok rel dan palang berbahan bantalan besi agar kendaraan tidak dapat lagi melintas di jalur tersebut.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perlintasan liar menjadi salah satu titik rawan kecelakaan karena tidak memiliki sistem pengamanan maupun penjaga.</p>
<p></p>
<p>"Perlintasan tidak resmi sangat berbahaya bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api karena tidak dilengkapi perangkat keselamatan," kata Tohari, Rabu (20/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, masyarakat yang biasa melintas di lokasi tersebut diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui perlintasan resmi JPL 168A yang telah dilengkapi palang pintu dan petugas penjaga.</p>
<p></p>
<p>Penutupan akses tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari internal KAI, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p>KAI juga meminta warga untuk tidak membuka kembali akses baru secara ilegal di sekitar jalur rel. Sebab, keberadaan perlintasan liar dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan dapat mengganggu operasional perjalanan kereta api.</p>
<p></p>
<p>"KAI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak membuat maupun menggunakan perlintasan liar. Gunakanlah perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Remaja Terlibat Tabrakan Motor di Bandung Tulungagung, Satu Korban Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-terlibat-tabrakan-motor-di-bandung-tulungagung-satu-korban-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-terlibat-tabrakan-motor-di-bandung-tulungagung-satu-korban-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan diduga dipicu karena salah satu kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengendara kehilangan kendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c6fb129bb3.webp" length="55524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 21:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, tabrakan, desa ngunggahan kecamatan bandung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua remaja terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/5/2026) sore. Dua sepeda motor bertabrakan di Jalan Raya Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, sekitar pukul 17.10 WIB. Akibat insiden tersebut, satu pengendara mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Satlantas Polres Tulungagung, kecelakaan melibatkan sepeda motor tanpa pelat nomor yang dikendarai remaja berinisial RAP (16), warga Kecamatan Bandung, dan sepeda motor tanpa pelat nomor yang dikendarai MR (16), warga Kecamatan Pakel.</p>
<p>Akibat tabrakan tersebut, RAP mengalami luka robek pada bagian belakang kepala dan sempat tidak sadarkan diri saat dievakuasi petugas. Sementara MR mengalami luka lecet pada bagian kening dan tangan kanan.</p>
<p>Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu karena salah satu kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengendara kehilangan kendali.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kendaraan Yamaha Fiz melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan sehingga oleng ke kanan dan bertabrakan dengan Honda Tiger yang datang dari arah berlawanan,” ujar Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Setelah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas, saat ini Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.</p>
<p>“Dua kendaraan sudah kami amankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian,” tambahnya.</p>
<p>Pihak Satlantas Polres Tulungagung mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan kendaraan bermotor.</p>
<p>“Kejadian ini menjadi perhatian dan evaluasi bersama. Anak-anak yang belum cukup usia dan belum memiliki SIM seharusnya tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas,” ujar Ipda Gerry.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan kendaraan serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.</p>
<p>“Peran orang tua sangat penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak-anak agar tertib berlalu lintas dan memahami risiko berkendara di jalan raya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UNU Blitar Ancam Boikot Kuliah, Tuntut Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Dipecat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unu-blitar-ancam-boikot-kuliah-tuntut-dosen-terduga-pelaku-pelecehan-dipecat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unu-blitar-ancam-boikot-kuliah-tuntut-dosen-terduga-pelaku-pelecehan-dipecat</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan mahasiswa Blitar melakukan aksi damai di kampus Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) pada Selasa (19/5/2026). Mereka menuntut pemecatan terhadap dosen terduga pelaku pelecehan kepada belasan mahasiswi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c4bb08e807.webp" length="74054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 19:34:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Mahasiswa, UNU, Blitar, Aksi, Ancam, Boikot, Tuntut, Pemecatan, Dosen, Pelaku, Pelecehan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Puluhan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar aksi damai pada Selasa (19/5/2026) sebagai bentuk protes terhadap dugaan kasus pelecehan yang menyeret seorang dosen di lingkungan kampus.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa berharap dapat bertemu langsung dengan jajaran wakil rektor untuk menyampaikan tuntutan mereka. </p>
<p>Namun hingga aksi berlangsung, massa mengaku tidak ditemui pihak wakil rektor.</p>
<p>Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Blitar sekaligus yang mendampingi mahasiswi bernama Ahmad Kafi mengatakan mahasiswa sengaja menggelar aksi damai, namun tidak ditemui wakil rektor hingga akhirnya melakukan pembakaran ban.</p>
<p>"Kami tidak ingin ada pembakaran ban. Kalau warek hadir, kami ingin duduk bersama dan menyatukan tujuan. Biar masyarakat yang menilai apakah dosen ini masih layak atau tidak," katanya, Selasa (19/5/2026).</p>
<p>Mahasiswa menegaskan tuntutan mereka hanya satu, yakni meminta kampus memecat dosen terduga pelaku secara tidak hormat.</p>
<p>Kafi menjelaskan, aksi turun ke jalan dilakukan setelah mahasiswa berkali-kali melakukan advokasi dan audiensi dengan pihak kampus namun belum mendapat kejelasan.</p>
<p>"Kami sudah melakukan banyak advokasi, mulai audiensi pertama sampai berikutnya. Karena itu aksi ini menjadi jalan terakhir bagi kami," jelasnya.</p>
<p>Karena tidak ada tindak lanjut yang dinilai jelas, mahasiswa berencana menggelar aksi lanjutan selama tiga hari berturut-turut. </p>
<p>Bahkan, mereka mengancam akan melakukan boikot perkuliahan apabila tuntutan tidak segera direspons pihak kampus.</p>
<p>"Kalau tidak ada keputusan, kami akan terus aksi dan memboikot kuliah," tegasnya.</p>
<p>Dalam proses pendampingan korban, PMII UNU Blitar mengaku menerima 15 formulir pengaduan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 korban berhasil diwawancarai, terdiri dari 10 mahasiswa aktif dan tiga alumni.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa juga tengah mempersiapkan laporan kepada aparat penegak hukum dengan mengumpulkan alat bukti. Para korban turut diarahkan untuk mendapatkan pendampingan hukum dari LBH Ansor.</p>
<p>"Masih kami siapkan kelengkapan alat bukti untuk nanti dilaporkan kepada aparat penegak hukum," ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan menyampaikan bahwa pihak kampus memutuskan menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktivitas di lingkungan kampus sampai proses pemeriksaan selesai dan keputusan final ditetapkan.</p>
<p>Adapun ruang lingkup penonaktifan sementara tersebut meliputi larangan mengajar dan mengisi perkuliahan, pencabutan hak pembimbingan akademik dan skripsi, pelarangan pendampingan kegiatan mahasiswa, penonaktifan dari aktivitas kelembagaan kampus, larangan penggunaan fasilitas kampus, hingga pelarangan melakukan aktivitas yang berpotensi memengaruhi independensi pemeriksaan.</p>
<p>"Penonaktifan sementara ini merupakan keputusan administratif dan etik yang wajib dilakukan institusi untuk menjamin proses pemeriksaan berlangsung tanpa tekanan dan konflik kepentingan," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Hilang Terseret Arus Sungai Brantas Saat Mencari Ikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-hilang-terseret-arus-sungai-brantas-saat-mencari-ikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-hilang-terseret-arus-sungai-brantas-saat-mencari-ikan</guid>
<description><![CDATA[ Korban mencari ikan dengan memanfaatkan sisa fenomena “pladu” atau penggelontoran air bendungan yang sebelumnya membuat banyak ikan muncul di aliran sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c2554c81f9.webp" length="50900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, hanyut di sungai brantas, pladu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Seorang warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Brantas saat mencari ikan, Selasa (19/5/2026) pagi. Hingga Selasa sore, korban bernama Mustofa (45) masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di aliran Sungai Brantas wilayah Tulungagung. Sebelumnya, korban diketahui berangkat dari rumahnya di Desa Bendosari sekitar pukul 05.30 WIB dengan membawa karung ikan untuk mencari ikan di sungai.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi bernama Sarjono, korban diduga terpeleset di bantaran sungai yang licin sebelum akhirnya jatuh ke aliran Sungai Brantas dan hanyut terbawa arus deras. Warga di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena kejadian berlangsung sangat cepat.</p>
<p>“Untuk kronologi kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB Pak Mustofa melakukan pencarian ikan. Namun nahas, beliau terpeleset dan jatuh ke sungai. Usia korban sekitar 45 tahun,” ujar Komandan Tim Basarnas, Nuryono.</p>
<p>Diduga, korban mencari ikan dengan memanfaatkan sisa fenomena “pladu” atau penggelontoran air bendungan yang sebelumnya membuat banyak ikan muncul di aliran sungai. Namun kondisi bekas genangan air menyebabkan area bantaran menjadi licin dan berbahaya.</p>
<p>Usai menerima laporan, tim SAR gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD, serta Damkar Tulungagung langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.</p>
<p>Dalam proses pencarian, petugas mengerahkan dua unit LCR (Landing Craft Rubber) atau perahu karet untuk menyisir aliran Sungai Brantas.</p>
<p>“Proses pencarian kami lakukan menggunakan dua LCR dengan metode penyisiran dari lokasi kejadian sampai Jembatan Ngujang I,” jelas Nuryono.</p>
<p>Tim SAR melakukan pencarian dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik korban dilaporkan hanyut. Selain penyisiran melalui jalur sungai, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat oleh warga bersama keluarga korban.</p>
<p>Meski debit air Sungai Brantas mulai normal, petugas tetap mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di area yang licin pasca penggelontoran air bendungan.</p>
<p>“Untuk kendala sementara tidak ada, karena debit air sudah mulai kembali seperti sediakala. Namun berdasarkan informasi saksi, kondisi bekas terkena air itu membuat lokasi menjadi licin sehingga korban terpeleset,” tambahnya.</p>
<p>Hingga Selasa sore, proses pencarian masih terus dilakukan dan tim SAR gabungan tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peternakan Ayam di Dringu Probolinggo Terbakar, Pemilik Rugi Rp300 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peternakan-ayam-di-dringu-probolinggo-terbakar-pemilik-rugi-rp300-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peternakan-ayam-di-dringu-probolinggo-terbakar-pemilik-rugi-rp300-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kobaran api yang muncul sejak pagi hari membuat dua kandang ayam ludes dilalap si jago merah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemilik peternakan diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0bdc3b5d82e.webp" length="72284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 13:55:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Kebakaran, PeternakanAyam, PemadamKebakaran, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Kebakaran terjadi di area peternakan ayam milik warga di Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Selasa pagi (19/5/2026). </p>
<p>Kobaran api yang muncul sejak pagi hari membuat dua kandang ayam ludes dilalap si jago merah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemilik peternakan diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.</p>
<p>Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari bagian selatan kandang dan dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Material kandang yang mudah terbakar serta kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.</p>
<p>Warga sekitar yang mengetahui kebakaran langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil menunggu petugas datang ke lokasi. Kepulan asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar.</p>
<p>Sekretaris Desa Kedungdalem, Lukman Santoso, menjelaskan bahwa kandang tersebut baru saja diisi bibit ayam pada malam hari sebelum kebakaran terjadi. Menurutnya, api diketahui muncul saat aktivitas di peternakan mulai berjalan pada pagi hari.</p>
<p>“Api diketahui muncul sekitar pukul tujuh pagi dari bagian kandang sebelah selatan. Di kandang itu memang baru dimasukkan bibit ayam pada malam sebelumnya,” ujar Lukman.</p>
<p>Peternakan tersebut diketahui milik Ana Kusrini dan selama ini dikelola oleh putranya, Ronaldo. Saat kebakaran berlangsung, suasana sempat panik karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.</p>
<p>Mendapat laporan dari warga, tim pemadam kebakaran Kabupaten Probolinggo segera diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari petugas Damkar Kota Probolinggo sehingga api bisa lebih cepat dikendalikan.</p>
<p>Dari tiga kandang yang berada di area peternakan, dua bangunan dilaporkan hangus terbakar. Sementara itu, satu kandang lainnya berhasil diamankan petugas agar tidak ikut dilalap api. Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.</p>
<p>Lukman menambahkan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Ia menyebut lokasi tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.</p>
<p>“Dugaan awal memang karena korsleting listrik. Informasinya dulu juga pernah terjadi kebakaran di lokasi peternakan ini,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, mengatakan bahwa proses penanganan berlangsung cukup cepat berkat koordinasi dua tim pemadam kebakaran.</p>
<p>“Kurang lebih sekitar dua puluh menit api berhasil dikendalikan. Setelah itu petugas melakukan pendinginan. Untuk penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan,” jelasnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Tanpa Nopol Jadi Petunjuk Terbongkarnya Pencurian Jeruk di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-tanpa-nopol-jadi-petunjuk-terbongkarnya-pencurian-jeruk-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-tanpa-nopol-jadi-petunjuk-terbongkarnya-pencurian-jeruk-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecurigaan warga terhadap motor tanpa pelat di area kebun mengungkap dugaan pencurian jeruk oleh dua pria asal Dampit di Turen Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b147612973.webp" length="31720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 22:39:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Turen Malang, Pencurian Jeruk, Dampit, Kriminal Malang, Polisi Amankan Pelaku, Kebun Jeruk, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Aksi pencurian buah jeruk di wilayah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, akhirnya terbongkar setelah warga menaruh curiga terhadap sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor yang terparkir di dekat area kebun tebu. Dari kecurigaan itulah, dua pria diduga pelaku pencurian berhasil diamankan aparat kepolisian.</p>
<p>Dua terduga pelaku masing-masing berinisial JV (34) dan RW (18), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Keduanya diamankan jajaran Satreskrim Polres Malang bersama anggota Polsek Turen usai diduga mengambil puluhan kilogram jeruk dari kebun milik warga.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya pencurian hasil pertanian di kawasan Turen.</p>
<p>“Warga merasa curiga dengan adanya sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan yang diparkir di sekitar lokasi kebun. Setelah dicek bersama-sama, ternyata ditemukan dua orang sedang membawa karung berisi jeruk,” ujar Bambang, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Saat diamankan, petugas menemukan dua karung berisi jeruk dengan total berat sekitar 53 kilogram. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor serta sejumlah perlengkapan yang diduga dipakai untuk menjalankan aksi pencurian.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, hasil kebun yang diambil itu diduga akan dijual untuk memperoleh keuntungan pribadi. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya lokasi pencurian lain yang berkaitan dengan kedua pelaku.</p>
<p>Salah satu terduga pelaku, yakni JV, diketahui pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara pencurian pada 2023 silam. Fakta tersebut membuat polisi memperluas penyelidikan untuk menelusuri kemungkinan aksi serupa yang pernah dilakukan.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti masih menjalani proses penyidikan di Polsek Turen.</p>
<p>“Pengembangan terus dilakukan untuk memastikan ada tidaknya keterlibatan pelaku dalam kasus lain,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Flushing Bendungan Wlingi&amp;Lodoyo, Seorang Warga Dilaporkan Hanyut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/flushing-bendungan-wlingi-lodoyo-seorang-warga-dilaporkan-hanyut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/flushing-bendungan-wlingi-lodoyo-seorang-warga-dilaporkan-hanyut</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan flushing atau pladu di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo yang mulai dilakukan pada Senin (18/5/2026) dilaporkan memakan korban. Seorang warga Kesamben dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas dan hingga kini belum ditemukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0afd8ca87d1.webp" length="101968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 21:01:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Flushing, Pladu, Bendungan, Wlingi Raya, Lodoyo, Blitar, Satu, Warga, Dilaporkan, Hanyut, Terbawa, Arus, Sungai.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Kegiatan flushing atau pladu di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo, Senin (18/5/2026), berujung insiden orang hanyut di aliran Sungai Brantas wilayah Jegu, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Seorang warga dilaporkan terseret arus saat banyak warga turun ke sungai untuk mencari ikan yang terdampar akibat flushing.</p>
<p>Korban diketahui bernama Isnaini, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Hingga Senin sore, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, banyak warga berada di sekitar aliran sungai untuk mengambil ikan yang muncul akibat debit air flushing.</p>
<p>"Informasi dari Pak Ali Purwanto selaku adik ipar korban Isnaini, korban atas nama Isnaini dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas," kata dia, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Selain korban hilang, terdapat dua warga lain yang juga sempat mengalami insiden di sungai. Seorang warga bernama Badi’, asal Kecamatan Selopuro, berhasil menyelamatkan diri setelah sempat terbawa arus. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.</p>
<p>Sementara di lokasi lain, tepatnya di kawasan Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani, warga Kelurahan Kesatrean, Kecamatan Kanigoro, juga dilaporkan hanyut akibat kelelahan saat berada di sungai. Namun korban berhasil diselamatkan warga sekitar dan diantar pulang oleh perangkat desa setempat.</p>
<p>Proses pencarian korban melibatkan BPBD Kabupaten Blitar, Basarnas, TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, relawan Blitar Raya, hingga BPBD Kota Kediri yang turut melakukan pemantauan di wilayah aliran Sungai Brantas Kota Kediri.</p>
<p>Pencarian terhadap korban rencananya akan dilanjutkan kembali pada Selasa (19/5/2026) dengan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai.</p>
<p>"Dilanjut besok proses pencarian, Basarnas, BPBD, relawan Blitar Raya dan ini teman-teman BPBD Kota Kediri juga melakukan pantuan di wilayah Kediri Kota," ujarnya.</p>
<p>Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak nekat turun ke sungai saat kegiatan flushing berlangsung karena arus air dapat meningkat sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Ledakan Mercon di Patianrowo, Polisi Periksa Saksi dan Dalami Kasus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-ledakan-mercon-di-patianrowo-polisi-periksa-saksi-dan-dalami-kasus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-ledakan-mercon-di-patianrowo-polisi-periksa-saksi-dan-dalami-kasus</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah petugas dari kepolisian bersama TNI dan tim terkait terlihat berada di lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sisa-sisa material ledakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0afc4c68bde.webp" length="70530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 20:19:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan Mercon, periksa saksi, Polres Nganjuk, luka bakar, korban, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ledakan petasan (mercon) yang menghancurkan sebuah rumah warga di Kecamatan Patianrowo.</p>
<p>​Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tampak kondisi rumah korban pasca-ledakan mengalami rusak berat. Dinding bagian depan rumah jebol, material atap berupa genting dan kayu hancur berhamburan, serta garis polisi (police line) telah terpasang di sekeliling area TKP.</p>
<p>Sejumlah petugas dari kepolisian bersama TNI dan tim terkait terlihat berada di lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sisa-sisa material ledakan.</p>
<p>​Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi mengonfirmasi bahwa saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mendalami peristiwa mengerikan tersebut.</p>
<p>​"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi di sekitar lokasi serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk pendalaman lebih lanjut," ujar Kasi Humas Polres Nganjuk saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Peristiwa ini bermula pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Seorang warga (pelapor) tiba-tiba dikagetkan oleh suara dentuman keras yang bersumber tidak jauh dari kediamannya.</p>
<p>​Penasaran sekaligus cemas, pelapor langsung bergegas menuju sumber suara. Sesampainya di lokasi yang merupakan rumah milik korban, Moch. Sukar, pelapor mendapati kondisi rumah sudah dalam keadaan porak-poranda. ​Nahas, korban Moch. Sukar ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat luka bakar serius mencapai 75 persen di sekujur tubuhnya. </p>
<p>Berdasarkan keterangan dari orang tua korban, sebelum ledakan hebat itu terjadi, korban memang sedang meracik atau membuat petasan di dalam rumah.</p>
<p>Dari hasil olah TKP, polisi berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan dalam jumlah besar, di antaranya, ​1,5 Kg bubuk bahan petasan/mercon siap rakit, ​1 buah mercon ukuran besar, ​118 buah mercon ukuran sedang, ​304 buah mercon ukuran kecil, ​1 renteng petasan berisi 45 buah, ​6 buah mercon botol plastik dan ​1 unit timbangan digital yang ​dibeli online untuk pesta hari raya Iduladha.</p>
<p>​Mirisnya, berdasarkan keterangan lanjutan dari orang tua korban, serbuk mesiu berbahaya tersebut sengaja dibeli secara online. Korban rencananya akan menggunakan ratusan petasan buatan mandiri tersebut untuk memeriahkan pesta perayaan Iduladha mendatang.</p>
<p>​Akibat luka bakar parah yang dideritanya, korban Moch. Sukar langsung dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis darurat secara intensif. Sementara itu, seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan dan dibawa ke Polsek Patianrowo untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan hukum lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KDKMP Bondowoso Mandek, Pengurus Keluhkan Minim Progres hingga Dugaan Titipan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kdkmp-bondowoso-mandek-pengurus-keluhkan-minim-progres-hingga-dugaan-titipan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kdkmp-bondowoso-mandek-pengurus-keluhkan-minim-progres-hingga-dugaan-titipan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Forum KDKMP Bondowoso mengeluhkan lambannya realisasi pembangunan gerai koperasi desa yang baru mencapai 106 dari 219 titik. Selain minim progres, pengurus juga menyoroti dugaan pelanggaran mekanisme rekrutmen SDM yang dinilai tidak sesuai aturan perkoperasian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b00a0de8eb.webp" length="53800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:20:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, koperas, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Beberapa waktu lalu, di Kabupaten Nganjuk, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kondisi tersebut justru berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso. Program yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa itu kini menuai keluhan dari para pengurus koperasi sendiri.</p>
<p>Forum Komunikasi Pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Bondowoso secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap lambannya realisasi pembangunan gerai koperasi hingga dugaan pelanggaran mekanisme pengelolaan internal koperasi.</p>
<p>Dalam pernyataan sikap resmi yang disampaikan Senin (18/5/2026), forum tersebut menilai pelaksanaan program KDKMP di Bondowoso belum berjalan sesuai harapan dan justru berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.</p>
<p>Ketua Forum Ketua KDKMP Bondowoso, Martin, mengungkapkan, hingga kini progres pembangunan gerai koperasi masih jauh dari target. Dari total 219 desa dan kelurahan di Bondowoso, baru 106 titik yang dinyatakan terealisasi.</p>
<p>“Yang sudah berjalan hanya 106 lokasi. Sisanya belum ada progres sama sekali. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Martin saat membacakan pernyataan sikap forum.</p>
<p>Menurutnya, lambannya proses pembangunan membuat banyak koperasi tidak dapat menjalankan aktivitas usaha secara optimal. Bahkan, di beberapa wilayah, ketidakjelasan realisasi pembangunan memicu pengurus koperasi memilih mundur karena merasa tidak ada kepastian dari program yang dijanjikan.</p>
<p>Forum KDKMP juga mendesak Satgas KDKMP tingkat kabupaten segera mengambil langkah konkret, terutama terkait percepatan penyediaan dan eksekusi lahan pembangunan gerai koperasi. Sebab, seluruh dokumen administrasi disebut telah lama diserahkan ke sejumlah instansi terkait seperti dinas teknis, Sekretariat Daerah, BPKAD hingga Perhutani.</p>
<p>“Sejak direncanakan Oktober 2025 sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka aktivitas ekonomi masyarakat desa ikut terdampak,” katanya.</p>
<p>Tak hanya persoalan pembangunan fisik, forum juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam mekanisme pengelolaan koperasi yang dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian maupun aturan internal AD/ART KDKMP.</p>
<p>Salah satu yang menjadi sorotan yakni proses perekrutan tenaga pengelola koperasi. Martin menegaskan, sesuai Pasal 32 UU Perkoperasian, pengangkatan pengelola harus melalui persetujuan rapat anggota. Namun dalam praktik di lapangan, sejumlah posisi strategis seperti wakil manajer, kasir, staf gudang hingga tenaga keamanan disebut sarat dengan sistem titipan.</p>
<p>“Pengurus koperasi justru seolah tidak dilibatkan dalam penentuan SDM. Padahal aturan hukumnya jelas dan pengurus memiliki kewenangan dalam pengelolaan koperasi,” tegasnya.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Forum KDKMP Bondowoso berencana membawa persoalan ini ke lembaga legislatif sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah penyelesaian dan memastikan program koperasi desa tidak berhenti hanya sebatas wacana. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Fungsi Bendungan, PJT I Lakukan Flushing Besar di Wlingi dan Lodoyo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-fungsi-bendungan-pjt-i-lakukan-flushing-besar-di-wlingi-dan-lodoyo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-fungsi-bendungan-pjt-i-lakukan-flushing-besar-di-wlingi-dan-lodoyo</guid>
<description><![CDATA[ Perum Jasa Tirta I kembali melakukan flushing besar di Bendungan Wlingi Raya dan Bendungan Lodoyo mulai 18 hingga 22 Mei 2026. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menjaga fungsi bendungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aeb879aab4.webp" length="59716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 18:42:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jaga, Fungsi, Bendungan, PJT I, Flushing, Pladu, Wlingi, Lodoyo, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali melakukan flushing atau pladu tahunan di Bendungan Wlingi Raya dan Bendungan Lodoyo, Kabupaten Blitar, mulai 18 hingga 22 Mei 2026.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga fungsi bendungan tetap optimal, baik untuk kebutuhan irigasi pertanian maupun operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).</p>
<p>Dalam flushing tahun ini, PJT I menargetkan penggelontoran sedimen mencapai 600 ribu meter kubik ke arah hilir. Sedimen yang dibersihkan terdiri dari 350 ribu meter kubik dari Bendungan Wlingi dan 250 ribu meter kubik dari Bendungan Lodoyo.</p>
<p>Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas PJT I Agung Nugroho mengatakan sedimentasi yang terus menumpuk harus rutin dibersihkan agar tidak mengganggu fungsi utama bendungan.</p>
<p>"Flushing ini penting untuk menjaga kapasitas bendungan tetap normal. Kalau sedimentasi terus meningkat, distribusi air irigasi maupun operasional PLTA bisa terganggu," ujarnya saat meninjau kegiatan flushing, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo memiliki peran vital dalam menyuplai air bagi Sistem Irigasi Lodagung yang mengairi sekitar 12.200 hektare lahan pertanian di wilayah Blitar hingga Kediri.</p>
<p>Pembersihan sedimen terutama difokuskan pada area intake atau pintu masuk air agar aliran menuju saluran irigasi tetap lancar dan kebutuhan air petani dapat terpenuhi.</p>
<p>Selain mendukung sektor pertanian, flushing juga dilakukan untuk menjaga performa pembangkit listrik tenaga air (PLTA).</p>
<p>"Ada sekitar 12.200 hektar lahan pertanian yang bergantung pada layanan irigasi ini. Dengan pembersihan sedimen di area intake (pintu masuk air), kami ingin menjamin distribusi air ke sawah-sawah petani tetap lancar," kata dia.</p>
<p>PJT I menargetkan seluruh proses flushing rampung pada 22 Mei 2026. Setelah proses selesai, operasional bendungan akan kembali normal pada 23 Mei mendatang.</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, masyarakat di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan karena debit air berpotensi meningkat sewaktu-waktu akibat proses penggelontoran sedimen. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Bahaya Pladu, BPBD Kota Kediri Kerahkan Personel Siaga dan Patroli Susur Sungai Brantas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-bahaya-pladu-bpbd-kota-kediri-kerahkan-personel-siaga-dan-patroli-susur-sungai-brantas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-bahaya-pladu-bpbd-kota-kediri-kerahkan-personel-siaga-dan-patroli-susur-sungai-brantas</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya membawa ikan mabuk, arus pladu juga membawa sampah dan lumpur. Selain itu, pladu juga membuat debit dan arus sungai Brantas meningkat. Karena itu, masyarakat yang mencari ikan di sepanjang sungai Brantas diminta untuk berhati-hati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aea02055f3.webp" length="37610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 18:21:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Pladu, sungai Brantas, BPBD Kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Warga Kota Kediri diminta waspada dan berhati-hati selama momen pladu (flushing). Seperti diketahui pladu merupakan momen dimana pintu Bendungan Lodoyo, Blitar dan Bendungan Wlingi dibuka membersihkan sedimen. </p>
<p>Tidak hanya membawa ikan mabuk, arus pladu juga membawa sampah dan lumpur. Selain itu, pladu juga membuat debit dan arus sungai Brantas meningkat. Karena itu, masyarakat yang mencari ikan di sepanjang sungai Brantas diminta untuk berhati-hati. </p>
<p>"Harus hati-hati, karena pladu itu identik dengan arus kencang, debit tinggi, air keruh. Jadi kalau terpleset sedikit masuk bahaya, jadi harus hati-hati. Jangan cuma mencari ikan saja, keselamatan diutamakan," tutur Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, Senin (18/5/2025). </p>
<p>BPBD Kota Kediri juga menyiapkan posko siaga khusus di taman Brantas, sebagai langkah antisipasi. Posko ini juga menjadi tempat dua perahu karet disandarkan, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk pertolongan darurat. </p>
<p>"Kita siapkan dua perahu beserta kelengkapannya dan alat-alat pertolongan, perlengkapan untuk pertolongan pertama di air kita siapkan semuanya. Personel yang terlibat sekitar 30 orang, dari BPBD, TNI - Polri, kemudian rumah zakat, PMI dan RAPi," jelasnya. </p>
<p>Personel siaga ini akan berada di pos tersebut sampai besok, sekitar pukul 8 pagi. Peningkatan arus dan debit sungai sendiri diperkirakan akan terjadi secara bertahap sampai nanti malam. </p>
<p>"Sore sampai malam tinggi. Nanti teman-teman RAPI akan menginformasikan. Selain itu nanti personel siaga akan melakukan patroli air setiap beberapa jam menyusuri Sungai Brantas," tambah Joko lagi. </p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri juga telah berkirim surat kepada kepala kelurahan yang dilewati oleh sungai Brantas, untuk diteruskan ke warga agar mengutamakan keselamatan dan kehati-hatian di pinggir sungai Brantas.</p>
<p>Terutama di lokasi yang sering digunakan untuk mencari ikan seperti Jembatan Lama Kota Kediri, Jembatan Brawijaya serta kawasan dekat Masjid Agung.</p>
<p>"Jangan sampai terlalu ke pinggir sungai, hati-hati, jaga jarak, utamakan keselamatan," tegas Joko. </p>
<p>Sebelum ini, BPBD Kota Kediri juga memberikan sosialisasi di titik penyeberangan sungai (tambangan) di wilayah Manisrenggo.</p>
<p>"Bila debitnya naik nanti kita himbau supaya berhenti dulu, sampai normal baru beroperasi lagi," ungkapnya.</p>
<p>Joko Arianto bersama PJ Sekda Kota Kediri sendiri, telah melakukan patroli bersama untuk memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar Sungai Brantas.</p>
<p>"Ini adalah bentuk kepedulian dari pemerintah kota Kediri melalui BPBD untuk mitigasi, kesiapsiagaan, edukasi supaya meminimalisir terjadinya adanya korban," pungkas Joko. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Bondowoso Droping 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Ratusan Warga Terdampak Kekeringan di Tegalampel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-droping-10-ribu-liter-air-bersih-untuk-ratusan-warga-terdampak-kekeringan-di-tegalampel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-droping-10-ribu-liter-air-bersih-untuk-ratusan-warga-terdampak-kekeringan-di-tegalampel</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Bondowoso menyalurkan 10 ribu liter air bersih kepada 271 KK di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aeb69e8e0a.webp" length="78594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 18:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Bencana kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak, BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Distribusi air bersih dilakukan di dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Jurang Gundah. Sedikitnya 271 kepala keluarga terdampak krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber air di wilayah tersebut.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, saat dikonfirmasi pada Senin (18/5/2026), mengatakan, pihaknya bergerak cepat melakukan dropping air bersih untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>“BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua unit truk tangki dengan total kapasitas 10 ribu liter. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan di RT 1 dan RT 2 RW 1 Dusun Krajan yang dihuni 181 KK, serta RT 3 RW 2 Dusun Jurang Gundah dengan jumlah 90 KK.</p>
<p>Menurut Kalaksa, potensi kekeringan di sejumlah wilayah Bondowoso mulai meningkat seiring cuaca cerah berawan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan wilayah rawan kekeringan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.</p>
<p>“Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus kami lakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama pasokan air bersih,” katanya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, BPBD Bondowoso menerjunkan dua armada truk tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter beserta personel lapangan. Penyaluran air bersih juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Purnama, dan warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardians</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bocah di Gresik Tewas Tenggelam di Wahana Kolam Renang Jati Sewu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bocah-di-gresik-tewas-tenggelam-di-wahana-kolam-renang-jati-sewu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bocah-di-gresik-tewas-tenggelam-di-wahana-kolam-renang-jati-sewu</guid>
<description><![CDATA[ Bocah di Gresik Tewas Tenggelam di Wahana Kolam Renang Jati Sewu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0adaeb1faeb.webp" length="73630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 16:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, wisata jati sewu Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Seorang bocah berusia 6 tahun di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Wisata Jati Sewu, Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti.</p>
<p>Korban yang diketahui berinisial RPR (6) warga Desa Mulung, Driyorejo, Kabupaten Gresik, tersebut tenggelam didalam kolam dengan kedalaman 1,5 meter. </p>
<p>Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman membenarkan adanya kejadian tersebut.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan pengelola wisata, korban diduga tenggelam di kolam renang berukuran sekitar 8 x 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 150 centimeter," kata AKP Arif, Senin (18/5/2026).</p>
<p>AKP Arif mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menyebut, menerima informasi korban tenggelam pukul 13.02 WIB hingga langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.</p>
<p>Saat petugas tiba di lokasi kejadian, korban sudah dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>"Saat petugas datang ke lokasi, korban sudah tidak berada di tempat kejadian karena telah dibawa pihak keluarga ke rumah sakit BDH Surabaya," jelasnya. </p>
<p>AkP Arief menambahkan, lantaran korban sudah tidak ada dilokasi kejadian, pihaknya meminta anggota untuk melakukan pendalaman informasi di RSUD BDH serta ke rumah duka. </p>
<p>Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban dipastikan tenggelam di kolam renang yang berada di lokasi wisata. </p>
<p>Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Pihaknya masih memastikan, penyebab bocah malang itu bisa tenggelam di kolam renang yang harusnya ada penjagaan. </p>
<p>"Masih diselidiki penyebab tenggelamnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengendara Beat Tewas Tertabrak Brio di Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengendara-beat-tewas-tertabrak-brio-di-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengendara-beat-tewas-tertabrak-brio-di-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor berinisial SW (52), warga Dusun Sonogunting, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0a81b150fa8.webp" length="88124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 10:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pengendara, Sepeda Motor, Tewas, Terjatuh, Tertabrak, Mobil, Talun, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP </strong>— Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Umum Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dan sebuah minibus Honda Brio.</p>
<p></p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor berinisial SW (52), warga Dusun Sonogunting, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan, kecelakaan bermula saat korban mengendarai Honda Beat dari arah timur ke barat di jalan nasional wilayah Desa Pasirharjo.</p>
<p></p>
<p>"Diduga pengendara sepeda motor mengalami selip hingga terjatuh ke badan jalan. Saat bersamaan, dari arah yang sama di belakang korban melaju minibus Honda Brio sehingga korban yang tergeletak di jalan tertabrak kendaraan tersebut," ujar Aiptu Muheni, Senin (18/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Minibus Honda Brio diketahui dikemudikan oleh TN (35), warga Desa Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.</p>
<p></p>
<p>Petugas Satlantas Polres Blitar yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban.</p>
<p></p>
<p>Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp500.000,00.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasat Lantas Polres Blitar AKP Galih Yasir Mubaroq mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara.</p>
<p></p>
<p>"Pengguna jalan diharapkan selalu menjaga jarak aman, tetap konsentrasi saat berkendara, serta segera menepi dan beristirahat apabila mengantuk demi keselamatan bersama," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Kediri Dipusatkan di Kawasan Wisata Simpang Lima Gumul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemberangkatan-calon-jemaah-haji-kabupaten-kediri-dipusatkan-di-kawasan-wisata-simpang-lima-gumul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemberangkatan-calon-jemaah-haji-kabupaten-kediri-dipusatkan-di-kawasan-wisata-simpang-lima-gumul</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya, pemilihan Simpang Lima Gumul dinilai sebagai opsi terbaik karena memiliki area yang luas serta akses yang memadai untuk pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0a79b1ba64c.webp" length="49038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 09:47:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, calon jemaah haji, SLG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan mulai 19 hingga 20 Mei 2026. Tahun ini, titik pemberangkatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dipusatkan di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG).</p>
<p></p>
<p>Pemberangkatan, menurut Abdul Kholiq, ditempatkan di area depan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri dan di sepanjang jalan depan bank daerah Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>"Insya Allah nanti (pemberangkatan) dari Simpang Lima Gumul karena di Pemkab masih renovasi. Hasil asesmen supaya dialihkan sementara, nanti kalau sudah kembali pulih titik pemberangkatan akan dikembalikan," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Senin (18/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan kawasan wisata SLG juga lebih strategis karena berada di titik tengah, sehingga memudahkan akses bagi jemaah dari berbagai wilayah, baik dari arah utara maupun selatan Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pemilihan Simpang Lima Gumul dinilai sebagai opsi terbaik karena memiliki area yang luas serta akses yang memadai untuk pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan.</p>
<p></p>
<p>"Bis akan ditata oleh pihak kepolisian dan Satpol PP. (SLG) Ini pilihan yang terbaik, jadi posisi di Masjid An-Nur itu bagus, cuma nanti posisi yang jemaah yang selatan terlalu jauh. Maka yang terbaik dan kantong parkirnya luar biasa besar di SLG," katanya. </p>
<p></p>
<p>Untuk jemaah haji, terdapat empat kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan. Tiga kloter, yakni kloter 109, 110, dan 111 dijadwalkan berangkat pada 19 Mei, sedangkan kloter 112 akan diberangkatkan pada 20 Mei.</p>
<p></p>
<p>Terkait jumlah jemaah, Abdul Kholiq menyebutkan bahwa terdapat sekitar 1.272 jemaah yang telah melunasi biaya haji. Namun, jumlah yang berangkat diperkirakan sedikit lebih rendah karena adanya jemaah cadangan serta beberapa yang menunda keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Ada beberapa yang terkendala kesehatan, yang akhirnya menyebabkan dia tidak bisa berangkat. Termasuk ada yang kemarin ada stroke, ada yang akhirnya tunda keberangkatan. Sekitar 5 orang," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Namun Abdul Kholiq memastikan calon jemaah haji tertua, yang tidak hanya dari Kabupaten Kediri tetapi juga dari Indonesia dengan usia 104 tahun, tetap berangkat. "Tertua tetap lanjut, sehat insyaallah. Doakan semoga lancar yang tertua bisa sampai ke tanah suci haji dan bisa kembali ke tanah air," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, terkait rencana pembangunan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, pihaknya menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama pusat. Lokasi baru direncanakan berada di kawasan Kompleks Masjid An-Nur Pare, dengan pembangunan yang ditargetkan mulai pada 2026. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahanani Book &amp;amp; Art Festival 2026, Ruang Wong Cilik Menjaga Nyala Literasi di Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahanani-book-art-festival-2026-ruang-wong-cilik-menjaga-nyala-literasi-di-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahanani-book-art-festival-2026-ruang-wong-cilik-menjaga-nyala-literasi-di-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Mahanani Book &amp; Art Festival 2026 di Kediri menghadirkan ruang literasi bagi wong cilik melalui seni, buku, teater, hingga Angkringan Puisi yang unik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0a6ba77094e.webp" length="81124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:22:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Mahanani Book and Art Festival 2026, festival literasi Kediri, wong cilik, Hari Buku Nasional, Taman Baca Mahanani, festival buku Kediri, Angkringan Puisi, literasi Jawa Timur, seni dan literasi, komunitas literasi Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Tidak ada panggung megah ataupun gemerlap laiknya festival berskala besar. Di Taman Baca Mahanani, Kediri, orang-orang biasa justru menciptakan ruang yang terasa hidup. Ada pelajar, guru honorer, petani, pengemudi ojek online, hingga pekerja lepas yang berkumpul membawa satu semangat yang sama: menjaga literasi tetap menyala.</p>
<p>Semangat itu hadir dalam gelaran Mahanani Book &amp; Art Festival 2026 yang berlangsung pada 16-17 Mei 2026. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival tersebut mengangkat tema “Merekam Orang-orang Biasa” sebagai bentuk keberpihakan terhadap wong cilik yang selama ini kerap luput dari sorotan.</p>
<p>Tema itu sekaligus menjadi napas utama seluruh rangkaian acara, mulai dari diskusi buku, pameran seni, pertunjukan teater, hingga aktivitas sederhana yang justru terasa paling membumi: membaca puisi untuk membayar gorengan dan minuman di “Angkringan Puisi”.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0a6d69ef511.webp" alt=""><sup>Di Angkringan Puisi, ketika pembeli membayar makanan minuman dengan baca puisi. (foto: Dok Panitia MBAF 2026)</sup></p>
<p>Koordinator acara, Fadinka Addin, mengatakan festival tahun ini sengaja diarahkan untuk memberi ruang kepada masyarakat biasa agar dapat merekam dan menceritakan dirinya sendiri melalui seni maupun literasi.</p>
<p>“Tahun pertama mengadakan event ini kita sudah mengangkat isu pentingnya membaca. Lalu tahun lalu kita mengusung Bukumu Budayamu. Nah, tahun ini kita perlu mengangkat tema yang menarik sekaligus berpihak. Oleh karenanya, Merekam Orang-orang Biasa kami usung,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Fadinka, festival tersebut juga menjadi cerminan dari para pegiat yang menghidupkan Taman Baca Mahanani sehari-hari.</p>
<p>“Hal itu tak luput dari teman-teman pegiat literasi di sini pula yang keseluruhannya adalah orang-orang biasa. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru honorer, petani, ojol, akademisi, hingga pekerja lepas. Pokoknya pegiat di sini itu dari berbagai macam latar dan tentunya tak ada yang mentereng alias semua adalah orang-orang biasa, <em>wong cilik</em>,” imbuhnya.</p>
<p>Atmosfer festival terasa cair dan dekat dengan masyarakat. Pengunjung tidak hanya datang untuk membaca buku, tetapi juga menikmati ruang interaksi yang terbuka. Pameran foto tentang profesi masyarakat kecil dipajang berdampingan dengan ruang baca gratis dan pertunjukan seni lintas komunitas.</p>
<p>Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah “Nrutus”, kegiatan berjalan kaki menyusuri gang-gang Kota Kediri sambil merekam kehidupan warga sekitar. Aktivitas tersebut menjadi cara sederhana untuk melihat lebih dekat realitas masyarakat sehari-hari yang sering terabaikan.</p>
<p>Selain itu, sesi “Berani Goblok” juga digelar sebagai ruang membedah karya-karya sastrawan Iman Budhi Santosa yang dikenal dekat dengan narasi wong cilik sepanjang hidupnya.</p>
<p>Perhelatan malam puncak turut dihadiri mantan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Ferry Silviana Feronica atau Bunda Fey. Keduanya mengapresiasi hadirnya ruang literasi alternatif di tengah dominasi penggunaan gadget pada anak-anak.</p>
<p>“Saya sangat senang sekali dengan acara ini, di mana sekarang ini banyak orang tua ataupun guru menormalisasi memberikan gadget pada anak-anaknya. Di sini anak-anak dan semua orang diberi ruang untuk membaca seluas-luasnya. Acara kali ini bisa membuat anak-anak lebih berkembang secara lebih luas,” tutur Abdullah Abu Bakar.</p>
<p>Bunda Fey mengaku suasana festival membuatnya teringat pada atmosfer kebudayaan saat masih berada di Yogyakarta.</p>
<p>“Selamat untuk Mahanani yang sudah mengadakan Mahanani Book &amp; Art Festival yang ketiga kalinya. Saya sangat senang karena anak saya menjadi bagian dari acara malam ini. Jadi bersyukurlah teman-teman semua. Malam ini saya merasa tidak di Kediri, tapi déjà vu saat saya kuliah di Jogja dulu,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, pembina asrama Al-Furqon dan Teater Pitulikur Pondok Pesantren Darul ’Ulum Jombang, Syaiful Anam, menilai festival tersebut menjadi ruang belajar yang sehat bagi anak-anak maupun orang dewasa.</p>
<p>“Perayaan Hari Buku Nasional seperti di Mahanani ini sebuah pelajaran yang luar biasa. Dengan ini, anak-anak dan tentunya kita semua dapat mengoptimalkan potensi serta bakatnya masing-masing. Dari pertunjukan-pertunjukan tadi, misal, kita ditunjukkan bahwa anak harus diberi ruang belajar yang psychological safety, sehingga anak-anak bahkan orang dewasa tidak memiliki rasa takut untuk salah,” urainya.</p>
<p>Di tengah derasnya arus digital dan budaya instan, Mahanani Book &amp; Art Festival 2026 hadir sebagai ruang kecil <em>wong cilik </em>mengekspresikan diri. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Idul Adha, Harga Hewan Ternak Untuk Qurban Mulai Merangkak Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-idul-adha-harga-hewan-ternak-untuk-qurban-mulai-merangkak-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-idul-adha-harga-hewan-ternak-untuk-qurban-mulai-merangkak-naik</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Tutik, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat, khususnya di sektor peternakan, masih stabil. Daya beli terhadap hewan ternak juga tetap terjaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09b8a85f1c1.webp" length="54570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 22:22:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha, hewan kurban, harga ternak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan. Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar hewan tetap berjalan lancar dan daya beli masyarakat dinilai masih cukup baik</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa kenaikan harga sapi berada di kisaran 10 hingga 20 persen.</p>
<p>"Untuk harga mengalami kenaikan yang menurut kami juga cukup signifikan meskipun tidak melebihi 50 persen. Kurang lebih ada kenaikan sekitar 10 sampai 20 persen. Ini wajar, menjelang hari raya Idul Qurban ada kenaikan," ujar Tutik, Minggu, (17/05/2025). </p>
<p>Menuru Tutik, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat, khususnya di sektor peternakan, masih stabil. Daya beli terhadap hewan ternak juga tetap terjaga.</p>
<p>" Tapi alhamdulillah meski ada kenaikan harga, tapi transaksi berjalan. Kadang-kadang kan tidak ada kenaikan, transaksi lesu, ada kenaikan lebih lesu lagi, tapi alhamdulillah ini tidak," tambahnya. </p>
<p>Sementara itu, untuk harga kambing dan domba, tren berbeda sempat terjadi beberapa bulan sebelumnya. Harga sempat turun hingga kisaran Rp1,5 juta, namun kini mulai kembali normal di angka sekitar Rp2 juta per ekor.</p>
<p>"Harga kambing beberapa bulan kemarin sempat turun dengan berbagai macam isu. Tapi ini menjelang Idul Qurban ada kenaikan meskipun tidak sebesar sapi. Kalau biasanya harga Rp2 juta, beberapa waktu yang lalu kan sempat turun Rp1.500.000. Sekarang sudah merangkak ke Rp2 juta lagi. Artinya kenaikan kambing masih dalam standar normal karena sebelumnya sempat turun," jelasnya. </p>
<p>Di sisi lain, DKPP Kabupaten Kediri juga melakukan monitoring dan evaluasi kesehatan hewan menjelang Iduladha, salah satunya di Pasar Hewan Tertek. Tim kesehatan hewan memastikan seluruh ternak yang masuk dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular seperti PMK maupun LSD.</p>
<p>DKPP juga memastikan tidak ada gangguan signifikan yang dapat menghambat aktivitas pasar, sehingga para pedagang, baik dari dalam maupun luar daerah, dapat bertransaksi dengan nyaman.</p>
<p>"Memastikan bahwa hewan-hewan yang masuk pasar adalah betul-betul hewan yang sehat. Hasil pantauan, dari masuk sampai kita keliling, alhamdulillah tidak menemukan hewan-hewan yang menunjukkan gejala sakit, baik PMK, LSD, maupun penyakit-penyakit hewan menular yang lain," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Long Weekend Penumpang Meningkat, 8.770 Penumpang Tiba&amp;Berangkat Dari Stasiun Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/long-weekend-penumpang-meningkat-8770-penumpang-tiba-berangkat-dari-stasiun-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/long-weekend-penumpang-meningkat-8770-penumpang-tiba-berangkat-dari-stasiun-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Selama momen libur panjang (long weekend) peringatan Kenaikan Yesus Kristus, mulai 13 sampai 17 Mei 2026, Stasiun Kediri mencatatkan okupansi penumpang yang tinggi. Selama periode tersebut Stasiun Kediri total melayani 8.770 pelanggan, terdiri dari 4.091 pelanggan yang berangkat dan 4.679 pelanggan yang tiba. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09d1c5515b6.webp" length="47148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 22:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Stasiun Kediri, Daop VII Madiun, penumpang kereta api</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Selama momen libur panjang (<em>long weekend</em>) peringatan Kenaikan Yesus Kristus, mulai 13 sampai 17 Mei 2026, Stasiun Kediri mencatatkan okupansi penumpang yang tinggi. Selama periode tersebut Stasiun Kediri total melayani 8.770 pelanggan, terdiri dari 4.091 pelanggan yang berangkat dan 4.679 pelanggan yang tiba. </p>
<p>Angka ini masih dinamis hingga keberangkatan dan kedatangan KA hingga tengah malam nanti. Secara keseluruhan, volume penumpang Daop 7 Madiun tercatat 74.502 pelanggan. Angka tersebut terbagi atas 35.654 pelanggan yang berangkat dan 38.848 pelanggan yang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.</p>
<p>Tren positif keberangkatan terlihat dari adanya kenaikan sebesar 18,5 persen dibandingkan periode yang sama pada minggu sebelumnya (6–10 Mei 2026) yang melayani sebanyak 30.089 pelanggan.</p>
<p>“Kami menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus memercayakan perjalanannya kepada KAI. Peningkatan volume penumpang sebesar 18,5 persen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan konsisten menjaga keselamatan demi mewujudkan konektivitas transportasi massal yang aman dan berkesan," ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari, Minggu, (17/05/2026). </p>
<p>Sebelumnya, Tohari, juga menambahkan bahwa peningkatan volume penumpang ini dipengaruhi oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu. Selain itu, peremajaan sarana menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.</p>
<p>"Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan, sejak 15 April 2026, Daop 7 Madiun telah mengoperasikan sarana Stainless Steel New Generation pada KA Bangunkarta (relasi Jombang - Pasarsenen PP) dan KA Singasari (relasi Blitar - Pasarsenen PP). Inovasi ini disambut positif oleh masyarakat karena memberikan pengalaman perjalanan yang lebih premium," tambahnya.</p>
<p>KAI Daop 7 Madiun juga terus mengoptimalkan pelayanan di berbagai lini, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan fasilitas di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan perjalanan guna memastikan operasional berjalan lancar selama masa libur panjang.</p>
<p>Salah satunya seperti inovasi layanan digital dan fasilitas di stasiun guna meningkatkan kenyamanan dan mengurai antrean di area stasiun selama masa liburan. </p>
<p>"KAI Daop 7 Madiun terus memaksimalkan implementasi teknologi terkini. Sistem Face Recognition Boarding Gate yang telah terpasang di Stasiun Madiun mempermudah proses pemeriksaan tiket pelanggan hanya dalam hitungan detik tanpa perlu menunjukkan fisik KTP atau tiket cetak," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Video Bernarasi Fee Proyek KDKMP di Kediri, Dandim 0809/Kediri: Itu Hoaks!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-video-bernarasi-fee-proyek-kdkmp-di-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-video-bernarasi-fee-proyek-kdkmp-di-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan video yang memperlihatkan seorang ASN memberikan komisi puluhan juta kepada seorang pria berpakaian loreng usai mendapatkan proyek Koperasi Desa Merah Putih di Kediri tidak benar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09d6ca9db4c.webp" length="80514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 21:29:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kodim 0809 Kediri, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Koperasi Merah Putih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Video yang memperlihatkan seorang ASN memberikan komisi kepada seorang pria berpakaian loreng dengan percapakan seputar proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kediri viral di media sosial. Namun, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan isi video itu tidak benar. </p>
<p>Dalam video, seorang wanita terlihat menyerahkan bungkusan yang disebut berisi uang kepada seorang pria di dalam mobil beredar luas di media sosial. Wanita dalam video mengenakan pakaian ala PNS lengkap dengan <em>batch</em> bertuliskan Kediri. Sementara, si pria memakai pakaian serba loreng.  </p>
<p>Narasi dalam video tersebut, menyebut adanya komisi kepada pihak tertentu dari si wanita setelah mendapatkan proyek Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kediri. </p>
<p>Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan, isi dalam video itu tidak benar. "Video itu hoaks. Isi dari video tersebut tidak benar. Tidak ada praktek jual beli titik KDKMP (Koperasi desa Kelurahan Merah Putih) di wilayah Kediri Raya," tegasnya, Minggu, (17/05/2026). </p>
<p>Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah mengungkapkan, pelaksanaan KDKMP di wilayah Kediri sesuai dengan aturan Inpres nomor 9 tahun 2025, di mana pemerintah daerah menyiapkan lahan, Kodim membangun dan anggaran dari Agrinas. </p>
<p>"Tidak ada intervensi dari ASN. Kita bekerja dengan sistem padat karya. Saya selaku Kalagiat Satgas KDKMP, Danramil sebagai Kepala Koordinator Unit dan para babinsa sebagai kepala unit masing-masing," jelasnya. </p>
<p>Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah berharap, kepada setiap warga masyarakat yang mengunggah video tersebut untuk lebih dulu bertanya atau klarifikasi. Apalagi mencatut nama Kodim Kediri. Ia juga membantah dengan tegas, apa yang dinarasikan dalam video itu. </p>
<p>"Selama saya menjabat sebagai komandan Kodim lima bulan berjalan ini tidak pernah namanya saya berhubungan dengan ibu-ibu ASN, apalagi sampai dinyatakan menerima fee dari program ini, " tegasnya lagi. </p>
<p>Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menambahkan KDKMP bukan proyek, melainkan program Presiden untuk semua masyarakat. "Jadi harapan saya apabila ada viral video seperti itu, kami mohon untuk jangan mudah untuk mem-share langsung. Kami juga selalu terbuka," jelasnya. </p>
<p>Dandim Kediri menegaskan juga akan melakukan langkah hukum terkait video tersebut. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Plt Bupati Tulungagung  Minta Jemaah Jaga Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lepas-keberangkatan-jemaah-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lepas-keberangkatan-jemaah-haji</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 380 jemaah haji Kabupaten Tulungagung yang masuk dalam Kloter 102 diberangkatkan Minggu (17/5/2026) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09a3a7a97ef.webp" length="77760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 20:22:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, haji, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP- Sebanyak 1.175 calon jemaah haji asal Tulungagung diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.</p>
<p>Pada pemberangkatan tahap awal, Minggu (17/5/2026) sore, sebanyak 380 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 102 diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya. Selanjutnya, pemberangkatan calon jemaah lainnya dilakukan pada malam hari untuk kloter berikutnya.</p>
<p>Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke daerah asal dengan predikat haji mabrur.</p>
<p>“Pada hari ini kita berangkatkan jemaah haji Kabupaten Tulungagung Kloter 102 sebanyak 380 jemaah. Nanti masih ada pemberangkatan lagi sekitar pukul 12 malam,” ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia juga meminta para jemaah turut mendoakan Kabupaten Tulungagung agar tetap aman dan kondusif selama musim haji berlangsung.</p>
<p>“Kami mohon kepada seluruh jemaah haji untuk mendoakan dirinya sendiri dan juga mendoakan Kabupaten Tulungagung agar kondusif, aman, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Ahmad Baharudin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor utama karena rangkaian ibadah di Tanah Suci membutuhkan stamina yang kuat.</p>
<p>“Jaga kesehatan dan ikuti arahan ketua kloter maupun ketua rombongan. Jangan sampai lepas dari kelompok dan selalu komunikasi dengan teman-temannya serta tim kesehatan. Haji ini membutuhkan fisik yang kuat,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau para jemaah untuk tetap menjaga pola makan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan di luar rukun dan wajib haji.</p>
<p>“Makan harus tetap dijaga walaupun mungkin makanan tidak cocok. Tetap makan dan banyak minum. Jangan memaksakan kegiatan yang menguras fisik dan bukan termasuk wajib maupun rukun haji,” tambahnya.</p>
<p>Untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah, termasuk fasilitas antar jemput dan souvenir batik.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Suryani, menjelaskan total calon jemaah haji asal Tulungagung sebenarnya mencapai 1.178 orang. Namun, tiga orang batal berangkat.</p>
<p>“Total awalnya 1.178 jemaah, tetapi ada tiga yang gagal berangkat. Satu meninggal dunia, kemudian dua lainnya batal karena suaminya sedang opname sehingga istrinya juga tidak bisa berangkat,” jelas Suryani.</p>
<p>Menurutnya, jemaah haji Tulungagung terbagi dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 102, 103, 104, 105, serta Kloter 112 yang berisi enam orang jemaah.</p>
<p>“Kloter 102 masuk asrama haji nanti malam pukul 20.00 dan akan terbang Senin malam pukul 21.00. Sedangkan Kloter 103 masuk asrama Senin pagi pukul 06.00 dan terbang pada hari Selasa pukul 06.25,” terangnya.</p>
<p>Suryani juga mengungkapkan terdapat 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian kursi roda telah dikirim lebih dulu bersama koper, sedangkan kursi roda yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah.</p>
<p>“Ada 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian sudah kami kirim bersama koper, sedangkan yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah di bus,” katanya.</p>
<p>Meski seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, pihaknya tetap meminta para jemaah menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan, mengingat aktivitas menerima tamu sering membuat waktu istirahat berkurang.</p>
<p>“Rata-rata jemaah menerima banyak tamu sehingga kurang tidur dan kurang istirahat. Kami berharap tidak ada lagi jemaah yang sakit menjelang keberangkatan,” ujarnya.</p>
<p>Ia pun berpesan agar para jemaah memprioritaskan kesehatan selama berada di Tanah Suci karena jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup padat.</p>
<p>“Setelah tiba di sana hanya sekitar empat sampai lima hari sudah mulai pelaksanaan haji. Jadi kesehatan harus benar-benar dijaga. Ibadah sunnah bisa dilakukan setelah seluruh rangkaian haji selesai,” pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala SPPG Baron Nganjuk Diduga Dianiaya Mitra MBG, Polisi Dalami Motif Perselisihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-sppg-baron-nganjuk-diduga-dianiaya-mitra-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-sppg-baron-nganjuk-diduga-dianiaya-mitra-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Baron melaporkan penganiayaan yang dialaminya pada institusi kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09a3bee080b.webp" length="16746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 19:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penganiayaan, Kepala SPPG Baron, SPPG Baron, Polsek Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan aksi kekerasan terjadi di lingkungan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Baron diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang mitra MBG.</p>
<p>Peristiwa tersebut kini tengah ditangani pihak kepolisian setelah korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Baron.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden dugaan penganiayaan terjadi di area kantor SPPG Baron yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional, Sabtu (16/5/2026). Dugaan pelaku disebut merupakan salah satu mitra dalam program MBG.</p>
<p>Namun demikian, substansi persoalan yang memicu perselisihan hingga berujung dugaan aksi kekerasan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Sejumlah informasi yang beredar menyebut adanya ketegangan terkait evaluasi kerja sama mitra MBG, namun hal itu masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya.</p>
<p>Beberapa isu yang mencuat di antaranya terkait dugaan suspend terhadap mitra MBG karena belum memenuhi sejumlah persyaratan teknis, termasuk ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Meski begitu, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan mengenai kaitan persoalan tersebut dengan insiden yang dilaporkan.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Baron, Alfin Hibatul, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut laporan resmi telah dibuat pada Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>“Iya benar mas, sudah melaporkan kejadian ini ke polisi hari Sabtu kemarin,” ujar Alfin Hibatul kepada SuaraJatimPost, Minggu (17/5/2026).</p>
<p>Kapolsek Baron AKP Roni Andreas juga membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya luka fisik pada tubuh pelapor.</p>
<p>“Benar, laporan sudah kami terima. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan luka fisik pada pelapor,” ujar AKP Roni Andreas.</p>
<p>Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. Penyidik juga menelusuri kronologi lengkap insiden tersebut untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau hanya kesalahpahaman antarpihak.</p>
<p>Kasus ini menyita perhatian karena terjadi di tengah pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Polisi meminta seluruh pihak menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Posisi Hilal Penuhi Kriteria MABIMS, Kemenag Prediksi Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/posisi-hilal-penuhi-kriteria-mabims-kemenag-prediksi-iduladha-1447-h-jatuh-pada-rabu-27-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/posisi-hilal-penuhi-kriteria-mabims-kemenag-prediksi-iduladha-1447-h-jatuh-pada-rabu-27-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Tim Hisab Rukyat Kemenag nyatakan posisi hilal 1 Zulhijah di seluruh RI telah melampaui batas minimum MABIMS. Hari Raya Iduladha 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09a26f0dbba.webp" length="5854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 18:12:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha 1447 H, Kapan Idul Adha 2026, Sidang Isbat Kemenag, Hilal 1 Zulhijah, Kriteria MABIMS, Cecep Nurwendaya, Hisab Rukyat, Kemenag RI.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Berdasarkan hasil pemantauan dan hisab yang dilakukan oleh Tim Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, awal bulan Zulhijah tahun ini diprediksi akan berlangsung serentak.</p>
<p>Data astronomis menunjukkan bahwa posisi hilal di seluruh  wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah memenuhi kriteria baru yang disepakati oleh menteri-menteri agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).<br><br>Dengan terpenuhinya syarat tersebut, tanggal 1 Zulhijah 1447 H secara hisab diprediksi akan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Hal ini berimplikasi langsung pada penetapan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) yang diperkirakan akan bertepatan dengan hari Rabu, 27 Mei 2026.<br><br>Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memberikan pemaparan detail mengenai posisi hilal saat ini. Ia menjelaskan bahwa fase <em>ijtimak </em>(konjungsi) yang menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya telah terjadi pada hari Minggu (17/5/2026) tepat pukul 03.00 WIB.</p>
<p>Pada saat matahari terbenam di hari Minggu tersebut, ketinggian hilal di seluruh pelosok Nusantara sudah berada di posisi yang sangat meyakinkan.<br>“Di ujung timur Indonesia, yakni Merauke, tinggi hilal berada pada angka 3,29 derajat. Sementara di ujung barat, yakni Sabang, tinggi hilal mencapai 6,95 derajat,” jelas Cecep dalam seminar pemaparan posisi hilal yang digelar di Jakarta, Minggu (17/5/2026).</p>
<p>Selain ketinggian, parameter krusial lainnya adalah elongasi (jarak sudut antara pusat piringan bulan dan pusat piringan matahari). Cecep menyebutkan, elongasi hilal di Indonesia berkisar antara 8,91 derajat hingga 10,62 derajat.</p>
<p>Sebagai informasi, penetapan awal bulan kamariah di Indonesia merujuk pada kriteria baru MABIMS yang diterapkan untuk meminimalisasi perbedaan jatuhnya hari-hari besar Islam.</p>
<p>Kriteria ini menetapkan bahwa hilal dapat dinyatakan memenuhi syarat *imkanur rukyat* (kemungkinan bisa dilihat) apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.</p>
<p>Melihat data yang ada, posisi hilal di Indonesia saat ini dinilai telah melampaui batas minimum tersebut secara mutlak.</p>
<p>“Berdasarkan kriteria MABIMS (3 derajat dan 6,4 derajat), posisi hilal di seluruh wilayah NKRI telah memenuhi syarat. Sehingga, 1 Zulhijah 1447 H secara hisab dipastikan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026,” tegas Cecep di hadapan para peserta seminar.</p>
<p>Pemaparan data astronomis oleh Tim Hisab Rukyat ini merupakan tahapan awal yang krusial sebelum pemerintah menetapkan keputusan secara resmi. Rangkaian ini akan dilanjutkan dengan Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H yang digelar secara tertutup oleh Kemenag RI pada Minggu malam, selepas pelaksanaan salat Magrib.</p>
<p>Sidang Isbat tersebut akan menggabungkan hasil hisab (perhitungan astronomis) dengan hasil *rukyatul hilal* (pemantauan bulan secara langsung) yang dilakukan oleh tim Kemenag di puluhan titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Hasil akhir dari sidang inilah yang nantinya akan menjadi rujukan resmi bagi masyarakat Indonesia dalam melaksanakan puasa Arafah dan perayaan Iduladha 1447 H. (**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nominasi Aktris Terbaik: Ibu yang &amp;apos;Cubit&amp;Cubit Sayang&amp;apos; Tertangkap Kamera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nominasi-aktris-terbaik-ibu-yang-cubit-cubit-sayang-tertangkap-kamera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nominasi-aktris-terbaik-ibu-yang-cubit-cubit-sayang-tertangkap-kamera</guid>
<description><![CDATA[ Ketika seorang bocah dalam gendongan ibunya menangis histeris dalam gendongan, ada emak-emak yang mengelus untuk menenangkan. Eh, ternyata si emak itulah yang membuat bocah kesakitan karena cubitannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09467d85402.webp" length="93368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 12:22:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>viral sidoarjo, cctv sidoarjo, cubit anak penjual buah, berita humor satir, aktris terbaik sidoarjo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong> – Jagat maya kembali dikejutkan dengan sebuah rekaman CCTV yang layak masuk nominasi 'Best Performance in a Leading Role'. Di sebuah toko buah di Sidoarjo, seorang wanita menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa. Dia memerankan tokoh antagonis dan protagonis dalam satu durasi video yang singkat.</p>
<p>Awalnya, suasana tampak biasa saja. Namun, kamera tidak berbohong. Terlihat sebuah gerakan tangan "cubit-cubit sayang" yang mendarat di tubuh seorang bocah penjual buah. Efeknya instan: sang anak meledak dalam tangisan histeris yang membelah keheningan toko.</p>
<p>Inilah bagian yang membuat netizen tercengang. Tak butuh waktu lama bagi wanita tersebut untuk berganti peran. Dengan wajah penuh "keprihatinan", ia segera membantu menenangkan sang bocah. Elusan tangannya seolah berkata, *"Duh, kasihan banget, siapa sih yang jahat?" padahal pelakunya sedang bercermin di depan kamera CCTV.</p>
<p>"Kita harus mengapresiasi transisi emosinya. Dari mencubit hingga mengelus, perubahannya lebih cepat daripada pergantian musim di Indonesia. Sayangnya, produser CCTV tidak memberikan kontrak film, melainkan kemungkinan kontrak dengan pihak kepolisian." (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo Bersama Forkopimda Hadiri Zoom Meeting Launching 1061 KDKMP oleh Presiden Prabowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-jombang-letkol-kav-dicky-prasojo-bersama-forkopimda-hadiri-zoom-meeting-launching-1061-kdkmp-oleh-presiden-prabowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-jombang-letkol-kav-dicky-prasojo-bersama-forkopimda-hadiri-zoom-meeting-launching-1061-kdkmp-oleh-presiden-prabowo</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan peresmian KDKMP secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, oleh Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a086262ab71b.webp" length="36492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 21:19:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP, Koperasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang menghadiri Zoom Meeting launching operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.</p>
<p>Kegiatan peresmian KDKMP secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, oleh Presiden Prabowo Subianto, bersamaan dengan kegiatan peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Hadir dalam zoom meeting di lokasi KDKMP di Desa Mojongapit, sebanyak 80 titik KDKMP se-Jombang serta jajaran Forkopimda, di antaranya Bupati Jombang Warsubi, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, perwakilan Agrinas, serta sejumlah tamu undangan lain.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a086502c927d.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Letkol Kav Dicky Prasojo, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa.</p>
<p>"Melalui koperasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing," ujar Dandim 0814 Jombang dalam pesan yang diterima suarajatimpost.com.</p>
<p>Dandim 0814 Jombang menyatakan dukungannya bahwa koperasi yang dikelola dengan baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat ketahanan wilayah dari aspek ekonomi.</p>
<p>"Diharapkan program ini mampu membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai fondasi pembangunan nasional," tandasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan berbeda, Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan progres menjanjikan pembangunan gedung KDKMP di kota santri. Dari 306 desa dan kelurahan, pihaknya telah menargetkan sebanyak 210 titik siap sepenuhnya pada bulan Juli 2026 nanti. </p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkap Letkol Dicky. </p>
<p>Sejauh ini memang diakui jika memang ada kendala lahan untuk pembangunan KDKMP di Jombang. Terutama kendala yang dialami oleh wilayah kelurahan berposisi di daerah perkotaan. </p>
<p>Walau demikian pihak Kodim 0814 Jombang terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud. </p>
<p>"Semoga saja ada tanah masuk baru, terutama yang di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota DPR RI Tekankan Kehati&amp;hatian Pengelolaan Dana Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-tekankan-kehati-hatian-pengelolaan-dana-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-tekankan-kehati-hatian-pengelolaan-dana-haji</guid>
<description><![CDATA[ Tokoh yang akrab disapa Gus An’im itu menekankan pentingnya pengawasan berlapis dalam tata kelola keuangan haji di Indonesia. Mengingat dana yang dihimpun dikelola BPKH sangat besar dan berjangka panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0860120a4df.webp" length="24414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 21:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, dana haji, Anggota DPR</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Anggota DPR RI Komisi VIII KH An'im Falachuddin Mahrus menekankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana haji oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) RI. </p>
<p>Tokoh yang akrab disapa Gus An’im itu menekankan pentingnya pengawasan berlapis dalam tata kelola keuangan haji di Indonesia. Mengingat dana yang dihimpun dikelola BPKH sangat besar dan berjangka panjang. </p>
<p>Karena itu, sistem yang akuntabel mutlak diperlukan demi mencegah terjadinya penyimpangan.</p>
<p>"Yang paling penting sifat kehati-hatian. Jangan sampai investasi kepada usaha-usaha yang berisiko tinggi, itu yang paling utama," ujar Gus An'im, Sabtu, (16/05/2025) usai halaqah Keuangan Haji dengan tema Optimalisasi Dana Haji untuk Kemaslahatan Umat. </p>
<p>Kinerja BPKH, menurut Gus An'im sudah berada di jalur yang tepat. Sehingga bisa membantu mempermudah calon jemaah haji untuk menunaikan ibadah. Adapun, dituturkan Gus An'im, BPKH saat ini mengelola keuangan haji dengan para calon jemaah haji sudah mengumpulkan uang dengan nilai sekitar Rp108 triliun. </p>
<p>"Alhamdulillah selama ini BPKH sudah profesional dan juga melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya Sehingga biaya haji yang sebetulnya harus dibayar oleh jemaah haji Rp90 juta karena ditutup oleh BPKH , akhirnya bisa rata-rata Rp60 juta," tambahnya. </p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi menyebut, halaqah ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. </p>
<p>Abdul Kholiq Nawawi menuturkan, ada banyak hal yang selama ini tidak diketahui masyarakat tentang alur penggunaan dan subsidi biaya penyelenggaraan haji. </p>
<p>"Tentunya bagi jemaah haji akan bisa lebih percaya dan menyakinkan dirinya bahwasannya uang yang selama ini dibayarkan ke BPKH ternyata itu memiliki maslahat luar biasa dan itu dikembalikan semuanya kepada jemaah haji sehingga mereka juga akan lebih bersemangat untuk tetap untuk mempersiapkan diri di dalam proses penyelenggaran haji," ungkap Abdul Kholiq. </p>
<p>Sementara, mereka yang belum mendaftar juga tergerak untuk semakin semangat.</p>
<p>"Dan bagi jamaah yang belum memiliki porsi, ini bisa mengambil cara-cara bagaimana supaya kita secepatnya bisa melakukan pendaftaran," tambahnya. </p>
<p>Dengan penjelasan yang disampaikan oleh BPKH dan Komisi VIII sebagai pengawal kebijakan, ditegaskan Abdul Kholiq, hal tersebut membuktikan usahapemerintah untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana haji. </p>
<p>"Selama ini barangkali kita masih meraba-raba untuk apa, bagaimana pengelolaannya. Dan insyaallah tadi sudah disampaikan dari BPKH dan Komisi 8 yang juga mengawal kebijakan ini sehingga tentunya ini menjadi satu usaha transparansi pemerintah menjelaskan kepada masyarakat," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Buruh Asal Sidoarjo Ziarah ke Makam Marsinah Nganjuk, Titipkan Harapan untuk Prabowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-buruh-asal-sidoarjo-ziarah-ke-makam-marsinah-nganjuk-titipkan-harapan-untuk-prabowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-buruh-asal-sidoarjo-ziarah-ke-makam-marsinah-nganjuk-titipkan-harapan-untuk-prabowo</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a07e13e77284.webp" length="32548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 09:57:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buruh asal sidoarjo, Sarekat Buruh, Prabowo Subianto, Makam Marsinah, bubarkan outsourcing, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Ratusan buruh yang tergabung dalam rombongan sepuluh bus asal Kabupaten Sidoarjo melakukan ziarah ke makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, di Nganjuk, Jawa Timur. </p>
<p>Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman, Wakil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan keluh kesah para buruh yang menurutnya kian terhimpit oleh berbagai kebijakan pemerintah.</p>
<p>"Hak-hak buruh saat ini seolah dirampas oleh kebijakan pemerintah. Di lapangan, kami menemukan banyak penyelewengan, terutama terkait sistem outsourcing. Tenaga outsourcing yang seharusnya hanya untuk pekerjaan penunjang, faktanya kini sudah masuk ke area inti produksi. Ini sudah menjadi rahasia umum," tegas Sulaiman saat diwawancarai di sela-sela kegiatan ziarah, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Sulaiman menambahkan bahwa momen Hari Buruh atau May Day ini harus menjadi titik balik perjuangan buruh. </p>
<p>Ia secara terbuka menyampaikan keinginan besar para buruh untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk.</p>
<p>"Kami sangat berharap bisa bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo. Harapan kami jelas: hapus sistem outsourcing yang menindas dan segera realisasikan upah layak bagi buruh. Buruh di Jawa Timur, khususnya, sangat terdampak oleh kebijakan-kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja," lanjutnya.</p>
<p>Rombongan buruh dari Sidoarjo ini menjadi salah satu dari sekian banyak elemen pekerja yang terus menyuarakan tuntutan penghapusan UU Cipta Kerja dan perbaikan sistem pengupahan. </p>
<p>Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Prabowo, nasib buruh tidak lagi terpinggirkan dan hak-hak dasar mereka dapat terpenuhi secara adil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Menutup Jalur Malang&amp;Lumajang, Longsor di Ampelgading Berhasil Ditangani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-menutup-jalur-malang-lumajang-longsor-di-ampelgading-berhasil-ditangani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-menutup-jalur-malang-lumajang-longsor-di-ampelgading-berhasil-ditangani</guid>
<description><![CDATA[ Longsor akibat hujan deras sempat menutup jalur Malang-Lumajang di Ampelgading. Akses kini kembali normal setelah material dibersihkan petugas gabungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070b2f7b565.webp" length="147072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 19:03:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Jalur Malang-Lumajang, Longsor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Bencana tanah longsor sempat menutup akses jalur Provinsi Malang-Lumajang tepatnya di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026) dini hari.</p>
<p>Material longsor menutup badan jalan usai hujan dengan intensitas sedang mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih 10 jam.</p>
<p>Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di ruas Jalan Raya Dampit-Lumajang dengan panjang material longsoran sekitar 4 meter dan lebar mencapai 10 meter. Akibatnya, akses penghubung Malang-Lumajang sempat tidak dapat dilalui kendaraan.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, hujan yang berlangsung sejak Kamis malam menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah Ampelgading.</p>
<p>“Curah hujan dengan intensitas sedang terjadi mulai Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Kondisi itu mengakibatkan tebing di sekitar jalan provinsi mengalami longsor dan menutup akses jalan,” urainya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Tim BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Proses pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan instansi terkait.</p>
<p>Sadono menambahkan, kebutuhan peralatan penanganan seperti sekop, arco, dan cangkul telah terpenuhi sehingga proses evakuasi material dapat berjalan lebih cepat.</p>
<p>“Saat ini akses jalan sudah dapat dilalui kembali baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Bina Marga Kabupaten Malang, Forkopimcam Ampelgading, perangkat Desa Tirtomoyo, Poslap Tirtoyudo, masyarakat, serta pihak swasta.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Kabupaten Malang juga memastikan akan terus melakukan koordinasi lanjutan bersama instansi terkait guna mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat cuaca masih berpotensi hujan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran di Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Satu Pasien Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-di-gedung-ppjt-rsud-dr-soetomo-surabaya-satu-pasien-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-di-gedung-ppjt-rsud-dr-soetomo-surabaya-satu-pasien-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Selain korban meninggal dunia, satu pasien lainnya berhasil dievakuasi dari area terdampak asap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a069dd5a4f3d.webp" length="34248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, RSUD De Soetomo, PPJT, ICU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo pada Jumat (15/5/2026) pagi memakan korban jiwa. Seorang pasien yang tengah menjalani perawatan di ruang ICU lantai 6 dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar asap kebakaran yang memenuhi gedung rumah sakit tersebut.</p>
<p></p>
<p>Insiden kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di gedung layanan jantung terpadu yang terletak di kompleks RSUD Dr. Soetomo, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Surabaya. Kepulan asap abu-abu pekat terlihat membumbung tinggi dari bagian atap gedung dan sempat memicu kepanikan pasien, keluarga pasien, hingga tenaga kesehatan di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Laporan awal diterima petugas sekitar pukul 06.32 WIB terkait adanya asap pekat yang membumbung dari area RSUD Dr. Soetomo. Setelah dikonfirmasi, titik kebakaran diketahui berada di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT).</p>
<p></p>
<p>Pihak rumah sakit membenarkan peristiwa tersebut. Kepala Instalasi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, dr. Martha Kurnia Kusumawardani, memastikan lokasi kebakaran berada di pusat layanan jantung terpadu.</p>
<p></p>
<p>"Benar, lokasi kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung Terpadu," katanya singkat saat dihubungi oleh awak media pada Jumat (15/5/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera mengerahkan sejumlah unit pemadam ke lokasi. Pada tahap awal, tujuh unit mobil pemadam diterjunkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi pasien.</p>
<p></p>
<p>Namun, dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Ketua Tim Kerja Operasional DPKP Kota Surabaya, Trianjaya, mengatakan bahwa hidran rumah sakit tidak bekerja optimal karena tekanan air yang rendah.</p>
<p></p>
<p>"Tadi kita nyoba untuk menggunakan hydrant rumah sakit tapi kondisi tekanan airnya rendah," jelas Trianjaya.</p>
<p></p>
<p>Akibat kendala tersebut, petugas akhirnya mengerahkan total 13 unit mobil pemadam untuk memasok air dan mempercepat pengendalian api.</p>
<p></p>
<p>Menurut Trianjaya, titik api berada di lantai 5 gedung PPJT yang merupakan area ruang bedah jantung. Di lantai tersebut juga terdapat ruang dokter dan profesor.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah hidran, petugas mengalami kesulitan karena sebagian besar jendela gedung bersifat permanen dan tidak dapat dibuka, sehingga asap terjebak di dalam ruangan dan menyebar ke sejumlah lantai.</p>
<p></p>
<p>"Kesulitan kami tadi api di lantai lima, kemudian posisi ruangan juga jendelanya mati," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengurangi kepekatan asap di dalam gedung, petugas terpaksa memecahkan sejumlah kaca jendela agar sirkulasi udara terbuka dan asap dapat keluar.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyatakan bahwa asap kebakaran menyebar hingga ke lantai 6 gedung. Kondisi tersebut berdampak fatal pada pasien ICU yang sedang menjalani perawatan intensif.</p>
<p></p>
<p>"Di ICU satu pasien sudah dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain korban meninggal dunia, satu pasien lainnya berhasil dievakuasi dari area terdampak asap.</p>
<p></p>
<p>"Yang satu dilakukan evakuasi," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Rini menjelaskan bahwa sumber kebakaran berada di lantai 5, tepatnya di ruang bedah jantung. Meskipun api berhasil dipadamkan, proses pembasahan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, muncul dugaan bahwa hidran rumah sakit tidak berfungsi normal saat proses pemadaman berlangsung. Berdasarkan pantauan di lokasi, hidran terlihat tidak mengeluarkan tekanan air maksimal. Namun, pihak DPKP masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Ini masih kita cek lagi teman-teman masih fokus pembasahan," tegas Rini.</p>
<p></p>
<p>Seluruh pasien yang berada di gedung PPJT akhirnya dievakuasi menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menjamin keselamatan mereka dari paparan asap tebal yang memenuhi gedung tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Lamongan Sterilisasi dan Amankan Gereja Saat Ibadah Kenaikan Yesus Kristus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-lamongan-sterilisasi-dan-amankan-gereja-saat-ibadah-kenaikan-yesus-kristus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-lamongan-sterilisasi-dan-amankan-gereja-saat-ibadah-kenaikan-yesus-kristus</guid>
<description><![CDATA[ Petugas juga melakukan pemeriksaan keamanan menggunakan body screening terhadap jemaat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0581af7dda0.webp" length="46454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 15:07:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>Lamongan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>LAMONGAN, SJP</strong> — Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus, jajaran Polres Lamongan melaksanakan pengamanan serta sterilisasi gereja di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan, Kamis (14/5/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Pengamanan dilakukan di sejumlah gereja, di antaranya Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Shalom, Gereja Bethany Indonesia, Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, GKJW Desa Balun, serta beberapa gereja lain di wilayah kecamatan se-Kabupaten Lamongan.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa pelayanan kepolisian kepada masyarakat dalam rangka ibadah Kenaikan Yesus Kristus merupakan bentuk nyata toleransi antarumat beragama. "Pelayanan kepolisian ini juga menjadi komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama apa pun," tegasnya.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">"Ini juga merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar saudara kita umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Ini menjadi wujud toleransi serta hadirnya Polri di tengah masyarakat,” lanjutnya.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian melaksanakan sterilisasi tempat ibadah sebelum ibadah dimulai. Petugas juga melakukan pemeriksaan keamanan menggunakan body screening terhadap jemaat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Selain pengamanan di area gereja, petugas turut melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (Pamturlalin) serta rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi ibadah guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Pihak gereja dan jemaat menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian atas pelayanan dan pengamanan yang diberikan. Dengan kehadiran aparat kepolisian, suasana ibadah berlangsung dengan khusyuk, aman, dan damai.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">“Kami merasa tenang dan nyaman saat menjalankan ibadah karena adanya pengamanan dari pihak kepolisian. Kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa damai bagi umat yang beribadah,” ungkap salah satu jemaat.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Kasihumas Polres Lamongan juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">“Momentum perayaan Kenaikan Yesus Kristus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati antarumat beragama. Polres Lamongan akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat,” tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak di Area Ruko Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-tanpa-identitas-ditemukan-tergeletak-di-area-ruko-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-tanpa-identitas-ditemukan-tergeletak-di-area-ruko-malang</guid>
<description><![CDATA[ Korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB setelah perangkat desa setempat menerima laporan warga terkait adanya seorang laki-laki dewasa yang tergeletak tidak bernyawa di lokasi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a052e07766d5.webp" length="36918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 08:47:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Lawang Malang, Penemuan Mayat, Mr X, Polsek Lawang, RSSA Malang, Desa Turirejo, Kabupaten Malang, PMI Lawang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang digegerkan oleh penemuan jenazah pria tanpa identitas di area ruko Jalan Dr. Sutomo, Desa Turirejo, Rabu (13/5/2026) sore.</p>
<p></p>
<p>Korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB setelah perangkat desa setempat menerima laporan warga terkait adanya seorang laki-laki dewasa yang tergeletak tidak bernyawa di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Lawang, AKP Lutfi, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Petugas Polsek Lawang bersama perangkat desa dan PMI segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.</p>
<p></p>
<p>“Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit,” urai AKP Lutfi dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri wajah lonjong, mata lebar, pipi tirus, bibir tipis, serta rambut pendek hitam ikal. Petugas tidak menemukan kartu identitas pada tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) melibatkan petugas kesehatan desa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Unit Reskrim Polsek Lawang. Saksi lain berinisial T.P.W. juga berada di lokasi saat proses penanganan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju RSSA Malang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan proses identifikasi.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban sekaligus menelusuri riwayat keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan ruko tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UPT PPA Tulungagung Dampingi Balita Korban Dugaan Penculikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/upt-ppa-tulungagung-dampingi-balita-korban-dugaan-penculikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/upt-ppa-tulungagung-dampingi-balita-korban-dugaan-penculikan</guid>
<description><![CDATA[ Di sisi lain, pendampingan terhadap ibu korban juga terus dilakukan, terutama untuk menghadapi proses hukum yang masih berjalan. UPT PPA menilai kesiapan mental dan psikologis ibu korban menjadi hal penting karena proses hukum diperkirakan berlangsung panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a046a535c32a.webp" length="28522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 20:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, upt ppa tulungagung, pendampingan balita korban penculikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Tulungagung terus melakukan pendampingan intensif terhadap balita berinisial B (17 bulan) yang berhasil diamankan dari dugaan kasus penculikan oleh Polres Serang, Rabu (6/5/2026) lalu. Selain fokus pada pemulihan kondisi anak, lembaga tersebut juga menyiapkan pendampingan hukum bagi ibu korban selama proses hukum berjalan.</p>
<p>Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Tulungagung, Dwi Yanuarti mengatakan, proses pendampingan telah dilakukan sejak penjemputan korban di Kabupaten Serang hingga tiba kembali di Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Menurutnya, perjalanan pulang membutuhkan waktu lebih lama dibanding keberangkatan karena petugas memprioritaskan kondisi psikologis anak.</p>
<p>“Perjalanan hampir dua kali lebih lama dari berangkat. Kalau di Google Maps sekitar 14 sampai 15 jam, tapi kami banyak berhenti di rest area untuk memastikan anak nyaman,” ujar Dwi, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Selama perjalanan, petugas beberapa kali mengajak anak bermain dan beristirahat agar tidak mengalami tekanan psikologis. Dwi mengungkapkan, balita tersebut sempat menunjukkan trauma saat berada di dalam mobil.</p>
<p>“Di awal anak sempat tantrum setiap naik mobil. Jadi kami pelan-pelan, tidak mengejar waktu, yang penting anak nyaman dan selamat sampai Tulungagung,” katanya.</p>
<p>Setibanya di Tulungagung pada Kamis dini hari, petugas langsung memastikan seluruh kebutuhan anak terpenuhi. Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan. Anak tersebut kemudian dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung guna menjalani pemeriksaan menyeluruh di poli anak. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi kesehatan balita dinyatakan baik.</p>
<p>“Alhamdulillah hasil pemeriksaan baik. Nanti masih ada pemeriksaan lanjutan terkait tumbuh kembang anak untuk memastikan tidak ada dampak dari peristiwa ini,” jelasnya.</p>
<p>Selain pemulihan fisik dan psikologis anak, UPT PPA juga membantu pengurusan dokumen identitas korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dwi menyebut seluruh administrasi kini telah selesai diproses.</p>
<p>Ia memastikan kondisi anak saat ini berangsur pulih dan kembali ceria. Bahkan, menurutnya, balita tersebut sudah mulai merasa nyaman dengan para pendamping.</p>
<p>“Kondisinya alhamdulillah baik, sudah ceria lagi,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, pendampingan terhadap ibu korban juga terus dilakukan, terutama untuk menghadapi proses hukum yang masih berjalan. UPT PPA menilai kesiapan mental dan psikologis ibu korban menjadi hal penting karena proses hukum diperkirakan berlangsung panjang.</p>
<p>“Pendampingan untuk ibunya tetap kami lakukan, terutama dalam menghadapi proses hukum dan pengasuhan anak ke depan,” kata Dwi.</p>
<p>Terkait kemungkinan penyelesaian damai atau restorative justice (RJ), Dwi mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi dari pihak korban mengenai hal tersebut. Ia menegaskan fokus utama saat ini masih pada pemulihan ibu dan anak.</p>
<p>“Semoga ini ada penegakan keadilan, secara hukumnya kan gitu. Artinya ini memang benar dikupas motif yang sebenarnya itu seperti apa," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Dr Iskak Tulungagung Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Gempa dan Kebakaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-tingkatkan-kesiapsiagaan-lewat-simulasi-gempa-dan-kebakaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-iskak-tulungagung-tingkatkan-kesiapsiagaan-lewat-simulasi-gempa-dan-kebakaran</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan rutin tersebut, RSUD Dokter Iskak berharap kesiapan seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi gempa maupun kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko dan korban jiwa saat terjadi bencana sebenarnya dapat diminimalisir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045e57267d2.webp" length="51082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:40:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, simulasi bencana, rsud dr iskak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Dokter Iskak mendadak diwarnai kepanikan saat gempa bumi mengguncang Gedung Graha Mandiri, Rabu (13/5/2026). Guncangan tersebut membuat tenaga kesehatan dan pasien yang berada di lantai lima berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di area yang dianggap aman.</p>
<p>Koordinator Komite K3 RSUD Dokter Iskak Tulungagung, Zuhda Maulana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi kegawatdaruratan bencana yang rutin dilaksanakan setiap tahun di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>“Kegiatan simulasi kegawatdaruratan bencana. Jadi memang di Rumah Sakit Dr. Iskak setiap tahun kita melakukan kegiatan simulasi tanggap bencana untuk seluruh karyawan di RSUD Dr. Iskak,” ujarnya.</p>
<p>Setelah kondisi dinyatakan lebih terkendali, proses evakuasi pasien langsung dilakukan menuju titik aman guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.</p>
<p>Di tengah proses penyelamatan, muncul simulasi kebakaran di salah satu ruangan yang diduga dipicu korsleting listrik akibat gempa. Petugas kemudian sigap memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).</p>
<p>Menurut Zuhda, simulasi tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan seluruh civitas hospitalia saat menghadapi situasi darurat sebenarnya.</p>
<p>“Tujuannya adalah saat nanti misalkan jika terjadi bencana, kita civitas hospitalia sudah siap dalam melakukan kesiapsiagaan,” katanya.</p>
<p>Dalam simulasi kali ini, pihak rumah sakit mempraktikkan penanganan bencana gempa bumi yang dilanjutkan dengan proses evakuasi korban dari Gedung Graha Mandiri lantai lima, yang merupakan gedung tertinggi di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>“Yang pertama kita sudah melakukan simulasi gempa bumi, evakuasi korban bencana yang kita lakukan di gedung paling tinggi di Rumah Sakit Dr. Iskak yaitu di Gedung Graha Mandiri lantai lima,” jelas Zuhda.</p>
<p>Selain simulasi gempa, peserta juga mendapat pelatihan penanganan kebakaran dengan skenario gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik hingga memicu kebakaran di area rumah sakit.</p>
<p>“Setelah itu, kita lakukan simulasi juga terkait bencana kebakaran. Jadi skenarionya adalah bencana gempa bumi yang menyebabkan korsleting listrik sehingga menimbulkan kebakaran di rumah sakit,” imbuhnya.</p>
<p>Kegiatan yang digelar bersama BPBD Tulungagung tersebut juga menjadi rangkaian workshop manajemen bencana bagi staf medis maupun nonmedis yang berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan materi, roleplay, dan pembekalan teori di auditorium, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan praktik lapangan melalui simulasi langsung.</p>
<p>“Agenda ini kita laksanakan selama dua hari. Hari pertama kita lakukan di ruangan auditorium, ada materi, ada roleplay, kemudian hari kedua yaitu praktik lapangan yaitu simulasi yang seperti kita lihat saat ini,” terang Zuhda.</p>
<p>Ia menambahkan, peserta kegiatan berasal dari seluruh perwakilan unit pelayanan di rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga unsur manajemen.</p>
<p>“Pesertanya yaitu seluruh perwakilan dari ruangan di Rumah Sakit Dr. Iskak. Jadi ada dari perawat, bidan, manajemen, rekam medis, radiologi, dokter, semua profesi ikut terlibat dalam kegiatan simulasi ini,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan rutin tersebut, RSUD Dokter Iskak berharap kesiapan seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi gempa maupun kebakaran dapat terus meningkat, sehingga risiko dan korban jiwa saat terjadi bencana sebenarnya dapat diminimalisasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Gondang Tulungagung Dibongkar Total, Akses Ditutup 7 Bulan Mulai 25 Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-gondang-tulungagung-dibongkar-total-akses-ditutup-7-bulan-mulai-25-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-gondang-tulungagung-dibongkar-total-akses-ditutup-7-bulan-mulai-25-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung.
Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0457e967bc9.webp" length="67524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 18:32:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, jembatan gondang, jalur tulungagung-trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Jembatan Gondang I di jalur nasional penghubung Tulungagung-Trenggalek akan dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru. Selama proses pengerjaan, akses lalu lintas di lokasi jembatan dengan panjang 22 meter tersebut, akan ditutup total selama sekitar tujuh bulan dan kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.</p>
<p>Proyek penggantian jembatan yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Tulungagung tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali.</p>
<p>Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut masuk dalam paket Penggantian Jembatan Gondang I dan Kaliombo dengan nomor kontrak HK 0201/S/Bbpjn5.8.1/2026/0463 tertanggal 16 April 2026.</p>
<p>Nilai kontrak proyek mencapai Rp15.963.493.194 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Proyek dikerjakan oleh PT Permata Alam Sakti dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender.</p>
<p>KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin mengatakan, rencana penutupan dan rekayasa lalu lintas masih dalam tahap koordinasi awal bersama Forum Lalu Lintas Tulungagung dan pihak pelaksana proyek.</p>
<p>“Dalam bulan Mei ini sampai dengan Desember akan dilaksanakan penggantian jembatan. Penggantian dalam arti pembangunan ulang yang sifatnya total. Jembatan Gondang I yang berada di Jalan Raya Gondang,” ujar Iptu Zainudin, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, penutupan total dilakukan karena kondisi kerusakan jembatan cukup parah, terutama pada bagian kaki jembatan, sehingga pembangunan tidak memungkinkan dilakukan secara bertahap dengan sistem buka tutup satu sisi.</p>
<p>“Pembangunannya ini tidak bisa satu sisi, yang lain digunakan, enggak bisa. Karena kerusakannya cukup parah di bagian kaki jembatan,” katanya.</p>
<p>Zainudin menjelaskan, penutupan total Jembatan Gondang I direncanakan mulai 25 Mei 2026. Setelah penutupan dilakukan, pengerjaan fisik langsung dimulai.</p>
<p>“Penutupan direncanakan tanggal 25 Mei ini. Jadi penutupan mulai tanggal itu, otomatis disambung pengerjaan,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan timeline proyek, pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 November 2026. Namun masih ada masa sterilisasi hingga 11 Desember 2026 sebelum jembatan dapat difungsikan kembali secara penuh.</p>
<p>Terkait penutupan jalur tersebut, Satlantas Polres Tulungagung telah menyiapkan rekayasa arus kendaraan. Bagi kendaraan bertonase besar, kendaraan roda enam atau kendaraan bertonase tinggi dari arah Trenggalek akan dialihkan mulai Simpang Tiga Durenan ke arah selatan menuju Simpang Tiga Bandung, kemudian melewati jalur Pakel, Campurdarat, Boyolangu hingga Simpang Empat Tamanan.</p>
<p>Dari titik tersebut kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Jepun yang terhubung ke arah Kediri maupun Blitar.</p>
<p>“Itu yang dari arah Trenggalek untuk tonase besar,” terang Zainudin.</p>
<p>Sementara itu, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat kecil dari arah Trenggalek diarahkan melewati jalur alternatif yang lebih dekat. Pengendara dapat melalui Simpang Tiga Malasan menuju Simpang Empat Gempolan, kemudian ke arah utara menuju perempatan Cabe hingga Simpang Tiga Jetaan timur Polsek Kalangbret.</p>
<p>Selain itu tersedia opsi jalur lain melalui Pasar Gondang maupun jalur Kecamatan Gondang yang nantinya tetap bermuara di kawasan perempatan Cabe dan Simpang Tiga Jetaan.</p>
<p>Untuk kendaraan besar dari arah Kediri dan Blitar menuju Trenggalek, pengalihan arus dimulai dari Simpang Tiga Ngujang. Kendaraan diarahkan ke selatan dan bergabung dengan arus dari Blitar di kawasan Simpang Empat Jepun.</p>
<p>Selanjutnya kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Tamanan, kemudian melewati Boyolangu, Campurdarat, Pakel hingga Simpang Tiga Bandung dan Durenan, Trenggalek.</p>
<p>“Roda enam ke atas atau tonase tinggi kita alihkan semua di Simpang Empat Tamanan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan, kendaraan besar dari arah Karangrejo tidak diperbolehkan melewati jalur sempit menuju kawasan selatan seperti Cuiri dan Jetaan guna menghindari kemacetan dan gangguan lalu lintas.</p>
<p>Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung.</p>
<p>Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jejak Bangunan Era Majapahit Ditemukan di Kota Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jejak-bangunan-era-majapahit-ditemukan-di-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jejak-bangunan-era-majapahit-ditemukan-di-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Lokasinya berada di belakang ladang jagung milik seorang warga bernama Mulyono, di tempat tersebut juga ditemukan sejumlah potongan benda diduga peninggalan bersejarah, seperti bagian dari Dwarapala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a040768073e2.webp" length="91170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 12:57:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>benda cagar budaya, cagar budaya, benda purbakala, kerajaan Majapahit</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP</strong> — Jejak bangunan kuno yang diduga berasal dari zaman Kerajaan Majapahit ditemukan di lingkungan Balekambang, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.</p>
<p></p>
<p>Berlokasi di area ladang jagung milik warga bernama Mulyono, di tempat tersebut juga ditemukan sejumlah potongan benda yang diduga cagar budaya, termasuk bagian dari arca Dwarapala.</p>
<p></p>
<p>Sebagaimana diketahui, Dwarapala merupakan sosok patung penjaga candi atau bangunan yang biasanya ditempatkan di bagian luar. </p>
<p></p>
<p>"Kepala Dwarapala kecil, juga ada pecahan gada, ikal rambut Dwarapala, akan tetapi tidak ditemukan bagian wajah atau lengannya," jelas Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setyowati, Rabu (13/05/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ditemukan pula beberapa benda yang berkaitan erat dengan struktur bangunan, sehingga memperkuat dugaan adanya bangunan kuno di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Juga ada umpak (landasan tiang bangunan), batu andesit atau batu bata merah besar, peripih candi (benda khusus yang ditempatkan dalam wadah di dalam candi), serta keramik. Jadi diperkirakan, kemungkinan dahulu terdapat candi di sana," jelas Endah.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, benda-benda tersebut diduga berasal dari era Majapahit. Wilayah Kediri sendiri, merujuk pada catatan sejarah, memang termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.</p>
<p></p>
<p>Saat itu, ibu kota Majapahit diduga berpusat di kawasan Trowulan (kini Kecamatan Trowulan, Mojokerto). "Diduga peninggalan Kerajaan Majapahit," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Beberapa di antara benda yang diduga cagar budaya tersebut, menurut Endah, akan dibawa ke museum untuk diamankan setelah mendapatkan izin dari penemu. Sementara itu, benda yang tidak dibawa akan didata dan diinventarisasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah meminta izin untuk membawa tembikar, potongan rambut ikal Dwarapala, serta gada ke museum dan telah diizinkan. Temuan ini juga akan dilaporkan ke Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Kediri untuk didiskusikan mengenai langkah selanjutnya," ujar Endah.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pemilik lahan sekaligus penemu benda tersebut, Mulyono, menceritakan bahwa benda-benda itu ditemukan secara tidak sengaja saat ia menggali tanah untuk bahan baku batu bata. Benda-benda tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 2 meter dan tersebar di area lahan seluas kurang lebih 210 meter persegi.</p>
<p></p>
<p>Mulyono pertama kali menemukan benda-benda tersebut sekitar lima tahun lalu, kemudian melaporkannya ke komunitas pelestari sejarah Pasak Kediri. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke dinas terkait.</p>
<p></p>
<p>Sehari-hari, Mulyono bekerja sebagai perajin batu bata. Sebelum menemukan benda-benda tersebut, Mulyono mengaku sempat mendapatkan firasat. </p>
<p></p>
<p>"Sebelum menemukan, sempat bermimpi di sini ada bangunan kuno (tumpukan) batu bata," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari berbagai benda yang ditemukan, terdapat sejumlah objek dengan tingkat keutuhan mencapai 90 persen. </p>
<p></p>
<p>"Gada itu bentuknya padat panjang, terbuat dari batu. Posisinya terpotong antara bagian kepala dan pegangan. Tembikar itu sudah ada yang pecah, tetapi relatif utuh. Sedangkan keramik yang ditemukan, memiliki warna putih dan krem," pungkas Mulyono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bus Sugeng Rahayu Terobos Jalur Kota Nganjuk, Warga Keluhkan Aksi Ugal&amp;Ugalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bus-sugeng-rahayu-terobos-jalur-kota-nganjuk-warga-keluhkan-aksi-ugal-ugalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bus-sugeng-rahayu-terobos-jalur-kota-nganjuk-warga-keluhkan-aksi-ugal-ugalan</guid>
<description><![CDATA[ Selain melanggar jalur, gaya mengemudi yang dianggap arogan dan tidak mematuhi aturan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0334f201ae3.webp" length="39350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 22:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ugal-ugalan, Bus Sugeng Rahayu, Menerobos Jalur Kota, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Aksi ugal-ugalan bus antarkota kembali memicu keresahan warga di Kabupaten Nganjuk. Kali ini, sebuah bus PO Sugeng Rahayu jurusan Surabaya–Jogja–Purwokerto dengan nomor polisi W 7492 UP terekam melintas di jalur pusat kota yang seharusnya dilarang bagi kendaraan besar.</p>
<p>Berdasarkan informasi di lapangan, bus tersebut melaju di tengah kepadatan arus lalu lintas kota dan berhimpitan dengan pengendara roda dua. Selain diduga melanggar trayek, gaya mengemudi sopir bus juga dinilai arogan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Kondisi itu memicu keluhan warga. Mereka menilai pengawasan terhadap kendaraan besar yang masuk ke kawasan perkotaan masih lemah, sehingga pelanggaran serupa terus berulang.</p>
<p>“Ini sudah bukan jalurnya. Harusnya lewat ring road, tapi malah masuk kota. Sangat membahayakan karena jalannya sempit dan banyak aktivitas warga. Kami menyayangkan seolah tidak ada tindakan tegas di titik-titik masuk kota,” ujar salah seorang warga yang melintas, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, mengaku pihaknya sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap bus yang nekat menerobos jalur perkotaan.</p>
<p>“Sudah sering kita tertibkan, kita beri imbauan bahkan sanksi. Tapi ya begitu, angel temen tuturane (susah sekali diberi tahu). Sepertinya mereka mencari celah saat petugas lengah di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum agar mematuhi jalur dan aturan lalu lintas yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua, Damkar Lakukan Evakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswi-smk-di-tulungagung-mendadak-tak-bisa-bergerak-di-lantai-dua-damkar-lakukan-evakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswi-smk-di-tulungagung-mendadak-tak-bisa-bergerak-di-lantai-dua-damkar-lakukan-evakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mengevakuasi korban petugas Damkar memarkir mobil rescue sedekat mungkin dengan teras lantai dua rumah tersebut. Dengan menggunakan tandu basket, korban perlahan diturunkan dan diterima oleh petugas yang telah bersiap di atas mobil rescue. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01e2138f9df.webp" length="31436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 21:15:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, damkar tulungagung, evakuasi siswi smk, smk sore tulungagung, desa gesikan kecamatan pakel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana panik terjadi di sebuah rumah di Dusun Krajan RT 3 RW 4, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Senin (11/5/2026) malam.</p>
<p>Di rumah kontrakan yang digunakan sebagai kantor perusahaan penyedia layanan wifi tersebut, seorang siswi yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) mendadak mengalami sakit hebat di tubuh bagian belakang, hingga tak mampu bergerak saat hendak pulang dari tempat magangnya.</p>
<p>Korban diketahui bernama Sandra Kirana Aulia (18), siswi kelas 11 SMK Sore, warga Dusun Bangak RT 5 RW 1, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat.</p>
<p>Peristiwa itu bermula saat Sandra selesai menjalani aktivitas PKL di lapangan. Menurut informasi yang dihimpun, korban kemudian naik ke lantai dua untuk mengambil tasnya. Namun saat merunduk, tiba-tiba bagian belakang tubuhnya terasa sakit hebat hingga tubuhnya tak bisa digerakkan.</p>
<p>Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat panik melihat kondisi Sandra yang hanya bisa terlentang di lantai sambil menahan sakit. Karena posisi berada di lantai dua dengan akses tangga sempit, teman-temannya memilih meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan relawan ambulans.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Damkar Tulungagung, Iwan, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya siswi magang yang mengalami gangguan pada bagian punggung tersebut.</p>
<p>“Informasi dari teman-temannya, selesai kegiatan di lapangan korban naik ke lantai dua untuk mengambil tas. Saat merunduk, punggungnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Posisi korban terlentang di lantai dan tidak bisa berdiri,” ujar Iwan.</p>
<p>Menurutnya, rekan-rekan korban meminta bantuan Damkar karena tidak berani mengambil risiko menurunkan korban tanpa alat keselamatan. Selain itu, akses tangga yang cukup sempit mempersulit proses evakuasi.</p>
<p>“Teman-temannya tidak mau ambil risiko karena khawatir terjadi sesuatu. Selain itu posisi di lantai dua dan tangganya sempit, sehingga kami bersama relawan ambulans melakukan evakuasi menggunakan tandu basket,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mengevakuasi korban petugas Damkar memarkir mobil rescue sedekat mungkin dengan teras lantai dua rumah tersebut. Dengan menggunakan tandu basket, korban perlahan diturunkan dan diterima oleh petugas yang telah bersiap di atas mobil rescue.</p>
<p>“Mobil rescue kami dekatkan ke teras rumah, lalu korban dimasukkan ke tandu basket dan diturunkan. Setelah itu langsung dipindahkan ke ambulans,” kata Iwan.</p>
<p>Selama proses evakuasi, Sandra diketahui tetap dalam kondisi sadar meski terus menangis karena menahan rasa sakit.</p>
<p>“Korban masih sadar, tetapi terus menangis karena merasa kesakitan saat proses evakuasi,” ungkapnya.</p>
<p>Proses penyelamatan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah berhasil dievakuasi, Sandra langsung dirujuk ke Rumah Sakit Karneni Campurdarat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan tidak terlalu lama. Sekitar 30 menit korban berhasil kami turunkan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” pungkas Iwan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Akibat Krengsengan Daging Slice MBG, 200 Siswa di Surabaya Keracunan Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-krengsengan-daging-slice-mbg-200-siswa-di-surabaya-keracunan-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-krengsengan-daging-slice-mbg-200-siswa-di-surabaya-keracunan-massal</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil penelusuran sementara, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari nasi putih, tahu goreng, krengsengan daging slice, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah jeruk. Pihak SPPG mengakui bahwa menu krengsengan daging slice baru pertama kali disajikan dalam program MBG mereka dan diduga menjadi pemicu keracunan masal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01c68af3a59.webp" length="41462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 19:15:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, Keracunan MBG, Surabaya suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Dugaan sementara, keracunan dipicu menu baru berupa krengsengan daging slice yang pertama kali disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Bubutan.</p>
<p></p>
<p>Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, hingga pusing setelah menyantap makanan yang didistribusikan dari satu dapur SPPG yang sama. Sebagian siswa sempat dibawa ke RS Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, sementara lainnya ditangani langsung di sekolah oleh petugas puskesmas.</p>
<p></p>
<p>drg. Tiyas Pranadani Kepala Puskesmas Tembok Dukuh mengatakan, dugaan awal memang mengarah pada makanan MBG karena seluruh sekolah terdampak dipastikan menerima distribusi dari satu SPPG yang sama.</p>
<p></p>
<p>"Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh, banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh," ujarnya saat ditemui di lobby RS IBI Surabaya, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB setelah sejumlah siswa mulai mengalami gejala dan dibawa ke puskesmas. Menurut Tiyas, jumlah korban masih terus didata karena laporan dari sekolah terus masuk. Meski demikian, kondisi para siswa relatif ringan dan tidak ada yang sampai menjalani rawat inap.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ada yang dibawa ke Rumah Sakit IBI ini mungkin kurang lebih 100-an ya. Datanya masih kami update lagi. Kemudian ada yang kami datangi di sekolah dari pihak puskesmas," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil penelusuran sementara, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari nasi putih, tahu goreng, krengsengan daging slice, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah jeruk. Pihak SPPG mengakui bahwa menu krengsengan daging slice baru pertama kali disajikan dalam program MBG mereka.</p>
<p></p>
<p>Chafi Alida Najla Kepala SPPG Tembok Dukuh Bubutan mengatakan, pihaknya menduga terjadi kontaminasi pada makanan sebelum dikonsumsi siswa. Namun hingga kini, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saat kejadian itu berlangsung banyak laporan yang mana bahwa anak-anak itu mengeluhkan sakit perut setelah memakan dagingnya gitu," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Tapi di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak itu makan nasi juga sudah terkontaminasi seperti itu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Chafi menyebut, bahan daging yang digunakan sebenarnya telah sesuai standar dan diterima dalam kondisi segar sebelum diolah. Ia juga memastikan proses memasak dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Jadi memang permasalahannya dari makanan kan dagingnya sendiri sudah sesuai standarnya. Kalau bumbunya sudah sesuai sama resep dan standar masaknya," tambahnya lagi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, proses memasak menu MBG untuk distribusi Senin dilakukan sejak Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. Namun karena menu daging slice merupakan menu baru, pihaknya kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses produksi dan distribusi makanan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Chafi, menu tersebut dibuat sebagai bentuk inovasi sekaligus memenuhi permintaan siswa agar variasi makanan MBG lebih beragam.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang memang daging ini baru pertama kali mengingat anak-anak ini yang request juga anak-anak, kita juga berusaha inovasi. Dan akhirnya kita mencoba untuk daging, daging slice dibentuk krengsengan," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>SPPG Tembok Dukuh sendiri diketahui mendistribusikan MBG ke 13 sekolah dengan total sekitar 3.020 porsi setiap harinya. Namun khusus pada Senin, distribusi dihentikan setelah muncul laporan keracunan dari sejumlah sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Karena saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan langsung saya setop," tegas Chafi.</p>
<p></p>
<p>Pasca kejadian itu, SPPG Tembok Dukuh memutuskan menghentikan sementara operasional distribusi MBG sampai hasil uji laboratorium keluar dan evaluasi internal selesai dilakukan.</p>
<p></p>
<p>"Kami berhenti operasional, kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak akibat insiden tersebut. SPPG, kata dia, siap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses penanganan korban.</p>
<p></p>
<p>"Dari kami saya Chafi sebagai Kepala SPPG dari Tembok Dukuh Bubutan mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Dari kami akan bertanggungjawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Meski insiden terjadi, Chafi memastikan SPPG Tembok Dukuh telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak mulai beroperasi pada Februari 2026 lalu.</p>
<p></p>
<p>"Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Pasca kejadian, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji bersama anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik dan Budi Leksono melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Tembok Dukuh, Bubutan. Menurutnya, secara fisik fasilitas di SPPG Tembok Dukuh terlihat memenuhi standar operasional dan dalam kondisi bersih.</p>
<p></p>
<p>"Iya sudah kami cek, secara fisik memang semuanya memenuhi syarat dan sangat bersih. Jadi kita tunggu saja investigasi dari tim kesehatan, tadi ada dari Dinas Kesehatan Surabaya dan Provinsi yang turun," pungkas Cak Ji.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak kesehatan masih melakukan pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan sumber pasti keracunan, termasuk kemungkinan adanya kontaminasi pada bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi MBG ke sekolah-sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ETLE Handheld di Tulungagung Rekam 56 Pelanggaran dalam Sepekan, Didominasi Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/etle-handheld-di-tulungagung-rekam-56-pelanggaran-dalam-sepekan-didominasi-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/etle-handheld-di-tulungagung-rekam-56-pelanggaran-dalam-sepekan-didominasi-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01a4e32d51c.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 18:31:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satlantas polres tulungagung, etle handheld, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mulai mengoptimalkan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld atau kamera tilang elektronik genggam.</p>
<p>Dalam satu pekan pelaksanaannya, tercatat sebanyak 56 pelanggaran telah terkonfirmasi melalui sistem tersebut.</p>
<p>KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin menjelaskan bahwa penerapan ETLE handheld saat ini difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan dengan fatalitas tinggi.</p>
<p>“Kalau disapu bersih sebenarnya pelanggaran itu sangat banyak, tapi kami tetap melakukan prioritas penindakan pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujar Zainudin, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, dan Jalan Panglima Sudirman. Lokasi tersebut dinilai rawan terjadi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan serius.</p>
<p>Menurut Zainudin, angka 56 pelanggaran selama sepekan masih tergolong rendah. Sebab, ETLE handheld hanya menjadi pelengkap dari sistem ETLE lain yang sudah lebih dulu beroperasi, seperti ETLE statis dan ETLE mobile.</p>
<p>“Handheld ini sifatnya alternatif untuk menjangkau pelanggaran yang tidak tercover ETLE lain,” katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, sebagian masyarakat masih dalam tahap penyesuaian terhadap sistem tilang elektronik genggam tersebut. Banyak pengendara yang mengaku tidak menyadari saat melakukan pelanggaran karena tidak melihat keberadaan petugas.</p>
<p>Pelanggaran parkir sembarangan juga menjadi salah satu sasaran penindakan. Dalam sejumlah kasus, petugas langsung memotret kendaraan menggunakan ETLE handheld ketika pengemudi tidak berada di lokasi.</p>
<p>Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng.</p>
<p>“Masih banyak ditemukan pengendara roda dua, khususnya usia pelajar dan mahasiswa, yang tidak memakai helm,” ujar Zainudin.</p>
<p>Ia menambahkan, mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara sepeda motor. Sementara pelanggaran kendaraan roda empat jumlahnya relatif kecil. Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan yakni tidak memakai helm, melanggar marka dan rambu lalu lintas, serta menerobos lampu merah.</p>
<p>Untuk pelanggaran rambu, salah satu lokasi yang kerap ditemukan pelanggaran berada di Jalan Ahmad Yani Timur, kawasan depan Gereja Santa Maria ke arah timur, di mana masih banyak pengendara roda empat yang melanggar rambu.</p>
<p>Sedangkan pelanggaran lampu lalu lintas banyak terjadi pada jam sekolah di sejumlah persimpangan seperti simpang empat BTA, depan kantor Pemkab Tulungagung, dan simpang empat Mangunsari.</p>
<p>Iptu Zainudin menegaskan, sistem ETLE handheld dilengkapi bukti visual yang detail sehingga pelanggar sulit mengelak. Foto yang diambil petugas tidak hanya menampilkan nomor polisi kendaraan, tetapi juga kondisi pelanggaran secara lengkap.</p>
<p>“Kalau tidak pakai helm, tidak pakai spion, atau parkir melanggar rambu, semuanya terlihat jelas dalam foto,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui sempat ada sejumlah pelanggar yang membantah saat dikonfirmasi. Namun setelah diperlihatkan bukti foto, pelanggar akhirnya mengakui kesalahannya.</p>
<p>Menurutnya, banyak pelanggar yang tidak langsung diberhentikan di lokasi. Strategi tersebut justru dianggap lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.</p>
<p>“Dengan mereka tidak sadar sedang diawasi, akhirnya muncul rasa waspada dan itu diharapkan membuat masyarakat lebih tertib,” ujarnya.</p>
<p>Polres Tulungagung memastikan program ETLE handheld akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu. Bahkan ke depan, jumlah perangkat dimungkinkan bertambah apabila dinilai efektif.</p>
<p>Saat ini, Satlantas Polres Tulungagung baru memiliki satu unit ETLE handheld. Penggunaan tilang elektronik juga menjadi bagian dari upaya meminimalkan tilang manual guna mencegah potensi penyimpangan dalam penindakan di lapangan.</p>
<p>Meski begitu, Zainudin menegaskan tahap awal penerapan ETLE handheld masih mengedepankan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami masih tahap penyesuaian. Tidak langsung semua pelanggaran dijepret. Tujuannya agar masyarakat juga bisa beradaptasi dan memahami sistem baru ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Jemaah Haji Asal Jombang Meninggal Sesaat Tiba di Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-jemaah-haji-asal-jombang-meninggal-sesaat-tiba-di-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-jemaah-haji-asal-jombang-meninggal-sesaat-tiba-di-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ jemaah haji yang dinyatakan tutup usia bernama Suyono asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Jemaah berusia 57 tahun dan bergabung dengan keberangkatan Kloter SUB 62. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a018f43d582d.webp" length="27016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 17:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jemaah Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Seorang jemaah haji dilaporkan meninggal dunia di tanah suci. Kabar duka tersebut diterima langsung Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, sesaat rombongan jemaah haji tiba di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) kemarin. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data diperoleh Ilham, jemaah haji yang dinyatakan tutup usia bernama Suyono asal Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Jemaah berusia 57 tahun dan bergabung dengan keberangkatan Kloter SUB 62.</p>
<p></p>
<p>"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, benar ada satu jemaah haji asal Jombang dari Kloter SUB 62 yang meninggal dunia atas nama Suyono bin Reso," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Penyebab meninggalnya Suyono diduga akibat serangan jantung usia jatuh pingsan ketika turun dari bus rombongan. Sempat ada upaya penanganan dari tim medis dengan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jeddah, namun naas nyawanya tidak tertolong. </p>
<p></p>
<p>"Almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setelah pingsan saat turun dari bus. Namun sekitar pukul 08.57 Waktu Arab Saudi dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa cardiogenic shock atau serangan jantung," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini menurut Ilham, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait diagnosa kemungkinan adanya faktor lain yang berpengaruh pada kondisi kesehatan almarhum.</p>
<p></p>
<p>Jenazah Suyono dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kota Makkah, Arab Saudi. Ia menyebut dengan meninggalnya satu jemaah haji, total jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang sebelumnya mencapai 1.262 orang, kini tinggal 1.261 orang jemaah. </p>
<p></p>
<p>"Total awal jamaah haji 1.262, meninggal satu menjadi total keseluruhan 1.261 jamaah," beber Ilham. </p>
<p></p>
<p>"Semoga almarhum Bapak Suyono husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Kami juga mendoakan seluruh jamaah haji asal Jombang lainnya agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji," pungkas Ilham Rohim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Hari Hilang, Lansia di Tulungagung Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Tebu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-hari-hilang-lansia-di-tulungagung-ditemukan-tewas-membusuk-di-kebun-tebu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-hari-hilang-lansia-di-tulungagung-ditemukan-tewas-membusuk-di-kebun-tebu</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan jenazah korban sempat menggemparkan warga sekitar. Jasad pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput yang melintas di kawasan tersebut. Saat itu, saksi mencium bau menyengat dari arah sungai kering di tengah kebun tebu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016d0ade99e.webp" length="115560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, nenek hilang, jenazah di kebun tebu eks pabrik kunir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Seorang lansia warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan hilang sejak lima hari lalu, ditemukan meninggal dunia di area kebun tebu eks Pabrik Gula (PG) Kunir, Senin (11/5/2026) siang. Korban diketahui bernama Salmi (85), yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya.</p>
<p></p>
<p>Penemuan jenazah korban sempat menggemparkan warga sekitar. Jasad pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput yang melintas di kawasan tersebut. Saat itu, saksi mencium bau menyengat dari arah sungai kering di tengah kebun tebu. </p>
<p></p>
<p>Setelah mencari sumber bau, saksi menemukan tubuh korban dalam kondisi membusuk di dasar sungai tersebut.</p>
<p></p>
<p>Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Petugas Polsek Ngunut bersama Tim Inafis, pemerintah desa, dan warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jenazah korban.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Ngunut, Kompol Trinuartiko, menyatakan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu pekan lalu. Warga sempat berupaya mencari keberadaan korban, termasuk mengumumkannya melalui media sosial.</p>
<p></p>
<p>"Korban almarhumah Mbah Salmi ini sudah sekitar lima hari meninggalkan rumah. Karena beliau juga berusia sekitar 85 tahun dan hidup sebatang kara di rumah," ujar Kompol Trinuartiko.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, korban diketahui pernah menikah namun tidak memiliki keturunan sehingga tinggal seorang diri. Saat meninggalkan rumah, korban diduga membawa bantal yang kemudian ditemukan di sekitar lokasi penemuan jenazah.</p>
<p></p>
<p>"Sempat diumumkan hilang dan diunggah di media sosial, barangkali ada warga masyarakat yang menemukan. Ternyata tadi pagi ada seseorang yang sedang mencari rumput di kawasan eks PG Kunir mencium bau menyengat, lalu ditemukan almarhumah sudah dalam kondisi membusuk di sungai," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan petugas forensik, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat kelelahan serta tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama beberapa hari.</p>
<p></p>
<p>"Untuk sementara indikasi kekerasan tidak ada. Murni karena usia tua, mungkin sudah tidak makan berhari-hari," tegas Kompol Trinuartiko.</p>
<p></p>
<p>Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses pemulasaraan. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Kaliwungu untuk dimakamkan.</p>
<p></p>
<p>"Nanti untuk pemakaman insyaallah akan dilaksanakan oleh pemerintah desa Kaliwungu, karena almarhumah tercatat sebagai warga desa Kaliwungu," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Warung dan Tiang Baliho di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-rem-blong-truk-tabrak-warung-dan-tiang-baliho-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-rem-blong-truk-tabrak-warung-dan-tiang-baliho-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal truk di Jalan Raya Thamrin Lawang tersebut menyebabkan sopir mengalami luka ringan serta merusak warung dan tiang baliho. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a015aca3c1ea.webp" length="81328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 14:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan Lalu Lintas Lakalantas Lawang Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Thamrin, Kelurahan dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (11/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.45 WIB. Sebuah truk Mitsubishi diduga mengalami gagal fungsi rem hingga menabrak warung dan tiang baliho di pinggir jalan.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan truk Mitsubishi bernopol N 8574 UY dikemudikan oleh AF (25), warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Saat kejadian, truk melaju dari arah utara menuju selatan.</p>
<p>Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Truk kemudian oleng ke kiri dan menghantam warung lalapan milik Sahudi, warga Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, serta menabrak tiang baliho.</p>
<p>Akibat insiden tersebut, bagian depan truk mengalami kerusakan. Selain itu, warung lalapan dan tiang baliho di lokasi kejadian juga mengalami kerusakan material.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska melalui Unit Gakkum Satlantas Polres Malang IPDA Samsul Khoirudin menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>“Diduga kendaraan mengalami gagal fungsi rem sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menabrak warung serta tiang baliho,” ujarnya, Senin (11/5/2026)</p>
<p>Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan kendaraan yang terlibat dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>“Kami mengimbau para pengemudi agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, khususnya pada bagian sistem pengereman demi keselamatan bersama di jalan raya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Heroik Babinsa di Pasuruan Gagalkan Aksi Pencurian Motor di Depan Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-heroik-babinsa-di-pasuruan-gagalkan-aksi-pencurian-motor-di-depan-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-heroik-babinsa-di-pasuruan-gagalkan-aksi-pencurian-motor-di-depan-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Satu dari tiga pelaku berhasil diamankan, sementara kedua rekan pelaku berhasil melarikan diri. Ironisnya, pelaku membawa senjata tajam sejenis celurit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0169623b4ea.webp" length="38642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 13:30:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Pencurian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Aksi heroik dilakukan oleh anggota Babinsa Gratitunon yang menggagalkan upaya pencurian sepeda motor pada Senin (11/5/2026) pagi, sekitar pukul 07.45 WIB. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi tepat di depan SDN Kalipang 1, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Pencurian motor tersebut berhasil digagalkan oleh anggota TNI yang sedang bertugas dan kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Satu dari tiga pelaku berhasil diamankan, sementara dua rekan pelaku lainnya melarikan diri. Diketahui, pelaku membawa senjata tajam jenis celurit.</p>
<p></p>
<p>Komplotan yang berjumlah tiga orang tersebut mengincar sepeda motor milik salah satu wali murid kelas 3 yang sedang terparkir di depan sekolah. Namun, rencana mereka gagal berkat kesigapan Serda Johan, Babinsa Kelurahan Gratitunon.</p>
<p></p>
<p>Saat kejadian, Serda Johan tengah berada di sekitar sekolah untuk melaksanakan tugas pengamanan wilayah dan pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melihat adanya aksi pencurian, ia langsung bergerak cepat melakukan penyergapan.</p>
<p></p>
<p>Satu pelaku segera diamankan ke Polsek Grati guna menghindari aksi main hakim sendiri. Sementara itu, dua rekan pelaku lainnya berhasil melarikan diri dari lokasi dan kini dalam pengejaran pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>“Pelaku ada tiga orang, sasarannya motor wali murid. Beruntung ada Pak Babinsa, Serda Johan, yang sedang tugas pengamanan di sekolah. Satu pelaku berhasil ditangkap dan langsung dibawa ke Polsek Grati,” ujar seorang saksi mata di lokasi.</p>
<p></p>
<p>Pihak sekolah dan warga sekitar mengapresiasi keberanian serta kesigapan Babinsa Gratitunon dalam menjaga keamanan di lingkungan pendidikan. Meski satu pelaku telah tertangkap, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan serupa, terutama saat mengantar atau menjemput siswa.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Grati tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku yang tertangkap guna mengungkap identitas dua rekan lainnya yang berhasil kabur.</p>
<p></p>
<p>Pihak sekolah juga memberikan imbauan kepada wali murid yang sedang mengantar atau menjemput anaknya agar selalu waspada dan tetap berhati-hati. Karena kejahatan tidak pandang siapa yang akan diincarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iring&amp;iringan Mobil Damkar Tabrak Truk Molen di Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iring-iringan-mobil-damkar-tabrak-truk-molen-di-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iring-iringan-mobil-damkar-tabrak-truk-molen-di-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan bermula saat iring-iringan petugas pemadam kebakaran tengah melaju dengan kecepatan tinggi untuk menjalankan tugas darurat menuju lokasi kebakaran di wilayah Gempol. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a015a7d18858.webp" length="103554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 12:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Kecelakaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada pemadam kebakaran dan truk molen terjadi di jalur utama Pantura arah Pasuruan-Banyuwangi. Peristiwa ini memicu kemacetan panjang lantaran kendaraan yang terlibat kecelakaan menutup sebagian ruas jalan di Kecamatan Beji.</p>
<p></p>
<p>Kecelakaan bermula saat iring-iringan petugas pemadam kebakaran tengah melaju dengan kecepatan tinggi untuk menjalankan tugas darurat menuju lokasi kebakaran di wilayah Gempol. Nahas, saat berada di lokasi kejadian, sebuah truk yang hendak menyeberang tidak mampu menghindar sehingga mobil damkar menghantam bagian belakang truk molen tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Ada tiga mobil pemadam kebakaran yang berjalan beriringan untuk memadamkan api di wilayah Gempol," ujar Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Ridho Nugroho, Senin (11/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tabrakan terjadi tepat pada armada paling belakang saat iring-iringan tersebut sedang melintas.</p>
<p></p>
<p>Kondisi mobil pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga ringsek di tengah jalur protokol. Meski benturan terjadi cukup keras, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa yang terjadi pada pagi hari tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, petugas yang sempat terjepit di dalam kabin sudah berhasil dievakuasi," tegas Ridho saat memberikan keterangan resmi. </p>
<p></p>
<p>Para petugas yang mengalami luka ringan langsung mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dikeluarkan dari kendaraan yang rusak.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, bangkai kendaraan yang ringsek masih berada di lokasi kejadian dan menjadi perhatian warga yang melintas di sekitar Jalur Pantura. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi sangat diperlukan untuk membantu mengatur arus lalu lintas yang tersendat akibat posisi kendaraan di tengah jalan.</p>
<p></p>
<p>Pihak Satpol PP menyayangkan terjadinya insiden ini di tengah upaya petugas menjalankan misi kemanusiaan. Kerusakan armada ini dipastikan akan memengaruhi kesiapsiagaan operasional pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk sementara waktu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruko dan Satu Unit Mobil di Blitar Hangus Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruko-dan-satu-unit-mobil-di-blitar-hangus-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruko-dan-satu-unit-mobil-di-blitar-hangus-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik ruko masih dalam kondisi syok sehingga belum dapat dimintai keterangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0106b0e76e1.webp" length="21516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 08:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Ruko, Terbakar, Sukorejo, Blitar, Satu, Mobil, Hangus, Damkar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> – Kebakaran melanda sebuah rumah toko (ruko) di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar pada Minggu (10/5/2026) malam. </p>
<p>Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian bangunan ruko dan satu unit mobil yang berada di lokasi hangus terbakar.</p>
<p>Kasi Penanggulangan dan Investigasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo, menyatakan bahwa penanganan dilakukan segera setelah laporan diterima.</p>
<p>"Laporan masuk sekitar 19.07 WIB kami langsung berangkat, sekitar 20 menit sampai lokasi dan dilakukan pemadaman. Alhamdulillah dibantu dengan perangkat desa dan masyarakat, api bisa dipadamkan setelah satu jam dilakukan pemadaman," kata Teddy, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Teddy menyebutkan, api membakar beberapa bagian bangunan serta kendaraan yang terparkir di sekitar ruko. Selain itu, sejumlah barang dagangan di dalam toko turut terdampak.</p>
<p>Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah api muncul kembali.</p>
<p>"Untuk yang terbakar ada mobil, rumah bagian depan, ruang tamu dan ruang tengah. Sebagian toko, toko kelontong termasuk BBM bensin," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Lodoyo Timur (Lotim), AKP Nur Wasis, menerangkan bahwa Tim Inafis Polres Blitar langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). </p>
<p>Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik bangunan yang terdampak untuk pendataan lebih lanjut serta guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa pemilik ruko masih dalam kondisi syok sehingga belum dapat dimintai keterangan.</p>
<p>"Untuk korban belum bisa dimintai keterangan, karena masih syok. Jadi kerugian belum diketahui dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Balada Sapi Probolinggo: Sarapan Madu dan Telur Demi Masuk Istana, Pemiliknya Cukup Sarapan Gorengan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/balada-sapi-probolinggo-sarapan-madu-dan-telur-demi-masuk-istana-pemiliknya-cukup-sarapan-gorengan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/balada-sapi-probolinggo-sarapan-madu-dan-telur-demi-masuk-istana-pemiliknya-cukup-sarapan-gorengan</guid>
<description><![CDATA[ Mengintip ritual mewah sapi kurban asal Probolinggo yang terpilih masuk Istana. Mulai dari mandi sabun bayi hingga menu madu, bikin sapi lain kena mental! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ffde5851839.webp" length="72156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 08:24:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>sapi kurban presiden, sapi glowing probolinggo, berita humor jawa timur, skincare sapi, sapi sultan, probolinggo hari ini, kartun lucu sapi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> – Persaingan masuk Istana Negara ternyata tidak hanya membuat para politisi berkeringat, tapi juga membuat para sapi di lereng Gunung Bromo harus rajin <em>skincare-an</em>. Seekor sapi jenis Limousin asal Probolinggo dilaporkan terpilih menjadi calon kuat Sapi Kurban Presiden 2026. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya bobotnya yang setara mobil SUV, melainkan gaya hidupnya yang lebih mewah dari pemiliknya sendiri.</p>
<p>Jika warga Jawa Timur biasanya mandi dua kali sehari (itu pun kalau tidak malas), sapi calon penghuni Istana ini wajib mandi minimal tiga kali sehari. Kabarnya, sabun yang digunakan bukan sabun colek apalagi sabun batangan yang sudah tipis, melainkan sabun cair khusus yang bikin bulunya lembut seperti habis dari <em>barbershop</em>  kelas atas.</p>
<p>"Kalau sapi biasa mandi di sungai biar bersih, sapi ini mandi biar estetik. Habis mandi, bulunya disisir searah jarum jam sambil ditiup kipas angin turbo biar nggak lepek,"* ujar seorang peternak.</p>
<p>Bukan hanya urusan tampilan luar, rahasia  <em>glowing </em>dari dalam sapi ini terletak pada menu sarapannya. Setiap pagi, sapi ini menenggak campuran puluhan butir telur ayam kampung dan madu murni. Sebuah kombinasi yang sukses membuat para jomblo di sekitarnya merasa iri karena kalah gizi.</p>
<p>Untuk menjaga kesehatan mental, di dalam kandang juga dipasang instalasi kipas angin 24 jam. Tujuannya satu: sapi dilarang stres. Konon, jika sapi ini mendengar suara bising atau merasa kepanasan, berat badannya bisa turun satu ons, dan itu adalah tragedi nasional bagi sang peternak.</p>
<p>Fenomena sapi glowing ini mulai menimbulkan dampak psikologis bagi populasi sapi lain di Jawa Timur. Beberapa sapi di pasar hewan dilaporkan mulai malas makan rumput lapangan dan menuntut fasilitas yang sama.</p>
<p>Semenjak berita sapi Probolinggo ini viral, sapi saya di kandang jadi sering ngelihatin cermin sambil mengeluh. Dia kayaknya minta dibeliin moisturizer juga,"* curhat seorang peternak sambil mengelus dadanya yang juga belum sempat  <em>skincare-an</em>.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua warga Jawa Timur: Di tahun 2026 ini, kasta tertinggi bukan lagi mereka yang punya mobil mewah, tapi sapi yang punya <em>bodyguard</em>, rutin luluran minyak zaitun, dan punya tiket VVIP menuju Jakarta. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Klarifikasi Polemik Rekrutmen Non ASN, Pastikan Seleksi Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-polemik-rekrutmen-non-asn-pastikan-seleksi-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-polemik-rekrutmen-non-asn-pastikan-seleksi-transparan</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr H Koesnadi Bondowoso menegaskan proses rekrutmen tenaga Non ASN/BLUD 2026 dilakukan terbuka dan transparan. dr Yus Priyatna menjelaskan seluruh peserta formasi perawat memang diloloskan ke tahap berikutnya sesuai ketentuan pengumuman resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff26877ed7f.webp" length="43012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 19:59:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RSUD, Bondowoso, aan, dokter, rekruitmen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="380"><strong data-start="0" data-end="20">BONDOWOSO, SJP –</strong> Polemik dugaan kurangnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan Non ASN/BLUD RSUD dr H Koesnadi Bondowoso tahun 2026 menjadi perhatian publik setelah kritik muncul melalui unggahan media sosial seorang dokter spesialis. Sorotan tersebut memicu berbagai pertanyaan masyarakat terkait mekanisme seleksi dan keterbukaan informasi hasil tes peserta.</p>
<p data-start="382" data-end="646">Di tengah ramainya perbincangan itu, manajemen RSUD dr H Koesnadi Bondowoso akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan sesuai prosedur dan mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.</p>
<p data-start="648" data-end="964">Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna, menyampaikan bahwa peserta seleksi sebenarnya dapat langsung mengetahui hasil ujian kompetensi sesaat setelah menyelesaikan tes. Menurutnya, sistem tersebut diterapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan terbuka dan dapat dipantau peserta secara langsung.</p>
<p data-start="966" data-end="1286">Selain itu, pihak rumah sakit juga menjelaskan alasan tidak dicantumkannya nilai hasil tes pada formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil dalam lampiran pengumuman. Kebijakan tersebut disebut bukan bentuk penutupan informasi, melainkan karena seluruh peserta pada formasi tersebut dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.</p>
<p data-start="1288" data-end="1438">Melalui press release resmi, pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="1440" data-end="1610">Salah satu bentuk transparansi tersebut ditunjukkan dengan sistem hasil seleksi kompetensi atau ujian tulis yang dapat langsung diakses peserta setelah menyelesaikan tes.</p>
<p data-start="1612" data-end="1820">“Setiap peserta seleksi kompetensi dapat langsung melihat nilai hasil tes setelah menyelesaikan ujian,” ujar dr Yus Priyatna dalam keterangan resminya yang dikirim kepada suarajatimpost.com, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p data-start="1822" data-end="1975">Ia juga menjelaskan mengenai tidak dicantumkannya nilai hasil seleksi untuk formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil pada lampiran pengumuman hasil tes.</p>
<p data-start="1977" data-end="2138">Menurutnya, hal tersebut bukan bentuk penutupan informasi, melainkan karena seluruh peserta yang mengikuti tes kompetensi dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2332">“Untuk formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil, seluruh peserta yang mengikuti seleksi kompetensi memang dinyatakan lanjut ke tahapan berikutnya sesuai ketentuan dalam pengumuman,” jelasnya.</p>
<p data-start="2334" data-end="2556">Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya telah diinformasikan secara resmi kepada publik melalui Surat Pengumuman Hasil Tes Kompetensi/Tes Tulis Nomor 800/1062/30.10.7/2026 tertanggal 20 April 2026.</p>
<p data-start="2558" data-end="2720">Dalam poin ketiga surat tersebut disebutkan bahwa untuk jabatan perawat, tahapan tes selanjutnya diikuti oleh seluruh peserta yang telah mengikuti tes kompetensi.</p>
<p data-start="2722" data-end="2878">Dokter spesialis paru itu menambahkan, manajemen rumah sakit berkomitmen menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas selama proses rekrutmen berlangsung.</p>
<p data-start="2880" data-end="3009">“Seluruh proses rekrutmen Tenaga Non ASN BLUD RSUD dr H Koesnadi Bondowoso dilaksanakan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3011" data-end="3226" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pihak rumah sakit juga membuka akses informasi bagi masyarakat maupun peserta seleksi melalui layanan resmi rumah sakit, baik melalui nomor informasi, website, maupun media sosial resmi RSUD dr H Koesnadi Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3011" data-end="3226" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PG Modjopanggong Buka Giling, Pemkab Tulungagung Dukung Program Swasembada Gula Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pg-modjopanggong-buka-giling-pemkab-tulungagung-dukung-program-swasembada-gula-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pg-modjopanggong-buka-giling-pemkab-tulungagung-dukung-program-swasembada-gula-nasional</guid>
<description><![CDATA[ PG Modjopanggong menargetkan produksi gula tahun 2026 ini sebesar 33.705 ton dengan lama masa giling sekitar 161 hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fef90ecda65.webp" length="98132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 16:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, musim giling, manten tebu, modjopanggoong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pabrik Gula Mojopanggung di Tulungagung resmi memulai musim giling tahun 2026 dengan menggelar tasyakuran dan ritual manten tebu, Sabtu (9/5/2026) pagi. Tradisi tahunan tersebut menjadi simbol dimulainya proses pengolahan tebu sekaligus bentuk doa bersama agar musim giling berjalan lancar dan menghasilkan produksi optimal.</p>
<p></p>
<p>Prosesi manten tebu dilakukan dengan mengarak sepasang boneka pengantin bersama batang tebu mengelilingi area pabrik. Setelah itu, simbol manten tebu tersebut dimasukkan ke dalam mesin giling secara bersama-sama sebagai tanda dimulainya operasional penggilingan tebu tahun ini.</p>
<p></p>
<p>General Manager PG Mojopanggung, Sugiyanto mengatakan, ritual manten tebu memiliki makna filosofis tentang sinergi antara petani tebu dan pabrik gula.</p>
<p></p>
<p>“Makna manten tebu itu sebenarnya adalah wujud perkawinan dari dua lembaga yang berbeda yaitu sinergitas antara petani dengan pabrik gula. Harapannya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar,” ujar Sugiyanto.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Sugiyanto menyampaikan rasa syukur karena pembukaan musim giling 2026 dapat dihadiri langsung oleh Plt Bupati Tulungagung serta jajaran manajemen pusat PT Sinergi Gula Nusantara. Ia berharap musim giling tahun ini berjalan aman dan lancar, baik dari sisi produksi maupun operasional pabrik.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sugiyanto, PG Mojopanggung menargetkan menggiling sekitar 446.123 ton tebu pada musim giling 2026. Pasokan tebu tersebut berasal dari areal seluas 6.783 hektare yang tersebar di lima daerah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pabrik juga menargetkan rendemen sebesar 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal 2.864 ton cane per day (TCD). Sementara target produksi gula tahun ini dipatok mencapai 33.705 ton dengan lama masa giling sekitar 161 hari.</p>
<p></p>
<p>Sugiyanto mengungkapkan, capaian produksi tahun 2025 lalu belum sepenuhnya memenuhi target akibat pengaruh cuaca ekstrem La Nina yang berkepanjangan. Meski demikian, PG Mojopanggung tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.</p>
<p></p>
<p>“Secara tonase tahun lalu sekitar 31 ribu ton dari target sekitar 33 ribu ton atau terealisasi sekitar 90 persen. Kendala utama memang faktor iklim dan cuaca,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menyatakan dukungannya terhadap peningkatan produksi tebu sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional dan swasembada gula.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pabrik gula dan petani tebu untuk memperluas lahan tanam tanpa mengganggu produksi pangan lainnya.</p>
<p>"Jadi tebu atau gula ini juga termasuk ketahanan pangan, dan antara pemerintah dengan pabrik gula ini bisa bekerja sama untuk sinergi untuk meningkatkan produksi tebu,” ujarnya.</p>
<p>Ahmad Baharudin menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Tulungagung. Pada 2025, luas areal tanaman tebu di Tulungagung mencapai sekitar 3.862 hektare dengan produksi mencapai 366.890 ton tebu basah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga mendapat target dari Kementerian Pertanian pada 2026 berupa program bongkar ratoon seluas 1.055 hektare dan perluasan areal tanam tebu seluas 176 hektare.</p>
<p>Ia berharap kemitraan antara pabrik gula dan petani terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target swasembada gula nasional pada 2028.</p>
<p>“Dengan dimulainya musim giling ini, roda perekonomian di Kabupaten Tulungagung diharapkan semakin bergerak dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Kocak di Grahadi: Anak SD Kasih Aba&amp;Aba, Barisan SMA Mendadak Overthinking Berjamaah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-kocak-di-grahadi-anak-sd-kasih-aba-aba-barisan-sma-mendadak-overthinking-berjamaah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-kocak-di-grahadi-anak-sd-kasih-aba-aba-barisan-sma-mendadak-overthinking-berjamaah</guid>
<description><![CDATA[ Paskibra Upacara Hardiknas 2026 di Grahadi Surabaya bikin salah fokus. Siswi SD jadi komandan dengan tinggi sejajar anak SMA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fea3c8ad053.webp" length="75834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 10:04:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Paskibra Hardiknas 2026, Upacara Grahadi Surabaya, Anak SD Saingi SMA, Gubernur Khofifah, Berita Unik Hardiknas, Gizi Anak Jawa Timur.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) biasanya identik dengan amanat panjang yang bikin peserta rindu kasur. Namun, upacara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (4/5/2026) lalu malah bikin sebagian peserta ketar-ketir dan <em>overthinking.</em> Pemicunya bukan soal perubahan kurikulum, melainkan barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang sukses bikin kakak-kakak SMA mendadak <em>insecure</em> dengan postur tubuh mereka sendiri.</p>
<p>Bagaimana tidak? Dalam upacara peringatan tersebut, formasi Paskibra secara unik digabung dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Nah, yang jadi pusat perhatian (sekaligus sumber hilangnya kepercayaan diri anak SMA) adalah sang komandan. Alih-alih diisi oleh kakak SMA kelas 12 yang berwibawa, yang lantang memberi aba-aba justru seorang siswi SD!</p>
<p>Kocaknya, tinggi badan si adik SD ini nyaris sejajar dengan kakak-kakak SMA di sekelilingnya. Kalau saja mereka semua memakai baju bebas alih-alih seragam sekolah, panitia pasti bingung menebak mana yang masih sibuk belajar hafalan perkalian dan mana yang sudah pusing memikirkan ujian masuk PTN.</p>
<p>Melihat fenomena "tumbuh kembang di luar nurul" ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sampai ikut salah fokus. Beliau dengan bangga mengklaim bahwa postur tubuh sang komandan cilik tersebut adalah bukti nyata bahwa program gizi anak-anak di Jawa Timur berjalan sukses.</p>
<p>"Ini buktinya gizi anak-anak di Jawa Timur semakin baik," ujar Khofifah sambil tersenyum di sela-sela acara.</p>
<p>Tentu saja, pernyataan ini secara tidak langsung jadi <em>roasting</em> tipis-tipis buat anak-anak SMA yang posturnya kebetulan agak hemat alias 'minimalis'. Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar di benak warga yang hadir: apakah adik-adik SD zaman sekarang kalau minum susu dicampur ragi sehingga cepat mengembang? Ataukah kakak-kakak SMA-nya yang kurang tidur karena kebanyakan begadang <em>scroll</em> media sosial sampai lupa tumbuh ke atas?</p>
<p>Apapun rahasianya, peringatan Hardiknas 2026 di Grahadi ini berhasil memberikan pesan moral yang sangat relevan. Buat adik-adik, pertahankan gizi kalian. Dan buat kakak-kakak remaja, mulailah kurangi begadang dan perbanyak minum susu. Jangan sampai tahun depan komandan Paskibra-nya diisi oleh anak TK yang tingginya sudah menyamai orang dewasa! (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong, Tradisi yang Menjaga Ingatan dan Harapan Petani Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-tradisi-yang-menjaga-ingatan-dan-harapan-petani-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-tradisi-yang-menjaga-ingatan-dan-harapan-petani-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah perkembangan zaman, tradisi larung kepala kerbau tetap menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya mempertahankan nilai budaya dan sejarah lokal, ritual ini juga berkembang menjadi wisata budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdd702e8a0c.webp" length="79882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:36:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, larung kepala kerbau, dam bagong, kelurahan ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Suasana berbeda tampak di kawasan Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Jumat (8/5/2026) pagi. Ratusan warga memadati area bendungan untuk menyaksikan tradisi larung kepala kerbau, sebuah ritual turun-temurun yang hingga kini masih dijaga masyarakat Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Tradisi adat tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal, tokoh yang dipercaya berjasa dalam pembangunan Dam Bagong. Bendungan itu selama puluhan tahun menjadi sumber pengairan penting bagi lahan pertanian di wilayah Trenggalek dan Pogalan.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara berlangsung selama dua hari. Prosesi diawali dengan kirab kerbau mengelilingi Kelurahan Ngantru sebelum singgah di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Pada malam harinya, masyarakat mengikuti jamasan pusaka, penyembelihan kerbau, hingga pagelaran wayang kulit Murwakala bertajuk Bersih Dam Bagong.</p>
<p></p>
<p>Puncak tradisi digelar pada Jumat pagi melalui prosesi larung kepala kerbau di Dam Bagong. Sejumlah bagian kerbau seperti kepala, kulit, dan tulang diarak menuju lokasi bendungan untuk kemudian dilarung ke aliran air.</p>
<p></p>
<p>Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin langsung prosesi tersebut. Ia mengawali ritual dengan melempar potongan kaki kerbau ke aliran Dam Bagong, disusul bagian tubuh lainnya. Suasana semakin riuh ketika kepala kerbau dilemparkan dari tengah bendungan ke area gerojokan air.</p>
<p></p>
<p>Momen itu menjadi bagian yang paling dinanti warga. Sejumlah pemuda yang telah bersiap di bawah bendungan langsung menceburkan diri demi memperebutkan kepala kerbau yang hanyut bersama derasnya air.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang peserta, Zidan, mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi tersebut. Ia mengatakan suasana rebutan kepala kerbau berlangsung seru sekaligus menegangkan.</p>
<p></p>
<p>“Agak susah, ini baru pertama kali. Tadi itu tempatnya lumayan dalam,” ujar Zidan.</p>
<p></p>
<p>Kepala kerbau yang berhasil didapat rencananya akan dibagi bersama rekan satu timnya untuk kemudian dimasak dan disantap bersama.</p>
<p></p>
<p>Menurut Mochamad Nur Arifin, tradisi larung kepala kerbau bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol rasa syukur sekaligus doa agar keberadaan Dam Bagong terus membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.</p>
<p></p>
<p>“Para petani yang pengairannya teraliri dari Dam Bagong ini bisa diberikan kelancaran, rezekinya lumintu, airnya ada terus,” kata Arifin.</p>
<p></p>
<p>Di tengah perkembangan zaman, tradisi larung kepala kerbau tetap menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya mempertahankan nilai budaya dan sejarah lokal, ritual ini juga berkembang menjadi wisata budaya yang selalu dinanti masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kematian Lansia dengan Luka Sayat di Gedangsewu Tulungagung Terungkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kematian-lansia-dengan-luka-sayat-di-gedangsewu-tulungagung-terungkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kematian-lansia-dengan-luka-sayat-di-gedangsewu-tulungagung-terungkap</guid>
<description><![CDATA[ Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan empat kali gelar perkara, Satreskrim Polres Tulungagung menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdd084b49e1.webp" length="43872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:16:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, satreskrim polres tulungagung, lansia tewas luka di leher, desa gedangsewu kecamatan boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Misteri meninggalnya Sukati (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, yang ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya pada Rabu (15/4) lalu akhirnya menemui titik terang.</p>
<p>Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan empat kali gelar perkara, Satreskrim Polres Tulungagung menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri yang dipicu tekanan psikologis berkepanjangan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba mengatakan, penyelidikan dilakukan bersama Polsek Boyolangu dan Unit Reskrim Polres Tulungagung dengan melibatkan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), saksi-saksi, rekaman CCTV, hingga hasil visum dan otopsi.</p>
<p>“Setelah empat kali gelar perkara dan analisa evaluasi, kami menyimpulkan tidak ditemukan adanya peristiwa tindak pidana. Dugaan awal pembunuhan setelah kami dalami seluruhnya terbantahkan,” ujar Iptu Andi Tamba, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Menurut Andi, saat petugas tiba di lokasi, kondisi TKP sudah mengalami perubahan karena sempat ada barang-barang yang dipindahkan oleh keluarga korban yang tinggal serumah.</p>
<p>“Status quo TKP sudah tidak sebagaimana mestinya karena ada beberapa lokasi dan barang bukti yang berubah sebelum petugas datang,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi kemudian memeriksa kemungkinan adanya motif pembunuhan, mulai dari persoalan ekonomi, konflik keluarga, hingga hubungan pribadi. Dari hasil pemeriksaan, seluruh dugaan tersebut tidak ditemukan.</p>
<p>“Perhiasan korban masih melekat di tubuh korban saat ditemukan. Selain itu uang pinjaman sekitar Rp16 juta juga masih ada di rumah korban,” jelas Andi.</p>
<p>Ia menambahkan, pembagian harta keluarga sebelumnya juga disebut telah dilakukan secara merata sehingga tidak ditemukan indikasi konflik perebutan warisan.</p>
<p>Penyidik juga memeriksa keterangan anak dan menantu korban yang tinggal bersama korban. Polisi menyebut seluruh keterangan yang diberikan konsisten selama proses pemeriksaan.</p>
<p>“Terkait hubungan emosional maupun persoalan keluarga juga sudah kami dalami. Keterangan anak dan mantu konsisten dan tidak berubah,” imbuhnya.</p>
<p>Selain pemeriksaan saksi, polisi turut menelusuri rekaman CCTV di sekitar rumah korban. Berdasarkan dugaan dokter, korban diperkirakan meninggal antara pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB.</p>
<p>“Hasil pengecekan CCTV depan rumah pada jam tersebut tidak ditemukan aktivitas mencurigakan. Baru sekitar pukul 05.30 WIB anak korban keluar rumah dan mengecek kondisi ibunya,” terang Andi.</p>
<p>Polisi juga memeriksa kemungkinan adanya orang lain yang masuk melalui bagian belakang rumah. Namun dugaan tersebut tidak ditemukan.</p>
<p>“Karena sebelumnya hujan, apabila ada orang melintas atau keluar dari belakang rumah seharusnya muncul jejak kaki. Itu tidak ditemukan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan adanya dugaan tekanan psikologis yang dialami korban selama beberapa waktu terakhir. Korban diketahui beraktivitas sebagai pedagang di Pasar Tamanan.</p>
<p>“Korban diduga mengalami perundungan di lingkungan pasar, termasuk tuduhan mencuri dari sesama pedagang,” ungkap Andi.</p>
<p>Keterangan tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk pedagang di sekitar lokasi korban berjualan serta pihak desa yang sebelumnya pernah memediasi persoalan tersebut.</p>
<p>“Sudah kami mintakan keterangan kepada beberapa saksi dan pihak desa terkait adanya mediasi sebelumnya,” katanya.</p>
<p>Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan pada saluran pencernaan khususnya lambung, serta sempat menjalani perawatan karena penyakit tifus. Polisi menemukan obat-obatan yang dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia.</p>
<p>Menurut Andi, penyidik juga meminta pendapat ahli dan tenaga medis terkait kondisi psikologis korban.</p>
<p>“Ada kondisi psikosomatis yang dapat membuat seseorang merasakan sakit fisik akibat tekanan mental atau stres berkepanjangan,” jelasnya.</p>
<p>Terkait luka pada tubuh korban, polisi menegaskan hasil otopsi menunjukkan luka tersebut disebabkan benda tajam yang diduga digunakan sendiri oleh korban.</p>
<p>“Hasil visum dan otopsi menunjukkan luka fatal terjadi pada bagian leher dan menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.</p>
<p>Polres Tulungagung mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitar serta menghindari tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.</p>
<p>Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, atau layanan konseling terdekat. Dukungan sosial dan pendampingan dapat membantu mencegah risiko yang lebih buruk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Sosis Tabrak Median di Jalur Ir Soekarno Batu, Polisi Soroti Titik Rawan Kecelakaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-sosis-tabrak-median-di-jalur-ir-soekarno-batu-polisi-soroti-titik-rawan-kecelakaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-sosis-tabrak-median-di-jalur-ir-soekarno-batu-polisi-soroti-titik-rawan-kecelakaan</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan truk pengangkut sosis ini kembali mempertegas tingginya kerawanan di jalur Ir Soekarno Kota Batu. Dengan insiden serupa yang terus berulang di titik yang sama, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jalan dinilai mendesak agar median jalan tidak terus menjadi “sasaran tetap” kecelakaan kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc78519bc1.webp" length="33932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 18:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Jl Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur utama Jalan Ir Soekarno, tepatnya di kawasan dekat Jatim Park 3, Jumat (8/5/2026) siang. Sebuah truk boks pengangkut sosis bernomor polisi T 9717 DD keluar jalur dan menghantam median tengah jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.</p>
<p>Kernet truk, Arifin menguraikan bahwa leristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat truk melaju dari arah Kota Malang menuju Kota Batu dimana kendaraan yang dikemudikan bergerak terlalu ke kanan sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.</p>
<p>"Mungkin faktor kelelahan pengemudi setelah perjalanan distribusi sejak dini hari dari Jombang menuju Batu dan Malang. Alhamdulillah saya dan sopir tidak mengalami luka serius," urainya. </p>
<p>Meski benturan cukup keras hingga kendaraan naik ke median, kedua awak truk selamat dan hanya mengalami luka gores ringan. Proses evakuasi kendaraan dilakukan sekitar pukul 14.07 WIB menggunakan mobil derek, namun sempat menimbulkan perlambatan arus kendaraan di sekitar lokasi.</p>
<p>Sementara itu Satlantas Polres Batu. Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu, Gema Indra Winaryan, mengungkapkan bahwa titik tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan kendaraan yang menyeruduk median jalan.</p>
<p>"Frekuensi kejadian yang berulang membuat pihak kepolisian berencana melakukan evaluasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Evaluasi akan difokuskan pada efektivitas rambu peringatan, desain median jalan, hingga faktor keselamatan di jalur utama penghubung Malang–Batu tersebut," ujarnya.</p>
<p>Jalur Ir Soekarno sendiri dikenal sebagai salah satu koridor lalu lintas dengan intensitas kendaraan tinggi, terutama kendaraan logistik dan wisata. Kondisi jalan yang relatif lebar dan panjang kerap memicu pengendara kehilangan konsentrasi akibat kelelahan maupun kecepatan berlebih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Kediri Tuntaskan Kajian Kompensasi TPA Klotok, 3.315 KK Terdata sebagai Penerima</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-kediri-tuntaskan-kajian-kompensasi-tpa-klotok-3315-kk-terdata-sebagai-penerima</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-kediri-tuntaskan-kajian-kompensasi-tpa-klotok-3315-kk-terdata-sebagai-penerima</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil verifikasi, jumlah tersebut bertambah 23 KK dibanding 2025 yang tercatat sebanyak 3.290 KK seiring faktor mutasi penduduk.  Tidak hanya jumlah penerima yang bertambah, besaran nilai kompensasi yang akan diterima warga juga bertambah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fda08d130eb.webp" length="63190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:37:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>TPA klotok, dampak TPA klotok, DLHKP Kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP </strong>– Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri telah menuntaskan kajian terkait dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok. Berdasarkan hasil kajian tersebut, terdapat total 3.315 kepala keluarga (KK) penerima manfaat tahun ini yang tersebar di empat zona terdampak.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil verifikasi, jumlah tersebut bertambah 23 KK dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 3.290 KK seiring faktor mutasi penduduk. Tidak hanya jumlah penerima yang bertambah, besaran nilai kompensasi yang akan diterima warga juga meningkat.</p>
<p></p>
<p>Bagi warga Ring 1, nilai kompensasi ditetapkan sebesar Rp1.852.208 per KK atau naik 48,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk warga Ring 2 menerima Rp747.879, Ring 3 sebesar Rp587.619, dan Ring 4 sebesar Rp293.810. Ketiga zona terakhir tersebut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 6,84 persen.</p>
<p></p>
<p>Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartikasari, mengatakan proses penetapan kompensasi dilakukan secara bertahap karena menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga harus melalui prosedur yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini Pemkot Kediri tidak tinggal diam. Karena menggunakan APBD, proses penetapan kompensasi dampak TPA harus melalui tahapan dan prosedur yang sesuai aturan. Setelah kajian selesai dan dinyatakan sesuai dengan Perwali oleh Bagian Hukum, hari ini dilakukan penetapan besaran kompensasi dan penerima manfaat," jelas Endang, Kamis (7/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Kajian besaran kompensasi dilakukan bersama tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan telah dinyatakan sesuai dengan Peraturan Wali Kota setelah melalui pemeriksaan Bagian Hukum. Adapun penentuan zona penerima mempertimbangkan sejumlah variabel atau memperhatikan lima aspek, yakni dampak lingkungan, kesehatan, ekonomi, sanitasi, dan sosial.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, faktor jarak dari TPA, bau, risiko kebakaran, hingga dampak terhadap air tanah dan air permukaan juga masuk dalam komponen penilaian besaran kompensasi. </p>
<p></p>
<p>"Hasil kajian mempertimbangkan lima aspek utama, yakni lingkungan, kesehatan, ekonomi, sanitasi, dan sosial," tambah Endang.</p>
<p></p>
<p>Terkait mekanisme penyaluran, kompensasi akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima sebagaimana tahun sebelumnya. Pencairan kompensasi diperkirakan dilakukan pada minggu depan setelah melalui proses administrasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Endang juga menegaskan upaya pengurangan sampah terus dilakukan melalui pemilahan sampah dari sumber, pengembangan bank sampah, pembangunan TPS 3R, hingga rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oknum PPPK Dinas Pendidikan Pasuruan Terancam Sanksi Terkait Dugaan Asusila</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oknum-pppk-dinas-pendidikan-pasuruan-terancam-sanksi-terkait-dugaan-asusila</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oknum-pppk-dinas-pendidikan-pasuruan-terancam-sanksi-terkait-dugaan-asusila</guid>
<description><![CDATA[ Rencana pemberian sanksi bagi kedua oknum yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (8/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd86663a962.webp" length="26562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 15:57:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Asusila</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Oknum berinisial HD dan AL, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan yang videonya sempat viral saat digerebek oleh Satpol PP Kabupaten Pasuruan pada Rabu (6/5/2026), kini tengah menunggu keputusan sanksi.</p>
<p></p>
<p>Rencana pemberian sanksi bagi kedua oknum yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (8/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain rencana pemberian sanksi, Tri Krisni Astuti juga membenarkan bahwa kedua oknum yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut merupakan pegawai di bawah naungan Dinas Pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Benar mas, keduanya merupakan pegawai kami yang berdinas di Dinas Pendidikan di bagian Sekretariat dan bidang Sekolah Menengah Pertama," katanya.</p>
<p></p>
<p>Mengenai kebenaran tindakan asusila tersebut, Tri Krisni Astuti belum dapat memastikan apakah tindakan itu benar-benar dilakukan oleh kedua oknum PPPK tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak bisa membenarkan adanya tindakan asusila, karena saat didatangi oleh anggota Satpol PP keduanya panik. Video yang menunjukkan tindakan asusila di dalam mobil juga tidak ada, hanya video saat penggerebekan dan ditemukan tisu basah di dalam mobil," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, lanjut Krisni, tidak menutup kemungkinan bahwa keduanya memang melakukan tindakan asusila.</p>
<p></p>
<p>"Usai kejadian itu, keduanya kami panggil untuk memberikan keterangan hingga kami lanjutkan keesokan harinya. Oleh karena itu, sanksi kedisiplinan atau sanksi pemutusan kontrak sepenuhnya menunggu keputusan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasuruan," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota Komisi I DPRD Pasuruan Sayangkan Dugaan Tindakan Asusila di Area Perkantoran Pemkab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-komisi-i-dprd-pasuruan-sayangkan-dugaan-tindakan-asusila-di-area-perkantoran-pemkab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-komisi-i-dprd-pasuruan-sayangkan-dugaan-tindakan-asusila-di-area-perkantoran-pemkab</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Komisi I DPRD, Febri Irawan Darwis, sangat menyayangkan beredarnya video yang diduga menunjukkan tindakan asusila oleh oknum Pemerintah Kabupaten Pasuruan di dalam mobil tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd4c4864519.webp" length="15858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 10:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Asusila</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong>–Pasca-beredarnya video dugaan tindakan asusila di area parkir kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, salah satu anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan angkat bicara.</p>
<p>Melalui sambungan telepon pada Jumat (8/5/2026), anggota Komisi I DPRD, Febri Irawan Darwis, sangat menyayangkan beredarnya video yang diduga menunjukkan tindakan asusila oleh oknum Pemerintah Kabupaten Pasuruan di dalam mobil tersebut.</p>
<p>"Saya sangat menyayangkan adanya video tersebut. Dalam video berdurasi 2 menit 7 detik yang beredar luas, tampak sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menginterogasi seorang pria berkemeja putih berlogo Pemerintah Kabupaten Pasuruan, yang telah ketahuan usai melakukan dugaan asusila," katanya.</p>
<p>Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Inspektorat dan BKPSDM untuk segera melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap kedua oknum yang diketahui berdinas di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan tersebut.</p>
<p>"Saya mendorong Pemkab Pasuruan melalui Inspektorat dan BKPSDM segera melakukan pemeriksaan secara objektif. Kalau terbukti melanggar, harus ada sanksi tegas sesuai aturan," jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Febri Irawan Darwis meminta agar masyarakat tidak terbawa spekulasi yang dapat merugikan pihak pemerintah maupun kedua oknum tersebut.</p>
<p>"Saya meminta jangan sampai publik terbawa spekulasi. Kita kawal prosesnya, bukan menghakimi sebelum ada hasil resmi," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Max Mojo, Sapi Raksasa Centil yang Sabet Juara Kontes Ternak Banyuwangi 2026!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sapi-max-mojo-juara-kontes-ternak-banyuwangi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sapi-max-mojo-juara-kontes-ternak-banyuwangi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Simak keseruan Kontes Ternak Banyuwangi 2026! Sapi Simmental &quot;Max Mojo&quot; seberat 1,1 ton jadi juara kategori ekstrem dengan tampilan unik pakai aksesoris. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fd2dd12c476.webp" length="102018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 08:04:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kontes Ternak Banyuwangi 2026, Sapi Terbesar Jawa Timur, Sapi Max Mojo, Harga Sapi Simmental 1 Ton, Berita Unik Banyuwangi, Peternakan Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI, SJP</strong> – Pemandangan tak biasa terlihat di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi pada Kamis (7/5/2026). Jika biasanya panggung <em>catwalk</em> diisi oleh model papan atas, kali ini giliran puluhan sapi raksasa yang berparade menggunakan berbagai aksesoris nyentrik dalam ajang "Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Banyuwangi 2026".</p>
<p>Bintang utama dalam acara tersebut adalah seekor sapi jenis Simmental bernama Max Mojo. Sapi milik peternak lokal ini berhasil memukau juri dan penonton setelah timbangan menunjukkan angka fantastis, yakni 1.136 kilogram atau lebih dari 1,1 ton. Berkat bobotnya yang setara dengan mobil kecil itu, Max Mojo resmi dinobatkan sebagai juara pertama di Kategori Ekstrem.</p>
<p>Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini bertujuan untuk memamerkan potensi bibit ternak unggul sekaligus mendongkrak nilai ekonomi para peternak di Jawa Timur. Tidak hanya sekadar pamer otot dan daging, uniknya sapi-sapi yang ikut serta diwajibkan tampil necis dengan hiasan kepala dan aksesoris unik, yang membuat suasana kontes lebih mirip parade budaya daripada sekadar bursa ternak.</p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa beternak itu membanggakan dan bisa menjadi industri kreatif. Sapi-sapi ini dirawat dengan kasih sayang, makanya badannya bisa <em>glow up</em> dan sehat seperti ini," ujar salah satu panitia penyelenggara di lokasi acara.</p>
<p>Selain kategori ekstrem, kontes ini juga mempertandingkan kategori sapi kereman, sapi calon induk, hingga kambing etawa. Kehadiran Max Mojo dan kawan-kawan yang berdandan ini pun menjadi hiburan tersendiri bagi warga. Tak sedikit warga yang mengantre untuk berswafoto dengan sapi-sapi pesolek tersebut, meski harus tetap waspada agar tidak kena <em>seruduk </em>oleh sang juara yang beratnya mengalahkan beban hidup tersebut.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia peternakan semakin meningkat, serta memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung ternak terbesar di Jawa Timur. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Hanyut di Sungai Brantas, Ditemukan 18 KM dari Lokasi Awal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-hanyut-di-sungai-brantas-ditemukan-18-km-dari-lokasi-awal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-hanyut-di-sungai-brantas-ditemukan-18-km-dari-lokasi-awal</guid>
<description><![CDATA[ Posisi tempat korban ditemukan berjarak sekitar kurang lebih 18 km dari titik korban dilaporkan hanyut, di dekat jembatan Jong Biru, Kota Kediri. Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan posisi korban pertama kali diketahui oleh salah satu warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc9ea6d0515.webp" length="12066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 21:28:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kota Kediri, BPBD kabupaten Kediri, Basarnas, orang hilang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Imam Sujono, warga Gampengrejo, Kabupaten Kediri yang dilaporkan hanyut terseret arus sungai Brantas pada Selasa, (05/05/2026) akhirnya ditemukan. Pria 58 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dekat area pemakaman umum Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, pada Rabu (6/5/2026) malam.</p>
<p>Posisi tempat korban ditemukan berjarak sekitar kurang lebih 18 km dari titik korban dilaporkan hanyut, di dekat jembatan Jong Biru, Kota Kediri. Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan posisi korban pertama kali diketahui oleh salah satu warga. </p>
<p>Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan juga tim SAR gabungan.</p>
<p>"Kita survei ke lokasi dan sesuai dengan yang kita cari," ungkap Joko, Kamis (7/5/2026). </p>
<p>Proses evakuasi berjalan lancar meski lokasi korban cukup sulit untuk dijangkau. Proses evakuasi memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.</p>
<p>"Medannya sulit. Terlihat celana korban tersangkut ranting pohon," tambah Joko lagi. </p>
<p>Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten dan Kota Kediri, serta Basarnas Trenggalek menerjunkan satu perahu untuk melakukan evakuasi. Perahu diturunkan di tempat tambangan perahu terdekat.</p>
<p>"Setelah dievakuasi, jenazah korban kita bawah ke RS Bhayangkara Kediri," jelas Joko. </p>
<p> Sebelumnya Imam Sujono (58) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa terjadi di bawah Jembatan Jongbiru sisi barat, wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri.</p>
<p>Sebelum hanyut, korban dilaporkan tengah menyiapkan tempat di tepi sungai bersama seorang temannya sebagai persiapan kegiatan pladu. Keduanya kemudian masuk ke aliran sungai namun diduga karena kelelahan dan kuatnya arus, korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya terseret arus Brantas. </p>
<p>Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong. Setelah mendapatkan laporan, Tim BPBD Kota Kediri berupaya melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri dan Basarnas Trenggalek untuk melakukan pencarian lanjutan. </p>
<p>Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Brantas, terutama saat kondisi arus deras. </p>
<p>“Keselamatan harus diutamakan. berhati-hati. Kalau menemukan sesuatu yang mencurigakan segera hubungi 112,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seribuan Calon Jemaah Haji Asal Tulungagung Dilepas Plt Bupati, Total Jemaah Masih Dinamis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seribuan-calon-jemaah-haji-asal-tulungagung-dilepas-plt-bupati-total-jemaah-masih-dinamis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seribuan-calon-jemaah-haji-asal-tulungagung-dilepas-plt-bupati-total-jemaah-masih-dinamis</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc705a592e0.webp" length="44452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:11:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, pelepasan calon jemaah haji, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi melepas ribuan calon jemaah haji tahun 2026 di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (7/5/2026). Di tengah suasana haru dan khidmat pelepasan, kabar duka turut menyelimuti keberangkatan haji tahun ini setelah enam calon jemaah dipastikan meninggal dunia sebelum berangkat ke Tanah Suci.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pelepasan calon jemaah haji menjadi momentum penting sekaligus bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang akan menunaikan rukun Islam kelima.</p>
<p>“Hari ini kami menggelar acara pelepasan ribuan jemaah calon haji di Pendapa Tulungagung,” kata Baharudin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Baharudin mengingatkan seluruh calon jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor utama agar seluruh tahapan ibadah dapat dijalani dengan lancar.</p>
<p>“Saya menekankan mudah-mudahan perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Sehingga pulang mendapat predikat mabrur dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Baharudin juga menitipkan doa kepada para jemaah agar Kabupaten Tulungagung senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, dan pemimpin yang amanah.</p>
<p>“Tadi saya juga titip doa kepada jemaah. Semoga Tulungagung selalu aman, nyaman, sejahtera dan pimpinan amanah,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, menjelaskan jumlah calon jemaah haji Tulungagung awalnya tercatat sebanyak 1.179 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.161 jemaah reguler, 12 petugas kloter, lima petugas haji daerah (PHD), dan satu pembimbing KBIHU.</p>
<p>“Berdasarkan laporan sampai hari ini ada 1.179 orang, termasuk petugas kloter 12 orang, PHD lima orang, dan satu pembimbing KBIHU. Kalau jamaah murni ada 1.161 orang,” terang Suryani.</p>
<p>Namun, data tersebut berubah setelah adanya laporan calon jemaah asal Kecamatan Sumbergempol meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan tambahan satu kasus terbaru itu, total calon jemaah yang wafat menjelang keberangkatan mencapai enam orang.</p>
<p>“Hari ini ada informasi bahwa dari Sumbergempol ada yang meninggal. Jadi jumlahnya menjadi 1.178. Kalau pasangannya memutuskan menunda keberangkatan, maka bisa menjadi 1.177,” jelasnya.</p>
<p>Suryani mengungkapkan, lima calon jemaah yang meninggal sebelumnya bahkan telah masuk dalam pembagian kelompok terbang (kloter). Karena itu, perubahan data keberangkatan masih sangat mungkin terjadi hingga hari pemberangkatan.</p>
<p>“Yang tidak berangkat itu lima, kemudian tambah satu lagi jadi enam. Kalau pasangannya ikut menunda, bisa menjadi tujuh, tetapi itu belum pasti,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, dinamika data jemaah setiap tahun memang kerap terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga kemungkinan adanya tambahan kuota dari daerah lain.</p>
<p>“Sampai dengan pemberangkatan terus berubah. Bisa berkurang karena ada yang sakit atau meninggal dunia. Tapi juga bisa bertambah kalau ada kuota kosong dari kabupaten atau kota lain yang kemudian diisi jamaah Tulungagung,” ungkap Suryani.</p>
<p>Di sisi lain, seluruh proses administrasi keberangkatan disebut hampir rampung. Kemenhaj Tulungagung memastikan seluruh visa jemaah telah selesai diproses, meski masih ada beberapa dokumen yang memerlukan perbaikan data.</p>
<p>“Visa Alhamdulillah semuanya sudah selesai. Hanya ada beberapa yang beda huruf antara paspor dan visa, namun sudah diproses perbaikannya. Insyaallah tidak ada masalah,” jelasnya.</p>
<p>Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan fasilitas keberangkatan bagi calon jemaah haji. Bantuan tersebut meliputi transportasi menuju embarkasi, konsumsi, pengangkutan koper, hingga kegiatan pelepasan dan penyambutan jemaah sepulang dari Tanah Suci.</p>
<p>“Dari Pemkab menanggung transportasi dari Tulungagung ke embarkasi maupun saat pulang. Termasuk konsumsi, pengangkutan koper, dan suvenir batik khas Tulungagung,” pungkas Suryani.</p>
<p>Adapun jemaah termuda tahun ini tercatat atas nama Mahmud Ahmad Reza (18), warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol. Sedangkan jemaah tertua adalah Samadi (96), warga Kecamatan Rejotangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Video Dugaan Asusila Oknum ASN di Kompleks Kantor Pemkab Pasuruan Beredar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/video-dugaan-asusila-oknum-asn-di-kompleks-kantor-pemkab-pasuruan-beredar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/video-dugaan-asusila-oknum-asn-di-kompleks-kantor-pemkab-pasuruan-beredar</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan rekaman video dan keterangan yang beredar di internal lokasi kejadian, seorang perempuan berinisial AL terlihat keluar tergesa-gesa dari dalam mobil. Sementara pria yang berada di lokasi diduga merupakan oknum pegawai berinisial HD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc6d5db5d62.webp" length="15738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:41:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Asusila suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP - </strong>Lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil, tercoreng dengan beredarnya video dugaan perbuatan asusila di area parkir kompleks perkantoran.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam video berdurasi 2 menit 7 detik yang beredar luas, tampak sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menginterogasi seorang pria berkemeja putih berlogo Pemerintah Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Berdasarkan rekaman video dan keterangan yang beredar di internal lokasi kejadian, seorang perempuan berinisial AL terlihat keluar tergesa-gesa dari dalam mobil. Sementara pria yang berada di lokasi diduga merupakan oknum pegawai berinisial HD.</p>
<p>Saat melakukan pemeriksaan, petugas Satpol PP menemukan sejumlah tisu berserakan di bawah dashboard mobil yang diduga berkaitan dengan aktivitas di dalam kendaraan tersebut. Temuan itu kemudian diperlihatkan langsung kepada pria yang tengah dimintai keterangan.</p>
<p>Tak hanya itu, salah satu petugas Satpol PP juga melakukan pemeriksaan hingga ke bagian dalam mobil dan area kursi penumpang. Dari hasil pengecekan tersebut, petugas menemukan tisu dalam kondisi basah dan kusut.</p>
<p>Dalam video yang beredar, terdengar seorang petugas melontarkan dugaan terkait temuan itu.</p>
<p>“Ini sperma njenengan,” ucap salah satu petugas dalam video yang beredar sambil memperlihatkan tisu tersebut kepada HD. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bertandang di Jombang Menteri Haji RI, Mochamad Irfan Yusuf: 50 Persen Jamaah Haji 2026 Sudah Berangkat ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bertandang-di-jombang-menteri-haji-ri-mochamad-irfan-yusuf-50-persen-jamaah-haji-2026-sudah-berangkat-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bertandang-di-jombang-menteri-haji-ri-mochamad-irfan-yusuf-50-persen-jamaah-haji-2026-sudah-berangkat-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Gus Irfan menyampaikan tidak ada kendala berarti dalam proses persiapan dan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc3e0449b51.webp" length="52188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 15:41:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Menteri Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa total keberangkatan jamaah haji asal Indonesia ke Tanah Suci telah mencapai 50 persen.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Gus Irfan usai melepas jamaah haji Kloter 62 dan 63 asal Jombang, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>"Sudah 50% lebih, kemarin 50%. Sudah berangkat semua, saya angkanya tidak persis tapi sudah 250 kloter dan sudah hampir 50%," ujar Gus Irfan kepada wartawan, termasuk suarajatimpost.com.</p>
<p>Menurut Gus Irfan, tidak ada kendala berarti dalam proses persiapan maupun keberangkatan jemaah.</p>
<p>"Sebagian jemaah yang di Madinah sudah bergeser ke Makkah. Hari ini yang berangkat langsung ke Jeddah kemudian ke Makkah," ujarnya.</p>
<p>Terkait kondisi kesehatan jemaah dan proses imigrasi, Gus Irfan mengaku mendapat laporan bahwa baru satu jemaah haji yang tertolak dari Imigrasi Arab Saudi karena memiliki kasus beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Kalau yang tertolak oleh Imigrasi Saudi yang masuk ke saya cuma satu. Karena dia memang punya kasus ketika beberapa waktu yang lalu," bebernya.</p>
<p>"Yang tertolak di Asrama Haji karena kesehatannya tidak memungkinkan, artinya tidak layak terbang, ya angka persisnya sekitar 10, kurang lebih 10 kurang," imbuhnya.</p>
<p>Gus Irfan sejak awal mewanti-wanti calon jemaah agar menjaga kesehatan sehingga bisa lolos dari hambatan saat berangkat ibadah ke Tanah Suci.</p>
<p>Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia juga tengah membentuk satuan tugas (Satgas) bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Imigrasi Indonesia.</p>
<p>"Fungsinya untuk mencegah ada haji-haji yang tidak melalui prosedur yang benar. Daripada di sana terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, tidak bisa menjalankan ibadah haji, kita cegah di sini," terang Gus Irfan.</p>
<p>Hasil deteksi jamaah haji ilegal, pihaknya mendapati tidak kurang dari 100 jemaah yang tertahan di sejumlah bandara. Angka tersebut jauh menurun dibanding musim haji tahun 2025 lalu.</p>
<p>"Tahun ini alhamdulillah sudah turun banget, turun banyak. Total selama sampai hari ini mungkin belum sampai 100. Tahun lalu di musim haji itu total lebih dari 1.000 yang tertahan di bandara-bandara kita," jelasnya.</p>
<p>"Tolonglah, kasihan mereka. Jangan sampai tertipu oleh iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya tidak ada, haji tanpa antre itu tidak ada," pungkas Gus Irfan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Misterius di Suramadu Terungkap, Pemilik Ditemukan Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-misterius-suramadu-terungkap-pemilik-ditemukan-meninggal-dunia-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-misterius-suramadu-terungkap-pemilik-ditemukan-meninggal-dunia-2026</guid>
<description><![CDATA[ Misteri motor terlantar di Jembatan Suramadu akhirnya terungkap. Pemiliknya, seorang wanita berinisial LWS (26), ditemukan meninggal dunia di perairan Bangkalan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb19c067bf6.webp" length="24702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:24:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Suramadu, Bangkalan, LWS 26, motor misterius, penemuan jenazah, Ipda Agung Intama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>BANGKALAN, SJP</strong> – Misteri sepeda motor yang ditemukan terlantar di Jembatan Suramadu akhirnya terungkap. Pemilik kendaraan tersebut diketahui seorang wanita muda berinisial LWS (26), yang ditemukan meninggal dunia di perairan Desa Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: left;">Jasad korban ditemukan warga pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi mengambang di antara kapal tugboat di pesisir selatan Bangkalan.</p>
<p style="text-align: left;">Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Petugas gabungan dari kepolisian, Koramil, dan Polsek Kamal bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Kamal untuk keperluan visum dan identifikasi.</p>
<p style="text-align: left;">Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengatakan, saat ditemukan korban tidak membawa identitas sehingga sempat menyulitkan proses pengenalan.</p>
<p style="text-align: left;">“Kita tindak lanjuti dengan menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah, kemudian dibawa ke Puskesmas Kamal untuk dilakukan penyelidikan maupun visum,” ujar Agung.</p>
<p style="text-align: left;">Identitas korban akhirnya terungkap setelah polisi mencocokkan data dengan sepeda motor misterius yang ditemukan di jalur roda dua Jembatan Suramadu pada 29 April 2026 lalu.</p>
<p style="text-align: left;">Pihak keluarga yang datang ke Puskesmas Kamal memastikan korban adalah LWS, warga Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, yang sebelumnya dilaporkan hilang ke Polresta Sidoarjo.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya, sepeda motor, helm, dan tas milik korban ditemukan terlantar di Jembatan Suramadu dan sempat menjadi perbincangan di media sosial. Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban sengaja meninggalkan kendaraannya sebelum melompat dari jembatan.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah proses visum selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Sidoarjo.</p>
<p style="text-align: left;">Meski identitas korban telah diketahui, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian serta kronologi lengkap kejadian tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">“Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban,” kata Agung. <strong>(**)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinamika PTSL Desa Bandung Nganjuk, 536 Warga Tetap Mendaftar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinamika-ptsl-desa-bandung-nganjuk-536-warga-tetap-mendaftar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinamika-ptsl-desa-bandung-nganjuk-536-warga-tetap-mendaftar</guid>
<description><![CDATA[ Program PTSL di Desa Bandung, Prambon, Nganjuk diikuti 536 warga, diwarnai dinamika antara BPD, Pokmas, dan Pemdes terkait legalitas dan koordinasi, namun dipastikan tetap berjalan sesuai aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf5f38edb5.webp" length="22040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peserta pemohon, ratusan warga, Program PTSP, Ketua Pokmas, BPD, Pemdes Desa Bandung, kesepakatan pemohon, Desa Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="87a674fb-b28c-4611-bea2-352fc01dcf92" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="393"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan publik setelah muncul dinamika antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa (Pemdes), dan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Meski sempat diwarnai ketegangan, proses pendaftaran tetap berjalan dan berhasil menjaring ratusan pemohon.</p>
<p data-start="395" data-end="626">Panitia Pokmas PTSL resmi menutup masa pendaftaran yang dibuka sejak 20 hingga 30 April 2026. Dari proses tersebut, tercatat sebanyak 536 warga mendaftarkan diri untuk mengikuti program sertifikasi tanah milik pemerintah pusat itu.</p>
<p data-start="628" data-end="856">Antusiasme masyarakat terlihat saat ratusan pemohon memadati Balai Desa Bandung dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Pokmas. Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkenalkan struktur kepanitiaan kepada warga.</p>
<p data-start="858" data-end="1127">Namun di balik tingginya partisipasi, muncul perbedaan pandangan antara sejumlah pihak, terutama terkait legalitas Pokmas dan administrasi berita acara. Ketua Pokmas PTSL Desa Bandung, Mariani, mengakui sempat terjadi ketegangan dalam forum validasi data bersama warga.</p>
<p data-start="1129" data-end="1455">Menurutnya, persoalan berawal dari miskomunikasi mengenai pembentukan Pokmas. Ia menegaskan bahwa kepanitiaan tersebut terbentuk melalui forum aspirasi masyarakat dan telah disepakati pada 20 April 2026. Meski demikian, ia menyayangkan adanya dokumen berita acara yang disebut diterbitkan tanpa koordinasi dengan pihak Pokmas.</p>
<p data-start="1457" data-end="1661">“Mediasi ini kami lakukan untuk meluruskan miskomunikasi sekaligus memastikan legalitas Pokmas. Harapannya tidak ada lagi tumpang tindih informasi yang membuat warga resah,” ujar Mariani, Rabu (6/5/2026).</p>
<p data-start="1663" data-end="1876">Mariani juga menepis isu pembatasan kuota maupun sistem lotre yang sempat beredar di masyarakat. Ia memastikan seluruh berkas yang masuk akan tetap diakomodasi dan diperjuangkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).</p>
<p data-start="1878" data-end="1990">“Kami tegaskan tidak ada sistem lotre. Semua pendaftar akan kami tampung dan proses sesuai mekanisme,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69faf9ec6d4a8.webp" alt=""></p>
<p data-start="1992" data-end="2288">Di sisi lain, Ketua BPD Desa Bandung, Muhammad Afif Taurohim, menilai perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari proses sinkronisasi aturan, bukan konflik yang perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya berupaya memastikan kesesuaian dengan hasil Musyawarah Desa (Musdes).</p>
<p data-start="2290" data-end="2428">“Saya hanya ingin memperjelas terkait berita acara yang sudah disepakati dalam Musdes. Tidak ada maksud memperluas persoalan,” jelas Afif.</p>
<p data-start="2430" data-end="2600">Sebagai lembaga pengawas, BPD, lanjut Afif, berkomitmen menjaga agar program PTSL berjalan kondusif dan tidak menghambat hak masyarakat untuk memperoleh sertifikat tanah.</p>
<p data-start="2602" data-end="2733">“Yang terpenting program ini tetap berjalan lancar. Jangan sampai persoalan administratif menghambat kepentingan warga,” tambahnya.</p>
<p data-start="2735" data-end="2943">Dinamika juga dipicu ketidakhadiran Kepala Desa Bandung, Heru Subagio, dalam sejumlah pertemuan penting. Baik Afif maupun Mariani sempat menyoroti hal tersebut karena dinilai penting untuk menjaga koordinasi.</p>
<p data-start="2945" data-end="3149">Menanggapi hal itu, Heru Subagio memberikan klarifikasi bahwa ketidakhadirannya disebabkan agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan, yakni menghadiri acara pisah sambut Kapolsek di kantor kecamatan.</p>
<p data-start="3151" data-end="3284">“Saya mohon maaf kepada masyarakat. Di waktu yang sama saya harus menghadiri undangan resmi di kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="3286" data-end="3535">Meski demikian, Heru menegaskan bahwa Pemdes tetap berkomitmen mengawal program PTSL secara transparan dan sesuai prosedur. Ia memastikan seluruh proses, termasuk penetapan jumlah pendaftar, telah didasarkan pada dokumen resmi hasil Musyawarah Desa.</p>
<p data-start="3537" data-end="3632">“Semua langkah yang kami ambil mengacu pada berita acara yang sah dan sesuai aturan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3634" data-end="3770">Sementara itu, salah satu warga pemohon, Ikhwan, mengaku terbantu dengan program PTSL, terutama dari sisi biaya yang dinilai terjangkau.</p>
<p data-start="3772" data-end="3850">“Biayanya hanya Rp150 ribu, sangat membantu masyarakat seperti kami,” ujarnya.</p>
<p data-start="3852" data-end="4084" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan jumlah pendaftar yang mencapai ratusan, seluruh pihak berharap dinamika yang terjadi dapat segera mereda sehingga pelaksanaan program PTSL di Desa Bandung tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3852" data-end="4084" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Tulungagung Dorong Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Naik Jadi Rp1 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-tulungagung-dorong-gaji-guru-pppk-paruh-waktu-naik-jadi-rp1-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-tulungagung-dorong-gaji-guru-pppk-paruh-waktu-naik-jadi-rp1-juta</guid>
<description><![CDATA[ Peluang realisasi kenaikan penghasilan tersebut terbuka pada tahun ini, atau paling lambat saat perubahan anggaran sebelum penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb1b38909e3.webp" length="70054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:16:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, gaji pppk paruh waktu, dprd tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP –</strong> Status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum sepenuhnya membawa perubahan berarti bagi kesejahteraan para Guru Paruh Waktu (PW) di Tulungagung. Ribuan tenaga pendidik yang telah diangkat melalui skema tersebut justru masih menghadapi persoalan klasik, yakni pendapatan yang minim.</p>
<p>Fakta di lapangan menunjukkan, besaran penghasilan yang diterima guru PPPK PW tidak jauh berbeda dibanding saat mereka masih berstatus honorer. Rata-rata, mereka hanya memperoleh sekitar Rp350 ribu sebagai imbalan atas tugas mengajar yang dijalankan.</p>
<p>Kondisi ini pun memantik perhatian kalangan legislatif. Isu kesejahteraan guru PPPK PW bahkan menjadi salah satu sorotan utama dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tulungagung tahun 2025.</p>
<p>Dalam rapat paripurna yang digelar di Graha Wicaksana DPRD Tulungagung pada Senin (4/5/2026), persoalan tersebut ditempatkan sebagai rekomendasi prioritas. Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Harinto Triyoso, menyebut bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan pembahasan bersama Dinas Pendidikan.</p>
<p>“Hasil hearing dengan dinas pendidikan kami tindak lanjuti dalam bentuk rekomendasi LKPJ. Kesejahteraan PPPK Guru Paruh Waktu menjadi poin pertama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Meski belum merinci jumlah pasti guru yang masih menerima honor Rp350 ribu, data pengangkatan pada Desember 2025 mencatat ada sekitar 1.515 tenaga pendidik yang masuk dalam kategori PPPK Guru PW.</p>
<p>Sebagai langkah perbaikan, DPRD mengusulkan peningkatan penghasilan hingga mencapai Rp1 juta per bulan. Usulan tersebut, menurut Harinto, telah diajukan oleh Dinas Pendidikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).</p>
<p>“Kami mendorong angka Rp1 juta. Usulan itu sudah disampaikan ke TAPD, jadi prosesnya sedang berjalan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peluang realisasi kenaikan penghasilan tersebut terbuka pada tahun anggaran berjalan, atau paling lambat saat perubahan anggaran sebelum penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).</p>
<p>“Karena harus ada perubahan di tahun berjalan atau 2027, yaitu saat perubahan pergeseran anggaran, itu sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK),” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menegaskan bahwa isu kesejahteraan tenaga pendidik tidak bisa dilepaskan dari prioritas pembangunan daerah secara keseluruhan. Dalam forum paripurna, ia menyebut tiga sektor utama yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni layanan kesehatan universal (UHC), infrastruktur, dan pendidikan.</p>
<p>“Ketiganya merupakan kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan,” katanya.</p>
<p>Namun demikian, Marsono juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan anggaran. Ia menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) serta Permendagri Nomor 15 Tahun 2023 yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.</p>
<p>Saat ini, porsi belanja pegawai di Tulungagung masih melampaui batas tersebut. Karena itu, diperlukan sinergi antara eksekutif dan legislatif agar pengelolaan anggaran tetap efektif, efisien, dan akuntabel.</p>
<p>“Kita harus mencari formulasi terbaik sesuai kemampuan anggaran daerah, tanpa mengabaikan kesejahteraan pegawai,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa keberadaan PPPK tetap menjadi prioritas, khususnya di sektor pendidikan dan tenaga teknis. Penyesuaian jumlah pegawai, menurutnya, harus didasarkan pada kebutuhan riil, bukan dengan mengurangi hak atau bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja.</p>
<p>“Jumlah guru dan teknis, kalimat bukan dikurangi, disesuaikan dengan kebutuhan riil, tapi jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), itu melanggar HAM, dikurangi gaji juga tidak,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Kasus Malapraktik di Tulungagung, IDI Tekankan Pentingnya Kajian Menyeluruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-kasus-malapraktik-di-tulungagung-idi-tekankan-pentingnya-kajian-menyeluruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-kasus-malapraktik-di-tulungagung-idi-tekankan-pentingnya-kajian-menyeluruh</guid>
<description><![CDATA[ Organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa penilaian terhadap dugaan malpraktik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb16857a568.webp" length="19878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, idi tulungagung, rs era medika, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan kepada dokter berinisial IGPS yang dilaporkan ke Polres Tulungagung terkait dugaan kasus malapraktik di RS Era Medika.</p>
<p>Organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa penilaian terhadap dugaan malpraktik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif.</p>
<p>Ketua IDI Cabang Tulungagung, dr. Moch Mundir Arif, menjelaskan bahwa mekanisme penanganan kasus kedokteran saat ini telah mengalami perubahan. Dahulu, investigasi terhadap dugaan pelanggaran disiplin dokter dilakukan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang berada dalam lingkup organisasi. Namun kini, MKDKI berdiri secara otonom di bawah Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di tingkat pusat.</p>
<p>“Dengan perubahan tersebut, IDI di daerah tidak lagi memiliki kewenangan untuk melakukan investigasi langsung terhadap kasus yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya, Rabu (6/5/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, peran IDI saat ini lebih terbatas pada pemberian pendampingan kepada anggotanya, baik dalam aspek etik maupun hukum. Dalam kasus yang menimpa dokter IGPS, pihaknya mengaku telah menawarkan bantuan tersebut.</p>
<p>“Pendampingan sudah kami tawarkan, namun yang bersangkutan merasa belum membutuhkan keterlibatan dari organisasi,” jelasnya.</p>
<p>Penanganan perkara ini sendiri saat ini berada di bawah kuasa hukum RS Era Medika. Dokter IGPS juga telah memperoleh pendampingan dari tim hukum rumah sakit, sehingga IDI tidak dapat terlibat lebih jauh tanpa persetujuan dari pihak terkait.</p>
<p>“Kami hanya menerima informasi dari dokter yang bersangkutan. Untuk detail perkara, kami tidak memiliki akses karena bukan kewenangan kami,” katanya.</p>
<p>Meski tengah menghadapi laporan, status dokter IGPS diketahui masih aktif menjalankan praktik. Hal ini dikarenakan belum adanya keputusan hukum atau disiplin yang bersifat final.</p>
<p>“Selama belum ada putusan, yang bersangkutan tetap dapat menjalankan praktik seperti biasa,” tambahnya.</p>
<p>IDI juga menegaskan tetap membuka peluang pendampingan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Meski tidak memiliki tim hukum khusus di tingkat daerah, organisasi tersebut mengaku memiliki jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk membantu anggotanya.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Mundir menjelaskan bahwa kasus dugaan malapraktik sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi di dunia medis. Setiap tindakan medis, terutama operasi, memiliki risiko yang melekat, seperti perdarahan maupun infeksi.</p>
<p>“Jika tidak terjadi infeksi, umumnya luka operasi dapat sembuh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun jika muncul infeksi, proses penyembuhan bisa lebih lama dan bergantung pada kondisi pasien,” paparnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa lokasi luka tertentu, seperti di area ketiak, memiliki potensi risiko infeksi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi area yang lembap serta sering mengalami pergerakan, sehingga dapat memengaruhi stabilitas jahitan.</p>
<p>“Karena itu, penilaian terhadap dugaan malpraktik harus dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan berbagai faktor medis yang ada,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Tulungagung Kawal Dugaan Kasus Malapraktik Kasa Tertinggal di Luka Bekas Operasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-kawal-dugaan-kasus-malapraktik-kasa-tertinggal-di-luka-bekas-operasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-tulungagung-kawal-dugaan-kasus-malapraktik-kasa-tertinggal-di-luka-bekas-operasi</guid>
<description><![CDATA[ Dinkes Tulungagung kini tengah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil klarifikasi tersebut untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur. Terkait aspek medis mengenai dugaan tertinggalnya kasa, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada penilaian ahli. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb119d0f2ee.webp" length="43222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dinkes tulungagung, rs era medika, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memastikan akan mengawal kasus dugaan malapraktik yang menyeret RS Era Medika. Kasus ini mencuat setelah seorang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Yayuk Setiawati (49), melaporkan adanya benda asing berupa kasa yang tertinggal di bekas luka operasi tumor jinak di ketiaknya.</p>
<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari pasien, manajemen rumah sakit, hingga dokter operator secara terpisah.</p>
<p>Meski awalnya direncanakan untuk mediasi, proses tersebut kini bergeser menjadi pendampingan hukum lantaran pasien telah resmi melapor ke Polres Tulungagung.</p>
<p>"Kami sudah memanggil pasien yang melapor untuk mengetahui kondisi secara detail," jelas Aris, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>"Rencananya kami akan buat pertemuan kedua belah pihak. Tapi dari pasien dan kuasa hukumnya sudah melapor ke Polres Tulungagung," tambahnya.</p>
<p>Dinkes Tulungagung kini tengah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil klarifikasi tersebut untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur. Terkait aspek medis mengenai dugaan tertinggalnya kasa, Aris menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian ahli.</p>
<p>"Secara teknis nanti yang bisa menyampaikan adalah tim dokter sebagai ahli. Hasil mediasi akan kami keluarkan dalam bentuk rekomendasi. Karena sudah masuk ke polisi, kami tinggal mengawal kasus ini," tegas Aris.</p>
<p>Sementara itu di sisi lain, manajemen RS Era Medika memberikan klarifikasi resmi. Direktur RS Era Medika, dr. Rizqi Putra Sansaka, menegaskan bahwa operasi eksisi FAM (pangkasan tumor jinak) yang dilakukan pada 20 Desember 2025 tersebut telah berjalan sesuai standar medis.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan kasa atau tampon adalah prosedur lazim untuk menekan perdarahan pascaoperasi yang seharusnya diganti secara berkala hingga luka mengering total.</p>
<p>“Semua tindakan kami sudah sesuai prosedur yang ditentukan oleh standar BPJS Kesehatan,” ungkap dr. Rizqi.</p>
<p>Pihak rumah sakit juga memaparkan kronologi kontrol pasien. Yayuk tercatat menjalani rawat inap pada 19-23 Desember 2025 dan sempat melakukan kontrol sebanyak tiga kali. Namun, pihak RS menyayangkan ketidakhadiran pasien pada jadwal krusial berikutnya.</p>
<p>“Pasien dijadwalkan kontrol keempat pada 19 Januari 2026, akan tetapi pasien tidak datang,” papar dr. Rizqi.</p>
<p>Terkait klaim pasien yang merasa sudah dinyatakan sembuh sehingga berangkat ke Singapura pada 14 Januari 2026, pihak RS mengaku tidak mengetahui dasar pernyataan tersebut. Padahal, secara medis pasien masih diwajibkan menjalani perawatan lanjutan.</p>
<p>“Padahal pasien wajib melakukan perawatan lanjutan atau kontrol rawat jalan pada 19 Januari 2026,” imbuhnya.</p>
<p>Menindaklanjuti hal tersebut, pihak manajemen RS Era Medika akan melakukan prosedur secara internal dan eksternal sesuai aturan dan Undang-Undang yang berlaku.</p>
<p>Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Yayuk Setiawati merasa ada pembengkakan pada ketiaknya setelah dua pekan bekerja di Singapura. Pemeriksaan medis di sana menunjukkan adanya kasa yang tertinggal. Karena terkendala biaya untuk melakukan operasi di Singapura, yang bersangkutan pulang kembali ke Indonesia dan menjalani operasi pengambilan benda asing di RS Prima Medika.</p>
<p>Saat ini, Polres Tulungagung tengah mendalami laporan tersebut, sementara Dinkes siap memberikan dukungan data medis jika diperlukan dalam proses penyelidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrakan Maut di Jalan Raya Sembung Jombang, Pemotor Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrakan-maut-di-jalan-raya-sembung-jombang-pemotor-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrakan-maut-di-jalan-raya-sembung-jombang-pemotor-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Insiden yang melibatkan satu sepeda motor dan dua truk gandeng ini merenggut nyawa pengendara motor di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb0b00e43fa.webp" length="32568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 17:31:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, pada Selasa malam (5/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden yang melibatkan satu sepeda motor dan dua truk gandeng ini merenggut nyawa pengendara motor di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui bernama Moh. Yusroni (52), warga Dusun Sembung, Desa Sembung, Kecamatan Perak.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki bernomor polisi L 2392 JC melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di tempat kejadian, korban diduga hendak menyalip truk gandeng bernomor polisi AG 8485 UV yang dikemudikan oleh Didi Setiawan.</p>
<p></p>
<p>Nahas, pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk gandeng lain dengan nomor polisi B 9141 CEH yang dikemudikan Edi Sutarno.</p>
<p></p>
<p>"Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak mampu menghindar sehingga sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan badan truk," jelas Kapolsek Perak IPTU Mohammad Supriyo dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Benturan keras itu menyebabkan korban terjatuh ke bawah kendaraan dan terlindas roda truk gandeng. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan perut, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Polsek Perak bersama Unit Laka Lantas Polres Jombang yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Jombang guna keperluan visum dan pemulasaraan.</p>
<p></p>
<p>Selain mengevakuasi korban, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor serta dua unit truk gandeng yang terlibat. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek menegaskan, jajarannya telah melakukan langkah penanganan mulai dari mengamankan lokasi hingga berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas Polres Jombang," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Akibat peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp1 juta. Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat mendahului kendaraan di jalur padat dengan penerangan minim. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim SAR Temukan Seluruh Korban Tenggelamnya Perahu Besi Tua di Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-sar-temukan-seluruh-korban-tenggelamnya-perahu-besi-tua-di-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-sar-temukan-seluruh-korban-tenggelamnya-perahu-besi-tua-di-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengatakan penemuan kedua jenazah ini menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian yang melelahkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fae189266fc.webp" length="34234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, BPBD Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua orang anak buah kapal (ABK) yang hilang dalam insiden tenggelamnya perahu pengangkut tiga ton besi tua di perairan Gresik, Jawa Timur.</p>
<p>Kedua korban, Halimi (32) dan Ajib (55), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menyatakan bahwa penemuan kedua jenazah tersebut menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian.</p>
<p>"Operasi resmi ditutup dengan hasil ditemukan semua korban dalam keadaan meninggal dunia," kata Sukardi, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Sukardi menyampaikan, insiden tenggelamnya kapal pengangkut besi tua seberat tiga ton tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026), yang mengakibatkan dua ABK dinyatakan hilang.</p>
<p>Dalam upaya pencarian selama empat hari, Tim SAR gabungan mengerahkan seluruh sumber daya dan menerapkan strategi pencarian skala besar.</p>
<p>Pada hari kedua dan ketiga operasi, upaya pencarian diperluas dengan melakukan manuver pemantauan udara menggunakan helikopter Basarnas HR-3601.</p>
<p>Sementara itu, untuk penyisiran jalur perairan, armada dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) laut.</p>
<p>Total luas area pencarian mencapai 16 mil laut persegi. Masing-masing SRU menyisir area berbeda sesuai dengan pemetaan wilayah operasi (SAR Map).</p>
<p>Korban pertama atas nama Halimi (32) telah lebih dahulu ditemukan oleh Tim SAR pada Senin (4/5/2026).</p>
<p>Sedangkan korban atas nama Ajib (55) ditemukan oleh kapal nelayan dalam kondisi mengapung sejauh 5,7 mil laut dari lokasi awal kecelakaan.</p>
<p>Dengan demikian, dalam insiden perahu karam ini, lima ABK telah ditemukan dengan rincian dua orang selamat dan tiga orang meninggal dunia.</p>
<p>"Korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina guna penanganan lebih lanjut," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menantu di Mojokerto Bunuh Mertua dan Hajar Istri Hingga Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menantu-di-mojokerto-bunuh-mertua-dan-hajar-istri-hingga-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menantu-di-mojokerto-bunuh-mertua-dan-hajar-istri-hingga-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Korban meninggal dunia ditemukan dengan luka parah di bagian leher yang diduga akibat sayatan senjata tajam. Sementara istri terduga pelaku berhasil selamat dari maut meski mengalami luka berat di bagian leher dan wajah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69facc184d366.webp" length="36152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 13:04:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> – Suasana tenang di Dusun Tempuran, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto seketika mendadak gempar pada Rabu (6/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebuah insiden penganiayaan brutal di dalam satu keluarga mengakibatkan seorang ibu paruh baya tewas mengenaskan, sementara anak kandungnya kini tengah berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ini diduga dipicu oleh aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang pria terhadap ibu mertua dan istrinya sendiri. </p>
<p></p>
<p>Korban meninggal dunia ditemukan dengan luka parah di bagian leher yang diduga akibat sayatan senjata tajam.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, istri terduga pelaku berhasil selamat dari maut meski mengalami luka berat di bagian leher dan wajah. </p>
<p></p>
<p>Saat ini, korban sedang menjalani perawatan medis intensif di RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan kasus kekerasan yang melibatkan hubungan keluarga. </p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima, menyatakan bahwa korban tewas adalah mertua dari terduga pelaku, sedangkan korban luka adalah istri sah dari terduga pelaku.</p>
<p></p>
<p>"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat sekira pukul 09.00 WIB terkait dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat petugas tiba di lokasi, ditemukan dua korban perempuan dengan luka serius, satu di antaranya telah meninggal dunia," ujar AKP Aldhino.</p>
<p></p>
<p>Tim Inafis Polres Mojokerto telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan sejumlah barang bukti dan mendalami motif di balik aksi keji seorang menantu tersebut. </p>
<p></p>
<p>Jenazah korban tewas telah dievakuasi ke RSUD Pusdik Watukosek, Porong, untuk proses autopsi.</p>
<p></p>
<p>Pasca-kejadian, terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Pihak kepolisian kini telah mengantongi identitas pelaku dan mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran.</p>
<p></p>
<p>"Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Personel saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku agar segera dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, motif pasti dari serangan brutal tersebut masih dalam tahap pendalaman penyelidikan Satreskrim Polres Mojokerto. Sebab, pelaku yang telah dikantongi identitasnya ini masih dalam pengejaran petugas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nelayan Nguling Temukan Mayat Perempuan Tua di Tengah Laut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nelayan-nguling-temukan-mayat-perempuan-tua-di-tengah-laut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nelayan-nguling-temukan-mayat-perempuan-tua-di-tengah-laut</guid>
<description><![CDATA[ Setelah mayat Mrs. X dievakuasi ke bibir pantai, selanjutnya jazad korban langsung dibawa ke RSUD Kota Pasuruan untuk dilakukan visum, untuk identifikasi dan mengetahui penyebab kematian korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9f09a7d322.webp" length="58006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:55:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Penemuan Mayat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Nelayan asal Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan sempat di gegerkan dengan penemuan mayat Mrs. X yang berada di perairan laut Pasuruan. Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Korban yang diduga sudah berumur 60 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan mengapung di laut sudah tidak bernyawa.</p>
<p>Para nelayan yang menemukan mayat tersebut langsung melaporkan kepada perangkat desa dan Kepolisian Polsek Nguling.</p>
<p>"Tadi sekitar pukul 12.40 saat melaut ada mayat perempuan sudah tua mengapung di laut," kata Mubin salah seorang nelayan desa setempat.</p>
<p>Setelah mayat Mrs. X dievakuasi ke bibir pantai, selanjutnya jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kota Pasuruan untuk dilakukan visum, untuk identifikasi dan mengetahui penyebab kematian korban.</p>
<p>Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menyampaikan, saat ini terkait penemuan mayat Mrs. X masih salam proses penyelidikan.</p>
<p>"Masih proses penyelidikan untuk mengetahui hasilnya masih menunggu dari petugas Satreskrim Polres Pasuruan Kota," kata Junaidi.</p>
<p>Polres Pasuruan Kota mengimbau kepada masyarakat sekitar, apabila ada keluarga yang hilang untuk segera melapor, apakah korban yang ditemukan merupakan salah satu keluarganya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Mahasiswa PMII Gelar Aksi Demo Di Depan Kantor Pemkot dan Kodim 0820, Ini Tuntutannya!!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-mahasiswa-pmii-gelar-aksi-demo-di-depan-kantor-pemkot-dan-kodim-0820-ini-tuntutannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-mahasiswa-pmii-gelar-aksi-demo-di-depan-kantor-pemkot-dan-kodim-0820-ini-tuntutannya</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan mahasiswa PMII Probolinggo turun ke jalan, menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Dari isu pendidikan hingga dugaan kasus hukum, aksi ini jadi sorotan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9de49a0e01.webp" length="61762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:25:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, AksiDemo, AksiMahasiswa, KebijakanPublik, PMII, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP – </strong>Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo menggelar aksi demonstrasi di depan Kodim 0820 serta Kantor Pemerintah Kota Probolinggo pada Selasa sore (5/5/2026).</p>
<p>Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, termasuk penolakan terhadap penghapusan program Bosda dan rencana pemangkasan gaji guru ngaji.</p>
<p>Aksi dimulai dari depan Kodim 0820, di mana massa menyuarakan kecaman atas dugaan kasus penyiraman air keras yang melibatkan oknum TNI terhadap Andri Yunus. Perkara tersebut kini tengah memasuki tahap persidangan.</p>
<p>Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa karena korban merupakan warga sipil, maka proses hukum yang dijalankan seharusnya melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.</p>
<p>Usai dari Kodim, massa bergerak menuju Kantor Wali Kota Probolinggo. Di lokasi kedua ini, mahasiswa kembali menyampaikan lima tuntutan utama. Di antaranya terkait dugaan pemalsuan sertifikat manajemen PERUMDAM, pengadaan mobil dinas di tengah kebijakan efisiensi anggaran, serta sejumlah kebijakan lain yang dinilai merugikan masyarakat.</p>
<p>Ketua PC PMII Probolinggo, Dedi Bayuangga, menilai bahwa beberapa kebijakan pemerintah daerah tidak berpihak pada kepentingan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar.</p>
<p>“Kami juga menyoroti penghapusan Bosda di Kota Probolinggo yang berdampak pada operasional sekolah, pemangkasan gaji guru ngaji, serta masa tunggu SK guru yang bertambah dari dua tahun menjadi lima tahun,” ujar Dedi dalam orasinya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tekanan moral kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang disampaikan oleh mahasiswa.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri sempat menemui para demonstran. Namun, ketika mahasiswa meminta penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen, Wali Kota memilih tidak menandatangani dan kembali masuk ke dalam kantor.</p>
<p>Di sisi lain, pihak Kodim 0820 juga tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena Komandan Kodim, Letkol Inf Yodo Aprianto, sedang menjalankan tugas dinas di luar kota.</p>
<p>“Tadi sudah kita lihat bersama bahwa Wali Kota tidak mau duduk bersama untuk membaca pakta integritas. Setelah ini kami akan berkonsolidasi untuk aksi lanjutan dengan tuntutan yang sama,” imbuh Dedi.</p>
<p>Aksi sempat diwarnai dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas di depan Kantor Wali Kota. Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kericuhan.</p>
<p>Menanggapi tuntutan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyatakan bahwa sebagian besar aspirasi mahasiswa sebenarnya telah dalam proses penanganan dan tidak menjadi persoalan utama.</p>
<p>“Terkait Bosda, itu menjadi catatan KPK sehingga untuk sementara dihentikan karena masih dalam proses pembuatan aplikasi. Setelah selesai, program tersebut akan dilanjutkan kembali,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pemetaan terkait pemberian gaji guru ngaji agar ke depan bisa lebih merata.</p>
<p>“Termasuk gaji guru ngaji yang sedang dipetakan agar ke depan bisa sama rata. Untuk mobil dinas, pengadaannya juga menyesuaikan dengan momentum efisiensi energi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangunan Tinggal Rangka, Petani di Sudimoro Jombang Pertanyakan Proyek Hippa Dinas Pertanian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangunan-tinggal-rangka-petani-di-sudimoro-jombang-pertanyakan-proyek-hippa-dinas-pertanian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangunan-tinggal-rangka-petani-di-sudimoro-jombang-pertanyakan-proyek-hippa-dinas-pertanian</guid>
<description><![CDATA[ Pasalnya proyek senilai Rp 35 juta yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirto Langgeng tahun 2019 sudah rusak tinggal kerangka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9d58f22dbe.webp" length="121218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 20:55:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Proyek Hippa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Program penyediaan sarana dan prasarana pertanian Pembangunan Sumur Dangkal di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang dikeluhkan petani setempat. Pasalnya, proyek senilai Rp35 juta yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirto Langgeng tahun 2019 sudah rusak tinggal kerangka. </p>
<p>Keluhan petani yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu mengurai hasil temuan di lapangan. Ia menyebut bangunan proyek Hippa tersebut diduga syarat manipulasi. </p>
<p>"Sepertinya proyek Hippa sesuai prosedur, namun ada beberapa diduga patut dicurigai. Dari penggunaan anggaran tidak sesuai dengan RAB, salah satu contoh belanja pompa air merk Kubota 8,5 PK yang di RAB berbunyi senilai Rp21 juta, tapi fakta pengecekan di lapangan pada saat itu nilainya tidak lebih dari Rp14 juta," ucap salah seorang narasumber kepada media ini, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Sekitar tahun 2021 sampai saat ini, keberadaan pompa air diesel sudah tidak ada. Temuan di lapangan kuat dugaan barang sudah ditransaksikan kepada pihak lain. Terkait siapa yang menjual, tidak diketahui, tapi arah barang dirinya mengetahui. Sepertinya, karena khawatir terkuak, pihak dari desa sudah menyiapkan diesel namun tidak sesuai dengan spek yang dibeli. </p>
<p>"Yang lama merknya Kubota kapasitas 8,5 PK sekarang sudah disiapkan diesel lagi tapi bukan merk Kubota 8,5 PK," ujarnya. </p>
<p>Selain dugaan ada permainan di pengadaan diesel, juga ada penyelewengan pada pengadaan paralon. Spek Paralon dan jumlahnya sudah tidak sesuai dengan RAB. Termasuk untuk pengeboran, di RAB tertulis ongkos pengeboran Rp4,5 juta, namun ketika kita klarifikasi kepada pihak pengebor, cuma diberi ongkos Rp1,5 juta. </p>
<p>"Dari pengeboran itu ada Rp 3 juta yang hilang," sebutnya. </p>
<p>Pengerjaan Hippa 2019 sebenarnya ada tiga desa di Kecamatan Megaluh yang menerima, yakni Desa Megaluh, Desa Sudimoro dan Desa Dukuharum. </p>
<p>"Paling parah penyelewengannya Desa Sudimoro," tudingnya. </p>
<p>Petani merasa dirugikan, atau tidak bermanfaatnya pengeboran sumur dangkal ini. Pihak warga berharap ada langkah pengusutan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Kerugian masyarakat yang selama ini bisa terjawab. </p>
<p>Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sudimoro, Irsyad Sirajuddin melalui sambungan Whatsapp +62 851-9458-xxxx terkait keluhan petani soal proyek Hippa dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Dinas Pertanian Kabupaten Jombang belum menuai jawaban. </p>
<p>Atas kerugian dari dugaan penyelewengan proyek pembangunan sumur dangkal tersebut, sejumlah petani di Desa Sudimoro bahkan akan melayangkan laporan kepada pihak berwajib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambangi Mbah Sumiran dan Mbah Leginah, Mas Dhito Pastikan Keduanya Dapat Perhatian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambangi-mbah-sumiran-dan-mbah-leginah-mas-dhito-pastikan-keduanya-dapat-perhatian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambangi-mbah-sumiran-dan-mbah-leginah-mas-dhito-pastikan-keduanya-dapat-perhatian</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa anak, di usianya yang telah tua, Mbah Sumiran (61) dan Leginah (56) setiap hari tinggal di rumah kecilnya Dusun Sumber Bahagia, RT 03/01, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9d42ddd3ab.webp" length="32340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 20:40:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Mas Dhito, Bupati Kediri, Lansia Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengunjungi pasangan suami istri lanjut usia yang mengalami keterbatasan penglihatan dan hidup hanya berdua. </p>
<p></p>
<p>Tanpa anak, di usianya yang telah tua, Mbah Sumiran (61) dan Leginah (56) setiap hari tinggal di rumah kecilnya Dusun Sumber Bahagia, RT 3 RW 1, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. </p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi keterbatasan yang ada, Mbah Sumiran sudah lama tak lagi bisa bekerja. Untuk menopang kebutuhan hidup, pasangan suami istri itu hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah.</p>
<p></p>
<p>"Kita ini melihat kondisi riil di lapangan bagaimana warga kita di Desil 1-4 , untuk pasangan suami istri ini penglihatannya terganggu, tidak bisa melihat secara utuh, tidak bisa bekerja dan (kehidupannya) hanya dari bantuan," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Meski terbatas dalam penglihatan karena sakit, aktivitas keseharian pasangan suami istri ini baik dari masak maupun mencuci dilakukan sendiri. Mereka mengandalkan kebiasaan sewaktu dulu masih bisa melihat normal.</p>
<p></p>
<p>Dituturkan tokoh muda yang sering disapa Mas Dhito itu, rumah yang ditinggali pasangan suami istri tersebut, sebelumnya telah dibantu pembangunannya lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0809/Kediri. </p>
<p></p>
<p>Adapun untuk kebutuhan rumah lain yang perlu dibenahi, termasuk untuk pemeriksaan kesehatan akan dibantu dari Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>"Kamar mandinya telah diperbaiki tapi hal-hal minor lainnya akan kita bantu," terang orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kediri tersebut.</p>
<p></p>
<p>Setelah mengobrol bersama pasangan lansia ini dan mengecek kondisi rumah yang ditinggali, sebelum bergeser ke rumah warga lain, Mas Dhito bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, turut menyerahkan bantuan sembako kepada pasutri tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepedulian pemimpin daerah ini pun sangat berarti bagi masyarakat kecil seperti Mbah Sumiran dan Leginah. Kepedulian ini bukan sekedar tentang bantuan, namun kehadiran mereka yang menjadikan warga merasa dekat dengan pemerintah. </p>
<p></p>
<p>"Maturnuwun nggih rawuhipun, kulo dongake sedoyo sehat (terimakasih kedatangannya, saya doakan semoga semua sehat," ucap Mbah Leginah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liburan Berujung Mencekam, Wisatawan Asal Surabaya Jadi Korban di Wediawu Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liburan-berujung-mencekam-wisatawan-asal-surabaya-jadi-korban-di-wediawu-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liburan-berujung-mencekam-wisatawan-asal-surabaya-jadi-korban-di-wediawu-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kericuhan di kawasan wisata selatan Malang picu korban luka dan kerusakan kendaraan, aparat bergerak cepat mengamankan situasi serta memburu pihak terlibat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bd0cd03c4.webp" length="37940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 18:58:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Polres Malang, Wisatawan Surabaya, Pengroyokan, Kerusakan Kendaraan, Keamanan Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Suasana liburan di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mendadak berubah mencekam. Rombongan wisatawan asal Surabaya yang tengah beristirahat di sekitar lokasi justru menjadi korban dugaan aksi kekerasan yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari.</p>
<p>Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga kerusakan pada sejumlah kendaraan milik rombongan. Situasi di lokasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan melakukan pengamanan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan segera mengerahkan petugas ke tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>“Begitu laporan masuk, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Dari hasil penanganan sementara, tercatat enam orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam unit kendaraan roda empat milik wisatawan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.</p>
<p>Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu, seperti potongan kayu, batu, serta botol minuman keras.</p>
<p>Hingga kini, aparat masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi,” tegas Bambang.</p>
<p>Polisi juga melakukan langkah lanjutan dengan menelusuri kemungkinan keterlibatan sejumlah pihak, sekaligus memastikan keamanan para wisatawan yang menjadi korban.</p>
<p>Sebagai langkah preventif, aparat turut memberikan pengawalan kepada rombongan wisata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Termakan Kabar Hoaks, Warga Lawang Malang Serang Tetangga Pakai Sajam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-termakan-kabar-hoaks-warga-lawang-malang-serang-tetangga-pakai-sajam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-termakan-kabar-hoaks-warga-lawang-malang-serang-tetangga-pakai-sajam</guid>
<description><![CDATA[ Emosi pelaku memuncak akibat kabar tak terverifikasi, berujung penyerangan terhadap tetangga sendiri, meninggalkan luka fisik sekaligus retaknya hubungan sosial di lingkungan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bba7954c5.webp" length="13816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 18:29:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Penganiayaan Lawang, Hoaks, Polres Malang, Keamanan Warga, Kriminalitas, Desa Sidodadi, Hukum Pidana, Konflik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sore di Dusun Boro, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, semula berjalan seperti biasa. Aktivitas warga mengalir tenang, hingga mendadak pecah oleh teriakan yang memicu kepanikan. Sebuah peristiwa yang berawal dari kabar tak pasti, berubah menjadi aksi kekerasan di depan rumah sendiri.</p>
<p>MS (39) saat itu tengah memasukkan sepeda motor ke dalam rumah. Rutinitas sederhana itu mendadak terhenti ketika AZ (32), tetangganya, datang dengan emosi yang sudah memuncak.</p>
<p>Tanpa banyak percakapan, pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis caluk.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang menerangkan, jika Korban berusaha menangkis, namun sabetan tetap mengenai jari kelingking tangan kanannya.</p>
<p>“Korban mengalami luka sobek pada jari tangan akibat menangkis serangan pelaku yang menggunakan senjata tajam,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Suasana yang semula tenang berubah mencekam. Warga sekitar bergegas mendatangi lokasi dan berusaha melerai. Senjata tajam yang digunakan pelaku berhasil diamankan sebelum situasi semakin memburuk.</p>
<p>“Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melerai dan mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku,” terangnya.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa peristiwa tersebut tidak dilatarbelakangi konflik nyata, melainkan dipicu oleh kabar yang belum tentu benar. Pelaku diduga terprovokasi isu bahwa korban akan mencelakainya.</p>
<p>“Motif sementara karena pelaku terprovokasi isu atau kabar yang tidak benar, sehingga melakukan tindakan secara spontan,” ungkapnya.</p>
<p>Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (16/4/2026) di teras rumah korban. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.</p>
<p>“Pelaku berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Lawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana penganiayaan,” tambah Bambang.</p>
<p>Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah senjata tajam jenis caluk bergagang kayu, pakaian korban, serta rekaman video kejadian.</p>
<p>Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.</p>
<p>Di balik peristiwa ini, kepolisian juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi. Isu yang belum terverifikasi, jika dipercaya mentah-mentah, berpotensi memicu konflik yang tak seharusnya terjadi.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar, serta menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bijak dan tidak melanggar hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Kota Kediri Hanyut Terseret Arus Sungai Brantas, BPBD 2 Wilayah dan Basarnas Lakukan Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-kota-kediri-hanyut-terseret-arus-sungai-brantas-bpbd-2-wilayah-dan-basarnas-lakukan-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-kota-kediri-hanyut-terseret-arus-sungai-brantas-bpbd-2-wilayah-dan-basarnas-lakukan-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9c4ff3e90b.webp" length="16802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 17:33:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>BPBD Kota Kediri, BPBD kabupaten Kediri, Basarnas, orang tenggelam, orang hanyut</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Seorang pria bernama Imam Sujono (58) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa terjadi di bawah Jembatan Jongbiru sisi barat, wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri.</p>
<p>Sebelum hanyut, korban dilaporkan tengah menyiapkan tempat di tepi sungai bersama seorang temannya sebagai persiapan kegiatan pladu.</p>
<p>"Memang masuk ke pinggir sungai, untuk membersihkan pinggiran sungai. Katanya untuk persiapan pladu nanti mencari ikannya biar mudah," ujar Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di lokasi pencarian, Selasa (5/5/2026). </p>
<p>Keduanya kemudian masuk ke aliran sungai, namun diduga karena kelelahan dan kuatnya arus, korban tidak mampu bertahan berdiri hingga akhirnya terseret arus Brantas.</p>
<p>Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong.</p>
<p>"Pusaran air di tengah juga kencang akhirnya hanyut. Menurut saksi, korban sempat minta tolong tapi belum bisa (tertolong). Kita kesini sudah tidak kelihatan, langsung kita susuri sungai," tambahnya. </p>
<p>Joko Arianto menambahkan, korban sebenarnya telah diingatkan untuk menggunakan alat bantu pelampung tradisional, seperti galon atau bambu. Namun korban memilih tidak menggunakannya.</p>
<p>"Yang selamat bawa bambu sebagai pelampung," ungkap Joko. </p>
<p>Joko, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.</p>
<p>“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi dan melakukan penyisiran sungai. Sudah dua kali dilakukan penyisiran, namun korban belum ditemukan,” ujarnya.</p>
<p>BPBD Kota Kediri juga telah berkoordinasi dengan Basarnas serta BPBD Kabupaten Kediri untuk melakukan pencarian bersama. Tiga tim yang terdiri dari BPBD Kota Kediri, BPBD Kabupaten Kediri, dan Basarnas Trenggalek masing-masing membawa perahu untuk menyisir aliran sungai melakukan pencarian.</p>
<p>Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 2 hingga 3 kilometer dari titik awal kejadian. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pencarian sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan Basarnas. </p>
<p>“Jadi nanti ada tiga tim yang akan melakukan pencarian dari BPBD Kota Kediri 9 personel, Kabupaten Kedirk kemungkinan juga sama kemudian dari Basarnas sekitar 6 personel. Untuk pencarian di wilayah Bendung Waru Turi dihandle oleh BPBD Kabupaten," tambahnya. </p>
<p>Pencarian akan dilakukan sejak pagi hingga sore hari, dengan evaluasi setiap harinya untuk menentukan langkah berikutnya apabila korban belum ditemukan.</p>
<p>"Kita akan susuri lagi. Biasanya saat saat terjadi seperti ini, tenggelam dulu ke dalam lalu mengambang, tenggelam lagi," jelas Joko. </p>
<p>Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Brantas, terutama saat kondisi arus deras.</p>
<p>“Keselamatan harus diutamakan. berhati-hati. Kalau menemukan sesuatu yang mencurigakan segera hubungi 112,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p>    </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Dikira Curian, 8 Ekor Kambing di Karangrejo Garum Blitar Ternyata Lepas dari Kandang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-dikira-curian-8-ekor-kambing-di-karangrejo-garum-blitar-ternyata-lepas-dari-kandang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-dikira-curian-8-ekor-kambing-di-karangrejo-garum-blitar-ternyata-lepas-dari-kandang</guid>
<description><![CDATA[ Viral di media sosial tentang adanya delapan ekor kambing berada di pinggir jalan wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Dalam narasi yang beredar, kambing-kambing itu diduga merupakan hasil pencurian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f888bd96c05.webp" length="68752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 19:41:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Viral, Media Sosial, Delapan, Ekor, Kambing, Pinggir Jalan, Diduga, Pencurian.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Video penemuan delapan ekor kambing di pinggir jalan wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, viral di media sosial.</p>
<p>Dalam narasi yang beredar, kambing-kambing tersebut diduga merupakan hasil pencurian karena disebut-sebut diturunkan dari sebuah mobil sebelum ditinggalkan.</p>
<p>Informasi tersebut sempat membuat warga resah. Namun, pihak kepolisian memastikan kabar itu tidak benar.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Menindaklanjuti laporan yang beredar, petugas Polsek Garum langsung mendatangi lokasi penemuan kambing di tepi jalan.</p>
<p>"Petugas segera melakukan pengecekan di lapangan setelah menerima informasi dari masyarakat," ujarnya, Senin (4/5/2026).</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa delapan kambing tersebut bukan hasil tindak kejahatan. Hewan ternak itu terlepas dari kandang milik warga setempat bernama Sutadi (65).</p>
<p>"Kambing tersebut lepas dari kandang dan sudah diambil kembali oleh pemiliknya. Tidak ada indikasi atau mengarah pada percobaan pencurian," tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, narasi di media sosial juga menyebut kambing sempat diturunkan dari mobil jenis Gran Max setelah dipergoki warga.</p>
<p>Namun, polisi memastikan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.</p>
<p>Keterlambatan informasi kepada pemilik juga menjadi salah satu penyebab kesalahpahaman. Pasalnya, pemilik kambing tidak memiliki telepon genggam sehingga tidak mengetahui kabar yang sudah beredar di grup warga.</p>
<p>Meski tidak ditemukan unsur kriminal, pihak kepolisian tetap meningkatkan patroli di wilayah tersebut guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan ronda atau poskamling, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan melalui layanan kepolisian 110. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Tulungagung Irit Bicara Soal Dugaan Aliran Dana Korupsi Bupati ke Forkopimda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-tulungagung-irit-bicara-soal-dugaan-aliran-dana-korupsi-bupati-ke-forkopimda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-tulungagung-irit-bicara-soal-dugaan-aliran-dana-korupsi-bupati-ke-forkopimda</guid>
<description><![CDATA[ Marsono enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menyarankan awak media agar mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87df8582f8.webp" length="22646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 19:20:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, marsono, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, memilih irit bicara saat dimintai keterangan terkait dugaan aliran dana korupsi yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dana tersebut disebut-sebut mengalir ke sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Usai mengikuti rapat paripurna pada Senin (4/52026) siang, Marsono enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia berdalih tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menyarankan awak media agar mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait.</p>
<p>“Saya nggak berkompeten untuk menjawab itu. Sumbernya aja dicari,” ujarnya singkat.</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 10 April lalu. Operasi tersebut berujung pada penetapan Gatut Sunu Wibowo beserta ajudannya Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka.</p>
<p>Dalam perkara ini, Gatut diduga melakukan praktik pemerasan terhadap 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dari aksi tersebut, ia diduga berhasil mengumpulkan dana hingga Rp2,7 miliar.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, dana yang terkumpul diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Penggunaannya antara lain untuk pembelian barang mewah, biaya pengobatan, hingga keperluan jamuan makan dan pembagian tunjangan hari raya (THR) bagi sejumlah pejabat.</p>
<p>Hingga kini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik KPK telah menyita sejumlah dokumen penting serta uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti guna memperkuat pembuktian dalam kasus tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Launching Nasional, Bupati Jombang Tinjau Kesiapan KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-launching-nasional-bupati-jombang-tinjau-kesiapan-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-launching-nasional-bupati-jombang-tinjau-kesiapan-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung sebelum koperasi tersebut resmi dioperasikan secara massal pada akhir Juli 2026 mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f83f62ca790.webp" length="56858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 14:44:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Bupati Jombang Warsubi melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung sebelum koperasi tersebut resmi dioperasikan secara massal pada akhir Juli 2026 mendatang.</p>
<p>Dalam keterangannya, Warsubi menjelaskan bahwa KDKMP di Desa Tunggorono telah mulai menerima dukungan armada logistik. </p>
<p>"Dukungan tersebut mencakup satu unit truk, satu mobil pick-up, serta dua unit motor roda tiga (Tosa) yang akan digunakan untuk menunjang operasional koperasi di tingkat desa," ucap Warsubi kepada suarajatimpost.com, Senin (4/5/2026). </p>
<p>Hingga saat ini, tercatat sebanyak 210 titik KDKMP di Jombang sedang dalam masa persiapan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen atau sekitar 167 titik yang sudah siap. Meski demikian, Warsubi mengakui masih terdapat kendala lahan di beberapa wilayah.</p>
<p>"Masih ada (desa/kelurahan) yang belum memiliki tanah yang kurang pas. Nanti tetap akan kami mintakan ke pusat bagaimana terkait pengadaan tanahnya, apakah bisa di gang atau di jalur jalan lingkungan desa. Saya yakin mekanismenya pasti ada," ujar Warsubi. </p>
<p>Program KDKMP ini merupakan bagian dari Program Nasional yang terintegrasi dengan inisiatif strategis lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warsubi menegaskan bahwa seluruh kepala daerah wajib mensukseskan agenda nasional tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan terkait rencana pemerintah akan melakukan launching serentak 1.000 titik KDMP di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026, tepat sebelum pidato kenegaraan 17 Agustus.</p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkap Letkol Kav Dicky. </p>
<p>Diakui Dandim jika kendala lahan untuk pembangunan KDKMP dialami wilayah kelurahan yang posisinya di daerah perkotaan. Namun, pihaknya terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud. </p>
<p>"Kalau di Jombang, Insya Allah seluruh 210 insya Allah sudah jadi semua. Jadi kalau Jombang kan (totalnya) 306, kurang 96 lagi. Ya, semoga saja ada tanah masuk baru, terutama yang di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Ungkap Penyebab Kematian Kades Buncitan, Diduga Bunuh Diri di Balai Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kematian-kades-buncitan-diduga-bunuh-diri-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-ungkap-penyebab-kematian-kades-buncitan-diduga-bunuh-diri-2026</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengungkap penyebab kematian Kades Buncitan Mujiyono yang ditemukan di balai desa Sidoarjo pada 3 Mei 2026. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diduga bunuh diri tanpa tanda kekerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f836488ce09.webp" length="26932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 12:57:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Kades Buncitan, Mujiyono, Sidoarjo, bunuh diri, Polresta Sidoarjo, Siko Sesaria Putra Suma, kasus kematian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP – </strong>Kepolisian akhirnya mengungkap hasil penyelidikan kasus kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Mujiyono, yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di balai desa pada Minggu (3/5/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri.</p>
<p>Kesimpulan tersebut diperoleh dari rangkaian proses penyelidikan yang meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, hingga hasil visum dan autopsi.</p>
<p>Korban ditemukan mengenakan kaus kuning dengan jeratan selang di leher. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selang yang digunakan memiliki panjang sekitar 80 cm dengan lingkar jeratan di leher kurang lebih 49 cm.</p>
<p>Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Siko Sesaria Putra Suma, menegaskan bahwa penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh.</p>
<p>“Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta mengamankan barang bukti. Dari hasil visum dan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan rekaman CCTV, korban diketahui datang ke balai desa pada pukul 10.52 WIB dan masuk ke kamar mandi. Sekitar pukul 11.06 WIB, korban terlihat mengambil serta memotong selang sebelum kembali masuk ke dalam kamar mandi.</p>
<p>“Korban sempat keluar menuju ruang kepala desa sekitar pukul 12.54 WIB, dan ditemukan meninggal dunia pada pukul 16.22 WIB,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, AKP Siko menyampaikan bahwa seluruh temuan penyidik, termasuk rekaman CCTV dan hasil pemeriksaan digital, semakin menguatkan dugaan bunuh diri.</p>
<p>“Kami juga menemukan riwayat pencarian di ponsel korban terkait cara mengakhiri hidup. Selain itu, tidak ada tanda kekerasan, sehingga kesimpulan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri,” ungkapnya.</p>
<p>Dari keterangan keluarga, korban diketahui masih sempat berkomunikasi melalui pesan singkat sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi juga menemukan dugaan motif berupa persoalan utang, yakni sekitar Rp 270 juta terkait transaksi jual beli tanah serta utang lain sekitar Rp 100 juta.</p>
<p>Hasil autopsi memperkirakan waktu kematian terjadi antara 3-8 jam sebelum pemeriksaan, dengan temuan luka jeratan di leher serta patah tulang saluran napas.</p>
<p>Kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan guna memberikan kepastian kepada keluarga dan masyarakat. Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi perhatian setelah diberitakan tanpa kepastian penyebab kematian.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kematian Prajurit TNI AL Asal Bangkalan Disorot, Keluarga Desak Penyelidikan Tuntas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kematian-prajurit-tni-al-bangkalan-didesak-penyelidikan-tuntas-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kematian-prajurit-tni-al-bangkalan-didesak-penyelidikan-tuntas-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kematian prajurit TNI AL asal Bangkalan berinisial GK (22) menuai sorotan. Keluarga menemukan kejanggalan dan mendesak penyelidikan transparan serta autopsi ulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f821f437097.webp" length="15444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 09:57:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>TNI AL, prajurit meninggal, Bangkalan, GK, Mahbub Madani, autopsi ulang, dugaan kekerasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANGKALAN, SJP –</strong> Kematian prajurit TNI AL asal Bangkalan, Jawa Timur, berinisial GK (22), menjadi sorotan publik. Pihak keluarga meminta agar penyebab kematian diusut secara tuntas karena menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk dugaan adanya luka akibat kekerasan.</p>
<p>GK yang merupakan prajurit Tamtama berpangkat Kelasi Dua diketahui meninggal dunia saat bertugas di KRI dr Radjiman Wedyodiningrat di Jakarta. Ia baru mulai berdinas pada Februari 2026.</p>
<p>Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, melalui upacara militer yang berlangsung khidmat. Namun, keluarga masih menyimpan tanda tanya terkait penyebab kematian tersebut.</p>
<p>Berdasarkan informasi awal, korban disebut meninggal dunia akibat bunuh diri di dalam kamar. Akan tetapi, ayah korban, Mahbub Madani, meragukan penjelasan tersebut.</p>
<p>"Kabar kepergian anak saya sangat janggal. Karena sebelumnya dikabarkan melarikan diri, malah keesokan harinya dikabarkan sudah meninggal dunia," ujar Mahbub, Senin (4/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sehari sebelum kabar duka, dua orang yang mengaku sebagai komandan sempat datang ke rumah dan menyampaikan bahwa GK melarikan diri dari kapal. Namun, keesokan harinya, keluarga justru menerima informasi bahwa korban telah meninggal dunia.</p>
<p>Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah melihat kondisi jenazah. Mahbub mengaku menemukan luka lebam serta ceceran darah di area selangkangan korban.</p>
<p>"Saya ayahnya, saya tahu anak saya sejak bayi. Tidak ada tanda lahir seperti itu," tegasnya.</p>
<p>Ia juga membantah penjelasan yang menyebut luka tersebut sebagai tanda lahir. Selain itu, keluarga mengungkap bahwa beberapa pekan sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan perlakuan keras dari seniornya melalui komunikasi telepon. Korban bahkan mengaku mengalami kekerasan bersama puluhan orang di atas kapal.</p>
<p>Atas dasar itu, keluarga berencana mengajukan keberatan resmi kepada TNI AL serta meminta dilakukan autopsi ulang secara menyeluruh dan transparan.</p>
<p>"Kami tidak terima anak saya disebut bunuh diri jika kenyataannya dianiaya," tegas Mahbub.</p>
<p>Keluarga menyatakan akan menerima hasil penyelidikan apabila terbukti tidak ada unsur kekerasan. Namun, jika ditemukan indikasi tindak pidana, mereka meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan adil.</p>
<p>Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan menambah sorotan terhadap pentingnya transparansi dalam penanganan kematian prajurit saat menjalankan tugas negara.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini: Awan Panas Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Menjauh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-awan-panas-meluncur-2-kilometer-warga-diminta-menjauh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-awan-panas-meluncur-2-kilometer-warga-diminta-menjauh</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru erupsi pagi ini (4/5/2026) pukul 07:44 WIB. Awan panas meluncur 2 km ke Besuk Kobokan. Simak status terbaru dan rekomendasi zona bahaya di sini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f7fd398df32.webp" length="21440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 09:01:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Erupsi Semeru, Gunung Semeru hari ini, berita Semeru terbaru, awan panas Semeru, PVMBG, status Gunung Semeru, Jawa Timur, Besuk Kobokan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Pada Senin (4/5/2026) pukul 07:44 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan memuntahkan kolom abu vulkanik dan awan panas guguran yang cukup signifikan.</p>
<p>Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat daya.</p>
<p>Petugas pos pengamatan mencatat bahwa erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi gempa letusan selama kurang lebih 3 menit 10 detik. Selain lontaran abu, letusan kali ini juga disertai dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) sejauh 2.000 meter yang mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke wilayah Besuk Kobokan.</p>
<p>Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga). Mengingat adanya ancaman bahaya material vulkanik, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari pusat erupsi.</p>
<p>Di luar jarak tersebut, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 km dari puncak gunung.</p>
<p>Selain itu, radius aman ditetapkan sejauh 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Masyarakat dilarang mendekat dalam zona ini karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan dini.</p>
<p>Pihak berwenang juga memberikan peringatan khusus mengenai potensi bahaya sekunder berupa lahar dingin. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diperingatkan untuk tetap waspada, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, terlebih saat wilayah puncak diguyur hujan lebat. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PPIH Embarkasi Surabaya Pastikan Jemaah Korban Kecelakaan Bus di Madinah Pulih Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ppih-embarkasi-surabaya-pastikan-jemaah-korban-kecelakaan-bus-di-madinah-pulih-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ppih-embarkasi-surabaya-pastikan-jemaah-korban-kecelakaan-bus-di-madinah-pulih-total</guid>
<description><![CDATA[ Dari total lima jemaah yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka ringan, tiga jemaah hanya mengalami luka akibat serpihan kaca dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi tanpa memerlukan perawatan lanjutan sementara dua lainnya telah lakukan pemeriksaan di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f719953b5db.webp" length="50612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 20:17:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, Haji, Kecelakaan Bus, Embarkasi Surabaya, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PPIH Embarkasi Surabaya memastikan kondisi jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB-2) asal Kabupaten Probolinggo yang terlibat kecelakaan bus di Madinah pulih sepenuhnya. Seluruh jemaah yang sebelumnya mengalami luka ringan kini telah kembali ke penginapan, bahkan sebagian di antaranya sudah melanjutkan perjalanan ke Makkah.</p>
<p>Insiden tersebut terjadi saat rombongan jemaah mengikuti kegiatan ziarah atau <em>city tour</em> menuju kawasan Jabal Magnet pada Selasa (28/4). Dalam perjalanan itu, dua rombongan jemaah Indonesia dari kloter berbeda, yakni SUB-2 asal Probolinggo dan kloter 1 Jakarta-Bekasi melakukan perjalanan bersama dalam satu rute. </p>
<p>Bus yang membawa jemaah kloter SUB-2 yang sedang melaju kemudian menabrak bagian samping (lambung) bus dari kloter Jakarta-Bekasi.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, memastikan bahwa perkembangan kondisi jemaah pascakejadian menunjukkan hasil yang sangat baik. Ia menyebut seluruh korban telah pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.</p>
<p>"Kondisi mereka semua sudah pulih dan kini sudah kembali tinggal di tempat penginapan masing-masing sebagaimana biasa. Hanya ada dua orang yang masih harus menyelesaikan proses administrasi," ujar Anam, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Dari total lima jemaah yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka ringan, tiga di antaranya, D.D. Abdul Hamid, Suharto, dan Tingyo Yudiko hanya mengalami luka akibat serpihan kaca. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi dan tidak memerlukan perawatan lanjutan.</p>
<p>Sementara dua jemaah lainnya, yakni Siti Sugihartini dan Siti Aisyah, sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif guna memastikan tidak ada cedera yang luput dari pengamatan medis.</p>
<p>"Kondisi mereka semua sudah pulih dan kini sudah kembali tinggal di tempat penginapan masing-masing sebagaimana biasa," imbuh Anam.</p>
<p>Lebih lanjut, PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa kedua jemaah tersebut saat ini hanya tinggal menyelesaikan proses administrasi rumah sakit sebelum dinyatakan sepenuhnya selesai dari rangkaian perawatan. Hal ini berkaitan dengan perbedaan sistem layanan kesehatan di Arab Saudi dibandingkan dengan di Indonesia.</p>
<p>"Mereka baru akan dinyatakan selesai perawatan setelah seluruh dokumen administrasi rampung diselesaikan," pungkas Anam.</p>
<p>Dengan pulihnya seluruh jemaah, aktivitas ibadah haji dapat kembali berjalan normal. Bahkan sebagian jemaah dari kloter SUB-2 dilaporkan telah melanjutkan perjalanan ke Makkah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (*(</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perahu Bermuatan 3 Ton Besi Tua Karam di Perairan Gresik, Tim SAR Buru 2 Korban Hilang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perahu-bermuatan-3-ton-besi-tua-karam-di-perairan-gresik-tim-sar-buru-2-korban-hilang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perahu-bermuatan-3-ton-besi-tua-karam-di-perairan-gresik-tim-sar-buru-2-korban-hilang</guid>
<description><![CDATA[ Insiden maut tersebut mengakibatkan satu orang anak buah kapal (ABK) tewas, sementara dua lainnya dilaporkan hilang dan kini tengah dalam pencarian intensif oleh Tim SAR gabungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f733229e867.webp" length="57630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 18:50:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Polres Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> —Sebuah perahu bermuatan tiga ton besi tua karam di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik, Jawa Timur. Insiden maut tersebut mengakibatkan satu orang anak buah kapal (ABK) tewas, sementara dua lainnya dilaporkan hilang dan kini tengah dalam pencarian intensif oleh Tim SAR gabungan.</p>
<p>Adapun satu ABK dinyatakan meninggal dunia yakni Sukir (42) warga Kota Surabaya, dua ABK dilaporkan hilang Ajib (60) dan Halimi (32) warga Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.</p>
<p>"Petugas sudah melakukan evakuasi korban yang meninggal. Berkoordinasi koordinasi dengan Basarnas, serta melakukan pencarian terhadap dau orang yang belum ditemukan," kata Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Gresik adalah AKP I Nyoman Ardita, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>AKP Nyoman mengatakan, kronologi kejadian saat perahu dengan lima ABK berangkat dari Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, berlayar menuju Pelabuhan Kamal, Pulau Madura, untuk membeli besi tua, Sabtu (2/5/2026) sore.</p>
<p>Selanjutnya sekitar pukul 19.00 WIB, perahu dengan membawa besi tua sekira 3 ton tersebut berlayar kembali ke wilayah Kecamatan Lumpur Gresik. "Sampai di TKP, perahu kemasukan air dari kapal yang lewat dan mengakibatkan perahu miring kemudian tenggelam," jelasnya. </p>
<p>Menurut AKP Nyoman, kejadian tersebut membuat para ABK panik dan berusaha menyelamatkan diri. Dua ABK diantaranya selamat, satu ABK dinyatakan meninggal dunia, dan dua ABK dilaporkan hilang.</p>
<p>"Korban meninggal dunia sudah di evakuasi oleh tim SAR satpolairud Polres Gresik kemudian di bawa ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.  (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Suara Ledakan Misterius Kejutkan Petugas di Tengah Laga Persik vs Arema di Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/suara-ledakan-misterius-kejutkan-petugas-di-tengah-laga-persik-vs-arema</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/suara-ledakan-misterius-kejutkan-petugas-di-tengah-laga-persik-vs-arema</guid>
<description><![CDATA[ Hasil pantauan di lokasi, petugas gabungan melakukan pemantauan ke titik asal dugaan suara ledakan tersebut. Petugas gabungan yang terdiri TNI-Polri hingga instansi terkait seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik, menuju titik asal dugaan suara ledakan yang berjarak 500 meter dari kawasan Stadion. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f72f85c1624.webp" length="84084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 18:27:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Polres Gresik, Persik kediri, Arema</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong>—Ketenangan laga panas Persik Kediri kontra Arema FC di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) terusik oleh suara ledakan mendadak, Minggu (3/4/2026). Ledakan yang diduga kuat berasal dari pemukiman warga di sekitar stadion tersebut langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan di lokasi.</p>
<p>Hasil pantauan di lokasi, petugas gabungan melakukan pemantauan ke titik asal dugaan suara ledakan tersebut. Petugas gabungan yang terdiri TNI-Polri hingga instansi terkait seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik, menuju titik asal dugaan suara ledakan yang berjarak 500 meter dari kawasan Stadion.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, suara ledakan itu berasal dari sejumlah kelompok pemuda yang diduga hendak menonton pertandingan dari bukit sekitar stadion. Nampak petugas menemui sejumlah kelompok pemuda tersebut untuk menggali informasi asal muasal suara ledakan misterius. </p>
<p>Sejumlah warga pun mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan itu. "Saya terkejut saat mendengar suara ledakan itu," ujar salah satu warga.</p>
<p>Menurut warga, ledakan berasal dari dua kubu kelompok pemuda yang bertemu di jalan kampung tersebut. Beberapa warga saat ditemui juga belum bisa memastikan ledakan misterius itu berasal dari mana.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Kebomas Kompol Gatot Setyo Budi, membenarkan suara ledakan yang terjadi hingga terdengar sampai dalam Stadion Gejos. Meskipun begitu, ia belum menerima laporan terkait insiden tersebut. "Kita belum mendapatkan laporan," pungkas dia.</p>
<p>Disisi lain, hasil pertandingan Liga 1 pekan ke-31 ini tuan rumah Persik Kediri menang atas lawannya Arema FC, dengan skor akhir 3-2. Laga yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (3/5/2026) sore WIB itu berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menekan.  (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Horor Tumpahan Solar 10 Km di Bangkalan: Belasan Kendaraan Alami Kecelakaan Beruntun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/horor-tumpahan-solar-10-km-di-bangkalan-belasan-kendaraan-alami-kecelakaan-beruntun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/horor-tumpahan-solar-10-km-di-bangkalan-belasan-kendaraan-alami-kecelakaan-beruntun</guid>
<description><![CDATA[ Tumpahan solar sepanjang 10 km dari Arosbaya hingga pusat Kota Bangkalan memicu belasan kecelakaan, mulai dari motor selip hingga mobil hantam toko. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f7247b76754.webp" length="20754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 17:24:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan bangkalan, tumpahan solar arosbaya, jalan licin bangkalan, berita bangkalan hari ini.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANGKALAN, SJP</strong> – Jalur utama Arosbaya, Bangkalan berubah menjadi lintasan berbahaya bagi para pengendara. Akibat tumpahan solar yang membentang sepanjang 10 kilometer, belasan kendaraan dilaporkan mengalami kecelakaan beruntun di sepanjang Jalan Raya Arosbaya hingga pusat Kota Bangkalan, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Petaka ini diduga bermula dari kebocoran tangki sebuah truk solar yang melintas sejak Sabtu malam. Dalam rekaman CCTV milik warga, terlihat truk tersebut melaju dengan tenang, sementara muatannya terus mengucur deras tanpa disadari sang pengemudi.</p>
<p><strong>Innova Hantam Toko, Pemotor Berjatuhan</strong></p>
<p>Ceceran minyak yang licin tersebut praktis menyulap aspal menjadi "medan es" yang sangat membahayakan. Akibatnya, rentetan kecelakaan tak terhindarkan: Sebuah minibus kehilangan traksi dan terbalik di tengah jalan, beberapa kendaraan pribadi tergelincir keluar jalur hingga menghantam pepohonan. </p>
<p>Sebuah Toyota Kijang Innova kehilangan kendali total hingga merangsek masuk ke teras toko warga. Tak terhitung jumlah pengendara roda dua yang tersungkur akibat ban selip.</p>
<p> "Peristiwa ini terjadi sejak semalam sampai siang ini. Tadi pagi saja ada tiga ibu-ibu yang jatuh dari motor karena selip. Korbannya ada warga sekitar, ada juga orang luar daerah," ungkap Baihaki, salah seorang saksi mata di lokasi.</p>
<p>Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bangkalan,  Naufal Farisi, mengonfirmasi bahwa tumpahan solar menyebar dari Kecamatan Arosbaya hingga masuk ke area perkotaan. Saat ini, fokus utama petugas adalah mengamankan arus lalu lintas untuk meminimalisir jatuhnya korban baru.</p>
<p>"Kami sedang mengawal arus lalu lintas agar tidak ada lagi kecelakaan tambahan. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada korban jiwa, meski kerugian material seperti kerusakan kendaraan cukup parah," jelas Naufal.</p>
<p><strong>Damkar Bersihan dengan Sabun dan Air</strong></p>
<p>Guna menetralisir licinnya aspal, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bangkalan diterjunkan ke lokasi. Petugas menyisir jalanan dengan menyemprotkan air yang dicampur detergen khusus untuk mengurai kandungan minyak.</p>
<p>"Proses penyiraman sudah dimulai sejak pagi tadi. Kami menyisir dari arah Arosbaya menuju Bangkalan," ujar Kasi Damkar,  Ortis Iskandar. Ia juga memperingatkan warga agar tetap waspada dan menurunkan kecepatan hingga jalur dinyatakan benar-benar steril.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, tercatat sedikitnya belasan kecelakaan telah terjadi. Pihak Polres Bangkalan kini tengah melakukan penyelidikan intensif melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi guna mengidentifikasi identitas truk serta pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. (**)</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Terjatuh dari Lantai 20 Hotel di Surabaya, Korban Sempat Bersantai di Kafe</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-terjatuh-dari-lantai-20-hotel-di-surabaya-korban-sempat-bersantai-di-kafe</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-terjatuh-dari-lantai-20-hotel-di-surabaya-korban-sempat-bersantai-di-kafe</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pemuda asal Madiun (21) tewas terjatuh dari lantai 20 sebuah hotel di Basuki Rahmat Surabaya. Korban sempat santai di kafe sebelum kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6c7463869c.webp" length="7520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 11:32:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pria jatuh lantai 20 hotel surabaya, berita surabaya hari ini, kejadian hotel basuki rahmat, polsek genteng, RS Bhayangkara Polda Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Sebuah insiden memilukan mengguncang kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu (2/5/2026) malam. Seorang pemuda berinisial RO (21) ditemukan tewas setelah terjatuh dari lantai 20 sebuah hotel ternama. Ironisnya, sebelum kejadian maut tersebut, korban terpantau sempat bersantai dan menikmati hidangan di kafe hotel tanpa gelagat mencurigakan sedikit pun.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi mata, pemuda asal Madiun tersebut datang seorang diri. Ia duduk dengan tenang sembari menyantap pesanannya, layaknya pengunjung pada umumnya. Tidak ada tanda-tanda depresi atau perilaku aneh yang ditunjukkan RO sebelum tubuhnya ditemukan di area parkir lobi.</p>
<p>Peristiwa ini mulai terkuak saat petugas keamanan hotel dikagetkan oleh suara benturan keras dari arah atas gedung. Saat dilakukan penyisiran, petugas menemukan RO sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka berat akibat terjatuh dari ketinggian.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim Inafis.</p>
<p>"Benar, korban diduga kuat terjatuh dari lantai 20. Namun, untuk memastikan penyebab pasti kematian—apakah murni kecelakaan atau ada unsur lain—kami masih menunggu hasil visum luar dan dalam (autopsi)," ujar Vian saat dikonfirmasi pada Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Saat ini, jenazah RO telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Pihak kepolisian masih terus mendalami rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan saksi guna menyusun kronologi utuh di balik tragedi jatuh dari ketinggian ini. (**)</p>
<p><strong>Disclaimer: </strong></p>
<p><em>Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau menjadi korban perundungan, segera cari bantuan. Hubungi orang tua, guru, konselor sekolah, psikolog, atau layanan kesehatan mental setempat. Anda juga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan.</em></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda asal Madiun Tewas Jatuh dari Lantai 20 Hotel di Surabaya, Polisi Selidiki Rekaman CCTV</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-madiun-tewas-jatuh-dari-lantai-20-hotel-di-surabaya-polisi-selidiki-rekaman-cctv</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-madiun-tewas-jatuh-dari-lantai-20-hotel-di-surabaya-polisi-selidiki-rekaman-cctv</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria muda asal Madiun ditemukan tewas setelah diduga jatuh dari lantai 20 hotel di Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti dengan memeriksa CCTV dan saksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6bdecd1e96.webp" length="19790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 10:14:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pria jatuh hotel Surabaya, pria tewas Surabaya, jatuh dari lantai 20 hotel, hotel Basuki Rahmat Surabaya, kronologi pria jatuh Surabaya, polisi selidiki CCTV hotel, pemuda tewas di hotel, berita kriminal Surabaya, Polsek Genteng, RS Bhayangkara Polda Jatim, kejadian Surabaya hari ini, kabar Surabaya terbaru, investigasi kematian hotel Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span>SURABAYA, SJP – Seorang pria muda berinisial R0 (21), warga asal Madiun, ditemukan tewas setelah diduga terjatuh dari lantai 20 sebuah hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (2/5/2026) malam. Polisi kini menyelidiki penyebab pasti kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV hotel.</span></p>
<p><span>Peristiwa tragis itu terjadi sekitar malam hari saat korban diketahui berada di kafe lantai 20 hotel tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang seorang diri dan sempat menikmati makanan dalam kondisi normal tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan.</span></p>
<p><span>Kejadian bermula ketika petugas keamanan mendengar suara keras dari arah bawah gedung. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan tergeletak di area parkir lobi hotel dalam kondisi meninggal dunia.</span></p>
<p><span>Petugas kepolisian dari Polsek Genteng bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi insiden tersebut.</span></p>
<p><span>Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, mengatakan korban diduga terjatuh dari lantai 20 hotel. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.</span></p>
<p><span>“Setelah dilakukan olah TKP, benar korban meninggal dunia diduga karena terjatuh dari lantai 20 hotel. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kematian, masih harus dilakukan visum luar dan visum dalam atau autopsi,” ujar Vian, Minggu (3/5/2026).</span></p>
<p><span>Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.</span></p>
<p><span>Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi tambahan serta menelusuri rekaman CCTV hotel guna memastikan rangkaian kejadian secara utuh. Lampu-lampu kota di pusat Surabaya masih menyala terang malam itu, namun misteri jatuhnya pria muda tersebut belum sepenuhnya terpecahkan. (**)</span></p>
<p><strong>Disclaimer: </strong></p>
<p><em>Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau menjadi korban perundungan, segera cari bantuan. Hubungi orang tua, guru, konselor sekolah, psikolog, atau layanan kesehatan mental setempat. Anda juga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan.</em></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ironi May Day Grahadi: Buruh Perjuangkan Upah, Pasukan Es Teh dan Pentol Sukses &amp;apos;Gajian&amp;apos; Duluan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ironi-may-day-grahadi-buruh-perjuangkan-upah-pasukan-es-teh-dan-pentol-sukses-gajian-duluan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ironi-may-day-grahadi-buruh-perjuangkan-upah-pasukan-es-teh-dan-pentol-sukses-gajian-duluan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi demo buruh May Day 2026 di Grahadi Surabaya bawa berkah buat PKL. Buruh sibuk orasi tuntut UMK, penjual es teh dan pentol malah panen cuan duluan! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6a2c949d74.webp" length="137614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 08:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>may day surabaya, demo buruh 2026, pkl grahadi, hari buruh surabaya, berita lucu jatim, penjual es teh demo, umk jatim, humor jatim, grahadi surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (1/5/2026) rupanya tidak cuma jadi panggung menyuarakan aspirasi. </p>
<p>Di balik garangnya orasi dari atas mobil komando menuntut kesejahteraan, justru ada kelompok lain yang diam-diam tersenyum lebar lantaran meraup cuan. Mereka adalah para pedagang asongan.</p>
<p>Sejak siang, pinggiran jalan di sekitar lokasi aksi sudah disulap layaknya pujasera dadakan. Mulai dari minuman botol, bakso, mi ayam, hingga jajanan pemersatu bangsa: pentol.</p>
<p>Massa aksi tak perlu repot-repot menunggu asupan logistik yang harus menembus barikade polisi. Cukup lirik sedikit, abang pentol langsung meluncur. </p>
<p>Para peserta aksi yang berteriak menuntut keadilan ekonomi nyatanya memang tidak bisa menipu perut. Di sela-sela meneriakkan "Hidup Buruh!", terekam pemandangan epik di lapangan: tangan kiri mengepal ke udara menuntut turunnya harga sembako, tangan kanan sibuk memutar tusukan pentol bumbu kacang.</p>
<p>Demonstrasi berjalan mulus karena asupan gizi langsung terdistribusi dengan baik tanpa birokrasi yang berbelit-belit.</p>
<p>Namun, di tengah harmoni antara buruh dan pedagang ini, muncul satu sosok dengan insting bisnis yang sangat pragmatis. Pak To, seorang penjual minuman kemasan, mengaku omzetnya sangat terbantu oleh ribuan massa yang *ngelak* (kehausan) sehabis berorasi.</p>
<p>Uniknya, saat massa buruh diam-diam bersyukur karena cuaca Surabaya lumayan bersahabat hari itu, Pak To justru merasa sedikit dikhianati oleh alam.</p>
<p>“Sayangnya cuaca hari ini mendung, Mas. Coba kalau panas, dagangan saya pasti lebih ramai dari sekarang,” ujar Pak To dengan raut wajah tanpa dosa.</p>
<p>Pernyataan Pak To ini seolah menjadi bukti kerasnya <em>mindset </em> pengusaha jalanan. Demi meraup cuan maksimal dari es teh kemasan, ia tak segan berharap agar ribuan demonstran terpanggang teriknya matahari Surabaya. Sebuah prinsip  <em>supply and demand </em>yang tak kenal ampun! (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hardiknas di nDalem Pojok Kediri: Serukan Misi Pendidikan untuk Perdamaian Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hardiknas-di-ndalem-pojok-kediri-serukan-misi-pendidikan-untuk-perdamaian-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hardiknas-di-ndalem-pojok-kediri-serukan-misi-pendidikan-untuk-perdamaian-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hardiknas 2026 di Ndalem Pojok Kediri angkat misi pendidikan jati diri untuk perdamaian global melalui diplomasi spiritual dan sejarah Bung Karno. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f5b77b48e93.webp" length="65760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 15:38:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Hardiknas 2026, Ndalem Pojok, Kediri, Pendidikan Jati Diri, Perdamaian Dunia, Bung Karno, Situs Persada Soekarno, Berita Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Kediri tahun ini. Bertempat di Situs Persada Soekarno (Ndalem Pojok), Desa Pojok, Kecamatan Wates, momentum pendidikan ini tidak lagi hanya bicara soal kurikulum sekolah, melainkan sebuah misi besar: pendidikan sebagai alat diplomasi perdamaian dunia.</p>
<p>Kegiatan yang digelar pada Jumat malam (1/5/2026) ini mengusung tema besar "Pendidikan Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Dunia”. Melalui titik nol sejarah masa kecil Bung Karno ini, elemen masyarakat Kediri mengirimkan pesan kuat bahwa output pendidikan sejati adalah lahirnya manusia yang mencintai kemanusiaan universal.</p>
<p>Ketua panitia, Suhardono, menegaskan bahwa spirit dari Ndalem Pojok adalah tentang pembentukan jiwa. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa dari tempat sederhana inilah pemikiran Bung Karno tentang penyatuan bangsa-bangsa mulai tumbuh.</p>
<p>“Pendidikan bukan hanya soal mencerdaskan akal untuk kompetisi, tetapi menumbuhkan jiwa yang mencintai perdamaian. Indonesia harus kembali mengambil peran strategis sebagai penengah konflik global melalui fondasi pendidikan karakter yang kuat,” ujar Suhardono.</p>
<p>Ia mengingatkan kembali memori kolektif bangsa pada Konferensi Asia Afrika 1955 sebagai bukti nyata bahwa hasil pendidikan jati diri bangsa mampu mengguncang solidaritas dunia.</p>
<p>Menariknya, peringatan Hardiknas ini juga dibalut dengan pendekatan yang disebut "Diplomasi Spiritual". Tokoh pendidikan Pesantren Jati Diri Bangsa, Kushartono, memaparkan bahwa doa kolektif bagi perdamaian dunia bukan sekadar ritual tanpa makna.</p>
<p>“Melalui doa bersama di momen Hardiknas ini, kita melakukan ikhtiar batin agar hati para pemimpin dunia dilunakkan. Ini adalah bentuk pendidikan jati diri yang berlandaskan 'Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa', sesuai Pembukaan UUD 1945,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan di Indonesia memiliki keunikan yang tidak dimiliki bangsa lain, yakni kedekatan spiritual yang harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda.</p>
<p><strong>Sinergi Lintas Komunitas</strong></p>
<p>Acara ini tidak berdiri sendiri. Berbagai komunitas seperti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia hingga Jam’iyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah turut hadir, menunjukkan bahwa pendidikan perdamaian harus dimulai dari kolaborasi nyata di tingkat akar rumput.</p>
<p>Selain refleksi dan doa, acara juga diwarnai dengan aksi sosial berupa santunan yatim piatu dan dhuafa sebagai bentuk pengejawantahan nilai sosial dari pendidikan itu sendiri.</p>
<p>Melalui momentum ini, nDalem Pojok kembali menegaskan posisinya. Bukan sekadar situs sejarah yang sunyi, melainkan ruang laboratorium ide untuk melahirkan generasi penjaga perdamaian dari Kediri untuk dunia. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>May Day 2026: Serikat Buruh Sebut 60 Persen Pekerja Outsourcing di Gresik Digaji di Bawah UMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-serikat-buruh-sebut-60-persen-pekerja-outsourcing-di-gresik-digaji-di-bawah-umk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-serikat-buruh-sebut-60-persen-pekerja-outsourcing-di-gresik-digaji-di-bawah-umk</guid>
<description><![CDATA[ Masih banyak perusahaan di wilayah Kabupaten Gresik yang menggaji karyawannya dibawah UMK. Di mana UMK tahun 2026 di Kabupaten Gresik sebesar Rp5,1 juta per bulan, namun para pekerja outsourcing hanya digaji Rp100 ribu per hari atau tidak sampai Rp3 juta per bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f47ae7587ec.webp" length="69570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 17:32:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, KASBI Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Serikat buruh Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyoroti dominasi pekerja sistem sistem kerja alih daya atau outsourcing di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum diberikan upah layak. Para pekerja masih digaji di bawah UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).</p>
<p>"Kita melihat hampir 60 persen pekerja dibayar dibawah UMK. Alasannya karena mereka kerja kontrak outsourcing. Padahal menurut perundang-undangan, baik pekerja kontrak atau karyawan tetap berhak menerima upah UMK," kata Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Gresik, Syafiuddin, dalam momentum Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Syafiuddin mengatakan, masih banyak perusahaan di wilayah Kabupaten Gresik yang menggaji karyawannya dibawah UMK. Di mana UMK tahun 2026 di Kabupaten Gresik sebesar Rp5,1 juta per bulan, namun para pekerja outsourcing hanya digaji Rp100 ribu per hari atau tidak sampai Rp3 juta per bulan.</p>
<p>Ia menyebut, kondisi tersebut sangat memprihatinkan ditengah kemajuan Kabupaten Gresik sebagai kota Industri. Tidak hanya perusahaan skala menengah, KASBI mencatat kawasan industri seperti JIIPE, Maspion, hingga KIG, masih ditemukan pekerja outsourcing digaji dibawah UMK. </p>
<p>"Artinya apa yang diperjuangkan oleh kawan-kawan buruh benar-benar sebuah Ironis apabila tidak dinikmati kaum buruh semuanya," jelasnya. </p>
<p>Dalam momentum May Day 2026 ini, KASBI Kabupaten Gresik menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan memperjuangkan hak-hak aspirasi para buruh. Masa aksi menyisir kawasan industri strategis mulai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Maspion, hingga Pabrik Mie Sedap menuntut pemenuhan hak-hak buruh. </p>
<p>Selain pemenuhan besaran UMK, aksi masa juga mendesak pencabutan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja secara keseluruhan, serta mendorong pembentukan UU Ketenagakerjaan baru yang melibatkan partisipasi aktif serikat buruh.</p>
<p>Selain isu pencabutan UU Cipta Kerja, massa buruh juga menyampaikan reformasi sistem pengupahan, penghapusan sistem kerja alih daya atau outsourcing, serta ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 dan 190.</p>
<p>Pihaknya mendorong Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang berwenang untuk tegas menertibkan perundang-undangan buruh.</p>
<p>"Karena persoalan hari ini, hasil kesalahan yang terus berulang setiap tahun. Ketika tidak ada tindakan yang tegas dari kepolisian dan Disnaker, masih banyak buruh yang dibawah UMK," paparnya. </p>
<p>Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zaenul Arifin, tidak menampik masih adanya buruh yang digaji dibawah UMK. Ia menyebut, kewajiban penerapan UMK masih menyasar perusahaan skala menengah ke besar. </p>
<p>Beberapa perusahaan yang masih belum patuh penerapan UMK ialah perusahaan sekelas UMKM.</p>
<p>"Kita fokus ke perusahaan menengah ke besar. Kalau ada laporan penerapan UMK yang tudak sesuai, kita ada kanal aduan di Disnaker," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Buruh Tiba Pukul 3 Sore di Kantor Gubernur Jatim, Ini 21 Tuntutan yang Dibawa di Aksi May Day 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-tiba-pukul-3-sore-di-kantor-gubernur-jatim-ini-21-tuntutan-yang-dibawa-di-aksi-may-day-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-tiba-pukul-3-sore-di-kantor-gubernur-jatim-ini-21-tuntutan-yang-dibawa-di-aksi-may-day-2026</guid>
<description><![CDATA[ Aksi May Day di Surabaya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka. Setelah itu, perwakilan berbagai federasi buruh secara bergantian menyampaikan orasi politik yang menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi kaum pekerja, mulai dari isu kesejahteraan hingga kepastian hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f46e8333a20.webp" length="100800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>May Day, 01 Mei, Hari Buruh, Kantor Gubernur Jatim, Demo Buruh, Demo, FSPMI, Buruh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Ribuan buruh yang menggelar long march dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 tiba di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, menjelang pukul 15.00 WIB, Jumat (1/5/2026). Kedatangan massa sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, mulai dari titik kumpul hingga waktu tiba di lokasi aksi.</p>
<p>Massa yang bergerak dari kawasan Jalan Bubutan secara bertahap memadati Jalan Pahlawan setelah sebelumnya berkumpul di sekitar BG Junction Mall. Diketahui sebelumnya, pergerakan itu sesuai dengan skenario aksi yang telah dirancang, termasuk pelaksanaan salat Jumat sebelum long march dimulai pada pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Wakil Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Nurudin Hidayat, memastikan mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan ribuan buruh dari berbagai daerah industri di Jawa Timur.</p>
<p>"Mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor yang akan masuk ke Surabaya secara bertahap," ujar Hidayat, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Setibanya di lokasi, aksi May Day langsung dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka. Setelah itu, perwakilan berbagai federasi buruh secara bergantian menyampaikan orasi politik yang menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi kaum pekerja, mulai dari isu kesejahteraan hingga kepastian hukum.</p>
<p>Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat posisi tawar buruh.</p>
<p>"May Day 2026 menjadi momen untuk mengonsolidasi kekuatan buruh Jatim dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, hingga kepastian hukum bagi kaum pekerja," katanya.</p>
<p>Aksi yang melibatkan sekitar 6.000 buruh dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan hingga Tuban ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi yang telah dirumuskan dalam sejumlah tuntutan strategis.</p>
<p>Sebelumnya, pihak kepolisian melalui Polrestabes Surabaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di 22 titik krusial guna mengantisipasi kepadatan selama aksi berlangsung. Skema kanalisasi diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan ruang aman bagi massa aksi.</p>
<p>"Pengaturan dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi," ujar Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto, Kamis (30/4/2026) kemarin.</p>
<p>Dalam aksi kali ini, buruh Jawa Timur membawa total 21 tuntutan yang terbagi dalam skala nasional dan regional.</p>
<p><strong>Tuntutan Nasional:</strong></p>
<ol>
<li>Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB.</li>
<li>Hapus <em>outsourcing</em> dan tolak upah murah (HOSTUM).</li>
<li>Hentikan ancaman PHK akibat dampak perang global.</li>
<li>Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.</li>
<li>Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.</li>
<li>Segera ratifikasi Konvensi ILO 190.</li>
<li>Berikan perlindungan bagi pekerja digital platform.</li>
<li>Tingkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.</li>
<li>Jamin akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan pemberi kerja.</li>
<li>Potongan tarif ojol maksimal 10%.</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan Regional Jawa Timur:</strong></p>
<ol>
<li>Rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat dan DPR RI terkait revisi dan pembentukan regulasi ketenagakerjaan.</li>
<li>Evaluasi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja.</li>
<li>Penyediaan rumah murah dan rumah susun bagi buruh.</li>
<li>Penyusunan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon.</li>
<li>Pengawasan ketat terhadap praktik outsourcing.</li>
<li>Penegakan kebijakan UMK dan UMSK.</li>
<li>Pembentukan Satgas Pencegahan PHK.</li>
<li>Kewajiban kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat perizinan usaha.</li>
<li>Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.</li>
<li>Peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.</li>
<li>Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB untuk masyarakat berpenghasilan rendah. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wajah Kontras May Day 2026 di Gresik: Antara Pesta Perayaan dan Aksi Turun ke Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wajah-kontras-may-day-2026-di-gresik-antara-pesta-perayaan-dan-aksi-turun-ke-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wajah-kontras-may-day-2026-di-gresik-antara-pesta-perayaan-dan-aksi-turun-ke-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Saat ratusan buruh larut dalam pesta perayaan bersama jajaran Forkopimda di kawasan Gelora Joko Samudro (Gejos), kelompok buruh lainnya justru memilih turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan dengan menyisir sejumlah kawasan industri strategis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f45ebce7f0a.webp" length="82196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 13:57:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, May Day Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diwarnai dua pemandangan kontras pada Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Saat ratusan buruh larut dalam pesta perayaan bersama jajaran Forkopimda di kawasan Gelora Joko Samudro (Gejos), kelompok buruh lainnya justru memilih turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan dengan menyisir sejumlah kawasan industri strategis.</p>
<p>Para buruh yang turun ke jalan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya masih banyak perusahaan yang memberikan upah di bawah UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota), minimnya pengangkatan pegawai tetap, hingga tidak diikutsertakannya buruh dalam program jaminan sosial BPJS.</p>
<p>"Kita menyisir ke kawasan industri dari Jippe, Maspion, sampai ke Mie Sedap. Kita meminta kawasan di situ mematuhi aturan, karena memang masih banyak ditemukan gaji yang di bawah UMK. BPJS yang tidak diikutkan juga masih banyak," kata Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Gresik, Syafiuddin, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Syafiuddin menegaskan bahwa pemerintah harus lebih tegas terhadap perusahaan yang melanggar peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. Ia menyebut praktik ilegal perusahaan tersebut telah menghilangkan hak-hak buruh.</p>
<p>Dalam momentum May Day ini, pihaknya mendesak pencabutan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja secara keseluruhan, serta mendorong pembentukan UU Ketenagakerjaan baru yang melibatkan partisipasi aktif serikat buruh.</p>
<p>Selain isu pencabutan UU Cipta Kerja, massa buruh juga menuntut reformasi sistem pengupahan, penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing), serta ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 dan 190.</p>
<p>Pihaknya pun menyampaikan alasan untuk tidak bergabung merayakan May Day 2026 di kawasan Gejos.</p>
<p>"Kalau di Gejos kan lebih ke merayakan May Day, kalau kita memperingati May Day. Tidak ada perayaan untuk May Day. Kita memperingati untuk meneruskan perjuangan para buruh yang memperjuangkan nasib kita," paparnya.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan buruh yang mengikuti pesta perayaan bersama jajaran Forkopimda di kawasan Gejos menyatakan bahwa peringatan May Day harus diarahkan ke hal positif. Sejumlah kegiatan di Gejos meliputi doa bersama, pemotongan tumpeng, hingga pembagian hadiah.</p>
<p>"Alhamdulillah kita bisa mengadakan pesta memperingati hari ulang tahun buruh," ungkap Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kehutanan dan Perkayuan Indonesia (F SP KAHUT), Subari, dalam peringatan yang turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan jajaran Forkopimda tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Besi Rel Kereta Saja Dicuri, Warga Mulai Khawatir dengan Pagar Rumah Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/besi-rel-kereta-dicuri-warga-surabaya-khawatir-besok-tinggal-bautnya-saja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/besi-rel-kereta-dicuri-warga-surabaya-khawatir-besok-tinggal-bautnya-saja</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pencurian besi di kawasan Perak Timur Surabaya viral di media sosial. Polisi mengamankan terduga pelaku, sementara komentar netizen ramai bernada humor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f418845a93f.webp" length="99200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 09:45:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pencurian besi Surabaya, viral Surabaya, Perak Timur, berita humor Jawa Timur, berita unik Surabaya, maling besi, media sosial Surabaya, berita viral Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Warga kawasan Perak Timur, Surabaya, sempat dibuat geleng-geleng kepala setelah video dugaan pencurian besi viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Dalam video yang beredar, sejumlah pria diduga membawa potongan besi menggunakan kendaraan pikap pada malam hari.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi di kawasan jalur lama sekitar Perak Timur, Surabaya. Aksi tersebut pertama kali ramai setelah rekaman warga tersebar di media sosial dan memancing berbagai komentar netizen. Ada yang menyindir harga besi sedang naik, hingga ada pula yang bercanda “kalau dibiarkan lama-lama relnya tinggal kenangan.”</p>
<p>Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal, besi tersebut diduga akan dijual kembali sebagai barang rongsokan.</p>
<p>Meski kasusnya serius, komentar warganet justru membuat suasana media sosial penuh candaan. Banyak yang mengaku heran karena benda berbahan besi kini seolah “punya tingkat kewaspadaan sendiri.”</p>
<p>Bahkan ada komentar yang menyebut warga sekarang bukan hanya mengunci motor, tetapi juga mulai curiga dengan pagar rumah.</p>
<p>Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa material fasilitas umum tetap memiliki nilai ekonomi tinggi dan rawan dicuri. Warga berharap pengawasan di area proyek maupun fasilitas umum bisa lebih diperketat agar tidak muncul aksi serupa. (**)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMP di Baron Nganjuk Diduga Alami Insiden Misterius, Patah Tulang dan Dirawat di RSUD Kertosono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-smp-di-baron-nganjuk-diduga-alami-insiden-misterius-patah-tulang-dan-dirawat-di-rsud-kertosono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-smp-di-baron-nganjuk-diduga-alami-insiden-misterius-patah-tulang-dan-dirawat-di-rsud-kertosono</guid>
<description><![CDATA[ Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Baron terpaksa dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis serius. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f354771ceb9.webp" length="26238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 22:19:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban Misterius, Siwa SMPN, dirawat intensif, RSD Kertosono, patah kaki, keluarga korban, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>- Dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk mendadak gempar. Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Baron terpaksa dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis serius. </p>
<p>MSF(15), salah satu siswa di sebuah sekolah negeri setingkat SMP di wilayah Kecamatan Baron diduga menjadi korban peristiwa misterius hingga mengalami patah tulang pada bagian paha kaki kanannya dan baru saja menjalani operasi, hingga kini masih dalam perawatan di RSD Kertosono</p>
<p>​Berdasarkan informasi di lokasi, korban nampak terbaring lemah di ruang perawatan dengan pengawasan ketat dari tim medis. </p>
<p>Kabar mengenai kondisi siswa tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap Bougenville nomor 5 di lantai 3 pun dengan cepat menyebar ke masyarakat, memicu rasa prihatin sekaligus tanda tanya besar mengenai kronologi kejadian yang menimpanya.</p>
<p>​ZA, orang tua korban tampak setia mendampingi putra mereka. Raut wajah cemas dan sedih tak dapat disembunyikan yang terus memantau perkembangan kondisi kesehatan anaknya. ​Meski kondisi korban dilaporkan mulai mendapatkan penanganan stabil, pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan rinci mengenai detail peristiwa yang terjadi. Mereka saat ini lebih fokus pada proses pemulihan trauma dan fisik sang buah hati.</p>
<p>​"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Saat ini kami serahkan sepenuhnya proses perawatan kepada pihak rumah sakit, dan berharap putra kami segera pulih seperti sedia kala," ungkapnya dengan nada lirih. Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Menurut ZA, sampai saat ini belum tahu persis penyebab dan motif di balik kejadian yang menimpa anak bungsunya.</p>
<p>”Saya masih syok. Pihak sekolah sampai sekarang masih belum memberikan keterangan apapun terkait peristiwa itu,” ungkapnya.</p>
<p>Orang tua korban menceritakan, awal peristiwanya pada Sabtu siang (25/4/2026) saat posisi anaknya masih ada di sekolah untuk persiapan pulang. Biasanya sekitar jam 13.00 WIB, anaknya sudah sampai di rumah. Tapi hari itu lebih dari pukul 13.00 WIB masih belum pulang.</p>
<p>”Waktu itu saya langsung meluncur ke sekolah. Saat di sekolah, anak saya ditandu teman-temanya karena kakinya tidak bisa berjalan,” urai ZA.</p>
<p>Tidak sampai di situ, ZA mengatakan, melihat kondisi anaknya seperti itu kenapa pihak sekolah tidak melakukan pertolongan sementara.</p>
<p>”Kok aneh, padahal di depan sekolah persis ada tempat pelayanan kesehatan berupa klinik. Di situ juga ada layanan UGD 24 jam,” bebernya dengan kesal.</p>
<p>Sementara itu, aktivis perlindungan perempuan dan anak, Tanty Niswatin menyatakan sikap tegas dan melakukan pendampingan langsung ke pihak sekolah untuk mencari titik terang penyebab insiden tersebut.</p>
<p>Kata Tanty, kKetidakjelasan informasi mengenai penyebab siswa tersebut sampai harus dievakuasi dan menjalani perawatan intensif, memicu kekhawatiran adanya celah dalam sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Kami akan segera turun ke sekolah yang bersangkutan. Anak ini ditandu tanpa sebab yang jelas, ini yang harus kita bedah. Apakah ada intimidasi, perundungan, atau faktor kesehatan yang terabaikan? Kami hadir untuk memastikan hak-hak anak ini terlindungi dan ada klarifikasi transparan dari pihak sekolah," ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Tulungagung Laporkan Dugaan Malapraktik ke Polisi, Rumah Sakit Buka Opsi Penyelesaian Kekeluargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-laporkan-dugaan-malapraktik-ke-polisi-rumah-sakit-buka-opsi-penyelesaian-kekeluargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-tulungagung-laporkan-dugaan-malapraktik-ke-polisi-rumah-sakit-buka-opsi-penyelesaian-kekeluargaan</guid>
<description><![CDATA[ Kasus ini mencuat setelah korban mengalami komplikasi saat bekerja di Singapura hingga harus menjalani operasi ulang di Indonesia, setelah diduga terdapat kain kasa yang tertinggal di tubuhnya usai operasi di sebuah rumah sakit swasta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f345dc326bf.webp" length="33514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dugaan malpraktik medis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang warga Kabupaten Tulungagung, melaporkan dugaan malapraktik medis yang dialaminya ke kepolisian. Laporan diajukan ke Polres Tulungagung oleh Yayuk Setiawati (49), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, didampingi penasihat hukumnya, Santoso, pada Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Kuasa hukum pelapor, Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan RSU EM yang berada di wilayah Kecamatan Ngunut, serta seorang dokter spesialis bedah berinisial IG.</p>
<p>Menurut Santoso, kasus bermula saat kliennya memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut pada 16 Desember 2025, dan dinyatakan bahwa ada tumor jinak di ketiak sebelah kanan. Kemudian pada tanggal 20 Desember 2025, dilakukan tindakan operasi oleh dokter spesialis bedah berinisial IG di rumah sakit tersebut.</p>
<p>“Klien saya pada tanggal 16 Desember 2025 melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut dan oleh dokter dikatakan bahwa ada tumor jinak di ketiak sebelah kanan. Setelah itu pada tanggal 20, klien saya kembali lagi dan pada hari itu juga dilaksanakan operasi bedah,” ujar Santoso, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Pascaoperasi, pasien sempat menjalani rawat inap selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Ia kemudian melakukan kontrol lanjutan pada 26 dan 30 Desember 2025 kepada dokter yang sama. Selanjutnya, kontrol dilakukan pada 6 dan 12 Januari 2026 kepada dokter lain karena dokter sebelumnya sedang cuti.</p>
<p>“Pada kontrol terakhir dinyatakan sehat, sehingga pada 14 Januari 2026 klien saya berangkat bekerja sebagai TKW ke Singapura,” jelas Santoso.</p>
<p>Namun, sekitar dua minggu setelah bekerja di Singapura, Yayuk mulai merasakan nyeri di area bekas operasi. Ia kemudian memeriksakan diri ke klinik setempat. </p>
<p>“Dari pemeriksaan di sana terlihat ada pembengkakan. Bahkan keesokan harinya luka tersebut pecah,” ungkap Santoso.</p>
<p>Ia menambahkan, dari kondisi tersebut diduga terdapat benda asing yang tertinggal di dalam tubuh kliennya.</p>
<p>“Kelihatannya ada kasa atau benda asing yang tertinggal di lokasi operasi,” katanya.</p>
<p>Yayuk kemudian dirujuk ke Sengkang General Hospital. Berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut, ditemukan adanya benda asing yang tertinggal. </p>
<p>“Ada surat keterangan dari dokter di sana yang menyebutkan memang terdapat benda asing atau kasa,” ujar Santoso.</p>
<p>Karena keterbatasan biaya untuk menjalani operasi di Singapura, Yayuk akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 1 April 2026. Keesokan harinya, ia menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan disarankan segera menjalani operasi.</p>
<p>"Dengan dibantu oleh majikan, dibelikan tiket, klien saya pulang ke Indonesia. Terus tanggal 2 masuk ke Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan dan disarankan secepatnya untuk dilaksanakan operasi untuk mengambil kasa yang tertinggal di tempat yang dioperasi tersebut. Siangnya, Ia ke Rumah Sakit Prima Medika dan pada hari itu juga pukul 21.00 WIB dilakukan operasi untuk mengeluarkan benda asing atau kasa di tempat tersebut," jelasnya.</p>
<p>Terkait kasus ini, Santoso menyebut telah mencoba melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit sebelumnya. Namun, menurutnya, belum ada penyelesaian konkret. </p>
<p>“Kami sudah beberapa kali berkomunikasi, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas, hanya janji-janji,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa laporan yang diajukan telah dilengkapi sejumlah alat bukti. </p>
<p>“Ada resume medis dari kedua rumah sakit, foto kondisi luka, serta surat keterangan dari rumah sakit di Singapura yang sudah diterjemahkan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur RSU EM, dr. Rizqi Putra Sansaka, menyatakan pihaknya membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan. </p>
<p>“Nah ini kan rencananya mau diselesaikan secara kekeluargaan, tapi dari pihak pelapor atau pasien belum menyebutkan untuk nominalnya untuk kekeluargaan itu, nominal yang diinginkan," ujarnya melalui sambungan telepon.</p>
<p>Ia mengatakan komunikasi dengan pihak pasien telah dilakukan, termasuk kunjungan langsung dan komunikasi melalui aplikasi perpesanan. Ia juga mengaku jika selama ini pihaknya belum menerima permintaan dialog dari pihak pasien.</p>
<p>"Kalau permintaan untuk itu belum ada, saya rasa belum ada ya. Cuma kami sudah pernah ke rumahnya sekali, terus kita juga apa hubungan via WA juga berkali-kali sudah. Yang terakhir ini ya itu, tinggal nunggu jawaban dari pasien terkait nominal yang diinginkan itu berapa kalau misal kekeluargaan gitu," katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa bentuk bantuan yang dimaksud lebih kepada tali asih bukan ganti rugi. Terkait dugaan adanya kesalahan prosedur medis, dr. Rizqi menyatakan pihaknya telah menjalankan tindakan sesuai standar.</p>
<p>“Kami sesuai prosedur, dari dokter spesialis dan standar operasi juga sudah sesuai. Kami tidak merasa melakukan kesalahan.Mungkin lebih jelasnya bisa hubungi tim legalnya rumah sakit,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>6.000 Buruh Longmarch ke Kantor Gubernur Jatim, Warga Diimbau Hindari Jalur Aksi May Day Besok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/6000-buruh-longmarch-ke-kantor-gubernur-jatim-warga-diimbau-hindari-jalur-aksi-may-day-besok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/6000-buruh-longmarch-ke-kantor-gubernur-jatim-warga-diimbau-hindari-jalur-aksi-may-day-besok</guid>
<description><![CDATA[ Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f3465e70953.webp" length="111588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>May Day, Hari Buruh, 01 Mei, Mei, Buruh, Demo, Demo Buruh, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur dipastikan akan menggelar aksi besar dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) besok. Aksi akan dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, dengan agenda long march yang berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan utama kota.</p>
<p></p>
<p>Aksi tersebut melibatkan aliansi besar Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) Jawa Timur, dengan estimasi massa mencapai sekitar 6.000 orang yang berasal dari kawasan industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan hingga Tuban. Salah satu elemen utama dalam aksi ini adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Wakil Sekretaris FSPMI Jatim, Nurudin Hidayat, mengatakan mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus hingga konvoi kendaraan roda dua.</p>
<p></p>
<p>"Mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor yang akan masuk ke Surabaya secara bertahap," ujar Hidayat, Kamis (30/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebelum menuju titik aksi, massa dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sejumlah lokasi, yakni Masjid Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah. Sementara itu, massa di luar FSPMI akan melaksanakan ibadah di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur.</p>
<p></p>
<p>"Massa di luar FSPMI dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur," kata Nurudin.</p>
<p></p>
<p>Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>"Diperkirakan seluruh massa tiba di lokasi aksi sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyampaikan orasi dan tuntutan dalam peringatan May Day 2026," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Panitia aksi tidak menampik bahwa akan ada gangguan lalu lintas yang cukup parah saat demo berlangsung dan turut mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang dilalui peserta long march guna meminimalkan gangguan aktivitas.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau pengguna jalan agar menghindari ruas yang dilewati massa aksi," pungkas Nurudin.</p>
<p></p>
<p><strong>Polisi Lakukan Kanalisasi di 22 Titik Krusial</strong></p>
<p>Seiring dengan rencana aksi besar tersebut, aparat kepolisian telah menyiapkan strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi dampak kemacetan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Polrestabes Surabaya menerapkan metode kanalisasi di 22 titik krusial, khususnya di persimpangan padat yang menjadi jalur lintasan massa.</p>
<p></p>
<p>Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfi Sulistiawan melalui Wakapolrestabes AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa kanalisasi merupakan sistem pengaturan arus kendaraan secara terstruktur agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.</p>
<p></p>
<p>"Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Titik pengamanan tersebar mulai dari kawasan Taman Pelangi hingga jalur Tembaan–Bubutan, yang menjadi akses vital menuju pusat kota. Selain itu, sejumlah kawasan padat seperti Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, Tunjungan hingga Tegalsari juga menjadi fokus pengawasan.</p>
<p></p>
<p>Pengamanan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan kepolisian serta dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jumlah personel di tiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan, bahkan di beberapa lokasi strategis diperkuat hingga puluhan petugas.</p>
<p></p>
<p>"Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian juga menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas yang bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi di lapangan apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Damkar Kabupaten Kediri Amankan Anakan Buaya Berkeliaran di Pemukiman Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/damkar-kabupaten-kediri-amankan-anakan-buaya-berkeliaran-di-pemukiman-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/damkar-kabupaten-kediri-amankan-anakan-buaya-berkeliaran-di-pemukiman-warga</guid>
<description><![CDATA[ Informasi awal terkait keberadaan anakan buaya itu, diterima dari Didik Prasetyo. Pria yang juga perangkat Desa Deyeng itu, melaporkan adanya kemunculan anakan buaya di lingkungan warga. Laporan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh tim Damkar Pos Ngadiluwih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f32ffb659bf.webp" length="62096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 19:41:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Buaya, damkar kabupaten Kediri, satpol PP kabupaten Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berhasil mengevakuasi seekor anakan buaya yang ditemukan berkeliaran di area permukiman warga di Dusun Deyeng, Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Pelaksana tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Plt Kasatpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengungkapkan evakuasi anakan buaya itu berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 12.30 WIB. </p>
<p>Informasi awal terkait keberadaan anakan buaya itu, diterima dari Didik Prasetyo. Pria yang juga perangkat Desa Deyeng itu, melaporkan adanya kemunculan anakan buaya di lingkungan warga. Laporan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh tim Damkar Pos Ngadiluwih.</p>
<p>"Kemunculan anakan buaya tersebut sempat membuat warga khawatir. Untuk mengantisipasi potensi bahaya, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang kemudian diteruskan kepada petugas berwenang," ujar Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri. </p>
<p>Tim berangkat menuju lokasi pada pukul 11.10 WIB dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan terhadap hewan tersebut dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP).</p>
<p>Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sarung tangan serta mengamankan bagian mulut buaya dengan isolasi guna mencegah risiko gigitan. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana buaya berhasil dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan korban.</p>
<p>Diketahui, anakan buaya tersebut memiliki panjang sekitar 1 meter dengan berat kurang lebih 1 kilogram. Tidak ada korban luka ringan maupun luka berat, serta tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.</p>
<p>"Penanganan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara warga, perangkat desa, dan tim Damkar," tambah Kaleb. </p>
<p>Kaleb juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, agar dapat segera ditangani secara tepat dan aman.</p>
<p>Berdasarkan catatan, pada tahun 2022 lalu penampakan dua ekor buaya di tempat yang berbeda sempat menghebohkan kawasan Kediri Raya. </p>
<p>Pada 14 Maret 2022, seekor buaya berukuran sekitar 50 cm tiba-tiba muncul dan mengagetkan warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Selang kurang lebih sepekan atau pada Rabu 23 Maret 2022, warga Desa Janti Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, digegerkan penampakan buaya berukuran 1,5 meter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Meluapnya Limbah Peternakan PT Bumi Kironggo Joyo Bondowoso, Kades Rejoagung Jelaskan Fakta Sebenarnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-meluapnya-limbah-peternakan-pt-bumi-kironggo-bondowoso-kades-rejoagung-jelaskan-fakta-sebenarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-meluapnya-limbah-peternakan-pt-bumi-kironggo-bondowoso-kades-rejoagung-jelaskan-fakta-sebenarnya</guid>
<description><![CDATA[ Video viral limbah peternakan meluber ke jalan di Bondowoso, Kades Rejoagung sebut dipicu hujan deras dan tanggul belum selesai, bukan karena kegagalan pengolahan limbah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f33c4c2babd.webp" length="18436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:28:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>limbah, PT Bumi Kironggo Joyo, Peternakan, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="443" data-end="696"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Video yang memperlihatkan material kotoran sapi terbawa air hujan hingga meluber ke jalan raya dari area peternakan sapi perah PT Bumi Kironggo Joyo di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, viral di masyarakat, Rabu (29/4/2026) sore.</p>
<p data-start="698" data-end="934">Dalam video tersebut disebutkan adanya bau menyengat dan kotoran sapi yang keluar dari pintu gerbang peternakan. Rekaman yang beredar di media sosial juga menunjukkan aliran air berwarna cokelat pekat meluap hingga melintasi jalan raya.</p>
<p data-start="936" data-end="1134">Setelah video itu beredar luas, muncul berbagai penilaian negatif dari masyarakat. Perusahaan dituding tidak mengelola limbah kotoran dan urine sapi dengan baik hingga meluap terbawa derasnya hujan.</p>
<p data-start="1136" data-end="1327">Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Rejoagung, Kusnadi, menjelaskan bahwa peristiwa itu bukan akibat kesalahan pengolahan limbah, melainkan dipicu hujan deras yang mengguyur area peternakan.</p>
<p data-start="1329" data-end="1527">Kusnadi menegaskan, informasi yang menyebut penampungan limbah jebol tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, kejadian dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan infrastruktur peternakan yang belum rampung.</p>
<p data-start="1529" data-end="1780">“Kalau dibilang penampungan limbah jebol itu kurang tepat. Kemarin hujan lebat terjadi di wilayah peternakan. Di dalam peternakan memang sedang dibuat tanggul, tetapi masih setengah jadi,” ujar Kusnadi saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/4/2026).</p>
<p data-start="1782" data-end="1908">Ia menjelaskan, air dari wilayah atas yang diguyur hujan deras mengalir ke area peternakan dan membawa material hingga keluar.</p>
<p data-start="1910" data-end="2119">Di kawasan tersebut terdapat lagon atau kolam penampungan limbah berupa kotoran dan urine sapi. Limbah itu dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian seluas sekitar 38 hektare di area peternakan.</p>
<p data-start="2121" data-end="2298">“Setiap hari limbah kotoran dan urine sapi dialirkan ke lahan pertanian untuk pupuk jagung dan rumput odot. Biasanya sudah dimanfaatkan sejak pagi hingga pukul 09.00,” jelasnya.</p>
<p data-start="2300" data-end="2541">Namun pada hari kejadian, setelah pengaliran pupuk organik dilakukan pada pagi hari, hujan deras turun sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan volume air meningkat dan menggerus pupuk organik hingga keluar dari area peternakan.</p>
<p data-start="2543" data-end="2707">“Peristiwa ini terjadi karena faktor alam dan tanggul yang belum selesai, sehingga saat hujan deras pupuk organik yang sudah disebarkan ikut terbawa air,” tegasnya.</p>
<p data-start="2709" data-end="2802">Setelah hujan reda, pihak peternakan langsung melakukan pembersihan dan kondisi kembali aman.</p>
<p data-start="2804" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Itu hanya terjadi saat hujan lebat. Setelah reda, semuanya aman dan tidak mengganggu masyarakat sekitar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2804" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos Gresik Sebut Soleh Fadilah yang Viral Terlantar Masih Memiliki Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-gresik-sebut-soleh-fadilah-yang-viral-terlantar-masih-memiliki-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-gresik-sebut-soleh-fadilah-yang-viral-terlantar-masih-memiliki-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Warga yang diketahui bernama Soleh Fadilah (41) asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengaku meminta bantuan lantaran hidup sebatang kara, tidak memiliki pekerjaan, dan sedang dalam kondisi sakit, viral di media sosial (medsos). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2efb959f55.webp" length="40474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:47:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Dinsos Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>— Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menjemput salah satu warga yang tengah viral terlantar di Wisma Rehabilitasi Mental yang dikelola anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo.</p>
<p>Warga yang diketahui bernama Soleh Fadilah (41) asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengaku meminta bantuan lantaran hidup sebatang kara, tidak memiliki pekerjaan, dan sedang dalam kondisi sakit, viral di media sosial (medsos).</p>
<p>Kisah tersebut mencuat setelah pemilik akun Instagram @purnomopolisibaik mengunggah video atas kejadian tertanggal 29 April 2026.</p>
<p>Dalam narasinya, ia kedatangan tamu Soleh Fadilah asal Gresik mengaku sakit dan tidak punya pekerjaan. Ia hidup sebatang kara bingung mau tinggal dimana.</p>
<p>"Saya memiliki keterbatasan untuk menolong saudara-saudara kita. Makanya saya membuat video seperti ini, saya khususkan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik mudah-mudahan ada solusinya pak. Kasihan karena mengaku sebatang kara tidak punya rumah hanya bermodalkan KTP," ujar akun @purnomopolisibaik, dalam unggahan videonya.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik bersama perangkat desa setempat, bergerak melakukan penjemputan terhadap kondisi warga tersebut di Wisma Rehabilitasi, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Gresik, Alfi Arianto, membenarkan bahwa warga tersebut berasal dari Desa Lapah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. </p>
<p>"Mendengar kabar tersebut kita Dinas Sosial bersama perangkat desa setempat langsung menjemput Pak Soleh ke Kabupaten Lamongan," ungkap dia, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Alfi memastikan bahwa warga tersebut telah dilakukan penanganan kesehatan secara baik di Puskesmas setempat. Hasil pemeriksaan menyatakan, warga tersebut sehat secara fisik maupun psikologis. </p>
<p>Pihaknya pun menegaskan, bahwa warga tersebut masih memiliki keluarga yang berada masih dalam satu lingkungan desa.</p>
<p>Tim Dinsos Gresik masih terus melakukan asesment kepada sejumlah pihak seperti keluarga dan perangkat desa untuk memastikan informasi yang beredar. </p>
<p>"Kita masih menunggu asesment informasi dari tiga sisi, penerima manfaat, keluarga, dan perangkat desa," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Sesak Nafas, Wanita Obesitas 400 Kg di Gresik Meninggal Dunia, Damkar Bantu Pemakaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-sesak-nafas-wanita-obesitas-400-kg-di-gresik-meninggal-dunia-damkar-bantu-pemakaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-sesak-nafas-wanita-obesitas-400-kg-di-gresik-meninggal-dunia-damkar-bantu-pemakaman</guid>
<description><![CDATA[ Wanita bernama Khusnul Khotimah (25) asal Kabupaten Gresik, sempat dievakuasi petugas pemadam kebakaran (damkar) ke rumah sakit Ibnu Sina, lantaran mengeluhkan sesak nafas. Berselang dua malam, petugas kembali turun tangan evakuasi lantaran ia meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2c9c80a522.webp" length="59840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 10:47:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Damkar Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik kembali membantu proses pemindahan jenazah seorang wanita penderita obesitas dengan berat 400 kilogram (kg) dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir.</p>
<p>Wanita bernama Khusnul Khotimah (25) tersebut sebelumnya sempat dievakuasi petugas pemadam kebakaran ke RSUD Ibnu Sina karena mengeluhkan sesak napas. Setelah menjalani perawatan selama dua malam, petugas kembali turun tangan untuk mengevakuasi korban yang dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Petugas membantu pengangkatan jenazah mulai dari RSUD Ibnu Sina menuju rumah duka di Desa Betiring, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.</p>
<p>Kepala Dinas Damkarla Gresik, Suyono, mengatakan bahwa evakuasi terhadap wanita dengan berat 400 kg tersebut dilakukan sebanyak tiga kali hingga proses pemakaman. "Rescue tiga kali karena sakit, korban bernama Khusnul Khotimah 25 tahun yang beratnya 400 kilogram berada di Desa Betiring, Kecamatan Cerme," kata dia, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Suyono menceritakan, evakuasi pertama adalah mengantarkan wanita tersebut ke rumah sakit karena mengeluhkan sesak napas pada Senin (27/4/2026) sore. Setelah mendapat perawatan selama dua malam di RSUD Ibnu Sina, pihak rumah sakit meminta bantuan petugas untuk mengevakuasi jenazah kembali ke rumah duka.</p>
<p>Selanjutnya, orang tua almarhumah meminta pertolongan petugas untuk mengangkat dan mengantarkan jenazah ke pemakaman umum. Menurut Suyono, sebanyak sembilan personel dikerahkan untuk melaksanakan evakuasi jenazah ke pemakaman tersebut.</p>
<p>"Karena beratnya melebihi manusia pada umumnya, sehingga kita bantu evakuasi ke pemakaman," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, orang tua almarhumah, Dwi Pangastuti, menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa tanpa bantuan petugas, pihak keluarga akan sangat kesulitan membawa putrinya ke peristirahatan terakhir. "Terimakasih Damkar kalau tidak ada Damkar, saya tidak tahu, anakku tidak bisa ke rumah sakit, mayatnya tidak bisa ke rumah," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Bulan Tanpa Kabar, Warga Perumahan GBA Gresik Tagih Janji Dinas CKPKP Soal PSU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tanpa-kabar-warga-gba-gresik-tagih-janji-dinas-ckpkp-soal-psu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-bulan-tanpa-kabar-warga-gba-gresik-tagih-janji-dinas-ckpkp-soal-psu</guid>
<description><![CDATA[ Warga meminta Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) agar mempercepat proses itu agar bisa merasakan dampak pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f205ec97b61.webp" length="40172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 20:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Dinas CKPKP Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP – </strong>Sudah enam bulan percepatan untuk penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) di lingkungan perumahan Graha Bunder Asri (GBA) Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tak kunjung ada kabar.</p>
<p>Warga meminta Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) agar mempercepat proses itu agar bisa merasakan dampak pembangunan daerah. </p>
<p>Adapun dalam proses ini, Dinas CKPKP Gresik telah menurunkan tim identifikasi untuk mempercepat penyerahan PSU, tertanggal 9 Oktober 2025.</p>
<p>Tim identifikasi yang juga melibatkan perwakilan warga setempat melakukan verifikasi sesuai dengan blok plan yang diajukan oleh PT Tulen Graha Amerta selaku pengembang kepada Pemkab Gresik tahun 2012.</p>
<p>“Warga ingin secepatnya tahapan penyerahan ini diselesaikan, termasuk kejelasan status fasum dan fasos, karena warga sudah terlalu lama menunggu kejelasan," kata Ketua RW 05 Perumahan GBA Gresik, Nanang Aris Wahyudi, saat mempertanyakan tindak lanjut percepatan penyerahan PSU, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan DCKPKP Gresik Cahyo Mardiono, menyampaikan bahwa saat ini progres percepatan penyerahan PSU masih sampai tahap identifikasi luasan.</p>
<p>Di mana total luasan yang diidentifikasi 59.607 meter persegi atas usulan pengembang. “Ini untuk memverifikasi kesesuaian dengan perizinannya,” ungkap dia.</p>
<p>Sedangkan mengenai lahan PSU yang diwakafkan itu, Cahyo mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun ia berjanji akan melakukan verifikasi kepada developer persoalan tersebut.</p>
<p>“Semoga lahan masih aman dan tidak berpindah tangan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Tulungagung Operasikan ETLE Handheld, Tilang Kini Bisa Lewat Ponsel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-operasikan-etle-handheld-tilang-kini-bisa-lewat-ponsel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-tulungagung-operasikan-etle-handheld-tilang-kini-bisa-lewat-ponsel</guid>
<description><![CDATA[ Untuk tahap awal, jenis pelanggaran yang ditindak masih terbatas pada pelanggaran kasat mata. Namun sistem aplikasi sudah dirancang untuk mendeteksi dan mencatat jenis pelanggaran secara otomatis saat kamera diarahkan ke pelanggar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1ea9487374.webp" length="30988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 19:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Satlantas polres tulungagung, etle, tilang elektronik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung terus berinovasi dalam memodernisasi sistem penindakan pelanggaran di jalan raya. Terbaru, petugas kini mulai mengoperasikan perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, sebuah teknologi berbasis aplikasi ponsel yang digunakan untuk menjaring pelanggar lalu lintas secara lebih praktis dan efisien.</p>
<p>Berbeda dengan sistem ETLE statis yang terpasang di titik tertentu, perangkat handheld ini memungkinkan petugas melakukan penindakan secara mobile saat patroli di lapangan. Dengan alat tersebut, petugas cukup memotret pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, atau kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan sistem tilang elektronik yang terintegrasi langsung dengan database pusat.</p>
<p>“Memang untuk sekarang kita ada inovasi dari Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jatim, di mana kita sekarang memiliki ETLE Handheld. Perangkat ini merupakan bentuk penindakan pengganti tilang yang terkonfigurasi dengan database ETLE,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, perangkat tersebut berbentuk telepon genggam yang telah dilengkapi aplikasi khusus. Saat petugas menemukan pelanggaran, cukup dilakukan pengambilan gambar tanpa harus selalu menghentikan kendaraan.</p>
<p>“Sehingga pelanggar itu nanti tanpa kita hentikan pun kita bisa foto, kemudian surat tilangnya akan langsung masuk ke alamat rumah. Atau jika pengendara kita hentikan, nanti kita berikan bukti pelanggaran untuk proses pembayaran di bank,” jelasnya.</p>
<p>Untuk tahap awal, jenis pelanggaran yang ditindak masih terbatas pada pelanggaran kasat mata. Namun sistem aplikasi sudah dirancang untuk mendeteksi dan mencatat jenis pelanggaran secara otomatis saat kamera diarahkan ke pelanggar.</p>
<p>“Untuk sementara yang kita data adalah pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm, boncengan lebih dari satu orang, dan tidak sesuai spektek. Pada saat kamera diarahkan kepada pelanggar, nanti akan muncul jenis pelanggarannya,” tambah Taufik.</p>
<p>Terkait operasionalnya, ETLE Handheld akan digunakan secara fleksibel oleh anggota yang sedang bertugas di lapangan, tanpa batasan waktu tertentu.</p>
<p>“Alat ini kita titipkan kepada anggota yang patroli. Pada saat melihat pelanggaran di jalan, langsung bisa dicapture foto ataupun ditindak sewaktu-waktu, kapan pun itu,” ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, Polres Tulungagung baru memiliki satu unit ETLE Handheld. Namun ke depan, jumlahnya akan ditambah seiring dengan distribusi dari Korlantas Polri.</p>
<p>“Sementara kita masih pegang satu unit, nanti ke depannya kita akan tambah kembali. Konsepnya sama seperti ETLE Mobile, tetapi ini lebih simpel karena menggunakan handphone dan bisa dibawa ke mana pun,” katanya.</p>
<p>Keberadaan perangkat ini juga diharapkan dapat menutupi keterbatasan ETLE statis di Tulungagung yang saat ini baru tersedia di satu titik, yakni di Perempatan Tamanan.</p>
<p>Dengan penerapan teknologi ini, kepolisian berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran prosedur oleh oknum petugas di lapangan.</p>
<p>“Harapannya tentu masyarakat semakin tertib berlalu lintas, dan penindakan bisa lebih transparan serta akuntabel,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>25 Tahun Menanti, Warga GBA Gresik Protes Penyerahan PSU yang Tak Kunjung Usai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/25-tahun-menanti-warga-gba-gresik-protes-penyerahan-psu-yang-tak-kunjung-usai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/25-tahun-menanti-warga-gba-gresik-protes-penyerahan-psu-yang-tak-kunjung-usai</guid>
<description><![CDATA[ Sudah 25 tahun menetap, warga tak kunjung merasakan pembangunan fasilitas publik lantaran proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang ke Pemerintah Kabupaten Gresik hingga kini masih menggantung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1e2831b8e9.webp" length="37250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 18:20:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Warga Perumahan GBA Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Keluhan warga Perumahan Graha Bunder Asri (GBA), Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, kembali mencuat.</p>
<p>Sudah 25 tahun menetap, warga tak kunjung merasakan pembangunan fasilitas publik lantaran proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang ke Pemerintah Kabupaten Gresik hingga kini masih menggantung.</p>
<p>Sugeng Jayadi ketua Forum Warga Peduli Graha Bunder Asri mengatakan, keresahan warga terkait PSU yang tak kunjung diserahkan ini sudah berlangsung menahun. </p>
<p>"Perumahan ini sudah berdiri lebih dari 25 tahun. Selama itu pula, kami tidak pernah menikmati pembangunan dari pemerintah. Selama ini kami sendiri secara swadaya memperbaiki jalan, irigasi dan fasum kami," kata Jayadi, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Jayadi menduga penyerahan PSU itu terkendala lantaran sejumlah lahan yang telah di pangkas untuk penggunaan selain fasilitas umum (fasum) da fasilitas sosial (fasos).</p>
<p>Ia menyebut, seperti halnya tahun 2009 silam bahwa lahan yang diperuntukan fasum dan fasos perumahan GBA itu berdiri sekolah swasta dengan luasan 2.153 meter persegi.</p>
<p>Dugaan pemangkasan juga dilakukan di lahan makam dari sebelumnya 13.000 meter persegi menjadi hanya 1.070 meter persegi.</p>
<p>"Sehingga warga takut lahan makan tidak sesuai dengan jumlah populasi penghuni perumahan," tambahnya.</p>
<p>Menambahkan, Ketua RW 05 Nanang Aris Wahyudi, mempertanyakan progres penyerahan PSU setelah pengajuan surat resmi sejak tahun 2023. Dinas CKPKP pun sudah melakukan tahapan penyerahan tahun 2025 kemarin, termasuk melakukan verifikasi lapangan dan pengukuran lahan.</p>
<p>“Warga ingin secepatnya tahapan penyerahan ini diselesaikan, termasuk kejelasan status fasum dan fasos, karena warga sudah terlalu lama menunggu kejelasan," ungkap dia.</p>
<p>Sementara itu, pihak pengembang perumahan, Owner PT Tulen Graha Amerta Irra Ayundarie, mengaku semua berkas yang dibutuhkan sudah masuk ke dinas terkait.</p>
<p>Sedangkan terkait lahan yang diwakafkan, Irra enggan menjawab. “Berkas sudah masuk ke dinas terkait. Silahkan tanya ke dinas terkait,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pipa PDAM Bocor di MERR Surabaya Picu Macet 2 Km, Diduga Akibat Penurunan Tanah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pipa-pdam-bocor-di-merr-surabaya-picu-macet-2-km-diduga-akibat-penurunan-tanah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pipa-pdam-bocor-di-merr-surabaya-picu-macet-2-km-diduga-akibat-penurunan-tanah</guid>
<description><![CDATA[ Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1db7da7e4a.webp" length="21372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 18:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pipa Bocor, PDAM, MERR, Surya Sembada, BPBD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kebocoran pipa induk bertekanan tinggi milik PDAM Surya Sembada terjadi di kawasan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR), tepatnya di perempatan Stikom, Kedung Baruk, Rabu (29/4/2026) siang. Semburan air yang muncul bak air mancur raksasa menciptakan kepanikan sekaligus mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur strategis Kota Surabaya tersebut.</p>
<p>Air menyembur deras hingga mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 5 meter. Cipratan air bahkan menutup sebagian badan jalan, khususnya dari arah Rungkut menuju Sukolilo, sehingga banyak pengendara terpaksa melambat atau menghindari jalur terdampak. Kendaraan roda dua tak bisa melintas di sisi kiri jalan, sementara arus kendaraan roda empat menumpuk di lajur kanan.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan segera dilaporkan ke Call Center 112 pada pukul 12.44 WIB. Tak lama berselang, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta tim teknis PDAM Surya Sembada langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.</p>
<p>Petugas BPBD Surabaya, Eko, membenarkan waktu kejadian dan respons cepat yang dilakukan setelah laporan masuk dari masyarakat dan beberapa video kejadian beredar di sosial media.</p>
<p>"Dilaporkan ke Call Center 112 pukul 12.44 WIB," kata Eko, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1db82655e0.webp" alt=""></p>
<p>Semburan air yang cukup deras sempat mengarah langsung ke jalan raya hingga menutup sebagian lajur kiri. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang yang mencapai sekitar dua kilometer dari arah Rungkut menuju Sukolilo. Kondisi diperparah dengan durasi lampu lalu lintas di persimpangan yang cukup lama, sehingga antrean kendaraan semakin mengular.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, muncul fenomena unik ketika sejumlah pengendara mobil memanfaatkan semburan air untuk mencuci kendaraan mereka secara spontan. Meski demikian, situasi secara umum tetap didominasi kepadatan lalu lintas dan genangan air di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Seiring dengan upaya penanganan, debit air yang keluar dari pipa berhasil diperkecil. Cipratan yang sebelumnya mengarah deras ke badan jalan mulai berkurang, sehingga arus lalu lintas perlahan kembali normal meski masih dalam pengawasan petugas.</p>
<p>Hingga kini, petugas masih berjibaku di lapangan untuk memastikan kebocoran dapat tertangani sepenuhnya dan tidak kembali menimbulkan gangguan.</p>
<p>Sementara itu, pihak PDAM Surya Sembada akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab kebocoran pipa tersebut. Manager Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada, Andilun Gatu, menyebut kerusakan terjadi pada pipa lama yang telah beroperasi selama puluhan tahun.</p>
<p>“Pipa kami (yang bocor) diameter 1000. Teknis tahun pengerjaannya tahun 90, jadi secara usia dia sudah 36 tahun,” ujar Andilun.</p>
<p>Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu kerusakan diduga akibat penurunan elevasi tanah di sekitar lokasi, khususnya di sisi utara pipa, yang kemudian menyebabkan retakan pada badan pipa.</p>
<p>“Teman-teman akan bekerja melakukan perbaikan selama 24 jam nonstop. Mengingat dampaknya, kondisi ini sudah kami kategorikan sebagai situasi emergensi,” pungkasnya.</p>
<p>Pihak PDAM pun memastikan bahwa penanganan dilakukan secara intensif mengingat lokasi pipa berada di jalur vital MERR, yang menjadi penghubung penting antara kawasan timur Surabaya, Jembatan Suramadu, Pelabuhan Tanjung Perak, hingga Bandara Internasional Juanda.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses perbaikan masih berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Kecelakaan Bus Jemaah di Madinah, PPIH Surabaya Soroti Aktivitas di Luar Ibadah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-kecelakaan-bus-jemaah-di-madinah-ppih-surabaya-soroti-aktivitas-di-luar-ibadah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-kecelakaan-bus-jemaah-di-madinah-ppih-surabaya-soroti-aktivitas-di-luar-ibadah</guid>
<description><![CDATA[ Terdapat lima jemaah yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sebagai langkah antisipasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1d309d5d9e.webp" length="62826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:01:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PPIH, PPIH Surabaya, Kecelakaan Bis, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> PPIH Embarkasi Surabaya mengonfirmasi insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Kloter SUB-2 asal Kabupaten Probolinggo saat berada di Madinah pada Selasa (28/4/2026). Dalam kejadian tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi aman.</p>
<p>Diketahui kecelakaan terjadi ketika rombongan jemaah mengikuti kegiatan ziarah ke kawasan Jabal Magnet dan kunjungan ke percetakan Al-Qur’an yang difasilitasi oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dari Probolinggo. </p>
<p>Berdasarkan penjelasan resmi PPIH, insiden bermula saat sebuah kendaraan lain tiba-tiba keluar dari sisi jalan, sehingga pengemudi bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan akhirnya terjadi tabrakan, mengonfirmasi bahwa kecelakaan bukan dikarenakan kelalaian supir, melainkan situasi lalu lintas mendadak.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, memastikan kondisi jemaah secara umum tetap terkendali. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban dengan kondisi serius dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>"Alhamdulillah, seluruh jemaah dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada luka berat," ucap Anam, Selasa (28/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1d463a7e9c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan, terdapat lima jemaah yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sebagai langkah antisipasi.</p>
<p>"Tercatat terdapat 5 jemaah mengalami luka ringan, dan 2 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah antisipatif," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, PPIH Surabaya menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam setiap aktivitas jemaah, khususnya kegiatan di luar rangkaian ibadah utama selama berada di Tanah Suci. Kegiatan seperti ziarah atau kunjungan wisata religi dinilai memiliki risiko tersendiri jika tidak disertai pengawasan dan kehati-hatian.</p>
<p>"Kami mengimbau agar seluruh pihak lebih berhati-hati, khususnya dalam kegiatan di luar rangkaian ibadah utama, serta selalu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan petugas," tandas Anam.</p>
<p>PPIH juga memastikan pendampingan terhadap jemaah tetap dilakukan, termasuk pemantauan kondisi korban luka ringan hingga benar-benar pulih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemancing Asal Wuluhan Hilang Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemancing-asal-wuluhan-hilang-terseret-ombak-di-pantai-payangan-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemancing-asal-wuluhan-hilang-terseret-ombak-di-pantai-payangan-jember</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar pukul 20.00 WIB, saat sedang memancing di tepi Bukit Suroyo, suasana berubah mencekam. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menyapu korban hingga terjatuh serta terseret ke laut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1abe6e6e7b.webp" length="65390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 13:58:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Tragedi pemancing hilang kembali terjadi di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Selasa (28/04/2026) malam.</p>
<p>Ali Makrus (33), warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pergi memancing di area Bukit Suroyo, Pantai Payangan, bersama dua orang kakaknya, yakni Rokim dan Rukin.</p>
<p>Sekitar pukul 20.00 WIB, saat sedang memancing di tepi Bukit Suroyo, suasana berubah mencekam. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menyapu korban hingga terjatuh serta terseret ke laut.</p>
<p>Kedua saksi mata yang berada di lokasi tidak sempat memberikan pertolongan kepada korban yang merupakan adik mereka sendiri, karena terkendala ombak besar yang datang silih berganti.</p>
<p>"Saya tidak sempat menyelamatkan adik karena ombak besar tiba-tiba datang, Mas. Saya juga takut karena tebingnya tinggi," kata salah satu saksi mata, Rokim, Rabu (29/04/2026).</p>
<p>Terkait peristiwa tersebut, Satpolairud Polres Jember bersama Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian meskipun tinggi ombak cukup besar dan cuaca berubah-ubah.</p>
<p>KBO (Kaur Bin Ops) Satpolairud Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, mengatakan bahwa tim gabungan masih berupaya mencari korban sejak semalam, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.</p>
<p>"Untuk pencarian hari pertama ini, korban pemancing yang dinyatakan hilang sementara masih nihil. Kami tetap berupaya berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada. Untuk kondisi cuaca, sejak tadi malam ketinggian ombak mengalami perubahan, yakni berkisar 2,2 meter," kata Aiptu Agus Riyanto.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir. Fenomena gelombang tinggi yang sulit diprediksi menuntut kesadaran keselamatan yang lebih tinggi bagi para nelayan, pemancing, maupun wisatawan yang berlibur di sepanjang pesisir laut selatan.</p>
<p>"Kami mengimbau nelayan, pemancing, dan wisatawan yang hendak beraktivitas di wilayah pesisir selatan Jawa untuk tetap waspada karena cuaca tidak menentu dan ombak masih tinggi," jelasnya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Ali Makrus masih belum ditemukan. Tim SAR terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dan memperluas area penyisiran di sepanjang garis Pantai Payangan hingga Watu Ulo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langgar Marka Jalan, Bus Harapan Jaya Tabrakan dengan Truk Gandeng di Ngantru Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langgar-marka-jalan-bus-harapan-jaya-tabrakan-dengan-truk-gandeng-di-ngantru-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langgar-marka-jalan-bus-harapan-jaya-tabrakan-dengan-truk-gandeng-di-ngantru-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Diduga, saat hendak mendahului kendaraan di depannya, pengemudi bus mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka garis tengah jalan yang tidak terputus. Akibatnya, tabrakan dengan truk dari arah berlawanan pun tidak dapat dihindari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0d6980c7cc.webp" length="26366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 09:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tabrakan bus dan truk, jembatan ngujang 1, ngantru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang terjadi di Jalan Raya Ngantru, tepatnya di simpang tiga utara Jembatan Ngujang 1, Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB.</p>
<p>Insiden tersebut melibatkan Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7832 UT dengan truk gandeng Mitsubishi bernomor polisi AG 9487 UR.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang bus dilaporkan selamat.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun dari Satlantas Polres Tulungagung, bus dikemudikan oleh Yuda Adiputra (35), warga Kelurahan Kelutan, Trenggalek, sementara truk dikemudikan oleh Subadi (40), warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung. Kedua pengemudi dipastikan dalam kondisi selamat usai kejadian.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat bus Harapan Jaya melaju dari arah utara ke selatan. Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi melaju dari arah berlawanan, yakni selatan ke utara.</p>
<p>Diduga, saat hendak mendahului kendaraan di depannya, pengemudi bus mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka garis tengah jalan yang tidak terputus. Akibatnya, tabrakan dengan truk dari arah berlawanan pun tidak dapat dihindari.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, menjelaskan bahwa pelanggaran marka jalan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.</p>
<p>“Berdasarkan hasil olah TKP, bus saat itu berusaha mendahului kendaraan di depannya, namun mengambil jalur terlalu ke kanan hingga melewati marka garis utuh. Padahal, marka tersebut menandakan larangan untuk mendahului. Karena kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan, akhirnya terjadi tabrakan,” jelas Ipda Gerry Permana.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan umum.</p>
<p>“Kami pastikan dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun jiwa, seluruh penumpang selamat. Namun demikian, ini harus menjadi perhatian serius. Pengemudi wajib disiplin terhadap rambu dan marka jalan, karena pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tambahnya.</p>
<p>Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan dan bodi. Kerugian yang timbul diperkirakan bersifat material.</p>
<p>Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang datang ke lokasi segera melakukan pengamanan TKP, mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat guna proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Polisi juga mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan angkutan penumpang, agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan mendahului di jalur yang dilarang.</p>
<p>"Kami meminta seluruh pengemudi, khususnya angkutan penumpang yang membawa banyak nyawa, untuk tidak egois memakan lajur arah berlawanan dan selalu mengutamakan keselamatan bersama," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KAI Daop 7 Sesalkan Truk Terobos Perlintasan di Blitar Hingga Berujung Kecelakaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kai-daop-7-sesalkan-truk-terobos-perlintasan-di-blitar-hingga-berujung-kecelakaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kai-daop-7-sesalkan-truk-terobos-perlintasan-di-blitar-hingga-berujung-kecelakaan</guid>
<description><![CDATA[ Saat kejadian, perangkat peringatan di lokasi sebenarnya telah aktif, ditandai dengan bunyi sirene sebagai tanda kereta api akan melintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f130d0964c2.webp" length="36046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 08:01:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Truk, Mogok, Tertemper, Kereta Api, Perlintasan, Jalan Imam Bonjol, Kota Bltar, Laka, Kereta Api Vs Truk.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daop 7 Madiun menyayangkan insiden kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Kota Blitar pada Selasa (28/4/2026) malam.</p>
<p>Sebuah truk yang mengalami mogok di tengah rel tertemper KA Dhoho relasi Kertosono–Malang.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.35 WIB di perlintasan resmi terjaga JPL 190 Km 120+448, jalur antara Stasiun Blitar–Garum.</p>
<p>Saat kejadian, perangkat peringatan di lokasi sebenarnya telah aktif, ditandai dengan bunyi sirene sebagai tanda kereta api akan melintas.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa truk tetap melintas meskipun peringatan sudah berbunyi. Nahas, ketika berada di tengah perlintasan, kendaraan tersebut mendadak mogok dan posisinya menghalangi ruang bebas jalur kereta api.</p>
<p>"Petugas sudah berupaya maksimal dengan memberikan semboyan 3 untuk menghentikan laju kereta. Namun karena jarak sudah terlalu dekat, insiden tidak dapat dihindari," jelasnya, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran sehingga perjalanan sempat terhenti. Beruntung, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.</p>
<p>KAI Daop 7 Madiun segera berkoordinasi dengan petugas terkait untuk penanganan di lokasi. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan sekitar pukul 22.00 WIB sehingga jalur kembali dapat dilalui, dan selanjutnya, perbaikan lokomotif rampung pada pukul 22.35 WIB. </p>
<p>Kereta api kemudian dijalankan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas sekitar 5 km/jam, dengan didahului petugas sebagai langkah pengamanan perjalanan.</p>
<p>KAI kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan melintas saat sirene berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.</p>
<p>"Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Keselamatan perjalanan kereta api harus menjadi prioritas bersama," tegas Tohari.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, menyatakan masih menyelidiki peristiwa kecelakaan antara truk bermuatan pasir dengan KA Dhoho relasi Blitar–Surabaya di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) malam. Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan tersebut belum disimpulkan.</p>
<p>Peristiwa kecelakaan bermula ketika KA Dhoho melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di perlintasan sebidang di Jalan Imam Bonjol, kereta api tersebut menabrak sebuah truk bermuatan pasir yang sedang melintas.</p>
<p>Truk tersebut dikemudikan oleh Andung Guritno (39), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dengan kernet M Nazhri Eka (24), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras.</p>
<p>Ipda Suratno menyebutkan insiden terjadi ketika truk tetap melintas saat palang pintu perlintasan mulai menutup. Namun nahas, tepat saat mendekati rel, mesin truk tiba-tiba mati.</p>
<p>Mengetahui kondisi tersebut, sopir dan kernet segera turun dari kendaraan. Keduanya sempat meminta bantuan warga sekitar untuk mendorong truk agar menjauh dari rel, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.</p>
<p>Benturan pun tidak terhindarkan ketika KA Dhoho menghantam truk yang masih berada di atas perlintasan.</p>
<p>"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir dan kernet berhasil menyelamatkan diri dengan turun dari truk sesaat setelah kendaraan mengalami mogok," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jenguk Siswa Keracunan MBG, Mas Dhito Tegaskan SPPG Tugurejo Belum Bisa Beroperasi!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jenguk-siswa-diduga-keracunan-menu-mbg-mas-dhito-tegaskan-hal-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jenguk-siswa-diduga-keracunan-menu-mbg-mas-dhito-tegaskan-hal-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Hal itu diungkapkan usai menjenguk anak-anak yang menjadi korban dugaan keracunan menu MBG di wilayah Ngasem, Kabupaten Kediri. Sampai saat ini ada lima orang anak yang masih dirawat di RSUD SLG.  MBG yang disajikan dan dinikmati oleh anak-anak tersebut dikelola dan disajikan oleh SPPG Tugurejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0cb6051a74.webp" length="28538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:02:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, keracunan MBG, Bupati Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KEDIRI, SJP - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan selama hasil laboratorium belum memperlihatkan hasil yang baik, maka SPPG Tugurejo belum bisa beroperasi. </p>
<p></p>
<p>Hal itu diungkapkan usai menjenguk anak-anak yang menjadi korban dugaan keracunan menu MBG di wilayah Ngasem, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Sampai saat ini ada lima orang anak yang masih dirawat di RSUD SLG. MBG yang disajikan dan dinikmati oleh anak-anak tersebut dikelola dan disajikan oleh SPPG Tugurejo. </p>
<p></p>
<p>"Kita suspend sementara SPPG-nya dan sudah koordinasi dengan BGN. Yang berikutnya adalah menunggu hasil lab, kalau dari hasil lab itu ternyata masih ada kandungan-kandungan yang tidak baik, ya maka SPPG-nya belum boleh beroperasi," tegas Mas Dhito, Selasa, (28/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Supaya kasus keracunan makanan itu tidak terjadi, lanjut Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan meminta pihak sekolah setelah menerima makanan dari SPPG melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi siswa. </p>
<p></p>
<p>Pengecekan juga diharapkan dilakukan di semua sekolah termasuk yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Pengecekan dinilai sangat penting mengingat makanan diproduksi pada pagi hari dan dikonsumsi pada siang. </p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi tempat makan /tray yang tertutup rapat tidak menutup kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan membahayakan ketika dikonsumsi. Mas Dhito menuturkan guru harus memahami SOP. Saat ada makanan datang, perlu dicium dulu dan jika perlu dicicipi lebih dulu. </p>
<p></p>
<p>"Kemarin gurunya sebenarnya sudah nyicipi cuma sudah ada yang terlanjur beberapa yang terdistribusi ke anak-anak," ungkap Mas Dhito.</p>
<p></p>
<p>Ditegaskan Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap akan melakukan evaluasi dari kejadian keracunan tersebut. Khusus bagi SPPG ketika tidak memenuhi persyaratan atau SOP yang telah ditentukan, pencabutan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bakal dilakukan. </p>
<p></p>
<p>"Kalau tidak memenuhi itu (SLHS) ya kita cabut. Sebenarnya ini kasus pertama di kabupaten dan harapannya tidak ada lagi," tandasnya.</p>
<p>    </p>
<p>Adapun dari enam anak yang dirawat satu diantaranya telah pulang dan menjalani rawat jalan, lima lainnya masih dirawat karena leukositnya masih tinggi.</p>
<p>"Artinya kalau leukosid tinggi itu ada infeksi jadi masih dirawat disini, tapi insya Allah mungkin 1-2 hari sudah boleh pulang," pungkas Mas Dhito. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Akibat Keracunan Menu MBG, 5 Siswa Kediri Dirawat di Rumah Sakit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-keracunan-menu-mbg-5-siswa-kediri-dirawat-di-rumah-sakit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-keracunan-menu-mbg-5-siswa-kediri-dirawat-di-rumah-sakit</guid>
<description><![CDATA[ Kali ini, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f088e9060f2.webp" length="46920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 17:50:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, keracunan MBG, keracunan MBG Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Kasus dugaan keracunan menu makanan bergizi gratis (MBG) kembali muncul di wilayah Kediri. Kali ini, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG. </p>
<p>Kondisi tersebut dibenarkan Direktur UOBK RS SLG dr. Tony Widyanto. Kelima siswa PAUD, RA, dan MI Atta’awun, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu, masih menjalani perawatan. </p>
<p>Namun sampai Selasa pagi dilaporkan dalam kondisi stabil, kondisi baik. "Kemarin ada 6 pasien, 1 pasien sudah kita pulangkan, 5 kita rawat. Kondisi pasien saat masuk mual muntah, kemudian sudah kita tangani kondisi terakhir sudah membaik. Sudah tidak mual muntah, sudah mau makan dan minum," tuturnya, Selasa (28/04/2026). </p>
<p>Terkait penyebab, dr Tony mengungkapkan dugaan sementara terkait keracunan. Rata-rata usia siswa yang dirawat sekitar dibawah 10 tahunan. Para siswa itu tiba di rumah sakit dalam kondisi yang masih sadar.</p>
<p>"Diagnosa kita duga adanya keracunan makanan," tambahnya. </p>
<p>Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menegaskan melakukan evaluasi bersama Satgas MBG Kabupaten Kediri untuk melakukan pemeriksaan. </p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri adalah dr. Ahmad Khotib menuturkan sample makanan dari menu MBG yang disajikan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium. </p>
<p>"Akan kita lakukan evaluasi. Satgas akan turun ke sana, memeriksa apa yang bisa menyebabkan ituyang kedua," tutur dr Ahmad Khotib. </p>
<p>Sementara itu sambil menanti hasil tes laboratorium keluar, SPPG yang mengelola dan menyediakan menu MBG untuk sekolah tadi sementara akan ditutup. </p>
<p>"Sambil menunggu hasil laboratorium dan sebagainya SPPG, kita sudah kerjasama dengan Korwil BGN untuk meminta, menghentikan sementara, operasional SPPG sampai dengan nanti hasil laboratorium keluar," jelasnya. </p>
<p>Hal senada turut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri yang juga Ketua Satgas MBG Kab Kediri Solikin.</p>
<p>“Satgas sudah turun dan cek ke SPPG dan operasional diberhentikan sementara,” tegas Solikin. </p>
<p>Sementara berdasarkan data yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Senin, (27/4/2026), terdiri dari terong crispy, ayam suwir kemangi, tahu goreng, salak, dan susu. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan tiga jam setelah menyantap MBG.</p>
<p>Menurut informasi dari salah satu orang tua siswa, makanan berupa ayam suwir kemangi yang disantap para siswa diduga sudah basi. </p>
<p>SPPG yang bertugas mengelola dan menyajikan adalah SPPG Tugurejo Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. Berdasarkan pantauan pada Selasa siang, SPPG tersebut dalam kondisi tertutup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Gresik Obesitas 400 Kg Dievakuasi Damkar Usai Mengeluh Sesak Napas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-gresik-obesitas-400-kg-dievakuasi-damkar-usai-mengeluh-sesak-napas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-gresik-obesitas-400-kg-dievakuasi-damkar-usai-mengeluh-sesak-napas</guid>
<description><![CDATA[ Kronologi evakuasi wanita obesitas itu pertama kali dilaporkan oleh orangtuanya saat kondisinya semakin parah dan tertidur pingsan di dalam rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f040f1861b3.webp" length="27424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:09:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, obesitas Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) membantu mengevakuasi seorang wanita penderita obesitas warga Desa Betiring, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, ke RSUD Ibnu Sina Gresik, Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Petugas sempat mengalami kesulitan saat mengangkat warga tersebut karena berat badannya mencapai 400 kilogram (kg).</p>
<p></p>
<p>Kepala Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan bahwa warga tersebut mengalami sesak napas sebelum pihak keluarga meminta pertolongan petugas. </p>
<p></p>
<p>"Permintaan pemindahan satu warga ke rumah sakit Ibnu Sina gresik. Beliau sedang sakit mengidap sesak nafas, obesitas dengan berat badan seberat 400 Kg," kata Adi, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Adi menjelaskan, kronologi evakuasi bermula saat orang tua warga tersebut melapor karena kondisi anaknya memburuk hingga tidak sadarkan diri di dalam rumah. </p>
<p></p>
<p>Orang tua korban segera menghubungi layanan darurat 112 Pemkab Gresik, yang kemudian diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik.</p>
<p></p>
<p>Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi menggunakan tandu dan peralatan penyelamatan (rescue). Proses penanganan difokuskan pada pemindahan warga dengan kondisi sesak napas dan berat badan berlebih tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Wanita obesitas diselamatkan serta dievakuasi bersama Dinas Kesehatan dengan menggunakan peralatan rescue tandu stretcher dan ditali dibantu oleh petugas kesehatan lalu di masukkan ke dalam ambulan," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Adi menegaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dan warga tersebut telah dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. </p>
<p></p>
<p>"Evakuasi berlangsung sekitar setengah jam," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Kecelakaan Bekasi, 4 KA dari Surabaya–Malang ke Jakarta Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-kecelakaan-bekasi-4-ka-dari-surabayamalang-ke-jakarta-dibatalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-kecelakaan-bekasi-4-ka-dari-surabayamalang-ke-jakarta-dibatalkan</guid>
<description><![CDATA[ Tiga perjalanan yang dibatalkan berasal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f03c9f8738a.webp" length="57856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:21:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, KRL, KA Argo Bromo, Insiden Bekasi, Kecelakaan Kereta, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan sejumlah perjalanan kereta api menuju Jakarta pada Selasa (28/4/2026). Pembatalan itu merupakan dampak langsung dari insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh di Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Diketahui insiden terjadi di area Stasiun Bekasi Timur ketika sebuah kereta api jarak jauh menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti. Peristiwa itu menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung, sementara jalur rel belum sepenuhnya pulih.</p>
<p></p>
<p>Akibat kondisi tersebut, operasional perjalanan kereta api jarak jauh mengalami gangguan, terutama untuk rute menuju dan dari Jakarta. PT KAI mengambil langkah darurat dengan membatalkan sejumlah perjalanan demi keselamatan serta kelancaran proses evakuasi dan perbaikan jalur.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa jumlah perjalanan yang dibatalkan mengalami penambahan dibandingkan informasi awal.</p>
<p></p>
<p>"Update terbaru soal pembatalan perjalanan kereta api menuju Jakarta hari ini dari semula 3 relasi dari Surabaya menjadi 4 relasi dari Surabaya dan Malang." ujar Mahendro, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Tiga perjalanan yang dibatalkan berasal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, satu perjalanan lainnya yang turut dibatalkan berasal dari Stasiun Malang, yakni KA 94-91 Jayabaya dengan tujuan Pasarsenen.</p>
<p></p>
<p>Mahendro menjelaskan, salah satu kereta yang terdampak langsung adalah KA Argo Bromo Anggrek. Rangkaian yang seharusnya digunakan pada keberangkatan hari ini mengalami gangguan karena terlibat dalam insiden di Bekasi.</p>
<p></p>
<p>"KA Argo Bromo Anggrek keberangkatan pagi ini mengalami penyesuaian rangkaian karena rangkaian seharusnya stainless steel new generation terdampak insiden tabrakan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembatalan keberangkatan, KAI juga melakukan langkah penyesuaian operasional dari wilayah Jakarta. Mahendro menyebut bahwa pasca insiden KRL dan KA, seluruh operasional KA kedatangan mengalami pembatalan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk kedatangan, setelah insiden, Daop 1 Jakarta langsung pembatalan perjalanan KA," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, hingga saat ini koordinasi dengan Daop 1 Jakarta terus dilakukan, mengingat penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Informasi terakhir hasil koordinasi dengan Daop 1 Jakarta, evakuasi korban terdampak insiden masih berlangsung," tandas Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa pagi, total korban meninggal tercatat mencapai 14 orang.</p>
<p></p>
<p>Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, seiring proses evakuasi dan penanganan dampak kecelakaan yang masih terus berlangsung<strong>. (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrakan Kereta di Bekasi, 4 KA Surabaya–Jakarta Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrakan-kereta-bekasi-4-ka-surabaya-jakarta-dibatalkan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrakan-kereta-bekasi-4-ka-surabaya-jakarta-dibatalkan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Empat perjalanan kereta api dari Surabaya dan Malang menuju Jakarta dibatalkan pada 28 April 2026 akibat insiden tabrakan kereta di Bekasi. Penumpang mendapat opsi refund dan reschedule. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f02a378375d.webp" length="26500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:33:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>KAI Daop 8 Surabaya, tabrakan kereta Bekasi, KA dibatalkan, Argo Bromo Anggrek, Mahendro Trang Bawono, jadwal kereta</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Sebanyak empat perjalanan kereta api (KA) dari wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya tujuan Jakarta dibatalkan pada Selasa (28/4/2026). Pembatalan ini merupakan dampak dari insiden tabrakan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil oleh manajemen KAI guna mendukung proses penanganan insiden sekaligus memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Sejumlah penumpang terdampak pun diberikan pilihan pengembalian tiket atau penjadwalan ulang perjalanan.</p>
<p><strong>Adapun empat perjalanan kereta api yang dibatalkan meliputi: </strong></p>
<p>1. KA 163 Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen </p>
<p>2. KA 94–91 Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen </p>
<p>3. KA 29F Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir </p>
<p>4. KA 3 Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional kereta api.</p>
<p>"Kami menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan 4 perjalanan kereta api pada 28 April 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan penumpang yang terdampak berhak memperoleh pengembalian bea tiket secara penuh (100%), di luar bea pesan.</p>
<p>"Kami beri waktu 7 x 24 jam terkait refund penumpang empat relasi kereta tersebut," imbuh Mahendro.</p>
<p>Proses pembatalan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun langsung di loket stasiun. Selain itu, pelanggan juga diberikan opsi untuk melakukan penjadwalan ulang perjalanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo 3.000 Ojol Bergerak dari Sidoarjo ke Surabaya, Hindari Rute Longmarch Agar Tidak Terjebak Macet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-3000-ojol-bergerak-dari-sidoarjo-ke-surabaya-hindari-rute-longmarch-agar-tidak-terjebak-macet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-3000-ojol-bergerak-dari-sidoarjo-ke-surabaya-hindari-rute-longmarch-agar-tidak-terjebak-macet</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ojol menuntut DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait angkutan sewa khusus. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi kepada aplikator yang dinilai melanggar ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f01c67584a8.webp" length="52700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:34:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ojek Online, Ojol, Demo, Aksi, Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aksi demonstrasi besar-besaran oleh pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online digelar hari ini, Selasa (28/4/2026). Sekitar 3.000 driver akan turun ke jalan menuntut penegakan tarif sesuai aturan serta mendesak lahirnya regulasi daerah. Masyarakat diimbau menghindari sejumlah ruas jalan yang akan dilalui massa aksi agar terhindar dari kemacetan.</p>
<p></p>
<p>Demonstrasi yang digagas aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur (DOBRAK Jatim) ini dipusatkan dari wilayah Sidoarjo dan bergerak menuju Surabaya. Sejumlah jalan protokol diperkirakan mengalami kepadatan akibat pergerakan massa dalam jumlah besar.</p>
<p></p>
<p>Pergerakan dimulai dari Alun-Alun Sidoarjo, di mana ratusan kendaraan melakukan konvoi menuju Bundaran Waru untuk bergabung dengan massa dari daerah lain. Setelah itu, peserta aksi melanjutkan longmarch menuju sejumlah kantor pemerintahan di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy Kalengkongan, menyampaikan bahwa aksi hari ini melibatkan ribuan driver dari berbagai komunitas dan kota, massa aksi akan melakukan longmarch ke berbagai kantor pemerintah Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami hari ini bergerak dari Alun-Alun Sidoarjo menuju Bundaran Waru untuk menghimpun massa, lalu lanjut longmarch ke kantor-kantor pemerintahan di Jawa Timur," ujar Samuel, saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun titik tujuan utama aksi meliputi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani serta Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya. Massa akan melintasi sejumlah jalur utama yang menjadi urat nadi lalu lintas di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah ruas jalan yang diperkirakan terdampak kepadatan antara lain jalur penghubung Sidoarjo–Surabaya, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Bundaran Waru</li>
<li>Jalan Ahmad Yani</li>
<li>Jalan Darmo</li>
<li>Jalan Basuki Rahmat</li>
<li>Jalan Embong Malang</li>
<li>Jalan Bubutan</li>
<li>Jalan Pahlawan</li>
<li>Jalan Indrapura.</li>
</ul>
<p></p>
<p>Samuel mengakui aksi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf sekaligus imbauan kepada warga.</p>
<p></p>
<p>"Kami mohon maaf apabila kegiatan hari ini mengganggu aktivitas dan lalu lintas masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan yang akan dilalui peserta aksi dan mencari jalur alternatif," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksinya, massa membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya mendesak DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait angkutan sewa khusus. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi kepada aplikator yang dinilai melanggar ketentuan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, para driver juga menuntut penghapusan program aplikator yang dianggap tidak sesuai dengan tarif resmi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur, yakni Rp2.000 per kilometer untuk roda dua dan Rp3.800 per kilometer sebagai tarif bersih pengemudi roda empat.</p>
<p></p>
<p>Aksi itu sebelumnya telah dideklarasikan sebagai aksi damai oleh aliansi DOBRAK Jatim bersama sejumlah komunitas lain seperti HIPDA, ADO, Kopassos Raya, dan Arsas. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk perjuangan kolektif demi kesejahteraan driver online di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami hari ini melakukan aksi damai untuk penegakan tarif sesuai SKB Jatim dan mendorong lahirnya Perda di Jawa Timur," pungkas Samuel.</p>
<p></p>
<p>Dengan skala massa yang besar dan rute panjang melintasi jalur strategis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perjalanan dan menghindari titik-titik yang menjadi lokasi aksi guna mengurangi dampak kemacetan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Insiden Bekasi Timur, KA Jarak Jauh Singasari Relasi Blitar–Pasarsenen Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-insiden-bekasi-timur-ka-jarak-jauh-singasari-relasi-blitarpasarsenen-dibatalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-insiden-bekasi-timur-ka-jarak-jauh-singasari-relasi-blitarpasarsenen-dibatalkan</guid>
<description><![CDATA[ Selain KA Singasari, perjalanan KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen juga turut dibatalkan pada tanggal yang sama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69effedda01d9.webp" length="79064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Imbas, Insiden, Bekasi Timur, Perjalanan, KA, Jarak Jauh, Wilayah, Daop 7 Madiun, Dibatalkan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong>–Insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur wilayah Daop 1 Jakarta berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api, termasuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari wilayah Daop 7 Madiun.</p>
<p>Salah satu yang terdampak adalah KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen yang dijadwalkan berangkat pada Selasa, 28 April 2026. Kereta tersebut dipastikan batal beroperasi sebagai bagian dari penyesuaian pola perjalanan guna mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.</p>
<p>Selain KA Singasari, perjalanan KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen juga turut dibatalkan pada tanggal yang sama.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa langkah ini diambil demi keselamatan perjalanan serta kelancaran proses evakuasi dan penanganan korban.</p>
<p>"Kami menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini sekaligus memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Saat ini, fokus utama kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik," ujarnya, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, penyesuaian operasional tidak hanya berdampak pada perjalanan di wilayah Jakarta, tetapi juga merembet ke sejumlah perjalanan jarak jauh dari dan menuju wilayah Daop 7 Madiun.</p>
<p>Sementara itu, KAI memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.</p>
<p>Penanganan saat ini difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak. Sejumlah korban telah dirujuk ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.</p>
<p>KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis terus melakukan penanganan di lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan dan percepatan evakuasi korban.</p>
<p>Bagi pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan, KAI memberikan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen. Proses pembatalan dapat dilakukan di stasiun keberangkatan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.</p>
<p>"Kami juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi resmi serta dapat menghubungi Contact Center atau layanan resmi KAI untuk informasi lebih lanjut," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bom Ikan Diduga Dilempar ke Rumah Warga Bantur Malang, Polisi Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bom-ikan-diduga-dilempar-ke-rumah-warga-bantur-malang-polisi-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bom-ikan-diduga-dilempar-ke-rumah-warga-bantur-malang-polisi-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan pagi hari merusak bagian depan rumah warga di Bantur, polisi mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef4a550a481.webp" length="58256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:38:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bantur, Malang, ledakan, bom ikan, polisi, kriminal, olah TKP, keamanan, peristiwa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Sebuah rumah milik warga di Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mengalami kerusakan usai terdengar ledakan keras, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Rumah tersebut diketahui milik S (59), seorang petani setempat. Saat kejadian berlangsung, rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah mendengar suara ledakan dari arah rumah korban pada pagi hari.</p>
<p>“Warga yang mendengar langsung mengecek ke lokasi. Saat itu, bagian depan rumah sudah mengalami kerusakan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Dari informasi yang dihimpun, ledakan diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi kemudian menghubungi pemilik rumah yang saat itu sedang tidak berada di tempat.</p>
<p>Setelah korban kembali, ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian depan rumah, mulai dari kaca pecah, lantai rusak, hingga tiang teras yang terdampak.</p>
<p>Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga ditemukan serpihan material yang diduga berasal dari benda peledak. Polisi menduga, ledakan tersebut dipicu benda yang dilempar ke arah rumah korban.</p>
<p>“Indikasi awal, ada benda yang diduga bom ikan dilempar di bagian depan rumah hingga menimbulkan ledakan,” jelas Bambang.</p>
<p>Saat ini, tim Inafis Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan.</p>
<p>Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp2,5 juta.</p>
<p>Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan petunjuk di lapangan untuk mengungkap pelaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Curi Banner di Kota Blitar Terbongkar, Empat Pemuda Diamankan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-curi-banner-di-kota-blitar-terbongkar-empat-pemuda-diamankan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-curi-banner-di-kota-blitar-terbongkar-empat-pemuda-diamankan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Upaya pencurian banner di Jalan Cemara, Kota Blitar berakhir cepat. Empat pemuda diamankan polisi, usai pemilik papan reklame memergoki aksi mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef4ad73c7a1.webp" length="41712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:26:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian, Banner, Jalan Cemara, Kota Blitar, Digagalkan, Dipergoki, Pemilik, Papan Reklame.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Upaya pencurian banner iklan di kawasan Simpang Empat Jalan Cemara, Kota Blitar berakhir cepat.</p>
<p>Empat pemuda yang duduga sebagai pelaku tak berkutik setelah aksi mereka dipergoki langsung oleh pemilik papan reklame.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (26/4/2026) dini hari. Saat itu, Haryono (56), pemilik papan iklan mendapati banner yang sebelumnya terpasang di lokasi tiba-tiba hilang tanpa izin. Merasa janggal, ia segera melakukan pengecekan di sekitar area tersebut.</p>
<p>Kecurigaannya terbukti. Tak jauh dari titik papan reklame, Haryono melihat empat pemuda tengah sibuk membungkus beberapa banner. Saat dihampiri dan diperiksa, banner yang mereka kemas diketahui merupakan miliknya.</p>
<p>Tanpa menunggu lama, korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Petugas dari Polres Blitar Kota yang menerima laporan segera menuju lokasi dan mengamankan keempat pemuda tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar, membenarkan penangkapan itu. Ia menyebut, saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>"Empat orang sudah diamankan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk pendalaman kasus," ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga lembar banner berukuran besar, empat karung plastik, dua buah tang, serta dua unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.</p>
<p>"Ada beberapa barang bukti yang diamankan dari tangan keempat pemuda itu," kata dia.</p>
<p>AKP Samsul Anwar menambahkan akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp2,5 juta. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HPN 2026: Ratusan Warga Antusias Ikuti Bakti Sosial dan CKG di Balai KWG Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hpn-2026-ratusan-warga-antusias-ikuti-bakti-sosial-dan-ckg-di-balai-kwg-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hpn-2026-ratusan-warga-antusias-ikuti-bakti-sosial-dan-ckg-di-balai-kwg-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini mencakup donor darah hingga pemeriksaan mata yang diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 333 peserta di momentum serangkaian HPN tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef47486b744.webp" length="51622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:14:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, KWG Gresik, HPN 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Wartawan Grissee (KWG) menggelar bakti sosial dan cek kesehatan gratis (CKG) bagi ratusan warga di Balai KWG, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini mencakup donor darah hingga pemeriksaan mata yang diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 333 peserta.</p>
<p>Adapun rinciannya tercatat sebanyak 135 peserta melakukan CKG melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, 76 peserta mendonorkan darah via PMI Gresik, dan 122 peserta menjalani pemeriksaan mata oleh Klinik Mata Utama (KMU).</p>
<p>Ketua KWG, Miftahul Arif, menyatakan bahwa baksos ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian insan pers terhadap masyarakat.</p>
<p>"Bakti Sosial ini adalah agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati HPN 2026. Melalui momentum ini, kami ingin insan pers bisa lebih dekat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," kata Miftah.</p>
<p>Selain bakti sosial dan CKG, rangkaian HPN 2026 yang digelar KWG ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain seperti Khotmil Qur’an, Ziarah Pendahulu, Dialog Kesehatan, dan puncak acaranya ada Festival Tumpeng Nasi Krawu.</p>
<p>"Festival Tumpeng Nasi Krawu yang akan menyajikan ribuan bungkus makanan khas Gresik tersebut rencananya bakal digelar di Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang," paparnya. </p>
<p>Hadir dalam kegiatan rangkaian HPN 2026 ini yakni Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kepala Dinkes Mukhibatul Husna, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan seperti Freeport Indonesia, Petrokimia Gresik, JIIPE, dan Wilmar Nabati Indonesia.</p>
<p>Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KWG. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan.</p>
<p>"Kami berharap teman-teman KWG senantiasa bersinergi dengan pemerintah untuk menyampaikan progres pembangunan. Pers adalah ujung tombak pembangunan, maka penting untuk terus memegang teguh kode etik jurnalistik agar masyarakat terhindar dari hoaks," pungkas Alif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panen Raya Dongkrak Stok Pangan, Anggia Ermarini Apresiasi Produksi Padi di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panen-raya-dongkrak-stok-pangan-anggia-ermarini-apresiasi-produksi-padi-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panen-raya-dongkrak-stok-pangan-anggia-ermarini-apresiasi-produksi-padi-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef43c6df96b.webp" length="97244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:02:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, panen raya, podorejo kecamatan sumbergempol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Petani di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, memulai masa panen raya padi, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, yang melihat langsung tingginya produktivitas pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Timur, Tulungagung kembali menunjukkan kontribusinya terhadap pasokan pangan nasional. Produksi padi di daerah ini dinilai terus meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan.</p>
<p>Anggia menyebut, capaian produksi beras nasional sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai memperkuat optimisme terhadap program swasembada pangan, bahkan mengurangi ketergantungan terhadap impor.</p>
<p>“Produksi padi di Tulungagung sangat baik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Ini berdampak langsung pada stok beras di Bulog yang menjadi sangat melimpah,” ujar Anggia.</p>
<p>Ia menambahkan, tingginya hasil panen justru memunculkan tantangan baru, yakni keterbatasan kapasitas penyimpanan. Menurutnya, gudang yang tersedia saat ini sudah tidak lagi mampu menampung seluruh hasil serapan.</p>
<p>“Bahkan bisa dikatakan, stoknya sangat besar sampai-sampai gudangnya kurang. Ini tentu membanggakan, tapi juga perlu segera diantisipasi,” imbuhnya.</p>
<p>Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare. Lonjakan produksi ini membuat fasilitas penyimpanan yang ada penuh, sehingga diperlukan tambahan gudang untuk mengakomodasi hasil panen, baik padi maupun jagung.</p>
<p>Kondisi tersebut juga dibenarkan Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya beras, stok jagung yang dikelola Bulog juga terus meningkat.</p>
<p>“Untuk Jawa Timur, stok jagung saat ini sudah mencapai 55 ribu ton dan akan terus bertambah karena kami juga mendapat penugasan penyerapan hingga 1 juta ton secara nasional,” jelasnya.</p>
<p>Prihasto mengakui, keterbatasan gudang menjadi tantangan utama di tengah tingginya serapan hasil panen. Di Tulungagung sendiri, kapasitas penyimpanan bahkan masih kurang untuk menampung tambahan ribuan ton hasil panen.</p>
<p>“Gudang kita digunakan untuk menampung beras dan jagung sekaligus. Itu sebabnya kapasitas yang ada saat ini masih belum mencukupi,” katanya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Bulog telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk segera mencari tambahan fasilitas penyimpanan. Upaya ini dilakukan agar proses penyerapan hasil panen petani tetap berjalan optimal tanpa terkendala ruang.</p>
<p>“Kami sudah meminta seluruh pimpinan wilayah untuk menambah kapasitas gudang, terutama selama masa panen raya. Khusus di Tulungagung, direncanakan akan ada tambahan dua gudang baru,” pungkas Prihasto.</p>
<p>Melimpahnya hasil panen di Tulungagung menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, peningkatan infrastruktur pascapanen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar surplus produksi dapat dikelola secara maksimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman “Godzilla El Nino” 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-beras-aman-di-tengah-ancaman-godzilla-el-nino-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-pastikan-stok-beras-aman-di-tengah-ancaman-godzilla-el-nino-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ketahanan stok beras nasional bisa mencapai hingga 11 bulan. Bahkan, proyeksi tersebut dihitung dalam kondisi tanpa panen sama sekali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef3e77bc46d.webp" length="63928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:34:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, el nino, kemarau panjang, cadangan beras, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena Super El Nino atau yang disebut “Godzilla El Nino” pada periode April hingga Oktober 2026. Fenomena ini berpotensi memicu kemarau panjang yang dapat berdampak pada sektor pertanian, khususnya produksi padi. Meski demikian, Perum Bulog memastikan kondisi cadangan beras nasional masih dalam kondisi aman.</p>
<p>Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi potensi gangguan pasokan akibat El Nino. Ia menegaskan bahwa Bulog siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi harga beras.</p>
<p>“Kalaupun ada El Nino, untuk beras masyarakat jangan panik. Bulog ada, Bulog siap kapanpun diperintahkan untuk menyalurkan bantuan pangan, termasuk beras SPHP. Bulog siap,” ujar Prihasto, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan data terbaru, cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pangan dalam jangka waktu yang relatif panjang, bahkan dalam skenario terburuk sekalipun.</p>
<p>“Sampai sekarang ini kita lihat kita punya cadangan beras yang cukup, lebih dari 5 juta ton. Hari ini sudah hampir 5,1 juta ton, sekitar 5,089 juta ton, dan insyaallah hari ini sudah tercapai 5,1 juta ton,” jelasnya.</p>
<p>Prihasto juga memaparkan bahwa jika mengacu pada data Kementerian Pertanian, ketahanan stok beras nasional bisa mencapai hingga 11 bulan. Bahkan, proyeksi tersebut dihitung dalam kondisi tanpa panen sama sekali.</p>
<p>“Kalau 5 juta ton itu kita hitung dengan stok di Bulog, ditambah yang ada di horeka (hotel, restoran dan kafe) dan pasar. Ketahanan menurut data Kementerian Pertanian bisa sampai 11 bulan. Itu pun dengan asumsi tidak ada panen sama sekali. Padahal dalam kenyataannya, meskipun El Nino, tetap akan ada panen, walaupun mungkin tidak maksimal,” paparnya.</p>
<p>Di tingkat regional, cadangan beras di Jawa Timur tercatat mencapai 1,3 juta ton. Jumlah tersebut turut memperkuat stok nasional dalam menghadapi potensi dampak kekeringan.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, Bulog menegaskan bahwa ketersediaan beras masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah pun diharapkan terus melakukan langkah antisipatif guna meminimalisir dampak El Nino terhadap sektor pertanian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Beberkan Penyebab Kendaraan MBG Oleng hingga Tabrak Tiga Rumah di Donomulyo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-beberkan-penyebab-kendaraan-mbg-oleng-hingga-tabrak-tiga-rumah-di-donomulyo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-beberkan-penyebab-kendaraan-mbg-oleng-hingga-tabrak-tiga-rumah-di-donomulyo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Mobil pengangkut MBG mengalami kecelakaan tunggal di Donomulyo usai isi BBM. Diduga akibat gangguan teknis, kendaraan oleng dan menabrak rumah warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef42082f043.webp" length="89536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:20:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan malang, donomulyo, mobil mbg, l300, polres malang, laka lantas, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kecelakaan (Laka) lalu lintas melibatkan mobil Sataun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengangkut program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Raya Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (27/4/2026). </p>
<p>Kendaraan jenis Mitsubishi L300 pikap boks bernomor polisi N-8626-CI itu menabrak tiga rumah warga setelah diduga mengalami gangguan teknis.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, insiden bermula saat kendaraan yang dikemudikan AS (22), warga Desa Tlogosari, melaju dari arah utara ke selatan usai mengisi bahan bakar di SPBU Donomulyo. Saat itu, ia didampingi DS (25), warga Desa Donomulyo.</p>
<p>“Sesampainya di lokasi, kendaraan tiba-tiba oleng diduga akibat gangguan pada roda belakang, sehingga sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Sopir sempat berupaya menghindari dampak lebih besar dengan membanting setir ke kiri. Namun, kendaraan justru menabrak tiga rumah warga di pinggir jalan hingga mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga rumah warga mengalami kerusakan,” jelas Bambang.</p>
<p>Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan dugaan kuat bahwa kecelakaan dipicu kondisi teknis kendaraan yang tidak optimal. Polisi menemukan indikasi masalah pada bagian kaki-kaki kendaraan.</p>
<p>“Dugaan sementara disebabkan <em>sporing balancing</em> yang tidak tepat serta adanya kerusakan pada bagian kaki-kaki kendaraan,” ungkapnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp18 juta. Usai insiden, sopir langsung menghubungi pihak yayasan MBG Desa Tlogosari.</p>
<p>Ketua yayasan, Kristina, datang ke lokasi dan menyatakan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Pihak kepolisian juga telah melakukan penanganan awal serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkas Bambang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Beras Jatim Capai 1,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-beras-jatim-capai-13-juta-ton-tertinggi-sepanjang-sejarah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-beras-jatim-capai-13-juta-ton-tertinggi-sepanjang-sejarah</guid>
<description><![CDATA[ Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef3882600e3.webp" length="37960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 20:05:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, cadangan beras, bulog, anggia ermarini, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Perusahaan Umum Perum Bulog memastikan cadangan pangan nasional berada dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras di Jawa Timur saat ini mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah, menjadi indikator kuat terjaganya ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.</p>
<p>Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, dalam kunjungannya ke Tulungagagung, Senin (27/4/2026), menyatakan stok beras di Jawa Timur telah mencapai 1,3 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara secara nasional, cadangan beras pemerintah telah menembus 5,1 juta ton.</p>
<p>“<em>So far</em> sampai sekarang ini kita lihat kita punya cadangan beras yang cukup ya, 5 juta ton lebih sampai hari ini. Sudah hampir 5,1 juta ton, sekitar 5,89 juta ton. Kurang 11.000 ton lagi itu sudah 5,1 juta. Insyaallah hari ini sudah tercapai 5,1 juta ton,” ujar Prihasto.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Proses penyerapan gabah petani yang terus berjalan turut menjadi faktor utama terjaganya stok nasional.</p>
<p>Terkait penugasan pemerintah, Bulog pada tahun 2025 telah berhasil memenuhi target penyerapan sebesar 3 juta ton setara beras. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 menugaskan penyerapan sebesar 4 juta ton.</p>
<p>“Untuk capaian secara nasional, tahun 2025 kita dapat tugas 3 juta ton dan alhamdulillah sudah tercapai. Untuk tahun 2026 kita mendapat penugasan 4 juta ton. Saat ini kita sudah menyerap hampir 2,4 juta ton atau kurang lebih sekitar 60 persen dari target,” jelasnya.</p>
<p>Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton.</p>
<p>“Jawa Timur ada 55.000 ton dan ini masih terus bertambah. Nanti kita juga akan mendapat penugasan jagung 1 juta ton secara nasional, dengan target di masing-masing provinsi,” tambah Prihasto.</p>
<p>Di tengah melimpahnya stok pangan, tantangan yang dihadapi Bulog saat ini justru terletak pada keterbatasan kapasitas gudang. Di sejumlah daerah seperti Tulungagung, upaya pencarian tambahan ruang penyimpanan terus dilakukan untuk menampung hasil panen yang meningkat.</p>
<p>Kondisi ini pun mendapat apresiasi dari anggota DPR RI, Anggia Ermarini. Ia menilai capaian produksi dan serapan pangan, khususnya di Tulungagung, menunjukkan kinerja yang sangat positif.</p>
<p>“Alhamdulillah, produktivitas padi di Tulungagung ini bagus, dan rendemennya juga paling bagus. Bulog juga punya stok yang sangat besar, bahkan sampai gudangnya kurang. Ini membanggakan bagi kita semuanya,” ujarnya.</p>
<p>Anggia juga mengaku optimistis terhadap cita-cita swasembada pangan nasional yang selama ini didorong pemerintah. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai wujud nyata dari harapan lama untuk mengurangi ketergantungan impor.</p>
<p>“Semangatnya Presiden adalah swasembada pangan. Sejak dulu impiannya bagaimana kita tidak perlu impor, bahkan bisa ekspor. Dan hari ini terwujud, seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tetapkan Sopir Truk Trailer Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-sopir-truk-trailer-sebagai-tersangka-kecelakaan-maut-di-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-sopir-truk-trailer-sebagai-tersangka-kecelakaan-maut-di-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan maut di Probolinggo akhirnya menemukan titik terang. Sopir truk trailer resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti lalai hingga menyebabkan empat korban jiwa. Keselamatan di jalan bukan sekadar aturan, tapi tanggung jawab bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2e4f683e8.webp" length="26136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 19:05:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KecelakaanMaut, PolresProbolinggo, Satlantas, LaluLintas, KeselamatanJalan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo resmi menetapkan Cecep Adi Sucipto (46), sopir truk trailer, sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan tragis yang merenggut nyawa empat orang dalam satu keluarga. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam, 18 April 2026, di Jalan Raya Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Penetapan status hukum terhadap sopir truk dilakukan pada Kamis, 22 April 2026, setelah polisi menyelesaikan rangkaian penyelidikan yang melibatkan pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, serta pendapat ahli. Langkah ini diambil usai gelar perkara yang menyimpulkan adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan adanya kesalahan dalam pengoperasian kendaraan oleh tersangka. Ia menegaskan bahwa kecelakaan beruntun dipicu oleh kegagalan fungsi rem pada truk yang dikemudikan.</p>
<p>“Terdapat kelalaian dari sopir truk trailer nopol B 9625 UEJ dalam mengendarai kendaraannya, yang menyebabkan kegagalan fungsi rem, sehingga mengakibatkan kecelakaan beruntun hingga terdapat 4 korban meninggal dan 1 korban luka,” ujarnya.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, kepolisian juga melibatkan saksi ahli dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, khususnya dari bidang keselamatan angkutan jalan. Keterangan ahli tersebut memperkuat dugaan bahwa kecelakaan terjadi akibat faktor kelalaian pengemudi dalam memastikan kondisi kendaraan laik jalan.</p>
<p>Selain itu, perkembangan kondisi korban selamat juga turut disampaikan. Pengemudi mobil pikap yang sebelumnya mengalami luka-luka dilaporkan telah membaik dan kini menjalani rawat jalan.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (4), (3), dan (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara maksimal enam tahun serta denda hingga Rp12 juta. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua Baru FKAJ Jombang, Syarahuddin: Semua Setara di Mata Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-baru-fkaj-jombang-syarahuddin-semua-setara-di-mata-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-baru-fkaj-jombang-syarahuddin-semua-setara-di-mata-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Terpilihnya advokat yang akrab disapa Bang Reza ini dalam musyawarah anggota di Bening Cafe, Ahad (26/4/2026), membawa semangat baru: menegakkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef065ae439a.webp" length="30350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:37:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, FKAJ Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Pengacara muda Syarahuddin resmi terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Advokat Jombang (FKAJ) periode 2026–2029. Terpilihnya advokat yang akrab disapa Bang Reza ini dalam musyawarah anggota di Bening Cafe, Ahad (26/4/2026), membawa semangat baru: menegakkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga Jombang.</p>
<p>"Saya diberikan amanah oleh teman-teman. Kami sampaikan terima kasih," ujar Bang Reza dari Kantor Firma Hukum SSA Al-Wahid, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Dalam wawancaranya, ia menyoroti sikap pasrah masyarakat kecil saat mengalami ketidakadilan. Baginya, persepsi bahwa keadilan itu mahal dan hanya berpihak pada yang berduit harus dihilangkan.</p>
<p>"Semua setara di mata hukum. Banyak masyarakat kecil yang pasrah karena tidak punya uang untuk memperjuangkan keadilan. Itu tidak boleh. Kalau perlu, masyarakat kecil yang ditindas kita gratiskan saat minta bantuan hukum," tegasnya.</p>
<p>Sebagai nakhoda baru, Bang Reza berencana membenahi internal organisasi, terutama dalam memberi pemahaman hukum ke masyarakat. FKAJ tidak hanya akan menjadi ruang diskusi bagi para advokat lintas organisasi, tetapi juga aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan media.</p>
<p>"Kita siap diajak diskusi dalam hal kebijakan yang memihak masyarakat kecil. Media juga akan kita gandeng untuk edukasi dan pengawalan," ungkapnya.</p>
<p>Senada, Sekretaris FKAJ Suja'i (Bang Jai) menambahkan, organisasi akan agresif melakukan audiensi dengan instansi pemerintahan dan Aparat Penegak Hukum (APH). Tujuannya untuk memastikan FKAJ hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, baik perkara pidana, perdata, waris, hingga perceraian.</p>
<p>Sementara itu, pendiri FKAJ Kasful Hidayat menjelaskan bahwa forum yang kini beranggotakan 87 advokat ini dibangun tanpa sekat hierarki.</p>
<p>"Ini forum kebersamaan, semua anggota setara. Ke depan, kita juga fokus pada kesejahteraan anggota, terutama memberi pendampingan bagi advokat junior yang belum punya pengalaman praktik," pungkasnya.</p>
<p>Dalam musyawarah itu, disepakati pula perubahan masa bakti kepengurusan dari satu tahun menjadi tiga tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda Asal Probolinggo Tewas Misterius di Warung Kopi Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-probolinggo-tewas-misterius-di-warung-kopi-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-asal-probolinggo-tewas-misterius-di-warung-kopi-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Di antara deretan barang bukti, polisi menyita sebuah palu, sarung serta sweater hoodie yang bercak darah, serta gelas berisi sisa kopi dan air putih yang masih berada di dekat jasad korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eefb997ff15.webp" length="18160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:01:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>–Keheningan malam di Dusun Manduro Manggung Gajah pecah saat seorang pemuda penjaga warung ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah. </p>
<p>Jaka Ari Yahya (27), pemuda asal Probolinggo, ditemukan tewas telentang di dalam Warung Kopi All In, tempatnya mengais rezeki, pada Ahad (26/4/2026) malam.</p>
<p>Kejadian ini menyisakan tanda tanya setelah pemilik warung mendapati kondisi tempat usahanya gelap gulita dan terkunci dari dalam, namun pintu tidak dalam keadaan tergembok.</p>
<p>Misteri ini bermula dari kecurigaan sang pemilik warung. Setelah terakhir kali bertemu korban pada Sabtu malam dalam kondisi sehat, komunikasi mendadak terputus total hari Minggu.</p>
<p>"Minggu sekitar pukul 18.00 WIB, pemilik mengirim pesan WhatsApp menanyakan pendapatan harian, namun tidak ada respons," ujar Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, saat dikonfirmasi Senin (27/4/2026). </p>
<p>Kecurigaan semakin menguat setelah sejumlah pelanggan melaporkan bahwa warung kopi tersebut tutup di jam operasional. Merasa ada yang tidak beres, pemilik warung mendatangi lokasi pada pukul 21.45 WIB. Di tengah kegelapan ruangan, hanya dibantu cahaya senter dari ponsel, ia menemukan Jaka sudah terbujur kaku dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya.</p>
<p>Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang intensif. Sejumlah benda mencurigakan dan barang pribadi milik korban diamankan untuk menjadi kunci pengungkapan kasus ini. </p>
<p>Di antara deretan barang bukti, polisi menyita sebuah palu, sarung serta sweater hoodie yang bercak darah, serta gelas berisi sisa kopi dan air putih yang masih berada di dekat jasad korban. </p>
<p>Selain itu, tas ransel merah berisi dokumen penting seperti ijazah dan identitas korban juga turut diamankan guna memastikan motif di balik kejadian ini.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan final mengenai apakah tewasnya Jaka merupakan akibat tindak kriminalitas atau penyebab medis lainnya. Namun, keberadaan palu dan bercak darah di lokasi menjadi poin utama dalam pendalaman kasus.</p>
<p>Jasad korban kini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Sementara itu, garis polisi masih melintang di depan Warung Kopi All In, menutup akses sementara demi kepentingan penyelidikan yang sedang berlangsung.</p>
<p>"Kami masih melakukan pendalaman teknis dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban. Saat ini, kami juga terus berkomunikasi dengan pihak keluarga di Probolinggo," tegas Kompol Heru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desak Pembangunan Alun&amp;Alun Kediri Dituntaskan, Gus War: Berdampak pada Aspek Sosial Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desak-pembangunan-alun-alun-kediri-dituntaskan-gus-war-berdampak-pada-aspek-sosial-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desak-pembangunan-alun-alun-kediri-dituntaskan-gus-war-berdampak-pada-aspek-sosial-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya hal tersebut didasari beberapa alasan, yang paling utama ialah agar tidak tampak kumuh. Kebersihan serta kerapian RTH Alun-Alun dinilai dapat menjadi cerminan warga Kota Kediri yang bersih, tertib, dan tertata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ee0cfdbac68.webp" length="32424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 23:13:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Alun-alun Kota Kediri, rth alun-alun kota Kediri, pembangunan alun-alun kota Kediri, tokoh masyarakat kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Tokoh masyarakat berharap agar pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kediri segera dilanjutkan. Selain menjadi ikon Kota Kediri, keberadaan alun-alun sangat penting untuk menopang aspek sosial dan ekonomi masyarakat pelaku UMKM. </p>
<p>Demikian diutarakan oleh KH Muhammad Anwar Iskandar, pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin, dalam diskusi antara Pemkot Kediri dengan tokoh masyarakat pada Minggu (26/4/2026).</p>
<p>"Dulu sebelum dibangun itu kan tempat masyarakat berjualan mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, setelah dibangun masyarakat berhenti. Setelah selesai akan memberi kesempatan kepada masyarakat yang sempat terhenti usahanya untuk menjalankan kehidupan jualannya sehari-hari aktif lagi," jelas kyai yang akrab disapa Gus War ini.</p>
<p>Menurutnya, kebersihan serta kerapian RTH alun-alun dapat menjadi cerminan warga Kota Kediri yang bersih, tertib, dan tertata. Apabila kondisi seperti saat ini terus berlanjut maka akan mengurangi nilai bahwa masyarakat Kota Kediri seakan-akan tidak peduli dengan kebersihan dan ketertiban. Gus War juga berharap kepada semua pihak, baik Pemerintah Kota Kediri maupun pihak rekanan agar aspek-aspek yang lain bisa diselesaikan dengan baik secara legowo. </p>
<p>"Jangan semuanya hanya dihitung berdasarkan angka-angka yang bersifat material tapi aspek-aspek sosial, aspek-aspek yang bersifat humaniti juga perlu untuk diperhatikan. semoga bisa segera clear dan terwujud secepatnya," tutupnya. </p>
<p>Selain itu, alun-alun sebagai ruang terbuka hijau, juga merupakan wadah rekreasi bagi masyarakat sekitar, baik untuk berolahraga santai maupun sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. </p>
<p>Menurut Gus War, apabila proyek segera diselesaikan dan dibangun dengan baik tentu dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Kediri. "Pertama, akan kelihatan wajah dan etalase Kota Kediri yang rapi, bersih, dan baik. Kedua, bisa menghidupkan UMKM. Ketiga, bisa menjadi tempat rekreasi kecil bermain keluarga," sebutnya.</p>
<p>Sebelumnya, anggota DPRD Kota Kediri Ashari juga sempat melontarkan pernyataan yang senada. Ia menilai mangkraknya proyek tersebut berdampak langsung pada masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Kawasan alun-alun diharapkan menjadi pusat aktivitas publik sekaligus penggerak ekonomi warga.</p>
<p>“Masyarakat yang semestinya sudah bisa melakukan kegiatan di sekitar alun-alun dalam rangka menunjang kesejahteraan mereka. Jadi tidak bisa, jadi terhambat. Itu kan menimbulkan kerugian materi bagi masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Seperti diketahui, masyarakat masih harus menunggu untuk melihat alun-alun Kota Kediri kembali dibangun sampai tuntas. Saat ini kelanjutan pembangunan masih terkendala karena belum tercapai kesepakatan bersama terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Agung. </p>
<p>Perbedaan masih terjadi pada nilai pembayaran progres pekerjaan. Berdasarkan hasil asesmen teknis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp 6,6 miliar. Sementara dari pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp 16,2 miliar.</p>
<p>Pemerintah Kota Kediri sendiri berkomitmen penuh untuk melanjutkan pembangunan alun-alun yang telah lama dinantikan masyarakat sebagai ruang publik yang representatif dan bermanfaat.  </p>
<p>Berbagai tahapan penting telah dilalui dalam proses penyelesaian pembangunan, mulai dari proses administrasi di Mahkamah Agung, asesmen teknis oleh Tim Ahli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur hingga review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).</p>
<p>Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari menambahkan, seluruh proses dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas mengingat proyek ini menggunakan uang negara.  "Karena itu, lembaga negara yang berwenang untuk melakukan audit adalah BPKP dan ini menjadi acuan untuk menghindari potensi kerugian negara," ujar Endang beberapa waktu lalu. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Hanguskan Toko Pracangan dan Pom Mini di Popoh Tulungagung, Kerugian Capai Rp350 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-toko-pracangan-dan-pom-mini-di-popoh-tulungagung-kerugian-capai-rp350-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-hanguskan-toko-pracangan-dan-pom-mini-di-popoh-tulungagung-kerugian-capai-rp350-juta</guid>
<description><![CDATA[ Api cepat membesar karena di dalam toko tersimpan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) serta puluhan tabung gas elpiji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ee2924e45a6.webp" length="49350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 22:06:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran, popoh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Kebakaran hebat melanda sebuah toko pracangan sekaligus pom mini milik Gatot Trianto (60) di Dusun Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (26/4/2026) sore. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, berikut isi toko.</p>
<p>Api cepat membesar karena di dalam toko tersimpan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) serta puluhan tabung gas elpiji. Selain menghanguskan bangunan toko, kebakaran juga melalap satu unit mobil pikap, satu sepeda motor, serta berbagai barang dagangan.</p>
<p>Perangkat Desa Besole, Sumariyanto, menjelaskan kebakaran bermula saat pemilik toko sedang melayani pembelian BBM untuk nelayan.</p>
<p>“Sekira pukul 16.30, yang punya toko, Pak Gatot Trianto, melayani pembeli BBM untuk keperluan melaut. Di saat bersamaan terjadi korsleting listrik, sehingga tidak bisa ditangani dan BBM di depannya langsung terbakar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh isi toko yang menjual sembako, rokok, hingga tabung gas ludes terbakar. </p>
<p>“Satu mobil pikap, satu sepeda motor juga ikut terbakar. Untuk mobil Avanza milik tetangga berhasil diselamatkan meski sebagian catnya rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” imbuhnya.</p>
<p>Sumariyanto juga mengungkapkan bahwa stok BBM di lokasi memang cukup banyak karena digunakan untuk menyuplai kebutuhan nelayan di kawasan Popoh.</p>
<p>“BBM-nya lumayan banyak karena baru belanja. Para nelayan disini kan menguasakan ke Pak Gatot Trianto ini untuk membelikan bensin ke SPBU, sehingga nelayan ini mengambilnya dari Pak Gatot Trianto ini tadi. Itupun juga atas rekomendasi dari pihak terkait,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, menyebut pihaknya menerima laporan pada pukul 16.50 WIB dan langsung menuju lokasi satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi pukul 17.38 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.32 WIB.</p>
<p>“Objek yang terbakar adalah warung sembako beserta seluruh isinya, satu mobil pikap, satu sepeda motor, 25 tabung gas elpiji, sekitar 175 liter solar, dan 600 liter pertalite,” terang Iwan.</p>
<p>Terkait penyebab kebakaran, ia menjelaskan dugaan sementara berasal dari korsleting listrik pada jaringan di atas bangunan. </p>
<p>“Informasi dari pemilik, setelah selesai mengisi BBM, ada percikan dari jaringan listrik di atas warung yang kemudian menyambar uap BBM,” ujarnya.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp350 juta. Selain itu, insiden tersebut juga sempat memicu gangguan listrik di wilayah sekitar akibat adanya gardu yang terdampak.</p>
<p>Saat ini, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terlalu Kreatif! Pria Sidoarjo Coba &amp;quot;Nge&amp;Prank” Diler Motor di Jember Pakai Uang Mainan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-beli-motor-uang-mainan-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-beli-motor-uang-mainan-jember</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Modus &#039;sandwich&#039; uang asli dan mainan gagal total. Seorang pria asal Sidoarjo nyaris diamuk massa saat mencoba beli Kawasaki Ninja di Jember. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69edddcd43353.webp" length="103554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:42:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>penipuan uang mainan jember, beli motor pakai uang mainan, berita jember terbaru, kriminal lucu, modus penipuan motor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> – Dunia otomotif Jember mendadak heboh, bukan karena peluncuran unit terbaru, melainkan karena aksi seorang pria asal Sidoarjo berinisial M yang tampaknya terlalu mendalami pepatah *"Fake it till you make it"*. Pada Sabtu (25/4/2026), M nyaris membawa pulang satu unit Kawasaki Ninja impian hanya bermodalkan "uang hasil cetak sendiri" alias uang mainan.</p>
<p>Kejadian ini bermula layaknya transaksi sultan pada umumnya. Pelaku datang ke *showroom* milik Pak Hasan di Jalan Raya Kencong dengan penuh percaya diri setelah turun dari bus antarkota. Setelah melakukan *test-look* dan tawar-menawar yang cukup alot, disepakatilah harga **Rp 19,5 juta** untuk satu unit motor sport hitam yang gagah.</p>
<p>Masalah muncul saat "dana segar" diserahkan. Bukannya lembaran emisi terbaru dari Bank Indonesia, Pak Hasan justru mendapatkan bungkusan yang isinya lebih cocok untuk dipakai main monopoli.</p>
<p>Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa M sebenarnya punya strategi yang cukup niat. Ia menggunakan teknik "Sandwich Uang":<br> Lapisan Atas: Uang asli (sebagai pemanis mata), lapisan tengah:  Uang mainan (sebagai pengganjal harapan), lapisan Bawah:** Uang asli (sebagai penutup).</p>
<p>"Tujuannya supaya kalau dilihat sekilas atau dihitung cepat, korban percaya itu uang asli. Tapi ya, yang namanya pemilik showroom, instingnya sudah tajam kalau soal duit," ujar AKP Sunarto sembari menggelengkan kepala.</p>
<p>Mungkin karena terlalu kaget melihat tumpukan uang yang bisa dibeli di toko mainan, Pak Hasan langsung berteriak histeris. Warga sekitar yang mendengar teriakan "Maling!" langsung berkerumun. </p>
<p>M yang tadinya bergaya ala calon pemilik Ninja, mendadak lemas saat dikepung massa. Beruntung, polisi segera tiba di lokasi sebelum warga sempat memberikan "diskon fisik" kepada pelaku.</p>
<p>Kini, M harus mengubur mimpinya membelah jalanan dengan motor sport. Alih-alih duduk di jok empuk Kawasaki, ia kini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Kencong.</p>
<p>Akibat aksinya yang kelewat kreatif ini, M dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni 4 tahun penjara. Sebuah harga yang sangat mahal untuk sebuah candaan yang tidak lucu.</p>
<p>Pesan moral hari ini: Jika ingin punya motor Ninja, menabunglah dengan uang asli, bukan dengan mengandalkan mesin cetak mainan. (**)</p>
<p><strong>Sumber : beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koper Berisi Handuk Dingin di Bandara Juanda Ternyata Simpan Benur Senilai Rp 1,1 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koper-berisi-handuk-dingin-di-bandara-juanda-ternyata-simpan-benur-senilai-rp-11-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koper-berisi-handuk-dingin-di-bandara-juanda-ternyata-simpan-benur-senilai-rp-11-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Petugas Bandara Juanda menggagalkan penyelundupan 39 ribu benih lobster (benur) senilai Rp 1,1 miliar ke Singapura dengan modus disembunyikan pakai handuk dingin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69edd337d269c.webp" length="20354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>penyelundupan benur, bandara juanda, benih bening lobster, modus handuk dingin, polda jatim, kriminal, penyelundupan hewan, berita sidoarjo, singapore airlines</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong> – Modus tak biasa dalam upaya penyelundupan benih bening lobster (benur) ke luar negeri berhasil dibongkar petugas di Bandara Internasional Juanda. Untuk mengelabui petugas, pelaku nekat membungkus ribuan benur dengan handuk dingin agar tetap hidup, lalu menyembunyikannya di dalam koper bersama pakaian dan perlengkapan mandi.</p>
<p>Taktik ini terungkap saat petugas Satgaspam Bandara Juanda melakukan pemeriksaan di area keberangkatan internasional. Dari koper tersebut, petugas mengamankan sebanyak 39.927 ekor benur.<br>Komandan Satgaspam Bandara Juanda, Rai Terianom, mengungkapkan bahwa benur tersebut rencananya akan diterbangkan menggunakan maskapai Singapore Airlines.<br>“Benur ini hendak dikirim ke Singapura melalui penerbangan internasional, tetapi berhasil kami amankan saat pemeriksaan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Terkait cara pelaku menyembunyikan puluhan ribu ekor benur dengan handuk dingin di dalam koper berisi pakaian, Rai menyebutkan bahwa ini adalah cara yang terbilang baru untuk mengecoh petugas bandara.</p>
<p>“Modus ini berbeda dari metode umum yang biasanya menggunakan kantong khusus,” jelas Rai.</p>
<p>Dengan harga pasar sekitar Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per ekor, total nilai benur yang berhasil diamankan dari aksi penyelundupan ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 1,1 miliar.<br>Dari pemeriksaan awal, pelaku memang mengaku baru pertama kali melakukan aksinya melalui Bandara Juanda. </p>
<p>Meski demikian, aparat tidak berhenti sampai di situ. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polda Jawa Timur untuk proses hukum lebih lanjut, sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan penyelundupan yang lebih besar.</p>
<p>Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk terus menekan praktik penyelundupan sumber daya laut dan menjaga kelestarian ekosistem perairan Indonesia. (**)</p>
<p>Sumber: Beritasatu.com </p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jambore Bersih&amp;Bersih Masjid Digelar di Tulungagung, Ratusan Peserta Gerebek 5 Masjid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jambore-bersih-bersih-masjid-digelar-di-tulungagung-ratusan-peserta-gerebek-5-masjid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jambore-bersih-bersih-masjid-digelar-di-tulungagung-ratusan-peserta-gerebek-5-masjid</guid>
<description><![CDATA[ Melalui jambore ini, para relawan berharap semangat gotong royong merawat masjid terus menyebar ke berbagai daerah, menjadikan masjid tak hanya bersih secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas umat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eddbf99335f.webp" length="65128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:19:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, masjid al fattah, jambore bersih-bersih masjid, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jambore Bersih-Bersih Masjid Digelar di Tulungagung, Ratusan Peserta Gerebek 5 Masjid</p>
<p></p>
<p>Tulungagung - Ratusan relawan dari berbagai komunitas bersih-bersih masjid dari penjuru Indonesia memadati Masjid Al-Fattah Tulungagung dalam gelaran Jambore Bersih-Bersih Masjid ke-3, Minggu (26/4/2026). Mengusung tagline “Bersih Masjidku, Bersih Negeriku”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas, tetapi juga momentum menyatukan semangat merawat rumah ibadah secara kolektif.</p>
<p></p>
<p>Sekitar 500 peserta yang hadir, datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan dari Bali hingga Aceh. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu, mereka mengikuti rangkaian acara mulai dari sarasehan hingga tausiah penguatan dakwah. Puncaknya, pada Minggu siang, ratusan relawan turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah masjid di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Masjid Jogokariyan Cangkringan Yogyakarta, Ustaz Ismail, menyebut jambore ini menjadi ruang temu sekaligus penyamaan visi antar komunitas relawan masjid di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah momen kita bertemu dengan seluruh komunitas dari berbagai daerah. Kami ingin menyatukan semuanya, menghadirkan visi dan misi yang sama, tulus untuk membersihkan masjid,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, agenda utama di hari kedua dikenal dengan istilah “gerebek masjid”, yakni aksi pembersihan serentak di beberapa titik. Dalam kegiatan ini, relawan dibagi ke lima masjid, di antaranya Masjid Al-Fattah Cempaka, Masjid Agung Al-Munawwar, Masjid Al-Muslimun Kepatihan, Masjid Jami’ Al-Huda, dan Masjid At-Takwa Kepatihan.</p>
<p></p>
<p>“Kami membagi sekitar 450 relawan menjadi lima kelompok. Setiap kelompok minimal 50 orang supaya dalam waktu sekitar tiga jam, target bersih-bersih bisa maksimal sebelum kembali ke masjid induk,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Antusiasme warga setempat pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para relawan. Ismail mengaku takmir masjid yang dikunjungi merasa terkejut sekaligus terharu melihat kedatangan puluhan relawan dengan perlengkapan lengkap.</p>
<p></p>
<p>“Mereka sangat kaget dan surprise. Ada yang datang pakai bus, mobil, dan membawa banyak peralatan. Sambutannya luar biasa, itu yang membuat kami juga sangat gembira,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Founder aplikasi Marbot sekaligus inisiator kegiatan, Ferdi Hasan, menuturkan bahwa gerakan bersih-bersih masjid sebenarnya telah lama tumbuh secara organik di berbagai daerah. Namun melalui jambore, semangat tersebut coba disatukan dalam skala nasional.</p>
<p></p>
<p>“Relawan ini sudah banyak bergerak sendiri-sendiri dengan niat ikhlas, tanpa pungutan. Tapi kita ingin menyatukan visi supaya gerakannya seragam secara nasional,” ungkap Ferdi.</p>
<p></p>
<p>Ia mengisahkan, jambore pertama digelar di Bali, disusul di Cangkringan, Yogyakarta, dan kini di Tulungagung. Setiap penyelenggaraan menghadirkan warna tersendiri, termasuk pelatihan membuat perlengkapan kebersihan secara mandiri.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Ferdi menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari melanjutkan semangat dakwah almarhum Kiai Jazir Jogokariyan Yogyakarta yang selama ini dikenal aktif menggerakkan komunitas masjid.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin merawat semangat dakwah beliau. Jambore ini bukan sekadar acara, tapi syiar bahwa membersihkan masjid dilakukan dengan tulus, bukan untuk mencari sesuatu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap gerakan ini mampu menarik generasi muda untuk mencintai masjid sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Kami bahkan membuat film tentang anak-anak yang ikut bersih-bersih masjid. Harapannya, generasi berikutnya akan melihat dan tergerak. Karena membersihkan masjid adalah langkah awal menjadi pejuang Islam,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Hal senada disampaikan Ustaz Derry Sulaiman. Ia mengaku tak menyangka gerakan yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi gerakan nasional.</p>
<p></p>
<p>“Awalnya saya pikir ini hanya gerakan kecil di Cibubur. Tapi Masya Allah, sekarang menjadi nasional. Ini tidak lepas dari peran almarhum Kiai Jazir dan Ustaz Kusnadi, yang pemikirannya kini menjadi inspirasi banyak orang,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Derry, gerakan ini murni dilandasi keikhlasan, tanpa sponsor maupun donatur.</p>
<p></p>
<p>“Semua datang dengan biaya sendiri, dari Aceh, Bali, Medan. Ini gerakan lillahi ta’ala, dan saya yakin tidak akan bisa dihentikan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan masjid sejatinya merupakan tanggung jawab bersama umat Islam, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan.</p>
<p></p>
<p>“Membersihkan masjid itu bukan hanya fisik, tapi juga membersihkan hati kita. Sekecil apa pun yang kita lakukan, nilainya besar,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui jambore ini, para relawan berharap semangat gotong royong merawat masjid terus menyebar ke berbagai daerah, menjadikan masjid tak hanya bersih secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas umat.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Gunung Semeru Mendadak &amp;apos;Blank Spot&amp;apos;, Alat Pantau Dicuri Maling Bernyali Awan Panas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-mendadak-blank-spot-alat-pantau-dicuri-maling-bernyali-awan-panas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-mendadak-blank-spot-alat-pantau-dicuri-maling-bernyali-awan-panas</guid>
<description><![CDATA[ Konyol tapi miris. Belasan aki dan panel surya pemantau Gunung Semeru di Stasiun Kopirejo Malang hilang dicuri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ed6d45b61c0.webp" length="79072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 08:31:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pencurian aki semeru, alat pantau semeru hilang, berita humor jawa timur, stasiun kopirejo malang, gunung semeru katarak, pencurian panel surya semeru, berita unik malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Gunung Semeru mungkin adalah salah satu gunung berapi paling disegani di Indonesia. Namun, sepertinya reputasi mengerikan itu sama sekali tidak berlaku di mata maling spesialis kearifan lokal. Pekan ini, Semeru terpaksa mengalami "katarak" mendadak setelah stasiun pemantauannya dibobol pencuri.</p>
<p>Bukannya mencuri motor atau kotak amal, komplotan pencuri misterius ini nekat menggondol peralatan vital di Stasiun Pemantauan Kopirejo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.</p>
<p>Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, barang yang raib bukan sekadar kabel putus. Sang maling sukses memboyong 12 buah aki (accumulator), sejumlah panel surya, hingga kabel grounding. Akibatnya, transmisi data sensor seismik yang memantau detak jantung Semeru langsung  blank alias mati total.</p>
<p>Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, motifnya mengundang tanda tanya besar bercampur keheranan warga. Mengangkut 12 aki dan panel surya turun dari stasiun pemantauan bukanlah pekerjaan ringan.</p>
<p>Kejadian ini diduga berlangsung senyap di malam hari atau saat kondisi stasiun sedang tidak dijaga ketat. Pelaku diperkirakan memotong kabel grounding  dan membongkar sistem kelistrikan panel surya dengan peralatan rapi. Mereka berhasil lolos membawa beban berat tanpa terdeteksi, seolah memiliki ilmu *halimun* atau mungkin dibantu 'penunggu' gunung yang sedang lengah.</p>
<p>Meski terdengar konyol dan mengundang tawa satir di warung kopi, hilangnya alat ini adalah masalah nyawa. Stasiun Kopirejo berfungsi krusial untuk mengirimkan data gempa vulkanik. Tanpa alat ini, peringatan dini awan panas guguran (APG) Semeru ke masyarakat bisa terlambat.</p>
<p>Kini, sementara polisi memburu pelaku, petugas pemantau gunung tampaknya harus kembali mengasah ilmu titen dan kebatinan ekstra. Bagi sang maling, jika peringatan ini sampai ke telinganya: kembalikan aki tersebut, sebelum Semeru sendiri yang turun tangan melakukan "razia" ke rumah Anda menggunakan awan panas.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Kediri Ingatkan SPPG Segera Urus SLHS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-ingatkan-sppg-segera-urus-slhs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-ingatkan-sppg-segera-urus-slhs</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengingatkan 
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Kediri yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk segera mengurus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb6b4496c14.webp" length="16514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 20:20:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, SPPG kota Kediri, MBG, MBG kota Kediri, wali kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI - </strong>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Kediri yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk segera mengurus. </p>
<p>Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri usai peristiwa dugaan keracunan menu MBG yang dialami puluhan siswa SD di Kota Kediri. </p>
<p>"Yang pertama, kemarin kita sudah rapat bersama. Kami beri batas waktu apabila nanti melewati batas waktu, bisa kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan," tegas Wali Kota termuda di Indonesia tersebut, Sabtu (25/4/2026).     </p>
<p>Wali Kota Kediri menuturkan SLHS sudah menjadi salah satu syarat mutlak bagi sebuah SPPG.</p>
<p>"Karena SLHS ini kan sudah jelas oleh keputusan BGN juga. Merupakan syarat utama, sehingga nantinya kami akan terus memantau SPPG yang belum memiliki SLHS," tambahnya. </p>
<p>Tokoh wanita yang akrab disapa Mbak Wali itu, menegaskan setiap SPPG dalam pengelolaan MBG telah memiliki standar operasional yang jelas dari BGN namun bukan berarti Pemkot Kediri akan lepas tangan.  </p>
<p>Pihaknya akan lebih ketat dalam memantau standar operasional yang diterapkan SPPG. </p>
<p>"Artinya SOP dari BGN kan sudah cukup jelas, tapi nanti akan kami tindaklanjuti lagi. Mungkin juga akan sering terjun ke lapangan untuk lebih memastikan kembali,apakah SPPG-SPPG lain ini sudah menerapkan SOP dari BGN secara tepat," jelasnya. </p>
<p>Mbak Wali menambahkan, apabila nanti ditemukan adanya SPPG yang tidak melaksanakan SOP dari BGN, hal tersebut akan disampaikan ke BGN. </p>
<p>"Dan apabila nantinya ternyata banyak sekali catatan, tentunya akan kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan," tegasnya lagi. </p>
<p>Sebelumnya ditemukan dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada siswa SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, dengan total 73 siswa. Dari uji lab yang dilakukan hasilnya ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli). </p>
<p>Lalu dari hasil survei kehigienisan ditemukan pula bahwa SPPG Tempurejo, yang mengelola MBG untuk tiga sekolah itu, belum melakukan uji organoleptik. Dimana hasil temuan ini langsung dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG Tempurejo sendiri ditutup sementara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian   </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi &amp;quot;Spiderman&amp;quot; di Tower Telekomunikasi, Batal Selamatkan Dunia Malah Bikin Macet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-spiderman-di-tower-telekomunikasi-batal-selamatkan-dunia-malah-bikin-macet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-spiderman-di-tower-telekomunikasi-batal-selamatkan-dunia-malah-bikin-macet</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria nekat memanjat tower telekomunikasi di Kwangsan, Sedati, Sidoarjo. Aksinya tak hanya mengundang petugas Damkar, tapi juga memicu kemacetan karena jadi tontonan warga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec20ec6bb7b.webp" length="96856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:04:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>panjat tower sidoarjo, pria manjat tower sedati, berita unik sidoarjo, damkar sidoarjo, kejadian lucu jawa timur, kwangsan sedati macet, berita humor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong>  — Warga Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, disuguhkan 'atraksi' gratis pada sore hari yang sibuk pada Rabu (22/4/2026). Seorang pria tanpa identitas dan tanpa alat pengaman nekat memanjat menara (tower) telekomunikasi, memicu kemacetan panjang di bawahnya.</p>
<p>Kejadian bermula ketika warga sekitar melihat ada siluet manusia yang terus naik menuju puncak tower. Awalnya, beberapa orang mengira pria tersebut adalah teknisi yang sedang membetulkan jaringan <em>provider</em>. Namun, kecurigaan muncul ketika menyadari pria itu memanjat tanpa helm proyek, tanpa sabuk pengaman, dan tanpa membawa tas perkakas.</p>
<p>"Dikirain mau benerin sinyal, Mas. Ternyata mungkin dia lagi cari ketenangan batin, tapi salah tempat," ujar salah seorang pengendara motor yang ikut berhenti di pinggir jalan.</p>
<p>Aksi nekat ala "Spider-Man" lokal ini sontak mengubah kawasan Kwangsan menjadi titik kumpul dadakan. Alih-alih menjauh, para pengendara yang melintas justru menerapkan prinsip pantang pulang sebelum <em>update status</em>. Ratusan pasang mata dan kamera <em>smartphone </em>tertuju ke atas, mengabadikan momen tersebut.</p>
<p>Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh. Kemacetan panjang ini seolah membuktikan sebuah teori sosial baru: rasa ingin tahu warga Sidoarjo ternyata jauh lebih tinggi daripada *tower* itu sendiri.</p>
<p><strong>Negosiasi Alot Berujung Damai </strong></p>
<p>Mendapat laporan adanya warga yang memanjat tower, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidoarjo segera meluncur ke lokasi. Proses evakuasi tidak dilakukan dengan alat berat saja, melainkan dengan teknik psikologi tingkat lanjut.<br>Petugas Damkar harus melakukan pendekatan persuasif dengan sangat hati-hati. </p>
<p>Setelah melalui proses perbincangan panjang pria tersebut akhirnya luluh dan bersedia dievakuasi turun dengan selamat.</p>
<p>Insiden ini pun ditutup dengan helaan napas lega dari warga dan petugas. Pria tersebut langsung diamankan untuk ditenangkan, sementara jalanan kembali diurai dari kemacetan.</p>
<p>Sebuah pengingat bagi kita semua: jika Anda butuh waktu sendiri untuk merenungi nasib, memanjat  tower provider  di jam pulang kerja bukanlah pilihan yang bijak. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Embarkasi Surabaya Berangkatkan 2.612 Jemaah Haji, Lima Kloter Diberangkatkan Hari Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/embarkasi-surabaya-berangkatkan-2612-jemaah-haji-lima-kloter-diberangkatkan-hari-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/embarkasi-surabaya-berangkatkan-2612-jemaah-haji-lima-kloter-diberangkatkan-hari-ini</guid>
<description><![CDATA[ Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan sebanyak 2.612 jemaah haji telah diberangkatkan 5 Kloter  menuju Tanah Suci hingga malam ini, Jumat (24/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb75ece367b.webp" length="86514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 23:18:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>total kumulatif jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya mencapai 2.612 orang.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan sebanyak 2.612 jemaah haji telah diberangkatkan menuju Tanah Suci hingga malam ini, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Haji Surabaya, As’adul Anam, menjelaskan bahwa pada hari ini terdapat lima kloter yang diberangkatkan, yakni Kloter 3 hingga Kloter 7. </p>
<p>Rinciannya adalah, Kloter 3 sebanyak 373 jemaah, Kloter 4 sebanyak 373 jemaah, Kloter 5 sebanyak 373 jemaah, Kloter 6 sebanyak 372 jemaah, dan Kloter 7 sebanyak 375 jemaah. </p>
<p>Jumlah tersebut merupakan akumulasi pemberangkatan dari sejumlah kelompok terbang (kloter) yang dilepas secara bertahap sejak awal operasional embarkasi.</p>
<p>Pemberangkatan dilakukan sesuai jadwal untuk memastikan kelancaran proses layanan dan perjalanan jemaah.</p>
<p>"Adapun total jemaah, yang telah diberangkatkan hingga hari sebelumnya tercatat sebanyak 746 orang,” ujar As’adul Anam.</p>
<p>Dengan tambahan lima kloter tersebut, tambahnya total kumulatif jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya mencapai 2.612 orang.</p>
<p>Dalam setiap kloter, jemaah didampingi oleh petugas yang bertugas memberikan pelayanan dan pendampingan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. </p>
<p>Hingga saat ini, disebutkan tercatat sebanyak 28 Petugas Kloter, 13 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 6 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang turut serta dalam rombongan.</p>
<p>PPIH Embarkasi Surabaya juga memastikan layanan inklusif bagi jemaah dengan kebutuhan khusus. </p>
<p>Dari total jemaah, lanjutnya yang telah diberangkatkan, sebanyak 196 orang merupakan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. </p>
<p>"Mereka mendapatkan pendampingan tambahan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses keberangkatan. Hingga laporan ini disampaikan, tidak terdapat jemaah yang wafat di Embarkasi Surabaya," terangnya.</p>
<p>PPIH menegaskan bahwa seluruh proses pemberangkatan berjalan dalam kondisi terkendali dengan dukungan layanan kesehatan dan operasional yang memadai.</p>
<p>"PPIH Embarkasi Surabaya mengimbau keluarga jemaah untuk terus memantau perkembangan melalui saluran informasi resmi serta mendoakan kelancaran ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci," tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KAI Daop 8 Intensifkan Cek Lintas, Antisipasi Gangguan Operasional Kereta Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kai-daop-8-intensifkan-cek-lintas-antisipasi-gangguan-operasional-kereta-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kai-daop-8-intensifkan-cek-lintas-antisipasi-gangguan-operasional-kereta-api</guid>
<description><![CDATA[ KAI Daop 8 Intensifkan Cek Lintas, Antisipasi Gangguan Operasional Kereta Api guna  memastikan kesiapan prasarana di tengah pengembangan jalur ganda (double track. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb7cab22dbb.webp" length="90162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 23:05:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>memastikan kesiapan prasarana di tengah pengembangan jalur ganda (double track)</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengintensifkan cek lintas di jalur rel sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan operasional kereta api, sekaligus memperkuat aspek keselamatan perjalanan. </p>
<p>Bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), kegiatan ini dilakukan melalui pemeriksaan langsung dengan berjalan kaki di lintas Stasiun Wonokromo hingga Stasiun Sepanjang, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memastikan kesiapan prasarana di tengah pengembangan jalur ganda (double track) yang tengah dikebut di kawasan Surabaya. </p>
<p>Pemeriksaan lapangan secara detail dinilai krusial untuk mendeteksi dini potensi kerusakan maupun hambatan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan cek lintas intensif dilakukan untuk menjamin seluruh infrastruktur dalam kondisi optimal dan aman dilalui.</p>
<p>“Cek lintas ini kami lakukan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi optimal sehingga mampu menunjang peningkatan kapasitas dan keselamatan perjalanan kereta api. Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Mahendro.</p>
<p>Ia menjelaskan, pengembangan jalur ganda tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi juga memperkuat keandalan operasional. Dengan lintas yang lebih siap dan terstandar, risiko keterlambatan akibat gangguan teknis dapat diminimalkan.</p>
<p>Dalam kegiatan bertema High Performing Team, Railway Safety tersebut, Executive Vice President Daop 8 Surabaya bersama jajaran manajemen dan tim BTP Kelas I Surabaya DJKA turun langsung menyusuri jalur secara menyeluruh. </p>
<p>Adapun pemeriksaan, sebutnya mencakup berbagai komponen vital, mulai dari rel, bantalan, penambat, wesel, bangunan hikmat, hingga perlintasan sebidang serta area sekitar jalur.</p>
<p>Selain memastikan kondisi fisik prasarana, tim juga melakukan pemantauan dan sterilisasi jalur dari potensi gangguan eksternal. </p>
<p>Langkah ini, tambahnya penting untuk mendukung kelancaran proyek jalur ganda sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api di lintas padat tersebut.</p>
<p>Mahendro menambahkan, metode cek lintas dengan berjalan kaki memberikan keunggulan dalam akurasi pengamatan.</p>
<p>“Metode ini memungkinkan kami melihat langsung kondisi detail di lapangan, termasuk potensi risiko yang tidak selalu terdeteksi melalui pemantauan biasa,” katanya.</p>
<p>Menurut dia, keberhasilan menjaga keselamatan operasional tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga sinergi lintas instansi serta kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan di sekitar jalur rel.</p>
<p>Sejalan dengan pengembangan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya turut melakukan penataan infrastruktur pendukung di kawasan Stasiun Wonokromo. </p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan pihaknya akan melakukan pengaspalan dan pelebaran Jalan Stasiun Wonokromo untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mengembalikan fungsi jalan secara optimal.</p>
<p>Di sisi lain, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. </p>
<p>Menurutnya, partisipasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan lancar.</p>
<p>Melalui kolaborasi antara KAI, DJKA, dan pemerintah daerah, upaya intensifikasi cek lintas ini diharapkan mampu memperkuat keandalan operasional kereta api sekaligus mendukung percepatan pengembangan jalur ganda. </p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan di wilayah Surabaya dan sekitarnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditemukan Bakteri E. coli di Menu MBG, SPPG Tempurejo Kota Kediri Ditutup Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditemukan-bakteri-ecoli-di-menu-mbg-sppg-tempurejo-ditutup-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditemukan-bakteri-ecoli-di-menu-mbg-sppg-tempurejo-ditutup-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan tersebut dilakukan usai ditemukan adanya pelanggaran standar operasional (SOP) di SPPG tersebut, yang diduga mengakibatkan puluhan siswa dari 3 SD tersebut mengalami keracunan pada Rabu, 22 April lalu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb6b48d50b3.webp" length="13948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 22:01:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>MBG, MBG Kota Kediri, SPPG, SPPG kota Kediri, keracunan mbg, keracunan menu MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo, yang mengelola dan mendistribusikan menu makanan bergizi gratis untuk para siswa di SD Ketami 1, SD Ketami 2 serta Tempurejo 1 sementara ditutup.</p>
<p>Penutupan tersebut dilakukan usai ditemukan adanya pelanggaran standar operasional (SOP) di SPPG tersebut, yang diduga mengakibatkan puluhan siswa dari 3 SD tersebut mengalami keracunan pada Rabu, 22 April lalu. </p>
<p>"Kalau berdasarkan investigasi yang tadi dilakukan di sana untuk konfirmasi terkait kejadian ini, ada beberapa SOP yang dilanggar," ungkap Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri Armeityansyah Wahyudi Putra, Jumat (24/4/2026). </p>
<p>Menurut Armeityansyah, ada dua prosedur yang terindikasi dilanggar oleh SPPG Tempurejo.</p>
<p>"Salah satunya waktu pemasakan harusnya dilakukan di jam 2. Tapi tadi setelah dikonfirmasi ternyata lebih awal dari itu. Untuk lebih lanjutnya masih tetap didalami," ungkapnya. </p>
<p>Sementara pelanggaran lain adalah terkait uji organoleptik yang mencakup aroma, rasa, warna, dan kebersihan makanan.</p>
<p>Menurutnya uji organoleptik, seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima, namun dari hasil investigasi diketahui ada tahapan yang terlewat.</p>
<p>"Untuk SPPG ini sepertinya terlewat. Jadi setelah makanan jadi sebelum diporsi itu harusnya ada uji organoleptik, kemudian sebelum dikirimkan itu ada lagi, ketika diantarkan di titik pengantaran itu ada lagi. Ini (SPPG Tempurejo) baru ketika makanan jadi di uji organoleptik. Jadi selanjutnya ada yang kelewat," ungkapnya. </p>
<p>Penutupan sementara sendiri, menurutnya, dilakukan sampai ada surat dari Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p>"Yang pasti dari BGN sendiri ketika memang ada kejadian seperti ini pasti akan ditutup dulu sementara," tegasnya. </p>
<p>Sementara itu, untuk pemenuhan MBG di tiga sekolah tadi untuk sementara dialihkan ke SPPG yang lain. </p>
<p>"Kalau yang sudah terjadi selama ini dialihkan ke SPPG lain. Jadi supaya tidak berhenti untuk mendapatkan manfaatnya. Tapi kalau untuk dialihkannya ke siapa nanti kita konfirmasi lagi," pungkasnya. </p>
<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.</p>
<p>“Kami mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan para korban,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa langkah lanjutan akan diambil apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum. “Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan Menu MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-sd-di-kota-kediri-diduga-keracunan-menu-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-sd-di-kota-kediri-diduga-keracunan-menu-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala dan diare usai menyantap hidangan MBG pada Rabu, 22 April lalu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb6b4496c14.webp" length="16514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 21:45:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>MBG, MBG Kota Kediri, SPPG, SPPG kota Kediri, keracunan mbg, keracunan menu MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP -</strong> Puluhan siswa di Kota Kediri mengalami keracunan, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). Hal tersebut dialami siswa di tiga sekolah dasar yakni 53 siswa di SD Ketami 2, 11 siswa di SD Ketami 1 dan 5 orang siswa di SD Ketami 1. </p>
<p>Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala dan diare usai menyantap hidangan MBG pada Rabu, 22 April lalu. </p>
<p>"Siswa SD Ketami 1, Ketami 2, dan Tempurjo 1. Ada beberapa anak yang mengalami keracunan, kemudian kepala sekolah SD Ketami 2, melaporkan secara resmi kejadian keracanan MBG ini ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri," ujar Sekretaris Satgas MBG Kota Kediri Ferry Djatmiko, Jumat (24/04/2026). </p>
<p>Menurut Ferry, usai mendapatkan laporan tersebut, pihak Dinkes Kota Kediri langsung mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya, dari sampel yang diambil ditemukan adanya bakteri E. coli. </p>
<p>"Sehingga Dinkes Kota Kediri langsung mengambil sampel. Kemudian dari hasil sampel itu memang ditemukan ada bakteri E. coli," tambah Ferry. </p>
<p>Menurut Ferry, dari puluhan siswa tadi tidak ada yang sampai dirawat di fasilitas kesehatan. Para siswa juga sudah masuk sekolah kembali. Pihak Puskesmas juga melakukan jemput bola dengan melakukan pemeriksaan di sekolah.</p>
<p>"Tapi semuanya sudah masuk. Puskesmas juga tidak ada," ungkapnya. </p>
<p>Sementara itu, menu MBG di ketiga sekolah tadi diketahui dikelola oleh SPPG Tempurejo. Menu yang disajikan terdiri dari roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak-arik, sup kacang merah dan kentang, serta buah kelengkeng. Sedangkan sampel yang diuji berasal dari satu porsi makanan yang didistribusikan kepada siswa di hari tersebut. </p>
<p>Ferry Djatmiko menuturkan pihak Pemkot Kediri, dalam hal ini Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan peristiwa tersebut. </p>
<p>Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh.</p>
<p>“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ritual Ulur&amp;Ulur di Telaga Buret, Tradisi Syukur yang Terus Dijaga Warga Campurdarat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ritual-ulur-ulur-di-telaga-buret-tradisi-syukur-yang-terus-dijaga-warga-campurdarat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ritual-ulur-ulur-di-telaga-buret-tradisi-syukur-yang-terus-dijaga-warga-campurdarat</guid>
<description><![CDATA[ Istilah “ulur-ulur” sendiri memiliki makna memberi atau mengasihi, yang diwujudkan melalui tradisi membawa makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb438c12f2e.webp" length="58220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:17:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ulur ulur, telaga buret, desa sawo kecamatan campurdarat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana khidmat berpadu dengan nuansa budaya terasa kuat di kawasan Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Jumat (24/4/2026) pagi. Masyarakat dari empat desa menggelar upacara adat Ulur-Ulur, sebuah tradisi turun-temurun sebagai wujud rasa syukur atas limpahan air telaga yang menjadi sumber kehidupan.</p>
<p>Ritual diawali dengan kirab budaya dan arak-arakan sesaji dari pusat desa menuju telaga. Warga dari Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping berjalan bersama, membawa aneka hasil bumi dan makanan tradisional. Prosesi ini juga diikuti oleh sesepuh Tirta Mulya yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai tradisi.</p>
<p>Setibanya di area telaga, rangkaian ritual dilanjutkan dengan ziarah serta siraman pada patung Joko Sedono dan Dewi Sri, yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Patung-patung tersebut dihias, diberi minyak wangi, disisir, hingga dipasangi mahkota janur sebagai bagian dari prosesi sakral.</p>
<p>Tokoh masyarakat setempat, Pamuji, menjelaskan bahwa tradisi Ulur-Ulur telah ada sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan hingga kini.</p>
<p>“Ini upacara adat sejak nenek moyang dulu, Mas. Diadakan sebagai tanda bersyukur atas air yang keluar dari telaga ini, yang mengalir ke sawah dan membantu masyarakat menggarap lahan hingga menghasilkan tanaman,” ujar Pamuji.</p>
<p>Ia menambahkan, manfaat air Telaga Buret tidak hanya dirasakan oleh para petani, tetapi juga pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>“Yang menggunakan air ini bukan petani saja, pengusaha pun juga memanfaatkan air dari telaga ini. Ada empat desa yang bergantung, yaitu Ngentrong, Sawo, Gedangan, dan Gamping,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Pamuji, istilah “ulur-ulur” sendiri memiliki makna memberi atau mengasihi, yang diwujudkan melalui tradisi membawa makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.</p>
<p>Tradisi ini juga tidak lepas dari cerita leluhur yang berkembang di masyarakat. Konon, di kawasan telaga pernah ada seorang pertapa bernama Jigangjoyo yang berasal dari Mataram. Ia dipercaya sebagai sosok yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya keberadaan Dewi Sri dan Joko Sedono sebagai simbol kesuburan.</p>
<p>“Dulu sempat dipercaya kalau Dewi Sri dan Joko Sedono meninggalkan desa, sehingga terjadi paceklik. Lalu oleh pertapa itu disarankan untuk ‘dipulangkan’ kembali melalui ritual, dimandikan atau dijamas. Setelah itu, air telaga kembali melimpah dan sawah menjadi subur lagi,” tutur Pamuji.</p>
<p>Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, masyarakat juga menaruh harapan besar agar tradisi ini tetap terjaga di masa mendatang, seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan Telaga Buret.</p>
<p>“Harapannya tradisi ini tidak punah. Ini budaya yang harus terus dibudayakan. Lingkungan telaga juga harus dijaga, direboisasi supaya lebih rindang dan sumber airnya tetap terjaga,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Hino Terjun ke Jurang di Jalur Batu–Karangploso, Diduga Gagal Menanjak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-hino-terjun-ke-jurang-di-jalur-batukarangploso-diduga-gagal-menanjak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-hino-terjun-ke-jurang-di-jalur-batukarangploso-diduga-gagal-menanjak</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan faktor kelalaian dan kurangnya penguasaan kendaraan menjadi pemicu utama insiden, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk lebih berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan serta teknik berkendara tetap optimal guna mencegah risiko kecelakaan serupa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb45ce11685.webp" length="132474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:03:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Jurang Susuh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Giripurno, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah truk Hino dengan nomor polisi N 382 UA dilaporkan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 4 meter setelah diduga gagal menanjak.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Kamis (24/4/2026) kendaraan tersebut dikemudikan oleh Cahyo Mulyohusodo (22), warga Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat kejadian, truk melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang di ruas jalan menanjak.</p>
<p>"Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kurang mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi tanjakan. Kendaraan diduga tidak kuat menanjak sehingga hilang kendali dan masuk ke jurang,” ujarnya.</p>
<p>Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material mencapai Rp5 juta.</p>
<p>Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Batu yang dipimpin IPDA Agus Atang Wibowo bersama anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Salah satu saksi di lokasi, Slamet (50), warga setempat, turut memberikan informasi terkait kejadian tersebut.</p>
<p>"Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Faktor manusia diduga menjadi penyebab utama kecelakaan, sementara faktor kendaraan, kondisi jalan, dan cuaca dinyatakan tidak berpengaruh dalam insiden tersebut," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemilik Showroom Motor Bang Jago di Kencong Jember Nyaris Tertipu Uang Palsu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemilik-showroom-motor-bang-jago-di-kencong-jember-nyaris-tertipu-uang-palsu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemilik-showroom-motor-bang-jago-di-kencong-jember-nyaris-tertipu-uang-palsu</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb3536d7dcb.webp" length="66128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 17:45:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>jember, peristiwa, upal, sidoarjo, kencong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="247"><strong data-start="0" data-end="15">JEMBER, SJP</strong> – Seorang pemilik showroom motor bekas di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, nyaris menjadi korban penipuan menggunakan uang palsu. Beruntung, aksi pelaku berhasil digagalkan setelah korban curiga saat menghitung uang pembayaran.</p>
<p data-start="249" data-end="455">Pemilik showroom, Hasan (45), warga Kecamatan Kencong yang akrab disapa Bang Jago, menceritakan kejadian tersebut terjadi di tempat usahanya di Jalan Raya Tanggul, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.</p>
<p data-start="457" data-end="740">Menurut Hasan, awalnya seorang pria yang mengaku berasal dari Kecamatan Ambulu datang ke showroom dengan maksud membeli sepeda motor. Pelaku sempat melihat-lihat beberapa unit sebelum akhirnya tertarik pada motor Ninja 4 tak berwarna hitam miliknya yang ditawarkan seharga Rp22 juta.</p>
<p>"Tadi ada bapak-bapak mengaku dari Kecamatan Ambulu hendak beli motor ditempat kami. Setelah dia melihat berbagai merk motor dan tidak selang beberapa lama yang bersangkutan tersebut cocok dengan motor ninja 4 tak milik saya dengan harga Rp22 juta," kata Hasan, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Namun, sebelum diperbolehkan melakukan uji coba, Hasan meminta pelaku untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu. Pelaku kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp2,6 juta. Saat proses penghitungan berlangsung, Hasan mulai merasa curiga karena menemukan sejumlah uang yang diduga palsu.</p>
<p>"Sambil saya hitung uang tersebut, tiba-tiba saya curiga, kok ada uang palsu. Yang bersangkutan langsung saya tahan dan polisi datang," ungkap Hasan.</p>
<p data-start="1102" data-end="1269">Lebih lanjut Hasan menjelaskan, modus pelaku terbilang rapi. Uang asli sebesar Rp2,6 juta diletakkan di bagian atas, sementara sisanya Rp900 ribu merupakan uang palsu.</p>
<p data-start="1271" data-end="1444">"Pintar pelaku ini, jadi uang asli di taruh atas untuk menjepit yang palsu. Kalau saya tidak teliti tadi motor saya raib dan saya harus merugi puluhan juta rupiah," ucapnya.</p>
<p data-start="1446" data-end="1692">Dari kejadian tersebut, menurut sumber di lokasi, pelaku mengaku berasal dari Kecamatan Ambulu. Namun tak lama kemudian, Kanit Intelkam Polsek Kencong Aipda Eko Budi Maskur yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku dan sempat menanyainya.</p>
<p data-start="1694" data-end="1937">"Tadi pelaku naik bus pak pakai Jumper warna merah pakai helm. Tadi yang pelaku hampir jadi bulan bulanan warga. Beruntung ada pak Eko datang dan diamankan. Pelaku kalau tidak salah saya dengan tadi asli Sidoarjo bernama Misdi," ungkap sumber. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1694" data-end="1937"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>As Roda Patah, Truk Mundur dan Tabrak Pemotor di Dau Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/as-roda-patah-truk-mundur-dan-tabrak-pemotor-di-dau-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/as-roda-patah-truk-mundur-dan-tabrak-pemotor-di-dau-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan ini melibatkan unit dump truck Hino bernomor polisi (nopol) N 9330 EC dengan sepeda motor Honda CB150R bernopol W 4973 NHD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eaea722afbe.webp" length="94964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 13:37:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kecelakaan malang, laka dau, truk mundur, satlantas polres malang, kronologi laka, dau malang, kecelakaan pagi, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Locari RT 04/RW 03, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (23/4/2026) pagi.</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dan laporannya diterima petugas pada pukul 10.30 WIB. </p>
<p>Kecelakaan ini melibatkan unit dump truck Hino bernomor polisi (nopol) N 9330 EC dengan sepeda motor Honda CB150R bernopol W 4973 NHD.</p>
<p>Dalam laporan resminya, Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat dump truck yang dikemudikan Dwiono melaju dari arah timur ke barat.</p>
<p>Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menanjak, kendaraan tersebut mengalami patah as roda belakang. Kondisi itu membuat dump truck tidak mampu melaju dan justru bergerak mundur.</p>
<p>Pada saat bersamaan, dari arah yang sama di belakang truk, melaju sepeda motor Honda CB150R yang dikendarai Ibra Setiawan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.</p>
<p>"Diduga pengemudi dump truck kurang bisa menguasai keadaan saat kendaraan mengalami gangguan teknis," urai AKP Muhammad Alif Chelvin, Rabu (23/4/2026).</p>
<p>Benturan terjadi pada bagian depan sepeda motor dengan bagian belakang dump truck yang bergerak mundur. </p>
<p>Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka pada kaki kanan dan langsung dilarikan ke RS Karsa Husada untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>Selain korban luka, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp1.000.000.</p>
<p>Berdasarkan laporan tersebut, faktor yang memengaruhi kecelakaan meliputi faktor manusia yakni dugaan kurangnya kemampuan pengemudi dalam menguasai kendaraan, serta faktor kendaraan berupa patahnya as roda belakang dump truck. </p>
<p>Sementara itu, faktor cuaca tidak berpengaruh pada kondisi jalan yang berupa tanjakan tersebut.</p>
<p>Petugas dari Unit Gakkum Singosari Satlantas Polres Malang yang mendatangi lokasi langsung melakukan tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, hingga mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, menyebut pihaknya masih mendalami asal dump truck yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.</p>
<p>"Masih belum kami tanyakan," jelasnya singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu di Madura Borong Emas Rp1 Miliar Cash, Meja Toko Ikut Deg&amp;degan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-madura-borong-emas-1-miliar-cash-viral</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-madura-borong-emas-1-miliar-cash-viral</guid>
<description><![CDATA[ Aksi seorang ibu di Sampang, Madura, membeli emas senilai Rp1 miliar secara tunai viral di media sosial. Netizen menyebutnya “sultan asli” karena transaksi fantastis tanpa cicilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eabb6f6cee1.webp" length="94708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 08:13:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>ibu madura beli emas, emas 1 miliar cash, viral madura, sultan asli, toko emas sampang, investasi emas, budaya emas madura, video viral tiktok emas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMPANG, SJP</strong> - Aksi seorang ibu di Sampang, Madura, sukses bikin dua hal bergetar bersamaan: meja toko emas dan mental netizen. Bagaimana tidak, ia datang bukan sekadar belanja. Juga 'pameran uang tunai” senilai sekitar Rp1 miliar.</p>
<p>Dalam video yang viral di TikTok dan Instagram, sang ibu tampak santai seperti hendak beli gula di warung. Bedanya, yang dikeluarkan bukan uang receh, melainkan tumpukan pecahan yang cukup untuk bikin mesin penghitung uang bekerja lembur.</p>
<p>Pemilik toko emas pun disebut sempat kaget. Wajar saja. Biasanya pelanggan datang bawa dompet, ini datang bawa seabreg lembaran seratus ribu rupiah.</p>
<p>Yang dibeli pun tak kalah epik: kalung emas sepanjang kurang lebih satu meter. Panjangnya hampir bisa jadi “meteran kehidupan,” sementara harganya mendekati Rp1 miliar.</p>
<p>Netizen langsung menyerbu kolom komentar dengan reaksi yang campur aduk antara kagum, iri, dan refleksi diri.</p>
<p>“Ini baru sultan, belanja tanpa kode OTP,” tulis salah satu warganet.<br>“Kalau saya lihat uang segitu, mungkin saya bukan gemetar lagi, tapi langsung merenung tentang arti hidup,” komentar lainnya.</p>
<p>Fenomena ini juga jadi pengingat bahwa di Madura, emas bukan sekadar perhiasan. Ia adalah simbol status, tabungan, bahkan bisa jadi “rekening yang bisa dipakai ke pesta.”</p>
<p>Di tengah tren investasi digital yang serba klik dan geser layar, aksi ini seperti mesin waktu yang mengingatkan satu hal: kadang, definisi kekayaan paling sederhana adalah… bisa memenuhi meja dengan uang tunai tanpa perlu filter Instagram. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria di Kediri Akhiri Hidup dengan Cara Tragis, Diduga Akibat Depresi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-di-kediri-akhiri-hidup-dengan-cara-tragis-diduga-akibat-depresi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-di-kediri-akhiri-hidup-dengan-cara-tragis-diduga-akibat-depresi</guid>
<description><![CDATA[ Pria itu, yang diketahui bernama AM tiba-tiba memasukkan tubuhnya ke bawah kolong truk  tangki BBM yang tengah melaju. Sopir truk yang diduga  tidak mengetahui AM berbaring di jalur roda sebelah kanan terus melaju pelan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea2ae86add5.webp" length="24682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 23:15:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan, bunuh diri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KEDIRI, SJP - Insiden tragis terjadi di depan SMPN 1 Mojo Kabupaten Kediri, Kamis (23/4/2026) siang. </p>
<p>Sekitar pukul 13.30, di tengah hiruk pikuk anak-anak yang hendak pulang sekolah, seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang memprihatinkan. </p>
<p>Pria itu, yang diketahui bernama AM tiba-tiba memasukkan tubuhnya ke bawah kolong truk tangki BBM yang tengah melaju. Sopir truk yang diduga tidak mengetahui AM berbaring di jalur roda sebelah kanan terus melaju pelan. </p>
<p>Alhasil meski pelan, tubuh AM tetap terlindas roda kanan truk. Laju truk tangki yang dikemudikan KS, warga Blitar tersebut baru terhenti, hanya beberapa saat usai melewati tubuh malang AM. </p>
<p>Dari video yang beredar di sosial media, tampak AM tanpa aba-aba dari siapapun langsung berbaring dengan posisi tengkurap.</p>
<p>Polisi yang mendapat laporan, langsung mendatangi tempat kejadian serta melakukan olah TKP. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah AM ke RS Bhayangkara Kediri. </p>
<p>Tekanan mental akibat ditinggal salah satu anggota keluarga diduga sebagai penyebab AM nekat melakukan aksi nekatnya itu. </p>
<p>Ibu dari Warga Dusun Tempursari, Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tersebut, tutup usia pada 2023 lalu.</p>
<p>"Almarhum berdasarkan informasi dari anggota, mengalami depresi, setelah ibunya meninggal pada tahun 2023," ungkap Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan. </p>
<p>Pria kelahiran tahun 1997 itu, sebelumnya sempat tinggal di Mojoroto, dan kemudian tinggal di Desa Sukoanyar beberapa waktu belakangan.</p>
<p>"Memang depresi masalah itu (kehilangan keluarga). Bukan masalah ekonomi," tambah Kapolsek Mojo. </p>
<p>Sehari-hari AM mendapat pengawasan ketat dari keluarganya.</p>
<p>"Beberapa hari ini ditunggu istrinya terus. Tapi hari ini pengawasan lengah, dan dia (AM) keluar," jelas Iptu Mahmud lagi. </p>
<p>Peristiwa ini saat ini tengah ditangani oleh Satlantas Polres Kediri Kota.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Identitas Ditemukan, Polisi Dalami Penyebab Kematian Pemuda Lumajang di Jembatan Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/identitas-ditemukan-polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-lumajang-di-jembatan-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/identitas-ditemukan-polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-lumajang-di-jembatan-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan medis serta pendalaman lebih lanjut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9dc5697541.webp" length="79238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bunuh Diri, Cangar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan jenazah pria di bawah Jembatan Kembar Cangar, Kota Batu, yang terjadi pada Kamis (23/4/2026) pagi. Korban diketahui berinisial DPW (24), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, Joko Suprianto pada Kamis (23/4/2026) mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dengan fokus pada pengumpulan bukti di lokasi kejadian serta keterangan dari sejumlah pihak.</p>
<p>“Sempat terpantau kamera pengawas jalan, korban diduga melintas menggunakan motor berjenis Vixion berwarna putih Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan jenazah di Jembatan Cangar,” ujarnya.</p>
<p>Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga berupaya menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk menyusun kronologi yang utuh terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>Jenazah korban sebelumnya telah dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas Tahura Raden Soerjo, Basarnas, relawan, serta PMI Kota Batu. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata untuk proses identifikasi lanjutan dan pemeriksaan medis.</p>
<p>“Untuk penyebab kematian, kami masih melakukan pendalaman. polisi juga membuka kemungkinan untuk memeriksa barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi, termasuk dugaan barang milik korban di atas jembata," imbuhnya.</p>
<p>Langkah ini dinilai penting untuk memastikan apakah ada unsur lain di balik peristiwa tersebut atau murni kejadian tunggal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Surabaya pada Mei 2026, Warga Diminta Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bmkg-peringatkan-banjir-rob-surabaya-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bmkg-peringatkan-banjir-rob-surabaya-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ BMKG memprediksi banjir rob kembali terjadi di Surabaya pada Mei 2026. Warga pesisir diimbau waspada terhadap dampak genangan air laut yang mengganggu aktivitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9dc07693af.webp" length="35812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:45:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>banjir rob Surabaya, BMKG Surabaya, banjir rob Mei 2026, Kalimas Kalianak, cuaca Surabaya, peristiwa Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir di Kota Surabaya dan diperkirakan akan terjadi lagi pada Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena tersebut.</p>
<p>Hingga Rabu (22/4/2026), genangan air laut masih terpantau di kawasan Jalan Kalimas dan Jalan Kalianak. Fenomena ini diketahui kerap terjadi secara berulang di wilayah pesisir Surabaya.</p>
<p>Berdasarkan data BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian air di kawasan Jalan Kalimas mencapai sekitar 25 sentimeter. Sementara di kawasan Kalianak, genangan air tercatat mencapai 15 sentimeter, termasuk yang menggenangi permukiman warga.</p>
<p>Dampak banjir rob dirasakan langsung oleh masyarakat. Di kawasan Kalimas, aktivitas bongkar muat di pelabuhan terganggu. Sedangkan di Kalianak, aktivitas tambak garam dan sektor perikanan juga ikut terdampak.</p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh fenomena fase bulan baru dan perigee yang menyebabkan peningkatan ketinggian air laut maksimum.</p>
<p>“Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Banjir rob sering terjadi saat awal bulan dan saat bulan purnama. Warga dan pengendara diimbau tetap waspada, terutama saat melintas di wilayah tergenang karena air rob bersifat korosif,” ujar Sutarno kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>BMKG memprediksi banjir rob serupa berpotensi kembali terjadi pada Mei 2026, khususnya pada siang hari. Fenomena ini umumnya muncul saat awal bulan dan fase bulan purnama.</p>
<p>Masyarakat di wilayah pesisir diharapkan lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat kondisi air laut sedang mengalami pasang maksimum.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>45 ASN di Jombang Ajukan Cuti Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/45-asn-di-jombang-ajukan-cuti-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/45-asn-di-jombang-ajukan-cuti-haji</guid>
<description><![CDATA[ Pengajuan izin tersebut telah diproses sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d7f7415b3.webp" length="73286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Cuti Haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Sebanyak 45 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang resmi mengajukan cuti untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Pengajuan izin tersebut telah diproses sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku.</p>
<p>Kepala Bidang Kinerja, Pembinaan, dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM Jombang, Chris Maya Rinelda, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima berkas pengajuan cuti haji dari puluhan pegawai. Berdasarkan data yang masuk, total terdapat 45 ASN yang akan berangkat ke Tanah Suci, dengan rincian 38 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 7 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).</p>
<p>"Sampai saat ini yang sudah masuk ke kami ada 38 PNS dan 7 PPPK, total 45 ASN," ujar Chris Maya Rinelda kepada wartawan di Jombang, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Chris menjelaskan, seluruh proses pengajuan cuti haji tersebut telah memenuhi prosedur dan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 serta pembaruannya dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Cuti bagi PNS.</p>
<p>Menurutnya, cuti haji merupakan hak bagi ASN yang wajib difasilitasi sepanjang persyaratan administrasi terpenuhi. Pihaknya memastikan bahwa pemberian izin ini tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik. BKPSDM telah mengimbau setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penyesuaian pembagian tugas selama pegawai yang bersangkutan menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>"Seluruhnya sudah mengajukan sesuai aturan yang berlaku. Kami juga meminta instansi terkait mengatur pembagian tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan bahwa total Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jombang mencapai 1.267 orang. Mereka akan terbagi dalam kloter 60, 61, 62, dan 63 dan dijadwalkan mulai bertolak menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Juanda Surabaya pada 6 hingga 7 Mei 2026.</p>
<p>Terkait jemaah cadangan, Ilham menambahkan bahwa peluang pemberangkatan masih terbuka jika terdapat kekosongan kuota dari daerah lain akibat adanya jemaah yang mengundurkan diri. "Jika ada kekosongan di daerah lain, kemungkinan bisa diisi oleh jemaah dari sini," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Perumahan Satya Grand City Adukan Pengembang ke DPRD Gresik Terkait Fasum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-perumahan-satya-grand-city-adukan-pengembang-ke-dprd-gresik-terkait-fasum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-perumahan-satya-grand-city-adukan-pengembang-ke-dprd-gresik-terkait-fasum</guid>
<description><![CDATA[ Warga merasa tertipu oleh janji dalam brosur penjualan sehingga melaporkan kondisi tersebut ke Kantor DPRD Kabupaten Gresik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d0b07046d.webp" length="61738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 16:37:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, perumahan Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Warga perumahan Satya Grand City, Kedanyang, Kabupaten Gresik, mengeluhkan ketiadaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) seperti masjid, pujasera, hingga kolam renang (waterboom) yang dijanjikan pada awal pembelian. </p>
<p>Warga merasa tertipu oleh janji dalam brosur penjualan sehingga melaporkan kondisi tersebut ke Kantor DPRD Kabupaten Gresik.</p>
<p>Salah satu pemilik rumah di perumahan Satya Grand City Kedanyang, Eki Iskandar, menjelaskan bahwa dirinya telah membeli unit rumah sejak tahun 2015. </p>
<p>Ia menyebutkan, dalam brosur penjualan dijanjikan sejumlah fasilitas umum seperti masjid, area kuliner, dan waterboom.</p>
<p>"Saya menempati (rumah) tahun 2020 dan fasilitas itu belum terbangun. Kami pernah bersurat ke pengembang lama dan melakukan pertemuan. Namun, pihak pengembang hanya memberikan janji," kata Eki, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Eki menyampaikan, warga sudah berulang kali melakukan aksi hingga mediasi untuk mempertanyakan tindak lanjut pembangunan fasilitas umum perumahan tersebut. </p>
<p>Meskipun aksi dan mediasi sudah didampingi pihak kecamatan hingga pemerintah daerah, keluhan tersebut tidak diindahkan oleh pihak pengembang.</p>
<p>Pengembang perumahan hanya menyampaikan janji yang hingga saat ini belum terealisasi. Dalam aduan ke Kantor DPRD Gresik, warga juga menuntut kejelasan sejumlah sertifikat rumah yang diduga digadaikan oleh pihak pengembang.</p>
<p>"Tuntutan dalam hal ini terkait tiga sertifikat milik warga yang masih digadaikan pengembang, lalu legalitas tanah makam, dan pembangunan masjid. Selama ini warga beribadah menggunakan rumah pinjaman milik salah satu warga," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Energi Multi Sarana, Taufik Kurniawan, mengaku telah menjadi pengembang baru atau pengganti sejak tahun 2025.</p>
<p>Ia menyatakan telah berupaya menjalin komunikasi dan memberikan solusi kepada warga terkait ketersediaan PSU.</p>
<p>"Permasalahan sebelumnya juga menjadi kendala bagi kami. Untuk masjid, bulan depan kami berencana melakukan groundbreaking. Untuk makam, ada kendala Lahan Sawah Dilindungi (LSD), jadi kami tidak bisa langsung memecah sertifikat dan harus dilakukan pengurusan ke pihak terkait," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Hebat di Pasar Baru Tuban, 41 Lapak Pedagang Ludes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-pasar-baru-tuban-41-lapak-pedagang-ludes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-pasar-baru-tuban-41-lapak-pedagang-ludes</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran hebat melanda Pasar Baru Tuban, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026) dini hari. Sebanyak 40 lapak pedagang ludes terbakar, sementara petugas masih melakukan pembasahan di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bd3c8a05b.webp" length="10864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:20:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran Tuban, Pasar Baru Tuban, lapak terbakar, kebakaran pasar, Damkar Tuban, berita Tuban hari ini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TUBAN, SJP - </strong>Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Baru Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 41 lapak pedagang dilaporkan hangus terbakar.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, api mulai terlihat membesar sekitar pukul 03.40 WIB. Sumber api diduga berasal dari area depan musala pasar yang menjadi lokasi para pedagang gerabah.</p>
<p>Nuril, seorang warga sekitar menceritakan mulanya yang terbakar hanya beberapa kios, kemudian menjalar ke bangunan lainnya. Tim pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi setelah kebakaran membesar.</p>
<p>"Tim pemadam kebakaran agak telat datangnya. Pertama datang satu mobil damkar yang kecil dan sekarang sudah banyak mobil damkar yang datang," ujarnya.</p>
<p>Kobaran api dengan cepat merambat dan sempat menimbulkan kepanikan warga, khususnya mereka yang tinggal di sisi barat pasar. Bangunan lapak yang didominasi material bata tembok dan atap galvalum tidak mampu menahan cepatnya penyebaran api.</p>
<p>Tercatat, 41 lapak milik sekitar 15 pedagang terdampak langsung dalam kebakaran tersebut.</p>
<p>Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji menyangkal tudingan damkar telat sampai di lokasi kebakaran.</p>
<p>"Kami dapat laporan dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran di Pasar Baru Tuban sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak sampai 5 menit kami datang ke lokasi dan kami padamkan," ujarnya.</p>
<p>Hingga pukul 05.12 WIB, petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih berada di lokasi untuk melakukan proses pembasahan. Meski api telah mulai terkendali dan tidak sebesar saat awal kejadian, armada pemadam tambahan masih terus berdatangan.</p>
<p>Dari pantauan video di lokasi, arus lalu lintas di sekitar Pasar Baru Tuban sempat mengalami ketersendatan. Hal ini dipicu oleh banyaknya warga yang memadati area kejadian serta aktivitas kendaraan pemadam yang keluar masuk lokasi.</p>
<p>Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihak Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pemicu kebakaran tersebut.</p>
<p></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Cangar Memakan Korban Jiwa Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-memakan-korban-jiwa-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-memakan-korban-jiwa-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, penemuan mayat pria di bawah Jembatan Kembar Cangar masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Sejumlah temuan awal, termasuk adanya barang yang diduga milik korban di atas jembatan, menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kronologi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bd73a2aff.webp" length="39702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 13:35:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bunuh Diri, Cangar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Setelah sebelumnya jembatan cangar digegerkan dengan dugaan bunuh diri dari MMA warga Trowulan Mojokerto pada 31 Maret 2026 lalu yang melompat dari ketinggian kurang lebih 30-40 meter, Pada Kamis (23/4/2026) kembali ditemukan jenazah pria di bawah jembatan cangar dengan pola yang hampir sama.</p>
<p>Kapolsek Bumiaji Anton Hendri Subagijo menguraikan bahwa korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area bawah jembatan dengan sejumlah barang diduga milik korban justru ditemukan berada di atas jembatan.</p>
<p>"Untuk barang-barang yang ditinggalkan berupa sandal dan satu unit sepeda motor. Temuan ini memperkuat dugaan awal bahwa korban berada di atas jembatan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di bawahnya," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebut pihak kepolisian menerima informasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung dengan fokus pada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan dari saksi di sekitar lokasi.</p>
<p>Dengan kembali ditemukannya korban di lokasi yang sama dan adanya indikasi barang pribadi tertinggal di atas jembatan, aparat kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya kesamaan pola dengan kejadian sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut.</p>
<p>"Untuk kronologi dan identitas akan segera kami beritahukan apabila informasi yang dikumpulkan sudah lengkap," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu Relawan PMI Kota Batu Dodik membenarkan bahwa pihaknya turut melakukan proses evakuasi dan saat ini jenazah telah di bawa ke Rumah Sakit Hasta Brata.</p>
<p>"Proses evakuasi berjalan sekitar satu jam karena kondisi Medan yang cukup curam dan menunggu pihak kepolisian yang tengah melakukan olah TKP. Untuk identitas juga masih belum ada laporan pada pihak kami," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><em><strong>Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.</strong></em></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saling Klaim Akta Notaris, Polemik UNUBA Antara PCNU Bangil dan Gus Najib Memuncak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saling-klaim-akta-notaris-polemik-unuba-antara-pcnu-bangil-dan-gus-najib-memuncak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saling-klaim-akta-notaris-polemik-unuba-antara-pcnu-bangil-dan-gus-najib-memuncak</guid>
<description><![CDATA[ Terkait tuduhan akta tidak valid, Gus Najib menantang mereka untuk membuktikannya melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atau di hadapan Kopertis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e97f375cc4a.webp" length="39428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 09:20:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, UNUBA</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Polemik legalitas Yayasan Panca Wahana terus berlanjut. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil menyatakan keberatan dan enggan membuka ruang islah. </p>
<p>PCNU Bangil menggelar konferensi pers guna menjelaskan berbagai aspek yang tertuang dalam akta notaris terbitan tahun 2014.</p>
<p>Sekretaris Tanfidziyah PCNU Bangil, Sudiono Fauzan menjelaskan bahwa Yayasan Panca Wahana merupakan yayasan yang menaungi sekaligus mengelola perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, yang semula bernama STAIPANA dan kini bertransformasi menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA).</p>
<p>"Saya merasa keberatan jika mereka mengatakan bahwa yayasan panca wahana (UNUBA) tidak ada hubungan sama sekali dengan PCNU Bangil. Sesuai dengan Akta Notaris Nomor 69 yang diterbitkan oleh Notaris Syaiful Munir, Sidoarjo, tahun 2014. Ditegaskan bahwa Yayasan Pancawahana Bangil berada di bawah PCNU Bangil, dengan penanggung jawab Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah," jelas Mas Dion, sapaan akrabnya.</p>
<p>Konferensi pers tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil H. Eddy Supriyanto, Sekretaris H.M. Sudiono Fauzan, serta Bendahara H. Abdul Rokhim.</p>
<p>Selain memberikan penjelasan, pihak PCNU Bangil menunjukkan bukti legalitas yang diterbitkan oleh notaris atas nama Saiful Munir, S.H., yang berkantor di Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>Berdasarkan Akta Pendirian Yayasan Pancawahana Bangil (Sanpana) Nomor 69, tertulis bahwa pendiri atas nama H.M. Najib Syafi'i mendirikannya pada hari Kamis (18/09/2014) pukul 12.00 WIB.</p>
<p>Dalam Pasal 1 dijelaskan bahwa yayasan ini bernama: YAYASAN PANCAWAHANA BANGIL (SANPANA), berkedudukan dan berkantor pusat di Jalan Untung Suropati 366, Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Pasal 2: Yayasan ini dibentuk dan berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil.</p>
<p>Pasal 3: Yayasan mempunyai maksud dan tujuan di bidang pendidikan.</p>
<p>Pasal 4: Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, yayasan melaksanakan kegiatan antara lain mendirikan Universitas Pancawahana Bangil untuk pertama kalinya dan menyelenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Bangil (STAIPANA).</p>
<p>Pasal 5: Yayasan ini didirikan terhitung sejak ditandatanganinya akta ini untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.</p>
<p>Di samping itu, Sudiono dengan tegas menyatakan bahwa pengurus yayasan saat ini harus mengundurkan diri dan membatalkan akta yang dianggapnya tidak valid tersebut.</p>
<p>"Kami sudah mengirimkan somasi kepada notaris barunya yang berada di Kraton, Kota Pasuruan. Somasi juga kepada 3 orang yang membuat akta itu. Kita minta dengan baik mereka mengundurkan diri semuanya dan membatalkan akta abal-abal tersebut," ungkap Mas Dion.</p>
<p>Di sisi lain, H.M. Najib Syafi'i atau Gus Najib di tengah kesibukannya dalam pendampingan pemberangkatan haji, menanggapi tudingan pihak PCNU terkait akta tersebut dengan tenang.</p>
<p>Gus Najib menjelaskan bahwa upaya untuk menyingkirkan namanya tidak akan berhasil. Ia bahkan menantang pihak yang berkeberatan untuk memanggil dirinya secara langsung.</p>
<p>"Gak usah somasi. Panggil saya, tetapi mereka tidak mau panggil. Apalagi di atas tanfidziyah, Syuriyah, ada yang namanya mustasyar pengurus tertinggi. Berarti mereka mau mengadili mustasyar," ujar Gus Najib.</p>
<p>Terkait tuduhan akta tidak valid, Gus Najib menantang mereka untuk membuktikannya melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atau di hadapan Kopertis.</p>
<p>"Abal-abal dan tidaknya silahkan dibuktikan ke Kemenkumham. Kalau mereka punya Kemenkumham, berani gak kalau menunjukan didepan lembaga hukum, notaris, atau didepan kopertis," ungkap Gus Najib.</p>
<p>"Jadi yang abal-abal itu kelompoknya pak Doin dan kawan-kawan. Karena mereka tidak punya akta notaris, dan yang punya adalah saya," pungkas Gus Najib. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendakian Gunung Semeru Dibuka 24 April 2026, Hanya Sampai Ranu Kumbolo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendakian-gunung-semeru-dibuka-24-april-2026-hanya-sampai-ranu-kumbolo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendakian-gunung-semeru-dibuka-24-april-2026-hanya-sampai-ranu-kumbolo</guid>
<description><![CDATA[ Pendakian Gunung Semeru kembali dibuka mulai 24 April 2026 dengan pembatasan hingga Ranu Kumbolo. Kuota dibatasi 200 pendaki per hari dengan sistem pendaftaran online. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8b95385905.webp" length="6426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 23:06:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, pendakian Semeru 2026, Ranu Kumbolo, TNBTS, wisata alam Jawa Timur, pendakian dibatasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP – </strong>Jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, resmi dibuka kembali mulai 24 April 2026. Informasi ini disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).</p>
<p>Meski telah dibuka, pendakian masih diberlakukan pembatasan ketat. Pendaki hanya diizinkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo dan belum diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju puncak Mahameru.</p>
<p>Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta upaya menjaga kelestarian ekosistem kawasan konservasi.</p>
<p>Seluruh calon pendaki diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi TNBTS, paling lambat dua hari sebelum jadwal pendakian. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung dan memastikan pendakian berjalan tertib.</p>
<p>Kuota pendakian ditetapkan maksimal 200 orang per hari, dengan durasi kunjungan selama dua hari satu malam. Selain itu, pendaki wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) terbaru yang telah ditentukan oleh pengelola.</p>
<p>BB TNBTS juga memberikan kesempatan bagi calon pendaki yang sebelumnya telah memesan tiket pada periode November hingga Desember 2025 untuk melakukan penjadwalan ulang.</p>
<p>Pembukaan kembali jalur pendakian ini diharapkan dapat memenuhi minat masyarakat terhadap wisata alam, sekaligus menjaga keamanan pengunjung dan kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Semeru. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber :beritasatu.com</strong><br><strong>Penulis : Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Tornado, Ini Penjelasan Pusaran Angin yang Heboh di Jembatan Suramadu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-tornado-ini-penjelasan-pusaran-angin-yang-heboh-di-jembatan-suramadu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-tornado-ini-penjelasan-pusaran-angin-yang-heboh-di-jembatan-suramadu</guid>
<description><![CDATA[ Pusaran angin di sekitar Jembatan Suramadu yang sempat dikira tornado dipastikan sebagai waterspout, fenomena dari awan Cumulonimbus saat pancaroba yang kerap muncul tiba-tiba. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8ca9edeef0.webp" length="4328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 22:11:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Waterspout, BMKG, BPDB, Puting Beliung, Tornado, Suramadu, Surabaya, Madura, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Fenomena pusaran angin yang sempat menghebohkan warga di sekitar Jembatan Suramadu akhirnya terungkap. Pihak BMKG dan BPBD memastikan kejadian tersebut bukan tornado seperti yang banyak diduga, melainkan waterspout, fenomena alam yang terbentuk akibat dinamika awan badai Cumulonimbus saat masa pancaroba.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan usai video pusaran angin beredar luas di media sosial pada Rabu (22/4/2026) siang. Rekaman yang diunggah akun Threads @muhammad64577 memperlihatkan corong angin berwarna abu pekat menjulang dari permukaan laut hingga ke awan gelap.</p>
<p></p>
<p>Dalam video berdurasi singkat tersebut, kondisi di sekitar lokasi tampak mencekam. Langit tertutup awan tebal, sementara pusaran angin terlihat jelas berada di perairan sekitar Suramadu. Sejumlah perahu nelayan tampak berada di tepian, dan beberapa pengendara di jembatan memilih menjauh saat fenomena muncul.</p>
<p></p>
<p>Kejadian itu berlangsung relatif singkat, sekitar lima menit, sebelum akhirnya menghilang tanpa dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.</p>
<p></p>
<p><strong>BMKG: Fenomena Akibat Awan Cumulonimbus</strong></p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno menjelaskan, fenomena tersebut merupakan waterspout yang terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulonimbus yang ekstrem.</p>
<p></p>
<p>"Sejauh ini saya belum dapat info detail. Tapi waterspout atau puting beliung terjadi dari awan Cumulonimbus yang tumbuh menjulang tinggi akibat arus udara naik yang kuat," jelas Sutarno, Rabu (22/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, proses terbentuknya pusaran bermula dari udara panas dan lembap yang naik ke atmosfer, kemudian mengembun dan memicu turbulensi hebat di dalam awan hingga membentuk corong angin.</p>
<p></p>
<p>"Udara panas dan lembap naik mengembun dan menciptakan turbulensi yang hebat di dalam awan membentuk corong putaran angin yang menyentuh tanah atau air," imbuhnya </p>
<p></p>
<p>Fenomena itu, lanjutnya, umumnya terjadi pada siang hingga sore hari saat masa peralihan musim.</p>
<p></p>
<p>"Ini sebenarnya biasa terjadi karena arus udara yang sangat kuat dan masa transisi. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan," jelas Sutarno.</p>
<p></p>
<p>Sutarno juga meluruskan istilah yang kerap disalahpahami masyarakat terkait fenomena tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kalau terjadi di laut namanya waterspout, kalau terjadi di darat namanya puting beliung," terangnya.</p>
<p></p>
<p><strong>BPBD: Bukan Kejadian Pertama, Pernah Sebabkan Kerusakan</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja menyebut fenomena serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Selat Madura.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan yang pertama. Fenomena seperti ini biasanya muncul saat masa peralihan musim," jelas Arif.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama perbedaan suhu dan kelembapan udara, menjadi pemicu utama terbentuknya pusaran angin tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Fenomena ini dipicu kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama pada masa peralihan musim dari hujan ke kemarau," tuturnya </p>
<p></p>
<p>BPBD mencatat kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2025 di kawasan yang sama. Saat itu, pusaran angin bahkan bergerak ke daratan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di pesisir Labang.</p>
<p></p>
<p>Belajar dari kejadian sebelumnya, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih waspada saat beraktivitas di laut.</p>
<p></p>
<p>“Jika terlihat awan gelap pekat disertai angin berputar, sebaiknya aktivitas melaut dihentikan sementara.”</p>
<p></p>
<p>Warga di wilayah daratan juga diminta tetap siaga karena pusaran angin berpotensi bergerak ke darat dan berdampak pada permukiman, terutama di kawasan pesisir terbuka.</p>
<p></p>
<p>Meski tergolong fenomena alam yang wajar, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi dampaknya jika pusaran bergerak ke daratan. Pemantauan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG pun menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rob Kembali Terjang Pesisir Surabaya, Hujan Perparah Genangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rob-kembali-terjang-pesisir-surabaya-hujan-perparah-genangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rob-kembali-terjang-pesisir-surabaya-hujan-perparah-genangan</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8be730775f.webp" length="37092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 21:42:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir Rob, Bukan Baru, Pesisir, BMKG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Fenomena banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir Surabaya pada Rabu (22/4/2026). Di tengah musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir, kenaikan muka air laut yang bertepatan dengan turunnya hujan membuat genangan air meluas hingga ke jalan protokol dan permukiman warga.</p>
<p>Sejak menjelang dini hari, air mulai menggenangi sejumlah titik vital di kawasan pesisir. Beberapa ruas utama seperti Jalan Osowilangun, Jalan Kalimas, Jalan Margomulyo hingga kawasan Kalianak terpantau terdampak. </p>
<p>Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, memicu kemacetan lalu lintas, bahkan menyebabkan sejumlah kendaraan mogok saat melintasi genangan.</p>
<p>Di Jalan Kalimas, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 25 sentimeter. Sementara di kawasan Osowilangun, Margomulyo, dan Kalianak, genangan rata-rata berkisar 15 sentimeter. Meski tidak setinggi di Kalimas, luasan genangan di wilayah tersebut tetap berdampak signifikan karena menjangkau akses utama dan kawasan padat penduduk.</p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara fenomena alam dan kondisi cuaca yang masih basah.</p>
<p>"Saat ini di Jalan Kalimas ketinggian air mencapai 25 sentimeter akibat kenaikan muka air laut atau banjir rob, ditambah hujan sedang yang meningkatkan volume genangan," jelas Sutarno, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama.</p>
<p>"Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, dan sering terjadi pada awal bulan maupun saat fase bulan purnama," ujarnya.</p>
<p>Selain berdampak pada lalu lintas, banjir rob juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. Operasional pelabuhan, kegiatan bongkar muat barang, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat ikut terdampak akibat genangan yang meluas.</p>
<p>"Banjir rob ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk aktivitas bongkar muat hingga tambak garam dan perikanan darat," terang Sutarno.</p>
<p>Di lapangan, sejumlah pengendara memilih tetap melintas meski berisiko. Namun tidak sedikit kendaraan, khususnya roda dua, yang akhirnya mogok setelah nekat menerobos genangan air.</p>
<p>BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan tergenang. Selain berpotensi membahayakan keselamatan, air laut yang bersifat korosif juga dapat merusak komponen kendaraan.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca serta informasi pasang surut air laut guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, terlebih di tengah kondisi musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir di Kota Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>9 Tahun Menunggu, Dua Lansia Blitar Akhirnya Berangkat Haji Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/9-tahun-menunggu-dua-lansia-blitar-akhirnya-berangkat-haji-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/9-tahun-menunggu-dua-lansia-blitar-akhirnya-berangkat-haji-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Dua Lansia asal Kota Blitar akhirnya pada tahun 2026 ini bisa berangkat ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Keduanya merupakan kakak beradik yang telah menantikan hal ini selama 9 tahun lamanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8aeac991b3.webp" length="31666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jemaah, Calon, Haji, Asal, Kota Blitar, Tertua, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Penantian panjang akhirnya berbuah manis bagi dua kakak beradik asal Kota Blitar.</p>
<p>Slamet Azali (86) dan Damanhuri (83) dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026, setelah sembilan tahun menunggu antrean.</p>
<p>Keduanya dijadwalkan terbang menuju Mekkah pada 16 Mei 2026 dalam kelompok terbang (kloter) 106. Kebahagiaan tampak jelas dari raut wajah mereka saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo.</p>
<p>“Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat tahun ini. Sekarang tinggal menjaga kesehatan," kata Slamet, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Sejak memastikan keberangkatan, aktivitas keduanya mulai berubah. Jika sebelumnya rutin menggarap sawah, kini Slamet dan Damanhuri lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjaga kondisi fisik.</p>
<p>Jalan kaki di pagi hari menjadi rutinitas baru mereka demi menjaga stamina jelang ibadah haji.</p>
<p>Perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah hal instan. Keduanya mendaftar haji sejak 2017, dengan harapan bisa berangkat dalam waktu relatif singkat.</p>
<p>Namun, pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat jadwal keberangkatan mereka tertunda cukup lama.</p>
<p>Saat pandemi, kebijakan prioritas usia sempat menjadi penentu. Slamet yang kala itu belum memenuhi kriteria usia tertentu harus kembali bersabar menunggu giliran.</p>
<p>Kabar yang dinanti akhirnya datang pada akhir 2025. Nama keduanya resmi masuk daftar calon jemaah haji tahun 2026.</p>
<p>Sejak saat itu, berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari administrasi hingga pelunasan biaya.</p>
<p>Biaya perjalanan haji mereka kumpulkan dari hasil bertani. Sedikit demi sedikit, Slamet menyisihkan penghasilan dari panen padi hingga mampu melunasi biaya yang dibutuhkan.</p>
<p>Di balik kebahagiaan itu, terselip kisah duka yang dialami Damanhuri. Ia semula mendaftar bersama sang istri. Namun, tiga bulan sebelum keberangkatan, istrinya meninggal dunia.</p>
<p>"Awalnya daftar berdua dengan istri. Sekarang saya berangkat dengan kakak," ungkapnya pelan.</p>
<p>Meski kehilangan, Damanhuri tetap tegar. Ia memilih melanjutkan niat ibadah dengan penuh keikhlasan, sembari membawa doa untuk almarhumah istrinya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar, Purnomo, menyebut jumlah jemaah calon haji tahun ini mencapai 160 orang. Dari jumlah tersebut, Slamet menjadi jemaah tertua.</p>
<p>Kisah Slamet dan Damanhuri menjadi potret keteguhan dan kesabaran. Di usia senja, mereka membuktikan bahwa impian ke tanah suci tetap bisa terwujud, meski harus melewati waktu yang tidak singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Periksa Sembilan Pejabat Pemkab Tulungagung, KPK Fokus Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Gatut Sunu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/periksa-sembilan-pejabat-pemkab-tulungagung-kpk-fokus-dalami-dugaan-pemerasan-bupati-gatut-sunu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/periksa-sembilan-pejabat-pemkab-tulungagung-kpk-fokus-dalami-dugaan-pemerasan-bupati-gatut-sunu</guid>
<description><![CDATA[ Juru bicara KPK : Saat ini kami fokus pada dugaan pemerasan, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti lain seperti gratifikasi, maka itu akan mempertebal bukti-bukti yang sudah kami dapatkan di awal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8ac224b4c7.webp" length="33980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:19:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sembilan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Jawa Timur pada Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Sembilan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah, di antaranya AW selaku Kepala Bagian Protokol Setda Tulungagung, JTR staf protokol, AL dan MG sebagai sekretaris pribadi bupati, FH Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MM Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, SO Kepala Dinas Pertanian, RP Kepala Dinas Sosial, serta HTO Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Mereka dimintai keterangan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara yang tengah disidik KPK.</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya berharap seluruh saksi dapat bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>“Kami berharap para saksi hadir dan memberikan keterangan secara lengkap, jujur, dan benar. Karena setiap keterangan sangat membantu proses penyidikan agar perkara ini bisa terungkap secara terang benderang,” ujarnya.</p>
<p>Budi menegaskan, hingga saat ini KPK masih memfokuskan penyidikan pada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh tersangka GSW bersama ajudannya, YOG. Meski demikian, ia membuka kemungkinan adanya pengembangan perkara. </p>
<p>“Saat ini kami fokus pada dugaan pemerasan, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti lain seperti gratifikasi, maka itu akan mempertebal bukti-bukti yang sudah kami dapatkan di awal,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, KPK juga berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan berkas penyidikan mengingat para tersangka telah ditahan. Menurut Budi, proses hukum harus berjalan cepat agar perkara segera dilimpahkan ke tahap penuntutan. </p>
<p>“Kami harus segera melengkapi berkas penyidikan agar bisa dilimpahkan ke jaksa penuntut umum dan masuk ke tahap persidangan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam proses persidangan nantinya seluruh fakta akan dibuka secara menyeluruh kepada publik, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. </p>
<p>“Di persidangan nanti masyarakat bisa melihat secara utuh bagaimana peristiwa ini terjadi dan apakah ada pihak lain yang juga punya peran krusial dalam perkara ini, semuanya nanti akan terungkap ya. Setiap fakta yang muncul tentunya akan dianalisis oleh JPU, apakah kemudian terbuka kemungkinan untuk terus melakukan pengembangan atau seperti apa, nanti kita lihat perkembangannya,” ungkapnya.</p>
<p>Terkait masa penahanan, Budi menjelaskan bahwa KPK memiliki opsi perpanjangan waktu jika proses penyidikan belum rampung. </p>
<p>“Penahanan awal memang 20 hari, namun dapat diperpanjang hingga 40 hari ke depan apabila masih diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KPK Kembali Periksa Sembilan Pejabat Terkait Kasus Dugaan Pemerasan di Lingkup Pemkab Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kpk-kembali-periksa-sembilan-pejabat-terkait-kasus-dugaan-pemerasan-di-lingkup-pemkab-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kpk-kembali-periksa-sembilan-pejabat-terkait-kasus-dugaan-pemerasan-di-lingkup-pemkab-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara yang menjerat dua tersangka, yakni Bupati Tulungagung GSW dan ajudannya YOG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8971c9d767.webp" length="31420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:51:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk periksa pejabat pemerintahan tulungagung, ott kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi modus pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan ajudan bupati Dwi Yoga Ambal.</p>
<p>Dalam lanjutan penyidikan, penyidik KPK memeriksa sembilan saksi di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara yang menjerat dua tersangka, yakni Bupati Tulungagung dan ajudannya.</p>
<p>“Hari ini penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, mulai dari bagian protokol, sekretaris pribadi, hingga beberapa kepala dinas,” ujarnya melalui sambungan telepon.</p>
<p>Menurut Budi, para saksi didalami terkait kronologi penyiapan hingga pembuatan surat pernyataan pengunduran diri yang diduga digunakan sebagai alat tekanan oleh tersangka.</p>
<p>“Surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat pemeras, karena ditandatangani tanpa tanggal. Ketika ada kepala dinas yang tidak memenuhi keinginan bupati, surat itu bisa digunakan untuk menekan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa isi surat tersebut tergolong berat karena memuat pernyataan kesediaan mundur dari jabatan maupun status sebagai aparatur sipil negara jika dinilai tidak kompeten.</p>
<p>Selain itu, KPK juga mendalami dugaan praktik permintaan penggantian biaya operasional pribadi oleh tersangka kepada perangkat daerah. </p>
<p>“Modus yang digunakan adalah meminta penggantian biaya operasional pribadi kepada dinas. Bahkan ada surat pernyataan terkait pengelolaan anggaran yang membebankan tanggung jawab kepada kepala dinas,” kata Budi.</p>
<p>Pemeriksaan kali ini merupakan lanjutan dari rangkaian proses hukum yang sebelumnya telah dilakukan, mulai dari operasi tangkap tangan hingga peningkatan status perkara ke tahap penyidikan. Dalam tahap ini, penyidik berfokus pada penguatan alat bukti melalui keterangan para saksi.</p>
<p>“Pemeriksaan ini untuk memperkuat bukti-bukti awal yang sudah kami kumpulkan,” ujarnya.</p>
<p>KPK juga mengimbau seluruh saksi yang telah dijadwalkan untuk bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>Adapun sembilan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, diantaranya AW, Kabag Protokol Setda Tulungagung, JTR, staff bagian protokol, AL, sekretaris pribadi bupati, MG, sekretaris pribadi bupati, FH, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, MM Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tulungagung, SO, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, RP, Kepala Dinas Sosial Tulungagung, dan HTO, Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Segel Kantor DPRD Tulungagung, Kecewa Audiensi Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-segel-kantor-dprd-tulungagung-kecewa-audiensi-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-segel-kantor-dprd-tulungagung-kecewa-audiensi-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Dema Fasih UIN Satu Tulungagung, Aji Dwi Laksono, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan peran dan fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8915b69323.webp" length="18726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:35:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mahasiswa segel dprd tulungagung, ott kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Satu Tulungagung menyegel kantor DPRD Tulungagung pada Rabu (22/4/2026) sore. Aksi ini dipicu kekecewaan mahasiswa terhadap sikap DPRD yang dinilai mengulur waktu permintaan audiensi mahasiswa terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung.</p>
<p>Ketua Dema Fasih UIN Satu Tulungagung, Aji Dwi Laksono, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan peran dan fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.</p>
<p>“Kita ingin menyampaikan aspirasi terkait masalah di Tulungagung, khususnya untuk mengetahui lebih jauh peran dan fungsi DPRD dalam pengawasan pemerintah daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, jadwal audiensi sebelumnya telah disepakati setelah mengalami perubahan dari hari Senin dan Selasa menjadi Rabu dan Kamis. Namun, pada hari pelaksanaan, pihak DPRD kembali memberitahukan bahwa seluruh anggota dewan menjalankan perjalanan dinas ke Malang untuk pembahasan naskah akademik.</p>
<p>“Kami sudah bersurat sejak Jumat tanggal 17 dan sudah ada jawaban bahwa audiensi dilaksanakan hari Rabu dan Kamis. Tapi pagi tadi sekitar pukul 08.30 kami diberi tahu bahwa seluruh dewan tidak ada di tempat,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Aji, ketiadaan satu pun perwakilan DPRD di kantor dinilai menunjukkan tidak optimalnya fungsi lembaga tersebut dalam menerima aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan akan berlangsung hingga DPRD memberikan klarifikasi secara terbuka. </p>
<p>“Seharusnya ada perwakilan yang standby untuk menerima aspirasi masyarakat, tetapi hari ini tidak ada sama sekali. Ini bentuk kekecewaan kami,” tegasnya.</p>
<p>Mahasiswa juga menyoroti substansi audiensi yang ingin dibahas, yakni terkait pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah, khususnya setelah terjadinya dua kali kasus OTT di Tulungagung. Mereka menilai perlu adanya evaluasi terhadap fungsi kontrol DPRD agar kejadian serupa tidak terulang.</p>
<p>Sementara itu, Kasubag TU DPRD Tulungagung, Sunu Wijayanto, membantah bahwa pihaknya menolak aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa audiensi hanya ditunda karena seluruh anggota DPRD sedang menjalankan agenda resmi di luar kota. </p>
<p>“Bukan menolak, cuma kami agendakan ulang. Nanti kalau sudah ada jawaban dari pimpinan, kami akan undang lagi mahasiswa,” ujarnya.</p>
<p>Sunu menjelaskan bahwa agenda perjalanan dinas tersebut merupakan kegiatan pembahasan naskah akademik yang diikuti seluruh komisi DPRD di Malang. Meski demikian, ia memastikan aspirasi mahasiswa tetap akan ditampung dan dijadwalkan kembali. </p>
<p>“Tetap kita tampung, tetapi dengan agenda selanjutnya karena agenda rutin sudah dilaksanakan,” katanya.</p>
<p>Terkait penyegelan, Sunu menyebut ruangan yang disegel merupakan ruang aspirasi yang biasa digunakan untuk menerima masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat. Ia memastikan bahwa aksi tersebut tidak mengganggu operasional utama DPRD untuk sementara waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belanja Pegawai di Atas 30 Persen, DPRD Bondowoso Dorong Efisiensi dan Penyesuaian TPP ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belanja-pegawai-di-atas-30-persen-dprd-bondowoso-dorong-efisiensi-dan-penyesuaian-tpp-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belanja-pegawai-di-atas-30-persen-dprd-bondowoso-dorong-efisiensi-dan-penyesuaian-tpp-asn</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Bondowoso dorong efisiensi belanja pegawai sesuai batas 30 persen di tengah turunnya APBD, termasuk evaluasi TPP dan optimalisasi kinerja ASN serta P3K demi menjaga pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8a255075dd.webp" length="21516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:21:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TPP, ASN, Bondowoso, PPPK, APBD, anggaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="109" data-end="516"><strong data-start="109" data-end="127">BONDOWOSO, SJP</strong> – Batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD menjadi perhatian serius pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bondowoso. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), yang mewajibkan daerah menata ulang komposisi anggaran secara lebih proporsional.</p>
<p data-start="518" data-end="917">Kebijakan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi penurunan dana transfer pusat ke daerah. Akibatnya, banyak daerah mengalami penyusutan total APBD, sementara kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan pegawai tetap harus dipenuhi.</p>
<p data-start="518" data-end="917">Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya persentase belanja pegawai secara otomatis, meskipun secara nominal tidak mengalami kenaikan signifikan.</p>
<p data-start="919" data-end="1277">Di sisi lain, pembatasan belanja pegawai ini berimplikasi langsung terhadap ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan. Ketika porsi belanja pegawai meningkat, maka belanja modal dan program pembangunan berpotensi terpangkas.</p>
<p data-start="919" data-end="1277">Hal ini menjadi dilema bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.</p>
<p data-start="1279" data-end="1481">Merespons kondisi tersebut, DPRD Bondowoso mendorong adanya langkah strategis dan efisiensi anggaran agar ketentuan tersebut tetap dapat dipenuhi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1483" data-end="1708">Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyampaikan, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati bukanlah forum untuk menghitung anggaran, melainkan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.</p>
<p data-start="1710" data-end="2096">“LKPJ ini adalah laporan keterangan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2025. Jadi ini bukan soal perhitungan anggaran, karena itu akan dilakukan setelah DPRD dan bupati menerima LHP dari BPK,” kata Dhafir usai Rapat Paripurna penyerahan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Bondowoso tahun anggaran 2026 atas penjabaran APBD tahun anggaran 2025, di Gedung DPRD, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="2098" data-end="2317">Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut DPRD memberikan sejumlah rekomendasi penting, salah satunya terkait penyesuaian kebijakan anggaran di tengah efisiensi fiskal, termasuk dalam penyusunan APBD 2026 dan tahun berjalan.</p>
<p data-start="2319" data-end="2542">Menurut Dhafir, meningkatnya persentase belanja pegawai di Bondowoso bukan disebabkan oleh penambahan pegawai, melainkan karena menurunnya total APBD akibat berkurangnya dana transfer pusat seperti DAU, DBH, hingga DBH-CHT.</p>
<p data-start="2544" data-end="2748">“Pada 2024, APBD kita sekitar Rp2,254 triliun. Sekarang turun menjadi sekitar Rp1,8 triliun. Sementara jumlah pegawai dan haknya tetap, sehingga secara persentase belanja pegawai terlihat naik,” jelasnya.</p>
<p data-start="2750" data-end="2947">Dampaknya, lanjut dia, belanja pembangunan atau belanja modal mengalami penurunan. Untuk itu, DPRD mendorong evaluasi menyeluruh terhadap belanja pegawai, khususnya pada komponen tunjangan kinerja.</p>
<p data-start="2949" data-end="3152">“Kami tidak bicara pemotongan, tapi penyesuaian. TPP itu tunjangan kinerja, jadi harus disesuaikan dengan beban kerja masing-masing ASN. Ada yang beban kerjanya tinggi, itu harus diperhatikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3154" data-end="3394">Selain itu, Dhafir juga menyoroti keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menjadi konsekuensi kebijakan nasional. Pemerintah daerah, kata dia, tetap harus memenuhi hak-hak mereka meskipun membutuhkan anggaran besar.</p>
<p data-start="3396" data-end="3558">“Pada 2023 saja, pengangkatan lebih dari 2.000 PPPK membutuhkan hampir Rp100 miliar per tahun. Mereka sudah mengabdi lama, jadi harus tetap diperhatikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3560" data-end="3815">Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak melakukan pemutusan kerja terhadap PPPK, termasuk yang berstatus paruh waktu. Namun, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan bahwa keberadaan tenaga tersebut benar-benar dibutuhkan.</p>
<p data-start="3817" data-end="3945" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Selama untuk pelayanan masyarakat, silakan dipertahankan. Tapi OPD harus bisa mempertanggungjawabkan kebutuhannya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3817" data-end="3945" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Tersinggung Teguran, Siswi di Malang Nekat Naik Tandon Air Coba Bunuh Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-tersinggung-teguran-siswi-di-malang-nekat-naik-tandon-air-coba-bunuh-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-tersinggung-teguran-siswi-di-malang-nekat-naik-tandon-air-coba-bunuh-diri</guid>
<description><![CDATA[ Seorang siswi di Kota Malang mencoba bunuh diri dengan naik tandon air setelah merasa tersinggung teguran temannya. Beruntung aksi tersebut berhasil digagalkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8533568c47.webp" length="35212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 14:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Malang, percobaan bunuh diri, siswi Malang, kesehatan mental, Polresta Malang Kota</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Seorang siswi sekolah rakyat berinisial NIN (18), warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, melakukan percobaan bunuh diri dengan menaiki tandon air di sekitar sekolahnya, Senin (20/4/2026) malam.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Kawi, Kelurahan Bareng, sekitar pukul 22.30 WIB.</p>
<p>Kasi Humas Polresta Malang Kota Lukman Sobikhin membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tersinggung dan sakit hati setelah mendapat teguran dari temannya.</p>
<p>“Korban merasa sakit hati setelah ditegur karena tidak mengindahkan panggilan guru,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Setelah itu, korban naik ke tangga tandon air dan diduga hendak melompat. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan berkat upaya teman-teman korban serta saksi di lokasi yang membujuk korban untuk turun.</p>
<p>Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.20 WIB dalam kondisi selamat, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Lukman.</p>
<p>Dari hasil penelusuran, korban diketahui telah dua kali melakukan percobaan serupa di lingkungan sekolah. Selain itu, korban juga memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Saiful Anwar.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar individu yang mengalami tekanan dapat merasa didengar dan tidak menghadapi masalah sendirian.</p>
<p><strong>Disclaimer: </strong></p>
<p><em>Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau menjadi korban perundungan, segera cari bantuan. Hubungi orang tua, guru, konselor sekolah, psikolog, atau layanan kesehatan mental setempat. Anda juga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan.</em></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Biji Plastik di Kedamean Gresik Terbakar, 24 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-biji-plastik-di-kedamean-gresik-terbakar-24-personel-damkar-berjibaku-padamkan-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-biji-plastik-di-kedamean-gresik-terbakar-24-personel-damkar-berjibaku-padamkan-api</guid>
<description><![CDATA[ Lamanya pemadaman yang hampir enam jam itu karena sulitnya mencari pasokan air. Biji plastik yang ada didalam gudang juga membuat kobaran api sulit dipadamkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8420acfbe1.webp" length="51898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:43:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, damkar Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Sebanyak 24 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melahap gudang biji plastik di Jalan Raya Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Rabu (22/4/2026) dini hari.</p>
<p>Petugas langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan kebakaran di kawasan industri tersebut.</p>
<p>Kepala Regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.</p>
<p>"Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran dan 24 personel dari Unit Pos Damkar Driyorejo, Unit Pos Menganti, dan Unit Pos Kota dikerahkan untuk mengatasi kobaran api," kata Adi.</p>
<p>Adi menjelaskan, laporan kebakaran pertama kali diterima pada Selasa (21/4/2026) pukul 20.45 WIB dari sejumlah warga. Petugas kemudian langsung merespons dengan mengerahkan unit ke lokasi gudang biji plastik UD Maju Mapan di Jalan Raya Tanjung, Kecamatan Kedamean. </p>
<p>Petugas tiba di lokasi pada pukul 21.15 WIB dan mulai melakukan pemadaman hingga Rabu (22/4/2026) pukul 02.54 WIB. </p>
<p>Menurut Adi, durasi pemadaman yang memakan waktu hampir enam jam tersebut disebabkan oleh sulitnya mencari pasokan air.</p>
<p>Biji plastik yang berada di dalam gudang juga mengakibatkan kobaran api sulit dipadamkan. Belum diketahui pemicu kebakaran ini; petugas tengah melakukan penyelidikan. </p>
<p>"Api sudah langsung membesar di area gudang belakang. Tidak diketahui pasti penyebab awal mula kebakaran karena tidak adanya aktivitas pada malam hari di gudang. Untuk kronologi lebih jelas dan detailnya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut," jelasnya. </p>
<p>Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, meski sempat memicu kepanikan warga. </p>
<p>"Kerugian materiel juga masih dalam pendataan petugas terkait," tambah Adi.</p>
<p>Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area gudang atau bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e84b943d323.webp" alt=""></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-aktivitas-vulkanik-masih-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-aktivitas-vulkanik-masih-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru kembali erupsi pada 22 April 2026 dengan aktivitas vulkanik masih tinggi. Status masih Level III (Siaga) dan masyarakat diminta waspada terhadap potensi bahaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e83426d2e5c.webp" length="15438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 09:37:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, erupsi Semeru 2026, aktivitas vulkanik, PVMBG, MAGMA Indonesia, Lumajang, status siaga, awan panas, lahar Semeru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM </strong>- Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (22/4/2026) pukul 08.41 WIB.</p>
<p>Peristiwa ini dilaporkan oleh petugas pengamatan gunung api setempat, Yuda Prinardita Pura, A.Md., sebagai bagian dari pemantauan rutin aktivitas vulkanik.</p>
<p>Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual. Meski demikian, aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi selama 334 detik. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas internal gunung masih berlangsung cukup signifikan.</p>
<p>Hingga saat ini, Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berstatus Level III (Siaga). Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.</p>
<p><strong>Rekomendasi Resmi untuk Masyarakat</strong></p>
<p>Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan penting guna mengurangi risiko dampak erupsi, di antaranya:</p>
<p>Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak.</p>
<p>Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 km dari puncak.</p>
<p>Aktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak juga dilarang karena berisiko terkena lontaran batu pijar.</p>
<p>Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.</p>
<p><strong>Masyarakat Diminta Tetap Waspada</strong></p>
<p>Aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif menuntut masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah, khususnya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>
<p>Kepatuhan terhadap rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana, mengingat potensi erupsi susulan dan aliran lahar masih dapat terjadi sewaktu-waktu.</p>
<p><strong>Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Blega Picu Kepanikan, Siswa dan Guru Terdampak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-smpn-1-blega-bangkalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-smpn-1-blega-bangkalan</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMPN 1 Blega, Bangkalan, pada Senin (20/04/2026). Sejumlah siswa dan seorang guru mengalami gejala lemas usai mengonsumsi makanan, sementara penyebab pasti masih dalam penelusuran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e774e464788.webp" length="18172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 22:15:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>MBG, keracunan makanan, SMPN 1 Blega, Bangkalan, Program Makan Bergizi Gratis, siswa keracunan, guru keracunan, Puskesmas Blega, SPPG Nurul Islam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANGKALAN, SJP – </strong>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMPN 1 Blega, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (20/4/2026) kemarin.Sejumlah siswa dan seorang guru dilaporkan mengalami gejala lemas usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.</p>
<p>Peristiwa tersebut sontak membuat resah lingkungan sekolah. Seorang guru yang merupakan bagian dari tim penanggung jawab (PIC) MBG yang bertugas mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa, turut mengalami gejala serupa dan harus dilarikan ke Puskesmas Blega untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Selain itu, dua siswa juga sempat mengalami kondisi lemas dan harus mendapatkan penanganan di ruang UKS. Sementara itu, kondisi siswa lainnya masih terus dipantau oleh pihak sekolah.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Blega, Heri Suharto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa guru yang terdampak merupakan bagian dari tim PIC MBG.</p>
<p>“Iya benar, satu orang guru, salah satu dari tim PIC MBG di sekolah kami yang bertugas mencicipi MBG, dan tadi sudah dibawa ke Puskesmas Blega. Ada juga dua orang murid, tetapi tidak berkenan dibawa ke puskesmas,” ujarnya.</p>
<p>Pihak sekolah bergerak cepat dengan mengambil langkah darurat melalui pengumuman menggunakan pengeras suara agar siswa menghentikan konsumsi makanan pada hari itu. Sekolah juga melakukan koordinasi dengan pihak penyedia MBG, yaitu SPPG Nurul Islam, serta berkomunikasi dengan Polsek Blega.</p>
<p>Kepala Puskesmas Blega, Siti Safitri Mulita Akhmad, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima dua pasien yang mengalami intoleransi makanan. Setelah dilakukan pemeriksaan, satu pasien diperbolehkan pulang, sedangkan satu pasien lainnya harus menjalani rawat inap.</p>
<p>Hingga Senin pukul 14.00 WIB, pihak sekolah belum menerima informasi tambahan mengenai kemungkinan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa. Penyebab pasti kejadian ini masih dalam penelusuran, termasuk menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi</p>
<p>Pihak sekolah menegaskan akan bersikap tegas apabila kejadian serupa terulang.</p>
<p>“Kami meminta kepada pihak SPPG untuk menjaga kualitas makan selanjutnya, dan akan mengembalikan MBG apabila makanan tidak layak konsumsi,” tegas Kepala Sekolah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><b>Sumber : Dari berbagai sumber</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Segan Angkat Sapu Meski Berkebaya, Wali Kota Kediri Turut Bersihkan Bantaran Sungai Brantas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-segan-angkat-sapu-meski-berkebaya-wali-kota-kediri-turut-bersihkan-bantaran-sungai-brantas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-segan-angkat-sapu-meski-berkebaya-wali-kota-kediri-turut-bersihkan-bantaran-sungai-brantas</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesempatan itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tak segan mengambil sapu dan membersihkan sejumlah titik bantaran sungai Brantas. Tokoh muda yang akrab disapa Mbak Wali itu tidak terlihat canggung meskipun masih memakai kebaya cantik berwarna dominan biru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e75fb618634.webp" length="61912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 18:50:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Hari Bumi, Sungai Brantas, Wali kota Kediri, Vinanda Prameswati</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Hari Bumi yang berdekatan dengan Hari Kartini, diperingati dengan unik oleh para wanita di Kota Kediri. Dipimpin Wali Kota Kediri, rombongan "Kartini" Kota Kediri bersepeda keliling Kota, dan kemudian membersihkan lingkungan di sekitar bantaran sungai Brantas. </p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tak segan mengambil sapu dan membersihkan sejumlah titik bantaran sungai Brantas. Tokoh muda yang akrab disapa Mbak Wali itu tidak terlihat canggung meskipun masih memakai kebaya cantik berwarna dominan biru. </p>
<p> </p>
<p>Selain bersih-bersih, Mbak Wali dan rombongan juga menebar ribuan benih ikan lokal, seperti gurami, sengkaring, dan tawes. Aksi ini menjadi bagian dari upaya pelestarian ekosistem perairan. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Mbak Wali mengungkapkan, seorang wanita memiliki peranan besar dalam menjaga lingkungan. </p>
<p></p>
<p>"Menariknya momentum Hari Kartini dan Hari Bumi memiliki keterkaitan erat. Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan terutama dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Di lingkungan rumah tangga, seorang ibu ataupun seorang anak perempuan bisa memberikan contoh nyata bagaimana menjaga dan merawat lingkungan. </p>
<p></p>
<p>"Mulai dari mengelola sampah, menghemat penggunaan air dan energi, hingga membiasakan hidup bersih dan sehat tak lepas dari peran perempuan," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Sepeda dan kebaya sendiri memiliki makna tersendiri. Memakai kebaya dalam kegiatan itu menjadi simbol kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Sedangkan bersepeda dipilih sebagai upaya mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. </p>
<p></p>
<p>“Kita ingin Kota Kediri ke depan menjadi kota yang bersih, indah, dan rapi, sehingga dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat terus bekerja sama untuk mewujudkan Kota Kediri yang lebih Mapan,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain , perjuangan RA Kartini yang berusaha memberikan ruang bagi perempuan untuk bermimpi dan berkontribusi, menurut Mbak Wali, harus selalu dijaga.   </p>
<p></p>
<p>Di lingkungan pemerintahan Kota Kediri saat ini sendiri, selain sosok Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, juga terdapat OPD yang dipimpin sosok wanita tangguh dengan kompetensi mumpuni. </p>
<p></p>
<p>“Berkat perjuangan beliau (RA Kartini), perempuan saat ini memiliki kesempatan untuk bermimpi tinggi, menyuarakan pendapat, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan,” pungkas Mbak Wali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Kediri: Semangat Perjuangan RA Kartini Harus Diwujudkan Dalam Aksi Nyata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-semangat-perjuangan-ra-kartini-harus-diwujudkan-dalam-aksi-nyata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-semangat-perjuangan-ra-kartini-harus-diwujudkan-dalam-aksi-nyata</guid>
<description><![CDATA[ Mbak Wali mengungkapkan hari Kartini ini merupakan momen yang tepat untuk mengenang perjuangan RA Kartini. Dimana memperjuangkan perempuan di bidang pendidikan dan kesetaraan kehidupan bermasyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e74f0ac754d.webp" length="43312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 18:20:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kartini, Wali Kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Bertepatan dengan Hari Kartini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berpesan agar semua kaum wanita terus menjaga semangat perjuangan RA Kartini dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Semoga api semangat Kartini selalu menyala di hati kita semua dengan benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Mbak Wali, sapaan, akrabnya, Selasa, (21/4/2025). </p>
<p></p>
<p>Mbak Wali mengungkapkan hari Kartini ini merupakan momen yang tepat untuk mengenang perjuangan RA Kartini. Dimana memperjuangkan perempuan di bidang pendidikan dan kesetaraan kehidupan bermasyarakat. </p>
<p></p>
<p>Semangatnya sangat besar untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.</p>
<p>"Saya ingat sekali ketika melihat filmnya beliau sangat gigih memperjuangkan perempuan. Beliau punya semangat tinggi untuk belajar. Saya lihat semangat beliau masih tumbuh hingga saat ini," tutur Mbak Wali.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, tantangan bagi perempuan ini masih cukup besar. Masih ada beberapa kesenjangan dan masih ada kekerasan terhadap perempuan. Di dunia maya pun masih banyak komentar negatif ditujukan pada perempuan. </p>
<p></p>
<p>Bahkan saat ini masih ada kesenjangan di bidang ekonomi.</p>
<p>"Ini perjuangan kita bersama untuk bisa meneruskan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Saya mengajak kita semua bersama-sama menjaga ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya," tegas Mbak Wali. </p>
<p></p>
<p>Salah satunya dalam hal menjaga lingkungan hidup. Mbak Wali ini mengungkapkan, seorang wanita memiliki peranan besar dalam menjaga lingkungan. </p>
<p></p>
<p>"Menariknya momentum Hari Kartini dan Hari Bumi memiliki keterkaitan erat. Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan terutama dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di lingkungan rumah tangga, seorang ibu ataupun seorang anak perempuan bisa memberikan contoh nyata bagaimana menjaga dan merawat lingkungan. </p>
<p></p>
<p>"Mulai dari mengelola sampah, menghemat penggunaan air dan energi, hingga membiasakan hidup bersih dan sehat tak lepas dari peran perempuan," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Peringatan Hari Kartini di Balai Kota Kediri sendiri cukup unik. Pasalnya saat apel jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), segenap gabungan organisasi wanita, TP PKK, PHDI, komunitas perempuan, serta pemerhati lingkungan yang ikut ambil ambil bagian turut memakai kostum tradisional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polwan Berkebaya Layani Pemohon SIM di Polres Blitar Kota pada Hari Kartini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polwan-berkebaya-layani-pemohon-sim-di-polres-blitar-kota-pada-hari-kartini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polwan-berkebaya-layani-pemohon-sim-di-polres-blitar-kota-pada-hari-kartini</guid>
<description><![CDATA[ Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) bertugas mengenakan kebaya khas Jawa Timur, memadukan unsur budaya dengan pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e71c75b6625.webp" length="72298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 15:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Polisi, Wanita, Berkebaya, Hari Kartini, Satlantas Polres Blitar Kota, Pelayanan SIM, Balutan, Baju Adat.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> — Layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Blitar Kota tampil berbeda pada Selasa (21/4/2026). </p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) bertugas mengenakan kebaya khas Jawa Timur, memadukan unsur budaya dengan pelayanan publik.</p>
<p>Sejak pagi, masyarakat yang hadir disambut oleh petugas dengan penampilan yang tidak biasa. Kebaya yang dikenakan para Polwan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menciptakan suasana yang lebih akrab dan humanis di ruang pelayanan.</p>
<p>Kanit Regident Satlantas Polres Blitar Kota, Iptu Lutfi Prasetya Rohman, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mewujudkan kesetaraan perempuan.</p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa semangat Kartini tetap relevan hingga saat ini. Perempuan bisa tetap tampil anggun tanpa meninggalkan profesionalitas dalam menjalankan tugas," ujarnya, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Menurut Iptu Lutfi, pendekatan pelayanan yang lebih humanis menjadi salah satu fokus dalam momentum tersebut. Melalui nuansa yang lebih santai namun tetap tertib, masyarakat diharapkan merasa nyaman saat mengurus SIM.</p>
<p>Selain memberikan pelayanan berbeda, Satlantas juga menyiapkan apresiasi bagi pemohon. Bingkisan diberikan kepada peserta yang dinyatakan lulus ujian, serta masyarakat yang berulang tahun tepat pada 21 April.</p>
<p>"Ini bentuk apresiasi sekaligus cara kami berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di Hari Kartini," tambahnya.</p>
<p>Respons positif datang dari warga. Lusiana, salah satu pemohon SIM, mengaku suasana pelayanan terasa lebih menyenangkan dibandingkan hari biasanya.</p>
<p>"Biasanya tegang saat ujian, tapi tadi suasananya lebih santai. Petugasnya juga ramah, jadi lebih nyaman," katanya.</p>
<p>Melalui inovasi ini, Satlantas Polres Blitar Kota berharap nilai-nilai perjuangan Kartini tidak hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan yang inklusif, ramah, dan dekat dengan masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga, Aktivitas Erupsi Terus Berulang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-masih-berstatus-siaga-aktivitas-erupsi-terus-berulang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-masih-berstatus-siaga-aktivitas-erupsi-terus-berulang</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang masih berstatus Siaga (Level III) berdasarkan laporan PVMBG. Aktivitas erupsi masih terus berulang dengan potensi awan panas, guguran lava, serta sebaran abu vulkanik. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e7038f39af7.webp" length="20248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 15:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, erupsi Semeru 2026, PVMBG, MAGMA Indonesia, status Gunung Semeru, awan panas Semeru, lahar hujan, Lumajang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga saat ini masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem pemantauan MAGMA Indonesia, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga).</p>
<p>Dalam periode pemantauan terakhir, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi oleh erupsi berulang, guguran lava, serta potensi awan panas yang berasal dari kawah Jonggring Saloka.</p>
<p>PVMBG mencatat bahwa aktivitas Gunung Semeru masih cukup intens dengan karakter erupsi yang bersifat berulang dan fluktuatif. Data terbaru menunjukkan adanya ratusan gempa letusan, puluhan gempa guguran material vulkanik, serta beberapa kejadian awan panas guguran yang meluncur ke sektor Besuk Kobokan.</p>
<p>Awan panas dilaporkan dapat mencapai jarak sekitar 2,5 hingga 3 kilometer ke arah tenggara mengikuti aliran sungai utama. Selain itu, kolom abu erupsi juga masih teramati dengan ketinggian hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak pada beberapa kejadian terbaru.</p>
<p>PVMBG kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan. Imbauan utama meliputi tidak beraktivitas dalam radius ±13 km sektor tenggara (Besuk Kobokan), menghindari aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, serta mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar hujan terutama saat hujan di kawasan puncak.</p>
<p>Selain erupsi, masyarakat di sekitar lereng Semeru juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain seperti lahar hujan, hujan abu vulkanik, serta awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda awal yang jelas.</p>
<p>Seluruh aktivitas Gunung Semeru dipantau secara ketat oleh PVMBG, MAGMA Indonesia, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).</p>
<p>Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga (Level III) dengan aktivitas erupsi yang masih berulang. Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.</p>
<p><strong>Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarasehan di Persada Soekarno Kediri: Tak Hanya Emansipasi, Kartini Disebut Tanam Benih Kesadaran Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarasehan-di-persada-soekarno-kediri-tak-hanya-emansipasi-kartini-disebut-tanam-benih-kesadaran-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarasehan-di-persada-soekarno-kediri-tak-hanya-emansipasi-kartini-disebut-tanam-benih-kesadaran-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Kediri menghadirkan perspektif baru tentang Kartini sebagai pelopor kesadaran spiritual dan kebangsaan, melampaui makna emansipasi perempuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6fe8049d6f.webp" length="69306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:16:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kartini, Hari Kartini 2026, Kediri, Persada Soekarno, sarasehan kebangsaan, makna Kartini, emansipasi perempuan, nilai Kartini, tokoh perempuan Indonesia, refleksi kebangsaan, peran perempuan, nasionalisme, kegiatan Kediri, budaya Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Raden Ajeng Kartini selama ini identik dengan perjuangan emansipasi perempuan. Namun dalam sarasehan kebangsaan di Situs Persada Soekarno, sosoknya dimaknai lebih luas sebagai pelopor kesadaran spiritual dan kebangsaan.</div>
<div></div>
<div>“Kartini bukan hanya memperjuangkan kesetaraan sosial, tetapi membangkitkan kesadaran jati diri manusia,” ujar R.A. Jayandari Purnamawati dalam forum bertema Habis Gelap Terbitlah Terang dalam tasyakuran Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Senin (20/4/2026) malam.</div>
<div></div>
<div>Ia menilai keterbatasan ruang hidup Kartini justru melahirkan keluasan pemikiran yang melampaui zamannya. Bahkan, gagasan Kartini disebut menjadi benih awal kesadaran kebangsaan yang kemudian diwujudkan dalam kemerdekaan oleh Soekarno.</div>
<div></div>
<div>Pandangan tersebut diperkuat Eni Setyoningsih yang menekankan peran perempuan masa kini sebagai penjaga nilai dan penggerak peradaban. “Semangat Kartini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.</div>
<div></div>
<div>Ketua panitia Erny Nengtiyas menegaskan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi bersama. “Kami ingin nilai Kartini benar-benar hidup dalam keseharian,” katanya.</div>
<div></div>
<div>
<div>Peringatan ini juga diisi kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan fakir miskin, serta dihadiri tokoh lintas agama dan masyarakat.</div>
<div>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia bersama Jamiyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah Cabang Kediri, serta turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri dan Pemerintah Desa Pojok.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal Kartini sebagai simbol sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai perjuangannya dalam membangun karakter, memperkuat nasionalisme, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kolaborasi, Kabaharkam Polri Hadiri Ngopi Kamtibmas di Kota Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-kabaharkam-polri-hadiri-ngopi-kamtibmas-di-kota-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-kabaharkam-polri-hadiri-ngopi-kamtibmas-di-kota-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan mengantisipasi permasalahan sosial sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e64e8e8a9ae.webp" length="34994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 08:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Kabarhakam Polri, Kamtibmas, Kamtibmas Kota Kediri, Polres Kediri Kota</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP</strong>–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, mendorong jajaran kepolisian di daerah untuk mengedepankan kolaborasi dan meningkatkan kehadiran fisik di tengah masyarakat. </p>
<p>Hal ini disampaikan usai mengikuti kegiatan "Ngopi Kamtibmas" bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat di Kota Kediri, Senin (20/04/2026) malam.</p>
<p>Komjen Pol Karyoto menekankan pentingnya upaya preventif yang nyata dari personel kepolisian di wilayah.</p>
<p>Menurutnya, polisi tidak hanya sekadar hadir, tetapi harus memberikan dampak manfaat langsung bagi aktivitas warga sehari-hari.</p>
<p>"Kami mengharapkan polisi di wilayah lebih banyak melakukan upaya nyata. Lebih banyak berkolaborasi dan muncul di tengah masyarakat. Tidak hanya muncul, tapi harus terlihat dan bermanfaat, seperti mengatur lalu lintas di pagi hari serta aktif berpatroli saat jam pulang kerja," tutur Komjen Pol Karyoto.</p>
<p>Dalam arahannya, jenderal bintang tiga ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas Tiga Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan). </p>
<p>Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan mengantisipasi permasalahan sosial sejak dini.</p>
<p>"Tiga pilar itu harus selalu bersama-sama melihat permasalahan yang ada. Permasalahan yang besar dikecilkan, yang kecil dihilangkan. Pemerintah harus bersatu dengan masyarakat, akademisi, dan media. Media memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kondusivitas," jelasnya.</p>
<p>Kepada generasi muda, Kabaharkam menitipkan pesan agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan daerah. </p>
<p>Ia juga mengingatkan agar kemampuan bela diri yang dimiliki digunakan untuk hal positif, bukan untuk mengganggu ketertiban umum.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memperkenalkan inovasi Ronda Digital berbasis integrasi CCTV sebagai langkah modernisasi keamanan lingkungan. </p>
<p>Wanita yang karib disapa Mbak Wali ini menjelaskan bahwa konsep ronda konvensional kini diperkuat dengan teknologi. Saat ini, terdapat sekitar 1.580 unit CCTV yang tersebar di wilayah Kecamatan Kota dan telah terintegrasi di 17 kelurahan.</p>
<p>"Dulu kita sering ronda keliling kampung, sekarang kita kuatkan dengan kemajuan teknologi. Dengan CCTV yang terintegrasi, pemantauan kondisi lingkungan secara real-time menjadi lebih mudah dan respons terhadap gangguan keamanan bisa lebih cepat," ungkap Vinanda.</p>
<p>Acara ditutup dengan penyerahan bantuan peralatan Kamtibmas secara simbolis kepada perwakilan masyarakat Kota Kediri guna mendukung pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPR RI Tolak Wacana “War Tiket Haji”, Gus An’im Sebut Cederai Keadilan Jemaah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpr-ri-tolak-wacana-war-tiket-haji-gus-anim-sebut-cederai-keadilan-jemaah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpr-ri-tolak-wacana-war-tiket-haji-gus-anim-sebut-cederai-keadilan-jemaah</guid>
<description><![CDATA[ Gus An&#039;im menambahkan, pihaknya sering melakukan diskusi dan konsultasi dengan pihak-pihak terkait lainnya, agar antrian jamaah haji bisa lebih cepat. Dari situ muncul sejumlah opsi solusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6299c7bf66.webp" length="21508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 21:56:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, war tiket haji, ibadah haji, DPR RI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Beberapa waktu lalu Kementerian Haji dan Umroh sempat melontarkan wacana penerapan sistem ibadah haji melalui skema "War Tiket Haji." Wacana tersebut ditolak tegas oleh Komisi VIII DPR RI, komisi yang selama ini mengawasi pelaksanaan haji dan umroh di Indonesia. </p>
<p>Anggota DPR RI Komisi VIII KH An'im Falachuddin Mahrus menolak tegas wacana tersebut karena didalamnya terdapat unsur ketidakadilan. </p>
<p>"Kita menolak keras, karena ada unsur ketidakadilan. Ketika mereka yang sudah mendaftar sejak awal, sudah beberapa tahun, itu akan hangus kesempatannya oleh orang yang lebih dulu membayar tiket, itu yang tidak adil," tegas tokoh yang akrab disapa Gus An'im tersebut, Senin (20/4/2026). </p>
<p>Gus An'im menambahkan, pihaknya sering melakukan diskusi dan konsultasi dengan pihak-pihak terkait lainnya, agar antrian jamaah haji bisa lebih cepat. Dari situ muncul sejumlah opsi solusi. </p>
<p>"Ada beberapa opsi. Opsi yang pertama tentunya kita melobi pemerintah Arab Saudi agar kita ditambah kuotanya. Yang kedua ada opsi, ada beberapa negara yang tidak mengambil kuotanya 100 persen. Nah itu bisa kita lobi tentunya dengan persetujuan dari Arab Saudi," jelasnya. </p>
<p>Opsi ketiga ada pembatasan jeda seseorang untuk berangkat haji kedua kali. Jika sebelumnya dalam waktu singkat bisa berangkat haji lagi, kini hanya bisa dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama. </p>
<p>"Yang ketiga adalah pembatasan. Nah ini sudah diberlakukan pembatasan haji, sekarang 18 tahun baru bisa berangkat lagi. Selama ini kan biasanya 5 tahun bisa berangkat atau 10 tahun bisa berangkat. Itu ikhtiar-ikhtiar kita untuk memperpendek antrian haji," tambahnya. </p>
<p>Hal lain yang membuat wacana "war tiket haji" ditolak adalah terkait regulasi.</p>
<p>"Belum disepakati, belum bisa. Dari DPR belum setuju itu. Karena regulasinya belum ada," tuturnya lagi. </p>
<p>Terkait panjangnya antrian haji, menurut Gus An'im, Kementrian Haji dan Umroh juga merasa ada ketidakadilan. Sebagai contoh di suatu daerah di Sulawesi ditemukan ada yang antriannya sampai 40 tahun. </p>
<p>Karena itu, mulai tahun ini melalui perubahan formula pembagian kuota masa tunggu antrean haji reguler di Indonesia disamakan menjadi maksimal 26,4 tahun. </p>
<p>Sebagai contoh, calon jemaah haji yang mendaftar pada tahun 2026 diperkirakan berangkat tahun 2052-2053.</p>
<p>"Sekarang dibagi rata seluruh Indonesia itu maksimal adalah 26 tahun. Ini salah satu ikhtiar kita bagaimana supaya ada keadilan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapal Ikan KM Gracias Tanjung Perak Terbakar di Pelabuhan Probolinggo, Kerugian Capai Ratusan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapal-ikan-km-gracias-tanjung-perak-terbakar-di-pelabuhan-probolinggo-kerugian-capai-ratusan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapal-ikan-km-gracias-tanjung-perak-terbakar-di-pelabuhan-probolinggo-kerugian-capai-ratusan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran kapal ikan di Pelabuhan Mayangan Probolinggo sempat bikin panik warga. Beruntung, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas perbaikan kapal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e60f57d24f0.webp" length="69562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 19:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KebakaranKapal, Nelayan, Pelabuhan, PemadamKebakaran, Peristiwa, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Kebakaran melanda sebuah kapal motor pengangkut ikan di kawasan Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, pada Senin sore, 20 April 2026. Peristiwa ini terjadi saat kapal tengah bersandar dan diduga kebakaran terjadi usai perbaikan yang dilakukan sebelum.</p>
<p>Kapal yang diketahui bernama KM Gracias Tanjung Perak itu mulai terbakar sekitar pukul 14.30 WIB. Api pertama kali terlihat muncul dari bagian lantai dua kapal. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke hampir seluruh bagian atas kapal, memicu kepanikan di sekitar lokasi pelabuhan.</p>
<p>Sejumlah kru kapal bersama warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat seadanya. Upaya ini dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran yang telah dihubungi sesaat setelah api mulai membesar.</p>
<p>Tidak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Probolinggo tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. Namun, proses tersebut tidak berjalan mudah. Letak titik api yang berada di dalam kapal memaksa petugas untuk naik ke atas kapal guna menjangkau sumber api secara langsung.</p>
<p>Pembina paguyuban nelayan setempat, Hermanto, mengungkapkan bahwa sumber kebakaran masih belum dapat dipastikan secara jelas.</p>
<p>“Jadi kebakaran ini diperkirakan berasal dari kamar mesin, namun apakah dari konslet api atau apa, masih belum diketahui,” ujarnya.</p>
<p>Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Meski demikian, proses penyiraman tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa, mengingat di dalam kapal terdapat bahan bakar serta material lain yang mudah terbakar.</p>
<p>Hermanto juga menjelaskan bahwa saat kejadian, kapal tersebut sebenarnya tengah bersiap untuk keberangkatan.</p>
<p>“Jadi kapal ini sedang sandar dan menunggu keberangkatan yang mana tujuannya adalah Dobo, Kepulauan Aru, Maluku,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemkot Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, menyebutkan bahwa kebakaran tidak melalap seluruh bagian kapal.</p>
<p>“Informasi yang kami terima, tidak ada korban, namun kami telah siapkan ambulans. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui, yang jelas sebelum api muncul, kapal dalam kondisi perbaikan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa tingkat kerusakan kapal diperkirakan sekitar 30 persen. Hal ini tidak lepas dari kesigapan kru kapal dan warga sekitar yang lebih dulu melakukan upaya pemadaman sebelum petugas tiba di lokasi.</p>
<p>Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Bondowoso Main Aman, Proyek Puskesmas Mangkrak Dilanjutkan Tahun 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-bondowoso-main-aman-proyek-puskesmas-mangkrak-dilanjutkan-tahun-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-bondowoso-main-aman-proyek-puskesmas-mangkrak-dilanjutkan-tahun-2027</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi Puskesmas Tegalampel yang mangkrak dipastikan lanjut 2027. Dinkes Bondowoso hindari risiko APBD Perubahan, pembayaran proyek masih menunggu hasil audit progres pekerjaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e60a6d289a3.webp" length="48584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:48:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Puskesmas, Dinkes, Bondowoso, mangkrak, BPK, KPK, rekanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso yang mangkrak, direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2027.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin memastikan pekerjaan tetap akan dilanjutkan. Namun, karena belum tersedia anggaran dalam APBD awal, penganggaran ulang direncanakan pada tahun 2027. </p>
<p>Bahkan, kali ini Dinkes tidak berani bertaruh dan mengambil risiko, untuk menganggarkan di APBD Perubahan di tri wulan terakhir tahun 2026. Moch Jasin menilai, pengajuan melalui APBD Perubahan dinilai berisiko, terutama dari sisi waktu pelaksanaan.</p>
<p>“Kalau dipaksakan di APBD perubahan cukup berisiko. Setelah konsultasi, lebih aman dianggarkan kembali pada APBD awal tahun 2027,” jelasnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Senin (20//2026).</p>
<p>Mangkraknya proyek ratusan juta tersebut, kata Jasin, menjadi acuan agar hal yang sama tidak terjadi. Dirinya berupaya meminimalisasi risiko proyek mangkrak dengan memperbaiki manajemen waktu, serta mempertimbangkan kembali pelaksanaan proyek fisik melalui mekanisme lelang, khususnya pada perubahan anggaran.</p>
<p>“Kita akan lebih memanage waktu dan kemungkinan tidak melakukan kegiatan fisik yang membutuhkan lelang di perubahan anggaran, karena risikonya cukup besar,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Dinkes juga berharap adanya sistem yang lebih baik dalam proses lelang untuk menyaring rekanan, meskipun diakui bahwa secara administrasi seluruh peserta lelang biasanya telah memenuhi syarat.</p>
<p>“Secara kualifikasi dan administrasi mereka memenuhi, bahkan penawarannya terbaik. Tapi kita berharap ada sistem yang bisa lebih menyaring hal-hal seperti ini,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk kondisi bangunan yang belum rampung, Dinkes melakukan langkah efisiensi dengan memanfaatkan ruang yang ada serta meminta pihak puskesmas menjaga kondisi bangunan agar tidak semakin menurun kualitasnya.</p>
<p>“Kita minta dilakukan penutupan dan perawatan agar tidak terlihat kumuh,” imbuhnya.</p>
<p>Seperti diketahui, proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel di Kabupaten Bondowoso dilaporkan mangkrak meski telah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Alokasi Umum (DAU) kesehatan tahun 2025.</p>
<p>Berdasarkan data LPSE Bondowoso, proyek dengan pagu Rp930.540.380 dimenangkan oleh CV Fajar Mulya dari Kabupaten Pasuruan, dengan nilai kontrak Rp744.424.800, setelah mengungguli puluhan peserta lelang lainnya.</p>
<p>Namun hingga kini, proyek tersebut belum rampung dan masalah pembayaran kepada rekanan dan konsultan pengawas, saat ini masih menunggu hasil audit untuk menentukan progres pekerjaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemilik Terungkap, Kotak Misterius Berisi Daging di Kedungwaru Ternyata Pesanan Warga Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemilik-terungkap-kotak-misterius-berisi-daging-di-kedungwaru-ternyata-pesanan-warga-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemilik-terungkap-kotak-misterius-berisi-daging-di-kedungwaru-ternyata-pesanan-warga-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik paket diketahui bernama Cindy Laurenza (26), yang berdomisili di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e604fde13bb.webp" length="61404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:24:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemilik kotak misterius, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Misteri penemuan kotak berisi daging iris yang sempat menghebohkan warga di pinggir Jalan Pahlawan, masuk wilayah Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, akhirnya terungkap. Pemilik paket tersebut diketahui seorang warga setempat yang datang langsung ke Polres Tulungagung setelah mengetahui kabar temuannya viral di media sosial.</p>
<p>Pemilik paket diketahui bernama Cindy Laurenza (26), yang berdomisili di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Ia mendatangi Polres Tulungagung pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB untuk memberikan klarifikasi terkait paket tersebut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa paket berisi daging iris tersebut milik Cindy Laurenza, yang dikuatkan dengan bukti pemesanan.</p>
<p>“Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, benar bahwa paket tersebut milik saudari Cindy Laurenza. Yang bersangkutan telah menunjukkan bukti pemesanan dan menjelaskan kronologi kejadian,” terang Nanang.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada petugas, Cindy menjelaskan bahwa paket itu memang miliknya yang berisi daging iris yang ia pesan dari Surabaya. </p>
<p>“Paket tersebut berisi daging iris sebanyak 120 pack dengan total harga Rp4.990.000,” ujarnya. </p>
<p>Paket tersebut kemungkinan ditinggalkan di pinggir jalan akibat miskomunikasi dengan pihak jasa pengiriman. Tidak adanya pemberitahuan dari kurir membuat paket itu tidak segera diterima oleh Cindy.</p>
<p>“Sepertinya ada miskomunikasi, karena yang bersangkutan tidak menerima informasi dari kurir terkait pengantaran paket tersebut,” jelas Iptu Nanang.</p>
<p>Dengan terungkapnya identitas pemilik, kasus penemuan kotak misterius berisi daging tersebut dipastikan telah selesai dan tidak lagi menimbulkan keresahan di masyarakat. Paket tersebut juga telah diserahkan oleh polisi kepada pemiliknya.</p>
<p>Sebelumnya pada Senin pagi masyarakat di sekitar kantor BAF Kedungwaru, diresahkan dengan adanya kotak misterius dan tertutup rapat menggunakan lakban berwarna cokelat. Temuan tersebut lantas dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Setelah dibuka ternyata kotak tersebut berisi daging iris. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV diketahui kotak tersebut diturunkan dari mobil pikap oleh dua orang pada Sabtu sore. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Revitalisasi Puskesmas Tegalampel Bondowoso Mangkrak, Rekanan Terancam Diblacklist</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-bondowoso-mangkrak-rekanan-terancam-diblacklist</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-bondowoso-mangkrak-rekanan-terancam-diblacklist</guid>
<description><![CDATA[ Proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel Bondowoso mangkrak, Dinkes menunggu hasil audit untuk menentukan progres pekerjaan dan pembayaran, sementara rekanan CV Fajar Mulya terancam sanksi hingga masuk daftar hitam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6022a6206f.webp" length="74412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:40:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kesehatan, puskesmas, mangkrak, BPK, KPK, rekanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="519" data-end="682"><strong data-start="519" data-end="539">BONDOWOSO, SJP –</strong> Proyek rehabilitasi Puskesmas Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tahun anggaran 2025, hingga kini mangkrak dan belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.</p>
<p data-start="431" data-end="642">Proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) sektor kesehatan tersebut sebelumnya digadang-gadang menjadi penopang peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Namun di lapangan, pekerjaan justru terbengkalai.</p>
<p data-start="644" data-end="871">Data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mencatat, proyek dengan pagu Rp930,5 juta itu dimenangkan oleh CV Fajar Mulya, kontraktor asal Pasuruan, dengan nilai penawaran Rp744,4 juta atau turun sekitar 20 persen dari HPS.</p>
<p data-start="873" data-end="975">Penurunan signifikan tersebut kini menjadi sorotan, seiring tidak rampungnya pekerjaan sesuai harapan.</p>
<p data-start="1284" data-end="1452">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin, membenarkan bahwa proyek tersebut saat ini belum rampung dan pihaknya belum melakukan pembayaran kepada rekanan.</p>
<p data-start="1454" data-end="1575">Menurutnya, pembayaran masih menunggu hasil audit untuk mengetahui sejauh mana progres pekerjaan yang telah diselesaikan.</p>
<p data-start="1577" data-end="1747">“Pertama, kita menunggu hasil audit. Dari situ akan diketahui berapa persen progres pekerjaan rekanan, dan itu yang menjadi dasar pembayaran,” ujarnya, Senin (20/4/2026).</p>
<p data-start="1749" data-end="1898">Ia menambahkan, mekanisme serupa juga berlaku untuk konsultan pengawas. Pembayaran akan disesuaikan dengan capaian pekerjaan berdasarkan hasil audit.</p>
<p data-start="1900" data-end="2005">“Untuk konsultan pengawas juga sama, dibayarkan sesuai progres pekerjaan yang dinilai auditor,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2007" data-end="2170">Terkait sanksi, Dinas Kesehatan menyatakan akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan mengusulkan rekanan masuk dalam daftar hitam (blacklist).</p>
<p data-start="2172" data-end="2246">“Sesuai aturan, ada kemungkinan kita usulkan untuk blacklist,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2172" data-end="2246"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Dirawat, Korban Tertabrak Kereta di Singosari Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-korban-tertabrak-kereta-di-singosari-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-korban-tertabrak-kereta-di-singosari-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Korban tertabrak Kereta Penataran di Singosari yang sempat dirawat di RSSA Malang akhirnya meninggal dunia, jenazah langsung dibawa keluarga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5e07f7d884.webp" length="34664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:30:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Kecelakaan Kereta, Kereta Penataran, Singosari Malang, RSSA Malang, Polisi Singosari, Malang Raya, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Korban tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran di wilayah Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.</p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin, membenarkan informasi tersebut berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit.</p>
<p>"Korban meninggal sekitar jam 4 pagi berdasarkan informasi dari kamar jenazah RSSA. Kemudian sekitar jam 5 pagi jenazah langsung dibawa pihak keluarga," ujar AKP Achmad Zainuddin, Senin (20/4/2025).</p>
<p>Sebelumnya, korban bernama Tohari, warga Jalan Onggojoyo 8 RT 001 RW 002 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 pada Minggu pagi (19/4/2025) sekitar pukul 07.03 WIB.</p>
<p>Saat kejadian, korban bersama sekitar tujuh anggota keluarganya berjalan menyisir jalur rel kereta api dari arah selatan menuju utara sambil bersenda gurau. Namun dari arah berlawanan datang kereta api hingga korban diduga tidak sempat menghindar dan tersambar.</p>
<p>Korban sempat dalam kondisi sadar dan dievakuasi ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun luka yang dialami korban cukup serius hingga akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Kotak Misterius di Kedungwaru Tulungagung Gegerkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-kotak-misterius-di-kedungwaru-tulungagung-gegerkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-kotak-misterius-di-kedungwaru-tulungagung-gegerkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Polisi juga melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengetahui asal-usul kotak tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5d57273d46.webp" length="57102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kotak misterius, kedungwaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>TULUNGAGUNG, SJP </b>- Warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan penemuan sebuah kotak misterius di depan kantor pembiayaan leasing BAF di Jalan Pahlawan, Senin (20/4/2026) siang.</p>
<p>Kabagops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan yang memimpin pengamanan, mengatakan kotak tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi mencurigakan karena berukuran cukup besar, terbuat dari styrofoam, dan tertutup rapat menggunakan lakban berwarna cokelat.</p>
<p>“Terkait temuan ini, pagi tadi ada warga yang lapor adanya satu kotak styrofoam terlakban di depan kantor BAF Kedungwaru,” ujarnya.</p>
<p>Di bagian atas kotak, terdapat tulisan “Tulungagung 120” yang semakin menimbulkan rasa penasaran warga. Karena khawatir akan isi kotak tersebut, warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Tulungagung segera menerjunkan personel dari Polsek Kedungwaru, Satuan Samapta, hingga Tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.</p>
<p>“Kemudian kita lakukan pendalaman, kami datang ke lokasi dan dilakukan pengecekan awal,” tambahnya.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pengecekan menggunakan alat metal detector untuk memastikan ada atau tidaknya unsur berbahaya di dalam kotak. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan logam mencurigakan. Polisi juga melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengetahui asal-usul kotak tersebut.</p>
<p>“Dicek dengan metal detector tidak ada unsur logam, lalu kita buka untuk memastikan isi di dalamnya,” jelas Kompol Maga.</p>
<p>Setelah dipastikan aman, petugas akhirnya membuka kotak misterius tersebut. Dari hasil pemeriksaan, kotak itu ternyata berisi potongan daging fillet yang telah dikemas dalam sekitar 120 paket berukuran kecil. Polisi menduga barang tersebut diturunkan oleh dua orang menggunakan kendaraan pikap pada Sabtu sore.</p>
<p>“Ternyata ada daging fillet sekitar 120 pack di dalamnya, dari CCTV terlihat ada kendaraan yang menurunkan barang itu, kemungkinan ada yang memesan,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, polisi masih melakukan pendalaman terkait jenis daging dan pemiliknya. Secara kasat mata, daging tersebut diduga merupakan daging sapi yang masih dalam kondisi cukup baik meski tidak lagi dalam keadaan dingin.</p>
<p>“Kita belum bisa memastikan jenisnya, kelihatan seperti daging sapi, kondisinya masih segar dengan tanggal kedaluwarsa 7 Desember 2026,” katanya.</p>
<p>Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Tulungagung. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki untuk segera mengambil dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.</p>
<p>“Barang diamankan di Mapolres Tulungagung, bagi pemilik bisa mengambil di polres,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayat di Ladang Jagung Wonosalam Jombang Jalani Autopsi di RSUD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-jalani-autopsi-di-rsud</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayat-di-ladang-jagung-wonosalam-jombang-jalani-autopsi-di-rsud</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan keterangan polisi, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5cba20d679.webp" length="37160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 14:40:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Kepolisian Resor (Polres) Jombang membeberkan hasil identifikasi sementara terkait penemuan sesosok mayat di area ladang jagung, Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan keterangan polisi, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. Tampak belatung pada tubuh korban dan sebagian tulang belulang sudah mulai terlihat. Meski demikian, polisi menduga kuat jenis kelamin korban adalah laki-laki berdasarkan pakaian yang dikenakan.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk menjalani proses autopsi.</p>
<p>"Jadi memang ditemukan satu jenazah laki-laki, belum diketahui identitasnya. Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah guna dilakukan otopsi lebih lanjut dan juga proses pengenalan identitas," ujar AKP Dimas Robin kepada suarajatimpost.com di lokasi kamar jenazah RSUD Jombang.</p>
<p>Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Korban ditemukan mengenakan kaos, jaket, celana panjang jeans, serta sepatu sport. Sebuah telepon genggam (handphone) juga berhasil diamankan dari saku celana korban.</p>
<p>"Sementara ini baru kita temukan handphone pada saku korban. Untuk ciri fisik, secara visual mayat memiliki rambut di kepala. Jenis kelamin diduga laki-laki, namun untuk lebih lanjut masih kita dalami," jelas AKP Dimas.</p>
<p>Sebelumnya, sesosok mayat ditemukan oleh warga di area ladang jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya.</p>
<p>Saat kali pertama di temukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Iswari, kondisi mayat diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian lengkap berikut sebuah Hanphone dalam saku celana.</p>
<p>"Sepertinya laki-laki ciri-cirinya sepertinya laki-laki kemudian memakai celana jeans ada HP masih ada HP di sakunya, bisa punya kondisi sudah membusuk tidak bisa dikenali," ucap Warjito warga Wonosalam disekitar lokasi dalam pesan diterima. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polda Jatim Gelar Olah TKP Kecelakaan Maut di Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polda-jatim-gelar-olah-tkp-kecelakaan-maut-di-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polda-jatim-gelar-olah-tkp-kecelakaan-maut-di-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Olah TKP dilakukan oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jatim bersama Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan alat pemindai tiga dimensi (3D Scanner). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5b386a0bca.webp" length="99828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KecelakaanMaut, OlahTKP, PoldaJatim, PolresProbolinggo, TrafficAccidentAnalysis, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong>–Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan raya Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (20/4/2026). </p>
<p>Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan lalu lintas yang merenggut empat nyawa tersebut.</p>
<p>Olah TKP dilakukan oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jatim bersama Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan alat pemindai tiga dimensi (3D Scanner). </p>
<p>Perangkat ini berfungsi merekam kondisi lokasi secara mendetail dalam bentuk visual tiga dimensi untuk merekonstruksi kronologi kecelakaan secara ilmiah dan presisi.</p>
<p>Secara keseluruhan, terdapat delapan titik lokasi yang dipindai. Titik-titik tersebut dimulai dari posisi awal saat truk diduga mengalami rem blong hingga titik akhir tabrakan yang melibatkan sejumlah kendaraan lain. Melalui data tersebut, tim diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai jalannya peristiwa.</p>
<p>Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, menjelaskan bahwa analisis difokuskan untuk mengetahui kecepatan truk trailer yang menjadi pemicu utama kecelakaan.</p>
<p>"Pada hari ini kami melakukan Traffic Accident Analysis untuk mengidentifikasi kecepatan kendaraan trailer, karena kecelakaan ini bermula dari kendaraan tersebut," ujarnya.</p>
<p>Dalam proses pemindaian, setiap titik pengambilan data memiliki jarak sekitar 10 meter. Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian jalur dari arah berlawanan agar proses pemindaian berjalan optimal tanpa gangguan arus kendaraan.</p>
<p>Selain di lokasi kejadian, tim TAA juga memindai enam kendaraan yang terlibat kecelakaan. Data kendaraan tersebut menjadi bagian krusial dalam melengkapi analisis menyeluruh.</p>
<p>"Scanning yang dilakukan tim TAA ini bertujuan melengkapi hasil olah TKP sebelumnya, sehingga nantinya akan memberikan kejelasan terkait penyebab kecelakaan," tambah AKBP Septa Firmansyah.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Sabtu (18/4/2026) malam. Sebuah truk trailer bermuatan tripleks bernomor polisi B 2965 UEJ yang dikemudikan oleh Cecep Adi Sucipto (46), warga Mojokerto, diduga mengalami rem blong. Kendaraan tersebut kemudian menabrak lima kendaraan di depannya.</p>
<p>Akibat peristiwa tersebut, empat penumpang mobil Toyota Vios Limo bernomor polisi AG 1644 EG meninggal dunia. Korban merupakan satu keluarga asal Blitar, yakni Sutrisno (60), T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovana Malik Ibrahim (3).</p>
<p>Sementara itu, pengemudi kendaraan pikap bernomor polisi P 8361 GL, Muhammad Iswanto (33), warga Jember, dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Wonosalam Jombang Digegerkan Penemuan Mayat di Ladang Jagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-wonosalam-jombang-digegerkan-penemuan-mayat-di-ladang-jagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-wonosalam-jombang-digegerkan-penemuan-mayat-di-ladang-jagung</guid>
<description><![CDATA[ Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e59fa49d151.webp" length="39566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 11:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penemuan Mayat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Sesosok mayat ditemukan oleh warga di area ladang jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Berdasar informasi, posisi mayat berada disebelah utara tempat wisata Bajak Laut 2, atau sekitar 100 meter jalan keutara dan masuk ke ladang jagung sekitar 50 meter dari jalan raya.</p>
<p>Saat kali pertama di temukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Iswari, kondisi mayat diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian lengkap berikut sebuah Hanphone dalam saku celana. </p>
<p>"Sepertinya laki-laki ciri-cirinya sepertinya laki-laki kemudian memakai celana jeans ada HP masih ada HP di sakunya, bisa punya kondisi sudah membusuk tidak bisa dikenali," ucap Warjito warga Wonosalam disekitar lokasi dalam pesan diterima. </p>
<p>Kapolsek Wonosalam, Iptu Aspio Tri Utomo membenarkan adanya temuan mayat tersebut.</p>
<p>Pihaknya tengah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara. </p>
<p>"Iya benar, kami sedang menuju ke lokasi," ungkap Iptu Aspio. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Niat Memperbaiki Ekonomi, Ratusan Warga Nganjuk Justru Terjerat Investasi Snapboost</title>
<link>https://suarajatimpost.com/niat-memperbaiki-ekonomi-ratusan-warga-nganjuk-justru-terjerat-investasi-snapboost</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/niat-memperbaiki-ekonomi-ratusan-warga-nganjuk-justru-terjerat-investasi-snapboost</guid>
<description><![CDATA[ Para nasabah aplikasi investasi Snapboost kini mendatangi pihak berwajib untuk menuntut keadilan setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali, dengan total kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4be2aa4714.webp" length="41860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 21:34:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Member Investasi Snapboost, puluhan nasabah gerudug di Polres Nganjuk, uang investasi ngendap, janji kaya bersama, laporan di Polres, Pimpinan Member Thomas Eko, dilaporkan di polres, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan berinvestasi, sejumlah warga di Kabupaten Nganjuk justru menelan pil pahit. Para nasabah aplikasi investasi Snapboost mendatangi pihak berwajib setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali, dengan total kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.</p>
<p>​Berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya tergiur bergabung karena janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu korban, seorang ibu asal Nganjuk yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengaku awalnya hanya menyetor dana kecil sebesar Rp1 juta. Namun, karena terus diiming-imingi hasil yang berlipat ganda, ia akhirnya menambah saldo investasinya berkali-kali.</p>
<p>​"Awalnya saya ikut karena iming-iming hadiah dan katanya bisa kaya bersama. Anak saya juga ikut cari mitra-mitra lain. Total uang saya yang masuk sekitar Rp20 juta. Sekarang saya hanya ingin uang itu kembali untuk bayar utang," ungkapnya dengan nada lesu. Minggu (19/4/4/2026) </p>
<p><strong>​Korban Merugi Hingga Ratusan Juta</strong></p>
<p>​Nasib lebih tragis dialami oleh Ibu Suliana, warga Kerep Kidul, Bagor. Ia mengaku bergabung setelah diajak oleh temannya. Awalnya, ia hanya melakukan deposit sebesar Rp500 ribu. Namun, bujuk rayu promo investasi membuatnya nekat menyetorkan uang dalam jumlah fantastis.</p>
<p>​Ia sempat dijanjikan akan mendapatkan sebuah mobil Brio sebagai bentuk doorprize atau imbal hasil dari deposit sebesar Rp65 juta yang ia setorkan. Penyerahan unit mobil tersebut dijanjikan akan dilaksanakan pada acara besar di Semarang pada 12 April 2026 lalu. Namun, acara tersebut mendadak batal, dan dana investasinya pun ikut raib.</p>
<p>​"Total kerugian saya sekitar Rp133 juta. Uang itu dikumpulkan dengan susah payah. Harapan saya hanya satu, tolong kembalikan hak saya. Ini bukan hanya masalah saya, tapi banyak masyarakat lain, khususnya warga Nganjuk, yang juga menjadi korban," tegas Ibu Suliana saat melaporkan kasusnya.</p>
<p><strong>Pimpinan Snapboost Sebut Ada 'Trouble' di 18 Kabupaten</strong></p>
<p>Menanggapi gelombang protes dari para nasabah, Pimpinan Member Snapboost, Thomas Eko, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Di hadapan media, Eko mengakui adanya kendala teknis atau trouble pada sistem yang menyebabkan terhambatnya pencairan dana para member di berbagai daerah.</p>
<p>​Eko menjelaskan bahwa kemacetan sistem ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di 18 kabupaten yang berada di bawah naungannya, meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat. Dari belasan wilayah tersebut, Kabupaten Nganjuk tercatat memiliki basis member yang cukup besar dengan sekitar 600 anggota.</p>
<p>​"Sistem sedang mengalami kendala. Saya membawahi 18 kabupaten di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Memang saat ini sedang ada trouble yang belum bisa saya jelaskan secara detail karena masih menunggu sosialisasi terkait program penggabungan (SGE)," ujar Eko.</p>
<p>​Meski dituding melakukan penipuan, Eko membantah telah membawa kabur uang member. Ia justru mengklaim sebagai pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini. Menurut pengakuannya, saldo pribadinya yang tertahan di dalam akun aplikasi mencapai angka Rp15 miliar.</p>
<p>​Ia berdalih bahwa dana tersebut awalnya diniatkan untuk memberikan hadiah atau <em>reward </em>kepada para member sebagai bentuk apresiasi atas keuntungan yang telah diraih sebelumnya. Namun, karena sistem macet total, dana tersebut kini tidak dapat diakses.</p>
<p>​<strong>Kooperatif Jalani Pemeriksaan di Polres Nganjuk</strong></p>
<p>​Sebagai bentuk tanggung jawab, Eko secara sukarela mendatangi Mapolres Nganjuk pada Minggu (19/4/2026) pagi untuk memberikan keterangan. Ia menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB terkait dugaan penipuan investasi online yang menyeret namanya.</p>
<p>​"Saya datang ke sini (Polres) untuk klarifikasi dan meminta pengamanan karena banyaknya member yang mencari saya. Jika memang saya terbukti melakukan tindak pidana, saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Saya tidak akan kabur," tegasnya.</p>
<p>​Eko juga menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh koordinator wilayah untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk pemblokiran rekening pendaftaran jika terindikasi adanya skema penipuan (scam) yang lebih luas. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan Eko serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan dari para pelapor.</p>
<p>Kanit Pidum Iptu Imam Sutrisno mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima para pelapor yang datang untuk memberikan keterangan serta menyerahkan sejumlah bukti awal terkait aktivitas investasi tersebut.</p>
<p>​"Hari ini kami telah menerima laporan dari para korban investasi Snapboost. Kami mendengarkan keterangan mereka dan mulai mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Iptu Imam Sutrisno.</p>
<p>Iptu Imam Sutrisno juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh investasi serupa agar tidak ragu untuk melapor. Kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan demi tegaknya keadilan bagi para korban.</p>
<p>​Saat ini, Polres Nganjuk masih terus melakukan pengembangan kasus untuk menentukan apakah terdapat unsur pidana penipuan atau pelanggaran Undang-Undang ITE dalam operasional aplikasi Snapboost tersebut.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Inspiratif Mbah Mislicha: 50 Tahun Menabung dari Jualan Cilok Akhirnya Naik Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-inspiratif-mbah-mislicha-50-tahun-jualan-cilok-akhirnya-naik-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-inspiratif-mbah-mislicha-50-tahun-jualan-cilok-akhirnya-naik-haji</guid>
<description><![CDATA[ Kisah perjuangan Mbah Mislicha (85), penjual cilok asal Pasuruan yang konsisten menabung selama 50 tahun demi berangkat haji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e472a43aaf8.webp" length="65026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 16:11:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kisah inspiratif haji 2026, Penjual cilok naik haji Pasuruan, Jemaah haji tertua Kota Pasuruan, Mbah Mislicha Pasuruan, Embarkasi Surabaya kloter 10</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> – Di tangan Mbah Mislicha (85), sebutir cilok bukan sekadar kudapan gurih yang dijajakan di lorong-lorong Gang Empat, Kelurahan Bugul Kidul. Bagi nenek yang telah mendorong gerobak selama setengah abad ini, setiap butir cilok adalah saksi bisu perjuangannya mengumpulkan rupiah demi rupiah demi satu tujuan: bersujud di depan Kakbah.</p>
<p>Meski langkahnya tak lagi tegap dan guratan usia memenuhi wajahnya, semangat Mislicha tidak pernah surut. Ketekunannya membuahkan hasil. Tahun 2026 ini, ia tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Kota Pasuruan yang akan terbang ke Tanah Suci.</p>
<p>Perjalanan spiritual ini tidak didapatnya secara instan. Selama 50 tahun, ia konsisten memisahkan keuntungan dari usaha kecilnya untuk dimasukkan ke dalam tabungan haji. Tidak hanya dari tabungan harian, ia juga mengikuti arisan kecil untuk mempercepat terkumpulnya setoran awal.</p>
<p>“Sejak muda saya sudah ingin sekali naik haji. Saya menabung sedikit demi sedikit dari jualan cilok, setiap hari saya sisihkan,” ujar Mislicha dengan binar mata bahagia.</p>
<p>Kegigihan itu akhirnya membuahkan nominal Rp25 juta untuk pendaftaran resmi pada tahun 2017 silam. Penantian panjang selama sembilan tahun sejak mendaftar—atau lima dekade sejak pertama kali menabung—kini menemui ujungnya.</p>
<p>*“Saya tidak menyangka bisa berangkat sekarang. Alhamdulillah, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,”  tambahnya dengan nada getir haru.</p>
<p><strong>Tetap Berjualan di Ambang Keberangkatan</strong></p>
<p>Yang menggetarkan hati, hingga menjelang keberangkatannya yang dijadwalkan pada Kamis (23/4/2026) nanti, Mbah Mislicha masih terlihat mendorong gerobak kecilnya. Baginya, bekerja adalah bentuk rasa syukur dan cara menjaga kebugaran fisik sebelum menempuh perjalanan jauh ke Mekkah.</p>
<p>Bahkan setelah ditinggal wafat suaminya 15 tahun lalu, gerobak itulah yang membantunya membesarkan delapan anak hingga kini memiliki 22 cucu. Sosoknya menjadi simbol ketangguhan seorang ibu sekaligus pejuang impian.</p>
<p>Mariatul Qibtiyah, sang putri yang akan mendampinginya di Kloter 10 Embarkasi Surabaya, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya.</p>
<p>“Ibu itu orangnya sangat tekun. Dari dahulu jualan cilok keliling tanpa kenal lelah. Saya ikut bantu jualan juga, dan sekarang alhamdulillah ibu bisa berangkat haji,” ungkap Mariatul.</p>
<p>Kisah Mbah Mislicha adalah pengingat bagi siapa saja bahwa panggilan ke Baitullah bukan hanya soal kekayaan materi, melainkan soal seberapa besar nyali dan ketekunan seseorang dalam menjemput mimpinya. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersenda Gurau di Sepanjang Rel, Pria di Singosari Malang  Tersambar Komuter Penataran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-di-singosari-tersambar-komuter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-di-singosari-tersambar-komuter</guid>
<description><![CDATA[ Pria Singosari tertabrak Kereta Penataran saat berjalan di rel bersama keluarga, korban selamat, kejadian viral di Instagram Info Singosari ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e47f85b8db0.webp" length="37936" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 14:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Singosari, Kecelakaan Kereta, Kereta Penataran, Info Singosari, Malang Raya, Komuter Penataran, RSSA Malang, Polisi Singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kejadian mengejutkan terjadi di jalur rel kereta api wilayah Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (19/4/2025) pagi. Seorang pria tertabrak Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 saat berjalan di sepanjang rel bersama keluarganya. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai merenggut nyawa korban. </p>
<p>Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin menjelaskan, korban awalnya berjalan bersama keluarga di sepanjang rel kereta api.</p>
<p>"Korban bersama sekitar tujuh anggota keluarga berjalan menyisir rel dari arah selatan ke utara sambil bersenda gurau," ujar AKP Achmad Zainuddin, Minggu (19/4/2025).</p>
<p>Namun dari arah berlawanan, lanjutnya, datang Kereta Api Komuter Line Penataran nomor 2158 yang melaju dari utara ke selatan.</p>
<p>"Korban diduga tidak sempat mengamankan diri saat kereta melintas sehingga tersambar dan terjatuh ke selokan air di sekitar jalur rel," jelasnya.</p>
<p>Korban diketahui bernama Tohari, warga Jalan Onggojoyo 8 RT 001 RW 002 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Beruntung korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi.</p>
<p>"Korban dalam keadaan sadar dan langsung dievakuasi ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis," tambahnya.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berjalan atau beraktivitas di jalur rel kereta api karena berisiko tinggi terjadi kecelakaan.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya dan dapat membahayakan keselamatan," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Keluarga asal Blitar Tewas  Kecelakaan di Probolinggo: Sepulang &amp;apos;Tilik Bayi&amp;apos; di Banyuwangi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-asal-blitar-tewas-kecelakaan-di-probolinggo-sepulang-tilik-bayi-di-banyuwangi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-asal-blitar-tewas-kecelakaan-di-probolinggo-sepulang-tilik-bayi-di-banyuwangi</guid>
<description><![CDATA[ Satu keluarga asal Dusun Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar tewas usai terlibat kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e45b0a19a9a.webp" length="36062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 12:03:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Satu, Keluarga, Asal, Blitar, Desa Jebloh, Talun, Tewas, Kecelakaan, Lalu Lintas, Beruntun, Probolinggo.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> – Niat mulia untuk menyambung silaturahmi berujung duka mendalam bagi satu keluarga asal Dusun Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Blitar. Usai menghadiri acara tilik bayi (menjenguk bayi) di Banyuwangi, empat anggota keluarga dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut di Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) tengah malam.</p>
<p>Peristiwa nahas ini merenggut nyawa pasangan suami istri, anak, hingga cucu yang masih balita.</p>
<p>"Kami Pemerintah Desa Jeblog mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Benar, korban kecelakaan tersebut adalah warga kami," ujar Kepala Desa Jeblog, Arba Hidayatulloh, Ahad (19/4/2026).</p>
<p>Rombongan yang dikemudikan oleh Sutrisno (60) ini berangkat dari Blitar pada Jumat (17/4/2026) sore. Mereka sengaja menempuh perjalanan jauh ke Banyuwangi untuk menghadiri acara *jagong* atau melihat anggota keluarga yang baru saja melahirkan.</p>
<p>Namun, saat dalam perjalanan pulang menuju Blitar, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan fatal di wilayah Probolinggo sekitar pukul 23.30 WIB.</p>
<p>Kecelakaan ini menyisakan duka bagi kerabat yang menunggu di rumah. Korban meninggal dunia terdiri dari: Sutrisno (60), T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovano Malik Ibrahim (3).</p>
<p>Keempatnya dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian dan kini tengah dalam proses pemulangan ke rumah duka di Blitar untuk dimakamkan dalam satu liang lahat.</p>
<p>"Setelah mendapat kabar, pihak keluarga dari Blitar langsung berangkat menuju Probolinggo usai salat subuh untuk memastikan. Saat ini jenazah sudah disucikan dan dibawa ke rumah duka di Blitar," ucap Arba Hidayatulloh.</p>
<p>Rencananya, keempat korban yang masih satu keluarga ini akan dimakamkan dalam satu liang lahat di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Jeblog.</p>
<p>Warga setempat juga telah bergotong royong menyiapkan berbagai keperluan, mulai dari pemasangan terop hingga prosesi takziah.</p>
<p><strong>Satu Anak Selamat karena Tak Ikut Rombongan</strong></p>
<p>Di tengah tragedi yang menyapu hampir seluruh keluarga inti ini, diketahui satu anggota keluarga selamat. Anak bungsu Sutrisno yang berusia 23 tahun tidak ikut dalam rombongan ke Banyuwangi tersebut. Pemuda ini kini menjadi satu-satunya keluarga inti yang ditinggalkan oleh orang tua, kakak, dan keponakannya.</p>
<p>Adik Sutrisno, Riyanto, menyebutkan bahwa pertemuan terakhirnya dengan sang kakak terjadi seminggu lalu sebelum keberangkatan ke Banyuwangi.</p>
<p>"Tadi sekitar setengah 3 pagi dapat kabarnya. Jagong bayi ke rumah saudara dari pihak Pak Sutris," tuturnya pilu. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Salah Jadwal, Kadis Damkar Tulungagung Hampir  ‘Padamkan’ Penggeledahan KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadis-damkar-salah-jadwal-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadis-damkar-salah-jadwal-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Niatnya urusan dinas, malah ketemu penyidik. Simak sisi lain penggeledahan KPK di Tulungagung yang bikin geleng kepala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e430543d0be.webp" length="60156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 10:28:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>KPK Tulungagung, Kadis Damkar Tulungagung, berita humor Jatim, penggeledahan pendopo Tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> – Jika biasanya petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dikenal paling sigap memadamkan api yang berkobar, Kepala Dinas Damkar Tulungagung Lugu Tri Handoko kali ini menunjukkan tingkat kesigapan yang berbeda: hadir di lokasi kejadian bahkan sebelum 'api' benar-benar membara.</p>
<p>Peristiwa unik ini terjadi di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung, Kamis (16/4/2026). Sang Kadis yang datang dengan niat tulus ingin menghadap Plt. Bupati, justru disambut oleh barisan petugas berompi krem-hitam bertuliskan "KPK".</p>
<p>Alih-alih menyodorkan laporan kinerja, Pak Kadis harus berhadapan dengan tim penyidik yang sedang sibuk menggeledah ruangan.</p>
<p>Banyak yang berseloroh, ini adalah wujud nyata gercep-nya Damkar. Sang Kadis mungkin mengira ada asap di Pendopo, padahal yang ada hanyalah berkas-berkas yang sedang 'diasapi' oleh penyidik dari Jakarta.</p>
<p>Datang tepat saat pintu ditutup dan dijaga ketat. Ekspresi wajahnya betul-betul terkejut saat berharap bertemu Bupati untuk membahas urusan dinas, tapi justru bertemu penyidik yang bertanya, *"Ada kepentingan apa, Pak?"*</p>
<p><strong>Netizen: Mungkin Mau Padamkan Berkas Panas</strong></p>
<p>Sontak kisah Kadis Damkar ini menjadi perhatian warganet. Komentar yang muncul tak kalah kreatifi. Ada yang bilang bahwa langkah Pak Kadis sudah benar secara prosedur."<em>Namanya juga Damkar, kalau lihat ada situasi 'panas' ya otomatis merapat</em>,"tulis salah satu akun di media sosial.</p>
<p>Meski berakhir dengan balik kanan tanpa hasil, insiden ini menjadi selingan segar di tengah tegangnya proses hukum yang sedang berjalan. Setidaknya, Pak Kadis telah membuktikan bahwa Damkar Tulungagung selalu ada di mana saja, bahkan di tempat yang seharusnya mereka hindari. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur Sejauh 4 Kilometer ke Arah Besuk Kobokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-awan-panas-meluncur-sejauh-4-kilometer-ke-arah-besuk-kobokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-awan-panas-meluncur-sejauh-4-kilometer-ke-arah-besuk-kobokan</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru erupsi pagi ini pukul 07:06 WIB dengan tinggi kolom abu 1.000m dan awan panas guguran sejauh 4km. Simak rekomendasi zona bahaya PVMBG, ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e433b265561.webp" length="10222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 09:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>erupsi semeru, gunung semeru hari ini, berita semeru terbaru, awan panas guguran, PVMBG, status siaga semeru, bencana alam jawa timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> -  Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu pagi, 19 April 2026.</p>
<p>Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tercatat terjadi tepat pada pukul 07:06 WIB.</p>
<p>Erupsi ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan bergerak condong menuju arah barat daya.</p>
<p>Aktivitas erupsi kali ini juga disertai dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) yang mencapai jarak 4 kilometer dari puncak menuju sektor Besuk Kobokan. </p>
<p><span>Melansir laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, berdasarkan </span>data seismogram, peristiwa ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa letusan berlangsung selama kurang lebih 4 menit 31 detik. </p>
<p>Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga, mengingat potensi ancaman bahaya yang masih sangat dinamis.</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.</p>
<p>Di luar jarak tersebut, warga juga diminta menjauhi tepian sungai dalam radius 500 meter karena adanya potensi perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.</p>
<p>Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak harus dikosongkan sepenuhnya dari segala bentuk aktivitas karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.</p>
<p>Pihak PVMBG juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.</p>
<p>Kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan pada jalur aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil di sekitarnya guna menghindari dampak yang tidak diinginkan. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecelakaan Tragis di Probolinggo: Truk Hantam 4 Mobil, 4 Penumpang asal Blitar Meninggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-tragis-di-probolinggo-truk-hantam-4-mobil-4-penumpang-asal-blitar-meninggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecelakaan-tragis-di-probolinggo-truk-hantam-4-mobil-4-penumpang-asal-blitar-meninggal</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tragis terjadi di Probolinggo setelah truk trailer diduga mengalami rem blong dan menabrak lima kendaraan yang sedang berhenti. Empat orang meninggal dunia dalam insiden ini. Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga berjam-jam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e41dc4cde30.webp" length="55912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 08:01:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KecelakaanMaut, Remblong, KecelakaanBeruntun, LaluLintas, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> - Kecelakaan lalu lintas fatal melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Lumajang, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa nahas ini diduga akibat sebuah truk trailer yang mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti.</p>
<p>Insiden bermula saat truk trailer bernomor polisi B 2965 UEJ yang dikemudikan Cecep Adi Sucipto (46), warga Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintasi jalan menurun beberapa meter sebelum lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kehilangan fungsi pengereman sehingga melaju tanpa kendali.</p>
<p>Pada saat bersamaan, sejumlah kendaraan tengah berhenti karena menunggu kereta api melintas. Truk trailer tersebut kemudian menabrak kendaraan-kendaraan itu secara beruntun.</p>
<p>“Jadi sejak di turunan, rem sudah blong, dan saya sudah berusaha memperlambat laju truk dengan mengoper ke gigi rendah,” ujar Cecep Adi Sucipto, sopir truk trailer.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, empat penumpang mobil sedan Toyota Vios Limo bernomor polisi AG 1644 EG meninggal dunia. Para korban diketahui bernama Sutrisno (60), T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovana Malik Ibrahim (3). Seluruhnya merupakan warga Dusun Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Selain korban meninggal, seorang sopir pick-up pengangkut sayur, Muhammad Iswanto (33), warga Desa Kaliwiningi, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, mengalami luka-luka.</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena korban terjepit badan kendaraan. Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengeluarkan seluruh korban dari lokasi kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, korban luka maupun meninggal dunia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.</p>
<p>“Saat rem blong, saya banting kanan terlebih dahulu dengan menabrak pick up, sebelum akhirnya menabrak sedan,” imbuh Cecep.</p>
<p>Usai proses evakuasi, Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Seluruh kendaraan yang terlibat kemudian dievakuasi guna mencegah kemacetan di jalur tersebut.</p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kecelakaan melibatkan satu truk trailer dan lima kendaraan lainnya.</p>
<p>“Untuk sementara terdapat lima korban, baik luka maupun meninggal dunia. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Perlindungan Anak, Pemkot Kediri Diminta Terapkan 7 Langkah Berikut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-perlindungan-anak-pemkot-kediri-diminta-terapkan-7-langkah-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-perlindungan-anak-pemkot-kediri-diminta-terapkan-7-langkah-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Pasalnya, apa yang terjadi pada MAM, dituturkan Imam seperti mengulang modus dari kasus yang  sangat serupa: pelakunya orang terdekat, motifnya sepele, dan kasus baru terungkap setelah nyawa sudah tidak tertolong. Imam menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan  mendorong agar sistem pencegahan yang nyata terbangun di setiap sudut kota ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e39ca226425.webp" length="29854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 22:20:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>kriminal kota Kediri, pembunuhan, penganiayaan, kdrt, polres Kediri kota, balita tewas kota Kediri, perlindungan anak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Peristiwa yang terjadi pada balita MAM memantik keprihatinan dari semua pihak pihak. Anggota Komisi A DPRD Kota Kediri Imam W. Zarkasyi menegaskan, pemerintah kota Kediri harus segera melakukan langkah kongkret terkait perlindungan anak. </p>
<p>Pasalnya, apa yang terjadi pada MAM, dituturkan Imam seperti mengulang modus dari kasus yang sangat serupa: pelakunya orang terdekat, motifnya sepele, dan kasus baru terungkap setelah nyawa sudah tidak tertolong.</p>
<p>Imam menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan mendorong agar sistem pencegahan yang nyata terbangun di setiap sudut kota ini.</p>
<p>Berdasarkan catatan kejadian serupa memang pernah terjadi di Kota Kediri. Pada September 2024, dua anak kakak-beradik, MB (14) dan BN (7), yang tewas ditangan Ibu kandung mereka.</p>
<p>Keduanya sedang tidur terlelap l dini hari, saat diserang dengan benda tajam. Pelaku sendiri diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan sudah lama dikenal warga menunjukkan gejala depresi kambuhan. </p>
<p>Imam yang juga merupakan ketua fraksi Golkar akan mendorong anggotanya di komisi terkait untuk mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh instansi terkait untuk membahas  implementasi langkah-langkah yang diperlukan.</p>
<p>"Kami juga akan memastikan anggaran perlindungan anak dalam APBD Kota Kediri teralokasi memadai dan tepat sasaran," tukas Imam, Sabtu (18/4/2026). </p>
<p>Imam menuturkan, pihaknya mengapresiasi langkah Wali Kota Kediri yang telah <em>Quick Response</em>, turun tangan dan terlibat aktif menangani persoalan ini. Namun ia juga mendesak Pemerintah Kota  Kediri untuk segera mengambil sejumlah langkah-langkah berikut. </p>
<p>"Pertama percepatan proses hukum dan kepastian sanksi. Penyidikan harus dituntaskan secara profesional dan transparan. Jika ada keterlibatan pihak lain, mereka harus turut dimintai pertanggungjawaban. Penerapan pasal yang memberatkan harus menjadi efek jera bahwa  kekerasan terhadap anak tidak akan ditoleransi di Kota Kediri," tuturnya. </p>
<p>Kedua, pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Anak di setiap kelurahan yang terdiri dari perangkat kelurahan, kader PKK, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat, dengan mandat melakukan pemantauan rutin terhadap anak-anak dalam keluarga rentan. </p>
<p>"Dalam kasus Ngronggo, tetangga dan Ketua RW sudah melihat tanda-tanda kekerasan sebelumnya, namun tidak ada mekanisme formal untuk menindaklanjutinya," tambahnya. </p>
<p>Ketiga, aktivasi kanal pelaporan kekerasan anak yang mudah diakses masyarakat, melalui  nomor telepon khusus, aplikasi, atau titik pelaporan di Puskesmas dan kelurahan, dengan jaminan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti.</p>
<p>"Keempat, rapat koordinasi darurat lintas OPD dalam 30 hari ke depan yang melibatkan Dinas P3A, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan kepolisian untuk menyusun protokol penanganan cepat: alur pelaporan, respons dalam 24 jam, dan skema perlindungan sementara bagi anak yang terancam," ungkapnya.  </p>
<p>Kelima, pemetaan dan pendampingan keluarga berisiko tinggi. Seluruh kasus menunjukkan  faktor risiko yang konsisten kemiskinan, keluarga dengan orang tua tiri, pengasuhan oleh pihak  ketiga, dan tekanan ekonomi. Intervensi berupa pendampingan parenting, konseling, dan bantuan  sosial harus dilakukan sebelum kekerasan terjadi, bukan sesudahnya.</p>
<p>Keenam, integrasi pemantauan kesehatan jiwa dengan perlindungan anak. Kasus Manisrenggo membuktikan bahwa riwayat ODGJ pelaku sudah diketahui warga, namun tidak ada sistem yang menghubungkan data tersebut dengan pengawasan keselamatan anak.</p>
<p>"Kami mendorong sistem terpadu di mana keluarga ODGJ yang memiliki anak di bawah umur mendapat perhatian khusus dari Puskesmas dan perangkat kelurahan secara berkala," tegas Imam. </p>
<p>Ketujuh, jaminan pemulihan jangka panjang bagi korban yang selamat. Dua kakak perempuan</p>
<p>MAM harus mendapatkan pendampingan psikologis dan medis yang tidak berhenti setelah  pemberitaan media mereda.</p>
<p>"Anak-anak adalah amanah yang paling mulia. Mereka tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. Maka menjadi kewajiban kita semua, pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat, untuk memastikan tidak ada lagi anak di Kota Kediri yang kehilangan nyawanya di tangan orang yang seharusnya melindungi mereka," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Korban Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Jombang, Korsleting AC Diduga Jadi Pemicu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-korban-meninggal-dunia-dalam-kebakaran-rumah-di-jombang-korsleting-ac-diduga-jadi-pemicu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-korban-meninggal-dunia-dalam-kebakaran-rumah-di-jombang-korsleting-ac-diduga-jadi-pemicu</guid>
<description><![CDATA[ Total korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e38a2d24178.webp" length="31730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 20:45:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran Rumah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Adityawarman No. 87, RT 03/RW 01, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, memakan korban jiwa kedua. Total korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.</p>
<p>Sebelumnya, seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Maya (23) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terlalu banyak menghirup asap. Kini, korban bernama Sri Indah (33) yang sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis di RSUD Jombang, turut dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sri Indah meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.</p>
<p>"Korban atas nama Sri Indah, ART berusia 33 tahun, yang sebelumnya dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jombang," terang AKP Edy.</p>
<p>Jenazah korban selanjutnya telah dikebumikan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Dengan berpulangnya Sri Indah, total korban jiwa dalam musibah kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik pendingin ruangan (AC) ini tercatat dua orang. Keduanya merupakan asisten rumah tangga yang sedang berada di dalam rumah saat kobaran api mulai membesar.</p>
<p>Sebelumnya, Mendapat laporan warga, tim pemadam kebakaran Kabupaten Jombang langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam. Petugas tiba di lokasi sekitar tengah malam dan segera bergabung dengan aparat kepolisian untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>Karena kondisi rumah yang terkunci, petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa pada pintu untuk menembus kobaran api sekaligus menyelamatkan para penghuni. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 00.30 WIB.</p>
<p>Seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi, namun satu korban bernama Maya (23) tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah diduga kuat menghirup terlalu banyak asap beracun selama insiden berlangsung.</p>
<p>Kapolsek Jombang menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini dan memastikan para korban selamat tengah menjalani perawatan intensif. </p>
<p>"Semua korban yang selamat sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk penanganan medis lebih lanjut. Kami sangat berduka atas kepergian salah satu korban," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Karena Balasan Menohok, KMP Desa Ngoran Nglegok Blitar Sampaikan Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-karena-balasan-menohok-kmp-desa-ngoran-nglegok-blitar-sampaikan-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-karena-balasan-menohok-kmp-desa-ngoran-nglegok-blitar-sampaikan-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar menyampaikan klarifikasi usai balasan di media sosial TikTok akun @kopdes_merahputih_ngoran menohok, dinilai sarkas dan menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e355dbbf292.webp" length="25958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:33:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Viral, KMP, Desa Ngoran, Nglegok, Blitar, Komentar, Menohok, Sarkas, Klarifikasi, Media Sosial, TikTok.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi sorotan publik setelah unggahan dan balasan komentar di akun TikTok mereka @kopdes_merahputih_ngoran viral dan menuai beragam reaksi warganet. </p>
<p>Gaya bahasa yang dinilai "menohok" dan cenderung sarkas memicu kritik hingga perdebatan di media sosial.</p>
<p>Unggahan yang diposting pada (6/9/2025) lalu mendapat komentar akun bernama @Faisal Nugraha6 dan menuliskan "MEMATIKAN UMKM, HARUSNYA YANG DIJUAL ITU HANYA BARANG2 UMKM DAN PRODUK2 DARI HASIL BUMI DESA NYA SAJA, KALAU BARANG2 RITEL YA AJOR UMKM".</p>
<p>Lalu, admin akun TikTok @kopdes_merahputih_ngoran membalasnya dengan kalimat "hadeeeeeeeeh selain donatur dilarang ngatur ????". Dengan cepat, komentar tersebut menuai komentar negatif dari pengguna media sosial, menyebar secara cepat dan viral belakangan ini.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar Agus Dariyanto, akhirnya buka suara dan menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat.</p>
<p>Agus menjelaskan, balasan komentar yang ramai diperbincangkan itu merupakan bagian dari semangat tim dalam memperkenalkan dan mengembangkan koperasi desa. Namun, ia mengakui cara penyampaian tersebut belum sepenuhnya tepat.</p>
<p>"Jika dalam penyampaian kami ada bahasa yang kurang arif dan bijaksana, kami mewakili pengurus menyampaikan permohonan maaf," jelasnya, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pihak koperasi telah melakukan evaluasi internal terhadap tim pengelola media sosial, terutama dalam merespons komentar publik. Pembinaan juga telah dilakukan agar ke depan lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang digital.</p>
<p>"Secara internal sudah kami lakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pembinaan terhadap tim. Harapannya ke depan lebih baik dalam bermedia sosial," ujarnya.</p>
<p>Meski polemik mencuat, Agus menegaskan bahwa aktivitas dan perkembangan koperasi tetap berjalan. </p>
<p>Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Ngoran yang berdiri pada 25 Mei 2025 itu awalnya memiliki 18 anggota dengan modal sekitar Rp18 juta. Dana tersebut kemudian diputar untuk berbagai usaha hingga berkembang.</p>
<p>Per akhir Desember 2025, koperasi mencatat akumulasi modal usaha mencapai sekitar Rp25,25 juta, dengan laba bersih sebesar Rp915 ribu.</p>
<p>Dalam pengembangan usaha, KMP Desa Ngoran juga menggandeng pelaku UMKM lokal. Produk yang dipasarkan antara lain susu etawa dari peternak setempat serta kopi lokal melalui kerja sama dengan pelaku usaha "Kopi Abah".</p>
<p>Selain itu, koperasi juga menjalin kemitraan dengan toko ritel dan kelontong di wilayah desa.</p>
<p>"Kami ingin koperasi ini menjadi wadah bagi UMKM lokal agar bisa berkembang bersama," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Nglegok, Agus Muntalib menilai polemik yang terjadi dapat menjadi pembelajaran penting, khususnya dalam pengelolaan media sosial oleh lembaga desa.</p>
<p>Ia menyebut, pengelolaan media sosial dan operasional koperasi merupakan dua hal yang berbeda, namun keduanya perlu berjalan selaras demi memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p>"Kami mengapresiasi koperasi di Desa Ngoran yang sudah berjalan. Namun, dalam pengelolaan media sosial juga perlu kebijaksanaan agar setiap langkah yang diambil membawa dampak positif," kata dia.</p>
<p>Pihak kecamatan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kominfo, juga telah memberikan masukan agar pengelolaan media sosial dilakukan secara lebih bijak dan profesional.</p>
<p>Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk mendorong kemajuan koperasi sekaligus membangun empati dan simpati masyarakat terhadap program yang dijalankan.</p>
<p>"Artinya penggunaan media sosial juga penting untuk mendorong kemajuan koperasi kedepannya," imbuhnya.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, pihak KMP Desa Ngoran juga telah mengunggah klarifikasi melalui akun media sosial mereka beberapa hari lalu sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya meredam polemik yang berkembang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Muktamar NU, Gus Kikin Ingatkan Posisi Strategis NU di Momen Munas IKAPETE</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-muktamar-nu-gus-kikin-ingatkan-posisi-strategis-nu-di-momen-munas-ikapete</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-muktamar-nu-gus-kikin-ingatkan-posisi-strategis-nu-di-momen-munas-ikapete</guid>
<description><![CDATA[ Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah apabila didorong maju menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e34f1347c9f.webp" length="34316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:05:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gus Kikin, IKAPETE</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah apabila didorong maju menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gus Kikin saat ditemui awak media di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (18/4/2026) pagi. </p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung sesaat sebelum digelarnya agenda seremonial Musyawarah Nasional (Munas) dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).</p>
<p>Menanggapi dinamika terkini di internal NU serta situasi politik dan ekonomi nasional, Gus Kikin menilai kondisinya cukup kompleks. Meski demikian, ia menegaskan sikapnya untuk siap menerima tanggung jawab jika memang mendapat dukungan dan dorongan kuat dari berbagai pihak.</p>
<p>"Kalau didorong dan dianggap mampu, saya siap menjalankan. Tapi saya tidak pernah meminta," ujar Gus Kikin.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga menyerukan agar Nahdlatul Ulama kembali mengokohkan posisi strategisnya dengan bertumpu pada kekuatan utama sebagai organisasi yang solid. </p>
<p>Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini menilai bahwa pada masa awal berdirinya, NU memiliki fondasi organisasi yang sangat kokoh, terutama dalam merawat kekompakan internal. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai contoh ideal bagi eksistensi organisasi kemasyarakatan sipil.</p>
<p>"NU sejak awal berdiri hingga periode 1930-1940-an dikenal solid. Itu menjadi kekuatan penting bagi organisasi dan masyarakat," lanjutnya.</p>
<p>Gus Kikin turut menyoroti munculnya beragam pandangan dan komentar di ruang publik terkait dinamika yang berkembang. Menurutnya, hal tersebut harus direspons dengan upaya mengembalikan NU kepada nilai-nilai dasarnya. </p>
<p>"Yang terpenting bagaimana kita bisa kembali pada kondisi ideal, yakni organisasi yang solid dan berdaya," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyinggung kontribusi besar warga NU dalam lintasan sejarah perjuangan bangsa, utamanya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kekuatan itu, menurutnya, lahir dari sinergi dan kebersamaan antar elemen masyarakat. </p>
<p>"Kekuatan itu lahir dari sinerginya antar elemen, sehingga bisa menjadikan Indonesia ini sebagai bangsa yang kuat," ungkap Gus Kikin.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, menegaskan bahwa forum Munas kali ini lebih difokuskan pada upaya penguatan peran alumni Tebuireng. Pihaknya sengaja tidak memperluas pembahasan hingga ke isu-isu eksternal organisasi yang lebih rumit.</p>
<p>"Kami tidak membahas hal-hal eksternal yang rumit. Fokus kami adalah bagaimana alumni bisa menjadi perekat dan peneduh di tengah masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Ia berharap, alumni Tebuireng yang tersebar di berbagai penjuru daerah dapat terus memperkuat persatuan serta menjaga marwah perjuangan NU sesuai dengan nilai-nilai luhur yang telah dirintis oleh pendirinya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. IKAPETE juga mendorong agar proses suksesi kepemimpinan di tubuh NU dapat berjalan secara sehat dan bersih dari praktik politik uang.</p>
<p>"Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama. Kami juga berharap tidak ada praktik money politik dalam proses ke depan," imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan, alumni Pesantren Tebuireng berharap siapa pun sosok yang terpilih kelak mampu mengembalikan arah perjuangan NU kepada khittah dan rel perjuangan organisasi yang sesungguhnya. </p>
<p>"Kalau memang itu menjadi kehendak bersama dari seluruh pengurus di daerah, tentu akan didukung. Intinya NU harus kembali ke relnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Keluarga di Jombang Terjebak Dalam Kobaran Api Dipicu Korsleting Listrik AC</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-di-jombang-terjebak-dalam-kobaran-api-dipicu-korsleting-listrik-ac</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-keluarga-di-jombang-terjebak-dalam-kobaran-api-dipicu-korsleting-listrik-ac</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada perangkat pendingin ruangan (AC). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e349e9297b0.webp" length="29052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 16:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Sebuah rumah di Jalan Adityawarman No 87, RT 3 RW 1, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (17/4/2026) malam. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada perangkat pendingin ruangan (AC).</p>
<p>Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, menjelaskan bahwa musibah ini pertama kali disadari oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap tebal keluar dari rumah yang saat itu dalam keadaan tertutup rapat.</p>
<p>"Dugaan awal kami, api berasal dari hubungan arus pendek listrik pada unit AC yang berada di ruang tengah," terang AKP Edy Widoyono saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Mendapat laporan warga, tim pemadam kebakaran Kabupaten Jombang langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam. Petugas tiba di lokasi sekitar tengah malam dan segera bergabung dengan aparat kepolisian untuk melakukan pemadaman.</p>
<p>Karena kondisi rumah yang terkunci, petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa pada pintu untuk menembus kobaran api sekaligus menyelamatkan para penghuni. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit, tepatnya pada pukul 00.30 WIB.</p>
<p>Seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi, namun satu korban bernama Maya (23) tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah diduga kuat menghirup terlalu banyak asap beracun selama insiden berlangsung.</p>
<p>Kapolsek Jombang menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini dan memastikan para korban selamat tengah menjalani perawatan intensif. </p>
<p>"Semua korban yang selamat sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk penanganan medis lebih lanjut. Kami sangat berduka atas kepergian salah satu korban," ucapnya.</p>
<p>Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya puing-puing sisa unit AC yang diduga menjadi sumber awal kebakaran. Hingga kini, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan guna mengungkap secara pasti kronologi kejadian.</p>
<p>Akibat kebakaran ini, taksiran kerugian materiil mencapai angka sekitar Rp200 juta. Kapolsek menegaskan jajarannya telah melakukan langkah-langkah prosedural, termasuk pengamanan lokasi, permintaan keterangan saksi-saksi di sekitar TKP, serta pelaporan resmi kepada pimpinan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menyaru ‘Pemburu Tokek’,  ternyata Mancing Celana Dalam Wanita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menyaru-pemburu-tokek-ternyata-mancing-celana-dalam-wanita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menyaru-pemburu-tokek-ternyata-mancing-celana-dalam-wanita</guid>
<description><![CDATA[ Aksi nyeleneh maling pakaian dalam di Lamongan terekam CCTV. Pelaku menggunakan modus berpura-pura mencari tokek sambil memancing jemuran warga menggunakan kayu panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e2e0e0a392c.webp" length="63644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 09:12:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pencurian celana dalam lamongan, maling jemuran lamongan, modus cari tokek, berita unik lamongan, viral cctv lamongan, pencurian pakaian dalam wanita.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong>  – Warga Kelurahan Sukomulyo belakangan ini harus ekstra waspada jika melihat orang asing sibuk menyenter dinding rumah pada dini hari. Alih-alih sedang mengincar reptil, komplotan ini diduga menggunakan alibi "mencari tokek" untuk menutupi aksi utama mereka: memancing celana dalam wanita menggunakan bilah kayu panjang.</p>
<p>Aksi yang terekam CCTV di Jalan Andanwangi Jumat (10/4/2026) ini memperlihatkan teknik pencurian yang cukup sabar. Pelaku tidak menunjukkan gelagat terburu-buru. Dengan memanfaatkan kayu panjang, ia mengait satu per satu pakaian dalam dari jemuran melingkar milik warga tanpa harus menginjakkan kaki di dalam area rumah.</p>
<p>Hanya dalam waktu singkat, tiga helai pakaian dalam raib berpindah tangan melalui celah pagar, seolah sedang melakukan olahraga memancing di atas trotoar.</p>
<p>Pencurian ini diduga dilakukan secara berkelompok dengan pembagian tugas yang unik. Sementara satu orang sibuk dengan kayu pancingnya, pelaku lain berperan sebagai "pengintai dinding". Strategi berpura-pura mencari tokek atau cicak ini dilakukan untuk memberikan kesan bahwa mereka hanyalah pemburu hewan malam biasa jika ada warga yang memergoki.</p>
<p>Meskipun benda yang dicuri bukan perhiasan atau uang tunai, warga Sukomulyo mengaku mulai kehilangan rasa nyaman. Utama, mertua korban, menyebutkan bahwa motif pelaku yang tidak jelas—di mana barang sering dibuang setelah diambil—justru menimbulkan tanda tanya besar dan rasa risih di kalangan kaum hawa.</p>
<p>Warga kini berharap patroli keamanan ditingkatkan, agar tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan profesi "pemburu tokek" sebagai kedok untuk memancing di jemuran orang lain. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cekcok Saat Tagih Kompensasi, Warga Prigen Jadi Korban Penembakan Airsoft Gun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cekcok-saat-tagih-kompensasi-warga-prigen-jadi-korban-penembakan-airsoft-gun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cekcok-saat-tagih-kompensasi-warga-prigen-jadi-korban-penembakan-airsoft-gun</guid>
<description><![CDATA[ Nasib nahas pun menimpanya. Di tengah cekcok yang memuncak, terlapor diduga mengeluarkan airsoft gun dan melepaskan tembakan ke arah tubuh Supardi. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi kacau. Tembakan mengenai sejumlah bagian tubuh korban, membuatnya tak berdaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e2371e2cd79.webp" length="19878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 21:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Penembakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP —</strong> Niat menagih janji justru berujung petaka bagi Supardi (43), warga Lingkungan Genengsari, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Ia menjadi korban penembakan menggunakan airsoft gun dalam sebuah insiden yang kini dilaporkannya ke Polres Pasuruan.</p>
<p>Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu pagi, 15 April 2026 sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Vila Senopati, Lingkungan Pesanggrahan, Kecamatan Prigen.</p>
<p>Pagi yang semestinya berjalan biasa berubah mencekam ketika pertemuan antara korban dan terlapor berakhir dengan kekerasan.</p>
<p>Kepada petugas, Supardi menuturkan, ia datang dengan maksud menagih janji kompensasi yang sebelumnya telah disepakati.</p>
<p>Ia mengaku sempat menyewa sejumlah orang yang merupakan anak buah terlapor untuk melayani tamu di wisma miliknya. Namun, pelayanan yang diberikan dinilai tidak sesuai kesepakatan.</p>
<p>Alih-alih mendapat penyelesaian, permintaan tersebut justru memicu ketegangan. Adu mulut tak terhindarkan. Suasana yang awalnya masih terkendali berubah panas, hingga akhirnya meledak menjadi konflik terbuka.</p>
<p>“Awalnya hanya ingin menagih janji ganti rugi sesuai kesepakatan. Tapi justru terjadi cekcok,” ungkap Supardi saat ditemui pada Jumat (17/4/2026) petang</p>
<p>Nasib nahas pun menimpanya. Di tengah cekcok yang memuncak, terlapor diduga mengeluarkan airsoft gun dan melepaskan tembakan ke arah tubuh Supardi. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi kacau. Tembakan mengenai sejumlah bagian tubuh korban, membuatnya tak berdaya.</p>
<p>Ia menambahkan, cekcok tersebut semakin memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan, sementara terlapor kini masih dalam proses penyelidikan.</p>
<p>Akibat kejadian itu, Supardi mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Luka tersebut di antaranya pada leher, dada, bahu, perut, serta pipi sebelah kiri. Beruntung, nyawanya masih tertolong meski harus menahan rasa sakit akibat tembakan yang mengenai bagian vital tubuhnya.</p>
<p>Merasa dirugikan dan menjadi korban penganiayaan, Supardi akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pasuruan guna diproses sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>Melalui sambungan telepon, Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno membenarkan terkait adanya pelaporan warga Kecamatan Prigen.</p>
<p>"Betul mas, tadi ada laporan ke SPKT terkait adanya salah satu warga Kecamatan Prigen yang menjadi korban penembakan, selanjutnya akan ditangani oleh Satreskrim Polres Pasuruan," ujarnya.</p>
<p>Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas terlapor serta mendalami motif dan kronologi kejadian tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Kekerasan Anak di Bondowoso: Pelaku Diamankan Polisi, Dinsos P3AKB Beri Pendampingan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-kekerasan-anak-di-bondowoso-pelaku-diamankan-polisi-dinsos-p3akb-beri-pendampingan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-kekerasan-anak-di-bondowoso-pelaku-diamankan-polisi-dinsos-p3akb-beri-pendampingan</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban kekerasan seksual anak, mulai dari visum hingga dukungan psikologis, serta memastikan hak pendidikan korban tetap terpenuhi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e20c2548bf5.webp" length="25434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 18:40:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Seksual di bawah umur, pemuda nganjuk, kasus persetubuhan, PPA Polres Bondowoso, Polisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="344"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Bondowoso. Pasalnya, baru-baru ini telah terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial S (16) yang diduga menjadi korban aksi bejad kakak iparnya sendiri, berinisial M (39), hingga korban hamil 8 bulan.</p>
<p data-start="0" data-end="344">"Terduga pelaku saat ini telah diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Bondowoso dan mendekam di balik jeruji besi tahanan," kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, saat dikonfirmasi pada Jumat (7/4/2026).</p>
<p data-start="0" data-end="344">Bukan hanya memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, korban yang masih di bawah umur juga perlu mendapatkan pendampingan. Oleh sebab itu, Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) memastikan korban mendapatkan pendampingan intensif guna memulihkan kondisi fisik maupun psikologisnya.</p>
<p data-start="346" data-end="632">Tak hanya fokus pada proses hukum, pendampingan juga diarahkan untuk menjamin hak-hak korban tetap terpenuhi, termasuk perlindungan, kesehatan, hingga keberlanjutan pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya komprehensif dalam menangani dampak jangka panjang yang dialami korban.</p>
<p data-start="634" data-end="942">Kasus ini sendiri menjadi alarm bagi semua pihak, mengingat kekerasan seksual terjadi di lingkungan terdekat korban dan berlangsung berulang hingga menyebabkan kehamilan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan terhadap anak sejak dini.</p>
<p data-start="944" data-end="1061">Hal tersebut disampaikan oleh Hafidhatullaily, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB,  usai menghadiri konferensi pers di Polres Bondowoso, Jumat (17/4/2026).</p>
<p data-start="1063" data-end="1356">Menurut Hafidhatullaily, berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa kekerasan seksual tersebut pertama kali terjadi saat korban berada di kamar tidurnya. Pelaku yang merupakan kakak ipar korban masuk ke dalam kamar dan melakukan tindakan tersebut, yang kemudian berulang di lokasi berbeda.</p>
<p data-start="1358" data-end="1571">“Kasus ini tidak terjadi satu kali, tetapi berulang hingga akhirnya korban diketahui dalam kondisi hamil. Korban baru berani menyampaikan kejadian tersebut saat usia kehamilan kurang lebih delapan bulan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1573" data-end="1793">Setelah laporan diterima, pihak Dinsos P3AKB langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban. Pendampingan meliputi visum medis, visum psikiatri, serta dukungan psikologis.</p>
<p data-start="1795" data-end="2015">“Kami dihubungi oleh Polres dan langsung melakukan pendampingan, mulai dari visum hingga pendampingan psikologis. Jika ke depan korban masih membutuhkan pendampingan lanjutan, kami siap untuk terus mendampingi,” katanya.</p>
<p data-start="2017" data-end="2178">Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen tidak akan melepas korban begitu saja dan akan terus hadir dalam proses pemulihan, termasuk mendampingi keluarga korban.</p>
<p data-start="2180" data-end="2427">Selain itu, Dinsos P3AKB juga memberi perhatian pada keberlanjutan pendidikan korban. Upaya dilakukan agar korban tidak putus sekolah, termasuk membuka opsi pendidikan alternatif seperti program kejar paket melalui koordinasi dengan dinas terkait.</p>
<p data-start="2429" data-end="2570">“Yang terpenting, korban tetap mendapatkan hak pendidikannya. Kami akan upayakan berbagai solusi agar tidak sampai putus sekolah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2572" data-end="2781">Lebih lanjut, Hafidhatullaily mengungkap, sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, pihaknya telah menangani sekitar sepuluh kasus serupa, yang sebagian besar melibatkan anak di bawah umur sebagai korban.</p>
<p data-start="2783" data-end="2935">Ia juga menyebut adanya kasus lain dengan pelaku berusia lanjut yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, melainkan tetangga satu lingkungan.</p>
<p data-start="2937" data-end="3153">"Kami (Dinsos P3AKB Bondowoso) menegaskan akan terus meningkatkan upaya pencegahan serta pendampingan terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak, melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2937" data-end="3153"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terseret SK Palsu, Kades di Gresik Tertipu Bujukan Masuk ASN Jalur Orang Dalam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terseret-sk-palsu-kades-di-gresik-tertipu-bujukan-masuk-asn-jalur-orang-dalam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terseret-sk-palsu-kades-di-gresik-tertipu-bujukan-masuk-asn-jalur-orang-dalam</guid>
<description><![CDATA[ Ajakan terhadap para kerabat para kades itu karena permintaan oleh inisial AT yang merupakan mantan pegawai ASN Pemkab Gresik. AT diduga kuat menjadi dalang pemalsuan dokumen SK palsu ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e20585e027e.webp" length="29470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 17:39:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Polres Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Agus Priyono, pegawai aktif Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik, mengakui turut menyeret sejumlah kerabat kepala desa (kades) menjadi korban penipuan rekrutmen pegawai Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang ternyata menggunakan surat keputusan (SK) palsu.</p>
<p>Ia menyebut, ajakan terhadap para kerabat para kades itu karena permintaan oleh inisial AT yang merupakan mantan pegawai ASN Pemkab Gresik. AT diduga kuat menjadi dalang pemalsuan dokumen SK palsu ini. </p>
<p>Disinggung mengenai sejumlah kepala desa yang menjadi korban. Agus enggan menyebut jumlah pastinya.</p>
<p>"Kalau Kepala desa langsung ke sana (pak AT) entah transfer maupun langsung, saya tidak dikasih tahu," kata dia, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Agus mengungkap, para kepala desa ini, ada yang membawa sejumlah orang untuk mendaftar pegawai ASN secara kilat. </p>
<p>Ia menyebut, ada kepala desa yang membawa anak, mantu, maupun kerabat lainnya dengan membayar sejumlah nominal uang. </p>
<p>Pekerjaannya yang berkaitan langsung dengan para Kades memudahkan komunikasi dan ajakan pendaftaran ASN via orang dalam. </p>
<p>Menurut dia, ajakan tersebut merupakan bentuk langkah membantu teman, berinisial AT tersebut. </p>
<p>Disinggung mengenai apa yang membuat Agus percaya rekrutmen ASN via orang dalam hingga mengenalkan ke sejumlah kepala desa.</p>
<p>Ia mengaku hanya mengandalkan kedekatan antara AT dan Agung Endro Utomo selaku kepala BKPSDM.</p>
<p>Agus menduga total korban diperkirakan mencapai puluhan. Nominal uang yang ditransfer ke AT diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.</p>
<p>Sebelumnya, Agus juga mengaku sebagai korban penipuan lantaran anak dan kerabat sudah membayar uang ratusan juta namun SK yang diberikan ternyata palsu.</p>
<p>Sementara itu, kasus pemalsuan dokumen SK pengangkatan rekrutmen ASN ini tengah dalam penyelidikan pihak Polres Gresik.</p>
<p>Selain pelaporan pemalsuan dokumen, sejumlah korban yang tengah dirugikan atas dugaan penipuan rekrutmen ASN juga telah melapor dan dalam penyelidikan polisi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Terlibat Pemalsuan SK ASN, Pegawai PMD Gresik Klaim Jadi Korban Penipuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-terlibat-pemalsuan-sk-asn-pegawai-pmd-gresik-klaim-jadi-korban-penipuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-terlibat-pemalsuan-sk-asn-pegawai-pmd-gresik-klaim-jadi-korban-penipuan</guid>
<description><![CDATA[ Agus menyebut sosok mantan pegawai ASN Gresik berinisial AT sebagai sumber pemalsuan dokumen SK pengangkatan rekrutmen ASN yang tengah viral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1e4d15dc9a.webp" length="31376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 14:51:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Polres Gresik, ASN Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif yang sempat diduga terlibat dalam pemalsuan Surat Keputusan (SK) rekrutmen ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, akhirnya angkat bicara.</p>
<p>Saat ditemui awak media di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gresik, pegawai ASN aktif bernama Agus Priyono tersebut memberikan klarifikasi. </p>
<p>Agus menyebut sosok mantan pegawai ASN Gresik berinisial AT sebagai sumber pemalsuan dokumen SK pengangkatan rekrutmen ASN yang tengah viral.</p>
<p>Bahkan, anak serta keponakan Agus diklaim turut menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh AT. AT sendiri merupakan mantan pegawai di lingkup Pemkab Gresik yang telah diberhentikan secara tidak hormat akibat kasus serupa.</p>
<p>Kedekatan sosok AT dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Utomo, menjadi alasan Agus memercayai AT. Hal ini pula yang mendorong Agus mengajak sejumlah warga untuk mendaftar ASN melalui jalur instan dengan membayar sejumlah uang.</p>
<p>"Tahunya pak Agung dekat langsung dengan pak AT. Terus ada chat pak AT dan pak Agung, dari pak AT yang dikirim saya. Kedekatan pak AT dengan pak Agung BKPSDM. Pak AT juga pernah jadi pegawai juga di Kesra. Saya tidak tahu persis (pemecatan) kasus apa penipuan atau utang piutang," kata Agus, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Agus menegaskan, tangkapan layar percakapan antara AT dan Kepala BKPSDM membuatnya semakin yakin bahwa AT mampu menempatkan pegawai di lingkup Pemkab Gresik. Agus sendiri membawa anak dan keponakannya yang berasal dari Lamongan untuk menjadi ASN.</p>
<p>Ia membayar uang sebesar Rp125 juta per orang. Total terdapat empat orang yang dibawanya, dengan jumlah setoran kepada AT mencapai Rp500 juta. Penyetoran uang tersebut dilakukan secara bertahap, baik melalui transfer bank maupun tunai, sejak tahun 2025.</p>
<p>Seluruh pembayaran untuk empat orang yang dibawa Agus tersebut dinyatakan telah lunas. </p>
<p>"Ditransfer ke istrinya pak AT infonya dari pak AT, terus dikirim ke pak Agung (Kepala BKPSDM) tapi tidak lewat pak Agung, tapi ke istrinya," bebernya.</p>
<p>Agus mengaku telah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat dan Polres Gresik. Meski berulang kali mengeklaim sebagai korban, Agus hingga kini belum melaporkan peristiwa ini secara resmi ke pihak kepolisian.</p>
<p>Sementara itu, kasus pemalsuan dokumen SK pengangkatan rekrutmen ASN ini sedang dalam proses penyelidikan Polres Gresik. Selain laporan pemalsuan dokumen, sejumlah korban yang dirugikan atas dugaan penipuan rekrutmen ASN tersebut juga telah melapor dan kasusnya tengah didalami petugas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Engkel Hantam Truk Besi di Probolinggo, Dua Kernet Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-engkel-hantam-truk-besi-di-probolinggo-dua-kernet-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-engkel-hantam-truk-besi-di-probolinggo-dua-kernet-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan sementara, pengemudi truk engkel mengalami kelelahan hingga mengantuk saat berkendara pada malam hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1a9a8ab8e2.webp" length="34568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 10:41:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Kecelakaan, LakaLantas, SatlantasPolresProbolinggo, KeselamatanBerkendara, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan lampu lalu lintas (traffic light) Pilang, Kota Probolinggo, pada Jumat dini hari (17/4/2026). Sebuah truk engkel bermuatan bata ringan menabrak truk bermuatan besi yang sedang berhenti di lampu merah. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang kernet meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi truk mengalami luka-luka.</p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk engkel dengan nomor polisi B 9232 KIT yang dikemudikan Achmad Khoirul (26), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, melaju dari arah barat menuju timur.</p>
<p></p>
<p>Saat mendekati lampu lalu lintas Pilang, kendaraan yang ditumpangi tiga orang itu diduga mengalami kecelakaan akibat pengemudi mengantuk. </p>
<p></p>
<p>Truk tersebut kemudian menabrak bagian belakang truk bermuatan besi bernomor polisi DK 8843 BO yang dikemudikan Suharji, warga Malang, yang saat itu sedang berhenti karena lampu merah.</p>
<p></p>
<p>Di dalam truk engkel tersebut terdapat dua kernet, yakni M. Sholeh (22), warga Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, serta Rudi, yang juga berasal dari wilayah yang sama. Benturan keras mengakibatkan kedua kernet tersebut mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di tempat kejadian.</p>
<p></p>
<p>Pengemudi truk besi, Suharji, menceritakan detik-detik kejadian yang dialaminya.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saat itu, saya sedang berhenti di belakang dump truck yang juga berhenti karena lampu merah. Tiba-tiba, dari arah belakang, truk yang saya kendarai ditabrak hingga menabrak dump truck di depan saya," ujar Suharji.</p>
<p></p>
<p>Akibat kerasnya tabrakan, truk yang dikemudikan Suharji terdorong ke depan hingga menghantam kendaraan di depannya. Sementara itu, pengemudi truk engkel, Achmad Khoirul, mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota yang tiba di lokasi kejadian segera mengevakuasi para korban. Dua jenazah kernet langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Moh. Saleh, sedangkan pengemudi yang mengalami luka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.</p>
<p></p>
<p>Suharji menduga kendaraan yang menabraknya melaju dengan kecepatan cukup tinggi.</p>
<p></p>
<p>“Kemungkinan truk engkel yang menabrak truk saya melaju cukup kencang, sehingga truk saya yang bermuatan berat terdorong hingga maju ke depan,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah proses evakuasi selesai, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian dievakuasi guna menghindari kemacetan di sekitar area kejadian.</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan yang melaju searah. Dugaan sementara, pengemudi truk engkel mengalami kelelahan hingga mengantuk saat berkendara pada malam hari.</p>
<p></p>
<p>"Akibat kejadian ini dua orang kernet meninggal dunia, sementara sopir mengalami luka. Dugaan sementara sopir mengantuk karena perjalanan malam hari," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinggal Sendiri di Usia Senja, Rumah Lansia di Pakis Malang Ludes Dilalap Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinggal-sendiri-di-usia-senja-rumah-lansia-di-pakis-malang-ludes-dilalap-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinggal-sendiri-di-usia-senja-rumah-lansia-di-pakis-malang-ludes-dilalap-api</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran rumah di Pakis Malang diduga akibat korsleting listrik, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e17735c9a10.webp" length="39448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 08:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kebakaran malang, pakis malang, korsleting listrik, kebakaran rumah, damkar malang, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Nasib nahas dialami Sukowati (66), warga Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Rumah yang ia tempati seorang diri ludes dilalap api saat dirinya tengah terlelap tidur, Kamis (16/4/2026) malam.</p>
<p>Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat korban berada di dalam rumah dan sedang beristirahat di kamar. Api diduga pertama kali muncul dari bagian atas rumah, kemudian dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan.</p>
<p>Kapolsek Pakis AKP Suyanto, menyampaikan bahwa saat kejadian korban memang berada seorang diri di dalam rumah.</p>
<p>“Korban saat itu sedang tidur di dalam kamar dan memang tinggal sendiri di rumah tersebut,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap dari bagian atap rumah. Dalam waktu singkat, asap berubah menjadi kobaran api yang semakin membesar dan mengancam bangunan di sekitarnya.</p>
<p>Warga kemudian memastikan kondisi korban dan mendapati Sukowati telah berhasil keluar dari rumah dalam keadaan selamat.</p>
<p>“Warga melihat korban sudah berada di luar rumah, sehingga dapat dipastikan dalam kondisi selamat,” jelasnya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, warga segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut. Petugas Polsek Pakis tiba di lokasi sekitar pukul 20.45 WIB dan langsung membantu pengamanan serta pemadaman awal bersama warga.</p>
<p>Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah milik korban mengalami kerusakan cukup parah dengan kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p>“Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp50 juta,” ungkapnya.</p>
<p>Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di dalam rumah. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.</p>
<p>“Dugaan sementara disebabkan konsleting arus listrik,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Kediri Jenguk 2 Kakak Almarhum MAM, Pastikan Bantu Pemulihan Fisik dan Mental</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-jenguk-2-kakak-almarhum-mam-pastikan-bantu-pemulihan-fisik-dan-mental</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-kediri-jenguk-2-kakak-almarhum-mam-pastikan-bantu-pemulihan-fisik-dan-mental</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya memastikan kondisi terkini kedua anak itu, dalam kesempatan itu, Mbak Wali juga menghadiahkan dua buah boneka dan mengajak keduanya bermain bersama anak-anak lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0eaab30118.webp" length="28766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 22:02:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>kriminal kota Kediri, pembunuhan, penganiayaan, kdrt, polres Kediri kota, balita tewas kota Kediri, wali kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI -</strong> Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjenguk dua anak perempuan, kakak dari almarhum MAM atau N. Keduanya saat ini telah ditempatkan di LKSA Sahhala.</p>
<p>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menuturkan, pihak Pemkot Kediri akan memastikan kedua bocah berumur 6 dan 7 tahun itu berada dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman. </p>
<p>Tidak hanya memastikan kondisi terkini kedua anak itu, dalam kesempatan itu, Mbak Wali juga menghadiahkan dua buah boneka dan mengajak keduanya bermain bersama anak-anak lain. </p>
<p>Trauma healing menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian khusus pihak Pemkot Kediri. Kakak beradik tersebut akan terus didampingi oleh psikolog untuk membantu memulihkan kesehatan mental.</p>
<p>"Pertama kita melakukan pendampingan. Kemudian yang kedua kita melakukan pemulihan, sehingga setiap hari nantinya akan psikolog akan mendampingi untuk memantau psikis (kedua anak tadi)," tutur Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kamis, (16/4/2026). </p>
<p>Selain itu, Pemkot Kediri juga akan memastikan kesehatan fisik keduanya dalam kondisi stabil. Dinas Kesehatan Kota Kediri, menurut Mbak Wali akan memberikan salep dan obat-obatan lain untuk mendukung pemulihan kesehatan fisik keduanya.</p>
<p>"Dari Dinas Kesehatan juga siap turun, akan memantau setiap harinya terhadap kondisi kesehatan dari anak-anak. Karena seperti yang kita ketahui bersama, ternyata adik-adik ini juga ada bekas lukanya, di beberapa tubuhnya," ungkap Mbak Wali. </p>
<p>Saat berada di LKSA Sahhala sendiri kedua anak tadi, mulai terlihat lebih ceria. LKSA Sahhala jadi pilihan teraman mengingat rumah keluarga kedua anak itu belum memungkinkan untuk ditempati. </p>
<p>"Adik-adik ini akan bertempat tinggal sementara di LKSA Sahhala. Disini tadi adik-adik mulai mau berbicara kemudian mulai mau main, juga mulai berkenalan dengan teman-temannya. Harapannya mereka tidak merasa kesepian," jelas Mbak Wali. </p>
<p>Terkait dengan dokumen kependudukan kedua anak tersebut yang tidak, Mbak Wali juga menegaskan pihak Pemkot akan memberikan bantuan. Almarhum MAM dan kedua kakaknya tersebut memang tidak memiliki akte kelahiran dan kartu keluarga, sehingga kesulitan dalam pendidikan. </p>
<p>"Tentunya kita akan mendukung dan membantu, nanti kita akan segera proses, kita juga akan selalu memantau ya, bagaimana kondisi dari adik-adik termasuk nanti dari orang tuanya bagaimana. Kita koordinasikan dengan keluarga terdekat," tegas Mbak Wali. </p>
<p>Pihak keluarga,menyambut baik uluran tangan pihak Pemkot Kediri. "Kalau saya bersyukur," tutur Edi, kakak tertua dari kedua anak tadi. </p>
<p>Almarhum MAM yang masih berusia 4 tahun, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya, lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Rabu, (16/4/2026) petang. </p>
<p>MAM ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya dengan kondisi terdapat luka cukup parah di pelipis mata dan memar di bagian perut. Kondisi MAM pertama kali diketahui sang ibu selepas pulang dari bekerja. </p>
<p>Melihat kondisi anaknya, sang ibu kemudian meminta bantuan dari tetangga sekitar, yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Saat ditinggal ayah dan ibunya untuk bekerja, N dan kedua kakak perempuannya berada di rumah bersama si nenek (SL). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong>   </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KPK Geledah Rumah Dinas Hingga Rumah Pribadi Bupati Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kpk-geledah-rumah-dinas-hingga-rumah-pribadi-bupati-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kpk-geledah-rumah-dinas-hingga-rumah-pribadi-bupati-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan beberapa dokumen, di antaranya surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah kepala OPD. Surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat tekan agar kepala OPD mengikuti seluruh perintah bupati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0c974240f1.webp" length="33418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:53:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk, penggeledahan, rumah dinas bupati tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan modus pemerasan terhadap kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Kamis (16/4/2026. Penggeledahan berlangsung selama lebih dari enam jam, dimulai sejak siang hingga sore hari.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, yakni rumah dinas bupati, rumah pribadi Gatut Sunu Wibowo di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, serta rumah ajudannya yang berinisial YOG di Desa Kesambi, Kecamatan Bandung.</p>
<p></p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>“Pekan ini penyidik menjadwalkan melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di sejumlah lokasi, dan hari ini telah dilakukan di tiga titik, yakni rumah dinas bupati, rumah pribadi saudara GSW, dan rumah pribadi saudara YOG,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Rombongan penyidik KPK yang melakukan penggeledahan di rumah dinas bupati yakni Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, terpantu masuk ke pendopo sekira pukul 10.00 WIB. Dalam proses penggeledahan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan beberapa dokumen, di antaranya surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah OPD,” kata Budi.</p>
<p></p>
<p>Menurut KPK, dokumen berupa surat pernyataan tersebut diduga digunakan sebagai alat tekanan kepada para kepala OPD agar mengikuti seluruh perintah bupati. Praktik ini menjadi salah satu fokus dalam pengembangan penyidikan. </p>
<p></p>
<p>“Surat pernyataan ini diduga digunakan sebagai alat tekan kepada para OPD agar patuh dan nurut terhadap semua perintah bupati,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan langkah penyidik untuk mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat proses pembuktian dalam perkara yang sedang berjalan. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Rangkaian penggeledahan ini adalah kebutuhan penyidik untuk mengumpulkan bukti tambahan dalam proses penyidikan, dan kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tulungagung yang terus mendukung upaya pemberantasan korupsi,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan di rumah dinas bupati sendiri berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam. Rombongan penyidik KPK diketahui meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.40 WIB, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan penggeledahan pada hari tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Kakak Korban Balita Tewas di Kediri Dipindah ke LKSA, Pemulihan Mental Jadi Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-kakak-korban-balita-tewas-di-kediri-dipindah-ke-lksa-pemulihan-mental-jadi-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-kakak-korban-balita-tewas-di-kediri-dipindah-ke-lksa-pemulihan-mental-jadi-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Kedua bocah tersebut awalnya hendak ditempatkan di Rumah Aman, namun mengingat pentingnya keberlanjutan perawatan maka keduanya kini ditempatkan di LKSA Sahhala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0c66a1602d.webp" length="23072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:25:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>kriminal kota Kediri, pembunuhan, penganiayaan, kdrt, polres Kediri kota, balita tewas kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Dua kakak perempuan dari MAM atau N, balita yang ditemukan tewas di dalam rumahnya kini berada dalam naungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sahhala, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. </p>
<p>Seperti diketahui nenek, ibu dan ayah tiri dari MAM saat ini masih dalam pemeriksaan intensif pihak kepolisian. Sejak semalam, usai MAM ditemukan tewas, kedua kakak perempuannya bersama pihak keluarga. </p>
<p>Kedua bocah tersebut awalnya hendak ditempatkan di Rumah Aman, namun mengingat pentingnya keberlanjutan perawatan maka keduanya kini dirawat di LKSA Sahhala. </p>
<p>"Untuk berkelanjutan ke depan anak-anak ini, apalagi ibu sama neneknya semua di Polres ( Polres Kediri Kota). Kadinsos bersama Pj Sekda, Kadis DP3AP2KB membuka koordinasi, akhirnya dipilih dirawat disini ( LKSA Sahhala)," jelas Kepala UPT PPA DP3AP2KB Kota Kediri Suwarsi, Kamis, (16/4/2026). </p>
<p>Keberlanjutan yang dimaksud salah satunya adalah terkait dengan pendidikan. Selain itu, LKSA juga dinilai lebih aman. </p>
<p>"Di sini bisa sekolah juga, karena kedua anak-anak ini belum sekolah semua. Padahal sudah usia 7 tahun sama 6 tahun belum sekolah. Jadi disini bisa sekalian bersekolah, dapat pendidikan, keamanannya juga. Untuk makan juga lebih terurus," ungkapnya lagi. </p>
<p>Sejak tiba di LKSA Sahhala, kedua bocah perempuan itu langsung didampingi oleh psikolog anak UPT PPA DP3AP2KB. Pendampingan ini dilakukan sebagai salah satu langkah menghilangkan trauma yang dialami kedua anak tersebut. </p>
<p>Pendampingan dilakukan sampai trauma keduanya terkikis dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. </p>
<p>"Dari awal sudah didampingi psikolog. Didampingi sampai traumanya hilang. Besok akan kita lihat lagi. Kalau bisa menerima keadaan di sini, sudah bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain dengan baik dan mentalnya juga bisa naik, baru kita lepas (pendampingan)," tuturnya. </p>
<p>Suwarsi juga mengungkapkan, pihaknya melakukan khusus agar kedua anak tadi mau dirawat di tempat lebih aman.</p>
<p>"Kami rayu, kami ajak belanja, akhirnya mau ke sini," pungkas Suwarsi. </p>
<p>Sementara itu pengasuh LKSA Sahhala Ulya menuturkan kedua anak tadi akan diajak melakukan banyak kegiatan untuk mengisi kehidupan sehari-hari. Hal itu juga sekaligus untuk menghilangkan trauma yang dialami keduanya. </p>
<p>"Banyak kegiatan disini. Jadi anak-anak memang merdeka bermain , berkreasi dan berekspresi. Keduanya bisa bermain, selain disini juga tempatnya luas. Nanti kalau pagi kita ikutkan sekolah bersama teman-temannya. Juga ada taman baca, berkebun. Jadi memang disini memang bagus untuk kesehatan mental anak-anak," tutur Ulya. </p>
<p>Ulya menambahkan anak-anak yang tinggal dan dirawat di LKSA Sahhala biasanya akan menetap sampai usai sekolah menengah atas. Baik itu yang memiliki orang tua atau yatim piatu.</p>
<p>"Kepengasuhan kami layaknya keluarga mas. Jadi apa yang mereka makan ya kita makan, kita masak bersama, ada juga semacam piket," pungkasnya. </p>
<p>MAM atau N sendiri telah dimakamkan di pemakaman setempat pada Kamis pagi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejati Jatim Geledah Dinas ESDM, Usut Dugaan Pungli Perizinan Sektor Energi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-dinas-esdm-usut-dugaan-pungli-perizinan-sektor-energi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-dinas-esdm-usut-dugaan-pungli-perizinan-sektor-energi</guid>
<description><![CDATA[ Penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha yang mengindikasikan adanya pelanggaran dalam proses pelayanan dan penerbitan izin di sektor strategis, mulai dari sektor pertambangan hingga pengawasan air tanah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d3a937bfd.webp" length="33184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:12:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejati Jatim, Kejati, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, ESDM, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan penggeledahan di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, Kamis (16/4/2026), sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) dalam proses perizinan sektor energi dan sumber daya mineral.</p>
<p>Penggeledahan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu melibatkan tim penyidik dari bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim. Diketahui, rombongan penyidik tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dengan sejumlah kendaraan, kemudian langsung menyisir berbagai ruangan di dalam gedung yang berlokasi di Jalan Tidar No. 123, Surabaya.</p>
<p>Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, membenarkan penggeledahan tersebut dan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang tengah berjalan.</p>
<p>“Benar, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar dalam penerbitan perizinan pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur," terang Adnan, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari serta mengamankan alat bukti yang dapat memperkuat konstruksi perkara, baik berupa dokumen administrasi maupun barang bukti elektronik.</p>
<p>"Hari ini penyidik melakukan penggeledahan untuk mencari dan menemukan alat bukti, baik berupa dokumen maupun barang bukti elektronik," sebutnya.</p>
<p>Menurut Adnan, penyidik saat ini tengah menelusuri berbagai dokumen perizinan serta perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan praktik pungli dalam layanan publik di sektor energi.</p>
<p>Penggeledahan itu juga merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha yang mengindikasikan adanya pelanggaran dalam proses pelayanan dan penerbitan izin di sektor strategis tersebut. Operasi lapangan dipimpin oleh Wagiyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim.</p>
<p>"Penggeledahan ini tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha," ungkap Wagiyo.</p>
<p>Wagiyo mengungkapkan, penyidik menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran hukum dalam berbagai lini pelayanan perizinan di lingkungan Dinas ESDM Jatim, mulai dari sektor pertambangan hingga pengawasan air tanah.</p>
<p>"Ada indikasi kuat pelanggaran hukum dalam proses pelayanan maupun perizinan di sektor pertambangan, ketenagalistrikan, hingga pengawasan air tanah," tandasnya.</p>
<p>Selama proses penggeledahan berlangsung, aktivitas di kantor Dinas ESDM Jatim dilaporkan lumpuh. Akses keluar-masuk gedung ditutup rapat, sementara seluruh pegawai dan pihak yang berada di dalam area kantor diminta tetap berada di lokasi. Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan pemindahan atau penghilangan barang bukti.</p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan suasana tegang sejak tim penyidik memasuki area gedung hingga menyisir sejumlah ruangan vital. Tak hanya dokumen, sejumlah kendaraan yang terparkir di area kantor juga turut berada dalam pengawasan ketat.</p>
<p>Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, tim penyidik masih berada di dalam gedung untuk melanjutkan penelusuran dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara. Pengamanan di lokasi juga diperketat dengan melibatkan unsur internal kejaksaan, aparat kepolisian militer, serta petugas keamanan setempat.</p>
<p>Meski demikian, pihak Kejati Jatim belum mengungkap pihak-pihak yang telah diperiksa maupun kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus ini. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan dengan fokus pada pengumpulan alat bukti tambahan.</p>
<p>“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya.</p>
<p>Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut sektor strategis yang berpotensi berdampak luas terhadap tata kelola pemerintahan dan iklim investasi di Jawa Timur. Kejati Jatim menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan perizinan di sektor energi dan sumber daya mineral. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Ungkap Poin Tuntutan GMNI, Dari Program MBG Hingga Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-ungkap-poin-tuntutan-gmni-dari-program-mbg-hingga-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-ungkap-poin-tuntutan-gmni-dari-program-mbg-hingga-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan evaluasi serta kritik membangun terhadap sejumlah program strategis nasional, khususnya menyangkut implementasi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0a3a7cabbf.webp" length="40230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 18:10:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) terkait pelaksanaan program pemerintah mendapat respons langsung dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menyatakan pihaknya telah menerima audiensi dari DPC GMNI Kabupaten Jombang. Dalam pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan evaluasi serta kritik membangun terhadap sejumlah program strategis nasional, khususnya menyangkut implementasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Nah, mereka memberikan evaluasi, kritik, dan saran yang membangun untuk perbaikan program ke depannya, khususnya terkait implementasinya. Karena bisa jadi program itu bagus, tapi secara implementasi karena kontinu ini yang perlu kita kawal bersama," ujar politisi Partai Gerindra yang karib disapa Mbak Della itu kepada suarajatimpost, Selasa (15/4/2026).</p>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan Standarisasi dan Transparansi MBG</strong></p>
<p></p>
<p>Dalam audiensi tersebut, GMNI menyoroti secara spesifik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Della merinci, tuntutan utama mahasiswa adalah menyangkut standarisasi dapur umum.</p>
<p></p>
<p>"Artinya dapur-dapur yang tidak layak untuk direkomendasikan ditutup. Kemudian standarisasi menu dan kesesuaian dengan anggaran, bahwa menu harus standarnya bagus, harus higienis, kemudian harus sesuai dengan budget-nya. Ada yang Rp8.000, ada yang Rp10.000," beber politisi yang maju dari Dapil 6 Jombang itu.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, GMNI juga mendesak adanya transparansi penggunaan anggaran MBG. Menanggapi hal ini, Della menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah menggandeng kejaksaan untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh guna mencegah penyimpangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Dorongan Percepatan KDKMP dan Sinergi Keamanan </strong></p>
<p></p>
<p>Selain MBG, aspirasi GMNI juga menyentuh pembangunan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP). DPRD Jombang berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah dan instansi berwenang guna mempercepat pembangunan serta pengawasan proyek tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya KDKMP ini program yang bagus; artinya ketersediaan pangan terjamin, tidak hanya secara kuantitas tapi secara harga juga bisa murah diterima oleh banyak masyarakat," imbuh Ketua DPC Gerindra Jombang itu.</p>
<p></p>
<p>GMNI juga memberikan masukan terkait upaya menurunkan angka kriminalitas di Kabupaten Jombang serta pentingnya menjaga keterbukaan demokrasi dan sinergisitas antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah agar linear dengan program pusat.</p>
<p></p>
<p><strong>Apresiasi untuk Program Sekolah Rakyat</strong></p>
<p></p>
<p>Di tengah berbagai kritik dan evaluasi, Della mengungkapkan bahwa GMNI justru memberikan apresiasi tinggi terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menegaskan, Jombang menjadi salah satu daerah pertama yang telah merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi dengan jumlah siswa mencapai sekitar 100 anak.</p>
<p></p>
<p>"Saya secara pribadi, ini program yang sangat bagus. Harapannya ke depan nanti kita bisa sinergi dengan Dinas Pendidikan, dengan Dinas Sosial, bahwa <em>there is no children left behind uneducated</em>. Tidak ada anak-anak di Kabupaten Jombang yang tidak mengenyam pendidikan," tegas Della.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti seluruh aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jombang menyatakan akan segera mendisposisikan hasil audiensi ke komisi-komisi terkait. Sebagian besar isu akan diarahkan ke Komisi D, namun juga terdapat catatan untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM terdampak kebijakan.</p>
<p></p>
<p>"Tadi juga sudah langsung saya sampaikan kepada Mas Agung selaku dari pimpinan komisi untuk kita tindaklanjuti dari evaluasi dari adik-adik hari ini, baik ke pemerintah daerah maupun kepada pemerintah pusat melalui fraksinya masing-masing," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebabkan Serbuan Lalat, Pemilik Kandang Ayam di Jombang Disemprot DLH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebabkan-serbuan-lalat-pemilik-kandang-ayam-di-jombang-disemprot-dlh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebabkan-serbuan-lalat-pemilik-kandang-ayam-di-jombang-disemprot-dlh</guid>
<description><![CDATA[ Lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e086ea60edc.webp" length="32172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 16:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Peternakan Ayam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang akhirnya memberikan peringatan keras kepada pengelola kandang ayam di Dusun Balongampel, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo. Hal ini menyusul verifikasi lapangan (verlap) yang membuktikan aktivitas pascapanen di kandang tersebut menjadi biang keladi aroma busuk dan serbuan ribuan lalat yang meneror warga.</p>
<p>Fenomena yang menjadi langganan tahunan ini sempat memicu kemarahan warga. Masyarakat di wilayah terdampak mengaku kehilangan kenyamanan hidup, mulai dari gangguan saat makan hingga sulitnya beristirahat akibat bau menyengat yang menusuk hidung.</p>
<p>Kepala Desa Sepanyul, Dedy Anugrah Dwi P., mengonfirmasi bahwa sumber masalah berasal dari kandang di sisi utara desa. </p>
<p>Mirisnya, lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai.</p>
<p>"Kami berterima kasih kepada DLH yang telah merespons. Hari ini pihak dinas sudah memberikan arahan tegas kepada pemilik agar melakukan perawatan ekstra," ujar Dedy kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Dalam sidak tersebut, DLH mengeluarkan instruksi yang tidak bisa ditawar. Pemilik kandang, Sugeng, diwajibkan melakukan penyemprotan lalat secara rutin menggunakan insektisida efektif, bukan sekadar air, serta melakukan pembersihan total kotoran ayam segera setelah panen berakhir tanpa penundaan.</p>
<p>Selain aspek lingkungan, pemerintah desa juga menyentil lemahnya empati dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) pemilik usaha. </p>
<p>Dedy menegaskan mekanisme pembagian kompensasi daging ayam yang selama ini dinilai merepotkan masyarakat terdampak.</p>
<p>"Kami meminta mekanisme kompensasi diperbaiki. Berikan langsung ke rumah warga atau melalui Ketua RT, jangan malah warga yang diminta datang ke kandang. Itu adalah bentuk empati minimal atas dampak yang mereka rasakan," tegas Dedy.</p>
<p>Saat ini, DLH berkomitmen untuk mengawasi ketat proses pembersihan pascapanen guna menjamin kondisi lingkungan kembali kondusif. </p>
<p>Sementara itu, warga masih menunggu realisasi janji pengelola, berharap teror lalat ini tidak menjadi agenda rutin di musim pemeliharaan berikutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>GMNI Jombang Luruk Kantor DPRD, Tantang Wakil Rakyat Agar Lebih Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gmni-jombang-luruk-kantor-dprd-tantang-wakil-rakyat-agar-lebih-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gmni-jombang-luruk-kantor-dprd-tantang-wakil-rakyat-agar-lebih-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Dalam orasinya, massa mengecam sikap pasif DPRD Jombang yang dianggap cenderung menjadi tukang stempel bagi kebijakan pemerintah pusat tanpa melakukan filtrasi terhadap dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e091a7e96f0.webp" length="35706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 14:50:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Aksi Unjuk Rasa, GMNI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Aksi ini merupakan refleksi terhadap kinerja legislatif yang dinilai kehilangan taji dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat di daerah.</p>
<p>Dalam orasinya, massa mengecam sikap pasif DPRD Jombang yang dianggap cenderung menjadi tukang stempel bagi kebijakan pemerintah pusat tanpa melakukan filtrasi terhadap dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal.</p>
<p>Ketua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menegaskan bahwa fungsi pengawasan legislatif saat ini berada di titik nadir.</p>
<p>Ia menuntut para wakil rakyat untuk kembali ke khittahnya sebagai penyambung lidah rakyat, bukan sekadar pelaksana instruksi struktural dari atas.</p>
<p>"Kami mendesak DPRD Jombang agar kritis dalam mengawal program pemerintah pusat. Jangan sampai kebijakan <em>top-down</em> dieksekusi buta tanpa mempertimbangkan keberpihakan pada rakyat kecil di daerah," tegas Daffa.</p>
<p>Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat kepolisian ini mengusung empat tuntutan. </p>
<p>Pertama adalah restorasi fungsi pengawasan. GMNI mendesak DPRD Jombang bersikap kritis dan independen terhadap program pemerintah pusat.</p>
<p>Kedua, mitigasi krisis global. GMNI Jombang mendorong pemerintah daerah untuk responsif terhadap dinamika geopolitik internasional yang memicu ketidakpastian ekonomi di level lokal.</p>
<p>Ketiga, stop segala bentuk kriminalisasi aktivis. Menuntut jaminan ruang demokrasi dan mendesak aparat serta legislatif untuk menghentikan segala bentuk pembungkaman aspirasi.</p>
<p>Keempat, partisipasi publik bermakna. GMNI menuntut keterlibatan nyata masyarakat sipil dan mahasiswa dalam setiap proses pengambilan kebijakan strategis daerah.</p>
<p>Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa Jas Merah ini akhirnya diterima untuk berdialog di Ruang Sidang Paripurna. </p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Jombang, di antaranya: Wakil Ketua DPRD, Donny Anggun, Octadella Bilytha Permatasari dan M. Syarif Hidayatullah, serta Anggota DPRD Rahmat Agung Saputra. </p>
<p>Dialog ini juga difasilitasi oleh Kepala Kesbangpol Jombang, Budi Winarno, dan Wakapolres Jombang, Kompol Syarlis.</p>
<p>Daffa mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif dalam menghadapi inflasi atau gangguan distribusi pangan yang merupakan imbas dari situasi dunia.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, massa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan gelombang yang lebih besar jika tuntutan untuk membuka ruang partisipatif dalam kebijakan daerah tidak segera diimplementasikan secara konkret oleh DPRD Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Minyakita Lampaui HET di Pasuruan, Polisi Ancam Sita Barang Pedagang Nakal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-minyakita-lampaui-het-di-pasuruan-polisi-ancam-sita-barang-pedagang-nakal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-minyakita-lampaui-het-di-pasuruan-polisi-ancam-sita-barang-pedagang-nakal</guid>
<description><![CDATA[ Selain menjamin ketersediaan barang, pihak kepolisian melontarkan peringatan keras kepada oknum pedagang yang masih nekat menjual di atas HET. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e066bdca8b3.webp" length="79502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 14:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Satgas Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Lonjakan harga minyak goreng program pemerintah, Minyakita, yang menembus angka Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700, akhirnya memaksa Satgas Pangan turun tangan. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah melakukan penetrasi pasar melalui pendistribusian ulang (dropping) pasokan ke berbagai pasar tradisional pada awal 2026 guna mengintervensi harga yang tak terkendali.</p>
<p></p>
<p>Upaya menekan harga agar kembali ke koridor HET terus diupayakan oleh Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama Diskoperindag dan Bulog Kabupaten Pasuruan. </p>
<p></p>
<p>Sinergi ini diwujudkan melalui operasi pasar massal guna mengisi kekosongan stok di pasar-pasar tradisional yang menjadi titik krusial kebutuhan warga.</p>
<p></p>
<p>Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, menjelaskan bahwa total pasokan yang didistribusikan dalam operasi kali ini mencapai 9.600 liter atau setara 9,6 ton.</p>
<p></p>
<p>"Totalnya ada 800 karton yang masing-masing berisi 12 botol kemasan 1 liter untuk dibagikan ke tujuh retail Bulog," ungkapnya saat memimpin proses distribusi, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Distribusi minyak goreng ini difokuskan pada dua titik utama, yakni Pasar Bangil yang membawahi enam retail dan Pasar Pandaan untuk satu retail. Langkah darurat ini diambil sebagai respons atas kelangkaan stok yang dilaporkan telah terjadi sejak sebelum Idulfitri di sejumlah lokasi strategis.</p>
<p></p>
<p>Selain menjamin ketersediaan barang, pihak kepolisian melontarkan peringatan keras kepada oknum pedagang yang masih nekat menjual di atas HET. </p>
<p></p>
<p>Pengawasan ketat kini diberlakukan untuk memberangus praktik penimbunan yang disinyalir menjadi pemicu kelangkaan buatan di wilayah Kabupaten Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Ipda Eko Hadi Saputro menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena stok Minyakita di tingkat distributor saat ini telah dipastikan aman.</p>
<p></p>
<p>"Kami pastikan agar stok aman dan jika ditemukan penyimpangan harga di atas HET, kami tidak akan segan untuk menindak tegas," imbuhnya terkait pengamanan stabilitas harga pangan.</p>
<p></p>
<p>Di lapangan, seorang pedagang pasar bernama Sinta mengaku harga kulakan Minyakita sebelumnya sempat meroket hingga memaksa harga jual menyentuh angka Rp19.000 per liter. Lonjakan harga yang tidak terkendali tersebut dinilai sangat memukul daya beli masyarakat kecil.</p>
<p></p>
<p>"Kalau sebelumnya sempat naik, tetapi sekarang syukurnya sudah diberi lagi stoknya. Naiknya itu karena stok kita habis karena sejak sebelum Lebaran, kami tidak mendapatkan pasokan minyak," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran stok segar dari Bulog ini diharapkan mampu menyeragamkan kembali harga jual sesuai regulasi pemerintah pusat. Penjualan secara periodik akan terus diperluas ke pasar-pasar lain, seperti Sukorejo dan Gempol, guna menggaransi stabilitas pangan di seluruh pelosok Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, menegaskan akan menindak tegas pelaku spekulan atau pedagang yang menimbun dan menjual Minyakita di atas HET dengan opsi penyitaan barang bukti.</p>
<p></p>
<p>"Jika nanti para pedagang masih menjual di atas HET, kami dari Satgas Pangan akan langsung menindak tegas para pedagang nakal tanpa ada sedikit pun toleransi," tegasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fortuner Ringsek Tertimpa Batu di Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fortuner-ringsek-tertimpa-batu-di-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fortuner-ringsek-tertimpa-batu-di-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kap dan mesin. Pengemudi mobil dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka fisik, meski sempat mengalami syok. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e074867aafa.webp" length="41020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 13:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, mobil tertimpa batu, longsor jalur trenggalej ponorogo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP </strong>— Insiden batu runtuh menimpa sebuah mobil di Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo Km 16, tepatnya di wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/4/2026) siang. Akibatnya, kendaraan tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan peristiwa ini melibatkan satu unit mobil Toyota Fortuner bernomor polisi AG 1671 SK yang tengah melintas dari arah Trenggalek menuju Ponorogo.</p>
<p></p>
<p>"Pada hari ini, Kamis sekitar pukul 10.10 WIB terjadi batu jatuh di lokasi longsor sebelumnya di kilometer 16 jalur Trenggalek-Ponorogo," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas melanjutkan, saat kejadian kondisi cuaca cerah dan jalur sedang diberlakukan sistem buka-tutup. Namun, sebuah bongkahan batu berukuran besar dengan diameter sekitar 1,5 meter tiba-tiba jatuh dari tebing di sisi jalan dan menimpa mobil yang dikemudikan oleh Eko Priyono (49), warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Ketika kendaraan melintas, tiba-tiba batu besar jatuh dari atas bukit dan mengenai bagian kap kanan mobil," jelas AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kap dan mesin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pengemudi mobil dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka fisik, meskipun sempat mengalami syok akibat kejadian mendadak tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Korban atas nama saudara Eko Priyono dalam kondisi sehat walafiat, hanya mengalami syok dan tidak ada luka," tambah AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian langsung menutup total jalur Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16. Penutupan ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, demi menghindari risiko kejadian susulan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini jalur kami tutup total. Kendaraan roda dua dan roda empat kami arahkan ke jalur alternatif, sedangkan kendaraan besar seperti truk tronton dan bus kami sarankan untuk putar balik mencari jalur lain," terang AKP Sony.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak terkait saat ini masih melakukan asesmen dan pemeriksaan kondisi tebing di lokasi kejadian guna memastikan keamanan jalur sebelum kembali dibuka.</p>
<p></p>
<p>"Kami belum berani membuka jalur sebelum ada rekomendasi tertulis dari pemangku kepentingan (stakeholder) terkait yang menyatakan jalur tersebut aman dilalui," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur Trenggalek-Ponorogo, khususnya di Km 16, hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Hingga Kamis siang pukul 12.30 WIB, belum ada kepastian kapan jalur tersebut akan kembali dibuka.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di jalur tersebut. Untuk waktu pembukaan kembali masih belum bisa dipastikan sampai benar-benar dinyatakan aman dan nyaman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Lakukan Autopsi, Ungkap Luka Sayatan di Leher Korban Tewas Tak Wajar di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-lakukan-autopsi-ungkap-luka-sayatan-di-leher-korban-tewas-tak-wajar-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-lakukan-autopsi-ungkap-luka-sayatan-di-leher-korban-tewas-tak-wajar-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil sementara, korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah urat nadi di leher sebelah kiri terputus akibat benda tajam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df9deaa0ec2.webp" length="40412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, nenek tewas tak wajar, gedangsewu kecamatam boyolangu, outopsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kasus kematian tidak wajar yang menimpa Sukati (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, terus didalami pihak kepolisian. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya pada Rabu (15/4/2026) pagi.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, polisi melakukan otopsi terhadap jenazah korban guna mengungkap penyebab pasti kematian. Proses autopsi dilakukan bersama tim kedokteran forensik di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung, pada Rabu sore hingga malam.</p>
<p>Autopsi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung lebih dari dua jam. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Aiptu Wahyudi, mengungkapkan bahwa secara kasatmata terdapat beberapa luka sayatan di bagian leher korban.</p>
<p>“Kalau luka secara kasatmata memang ada lima luka sayatan di leher. Untuk penyebab kematian yang jelas adalah putusnya nadi di sebelah kiri,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, petugas juga menemukan luka lain di bagian tangan kiri korban yang diduga bekas gigitan. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami asal-usul luka tersebut.</p>
<p>“Di tangan ada seperti luka bekas gigitan, namun itu masih kita dalami. Untuk hasil lengkapnya nanti akan disampaikan setelah resume otopsi keluar,” tambahnya.</p>
<p>Dari hasil sementara, korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah urat nadi di leher sebelah kiri terputus akibat benda tajam. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau dapur sepanjang sekitar 20 sentimeter yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.</p>
<p>Selain pemeriksaan fisik, tim forensik juga mengambil sampel cairan lambung dan darah korban untuk uji toksikologi guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu dalam tubuh korban.</p>
<p>Saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi dari pihak keluarga, yakni dua anak kandung korban serta dua menantu.</p>
<p>“Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan. Saksi-saksi dari keluarga sudah kita periksa, total ada empat orang,” jelas Wahyudi.</p>
<p>Pihak kepolisian belum dapat memastikan motif maupun kronologi pasti kejadian tersebut dan masih menunggu hasil lengkap autopsi serta pengembangan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Setelah proses otopsi selesai, jenazah korban rencananya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus ini dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang masih berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Orang Ditangkap Polisi di Hotel Tulungagung, Diduga Produksi Konten Pornografi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-orang-ditangkap-polisi-di-hotel-tulungagung-diduga-produksi-konten-pornografi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-orang-ditangkap-polisi-di-hotel-tulungagung-diduga-produksi-konten-pornografi</guid>
<description><![CDATA[ Kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pornografi sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df98184565d.webp" length="16736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:19:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, polres tulungagung, pornografi, hotel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil mengungkap dugaan tindak pidana terkait produksi dan penyebaran konten pornografi di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>Kasi Humas Polres Tulungagung, Nanang Murdianto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga yang masuk pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 22.40 WIB di salah satu hotel di Tulungaung.</p>
<p>“Berbekal laporan masyarakat, anggota Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota segera melakukan penyelidikan di lokasi. Sekitar pukul 22.40 WIB, petugas mendapati dugaan tindak pidana pornografi yang dilakukan oleh dua orang di dalam kamar hotel,” ujar Nanang, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial TS laki-laki (30), warga Desa Muneng, Kecamatan, Purwoasri, Kabupaten Kediri dan ESW perempuan (36) warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan/Kota Kediri Kediri. Keduanya diduga terlibat dalam aktivitas produksi atau pembuatan konten pornografi.</p>
<p>Menurut Iptu Nanang, saat penindakan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.</p>
<p>“Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita dua unit telepon genggam dan satu buah tripod yang diduga digunakan untuk merekam atau memproduksi konten,” jelasnya.</p>
<p>Setelah diamankan di lokasi, kedua terduga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Tulungagung Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pornografi sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</p>
<p>“Para pelaku disangkakan melanggar ketentuan hukum terkait produksi dan penyebaran pornografi. Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus,” pungkas Nanang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muscab BPC PHRI Pasuruan Akan Kolaborasi Untuk Pariwisata Lebih Kuat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muscab-bpc-phri-pasuruan-akan-kolaborasi-untuk-pariwisata-lebih-kuat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muscab-bpc-phri-pasuruan-akan-kolaborasi-untuk-pariwisata-lebih-kuat</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya, Kabupaten Pasuruan memiliki kekayaan kuliner, kearifan lokal, dan destinasi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df92bca069c.webp" length="38058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 21:40:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, BPC PHRI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kabupaten Pasuruan Periode 2026–2031, pada Rabu (15/4/2026) di Hotol Royal Sinyiur.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pelaku industri perhotelan dan restoran dalam memperkuat peran organisasi terhadap pembangunan kepariwisataan daerah.</p>
<p>Mengusung tema “Kolaborasi Untuk Pariwisata Lebih Kuat”, Muscab tersebut menegaskan komitmen PHRI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata.</p>
<p>Ketua Panitia Muscab PHRI, Lukas Cahya Buana mengatakan musyawarah Cabang (Muscab) PHRI adalah forum 5 tahunan Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. </p>
<p>"Agenda utamanya mencakup pemilihan pengurus baru, penetapan program kerja, dan kolaborasi untuk memajukan pariwisata daerah. Organisasi ini fokus pada penguatan industri perhotelan/restoran dan sinergi dengan pemerintah," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kabupaten Pasuruan, Fuji Subagio menjelaskan PHRI merupakan forum tertinggi di tingkat cabang untuk merumuskan arah organisasi, mengevaluasi kinerja, dan memperkuat soliditas anggota.</p>
<p>"PHRI akan sinergi dengan Pemkab untuk memajukan sektor pariwisata dan meningkatkan standar layanan," jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, Kabupaten Pasuruan memiliki kekayaan kuliner, kearifan lokal, dan destinasi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. </p>
<p>"PHRI akan berkomitmen untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme pelaku usaha hotel dan restoran, serta membangun sinergi berkelanjutan dengan pemerintah daerah guna mengoptimalkan potensi pariwisata yang di Pasuruan," ujar Fuji Subagio. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Warga di Jombang Terima Buku Tabungan PK&amp;RTLH Usulan Mbak Ita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-warga-di-jombang-terima-buku-tabungan-pk-rtlh-usulan-mbak-ita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-warga-di-jombang-terima-buku-tabungan-pk-rtlh-usulan-mbak-ita</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan warga Jombang menerima buku tabungan atau rekening tersebut. Tiga di antaranya usulan legislator Mbak Ita. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df912760e5d.webp" length="23980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 21:20:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bedah Rumah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH) di Kabupaten Jombang kembali berjalan pada 2026, dan kini memasuki tahap penerimaan buku tabungan atau rekening sebagai bagian dari proses pencairan bantuan.</p>
<p></p>
<p>Puluhan warga Jombang menerima buku tabungan atau rekening tersebut. Prosesi serah terima dilaksanakan di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat, Rabu (15/4/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Jombang, Junita Erma Zakiyah, turut hadir dalam kesempatan tersebut. Legislator yang akrab disapa Mbak Ita ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, ia kembali mengusulkan tiga nama warga untuk menerima manfaat program PK-RTLH. Ketiga nama yang diusulkannya tersebut dinyatakan lolos verifikasi dan berhak menerima buku tabungan bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Saya hanya mengusulkan dan menganggarkan. Pelaksanaannya oleh Dinas Perkim. Mudah-mudahan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di hadapan para penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>Mbak Ita menjelaskan, proses PK-RTLH dimulai dari tahap pendataan, pengusulan, hingga penganggaran. Setelah anggaran disetujui, barulah penerima mendapatkan rekening atau buku tabungan. Ia menegaskan bahwa dana bantuan yang masuk ke buku tabungan tersebut hanya untuk pembayaran bahan bangunan dan biaya tukang.</p>
<p></p>
<p>Proses pengerjaan rumah, menurutnya, biasanya berlangsung relatif cepat, yakni antara 10 hingga 14 hari, tergantung kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Mbak Ita juga berbagi pengalaman pada tahun 2025 lalu. Saat itu, ia mengusulkan tiga warga, namun satu di antaranya tidak lolos karena tercatat pernah menerima bantuan serupa sekitar 10 tahun lalu. Berbeda dengan tahun ini, ketiga usulannya untuk tahun 2026 berhasil lolos seleksi.</p>
<p></p>
<p>"Semoga tahun depan makin banyak warga yang bisa dibantu dalam program PK-RTLH ini," harapnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Mbak Ita menyoroti tantangan dalam mekanisme pendataan di lapangan. Ia mencontohkan, pada tahun 2025 lalu terdapat usulan sebanyak 39 rumah tidak layak huni yang masuk kepadanya. Namun setelah diverifikasi, hanya 11 rumah yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Sisanya justru masuk desil di atas 5, bahkan ada yang tidak masuk dalam kategori desil sama sekali.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, desil merupakan sistem pengelompokan kesejahteraan rumah tangga, mulai dari desil 1 untuk kategori paling miskin hingga desil 10 untuk paling sejahtera.</p>
<p></p>
<p>"Nah, ini yang jadi PR bersama terkait mekanisme pendataan. Sebab, banyak rumah tidak layak huni, tapi tidak masuk desil," ungkap Mbak Ita menutup keterangannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia di Tulungagung Ditemukan Meninggal di Dapur, Polisi Lakukan Penyelidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-dapur-polisi-lakukan-penyelidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-di-tulungagung-ditemukan-meninggal-di-dapur-polisi-lakukan-penyelidikan</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya luka di leher korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df673cdc257.webp" length="25488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:31:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tewas bersimbah darah, gedangsewu kecamatan boyolangu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Rabu (15/4/2026) pagi. Korban diketahui bernama Sukati (64), warga setempat.</p>
<p>Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih, mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh menantu korban sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, saksi hendak menuju kamar mandi dan melintasi dapur. Ia kemudian melihat korban sudah tergeletak di lantai dan tidak bergerak, sehingga segera memanggil anggota keluarga lainnya. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi.</p>
<p>"Jadi belum sampai ke kamar mandi menantunya itu melihat ibu mertuanya itu sudah tergeletak bersimbah darah. Akhirnya dia memanggil suaminya, anaknya korban itu. Akhirnya karena ada luka-luka berdarah pihak keluarga menghubungi Polsek Boyolangu dan Polres Tulungagung," ujarnya.</p>
<p>Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya luka pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian.</p>
<p>"Dari kasatmata yang kami lihat bersama dengan Pamapta juga tim Inafis ada luka di leher," ungkapnya.</p>
<p>Sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Iskak guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.</p>
<p>Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian berlangsung.</p>
<p>"Untuk barang bukti yang diamankan, ada pisau, kemudian ada baju korban dan juga obat-obatan," jelasnya.</p>
<p>AKP Retno Puji, menambahkan berdasarkan informasi dari keluarga, korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit, sebelum kembali ke rumah beberapa hari lalu.</p>
<p>"Keterangan dari pihak keluarga yang bersangkutan hari Jumat kemarin opname di rumah sakit Bhayangkara 3 hari 4 boleh pulang indikasinya sakitnya sakit tipes," katanya.</p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian. Sampai dengan Rabu sore sekitar pukul 17.20 WIB, outopsi masih berlangsung di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pekerja Konstruksi Tewas Tersengat Listrik di Perumahan Mutiara Garden Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pekerja-konstruksi-tewas-tersengat-listrik-di-perumahan-mutiara-garden-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pekerja-konstruksi-tewas-tersengat-listrik-di-perumahan-mutiara-garden-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui bernama Sarimulyo alias Jimbok (53), warga Dusun Jatiwetan, Desa Lengkong. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan luka bakar serius pada bagian tangan dan kaki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df32d5cab43.webp" length="29536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 14:43:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>–Insiden kecelakaan kerja maut terjadi di Perumahan Mutiara Garden, Dusun Banjarmlati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (15/04/2026) pagi. </p>
<p></p>
<p>Seorang pekerja bangunan dilaporkan tewas seketika akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi saat sedang merenovasi atap rumah.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui bernama Sarimulyo alias Jimbok (53), warga Dusun Jatiwetan, Desa Lengkong. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan luka bakar serius pada bagian tangan dan kaki.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa bermula sekira pukul 07.30 WIB, saat korban bersama empat rekan kerja lainnya memulai proyek renovasi atap rumah milik Trio Herliansyah di Blok C5 No. 138. </p>
<p></p>
<p>Menurut keterangan saksi di lokasi, korban bertugas sendirian di bagian dak paling atas rumah untuk menerima material rangka atap.</p>
<p></p>
<p>Petaka terjadi sekira pukul 08.15 WIB. Saat korban mencoba menaikkan batang besi hollow galvanis yang kedua, ujung besi diduga kuat menyentuh kabel jaringan listrik yang melintas di atas bangunan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mendengar teriakan korban. Saat dilihat ke atas, korban sudah tergeletak di dak lantai dua," ujar Dandot, salah satu rekan kerja korban. </p>
<p></p>
<p>Dandot juga sempat merasakan sengatan listrik namun berhasil menyelamatkan diri dengan melempar besi tersebut ke arah samping rumah.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Mojoanyar, AKP Rizal Arisman, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Pihaknya segera menerjunkan personel bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto, petugas PLN, serta relawan PMI untuk mengevakuasi korban dari ketinggian.</p>
<p></p>
<p>"Benar telah terjadi laka kerja yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis, ditemukan luka bakar menghitam pada tangan dan kaki kiri korban akibat sengatan listrik," jelas AKP Rizal.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu batang besi hollow galvanis berukuran 4x6 dengan panjang 6 meter dan hasil Visum Et Repertum dari RS Wahidin Sudiro Husodo.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, area kejadian telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. </p>
<p></p>
<p>Petugas juga telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pemilik rumah dan mandor borongan, Anam Maksum, untuk mendalami unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja (K3) pada proyek renovasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani proses medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Ungkap Alasan Ratusan SPPG di Indonesia Ditutup Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bgn-ungkap-alasan-ratusan-sppg-di-indonesia-ditutup-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bgn-ungkap-alasan-ratusan-sppg-di-indonesia-ditutup-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Per akhir bulan Maret lalu setidaknya terdapat 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara di seluruh Indonesia, dari total 26.066 SPPG.  Sedangkan per tanggal 12 April lalu di wilayah Pulau Jawa (wilayah II) terdapat 362 SPPG ditutup sementara dan 136 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur ( wilayah III) turut mengalami hal yang sama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de46214a069.webp" length="21448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 22:03:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>BGN, MBG, SPPG, makanan bergizi gratis, dapur MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Per akhir bulan Maret lalu setidaknya terdapat 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara dari total 26.066 SPPG di seluruh Indonesia. Sedangkan per tanggal 12 April lalu di wilayah Pulau Jawa (wilayah II) terdapat 362 SPPG ditutup sementara dan 136 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur (wilayah III) turut mengalami hal yang sama. </p>
<p>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional dan Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya menegaskan penutupan SPPG bisa terjadi atas beberapa alasan. </p>
<p>"Suspend itu karena satu kejadian menonjol, mengakibatkan terjadinya kejadian menonjol terkait dengan makan MBG. Sehingga setelah dilihat ada SOP yang dilanggar. Maka untuk memberikan sanksi mengingatkan di-suspend," ungkapnya, Selasa (14/4/2026). </p>
<p>Sony menuturkan salah satu kejadian menonjol adalah saat SOP atau prosedur tidak dilakukan dengan benar.</p>
<p>"Sehingga makanan misalkan persiapannya terlalu dini sehingga menyebabkan makanan basi pada saat diterima oleh penderima manfaat. Nah ini kita ingatkan tidak boleh melanggar SOP makanya disuspend, supaya tidak terulang kembali kemudian meningkatkan kualitas," tambahnya. </p>
<p>Kemudian alasan lain yang bisa mengakibatkan SPPG di-suspend, menurut Sony, adalah terkait kelengkapan sarana prasarana. </p>
<p>"Yang kedua karena sarana-prasarananya belum sesuai dengan spesifikasi yang sesuai dengan persyaratan. Maka kemudian diberi kesempatan. untuk melakukan perbaikan, itu juga di-suspend," ungkapnya. </p>
<p>Untuk alasan tersebut, nantinya jika sarana dan prasarana telah dilengkapi SPPG masib bisa beroperasi kembali.</p>
<p>"Alhamdulillah sedikit tidak banyak. Satu, tambah satu, tambah satu kejadian. Dan setelah di-suspend juga ketika persyaratan atau sarana prasarana sudah diperbaiki, mereka operasional kembali," tambahnya.</p>
<p>Sony menegaskan jika kesalahan tersebut beberapa kali dilakukan maka, SPPG bisa saja ditutup permanen.</p>
<p>"Apabila beberapa kali kejadian seperti itu berulang, bisa ditutup total karena dianggap tidak mampu," tegasnya. </p>
<p>Sementara itu terkait motor listrik, Sony mengungkapkan kendaraan roda 2 itu nantinya akan dibagikan kepada SPPG di daerah-daerah untuk mendukung operasional. </p>
<p>"Sudah dijelaskan oleh Kepala BGN, itu untuk mendukung operasional SPPG. Disebarkan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan operasional SPPG. Distribusi Masih di pusat (belum ke daerah)," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Ditetapkan, Gus Yahya Pastikan Penentuan Lokasi Muktamar NU Libatkan Kyai Sepuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-ditetapkan-gus-yahya-pastikan-penentuan-lokasi-muktamar-nu-libatkan-kyai-sepuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-ditetapkan-gus-yahya-pastikan-penentuan-lokasi-muktamar-nu-libatkan-kyai-sepuh</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan saat ini belum menentukan lokasi untuk pelaksanaan Muktamar NU ke 35. Gus Yahya, sapaan akrabnya, mengungkapkan penentuan lokasi muktamar NU akan dilakukan bersama-sama dengan para kyai sepuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de454907867.webp" length="16856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:32:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, NU, Muktamar NU, Ponpes Lirboyo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SMP -</strong> Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, saat ini belum menentukan lokasi untuk pelaksanaan Muktamar NU ke 35. Gus Yahya, sapaan akrabnya, mengungkapkan penentuan lokasi muktamar NU akan dilakukan bersama-sama dengan para kyai sepuh.</p>
<p>"Belum ada keputusan, yang ada baru usul sana usul sini, tapi belum diputuskan, nanti akan diputuskan bersama-sama dengan para kyai sepuh. Bersama dengan para mustasyar, sebagaimana yang diminta oleh para kyai sepuh dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan selama ini," tuturnya, Selasa, (14/4/2026). </p>
<p>Gus Yahya mengungkapkan PBNU sendiri telah mendapatkan sejumlah usulan terkait lokasi muktamar. Salah satu usulan lokasi yang masuk, adalah di Pondok Pesantren Lirboyo. Namun Gus Yahya menegaskan, lokasi belum diputuskan.</p>
<p>"Usulannya dari mana-mana. Ada Lirboyo, diusulkan, ada yang lain, minta, itu banyak," tambahnya. </p>
<p>Meski belum ditentukan, kemungkinan besar pilihan lokasi akan berada di lingkungan pondok pesantren. Baik itu di Pondok Pesantren Lirboyo atau pondok pesantren lainnya. </p>
<p>"Kita harapkan, bahwa muktamar ini, (berdasarkan) aspirasi yang cukup luas dari warga, diselenggarakan di Pondok Pesantren, itu yang pertama. Dan Pondok Pesantren ini memiliki bobot yang dapat dipandang menjadi landasan legitimasi yang kuat bagi hasil muktamar nantinya," jelasnya. </p>
<p>Gus Yahya juga mengungkapkan, Pondok Pesantren Al Falah Ploso juga menyatakan dukungannya, untuk membantu jika Ponpes Lirboyo diamanahi menjadi lokasi muktamar. </p>
<p>"Ploso, kemarin dari apa yang saya sendiri secara pribadi sowan kepada KH Nurul Huda dan dapat dawuh-dawuh beliau, Ploso nanti akan mem-backup saja apabila memang disepakati muktamarnya di Lirboyo," pungkas Gus Yahya. </p>
<p>Sebelum ini, Pondok Pesantren Lirboyo telah menyatakan siap jika nantinya diamanahi untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Hal tersebut ditegaskan oleh salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo KH Oing Abdul Muid Shoib. </p>
<p>"Melihatnya besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama, maka apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercayai, insyaAllah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut," tutur Gus Muid, sapaan akrab KH Oing Abdul Muid Shoib, Kamis, (9/4/2026).  </p>
<p>Gus Muid menambahkan, Ponpes Lirboyo sendiri sudah punya pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU, yakni pada tahun 1999. Kesiapan tidak hanya dari segi pengalaman tapi juga dari sisi fasilitas. </p>
<p>"Perlu diketahui bahwa Lirboyo juga memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan Muktamar NU, yakni pada tahun 1999. Selain itu, dari sisi sarana dan prasarana, kondisi Lirboyo saat ini alhamdulillah relatif lebih memadai," jelas Gus Muid. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Berbasis Pondok Pesantren Diharapkan jadi Simpul Kekuatan Ketahanan Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-berbasis-pondok-pesantren-diharapkan-jadi-simpul-kekuatan-ketahanan-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-berbasis-pondok-pesantren-diharapkan-jadi-simpul-kekuatan-ketahanan-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada dalam naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mendukung program MBG pemerintah tapi juga meningkatkan upaya ketahanan masyarakat, terutama di lingkungan pondok pesantren. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de447c068c7.webp" length="25786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:43:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, MBG, SPPG ponpes, BGN, PBNU, Lirboyo, ponpes Lirboyo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada dalam naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mendukung program MBG pemerintah, tapi juga meningkatkan upaya ketahanan masyarakat, terutama di lingkungan pondok pesantren. </p>
<p></p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai meresmikan 27 SPPG yang berada dalam naungan PBNU. Peresmian dipusatkan di pondok pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Sebelumnya di NTB ada 36 SPPG yang diresmikan, sedangkan di Batang ada 69 SPPG. </p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah sekarang total sudah ada lebih dari 250 SPPG yang sudah beroperasi dan berjalan. Mudah-mudahan SPPG ini juga akan menjadi simpul-simpul dari inisiatif-inisiatif ketahanan masyarakat yang sekarang ini sedang juga dikoordinasikan oleh PBNU," ungkap Gus Yahya, sapaan akrabnya, Selasa (14/04/2026). </p>
<p>Gus Yahya menambahkan jika melihat jumlah santri yang sedang menempuh pendidikan di Ponpes Lirboyo, maka perlu lebih dari 2 SPPG. Saat ini, Ponpes Lirboyo memiliki setidaknya 52 ribu santri. </p>
<p>"Kalau dihitung butuh 15 sampai 20 SPPG. Di Lirboyo sendiri masih baru jadi 2 SPPG, kita harapkan nanti bisa tambah minimal 6 SPPG lagi khusus untuk Lirboyo, kita akan terus jalankan. Mudah-mudahan akan tambah lagi, " jelasnya. </p>
<p>Sementara itu Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional dan Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya mengapresiasi peresmian SPPG di lingkungan pondok pesantren Lirboyo. Apalagi selain peresmian, dalam kesempatan itu juga dilakukan business matching yang difasilitasi PBNU untuk membangun rantai pasok berbasis pesantren.</p>
<p>Dalam forum tersebut secara khusus, UMKM binaan LPPNU PBNU dan PWNU Jawa Timur dipertemukan dengan ekosistem SPPG. Selain itu juga ada perwakilan perbankan, terkait pembiayaan. </p>
<p>Sony Sanjaya menegaskan hal tersebut sangat diperlukan, karena tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga bagaimana menciptakan kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengakibatkan perekonomian masyarakat meningkat.</p>
<p>"SPPG Lirboyo merupakan miniatur dari pelaksanaan program MBG. Mengapa? Karena sudah dipikirkan berasnya dari mana, sayurannya dari mana. Tadi saya melihat bagaimana nugget dari ikan lele. Nugget dari ikan lele itu dibuat dan itu ternyata buatan UMKM yang melibatkan seluruh masyarakat. Ini adalah tujuan berikutnya atau <em>multiplier effect</em> dari program makan bergizi gratis. Bukan hanya sekedar memberi makan, tetapi bagaimana menghidupkan perekonomian pada tingkat bawah," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gagal Jaga Jarak Aman, Pemotor Tabrak Kendaraan Roda Tiga di Selopuro Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gagal-jaga-jarak-aman-pemotor-tabrak-kendaraan-roda-tiga-di-selopuro-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gagal-jaga-jarak-aman-pemotor-tabrak-kendaraan-roda-tiga-di-selopuro-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan kendaraan roda tiga merek Viar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddca0450e80.webp" length="84348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 14:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan, Lalu Linta, Selopuro, Blitar, Remaja, Pengendara, Sepeda Motor, Viar, Kendaraan, Roda Tiga.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan umum Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, pada Selasa (13/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.</p>
<p>Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan kendaraan roda tiga merek Viar.</p>
<p>Pengendara Honda Vario berinisial MAH (16), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. </p>
<p>Korban kemudian dilarikan ke RS Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>Sementara itu, pengemudi kendaraan roda tiga Viar berinisial S (48), warga Dusun Selopuro, Desa Selopuro, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban melaju dari arah barat ke timur. </p>
<p>Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak Viar roda tiga yang berjalan searah di depannya.</p>
<p>"Diduga pengendara Honda Vario kurang konsentrasi dan tidak menjaga jarak aman, sehingga terjadi benturan dengan kendaraan di depannya," jelas Aiptu Muheni, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Akibat kejadian ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp500.000. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Blitar untuk proses lebih lanjut.</p>
<p>"Sekarang masih ditangani unit laka Satlantas Polres Blitar," katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. </p>
<p>Pengendara juga diingatkan untuk menjaga jarak aman, tetap fokus, serta tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk demi keselamatan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Alternatif Jetis–Pancoran Rusak, Dinas BSBK Bondowoso Siapkan Penanganan Tambal Sulam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-alternatif-jetispancoran-rusak-dinas-bsbk-bondowoso-siapkan-penanganan-tambal-sulam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-alternatif-jetispancoran-rusak-dinas-bsbk-bondowoso-siapkan-penanganan-tambal-sulam</guid>
<description><![CDATA[ Warga Desa Jetis, Bondowoso, mengeluhkan kerusakan jalan alternatif Jetis–Pancoran akibat dilalui kendaraan bertonase berat pasca amblesnya Jembatan Sentong. Perbaikan tambal sulam segera dilakukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dde2beaa6b0.webp" length="147682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 14:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>altenatif, jetis, pancoran, Bondowoso, sentong, BSBK, Provinsi Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Jalan alternatif di Dusun Pagungan, Blok Masjid dan Loji, RT 12, 13, dan 14, Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, mulai dikeluhkan warga setempat.</p>
<p>Pasalnya, Jalan Argopuro yang menghubungkan Desa Jetis dan Desa Pancoran mengalami kerusakan sejak difungsikan sebagai jalur alternatif pascaambrolnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Jember.</p>
<p>Di lokasi, tampak sejumlah ruas jalan mulai rusak akibat sering dilalui kendaraan bertonase berat yang melebihi kelas jalan. Bahkan, saluran drainase di sisi jalan juga mengalami kerusakan karena dilindas kendaraan besar.</p>
<p>Padahal, pemerintah telah mengimbau agar kendaraan besar seperti truk dan bus melintas melalui jalur alternatif Koncer–Tasnan serta Koncer–Kalianyar–Grujugan Kidul. Namun, masih banyak kendaraan berat yang melanggar imbauan tersebut.</p>
<p>Akibatnya, jalan alternatif di ruas Jetis–Pancoran yang tidak sesuai peruntukannya mengalami kerusakan, sehingga memicu keluhan warga karena hingga kini belum ada perbaikan.</p>
<p>Keluhan itu disampaikan salah seorang warga pada Selasa (14/4/2026) siang. Ia mengaku khawatir kondisi jalan rusak dan berlubang sepanjang kurang lebih satu kilometer akan semakin parah jika tidak segera ditangani.</p>
<p>“Sejak jadi jalur alternatif, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Akibatnya, jalan yang awalnya rusak sedang kini kondisinya parah dan mengkhawatirkan pengguna jalan,” ujarnya.</p>
<p>Keluhan tersebut dibenarkan Kepala Desa Jetis, Saefuddin Hakim. Ia mengaku telah menerima laporan dari warga dan menyampaikannya kepada dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan.</p>
<p>“Di utara balai desa ada sekitar 50 meter yang rusak parah dan perlu tambal sulam. Ada juga beberapa titik lain yang rusak, tepatnya di gapura perbatasan Desa Jetis dan Pancoran,” ungkapnya saat dikonfirmasi di balai desa.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menyatakan, dalam waktu dekat jalan tersebut akan diperbaiki dengan metode tambal sulam.</p>
<p>“Dalam waktu dekat, sekitar bulan ini (April), jalan tersebut akan kami tambal sulam, seperti ruas jalan alternatif lainnya,” ujar Ansori saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, masih proses pengadaan bahannya.</p>
<p>“Kemarin kami kehabisan stok bahan material. Aspal sudah tersedia, tinggal bahan lainnya yang sedang kami siapkan. Insyaallah pekan depan sudah kami perbaiki dengan tambal sulam,” tegasnya.</p>
<p>Ansori menambahkan, ruas jalan Jetis–Pancoran tidak dianggarkan untuk revitalisasi. Penanganan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam agar jalur alternatif tersebut tetap aman dilalui.</p>
<p>“Belum dianggarkan baik rehabilitasi, maupun rekonstruksi jalan, hanya tambal sulam,” pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, pembangunan Jembatan Sentong saat ini telah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga. Proyek dengan nilai anggaran Rp17,5 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Yai Mim Meninggal saat Pemeriksaan di Polresta Malang Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/yai-mim-meninggal-saat-pemeriksaan-di-polresta-malang-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/yai-mim-meninggal-saat-pemeriksaan-di-polresta-malang-kota</guid>
<description><![CDATA[ Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota pada Senin (13/4/2026). Polisi masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dceedb5205b.webp" length="20056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 22:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Yai Mim, Muhammad Imam Muslimin, Polresta Malang Kota, meninggal dunia, pemeriksaan polisi, kasus Malang, visum</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Tersangka kasus pelecehan seksual dan pornografi, Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim, meninggal dunia di Polresta Malang Kota, Senin (13/4/2026). Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik.</p>
<p>Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhirin membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut Yai Mim meninggal sekitar pukul 13.45 WIB setelah keluar dari rumah tahanan (rutan) untuk menjalani pemeriksaan sebagai pelapor.</p>
<p>"Ya, benar Yai Mim meninggal pada Senin pukul 13.45 WIB setelah keluar dari rutan, ketika akan diperiksa sebagai pelapor," kata Ipda Lukman.</p>
<p>Menurut Lukman, sebelum meninggal dunia, kondisi Yai Mim tiba-tiba menurun dan mengalami sesak napas. Tim dokter kepolisian (dokkes) Polresta Malang Kota segera melakukan pemeriksaan awal.</p>
<p>"Saat diperiksa tim Dokkes, kondisi Yai Mim mengalami kondisi kedaruratan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Sampai di rumah sakit, dinyatakan meninggal," ungkapnya.</p>
<p>Untuk memastikan penyebab kematian, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.</p>
<p>"Penyebabnya menunggu hasil visum rumah sakit," ujarnya.</p>
<p>Lukman menambahkan, pada pagi hari sebelum kejadian, Yai Mim sempat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin oleh tim dokkes. Hasilnya menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan tekanan darah 110/80.</p>
<p>"Hasilnya bagus, tidak ada tanda-tanda atau riwayat penyakit lain yang dirasa Yai Mim," jelasnya.</p>
<p>Saat ini, jenazah Yai Mim masih berada di RSSA Malang untuk menjalani proses visum. Pihak kepolisian memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan medis tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber : beritasatu.com<br></strong><strong>Penulis : Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Detik&amp;Detik Dramatis Evakuasi Sopir Pikap Terjepit Usai Ditabrak Truk Tronton di Jogoroto Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/detik-detik-dramatis-evakuasi-sopir-pikap-terjepit-usai-ditabrak-truk-tronton-di-jogoroto-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/detik-detik-dramatis-evakuasi-sopir-pikap-terjepit-usai-ditabrak-truk-tronton-di-jogoroto-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Benturan keras yang tak terhindarkan membuat bagian depan mobil pikap ringsek parah, menjepit tubuh korban, serta mendorong kendaraan tersebut hingga menabrak sebuah rumah warga di sekitar lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcfe562066a.webp" length="34728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 22:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kecelakaan Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Proses evakuasi seorang sopir mobil pikap yang terjepit di dalam kabin kendaraannya berlangsung dramatis selama kurang lebih dua jam, menyusul kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Senin (13/4/2026) sore.</p>
<p>Insiden nahas tersebut terjadi saat truk tronton bernomor polisi L 9610 UE yang melaju dari arah timur ke barat menghantam mobil pikap bernopol S 6794 WE yang dikemudikan oleh Hendriyanto. </p>
<p>Benturan keras yang tak terhindarkan membuat bagian depan mobil pikap ringsek parah, menjepit tubuh korban, serta mendorong kendaraan tersebut hingga menabrak sebuah rumah warga di sekitar lokasi.</p>
<p>Proses penyelamatan berjalan menegangkan. Tim gabungan pemadam kebakaran harus bekerja ekstra hati-hati akibat kondisi kabin yang hancur dan adanya tumpahan bahan bakar yang berisiko memicu kebakaran. </p>
<p>"Kami harus membuka ruang di bagian kabin menggunakan alat hidrolik agar korban bisa dikeluarkan dengan aman," kata salah seorang petugas Damkar di lokasi kepada wartawan. </p>
<p>Setelah perjuangan panjang, Hendriyanto akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan sadar, meski tampak lemah serta mengalami luka-luka. Korban segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.</p>
<p>Menurut penuturan warga setempat, Saiful Amin, mengaku tidak menyaksikan langsung detik-detik tabrakan, namun mendengar suara benturan keras sesaat setelah ia tiba di rumah. </p>
<p>Ia menduga pikap yang mengangkut perabotan seperti meja, kursi, dan kaca itu sempat berhenti atau mundur untuk berbelok, saat bersamaan truk tronton melaju dan tidak dapat menghindar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Penipuan SK ASN di Gresik Bertambah di Kantor Kecamatan Driyorejo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-penipuan-sk-asn-di-gresik-bertambah-di-kantor-kecamatan-driyorejo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-penipuan-sk-asn-di-gresik-bertambah-di-kantor-kecamatan-driyorejo</guid>
<description><![CDATA[ Baru-baru ini terungkap bahwa satu perempuan berinisial CI diduga tertipu atas SK ASN palsu tersebut mendatangi Kantor Kecamatan Driyorejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcee8c8f997.webp" length="53376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 21:45:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Korban dugaan penipuan atas Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu di Kabupaten Gresik, dilaporkan bertambah. Baru-baru ini terungkap bahwa satu perempuan berinisial CI diduga tertipu atas SK ASN palsu tersebut mendatangi Kantor Kecamatan Driyorejo.</p>
<p>Hal itu turut dibenarkan oleh Camat Driyorejo, Muhammad Amri. "Ada satu warga yang diduga tertipu," kata dia, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Amri menceritakan, bahwa ada seorang warga perempuan yang masuk ke kantor Kecamatan Driyorejo dengan menganakan seragam cokelat layaknya ASN terjadi Senin (6/4/2026) pukul 10:00 WIB.</p>
<p>Ia menyebut, alasan kedatangan perempuan tersebut pindahan dari Kecamatan Cerme. Namun setelah dipastikan, tidak ada perpindahanpegawai.</p>
<p>"Karena saya merasa belum ada surat masuk penghadapan, saya minta kroscek di Srikandi surat masuk ternyata gak ada," tambahnya.</p>
<p>Kemudian, pihaknya meminta dan memeriksa SK yang dibawa perempuan asal Wringinanom tersebut. Di situ ia mengaku menemukan banyak kejanggalan.</p>
<p>"Seperti tahuk SK kalau gak salah 2024, kok baru masuk 2026. Barcode pak bupati, tengah-tengah barcode itu ada huruf BKN. Lalu tanda tangan Kepala BKPSDM berbeda dengan biasanya," ungkapnya.</p>
<p>Setelah itu, pihaknya berkoordinasi dengan BKPSDM untuk mencari titik terang atas perempuan muda itu.</p>
<p>"Kemudian yang bersangkutan itu diminta untuk kroscek ke BKPSDM Gresik," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, sebelumnya Kepala BKPSDM Gresik pun telah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen di kasus tersebut ke Polres Gresik. </p>
<p>Dimana, saat ini laporan soal pemalsuan dokumen SK ASN tersebut masih proses penyelidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Jadi Kader, Gatut Sunu Tidak Mendapat Bantuan Hukum Dari Partai Gerindra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-jadi-kader-gatut-sunu-tidak-mendapat-bantuan-hukum-dari-partai-gerindra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-jadi-kader-gatut-sunu-tidak-mendapat-bantuan-hukum-dari-partai-gerindra</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung : Kalau kader Partai Gerindra itu harus melalui Bimtek. Sedangkan Pak Gatut Sunu itu masih mendaftar tapi belum mengikuti Bimtek, sehingga tidak bisa disebut kader. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdc3008ac0.webp" length="30350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 20:40:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dpc partai gerindra tulungagung, ketua dpc partai gerindra tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Polemik hukum yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi perhatian publik, termasuk terkait status keanggotaannya di Partai Gerindra dan kemungkinan adanya bantuan hukum dari partai maupun pemerintah daerah.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung sekaligus PLT Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Gatut Sunu belum berstatus sebagai kader resmi Partai Gerindra. Hal itu merujuk pada penjelasan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.</p>
<p>“Sesuai penjelasan dari DPP, Pak Gatut Sunu itu belum resmi menjadi kader Partai Gerindra,” ujar Ahmad Baharudin, Senin (14/4/2026).</p>
<p>Meski demikian, ia tidak menampik bahwa Gatut Sunu telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun, menurutnya, kepemilikan KTA belum otomatis menjadikan seseorang sebagai kader partai.</p>
<p>“Kalau KTA itu semua orang yang mengusulkan bisa saja, tapi belum menjadi kader,” jelasnya.</p>
<p>Dengan status tersebut, Ahmad Baharudin memastikan bahwa Partai Gerindra tidak memberikan bantuan hukum kepada Gatut Sunu dalam perkara yang tengah dihadapinya.</p>
<p>Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, hingga saat ini juga belum ada langkah pemberian bantuan hukum.</p>
<p>“Pemkab belum sampai ke situ. Saya juga belum koordinasi dengan Pak Sekda maupun Kabag Hukum,” katanya.</p>
<p>Ahmad Baharudin kemudian menjelaskan perbedaan antara anggota biasa dan kader dalam struktur Partai Gerindra. Ia menyebut, untuk menjadi kader, seseorang harus melalui tahapan pendidikan dan pelatihan bimbingan teknis (Bimtek).</p>
<p>“Kalau kader Partai Gerindra itu harus melalui Bimtek. Sedangkan Pak Gatut Sunu itu masih mendaftar tapi belum mengikuti Bimtek, sehingga tidak bisa disebut kader,” paparnya.</p>
<p>Lebih jauh, ia mengakui bahwa kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Gatut Sunu menjadi kejutan tersendiri, baik bagi dirinya maupun jajaran pemerintahan di Tulungagung. Terlebih, peristiwa serupa juga telah terjadi di daerah tersebut.</p>
<p>“Saya sendiri juga kaget dengan adanya OTT ini, karena Tulungagung sudah berkali-kali ada OTT,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi para pelaksana program pembangunan, khususnya di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>“Tentu ini bisa menjadi trauma kepada para pelaksana program pembangunan. Kalau trauma, otomatis jadi sangat hati-hati, dan inovasinya bisa berkurang,” ujarnya.</p>
<p>Terkait komunikasi terakhir dengan Gatut Sunu, Ahmad Baharudin menyebut bahwa dirinya sempat bertemu dalam sebuah acara pada Jumat lalu, sebelum kasus tersebut mencuat.</p>
<p>“Terakhir komunikasi itu hari Jumat, sempat ketemu di UIN dalam acara sosialisasi. Setelah itu sudah tidak ada kontak lagi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Bondowoso Perkuat Mitigasi di Wonoboyo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-pemkab-bondowoso-perkuat-mitigasi-di-wonoboyo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-pemkab-bondowoso-perkuat-mitigasi-di-wonoboyo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso bersama pemerintah desa memperkuat langkah antisipasi banjir di Wonoboyo melalui pembangunan bronjong, edukasi warga, dan sistem mitigasi terintegrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdbe5310cf.webp" length="66520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="459" data-end="818"><strong data-start="459" data-end="477">BONDOWOSO, SJP</strong> – Ancaman banjir tahunan yang terus menghantui Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, mendorong pemerintah daerah dan desa setempat untuk memperkuat langkah antisipasi bencana secara lebih sistematis. Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, upaya pencegahan kini menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang.</p>
<p data-start="459" data-end="818">Bencana yang berulang sejak beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa pendekatan reaktif tidak lagi cukup. Diperlukan langkah mitigasi yang terencana, mulai dari penguatan infrastruktur hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.</p>
<p data-start="1076" data-end="1282">Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun mulai mengarahkan kebijakan pada pembangunan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, terutama di wilayah rawan seperti Wonoboyo yang berada di kawasan perbatasan.</p>
<p data-start="1284" data-end="1499">Di sisi lain, pemerintah desa turut mengambil peran penting dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap faktor-faktor penyebab banjir, termasuk persoalan sampah dan tata kelola lingkungan.</p>
<p data-start="1506" data-end="1707">Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, menegaskan bahwa penanganan banjir di Wonoboyo tidak hanya berhenti pada langkah sementara, namun diarahkan pada sistem mitigasi jangka panjang.</p>
<p data-start="1709" data-end="1962">“Kita sedang membangun sistem penanganan kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari preventif hingga penanganan dampaknya. Ini penting karena Wonoboyo termasuk wilayah yang rawan dan berada di perbatasan,” ujarnya saat meninjau pembangunan jembatan dan bronjong di Desa Wonoboyo, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1964" data-end="2134">Menurutnya, pembangunan bronjong yang saat ini dilakukan menjadi bagian dari langkah awal untuk mengendalikan aliran air agar tidak langsung mengarah ke permukiman warga.</p>
<p data-start="2136" data-end="2299">“Bronjong ini sebagai tangkis dan pengarah aliran air. Untuk ke depan, penanganan permanen akan kita koordinasikan, termasuk dengan Kabupaten Situbondo,” jelasnya.</p>
<p data-start="2301" data-end="2482">Ia juga menekankan pentingnya pemetaan risiko dan optimalisasi sumber pendanaan, baik dari APBD, provinsi, hingga pemerintah pusat, demi mendukung upaya mitigasi yang berkelanjutan.</p>
<p data-start="2489" data-end="2664">Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaeni, menyebut bahwa upaya antisipasi di tingkat desa terus diperkuat, terutama setelah banjir terakhir yang terjadi pada 8 Maret 2026.</p>
<p data-start="2666" data-end="2815">“Sekarang kita fokus pada pencegahan. Salah satunya dengan pembangunan bronjong di beberapa titik yang cukup efektif mengurangi luapan air,” ujarnya.</p>
<p data-start="2817" data-end="3005">Selain penguatan infrastruktur, pemerintah desa juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai.</p>
<p data-start="3007" data-end="3163">“Kami sudah menyediakan tempat sampah khusus, terutama untuk peternak sapi. Dulu memang ada yang dibuang ke sungai, sekarang sudah mulai tertib,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3007" data-end="3163"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanganan Banjir Wonoboyo Dipercepat, Pemkab Bondowoso Fokus Bronjong dan Siapkan Solusi Permanen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanganan-banjir-wonoboyo-dipercepat-pemkab-bondowoso-fokus-bronjong-dan-siapkan-solusi-permanen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanganan-banjir-wonoboyo-dipercepat-pemkab-bondowoso-fokus-bronjong-dan-siapkan-solusi-permanen</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso percepat penanganan banjir di Desa Wonoboyo dengan pembangunan bronjong di sejumlah titik, perbaikan rumah warga, serta rencana penanganan permanen lintas wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdadbb2190.webp" length="99118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="485" data-end="775"><strong data-start="485" data-end="503">BONDOWOSO, SJP</strong> – Banjir yang kerap melanda Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Penanganan darurat terus dilakukan guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap permukiman warga dan infrastruktur desa.</p>
<p data-start="777" data-end="1044">Sejumlah langkah cepat telah dilakukan, mulai dari pemasangan bronjong di titik-titik rawan hingga perbaikan rumah warga terdampak. Upaya ini menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam menghadapi bencana yang berulang hampir setiap tahun di wilayah tersebut.</p>
<p data-start="1046" data-end="1308">Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga mulai merancang solusi jangka panjang melalui koordinasi lintas daerah. Hal ini mengingat lokasi terdampak berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, sehingga membutuhkan sinergi antarwilayah.</p>
<p data-start="1310" data-end="1486">Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan sistem penanganan bencana yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pascabencana.</p>
<p data-start="1493" data-end="1671">Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, mengatakan, penanganan sementara telah dilakukan dengan pemasangan bronjong sebagai tangkis dan pengarah aliran air.</p>
<p data-start="1673" data-end="1865">“Alhamdulillah, saat ini sudah dilakukan penanganan sementara, seperti pemasangan bronjong agar air tidak langsung meluap ke permukiman warga,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1867" data-end="2014">Ia menegaskan, untuk penanganan permanen diperlukan koordinasi dengan Kabupaten Situbondo karena lokasi terdampak berada di perbatasan dua wilayah.</p>
<p data-start="2016" data-end="2138">“Penanganan permanen harus kita koordinasikan lintas daerah, karena ini menyangkut aliran sungai di perbatasan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2358">Selain itu, pemerintah juga menyoroti kondisi sejumlah jembatan desa yang rusak akibat banjir. Penanganan sementara dilakukan agar tetap bisa dilalui, sementara perbaikan permanen akan diusulkan melalui perubahan APBD.</p>
<p data-start="2360" data-end="2467">“Kita upayakan melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT) dan belanja daerah, meskipun kondisi anggaran saat ini terbatas,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2360" data-end="2467">Untuk rumah warga terdampak, ia memastikan sebagian besar telah tertangani, termasuk melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak sekitar 100 unit.</p>
<p data-start="2633" data-end="2825">Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ansori</span></span>, menjelaskan, penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p data-start="2827" data-end="2966">“Ada beberapa titik yang menjadi kewenangan BSBK, BPBD, maupun Perkim. Kami fokus pada penanganan infrastruktur seperti bronjong,” katanya.</p>
<p data-start="2968" data-end="3143">Ia menyebut terdapat empat titik utama di Desa Wonoboyo yang telah ditangani, termasuk di area jembatan gapura dan aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Situbondo.</p>
<p data-start="3145" data-end="3258">“Semua ditangani dengan bronjong sebagai solusi sementara agar air tidak langsung masuk ke rumah warga,” ujarnya.</p>
<p data-start="3260" data-end="3413">Menurutnya, penanganan awal melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) mencakup tujuh titik di beberapa kecamatan dengan total anggaran sekitar Rp500 juta.</p>
<p data-start="3415" data-end="3532">“Tidak hanya di Wonoboyo, tapi juga di beberapa wilayah lain. Semua penanganan awal menggunakan bronjong,” tambahnya.</p>
<p data-start="3539" data-end="3707">Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaeni, mengungkapkan, banjir terakhir terjadi pada 8 Maret 2026, mengulang kejadian serupa yang pernah terjadi sejak 2020.</p>
<p data-start="3709" data-end="3821">“Alhamdulillah, penanganan langsung dilakukan, terutama dengan pembangunan bronjong di beberapa titik,” ujarnya.</p>
<p data-start="3823" data-end="3966">Ia menyebut, hanya sebagian rumah warga yang terdampak dan kini telah diperbaiki, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah daerah.</p>
<p data-start="3968" data-end="4054">“Untuk rumah yang rusak parah, sudah dibangun kembali melalui program RTLH,” jelasnya.</p>
<p data-start="4056" data-end="4184">Tubaeni juga menambahkan bahwa saat ini telah dibangun bronjong di empat titik yang dinilai cukup efektif mengurangi luapan air.</p>
<p data-start="4186" data-end="4359">Sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, termasuk dengan menyediakan tempat sampah khusus bagi peternak.</p>
<p data-start="4361" data-end="4497">“Dulu memang masih ada yang membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah kita sediakan fasilitas agar itu tidak terulang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4361" data-end="4497"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diimbau Waspada, Modus Penipuan Validasi Data Palsu Haji Marak di Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diimbau-waspada-modus-penipuan-validasi-data-palsu-haji-marak-di-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diimbau-waspada-modus-penipuan-validasi-data-palsu-haji-marak-di-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, pihak Kemenhaj tercatat telah menerima enam laporan terkait modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcb2cb30e1d.webp" length="23614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 17:40:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Kemenhaj Gresik, CJH Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap maraknya aksi penipuan yang menyasar Calon Jemaah Haji (CJH).</p>
<p>Hingga saat ini, pihak Kemenhaj tercatat telah menerima enam laporan terkait modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu.</p>
<p>​Dalam aksinya, pelaku menyamar sebagai petugas resmi untuk meyakinkan para korban. Dengan dalih memperbarui data pribadi, pelaku meminta informasi sensitif hingga mengajak korban melakukan verifikasi melalui video call. </p>
<p>Praktik ini diduga kuat menjadi celah bagi pelaku untuk menyalahgunakan data identitas jemaah.</p>
<p>​Tak hanya itu, para pelaku juga mengiming-imingi korban dengan slot penambahan kuota agar bisa berangkat lebih cepat.</p>
<p>Korban kemudian diarahkan untuk melakukan pelunasan biaya haji melalui transfer ke rekening pribadi serta mengisi data pada tautan (link) yang tidak resmi.</p>
<p>​Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan informasi mengenai keberangkatan haji hanya dilakukan melalui saluran resmi dan tidak pernah meminta transfer biaya ke rekening selain rekening resmi negara.</p>
<p>"Kalau dari WA (WhatsApp) Center Kemenag ada satu laporan, yang dari kami ada lima laporan melalui WA langsung kepada saya. Dan saya jelaskan bahwa semua itu tidak benar dan selalu hati-hati dengan penipuan yang terjadi di akhir-akhir ini," kata Lulus, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Lulus menerangkan, korban mendapat kabar bahwa akan ada penambahan kuota CJH sehingga diminta untuk datang ke Kantor Kemenhaj Gresik.</p>
<p>Selain itu, beberapa CJH juga diminta untuk memperbaharui data pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).</p>
<p>Bahkan, CJH juga disuruh mengirimkan dokumen KTP dan KK, serta diminta untuk melakukan pelunasan biaya.</p>
<p>CJH juga diajak video call dan mengisi link dalam rangka untuk diajukan pemberangkatan lebih cepat.</p>
<p>"Jadi itu semuanya adalah hoax, hati-hati bagi masyarakat khususnya jemaah haji yang sudah mempunyai porsi berhati-hati untuk hal seperti itu jangan sampai terkecoh," jelasnya. </p>
<p>Lulus bersyukur laporan modus penipuan penambahan kuota melalui validasi data palsu ini belum menimbulkan kerugian bagi masyarakat.</p>
<p>Jemaah yang sempat mendapat modus penipuan seperti itu langsung menghubungi Kantor Kemenhaj Gresik untuk segera mengkonfirmasi kebenarannya. </p>
<p>"Jemaah alhamdulillah langsung menghubungi kita terkait ada kabar penipuan itu. Alhamdulillah tidak sampai terjadi kerugian," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenhaj  Mulai Distribusikan 2.109 Koper Jemaah Calon Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenag-gresik-mulai-distribusikan-2109-koper-jemaah-calon-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenag-gresik-mulai-distribusikan-2109-koper-jemaah-calon-haji</guid>
<description><![CDATA[ Total koper yang distribusi sampai hari ini ada 2.109 unit, sisa kurang 570 akan dikirimkan besok. Koper ini didistribusikan kepada jamaah kloter 45, 46, 47, 48 dan 49. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc8f6191a5d.webp" length="53288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Calon Jamaah Haji Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong>–Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, jemaah haji asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan kepastian keberangkatan tahun ini.</p>
<p>Kepastian tersebut ditandai dengan dimulainya distribusi perlengkapan haji berupa koper kepada ribuan jemaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Senin (13/4/2026).</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Lulus, menyatakan telah mendistribusikan sebanyak 2.109 koper haji kepada para jemaah calon haji melalui masing-masing KBIHU. </p>
<p>"Total koper yang distribusi sampai hari ini ada 2.109 unit, sisa kurang 570 akan dikirimkan besok. Koper ini didistribusikan kepada jamaah kloter 45, 46, 47, 48 dan 49," kata Lulus.</p>
<p>Lulus menerangkan bahwa pendistribusian koper haji ini merupakan salah satu tanda kepastian pemberangkatan haji tahun ini. Ia menyebutkan, kesiapan pemberangkatan haji tahun ini sudah mencapai seratus persen setelah mendapat sinyal positif dari Pemerintah Arab Saudi. </p>
<p>Meskipun sebelumnya sempat diragukan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memastikan pemberangkatan haji tahun ini direncanakan mulai awal Mei 2026.</p>
<p>"Kesiapan sudah final, alhamdulillah dari pemerintah Arab Saudi pelaksanaan tahun ini aman dan berangkat tahun ini dan tidak ada kendala," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, perwakilan KBIHU Azzubairiyah Gresik, Nilam Rivana Sari, mengaku bersyukur atas adanya kepastian pemberangkatan jemaah tahun ini.</p>
<p>Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengambil 53 unit koper untuk perlengkapan para jemaah yang terdaftar berangkat tahun ini. </p>
<p>Pendistribusian akan segera dilakukan kepada para jemaah agar persiapan keberangkatan lebih matang. </p>
<p>"Alhamdulillah merasa senang tahun ini dengan kondisi yang ditengah perang masih bisa berangkat haji," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Elpiji di Jember, Pemilik Rumah Alami Luka Bakar 50 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-elpiji-di-jember-pemilik-rumah-alami-luka-bakar-50-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-elpiji-di-jember-pemilik-rumah-alami-luka-bakar-50-persen</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan tabung elpiji 12 kilogram terjadi di Jember pada Senin (13/4/2026) pagi. Pemilik rumah mengalami luka bakar hingga 50 persen akibat insiden tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc82f89f1ee.webp" length="52526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 15:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>ledakan elpiji, Jember, kebakaran rumah, tabung gas meledak, luka bakar 50 persen, peristiwa Jember, elpiji 12 kg</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP –</strong> Warga Kompleks Perumahan Puri Bunga Nirwana, Karang Rejo, Sumbersari, Jember dikejutkan oleh ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram pada Senin (13/4/2026). Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka bakar hingga 50 persen.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di rumah pasangan Edwin (58) dan Mery (48). Ledakan diduga berasal dari kebocoran gas saat korban hendak merebus air</p>
<p>Kapolsek Sumbersari, Heri Supadmo, mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika Edwin ingin memasak air, sementara istrinya berada di dalam kamar.</p>
<p>"Begitu kami mendapatkan laporan kami langsung mendatangi lokasi. Berdasarkan keterangan korban dirinya akan memasak air sedangkan istrinya dikamar. Namun, karena terjadi kebocoran gas saat kompor dihidupkan terjadi ledakan yang cukup hebat," kata Heri di lokasi kejadian.</p>
<p>Akibat ledakan tersebut, rumah korban mengalami kerusakan parah. Edwin mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jember Klinik untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>"Sementara istri korban tidak mengalami luka karena posisinya sedang di kamar," ucap Heri.</p>
<p>Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian menerjunkan Tim Inafis Satreskrim Polres Jember guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tabung gas elpiji 12 kilogram dan kompor gas</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan berbahan bakar gas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</strong> </p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Asal China yang Sakit di Tengah Laut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-sar-evakuasi-abk-china-sakit-di-tengah-laut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-sar-evakuasi-abk-china-sakit-di-tengah-laut</guid>
<description><![CDATA[ Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK asal China yang sakit di perairan Pulau Karang Jamuang dan membawanya ke RS PHC Surabaya, Senin (13/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc7392a67eb.webp" length="33480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya, Evakuasi ABK, Tim SAR, Cui Yanpo, Nanang Sigit PH, KN SAR 249 Permadi, Tanjung Perak, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP– </strong>Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap anak buah kapal (ABK) MV Traverse Caopeidyan, Cui Yanpo (45), warga negara China yang dilaporkan mengalami sakit dan membutuhkan penanganan medis, Senin (13/4/2026) dini hari.</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang dan berjalan cukup menantang. Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, setelah sebelumnya mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak.</p>
<p>Korban diketahui mengalami cedera pada bagian mata saat bekerja di ruang mesin kapal, sehingga memerlukan penanganan medis intensif.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit PH, menjelaskan bahwa KN SAR 249 Permadi bertolak dari dermaga Distrik Navigasi pada pukul 21.00 WIB dan baru dapat berkomunikasi dengan kru kapal MV Traverse Caopeidyan pada pukul 22.39 WIB melalui radio Ch 16.</p>
<p>Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Sekitar pukul 23.19 WIB, korban berhasil dipindahkan ke KN SAR 249 Permadi dan langsung mendapatkan penanganan awal oleh tim medis dari Rumah Sakit PHC Surabaya selama perjalanan menuju darat.</p>
<p>Tim SAR gabungan juga mempertimbangkan kondisi cuaca berdasarkan data BMKG. Prakiraan menunjukkan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 10 knot, tinggi gelombang berkisar 0,2 hingga 0,5 meter, serta arus laut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 0,84 knot.</p>
<p>KN SAR 249 Permadi kemudian sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 01.45 WIB. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.</p>
<p>“Pada pukul 23.00 WIB, KN SAR 249 Permadi tiba di lokasi intercept yang disepakati dan kemudian melakukan proses tender dengan MV Traverse Caopeidyan. Dengan telah dievakuasinya korban ke rumah sakit rujukan, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ungkap Nanang Sigit, Senin (13/4/2026) dini hari.</p>
<p>Nanang Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baliho dan Pos Polisi di Mojokerto Roboh Diterjang Angin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baliho-dan-pos-polisi-di-mojokerto-roboh-diterjang-angin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baliho-dan-pos-polisi-di-mojokerto-roboh-diterjang-angin</guid>
<description><![CDATA[ Dampak paling parah terlihat di Simpang Lima Kenanten, Kecamatan Puri. Sebuah pos polisi di kawasan strategis tersebut dilaporkan roboh total setelah diterjang angin kencang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc3baaed4b0.webp" length="52630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:00:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Ahad (12/4/2026) kemarin. </p>
<p>Fenomena cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, termasuk robohnya sebuah pos polisi dan kerusakan pada sarana transportasi umum.</p>
<p>Dampak paling parah terlihat di Simpang Lima Kenanten, Kecamatan Puri. Sebuah pos polisi di kawasan strategis tersebut dilaporkan roboh total setelah diterjang angin kencang. </p>
<p></p>
<p>Selain pos polisi, kerusakan juga terjadi di beberapa titik lainnya, di Terminal Kertajaya sejumlah plafon bangunan rontok akibat tekanan angin dan beban air hujan.</p>
<p></p>
<p>Di Desa Banjaragung sebuah papan reklame berukuran besar ambruk ke tanah.</p>
<p></p>
<p>Laporan mengenai pohon tumbang tersebar di beberapa titik ruas jalan protokol, yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Yogie Pratama, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden robohnya pos polisi di Simpang Lima Kenanten tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Kondisi pos memang sedang dalam persiapan pembongkaran dan sudah tidak ditempati sejak beberapa hari lalu. Rencananya, pembongkaran dilakukan secara resmi pada Senin (13/4), namun cuaca ekstrem mendahuluinya," ujar AKP Yogie dalam keterangan yang diterima, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh dokumen negara dan barang berharga milik institusi telah dievakuasi sejak Jumat (10/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Saat ini, kerugian dipastikan hanya bersifat materiil, mencakup kerusakan tenda operasional dan kerangka bangunan.</p>
<p></p>
<p>Hingga Ahad malam, petugas kepolisian bersama pihak vendor terkait tengah melakukan evakuasi terhadap material papan reklame di Desa Banjaragung. </p>
<p></p>
<p>Meski terdapat struktur baliho yang roboh, polisi memastikan jalur lalu lintas tetap terkendali dan tidak mengalami penutupan total.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipatif, Polres Mojokerto berencana membangun kembali Pos Kenanten dengan struktur bangunan permanen guna meningkatkan pelayanan dan ketahanan bangunan terhadap potensi cuaca buruk di masa mendatang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Gadungan di Pakis Malang Tilang dan Bawa Kabur Ponsel Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-gadungan-di-pakis-malang-tilang-dan-bawa-kabur-ponsel-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-gadungan-di-pakis-malang-tilang-dan-bawa-kabur-ponsel-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Polisi gadungan menipu dua pelajar MTs di Pakis, mengaku tilang, meminta HP sebagai jaminan, lalu kabur, korban rugi jutaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db7c7636aa8.webp" length="55558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 21:08:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Polres Malang, Pakis, Polisi Gadungan, Penipuan, Pelajar, MTsN 7 Malang, Kriminal Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi terhadap dua siswa kelas 8 MTsN 7 Kabupaten Malang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kejadian tersebut kembali menjadi perhatian setelah viral di media sosial.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polsek Pakis mendatangi lokasi kejadian pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Banjarejo, RT 002 RW 001, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi yang beredar di media sosial.</p>
<p>"Kami menerima informasi dari media sosial terkait dugaan penipuan dengan modus mengaku anggota polisi. Selanjutnya anggota langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan korban serta saksi," ujar AKP Suyanto, Minggu (12/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pelaku menghentikan korban yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda CRF dengan alasan tidak memakai helm dan menggunakan knalpot brong.</p>
<p>"Pelaku kemudian menunjukkan rompi bertuliskan polisi dan mengaku akan menilang serta membawa korban ke Polres Suhat. Selanjutnya pelaku meminta korban pulang mengambil STNK dan meminta HP korban sebagai jaminan," jelasnya.</p>
<p>Korban pun pulang mengambil STNK, namun saat kembali ke lokasi, pelaku sudah tidak berada di tempat dan membawa kabur HP milik korban.</p>
<p>"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta," imbuhnya.</p>
<p>Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan celana panjang warna krem, jaket hitam, masker dan helm hitam serta mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah nomor polisi N-4692-CH. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku sebagai anggota polisi dan apabila ada penindakan di jalan, masyarakat bisa meminta identitas resmi," tegas AKP Suyanto. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Marah&amp;Marah saat Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk,  Menteri PU Ungkap Alasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/marah-marah-saat-sidak-proyek-sekolah-rakyat-di-nganjuk-menteri-pu-ungkap-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/marah-marah-saat-sidak-proyek-sekolah-rakyat-di-nganjuk-menteri-pu-ungkap-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Emosi Menteri PU Dody Hanggodo saat sidak proyek sekolah rakyat di Nganjuk terungkap dipicu progres pembangunan yang masih 15 persen, jauh dari target program strategis Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db7ba7f034d.webp" length="38602" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 20:23:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Menteri PU marah sidak Nganjuk, Dody Hanggodo sidak sekolah rakyat, proyek sekolah rakyat Nganjuk lambat, alasan Menteri PU emosi sidak, progres proyek 15 persen Nganjuk, program strategis Prabowo sekolah rakyat, pembangunan sekolah rakyat Jawa Timur, keterlambatan proyek pemerintah Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, di proyek sekolah rakyat di Nganjuk menyisakan sorotan publik. Momen ketika ia terlihat menegur keras pejabat proyek viral di media sosial, memantik pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kemarahannya.</p>
<p>Dody akhirnya buka suara. Ia menegaskan, kemarahannya dipicu oleh lambannya progres pembangunan yang baru mencapai sekitar 15 persen. Angka itu jauh dari target, mengingat proyek tersebut ditetapkan sebagai program strategis Presiden Prabowo Subianto yang harus rampung pada 20 Juni 2026 dan mulai digunakan 1 Juli 2026.</p>
<p>Penjelasan itu disampaikan Dody saat meninjau proyek serupa di Surabaya, Minggu (12/4/2026). Ia mengaku kecewa bukan hanya pada capaian progres, tetapi juga pada respons tim di lapangan.</p>
<p>“Yang saya tidak suka itu saat saya datang, tim saya malah ngasih alasan kenapa proyeknya masih 15%, bukannya ngasih saran agar ketertinggalan itu bisa dikejar,” ujar Dody.</p>
<p>Ia mengungkapkan, keterlambatan proyek diduga dipicu persoalan koordinasi antara penanggung jawab kegiatan dan pihak penyedia jasa konstruksi. Selain itu, rencana penambahan tenaga kerja dinilai jauh dari cukup.</p>
<p>Jika proyek ingin dikejar sesuai tenggat, menurut Dody, jumlah pekerja harus ditingkatkan drastis. Dari rencana awal sekitar 100 orang, kebutuhan riil di lapangan bisa mencapai 600 pekerja agar waktu tidak terus terkikis.</p>
<p>Bagi Dody, proyek sekolah rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya pemerintah menekan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang layak. Karena itu, ia menilai tidak boleh ada ruang untuk kelalaian.</p>
<p>“Ya mohon maaf, saya harusnya tidak boleh begitu sebagai seorang menteri. Tapi kalau program strategis atasan saya terus dibuat mainan, itu saya gimana rasanya,” tuturnya.</p>
<p>Ia pun meminta seluruh pihak terkait untuk memperbaiki ritme kerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. (**)</p>
<p>Sumber : Beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minibus L300 Berisi 22 Wisatawan Terbakar di Jember, Penumpang Berhamburan Selamat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minibus-l300-berisi-22-wisatawan-terbakar-di-jember-penumpang-berhamburan-selamat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minibus-l300-berisi-22-wisatawan-terbakar-di-jember-penumpang-berhamburan-selamat</guid>
<description><![CDATA[ Minibus Mitsubishi L300 yang membawa 22 wisatawan terbakar di Jember, diduga akibat korsleting mesin, seluruh penumpang berhasil selamat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db7cf58de1c.webp" length="91580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 19:11:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>minibus terbakar Jember, Mitsubishi L300 terbakar, kebakaran mobil wisata Jember, 22 penumpang selamat kebakaran mobil, penyebab mobil terbakar korsleting, kebakaran kendaraan di Jember, rombongan wisata hampir jadi korban kebakaran, insiden mobil terbakar di jalan raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> - Sebuah minibus jenis Mitsubishi L300 yang mengangkut rombongan wisatawan terbakar di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Minggu (12/4/2026) pagi. Meski kendaraan hangus dilalap api, seluruh penumpang dilaporkan selamat.</p>
<p>Peristiwa terjadi saat kendaraan melintas di Jalan Raya Ahmad Yani. Rombongan diketahui tengah dalam perjalanan menuju lokasi wisata di Bondowoso.</p>
<p>Kebakaran diduga bermula dari bagian mesin. Api yang tiba-tiba muncul langsung memicu kepanikan di dalam kendaraan. Para penumpang pun bergegas keluar, berhamburan menyelamatkan diri sebelum api membesar.</p>
<p>Kapolsek Jelbuk, AKP Brisan Imanulla, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di bagian mesin.</p>
<p>“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pemicu kebakaran ini,” ujarnya.</p>
<p>Api sempat membesar dan melahap hampir seluruh badan kendaraan. Tim pemadam kebakaran yang dibantu warga sekitar berjibaku menjinakkan si jago merah hingga akhirnya api berhasil dipadamkan.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kendaraan mengalami kerusakan parah. (**)</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Angkut Belasan Ton Ikan Terguling di Bangkalan, Jalan Sempat Dipenuhi Ikan Berserakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-angkut-belasan-ton-ikan-terguling-di-bangkalan-jalan-sempat-dipenuhi-ikan-berserakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-angkut-belasan-ton-ikan-terguling-di-bangkalan-jalan-sempat-dipenuhi-ikan-berserakan</guid>
<description><![CDATA[ Truk bermuatan belasan ton ikan terguling di Jalan Raya Klampis, Bangkalan. Diduga sopir mengantuk dan muatan berlebih jadi penyebab kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db6e8a7972f.webp" length="29820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 18:22:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>truk terguling Bangkalan, kecelakaan truk ikan, Jalan Raya Klampis, sopir mengantuk, kecelakaan lalu lintas Bangkalan, truk muatan ikan, berita Bangkalan hari ini, laka lantas Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>BANGKALAN, SJP</strong> - Pemandangan tak biasa terjadi di Jalan Raya Klampis, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) pagi. Belasan ton ikan berserakan di badan jalan setelah sebuah truk pengangkut terguling akibat kecelakaan tunggal.</span><span></span></p>
<p><span>Truk bernomor polisi B 9446 HY itu diketahui melaju dari arah utara menuju selatan dengan tujuan Surabaya. Namun, saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.</span><span></span></p>
<p><span>Diduga, sopir dalam kondisi lelah hingga mengantuk, ditambah beban muatan yang berlebih. Berdasarkan keterangan saksi, truk sempat oleng sebelum akhirnya keluar jalur. Sopir yang panik disebut membanting setir ke kiri, hingga kendaraan besar itu terguling di tengah jalan.</span><span></span></p>
<p><span>Akibat insiden tersebut, muatan ikan dalam jumlah besar tumpah dan memenuhi ruas jalan hingga bahu jalan. Selain menimbulkan kerusakan cukup parah pada kendaraan, kejadian ini juga sempat menghambat arus lalu lintas.</span><span></span></p>
<p><span>Meski demikian, sopir dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.</span><span></span></p>
<p><span>Peristiwa ini segera menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga tampak sigap membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban.</span><span></span></p>
<p><span>Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyebut petugas dari Polsek setempat telah mendatangi lokasi.</span><span></span></p>
<p><span>“Benar, ada petugas Polsek setempat yang datang ke lokasi. Namun, korban tidak melaporkan peristiwa itu ke Polres,” ujarnya.</span><span></span></p>
<p><span>Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara, terutama bagi pengemudi kendaraan berat.</span><span></span></p>
<p><span>“Jangan memaksakan berkendara dalam kondisi fisik yang tidak prima karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya. (**)</span></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><span></span><strong>Editor: Danu</strong> </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geger! Penemuan Jasad Pria di Sungai Kuncir Ngetos, Ternyata Warga Berbek yang Hanyut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geger-penemuan-jasad-pria-di-sungai-kuncir-ngetos-ternyata-warga-berbek-yang-hanyut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geger-penemuan-jasad-pria-di-sungai-kuncir-ngetos-ternyata-warga-berbek-yang-hanyut</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db64a31d4fc.webp" length="48914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 17:27:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penemuan Mayat di Sungai Kuncir, mayat, jasad pria, warga grebek, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Kuncir, Kecamatan Ngetos dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai pada Minggu (12/04/2026) pagi. Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan hilang.</p>
<p>Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sukamto, seorang pemilik warung di pinggir sungai, sekitar pukul 05.15 WIB. Saat hendak membuka warung dan melakukan rutinitas bersih-bersih, pandangannya tertuju pada objek mencurigakan yang tersangkut di tengah aliran sungai.</p>
<p>​"Saya melihat sesuatu menyerupai tubuh manusia tanpa busana yang menyangkut di bebatuan. Setelah dipastikan bahwa itu adalah mayat, saksi segera menghubungi rekannya, Agus Wiyanto," ungkap Sukamto</p>
<p>​Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan laporan penemuan jasad tersebut. Menurutnya, laporan diterima dari warga sesaat setelah saksi mata melihat adanya tubuh manusia yang tersangkut di bebatuan sungai.</p>
<p>​"Benar, pagi tadi sekitar pukul 05.15 WIB, Polsek Ngetos menerima laporan terkait penemuan mayat di Sungai Kuncir. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban," ujar Iptu Fajar.</p>
<p>​Iptu Fajar menjelaskan bahwa setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim Inafis Polres Nganjuk menggunakan metode pemeriksaan sidik jari untuk memastikan jati diri korban.</p>
<p>​"Dari hasil pemeriksaan tim Inafis, diketahui identitas korban adalah Abdur Rohman (35), warga Dusun/Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek. Korban berprofesi sebagai wiraswasta," jelasnya.</p>
<p>​Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga dan keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa. Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu sore, 11 April 2026.</p>
<p>​Iptu Fajar menambahkan bahwa pemeriksaan medis awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan pada tubuh korban. Kematian diduga kuat murni akibat terseret arus sungai (hanyut).</p>
<p>​"Pihak keluarga, dalam hal ini ayah korban, telah mengonfirmasi identitas tersebut. Keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah murni," pungkas Iptu Fajar.</p>
<p>​Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Berbek untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. (*) </p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngawi Diterjang Puting Beliung dan Hujan Es, Warga Bersihkan Puing dan Pulihkan Akses Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-ngawi-pasca-warga-bersihkan-puing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-ngawi-pasca-warga-bersihkan-puing</guid>
<description><![CDATA[ Sehari setelah puting beliung di Ngawi, warga bersihkan puing, buka akses jalan, dan mulai perbaiki bangunan rusak akibat angin dan hujan es. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db31ed17002.webp" length="67574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 12:48:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>puting beliung Ngawi, hujan es Ngawi, bencana Ngawi 2026, kerusakan Ngawi, warga bersihkan puing, angin kencang Jawa Timur, Desa Klitik Geneng, Nasdem Ngawi rusak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>NGAWI — Angin puting beliung disertai hujan es menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026) sore. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu menyebabkan pohon tumbang, merusak sejumlah bangunan, hingga mengganggu akses jalan utama.</p>
<p>Salah satu warga, Nur Zali, mengungkapkan momen saat angin datang sekitar pukul 16.00 WIB.<br>“Anginnya datang dari barat, lalu seperti berhenti dan berputar-putar di atas titik ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyaksikan sebuah bangunan joglo sempat terangkat sebelum akhirnya roboh.<br>“Bangunan rumah Joglo ini sempat terbang terangkat sekitar dua meter, kemudian jatuh dan ambruk total,” ungkapnya.</p>
<p>Dampak kerusakan masih terlihat hingga Minggu (12/4/2026). Pohon-pohon tumbang sempat menutup jalur Ngawi–Maospati di Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Selain itu, warung berkonsep joglo roboh, sementara Kantor DPD Partai Nasdem Ngawi mengalami kerusakan parah di bagian teras depan yang sempat terangkat sebelum runtuh.</p>
<p>Warga lain, Darmi, menyebut hujan deras disertai butiran es berlangsung sekitar 30 menit, namun angin kencang hanya terjadi dalam waktu singkat.<br>“Hujannya sekitar setengah jam, tetapi angin kencangnya cuma 15 menit. Memang tidak lama, tetapi dampaknya sangat merusak,” jelasnya.</p>
<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penjaga warung berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bangunan roboh.</p>
<p>Memasuki hari berikutnya, warga mulai melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan dan menyingkirkan pohon tumbang yang sempat menghambat aktivitas. Akses jalan yang sebelumnya tertutup kini berangsur bisa dilalui, meski proses pembersihan masih terus berlangsung.</p>
<p>Selain itu, warga juga mulai memperbaiki bangunan yang rusak secara bertahap, sembari menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak terkait.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib Apes Mafia Gundu Pamekasan: Cita&amp;cita Kasino, Realitanya Digerebek Pas Balap Kelereng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-apes-mafia-gundu-pamekasan-cita-cita-kasino-realitanya-digerebek-pas-balap-kelereng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-apes-mafia-gundu-pamekasan-cita-cita-kasino-realitanya-digerebek-pas-balap-kelereng</guid>
<description><![CDATA[ Kisah unik dari Pamekasan. Niat hati ingin untung besar ala kasino mewah, para &#039;mafia gundu&#039; ini malah apes digerebek polisi saat asyik judi balap kelereng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dae831ce71a.webp" length="130020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 11:17:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>judi kelereng pamekasan, penggerebekan gundu, berita unik pamekasan, karikatur judi gundu, mafia gundu pamekasan, berita humor jawa timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PAMEKASAN, SJP</strong> – Mungkin para pelaku judi di Pamekasan ini terobsesi istana judi ala kasino. Namun, alih-alih membangun gedung megah dengan lampu neon dan mesin slot di Las Vegas, mereka justru mendirikan kerajaan judi di atas lintasan kayu dengan modal butiran kaca warna-warni alias kelereng.</p>
<p>Mimpi besar "Mafia Gundu" ini terpaksa kandas di tangan jajaran kepolisian Senin lalu (6/4/2026). Arena balap kelereng yang diduga menjadi ajang pertaruhan nasib tersebut resmi dibongkar petugas dalam sebuah penggerebekan yang cukup dramatis bagi standar dunia anak-anak.</p>
<p>Meski yang dimainkan adalah gundu, jangan bayangkan pelakunya adalah bocil berpakaian singlet yang sedang memperebutkan hadiah gambar tempel. Di arena ini, taruhan yang berputar adalah uang asli.</p>
<p><br>Di sinilah letak ironisnya: para "pemain" ini mengandalkan keberuntungan pada kelereng yang meluncur bebas. Satu senggolan kecil pada lintasan bukan hanya membuat gundu keluar jalur, tapi juga membuat dompet sang pemilik langsung "kempes" seketika. Sebuah ketegangan yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang sedang mengadu nasib di antara sate lalat dan harapan palsu.</p>
<p>Yang paling menarik tentu saat sesi pendataan barang bukti. Petugas tidak menemukan tumpukan kartu remi atau dadu. Sebagai gantinya, mereka harus mengamankan lintasan kayu panjang dan berbutir-butir kelereng.</p>
<p>Proses evakuasinya pun memerlukan ketelitian tingkat tinggi. Salah sedikit saja, barang bukti ini bisa menggelinding dan menghilang di balik meja kantor polisi. Mungkin dalam berita acara pemeriksaan (BAP), deskripsinya akan terbaca sangat unik:</p>
<p>Masyarakat setempat pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat fenomena "Kasino Gundu" ini. Beberapa warga menyarankan agar keahlian menyentil kelereng ini disalurkan ke lomba Agustusan tingkat kabupaten saja, yang hadiahnya jauh lebih berkah daripada harus berurusan dengan Pasal 303 KUHP.</p>
<p>Kini, para Mafia Gundu ini harus menyadari kenyataan pahit bahwa kelereng mereka tidak lagi meluncur di lintasan kayu, melainkan tertahan di dalam kantong plastik barang bukti. Pesan moralnya jelas: kelereng boleh meluncur indah, tapi jangan sampai masa depan ikut tergelincir masuk lubang gara-gara judi. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati dan 12 Pejabat Pemkab Tulungagung Tiba di Gedung Merah Putih KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-12-pejabat-pemkab-tulungagung-tiba-di-gedung-merah-putih-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-dan-12-pejabat-pemkab-tulungagung-tiba-di-gedung-merah-putih-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, telah berada di gedung KPK sejak Sabtu pagi sekitar pukul 06.50 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d9c9c7130dd.webp" length="52664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 09:57:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Sebanyak 12 pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung dibawa ke Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak Jumat malam. Pemindahan ini dilakukan guna pemeriksaan lanjutan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan terhadap para pejabat tersebut sebelumnya berlangsung di Markas Kepolisian Resor Tulungagung, dengan penyidik KPK memanfaatkan ruangan di lokasi tersebut. Proses pemeriksaan berjalan hampir 12 jam, dimulai sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.</p>
<p></p>
<p>Usai pemeriksaan, para pejabat langsung diberangkatkan menuju Jakarta pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka diangkut menggunakan satu unit bus dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Rombongan bergerak dari Tulungagung menuju Bandara Juanda untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 12 orang yang dibawa dalam rombongan tersebut. Mereka terdiri dari sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemkab Tulungagung, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Makrus Manan, Kepala Bagian Pemerintahan Arif Efendi, Kepala Bagian Umum Yulius Rama Isworo, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aris Wahyudiono, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hartono.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, turut dibawa Kepala Dinas Pertanian Suyanto, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Dwi Hari Subagyo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agus Priyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Erwin Nofianto, ajudan bupati Dwi Yoga, staf Bagian Pemerintahan bernama Oki, serta seorang anggota DPRD Tulungagung yang juga merupakan adik bupati, Jatmiko.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo telah berada di Gedung KPK sejak pagi sekitar pukul 06.50 WIB.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus OTT tersebut. Pemeriksaan lanjutan di Jakarta diharapkan dapat mengungkap lebih jauh dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Pejabat Diperiksa KPK di Mapolres Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pejabat-diperiksa-kpk-di-mapolres-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pejabat-diperiksa-kpk-di-mapolres-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Tulungagung. Pada Jumat malam, sejumlah pejabat terlihat bergiliran memasuki Mapolres. Sampai dengan Sabtu (11/4/2026) pukul  dini hari, belum terlihat ada yang keluar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d93f162f07b.webp" length="21378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 01:27:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, Jumat (10/4/2026) malam. Pemeriksaan dilakukan di Maolres Tulungagung.</p>
<p>Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto, membenarkan jika salah satu ruangan di Mapolres Tulungagung dipinjam untuk kepentingan pemeriksaan oleh KPK dalam kasus yang ditangani. </p>
<p>"Betul, sampai saat ini masih ada kegiatan KPK di polres. Mereka pinjam ruangan di satreskrim untuk kepentingan pemeriksaan. Ini kan gedung milik negara ya boleh-boleh saja," kata AKBP Ihram, Sabtu (11/4/2026). </p>
<p>Menurutnya kepolisian hanya sebatas menyiapkan ruangan, sedangkan terkait kegiatan pemeriksaan dan orang-orang yang dipanggil bukan kewenangan kepolisian. </p>
<p>"Kami tidak tahu soal pemeriksaannya. Itu kewenangan KPK langsung," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sejak Jumat malam penjagaan di Polres Tulungagung diperketat. Pintu gerbang ditutup dan dijaga anggota polisi. Sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung, terlihat bergiliran memasuki Mapolres. Sampai dengan Sabtu (11/4/2026) pukul 01.24 dini hari, belum terlihat ada yang keluar. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OTT KPK di Tulungagung, 16 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Gatot Sunu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-diamankan-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-tulungagung-diamankan-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Tim KPK masih berada di Tulungagung untuk melanjutkan proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d939b634cfe.webp" length="31378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 01:04:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk, gatut sunu wibowo, bupati tulungagung ditangkap KPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>TULUNGAGUNG, SJP - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan melakukan operasi tangkap (OTT) di Kabupaten Tulungagung,Jumat (10/4/2026). Dalam OTT, 16 orang ditangkap, salah seorang di antaranya Bupati Tulungagung Gatot Sunu </p>
<p>Kabar mengenai kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Tulungagung dibenarkan pihak KPK. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, termasuk di antara pihak yang diamankan.</p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa hingga Jumat malam, tim KPK masih berada di Tulungagung untuk melanjutkan proses penyelidikan. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga terkait dalam perkara ini.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut, setidaknya ada 16 orang yang telah diamankan. Namun, hingga saat ini KPK belum merinci identitas para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut, selain mengonfirmasi keterlibatan kepala daerah setempat.</p>
<p>"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Dimana Tim mengamankan sejumlah 16 orang salah satunya Bupati Tulungagung. Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya," tulisnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, belum memberikan tanggapan terkait kabar penangkapan tersebut. Saat ditemui di sela kegiatannya dalam sebuah acara di GOR Lembupeteng pada Jumat malam, ia memilih diam tidak menjawab pertanyaan awak media. Ia hanya merespons dengan gestur singkat mengangkat kedua tangan di depan dada tanpa memberikan pernyataan.(*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus SK CPNS Palsu di Gresik, Oknum ASN Aktif Diduga Terlibat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-sk-cpns-palsu-di-gresik-oknum-asn-aktif-diduga-terlibat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-sk-cpns-palsu-di-gresik-oknum-asn-aktif-diduga-terlibat</guid>
<description><![CDATA[ Selain oknum ASN aktif, satu eks pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga diduga turut terlibat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8ecf999d12.webp" length="52794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 20:51:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Kasus dugaan penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang menggunakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu untuk menjebak para korbannya terus menguak fakta baru. Oknum ASN aktif diduga turut terlibat.</p>
<p>Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik, Achmad Washil, mengatakan selain oknum ASN aktif, satu eks pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga diduga turut terlibat.</p>
<p>"Informasinya ada satu ASN aktif yang terlibat dan juga THL yang non aktif," kata Washil, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Washil melanjutkan, bahwa THL non aktif yang diduga terlibat penipuan SK ASN palsu itu pernah melakukan hal serupa di beberapa tahun lalu.</p>
<p>"Dulu juga pernah memasukkan THL non prosedural dan terkena teguran sampai dipecat," jelasnya.</p>
<p>Untuk modus yang dilakukan, Sekda menceritakan bahwa terduga pelaku menjanjikan akan mengisi jabatan yang sedang kosong sebagai PPPK.</p>
<p>Korban dibujuk rekrutmen ASN ini dengan menawarkan tanpa tes dan persyaratan tertentu, serta menarik biaya.</p>
<p>"Info dari BKPSDM untuk nominal sekitar Rp50 juta sampai Rp75 juta," ungkapnya.</p>
<p>Korban yang sebelumnya dikabarkan 9 orang, Sekda Gresik itu menyebut bahwa korban saat ini 14 orang.</p>
<p>"Kalau yang masuk ini 14, nggak tau nanti berkembang atau seperti apa," jelasnya.</p>
<p>Saat ini, kasus penipuan tersebut tengah diperiksa lebih dalam oleh Direktorat dan juga BKPSDM. Karena juga memalsukan tanda tangan Kepala BKPSDM.</p>
<p>"Termasuk pelanggaran berat. Kemungkinan besar dipecat (ASN yang terlibat)," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buntut Dugaan Penipuan Rekrutment ASN, Pemkab Gresik Lapor Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buntut-dugaan-penipuan-rekrutment-asn-pemkab-gresik-lapor-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buntut-dugaan-penipuan-rekrutment-asn-pemkab-gresik-lapor-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Ada sebanyak enam dokumen yang telah dilaporkan ke Polres Gresik, atas dugaan pemalsuan surat SK pengangkatan ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8e081dbd12.webp" length="25416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 20:11:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Polres Gresik, ASN Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Gresik (Pemkab) Gresik melakukan pelaporan akibat insiden dugaan penipuan rekrutmen pegawai Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang melibatkan sejumlah korban datang ke sejumlah instansi membawa Surat Keputusan (SK) palsu. </p>
<p></p>
<p>Pelaporan dilakukan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Agung Endro Utomo, didampingi Departemen Hukum dan Inspektorat ke Mako Polres Gresik, Jumat (10/4/2026).</p>
<p></p>
<p>"Kami Pemerintah Kabupaten Gresik, bersama BKPSDM didampingi dari Departemen Hukum dan Inspektorat melaporkan aduan pemalsuan daripada dokumen SK Bupati tentang pengangkatan ASN, PNS dan P3K," kata Endro. </p>
<p></p>
<p>Agung mengatakan, ada sebanyak enam dokumen yang telah dilaporkan ke Polres Gresik, atas dugaan pemalsuan surat SK pengangkatan ASN. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebut dokumen tersebut yang dibawa sejumlah korban dalam dugaan penipuan rekrutmen ASN di lingkungan Pemkab Gresik. </p>
<p></p>
<p>BKPSDM memastikan dokumen tersebut palsu setelah melakukan pemadanan data asli terkait SK rekrutmen ASN.</p>
<p></p>
<p>"Akibatnya jelas dirugikan. Sebenarnya penerimaan PNS itu enggak bayar. Semuanya gratis dan real time harus daftar, harus ikut tes, harus hadir dan semuanya mereka sendiri yang isi-isi. Mulai dari daftar riwayat hidup," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kanit Tipiter Polres Gresik, Ipda Komang Andika, membenarkan telah menerima aduan dari pihak terlapor atas dugaan pemalsuan surat. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya segera melakukan pemdalaman dan penyelidikan untuk mengungkap terduga pelaku pemalsuan surat.</p>
<p></p>
<p>Sedangkan untuk kasus penipuan rekrutmen ASN, para korban diharap segera melapor ke polisi untuk penanganan tindak lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi, nanti kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Dan untuk saat ini pelaporan masih terkait pemalsuan surat atau pemalsuan dokumen. Untuk kasus penipuan ini saya sampaikan juga untuk para korban silakan datang ke Polres untuk melaporkan hal tersebut," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Terkait Sengketa Tambang, Kades dan Aktivis di Probolinggo Terlibat Adu Jotos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-terkait-sengketa-tambang-kades-dan-aktivis-di-probolinggo-terlibat-adu-jotos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-terkait-sengketa-tambang-kades-dan-aktivis-di-probolinggo-terlibat-adu-jotos</guid>
<description><![CDATA[ Viral! Kades dan aktivis di Probolinggo terlibat perkelahian diduga akibat sengketa tambang di Sungai Pancar Glagas. Warga pun turun tangan melerai. Kasus ini kini dilaporkan ke polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8d25ce6432.webp" length="30074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 19:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, ViralHariIni, Tambang, KonflikWarga, Peristiwa, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Peristiwa perkelahian antara seorang kepala desa dan aktivis di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial pada Jumat (10/4/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh sengketa aktivitas tambang batuan di kawasan Sungai Pancar Glagas, Desa Patemon.</p>
<p>Video berdurasi sekitar 16 detik yang beredar melalui aplikasi WhatsApp memperlihatkan dua pria yang diketahui masing-masing berstatus sebagai kepala desa berinisial M dan seorang aktivis berinisial J terlibat baku hantam.</p>
<p>Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak saling menyerang hingga memancing perhatian warga sekitar. Beberapa orang yang berada di lokasi kejadian terlihat berusaha melerai pertikaian tersebut agar tidak semakin memburuk.</p>
<p>Dalam video itu juga terdengar suara seorang warga yang berteriak menggunakan bahasa Madura, berusaha menghentikan perkelahian tersebut.</p>
<p>“Mateh.. Ella gi gi… gi ella gi begh,” ucapnya. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seruan tersebut bermakna, “Sudah, jangan Pak Kades, jangan… jangan Pak Kades.”</p>
<p>Perkelahian terjadi tepat di area tambang batuan, bahkan berada di dekat alat berat berupa ekskavator yang digunakan untuk aktivitas penambangan di sungai tersebut. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan setelah sejumlah warga turun tangan melerai kedua pihak yang terlibat.</p>
<p>Seorang warga yang berada di lokasi kejadian, namun enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa konflik tersebut bermula dari perbedaan klaim kepemilikan wilayah tambang. Menurutnya, pihak kepala desa menganggap bahwa lokasi tambang berada dalam wilayah administratif Desa Patemon, Kecamatan Pakuniran.</p>
<p>“Pihak Kades mengklaim lokasi itu masih masuk wilayah Desa Patemon. Sementara pihak aktivis menyebut bahwa tambang tersebut berada di luar batas desa. Jadi keduanya sama-sama merasa memiliki kewenangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p>Perbedaan pandangan tersebut memicu ketegangan yang akhirnya berujung pada aksi kekerasan di lokasi tambang. Sengketa wilayah tambang memang kerap menjadi sumber konflik, terlebih jika berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang melibatkan kepentingan banyak pihak.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan aktivis, insiden perkelahian tersebut tidak berhenti di lokasi kejadian saja. Pihak aktivis disebut telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Probolinggo untuk diproses secara hukum.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut. Namun, masyarakat berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak dan tidak kembali memicu konflik serupa di kemudian hari, mengingat dampaknya dapat meresahkan warga sekitar.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian sengketa secara dialog dan jalur hukum, terutama yang berkaitan dengan batas wilayah dan aktivitas tambang. Kejelasan regulasi serta komunikasi yang baik antar pihak dinilai sangat diperlukan guna mencegah terjadinya konflik terbuka seperti yang terjadi di Pakuniran ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan di Tulungagung Dilaporkan Hilang di Sungai Brantas, Tinggalkan Surat Perpisahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-dilaporkan-hilang-di-sungai-brantas-tinggalkan-surat-perpisahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-di-tulungagung-dilaporkan-hilang-di-sungai-brantas-tinggalkan-surat-perpisahan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8c8c9cbf6b.webp" length="24716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 19:10:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, orang hilang, tapan kecamatan kedungwaru, sungai brantas, basarnas, bpbd tulungagung, damkar tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Seorang perempuan warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dilaporkan hilang dan diduga tercebur ke Sungai Brantas di desa setempat. Peristiwa ini menggegerkan warga setelah ditemukan sejumlah barang pribadi milik korban beserta surat berpamitan di tepi sungai.</p>
<p>Komandan tim operasi pencarian dari Basarnas Pos Trenggalek , M. Jazuli Prasetyo, menyebut pihaknya menerima laporan pada Jumat pagi.</p>
<p>“Tadi pagi kami mendapatkan informasi dari rekan BPBD Kabupaten Tulungagung bahwasanya ada satu orang terjatuh di sekitaran Sungai Brantas,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Korban diketahui berinisial PCA, berusia 26 tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat berada di rumah pada Kamis (9/4/2026) siang sebelum akhirnya keluar sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB dan tidak kembali hingga malam hari. </p>
<p>Jazuli menjelaskan bahwa di lokasi ditemukan barang-barang milik korban.</p>
<p>“Di situ di tempat lokasi ditemukan dompet atau barang bawaan milik korban,” katanya.</p>
<p>Upaya pencarian yang dilakukan warga sebelumnya juga menemukan tas berisi barang pribadi serta surat yang diduga ditulis korban berisi pesan perpisahan untuk keluarga dan anaknya. Selain itu, ditemukan pula pakaian dan alas kaki milik korban di sekitar tepi sungai. </p>
<p>Jazuli menambahkan bahwa dugaan sementara korban berada di sekitar aliran sungai sebelum hilang.</p>
<p>“Yang tertinggal ada dompet atau barang milik beliau di sekitar Sungai Brantas,” ungkapnya.</p>
<p>Memasuki Jumat siang, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar Tulungagung, TNI, dan Polri mulai melakukan pencarian intensif. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Brantas menggunakan perahu karet serta penelusuran jalur darat di sekitar lokasi kejadian. </p>
<p>Jazuli menjelaskan bahwa operasi hari pertama difokuskan di titik awal. </p>
<p>“Hari ini hari H1, kita fokus di lokasi kejadian dan melakukan pencarian menggunakan dua perahu karet,” jelasnya.</p>
<p>Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban.</p>
<p>“Mungkin nanti kita perpanjang pencarian sekitar dua sampai lima kilometer,” pungkas Jazuli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan ke Jombang, Menko Pangan Temukan Ketimpangan Distribusi MBG di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-jombang-menko-pangan-temukan-ketimpangan-distribusi-mbg-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-ke-jombang-menko-pangan-temukan-ketimpangan-distribusi-mbg-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam peninjauan yang dilakukan di SMAN 2 Jombang dan MAN 1 Jombang, Zulkifli Hasan mendapati fakta bahwa program MBG di lingkungan madrasah baru dimulai hari ini, sementara di sekolah umum telah berjalan selama berbulan-bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b8eac1a96.webp" length="48382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:49:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Zulkifli Hasan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti adanya ketimpangan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara sekolah umum dan madrasah saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Dalam peninjauan yang dilakukan di SMAN 2 Jombang dan MAN 1 Jombang, Zulkifli Hasan mendapati fakta bahwa program MBG di lingkungan madrasah baru dimulai hari ini, sementara di sekolah umum telah berjalan selama berbulan-bulan.</p>
<p>"SMAN 2 sudah dapat makanan bergizi, sementara MAN 1 ini baru mulai hari ini. Memang kami sudah dua hingga tiga kali rapat agar percepatan dilakukan, khususnya untuk sekolah berbasis agama seperti tsanawiyah, aliyah, dan pondok pesantren," ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.</p>
<p>Zulhas mengungkapkan data bahwa cakupan program MBG di sekolah berbasis agama saat ini baru menyentuh angka 15 persen. Angka ini tertinggal cukup jauh dibandingkan cakupan di sekolah umum yang telah mencapai sekitar 85 persen.</p>
<p>"Di sekolah umum bahkan sudah ada yang berjalan enam sampai tujuh bulan. Sementara di sini baru mulai, sehingga anak-anak sempat mempertanyakan mengapa mereka belum mendapatkan," tambahnya.</p>
<p>Meski menyoroti soal waktu pelaksanaan, Menko Pangan menilai kualitas menu yang disajikan di MAN 1 Jombang sudah sangat layak dan memenuhi standar gizi. Ia sempat mengecek langsung menu seperti chicken katsu, sayur, buah, dan susu yang disajikan kepada para siswa.</p>
<p>"Menunya bagus sekali. Ini sudah sangat layak dan ada variasinya berkat inovasi dari masing-masing SPPG," ungkapnya.</p>
<p>Kepala MAN 1 Jombang, Saadatul Athiyah, menyambut positif realisasi perdana program MBG di sekolahnya. Ia menyebut bantuan makan siang bergizi ini sangat berarti bagi para siswa.</p>
<p>"Kami tentu senang, karena ini bisa mengurangi uang yang harus dikeluarkan anak-anak untuk membeli makan siang," ujar Saadatul.</p>
<p>Dijelaskan bahwa program MBG di MAN 1 Jombang menyasar sekitar 1.500 siswa dari tiga jenjang kelas. Jumlah ini diperkirakan menyusut menjadi 1.000 siswa setelah kelulusan kelas 12. Pendistribusian makanan hari ini bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambong dan merupakan kali pertama sekolah tersebut menerima program ini secara resmi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Dalami Penyebab Kematian Pemuda Mojokerto di Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-mojokerto-di-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-mojokerto-di-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pemuda asal Mojokerto berinisial MMA (24) yang ditemukan di kawasan Jembatan Cangar, Batu, Kamis (9/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d886fb8e32b.webp" length="31142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 14:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Batu, Jembatan Cangar, AKP Joko Suprianto, Kasus Kematian, Polres Batu, Jawa Timur, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATU, SJP – </strong>Seorang pemuda asal Mojokerto ditemukan meninggal dunia di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu, Jawa Timur. Kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan motif yang melatarbelakanginya.</p>
<p>Korban berinisial MMA (24), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman video sebelum kejadian beredar di media sosial.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto membenarkan bahwa korban dalam video tersebut adalah MMA. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat jatuh dari ketinggian.</p>
<p>“Cedera yang ditemukan mengarah kuat pada dugaan korban jatuh dari ketinggian jembatan,” kata Joko, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Hingga saat ini, motif di balik kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga korban.</p>
<p>Dari keterangan keluarga, korban diketahui tidak memiliki konflik berarti di lingkungan rumah. Ia juga bekerja di sebuah percetakan, sehingga dugaan faktor ekonomi dinilai kecil.</p>
<p>Namun demikian, polisi masih membuka kemungkinan adanya persoalan pribadi yang belum terungkap. Pendalaman terus dilakukan, termasuk melalui barang bukti yang telah diamankan.</p>
<p>“Salah satu barang bukti berupa ponsel yang diduga menyimpan petunjuk penting masih terkunci dengan sandi, sehingga proses pendalaman masih terus kami lakukan,” ungkap Joko.</p>
<p>Sebelumnya, jasad korban ditemukan di dasar jurang kawasan Jembatan Kembar Cangar pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi korban mengalami luka serius yang menguatkan dugaan jatuh dari ketinggian.</p>
<p>Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut.</p>
<p><strong>Pesan Dukungan </strong></p>
<p>Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa menghadapi tekanan dalam hidup, meskipun tidak selalu terlihat dari luar. Penting bagi kita untuk saling peduli dan tidak ragu untuk berbagi cerita dengan orang terdekat saat menghadapi kesulitan.</p>
<p>Jika merasa terbebani, mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga diri. Dukungan dari keluarga, teman, maupun tenaga profesional dapat membantu melewati masa sulit.</p>
<p>Semoga kita semua lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan dapat saling menguatkan satu sama lain.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Lirboyo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke&amp;35</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-lirboyo-siap-jadi-tuan-rumah-muktamar-nu-ke-35</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-lirboyo-siap-jadi-tuan-rumah-muktamar-nu-ke-35</guid>
<description><![CDATA[ Gus Muid menambahkan, Ponpes Lirboyo sendiri sudah punya pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU, yakni pada tahun 1999. Kesiapan tidak hanya dari segi pengalaman tapi juga dari sisi fasilitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7be0eb0853.webp" length="19696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Ponpes Lirboyo, Muktamar NU, NU, PBNU</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="129" data-end="290"><strong data-start="129" data-end="144">KEDIRI, SJP</strong> – <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pondok Pesantren Lirboyo</span></span> menyatakan kesiapan apabila dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendatang.</p>
<p data-start="292" data-end="421">Kesiapan tersebut disampaikan oleh salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">KH Oing Abdul Muid Shoib</span></span>, Kamis (9/4/2026).</p>
<p data-start="423" data-end="650">“Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama, apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercaya, insyaallah Lirboyo siap melaksanakan amanah tersebut,” ujar Gus Muid, sapaan akrabnya.</p>
<p data-start="652" data-end="899">Pernyataan itu muncul menyusul beredarnya video yang memperlihatkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Yahya Cholil Staquf</span></span>, tengah bersilaturahmi ke pengasuh Ponpes Lirboyo, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">M. Anwar Mansyur</span></span>.</p>
<p data-start="901" data-end="1078">Dalam narasi video tersebut disebutkan, Gus Yahya menyampaikan pesan dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nurul Huda Djazuli</span></span> agar Muktamar ke-35 NU dapat diselenggarakan di Ponpes Lirboyo.</p>
<p data-start="1080" data-end="1171">Menanggapi hal itu, pihak Lirboyo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.</p>
<p data-start="1173" data-end="1366">“Pondok Pesantren Lirboyo menyampaikan terima kasih kepada KH Nurul Huda Djazuli dan berbagai pihak yang telah mengusulkan agar Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35,” tambah Gus Muid.</p>
<p data-start="1368" data-end="1471">Namun demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada permintaan resmi terkait penunjukan tersebut.</p>
<p data-start="1473" data-end="1604">“Sampai saat ini belum ada permintaan resmi. Kami juga belum secara khusus membahas hal tersebut dalam forum internal,” jelasnya.</p>
<p data-start="1606" data-end="1802">Gus Muid menambahkan, Ponpes Lirboyo memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU pada tahun 1999. Selain pengalaman, kesiapan juga didukung oleh sarana dan prasarana yang semakin memadai.</p>
<p data-start="1804" data-end="1951">“Dari sisi pengalaman kami pernah menjadi tuan rumah pada 1999. Saat ini, dari segi fasilitas, kondisi Lirboyo juga relatif lebih siap,” ujarnya.</p>
<p data-start="1953" data-end="2083">Terkait kepastian lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35, ia menyebut keputusan masih menunggu hasil Konferensi Besar (Konbes) NU.</p>
<p data-start="2085" data-end="2293">Sebagai informasi, Konbes merupakan forum permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar yang diselenggarakan oleh PBNU untuk membahas pelaksanaan keputusan Muktamar, peraturan organisasi, serta program kerja.</p>
<p data-start="2295" data-end="2447">“Keputusan resmi tentu kita semua menunggu hasil Konferensi Besar (Konbes) yang menurut informasi akan dilaksanakan pada bulan April ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2295" data-end="2447"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Empat Desa di Bondowoso, Belasan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-empat-desa-di-bondowoso-belasan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-empat-desa-di-bondowoso-belasan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang disertai hujan deras menerjang empat desa di Bondowoso, menyebabkan belasan rumah dan fasilitas umum rusak tanpa korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7c1dc08614.webp" length="56430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:15:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="72" data-end="398"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suara gemuruh angin yang datang tiba-tiba membuat warga di sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso panik, Kamis (9/4/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur sejak siang berubah menjadi ancaman saat angin kencang menerjang, merusak atap rumah dan memaksa sebagian warga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.</p>
<p data-start="400" data-end="676">Di tengah derasnya hujan, beberapa warga hanya bisa pasrah melihat genting rumah mereka beterbangan. Sebagian lainnya berusaha menahan pintu dan jendela agar tidak roboh diterpa angin. Dalam hitungan menit, suasana tenang berubah menjadi kepanikan yang menyelimuti permukiman.</p>
<p data-start="678" data-end="963">Seorang warga di Kecamatan Jambesari mengaku sempat ketakutan saat angin menghantam rumahnya. Ia bersama keluarga memilih keluar rumah demi menghindari risiko tertimpa bangunan yang rusak. Meski diliputi kecemasan, warga tetap saling membantu satu sama lain setelah angin mulai mereda.</p>
<p data-start="965" data-end="1173">Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang tanpa peringatan panjang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.</p>
<p data-start="1175" data-end="1363">Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kristianto Putro Prasojo</span></span>, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 15.48 WIB dan melanda beberapa desa di dua kecamatan.</p>
<p data-start="1365" data-end="1587">“Berdasarkan laporan yang kami terima, angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan deras dan berdampak di Desa Sumber Anom Kecamatan Tamanan serta Desa Jambeanom, Pengarang, dan Jambesari di Kecamatan Jambesari,” ujarnya.</p>
<p data-start="1589" data-end="1869">Ia menjelaskan, dampak paling signifikan terjadi di Desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari, dengan total delapan rumah mengalami kerusakan ringan dan satu rumah rusak sedang. Sementara di Desa Pengarang tercatat satu rumah rusak sedang, dan di Desa Jambesari satu rumah rusak ringan.</p>
<p data-start="1871" data-end="1995">“Selain rumah warga, terdapat satu fasilitas umum berupa kanopi SDN Jambesari 3 yang mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1997" data-end="2179">Tak hanya itu, satu pohon tumbang juga dilaporkan menimpa atap ruko di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, hingga menyebabkan kerusakan ringan serta sempat menutup akses jalan raya.</p>
<p data-start="2181" data-end="2279">Meski menimbulkan kerusakan, Kalaksa memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="2281" data-end="2416">“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tim kami bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2418" data-end="2637">BPBD Bondowoso bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, PMI, pemerintah desa, serta masyarakat setempat telah melakukan asesmen, evakuasi pohon tumbang, dan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penanganan.</p>
<p data-start="2639" data-end="2842">Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai kondusif. Akses jalan yang sempat tertutup telah kembali normal, sementara sebagian rumah warga yang terdampak sudah mulai diperbaiki secara mandiri.</p>
<p data-start="2844" data-end="2969" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Penanganan darurat sudah dilakukan, selanjutnya kami akan melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2844" data-end="2969" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekanan Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pria di Turen Malang Gantung Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekanan-ekonomi-diduga-jadi-pemicu-pria-di-turen-malang-gantung-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekanan-ekonomi-diduga-jadi-pemicu-pria-di-turen-malang-gantung-diri</guid>
<description><![CDATA[ Pria buruh tani di Turen ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya. Polisi menduga tekanan ekonomi dan masalah keluarga menjadi pemicu utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7b80854eb5.webp" length="48848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Turen, bunuh diri, tekanan ekonomi, Polres Malang, peristiwa, sosial, buruh tani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Seorang pria berinisial H (31), warga Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi dan persoalan keluarga, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang datang ke rumah korban setelah tidak dapat menghubungi sejak dini hari.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian belakang rumah.</p>
<p>“Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang datang ke rumah karena sebelumnya tidak bisa menghubungi korban. Saat dicek ke dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi sudah tergantung di bagian belakang,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan,” jelas AKP Bambang.</p>
<p>Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga mengarah pada dugaan tindakan bunuh diri.</p>
<p>“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil olah TKP, kejadian ini mengarah pada tindakan bunuh diri,” imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dari keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga, korban diketahui tengah menghadapi tekanan hidup yang cukup berat, terutama terkait kondisi ekonomi.</p>
<p>“Dari keterangan saksi dan keluarga, korban diduga mengalami tekanan akibat masalah ekonomi serta persoalan keluarga yang dihadapinya,” terangnya.</p>
<p>Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>“Pihak keluarga telah membuat pernyataan menolak visum dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Disclaimer</strong>: <em>Berita ini disajikan untuk kepentingan informasi publik dan tidak dimaksudkan untuk mengajak, menginspirasi, atau membenarkan tindakan bunuh diri. </em></p>
<p><em>Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan kesehatan terdekat. Anda tidak sendiri.</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Gadingmangu Apresiasi Munas X LDII, Sinyal Harmoni Pemerintah dan Lembaga Dakwah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-gadingmangu-apresiasi-munas-x-ldii-sinyal-harmoni-pemerintah-dan-lembaga-dakwah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-gadingmangu-apresiasi-munas-x-ldii-sinyal-harmoni-pemerintah-dan-lembaga-dakwah</guid>
<description><![CDATA[ Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d79ae826db2.webp" length="42950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:36:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Ponpes Gadingmangu, LDII</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang digelar di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, mendapatkan apresiasi dari Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Pihak pesantren menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam forum tertinggi organisasi tersebut, menjadi sinyal kuat terjalinnya harmonisasi antara pemerintah dan lembaga dakwah.</p>
<p>Munas X LDII resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa agenda lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi arah gerak organisasi serta menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan zaman. </p>
<p>Chriswanto menyoroti dinamika global, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga Eropa Timur, yang dinilai berdampak langsung pada ketahanan pangan, energi, dan stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, LDII berkomitmen untuk terus mendukung visi pembangunan nasional melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>“LDII ingin terus hadir memberi kontribusi nyata melalui program-program yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan negara,” ujar Chriswanto dalam keterangan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026). </p>
<p>Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah KH Mochamad Irfan Yusuf yang hadir mewakili pemerintah menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Munas.</p>
<p>Gus Irfan menekankan pentingnya peran ormas dan pesantren dalam merawat dakwah yang menyejukkan serta memperkuat karakter sosial masyarakat. Ia menyatakan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah dengan elemen masyarakat sipil.</p>
<p>“Pembangunan bangsa tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Harus ada sinergi dengan ormas, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Gus Irfan.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ponpes Gadingmangu, Nurul Firdaus, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Munas X LDII. Ia menilai tema yang diusung dalam Munas kali ini sangat relevan dengan semangat kemandirian yang selama ini ditanamkan kepada para santri. </p>
<p>Menurutnya, pesantren masa kini tidak hanya dituntut fokus pada penguatan ilmu agama, tetapi juga harus membekali santri dengan kesadaran terhadap isu-isu strategis kebangsaan, termasuk ketahanan pangan dan energi.</p>
<p>“Keluarga besar Ponpes Gadingmangu mengapresiasi kehadiran Menteri Haji dan Umrah sebagai sinyal kuat harmonisasi pemerintah dan lembaga dakwah. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat, tetapi juga harus melek terhadap ketahanan pangan dan energi sebagai wujud bakti kepada negara,” tegas Nurul Firdaus.</p>
<p>Ponpes Gadingmangu berpandangan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi dakwah, dan lembaga pendidikan merupakan kunci penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Semangat kebersamaan dan kontribusi nyata dinilai menjadi modal utama agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan berdaya saing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Pecah Ban, Pikap Boks Oleng dan Hantam Median di Tol Pandaan–Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-pecah-ban-pikap-boks-oleng-dan-hantam-median-di-tol-pandaanmalang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-pecah-ban-pikap-boks-oleng-dan-hantam-median-di-tol-pandaanmalang</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan tunggal akibat pecah ban di ruas tol Pandaan–Malang menyebabkan kendaraan terguling, beruntung pengemudi selamat dan kejadian segera ditangani petugas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d78d167b6d9.webp" length="54860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 18:45:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>laka lantas, tol pandaan malang, kecelakaan tunggal, pecah ban, satlantas polres malang, pjr jatim, keselamatan berkendara, berita malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Tol Pandaan–Malang KM 78/B pada Kamis (09/04/2026) sore. Sebuah kendaraan Toyota pikap boks mengalami kecelakaan diduga akibat pecah ban saat melaju di tengah kondisi cuaca gerimis.</p>
<p>Atas kejadian yang sempat viral di media sosial tersebut, Kasatlantas polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska melalui Unit Gakkum mengungkapkan, jika kendaraan tersebut awalnya melaju dari arah Malang menuju Surabaya di lajur lambat. </p>
<p>“Setibanya di KM 78/B, kendaraan mengalami pecah ban belakang kiri sehingga oleng ke kanan dan menabrak median tengah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Akibat kejadian itu, kendaraan sempat berputar ke kiri hingga akhirnya berhenti di lajur cepat. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Pengemudi kendaraan, berinisial NM (31), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin menyebutkan penanganan telah dilakukan oleh petugas di lapangan. Diduga pikap tersebut bermuatan buku.</p>
<p>“Sudah tertangani oleh rekan PJR Jatim 4, Alhamdulillah nihil korban. Hanya kerugian materiil,” ungkapnya.</p>
<p>Petugas segera melakukan penanganan dan pengamanan lokasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua PWI Jombang Sebut Profesionalisme dan Integritas Wartawan Jadi Benteng Utama Hadapi Gempuran AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-pwi-jombang-sebut-profesionalisme-dan-integritas-wartawan-jadi-benteng-utama-hadapi-gempuran-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-pwi-jombang-sebut-profesionalisme-dan-integritas-wartawan-jadi-benteng-utama-hadapi-gempuran-ai</guid>
<description><![CDATA[ Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d779c4b9f87.webp" length="35254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 18:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, PWI Jombang, wartawan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Profesionalisme dan integritas menjadi benteng utama insan pers dalam menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma.</p>
<p>Dalam sambutannya di Malam Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Yusro, Rabu (8/4/2026), Mufid menekankan bahwa kunci keberlangsungan pers bukan terletak pada adaptasi teknologi semata, melainkan pada komitmen moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.</p>
<p>“Dunia digital memang menjadi tantangan tersendiri. Tapi saya yakin insan pers tidak akan pernah tergantikan, meskipun teknologi semakin canggih, bahkan di era AI saat ini,” ucap Mufid dalam pesan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026). </p>
<p>“Selama insan pers menjaga profesionalisme dan integritas, saya yakin pers tidak akan pernah mati," imbuhnya. </p>
<p>Mufid, yang sehari-hari merupakan jurnalis MDTV, memandang peringatan HPN bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bukti afirmatif kehadiran negara terhadap pilar keempat demokrasi. Ia menilai, eksistensi pers di Jombang harus berbanding lurus dengan kualitas pemberitaan yang mendidik dan beretika.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, PWI Jombang juga menggelar PWI Jombang Award. Mufid menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi konkret organisasi kepada elemen masyarakat yang telah mendedikasikan diri bagi pembangunan daerah, bukan sekadar acara penghargaan seremonial.</p>
<p>“Ini adalah komitmen kami untuk mengapresiasi kontribusi nyata bagi Kabupaten Jombang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Polisi di Nganjuk Amankan Jalur Massa IKSPI Kera Sakti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-polisi-di-nganjuk-amankan-jalur-massa-ikspi-kera-sakti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-polisi-di-nganjuk-amankan-jalur-massa-ikspi-kera-sakti</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas kepolisian yang mengenakan rompi taktis tampak melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pengendara motor yang melintas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d772aaf2a6f.webp" length="77554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 17:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengamanan jalur, IKAPI, Perbatasan Nganjuk, Personil Polres Nganjuk, pengendara motor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Nganjuk menyiagakan ratusan personel dalam rangka pengamanan jalur yang dilalui oleh massa perguruan silat IKSPI Kera Sakti di Padepokan Pusat IKSPI Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas kepolisian yang mengenakan rompi taktis tampak melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pengendara motor yang melintas. Tidak hanya memantau pergerakan massa, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat kendaraan memastikan pengendara mematuhi aturan lalu lintas, pada Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Pengamanan dilaksanakan dengan metode SREG (Stop, Riksa, Edukasi dan Geledah) di beberapa titik, di antaranya perbatasan Kertosono, depan Mapolres Nganjuk, dan perbatasan Wilangan. Selain itu, Polres Nganjuk juga menurunkan tim patroli mobiling untuk mengawal rombongan yang melintas serta meminimalisasi potensi gesekan dengan masyarakat sepanjang jalur yang dilalui.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya pada kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.</p>
<p>“Kami mengedepankan langkah preventif melalui penyekatan dan patroli untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa menimbulkan gangguan di wilayah hukum Polres Nganjuk,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pengamanan sendiri telah dimulai sejak Rabu malam dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan yang dilalui rombongan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>Dengan kehadiran petugas di lapangan, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah terjadinya konflik maupun pelanggaran lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan pengesahan warga baru IKSPI Kera Sakti.</p>
<p>Kabag Ops Polres Nganjuk menambahkan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan untuk bertindak humanis namun tetap tegas dalam pelaksanaan tugas di lapangan.</p>
<p>“Seluruh anggota kami instruksikan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, namun tetap melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” tegasnya.</p>
<p>Polres Nganjuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilakukan secara maksimal demi menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Cari Ikan Usai Mengaji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-bocah-di-ponorogo-tewas-tenggelam-saat-cari-ikan-usai-mengaji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-bocah-di-ponorogo-tewas-tenggelam-saat-cari-ikan-usai-mengaji</guid>
<description><![CDATA[ Dua bocah berinisial MA (6) dan MAJ (6) meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air di Ponorogo saat mencari ikan seusai mengaji, Rabu (8/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d74a1c81390.webp" length="43374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 14:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Ponorogo, Anak Tenggelam, Kecelakaan Anak, Siman Ponorogo, Berita Ponorogo, AKP Nanang Budianto, Ari Wahyudi, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PONOROGO</strong>, <strong>SJP</strong> – Dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air di lahan kosong dekat permukiman warga, Rabu (8/4/2026) sore.</p>
<p>Kedua korban berinisial MA (6) dan MAJ (6). Mereka diduga tenggelam saat bermain mencari ikan ketika waktu istirahat setelah mengikuti kegiatan mengaji di masjid sekitar lokasi.</p>
<p>Berdasarkan keterangan warga, peristiwa tersebut diketahui setelah salah satu teman korban berlari meminta pertolongan karena melihat keduanya tenggelam. Warga yang mendengar teriakan segera menuju lokasi dan menemukan korban berada di dalam kubangan air.</p>
<p>Ayah salah satu korban, Ari Wahyudi, mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut karena sedang berada di rumah. Ia baru mengetahui setelah mendengar keramaian dari arah lokasi kejadian.</p>
<p>“Kok ramai-ramai ada apa, saya lari, tidak tahu ada apa, ternyata ada yang tenggelam, ternyata anak saya yang tenggelam, satunya itu tetangga saya,” kata Ari.</p>
<p>Saat ditemukan, kondisi korban sudah sangat lemah dan pucat. Warga kemudian membawa kedua anak tersebut ke IGD RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>“Saat itu anak saya sudah pucat. Awalnya hanya sekolah sore, belajar mengaji di masjid, biasanya pulangnya memang pukul 17.00 WIB,” tutur Ari.</p>
<p>Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menjelaskan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Disimpulkan tidak ada trauma fisik dari tubuh korban, semua fisiknya bersih, tidak ada bekas lecet, kemudian ada air keluar hidung dan mulut korban,” jelas AKP Nanang.</p>
<p>Dari keterangan saksi, kedua anak tersebut diketahui sedang mengikuti kegiatan mengaji. Namun saat jeda istirahat, keduanya diduga bermain di sekitar kubangan milik warga yang berada tidak jauh dari masjid.</p>
<p>“Untuk tinggi anak-anak ini tingginya 115 cm, untuk anak-anak ini apakah terpeleset atau apa masih akan kita lakukan pendalaman,” ungkap AKP Nanang.</p>
<p>Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua pasang sandal serta satu kopyah di sekitar kubangan yang diduga milik korban. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti peristiwa tenggelam tersebut.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cegah Genangan Saat Musim Hujan, Drainase Pasar Bangil Dibersihkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cegah-genangan-saat-musim-hujan-drainase-pasar-bangil-dibersihkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cegah-genangan-saat-musim-hujan-drainase-pasar-bangil-dibersihkan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya gerakan rutin ini, Pasar Bangil diharapkan tidak lagi menjadi langganan genangan air saat hujan deras. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d74051379b4.webp" length="50468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 14:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Pasar Bangil</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Menghadapi musim hujan, genangan air dan potensi banjir menjadi ancaman serius bagi aktivitas ekonomi di Pasar Bangil.</p>
<p>Guna mengantisipasi hal tersebut, Kepala Pasar Bangil memimpin langsung gerakan kebersihan yang melibatkan seluruh pegawai pasar. Gerakan ini fokus pada pembersihan saluran air atau drainase di dalam area pasar.</p>
<p>Kepala Pasar Bangil, Nanang Kosim, pada Kamis (9/4/2026) turun langsung ke lapangan bersama timnya untuk memastikan setiap saluran pembuangan air bebas dari sumbatan. Sampah, lumpur, dan material lain yang menyumbat drainase menjadi target utama dalam aksi bersih-bersih tersebut.</p>
<p>Nanang menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preventif agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak menyebabkan genangan yang merugikan pedagang maupun pembeli.</p>
<p>"Setiap musim hujan, kita selalu menghadapi masalah genangan air. Ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa merusak barang dagangan," ujarnya saat ditemui di sela-sela membersihkan selokan pasar.</p>
<p>Gerakan ini mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka terlihat antusias membersihkan area di depan kios masing-masing, yang menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan. </p>
<p>Selain pembersihan drainase, Nanang Kosim juga mengimbau pedagang untuk tidak membuang sampah sembarangan.</p>
<p>"Kami mengimbau semua pedagang untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar lapaknya masing-masing, terutama saluran air," kata Nanang Kosim.</p>
<p>Dengan adanya gerakan rutin ini, Pasar Bangil diharapkan tidak lagi menjadi langganan genangan air saat hujan deras. </p>
<p>Kerja sama antara pegawai dan pedagang pasar menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pasar yang bersih, nyaman, serta bebas dari banjir. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isu Penyegelan Mikutopia Mencuat, Pengelola Sebut Operasional Tetap Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isu-penyegelan-mikutopia-mencuat-pengelola-sebut-operasional-tetap-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isu-penyegelan-mikutopia-mencuat-pengelola-sebut-operasional-tetap-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Kabar tersebut mencuat seiring adanya sorotan dari Pemerintah Kota Batu terkait kelengkapan perizinan dan operasional wisata yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d716d0452d4.webp" length="69356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 12:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Penutupan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Isu penutupan dan penyegelan objek wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, sempat ramai beredar di tengah masyarakat. </p>
<p>Kabar tersebut mencuat seiring adanya sorotan dari Pemerintah Kota Batu terkait kelengkapan perizinan dan operasional wisata yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.</p>
<p>Sebelumnya, beredar kabar bahwa Satpol PP Kota Batu telah melayangkan surat larangan operasional sementara kepada pengelola. Hal ini disebabkan sejumlah dokumen penting seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) masih dalam proses. Selain itu, hasil evaluasi lapangan menyoroti kesiapan akses jalan, kapasitas parkir, hingga kesesuaian pembangunan dengan izin yang dimiliki.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, muncul spekulasi di masyarakat bahwa wisata Mikutopia akan segera ditutup bahkan disegel. Isu ini menguat setelah adanya desakan dari sejumlah pihak agar pemerintah bertindak tegas terhadap operasional wisata yang dianggap belum memenuhi syarat.</p>
<p>Kuasa hukum Mikutopia, Haitsam Nuril Brantas Anarki, pada Kamis (9/4/2026) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada tindakan penyegelan oleh Satpol PP Kota Batu, sehingga peristiwa yang ditudingkan tersebut tidak pernah terjadi.</p>
<p>"Tidak ada penyegelan. Informasi itu tidak berdasar dan sangat merugikan, di mana isu tersebut berawal dari kesalahpahaman publik terhadap proses pembinaan dan pengawasan yang memang tengah dilakukan pemerintah daerah. Namun langkah yang diambil Pemkot Batu masih sebatas evaluasi dan penguatan kepatuhan, bukan penindakan berupa penutupan," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses perizinan Mikutopia masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Sejumlah dokumen telah dipenuhi, sementara sisanya tengah dalam tahap penyelesaian.</p>
<p>Pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Satpol PP Kota Batu untuk memastikan kabar yang beredar. Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, tidak ditemukan adanya agenda penyegelan maupun penutupan operasional seperti yang ramai diperbincangkan.</p>
<p>Di sisi lain, dampak dari isu ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Penurunan jumlah kunjungan akibat kabar yang belum terverifikasi membuat pedagang kecil hingga pelaku UMKM ikut terdampak.</p>
<p>"Untuk izin, sebagian besar sudah rampung dan beberapa memang masih berproses. Tidak benar jika disebut tidak memiliki izin sama sekali. Berita yang beredar ini tentu berdampak bukan hanya bagi pengelola, tetapi masyarakat kecil juga," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Pekerja Proyek KDMP di Mojokerto Tersengat Listrik, Satu Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-pekerja-proyek-kdmp-di-mojokerto-tersengat-listrik-satu-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-pekerja-proyek-kdmp-di-mojokerto-tersengat-listrik-satu-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan informasi di lapangan, kedua korban tengah melakukan pemasangan resplang talang berbahan galvalum di ketinggian sekitar lima meter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d6fd6d6142f.webp" length="52156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 08:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>– Kecelakaan kerja maut terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (8/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut merenggut nyawa seorang pekerja dan menyebabkan satu lainnya luka kritis akibat sengatan listrik tegangan tinggi.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua korban tengah melakukan pemasangan resplang talang berbahan galvalum di ketinggian sekitar lima meter. </p>
<p></p>
<p>Malapetaka terjadi saat tangga scaffolding yang digunakan diduga kuat bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di area depan balai desa setempat.</p>
<p></p>
<p>Sengatan listrik seketika melumpuhkan kedua pekerja. Nasrudin Thoha (55), warga Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah terpental dan terjatuh dari ketinggian. </p>
<p></p>
<p>Sementara rekannya, Fatchur, mengalami luka bakar serius di bagian kaki dan kepala saat mencoba memberikan pertolongan.</p>
<p></p>
<p>Mustofa, salah satu warga di lokasi kejadian, menuturkan suasana mencekam saat insiden berlangsung. Warga sempat berteriak histeris meminta pihak terkait memadamkan aliran listrik.</p>
<p></p>
<p>"Saya datang lokasi sudah ramai. Listrik sempat mati, awalnya saya kira pemadaman bergilir, ternyata ada kecelakaan ini," ujar Mustofa.</p>
<p></p>
<p>Dikonfirmasi hal itu, Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, segera turun ke lokasi untuk memimpin penanganan korban. </p>
<p></p>
<p>Dalam pernyataan yang diterima media ini, Letkol Abi menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas musibah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Setiap hari sudah diberikan arahan terkait keselamatan kerja. Namun kejadian ini merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kodim 0815 memastikan pemberian santunan kepada keluarga Nasrudin Thoha serta menanggung seluruh biaya perawatan medis Fatchur di rumah sakit hingga pulih.</p>
<p></p>
<p>"Kami pastikan korban mendapatkan haknya. Untuk yang meninggal dunia diberikan santunan, sedangkan korban luka biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya," katanya. </p>
<p></p>
<p>Dandim menyebut bahwa seluruh tenaga kerja berada di bawah pengawasan tim Kodim dan rutin menerima arahan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).</p>
<p></p>
<p>Meski menyebut insiden ini sebagai musibah yang tidak terprediksi, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di lokasi proyek guna mencegah kejadian serupa.</p>
<p></p>
<p>Jenazah Nasrudin Thoha telah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan pada Rabu sore. Di sisi lain, Fatchur masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantuan Kerohiman Tahap VI Bandara KASA Situbondo Tuntas, 169 Warga Terima Manfaat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantuan-kerohiman-tahap-vi-bandara-kasa-situbondo-tuntas-169-warga-terima-manfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantuan-kerohiman-tahap-vi-bandara-kasa-situbondo-tuntas-169-warga-terima-manfaat</guid>
<description><![CDATA[ Bandara KASA Situbondo menyalurkan bantuan kerohiman tahap VI kepada 169 warga di sejumlah kecamatan sebagai penyaluran terakhir program sosial bagi masyarakat terdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d65c0c043c0.webp" length="52800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:48:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>KASA, bandara, bantuan, buapati, mas rio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="111" data-end="277"><strong data-start="111" data-end="129">SITUBONDO, SJP</strong> – Pihak Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) Situbondo kembali melaksanakan penyaluran bantuan kerohiman kepada masyarakat yang berhak menerima.</p>
<p data-start="279" data-end="437">Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap warga terdampak maupun masyarakat sekitar.</p>
<p data-start="439" data-end="694">Bantuan kerohiman tahap VI ini menjadi penyaluran terakhir dalam rangkaian program bantuan sosial dari Bandara Kiai As’ad Syamsul Arifin (KASA) Situbondo. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan menyasar sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Situbondo.</p>
<p data-start="696" data-end="944">Dalam kesempatan tersebut, Camat Asembagus, Faishol Afandi, menyampaikan, total penerima bantuan kerohiman pada tahap VI mencapai 169 orang. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang telah terdata dan diverifikasi sebelumnya oleh pihak terkait.</p>
<p data-start="946" data-end="1198">“Penyaluran bantuan kerohiman tahap VI dari Bandara KASA Situbondo ini merupakan tahap terakhir. Alhamdulillah seluruh bantuan telah tersalurkan kepada masyarakat penerima sesuai dengan data yang telah ditetapkan,” ujar Faishol Afandi, Rabu (8/4/2026).</p>
<p data-start="1200" data-end="1454">Ia menjelaskan, bantuan kerohiman yang disalurkan pada tahap VI berupa hewan ternak, yakni satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Hewan ternak tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.</p>
<p data-start="1456" data-end="1689">Berdasarkan data yang dihimpun, penerima bantuan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Jangkar. Desa Jangkar tercatat menerima bantuan untuk 114 orang, disusul Desa Agel sebanyak 27 orang, serta Desa Sopet sebanyak 12 orang penerima.</p>
<p data-start="1691" data-end="1912">Sementara itu, di wilayah Kecamatan Panji, bantuan kerohiman disalurkan kepada sejumlah desa, yakni Desa Kayu Putih sebanyak 3 orang penerima, Desa Klampokan sebanyak 1 orang, serta Desa Tenggir sebanyak 2 orang penerima.</p>
<p data-start="1914" data-end="2123">Selain itu, penyaluran bantuan juga menjangkau wilayah Kecamatan Kapongan dengan jumlah penerima sebanyak 6 orang. Kemudian di wilayah Kecamatan Situbondo, bantuan kerohiman disalurkan kepada 4 orang penerima.</p>
<p data-start="2125" data-end="2441">Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri unsur TNI, yakni Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0823/Situbondo, Mayor Kav Aan Jauhari, yang hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Kehadiran aparat keamanan juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Situbondo.</p>
<p data-start="2443" data-end="2705">Dalam kesempatan itu, Faishol Afandi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, atas inisiasi bantuan kerohiman kepada buruh tani melon yang terdampak pembangunan Bandara KASA Situbondo.</p>
<p data-start="2707" data-end="2979">“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Situbondo, Bapak Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio, yang telah menginisiasi bantuan kerohiman kepada buruh tani melon terdampak pembangunan Bandara KASA sebagai wujud kepedulian seorang pemimpin kepada rakyatnya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2981" data-end="3292">Ia berharap bantuan kerohiman dari Bandara KASA Situbondo ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima. Hal tersebut juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pengelola bandara, dan unsur keamanan akan terus diperkuat dalam mendukung kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2981" data-end="3292"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahas Rencana Pembangunan Flyover, 3 Kepala Daerah Diskusi Bersama di Simpang Tiga Mengkreng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahas-rencana-pembangunan-flyover-3-kepala-daerah-diskusi-bersama-di-simpang-tiga-mengkreng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahas-rencana-pembangunan-flyover-3-kepala-daerah-diskusi-bersama-di-simpang-tiga-mengkreng</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan yang berlangsung di pos Satlantas Polres Kediri, yang berada di sudut Simpang Tiga Mengkreng itu, membahas rencana pembangunan flyover di kawasan simpang tiga Mengkreng, yang memang menjadi langganan macet. Terutama saat musim arus mudik dan balik lebaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d652aaa0c53.webp" length="31574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:36:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Kediri, Bupati Nganjuk, Bupati Jombang, Simpang Tiga Mengkreng, fly over Simpang tiga Mengkreng</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Tiga pimpinan daerah yang menaungi Simpang Tiga Mengkreng, yakni Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Jombang Warsubi dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berdiskusi bersama. </p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di pos Satlantas Polres Kediri, di sudut Simpang Tiga Mengkreng itu membahas rencana pembangunan flyover di lokasi simpang tiga Mengkreng, yang memang menjadi langganan macet. Terutama saat musim arus mudik dan balik lebaran. </p>
<p>Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan rencana pertemuan ketiga kepala daerah itu muncul saat penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited ke BPK Jawa Timur akhir bulan Maret lalu. </p>
<p>"Simpang tiga Mengkreng ini kan menjadi salah satu titik kemacetan, tiga besar di Indonesia, terutama pada saat bulan Ramadan. Kemarin pada saat puasa pun juga demikian. Beliau berdua ( Bupati Jombang dan Nganjuk) menginisiasi pertemuan ini dan tentunya saya menyambut baik," ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Rabu (8/4/2026). </p>
<p>Mas Dhito, mengungkapkan, menurut rencana di kawasan Simpang Tiga Mengkreng akan dibangun flyover, untuk mengatasi macet. Ruas flyover akan dibangun mulai dari wilayah Jombang, dan kemudian terbagi dua jalur, satu menuju arah Kediri dan satu menuju arah Nganjuk.</p>
<p>Rencana pembangunan flyover Simpang Tiga Mengkreng tersebut telah masuk menjadi salah satu rencana strategis dari Kementrian Pekerjaan Umum. </p>
<p>"Tapi masih menunggu final DED-nya dari Kementerian PU dan tidak menutup kemungkinan kita bertiga akan sowan ke Ibu Gubernur (Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa), lalu kita lanjut ke Kementerian PU," jelas Mas Dhito lagi. </p>
<p>Bupati Jombang Warsubi dalam kesempatan yang sama membenarkan Simpang Tiga Mengkreng saat mudik lebaran termasuk titik macet yang krusial setiap tahunnya.</p>
<p>Atas alasan itu, bersama Bupati Kediri dan Nganjuk, pihaknya berinisiatif segera mengajukan proposal ke Kementerian PU supaya rencana pembangunan flyover bisa secepatnya terealisasi.</p>
<p>Pertemuan ketiga kepala daerah tersebut membahas sejumlah hal terkait rencana pembangunan flyover. Salah satunya seperti pembebasan tanah, apakah nantinya ditanggung pemerintah daerah, pemerintah provinsi Jawa Timur atau oleh pemerintah pusat.</p>
<p>"Ini nanti akan kita ajukan bersama supaya kemacetan tidak ada lagi. Dalam satu dua minggu ini akan kita buat proposal, bersama berangkat ke Jakarta," jelasnya. </p>
<p>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menambahkan, pertemuan bersama Mas Dhito dan Bupati Warsubi nantinya bakal ditindaklanjuti dari perwakilan Dinas PUPR, Bappeda dan Dinas Perhubungan dari Nganjuk, Kediri dan Jombang.</p>
<p>"Targetnya minggu depan proposal sudah jadi," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia Ditemukan Mengapung di Kali Putih Kota Batu, Diduga Karena Faktor Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-ditemukan-mengapung-di-kali-putih-kota-batu-diduga-karena-faktor-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-ditemukan-mengapung-di-kali-putih-kota-batu-diduga-karena-faktor-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, hasil pemeriksaan resmi belum diumumkan. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses penyelidikan rampung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63988d05fb.webp" length="122206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 20:15:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penemuan Mayat, Kali Putih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penemuan jasad perempuan lanjut usia di aliran Kali Putih Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu pada Rabu (8/4/2026) mengarah pada dugaan faktor kesehatan korban. Hal ini menbuat pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian.</p>
<p>Ketua RW 11 Kelurahan Sisir, Jaenuri membeberkan bahwa korban diketahui bernama Sirum (63), yang sehari-hari dikenal dengan panggilan Mak Rum. Korban memiliki riwayat penyakit dan kerap mengalami pingsan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian nahas tersebut.</p>
<p>“Korban memang punya riwayat sakit dan sering pingsan. Kemungkinan itu ada kaitannya, tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi. Ia ditemukan dalam kondisi mengapung di bawah jembatan oleh warga sekitar pukul 09.00 WIB saat hendak membuang sampah," paparnya.</p>
<p>Informasi tersebut turut diperkuat oleh sejumlah warga yang mengenal korban. Mereka menyebut, dalam beberapa waktu terakhir kondisi kesehatan Mak Rum memang menurun, sehingga aktivitasnya pun terbatas.</p>
<p>Meski dugaan awal mengarah pada faktor medis, aparat kepolisian tidak ingin berspekulasi. Proses penyelidikan tetap berjalan guna mengantisipasi kemungkinan lain di balik peristiwa tersebut.</p>
<p>" Petugas dari kepolisian bersama PMI Kota Batu langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan warga. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk visum," tandas Jaenuri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib Buruh Menggantung, PT Jaker Kertosono Nganjuk Masih Aktif Tapi Gaji Mandek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-buruh-menggantung-pt-jaker-kertosono-nganjuk-masih-aktif-tapi-gaji-mandek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-buruh-menggantung-pt-jaker-kertosono-nganjuk-masih-aktif-tapi-gaji-mandek</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan karyawan PT Jaker Kertosono mengeluhkan gaji yang menunggak hingga tujuh bulan meski perusahaan masih berstatus aktif. Mereka mengadu ke DPRD Nganjuk untuk menuntut kepastian dan pembayaran hak upah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d615424145b.webp" length="46284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:21:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Demo karyawan PT Jaker, tuntutan karyawan, PT Jaker, Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Jaker Sugeng Martono, DRPD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="256"><strong data-start="0" data-end="18">NGANJUK, SJP –</strong> Ketidakpastian nasib ratusan karyawan PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono kian memuncak setelah berbulan-bulan tidak menerima upah. Kondisi ini memicu gelombang keresahan buruh yang akhirnya mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Nganjuk, Rabu (8/4/2026).</p>
<p data-start="258" data-end="528">Audiensi yang berlangsung di gedung dewan itu mengungkap fakta mencemaskan. Di mana perusahaan disebut masih berstatus aktif, namun kewajiban pembayaran gaji justru terabaikan. Situasi ini dinilai semakin memperburuk posisi pekerja yang hingga kini belum mendapat kepastian hak.</p>
<p data-start="530" data-end="796">Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Jaker, Sugeng Martono, menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Ia menyebut, meski perusahaan belum dinyatakan pailit, hak dasar pekerja berupa upah justru tidak dipenuhi.</p>
<p data-start="798" data-end="1064">Dalam konferensi pers di hadapan awak media, Sugeng menjelaskan, terdapat perbedaan durasi tunggakan gaji antara karyawan di daerah dan pusat. Untuk karyawan lokal di Kertosono, gaji belum dibayarkan selama tiga bulan, terhitung sejak Januari hingga Maret 2026.</p>
<p data-start="1066" data-end="1241">Sementara itu, kondisi lebih parah dialami karyawan di tingkat pusat. Berdasarkan laporan serikat pekerja, upah mereka menunggak hingga tujuh bulan tanpa kejelasan pembayaran.</p>
<p data-start="1243" data-end="1528">“Perusahaan ini belum pailit, masih aktif, tapi hak kami seperti diabaikan. Untuk itu kami di sini, gaji dari Januari sampai Maret belum diberikan sama sekali. Bahkan teman-teman di pusat sudah tujuh bulan tidak dibayar,” ujar Sugeng dengan nada kecewa sembari menunjukkan berkas tuntutan.</p>
<p data-start="1530" data-end="1770">Ia menambahkan, pihak serikat pekerja sangat menyayangkan sikap manajemen yang dinilai mengulur waktu tanpa memberikan kepastian. Padahal, para buruh tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu operasional.</p>
<p data-start="1772" data-end="1996">Melalui audiensi tersebut, para pekerja menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan secara tegas. Mereka meminta adanya langkah konkret untuk memaksa perusahaan segera melunasi tunggakan upah.</p>
<p data-start="1998" data-end="2150">Para karyawan berharap mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Nganjuk bersama Dinas Tenaga Kerja dapat menghasilkan jaminan hukum atas hak-hak mereka.</p>
<p data-start="2152" data-end="2320" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami bekerja dengan keringat, kami hanya meminta apa yang menjadi hak kami untuk menghidupi keluarga. Jangan biarkan kami menggantung tanpa kejelasan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2152" data-end="2320" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepekan Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Kolom Abu dan Awan Panas Kian Meluas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepekan-aktivitas-gunung-semeru-meningkat-kolom-abu-dan-awan-panas-kian-meluas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepekan-aktivitas-gunung-semeru-meningkat-kolom-abu-dan-awan-panas-kian-meluas</guid>
<description><![CDATA[ Aktivitas Gunung Semeru di Lumajang meningkat dalam sepekan terakhir. Kolom abu naik hingga 2 km dan awan panas mencapai 4,5 km, meski status masih Siaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5af04896eb.webp" length="10026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, erupsi Semeru 2026, aktivitas Semeru terbaru, kolom abu Semeru, awan panas Semeru, status Semeru siaga, Lumajang, PVMBG, erupsi Jawa Timur, berita Semeru hari ini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Dalam rentang 5 hingga 7 April 2026, tinggi kolom abu dan jarak luncur awan panas tercatat terus bertambah, meski status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.</p>
<p>Erupsi terbaru pada Selasa (7/4/2026) menjadi yang paling menonjol dalam periode ini. Kolom abu teramati mencapai sekitar dua kilometer di atas puncak, disertai awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer. Sebaran abu mengarah ke timur laut dan timur dengan intensitas tebal.</p>
<p>Data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 27 mm dengan durasi 443 detik, menunjukkan energi letusan yang cukup besar.</p>
<p><strong>Awal Peningkatan: Kolom Abu 1.000 Meter dan Awan Panas Mulai Terbentuk</strong></p>
<p>Aktivitas erupsi pada Minggu (5/4/2026) dini hari menjadi titik awal meningkatnya intensitas. Saat itu, kolom abu terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dengan warna kelabu tebal condong ke arah barat.</p>
<p>Tidak hanya itu, erupsi juga disertai awan panas dengan jarak luncur hingga 3,5 kilometer. Kombinasi ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung yang berpotensi memicu erupsi lanjutan.</p>
<p><strong>Kolom Abu Naik Tipis, Tekanan Belum Mereda</strong></p>
<p>Sehari berselang, Senin (6/4/2026), erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1,1 kilometer. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke selatan.</p>
<p>Meski tidak disertai awan panas signifikan, aktivitas ini menandakan bahwa dinamika vulkanik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda penurunan.</p>
<p><strong>Kolom Abu Tembus 2 Kilometer, Awan Panas Makin Jauh</strong></p>
<p>Memasuki Selasa (7/4/2026), aktivitas Semeru meningkat tajam. Kolom abu mencapai sekitar dua kilometer di atas puncak, sementara awan panas guguran meluncur hingga sejauh 4,5 kilometer.</p>
<p>Perluasan jarak awan panas ini menjadi indikator meningkatnya daya dorong material vulkanik, sekaligus memperbesar potensi bahaya di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.</p>
<p><strong>Status Siaga namun Risiko Meluas</strong></p>
<p>Meski terjadi peningkatan aktivitas dalam beberapa hari terakhir, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Namun demikian, data menunjukkan adanya tren kenaikan dari sisi intensitas erupsi.</p>
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter karena berpotensi dilalui awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer.</p>
<p>Rangkaian erupsi dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru tidak bersifat statis. Kenaikan tinggi kolom abu dari 1.000 meter menjadi 2.000 meter, serta perluasan awan panas dari 3,5 kilometer menjadi 4,5 kilometer, menjadi sinyal penting bagi kewaspadaan.</p>
<p>Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau tetap tenang namun siaga, menggunakan masker saat terjadi hujan abu, serta terus memantau informasi resmi dari PVMBG guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. (**)</p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plot Twist Nasib Maling Motor di Sampang: Dari Pasien VVIP Jadi Bulan&amp;bulanan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pasien-vvip-ke-bulan-bulanan-warga-plot-twist-nasib-maling-motor-di-sampang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pasien-vvip-ke-bulan-bulanan-warga-plot-twist-nasib-maling-motor-di-sampang</guid>
<description><![CDATA[ Niat kabur, maling motor di Sampang malah ditolong warga bak pasien VVIP di Puskesmas sebelum akhirnya digerebek massa. Simak kisah apes dan lucunya di sini! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5a577d7619.webp" length="91146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 08:06:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>maling motor lucu, berita kocak sampang, maling dikira korban kecelakaan, kejadian lucu madura, maling apes, berita humor, jrengik, tambelangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMPANG, SJP</strong> - Nasib apes maling motor di Sampang, Madura ini jadi keberuntungan korbannya. Alih-alih berhasil kabur, si maling malah terjerembab di aspal. Sempat sesaat 'dimanja' dengan status sebagai pasien 'VVIP' Puskesmas, dia harus terima nasib dihajar massa di ranjang puskesmas.</p>
<p>Episode kisah ini bermula, ketika pria berinisial Y mencuri motor saat korbannya mengambil ATM di kawasan Tambelangan, Selasa (7/4/2026) siang. Bak pembalap profesional, dia kabur secepat kilat. Apa daya, jalan raya Jrengik, Sampang tak bersahabat, Y sukses terpeleset mencium aspal. </p>
<p>Warga setempat yang melihat kejadian itu tersentuh rasa kemanusiaannya. Tanpa curiga, mereka bahu-membahu menolong Y, menggotongnya dengan hati-hati, dan melarikannya ke Puskesmas terdekat layaknya pasien VVIP korban kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Saat direbahkan di kasur Puskesmas, dalam hati Y tersenyum lega  karena lolos dari amukan warga, malah dapat perawatan gratis. </p>
<p>Namun, status "pasien malang yang butuh kasih sayang" itu ternyata punya masa kedaluwarsa yang sangat singkat!<br>Baru saja napas Y mulai teratur di ranjang Puskesmas, tiba-tiba rombongan warga dari wilayah Tambelangan datang mendobrak masuk dengan wajah garang.</p>
<p>Usut punya usut, Y bukanlah pengendara nahas, melainkan maling motor yang baru saja beraksi di sebuah ATM dan sedang diburu satu kampung! Bayangkan betapa canggung dan menyesalnya warga Jrengik yang tadi susah payah memapah dan memberinya minum.</p>
<p>Dalam hitungan detik, status Y berubah 180 derajat secara ekstrem. Rasa iba warga seketika menguap menjadi amarah berjamaah. Pasien yang tadinya dikerubungi untuk diberi obat merah, tiba-tiba dikerubungi untuk ramai-ramaii dihajar.</p>
<p>Beruntung, pihak kepolisian segera tiba di lokasi. Tapi lucunya, polisi datang bukan untuk melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas, melainkan untuk menjadi "malaikat penyelamat" si maling agar tidak babak belur lebih parah.</p>
<p>Sungguh sebuah *plot twist* kehidupan yang mungkin akan membuat Y berpikir dua kali sebelum maling motor lagi! (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses TPA Klotok Kota Kediri Dibuka, Truk Sampah Kembali Melintas Usai Mediasi Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-tpa-klotok-kota-kediri-dibuka-truk-sampah-kembali-melintas-usai-mediasi-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-tpa-klotok-kota-kediri-dibuka-truk-sampah-kembali-melintas-usai-mediasi-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh  menjelaskan bahwa truk sampah kembali bisa melintas, setelah proses mediasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari DLHKP, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat menemukan titik temu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d514e53d008.webp" length="53156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 23:01:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Sampah, sampah Kediri, truk sampah, TPA klotok, TPA kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Setelah sempat tidak bisa melintas, truk pengangkut sampah kembali bisa masuk ke area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Klotok pada Selasa, (7/4/2026).</p>
<p>Sebelumnya pintu masuk diblokade oleh warga sekitar yang terdampak oleh TPA 2 Klotok. Warga menutup separuh pintu masuk dan memasang sejumlah poster tuntutan, terutama terkait kompensasi bagi warga terdampak. Adapun yang dilarang melintas hanya truk sampah.</p>
<p>Pekan sebelumnya, warga juga sempat melakukan aksi damai di tempat yang sama.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan, truk sampah kembali bisa melintas, setelah proses mediasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari DLHKP, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat menemukan titik temu. </p>
<p>Salah satu poin utama kesepakatan adalah pencairan kompensasi bagi warga terdampak yang akan dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. </p>
<p>“Intinya, masyarakat dapat menerima hasil kesepakatan. Proses pencairan kompensasi akan segera dilaksanakan sesuai prosedur, dan kami terus mendorong percepatan melalui koordinasi intensif dengan semua pihak,” jelas Indun. </p>
<p>Terkait besaran kompensasi, Pemkot Kediri menyampaikan bahwa saat ini masih dalam proses kajian oleh tim ahli. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan nominal kompensasi, dengan tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat.</p>
<p>Ke depan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan masyarakat serta seluruh stakeholder guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.</p>
<p>“Yang terpenting, kebutuhan dan aspirasi warga dapat diakomodasi, sementara proses tetap berjalan sesuai ketentuan,” tambah Indun lagi. </p>
<p>Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Indun menegaskan pemerintah kota Kediri, terutama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tidak pernah menjanjikan nominal kompensasi seperti yang dituntutkan warga.</p>
<p>"Tidak ada dari Mbak Wali Kota yang menjanjikan kompensasi sebesar Rp2 juta tetapi perlu digarisbawahi pemerintah kota dalam hal ini adalah Mbak Wali Kota tidak ada niatan sedikit pun untuk tidak memperhatikan kesejahteraan masyarakat," tegas Indun. </p>
<p>Melihat ke belakang, sejak pertama kali kompensasi diberikan, nominal yang diberikan meningkat secara bertahap. </p>
<p>"Sudah dicairkan mulai 2009 sampai tahun 2025 dan trendnya selalu mengalami kenaikan. Berkaitan dengan kompensasi yang akan dicairkan di 2026, kami sudah melakukan proses kajian dan sedang running. Jadi, sesuai dengan kesepakatan ataupun perjanjian kami dengan tim ITS, kajian itu akan selesai di tanggal 25 April 2026," pungkas Indun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tempat Produksi Pentol di Jombang Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-pentol-di-jombang-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tempat-produksi-pentol-di-jombang-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan berukuran 24 meter persegi yang difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi pentol itu ludes terbakar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4fd30a815c.webp" length="23062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:13:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kebakaran, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Kebakaran melanda tempat usaha produksi pentol di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Selasa (7/3/2026) dini hari. Bangunan berukuran 24 meter persegi yang difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi pentol itu ludes terbakar.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.35 WIB. Nanang, saksi di lokasi, menuturkan keberadaan api muncul dari tumpukan kayu di dalam gudang. Warga sempat berupaya memadamkan api secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat membesar dan sulit dikendalikan.</p>
<p>Laporan kejadian diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sekitar pukul 01.45 WIB. Tim bergerak dari Pos Damkar Mojoagung menuju lokasi pada pukul 01.50 WIB. Sekitar pukul 02.10 WIB, petugas tiba dan langsung berupaya lakukan pemadaman serta pendinginan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.10 WIB.</p>
<p>Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, seluruh isi gudang dan tempat produksi pentol hangus terbakar.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan tim gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan warga. </p>
<p>"Begitu laporan masuk, petugas langsung kami kerahkan ke lokasi. Dua unit <em>fire pumper truck</em> diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penanganan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk relawan dan warga setempat. </p>
<p>"Sinergi petugas damkar, relawan, perangkat desa, serta masyarakat sangat membantu proses pemadaman sehingga api bisa segera dikendalikan," katanya.</p>
<p>Proses penanganan melibatkan Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Gatana, Bagana, perangkat desa, serta warga sekitar. Saat ini kondisi di lokasi telah dinyatakan aman setelah dilakukan pendinginan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang dan Pohon Tumbang Sapu Malang, Sejumlah Rumah Rusak dan Jalan Sempat Tertutup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-dan-pohon-tumbang-sapu-malang-sejumlah-rumah-rusak-dan-jalan-sempat-tertutup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-dan-pohon-tumbang-sapu-malang-sejumlah-rumah-rusak-dan-jalan-sempat-tertutup</guid>
<description><![CDATA[ Cuaca ekstrem di Malang menyebabkan puluhan rumah rusak dan belasan pohon tumbang, sempat menutup akses jalan serta memicu kerugian puluhan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f9afb9a32.webp" length="104338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 21:36:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>cuaca ekstrem, angin kencang, pohon tumbang, hujan deras, bpbd malang, poncokusumo, kepanjen, rumah rusak, bencana alam, malang raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Hujan deras disertai angin kencang menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Malang hingga menyebabkan puluhan rumah rusak serta belasan pohon tumbang dalam satu hari, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Dampak cuaca ekstrem tersebut meluas di beberapa titik, terutama di Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Kepanjen, bahkan sempat menutup akses jalan utama akibat pohon tumbang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan hujan deras dan angin kencang menjadi pemicu utama rangkaian kejadian tersebut, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>“Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta pohon tumbang di sejumlah titik,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d4fa01eaccd.webp" alt=""></p>
<p>Di jalur Jalan Raya Wonorejo–Poncokusumo, tercatat sekitar 12 pohon jenis trembesi dan pinus tumbang hingga sempat menutup akses jalan. Namun, setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan, jalur tersebut kini telah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>Selain itu, di Dusun Putuk, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, dampak paling besar tercatat dengan total 15 rumah terdampak. Rinciannya, 14 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu rumah rusak sedang.</p>
<p>“Kerugian sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp 40 juta,” imbuhnya.</p>
<p>Di Desa Pandansari, lima rumah warga juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.</p>
<p>Sementara di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, tiga rumah warga mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang. Bahkan, kejadian tersebut turut merusak saluran pipa air bersih di lokasi.</p>
<p>“Korban jiwa nihil, namun warga terdampak masih membutuhkan bantuan darurat,” lanjutnya.</p>
<p>Saat ini, sebagian warga mulai melakukan perbaikan secara mandiri. BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait juga telah melakukan penanganan awal, termasuk pembersihan material pohon tumbang dan pendataan di lokasi terdampak.</p>
<p>“Penanganan lanjutan dan asesmen akan terus dilakukan, termasuk di wilayah terdampak lainnya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Biaya Geser Trafo Masjid Capai Rp80 Juta, PLN UP3 Gresik Pastikan Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-biaya-geser-trafo-masjid-capai-rp80-juta-pln-up3-gresik-pastikan-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-biaya-geser-trafo-masjid-capai-rp80-juta-pln-up3-gresik-pastikan-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Persoalan ini mencuat setelah video percakapan antara warga dan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, viral di media sosial. Warga merasa keberatan karena pihak PLN dilaporkan meminta biaya sebesar Rp80 juta untuk menggeser posisi trafo besar yang dinilai menghambat proses pembangunan masjid. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f311e0863.webp" length="47822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:59:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, PLN UP3 Gresik, PT PLN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP –</strong> PT PLN (Persero) UP3 Gresik memastikan proses pemindahan trafo dan tiang listrik di area Masjid At-Taqwa, Desa Banyubang, Kabupaten Lamongan, tidak dipungut biaya alias gratis. Langkah ini diambil menyusul viralnya kabar terkait adanya beban biaya sebesar Rp80 juta yang sebelumnya sempat dikeluhkan pihak pengurus masjid.</p>
<p>Persoalan ini mencuat setelah video percakapan antara warga dan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, viral di media sosial. Warga merasa keberatan karena pihak PLN dilaporkan meminta biaya sebesar Rp80 juta untuk menggeser posisi trafo besar yang dinilai menghambat proses pembangunan masjid.</p>
<p>Polemik rencana pemindahan trafo dan tiang listrik itupun menemui titik terang setelah dilakukan mediasi oleh pihak PLN, pengurus takmir masjid, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Armuji di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Gresik, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Trafo dan tiang listrik yang berada di area Masjid At-Taqwa, akan dipindahkan secara gratis lantaran untuk fasilitas umum atau kepentingan masyarakat. </p>
<p>Wakil Walikota Surabaya, Armuji, mengungkap bahwa kehadirannya secara tidak sengaja mendapat aduan warga saat berkunjung ke Kabupaten Lamongan. Ia secara spontan menerima aduan warga setempat soal beban biaya pemindahan trafo dan tiang listrik PLN mencapai Rp80 juta. </p>
<p>Padahal trafo dan tiang listrik PLN itu berada di kawasan Masjid yang rawan bahaya bagi jamaah untuk beribadah.</p>
<p>"Kedatangan saya itu bukan ujug-ujug ke masjid, enggak. Kedatangan saya itu diajak panen durian ke Pak Sholahuddin, terus disambati (dikeluh-kesahkan) masalah ada trafo yang di depannya masjid," kata Armuji.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Ji ini mengaku, secara spontan menjembatani komunikasi antara warga dengan PLN dan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Ia pun merasa lega setelah keluhan warga ini ditanggapi posotif oleh pihak terkait.</p>
<p>"Coba kita sampaikan ke PLN, dan ternyata PLN sudah respon per hari ini pergeseran tiang itu sudah ada proses pemindahan. Yang penting clear dan gratis," jelasnya. </p>
<p>Senada dengan itu, Manajer PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menegaskan bahwa polemik ini terjadi karena adanya kesalahpahaman. Pihaknya menegaskan bahwa proses pemindahan trafo dan tiang listrik untuk kepentingan masyarakat tanpa dipungut biaya. </p>
<p>Lanjut dia, dalam proses pemindahan itu juga perlu diperhatikan agar pemasangan kembali agar distribusi listrik tetap berjalan lancar.</p>
<p>"Intinya untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya untuk rumah ibadah, tidak ada biaya sama sekali," ungkap Suhandopo.</p>
<p>Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Banyubang, Sholahuddin, menyambut baik hasil audiensi yang digelar di Kantor UP3 Gresik ini.</p>
<p>"Yang selama ini ada miskomunikasi dan kebuntuan, sekarang sudah terjawab clear terang benderang. Terima kasih sudah diberi gratis, dari Rp80 juta jadi gratis. Alhamdulillah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Papua Gelar Aksi di Grahadi, Tuntut Hentikan Operasi Perusahaan dan Militer di Papua</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-papua-gelar-aksi-di-grahadi-tuntut-hentikan-operasi-perusahaan-dan-militer-di-papua</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-papua-gelar-aksi-di-grahadi-tuntut-hentikan-operasi-perusahaan-dan-militer-di-papua</guid>
<description><![CDATA[ Dalam selebaran yang dibagikan saat aksi, Aliansi Mahasiswa Papua menyoroti sejarah panjang keberadaan perusahaan tambang di Papua sejak kontrak karya pertama pada 1967, serta mengaitkannya dengan pelaksanaan PEPERA 1969 yang mereka nilai tidak demokratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f84c1c122.webp" length="61064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:09:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aliansi Mahasiswa Papua, Papua, Papua Barat, PT Freeport, Gedung Negara Grahadi, Grahadi, Aksi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Sejumlah massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (7/4/2026) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB itu diikuti massa yang datang dari arah Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap operasi perusahaan dan kehadiran militer di Papua yang dinilai berdampak buruk bagi masyarakat adat. Mereka juga menuntut negara segera menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Umum Aliansi Mahasiswa Papua, Niko, menyebut masyarakat adat menjadi pihak yang paling terdampak dari aktivitas investasi di Papua.</p>
<p></p>
<p>"Yang berdampak adalah masyarakat adat asli di wilayah itu. Kami menuntut negara menghentikan segala operasi perusahaan di Papua," jelas Niko, Selasa (7/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d4f84589023.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, ia menegaskan bahwa solusi utama atas persoalan Papua adalah pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.</p>
<p></p>
<p>"Menentukan nasib sendiri adalah solusi bagi orang Papua untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam orasinya, massa juga menyoroti kehadiran militer yang dianggap berkaitan dengan kepentingan ekonomi di Papua, termasuk masuknya perusahaan-perusahaan besar seperti Freeport-McMoRan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya isu Papua, mereka turut menyinggung peristiwa yang terjadi di Yogyakarta. Aliansi tersebut mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilai tidak melalui prosedur hukum.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengecam tindakan aparat kepolisian tanpa bukti yang jelas," tegas Niko.</p>
<p></p>
<p>Mereka juga mendesak agar pimpinan kepolisian daerah setempat dicopot dari jabatannya. Hal itu didasarkan pada banyaknya tindakan kepolisian yang dirasa dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas </p>
<p></p>
<p>"Kami menuntut agar Kapolda segera dicopot karena tidak menjalankan mekanisme hukum," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, massa mengklaim terdapat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yang belum seluruhnya terdata secara resmi.</p>
<p></p>
<p>"Korban yang meninggal lebih dari 10 orang, namun belum semuanya terdata," terang Niko..</p>
<p></p>
<p>Dalam selebaran yang dibagikan saat aksi, Aliansi Mahasiswa Papua menyoroti sejarah panjang keberadaan perusahaan tambang di Papua sejak kontrak karya pertama pada 1967, serta mengaitkannya dengan pelaksanaan PEPERA 1969 yang mereka nilai tidak demokratis.</p>
<p></p>
<p>Mereka juga mengangkat isu deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam yang disebut telah merusak wilayah hutan dan kehidupan masyarakat adat di Papua.</p>
<p></p>
<p>Aksi ditutup dengan penyampaian sembilan tuntutan, di antaranya pemberian hak menentukan nasib sendiri, penutupan perusahaan tambang dan energi di Papua, penarikan militer, hingga pembukaan akses jurnalis ke wilayah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kediri Berpotensi Jadi Embarkasi Haji Wilayah Jawa Timur Bagian Barat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kediri-berpotensi-jadi-embarkasi-haji-wilayah-jawa-timur-bagian-barat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kediri-berpotensi-jadi-embarkasi-haji-wilayah-jawa-timur-bagian-barat</guid>
<description><![CDATA[ Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH An’im Falachuddin Mahrus mendorong pemerintah Kabupaten Kediri dan Kementerian Haji dan Umroh untuk terus berkoordinasi terkait rencana penerbangan haji dari Bandara Internasional Dhoho, Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4e8f9a718c.webp" length="27668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:19:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, ibadah haji, Embarkasi haji, DPR RI, anggota DPR RI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH An’im Falachuddin Mahrus mendorong pemerintah Kabupaten Kediri dan Kementerian Haji dan Umroh untuk terus berkoordinasi terkait rencana penerbangan haji dari Bandara Internasional Dhoho, Kediri. </p>
<p>Tokoh yang biasa disapa Gus An'im tersebut, mengungkapkan Kediri dengan Bandara Internasional Dhoho, bisa menjadi tempat pemberangkatan haji, khususnya Jawa Timur bagian barat. </p>
<p>"Harapan kita seperti itu. Langkah pertama, alhamdulillah kemarin sudah disurvei, insya Allah disetujui oleh Kemenhaj. Untuk tindak lanjutnya, kami juga sudah berbicara dengan Pemkab Kediri," ungkap Gus An'im, Selasa, (7/4/2026). </p>
<p>Survei tersebut, menurut Gus An'im, terkait kelayakan Bandara Internasional Dhoho untuk pendaratan pesawat pengangkut jemaah haji.</p>
<p>"Insyaallah sudah memungkinkan," tambahnya. </p>
<p>Jika nantinya Kediri telah ditetapkan menjadi Embarkasi pemberangkatan haji, Komisi VIII DPR RI, juga akan mengusulkan lahan untuk asrama haji. </p>
<p>Untuk asrama haji, menurut Gus An'im, ada dua opsi yang bisa dipilih yakni menggunakan asrama berupa hotel yang ada sekitar Kediri dan perumahan yang sekiranya layak untuk asrama haji sementara. </p>
<p>"Dan proses pembangunannya ada koordinasi antara pemerintah Kabupaten Kediri dan Kemenhaj. Harapan kami sudah terbangun asrama, minimal sudah punya asrama haji sendiri. Bagaimana pemerintah nanti bisa mengkoordinasikan," jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Gus An'im mengapresiasi usaha Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan banyak fasilitas untuk calon jemaah haji, salah satunya terkait pemberangkatan calon jemaah haji. </p>
<p>"Kami juga mengucapkan terima kasih bahwa alhamdulilah, pemerintah Kabupaten Kediri memberikan hibah sebidang tanah untuk kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri," tuturnya. </p>
<p>Tahun ini sendiri dari Kabupaten Kediri terdapat 1205 calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Salah satu di antaranya, menjadi calon jemaah haji tertua, tidak hanya dari Kabupaten Kediri tapi juga dari Indonesia. </p>
<p>Calon jemaah haji tersebut adalah seorang ibu asal Kecamatan Semen, bernama Marsiah.</p>
<p>"Kami ucapkan selamat kepada jamaah haji tertua di Kabupaten Kediri yang berumur 104. Harapan kami semoga sehat selalu dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya," pungkas Gus An'im. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong>  </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjual Jenang dari Kediri Jadi Calon Jemaah Haji Tertua se&amp;Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjual-jenang-dari-kediri-jadi-calon-jemaah-haji-tertua-se-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjual-jenang-dari-kediri-jadi-calon-jemaah-haji-tertua-se-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Marsiah yang merupakan ibu dari lima anak, berprofesi sebagai penjual jenang ( bubur). Di usianya yang lebih dari 1 abad tersebut, Marsiah terlihat sehat dan lancar menjawab saat diajak mengobrol. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4d61d19a31.webp" length="29674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 18:20:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, ibadah haji, calon jemaah haji, jemaah haji tertua</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="151" data-end="276"><strong data-start="151" data-end="166">KEDIRI, SJP</strong> – Sebanyak 1.205 warga Kabupaten Kediri tahun ini dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.</p>
<p data-start="278" data-end="547">Dari jumlah tersebut, salah satu calon jemaah haji menjadi perhatian karena usianya yang sangat lanjut. Ia adalah Marsiah, warga Kecamatan Semen, yang berusia 104 tahun dan disebut sebagai jemaah haji tertua, tidak hanya dari Kabupaten Kediri, tetapi juga di Indonesia.</p>
<p data-start="549" data-end="905">“Untuk lansia cukup banyak, termasuk jemaah yang usianya paling tua yakni Ibu Marsiah dari Semen. Usia beliau 104 tahun, tertua se-Indonesia. Ini sangat positif, semangat beliau di usianya sekarang masih tinggi untuk melaksanakan ibadah haji,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p data-start="907" data-end="1124">Marsiah merupakan ibu dari lima anak dan sehari-hari berprofesi sebagai penjual jenang (bubur). Meski telah berusia lebih dari satu abad, ia terlihat sehat dan mampu berkomunikasi dengan lancar saat diajak berbincang.</p>
<p data-start="1126" data-end="1207">Ia diketahui mendaftar haji pada tahun 2021 dari hasil menabung selama berjualan.</p>
<p data-start="1209" data-end="1348">“Saya jualan bubur, keuntungannya dikumpulkan. Cita-citanya kalau sudah terkumpul ingin digunakan untuk ke Mekkah (ibadah haji),” tuturnya.</p>
<p data-start="1350" data-end="1571">Untuk menjaga kondisi fisik, Marsiah mengaku rutin berjalan kaki di sekitar rumah, meskipun tidak setiap hari. Ia juga mengaku tidak memiliki keluhan kesehatan yang berarti, hanya sesekali merasakan nyeri di bagian lutut.</p>
<p data-start="1573" data-end="1672">“Jalan ke belakang rumah. Kadang-kadang saja, kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya tidak,” ujarnya.</p>
<p data-start="1674" data-end="1879">Sementara itu, jemaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 19–20 Mei 2026. Titik kumpul pemberangkatan direncanakan tetap berada di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>
<p data-start="1881" data-end="2142">Selain itu, terdapat 62 orang yang masuk dalam kuota cadangan. Mereka berpeluang berangkat apabila ada jemaah yang mundur, meninggal dunia, atau terjadi pembatalan lainnya. Seluruh jemaah haji Kabupaten Kediri akan tergabung dalam kloter 109, 110, 111, dan 112.</p>
<p data-start="2144" data-end="2359">“Insyaallah tetap seperti biasanya, melalui halaman Pemkab Kediri. Walaupun dalam kondisi perbaikan, mudah-mudahan tidak ada masalah karena lokasi ini sangat strategis untuk titik pemberangkatan,” ujar Abdul Kholiq.</p>
<p data-start="2361" data-end="2467">Terkait kondisi keamanan global, pihaknya mengaku lebih fokus pada persiapan jemaah haji Kabupaten Kediri.</p>
<p data-start="2469" data-end="2662">“Sesuai jadwal dari Kementerian Haji. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Semua sudah siap, tinggal berangkat, dan seluruh jemaah sudah sangat antusias untuk segera menuju Tanah Suci,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2469" data-end="2662"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Wisata Gunung Bromo Disterilkan Selama Sepekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-wisata-gunung-bromo-disterilkan-selama-sepekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-wisata-gunung-bromo-disterilkan-selama-sepekan</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan sementara wisata Gunung Bromo selama sepekan dilakukan untuk pemulihan ekosistem, pembersihan kawasan, serta peningkatan layanan sebelum kembali dibuka untuk wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4c3abb6120.webp" length="22770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 17:40:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>gunung bromo, tnbts, wisata malang, wisata jatim, penutupan wisata, pemulihan ekosistem, taman nasional, bromo tengger semeru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup sementara aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Penutupan ini berlangsung selama satu pekan, mulai 6 April hingga 12 April 2026.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memberi ruang pemulihan bagi ekosistem kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata.</p>
<p>“Benar, Bromo ditutup pada 6 April mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12 April pukul 10.00 WIB,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, belum lama ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, masa penutupan ini menjadi momentum penting untuk menjaga keberlangsungan alam di kawasan Bromo. Selain itu, pihak pengelola juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan wisata.</p>
<p>“Seminggu ke depan kami menyiapkan berbagai langkah sebagai momentum pemulihan ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata,” tambahnya.</p>
<p>Selama periode sterilisasi, kawasan tidak dibiarkan kosong. Pengelola telah menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari aksi bersih-bersih sampah yang meningkat pascalibur panjang hingga sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat kawasan kembali dibuka.</p>
<p>Kawasan Gunung Bromo dijadwalkan kembali dibuka dan menyambut wisatawan pada Minggu pagi, 12 April 2026, dengan kondisi yang lebih bersih dan asri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tuntut Hak Dibayar, Ratusan Buruh Pakerin Mojokerto Lakukan Aksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tuntut-hak-dibayar-ratusan-buruh-pakerin-mojokerto-lakukan-aksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tuntut-hak-dibayar-ratusan-buruh-pakerin-mojokerto-lakukan-aksi</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan buruh PT Pakerin Mojokerto melakukan aksi blokade gerbang pabrik menuntut pembayaran gaji tertunggak dan iuran BPJS yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d48f5d3d7c9.webp" length="44850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 16:30:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>buruh pakerin, demo buruh mojokerto, gaji belum dibayar, bpjs tenaga kerja, aksi buruh jawa timur, kspsi pakerin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> – Ratusan buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Mojokerto, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade gerbang pabrik. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena hak mereka, berupa gaji dan iuran BPJS, belum dibayarkan oleh perusahaan selama berbulan-bulan.</p>
<p>Aksi berlangsung di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (6/4/2026). Para buruh memadati pintu masuk pabrik dan menghentikan aktivitas kendaraan keluar-masuk sehingga operasional perusahaan lumpuh.</p>
<p>Sekitar 400 pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) unit Pakerin ikut serta dalam aksi tersebut. Mereka menuntut pembayaran gaji yang tertunda sejak November hingga Desember, serta pelunasan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Ketua KSPSI PT Pakerin, Heru Nugroho, menyatakan bahwa persoalan ini menyangkut hak dasar pekerja yang seharusnya dipenuhi perusahaan. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan manajemen, yang saat itu berjanji akan melunasi tunggakan sebelum Lebaran, namun hingga kini belum terealisasi.</p>
<p>“Sebagian pekerja baru menerima satu bulan gaji, sementara lainnya belum menerima hingga tiga bulan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kondisi ini diduga berkaitan dengan konflik internal di tubuh pemilik perusahaan yang berdampak pada operasional pabrik. Produksi kertas bahkan disebut telah berhenti lebih dari satu tahun, dan saat ini hanya sebagian aktivitas di sektor bahan kimia yang masih berjalan.</p>
<p>Akibat aksi pemblokiran tersebut, aktivitas perusahaan terhenti dan sempat menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi. Para buruh menegaskan akan terus melakukan aksi hingga seluruh hak mereka dipenuhi oleh perusahaan.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sederet Fakta Ledakan Pabrik di Sidoarjo Tewaskan Satu Orang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sederet-fakta-ledakan-pabrik-di-sidoarjo-tewaskan-satu-orang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sederet-fakta-ledakan-pabrik-di-sidoarjo-tewaskan-satu-orang</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan terjadi di pabrik PT Great Wall Steel di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada Senin (6/4/2026) pukul 14.30 WIB yang menewaskan satu pekerja dan melukai sejumlah lainnya serta merusak rumah warga di sekitar lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d49cf2dce6d.webp" length="47606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 14:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan Pabrik Surabaya, PT Great Wall Steel, Sidoarjo, Ledakan Waru, Korban Ledakan Pabrik, Polda Jatim, Gegana, Christian Tobing, Jules Abraham Abast, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP - </strong>Ledakan keras mengguncang pabrik PT Great Wall Steel (PT GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.</p>
<p>Dentuman tersebut tidak hanya membuat panik para pekerja di lokasi, tetapi juga warga di sekitar kawasan industri hingga perbatasan Surabaya-Sidoarjo.</p>
<p>Insiden ini menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka serius. Selain itu, ledakan juga berdampak pada kerusakan beberapa rumah warga akibat material yang terpental dari area pabrik.</p>
<p>Aparat kepolisian bersama tim khusus masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.</p>
<p>Berikut sejumlah fakta dalam peristiwa ledakan tersebut:</p>
<p><strong>1. Korban Jiwa dan Luka Akibat Ledakan </strong></p>
<p>Ledakan menyebabkan tiga orang menjadi korban, dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui merupakan pekerja eksternal berinisial R yang berprofesi sebagai kernet.</p>
<p>Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka serius, yakni Prayono (27) yang bekerja di bagian las blender dan mengalami luka berat pada bagian dada akibat benturan, serta Rio (17) yang terkena serpihan besi. Selain itu, terdapat satu korban perempuan berusia 40 tahun berinisial MZA yang turut terdampak dalam insiden tersebut.</p>
<p>Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menjelaskan para korban berada di lokasi saat proses pemotongan besi berlangsung hingga akhirnya terjadi ledakan secara tiba-tiba.</p>
<p><strong>2. Kronologi Ledakan di Area Scrap Yard </strong></p>
<p>Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula saat tiga orang pekerja melakukan aktivitas pemotongan besi tua menggunakan alat las blender di area scrap yard atau gudang penyimpanan barang bekas.</p>
<p>Dalam proses tersebut, material yang sedang dipotong diduga mengandung zat atau benda berbahaya yang tidak teridentifikasi. Saat terkena panas dari alat las, material tersebut memicu ledakan yang terjadi secara mendadak dan tanpa tanda peringatan.</p>
<p>Ledakan ini menyebabkan pekerja di sekitar lokasi terpental dan mengalami luka, serta memicu kepanikan di area pabrik.</p>
<p><strong>3. Tim Gegana Diterjunkan untuk Penanganan Awal </strong></p>
<p>Pasca kejadian, aparat kepolisian langsung menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur.</p>
<p>Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menyampaikan sekitar 10 personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan awal guna memastikan tidak ada potensi ledakan susulan maupun ancaman lain di area tersebut.</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan insiden ledakan untuk menjamin keamanan lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.</p>
<p><strong>4. Sumber Ledakan Diduga dari Material Tak Dikenal </strong></p>
<p>Pihak perusahaan melalui HRD PT GWS Hery Prasetyo mengungkapkan ledakan diduga berasal dari material besi tua yang mengandung benda berbahaya yang tidak diketahui sebelumnya.</p>
<p>Ia menjelaskan besi tua yang diolah di pabrik berasal dari berbagai pemasok, sehingga perusahaan belum dapat memastikan asal-usul material yang memicu ledakan tersebut.</p>
<p>Menurutnya, saat proses pemotongan berlangsung, bagian tertentu dari besi tiba-tiba meledak tanpa indikasi awal yang bisa dideteksi oleh pekerja.</p>
<p><strong>5. Dipastikan Bukan Ledakan Bahan Peledak Militer </strong></p>
<p>Dari hasil analisis awal tim Gegana dan Inafis, ledakan dipastikan bukan berasal dari bahan peledak militer.</p>
<p>Pihak perusahaan menilai, jika ledakan disebabkan oleh bom, maka kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dan merusak struktur bangunan secara signifikan. Namun, kerusakan di area pabrik tergolong terbatas dan tidak merusak fasilitas utama.</p>
<p><strong>6. Korban Tewas Berada di Luar Titik Utama Ledakan </strong></p>
<p>Korban meninggal dunia diketahui berada cukup jauh dari pusat ledakan, yakni lebih dari 50 meter. Meski demikian, serpihan material yang terpental dengan kecepatan tinggi tetap mengenai tubuh korban hingga menyebabkan luka fatal.</p>
<p>Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.</p>
<p><strong>7. Dampak Ledakan Meluas hingga Permukiman </strong></p>
<p>Kerasnya ledakan turut dirasakan warga di sejumlah kawasan permukiman, seperti Kutisari Indah Barat di Surabaya, serta wilayah Wedoro Regency dan Pelikan di Sidoarjo.</p>
<p>Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kaca jendela pecah, plafon runtuh, hingga genteng jebol akibat tertimpa material yang diduga terpental dari lokasi pabrik. Sedikitnya lima rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa ini.</p>
<p>Warga setempat menggambarkan suara ledakan terdengar sangat keras hingga sempat dikira sebagai gempa bumi maupun ledakan bom. Kepanikan pun terjadi dengan banyak warga berlarian keluar rumah.</p>
<p>Salah satu warga mengungkapkan benda logam panas berukuran sekitar 15 x 8 sentimeter dengan ketebalan 2-3 sentimeter dan berat sekitar 2 kilogram sempat jatuh dan merusak bagian atap rumahnya.</p>
<p>Aparat kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti ledakan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya material berbahaya yang luput dari proses identifikasi.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat atas risiko tinggi dalam pengolahan besi tua di kawasan industri, terutama ketika material yang diproses berasal dari berbagai sumber yang belum sepenuhnya terverifikasi.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usaha Mebel di Sendang Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usaha-mebel-di-sendang-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp70-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usaha-mebel-di-sendang-tulungagung-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp70-juta</guid>
<description><![CDATA[ Objek yang terbakar merupakan tempat usaha mebel milik Mulyo, warga RT 01/RW 01 Dusun Tlogo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4670b049ea.webp" length="30312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 12:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kebakaran bengkel mebel, nglutung kecamatan sendang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Kebakaran melanda sebuah tempat usaha mebel milik warga di Dusun Tlogo, Desa Ngluntung, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (7/4/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp70 juta.</p>
<p></p>
<p>Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 04.59 WIB. Tak lama berselang, tim langsung diberangkatkan menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 05.06 WIB dan tiba di lokasi pukul 05.20 WIB. Proses pemadaman api berlangsung sekitar satu jam.</p>
<p></p>
<p>“Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Bambang.</p>
<p></p>
<p>Objek yang terbakar merupakan tempat usaha mebel milik Mulyo, warga RT 01/RW 01 Dusun Tlogo. Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap dari area bengkel.</p>
<p></p>
<p>“Warga sekitar yang mengetahui adanya asap langsung memberi tahu pemilik dan warga lainnya. Mereka sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan air, namun api dengan cepat membesar,” jelas Bambang.</p>
<p></p>
<p>Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB tersebut masuk dalam kategori skala sedang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, sejumlah peralatan dan bahan usaha dilaporkan hangus terbakar, di antaranya satu unit mesin gergaji, satu unit mesin diesel, serta sekitar 10 meter kubik kayu jati.</p>
<p></p>
<p>Untuk penanganan kebakaran, Damkar Tulungagung mengerahkan dua unit armada pemadam dan satu unit armada suplai air. Sejumlah personel turut diterjunkan, termasuk Kasi Operasional, Kasi Penyelamatan, dan analis kebakaran.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, proses penanganan juga melibatkan perangkat desa setempat serta anggota Polsek Sendang.</p>
<p></p>
<p>“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Bambang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Tewaskan Remaja, Diduga Dipicu Material Bekas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-di-pabrik-baja-sidoarjo-tewaskan-remaja-diduga-dipicu-material-bekas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-di-pabrik-baja-sidoarjo-tewaskan-remaja-diduga-dipicu-material-bekas</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan di pabrik baja PT GWS Sidoarjo menewaskan seorang remaja dan melukai dua pekerja. Diduga dipicu material besi bekas saat proses pemotongan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d465467acad.webp" length="57354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>ledakan pabrik, Sidoarjo, pabrik baja, kecelakaan kerja, PT GWS, ledakan besi, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong>– Sebuah ledakan terjadi di area pabrik baja milik PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p>Pihak manajemen melalui HRD, Heri Prastiyo, mengungkapkan bahwa ledakan diduga berasal dari material besi tua yang diterima dari pemasok. Hingga saat ini, asal-usul pasti material tersebut masih dalam proses penelusuran.</p>
<p>Material berbentuk tabung berukuran besar itu sebelumnya tidak dapat langsung dilebur, sehingga harus melalui proses pemotongan di area terbuka pabrik. Namun, saat proses pemotongan berlangsung, material tersebut tiba-tiba meledak tanpa tanda-tanda sebelumnya.</p>
<p>“Material yang tidak bisa dilebur harus dipotong terlebih dahulu. Saat proses pemotongan itulah terjadi ledakan,” jelas Heri.</p>
<p>Korban meninggal diketahui bernama Rio (17), yang diduga merupakan kenek sopir. Saat kejadian, korban berada sekitar 50 meter dari lokasi ledakan dan terkena serpihan material. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan.</p>
<p>Sementara itu, dua pekerja yang berada di lokasi pemotongan, yaitu Prayono dan M. Zaenal Abidin (40), mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi stabil, sedangkan lainnya hanya mengalami luka ringan.</p>
<p>Hasil analisis sementara dari pihak kepolisian, termasuk tim Gegana dan Inafis, memastikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer seperti yang sempat beredar di media sosial. Tidak ditemukan kerusakan besar di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Saat ini, pihak perusahaan bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis material yang memicu ledakan serta menelusuri asal-usulnya dari pihak pemasok.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar di Kawasan Wisata Simpang Lima Gumul Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-gabungan-tertibkan-parkir-liar-di-kawasan-wisata-simpang-lima-gumul-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-gabungan-tertibkan-parkir-liar-di-kawasan-wisata-simpang-lima-gumul-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Melibatkan puluhan personel dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta TNI-Polri, penertiban ini dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di salah satu destinasi wisata utama Kabupaten Kediri tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3dfae3e881.webp" length="73008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 09:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Parkir, parkir liar, parkir liar SLG, penertiban parkir liar, SLG, kawasan SLG, simpang lima gumul</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Praktik parkir liar di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, ditertibkan oleh tim gabungan pada Senin (6/4/2026) malam. </p>
<p>Melibatkan puluhan personel dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta TNI-Polri, penertiban ini dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di salah satu destinasi wisata utama Kabupaten Kediri tersebut.</p>
<p>Di kawasan wisata SLG, praktik parkir liar dilarang secara tegas. Dalam operasi tersebut, tim gabungan dibagi menjadi dua titik penertiban, yakni sisi barat dan sisi timur kawasan SLG.</p>
<p>Petugas juga menelusuri keberadaan pengelola parkir jika ditemukan kendaraan yang parkir sembarangan, terutama di badan jalan.</p>
<p>Penertiban berlangsung mulai pukul 19.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan imbauan kepada pengguna kendaraan yang parkir di bahu jalan agar segera memindahkan kendaraan mereka ke lokasi parkir resmi yang telah disediakan.</p>
<p>Selain itu, petugas memberikan peringatan kepada oknum juru parkir liar yang memungut biaya tanpa izin resmi karena tindakan tersebut dikategorikan ilegal.</p>
<p>Dalam operasi ini, tim menemukan tiket parkir tidak resmi yang digunakan pengelola parkir liar, yang memperkuat indikasi adanya praktik pungutan ilegal di kawasan tersebut.</p>
<p>Penertiban ini diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif, meningkatkan ketertiban lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan SLG.</p>
<p>"Tertatanya serta terciptanya ketenteraman dan ketertiban di kawasan CBD SLG sehingga aktivitas perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya di seputar kawasan wisata SLG, bisa terus tumbuh," ujar Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, Senin (6/4/2026) malam.</p>
<p>Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Ke depan, hasil penertiban ini akan dievaluasi guna merumuskan langkah lanjutan, termasuk mengkaji penyusunan regulasi terkait pengelolaan parkir di kawasan tersebut.</p>
<p>Kawasan wisata SLG selama ini menjadi tujuan favorit masyarakat Kediri. Berdasarkan data kunjungan pada momen libur Lebaran lalu, total wisatawan yang mengunjungi Monumen SLG tercatat sebanyak 31.423 orang. Di kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lubang Jalan Jadi Kolam, Warga Nganjuk Panen Lele di Tengah Aspal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-budidaya-lele-jalan-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-budidaya-lele-jalan-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Bosan 6 tahun jalan rusak tak diperbaiki, warga Ngronggot Nganjuk gelar aksi unik dengan menebar lele dan menanam pohon pisang di tengah aspal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d460487c022.webp" length="114320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 08:39:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>jalan rusak nganjuk, warga tanam pisang di jalan, kolam lele jalan rusak, berita unik nganjuk, protes jalan rusak, Ngeronggot Nganjuk viral.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span>NGANJUK, SJP – Jalan rusak biasanya bikin orang mengeluh. Tapi di Dusun Tempel, Desa Ngeronggot, warga justru memilih cara yang lebih kreatif untuk menyuarakan kekesalan mereka.</span><span></span></p>
<p><span>Kubangan air yang selama ini mengganggu akses jalan, disulap jadi kolam dadakan. Puluhan ikan lele ditebar ke dalam lubang-lubang jalan, lalu warga pun turun tangan, ikut  panen di tempat yang seharusnya dilalui kendaraan.</span></p>
<p><span>Tak berhenti di situ, deretan pohon pisang juga ditanam di sepanjang jalan. Bukan untuk penghijauan, melainkan sebagai penanda bahwa ruas ini sudah terlalu lama dibiarkan dalam kondisi rusak.</span></p>
<p><span>Bagi warga, ini bukan sekadar aksi iseng. Sudah sekitar enam tahun mereka harus berdamai dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki.</span></p>
<p><span>Tokoh masyarakat setempat, Novelka Vertariaji, menyebut aksi ini sebagai bentuk kesepakatan bersama. Cara sederhana, tapi diharapkan cukup keras untuk didengar.</span></p>
<p><span>Di tengah suasana yang nyaris seperti lomba tangkap ikan, terselip harapan yang sebenarnya serius: agar pemerintah segera menuntaskan perbaikan jalan yang kabarnya sudah masuk rencana tahun ini.</span></p>
<p><span>Sebab bagi warga, jalan itu tetap dibutuhkan sebagai akses, bukan sebagai kolam. </span><span>Meski untuk sementara, keduanya tampak berjalan bersamaan. (**)</span></p>
<p><span>Editor: Danu</span><span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diterjang Angin Kencag, Atap Pasar Legi Kota Blitar Rusak, Pedagang Khawatir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diterjang-angin-kencag-atap-pasar-legi-kota-blitar-rusak-pedagang-khawatir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diterjang-angin-kencag-atap-pasar-legi-kota-blitar-rusak-pedagang-khawatir</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang yang melanda wilayah Kota Blitar pada Jumat (3/4/2026) membuat atap Pasar Legi Kota Blitar rusak. Hingga Senin (6/4/2026) belum dilakukan perbaikan dan para pedagang diliputi kekawatiran jika  hujan kembali turun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3a474aa0a0.webp" length="43088" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:44:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pedagang, Pasar Legi, Kota Blitar, Khawatir, Atap, Bangunan, Rusak, Diterjang Angin Kencang.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Aktivitas jual beli di Pasar Legi Kota Blitar terganggu setelah sejumlah atap pasar terlepas akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (3/4/2026) lalu.</p>
<p>Hingga Senin (6/4/2026), kerusakan itu belum juga diperbaiki, membuat para pedagang merasa tidak nyaman saat berjualan.</p>
<p>Salah satu pedagang, bernama Marsilah (63), mengaku khawatir setiap kali hujan turun. Air dengan mudah masuk ke area lapak akibat atap yang terbuka. Ia bahkan harus bersiap menutup dagangannya lebih awal ketika cuaca mulai mendung.</p>
<p>"Kalau hujan, airnya masuk ke tempat jualan. Kami jadi tidak nyaman dan was-was," ujarnya, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Menurut Marsilah, angin kencang yang terjadi beberapa hari lalu datang bersamaan dengan hujan deras dan menyebabkan beberapa bagian atap pasar terbang. Dampaknya masih dirasakan hingga sekarang, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.</p>
<p>"Kondisi lantai pasar juga menjadi becek dan kotor ketika hujan turun. Ini membuat pedagang dan pembeli menjadi tidak nyaman," kata dia.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi tersebut. Ia menyebut ada sekitar 10 titik atap yang mengalami kerusakan.</p>
<p>Pemerintah sebenarnya telah menerima bantuan terpal dari BPBD untuk penanganan sementara. Namun, pemasangan belum dilakukan karena masih dalam tahap evaluasi.</p>
<p>"Kami masih melihat dampaknya secara menyeluruh. Apakah akan ditutup terpal sementara atau langsung diganti dengan atap baru," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Disperindag berencana melakukan revitalisasi serta pemeliharaan lantai dua Pasar Legi pada April 2026. Perbaikan atap yang rusak kemungkinan akan dilakukan bersamaan dengan program tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Gegerkan Warga Sidoarjo–Surabaya, Polisi Pastikan Berasal dari Pabrik Baja di Waru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-gegerkan-warga-sidoarjosurabaya-polisi-pastikan-berasal-dari-pabrik-baja-di-waru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-gegerkan-warga-sidoarjosurabaya-polisi-pastikan-berasal-dari-pabrik-baja-di-waru</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan yang menggegerkan warga Sidoarjo dan Surabaya pada Senin siang dipastikan merupakan kecelakaan kerja di pabrik baja, yang terjadi saat proses pemotongan besi, dengan total tiga korban, satu di antaranya meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3a536b08ab.webp" length="10720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:29:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan Sidoarjo, Ledakan, PT Great Wall Steel, PT GWS, Sidoarjo, Waru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suara ledakan keras sempat menggemparkan warga di Sidoarjo hingga Surabaya pada Senin (6/4/2026) siang. Kepolisian memastikan, sumber dentuman tersebut berasal dari kecelakaan kerja dalam aktivitas di sebuah pabrik baja di kawasan Waru, sekitar jalan Brigjend Katamso.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Janti, Waru, Sidoarjo. Warga sekitar dibuat panik setelah mendengar suara ledakan keras yang bahkan dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah Surabaya seperti Kutisari, Siwalankerto, hingga Jalan Ahmad Yani.</p>
<p></p>
<p>Laporan warga yang masuk kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Waru langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Kapolresta Sidoarjo, Christian Tobing, menyebut pihaknya segera bergerak setelah menerima informasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ada suara ledakan yang lokasinya di PT GWS di Janti, Waru. Dilaporkan pada pukul 14.30 WIB," ujar Christian saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengumpulan informasi awal di lokasi, ledakan diduga terjadi saat adanya aktivitas pemotongan besi di dalam area pabrik. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti.</p>
<p></p>
<p>"Dari hasil pengumpulan informasi sementara, ada kegiatan pemotongan besi di PT GWS tersebut. Saat ini kami masih melakukan olah TKP," jelas Christian.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d3a53aa1fa2.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, warga sekitar juga memberikan gambaran awal terkait kejadian tersebut. Ketua RW setempat, Sukarni, mengaku mendapat informasi dari orang dalam pabrik mengenai sumber ledakan.</p>
<p></p>
<p>Masyarakat sempat menduga adanya bom yang meledak, namun informasi secara cepat menyebar dengan dugaan awal adanya drum yang meledak di kawasan pabrik, dengan korban berjumlah tiga orang.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkembangan terbaru, kepolisian memastikan ledakan tersebut merupakan kecelakaan kerja di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS). Dua pekerja diketahui sedang melakukan pemotongan besi tua menggunakan alat las/blender saat insiden terjadi.</p>
<p></p>
<p>“Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender terjadi ledakan dari besi," ungkal Christian.</p>
<p></p>
<p>Polisi juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, dua korban lainnya berinisial P dan K mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.</p>
<p></p>
<p>“Satu korban atas nama inisial R terkonfirmasi meninggal dunia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Christian memastikan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Namun, pada tahap awal, kondisi korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.</p>
<p></p>
<p>"Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, aparat dari Polresta Sidoarjo, Polsek Waru, serta Tim Jibom Polda Jawa Timur masih melakukan olah TKP untuk mendalami penyebab pasti ledakan.</p>
<p></p>
<p>"Sambil kita menentukan penyebab terjadinya suara ledakan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menimbulkan korban, ledakan juga dilaporkan berdampak ke lingkungan sekitar. Warga menyebut adanya serpihan logam yang terlempar hingga ke permukiman, meski data kerusakan masih dalam proses pendataan.</p>
<p></p>
<p>Kerasnya dentuman membuat suara ledakan tidak hanya terdengar di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Sidoarjo seperti Taman, hingga beberapa kawasan di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini awalnya sempat memicu kekhawatiran warga karena suara ledakan yang tidak biasa dan cukup luas jangkauannya, sempat beredar informasi simpang siur di tengah masyarakat sebelum akhirnya dipastikan berasal dari aktivitas industri di dalam pabrik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terobos Perlintasan Ditutup, Lansia di Blitar Tewas Tersabar KA Kertanegara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terobos-perlintasan-ditutup-lansia-di-blitar-tewas-tersabar-ka-kertanegara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terobos-perlintasan-ditutup-lansia-di-blitar-tewas-tersabar-ka-kertanegara</guid>
<description><![CDATA[ Seorang lansia di Blitar tewas usai tersambar KA Kertanegara. Dimana yang bersangkutan menerobos perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang suda ditutup total untuk kendaraa roda dua dan empat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3a4815f247.webp" length="108948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Lansia, Tewas, Tersambar, Kereta Api, Blitar, Menerobos, Perlitasan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Keputusan nekat berujung maut, seoraang lansia di Kabupaten Blitar kehilangan nyawa setelah tertabrak kereta api saat mencoba melintasi perlintasan yang telah resmi ditutup, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Korban, Nandam (74), warga Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, diketahui tengah menuntun sepeda pancalnya dari arah selatan menuju utara. Setibanya di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, ia sempat berhenti sebelum akhirnya memutuskan untuk menyeberang.</p>
<p>Di saat bersamaan, KA Kertanegara melaju kencang di jalur tersebut. Tanpa cukup waktu untuk menghindar, korban pun tersambar kereta hingga terpental dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.</p>
<p>"Korban tertemper KA yang melintas dengan kencang dan meninggal dunia di lokasi," terang Kasatlantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, Senin (6/4/2026).</p>
<p>AKP Agus Prayitno, mengungkapkan bahwa perlintasan itu sebenarnya sudah ditutup total sejak sebelum Lebaran 2026 karena dinilai berbahaya dan rawan kecelakaan.</p>
<p>"Penutupan dilakukan demi keselamatan. Namun masih ada warga yang nekat melintas," ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, masyarakat seharusnya menggunakan jalur resmi yang dilengkapi palang pintu dan penjaga, yang jaraknya hanya sekitar 600 meter dari lokasi kejadian.</p>
<p>Insiden ini menjadi peringatan serius akan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap rambu keselamatan, terutama di kawasan perlintasan kereta api yang memiliki risiko tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Curas Dini Hari di Umbulsari Jember, Karyawan SPPG Jadi Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-curas-dini-hari-di-umbulsari-jember-karyawan-sppg-jadi-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-curas-dini-hari-di-umbulsari-jember-karyawan-sppg-jadi-korban</guid>
<description><![CDATA[ Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di Umbulsari, Jember, saat dini hari. Seorang karyawan SPPG mengalami luka saat mempertahankan sepeda motornya dari upaya pencurian, sementara pelaku berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d38c20be0e6.webp" length="23542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 19:22:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Kriminal, pencurian, ranmor, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="89" data-end="224"><strong data-start="89" data-end="104">JEMBER, SJP</strong> – Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di wilayah Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Senin dini hari (6/4/2026).</p>
<p data-start="226" data-end="343">Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.57 WIB di halaman dapur SPPG Tanwirul Ulum, Dusun Krajan, Desa Umbulsari.</p>
<p data-start="345" data-end="580">Korban diketahui bernama Trias Tika Yulia Ningrum (26), karyawan SPPG Tanwirul Ulum, warga Dusun Sumberjo, Desa Umbulsari. Korban mengalami luka pada bagian lengan dan sempat mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p data-start="582" data-end="808">Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban datang ke tempat kerja sekira pukul 02.55 WIB dan memarkir sepeda motor Honda Beat miliknya dalam kondisi terkunci setir. Korban kemudian masuk ke dalam dapur.</p>
<p data-start="810" data-end="1027">Tak lama kemudian, korban kembali ke area parkir untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam jok motor. Saat tiba di lokasi, korban mendapati kendaraannya sudah dalam kondisi menyala dan hendak dibawa oleh pelaku.</p>
<p data-start="1029" data-end="1173">Korban sempat berupaya mempertahankan kendaraannya sambil meminta pertolongan. Dalam situasi tersebut, korban mengalami luka pada bagian lengan.</p>
<p data-start="1175" data-end="1371">Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. Mengetahui situasi tersebut, para pelaku yang diperkirakan berjumlah beberapa orang langsung melarikan diri.</p>
<p data-start="1373" data-end="1544">Sepeda motor milik korban berhasil diselamatkan dan ditinggalkan di lokasi kejadian. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi turut diamankan sebagai bahan penyelidikan.</p>
<p data-start="1546" data-end="1657">Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Umbulsari dan kemudian dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.</p>
<p data-start="1659" data-end="1864">Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Umbulsari masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku.</p>
<p data-start="1866" data-end="1942">Kapolsek Umbulsari, AKP Setya Budi SH, membenarkan adanya kejadian tersebut.</p>
<p data-start="1944" data-end="2107">“Benar telah terjadi kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum kami. Korban mengalami luka pada bagian lengan dan saat ini masih dalam perawatan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2109" data-end="2217">Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas pada jam-jam rawan.</p>
<p data-start="2219" data-end="2329">Kasus ini menjadi perhatian warga setempat mengingat kejadian terjadi di area lingkungan kerja pada dini hari. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2219" data-end="2329"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Picu Longsor di Pagerwojo Tulungagung, Dapur Rumah Warga Jebol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-longsor-di-pagerwojo-tulungagung-dapur-rumah-warga-jebol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-longsor-di-pagerwojo-tulungagung-dapur-rumah-warga-jebol</guid>
<description><![CDATA[ Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta, meliputi kerusakan dinding rumah serta sejumlah perabotan dapur yang tertimbun material longsor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3874942633.webp" length="68004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 19:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, longsor, penjor kecamatan pagerwojo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan bencana tanah longsor yang merusak rumah warga di Dusun Selogiri, Desa Penjor, Minggu (5/4/2026) malam.</p>
<p>Rumah milik seorang warga bernama Mukanah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dapur setelah tertimbun material longsor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, menjelaskan hujan deras mulai turun sejak pukul 21.00 WIB hingga sekira pukul 23.00 WIB. Kondisi tersebut memicu pergerakan tanah di area belakang rumah korban.</p>
<p>“Hujan terjadi cukup lama dengan intensitas tinggi, sehingga tanah di belakang rumah tidak mampu menahan debit air dan akhirnya longsor,” ujarnya, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, longsoran berasal dari tebing penahan jalan yang berada di belakang rumah korban. Struktur tanah yang labil dan jenuh air menyebabkan tebing tersebut runtuh dan menimpa bangunan dapur hingga mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>“Material longsor langsung menghantam bagian dapur hingga jebol. Korban merupakan seorang janda yang tinggal bersama cucunya yang masih bersekolah,” tambahnya.</p>
<p>Saat kejadian berlangsung, Mukanah bersama cucunya sedang tertidur di bagian depan rumah. Posisi tersebut membuat keduanya selamat karena longsoran hanya mengenai bagian belakang bangunan.</p>
<p>Keesokan harinya, petugas gabungan bersama warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka bergotong royong membersihkan material tanah yang menimbun dapur rumah korban.</p>
<p>“Material longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 8 meter,” jelas Guruh.</p>
<p>Meski mengalami kerusakan, bagian depan rumah masih dinilai layak huni sehingga korban tidak perlu mengungsi. Namun demikian, petugas tetap melakukan asesmen awal serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Selain itu, laporan resmi juga disiapkan guna diajukan kepada instansi terkait agar korban dapat memperoleh bantuan.</p>
<p>Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta, meliputi kerusakan dinding rumah serta sejumlah perabotan dapur yang tertimbun material longsor. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alat Berat Tersangkut Kabel PLN di Tulungagung, 500 Pelanggan Terdampak Pemadaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alat-berat-tersangkut-kabel-pln-di-tulungagung-500-pelanggan-terdampak-pemadaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alat-berat-tersangkut-kabel-pln-di-tulungagung-500-pelanggan-terdampak-pemadaman</guid>
<description><![CDATA[ PLN memperkirakan proses pemulihan berlangsung sekitar tiga jam karena adanya kerusakan di beberapa titik jaringan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3849f480db.webp" length="91146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 18:40:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kabel pln putus, pemadaman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebuah truk pengangkut alat berat milik Perum Jasa Tirta menyangkut kabel jaringan listrik milik PLN saat melintas di jalan nasional, Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Senin (6/4/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sekitar 500 pelanggan mengalami pemadaman listrik.</p>
<p>Kapolsek Kalangbret, IPTU Sugeng Haryono, mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 15.00 WIB saat truk yang dikemudikan pria berinisial MU (45), warga Kepanjen, Malang, melaju menuju Trenggalek.</p>
<p>“Menurut keterangannya dari Perum Jasa Tirta, bego ini sebelumnya dipergunakan untuk normalisasi Sungai Sembung dan rencana akan dibawa ke Bendo, Trenggalek untuk pekerjaan serupa,” ujarnya.</p>
<p>Saat melintas di kawasan perempatan Putrajaya, muatan alat berat diduga melebihi batas ketinggian sehingga menyangkut kabel listrik.</p>
<p>“Terus kemudian sampai di perempatan Putrajaya, tersangkut kabel listrik PLN sehingga mengakibatkan putusnya kabel,” tambah Sugeng.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kabel PLN sepanjang kurang lebih 200 meter terseret dan putus, memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan berhenti dan memakan sebagian badan jalan.</p>
<p>“Kalau menurut keterangannya tadi tidak dipasang pengaman, kemudian juga ada kelebihan tinggi muatan,” jelasnya.</p>
<p>Petugas kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.</p>
<p>“Kita koordinasikan dengan petugas PLN, kebetulan juga sudah di lokasi. Armada sementara diamankan dulu. Jadi nanti bikin pernyataan di Polsek, perkara ini sudah clear. Nah, kemudian nanti bisa lanjut ke Trenggalek,” kata Sugeng.</p>
<p>Sementara itu, Manajer PLN ULP Tulungagung, Dhodhit Hari Seputro, menyebutkan pemadaman terjadi pada dua gardu listrik yang berdampak pada sekitar 500 pelanggan.</p>
<p>“Padam dua gardu, sekitar 500 pelanggan terdampak,” ujarnya.</p>
<p>PLN memperkirakan proses pemulihan berlangsung sekitar tiga jam karena adanya kerusakan di beberapa titik jaringan.</p>
<p>“Recovery diusahakan semaksimal mungkin, kira-kira sekitar tiga jam karena konstruksinya banyak yang copot, ada sekitar delapan titik,” jelasnya.</p>
<p>Pihak PLN juga masih melakukan pengecekan untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan.</p>
<p>“Kalau memang tidak perlu penggantian, nanti kita sambung kembali,” tambah Dhodhit.</p>
<p>Ia memastikan bahwa ketinggian jaringan listrik di lokasi tersebut telah sesuai standar, sehingga insiden diduga dipicu oleh muatan kendaraan yang melebihi batas.</p>
<p>“Secara ketinggian sebenarnya sudah memenuhi syarat, karena sebelumnya muatan tinggi juga tidak menyenggol,” pungkasnya.</p>
<p>Hingga pukuk 17.00 WIB, proses perbaikan masih berlangsung dan petugas terus berupaya memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan terdampak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjual Bensin Eceran Terluka Akibat Kebakaran di Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjual-bensin-eceran-terluka-akibat-kebakaran-di-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjual-bensin-eceran-terluka-akibat-kebakaran-di-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah sebelumnya mendapat penanganan awal dari petugas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d37f6906877.webp" length="56714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 17:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, suarajatimpost, damkar tulungagung, bolorejo kecamatan kauman</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Musibah kebakaran terjadi di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Senin (6/4/2026) sekira pukul 10.20 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga, Sri Wulaningsih (38), mengalami luka bakar pada bagian kaki.</p>
<p>Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah sebelumnya mendapat penanganan awal dari petugas.</p>
<p>Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 10.45 WIB dan langsung menuju lokasi. Petugas tiba sekira pukul 11.00 WIB dan berhasil memadamkan api pada pukul 11.25 WIB.</p>
<p>“Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat dan tidak sampai merambat ke bagian bangunan utama rumah,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan petugas, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian saat korban membawa bahan bakar minyak (BBM) menggunakan wadah kaca yang dalam kondisi retak atau bocor. Saat melintas di area dapur dengan kompor menyala, cairan atau uap BBM tersulut api dan menyambar kaki korban.</p>
<p>"Korban itu jualan bensin eceran. Terus beliaunya setelah menuangkan dua botol itu ditaruh di bawah lengan itu benturan terus terjadi kebocoran mengenai kaki, nah di belakang itu ada tungku untuk memasak itu menyambar uapnya dan terjadilah kebakaran," tutur Iwan.</p>
<p>Selain melukai korban, api juga sempat membakar sejumlah peralatan dapur. Namun, kebakaran tidak meluas ke bagian rumah lainnya.</p>
<p>Petugas juga mencatat kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta, terutama dari kerusakan peralatan dapur.</p>
<p>Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan maupun membawa bahan mudah terbakar, terutama di dekat sumber api, guna menghindari risiko kebakaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cari Keadilan, Orang Tua Korban Peluru Nyasar di Gresik Wadul ke Dewan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-orang-tua-korban-peluru-nyasar-di-gresik-wadul-ke-dewan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-orang-tua-korban-peluru-nyasar-di-gresik-wadul-ke-dewan</guid>
<description><![CDATA[ Peluru nyasar tiba-tiba mengenai tangan kiri anak korban hingga dilarikan ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, peluru menembus dan meremukkan tulang punggung tangan kiri Darrell sehingga harus dipasang pen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d37ab09dca4.webp" length="52970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 16:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Peluru Nyasar Gresik, SMPN Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Dua siswa SMPN 33 Gresik diduga menjadi korban peluru nyasar di lingkungan sekolah. Tak terima dengan insiden tersebut, salah satu orang tua siswa, Dewi Murniati, mendatangi Kantor DPRD Gresik untuk menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pada Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>"Saya warga Gresik, terus kejadian ini ada di sekolahan makanya saya sebenarnya dari kemarin-kemarin itu sudah menunggu bagaimana peran dari pihak sekolah terus Dinas Pendidikan. Karena saya tunggu belum ada perannya, makanya saya mengadukan ini kepada dewan (DPRD)," kata Dewi, salah satu orang tua korban yang terkena peluru nyasar mengadu di Kantor DPRD Gresik.</p>
<p></p>
<p>Dewi mengatakan, kronologi kejadian dugaan peluru nyasar yang dialami anaknya Darrell Fausta Hamdani (14) dan temannya, Renheart (14), saat mengikuti kegiatan sosialisasi di musala sekolah tanggal 17 Desember 2025 pagi.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut, peluru nyasar tiba-tiba mengenai tangan kiri anak korban hingga dilarikan ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, peluru menembus dan meremukkan tulang punggung tangan kiri Darrell sehingga harus dipasang pen.</p>
<p></p>
<p>Sementara peluru lain mengenai punggung kanan bawah Renheart, namun hanya bersarang di lapisan lemak. Dewi dan pihak sekolah menduga peluru tersebut berasal dari lapangan tembak kesatuan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan sekolah korban. </p>
<p></p>
<p>"Awalnya mereka tidak mengakui, enggak mungkin karena radiusnya cukup jauh. Namun ketika ditunjukkan hasil rontgen tersebut, nampak di situ memang benar ada peluru tajam yang nancap di punggung dan tangan anak saya," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Menurut Dewi, pihak kesatuan sudah mengkonfirmasi dan bertanggungjawab terhadap korban. Namun ia mengaku, pertanggungjawaban kesatuan hanya membiayai perawatan di awal. Sedangkan biaya kontrol selanjutnya ditanggung secara pribadi. </p>
<p></p>
<p>"Memang mereka sudah membiayai perawatan dalam rumah sakit Rp32 juta, sama kontrol satu kali. Padahal kontrol anak saya itu enam kali. Otomatis lima kali (biaya) saya tanggung sendiri. Plus pemeriksaan psikologi forensik itu saya tanggung sendiri, sama dua kali terapi itu saya tanggung sendiri," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Ia meminta keadilan dan pertanggungjawaban atas dugaan peluru nyasar ini dengan menanggung penuh biaya pengobatan fisik dan psikis korban sampai sembuh, hingga tali asih akibat dampak cacat terkena peluru yang akan ditanggung seumur hidup. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, mengaku akan menyiapkan surat untuk disampaikan ke pihak kesatuan, terutama dalam hal keselamatan di lingkungan lapangan tembak. Pihaknya juga meminta agar segera dilakukan upaya mediasi yang konkret antara kedua belah pihak agar kasus ini segera selesai. </p>
<p></p>
<p>"Kami tidak menginginkan terutama anak-anak didik kami, warga Gresik yang radiusnya sangat berdekatan dengan lapangan tembak. Ini kami tidak menginginkan mereka menjadi korban selanjutnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minta Maaf Usai Viral, Perangkat Desa di  Pasuruan Akui Lalai Joget Pakai Seragam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minta-maaf-usai-viral-perangkat-desa-di-pasuruan-akui-lalai-joget-pakai-seragam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minta-maaf-usai-viral-perangkat-desa-di-pasuruan-akui-lalai-joget-pakai-seragam</guid>
<description><![CDATA[ Setelah video tersebut tersebar luas di media sosial, Kepala Desa Gajahrejo, Kasiono, menyatakan bahwa seluruh perangkat desa terkait telah dipanggil ke kantor kecamatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d353f5c9d9e.webp" length="38664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 15:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Perangkat Desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN SJP</strong> — Video viral yang memperlihatkan tiga perangkat Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan tengah berjoget di salah satu pusat perbelanjaan, akhirnya berbuntut panjang. Ketiganya menjalani pembinaan oleh Camat Purwodadi pada Senin (6/4/2026).</p>
<p>Setelah video tersebut tersebar luas di media sosial, Kepala Desa Gajahrejo, Kasiono, menyatakan bahwa seluruh perangkat desa terkait telah dipanggil ke kantor kecamatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.</p>
<p>"Tiga perangkat desa yang asyik berjoget di salah satu pusat perbelanjaan tadi sudah dipanggil langsung oleh Pak Camat untuk diberikan pembinaan serta teguran," ungkapnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Kasiono juga menjelaskan bahwa ketiga perangkat desa yang seluruhnya perempuan tersebut sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka.</p>
<p>"Setelah viral di pemberitaan, malamnya ketiga perangkat desa kami langsung ke rumah untuk meminta maaf atas kelalaian berjoget dengan menggunakan seragam Korpri. Kami langsung memberikan teguran tertulis agar tidak diulangi lagi. Jika suatu saat diulangi kembali, maka kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, di tempat yang sama, Dewi Holifah mengakui kesalahan serta kelalaiannya. </p>
<p>Ia juga mengaku bahwa video tersebut dibuat satu tahun lalu di salah satu pusat perbelanjaan yang berada di Kecamatan Bangil.</p>
<p>"Iya Pak, saya minta maaf atas kegaduhan kemarin. Saya akui video itu saya buat di daerah Bangil, dan saya tidak tahu jika video tersebut akhirnya viral. Semua ini akan saya jadikan pembelajaran ke depannya," ucapnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Setinggi 1,1 Km Senin Pagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-lontarkan-abu-setinggi-1-1-km-senin-pagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-lontarkan-abu-setinggi-1-1-km-senin-pagi</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali erupsi pada Senin (6/4/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 1,1 kilometer dari puncak. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan PVMBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3311e869df.webp" length="16998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 11:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, Erupsi Semeru, Lumajang, PVMBG, Erupsi 6 April 2026, Semeru Siaga, Abu Vulkanik Semeru, Besuk Kobokan, Bencana Alam Jawa Timur, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP - </strong>Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (6/4/2026) pagi. Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.100 meter atau 1,1 kilometer dari puncak.</p>
<p>Warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>
<p>Berdasarkan data PVMBG, erupsi terjadi pada pukul 06.51 WIB dengan kolom letusan teramati mencapai ketinggian 1.100 meter di atas puncak.</p>
<p>"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat erupsi sedang berlangsung,” kata Liswanto, petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru PVMBG.</p>
<p>Hingga saat ini belum ada laporan dampak signifikan akibat erupsi tersebut. Status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.</p>
<p>Masyarakat diimbau tetap siaga terhadap potensi bahaya, terutama di wilayah sekitar lereng gunung.</p>
<p>PVMBG menetapkan radius aman sejauh 8 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta menjauhi daerah aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar.</p>
<p>“Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelasnya.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konflik Penutupan Jalan di Perumahan Sidokare Asri Sidoarjo Viral, Warga Terlibat Adu Mulut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konflik-penutupan-jalan-di-perumahan-sidokare-asri-sidoarjo-viral-warga-terlibat-adu-mulut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konflik-penutupan-jalan-di-perumahan-sidokare-asri-sidoarjo-viral-warga-terlibat-adu-mulut</guid>
<description><![CDATA[ Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan momen adu argumen antara sejumlah warga dan pengendara. Dalam video tersebut, terlihat perdebatan terjadi di area akses jalan perumahan yang diduga ditutup secara sepihak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d31e74de053.webp" length="34654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 10:20:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Sidoarjo, Perumahan Sidokare Asri, penutupan jalan, konflik warga, akses jalan perumahan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong> — Aksi penutupan akses jalan di Perumahan Sidokare Asri, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa tersebut memicu percekcokan antara warga setempat dan pengguna jalan yang hendak melintas di jalur alternatif tersebut.</p>
<p></p>
<p>Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan momen adu argumen antara sejumlah warga dan pengendara. Dalam video tersebut, terlihat perdebatan terjadi di area akses jalan perumahan yang diduga ditutup secara sepihak.</p>
<p></p>
<p>Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi secara spontan ketika seorang pengguna jalan hendak melintas, namun mendapati akses jalan dalam kondisi tertutup.</p>
<p></p>
<p>"Memang ada salah satu warga yang hendak keluar melewati jalan tersebut, dan tidak bisa keluar lalu merekamnya," ujar Rofik, Ahad (5/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Rofik, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan tersebut. Ia menyebut penutupan akses jalan kerap dilakukan secara pribadi oleh salah satu warga, sehingga dinilai mengganggu pengguna jalan lain.</p>
<p></p>
<p>"Menutupnya itu penuh gitu loh, sehingga ada salah satu warga enggak bisa lewat. Sehingga sempat terjadi percekcokan dengan warga tersebut," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, warga yang diduga melakukan penutupan jalan, Mashuda, menjelaskan kronologi kejadian. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah tetangga sebelum memasang palang penutup jalan tersebut dan mengeklaim sebagian warga menyetujuinya.</p>
<p></p>
<p>"Saya punya pendirian sendiri dan berpendapat, saya buatkan plang itu tetangga saya berkenan. Dan saya sudah musyawarah dengan tetangga saya seorang pengacara di gang belakang itu, katanya tidak apa-apa karena bukan jalan umum," jelas Mashuda.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan pemasangan palang penutup jalan tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menghalangi akses, melainkan hanya untuk membatasi sebagian jalan agar kendaraan yang melintas mengurangi kecepatan. Mashuda menyebut langkah tersebut dilakukan demi alasan keselamatan, terutama karena cucunya sering keluar masuk rumah di area tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan saya cuma itu doang untuk mengantisipasi keselamatan cucu saya kalau keluar," ungkap Mashuda.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut beredar luas. Mashuda juga menyatakan berencana melaporkan penyebar video, yang merupakan tetangganya sendiri, kepada pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya koordinasi antarwarga dalam pengelolaan akses lingkungan agar tidak menimbulkan konflik maupun mengganggu kepentingan bersama.<strong> (**)</strong> </p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosok Jasad Pria Mengambang di Sungai Gondanglegi Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-mengambang-di-sungai-gondanglegi-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasad-pria-mengambang-di-sungai-gondanglegi-malang</guid>
<description><![CDATA[ Warga memadati tepi sungai setelah penemuan jasad pria, petugas lakukan penanganan awal, peristiwa ini sempat viral di media sosial Instagram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d220b241249.webp" length="28990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 18:15:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Gondanglegi, Malang, penemuan mayat, sungai, polisi, viral Instagram, warga geger</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP- </strong>Penemuan jasad pria yang mengambang di aliran sungai Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026) pagi sempat menggegerkan warga sekitar.</p>
<p>Peristiwa itu juga sempat heboh di media sosial Instagram, memicu berbagai spekulasi dari warganet sebelum akhirnya polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>Korban diketahui bernama Mujiono (48), warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar sekitar pukul 09.15 WIB.</p>
<p>Menurut Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, peristiwa itu bermula saat seorang warga, Alfiah (46), tengah mencuci pakaian di tepi sungai. Ia kemudian melihat tubuh korban mengambang dan terbawa arus dalam kondisi tidak bergerak.</p>
<p>“Korban pertama kali ditemukan saksi yang sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai sebelum melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan kepolisian.</p>
<p>Petugas dari Polsek Gondanglegi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. </p>
<p>Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Malang untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan.</p>
<p>“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan, kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan,” katanya.</p>
<p>Hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, menyebut, jika korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang diderita kambuh saat berada di sekitar aliran sungai,” jelasnya.</p>
<p>Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Ketawang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.</p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.</p>
<p>"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan murni,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengamanan Aparat Gabungan Jaga Kelancaran Vigili Paskah di Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengamanan-aparat-gabungan-jaga-kelancaran-vigili-paskah-di-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengamanan-aparat-gabungan-jaga-kelancaran-vigili-paskah-di-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Polisi dan aparat gabungan melakukan pengamanan secara ketat pada pelaksanaan vigili paskah di Blitar. Secara umum, pelaksanaan ibadah tersebut berjalan aman dan kondusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20e5f56d97.webp" length="42168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 16:31:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pelaksanaan, Ibadah, Vigili, Paskah, Blitar, Lancar, Pengamanan, Polisi, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BLITAR, SJP</strong> - Pelaksanaan Ibadah Vigili Paskah atau Sabtu Suci di sejumlah gereja wilayah Kabupaten Blitar berlangsung aman dan tertib, Sabtu (4/4/2026) malam.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kegiatan ibadah berjalan lancar di tengah pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian bersama unsur gabungan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejumlah personel disiagakan di titik-titik gereja untuk memastikan situasi tetap kondusif. Pengamanan tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga unsur TNI, Satpol PP, serta berbagai elemen masyarakat.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kabag Ops Polres Blitar Kompol Siswanto mengatakan bahwa pengamanan dilakukan guna memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Pengamanan ini bertujuan agar umat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khidmat," ujarnya, Ahad (5/4/2026).</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia menambahkan, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan keagamaan tersebut. Sejumlah elemen seperti Banser, pecalang, pemuda gereja, serta masyarakat setempat turut ambil bagian dalam pengamanan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama pelaksanaan ibadah, tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib hingga selesai.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Situasi yang aman dan kondusif ini mencerminkan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran perayaan keagamaan di wilayah Kabupaten Blitar," imbuhnya. (*)</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Editor: Danu </span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tabrakan Motor vs Truk di Blitar: Satu Tewas, Satu Luka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tabrakan-motor-vs-truk-di-blitar-satu-tewas-satu-luka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tabrakan-motor-vs-truk-di-blitar-satu-tewas-satu-luka</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar pada Ahad (5/4/2026). Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20eab5f446.webp" length="65178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 14:28:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan, Lalu Lintas, Sepeda Motor, Truk, Blitar, Pengendara, Tewas.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BLITAR, SJP</strong> - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar pada Ahad (5/4/2026) dini hari. </span><span class="s1"></span><span class="s1">Insiden yang melibatkan sepeda motor Yamaha V-Xion dengan kendaraan truk Isuzu Elf fi Jalan Umum Desa Soso ini menga</span><span class="s1">kibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pengendara motor berinisial DEW (33), warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Blitar sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, TA (25) penumpang motor mengalami luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula saat sepeda motor melaju dari arah selatan ke utara. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan Isuzu Elf dari arah berlawanan yang dikendarai RJA (23), warga Kabupaten Malang..</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kurangnya konsentrasi pengendara sepeda motor saat berkendara di malam hari," ucap Kasatlantas Polres Blitar AKP Galih Yasir Mubaroq.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dia mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari maupun saat kondisi cuaca kurang bersahabat," ujarnya.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh tetap prima serta mematuhi aturan lalu lintas.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Jangan memaksakan diri berkendara saat mengantuk, hindari pengaruh alkohol, jaga jarak aman, dan tetap fokus di jalan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," imbuhnya. (*)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><strong>Editor: </strong>Danu </span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Amankan 119 Lokasi Ibadah Paskah di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-119-lokasi-ibadah-paskah-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-amankan-119-lokasi-ibadah-paskah-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Polres Malang melaporkan ratusan rangkaian Paskah berlangsung lancar dengan pengamanan ketat, didukung pengaturan lalu lintas serta partisipasi aktif masyarakat menjaga ketertiban bersama ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1f5610b490.webp" length="38068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 13:42:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>jemaat paskah malang, ibadah paskah 2026, gereja kabupaten malang, polres malang, pengamanan ibadah, situasi kondusif, toleransi beragama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Perayaan Minggu Paskah 2026 di Kabupaten Malang berlangsung khidmat dengan partisipasi ribuan jemaat yang memadati gereja-gereja, Minggu (5/4/2026). Tingginya kehadiran umat tercatat dalam ratusan kegiatan ibadah yang digelar serentak di berbagai wilayah.</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, sedikitnya 119 kegiatan ibadah Paskah dilaksanakan, mulai dari misa utama hingga rangkaian perayaan keagamaan lainnya. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dengan suasana yang kondusif.</p>
<p>Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di setiap lokasi ibadah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.</p>
<p>“Personel kami tempatkan di seluruh titik ibadah, didukung patroli rutin untuk menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan berlangsung,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Selain pengamanan, kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami peningkatan aktivitas kendaraan akibat tingginya mobilitas jemaat.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.</p>
<p>Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi terpantau aman tanpa adanya gangguan menonjol. Tingginya partisipasi jemaat tetap berjalan seiring dengan tertibnya pelaksanaan ibadah.</p>
<p>Polres Malang pun mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga suasana damai selama perayaan Paskah.</p>
<p>“Kelancaran ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang ikut menjaga ketertiban dan toleransi,” tutupnya. (**)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran Maut di Mojokerto, Lansia Penderita Strok Tewas Terpanggang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-maut-di-mojokerto-lansia-penderita-strok-tewas-terpanggang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-maut-di-mojokerto-lansia-penderita-strok-tewas-terpanggang</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran terjadi sekira pukul 19.00 WIB. Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan oleh cucu korban, Faris Ananda Ardiansyah (15), di atas alas kertas di bawah tempat tidur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1db085504c.webp" length="13688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 11:42:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>–Insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (4/4/2026) malam. </p>
<p>Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu orang penghuni tewas di tempat dan dua lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p>Kebakaran terjadi sekira pukul 19.00 WIB. Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan oleh cucu korban, Faris Ananda Ardiansyah (15), di atas alas kertas di bawah tempat tidur. </p>
<p>Mengingat sebagian besar material bangunan terdiri dari anyaman bambu (gedeg) dan benda mudah terbakar, api merambat dengan sangat cepat.</p>
<p>Menurut keterangan Kepala Dusun Penompo, Riska, warga baru menyadari besarnya api sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, kobaran api sudah tidak terkendali dan menghanguskan struktur utama bangunan.</p>
<p>Korban tewas teridentifikasi bernama Markonah (53). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas tempat tidurnya. Penyakit strok yang dideritanya selama tiga tahun terakhir membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri saat api mengepung kamar.</p>
<p>Selain korban jiwa, terdapat dua korban luka. Masing-masing adalah Faris Ananda (15), mengalami luka bakar pada bagian punggung saat berusaha menyelamatkan diri dan Siatun (75), mengalami luka ringan dan syok atas insiden tersebut.</p>
<p>Komandan Regu Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto, Ahmad Yani, menyatakan bahwa sejumlah unit mobil pemadam dari Kota dan Kabupaten Mojokerto dikerahkan untuk melakukan pemadaman serta pembasahan guna mencegah api merembet ke permukiman padat.</p>
<p>Selain menghanguskan bangunan, api melumat aset berharga milik korban, di antaranya: 2 unit sepeda motor; 1 unit sepeda angin dan seluruh perabot rumah tangga.</p>
<p>"Kondisi jenazah saat ditemukan tim Inafis sangat mengenaskan, hanya menyisakan tulang belulang di atas tempat tidur. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo untuk proses otopsi," ujar Ahmad Yani saat dikonfirmasi Ahad (5/4/2026). </p>
<p>Pihak Satreskrim Polres Mojokerto Kota telah memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat ini, kepolisian tengah memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian pidana dalam insiden maut tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh Tim Inafis.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Erupsi Gunung Semeru Picu Kolom Abu Capai 1 Km</title>
<link>https://suarajatimpost.com/erupsi-gunung-semeru-picu-kolom-abu-capai-1-km</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/erupsi-gunung-semeru-picu-kolom-abu-capai-1-km</guid>
<description><![CDATA[ Erupsi Gunung Semeru 5 April 2026 menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter. Warga diminta waspada potensi hujan abu, awan panas, dan lahar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1abe7d42f7.webp" length="14896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 08:06:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>erupsi Semeru, tinggi abu Semeru, Gunung Semeru hari ini, status Semeru siaga, hujan abu Jawa Timur, awan panas Semeru, PVMBG Semeru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>LUMAJANG, SJP - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru pada Minggu, 5 April 2026 pukul 02.02 WIB. Data yang dilansir dari PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru menyebutkan, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal itu condong ke arah barat, menandakan sebaran material vulkanik berpotensi mengarah ke wilayah di jalur angin.</p>
<p>Ketinggian kolom abu ini menjadi indikator kuatnya tekanan erupsi yang terjadi. Selain memicu potensi hujan abu di sejumlah wilayah, kondisi ini juga dapat mengganggu jarak pandang serta kesehatan pernapasan masyarakat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berdurasi sekitar 3 menit 29 detik.</p>
<p>Tidak hanya itu, aktivitas erupsi juga disertai awan panas dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer dari puncak. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih cukup tinggi dan berpotensi terjadi erupsi susulan.</p>
<p>Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. BAdan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.</p>
<p>Di luar itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung karena rawan terhadap lontaran batu pijar. Warga yang berada di sekitar aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan.</p>
<p>Dengan kondisi ini, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang namun waspada, menggunakan masker saat terjadi hujan abu, serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>