<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; : Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/category/pendidikan</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; : Pendidikan</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Sejumlah SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang 2, Ada Sekolah yang Baru Terima Dua Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-smp-negeri-di-tulungagung-buka-spmb-gelombang-2-ada-sekolah-yang-baru-terima-dua-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-smp-negeri-di-tulungagung-buka-spmb-gelombang-2-ada-sekolah-yang-baru-terima-dua-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43a6592bb7c.webp" length="36002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 18:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, spmb smp, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Tulungagung terpaksa membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat sekolah yang belum memenuhi kuota atau pagu penerimaan siswa baru pada pelaksanaan SPMB 2026.</p>
<p>Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mencatat, seluruh SMP Negeri yang mengikuti seleksi gelombang pertama telah menuntaskan proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos. Meski demikian, masih ada sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat minim sehingga diperlukan pembukaan pendaftaran tahap lanjutan.</p>
<p>Kasi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan sebanyak 48 SMP Negeri telah melaksanakan daftar ulang setelah proses seleksi online selesai dilaksanakan.</p>
<p>“Untuk pelaksanaan daftar ulang di Kabupaten Tulungagung, seluruh 48 SMP Negeri sudah melaksanakan daftar ulang bagi siswa yang diterima melalui seleksi online. Persentase daftar ulang mencapai 100 persen karena seluruh satuan pendidikan telah menerima siswa pada seleksi sebelumnya,” kata Rifka, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Meski capaian daftar ulang mencapai 100 persen, jumlah siswa yang diterima di beberapa sekolah masih jauh dari kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data Disdik Tulungagung, terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar di bawah 10 siswa.</p>
<p>Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa.</p>
<p>Rifka menjelaskan, pembukaan SPMB gelombang kedua dilakukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tingkat SMP tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak ada siswa yang tertinggal karena belum lolos pada tahap sebelumnya.</p>
<p>“Pertimbangannya kami harus memastikan siswa usia sekolah jenjang SMP yang belum lolos pada gelombang pertama tetap mendapatkan hak pendidikannya. Sekolah yang pagunya masih kurang akan dibuka kembali agar bisa diisi siswa,” ujarnya.</p>
<p>Pendaftaran SPMB gelombang kedua dijadwalkan dibuka mulai 1 Juli 2026. Selanjutnya, proses seleksi dan verifikasi dilakukan pada 2 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli, dan daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.</p>
<p>Menurut Rifka, jumlah sekolah yang diperkirakan membuka gelombang kedua sekitar empat hingga lima sekolah, meski angka tersebut masih menunggu pembaruan data secara final.</p>
<p>Ia juga menepis anggapan bahwa sekolah yang membuka gelombang kedua merupakan sekolah pinggiran. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor sebaran geografis dan pilihan masyarakat.</p>
<p>“Kalau bagi kami tidak ada istilah sekolah pinggiran atau sekolah tengah. Mungkin lebih kepada letak geografis masing-masing sekolah,” jelasnya.</p>
<p>Rifka menambahkan, sejumlah SMP di wilayah perkotaan juga masih membuka pendaftaran gelombang kedua, di antaranya SMP Negeri 1 Kedungwaru, SMP Negeri 4 Tulungagung, SMP Negeri 5 Tulungagung, dan SMP Negeri 6 Tulungagung. Sementara beberapa sekolah lain telah memenuhi kuota, seperti SMP Negeri 1 Campurdarat, SMP Negeri 1 Gondang, dan SMP Negeri 1 Kauman.</p>
<p>Pada pelaksanaan gelombang kedua, mekanisme penerimaan juga mengalami penyesuaian. Jalur yang dibuka hanya menggunakan jalur domisili dan tidak lagi menerapkan jalur prestasi, afirmasi, maupun perpindahan tugas orang tua sebagaimana pada tahap pertama.</p>
<p>“Empat jalur tersebut sudah digunakan pada gelombang pertama. Untuk gelombang kedua fokusnya agar siswa tetap bisa mendapatkan sekolah dan memperoleh hak pendidikannya,” pungkas Rifka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil OSN 2026 Belum Keluar, Dispendik Bondowoso Surati Puspresnas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-osn-2026-belum-keluar-dispendik-bondowoso-surati-puspresnas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-osn-2026-belum-keluar-dispendik-bondowoso-surati-puspresnas</guid>
<description><![CDATA[ Hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten 2026 untuk Bondowoso belum diumumkan oleh Puspresnas. Dispendik telah melayangkan surat resmi meminta klarifikasi dan pengumuman susulan, sementara Komisi IV DPRD Bondowoso berencana memanggil Dinas Pendidikan guna mengusut penyebab keterlambatan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a424f178658a.webp" length="31498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:03:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP</strong><span><strong> –</strong> Nasib ratusan peserta </span><span>Olimpiade Sains Nasional (OSN)</span><span> tingkat kabupaten di Bondowoso hingga kini masih menggantung. Saat hasil seleksi yang menjadi pintu menuju OSN tingkat provinsi diumumkan secara nasional, nama Kabupaten Bondowoso justru tidak tercantum dalam daftar pengumuman yang dirilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Persoalan tersebut memicu perhatian karena menyangkut kesempatan para siswa berprestasi untuk melanjutkan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pelaksanaan OSN di daerah, melainkan berkaitan dengan belum munculnya hasil penilaian dari sistem pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dispendik Bondowoso juga menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya dialami daerahnya. Berdasarkan informasi yang diterima melalui jaringan komunikasi antardaerah, puluhan kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kondisi serupa, yakni hasil OSN tingkat kabupaten belum diumumkan bersamaan dengan daerah lain.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini terus melakukan koordinasi intensif dengan Puspresnas agar hasil OSN segera diterbitkan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat peserta yang lolos harus segera dipersiapkan mengikuti OSN tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan hasil OSN tingkat kabupaten yang diumumkan Puspresnas pada 27 Juni 2026 memang tidak mencantumkan nama Kabupaten Bondowoso. Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung menghubungi admin Puspresnas untuk meminta penjelasan mengenai penyebab belum munculnya hasil tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Atas arahan dari pihak pusat, Dispendik Bondowoso kemudian mengirimkan surat resmi Nomor 430.3.5.1454.430.9.9 Tahun 2026 tentang permohonan pengumuman susulan hasil OSN tingkat kabupaten sekaligus meminta klarifikasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami langsung kirim surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional. Kami juga menanyakan apa penyebab nilai Kabupaten Bondowoso tidak muncul dalam pengumuman,"</span><span> kata Taufan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Taufan menjelaskan, pelaksanaan OSN jenjang SD maupun SMP di Bondowoso sebelumnya berlangsung sesuai jadwal nasional. Seluruh peserta mengikuti ujian secara daring sebagaimana kabupaten dan kota lain di Indonesia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengakui saat pelaksanaan sempat terjadi kendala teknis berupa keterlambatan pengiriman token dari pusat sehingga peserta jenjang SD harus menunggu sekitar 30 menit. Namun setelah token diterima, seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian hingga tuntas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, seluruh tahapan pelaksanaan OSN di Bondowoso telah memenuhi prosedur yang ditetapkan. Setiap ruang ujian dipantau menggunakan kamera dan sistem live streaming sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan berlangsung transparan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Seluruh proses pengerjaan soal hingga penilaian dilakukan secara daring melalui sistem milik Puspresnas. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan,"</span><span> ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, hingga kini Dispendik Bondowoso belum memperoleh penjelasan resmi mengenai penyebab hasil OSN daerah tersebut belum muncul. Dugaan yang berkembang masih sebatas kemungkinan adanya persoalan administrasi pada sistem pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Taufan menegaskan Bondowoso bukan satu-satunya daerah yang mengalami kondisi tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat puluhan kabupaten dan kota lain yang juga belum memperoleh hasil OSN tingkat kabupaten.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Jadi di Indonesia pun tidak hanya Bondowoso yang tidak muncul nilainya. Ada puluhan lebih kabupaten dan kota yang mengalami hal yang sama,"</span><span> ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sembari menunggu jawaban resmi dari Puspresnas, Dispendik Bondowoso terus melakukan berbagai upaya koordinasi. Selain berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan pihak pusat, seorang staf juga diutus ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait persoalan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dispendik berharap hasil OSN Kabupaten Bondowoso dapat segera diumumkan sehingga siswa yang dinyatakan lolos memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN tingkat provinsi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami masih yakin nilainya akan keluar. Yang bermasalah hanya hasilnya yang belum muncul, sementara pelaksanaannya sudah selesai dengan baik,"</span><span> pungkas Taufan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Komisi IV DPRD Bondowoso menyatakan akan terlebih dahulu meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan langkah pengawasan lebih lanjut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB, A. Mansur, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan sikap karena masih menunggu pertemuan dengan Dinas Pendidikan.</span></p>
<p><span>"Makanya kita tidak bisa memberikan dulu gitu ya, karena memang kita belum ketemu dengan Dinas Pendidikan. Kalau sudah dengan Dinas Pendidikan, pasti nanti akan kita kabari bagaimana langkah-langkah yang bisa kita lakukan. Kapan itu kira-kira untuk manggil Dinas Pendidikan? Ya ini kita nanti mungkin akan kita rapat di komisi, karena itu pemanggilan komisi nanti. Jadi kita akan bicarakan di komisi, nanti gimana kan, gitu ya,"</span><span> ujarnya usai rapat paripurna di Graha Paripurna Bondowoso, Senin (29/6/2026). <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penutupan Sarasehan MPDI Malang, Wamenag Sebut Pesantren Kekuatan Besar Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penutupan-sarasehan-mpdi-malang-wamenag-sebut-pesantren-kekuatan-besar-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penutupan-sarasehan-mpdi-malang-wamenag-sebut-pesantren-kekuatan-besar-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Menteri Agama menegaskan pesantren tetap menjadi kekuatan strategis bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a412d34ed8de.webp" length="34356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 21:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wamenag, MPDI, Pesantren, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kabupaten Malang, Pakis Malang, Kementerian Agama, Santri, Pendidikan Pesantren, Pemberdayaan Masyarakat, Koperasi Pesantren, Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pesantren dinilai tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional. Dengan jutaan santri dan puluhan ribu lembaga yang tersebar di berbagai daerah, pesantren disebut memiliki daya pengaruh besar dalam membentuk sumber daya manusia, memperkuat nilai kebangsaan, hingga mendorong pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. (H.C.) K.H. Romo H. R. Muhammad Syafi'i kala menghadiri penutupan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Ahad (28/6/2026).</p>
<p>Wamenag menegaskan bahwa perjalanan sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kiprah pesantren. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjuangan bangsa sejak masa merebut kemerdekaan hingga mengisi pembangunan saat ini.</p>
<p>"Pesantren adalah lembaga pendidikan perjuangan yang sejak dahulu satu napas dengan perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, hingga mengisi kemerdekaan saat ini," terangnya saat dikonfirmasi, Ahad (28/6/2026) disela agenda.</p>
<p>Ia menyebut, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 40 ribu pesantren dengan sekitar 10 juta santri aktif. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Menurutnya, banyak lulusan pesantren kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hingga berbagai profesi lainnya.</p>
<p>"Kalau kita tidak bertanya, kita tidak tahu bahwa alumni pesantren hari ini telah menempati berbagai posisi strategis di Indonesia," katanya.</p>
<p>Wamenag juga mengapresiasi semangat kemandirian yang selama ini ditunjukkan pesantren. Di tengah berbagai tantangan, pesantren dinilai tetap mampu menjalankan fungsi pendidikan sekaligus menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah memberikan penguatan terhadap eksistensi pesantren melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>"Minat masyarakat terhadap pesantren masih sangat besar karena alumni pesantren terbukti memiliki pemahaman keagamaan, keilmuan, serta wawasan kebangsaan yang kuat," ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Romo Syafi'i berharap keberadaan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2025 mengenai pembentukan Direktorat Jenderal semakin memperluas perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren, baik dari sisi kelembagaan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Ia juga menilai forum Sarasehan Nasional MPDI menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi antarpondok pesantren sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.</p>
<p>"Harapan kita, pesantren tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai rintangan dan cobaan, serta tidak pernah bergeser dari komitmennya bersama pemerintah dalam membangun Indonesia," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Umum MPDI, KH. Abdurrahman, menegaskan bahwa pesantren siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang selaras dengan semangat pemberdayaan umat.</p>
<p>Menurutnya, pengembangan koperasi di lingkungan pesantren bukanlah hal baru. Jauh sebelum menjadi program nasional, banyak pesantren telah mengembangkan sistem ekonomi berbasis koperasi untuk memperkuat kemandirian lembaga maupun masyarakat sekitar.</p>
<p>"Koperasi bukanlah sesuatu yang baru bagi pesantren, bahkan kami telah membangunnya jauh sebelum program-program unggulan pemerintah saat ini diluncurkan," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan koperasi memiliki keterkaitan erat dengan misi pesantren dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Kami menyambut dengan sangat baik hadirnya program-program pemerintah seperti MBG dan penguatan koperasi, karena hal itu semakin memperkuat peran strategis pesantren," katanya.</p>
<p>Menurut KH. Abdurrahman, sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan nasional yang berakar pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.</p>
<p>"Kami optimistis, dengan dukungan dan sinergi yang baik, pesantren akan semakin besar perannya dalam pembangunan Indonesia," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarasehan MPDI di Daarul Ukhuwah Malang, Menteri Koperasi Apresiasi Pembentukan Koperasi Sekunder</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarasehan-mpdi-di-daarul-ukhuwah-malang-menteri-koperasi-apresiasi-pembentukan-koperasi-sekunder</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarasehan-mpdi-di-daarul-ukhuwah-malang-menteri-koperasi-apresiasi-pembentukan-koperasi-sekunder</guid>
<description><![CDATA[ Pembentukan koperasi sekunder MPDI diharapkan menyatukan potensi usaha pesantren sekaligus memperluas akses pembiayaan, pemasaran, dan kolaborasi ekonomi berbasis kelembagaan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f924b8e837.webp" length="46948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:08:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MPDI, Koperasi Pesantren, Menteri Koperasi, Kabupaten Malang, Ponpes Daarul Ukhuwah, Sarasehan Nasional, Ekonomi Pesantren, Koperasi Sekunder, LPDB, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Penguatan ekonomi berbasis pondok pesantren mendapat dorongan baru dari pemerintah pusat. Dalam Sarasehan Nasional Majelis Pondok Dakwah Islam (MPDI) 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah, Kabupaten Malang. </p>
<p>Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menilai pembentukan koperasi sekunder menjadi langkah strategis untuk menyatukan kekuatan ekonomi pesantren di berbagai daerah.</p>
<p>Sarasehan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, jajaran pengurus MPDI, pimpinan pondok pesantren, serta peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Ferry Juliantono menyebut koperasi sekunder yang digagas MPDI memiliki fungsi penting sebagai simpul yang menghubungkan koperasi-koperasi primer di lingkungan pesantren. Menurutnya, pola tersebut akan memperkuat distribusi produk, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing usaha yang dikelola pondok pesantren.</p>
<p>"Kami mengapresiasi terbentuknya koperasi sekunder yang dikelola MPDI, yang nantinya berperan sebagai agregator dan pemasok bagi koperasi-koperasi primer di lingkungan pondok pesantren," ujar Ferry, Sabtu (27/6/2026)</p>
<p>Ia mengatakan pemerintah terus membuka ruang agar koperasi pesantren berkembang menjadi pilar ekonomi yang mandiri. Kementerian Koperasi, lanjutnya, juga menyiapkan berbagai skema pendampingan, termasuk akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bagi koperasi yang memenuhi persyaratan.</p>
<p>Menurut Ferry, keberadaan koperasi pesantren tidak berjalan sendiri. Justru, koperasi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional dengan membangun kolaborasi bersama berbagai program pemerintah, termasuk jaringan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jalur pemasaran produk pesantren.</p>
<p>"Kami ingin membangun ekosistem koperasi yang saling menguatkan sehingga produk-produk yang dihasilkan pesantren memiliki akses pasar yang lebih luas," katanya.</p>
<p>Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid menjelaskan pembentukan koperasi sekunder dilatarbelakangi besarnya potensi ekonomi pesantren yang selama ini belum terintegrasi. Padahal, jaringan MPDI telah menghimpun ratusan pondok pesantren dengan beragam bidang usaha.</p>
<p>"Melalui koperasi sekunder ini kami ingin mempertemukan seluruh potensi tersebut agar saling menguatkan, mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran," ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut unit usaha yang berkembang di lingkungan pesantren cukup beragam, mulai sektor pangan, konveksi, percetakan, produk kecantikan, hingga manufaktur. Dengan wadah koperasi sekunder, seluruh potensi tersebut diharapkan mampu membentuk rantai bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>MPDI juga menargetkan peningkatan jumlah koperasi aktif di lingkungan pesantren dalam beberapa tahun mendatang melalui pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan jejaring usaha.</p>
<p>Sarasehan Nasional MPDI 2026 di Kabupaten Malang menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui tata kelola koperasi yang profesional dan berdaya saing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Kediri Masih Terus Kaji Kebijakan Sekolah 5 Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-kediri-masih-terus-kaji-kebijakan-sekolah-5-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-kediri-masih-terus-kaji-kebijakan-sekolah-5-hari</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan kebijakan 5 hari sekolah sendiri telah diatur pemerintah pusat melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Pun demikian, tak dipungkiri di tingkat daerah kebijakan tersebut tidak serta merta dapat diterima jika diterapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d3a17f3617.webp" length="25796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 21:31:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Kediri, Sekolah 5 Hari, sekolah Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut Pemerintah Kabupaten Kediri masih mengkaji dan menjaring aspirasi masyarakat terkait rencana pelaksanaan kebijakan 5 hari sekolah. </p>
<p>Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam kajian tersebut untuk menyempurnakan kebijakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. </p>
<p>"Sampai saat ini masih pada tahap penyusunan kajian dan penjaringan aspirasi masyarakat, sehingga belum ada keputusan final," ujar Mas Dhito , sapaan akrab, Bupati Kediri, Kamis, (25/6/2026). </p>
<p>Menurut Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri juga membuka masukan dan pandangan dari kalangan legislatif terkait kebijakan tersebut.</p>
<p>Penetapan kebijakan 5 hari sekolah sendiri telah diatur pemerintah pusat melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Pun demikian, tak dipungkiri di tingkat daerah kebijakan tersebut tidak serta merta dapat diterima jika diterapkan.</p>
<p>Seperti pengaruhnya terhadap peran strategis Madrasah Diniyah dan TPQ sebagai lembaga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang ada di tengah masyarakat. Untuk itu </p>
<p>"Nanti kita cari formulanya, antara tetap 6 hari sekolah atau 5 hari sekolah ini masih akan kita kaji," tandasnya.</p>
<p>Sebelum ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri menyurati Bupati Kediri terkait wacana kebijakan tersebut.</p>
<p>Ketua LPBHNU Kabupaten Kediri, Samsul Munir, mengatakan pihaknya merasa perlu merespons lebih awal sebelum wacana tersebut berkembang menjadi kebijakan resmi. </p>
<p>“Kami ingin mengetahui landasan dan kajian apa yang digunakan sehingga wacana ini kembali dimunculkan,” ujar Samsul Munir beberapa waktu lalu. </p>
<p>Menurutnya, meski konsep lima hari sekolah mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, namun hingga kini belum diterapkan secara menyeluruh di Kabupaten Kediri sehingga perlu dikaji secara mendalam dampaknya terhadap masyarakat.</p>
<p>Samsul menilai, aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah keberadaan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat.</p>
<p>Ia menegaskan, ribuan TPQ dan Madrasah Diniyah yang tersebar di Kabupaten Kediri merupakan aset masyarakat yang selama ini berkontribusi besar dalam pembentukan karakter generasi muda.</p>
<p>Karena itu, PCNU Kabupaten Kediri berharap wacana lima hari sekolah tidak diberlakukan. Jika pemerintah tetap mempertimbangkan penerapannya, maka harus melalui kajian komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan dan pengelola lembaga pendidikan nonformal.</p>
<p>“Harapan kami kebijakan ini tidak diberlakukan. Kalaupun tetap akan diimplementasikan, harus ada banyak pertimbangan, baik aspek sosiologis, kultural maupun keberlangsungan pendidikan keagamaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Sekolah Jadi Momentum Guru Berbenah, Dindik Jatim Dorong Lahirnya Inovasi Pembelajaran Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-jadi-momentum-guru-berbenah-dindik-jatim-dorong-lahirnya-inovasi-pembelajaran-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-jadi-momentum-guru-berbenah-dindik-jatim-dorong-lahirnya-inovasi-pembelajaran-baru</guid>
<description><![CDATA[ Melalui berbagai program penguatan kapasitas selama masa libur sekolah, Dindik Jawa Timur ingin memastikan tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diawali dengan kesiapan siswa, tetapi juga kesiapan guru sebagai ujung tombak pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bbfc023d0a.webp" length="31556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 19:29:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru. Liburan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya pendidik. Alih-alih menjadi waktu jeda tanpa aktivitas, periode libur 22 Juni hingga 12 Juli 2026 diminta menjadi momentum bagi para guru untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran menjelang dimulainya tahun ajaran baru.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai pada Rabu (24/6/2026) menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peserta didik, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.</p>
<p>Menurutnya, ketika siswa memanfaatkan masa libur untuk beristirahat dan mengisi kembali energi, para guru perlu menggunakan waktu yang sama untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan.</p>
<p>“Kalau murid memanfaatkan libur untuk mengisi energi, maka guru harus menggunakan waktu ini untuk memperkuat kompetensi. Saat siswa kembali, mereka harus bertemu guru yang lebih kreatif, inovatif, dan mampu menjadi inspirasi,” ujarnya.</p>
<p>Mantan Penjabat Wali Kota Batu itu menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama yang ingin dicapai pada tahun ajaran 2026/2027. Yakni peningkatan kompetensi guru, penguatan kreativitas pembelajaran, serta kesiapan menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, termasuk perkembangan teknologi digital.</p>
<p>Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, guru didorong untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan justru tertinggal oleh perkembangan zaman.</p>
<p>Selain penguatan kompetensi, Dindik Jatim juga meminta guru mulai menyiapkan berbagai kebutuhan akademik sebelum tahun ajaran baru dimulai. Di antaranya pemetaan kemampuan awal peserta didik melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi bagi siswa baru, penguatan budaya literasi sekolah, hingga penetapan target capaian pembelajaran.</p>
<p>Aries juga menekankan pentingnya refleksi pembelajaran sebagai bahan evaluasi terhadap proses belajar mengajar selama satu tahun terakhir. Melalui evaluasi tersebut, sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran mendatang.</p>
<p>“Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran berikutnya,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, guru juga diminta mulai menyiapkan berbagai perangkat ajar seperti modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), media digital, video edukasi, hingga proyek-proyek pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.</p>
<p>Tak hanya itu, Aries juga menegaskan bahwa pihaknya meminta untuk lebih menguatkan program Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Program tersebut mendorong setiap guru menghasilkan minimal satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.</p>
<p>"Selain menghasilkan inovasi, para pendidik juga diharapkan memperkaya literasi melalui aktivitas membaca dan menulis selama masa liburan. Berbagai pengalaman mengajar, praktik baik, maupun gagasan pendidikan diharapkan dapat terdokumentasi sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme guru," tegasnya.</p>
<p>Sehingga meski kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara selama liburan, aktivitas pendidikan di sekolah tetap berjalan melalui Program SIKAP. Dalam program tersebut, guru tetap melaksanakan sistem piket untuk merawat tanaman, kebun, maupun perikanan sekolah serta melakukan pemantauan dan dokumentasi perkembangan secara berkala. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus, STIESIA Surabaya Tempuh Ikhtiar Langit untuk PMB 2026/2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-ketatnya-persaingan-kampus-stiesia-surabaya-tempuh-ikhtiar-langit-untuk-pmb-20262027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-ketatnya-persaingan-kampus-stiesia-surabaya-tempuh-ikhtiar-langit-untuk-pmb-20262027</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihak kampus berharap capaian PMB tahun 2026/2027 dapat melampaui target yang telah ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b96900e3ea.webp" length="43842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 18:05:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional, Perpendiknas, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, STIESIA Surabaya, PMB, PMB 2026/2027, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Persaingan perguruan tinggi dalam menarik minat calon mahasiswa baru semakin ketat dari tahun ke tahun. Berbagai strategi promosi, penguatan program studi, hingga kerja sama dengan dunia industri terus dilakukan untuk memenangkan kepercayaan masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Namun, Yayasan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) memiliki cara lain untuk mendukung keberhasilan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya tahun akademik 2026/2027, yakni melalui ikhtiar spiritual berupa pengajian dan istighosah bersama.</p>
<p></p>
<p>Bertajuk “Ikhtiar Langit dan Bumi untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027 yang Barokah”, kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah STIESIA, Rabu (24/6/2026), diikuti seluruh sivitas akademika STIESIA bersama jajaran Perpendiknas selaku badan penyelenggara pendidikan yang menaungi STIESIA Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Rektor STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fajrih Asyik, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama setelah berbagai upaya maksimal dilakukan kampus dalam menyambut PMB tahun akademik baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b9687254b8.webp" alt=""></p>
<p>"Kami sudah melakukan ikhtiar. Yang berikutnya adalah kekuatan doa. Kami sangat meyakini bahwa Allah akan meridoi dan mengabulkan segala doa hamba-Nya apabila kita berikhtiar," ujar Prof. Fajrih, Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Fajrih, keberhasilan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya ditentukan oleh strategi promosi dan pemasaran kampus, tetapi juga oleh kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa. Kepercayaan masyarakat, katanya, menjadi faktor penting yang akan menentukan perkembangan institusi pendidikan di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami bisa memberikan layanan yang terbaik untuk para mahasiswa, karena dengan layanan yang terbaik Insyaallah STIESIA akan dipercaya oleh masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihaknya berharap capaian PMB tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b967519ef8.webp" alt=""></p>
<p>Di tengah kompetisi yang semakin ketat antarperguruan tinggi, STIESIA juga terus memperkuat berbagai keunggulan akademik yang dimiliki. Salah satunya adalah penguatan kompetensi di bidang perpajakan yang menjadi warisan sejarah kampus sejak masih bernama Akademi Pajak dan Keuangan (AP&amp;K) Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, STIESIA juga mengembangkan kompetensi di bidang kepabeanan dan cukai melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Program tersebut menjadi salah satu pembeda yang belum banyak dimiliki perguruan tinggi lain, khususnya pada rumpun ilmu ekonomi dan bisnis.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, STIESIA juga mengusung visi menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, berdaya saing nasional maupun internasional, sekaligus memiliki karakter bermartabat atau dignity. Konsep tersebut diwujudkan melalui penekanan pada aspek moralitas serta kemampuan lulusan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nur Fajrih juga mengajak seluruh keluarga besar Perpendiknas untuk mendoakan keberlangsungan seluruh unit yang berada di bawah naungannya. Selain STIESIA, Perpendiknas juga mengelola Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STIESIA, serta Cafetaria STIESIA.</p>
<p></p>
<p>"Semoga seluruh unit baik pendidikan, bisnis maupun kesehatan yang dikelola Perpendiknas Allah berkahi, Allah ridhoi, dan semuanya berjalan dengan sukses,” tuturnya," tandasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b967f2959f.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Dr. KH Khozin Mustafid, menyampaikan bahwa doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh keluarga besar STIESIA.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima, tetapi juga dari keberkahan ilmu, kualitas sumber daya manusia, serta kontribusinya dalam mencetak generasi penerus bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah kita langitkan doa-doa untuk kesuksesan STIESIA. Semoga barakah ilmunya, barakah mahasiswanya, barakah para dosennya, dan menjadi generasi bangsa serta pemimpin bangsa yang luar biasa," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pengajian dan istighosah tersebut, STIESIA dan Perpendiknas menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tidak hanya dibangun melalui strategi dan kerja keras, tetapi juga melalui kekuatan doa yang dipanjatkan bersama<strong>. (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Si Kembar Anak Buruh Tambak Ikan di Gresik: Merajut Cita Jadi Dokter Lewat Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-si-kembar-anak-buruh-tambak-ikan-di-gresik-merajut-cita-jadi-dokter-lewat-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-si-kembar-anak-buruh-tambak-ikan-di-gresik-merajut-cita-jadi-dokter-lewat-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Sempat nyaris putus sekolah lantaran terbeban biaya pendaftaran sekolah, si kembar anak buruh tambak ikan di Manyar, Kabupaten Gresik ini akhirnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik. Mereka menyongsong masa depan dengan penuh optimisme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37a48e36ed6.webp" length="51140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 17:05:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, SRMA Gresik, Sekolah Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong><span>—Sinar matahari pagi menjelang siang menyelinap di antara celah jendela perpustakaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Di tengah keheningan, dua remaja putri yang wajahnya bak pinang dibelah dua berdiri di depan deretan buku di rak. </span></p>
<p><span>“Ini yang kucari,” ucap Fony Amelia, lirih. Siswi kelas 10 SMRA ini meraih buku Sastra Bahasa Indonesia dengan antusias, lalu membolak-balik halamannya.</span></p>
<p><span>Fara Amanda hanya melirik sekilas. Arah matanya kembali terpaku pada buku-buku yang ditata sejajar di depannya. Tangannya menyibak tumpukan buku yang berjajar vertikal. </span></p>
<p><span>Namun, fokus Fara kembali teralihkan ketika Fony mengajaknya membahas isi buku. Mereka terlibat perbincangan sekilas. “Coba diperkaya dengan referensi lain. Aku tadi lihat di sana,” sahut Fara sembari menyeret tangan Fony ke deretan rak sebelah.</span></p>
<p><span>Bagi si kembar, membalik lembar demi lembar kisah di dalam buku itu bukan sekadar hobi, melainkan cara mereka merajut kata demi kata untuk merancang masa depan cerah menjadi seorang dokter. Sebuah mimpi besar yang kini tak lagi mustahil berkat fasilitas sekolah gratis ini.</span></p>
<p><span>"Cita-cita kita menjadi dokter. Kita senang di sekolah rakyat soalnya gratis, tidak membebani kedua orang tua soal biaya," kata Fony.</span></p>
<p><strong>Asa yang Tumbuh setelah Nyaris Putus Sekolah</strong></p>
<p><span>Si kembar anak pasangan Mundhor (66) dan Ibu Nur Izzah (55) itu nyaris putus sekolah seusai merampungkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2025. Biaya pendidikan SMA yang meroket seperti tak terjangkau oleh mereka yang tergolong keluarga prasejahtera yang tercatat dalam kategori desil satu.</span></p>
<p><span>Mundhor, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini mengais nafkah sebagai buruh tambak ikan. Pendapatannya tak menentu. "Kalau rata-rata per bulan pendapatan tergantung banyaknya ikan, ya berkisar Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per bulan," ucap Mundhor. </span></p>
<p><span>Jika tak ada panggilan, Mundhor juga bekerja serabutan bongkar muatan pabrik pupuk. Sehari berkisar Rp100 ribu. Itu juga tak pasti ada. Sedangkan, Nur Izzah fokus sebagai ibu rumah tangga.</span></p>
<p><span>Minimnya pendapatan ini membuat Mundhor ketar ketir. Dia harus mendaftarkan dua anaknya sekaligus ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, dia tak ingin keterbatasan ekonomi menyurutkan niat belajar kedua putri kembarnya. "Saya bertekad, jangan sampai pendidikan anak-anak terputus, walaupun penghasilan saya juga tidak pasti. Saya berdoa tiap malam. Ya Allah, saya ingin dua anak saya pendidikannya terus berlanjut," kata Mundhor.   </span></p>
<p><span>Gayung bersambut. Secercah harapan muncul ketika pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi rumahnya pada medio Maret 2025. Sebagai keluarga prasejahtera desil 1, Fony Amelia dan Fara Amanda didaftarkan masuk sekolah rakyat. Mereka diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik </span></p>
<p><span>Senyum merekah pada bibir Mundhor dan Nur Izzah. Mereka merasakan rasa syukur mendalam. <em>"</em></span><em>Alhamdulillaah</em><span><em>,</em> anugerah yang besar bagi kami, anak kami bisa bersekolah gratis di SMA yang fasilitasnya mewah," tutur Mundhor penuh syukur. </span></p>
<p><span>Lewat Sekolah Rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini, Mundhor menaruh asa agar buah hatinya kelak tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu mengangkat harkat dan martabat orang tua.</span></p>
<p><strong>Gratis Biaya Pendidikan, Gratis Perlengkapan Sekolah</strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b877d8a170.webp" alt=""><sub><span>Suasana pembelajaran di kelas 10 SRMA 37 Gresik. (Foto: Anis/SJP) </span></sub></p>
<p><span>Setahun belakangan, Fony dan Fara belajar sekaligus tinggal di SRMA 37 Gresik yang sementara menempati eks gedung SMPN 1 Sidayu. Si kembar adalah dua dari 75 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat di Gresik untuk jenjang SMA. </span></p>
<p><span>Betapa berartinya Sekolah Rakyat ini bagi siswa prasejahtera. Tak hanya dibebaskan biaya pendidikan, mereka bahkan memperoleh perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, kaus kaki, hingga laptop. Seluruhnya disediakan secara gratis oleh negara untuk mendukung aktivitas belajar mengajar menggapai cita-cita mereka.</span></p>
<p><span>Awal berada di lingkungan baru sekolah rakyat, si kembar mengaku sempat tidak nyaman dengan konsep </span><span>boarding school</span><span> atau sekolah berasrama. </span></p>
<p><span>Hari-hari yang biasanya dihabiskan bersama orang tua kini terasa berbeda. Aktivitas seperti mencuci baju, merawat diri, hingga menyiapkan keperluan sekolah kini harus mereka lakukan secara mandiri. Perubahan kebiasaan yang membentuk karakter siswa. Lambat laun, si kembar merasakan manfaatnya.</span></p>
<p><span>"Kalau di rumah ya masih tergantung orang tua, sekarang lebih mandiri. Mulai mencuci baju menyiapkan keperluan belajar sendiri. Sekarang lebih percaya diri dan mandiri," jelas Fony. </span></p>
<p><span>Melalui fasilitas istimewa yang sepenuhnya gratis, sekolah ini tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua. Tetapi juga menjadi pijakan awal bagi si kembar untuk membuktikan bahwa keterbatasan biaya bukan penghalang untuk menjadi generasi hebat.</span></p>
<p><strong>Perkuat Fondasi Karakter dan Fisik Anak Didik</strong></p>
<p><span>Satu tahun berjalan, anak didik Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik tengah merasakan perubahan signifikan dari segi karakter dan fisik. </span></p>
<p><span>Mereka yang sejak awal masuk belum memiliki kedisiplinan dan kepercayaan diri, kini sudah mulai tumbuh. Sebagai sekolah boarding school, kepribadian anak didik ditempa untuk menjadi sosok yang mandiri, berani, dan penuh tanggung jawab. </span></p>
<p><span>Kepala SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menyampaikan kondisi fisik anak didiknya juga semakin kuat. Pada tiga bulan pertama, sekolah memfokuskan untuk memulihkan kesehatan siswa. </span></p>
<p><span>“Banyak anak datang dengan kondisi gizi yang kurang baik atau memiliki penyakit bawaan. Hampir setiap pekan mereka harus menjalani pemeriksaan di puskesmas," ujar Rangga. </span></p>
<p><span>Rangga memastikan, bahwa anak didiknya sekarang jauh lebih bugar dibanding saat pertama datang. Kebutuhan dasar kesehatan dan gizi anak didik dipastikan terpenuhi melalui makan tiga kali sehari dan dua kali makanan selingan. </span></p>
<p><span>Seusai fokus dalam peningkatan fisik, anak didik mulai mengejar tahap akademik. “Pembelajaran vokasi juga tengah kami siapkan agar para siswa memiliki bekal keterampilan ketika lulus nanti,” paparnya.</span></p>
<p><span>Di sisi lain, pendidikan karakter menjadi fondasi utama. Pramuka dan Paskibraka diwajibkan sebagai sarana membangun disiplin dan kepemimpinan. Sekolah juga menjaga keberagaman yang hidup di dalam asrama. </span></p>
<p><strong>Gedung Baru dan Fasilitas Komplet Sekolah Rakyat di Desa Raci</strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b87ab1d037.webp" alt=""><sub><span>Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Pendidikan Terpadu Gresik ini ditargetkan tuntas akhir Juni 2026. (Foto: Anis/SJP)</span></sub></p>
<p><span>Sekolah Rakyat di Gresik ini merupakan satu dari lima proyek perdana pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional. Di Jawa Timur, pembangunan ini masuk dalam kategori wilayah Jatim 1, yang juga mencakup beberapa daerah lain, seperti: Kabupaten Sampang, Tuban, Jombang, dan Kota Surabaya. </span></p>
<p><span>Meski aktivitas belajar sudah berlangsung sejak tahun ajaran 2025/2026 di eks gedung SMPN 1 Sidayu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Raci Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik ini terus berlangsung. pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat akan menempati gedung baru. </span></p>
<p><span>Berdiri di atas lahan seluas 62.577 meter persegi, Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah ditopang dengan fasilitas komplet. Tidak hanya ruang kelas, namun didukung beragam fasilitas. Dari gedung serba guna, tempat ibadah, laboratorium, kantin, hingga amphitheather.</span></p>
<p><span>Selain itu, juga akan dibangun lapangan </span><span>mini soccer</span><span> dan basket, gudang perawatan, tempat pembuangan sampah, pos satpam, ruang pompa dan genset, serta </span><span>guest house</span><span> guna melengkapi bangunan asrama bagi siswa dan guru yang ada di lokasi.</span></p>
<p><span>Untuk menopang Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik membangun akses jalan dan fasilitas air bersih. Sejumlah infrastruktur lain disiapkan Pemkab Gresik seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengelolaan sampah, pagar, dan berbagai sarana prasarana lainnya. </span></p>
<p><span>"Hasil duduk bersama dengan Kementerian PU, yang mana ada infrastruktur yang memang tidak di cover akan sharing dari APBD kami," ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani</span></p>
<p><strong>Strategi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem</strong></p>
<p><span>Sekolah Rakyat ini memang dirancang sebagai Kawasan Pendidikan Terpadu. Di sini, jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA diintegrasikan dalam satu lingkungan pembelajaran yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif. </span></p>
<p><span>Pembangunan sekolah impian bagi siswa tak mampu itu akan rampung akhir Juni 2026. Adapun daya tampung sekolah rakyat terpadu ini mencapai 1.080 siswa.  Namun, pada 2026 ini, Sekolah Rakyat di Gresik akan menampung 270 siswa, terdiri dari: 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. </span></p>
<p><span>Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya telah menegaskan bahwa fasilitas sekolah rakyat itu hanya ditujukan terhadap kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).</span></p>
<p><span>Menurutnya, sekolah rakyat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara terintegrasi. Tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak, tetapi juga memberdayakan keluarga. </span></p>
<p><span>Melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan satu data terpadu (DTSEN) agar pemdataan anak didik sekolah rakyat lebih efektif dan tidak tumpang tindih.</span></p>
<p><span>“Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan. Ke depan, sekolah ini akan menjadi rebutan karena diperuntukkan bagi mereka yang istimewa,” ujar Gus Ipul, saat kunjungan kerja di Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu.</span></p>
<p><span>Fony dan Fara menjadi cerminan anak Indonesia yang tidak lagi harus mengubur mimpi akibat keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat menjadi jembatan harapan bagi anak bangsa yang mendambakan masa depan. Melalui kesempatan belajar yang inklusif, jalan pengentasan kemiskinan perlahan diurai. Dari ruang kelas ini muncul asa lahirnya generasi tangguh yang mampu memutus mata rantai kemiskinan dan membuktikan bahwa setiap anak berhak atas masa depan gemilang. (*)</span></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru Bukan Belum Sejahtera, Tapi Dimiskinkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-bukan-belum-sejahtera-tapi-dimiskinkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-bukan-belum-sejahtera-tapi-dimiskinkan</guid>
<description><![CDATA[ Koalisi mendesak DPD RI menjadikan posisi guru—sebagai subjek atau obyek kebijakan—sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi peraturan daerah tentang pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b565aaac81.webp" length="32024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 09:58:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> — Koalisi Perlindungan Guru mendesak DPD RI menghapus pungutan yang membebani guru dan mengakhiri rangkap jabatan di organisasi profesi guru.</p>
<p></p>
<p>Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia hari ini, Koalisi Perlindungan Guru menyatakan bahwa persoalan guru di Indonesia bukan sekadar kesejahteraan yang belum memadai, melainkan pemiskinan yang berlangsung secara struktural. </p>
<p></p>
<p>Koalisi mendesak DPD RI menjadikan posisi guru—sebagai subjek atau obyek kebijakan—sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi peraturan daerah tentang pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Koalisi mencatat, anggaran besar yang dialokasikan negara untuk guru kerap dikuras kembali melalui beragam cara: tunjangan dipotong, iuran ditarik langsung lewat bendahara daerah, serta kewajiban membayar pelatihan, penyusunan soal ujian bersama, dan pengadaan buku. Guru honorer bahkan diperah tenaganya bertahun-tahun dengan janji pengangkatan yang jarang terwujud.</p>
<p></p>
<p>"Guru kita bukan belum sejahtera—guru kita dimiskinkan," tegas Feri Vahleka, Wakil Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI). </p>
<p></p>
<p>Ia mendesak DPD RI mendorong penghapusan seluruh pungutan dan iuran wajib yang membebani guru tanpa dasar hukum. </p>
<p></p>
<p>"Negara memberi tunjangan dengan satu tangan, lalu menariknya kembali dengan tangan yang lain lewat aneka pungutan. Hentikan pungutan yang membebani guru," lontarnya. </p>
<p></p>
<p>Menurut Koalisi, pemerahan ini bukan ulah segelintir oknum, melainkan akibat dari posisi guru yang ditempatkan sebagai obyek kebijakan—dikenai aturan, tetapi tidak dilibatkan dalam menyusun, mengadaptasi, maupun mengevaluasinya.</p>
<p></p>
<p>"Kunci menyejahterakan guru bukan menambah anggaran yang akan diperah kembali, melainkan memberdayakannya," ujar Ari Wibowo, Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN). </p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa mutu pembelajaran tidak bisa diperintahkan dari atas dan hanya tumbuh dari guru yang berdaya—sehingga pemberdayaan guru merupakan prasyarat bagi negara untuk menunaikan kewajiban konstitusionalnya atas pendidikan yang bermutu.</p>
<p></p>
<p>Koalisi juga menyoroti lemahnya kemerdekaan organisasi profesi guru sebagai akar ketakberdayaan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Organisasi profesi guru tak bisa membela guru selama kepemimpinannya rangkap jabatan dengan kepala daerah dan kepala dinas; organisasi profesi guru harus dipimpin guru sendiri," kata Halimson Redis, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). </p>
<p></p>
<p>Rangkap jabatan itu, menurutnya, menciptakan konflik kepentingan yang membuat guru kehilangan jalan keluar ketika haknya dirampas.</p>
<p><strong>Tiga tuntutan kepada DPD RI. </strong></p>
<p></p>
<p>Koalisi Perlindungan Guru mendesak DPD RI: pertama, menghapus seluruh pungutan dan iuran wajib terhadap guru yang tidak memiliki dasar hukum; kedua, mengakhiri rangkap jabatan kepala daerah dan kepala dinas pendidikan pada organisasi profesi guru; ketiga, menjamin keterwakilan guru yang menentukan—bukan sekadar seremonial—dalam pengambilan kebijakan pendidikan daerah.</p>
<p></p>
<p>Koalisi menegaskan, pertanyaan mendasar yang dihadapi negara bukanlah siapa yang berwenang mengelola guru—pemerintah pusat atau pemerintah daerah—melainkan apakah guru diperlakukan sebagai subjek atau obyek. </p>
<p></p>
<p>"Selama guru menjadi obyek, setiap peraturan baru hanya akan menyempurnakan cara lama memerah guru," tandasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rilis di Pesantren Al&amp;Falah Ploso Kediri, Buku Fikih Terbaru Siap Ubah Paradigma Disabilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rilis-di-pesantren-al-falah-ploso-kediri-buku-fikih-terbaru-siap-ubah-paradigma-disabilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rilis-di-pesantren-al-falah-ploso-kediri-buku-fikih-terbaru-siap-ubah-paradigma-disabilitas</guid>
<description><![CDATA[ Buku fikih disabilitas diluncurkan di sela-sela agenda Munas dan Konbes PBNU 2026  di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37c48f30c92.webp" length="49766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 21:35:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PBNU, Munas-Konbes PBNU, Kemensos, disabilitas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para penyandang disabilitas saat ini adalah paradigma atau pola pandang masyarakat umum. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik.</p>
<p>Guna mendukung transformasi sudut pandang tersebut, buku *Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial* resmi diperkenalkan ke publik. Peluncuran buku penting ini dilaksanakan di sela-sela agenda Munas dan Konbes PBNU 2026, mengambil tempat di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>Terkait paradigma masyarakat, Jonna Aman Damanik menggarisbawahi tantangan yang ada di lapangan. "Karena disitu ada hegemoni normalitas kalau teman-teman normal dan melihat prioritas dengan normal, saya melihat dengan cara saya," ujar Jonna, Minggu (21/06/2026).</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa mentransformasikan paradigma tersebut, salah satunya melalui dogma hukum-hukum keimanan, menjadi langkah yang sangat krusial. "Saya begitu bersemangat bersama teman-teman untuk mengawalnya. Kita berharap paradigma kita akan tepat," katanya.</p>
<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang didapuk untuk meluncurkan buku tersebut menegaskan bahwa dokumen ilmiah-keagamaan ini bukanlah terbitan biasa. Melainkan sebuah rambu moral, rujukan sosial, sekaligus instrumen transformasi berpikir umat.</p>
<p>Tujuannya agar penyandang disabilitas mental-psikososial dipahami bukan sebagai beban, melainkan sebagai manusia yang martabatnya setara, harkatnya sama, dan haknya melekat tanpa syarat, sebagaimana dijamin oleh konstitusi, agama, serta norma kemanusiaan universal.</p>
<p>"Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi dibawah kordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, selaku tuan rumah sekaligus pengasuh PP Al-Falah Ploso, KH Abdurrahman Kautsar, menyampaikan bahwa buku yang disusun ini secara gamblang mampu menggambarkan realitas sosial di masyarakat serta memberikan panduan dalam berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Mental Psikososial (PDMP).</p>
<p>"Bahwa kadang-kadang kesalahan kita itu simple tapi bahaya, simple tapi dampaknya sangat jelek adalah kalau melihat orang yang kebetulan ada perbedaan kita cukup sulit untuk menerima perbedaan itu entah perbedaan fisik ataupun bersifat mental," katanya.</p>
<p>Gus Kautsar, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kecenderungan tersebut sebenarnya manusiawi karena manusia dibekali karakter bawaan dari Tuhan untuk mencintai keindahan dan mencintai apa yang ada di dalam diri sendiri.</p>
<p>"Itulah kenapa kadang orang yang tidak ganteng kadang merasa sangat ganteng tapi ketika sadar bahwa ada keindahan, ada keistimewaan di orang lain itu salah. Perasaan itu penting, tapi kemudian kalau sampai mengakibatkan orang lain tidak bagus, tidak istimewa itu salah," pungkasnya.</p>
<p>Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Katib Syuriah PBNU Dr. Hilmy Muhammad, M.A, Komisioner KND Fatimah Asri Mutmainah, Komisioner KND Kikin Tarigan, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, Ketua LBM NU PBNU KH Mahbub Maafi, Sekretaris KND Herman Koswara, serta para santri Al-Falah Ploso dan sejumlah tokoh lainnya. (*)</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi IJTI Korda Majapahit Bareng SMPN 4 Jombang Ajarkan Ilmu Jurnalistik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-ijti-korda-majapahit-bareng-smpn-4-jombang-ajarkan-ilmu-jurnalistik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-ijti-korda-majapahit-bareng-smpn-4-jombang-ajarkan-ilmu-jurnalistik</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan kepada siswa dan guru dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 18-19 Juni 2026 bertempat di salah satu sarana sekolah setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3627b7700ab.webp" length="34192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 12:55:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jurnalistik, SMPN 4 Jombang, IJTI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jombang Korda Majapahit menginisiasi pelatihan jurnalistik, multimedia, dan podcast berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jombang. </p>
<p>Kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan kepada siswa dan guru dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 18-19 Juni 2026 bertempat di salah satu sarana sekolah setempat.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti 30 siswa-siswi ini pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar-dasar jurnalistik dan multimedia. Kemudian pada hari kedua para siswa menjalani praktik wawancara, penulisan berita, hingga pembuatan podcast layaknya jurnalis profesional.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, menyampaikan apresiasi kepada para insan media yang tergabung dalam IJTI Jombang karena telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu.</p>
<p>"Saya sebagai kepala sekolah berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah menyempatkan waktu dan tenaganya untuk SMPN 4 Jombang," ujar Agus dalam pesan yang diterima wartawan, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pemahaman mengenai jurnalistik dan media menjadi hal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.</p>
<p>"Di era seperti ini, kita harus benar-benar belajar dan mengerti tentang jurnalistik dan media. Ini ilmu yang penting sekali," jelasnya.</p>
<p>Agus mengungkapkan, setelah pelatihan tersebut pihak sekolah berencana membentuk ekstrakurikuler jurnalistik. Ia berharap para siswa menjadi penyeimbang informasi sekaligus terus mengembangkan kemampuan yang ada.</p>
<p>"Saya berdoa agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi hal yang bermanfaat. Kalian juga diharapkan menjadi penyeimbang berita dan meningkatkan ilmu jurnalistik," tuturnya.</p>
<p>Panitia kegiatan, Adi Rosul menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk menyesuaikan perkembangan dunia media saat ini dengan memadukan teori dan praktik.</p>
<p>"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama materi dasar-dasar jurnalistik dan multimedia, sedangkan hari kedua praktik wawancara, penulisan berita, dan podcast," ujarnya.</p>
<p>Para peserta dibekali kemampuan mencari, memverifikasi, dan menyusun berita yang objektif dan menarik, serta pelatihan fotografi jurnalistik, teknik berbicara di depan kamera, visual storytelling, hingga simulasi reportase dan pembuatan podcast.</p>
<p>Pada hari kedua, Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, memberikan materi tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja sebagai bagian dari penguatan karakter bagi para peserta.</p>
<p>"Melalui kegiatan yang diinisiasi IJTI Jombang, diharapkan lahir bibit-bibit jurnalis muda yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sekaligus menghasilkan informasi yang sehat dan berkualitas di lingkungan sekolah maupun masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Frisian Flag Dorong Pemenuhan Protein dan Nutrisi Seimbang untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/frisian-flag-dorong-pemenuhan-protein-dan-nutrisi-seimbang-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/frisian-flag-dorong-pemenuhan-protein-dan-nutrisi-seimbang-untuk-dukung-tumbuh-kembang-anak</guid>
<description><![CDATA[ Kebutuhan nutrisi anak akan terus berubah sesuai tahapan usia. Karena itu, pemenuhan gizi harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan agar anak memperoleh dukungan optimal bagi perkembangan fisik maupun kemampuan belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a352da9d86fc.webp" length="61224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 18:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>Masa tumbuh kembang merupakan periode ketika tubuh anak mengalami perkembangan dan berkebutuhan nutrisi, protein dan zat gizi tecukupi dengan tepat.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA,SJP – </strong>Frisian Flag Indonesia menegaskan pentingnya pemenuhan protein dan nutrisi seimbang sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak melalui kampanye “Temani Langkahmu Kini dan Nanti”, Jumat (19/6/2026) di atrium mall Tunjungan Plaza 6 Surabaya.</p>
<p>Dalam diskusi yang digelar di Surabaya, Head of Masterbrand &amp; Future Innovation Frisian Flag Indonesia, Kanya Ramyacitta, menjelaskan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menutrisi keluarga Indonesia di setiap tahap kehidupan.</p>
<p>Kampanye ini, sebutnya mengajak keluarga Indonesia untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini agar anak dapat tumbuh optimal, aktif, dan siap menghadapi masa depan.</p>
<p>Menurut Kanya, nutrisi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman bergizi, tetapi juga kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dalam keluarga.</p>
<p>Kanya menuturkan mulai dari sarapan bersama, menjaga pola makan seimbang, hingga mendukung anak untuk aktif bergerak dan bereksplorasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a352dccdbd6b.webp" alt=""></p>
<p>“Melalui kampanye ini kami ingin mengajak keluarga Indonesia menemukan kembali semangat yang sebenarnya sudah ada dalam diri mereka. Nutrisi yang tepat dan kebiasaan baik menjadi bekal penting untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Kanya menambahkan, kebutuhan nutrisi anak akan terus berubah sesuai tahapan usia. Karena itu, pemenuhan gizi harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan agar anak memperoleh dukungan optimal bagi perkembangan fisik maupun kemampuan belajar.</p>
<p><strong>Protein Menjadi Fondasi Pertumbuhan Anak</strong></p>
<p>Dokter spesialis anak Atika Nurmalitasari menjelaskan bahwa salah satu nutrisi terpenting selama masa pertumbuhan adalah protein. </p>
<p>Zat gizi ini, menurutnya berperan besar dalam pembentukan tulang, otot, jaringan tubuh, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh anak.</p>
<p>Menurut Atika, masa tumbuh kembang merupakan periode ketika tubuh anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. </p>
<p>Pada fase tersebut, kebutuhan protein harus dipenuhi secara cukup dan berkelanjutan agar proses pertumbuhan berlangsung optimal.</p>
<p>“Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh. Nutrisi ini dibutuhkan untuk pembentukan tulang, otot, serta berbagai jaringan yang mendukung pertumbuhan anak,” kata Atika.</p>
<p>Sumber protein dapat diperoleh dari berbagai bahan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging, susu, serta produk olahannya.</p>
<p>Selain protein hewani, anak juga dapat memperoleh protein dari sumber nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan sebagai pelengkap pola makan sehari-hari.</p>
<p>Namun, Atika mengingatkan bahwa pemenuhan protein tidak dapat berdiri sendiri. </p>
<p>"Anak juga membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, lemak baik untuk perkembangan otak, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh," urainya.</p>
<p><strong>Nutrisi Seimbang untuk Mendukung Kecerdasan</strong></p>
<p>Selain protein, Atika menyoroti pentingnya mikronutrien seperti DHA, Omega 3, Omega 6, vitamin D, dan kalsium. Berbagai zat gizi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan otak, konsentrasi, daya ingat, serta pertumbuhan tulang anak.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi anak tidak harus dipenuhi melalui makanan mahal. Yang terpenting adalah makanan yang diberikan mengandung gizi seimbang dan dikonsumsi secara konsisten setiap hari.</p>
<p>“Prinsip nutrisi anak adalah tepat, seimbang, dan berkelanjutan. Tidak perlu makanan yang mahal, tetapi harus rutin diberikan sesuai kebutuhan anak,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Atika, susu dapat menjadi pelengkap nutrisi harian, terutama bagi anak usia di atas satu tahun.</p>
<p>Adapun Atika merinci kebutuhan gizi seperti kandungan protein, kalsium, vitamin D, serta berbagai mikronutrien di dalam susu membantu memenuhi kebutuhan gizi yang mungkin belum tercukupi dari makanan sehari-hari.</p>
<p><strong>Peran Orang Tua dalam Menjaga Asupan dan Aktivitas Anak</strong><strong></strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Yovanka Angel Wijaya selaku Key Opinion Leader (KOL) membagikan pengalamannya sebagai ibu dari tiga anak dalam menjaga keseimbangan nutrisi keluarga.</p>
<p>Ia mengaku berupaya menyajikan menu sehat yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya.</p>
<p>Menurut Yovanka, orang tua saat ini terbantu oleh banyaknya informasi dan inspirasi menu sehat yang tersedia di media sosial. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a352dafcbeba.webp" alt=""></p>
<p>Namun, sambungnya yang terpenting adalah memastikan anak memperoleh asupan makanan bergizi secara konsisten serta melengkapinya dengan susu sebagai sumber nutrisi tambahan.</p>
<p>“Dari makanan saja terkadang belum cukup. Karena itu, kebutuhan nutrisi juga perlu dilengkapi dengan susu agar tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal,” ujarnya.</p>
<p>Selain memperhatikan asupan makanan dan susu, Yovanka juga aktif mendukung berbagai aktivitas yang disukai anak-anaknya. </p>
<p>Salah satunya melalui kegiatan senam, kata dia seperti melatih kegiatan anak dengan mewarnai dan aktivitas sosial yang dapat membantu perkembangan motorik serta kemampuan bersosialisasi anak.</p>
<p>Menurutnya, nutrisi yang baik perlu diimbangi dengan aktivitas fisik dan stimulasi yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.</p>
<p>“Anak membutuhkan makanan bergizi, susu, serta kesempatan untuk aktif bergerak dan bersosialisasi. Semua itu saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya.</p>
<p>Yovanka menambahkan melalui kampanye “Temani Langkahmu Kini dan Nanti”, Frisian Flag Indonesia ingin menegaskan bahwa pemenuhan protein dan nutrisi seimbang merupakan investasi penting bagi masa depan anak. </p>
<p>Dukungan nutrisi yang tepat, sebutnya dibarengi aktivitas fisik, stimulasi yang sesuai, serta lingkungan keluarga yang positif akan membantu anak tumbuh sehat, cerdas, aktif, dan percaya diri dalam menghadapi setiap tahap kehidupannya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar Tunanetra di Tulungagung Belajar Gamelan dengan Metode Audio Kinestetik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-tunanetra-di-tulungagung-belajar-gamelan-dengan-metode-audio-kinestetik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-tunanetra-di-tulungagung-belajar-gamelan-dengan-metode-audio-kinestetik</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga dibantu dengan penanda huruf braille pada beberapa instrumen gamelan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3513fba3b8d.webp" length="28094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 17:31:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tunanetra belajar musik, gamelan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Suara gamelan mengalun harmonis dari Taman Budaya Tulungagung pada Kamis (19/2/2026) pagi. Menariknya, alunan musik tradisional Jawa tersebut dimainkan oleh sejumlah pelajar tunanetra yang mengikuti pelatihan gamelan dengan metode pembelajaran berbasis audio kinestetik.</p>
<p>Program pelatihan ini digagas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mengenalkan kekayaan seni budaya Jawa kepada pelajar penyandang disabilitas netra.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga dibantu dengan penanda huruf braille pada beberapa instrumen gamelan.</p>
<p>Pelatih gamelan, Aulia Renata, menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar pelajar tunanetra memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal dan memainkan alat musik tradisional.</p>
<p>“Ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada pelatihan gamelan berbasis audio kinestetik bagi pelajar tunanetra,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Renata, selama ini pelajar tunanetra lebih sering diperkenalkan pada alat musik modern karena kepekaan mereka terhadap bunyi. Melalui pelatihan ini, ia ingin membuka akses yang lebih luas terhadap kesenian tradisional Jawa.</p>
<p>Proses pembelajaran dimulai dengan mengenalkan bentuk setiap instrumen gamelan melalui sentuhan. Para peserta diajak meraba berbagai alat musik seperti kendang, saron, kenong, gong, demung, bonang, hingga kempul untuk memahami karakteristik masing-masing.</p>
<p>Setelah mengenal bentuk instrumen, peserta kemudian berlatih membedakan suara dan nada yang dihasilkan oleh setiap alat musik. Tahapan ini bertujuan membantu mereka menghafal karakter bunyi sebelum memainkan gamelan secara bersama-sama.</p>
<p>Untuk mempermudah proses belajar, tanda braille dipasang pada alat musik saron dan demung. Penanda tersebut membantu peserta mengenali posisi nada dengan lebih cepat dan akurat.</p>
<p>“Braille pada saron dan demung kami gunakan sebagai alat bantu agar peserta lebih mudah memahami dan mengingat susunan nada,” jelas Renata.</p>
<p>Hasilnya cukup mengesankan. Dalam waktu sekitar satu jam, para peserta sudah mampu memainkan gamelan secara berkelompok dan menghasilkan alunan musik yang selaras.</p>
<p>Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa seni gamelan dapat dipelajari oleh siapa saja, termasuk pelajar tunanetra, apabila didukung metode pembelajaran yang tepat dan akses yang inklusif.</p>
<p>“Dalam waktu satu jam pengenalan, mereka sudah bisa memainkan gamelan. Ini menjadi bukti bahwa teman-teman tunanetra memiliki potensi besar untuk belajar dan berkarya di bidang seni tradisional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Launching Buku Futuhus Sama: Mahasiswa Jadikan Sunan Gresik Teladan Spirit Pergerakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/launching-buku-futuhus-sama-mahasiswa-jadikan-sunan-gresik-teladan-spirit-pergerakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/launching-buku-futuhus-sama-mahasiswa-jadikan-sunan-gresik-teladan-spirit-pergerakan</guid>
<description><![CDATA[ Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Gresik sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33d2a354f6a.webp" length="74212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 20:01:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, PMII Gresik, info Gresik, Sunan Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP –</strong> Kalangan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’. </p>
<p>Peluncuran buku anatomi karya kolektif mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber.</p>
<p>Buku yang mengambil Syekh Maulana Malik Ibrahim atau akrab dikenal sebagai Sunan Gresik, itu awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu.</p>
<p>Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Gresik sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.</p>
<p>Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Atas Langit Daruttaqwa, M. Hadi Khoirur Roziqin, mengatakan buku tersebut hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.</p>
<p>“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” kata Hadi, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Hadi menyampaikan, sejarah perjalanan Sunan Gresik sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Perjuangan tokoh Islam tersebut dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik.</p>
<p>“Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” jelasnya.</p>
<p>Sementara, Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin, menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik.</p>
<p>“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.</p>
<p>Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani, menambahkan launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. </p>
<p>Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.</p>
<p>“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Loloskan 137 Siswa ke PTN, SMA Budi Utomo Jombang Raih Peringkat Kedua SNBP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/loloskan-137-siswa-ke-ptn-sma-budi-utomo-jombang-raih-peringkat-kedua-snbp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/loloskan-137-siswa-ke-ptn-sma-budi-utomo-jombang-raih-peringkat-kedua-snbp</guid>
<description><![CDATA[ Secara rinci, sebaran 137 siswa yang lolos ke kampus negeri tersebut meliputi: jalur SNBP (prestasi) 56 siswa; jalur prestasi lainnya 22 siswa; jalur SPAN-PTKIN (keagamaan) 10 siswa; jalur SNBT (tes) &amp; mandiri 49 siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a338eb525cef.webp" length="50794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 12:58:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SMA Budi Utomo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — SMA Budi Utomo Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mencatatkan prestasi gemilang pada tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini sukses mengantarkan sebanyak 137 siswanya menembus berbagai jalur penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).</p>
<p></p>
<p>Capaian ini menempatkan SMA Budi Utomo di peringkat kedua se-Kabupaten Jombang untuk jumlah siswa terbanyak yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMA Budi Utomo Gadingmangu, Abdul Aziz Kusaini, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan anak didiknya tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, untuk tahun ajaran 2025/2026 ini, SMA Budi Utomo berhasil meloloskan total 137 murid dari berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru," ujar Abdul Aziz saat diwawancarai.</p>
<p></p>
<p>Secara rinci, sebaran 137 siswa yang lolos ke kampus negeri tersebut meliputi: jalur SNBP (prestasi) 56 siswa; jalur prestasi lainnya 22 siswa; jalur SPAN-PTKIN (keagamaan) 10 siswa; jalur SNBT (tes) &amp; mandiri 49 siswa. </p>
<p></p>
<p>Total kelulusan ini merepresentasikan sekitar 25 persen dari keseluruhan siswa kelas 12 yang berjumlah 530 anak.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan meloloskan ratusan siswa ke perguruan tinggi ini tidak diraih secara instan. Pihak sekolah telah merancang strategi matang dan pendampingan intensif sejak para siswa duduk di bangku kelas 11.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut meliputi bimbingan khusus untuk menghadapi ujian tertulis (SNBT) serta pemetaan nilai rapor siswa yang masuk kriteria kuota pendaftaran jalur prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>"Mulai dari kelas 11 anak-anak sudah kita persiapkan. Kami bimbing mereka secara intensif melalui program bimbingan belajar," jelas Abdul Aziz.</p>
<p></p>
<p>Demi memaksimalkan potensi siswa, SMA Budi Utomo juga mengalokasikan waktu belajar khusus dan menjalin kemitraan strategis dengan lembaga bimbingan belajar (bimbel) ternama, seperti Ruangguru dan Pejuang Pendidik.</p>
<p></p>
<p>Melihat tren positif ini, manajemen SMA Budi Utomo Gadingmangu langsung memasang target yang lebih tinggi untuk tahun ajaran berikutnya. Pihak sekolah optimistis bisa mendongkrak angka kelulusan, dengan target khusus 150 siswa lolos murni dari jalur prestasi (SNBP).</p>
<p></p>
<p>Selain jalur prestasi, program bimbingan untuk jalur ujian tertulis dan mandiri juga akan terus digenjot secara maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami untuk tahun depan, 150 siswa bisa lolos PTN dari jalur SNBP saja. Otomatis jalur-jalur lainnya juga akan terus kami upayakan, sehingga targetnya 50 hingga 75 persen lulusan kami bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri," pungkas Abdul Aziz. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Ini Budi di Bondowoso Jadi Ruang Belajar Budaya Sejak Dini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-ini-budi-di-bondowoso-jadi-ruang-belajar-budaya-sejak-dini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-ini-budi-di-bondowoso-jadi-ruang-belajar-budaya-sejak-dini</guid>
<description><![CDATA[ Program Ini Budi (Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini) menjadi ruang edukasi budaya bagi anak-anak Bondowoso. Melalui seni dan kearifan lokal, program yang didukung Disparbudpora ini bertujuan membentuk generasi berkarakter sekaligus menjaga keberlangsungan budaya daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33432c60ad3.webp" length="42948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 10:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>budaya, kesenian, tarian, tradisi, desa, wisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah dominasi gawai dan derasnya arus budaya global yang semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, ruang untuk mengenalkan budaya lokal sering kali semakin menyempit. Padahal, pengenalan budaya sejak usia dini tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, identitas, dan rasa bangga terhadap daerah asal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kegelisahan tersebut, sejumlah pegiat seni dan pendidikan di Bondowoso menghadirkan sebuah gerakan pembelajaran budaya yang dikemas dengan cara menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Program itu diberi nama </span>"Ini Budi"<span>, sebuah akronim dari </span><em><span>Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini</span></em><span>, yang mengajak anak-anak mengenal budaya melalui seni, cerita rakyat, tari, musik, hingga pertunjukan teater.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selama enam bulan terakhir, puluhan guru PAUD bersama murid-muridnya terlibat dalam proses pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan keterampilan berkesenian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebajikan, gotong royong, penghormatan terhadap tradisi, serta kecintaan terhadap budaya daerah. Pembelajaran tersebut kemudian bermuara pada pementasan Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis" yang digelar di GOR Pelita Bondowoso, Rabu (17/6/2026) malam.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih dari sekadar pertunjukan, program Ini Budi menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat dilakukan secara nyata melalui pendidikan. Budaya tidak lagi diposisikan sebagai warisan yang hanya dikenang, melainkan dihadirkan sebagai pengalaman belajar yang hidup dan dapat dirasakan langsung oleh generasi muda.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, </span>Gede Budiawan<span>, mengatakan, pemerintah daerah sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, kegiatan yang digagas oleh Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso bersama sejumlah pegiat budaya itu telah berjalan sejak awal tahun 2026 dan mendapat sambutan positif dari para peserta maupun tenaga pendidik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami dari awal memang sudah men-support kegiatan ini. Sanggar GAS yang diinisiasi Mas Bang Jun sudah melaksanakan program ini sejak awal tahun. Kami melihat semangat yang luar biasa untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak sejak usia dini," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Gede menjelaskan, peserta program Ini Budi terdiri dari guru-guru PAUD dan murid-muridnya yang selama beberapa bulan mengikuti proses pembelajaran budaya secara intensif. Karena itu, ketika muncul keinginan agar hasil pembelajaran tersebut ditampilkan dalam sebuah pertunjukan, pemerintah daerah menyambutnya dengan antusias.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Disparbudpora bersama Dinas Pendidikan kemudian berkolaborasi memberikan dukungan agar para peserta memiliki ruang untuk menampilkan hasil belajar mereka kepada masyarakat luas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Keinginan peserta pembelajaran adalah apa yang sudah dilatihkan selama ini bisa ditampilkan. Kami menyambut baik gagasan itu dan memberikan apresiasi kepada mereka agar bisa tampil pada malam hari ini," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan, Program Ini Budi bukan sekadar kegiatan seni pertunjukan, melainkan sebuah gerakan pendidikan budaya yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Gede, pelestarian budaya akan lebih efektif apabila dimulai dari anak-anak. Dengan demikian, nilai-nilai budaya tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga dipraktikkan dan dialami secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bondowoso sebagai gerakan yang lahir dari masyarakat serta didukung oleh pemerintah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Harapannya kegiatan-kegiatan seperti ini, yang memang dari masyarakat untuk masyarakat, bisa terus berlangsung di Bondowoso. Semangat pelestarian budaya harus bisa terwakili oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh pemerintah," tandasnya.</span></p>
<p><span>Melalui Program Ini Budi, kata mandan Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora ini, Bondowoso tidak hanya berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang mengenal akar budayanya, memiliki karakter yang kuat, dan tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.</span></p>
<p><span>"Itulah sejatinya harapan besar yang kami ingin raih dari Program Ini Budi," pungkasnya.<strong> (*)</strong></span></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Gempuran Globalisasi, Bondowoso Perkuat Karakter Anak Lewat Kearifan Lokal Dewi Rengganis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gempuran-globalisasi-bondowoso-perkuat-karakter-anak-lewat-kearifan-lokal-dewi-rengganis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gempuran-globalisasi-bondowoso-perkuat-karakter-anak-lewat-kearifan-lokal-dewi-rengganis</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mendorong penguatan karakter generasi muda melalui edukasi budaya berbasis kearifan lokal. Melalui Gelar Budaya &quot;Ini Budi-Amarta Dewi Rengganis&quot;, anak-anak diajak mengenal nilai kebajikan, seni, dan identitas daerah sebagai bekal menghadapi tantangan globalisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a333b9c9fb86.webp" length="55668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 09:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, budaya, pariwisata, seni, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda, upaya menjaga akar budaya menjadi tantangan yang tidak ringan. Anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi beragam budaya populer dari berbagai belahan dunia. Di satu sisi membuka wawasan, namun di sisi lain berpotensi mengikis kedekatan mereka dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak di Bondowoso untuk mencari cara agar generasi muda tidak tercerabut dari identitas budayanya. Salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya yang dikemas secara menarik, edukatif, serta dekat dengan dunia anak-anak. Upaya ini diyakini menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter, moral, dan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Malam itu, nilai-nilai kearifan lokal hadir tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan. Legenda Dewi Rengganis yang hidup dalam khazanah budaya masyarakat Bondowoso dihidupkan kembali melalui pertunjukan tari, musik, dan teater dalam Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis".</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anak-anak yang terlibat tidak sekadar belajar seni pertunjukan, melainkan juga menyerap pesan tentang kebajikan, kepemimpinan, keberanian, dan cinta terhadap tanah kelahiran.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, penguatan karakter berbasis budaya lokal merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan. Sebab, kecerdasan intelektual tanpa fondasi budaya yang kuat dikhawatirkan akan melahirkan generasi yang kehilangan arah dan identitas di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pandangan tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid saat menghadiri Gelar Budaya "Ini Budi Amarta Dewi Rengganis" yang digelar Rabu (17/6/2026) malam di GOR Pelita Bondowoso yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dan digagas oleh Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso dan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Pada era modernisasi yang bergerak sangat cepat ini, kita dihadapkan pada tantangan besar berupa terkikisnya nilai-nilai jati diri bangsa di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah urgensi dan kebutuhan strategis demi menyelamatkan masa depan bangsa," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga memberikan apresiasi kepada Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso yang menggagas program pembelajaran "Ini Budi". Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seni budaya dapat dijadikan media pendidikan karakter yang menyenangkan sekaligus membumi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui pertunjukan yang mengangkat kisah Dewi Rengganis, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai seni, kebajikan, keindahan, dan kearifan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bondowoso. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membentuk pribadi yang berkarakter dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa serta daerahnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GAS Bondowoso atas inisiasi program pembelajaran Ini Budi. Melalui pertunjukan ini kita menyaksikan langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai seni, kebajikan, dan kearifan kepada anak-anak sejak usia dini," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ra Hamid menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni dan pertunjukan sesaat. Pelestarian yang sejati harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan dan menyentuh langsung generasi penerus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, serta masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan malam ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak boleh mandek pada tataran wacana. Pelestarian harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dan menyentuh langsung denyut nadi generasi muda," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati Bondowoso mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya sebagai perekat persatuan sekaligus sarana membangun masa depan daerah. Ia berharap semangat "Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa" dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepada para peserta yang sebagian besar merupakan anak-anak, Ra Hamid berpesan agar menjadikan kisah Dewi Rengganis sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Bondowoso harus menjadi ruang yang subur bagi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran budi dan kebanggaan terhadap budaya daerahnya.</span></p>
<p><span>"Mari kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual dan luhur secara kultural," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Pelajar Bondowoso Meriahkan Pawai Lampion Tahun Baru Islam 1448 H, UMKM Ikut Terdongkrak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-bondowoso-meriahkan-pawai-lampion-tahun-baru-islam-1448-h-umkm-ikut-terdongkrak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-bondowoso-meriahkan-pawai-lampion-tahun-baru-islam-1448-h-umkm-ikut-terdongkrak</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 1.000 pelajar dari 36 sekolah di Bondowoso mengikuti Pawai Lampion menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain menanamkan nilai religius, kreativitas, dan gotong royong, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi melalui ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32031f0b361.webp" length="51548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa di Kabupaten Bondowoso. Lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati jalan-jalan utama kota dalam Pawai Lampion yang digelar pada Selasa (16/6/2026) malam.</p>
<p>Dengan membawa lampion beraneka bentuk dan warna, para peserta berjalan mengelilingi kawasan pusat kota diiringi lantunan selawat dan lagu-lagu religi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram tersebut sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.</p>
<p>Kreativitas para pelajar tampak dalam berbagai desain lampion yang mereka tampilkan. Mulai dari bentuk bulan sabit, bunga teratai, tumpeng, hingga janur kuning yang dirangkai menyerupai lampion. Menariknya, sebagian besar lampion dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik dan galon bekas.</p>
<p>Salah satu karya kreatif datang dari siswa SDN Dibawah 3 Bondowoso yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.</p>
<p>Tak hanya itu, SMPN 5 Bondowoso juga membuat lampion berbentuk bunga menggunakan sendok plastik dan galon bekas.</p>
<p>"Ini dari sendok bekas, dari galon bekas juga," ujar Imah, siswi SMP Negeri 5 Bondowoso.</p>
<p>Sementara itu, SMP Negeri 7 Bondowoso memilih konsep yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan janur kuning sebagai bahan utama lampion mereka.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, mengatakan pawai lampion digelar sebagai sarana mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenang kembali peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut tahun baru Islam dengan kegiatan yang positif dan edukatif.</p>
<p>Menurutnya, lampion yang dibawa peserta bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna filosofis yang erat dengan semangat hijrah.</p>
<p>"Pemilihan pawai lampion memiliki filosofi pergerakan, perjalanan, hijrah, kekompakan, dan kebersamaan," kata As'ad.</p>
<p>Ia berharap cahaya lampion yang menerangi sepanjang perjalanan pawai dapat menjadi simbol harapan bagi masyarakat dalam menjalani tahun baru Islam.</p>
<p>"Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 Hijriah ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan," ujarnya.</p>
<p>Selain memiliki nilai religius dan edukatif, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan warga yang hadir untuk menyaksikan pawai turut memadati lapak-lapak UMKM yang berjejer di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p>"Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebutkan sebanyak 36 lembaga pendidikan berpartisipasi dalam pawai tersebut. Terdiri atas 15 Sekolah Dasar (SD), 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 10 SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA).</p>
<p>"Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram," katanya.</p>
<p>Taufan menegaskan bahwa pawai lampion bukan sekadar kegiatan seremonial atau berjalan-jalan pada malam hari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan berbagai nilai positif kepada para pelajar.</p>
<p>Melalui proses pembuatan lampion, siswa diajak belajar bergotong royong, mengembangkan kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini terus didorong dalam dunia pendidikan.</p>
<p>"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penanaman tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada para pelajar," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih, Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-kota-kediri-gandeng-slb-putra-asih-wujudkan-sekolah-tangguh-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-kota-kediri-gandeng-slb-putra-asih-wujudkan-sekolah-tangguh-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesempatan ini, para siswa diajarkan dasar-dasar penyelamatan diri seperti mencari titik aman berlindung saat gempa bumi serta jalan evakuasi mandiri ketika menghadapi situasi darurat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a301424c5f79.webp" length="61028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 22:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>BPBD kota Kediri, sekolah tangguh bencana, sekolah kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban jiwa serta kerusakan saat terjadi keadaan darurat, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gencar melakukan edukasi dan simulasi mitigasi bencana. </p>
<p>Kegiatan ini menyasar ke beberapa sekolah, universitas, instansi hingga organisasi masyarakat di Kota Kediri. Salah satunya seperti yang dilakukan di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri. Kegiatan melibatkan sebanyak 140 siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB hingga SMALB.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, para siswa diajarkan dasar-dasar penyelamatan diri seperti mencari titik aman berlindung saat gempa bumi serta jalan evakuasi mandiri ketika menghadapi situasi darurat. </p>
<p>“Esensi utama dari penanggulangan bencana justru terletak pada tahap prabencana, yaitu melalui sosialisasi, edukasi dan simulasi. Ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa, karena ketidaktahuan dan kepanikan sering kali menjadi pemicu utama timbulnya korban jiwa ketika bencana terjadi,” terang Kepala BPBD Kota Kediri, Senin, (15/6/2026). </p>
<p>Selain materi mitigasi, para guru pendamping juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), seperti teknik pembalutan luka, penanganan awal patah tulang, serta pemanfaatan alat-alat sederhana yang ada di sekitar sebagai sarana evakuasi darurat. </p>
<p>Melalui kegiatan ini, Joko berharap dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta hari ini, tetapi dapat terus diwariskan kepada siswa-siswa berikutnya sehingga tercipta sekolah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.</p>
<p>Sementara itu, Rahmah Hidayah Solikhatin Kepala SLB-B Putra Asih Kota Kediri menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan aplikatif bagi para siswa.</p>
<p>"Anak-anak kami membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak melalui visualisasi dan praktik langsung. Karena itu, kami menghadirkan BPBD agar siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana," ujarnya.</p>
<p>Rahmah menambahkan, para siswa nantinya akan lebih banyak berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dasar kebencanaan sejak dini agar mampu melindungi diri sendiri.</p>
<p>Sekolah juga memanfaatkan kegiatan ini untuk meminta pendampingan BPBD dalam memetakan kembali jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah. Setelah pelatihan berlangsung, Rahmah mengatakan sekolah akan melaksanakan simulasi mandiri guna mengukur sejauh mana pemahaman siswa dan guru pendamping terhadap materi mitigasi yang telah diberikan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Gelombang Penolakan dan Penghentian MBG di Sejumlah Daerah, SPPG Buduan 1 Situbondo Hadirkan Super Hero untuk Hibur Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gelombang-penolakan-dan-penghentian-mbg-di-sejumlah-daerah-sppg-buduan-1-situbondo-hadirkan-super-hero-untuk-hibur-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gelombang-penolakan-dan-penghentian-mbg-di-sejumlah-daerah-sppg-buduan-1-situbondo-hadirkan-super-hero-untuk-hibur-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah penolakan dan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, SPPG Buduan 01 Situbondo menghadirkan super hero saat distribusi makanan bergizi, menciptakan antusiasme dan keceriaan bagi 2.252 siswa penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3005489cf5e.webp" length="48240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:01:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, Suboh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Di tengah berbagai dinamika yang mewarnai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Indonesia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Situbondo Suboh Buduan 01 justru menunjukkan wajah berbeda dari program nasional tersebut.</p>
<p>Saat sejumlah wilayah menghadapi penolakan peserta hingga penghentian sementara operasional dapur MBG akibat berbagai kendala, pelaksanaan program di wilayah ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para siswa.</p>
<p>Dalam beberapa pekan terakhir, Program MBG menjadi sorotan publik setelah muncul laporan ribuan siswa yang memilih tidak mengikuti program tersebut di sejumlah daerah.</p>
<p>Selain itu, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga sempat menghentikan layanan akibat persoalan operasional dan administrasi yang sedang dievaluasi pemerintah.</p>
<p>Berbeda dengan kondisi tersebut, SPPG Buduan 01 Situbondo terus berupaya membangun kedekatan dengan para penerima manfaat melalui berbagai inovasi kreatif. Salah satunya dengan menghadirkan tokoh-tokoh super hero saat proses distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.</p>
<p>Pada Rabu (3/6/2026), sejumlah karakter ikonik seperti Spiderman, Batman, Superman, dan Zorro diterjunkan untuk mengantarkan sekaligus membagikan paket MBG kepada para siswa di wilayah layanan SPPG Buduan 01.</p>
<p>Kehadiran para tokoh yang lekat dengan dunia anak-anak tersebut langsung mencuri perhatian para siswa. Mereka tampak antusias menyambut kedatangan para super hero yang membagikan makanan bergizi secara langsung di lingkungan sekolah.</p>
<p>Dalam penyaluran kali ini, SPPG Buduan 01 mendistribusikan makanan bergizi kepada 2.252 penerima manfaat.</p>
<p>Menu yang disajikan terdiri dari roti burger, nugget ayam, edamame, timun, tomat, selada, serta jeruk longan yang telah disiapkan sesuai standar pemenuhan gizi Program MBG.</p>
<p>Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Buduan 01, Ubay, mengatakan pelibatan tokoh super hero merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.</p>
<p>Menurutnya, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga bertujuan membangun suasana positif yang dapat meningkatkan semangat belajar dan kebahagiaan para siswa.</p>
<p>"Kami ingin penyaluran MBG menjadi momen yang dinanti oleh anak-anak. Karena itu, kami kembali menghadirkan super hero untuk menemani proses distribusi. Selain menerima makanan bergizi, mereka juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan," ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, respons para penerima manfaat sangat menggembirakan. Sejak para super hero tiba di sekolah, para siswa terlihat antusias, melambaikan tangan, menyapa, hingga berebut untuk berfoto bersama.</p>
<p>"Anak-anak tampak sangat senang dan bahagia ketika melihat Spiderman, Batman, Superman, dan Zorro kembali hadir di sekolah mereka," ungkapnya.</p>
<p>"Antusiasme itu terlihat dari senyum dan keceriaan yang mereka tunjukkan selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.</p>
<p>Ubay menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, serta menghadirkan berbagai inovasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin diterima dan memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat.</p>
<p>"Kami berharap program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menghadirkan semangat dan kebahagiaan dalam proses belajar mereka," katanya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari penerimaan dan antusiasme para siswa sebagai penerima manfaat.</p>
<p>"Ketika anak-anak menikmati makanan bergizi dengan perasaan senang, maka tujuan program untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas akan semakin mudah terwujud," paparnya.</p>
<p>Melalui konsep distribusi yang kreatif dan edukatif tersebut, SPPG Buduan 01 kembali menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar tentang penyediaan makanan sehat.</p>
<p>Lebih dari itu, program ini juga menjadi sarana membangun kedekatan dengan penerima manfaat, menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan bergizi sejak usia dini, sekaligus menghadirkan pengalaman positif yang membekas bagi anak-anak di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaksanaan MBG secara nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Literasi 2026 Kota Kediri, Jawab Tantangan Peningkatan Literasi Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-literasi-2026-kota-kediri-jawab-tantangan-peningkatan-literasi-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-literasi-2026-kota-kediri-jawab-tantangan-peningkatan-literasi-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Menjawab tantangan tersebut, Festival Literasi Kota Kediri menjadi momen dan juga simbol semangat bergerak bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2c1c0c6c647.webp" length="51972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 22:30:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Festival Literasi, Literasi sejarah, literasi kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Akses kepada literasi masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan literasi masyarakat Kota Kediri. Tidak hanya buku, tapi juga literasi sejarah Kota Kediri. </p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Festival Literasi Kota Kediri menjadi momen dan juga simbol semangat bergerak bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menuturkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Kediri mengalami penurunan dari tahun 2022 hingga 2024. Sehingga diperlukan gerakan literasi yang lebih masif, terpadu, dan dekat dengan masyarakat. </p>
<p>Menurutnya, IPLM dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) ini harus ditingkatkan. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari menurunnya daya saing hingga meningkatnya kerentanan terhadap hoaks dan kesenjangan sosial.</p>
<p>Selain itu, sebagai kota yang mayoritas penduduknya berada pada usia produktif, Kota Kediri harus mampu memanfaatkan bonus demografi dengan mempersiapkan generasi yang melek literasi agar memiliki kecakapan, kompetensi, dan daya saing yang tinggi. </p>
<p>"Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berkolaborasi, dengan berbagai pihak, untuk membangun ekosistem literasi yang baik melalui Festival Literasi Tahun 2026. Mengusung tema 'Literasi untuk Kediri Mapan: Cerdas Membaca, Bijak Digital, Cakap Finansial, dan Berakar pada Budaya', masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap empat simpul literasi yang penting dikuasai di era digital," ujar Mbak Wali, Jumat, (12/6/2026). </p>
<p>Festival Literasi Tahun 2026 ini telah berlangsung sejak 10 Juni dan akan digelar hingga 27 Juni mendatang. Mbak Wali berharap festival ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan media digital secara bijak. </p>
<p>"Saya berpesan untuk adik-adik agar rajin membaca. Dan jangan lupa membeli buku setelah beli harus dibaca. Saya percaya kalau rajin membaca, adik-adik mudah untuk meraih cita-citanya," pesannya.</p>
<p>Selain Bazar Buku dan UMKM, Festival Literasi 2026 Kota Kediri juga menggandeng berbagai komunitas literasi serta menyuguhkan beragam kegiatan edukatif dan menyenangkan yang dapat diikuti seluruh kalangan. </p>
<p>Mulai dari lomba mewarnai, lomba bertutur, lomba story telling, lomba cerdas cermat hingga edukasi literasi yang akan diisi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.</p>
<p>Pada Festival Literasi 2026 ini, juga ditampilkan film pendek 1000 tahun perjalanan Kota Kediri yang menampilkan sejarah Kota Kediri mulai dari zaman kerajaan karya budayawan Imam Mubarok. </p>
<p>Film yang menggabungkan foto dari Kediri's Photograph Museum dan kecerdasan buatan ini mengajak para penonton lebih mengenal momen-momen dan lokasi-lokasi bersejarah di Kota Kediri. Film ini juga sebagai salah satu langkah untuk mewariskan sejarah ke generasi selanjutnya. </p>
<p>"Tujuannya untuk mengedukasi dan semakin mencintai terhadap Kota Kediri. Langkah ini adalah langkah positif bagi kita semua. Membicarakan literasi dan membaca memang penting, tapi sekarang juga scrolling itu menjadi kebiasaan. Nah, scrolling yang bermanfaat, salah satunya memutar film-film sejarah tentang kotanya, " jelas tokoh yang biasa disapa Gus Barok ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soroti Ancaman Mikroplastik, Stimbara UISI Gresik Gelar Seminar &amp;apos;Plastic&amp;Free Future&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soroti-ancaman-mikroplastik-stimbara-uisi-gresik-gelar-seminar-plastic-free-future</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soroti-ancaman-mikroplastik-stimbara-uisi-gresik-gelar-seminar-plastic-free-future</guid>
<description><![CDATA[ Diskusi interaktif dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Stimbara UISI mempertemukan tiga perspektif sekaligus, yakni dari keterwakilan akademisi, aktivis lingkungan, hingga pembuat kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bedad0612b.webp" length="46270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 20:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, mikroplastik, info Gresik, Stimbara Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Menyoroti ancaman nyata polusi plastik, UKM Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik Stimbara menggelar seminar bertajuk "Plastic-Free Future: Dampak Mikroplastik pada Ekosistem dan Risiko Kesehatan", Jumat (12/6/2026).</p>
<p>​Diskusi interaktif dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini mempertemukan tiga perspektif sekaligus, yakni dari keterwakilan akademisi, aktivis lingkungan, hingga pembuat kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.</p>
<p>"Karena masalah ini sudah banyak dibahas, namun belum mendapatkan solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat luas. Maka dari itu kita mengusung tema ini agar bisa menyadarkan kepada masyarakat luas bahwa mikroplastik itu perlu ditanggulangi bersama," kata Ketua pelaksana seminar, Hilda Uchtruja Jasmin, saat menggelar seminar dan diskusi di Aula Gedung B UISI Gresik. </p>
<p>Jasmin mengatakan, melalui seminar Stimbara ini dapat meningkatkan kesadaran untuk mengurangi atau mencegah ancaman mikroplastik. </p>
<p>Stimbara UISI menghadirkan pemateri Sofi Azilan Aini, salah satu perwakilan aktivis dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), yang kerab melakukan penelitian mikroplastik. </p>
<p>Pemateri dari kalangan akademisi yakni Wahyu Kamal Setiawan, Dosen Kampus UISI Gresik. Serta Nurul Fadillah perwakilan DLH Pemkab Gresik sebagai pemateri paparan pemangku kebijakan pengelolaan sampah. </p>
<p>"Jadi kita menghadirkan tiga sudut pandang yang berbeda supaya kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik," jelasnya. </p>
<p>Salah satu pemateri aktivis ECOTON Sofi Azilan Aini, mengungkap penyebaran sampah plastik tidak terlepas dari gaya hidup konsumtif masyarakat sehari-hari. </p>
<p>Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik seperti dibuang sembarang tempat hingga dibakar bisa mencemari mikroplastik. </p>
<p>"Mikroplastik bisa ditemukan melalui makanan, air minum dalam kemasan (AMDK), hingga paparan kulit skinkare," ungkap dia.</p>
<p>Dari sisi akademisi, cemaran mikroplastik ini tidak bisa terlepas dari produksi plastik dari sumbernya, yakni skala industri. Ekosistem yang sudah terbentuk, bahwa plastik tersebut menjadi produk kemasan para pedagang dengan harga yang paling murah dan praktis. </p>
<p>"Masyarakat yang sebagian menjadikan plastik sebagai kebutuhan ekonomi. Misalnya pedagang yang sangat mengandalkan plastik karena harganya kemasan yang lebih murah," papar dia.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan DLH Gresik, Nurul Fadillah, menyebut produksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik mencapai 450 ton per hari.</p>
<p>Sedangkan sampah plastik menduduki dominasi terbesar kedua sebanyak 11,58 persen di TPA, setelah sisa makanan 55,29 persen.</p>
<p>"Pemkab Gresik telah mengeluarkan aturan melalui Perda, Perbup, atau surat edaran terkait pembatasan sampah plastik. Salah satunya tidak diperbolehkan pemakaian kemasan kantong kresek di supermarket," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UNISKA Kediri Tegaskan Peran Dalam Pembinaan Olahraga Lewat Sports Week</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uniska-kediri-tegaskan-peran-dalam-pembinaan-olahraga-lewat-sports-week</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uniska-kediri-tegaskan-peran-dalam-pembinaan-olahraga-lewat-sports-week</guid>
<description><![CDATA[ Berlangsung di UNISKA Center, 11–14 Juni 2026 di Sports Week UNISKA menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya bola basket, bagi generasi muda. Rektor UNISKA Kediri Prof. H. Bambang Yulianto menegaskan bahwa UNISKA Center diharapkan dapat menjadi ruang yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, olahraga, dan pengembangan potensi generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2acdfd9bf3c.webp" length="32664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 23:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>UNISKA Kediri, Kampus Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>UNISKA Kediri menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga aktif menghadirkan ruang kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat terutama di bidang olahraga melalui rangkaian Sports Week UNISKA x DBL Academy 3x3 Competition.</p>
<p>Berlangsung di UNISKA Center pada 11–14 Juni 2026, Sports Week UNISKA menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya bola basket, bagi generasi muda.</p>
<p>Rektor UNISKA Kediri Prof. H. Bambang Yulianto menegaskan, UNISKA Center diharapkan dapat menjadi ruang yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, olahraga, dan pengembangan potensi generasi muda.</p>
<p>“Ini merupakan kehormatan bagi kami karena gedung UNISKA Center dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-43 UNISKA Kediri,” ungkap Prof. Bambang, Kamis, (11/6/2026).</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum DPD PERBASI Jawa Timur, Grace Evi Ekawati menyampaikan bahwa kegiatan di Kediri ini menjadi momentum penting dalam memperluas pengenalan basket kepada anak-anak dan pelajar.</p>
<p>Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi juga mengenalkan bola basket sebagai sarana pembinaan karakter dan prestasi.</p>
<p>“Yang terpenting bukan hanya juara, tetapi bagaimana anak-anak mengenal bola basket dan tumbuh menjadi anak-anak Indonesia yang berprestasi,” ujar Mama Evi, sapaan akrabnya.</p>
<p>Dalam sesi insight, CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda menyampaikan, selama lebih dari 20 tahun DBL Indonesia bergerak dalam pengembangan bola basket, salah satu kendala utama yang kerap dihadapi adalah keterbatasan fasilitas olahraga yang representatif.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran UNISKA Center menjadi salah satu langkah penting karena menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan kampus, tetapi juga untuk pengembangan olahraga masyarakat.</p>
<p>“UNISKA membangun fasilitas sebagus ini dan bisa digunakan untuk olahraga. Tentu ini sangat bermanfaat. Kediri sekarang punya opsi baru untuk berbagai jenis olahraga,” ujar Azrul.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, UNISKA Kediri juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah organisasi olahraga, antara lain Wushu Kota Kediri, FOPI Kota Kediri, PBPI Kabupaten Kediri, AFKOT Kota Kediri, KONI Kota Kediri, PERBASI Kabupaten Kediri, PERBASI Kota Kediri, dan PERBASI Jawa Timur.</p>
<p>Adapun kegiatan 3x3 Competition ini diikuti oleh peserta dari berbagai kategori, mulai dari KU 14, KU 16, KU 18, hingga kategori umum, baik putra maupun putri. Berdasarkan data peserta, kegiatan ini diikuti oleh 15 tim U14 Boys, 8 tim U14 Girls, 12 tim U16 Boys, 5 tim U16 Girls, 23 tim U18 Boys, 11 tim U18 Girls, 16 tim Umum Boys, dan 9 tim Umum Girls.</p>
<p>Selain kompetisi 3x3, rangkaian Sports Week UNISKA x DBL Academy juga menghadirkan kegiatan Penataran Lisensi C yang terbuka bagi pelatih basket se-Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya pelatih bola basket. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wartawan Jadi Garda Edukasi, PWI Bondowoso Tekankan Pentingnya Pemberitaan Ramah Anak dan Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wartawan-jadi-garda-edukasi-pwi-bondowoso-tekankan-pentingnya-pemberitaan-ramah-anak-dan-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wartawan-jadi-garda-edukasi-pwi-bondowoso-tekankan-pentingnya-pemberitaan-ramah-anak-dan-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Ketua PWI Bondowoso Moh Bahri menegaskan media memiliki peran strategis mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan ramah anak dan perempuan dengan tetap melindungi identitas, martabat, serta masa depan korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a9b9fc36f1.webp" length="34926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 19:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PWI, wartawan, PDHI, program, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, peran media massa tidak lagi sekadar menyampaikan informasi kepada publik. Wartawan kini menjadi salah satu garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat, mendorong pencegahan, sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terlindungi melalui pemberitaan yang beretika.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dampak yang luas. Di satu sisi, pemberitaan dapat membuka mata masyarakat terhadap bahaya kekerasan dan pentingnya perlindungan korban. Namun di sisi lain, informasi yang disampaikan tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan anak dan perempuan berpotensi menimbulkan trauma baru, stigma sosial, bahkan mengancam masa depan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kasus kekerasan seksual maupun kekerasan berbasis gender, perlindungan identitas korban menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Karena itu, tanggung jawab menjaga kerahasiaan korban tidak hanya berada di pundak aparat penegak hukum atau lembaga pendamping, tetapi juga media massa dan seluruh pihak yang memiliki akses terhadap informasi korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Perspektif perlindungan korban inilah yang kini semakin ditekankan dalam berbagai upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain penanganan hukum, pemulihan psikologis dan perlindungan terhadap hak privasi korban menjadi bagian penting yang harus dipahami bersama oleh seluruh elemen masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hal tersebut mengemuka dalam Pelatihan Manajemen dan Pencatatan Kasus Terhadap Korban Kekerasan Anak yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) di Ruang Rapat Ijen Raung, Kamis (11/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang merupakan bagian dari penguatan sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu diikuti berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum, psikolog, lembaga layanan, pendamping korban, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga insan media.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PWI Bondowoso, Moh. Bahri, hadir sebagai narasumber dengan materi "Pemberitaan Ramah Anak dan Perempuan". Ia menegaskan, pemahaman mengenai etika penyampaian informasi tidak hanya penting bagi wartawan, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kasus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Materi ini penting dipahami bersama karena perlindungan anak dan perempuan bukan hanya tanggung jawab media. Siapa pun yang memiliki akses terhadap informasi korban harus memahami batasan-batasan yang harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi korban,” ujar wartawan asal Pulau Madura ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bahri, media memiliki posisi strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap korban kekerasan. Karena itu, pemberitaan tidak boleh sekadar mengejar aspek sensasional, melainkan harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), anak yang menjadi korban, saksi maupun pelaku dalam suatu perkara wajib mendapatkan perlindungan identitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kerahasiaan tersebut tidak hanya mencakup nama korban, tetapi juga foto, alamat tempat tinggal, sekolah, nama orang tua, hingga informasi lain yang memungkinkan publik mengenali identitas anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Jangan sampai anak menjadi korban untuk kedua kalinya akibat informasi yang tersebar tanpa mempertimbangkan dampaknya. Sekali identitas terbuka, jejak digitalnya bisa bertahan sangat lama dan memengaruhi kehidupan anak di masa depan,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahri juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat risiko penyebaran identitas korban semakin besar. Karena itu, seluruh pihak yang menangani kasus harus berhati-hati saat membagikan dokumentasi kegiatan, laporan, maupun informasi terkait korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, niat baik membantu korban dapat berubah menjadi pelanggaran hak anak apabila dilakukan tanpa memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan identitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain perlindungan anak, Bahri turut menyoroti pentingnya perspektif gender dalam pemberitaan. Ia menilai perempuan korban kekerasan masih kerap menghadapi stigma sosial yang diperparah oleh narasi pemberitaan yang menyudutkan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, maupun tindak pidana lainnya harus ditempatkan sebagai pihak yang perlu dilindungi. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru menambah beban psikologis dan tekanan sosial yang mereka alami,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menghindari penggunaan bahasa yang menyalahkan korban, merendahkan perempuan, maupun memperkuat stereotip gender dalam setiap penyampaian informasi kepada publik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bahri, keberhasilan penanganan kasus kekerasan tidak hanya diukur dari proses hukum yang berjalan, tetapi juga dari sejauh mana hak, martabat, dan masa depan korban dapat terlindungi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pelatihan yang digelar Dinsos P3AKB Bondowoso tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini tidak hanya menyatukan prosedur penanganan antar lembaga, kegiatan ini juga mendorong lahirnya kesadaran bersama bahwa perlindungan korban harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam cara informasi disampaikan kepada masyarakat," pesannya.</span></p>
<p><span>"Dengan demikian, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga menjadi mitra edukasi publik yang berperan penting dalam mencegah kekerasan, menghapus stigma terhadap korban, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak," pungkas wartawan Times Indonesia ini. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pencegahan hingga Pemulihan, Bondowoso Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pencegahan-hingga-pemulihan-bondowoso-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pencegahan-hingga-pemulihan-bondowoso-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pelatihan manajemen dan pencatatan kasus yang melibatkan seluruh unsur layanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a90a6a8385.webp" length="43220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 17:34:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> – Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi ancaman serius yang membayangi masa depan generasi muda. Di balik setiap kasus yang terungkap, tersimpan dampak panjang yang tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, mengganggu pendidikan, hingga memengaruhi kehidupan sosial mereka di masa depan.</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anak-anak yang menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, sering kali menghadapi tekanan berlapis. Selain harus berhadapan dengan proses hukum, mereka juga kerap mengalami stigma sosial, kehilangan rasa percaya diri, bahkan tidak sedikit yang memilih berhenti sekolah karena merasa malu atau takut menghadapi lingkungan sekitarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama bertahun-tahun tidak terungkap. Faktor rasa takut, ancaman pelaku, minimnya pengetahuan tentang mekanisme pelaporan, hingga anggapan bahwa persoalan tersebut merupakan aib keluarga, menjadi penyebab utama korban memilih diam. Akibatnya, angka kasus yang tercatat sering kali tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan kini menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang masuk dalam Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya. Selain memastikan proses hukum berjalan, pemerintah juga dituntut mampu menghadirkan sistem layanan yang terintegrasi agar korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari penanganan awal, pemulihan psikologis, hingga jaminan keberlanjutan pendidikan mereka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menggelar Pelatihan Manajemen dan Pencatatan Kasus Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Ijen Raung, Kamis (11/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang diikuti berbagai unsur layanan perlindungan perempuan dan anak, aparat penegak hukum, psikolog, pendamping korban, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga media massa itu bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan kasus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak yang mencakup tiga aspek utama, yakni pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, selama ini pemerintah telah menjalankan berbagai program pencegahan, mulai dari edukasi masyarakat hingga upaya menekan angka pernikahan dini. Namun, aspek penanganan korban juga harus diperkuat agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi kasus kekerasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Yang kita lakukan hari ini adalah memperkuat tahap penanganan. Kita ingin seluruh unit layanan yang ada memiliki standar yang sama dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Harapannya nanti ada kesepahaman, ada standar operasional prosedur yang menjadi pedoman bersama,” kata Sekda.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menilai penanganan korban tidak boleh berhenti pada penyelesaian kasus semata. Lebih dari itu, negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Jangan sampai anak-anak yang menjadi korban kehilangan masa depannya karena trauma yang tidak tertangani. Karena itu, yang terpenting bukan hanya pencatatan dan administrasi kasus, tetapi juga pendampingan dan pemulihan psikologis korban,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>ASN yang lama berkarir di Kabupaten Probolinggo ini berharap, peserta yang berasal dari berbagai unsur, termasuk kalangan pesantren, dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan masing-masing.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr Moh Imron, menjelaskan, pelatihan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang selama ini telah berjalan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, masih terdapat sejumlah celah dalam koordinasi antarinstansi yang perlu diperbaiki, terutama terkait standar operasional prosedur ketika menerima laporan maupun menangani korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika ada kejadian, semua pihak harus bergerak dalam satu rel, satu arah, dan satu tujuan. Karena itu kita menghadirkan seluruh unsur terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam penanganan kasus,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menghadirkan Unit PPA Polres Bondowoso untuk menjelaskan alur penanganan laporan, sekaligus melibatkan media massa sebagai mitra edukasi publik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Media bukan hanya memberitakan kasus, tetapi juga memiliki fungsi edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan pendampingan korban setelah peristiwa kekerasan terjadi,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengungkapkan, hingga Mei 2026 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tercatat di Kabupaten Bondowoso telah mencapai lebih dari 50 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, peningkatan angka laporan tidak selalu dimaknai sebagai memburuknya situasi. Menurut Imron, kondisi tersebut juga dapat menunjukkan meningkatnya keberanian korban maupun keluarga untuk melaporkan kasus yang mereka alami.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Dulu mungkin ada rasa takut, malu, atau tidak berani melapor. Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa mereka bisa mendapatkan perlindungan dan pendampingan. Itu menjadi salah satu alasan mengapa angka laporan meningkat,” tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap korban yang melapor tidak hanya mendapatkan pendampingan hukum, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial. Pemerintah daerah bahkan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun lembaga pendidikan agar korban tetap dapat melanjutkan sekolah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Yang paling penting adalah memastikan korban, terutama anak-anak, tetap memiliki masa depan. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena menjadi korban kekerasan,” ujarnya.</span></p>
<p><span>Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap lahir sistem penanganan yang lebih terintegrasi, sehingga setiap korban dapat memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. <br><br>Sebab, keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diselesaikan, melainkan sejauh mana negara mampu memulihkan korban dan mengembalikan hak-hak mereka untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara layak. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dindik Kota Batu Siapkan Sanksi Bagi Data Zonasi yang Manipulatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-sanksi-bagi-data-zonasi-yang-manipulatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-sanksi-bagi-data-zonasi-yang-manipulatif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dukungan teknologi satelit, jejak digital yang dapat dilacak, serta partisipasi aktif masyarakat, Disdik Kota Batu optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a824367f33.webp" length="28372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 17:02:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Transparan, Data</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik kecurangan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Perhatian utama saat ini tertuju pada potensi manipulasi titik lokasi rumah calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur domisili.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Alfi Nurhidayat pada Kamis (11/6/2026) menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sanksi berat bagi pendaftar yang terbukti sengaja memalsukan atau memanipulasi koordinat tempat tinggal demi memperoleh keuntungan dalam proses seleksi.</p>
<p>"Ketika itu sampai ketahuan ada manipulasi, kita pastikan dia akan kita gugurkan. Bahkan kalau perlu ada sanksi yang anak ini tidak bisa diterima di sekolah se-Kota Batu. Biar ini menjadi efek jera juga," tegasnya.</p>
<p>Menurut Alfi, saat ini tahapan SPMB masih menyelesaikan proses seleksi jalur prestasi. Setelah tahapan tersebut berakhir, pendaftaran jalur domisili akan mulai dibuka pada pekan depan.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya kecurangan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi berbasis satelit yang mampu mengukur jarak antara rumah calon siswa dan sekolah tujuan secara akurat.</p>
<p>"Sistem online itu kan selalu meninggalkan track and trace, jejak dan bekas, dan bisa dipantau oleh semua orang. Hari ini kan kita juga hidup di era 4.0, artinya kita enggak ngukur lagi dengan meteran jaraknya itu, tapi dengan satelit. Nah, itu nanti semua akan bisa kelihatan," imbuhnya.</p>
<p>Meski sistem digital telah dirancang dengan tingkat akurasi tinggi, Disdik tetap mengantisipasi kemungkinan adanya upaya manipulasi data. Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh internal pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak termasuk media massa dan masyarakat.</p>
<p>"Kita kan sangat terbuka sekali nih. Teman-teman media ini bisa untuk melakukan monitoring bareng-bareng. Kalau ada kejanggalan-kejanggalan, silakan laporkan ke kita," ujarnya.</p>
<p>Alfi menambahkan, sistem SPMB tahun ini juga melibatkan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel. Apabila ditemukan indikasi manipulasi koordinat rumah atau pelanggaran lainnya, Disdik akan segera melakukan verifikasi lapangan dan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Selain pengawasan berlapis, Disdik Kota Batu juga membuka posko pengaduan dan hotline khusus yang tersedia di setiap sekolah negeri maupun kantor Dinas Pendidikan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menerima laporan masyarakat selama proses penerimaan siswa berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDP DPRD Jombang Atas Pemecatan Dua Guru ASN Belum Ada Titik Temu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdp-dprd-jombang-atas-pemecatan-dua-guru-asn-belum-ada-titik-temu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdp-dprd-jombang-atas-pemecatan-dua-guru-asn-belum-ada-titik-temu</guid>
<description><![CDATA[ Komisi A menyatakan tidak dapat mengintervensi keputusan pemecatan tersebut karena persoalan sudah masuk ke ranah hukum formal seiring diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a3a0225820.webp" length="36168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 13:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Upaya dua guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberhentikan oleh Bupati Jombang, yakni Ndharu Suwandono dan Yogi Susilo Wicaksono, untuk mencari kejelasan lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi A DPRD Jombang pada Rabu (10/6/2026) tidak menemui titik terang. </p>
<p>Komisi A DPRD Jombang menyatakan tidak dapat mengintervensi keputusan pemecatan tersebut karena persoalan sudah masuk ke ranah hukum formal seiring diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati.</p>
<p>Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto, menjelaskan posisi dilematis dewan muncul karena aduan baru masuk setelah SK pemberhentian dari bupati resmi keluar dan diterima oleh dua guru tersebut. </p>
<p>"Kami sampaikan ranah kami ini terbatas. Sudah masuk ranah hukum. Sudah enggak bisa kita masuk ranah itu, karena SK pemberhentian ini sudah diterima," jelas Totok dalam pesan diterima, Kamis (11/6/2026).</p>
<p>Menurut dia, dewan sebenarnya bisa memberikan rekomendasi atau intervensi yang kuat jika masalah ini dilaporkan saat status sanksinya masih dalam tahap pemeriksaan atau proses pembinaan di tingkat dinas. </p>
<p>"Mestinya, mengadu kepada kita itu saat masalah itu masih bergejolak, masih proses, enggak apa-apa kita bantu. Kan nanti ada pernyataan-pernyataan yang bisa kami terima masalahnya tidak sampai ke pemutusan hubungan dengan syarat bla bla bla,' gitu kan? Lah ini mengadu kepada kita sudah ada surat pemberhentian," imbuh Totok.</p>
<p>Mengenai keputusan tidak memanggil Kepala Disdikbud dan BKPSDM Jombang, Totok beralasan hal itu diambil berdasarkan hasil kajian internal komisi demi menjaga kondusivitas tata kelola pemerintahan daerah dan menghindari kesalah pahaman antar lembaga. </p>
<p>"Dari hasil kajian diskusi masalahnya, tidak perlu kita menghadirkan mereka. Saya khawatir nanti salah paham. Kaya-kayanya kita mengadu Kepala Dinas dengan Bupati," terang Totok. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menguji keadilan dan keabsahan SK Bupati tersebut adalah melalui mekanisme hukum resmi yang tersedia bagi ASN. </p>
<p>Meskipun aspirasinya belum membuahkan hasil yang diharapkan di tingkat legislatif, Ndharu Suwandono tetap menyampaikan pandangannya terhadap jalannya pertemuan di DPRD Jombang. </p>
<p>"Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Jombang yang sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung aduan kami. Bagaimanapun, forum ini adalah bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap nasib kami di bawah," ujar Ndharu.</p>
<p>Meski demikian, mantan guru olahraga SDN Jombatan 6 ini menyayangkan RDP berjalan tidak sesuai harapan tanpa adanya konfrontasi data dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) maupun BKPSDM Jombang. Ndharu menegaskan, ketiadaan pihak eksekutif membuat esensi rapat dengar pendapat menjadi hilang. </p>
<p>"Jujur kami kecewa karena tidak ada adu data dan fakta secara terbuka dengan instansi terkait dalam rapat tadi. Kami ke sini membawa bukti kuat, termasuk absensi manual, untuk membantah tuduhan tidak masuk kerja selama 177 hari. Tapi bagaimana kami bisa meluruskan kejanggalan ini kalau instansi yang mengeluarkan laporan tersebut justru tidak dihadirkan untuk dikonfrontasi? RDP ini terkesan hanya mendengarkan sepihak tanpa ada solusi konkret untuk menguji kebenaran dokumen yang menjadi dasar pemecatan kami," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM), Faizzudin FM atau yang akrab disapa Gus Faiz, selaku pendamping hak asasi manusia bagi kedua guru, menyoroti ketidakhadiran pihak eksekutif Kabupaten Jombang dalam RDP tersebut. </p>
<p>Menurutnya, absennya pihak eksekutif mengindikasikan lemahnya akuntabilitas dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, serta minimnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan publik secara terbuka. </p>
<p>"Ketika eksekutif mangkir dari undangan RDP, publik berhak mempertanyakan sejauh mana transparansi dan keseriusan mereka dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya. Sikap tersebut dapat dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak guru untuk memperoleh kejelasan atas proses yang berujung pada terbitnya SK pemberhentian ASN," tandas Faiz.</p>
<p>Faiz juga mengkritisi sikap Komisi A DPRD Jombang yang menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi proses pemberhentian ASN yang telah berujung pada terbitnya SK Bupati. </p>
<p>"Saya menilai DPRD Jombang, khususnya Komisi A, belum memahami secara utuh nilai-nilai filosofis dewan perwakilan rakyat sebagai manifestasi kedaulatan rakyat. Lembaga perwakilan memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan guna menjaga akuntabilitas, transparansi, dan mencegah terjadinya kesewenang-wenangan kekuasaan," tegasnya. </p>
<p>Ia menambahkan, fungsi pengawasan DPRD telah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 20A UUD 1945. </p>
<p>"Melalui fungsi pengawasan tersebut, DPRD mengemban mandat untuk menyuarakan aspirasi rakyat, menjaga keseimbangan kekuasaan, serta mengawal cita-cita bangsa. Ketika ada dugaan ketidakadilan dalam proses administrasi pemerintahan, DPRD seharusnya hadir sebagai pengontrol kebijakan, bukan sekadar menyatakan tidak berwenang," pungkas Faiz.</p>
<p>Sebagai informasi, kasus pemberhentian ini menimpa Ndharu Suwandono (Guru SDN Jombatan 6) dan Yogi Susilo (Guru SDN Jipurapah 2 Plandaan) atas dugaan pelanggaran disiplin kerja berat. Sementara pihak pemerintah daerah menyatakan pemecatan sudah sesuai prosedur pembinaan berkala sejak 2024, kedua guru tersebut menolak keras tuduhan tersebut dan kini tengah mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BP ASN). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuliah Umum Ma&amp;apos;had Aly Lirboyo, Mahfud MD Paparkan Sejarah Intelektual UUD 1945</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuliah-umum-mahad-aly-lirboyo-mahfud-md-paparkan-sejarah-intelektual-uud-1945</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuliah-umum-mahad-aly-lirboyo-mahfud-md-paparkan-sejarah-intelektual-uud-1945</guid>
<description><![CDATA[ Mengangkat tema “Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi,&quot; Dalam pemaparannya, tokoh yang biasa disapa Mahfud MD ini menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia lahir melalui proses pergulatan intelektual yang panjang dan mendalam, tidak semata-mata didorong oleh semangat kemerdekaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26d8e336e05.webp" length="18570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 22:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Mahfud MD, ponpes Lirboyo, mahasantri Lirboyo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP -</strong> Ma'had Aly Lirboyo menyelenggarakan kuliah umum bersama Prof. Dr. Moh. Mahfud MD pada Senin (8/6/2026) di Aula Muktamar Lirboyo. </p>
<p>Mengangkat tema “Sejarah Intelektual UUD 1945: Pergulatan Gagasan Para Founding Fathers hingga Amandemen Konstitusi," Dalam pemaparannya, tokoh yang biasa disapa Mahfud MD ini menjelaskan bahwa konstitusi Indonesia lahir melalui proses pergulatan intelektual yang panjang dan mendalam, tidak semata-mata didorong oleh semangat kemerdekaan.</p>
<p>Perdebatan dan pertukaran gagasan tersebut berlangsung dalam berbagai forum penting, seperti BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI, yang menjadi ruang dialog bagi beragam pandangan mengenai dasar negara dan sistem ketatanegaraan Indonesia.</p>
<p>Menurut beliau, lahirnya dasar negara Indonesia merupakan hasil kompromi prismatik yang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, Pancasila dan UUD 1945 merupakan konsensus kebangsaan yang lahir dari proses dialog, perdebatan, dan pencarian titik temu di antara para pendiri bangsa.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Mahfud MD menegaskan bahwa sebagaimana Piagam Madinah menjadi landasan kehidupan bersama bagi masyarakat Madinah yang majemuk, UUD 1945 menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Keduanya mencerminkan pentingnya kesepakatan bersama, persatuan, dan kemaslahatan sebagai prinsip utama dalam membangun tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara.</p>
<p>Sementara itu, dalam sambutannya, Pimpinan Ma'had Aly Lirboyo KH. Dahlan Ridlwan, menyampaikan bahwa tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kajian Fikih Kebangsaan yang menjadi salah satu konsentrasi keilmuan di Ma'had Aly Lirboyo.</p>
<p>Beliau berharap para mahasantri dapat menyerap sekaligus mengembangkan wawasan yang diperoleh dari forum ilmiah tersebut, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.</p>
<p>Lebih lanjut disampaikan bahwa pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan konstitusi Indonesia akan membantu generasi muda melihat bagaimana nilai-nilai keadilan, musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap martabat manusia senantiasa menjadi titik temu antara ajaran Islam dan kehidupan berbangsa serta bernegara.</p>
<p>Kuliah umum ini diikuti oleh 6.351 mahasantri, yang terdiri atas 6.040 mahasantri Marhalah Ula dan 311 mahasantri Marhalah Tsaniyah. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan pesantren terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan konstitusi sebagai bagian integral dari pengembangan tradisi keilmuan Islam.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Ma'had Aly Lirboyo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog intelektual yang mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan dinamika kebangsaan, dalam rangka melahirkan ulama dan intelektual yang berwawasan luas serta mampu menjawab tantangan zaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SDN Selolembu Bondowoso Rayakan Kelulusan dengan Gerakan Hijau, Bagikan Ribuan Bibit Tanaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sdn-selolembu-bondowoso-rayakan-kelulusan-dengan-gerakan-hijau-bagikan-ribuan-bibit-tanaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sdn-selolembu-bondowoso-rayakan-kelulusan-dengan-gerakan-hijau-bagikan-ribuan-bibit-tanaman</guid>
<description><![CDATA[ SDN Selolembu Bondowoso merayakan kelulusan siswa kelas VI dengan membagikan ribuan bibit tanaman dan pohon kepada puluhan sekolah serta instansi. Program Selolembu Eco Paradise mendapat apresiasi dari Ketua PWI Bondowoso karena dinilai menjadi contoh perayaan kelulusan yang edukatif, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2162a45ecbf.webp" length="84386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 18:34:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>SD Negeri Selolembu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, merayakan kelulusan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 dengan cara berbeda. Sekolah menggelar kegiatan penanaman dan pembagian ribuan bibit pohon, buah, serta sayuran kepada sejumlah sekolah dan instansi di wilayah Kecamatan Curahdami.</p>
<p>Kepala SD Negeri Selolembu, Catur Mega Sofianto, mengatakan kegiatan bertajuk Selolembu Eco Paradise tersebut merupakan implementasi program pemerintah Indonesia Asri sekaligus bentuk keberlanjutan Program Sekolah Tangguh Bencana (SEGANA) yang selama ini dijalankan sekolah.</p>
<p>“Selolembu Eco Paradise adalah bentuk implementasi dari program pemerintah Indonesia Asri yang juga merupakan keberlanjutan dari Program Sekolah Tangguh Bencana (SEGANA) yang telah kami laksanakan,” ujar Catur saat berkunjung ke Sekretariat PWI Bondowoso, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Dalam program tersebut, SDN Selolembu membagikan sebanyak 1.000 bibit cabai, 1.000 bibit tomat, 10 bibit pohon mangga, 30 bibit pohon trembesi, 10 bibit markisa, 10 bibit sirsak, dan 10 bibit tabebuya. Seluruh bibit tersebut didistribusikan ke sekitar 50 titik penerima.</p>
<p>Penerima bantuan meliputi sekolah-sekolah di Kecamatan Curahdami, sejumlah kantor pemerintahan, Sekretariat PWI Bondowoso, serta berbagai instansi lainnya. Ke depan, program ini juga akan diperluas dengan menyasar taman kanak-kanak (TK), sekolah menengah pertama (SMP), dan instansi lain di wilayah Curahdami, termasuk BSBK SDA Wilayah Bondowoso.</p>
<p>“Program ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas kelulusan siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026. Kami ingin momen kelulusan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Selain pembagian bibit, kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi dengan tiga instansi sebagai upaya memperkuat gerakan penghijauan serta mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.</p>
<p>Catur berharap program tersebut mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga maupun sekolah.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, di antaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, BPBD Kabupaten Bondowoso, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, Perum Perhutani KPH Bondowoso, serta seluruh warga sekolah.</p>
<p>“Dari Selolembu untuk Bumi yang Lestari,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Bondowoso, Sincha Ari Pangistu, mengapresiasi langkah SDN Selolembu yang memilih merayakan kelulusan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan berdampak langsung bagi lingkungan.</p>
<p>Menurutnya, program tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun karakter peduli lingkungan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada peserta didik.</p>
<p>“Ini merupakan terobosan yang sangat positif. Kelulusan tidak harus dirayakan dengan kegiatan seremonial yang berlebihan, tetapi bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Semangat seperti ini patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bondowoso,” ujar Sincha.</p>
<p>Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam kegiatan penghijauan sejak usia dini akan membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.</p>
<p>Kegiatan Selolembu Eco Paradise menjadi alternatif perayaan kelulusan yang lebih bermakna dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, edukasi kebencanaan, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Jadwalkan Hearing Dua Guru ASN yang Dipecat Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-jadwalkan-hearing-dua-guru-asn-yang-dipecat-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-jadwalkan-hearing-dua-guru-asn-yang-dipecat-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu guru yang mengajukan hearing, Ndharu Suwandono, mengaku telah mengirim surat permohonan secara resmi ke DPRD Jombang sejak 8 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2136a0314b8.webp" length="41186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 16:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Setelah menunggu hampir satu bulan sejak mengajukan permohonan, dua guru aparatur sipil negara (ASN) yang diberhentikan akhirnya mendapat kepastian. DPRD Kabupaten Jombang berencana memfasilitasi rapat dengar pendapat (hearing) pada pekan depan.</p>
<p>Salah satu guru yang mengajukan hearing, Ndharu Suwandono, mengaku telah mengirim surat permohonan secara resmi ke DPRD Jombang sejak 8 Mei 2026. Namun, hingga awal Juni ini, pelaksanaan hearing belum juga digelar.</p>
<p>"Saya sudah mengajukan hearing ke DPRD Jombang secara resmi sejak 8 Mei 2026. Sampai sekarang belum ada pelaksanaannya. Minggu kemarin saya coba menanyakan perkembangannya dan masih diminta menunggu," ujar Ndharu kepada wartawan dalam pesan yang diterima, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Ndharu merupakan guru olahraga di SD Negeri Jombatan 6 yang menerima sanksi pemberhentian. Ia bersama guru lainnya, Yogi Susilo, sebelumnya menyatakan keberatan atas keputusan tersebut dan telah menempuh upaya banding ke Badan Pertimbangan ASN (BP ASN).</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Ndharu, Yogi Susilo juga mengaku masih menunggu kepastian pelaksanaan hearing. Guru SDN Jipurapah 2 Kecamatan Plandaan itu menegaskan siap memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung terkait dasar pemberhentiannya sebagai ASN.</p>
<p></p>
<p>Yogi mengatakan telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang menurutnya dapat menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, ia juga berencana menghadirkan sejumlah saksi yang mengetahui aktivitasnya selama bertugas di sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Saya siap adu data dan adu fakta dalam hearing nanti. Saya akan membawa bukti-bukti yang saya miliki, termasuk saksi-saksi yang mengetahui aktivitas saya selama mengajar," ujar Yogi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Yogi, hearing menjadi kesempatan penting untuk menguji seluruh keterangan yang selama ini menjadi dasar penjatuhan sanksi. Ia berharap forum tersebut dapat berlangsung terbuka sehingga masing-masing pihak dapat menyampaikan data dan argumentasinya secara proporsional.</p>
<p></p>
<p>"Nanti kita buka bersama-sama. Saya ingin semua data disandingkan dan diperiksa secara terbuka. Kalau memang ada perbedaan data, biar dibahas dalam hearing sehingga masyarakat juga bisa mengetahui fakta yang sebenarnya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kepastian hearing disampaikan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Jombang, Danang Praptoko. "Ya, insyaallah difasilitasi minggu depan. Saat ini masih menunggu konfirmasi jadwal pasti dari komisi," kata Danang saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Komisi D DPRD Jombang menyatakan akan mendalami kasus pemberhentian dua guru ASN tersebut dengan memanggil seluruh pihak yang berkaitan. DPRD menegaskan belum akan mengambil kesimpulan sebelum mendengarkan keterangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta para guru yang bersangkutan.</p>
<p></p>
<p>Ndharu sendiri membantah tuduhan tidak masuk kerja selama 177 hari sebagaimana tercantum dalam surat keputusan pemberhentiannya. Ia mengaku masih memiliki bukti absensi manual dan dokumen kegiatan pembelajaran selama bertugas.</p>
<p></p>
<p>Yogi Susilo juga menolak tuduhan tidak menjalankan tugas mengajar. Ia mengklaim tetap aktif mengajar dan telah mengajukan banding atas sanksi pemberhentian yang diterimanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak sekolah sebelumnya membantah tudingan bahwa data ketidakhadiran guru yang diberhentikan tidak akurat. Kepala SDN Jipurapah 2, Winarsih, menyatakan bahwa pihak sekolah memiliki dokumen absensi yang menunjukkan Yogi Susilo tidak aktif mengajar dalam jangka waktu yang cukup lama.</p>
<p></p>
<p>Menurut Winarsih, kondisi tersebut bahkan sempat berdampak terhadap proses pembelajaran siswa. Pihak sekolah juga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa pemberhentian dua guru ASN tersebut bukan karena kritik terhadap fasilitas sekolah maupun alasan lainnya, melainkan murni berdasarkan hasil pemeriksaan disiplin kerja. Pemeriksaan dilakukan oleh tim lintas instansi yang melibatkan BKPSDM, Inspektorat, serta bagian hukum dengan melakukan verifikasi dokumen maupun klarifikasi langsung di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan itu, Kepala BKPSDM Jombang, Anwar, menyatakan keputusan pemberhentian merupakan bagian dari proses pembinaan yang telah berlangsung sejak 2024. Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan kesempatan dan sanksi disiplin bertahap kepada pegawai yang bersangkutan. Namun, karena pelanggaran serupa kembali terjadi, Pemkab Jombang akhirnya menjatuhkan sanksi pemberhentian sesuai ketentuan disiplin ASN yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, baik Disdikbud maupun BKPSDM menyatakan menghormati langkah banding yang ditempuh kedua guru tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB 2026: Jadi Sekolah Unggulan, SMKN 1 Cerme Gresik Diserbu Ratusan Calon Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-jadi-sekolah-unggulan-smkn-1-cerme-gresik-diserbu-ratusan-calon-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-jadi-sekolah-unggulan-smkn-1-cerme-gresik-diserbu-ratusan-calon-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Sejak dimulai pengambilan PIN oleh calon murid tanggal 28 Mei 2026, total sebanyak 625 pendaftar melakukan tahapan verifikasi dan validasi di SMKN 1 Cerme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a21057aeb6b5.webp" length="39668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:30:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, SPMB 2026, SMKN 1 CERME Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu tujuan sekolah unggulan dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. </p>
<p></p>
<p>Sejak dimulai pengambilan PIN oleh calon murid tanggal 28 Mei 2026, total sebanyak 625 pendaftar melakukan tahapan verifikasi dan validasi di SMKN 1 Cerme. </p>
<p></p>
<p>Kepala SMKN 1 Cerme, Darwati, menyebut pendaftaran masih terus dibuka hingga tanggal 9 Juni 2026. "Jumlah siswa SPMB yang masuk di SMKN 1 Cerme total ada 625 anak," kata dia, kepada suarajatimpost.com, Kamis (4/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Darwati mengatakan, SMKN 1 Cerme membuka delapan program keahlian yang dapat dipilih calon peserta didik.</p>
<p></p>
<p>Delapan jurusan tersebut meliputi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Otomasi Industri (TOI), Kuliner, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Kimia Industri (TKI), </p>
<p></p>
<p>Kemudian, Analisis Pengujian Laboratorium (APL), Teknik Pemanasan Tata Udara dan Pendinginan, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). </p>
<p></p>
<p>Menurut dia, mekanisme SPMB tahun ini lebih baik dan sistematis dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkap, sistem verifikasi yang diterapkan membuat proses pelayanan lebih tertib karena jadwal kedatangan peserta telah diatur secara sistematis. </p>
<p></p>
<p>"Ini lebih teratur karena antriannya sudah diatur sistem, jadi nggak ngantri lama. Jadi anak tahu kapan waktunya Ia datang ke sekolah," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya juga mengapresiasi kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau secara langsung pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Cerme, Rabu (3/6/2026) kemarin. </p>
<p></p>
<p>Selain meninjau SPMB, Khofifah juga menyalurkan bantuan biaya pendidikan murid prasejahtera berprestasi terhadap sejumlah siswa SMKN 1 Cerme. </p>
<p></p>
<p>Gubernur Jatim juga melakukan penandatanganan piagam apresiasi terhadap SMKN 1 Cerme untuk melahirkan generasi unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Jatim Pantau Langsung SPMB di Gresik, Pastikan Mekanisme Lebih Tertata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-pantau-langsung-spmb-di-gresik-pastikan-mekanisme-lebih-tertata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-pantau-langsung-spmb-di-gresik-pastikan-mekanisme-lebih-tertata</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah memastikan penataan mekanisme SPMB tahun ini jauh lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apabila tahun sebelumnya waktunya lebih pendek, SPMB tahun ini lebih panjang hampir dua pekan mulai tanggal 29 Mei sampai 9 Juni 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2012383f7c4.webp" length="32048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 18:58:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SPMB Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau langsung pelaksanaan Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah di Kabupaten Gresik, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Khofifah memastikan penataan mekanisme SPMB tahun ini jauh lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apabila tahun sebelumnya waktunya lebih pendek, SPMB tahun ini lebih panjang hampir dua pekan mulai tanggal 29 Mei sampai 9 Juni 2026. </p>
<p>"Secara sistem, calon siswa sudah bisa terkonfirmasi bahwa mereka bisa melakukan verifikasi pendaftaran di hari apa dan jam berapa, sehingga mereka sudah bisa menghitung estimasi waktunya. Jadi enggak ada nunggu lama-lama gitu," kata Khofifah, seusai kunjungan ke SMA Negeri Negeri 1 Cerme.</p>
<p>Khofifah mengatakan, hasil pantauan SPMB di sejumlah sekolah tidak ada penumpukan antrean saat calon siswa melakukan verifikasi identitas. Pihak sekolah sudah menentukan waktu pendaftaran sehingga layanan verifikasi lebih teratur. </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, SMA Negeri 1 Cerme Gresik mempersiapkan sebanyak 10 petugas operator dalam pelayanan SPMB tahun 2026 ini. </p>
<p>"Mekanisme ini saya rasa adalah ikhtiar bagaimana memberikan kepastian kepada para calon siswa yang sedang mendaftar di sekolah-sekolah yang diharapkan untuk bisa memberikan proses pembelajaran terbaik bagi mereka," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut kunjungan ini menjadi kewnangan dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jatim untuk menyiapkan SPMB berjalan lancar. </p>
<p>"Mulai dari proses pengambilan PIN, verifikasi, validasi sampai nanti pendaftaran mulai dari tahap satu sampai dengan empat. Nah, jadi memang ini adalah bagian dari proses," ungkap dia.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menambahkan total ada 12 SMA dan 4 SMK Negeri yang membuka SPMB. Selama pelaksanaan SPMB, Eko memastikan seluruh proses pendaftaran dipantau secara menyeluruh sehingga berjalan transparan dan berkeadilan.</p>
<p>“Kunjungan Ibu Gubernur Jawa Timur di Gresik ini sebuah kebanggan bagi kami. Ini menjadi bentuk perhatian dalam memastikan pelaksanaan SPMB khususnya di Gresik berjalan transparan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>406 Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar di Sekolah Reguler Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/406-siswa-berkebutuhan-khusus-belajar-di-sekolah-reguler-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/406-siswa-berkebutuhan-khusus-belajar-di-sekolah-reguler-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dindik Kota Batu menilai pendidikan inklusif merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7eba70253.webp" length="44820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 14:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, ABK, 406 Siswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan pendidikan yang setara bagi seluruh anak terus diperkuat. Hingga tahun 2026, sebanyak 406 siswa berkebutuhan khusus atau anak berkebutuhan khusus (ABK) tercatat telah mengikuti proses pembelajaran di sekolah reguler yang tersebar di berbagai wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Selasa (2/6/2026) menguraikan dari data Dinas Pendidikan Kota Batu, ratusan siswa inklusi tersebut tersebar mulai jenjang pendidikan usia dini hingga sekolah menengah pertama. Rinciannya, sebanyak 47 siswa berada di 24 Kelompok Bermain (KB), 88 siswa di 21 Taman Kanak-Kanak (TK), 217 siswa di 22 Sekolah Dasar (SD), dan 54 siswa di delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP).</p>
<p></p>
<p>“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu sekolah tidak hanya membuka akses penerimaan, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi mereka,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, terdapat 75 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang aktif melaporkan keberadaan siswa berkebutuhan khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Batu. Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena proses verifikasi dan pendataan terus dilakukan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Alfi, pelaksanaan pendidikan inklusif di Kota Batu juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui jalur afirmasi atau jalur inklusi dalam sistem penerimaan murid baru.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi tidak dapat diukur hanya dari jumlah siswa yang diterima sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan kesempatan belajar yang setara.</p>
<p></p>
<p>“Yang paling penting adalah memastikan mereka tidak mengalami diskriminasi maupun perundungan. Kehadiran siswa inklusi harus dibarengi dengan ekosistem belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang mereka,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung hal tersebut, Disdik Kota Batu meminta seluruh sekolah penyelenggara pendidikan inklusi memperketat pengawasan terhadap siswa, khususnya pada waktu-waktu yang dinilai rawan seperti saat jam istirahat maupun ketika siswa pulang sekolah.</p>
<p></p>
<p>Selain pengawasan, sekolah juga diminta memiliki kebijakan antiperundungan yang jelas dan diterapkan secara konsisten agar seluruh peserta didik merasa aman selama berada di lingkungan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Disdik juga menaruh perhatian besar terhadap peran Guru Pendamping Khusus (GPK). Keberadaan GPK dinilai menjadi faktor penting dalam membantu siswa berkebutuhan khusus beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mendukung proses pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak.</p>
<p></p>
<p>“Anak-anak ABK harus merasa nyaman dan aman saat belajar bersama siswa reguler. Ketika mereka merasa diterima, perkembangan akademik maupun sosialnya akan jauh lebih baik,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, para guru kelas juga didorong menerapkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, mulai dari penyesuaian posisi duduk hingga penggunaan media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa inklusi.</p>
<p></p>
<p>Disdik berharap keberadaan pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi seluruh peserta didik untuk menghargai perbedaan dan membangun empati sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>“Sekolah inklusi bukan hanya tentang menerima siswa ABK, tetapi juga membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan empati sejak dini,” pungkas Alfi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pensi hingga Pendidikan Inklusi, Cerita Manis Pelepasan Murid di KB&amp;TK Kusuma RSU Dr Soetomo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pensi-hingga-pendidikan-inklusi-cerita-manis-pelepasan-murid-di-kb-tk-kusuma-rsu-dr-soetomo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pensi-hingga-pendidikan-inklusi-cerita-manis-pelepasan-murid-di-kb-tk-kusuma-rsu-dr-soetomo</guid>
<description><![CDATA[ Acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d1fe68e76e.webp" length="51732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 13:57:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo, Pentas Seni, Yayasan Kusuma RSU Dr Soetomo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruangan saat seekor lebah mungil, singa kecil, kelinci lucu hingga berbagai satwa hutan lainnya tampil percaya diri di atas panggung. Mereka menari, bergerak lincah, dan menyapa para penonton dengan wajah ceria. </p>
<p></p>
<p>Namun hewan-hewan menggemaskan itu bukanlah karakter dari dongeng, melainkan murid-murid KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo yang tengah merayakan momen pelepasan dan pentas seni tahun ajaran 2025/2026.</p>
<p></p>
<p>Digelar di Hotel Bisanta Bidakara, Tegalsari, acara bertajuk "Save Our Earth and Love Animals" itu menjadi lebih dari sekadar perayaan kelulusan. Pentas seni tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, sekaligus nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sesama makhluk hidup yang selama ini ditanamkan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Kepala KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo, Devi Lutfia Anjani, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengajarkan anak-anak agar mencintai bumi dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>"Tema <em>Save Our Earth and Love Animals</em> kami angkat untuk mengajarkan anak-anak menjaga dan melindungi bumi, menjaga kelestarian alam, serta mencintai semua makhluk ciptaan Tuhan," ujar Devi saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2026)</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1d1fee024a0.webp" alt=""></p>
<p>Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai penampilan yang dibawakan siswa KB, TK A, dan TK B. Dengan mengenakan kostum aneka binatang hutan dan karakter petualang, anak-anak tampil menghibur sekaligus menyampaikan pesan sederhana tentang pentingnya menjaga lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Di balik kemeriahan panggung, acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, sekolah saat ini mendampingi 19 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan mereka di atas panggung dan tampil bersama teman-teman lainnya, menjadi gambaran nyata praktik pendidikan inklusif yang terus dikembangkan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Menurut Devi, perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya soal angka kelulusan, tetapi juga perkembangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak mengalami perkembangan yang sangat baik. Mereka semakin mandiri, pintar, dan sudah bisa berinteraksi dengan baik," katanya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, keberanian anak-anak tampil di depan publik bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan hasil dari proses belajar panjang yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang suportif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1d22897fedf.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya sekolah, kesuksesan acara juga lahir dari keterlibatan aktif para orang tua. Seluruh kepanitiaan kegiatan berasal dari Komite Sekolah yang berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan acara sejak jauh hari.</p>
<p></p>
<p>Dukungan tersebut terlihat mulai dari persiapan kostum, latihan, hingga pelaksanaan acara yang berlangsung meriah. Orang tua tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Melalui momen pelepasan dan pentas seni ini, sekolah berharap nilai-nilai yang diajarkan selama masa belajar dapat terus melekat dalam kehidupan para siswa.</p>
<p></p>
<p>"Semoga semua anak Indonesia menjadi anak yang baik dan beradab, berbudi pekerti luhur, sopan santun, mencintai seluruh makhluk ciptaan Tuhan, saling menyayangi, hormat kepada orang tua, dan bisa menjadi teladan bagi teman-temannya," tutur Devi.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan harapan Mira Kusuma Wardhani selaku ketua lembaga, Devi juga berharap KB-TK Kusuma dapat terus berkembang menjadi sekolah panutan yang menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia dari Komite Sekolah, Ika Fajar dan Daniel, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang selama ini konsisten memberikan pendampingan dan ruang berkembang bagi seluruh peserta didik.</p>
<p></p>
<p>Mereka menilai pentas seni dan pelepasan tahun ini bukan hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi seluruh guru dan pihak sekolah yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Semoga KB-TK Kusuma terus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membanggakan bagi anak-anak maupun orang tua," ujar mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kurban 5 Sapi, Iduladha 1447 H Jadi Momen STIESIA Surabaya Perkuat Solidaritas dengan Warga Sekitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kurban-5-sapi-iduladha-jadi-momen-stiesia-surabaya-perkuat-solidaritas-dengan-warga-sekitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kurban-5-sapi-iduladha-jadi-momen-stiesia-surabaya-perkuat-solidaritas-dengan-warga-sekitar</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA dibawah naungan Perpendiknas menyalurkan daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram yang dibagikan dalam 600 paket dengan berat kurang lebih 0,75 kilogram daging kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16c1f271715.webp" length="63836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 18:29:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, Perpendiknas, Menur Pumpungan, Iduladha, Hari Raya Kurban, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Iduladha tak selalu hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Di balik gema takbir dan prosesi ibadah, ada nilai lain yang terus dijaga, yakni kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antarsesama. </p>
<p>Semangat itulah yang tampak dalam pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban Iduladha 10 Zulhijah 1447 H / 2026 M di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA), Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Mengusung tema “Kurban Sebagai Aspek Spiritual dan Kepedulian Sosial”, kegiatan yang digelar di halaman Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya itu menjadi momentum kampus untuk memperkuat solidaritas dengan masyarakat sekitar. </p>
<p>Tahun ini, keluarga besar Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) yang menaungi STIESIA Surabaya, Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, LSP STIESIA dan Cafetaria STIESIA menyalurkan lima ekor sapi kurban kepada warga sekitar kampus serta para pekerja internal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1e69d35b.webp" alt=""></p>
<p>Daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram itu dibagikan dalam kurang lebih 600 paket, setiap paket diperkirakan berisi sekitar 0,75 kilogram daging dan akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA yang berhak menjadi penerima manfaat.</p>
<p>Ketua Perpendiknas/Yayasan STIESIA Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, mengatakan bahwa setiap perayaan Iduladha tahun ini kembali menjadi pengingat dan mengajarkan tentang pengorbanan, ketakwaan, sekaligus kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>"Pelajaran yang kami peroleh dari Idul Adha adalah teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bahwa dalam bertakwa kepada Allah SWT kita perlu berkorban dan berjuang menjalankan perintah-Nya," ujar Endang, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, selain nilai religius seperti Salat Iduladha dan ceramah yang telah disampaikan oleh Habib Husen Najib Al Hadad selaku Imam sekaligus khatib, nilai Iduladha juga menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih sayang, baik dalam keluarga maupun lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Bagaimana menjadi orang tua, pemimpin, dan dosen yang tidak otoriter, tetapi penuh kasih sayang dan selalu berdiskusi," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1ed2eec9.webp" alt=""></p>
<p>Ia menegaskan, kegiatan kurban ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial kampus kepada lingkungan sekitar, khususnya di daerah Menur Pumpungan yang menjadi lokasi kampus STIESIA Surabaya.</p>
<p>"Kami ingin memperkuat solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga di sekitar Kampus STIESIA," ucapnya.</p>
<p>Endang berharap, hubungan baik antara kampus dan masyarakat dapat terus terjalin melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti Iduladha. Ia juga berharap doa dan dukungan masyarakat menjadi energi positif bagi keberlangsungan STIESIA ke depan.</p>
<p>"Harapan kami, masyarakat turut mendoakan agar STIESIA tetap jaya dan sustainability-nya terjaga," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1fba326e.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Drs. Achmad Djuraidi, menyebut pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak sejak tahap persiapan hingga distribusi.</p>
<p>"Alhamdulillah atas kerja sama seluruh pihak, sejak awal persiapan hingga pelaksanaan Idul Adha berjalan dengan lancar," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembagian daging kurban dilakukan secara tertib melalui pendataan internal kampus dan koordinasi bersama RT/RW setempat agar bantuan tepat sasaran.</p>
<p>"Untuk eksternal, kami bekerja sama dengan RW dan RT agar penerimanya benar-benar masyarakat yang berhak," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1df1f796.webp" alt=""></p>
<p>Lebih dari itu, Djuraidi menilai kegiatan sosial seperti ini menjadi cara kampus untuk semakin dekat dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kampus dan warga menjadi bagian penting dalam tumbuhnya institusi pendidikan di tengah lingkungan sosial.</p>
<p>"Harapan kami, masyarakat menjadi simpati kepada kampus STIESIA dan berkenan menitipkan putra-putrinya untuk dididik di kampus ini," katanya.</p>
<p>Ia pun berharap semangat berkurban di lingkungan STIESIA terus meningkat setiap tahun sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.</p>
<p>"Saat ini lima sapi, mudah-mudahan tahun depan bisa sepuluh," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMKN Margomulyo Bojonegoro Ikut Jaga Tradisi Nggemblang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smkn-margomulyo-bojonegoro-ikut-jaga-tradisi-nggemblang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smkn-margomulyo-bojonegoro-ikut-jaga-tradisi-nggemblang</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi nggemblang sendiri menjadi bagian dari rangkaian menjelang pelaksanaan nyadran atau sedekah desa pasca panen yang masih rutin dijalankan masyarakat Margomulyo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1552607bf5e.webp" length="95430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 16:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Abrori</dc:creator>
<media:keywords>SMKN Margomulyo, Bojonegoro hari ini, Bojonegoro, Berita Bojonegoro, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, SJP</strong> – SMKN Margomulyo menunjukkan keterlibatannya dalam menjaga tradisi lokal masyarakat sekitar sekolah dengan mengikuti tradisi nggemblang di Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Senin Pahing (25/5/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMKN Margomulyo Burhanudin bersama guru dan karyawan sekolah usai kegiatan belajar mengajar. Mereka melakukan anjangsana ke rumah Kepala Dusun Jeruk Gulung Sigit Winarno, sejumlah warga, serta keluarga besar sekolah yang berada di dusun setempat.</p>
<p>Tradisi nggemblang sendiri menjadi bagian dari rangkaian menjelang pelaksanaan nyadran atau sedekah desa pasca panen yang masih rutin dijalankan masyarakat Margomulyo.</p>
<p>Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, mengatakan keterlibatan sekolah dalam tradisi masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan sosial sekaligus melestarikan budaya lokal yang masih hidup di lingkungan sekitar sekolah.</p>
<p>Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat dan menghormati tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.</p>
<p>“Sekolah ingin ikut menjaga tradisi masyarakat sekitar agar tetap lestari. Selain itu juga untuk mempererat hubungan antara sekolah dengan warga,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai kedekatan sekolah dengan masyarakat penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang harmonis, terutama karena sebagian siswa dan keluarga besar sekolah berasal dari wilayah sekitar.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dusun Jeruk Gulung, Sigit Winarno, menjelaskan tradisi nggemblang merupakan kegiatan silaturahmi warga sebelum pelaksanaan nyadran desa yang digelar setelah musim panen.</p>
<p>“Tradisi ini sudah ada sejak dulu. Warga saling berkunjung sebelum pelaksanaan nyadran di Sendang Gede,” kata Sigit.</p>
<p>Tahun ini, lanjut dia, nyadran Dusun Jeruk Gulung dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026) bertepatan hari pasaran Pon.</p>
<p>Dalam tradisi nggemblang, warga biasanya menyuguhkan makanan khas seperti pisang, rengginang, jadah, tape ketan, hingga jenang sebagai bagian dari tradisi turun-temurun.</p>
<p>Warga setempat, Sutiono, mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan kumpul warga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar keluarga dan masyarakat.</p>
<p>“Kebersamaan warga masih terasa lewat tradisi seperti ini,” tuturnya.</p>
<p>Kehadiran SMKN Margomulyo dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sekolah dinilai tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga ikut menjaga nilai sosial dan budaya yang berkembang di lingkungan sekitar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Ratusan Kanvas Perupa Kediri Raya Kuasai Kampus Pawyatan Daha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saat-seni-lintas-generasi-lebur-di-perayaan-seabad-lebih-pawyatan-daha-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saat-seni-lintas-generasi-lebur-di-perayaan-seabad-lebih-pawyatan-daha-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Pameran Seni Rupa HUT ke-102 Yayasan Pawyatan Daha Kediri menghadirkan 100 karya dari 40 perupa Kediri Raya, meleburkan aliran realis hingga abstrak murni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14ed9566a4e.webp" length="30898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 09:11:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pameran seni rupa kediri, pawyatan daha kediri, universitas pawyatan daha, perupa kediri raya, ali shodiqin, lukisan abstrak kediri, info kediri, seni budaya kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Bau cat minyak yang khas langsung menyergap siapapun yang melangkah masuk ke dalam kampus Universitas Pawyatan Daha, Jalan Sukarno Hatta, Tepus, Kediri. </p>
<p>Ruang akademis itu mendadak bersalin rupa menjadi galeri seni raksasa. Sebanyak 100 karya lukis dari berbagai aliran berjejer rapi, memancarkan energi kreatif yang pekat.</p>
<p>Gelaran bertajuk Pameran Seni Rupa dalam rangka HUT Yayasan Pawyatan Daha ke-102 ini menjadi magnet baru di Kediri. Selama tiga hari, dari Sabtu (24/5/2026) hingga Senin (25/5/2026), ruang pameran tersebut menjadi saksi meleburnya ide dan imajinasi dari 40 perupa Kediri Raya, yang bersanding harmonis dengan karya-karya dari warga internal yayasan mulai dari para guru, dosen, karyawan, hingga kreasi polos para siswa dari jenjang TK hingga mahasiswa.</p>
<p>Keunikan utama dari pameran ini terletak pada keberaniannya meruntuhkan sekat-sekat kelas dalam seni. Ketua Panitia sekaligus </p>
<p>Koordinator Pameran, Ali Shodiqin, menegaskan bahwa mereka sengaja tidak menonjolkan satu pun karya sebagai mahakarya. "Tidak ada  <em>masterpiece</em> di sini. Semua perupa punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," ungkap Ali Shodiqin.</p>
<p>Prinsip "duduk sama rendah, berdiri sama tinggi" ini melahirkan sebuah ruang pameran yang sangat demokratis. Pengunjung disuguhi lanskap visual yang luar biasa kaya. </p>
<p>Dalam satu ruangan, mata publik dimanjakan oleh presisinya lukisan beraliran naturalis dan realis, lalu seketika diajak memeras otak lewat liarnya emosi pada karya kubistis, impresionis, ekspresionis, hingga abstraksi figur dan abstrak murni.</p>
<p>Bagi Ali, pameran yang baru pertama kali diadakan di lingkungan kampus Universitas Pawyatan Daha ini membawa dampak segar. Di tengah minimnya ruang apresiasi, pameran ini hadir sebagai laboratorium visual, ruang referensi hidup, sekaligus penambah wawasan seni rupa yang sangat berharga, khususnya bagi generasi muda. </p>
<p>Dari pameran ini pula, para perupa diharapkan bisa saling sharing, bertukar pengalaman, dan mengevaluasi kualitas karya, baik dari segi eksplorasi media, kematangan teknik, hingga muatan pesan.</p>
<p>Keberhasilan pameran yang digawangi oleh Ali Shodiqin bersama Santoso (Sekretaris) dan Ucik Retnoasih (Bendahara) ini kian lengkap berkat serangkaian kegiatan pendukung yang dikonsep apik untuk menarik massa lintas generasi.</p>
<p>Acara HUT Yayasan Pawyatan Daha ke-102 diawali pada Sabtu (23/5/2026) pagi dengan jalan santai bersama seluruh warga besar Yayasan Pawyatan Daha.</p>
<p>Tepat setelah jalan sehat selesai dan riuh pengambilan tiket berhadiah usai, pameran seni rupa ini dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis oleh Ketua Pembina Yayasan, Drs. H. Lilik Sutrisno, MM. Sontak, aliran massa dari peserta jalan santai, tokoh-tokoh senior yayasan, alumni, hingga simpatisan langsung memadati ruang pameran yang bersebelahan dengan lokasi acara.</p>
<p>Tak berhenti di situ, denyut kemeriahan pameran berlanjut pada hari Minggu (24/5). Area kampus kembali dipadati oleh sekitar 70-an anak bersama ibunya yang antusias mengikuti lomba "Mamamia" dan mewarnai tingkat SD (kelas 1-3) untuk umum. </p>
<p>Melalui kehadiran lomba pendukung ini, atmosfer seni di kampus Pawyatan Daha terasa kian membumi, meriah, dan berhasil memikat atensi yang luas dari segmen keluarga di Kediri Raya. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SDN Kedopok 1 Probolinggo Sisihkan Uang Saku untuk Kurban, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-kedopok-1-probolinggo-sisihkan-uang-saku-untuk-kurban-tanamkan-kepedulian-sejak-dini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-kedopok-1-probolinggo-sisihkan-uang-saku-untuk-kurban-tanamkan-kepedulian-sejak-dini</guid>
<description><![CDATA[ Semangat berbagi ditunjukkan siswa SDN Kedopok 1 Kota Probolinggo menjelang Iduladha. Para murid rela menyisihkan uang saku untuk membeli hewan kurban yang nantinya dagingnya dibagikan kepada warga kurang mampu. Aksi ini menjadi pembelajaran tentang keikhlasan, kepedulian, dan gotong royong sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14297378868.webp" length="79938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 19:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Iduladha2026, Kurban  SiswaBerbagi, PendidikanKarakter, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Semangat berbagi menjelang Hari Raya Iduladha ditunjukkan para siswa SDN Kedopok 1. Dengan penuh keikhlasan, murid mulai kelas 1 hingga kelas 6 kompak menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli hewan kurban yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.</p>
<p>Aksi sosial ini dilakukan oleh para siswa secara sukarela, di mana para siswa mengumpulkan sebagian uang jajannya melalui perwakilan kelas masing-masing sebelum dikumpulkan oleh guru.</p>
<p>Menariknya, dalam kegiatan ini pihak sekolah tidak memberikan target nominal tertentu kepada siswa. Seluruh sumbangan diberikan sesuai kemampuan masing-masing sehingga nilai utama yang ditanamkan adalah keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>Kepala SDN Kedopok 1, Soviatun Fatimatuzzuhro mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter bagi para siswa agar terbiasa berbagi sejak usia dini, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajarkan siswa tentang arti berbagi dan peduli kepada sesama dengan cara menyisihkan uang sakunya untuk membeli hewan kurban. Nantinya, daging kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Soviatun Fatimatuzzuhro.</p>
<p>Dari hasil pengumpulan iuran siswa, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp2,7 juta. Jumlah tersebut kemudian ditambah dengan infak dari pihak sekolah hingga total keseluruhan dana menjadi Rp4 juta.</p>
<p>Dana tersebut nantinya digunakan untuk membeli hewan kurban yang akan disembelih saat Hari Raya Iduladha di lingkungan sekolah. Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan kepada siswa kurang mampu serta warga sekitar sekolah.</p>
<p>“Daging kurban nantinya akan diberikan kepada siswa yang membutuhkan dan masyarakat di sekitar sekolah agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” imbuhnya.</p>
<p>Program tahunan ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Selain belajar tentang ibadah kurban, mereka juga diajarkan pentingnya berbagi kepada orang lain tanpa harus menunggu dewasa.</p>
<p>Salah satu siswa kelas 6, Ahmad Danis Samsyah, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, iuran membeli hewan kurban menjadi pengalaman berharga untuk melatih kepedulian sosial dan semangat berbagi.</p>
<p>“Alhamdulillah kegiatan iuran untuk membeli hewan kurban ini selalu dilakukan setiap tahun. Semoga daging kurban nanti bisa bermanfaat dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata Ahmad Danis Samsyah.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana tersebut, pihak sekolah berharap nilai gotong royong, empati, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh dalam diri para siswa sejak dini sehingga kelak menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Purnawiyata Sederhana Penuh Makna, 411 Siswa SMKN 1 Bondowoso Siap Lanjut Kuliah dan Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/purnawiyata-sederhana-penuh-makna-411-siswa-smkn-1-bondowoso-siap-lanjut-kuliah-dan-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/purnawiyata-sederhana-penuh-makna-411-siswa-smkn-1-bondowoso-siap-lanjut-kuliah-dan-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 411 siswa SMKN 1 Bondowoso resmi mengikuti purnawiyata tahun 2026. Sebanyak 45 siswa lolos SNBP ke perguruan tinggi negeri, sementara 60 siswa lainnya telah diterima bekerja di berbagai perusahaan sebelum kelulusan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13c15824e81.webp" length="36794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:28:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="96" data-end="444"><strong data-start="96" data-end="114">BONDOWOSO, SJP</strong> – Suasana haru dan bangga menyelimuti aula <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">SMKN 1 Bondowoso</span></span> saat ratusan siswa kelas XII mengikuti prosesi purnawiyata tahun ajaran 2025/2026, Senin (25/5/2026). Dengan balutan kebaya anggun bagi para siswi dan jas rapi bagi siswa, acara kelulusan digelar sederhana namun tetap khidmat di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="446" data-end="798">Kesederhanaan acara tidak mengurangi makna dari momentum perpisahan tersebut. Tangis haru orang tua, guru, hingga para siswa pecah ketika satu per satu lulusan menerima ucapan selamat sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan menengah kejuruan mereka. Aula sekolah dipenuhi nuansa kebersamaan dan rasa syukur atas perjuangan selama tiga tahun terakhir.</p>
<p data-start="800" data-end="1074">Purnawiyata tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Di tengah tantangan dunia pendidikan dan persaingan kerja yang semakin ketat, lulusan SMKN 1 Bondowoso mampu menunjukkan prestasi membanggakan, baik dalam bidang akademik maupun kesiapan memasuki dunia kerja.</p>
<p data-start="1076" data-end="1402">Kepala SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia menyebut, lulusan tahun 2026 berhasil menorehkan capaian positif dengan banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun perusahaan sebelum dinyatakan lulus sekolah.</p>
<p data-start="1404" data-end="1745">“Kami sangat bangga kepada seluruh lulusan tahun 2026. Total ada 411 siswa yang hari ini resmi menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Bondowoso. Dari jumlah itu, 45 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP jalur prestasi. Nanti pasti bertambah, saat hasil <span class="Yjhzub"><span data-subtree="aimfl,mfl" data-copy-service-computed-style="font-family: " google="" sans",="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" font-weight:="" 600;="" margin:="" 0px;="" text-decoration:="" none;="" border-bottom:="" 0px="" rgb(10,="" 10,="" 10);"="">UTBK</span></span> (Ujian Tulis Berbasis Komputer) diumumkan,” ujar Asyik Sulaiman.</p>
<p data-start="1747" data-end="1988">Ia juga mengungkapkan bahwa SMKN 1 Bondowoso terus membuktikan diri sebagai sekolah vokasi yang mampu melahirkan lulusan siap kerja. Bahkan, sebelum prosesi kelulusan dilaksanakan, puluhan siswa telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan.</p>
<p data-start="1990" data-end="2258">“Selain melanjutkan kuliah, ada sekitar 60 siswa kami yang sebelum lulus sudah diterima di berbagai perusahaan dan saat ini sudah bekerja sebagai karyawan. Ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK memiliki daya saing dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri,” katanya.</p>
<p data-start="2260" data-end="2586">Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan dunia industri yang selama ini mendukung proses pendidikan vokasi di SMKN 1 Bondowoso. Program link and match dengan dunia usaha dan dunia industri disebut terus diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.</p>
<p data-start="2588" data-end="2794">Asyik juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak cepat puas setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMK. Ia menegaskan bahwa jenjang SMK bukan titik akhir dalam perjalanan meraih masa depan.</p>
<p data-start="2796" data-end="3087">“Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Anak-anak harus terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menjaga karakter yang baik. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” tuturnya.</p>
<p data-start="3089" data-end="3250">Ia berharap para lulusan mampu membawa nama baik almamater di mana pun berada, baik yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang langsung bekerja.</p>
<p data-start="3252" data-end="3410">“Jangan pernah berhenti bermimpi. Lulusan SMK punya peluang besar untuk sukses selama mau terus berusaha dan belajar menghadapi perkembangan zaman,” imbuhnya.</p>
<p data-start="3252" data-end="3410">Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik di SMKN 1 Bondowoso serta seluruh lulusan yang mampu bersaing dengan sekolah lain.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">"Sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Bondowoso, SMKN 1 Bondowoso selama ini dikenal aktif mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dan kebutuhan industri. Berbagai program keahlian yang dimiliki sekolah terus diarahkan agar selaras dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja modern," ujarnya.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">Rasa bangga juga tampak di raut wajah salah seorang wali siswa. Pardi, Warga Wonosari yang menyaksikan anaknya yang bernama Jesica lulus, matanya berkaca-kaca dan merasa bersyukur sebelum lulus, anaknya sudah diterima bekerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Pujer dan melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">"Anak saya (Jesica) sudah bekerja. Bahkan, ada dua perusahaan yang menerima anak saya bekerja, ada di Bondowoso dan Situbondo. Karena anak saya perempuan, akhirnya memilih bekerja di perusahaan yang ada di Pujer Bondowoso, soalnya lebih dekat dengan keluarga. Dia lulusan akuntansi dan memang ingin bekerja sambil kuliah," ungkapnya bangga.</p>
<p data-start="3716" data-end="4014">Sekadar diketahui, selain fokus pada kompetensi akademik, sekolah juga mendorong pembentukan karakter siswa melalui berbagai kegiatan kedisiplinan, organisasi, hingga praktik kerja lapangan. Hal itu dilakukan untuk mencetak lulusan yang siap bersaing sekaligus mampu beradaptasi di lingkungan kerja maupun masyarakat.</p>
<p data-start="4016" data-end="4326">SMKN 1 Bondowoso juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan institusi pendidikan tinggi sebagai upaya membuka peluang lebih luas bagi siswa setelah lulus. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas lulusan agar mampu terserap di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="4328" data-end="4580" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan semangat vokasi dan prestasi yang terus berkembang, SMKN 1 Bondowoso berharap para lulusan tahun 2026 dapat menjadi generasi muda yang membanggakan daerah, memiliki daya saing tinggi, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa serta masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="4328" data-end="4580" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>H&amp;1 Pengumuman SNBT 2026: Cek Hasil &amp;amp; Cara Unduh Sertifikat UTBK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/h-1-pengumuman-snbt-2026-jadwal-cara-cek-dan-panduan-unduh-sertifikat-utbk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/h-1-pengumuman-snbt-2026-jadwal-cara-cek-dan-panduan-unduh-sertifikat-utbk</guid>
<description><![CDATA[ Hasil SNBT 2026 diumumkan besok, 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak cara cek kelulusan, link mirror resmi, dan jadwal unduh sertifikat UTBK di sini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12360953180.webp" length="30000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 09:49:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pengumuman snbt 2026, hasil utbk 2026, cara cek snbt, download sertifikat utbk, link mirror snbt, snpmb, jalur mandiri ptn</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> - Ujian Tulis Berbasis Komputer dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kini memasuki tahap yang paling dinantikan oleh para peserta. Hasil kelulusan bagi calon mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian ujian tertulis pada 30 April 2026 lalu akan diumumkan secara serentak besok.</p>
<p>Selain mengecek status kelulusan, seluruh peserta—baik yang dinyatakan lolos maupun tidak—wajib memahami tata cara mengunduh sertifikat nilai UTBK. Dokumen ini merupakan berkas krusial untuk proses daftar ulang di kampus penerima maupun untuk pendaftaran jalur mandiri di perguruan tinggi lain.</p>
<p><strong>Jadwal Pengumuman dan Masa Unduh Sertifikat</strong></p>
<p>Berdasarkan ketentuan resmi panitia SNPMB, terdapat perbedaan waktu antara pengumuman kelulusan dan pembukaan akses unduh sertifikat.</p>
<p>Pengumuman Hasil SNBT pada Senin, 25 Mei 2026 | Mulai 15.00 WIB, sementara masa unduh sertifikat: 2 Juni – 31 Juli 2026</p>
<p>Bagi peserta yang lolos, sertifikat ini menjadi syarat wajib administrasi daftar ulang. Sementara bagi yang belum lolos, nilai pada sertifikat tersebut tetap sah dan dapat dimanfaatkan untuk mendaftar seleksi jalur mandiri di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS).</p>
<p><strong>Cara Cek Hasil Kelulusan UTBK SNBT 2026</strong></p>
<p>Peserta dapat melihat hasil seleksi secara mandiri melalui ponsel, laptop, maupun komputer. Agar proses pengecekan berjalan lancar saat server sedang padat, ikuti langkah-langkah berikut:</p>
<p> 1. Buka browser dan akses laman resmi pengumuman di https://pengumuman-snbt.snpmb.id/.<br> 2. Gunakan <em>link mirror </em>resmi PTN jika laman utama sulit diakses (contoh: https://snbt.ui.ac.id, https://snbt.unm.ac.id, dll).<br> 3. Pilih menu UTBK SNBT.<br> 4. Klik opsi Pengumuman SNBT.<br> 5. Masukkan Nomor Pendaftaran dan Tanggal Lahir Anda.<br> 6. Tekan tombol Lihat Hasil Seleksi.<br> 7. Sistem akan segera menampilkan hasil kelulusan digital Anda.</p>
<p>Jika dinyatakan lolos, lembar pengumuman akan memuat nomor peserta, nama lengkap, tanggal lahir, nama perguruan tinggi tujuan, serta program studi yang berhasil ditembus.</p>
<p><strong>Arti Warna pada Pengumuman dan Langkah Selanjutnya</strong></p>
<p>Saat hasil seleksi muncul, sistem akan menampilkan kartu digital dengan kode warna tertentu untuk mempertegas status peserta:</p>
<p>Header Biru:  Selamat, Anda dinyatakan LOLOS  seleksi SNBT 2026.<br>Header Merah: Mohon maaf, Anda BELUM LOLOS pada jalur SNBT tahun ini.</p>
<p>Bagi Peserta yang Lolos:</p>
<p>Proses seleksi belum sepenuhnya selesai. Anda wajib segera mengikuti proses registrasi atau daftar ulang sesuai ketentuan dan jadwal kampus tujuan masing-masing. Tahapan ini umumnya meliputi:<br>- Verifikasi dokumen dan berkas fisik.<br>- Penetapan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).<br>- Pengesahan status sebagai mahasiswa baru.<br>- Pemenuhan administrasi akademik kampus.</p>
<p>Penting: Jika tidak menyelesaikan proses daftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan oleh universitas, kampus berhak membatalkan atau menggugurkan status kelulusan Anda.<br><br><strong>Cara Mengunduh Sertifikat UTBK SNBT 2026</strong></p>
<p>Akses untuk mengunduh sertifikat baru akan dibuka pada 2 Juni 2026. Pastikan Anda mengunduh dan menyimpan dokumen ini sebelum batas akses berakhir pada 31 Juli 2026 dengan cara berikut:<br> 1. Masuk kembali ke portal resmi SNPMB.<br> 2. Pilih menu Pendaftaran UTBK SNBT.<br> 3. Cari dan klik tombol Sertifikat UTBK.<br> 4. Pilih opsi Unduh.<br> 5. Simpan file berformat PDF tersebut ke dalam perangkat Anda.<br>Setelah berhasil diunduh, sangat disarankan untuk mencetak dokumen tersebut sebagai salinan fisik. Hal ini penting untuk mengantisipasi kebutuhan administrasi secara mendadak di masa mendatang. (**)<br><br></p>
<p><strong>sumber: Beritasatu.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Komitmen Shirothul Fuqoha’ Cetak Generasi Berkarakter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-komitmen-shirothul-fuqoha-cetak-generasi-berkarakter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-komitmen-shirothul-fuqoha-cetak-generasi-berkarakter</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan siswa Yayasan Shirothul Fuqoha’ Gondanglegi dilepas dalam wisuda bersama dengan pesan menjaga akhlak, adab, serta bijak menghadapi media sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11a72404924.webp" length="50550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 20:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Wisuda Santri, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Lathifah Shohib, Yayasan Shirothul Fuqoha, Pendidikan Islam, Akhlakul Karimah, Santri Malang, Pendidikan Karakter, Media Sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, memberikan apresiasi terhadap komitmen Yayasan Shirothul Fuqoha’, di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis keagamaan.</p>
<p>Hal itu disampaikan saat menghadiri prosesi wisuda bersama siswa MTs, MA dan SMK Shirothul Fuqoha’ yang berlangsung di halaman MTs Shirothul Fuqoha’, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 398 siswa resmi dilepas. Jumlah itu terdiri darii siswa MTs, siswa MA dan siswa SMK. Selain prosesi wisuda, yayasan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pelajar berprestasi.</p>
<p>Di hadapan ratusan wisudawan dan wali murid, Lathifah menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik semata.</p>
<p>Menurutnya, pembentukan akhlak, etika dan tanggung jawab sosial justru menjadi pondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Ia menilai lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peranan besar dalam melahirkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.</p>
<p>“Ilmu yang diperoleh harus menjadi penerang dalam kehidupan. Tetap hormati guru, berbakti kepada orang tua dan jaga sikap rendah hati di manapun berada,” ujar Lathifah, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Mantan Anggota DPR RI itu juga menyebut nilai-nilai keislaman yang diajarkan di lingkungan pesantren mampu menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga persatuan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>Sementara itu, Pembina Yayasan Shirothul Fuqoha’, Syamsul Mu’in atau akrab disapa Gus Syam, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Malang dalam agenda pelepasan siswa tersebut.</p>
<p>Menurutnya, terdapat pesan penting yang disampaikan kepada para lulusan agar tetap menjaga identitas kesantrian meski nantinya melanjutkan pendidikan maupun beraktivitas di luar lingkungan pondok pesantren.</p>
<p>“Kalau bisa tetap melanjutkan di pesantren. Kalaupun nanti berada di luar, almamater pesantren harus tetap dibawa lewat sikap dan perilaku sehari-hari,” kata Gus Syam.</p>
<p>Ia juga mengingatkan para lulusan agar lebih bijak dalam menyikapi perkembangan informasi di media sosial yang saat ini bergerak sangat cepat.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala MA Shirothul Fuqoha’, Siti Jubaidah, menyampaikan bahwa momentum wisuda ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Pihaknya juga mendorong lulusan MA agar melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai yang telah dibangun di lingkungan pesantren. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu MBG SPPG Suboh Buduan Situbondo Diserbu Siswa, Ayam Crumble dan Pisang Ambon Jadi Favorit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-sppg-suboh-buduan-situbondo-diserbu-siswa-ayam-crumble-dan-pisang-ambon-jadi-favorit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-sppg-suboh-buduan-situbondo-diserbu-siswa-ayam-crumble-dan-pisang-ambon-jadi-favorit</guid>
<description><![CDATA[ Program MBG SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kembali menyalurkan makanan bergizi kepada 2.229 penerima manfaat dengan menu ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan pisang ambon. Menu sehat tersebut disambut antusias para siswa karena dinilai lezat dan menambah semangat belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a10575d79351.webp" length="42624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 20:05:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, Situbondo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="404"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kembali menyalurkan paket makanan sehat kepada ribuan penerima manfaat. Menu yang disajikan selalu mendapat sambutan hangat dari para siswa karena dinilai lezat sekaligus bergizi.</p>
<p data-start="406" data-end="622">Sebanyak 2.229 penerima manfaat menerima paket makanan dengan kandungan nutrisi yang telah disesuaikan kebutuhan harian. Sasaran program meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil (bumil), hingga ibu menyusui (busui).</p>
<p data-start="624" data-end="887">Pada distribusi kali ini, menu yang disiapkan terdiri dari nasi putih, ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan buah pisang ambon. Kombinasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, vitamin, serta serat bagi para penerima manfaat.</p>
<p data-start="889" data-end="1148"><span>Kepala SPPG Buduan Kecamatan Suboh, Bagas Deo Pradana, mengatakan, a</span>yam crumble menjadi sumber protein hewani utama yang dipadukan dengan tahu goreng sebagai protein nabati. Sementara tumis bihun sawi membantu memenuhi asupan serat dan vitamin, sedangkan pisang ambon menambah energi alami serta mineral yang dibutuhkan tubuh.</p>
<p data-start="1150" data-end="1346">"Berdasarkan data kandungan gizi dari ahli gisi kami, paket porsi kecil memiliki nilai energi 729,62 kkal, protein 17,72 gram, lemak 25,35 gram, karbohidrat 108,70 gram, dan serat 5,09 gram," jelasnya, Jumat (22/5/2026).</p>
<p data-start="1348" data-end="1557">"Sedangkan porsi besar yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui mengandung energi lebih tinggi, yakni 884,92 kkal, protein 22,89 gram, lemak 29,07 gram, karbohidrat 133,71 gram, serta serat 5,91 gram." imbuhnya menjelaskan.</p>
<p data-start="1559" data-end="1735">Suasana pembagian makanan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para siswa tampak senang menerima paket MBG dan menikmati hidangan bersama teman-teman mereka di dalam kelas.</p>
<p data-start="1737" data-end="1874">Salah seorang siswa penerima manfaat, sebut saja Raka, mengaku senang dengan menu yang dibagikan karena rasanya enak dan berbeda dari biasanya.</p>
<p data-start="1876" data-end="2049">“Ayam crumble-nya enak, saya suka. Pisangnya juga manis. Kalau ada menu seperti ini jadi tambah semangat makan di sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (22/5/2026).</p>
<p data-start="2051" data-end="2318">Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membangun pola makan sehat sejak dini di lingkungan sekolah. Menu yang variatif dan seimbang diharapkan mampu menunjang pertumbuhan anak, menjaga kesehatan, serta meningkatkan konsentrasi belajar.</p>
<p data-start="2320" data-end="2568" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui slogan “Nutrisi Nyata, Tumbuh Sempurna”, SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui penyediaan makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang terukur. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2320" data-end="2568" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMP Budi Utomo Jombang Sebut Tidak Pernah Menahan Ijazah Kelulusan Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smp-budi-utomo-jombang-sebut-tidak-pernah-menahan-ijazah-kelulusan-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smp-budi-utomo-jombang-sebut-tidak-pernah-menahan-ijazah-kelulusan-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menyebut bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6c43c1d46.webp" length="42414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:09:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pihak SMP Budi Utomo dibawah Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) memberikan klarifikasi terkait isu penahanan ijazah yang menjadi sorotan masyarakat melalui Dewan Pendidikan Jombang. </p>
<p>Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus.</p>
<p>Menurut Sutopo, setelah ijazah selesai diproses dan siap untuk didistribusikan, pihak sekolah selalu memberikan pengumuman resmi kepada orang tua siswa melalui wali kelas masing-masing agar ijazah tersebut bisa segera diambil.</p>
<p>"Kami tidak menahan ijazah. Ketika ijazah sudah siap didistribusikan, kami langsung menyampaikan kepada orang tua melalui wali kelas untuk segera diambil," ujar Sutopo saat ditemui suarajatimpost.com, Rabu (20/5/2026). </p>
<p>Terkait prosedur pengambilan, Sutopo menjelaskan bahwa sekolah memang menerapkan syarat administratif umum yang wajar, seperti penyelesaian administrasi dan pengembalian buku-buku pinjaman ke perpustakaan sekolah. Namun, ia menekankan bahwa urusan tunggakan biaya sekolah tidak menjadi penghalang bagi siswa yang ingin mengambil haknya.</p>
<p>Ia mencontohkan, pada hari yang sama terdapat dua orang wali murid yang datang untuk mengambil ijazah meskipun masih memiliki tunggakan administrasi. Pihak sekolah tetap memberikan ijazah tersebut tanpa mempersulit prosesnya.</p>
<p>"Prinsipnya kita tidak menahan. Tadi ada dua orang wali murid dari tahun ajaran kemarin yang datang. Meskipun belum lunas dan masih ada tunggakan, begitu mereka datang untuk mengambil ijazah, tetap kami berikan," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sutopo mengungkapkan bahwa alasan masih adanya ijazah yang tersimpan di sekolah murni karena faktor dari pihak siswa atau orang tua sendiri yang belum sempat mengambilnya. Beberapa siswa memilih menunda pengambilan karena berbagai alasan pribadi, mulai dari faktor kesibukan hingga rencana melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.</p>
<p>"Ada siswa yang bilang nanti saja mengambilnya karena mau lanjut ke SMA atau SMK. Ada juga yang sengaja mengambil saat liburan panjang sekalian pulang kampung. Jadi, kalau ijazah itu masih banyak di sekolah, itu karena belum diambil oleh yang bersangkutan, bukan karena kami tahan," pungkas Sutopo.</p>
<p>Sebelumnya, Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang. </p>
<p>Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun. </p>
<p>"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mbak Wali Kenalkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SD Kota Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbak-wali-kenalkan-wawasan-kebangsaan-kepada-siswa-sd-kota-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbak-wali-kenalkan-wawasan-kebangsaan-kepada-siswa-sd-kota-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Dimana wawasan kebangsaan artinya rasa cinta terhadap tanah air dan rasa bangga menjadi anak Indonesia. Rasa cinta terhadap Indonesia ini harus dipupuk karena Indonesia adalah rumah bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c75f378dd6.webp" length="31248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 22:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Wali kota Kediri, sekolah kota Kediri, wawasan kebangsaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP -</strong> Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan motivasi dan inspirasi kepada para murid di SDN Banjaran 5, Selasa (19/05/2026). Dalam kegiatan ini, Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, mengenalkan Wawasan Kebangsaan kepada para siswa. </p>
<p>Di mana wawasan kebangsaan artinya rasa cinta terhadap tanah air dan rasa bangga menjadi anak Indonesia. Rasa cinta terhadap Indonesia ini harus dipupuk karena Indonesia adalah rumah bersama. </p>
<p>Wujud dari rasa cinta tanah air ini adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dan memahami UUD 1945. Sebab Pancasila adalah dasar negara dan UUD 1945 adalah aturan dasar negara. </p>
<p>Selain Indonesia, Kota Kediri juga memiliki visi misi yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni (MAPAN).</p>
<p>"Saya yakin apabila adik-adik di sini mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dan menaati segala aturan maka akan terwujud Kota Kediri yang MAPAN. Insya Allah Kota Kediri bisa menjadi kota yang maju," ujarnya.</p>
<p>Wali kota termuda ini menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan juga diwujudkan dengan menghormati para pahlawan. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan para pahlawan. Saat ini generasi muda harus menghargai perjuangan para pahlwan. Yakni dengan cara rajin belajar, menjaga persatuan, menjaga kebersihan, menghargai teman, dan bangga terhadap produk Indonesia.</p>
<p>"Saat ini anak-anak ini banyak bermain gadget. Boleh menggunakan gadget namun harus ada batasan dan digunakan secara bijak," tegasnya.</p>
<p>Terakhir, Mbak Wali mengajak semua murid untuk berani bermimpi. Jangan takut memiliki cita-cita besar. Nantinya murid-murid ini akan menjadi pemimpin di masa depan.</p>
<p>"Saya ingatkan kepada adik-adik di sini jangan takut bermimpi. Terus belajar, beribadah, dan berusaha untuk meraih cita-cita kalian," pungkasnya. </p>
<p>Sementara itu di lain sekolah, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha mengajak para siswa SDN Sukorame 5, untuk selalu menjadikan akhlak yang baik sebagai bekal utama dalam meraih cita-cita dan kesuksesan di masa depan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kediri juga menekankan pentingnya kejujuran sebagai pondasi utama dalam kehidupan. Menurutnya, sifat jujur dibutuhkan di mana pun dan oleh siapa pun.</p>
<p>“Sejahat apa pun seseorang, dia tetap membutuhkan orang yang jujur,” ungkapnya di hadapan para siswa.</p>
<p>Selain itu, para siswa juga diajak membangun akhlakul karimah sejak dini, baik dalam ucapan, sikap, hati, maupun pikiran. Gus Qowim, sapaan akrabnya, mengingatkan agar para siswa terbiasa berkata baik, tidak sombong, tidak mudah marah ataupun dendam, serta selalu berpikir positif dan optimis terhadap masa depan. </p>
<p>Tak hanya itu, Wakil Wali Kota Kediri juga memotivasi para siswa untuk berani memiliki cita-cita tinggi dan yakin pada kemampuan diri sendiri.</p>
<p>Ia mengajak para siswa untuk terus belajar, semangat mengejar impian, dan percaya bahwa Allah SWT akan memberikan jalan terbaik bagi mereka yang mau berusaha dan memperbaiki diri.</p>
<p>“Jangan pernah berpikir tidak mampu. Berpikirlah optimis, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat SDGs Lewat Gerakan Smart Green Campus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-sdgs-lewat-gerakan-smart-green-campus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-sdgs-lewat-gerakan-smart-green-campus</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk &quot;Apel Kebangkitan Komitmen Hijau&quot; yang digelar di Gedung 1 Kampus PSDKU UB Kediri. Mengangkat tema &quot;Hijau Kampusku, Lestari Lingkunganku&quot; dengan slogan &quot;Dari Kediri, Demi Bumi&quot;, gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh civitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c72ba3f937.webp" length="46894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 22:03:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>PSDKU UB Kediri, SDGs, smart Green campus</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Program Studi Diluar Kampus Utama Universitas Brawijaya Kediri (PSDKU UB Kediri) menegaskan komitmennya untuk menjadikan kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga sebagai laboratorium hidup dalam praktik keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Apel Kebangkitan Komitmen Hijau" yang digelar di Gedung 1 Kampus PSDKU UB Kediri. Mengangkat tema "Hijau Kampusku, Lestari Lingkunganku" dengan slogan "Dari Kediri, Demi Bumi", gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh civitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi secara kolaboratif oleh Tim Smart Green Campus (SGC) bersama Eksekutif Keluarga Mahasiswa (EKM) PSDKU UB Kediri. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga pilar utama yang saling berkaitan.</p>
<p>"Ketiganya saling terkait dan saling menunjang," ujar Ketua Tim Smart Green Campus Hariadi Darmawan, Selasa (19/5/2026).</p>
<p>Pilar pertama berupa deklarasi komitmen hijau yang dituangkan dalam lima poin utama, meliputi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah secara bertanggung jawab, efisiensi energi seperti air dan listrik, serta peningkatan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus. </p>
<p>Deklarasi ini diperkuat dengan pembacaan dan penandatanganan pakta integritas oleh pimpinan dan perwakilan sivitas akademika.</p>
<p>"Karena kalau hanya deklarasi saja, tanpa ada komitmen yang tertulis, itu nanti juga sia-sia yang pertama makanya kita buat deklarasi dan penandatanganan fakta integritas supaya kita juga tetap ingat apa yang kita tulis," jelas Hariadi.</p>
<p>Selanjutnya, pilar kedua adalah Gerakan Pisah Sampah (GERAH), yakni sistem pengelolaan sampah mandiri dengan menyediakan tempat sampah terpilah untuk kategori organik dan anorganik di berbagai titik strategis kampus.</p>
<p>"Kita buat beberapa tong sampah tambahan untuk menunjang tempat sampah yang ada selama ini, untuk memisahkan sampah. Ada 20 tong sampah dan 40 karung goni. Nantinya sampah organik yang dimasukkan karung goni nanti akan kami tempatkan di kandang, di lab lapangan," ungkapnya.</p>
<p>Pilar ketiga diwujudkan melalui U-BEST (Unit Bisnis Ekonomi Sirkular Terpadu), yakni unit usaha berbasis ekonomi sirkular yang dikelola oleh mahasiswa. Unit ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga berfungsi sebagai media pengolahan limbah kampus menjadi produk bernilai ekonomi.</p>
<p>"Dengan U-Best, harapannya, mahasiswa yang tadinya membuang sampah atau buang plastik sia-sia mereka berpikir, oh nanti ada sesuatu yang bersifat ekonomi," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur PSDKU UB Kediri Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, M.S menyampaikan, kampanye hijau ini menjadi wujud komitmen kampus dalam menyelaraskan capaian akademik dengan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.</p>
<p>Hal ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang penanganan perubahan iklim dan poin ke-17 mengenai ekosistem daratan.</p>
<p>"Dengan adanya hal ini, diharapkan bisa mengurangi unsur-unsur yang menyebabkan polusi. Kemudian di dalam tata budidaya, semua aktivitas diharapkan menjadi zero waste, semua bisa termanfaatkan dengan baik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Dongeng Wayang, Kapolsek Kediri Kota Ingatkan Bahaya Bermain Gadget Berlebihan  ‎</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-dongeng-wayang-kapolsek-kediri-kota-ingatkan-bahaya-bermain-gadget-berlebihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-dongeng-wayang-kapolsek-kediri-kota-ingatkan-bahaya-bermain-gadget-berlebihan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaannya, Kompol Bowo Wicaksono memberikan pemahaman terkait dampak penggunaan telepon genggam secara berlebihan pada anak-anak. Edukasi tersebut dikemas dalam pertunjukan wayang karton agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c6ec6df9d3.webp" length="64318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 21:09:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Polisi, dongeng wayang, wayang, polres Kediri kota</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Polsek Kediri Kota menggelar kegiatan bertajuk “Polisi Sahabat Anak” di TK Kemala Bhayangkari 42 Kota Kediri. Kegiatan ini diisi dengan edukasi kepada anak-anak melalui media dongeng wayang karton.</p>
<p>Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter anak sejak usia dini. ‎“Tema yang kami angkat yakni menjaga tunas bangsa demi kedaulatan bangsa,” ujar Kompol Bowo Wicaksono, Selasa (19/5/2026). </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Kompol Bowo Wicaksono memberikan pemahaman terkait dampak penggunaan telepon genggam secara berlebihan pada anak-anak. Edukasi tersebut dikemas dalam pertunjukan wayang karton agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.</p>
<p>Menurut Kompol Bowo Wicaksono, penggunaan metode visual dinilai lebih efektif dibandingkan penyampaian secara verbal saja.</p>
<p>‎“Kita menggunakan media wayang karton karena lebih mengedepankan visual sehingga anak-anak lebih mudah mencerna pesan yang kami sampaikan. Mereka juga lebih tertarik dan senang mendengarkan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, penggunaan HP yang berlebihan pada usia dini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari menurunnya kepedulian terhadap lingkungan hingga gangguan kesehatan. ‎</p>
<p>“Anak-anak yang terlalu sering menggunakan HP bisa kehilangan kedekatan dengan dunia nyata dan kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu juga bisa berdampak pada kesehatan, seperti iritasi mata akibat radiasi dan sebagainya,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kompol Bowo Wicaksono menyebut kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Sistem Pengelolaan Elektronik dalam Perlindungan Anak.</p>
<p>Pihak kepolisian pun berharap peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak.</p>
<p>‎“Kami berharap orang tua bisa mengawasi penggunaan HP atau gadget pada anak-anak sehingga tidak berlebihan karena sangat membahayakan generasi muda kita,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 42 Kota Kediri, Sri Rahayu, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai metode edukasi yang digunakan mampu memberikan pemahaman dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>‎"Dengan cara seperti ini anak-anak lebih semangat mendengarkan edukasi, kita berharap kegiatan ini lebih sering dilakukan agar anak-anak lebih banyak mendapatkan hal-hal positif," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penerimaan Siswa Baru Sudah dimulai, Bupati Pasuruan: Jangan Ada Praktik Titipan karena Semua Anak Harus Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penerimaan-siswa-baru-sudah-dimulai-bupati-pasuruan-jangan-ada-praktik-titipan-karena-semua-anak-harus-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penerimaan-siswa-baru-sudah-dimulai-bupati-pasuruan-jangan-ada-praktik-titipan-karena-semua-anak-harus-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sambutannya, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini meminta tidak boleh ada praktik titipan, pungli, manipulasi data ataupun bentuk penyalahgunaan kewenangan dalam proses penerimaan murid baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c5cb183792.webp" length="34268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 20:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pasuruan, dimulai. </p>
<p>Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan proses pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus bersih, jujur, bebas dari penyimpangan, praktik titipan, pungutan liar dan yang terpenting, semua anak harus sekolah.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan Bupati Rusdi dalam Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB tahun 2026 di Auditorium Mpu Sindok Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (19/5/2026).</p>
<p>"Deklarasi dan penandatanganan pakta integritas hari ini menjadi simbol sekaligus komitmen bersama bahwa Pemkab Pasuruan bertekad mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, obyektif, berkeadilan, akuntabel dan tanpa diskriminasi," tegasnya. </p>
<p>Dalam sambutannya, Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan ini meminta tidak boleh ada praktik titipan, pungli, manipulasi data ataupun bentuk penyalahgunaan kewenangan dalam proses penerimaan murid baru.</p>
<p>"Semua anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.</p>
<p>Kepada seluruh kepala sekolah, panitia, operator dan seluruh jajaran pendidikan, Mas Rusdi meminta agar senantiasa memegang teguh integritas dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>"Bangun komunikasi yang baik. Sampaikan informasi secara terbuka dan layani masyarakat dengan profesional dan humanis," harapnya. </p>
<p>Diketahui, pelaksanaan SPMB jenjang SMP Negeri dilaksanakan secara online melalui aplikasi SPMB. Seluruhnya tanpa dipungut biaya sepeserpun dan melalui 4 jalur, yakni prestasi, afirmasi, mutasi dan domisili. </p>
<p>Untuk tahap pertama (jalur prestasi, afirmasi dan mutasi), pendaftarannya dilaksanakan pada tanggal 08-12 juni 2026 dan pengumumannya di tanggal 13 juni 2026 serta daftar ulang di tanggal 15-18 juni 2026 (jam kerja). </p>
<p>Kemudian tahap kedua (jalur domisili), pendaftarannya mulai 19-24 juni 2026 dan pengumumannya 25 juni 2026, serta daftar ulang mulai 26-30 juni 2026 (jam kerja) </p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti berharap kepada para orang tua agar tak khawatir putra-putrinya tidak dapat bersekolah. Sebab Pemerintah memastikan akan memfasilitasi kebutuhan pendidikan anak-anak bangsa.</p>
<p>"Kata Pak Bupati, jangan khawatir tidak bisa sekolah, apalagi para orang tua yang masih cemas. Tak terkecuali bagi siswa kurang mampu, harus tetap bisa sekolah, tidak boleh ada alasan karena kendala ekonomi," ujarnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB SMP Negeri di Kota Batu Terapkan Sistem Online Penuh, Kuota Domisili Masih Terbesar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-smp-negeri-di-kota-batu-terapkan-sistem-online-penuh-kuota-domisili-masih-terbesar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-smp-negeri-di-kota-batu-terapkan-sistem-online-penuh-kuota-domisili-masih-terbesar</guid>
<description><![CDATA[ Melalui sistem daring penuh tersebut, Pemkot Batu berharap proses penerimaan siswa baru berjalan lebih objektif, akuntabel, dan merata bagi seluruh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c41aa5f833.webp" length="51818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 18:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SPMB, Online</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu resmi memberlakukan sistem pendaftaran daring penuh dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memperkuat transparansi sekaligus menekan potensi praktik titipan dalam penerimaan siswa baru.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Selasa (19/5/2026) menegaskan aturan itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Batu Nomor 188.45/85/KEP/35.79.112/2026 tentang petunjuk teknis pelaksanaan SPMB SMP Negeri.</p>
<p>“SPMB tahun ini seluruhnya dilaksanakan secara online. Sistem ini dibuat agar proses penerimaan lebih transparan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, terdapat empat jalur penerimaan siswa baru yang dibuka, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Dimana jalur domisili tetap menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni mencapai 40 persen dari total daya tampung sekolah. Sementara jalur afirmasi mendapat kuota 20 persen, jalur prestasi 35 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.</p>
<p>Jalur afirmasi diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Sedangkan jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa dengan capaian akademik maupun nonakademik, termasuk hafidz atau penghafal kitab suci.</p>
<p>Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menambahkan bahwa dari total kuota yang tersedia, pemerintah juga mengalokasikan ruang sebesar 4 persen khusus bagi penyandang disabilitas.</p>
<p>Menurut Rama, total daya tampung sembilan SMP Negeri di Kota Batu tahun ini mencapai 1.618 siswa yang terbagi dalam 51 rombongan belajar (rombel).</p>
<p>“Contohnya SMP Negeri 1 Batu memiliki kapasitas 10 rombel atau 320 siswa. Untuk jalur domisili, kami sudah memetakan berdasarkan wilayah RW agar distribusi siswa lebih adil,” terangnya.</p>
<p>Ia menjelaskan calon siswa yang dapat mendaftar ke SMP Negeri 1 Batu berasal dari tujuh desa dan kelurahan, yakni Ngaglik, Sisir, Temas, Oro-Oro Ombo, Pesanggrahan, Sumberejo, dan Songgokerto.</p>
<p>Selain syarat domisili, calon siswa juga diwajibkan berusia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026 serta telah lulus SD atau sederajat. Dokumen kependudukan seperti kartu keluarga wajib diterbitkan minimal satu tahun sebelum pendaftaran berlangsung.</p>
<p>“Orang tua juga wajib menandatangani surat pernyataan keaslian dokumen bermeterai sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Bondowoso Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Literasi Keuangan Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-bondowoso-perluas-kolaborasi-pendidikan-dan-literasi-keuangan-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-bondowoso-perluas-kolaborasi-pendidikan-dan-literasi-keuangan-digital</guid>
<description><![CDATA[ PWI Bondowoso melakukan safari silaturahmi ke Bank Indonesia Jember dan UIN Khas Jember guna menjajaki kolaborasi di bidang pendidikan, literasi keuangan digital, penguatan UMKM, dan pengembangan generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c407d6050c.webp" length="56840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 17:33:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bank Indonesia Jember, Keuangan, PWI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="438"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Upaya memperkuat sinergi antara insan pers, dunia pendidikan, dan sektor keuangan terus dibangun oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="0" data-end="438">Melalui agenda safari silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember, Selasa (19/5/2026), PWI Bondowoso membuka ruang kolaborasi strategis untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat, khususnya generasi muda.</p>
<p data-start="440" data-end="842">Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi salah satu fokus penting dalam agenda tersebut. PWI Bondowoso menilai penguatan literasi keuangan digital dan pemberdayaan UMKM membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk media sebagai jembatan edukasi publik.</p>
<p data-start="440" data-end="842">Sinergi itu diharapkan dapat melahirkan program-program edukatif yang menyasar kalangan pesantren, pelajar, hingga pelaku usaha kecil di daerah.</p>
<p data-start="844" data-end="1220">Tak hanya itu, PWI Bondowoso juga mendorong kemitraan dengan dunia akademik melalui penjajakan kerja sama bersama Fakultas Dakwah UIN Khas Jember, khususnya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).</p>
<p data-start="844" data-end="1220">Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang jurnalistik, komunikasi publik, dan penguatan literasi media di era digital.</p>
<p data-start="1391" data-end="1577">Silaturahmi tak hanya untuk menyambung sinergitas. Lebih dari itu bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan dan literasi keuangan digital bagi generasi muda.</p>
<p data-start="1579" data-end="1746">Menurut Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangistu, dalam kunjangan ke UIN Khas Jember pihaknya melakukan komunikasi awal untuk peluang kerja sama di bidang pendidikan.</p>
<p data-start="1748" data-end="1848">Khususnya, kolaborasi dengan Fakultas Dakwah dalam Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).</p>
<p data-start="1850" data-end="2004">"Tadi kita udah sampaikan peluang kerja sama di bidang pendidikan, bismillah mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Tinggal menunggu draftnya," jelasnya.</p>
<p data-start="2006" data-end="2135">Sementara dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, kata wanita yang akrab disapa Ocha itu, masih dalam tahap perkenalan.</p>
<p data-start="2137" data-end="2327">Utamanya terkait program-program kerja tahunan PWI yang berkaitan dengan UMKM dan literasi keuangan digital yang sebelumnya pernah dilaksanakan dalam tajuk PWI Bondowoso Goes to Pesantren.</p>
<p data-start="2329" data-end="2414">"Mudah-mudahan bisa kolaborasi nanti. Ini sekarang kita silaturahmi dulu," ujarnya.</p>
<p data-start="2416" data-end="2564">Dia menegaskan PWI memang merupakan organisasi profesi jurnalis. Namun, pihaknya juga ingin memberikan sumbangsih dalam berbagai lini pembangunan.</p>
<p data-start="2566" data-end="2740">Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, penguatan UMKM, hingga lingkungan. Berbagai program tersebut telah dijalankan melalui kegiatan tahunan PWI Bondowoso sejak 2018 lalu.</p>
<p data-start="2742" data-end="2888">Terbaru, pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PWI Bondowoso juga berkolaborasi dengan Perhutani dalam kegiatan penanaman pohon serentak.</p>
<p data-start="2890" data-end="3040" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berharap dengan memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai lintas sektor ini bisa memperbesar bakti PWI sebagai pilar demokrasi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2890" data-end="3040" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komersialisasi Pendidikan Usia Dini di Gresik: TK Swasta Berbondong&amp;bondong Berdiri, Orangtua Malah Tercekik Biaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komersialisasi-pendidikan-usia-dini-di-gresik-tk-swasta-berbondong-bondong-berdiri-orangtua-malah-tercekik-biaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komersialisasi-pendidikan-usia-dini-di-gresik-tk-swasta-berbondong-bondong-berdiri-orangtua-malah-tercekik-biaya</guid>
<description><![CDATA[ Minimnya jumlah sekolah TK Negeri berdampak terhadap besarnya permintaan pengajuan yayasan atau swasta ikut mendirikan pendidikan usia dini. Hingga kini, biasa masuk sekolah TK Swasta dianggap tak lagi masuk akal bagi sebagian warga hingga belasan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c0b4632c58.webp" length="14432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 16:04:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, TK Swasta Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Fenomena komersialisasi pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik kian nyata. Di tengah masifnya pengajuan izin pendirian TK swasta baru, para orang tua justru menjerit akibat biaya pendaftaran yang mencekik hingga tembus belasan juta rupiah. </p>
<p></p>
<p>Minimnya kuota di TK negeri membuat warga tidak punya pilihan selain merogoh kocek dalam-dalam pada musim Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 ini.</p>
<p></p>
<p>"Banyak TK Swasta yang melakukan pengajuan, tapi untuk TK Negeri belum ada rencana," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan PAUD dan Non Formal Dispendik Gresik, Tofan Arif Al Hakim, Selasa (19/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Tofan mengungkap jumlah lembaga pendidikan TK yang berstatus Negeri di Kabupaten Gresik timpang jauh dengan pengelolaan lembaga yayasan atau swasta. Jika TK Negeri hanya tiga titik lokasi, TK Swasta berjumlah lebih dari 600 titik lokasi di sebanyak 18 Kecamatan.</p>
<p></p>
<p>Tiga titik lokasi TK Negeri tersebut berada di Kecamatan Menganti, Balongpanggang, dan Manyar. Menurut Tofan, sampai saat ini belum ada rencana penambahan lokasi TK Negeri lantaran terbeban anggaran pembiayaan.</p>
<p></p>
<p>"Ketiga TK Negeri itu saja istilahnya masih belum dikatakan standar. Ketiganya menggantungkan anggaran dana dari pemerintah," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada tiga sekolah TK Negeri di Gresik untuk tidak boleh adanya penarikan SPP. Jika ada temuan di lapangan terkait penarikan biaya, pihaknya akan mengambil langkah tegas kepada sekolah terkait.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada temuan nanti kita inventarisir dulu dan klarifikasi. Nanti juga ada sanksi mulai lisan hingga tertulis," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Diketahui sebelumnya, biaya pendidikan tingkat TK di Kabupaten Gresik, dikeluhkan dan dianggap tak lagi masuk akal bagi sebagian warga.</p>
<p></p>
<p>Sulitnya menembus kuota TK Negeri yang sangat terbatas memaksa warga memilih sekolah swasta dengan biaya pendaftaran setara uang kuliah.</p>
<p></p>
<p>Dari informasi yang dihimpun, biaya pendaftaran sekolah TK swasta di Kabupaten Gresik bervariasi jutaan rupiah. Seperti halnya di sekolah TK Al-Ibrah Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, uang muka pendaftaran mencapai Rp16 juta dengan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Rp976 ribu per bulan. </p>
<p></p>
<p>Sekolah TK YIMI Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, dengan uang muka Rp12 juta dengan SPP Rp450 ribu per bulan. Sekolah TK Aisyah 36 PPI di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, uang muka pendaftaran reguler Rp6,2 juta dengan biaya SPP Rp500 ribu per bulan. </p>
<p></p>
<p>Sekolah TK Muslimat NU 29 di Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik, biaya uang muka Rp7,7 juta dengan SPP Rp405 per bulan. Sekolah Harvard Puri School di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, uang muka pendaftaran Rp3,6 juta dengan SPP Rp250 per bulan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Jombang Terima Aduan Dugaan Penahanan Ijazah Siswa, Pihak Sekolah Menampik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-terima-aduan-dugaan-penahanan-ijazah-siswa-pihak-sekolah-menampik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-terima-aduan-dugaan-penahanan-ijazah-siswa-pihak-sekolah-menampik</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan penahanan ijazah siswa oleh YPBU yang dilaporkan ke Dewan Pendidikan Jombang tidak dibenarkan oleh pihak sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c02f70de22.webp" length="30426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 13:40:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>- Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang. </p>
<p>Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang. </p>
<p>Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun. </p>
<p>"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan, Selasa (19/5/2026). </p>
<p>Merespon aduan tersebut, tiga orang anggota DP Jombang, yakni Arif Kuswirasasono, bersama sekretaris Nur Khasanuri dan juga Koordinator Bidang Pengawas dan Mediasi Hari Sukemi melakukan verifikasi faktual dengan bertandang ke pengurus YPBU pada Selasa (18/5/2026) sekira pukuk 10.00 WIB. </p>
<p>"Saat verifikasi faktual ke yayasan YPBU 3 orang anggota DP tidak diterima dengan baik oleh pihak yayasan," akunya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0c04520bd4a.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Budi Utomo, Heboh Handono Pribadi Luhur menampik adanya penahanan ijazah siswa. Informasi penahanan ijazah tersebut sama sekali tidak benar. </p>
<p>Justru, sebaliknya pihak sekolah mengaku proaktif menghubungi para alumni satu per satu agar segera mengambil ijazah mereka guna menghindari risiko kerusakan atau kehilangan dokumen penting tersebut. </p>
<p>"Kalau sampai saat ini, penahanan ijazah dari kami sekolah tidak ada. Kalau ijazah yang belum diambil, banyak. Bahkan kita hubungi satu per satu untuk bisa segera mengambil ijazah. Karena kami biar juga tidak berisiko membawa ijazah. Namun ada yang memang untuk proses tersebut tidak langsung diambil karena posisi repot kerja, atau mungkin ada yang tugas kemubalighan sebagai pengabdian keilmuan pondoknya," terang Heboh Handono. </p>
<p>Pihak sekolah juga menambahkan, persoalan administrasi bukanlah penghalang bagi alumni untuk mendapatkan dokumen kelulusan. Sekolah selalu terbuka untuk memberikan solusi terbaik melalui komunikasi yang baik.</p>
<p>Bahkan, bagi alumni yang membutuhkan syarat cepat untuk melamar kerja atau melanjutkan kuliah, sekolah selalu siap memfasilitasi pembuatan transkrip nilai, Surat Keterangan Lulus (SKL), hingga proses legalisir dengan tanda tangan basah.</p>
<p>"Ada yang mungkin belum bisa mengambil barangkali ada kekurangan syarat administrasi, banyak sekali solusi. Yang penting ada komunikasi baik. Apalagi tujuannya untuk mau kerja, mau kuliah, kami bisa bantu dengan berbagai macam. Yang sering itu minta transkrip nilai sebagai syarat, kami langsung bikinkan termasuk legalisir tanda tangan basah," jelasnya. </p>
<p>Heboh Handono juga menyampaikan perihal kedatangan pihak DP Jombang ke sekolah benar adanya. Namun, pihak YPBU dan Kepala Sekolah memang tidak berada di tempat karena ada kegiatan diluar. </p>
<p>"Kalau tidak dijumpai, betul. Tidak sedang berada di sekolah. Sehingga kalau kami yang sudah-sudah terbuka oleh siapapun pihak manapun hadir ke sekolah. Betul, sedang kegiatan di luar," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri Kota Batu Dibuka 18 Mei, Prioritaskan Siswa Kurang Mampu dan Disabilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-jalur-afirmasi-smp-negeri-kota-batu-dibuka-18-mei-prioritaskan-siswa-kurang-mampu-dan-disabilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-jalur-afirmasi-smp-negeri-kota-batu-dibuka-18-mei-prioritaskan-siswa-kurang-mampu-dan-disabilitas</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB online di Kota Batu tidak dipungut biaya. Selain itu, panitia maupun petugas pelaksana dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun demi menjaga transparansi dan integritas proses penerimaan siswa baru ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a084eaa14dfe.webp" length="36596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:59:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SPMB, Jadwal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai membuka tahapan awal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 melalui jalur afirmasi pada 18-19 Mei 2026. Jalur ini diprioritaskan bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Sabtu (16/5/2026) menegaskan bahwa jalur afirmasi menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan akses pendidikan.</p>
<p>“Jalur afirmasi terutama untuk calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Berdasarkan jadwal resmi Dinas Pendidikan, tahapan pendaftaran jalur afirmasi berlangsung pada 18-19 Mei 2026," ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya proses observasi dilaksanakan pada 19-22 Mei, pengumuman hasil seleksi pada 25 Mei, serta daftar ulang bagi peserta yang diterima pada 25-26 Mei 2026.</p>
<p>Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring. Untuk meminimalkan kendala teknis di masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Batu sebelumnya juga telah menggelar simulasi sistem pendaftaran online sejak 20 April hingga 13 Mei 2026.</p>
<p>"Dalam pelaksanaannya, calon peserta didik diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Mulai dari batas usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026, bukti kelulusan SD atau sederajat, fotokopi ijazah, kartu keluarga yang telah terbit minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB, akta kelahiran, print out NISN, hingga surat pernyataan keaslian dokumen bermeterai," imbuhnya.</p>
<p>Khusus peserta dari keluarga kurang mampu, diwajibkan melampirkan bukti kepesertaan bantuan sosial seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun surat keterangan tidak mampu dari dinas terkait.</p>
<p>Sementara bagi calon peserta didik penyandang disabilitas, harus menyertakan surat keterangan dokter, psikolog, atau kartu penyandang disabilitas resmi sebagai syarat pendukung proses seleksi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seminar Kepemudaan di Malang Soroti Peran OKP sebagai Benteng Ideologi Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seminar-kepemudaan-di-malang-soroti-peran-okp-sebagai-benteng-ideologi-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seminar-kepemudaan-di-malang-soroti-peran-okp-sebagai-benteng-ideologi-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Seminar di Kepanjen menekankan pentingnya organisasi kepemudaan sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, nasionalisme, dan partisipasi aktif generasi muda Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071f7adf392.webp" length="56284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 21:01:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kepanjen, Organisasi Kepemudaan, Pemuda Malang, Indonesia Emas 2045, Generasi Muda, Seminar Kepemudaan, Jajuk Rendra Kresna, IPNU, IPPNU, Nasionalisme Pemuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Peran organisasi kepemudaan dinilai semakin penting dalam menjaga semangat nasionalisme dan membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.</p>
<p>Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam seminar bertajuk “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Karakter Generasi Muda” yang digelar di Mirabel Hotel Malang, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Forum tersebut menghadirkan berbagai tokoh pendidikan, organisasi, hingga legislatif yang menyoroti pentingnya penguatan Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai ruang pembinaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Presidium Majelis Alumni IPNU, Agus Sa’dullah, menilai tantangan zaman saat ini tak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga ancaman terhadap moral dan rasa kebangsaan generasi muda.</p>
<p>Karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun karakter pemuda melalui nilai religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong.</p>
<p>Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori, melainkan harus dibarengi wadah pengembangan diri yang nyata melalui aktivitas organisasi.</p>
<p>“Karakter yang kuat tanpa wadah aktualisasi hanya akan menjadi potensi yang terpendam. Di sinilah Organisasi Kepemudaan mengambil peran krusial,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor STIT Ibnu Sina sekaligus Alumni PC IPPNU periode 1999–2001, Noer Rohmah, menyebut organisasi kepemudaan sebagai tempat lahirnya calon pemimpin masa depan. Ia menilai OKP memiliki fungsi strategis dalam membangun kepedulian sosial, kepemimpinan, hingga menjaga ideologi bangsa dan keutuhan NKRI.</p>
<p>Noer Rohmah juga berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan terhadap aktivitas organisasi kepemudaan melalui pembinaan dan fasilitasi berkelanjutan.</p>
<p>Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem, Jajuk Rendra Kresna, yang hadir dalam agenda tersebut mengingatkan, agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap dinamika sosial maupun politik di daerahnya.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa mendatang.</p>
<p>“Pemuda tidak boleh pasif. Mereka harus terlibat aktif dalam dinamika sosial-politik demi menentukan arah masa depan daerah,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota Brigade Penolong Pramuka Kota Kediri Ikuti Diklat, Perkuat Peran Sosial dan Tanggap Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-brigadir-penolong-pramuka-kota-kediri-ikuti-diklat-perkuat-peran-sosial-dan-tanggap-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-brigadir-penolong-pramuka-kota-kediri-ikuti-diklat-perkuat-peran-sosial-dan-tanggap-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai forum brainstorming serta peningkatan kapasitas anggota Brigade Penolong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a048fd06ae3f.webp" length="77334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 23:20:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Pramuka, Pramuka kota Kediri, brigadir penolong Pramuka</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) Brigade Penolong sebagai upaya peningkatan kapasitas sekaligus penguatan peran anggota di tengah masyarakat.</p>
<p>Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai forum brainstorming serta peningkatan kapasitas anggota Brigade Penolong.</p>
<p>"Brigade Penolong ini tidak kelihatan di lapangan karena tidak terekspose. Selama ini Brigade Penolong rutin terlibat dalam operasi SAR oleh Basarnas ataupun BPBD Kota Kediri juga pendampingan bedah rumah yang dilakukan Kwarda Jatim," ungkap Adi, Rabu (13/5/2026). </p>
<p>Adi menambahkan, ke depan peran Brigade Penolong akan lebih difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti aksi sosial hingga keterlibatan dalam penanganan kebencanaan.</p>
<p>Diklat ini diikuti oleh 29 peserta yang terdiri dari 28 siswa SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, serta peserta dari kalangan mahasiswa. Adi berharap jumlah anggota Brigade Penolong terus bertambah dan semakin aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial maupun kebencanaan di Kota Kediri.</p>
<p>"Harapannya jumlah semakin bertambah, kemudian yang kedua lebih berdampak lagi kepada masyarakat, ikut hadir di tengah-tengah masyarakat, misalkan di kebencanaan, kemudian aksi sosial," tambah Adi lagi. </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Kwarcab juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Saat ini, Pramuka Kota Kediri telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta tengah menjajaki kolaborasi dengan BPBD, Bawaslu, dan Dinas Sosial.</p>
<p>"Jadi ke depan kami akan kolaborasi dengan Dinas Sosial, BPBD, BNN, ini untuk aksi-aksi yang ada dampaknya kepada masyarakat," tambahnya lagi. </p>
<p>Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan materi dari berbagai bidang di Kwarcab. Materi dan praktik lapangan yang dilakukan, mulai dari pertolongan pertama (P3K), teknik evakuasi pada situasi darurat, penanganan bencana, hingga pelatihan pemadaman api ringan dan vertical rescue menggunakan tali.</p>
<p>Selain itu, peserta juga dibekali materi kepramukaan dan kerja tim untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi di lapangan. Materi pengelolaan dapur umum saat kondisi darurat juga menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut.</p>
<p>"Pemateri adalah pengurus kwarcab, sesuai dengan bidangnya masing-masing, ada Bina Muda, Ada Binawasa, ada Pusdiklat, Kwarcab, BNN. Juga ada yang dari BPBD dan ada yang dari Dinas Sosial," pungkas Adi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong>  </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikap Resmi UNU Blitar Terkait Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikap-resmi-unu-blitar-terkait-dugaan-pelecehan-mahasiswi-oleh-dosen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikap-resmi-unu-blitar-terkait-dugaan-pelecehan-mahasiswi-oleh-dosen</guid>
<description><![CDATA[ Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar membuat pernyataan resmi melalui Badan Pelaksana Penyelenggara mengenai dugaan pelecehan mahasiswi yang dilakukan oleh dosen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04630f9be8f.webp" length="26838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sikap, Kampus, UNU, Blitar, Dugaan, Pelecehan, Mahasiswi, Dosen.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menyampaikan sikap resmi terkait dugaan pelecehan yang melibatkan salah satu dosen di lingkungan kampus.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan, sebagai bentuk tanggapan institusi atas laporan yang beredar.</p>
<p>Setelah menerima laporan dari seorang mahasiswa pada 23 April 2026, pihak kampus mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) yang bertugas melakukan penelusuran awal, pendampingan dan membuka pelaporan seluas-luasnya bagi pihak lain yang diduga menjadi korban maupun mengetahui peristiwa tersebut.</p>
<p>Kemudian, memperkuat proses penanganan dengan membentuk Satgas Etik yang melibatkan unsur BPP UNU untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan independen, profesional, objektif dan akuntabel.</p>
<p>Selanjutnya, pada Selasa (12/5/2026), Satgas Etik menerima perwakilan PMII Komisariat UNU Blitar dan LPM Bhanu Tirta sebagai pendamping dari 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban.</p>
<p>"Satgas menelusuri sejak awal, membuka ruang pelaporan seluas luasnya terhadap yang diduga menjafi korban maupun mengetahui peristiwa tersebut," teranf Rudiyanto, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Dalam hal ini, BPP UNU memutuskan menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktivitas di lingkungan kampus sampai proses pemeriksaan selesai dan keputusan final ditetapkan.</p>
<p>Adapun ruang lingkup penonaktifan sementara tersebut meliputi larangan mengajar dan mengisi perkuliahan, pencabutan hak pembimbingan akademik dan skripsi, pelarangan pendampingan kegiatan mahasiswa, penonaktifan dari aktivitas kelembagaan kampus, larangan penggunaan fasilitas kampus, hingga pelarangan melakukan aktivitas yang berpotensi memengaruhi independensi pemeriksaan.</p>
<p>"Penonaktifan sementara ini merupakan keputusan administratif dan etik yang wajib dilakukan institusi untuk menjamin proses pemeriksaan berlangsung tanpa tekanan dan konflik kepentingan," tegasnya.</p>
<p>Saat ini, Satgas Etik tengah melakukan pemeriksaan mendalam dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dalam proses tersebut, Rudiyanto menegaskan kepentingan perlindungan korban, pelapor, dan saksi menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan asas praduga tak bersalah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pelecehan di Kampus UNU Blitar, Lima Mahasiswi Mengaku Jadi Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pelecehan-di-kampus-unu-blitar-lima-mahasiswi-mengaku-jadi-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pelecehan-di-kampus-unu-blitar-lima-mahasiswi-mengaku-jadi-korban</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan kasus pelecehan terhadap mahasiswi mencuat di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Seorang dosen dilaporkan diduga melakukan perlakuan tidak pantas dalam bentuk verbal dan nonverbal saat proses perkuliahan berlangsung di ruang kelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0462173bad6.webp" length="111754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 20:19:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>UNU Blitar, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Pelecehan, Mahasiswi, Dosen, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Dugaan kasus pelecehan terhadap mahasiswi mencuat di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Seorang dosen dilaporkan diduga melakukan perlakuan tidak pantas dalam bentuk verbal dan nonverbal saat proses perkuliahan berlangsung di ruang kelas.</p>
<p>Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Blitar Ahmad Kafi yang mendampingi para korban mengatakan, laporan bermula dari satu mahasiswi yang berani mengadu ke satgas kampus. Setelah dilakukan pendalaman, ditemukan beberapa korban lain.</p>
<p>"Setelah satu korban melapor, ternyata dari hasil penelusuran ada empat mahasiswi lain yang mengalami perlakuan serupa di kelas yang sama dan masih ada mahasiswi dari kelas lain," ujar Kafi, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, pelecehan secara verbal berupa ucapan tidak pantas, bernada merendahkan termasuk menyebut bagian tubuh mahasiswi.</p>
<p>Sementara itu, dalam bentuk nonverbal, dosen tersebut diduga melakukan tindakan fisik saat perkuliahan berlangsung.</p>
<p>"Secara nonverbal, ada tindakan merangkul, memeluk, hingga menyentuh bagian tubuh tertentu," katanya.</p>
<p>Kafi menyebut dosen yang bersangkutan sebelumnya pernah tidak diperkenankan mengajar karena dugaan pelanggaran serupa. Namun setelah kembali aktif mengajar, laporan dengan pola yang sama kembali muncul dan mahasiswa berharap kampus memberikan sanksi tegas.</p>
<p>"Kami meminta ada tindakan tegas berupa larangan mengajar di lingkungan kampus, bukan hanya teguran. Ini demi mencegah kejadian yang sama terulang," tegas dia.</p>
<p>Terpisah, Sekertaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar Rudiyanto Hendra Setiawan menyampaikan, pihak kampus telah memutuskan menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktiviras di lingkubgan kampus sampai proses pemeriksaan secara mendalam selesai dan keputusan final ditetapkan.</p>
<p>"Intinya membebastugaskan pelaku. Proses di internal kampus masih berjalan sampai saat ini," imbuhnya.</p>
<p>Sejumlah mahasiswi yang diduga menjadi korban dilaporkan mengalami dampak psikologis, bahkan ada yang sempat tidak mengikuti perkuliahan dalam waktu tertentu akibat tekanan mental. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB 2026: Warga Gresik Keluhkan Biaya Pendaftaran Sekolah TK Capai Belasan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-warga-gresik-keluhkan-biaya-pendaftaran-sekolah-tk-capai-belasan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-warga-gresik-keluhkan-biaya-pendaftaran-sekolah-tk-capai-belasan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Mereka para orang tua calon siswa terpaksa ke lembaga swasta bukan karena gaya hidup. Tapi karena kuota sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri yang sangat terbatas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a02e70215b23.webp" length="56724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:07:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SPMB Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengeluhkan tingginya biaya sekolah Taman Kanak-kanak (TK) swasta saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ajaran tahun 2026/2027.</p>
<p>Mereka para orang tua calon siswa terpaksa ke lembaga swasta bukan karena gaya hidup. Tapi karena kuota sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri yang sangat terbatas.</p>
<p>Di mana, jumlah sekolah TK Negeri Gresik ini hanya ada tiga tempat Kecamatan yakni di Menganti, Balongpanggang, dan Manyar. </p>
<p>Sedangkan Kabupaten Gresik memiliki sebanyak 18 kecamatan, 26 kelurahan, dan 330 desa, yang penyelenggaraan sekolah TK didominasi lembaga swasta.</p>
<p>"Sekolah TK Swasta dengan biaya yang pusing di kepala," kata salah satu warga di Kecamatan Kebomas, Falupi, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Falupi mengaku resah akan pendaftaran biaya anak yang mayoritas tinggi, padahal usia anak masih berjenjang TK.</p>
<p>Menurut dia, sekolah jenjang TK menjadi sangat penting untuk sang buah hati melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar (SD).</p>
<p>Ia pun menyebut akan mengupayakan hal yang terbaik dalam mengenyam bangku pendidikan. </p>
<p>"Mungkin kalau kalangan menengah ke atas tidak masalah, masih bisa diupayakan. Kalau warga menengah ke bawah mungkin ya keberatan," jelasnya. </p>
<p>Menambahkan, salah warga asal Pongangan, Diniarti, mengaku kebingungan akan biaya sekolah TK.</p>
<p>Di mana, ia sebagai warga pendatang di Kabupaten Gresik memiliki dua anak kembar.</p>
<p>"Aku pendatang di Gresik. Anak kembarku tahun depan baru mau masuk kelompok bermain. Belum nanti adeknya dua tahun lagi nyusul sekolah juga, bayangin biayanya sudah puyeng," ungkap dia.</p>
<p>Dari informasi yang dihimpun, biaya pendaftaran sekolah TK swasta di Kabupaten Gresik bervariasi jutaan rupiah. </p>
<p>Seperti halnya di sekolah TK Al-Ibrah Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, uang muka pendaftaran mencapai Rp16 juta dengan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Rp976 ribu per bulan. </p>
<p>Sekolah TK YIMI Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, dengan uang muka Rp12 juta dengan SPP Rp450 ribu per bulan. </p>
<p>Sekolah TK Aisyah 36 PPI di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, uang muka pendaftaran reguler Rp6,2 juta dengan biaya SPP Rp500 ribu per bulan. </p>
<p>Sekolah TK Muslimat NU 29 di Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik, biaya uang muka Rp7,7 juta dengan SPP Rp405 per bulan. </p>
<p>Sekolah Harvard Puri School di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, uang muka pendaftaran Rp3,6 juta dengan SPP Rp250 per bulan. </p>
<p>Disisi lain, Sekolah TK Negeri di Kabupaten Gresik hanya di tiga tempat Kecamatan yakni di Menganti, Balongpanggang, dan Manyar. </p>
<p>Ketiga Sekolah TK Negeri membuka pendaftaran dan SPP siswa dengan tanpa biaya atau gratis. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Monev MBG di Gresik, Kemendikdasmen Soroti Tantangan Operasional Tambah Beban Guru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/monev-mbg-di-gresik-kemendikdasmen-soroti-tantangan-operasional-tambah-beban-guru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/monev-mbg-di-gresik-kemendikdasmen-soroti-tantangan-operasional-tambah-beban-guru</guid>
<description><![CDATA[ Monev tersebut mengungkap sederet tantangan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dari manajemen limbah sisa makanan hingga beban administratif tambahan bagi tenaga pendidik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a02e1746b299.webp" length="49064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 15:25:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, MBG Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Kemendikdasmen menggelar monitoring evaluasi (monev) di sejumlah tempat sekolah jenjang Taman Kanak-kanak (TK) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Monev tersebut mengungkap sederet tantangan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dari manajemen limbah sisa makanan hingga beban administratif tambahan bagi tenaga pendidik.</p>
<p>Pihak sekolah membersihkan limbah sisa makanan sebelum tempat makan dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p>Tenaga pendidik juga menerima beban tambahan untuk distribusi MBG di lingkungan sekolah. </p>
<p>"Kita rekomendasikan agar sisa makanan dikembalikan ke SPPG biara mereka juga tahu untuk bahan evaluasi," kata Pranata Ahli Muda Direktorat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kemendikdasmen Lailatul Machfudotin, saat sidak distribusi MBG di TK PIKA PG, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Lailatul menegaskan, bahwa keberlangsungan distribusi MBG tidak boleh menganggu jam pelajaran. Ia menyebut, evaluasi hasil sidak ini cukup baik dengan kebiasaan adab dan karakter siswa yang meningkat.</p>
<p>Menurut dia, siswa memiliki kebiasaan yang baik selama konsumsi MBG. Siswa memulai dengan mencuci tangan, nerdoa, makan dengan tenang, hingga membereskan tempat makannya sendiri. </p>
<p>"Jadi MBG datang itu sebenarnya tidak hanya untuk memberi makan, tapi edukasi gizi kemudian penguatan karakternya. Semacam berdoa dan kebiasaan cuci tangan itu semuanya adalah penting," jelasnya. </p>
<p>Pihaknya juga sempat berkunjung ke salah satu SPPG setempat untuk mendorong kualitas makanan. Menu makanan siswa juga diminta agar dibedakan antara siswa anak-anak dan remaja.</p>
<p>"Yang kami tekankan adalah agar tidak disamakan antara menu yang untuk anak-anak remaja dengan anak-anak usia dini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Perundungan Siswa di Kertosono Jadi Perhatian Dinas Pendidikan Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-perundungan-siswa-di-kertosono-jadi-perhatian-dinas-pendidikan-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-perundungan-siswa-di-kertosono-jadi-perhatian-dinas-pendidikan-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, pihak dinas masih menunggu hasil keputusan final dan verifikasi data di lapangan untuk memindahkan guru PPPK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01b9de505db.webp" length="34466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 21:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Oknum guru PPPK, SMPN 1 Kertosono, orang tua murid, Dinas Pendidikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Dugaan perundungan atau tekanan terhadap seorang siswa di salah satu sekolah negeri di wilayah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian publik. Orang tua siswa menyebut anaknya mengalami trauma psikis hingga merasa takut mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.</p>
<p>Informasi tersebut mencuat setelah pihak keluarga melihat adanya perubahan perilaku pada siswa yang dinilai berkaitan dengan situasi di lingkungan sekolah. Orang tua siswa kemudian menyampaikan keberatan atas dugaan perlakuan yang diterima anaknya selama berada di sekolah.</p>
<p>Menurut keterangan pihak keluarga, dugaan tekanan tersebut melibatkan seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Atas dasar perlindungan dan kenyamanan anak, pihak keluarga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mempertimbangkan pemindahan guru yang bersangkutan dari sekolah tersebut.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menegaskan bahwa proses pemindahan atau pergeseran guru PPPK tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui mekanisme dan kajian yang berlaku.</p>
<p>Menurutnya, saat ini pihak dinas masih melakukan verifikasi data dan mempertimbangkan berbagai aspek administratif maupun kebutuhan formasi di lapangan sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>“Kalau bergeser itu tidak serta-merta, supaya tidak mengganggu yang lain,” ujar Puguh saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, proses tersebut juga melibatkan penilaian terhadap data yang masuk serta koordinasi dengan pihak terkait di wilayah setempat. Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa juga telah dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.</p>
<p>Puguh meminta semua pihak menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan agar penanganan persoalan tersebut dapat dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala sekolah negeri di Kertosono, Marzuqoh, diketahui telah melakukan kunjungan ke rumah orang tua siswa bersama sejumlah guru dan tenaga pendidik lainnya. Pertemuan tersebut disebut sebagai upaya silaturahmi sekaligus klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman berkepanjangan.</p>
<p>“Alhamdulillah, pihak sekolah sudah bertemu dengan orang tua murid, saling meminta maaf dan saling memaafkan,” ujar Marzuqoh.</p>
<p>Di sisi lain, orang tua siswa berinisial YSF menyampaikan bahwa dirinya telah menerima permintaan maaf dari pihak sekolah. Namun demikian, ia tetap berharap Dinas Pendidikan menindaklanjuti persoalan tersebut demi kenyamanan psikologis anaknya selama mengikuti proses belajar.</p>
<p>“Sudah datang ke rumah saya dan saya maafkan. Tapi saya berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan terkait guru yang bersangkutan,” ujarnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk terkait usulan pemindahan guru dimaksud. Pihak sekolah maupun dinas menyatakan persoalan tersebut masih dalam proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelepasan Sederhana, Prestasi Mempesona: Penerimaan SNBP SMAN 9 Surabaya Naik 65 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelepasan-sederhana-prestasi-mempesona-penerimaan-snbp-sman-9-surabaya-naik-65-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelepasan-sederhana-prestasi-mempesona-penerimaan-snbp-sman-9-surabaya-naik-65-persen</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah larangan wisuda sekolah, SMAN 9 Surabaya justru mencatat lonjakan 65 persen penerimaan SNBP saat melepas 382 siswa angkatan ke-60 secara sederhana namun penuh apresiasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc873b903e4.webp" length="45954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 21:12:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAN 9 Surabaya, Songo, Songo Mania, Pelepasan, SNBT, SNBP, UTBK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Larangan wisuda di tingkat sekolah tak mengurangi semarak pelepasan siswa di SMAN 9 Surabaya. Di tengah konsep acara yang dibuat sederhana di lingkungan sekolah, SMA Negeri di jantung Kota Surabaya itu justru membawa kabar membanggakan dengan lonjakan penerimaan perguruan tinggi negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) hingga 65 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Momentum itu terasa dalam kegiatan Hari Pelepasan Siswa Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di lapangan sekolah, pada Kamis (7/5/2026). Sebanyak 382 siswa yang hadir bersama orangtua mereka, resmi dilepas dengan tingkat kelulusan yang mencapai 100 persen.</p>
<p></p>
<p>Kepala SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati mengatakan, pelepasan angkatan ke-60 tahun ini memang sengaja dikemas sederhana namun tetap memiliki makna mendalam bagi siswa dan orang tua. Ia mengungkapkan bahwa konsep acara sepenuhnya digarap oleh siswa, mulai dari susunan acara hingga penampilan yang ditampilkan selama pelepasan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Acara memang dirancang sederhana, namun yang menarik adalah pihak yang mengadakan acaranya ini itu dari anak dan untuk anak. Jadi EO-nya (Event Organizer) dari siswa SMAN 9 semua," kata Tri, Kamis (7/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc871062e94.webp" alt=""></p>
<p>Ia menjelaskan, sekolah ingin menunjukkan bahwa pelepasan siswa tidak harus berlangsung mewah untuk tetap memberi apresiasi kepada para lulusan. Terlebih, tahun ini sekolah mencatat peningkatan signifikan dalam capaian akademik, khususnya penerimaan PTN jalur SNBP.</p>
<p></p>
<p>"Di tahun ini mengalami peningkatan sekitar 65 persen dibanding tahun kemarin yang keterima di PTN jalur SNBP,"ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kata dia, sudah ada 43 siswa yang diterima melalui jalur SNBP dan jumlah itu masih berpotensi bertambah karena sebagian siswa masih menunggu hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).</p>
<p></p>
<p>Peningkatan tersebut, lanjut Tri, merupakan hasil sinergi antara sekolah, orang tua, komite, hingga kerja sama dengan berbagai pihak luar dalam mendorong kualitas pendidikan di SMA 9 Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Kalau kita berdiri sendiri tanpa kolaborasi dengan yang lain nanti hasilnya tidak maksimal," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc871b4102a.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya akademik, SMA 9 Surabaya juga dikenal memiliki banyak siswa berprestasi di bidang non-akademik. Bahkan sejumlah atlet dari sekolah itu berhasil menembus level nasional hingga internasional.</p>
<p></p>
<p>Tri menyebut ada siswa yang menjadi atlet judo, karate, panahan, loncat indah, hingga futsal. Salah satu siswa futsal bahkan dipanggil memperkuat Timnas U17.</p>
<p></p>
<p>"Banyak atlet-atletnya yang sampai membawa nama Indonesia ke luar negeri, jadi kadang orang dulu itu menyebut SMAN 9 Surabaya ini sekolah atlet," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Di balik suasana bahagia pelepasan siswa, pihak sekolah juga menyampaikan kabar duka atas meninggalnya salah satu siswa berprestasi non-akademik beberapa waktu lalu akibat gangguan kesehatan. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, suasana haru tetap berpadu dengan kebanggaan para orang tua yang hadir langsung menyaksikan prosesi pelepasan putra-putri mereka.</p>
<p></p>
<p>Ketua Pelaksana acara sekaligus guru olahraga SMAN 9 Surabaya, Nur Hidayat menuturkan, konsep sederhana dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap aturan pemerintah terkait larangan wisuda sekolah. Karena itu, kegiatan digelar di lingkungan sekolah dengan menampilkan kreativitas siswa melalui tari, band, hingga kirab pelepasan.</p>
<p></p>
<p>"Yang pasti kita mengikuti aturan dari pemerintah, tidak boleh melaksanakan acara wisuda untuk anak sekolah," kata Nur.</p>
<p></p>
<p>Meski sederhana, ia berharap momen tersebut tetap menjadi kenangan berharga sekaligus penyemangat bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan mereka di masa depan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga anak-anak menjadi pribadi yang baik, berkarakter yang baik, sukses selalu," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, salah satu siswa berprestasi non-akademik, Cornelius Adrian Sitanggang, mengaku bersyukur bisa menutup masa SMA dengan capaian di bidang karate yang telah membawanya mengikuti berbagai kompetisi nasional hingga internasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc8716076c7.webp" alt=""></p>
<p>"Puji Tuhan bisa sampai di posisi ini sekarang dari bantuan guru-guru dan orang tua," katanya.</p>
<p></p>
<p>Siswa kelas 12 A2 yang akrab disapa Adi itu kini tengah menunggu hasil UTBK untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Teknik Sistem Perkapalan.</p>
<p></p>
<p>Selain Adi, prestasi akademik juga datang dari Antonia Devica Delians. Siswi kelas 12 C2 itu aktif mengikuti lomba debat dan olimpiade ekonomi sejak kelas 10, termasuk kompetisi tingkat nasional. Ia bahkan telah diterima di program studi S1 Akuntansi Universitas Airlangga.</p>
<p></p>
<p>"Berharap sekolah bisa terus berkembang dan mencetak lebih banyak prestasi dari adik-adik kelas," tandas Devica.</p>
<p></p>
<p>Dengan pelepasan yang digelar sederhana namun penuh makna itu, SMAN 9 Surabaya tak hanya menutup perjalanan 382 siswanya di bangku sekolah, tetapi juga menandai optimisme baru atas meningkatnya prestasi akademik dan non-akademik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Ketua MPR EBY Kunjungi Edu Fair 2026 di Trenggalek, Dorong Pelajar Kejar Pendidikan Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-mpr-eby-kunjungi-edu-fair-2026-di-trenggalek-dorong-pelajar-kejar-pendidikan-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-mpr-eby-kunjungi-edu-fair-2026-di-trenggalek-dorong-pelajar-kejar-pendidikan-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak para pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc62fd5a14e.webp" length="46346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:29:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, edhie baskoro yudhoyono, education fair 2026, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menghadiri EBY Edu Fair 2026 yang digelar di Aula Jabal Nur, Jalan Raya Ngetal, Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Kegiatan pendidikan tersebut diikuti puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. </p>
<p>Edu Fair menjadi wadah bagi para siswa SMA, SMK, dan sederajat untuk memperoleh informasi langsung mengenai pilihan kampus, program studi, fasilitas pendidikan, hingga berbagai program unggulan yang ditawarkan masing-masing perguruan tinggi.</p>
<p>Sejumlah kampus juga memperkenalkan berbagai program menarik, mulai dari beasiswa pendidikan, keringanan biaya kuliah, hingga peluang pengembangan kompetensi dan karier bagi calon mahasiswa.</p>
<p>Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak para pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.</p>
<p>“Pendidikan itu penting, pendidikan itu yang paling utama. Kita masih diberikan akal untuk terus belajar, terus berilmu, terus berguru, dan memajukan kehidupan manusia,” ujar Ibas di hadapan ratusan pelajar dan guru.</p>
<p>Politisi Partai Demokrat tersebut mengatakan bahwa tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, menurutnya, pendidikan harus menjadi hak yang dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Pasal 28 dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar mengingatkan kita bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Indonesia maju dimulai dari anak-anak dan para pelajar yang ada di Kabupaten Trenggalek,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ibas juga menyinggung berbagai tantangan dunia saat ini, mulai dari konflik global hingga persoalan kemiskinan dan pengangguran. Ia menilai generasi muda harus memiliki karakter kuat, disiplin, dan semangat pantang menyerah untuk menghadapi masa depan.</p>
<p>“Kita harus menjawab tantangan kemiskinan, pengangguran, dan lingkungan hidup. Untuk itu anak-anak harus rajin, disiplin, berkarakter, dan menjadi manusia yang beradab. Hanya dengan pendidikan kita bisa menjawab kegelapan dan memberikan penerangan bagi kehidupan,” tuturnya.</p>
<p>Ia pun mendorong para siswa agar tidak takut bermimpi besar dan terus meningkatkan kemampuan, terutama di bidang teknologi dan komunikasi.</p>
<p>“Pelajari teknologi, kuasai IT dan komunikasi. Jangan pernah menyerah. Semua bisa dengan kerja keras dan mimpi yang tinggi,” ucapnya.</p>
<p>Dalam pidatonya, Ibas turut mengingat pesan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengenai pentingnya belajar sepanjang hayat.</p>
<p>“Hidup adalah universitas yang abadi. Tidak pernah ada kata cukup untuk terus belajar dan menambah ilmu,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Ibas menyebut pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui berbagai program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa pendidikan, hingga program LPDP bagi mahasiswa.</p>
<p>Ia berharap pelaksanaan EBY Edu Fair 2026 mampu menjadi jembatan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, orang tua, dan siswa dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.</p>
<p>“Can do spirit, yakinlah kalian punya semangat aku bisa. Jadilah tunas bangsa, ciptakan generasi emas, dan bangun Indonesia dengan ilmu pengetahuan serta karakter yang baik,” tandasnya.</p>
<p>Acara Edu Fair berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para pelajar yang memadati stan-stan perguruan tinggi untuk berkonsultasi mengenai jurusan kuliah, peluang beasiswa, hingga prospek kerja di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendaftar Beasiswa 1.000 Sarjana Kota Batu Membludak, Tembus 700 Orang untuk Perebutkan 400 Kuota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendaftar-beasiswa-1000-sarjana-kota-batu-membludak-tembus-700-orang-untuk-perebutkan-400-kuota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendaftar-beasiswa-1000-sarjana-kota-batu-membludak-tembus-700-orang-untuk-perebutkan-400-kuota</guid>
<description><![CDATA[ Membludaknya pendaftar Program Beasiswa 1.000 Sarjana menunjukkan pendidikan tinggi kini semakin menjadi kebutuhan utama generasi muda Kota Batu. Dengan peningkatan kuota dan skema penerima yang lebih luas, Pemkot Batu mencoba membangun fondasi SDM jangka panjang, sekaligus mempersempit kesenjjangan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc6105e6ad4.webp" length="23476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, Pendaftar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Antusiasme generasi muda Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan tinggi terus meningkat tajam. Hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026, sedikitnya 700 peserta tercatat masuk dalam sistem Program Beasiswa 1.000 Sarjana yang digagas Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Kamis (7/5/2026) menegaskan bahwa lonjakan jumlah pendaftar tersebut meningkat signifikan dibanding tahap awal program pada tahun sebelumnya.</p>
<p>"Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pada gelombang pertama program ini tercatat sekitar 284 pendaftar, dengan 214 peserta lolos verifikasi administrasi dan 273 mahasiswa akhirnya menerima bantuan pendidikan sepanjang 2025," urainya.</p>
<p>Kini, Pemkot Batu menargetkan kuota penerima naik menjadi sekitar 400 mahasiswa pada 2026. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Batu tengah melakukan proses verifikasi dan validasi ketat guna memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.</p>
<p>Mantan kepala DPUPR itu juga membeberkan peningkatan kuota penerima merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.</p>
<p>“Tahun 2026 ini target kami meningkat menjadi 400 penerima, jauh lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 273 mahasiswa. Kami ingin memastikan bantuan ini menjadi investasi riil Pemkot Batu untuk masa depan,” imbuhnya.</p>
<p>Program Beasiswa 1.000 Sarjana dirancang dengan skema inklusif dan tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata. Pemerintah membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, mulai dari jalur prestasi akademik dan non-akademik, keluarga kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, guru non-ASN, hingga perangkat desa yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka.</p>
<p>Menurut Alfi, setelah proses verifikasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan dihubungi langsung oleh admin resmi Dinas Pendidikan melalui pesan WhatsApp. Ia berharap program tersebut mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi di Kota Batu.</p>
<p>Pemkot Batu juga menyiapkan dukungan pembiayaan yang cukup besar. Besaran bantuan disesuaikan dengan program studi masing-masing mahasiswa. Untuk jurusan tertentu seperti kedokteran, bantuan pendidikan bahkan dapat mencapai Rp10 juta per semester.</p>
<p>Namun demikian, pemerintah menerapkan aturan ketat terkait masa studi penerima bantuan. Beasiswa hanya diberikan maksimal selama delapan semester atau sesuai masa studi normal. Jika mahasiswa melewati batas tersebut, maka biaya pendidikan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi.</p>
<p>“Ini bertujuan mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu. Kalau melebihi batas tersebut, pembiayaan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kami ingin mencetak sarjana yang kompeten sekaligus disiplin,” tegas Alfi.</p>
<p>Meningkatnya jumlah pendaftar dinilai menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat Kota Batu terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>993 Calon Jemaah Haji Situbondo Dilepas, Bupati Titip Doa untuk Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/993-calon-jemaah-haji-situbondo-dilepas-bupati-titip-doa-untuk-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/993-calon-jemaah-haji-situbondo-dilepas-bupati-titip-doa-untuk-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Jumlah tersebut berkurang lima orang dari data awal. Lima calon jemaah tersebut menunda keberangkatan dengan rincian: tiga orang karena sakit, satu orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya karena mendampingi suami yang sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc35c72d78c.webp" length="35932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 14:31:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>Situbondo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP</strong>–Sebanyak 993 calon jemaah haji berkumpul di Pendopo Rakyat Situbondo untuk mengikuti seremoni pelepasan keberangkatan haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, suasana khidmat dan haru menyelimuti lokasi acara. Para peserta yang akan menjadi tamu Allah di Tanah Suci diminta untuk fokus beribadah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan, serta tetap mendoakan Kabupaten Situbondo.</p>
<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, berpesan agar para calon jemaah haji senantiasa menjaga kesehatan selama perjalanan. </p>
<p>"Bayangkan jika 993 jemaah haji bersama-sama mendoakan Kabupaten Situbondo di depan Kakbah, di tempat yang paling mustajab. Insya Allah Kabupaten Situbondo akan mendapatkan limpahan rahmat dan berkah dari Allah SWT," ucapnya.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Rifan Junaidi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini tercatat sebanyak 993 calon jemaah haji diberangkatkan dengan didampingi tiga orang petugas.</p>
<p>Jumlah tersebut berkurang lima orang dari data awal. Lima calon jemaah tersebut menunda keberangkatan dengan rincian: tiga orang karena sakit, satu orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya karena mendampingi suami yang sakit.</p>
<p>"Seluruh jemaah yang berangkat telah melalui tahapan administrasi, kesehatan, hingga manasik haji. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur," kata Rifan.</p>
<p>Dari total jemaah, calon jemaah haji termuda bernama Afif asal Desa Tokelan, Panji, yang berusia 14 tahun. Sementara itu, jemaah tertua adalah Artini asal Desa Pesisir, Besuki, yang berusia 85 tahun. </p>
<p>Sebanyak 171 orang merupakan kategori lanjut usia (lansia) yang nantinya akan mendapatkan pelayanan khusus dari petugas. </p>
<p>"Karena usia lansia memiliki kendala seperti pergerakan yang terbatas dan faktor kesehatan, petugas pendamping akan lebih memprioritaskan mereka," tambahnya.</p>
<p>Keberangkatan calon jemaah haji dijadwalkan pada 23 hingga 24 Juni 2026. Pihak panitia telah menyediakan 26 armada bus sebagai sarana transportasi, serta truk untuk mengangkut koper jemaah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengintip Cara Siswa SMAN Ploso Jombang Hidup dari Ketahanan Pangan dan Lingkungan Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengintip-cara-siswa-sman-ploso-jombang-hidup-dari-ketahanan-pangan-dan-lingkungan-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengintip-cara-siswa-sman-ploso-jombang-hidup-dari-ketahanan-pangan-dan-lingkungan-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan siswa terlibat dalam gelar karya kokurikuler yang memadukan edukasi budaya, ketahanan pangan, hingga kampanye pengurangan sampah plastik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb00eed539c.webp" length="46020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SMAN Ploso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Suasana berbeda tampak di SMAN Ploso, Jombang, dalam rangka memperingati hari ulang tahun sekolah ke-43. Ratusan siswa terlibat dalam gelar karya kokurikuler yang memadukan edukasi budaya, ketahanan pangan, hingga kampanye pengurangan sampah plastik.</p>
<p></p>
<p>Kepala Sekolah SMAN Ploso, Qoidatun Nisak, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan juga sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. </p>
<p></p>
<p>“Hari ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-43 sekolah. Kami ingin siswa tidak hanya merayakan, tapi peduli dengan pangan dan lingkungan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fb022a1f87a.webp" alt=""></p>
<p>Salah satu kegiatan utamanya adalah panen hasil kebun sekolah. Beragam sayuran seperti terong, kangkung, cabai, dan tomat dipanen langsung oleh siswa kelas 10 dan 11. Tanaman-tanaman tersebut merupakan hasil budi daya siswa di lahan sekolah yang pengelolaannya dibagi per kelas. </p>
<p></p>
<p>“Kami tidak melibatkan kelas 12 karena mereka sudah fokus pada persiapan akhir pembelajaran dan ujian,” jelas Qoidatun.</p>
<p></p>
<p>Selain panen, siswa juga menghadirkan 15 stan kuliner yang menyajikan jajanan tradisional khas Indonesia. Menariknya, sebagai bagian dari program pengurangan sampah yang dicanangkan Dinas Pendidikan Jawa Timur, seluruh makanan dikemas tanpa menggunakan plastik. </p>
<p></p>
<p>“Bungkusnya tidak boleh plastik. Anak-anak menggunakan daun atau kertas bekas yang masih layak. Ini bagian dari edukasi menuju kebiasaan ramah lingkungan,” kata Qoidatun menambahkan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, suasana budaya juga sangat terasa karena para siswa mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Qoidatun berharap, melalui kegiatan ini siswa semakin mengenal budaya bangsa, mencintai makanan tradisional, serta membangun karakter hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Untuk menambah semangat siswa, pihak sekolah pun mengadakan penilaian. Beberapa kategori yang dilombakan antara lain stan terbaik, kostum terbaik, hingga kebersihan area. </p>
<p></p>
<p>“Penilaian kebersihan juga penting. Kami ingin siswa terbiasa tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua OSIS SMAN Ploso, Anggi, menyebut kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kreativitas dan kekompakan antarkelas. </p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini melatih kolaborasi. Setiap kelas saling berbagi ide untuk menampilkan yang terbaik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan, persiapan acara dilakukan sekitar dua minggu sebelum hari pelaksanaan. Meski awalnya berkonsep sederhana, antusiasme siswa yang tinggi membuat acara berkembang jauh lebih meriah. </p>
<p></p>
<p>“Awalnya sederhana, tapi ternyata di luar ekspektasi. Teman-teman sangat antusias dan hasilnya jadi sangat keren,” katanya.</p>
<p></p>
<p>OSIS sendiri berperan tidak hanya sebagai panitia, tetapi juga membantu mengoordinasikan siswa di masing-masing kelas serta menyebarkan informasi kegiatan. Dengan total 15 stan yang masing-masing dikelola oleh satu kelas, gelar karya ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beda Suara Pemecatan Guru ASN di Plosok Jombang Antara Mantan Murid dan Kepsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beda-suara-pemecatan-guru-asn-di-plosok-jombang-antara-mantan-murid-dan-kepsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beda-suara-pemecatan-guru-asn-di-plosok-jombang-antara-mantan-murid-dan-kepsek</guid>
<description><![CDATA[ Guru bernama Yogi Susilo itu dipecat atas dugaan sering tidak masuk mengajar, namun tudingan tersebut dibantah keras oleh mantan murid dan warga sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf6f5ec4b2.webp" length="20674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:27:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pemecatan seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di SDN Jipurapah 2, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, memunculkan suara yang bertolak belakang antara pihak sekolah dan masyarakat.</p>
<p>Guru bernama Yogi Susilo itu dipecat atas dugaan sering tidak masuk mengajar, namun tudingan tersebut dibantah keras oleh mantan murid dan warga sekitar.</p>
<p>Kepala Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Jihan Suprendi (25), yang juga mantan murid Yogi, memberikan kesaksian yang berbeda. Ia mengenal Yogi sebagai pribadi yang disiplin dan sangat jarang absen.</p>
<p>"Setahu saya, Pak Yogi itu orangnya baik dan tidak pernah bolos. Dulu saya juga murid beliau," ucap Jihan, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Tinggal tepat di depan sekolah, Jihan mengaku sering mengamati aktivitas para guru. Ia menyebut Yogi biasanya sudah tiba di sekolah sebelum jam setengah tujuh pagi, bahkan tetap berangkat saat hujan dan kondisi jalan rusak. Ketidakhadiran Yogi, menurut Jihan, hanya terjadi selama beberapa bulan karena sakit, dan setelah pulih ia kembali aktif mengajar seperti biasa.</p>
<p>Jihan juga menilai Yogi memiliki hubungan yang sangat baik dengan siswa dan wali murid. </p>
<p>"Orangnya supel, suka bercanda. Wali murid juga banyak yang senang. Bahkan sering mampir ke rumah warga saat istirahat untuk sekadar ngobrol," tambahnya. </p>
<p>Ia mengungkapkan, banyak warga yang heran dengan keputusan pemecatan tersebut mengingat rekam jejak Yogi yang dinilai baik. Jihan menegaskan, Yogi adalah guru yang datang paling awal dan pulang paling akhir.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Sekolah SDN Jipurapah 2, Winarsih, memberikan keterangan yang justru menguatkan alasan pemecatan. Winarsih mengungkapkan adanya dugaan ketidakhadiran berkepanjangan Yogi sepanjang 2024 hingga 2025 yang berdampak serius pada kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>"Memang benar, selama satu semester itu tidak masuk. Bukti absensinya ada," ucap Winarsih.</p>
<p>Menurut Winarsih, kondisi itu berlanjut dari Januari hingga Juni 2025, yang berujung pada sanksi penurunan pangkat dari golongan III B menjadi III A oleh Dinas Pendidikan. Setelah itu, Yogi sempat aktif selama dua bulan dari Juli hingga Agustus 2025. Namun, sejak September 2025, kehadirannya kembali tidak menentu. Winarsih menyebut, dalam sebulan, Yogi hanya masuk satu kali dari total 20 hari kerja.</p>
<p>"Kalau dihitung, dalam satu bulan kerja sekitar 20 hari, tapi kehadirannya sangat minim. Bisa dibilang 10 hari hanya masuk satu kali," ujarnya. </p>
<p>Winarsih menambahkan, sejak Oktober hingga Desember 2025, tidak ada surat keterangan resmi yang diberikan kepada sekolah, termasuk surat dokter.</p>
<p>Dampak dari ketidakhadiran ini dinilai krusial, terutama bagi siswa kelas 1 yang membutuhkan pendampingan intensif. </p>
<p>"Dampaknya sangat besar, terutama pada siswa kelas satu. Kemampuan membaca dan berhitung mereka jadi tertinggal," jelas Winarsih. </p>
<p>Ia memastikan bahwa seluruh bukti absensi dan dokumen pendukung telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan BKPSDM, dan keterangan dari seluruh staf sekolah membenarkan kondisi tersebut.</p>
<p>Meski demikian, Yogi diketahui kembali aktif mengajar sejak Januari 2026 setelah dipanggil oleh Dinas Pendidikan. SDN Jipurapah 2 sendiri memiliki total 10 guru dan 25 siswa, dengan Yogi bertanggung jawab mengajar 7 siswa di kelas 1. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Angkatan 2 di Gresik Dibuka, Tampung 300 Anak Kurang Mampu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-angkatan-2-di-gresik-dibuka-tampung-300-anak-kurang-mampu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-angkatan-2-di-gresik-dibuka-tampung-300-anak-kurang-mampu</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik akan mulai melakukan penjangkauan calon siswa menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf724c78cb.webp" length="48562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:22:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Sekolah Rakyat Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>— Penerimaan siswa baru program sekolah rakyat angkatan kedua tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gresik, mulai dibuka tahun ini.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik akan mulai melakukan penjangkauan calon siswa menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh, mengatakan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka.</p>
<p>"Penjangkauan akan dimulai bulan Mei melalui pendamping PKH. Kami tidak membuka pendaftaran secara umum, tetapi lebih kepada menjangkau langsung keluarga sesuai data desil 1 dan 2," kata Ummi, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ummi menerangkan, pendaftaran sekolah rakyat ini khusus diperuntukan bagi keluarga yang kurang mampu sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.</p>
<p>Adapun sistem pendaftaran yang digunakan ini mengedepankan penjangkauan langsung calon siswa oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan.</p>
<p>Menurut dia, dengan sistem tersebut dapat memastikan calon siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbawah berdasarkan data yang telah diverifikasi.</p>
<p>Masyarakat bisa mengajukan diri untuk mendaftar ke program sekolah rakyat, namun petugas akan memastikan verifikasi dan asesmen lapangan yang ketat.</p>
<p>"Kalau ada yang datang mendaftarkan, tetap bisa kami proses. Tetapi nanti akan ada asesmen terlebih dahulu sebagai dasar penetapan," tuturnya.</p>
<p>Dalam angkatan kedua sekolah rakyat yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, ini membuka pendaftaran hingga jumlah kuota 300 siswa mulai jenjang SD, SMP, dan SMA. </p>
<p>"Kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ini berkisar antara 225 hingga 300 siswa, yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang diperkirakan akan menampung sekitar 75 hingga 100 siswa," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dosen FIKKIA Unair Sebut RI Belum Sepenuhnya Aman dari Campak Meski Kasus Turun 90 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dosen-fikkia-unair-sebut-ri-belum-sepenuhnya-aman-dari-campak-meski-kasus-turun-90-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dosen-fikkia-unair-sebut-ri-belum-sepenuhnya-aman-dari-campak-meski-kasus-turun-90-persen</guid>
<description><![CDATA[ Campak tidak hanya persoalan penyakit menular, tetapi juga mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dan perilaku masyarakat. Dalam konteks saat ini, tantangan terbesar justru tidak lagi terletak pada ketersediaan vaksin, melainkan pada aspek sosial dan perilaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9dd71b5541.webp" length="17018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:40:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Campak, Universitas Airlangga, UNAIR, Bangladesh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Lonjakan kasus campak yang memicu ratusan kematian di Bangladesh menjadi pengingat bahwa penyakit ini belum sepenuhnya terkendali secara global. Di tengah situasi tersebut, Indonesia memang menunjukkan tren yang jauh lebih baik dengan penurunan kasus signifikan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kondisi ini belum bisa disebut aman sepenuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada awal 2026, kasus campak di Indonesia mengalami penurunan hingga 90 persen di sejumlah wilayah. Capaian ini menunjukkan efektivitas program imunisasi dan pengendalian penyakit yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir. </p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, fakta bahwa masih ditemukan kasus kematian serta munculnya klaster penularan di beberapa daerah menjadi sinyal bahwa risiko penyebaran masih ada.</p>
<p></p>
<p>Dosen Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Jayanti Dian Eka Sari, menilai bahwa situasi ini belum bisa dikategorikan sebagai kondisi aman sepenuhnya. Ia menyebut Indonesia saat ini masih berada dalam tahap pengendalian, bukan eliminasi.</p>
<p></p>
<p>"Penurunan kasus memang menjadi kabar baik, tetapi ini belum menandakan masalah sudah selesai," ujar Jayanti, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, perbedaan antara pengendalian dan eliminasi sangat krusial dalam memahami situasi saat ini. Pengendalian berarti jumlah kasus berhasil ditekan, tetapi penularan masih terjadi. Sementara eliminasi menandakan tidak adanya lagi transmisi lokal.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa campak tidak hanya persoalan penyakit menular, tetapi juga mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dan perilaku masyarakat. Dalam konteks saat ini, tantangan terbesar justru tidak lagi terletak pada ketersediaan vaksin, melainkan pada aspek sosial dan perilaku.</p>
<p></p>
<p>"Masalah utamanya adalah keraguan terhadap vaksin, rendahnya persepsi risiko, serta kelelahan akses," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia memaparkan bahwa keraguan terhadap vaksin (vaccine hesitancy) masih menjadi hambatan utama di sejumlah kelompok masyarakat. Di sisi lain, keberhasilan menurunkan kasus justru memunculkan persepsi bahwa campak bukan lagi ancaman serius, sehingga minat imunisasi menurun. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, faktor kelelahan akses atau access fatigue juga berperan, di mana masyarakat merasa terbebani untuk terus mengakses layanan kesehatan secara berulang.</p>
<p></p>
<p>Dalam evaluasinya, program promosi kesehatan pemerintah dinilai telah berhasil meningkatkan cakupan imunisasi secara umum. Namun, efektivitasnya belum merata, terutama dalam menjangkau kelompok rentan seperti masyarakat di daerah terpencil, kelompok yang terpapar hoaks, atau mereka yang masih ragu terhadap vaksin.</p>
<p></p>
<p>"Imunisasi bukan gagal karena kurang informasi, tetapi karena pesan belum cukup meyakinkan," ungkap Jayanti.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa campak merupakan fenomena multifaktorial. Artinya, ketersediaan vaksin saja tidak cukup untuk menjamin perlindungan masyarakat. Selama masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, akses layanan yang terbatas, serta keraguan dari orang tua, maka celah penularan akan tetap terbuka.</p>
<p></p>
<p>"Selama masih ada anak yang belum imunisasi lengkap, maka penularan tetap memiliki celah," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam konteks tersebut, promosi kesehatan memegang peran strategis karena vaksinasi pada dasarnya adalah perilaku sosial. Ketika masyarakat memahami manfaat dan memiliki kepercayaan terhadap vaksin, partisipasi imunisasi akan meningkat secara sukarela.</p>
<p></p>
<p>Namun, tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mencakup aspek sosial, budaya, hingga psikologis. Hal itu terasa di wilayah dengan keterbatasan akses dan tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Sebagai solusi, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, mencakup edukasi yang persuasif, peningkatan kepercayaan publik, kemudahan akses layanan, serta keterlibatan aktif komunitas. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan partisipasi imunisasi dapat meningkat secara berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Promkes tidak boleh hanya bersifat kampanye sesaat saat kasus meningkat," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Jayanti menekankan bahwa promosi kesehatan harus berbasis data, adaptif terhadap kondisi masyarakat, serta dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Tanpa itu, keberhasilan menekan kasus seperti saat ini berisiko tidak bertahan, dan potensi lonjakan kembali, seperti yang terjadi di sejumlah negara tiap tahunnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Klaim Sesuai Prosedur, Sederet Fakta Kasus Pemecatan Guru ASN di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-klaim-sesuai-prosedur-sederet-fakta-kasus-pemecatan-guru-asn-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-klaim-sesuai-prosedur-sederet-fakta-kasus-pemecatan-guru-asn-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Dua pendidik, Yogi Susilo Wicaksono dan Dharu Suwandono, kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat. Mereka terjerat pasal disiplin berat karena dituduh bolos kerja hingga ratusan hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f962029bf0c.webp" length="104652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 10:41:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Di balik narasi pembangunan sumber daya manusia yang digaungkan pemerintah, sebuah ironi muncul dari ruang-ruang kelas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dua pendidik, Yogi Susilo Wicaksono dan Dharu Suwandono, kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat. Mereka terjerat pasal disiplin berat karena dituduh bolos kerja hingga ratusan hari.</p>
<p>Namun, di balik angka presensi ketidakhadiran yang disodorkan pemerintah daerah, tersimpan narasi perlawanan soal sistem birokrasi yang dianggap kaku dan tuli, hingga dugaan kriminalisasi terhadap mereka yang berani bersuara. Berikut fakta-faktanya:</p>
<p><strong>Tragedi Yogi Susilo: Lumpuh di Medan Ekstrem, Permohonan Mutasi Diabaikan</strong></p>
<p>Bagi Yogi Susilo Wicaksono, pengabdiannya di wilayah terpencil berakhir dengan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Dengan Hormat (PDH) yang ditandatangani Bupati Warsubi pada 18 April 2026. Yogi dituding mangkir selama 181 hari sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Akar masalahnya bermula pada 2023 saat ia dimutasi ke SDN Jipurapah 2, sekolah di pelosok dengan medan berat dan jarak tempuh 90 menit dari rumahnya. Di tengah tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, penyakit saraf terjepit (HNP) yang dideritanya sejak 2016 kambuh.</p>
<p>Kondisinya ambruk pada Juli 2024. Kakinya memar hitam dan ia kehilangan kemampuan berjalan. Dalam kondisi tak berdaya, Yogi berkali-kali mengajukan mutasi ke sekolah dengan akses lebih ramah bagi kondisi medisnya, lengkap dengan resume medis. Namun, permohonan itu tak pernah ditindaklanjuti.</p>
<p>"Saya bilang siap masuk, meskipun pangkat diturunkan, asalkan dimutasi karena riwayat sakit saya. Tapi tidak ada tindak lanjut," ungkap Yogi.</p>
<p>Pemkab Jombang bergeming pada catatan ketidakhadiran masif dari sistem absensi manual saat itu. Bagi mereka, angka 181 hari adalah angka mati yang tak bisa ditawar alasan kesehatan.</p>
<p><strong>Dharu Suwandono: Mesin Pemindai Wajah Jadi Alat Pemecat dan Dugaan Balas Dendam</strong></p>
<p>Nasib serupa menimpa Dharu Suwandono, guru olahraga di SDN Jombatan 6, yang dipecat atas tuduhan mangkir 177 hari. Dharu membantah keras dan membawa narasi lebih tajam: dugaan malfungsi teknologi dan aroma balas dendam birokrasi.</p>
<p>Menurutnya, pangkal masalah adalah mesin *faceprint* (pemindai wajah) sekolah yang gagal membaca datanya sejak 2024. Selama mesin rusak, ia mengklaim tetap mengajar dan mengisi absensi manual, sebuah prosedur yang awalnya direstui pihak sekolah.</p>
<p>"Absensi manual itu ada. Faceprint seharusnya alat bantu disiplin, bukan alat untuk menjatuhkan pegawai," tegas Dharu.</p>
<p>Ia menduga ada motif lain di balik pemecatannya. Sebelum SK turun, Dharu vokal melaporkan dugaan manipulasi data elektronik ke polisi, terkait data sertifikasi miliknya dan istri yang mendadak tidak valid. Akibatnya, Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai Rp40 juta tak kunjung cair.</p>
<p>"Saya menduga ini ada kaitannya. Saya melaporkan kebenaran, tapi justru saya yang didepak," ujarnya. Kini, Dharu menempuh jalur banding ke Badan Pertimbangan (BP) ASN.</p>
<p><strong>Klaim Pemkab Jombang: Prosedur Sudah On the Track</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menegaskan prosedur pemecatan sudah benar. Kepala BKPSDM, Anwar, menyebut keputusan itu telah melalui proses panjang dan mendapat restu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>"Proses sudah berjalan sesuai ketentuan. Yang bersangkutan telah diberikan kesempatan memperbaiki, namun tidak dimanfaatkan," tegas Anwar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, menambahkan beban kerja guru kini lebih ketat. Merujuk Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025, guru wajib memenuhi 37,5 jam kerja per pekan. Ketidakhadiran fisik tanpa keterangan sah, apa pun alasannya, dianggap pelanggaran disiplin berat.</p>
<p><strong>Dewan Pendidikan Desak Audit Kemanusiaan</strong></p>
<p>Kasus ini memicu reaksi keras Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang. Ketua Dewan Pendidikan, Cholil Hasyim, mencium ketidakadilan administratif dan lemahnya tata kelola data.</p>
<p>"Ada perbedaan data mencolok. Guru merasa masuk, dinas mencatat bolos. Ini menunjukkan ada yang salah dengan sistem pencatatan kita," kata Cholil.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengeluarkan lima rekomendasi darurat, salah satunya mendesak "Audit Kemanusiaan". Mereka meminta pemeriksaan medis independen untuk menilai kelayakan fisik guru di medan ekstrem serta mendorong penyelesaian berbasis <em>restorative justice</em>.</p>
<p>Kasus Yogi dan Dharu kini menjadi cermin retak dunia pendidikan di Jombang. Di kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini, keadilan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tengah diuji di ruang banding dan Pengadilan Tata Usaha Negara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Investasi SDM Kota Batu: Genjot Program Beasiswa Seribu Sarjana demi Perkuat IPM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/investasi-sdm-kota-batu-genjot-program-beasiswa-seribu-sarjana-demi-perkuat-ipm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/investasi-sdm-kota-batu-genjot-program-beasiswa-seribu-sarjana-demi-perkuat-ipm</guid>
<description><![CDATA[ Dengan lonjakan anggaran yang agresif hingga tiga kali lipat dalam dua tahun, Pemkot Batu secara terbuka menempatkan pendidikan sebagai taruhan utama masa depan daerah—bahwa daya saing tidak lagi ditentukan oleh sektor wisata semata, melainkan kualitas SDM yang dibangun sejak sekarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f701482b73f.webp" length="56652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 19:11:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rp 8, 1 Miliar, Seribu sarjana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menaikkan skala investasi di sektor pendidikan melalui program beasiswa seribu sarjana. Tidak sekadar mempertahankan program, Pemkot kini mendorong ekspansi signifikan baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran anggaran.</p>
<p>Kepala Bapelitbangda Kota Batu Bangun Yulianto pada Minggu (3/5/2026) menyebut tren peningkatan sudah terlihat sejak 2025. Saat itu, sebanyak 273 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran sekitar Rp 1,7 miliar. Memasuki 2026, jumlah penerima ditargetkan naik menjadi sekitar 400 mahasiswa dengan dukungan anggaran melonjak hingga Rp 5,6 miliar.</p>
<p>"Lonjakan lebih agresif disiapkan pada 2027. Pemerintah menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa dapat terfasilitasi, dengan kesiapan anggaran mencapai Rp 8,1 miliar. Skema ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah," paparnya.</p>
<p>Bangun menegaskan, arah kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pada pendidikan sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan. Semakin banyak warga yang mengenyam pendidikan tinggi, semakin besar peluang perbaikan taraf hidup secara berkelanjutan.</p>
<p>Dari sisi indikator, capaian pembangunan manusia di Kota Batu sudah berada pada level tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat di angka 80,35, sementara tingkat kemiskinan relatif rendah di kisaran 2,86 persen. Pemkot optimistis, ekspansi akses pendidikan tinggi akan semakin memperkuat tren positif tersebut.</p>
<p>"Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada dana transfer daerah, Pemkot Batu tetap memprioritaskan sektor pendidikan. Program-program strategis, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM, dipastikan tetap masuk dalam perencanaan pembangunan daerah," imbuhnya.</p>
<p>Selain pendidikan formal, perhatian juga diberikan pada pendidikan keagamaan. Pemerintah secara konsisten menyalurkan insentif kepada 1.911 tenaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa program beasiswa dirancang inklusif. "Penerima tidak hanya berasal dari jalur akademik, tetapi juga non-akademik, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN dan perangkat desa," tandasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momentum Hardiknas, LP Ma’arif NU Soroti Minimnya Siswa Baru di Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momentum-hardiknas-lp-maarif-nu-soroti-minimnya-siswa-baru-di-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momentum-hardiknas-lp-maarif-nu-soroti-minimnya-siswa-baru-di-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu persoalan mendesak yang mencuat adalah tren penurunan jumlah peserta didik baru di berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK. Fenomena ini disinyalir sebagai dampak dari penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f5e1fc9cb36.webp" length="32764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 19:01:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, MWC NU Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP – </strong>Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum krusial bagi lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik untuk merefleksikan strategi menghadapi tantangan zaman.</p>
<p>Salah satu persoalan mendesak yang mencuat adalah tren penurunan jumlah peserta didik baru di berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.</p>
<p>​Fenomena ini disinyalir sebagai dampak dari penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).</p>
<p>Kondisi tersebut salah satunya dialami lembaga sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU).</p>
<p>Ketua MWCNU Gresik Kota, Mukhammad Zainuri, mengatakan secara konseptual pemerintah merancang zonasi untuk memeratakan akses pendidikan agar tidak lagi bertumpu pada sekolah tertentu. </p>
<p>Namun di lapangan, kebijakan ini ibarat pisau bermata dua yang belum sepenuhnya berpihak pada seluruh lembaga, terutama sekolah swasta.</p>
<p>“Zonasi memang membuka akses lebih merata, tetapi tidak otomatis meningkatkan kualitas. Bahkan di beberapa sekolah, komposisi siswa menjadi lebih beragam dengan rata-rata kemampuan akademik yang cenderung menurun,” kata Zainuri, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Zainuri menyampaikan, bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh zonasi.</p>
<p>Namun, ia menyebut ada faktor internal yang perlu dibenahi terutama belum terbangunnya ekosistem pendidikan yang kuat dan terintegrasi.</p>
<p>Seperti halnya di lingkungan LP Ma’arif NU yang memiliki potensi besar berupa jaringan lembaga pendidikan yang lengkap, mulai dari MI/SD hingga perguruan tinggi harusnya bisa berkelanjutan antar jenjang.</p>
<p>“Ini bukan soal pintar atau tidak, tapi soal ekosistem. Sekolah negeri unggul dalam sistem, fasilitas, dan branding. Sementara Ma’arif memiliki kekuatan nilai, jaringan, dan basis massa yang besar, tetapi belum sepenuhnya terkelola secara strategis,” jelasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, Zainuri mengungkap momentum Hardiknas dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan perubahan arah. </p>
<p>Menurut dia, beberapa langkah strategis yang harus dilakukan antara lain membangun jalur pendidikan yang terintegrasi dari MI hingga perguruan tinggi NU, memperkuat branding lembaga, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun kepercayaan diri institusi.</p>
<p>“Problem utama hari ini bukan kekurangan murid, tetapi kekurangan sistem yang terintegrasi dan agresif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Peningkatan Partisipasi dan Pemahaman Kebijakan Sosial, Tim Pengabdian FIA UB Berdayakan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-peningkatan-partisipasi-dan-pemahaman-kebijakan-sosial-tim-pengabdian-fia-ub-berdayakan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-peningkatan-partisipasi-dan-pemahaman-kebijakan-sosial-tim-pengabdian-fia-ub-berdayakan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Selain persoalan literasi, hambatan kultural seperti budaya ewuh pakewuh membuat warga desa kerap merasa sungkan, segan, bahkan takut untuk menyampaikan pendapat atau kritik, terutama kepada aparat desa atau tokoh yang lebih tua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f54f48c58f1.webp" length="32622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 13:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Brawijaya, UB, Universitas Brawijaya Malang, Ewuh Pakewuh, Abdimas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Program bantuan sosial yang meleset dari sasaran bukanlah cerita baru di desa-desa Indonesia. Nama penerima kerap tak sesuai, warga miskin terlewat, sementara yang mampu justru tercatat. Namun, persoalan itu ternyata bukan semata soal data atau anggaran, melainkan “kebutaan birokrasi” di tingkat warga dan budaya ewuh pakewuh yang membuat ketidakadilan dibiarkan tanpa koreksi.</p>
<p>Di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, situasi itu lama menjadi pola yang berulang. Warga mengetahui ada yang janggal dalam distribusi bantuan, tetapi memilih diam. Minimnya pemahaman tentang mekanisme kebijakan sosial, ditambah relasi sosial yang hierarkis, membuat kritik nyaris tak pernah muncul ke permukaan.</p>
<p>Kondisi itulah yang coba dibongkar oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Melalui pendekatan eksperimental berbasis Participatory Action Research (PAR), tim tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga “mengguncang” pola pikir dan keberanian warga untuk bersuara melalui teori hingga simulasi.</p>
<p>Tim pengabdian masyarakat itu sendiri terdiri dari empat dosen, yakni Fadillah Putra, Romula Adiono, Prof. Abdul Juli Andi Gani, Sukanto, dan satu mahasiswa, yaitu Hefry Johan Ferdhianzah.</p>
<p>Ketua tim pengabdian, Fadillah Putra, menjelaskan bahwa masalah utama dari minimnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan di desa bukan terletak pada kemampuan masyarakat, melainkan pada akses informasi yang timpang.</p>
<p>"Kami menemukan bahwa warga sebenarnya tidak apatis. Mereka hanya tidak memiliki akses informasi yang memadai dan tidak memahami bagaimana sistem kebijakan itu bekerja," ujar Fadillah, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, tidak jarang ada warga yang memaknai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebagai “pemberian” aparat desa, padahal program tersebut merupakan hak yang dijamin negara.</p>
<p>Selain persoalan literasi, Fadillah dan tim juga menemukan hambatan kultural yang tidak kalah berpengaruh, yakni budaya ewuh pakewuh. Budaya itu membuat warga merasa sungkan, segan, bahkan takut untuk menyampaikan pendapat atau kritik, terutama kepada aparat desa atau tokoh yang lebih tua.</p>
<p>Dalam banyak forum resmi seperti musyawarah desa, kondisi tersebut menjadikan ruang diskusi hanya bersifat formalitas. Keputusan cenderung didominasi oleh segelintir elit, sementara suara kelompok rentan, seperti petani kecil, perempuan, dan warga miskin tidak terakomodasi.</p>
<p>"Ini sedikit berbeda dengan masalah literasi, karena budaya ewuh pakewuh membuat warga memilih diam karena rasa sungkan atau takut, bahkan ketika mereka tahu atau sadar ada ketidakadilan dalam distribusi bantuan sosial," kata Fadillah.</p>
<p>Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus aktor perubahan. Program dirancang dalam beberapa tahap, mulai dari pemetaan masalah, kelas literasi sosial, hingga simulasi musyawarah desa.</p>
<p>Pada tahap awal, tim melakukan edukasi melalui kelas literasi sosial dengan menyederhanakan bahasa birokrasi dengan bahasa sederhana dan analogi keseharian petani, menjadikannya lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh warga desa </p>
<p>"Jadi warga kita kenalkan pada konsep dasar kebijakan sosial, sumber anggaran negara, serta mekanisme pendataan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," sebut Fadillah.</p>
<p>Dan hasilnya dikatakan cukup signifikan. Fadillah membeberkan bagwa tingkat pemahaman warga perihal literasi kebijakan yang sebelumnya hanya berada di angka 46,5 persen, berhasil didorong hingga angka 81,2 persen setelah program berjalan.</p>
<p>"Kenaikan itu menunjukkan bahwa ketika informasi disampaikan dengan cara yang tepat, masyarakat bisa memahami dan bahkan menjadi kritis terhadap kebijakan," ucap Fadillah.</p>
<p>Namun, peningkatan pengetahuan saja tidak cukup. Untuk mengatasi hambatan psikologis akibat budaya ewuh pekewuh, tim memperkenalkan metode simulasi musyawarah desa (musdes). Dalam simulasi itu, warga diajak bermain peran dan berlatih menyampaikan pendapat, menyanggah, hingga berargumentasi dalam suasana yang aman.</p>
<p>Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam membangun keberanian warga. Fadillah melihat warga mulai berani berbicara, mengkritik, dan menyampaikan aspirasi secara terbuka, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan dalam forum resmi.</p>
<p>"Simulasi ini menjadi ruang latihan bagi warga untuk berani berbicara tanpa tekanan. Dari situ mereka mulai menyadari bahwa menyampaikan kritik adalah bagian dari hak mereka," ucapnya.</p>
<p>Puncak dari kegiatan itu adalah terbentuknya Forum Warga Wringinanom, sebuah wadah independen yang berfungsi sebagai ruang komunikasi sekaligus pengawasan kebijakan di tingkat desa. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan aduan, memverifikasi data bantuan sosial, hingga mengawal transparansi anggaran desa.</p>
<p>Keberadaan forum tersebut menjadi penanda penting bahwa perubahan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berlanjut pada penguatan kelembagaan masyarakat.</p>
<p>"Forum ini kami dorong sebagai ruang kolektif agar warga tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, tetapi memiliki kekuatan bersama untuk mengawal kebijakan," pungkas Fadillah.</p>
<p>Melalui program ini, tim pengabdian menunjukkan bahwa persoalan rendahnya partisipasi masyarakat di pedesaan bukan semata-mata karena ketidakmampuan warga, melainkan akibat kombinasi antara keterbatasan informasi dan tekanan budaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Desak Inspektorat Audit Menyeluruh Administrasi Disdikbud Jombang yang Amburadul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-desak-inspektorat-audit-menyeluruh-administrasi-disdikbud-jombang-yang-amburadul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-desak-inspektorat-audit-menyeluruh-administrasi-disdikbud-jombang-yang-amburadul</guid>
<description><![CDATA[ Desakan Dewan Pendidikan untuk audit Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang menyusul mencuatnya kasus pemberhentian dua guru dari status jabatan ASN oleh Bupati Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f56637e88aa.webp" length="56466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 10:53:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Audit Dinas Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola administrasi kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait kasus pemberhentian Yogi Susilo Wicaksono, guru SDN Jipurapah 2 dan Ndharu Suwandono guru SDN Jombatan. </p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan bahwa kasus ini mengungkap adanya potensi ketidaksinkronan data dan kelemahan komunikasi administratif yang fatal di internal dinas. </p>
<p>Dewan Pendidikan menemukan perbedaan antara data ketidakhadiran 181 hari versi dinas dengan pengakuan guru yang bersangkutan.</p>
<p>"Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan ketidaksinkronan data kehadiran atau perbedaan interpretasi terhadap status kehadiran di lapangan," tegas Cholil Hasyim dalam keterangan rilis Dewan Pendidikan yang diterima media ini, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Selain sengketa data kehadiran, Dewan Pendidikan juga menyinggung kelalaian administrasi dalam merespons kondisi kesehatan guru. </p>
<p>Terdapat dikotomi informasi di mana pihak dinas mengeklaim tidak pernah menerima pengajuan mutasi tertulis, sementara guru mengaku telah mengajukan permohonan lisan beserta bukti medis saraf terjepit. </p>
<p>Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelemahan tata kelola administrasi kepegawaian, terutama dalam menangani situasi darurat kesehatan. </p>
<p>Dewan Pendidikan menekankan bahwa secara hukum, merujuk pada UU Nomor 8 Tahun 2016, keterbatasan fisik jangka panjang yang dialami guru di medan berat seharusnya mendapat hak akomodasi yang layak dan pertimbangan penempatan yang manusiawi.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengeluarkan lima rekomendasi, pertama Dewan Pendidikan meminta audit kemanusiaan dan verifikasi medis Independen dengan cara embentuk tim medis spesialis saraf untuk menilai kesesuaian fisik guru dengan medan penugasan ekstrem di wilayah Jipurapah.</p>
<p>Kedua, klarifikasi dan rekonstruksi administrasi. Artinya membuka ruang formal untuk melengkapi dokumen medis dan mutasi guna memastikan status kepegawaian ditetapkan secara akurat.</p>
<p>Ketiga harus ada investigasi dari Inspektorat. Dewan Pendidikan mendesak Inspektorat daerah memeriksa sistem pencatatan kehadiran untuk memastikan tidak ada ketidakadilan struktural.</p>
<p>Keempat Dewan Pendidikan meminta ada penyelesaian keadilan restoratif. Mempertimbangkan opsi mutasi bersyarat sebagai alternatif selain pemecatan.</p>
<p>Kelima adanya reformasi penempatan wilayah 3T. Dewan Pendidikan mendesak kebijakan penempatan guru di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) berbasis profil kesehatan dan analisis risiko geografis.</p>
<p>Dewan Pendidikan mengingatkan bahwa integritas sistem pendidikan tidak hanya diukur dari kepatuhan administratif yang kaku, tetapi juga dari keadilan data dan perlindungan terhadap keselamatan kerja aparatur di lapangan. </p>
<p>"Penuntasan kasus ini secara transparan menjadi ujian bagi kredibilitas manajemen birokrasi pendidikan di Kabupaten Jombang," pungkasnya. </p>
<p>Sebelumnya, Belum usai kasus pemberhentian guru berinisial S atau Yogi Susilo di Jombang, kini dunia pendidikan di Kota Santri kembali dihangatkan dengan dugaan kasus pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Dharu Suwandono, seorang guru olahraga di SD Negeri Jombatan 6.</p>
<p>Dharu mengaku diberhentikan dengan tuduhan akumulasi tidak masuk kerja selama 177 hari, meski ia membantah keras tuduhan tersebut.</p>
<p>Dharu, yang telah mengabdi di Jombang sejak 2009, menduga kuat bahwa pemberhentian dirinya merupakan buntut dari laporannya ke pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh oknum pegawai di Dinas Pendidikan setempat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Zonasi Berbasis RW, SPMB SMP Negeri Kota Batu 2026 Siapkan 1.618 Kursi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/zonasi-berbasis-rw-spmb-smp-negeri-kota-batu-2026-siapkan-1618-kursi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/zonasi-berbasis-rw-spmb-smp-negeri-kota-batu-2026-siapkan-1618-kursi</guid>
<description><![CDATA[ Penerapan skema baru ini menjadi langkah korektif untuk menutup celah ketimpangan akses pendidikan. Jika implementasinya konsisten dan didukung validasi data yang akurat, sistem zonasi berbasis RW berpotensi menjadi model distribusi pendidikan yang lebih adil sekaligus menjawab persoalan klasik daya tampung sekolah negeri di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f340516a706.webp" length="35018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:05:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zonasi, PPDB, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan resmi merilis skema Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 1.618 kursi disiapkan yang tersebar di seluruh SMP Negeri di Kota Batu dengan perubahan signifikan pada sistem zonasi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Kamis (30/4/2026).membeberkan pada tahun-tahun sebelumnya zonasi ditentukan berdasarkan radius kilometer dan batas wilayah desa, tahun ini pemetaan dilakukan hingga tingkat Rukun Warga (RW). Skema baru ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi siswa yang tinggal di kawasan padat penduduk.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa prinsip kedekatan domisili benar-benar akurat. Dengan pemetaan hingga tingkat RW, tidak ada lagi wilayah yang terabaikan dalam sistem zonasi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Total kuota 1.618 kursi tersebut tersebar di delapan SMP Negeri yang berada di tiga kecamatan. Di Kecamatan Batu meliputi SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3. Kecamatan Bumiaji mencakup SMPN 4 dan SMPN 6, sedangkan Kecamatan Junrejo dilayani oleh SMPN 5 Batu.</p>
<p></p>
<p>Dinas Pendidikan memastikan distribusi kuota telah disesuaikan dengan jumlah lulusan SD di masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.</p>
<p></p>
<p>"Selain jalur zonasi yang menjadi prioritas utama dengan porsi 50 persen, tersedia juga jalur lain untuk mengakomodasi kebutuhan beragam calon siswa. Di antaranya jalur afirmasi sebesar 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen, serta jalur prestasi sebesar 30 persen," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Seluruh proses pendaftaran akan dilakukan secara daring. Masyarakat diminta untuk segera melakukan verifikasi data kependudukan serta titik koordinat domisili guna menghindari kendala teknis saat proses pendaftaran berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Dengan penerapan zonasi berbasis RW ini, Pemkot Batu berharap akses pendidikan menjadi lebih merata dan tidak lagi terhambat oleh persoalan jarak administratif yang selama ini menjadi kendala utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjemput Keadilan Sosial Lewat Pendidikan: Petra Mengajar V Hadirkan Harapan bagi Anak Prasejahtera Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjemput-keadilan-sosial-lewat-pendidikan-petra-mengajar-v-hadirkan-harapan-bagi-anak-prasejahtera-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjemput-keadilan-sosial-lewat-pendidikan-petra-mengajar-v-hadirkan-harapan-bagi-anak-prasejahtera-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah keterbatasan, ratusan anak prasejahtera di Surabaya menemukan harapan baru lewat tangan mahasiswa yang mengajar, menghadirkan pendidikan inklusif sebagai wujud nyata keadilan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f33113de7c3.webp" length="44804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Pancasila, Mahasiswa, Pendidikan, Marginal, Pengabdian Masyarakat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Sila kelima Pancasila berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Namun di sudut-sudut kota besar seperti Surabaya, cita-cita itu masih terus diperjuangkan, terutama dalam hal akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. </p>
<p></p>
<p>Di tengah kesenjangan tersebut, sekelompok mahasiswa tidak hanya menunggu pihak-pihak tertentu untuk bergerak, melainkan memilih untuk hadir secara langsung dan membawa harapan, bukan sekadar lewat teori, tetapi melalui aksi nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra yang kembali menggelar program Petra Mengajar V, sebuah gerakan sosial yang berfokus pada pendidikan informal bagi anak-anak dari komunitas marginal. Program itu menjadi upaya konkret untuk menjembatani ketimpangan akses belajar, sekaligus menanamkan nilai karakter dan pengenalan teknologi sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Selama satu pekan, mulai 24 hingga 30 April 2026, sebanyak 192 mahasiswa yang tergabung dalam 64 kelompok diterjunkan langsung ke berbagai titik di Surabaya. Mereka mengajar sekitar 1.000 anak yang tersebar di tujuh sekolah dan enam komunitas binaan dua mitra sosial, yakni Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) dan Yayasan Pondok Kasih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f33124dd65f.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Petra Mengajar V, Fedilia Yanson Widio, menjelaskan skala kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Total ada tujuh sekolah, dan enam komunitas yang kami kunjungi," ujar Yanson, Kamis (30/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Di lapangan, realitas yang dihadapi para mahasiswa begitu beragam. Salah satunya terlihat di Komunitas Makam Mataram yang menjadi salah satu lokasi program Petra Mengajar V. Di tempat itu, anak-anak berusia 3 hingga 15 tahun belajar dalam keterbatasan. </p>
<p></p>
<p>Sebagian sudah mengenyam pendidikan formal, namun tidak sedikit yang masih berjuang mendapatkan akses sekolah. Mayoritas orang tua mereka bekerja sebagai pembersih makam, dengan penghasilan yang terbatas.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, setidaknya 15 mahasiswa hadir mengajar sekitar 60 anak dengan pendekatan yang jauh dari kata kaku. Mereka membawa metode belajar yang interaktif, menyenangkan, dan membumi, salah satunya melalui kegiatan melukis tanpa kuas. Anak-anak diajak mengekspresikan diri menggunakan jari, tangan, hingga spons di atas kertas gambar.</p>
<p></p>
<p>Gelak tawa dan wajah penuh antusias menjadi pemandangan yang mendominasi sesi belajar tersebut. Bagi anak-anak, itu bukan sekadar kelas, melainkan pengalaman baru yang membebaskan mereka untuk belajar sambil bermain.</p>
<p></p>
<p>Namun di balik keceriaan itu, ada proses panjang yang dilalui para mahasiswa sebelum turun ke lapangan. Mereka terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dalam dua tahap. Tahap awal dilakukan bersama dosen pembimbing dan tim panitia, sementara tahap lanjutan melibatkan langsung perwakilan dari YISB dan Yayasan Pondok Kasih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f330fe33f92.webp" alt=""></p>
<p>Pembekalan tersebut tidak hanya berisi teori mengajar, tetapi juga pendekatan praktis dalam menghadapi karakter anak-anak dari berbagai latar belakang sosial. Mahasiswa dilatih untuk adaptif, empatik, dan kreatif dalam menyampaikan materi.</p>
<p></p>
<p>Setiap kelompok bahkan ditugaskan untuk menyusun buku materi ajar sebagai panduan selama kegiatan berlangsung. Buku tersebut kemudian tidak berhenti sebagai dokumen internal, melainkan menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan program.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tahap akhir, seluruh buku materi dikumpulkan dalam bentuk fisik dan disumbangkan ke sekolah-sekolah serta program Mobil Pintar milik Yayasan Pondok Kasih. Mobil Pintar sendiri merupakan perpustakaan berjalan sekaligus ruang belajar keliling yang selama ini menjadi tumpuan pendidikan alternatif bagi anak-anak di wilayah marginal.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Pencerdasan Anak Bangsa (PAB) Yayasan Pondok Kasih, Anita Prasetia Rahayu, mengakui bahwa kehadiran mahasiswa dalam program ini membawa dampak nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat terbantu dengan adanya Petra Mengajar, khususnya dalam project Mobil Pintar. Melalui kegiatan mengajar dan pemberian edukasi yang bermanfaat, kehadiran mahasiswa memberi dampak positif yang signifikan bagi anak-anak," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa manfaat yang diterima anak-anak tidak hanya sebatas ilmu, melainkan juga donasi alat tulis.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga bersyukur karena selain mendapat pembelajaran, anak-anak turut menerima donasi alat tulis yang mendukung proses belajar mereka," pungkas Anita.</p>
<p></p>
<p>Petra Mengajar V pada akhirnya bukan sekadar program pengabdian masyarakat biasa. Ia menjadi refleksi nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di kalangan generasi muda. Ketika pendidikan belum sepenuhnya merata, langkah-langkah kecil seperti ini justru menjadi jembatan penting menuju keadilan sosial yang lebih luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rayakan HUT Nganjuk ke&amp;1089, Siswa SMPN 1 Kertosono Kompak Aksi Bergizi dan Cegah Anemia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-nganjuk-ke-1089-siswa-smpn-1-kertosono-kompak-aksi-bergizi-dan-cegah-anemia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-nganjuk-ke-1089-siswa-smpn-1-kertosono-kompak-aksi-bergizi-dan-cegah-anemia</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 853 siswa ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Camat Kertosono serta tim medis dari puskesmas setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2efdc858b2.webp" length="64264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:47:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>HUT Nganjuk ke 1089, Perkuat Sinergi Gizi, edukasi gizi, SMPN 1 Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat pola hidup sehat menyelimuti lingkungan SMPN 1 Kertosono pada Kamis pagi (30/04/2026). Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089, sekolah ini menggelar aksi nyata melalui kegiatan Konvergensi Berbasis Edukasi Gizi (Aksi Bergizi) yang terintegrasi dengan program nasional.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 853 siswa ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Camat Kertosono serta tim medis dari puskesmas setempat.</p>
<p>Plt. Kepala SMPN 1 Kertosono, Marzuqoh, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara disusun merujuk pada panduan kesehatan nasional.</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 06.15 WIB dengan agenda senam bersama sebagai pembuka untuk meningkatkan kebugaran jasmani seluruh warga sekolah.</p>
<p>Menurut Marzuqoh, pihaknya mengikuti arahan Bupati Nganjuk yang disiarkan secara terpusat dari SMAN 2 Nganjuk. Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Marzuqoh memaparkan bahwa agenda makan bersama dengan menu gizi seimbang diperuntukkan bagi siswi, guna mencegah anemia sejak dini.</p>
<p>Program MBG di SMPN 1 Kertosono bukanlah hal baru. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan lancar dan rutin sejak September 2025.</p>
<p>"Alhamdulillah, program MBG ini sudah berjalan beberapa bulan di sekolah kami. Menu hari ini pun sangat lengkap, ada protein dan susu. Harapan kami, MBG ini terus berlanjut karena sangat mendukung kesehatan fisik anak-anak untuk menunjang aktivitas belajar mereka," tutur Plt. Kepala Sekolah, Kamis (30/4/2026) pagi.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, pihak sekolah juga menghadirkan narasumber dokter dari Puskesmas Kertosono. Kehadiran tim medis bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya sanitasi, seperti mencuci tangan sebelum makan, serta manfaat jangka panjang dari rutin mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.</p>
<p>Dengan total siswa mencapai ratusan orang, SMPN 1 Kertosono berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan warganya.</p>
<p>Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT Nganjuk dapat dirayakan dengan langkah preventif yang berdampak besar bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nestapa Guru di Jombang, Mengajar di Medan Berat, Dipecat Bupati Saat Kondisi Sakit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nestapa-guru-di-jombang-mengajar-di-medan-berat-dipecat-bupati-saat-kondisi-sakit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nestapa-guru-di-jombang-mengajar-di-medan-berat-dipecat-bupati-saat-kondisi-sakit</guid>
<description><![CDATA[ Yogi kini mengungkap sisi lain yang dinilainya luput dari perhatian: kondisi kesehatan serius dan medan kerja yang berat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2cdc68b8d7.webp" length="47100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 11:37:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemecatan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Polemik pemberhentian Yogi Susilo, seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Jombang, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan akibat dugaan pelanggaran disiplin dan kritik terhadap sistem sekolah, Yogi kini mengungkap sisi lain yang dinilainya luput dari perhatian: kondisi kesehatan serius dan medan kerja yang berat.</p>
<p>Yogi, yang mengabdi sejak 2007 dan berstatus PNS pada 2010, menyatakan bahwa dirinya mengidap penyakit saraf terjepit akibat kecelakaan pada tahun 2016. Kondisi tersebut sempat membuatnya lumpuh dan tidak dapat berjalan.</p>
<p>“Menurut dokter, itu tidak bisa sembuh total. Harus menghindari perjalanan jauh dan aktivitas berat,” ujar Yogi dalam pesannya yang diterima Rabu (30/4/2026).</p>
<p>Meski dalam keterbatasan, Yogi tetap menjalankan tugas, termasuk saat ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah di SDN Jipurapah 2 pada 2023. Ia mengaku sempat menolak penugasan tersebut karena kondisi fisiknya, namun tetap diminta untuk menjabat.</p>
<p>Ia menceritakan, jarak tempuh dari rumahnya ke sekolah mencapai 1,5 jam dengan kondisi jalan yang menanjak, menurun, dan berbatu.</p>
<p>“Saya berangkat jam 05.30, sampai hampir jam 07.00. Medannya berat, naik turun gunung. Itu sebenarnya yang harus saya hindari,” tuturnya.</p>
<p>Permohonan mutasi yang telah berulang kali ia ajukan dengan melampirkan dokumen medis lengkap tidak pernah dikabulkan.</p>
<p>“Waktu saya sudah dijatuhi hukuman penurunan pangkat, seharusnya itu jadi pertimbangan untuk mutasi. Tapi tidak ada tindak lanjut,” keluhnya.</p>
<p>Mengenai tuduhan ketidakhadiran, Yogi tidak membantah sepenuhnya. Ia mengakui sempat absen, terutama saat penyakitnya kambuh pada pertengahan 2024 hingga awal 2025.</p>
<p>“Saya akui memang tidak masuk karena sakit. Tapi itu ada surat dokter,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah menerima pembinaan dan sanksi penurunan pangkat, dirinya kembali aktif mengajar penuh waktu sejak pertengahan 2025.</p>
<p>Yogi juga mengungkap kejanggalan pada sistem absensi manual di sekolahnya yang menjadi dasar penilaian ketidakhadirannya.</p>
<p>“Yang lain tidak masuk tapi tetap ditulis hadir. Saya tidak mau ikut menulis yang tidak sesuai fakta,” katanya.</p>
<p>Ia bahkan mengaku telah mengirimkan laporan dan dokumentasi praktik tersebut ke dinas terkait, namun tidak ditanggapi. Sebagai bentuk protes, ia menolak mengisi absensi manual dan mendorong penggunaan sistem digital.</p>
<p>“Saya minta ada faceprint supaya jelas. Jangan hanya percaya tulisan,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya persoalan administratif, Yogi mengaku mengalami tekanan sosial di lingkungan kerjanya. Ia merasa pernah dipermalukan di depan para siswa.</p>
<p>“Saat saya mengajar, murid tiba-tiba dipulangkan. Saya seperti dijadikan bahan tertawaan,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, ia tetap berusaha menjalankan tugas hingga akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian pada 18 April 2026.</p>
<p>Menanggapi pemecatan tersebut, Yogi menyatakan akan mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BPASN). Jika jalur tersebut tidak berhasil, ia akan menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).</p>
<p>“Ini menyangkut keadilan. Saya akan tempuh jalur yang ada,” tegasnya.</p>
<p>Ia menilai keputusan pemberhentian ini tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan dan upaya yang telah ia lakukan.</p>
<p>“Kalau dinas itu ibarat orang tua, seharusnya melihat kondisi anaknya. Apakah tega membiarkan bekerja di kondisi yang memperparah sakit?” tutupnya.</p>
<p>Di sisi lain, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang memberikan penjelasan berbeda. Kepala BKPSDM, Anwar, menegaskan bahwa pemberhentian ini murni karena pelanggaran disiplin berat, bukan buntut dari kritik terhadap fasilitas sekolah.</p>
<p>"Menurut hasil pemeriksaan tim terpadu, Yogi tercatat tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 181 hari kerja secara akumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025. Bahkan, pola ketidakhadiran ini disebut sudah berlangsung sejak pertengahan 2024," ungkapnya dalam keterangan, Selasa (28/4/2026) kemarin.</p>
<p>Anwar menjelaskan, berbagai langkah pembinaan sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah. Pada Desember 2024, yang bersangkutan bahkan sempat menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi aturan dan menjaga integritas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keberadaan Posyandu 6 SPM Diharapkan Makin Optimalkan Kualitas Hidup Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keberadaan-posyandu-6-spm-diharapkan-makin-optimalkan-kualitas-hidup-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keberadaan-posyandu-6-spm-diharapkan-makin-optimalkan-kualitas-hidup-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Pasalnya, Posyandu 6 SPM lebih lengkap dalam melayani masyarakat yakni meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f21afd34cee.webp" length="43856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 22:58:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Posyandu, Posyandu 6 SPM, ponpes wali barokah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Keberadaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) diharapkan bisa lebih optimal dalam membantu meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, Posyandu 6 SPM lebih lengkap dalam melayani masyarakat yakni meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.  </p>
<p>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa kehadiran Posyandu 6 SPM membuat masyarakat tidak lagi memandang posyandu hanya sebagai layanan kesehatan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pelayanan Posyandu 6 SPM tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Sekarang sudah bagus, ke depan harus terus ditingkatkan,” ujar Wali Kota Kediri saat meninjau Posyandu 6 SPM Seruni Kelurahan Burengan, yang berada di Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri, Rabu (29/04/2026). </p>
<p>Dengan adanya Posyandu 6 SPM, kader dari lintas bidang seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, sosial, hingga infrastruktur hadir dan menetap di lokasi posyandu agar masyarakat lebih mudah menyampaikan kendala yang dihadapi di lingkungan masing-masing.</p>
<p>“Kalau dulu orang tahunya posyandu hanya di bidang kesehatan, tetapi sekarang posyandu sudah berkembang. Setiap pelaksanaan posyandu, kader kesehatan, kader pendidikan, kader perkim, hingga kader sosial hadir di sini agar masyarakat mudah menyampaikan kendalanya," tutur tokoh muda yang biasa disapa Mbak Wali itu. </p>
<p>Mbak Wali berharap, dengan kelengkapan Posyandu 6 SPM apa yang menjadi persoalan di masing-masing kelurahan bisa segera ditangani, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur. Peninjauan itu sendiri bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional.</p>
<p>"Sehingga seluruh program pemerintah bisa tepat sasaran,” jelasnya lagi. </p>
<p>Saat meninjau, Mbak Wali juga berdialog dengan para kader mengenai berbagai kendala di lapangan serta kesiapan pelayanan. Sementara itu Ketua Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah KH Sunarto mengungkapkan keberadaan Posyandu Seruni sangat memberikan manfaat bagi banyak pihak.</p>
<p>"Terutama karena sebagian besar kader-kader itu adalah dari Pondok dan mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik bagi masyarakat sekitar. Posyandu 6 SPM merupakan pelebaran dari Posyandu yang selama ini berjalan, yang lebih menitik beratkan pada bidang kesehatan dan pendidikan. Kini diperluas ke sektor-sektor lain," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Padukan Budaya Literasi, Digitalisasi dan Hemat Energi Melalui Lingkar Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/padukan-budaya-literasi-digitalisasi-dan-hemat-energi-melalui-lingkar-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/padukan-budaya-literasi-digitalisasi-dan-hemat-energi-melalui-lingkar-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Mendorong budaya membaca terus terjaga, sekaligus mengikuti perkembangan jaman dengan digitalisasi serta menerapkan energi keberlanjutan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri memadukan ketiganya melalui &quot;Lingkar Kediri (Literasi Keliling Dengan Energi Hijau Kota Kediri).&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f209c03022b.webp" length="65908" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 21:28:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Literasi, digitalisasi, perpustakaan keliling, perpustakaan digital</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP -</strong> Budaya membaca beberapa tahun belakangan terdisrupsi oleh budaya digital. Padahal jika keduanya berjalan seimbang, ilmu dan pengetahuan yang didapat akan semakin besar.  </p>
<p>Mendorong budaya membaca terus terjaga, sekaligus mengikuti perkembangan jaman dengan digitalisasi serta menerapkan energi keberlanjutan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri memadukan ketiganya melalui "Lingkar Kediri (Literasi Keliling Dengan Energi Hijau Kota Kediri)." </p>
<p>"Lingkar Kediri" merupakan perpustakaan keliling yang tidak hanya naik kelas. Tapi juga memiliki banyak fitur menarik. Selain membawa ratusan judul buku, Lingkar Kediri ini juga dilengkapi fasilitas hotspot. Memungkinkan anak-anak tidak hanya membaca buku fisik tapi juga buku digital. </p>
<p>"Layanan ini sudah mengadopsi teknologi wifi gratis. Jadi nantinya bukan hanya sebagai literasi keliling, tetapi sebagai hotspot keliling. Dan di dalamnya juga sudah ada aplikasi digital di mana nantinya anak-anak bisa mengakses, buku cetak maupun buku digital," jelas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri Chevy Ning Suyudi, Rabu (29/4/2026). </p>
<p>Selain itu untuk kesinambungan energi, literasi keliling ini memanfaatkan unit motor listrik. Ada 3 unit literasi keliling yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan representatif. </p>
<p>"Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi fondasi penting untuk membangun masa depan. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan literasi yang mendekat ke anak-anak," tambah Chevy lagi. </p>
<p>Sebelumnya sudah 2 unit perpustakaan keliling yang sering menyapa anak-anak Kota Kediri.</p>
<p>"Nanti ini sasaran utamanya memang ke sekolah, ke SD, terutama yang sekolah belum memiliki perpustakaan. Jadi nanti juga bisa berkoordinasi untuk menjadwal," tambahnya. </p>
<p>Diperkenalkan bersamaan dengan Peringatan Hari Buku Internasional, keberadaan unit Lingkar Kediri ini merupakan langkah nyata pemerintah kota Kediri untuk memperluas pemerataan akses baca agar tidak ada anak yang tertinggal dalam kesempatan belajar. </p>
<p>"Kita ingin mensosialisasikan kepada anak-anak bahwa membaca buku ini banyak manfaatnya, selain bisa menambah wawasan, bisa menambah kreativitas. Anak-anak juga bisa meraih cita-citanya dengan rajin membaca buku. Ini kelilingnya, kadang-kadang di taman atau dimanapun, siapapun bisa mengakses," tegas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Guru Jombang Dipecat, Bantah Mangkir dan Tempuh Upaya Banding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-guru-jombang-dipecat-bantah-mangkir-dan-tempuh-upaya-banding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-guru-jombang-dipecat-bantah-mangkir-dan-tempuh-upaya-banding</guid>
<description><![CDATA[ S, yang merupakan guru kelas di salah satu SD Negeri di Kabupaten Jombang dengan golongan III/b, resmi diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tertanggal 18 April 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f08b5b1e36d.webp" length="134880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:31:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Nasib Guru ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Seorang guru sekolah dasar berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang berinisial S mengaku mengalami pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PTDH) setelah sebelumnya mengkritisi kebijakan kedisiplinan di lingkungan kerjanya.</p>
<p>ASN yang merupakan guru kelas di salah satu SD Negeri di Kabupaten Jombang dengan golongan III/b, resmi diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tertanggal 18 April 2026. Dalam keputusan tersebut, ia dinilai melanggar disiplin karena tidak masuk kerja tanpa keterangan sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Namun, S membantah tuduhan itu. "Saya tetap masuk setiap hari setelah masa hukuman disiplin sebelumnya selesai. Bahkan tunjangan profesi guru (TPG) saya cair dari Juli sampai Desember 2025, itu bukti kalau saya aktif," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan kepala sekolah yang menyebut S tidak pernah masuk kerja. Ia kemudian dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang pada awal Januari 2026 untuk memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). </p>
<p>Dalam pemeriksaan itu, S mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas mengajar disertai bukti absen manual. Ia juga menghadirkan saksi rekan guru yang mengetahui kehadirannya di sekolah saat proses pemeriksaan lanjutan di BKPSDM Jombang. Namun, menurutnya, keterangan tersebut tidak dijadikan pertimbangan. </p>
<p>"Kesaksian teman saya seolah tidak dianggap. Bahkan dianggap tidak benar," katanya.</p>
<p>Pada Maret 2026, S kembali dipanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang untuk pemeriksaan lanjutan sebelum akhirnya dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian. S turut menyinggung sistem absensi yang saat itu masih manual. Ia menyebut teknologi absensi berbasis <em>finger face</em> baru diterapkan di sekolahnya pada Januari 2026. </p>
<p>"Waktu yang dituduhkan itu absennya masih manual. Justru saya yang meminta agar segera dipasang sistem finger face supaya jelas," ujarnya.</p>
<p>Ia bahkan sempat membuat video yang menyoroti kondisi kedisiplinan di sekolah, termasuk ketidakhadiran guru lain dan fasilitas yang belum memadai. Video tersebut, menurutnya, dikirimkan ke pihak dinas sebagai bentuk masukan. </p>
<p>"Yang lain tidak masuk setiap hari, tapi tidak ada masalah. Saya justru dituntut harus selalu hadir," tambahnya.</p>
<p>S menilai proses penjatuhan sanksi terhadap dirinya berlangsung terlalu cepat dan tidak melalui tahapan semestinya. </p>
<p>"Seharusnya ada proses bertahap dalam penegakan disiplin. Ini terkesan prematur langsung ke PDH," katanya. </p>
<p>Dalam SK yang diterimanya, disebutkan bahwa ia dijatuhi hukuman disiplin berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, karena tidak masuk kerja tanpa keterangan selama 181 hari kerja secara kumulatif.</p>
<p>Atas keputusan tersebut, S berencana mengajukan banding ke Badan Pertimbangan ASN (BPASN). </p>
<p>"Saya akan banding. Diberi waktu 15 hari kerja, itu akan saya gunakan," ujarnya. </p>
<p>Ia mengaku keputusan itu berdampak besar pada keluarganya. S yang telah mengabdi sejak 2007 dan menjadi PNS sejak 2010 kini harus menanggung beban psikologis bersama keluarga. </p>
<p>"Istri saya yang paling terpukul, sampai stres. Kalau saya berusaha menerima," katanya. </p>
<p>S diketahui harus menanggung dua anak dan seorang istri yang harus dinafkahi. Ia berharap ada perbaikan dalam sistem kerja dan kebijakan terhadap guru, khususnya terkait beban dan tekanan kerja. </p>
<p>"Guru itu tugasnya membuat siswa nyaman, tapi gurunya sendiri juga harus diberi kenyamanan. Jangan ditekan terus," ujarnya. </p>
<p>Ia juga menyoroti risiko yang dihadapi guru akibat tuntutan kehadiran yang ketat, termasuk potensi kecelakaan karena terburu-buru mengejar absensi. </p>
<p>"Banyak yang berangkat tergesa-gesa demi absensi, itu berbahaya. Harusnya ada jeda toleransi 15 menit sehingga yang rumahnya jauh juga merasa nyaman," katanya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah tempat S bekerja membenarkan hal tersebut. </p>
<p>"Ya benar karena memang alpanya melebihi batas dari aturan dan ketentuan. Kalau secara administrasi bisa menghubungi pihak Dinas Pendidikan," singkatnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, membantah jika alasan pemberhentian S karena yang bersangkutan mengajukan kritik. </p>
<p>"Tidak benar jika pemberhentian saudara berinisial S itu karena adanya kritikan yang bersangkutan terkait fasilitas sekolah," ucapnya. </p>
<p>Kadisdik Jombang menyebut proses pemberhentian S merupakan tindak lanjut dari upaya pembinaan disiplin terhadap pegawai tersebut yang dilakukan sebelumnya atas pelanggaran disiplin tidak masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja. </p>
<p>"Inisial S itu berdasarkan hasil pemeriksaan, terbukti tidak masuk kerja selama 181 hari kerja secara kumulatif sejak Januari sampai Desember 2025," beber Wor Windari. </p>
<p>"(Pelanggaran) sudah dilakukan sejak Juli 2024, yaitu dengan tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah," imbuhnya.</p>
<p>Wor Windari juga menyampaikan bahwa langkah pemeriksaan terhadap S dilakukan oleh tim gabungan, bukan hanya Disdikbud Jombang, tetapi juga melibatkan tim dari BKPSDM. </p>
<p>"Bupati mengambil keputusan itu kan juga tidak serta merta, kan juga ada rekomendasi dari BKN, dari BKN ada rekomendasi untuk pemberhentian," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banyak Gedung Sekolah Rusak, Komisi IV DPRD Soroti Serapan Anggaran Disdik Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banyak-gedung-sekolah-rusak-komisi-iv-dprd-soroti-serapan-anggaran-disdik-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banyak-gedung-sekolah-rusak-komisi-iv-dprd-soroti-serapan-anggaran-disdik-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pemangkasan DAK pendidikan 2024 hingga Rp52 miliar membuat pembangunan infrastruktur menurun. DPRD Bondowoso meminta Disdik memprioritaskan perbaikan ringan, mempercepat penyerapan anggaran, serta memastikan perencanaan berbasis Dapodik agar kebutuhan sekolah tetap terakomodasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f05762b5e49.webp" length="34218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:43:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="90" data-end="305"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bondowoso menjadi sorotan. Sejumlah sekolah kondisinya rusak, mulai dari ringan hingga berat, namun belum seluruhnya tertangani secara optimal.</p>
<p data-start="307" data-end="562">Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Majid</span></span>, menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi juga berkaitan dengan penyerapan anggaran di Dinas Pendidikan yang dinilai belum maksimal.</p>
<p data-start="564" data-end="791">“Kalau kita bicara kerusakan infrastruktur, memang ada keterbatasan. Apalagi DAK tahun 2026 terkoreksi Rp52 miliar dengan anggaran perbaikan kira-kira Rp2 miliar. Tapi di sisi lain, penyerapan anggaran juga harus dioptimalkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).</p>
<p data-start="793" data-end="1078">Menurutnya, hingga memasuki triwulan kedua, realisasi anggaran pendidikan masih berkisar 30 persen dan didominasi belanja rutin. Padahal secara ideal, pada periode tersebut serapan anggaran seharusnya sudah menyentuh 30 hingga 35 persen, bahkan menuju 50 persen pada pertengahan tahun.</p>
<p data-start="1080" data-end="1224">“Jangan sampai kita bicara kekurangan anggaran, tapi yang sudah ada tidak terserap dengan baik. Ini yang harus jadi evaluasi bersama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1226" data-end="1533">Ia menjelaskan, berkurangnya Dana Alokasi Khusus (DAK) berdampak langsung pada minimnya kegiatan pembangunan dan rehabilitasi fisik sekolah. Karena itu, DPRD mendorong Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan perbaikan yang bersifat mendesak dan tidak membutuhkan anggaran besar.</p>
<p data-start="1535" data-end="1666">“Yang ringan-ringan dulu segera ditangani. Jangan menunggu anggaran besar, karena yang tersedia saat ini memang terbatas,” kata politisi Partai Gerindra ini.</p>
<p data-start="1668" data-end="1899">Selain itu, Abdul Majid juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia meminta kegiatan yang sudah direncanakan dapat segera direalisasikan sebelum perubahan anggaran dilakukan.</p>
<p data-start="1901" data-end="2115">Tak kalah penting, ia menyoroti persoalan perencanaan yang masih lemah di tingkat satuan pendidikan. Banyak kerusakan sekolah yang tidak terakomodasi karena tidak masuk dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).</p>
<p data-start="2117" data-end="2288">“Separah apa pun kondisi sekolah, kalau tidak diinput di Dapodik, tidak akan bisa dianggarkan. Sistemnya sudah terkunci setiap tahun, biasanya di bulan Agustus,” jelasnya.</p>
<p data-start="2290" data-end="2474">Ia pun mengingatkan para kepala sekolah agar lebih proaktif dalam mengusulkan kebutuhan melalui sistem tersebut, sehingga kondisi riil di lapangan dapat terpetakan dan ditindaklanjuti.</p>
<p data-start="2476" data-end="2700">Di sisi lain, Abdul Majid juga mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak semata bergantung pada infrastruktur fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.</p>
<p data-start="2702" data-end="2863" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Pendidikan tidak hanya soal bangunan. Tapi bagaimana meningkatkan kualitas siswa, kecerdasan, dan keterampilan. Itu juga harus berjalan beriringan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2702" data-end="2863" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruang Kelas SDN Banyuputih 1 Ambruk, Dinas Pendidikan Bondowoso Ajukan Revitalisasi ke Pemerintah Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-banyuputih-1-ambruk-dinas-pendidikan-bondowoso-ajukan-revitalisasi-ke-pemerintah-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-banyuputih-1-ambruk-dinas-pendidikan-bondowoso-ajukan-revitalisasi-ke-pemerintah-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Ambruknya ruang kelas di Wringin menjadi cerminan lemahnya infrastruktur pendidikan, sementara perbaikan masih menunggu program pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f05129ecda4.webp" length="57848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:32:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Malam itu sunyi di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin. Tak ada aktivitas belajar, tak ada suara riuh anak-anak. Namun justru di waktu itulah, sebuah ruang kelas di SDN Banyuputih 1 ambruk pada 23 April 2026. </p>
<p>Atap yang selama ini menaungi proses belajar puluhan siswa, runtuh begitu saja, meninggalkan puing, sekaligus menjadi potret nyata rapuhnya infrastruktur pendidikan di pelosok Bondowoso.</p>
<p>Beruntung, peristiwa itu terjadi saat malam hari. Tak ada korban jiwa. Namun ketika pagi datang, yang tersisa bukan hanya reruntuhan kayu dan genteng, melainkan juga kegelisahan. Ruang yang biasanya dipenuhi tawa dan semangat belajar, kini tak lagi bisa digunakan.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Banyuputih, Ahmad Syahid, kondisi bangunan memang sudah lama mengkhawatirkan. Kayu penyangga atap diduga telah lapuk dimakan usia. Ironisnya, upaya perbaikan sudah pernah diajukan, namun tak kunjung terealisasi.</p>
<p>"Itu sebenarnya sudah diajukan berapa tahun ya mungkin tiga tahun lalu (perbaikan, red)," jelasnya dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026) kemarin.</p>
<p>Kini, puluhan siswa kelas III harus beradaptasi. Mereka dipindahkan ke ruang lain, berbagi tempat dengan kelas berbeda, demi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas, proses pendidikan tetap berjalan, meski jauh dari kata ideal.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan langkah darurat telah dilakukan agar kegiatan belajar tidak terhenti.</p>
<p>"Rescue penyelamatan sudah kita lakukan, seperti memindah tempat belajar," jelasnya, Selasa (28/4/2026) usai pembukan pekan pendidikan Bondowoso Berkah di salah satu Hall Supermarket.</p>
<p>Namun, persoalan tak berhenti pada pemindahan ruang belajar. Kerusakan yang cukup parah membuat kebutuhan anggaran membengkak. Satu ruang kelas di SDN Banyuputih 1 diperkirakan memerlukan biaya hingga Rp800 juta untuk perbaikan total.</p>
<p>Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Pemerintah daerah belum bisa bergerak cepat karena skema perbaikan kini bergantung pada program revitalisasi dari pemerintah pusat. Jika tidak lolos, barulah alternatif melalui APBD dipertimbangkan.</p>
<p>Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sepanjang 2026, tercatat sudah ada 12 sekolah di Bondowoso yang mengalami kerusakan hingga ambruk. Di Kecamatan Wringin saja, kondisi serupa terjadi di SDN Banyuwulu 4, SDN Banyuwulu 2, dan SDN Banyuputih 1.</p>
<p>"Sampai sekarang sudah ada 12 di Bondowoso yang ambruk," jelasnya.</p>
<p>Di balik angka-angka itu, ada cerita tentang anak-anak yang tetap berangkat sekolah meski harus belajar di ruang sempit, berbagi bangku, atau bahkan khawatir dengan kondisi bangunan. Ada guru-guru yang berupaya menjaga semangat belajar tetap hidup, meski fasilitas jauh dari memadai.</p>
<p>Bagi mereka, sekolah bukan sekadar bangunan. Ia adalah harapan. Namun ketika dinding retak dan atap runtuh, harapan itu diuji, seberapa kuat bisa bertahan di tengah keterbatasan yang belum juga terjawab.</p>
<p>"Kalau di Banyuputih itu karena cukup besar, ya lumayan lah. Bisa mungkin sampai Rp800 juta," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan jika Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pendidikan terus berupaya dengan segala cara untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak.</p>
<p>“Segala cara akan kita lakukan. Alhamdulillah teman-teman Dinas Pendidikan sudah mengajukan revitalisasi juga ke Kementerian. Ya, semua ikhtiar kita lakukan. Dari APBD sesuai dengan kemampuan anggaran kita, tentu ada skala prioritas,” tukasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, juga menyoroti pentingnya perencanaan berbasis data melalui sistem Dapodik. Ia menegaskan, usulan perbaikan sarana pendidikan tidak akan terealisasi jika tidak tercatat dalam sistem tersebut.</p>
<p data-start="2507" data-end="2670">“Separah apa pun kondisi sekolah, kalau tidak masuk di Dapodik, tidak akan diproses. Karena sistem sudah terkunci tiap tahun, biasanya di bulan Agustus,” jelasnya.</p>
<p data-start="2672" data-end="2900">"Dengan kondisi tersebut, Komisi IV berharap seluruh pihak, terutama sekolah dan Dinas Pendidikan, lebih cermat dalam perencanaan dan aktif dalam memastikan usulan masuk dalam sistem agar kebutuhan riil di lapangan dapat terakomodasi," pungkasnya.  <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Resmi Buka Latja Siswa Bintara Polri 2026, Kapolres Tekankan Kedisiplinan dan Sisi Humanis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-resmi-buka-latja-siswa-bintara-polri-2026-kapolres-tekankan-kedisiplinan-dan-sisi-humanis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-resmi-buka-latja-siswa-bintara-polri-2026-kapolres-tekankan-kedisiplinan-dan-sisi-humanis</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 April hingga 7 Mei 2026 ini merupakan tahap krusial bagi para siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat di lembaga pendidikan ke dalam praktik lapangan yang sesungguhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef538a370a9.webp" length="61800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Latja Siswa Bintara Polri 2026, Siswa Diktuk Bintara Polri, Brimob, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk resmi memulai program Latihan Kerja (Latja) bagi Siswa Diktuk Bintara Polri (Kemampuan Brimob) Tahun Anggaran 2026. Pembukaan latihan ini ditandai dengan apel upacara yang digelar di halaman Mapolres Nganjuk, Senin (27/4/2026).</p>
<p>​Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 April hingga 7 Mei 2026 ini merupakan tahap krusial bagi para siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat di lembaga pendidikan ke dalam praktik lapangan yang sesungguhnya.</p>
<p>Dalam amanatnya, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, Latja merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter, mental dan profesionalisme siswa sebelum nantinya terjun sebagai anggota Polri di tengah masyarakat.</p>
<p>“Latihan kerja ini memang singkat, namun menjadi momentum yang sangat penting bagi para siswa untuk belajar langsung tentang dinamika tugas kepolisian di lapangan. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin serta hindari segala bentuk pelanggaran,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel Polres Nganjuk agar memberikan contoh terbaik selama para siswa menjalani latihan kerja, baik dalam etika, kedisiplinan maupun pelayanan humanis kepada masyarakat.</p>
<p>“Para siswa ini adalah generasi penerus Korps Bhayangkara. Karena itu seluruh anggota wajib menunjukkan wajah Polri yang profesional, humanis dan presisi agar menjadi pembelajaran positif bagi mereka,” imbuhnya.</p>
<p>Melalui latihan kerja tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami pola kerja satuan fungsi, tata cara penanganan tugas kepolisian, hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai bekal saat nantinya resmi bertugas.</p>
<p>Polres Nganjuk berkomitmen menjadikan kegiatan Latja ini sebagai sarana pembinaan yang efektif untuk mencetak anggota Polri muda yang tangguh, disiplin, berintegritas serta siap menjawab tantangan tugas kepolisian ke depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Guru SD di Kota Batu Kian Nyata, 37 Formasi Kosong Picu Beban Ganda Pengajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/krisis-guru-sd-di-kota-batu-kian-nyata-37-formasi-kosong-picu-beban-ganda-pengajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/krisis-guru-sd-di-kota-batu-kian-nyata-37-formasi-kosong-picu-beban-ganda-pengajar</guid>
<description><![CDATA[ Kekurangan puluhan guru di tingkat SD menunjukkan adanya ketimpangan antara kebutuhan riil daerah dan kebijakan rekrutmen nasional. Tanpa percepatan pengisian formasi, beban ganda guru berisiko menurunkan kualitas pendidikan, sekaligus mengancam stabilitas proses belajar generasi muda di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2e641620b.webp" length="61826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 18:51:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru SD, 37 Formasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dunia pendidikan dasar di Kota Batu tengah menghadapi tekanan serius akibat kekurangan tenaga pendidik. Dinas Pendidikan (Dindik) mencatat sedikitnya 37 posisi guru Sekolah Dasar (SD) Negeri kosong, kondisi yang berdampak langsung pada kualitas dan keberlangsungan proses belajar mengajar.</p>
<p>Kepala Bidang Pembinaan SD Dindik Kota Batu, Daud Andoko (27/4/2026) menjelaskan bahwa kekurangan tersebut tersebar di berbagai bidang. Rinciannya meliputi 20 guru kelas, 9 guru Pendidikan Agama, serta 8 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).</p>
<p>“Kekurangan ini menjadi tantangan besar. Kami harus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan tenaga,” ujarnya. </p>
<p>Menurut Daud, akar persoalan berasal dari tingginya angka guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Rata-rata 30 hingga 40 guru SD Negeri di Kota Batu purnatugas, sementara rekrutmen pengganti tidak sebanding.</p>
<p>Akibatnya, guru yang masih aktif harus merangkap tugas untuk menutup kekosongan. Kondisi ini membuat beban kerja meningkat dan berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran di kelas.</p>
<p>“Guru yang ada terpaksa mengambil tugas tambahan. Ini bukan kondisi ideal, tapi harus dilakukan agar siswa tetap mendapatkan hak belajar. Kami terus mengusulkan, tetapi formasi yang turun sering tidak menutup angka pensiun,” tambah Daud.</p>
<p>Dindik juga menghadapi keterbatasan kewenangan dalam mengatasi krisis ini. Pengangkatan guru sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat melalui skema PPPK dan CPNS. Meski usulan formasi rutin diajukan setiap tahun melalui BKPSDM, jumlah yang disetujui kerap tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan.</p>
<p>Situasi ini membuat adanya jeda antara guru yang pensiun dengan hadirnya tenaga pengganti, yang pada akhirnya membebani sistem pendidikan di tingkat sekolah dasar.</p>
<p>Dindik Kota Batu berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap daerah dengan tingkat pensiun tinggi, termasuk mempercepat proses rekrutmen agar distribusi tenaga pendidik lebih merata dan responsif terhadap kebutuhan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UNEJ Gelar Aksi di Rektorat, Tuntut Transparansi dan Evaluasi Lonjakan UKT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unej-gelar-aksi-di-rektorat-tuntut-transparansi-dan-evaluasi-lonjakan-ukt</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unej-gelar-aksi-di-rektorat-tuntut-transparansi-dan-evaluasi-lonjakan-ukt</guid>
<description><![CDATA[ Aksi tersebut menuntut kejelasan terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef13d8f2efb.webp" length="35322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:46:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Aliansi mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat sejak pukul 10.00 WIB. </p>
<p>Aksi tersebut menuntut kejelasan terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru.</p>
<p>Salah satu mahasiswa, Algi Febrianto, menyampaikan bahwa sejumlah calon mahasiswa baru (maba) jalur SNBP 2026 mengeluhkan penetapan UKT yang melonjak drastis secara tiba-tiba. Kondisi ini diduga dipicu oleh gangguan sistem di tingkat rektorat.</p>
<p>"Kekacauan ini bermula saat sistem penetapan UKT mengalami gangguan pada 20 April 2026 malam. Keesokan harinya, saat sistem kembali pulih, nominal UKT banyak calon maba justru meroket naik satu tingkat, bahkan lebih, dari hasil semula," katanya, Senin (27/4/2026) di sela-sela kegiatan orasi.</p>
<p>Selanjutnya, Aliansi Mahasiswa UNEJ menyayangkan minimnya keterbukaan informasi dari pihak kampus terkait perubahan mendadak ini. </p>
<p>Menurutnya, banyak maba yang kini merasa kebingungan dan terbebani secara ekonomi.</p>
<p>"Perubahan yang bersifat tiba-tiba ini menunjukkan adanya indikasi lemahnya perencanaan dan tidak adanya standar operasional yang transparan. Banyak calon maba sudah mengisi data sesuai kondisi riil keluarga, namun hasil akhirnya justru tidak mencerminkan kemampuan ekonomi mereka yang sebenarnya," ujarnya.</p>
<p>Algi menilai, pihak rektorat seolah melempar tanggung jawab komunikasi melalui organisasi mahasiswa di tingkat fakultas tanpa adanya pernyataan resmi yang dapat diakses oleh publik.</p>
<p>"Ketiadaan komunikasi yang transparan ini tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga memperbesar ruang spekulasi serta menurunkan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap institusi," paparnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun mahasiswa dari pihak rektorat, perubahan tersebut diklaim sebagai akibat dari kesalahan sistem (error) serta kendala sinkronisasi data antara pihak bank dan universitas.</p>
<p>"Namun, kami para mahasiswa mendesak agar ada pertanggungjawaban yang lebih konkret," tandasnya.</p>
<p><strong>Adapun poin tuntutan aksi dari Aliansi Mahasiswa UNEJ tersebut adalah:</strong></p>
<p>1. Mendesak Rektorat menerbitkan pernyataan resmi secara terbuka dalam waktu maksimal 2x24 jam.</p>
<p>2. Menuntut peninjauan kembali (re-evaluasi) menyeluruh terhadap hasil penetapan golongan UKT maba SNBP 2026.</p>
<p>3. Mendesak audit dan perbaikan total sistem akademik guna mencegah terulangnya kesalahan fatal.</p>
<p>4. Menuntut transparansi penuh dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang berdampak pada mahasiswa.</p>
<p>5. Mendesak Rektorat bertanggung jawab penuh menuntaskan kegaduhan kebijakan yang merugikan maba.</p>
<p>6. Menuntut penangguhan kewajiban pembayaran bagi maba selama proses peninjauan kembali berlangsung hingga ada ketetapan final. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PSDKU UB Kediri Dukung SDGs, Lewat Edukasi dan Inovasi Budidaya Perikanan di Kediri Aquatic 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/psdku-ub-kediri-dukung-sdgs-lewat-edukasi-dan-inovasi-budidaya-perikanan-di-kediri-aquatic-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/psdku-ub-kediri-dukung-sdgs-lewat-edukasi-dan-inovasi-budidaya-perikanan-di-kediri-aquatic-2026</guid>
<description><![CDATA[ Melalui edukasi perikanan, dosen dan mahasiswa PSDKU UB Kediri menghadirkan berbagai produk inovatif hasil riset yang aplikatif untuk mendukung sektor budidaya perikanan. Seluruh produk ini diperkenalkan kepada masyarakat sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ee23c29cb65.webp" length="42716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:35:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>KediriAquatic2026, PSDKUUBKediri, UniversitasBrawijaya, DinasPerikananKediri, SDG1TanpaKemiskinan, SDG3KehidupanSehat, SDG4PendidikanBerkualitas, SDG17Kemitraan, EdukasiPerikanan, PerikananIndonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Sektor perikanan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki daya tarik edukatif dan rekreatif. Alasan tersebut mendorong PSDKU UB Kediri untuk turut ambil bagian dalam perhelatan Kediri Aquatic 2026. </p>
<p>Melalui edukasi perikanan, dosen dan mahasiswa PSDKU UB Kediri menghadirkan berbagai produk inovatif hasil riset yang aplikatif untuk mendukung sektor budidaya perikanan. Seluruh produk ini diperkenalkan kepada masyarakat sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. </p>
<p>"Ada yang dari mahasiswa, ada yang dari dosen. Kebanyakan berhubungan dengan budidaya perikanan," ungkap Vika Maulidiyah, Dosen Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan PSDKU UB Kediri, Minggu, (26/04/2026). </p>
<p>Tidak hanya menghadirkan produk inovasi, PSDKU UB Kediri juga membawa berbagai spesimen edukatif biota perairan yang menarik perhatian pengunjung. </p>
<p>Spesimen tersebut mencakup avertebrata air dari berbagai filum, antara lain filum Molusca seperti keong kepala kambing dan keong melo, filum Arthropoda seperti belangkas dan lobster mutiara, filum Coelenterata berupa karang-karangan seperti karang meja dan karang otak, serta filum Echinodermata seperti teripang dan bintang mengular. </p>
<p>Selain itu, turut dipamerkan awetan ikan buntal serta penyu yang menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pelajar dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat keanekaragaman hayati perairan. </p>
<p>Kegiatan edukatif ini tidak hanya memberikan pengalaman visual, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai biodiversitas perairan serta pentingnya konservasi sumber daya hayati.</p>
<p>"Karena ini diawetkan jadi tidak merubah struktur (anatomi). Jadi teman-teman bisa belajar kalau misalkan bintang laut, landak laut, lobster, itu struktur tubuhnya seperti ini. Jadi untuk media pembelajaran," ungkapnya. </p>
<p>Keterlibatan PSDKU UB Kediri dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan potensi ekonomi masyarakat berbasis perikanan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, </p>
<p>Sedangkan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui inovasi yang mendukung kehidupan sehat dan sejahtera melalui perikanan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.</p>
<p>"PSDKU UB Kediri ingin berkontribusi untuk mendukung perikanan di Kediri. Baik akademisinya, dari hasil-hasil riset, juga melalui pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan perikanan," pungkasnya. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setia di Ujung Jalan Terjal: Kisah Penjaga Sekolah, 21 Tahun Mengabdi di Pelosok Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setia-di-ujung-jalan-terjal-kisah-penjaga-sekolah-21-tahun-mengabdi-di-pelosok-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setia-di-ujung-jalan-terjal-kisah-penjaga-sekolah-21-tahun-mengabdi-di-pelosok-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Kisah Suraja menggambarkan perjuangan tenaga pendidikan di pelosok Bondowoso. Dari guru hingga penjaga sekolah, ia tetap setia mengabdi meski menghadapi jalan terjal dan fasilitas minim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec7f0b605ef.webp" length="77290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 17:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="87" data-end="448"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pagi di pelosok Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, tak pernah benar-benar mudah. Jalan berbatu, tanjakan curam, dan medan licin saat hujan menjadi bagian dari keseharian. Namun bagi Surajak (56), semua itu bukan penghalang. Selama lebih dari dua dekade, ia setia menapaki rute yang sama demi satu tujuan, menjaga denyut pendidikan di SDN Banyuwulu 4.</p>
<p data-start="450" data-end="770">Setiap hari, Surajak membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke sekolah. Perjalanan itu ia jalani sejak 2005, tahun pertama ketika dirinya mengabdikan diri di wilayah terpencil tersebut.</p>
<p data-start="450" data-end="770">“Sudah biasa. Sudah keras di sini,” ujarnya pelan, menggambarkan bagaimana medan ekstrem itu kini menjadi bagian dari hidupnya, Sabtu (25/4/2026) saat dikonfirmasi di halaman SDN Banyuwulu 4 yang berlatar belakang ruang kelas yang runtuh akibat bencana angin puting beliung, 9 tahun silam.</p>
<p data-start="772" data-end="1157">Di masa lalu, Surajak bukan sekadar penjaga sekolah. Ia pernah berdiri di depan kelas sebagai guru, mendidik anak-anak desa yang tumbuh di tengah keterbatasan. Namun seiring usia, kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan. Kini, ia tetap bertahan dan tak patah arang mengabdi sebagai penjaga sekolah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.</p>
<p data-start="1159" data-end="1469">Baginya, Banyuwulu bukan sekadar tempat bertugas, melainkan rumah kedua. Ia menemukan makna dalam kesederhanaan dan penghormatan yang tulus dari masyarakat. Surajak bercerita tentang makna seorang guru bagi warga di pelosok, yang tetap menjadi panutan dan dihormati.</p>
<p data-start="1159" data-end="1469">“Di sini beda dengan di bawah (kota). Masyarakat sangat menghormati guru. Murid-murid, bahkan yang sudah punya anak dan cucu, masih ingat dan menyapa,” kata pria berkacamata yang karib dengan blangkon dan ramah dengan anak-anak ini.</p>
<p data-start="1471" data-end="1841">Namun pengabdian panjang itu tak lepas dari tantangan. Infrastruktur menjadi persoalan utama yang tak kunjung usai. Jalan menuju sekolah, kata Suraja, “tidak bisa diajak kompromi.” Saat musim hujan tiba, motor sering tak mampu menanjak. Tak jarang ia harus mendorong kendaraan bersama rekannya demi sampai ke tujuan.</p>
<p data-start="1471" data-end="1841">“Harus berangkat lebih pagi, kadang didorong,” tutur warga Desa Sumbercanting Kecamatan Wringin ini, menceritakan pengalaman dan kesehariannya mengabdi selama 21 tahun di sekolah dasar yang saat ini hanya memiliki 94 siswa. </p>
<p data-start="1843" data-end="2160">Kondisi sekolah pun jauh dari ideal. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan parah. Ada bangunan yang sejak 2017 tak lagi layak digunakan karena diterpa angin dan hujan. Temboknya hancur, dan saat cuaca buruk, air serta angin bebas masuk ke dalam ruangan.</p>
<p data-start="1843" data-end="2160">“Dulu sempat dipakai belajar, sekarang tidak bisa,” katanya sembari menunjukkan bangunan berkontruksi atap baja ringan yang gentingnya sudah tak tertata rapi, tanpa dinding dan hanya menyisakan lantai plester yang bercampur abu dan tanah.</p>
<p data-start="2162" data-end="2548">Sekelumit dirinya bercerita tentang kondisi siswa SDN Banyuwulu 4 yang begitu antusias menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Surajak menyaksikan langsung dampaknya bagi anak-anak. Banyak siswa yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan karena orang tua mereka sudah berangkat ke ladang sejak pagi. Kini, mereka bisa belajar dengan perut kenyang.</p>
<p data-start="2162" data-end="2548">“Anak-anak jadi tenang, sudah makan. Mainnya juga enak,” ujarnya menceritakan perasaan siswa saat menerima MBG yang tak hanya mereka nikmati sendiri di sekolah, tapi dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga di rumah.</p>
<p data-start="2824" data-end="3112">Di usia 56 tahun, ketika banyak orang memilih beristirahat, Surajak justru tetap setia menjalani rutinitasnya. Jalan terjal, hujan, dan keterbatasan tak membuatnya berpaling. Ia mungkin tak lagi berdiri di depan kelas, tetapi dedikasinya tetap menjadi fondasi bagi pendidikan di Banyuwulu.</p>
<p data-start="3114" data-end="3399" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di ujung jalan berbatu itu, Surajak adalah bukti bahwa pengabdian tak selalu hadir dalam sorotan. Kadang, ia tumbuh diam-diam dalam langkah kaki yang setia, dalam perjalanan satu jam setiap pagi, dan dalam  keyakinan bahwa pendidikan, sekecil apa pun upayanya, tetap layak diperjuangkan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3114" data-end="3399" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Bulog Jombang Jadi Sarana Edukasi Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-bulog-jombang-jadi-sarana-edukasi-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-bulog-jombang-jadi-sarana-edukasi-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir kepada siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec6dfe6259c.webp" length="59528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perum Bulog Cabang Mojokerto menginisiasi program edu wisata untuk siswa SMK Negeri Mojoagung, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir.</p>
<p>Gudang Bulog di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang menjadi salah satu tempat yang dipilih menjadi sarana edukasi bagi siswa.</p>
<p>Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin menyampaikan di Gudang Bulog Sembung, para siswa mendapat gambaran langsung mengenai kapasitas penyimpanan cadangan beras. </p>
<p>"Bulog Cabang Mojokerto saat ini mengelola stok hingga 72 ribu ton beras, sementara secara nasional Perum Bulog menguasai stok sekitar 5 juta ton," ucap Husin kepada suarajatimpost.com, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Menurut Husin, kehadiran siswa di Gudang Bulog bukan aktivitas biasa, tapi merupakan stimulus pemantik siswa agar tertarik menekuni dunia pertanian.</p>
<p>"Tujuannya memberikan insight kepada siswa, khususnya tentang bagaimana proses pengadaan gabah hingga menjadi beras yang dikelola Bulog," bebernya.</p>
<p>Sebelum menuju Gudang Bulog Sembung di Jombang, rangkaian kegiatan dimulai dari area persawahan di Kecamatan Perak. Di sana, para siswa menyaksikan secara langsung proses pembelian gabah oleh Bulog. Mereka juga diajak berinteraksi dengan Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan brigade pangan yang bertugas di lapangan.</p>
<p>Perjalanan edukasi berlanjut ke pabrik penggilingan padi milik PT Sinar Makmur Komoditas, yang merupakan mitra Bulog. Para pelajar diperlihatkan tahapan pengolahan gabah, termasuk proses pengeringan menggunakan dryer hingga tahap penggilingan menjadi beras siap konsumsi.</p>
<p>Sepanjang kegiatan, antusiasme siswa tampak tinggi, terutama saat berada di lahan pertanian. Beberapa di antaranya bahkan mendapat kesempatan langsung menaiki alat-alat pertanian.</p>
<p>Husin berharap, program ini mampu mengubah persepsi generasi muda, khususnya Gen Z, yang kerap menilai profesi petani kurang menjanjikan. </p>
<p>"Harapannya mindset mereka berubah, bahwa petani itu bisa sukses dan sejahtera," katanya.</p>
<p>Ia turut menyinggung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p>Melalui edukasi semacam ini, Bulog berharap mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta memahami peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Jaringan Internet, Akses Pendidikan di Banyuwulu Bondowoso Masih Tertinggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-jaringan-internet-akses-pendidikan-di-banyuwulu-bondowoso-masih-tertinggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-jaringan-internet-akses-pendidikan-di-banyuwulu-bondowoso-masih-tertinggal</guid>
<description><![CDATA[ Minimnya jaringan internet di Desa Banyuwulu, Bondowoso, menghambat pelaksanaan ujian berbasis digital di sekolah dasar, memaksa siswa dan guru menghadapi keterbatasan sinyal serta perangkat, sementara Dinas Pendidikan menyiapkan solusi ujian susulan bagi yang terdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb856badf23.webp" length="27104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 22:47:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="87" data-end="371"><strong data-start="87" data-end="100">BONDOWOSO, SJP</strong> – Minimnya akses jaringan internet masih menjadi kendala serius dalam dunia pendidikan di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pembelajaran hingga pelaksanaan ujian berbasis digital di sejumlah sekolah dasar.</p>
<p data-start="373" data-end="638">Salah satu kasus terjadi di SDN Banyuwulu 2. Dari delapan siswa yang mengikuti ujian, satu siswa bernama Muhammad Rizki tidak mampu menyelesaikan tes sesuai waktu yang ditentukan. Hal tersebut dipicu gangguan jaringan internet yang terjadi selama ujian berlangsung.</p>
<p data-start="640" data-end="968">Guru SDN Banyuwulu 2, Fauzan Adima, mengungkapkan bahwa keterbatasan jaringan menjadi kendala utama.</p>
<p data-start="640" data-end="968">“Pakai laptop guru lima unit, tiga lainnya pinjam,” ujarnya.</p>
<p data-start="640" data-end="968">Ia menjelaskan, meskipun sekolah telah menyediakan jaringan WiFi, kualitas sinyal yang tersedia masih belum memadai untuk menunjang pelaksanaan ujian berbasis daring.</p>
<p data-start="970" data-end="1187">Menurut Fauzan, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya memperkuat jaringan sebelum ujian dilaksanakan. Namun, hasilnya tetap belum optimal.</p>
<p data-start="970" data-end="1187">“Mungkin karena faktor geografis atau gimana, saya kurang paham,” tambahnya.</p>
<p data-start="1189" data-end="1433">Selain persoalan jaringan, keterbatasan perangkat juga menjadi hambatan tersendiri. Sekolah terpaksa meminjam laptop milik guru bahkan menyewa dari kerabat dengan biaya sekitar Rp30 ribu untuk dua hari penggunaan demi menunjang kebutuhan ujian.</p>
<p data-start="1435" data-end="1786">Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Taufan Restuanto</span></span>, saat melakukan kunjungan ke SD Banyuwulu 2 dan SD Banyuwulu 4 pada Jumat (2/4/2026).</p>
<p data-start="1435" data-end="1786">Ia mengakui bahwa jaringan internet masih menjadi tantangan dalam penerapan sistem pendidikan berbasis digital, khususnya di wilayah pelosok.</p>
<p data-start="1788" data-end="1986">Menurutnya, keterbatasan sinyal bahkan berdampak pada pendataan siswa sejak jenjang pendidikan awal.</p>
<p data-start="1788" data-end="1986">“Ada beberapa siswa yang sejak TK belum terdata secara optimal karena kendala jaringan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1988" data-end="2165">Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan telah menyiapkan solusi bagi siswa yang terdampak, termasuk mekanisme pendaftaran serta ujian susulan, baik di tingkat SD maupun SMP.</p>
<p data-start="2167" data-end="2423">Taufan juga menegaskan bahwa kebijakan terkait kurikulum dan sistem evaluasi seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meskipun tidak bersifat wajib, TKA menjadi salah satu syarat dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).</p>
<p data-start="2425" data-end="2553">“Karena itu, kita dorong semua siswa untuk mengikuti TKA, dan bagi yang terkendala, sudah disiapkan jadwal susulan,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kesenjangan akses teknologi masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pemerataan kualitas pendidikan, terutama di daerah pedesaan.</p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, transformasi pendidikan digital berpotensi meninggalkan sebagian siswa di wilayah terpencil. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kian Inklusif, UNESA Hadirkan Fasilitas Ramah Peserta Disabilitas di UTBK 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kian-inklusif-unesa-hadirkan-fasilitas-ramah-peserta-disabilitas-di-utbk-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kian-inklusif-unesa-hadirkan-fasilitas-ramah-peserta-disabilitas-di-utbk-2026</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb4987d0225.webp" length="31346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Negeri Surabaya, Unesa, Disabilitas, UTBK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah empat hari pelaksanaan UTBK SNBT 2026 berlangsung, banyak cerita mewarnai proses seleksi nasional tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mengembangkan sistem fasilitasi bagi peserta disabilitas agar dapat mengikuti ujian secara mandiri dan setara.</p>
<p>Di Kampus 2 Lidah Wetan, Unesa menggelar sesi khusus bagi peserta disabilitas dengan dukungan fasilitas dan teknologi asistif. Tahun ini, total terdapat enam peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unesa, terdiri dari dua peserta tunarungu dan empat peserta tunanetra.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pembagian sesi dilakukan berdasarkan kategori kebutuhan peserta agar pelaksanaan ujian berjalan optimal, yakni sesi untuk tunarungu pada hari Rabu (22/4/2026) dan sesi untuk tunanetra pada Kamis (23/4/2026). </p>
<p>"Fasilitas yang disediakan meliputi ruang khusus dan pendamping. Infrastruktur teknis seperti jaringan dan perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri melalui perintah suara," ujar Martadi, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung.</p>
<p>Koordinator TIK Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan perangkat lunak khusus dalam pelaksanaan ujian.</p>
<p>"Penyelenggaraan ujian menggunakan perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA)," bebernya.</p>
<p>Perangkat lunak tersebut berfungsi sebagai screen reader yang mengubah tampilan visual menjadi audio, sehingga peserta dapat mendengarkan soal dan navigasi ujian secara jelas. Selain itu, peserta juga dibekali alat bantu reglet untuk menunjang proses perhitungan selama ujian berlangsung.</p>
<p>Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari kendala teknis yang berpotensi mengganggu jalannya ujian.</p>
<p>"Panitia telah menerima kiriman perangkat cadangan sebesar 50 persen dari jumlah peserta sebagai langkah antisipasi kendala teknis di lapangan," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Unesa sebenarnya juga menyiapkan perangkat khusus bagi peserta dengan kategori low vision, yakni berupa fitur pembesaran layar. Namun, fasilitas tersebut tidak digunakan pada sesi kali ini. Kasubdit Admisi Unesa, Sukarmin, menjelaskan kondisi tersebut dikarenakan seluruh peserta yang hadir merupakan tunanetra total.</p>
<p>"Perangkat tersebut tidak digunakan pada sesi ini karena seluruh peserta yang hadir di Unesa merupakan kategori tunanetra total," terang Sikarmin.</p>
<p>Di tengah pelaksanaan ujian, muncul kisah inspiratif dari salah satu peserta, Shakina Aliya Bilbina asal Mojokerto. Ia memilih Program Studi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa sebagai langkah awal mewujudkan cita-citanya.</p>
<p>"Motivasi saya masuk PLB adalah ingin membantu anak-anak tunanetra lainnya agar bisa membaca Braille," ucap Shakina.</p>
<p>Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi UTBK sejak masih duduk di bangku SMA. Tekadnya untuk berkontribusi di dunia pendidikan inklusif menjadi dorongan utama dalam memilih jurusan tersebut.</p>
<p>Pihak kampus menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti Shakina menjadi dasar penting dalam penyempurnaan sistem seleksi yang lebih inklusif. Unesa menerapkan mekanisme seleksi berbasis asesmen yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari psikolog hingga tim akademik dan tim disabilitas.</p>
<p>Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap calon mahasiswa dapat mengikuti proses perkuliahan secara optimal sesuai dengan kondisi masing-masing.</p>
<p>Selain itu, bagi peserta disabilitas yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unesa tetap membuka kesempatan melalui jalur mandiri khusus disabilitas yang akan dibuka mulai 15 Mei 2026, serta jalur prestasi lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Potret Pendidikan di Bondowoso, Antara Dinding Runtuh dan Mimpi yang Utuh di SD Banyuwulu 4</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potret-pendidikan-di-bondowoso-antara-dinding-runtuh-dan-mimpi-yang-utuh-di-sd-banyuwulu-4</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potret-pendidikan-di-bondowoso-antara-dinding-runtuh-dan-mimpi-yang-utuh-di-sd-banyuwulu-4</guid>
<description><![CDATA[ Potret memilukan fasilitas SDN Banyuwulu 2 dan 4 di pelosok Bondowoso; bangunan rusak parah, kekurangan guru, namun semangat belajar siswa tetap menyala di tengah keterbatasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb541a3ff56.webp" length="79204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:29:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="302"><strong data-start="0" data-end="20">BONDOWOSO, SJP —</strong> Di balik hamparan perbukitan di Kecamatan Wringin, langkah kecil anak-anak menuju sekolah menyimpan cerita yang tak banyak diketahui. Mereka datang dengan semangat belajar yang utuh, meski harus menembus jalan yang tak mudah dan memasuki bangunan sekolah yang jauh dari kata layak.</p>
<p data-start="304" data-end="653">Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat lahirnya mimpi, justru berdiri dengan kondisi rapuh. Dinding retak, atap rusak, dan sisa-sisa bangunan yang nyaris tak bisa lagi digunakan menjadi pemandangan sehari-hari di SDN Banyuwulu 2 dan SDN Banyuwulu 4. Saat angin kencang atau hujan datang, rasa cemas lebih dulu hadir dibanding kenyamanan belajar.</p>
<p data-start="655" data-end="947">Namun, di tengah keterbatasan itu, anak-anak tetap duduk rapi, membuka buku, dan menyimak pelajaran dengan penuh harap. Sekolah bagi mereka bukan sekadar bangunan, melainkan satu-satunya jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, meski harus bertaruh dengan kondisi yang serba kekurangan.</p>
<p data-start="949" data-end="1227">Ironisnya, perjuangan itu juga dirasakan para guru. Mereka menempuh perjalanan jauh demi memastikan kegiatan belajar tetap berjalan. Di tengah segala keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar, semangat untuk tetap mengajar dan belajar menjadi potret keteguhan yang mengharukan.</p>
<p data-start="1229" data-end="1537">Kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Bondowoso ini kembali menjadi sorotan setelah Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung SD Banyuwulu 2 dan SD Banyuwulu 4, Jumat (24/4/2026).</p>
<p data-start="1539" data-end="1749">Dalam kunjungan tersebut, ditemukan kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Kerusakan infrastruktur dinilai cukup parah dan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.</p>
<p data-start="1751" data-end="1941">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengakui bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan, khususnya di daerah terpencil.</p>
<p data-start="1943" data-end="2146">“Kita akui memang masih ada masalah, terutama infrastruktur. Dari hasil kunjungan ke SD Banyuwulu 2 dan 4, kondisinya cukup mengenaskan. Ini menjadi bahan evaluasi dan dasar kebijakan ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2148" data-end="2429">Selain infrastruktur, Taufan juga menyoroti keterbatasan tenaga pendidik di wilayah tersebut. Di SD Banyuwulu 4, kepala sekolah harus menempuh perjalanan hingga dua jam setiap hari untuk sampai ke lokasi. Hal serupa juga dialami beberapa guru lainnya yang berasal dari luar daerah.</p>
<p data-start="2431" data-end="2601">“Kondisi ini menjadi dilema. Kalau kita lakukan pemerataan guru, lalu siapa yang akan mengisi di sekolah tersebut. Sementara jumlah siswa tetap harus dilayani,” jelasnya.</p>
<p data-start="2603" data-end="2825">Saat ini, jumlah siswa di kawasan tersebut tercatat sekitar 69 siswa tingkat SD dan 15 siswa tingkat SMP. Meski jumlahnya tidak besar, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan pendidikan yang layak.</p>
<p data-start="2827" data-end="3105">Terkait upaya perbaikan, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan revitalisasi bangunan sekolah, khususnya di SD Banyuwulu 4. Jika hingga pertengahan tahun belum ada realisasi dari pemerintah pusat, maka perbaikan akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p data-start="3107" data-end="3248">“Kalau sampai bulan Juni belum ada keputusan, kita akan upayakan dari APBD, semoga anggaran kita memungkinkan untuk perbaikan,” tegas Taufan.</p>
<p data-start="3250" data-end="3481">Sementara itu, penjaga sekolah, Surajak, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan ruang kelas. Menurutnya, bangunan sekolah sudah mengalami kerusakan parah sejak diterjang angin kencang pada 2017 lalu.</p>
<p data-start="3483" data-end="3736" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Di sini hanya ada dua ruang kelas SD, dan kondisinya memang memprihatinkan. Dulu sempat digunakan untuk kegiatan belajar, tapi saat musim hujan dan angin, kerusakan semakin parah hingga temboknya hancur dan akhirnya tidak bisa dipakai lagi,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3483" data-end="3736" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB 2026 Kota Blitar Dimulai Mei, Dindik Kebut Sosialisasi Juknis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-kota-blitar-dimulai-mei-dindik-kebut-sosialisasi-juknis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-2026-kota-blitar-dimulai-mei-dindik-kebut-sosialisasi-juknis</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kota Blitar mula melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, mengenai juknis pelaksanaan SPMB tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8cf62895f9.webp" length="28198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 22:41:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>SPMB, 2026, Sosialisasi, Juknis, Dinas Pendidikan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Dinas Pendidikan Kota Blitar bergerak cepat mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.</p>
<p>Setelah petunjuk teknis (juknis) dinyatakan rampung, tahap sosialisasi kini dikebut agar sekolah siap menjalankan aturan baru.</p>
<p>Sepanjang April 2026, Dindik mulai turun langsung ke satuan pendidikan untuk memastikan seluruh pihak memahami alur dan mekanisme pendaftaran.</p>
<p>Juknis SPMB sendiri juga telah dipublikasikan secara daring sehingga dapat diakses masyarakat.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan percepatan sosialisasi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kendala saat pendaftaran dibuka.</p>
<p>"Kami ingin semua sekolah benar-benar siap. Juknis sudah selesai, sekarang fokus kami memastikan teknis di lapangan dipahami dengan baik," ujarnya, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Pelaksanaan SPMB dijadwalkan mulai Mei 2026 dengan sistem berbasis jalur yang diterapkan di setiap jenjang pendidikan.</p>
<p>Untuk tingkat taman kanak-kanak (TK), seluruh penerimaan dilakukan melalui jalur domisili dengan daya tampung sebanyak 495 anak. Proses pendaftaran masih dilakukan secara offline.</p>
<p>Sementara itu, jenjang sekolah dasar (SD) membuka tiga jalur, yakni afirmasi, mutasi, dan domisili. Kuota masing-masing jalur sebesar 15 persen, 5 persen, dan 80 persen, dengan total daya tampung mencapai sekitar 1.708 siswa. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online.</p>
<p>Adapun di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), tersedia empat jalur seleksi, yaitu prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili. Jalur prestasi mendapat porsi 30 persen, afirmasi 20 persen, mutasi 5 persen, dan domisili 45 persen. Total daya tampung di jenjang ini mencapai 2.432 siswa dan pendaftaran dilakukan secara daring.</p>
<p>"Pendaftaran dimulai Mei dan harapanya pelaksanaan SPMB bisa berjalan tertib," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UTBK&amp;SNBT 2026, UB Perketat Pengawasan dengan Alat Deteksi Anti Joki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/utbk-snbt-2026-ub-perketat-pengawasan-anti-joki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/utbk-snbt-2026-ub-perketat-pengawasan-anti-joki</guid>
<description><![CDATA[ Universitas Brawijaya memperketat pengawasan UTBK-SNBT 2026 dengan penggunaan alat deteksi dan verifikasi ketat guna mencegah kecurangan, termasuk praktik joki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8389643f74.webp" length="36658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 10:55:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>UTBK SNBT 2026, Universitas Brawijaya, UB Malang, joki ujian, pengawasan UTBK, SNBT 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Universitas Brawijaya (UB) memperketat system pengawasan dalam pelaksanaan ujian tulis berbasis computer- Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan, termasuk penggunaan joki selama ujian berlangsung mulai 21 April 2026 hingga 26 April 2026.</p>
<p>Koordinator Tim Distributor UTBK Dyta Nor Wina Sari menyampaikan bahwa UB telah menyiapkan berbagai alat pendeteksi untuk mengantisipasi potensi kecuranga, baik dari peserta maupun pihak lain yang mencoba menyamar sebagai peserta.</p>
<p>Ia menjelaskan, setiap tahun pihaknya terus melakukan inovasi dalam system pengawasan. Pada tahun ini, UB mendistribusikan sebanyak 134 buah senter dan 67 unit metal detector ke berbagai titik lokasi ujian.</p>
<p>"Tahun ini, kami menambahkan alat senter untuk mengantisipasi kecurangan melalui earphone, serta menyediakan berita acara kecurangan," kata Dyta Nor Wina Sari kepada wartawan, Selasa (21/4/2028).</p>
<p>Selain penggunaan alat, pengawasan juga difokuskan pada potensi penggunaan joki. Pengawas diminta lebih teliti dalam mencocokkan identitas peserta, baik melalui dokumen maupun kesesuaian wajah dengan foto pada absensi.</p>
<p>"Untuk kecurangan melalui joki pun tidak luput dari pengawasan. Pengawas diminta lebih teliti saat mengecek dokumen dan wajah peserta, serta menyamakan wajah peserta dengan foto yang tertera di absensi," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Imam Santoso memastikan seluruh aspek teknis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 telah dipersiapkan secara matang.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa infrastruktur pendukung seperti komputer, laptop, jaringan internet, CCTV, metal detector, hingga UPS dan genset telah tersedia di setiap lokasi ujian guna mengantisipasi gangguan teknis, termasuk pemadaman listrik.</p>
<p>"Seluruh infrastruktur kebutuhuan UTBK -SNBT semuanya siap, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan teknis yang berarti," lanjutnya.</p>
<p>Imam Santoso juga menambahkan bahwa seluruh sistem jaringan dan perangkat komputer telah melalui uji coba berkala untuk memastikan stabilitas saat digunakan oleh ribuan peserta secara bersamaan.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, UB mengerahkan 455 sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari pengawas, teknisi ruang, Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Penanggung Jawab Teknologi Informasi (PJTI), serta admin TI.</p>
<p>"Sistem pengawasan dalam pelaksanaan UTBK tahun ini diperketat dibandingkan tahun sebelumnya dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas di lapangan dan dukungan teknologi. Selain itu, sembilan tim monitoring dan evaluasi (monev) juga diterjunkan untuk memantau jalannya ujian secara menyeluruh guna meminimalkan potensi kecurangan," terangnya.</p>
<p>Koordinator Pelaksana UTBK UB Arif Hidayat menambahkan bahwa verifikasi identitas peserta menjadi perhatian utama, khususnya bagi peserta penyandang disabilitas.</p>
<p>"Kami menekankan pentingnya ketelitian pengawas dalam memverifikasi identitas peserta, khususnya bagi peserta disabilitas, karena mereka memiliki kebutuhan dan mekanisme pelaksanaan ujian yang berbeda, sehingga pengawas harus benar-benar memahami karakteristik masing-masing peserta agar pelayanan yang diberikan tetap sesuai prosedur sekaligus menjunjung prinsip inklusivitas," tutupnya.</p>
<p>Pada pelaksanaan tahun ini, UTBK di UB diikuti oleh 13 peserta difabel yang terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra. Universitas juga menyediakan fasilitas khusus, mulai dari akses ruang ujian ramah disabilitas hingga pendamping khusus.</p>
<p>Jumlah peminat UB melalui jalur SNBT tahun 2026 tercatat mencapai 66.412 orang. Rinciannya, 37.575 memilih pada pilihan pertama, 30.199 pada pilihan kedua, 7.123 pada pilihan ketiga, dan 7.716 pada pilihan keempat.</p>
<p>Dari total tersebut, hanya tersedia 5.793 kursi yang diperebutkan, menunjukkan tingginya tingkat persaingan untuk dapat diterima di Universitas Brawijaya.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com </strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UC Gelar Investment Week 1.0, Dorong Generasi Muda Melek Investasi di Era AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uc-gelar-investment-week-10-dorong-generasi-muda-melek-investasi-di-era-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uc-gelar-investment-week-10-dorong-generasi-muda-melek-investasi-di-era-ai</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan peserta memadati Investment Week 1.0 di Universitas Ciputra Surabaya, menandai lonjakan minat generasi muda mempelajari strategi investasi berbasis data di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e62be786abf.webp" length="34796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 21:39:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Investment Week 1.0, Universitas Ciputra, UC, Akuntansi, Pasar Modal, Seminar Investasi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Literasi investasi di kalangan generasi muda dinilai perlu naik kelas seiring pesatnya perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya pasar global. Tidak cukup hanya memahami teori dasar, mahasiswa kini dituntut memiliki kemampuan analisis yang kritis serta pengambilan keputusan finansial yang rasional dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, <em>Accounting Student Union</em> (SU) Universitas Ciputra Surabaya menggelar Investment Week 1.0, rangkaian kegiatan edukasi investasi berskala internasional yang berlangsung pada 13–18 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Smart Investing in the AI Era: From Fundamentals to High-Risk Assets”.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara dikemas dalam format webinar dan seminar offline yang dirancang sebagai ekosistem pembelajaran interaktif. Sejumlah praktisi dari institusi keuangan nasional hingga internasional turut dihadirkan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada peserta.</p>
<p></p>
<p>Puncak acara yang digelar secara offline di Universitas Ciputra Surabaya menjadi sorotan utama. Dua praktisi ternama, Michael Yeoh, seorang full-time trader pasar modal, serta Vivi Handoyo Lie, CFA, Head of Investment &amp; Advisory di Stockbit dan Bibit, hadir membagikan pengalaman dan strategi investasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e62befaed4b.webp" alt=""></p>
<p>Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam terkait cara membaca pergerakan pasar, manajemen risiko, hingga pengelolaan portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dan perkembangan teknologi.</p>
<p></p>
<p>Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum mengikuti kegiatan ini. Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi yang lebih terstruktur dan berbasis pengetahuan.</p>
<p></p>
<p>Melalui diskusi, presentasi, serta interaksi langsung dengan narasumber, peserta diajak memahami bagaimana teori investasi dapat diimplementasikan dalam kondisi pasar nyata yang dinamis.</p>
<p></p>
<p>Ketua Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya, Nicholas Chang, menegaskan bahwa Investment Week 1.0 tidak sekadar menjadi ajang seminar, melainkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Investment Week 1.0 dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori investasi, tetapi juga mampu mengembangkan cara berpikir yang kritis dan berbasis data dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat," ujar Nicholas saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dosen pembina kemahasiswaan Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya, Luky Patricia Widianingsih, menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap dinamika industri keuangan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini menunjukkan bahwa program kemahasiswaan dapat berperan strategis dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus membangun pola pikir yang solutif, relevan, dan berorientasi jangka panjang," ungkap Luky.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pengalaman belajar yang dihadirkan dalam kegiatan ini memberikan nilai lebih, karena didukung oleh praktik langsung serta analisis berbasis data pasar.</p>
<p></p>
<p>"Basis kekuatan pengalaman praktis dan berbagai fenomena yang didukung data pasar dalam pengambilan keputusan investasi disampaikan dengan sangat baik oleh semua pembicara dalam sudut pandang masing-masing,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui Investment Week 1.0, Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan pasar keuangan global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Penentuan Jalur Prestasi, Ribuan Siswa SD di Gresik Antusias Ikuti TKA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-penentuan-jalur-prestasi-siswa-sd-di-gresik-antusias-ikuti-tka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-penentuan-jalur-prestasi-siswa-sd-di-gresik-antusias-ikuti-tka</guid>
<description><![CDATA[ Data Dinas Pendidikan (Dindik) mencatat ribuan siswa dari 856 sekolah negeri dan swasta ini berkompetisi dalam ujian selama dua hari ini demi mengamankan tiket jalur prestasi menuju jenjang SMP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5d3091470d.webp" length="21532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 15:18:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SMP Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Gelombang antusiasme menyelimuti ratusan sekolah di Kabupaten Gresik seiring dimulainya Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SD, Senin (20/4/2026). </p>
<p>Data Dinas Pendidikan (Dindik) mencatat ribuan siswa dari 856 sekolah negeri dan swasta ini berkompetisi dalam ujian selama dua hari ini demi mengamankan tiket jalur prestasi menuju jenjang SMP.</p>
<p>Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dindik Kabupaten Gresik, Sunikan, mengatakan seluruh lembaga sekolah SD Negeri maupun Swasta sudah siap menggelar TKA.</p>
<p>"Untuk persiapan, sudah siap semua. Secara sarana prasarana, mandiri online semua. Siswa juga antusias," kata dia, saat meninjau kesiapan TKA di UPT SD Negeri 11 Gresik.</p>
<p>Sunikan menjelaskan, selama TKA setiap sekolah harus mempersiapkan sarana prasarana seperti seperangkat komputer yang dilengkapi kamera depan.</p>
<p>Kemudian, pihak sekolah juga harus memasang kamera CCTV untuk monitoring pelaksanaan TKA.</p>
<p>Menurut Sunikan, keberadaan CCTV tersebut digunakan untuk meminimalisir kecurangan selama ujian berlangsung.</p>
<p>"Ada CCTV yang dipantau langsung oleh Dinas. Monitoring secara online akan betul-betul menjaga integritas. Jangan sampai tes ada yang mengerjakan oleh oknum-oknum yang lain," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Kepala SD Negeri 11 Gresik, Mukayanah, mengungkapkan sebanyak 36 siswa di sekolahnya mengikuti TKA yang terbagi ke dalam dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 18 peserta.</p>
<p>Selain kelengkapan sarana prasarana, ia juga telah menyesuaikan materi-materi yang di ujikan di TKA. </p>
<p>Akses internet dan kelistrikan juga sudah dipastikan lengkap untuk kelancaran siswa mengerjakan soal-soal TKA. "Semuanya memadai, untuk internet dan listrik aman," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi PWI, MKKS SMP dan Disdikbud di Jombang Perkuat Literasi Digital Siswa di Tengah Banjir Informasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pwi-mkks-smp-dan-disdikbud-di-jombang-perkuat-literasi-digital-siswa-di-tengah-banjir-informasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pwi-mkks-smp-dan-disdikbud-di-jombang-perkuat-literasi-digital-siswa-di-tengah-banjir-informasi</guid>
<description><![CDATA[ Literasi digital untuk pelajar dalam memproduksi informasi sehat, objektif dan kritis tidak bisa ditawar-tawar lagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4d1fe1d88d.webp" length="76110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 08:04:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Literasi Digital</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – <span>Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar menjadi kelompok yang paling membutuhkan kemampuan memilah fakta dan membangun narasi yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara Disdikbud, PWI, dan MKKS Jombang pun mengarah pada penguatan literasi digital sebagai bekal generasi kritis.</span></p>
<p><span>Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang menggabungkan literasi digital dan dasar-dasar jurnalistik. Materi yang diberikan meliputi penguatan pola pikir digital seperti etika bermedia sosial, identifikasi hoaks, hingga pencegahan perundungan siber. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan teknis seperti teknik wawancara, penulisan berita 5W+1H, mobile journalism, dan fotografi jurnalistik.</span></p>
<p>Sebagaimana terlihat dari kegiatan safari edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital yang diselenggarakan oleh PWI Jombang berkolaborasi MKKS SMP, Jumat (18/4/2026) kemarin.  Kegiatan ini dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang serta Aula SMPN 1 Jombang ini</p>
<p><span>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyatakan bahwa edukasi ini penting untuk membangun generasi yang kritis di tengah derasnya arus informasi digital.</span></p>
<p><span>“Edukasi ini agar para siswa memahami bahwa di balik setiap informasi ada etika yang harus dijunjung, sehingga mereka kebal terhadap hoaks dan konten negatif,” ucap Mufid dalam pesan diterima wartawan, Ahad (19/4/2026).</span><span></span></p>
<p><span>Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto, optimistis pelatihan semacam ini mampu melahirkan bibit jurnalis muda dari lingkungan sekolah</span><span></span></p>
<p><span>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa kompetensi digital merupakan kebutuhan esensial bagi generasi muda.</span></p>
<p><span>“Siswa harus punya kecakapan digital yang mumpuni agar siap menghadapi dinamika zaman. Kami ingin mereka tidak sekadar jadi penonton, tapi juga kreator yang bertanggung jawab,” tandas Wor Windari.</span></p>
<p><span>Di era ketika setiap individu bisa menjadi produsen informasi, literasi digital menjadi fondasi penting agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta konten yang bertanggung jawab. </span>(*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Safari Jurnalistik PWI Jombang 2026 Sasar Pelajar Hingga Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/safari-jurnalistik-pwi-jombang-2026-sasar-pelajar-hingga-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/safari-jurnalistik-pwi-jombang-2026-sasar-pelajar-hingga-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Rangkaian safari jurnalistik dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi remaja dan generasi muda ini ditandai dengan kegiatan pembuka program ini berlangsung di SMAN 3 Jombang pada Rabu (15/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dfa730e27bf.webp" length="58218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 23:15:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Safari Jurnalistik, PWI Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan bertajuk “PWI Jombang Goes To School and Campus”. Organisasi profesi kewartawanan ini menggelar Safari Jurnalistik yang menyasar kalangan pelajar hingga mahasiswa.</p>
<p>Rangkaian safari jurnalistik dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi remaja dan generasi muda ini ditandai dengan kegiatan pembuka program ini berlangsung di SMAN 3 Jombang pada Rabu (15/4/2026). </p>
<p>Peserta Safari Jurnalistik bakal dibekali berbagai materi penting kejurnalisan, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik videografi, fotografi, hingga strategi pengelolaan media sosial (medsos) secara bijak dan bertanggung jawab. </p>
<p>Hal penting lainnya, seluruh materi disampaikan langsung oleh para jurnalis profesional yang tergabung dalam PWI Jombang melalui sesi praktik lapangan.</p>
<p>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.</p>
<p>"Safari jurnalistik ini menjadi ikhtiar kami untuk memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab," ujar Mufid.</p>
<p>Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis media televisi nasional ini menambahkan, kemampuan jurnalistik dan literasi digital merupakan bekal krusial di era modernitas. Ia menekankan bahwa generasi muda dapat memahami kebenaran informasi serta memahami etika dalam bermedia sosial.</p>
<p>"Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, peran generasi muda sangat strategis untuk menjadi agen perubahan. Kami ingin mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 3 Jombang, Saidun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah PWI Jombang yang telah menghadirkan edukasi langsung kepada para siswa.</p>
<p>Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelajar masa kini yang aktivitas kesehariannya tidak terlepas dari penggunaan perangkat dan platform digital.</p>
<p>"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran PWI Jombang. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan siswa kami tentang dunia jurnalistik serta pentingnya bermedia sosial secara bijak," ungkap Saidun.</p>
<p>Saidun berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut guna membentuk karakter pelajar yang kritis, kreatif, serta memiliki rasa tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.</p>
<p>Sebagai informasi, Safari Jurnalistik PWI Jombang akan terus bergulir di berbagai lembaga pendidikan lainnya. Pada bulan April ini, kegiatan serupa dijadwalkan menyambangi SMKN 1 Jombang, sejumlah Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta sekolah menengah pertama di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.</p>
<p>Tak hanya menyasar tingkat menengah, PWI Jombang juga tengah mematangkan rencana pelaksanaan kegiatan di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu kampus yang menjadi target adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, yang diagendakan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Sekadar Pusat Pendidikan, Perguruan Tinggi Juga Motor Penguat Kemandirian Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-sekedar-pusat-pendidikan-perguruan-tinggi-juga-motor-penguat-kemandirian-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-sekedar-pusat-pendidikan-perguruan-tinggi-juga-motor-penguat-kemandirian-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur, Nurhasan menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan bukti sekaligus momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi antar perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dfa23e11a5b.webp" length="26356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 23:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Perguruan tinggi, perguruan tinggi Jatim, gubernur Jatim, Wali Kota Kediri, pendidikan tinggi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Peran perguruan tinggi sangat penting, tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja I Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Kampus UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu (15/4/2026). </p>
<p>Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur, Nurhasan menyampaikan, rapat kerja ini merupakan bukti sekaligus momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi antar perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.</p>
<p>“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak perubahan serta bagian dari pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. </p>
<p>Nurhasan menambahkan, melalui tema Sinergi Riset Unggulan: PTN Jatim Melaju 2026, diharapkan seluruh perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Hal ini diwujudkan melalui transformasi digital dan pengembangan ekonomi hijau berbasis SDGs guna mendorong kemandirian daerah.</p>
<p>Sinergi antar PTN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas institusi dan sektor. Melalui forum ini, para rektor juga sekaligus merumuskan konsorsium untuk mengintegrasikan potensi riset di masing-masing perguruan tinggi, mendorong hilirisasi hasil riset agar memiliki nilai tambah ekonomi, memperkuat ekosistem inovasi berbasis teknologi digital, serta mendukung pencapaian target SDGs secara konkret di Jawa Timur.</p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas semangat para rektor perguruan tinggi negeri di Jawa Timur dalam membangun kolaborasi riset unggulan. </p>
<p>“Semangat panjenengan semua para rektor perguruan tinggi negeri di Jawa Timur membangun tim kolaborasi riset unggulan yang bisa menguatkan peran strategis perguruan tinggi menurut saya adalah niat yang sangat mulia. Kolaborasi riset unggulan bagi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, supaya Jatim dan Indonesia maju,” jelas Khofifah. </p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menambahkan bahwa rapat kerja tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis riset bagi pembangunan daerah. </p>
<p>Mbak Wali, sapaan akrabnya, juga berharap semua Perguruan Tinggi dapat menjadi jembatan keilmuan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Dengan kekuatan riset dan keilmuan yang dimiliki, diharapkan mampu mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis potensi lokal.</p>
<p>"Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis akan lahir inovasi-inovasi yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian daerah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdikbud Jombang Beber Data Pengadaan Chromebook Senilai Rp 4,8 Miliar Saat RDP dengan Legislator</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-beber-data-pengadaan-chromebook-senilai-rp-48-miliar-saat-rdp-dengan-legislator</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-beber-data-pengadaan-chromebook-senilai-rp-48-miliar-saat-rdp-dengan-legislator</guid>
<description><![CDATA[ Agenda tersebut digelar guna mengklarifikasi proses pengadaan perangkat Chromebook senilai Rp 4,8 miliar yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc4c4c53cfc.webp" length="19442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 10:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Disdikbud Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Kamis (9/4/2026). Agenda tersebut digelar guna mengklarifikasi proses pengadaan perangkat Chromebook senilai Rp 4,8 miliar yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menyatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk menggali penjelasan secara komprehensif dari pihak eksekutif, mencakup tahap perencanaan, penyusunan kebutuhan, hingga realisasi pengadaan. </p>
<p>"Kami meminta penjelasan lengkap agar tidak ada kesimpangsiuran informasi di masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Disdikbud Jombang menjelaskan bahwa pengadaan barang tersebut dilaksanakan melalui sistem e-catalog versi 6. Pihak penyedia ditetapkan berdasarkan penawaran harga terendah yang tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditentukan sebelumnya. </p>
<p>Erna menegaskan, berdasarkan dokumen yang dipaparkan, seluruh mekanisme prosedural dinilai telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p>"Secara prosedural, dari penjelasan dinas tidak ditemukan adanya permasalahan. RDP ini juga menjadi bentuk komitmen dewan dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan," imbuhnya.</p>
<p>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menambahkan bahwa pihaknya telah membuka seluruh data dan tahapan proses secara transparan di hadapan anggota dewan. Ia memastikan tidak ada praktik pengondisian atau intervensi dalam penentuan penyedia barang.</p>
<p>"Semua murni melalui e-catalog. Spesifikasi Chromebook pun telah kami rancang sejak awal untuk menunjang kebutuhan pembelajaran digital di sekolah," jelas Wor Windari. </p>
<p>Ia pun menegaskan kembali bahwa pengadaan dengan pagu anggaran miliaran rupiah tersebut telah berjalan sesuai koridor aturan yang ada. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usia 15 Tahun dan Juara Olimpiade Internasional, Siswi asal Kediri Bina Ratusan Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-kediri-dirikan-lembaga-olimpiade-matematika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-kediri-dirikan-lembaga-olimpiade-matematika</guid>
<description><![CDATA[ Juara dunia olimpiade matematika asal Kediri dirikan lembaga gratis dan bina ratusan siswa menuju kompetisi internasional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db521f7d555.webp" length="53248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 16:08:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Jesselyn Michelle Setiobudi, olimpiade matematika internasional, siswa Kediri berprestasi, juara matematika dunia, lembaga olimpiade gratis, SMPN 1 Kediri, pelatihan olimpiade matematika</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KEDIRI, SJP — Di usia yang baru menginjak 15 tahun, Jesselyn Michelle Setiobudi tak hanya menorehkan prestasi di panggung internasional, tetapi juga mulai menyalakan jalan bagi generasi berikutnya. Remaja asal Kediri ini meraih peringkat pertama dunia dalam Olimpiade Matematika Internasional, sekaligus mendirikan lembaga non-profit untuk melatih calon juara muda secara gratis.</p>
<p>Langkah itu bukan sekadar simbolik. Di sela pendidikannya di tingkat SMA di Singapura, Jesselyn tetap meluangkan waktu untuk membina siswa di SMPN 1 Kediri dengan kurikulum olimpiade berstandar internasional.</p>
<p>Prestasinya sendiri terbilang gemilang. Ia telah mengoleksi lebih dari 50 medali, termasuk medali emas dalam ajang Junior Mathematics Olympiad 2025 di Shenzhen, China. Capaian tersebut juga mengantarkannya meraih beasiswa pendidikan di Singapura.</p>
<p>Melalui lembaga yang ia dirikan, Jesselyn menyusun program pembinaan terstruktur, mulai dari penguatan konsep, latihan intensif, hingga pendampingan menuju kompetisi tingkat internasional.</p>
<p>“Harapannya, semakin banyak generasi Kediri yang berani tampil dan bersaing di tingkat dunia,” ujar Jesselyn.</p>
<p>Saat ini, lembaga tersebut telah membina sekitar 200 siswa dari 20 sekolah. Sejumlah peserta didiknya bahkan mulai mengikuti jejak sang pendiri dengan meraih medali di berbagai ajang internasional.</p>
<p>Di tengah persaingan global yang kian ketat, langkah Jesselyn menjadi bukti bahwa usia muda bukan batas untuk berkontribusi. Justru dari ruang-ruang belajar sederhana, mimpi besar itu mulai disusun satu per satu, seperti menyelesaikan soal matematika yang rumit—pelan, tapi pasti menemukan jawabannya. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>31 Tahun SD Mugeb Gresik: Ungkap Rahasia di Balik Capaian Sekolah Favorit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/31-tahun-sd-mugeb-gresik-ungkap-rahasia-di-balik-capaian-sekolah-favorit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/31-tahun-sd-mugeb-gresik-ungkap-rahasia-di-balik-capaian-sekolah-favorit</guid>
<description><![CDATA[ SD Muhammadiyah GKB (SD Mugeb) Gresik memperingati Milad ke-31 dengan menghadirkan sepuluh mantan kepala sekolah dalam sebuah talk show reflektif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db44a184247.webp" length="47346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 14:51:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SD Muhammadiyah GKB Gresik, SD Mugeb</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Ada resep rahasia di balik pencapaian SD Muhammadiyah GKB (SD Mugeb) sebagai sekolah favorit di Gresik. Sekolah harus menjaga mutunya dengan selalu menghadirkan inovasi dan adaptif terhadap perubahan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena peminatnya yang membludak, SD Mugeb memberlakukan inden 2-3 tahun.</p>
<p>"Harus ada perubahan, program-program baru, unggulan itu harus berganti, jadi ada sesuatu yang baru, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dinamika pendidikan yang ada saat ini," kata Kepala SD Mugeb, Fony Libriastuti dalam <em>talkshow </em>Milad ke-31 SD Mugeb, Minggu (12/4/2026).</p>
<p>Saat ini, menurut Fony, jumlah siswa SD Mugeb hampir 1.000 anak. Sebagai salah satu sekolah swasta favorit, ia tak menampik bahwa banyak orangtua yang harus inden atau memesan terlebih dahulu untuk bisa mendaftarkan putra-putrinya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sunikan, mengapresiasi SD Mugeb yang telah berkontribusi dalam hal sisi kompetensi dan keikutsertaan lomba yang kerap menjadi juara.</p>
<p>Ia membenarkan, bahwa pendaftaran siswa baru di SD Mugeb ini sudah inden dua hingga tiga tahun. "Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat luar biasa," paparnya.  </p>
<p><strong>Hadirkan 10 Mantan Kepsek sebagai Refleksi</strong></p>
<p>SD Muhammadiyah GKB (SD Mugeb) Gresik memperingati Milad ke-31 dengan menghadirkan sepuluh mantan kepala sekolah dalam sebuah talk show reflektif, Minggu (12/4/2026).</p>
<p>Agenda ini menjadi momentum penting bagi sekolah yang berlokasi di Kecamatan Kebomas tersebut untuk mengungkap strategi di balik keberhasilan mereka membangun mutu dan kepercayaan publik hingga menjadi lembaga pendidikan swasta pilihan utama masyarakat di Kabupaten Gresik.</p>
<p>Fony Libriastuti, menyatakan bahwa kehadiran para pendahulu tersebut bertujuan memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi pengelola sekolah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas lembaga di masa depan.</p>
<p>"Semangat beliau (mantan kepala sekolah) biar menular ke yang lainnya. Dengan menceritakan awal perjalanan SD Mugeb ini, jadi mengetahui perjuangannya dan harus bisa meneruskan perjuangan itu," kata Fony. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Pemegang Senjata Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pemeriksaan-kesehatan-berkala-bagi-pemegang-senjata-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pemeriksaan-kesehatan-berkala-bagi-pemegang-senjata-api</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan ini meliputi tes fisik, tes urin, serta Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai syarat dalam pengajuan izin pinjam pakai senpi sesuai pedoman dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d796c27513f.webp" length="47910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:02:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Test kesehatan, pemeriksaan kesehatan, anggota polri, test fisik, kesehatan mental, pemegang senpi, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Dalam upaya menjaga profesionalisme dan kesiapan prima jajarannya, Polres Nganjuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala 64 personelnya, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung intensif ini bertujuan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para anggota, baik secara fisik maupun mental yang merupakan calon maupun pemegang senjata api (senpi) organik Polri di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk. </p>
<p>Pemeriksaan ini meliputi tes fisik, tes urin, serta Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai syarat dalam pengajuan izin pinjam pakai senpi sesuai pedoman dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senpi organik Polri, guna memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api benar-benar memenuhi standar kesehatan jasmani dan rohani serta memiliki stabilitas psikologis yang baik.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keamanan dalam penggunaan senpi oleh anggota.</p>
<p>“Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental, sehingga dapat digunakan secara profesional, proporsional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyalahgunaan senpi serta meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan.</p>
<p>Di lapangan, personel mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan mulai dari pengecekan kondisi kesehatan umum, tes urin untuk mendeteksi penyalahgunaan zat terlarang, hingga tes MMPI yang bertujuan untuk mengukur aspek kepribadian dan kesehatan mental anggota.</p>
<p>Ketua Tim Biddokkes Polda Jatim, Iptu dr. Galih Bayu Prakoso, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menilai kelayakan personel dalam memegang senjata api.</p>
<p>“Pemeriksaan meliputi tes fisik untuk melihat kondisi kesehatan umum, tes urin guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba, serta tes MMPI untuk menilai stabilitas emosi, kepribadian, dan potensi gangguan psikologis. Tujuannya agar senjata api hanya dipegang oleh personel yang benar-benar layak dan tidak berpotensi menimbulkan risiko,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan internal serta menjamin penggunaan senpi organik Polri tetap sesuai prosedur, demi menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Strategi “Segitiga Emas” Dongkrak Kelulusan SNBP Jember&amp;Lumajang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/strategi-segitiga-emas-dongkrak-kelulusan-snbp-jember-lumajang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/strategi-segitiga-emas-dongkrak-kelulusan-snbp-jember-lumajang</guid>
<description><![CDATA[ Kelulusan SNBP 2026 di Jember-Lumajang naik 27 persen menjadi 2.092 siswa, dengan Jember sebagai penyumbang tertinggi di Jawa Timur melalui strategi “Segitiga Emas”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1124262029.webp" length="24946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 21:15:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, segitiga emas, jembe, cabein, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP –</strong> Capaian membanggakan ditorehkan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Hingga pembaruan per 4 April 2026, sebanyak 2.092 siswa dinyatakan lolos ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).</p>
<p>Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan sebesar 27 persen dibandingkan tahun 2025. Lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kualitas pendidikan di wilayah Jember dan Lumajang.</p>
<p>Dari total tersebut, Kabupaten Jember menjadi penyumbang terbesar dengan 1.674 siswa, disusul Kabupaten Lumajang sebanyak 418 siswa. Bahkan, capaian ini menempatkan Jember Penyumbang yang Signifikan di Jawa Timur.</p>
<p>Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Iwan Triyono, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen pendidikan.</p>
<p>“Alhamdulillah, SNBP 2026 mengalami kenaikan signifikan menjadi 2.092 siswa. Ini capaian yang sangat menggembirakan dan merupakan hasil kerja keras bersama seluruh komponen pendidikan,” ujar Iwan, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara kepala sekolah, guru, pengawas, siswa, hingga wali murid. Kolaborasi tersebut berjalan selaras dengan penguatan implementasi delapan Standar Nasional Pendidikan di seluruh satuan pendidikan, baik SMA, SMK, maupun SLB negeri dan swasta.</p>
<p>Selain itu, capaian ini juga sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Kepercayaan masyarakat dan perguruan tinggi harus terus kita tingkatkan terhadap SMA, SMK, dan SLB di Jember dan Lumajang. Kami juga berterima kasih atas bimbingan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur,” tambahnya.</p>
<p>Dari sisi sebaran, penerimaan mahasiswa didominasi oleh PTN di Jawa Timur, diikuti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Bahkan, sejumlah siswa berhasil menembus PTN di Bali hingga luar Pulau Jawa.</p>
<p>Menurut Iwan, salah satu kunci peningkatan capaian tahun ini adalah penerapan strategi “Segitiga Emas”. Konsep ini menekankan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan wali murid dalam menentukan pilihan perguruan tinggi dan program studi secara rasional dan terukur.</p>
<p>Sekolah berperan menyediakan data akademik, rekam jejak alumni, serta pemetaan peluang masuk PTN. Siswa diarahkan untuk mengenali potensi, minat, dan capaian akademiknya secara realistis. Sementara itu, wali murid memberikan dukungan moral sekaligus pertimbangan dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Melalui pendekatan ini, pemilihan jurusan dan kampus tidak lagi bersifat spekulatif, melainkan berbasis peluang riil dan kekuatan akademik siswa.</p>
<p>“Segitiga Emas ini terbukti efektif. Pilihan yang rasional mampu meningkatkan peluang diterima di PTN,” tegasnya.</p>
<p>Ke depan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember berkomitmen untuk terus memperkuat strategi tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendampingan siswa sejak kelas awal.</p>
<p>Dengan capaian ini, wilayah Jember dan Lumajang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu kontributor utama keberhasilan SNBP 2026 di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perketat Mekanisme dan Akuntabilitas, Beasiswa 1.000 Sarjana 2026 Kembali Dibuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-mekanisme-dan-akuntabilitas-beasiswa-1000-sarjana-2026-kembali-dibuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-mekanisme-dan-akuntabilitas-beasiswa-1000-sarjana-2026-kembali-dibuka</guid>
<description><![CDATA[ Penguatan mekanisme seleksi dan pengawasan dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE 2026 menjadi langkah strategis Pemkot Batu untuk memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan bebas dari tumpang tindih ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf84c71ad37.webp" length="40414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 19:41:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, Beasiswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan tidak hanya membuka akses beasiswa dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE Tahun Anggaran 2026, tetapi juga memperketat mekanisme pengajuan dan akuntabilitas penerimanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Jumat (3/4/2026) menegaskan bahwa sistem seleksi dirancang berlapis, mulai dari pendaftaran daring hingga verifikasi berkas fisik. Selain itu, pemohon diwajibkan memenuhi syarat administratif yang ketat, termasuk bukti kependudukan melalui Kartu Keluarga yang telah terbit maksimal 1 Januari 2025.</p>
<p></p>
<p>“Proses ini kami buat detail agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak dan sesuai kategori yang dipilih. Dalam skema tahun ini, Pemkot Batu juga menegaskan larangan tegas bagi penerima untuk mendapatkan bantuan serupa dari sumber lain, baik APBN maupun APBD. Jika ditemukan pelanggaran, penerima diwajibkan mengembalikan dana beasiswa ke kas daerah," urainya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, sistem pendaftaran juga dibuat adaptif dengan kuota terbatas. Link pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila jumlah pendaftar telah memenuhi kapasitas yang ditentukan. Kondisi ini menuntut calon pemohon untuk tidak hanya cepat, tetapi juga cermat dalam melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.</p>
<p></p>
<p>Selain penguatan aspek pengawasan, Pemkot Batu tetap mempertahankan pendekatan inklusif melalui enam kategori beasiswa yang mencakup berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat kurang mampu, mahasiswa berprestasi, hingga kelompok disabilitas dan perangkat desa.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kombinasi antara akses luas dan pengawasan ketat ini, Pemkot Batu berharap program beasiswa tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga menciptakan sistem bantuan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Pariwisata UM Kaji Konsep Agroedutourism di Destinasi Petik Anggur Kota Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-pariwisata-um-kaji-konsep-agroedutourism-di-destinasi-petik-anggur-kota-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-pariwisata-um-kaji-konsep-agroedutourism-di-destinasi-petik-anggur-kota-malang</guid>
<description><![CDATA[ Penyelenggaraan kegiatan ini secara spesifik mendukung SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui metode pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan praktis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf1f2b01619.webp" length="72232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 09:42:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Donny Maulana</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="s6"><strong>KOTA MALANG, SJP</strong>–Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kajian lapangan di destinasi wisata petik anggur "Duta PengAngguran" yang berlokasi di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p class="s6">Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penguatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep agroedutourism berkelanjutan, yang mengolaborasikan sektor pertanian dengan unsur edukasi dan pariwisata. </p>
<p class="s6">Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pengelolaan destinasi wisata berbasis potensi pertanian modern dan berkelanjutan secara komprehensif.</p>
<p class="s6">Pembelajaran di luar kelas tersebut merupakan bagian integral dari mata kuliah yang menekankan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan pada masa depan. </p>
<p class="s6">Para mahasiswa tidak hanya mengamati objek wisata secara visual, tetapi juga mempelajari manajemen operasional secara mendalam, mulai dari teknik penanaman, pemupukan, dan perawatan tanaman, hingga strategi penerimaan wisatawan.</p>
<p class="s6">Lokasi ini dipilih karena keberhasilannya dalam mengelola berbagai varietas anggur premium secara kreatif di lahan tengah kota, sehingga menjadi daya tarik unik yang kompetitif di kawasan Malang Raya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69cf1f31d88b0.webp" alt=""></p>
<p class="s6">Dosen pengampu mata kuliah, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menyatakan bahwa kuliah lapangan ini bertujuan menyelaraskan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas di lapangan. </p>
<p class="s6">Ia menekankan bahwa mahasiswa pariwisata saat ini dituntut memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi alam yang dapat dikembangkan tanpa merusak ekosistem.</p>
<p class="s6">"Kami ingin mahasiswa merasakan langsung bagaimana sebuah konsep wisata berbasis edukasi pertanian dijalankan secara nyata dan memberikan dampak ekonomi serta ekologis yang positif bagi masyarakat," ungkapnya.</p>
<p class="s6">Lebih lanjut, Sumarmi menjelaskan bahwa integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum pariwisata adalah langkah strategis untuk mencetak lulusan yang berwawasan hijau dan bertanggung jawab. </p>
<p class="s6">Sebagai akademisi yang juga fokus pada pengembangan Green Campus, ia menilai agroedutourism sebagai solusi cerdas dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai estetika lahan.</p>
<p class="s6">Hal ini selaras dengan upaya pelestarian alam melalui inovasi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat.</p>
<p class="s6">Di lokasi wisata, mahasiswa disambut oleh Ir. Dwi selaku pihak manajemen Wisata Petik Anggur Duta PengAngguran.</p>
<p class="s6">Ia memberikan pendampingan intensif mengenai teknik budidaya anggur yang efisien dengan tetap memperhatikan aspek ramah lingkungan. Mahasiswa mengamati sistem irigasi, pemupukan organik, hingga pemilihan bibit unggul yang menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem wisata petik anggur berkualitas tinggi.</p>
<p class="s6">Pengetahuan teknis ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk merancang model bisnis pariwisata yang tidak hanya mengandalkan aspek visual, tetapi juga memiliki nilai fungsional bagi edukasi publik.</p>
<p class="s6">Dwi memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para mahasiswa selama proses pembelajaran. Beliau berbagi pengalaman praktis mengenai tantangan dan peluang dalam membangun destinasi wisata berbasis komunitas di tengah persaingan industri yang semakin ketat.</p>
<p class="s6">"Kehadiran mahasiswa UM di sini sangat berharga bagi kami, karena kami dapat saling bertukar gagasan mengenai bagaimana inovasi teknologi pertanian bisa dipadukan dengan manajemen pariwisata modern untuk kemajuan wilayah," tuturnya.</p>
<p class="s6">Perwakilan mahasiswa, Ariesta (Ketua Kelas Off B) dan Rama, mengaku sangat antusias dengan kuliah kolaborasi di destinasi wisata seperti ini. Penyelenggaraan kegiatan ini secara spesifik mendukung SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui metode pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan praktis. <strong>(0) </strong></p>
<p class="s6"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uji Coba Pembatasan Gadget di Jatim Mulai Bergulir, Dindik Batu Siap Implementasikan Regulasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uji-coba-pembatasan-gadget-di-jatim-mulai-bergulir-dindik-batu-siap-implementasikan-regulasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uji-coba-pembatasan-gadget-di-jatim-mulai-bergulir-dindik-batu-siap-implementasikan-regulasi</guid>
<description><![CDATA[ Hasil evaluasi dari tahap ini akan menjadi dasar sebelum kebijakan diterapkan secara penuh di seluruh sekolah menengah di Jawa Timur. Dengan model ini, pemerintah berharap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga relevan dan efektif di tiap lingkungan pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf530c7fa1.webp" length="29276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 20:05:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gadget, Pembatasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tidak hanya membatasi penggunaan gadget di sekolah, tetapi juga mendorong tiap satuan pendidikan menyusun aturan teknisnya sendiri. Kebijakan ini mulai diuji coba sejak awal April 2026 di jenjang SMA, SMK, dan SLB.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai pada Rabu (1/4/2026) menegaskan bahwa sekolah diberi ruang menyesuaikan kebijakan sesuai karakter siswa dan kondisi lingkungan masing-masing. Karena itu, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) menjadi kunci utama implementasi di lapangan.</p>
<p>“Setiap sekolah kami minta membuat aturan internal terkait penggunaan gadget. Tidak bisa disamaratakan, karena kebutuhan dan tantangan tiap sekolah berbeda,” ujarnya.</p>
<p>Terlebih kebijakan ini tertuang dalam nota dinas tertanggal 25 Maret 2026 yang menjadi dasar pelaksanaan di seluruh wilayah Jawa Timur. Dalam aturan tersebut, penggunaan gadget selama kegiatan belajar mengajar dibatasi secara ketat dan hanya diperbolehkan untuk kepentingan pembelajaran dengan pengawasan guru.</p>
<p>Namun yang menjadi sorotan, pendekatan kebijakan ini tidak bersifat pelarangan total. Siswa tetap diperbolehkan membawa handphone ke sekolah, tetapi penggunaannya dikontrol. Selama pelajaran berlangsung, perangkat wajib dalam kondisi senyap dan disimpan sesuai arahan guru.</p>
<p>Dindik Jatim juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pembelajaran digital dan non-digital. Sekolah didorong memperbanyak aktivitas tanpa gadget guna memperkuat interaksi sosial serta membangun karakter siswa.</p>
<p>Di sisi lain, pelanggaran terhadap aturan ini akan ditindak secara bertahap dan edukatif. Mulai dari teguran hingga pemanggilan orang tua, tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan siswa.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan nasional, termasuk regulasi terkait perlindungan anak di ruang digital dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.</p>
<p>Meski demikian, penerapan aturan ini tidak dilakukan secara serentak. Dindik Jatim memilih skema uji coba terlebih dahulu untuk melihat efektivitas kebijakan di masing-masing sekolah.</p>
<p>Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan aturan tersebut di wilayahnya. Pihaknya akan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi sekolah sekaligus menyiapkan petunjuk teknis bagi satuan pendidikan.</p>
<p>“Kami pada prinsipnya siap melaksanakan kebijakan dari provinsi. Nanti akan kami tindak lanjuti dengan pengaturan di tingkat sekolah agar penerapannya berjalan efektif dan tetap mendukung proses pembelajaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus &amp;apos;Nikah Gaib&amp;apos; Jadi Ancaman Pendidikan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-nikah-gaib-jadi-ancaman-pendidikan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-nikah-gaib-jadi-ancaman-pendidikan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Modus ini dinilai sebagai ancaman serius bagi dunia pendidikan, menyasar relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc9204399c4.webp" length="27568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 12:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Nikah Gaib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Praktik manipulasi agama dengan modus nikah gaib menjadi salah satu temuan mengejutkan dalam catatan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Jombang sepanjang 2025. Modus ini dinilai sebagai ancaman serius bagi dunia pendidikan, menyasar relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik.</p>
<p>Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 yang dirilis Yayasan Harmoni Jombang bersama <em>Women’s Crisis Center </em>(WCC) Jombang mencatat, lingkungan pendidikan menjadi lokasi dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sedikitnya tujuh kasus terjadi di lingkungan sekolah formal maupun lembaga pendidikan non formal seperti pesantren, madrasah, dan TPQ.</p>
<p>Relasi pelaku didominasi oleh guru dan pengasuh, yang menunjukkan adanya ketimpangan kuasa antara pelaku dan korban.</p>
<p>"Dominasi relasi pelaku sebagai guru dan pengasuh menegaskan adanya ketimpangan relasi kuasa dan menunjukkan masih lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan, baik formal maupun non formal," ujar Ana Abdillah, Direktur WCC Jombang, dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Yang menjadi perhatian utama, sejumlah kasus menunjukkan adanya praktik manipulasi berbasis agama, salah satunya melalui modus yang disebut nikah gaib. Dalam praktik ini, pelaku menggunakan narasi religius dengan mengklaim telah menikahi korban secara spiritual atau gaib. Korban kemudian ditekan untuk menerima tindakan tersebut sebagai bagian dari kewajiban agama, bentuk ibadah, atau ujian keimanan.</p>
<p>Tak jarang, korban juga dijanjikan pahala, keselamatan keluarga, hingga imbalan spiritual tertentu agar menuruti kehendak pelaku. Pelaku biasanya memposisikan diri sebagai sosok yang memiliki pemahaman agama lebih tinggi, sehingga korban merasa harus patuh dan tidak berani mempertanyakan.</p>
<p>Selain manipulasi ideologis, pelaku juga menggunakan ancaman dan tekanan psikologis, termasuk intimidasi serta ancaman penyebaran konten pribadi, untuk mengontrol korban.</p>
<p>"Dalam konteks anak, tidak ada istilah suka sama suka. Relasi tersebut sejak awal sudah timpang, sehingga anak tidak memiliki kapasitas untuk memberikan persetujuan. Temuan ini menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga melalui cara-cara simbolik dan psikologis yang kompleks," beber Ana.</p>
<p>Posisi pelaku sebagai figur otoritas membuat korban berada dalam situasi rentan dan sulit melawan. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan, serta belum efektifnya mekanisme pengaduan.</p>
<p>Selain lingkungan pendidikan, WCC Jombang juga mencatat 6 kasus kekerasan di lingkungan kerja sepanjang 2025. Relasi pelaku didominasi oleh atasan dan rekan kerja, mencerminkan pola ketimpangan kuasa yang serupa.</p>
<p>"Lingkungan kerja mencakup relasi pelaku seperti atasan, rekan kerja, majikan, maupun relasi kerja informal lainnya. Kasus kekerasan terjadi di berbagai lokasi kerja, seperti kantor, pabrik, rumah majikan, serta ruang kerja lain yang terkait dengan aktivitas pekerjaan korban," jelas Ana.</p>
<p>Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, WCC Jombang mendampingi 127 kasus kekerasan terhadap perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat 75 kasus kekerasan seksual dengan rincian 18 pelecehan seksual fisik, 2 pelecehan seksual non-fisik, 4 pemaksaan perkawinan, 14 kekerasan seksual berbasis elektronik, 34 perkosaan, dan 3 pemaksaan aborsi.</p>
<p>Selain itu, tercatat 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta satu kasus tindak pidana pembunuhan berbasis gender berupa perkosaan yang disertai pembunuhan berencana. Dari keseluruhan kasus tersebut, tujuh perempuan mengalami ancaman pembunuhan, termasuk kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan kerja.</p>
<p>WCC Jombang menilai temuan ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan serta pengawasan ketat terhadap relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.</p>
<p>"Kekerasan terhadap perempuan masih berlangsung secara luas, berulang, dan terjadi dalam relasi personal maupun institusional," pungkas Ana.</p>
<p>Temuan ini menunjukkan bahwa tempat yang selama ini dianggap aman, seperti sekolah dan pesantren, justru dapat menjadi ruang menyakitkan bagi korban kekerasan jika sistem perlindungan tidak berjalan efektif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdikbud Jombang: Raperda Perlindungan Pendidik Beri Kepastian Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-raperda-perlindungan-pendidik-beri-kepastian-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdikbud-jombang-raperda-perlindungan-pendidik-beri-kepastian-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para guru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc8baa925d3.webp" length="26730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 11:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menyatakan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para guru.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, menjelaskan bahwa Raperda ini akan mengatur secara tegas hak dan kewajiban pendidik serta tenaga kependidikan.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya, ada dasar hukum yang kuat untuk memberikan perlindungan kepada guru, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang selama ini muncul,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, cakupan perlindungan dalam Raperda ini berlaku bagi seluruh pendidik tanpa membedakan status kepegawaian maupun jenjang pendidikan.</p>
<p></p>
<p>“Semua guru masuk dalam cakupan, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta, dari jenjang SD hingga SMA. Jadi ini menyasar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Jombang,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Wor Windari menambahkan, apabila Raperda disahkan, langkah tersebut akan ditindaklanjuti dengan regulasi teknis berupa Peraturan Bupati (Perbup). Selain itu, Raperda juga mengamanatkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri atas praktisi pendidikan, ahli hukum, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>
<p></p>
<p>Satgas tersebut akan berperan menangani persoalan pendidik, khususnya melalui mediasi untuk kasus-kasus yang tidak langsung masuk ke ranah hukum.</p>
<p></p>
<p>“Tidak semua persoalan harus langsung diselesaikan melalui jalur hukum. Dengan adanya Satgas, diharapkan bisa dilakukan mediasi atau penanganan awal,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, pembahasan Raperda telah memasuki tahap kedua. DPRD Jombang melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terus melakukan pembahasan bersama Disdikbud dan pihak terkait, dengan harapan Raperda segera rampung menjadi payung hukum yang komprehensif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Pemkot Probolinggo Luncurkan Gerakan Sahabat ATS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekan-angka-anak-putus-sekolah-pemkot-probolinggo-luncurkan-gerakan-sahabat-ats</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekan-angka-anak-putus-sekolah-pemkot-probolinggo-luncurkan-gerakan-sahabat-ats</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Probolinggo bergerak cepat wujudkan zero Anak Tidak Sekolah (ATS) pada 2026. Lewat gerakan Sahabat ATS, setiap anak dipastikan mendapat hak pendidikan yang layak demi masa depan Indonesia Emas 2045. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cb8f7873789.webp" length="32654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 17:32:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, SahabatATS, PendidikanUntukSemua, ZeroATS2026, PemkotProbolinggo, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Pemerintah Kota Probolinggo resmi menggulirkan program Sahabat Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui gerakan bertajuk Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu. Program ini diharapkan mampu menjadikan zero ATS dan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menurunkan tingkat pengangguran di wilayah Kota Probolinggo.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi secara rinci penyebab anak-anak tidak bersekolah. Pendekatan ini dinilai penting agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>“Kalau masalahnya itu karena pembiayaan, saya pikir tidak masalah lagi karena sudah kita gratiskan. Kalau masalahnya kesehatan, nanti akan turun tim kesehatan. Kalau masalahnya sosial, nanti akan turun dari Dinas Sosial,” jelas Dokter Amin.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa penanganan setiap kasus akan dilakukan secara personal. Artinya, setiap anak akan mendapatkan pendekatan berbeda sesuai dengan latar belakang permasalahan yang dihadapi. Misalnya, bagi anak yang berhenti sekolah akibat trauma seperti perundungan, pemerintah akan melibatkan tenaga profesional seperti psikiater atau psikolog untuk membantu pemulihan kondisi mental mereka.</p>
<p>Lebih jauh, program ini tidak hanya bertujuan mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang memadai. Harapannya, anak-anak tersebut dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri secara ekonomi dan tidak menjadi beban sosial di masa depan. Dengan demikian, upaya ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>“Karena itu, kita harus benar-benar menyiapkan sumber daya manusia sejak sekarang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Waktunya tinggal sekitar 19 tahun lagi, sehingga pemerintah saat ini terus berupaya serius memberi perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menegaskan, gerakan Sahabat ATS hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar setiap anak. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan dukungan berbagai pihak.</p>
<p>“Sebuah gerakan yang Insyaallah akan mendapat rida dari Allah, yaitu sebuah gerakan sinergi aksi holistik berbasis area terpadu, anak tidak sekolah atau sahabat ATS yang mana ini untuk memastikan bahwa hak-hak dasar setiap anak di Kota Probolinggo benar-benar terpenuhi dengan layak,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani, turut mendorong keterlibatan aktif para kader di lapangan. Ia meminta seluruh jaringan PKK untuk melakukan pendataan sekaligus screening terhadap anak-anak yang belum bersekolah.</p>
<p>“PKK nantinya akan turun langsung ke lapangan, karena memiliki jaringan dasa wisma yang terhubung hingga tingkat RT dan RW. Melalui kader-kader inilah pendataan dapat dilakukan sampai ke rumah-rumah untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah,” kata dr. Eva. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tampung Keluh Kesah Guru, Anggota DPRD Jatim M Hadi Setiawan Tegaskan Komitmen Berikut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tampung-keluh-kesah-guru-anggota-dprd-jatim-m-hadi-setiawan-tegaskan-komitmen-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tampung-keluh-kesah-guru-anggota-dprd-jatim-m-hadi-setiawan-tegaskan-komitmen-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Saat bersilaturahmi dengan para guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-kabupaten Kediri, M Hadi Setiawan menegaskan para guru berperan untuk membentuk karakter jiwa penerus bangsa.  Namun di satu sisi penghasilan dan pendapatan serta kesejahteraan para guru sangat minim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca7516e3daf.webp" length="55080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 22:17:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Jatim, DPD Golkar Kediri, guru, kesejahteraan guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Guru memiliki peranan penting dalam membentuk fondasi seorang anak. Namun masih banyak guru yang belum sejahtera. Kesejahteraan para guru, termasuk para guru honorer yang masih memprihatinkan menjadi salah satu perhatian dari anggota DPRD Jawa Timur M Hadi Setiawan. </p>
<p></p>
<p>Saat bersilaturahmi dengan para guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-kabupaten Kediri, M Hadi Setiawan menegaskan para guru berperan untuk membentuk karakter jiwa penerus bangsa. Namun, di satu sisi penghasilan dan pendapatan serta kesejahteraan para guru sangat minim. </p>
<p></p>
<p>"Sampai hari ini masih ada pendapatan guru, honorer guru, sekitar Rp150 ribu. Ini yang sangat memprihatikan," tegas pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Senin, (30/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Silahturahmi bersama para guru tersebut, sebagai langkah dari legislatif Provinsi Jawa Timur untuk mendengar keluh kesah dari para guru. Dari keluh kesah para guru tersebut, M Hadi berharap bisa menghadirkan perubahan. "</p>
<p>Nanti kami akan membawa problem ini ke teman-teman di Komisi E. Kita akan mencoba mengkalkulasi lagi kesejahteraan para guru," tuturnya. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan terhadap kebijakan-kebijakan yang ada di daerah, yang terkait dengan kesejahteraan guru. </p>
<p></p>
<p>"RA dan TK ini kan wilayahnya kabupaten, jadi kami akan panggil komisi yang berkaitan, DPRD Kabupaten Kediri untuk menanyakan dan mengevaluasi apa saja yang bisa. Misal sertifikasi yang sampai hari ini masih bermasalah, akan kami usahakan bagaimana sertifikasi itu bisa segera keluar dan bisa dilanjutkan, minimal untuk menambah penghasilan (guru)," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Selain terkait lembaga, terutama lembaga pendidikan inklusif, M Hadi menuturkan akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak DPR RI dan Kementerian untuk membantu. </p>
<p></p>
<p>"Tadi usulan terkait masalah lembaganya. Kami sebagai anggota DPR punya anggaran, sekaligus nanti kami akan juga sampaikan kepada kementerian. Lewat DPR RI yang bersinergi dengan DPRD dan kabupaten maupun Provinsi untuk membantu di bidang sarana-sarana," jelasnya.</p>
<p>M Hadi Setiawan dalam kesempatan itu juga menegaskan, dalam pendidikan salah satu hal utama adalah bagaimana guru menjaga murid, karena pintar atau beruntungnya seorang anak itu tergantung dari bagaimana guru menerapkan jiwa pengajarnya.</p>
<p>"Itu akan sangat penting sebagai bentuk fondasi kehidupan bagi seorang anak," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PNC Nganjuk Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Kertosono, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pnc-nganjuk-gelar-buka-puasa-bersama-anak-yatim-di-kertosono-tebar-kepedulian-di-bulan-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pnc-nganjuk-gelar-buka-puasa-bersama-anak-yatim-di-kertosono-tebar-kepedulian-di-bulan-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas Persahabatan Nganjuk Community (PNC) menggelar buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa di Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Kertosono, sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya mempererat kebersamaan di bulan Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bab5cb1c7a4.webp" length="84984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 21:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buber ramadhan, Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Persahabatan Nganjuk Community, PNC, baksos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="205" data-end="578"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan. Hal itu dilakukan Komunitas Persahabatan Nganjuk Community (PNC) melalui kegiatan buka puasa bersama (buber) dengan anak yatim piatu dan dhuafa di Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Dusun Cangkring, Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Rabu (18/3/2026).</p>
<p data-start="580" data-end="744">Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Puluhan anak yatim dan dhuafa tampak antusias mengikuti rangkaian acara bersama jajaran pengurus dan anggota PNC.</p>
<p data-start="746" data-end="988">Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah singkat oleh tokoh agama setempat. Suasana religius semakin terasa saat doa bersama dipimpin seorang ustaz, diikuti seluruh peserta yang hadir dengan penuh kekhusyukan.</p>
<p data-start="990" data-end="1140">Perwakilan PNC, Satrio, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial komunitasnya terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa.</p>
<p data-start="1142" data-end="1355">“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami untuk berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di Yayasan Cahaya Hati. Kami berharap kehadiran kami bisa memberikan semangat dan senyuman di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.</p>
<p data-start="1357" data-end="1532">Menjelang waktu berbuka, suasana semakin semarak. Panitia mengajak anak-anak berinteraksi melalui kuis ringan dan sesi tanya jawab, yang disambut antusias dan penuh keceriaan.</p>
<p data-start="1534" data-end="1811">Saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta membatalkan puasa bersama. Mereka kemudian menikmati hidangan berbuka secara lesehan dalam suasana kebersamaan yang hangat. Interaksi tanpa sekat antara anggota komunitas dan anak-anak yayasan semakin mempererat rasa persaudaraan.</p>
<p data-start="1813" data-end="2034">Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara keluarga besar PNC dan anak-anak serta pengurus yayasan. Momen kebersamaan tersebut diabadikan di bawah spanduk bertuliskan “Marhaban Ya Ramadan” sebagai simbol suksesnya acara.</p>
<p data-start="2036" data-end="2244">Melalui kegiatan ini, PNC berharap sinergi antara komunitas sosial dan yayasan dapat terus terjalin serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan berbagi, khususnya di wilayah Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2036" data-end="2244"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikap Defensif SDN 1 Sekaran di Tengah Kasus Perundungan, Disdik Nganjuk Pilih Jalur Kekeluargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikap-defensif-sdn-1-sekaran-di-tengah-kasus-perundungan-disdik-nganjuk-pilih-jalur-kekeluargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikap-defensif-sdn-1-sekaran-di-tengah-kasus-perundungan-disdik-nganjuk-pilih-jalur-kekeluargaan</guid>
<description><![CDATA[ Tak ada sanksi, Disdik hanya melakukan konsolidasi internal guna memperkuat komunikasi antar-tenaga pendidik untuk mencegah kejadian serupa terulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b9078657ba4.webp" length="32716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 15:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kadisdik Nganjuk Puguh Harnoto, buliying, SDN 1 Sekaran Loceret, Tidak ada sanksi, kasus buliying, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden perundungan siswa di SDN 1 Sekaran, Kecamatan Loceret, yang memicu perhatian publik.</p>
<p></p>
<p>Puguh menegaskan pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sesaat setelah kejadian mencuat, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan setempat langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memanggil orang tua siswa yang terlibat.</p>
<p></p>
<p>"Pasca-kejadian, Korwil sudah koordinasi dengan dinas. Kami sampaikan bahwa yang terpenting utama adalah langkah cepat untuk konsolidasi. Kepala sekolah juga sudah dipanggil dan sudah dimusyawarahkan sebagai langkah awal," ujar Puguh Harnoto, Selasa (17/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Puguh menekankan bahwa saat ini bukan sekadar penyelesaian administratif, melainkan kondisi psikologis siswa yang terlibat, baik korban maupun pelaku. </p>
<p></p>
<p>Ia menginstruksikan pihak sekolah untuk proaktif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.</p>
<p></p>
<p>"Yang terpenting lagi adalah bagaimana sekarang orang tua dan anak ini tetap harus terkondisikan. Masalah bullying ini kan menjadi perhatian kita sekarang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Saat disinggung mengenai sanksi terhadap Kepala SDN 1 Sekaran, Puguh menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani oleh Korwil. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya hanya melakukan konsolidasi internal guna memperkuat komunikasi antar-tenaga pendidik untuk mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p></p>
<p>"Kalau untuk pembinaan sudah. Kan sudah ada perdamaian antara orang tua korban dan orang tua pelaku, serta kepala sekolah dan guru. Terutama pembinaan kepada para pelaku agar ada efek pembelajaran yang positif; sudah klir dan tidak ada masalah," tegas Puguh Harnoto. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, upaya penyelesaian kasus perundungan yang menimpa salah satu siswa di SDN 1 Sekaran memasuki tahap mediasi. </p>
<p></p>
<p>Bertempat di salah satu ruang kelas, pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dengan keluarga dari lima siswa yang diduga sebagai pelaku, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh orang tua korban yang menuntut keadilan serta perlindungan bagi kondisi psikis anak mereka. Di sisi lain, orang tua dari lima pelaku juga dihadirkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anak-anak mereka.</p>
<p></p>
<p>Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru bertindak sebagai fasilitator. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengeklaim tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan dalih sedang mengikuti kegiatan sosialisasi saat insiden berlangsung di jam sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Pas kejadiannya, saya tidak tahu. Kejadiannya kemarin, jam pelajaran sekolah. Posisi saya ada sosialisasi. Korbannya anak kelas 3, pelakunya anak kelas 5, semuanya ada lima anak," ucap Sunaryo. </p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi mengenai efektivitas program pencegahan perundungan di sekolah tersebut, Sunaryo mengeklaim pihaknya telah berupaya melakukan langkah preventif. Meski demikian, ia kembali berdalih tidak memahami detail peristiwa karena alasan kesibukan kegiatan lain.</p>
<p></p>
<p>"Kami undang semuanya di sini untuk mencari jalan solusi biar tidak dilanjutkan, tapi secara kekeluargaan," kilah Sunaryo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Silaturahmi dan Komunikasi, UIN Malang Gelar Buka Puasa Bersama Mitra Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-silaturahmi-dan-komunikasi-uin-malang-gelar-buka-puasa-bersama-mitra-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-silaturahmi-dan-komunikasi-uin-malang-gelar-buka-puasa-bersama-mitra-media</guid>
<description><![CDATA[ Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 15 media yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan UIN Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b8f720c0ae7.webp" length="74112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 19:41:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong>–Memasuki bulan Ramadan sekaligus menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan buka puasa bersama untuk mempererat silaturahmi dengan mitra media di Ocean Garden Resto, Kota Malang, Senin (16/3/2026).</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 15 media yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan UIN Malang. </p>
<p>Turut hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga (WR IV) Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag.</p>
<p>Wakil Rektor IV UIN Malang, Prof. Abdul Hamid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara pihak kampus dengan insan pers maupun pemilik media.</p>
<p>“Pertama, membangun silaturahmi, karena kita sudah beberapa kali bersama mitra media. Yang kedua, ini di momen menjelang Idul Fitri, diharapkan nanti hubungan ini bisa semakin kuat antara UIN Maulana Malik Ibrahim dengan tim mitra media,” ucapnya.</p>
<p>Prof. Abdul Hamid juga menegaskan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk mempererat kebersamaan yang telah terjalin selama ini. “Itu saja sih, tidak ada yang lain, selain dari membangun kebersamaan,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abdul Hamid menyampaikan permohonan maaf karena Rektor UIN Malang tidak dapat hadir secara langsung dan menitipkan pesan bagi mitra media yang hadir.</p>
<p>“Pesan Bu Rektor secara khusus tidak ada, tetapi satu, membangun komunikasi dengan semua pihak sebaik-baiknya. Tidak ingin ada kesalahpahaman, apalagi menjelang hari raya. Jadi Bu Rektor tadi titip salam dan mengucapkan minal aidin wal faizin,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Malang, Prof. Triyo Supriyatno, berharap hubungan antara UIN Malang dan media tidak hanya sebatas kemitraan pemberitaan, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi yang saling menguatkan dan memberi inspirasi bagi kemajuan UIN Malang.</p>
<p>"Saya berharap, media menjadi mitra yang baik, tidak hanya persahabatan, tetapi juga bagian dari kolaborasi dan sinergisitas. Sama-sama untuk memajukan tidak hanya untuk UIN, tetapi juga untuk media,” ungkapnya.</p>
<p>Prof. Triyo berpendapat bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan mahasiswa, khususnya dalam hal literasi informasi dan pemanfaatan teknologi secara bijak.</p>
<p>“Bidang kemahasiswaan, kami inginkan media bisa lebih mendidik mahasiswa kami juga dalam hal tidak hanya jurnalistik, tetapi juga menambah wawasan dan juga merubah perilaku dalam menghadapi kemajuan teknologi digital,” pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mediasi Kasus Bullying di Nganjuk, Pihak Sekolah Terkesan Berdalih, Wali Murid Tuntut Pertanggungjawaban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mediasi-kasus-bullying-di-nganjuk-pihak-sekolah-terkesan-berdalih-wali-murid-tuntut-pertanggungjawaban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mediasi-kasus-bullying-di-nganjuk-pihak-sekolah-terkesan-berdalih-wali-murid-tuntut-pertanggungjawaban</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru dan staf bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog berjalan kondusif guna mencapai kesepakatan damai. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan alasan sedang mengikuti kegiatan sosialisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4f77b81c8a.webp" length="32716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 15:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban bullying, kasus perundungan, SDN 1 Sekaran Loceret, mediasi, Dinas Pendidikan, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Upaya penyelesaian kasus perundungan (bullying) yang menimpa salah satu siswa di SDN 1 Sekaran, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, kini memasuki tahap mediasi. </p>
<p>Bertempat di salah satu ruang kelas, pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dengan keluarga dari lima siswa yang diduga sebagai pelaku perundungan, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh orang tua korban yang menuntut keadilan serta perlindungan bagi kondisi psikis anak mereka. </p>
<p>Selain itu, orang tua dari lima pelaku juga didatangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anak-anak mereka dan mencari jalan keluar bersama.</p>
<p>Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru dan staf bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog berjalan kondusif guna mencapai kesepakatan damai. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan alasan sedang mengikuti kegiatan sosialisasi.</p>
<p>"Pas kejadiannya, saya tidak tau, kejadiannya kemarin, jam pelajaran sekolah, posisi saya ada sosialisasi, korbannya anak kelas 3, pelakunya anak kelas 5, semuanya ada lima anak," ucap Sunaryo kepada Suarajatimpost.com, di ruang sekolah.</p>
<p>Saat dikonfirmasi mengenai efektivitas sosialisasi pencegahan perundungan di sekolah tersebut, Sunaryo mengeklaim bahwa pihaknya telah berupaya melakukan langkah preventif. Meski demikian, ia kembali berdalih tidak memahami detail peristiwa karena sedang ada kegiatan lain.</p>
<p>"Kami undang semuanya di sini untuk mencari jalan solusi biar tidak dilanjutkan, tapi secara kekeluargaan," kilah Sunaryo.</p>
<p>Selain upaya perdamaian, mediasi ini membahas langkah pemulihan agar korban dapat kembali bersekolah tanpa trauma. Namun, Heri, orang tua korban, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya masih mengalami kesakitan fisik pada bagian kaki, perut, dan kepala.</p>
<p>"Jujur mas. Saya tidak terima perlakuan anak saya di saat jam pelajaran, harusnya pihak sekolah lebih tanggap, kok masih beralasan ada kegiatan, kan ini di jam pelajaran, hingga saat ini anak saya masih sakit," ujar Heri.</p>
<p>Heri menegaskan bahwa pertemuan ini atas permintaannya guna memastikan penyebab insiden tersebut. Ia bahkan sempat melayangkan teguran keras kepada Kepala Sekolah yang dianggap cenderung melakukan pembelaan diri di tengah peristiwa yang nyata terjadi.</p>
<p>"Saya ingin diselesaikan, keluarga saya semuanya tidak terima, hingga ibu saya sekarang ini trauma hingga menangis melihat cucunya dianiaya. Tapi saya masih punya hati, saya bisa melaporkan semua ini," tegasnya.</p>
<p>Suasana sempat memanas saat keluarga korban histeris lantaran terpukul melihat kondisi sang anak. </p>
<p>Pendampingan kemudian dilakukan oleh aktivis sosial dari Salam Lima Jari, Yulia Margaretha atau yang akrab disapa Mbak Zulma. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab penuh institusi pendidikan.</p>
<p>"Jika kejadian itu ada di sekolah, maka itu adalah tanggung jawab sekolah sepenuhnya. Orang akan mempertanyakan bagaimana pengawasannya dan cara mendidiknya," tegas Zulma.</p>
<p>Menurutnya, dunia pendidikan harus mengedepankan pembinaan karakter. Ia menyayangkan sikap awal pihak sekolah yang terkesan lepas tangan atas insiden yang terjadi di jam pelajaran tersebut.</p>
<p>Mediasi yang melibatkan wali kelas, kepala sekolah, dan orang tua kedua belah pihak akhirnya menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Orang tua pelaku telah mengakui kesalahan dan menandatangani surat pernyataan di atas meterai sebagai jaminan perlindungan psikologis bagi korban.</p>
<p>"Kami anggap masalah ini selesai untuk sementara, namun dengan catatan, jika terulang kembali, maka kami tidak segan untuk melaporkannya ke ranah hukum," tambah Zulma.</p>
<p>Menyikapi maraknya kasus perundungan di tingkat SD dan SMP, Zulma mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk bersikap tegas. </p>
<p>Ia meminta agar seluruh kepala sekolah dan guru segera dikumpulkan guna memastikan pengawasan ketat terhadap siswa menjadi kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>STIESIA Surabaya Salurkan 5.875 Kg Beras Zakat Fitrah, Wujud Tri Dharma dan Kepedulian Sosial Kampus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stiesia-surabaya-salurkan-5875-kg-beras-zakat-fitrah-wujud-tri-dharma-dan-kepedulian-sosial-kampus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stiesia-surabaya-salurkan-5875-kg-beras-zakat-fitrah-wujud-tri-dharma-dan-kepedulian-sosial-kampus</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA menyalurkan total 5.875 kilogram beras dengan dua skema pembagian. Sebanyak 50 masjid dan yayasan masing-masing menerima 25 kilogram beras, sementara 925 paket beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada masyarakat sekitar serta sejumlah lembaga sosial, panti asuhan, dan lembaga yatim piatu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2d73044bab.webp" length="72730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 22:13:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, PERPENDIKNAS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengabdian sosial. </p>
<p></p>
<p>Prinsip tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar utama selain pendidikan dan penelitian.</p>
<p></p>
<p>Semangat itu kembali ditunjukkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dengan menyalurkan 5.875 kilogram beras zakat fitrah menjelang Idulfitri 2026. Beras tersebut disalurkan kepada 50 masjid dan yayasan serta 925 penerima manfaat di Surabaya, terutama masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan kampus.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan STIESIA setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan dalam lingkungan pendidikan tinggi. Acara tersebut juga dihadiri oleh civitas akademika STIESIA, juga Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (PERPENDIKNAS), Dra. Endang Dwi Retnani.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d7540e14d.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIESIA, Prof. Nur Fajrih Asyik, mengatakan pembagian zakat fitrah merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“STIESIA Surabaya sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan PERPENDIKNAS secara rutin setiap tahun menyelenggarakan kegiatan pembagian zakat fitrah kepada pihak-pihak yang berhak menerima,” ujarnya, Kamis (12/3/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya warga sekitar kampus.</p>
<p></p>
<p>“Kegiatan STIESIA selain melaksanakan tridharma, salah satu poin penting kewajiban kita adalah melaksanakan tanggung jawab sosial, salah satunya melalui pembagian zakat fitrah yang memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d6c73339d.webp" alt=""></p>
<p>Pada tahun ini, STIESIA menyalurkan total 5.875 kilogram beras dengan dua skema pembagian. Sebanyak 50 masjid dan yayasan masing-masing menerima 25 kilogram beras, sementara 925 paket beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada masyarakat sekitar serta sejumlah lembaga sosial, panti asuhan, dan lembaga yatim piatu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Prof. Fajrih, zakat fitrah memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan kewajiban agama, tetapi juga sebagai upaya membersihkan harta sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.</p>
<p></p>
<p>“Makna zakat fitrah di sini adalah untuk membersihkan harta yang dikelola oleh PERPENDIKNAS sekaligus membersihkan hati. Maka sudah selayaknya kita mengeluarkan apa yang wajib kita keluarkan yang merupakan hak dari masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga membawa keberkahan bagi institusi pendidikan yang menjalankannya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d7248074a.webp" alt=""></p>
<p>“Harapan kami, apa yang kita lakukan sebagai lembaga pendidikan tinggi ini diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia juga berharap keberadaan STIESIA dapat terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta membantu mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Semoga STIESIA Surabaya tetap sukses, terus berprestasi, dan masyarakat juga merasakan dampak positif dari keberadaan kampus ini,” pungkas Prof. Fajrih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Jadi Garam dan Terang, Siswa Kristen SMAN 9 Surabaya Ikuti Pondok Kasih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-jadi-garam-dan-terang-siswa-kristen-sman-9-surabaya-ikuti-pondok-kasih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-jadi-garam-dan-terang-siswa-kristen-sman-9-surabaya-ikuti-pondok-kasih</guid>
<description><![CDATA[ Belajar menjadi “garam dan terang”, puluhan siswa Kristen SMAN 9 Surabaya ditempa melalui Pondok Kasih untuk membawa pengaruh baik, menebar kasih, dan menjadi teladan di tengah kehidupan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b295dbda349.webp" length="38178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 19:31:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kristen, Pondok Kasih, SMAN 9 Surabaya, Garam dan Terang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulan Ramadan kerap identik dengan beragam kegiatan religius bagi umat Muslim, mulai dari pesantren kilat hingga berbagai agenda ibadah lainnya. Di banyak sekolah, momen itu biasanya lebih terasa bagi siswa Muslim. </p>
<p></p>
<p>Namun suasana berbeda terlihat di SMAN 9 Surabaya, di mana siswa dari berbagai keyakinan tetap mendapat ruang untuk memperdalam iman masing-masing.</p>
<p></p>
<p>Saat siswa Muslim mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di pesantren, siswa Kristen di sekolah tersebut mengikuti program serupa bernama Pondok Kasih. Kegiatan itu digelar di lingkungan sekolah sebagai wadah pembinaan iman bagi siswa Kristen dan non-Muslim.</p>
<p></p>
<p>Guru Agama Kristen Aminahati Baene menjelaskan bahwa Pondok Kasih diselenggarakan sebagai bentuk kegiatan ibadah bagi siswa Kristen, agar mereka tetap memiliki ruang pembinaan rohani di waktu yang sama dengan kegiatan keagamaan siswa Muslim.</p>
<p></p>
<p>“Di mana yang beragama muslim mereka mengikuti kegiatan pondok Ramadan di pesantren, sedangkan kita yang Kristen dan non-muslim lain mengadakan pondok kasih yang berlokasi di SMA Negeri 9 Surabaya," ucap guru yang akrab disapa Mina itu, Kamis (12/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya berupa ibadah formal. Berbagai aktivitas interaktif turut disisipkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.</p>
<p></p>
<p>"Di pondok kasih ada beberapa kegiatan, mulai dari ice breaking, ada juga permainan supaya tidak terlalu kaku anak-anak mengikuti ibadah, dan juga ada ceramah atau khutbah dari seorang pendeta yang kita undang dari luar," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga menghadirkan pendeta dari luar sebagai pembicara. Pendeta yang diundang adalah Julio Kristano Andreautra, yang berasal dari Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Andhika.</p>
<p></p>
<p>Pondok Kasih tahun ini diikuti oleh sekitar 30 siswa Kristen Protestan dari kelas 10 dan 11 yang digabung dalam satu kegiatan sehari. Jika digabung dengan siswa Katolik, jumlah siswa non-Muslim di sekolah tersebut mencapai lebih dari 50 orang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b295c9d1f30.webp" alt=""></p>
<p>“Untuk kegiatan di pondok kasih hanya cukup satu hari saja digabung kelas 10 sama kelas 11. Dengan total pesertanya ada 30 anak," sebut Mina.</p>
<p></p>
<p>Meski durasinya lebih singkat dibanding Pondok Ramadan yang berlangsung tiga hari, kegiatan Pondok Kasih tetap dirancang agar memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi para peserta.</p>
<p></p>
<p><strong>Belajar Menjadi “Garam dan Terang”</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar kegiatan ibadah, Pondok Kasih juga dimaksudkan sebagai bekal spiritual bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mina berharap para siswa dapat semakin mengenal jati diri mereka dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami sebagai guru, anak-anak ini semakin mengenal pribadi mereka dan jati diri mereka ke depan, sehingga mereka bisa menjadi terang dan garam di tengah-tengah orang yang belum mengenal Tuhan," ucap Mina.</p>
<p></p>
<p>Konsep “garam dan terang” sendiri berasal dari ajaran dalam Injil, tepatnya metafora dalam Matius 5:13–16 di mana Yesus menyebut pengikut-Nya sebagai garam dan terang dunia. </p>
<p></p>
<p>Itu bermakna umat harus memberi dampak positif, membawa pengaruh baik, menyebarkan kasih, dan menjadi teladan melalui perbuatan baik di tengah masyarakat, bukan hanya di dalam gereja.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saya harap, Pondok Kasih bisa mengajak anak-anak untuk menjadi teladan dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Iman yang Setara di Sekolah</strong></p>
<p>Kepala sekolah Tri Kurniawati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk memperdalam iman masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Pada intinya kita memberikan porsi yang sama untuk meningkatkan keimanan masing-masing. Baik yang Islam maupun yang non-Islam, semuanya mendapatkan porsi yang sama," ujar Tri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b29463e89f8.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, Pondok Kasih merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan bersamaan dengan Pondok Ramadan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat spiritualitas siswa.</p>
<p></p>
<p>“Sama layaknya Pondok Ramadan, Pondok Kasih juga acara rutin tahunan. Jadi sama-sama mereka mendapatkan porsi yang sama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Bagi pihak sekolah, keberadaan kegiatan seperti ini bukan sekadar program tahunan, tetapi juga bagian dari komitmen untuk memastikan setiap siswa memperoleh hak pendidikan yang setara, termasuk dalam pembinaan keagamaan.</p>
<p></p>
<p>“Harapan saya semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama dan kegiatan keagamaan yang sama pula, hanya bentuknya saja yang berbeda," pungkas Tri. (*)</p>
<p>Riz</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdik Kabupaten Malang Ingatkan ASN Patuhi Aturan Soal Perkawinan dan Perceraian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdik-kabupaten-malang-ingatkan-asn-patuhi-aturan-soal-perkawinan-dan-perceraian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdik-kabupaten-malang-ingatkan-asn-patuhi-aturan-soal-perkawinan-dan-perceraian</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengingatkan ASN agar mematuhi aturan perkawinan dan perceraian sesuai ketentuan yang berlaku bagi aparatur sipil negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b282bea18eb.webp" length="36272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 18:32:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>ASN, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, Perceraian ASN, Aturan ASN, Donomulyo, BKPSDM Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Baru-baru ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekolah untuk mematuhi ketentuan yang mengatur perkawinan maupun perceraian. Pengingat tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Organisasi/Orientasi (DOR) yang digelar di SMP Negeri 1 Donomulyo.</p>
<p>Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, S.H., M.AP., mengatakan bahwa status sebagai ASN membuat kehidupan pribadi tidak sepenuhnya berada di ranah privat. Sejumlah aspek, termasuk urusan rumah tangga, tetap berada dalam koridor aturan kepegawaian.</p>
<p>“Ketika panjenengan menandatangani kontrak menjadi ASN, sebagian besar kehidupan panjenengan diatur oleh ketentuan, baik di kantor, di masyarakat, maupun di rumah,” ujar Rosyta Dewi dalam kesempatan itu.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Surat Edaran Bupati Malang Nomor 800 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam aturan tersebut, ASN yang hendak mengajukan perceraian diwajibkan mengurus izin resmi dari pejabat pembina kepegawaian melalui mekanisme yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Baik pihak yang menggugat maupun yang digugat tetap harus mengurus izin atau surat keterangan secara resmi melalui jalur hierarki, mulai dari kepala sekolah, Dinas Pendidikan, hingga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” jelasnya.</p>
<p>Rosyta juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam melakukan pembinaan kepada tenaga pendidik yang tengah menghadapi persoalan rumah tangga.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan pembinaan di tingkat sekolah harus diutamakan sebelum persoalan tersebut naik ke tingkat dinas.</p>
<p>“Jika pembinaan di tingkat sekolah tidak berhasil, maka kasus tersebut harus dilaporkan ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, perceraian ASN yang tidak berkaitan dengan pelanggaran disiplin saat ini cukup ditangani oleh BKPSDM. Namun apabila perceraian terjadi akibat pelanggaran seperti perselingkuhan atau tindakan indisipliner lainnya, maka penanganannya dapat dilanjutkan hingga ke Inspektorat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Rosyta juga menyinggung soal poligami bagi ASN. Secara hukum agama hal tersebut memang diperbolehkan, namun bagi ASN prosedurnya jauh lebih ketat karena memerlukan izin resmi dari pejabat pembina kepegawaian.</p>
<p>“Kalau ASN ingin poligami, izinnya harus melalui jalur resmi hingga ke Bupati melalui hierarki. Tidak bisa dilakukan secara langsung atau informal,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan para guru untuk menjaga integritas dan profesionalitas sebagai pendidik sekaligus aparatur negara yang menjadi teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
<p>“Perjuangan menjadi ASN itu tidak mudah. Jangan sampai hanya karena hal-hal sepele atau nafsu sesaat, karier yang sudah dibangun dengan susah payah akhirnya hancur,” pesannya.</p>
<p>Kegiatan Dialog Organisasi/Orientasi (DOR) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tersebut diketahui telah berlangsung sejak 2 Maret 2026 dan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Tazkiyatun Nafs hingga Disiplin Ibadah, Siswa SMAN 9 Surabaya Ikuti Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-tazkiyatun-nafs-hingga-disiplin-ibadah-siswa-sman-9-surabaya-ikuti-pesantren-kilat-di-pondok-pesantren-assalafi-al-fithrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-tazkiyatun-nafs-hingga-disiplin-ibadah-siswa-sman-9-surabaya-ikuti-pesantren-kilat-di-pondok-pesantren-assalafi-al-fithrah</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar 700 siswa SMAN 9 Surabaya mengikuti pesantren kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, merasakan langsung kehidupan pesantren untuk memperkuat ibadah, akhlak, dan kemandirian selama Ramadhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b28040d9b78.webp" length="79952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 18:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ramadhan 2026, Pondok Pesantren, Pesantren Kilat, Assalafi Al Fithrah Surabaya, SMAN 9, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Bulan Ramadhan kerap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan sebagai momentum memperdalam nilai-nilai spiritual melalui kegiatan Pondok Ramadhan atau pesantren kilat. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan ibadah bagi para pelajar.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang dilakukan oleh SMAN 9 Surabaya di Ramadan 2026 dengan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Selama tiga hari, ratusan siswa mengikuti program pesantren kilat dengan berbagai materi keagamaan serta praktik ibadah khas kehidupan pesantren.</p>
<p></p>
<p>Sekitar 700 siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar selama tiga hari secara bergantian. Para siswa tidak hanya mengikuti materi keagamaan, tetapi juga merasakan langsung kehidupan pesantren dengan berbagai aktivitas ibadah dan pembelajaran yang dipandu oleh pengasuh pondok.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghadirkan Suasana Pesantren bagi Siswa</strong></p>
<p>Kepala Sekolah SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di lingkungan pesantren agar siswa dapat merasakan langsung atmosfer pendidikan khas pondok.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2803d4861d.webp" alt=""></p>
<p>“Yang pertama, kenapa anak-anak kita bawa ke pondok pesantren, agar anak-anak bisa merasakan auranya di pondok itu seperti apa. Kemudian tujuan kami, anak-anak kita ikutkan ke pesantren kilat,” ujar Tri saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter melalui pengalaman spiritual selama Ramadhan.</p>
<p></p>
<p>“Yang pertama itu untuk pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs, agar anak-anak memanfaatkan bulan suci dengan memperbanyak zikir, tadarus, dan amaliah yang baik,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, siswa juga dilatih meningkatkan disiplin ibadah melalui kegiatan seperti sholat berjamaah dan sholat sunnah.</p>
<p></p>
<p>“Kemudian yang kedua untuk peningkatan disiplin ibadah, melatih kemandirian mulai dari menjalankan sholat fardhu berjamaah dan sholat sunnah,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tri Kurniawati menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk akhlak siswa agar memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>“Yang ketiga pembentukan anak-anak yang berakhlakul karimah, sehingga nanti ketika kembali ke sekolah atau lingkungannya, mereka bisa menjaga adab kepada orang tua, guru, maupun teman,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Ikut Mondok</strong></p>
<p>Kegiatan Pondok Ramadhan itu diikuti sekitar 700 siswa dari kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan secara bergantian selama tiga hari. Tidak hanya siswa, sebanyak sekitar 70 guru dari SMAN 9 Surabaya juga ikut terlibat dan mendampingi kegiatan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Guru-gurunya terlibat semua, sekitar 70 guru kita libatkan dan dibagi dua tahap untuk membantu kegiatan sekaligus ikut kegiatan. Jadi bapak-ibu guru juga ikut mondok di sini,” tutur Tri.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, seluruh materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh pihak pesantren sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pengasuh pondok.</p>
<p></p>
<p>“Tapi untuk seluruh materi dari pihak pondok, jadi ada materi-materi khusus yang disampaikan oleh pengasuh pesantren,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami semoga anak-anak menjadi anak-anak yang beradab, berakhlakul karimah, mandiri, dan bisa membersihkan diri, hati, serta pikirannya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Perpaduan Materi Pengetahuan dan Praktik Ibadah</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Fathur Rozi, menyampaikan rasa bangganya karena pesantren tersebut dipercaya menjadi lokasi kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa SMAN 9 Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang sekali para santri SMA N 9 Surabaya melakukan kajian Pondok Ramadan di pondok kami,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b281f23a015.webp" alt=""></p>
<p>Fathur Rozi memaparkan bahwa selama pesantren kilat tersebut berlangsung, kegiatan akan dirancang dengan dua komponen utama, yakni pembelajaran pengetahuan keagamaan dan praktik ibadah.</p>
<p></p>
<p>“Ada dua kegiatan besar yang kita petakan, pertama kegiatan pengetahuan dan kedua kegiatan keterampilan,” jelas kabag yang menaungi jenjang pendidikan Raudhatul Athfal, Ma’had Aly dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Jamiah itu.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi pengetahuan, para siswa mendapatkan materi mengenai fikih thaharah atau tata cara bersuci, baik secara lahiriah maupun batiniah.</p>
<p></p>
<p>“Di pondok ini bukan hanya thaharah secara dhohir seperti wudhu dan mandi besar, tetapi juga thaharah batin, bagaimana hati kita disucikan melalui zikir dan wirid,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, para siswa juga mendapatkan materi tentang akhlak dan tanggung jawab manusia terhadap Tuhan, sesama manusia, hingga lingkungan.</p>
<p></p>
<p>“Nanti ada materi akhlak tentang tanggung jawab kepada Allah, kepada manusia, kepada orang tua, dan kepada alam sekitar,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, pihak pesantren juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya minuman keras, narkotika (Mirasantika) untuk peningkatan kualitas kemampuan berpikir.</p>
<p></p>
<p>“Tiga materi itu akan disampaikan oleh para asatidz pondok,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembelajaran teori, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan praktik ibadah seperti sholat berjamaah, tarawih, hingga ibadah qiyamul lail di sepertiga malam.</p>
<p></p>
<p>“Para santri nanti diajak bersama-sama sholat berjamaah, sholat tarawih, dan malamnya ditutup dengan qiyamul lail,” kata Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat seperti yang diikuti SMAN 9 Surabaya merupakan bagian dari program Ramadhan yang rutin diselenggarakan di pesantren tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Pesantren kilat itu macam-macam, ada yang setengah bulan, ada yang beberapa hari seperti kegiatan dari sekolah-sekolah,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Mengenal Pesantren dengan Ribuan Santri</strong></p>
<p>Sebagai salah satu pesantren besar di Surabaya, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya memiliki ribuan santri yang menempuh pendidikan dari berbagai jenjang.</p>
<p></p>
<p>“Total santri yang mukim di sini sekitar 3.000 orang, dan yang tidak mukim sekitar 2.000, jadi totalnya sekitar 5.000 santri putra dan putri,” ungkap Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kerja sama antara pesantren dan lembaga pendidikan seperti SMAN 9 Surabaya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik ini mampu memberikan kontribusi yang baik dan kemanfaatan bagi para siswa,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dengan mengikuti Pondok Ramadhan di lingkungan pesantren, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai kehidupan pesantren yang menekankan kedisiplinan, spiritualitas, serta pembentukan akhlak mulia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gabungan LSM Luruk DPRD Nganjuk, Suarakan Dugaan Pungli di SMK Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gabungan-lsm-luruk-dprd-nganjuk-suarakan-dugaan-pungli-di-smk-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gabungan-lsm-luruk-dprd-nganjuk-suarakan-dugaan-pungli-di-smk-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan massa gabungan tersebut bertujuan untuk menyuarakan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b26e365f746.webp" length="29788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 16:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan aksi solidaritas, LSM, Rapat Dengar Pendapat, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Cabdin Nganjuk, dugaan pungli, SMKN 1 dan SMKN 2 Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Sejumlah massa yang tergabung dalam gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yakni MAPAK (Masyarakat Anti Korupsi), PA GMNI, Salam Lima Jari, dan Aliansi Wong Gawat (AWG), mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi IV, Kamis (12/03/2026).</p>
<p></p>
<p>Kedatangan massa gabungan tersebut bertujuan untuk menyuarakan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa memaparkan sejumlah temuan lapangan mengenai adanya beban biaya yang dinilai memberatkan wali murid serta tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Mereka mendesak agar legislatif segera mengambil tindakan tegas agar dunia pendidikan bersih dari praktik komersialisasi.</p>
<p></p>
<p>Mewakili aksi gabungan, Ketua Komunitas Salam Lima Jari, Yulia Margareta, menyatakan bahwa DPRD telah sepakat untuk segera melakukan perubahan. Legislatif berencana mengumpulkan komite sekolah dan kepala sekolah guna memberikan penjelasan serta keputusan bersama. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, meski pungli dan sumbangan merupakan hal yang berbeda, negara harus hadir dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Saya berkeyakinan, pungli atau sumbangan itu berbeda. Di sinilah negara harus hadir. Melalui RDP DPRD ini, dunia pendidikan di Nganjuk harus ada perubahan," kata perempuan yang karib disapa Zulma tersebut.</p>
<p></p>
<p>Disinggung mengenai hasil hearing, Yulia menyebutkan bahwa secara audiensi, pihaknya selaku pengadu merasa cukup. Ia kini menantikan tindak lanjut dari pernyataan Wakil Cabang Dinas Pendidikan Nganjuk yang menyebut persoalan ini sebagai masalah bersama.</p>
<p></p>
<p>"Sudah cukup mendengar dari wakil Cabdin Nganjuk yang intinya ini masalah bersama, kita selesaikan juga bersama-sama," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasi SMK dan SMA Cabang Dinas Pendidikan Nganjuk, Mulyono, yang mewakili pimpinan untuk menanggapi dugaan pungli tersebut menyatakan permohonan maaf dan akan melaporkan hasil pertemuan kepada atasannya.</p>
<p></p>
<p>"Saya sampaikan, apa yang disampaikan tetap sama. Akan saya catat, saya rangkum, dan saya sampaikan kepada pimpinan," ujar Mulyono.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, terkait temuan dugaan pungli di lingkungan pendidikan tersebut, Kepala Cabang Dinas akan mengambil langkah-langkah selanjutnya berdasarkan informasi yang telah diterima.</p>
<p></p>
<p>"Maaf ya Pak, kami belum bisa menjawab," terang Mulyono.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi aspirasi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Fauzi Irwana, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan ini secara serius. </p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah awal, DPRD telah mengeluarkan keputusan resmi untuk mengagendakan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait.</p>
<p></p>
<p>"Kami telah mendengar aspirasi dari rekan-rekan LSM. Keputusan rapat hari ini adalah DPRD akan segera mengumpulkan kepala sekolah serta jajaran komite dari SMKN 1 dan SMKN 2 untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban," ujar Fauzi di sela-sela rapat.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil guna mencari solusi konkret dan memastikan apakah penarikan biaya yang dikeluhkan merupakan pungutan liar atau sumbangan sukarela sesuai regulasi yang berlaku. DPRD menegaskan tidak akan segan memberikan rekomendasi sanksi jika terbukti ditemukan pelanggaran administrasi maupun hukum. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris! SD Filial di Bondowoso Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Sebut Sudah Usulkan Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-sd-filial-di-bondowoso-nyaris-roboh-dinas-pendidikan-sebut-sudah-usulkan-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-sd-filial-di-bondowoso-nyaris-roboh-dinas-pendidikan-sebut-sudah-usulkan-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Gedung SD Filial SDN Klabang 2 di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh. Meski atap kelas disangga bambu dan rawan ambruk, 14 siswa tetap menjalani proses belajar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abd27997977.webp" length="35336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 14:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Salah satu gedung Sekolah Dasar (SD) Filial dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Klabang Kecamatan Tegalampel yang berada di Dusun Sumber Biru kini kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris roboh.</p>
<p>Sebanyak 14 siswa yang belajar di sana, harus bertahan di antara tonggak-tonggak bambu yang menopang atap plafon ruang kelas yang mulai rapuh dan rawan ambruk.</p>
<p>Tak jarang dari mereka harus sesekali menatap plafon yang nyaris ambruk. Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.</p>
<p>Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, mengungkap jika kerusakan atap sudah diketahui dan untuk perbaikannya telah diusulkan. Hal itu dikatakan oleh Taufan Restuanto, Kepala Dinas Pendidikan, pada Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>“Kami sudah mengusulkan revitalisasi sekolah, termasuk di antaranya adalah SDN Klabang 2,” ujar Taufan usai mengikuti rapat koordinasi bersama puluhan mitra SPPG di Wisma Wakil Bupati Bondowoso.</p>
<p>Saat ini, kata Taufan, pihaknya tengah mempelajari langkah terbaik yang akan diambil. Mulai dari perencanaan hingga sumber anggaran yang akan dialokasikan untuk revitalisasi SD Filial tersebut.</p>
<p>“Memang kita masih mempelajari apa langkah dan sumber pendanaannya pakai apa. Kita lihat nanti, karena itu SD Filial dari SDN Klabang 2. Intinya, yang kami usulkan ada 105 lembaga pendidikan,” ukasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. </p>
<p>Bahkan, pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.</p>
<p>“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.</p>
<p>Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.</p>
<p>Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.</p>
<p>Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebelum Lebaran, 4.846 Guru Ngaji di Situbondo akan Terima Insentif Rp3 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebelum-lebaran-4846-guru-ngaji-di-situbondo-akan-terima-insentif-rp3-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebelum-lebaran-4846-guru-ngaji-di-situbondo-akan-terima-insentif-rp3-juta</guid>
<description><![CDATA[ Untuk proses pencairan insentif guru ngaji, nanti penerima tidak menerima uang tunai, melainkan mereka akan ditransfer sesuai data rekening penerima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aae32a9e53d.webp" length="22456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 22:32:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>guru ngaji, insentif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP - </strong>Untuk meningkatkan perekonomian bagi guru ngaji di Situbondo, Pemkab Situbondo akan memberikan insentif kepada sekitar 4.846 guru ngaji seminggu sebelum hari raya Idulfitri 2026.</p>
<p>Besaran insentif yang akan diterima oleh ribuan guru ngaji tersebut, sekitar Rp3 juta per orangnya. Namun sampai saat ini, jumat (6/3/2026) petugas masih melakukan verifikasi dan validasi data yang harus rampung beberapa hari lagi. </p>
<p>Ahmad Hosnan, Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, membenarkan, dalam waktu dekat atau seminggu sebelum hari raya lebaran insentif guru ngaji akan diberikan.</p>
<p>"Sesuai jadwal insentif guru ngaji akan diberikan seminggu sebelum hari raya Idulfitri dengan besaran sekitar Rp3 juta per orangnya sesuai ketentuan yang berlaku," katanya. </p>
<p>Adapun ketentuannya, Ahmad Hosnan menerangkan untuk bisa mendapatkan insentif guru ngaji ini, mereka para guru ngaji harus mengajar minimal 5 santri, jika lebih dari itu bisa diajukan sesuai banyaknya santri di musala tersebut. </p>
<p>Namun ada ketentuan lain, yakni guru ngaji pertama minimal mengajar 15 santri dan guru santri kedua 10 santri. Yang artinya, jika di satu musala memiliki santri yang banyak, bisa mengajukan lebih dari satu insentif tapi maksimal hanya tiga insentif dengan guru ngaji yang berbeda. </p>
<p>Selain itu, para guru ngaji harus terdata dan musala tempat mengajar harus masih aktif.</p>
<p>"Sehingga untuk itu para guru ngaji yang mengajukan insentif wajib mencantumkan dokumentasi saat mengajar bersama para santri di mushala masing-masing," ucapnya. </p>
<p>Peran dari Disdikbud hanya melakukan validasi data, sedangkan yang mengajukan itu dari desa atau kelurahan melalui kecamatan.</p>
<p>Untuk mempertanggungjawabkan validasi data maka desa dan kecamatan diminta membuat pakta integritas sebagai bentuk komitmen, bahwa data yang diberikan benar sesuai fakta dilapangan. </p>
<p>Untuk proses pencairan insentif guru ngaji, nanti penerima tidak menerima uang tunai, melainkan mereka akan ditransfer sesuai data rekening penerima. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akademisi ITS Gandeng Industri dan Pemerintah Rumuskan Kebijakan Revitalisasi Manufaktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akademisi-its-gandeng-industri-dan-pemerintah-rumuskan-kebijakan-revitalisasi-manufaktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akademisi-its-gandeng-industri-dan-pemerintah-rumuskan-kebijakan-revitalisasi-manufaktur</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai hasil dari forum tersebut, para peserta sepakat merumuskan berbagai gagasan strategis dalam bentuk white paper kebijakan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah pusat dalam memperkuat sektor manufaktur nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa942d3d6ee.webp" length="60372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 19:24:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, PSPI-KP, Manufaktur, Kemenperin RI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ancaman melemahnya sektor manufaktur kembali menjadi sorotan. Padahal selama puluhan tahun, industri manufaktur dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja besar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. </p>
<p></p>
<p>Di tengah tantangan global dan meningkatnya ketergantungan impor, kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri berupaya merumuskan langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor tersebut.</p>
<p></p>
<p>Upaya itu salah satunya dilakukan melalui forum Roundtable Discussion “Penyelamatan Manufaktur Indonesia: Sinergi Pemerintah, Bisnis, dan Akademisi” yang digelar oleh Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Forum tersebut mempertemukan akademisi, pejabat pemerintah, serta pimpinan industri strategis nasional untuk merumuskan rekomendasi kebijakan revitalisasi industri manufaktur Indonesia melalui pendekatan triple helix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa94216edb8.webp" alt=""></p>
<p>Ketua PSPI-KP ITS sekaligus moderator forum, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng, menjelaskan bahwa diskusi tersebut merupakan langkah lanjutan dari penyusunan white paper kebijakan industri yang sebelumnya telah digagas oleh Dewan Pakar Ikatan Alumni ITS.</p>
<p></p>
<p>“Roundtable discussion ini tujuannya merumuskan bagaimana kebijakan revitalisasi industri yang seharusnya diambil oleh pemerintah,” ujar Arman saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, dokumen rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan dipresentasikan kepada sejumlah kementerian sebelum disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional.</p>
<p></p>
<p>“Kita tidak ingin rekomendasi ini hanya ada di meja. Nanti akan kita presentasikan ke Menko Perekonomian, bidang BUMN, hingga badan komunikasi pemerintah sebelum disampaikan ke Presiden,” katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ancaman Deindustrialisasi Dini</strong></p>
<p>Dalam paparannya, Arman menyoroti tren penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yaitu ketika kontribusi industri manufaktur menurun sebelum negara mencapai tingkat industrialisasi yang matang.</p>
<p></p>
<p>“Kalau manufaktur Indonesia sampai hilang, jurusan teknik di perguruan tinggi bisa-bisa ikut kehilangan relevansi. Itu yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa9427da5e1.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menilai target pertumbuhan ekonomi tinggi, yakni 8 persen oleh Presiden Prabowo tidak akan berdampak besar apabila sektor manufaktur tidak diperkuat, karena sektor itu memiliki daya serap tenaga kerja yang besar.</p>
<p></p>
<p>“Pertumbuhan ekonomi tinggi tidak berarti banyak kalau penyerapan tenaga kerjanya kecil. Revitalisasi manufaktur penting agar pertumbuhan itu berkualitas,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Arman mengungkapkan, forum tersebut juga dilatarbelakangi kondisi sejumlah BUMN manufaktur strategis yang tengah menghadapi tekanan finansial, seperti PT Barata Indonesia (Barata) dan PT Boma Bisma Indra (BBI).</p>
<p></p>
<p>“Contoh saja PT Barata, itu masih punya order sekarang, tetapi kondisi keuangan terguncang. Kalau tidak diselamatkan sebagai program strategis nasional, bisa saja industri ini benar-benar kolaps,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemerintah Soroti Ketergantungan Impor Industri</strong></p>
<p>Sementara itu, Setia Diarta, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, memaparkan kondisi terkini sektor industri manufaktur nasional. Ia menyebutkan bahwa sektor ILMATE masih mencatat pertumbuhan positif pada 2025.</p>
<p></p>
<p>“Sektor ILMATE tumbuh sekitar 5,41 persen pada 2025, naik dari 4,47 persen pada tahun sebelumnya,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa9417c3f05.webp" alt=""></p>
<p>Namun demikian, ia mengakui masih tingginya ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor.</p>
<p></p>
<p>“Kita memang masih banyak mengimpor baja, tetapi sebagian besar adalah bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Setia, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem industri agar pelaku manufaktur dalam negeri mampu bersaing secara global.</p>
<p></p>
<p>“Kementerian Perindustrian bukan hanya pengawas, tetapi juga dirijen yang harus menyinergikan berbagai pihak,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, bauksit, dan tembaga untuk memperkuat industri logam nasional.</p>
<p></p>
<p>“Hilirisasi menjadi agenda penting karena ekspor produk logam olahan sudah memberikan kontribusi devisa yang sangat besar,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>PT PAL Jadi Lokomotif Industri Maritim</strong></p>
<p>Dalam sesi diskusi industri, Senior Executive Vice President (SEVP) Transformasi Manajemen PT. PAL (Penataran Angkatan Laut), Laksda TNI (Purn) A.R. Agus Santoso, memaparkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kinerja PT PAL meningkat signifikan.</p>
<p></p>
<p>“Order yang dulu sekitar Rp2,5 triliun sekarang sudah mencapai sekitar Rp48 triliun. Kalau dulu pembangunan kapal bisa sampai 22 bulan, sekarang bisa kita selesaikan sekitar delapan bulan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Agus, penguatan industri maritim dapat menjadi penggerak kebangkitan manufaktur nasional karena melibatkan banyak sektor pendukung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aab78608b18.webp" alt=""></p>
<p>“Industri maritim bukan hanya galangan kapal, tetapi juga banyak industri lain yang ikut terlibat,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem manufaktur.</p>
<p></p>
<p>Selaku penanggap dari paparan PT PAL, Prof. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. selaku Guru Besar Teknik Sistem dan Industri ITS menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan produksi.</p>
<p></p>
<p>“Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi harus praktis dan bisa langsung digunakan untuk menyelesaikan masalah di industri,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti persoalan kesejahteraan pekerja di sektor manufaktur yang dinilai masih tertinggal dibanding sektor jasa.</p>
<p></p>
<p>“Banyak talenta terbaik yang akhirnya pindah ke perusahaan lain karena persoalan kesejahteraan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Patdono juga mengusulkan agar sinergi industri tidak hanya melibatkan perusahaan tertentu saja, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan PT INKA sebagai salah satu pemain penting di industri transportasi nasional.</p>
<p></p>
<p><strong>Peluang Manufaktur di Sektor Energi</strong></p>
<p>Sementara itu, Direktur PT Barata Indonesia, Hertyoso Nursangsoko, menilai sektor energi dapat menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan banyak infrastruktur energi yang dapat diproduksi oleh industri dalam negeri.</p>
<p></p>
<p>“Barata memiliki kemampuan untuk membuat berbagai komponen pembangkit listrik hingga tangki penyimpanan migas. Namun, industri ini membutuhkan modal kerja besar dengan waktu pengembalian yang panjang,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi akademisi, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi M.Sc., Ph.D. dari Teknik Industri UGM menilai tantangan besar industri manufaktur Indonesia adalah penguasaan teknologi inti.</p>
<p></p>
<p>“Kita sering hanya menjadi pengguna teknologi dari luar tanpa benar-benar menguasai desainnya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi dan standarisasi produk agar industri lokal dapat bersaing di pasar global.</p>
<p></p>
<p>“Salah satu hambatan besar produk manufaktur lokal adalah masalah sertifikasi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selaku penanggap dari paparan PT Barata Indonesia, Kepala Biro Perencanaan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Hariyanto, memaparkan sejumlah peluang industri manufaktur di sektor energi. Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi bioetanol nasional secara signifikan.</p>
<p></p>
<p>“Produksi bioetanol kita sekarang sekitar 300 hingga 350 ribu kiloliter, padahal kebutuhan bisa mencapai satu juta kiloliter. Kita butuh sekitar 35 sampai 40 pabrik gula baru dengan kapasitas besar,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pembangunan infrastruktur tangki penyimpanan bahan bakar juga membuka peluang bagi industri logam dalam negeri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa941c15db7.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai hasil dari forum tersebut, para peserta sepakat merumuskan berbagai gagasan strategis dalam bentuk white paper kebijakan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah pusat dalam memperkuat sektor manufaktur nasional.</p>
<p></p>
<p>Arman menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah merupakan kunci untuk menghidupkan kembali kejayaan manufaktur Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya kompetensi manufaktur yang sudah dimiliki Indonesia tidak hilang begitu saja. Kalau industri manufaktur kita kuat, maka ekosistem pendidikan teknik juga akan berkembang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SDN Klabang 2 Tegalampel Bondowoso Belajar di Kelas Nyaris Roboh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-klabang-2-tegalampel-bondowoso-belajar-di-kelas-nyaris-roboh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-klabang-2-tegalampel-bondowoso-belajar-di-kelas-nyaris-roboh</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dasar di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, mengalami kerusakan parah. Meski ruang kelas nyaris roboh dan disangga bambu, 14 siswa tetap belajar karena tidak ada alternatif sekolah lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a72550d8c.webp" length="50958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 21:16:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, SD, ambruk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Semangat belajar belasan siswa di Dusun Sumber Biru, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tetap menyala meski harus menimba ilmu di ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan SD Negeri Klabang 2 yang menjadi satu-satunya tempat belajar di dusun tersebut kini mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan.</p>
<p>Beberapa ruang kelas yang digunakan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak disangga menggunakan bambu agar bangunan tidak roboh. Di dalam ruangan, atap dan plafon yang sudah banyak ambrol menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa saat mengikuti pelajaran.</p>
<p>Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.</p>
<p>Salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.</p>
<p>“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69a9a72ee360f.webp" alt=""></p>
<p>Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.</p>
<p>Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.</p>
<p>“Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.</p>
<p>Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi.</p>
<p>Kondisi bangunan sekolah yang semakin rapuh juga membuat para orang tua murid diliputi rasa cemas. Mosleh, salah seorang wali siswa, mengaku khawatir setiap kali anaknya berangkat sekolah.</p>
<p>“Kami sebagai orang tua tentu khawatir melihat kondisi kelas seperti itu. Tapi anak-anak tetap harus sekolah. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.</p>
<p>Masyarakat Dusun Sumber Biru pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan siswa yang terancam, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekosongan Kepala Sekolah di Kota Batu Terisi, 31 Pejabat Resmi Sertijab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekosongan-kepala-sekolah-di-kota-batu-terisi-31-pejabat-resmi-sertijab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekosongan-kepala-sekolah-di-kota-batu-terisi-31-pejabat-resmi-sertijab</guid>
<description><![CDATA[ Dengan terisinya jabatan kepala sekolah di Kota Batu, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa roda manajemen sekolah dapat berjalan lebih optimal serta membawa energi baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a98d12897d2.webp" length="42160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 20:15:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kepala Sekolah, Kekosongan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah SD dan SMP di Kota Batu akhirnya terisi. Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepada 31 kepala sekolah sebagai tindak lanjut pasca mengalami kekosongan dalam beberapa waktu.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Kamis (5/3/2026) menjelaskan bahwa pengisian jabatan tersebut telah melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku serta proses seleksi yang ketat. Dengan sertijab ini, kepemimpinan di sekolah-sekolah yang sebelumnya kosong kini resmi dijalankan oleh pejabat definitif.</p>
<p>"Rotasi dan penugasan kepala sekolah tingkat SD dan SMP dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, akademis, maupun administratif. Para kepala sekolah yang ditugaskan kami harapkan untuk menjalankan amanah jabatan secara profesional dan tidak menyalahgunakan kewenangan," urainya.</p>
<p>Menurutnya, kepala sekolah memegang peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Kemajuan dan kualitas sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan tersebut.</p>
<p>Karena itu, setiap kepala sekolah diharapkan mampu memanfaatkan amanah jabatan untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidik serta mendorong capaian akademik dan nonakademik peserta didik. Dalam paradigma manajemen pendidikan saat ini, kepala sekolah juga dituntut mampu membawa perubahan dalam sistem pembelajaran dan tata kelola sekolah.</p>
<p>Perubahan tersebut mencakup peningkatan efektivitas pembelajaran, penguatan kepemimpinan sekolah, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, hingga pembentukan budaya mutu dan kerja sama tim yang solid.</p>
<p>"Jabatan kepala sekolah tidak dipandang sekadar sebagai status atau kedudukan. Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan komitmen kuat untuk mendorong peningkatan kualitas guru, siswa, serta manajemen sekolah," imbuhnya.</p>
<p>Terkait kebijakan internal sekolah, Alfi juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak gegabah mengambil keputusan, khususnya dalam penambahan tenaga pendidik maupun tenaga administrasi. Setiap persoalan kepegawaian diminta untuk dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Kota Batu.</p>
<p>Seperti yang telah ditulis oleh Suarajatimpost.com sebelumnya, kekhawatiran kekosongan jabatan 31 kepala sekolah di Kota Batu oleh pihak legislatif akhirnya telah diatasi oleh Dindik demi menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di kota yang terkenal akan destinasi wisatanya ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Kedatangan 10 Ribu Pemudik,  Polres Tambah Pospam Di Pelabuhan Jangkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kedatangan-10-ribu-pemudik-polres-tambah-pospam-di-pelabuhan-jangkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kedatangan-10-ribu-pemudik-polres-tambah-pospam-di-pelabuhan-jangkar</guid>
<description><![CDATA[ Selain mengecek kesiapan fisik dermaga, insfrastruktur dan kantor layanan ASDP, Kapolres juga memantau cuaca dan juga tinggi gelombang laut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8164aed9e6.webp" length="39220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 19:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>lebaran, mudik, transportasi, laut, jangkar, pelabuhan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP -</strong> Antisipasi membludaknya pemudik yang menggunakan layanan transportasi laut Pelabuhan Jangkar, Polres Situbondo akan menambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar. </p>
<p>Langkah penambahan itu, dinilai sebagai bentuk proaktif dalam kesiapan layanan transportasi laut, mengingat Pelabuhan Jangkar merupakan titik krusial penyebarangan laut yang ada di Jawa timur. </p>
<p>Untuk memastikan itu, Kapolres Situbondo yang didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres dan bersama instansi terkait, melakukan peninjauan langsung dalam kesiapan infrastruktur di pelabuhan jangkar yang akan dipergunakan oleh pemudik.</p>
<p>Berdasarkan data awal yang ada, estimasi pemudik yang akan melalui Pelabuhan jangkar diprediksi mencapai sekitar 10 ribu orang. Sehingga, perlu adanya peningkatan pelayanan dan menjamin keamanan serta kenyamanan pemudik, salah satunya dengan akan menambah satu titik pos pengamanan (Pospam) tambahan untuk operasi Ketupat 2026 di area pelabuhan. </p>
<p>Dalam kesempatan itu Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Siddiqi menekankan bahwa momen mudik bukanlah sekedar perjalanan biasa, melainkan tradisi tahunan pulang kampung yang penuh makna mendalam bagi masyarakat. </p>
<p>"Bagi masyarakat kegiatan mudik merupakan perjalanan spritual bagi para pemudik untuk bertemu sanak saudara, sehingga kami memastikan arus mudik 2026 yang menggunakan Pelabuhan Jangkar dapat berjalan aman, lancar dan tanpa ada kendala yang berarti," ucapnya, Rabu (4/3/2026). </p>
<p>Selain mengecek kesiapan fisik dermaga, insfrastruktur dan kantor layanan ASDP, Kapolres juga memantau cuaca dan juga tinggi gelombang laut.</p>
<p>Peninjauan dilanjutkan dengan kordinasi lintas sektor antara kepolisian, TNI dan Otoritas pelabuhan untuk mempersiapkan dan memantapkan skema pengamanan arus mudik 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Literasi di Ruang Publik, Warga Inisiasi Kotak Baca di Taman Maramis Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-literasi-di-ruang-publik-warga-inisiasi-kotak-baca-di-taman-maramis-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-literasi-di-ruang-publik-warga-inisiasi-kotak-baca-di-taman-maramis-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah kotak baca sederhana berdiri di salah satu sudut taman, menawarkan alternatif kegiatan positif bagi pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar, untuk membaca buku di tengah ruang terbuka hijau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7d7fe8e7fd.webp" length="135764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 16:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Literasi, Membaca, Taman, Buku, Suara Jatim Post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong>–Suasana di Taman Maramis, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, kini tampak berbeda dengan kehadiran fasilitas baru. </p>
<p></p>
<p>Sebuah kotak baca sederhana berdiri di salah satu sudut taman, menawarkan alternatif kegiatan positif bagi pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar, untuk membaca buku di tengah ruang terbuka hijau.</p>
<p></p>
<p>Kotak baca tersebut merupakan inisiatif mandiri dari Wulandari (39), warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kanigaran. Fasilitas berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter ini menampung 29 buku dengan koleksi beragam, mulai dari buku cerita bergambar hingga novel ringan yang menyasar pembaca usia sekolah.</p>
<p></p>
<p>“Ide awal pembuatan kotak buku literasi ini terinspirasi dari kebiasaan orang luar negeri yang menaruh buku di kotak depan rumahnya. Dari situlah saya kemudian mencobanya di Taman Maramis,” ujar Wulandari.</p>
<p></p>
<p>Gagasan tersebut muncul dari keinginan untuk menumbuhkan budaya literasi di ruang publik. </p>
<p></p>
<p>Wulandari berharap pengunjung taman tidak hanya datang untuk bersantai atau berolahraga, tetapi juga dapat memanfaatkan waktu dengan membaca koleksi buku yang tersedia secara gratis.</p>
<p></p>
<p>Tujuan utama penyediaan kotak baca ini adalah memberikan pilihan aktivitas bermanfaat bagi masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Dengan adanya fasilitas ini, anak-anak dapat menikmati bacaan dalam suasana yang lebih santai tanpa harus berkunjung ke perpustakaan formal.</p>
<p></p>
<p>Sebelum merealisasikan inisiatif tersebut, Wulandari telah mengurus perizinan kepada Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). </p>
<p></p>
<p>Koordinasi dilakukan terkait titik penempatan agar tidak mengganggu estetika taman. Pihak DLH pun turut memberikan dukungan dalam proses pemasangan dan pengawasan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Wulandari menjelaskan terdapat perbedaan sumber pendanaan antara kotak baca di Taman Maramis dengan yang sebelumnya ia dirikan di Taman Semeru. </p>
<p></p>
<p>Jika di Taman Semeru pembiayaan sepenuhnya menggunakan dana pribadi, untuk fasilitas di Taman Maramis dikelola melalui skema kreatif.</p>
<p></p>
<p>“Berbeda dengan kotak baca di Taman Semeru yang menggunakan dana pribadi, untuk kotak baca di Taman Maramis mulai dari pembuatan kotak hingga pembelian buku berasal dari keuntungan penjualan kaos yang saya jual melalui media sosial,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah risiko kehilangan koleksi buku. Wulandari mengungkapkan bahwa selama satu tahun beroperasi, kotak baca di Taman Semeru telah kehilangan sebanyak 66 buku. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi keberlangsungan program literasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami, buku-buku yang saya letakkan tidak dicuri lagi. Karena jika ini terus terjadi, maka stok buku yang saya punya tidak bisa mengisi kembali kotak baca, khususnya yang ada di Taman Semeru,” imbuh Wulandari.</p>
<p></p>
<p>Melalui gerakan ini, ia berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas publik semakin meningkat. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar kotak baca di taman kota tetap berfungsi sebagai ruang literasi terbuka yang berkelanjutan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Anjing Karya ITS Siap Gantikan Manusia di Area Berbahaya, Mampu Dikendalikan dari Ribuan Kilometer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-anjing-karya-its-siap-gantikan-manusia-di-area-berbahaya-mampu-dikendalikan-dari-ribuan-kilometer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-anjing-karya-its-siap-gantikan-manusia-di-area-berbahaya-mampu-dikendalikan-dari-ribuan-kilometer</guid>
<description><![CDATA[ RoboDog ITS dilengkapi kamera dan sensor LiDAR yang memungkinkan robot memetakan lingkungan, mendeteksi objek, serta mengidentifikasi potensi bahaya secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a685eb17bf0.webp" length="24192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 15:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Indosat, Nokia, Robot, RoboDog, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Tidak semua pekerjaan aman dilakukan manusia. Inspeksi kilang minyak, pemantauan area bencana, hingga pemeriksaan lokasi dengan potensi bahaya tinggi kerap mempertaruhkan keselamatan dan tidak jarang memakan korban jiwa.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan RoboDog, robot anjing otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer dan dirancang untuk menjalankan tugas di lingkungan berisiko tinggi.</p>
<p>Inovasi itu pertama kali diperkenalkan di AI-RAN Research Center, Surabaya, Sabtu (28/2/2026), melalui kolaborasi ITS bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA. </p>
<p>Sinergi tersebut menggabungkan kekuatan robotika, jaringan 5G, dan komputasi AI mutakhir untuk menghadirkan robot otonom yang mampu memahami perintah manusia dan merespons kondisi lingkungan secara real time.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69a685e47c607.webp" alt=""></p>
<p>Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa robot ini dirancang tidak sekadar bergerak berdasarkan perintah manual, tetapi mampu memahami instruksi berbasis suara manusia dan membaca situasi di sekitarnya melalui sensor canggih.</p>
<p>“Kemampuan ini dapat dikendalikan dalam jarak ribuan kilometer,” ungkap Yuke saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, RoboDog dilengkapi kamera dan sensor LiDAR yang memungkinkan robot memetakan lingkungan, mendeteksi objek, serta mengidentifikasi potensi bahaya secara langsung. Dengan kemampuan tersebut, robot dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, terutama pada sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia.</p>
<p>Dalam demonstrasi yang dilakukan, RoboDog yang berada di Surabaya berhasil menerima perintah suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol. Robot kemudian menjalankan instruksi untuk memeriksa kondisi suatu lokasi, memastikan keamanan area, serta mendeteksi kemungkinan aktivitas mencurigakan. </p>
<p>Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa robot dapat dioperasikan secara global tanpa operator harus berada di lokasi berbahaya. Mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS tersebut menilai, kemampuan robot memahami konteks dan situasi menjadi keunggulan utama dalam implementasi di dunia industri modern.</p>
<p>“Robot ini aplikatif untuk industri yang berisiko tinggi bagi manusia,” ujarnya.</p>
<p>Di balik kemampuan kendali jarak jauh tersebut, teknologi Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN) yang dikembangkan IOH menjadi fondasi utama sistem. Teknologi itu memungkinkan perintah yang dikirim dari lokasi jauh dapat diproses dan diterjemahkan menjadi aksi robot secara cepat melalui jaringan 5G.</p>
<p>VP Head of Technology Strategy &amp; Partnership Management IOH, Irwan Radius, menjelaskan bahwa integrasi AI dengan jaringan telekomunikasi menjadi terobosan penting dalam pengembangan robotika otonom.</p>
<p>“Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan jeda sangat rendah,” jelas Irwan.</p>
<p>Ia menambahkan, pendekatan AI-RAN mengubah fungsi jaringan telekomunikasi dari sekadar jalur transmisi data menjadi pusat pemrosesan kecerdasan buatan. Dengan demikian, robot dapat merespons perintah dengan latensi sangat rendah, yang menjadi syarat utama bagi pengoperasian robot dan drone otonom secara aman dan efektif.</p>
<p>“Arsitektur ini memungkinkan latensi ultra-rendah yang dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robotika dan drone otonom,” paparnya.</p>
<p>Teknologi tersebut juga didukung infrastruktur jaringan 5G dari Nokia yang memastikan konektivitas stabil dan cepat, serta komputasi GPU dari NVIDIA yang memungkinkan pemrosesan AI dalam skala kompleks dan real time. ITS kemudian mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam sistem robotika yang siap dioperasikan di lapangan.</p>
<p>Ke depan, inovasi RoboDog tidak hanya menjadi bukti kemampuan teknologi nasional, tetapi juga akan diperkenalkan di panggung global melalui ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol, pada Maret 2026 ini.</p>
<p>Partisipasi tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dalam menciptakan teknologi robotika dan AI yang kompetitif di tingkat internasional.</p>
<p>Irwan berharap, kehadiran RoboDog dapat membuka peluang kolaborasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai inovator teknologi.</p>
<p>“Semoga melalui forum internasional ini, inovasi anak bangsa semakin mendapat ruang dan peluang kolaborasi di kancah global,” tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ICSSS Gelar Bedah Buku Memori Kekerasan di Universitas Negeri Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/icsss-gelar-bedah-buku-memori-kekerasan-di-universitas-negeri-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/icsss-gelar-bedah-buku-memori-kekerasan-di-universitas-negeri-malang</guid>
<description><![CDATA[ Initiative Critical Social Sciences Studies (ICSSS) adalah sebuah inisiatif-kolektif yang dibentuk untuk menciptakan ekosistem kajian kritis dalam bidang ilmu-ilmu sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a5aa73d8969.webp" length="60842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 08:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Donny Maulana</dc:creator>
<media:keywords>Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP</strong>–<em>Initiative Critical Social Sciences Studies</em> (ICSSS) menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk Bedah Buku "Memori-Memori Kekerasan: Ketegangan, Identitas, dan Nasionalisme". Agenda ini terlaksana atas inisiasi kolektif antara ICSSS, Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), <em>Interdisciplinary Lab</em>, serta Departemen Sejarah UM.</p>
<p>Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (2/3/2026) bertempat di Pustakafe, Universitas Negeri Malang.</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh Rektor UM sekaligus salah satu penulis buku, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.; Sekretaris Departemen Sejarah UM yang juga penulis buku, Arif Subekti, M.A.; Peneliti ICSSS/Interdisciplinary Lab selaku pengulas, Nora Titahning Ayudha, S.Sosio., M.Si.; serta Kepala UPT Perpustakaan UM, Nurenzia Yannuar, S.S., M.A., Ph.D.</p>
<p>Meski dilaksanakan di tengah suasana hujan dan bulan Ramadan, bedah buku berlangsung khidmat dan dialektis dengan partisipasi puluhan peserta dari berbagai sivitas akademika lintas fakultas di UM.</p>
<p>Dalam pendahuluan buku berjudul "Mengapa Mengingat Kekerasan?", editor buku Grace Leksana menuliskan bahwa mengingat kekerasan bukan bertujuan untuk membuka luka lama atau memelihara dendam, melainkan untuk mencegah pengulangan peristiwa serupa di masa kini maupun masa depan. </p>
<p>Ingatan akan kekerasan juga dinilai mampu menciptakan dorongan untuk melawan dominasi serta menggoyahkan otoritas kekuasaan tunggal. Menolak membicarakan hal tersebut dianggap sama dengan menolak melihat realitas masyarakat Indonesia secara utuh.</p>
<p>Nora, selaku pengulas dan peneliti ICSSS, menyambut positif agenda ini sebagai langkah awal bagi kiprah ICSSS ke depan.</p>
<p>"Ini awal yang bagus untuk ICSSS yang baru saja memulai untuk berlayar. Mendatang, kita mengajak teman-teman untuk bisa bersinergi dalam inisiatif-kolektif ini, guna membangun <em>critical ambience</em> dalam kajian ilmu-ilmu sosial. Kalian semua diundang!" ujarnya kepada media.</p>
<p>Sebagai informasi, <em>Initiative Critical Social Sciences Studies</em> (ICSSS) merupakan inisiatif kolektif yang dibentuk guna menciptakan ekosistem kajian kritis dalam bidang ilmu sosial.</p>
<p>Sejumlah peneliti dan akademisi yang menginisiasi terbentuknya wadah ini antara lain Abdul Kodir, S.Sosio., M.Sosio., Ph.D. (Departemen Sosiologi UM), Arif Subekti, M.A. (Departemen Sejarah UM), Nora Titahning Ayudha, S.Sosio., M.Si. (Departemen Sosiologi UM), Muhammad Asyrofi Al Kindy, S.Pd., M.Sc. (Departemen Geografi UM), dan Donny Maulana, S.Pd., M.Pd. (Departemen Sejarah UM).</p>
<p>Fokus kerja ICSSS meliputi pengarusutamaan kajian dan studi kritis pada berbagai cabang ilmu pengetahuan sosial, riset kolaboratif lintas disiplin, hingga diseminasi hasil temuan terbaru. <strong>(0) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungli Pavingisasi SDN di Gondang, Dindik Nganjuk Klaim Belum Terima Laporan Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-pavingisasi-sdn-di-gondang-dindik-nganjuk-klaim-belum-terima-laporan-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-pavingisasi-sdn-di-gondang-dindik-nganjuk-klaim-belum-terima-laporan-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar program pavingisasi di SDN wilayah Gondang, sementara iuran disebut telah dihentikan tanpa penjelasan sanksi lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a582c902af0.webp" length="35122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 21:32:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pendidikan, Kabid SMP, Dugaan Pungli, Belum Terima Laporan, SDN 2 Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam program pavingisasi di salah satu sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Gondang.</p>
<p>Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Evi Handayani, menyatakan secara administratif belum ada pengaduan yang masuk ke dinasnya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Evi merespons informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya dugaan penarikan biaya kepada wali murid untuk pembangunan fasilitas sekolah.</p>
<p>“Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke kami,” ujar Evi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penanganan persoalan tersebut bukan menjadi ranah Bidang GTK. Menurutnya, bidang yang dipimpinnya lebih fokus menangani persoalan tenaga kependidikan, seperti disiplin guru dan pelanggaran etik lainnya.</p>
<p>“Kalau terkait SDN 2 Gondang itu bukan ranah kami. Yang menangani adalah Kabid SMP yang juga membawahi SD, atau bisa langsung ke Kepala Dinas,” tegasnya.</p>
<p>Evi menambahkan, Bidang GTK hanya menangani persoalan yang berkaitan dengan tenaga pendidik.</p>
<p>“Kami hanya menangani tenaga pendidik, misalnya jika ada pelanggaran disiplin,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, upaya konfirmasi Suarajatimpost ke ruangan Kepala Bidang SMP, Munawir, belum membuahkan hasil.</p>
<p>Staf di kantor Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Jakarta dan dijadwalkan kembali ke kantor pada Jumat mendatang.</p>
<p>Sebelumnya, dugaan praktik pungli mencuat di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang. Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dinilai bersikap permisif terhadap persoalan tersebut karena tidak menjatuhkan sanksi tegas sesuai regulasi, melainkan hanya melakukan pemanggilan lisan kepada kepala sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, saat dikonfirmasi sebelumnya menyatakan bahwa iuran tersebut telah dihentikan setelah pihaknya memanggil kepala sekolah.</p>
<p>“Sudah kami hentikan. Urusannya sudah selesai,” ujar Munawir melalui pesan singkat, Senin (27/1/2026).</p>
<p>Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme pengawasan maupun potensi sanksi administratif atas dugaan pungutan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membanggakan! Kapal Tanpa Awak Kreasi Mahasiswa  ITS Raih Gelar Kompetisi Robotik di AS 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membanggakan-kapal-tanpa-awak-kreasi-mahasiswa-its-raih-gelar-kompetisi-robotik-di-as-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membanggakan-kapal-tanpa-awak-kreasi-mahasiswa-its-raih-gelar-kompetisi-robotik-di-as-2026</guid>
<description><![CDATA[ Tim Barunastra ITS meraih gelar Grand Champion dalam International RoboBoat Competition 2026 di Florida, Amerika Serikat. Kapal otonom Nala Ares Mark II unggul di berbagai kategori. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a26f67251ca.webp" length="43786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 09:32:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>ITS, Nala Ares Mark II, Barunastra ITS, International RoboBoat Competition 2026, IRC 2026, Autonomous Surface Vehicle, prestasi mahasiswa, teknologi maritim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Kapal otonom Nala Ares Mark II karya Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim ini meraih gelar Grand Champion pada ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026 yang digelar di Sarasota, Florida, Amerika Serikat.</p>
<p>Kompetisi yang diikuti 36 tim dari 10 negara tersebut menjadi panggung dominasi Tim Barunastra ITS. Mereka berhasil meraih Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report.</p>
<p>Dosen pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti daya saing mahasiswa ITS di tingkat global.</p>
<p>"Capaian tim berisi mahasiswa ITS ini menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan karya teknologi maritim berkelanjutan nantinya," ujarnya pada Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya, menambahkan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran kolaborasi global dalam pengembangan teknologi Autonomous Surface Vehicle (ASV).</p>
<p>"Perjalanan menuju gelar Grand Champion pun tidak ditempuh dengan mudah. Berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi bagian dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim," katanya.</p>
<p>International RoboBoat Competition (IRC) dikenal sebagai ajang bergengsi yang menguji kemampuan Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak dalam menyelesaikan misi secara mandiri. Sejumlah perguruan tinggi ternama dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.</p>
<p>Keberhasilan ini ditopang performa Nala Ares Mark II yang dirancang untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, yakni Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.</p>
<p>Pada kategori Autonomy Challenge, kapal diuji untuk mampu bermanuver secara mandiri di area simulasi pascabencana. Tantangan yang harus diselesaikan meliputi navigasi jalur evakuasi, menghindari puing, hingga pengiriman logistik secara presisi tanpa kendali langsung manusia.</p>
<p>Selain unggul dalam performa operasional, tim juga memperoleh apresiasi atas dokumentasi desain yang dinilai komprehensif. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak menjadi kekuatan utama yang mengantarkan mereka meraih gelar tertinggi dalam kompetisi tersebut.</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngabuburit Sejarah di Tebuireng, Menelusuri Jejak Kelahiran Soekarno di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngabuburit-sejarah-di-tebuireng-menelusuri-jejak-kelahiran-soekarno-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngabuburit-sejarah-di-tebuireng-menelusuri-jejak-kelahiran-soekarno-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar obrolan biasa, mereka hadir untuk membedah dua buku yang mengupas tuntas misteri kelahiran Proklamator RI, Soekarno, di tanah Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2ff608bb95.webp" length="22678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 21:48:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jejak Kelahiran Soekarno, Bedah Buku</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Suasana sore di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari, Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terasa berbeda pada Sabtu (28/2/2026). Mengisi waktu ngabuburit menjelang azan Magrib, puluhan orang justru asyik berdiskusi tentang sejarah. </p>
<p>Bukan sekadar obrolan biasa, mereka hadir untuk membedah dua buku yang mengupas tuntas misteri kelahiran Proklamator RI, Soekarno, di tanah Jombang.</p>
<p>Sekitar 70 peserta yang terdiri dari akademisi, santri, pegiat literasi, dan masyarakat umum memadati ruang acara sejak pukul 15.30 WIB. Antusiasme terlihat jelas dalam diskusi bertajuk 'Titik Nol Soekarno 1902' karya Gus Binhad Nurrohmat dan 'Menemukan Bung Karno di Jombang' karya Ach. Faisol.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Gus Binhad Nurrohmat mengungkapkan bahwa bukunya lahir dari penelusuran mendalam terkait masa kecil Soekarno yang diduga kuat memiliki keterkaitan erat dengan Jombang. Bahkan, muncul hipotesis bahwa Bung Karno lahir di wilayah Ploso. Namun, ia menegaskan bahwa klaim tersebut harus dibuktikan dengan riset berbasis data, bukan sekadar asumsi.</p>
<p>"Hasil penelitian saya menyimpulkan bahwa Soekarno lahir di Ploso, tepatnya di Gang Buntu, Desa Rejoagung, pada 6 Juni 1902," ungkapnya.</p>
<p>Kesimpulan ini, lanjut Gus Binhad, diperkuat oleh sejumlah dokumen penting. Salah satunya adalah catatan dalam buku induk mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan catatan pribadi ayah Soekarno yang sama-sama mencantumkan tanggal lahir 6 Juni 1902. </p>
<p>Ia juga memaparkan bukti administratif berupa 'stanboek' atau surat keputusan pengangkatan ayah Soekarno, Raden Soekarni, yang bertugas sebagai mantri guru di sekolah Ongko Loro (Sekolah Desa) milik pemerintah kolonial Belanda di Ploso sejak Desember 1901. </p>
<p>"Secara administratif, dokumen ini membuktikan bahwa Raden Soekarni sudah berada di Ploso beberapa bulan sebelum kelahiran Soekarno," tegasnya.</p>
<p>Selain arsip tertulis, Gus Binhad juga menekankan pentingnya sejarah lisan atau memori kolektif masyarakat Ploso. Menurutnya, cerita turun-temurun tentang masa kecil Soekarno yang masih hidup di ingatan warga menjadi bagian vital dalam merekonstruksi sejarah secara utuh.</p>
<p>Sementara itu, Ach. Faisol, penulis buku 'Menemukan Bung Karno di Jombang', menjelaskan bahwa karyanya berfokus pada pelacakan jejak sosial dan kultural Soekarno selama berada di Jombang. </p>
<p>"Pendekatan yang memadukan arsip dan sejarah lisan dapat menghadirkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fase awal kehidupan tokoh besar bangsa tersebut," jelas Faisol. </p>
<p>Ia berharap kegiatan ngabuburit ilmiah seperti ini dapat membuka ruang kajian sejarah yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Jombang dalam narasi sejarah nasional.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Menjelang waktu berbuka, suasana khidmat acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak HUT ke&amp;50 TK Pertiwi Pandantoyo, Forpincam Kertosono Hadiri Khotmil Qur’an dan Buka Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hangat-di-pandantoyo-buka-bersama-forpincam-sekaligus-rayakan-hut-ke-50-tk-pertiwi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hangat-di-pandantoyo-buka-bersama-forpincam-sekaligus-rayakan-hut-ke-50-tk-pertiwi</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan HUT ke-50 TK Pertiwi Pandantoyo diisi khotmil Qur’an dan buka bersama yang dihadiri Forpincam Kertosono, tokoh masyarakat, serta warga sebagai momentum syukur dan penguatan silaturahmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2d8f2884ef.webp" length="50552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 20:14:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buber bersama, TK Pertiwi, Forpincam, Desa Kudu, Ultah ke 50, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, saat jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) hadir dalam acara khotmil Qur'an, pembagian takjil, dan buka bersama. </p>
<p>Acara ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-50 TK Pertiwi Pandantoyo.</p>
<p>​Acara yang digelar di balai pertemuan desa ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, guru, wali murid, serta puluhan siswa dari TK Pertiwi</p>
<p>​Kegiatan dimulai dengan khidmat melalui pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Khotmil Qur'an). Tidak hanya sebagai bentuk ibadah di bulan suci, momen ini juga menjadi wujud syukur atas perjalanan setengah abad TK Pertiwi dalam mencerdaskan anak bangsa di tingkat desa.</p>
<p>Kepala Sekolah TK Pertiwi, Pandantoyo Dyah Sulistyo Rahmati menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Pihaknya mengungkapkan rasa bangganya terhadap kekompakan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para guru, wali murid, hingga jajaran pemerintahan desa.</p>
<p>​"Kami sangat bersyukur acara ini berjalan lancar. Ini bukan sekadar buka bersama, tapi juga momentum refleksi bagi TK Pertiwi yang sudah mengabdi selama 50 tahun. Dukungan dari semua pihak adalah energi bagi kami untuk terus mendidik generasi emas Pandantoyo," ungkap Dyah di sela-sela acara, Sabtu (28/2/2026).</p>
<p>​​Turut hadir di tengah-tengah acara, Kepala Desa Pandantoyo Khairul Anwar didampingi Kapolsek Kertosono Kompol Joni Saputra beserta jajaran Pemdes Desa Pandantuyo yang ikut membaur bersama warga dan anak-anak didik. Kehadiran Kades menjadi simbol dukungan penuh pemerintah desa terhadap kemajuan institusi pendidikan di wilayahnya.</p>
<p>Menurut Khairul Anwar, ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi TK Pertiwi yang telah setengah abad melayani masyarakat dalam bidang pendidikan anak usia dini. Kata Anwar, ia menekankan bahwa perayaan ulang tahun ke-50 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mempererat kerukunan warga.</p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah. Perayaan HUT ke-50 yang dibarengi dengan kegiatan religius seperti Khotmil Qur'an dan buka bersama ini sangat positif untuk mempererat tali silaturahmi di Desa Pandantoyo," ujar Kades di hadapan para undangan.</p>
<p>​Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dengan menu tradisional yang disajikan di atas karpet merah, menambah keakraban antara pejabat kecamatan, perangkat desa, dan warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujud Kepedulian Sesama, GWA Sedulur Nganjuk Santuni 22 Anak Yatim di Ponpes Salafil Huda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujud-kepedulian-sesama-gwa-sedulur-nganjuk-santuni-22-anak-yatim-di-ponpes-salafil-huda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujud-kepedulian-sesama-gwa-sedulur-nganjuk-santuni-22-anak-yatim-di-ponpes-salafil-huda</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang dikemas melalui Komunitas Group WhatsApp (GWA) Sedulur Nganjuk kembali menunjukkan aksi nyatanya dalam bidang sosial melalui kegiatan bertajuk &quot;GWA Sedulur Nganjuk Berbagi&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a19c4321f3c.webp" length="33992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 21:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Berbagi bersama, komunitas group whatsapp sedulur nganjuk, Ponpes Salafil Huda, Anak yatim piatu, dhuafa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Salafil Huda, bertempat di Dusun Blimbing, Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom, pada Jumat (27/2/2026). </p>
<p>Acara yang dikemas melalui Komunitas Group WhatsApp (GWA) Sedulur Nganjuk kembali menunjukkan aksi nyatanya dalam bidang sosial melalui kegiatan bertajuk "GWA Sedulur Nganjuk Berbagi".</p>
<p>​Kegiatan kali ini difokuskan pada pemberian santunan kepada 22 anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa yang berada di lingkungan pondok pesantren tersebut.</p>
<p>​Pendampingan Langsung Ketua Sedulur Nganjuk Bunda Marsitik didampingi koordinator aksi Galang Mahendra, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat. </p>
<p>Dalam sambutannya, Galang Mahendra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal agenda rutin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya warga Nganjuk yang membutuhkan.</p>
<p>​"Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari slogan kami, yaitu berbagi untuk pengabdian pada sesama. Kami berharap santunan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan meringankan beban anak-anak kita di Ponpes Salafil Huda," ujar Koordinator Sedulur Nganjuk di sela-sela acara.</p>
<p><strong>​Momen Kebersamaan di Hari Jumat</strong></p>
<p>​Pemilihan waktu pada hari Jumat menambah kekhusyukan acara ini. Penyerahan santunan dilakukan secara tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Para santri dan penerima bantuan tampak antusias menerima paket santunan yang diberikan oleh perwakilan pengurus GWA Sedulur Nganjuk.</p>
<p>​Pihak pengasuh Pondok Pesantren Salafil Huda KH Zaenal Abidin juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian komunitas ini. </p>
<p>"Kami berharap sinergi antara komunitas sosial dan lembaga pendidikan keagamaan seperti ini dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang," kata Pengasuh Ponpes yang akrab di sapa Gus Zen.</p>
<p>Menurut Gus Zen, pihaknya hanya sebagai fasilitator tempat saja untuk kawan-kawan di group Sedulur Nganjuk .</p>
<p>"Matursuwun dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung atas terlaksana kegiatan mulia di bulan Ramadan," kata Gus Zen.</p>
<p>Lanjut Gus Zen, saat ini pihaknya menyalurkan santunan kepada 22 anak yatim. Tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya tersalurkan 19 orang anak yatim. </p>
<p>"Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan, untuk tahun kemarin hanya 19 anak, untuk tahun ini bertambah jadi 22 anak," ungkap Pengasuh Ponpes Salafil Huda. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selama Ramadan, SPPG Buduan Situbondo Salurkan MBG Kering Bergizi Menggunakan Paper Bag</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selama-ramadan-sppg-buduan-situbondo-salurkan-mbg-kering-bergizi-menggunakan-paper-bag</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selama-ramadan-sppg-buduan-situbondo-salurkan-mbg-kering-bergizi-menggunakan-paper-bag</guid>
<description><![CDATA[ Selama Ramadan, Dapur SPPG Buduan Situbondo menyajikan menu kering yang aman dikonsumsi hingga waktu berbuka, dengan kandungan gizi tetap terjaga sebagai bentuk adaptasi pola makan penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a0ff110f9a3.webp" length="45838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>situbondo, ekonomi, pemerintahan, UMKM, rio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="84" data-end="404"><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Aroma semangat Ramadan terasa berbeda di Dapur SPPG Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Di balik aktivitas yang tetap sibuk sejak pagi, ada upaya khusus yang dilakukan tim dapur untuk memastikan para penerima manfaat tetap memperoleh asupan yang aman dan bergizi selama menjalani ibadah puasa.</p>
<p data-start="406" data-end="674">Ramadan membawa perubahan besar pada pola makan. Waktu konsumsi yang bergeser ke sahur dan berbuka membuat penyajian makanan harus disesuaikan. Kondisi itulah yang mendorong dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan memilih langkah adaptif: menghadirkan menu kering sebagai alternatif sajian.</p>
<p data-start="676" data-end="844">Bukan tanpa pertimbangan, pilihan menu makan bergizi gratis (MBG) kering dinilai lebih aman karena tidak mudah basi. Dengan begitu, makanan tetap layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa tiba.</p>
<p data-start="846" data-end="959">“Menu keringan ini pastinya aman untuk dimakan sampai berbuka,” ujar Siska, Ahli Gizi Dapur SPPG Buduan Suboh Situbondo, dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (27/2/2026)</p>
<p data-start="961" data-end="1282">Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat tentang kualitas makanan selama puasa, dapur ini justru memastikan bahwa perubahan bentuk sajian tidak mengurangi nilai gizinya. Setiap menu tetap dirancang melalui perhitungan matang. Komposisi bahan dipilih secara cermat agar kebutuhan energi penerima manfaat tetap tercukupi.</p>
<p data-start="1284" data-end="1375">“Meskipun yang diberikan menu keringan, kandungan gizi juga tetap diperhatikan,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1377" data-end="1628">Bagi tim dapur, menu kering bukanlah pengganti makanan utama. Sajian tersebut diposisikan sebagai kudapan atau makanan selingan, yang membantu menjaga stamina menjelang waktu berbuka. Strategi ini dinilai lebih sesuai dengan ritme tubuh saat berpuasa.</p>
<p data-start="1630" data-end="1715">“Menu keringan dijadikan menu kudapan, tidak dijadikan sebagai menu utama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="1906">Di balik kesederhanaan menu yang disajikan, pihaknya tetap komitmen untuk tetap menghadirkan layanan terbaik. Karena, kata Siska, Ramadan bukan menjadi hambatan, melainkan momentum untuk berinovasi dan beradaptasi.</p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Melalui sentuhan perencanaan gizi yang tepat serta perhatian pada keamanan pangan, Dapur SPPG Buduan berupaya memastikan setiap sajian yang dibagikan bukan sekadar makanan, melainkan bentuk kepedulian yang tetap hangat selama Ramadan," tandasnya.</p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Buduan, Bagas Deo Pradana menyampaikan jika selama pendistribusian menu kering di bulan Ramadan, pihaknya juga menggunakan <em>paper bag </em>(tas kertas) kepada 1.736 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, hingga kelompok 3B.</p>
<p data-start="628" data-end="901">"Penggunaan <em>paper bag </em>dalam program MBG diutamakan untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai, khususnya pada menu kering saat bulan Ramadan. Paper bag dipilih karena lebih ramah lingkungan, higienis, dan mempermudah siswa membawa pulang makanan. Kebijakan ini mendukung standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN)," jelasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kecam Pemblokiran Login Wikipedia, Koalisi Damai Desak Komdigi Segera Buka Akses</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kecam-pemblokiran-login-wikipedia-koalisi-damai-desak-komdigi-segera-buka-akses</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kecam-pemblokiran-login-wikipedia-koalisi-damai-desak-komdigi-segera-buka-akses</guid>
<description><![CDATA[ Koalisi Damai menilai pemblokiran halaman login Wikipedia oleh pemerintah tidak proporsional dan berpotensi melanggar hak atas informasi. Pemerintah didesak segera membuka kembali akses demi menjaga kebebasan berekspresi dan produksi pengetahuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a022654c016.webp" length="23092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 08:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Koalisi Damai, pemblokiran Wikipedia, login Wikipedia diblokir, Kominfo, hak asasi manusia, kebebasan informasi, ruang digital Indonesia, Wikimedia Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com</strong> — Koalisi Demokratisasi dan Moderasi Ruang Digital Indonesia (Koalisi Damai) mengecam pemblokiran halaman login Wikipedia yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Kebijakan tersebut dinilai menghambat produksi pengetahuan, merugikan kepentingan publik, serta bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dan demokrasi.</p>
<p>Sejak Selasa, 25 Februari 2026, pengguna di Indonesia tidak dapat melakukan login ke Wikipedia. Meski laman utama Wikipedia.org masih dapat diakses, fitur masuk bagi editor tidak berfungsi. Hasil penelusuran menunjukkan domain auth.wikimedia.org tercantum dalam sistem Trust Positif yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.</p>
<p>Pemblokiran tersebut berdampak langsung pada proses penyuntingan artikel. Tanpa akses login, para kontributor tidak dapat menggunakan akun terverifikasi mereka dan hanya bisa melakukan penyuntingan secara anonim. Menurut Koalisi Damai, kondisi ini berisiko menurunkan kualitas dan akuntabilitas informasi karena mekanisme pengawasan berbasis komunitas tidak dapat berjalan secara optimal.</p>
<p>Selain itu, akun dengan hak akses khusus, termasuk administrator, juga tidak dapat menjalankan fungsinya. Padahal, peran administrator sangat krusial dalam menjaga integritas Wikipedia, seperti menangani perusakan halaman, mengelola artikel sensitif, serta menegakkan kebijakan editorial. Tanpa mekanisme tersebut, stabilitas dan kredibilitas konten Wikipedia dinilai berada dalam kondisi rentan.</p>
<p>Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi Damai menegaskan bahwa dampak pemblokiran tidak hanya terbatas pada Wikipedia. Sejumlah proyek lain dalam ekosistem Wikimedia, seperti Wikidata, Wikisource, dan Wiktionary, juga ikut terdampak. Hal ini berpotensi menghambat partisipasi warga Indonesia dalam jaringan pengetahuan terbuka global yang selama ini dibangun secara kolaboratif.</p>
<p>Menurut Koalisi Damai, Wikipedia memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Platform ini telah menjadi rujukan awal bagi pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga masyarakat umum untuk mengakses informasi. Ketika mekanisme penyuntingan dibatasi, potensi beredarnya informasi yang tidak akurat justru semakin sulit dikoreksi karena minimnya keterlibatan editor terverifikasi.</p>
<p>Dari sisi hukum dan hak asasi manusia, Koalisi Damai menilai pemblokiran tersebut bertentangan dengan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yang menjamin hak setiap orang untuk mencari, menerima, dan menyebarkan informasi. Prinsip serupa juga ditegaskan dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.</p>
<p>Koalisi Damai juga merujuk pada berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menegaskan bahwa hak yang berlaku di ruang luring harus dilindungi pula di ruang daring, termasuk kebebasan berekspresi dan hak atas informasi. Dalam konteks ini, setiap pembatasan dinilai wajib memenuhi uji legalitas, kebutuhan, dan proporsionalitas.</p>
<p>Lebih lanjut, Koalisi Damai memandang persoalan ini bersifat struktural dan tidak terlepas dari kebijakan tata kelola ruang digital, termasuk penerapan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat beserta perubahannya. Koalisi menilai kebijakan tersebut kerap membuka ruang terjadinya pembatasan akses informasi secara tidak transparan.</p>
<p>“Atas dasar itu, kami memandang pemblokiran halaman login Wikipedia sebagai tindakan yang tidak proporsional dan berpotensi merugikan kepentingan publik,” demikian pernyataan tertulis Koalisi Damai, Kamis (26/2/2026).</p>
<p>Koalisi Damai mendesak pemerintah untuk segera membuka kembali akses login Wikipedia, mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam kebijakan ruang digital, menghentikan praktik pemblokiran yang tidak transparan, serta menjamin adanya mekanisme pemulihan bagi pihak-pihak yang dirugikan akibat pembatasan akses informasi.</p>
<p>Koalisi Damai merupakan aliansi yang beranggotakan 16 organisasi masyarakat sipil, antara lain AJI Indonesia, AMSI, ELSAM, SAFEnet, Mafindo, hingga Wikimedia Indonesia. Koalisi ini dibentuk untuk melawan disinformasi dan ujaran kebencian sekaligus memperjuangkan tata kelola ruang digital yang demokratis, terbuka, dan berbasis hak asasi manusia.</p>
<p><strong>Penulis: Febiana Dendo Ngara,Mahasiswa magang Unitri</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penantian dari Tahun 2022, Akhirnya 282 ASN Fungsional di Bondowoso Diangkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penantian-dari-tahun-2022-akhirnya-282-asn-fungsional-di-bondowoso-diangkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penantian-dari-tahun-2022-akhirnya-282-asn-fungsional-di-bondowoso-diangkat</guid>
<description><![CDATA[ BKPSDM Bondowoso pastikan keterlambatan bukan karena sanksi, melainkan penyesuaian anggaran; tunjangan fungsional mulai Rp200 ribuan per bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a015fd2047f.webp" length="41402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 18:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PNS, pemerintah, BKD, Jatim, BKPSDM, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:f77025e9-a314-4581-b7de-d887d80bc995-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="63c3cfdf-fac8-45c3-b62b-884b77564933" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-2" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="114" data-end="352"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Momentum bulan suci Ramadan menjadi saksi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengangkatan pertama ASN dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="114" data-end="352">Sebanyak 282 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari rumpun kesehatan, ilmu hayat dan pendidikan tersebut, merupakan CPNS formasi tahun 2022 yang telah menunggu 4 tahun dan baru dilantik tahun ini, di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="354" data-end="572">Wakil Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">As'ad Yahya Syafi'i, usai melantik 282 ASN</span></span> menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar prosesi administratif, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme.</p>
<p data-start="574" data-end="781">“Mulai hari ini saudara tidak hanya memegang jabatan, tetapi juga memegang kepercayaan masyarakat. Jadikan pelayanan publik sebagai ladang ibadah sosial, bekerja dengan ilmu, melayani dengan hati,” pesannya.</p>
<p data-start="783" data-end="1001">Ia menyebut, pengangkatan pertama ini merupakan jawaban atas penantian panjang para ASN formasi 2022 yang seharusnya telah diangkat setahun setelah masa percobaan CPNS.</p>
<p data-start="783" data-end="1001">"Ahlamdulillah, proses (Pelantikan) tersebut baru terealisasi tahun ini," imbuhnya..</p>
<p data-start="1003" data-end="1202">Sementara itu, Kepala <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso</span></span>, Puspo Pranoto, menjelaskan, keterlambatan pengangkatan bukan disebabkan persoalan disiplin atau hukuman, melainkan karena pertimbangan penganggaran.</p>
<p data-start="1204" data-end="1363">“Tidak ada masalah apa-apa. Hanya kita berhitung di penganggaran. Kita koordinasi dengan BPKAD, Bappeda, dan BKPSDM sehingga tahun ini bisa diangkat,” ujarnya usai pelantikan.</p>
<p data-start="1365" data-end="1632">Ia menegaskan, ini bukan kenaikan pangkat, melainkan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional bagi formasi CPNS tahun 2022. Setelah resmi diangkat, para pejabat fungsional tersebut berhak menerima gaji pokok serta tunjangan fungsional yang besarannya bervariasi.</p>
<p data-start="1634" data-end="1785">“Relatif ya, tergantung jenis fungsionalnya. Paling rendah (tunjangan) sekitar Rp200 ribuan sampai Rp300 ribuan per bulan. Itu untuk fungsional pertama,” jelasnya.</p>
<p data-start="1787" data-end="2064">Dari total formasi 2022 tersebut, penempatan terbesar berada di sektor pelayanan publik. Di antaranya pada Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan, Perkim, BSDK, hingga Inspektorat.</p>
<p data-start="1787" data-end="2064">"Khusus tenaga kesehatan (nakes), tercatat sekitar 157 orang," ungkapnya.</p>
<p data-start="2066" data-end="2260">Puspo juga menyebut, sebagian ASN yang telah diangkat kini memasuki masa kenaikan pangkat reguler sesuai ketentuan. Mayoritas berada di golongan IIIA, sementara untuk dokter ada yang sudah IIIB.</p>
<p data-start="2262" data-end="2381">“Sudah waktunya naik pangkat. Tetap di jenjang pertama, tapi golongannya bisa naik, misalnya dari 3A ke 3B,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2262" data-end="2381"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Buduan Situbondo Tetap Jaga Asupan Gizi Saat Ramadan, Andalkan Menu Kering Tahan 12 Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-buduan-situbondo-tetap-jaga-asupan-gizi-saat-ramadan-andalkan-menu-kering-tahan-12-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-buduan-situbondo-tetap-jaga-asupan-gizi-saat-ramadan-andalkan-menu-kering-tahan-12-jam</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, berinovasi menghadirkan menu kering tahan 12 jam selama Ramadan 1447 H untuk memastikan 1.736 penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak saat berbuka puasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f0e6a45888.webp" length="37288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 22:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="89" data-end="445"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Suasana dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan di Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, tetap sibuk seperti hari-hari biasa. Namun, ada yang berbeda selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.</p>
<p data-start="89" data-end="445">Aroma masakan hangat yang biasanya langsung disantap, kini berganti dengan sajian menu kering yang disiapkan khusus untuk berbuka puasa.</p>
<p data-start="447" data-end="626">Bagi 1.736 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, hingga kelompok 3B, kehadiran menu ini menjadi solusi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa.</p>
<p data-start="628" data-end="901">Kepala Dapur SPPG Buduan, Bagas Deo Pradana, mengatakan, inovasi menu kering menjadi strategi utama selama Ramadan. Penyesuaian ini dilakukan karena mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa sehingga makanan tidak bisa langsung dikonsumsi setelah didistribusikan.</p>
<p data-start="903" data-end="1103">“Selama bulan Ramadan, menu yang didistribusikan adalah menu kering yang dapat bertahan hingga 12 jam. Harapannya, makanan tersebut tetap layak dan aman dikonsumsi saat waktu berbuka puasa,” ujarnya.</p>
<p data-start="1105" data-end="1374">Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar mengganti jenis makanan. Tim dapur tetap memperhitungkan kandungan gizi, cita rasa, serta kepraktisan penyajian. Dengan begitu, penerima manfaat tetap memperoleh asupan energi yang cukup setelah seharian menahan lapar dan dahaga.</p>
<p data-start="1376" data-end="1557">Meski bentuk penyajian berbeda dari biasanya, pelayanan tidak mengalami pengurangan. Jumlah porsi tetap sama, distribusi berjalan normal, dan kualitas tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p data-start="1559" data-end="1721">“Bentuk penyajiannya memang berbeda dengan hari biasa, namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi,” jelas Bagas.</p>
<p data-start="1723" data-end="1992">Langkah ini menjadi contoh bagaimana layanan publik mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p data-start="1723" data-end="1992">"Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna, SPPG Buduan tidak hanya mendukung kelancaran ibadah puasa, tetapi juga memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi tetap terjaga," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1723" data-end="1992"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cahaya di Ujung Jemari, Tadarus Al&amp;Qur’an Braille di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cahaya-di-ujung-jemari-tadarus-al-quran-braille-di-slb-pgri-kedungwaru-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cahaya-di-ujung-jemari-tadarus-al-quran-braille-di-slb-pgri-kedungwaru-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada keterbatasan yang menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru dari keterbatasan penglihatan, lahir ketekunan yang luar biasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ee43a80edd.webp" length="20174" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 20:04:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tadarus braille, ramadan, slb pgri tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu dari sebuah ruang kelas di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Suaranya lembut, pelan, namun mantap. Bukan mata yang menelusuri setiap huruf, melainkan ujung-ujung jemari kecil yang bergerak hati-hati di atas lembaran kertas tebal bertitik timbul.</p>
<p></p>
<p>Di bulan Ramadan, suasana di sekolah luar biasa yang berada di Kabupaten Tulungagung ini terasa berbeda. Lebih khusyuk. Lebih hangat. Anak-anak tunanetra duduk rapi, masing-masing dengan mushaf Al-Qur’an Braille di pangkuan. Jemari mereka menyusuri titik demi titik, menerjemahkannya menjadi huruf hijaiyah, lalu menjadi ayat-ayat suci yang mengalun memenuhi ruangan.</p>
<p></p>
<p>Riska Desila Putri, salah satu siswi tunanetra, tampak percaya diri melafalkan ayat demi ayat. Jari-jarinya lincah membaca simbol Braille Arab yang tersusun rapi di hadapannya.</p>
<p></p>
<p>“Belajar membaca Al-Qur’an Braille sejak SMP kelas 2,” tuturnya, Rabu (25/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Awalnya, ia harus mengenali satu per satu huruf hijaiyah dalam bentuk titik timbul. Dari alif, ba, ta hingga ya. Tidak mudah di awal.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dulu agak-agak sulit pertama,” akunya.</p>
<p></p>
<p>Namun kunci kelancarannya sederhana: membaca setiap hari. Kini, Riska telah menyelesaikan dua juz. Tantangan terbesarnya justru saat lupa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau pas lupa, itu sulit,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Bagi Riska, titik-titik Braille bukan sekadar kode. Di sanalah cahaya itu hadir menuntunnya membaca kalam Ilahi tanpa harus melihat.</p>
<p></p>
<p>Arif Efendi, pengajar Al-Qur’an Braille di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa proses belajar memang tidak instan. Rata-rata siswa membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun untuk benar-benar lancar membaca.</p>
<p></p>
<p>“Pertama dikenalkan huruf-huruf hijaiyah dulu. Kalau belum menguasai, tidak ditambah. Harus lancar dulu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Setiap anak memiliki kecepatan belajar berbeda. Ada yang mampu menguasai dasar-dasar dalam enam bulan, namun ada pula yang membutuhkan hingga dua tahun.</p>
<p></p>
<p>Selama Ramadan, fokus pembelajaran bukan pada penambahan materi baru, melainkan murajaah atau pengulangan hafalan.</p>
<p></p>
<p>“Karena mau mendekati libur Hari Raya. Kalau ditambah terus, mereka malah bisa bingung. Yang sudah dipelajari bisa hilang,” tambah Arif.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya membaca, sekolah ini juga memiliki program tahfidz Al-Qur’an bagi siswa tunanetra. Di sudut lain kelas, Denadine, siswi kelas 2 SDLB, tengah menghafal Surah Al-Baqarah. Suaranya mantap, mengalun tanpa melihat teks.</p>
<p>Ia mulai menghafal sejak kelas 1 SD. Kini, beberapa surat telah ia kuasai. Bahkan, ia pernah mengikuti lomba dan meraih juara satu maupun dua.</p>
<p>“Kadang sulit kalau pas lupa,” katanya polos.</p>
<p></p>
<p>Agar hafalan kuat, ia melakukan murajaah setiap hari. Di sekolah, guru membimbing dan membacakan ayat. Di rumah, sang ibu melanjutkan pendampingan.</p>
<p>Metode yang digunakan sederhana namun efektif, simakan. Guru membacakan, siswa mendengarkan, lalu mengulanginya hingga melekat dalam ingatan. Jika ada kesalahan, langsung diperbaiki.</p>
<p></p>
<p>Nanda, siswa lainnya, juga tengah menyelesaikan hafalan Surah Al-Baqarah dan juz 30. Baginya, kunci menghafal adalah mendengar dan mengulang terus-menerus, baik di sekolah maupun di rumah.</p>
<p></p>
<p><strong>Ramadan yang Lebih Bermakna</strong></p>
<p>Program literasi Al-Qur’an Braille dan tahfidz ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Sekolah swasta terakreditasi B tersebut melayani berbagai kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita hingga autis, dengan jenjang pendidikan dari SDLB hingga SMALB.</p>
<p></p>
<p>Di ruang kelas sederhana itu, Ramadan terasa lebih bermakna. Tidak ada keterbatasan yang menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru dari keterbatasan penglihatan, lahir ketekunan yang luar biasa.</p>
<p></p>
<p>Jemari-jemari kecil itu terus menyusuri titik-titik Braille. Suara-suara lembut terus menghafal ayat demi ayat. Di sana, di antara lembaran-lembaran bertitik timbul, cahaya itu tidak pernah padam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koalisi GMNI, GMBI dan Salam Lima Jari Audiensi ke Kejari Nganjuk, Soroti Dugaan Pungutan di Sejumlah SMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koalisi-gmni-gmbi-dan-salam-lima-jari-audiensi-ke-kejari-nganjuk-soroti-dugaan-pungutan-di-sejumlah-smk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koalisi-gmni-gmbi-dan-salam-lima-jari-audiensi-ke-kejari-nganjuk-soroti-dugaan-pungutan-di-sejumlah-smk</guid>
<description><![CDATA[ Koalisi PA GMNI, GMBI dan Salam Lima Jari mendatangi Kejari Nganjuk untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pungutan di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk, serta meminta penegasan regulasi dan pengawasan pengelolaan dana pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d5c31d8457.webp" length="54030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 17:32:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan Ormas, PA GMNI, GMBI, Salam Lima Jari, tuntut penuntasan, dugaan korupsi, SMKN 1, SMKN 2, Cabang Pendidikan Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="225" data-end="551"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam koalisi PA GMNI, GMBI, dan Salam Lima Jari mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Selasa (24/2/2026). Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait dugaan pungutan yang terjadi di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk.</p>
<p data-start="553" data-end="779">Koordinator lapangan koalisi, Zulia Margaretha atau yang akrab disapa Zulma, mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan dari wali murid terkait adanya tarikan biaya yang dinilai memberatkan serta dianggap kurang transparan.</p>
<p data-start="781" data-end="1035">“Kami datang untuk memastikan dunia pendidikan di Nganjuk bersih dari praktik pungutan yang tidak sesuai ketentuan. Jangan sampai istilah ‘sumbangan sukarela’ justru dirasakan sebagai kewajiban oleh masyarakat,” ujar Zulma di depan Kantor Kejari Nganjuk.</p>
<p data-start="1037" data-end="1265">Menurutnya, beberapa laporan yang diterima menyebut adanya nominal tertentu yang telah ditetapkan dalam mekanisme sumbangan. Hal ini, kata dia, menimbulkan persepsi di kalangan wali murid bahwa sumbangan tersebut bersifat wajib.</p>
<p data-start="1267" data-end="1535">Koalisi meminta Kejari Nganjuk melakukan penelaahan terhadap pengelolaan dana komite serta penggunaan anggaran di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk. Mereka juga mendorong agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah persoalan serupa terjadi di sekolah lain.</p>
<p data-start="1537" data-end="1781">Zulma menegaskan pihaknya memberikan waktu dua minggu kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk merespons aspirasi tersebut. Usai dari Kejari, massa juga berencana menyampaikan hal serupa ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk.</p>
<p data-start="1783" data-end="1907">“Kami berharap ada komitmen yang jelas agar tidak ada lagi pungutan yang menimbulkan polemik di dunia pendidikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1909" data-end="2094">Sementara itu, Sekretaris Persatuan Alumni (PA) GMNI Nganjuk, Arif Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada komunitas Salam Lima Jari yang dinilainya masih peduli terhadap isu pendidikan.</p>
<p data-start="2096" data-end="2331">Arif menilai persoalan ini juga perlu dilihat dari aspek regulasi. Menurutnya, adanya perbedaan penafsiran terhadap aturan dan surat edaran terkait pengelolaan sumbangan pendidikan berpotensi menimbulkan kebingungan di tingkat sekolah.</p>
<p data-start="2333" data-end="2549">“Kami meminta ada penegasan regulasi agar kepala sekolah, baik di SMPN, SMKN maupun SMAN, tidak memiliki tafsir berbeda yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelas Arif kepada Suarajatimpost.</p>
<p data-start="2551" data-end="2739">Menanggapi audiensi tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Roby Yahya, menyatakan pihaknya menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan perwakilan organisasi masyarakat.</p>
<p data-start="2741" data-end="2939">“Kami menerima kunjungan rekan-rekan untuk berdiskusi dan berkonsultasi terkait laporan yang disampaikan. Informasi dan dokumen yang ada akan kami pelajari sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Koko.</p>
<p data-start="2941" data-end="3121">Ia menambahkan, pertemuan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan diskusi awal. Pihaknya juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi.</p>
<p data-start="3123" data-end="3280">“Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap fokus pada upaya perbaikan bersama dan menyampaikan setiap temuan melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3123" data-end="3280"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SD se&amp;Jombang Isi Kegiatan Ramadan dengan Tadarus Al&amp;Qur&amp;apos;an di Masjid Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-se-jombang-isi-kegiatan-ramadan-dengan-tadarus-al-quran-di-masjid-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-se-jombang-isi-kegiatan-ramadan-dengan-tadarus-al-quran-di-masjid-agung</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d41cac08cb.webp" length="82378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 12:00:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, kegiatan ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur'an dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Tadarus Al-Qur'an tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang dan dibuka secara langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari.</p>
<p></p>
<p>Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Sekretaris Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin, serta Ketua Kelompok Kerja Guru PAI beserta jajarannya.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wor Windari menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menyukseskan program pendidikan, khususnya yang bernuansa religius.</p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi adalah kunci keberhasilan sebuah kegiatan. Dengan menggandeng Takmir Masjid Agung dan Kemenag Jombang, kegiatan tadarus Al-Qur'an ini dapat berjalan lebih meriah, tertib, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pembentukan karakter religius siswa," ujar Wor Windari, Selasa (24/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara Disdikbud, Takmir Masjid Agung, dan Kementerian Agama Kabupaten Jombang dalam upaya memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tadarus tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Jombang berharap penguatan pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah dasar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan melalui kegiatan positif tersebut, terutama selama momentum bulan suci Ramadan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Blitar Perluas Bantuan Seragam, Siswa Luar Kota Bakal Ikut Terjangkau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-perluas-bantuan-seragam-siswa-luar-kota-bakal-ikut-terjangkau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-perluas-bantuan-seragam-siswa-luar-kota-bakal-ikut-terjangkau</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memperluas bantuan seragam bagi siswa. Sesuai rencana, siswa dari luar Kota juga akan ikut terjangkau program tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c60d4d4385.webp" length="24606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 22:22:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Program, Seragam, Blitar, Menjangkau, Semua, Siswa.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memperluas cakupan bantuan seragam gratis bagi siswa sekolah negeri pada tahun ajaran 2026-2027.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jika sebelumnya, bantuan hanya diperuntukkan bagi siswa berdomisili di Kota Blitar, kini siswa dari luar kota yang bersekolah di sekolah negeri juga akan menerima bantuan serupa.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan layanan pendidikan tanpa membedakan latar belakang domisili siswa.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, seluruh siswa yang menempuh pendidikan di sekolah negeri Kota Blitar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Saat ini, kami sedang<span class="Apple-converted-space">  </span>mematangkan regulasi yang akan menjadi dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Prinsipnya tidak ada lagi perbedaan antara siswa dalam kota maupun luar kota," ujarnya, Senin (23/2/2026).</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan perluasan program ini, diperkirakan ada tambahan sekitar 500 siswa dari luar kota yang akan masuk dalam daftar penerima bantuan seragam gratis. Penambahan tersebut tentu berdampak pada kebutuhan anggaran pengadaan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan program tetap berjalan dengan melakukan penataan ulang alokasi anggaran pendidikan. Pasalnya, anggaran yang diterima secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Tahun ini, rencananya menjangkau semua siswa. Otomatis jumlah penerimanya tambah banyak. Untuk pembiayaan, kami harus menata yang dialokasi di pendidikan," ungkapnya.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain bantuan seragam, pemerintah daerah juga memberikan dukungan perlengkapan sekolah lainnya. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar seluruh bantuan tetap dapat menjangkau semua siswa dengan pendanaan yang tersedia. <strong>(*)</strong></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Editor : Rizqi Ardian</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pekarangan Rumah, Mahasiswa KKN UNP Ajarkan Warga Jamsaren Tanam Bawang Merah dengan Polybag</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pekarangan-rumah-mahasiswa-kkn-unp-ajarkan-warga-jamsaren-tanam-bawang-merah-dengan-polybag</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pekarangan-rumah-mahasiswa-kkn-unp-ajarkan-warga-jamsaren-tanam-bawang-merah-dengan-polybag</guid>
<description><![CDATA[ Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI Kediri mengedukasi masyarakat Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, memanfaatkan pekarangan rumah menanam bawang merah dengan cara sederhana dan praktis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699bba8d03fbc.webp" length="88688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 08:46:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>kkn unp di jamsaren, urban farming belajar menanam bawang merah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Kenaikan harga bawang merah yang kerap terjadi belakangan ini membuat banyak rumah tangga di perkotaan harus lebih cermat mengatur belanja dapur. Di tengah kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI Kediri memilih menawarkan solusi yang paling dekat dengan warga: memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.</p>
<p>Gagasan itu diwujudkan melalui pelatihan urban farming yang digelar di Taman Kleco, Kelurahan Jamsaren, Minggu (22/2/2026). Sejak pagi, kegiatan ini diikuti perwakilan RT, kelompok tani, serta warga sekitar yang ingin belajar menanam bawang merah dengan cara sederhana dan praktis.</p>
<p>Pelatihan tersebut menitikberatkan pada budidaya bawang merah menggunakan media <em>polybag</em>. Metode ini dipilih karena dinilai paling sesuai dengan karakter kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Selain tidak memerlukan area luas, polybag juga mudah dipindahkan dan dapat ditempatkan di halaman sempit, teras, hingga depan rumah.</p>
<p>Koordinator kegiatan Purno Sujoko menjelaskan, tantangan utama pertanian perkotaan bukan sekadar soal keterbatan ruang, melainkan pola pikir warga. Alih fungsi lahan selama ini membuat aktivitas bertani identik dengan sawah atau kebun luas di pedesaan.</p>
<p>“Kami ingin menunjukkan bahwa bertani tidak selalu harus punya lahan besar. Bahkan lahan 1x1 meter di depan rumah bisa menjadi lumbung pangan keluarga jika dikelola dengan teknik yang tepat,” ujarnya.</p>
<p>Berbeda dari sosialisasi satu arah, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan <em>learning by doing</em>. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan setiap tahap budidaya. Dengan pendampingan mahasiswa KKN dan praktisi pertanian, warga belajar meracik media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam, memilih bibit unggul, hingga mengenal teknik pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Sesi diskusi dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai kendala yang kerap mereka hadapi di rumah, mulai dari perawatan harian hingga kekhawatiran terhadap serangan hama. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama praktik. Bayu, salah seorang peserta mengaku metode ini jauh lebih mudah dari yang ia bayangkan. “Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Kalau begini, ibu-ibu PKK pasti semangat menanam di rumah masing-masing,” tuturnya.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, setiap peserta membawa pulang polybag yang sudah ditanami bawang merah. Langkah ini menjadi upaya agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut menjadi praktik nyata di tingkat rumah tangga. Tim KKN berharap, inisiatif kecil dari Taman Kleco ini dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di lingkungan Jamsaren.</p>
<p>Jika dilakukan secara konsisten, pola tanam berbasis pekarangan ini diyakini memiliki dampak berlapis. Selain menyediakan cadangan bahan pangan sendiri, keluarga dapat mengurangi tekanan belanja harian saat harga naik dan menurunkan ketergantungan penuh pada pasokan pasar. Dalam jangka panjang, model ini berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus membangun budaya produksi pangan dari ruang hidup terdekat masyarakat.</p>
<p>Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini membawa pesan sosial yang kuat: menghadapi gejolak harga pangan dan ketidakpastian ekonomi, warga dapat memulainya dari aksi kolektif yang sederhana, murah, dan mudah direplikasi. (**)</p>
<p><strong>Penulis: </strong>mahasiswa KKN-T Kelompok 44 UNP</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ITS Jadi Ruang Adu Gagasan Kebijakan Pemerintah, Bakom RI Serap Kritik Akademisi hingga Masyarakat Sipil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/its-jadi-ruang-adu-gagasan-kebijakan-pemerintah-bakom-ri-serap-kritik-akademisi-hingga-masyarakat-sipil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/its-jadi-ruang-adu-gagasan-kebijakan-pemerintah-bakom-ri-serap-kritik-akademisi-hingga-masyarakat-sipil</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah MBG, yang dinilai sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, beberapa pihak menilai implementasi dan prioritas anggaran program tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998524134d76.webp" length="45588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 21:06:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Bakom RI, MBG, Sekolah Rakyat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kampus kembali menjadi ruang dialektika kebijakan publik. Kali ini, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Roundtable Discussion.</p>
<p>Forum diskusi tersebut ditujukan guna mengulas berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) dalam perspektif akademik, mahasiswa, praktisi, dan masyarakat sipil.</p>
<p>Diskusi yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS itu menjadi forum terbuka bagi berbagai kalangan untuk menyampaikan kritik, evaluasi, dan masukan terhadap kebijakan pemerintah secara konstruktif.</p>
<p>Rektor ITS, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa forum semacam ini adalah jembatan kritik dan evaluasi bagi program pemerintah, sekaligus bentuk nyata kontribusi masyarakat akademik dalam memperbaiki arah kebijakan nasional.</p>
<p>"Masukan dari berbagai pihak ini penting untuk Bakom RI guna perbaikan kebijakan pemerintah," ujar Bambang yang juga Guru Besar Teknik Mesin ITS, saat dikonfirmasi pada Jumat (20/2/2026)</p>
<p>Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan kritik berbasis kajian ilmiah terhadap beragam program yang sedang digencarkan oleh pemerintah.</p>
<p>Senada, Ketua Tim Kajian Kebijakan Publik ITS, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng., menjelaskan bahwa diskusi dirancang dalam format pro dan kontra agar kebijakan pemerintah dapat ditelaah secara objektif dan komprehensif.</p>
<p>Ia menyoroti pentingnya integrasi sektor pendidikan dan kesehatan dalam kerangka Human Development Index (HDI) untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>"Dalam framework HDI, pendidikan dan kualitas kesehatan harus berjalan bersamaan untuk mempercepat transformasi SDM," tegasnya.</p>
<p>Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah MBG, yang dinilai sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, sejumlah peserta menilai implementasi dan prioritas anggaran program tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam, termasuk dalam kaitannya dengan program Sekolah Rakyat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6998523b31532.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa forum ini juga bertujuan menyosialisasikan berbagai program prioritas Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, sekaligus menyerap aspirasi publik.</p>
<p>Menurutnya, program MBG merupakan bentuk intervensi strategis pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak sebagai fondasi pembangunan bangsa ke depan.</p>
<p>"Program MBG adalah bentuk sinergi pemerintah untuk mengintervensi gizi anak-anak penerus bangsa. Namun kami menyadari masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki secara sistematis," ujar Angga.</p>
<p>Kritik juga datang dari kalangan mahasiswa. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa ITS, Marcellino Pasaribu, menilai alokasi anggaran MBG perlu dipertimbangkan secara matang agar dapat memberikan dampak optimal di sektor pendidikan.</p>
<p>Ia menyebut anggaran tersebut berpotensi dialihkan untuk perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, hingga membantu pemulihan daerah terdampak bencana.</p>
<p>“Dana MBG bahkan bisa digunakan untuk pemulihan pascabencana di Aceh," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Angga menegaskan seluruh masukan akan diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya forum akademik dalam meluruskan disinformasi dan memperkuat transparansi komunikasi publik.</p>
<p>"Informasi yang dikonsumsi masyarakat harus jelas dan transparan agar tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap pemerintah," katanya.</p>
<p>Diskusi tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun kebijakan publik yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hafal 26 Juz, Siswi Malang Wakili Indonesia Dalam Festival Tahfidz Dubai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hafal-26-juz-siswi-malang-wakili-indonesia-dalam-festival-tahfidz-dubai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hafal-26-juz-siswi-malang-wakili-indonesia-dalam-festival-tahfidz-dubai</guid>
<description><![CDATA[ Siswi penghafal Al-Qur’an asal Pakis mendapat dukungan Pemkab Malang untuk tampil dalam kompetisi tahfidz bergengsi tingkat internasional di Dubai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69958c55f1e50.webp" length="43802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 17:59:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Tahfidz Quran, Festival Internasional, Dubai, Santri Berprestasi, Pendidikan Islam, Pondok Pesantren, Generasi Qurani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Prestasi membanggakan lahir dari Kabupaten Malang. Seorang siswi penghafal 26 juz Al-Qur’an dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Festival Tahfidzul Qur’an Internasional yang digelar di Dubai.</p>
<p>Siswi tersebut adalah Aisyah Ar-Rumy, santri kelas 4 setara SD di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah. Ia dijadwalkan mengikuti kompetisi hafalan Al-Qur’an tingkat internasional selama tujuh hari.</p>
<p>Keberangkatan Aisyah dilepas langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi, pada Rabu (18/2/2026) di Kecamatan Pakis. </p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan tambahan berupa uang saku sebesar Rp30 juta.</p>
<p>“Kita dukung untuk uang sakunya. Semua akomodasi sudah ditanggung panitia dari Dubai, jadi ini bentuk dukungan dan kebanggaan kami,” ujar Sanusi, di sela agenda, Rabu (18/2/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, Pemkab Malang berkomitmen mendukung putra-putri daerah yang berprestasi hingga level internasional, baik dalam bidang akademik serta non-akademik.</p>
<p>Menurutnya, pembinaan karakter dan keagamaan juga terus diperkuat melalui program “Sekolah Plus Ngaji” yang diterapkan melalui SK Bupati. Dalam program tersebut, siswa dibiasakan membaca kitab suci Alquran sebelum memulai pelajaran.</p>
<p>“Harapannya akan lahir lebih banyak generasi Qurani dari Kabupaten Malang. Anak-anak berprestasi seperti ini wajib kita dukung,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Muhammad Ajir Abdi Munip, menjelaskan bahwa Aisyah menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang tersebut. Ia lolos setelah mengikuti proses seleksi secara daring.</p>
<p>“Dia mendaftar dan mengikuti tes online. Dari hasil itu dinyatakan lolos,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Aisyah telah menghafal 26 juz dan menargetkan menyelesaikan 30 juz. Untuk menjaga hafalannya, ia rutin melakukan murajaah tiga hingga lima juz setiap hari.</p>
<p>“Senang sekali bisa mewakili Indonesia dan dapat dukungan dari Bapak Bupati. Sehari biasanya murajaah tiga sampai lima juz,” tutur Aisyah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspiratif, Bupati Bondowoso Sabet Gelar Doktor di Tengah Padatnya Tugas Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspiratif-bupati-bondowoso-sabet-gelar-doktor-di-tengah-padatnya-tugas-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspiratif-bupati-bondowoso-sabet-gelar-doktor-di-tengah-padatnya-tugas-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Disertasi tentang manajemen pembiayaan pesantren mengantarkan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, meraih doktor cumlaude. Hal ini menegaskan komitmennya pada kemajuan pendidikan Islam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699591c5e7dc8.webp" length="55064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 17:21:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="403"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menunjukkan bahwa, semangat belajar tak mengenal batas jabatan.</p>
<p data-start="0" data-end="403">Bupati yang akrab disapa Ra Hamid itu resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude usai menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember</span></span>, pada Rabu (18/2/2026).</p>
<p data-start="405" data-end="895">Bagi sebagian orang, memimpin daerah sudah menjadi pekerjaan penuh waktu. Namun bagi Ra Hamid, mengabdi kepada masyarakat juga berarti terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan.</p>
<p data-start="405" data-end="895">Di sela kesibukan memimpin Bondowoso, ia menyelesaikan disertasi bertajuk <em data-start="662" data-end="894">“Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo)”</em>.</p>
<p data-start="897" data-end="1214">Disertasi tersebut lahir dari kegelisahannya melihat tantangan pembiayaan lembaga pendidikan pesantren yang semakin kompleks. Ra Hamid, yang juga dosen dan pernah menjabat Rektor periode 2017–2025 di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Nurul Jadid ini, </span></span>menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara pesantren dan sektor perbankan.</p>
<p data-start="1216" data-end="1566">Menurutnya, pembiayaan berbasis komunitas bukan sekadar soal dana, melainkan tentang membangun tata kelola yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan. Pesantren, kata dia, tidak hanya dituntut kuat secara spiritual dan sosial, tetapi juga harus memiliki ketahanan finansial yang terstruktur agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Di hadapan dewan penguji, Ra Hamid memaparkan argumentasi ilmiah yang menekankan bahwa sinergi antara pesantren dan perbankan dapat menjadi model solusi atas persoalan klasik pembiayaan pendidikan Islam. Model tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan kelembagaan pesantren saat ini, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Sidang promosi doktor dipimpin Dr. H. Saihan, dengan Prof. Masdar Hilmy, sebagai penguji utama, bersama tim promotor dan akademisi di bidang manajemen pendidikan Islam.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Pihak rektorat UIN KHAS Jember memberikan apresiasi atas kualitas riset yang dinilai memiliki kontribusi akademik signifikan. Predikat cumlaude yang diraih menjadi penegasan atas kedalaman analisis dan relevansi kajiannya.</p>
<p data-start="2322" data-end="2501">Kepada suarajatimpost.com, Ra Hamid menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa gelar doktor yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah baru untuk memperkuat pengabdian.</p>
<p data-start="2503" data-end="2673">“Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama,” ujarnya.</p>
<p data-start="2675" data-end="2996">Keberhasilan ini tak sekadar menjadi capaian personal. Bagi masyarakat Bondowoso, momen tersebut menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah proses seumur hidup.</p>
<p data-start="2675" data-end="2996">Di tengah kesibukan memimpin daerah, Bupati Bondowoso ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemerintahan.</p>
<p data-start="2998" data-end="3148">“Alhamdulillah, capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2998" data-end="3148"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Pendidikan Tak Lagi Soal Biaya: Kisah SMK Ar&amp;Roudloh Gedangan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-pendidikan-tak-lagi-soal-biaya-kisah-smk-ar-roudloh-gedangan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-pendidikan-tak-lagi-soal-biaya-kisah-smk-ar-roudloh-gedangan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah berbasis pesantren di Malang Selatan ini menampung ratusan siswa dengan sistem gratis, membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995517690881.webp" length="51112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 15:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMK Ar Roudloh, Pesantren Gedangan, Pendidikan Gratis, Malang Selatan, Sekolah Berbasis Pesantren, Anak Desa Berprestasi, Kabupaten Malang, Pendidikan Vokasi, Sekolah Gratis Mondok Gratis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Di tengah tantangan akses pendidikan menengah di wilayah pelosok, SMK Ar-Roudloh muncul sebagai solusi konkret bagi masyarakat Malang Selatan.</p>
<p>Berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, sekolah berbasis pesantren ini menggratiskan seluruh biaya pendidikan dan asrama bagi 260 siswanya.</p>
<p>Lembaga yang didirikan pada tahun 2021 ini berada di bawah naungan Pondok Pesantren (PP) Ar-Roudloh yang dipimpin oleh Ali Fasha, S.Ag., M.Pd. Kehadiran SMK ini merupakan jawaban atas aspirasi wali murid dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menginginkan keberlanjutan pendidikan kejuruan berbasis agama di wilayah tersebut.</p>
<p>Transformasi dan Legalitas Penuh Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi lembaga ini. Setelah menuntaskan proses akuisisi dan pemindahan nomenklatur dari SMK Merdeka Lawang, sekolah ini secara resmi menyandang nama SMK Ar-Roudloh.</p>
<p>Seluruh aspek legalitas, termasuk Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), telah terpenuhi sepenuhnya.</p>
<p>"Tahun ini menjadi tonggak peluncuran penuh (full launching). Kami mengintegrasikan pendidikan umum dan pesantren agar berjalan beriringan," ujar Ali Fasha, atau yang karib disapa Gus Ali, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Kurikulum Kejuruan Berdaya Saing Meski berada 70 kilometer dari pusat Kota Malang, SMK Ar-Roudloh menawarkan tiga kompetensi keahlian strategis, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), siswa terlibat langsung dalam praktik perakitan di karoseri besar.</p>
<p>Desain Komunikasi Visual (DKV), dibimbing oleh tenaga pendidik berkompeten sesuai kualifikasi industri.</p>
<p>Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, siswa difasilitasi PKL di berbagai instansi pemerintahan seperti Polsek, KUA, hingga Puskesmas.</p>
<p>"Visi kami adalah memberikan kesempatan yang sama bagi anak desa untuk bersaing dengan anak kota. Perbedaannya hanya pada pengasahan kemampuan," tegas Gus Ali.</p>
<p>Komitmen Pendidikan Tanpa Biaya Aspek paling revolusioner dari SMK Ar-Roudloh adalah sistem operasionalnya yang sepenuhnya gratis.</p>
<p>Pihak yayasan menjamin tidak ada pungutan biaya, baik untuk sekolah maupun fasilitas mondok. Strategi manajemen yang mandiri dan keyakinan akan keberkahan menjadi landasan utama kebijakan ini.</p>
<p>Kepercayaan masyarakat terus meningkat secara signifikan. Dari awalnya hanya memiliki 30 siswa, kini tercatat ada 260 peserta didik dalam data Dapodik.</p>
<p>Sebaran siswa tidak hanya berasal dari Malang Selatan, tetapi juga menjangkau Probolinggo hingga Lampung. Dukungan Infrastruktur dan Jaringan Global Berdiri di atas lahan wakaf seluas 11.000 meter persegi dengan konsep sekolah alam, Ar-Roudloh terus bersolek.</p>
<p>Tahun ini, lembaga tersebut lolos verifikasi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan pembangunan senilai Rp1,7 miliar, serta direncanakan menerima hibah provinsi sebesar Rp500 juta pada 2027 mendatang.</p>
<p>Tak hanya infrastruktur, orientasi lulusan pun mulai diarahkan ke pasar kerja internasional. Sekolah ini mulai membuka peluang magang dan penempatan kerja ke mancanegara, seperti Taiwan, Jepang, hingga Turki.</p>
<p>Dengan keterlibatan 22 tenaga pendidik yang mayoritas merupakan putra daerah, SMK Ar-Roudloh kini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan simbol harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di pelosok Kabupaten Malang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IWOI Nganjuk Peringati HPN 2026, Tekankan Etika dan Integritas di Era Disrupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iwoi-nganjuk-peringati-hpn-2026-tekankan-etika-dan-integritas-di-era-disrupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iwoi-nganjuk-peringati-hpn-2026-tekankan-etika-dan-integritas-di-era-disrupsi</guid>
<description><![CDATA[ IWOI menilai peran jurnalis daring harus kembali pada fungsinya sebagai penyampai kebenaran yang berlandaskan etika dan profesionalisme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991d2f7b3e05.webp" length="29194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 09:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pers Nasional, Simbolik, digelar sederhana, IWO, Media, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Nganjuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kecamatan Baron, Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Dalam peringatan tahun ini, IWOI mengusung tema: Menjaga Etika dan Integritas di Tengah Disrupsi Politik dan Keberpihakan yang Berintegritas, Membangun Ekonomi Kuat, Menjaga Kedaulatan Bangsa. </p>
<p></p>
<p>Pemilihan tema tersebut didasari oleh tantangan dunia jurnalistik pada era disrupsi digital yang semakin masif. </p>
<p></p>
<p>IWOI menilai peran jurnalis daring harus kembali pada fungsinya sebagai penyampai kebenaran yang berlandaskan etika dan profesionalisme.</p>
<p></p>
<p>Ketua IWOI Nganjuk, Edy Sugianto, menyatakan bahwa tema tersebut merupakan refleksi dari tanggung jawab besar insan pers dalam mengawal arah pembangunan bangsa.</p>
<p></p>
<p>"IWOI ingin menjadikan ini sebagai momentum transformasi. Tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi sebagai garda terdepan dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat bersifat membangun," ujar Edy pada Ahad (15/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus perjuangan IWOI dalam tema tersebut adalah menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan moralitas wartawan daring. Di era pasca-kebenaran (post-truth), integritas dinilai sebagai modal utama jurnalis untuk melawan sebaran hoaks dan disinformasi.</p>
<p></p>
<p>Kedua IWOI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberitaan edukatif yang mendukung iklim investasi dan pengembangan UMKM.</p>
<p></p>
<p>Ketiga menegaskan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam menjaga persatuan bangsa dari ancaman informasi provokatif yang memecah belah.</p>
<p></p>
<p>Meskipun peringatan HPN yang jatuh pada 9 Februari 2026 tidak dilaksanakan secara terpusat di tingkat nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWO Indonesia mengimbau seluruh pengurus wilayah dan daerah untuk tetap melaksanakan kegiatan bermanfaat di wilayah masing-masing.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini tidak ada kegiatan nasional, namun kami berharap semangat pengurus di daerah tidak berkurang dalam mewujudkan tema HPN 2026," tambah Edy Sugianto.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, tuan rumah penyelenggara sekaligus Kabiro Berita TKP Nganjuk, Ebit Widiyanto, mengapresiasi momentum HPN 2026 ini dengan menegaskan komitmen dukungan terhadap program pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Marhaen Djumadi.</p>
<p></p>
<p>"Semoga kita menjadi wartawan yang profesional dan terus meningkatkan kemampuan diri. Wartawan yang baik adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar dan membangun kapasitas pribadinya," pungkas Ebit.</p>
<p></p>
<p>Ebit berharap langkah strategis pada Hari Pers Nasional ini dapat memantapkan perwujudan jurnalisme digital yang profesional, berintegritas, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan demokrasi di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Melalui tema tersebut, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus bersinergi dan setia pada kepentingan publik demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat serta berdaulat di ruang digital. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digitalisasi Kampung Tani Jamsaren Kediri: Transformasi Kampung Kota Menjadi Ruang Edukasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-kampung-tani-jamsaren-kediri-transformasi-kampung-kota-menjadi-ruang-edukasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-kampung-tani-jamsaren-kediri-transformasi-kampung-kota-menjadi-ruang-edukasi</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 44 Universitas Nusantara PGRI Kediri melakukan pemasangan papan identitas tanaman berbasis Quick Response (QR) Code pada tiap tanaman di Kampung Tani Jamsaren. Sehingga, pengunjung dapat mengakses informasi tanaman secara mandiri dan interaktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6992670e560d9.webp" length="102682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 08:31:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kampung tani jamsaren kediri, mahasiswa KKNT UNP Kediri, mahasiswa KKNT pasang QR Code</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Papan kecil di sela tanaman itu tampak sederhana. Namun ketika dipindai dengan ponsel, informasi tentang nama, manfaat, hingga karakter tanaman langsung muncul di layar.</p>
<p>Inisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 44 Universitas Nusantara PGRI Kediri ini mengubah Kampung Tani Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dari sekadar ruang rekreasi menjadi tempat edukasi berbasis teknologi digital. Mahasiswa melakukan pemasangan papan identitas tanaman berbasis Quick Response (QR) Code pada tiap tanaman di Kampung Tani Jamsaren. Sehingga, pengunjung dapat mengakses informasi tanaman secara mandiri dan interaktif.</p>
<p>Ketua KKN-T Kelompok 44 UNP Kediri, Febry, menyebut pendekatan digital dipilih agar edukasi lingkungan lebih adaptif dengan kebiasaan masyarakat saat ini. “Dengan adanya QR Code, informasi tidak lagi bergantung pada pendamping atau pemandu, melainkan dapat diakses kapan saja oleh siapa pun,” katanya.</p>
<p>Gagasan tersebut berangkat dari temuan lapangan. Meski memiliki area hijau yang asri dan beragam tanaman produktif, Kampung Tani Jamsaren sebelumnya belum memiliki sistem informasi edukatif yang memadai. Potensi besar itu pun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai ruang belajar lingkungan.</p>
<p>Tak hanya mengandalkan QR Code, mahasiswa juga menambah elemen pendukung: tempat sampah terpilah sebagai media edukasi pengelolaan limbah, penanaman 15 bibit alpukat dari berbagai varietas, serta pojok baca literasi ekologis. </p>
<p>"Upaya ini diarahkan agar Kampung Tani berfungsi ganda. Sebagai ruang rekreasi serta pusat pembelajaran berkelanjutan," tambah Febry.</p>
<p>Program tersebut dijalankan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga setempat. Penanaman alpukat diproyeksikan memberi manfaat ekologis sekaligus potensi ekonomi jangka panjang, sementara fasilitas edukasi diharapkan tetap dirawat setelah masa KKN berakhir.</p>
<p>Dengan kolaborasi warga, pemuda lokal, dan teknologi digital, Kampung Tani Jamsaren kini diposisikan sebagai contoh praktik baik pengembangan pertanian perkotaan, pengelolaan sampah mandiri, dan literasi ekologis di wilayah Kota Kediri. (**)</p>
<p>Penulis : Mahasiswa KKN-T Kelompok 44 UNP Kediri</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMK di Nganjuk Raih Juara 2 LKS Otomotif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-smk-di-nganjuk-raih-juara-2-lks-otomotif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-smk-di-nganjuk-raih-juara-2-lks-otomotif</guid>
<description><![CDATA[ Prestasi ini diraih dalam kompetisi bidang otomotif yang menjadi representasi kualitas praktik pendidikan vokasi di sekolah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991cd11bbb6d.webp" length="59962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 08:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Prestasi, bengkel sekolah, siswa SMK Al-Husna Kecamatan Loceret, juara 2 se Nganjuk, komunitas MGMP OTOMOTIF, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Rafael Akbar Agustan, siswa SMK Al-Husna Kecamatan Loceret, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Prestasi ini diraih dalam kompetisi bidang otomotif yang menjadi representasi kualitas praktik pendidikan vokasi di sekolah tersebut.</p>
<p>Ajang yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Otomotif Kabupaten Nganjuk ini berlangsung di Kecamatan Gondang. </p>
<p>Kompetisi tersebut diikuti oleh berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Nganjuk sebagai panggung adu keterampilan siswa antarwilayah.</p>
<p>Rafael, atau yang karib disapa Rafa ini menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif. Ia menekankan adanya peran besar dari wali kelasnya, Andik, serta guru pembimbing, M. Wahibul Malik, ST (Pak Wahib), dalam proses persiapannya.</p>
<p>"Pak Wahib bagi saya bukan hanya guru, tetapi juga motivator," ujar Rafa pada Ahad (15/2/2026). </p>
<p>Ia menilai bimbingan teknis dan dukungan moral dari para pengajar merupakan faktor utama yang meningkatkan semangat berlatihnya.</p>
<p><strong>Kompetisi Menguji Ketelitian dan Ketangguhan</strong></p>
<p>Dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR), peserta tidak hanya diuji secara teoritis, tetapi juga melalui praktik langsung. Indikator penilaian utama meliputi ketelitian dalam mendeteksi kerusakan mesin, ketepatan analisis, serta kecepatan penyelesaian pekerjaan.</p>
<p>M. Wahibul Malik menjelaskan bahwa Rafa menunjukkan konsistensi dan kesungguhan sejak awal masa bimbingan. </p>
<p>"Rafa memiliki semangat belajar tinggi dan potensi besar di bidang TKR. Kami bersyukur, meski meraih peringkat kedua, hasil ini menjadi tiket untuk melaju ke babak final tingkat Provinsi," ungkap Wahib.</p>
<p>Pencapaian ini menandai langkah awal Rafa sebelum menghadapi tantangan kompetisi yang lebih tinggi di level regional.</p>
<p><strong>Pendidikan Vokasi dan Tantangan Masa Depan</strong></p>
<p>Prestasi ini membuktikan peran strategis sekolah kejuruan dalam mencetak generasi terampil yang siap memasuki dunia kerja. LKS dinilai bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi kualitas pembelajaran serta penguatan mentalitas siswa.</p>
<p>Di tengah dinamika dunia kerja yang kompetitif, penguasaan kemampuan teknis yang disertai kedisiplinan dan daya juang menjadi modal krusial. Keberhasilan Rafa merepresentasikan kemampuan siswa daerah untuk bersaing secara kualitas di tingkat yang lebih luas.</p>
<p><strong>Persiapan Menuju Tingkat Provinsi</strong></p>
<p>Saat ini, Rafa tengah bersiap menghadapi kompetisi LKS di tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, khususnya keluarga besar SMK Al-Husna, agar dapat memberikan performa maksimal.</p>
<p>"Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik untuk sekolah dan khususnya untuk guru pembimbing saya," ucapnya.</p>
<p>Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain dari berbagai jurusan untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi. Prestasi yang diraih dari ruang praktik di Loceret ini kini dipersiapkan untuk menuju panggung kompetisi yang lebih besar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejarawan Jombang Beberkan Arsip Tertua Catatan Lahir Soekarno 6 Juni 1902</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejarawan-jombang-tandaskan-temuan-arsip-tertua-catatan-lahir-soekarno-6-juni-1902</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejarawan-jombang-tandaskan-temuan-arsip-tertua-catatan-lahir-soekarno-6-juni-1902</guid>
<description><![CDATA[ Buku Induk mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) tahun 1921. Dalam arsip tersebut, Raden Soekarno terdaftar sebagai mahasiswa angkatan kedua dengan keterangan lahir 6 Juni 1902. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69919278a36d5.webp" length="50208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 18:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Kelahiran Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Perdebatan mengenai tanggal kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, kembali mendapat penegasan dari para pemerhati sejarah di Jombang. Berdasarkan penelusuran arsip-arsip tertua, dipastikan bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, Jombang, yang saat itu masih menjadi bagian dari Karesidenan Surabaya. Catatan sejarah yang umum diketetahui saat ini, sang proklamator lahir tahun 1901 dengan tanggal dan bulan yang sama.</p>
<p>Sejarawan Jombang sekaligus Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, membeberkan temuan arsip tertua yang memperkuat tanggal kelahiran sang proklamator. Salah satu dokumen kunci adalah Buku Induk mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) tahun 1921. Dalam arsip tersebut, Raden Soekarno terdaftar sebagai mahasiswa angkatan kedua dengan keterangan lahir 6 Juni 1902.</p>
<p>"Di lembaran Buku Induk ITB tahun 1921 tertulis Raden Soekarno lahir 6 Juni 1902. Tempat lahirnya juga tercatat di Surabaya. Saat itu, Ploso, Jombang masih masuk wilayah Karesidenan Surabaya," ujar Binhad, Ahad (14/2/2026).</p>
<p>Soekarno tercatat mendaftar pada 1921 dan menyelesaikan pendidikan tekniknya pada 1926 dengan gelar insinyur.</p>
<p>Jejak administrasi keluarga juga menguatkan tanggal tersebut. Dalam stamboek (catatan silsilah) keluarga yang dibuat pada 1933 di Blitar, ayah Soekarno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, secara tertulis mencantumkan bahwa putranya, Ir. Soekarno, lahir pada 6 Juni 1902. </p>
<p>Dokumen ini disusun saat Raden Soekeni telah pensiun sebagai guru, bertepatan dengan tahun penangkapan Soekarno oleh pemerintah kolonial Belanda sebelum diasingkan ke Ende, Flores, setahun berselang.</p>
<p>Menariknya, Binhad juga menyoroti konsistensi penulisan nama ayahanda Soekarno. "Di semua arsip yang kami telusuri, nama ayahnya tertulis Soekeni. Ini penting untuk meluruskan penulisan yang selama ini kerap keliru," kata dia.</p>
<p><strong>Jejak Tugas Sang Ayah di Ploso</strong></p>
<p>Penelusuran sejarah ini semakin kuat dengan ditemukannya surat keputusan (besluit) tugas Raden Soekeni. Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, membeberkan bahwa ayah Bung Karno mulai bertugas sebagai Mantri Guru di Sekolah Ongko Loro (Tweede Klasse Inlandsche School) di Ploso, Surabaya, terhitung sejak 28 Desember 1901.</p>
<p>"Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso pada tanggal 28 Desember 1901. Enam bulan kemudian, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902. Dan tahun 1907, ayah Bung Karno pindah dari Ploso ke Sidoarjo, ini ada SK-nya juga," terang Cak Arif.</p>
<p>Soekarno merupakan anak kedua dari pasangan Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Njoman Rai Srimben. Anak pertama mereka, Soekarmini, lahir pada 1898 di Bali. Dalam masa kecilnya, Soekarno dikenal dengan nama Koesno.</p>
<p><strong>Ploso dan Karesidenan Surabaya</strong></p>
<p>Cak Arif juga memberikan konteks historis mengenai pencatatan tempat lahir "Surabaya" dalam arsip-arsip Belanda. Ia menunjukkan data laporan pekerjaan sipil era Hindia Belanda tahun 1894 yang menyebut sejumlah desa yang kini masuk Kabupaten Jombang seperti Wuluh, Pojokrejo, Gumulan, Kedungboto, dan Semanden masuk dalam wilayah administratif "Surabaja".</p>
<p>"Kurang lebih artinya, di Surabaya di kanan Brantas, dibangun saluran irigasi... Nah dengan penyebutan Surabaja terhadap desa-desa yang sekarang masuk Kabupaten Jombang, menandakan pada masa itu wilayah Kabupaten Jombang memang bagian dari Karesidenan Surabaya," ungkap Cak Arif.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Kabupaten Jombang sendiri baru berdiri pada tahun 1910 seiring dilantiknya Bupati Jombang pertama, R. A. A Soeroadiningrat V. Dengan demikian, sangat masuk akal jika kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1902 tercatat dengan lokasi Surabaya, yang merujuk pada Ploso sebagai bagian dari karesidenan tersebut.</p>
<p>"Jadi Surabaya yang dimaksud adalah Ploso, yang waktu itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya, dan kini ikut Kabupaten Jombang," tandasnya.</p>
<p>Hal ini juga selaras dengan narasi dalam buku biografi 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia' karya Cindy Adams (1966), yang menyebutkan bahwa setelah pindah dari Bali, ayah Bung Karno dikirim ke Surabaja dan di sanalah sang putera dilahirkan.</p>
<p>Rangkaian arsip otentik ini menjadi potret penting yang tidak hanya menegaskan tanggal kelahiran Bung Karno, tetapi juga merekam jejak keluarga dan perjalanan awal pendidikan sang proklamator, memastikan bahwa di balik sosok besar yang dikenal dunia, tersimpan detail sejarah yang terus dirawat melalui dokumen-dokumen autentik. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UK Petra Bongkar ‘Titik Buta’ Surabaya Lewat Film Dokumenter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uk-petra-bongkar-titik-buta-surabaya-lewat-film-dokumenter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uk-petra-bongkar-titik-buta-surabaya-lewat-film-dokumenter</guid>
<description><![CDATA[ Tiga film yang ditayangkan masing-masing mengangkat isu berbeda, namun tetap dalam koridor “titik buta” Kota Surabaya, yakni ragam isu konflik sosial yang belum banyak diketahui bahkan oleh warga Kota Pahlawan itu sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69901d1dec660.webp" length="39902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:31:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Universitas Kristen Petra, Titik Buta, Film Dokumentasi, CGV Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Film selama ini kerap dipahami sebagai medium hiburan, penuh cerita fiksi, drama, hingga visual memikat untuk mengajak penonton sejenak lepas dari realitas. Namun di balik gemerlapnya, ada satu genre yang justru melakukan hal sebaliknya, ia adalah dokumenter.</p>
<p>Alih-alih menghibur dengan imajinasi atau animasi yang memanjakan mata, dokumenter mengajak publik menatap kenyataan, bahkan yang paling tidak nyaman sekalipun, dengan tujuan untuk membedah realitas, menguji nurani, dan membuka mata publik terhadap persoalan yang luput dari sorotan.</p>
<p>Semangat itulah yang diusung mahasiswa Creative Media Communication angkatan 2023 Universitas Kristen Petra (PCU) lewat screening film dokumenter karya para mahasiswa dengan mengangkat tajuk “Titik Buta” di CGV Maspion Square, Surabaya.</p>
<p></p>
<p><strong>“Titik Buta”: Yang Tak Terlihat, Tapi Nyata</strong></p>
<p>Dosen pengampu mata kuliah Produksi Film Dokumenter UK Petra, Daniel Budiana, menjelaskan bahwa tajuk “Titik Buta” bukan sekadar tema, melainkan cara pandang, sekaligus menjadi benang merah dari seluruh karya yang ditayangkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901d26443b0.webp" alt=""></p>
<p>"Teman-teman (mahasiswa) kali ini memang lebih banyak memotret ke arah konflik sosial. Sekaligus ada banyak hal yang belum pernah kita ketahui dengan detail, tapi itu sebetulnya ada di sekitar kita," ucap Daniel, saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Sejak 2021, pasca pandemi, program screening film rutin digelar setiap tahun di bioskop komersial. Tujuannya bukan hanya memamerkan karya, tetapi memberi mahasiswa pengalaman autentik dalam ekosistem industri film, dari produksi hingga bertemu langsung dengan audiens.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ini sudah yang ke-lima (5) kalinya kami rutin membawa karya mahasiswa ke layar bioskop komersial agar bisa dinikmati khalayak luas sekaligus memberikan pengalaman kepada para mahasiswa," ujar Daniel.</p>
<p></p>
<p>Tahun ini, tiga film dipilih setelah melalui proses pitching ide, riset lapangan intensif, produksi, hingga pascaproduksi selama empat bulan, dari September hingga Desember 2025. Setiap film digarap oleh enam hingga tujuh mahasiswa dan dikawal penuh oleh dosen.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6990772cb2531.webp" alt=""></p>
<p>"Tidak bisa kalau kita bikin film hanya filmnya jadi. Tapi perlu ada diskusi. Karenanya, kami berharap setiap orang yang menonton memberikan feedback kepada filmmaker-nya supaya film mereka lebih berdampak," tegas Daniel.</p>
<p></p>
<p>Diskusi usai pemutaran menjadi ruang evaluasi agar film tidak berhenti sebagai tugas akademik, melainkan tumbuh sebagai karya yang berdampak. Daniel menegaskan, proses screening adalah bagian penting dalam membangun budaya kritik dan evaluasi</p>
<p></p>
<p><strong>Tiga Isu, Satu Benang Merah</strong></p>
<p>Tiga film yang ditayangkan masing-masing mengangkat isu berbeda, namun tetap dalam koridor “titik buta” Kota Surabaya, yakni ragam isu konflik sosial yang belum banyak diketahui bahkan oleh warga Kota Pahlawan itu sendiri.</p>
<p></p>
<p>“All You Can’t Eat” karya garapan Whitnie Odelyn Siauw dan tim, film pertama yang tayang di "titik buta" itu membongkar ironi antara tingginya angka food waste dengan masih banyaknya masyarakat yang kesulitan mengakses makanan layak, dengan lokasi TPA Benowo, Surabaya menjadi sorotan utama.</p>
<p></p>
<p>“Ini Belum Selesai” karya Shanelle Keisha Susanto dan tim menyoroti sengketa tanah warga Tambak Bayan dengan pihak swasta yang telah berlangsung sejak 2009, lengkap dengan bagaimana warga kampung pecinan tertua di Surabaya menghadapi konflik hukum itu dengan jalur kesenian sebagai napas perlawanan sosial mereka.</p>
<p></p>
<p>Sementara “Rail Estate” buah karya Nathalie Celine Gunawan dan tim merekam kehidupan warga Dupak Magersari yang terdampak fenomena urban heat island (UHI), memotret bagaimana panas ekstrem dan minim ruang hijau berdampak pada kesehatan masyarakat salah satu kampung pinggir rel di Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6990772918a04.webp" alt=""></p>
<p>Ketiganya menegaskan bahwa persoalan sosial tidak selalu hadir dalam bentuk dramatis, melainkan tersembunyi dalam keseharian. Melalui pemutaran itu, mahasiswa berharap karya mereka dapat memberikan perspektif baru mengenai Surabaya sebagai kota dengan persoalan nyata yang dialami warganya.</p>
<p></p>
<p>"Lebih dari sekadar tontonan, kehadiran film-film ini diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk lebih peka dan memberikan perhatian terhadap isu-isu sosial di sekitar yang selama ini jarang terdengar atau luput dari perhatian kolektif," kata Daniel.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Kampus ke Festival Internasional</strong></p>
<p>Tak berhenti di layar bioskop Surabaya, seluruh film dalam proyek “Titik Buta” didaftarkan ke berbagai festival nasional dan internasional. Karena itu, proses publikasi luas akan ditahan sekitar dua tahun demi kepentingan festival.</p>
<p></p>
<p>"Kami biasanya hold dulu film itu dua tahun untuk berpartisipasi di beberapa international film festival," terang Daniel.</p>
<p></p>
<p>Strategi tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki portofolio kuat sebelum lulus. Daniel bahkan mengungkapkan bahwa beberapa alumni UK Petra, khususnya mereka yang mengikuti screening film edisi sebelumnya bahkan telah menembus industri televisi dan perfilman nasional.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya sampai lulus itu jadi satu pencapaian sendiri dan bekal mereka masuk dunia industri," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah arus industri perfilman yang semakin kompetitif dan cenderung berorientasi komersial, “Titik Buta” menghadirkan wajah lain sinema: sebagai medium tanggung jawab sosial. Daniel menekankan pentingnya kepekaan dalam produksi konten.</p>
<p></p>
<p>"Kontennya jangan cuma berburu viralitas, tetapi harus tetap bertanggung jawab," tandas Daniel.</p>
<p></p>
<p><strong>Apresiasi Pemerintah </strong></p>
<p>Ikut hadir dalam acara screening film, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jatim, Ali Afandi, mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu yang dekat namun sering terabaikan.</p>
<p></p>
<p>"Film yang diangkat ini sangat luar biasa dan itu merupakan kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita," ujar Ali.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901ca03c212.webp" alt=""></p>
<p>Ia mengaku terkejut mengetahui adanya beragam permasalahan sosial yang sampai saat ini kurang mendapat sorotan. Ia menegaskan bahwa kegiatan kali ini menjadi bukti bahwa dunia kreatif bisa menjadi ruang informasi dan kritik dengan wujud yang lebih elegan.</p>
<p></p>
<p>"Itu menjadi catatan bahwa ada sosial, ada lingkungan, ada banyak hal yang terkait dengan kehidupan kita," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Ali, momentum ini dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kompetisi film dokumenter, melengkapi program film pendek yang selama ini telah berjalan, sekaligus menyelesaikan permasalahan yang diangkat dalam film-film tersebut.</p>
<p></p>
<p>Melalui forum yang dihadiri sekitar 112 penonton dari beragam kalangan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar berdialog dengan publik, menerima kritik, dan memahami dampak karya mereka.</p>
<p></p>
<p>“Titik Buta” akhirnya bukan hanya tajuk acara, melainkan sikap. Sebuah ajakan agar generasi muda perfilman tidak terlena pada gemerlap industri, tetapi tetap menyalakan lampu pada sudut-sudut kota yang selama ini gelap dan terabaikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Desak Penelusuran Menyeluruh Proyek Renovasi SMPN 4 Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-desak-penelusuran-menyeluruh-proyek-renovasi-smpn-4-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-desak-penelusuran-menyeluruh-proyek-renovasi-smpn-4-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dorongan investigasi dari DPRD ini menempatkan proyek renovasi SMPN 4 sebagai ujian akuntabilitas pengelolaan pembangunan daerah. Penelusuran terhadap kontraktor pelaksana, mekanisme pengadaan, hingga potensi konsekuensi hukum diperkirakan akan menjadi agenda lanjutan dalam waktu dekat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699058122846b.webp" length="25474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 19:19:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekolah, Mangkrak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Sorotan terhadap mangkraknya proyek renovasi ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu terus menguat. Setelah diketahui kontraktor meninggalkan pekerjaan sejak September 2025, kalangan legislatif menilai persoalan tersebut harus diusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan masalah pada proses pengadaan.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari pada Sabtu (14/2/2026) menegaskan dari data pada LPSE Kota Batu menunjukkan proyek yang bersumber dari APBD 2025 itu memiliki pagu anggaran Rp1,5 miliar dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar. Namun pelaksanaan di lapangan hanya menyisakan pembongkaran atap dan pengerjaan pondasi cakar ayam sebelum pekerjaan dihentikan.</p>
<p></p>
<p>"Jelas ini mengherankan atas kegagalan proyek yang dikerjakan, kasus ini menjadi preseden buruk dalam pengelolaan proyek pembangunan pendidikan di daerah. Masak pembangunan semacam ini sampai gagal terlaksana. Banyak wali murid mempertanyakan hal ini kepada saya, apalagi sekolah itu berada di wilayah dapil saya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan pengalamannya mengawal proyek pembangunan fasilitas pendidikan sebelumnya saat pembangunan gedung SMPN 7 berjalan lancar. Sehingga wajar apabila muncul pertanyaan proyek yang berhenti di tengah jalan.</p>
<p></p>
<p>Politisi PDIP itu menegaskan pengawasan legislatif akan difokuskan pada aspek tata kelola anggaran dan proses tender. Menurutnya, proyek bernilai miliaran rupiah yang tidak selesai berpotensi bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Saya mendesak agar ditelusuri akar permasalahannya. Apakah ada yang salah dalam proses tender sehingga meloloskan kontraktor yang tidak memenuhi kriteria, atau ada indikasi lain seperti kutipan fee yang terlalu besar,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia menilai dampak proyek mangkrak tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh hak layanan dasar masyarakat karena ketika fasilitas pendidikan tidak terbangun maka bukan sekadar proyek gagal.</p>
<p>Namun juga menyangkut hak layanan publik dan arah kebijakan keuangan daerah yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Lagu “Rukun Sama Teman”, Siswa SD di Bondowoso Tanamkan Toleransi dan Anti&amp;Perundungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-lagu-rukun-sama-teman-siswa-sd-di-bondowoso-tanamkan-toleransi-dan-anti-perundungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-lagu-rukun-sama-teman-siswa-sd-di-bondowoso-tanamkan-toleransi-dan-anti-perundungan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan kokurikuler Cinta Budaya Lokal di Bondowoso menjadi momentum edukasi karakter, mengajak siswa menghargai perbedaan dan membangun persahabatan demi menciptakan sekolah aman dan nyaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698feda77924d.webp" length="102178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 11:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="98" data-end="369"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Gerimis tipis yang turun di pagi hari tak menyurutkan semangat sembilan siswa SDN dari Gugus 1 Kecamatan Bondowoso. Dengan balutan baju adat dari beragam suku, mereka menari penuh keceriaan di Alun-alun <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo</span></span>, Sabtu (14/2/2029).</p>
<p data-start="371" data-end="539">Lewat lagu bertajuk <em data-start="391" data-end="409">Rukun Sama Teman</em>, anak-anak itu menyampaikan pesan sederhana namun kuat, yakni, sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan.</p>
<p data-start="541" data-end="837">Penampilan tersebut menjadi pembuka kegiatan Pembelajaran Kokurikuler Cinta Budaya Lokal Bondowoso bertema “Gebyar Tari Totta’an Dhara” yang diikuti 1.774 siswa dari sembilan sekolah dasar. Di antaranya SDN Dabasah 1, 2, 3, 4, 5, SDN Tamansari 1, SDN Tamansari 2, SDK Indra Siswa, dan SD Alifya.</p>
<p data-start="839" data-end="1178">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Taufan Restuanto</span></span> mengatakan, lagu <em data-start="939" data-end="957">Rukun Sama Teman</em> merupakan ciptaan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Mu'ti</span></span>. Lagu tersebut dirancang untuk menanamkan karakter toleransi, persahabatan, dan sikap anti-perundungan di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="1180" data-end="1347">“Liriknya sederhana, tetapi sarat makna. Anak-anak diajak hidup damai dalam keberagaman, menghargai perbedaan fisik maupun kemampuan, serta menjauhi konflik,” ujarnya.</p>
<p data-start="1349" data-end="1692">Lebih dari sekadar lagu, pesan yang dibawakan mengandung nilai penting. Anak-anak diajarkan bahwa setiap individu unik dan perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus dihormati.</p>
<p data-start="1349" data-end="1692">"Pertengkaran dan saling menyakiti ditegaskan tidak membawa manfaat apa pun. Sebaliknya, memiliki banyak teman akan membuat anak merasa aman, tenang, dan percaya diri," ucap mantan staf ahli Bupati Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1694" data-end="1920">Kampanye ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Lagu tersebut kini kian populer dinyanyikan di berbagai kegiatan pendidikan sebagai sarana mempererat relasi antar siswa.</p>
<p data-start="1922" data-end="2103">“Kami terus berupaya menekan terjadinya bullying. Harapannya tidak ada lagi perundungan pada anak-anak kita. Nilai anti-bullying itu harus melekat di semua pelajaran,” tegas Taufan.</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di bawah langit yang masih berembun, gerakan kecil sembilan anak itu menjadi simbol besar, bahwa persahabatan dan saling menghargai harus tumbuh sejak bangku sekolah dasar.</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Dari Bondowoso, pesan itu menggema dan menegaskan, sekolah tanpa bullying bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama," pungkasnya. (*)</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Jombang Gelar Safari Edukasi Jurnalistik di Sekolah, Beberkan Kiat Hadapi Oknum Mengaku Wartawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-jombang-gelar-safari-edukasi-jurnalistik-di-sekolah-beberkan-kiat-hadapi-oknum-mengaku-wartawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-jombang-gelar-safari-edukasi-jurnalistik-di-sekolah-beberkan-kiat-hadapi-oknum-mengaku-wartawan</guid>
<description><![CDATA[ Agenda ini digelar untuk merespons maraknya keresahan dari kalangan pendidik terkait praktik intimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698f2acc73740.webp" length="51162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 21:35:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Safari Edukasi Jurnalistik, PWI Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang menggelar kegiatan "PWI Jombang Goes to School, Safari Edukasi Jurnalistik" di Aula SMKN 3 Jombang, Jumat (13/2/2026). </p>
<p>Agenda ini digelar untuk merespons maraknya keresahan dari kalangan pendidik terkait praktik intimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan.</p>
<p>Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi antara insan pers dan dunia pendidikan. Tujuannya, menjaga marwah profesi wartawan sekaligus melindungi sekolah dari tindakan menyimpang.</p>
<p>"Atas dasar menjunjung tinggi profesi wartawan dan banyaknya keresahan dari instansi terutama lembaga pendidikan, kami menggandeng Cabdindik untuk mengedukasi serta berdiskusi bagaimana cara menghadapi oknum-oknum yang mengaku wartawan, yang tujuannya bukan mencari berita tapi meminta sesuatu," ujarnya.</p>
<p>Mufid menambahkan, praktik semacam itu tidak hanya merugikan sekolah tetapi juga mencederai citra wartawan profesional. Sinergi lintas institusi dinilai penting agar oknum tersebut dapat dihadapi sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Kasubag TU Cabdindik Wilayah Jombang, Ulil Muamar, mengapresiasi langkah PWI yang dinilai responsif terhadap kebutuhan satuan pendidikan. Menurutnya, pemahaman hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa pers perlu dimiliki oleh setiap humas sekolah.</p>
<p>"Sekolah memang perlu dibekali pemahaman seperti ini. Jangan sampai karena ketidaktahuan, kemudian merasa takut atau tertekan saat menghadapi oknum yang mengatasnamakan wartawan," kata Ulil.</p>
<p>Ia juga mendorong para kepala sekolah dan humas untuk aktif berkoordinasi dengan Cabdindik jika menghadapi persoalan serupa. Pendampingan dan komunikasi yang baik, menurutnya, akan memudahkan penyelesaian masalah secara prosedural.</p>
<p>Didapuk sebagai pemateri, Yusuf Wibisono selaku tokoh senior wartawan di Jombang memaparkan kiat membedakan wartawan dan media terverifikasi dengan oknum tidak bertanggung jawab. </p>
<p>Ia menjelaskan, jika media telah terverifikasi Dewan Pers dan terjadi sengketa pemberitaan, penyelesaiannya melalui mekanisme Dewan Pers. Namun, jika tidak terverifikasi dan mengandung unsur pidana seperti pemerasan, sekolah dapat melapor ke aparat penegak hukum.</p>
<p>"Kalau terverifikasi Dewan Pers dan ada dugaan pelanggaran kode etik, maka laporkan ke Dewan Pers. Tapi kalau tidak terverifikasi dan ada unsur pidana, bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum dengan bukti yang kuat," jelas wartawan beritajatim.com itu. </p>
<p>Yusuf juga mengingatkan agar sekolah tidak panik saat berhadapan dengan oknum. Ia menekankan pentingnya membedakan sengketa produk jurnalistik dengan unggahan media sosial pribadi yang bisa diproses melalui UU ITE.</p>
<p>Sementara itu, Saiful Mualimin dari kontributor media televisi nasional, mendorong sekolah untuk memiliki media resmi yang dikelola profesional. Media internal, kata dia, dapat menjadi rujukan informasi sekaligus alat dokumentasi yang kredibel.</p>
<p>"Sekolah harus punya wadah informasi yang jelas dan resmi. Itu penting agar publik tidak bingung dan sekolah punya referensi yang bisa dirujuk kapan saja," ujar Saiful.</p>
<p>Pemateri selanjutnya, Muhammad Syafi' dari media Kompas.com, menambahkan bahwa penguatan media sosial juga penting untuk membangun citra positif sekolah. Dengan strategi konten yang tepat, sekolah dapat memperkuat branding sekaligus menutup celah bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.</p>
<p>"Kalau branding sekolah kuat, transparan, dan informatif, maka ruang untuk intimidasi atau tekanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab akan semakin sempit," tegasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, PWI Jombang berharap para humas sekolah tidak hanya memahami mekanisme hukum, tetapi juga mampu membangun sistem informasi yang kuat, profesional, dan akuntabel. Sinergi antara insan pers dan dunia pendidikan diharapkan dapat meminimalisir praktik intimidasi sekaligus menjaga marwah profesi jurnalistik tetap terhormat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Penguatan Guru, Disdik Batu Dorong Digitalisasi dari Ruang Kelas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-penguatan-guru-disdik-batu-dorong-digitalisasi-dari-ruang-kelas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-penguatan-guru-disdik-batu-dorong-digitalisasi-dari-ruang-kelas</guid>
<description><![CDATA[ Disdik Batu menilai digitalisasi menjadi strategi realistis untuk memperkuat daya saing pendidikan daerah dan tidak hanya diposisikan sebagai tren, melainkan sebagai alat untuk menanamkan literasi digital, pola pikir kritis, dan kesiapan generasi muda menghadapi dinamika teknologi ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ee69c45d99.webp" length="53552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 16:51:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Digitalisasi, Pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Alih-alih menitikberatkan pada pengadaan perangkat semata, transformasi digital pendidikan di Kota Batu kini diarahkan pada penguatan kapasitas pengajar sebagai fondasi perubahan.</p>
<p>Dinas Pendidikan Kota Batu menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai pintu masuk utama sebelum ekosistem pembelajaran berbasis teknologi diterapkan lebih luas di sekolah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan, Alfi Nurhidayat pada Jumat (13/2/2026) menegaskan, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci agar digitalisasi tidak berhenti sebagai proyek perangkat. Pendampingan pembelajaran digital bagi tenaga pendidik tingkat sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, telah digelar untuk memastikan guru mampu mengadaptasi metode pengajaran berbasis teknologi secara efektif.</p>
<p>"Langkah ini juga dilihat sebagai respons terhadap tantangan pendidikan nasional di Indonesia, mulai dari capaian literasi dan numerasi yang stagnan hingga ketimpangan akses teknologi antar wilayah," urainya. </p>
<p>Terlebih, agar sejalan dengan arah kebijakan percepatan digitalisasi pembelajaran pemerintah pusat, Disdik Batu menilai kesiapan guru akan menentukan kualitas implementasi di lapangan, bukan sekadar keberadaan perangkat digital di kelas.</p>
<p>Pendekatan yang dibangun mengarah pada pembentukan ekosistem pembelajaran menyeluruh. Program digitalisasi dirancang berbasis tiga komponen utama: teknologi pendukung, lingkungan kelas yang adaptif, serta proses pembelajaran interaktif.</p>
<p>"Konsep ini diwujudkan melalui pengembangan ruang kelas cerdas yang memanfaatkan papan interaktif digital, sistem kolaborasi daring, hingga evaluasi pembelajaran real-time," imbuhnya.</p>
<p>Selain pelatihan tenaga pendidik, dukungan infrastruktur tetap disiapkan melalui penyediaan laptop, akses internet satelit untuk wilayah tertentu, serta konten pembelajaran digital.</p>
<p>Namun fokus utama tetap pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi ke dalam pendekatan “deep learning” yang menekankan pemahaman bermakna, kesadaran belajar, dan suasana kelas yang partisipatif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Apresiasi Hadirnya English One, Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-apresiasi-hadirnya-english-one-dorong-penguatan-pendidikan-nonformal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-apresiasi-hadirnya-english-one-dorong-penguatan-pendidikan-nonformal</guid>
<description><![CDATA[ Pendidikan nonformal dinilai memiliki peran strategis dalam melengkapi pembelajaran di sekolah serta memberikan ruang pengembangan diri yang lebih fleksibel bagi peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ebe54ec0a3.webp" length="31512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 15:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, english 1, kepala dinas pendidikan tulungagung, bupati tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan apresiasi atas kehadiran lembaga kursus bahasa Inggris, English One, di wilayah setempat. Kehadiran lembaga pendidikan nonformal ini dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Sukowinarno, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era global. Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026).</p>
<p></p>
<p>“Kehadiran English One sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi global, kepercayaan diri, serta daya saing internasional,” ujar Sukowinarno.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak hanya sekadar keterampilan berbahasa, namun juga berperan dalam membentuk pola pikir terbuka dan kesiapan menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, Pemkab menyambut baik metode pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan komunikatif yang diusung lembaga ini.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Sukowinarno menjelaskan komitmen Pemkab Tulungagung dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik jalur formal maupun nonformal. Pendidikan nonformal dianggap strategis dalam melengkapi kurikulum sekolah serta memberikan fleksibilitas bagi pengembangan diri peserta didik.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Center Director English One Kediri sekaligus English One Kediri Satellite Tulungagung, Katarina Ika, menjelaskan bahwa lembaga tersebut sebelumnya telah beroperasi di Tulungagung di bawah manajemen pihak ketiga.</p>
<p></p>
<p>“Tahun ini kami mengambil alih manajemen secara langsung untuk melayani masyarakat Tulungagung,” ungkap Ika.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keputusan ekspansi ini didasari oleh tingginya minat masyarakat Tulungagung. Selama ini, banyak siswa dari wilayah tersebut yang harus menempuh perjalanan selama satu jam ke Kediri untuk mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya cabang baru ini, akses pendidikan diharapkan menjadi lebih mudah dijangkau.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, English One Tulungagung menampung sekitar 150 siswa yang terbagi dalam empat ruang kelas berdasarkan kelompok usia. Satu ruang khusus disediakan bagi anak usia 3 hingga 6 tahun dengan metode pendekatan khusus.</p>
<p></p>
<p>“Usia 3 sampai 6 tahun merupakan masa keemasan (golden period) untuk mempelajari bahasa kedua. Penanganannya tentu berbeda dengan usia yang lebih dewasa,” jelas Ika.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan belajar mengajar, English One menerapkan kurikulum standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR). Pengajar diwajibkan menggunakan metode full English tanpa menerjemahkan kata per kata ke dalam bahasa Indonesia untuk menciptakan lingkungan berbahasa yang intensif.</p>
<p></p>
<p>Ika menambahkan bahwa para pengajar telah mendapatkan pelatihan khusus berbasis kurikulum Cambridge. Meskipun tetap menggunakan buku teks, metode pembelajaran lebih ditekankan pada aktivitas interaktif agar peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan tanpa merasa tertekan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atasi 19 Ribu Anak Putus Sekolah, Pemkab Pasuruan Luncurkan Program Gerbang Kembar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atasi-19-ribu-anak-putus-sekolah-pemkab-pasuruan-luncurkan-program-gerbang-kembar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atasi-19-ribu-anak-putus-sekolah-pemkab-pasuruan-luncurkan-program-gerbang-kembar</guid>
<description><![CDATA[ Terkait isu anak putus sekolah, Rusdi memaparkan data Kemendikdasmen tahun 2026 yang mencatat terdapat 19.857 ATS di Kabupaten Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ebb6d9fab6.webp" length="54034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 13:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerbang Kembar) sebagai upaya strategis menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). </p>
<p>Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Shobih Asrori, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, Kepala Dinas Pendidikan Tri Krisni Astuti, serta jajaran pejabat terkait lainnya.</p>
<p>Peluncuran program ini diperkuat dengan penandatanganan perjanjian kinerja prioritas pembangunan antara Bupati Pasuruan dengan tiga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pendidikan; Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB; serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi. Selain itu, komitmen serupa juga ditandatangani oleh enam camat dengan prevalensi ATS relatif tinggi, yakni Camat Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, dan Nguling.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menegaskan bahwa Gerbang Kembar tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Ia menginstruksikan agar program ini diterjemahkan ke dalam target yang jelas, indikator terukur, dan tanggung jawab spesifik di setiap perangkat daerah. Perjanjian kinerja tersebut menjadi instrumen untuk memastikan proyek strategis tahun 2026 berjalan efektif, terintegrasi, dan akuntabel.</p>
<p>"Setiap target harus memiliki angka, setiap program harus berdampak, dan setiap OPD wajib memberikan kontribusi nyata. Keberhasilan kita tidak diukur dari kuantitas program, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Kabupaten Pasuruan," tegas Rusdi.</p>
<p>Terkait isu anak putus sekolah, Rusdi memaparkan data Kemendikdasmen tahun 2026 yang mencatat terdapat 19.857 ATS di Kabupaten Pasuruan. </p>
<p>Angka tersebut mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah maupun lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan. Rusdi menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan penghambat langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).</p>
<p>Ia mendesak agar penuntasan puluhan ribu ATS tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang serius serta terintegrasi. "Selama persoalan ATS belum tuntas, peningkatan IPM akan berjalan lambat," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Rusdi menegaskan bahwa penanganan ATS merupakan strategi utama percepatan pembangunan manusia. Melalui Gerbang Kembar, diharapkan muncul komitmen masif untuk menyukseskan prioritas pembangunan tersebut.</p>
<p>"Intinya adalah pengurangan ATS pada jalur pendidikan formal maupun nonformal. Hal ini memerlukan peningkatan peran serta kolaborasi mulai dari BPS, Kemenag, Cabang Dinas, OPD, tingkat kecamatan dan desa, hingga lembaga profesi, ormas, dan media," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mimpi Sekolah Unggulan di Atas Puing 19 Ribu Anak Putus Sekolah di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mimpi-sekolah-unggulan-di-atas-puing-19-ribu-anak-putus-sekolah-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mimpi-sekolah-unggulan-di-atas-puing-19-ribu-anak-putus-sekolah-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan kegagalan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698e949a890ee.webp" length="34742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 11:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, Fragmentasi Pendidikan, Sekolah Unggulan, Merger SD, Kualitas Guru, Fasilitas Sekolah, Anggaran Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pemerataan Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Di balik deretan prestasi sekolah unggulan di Kabupaten Malang, tersimpan persoalan serius yang telah mengakar selama bertahun-tahun. </p>
<p>Kesenjangan kualitas tenaga pendidik, ketimpangan fasilitas, hingga distribusi sumber daya yang tidak merata menjadi potret fragmentasi pendidikan yang hingga kini belum terurai. </p>
<p>Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan kegagalan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas. </p>
<p>Sebagai komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur penunjang, Komisi IV memiliki mandat konstitusional untuk mengawasi alokasi anggaran, pemenuhan sarana prasarana, serta kebijakan penyelenggaraan pendidikan dasar hingga menengah.</p>
<p>"Secara umum, kualitas pendidikan adalah prioritas utama bagi kami. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang tidak layak, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM)," tegas Zulham saat ditemui usai agenda bersama guru SD Pendidikan Agama Islam di Pendopo Agung Malang, Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Menurutnya politisi PDI Perjuangan tersebut, potret buram ini bukan sekadar permasalahan temporer tahun ini, melainkan akumulasi dari manajemen penyelenggaraan pendidikan yang tidak optimal dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Zulham memaparkan data yang menunjukkan angka putus sekolah di Kabupaten Malang masih menyentuh angka 19 ribu anak. </p>
<p>Ia melontarkan kritik terhadap program-program pemerintah yang bersifat parsial, seperti bantuan seragam atau sekolah rakyat, yang dinilai hanya menyentuh permukaan masalah tanpa menyelesaikan akar persoalan.</p>
<p>"Jika anak sudah tidak berminat sekolah atau telanjur bekerja, program sementera tidak akan mampu menyelesaikan masalah substansial. Solusi harus bersifat utuh dan kolaboratif, tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan semata," ujar dia.</p>
<p>Lebih lanjut, Zulham menyoroti kebijakan <em>merger</em> (penggabungan) sekolah sebagai langkah untuk menyeimbangkan rasio murid dan tenaga pendidik. Ia menilai pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas meski berpotensi memicu resistensi.</p>
<p>"Ada anomali di mana sekolah dengan murid melimpah justru kekurangan guru, dan sebaliknya. Pemerintah harus melakukan intervensi, <em>merger</em> adalah solusi yang tidak bisa dihindari meskipun akan menuai protes," imbuhnya.</p>
<p>Sektor anggaran juga tidak luput dari bahasan. Zulham mengungkapkan bahwa dari total belanja pendidikan sekitar Rp1,6 triliun, porsi terbesar masih terserap untuk gaji guru dan belanja rutin. Akibatnya, pembangunan fisik dan pengadaan sarana-prasarana sekolah menjadi tidak maksimal.</p>
<p>"Jika kewajiban anggaran pendidikan sebesar 20 persen dipisahkan dari belanja fisik, anggaran tersebut bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran," jelasnya.</p>
<p>Ia mendesak adanya redefinisi tanggung jawab, di mana perbaikan sekolah rusak diserahkan kepada dinas teknis seperti Dinas Cipta Karya. Dengan demikian, anggaran pendidikan dapat murni dialokasikan untuk penguatan kapasitas guru dan mutu instruksional.</p>
<p>Fragmentasi ini, menurut Zulham, kian mempertegas dualitas antara sekolah unggulan dan sekolah reguler, yang pada akhirnya menciptakan stratifikasi kualitas pendidikan. Masalah struktural ini menuntut pendekatan komprehensif, mulai dari <em>merger</em>, penguatan SDM, hingga standardisasi sarana-prasarana secara merata.</p>
<p>Kendati menghadapi tantangan berat, Zulham menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan baru di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. </p>
<p>Ia menaruh harapan pada Kepala Dinas Pendidikan yang baru karena dinilai memiliki energi dan perspektif segar.</p>
<p>"Saya optimis dengan Kadisdik baru yang merupakan rekan sejawat saat di Sekretariat Dewan. Namun, enam bulan pertama akan menjadi ujian krusial. Jika tidak ada gebrakan nyata, evaluasi total adalah mekanisme mutlak untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyandang Disabilitas di Malang Kini Miliki SIM D</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyandang-disabilitas-di-malang-kini-miliki-sim-d</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyandang-disabilitas-di-malang-kini-miliki-sim-d</guid>
<description><![CDATA[ Proses penerbitannya secara prinsip serupa dengan SIM umum, namun disesuaikan dengan kondisi fisik pemohon tanpa mengurangi standar keselamatan. Penyesuaian ini menegaskan bahwa keadilan pelayanan bukan berarti pelonggaran aturan, melainkan perlakuan setara yang berbasis kebutuhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d4a504f2e8.webp" length="60990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 12:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SIM D, Polres Malang, Satpas Prototype, Disabilitas, Operasi Keselamatan 2026, Pelayanan Publik, Kesetaraan Berkendara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Satpas Prototype Polres Malang mempertegas komitmen pelayanan publik inklusif melalui penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi penyandang disabilitas pada Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Layanan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan 2026, sekaligus wujud nyata kesetaraan akses bagi seluruh warga negara dalam mendapatkan legalitas berkendara yang aman.</p>
<p></p>
<p>SIM D secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang mengendarai sepeda motor. Proses penerbitannya secara prinsip serupa dengan SIM umum, namun disesuaikan dengan kondisi fisik pemohon tanpa mengurangi standar keselamatan.</p>
<p>Penyesuaian ini menegaskan bahwa keadilan pelayanan bukan berarti pelonggaran aturan, melainkan perlakuan setara yang berbasis kebutuhan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, melalui Baur SIM Satpas Prototype, Aiptu Nova Hanta, menjelaskan bahwa SIM D merupakan bentuk pengakuan negara terhadap hak penyandang disabilitas untuk berkendara secara sah.</p>
<p></p>
<p>“Pemohon tetap diwajibkan memenuhi persyaratan usia, administrasi, kesehatan, psikologi, serta lulus uji teori dan praktik. Penyesuaian dilakukan agar penyandang disabilitas dapat mengikuti proses secara adil dan manusiawi,” jelas Nova, Kamis (12/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Nova menambahkan, pihaknya memastikan setiap penyandang disabilitas mendapatkan penghargaan dan kesempatan yang sama untuk berkendara secara aman. Selain itu, layanan SIM D menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Doni, seorang warga Kecamatan Pakisaji yang merupakan pemohon SIM D, menyatakan kepuasannya terhadap pelayanan petugas Satpas Prototype. Ia menilai proses berjalan secara transparan dan petugas memperlakukan pemohon sebagai subjek hukum yang setara.</p>
<p></p>
<p>“SIM ini sangat penting bagi saya agar dapat berkendara dengan aman dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Doni.</p>
<p></p>
<p>Dengan tersedianya layanan SIM D, Satpas Prototype yang diresmikan dua tahun lalu ini tidak hanya menjalankan regulasi, tetapi juga mengimplementasikannya dalam tindakan nyata.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih inklusif, aman, dan berkeadilan. Kehadiran SIM D menjadi penanda bahwa pelayanan publik yang ramah disabilitas merupakan kewajiban yang harus diwujudkan secara konsisten, sesuai amanat Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gaji Rp300 Ribu Sebulan untuk Bertahan: Lirih Suara Guru PPPK Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gaji-rp300-ribu-sebulan-untuk-bertahan-lirih-suara-guru-pppk-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gaji-rp300-ribu-sebulan-untuk-bertahan-lirih-suara-guru-pppk-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Di forum itu, Dian memberanikan diri menunjukkan sepatu yang dikenakannya. Sepatu hitam yang sudah usang, bahkan bolong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c87813b64e.webp" length="33568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 20:50:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pppk paruh waktu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana rapat dengar pendapat antara PGRI, Dinas Pendidikan, dan DPRD Tulungagung, Rabu (11/2/2026) mendadak hening. Di tengah forum resmi yang dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sukowinarno, dan Ketua PGRI Tulungagung Muhadi, seorang guru perempuan mencurahkan isi hatinya dengan suara bergetar.</p>
<p>Namanya Dian Setyaningrum, guru kelas 3 SDN 1 Bulusari, Kecamatan Kedungwaru. Statusnya Guru PPPK paruh waktu. Di hadapan para pemangku kebijakan, ia tak lagi mampu menahan tangis.</p>
<p>“Sebenarnya ketika kami menerima SK dan menandatangani gaji PPPK paruh waktu, rasanya dalam hati itu miris, Pak. Kami menandatangani dengan hati menjerit. Bingung harus mengadu kepada siapa,” ucap Dian, tersedu. </p>
<p>Dian mengungkapkan, dari total gaji Rp350 ribu per bulan, ia hanya menerima sekitar Rp300 ribu setelah dipotong berbagai kewajiban. Nominal yang, menurutnya, jauh dari kata layak.</p>
<p>“Coba kita berpikir bersama, Pak. Dengan uang Rp300 ribu, dengan ijazah S1 yang menjadi syarat minimal guru, layakkah bagi kami?” katanya lirih.</p>
<p>Sebagai seorang single parent dengan dua anak yang masih sekolah, satu akan masuk SMP dan satu lagi masih TK swasta, Dian mengaku penghasilannya sebagai guru tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.</p>
<p>“Bensin saja untuk berangkat sekolah, cukupkah? Untuk beli beras saja kadang saya tidak mampu,” tuturnya.</p>
<p>Ia bahkan harus berpuasa demi memastikan kedua anaknya tetap bisa makan.</p>
<p>“Jujur, Pak, saya harus berpuasa. Anak-anak kadang saya ajak puasa. Logikanya, dari mana saya mencukupi kalau hanya mengandalkan gaji guru?” Ungkap Dian penuh tanya.</p>
<p>Di forum itu, Dian memberanikan diri menunjukkan sepatu yang dikenakannya. Sepatu hitam yang sudah usang, bahkan bolong.</p>
<p>“Sepatu yang saya pakai ini bolong, Pak. Untuk beli sepatu pun saya tidak mampu. Kadang justru wali murid yang memberi,” katanya dengan suara pecah.</p>
<p>Baginya, ironi terasa semakin dalam. Ia menyebut penghasilannya bahkan kalah dibandingkan petugas kebersihan jalan.</p>
<p>“Kita kalah dengan tukang sapu di jalan, Pak,” ujarnya.</p>
<p>Kesulitan ekonomi memaksanya mengambil langkah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, ia menggadaikan sertifikat pendidiknya ke bank.</p>
<p>“Kalau tidak seperti itu, saya tidak tahu harus bagaimana. Untuk mengontrak rumah saja saya harus memasukkan sertifikasi. Untuk biaya ibu sakit, juga begitu,” ungkapnya.</p>
<p>Padahal, sertifikat pendidik dan tunjangan profesi guru (TPG) adalah satu-satunya harapan tambahan penghasilan yang ia miliki. Namun setelah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, penghasilan tersebut tidak lagi ia terima. Hal itu membuatnya merasa semakin terhimpit.</p>
<p>“Sementara setelah terima SK paruh waktu, gaji kami Rp350 ribu. Per bulan tidak cukup. Apakah kami ke sekolah jalan kaki? Kami perlu bensin. Rp300 ribu itu hanya Rp10 ribu per hari, Pak,” katanya.</p>
<p>Tangis Dian bukan sekadar curahan hati pribadi. Ia menegaskan, kondisi serupa juga dialami banyak rekan guru PPPK paruh waktu lainnya.</p>
<p>“Mohon pertimbangan bagi kami, terutama saya dan teman-teman guru,” pintanya.</p>
<p>Ruang rapat yang biasanya dipenuhi perdebatan formal berubah menjadi ruang empati. Para peserta audiensi terdiam, sebagian menunduk.</p>
<p>Di akhir penyampaiannya, dengan suara hampir tak terdengar, Dian berkata pelan.</p>
<p>“Prihatin sekali, Pak. Gaji sekian, beli sepatu saja tidak bisa," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanamkan Tertib Lalin, Satlantas Polres Malang Masuk Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanamkan-tertib-lalin-satlantas-polres-malang-masuk-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanamkan-tertib-lalin-satlantas-polres-malang-masuk-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Materi edukasi yang disampaikan mencakup kedisiplinan berlalu lintas, kewajiban penggunaan helm standar, larangan berkendara bagi anak di bawah umur, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c3d2b93f3c.webp" length="62132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 16:40:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Keselamatan Semeru, Edukasi Lalu Lintas, Polres Malang, Keselamatan Berkendara, Pelajar Tertib Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Polres Malang terus memperkuat edukasi keselamatan lalu lintas sejak dini sebagai salah satu fokus dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. </p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut diimplementasikan melalui kegiatan pembinaan di MTs Darul Falah Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya. Hal ini dinilai krusial mengingat para siswa mulai aktif berinteraksi dengan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>Materi edukasi yang disampaikan mencakup kedisiplinan berlalu lintas, kewajiban penggunaan helm standar, larangan berkendara bagi anak di bawah umur, serta risiko kecelakaan akibat pelanggaran aturan.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyatakan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan budaya tertib berlalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus meningkatkan sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru dengan menyasar pelajar. Edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas," ujar AKP Chelvin.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pelajar merupakan kelompok prioritas dalam upaya jangka panjang menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>AKP Chelvin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung. Pendekatan ini akan menyasar sekolah, komunitas, hingga ruang publik sebagai bagian dari langkah preventif dan humanis kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Istigasah di Depan DPRD, 600 Guru di Tulungagung Perjuangkan Nasib</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-istigasah-di-depan-dprd-600-guru-di-tulungagung-perjuangkan-nasib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-istigasah-di-depan-dprd-600-guru-di-tulungagung-perjuangkan-nasib</guid>
<description><![CDATA[ Aksi doa bersama ini dilakukan sebagai dukungan moral bagi perwakilan guru yang tengah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD terkait peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c359e169f6.webp" length="77028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 15:50:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, guru pppk paruh waktu, kesejahteraan guru, rapat dengar pendapat, dprd tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Ratusan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menggelar istigasah di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (11/2/2026) siang. </p>
<p></p>
<p>Aksi doa bersama ini dilakukan sebagai dukungan moral bagi perwakilan guru yang tengah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD terkait peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu.</p>
<p></p>
<p>Para guru tampak khusyuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berharap pertemuan itu menghasilkan solusi konkret, terutama mengenai penataan jam mengajar dan penurunan penghasilan yang dialami pasca-perubahan status menjadi PPPK paruh waktu.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris PGRI Tulungagung, Suryono, menyatakan bahwa kehadiran pihaknya dalam RDP merupakan upaya memperjuangkan perbaikan sektor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kami hadir memenuhi undangan dengar pendapat mengenai pendidikan serta nasib guru dan tenaga kependidikan. Perlu ada perubahan ke arah yang lebih baik bagi mereka," ujar Suryono.</p>
<p></p>
<p>Menurut Suryono, kemajuan pendidikan harus ditandai oleh dua hal utama adalah peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa kesejahteraan yang tidak memadai untuk kebutuhan minimal keluarga akan membebani guru dalam menjalankan tugas profesionalnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p></p>
<p>Salah satu isu krusial yang disoroti adalah penurunan penghasilan guru PPPK paruh waktu. Suryono mengungkapkan fakta di lapangan bahwa sejumlah guru kehilangan jam mengajar setelah mutasi, yang berdampak langsung pada hilangnya tunjangan.</p>
<p></p>
<p>"Faktanya, ada guru yang sebelumnya memiliki jam mengajar penuh dan bersertifikat pendidik sehingga menerima tunjangan profesi. Namun, setelah menjadi PPPK paruh waktu dan dipindahkan, jam mengajar mereka tidak terpenuhi sehingga Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) tidak dapat dicairkan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Meski mengakui penataan guru adalah wewenang Dinas Pendidikan, ia berharap proses tersebut dikoordinasikan secara matang agar tidak merugikan tenaga pendidik. Terlebih, lokasi penugasan baru sering kali lebih jauh sementara penghasilan justru berkurang.</p>
<p></p>
<p>Sebelum menyandang status PPPK paruh waktu, guru honorer di Tulungagung menerima honor daerah sebesar Rp350 ribu (SD) dan Rp400 ribu (SMP) per bulan, ditambah insentif dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarannya variatif.</p>
<p></p>
<p>"Saat menjadi PPPK paruh waktu, penghasilan mereka justru turun karena dana BOS tidak lagi diperbolehkan untuk menggaji mereka. Akhirnya, mereka hanya menerima honor daerah saja," ungkap Suryono.</p>
<p></p>
<p>Persoalan kian pelik ketika sistem menolak pencairan TPP sebesar kurang lebih Rp1,5 juta bagi guru yang jam mengajarnya tidak mencukupi akibat mutasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>PGRI mencatat sekitar 600 guru SD dan SMP di Tulungagung terdampak oleh kebijakan ini.</p>
<p>Melalui RDP ini, para guru mendesak adanya solusi penataan jam mengajar yang proporsional dan kebijakan yang menjamin kesejahteraan mereka tidak merosot. </p>
<p></p>
<p>Mereka menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kualitas pendidikan di Tulungagung agar peningkatan mutu berjalan selaras dengan kesejahteraan pengajar.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini dilaporkan pada pukul 14.50 WIB, rapat dengar pendapat masih berlangsung, sementara ratusan guru tetap bertahan menggelar doa bersama di luar gedung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispendik Jember Tarik Oknum Guru Lucuti Siswa dan Lakukan Pemulihan Trauma Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dispendik-jember-tarik-oknum-guru-lucuti-siswa-dan-lakukan-pemulihan-trauma-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dispendik-jember-tarik-oknum-guru-lucuti-siswa-dan-lakukan-pemulihan-trauma-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Selain menarik guru yang bersangkutan, Dispendik menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c0cfc282df.webp" length="53158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 13:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember bertindak cepat dalam menangani insiden tindakan berlebihan yang dilakukan oleh oknum guru di SDN 02 Jelbuk, oknum guru itu tega melucuti pakaian 22 siswa gegara ada uang yang hilang. </p>
<p></p>
<p>Selain menarik guru yang bersangkutan, Dispendik menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini sebelumnya sempat viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempuh langkah persuasif dengan mendatangi sekolah dan berdialog langsung dengan para wali murid pada Ahad (8/2/2026) lalu.</p>
<p></p>
<p>"Kami berembuk dengan para wali murid untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Pada prinsipnya, kami ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa gangguan," ujar Arief, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Arief menegaskan bahwa aspirasi wali murid yang menuntut tindakan tegas telah diakomodasi. Pada Senin (9/2/2026), oknum guru tersebut telah dipanggil secara resmi ke kantor Dinas Pendidikan untuk menjalani proses pembinaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah memanggil guru yang bersangkutan ke kantor Dispendik sesuai permintaan para wali murid untuk menjalani proses pembinaan," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, penanganan tidak hanya berhenti pada tindakan administratif. Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi psikologis para siswa di SDN 02 Jelbuk pascainsiden tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Pagi tadi, tim Dinas Pendidikan kembali ke sekolah bersama tim dari KPAI untuk melakukan trauma healing. Langkah ini penting agar para siswa tidak mengalami trauma mendalam," papar Arief.</p>
<p></p>
<p>Insiden yang dipicu oleh hilangnya uang tersebut menjadi evaluasi penting bagi dunia pendidikan di Jember. Arief berkomitmen untuk memperbaiki kinerja internal serta memperketat pengawasan melalui peran pengawas sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan individu dan lembaga, tetapi terutama merugikan para siswa," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menari Dalam Sunyi, Siswa Tunarungu SLB B Tulungagung Tampil Percaya Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menari-dalam-sunyi-siswa-tunarungu-slb-b-tulungagung-tampil-percaya-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menari-dalam-sunyi-siswa-tunarungu-slb-b-tulungagung-tampil-percaya-diri</guid>
<description><![CDATA[ Keterbatasan fisik tidak membatasi ruang ekspresi dan kreativitas. Lewat gerak tubuh, para siswa SLB-B Negeri Tulungagung berbicara dengan caranya sendiri, tanpa suara, namun sarat makna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698b2a4b3df3d.webp" length="48152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 19:59:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, siswa tunarungu menari, tarian siswa tunarungu, slb b tulungagung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong>Tepuk tangan panjang menggema di halaman sekolah SLB B Tulungagung, Selasa (10/2/2026) siang itu. Bukan semata karena kemeriahan acara dies natalis, melainkan karena sebuah penampilan yang menyentuh perasaan. Siswa SLB B Negeri Tulungagung melangkah ke panggung dengan penuh percaya diri, menghadirkan tarian-tarian tradisional yang memukau wali murid dan tamu undangan.</p>
<p></p>
<p>Meski mereka harus mengikuti instruksi melalui isyarat dari pemandu, satu per satu gerak mereka mengalir rapi. Tatapan fokus, ekspresi wajah yang hidup, dan kekompakan antarpenari membuat penonton sejenak lupa bahwa para siswa tersebut merupakan penyandang tunarungu.</p>
<p></p>
<p>Di balik penampilan itu, tersimpan proses panjang yang penuh kesabaran, empati, dan kerja sama. Pelatih tari SLB B Negeri Tulungagung, Ammy Aulia Renata, mengungkapkan bahwa proses penciptaan hingga siap pentas membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Namun, latihan yang benar-benar intens hanya bisa dilakukan dalam beberapa pertemuan terakhir.</p>
<p></p>
<p>“Untuk proses penciptaan karya baru ini sekitar satu bulan. Itu pun karena saya juga ada kesibukan, mereka juga bersekolah. Yang benar-benar intens itu sekitar tujuh kali pertemuan terakhir,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Keterbatasan waktu ternyata tidak menjadi penghalang utama. Renata justru menaruh kekaguman besar pada cara para siswa membangun komunikasi satu sama lain, meskipun ia sendiri tidak terlalu menguasai bahasa isyarat.</p>
<p></p>
<p>“Untungnya mereka sangat aktif antar teman. Modelnya seperti tutor sebaya. Jadi ketika saya memberi instruksi, teman-temannya saling mengingatkan, ‘tadi kamu kurang ini, tadi kurang itu’. Itu yang saya salut. Jalinan komunikasi mereka efektif sekali,” tutur Renata.</p>
<p></p>
<p>Dalam perayaan tersebut, total empat tarian ditampilkan, disesuaikan dengan rentang usia para siswa. Mulai dari Tari Gugur Gunung yang dibawakan siswi kelas 1 hingga 3 SD, Tari Gambyong untuk siswa kelas 5 dan 6 SD hingga SMP, Tari Reog Kendang khas Kabupaten Tulungagung, hingga penampilan pamungkas berupa tari jaranan kreasi berjudul Turonggo Karnaseta.</p>
<p></p>
<p>Nama Turonggo Karnaseta bukan dipilih tanpa makna. Renata menjelaskan, karnaseta berasal dari kata karna yang berarti pendengaran atau telinga, dan seta yang bermakna suci.</p>
<p></p>
<p>“Saya berharap meskipun secara fisik mereka tidak bisa mendengar, mereka tetap bisa menghayati melalui karya tari ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan tari jaranan pada umumnya, Turonggo Karnaseta dirancang khusus menyesuaikan karakter dan kebutuhan siswa tunarungu. Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada durasi.</p>
<p></p>
<p>“Durasi karya ini cukup pendek, hanya sekitar empat setengah menit. Karena tingkat konsentrasi anak-anak tunarungu tidak bisa kita samakan dengan rekan-rekan dengar,” jelas Renata.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia menerapkan segmentasi gerak agar materi lebih mudah diingat. Gerakan disusun bertahap dan berulang, dengan hitungan yang jelas, perpindahan tempo yang perlahan, serta level gerak yang disesuaikan kemampuan tubuh para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk rekan-rekan dengar, gerak bisa sangat eksploratif. Tapi untuk anak-anak tunarungu, segmentasi gerak itu membantu mereka mengingat. Semua saya pertimbangkan, kekuatan, daya tangkap, kemampuan tubuh, sampai cara mereka menyerap materi,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, dalam karya ini para siswa juga untuk pertama kalinya menggunakan properti tari seperti kuda kepang dan pecut. Meski tidak dapat mendengar bunyinya, mereka diajak merasakan getaran dari pecut tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Mereka saya ajari mengeksplor bagaimana mencari suara pecut yang tepat. Walaupun tidak mendengar, mereka bisa merasakan getarannya,” ujar Renata.</p>
<p></p>
<p>Penampilan siang itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi ruang ekspresi dan kreativitas. Lewat gerak tubuh, para siswa SLB-B Negeri Tulungagung berbicara dengan caranya sendiri, tanpa suara, namun sarat makna, dan meninggalkan kesan mendalam di hati setiap yang menyaksikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru Madrasah di Sampang Dianiaya, JPPI: Ekosistem Pendidikan Belum Sepenuhnya Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-madrasah-di-sampang-dianiaya-jppi-ekosistem-pendidikan-belum-sepenuhnya-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-madrasah-di-sampang-dianiaya-jppi-ekosistem-pendidikan-belum-sepenuhnya-aman</guid>
<description><![CDATA[ Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai pengeroyokan terhadap guru Madrasah Ibtidaiyah di Sampang bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan di lingkungan satuan pendidikan serta lemahnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ad2137a0ee.webp" length="14200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 14:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>pengeroyokan guru MI di sampang, guru madrasah di sampang, sampang, madura</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMPANG, SJP</strong> –  Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Sampang menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa tersebut dinilai mencerminkan kondisi ekosistem pendidikan yang belum sepenuhnya aman, baik bagi guru maupun peserta didik.</p>
<p>Sekadar diketahui, korban berinisial AR, seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah di Desa Pajejuran, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, diduga dianiaya oleh dua orang pelaku yang merupakan wali murid berinisial S serta keponakannya berinisial H pada 5 Februari 2026. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, terutama pada bagian punggung dan leher. </p>
<p>Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah beredar dokumentasi kondisi korban, sehingga memicu perhatian publik. Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Sampang.</p>
<p>Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai kejadian ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan di lingkungan satuan pendidikan serta lemahnya komunikasi antara sekolah dan orang tua.</p>
<p>Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyebut motif kekerasan dipicu oleh ketidakterimaan wali murid terhadap tindakan korban yang disebut sempat memukul siswa saat proses pembelajaran. Namun demikian, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui dialog dan mekanisme resmi, bukan dengan kekerasan. “Sekolah adalah tempat adu pikiran, bukan adu otot seperti ring tinju,” tegas Ubaid.</p>
<p>JPPI menilai tren kekerasan di sekolah dan madrasah kini berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan Data JPPI tahun 2025, kasus kekerasan di lingkungan pendidikan masih didominasi oleh ketegangan relasi antaraktor di dalam sekolah.</p>
<p>Relasi antara guru dan siswa tercatat sebagai penyumbang tertinggi dengan persentase 46,25%. Sementara itu, kekerasan antar teman sebaya mencapai 31,11%, dan relasi orang dewasa atau senior–junior sebesar 22,63%.</p>
<p>Menurut Ubaid, tingginya angka kekerasan pada relasi guru dan siswa menunjukkan adanya kebuntuan dalam pola komunikasi serta metode pendisiplinan di sekolah. Di satu sisi, siswa harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, sementara di sisi lain guru juga berhak mendapatkan rasa aman saat menjalankan tugasnya.</p>
<p>Atas peristiwa di Sampang tersebut, JPPI menyampaikan sejumlah sikap. Pertama, mendesak agar praktik kekerasan dalam proses pembelajaran dihentikan sepenuhnya. Kekerasan dinilai bukan bagian dari pendidikan dan justru berpotensi menimbulkan trauma serta merusak iklim belajar yang sehat.</p>
<p>Kedua, JPPI mendorong penerapan sistem perlindungan ganda bagi guru dan siswa. Pemerintah melalui Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diminta memastikan guru terlindungi dari intimidasi maupun kriminalisasi, sementara siswa terbebas dari kekerasan fisik maupun psikis.</p>
<p>Ketiga, JPPI menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola komunikasi di satuan pendidikan. Guru perlu dibekali kemampuan manajemen kelas yang lebih manusiawi, sementara sekolah wajib menyediakan kanal pengaduan resmi bagi orang tua agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara prosedural tanpa kekerasan.</p>
<p>JPPI juga mendesak aparat kepolisian memproses kasus pengeroyokan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dinilai penting sebagai bentuk keadilan sekaligus edukasi publik bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan memiliki konsekuensi serius.</p>
<p>“Kita ingin sekolah menjadi ruang yang aman. Siswa pulang membawa ilmu, guru pulang dengan rasa hormat, bukan luka atau trauma,” pungkas Ubaid. (**)</p>
<p>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMK Budi Utomo Jombang Gelar Inovasi Siswa dan Job Fair 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smk-budi-utomo-jombang-gelar-inovasi-siswa-dan-job-fair-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smk-budi-utomo-jombang-gelar-inovasi-siswa-dan-job-fair-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (10-11 Februari 2026), di halaman Masjid Luhur Nurhasan, Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698acc3c26152.webp" length="68202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 13:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Gelar Karya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Yayasan Pendidikan Budi Utomo melalui SMK Budi Utomo Gadingmangu kembali menyelenggarakan agenda tahunan Gelar Karya Siswa, Expo Campus, dan Mini Job Fair (GEJ) 2026. </p>
<p>Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (10-11 Februari 2026), di halaman Masjid Luhur Nurhasan, Ponpes Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Acara tahun ini memamerkan hasil inovasi dari tujuh jurusan, yaitu Multimedia (MM), Busana Butik (BB), Akuntansi (AK), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Smart Farming.</p>
<p>Kepala SMK Budi Utomo, Parwata, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan puncak kolaborasi seluruh mata pelajaran pada setiap kompetensi keahlian.</p>
<p>"Alhamdulillah, para siswa berhasil menampilkan karya dan inovasi yang dikembangkan selama masa pendidikan, khususnya hasil dari ekstrakurikuler robotik," ujar Parwata, Selasa (10/2/2026).</p>
<p>Secara khusus, Parwata membeberkan inovasi dari jurusan Smart Farming. Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) hasil kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), siswa berhasil menciptakan sistem perawatan tanaman jarak jauh berbasis ponsel pintar (smartphone).</p>
<p>"Sistem ini memungkinkan perawatan tanaman, baik tanaman hias maupun tabulampot, dilakukan tanpa harus berada di lokasi. Melalui smartphone, penyiraman dapat dikendalikan bahkan diprogram untuk bekerja secara otomatis," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengembangan inovasi ini diproyeksikan untuk menjawab kebutuhan pasar.</p>
<p>"Orientasi kami adalah dunia usaha dan perdagangan. Produk ini diharapkan dapat diproduksi secara massal dan dipesan oleh masyarakat maupun industri," tambahnya. </p>
<p>Saat ini, pengembangan masih difokuskan pada kebutuhan praktik dan edukasi di lingkungan sekolah.</p>
<p>Kegiatan GEJ 2026 ini menghadirkan total 64 stan, yang terdiri dari 8 stan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 5 stan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), 8 stan inovasi jurusan, serta 43 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>
<p>Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto; Kapolsek Perak, Iptu Mohammad Supriyo; Ketua DPD LDII Jombang, Widodo; serta jajaran pengurus Ponpes Gadingmangu, dewan guru, dan para siswa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UNITRI Rancang Agroeduwisata Lumbung Pangan di Kejapanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unitri-agroeduwisata-lumbung-pangan-kejapanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-unitri-agroeduwisata-lumbung-pangan-kejapanan</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Arsitektur Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang terjun ke desa merancang agroeduwisata Lumbung Pangan Nusantara di Kejapanan, Gempol, Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6988024744279.webp" length="52796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 17:11:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Mahasiswa UNITRI, Pengabdian Masyarakat Tematik, PMT UNITRI, Lumbung Pangan Nusantara, Agroeduwisata Kejapanan, Mahasiswa Turun Desa, Arsitektur Lanskap, Ketahanan Pangan, Desa Kejapanan, Kabupaten Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> – Perguruan tinggi kembali menunjukkan perannya dalam pembangunan desa. Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Teknik dan Teknologi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4.</p>
<p>Para mahasiswa tersebut terlibat dalam perencanaan dan pengembangan area publik Lumbung Pangan Nusantara di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang dirancang dengan konsep agroeduwisata, sebagai upaya mengintegrasikan fungsi edukasi, pariwisata, dan ketahanan pangan.</p>
<p>Kegiatan PMT yang berlangsung sejak 15 Januari - 12 Februari 2026 ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. Melalui pendekatan keilmuan arsitektur lanskap, mahasiswa tidak hanya merancang ruang, tetapi juga merumuskan konsep ruang publik yang edukatif, rekreatif, dan berkelanjutan.</p>
<p>Perencanaan kawasan Lumbung Pangan Nusantara tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang informatif, dengan menampilkan beragam komoditas pangan nusantara melalui lanskap edukatif. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.</p>
<p>Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan kawasan tersebut. Ia berharap desain yang dihasilkan mampu mengembangkan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan vegetasi lokal, sistem sirkulasi yang nyaman, serta tata ruang yang mendukung interaksi sosial.</p>
<p>“Area publik ini diharapkan dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, petani, hingga wisatawan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan ruang berkumpul masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Selain menjadi destinasi wisata edukasi, kawasan agroeduwisata ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, mulai dari pengenalan tanaman pangan lokal, sistem budidaya pertanian, hingga pengelolaan hasil pertanian.</p>
<p>Ketua Tim PMT 8, Bernadeta Hermin Nadia, bersama Wakil Ketua Saul Ndena Ngabi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan, sekaligus bentuk pengabdian kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.</p>
<p>Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, perencanaan area publik Lumbung Pangan Nusantara di Kepanjen diharapkan dapat menjadi contoh sinergi akademisi dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang edukatif dan berdaya guna. (**)</p>
<p>Penulis: Bernadeta Hermin Nadia (Ketua tim Kelompok PMT 8 Unitri) dan Saul NDena Ngabi (Wakil ketua tim kelompok PMT 8 Unitri)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkat Isu Keadilan Pajak, ADVANCE 2026 Sinergikan IAI Muda dan Universitas Ciputra Wujudkan Akuntansi Keberlanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkat-isu-keadilan-pajak-advance-2026-sinergikan-iai-muda-dan-universitas-ciputra-wujudkan-akuntansi-keberlanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkat-isu-keadilan-pajak-advance-2026-sinergikan-iai-muda-dan-universitas-ciputra-wujudkan-akuntansi-keberlanjutan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam ADVANCE 2026, isu keadilan pajak diangkat secara eksplisit melalui Tax Competition, mahasiswa  ditantang untuk menganalisis dan merumuskan gagasan tentang peran pajak dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang adil dan merata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6987401bc2a4a.webp" length="47364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 22:14:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Ciputra, UC, ADVANCE 2026, IAI Muda, ACCRUED 2026, Akuntan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Profesi akuntan tidak lagi cukup dipahami sebatas penyusun laporan keuangan. Di tengah ketimpangan ekonomi dan tantangan pembangunan, akuntansi dituntut hadir sebagai instrumen yang mampu mendorong keadilan sosial, termasuk melalui sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan.</p>
<p>Isu tersebut menjadi salah satu poin yang diangkat dalam ADVANCE 2026 (<em>Accounting Due Verifiability &amp; Tax Competition</em>) yang digelar di Universitas Ciputra Surabaya, Sabtu (7/2/2026). </p>
<p>Kompetisi nasional itu mengangkat tema yang menarik, yakni tentang keadilan pajak sebagai fondasi pembangunan inklusif, sekaligus menegaskan peran strategis akuntan dalam menjaga integritas fiskal.</p>
<p>Mengusung tema besar “<em>Fiscal and Accounting Integrity for a Sustainable Future</em>”, ADVANCE 2026 menjadi bagian dari rangkaian Seminar Nasional ACCRUED 2026 (<em>Accounting Competition and Remarkable Discussion</em>) yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2026 mendatang.</p>
<p>Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan program tahunan Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur.</p>
<p>Ratusan mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti rangkaian kompetisi, meliputi diskusi, presentasi, hingga adu gagasan. Hal itu mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu keadilan pajak dan akuntansi keberlanjutan.</p>
<p>Ketua <em>Accounting Student Union</em> (SU) Universitas Ciputra Surabaya, Nicholas Chang, menegaskan bahwa ADVANCE 2026 tidak sekadar kompetisi akademik, melainkan ruang pembelajaran yang relevan dengan persoalan nyata di masyarakat.</p>
<p>"Sinergi dengan IAI Muda melalui ADVANCE 2026 ini memberikan ruang belajar yang hidup. Mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diajak memahami bagaimana integritas fiskal dan akuntansi keberlanjutan berdampak langsung bagi masyarakat," ucap Nicholas, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Dalam ADVANCE 2026, isu keadilan pajak diangkat secara eksplisit melalui Tax Competition bertema “<em>Tax Justice for Inclusive Development”</em>. Kompetisi itu diikuti 67 tim, masing-masing beranggotakan tiga mahasiswa, yang ditantang untuk menganalisis dan merumuskan gagasan tentang peran pajak dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang adil dan merata.</p>
<p>Selain itu, adapun <em>Essay Competition</em> yang diikuti 72 tim mahasiswa mengusung tema “<em>From Numbers to Impact: Strengthening Accounting’s Role in Building a Sustainable Future</em>”. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa diajak melihat akuntansi sebagai alat strategis yang mampu memberi dampak sosial dan ekonomi, bukan sekadar pencatatan angka.</p>
<p>Universitas Ciputra Surabaya kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Accounting Student Union Universitas Ciputra dengan pendampingan dosen pembina kemahasiswaan, Luky Patricia Widianingsih.</p>
<p>Menurut Luky, ADVANCE 2026 menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan kemahasiswaan dapat membentuk pola pikir akuntan masa depan yang kritis dan solutif.</p>
<p>"Kegiatan ini menjadi contoh yang baik dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih kritis, relevan dengan perkembangan profesi akuntan saat ini, dan berorientasi pada solusi," ucap Luky.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi yang terbangun dalam kegiatan ini memiliki dampak yang jauh lebih luas.</p>
<p>"Kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa kolaborasi dan sinergi para mahasiswa lintas universitas mampu menjadi kekuatan dalam memberikan impact dan manfaat besar bagi masyarakat," jelasnya.</p>
<p>ADVANCE 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama, mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap isu integritas fiskal dan keadilan pajak.</p>
<p>Bagi Nicholas, keadilan pajak merupakan isu krusial yang harus dipahami sejak dini oleh calon akuntan, karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi nasional.</p>
<p>"Harapan kami, mahasiswa yang terlibat dalam ADVANCE dan ACCRUED dapat membawa nilai integritas, keadilan, dan keberlanjutan ke dunia profesional, sehingga ilmu yang mereka miliki benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas," pungkas Nicholas.</p>
<p>Melalui ADVANCE 2026, IAI Muda Wilayah Jawa Timur bersama Universitas Ciputra Surabaya menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi akuntan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan keadilan pajak dan tantangan sosial ekonomi di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Lima Hari Sekolah SD Probolinggo Kembali Mencuat, Disdikdaya Lakukan Pendataan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-lima-hari-sekolah-sd-probolinggo-kembali-mencuat-disdikdaya-lakukan-pendataan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-lima-hari-sekolah-sd-probolinggo-kembali-mencuat-disdikdaya-lakukan-pendataan</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan sistem lima hari sekolah (Full Day School) untuk jenjang SD di Kabupaten Probolinggo kembali menuai pro-kontra. Meski Disdikdaya menyatakan surat yang beredar hanya bertujuan untuk pendataan, penolakan keras sudah muncul dari PCNU Kabupaten Probolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69871370c3866.webp" length="43486" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 17:46:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Disdidaya Probolinggo, Sekolah, Full Day School, PCNU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Polemik penerapan kebijakan lima hari sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Probolinggo kembali muncul, menyusul terbitnya surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) setempat.</p>
<p>Surat tertanggal 2 Februari 2026 tersebut mengajak Koordinator Wilayah Pendidikan di seluruh kecamatan untuk mendata sekolah yang telah maupun yang akan menerapkan sistem lima hari sekolah. Sekolah diminta mengisi formulir melalui tautan Google Form yang disediakan.</p>
<p>Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Perangkat Daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang ditandatangani Bupati pada akhir Januari 2026.</p>
<p>Perlu diingat, kebijakan serupa pernah diterapkan tahun lalu namun harus dibatalkan setelah menuai penolakan luas, meskipun baru berjalan selama satu hari.</p>
<p><strong>PCNU Menyatakan Penolakan dengan Enam Alasan</strong><br> <br>Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo kembali mengeluarkan suara penolakan terhadap kebijakan tersebut. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis (5/2/2026) malam, PCNU menyampaikan enam alasan penolakan.</p>
<p>Salah satu alasan utama adalah potensi terancamnya keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).</p>
<p>"Kebijakan ini berpotensi mematikan pendidikan keagamaan," tulis salah satu anggota PCNU dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Dengan sistem lima hari sekolah, kegiatan belajar di SD berlangsung hingga pukul 15.30 WIB pada Senin hingga Kamis, serta hingga pukul 13.00 WIB pada Jumat. Kondisi ini dinilai akan mengurangi waktu belajar ribuan santri yang biasanya mengikuti kegiatan di Madin dan TPQ pada sore hari.</p>
<p>Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur tahun 2013, terdapat 938 lembaga Madin jenjang ula dengan 70.308 santri, 193 lembaga jenjang wustha dengan 14.132 santri, serta 1.201 lembaga TPQ dengan 63.526 santri di Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Selain itu, PCNU menilai kebijakan tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat dan Perbup Nomor 7 Tahun 2026 tidak relevan dijadikan dasar.</p>
<p>"Karena siswa bukan objek hukum Perbup tersebut yang mengatur jam kerja ASN, bukan peserta didik," imbuhnya.</p>
<p>PCNU juga menyoroti potensi pelanggaran hak anak untuk istirahat dan bermain yang cukup, serta risiko tekanan psikologis bagi siswa.</p>
<p>"Kebijakan ini berpotensi menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat," tegas PCNU yang berencana mengirimkan surat resmi kepada Bupati Probolinggo.</p>
<p><strong>Disdikdaya: Hanya Pendataan, Akan Dikaji Bersama</strong></p>
<p>Menanggapi penolakan tersebut, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, memberikan klarifikasi bahwa surat bernomor 400.3/104/426.101/2026 hanya bertujuan untuk pendataan.</p>
<p>"Surat tersebut hanya untuk mendata sekolah yang sudah atau akan menerapkan lima hari sekolah. Kami menerima informasi bahwa ada sekolah yang telah menjalankannya," ujar Hary.</p>
<p>Menurutnya, hasil pendataan tidak akan langsung dijadikan dasar pengambilan kebijakan.</p>
<p>"Hasil pendataan akan kami kaji bersama para pemangku kepentingan untuk perbaikan ke depan," tambahnya.</p>
<p>Hary juga menyampaikan bahwa kebijakan lima hari sekolah akan dibahas dalam forum resmi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu pekan depan.</p>
<p>Forum tersebut direncanakan melibatkan PCNU Kabupaten Probolinggo, PCNU Kraksaan, Kementerian Agama, Dewan Pendidikan, K3S, perwakilan pengelola Madin, serta pihak terkait lainnya.</p>
<p>Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, membenarkan rencana tersebut.</p>
<p>"Rabu pagi, kita (Komisi IV) akan panggil Disdikdaya," kata politisi PKB tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir Bandang di Situbondo Butuh Anggaran Rp160 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemulihan-infrastruktur-pascabanjir-bandang-di-situbondo-butuh-anggaran-rp160-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemulihan-infrastruktur-pascabanjir-bandang-di-situbondo-butuh-anggaran-rp160-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Untuk percepatan pemulihan infrastruktur, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo terus melakukan pemuktahiran data sebagai penanganan lanjutan.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69848e32cdd3e.webp" length="67354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 06:05:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP -</strong> Pascabanjir di Situbondo, Pemerintah berupaya mengoptimalkan pemulihan berbagai infrastruktur di wilayah terdampak banjir, khususnya infrastruktur pendidikan. </p>
<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kamis (5/2/2026) meninjau langsung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banyuglugur Situbondo.</p>
<p>Kedatangan Bupati ke wilayah paling barat Situbondo itu, untuk melihat dan memastikan kondisi belajar mengajar siswa yang dilaporkan terganggu akibat bencana banjir bandang 21 Januari yang lalu. </p>
<p>Di sekolah tersebut, ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemungkinan besar tidak bisa dilakukan karena media belajar siswa rusak dan tak bisa digunakan lagi akibat banjir bandang.</p>
<p>Tak hanya di SMPN 1 Banyuglugur saja, puluhan sekolah di wilayah terdampak banjir juga dilaporkan banyak mengalami kerusakan. </p>
<p>Untuk percepatan pemulihan infrastruktur, bupati terus melakukan pemuktahiran data sebagai penanganan lanjutan. </p>
<p>"Kami terus mengupdate data karena kondisi faktual dan aktual di lapangan masih berkembang," kata Mas Rio, Sapaan karib Bupati Situbondo. </p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menyampaikan kondisi riil pasca banjir kepada pemerintah pusat agar pendanaan bisa dijalankan untuk pemulihan infrastruktur.</p>
<p>"Yang penting, Insfrastruktur pendidikan, jalan, jembatan, pertanian dan fasilitas publik lainnya bisa kembali seperti semula," ucapnya. </p>
<p>Total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan pasca banjir diperkirakan mencapai Rp160 milliar hingga Rp 190 milliar dengan rincian perbaikan bangunan pendidikan Rp35 milliar, perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik Rp52 milliar, sektor permukiman dan lingkungan Rp25 milliar, penurunan kapasitas sungai Rp28 milliar, sarana pasar Rp40 milliar dan tempat ibadah Rp15 milliar. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membangun Ekosistem Sekolah Aman: Upaya Polres Probolinggo Kota Memutus Rantai Bullying</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membangun-ekosistem-sekolah-aman-upaya-polres-probolinggo-kota-memutus-rantai-bullying</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membangun-ekosistem-sekolah-aman-upaya-polres-probolinggo-kota-memutus-rantai-bullying</guid>
<description><![CDATA[ Polres Probolinggo Kota hadir di SMPN 4 Kota Probolinggo untuk memberikan edukasi penting bagi 768 siswa mengenai bahaya perundungan dan perlindungan hak anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69847881d05a7.webp" length="110318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 20:16:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Polres Probolinggo Kota, Bulliying, Sekolah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk tumbuh dan berekspansi secara intelektual. Namun, ancaman perundungan atau bullying tetap menjadi tantangan nyata yang memerlukan intervensi serius.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Polres Probolinggo Kota mengambil langkah preventif melalui sosialisasi edukatif yang digelar di SMPN 4 Kota Probolinggo. Langkah ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan upaya penanaman nilai hukum dan perlindungan anak sejak dini.</p>
<p>Kegiatan yang dipelopori oleh personel Seksi Hukum Polres Probolinggo Kota ini menyasar audiens yang cukup besar, yakni 768 siswa yang terdiri dari kelas 7 hingga kelas 9.</p>
<p>Fokus utama dari program ini adalah memberikan cakrawala baru bagi para siswa mengenai hak-hak fundamental mereka serta bagaimana sistem hukum di Indonesia memberikan proteksi terhadap anak di berbagai lapisan, mulai dari lingkup keluarga, masyarakat, hingga institusi pendidikan.</p>
<p>Dalam paparannya, Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, menekankan bahwa setiap anak memiliki hak konstitusional yang tidak boleh dilanggar.</p>
<p>"Dalam sosialisasi ini mencakup hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan mendapat pendidikan serta larangan terhadap kekerasan dan eksploitasi," ungkap Iptu Zainullah, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Edukasi ini juga menyentuh aspek yang lebih teknis, yakni pemahaman mengenai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Melalui materi ini, siswa diajak memahami bahwa hukum menjamin perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dengan prinsip mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.</p>
<p>Selain itu, ditegaskan pula definisi anak menurut hukum, yaitu mereka yang belum genap berusia 18 tahun, beserta sanksi hukum yang membayangi jika terjadi tindak kekerasan.</p>
<p>Metode penyampaian dilakukan secara dialogis agar materi yang berat mengenai hukum dapat diterima dengan baik oleh remaja.</p>
<p>"Pendekatan ini agar nilai-nilai anti bullying secara menyenangkan dan efektif dipahami oleh para siswa," tambah Iptu Zainullah.</p>
<p>Selain faktor internal sekolah, peran eksternal juga menjadi sorotan. Iptu Zainullah mengingatkan bahwa bullying tidak mengenal ruang, ia bisa terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Peran orang tua dan guru sangat krusial dalam mengawasi interaksi sosial anak. Di era digital, pengawasan terhadap penggunaan gawai menjadi mutlak dilakukan untuk membentengi anak dari konten destruktif.</p>
<p>"Penggunaan media sosial yang berlebih dapat berpengaruh negatif, seperti bullying, pornografi, hoax hingga hal negatif lainnya, sehingga hal ini yang perlu diantisipasi oleh semua pihak," tutupnya.</p>
<p>Melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua, diharapkan tercipta lingkungan yang nihil kekerasan, sehingga potensi setiap siswa dapat berkembang tanpa rasa takut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UNESA Dorong Kolaborasi Global di Bondowoso, Bentuk Konsorsium Internasional Pembangunan Berkelanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/unesa-dorong-kolaborasi-global-di-bondowoso-bentuk-konsorsium-internasional-pembangunan-berkelanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/unesa-dorong-kolaborasi-global-di-bondowoso-bentuk-konsorsium-internasional-pembangunan-berkelanjutan</guid>
<description><![CDATA[ UNESA International Community Development (ICD) 2026 di Bondowoso menjadi ajang kolaborasi global perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk memperkuat riset, pengabdian masyarakat, serta pengembangan desa berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69848b901afd0.webp" length="58306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 20:01:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, universitas, UNESA, mahasiswa, humas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO , SJP –</strong> Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui kerja sama lintas negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, mengatakan, pembangunan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab lokal atau nasional, melainkan tanggung jawab global yang membutuhkan kolaborasi internasional yang kuat.</p>
<p>“Pembangunan masyarakat adalah tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama lintas batas. Kehadiran mitra internasional dalam ICD 2026 ini mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi yang bermakna,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa sebagian besar delegasi internasional yang terlibat dalam kegiatan ini baru pertama kali mengunjungi Bondowoso. Menurutnya, Bondowoso memiliki keindahan alam serta karakter masyarakat yang ramah, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk pelaksanaan program pengabdian berskala internasional.</p>
<p>“Kami sangat senang bisa berada di Bondowoso. Ini adalah daerah yang indah di Jawa Timur dengan masyarakat yang hangat dan terbuka. Kami berharap para mitra internasional dapat menikmati dan mengenal lebih dekat Bondowoso,” ungkapnya, di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, UNESA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, khususnya kepada bupati beserta jajaran, atas dukungan dan fasilitasi penuh terhadap pelaksanaan ICD 2026. Bambang menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti pada agenda seremonial semata, melainkan dirancang untuk berkelanjutan.</p>
<p>“Kegiatan ICD ini didukung pendanaan dari LPDP. Nantinya, kami optimistis masih akan memperoleh hibah lanjutan sehingga program pengabdian kepada masyarakat di Bondowoso dapat terus berlanjut,” jelasnya.</p>
<p>Lebih jauh, UNESA berencana menjadikan Bondowoso sebagai lokasi deklarasi International Consortium for Sustainable Community Development, sebuah konsorsium internasional yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p>“Berdasarkan pengalaman kami mengikuti forum internasional di Hamburg, Jerman, banyak konsorsium global yang berperan penting dalam isu SDGs. Kami ingin konsorsium ini dideklarasikan pertama kali di Bondowoso sebagai bagian dari sejarah kolaborasi global,” katanya.</p>
<p>Konsorsium tersebut nantinya akan melibatkan akademisi dan mitra internasional dari berbagai negara, antara lain Uzbekistan, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Australia, dan Hong Kong. Melalui langkah ini, UNESA berharap Bondowoso dapat dikenal secara internasional sebagai daerah yang aktif dalam pengembangan masyarakat berkelanjutan.</p>
<p>“Bondowoso harus mampu tampil di kancah global dan menjadi representasi Indonesia dalam kerja sama pembangunan masyarakat lintas negara,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menilai kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan UNESA merupakan langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>“Dalam rangkaian UNESA ICD 2026 ini terdapat dua agenda utama. Pertama, pembukaan program ICD dengan pelatihan yang dipusatkan di Kecamatan Ujen, menyasar empat segmen, yakni ibu-ibu, anak muda, petani, dan peternak,” ujar Anisatul Hamidah saat dikonfirmasi usai Forum Group Discussion (FGD.</p>
<p>Agenda kedua, lanjut Anisatul, adalah kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang mencakup 12 tema, di antaranya penguatan ekonomi masyarakat, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai program pemberdayaan lainnya.</p>
<p>Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menuntut adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi agar kebijakan yang dihasilkan berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memetakan dan memotret potensi Bondowoso, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan, untuk kemudian dieksplorasi dan dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Anisatul menambahkan, saat ini terdapat 12 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang menjadi proyek percontohan. Ke depan, jumlah tersebut diharapkan terus bertambah, tidak hanya melalui kerja sama dengan UNESA, tetapi juga dengan perguruan tinggi lainnya, sejalan dengan program unggulan Bupati Bondowoso yang menempatkan daerah ini sebagai pusat Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Dalam rangkaian kegiatan ICD 2026, UNESA juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang serta mendorong petani untuk naik kelas dari penjual hasil pertanian mentah menjadi pelaku industri pengolahan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu. Selain pemberdayaan masyarakat, peserta juga diajak melihat potensi wisata Bondowoso. Bahkan, ada jurnalis internasional dari Korea Selatan yang turut mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso untuk diperkenalkan ke tingkat internasional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Buka UNESA ICD 2026, Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-buka-unesa-icd-2026-wujud-nyata-tri-dharma-perguruan-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-buka-unesa-icd-2026-wujud-nyata-tri-dharma-perguruan-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Pembukaan UNESA ICD 2026 di Bondowoso menjadi momentum kolaborasi global untuk penguatan desa, pengembangan Geopark Ijen, pertanian unggulan, serta peningkatan kapasitas UMKM dan SDM lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984862378e98.webp" length="50104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 19:03:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bapperida, UNESA, Perguruan tinggi, tri dharma, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="256" data-end="634"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Kabupaten Bondowoso, Kamis (5/2/2026).</p>
<p data-start="256" data-end="634">Kegiatan ini diikuti delegasi akademisi dan mahasiswa internasional dari berbagai negara serta menjadi momentum penguatan kolaborasi pembangunan berbasis desa.</p>
<p data-start="636" data-end="985">Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNESA yang menjadikan Bondowoso sebagai mitra strategis dalam program ICD 2026 yang didukung pendanaan EQUITY-LPDP.</p>
<p data-start="636" data-end="985">Menurutnya, kehadiran sivitas akademika UNESA merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mampu mendorong pembangunan daerah.</p>
<p data-start="987" data-end="1234">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat bangga menjadi bagian dari program ini. Kolaborasi akademik dan internasional seperti ini tidak hanya memperkuat pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.</p>
<p data-start="1236" data-end="1543">Bupati juga memperkenalkan potensi Bondowoso sebagai bagian dari Ijen Geopark yang telah diakui UNESCO. Ia menyebut fenomena Blue Fire Kawah Ijen, kekayaan bentang alam pegunungan, serta situs-situs megalitikum sebagai modal besar pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dan riset internasional.</p>
<p data-start="1545" data-end="1852">Selain sektor pariwisata, Abdul Hamid Wahid menegaskan, Bondowoso memiliki ketahanan pangan yang kuat. Kabupaten ini dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan, khususnya kopi Arabika Ijen Raung yang telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan branding Bondowoso Republik Kopi.</p>
<p data-start="1854" data-end="2031">“Pertanian, hortikultura, padi organik, dan peternakan adalah fondasi ekonomi masyarakat kami. Kemandirian pangan harus dimulai dari penguatan petani di tingkat desa,” tegas bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="2033" data-end="2340">Lebih lanjut, Ra Hamid menekankan pentingnya pembangunan masyarakat berbasis desa melalui perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel serta penguatan literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, pemuda desa harus mampu menjadi pelaku utama dalam memasarkan potensi lokal di era ekonomi digital.</p>
<p data-start="2342" data-end="2629">Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid Wahid menitipkan sejumlah harapan kepada peserta ICD 2026, antara lain adanya transfer pengetahuan yang aplikatif, lahirnya solusi inovatif dan berkelanjutan bagi permasalahan desa, serta dukungan promosi potensi Bondowoso di tingkat internasional.</p>
<p data-start="2631" data-end="2810">“Saya berharap para delegasi internasional dapat menjadi duta Bondowoso di negaranya masing-masing setelah melihat langsung keindahan alam dan keramahan masyarakat kami,” katanya.</p>
<p data-start="2812" data-end="3052">Rangkaian kegiatan International Community Development 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Selain kegiatan pengabdian dan diskusi akademik, para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Bondowoso.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">“Semoga kegiatan ini memberikan kesan mendalam dan menjadi awal dari banyak kolaborasi hebat di masa depan,” harapnya.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">“Dalam rangkaian UNESA International Community Development (ICD) 2026 ini, terdapat dua agenda utama. Pertama adalah pembukaan program ICD yang pelatihannya dipusatkan di Kecamatan Ujen dengan sasaran empat segmen, yakni ibu-ibu, anak muda, petani, dan peternak,” ujar Anisatul Hamidah.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">"Agenda kedua, , adalah kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang mencakup 12 tema, di antaranya penguatan ekonomi masyarakat, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai program pemberdayaan lainnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3054" data-end="3196"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TARAKA 2K26 Tegaskan Peran Pramuka sebagai Benteng Karakter Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/taraka-2k26-tegaskan-peran-pramuka-sebagai-benteng-karakter-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/taraka-2k26-tegaskan-peran-pramuka-sebagai-benteng-karakter-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah gempuran modernitas dan ancaman radikalisme remaja, TARAKA 2K26 menegaskan Pramuka sebagai benteng pembentukan karakter, disiplin, dan nasionalisme generasi muda Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f3687a763d.webp" length="38020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 21:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pramuka, Taraka, SMAN 9 Surabaya, Songo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah arus zaman yang semakin modern, cepat, dan serba digital, kegiatan Pramuka perlahan semakin ditinggalkan dan dipandang sebelah mata. Bahkan, tak sedikit yang menganggapnya sekadar rutinitas seremonial sekolah tanpa memperhatikan nilai yang terkandung didalamnya.</p>
<p>Padahal, di saat yang sama, berbagai persoalan serius justru mulai menggerus generasi muda, mulai dari krisis karakter hingga masuknya paham-paham radikal di kalangan remaja yang bjsa mengancam kedaulatan negara, mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pendidikan karakter seperti kegiatan Pramuka.</p>
<p>Semangat itulah yang menjadi ruh pelaksanaan Talent Adventure Rally and Knowledge Achievement, (TARAKA 2K26) kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Pramuka SMAN 9 Surabaya sebagai ajang pembinaan karakter remaja yang utuh, sekaligus jawaban atas tantangan zaman yang kian kompleks.</p>
<p><strong>Ajang Pembinaan Karakter dan Nasionalisme Remaja</strong></p>
<p>Digelar selama dua hari sejak Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2), TARAKA 2K26 merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun 2025. Kegiatan dirancang sebagai lomba Pramuka Penggalang tingkat Jawa Timur dengan pendekatan edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_697f3684df057.webp" alt=""></p>
<p>Kepala SMAN 9 Surabaya sekaligus Kamabigus 01.033–01.034, Tri Kurniawati, menegaskan bahwa TARAKA tidak semata lomba, tetapi sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara mental dan sosial.</p>
<p>"TARAKA 2K26 bertujuan meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama," ujar Tri, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa menjawab tantangan era modern yang serba digital terhadap para remaja, sekaligus guna melahirkan Pramuka Penggalang yang mandiri, sportif, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.</p>
<p>TARAKA 2K26 sendiri dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian jenjang peserta. Hari pertama, Sabtu (31/1), diikuti Pramuka Penggalang tingkat SD/MI/Sederajat, sedangkan hari kedua, Minggu (1/2), diikuti peserta tingkat SMP/MTs/Sederajat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_697f36813e11f.webp" alt=""></p>
<p>Wakil Kepala SMAN 9 Surabaya Bidang Kesiswaan, Muhammad Royhan, menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar pangkalan Pramuka dari berbagai daerah.</p>
<p>"Kami berharap TARAKA menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang mereka miliki," terangnya.</p>
<p><strong>Lomba Edukatif, Sportif, dan Menantang</strong></p>
<p>Pada pelaksanaan hari pertama, peserta SD/MI/Sederajat mengikuti sejumlah mata lomba yang dirancang untuk mengasah ketangkasan, kecerdasan, dan kekompakan regu. Di antaranya Mini Pionering, Sandi Morse dan Semaphore, Scout Intelligence, LKBB-T, serta KIM (Kemampuan Indera Manusia).</p>
<p></p>
<p>Setiap mata lomba menuntut kerja sama, ketepatan berpikir, serta sportivitas. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap kondusif, dengan dukungan pembina dan bindamping yang memberi semangat dari luar arena.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil penilaian pada hari pertama, Juara Umum Piala Bergilir Kwarda Jawa Timur pada TARAKA Day 1 tingkat SD/MI/Sederajat diraih oleh Pangkalan SDN Pucang 2 Sidoarjo. Sementara untuk perlombaan di hari kedua masih bergulir.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, lebih dari sekadar piala, TARAKA menjadi sarana pembelajaran karakter sejak dini. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim tertanam melalui pengalaman langsung di lapangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Pramuka Sebagai Pilar Penting Anak</strong></p>
<p>Apresiasi juga datang dari Syaiful Bachri, Plh Komite SMAN 9 Surabaya sekaligus Ketua Komnas Anak Surabaya. Ia menilai kegiatan kepramukaan seperti TARAKA memiliki peran penting di tengah tantangan era digital.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan Pramuka yang diselenggarakan oleh gugus SMAN 9 harus dilanjutkan dan dikembangkan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, cinta bela negara, disiplin, dan tanggung jawab," ucap laki-laki yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p>Menurutnya, Pramuka menjadi salah satu pilar penting dalam perlindungan anak dan pembentukan karakter kebangsaan. Terlebih sudah banyak kasus-kasus kenakalan hingga radikalisme yang menyasar para remaja beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Di tengah gempuran media digital tanpa batas, Pramuka menjadi pilar dalam perlindungan generasi muda dan bela bangsa," tukasnya.</p>
<p>Pelaksanaan TARAKA 2K26 menegaskan posisinya bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang aman dan positif bagi remaja untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi secara sehat. </p>
<p>Dengan menggabungkan nilai kepramukaan, kompetisi, dan kebersamaan, TARAKA menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan karakter dapat berjalan selaras dengan tantangan zaman. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pandawa Nusantara Gandeng STKIP BIM Cetak Duta Remaja Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pandawa-nusantara-gandeng-stkip-bim-cetak-duta-remaja-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pandawa-nusantara-gandeng-stkip-bim-cetak-duta-remaja-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Semangat remaja diarahkan ke jalur positif lewat Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif, saat Pandawa Nusantara menggandeng STKIP BIM mencetak duta nasional anti narkoba, bullying, dan kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697df828e9389.webp" length="49846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 20:32:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pandawa Nusantara, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Bina Insan Madiri, STKIP BIM, Komnas PA, BNN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masa muda identik dengan semangat besar dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tanpa diarahkan pada ruang-ruang positif, potensi itu justru bisa berujung pada perilaku menyimpang, bahkan tudak jarang melanggar hukum.</p>
<p>Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pandawa Nusantara menggelar Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif SMP dan SMA/SMK ke-VIII di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Bina Insan Madiri (STKIP) Bina Insan Madiri (BIM) - Kampus Wiyung, Surabaya, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Kegiatan tingkat nasional itu diikuti sekitar 350 pelajar SMP dan SMA/SMK dari berbagai daerah. Festival dikemas dalam bentuk kompetisi edukatif untuk mencetak duta-duta remaja yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
<p><strong>Ajang Kompetisi Sekaligus Edukasi Remaja</strong></p>
<p>Komisaris Pandawa Nusantara, Dwi Suryo Widiyanto, mengatakan festival ini merupakan gelaran ke-8 yang secara konsisten menyasar pelajar sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai persoalan remaja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697df81fd06b0.webp" alt=""></p>
<p>"Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif ini kami gelar untuk adik-adik SMP dan SMA/SMK tingkat nasional, dan untuk tahun ini kami berkolaborasi dengan STKIP BIM," ujar Dwi, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Dalam festival tersebut, peserta berlomba dalam tujuh kategori duta, mulai dari Duta Anti Narkoba; Duta Kesehatan Remaja; Duta Makanan Sehat; Duta Remaja Jurnalis; Duta Healthcare Leadership; hingga Duta Anti Bullying dan Duta Fashion Show Design Picture.</p>
<p>"Tujuan besarnya adalah memberikan kegiatan positif, melatih karakter, sekaligus membekali mereka dengan ilmu penting seperti kesehatan, bahaya narkoba, dan pencegahan bullying," lanjutnya.</p>
<p>Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber eksternal dari masing-masing kategori dan bidang, diantaranya seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) ataupun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697df7c2abfed.webp" alt=""></p>
<p>Para pemenang akan menyandang status duta dan diharapkan aktif di sekolah masing-masing menjadi seseorang yang memberikan pengaruh, arahan, atau teladan kepada teman sebayanya.</p>
<p>"Harapannya mereka bisa menjadi <em>peer support, peer leader</em>, dan <em>peer educator d</em>i sekolah maupun lingkungan masyarakat," kata Dwi.</p>
<p>Para peserta dan pemenang juga memperoleh sertifikat nasional, piala, medali, dan selempang duta yang dapat menjadi nilai tambah atau modal untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.</p>
<p><strong>Kampus Jadi Ruang Kolaborasi dan Pembelajaran</strong></p>
<p>Dari sisi tuan rumah, STKIP BIM menyambut kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi sekaligus sarana pengenalan kampus kepada pelajar SMA/SMK. Nur Aini Saura Putri, Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP BIM merasa manfaat kegiatan kali ini bisa dirasakan oleh berbagai pihak.</p>
<p>"Kami membuka kolaborasi ini dengan tangan terbuka, karena selain memperkenalkan kampus, mahasiswa kami juga bisa belajar langsung bagaimana mengelola sebuah event,” ujar Dosen yang akrab disapa Rara itu.</p>
<p>Ia menambahkan, beberapa mahasiswa STKIP BIM juga dilibatkan sebagai relawan panitia acara agar terbiasa tampil di depan umum dan memiliki kompetensi praktis di luar kelas.</p>
<p>"Kami disini juga banyak dosen-dosen muda, jadi secara IT dan ilmu juga update, dan pembelajaran kami dorong langsung ke praktik, contohnya dari kegiatan hari ini," jelasnya.</p>
<p>Dosen PG PAUD STKIP BIM, Suhartini Nurul Azminah, menyebut kegiatan ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperluas jangkauan dan menunjukkan kualitas lulusan.</p>
<p>"Meskipun kampus kami kecil, alhamdulillah banyak alumni yang lulus P3K dan PPG, dan hampir 100 persen mahasiswa kami sudah bekerja sebelum lulus," katanya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi momentum agar STKIP BIM semakin dikenal luas, tidak hanya oleh guru, tetapi juga calon mahasiswa dari kalangan pelajar.</p>
<p><strong>Pengalaman Baru bagi Peserta</strong></p>
<p>Sementara itu, dari sisi peserta, kegiatan di STKIP BIM itu dinilai memberi pengalaman berbeda dibandingkan edukasi di sekolah. Adapun beberapa peserta yang merupakan pelajar dari SMP Negeri 4 Kota Mojokerto yang mengaku belajar banyak dari kegiatan tersebut.</p>
<p>Mereka adalah Chika Arum Putri Maharani (kelas 8), Adelia Disa Qatrunnada (kelas 9), Wella Berlian (kelas 9) dan Amiruzzaky Aulia Achmad (kelas 7). Chika mengaku bahwa dirinya menerima materi yang lebih lengkap dari kegiatan itu.</p>
<p>"Di sekolah memang ada edukasi anti narkoba, tapi di sini lebih lengkap karena langsung dari BNN," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697dfa36e43e9.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Adelia menilai suasana kegiatan terasa lebih santai dan interaktif. Dari kegiatan itu, dirinya dan 20 teman satu sekolahnya yang ikut perlombaan bisa merasa bisa merasakan suasana edukasi yang ringan dan menyenangkan.</p>
<p>"Acaranya seru, tidak terlalu formal, banyak tanya jawab antara juri dan peserta," katanya.</p>
<p>Tidak ketinggalan, mereka juga mengungkapkan tentang hadiah yang mereka dapat setelah aktif bertanya di beberapa kategori perlombaan. Lebih dari itu, mereka berharap ilmu yang didapat bisa dibagikan kembali kepada teman sebaya, terutama untuk menghindari perilaku negatif di usia remaja.</p>
<p>"Masalah bisa dihadapi tanpa narkoba atau hal-hal yang aneh," tukas Berlian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merajut Kreativitas dan Relasi Guru–Murid Lewat Batik Shibori di SMAN 9 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merajut-kreativitas-dan-relasi-gurumurid-lewat-batik-shibori-di-sman-9-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merajut-kreativitas-dan-relasi-gurumurid-lewat-batik-shibori-di-sman-9-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari itu, kegiatan praktik bersama seperti membuat batik Shibori di SMAN 9 Surabaya dinilai menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang lebih cair antara guru dan murid, di luar suasana kelas yang formal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697cad31ded6d.webp" length="62766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 20:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Batik, Batik Shibori, Dharma Wanita Persatuan, SMAN 9 Surabaya, SMKN 8 Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Konflik antara guru dan murid belakangan kerap mencuat ke ruang publik, mulai dari cekcok di kelas hingga berujung kekerasan. Di tengah situasi itu, SMAN 9 Surabaya membuktikan bahwa ruang aman dan kreatif antara guru dan murid masih ada di sekolah.</p>
<p>Melalui Pelatihan Batik Shibori bertajuk “Mengikat Warna, Merajut Kebersamaan”, ratusan siswa kelas X dilibatkan dalam pembelajaran praktik yang menghadirkan interaksi langsung antara murid, guru, dan praktisi. </p>
<p>Kegiatan tersebut digelar di SMAN 9 Surabaya, Jumat (30/1/2026), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta menghadirkan guru-guru dari SMKN 8 Surabaya sebagai narasumber.</p>
<p><strong>Belajar Seni, Sabar, dan Proses Shibori</strong></p>
<p>Enam guru busana dari SMKN 8 Surabaya didatangkan untuk memberikan materi dan praktik langsung teknik Batik Shibori kepada siswa kelas X. Teknik itu dikenal sebagai metode pewarnaan kain asal Jepang yang menekankan permainan lipatan sebelum kain dicelupkan ke pewarna.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad2a6c75e.webp" alt=""></p>
<p>Perwakilan guru SMKN 8 Surabaya yang hadir menjadi pemateri, Ratri Adi Sayeti, menjelaskan bahwa Shibori memiliki prinsip yang mirip dengan batik jumputan, tetapi berbeda pada pendekatan tekniknya.</p>
<p>"Kalau Shibori itu menekankan pada teknik lipatan kain, sedangkan jumputan lebih banyak bermain di ikatan dengan biji-bijian atau batu. Pewarnaannya sama, tapi cara membentuk motifnya yang berbeda," ujar Ratri, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, dalam pelatihan itu siswa baru dikenalkan pada tahapan dasar, mulai dari melipat kain hingga proses pewarnaan. Waktu yang terbatas membuat hasil belum sepenuhnya mencapai tahap akhir ideal, karena warna Shibori perlu didiamkan hingga semalaman agar lebih kuat dan awet.</p>
<p>"Kalau dari nol sampai finishing sebenarnya tidak cukup waktunya. Tapi paling tidak anak-anak sudah tahu proses dasarnya dan peluangnya," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad2e80c07.webp" alt=""></p>
<p>Selain pengenalan teknik, pelatihan itu juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa dengan melihat Shibori sebagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.</p>
<p>"Harapannya anak-anak bisa melihat peluang bisnisnya, entrepreneurnya bisa berkembang," tambah Ratri.</p>
<p><strong>Kokurikuler sebagai Ruang Interaksi Sosial</strong></p>
<p>Dari sisi SMAN 9 Surabaya, kegiatan itu merupakan bagian dari program kokurikuler Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk seluruh siswa kelas X. Staf Humas SMAN 9 Surabaya, Arin Novia, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggantikan kegiatan belajar mengajar konvensional selama satu hari penuh.</p>
<p>"Untuk kelas 10, hari ini KBM full diisi kegiatan Shibori, dari pagi sampai pulang sekolah," kata Arin.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad26cba24.webp" alt=""></p>
<p>Sekitar 360 siswa kelas X dari 10 kelas mengikuti pelatihan itu, bersama puluhan guru dan anggota Dharma Wanita. Output kegiatan berupa kain Shibori berukuran taplak meja yang dinilai dari produk, proses, keaktifan, dan kerja sama kelompok.</p>
<p>"Penilaiannya tidak individu, tapi kelompok. Jadi yang dinilai itu proses, kerja sama, dan keaktifannya juga," ujarnya.</p>
<p>Arin menyebutkan bahwa tema Shibori dipilih tidak hanya untuk penguatan seni dan kewirausahaan, tetapi juga sebagai sarana dialog budaya. Siswa dikenalkan budaya luar dengan tetap menempatkan batik sebagai akar lokal yang harus dijaga.</p>
<p>"Ini cara agar anak-anak tetap mengenal dan menjaga kearifan lokal, tapi dengan cara yang lebih kekinian," jelasnya.</p>
<p>Lebih dari itu, kegiatan praktik bersama dinilai menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang lebih cair antara guru dan murid, di luar suasana kelas yang formal.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini bisa mendekatkan murid dengan guru, karena ada interaksi langsung, bukan hanya belajar di kelas," kata Arin.</p>
<p>Ia berharap pembelajaran semacam ini bisa membantu siswa memahami materi secara kontekstual, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah.</p>
<p>"Harapannya anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik, langsung dengan realitas sehari-hari," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bentengi Siswa dari Ancaman Megathrust, SMPN 3 Puger Jember Gelar Simulasi Evakuasi Tsunami</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bentengi-siswa-dari-ancaman-megathrust-smpn-3-puger-jember-gelar-simulasi-evakuasi-tsunami</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bentengi-siswa-dari-ancaman-megathrust-smpn-3-puger-jember-gelar-simulasi-evakuasi-tsunami</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mengingat posisi geografis sekolah yang berada di zona risiko tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c7266eac13.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 15:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Terletak hanya 100 meter dari bibir pantai selatan, SMP Negeri 03 Puger, Jember, Jawa Timur, menggelar simulasi bencana tsunami pada Jumat (30/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mengingat posisi geografis sekolah yang berada di zona risiko tinggi.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh 165 siswa dan 13 tenaga pengajar ini bertujuan membekali warga sekolah dengan kecakapan mitigasi dan langkah penyelamatan mandiri saat terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu gelombang tsunami.</p>
<p></p>
<p>Simulasi dimulai saat aktivitas belajar mengajar tengah berlangsung. Ketika alarm tanda gempa berbunyi, para siswa secara spontan melakukan langkah perlindungan diri sesuai instruksi teknis.</p>
<p></p>
<p>"Siswa dan guru diarahkan untuk segera melindungi kepala dari risiko reruntuhan dan berlindung di bawah meja hingga getaran gempa berhenti," jelas Nur Lailiyati, Fasilitator PMR Madya SMPN 3 Jember.</p>
<p></p>
<p>Setelah kondisi dinyatakan aman untuk mobilisasi, seluruh warga sekolah diarahkan keluar ruangan dengan mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditetapkan. </p>
<p></p>
<p>Dalam skenario tersebut, tim Palang Merah Remaja (PMR) sekolah juga mendemonstrasikan penanganan pertama pada korban luka sebelum dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.</p>
<p></p>
<p>Upaya mitigasi berbasis sekolah ini mendapat apresiasi tinggi dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menilai langkah preventif di SMPN 3 Puger sangat krusial mengingat kerentanan lokasi gedung sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Posisi gedung yang sangat dekat dengan laut selatan memiliki risiko tinggi. Dengan simulasi ini, anak-anak memiliki kapasitas untuk menyelamatkan diri sendiri dan memberikan edukasi serupa kepada keluarga mereka," terang Ghufron. </p>
<p></p>
<p>Kepala Sekolah SMPN 3 Puger, Solikin, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan respons nyata terhadap peringatan para pakar mengenai potensi gempa di zona megathrust Jawa yang dapat mencapai magnitudo 9,1.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun kita berharap bencana tersebut tidak terjadi, edukasi dan kesiapsiagaan harus menjadi perencanaan rutin sekolah. Kami ingin nilai-nilai mitigasi ini melekat pada siswa, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan tempat tinggal mereka," ungkap dia.</p>
<p></p>
<p>Valentina Isabel, salah satu siswi kelas 8A, mengaku mendapatkan pemahaman penting pascasimulasi. "Sekarang saya mengerti cara berlindung, seperti menjauhi area kaca dan menggunakan tas untuk melindungi kepala saat menuju titik kumpul tanpa harus berebutan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beasiswa Tak Dipakai Bayar SPP, Pemkot Surabaya Ubah Skema Jadi Bansos Langsung ke Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beasiswa-tak-dipakai-bayar-spp-pemkot-surabaya-ubah-skema-jadi-bansos-langsung-ke-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beasiswa-tak-dipakai-bayar-spp-pemkot-surabaya-ubah-skema-jadi-bansos-langsung-ke-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Selain skema penyaluran dana diubah karena beasiswa kerap tak dipakai membayar SPP, Pemkot Surabaya juga menghentikan bantuan untuk SMA negeri lantaran seluruh biayanya sudah ditanggung pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b4b41e6651.webp" length="38944" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 20:16:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beasiswa, SMA Swasta, SPP, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengubah skema penyaluran beasiswa bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat, dari dana yang sebelumnya disalurkan langsung kepada siswa, menjadi dibayarkan langsung ke sekolah.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan dana beasiswa yang diberikan kepada siswa kerap tidak digunakan untuk membayar kewajiban sekolah, sehingga memicu tunggakan SPP di banyak sekolah swasta.</p>
<p>Permasalahan penyaluran beasiswa di Kota Surabaya tidak hanya terjadi di jenjang pendidikan tinggi, melalui hasil evaluasi di tingkat SMA, Pemkot mengungkap bahwa dana yang diterima siswa tidak selalu digunakan untuk membayar biaya pendidikan.</p>
<p>Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menimbulkan persoalan baru di lapangan.</p>
<p>"Dana beasiswa yang diterima siswa sering kali tidak digunakan untuk membayar kewajiban sekolah, akhirnya sekolah terbebani," jelas Arief, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Akibatnya, sejumlah sekolah swasta masih menghadapi tunggakan SPP, hal tersebut tidak seharusnya terjadi karena siswa seharusnya bisa bayar tepat waktu karena tercatat sebagai penerima beasiswa dari Pemkot Surabaya.</p>
<p><strong>Skema Diubah, Dana Langsung Masuk ke Sekolah</strong></p>
<p>Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Pemkot Surabaya kemudian mengubah mekanisme penyaluran. Dalam skema baru, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada siswa SMA sederajat di sekolah swasta dan disalurkan langsung ke pihak sekolah.</p>
<p>Selain mengubah mekanisme, Pemkot juga menaikkan nominal bantuan dari sebelumnya Rp200.000 menjadi Rp350.000 per siswa. Langkah itu diambil agar bantuan benar-benar meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung siswa dan orang tua.</p>
<p>"Kalau sekolah negeri, pendidikannya sudah ditanggung negara. Berbeda dengan sekolah swasta yang masih membutuhkan bantuan," terang Arief.</p>
<p>Disisi lain, dengan berlakunya kebijakan baru itu, kini beasiswa yang sebelumnya juga disalurkan untuk siswa SMA negeri resmi ditiadakan.</p>
<p><strong>Ikuti SE Pemprov Jatim, SMAN Tidak Terima Beasiswa</strong></p>
<p>Dalam kesempatan lain, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, perubahan skema beasiswa juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur yang melarang adanya pungutan di SMA negeri sederajat.</p>
<p>Menurut Eri, SMA negeri sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga Pemkot Surabaya tidak boleh mengeluarkan kebijakan yang berpotensi bertabrakan.</p>
<p>"Kalau saya memberikan bantuan di negeri berbenturan dengan surat edaran ini, sehingga kami konsentrasi ke swasta," jelas Wali Kota Surabaya itu.</p>
<p>Ia menilai, tetap memberikan bantuan ke SMA negeri justru berisiko menimbulkan persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari.</p>
<p>"Jangan sampai nanti dianggap kekeliruan, karena kebijakannya sudah gratis," ungkap Eri.</p>
<p>Meski kewenangan SMA berada di tingkat provinsi, Eri menegaskan Pemkot Surabaya tetap berkomitmen melindungi warganya, khususnya dari kalangan kurang mampu, agar tidak terbebani pungutan pendidikan.</p>
<p>“Kalau nagih uang ke warga miskin Surabaya, ya berhadapan sama saya dengan Cak Ji,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan, perubahan skema itu justru bertujuan memastikan bantuan pendidikan benar-benar sampai pada sasaran dan digunakan sesuai peruntukannya.</p>
<p>Pemkot Surabaya memastikan, perubahan skema tidak mengubah sasaran penerima bantuan. Program Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya tetap menyasar siswa dari keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim piatu.</p>
<p>Penerima diprioritaskan berasal dari keluarga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan fokus utama pada Desil 1 dan Desil 2. Pemkot juga memastikan kebijakan itu telah disosialisasikan kepada sekolah dan siswa, serta akan dilanjutkan dengan sosialisasi lanjutan bila masih ada hal yang perlu dijelaskan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa BBK 7 Unair Inisiasi Budidaya Maggot di Desa Dasri Banyuwangi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ubah-limbah-jadi-cuan-mahasiswa-bbk-7-unair-inisiasi-budidaya-maggot-di-desa-dasri-banyuwangi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ubah-limbah-jadi-cuan-mahasiswa-bbk-7-unair-inisiasi-budidaya-maggot-di-desa-dasri-banyuwangi</guid>
<description><![CDATA[ Program bertajuk 1001 Manfaat Maggot ini dirancang sebagai solusi konkret dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b029e7b34e.webp" length="27436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 14:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Riski Rahayu K.</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Dasri, maggot, budidaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI, SJP</strong> — Kelompok Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) menginisiasi program edukasi pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Sabtu (24/1/2026). </p>
<p>Program bertajuk 1001 Manfaat Maggot ini dirancang sebagai solusi konkret dalam mendukung target <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) di tingkat desa.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Dasri tersebut menggabungkan pemaparan teori dengan praktik langsung. </p>
<p>Berbagai elemen masyarakat, mulai dari Karang Taruna, penggerak PKK, hingga peternak lokal, dilibatkan untuk memahami ekosistem budidaya lalat <em>Black Soldier Fly</em> (BSF) sebagai agen pengurai sampah yang bernilai ekonomis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b032e78970.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Kelompok BBK 7 Desa Dasri, Syauqi Sungkar, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang limbah. </p>
<p>"Tujuan kami adalah mengedukasi warga agar mampu mengubah sampah menjadi peluang ekonomi (cuan). Ini adalah solusi ganda: penanganan lingkungan sekaligus sumber penghasilan tambahan," ujar Syauqi.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, PIC kegiatan Aliya Destriana Putri memaparkan keunggulan teknis maggot. Selain mampu mengurai sampah organik dengan cepat, maggot memiliki kandungan protein tinggi (37%–50%) dan lemak (29%–32%).</p>
<p>"Kandungan nutrisi ini menjadikan maggot sebagai pakan alternatif yang sangat potensial bagi warga Dasri yang mayoritas memiliki ternak ikan dan unggas. Hal ini tentu dapat menekan biaya produksi pakan secara signifikan," tambah Aliya.</p>
<p>Agar program tidak berhenti pada tahap sosialisasi, mahasiswa menggandeng Muhammad Mucholid, seorang pengusaha maggot sukses asal Desa Dasri yang berbasis di Jember. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b03f66485d.webp" alt=""></p>
<p>Mucholid tidak hanya berbagi kiat sukses, tetapi juga berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam forum tersebut, telah terbentuk komunitas pembudidaya maggot desa yang awalnya ditargetkan beranggotakan tujuh orang, namun melampaui ekspektasi dengan bergabungnya sepuluh warga sebagai perintis. </p>
<p>Langkah ini diharapkan menjadi embrio kemandirian ekonomi desa berbasis pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Implementasi budidaya maggot di Desa Dasri ini secara langsung berkontribusi pada tiga poin penting SDGs: SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), mewujudkan pemukiman yang inklusif dan berdaya tahan; SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), mengurangan substansial limbah melalui daur ulang dan penggunaan kembali; dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), mitigasi emisi gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah organik di tingkat domestik.</p>
<p>Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat, Desa Dasri diharapkan mampu menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Banyuwangi dalam hal tata kelola sampah mandiri yang berorientasi laba. <strong>(***) </strong></p>
<p>Penulis: Aliya Destriana Putri, Peserta BBK 7 Universitas Airlangga Desa Dasri, Tegalsari, Banyuwangi.</p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungli SDN 2 Ngujung Menguap, Dinas Pendidikan Nganjuk Terkesan Mlempem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-sdn-2-ngujung-menguap-dinas-pendidikan-nganjuk-terkesan-mlempem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-sdn-2-ngujung-menguap-dinas-pendidikan-nganjuk-terkesan-mlempem</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih menjatuhkan sanksi sesuai regulasi, dinas pendidikan tersebut justru terkesan melakukan pembiaran dengan dalih masalah selesai hanya melalui pemanggilan lisan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979a62e3f310.webp" length="36456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 13:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pungli, iuran, pavingisasi, SDN 2 Ngujung, Dinas Pendidikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sikap permisif yang ditunjukkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Nganjuk terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang seakan tak memberikan langlah solutif. </p>
<p>Alih-alih menjatuhkan sanksi sesuai regulasi, dinas pendidikan tersebut justru terkesan melakukan pembiaran dengan dalih masalah selesai hanya melalui pemanggilan lisan.</p>
<p>Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, saat dikonfirmasi memberikan pernyataan yang cenderung defensif dan diplomatis. </p>
<p>Ia mengklaim bahwa pihaknya telah menghentikan iuran tersebut pasca memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>"Sudah kami hentikan. Urusannya sudah selesai," ujar Munawir singkat melalui sambungan pesan singkat, Senin (27/1/2026).</p>
<p>Mirisnya, pihak dinas terkesan mencari pembenaran atas durasi praktik pungli yang disinyalir telah berlangsung selama dua tahun tersebut. </p>
<p>Munawir berdalih bahwa kebijakan iuran merupakan warisan dari kepala sekolah terdahulu.</p>
<p>"Kasus itu sudah lama, era kepala sekolah yang lama. Yang sekarang hanya meneruskan," dalihnya.</p>
<p>Seperti diketahui, sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 dan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, segala bentuk pungutan di sekolah dasar negeri adalah pelanggaran hukum, terlepas dari siapa yang menginisiasinya.</p>
<p>Informasi yang dihimpun wartawan mengungkap adanya persoalan data keuangan yang mencolok. </p>
<p>Berdasarkan keterangan sumber internal wali murid, iuran sebesar Rp15.000 per siswa selama dua tahun seharusnya terkumpul kurang lebih Rp28 juta. Namun, pihak sekolah mengklaim dana yang terkumpul hanya berkisar Rp15 juta.</p>
<p>Ironisnya, kepala sekolah justru mengaku masih nombok sebesar Rp5 juta untuk proyek pavingisasi tersebut. Beban ini kemudian direncanakan untuk dibebankan kembali kepada wali murid dengan nilai Rp900.000 per kelas.</p>
<p>"Wali murid tidak hanya dimintai uang, tapi juga tenaga dan konsumsi saat pemasangan paving. Sekarang malah diminta lagi untuk mengganti uang pribadi kepala sekolah. Ini sangat mencekik," ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan karena mengkhawatirkan intimidasi terhadap anaknya di sekolah.</p>
<p>Keberadaan iuran pembangunan di sekolah negeri adalah anomali besar di tengah alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah. </p>
<p>Ketidakmampuan Dinas Pendidikan untuk melakukan audit mendalam terhadap aliran dana ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan.</p>
<p>Para wali murid kini berada dalam posisi dilematis; antara tekanan ekonomi dan kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akselerasi Program 1.000 Sarjana, Pemkot Batu Jajaki Kolaborasi dengan Universitas Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akselerasi-program-1000-sarjana-pemkot-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-universitas-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akselerasi-program-1000-sarjana-pemkot-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-universitas-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Program 1.000 Sarjana bukan sekadar proyek kuantitas, melainkan instrumen strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan arah pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69786d9184704.webp" length="21466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 15:10:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kolaborasi, Universitas Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperluas jejaring akademis guna menyukseskan Program 1.000 Sarjana. Teranyar, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, membuka ruang sinergi dengan Universitas Kepanjen (UK) Kabupaten Malang sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu.</p>
<p>Langkah ini diketahui usai audiensi antara Pemkot Batu dengan Rektor Universitas Kepanjen, Tri Nurhudi Sasono, pada Selasa (27/1/2026). </p>
<p>Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkot Batu mulai melirik institusi pendidikan di wilayah Malang Raya untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi warganya.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa Program 1.000 Sarjana bukan sekadar proyek kuantitas, melainkan instrumen strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan arah pembangunan daerah.</p>
<p>"Pendidikan harus selaras dengan kebutuhan zaman. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Kepanjen, adalah kunci untuk mencetak SDM yang kompeten dan memiliki daya saing global," ujar Heli.</p>
<p>Ia menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Kepanjen dinilai potensial karena adanya irisan program yang progresif. Saat ini, Universitas Kepanjen tercatat memiliki hampir 1.500 mahasiswa dengan program unggulan seperti Kuliah Sambil Magang (KSM) dan Kuliah Sambil Kerja (KSK).</p>
<p>Program tersebut dianggap sejalan dengan visi Pemkot Batu yang menginginkan lulusan sarjana tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan dunia kerja.</p>
<p>"Kami berharap pertemuan ini segera ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret di bidang pendidikan. Tujuannya jelas, agar Program 1.000 Sarjana mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan," tandas Heli.</p>
<p>Sebagai informasi, Program 1.000 Sarjana merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Batu yang dirancang untuk memutus mata rantai kendala biaya pendidikan tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui ketersediaan tenaga ahli lokal yang mumpuni. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Pertimbangkan Merger SD Minim Murid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pertimbangkan-merger-sd-minim-murid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pertimbangkan-merger-sd-minim-murid</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan menjadi prioritas penggabungan dengan sekolah terdekat melalui kajian teknis dan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697766d0c77b7.webp" length="87580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 22:02:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kebijakan, merger, SDN minim siswa, Kabupaten Malang, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mematangkan kebijakan penggabungan (merger) sekolah dasar dengan jumlah murid minim sekaligus melakukan standarisasi pengembangan sekolah unggulan.</p>
<p>Langkah tersebut ditegaskan Bupati Malang Drs. HM Sanusi, saat meninjau sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Tumpang, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebijakan penataan sekolah berjalan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan, termasuk pemerataan mutu layanan pendidikan dasar dan menengah.</p>
<p>Dalam agenda tersebut, Bupati Malang mengunjungi SDN 1 Pulungdowo yang memiliki 51 siswa, SDN 1 Tumpang sebagai sekolah rujukan literasi budaya, serta SMPN 1 Tumpang yang dikembangkan sebagai sekolah unggulan berbasis budaya, agrobisnis, dan lingkungan.</p>
<p>Di SDN 1 Pulungdowo, Bupati Malang menegaskan bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan menjadi prioritas penggabungan dengan sekolah terdekat melalui kajian teknis dan sosial.</p>
<p>“Kebijakan ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Kami mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah,” tegas Bupati Malang, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Sementara itu, di SDN 1 Tumpang, Bupati Malang menekankan pentingnya standarisasi mutu pendidikan sebagai bagian dari penguatan sekolah unggulan. Pemerintah daerah menargetkan nilai kelulusan rata-rata minimal 9 sebagai indikator peningkatan kualitas pendidikan.</p>
<p>“Target ini harus merata di seluruh satuan pendidikan dan dituntaskan 100 persen pada tahun 2026,” ujarnya.</p>
<p>Pada kunjungan di SMPN 1 Tumpang, Bupati Malang meresmikan Ruang Kelas Baru Tahun Anggaran 2025 sekaligus memperkuat komitmen sekolah melalui deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Anti Perundungan.</p>
<p>Ia menyebut, kebijakan tersebut akan dikembangkan di sekolah lain dengan SMPN 1 Tumpang sebagai model penguatan sekolah unggulan.</p>
<p>“SMPN 1 Tumpang kami dorong menjadi contoh, tidak hanya dari fasilitas, tetapi dari budaya sekolah dan capaian hasil,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Pulungdowo enggan untuk diwawancara awak media terkait kurangnya murid dan kebijakan apabila merger dilakukan.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Tumpang, Umi Chapsah, menyampaikan, arahan kebijakan dan evaluasi langsung menjadi motivasi bagi sekolah untuk mempercepat transformasi mutu pendidikan.</p>
<p>“Kami fokus pada penguatan akademik, digital IT, serta pembiasaan positif melalui agrosayur, coding, dan budaya. Target kami menambah jumlah siswa bernilai di atas 90 dan mendorong lebih banyak lulusan masuk SMA Taruna Nusantara,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Universitas Ciputra Ambil Peran Pemerataan Dokter Spesialis, Jawab Krisis Layanan Kesehatan di Luar Jawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-ambil-peran-pemerataan-dokter-spesialis-jawab-krisis-layanan-kesehatan-di-luar-jawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-ambil-peran-pemerataan-dokter-spesialis-jawab-krisis-layanan-kesehatan-di-luar-jawa</guid>
<description><![CDATA[ Selain membuka PPDS obgyn dan bedah sebagai langkah konkret pemerataan layanan kesehatan nasional, Fakultas Kedokteran UC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta PPDS yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774cb205bad.webp" length="23598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 19:57:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Ciputra, UC, PPDS, Dokter Spesialis, Pemerataan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam layanan kesehatan, bukan hanya soal jumlah dokter spesialis yang minim, namun juga distribusi layanan kesehatan yang masih timpang, khususnya di luar pulau Jawa.</p>
<p>Ketika kebutuhan terus meningkat, terutama di luar Pulau Jawa, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menyatakan komitmennya untuk ikut mengambil peran strategis dalam pemerataan tenaga medis nasional.</p>
<p>Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada dua bidang krusial, yakni obstetri dan ginekologi (obgyn) serta bedah, dengan misi bukan sekadar mencetak spesialis unggul, tetapi juga memastikan kehadiran mereka di daerah-daerah yang selama ini kekurangan.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, hingga kini Indonesia masih mengalami defisit dokter spesialis, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. </p>
<p>Rasio dokter spesialis nasional belum mencapai standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama pada bidang-bidang layanan rujukan utama seperti obstetri dan bedah.</p>
<p>Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas dan akses layanan kesehatan masyarakat. Di banyak daerah, pasien harus dirujuk jauh ke kota besar hanya untuk mendapatkan layanan spesialis, yang pada akhirnya memperbesar risiko keterlambatan penanganan medis.</p>
<p>Ketimpangan distribusi itu menjadi tantangan besar, mengingat wilayah Indonesia Timur justru memiliki kebutuhan tinggi akan dokter spesialis, namun jumlah tenaga medis yang tersedia masih sangat terbatas.</p>
<p><strong>UC Surabaya Siapkan PPDS Obgyn dan Bedah</strong></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya menyatakan siap terlibat aktif melalui pembukaan dua program PPDS. Dekan Fakultas Kedokteran UC, Hendy Hendarto, memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi izin resmi untuk membuka PPDS obgyn dan bedah.</p>
<p>Ia menegaskan, kedua program tersebut dirancang dengan pendekatan yang tidak hanya akademik, tetapi juga berpihak pada kebutuhan nasional.</p>
<p>"Untuk spesialis Obgyn, kami membawa misi meningkatkan jumlah dokter spesialis di Indonesia Timur. Kebutuhan akan dokter spesialis masih sangat tinggi, sementara distribusinya belum merata," kata Hendy saat dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026).</p>
<p>Khusus PPDS obgyn, UC menempatkan isu pemerataan sebagai prioritas utama. Bidang itu dinilai sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan anak, serta menjadi salah satu indikator utama kualitas layanan kesehatan daerah.</p>
<p>Melalui program tersebut, UC berharap dapat mencetak dokter spesialis obgyn yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga siap mengabdi di wilayah yang selama ini minim layanan spesialis.</p>
<p>Sementara itu, PPDS Bedah di UC dirancang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran modern. Mahasiswa akan dibekali kemampuan operasi minimal invasif, yang kini menjadi standar dalam penanganan berbagai kasus bedah.</p>
<p>"Teknologi operasi terus berkembang. Karena itu, selain kemampuan dasar bedah, dokter juga harus menguasai teknik minimal invasif agar pelayanan lebih efektif dan pemulihan pasien lebih cepat," ujarnya.</p>
<p>Penguasaan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bedah, sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.</p>
<p><strong>Beasiswa untuk Putra-Putri Indonesia Timur</strong></p>
<p>Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pemerataan, Fakultas Kedokteran UC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta PPDS yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. </p>
<p>Program itu diberikan dengan persyaratan khusus, termasuk komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.</p>
<p>"Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat di daerah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis," ucap Hendy.</p>
<p>Skema ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pemerataan, sekaligus mencegah penumpukan dokter spesialis di kota-kota besar.</p>
<p>UC memastikan kesiapan penyelenggaraan PPDS itu didukung oleh pembangunan tower khusus Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dokter spesialis secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan dukungan fasilitas, kurikulum berbasis kebutuhan nasional, serta komitmen pengabdian daerah, UC menilai kehadiran PPDS obgyn dan bedah itu dapat menjadi solusi strategis nasional dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target Ambisius, Warga Batu Tak Boleh Cuma Lulus SMP, Minimal Harus Sarjana!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-ambisius-warga-batu-tak-boleh-cuma-lulus-smp-minimal-harus-sarjana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-ambisius-warga-batu-tak-boleh-cuma-lulus-smp-minimal-harus-sarjana</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69747f0e2ac01.webp" length="37160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendidikan, RLS</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai agenda strategis utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. </p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar guna memastikan sumber daya manusia (SDM) lokal mampu bersaing di tingkat global.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Batu pada tahun 2025 tercatat berada di angka 9,95 tahun. </p>
<p>Meski angka ini telah melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur (8,39 tahun) dan nasional (9,07 tahun), secara faktual mayoritas warga Kota Batu masih mengenyam pendidikan hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).</p>
<p>Politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut menilai kondisi ini sebagai alarm sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah. </p>
<p>Ia mematok target ambisius agar RLS Kota Batu meningkat signifikan hingga mencapai 13 tahun pada 2030 mendatang.</p>
<p>"Capaian saat ini belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Fakta bahwa rata-rata warga berhenti di SMP harus kita ubah. Dalam RPJMD 2025–2030, kami menargetkan RLS naik hingga 13 tahun, atau setara dengan jenjang Diploma," ujar Nurochman saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Untuk merealisasikan target tersebut, Cak Nur menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah saja tidak cukup. </p>
<p>Diperlukan kebijakan afirmatif yang mampu membedah akar persoalan, terutama hambatan ekonomi dan aksesibilitas.</p>
<p>Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar.</p>
<p>"Kami ingin lulusan Kota Batu tidak hanya sarjana di atas kertas. Kami menyiapkan skema rekomendasi karier melalui sinergi dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Jadi, pendidikan yang ditempuh benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja," tegasnya.</p>
<p>Wali Kota menekankan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi jangka panjang pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada anak di Kota Batu yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya.</p>
<p>"Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Jika kita berhasil meningkatkan standar pendidikan masyarakat, dampaknya akan dirasakan dalam bentuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga Kota Batu hingga puluhan tahun ke depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Bondowoso Resmikan Digital Learning Hub</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-pendidikan-vokasi-smkn-1-bondowoso-resmikan-digital-learning-hub</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-pendidikan-vokasi-smkn-1-bondowoso-resmikan-digital-learning-hub</guid>
<description><![CDATA[ SMKN 1 Bondowoso meresmikan Digital Learning Hub sebagai langkah transformasi pendidikan vokasi menuju pembelajaran berbasis teknologi dan penguatan kompetensi digital siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69742a520d0ea.webp" length="27760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, teknologi, cerdas, internet, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="244" data-end="662"><strong data-start="244" data-end="262">BONDOWOSO, SJP</strong> – Transformasi pendidikan vokasi menuju ekosistem pembelajaran digital kian nyata di Kabupaten Bondowoso. Bertepatan dengan puncak peringatan Dies Natalis ke-59, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bondowoso resmi meluncurkan Digital Learning Hub, sebuah ruang belajar modern yang dirancang sebagai pusat inovasi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kompetensi digital peserta didik.</p>
<p data-start="664" data-end="1047">Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso dan Situbondo, Drs. Slamet Riyadi, sebagai bagian dari program Bantuan Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kehadiran Digital Learning Hub menjadi simbol keseriusan SMKN 1 Bondowoso dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.</p>
<p data-start="1049" data-end="1334">“Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk mewujudkan pembelajaran era digital yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi. Dengan ilmu, teknologi bisa menguasai dunia, dengan seni semuanya lebih indah, dan dengan akhlak semuanya menjadi mulia,” ujar Slamet Riyadi dikutip dari akun youtube SMKN 1 Bondowoso, pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p data-start="2054" data-end="2390">Selain itu, Slamet Riyadi juga menyampaikan, peringatan Dies Natalis ke-59 SMKN 1 Bondowoso yang dierpingati setiap tanggal 1 Januari, menjadi momentum refleksi bagi sekolah vokasi yang telah berdiri hampir enam dekade tersebut. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan bahwa di usia ke-59, SMKN 1 Bondowoso dinilai semakin matang dan mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik.</p>
<p data-start="2392" data-end="2732">"Khusus untuk siswa kelas XII, sekolah melaporkan sebanyak 21 siswa telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan, sementara siswa lainnya masih menjalani proses penempatan melalui program praktik kerja lapangan (PKL). Capaian ini menjadi indikator peran SMKN 1 Bondowoso dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing," ungkapnya.</p>
<p data-start="2734" data-end="3043">Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman, menjelaskan, Digital Learning Hub dirancang sebagai pusat ekosistem pembelajaran digital yang dinamis, fleksibel, dan terintegrasi. Tujuannya untuk memudahkan akses terhadap materi edukasi, pelatihan, serta pengembangan kompetensi kapan saja dan di mana saja.</p>
<p data-start="3045" data-end="3296">“Platform ini mendukung transformasi digital dengan menyediakan sumber daya yang komprehensif, interaktif, dan terpersonalisasi, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga pendidik dan profesional,” kata Asyik Sulaiman saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p data-start="1336" data-end="1667">Ia menegaskan, pendidikan saat ini membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Pusat pembelajaran dan pusat sumber daya (resources center) seperti Digital Learning Hub dinilai menjadi penopang penting bagi pelajar yang ingin mendalami keterampilan digital secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="1669" data-end="2052">"Digital Learning Hub di SMKN 1 Bondowoso menyediakan akses ke berbagai materi edukasi, kursus teknologi informasi, hingga pengembangan keterampilan digital. Fasilitas ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital (<em data-start="1915" data-end="1935">digital skills gap</em>) melalui pelatihan di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber (<em data-start="2005" data-end="2020">cybersecurity</em>), hingga pengkodean (<em data-start="2042" data-end="2050">coding</em>)," jelasnya.</p>
<p data-start="3298" data-end="3557">Soal peringatan Dies Natalis ke-59 SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman menegaskan, kali ini puncak peringatan digelar dengan sederhana, khidmat dan meriah berkat dukungan berbagai pihak. Asyik Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada panitia, para guru, serta para sponsor yang telah mendukung penuh rangkaian kegiatan.</p>
<p data-start="3559" data-end="3939">Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah sponsor, di antaranya Triastur and Travel, Bank Jatim, A3 Bondowoso, Penerbit Airlangga, FN Toys, KDS Bondowoso, High Fresh, Bisnet, serta pihak-pihak lain yang turut berkontribusi. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah agenda yang padat.</p>
<p data-start="3941" data-end="4251">"Mengusung tema 'Sinergi Warna Harmoni Prestasi', SMKN 1 Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus berprestasi dan mencetak generasi unggul. Kehadiran Digital Learning Hub ini, diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3941" data-end="4251"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Dugaan Arogansi Kepsek, Disdikbud Jombang Gali Informasi dan Cari Solusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-dugaan-arogansi-kepsek-disdikbud-jombang-gali-informasi-dan-cari-solusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-dugaan-arogansi-kepsek-disdikbud-jombang-gali-informasi-dan-cari-solusi</guid>
<description><![CDATA[ Respon cepat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang Wor Windari kepada suarajatimpost.com melalui sambungan seluler. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697381ac94add.webp" length="30216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Laporan Guru, Dugaan Arogansi Kepsek</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang langsung merespon aduan guru atas dugaan sikap arogansi Kepala Sekolah (Kepsek) salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. </p>
<p>Respon cepat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang Wor Windari kepada suarajatimpost.com melalui sambungan seluler. </p>
<p>"Ini lagi menuju ke sekolah, kami minta para guru dan Kepsek untuk bertemu," ucap Wor Windari, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Pihaknya juga berterima kasih atas informasi yang diberikan, meskipun selama ini pihaknya belum menerima wadulan secara langsung dari para guru atas polemik dugaan arogansi Kepsek SDN yang dimaksud. </p>
<p>"Terima kasih atas informasi yang diberikan, sejauh ini kami belum mendapat laporan langsung. Walaupun demikian kami akan mencari solusi terbaik," terangnya. </p>
<p>Memang beberapa kali komunikasi terkait konfirmasi yang diajukan oleh wartawan belum bisa dilaksanakan karena padatnya kegiatan. Ia pun berharap permasalah tersebut segera ada solusi. </p>
<p>"Semoga cepat ada solusi," tandasnya. </p>
<p>Sampai berita ini ditayangkan, jajaran Disdikbud Jombang masih melakukan upaya mencari solusi atas permasalahan yang dengan menghadirkan Kepsek berikut jajaran Guru. </p>
<p>Sebelumnya, dunia pendidikan di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tengah diguncang isu disharmoni. </p>
<p>Sejumlah tenaga pendidik di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) melaporkan adanya praktik kepemimpinan otoriter, arogan dan diskriminatif yang dilakukan oleh kepala sekolah (kepsek) mereka.</p>
<p>Kondisi ini mencuat setelah para guru mulai bersuara terkait lingkungan kerja yang dinilai tidak sehat dan penuh intimidasi.</p>
<p>Salah seorang guru berinisial U mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepsek tersebut jauh dari prinsip kolegialitas. </p>
<p>Alih-alih membina, oknum Kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar.</p>
<p>"Kami bekerja di bawah tekanan hebat. Kata-kata ancaman sering terlontar, dan sikap subjektifnya dalam memperlakukan guru sangat mencolok," ujar U kepada suarajatimpost.com, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Senada dengan U, guru lain berinisial T mengaku kerap menjadi sasaran intimidasi hingga ancaman yang berlebihan tanpa alasan yang rasional. </p>
<p>Ia merasa martabat tenaga pendidik direndahkan melalui pola komunikasi yang searah dan intimidatif.</p>
<p>"Kami diperlakukan seolah bawahan yang tidak memiliki hak suara. Sedikit saja berbeda pandangan, ancaman sanksi langsung membayangi," tutur T.</p>
<p>Ironisnya, konflik internal ini sebenarnya telah sampai ke telinga dinas pendidikan sejak pertengahan 2025 lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Gawai Jadi Pintu Masuk Radikalisme, SDN Dukuh Kupang III  Ingatkan Peran Penting Orangtua Lewat Parenting Class</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-gawai-jadi-pintu-masuk-radikalisme-sdn-dukuh-kupang-iii-ingatkan-peran-penting-orangtua-lewat-parenting-class</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-gawai-jadi-pintu-masuk-radikalisme-sdn-dukuh-kupang-iii-ingatkan-peran-penting-orangtua-lewat-parenting-class</guid>
<description><![CDATA[ Paparan radikalisme dan neo-Nazi pada anak kini nyata terjadi lewat gawai, mendorong SDN Dukuh Kupang III Surabaya menggelar parenting class untuk mengingatkan orang tua soal bahaya teknologi tanpa pengawasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697360ae957fa.webp" length="45142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 20:17:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parenting Class, Paham Radikal, Radikalisme, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA Surabaya, Neo-Nazi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dahulu, teknologi dipandang sebagai alat bantu dan sarana komunikasi. Namun seiring waktu, tanpa disadari teknologi telah mengambil banyak peran manusia, tidak hanya di dunia pekerjaan, namun juga merambah ke peran orangtua pada anaknya.</p>
<p>Ketiak sumber pengetahuan, ruang curhat, hingga tempat anak membentuk identitas bukan lagi datang dari orang tua, informasi yang diterima anak kerap tak tersaring. Pembiaran seperti itu berpotensi melahirkan nilai yang keliru hingga paparan paham ekstrem kepada anak yang bahkan kini bukan lagi sekadar isu, melainkan telah terjadi di berbagai daerah.</p>
<p>Masalah itulah yang coba direspon SDN Dukuh Kupang III Surabaya melalui kegiatan Parenting Class bertema “Gadget Ceria” yang digelar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh wali murid kelas 5 dan 6 sebagai upaya edukasi orangtua agar lebih memahami risiko penggunaan gawai pada anak.</p>
<p><strong>Teknologi Bukan Pengganti Orang Tua</strong></p>
<p>Menurut Suyono, Kepala Komite SDN Dukuh Kupang III Surabaya, kegiatan parenting kali ini ditujukan untuk kembali menyadarkan sekaligus memperkuat kembali peran keluarga sebagai benteng utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah derasnya arus teknologi digital.</p>
<p>"Saat ini banyak orang tua yang beralih menyelesaikan masalah dengan mencari informasi lewat Google atau teknologi, itu bagus, tapi kerap mereka lupa untuk introspeksi diri," ujar Suyono, Jumat (23/1/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697360a5b7d5d.webp" alt=""></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa sehebat apapun teknologi, peran orang tua tetap jauh lebih hebat dan penting daripada sekadar jawaban instan dari internet.</p>
<p>Fenomena lain yang ia soroti adalah sikap sebagian orangtua yang merasa jika anak sudah bersekolah, maka tanggung jawab pendidikan berpindah sepenuhnya kepada guru. Suyono yang juga merupakan wali murid menepis anggapan itu dan menekankan bahwa  70 persen tanggung jawab pendidikan anak tetap ada di tangan orang tua sendiri.</p>
<p>"Jadi orangtua memang harus selalu diingatkan, maka kegiatan seperti parenting class ini tidak boleh hanya sekali lalu berhenti, harus menjadi kegiatan berkelanjutan dengan evaluasi berkala. Agar tujuan edukatifnya benar-benar dirasakan oleh orang tua dan anak," tegasnya.</p>
<p><strong>Paparan Ideologi Berbahaya Lewat Teknologi</strong></p>
<p>Dalam sesi lebih mendalam, hadir sebagai pemateri Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri yang buka diskusi tentang realitas paparan ideologi berbahaya kepada anak yang kini sudah bukan saja teori, tetapi telah terjadi di lapangan.</p>
<p>"Saat ini masalah yang berkaitan dengan penggunaan gadget tidak hanya soal kecanduan atau kurangnya waktu belajar. Lebih serius dari itu, aktivitas gawai yang tidak terkontrol membuka ruang besar bagi anak-anak terpapar konten berbahaya secara tidak sadar oleh orang tua," jelas orang yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p>Lebih jauh ia mengungkapkan data dari aparat penegak hukum yakni Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menguak bahwa selama tahun 2025, setidaknya ada ratusan anak di Indonesia yang terpapar paham radikal dan Neo-nazi, yang mana 11 diantaranya ada di Jawa Timur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6973609ecf943.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kasus Ledakan SMAN 72 Jadi Alarm</strong></p>
<p>Lebih mengejutkan lagi, Syaiful mengangkat contoh kasus yang sempat menggemparkan Indonesia dan internasional, yakni insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada November 2025.</p>
<p>Dalam dugaan awalnya, pelaku yang masih di bawah umur disebut-sebut mendapatkan inspirasi dari berbagai peristiwa kekerasan ekstrem global. Pada sebuah benda yang ditemukan di lokasi, tercatat nama-nama pelaku teror beraliran neo-Nazi dan <em>white supremacist</em> yang terkenal di dunia, seperti <em>Brenton Tarrant</em> dan <em>Alexandre Bissonnette</em>. </p>
<p>Lebih dari itu, kasus tersebut bahkan diyakini memiliki keterkaitan yang lebih luas secara global. Belum lama ini, aparat keamanan di Rusia mengungkap bahwa sebuah aksi penusukan di salah satu sekolah Moskow pada Desember 2025 diduga terinspirasi dari insiden ledakan di Jakarta, hingga disebut “Jakarta Bombing 2025” pada gagang senjata pelaku.</p>
<p>"Data ini menunjukkan bahwa paham ini bisa menyebar dan akhirnya saling menginspirasi untuk melakukan hal yang sama. Jadi ini tidak hanya soal kesejahteraan anak tapi bisa sampai ancaman kedaulatan negara," sambungnya.</p>
<p>Oleh karenanya, Syaiful mengungkapkan bahwa paparan ideologi ekstrem tersebut biasanya dimulai dari hal yang tampak biasa bagi anak, yakni melalui gim daring dan media sosial. Konten yang awalnya tampak tak berbahaya dalam komunitas daring tertentu, berubah menjadi jalur rekrutmen ideologi kekerasan. </p>
<p>"Dari situ, perlahan, konten-konten berbahaya masuk, dan tanpa pengawasan orang tua yang aktif, hal itu bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih serius," jelas Syaiful.</p>
<p><strong>Peran Keluarga Sebagai Benteng Utama</strong></p>
<p>Maka, guna melindungi anak-anak dari paparan ideologi berbahaya terutama melalui teknologi yang saat ini sulit untuk dipisahkan dari anak. Syaiful menekankan kembali peran penting orang tua di era digital.</p>
<p>"Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena kadang orang tua itu tidak mau mengerti dan tidak mau tau dengan zaman anak sekarang," pesan Syaiful.</p>
<p>Dirinya juga mengingatkan bahwa peran orang tua tidak boleh tergantikan oleh gawai lewat internet. Hal itu berarti anak dibawa ke dalam lingkungan informasi yang tidak tersaring dan berpotensi menghancurkan masa depan mereka.</p>
<p>"Parenting Class di SDN Dukuh Kupang III Surabaya ini bukan hanya soal membatasi waktu layar anak, tetapi mengajak orang tua melihat realitas di balik layar, konten tanpa filter yang bisa membawa pengaruh besar bagi karakter dan pola pikir anak," tandasnya.</p>
<p>Bagi Syaiful, kegiatan ini menjadi panggilan bagi semua orang tua yang tidak cukup hanya mengatur gawai, tapi harus membangun komunikasi yang sehat, intens, dan terbuka bersama anak.</p>
<p>"Dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang, peran orang tua justru harus semakin kuat, bukan dikalahkan oleh Google, algoritma, atau iklan daring. Karena pada akhirnya, wawasan, ketulusan, dan pengalaman jiwa yang dibentuk oleh orang tua tetap menjadi benteng pertama yang paling efektif bagi anak di era digital ini," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungutan Berkedok Pavingisasi Mencuat di SDN 2 Ngujung Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungutan-berkedok-pavingisasi-mencuat-di-sdn-2-ngujung-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungutan-berkedok-pavingisasi-mencuat-di-sdn-2-ngujung-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan pungutan berkedok pembangunan pavingisasi mencuat di SDN 2 Ngujung, Nganjuk. Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan iuran per siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menyatakan akan memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697346dfcbf72.webp" length="24204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 17:04:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Iuran sekolah, wali murid, SDN 2 Ngunjung, tarikan Rp 10 ribu, pavingisasi, Dinas Pendidikan Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="201" data-end="459"><strong data-start="201" data-end="217">NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, mulai mencuat ke permukaan. Pungutan tersebut diduga berkedok iuran pembangunan pavingisasi lingkungan sekolah yang dibebankan kepada wali murid.</p>
<p data-start="461" data-end="707">Sejumlah wali murid mengaku merasa keberatan dan tertekan, terlebih di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih. Namun, mereka mengaku berada dalam posisi dilematis karena khawatir berdampak pada proses pendidikan anak-anak mereka.</p>
<p data-start="709" data-end="944">Para wali murid juga mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat pembiayaan pembangunan sekolah sejatinya telah dialokasikan melalui anggaran pemerintah, seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>
<p data-start="946" data-end="1147">Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, pihak sekolah diduga menarik iuran sebesar Rp10.000 per siswa. Pungutan tersebut berlaku bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5.</p>
<p data-start="1149" data-end="1356">“Iuran itu disebutkan untuk pembangunan paving sekolah. Padahal setahu kami, sekolah sudah menerima dana BOS. Kenapa masih ada pungutan lagi ke wali murid,” keluhnya kepada Suarajatimpost, Jumat (23/1/2026).</p>
<p data-start="1358" data-end="1511">Sumber tersebut menambahkan, penetapan iuran sudah disampaikan sejak awal melalui rapat antara pihak sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid.</p>
<p data-start="1513" data-end="1698">“Waktu rapat itu sudah disampaikan besaran iurannya. Anak-anak dikenai Rp10.000 per siswa untuk pavingisasi sekolah. Itu yang disampaikan dalam rapat bersama guru dan komite,” jelasnya.</p>
<p data-start="1700" data-end="1784">Menurut pengakuan wali murid, pungutan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.</p>
<p data-start="1786" data-end="1930">“Kurang lebih sudah enam bulan berjalan, dari kelas 1 sampai kelas 5. Kami selama ini tidak berani bicara, tapi itu yang kami alami,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1932" data-end="2228">Sementara itu, salah satu guru SDN 2 Ngujung, Puput Maharani, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp membenarkan adanya program pavingisasi sekolah.</p>
<p data-start="1932" data-end="2228">Namun, ketika ditanya soal iuran per siswa, ia mengaku tidak mengetahui secara detail dan menyarankan untuk menghubungi pihak komite sekolah.</p>
<p data-start="2230" data-end="2333">“Mas dari mana ya? Memang ada program, tapi coba langsung ke Pak Yoyok selaku komite sekolah,” ujarnya.</p>
<p data-start="2335" data-end="2540">Saat diminta nomor kontak ketua komite, Puput mengaku tidak memilikinya dan menyarankan wartawan untuk datang langsung ke sekolah. Tak lama berselang, yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi kembali.</p>
<p data-start="2542" data-end="2755">Terkait dugaan pungutan tersebut, wartawan Suarajatimpost telah melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Sekretaris Dinas Pendidikan kemudian mengarahkan konfirmasi kepada Kepala Bidang terkait.</p>
<p data-start="2757" data-end="2908">Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala SDN 2 Ngujung untuk klarifikasi.</p>
<p data-start="2910" data-end="3096">“Sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk ke kami. Namun, kami akan segera memanggil kepala sekolah. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami hentikan,” tegas Munawir. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2910" data-end="3096"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Arogansi Oknum Kepsek di Jombang, Guru Diancam, Disdikbud Bungkam?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-arogansi-oknum-kepsek-di-jombang-guru-diancam-disdikbud-bungkam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-arogansi-oknum-kepsek-di-jombang-guru-diancam-disdikbud-bungkam</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih membina, oknum kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972f73594b7c.webp" length="49702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 12:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Laporan Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dunia pendidikan di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tengah diguncang isu disharmoni. </p>
<p>Sejumlah tenaga pendidik di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) melaporkan adanya praktik kepemimpinan otoriter, arogan dan diskriminatif yang dilakukan oleh kepala sekolah (kepsek) mereka.</p>
<p>Kondisi ini mencuat setelah para guru mulai bersuara terkait lingkungan kerja yang dinilai tidak sehat dan penuh intimidasi.</p>
<p>Salah seorang guru berinisial U mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepsek tersebut jauh dari prinsip kolegialitas. </p>
<p>Alih-alih membina, oknum kepsek itu diduga sering melontarkan ancaman dan menerapkan kebijakan tebang pilih yang menciptakan segregasi di antara staf pengajar.</p>
<p>"Kami bekerja di bawah tekanan hebat. Kata-kata ancaman sering terlontar, dan sikap subjektifnya dalam memperlakukan guru sangat mencolok," ujar U kepada suarajatimpost.com, Jumat (23/1).</p>
<p>Senada dengan U, guru lain berinisial T mengaku kerap menjadi sasaran intimidasi hingga ancaman yang berlebihan tanpa alasan yang rasional. </p>
<p>Ia merasa martabat tenaga pendidik direndahkan melalui pola komunikasi yang searah dan intimidatif.</p>
<p>"Kami diperlakukan seolah bawahan yang tidak memiliki hak suara. Sedikit saja berbeda pandangan, ancaman sanksi langsung membayangi," tutur T.</p>
<p>Ironisnya, konflik internal ini sebenarnya telah sampai ke telinga dinas pendidikan sejak pertengahan 2025 lalu. </p>
<p>Namun, laporan yang disampaikan melalui Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang seolah menguap tanpa tindak lanjut konkret.</p>
<p>Absennya respons dari pihak dinas memicu polemik yang tak kunjung usai, diperparah lemahnya pengawasan manajerial di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Akibatnya, suasana di lingkungan sekolah kian bergejolak, dipenuhi rasa saling curiga yang secara langsung mulai mengganggu efektivitas proses belajar mengajar siswa.</p>
<p>Merasa aspirasi mereka tersumbat, para guru kini tengah menyusun surat pengaduan resmi yang ditujukan langsung kepada Kepala Disdikbud Jombang. </p>
<p>Mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap jabatan Kepsek tersebut demi menyelamatkan kondusivitas pendidikan di sekolah.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, belum memberikan keterangan resmi. </p>
<p>Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon maupun kunjungan langsung ke kantor dinas belum membuahkan hasil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Distribusi MBG di Nganjuk Belum Merata, Sejumlah Sekolah di Kertosono Belum Tersentuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/distribusi-mbg-di-nganjuk-belum-merata-sejumlah-sekolah-di-kertosono-belum-tersentuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/distribusi-mbg-di-nganjuk-belum-merata-sejumlah-sekolah-di-kertosono-belum-tersentuh</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk belum dinikmati secara merata. Sejumlah sekolah di Kecamatan Kertosono mengaku belum pernah menerima distribusi MBG dari pemerintah hingga awal 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697226664c04e.webp" length="54642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program Makan Gratis, MBG, belum terima MBG, SDN 2 Lambangkuning, PAUD, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Presiden Prabowo Subianto menempatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 dengan tujuan untuk menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita.</p>
<p>Meski sudah berjalan sekitar tujuh bulan, pendistribusian MBG di Kabupaten Nganjuk ternyata memang belum merata bisa dinikmati oleh kalangan pelajar dan tenaga pendidik.</p>
<p>Di Kecamatan Kertosono, ternyata masih ada sebagian sekolah yang hingga saat ini belum pernah menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, ada dua lembaga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang belum pernah mendapatkan MBG. Yakni, SDN 1 dan SDN 2 Lambangkuning, termasuk sekolah PAUD (KB-TK) Lambangkuning.</p>
<p>Nurin Fatayati Sholekah, Kepala Sekolah SDN 2 Lambangkuning mengatakan, di sekolahnya memang pernah mendapatkan dua kali MBG, itupun dari pihak swasta bukan dari pemerintah. </p>
<p>"Hingga sekarang belum pernah mendapatkan kiriman MBG lagi,” katanya, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Nurin menjelaskan, untuk jumlah siswa di sekolah yang dia pimpin ada 130 siswa. Tentunya dengan latar belakang ekonomi sosial beragam.</p>
<p>"Semoga untuk segera ada realisasi kiriman MBG. Karena menu bergizi tersebut sangat dibutuhkan anak anak,” harapnya.</p>
<p>Tak tinggal diam, lanjut Nurin Fatayati, upaya keras sekolah agar bisa mendapatkan MBG tidak main-main. Salah satunya berupaya menyodorkan data nama nama siswa ke sejumlah SPPG di wilayah Kertosono.</p>
<p>”Sampai sekarang hasilnya masih nihil. Dari tiga SPPG yang saya datangi seluruhnya kuotanya sudah penuh. Hanya satu SPPG yang bisa diharapkan yaitu SPPG Kudu,” imbuhnya.</p>
<p>Senada disampaikan, Agung Setiyawan salah seorang wali murid di SDN 2 Lambangkuning mengaku, di sekolah anaknya belum pernah menikmati MBG dari pemerintah.</p>
<p>"Padahal sekolah-sekolah terdekat seperti SDN Maduh, Pandantoyo, Banaran, SDN Nglawak sudah rutin mendapatkan kiriman MBG setiap hari. Kenapa di sekolah kami belum pernah ada,” bebernya penuh harap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Strategi Kreatif SPPG di Jember, Hadirkan Power Rangers Antar MBG di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/strategi-kreatif-sppg-di-jember-hadirkan-power-rangers-antar-mbg-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/strategi-kreatif-sppg-di-jember-hadirkan-power-rangers-antar-mbg-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Pemilihan kostum Power Rangers didasari pada popularitas karakter tersebut yang tetap menjadi ikon pahlawan bagi anak-anak lintas generasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69719315aaefd.webp" length="78080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 12:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebonsari, Kabupaten Jember, menginisiasi pendekatan kreatif dalam pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p>Guna meningkatkan ketertarikan siswa terhadap asupan nutrisi harian, petugas distribusi melakukan pengiriman makanan dengan mengenakan kostum karakter pahlawan super, Power Rangers.</p>
<p>Kepala SPPG Kebonsari, Agung Indra Permana, menyatakan bahwa langkah inovatif ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi para siswa sehingga mereka tidak merasa jenuh terhadap rutinitas program nasional tersebut.</p>
<p>"Inovasi ini bertujuan agar para siswa memiliki semangat lebih dalam menyantap menu bergizi yang kami sajikan setiap hari. Kami berupaya agar kehadiran tim kami selalu dinantikan," ujar Agung saat ditemui Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Pemilihan kostum Power Rangers didasari pada popularitas karakter tersebut yang tetap menjadi ikon pahlawan bagi anak-anak lintas generasi. </p>
<p>Menurut Agung, penggunaan identitas visual ini terbukti efektif membangun kedekatan emosional dan respon positif di lingkungan sekolah.</p>
<p>"Respon siswa sangat luar biasa. Karakter superhero ini memberikan kesan kuat bagi mereka, bahkan banyak siswa yang mengajak berfoto bersama. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan kepuasan mereka terhadap pelayanan yang kami berikan," tambahnya.</p>
<p>Fenomena unik ini tidak hanya menarik perhatian para siswa, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari tenaga pendidik di sekolah-sekolah sasaran. </p>
<p>Guru-guru di lokasi distribusi menganggap kehadiran tim berkostum tersebut sebagai hiburan edukatif yang menyegarkan suasana belajar.</p>
<p>Meski baru pertama kali diimplementasikan, keberhasilan metode ini memotivasi SPPG Kebonsari untuk terus mengembangkan inovasi dalam mendukung keberhasilan program MBG. </p>
<p>Agung berharap pendekatan ini dapat memperkuat ekosistem program makan bergizi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ekonomi.</p>
<p>Saat ini, SPPG Kebonsari telah menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, hingga tingkat menengah atas. </p>
<p>Wilayah distribusi mencakup sekolah-sekolah di Jember, antara lain SD Kebonsari 2, 3, dan 5, SMPN 11 Jember dan SMAN 1 Jember.</p>
<p>"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar program nasional ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan siswa serta berdampak positif pada <em>stakeholder</em> ekonomi yang terlibat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-siapkan-lahan-6-hektar-untuk-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-siapkan-lahan-6-hektar-untuk-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Proyek strategis yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f2c9a85c2d.webp" length="45022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 15:50:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Rakyat, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP</b> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi menyiapkan lahan seluas 6 hektar di kawasan Tambak Wedi untuk mendukung pembangunan fisik Sekolah Rakyat. </p>
<p>Proyek strategis yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.</p>
<p>Pembangunan gedung fisik ini menandai fase baru program Sekolah Rakyat di Surabaya. Sebelumnya, pada tahun 2025, program tersebut telah berjalan sebagai proyek percontohan (<em>pilot project</em>) dengan memanfaatkan fasilitas milik Universitas Negeri Surabaya (UNESA).</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi bahwa proses konstruksi yang didanai oleh kementerian terkait telah dimulai. </p>
<p>Lahan yang disediakan Pemkot Surabaya tersebut terbagi dalam dua bidang utama yang nantinya akan terintegrasi.</p>
<p>"Alhamdulillah, pembangunan sudah dikerjakan oleh kementerian. Sekolah Rakyat ini berlokasi di Tambak Wedi dengan luas lahan 6 hektar yang terbagi menjadi dua bidang, yakni 4 hektar dan 2 hektar," ujar Eri, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan nasional yang dirancang untuk memberikan akses layanan pendidikan gratis dan inklusif bagi masyarakat prasejahtera. </p>
<p>Dalam skema ini, pemerintah daerah berkewajiban menyediakan lahan, sementara pembangunan infrastruktur sepenuhnya dikelola oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Eri menjelaskan, meski pembangunan diprediksi belum rampung secara keseluruhan pada 2026, fasilitas tersebut sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran mendatang.</p>
<p>"Insyaallah di tahun 2026 sudah bisa digunakan untuk tahun ajaran baru, meskipun belum beroperasi secara penuh (100 persen). Terkait lahan yang terpecah, rencana ke depan akan dibangun jembatan penghubung antara dua bidang bangunan tersebut," jelasnya.</p>
<p>Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam program ini adalah sistem rekrutmen peserta didik. Eri menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak akan menerapkan sistem seleksi atau tes masuk akademik. </p>
<p>Penentuan siswa akan dilakukan secara otomatis melalui sinkronisasi database warga tidak mampu yang telah terverifikasi oleh pemerintah.</p>
<p>"Tidak ada sistem tes. Siswa yang masuk ditentukan berdasarkan database warga tidak mampu. Jika kuotanya 100, maka 100 warga yang paling membutuhkan akan masuk secara otomatis sesuai peringkat prioritas kemiskinan," tegas wali kota.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Eri Cahyadi memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan peruntukan sekolah ini. </p>
<p>Ia mengimbau agar kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi tetap menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah formal reguler.</p>
<p>"Saya ingatkan, sekolah ini hak warga miskin. Yang mampu jangan mengambil jatah warga yang tidak punya. Ini adalah komitmen kita untuk pemerataan kualitas pendidikan di Surabaya," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berlabel &amp;apos;Infak&amp;apos; tapi Wajib, Skandal Pungli di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang Cekik Wali Murid</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berlabel-infak-tapi-wajib-skandal-pungli-di-sman-bandarkedungmulyo-jombang-cekik-wali-murid</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berlabel-infak-tapi-wajib-skandal-pungli-di-sman-bandarkedungmulyo-jombang-cekik-wali-murid</guid>
<description><![CDATA[ Dengan akumulasi tunggakan yang mencapai Rp5 juta per siswa, muncul ketakutan bahwa pihak sekolah akan menahan ijazah saat kelulusan jika kewajiban finansial tersebut tidak dilunasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f04d06948c.webp" length="30826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 13:20:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dugaan Pungli</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Slogan 'Sekolah Negeri Gratis' kembali dipertanyakan. Sejumlah wali murid Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap transparansi pengelolaan dana di sekolah tersebut. </p>
<p>Mereka mengeluhkan serangkaian pungutan yang dinilai bersifat memaksa dan diskriminatif, mulai dari uang gedung jutaan rupiah hingga 'infak' bulanan dengan nominal tetap.</p>
<p>Keresahan ini memuncak saat wali murid membeberkan struktur pembayaran yang dianggap mencekik. </p>
<p>Salah satu wali murid mengungkapkan adanya tarikan uang gedung sebesar Rp2,3 juta yang harus dicicil hingga kelas XII sebagai syarat kelulusan. </p>
<p>Tak hanya itu, muncul pula istilah 'infak bulanan' yang dipatok sebesar Rp165.000 per siswa.</p>
<p>"Kalau namanya infak seharusnya sukarela, tapi ini nominalnya ditetapkan. Jika dipatok, itu bukan lagi infak, melainkan pungutan terselubung," kata salah satu wali murid sembari mewanti-wanti namanya tidak disebut dalam pemberitaan, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Indikasi ketidakadilan semakin kental saat terungkap adanya disparitas perlakuan antar-angkatan. </p>
<p>Wali murid kelas XI mengklaim mereka masih dibebani uang gedung dan infak penuh, sementara siswa kelas X dikabarkan mendapat kebijakan yang lebih longgar. </p>
<p>"Anak saya bayar penuh, sementara adik kelasnya tidak. Di mana letak keadilannya?" lontarnya.</p>
<p>Kekhawatiran terbesar para wali murid adalah ancaman tersirat terhadap hak administratif siswa. </p>
<p>Dengan akumulasi tunggakan yang mencapai Rp5 juta per siswa, muncul ketakutan bahwa pihak sekolah akan menahan ijazah saat kelulusan jika kewajiban finansial tersebut tidak dilunasi.</p>
<p>Selain uang gedung dan infak, beban biaya seragam senilai Rp1,1 juta di awal masuk serta iuran ekstrakurikuler temporer hingga ratusan ribu rupiah dianggap melengkapi beban finansial yang tidak proporsional bagi sekolah berstatus negeri di Kota Santri ini.</p>
<p>Menanggapi gelombang protes ini, Ketua Komite SMA Negeri Bandarkedungmulyo, Irianto, berkilah bahwa kebijakan tersebut telah mempertimbangkan kondisi ekonomi siswa. </p>
<p>Ia mengklaim telah membebaskan tagihan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu.</p>
<p>"Prinsip saya, jangan sampai ada anak putus sekolah karena biaya. Namun, wali murid juga harus ada ikhtiar membayar semampunya sebelum mengajukan keringanan," ujar Irianto.</p>
<p>Meski membantah berpihak pada sekolah, pernyataan Irianto mengenai 'ikhtiar membayar semampunya' dinilai sebagai bentuk normalisasi pungutan di lembaga pendidikan negeri yang seharusnya dibiayai oleh negara melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMA Negeri Bandarkedungmulyo belum memberikan klarifikasi resmi terkait dasar hukum pungutan tersebut serta alasan di balik penetapan nominal tetap pada dana yang dilabeli infak. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum membuahkan hasil. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Dualisme Yayasan Turen, Pemkab Malang Janji Kawal Hak Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-dualisme-yayasan-turen-pemkab-malang-janji-kawal-hak-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-dualisme-yayasan-turen-pemkab-malang-janji-kawal-hak-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah daerah tidak akan menoleransi gangguan apa pun terhadap proses belajar mengajar. Ia memberikan peringatan keras agar konflik internal yayasan tidak merembet ke ruang kelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696eda709f414.webp" length="34800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 08:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, konflik yayasan, SMP Bhakti, SMK Turen, Pemkab Malang, DPRD Kabupaten Malang, Forkopimda, mediasi, hak siswa, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Berlarutnya konflik skandal dualisme kepengurusan yang melanda lembaga pendidikan SMP Bhakti dan SMK Turen akhirnya memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengambil langkah intervensi. </p>
<p>Dalam mediasi lanjutan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Senin petang (19/1/2026), pemerintah daerah berupaya mengunci komitmen kedua belah pihak agar tidak mengorbankan nasib ribuan peserta didik.</p>
<p>Pertemuan tersebut mempertemukan dua kubu yang berseteru, yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT). </p>
<p>Mediasi ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pendidikan di tengah sengketa kelembagaan yang kian meruncing.</p>
<p>Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi gangguan apa pun terhadap proses belajar mengajar. Ia memberikan peringatan keras agar konflik internal yayasan tidak merembet ke ruang kelas.</p>
<p>"Peserta didik tidak boleh terseret dalam persoalan kelembagaan. Harapannya, anak-anak benar-benar berkonsentrasi pada pendidikan, bukan masuk dalam pusaran konflik," kata Sanusi. </p>
<p>Meski kedua yayasan dikabarkan telah menyepakati komitmen untuk menjaga kondusivitas, publik masih meragukan efektivitas kesepakatan tersebut selama akar permasalahan dualisme belum tuntas secara hukum. </p>
<p>Namun, Pemkab Malang mengklaim telah mengantongi janji dari kedua belah pihak untuk menjamin keamanan siswa di lingkungan sekolah.</p>
<p>Senada dengan bupati, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, menekankan bahwa kehadiran legislatif dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) ini murni untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, dalam hal ini sektor pendidikan.</p>
<p>"Kami hadir bukan untuk mengintervensi substansi konflik antar-yayasan, melainkan memastikan hak siswa mendapatkan pendidikan tidak terabaikan. Proses belajar harus tetap berjalan normal dan kondusif," ujar Darmadi.</p>
<p>Hingga saat ini, Pemkab Malang bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus memfasilitasi penyelesaian konflik secara berkelanjutan sembari memantau jalannya proses hukum yang ditempuh oleh kedua yayasan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Redam Dualisme Yayasan di Turen, Bupati Malang Siapkan Opsi Relokasi Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/redam-dualisme-yayasan-di-turen-bupati-malang-siapkan-opsi-relokasi-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/redam-dualisme-yayasan-di-turen-bupati-malang-siapkan-opsi-relokasi-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Konflik ini berakar pada perbedaan klaim legalitas kepengurusan dan interpretasi akta yayasan. Keduanya merasa memiliki kewenangan sah atas manajemen, administrasi, hingga aset lahan sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696d87e3dce77.webp" length="39378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 09:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMP Bhakti, SMK Turen, Konflik Dualisme Yayasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengambil langkah intervensi tegas guna memutus rantai konflik dualisme yayasan yang melumpuhkan aktivitas pendidikan di SMP Bhakti dan SMK Turen. </p>
<p>Bupati Malang, M. Sanusi, menegaskan bahwa keselamatan hak pendidikan ribuan siswa menjadi prioritas mutlak di atas perselisihan legalitas pengelola.</p>
<p>Perselisihan antara Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) yang telah berlangsung selama satu dekade kembali mencapai titik kritis. </p>
<p>Insiden perusakan pagar sekolah dan pengambilalihan paksa kantor yayasan pada 28 Desember 2025 lalu telah memicu ketidakpastian keamanan di lingkungan sekolah.</p>
<p>Akibat situasi yang tidak kondusif, pada awal Januari 2026, sekitar 1.600 siswa terpaksa dialihkan ke sistem pembelajaran daring (online) karena fasilitas pendidikan di lokasi tersebut dinilai tidak aman bagi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda di Kantor Kecamatan Turen, Sabtu (17/1/2026), Bupati Sanusi memberikan sinyalemen kuat bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan luar biasa jika mediasi menemui jalan buntu.</p>
<p>"Kegiatan pendidikan harus tetap berjalan. Jika polemik ini terus mengorbankan hak anak, kami menyiapkan opsi relokasi sementara. Ibarat gedung sekolah yang ambruk, maka muridnya harus segera diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang aman," tegas Sanusi.</p>
<p>Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas psikologis siswa dan orang tua yang mulai resah akibat tarik-menarik kepentingan administratif dan penguasaan aset antara kedua yayasan.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Pemkab Malang menjadwalkan rapat koordinasi lanjutan yang bersifat krusial pada Senin sore (19/1/2026) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang. Pertemuan ini akan mempertemukan pimpinan kedua yayasan dengan pengawalan ketat dari Ketua DPRD Kabupaten Malang, Kapolres Malang, Dandim 0818/Malang–Batu dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. </p>
<p>Konflik ini berakar pada perbedaan klaim legalitas kepengurusan dan interpretasi akta yayasan. Keduanya merasa memiliki kewenangan sah atas manajemen, administrasi, hingga aset lahan sekolah. </p>
<p>Intervensi Pemkab Malang dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan win-win solution atau setidaknya jaminan keamanan total bagi siswa selama proses hukum formal berlangsung di pengadilan.</p>
<p>Pemerintah menekankan bahwa status hukum yayasan adalah wilayah perdata, namun gangguan terhadap operasional pendidikan dan stabilitas wilayah adalah ranah kewenangan pemerintah daerah untuk ditertibkan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib Pendidikan Diniyah di Jombang Menggantung, Regulasi Tak Kunjung Rampung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-pendidikan-diniyah-di-jombang-menggantung-regulasi-tak-kunjung-rampung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-pendidikan-diniyah-di-jombang-menggantung-regulasi-tak-kunjung-rampung</guid>
<description><![CDATA[ Sebagian tetap bertahan dengan kurikulum lama, sementara sebagian lainnya nekat mengadopsi skema baru meski tanpa landasan hukum yang kuat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696afb07e7899.webp" length="81698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pendidikan Diniyah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mentransformasi mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Diniyah menjadi Pendidikan Keagamaan kini menuai polemik. </p>
<p></p>
<p>Di tengah klaim efisiensi birokrasi, ketidakjelasan payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) justru menciptakan kegaduhan di akar rumput. </p>
<p></p>
<p>Para pendidik kini terombang-ambing antara tuntutan tugas dan ketidakpastian hak administrasi.</p>
<p></p>
<p>Hingga Januari 2026, implementasi di lapangan dilaporkan tumpang tindih. Tanpa adanya Perbup yang sah, sekolah-sekolah mengambil langkah mandiri yang tidak seragam. </p>
<p></p>
<p>Sebagian tetap bertahan dengan kurikulum lama, sementara sebagian lainnya nekat mengadopsi skema baru meski tanpa landasan hukum yang kuat.</p>
<p></p>
<p>"Kami bingung. Jika hanya sekadar ganti nama namun berujung pada pemangkasan jam mengajar dan pengurangan honorarium, ini jelas merugikan guru," ujar R, salah satu pengampu Mulok Keagamaan di Kota Santri ini, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Keresahan serupa dirasakan oleh guru Diniyah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. </p>
<p></p>
<p>Ketidakjelasan nomenklatur tugas dalam Surat Keputusan (SK) membuat posisi mereka rentan. </p>
<p></p>
<p>Banyak di antaranya yang secara administratif tercatat sebagai tenaga teknis (seperti operator), namun pada faktanya tetap dibebani tugas mengajar keagamaan.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kegelisahan tersebut, Plt Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Heri Mujiono, menampik tudingan penghapusan Diniyah. Ia berkilah bahwa perubahan ini hanyalah soal teknis penempatan.</p>
<p></p>
<p>"Mulok Diniyah akan kita terjemahkan menjadi pendidikan keagamaan sebagai ekstrakurikuler wajib. Pengaturannya nanti diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah," ujar Heri.</p>
<p></p>
<p>Terkait polemik SK P3K Paruh Waktu yang tidak sinkron dengan latar belakang pendidikan guru, Heri beralasan hal itu merupakan dampak dari ketiadaan formasi guru pada rekrutmen 2023–2024. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kepala sekolah diperbolehkan memberdayakan tenaga teknis tersebut untuk mengajar agama, dengan catatan tugas pokok sesuai SK utama telah terpenuhi. </p>
<p></p>
<p>Namun, instruksi ini dinilai kritis oleh sejumlah pihak karena berpotensi menciptakan standar ganda dalam beban kerja pegawai.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, draf Perbup yang dijanjikan masih terjebak dalam tahap kajian di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Selama proses birokrasi ini berjalan, Disdikbud mengimbau sekolah untuk tetap menggunakan pola pembelajaran lama.</p>
<p></p>
<p>Langkah persuasif ini diambil guna memastikan layanan pendidikan keagamaan tetap berjalan. Namun, publik tetap menuntut transparansi dan percepatan regulasi. </p>
<p></p>
<p>Tanpa payung hukum yang konkret, transformasi pendidikan di Kota Santri ini dikhawatirkan hanya menjadi eksperimen kebijakan yang mengorbankan kesejahteraan para pendidik. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Singapura Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Teknologi di Koperasi Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-singapura-dorong-pengentasan-kemiskinan-lewat-teknologi-di-koperasi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-singapura-dorong-pengentasan-kemiskinan-lewat-teknologi-di-koperasi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Singapura memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat koperasi di Surabaya, membantu penjahit, lansia, dan penyandang disabilitas keluar dari jerat kemiskinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968ab88c8dd2.webp" length="39432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 18:16:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Koperasi, Singapore University of Technology and Design, SUTD, Universitas Kristen Petra, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Koperasi kerap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, terutama bagi kelompok rentan seperti penjahit lokal, lansia, dan penyandang disabilitas. </p>
<p></p>
<p>Namun, keterbatasan pengelolaan data dan sistem kerja kerap membuat tujuan mulia koperasi sulit dicapai secara maksimal. Di sinilah teknologi mulai memainkan peran penting, membantu koperasi bekerja lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebutlah yang kini dilakukan oleh 20 mahasiswa Singapore University of Technology and Design (SUTD) yang berkolaborasi dengan 40 mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam program Global Exploration Opportunities (GEO).</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, para mahasiswa lintas negara merancang solusi teknologi untuk memperkuat operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah di Tambak Wedi, Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Koperasi Sumber Mulia Barokah sendiri merupakan mitra binaan Dinas Koperasi Pemkot Surabaya yang selama ini memberdayakan penjahit lokal, lansia, hingga penyandang disabilitas. Kehadiran mahasiswa internasional membawa perspektif baru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi berbasis data.</p>
<p></p>
<p>PIC Program GEO, Vido Iskandar, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga realitas sosial di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Dalam kegiatan ini, para mahasiswa akan menghadapi fenomena menarik, di mana mereka belajar perbedaan kontras antara budaya urban Singapura dengan sistem ekonomi kerakyatan seperti koperasi di Indonesia," ujar Vido saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak sekadar kunjungan budaya, program GEO menggunakan metode hackathon, di mana pada dua hari terakhir para mahasiswa ditantang bekerja secara intensif untuk menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization. </p>
<p></p>
<p>"Solusi tersebut dirancang untuk membantu koperasi mengambil keputusan berbasis data, mulai dari produksi hingga distribusi," tutur Vido.</p>
<p></p>
<p>Vido memaparkan bahwa 20 mahasiswa SUTD yang terlibat merupakan mahasiswa tahun pertama dari berbagai program studi, sementara 40 mahasiswa UK Petra berasal dari Program Studi Informatics, School of Business and Management (SBM), dan Petra Business School. </p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi ini menyatukan pendekatan teknologi dan bisnis dalam satu tujuan sosial,"jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Bersama-sama, para mahasiswa mengembangkan berbagai solusi konkret, seperti analisis tren penjualan, optimasi manajemen bahan baku, hingga digitalisasi pemilihan supplier agar lebih konsisten dan efisien. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan koperasi sekaligus memperluas dampak pemberdayaan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>Sebelum merancang solusi, mahasiswa mendapatkan pembekalan teori dari dosen kedua universitas. Materi yang diberikan meliputi Design Thinking oleh Cyrille Pierre Joseph Jegourel dari SUTD, isu sosial Indonesia oleh Josua Tarigan, Machine Learning oleh Adi Wibowo, serta Data Visualization oleh Henry N. Palit dari UK Petra.</p>
<p></p>
<p>Vido menegaskan, program itu menjadi ruang pembelajaran imersif bagi mahasiswa Singapura untuk mengaplikasikan ilmunya di konteks sosial yang berbeda.</p>
<p></p>
<p>"Program imersi mancanegara SUTD ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka dalam menjawab tantangan keberlanjutan di wilayah setempat," terangnya.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kolaborasi lintas budaya, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim internasional guna mengasah pola pikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tutup Vido. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswi SRT 7 Kota Probolinggo Pidato Bahasa Jepang di Hadapan Presiden</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswi-srt-7-kota-probolinggo-pidato-bahasa-jepang-di-hadapan-presiden</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswi-srt-7-kota-probolinggo-pidato-bahasa-jepang-di-hadapan-presiden</guid>
<description><![CDATA[ Prestasi membanggakan datang dari Riski Aulia, siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo. Riski berhasil memukau Presiden Prabowo Subianto lewat pidato berbahasa Jepang dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/6). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696780bbcbdc9.webp" length="30592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 20:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Kota Probolinggo, Sekolah Rakyat, Prabowo Subianto, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Dunia pendidikan Kota Probolinggo tengah diselimuti rasa bangga berkat pencapaian luar biasa dari salah seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7, Riski Aulia. Siswi kelas 10 tersebut berhasil mencuri perhatian nasional setelah tampil membawakan pidato dalam bahasa Jepang di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.</p>
<p>Momen bersejarah ini berlangsung dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/6/2025) lalu.</p>
<p>Riski tidak tampil sendirian, ia merupakan bagian dari empat siswa terpilih yang menunjukkan kebolehan mereka berpidato dalam empat bahasa internasional yang berbeda, yaitu Inggris, Mandarin, Arab, dan Jepang.</p>
<p>Perjalanan Riski hingga bisa berdiri di podium bergengsi tersebut merupakan kisah yang inspiratif. Saat ditemui di sekolahnya, Riski bercerita bahwa ketertarikannya terhadap bahasa Jepang berawal dari hobi sederhana, yakni menonton anime atau kartun khas Jepang.</p>
<p>Dari kegemaran itulah, ia mulai belajar secara otodidak hingga mencapai tingkat kefasihan tertentu. Setelah dinyatakan terpilih untuk tampil di depan Presiden, ia mempercepat proses belajarnya melalui aplikasi digital dan mengikuti les privat intensif selama sepuluh hari demi memantapkan pelafalannya.</p>
<p>"Setelah terpilih untuk tampil, selain belajar dari aplikasi, saya juga les privat selama 10 hari untuk memantapkannya," katanya, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Meskipun sempat dirundung rasa gugup sebelum naik ke panggung, Riski mampu menyelesaikan pidatonya dengan sangat lancar. Pengalaman tersebut semakin berkesan ketika Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengannya.</p>
<p>Dalam percakapan singkat namun hangat tersebut, Presiden bertanya mengenai asal-usul kemampuan bahasanya, cita-cita masa depannya, hingga latar belakang pekerjaan orang tuanya.</p>
<p>Kabar baiknya, Presiden juga menjanjikan kesempatan bagi Riski untuk pergi ke luar negeri. Sesuai dengan minatnya, Riski sangat berharap bisa menginjakkan kaki di Negeri Sakura, Jepang, guna menunjang cita-citanya menjadi seorang seniman lukis di masa depan.</p>
<p>"Ya intinya saya bangga dan senang bisa berpidato di depan, dan tidak menyangka bahwa dalam acara tersebut, pak Presiden datang," imbuhnya</p>
<p>Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menjelaskan, terpilihnya Riski merupakan proses seleksi yang panjang. Bakat melukis dan kemampuan bahasa Jepang Riski awalnya menarik perhatian saat kunjungan Dirjen Kemensos serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Setelah melalui serangkaian pelatihan, Riski akhirnya dikirim ke Kalimantan Selatan untuk mewakili sekolahnya.</p>
<p>Keberhasilan ini dianggap sebagai pencapaian besar, mengingat SRT 7 Kota Probolinggo baru beroperasi selama enam bulan. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Presiden RI dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara tersebut menambah nilai historis bagi perkembangan sekolah tersebut.</p>
<p>"Selain Pak Presiden bangga, kami sebagai pengajar disini juga bangga, karena anak - anak kami memiliki bakat, terlebih SRT 7 Kota Probolinggo ini baru berjalan 6 bulan," kata Susilowati. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Isu Paparan Paham Radikal Remaja, SMAN 9 Surabaya Rayakan HUT ke&amp;60 dengan Ruang Ekspresi Positif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-isu-paparan-paham-radikal-remaja-sman-9-surabaya-rayakan-hut-ke-60-dengan-ruang-ekspresi-positif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-isu-paparan-paham-radikal-remaja-sman-9-surabaya-rayakan-hut-ke-60-dengan-ruang-ekspresi-positif</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah temuan 11 remaja Jawa Timur terpapar neo-Nazi, SMAN 9 Surabaya merayakan HUT ke-60 dengan panggung kreativitas siswa sebagai benteng dari paparan paham radikal digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69675bd10f828.webp" length="63044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 17:41:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAN 9 Surabaya, Songo Mania, Radikalisme, Neo-Nazi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah kekhawatiran meningkatnya paparan paham radikal pada remaja akibat derasnya arus teknologi dan media digital, SMA Negeri 9 Surabaya memilih merespons dengan cara berbeda. </p>
<p>Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 sekolah tersebut dijadikan ruang ekspresi positif bagi siswa songomania, sekaligus penguatan karakter agar pelajar tidak mudah terjerumus pada ideologi ekstrem.</p>
<p><strong>Paparan Radikalisme Remaja Jadi Alarm</strong></p>
<p>Isu radikalisme pada anak dan remaja belakangan menjadi sorotan serius. Aparat keamanan melalui Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT mencatat sedikitnya 60 anak di Indonesia terpapar paham ekstrem, termasuk muatan neo-Nazi, melalui ruang digital dan komunitas daring. </p>
<p>Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sekitar 11 anak teridentifikasi per Januari 2026, menempatkannya di posisi ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta (15 anak) dan Jawa Barat (12 anak). </p>
<p>Paparan tersebut umumnya tidak terjadi melalui jalur konvensional, melainkan lewat media sosial, gim daring, dan forum digital yang kerap dibungkus dengan narasi estetika, kebebasan berekspresi, atau komunitas eksklusif. </p>
<p>Kondisi tersebut mendorong sekolah-sekolah untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyediakan ruang aktualisasi diri yang sehat bagi siswa.</p>
<p><strong>HUT Sekolah Jadi Momentum Berekspresi</strong></p>
<p>Merespons situasi itu, SMA Negeri 9 Surabaya menggelar perayaan HUT ke-60 dengan mengusung tema koboi dengan tujuan agar siswa lebih berani berekspresi.</p>
<p>Kepala SMA Negeri 9 Surabaya, Tri Kurniawati, menegaskan bahwa perayaan HUT kali ini sepenuhnya dirancang sebagai panggung bagi siswa untuk menampilkan bakat dan minat mereka, mulai dari seni, olahraga, hingga akademik dan non-akademik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bb0ac41f.webp" alt=""></p>
<p>"Untuk kegiatan hari ini, seluruh kemampuan anak-anak, bakat dan minatnya ditampilkan. Jadi ini benar-benar dari kita dan untuk kita," ujar Tri, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, konsep yang diangkat dalam HUT ke-60 itu sepenuhnya hasil rancangan siswa. Pihak sekolah dengan sengaja memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk berkreasi dan berinovasi, agar energi dan emosi mereka tersalurkan secara positif.</p>
<p>"Kami memberikan kebebasan anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi. Dari tema koboi itu, ternyata bisa diambil nilai-nilai positif seperti keberanian, kebersamaan, dan kesuksesan," katanya.</p>
<p>Menurutnya, meski mengangkat budaya global, sekolah tetap melakukan penyaringan nilai. Yang ditonjolkan bukan simbol, melainkan semangat perjuangan dan kerja keras untuk meraih masa depan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bbea94bf.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sekolah Sadar Ancaman Radikalisme Digital</strong></p>
<p>Pendamping kegiatan sekaligus pemerhati pendidikan, Syaiful Bachri atau Kak Iful yang merupakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya secara terbuka mengaitkan kegiatan HUT SMAN 9 dengan isu radikalisme yang kini menyasar remaja.</p>
<p>"Sekarang banyak isu anak-anak terpapar radikalisme, bahkan ada muatan neo-Nazi yang masuk. Kemarin tercatat sekitar 60 anak secara nasional, dan di Jawa Timur ada 11," ungkapnya.</p>
<p>Ia menilai, kegiatan positif seperti HUT sekolah menjadi salah satu cara efektif untuk mengantisipasi paparan tersebut. Dengan memfasilitasi potensi dasar siswa, sekolah dapat memperkuat ketahanan mental dan sosial remaja di tengah derasnya teknologi.</p>
<p>"Ini cara SMA Negeri 9 mengantisipasi. Dengan teknologi yang terus berkembang, kita tetap memacu potensi dasar anak-anak lewat kegiatan positif," ucapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bb78b034.webp" alt=""></p>
<p><strong>Tema Koboi dari Perspektif Siswa</strong></p>
<p>Ketua OSIS SMAN 9 Surabaya, Cinta Kirana Faradela, menjelaskan bahwa pemilihan tema koboi bukan tanpa alasan. Tema tersebut dinilai merepresentasikan nilai yang selama ini melekat pada SMAN 9 Surabaya.</p>
<p>"Tema koboi identik dengan kebersamaan, keberanian, dan perjuangan. Tiga nilai itu juga yang kami lihat ada di diri siswa-siswi SMA Negeri 9 Surabaya," kata Cinta.</p>
<p>Ia menyebutkan, perayaan HUT ke-60 itu melibatkan seluruh warga sekolah. Panitia berasal dari OSIS dan MPK kelas 10 dan 11, sementara siswa kelas 12 yang kini fokus ujian tetap turut berpartisipasi memeriahkan dan menikmati acara.</p>
<p>"Ini menjadi perubahan dan keistimewaan di ulang tahun ke-60. Harapannya, SMA Negeri 9 semakin berkembang dan melahirkan siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik," ujarnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Siswa dan Guru Perkuat Kebersamaan</strong></p>
<p>Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 9 Surabaya, Angie Ramadhani, menambahkan bahwa perayaan HUT juga diisi dengan berbagai bentuk kolaborasi lintas elemen sekolah, termasuk penjualan merchandise hasil ide siswa.</p>
<p>"Untuk HUT kali ini, kami juga menjual merchandise seperti mug, stiker, gantungan kunci, dan lanyard. Semua desain dan ide dari OSIS MPK," jelas Angie.</p>
<p>Tak hanya siswa, para guru juga turut terlibat aktif, mulai dari menari hingga membentuk band sebagai penutup acara. Hal tersebut dinilai positif karena menunjukkan bahwa guru juga aktif berperan.</p>
<p>"Tidak ada kesulitan mengajak guru. Mereka juga ingin memeriahkan ulang tahun SMA. Jadi benar-benar semua warga Songo terlibat," katanya.</p>
<p>Di tengah kekhawatiran terhadap paparan paham radikal pada remaja Jawa Timur, perayaan HUT ke-60 SMAN 9 Surabaya menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi benteng awal melalui pendekatan kultural dan kreatif.</p>
<p>Dengan memberi ruang aktualisasi, membangun kebersamaan, dan memperkuat karakter, SMAN 9 Surabaya berupaya memastikan siswa tidak mencari identitas dan pengakuan di ruang digital yang berisiko, melainkan tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan berdaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Bersama Aliansi Inklusi Ungkap Lima Masalah Serius Pendidikan di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-bersama-aliansi-inklusi-ungkap-lima-masalah-serius-pendidikan-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-bersama-aliansi-inklusi-ungkap-lima-masalah-serius-pendidikan-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari pencapaian administratif, melainkan dari kemampuan sistem dalam melindungi hak-hak anak, terutama kelompok rentan seperti anak disabilitas, pengidap HIV, dan korban kekerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696655c0bb815.webp" length="31514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 22:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang bersama Aliansi Inklusi Jombang mengungkap lima tantangan mendasar yang menghambat terwujudnya pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan di wilayah ini. Sorotan ini muncul menyusul mencuatnya kasus kekerasan terhadap pelajar di awal tahun 2026.</p>
<p>Dalam forum yang digelar Senin (12/1/2026), kedua lembaga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari pencapaian administratif, melainkan dari kemampuan sistem dalam melindungi hak-hak anak, terutama kelompok rentan seperti anak disabilitas, pengidap HIV, dan korban kekerasan.</p>
<p>Forum tersebut berhasil mengidentifikasi lima masalah utama. Pertama adalah sekolah inklusi tanpa dukungan yang memadai. Implementasi pendidikan inklusi dinilai belum berpihak pada anak disabilitas. Ketiadaan sarana prasarana aksesibel, standar operasional yang terukur, dan regulasi daerah khusus disabilitas menyebabkan praktik eksklusi atau pengucilan masih sering terjadi di sekolah.</p>
<p>Masalah kedua yakni, pendidikan kesehatan tentang Hak Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang lemah. Anak dan remaja dianggap tidak mendapat akses informasi yang benar, aman, dan ilmiah mengenai tubuh, batasan diri, serta pencegahan kekerasan. Mekanisme pengaduan yang ramah anak dan bebas stigma di sekolah juga belum tersedia secara memadai, sehingga banyak kasus tidak tertangani dengan baik.</p>
<p>Kemudian masalah ketiga yaitu, sekolah ramah anak yang hanya sebatas label saja.<strong> </strong>Predikat Sekolah Ramah Anak dinilai belum mencerminkan kondisi nyata. Sepanjang 2025, tercatat 174 permohonan dispensasi nikah anak, turun dari 298 pada 2024. Penyebabnya beragam, mulai dari kehamilan di luar nikah, minimnya pemahaman kesehatan reproduksi, hingga faktor ekonomi.</p>
<p>Selain itu, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan masih marak. Data dari Women's Crisis Center (WCC) Jombang mencatat 113 kasus kekerasan seksual, dengan 30 persen korbannya adalah remaja. Di awal 2026, telah terungkap dua kasus serius, yakni, seorang anak korban ayah tirinya di Sumobito dan seorang guru honorer SMP yang diduga melecehkan muridnya.</p>
<p>"Keberadaan satgas pencegahan kekerasan di sekolah belum berdampak signifikan. Sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang aman," ujar Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil Hasyim, dalam pesan diterima, Selasa (13/1/2026). </p>
<p>Selanjutnya, masalah keempat yang diidentifikasi adalah program Adiwiyata yang tidak mampu merubah perilaku. Program Sekolah Adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan dinilai belum berbanding lurus dengan perubahan perilaku warga sekolah. Penguatan karakter pelajar untuk kesadaran ekologis masih sporadis, dan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai belum diterapkan secara konsisten.</p>
<p>Masalah lainnya yaitu, kerentanan di pesantren dan madrasah. Meski Kementerian Agama telah mengeluarkan regulasi pencegahan kekerasan seksual, implementasinya di tingkat pesantren dan madrasah sangat terbatas. Hanya segelintir pesantren di Jombang yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan anak, sementara penegakan sanksi terhadap lembaga pelaku kekerasan dinilai belum tegas.</p>
<p>Dewan Pendidikan dan Aliansi Inklusi Jombang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah ini. Pemenuhan hak pendidikan yang inklusif dan bebas kekerasan harus menjadi kebijakan yang diwujudkan dalam praktik nyata.</p>
<p>"Pendidikan yang aman dan berpihak pada anak adalah fondasi untuk memutus mata rantai ketidakadilan," tegas Cholil.</p>
<p>Ironisnya, pada Agustus 2025, Jombang kembali mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) peringkat Madya. Prestasi ini dinilai harus diikuti dengan perbaikan menyeluruh terhadap kelima masalah kritis yang menggerogoti hak anak untuk belajar dalam lingkungan yang benar-benar terlindungi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Cetak Pemimpin Masa Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-resmikan-sma-taruna-nusantara-malang-cetak-pemimpin-masa-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-resmikan-sma-taruna-nusantara-malang-cetak-pemimpin-masa-depan</guid>
<description><![CDATA[ Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sebagai bagian strategi nasional pembangunan SDM unggul. Pendidikan berasrama berbasis disiplin, karakter, dan kepemimpinan ditekankan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69661e8e72ddb.webp" length="66662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 20:17:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP-</strong> Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Peresmian SMA Taruna Nusantara Malang menjadi bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah menengah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan terpadu memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan membutuhkan pemimpin yang kuat secara intelektual sekaligus matang secara moral.</p>
<p>“SMA Taruna Nusantara dibangun untuk menyiapkan putra-putri terbaik bangsa agar memiliki disiplin, rasa tanggung jawab, serta kesiapan mengabdi kepada negara,” ujar Prabowo, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas dan kejujuran. Tanpa fondasi karakter yang kuat, kemajuan justru berpotensi disalahgunakan dan menjauh dari tujuan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>“Ilmu pengetahuan dan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Presiden memberikan penekanan khusus kepada pimpinan lembaga pendidikan dan pamong guru SMA Taruna Nusantara Malang. Ia meminta agar amanah negara dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab demi mencetak kader bangsa yang siap memimpin dan berjiwa patriotik.</p>
<p>“Saya meminta amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya. Negara menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan seperti ini,” tegasnya.</p>
<p>Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang menandai langkah lanjutan pemerintah dalam memperluas pendidikan unggulan nasional berbasis karakter, kepemimpinan, dan penguasaan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Bupati Malang HM Sanusi beserta jajaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edufair ke&amp;3 di Bondowoso, Jadi Ajang Promosi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edufair-ke-3-di-bondowoso-jadi-ajang-promosi-perguruan-tinggi-negeri-dan-swasta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edufair-ke-3-di-bondowoso-jadi-ajang-promosi-perguruan-tinggi-negeri-dan-swasta</guid>
<description><![CDATA[ EduFair III Kabupaten Bondowoso digelar di GOR Pelita dengan menghadirkan 18 perguruan tinggi. Kegiatan ini memberikan informasi lanjutan pendidikan bagi pelajar SMA, SMK, dan MA untuk menentukan pilihan studi sesuai minat dan peluang kerja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964ccdb4a7a1.webp" length="40996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 17:54:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="293" data-end="566"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pameran perguruan tinggi negeri dan swasta bertajuk 'Edufair #3 Tahun 2026' di Kabupaten Bondowoso kembali digelar sebagai upaya membuka wawasan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Pelita Bondowoso, Senin (12/1/2026).</p>
<p data-start="568" data-end="874">Edufair yang diinisiasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA/SMK se Kabupaten Bondowoso ini menghadirkan 18 perguruan tinggi, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta.</p>
<p data-start="568" data-end="874">Kegiatan tersebut menyasar pelajar kelas akhir SMA, SMK, dan MA yang tengah mempersiapkan kelanjutan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.</p>
<p data-start="876" data-end="1060">Ketua Panitia Edufair, Prasetyo Mardihusodo, mengatakan, pameran perguruan tinggi tersebut bertujuan memberikan motivasi sekaligus alternatif pilihan perguruan tinggi bagi lulusan SMA yang masih ragu melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="1062" data-end="1208">“Melalui Edufair ini, pelajar mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap terkait kampus, program studi, hingga peluang kerja ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1210" data-end="1464">Menurut Prasetyo, Edufair merupakan agenda tahunan yang akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi. Ia mengakui masih banyak lulusan SMA di Bondowoso yang menghadapi kendala ekonomi maupun jarak saat ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.</p>
<p data-start="1466" data-end="1742">Ia menambahkan, jurusan kesehatan dan pendidikan vokasi menjadi yang paling diminati karena dinilai memiliki peluang kerja lebih cepat.</p>
<p data-start="1466" data-end="1742">"Melalui Edufair, siswa dapat mengenal pilihan kampus di wilayah Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, sesuai minat dan potensi masing-masing," jelasnya.</p>
<p data-start="1744" data-end="1952">Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, Edufair merupakan kegiatan strategis dalam mendampingi generasi muda agar tidak salah langkah dalam menentukan arah pendidikan dan masa depan.</p>
<p data-start="1954" data-end="2159">Menurutnya, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan semata mengejar gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas diri, daya saing, serta kontribusi bagi daerah dan bangsa.</p>
<p data-start="2161" data-end="2325">“Manfaatkan Edufair ini sebaik-baiknya. Cari informasi sebanyak mungkin, sesuaikan pilihan dengan minat, bakat, dan potensi diri,” pesan Bupati kepada para pelajar.</p>
<p data-start="2327" data-end="2536">Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap kegiatan edukatif yang membuka akses informasi pendidikan bagi generasi muda.</p>
<p data-start="2538" data-end="2757">Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan, upaya menjaga keberlanjutan pendidikan dilakukan melalui kolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="2759" data-end="2939">Ia menyebutkan, angka putus sekolah di Bondowoso saat ini tergolong sangat rendah, berada di kisaran nol koma sekian persen. Hampir tidak ditemukan anak-anak yang tidak bersekolah.</p>
<p data-start="2941" data-end="3072">“Kami terus mendorong peserta didik melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2941" data-end="3072"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru dan Karyawan Sekolah di Bondowoso Juga Terima MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-dan-karyawan-sekolah-di-bondowoso-juga-terima-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-dan-karyawan-sekolah-di-bondowoso-juga-terima-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Melaksanakan amanat dari Perpres nomor 115, SPPG Sumberkalong Wonosari Bondowoso telah menambahkan guru dan tenaga kerja di lingkungan sekolah untuk mendapatkan MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6963207801c73.webp" length="42194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 13:38:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost, BGN, sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Baru-baru ini mendadak viral dalam sebuah postingan di media sosial, di mana Badan Gizi Nasional (BGN) baru menyadari jika guru dan tenaga pendidik di sekolah, belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Program andalan Presiden Prabowo Subianto ini, ternyata masih menyasar pada siswa-siswi di sekolah saja. Hal itu terungkap saat Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN keliling ke kelas-kelas serta berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru. </p>
<p>Mereka menerima laporan bahwa selama ini tenaga pengajar dan para pekerja lainnya di sekolah tersebut ternyata belum menerima MBG. Oleh sebab itu, Nanik lantas memanggil Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. </p>
<p>“Sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115. Saya akan kembali lagi ke sekolah ini pada Senin depan, guna memastikan bahwa seluruh guru dapat menerima MBG,” tegasnya, didampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, saat menyambangi SMKN 1 Jakarta di Jalan Budi Utomo, Sawah Besar, Kamis (8/1/2026) lalu. </p>
<p>Perpres nomor 115 yang mengatur pendistribusian MBG untuk guru dan tenaga pendidik lainnya, ternyata telah diterapkan di SPPG yang ada di Kabupaten Bondowoso, khususnya SPPG Sumberkalong Kecamatan Wonosari.</p>
<p>Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong menegaskan, pihaknya sedari awal telah mengikuti instruksi dari BGN sesuai Perpres, untuk menambah jumlah penerima MBG yang terbagi di beberapa sekolah di dalam wilayah pendistribusian.<br> <br>“Selain siswa, guru dan tenaga pendidik telah kami masukkan sebagai penerima manfaat. Adapun satpam, pegawai TU, dan petugas kebersihan masih dalam proses pendataan untuk selanjutnya akan kami masukkan sebagai penerima manfaat juga,” ungkapnya saat dikonfirmasi suarajatimpost.com pada Ahad (11/1/2026).</p>
<p>Dirinya juga telah melaksanakan apa yang diamanatkan Presiden Prabowo melalui BGN dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1 2026. Di mana, pendistribusian MBG awal tahun 2026 dimulai sejak tanggal 8 Januari dan memastikan kesiapan operasional SPPG, termasuk kesiapan bahan pangan lokal dan distribusi MBG sebelum tanggal dimaksud.</p>
<p>“Selain itu, kami juga telah melakukan pengawasan kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan dengan mengacu pada pengecekan ketat serta pengawasan menyeluruh terhadap kebersihan area, memastikan keamanan makanan mulai dari bahan baku untuk mencegah risiko kontaminasi,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bosda Mojokerto &amp;apos;Hilang&amp;apos; dari APBD Induk, Dispendik Janjikan Ada di P APBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bosda-mojokerto-hilang-dari-apbd-induk-dispendik-janjikan-ada-di-p-apbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bosda-mojokerto-hilang-dari-apbd-induk-dispendik-janjikan-ada-di-p-apbd</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan untuk tidak mencantumkan Bosda dalam APBD Induk memang dibenarkan olehnya. Namun, bukan tanpa alalsan. Yo&#039;ie berdalih bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari &#039;strategi efisiensi&#039; dan bukan penghapusan permanen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695fb5f289d8e.webp" length="52328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 22:21:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Absennya alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Kabupaten Mojokerto 2026 sempat memantik perhatian masyarakat. </p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo, buka suara guna menepis dihapusnya Bosda hingga isu defisit anggaran sebesar Rp100 miliar yang santer beredar.</p>
<p>Yo'ie membantah adanya pemangkasan anggaran bernilai fantastis di lembaganya. Ia berdalih bahwa struktur anggaran Dinas Pendidikan yang tampak jumbo sebagian besar terserap untuk subkegiatan wajib yang terintegrasi dengan pemerintah pusat.</p>
<p>Meski begitu, keputusan untuk tidak mencantumkan Bosda dalam APBD Induk memang dibenarkan olehnya. Namun, bukan tanpa alalsan. Yo'ie berdalih bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dan bukan penghapusan permanen.</p>
<p>Seperti pada tahun sebelumnya Bosda digunakan untuk pembelian seragam gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mojokerto. Untuk APBD induk di tahun ini, tidak ada lagi pembelian seragam. </p>
<p>Namun demikian, ia menyebut ada alasan yang prinsipil kenapa tidak menganggarkan pengadaan seragam. Sebab, pengadaan baru saja diselesaikan sehingga seragam masih baru. </p>
<p>"Kondisi di lapangan saat ini masih sangat baik karena pengadaan seragam baru saja diselesaikan. Oleh karena itu, anggaran Bosda akan kembali diakomodasi melalui Perubahan APBD (P-APBD)," ujar Yo'ie, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Ia menilai jika alokasi seragam kembali dilakukan saat ini berpotensi menjadi mubazir karena bantuan seragam sebelumnya dianggap masih mencukupi kebutuhan riil siswa. </p>
<p>Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto turut mengimbau agar seluruh kepala sekolah tetap tenang dan fokus pada substansi pendidikan. </p>
<p>Yo'ie mengingatkan bahwa orientasi lembaga pendidikan tidak boleh hanya terpaku pada urusan administratif Bosda, melainkan pada esensi peningkatan mutu pengajaran.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya penerapan in-depth learning atau pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi siswa. </p>
<p>Selain itu, sekolah didorong untuk mulai mengintegrasikan pemahaman teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum guna memacu inovasi.</p>
<p>"Pendidikan kita tidak semata-mata mengenai Bosda. Fokus kita adalah memperkuat karakter dan kreativitas murid demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sabet Juara Umum di Ajang Internasional, Marching Band SMAN 1 Pandaan Harumkan Nama Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sabet-juara-umum-di-ajang-internasional-marching-band-sman-1-pandaan-harumkan-nama-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sabet-juara-umum-di-ajang-internasional-marching-band-sman-1-pandaan-harumkan-nama-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kompetisi tahunan tersebut, SMAN 1 Pandaan tampil dominan dengan memborong lima penghargaan bergengsi, yakni Best Costume, Best Music Performance, Best Visual Performance, Best Overall Impression, serta Best Drum Major. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ccb1a9a29d.webp" length="27168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:50:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, SMAN 1 Pandaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> <strong>-</strong> Marching Band SMAN 1 Pandaan berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Sekolah unggulan asal Kabupaten Pasuruan ini dinobatkan sebagai Juara Umum kategori Street Parade dalam ajang bergengsi Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025 yang digelar di Jakarta International Velodrome, 19-21 Desember 2025.</p>
<p>Dalam kompetisi tahunan tersebut, SMAN 1 Pandaan tampil dominan dengan memborong lima penghargaan bergengsi, yakni Best Costume, Best Music Performance, Best Visual Performance, Best Overall Impression, serta Best Drum Major. </p>
<p>Akumulasi poin dari seluruh sub-kategori ini mengantarkan mereka memboyong Piala Bergilir JDCI ke Jawa Timur.</p>
<p>Keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian tim dalam membawakan aransemen lagu populer "APT" karya Bruno Mars kolaborasi dengan Rosé Blackpink. </p>
<p>Inovasi musik yang segar dipadukan dengan kostum tematik yang selaras berhasil memukau dewan juri serta penonton yang memadati tribun Velodrome.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pandaan, Imad, mengungkapkan, ini merupakan partisipasi perdana sekolah di ajang JDCI. Kendati berstatus sebagai tim daerah, dedikasi siswa dalam berlatih tidak kalah dengan peserta dari negara lain.</p>
<p>"Ini adalah pencapaian luar biasa mengingat JDCI merupakan ajang internasional yang diikuti oleh kontingen dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, hingga Hong Kong," ujar Imad saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Imad menjelaskan bahwa tim harus melakukan adaptasi cepat akibat perubahan lokasi perlombaan. Sedianya, rute parade berlangsung lurus dari Bundaran HI menuju Monas. Namun, faktor cuaca memaksa panitia memindahkan kompetisi ke dalam ruangan (indoor) di Velodrome dengan lintasan yang berkelok.</p>
<p>"Perubahan medan menuntut kami mendesain ulang formasi dalam waktu singkat agar tetap tampil maksimal di lintasan yang melengkung," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pandaan, Teguh Hariawan, menyatakan rasa bangganya atas etos kerja para siswa. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh dengan mendatangkan delapan pelatih serta dua konsultan ahli.</p>
<p>"Kehadiran konsultan sangat krusial untuk membedah standar penilaian tingkat dunia. Hasilnya, kerja keras siswa terbayar lunas dengan predikat Juara Umum. Ini adalah bukti bahwa siswa kita mampu bersaing di level global," tegas Teguh.</p>
<p>Pasca kemenangan ini, manajemen sekolah berkomitmen untuk mempertahankan prestasi tersebut pada edisi mendatang dengan memperkuat sinergi antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan para sponsor. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Perlu ke Eropa, Mahasiswa UKWMS Belajar Budaya Musim Dingin Lewat Festival</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-perlu-ke-eropa-mahasiswa-ukwms-belajar-budaya-musim-dingin-lewat-festival</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-perlu-ke-eropa-mahasiswa-ukwms-belajar-budaya-musim-dingin-lewat-festival</guid>
<description><![CDATA[ Belajar budaya musim dingin kini tak perlu ke luar negeri, UKWMS menghadirkan pengalaman winter ala Eropa lewat Winter Festival yang dikemas interaktif dan terbuka untuk umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bb932ce29a.webp" length="26998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 21:47:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Budaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Keberagaman budaya dari berbagai negara di dunia selalu menarik untuk dipelajari, mulai dari tradisi, kebiasaan sehari-hari, hingga perayaan musiman yang sarat makna. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pergi ke luar negeri dan mengalami langsung kehidupan lintas budaya tersebut. </p>
<p>Di sinilah peran institusi pendidikan menjadi penting, menghadirkan pengalaman internasional ke dalam ruang belajar agar mahasiswa tetap dapat memahami dunia secara lebih luas.</p>
<p>Upaya itulah yang dilakukan Laboratorium <em>Self Access Center </em>(SAC) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melalui gelaran Winter Festival bertema <em>The Magic of Warmth in Cold. </em></p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Seasonal Celebration yang digelar pada Jumat (5/12/2026) di Auditorium St. Albertus, UKWMS Kampus Kalijudan. </p>
<p>Festival itu dirancang untuk memperkaya wawasan budaya mahasiswa dengan mengadaptasi perayaan musim dingin yang umum dirayakan di berbagai negara Barat.</p>
<p>Koordinator SAC, Clementin Kortisarom, menjelaskan bahwa Winter Festival dikemas tidak hanya sebagai acara hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran lintas budaya yang interaktif. </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, festival tersebut menghadirkan tiga sub acara utama, yakni cultural insight, cooking competition berupa dekorasi kue, serta kegiatan Secret Santa yang identik dengan tradisi musim dingin.</p>
<p>"Winter Festival ini memiliki tiga sub acara, yakni cultural insight, cooking competition – cookies decoration, dan Secret Santa. Selain untuk mahasiswa, acara ini juga terbuka untuk umum maupun siswa SMA/SMK," ucap Clementin, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Untuk memperkuat atmosfer musim dingin, panitia secara khusus mengatur suhu ruangan agar menyerupai kondisi winter di luar negeri. Para peserta juga diminta mengenakan pakaian musim dingin, sementara minuman cokelat panas disajikan untuk melengkapi pengalaman sensorik yang mendukung suasana festival. </p>
<p>"Pendekatan seperti ini tujuannya guna membuat peserta seolah merasakan langsung perayaan musim dingin tanpa harus meninggalkan Indonesia," tutur Clementin.</p>
<p>Dalam sesi cultural insight, SAC menghadirkan Father Benoît Marie Paul Leclerc asal Prancis sebagai pembicara. <em>Father</em> Benoît yang merupakan Pastor Rekan di Gereja Katolik Santo Yakobus Surabaya berbagi pengalaman langsung mengenai kehidupan, budaya, serta kebiasaan masyarakat di negara-negara yang mengalami musim dingin. </p>
<p>Kehadirannya memberikan sudut pandang autentik dan memperkaya pemahaman peserta tentang perbedaan budaya.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, para peserta bisa semakin tahu bagaimana situasi, budaya, dan kebiasaan musim dingin di luar negeri. Dan semoga ke depannya bisa ada festival untuk musim yang lain, agar bisa belajar lebih banyak," tutur <em>Father</em> Benoît.</p>
<p>Program Seasonal Celebration diharapkan dapat terus berlanjut dengan tema musim lainnya, sehingga mahasiswa dan masyarakat luas semakin terbuka terhadap keberagaman budaya dunia secara nyata dan menyenangkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indonesia Masih Darurat TBC, Mahasiswa ITS Kembangkan Skrining Dini Lewat Suara Batuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indonesia-masih-darurat-tbc-mahasiswa-its-kembangkan-skrining-dini-lewat-suara-batuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indonesia-masih-darurat-tbc-mahasiswa-its-kembangkan-skrining-dini-lewat-suara-batuk</guid>
<description><![CDATA[ Inovasi yang diberi nama TBCare ini tidak hanya berupa model kecerdasan buatan, tetapi juga diwujudkan dalam perangkat perekaman batuk yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6959f7d4c8a3c.webp" length="54452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 16:37:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Tuberkulosis, TBCare, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai penyumbang kasus TBC terbesar kedua di dunia, dengan tantangan utama pada deteksi dini dan keterbatasan akses alat diagnosis, terutama di wilayah dengan fasilitas kesehatan terbatas.</p>
<p>Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi sistem skrining dini TBC berbasis suara batuk. </p>
<p>Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab keterbatasan alat skrining dan diagnosis standar yang belum merata di masyarakat, sekaligus menawarkan pendekatan yang lebih mudah diakses dan hemat biaya.</p>
<p><strong>Batuk, Gejala yang Kerap Diabaikan</strong></p>
<p>TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang jaringan paru-paru dan dapat menyebar melalui udara, terutama lewat percikan batuk atau bersin. </p>
<p>Salah satu gejala utama TBC adalah batuk kronis yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, sering kali disertai penurunan berat badan, demam, dan keringat malam. Sayangnya, gejala tersebut kerap diabaikan, sehingga banyak penderita baru terdeteksi saat kondisi sudah memburuk.</p>
<p>Ketua tim pengembang, Nathania Cahya Romadhona, menjelaskan bahwa suara batuk memiliki karakteristik unik yang dapat dianalisis menggunakan kecerdasan buatan. Namun, pengolahan sinyal batuk bukan perkara sederhana karena memiliki pola spektral yang tidak beraturan.</p>
<p>“Model kecerdasan buatan umumnya fokus pada fitur akustik seperti Mel-Frequency Cepstral Coefficients,” kata Nathania, Minggu (4/1/2026).</p>
<p>Untuk menangkap kompleksitas tersebut, tim memanfaatkan teknologi deep learning. Data suara batuk diolah menggunakan YAMNet guna memastikan validitas jenis suara, sekaligus menyaring gangguan suara dari berbagai kondisi lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan sistem mengenali ciri khas batuk penderita TBC secara lebih akurat.</p>
<p>Di bawah bimbingan dosen ITS, Dhany Arifianto, tim kemudian memodifikasi arsitektur deep learning agar performa sistem semakin optimal. Fitur MFCC yang telah diekstraksi dijadikan input pada model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk membedakan batuk TBC dan non-TBC secara lebih presisi.</p>
<p>Inovasi yang diberi nama TBCare ini tidak hanya berupa model kecerdasan buatan, tetapi juga diwujudkan dalam perangkat perekaman batuk yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). </p>
<p>"Jadi perangkat inj dirancang agar dapat terhubung langsung dengan basis data rumah sakit, sehingga proses pengiriman dan pengelolaan data medis menjadi lebih efisien dan terstruktur," imbuh Nathania.</p>
<p>Hasil pengembangan menunjukkan capaian yang cukup menjanjikan. TBCare telah melalui proses validasi medis dengan sensitivitas klasifikasi batuk tuberkulosis mencapai 76 persen. Pengujian dilakukan menggunakan data suara batuk dari 17 pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). </p>
<p>Saat ini, inovasi tersebut berada pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) enam, yang menandakan teknologi telah teruji pada lingkungan relevan dan siap dikembangkan lebih lanjut.</p>
<p>Dengan pendekatan yang sederhana namun berbasis teknologi mutakhir, inovasi itu diharapkan dapat menjadi alat bantu skrining awal TBC di masyarakat. </p>
<p>Kehadiran TBCare berpotensi mempercepat penemuan kasus, mendorong pemeriksaan lanjutan lebih dini, serta mendukung upaya nasional dalam menekan angka penularan TBC di Indonesia. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nilai TKA Anjlok, Akademisi UNAIR Soroti Krisis Makna Belajar hingga Distraksi Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nilai-tka-anjlok-akademisi-unair-soroti-krisis-makna-belajar-hingga-distraksi-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nilai-tka-anjlok-akademisi-unair-soroti-krisis-makna-belajar-hingga-distraksi-digital</guid>
<description><![CDATA[ Nilai TKA 2025 anjlok, akademisi UNAIR menilai siswa kehilangan makna belajar dan tergerus distraksi digital, mencerminkan krisis serius kualitas pembelajaran di sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6959d3ea662d8.webp" length="21728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 12:42:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tes Kemampuan Akademik, TKA, Kemendikdasmen, Universitas Airlangga, Unair, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hasil terbaru Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan capaian yang mengkhawatirkan. Hasil TKA yang di bawah standar ini menunjukkan rendahnya kualitas belajar di Indonesia.  </p>
<p>Data Kemendikdasmen, pada TKA 2025, nilai rata-rata siswa SMA untuk Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris hanya 26,71. Sementara itu, siswa SMK mencatat rata-rata Bahasa Indonesia 53,62, Matematika 34,74, dan Bahasa Inggris 22,55. </p>
<p>Data tersebut menegaskan lemahnya capaian numerasi dan literasi bahasa asing siswa Indonesia, sekaligus memicu keprihatinan kalangan akademisi, bahkan data tersebut juga memicu diskusi publik tentang kualitas belajar mengajar di Indonesia beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Menanggapi perihal tersebut, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tuti Budirahayu, menilai rendahnya nilai TKA tidak bisa dilepaskan dari cara siswa memandang ujian itu sendiri. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6959d326c998c.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, TKA belum dianggap sebagai ujian yang menentukan masa depan siswa, berbeda dengan Ujian Nasional (UN) maupun jalur seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBP yang selama ini memberi tekanan psikologis kuat.</p>
<p>"Dua jenis ujian tersebut dikenal sangat efektif membuat siswa belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi alat seleksi yang cukup baik untuk menyaring siswa-siswa yang berprestasi," ungkap Prof. Tuti, Minggu (4/1/2026).</p>
<p>Lebih jauh, Prof Tuti menjelaskan bahwa lemahnya capaian TKA juga dipengaruhi kuatnya arus distraksi digital yang membentuk perilaku belajar generasi saat ini. Paparan media sosial dan gim membuat siswa terbiasa dengan pola instan, sehingga berdampak pada menurunnya ketekunan dan kemampuan berpikir mendalam.</p>
<p>"Siswa SMA saat ini telah mengalami distraksi digital melalui paparan gawai, baik dalam bentuk tayangan di media sosial seperti IG dan TikTok atau game, yang melemahkan daya kritis dan konsentrasi jangka panjang," ujarnya.</p>
<p>Menurut Prof Tuti, TKA sejatinya dapat dibaca sebagai cermin kualitas pembelajaran di sekolah. Jika capaian siswa rendah secara merata, maka persoalan utamanya terletak pada metode dan orientasi pembelajaran yang belum sepenuhnya mampu membangun pemahaman konsep dan penalaran tingkat tinggi.</p>
<p>"Jika ini yang terjadi maka harus ada upaya reformasi pendidikan besar-besaran. Metode pembelajaran tidak lagi bertumpu pada hafalan, tetapi harus menekankan penalaran dan berpikir tingkat tinggi," ucap Prof. Tuti.</p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Prof. Tuti menekankan pentingnya mengembalikan makna belajar kepada siswa. Pembelajaran perlu dikaitkan dengan realitas kehidupan dan tantangan dunia kerja agar siswa memahami relevansi materi yang dipelajari. </p>
<p>Selain itu, literasi digital kritis harus diperkuat agar teknologi menjadi alat pendukung belajar, bukan malah menjadi distraksi atau sumber gangguan.</p>
<p>Reformasi pendidikan, lanjut Prof. Tuti, juga harus menyentuh peningkatan kualitas guru serta upaya mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah dan antarsekolah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia pendidik menjadi kunci utama dalam memperbaiki capaian akademik siswa secara berkelanjutan.</p>
<p>“Menata ulang kualitas guru-guru sebagai SDM utama serta meminimalisir ketimpangan pendidikan antarwilayah dan antarsekolah adalah langkah yang tidak bisa ditawar," tutur Prof. Tuti.</p>
<p>Prof. Tuti menegaskan perlunya sinergi yang lebih kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah. Pendampingan akademik dan psikologis melalui program mentoring dan konseling dinilai penting untuk membantu siswa berkembang secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga emosional.</p>
<p>“Kerja sama semua pihak akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penerapan ISO 21001:2018 SMK NUSA diteguhkan Bersama Peresmian Gedung LP Ma’arif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penerapan-iso-210012018-smk-nusa-diteguhkan-bersama-peresmian-gedung-lp-maarif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penerapan-iso-210012018-smk-nusa-diteguhkan-bersama-peresmian-gedung-lp-maarif</guid>
<description><![CDATA[ SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo resmi umumkan  ISO 21001 2018 menegaskan komitmen mutu pendidikan vokasi NU berstandar internasional berkelanjutan di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695927c4c10d3.webp" length="45502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 22:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SMK NUSA Poncokusumo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMK Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo, Kabupaten Malang, resmi umumkan penerapan ISO 21001:2018, standar internasional sistem manajemen organisasi pendidikan. </p>
<p>Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola mutu pendidikan vokasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Ketua Yayasan SMK NUSA, Abdul Mujib Syadzili, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, launching ISO 21001:2018 merupakan prestasi besar yang menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang terukur dan berkelanjutan.</p>
<p>“SMK NUSA sangat berbahagia karena hari ini di-launching ISO 21001:2018. Ini adalah prestasi luar biasa bagi SMK NUSA dan Ampel Poncokusumo, Kabupaten Malang,” ujar Abdul Mujib, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Ia berharap, penerapan standar internasional ini dapat menjadikan SMK NU Sunan Ampel sebagai rujukan bagi lembaga pendidikan NU lainnya.</p>
<p>“Mudah-mudahan mendatang SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo mampu menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya untuk terus berkembang dan menjadi yang terbaik,” lanjutnya.</p>
<p>Lebih jauh, Abdul Mujib menekankan bahwa implementasi ISO 21001:2018 tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, terutama para guru dan tenaga kependidikan.</p>
<p>“ISO ini memiliki parameter dan ukuran yang jelas. Maka harus diikuti dengan etos kerja dan semangat kerja yang luar biasa, agar mampu dipertahankan ke depan dan terus terjadi peningkatan-peningkatan signifikan bagi kemajuan lembaga,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang setia mendampingi proses panjang penerapan ISO 21001:2018 di SMK NUSA.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, yang sangat setia mendampingi proses ISO ini,” ungkapnya.</p>
<p>Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada akademisi yang terlibat langsung dalam proses pendampingan teknis.</p>
<p>“Termasuk kepada Prof. Dr. Sugeng Listio Prabowo dari UIN, yang secara istikamah melaksanakan kegiatan penyiapan dan persiapan ISO ini,” pungkas Abdul Mujib.</p>
<p>Dengan diluncurkannya ISO 21001:2018, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo meneguhkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan vokasi berbasis nilai ke-NU-an yang adaptif terhadap standar mutu global, sekaligus konsisten dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peresmian Gedung LP Ma’arif NU, Sekda Malang Tekankan Mutu dan Daya Guna Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-lp-maarif-nu-sekda-malang-tekankan-mutu-dan-daya-guna-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peresmian-gedung-lp-maarif-nu-sekda-malang-tekankan-mutu-dan-daya-guna-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang menegaskan dorongan peningkatan mutu, tata kelola, kolaborasi, serta daya saing pendidikan berbasis dampak sosial masyarakat luas daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695926460d917.webp" length="46912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 22:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>LP Ma&#039;arif NU Kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Peresmian gedung baru Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang menjadi momentum strategis penguatan tata kelola pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam mendorong peningkatan mutu, relevansi, dan daya guna pendidikan bagi masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa NU sejatinya telah memiliki fondasi pendidikan yang kokoh dan berlapis, mulai dari pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi. </p>
<p>Namun demikian, tantangan ke depan tidak lagi semata pada aspek kelembagaan dan infrastruktur, melainkan pada kualitas kinerja institusi pendidikan dan dampak nyatanya bagi publik.</p>
<p>“Sekarang NU sudah oke. Ada pendidikan perguruan tinggi, ada Universitas Islam Malang. Rata-rata kyainya juga punya pondok pesantren. Tapi ini tetap perlu ditingkatkan lagi,” tegas Budiar Anwar saat menghadiri peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang di Kecamatan Pakisaji, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan gedung baru harus menjadi pemicu lahirnya kinerja kelembagaan yang lebih produktif dan aplikatif. </p>
<p>Ia mengingatkan agar lembaga pendidikan tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan mampu mengimplementasikan hasil kajian akademik dan penjaminan mutu secara konkret.</p>
<p>“Banyak perguruan tinggi punya Lembaga Penjaminan Mutu, tapi tidak berdaya. Hasil kajiannya hanya ditumpuk. LP Ma’arif harus bisa menerapkan kajian untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Budiar juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan daya saing pendidikan di tingkat nasional hingga global. Ia mencontohkan kerja sama Universitas Islam Malang (Unisma) dengan mitra dari China dalam pengembangan pertanian jagung sebagai bentuk sinergi akademik yang berdampak langsung.</p>
<p>Selain itu, ia mengapresiasi capaian SMK NU Nusa Poncokusumo yang berhasil meraih sertifikasi ISO 21001:2018 di bidang pendidikan.</p>
<p>“ISO 21001:2018 tidak lepas dari manajemen dan sumber daya manusia. Ini membutuhkan capacity building, peningkatan SDM, hingga penguatan organisasi,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah, menegaskan bahwa kemandirian merupakan nilai dasar Ma’arif NU sejak awal berdirinya jam’iyah. Kemandirian tersebut, menurutnya, lahir dari kepercayaan masyarakat yang terus terbangun secara historis dan kultural.</p>
<p>“Kemandirian Ma’arif lahir dari pergerakan masyarakat. Dari kepercayaan itulah akhirnya terbangun kemandirian,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini telah membangun sistem manajemen dan basis data terintegrasi melalui JAMaNU (Jaringan Madrasah Ma’arif NU). Sistem tersebut digunakan untuk memetakan potensi satuan pendidikan, mulai dari tingkat akreditasi, kualitas SDM, hingga kesiapan sekolah menuju standar nasional dan internasional.</p>
<p>“Dari database itu kami tahu sekolah yang potensial untuk naik ke level nasional maupun internasional. Target kami jelas, Ma’arif menuju kelas dunia,” tandasnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola pendidikan, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini tengah menuntaskan proses sertifikasi ISO 21001:2018, yang ditargetkan rampung dan diterima pada bulan ini.</p>
<p>Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pendidikan Ma’arif yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revitalisasi Sekolah di Jatim Fokus pada Sanitasi dan Ruang Praktik, SMK Jadi Prioritas Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-sekolah-di-jatim-fokus-pada-sanitasi-dan-ruang-praktik-smk-jadi-prioritas-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-sekolah-di-jatim-fokus-pada-sanitasi-dan-ruang-praktik-smk-jadi-prioritas-utama</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penataan fasilitas yang lebih layak, Pemprov Jatim berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya kualitas sumber daya manusia sejak dini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957bce55a876.webp" length="35438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 21:13:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemprov Jatim, Revitalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan arah pembangunan pendidikan tahun 2026 dengan menempatkan kualitas sarana dasar sekolah sebagai prioritas utama. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui program rehabilitasi dan revitalisasi, Pemprov Jatim memperbaiki fasilitas pendidikan mulai dari ruang kelas hingga sanitasi, dengan fokus kuat pada sekolah kejuruan.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (2/1/2026) orang nomor satu di Jatim tersebut menegaskan program tersebut ditandai dengan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi 35 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya yang dipusatkan di SMKN 2 Singosari.</p>
<p>"Kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik lingkungan belajar. Salah satu aspek yang selama ini luput dari perhatian, menurutnya, adalah sanitasi sekolah. Sanitasi bukan pelengkap, toilet yang layak menentukan kesehatan dan kenyamanan siswa serta guru. Kalau lingkungan belajarnya sehat, proses pendidikan berjalan lebih optimal,” tegasnya.</p>
<p>Dari total 35 sekolah yang direvitalisasi di Malang Raya, sektor SMK menjadi penerima manfaat terbesar. Sebanyak 23 SMK negeri dan swasta memperoleh anggaran lebih dari Rp23 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik melalui pembangunan dan perbaikan ruang praktik siswa, laboratorium, hingga ruang UKS dan toilet.</p>
<p>Sementara itu, 12 SMA menerima alokasi anggaran lebih dari Rp5 miliar yang diarahkan pada perbaikan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas, dan sanitasi sekolah. Untuk pendidikan inklusif, tiga SLB mendapatkan total anggaran Rp4,3 miliar guna pembangunan ruang kelas baru dan ruang pembelajaran khusus.</p>
<p>Diwawancarai secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan program berskala provinsi yang dilaksanakan merata di seluruh Jawa Timur.</p>
<p>“Sepanjang tahun 2025, lebih dari 300 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota telah direhabilitasi dengan total anggaran lebih dari Rp450 miliar,” ungkapnya. </p>
<p>Selain itu, melalui kombinasi pendanaan APBD dan APBN, Pemprov Jatim juga merevitalisasi lebih dari 150 sekolah lain dengan nilai anggaran di atas Rp46 miliar.</p>
<p>Pria yang pernah menjabat sebagai Pj Wali Kota Batu itu menambahkan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh panitia sekolah dan berada di bawah pengawasan Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang memastikan standar layanan pendidikan terpenuhi secara nyata di lapangan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Darurat Moral Pendidik, Dewan Pendidikan Jombang Minta Oknum Guru Cabul Dihukum Berat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/darurat-moral-pendidik-dewan-pendidikan-jombang-minta-oknum-guru-cabul-dihukum-berat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/darurat-moral-pendidik-dewan-pendidikan-jombang-minta-oknum-guru-cabul-dihukum-berat</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa ini dipandang sebagai tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Dewan Pendidikan menyerukan evaluasi total terhadap mekanisme rekrutmen, pembinaan moral pendidik, hingga sistem pengawasan di tingkat sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954b5abd7fcf.webp" length="38530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 12:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dewan Pendidikan, Kekerasan Seksual</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dunia pendidikan Kabupaten Jombang kembali diguncang skandal moral yang memuakkan. </p>
<p>Seorang oknum guru berinisial D di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Jombang diduga melakukan pencabulan terhadap dua muridnya. </p>
<p>Parahnya, sikap cabul oknum guru tak bermoral itu dilakukan kepada siswa laki-laki dan siswi perempuan yang usianya masih di bawah umur.</p>
<p>Kasus yang mencoreng institusi pendidikan di Kota Santri ini memicu reaksi keras dari Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang. </p>
<p>Dewan Pendidikan menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika biasa, melainkan sebuah pengkhianatan sistemik terhadap mandat perlindungan anak di sekolah.</p>
<p>Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan kegeramannya atas munculnya kasus ini di lingkungan sekolah negeri yang seharusnya menjadi zona integritas dan keamanan bagi siswa.</p>
<p>"Sekolah harus menjadi ruang aman dan bermartabat. Jika dugaan ini terbukti, maka tindakan oknum tersebut adalah pengkhianatan paling rendah terhadap amanah pendidikan dan kepercayaan publik," tegas Gus Cholil sapaan karibnya dalam dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Dewan Pendidikan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang bersama aparat penegak hukum untuk bersikap transparan dan tidak memberikan ruang kompromi sedikit pun bagi pelaku.</p>
<p>Pernyataan tajam juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Pertimbangan Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Ikhsan Effendi. </p>
<p>Ia menuntut tindakan administratif segera berupa penonaktifan permanen bagi terduga pelaku agar tidak terjadi intimidasi terhadap korban melalui relasi kuasa di sekolah.</p>
<p>"Praduga tak bersalah tetap ada, namun tidak boleh menjadi tameng untuk menunda perlindungan terhadap siswa. Jika terbukti secara hukum, kami menuntut pemecatan permanen dan sanksi pidana maksimal," ujar Ikhsan.</p>
<p>Pihaknya juga menegaskan bahwa ada sebuah kegagalan pengawasan yang membuat predator anak dapat bergerak bebas di lingkungan pendidikan. </p>
<p>Menurutnya, sekolah saat ini terjebak dalam ruang abu-abu yang kerap membiarkan kejahatan seksual tumbuh akibat lemahnya sistem pengaduan.</p>
<p>Peristiwa ini dipandang sebagai tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Dewan Pendidikan menyerukan evaluasi total terhadap mekanisme rekrutmen, pembinaan moral pendidik, hingga sistem pengawasan di tingkat sekolah.</p>
<p>"Martabat pendidikan tidak boleh digadaikan. Sekolah adalah bengkel karakter, bukan tempat bagi oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk merusak masa depan anak bangsa," tambah Ikhsan.</p>
<p>Saat ini, kasus tersebut tengah menjadi sorotan publik. Dewan Pendidikan berkomitmen untuk mengawal proses hukum ini guna memastikan korban mendapatkan hak perlindungan psikologis sepenuhnya, sembari mengingatkan masyarakat untuk menjaga privasi korban dari stigmatisasi negatif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendidikan Rasa Jadi Pembeda, 44 Pelajar Ikuti BINLAT Jati Diri Bangsa di Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendidikan-rasa-jadi-pembeda-44-pelajar-ikuti-binlat-jati-diri-bangsa-di-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendidikan-rasa-jadi-pembeda-44-pelajar-ikuti-binlat-jati-diri-bangsa-di-kediri</guid>
<description><![CDATA[ BINLAT Jati Diri Bangsa di Kediri menghadirkan metode pendidikan rasa sebagai alternatif pendidikan formal untuk membentuk karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695483771a26b.webp" length="76576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 08:55:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>BINLAT Jati Diri Bangsa, pendidikan rasa, pendidikan karakter, alternatif pendidikan formal, jati diri bangsa, Indonesia Emas 2045, Ndalem Pojok, Bung Karno, Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KEDIRI, SJP — Di tengah dominasi pendidikan formal yang menitikberatkan aspek kognitif, Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Karakter Jati Diri Bangsa di Kabupaten Kediri menawarkan pendekatan berbeda. Sebanyak 44 pelajar tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa mengikuti BINLAT yang menekankan pendidikan rasa sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Kegiatan hasil kolaborasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia), Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa Indonesia (PIPJATBANG), dan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara ini digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Pelatihan berlangsung intensif sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dipandu para instruktur berpengalaman dalam pendidikan karakter dan jati diri bangsa. Ketua Pusat Pendidikan Rasa, Wawasan, dan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Suhardono, menegaskan bahwa seluruh fasilitator BINLAT telah memiliki sertifikasi kompetensi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>“Pendidikan karakter tidak boleh asal-asalan. Instruktur BINLAT ini tersertifikasi BNSP agar prosesnya terukur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.</p>
<p>Berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya, BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa tidak semata menekankan penguasaan materi atau pengetahuan kognitif. Metode yang digunakan berangkat dari pendidikan cita, rasa, dan karsa, yang menempatkan kesadaran batin sebagai titik awal pembentukan karakter.</p>
<p>Pendekatan ini diterapkan melalui experiential learning, dengan mengajak peserta menghayati langsung suasana Situs Ndalem Pojok, rumah masa kecil Bung Karno yang dikenal sebagai “kawah candradimuka” sang Proklamator. Di lokasi tersebut, peserta diajak merenungkan nilai-nilai kebangsaan serta tempaan pendidikan masa kecil Bung Karno sebagai fondasi lahirnya kesadaran nasional.</p>
<p>Misalnya, titik Bung Karno kecil belajar pidato, peserta diminta untuk belajar berorasi. Lalu, pada lokasi jatuhnya Soekarno kecil hingga mengakibatkan luka pada kening yang membuat presiden pertama ini mengenakan kopyah miring. Pada titik-titik ini, peserta diajak menggali makna dalam dirinya bagaimana tempaan calon pemimpin besar.</p>
<p>Sekretaris Jenderal PIPJATBANG, Kushartono menjelaskan bahwa metode rasa menjadi kunci dalam membangun karakter generasi muda yang utuh.</p>
<p>“Orang pintar dan orang paham sudah banyak. Tapi orang yang sadar dengan rasa justru langka. Padahal calon pemimpin Indonesia Emas 2045 harus memiliki rasa yang kuat dan dalam, terutama rasa cinta tanah air, bukan hanya pengetahuan,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan jati diri bangsa harus bertumpu pada tiga pilar yang tidak bisa dipisahkan, yakni spiritual, intelektual, dan kultural.</p>
<p>“Spiritual tanpa intelektual melahirkan generasi yang mudah dibohongi. Intelektual tanpa spiritual akan kehilangan arah dan nilai moral. Karena itu, pendidikan harus menyatu dalam cipta, rasa, dan karsa,” tegas Kushartono.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6954854a2a973.webp" alt=""></p>
<p>Pengalaman batin peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan pendekatan pendidikan rasa ini. Tika, peserta BINLAT asal Jombang, mengaku mendapatkan pemaknaan baru tentang dirinya setelah mengikuti rangkaian kegiatan.</p>
<p>“Sesi <em>story telling</em> di Situs Ndalem Pojok sangat berkesan. Saat berada di tempat Bung Karno belajar pidato, saya merasa menemukan pencerahan tentang siapa diri saya dan untuk apa saya hidup,” ungkapnya.</p>
<p>Dukungan juga datang dari unsur kepolisian. Kapolsek Wates AKP Agus, menilai metode pendidikan berbasis karakter dan kesadaran rasa ini berpotensi menjadi solusi pembinaan remaja, termasuk mereka yang kerap terlibat perilaku menyimpang.</p>
<p>“Pelatihan seperti ini sangat bagus. Kalau remaja bermasalah bisa dilatih di sini dan berubah, manfaatnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_695485660291d.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana BINLAT, Budiono, memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan pengawasan menyeluruh melalui keterlibatan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang terdiri dari unsur akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah, dan kepolisian.</p>
<p>“Ini penting untuk memastikan kualitas pelaksanaan dan dampak BINLAT benar-benar dirasakan peserta,” katanya.</p>
<p>Pelaksanaan BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa ini mendapat respons positif dari peserta dan pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut dinilai menjadi contoh inovasi pendidikan karakter yang relevan sebagai pelengkap—bahkan alternatif—bagi sistem pendidikan formal dalam membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter dan berkesadaran kebangsaan. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nur Aini, Guru PNS di Pasuruan yang Sempat Viral Kini Resmi Dipecat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nur-aini-guru-pns-di-pasuruan-yang-sempat-viral-kini-resmi-dipecat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nur-aini-guru-pns-di-pasuruan-yang-sempat-viral-kini-resmi-dipecat</guid>
<description><![CDATA[ Kepala BKD Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani mengatakan Surat Keputusan pemberhentian Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sudah disampaikan langsung ke rumahnya. Karena saat pemanggilan untuk penyampaian SK Pemberhentian sebagai ASN, Nur Aini tidak hadir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953c49973bf1.webp" length="17170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 19:26:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, ASN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP - </strong>Masih ingat dengan Nur Aini (38), yang pernah membuat gaduh lantaran curhatan di media sosial milik @cak soleh no viral no justice.</p>
<p>Kini profesinya sebagai seorang guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberhentikan. Nur Aini dinilai sudah melakukan pelanggaran berat karena sudah tidak melaksanakan kewajiban mengajar lebih dari 28 hari. </p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani mengatakan, Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sudah disampaikan langsung ke rumahnya, karena saat pemanggilan untuk penyampaian SK pemberhentian sebagai ASN, Nur Aini tidak hadir. </p>
<p>"Benar, surat pemberhentian sudah kami kirimkan," kata Ninuk, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Nur Aini yang mengajar di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dinilai sudah melakukan pelanggaran berat karena sudah melaksanakan kewajiban mengajar lebih dari 28 hari.</p>
<p>Ia melanggar Pasal 4 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Nur Aini melanggar kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. </p>
<p>Kategori pelanggaran berat bagi ASN yakni tidak masuk 10 hari berturut-turut tanpa alasan atau 28 hari komulatif dalam satu tahun.</p>
<p>"Sedangkan (Nur Aini) diketahui tidak masuk kerja tanpa alasan lebih dari batas itu," terang Nunik.</p>
<p>Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Nur Aini (38), guru asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan jauhnya jarak tempat mengajar di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Ia curhat ke media sosial dan viral. Bahkan ia sempat mendatangi kantor PWI Pasuruan menyampaikan keluhan tersebut.</p>
<p>Di beberapa kesempatan itu, Nur Aini, mengaku menempuh jarak 57 kilometer dari rumahnya, dan total pulang pergi jadi 114 kilometer. Ia sudah melakukan pengajuan pindah mengajar ke Bupati Pasuruan melalui BKPSDM.</p>
<p>"Saya sudah mengajukan pindah mengajar, karena kesehatan juga terganggu. Suasana kerja juga sudah tidak nyaman," katanya kepada sejumlah wartawan kala itu.</p>
<p>Saat diklarifikasi oleh Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (BKPSDM) BKD Kabupaten Pasuruan sebanyak 2 kali, Nur Aini selalu tidak menyelesaikannya. Sehingga BKD menyebut ia tidak punya itikad baik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahun 2026, Bosda Madin dan Insentif Guru Ngaji di Bondowoso Tetap Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahun-2026-bosda-madin-dan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso-tetap-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahun-2026-bosda-madin-dan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso-tetap-aman</guid>
<description><![CDATA[ PKB Bondowoso memastikan Bosda Madin dan insentif guru ngaji tidak terdampak efisiensi anggaran meski APBD 2026 mengalami penurunan signifikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69538551af8e2.webp" length="16622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 16:40:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>guru ngaji, Kesra, hibah, pemkab, insentif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="272" data-end="658"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin), serta insentif guru ngaji agar tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.</p>
<p data-start="660" data-end="876">Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan, sektor pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran di sejumlah pos belanja.</p>
<p data-start="878" data-end="1113">“Sekalipun APBD 2026 mengalami penurunan, Bosda Madin dan insentif guru ngaji tetap dipertahankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini komitmen kami,” ujar Ahmad Dhafir saat dikonfirmasi di Kantor DPC PKB Bondowoso, Selasa (30/12/2025).</p>
<p data-start="1115" data-end="1459">Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi berdampak signifikan terhadap struktur APBD Bondowoso. Dari kisaran Rp2,16 triliun pada awal 2025, anggaran daerah menyusut hingga sekitar Rp1,8 triliun.</p>
<p data-start="1115" data-end="1459">Sementara untuk tahun 2026, APBD disepakati berada di angka kurang lebih Rp1,9 triliun, meski masih lebih rendah dibandingkan sebelum dilakukan efisiensi.</p>
<p data-start="1461" data-end="1630">Meski ruang fiskal kian terbatas, Ahmad Dhafir menegaskan bahwa program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap dijaga.</p>
<p data-start="1632" data-end="1819">“Penyesuaian anggaran tidak boleh mengorbankan pendidikan keagamaan. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak beragama masyarakat,” tegas Dhafir yang juga Ketua DPRD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1632" data-end="1819">Terkait mekanisme penyaluran, ia memastikan Bosda Madin hanya diberikan kepada lembaga yang memenuhi persyaratan administratif dan kelembagaan. Proses verifikasi, lanjutnya, tetap dilakukan secara ketat untuk menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran.</p>
<p data-start="2075" data-end="2246">“Madin penerima bantuan adalah lembaga yang berizin dan aktif. Verifikasi tetap berjalan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2248" data-end="2444">Besaran Bosda Madin, kata Ahmad Dhafir, disesuaikan dengan jumlah peserta didik di masing-masing lembaga, dengan pola penggunaan anggaran yang mengacu pada skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS).</p>
<p data-start="2446" data-end="2614">“Penyesuaiannya berdasarkan jumlah santri. Harapannya, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan umum, tetapi juga penguatan pendidikan agama sejak dini,” tambahnya.</p>
<p data-start="2616" data-end="2866">Dalam konteks kebijakan fiskal daerah, PKB Bondowoso juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan pengelolaan potensi daerah serta pencegahan kebocoran anggaran.</p>
<p data-start="2868" data-end="3042">“Pendapatan daerah harus dimaksimalkan tanpa menaikkan pajak. Yang paling penting adalah menutup celah kebocoran agar anggaran benar-benar kembali kepada rakyat,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3044" data-end="3266">Melalui sikap tersebut, PKB Bondowoso menegaskan posisinya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru ngaji, meskipun daerah tengah dihadapkan pada keterbatasan fiskal. </p>
<p data-start="3044" data-end="3266">Seperti diketahui, pada tahun 2025, jumlah guru ngaji di Kabupaten Bondowoso tercatat ada 5.865 penerima. Tahun 2026 mendatang, nampaknya akan ada efisiensi anggaran untuk insentif guru ngaji di Bumi Ki Ronggo. Pasalnya, total anggaran di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hanya berada di angka Rp9,7 miliar.</p>
<p data-start="637" data-end="857">Jika dibandingkan dengan kebutuhan insentif bagi 5.865 guru ngaji dengan alokasi Rp1,8 juta per orang, maka total anggaran Bagian Kesra jelas tidak mencukupi, itu pun belum termasuk kebutuhan operasional dan kegiatan lainnya.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra, Royhan Muktafi Billah, saat dikonfirmasi pada Senin (27/10/2025) lalu.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">“Misalnya, kalau jumlahnya tetap di angka 5.865 orang, maka anggaran kami untuk guru ngaji saja (tahun 2026) sudah cukup berat, karena total anggaran tahun depan hanya sekitar Rp9,7 miliar,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">Royhan juga berharap jumlah penerima dan besaran insentif dapat tetap dipertahankan seperti tahun 2025. Namun, melalui aplikasi Rumahkesra, akan dilakukan verifikasi faktual terhadap penerima maupun jumlah santri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">“Jadi, kemungkinan nanti akan ada penyesuaian, baik pada jumlah guru ngajinya maupun pada nominal insentifnya,” terang Royhan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1253" data-end="1515"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan &amp;apos;Ayo Mondok&amp;apos; Kembali Digelorakan di Malang sebagai Benteng Karakter Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-ayo-mondok-kembali-digelorakan-di-malang-sebagai-benteng-karakter-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-ayo-mondok-kembali-digelorakan-di-malang-sebagai-benteng-karakter-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Langkah strategis ini bertujuan memosisikan pondok pesantren bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan solusi fundamental atas krisis akhlak yang menghantam generasi muda saat ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695326de7cb79.webp" length="94232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 10:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Ayo Mondok, pesantren, pendidikan karakter, generasi muda, krisis akhlak, NU, pendidikan bangsa, Malang, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP</b> — Di tengah gempuran modernisasi dan ancaman degradasi moral yang kian nyata, gerakan nasional 'Ayo Mondok' kembali diperkuat. </p>
<p></p>
<p>Langkah strategis ini bertujuan memosisikan pondok pesantren bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan solusi fundamental atas krisis akhlak yang menghantam generasi muda saat ini.</p>
<p></p>
<p>Pentingnya penguatan narasi ini ditegaskan oleh Masyfu' Zuhdi, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (PP) PPAI Salafiyah Darun Najah, Karangploso, Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya belum lama ini, ulama yang karib disapa Gus Masyfu' tersebut menekankan bahwa pesantren memiliki legitimasi historis sebagai pilar pendidikan tertua dan orisinal di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Gus Masyfu' menjelaskan bahwa jauh sebelum sistem pendidikan formal Barat masuk, pesantren telah menjadi pusat perjuangan dan pembentukan peradaban bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan tertua di Indonesia. Sebelum kemerdekaan, pesantren telah menjadi kawah candradimuka bagi pusat pendidikan, perjuangan, hingga pembentukan karakter bangsa," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Desa Ngijo.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, PPAI Salafiyah Darun Najah menampung sekitar 1.500 santri yang berasal dari berbagai penjuru tanah air. </p>
<p></p>
<p>Angka tersebut menjadi bukti otentik bahwa di tengah perubahan zaman, kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap institusi pesantren tetap tinggi dan relevan.</p>
<p></p>
<p>Namun, Gus Masyfu' tidak menampik adanya tantangan besar berupa persepsi keliru yang kerap mendiskreditkan institusi pesantren. </p>
<p></p>
<p>Ia menyoroti tajam pemberitaan yang dinilai tidak proporsional terhadap kasus-kasus insidental yang terjadi di lingkungan pesantren.</p>
<p></p>
<p>Ia menyayangkan adanya kecenderungan generalisasi terhadap masalah kecil sehingga mengaburkan kontribusi besar pesantren secara keseluruhan.</p>
<p></p>
<p>"Sejumlah kasus tertentu sering dibesar-besarkan, padahal sifatnya sangat kasuistik dan jumlahnya tidak signifikan dibandingkan total ribuan pesantren di Indonesia. Ini tidak mewakili wajah pesantren yang sebenarnya," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kampanye 'Ayo Mondok', kalangan pesantren berupaya merebut kembali narasi positif sekaligus meluruskan stigma negatif. </p>
<p></p>
<p>Di PPAI Salafiyah Darun Najah sendiri, semangat ini diimplementasikan melalui sistem pendidikan terpadu. Santri tidak hanya dibekali kajian kitab klasik dan Al-Qur’an, tetapi juga dipersenjatai dengan penguasaan bahasa asing, sains, serta teknologi.</p>
<p></p>
<p>Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret untuk mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak hanya mencetak santri yang paham agama secara tekstual, tetapi juga generasi yang memiliki kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa tanpa kehilangan jati diri," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Adaptasi Karya W.S Rendra, Mahasiswa UPJB Jombang Sukses Gelar Pementasan Teater &amp;apos;Panembahan Reso&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/adaptasi-karya-ws-rendra-mahasiswa-upjb-jombang-sukses-gelar-pementasan-teater-panembahan-reso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/adaptasi-karya-ws-rendra-mahasiswa-upjb-jombang-sukses-gelar-pementasan-teater-panembahan-reso</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah pementasan seni peran yang diadaptasi dari karya sastrawan ternama W.S. Rendra ini digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang selama dua hari, 27-28 Desember 2025, dalam tiga sesi pertunjukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6951422c69b2a.webp" length="45694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Teater Mahasiswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Jombang (UPJB), sukses menyelenggarakan pementasan teater bertajuk 'Panembahan Reso'. </p>
<p>Sebuah pementasan seni peran yang diadaptasi dari karya sastrawan ternama W.S. Rendra ini digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang selama dua hari, 27-28 Desember 2025, dalam tiga sesi pertunjukan.</p>
<p>Lebih dari 500 penonton dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, pegiat seni, dan masyarakat umum hadir dalam acara ini. Sajian teater kontemporer ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Penyutradaraan dan Pementasan Teater. Seluruh proses produksi, mulai dari penyutradaraan, manajemen, artistik, tata cahaya dan suara, hingga kewirausahaan, ditangani langsung oleh mahasiswa Kelompok Amerta Pementasan.</p>
<p>Sutradara pementasan, Indah Mey menyebut garapan teater mahasiswa ini memiliki alur cerita yang menarik dan relevan dengan kondisi kekinian. </p>
<p>"Saya sangat antusias dengan naskah ini karena memiliki alur cerita yang menarik dan penuh intrik," ujar Indah Mey, Ahad (28/12/2025). </p>
<p>Senada, Pimpinan Produksi, Ahmad Firman Syah, menjelaskan pemilihan lakon ini didasarkan pada relevansinya dengan konteks kekinian. Tema kerajaan dipilih berisi pesan tersirat yang menggambarkan dampak dari oligarki. </p>
<p>"Meski berlatar kerajaan, naskah ini mengangkat tema universal tentang ambisi, perebutan kekuasaan, konflik moral, dan runtuhnya nilai kemanusiaan akibat keserakahan. Pesan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini," paparnya.</p>
<p>Dr. Fitri Resti Wahyuniarti, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, menegaskan bahwa pementasan ini adalah agenda tahunan yang bertujuan mengaplikasikan teori ke praktik nyata.</p>
<p>"Kegiatan ini membuktikan mahasiswa kami tidak hanya dibentuk menjadi guru, tetapi juga mampu berperan sebagai aktor, sutradara, tim produksi, dan lain-lain," jelasnya.</p>
<p>Pementasan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ana Abdilah dari Women Crisis Center (WCC) menilai pesan tentang kesetaraan dan kepemimpinan perempuan dalam lakon ini sangat relevan.</p>
<p>Sementara Sugiati Ningsih, Pegiat Budaya Jombang, menyebut pementasan ini membuktikan karya Rendra tak lekang waktu dan dapat menggerakkan ekonomi kreatif sektor budaya.</p>
<p>Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, H. M. Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), yang hadir bersama Wakil Rektor III UPJB Dr. Fahimul Amri, Dekan FKIP Dr. Rukminingsih, serta komedian Dika Mbeluk, memberikan apresiasi tinggi. </p>
<p>"Saya belajar tentang bahaya sifat serakah dari pertunjukan ini. Semoga menjadi tonggak bagi seniman muda Jombang," ujar Gus Sentot.</p>
<p>Selain pertunjukan, panitia juga menggelar diskusi publik bersama seniman dan akademisi untuk menggali nilai-nilai filosofis dalam naskah. Melalui kegiatan ini, diharapkan teater tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang memperkuat peran mahasiswa sebagai agen kebudayaan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG di Bondowoso Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah, SPPG Sumberkalong Pastikan Layanan Gizi Hingga Akhir 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-di-bondowoso-tetap-berjalan-saat-libur-sekolah-sppg-sumberkalong-pastikan-layanan-gizi-hingga-akhir-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-di-bondowoso-tetap-berjalan-saat-libur-sekolah-sppg-sumberkalong-pastikan-layanan-gizi-hingga-akhir-2025</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Sumberkalong Wonosari Bondowoso, tetap dilaksanakan hingga akhir 2025. Saat libur sekolah, penyaluran bersifat fleksibel demi memastikan ibu hamil, balita, dan siswa tetap terpenuhi gizinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69508b322f757.webp" length="61760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 09:32:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Meskipun saat ini tengah memasuki masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita masih akan terus berjalan sampai akhir tahun 2025.</p>
<p>Persisnya, dalam keterangan resmi BGN, pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada tanggal 26, 27, 28, 30, dan 31 Desember 2025.</p>
<p>Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, kebijakan ini sudah ditetapkan dengan alasan ada kelompok yang mungkin masih membutuhkan MBG di musim libur sekolah.</p>
<p>“Khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Desember 2025 lalu.</p>
<p>Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG saat libur sekolah bersifat fleksibel dan tidak bersifat wajib. Kebijakan ini dirancang untuk tetap melayani masyarakat yang membutuhkan tanpa memberatkan keluarga penerima.</p>
<p>“Untuk anak sekolah sifatnya kan menjadi optional. Bagi yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis atau juga ada yang pergi berlibur, tidak masalah. Tapi bagi yang membutuhkan kita tetap layani,” ujarnya.</p>
<p>Sejatinya, lanjut Dadan menjelaskan, MBG tetap dibuka selama libur sekolah untuk memastikan kelompok penerima manfaat yang masih membutuhkan tetap memperoleh asupan gizi. </p>
<p>“Intervensi pemenuhan gizi bagian yang sangat penting, kontinuitas perlu dijaga. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita bagian yang krusial dari program MBG,” kata Dadan.</p>
<p>Di Kabupaten Bondowoso, baru-baru ini memang ada sedikit kendala soal belum adanya pendistribusian MBG selama musim liburan sekolah. Ada beberapa SPPG yang ternyata masih belum mendapatkan kucuran dana dari BGN.</p>
<p>Namun, hal itu bisa segera teratasi, sehingga penyaluran MBG selama libur dua pekan, Natal dan Tahun Baru (2026) Nataru, siswa-siswi di semua wilayah, bisa mendapakan MBG dengan menu keringan yang dibagikan tiap pekan.</p>
<p>Seperti halnya dengan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberkalong yang berada di Desa Sumberkalong Kecamatan Wonosari, meskipun siswa tengah menikmati liburan sekolah, MBG tetap disalurkan dengan menu keringan dan buah-buahan.</p>
<p>"Jadi sebelum masa liburan, kita rapat dengan PIC sekolah ataupun dengan kepala sekolah yang terwakili. Nah, itu akhirnya diputuskan untuk menu keringan dan dirapel dalam satu minggu sekali," ujar Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong, Ahad (28/12/2025).</p>
<p>Selama liburan sekolah sejak tanggal 22 Desember 2025 hingga tanggal 3 Januari 2026, ada waktu dua minggu yang setiap minggunya disalurkan satu kali ke sekolah-sekolah penerima MBG.</p>
<p>“Pekan pertama tanggal 22 – 27 Desember (25,26 libur nasional) jadi terhitung ada 4 hari penyaluran yang dirapel dan diserahkan tanggal 27 Desember. Untuk minggu kedua juga sama, dirapel,” kata Inneke.</p>
<p>Lebih lanjut, Inneke mengatakan menu MBG yang disajikan berbentuk makanan kering dan dipastikan tetap sehat. Semua makanan yang disalurkan tetap melalui standarifikasi gizi dan takaran dari ahli gizi di SPPG.</p>
<p>Di antaranya, roti abon Orilla 2, roti bagelan orilla 2, kacang polong 2 pouch pk (porsi kecil), kacang polong 2 pouch, kacang mix 1 pouch PB (porsi besar), keju 2 slice dan buah yang menyesuaikan.</p>
<p>"Menu keringan ini sebagai menu pengganti dari menu basah yang setiap hari kita kirimkan dalam bentuk ompreng (wadah makanan). Tapi, kali ini kita sesuai dengan arahan dan standar operasional dari BGN, itu berupa keringan,” jelas Inneke. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Tumbuh Kembang Pelajar melalui MBG, SPPG Suboh Situbondo Jangkau PAUD hingga SMA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-tumbuh-kembang-pelajar-melalui-mbg-sppg-suboh-situbondo-jangkau-paud-hingga-sma</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-tumbuh-kembang-pelajar-melalui-mbg-sppg-suboh-situbondo-jangkau-paud-hingga-sma</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Buduan Kecamatan Suboh Situbondo melayani 3.449 siswa dari 24 sekolah sejak Agustus 2025, dengan fokus pada kualitas, ketepatan distribusi, dan pemenuhan standar gizi peserta didik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e01581dcd5.webp" length="33600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 10:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) <span>Cakra Dikdaya </span>Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik lintas jenjang pendidikan.</p>
<p>Sejak mulai beroperasi pada 18 Agustus 2025, dapur pelayanan gizi yang berlokasi di Jalan Widuri RT 003/RW 007, Desa Buduan, Kecamatan Suboh, ini telah melayani ribuan siswa dari berbagai sekolah. SPPG Buduan berada di bawah naungan Yayasan Al Furqon Pejagan, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Dalam operasional hariannya, SPPG Buduan mampu menyiapkan dan mendistribusikan sebanyak 3.449 paket makanan ke 24 sekolah. Jumlah tersebut menyasar 3.449 peserta didik, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/MA.</p>
<p>Rinciannya, siswa penerima layanan terdiri atas PAUD sebanyak 93 siswa, TK 255 siswa, SD/MI 599 siswa, SMP/MTs 670 siswa, serta SMA/MA sebanyak 1.832 siswa.</p>
<p>Kepala SPPG Buduan, Bagas Deo Pradana, menegaskan, pelayanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga mengedepankan kualitas serta ketepatan distribusi.</p>
<p>“Fokus kami memastikan seluruh paket makanan tersalurkan dengan baik, tepat waktu, dan memenuhi standar gizi serta kebersihan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa,” ujar Bagas, Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, koordinasi intensif dengan pihak sekolah menjadi faktor kunci kelancaran distribusi setiap hari. Selain itu, tim dapur secara berkala melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan.</p>
<p>“Dengan jangkauan 24 sekolah dan ribuan siswa, tentu dibutuhkan kerja sama yang solid. Kami berkomitmen menjaga konsistensi pelayanan demi keberlanjutan program pemenuhan gizi ini,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, H Rustendi, pemilik dapur menerangkan, keberadaan SPPG Buduan Suboh diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, sekaligus mendukung program pemenuhan gizi berkelanjutan di Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.</p>
<p>Dirinya juga mengungkap jika tenaga kerja di SPPG pertama di Situbondo ini ada 52 orang. Selain mengurangi angka pengangguran, SPPG ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga sekitar.</p>
<p>"Untuk tenaga kerja mayoritas warga di desa sini, utamanya yang dekat dengan SPPG Cakra Dikdaya,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pimpin 3.000 Guru, PC Pergunu Kabupaten Malang Fokus Profesionalisme dan Sinergi Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pimpin-3000-guru-pc-pergunu-kabupaten-malang-fokus-profesionalisme-dan-sinergi-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pimpin-3000-guru-pc-pergunu-kabupaten-malang-fokus-profesionalisme-dan-sinergi-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Di bawah kepemimpinan Abdur Rosyid A., organisasi ini berkomitmen memperkuat marwah guru melalui peningkatan kompetensi dan konsolidasi internal yang solid. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694c86f05f8a5.webp" length="29498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 09:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pergunu Kabupaten Malang, pendidikan, guru NU, pelantikan, DPRD Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Malang masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (24/12/2025) kemarin. </p>
<p>Di bawah kepemimpinan Abdur Rosyid A., organisasi ini berkomitmen memperkuat marwah guru melalui peningkatan kompetensi dan konsolidasi internal yang solid.</p>
<p>Abdur Rosyid menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak penataan struktur organisasi secara menyeluruh. </p>
<p>Menurutnya, penguatan struktur dari tingkat cabang hingga ranting menjadi syarat mutlak agar program kerja dapat menyentuh akar rumput.</p>
<p>"Kami tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Harus ada kerja nyata, kompak, satu komando, dan satu tujuan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Malang," tegas Rosyid saat ditemui, Kamis (25/12/2025). </p>
<p>Ia memaparkan bahwa agenda utama kepengurusannya adalah mengawal profesionalisme guru. </p>
<p>Dengan basis anggota mencapai 3.000 guru dari lembaga formal maupun nonformal, Pergunu memiliki daya tawar besar dalam transformasi pendidikan di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Kita akan menyelaraskan gerak pengurus harian hingga tingkat paling bawah agar program berjalan terukur. Fokus pada pengembangan kualitas guru untuk menghasilkan peserta didik yang unggul dan berdaya saing dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyukseskan kebijakan pendidikan daerah," urainya. </p>
<p>Acara pelantikan PC Pergunu disebut Rosyid juga dihadiri oleh jajaran petinggi pemerintah daerah, termasuk Bupati Malang, pimpinan DPRD Kabupaten Malang, Ketua PW Pergunu Jawa Timur, serta Ketua PCNU Kabupaten Malang. </p>
<p>Kehadiran para tokoh ini mempertegas posisi strategis Pergunu sebagai mitra pemerintah dalam membangun SDM yang berkarakter kebangsaan dan nilai-nilai ke-NU-an.</p>
<p>"Program kerja detail akan segera kami rumuskan melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Intinya, kami siap bersinergi mendukung program strategis pemerintah daerah di sektor pendidikan," pungkas Rosyid. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edukasi Santri Kelola Sampah, Pesantren Ra’iyatul Husnan Bondowoso Raih Penghargaan Eco Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edukasi-santri-kelola-sampah-pesantren-raiyatul-husnan-bondowoso-raih-penghargaan-eco-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edukasi-santri-kelola-sampah-pesantren-raiyatul-husnan-bondowoso-raih-penghargaan-eco-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Wringin Bondowoso menerima penghargaan Eco Pesantren dari Pemprov Jatim berkat penerapan pengelolaan lingkungan, edukasi sampah, dan penghijauan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694befe875b97.webp" length="53976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 21:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>sampah, pengelolaan, desa, bank sampah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="133" data-end="502"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Asrama KH Saiful Haq, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, meraih Penghargaan Eco Pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="133" data-end="502">Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menerapkan konsep ramah lingkungan di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="504" data-end="798">Selain itu, penghargaan ini merupakan bagian dari program Eco Pesantren Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertujuan mendorong lembaga pendidikan keagamaan agar berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sampah, penghijauan, serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="800" data-end="1111">Pengasuh Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Asrama KH Saiful Haq, melalui Gus Muhammad Hasanil Bulgiah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh santri, pengurus pesantren, serta dukungan dari berbagai pihak.</p>
<p data-start="1113" data-end="1349">“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada para santri. Menjaga alam merupakan bagian dari ajaran Islam dan menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Gus Belgi, sapaan akrabnya, Rabu (24/12/2025).</p>
<p data-start="1351" data-end="1616">Ia menambahkan, dalam upaya menjaga lingkungan, pihak pesantren menjalin kerja sama dengan komunitas pengelolaan sampah Sarka Space Bondowoso. Kolaborasi tersebut difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah serta praktik pemilahan sampah di lingkungan pesantren.</p>
<p data-start="1618" data-end="1848">“Kami bekerja sama dengan komunitas Sarka Space Bondowoso dalam pengelolaan sampah. Para santri dibimbing untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, sehingga sampah memiliki nilai manfaat dan tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1850" data-end="2129">Menurut Gus Belgi, kolaborasi dengan komunitas lingkungan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran ekologis santri secara berkelanjutan. Ia berharap kebiasaan baik tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan pesantren, tetapi juga dibawa santri ke tengah masyarakat.</p>
<p data-start="2131" data-end="2425">Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Syahrial Fary, mengapresiasi capaian Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan yang dinilai konsisten menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2427" data-end="2690">“Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan layak menerima penghargaan Eco Pesantren karena telah menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penanaman nilai cinta lingkungan kepada para santri,” kata Syahrial.</p>
<p data-start="2692" data-end="2857">Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Kabupaten Bondowoso untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2859" data-end="3069">“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Jika kesadaran lingkungan ditanamkan sejak dini, dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2859" data-end="3069"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembinaan Kepala Sekolah Dinilai Efektif Cegah Pernikahan Dini dan Kenakalan Remaja di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembinaan-kepala-sekolah-dinilai-efektif-cegah-pernikahan-dini-dan-kenakalan-remaja-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembinaan-kepala-sekolah-dinilai-efektif-cegah-pernikahan-dini-dan-kenakalan-remaja-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ MKKS SMP Swasta Malang menegaskan pembinaan kepala sekolah efektif menekan pernikahan dini dan kenakalan remaja melalui sinergi sekolah, orang tua, dan lintas sektor daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6945485e56009.webp" length="47270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:29:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MKKS Malang, Pendidikan Karakter, Pencegahan Pernikahan Dini, Kenakalan Remaja, SMP Swasta Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam menekan angka pernikahan dini dan kenakalan remaja melalui penguatan pembinaan kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan.</p>
<p>Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dan Pernikahan Dini serta Pembinaan Kepala SMP Swasta se-Kabupaten Malang di Aula Yamatin SMP An-Nur Bululawang belum lama ini.</p>
<p>Menurut Ketua MKKS SMP Swasta Manan Supriadi, MKKS memiliki peran strategis sebagai forum koordinasi dan penguatan kebijakan antar kepala sekolah, terutama dalam menghadapi persoalan sosial yang berdampak langsung pada dunia pendidikan.</p>
<p>“Melalui MKKS, kami menyatukan langkah dan persepsi kepala sekolah agar pembinaan karakter peserta didik dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Ini menjadi kunci pencegahan pernikahan dini dan kenakalan remaja,” ujar Manan, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, MKKS mendorong setiap kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif membangun sistem pembinaan moral, termasuk penguatan peran guru BK, wali kelas, serta komunikasi intensif dengan orang tua siswa.</p>
<p>Manan menambahkan, MKKS juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Pengadilan Agama, kepolisian, dan Dinas Pendidikan, guna memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta didik terkait dampak sosial, hukum, dan masa depan akibat pernikahan dini.</p>
<p>“Pendidikan karakter harus dilakukan secara kolaboratif. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan orang tua dan lingkungan,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, MKKS mendorong pembentukan tim pembinaan internal di sekolah-sekolah swasta sebagai langkah konkret dalam memantau dan mendampingi perkembangan perilaku siswa.</p>
<p>Manan menilai, langkah tersebut sejalan dengan visi nasional dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, di mana peserta didik diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial.</p>
<p>“Melalui penguatan peran MKKS dan kepala sekolah, kami berharap sekolah swasta di Kabupaten Malang dapat menjadi benteng utama perlindungan generasi muda,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Doa Anak Sholeh Jadi Amal Tak Terputus, Pesan Ulama Kamtibmas dalam Binrohtal Polres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-kh-achmad-khusairi-ke-polisi-makna-doa-anak-sholeh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-kh-achmad-khusairi-ke-polisi-makna-doa-anak-sholeh</guid>
<description><![CDATA[ Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polres Nganjuk yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Kamis (18/12/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944051d6ebde.webp" length="42052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 20:43:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bhinrotal, anggota polri, tausyiah, ulama kamtibmas, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Ulama Kamtibmas Polsek Ngluyu KH. Achmad Khusairi memberikan dalam tausiyahnya dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polres Nganjuk yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ulama kamtibmas mengangkat tema tentang doa anak sholeh kepada leluhur serta kehidupan manusia setelah meninggal dunia, baik di alam barzah maupun akhirat.</p>
<p>“Doa anak yang sholeh adalah amal yang tidak terputus bagi orang tua dan leluhur yang telah wafat. Kehidupan di alam barzah menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki niat, amal, dan akhlak selama masih diberi kesempatan hidup,” tutur KH. Achmad Khusairi</p>
<p>Sementara itu, Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra memimpin kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) anggota Polres Nganjuk. </p>
<p>Kegiatan Binrohtal ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan personel Polres Nganjuk sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus membentuk karakter anggota yang humanis, berintegritas, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Dalam arahannya, Wakapolres Nganjuk menyampaikan, pembinaan rohani merupakan kebutuhan dasar bagi setiap anggota Polri agar senantiasa bekerja dengan hati dan niat ibadah.</p>
<p>“Binrohtal ini menjadi sarana untuk menyeimbangkan tugas kedinasan dengan penguatan spiritual. Dengan iman yang kuat, diharapkan seluruh personel mampu menjalankan tugas secara profesional, tulus, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Andria Diana Putra menyampaikan pesan Kapolres Nganjuk.</p>
<p>Melalui penguatan rohani secara rutin, Polres Nganjuk berharap setiap personel memiliki ketenangan batin, sikap bijaksana, serta mampu menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat dalam menjaga kamtibmas.</p>
<p>Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus membangun kualitas sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga kokoh secara spiritual, demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang presisi dan berkeadilan bagi masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peran Forum Anak di Bondowoso Diproyeksikan Mampu Putus Rantai Bullying di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peran-forum-anak-di-bondowoso-diproyeksikan-mampu-putus-rantai-bullying-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peran-forum-anak-di-bondowoso-diproyeksikan-mampu-putus-rantai-bullying-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso menegaskan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor pencegahan bullying di sekolah. Sebanyak 37 pengurus dan 7 fasilitator disiapkan sebagai agen perubahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943e013904ba.webp" length="41956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 18:04:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Forum anak, Bondowoso, Anak, agen perubahan, dinsos, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="278" data-end="653"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Disnsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menegaskan pentingnya peran Forum Anak Bondowoso (FAB) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai bullying di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="278" data-end="653">Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Mohammad Imron, dalam kegiatan Pra Pengukuhan Forum Anak Bondowoso VIII masa bakti 2026–2027, yang digelar di Graha NU, pada Kamis (18/12/2025).</p>
<p data-start="655" data-end="1031">Mohammad Imron menekankan, lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut akibat praktik perundungan.</p>
<p data-start="655" data-end="1031">Menurutnya, bullying bukan sekadar candaan remaja, melainkan bentuk kekerasan yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental, prestasi belajar, hingga keselamatan anak.</p>
<p data-start="1033" data-end="1253">“Pengurus Forum Anak bukan sekadar simbol atau pencari sertifikat. Kalian adalah mitra pemerintah dan penyambung lidah anak-anak Bondowoso yang mungkin tidak berani bersuara,” tegasnya di hadapan calon pengurus FAB VIII.</p>
<p data-start="1255" data-end="1592">Ia mendorong Forum Anak untuk menjalankan peran 2P, yakni Pelopor dan Pelapor. Sebagai pelopor, anggota Forum Anak diminta menjadi teladan dalam membangun budaya saling menghargai di sekolah. Sementara sebagai pelapor, mereka diharapkan berani melaporkan praktik kekerasan atau perundungan yang terjadi, termasuk yang kerap ditutupi.</p>
<p data-start="1594" data-end="1852">Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap empat bentuk bullying, yakni fisik, verbal, sosial, dan perundungan siber (cyber bullying). Seluruh bentuk tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak anak yang tidak boleh ditoleransi.</p>
<p data-start="1854" data-end="2014">“Kita harus membangun budaya <em>zero tolerance</em> terhadap kekerasan di sekolah. Diamnya saksi justru menjadi bahan bakar bagi pelaku untuk terus merundung,” ujarnya.</p>
<p data-start="2016" data-end="2282">Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, melaporkan, proses <em>Open Recruitment </em>Forum Anak Bondowoso VIII berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan telah mencapai tahap pra pengukuhan.</p>
<p data-start="2284" data-end="2479">Menurutnya, seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, pembuatan konten individu, hingga wawancara mendalam yang melibatkan tim independen dan alumni Forum Anak.</p>
<p data-start="2481" data-end="2714">“Antusiasme anak-anak Bondowoso sangat tinggi. Tercatat ada 53 pendaftar dari berbagai jenjang pendidikan, bahkan satu peserta masih duduk di bangku SD. Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran anak terhadap hak partisipasi,” jelasnya.</p>
<p data-start="2716" data-end="2957">Dari jumlah tersebut, terpilih 37 anak sebagai calon pengurus dan 7 anak sebagai calon fasilitator Forum Anak Bondowoso VIII. Mereka dinilai memiliki kepemimpinan serta kepedulian sosial untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.</p>
<p data-start="2959" data-end="3238">Selain penguatan administrasi menjelang pengukuhan, kegiatan pra pengukuhan juga diisi dengan pembekalan materi pencegahan bullying, agar pengurus Forum Anak tidak hanya tercatat dalam SK, tetapi benar-benar berperan aktif sebagai pelopor dan pelapor kekerasan terhadap anak.</p>
<p data-start="3240" data-end="3471">"Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap, melalui peran Forum Anak periode 2026–2027, angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara signifikan dan tercipta lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, serta bebas dari perundungan," harapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3240" data-end="3471"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ikuti Gerakan Ambil Rapor, Para Ayah di Gresik Ingin Tambah Motivasi Belajar ke Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ikuti-gerakan-ambil-rapor-para-ayah-di-gresik-ingin-tambah-motivasi-belajar-ke-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ikuti-gerakan-ambil-rapor-para-ayah-di-gresik-ingin-tambah-motivasi-belajar-ke-anak</guid>
<description><![CDATA[ Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Gresik dicanangkan berdasarkan hasil pemutakhiran keluarga tahun 2025, didapati satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943aba8b9fd4.webp" length="63906" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 14:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SMPN 1 Gresik, ayah, gerakan ayah mengambil rapor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Antusiasme para ayah untuk melakukan pengambilan rapor anak-anaknya terlihat di SMP Negeri 1 Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Mereka menyempatkan waktu di sela kesibukan bekerja mengikuti gerakan ayah mengambil rapor yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk semester ganjil tahun ajaran 2025–2026.</p>
<p>Salah satu ayah wali murid SMPN 1 Gresik, Hadi, mengatakan kehadirannya mengambil rapor ini merupakan dukungan orang tua terhadap pendidikan anak. </p>
<p>"Mendukung agar anak semangat belajar. Memotivasi anak bahwa ada perhatian dari ayahnya," kata dia, seusai ditemui pengambilan rapor.</p>
<p>Ia menyampaikan, sebelumnya pengambilan rapor anak ke sekolah selalu dilakukan oleh istrinya.</p>
<p>Ia menyebut, momentum ini juga menjadi edukasi penting bagi seorang ayah ditengah kesibukan bekerja, anak juga harus mendapat perhatian.</p>
<p>Selama pengambilan rapor anaknya ini, ayah yang bekerja di Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga telah meminta ijin terhadap atasannya. </p>
<p>"Sudah ijin pada atasan, untuk mengikuti gerakan dari pemkab mengambil rapor," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengungkap kehadiran ayah sebagai walimurid untuk pengambilan rapor mencapai 80 persen.</p>
<p>Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh ibu.</p>
<p>"Alhamdulillah hari ini kebanyakan yang mengambil rapor adalah ayah. Sekitar 80 persen. Ini sesuai dengan edaran dari Dinas KBPPPA dan Dinas Pendidikan sebagai turunan dari kementerian. Kami sedang menggalakkan peran ayah dalam pendidikan anak," ungkap Beri Avita.</p>
<p>Beri menegaskan, bahwa kehadiran ayah dalam momen penting seperti pengambilan rapor memiliki dampak besar bagi perkembangan anak.</p>
<p>Perhatian dan keterlibatan ayah diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri serta motivasi belajar siswa. </p>
<p>Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap fase perkembangan anak.</p>
<p>"Ini patut kita syukuri bersama. Ayah tidak hanya bekerja, tetapi juga hadir dan terlibat dalam perkembangan anak-anaknya," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Integrasi Budaya dan Literasi, Madrasah di Malang ini Luncurkan Batik 1 Kilometer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/integrasi-budaya-dan-literasi-madrasah-di-malang-ini-luncurkan-batik-1-kilometer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/integrasi-budaya-dan-literasi-madrasah-di-malang-ini-luncurkan-batik-1-kilometer</guid>
<description><![CDATA[ Integrasi seni dan budaya dalam kurikulum merupakan strategi krusial dalam membentuk identitas generasi muda di tengah gempuran modernisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69425ea0f2d25.webp" length="50260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>MTsN 7 Malang, Madrasah Membatik, Pendidikan Berbasis Budaya, Literasi Siswa, Kabupaten Malang, Bupati Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 7 Malang di Kecamatan Tumpang mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter melalui peluncuran program Madrasah Membatik dan karya literasi siswa. </p>
<p></p>
<p>Agenda yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) ini menjadi tonggak inovasi pendidikan yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan penguatan literasi nasional.</p>
<p></p>
<p>Langkah inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Malang, H. M. Sanusi, yang hadir untuk meninjau hasil kreativitas siswa. </p>
<p></p>
<p>Ia menilai, integrasi seni dan budaya dalam kurikulum merupakan strategi krusial dalam membentuk identitas generasi muda di tengah gempuran modernisasi.</p>
<p></p>
<p>Fokus utama dalam kegiatan ini adalah keberhasilan siswa MTsN 7 Malang memproduksi kain batik kolektif sepanjang kurang lebih satu kilometer. </p>
<p></p>
<p>Karya monumental tersebut diselesaikan dalam kurun waktu empat bulan melalui kegiatan kurikuler rutin setiap pekan.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini kita menyaksikan sinergi antara nilai budaya dan edukasi. Saya mengapresiasi MTsN 7 Malang yang secara konkret mendorong siswa mencintai batik sebagai identitas bangsa," tegas Sanusi di sela-sela kunjungannya.</p>
<p></p>
<p>Kepala MTs Negeri 7 Malang, Ahmad Ali, mengungkapkan bahwa program ini baru pertama kali dilaksanakan namun mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari peserta didik. </p>
<p></p>
<p>"Ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik budaya sangat diminati. Kedepan, program membatik akan terus kami kembangkan sebagai identitas madrasah," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain peluncuran batik, madrasah ini juga merilis dua buku antologi yang menghimpun kumpulan cerpen dan puisi karya siswa. Karya ini merupakan hasil pendampingan intensif guru Bahasa Indonesia guna menumbuhkan tradisi menulis di lingkungan sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin siswa memiliki kebanggaan atas hasil cipta mereka sendiri. Literasi bukan sekadar membaca, tapi juga memproduksi gagasan," tambah dia.</p>
<p></p>
<p>Secara bersamaan, MTsN 7 Malang juga menggelar Indonesian Student Competition (ISC), sebuah ajang kompetisi akademik tahunan bagi siswa SD dan MI. </p>
<p></p>
<p>Kompetisi ini difokuskan pada Tes Kemampuan Akademik sebagai upaya madrasah dalam menjaring potensi unggul sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, Forkopimda, Kepala Bakorwil, Muspika Tumpang, hingga perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas dukungan lintas sektoral terhadap transformasi pendidikan di Kabupaten Malang yang tidak hanya mengejar aspek kognitif, tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringatan Hari Ibu di Gresik Dibalut Tangis Haru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringatan-hari-ibu-di-gresik-dibalut-tangis-haru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringatan-hari-ibu-di-gresik-dibalut-tangis-haru</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah orang tua dan guru tak kuasa menahan air mata saat prosesi pemberian setangkai bunga mawar oleh siswa-siswi kepada ibunda mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693f83895a8ed.webp" length="74062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 10:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Ujungpangkah Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Peringatan Hari Ibu yang digelar oleh seluruh Sekolah Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diwarnai suasana haru yang mendalam. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah orang tua dan guru tak kuasa menahan air mata saat prosesi pemberian setangkai bunga mawar oleh siswa-siswi kepada ibunda mereka.</p>
<p></p>
<p>Acara yang berlangsung di area Wisata Alam dan Edukasi Gosari (WAGOS) ini melibatkan 491 orang tua atau wali murid. Momen emosional terjadi ketika anak-anak yang umumnya berusia sekitar lima tahun mencari dan menemukan ibu mereka di tengah kerumunan, lalu menyerahkan bunga mawar sebagai simbol kasih sayang. </p>
<p></p>
<p>Beberapa ibu spontan menitikkan air mata haru dan memeluk erat buah hati mereka dengan penuh kelembutan.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang wali murid, Siti Fadhilah (56), mengungkapkan perasaannya. "Saya terharu sekali. Cucu saya ini sudah tidak memiliki ibu, dan sebagai nenek, saya selalu berharap ia bisa tabah dan menjalani hidup dengan ikhlas," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p></p>
<p>Pengawas sekolah RA se-Kecamatan Ujungpangkah Gresik, Sunaiyah, menyoroti pentingnya kehadiran dan peran sentral sosok ibu dalam pendidikan anak usia dini.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap para ibu tetap memberikan perhatian penuh, sebab usia sekolah RA adalah masa emas pertumbuhan yang memerlukan pendampingan khusus," kata Sunaiyah.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, meliputi senam bersama, lomba, serta pemberian bunga dari anak kepada wali murid sebagai wujud kasih sayang.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kegiatan ini, kami menanamkan nilai kepada anak-anak bahwa kehadiran mereka di dunia ini adalah berkat peran seorang ibu. Ibu adalah 'madrasah' pertama sebelum anak-anak menempuh jenjang pendidikan formal," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bazar Gula Murah SMK di Jember Diserbu Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bazar-gula-murah-smk-di-jember-diserbu-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bazar-gula-murah-smk-di-jember-diserbu-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SMK PGRI 05 Kencong, Syaiful Anwar, menyatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menampilkan seluruh potensi dan kompetensi siswa, baik di bidang kewirausahaan (entrepreneurship) maupun hiburan (entertainment). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693cf209c5e70.webp" length="30992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 12:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 05 Kencong, Kabupaten Jember, menggelar Bulan Berkunjung SMK (BBS) sekaligus Dies Natalis ke-54 dengan cara yang unik dan penuh manfaat bagi masyarakat sekitar. </p>
<p>Acara tahunan ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas siswa, tetapi juga aksi nyata kepedulian sosial, termasuk menggelar bazar gula murah.</p>
<p>Kepala SMK PGRI 05 Kencong, Syaiful Anwar, menyatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menampilkan seluruh potensi dan kompetensi siswa, baik di bidang kewirausahaan <em>(entrepreneurship)</em> maupun hiburan <em>(entertainment)</em>.</p>
<p>"Kami tampilkan semua ajang kreativitas anak didik kami, mulai dari kewirausahaan serta entertainment, dan berbagai hal luar biasa yang didapat dari sekolah di bawah naungan kami ini," ujar Syaiful Anwar, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah penjualan gula murah yang disediakan oleh pihak sekolah. Tidak tanggung-tanggung, pihak SMK PGRI 05 Kencong menyediakan hampir dua ton gula yang dijual dengan harga hanya Rp14.000 per kilogram.</p>
<p>Penjualan ini disambut antusias oleh masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena ludes hanya dalam waktu satu jam. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga gula di pasaran yang saat ini berkisar antara Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.</p>
<p>Sutinah, salah seorang warga sekitar yang berhasil membeli gula, mengaku sangat terbantu. "Hal ini cukup membantu masyarakat sekitar dan para penjual UMKM. Harganya sangat murah, bisa selisih Rp2.000 hingga Rp3.000 dari harga pasaran. Kami berharap SMK sering mengadakan bazar murah," katanya.</p>
<p>Selain bazar, rangkaian acara yang digelar juga mencakup jalan sehat, kontes motor sebagai ajang kreativitas siswa, dan pameran hasil karya siswa di bidang kewirausahaan.</p>
<p>Di sisi lain, inisiatif luar biasa juga datang dari para siswa dan siswi sendiri yang bergotong royong melakukan aksi sosial. Mereka membagikan paket sembako kepada 70 orang yang membutuhkan dan diundang secara khusus dalam perayaan BBS dan Dies Natalis tersebut.</p>
<p>Syaiful Anwar berharap, berbagai pihak dapat terus mendukung sekolah dan memberikan masukan agar lulusan SMK PGRI 05 Kencong siap bekerja atau berwirausaha.</p>
<p>Di lokasi acara, puluhan lapak UMKM hasil produk siswa terlihat berjejer rapi, dan ribuan pembeli dari berbagai kalangan memadati area kegiatan sejak pagi hingga siang hari.</p>
<p>"Momen Bulan Berkunjung SMK dan Dies Natalis ini adalah salah satu hal yang bisa memunculkan semuanya, mulai dari bakat apapun dan ilmu yang didapat dari sekolah. Selain itu juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan cara bazar murah," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perluas Jejaring Kampus, Program Seribu Sarjana Didorong Jadi Mesin Pencetak SDM Strategis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perluas-jejaring-kampus-program-seribu-sarjana-didorong-jadi-mesin-pencetak-sdm-strategis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perluas-jejaring-kampus-program-seribu-sarjana-didorong-jadi-mesin-pencetak-sdm-strategis</guid>
<description><![CDATA[ Dengan perluasan kemitraan kampus, penguatan pendanaan, dan penyelarasan bidang studi, Program Seribu Sarjana kini diposisikan sebagai mesin penggerak SDM yang lebih strategis dibanding sekadar beasiswa rutin ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693c175609077.webp" length="20636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 20:33:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jejaring Kampus, 1000 Sarjana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Program Seribu Sarjana kini bergeser dari sekadar bantuan biaya kuliah menjadi strategi besar Pemkot Batu membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Hal itu terlihat dari langkah pemerintah daerah yang memperluas jejaring kemitraan perguruan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (12/12/2025) bahwa tahun ini, selain 271 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa penuh, tetapi juga 14 kampus resmi terhubung dalam ekosistem pendidikan yang dirancang Pemkot Batu. Langkah ini dipandang sebagai fondasi awal untuk merancang arah pengembangan SDM Kota Batu dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Ada tambahan 10 kampus mitra baru mulai dari UB, UM, Binus, Unikama hingga ITN memberi ruang lebih luas bagi warga untuk memilih program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ini bukan hanya soal memperbesar kuota. Kami ingin memastikan anak-anak Batu punya tempat belajar terbaik sesuai potensinya,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menambahkan penjajakan yang dilakukan tahun ini juga memperlihatkan perubahan pendekatan Pemkot Batu. Jika sebelumnya fokus hanya pada bantuan biaya, kini perhatian bergeser pada keselarasan bidang studi dengan kebutuhan sektor strategis Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Empat penerima beasiswa kedokteran, misalnya, disiapkan untuk menopang layanan kesehatan jangka panjang. Sementara jurusan pariwisata, perhotelan, akuntansi, dan pertanian diarahkan mendukung pengembangan sektor unggulan daerah.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, kolaborasi formal melalui MoU antara Pemkot Batu dan perguruan tinggi juga menjadi kunci agar kampus tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi mitra dalam membentuk kompetensi mahasiswa sesuai karakter Kota Batu. Dinas Pendidikan turut meneken perjanjian kerja sama teknis dengan fakultas-fakultas terkait," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu juga menmaparkan semua penerima akan memperoleh SK bulan ini dan langsung masuk skema pembiayaan pada semester baru. Cak Nur menegaskan anggaran tahun depan akan ditingkatkan untuk mendorong jumlah sarjana baru yang lebih banyak dan lebih terarah.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang dibiayai, tetapi dari seberapa besar mereka kembali memberi kontribusi untuk kota.</p>
<p>“Kami ingin perubahan yang nyata. Pendidikan ini adalah investasi. Mereka harus kembali membawa manfaat bagi Batu,” urainya.</p>
<p></p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori, menegaskan proses seleksi tahun ini yang dilakukan dalam dua tahap bukan semata prosedur administratif, tetapi cara memastikan penempatan beasiswa tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>"Dari total penerima, 175 mahasiswa berstatus berprestasi dan 96 berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk kelompok terakhir, pemerintah menambahkan uang saku Rp250 ribu per bulan sebagai penopang biaya hidup," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pendanaan program pun dibangun dengan pola kemitraan, menggabungkan APBD 2026 sebesar Rp 1,1 miliar dengan dukungan CSR Bank Jatim senilai Rp 200 juta. Skema ini mulai menunjukkan arah bahwa pembiayaan pendidikan tinggi di Kota Batu tidak harus bertumpu pada satu sumber, melainkan kolaborasi multi-pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Anak di Gresik Jadi Korban Bulliying, KBPPPA Sebut Banyak yang Tidak Melapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belasan-anak-di-gresik-jadi-korban-bulliying-kbpppa-sebut-banyak-yang-tidak-melapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belasan-anak-di-gresik-jadi-korban-bulliying-kbpppa-sebut-banyak-yang-tidak-melapor</guid>
<description><![CDATA[ Belasan anak terdampak kasus tindak bulliying atau perundungan sejak periode Januari—Desember 2025. Kasus tersebut terungkap saat anak-anak itu beberapa hari tidak masuk ke sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bff00600ee.webp" length="21266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 19:28:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Dinas KBPPPA Gresik, bulliying, suarjaatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mencatat ada sebanyak 18 anak terdampak kasus tindak bulliying atau perundungan sejak periode Januari - Desember 2025. Kasus tersebut terungkap saat anak-anak itu beberapa hari tidak masuk ke sekolah. </p>
<p>Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menduga masih banyak anak-anak yang mendapat tindakan bulliying namun belum berani melapor.</p>
<p>"Memang masih sedikit yang lapor, tapi di luar masih banyak yang belum tercatat. Cuma yang berani melapor ke kita 18 anak," kata dia, saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).</p>
<p>Titik mengatakan, laporan yang masuk ke Dinas KBPPPA Gresik ini berdasarkan rujukan pihak sekolah. Saat diketahui anak yang diduga kena tindak bulliying beberapa hari tidak masuk sekolah, tim KBPPPA Gresik dari layanan Pusat Pembelajaran Keluarga Kabupaten Gresik (Puspaga) turun ke lapangan untuk penelusuran. </p>
<p>Ia menyebut, ada dua alasan ketika anak enggan masuk sekolah yakni faktor tindak bulliying dan kekerasan fisik maupun seksual.</p>
<p>"Setelah kita cari tahu ternyata disekolah mendapatkan buliying," jelasnya. </p>
<p>Menurut Titik, korban tindak bulliying memiliki luka yang mendalam sehingga perkataan yang ditimbulkan sangat mudah mencederai. Ia mencontohkan, perkataan yang sering menjadi tindak bulliying seperti mengolok-olok orangtua yang sudah bercerai. </p>
<p>Anak yang menjadi korban tindak bulliying tersebut, tentu memperbandingkan kondisi kedua orang tuanya dengan sekitarnya.</p>
<p>"Akibatnya mereka merenung sendiri, dan lain sebagainya. Dan sekolah menjadi tempat yang tidak nyaman bagi mereka," pungkasnya. </p>
<p>Bullying atau perundungan telah menjadi fenomena yang memprihatinkan di berbagai sekolah. Banyak siswa yang menjadi korban tindakan ini, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital.</p>
<p>Dampak bullying tidak hanya melukai tubuh, tetapi juga menggores hati dan merusak kepercayaan diri korban. Oleh karena itu, pentingnya untuk memahami dan melawan bullying demi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran Pendidikan di Kota Batu Dipangkas Rp18,6 Miliar, Dinas Pendidikan Reposisi Bosda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-pendidikan-di-kota-batu-dipangkas-rp186-miliar-dinas-pendidikan-reposisi-bosda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-pendidikan-di-kota-batu-dipangkas-rp186-miliar-dinas-pendidikan-reposisi-bosda</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, pada Kamis (11/12/2025), mengungkapkan bahwa pagu anggaran pendidikan untuk tahun 2026 diproyeksikan turun signifikan, dari Rp246 miliar menjadi Rp227,4 miliar atau berkurang sekitar Rp18,6 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a6cec2d9b5.webp" length="12586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 15:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendidikan, Bosda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kebijakan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada tahun 2026 memaksa Dinas Pendidikan (Dindik) melakukan reposisi kebijakan secara fundamental, menyusul penyusutan drastis anggaran sektor pendidikan. </p>
<p>Perubahan ini tidak hanya menuntut efisiensi, tetapi juga menjamin mekanisme pembiayaan sekolah berjalan lebih presisi agar tidak mengganggu kualitas layanan belajar mengajar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, pada Kamis (11/12/2025), mengungkapkan bahwa pagu anggaran pendidikan untuk tahun 2026 diproyeksikan turun signifikan, dari Rp246 miliar menjadi Rp227,4 miliar atau berkurang sekitar Rp18,6 miliar.</p>
<p>"Kondisi ini membuat perencanaan anggaran harus dihitung ulang, terutama untuk skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda)," tegas Chori.</p>
<p>Dia menekankan bahwa pembenahan mekanisme penyaluran Bosda menjadi prioritas utama, mengingat titik masalah selama ini justru muncul dari skema bantuan barang yang tidak akurat.</p>
<p>"Mulai tahun depan kami tidak ingin lagi ada pola penyaluran yang hanya mengacu standar pengadaan. Penyaluran harus benar-benar berdasarkan kebutuhan riil sekolah," katanya. </p>
<p>Ia menguraikan bahwa Dindik saat ini sedang menyusun model distribusi yang lebih akurat, yang mengutamakan pengajuan kebutuhan dari satuan pendidikan. </p>
<p>Mekanisme lama dinilai menimbulkan ketimpangan dan ketidaktepatan barang yang diterima sekolah, seperti sekolah yang mengajukan Alat Tulis Kantor (ATK) namun hanya menerima kertas, atau hanya mendapat tinta printer.</p>
<p>"Praktik semacam ini akan diperbaiki lewat pemetaan ulang dan kontrol yang lebih ketat. Pihaknya akan memastikan mekanisme baru lebih presisi agar sekolah tidak lagi dibebani ketidaktepatan barang," janji Chori.</p>
<p>Di tengah penyusutan anggaran daerah, sekolah juga menghadapi tantangan dari pembatasan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas). Chori mengingatkan bahwa alokasi gaji honorer maksimal dibatasi 20 persen, demikian pula rehabilitasi ringan.</p>
<p>"Bagi sekolah dengan jumlah guru honorer banyak, aturan ini memang terasa menekan. Karena itu, ketepatan Bosda menjadi krusial agar sekolah tidak terpaksa memangkas pos yang sifatnya esensial," imbuhnya.</p>
<p>Dengan adanya penyusutan anggaran pada 2026, Chori menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada ketepatan data, ketepatan pemetaan kebutuhan, dan respons cepat Dindik terhadap pengajuan sekolah.</p>
<p>Ia berharap pola baru Bosda dapat menutup celah-celah inefisiensi lama sekaligus menjaga stabilitas operasional pendidikan.</p>
<p>"Kami juga berharap tahun depan ada penambahan anggaran sehingga ruang gerak sekolah bisa lebih longgar," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Progres SMPN 1 Turen sebagai Sekolah Unggulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-progres-smpn-1-turen-sebagai-sekolah-unggulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-progres-smpn-1-turen-sebagai-sekolah-unggulan</guid>
<description><![CDATA[ SMPN 1 Turen adalah satu dari 10 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Malang yang terpilih untuk mengikuti program percepatan mutu pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a55ccc5abb.webp" length="61148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 12:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, unggulan, Malang, SMPN1Turen, sekolahramahanak, LathifahShohib, LPPPUM, pendampingan, kabupatenmalang, Turen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, melanjutkan rangkaian pendampingan program sekolah unggulan dengan mengunjungi langsung SMPN 1 Turen pada Kamis, (11/12/2025). </p>
<p>Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari agenda Refleksi dan Evaluasi pendampingan sekolah unggulan yang diselenggarakan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPP UM) pada 9 Desember lalu di El Hotel.</p>
<p>SMPN 1 Turen adalah satu dari 10 sekolah tingkat SMP di Kabupaten Malang yang terpilih untuk mengikuti program percepatan mutu pendidikan.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan apresiasi atas kesiapan sekolah dalam menyerap dan mengimplementasikan program percepatan mutu. </p>
<p>Ia menilai SMPN 1 Turen telah menunjukkan progres signifikan, baik dalam aspek tata kelola, kesiapan sumber daya guru, maupun adopsi konsep sekolah unggulan yang diinisiasi oleh LPPP UM.</p>
<p>"Kabupaten Malang ini luas dan kondisi sekolah tidak seragam. Karena itu, percepatan harus dimulai dari sekolah yang sudah siap, dan SMPN 1 Turen termasuk yang menunjukkan perkembangan yang baik," ujar wabup.</p>
<p>Wabup Lathifah Shohib juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dan sekolah dalam mengakses program-program pemerintah pusat. </p>
<p>Menurutnya, pemda tidak boleh hanya menunggu bantuan, melainkan wajib proaktif dalam mengajukan program seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan ruang kelas baru, hingga dukungan infrastruktur teknologi informasi (IT).</p>
<p>"Kalau hanya menunggu, kita tidak akan dapat apa-apa. Maka, sekolah-sekolah harus segera berkomunikasi dengan dinas dan mengikuti sistem yang sudah disiapkan," tegasnya. </p>
<p>Pendampingan yang dilakukan LPPP UM pada hari ini mencakup penilaian visibilitas (kelayakan), kesesuaian rencana pengembangan sekolah, hingga pengujian kesiapan guru inti dalam empat bidang studi utama. </p>
<p>Rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi besar yang menghasilkan rekomendasi akademik untuk akselerasi sekolah unggulan.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Turen, Lilik Liswatin menyambut baik kunjungan Wakil Bupati dan pendampingan dari tim UM, menilai hal tersebut sebagai dorongan moral dan motivasi besar bagi sekolah.</p>
<p>"Agenda hari ini luar biasa, memberi motivasi bagi kami untuk mempersiapkan langkah-langkah lanjutan dan strategis di tahun depan," ujarnya.</p>
<p>Lilik menjelaskan bahwa SMPN 1 Turen telah mengusung konsep Sekolah Ramah Anak sebagai identitas unggulannya. </p>
<p>Peta jalan utama yang sedang disusun sekolah meliputi penguatan karakter, pembiasaan perilaku positif, serta peningkatan mutu akademik maupun nonakademik secara terintegrasi.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh kebutuhan sekolah terkait program percepatan telah diinput ke sistem daring Dinas Pendidikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.</p>
<p>"Harapannya, sekolah ini benar-benar menjadi sekolah unggulan yang bisa dibanggakan Kabupaten Malang dan mampu mencerdaskan anak-anak," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerja Sama LPPM UNESA dan Pemkab Bondowoso Bakal Dorong Peningkatan Semua Sektor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerja-sama-lppm-unesa-dan-pemkab-bondowoso-bakal-dorong-peningkatan-semua-sektor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerja-sama-lppm-unesa-dan-pemkab-bondowoso-bakal-dorong-peningkatan-semua-sektor</guid>
<description><![CDATA[ Sinergi BP4D dan UNESA diperkuat melalui penjajakan program pengabdian masyarakat, beasiswa, serta pemberdayaan potensi daerah. Melibatkan tujuh negara dan mahasiswa dari 40 negara untuk meningkatkan IPM Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693961204b179.webp" length="48560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 19:03:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>UNESA, LPPM, BP4D, mahasiswa, perguruan tinggi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="129" data-end="340"><strong data-start="129" data-end="149">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah melalui koordinasi lintas perangkat daerah.</p>
<p data-start="342" data-end="646">Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Anisatul Hamidah, bersama Kepala Bagian Pemerintahan, Abdul Manan, usai acara penjajakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNESA di Peringgitan Bupati Bondowoso, Rabu (10/12/2025).</p>
<p data-start="648" data-end="861">“Kita memiliki potensi yang luar biasa, mulai potensi pertanian, perkebunan, wisata, dan sebagainya. Nah, dari beberapa potensi itulah yang nanti akan diberdayakan oleh UNESA,” kata mantan Kepala Dinsos P3AKB ini.</p>
<p data-start="863" data-end="1041">Kehadiran UNESA di Bondowoso diharapkan dapat memberikan manfaat besar di berbagai sektor. Mereka, kata Anis, juga akan menggandeng tujuh negara yang nantinya hadir di Bondowoso.</p>
<p data-start="1043" data-end="1243">“Hari ini merupakan penjajakan, kira-kira menu apa, kira-kira program apa, yang sangat mungkin dilakukan, sehingga tadi kami sudah sampaikan bagaimana profil Kabupaten Bondowoso seperti apa,” ujarnya.</p>
<p data-start="1245" data-end="1425">Selain itu, lanjut Anisatul Hamidah, UNESA juga menawarkan beasiswa untuk anak-anak Bondowoso, termasuk bagi mereka yang memiliki keahlian kitab kuning maupun yang hafal Al-Qur’an.</p>
<p data-start="1427" data-end="1523">“Mereka akan mendapatkan tiket yang bagus untuk menjadi mahasiswa di UNESA Surabaya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1525" data-end="1701">ASN yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM ini menegaskan, pihaknya terus mengupayakan penyelarasan perencanaan mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.</p>
<p data-start="1703" data-end="1841">“Proses penyusunan program harus berjalan terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” tandasnya.</p>
<p data-start="1843" data-end="2033">Ia menegaskan bahwa BP4D berperan sebagai pengendali dan pengarah agar setiap program pembangunan memiliki landasan data yang kuat, baik dari hasil kajian maupun musyawarah di tingkat bawah.</p>
<p data-start="2035" data-end="2146">“Dengan demikian, perencanaan dapat menghasilkan program yang benar-benar menjawab persoalan daerah,” tegasnya.</p>
<p data-start="2148" data-end="2427">Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Bondowoso, Abdul Manan, menambahkan bahwa akan ada tujuh negara yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bersama UNESA. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari 40 negara yang saat ini menempuh pendidikan di kampus tersebut.</p>
<p data-start="2429" data-end="2762">“Nah, bentuk kerja sama ini adalah tindak lanjut dari MoU yang sudah dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2024 yang lalu, yang berlaku lima tahun, jadi sebagai tindak lanjut itu. Jadi, intinya adalah, apa yang bisa diperbuat oleh UNESA kepada Bondowoso, dan apa yang bisa kita berikan kepada UNESA untuk bisa dikembangkan,” jelas Manan.</p>
<p data-start="2764" data-end="2949">Mantan Camat Prajekan itu menuturkan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bondowoso serta mendukung pengembangan sektor lain.</p>
<p data-start="2951" data-end="3033">“Ini juga mensukseskan program Bondowoso Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2951" data-end="3033"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penguatan Fondasi Sekolah Unggulan di Malang, UM Soroti Perubahan Mindset Lembaga Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penguatan-fondasi-sekolah-unggulan-di-malang-um-soroti-perubahan-mindset-lembaga-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penguatan-fondasi-sekolah-unggulan-di-malang-um-soroti-perubahan-mindset-lembaga-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Pentingnya perubahan mindset  di seluruh sekolah. Perubahan ini mencakup kedisiplinan waktu, pelaksanaan pembelajaran aktif tanpa kelas kosong, kesiapan materi mengajar, serta penataan jadwal rapat kedinasan agar tidak berbenturan dengan jam belajar siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938c1a4dcbe4.webp" length="29194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 10:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan malang, sekolah unggulan, lppp um, universitas negeri malang, pemkab malang, evaluasi pendidikan, penguatan akademik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Negeri Malang (UM) menegaskan bahwa Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang Tahun 2025 difokuskan pada penguatan akademik dan tata kelola sekolah. </p>
<p>Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua LPPP, Prof. Dr. Hardika, dalam evaluasi program yang digelar pada Selasa (9/12/2025) sebagai langkah fundamental memperkuat karakteristik sekolah unggul.</p>
<p>Evaluasi yang diselenggarakan di El Hotel Malang tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang SD dan SMP, serta perwakilan kepala sekolah dari 7 SD dan 10 SMP peserta program. </p>
<p>Proses evaluasi didampingi langsung oleh Tim Ahli LPPP UM, lembaga yang bertanggung jawab merancang materi, mendampingi sekolah, sekaligus menilai efektivitas program.</p>
<p>Hardika menjelaskan bahwa tahun 2025 ditetapkan sebagai tahun pondasi untuk memperkuat sistem pendidikan dasar di Kabupaten Malang. </p>
<p>"Tahun ini kami fokus memperkuat fondasi. Ibarat rumah, sebelum berdiri kokoh, dasarnya harus benar dulu," ujar Hardika pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Sebelum pelaksanaan lokakarya yang dibuka oleh Wakil Bupati Malang dan Dinas Pendidikan, tim pendamping dari UM telah melakukan implementasi lapangan. Tindakan ini bertujuan memastikan pemahaman peserta program benar-benar siap untuk diterapkan, bukan sekadar dipahami secara teoritis.</p>
<p>Dari hasil evaluasi, ditemukan variasi skor pemahaman peserta. Hardika menyebutkan beberapa komponen bahkan mencapai skor 100 persen. Ia menjelaskan bahwa instrumen tersebut mengukur tingkat konstruksi pengetahuan peserta, bukan indikator implementasi final di lapangan.</p>
<p>"Instrumen itu melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi. Misalnya untuk rencana strategis, ada yang mencapai skor 88 sampai 90 dari 100," ungkapnya.</p>
<p>Mengutip sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Hardika menekankan bahwa rencana strategis merupakan kompas utama bagi sekolah unggul, yang menjadi landasan arah kebijakan pendidikan minimal empat hingga lima tahun ke depan.</p>
<p>Lokakarya evaluasi ini menghasilkan rekomendasi penguatan materi untuk Program Sekolah Unggulan pada tahun 2026, khususnya pada komponen yang belum mencapai target pemahaman. Fokus penguatan tersebut meliputi peran guru, kepemimpinan <em>(leadership) </em>kepala sekolah, kinerja tenaga kependidikan, hingga karakter siswa.</p>
<p>"Pemahaman tentang karakter sekolah unggul menjadi prioritas lanjutan. Guru harus tahu perannya, kepala sekolah harus menunjukkan <em>leadership</em>, tenaga kependidikan harus bekerja sesuai standar, dan karakter siswa harus benar-benar dibangun," tegas Hardika.</p>
<p>Ia menambahkan, hasil evaluasi akan disusun menjadi laporan resmi kepada Bupati Malang dan jajaran pemerintah daerah. Laporan ini akan dilengkapi dengan ringkasan eksekutif agar mudah dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan.</p>
<p>Hardika juga menyoroti pentingnya perubahan <em>mindset</em> (pola pikir) di seluruh sekolah. Perubahan ini mencakup kedisiplinan waktu, pelaksanaan pembelajaran aktif tanpa kelas kosong, kesiapan materi mengajar, serta penataan jadwal rapat kedinasan agar tidak berbenturan dengan jam belajar siswa.</p>
<p>"Harapannya, kebiasaan-kebiasaan baik ini tetap berjalan meskipun pendampingan UM selesai. Guru adalah profesi yang menjunjung etika dan bekerja maksimal. Jika profesionalisme dijalankan, sekolah akan bergerak menuju kinerja terbaik," pungkasnya.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bank Jatim Dukung Program Sekolah Unggulan di Malang, Janjikan Fondasi Layanan Keuangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bank-jatim-dukung-program-sekolah-unggulan-di-malang-janjikan-fondasi-layanan-keuangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bank-jatim-dukung-program-sekolah-unggulan-di-malang-janjikan-fondasi-layanan-keuangan</guid>
<description><![CDATA[ Dukungan Bank Jatim dijanjikan pada penguatan fondasi layanan keuangan daerah yang dianggap krusial untuk menopang transformasi sektor pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937c4cdeb6a5.webp" length="16410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 14:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bank Jatim, Sekolah Unggulan, Pendidikan Malang, Pemerintah Daerah, Literasi Keuangan, Malang Raya, Dunia Pendidikan, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih progresif mendapat dukungan dari Bank Jatim. </p>
<p></p>
<p>Dukungan tersebut ditegaskan di sela agenda Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan yang digelar di El Hotel, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (9/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Dukungan Bank Jatim dijanjikan pada penguatan fondasi layanan keuangan daerah yang dianggap krusial untuk menopang transformasi sektor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bank Jatim Cabang Kepanjen, Satriya Dananjaya, menyebut bahwa posisi Bank Jatim sebagai bank milik pemerintah daerah memberikan tanggung jawab moral dan strategis untuk bersinergi dengan agenda pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memang sudah bank milik pemerintah daerah. Karena itu, sejak dulu kami mendukung penuh, terutama dalam sinergi di bidang pendidikan," ujar Satriya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Bank Jatim telah mengintegrasikan berbagai layanan vital, mencakup seluruh sistem transaksi pendidikan dan penguatan literasi keuangan di lingkungan sekolah. </p>
<p></p>
<p>"Transaksionalnya, termasuk literasi keuangan, semua lewat kita di Bank Jatim. Kami menjalankan peran sebagai kasir bank daerah," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Satriya memastikan bahwa lembaganya akan memberikan dukungan penuh terhadap program percepatan sekolah unggulan yang tengah digencarkan oleh Pemkab Malang.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga support program-program pemerintah daerah Kabupaten Malang dalam memajukan sekolah-sekolah, seperti yang tadi disampaikan Ibu Wakil Bupati Malang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran Bank Jatim dalam workshop ini menandai momentum penting bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor pendidikan, dan lembaga perbankan. </p>
<p></p>
<p>Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk mempercepat terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih maju di Kabupaten Malang<b>. (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Evaluasi Program Sekolah Unggulan di Malang, Tantangan Besar di Balik Program Ambisius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/evaluasi-program-sekolah-unggulan-di-malang-tantangan-besar-di-balik-program-ambisius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/evaluasi-program-sekolah-unggulan-di-malang-tantangan-besar-di-balik-program-ambisius</guid>
<description><![CDATA[ Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937be2546aba.webp" length="46990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 14:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Malang, Sekolah Unggulan, Evaluasi Program, Pemkab Malang, Lathifah Shohib, Disdik Malang, Universitas Negeri Malang, Workshop Pendidikan, Mutu Sekolah, Pendampingan UM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> <strong>- </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan 2025. </p>
<p>Pertemuan yang dilaksanakan di el Hotel Malang, Selasa (9/12/2025) ini sejatinya menjadi momen evaluasi untuk memetakan efektivitas program yang telah berjalan sejak Oktober, hasil kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM).</p>
<p>Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan.</p>
<p>Wakil Bupati Lathifah menekankan bahwa evaluasi ini adalah titik kontrol vital untuk memastikan arah program. </p>
<p>"Kita ingin memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan mutu sekolah," ujar Lathifah. </p>
<p>Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan secara komprehensif mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga paguyuban orang tua, menunjukkan cakupan program yang luas.</p>
<p>Namun, di tengah klaim antusiasme dari sekolah yang telah ia tinjau, Wabup Lathifah memberikan penekanan tajam, hasil program ini disebutnya wajib diimbaskan secara luas, termasuk kepada sekolah swasta. </p>
<p>Penekanan ini secara implisit menunjukkan bahwa keberhasilan program unggulan tidak boleh berhenti pada 17 sekolah percontohan yang didampingi, tetapi harus menjadi katalisator bagi ratusan sekolah lain yang menunggu perbaikan.</p>
<p>Sementara, Kepala Dindik Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, mengakui tantangan untuk tidak menjadikan program ini sekadar slogan. </p>
<p>Ia menyatakan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.</p>
<p>"Kami ingin memastikan program ini berjalan bukan hanya sebagai slogan, tetapi betul-betul berdampak pada tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan moral mental pendidikan," kata Bagus.</p>
<p>Ia menyebut bahwa pembangunan peradaban pendidikan yang kuat tidak cukup hanya dilihat dari fasilitas gedung, melainkan dari DNA kepemimpinannya.</p>
<p>"Yang penting berhasil dulu, karena sekolah lain sedang menunggu. Dalam lima tahun kita ingin semua sekolah menjadi sekolah unggulan," pungkasnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua Pelaksana kegiatan dari UM, Dr. Ahmad, membenarkan bahwa tahun 2025 adalah fase fondasi atau penguatan dasar. </p>
<p>"Ibarat bangun rumah, kita masih memperkuat dasar. Tahun 2026 kita mulai bisa berlari lebih kencang," jelas dia. </p>
<p>Ahmad mengungkapkan bahwa dari total 11 kegiatan utama yang menjadi fondasi sekolah unggulan, sebagian besar telah terselesaikan.</p>
<p>"Ada 11 kegiatan utama. Mulai dari studi visibilitas, perencanaan strategis, kurikulum, pembinaan mata pelajaran inti, karakter, teknologi informasi, seni budaya, kearifan lokal, hingga penguatan manajemen organisasi. Hari ini adalah kegiatan ke-10 yaitu evaluasi dan refleksi. Tinggal satu lagi penyusunan laporan akhir," terangnya.</p>
<p>Ia menegaskan kesiapan UM melanjutkan pendampingan apabila kembali dipercaya Pemkab Malang.</p>
<p>"Kami berharap diminta kembali. Tentu kami bekerja optimal dan tidak mau mengecewakan. Kerja sama ini bagi kami sangat berharga," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Pesantren Jadi Pusat Penguatan Sains dan Teknologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pesantren-jadi-pusat-penguatan-sains-dan-teknologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pesantren-jadi-pusat-penguatan-sains-dan-teknologi</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman memaparkan jika ekosistem ini berjalan konsisten, kualitas SDM Kota Batu akan meningkat signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936a91965dc5.webp" length="46298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 19:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pesantren, Pendidikan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu mulai mendorong pesantren berperan lebih besar dalam penguatan pendidikan umum, sains, dan teknologi. Langkah ini ditegaskan lewat Kick Off Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF).</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (8/12/2025) lmenilai pesantren harus menjadi bagian dari transformasi pendidikan daerah, bukan hanya pusat kajian agama.</p>
<p>“Kurikulum keagamaan tetap jadi pondasi, tetapi integrasinya dengan pengetahuan umum dan teknologi adalah kebutuhan hari ini,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p>Ia menyebut Pemkot Batu sudah menyiapkan dukungan penuh untuk peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di pesantren baik jenjang Wustho setara SMP/MTs maupun Ulya setara SMA/MA.</p>
<p>Dorongan itu bukan hanya soal kurikulum. Pemkot juga membuka akses lanjutan bagi santri melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program 1000 Sarjana kembali diproyeksikan berjalan dengan pembiayaan UKT bagi peserta yang lolos RPL, termasuk lulusan pesantren.</p>
<p>“Ini kabar yang harus sampai ke semua santri. Pendidikan adalah jalan paling konkret untuk memutus rantai kemiskinan. Selain itu, kesempatan afirmasi juga diperluas. Santri dengan hafalan minimal 10 juz dapat mengakses pembiayaan pendidikan melalui jalur prestasi keagamaan dalam klaster Hafiz Quran," ujarnya.</p>
<p>Skema ini dianggap sebagai penghargaan terhadap pencapaian religius sekaligus pintu mendorong santri melanjutkan studi tinggi. Cak Nur berharap kolaborasi pesantren dan pemerintah daerah lewat program PDF dapat membangun ekosistem pendidikan baru: berbasis agama, ditopang sains, dan dikuatkan teknologi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru di Gresik Didorong Berinovasi Menggunakan Interactive Flat Panel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-di-gresik-didorong-berinovasi-menggunakan-interactive-flat-panel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-di-gresik-didorong-berinovasi-menggunakan-interactive-flat-panel</guid>
<description><![CDATA[ Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian layanan pendidikan di era digital, yang turut didukung oleh program Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936824b74899.webp" length="47818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 15:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, TK Muslimat NU Nurul Ishlah Gresik, IFP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Para guru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini didorong secara intensif untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran dengan memanfaatkan perangkat <em>Interactive Flat Panel</em> (IFP). </p>
<p>Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian layanan pendidikan di era digital, yang turut didukung oleh program Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Dorongan ini ditujukan agar para pendidik mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis IFP untuk meningkatkan kualitas dan interaktivitas kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>Salah satu lembaga yang telah mengimplementasikan inovasi ini adalah TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah Gresik. Sekolah tersebut telah menerima bantuan media pembelajaran IFP sejak September 2025. Sebelum perangkat tersebut digunakan, perwakilan guru juga telah menerima pelatihan pembekalan khusus.</p>
<p>Kepala Sekolah TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah Gresik, Ardiana Yogi Safitri, menyatakan bahwa inovasi ini penting untuk mengarahkan anak-anak pada pemanfaatan layanan digital yang positif.</p>
<p>"Jadi, guru-guru sekarang ini diminta untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Tujuannya agar anak-anak menggunakan layanan digital itu tidak ke hal negatifnya saja, tetapi juga yang positifnya," kata Ardiana, Senin (28/12/2025).</p>
<p>Ardiana menjelaskan, media pembelajaran IFP ini mereka sebut sebagai Literasi Pendidikan Anak (Lidia). Dalam sesi pembelajaran Lidia, guru memberikan kesempatan kepada para murid untuk berinteraksi langsung dengan IFP sebagai media pembelajaran sehari-hari.</p>
<p>Menurutnya, pembelajaran berbasis IFP ini sangat efektif untuk mengajarkan kemampuan dasar seperti menulis, membaca, mengenal warna, dan memahami konsep kontras seperti besar dan kecil dari sebuah gambar.</p>
<p>"Anak-anak juga bisa bermain lebih banyak lagi dari video-video interaktif selama pembelajaran IFP," jelasnya.</p>
<p>Inovasi ini terus dikembangkan oleh para guru dengan dukungan platform digital ruang murid yang menyediakan beragam sumber belajar, latihan soal, serta layanan pendukung lainnya. Selain itu, guru juga mulai memperkenalkan buku digital sebagai media kolaborasi dengan wali murid untuk mendalami perkembangan siswa melalui teknologi digital. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri DevFest 2025, Konjen AS di Surabaya Dukung Kolaborasi Teknologi Indonesia–Amerika</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-devfest-2025-konjen-as-di-surabaya-dukung-kolaborasi-teknologi-indonesiaamerika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-devfest-2025-konjen-as-di-surabaya-dukung-kolaborasi-teknologi-indonesiaamerika</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi teknologi Indonesia–Amerika kian erat saat Konjen AS Christopher Green menegaskan komitmen dukungan terhadap ekosistem AI Surabaya dalam DevFest 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343dd744279.webp" length="43388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 21:56:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Cak Chris, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Google Developer Group, GDG, ISTTS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kerja sama teknologi antara Amerika Serikat dan Indonesia semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga pengembangan talenta digital. </p>
<p>Pola kolaborasi itu kembali terlihat pada akhir pekan ini ketika Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, hadir langsung dalam gelaran DevFest Surabaya 2025. Kehadiran ini menjadi simbol penguatan kemitraan dua negara dalam inovasi teknologi dan pengembangan ekosistem digital.</p>
<p>Acara tahunan yang diinisiasi Google Developer Groups (GDG) Surabaya bersama AI/ML Surabaya, Flutter Surabaya, serta Institut Saind dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) itu berlangsung pada 6 Desember 2025 di Yarra Ballroom Surabaya. </p>
<p>DevFest 2025 menghadirkan rangkaian program yang lebih komprehensif, mulai dari sesi edukatif, diskusi teknis mendalam, hingga workshop praktik langsung yang diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Beragam topik kekinian disajikan, di antaranya pengembangan web, mobile development, machine learning, data science, IoT, DevOps, hingga inovasi amplified AI. Acara ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi titik temu antara pengembang, akademisi, dan industri.</p>
<p>Selain itu, panitia juga membuka Call for Speakers bagi talenta teknologi di Jawa Timur, sebagai sarana berbagi riset, pengalaman, serta ide inovatif di hadapan komunitas developer.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan Konjen AS untuk Ekosistem AI Indonesia</strong></p>
<p>Konjen AS di Surabaya, Christopher Green hadir untuk memberikan sambutan pembukaan sekaligus menegaskan komitmen Konsulat AS dalam mendukung inovasi digital di Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Ia menyampaikan optimisme atas potensi kolaborasi kedua negara, terutama dalam bidang kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat di Indonesia Green menyebut dinamika pengembangan AI di Indonesia mengingatkannya pada era awal internet di Amerika Serikat, masa ketika teknologi baru tumbuh cepat dan mendorong percepatan inovasi global.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343de0b6cc7.webp" alt=""></p>
<p>"Ini adalah tahun kedua saya berada di GDG Surabaya, dan kami sangat bangga dapat mendukung inovasi teknologi, terutama AI, yang juga menjadi kekuatan Amerika Serikat," ungkap laki-laki yang akrab disapa Cak Chris itu, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Cak Chris sendiri menilai ekosistem AI di Indonesia sangat energetis, didukung komunitas yang kuat dan mitra industri yang terus berkembang. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan peluang kolaborasi yang luas antara kedua negara.</p>
<p></p>
<p>"Indonesia adalah partner yang sempurna untuk kami berkolaborasi, berbagi ide, dan menemukan penyelesaian baru yang bermanfaat bagi kemanusiaan bersama antara kedua negara," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya pipeline talent di sektor teknologi. Kolaborasi antara komunitas, industri, dan kampus dinilainya sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan talenta yang mampu bersaing secara global.</p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi seperti ini memberi manfaat bagi semua pihak, mulai dari pelajar yang memperoleh kemampuan baru, universitas dapat menyesuaikan kurikulum, dan industri mendapatkan talenta yang siap bergerak sejak hari pertama," sebut Chris.</p>
<p></p>
<p>Kolaborasi Komunitas dan Akademisi Dinilai Semakin Strategis</p>
<p></p>
<p>Konjen AS juga sempat berdiskusi dengan penyelenggara acara serta beberapa perwakilan industri. Green menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan GDG Surabaya, ISTTS, dan IKADO merupakan model ekosistem teknologi yang efektif, layaknya pola kemitraan yang berkembang di Silicon Valley.</p>
<p></p>
<p>Dukungan Konsulat AS terhadap berbagai program edukasi teknologi sebelumnya, termasuk inisiatif keamanan siber dan artificial intelligence yang telah dijalankan bersama ISTTS menjadi bukti komitmen jangka panjang yang terus diperluas.</p>
<p></p>
<p><strong>Kolaborasi Ini Akan Terus Diperkuat</strong></p>
<p>Sementara itu, Prof. Esther Setiawan dari Institut STTS, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam DevFest 2025, menyambut baik kehadiran Konjen AS serta kolaborasi yang terjalin selama ini. Ia menyebut kerja sama lintas negara dan lintas ekosistem merupakan fondasi penting dalam pembentukan talenta digital masa depan.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bersyukur Mr. Chris Green bisa hadir dan mendukung komunitas developer di Surabaya. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk perkembangan ekosistem teknologi kita," ucap Prof. Esther.</p>
<p></p>
<p>Di akhir sesi, Esther menegaskan bahwa kemitraan dengan Konsulat AS akan terus diperluas pada tahun mendatang, terutama pada bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan pengembangan talenta digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Ekosistem Developer Jawa Timur, Konferensi Teknologi DevFest Surabaya 2025 Digelar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekosistem-developer-jawa-timur-konferensi-teknologi-devfest-surabaya-2025-digelar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekosistem-developer-jawa-timur-konferensi-teknologi-devfest-surabaya-2025-digelar</guid>
<description><![CDATA[ Era AI agents memimpin DevFest Surabaya 2025, ketika ratusan developer diajak membangun sistem cerdas kolaboratif berbasis model terbuka Google dan teknologi Cloud. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343db9326c1.webp" length="71182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 21:35:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Cak Chris, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Google Developer Group, GDG, ISTTS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Guna memperkuat ekosistem developer di Jawa Timur, <em>Google Developer Groups</em> (GDG) Surabaya bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (STTS) dan AI/ML Surabaya mengadakan kegiatan DevFest Surabaya 2025, yang berlangsung di Yarra Ballroom Surabaya, Sabtu (6/12/2025). </p>
<p>Acara yang merupakan kegiatan konferensi teknologi tahunan ini menghadirkan rangkaian sesi edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pengembang dan pelaku industri teknologi.</p>
<p>DevFest Surabaya 2025 ini menghadirkan berbagai topik yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini, mulai dari pengembangan web dan aplikasi mobile, kecerdasan buatan (AI), machine learning, data science, IoT, DevOps, hingga inovasi amplified AI. </p>
<p>Para peserta juga berkesempatan mengikuti hands-on-workshop praktis, sesi teknis mendalam, serta berjejaring dengan praktisi industri, akademisi, dan komunitas teknologi lokal.</p>
<p><strong>Edukasi ke Developer Terkait Era Agent pada AI</strong></p>
<p>Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Profesor Institut STTS Esther Setiawan menjelaskan, DevFest merupakan Developer Festival hasil kerja sama kerjasama antara Google dengan kampus Institut STTS dan, IKADO Surabaya. Dia mengungkapkan, bahasan utama dari kegiatan ini adalah fokusnya pada era agent dalam berbagai teknologi terbaru AI.</p>
<p>"Hari ini kita membagikan berbagai teknologi terbaru AI ke para developer supaya mereka tahu bahwa sekarang eranya agent. Jadi, agent ini akan menjadi fokus utama teknologi di mana antara agent ini akan berkolaborasi dan mendukung ekosistem dari dunia IT dan sistem yang ada keseluruhan," jelas Esther, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Dia menjelaskan terkait studi kasus tentang kedokteran di mana AI agents itu bisa saling berkolaborasi untuk mendukung proses pencegahan terjadinya serangan jantung, proses membantu pemantauan kesehatan sampai ke solusi yang bisa langsung dipakai oleh masyarakat sederhananya seperti mencari rumah sakit terdekat. </p>
<p>"Jadi, agent ini sangat membantu kita nanti ke depannya dan teknologi ini sudah dipakai di berbagai negara dan kita harapkan di Indonesia juga ekosistem developer di Surabaya bisa segera mengadaptasi teknologi agent ini dan menyediakan solusi-solusi untuk masyarakat yang bermanfaat dan bisa langsung digunakan," harap Esther.</p>
<p>"Ada 750 developer yang datang hari ini, juga ada berbagai developer yang dari luar kota, bahkan dari Malang, bahkan dari Bandung. Kita punya puluhan pembicara yang hari ini juga spesial ada Pak Sandika, terus ada Pak Steve Ng dari Flutterflow Pusat, ada Alvin dari Google Cloud dan tim dari MPS Jakarta yang langsung datang hari ini untuk membagikan knowledge dan teknologi terbaru tentang ini," sambung Esther.</p>
<p>Mengingat jumlah peserta developer dalam kegiatan ini banyak, mencapai 750 orang, Esther menuturkan bahwa dalam kegiatan ini dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan level keahlian masing-masing developer.</p>
<p>"Nah, kita punya tiga track. Jadi, workshopnya sudah kita pisah bagi yang pemula tidak tahunya sama sekali ada, bagi yang level intermediate ada, dan juga level expert. Jadi, kita ingin mengakomodasi semua level pemahamannya," tutur Esther.</p>
<p>Dia menilai, para developer yang ikut kegiatan di Surabaya ini sangat antusias dalam mengikuti. Sehingga setiap dirinya melontarkan pertanyaan terjadi diskusi yang aktif antara dirinya yang juga merupakan narasumber atau pembicara dengan peserta.</p>
<p>"Jadi, mereka benar-benar memperhatikan dan juga banyak yang sudah bawa app hari ini, mereka membawa aplikasi terus mendiskusikan bagaimana cara mengembangkan aplikasinya itu," ucapnya.</p>
<p>Dalam konferensi teknologi terpadu ini, Esther juga menyebutkan, beberapa workshop ataupun lokakarya yang diadakan di antaranya tentang bagaimana AI itu dikolaborasikan dengan Android, AI dengan web, maupun cara membangun sistem AI itu sendiri.</p>
<p>"Maka, untuk tim yang bisa membangun AI, komputer scientist, kita bisa fokus pada membangun modal-modal AI. Untuk yang tim developer mobile dan web, mereka tetap bisa mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem mereka. Jadi, ada lebih dari 10 workshop paralel bersama," sebut Esther.</p>
<p><strong>Membangun Agentic System Menggunakan "Jema"</strong></p>
<p>Di sisi lain, hadir sebagai pembicara pula Direktur of Research dan Innovation Center Institut STTS, Joan Santoso menyampaikan, pada kegiatan ini pihaknya mengajarkan terkait cara membangun agentic system menggunakan open model dari Google yaitu "Jema". </p>
<p>"Kita akan bahas step by step-nya mulai dari yang basic sampai bagaimana open model ini bisa digunakan untuk dari aplikasi industri. Kita melakukan workshop satu jam setengah dengan pemanfaatan Google Cloud Technology," papar Joan.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, Joan menerangkan, peserta diajak belajar terkait open model, penggunaan Google Cloud, dan bagaimana melakukan deploy Google Cloud maupun modelnya, sampai mengembangkan, agentic system-nya memanfaatkan open model dari Google tersebut. </p>
<p>"Kita akan mengajak peserta mencoba untuk melakukan stress test juga ke Google Cloud-nya supaya kita tahu bagaimana skalabilitas dan kebutuhan di industri untuk pengembangan aplikasi Cloud itu seperti apa. Dan juga tidak hanya secara develop tapi juga cara testing-nya, baik secara aplikasi maupun dari infrastructure," terangnya.</p>
<p>Terkait kondisi Google Cloud sendiri di Indonesia, Joan mengungkapkan, bahwa saat ini banyak yang sudah pakai teknologi Cloud, salah satunya Google Cloud. </p>
<p>"Google Cloud, Google dengan menggunakan teknologi Cloud ini saya rasa sudah lama sekali diadopsi di Indonesia. Dan melalui event-event GDG juga kita terus sharing terkait dengan teknologi terbaru dari Google Cloud supaya bisa dimanfaatkan teman-teman developer maupun industri melalui kegiatan ini," ungkap Joan.</p>
<p>Meski sudah banyak yang memakai teknologi Cloud, Joan menekankan, bahwa tidak perlu khawatir akan keamanan digitalnya. Karena dalam teknologi Cloud tersebut sudah memiliki SLA dari Google Cloud yang terjamin. </p>
<p>"Jadi Cloud nggak cuma hanya masalah infrastructure saja tapi dari sisi security juga ada. Nah, di hari ini juga ada sesi terkait dengan security khususnya untuk penggunaannya di Google Cloud itu sendiri," jelas Joan. </p>
<p>Melalui kegiatan konferensi teknologi terpadu bernama DevFest Surabaya 2025 ini, para pengembang perangkat lunak, profesional industri, mahasiswa, dan masyarakat umum bisa semakin memperdalam pemahaman mereka tentang teknologi digital dan tren industri terbaru. </p>
<p>Diharapkan, pengembang atau para developer ke depan semakin bisa memanfaatkan teknologi terbaru dari AI maupun menggunakan teknologi Cloud sehingga semakin maju. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Cetak Agen Perubahan Muda lewat Rekrutmen dan Pelatihan FAB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-cetak-agen-perubahan-muda-lewat-rekrutmen-dan-pelatihan-fab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-cetak-agen-perubahan-muda-lewat-rekrutmen-dan-pelatihan-fab</guid>
<description><![CDATA[ Open recruitment dan capacity building Forum Anak Bondowoso menghasilkan 52 agen muda yang dibekali kepemimpinan, hak anak, dan peran pelopor-pelapor dalam mewujudkan lingkungan ramah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933e3b2828e3.webp" length="54066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 15:05:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Forum anak, Bondowoso, Anak, agen perubahan, dinsos, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah harus memberikan wadah bagi aspirasi anak, melalui Forum Anak, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi antara anak dan pemerintah, dalam pemenuhan hak anak dan pelindungan khusus anak. </p>
<p>Forum ini berperan sebagai pelopor dan pelapor, serta bertujuan mengembangkan kapasitas anak dalam menyampaikan aspirasi, suara, pandangan, dan kebutuhan mereka di berbagai jenjang pemerintahan. </p>
<p>Meyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menyelenggarakan <em>Open Recruitment</em> dan <em>Capacity Building</em> Forum Anak Bondowoso (FAB) pada tanggal 5 – 6 Desember 2025. </p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di UPTD PPA itu diikuti oleh 52 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas. Mereka akan besama-sama untuk menjadi jembatan aspirasi anak-anak di Bumi Ki Ronggo kepada pemerintah.</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi muda yang berintegritas dan peka terhadap isu perlindungan anak.</p>
<p>“Kegiatan ini sangat penting sebagai investasi masa depan Bondowoso. Kami berharap Forum Anak Bondowoso dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, memastikan setiap suara anak didengar, dan mewujudkan Bondowoso sebagai kabupaten layak anak yang sesungguhnya,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6933e3af8409c.webp" alt=""></p>
<p><strong>Perkuat Pemahaman dan Kepemimpinan Anak</strong></p>
<p><em>Capacity Building</em> yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) diisi dengan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), serta materi mengenai Forum Anak secara umum. </p>
<p>“Peserta mendapatkan pembekalan tentang hak anak, indikator Kabupaten Layak Anak (KLA), keterampilan berorganisasi, kerja tim, hingga kemampuan <em>public speaking,”</em> kata Imron yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan ini.</p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan peran Pelopor dan Pelapor (2P) agar mampu menjadi agen perubahan dalam penyampaian aspirasi dan pencegahan pelanggaran hak anak. </p>
<p>“Kegiatan ini, nantinya akan ditutup dengan sesi <em>outbond</em> untuk memperkuat kekompakan Forum Anak Bondowoso,” tukasnya.</p>
<p><strong>Penjaringan Anggota Baru</strong></p>
<p>Sementara itu, <em>Open Recruitment</em> Forum Anak Bondowoso dimulai sejak November dan mencapai puncaknya melalui proses seleksi pada 5 – 6 Desember. Sebanyak 52 anak resmi bergabung sebagai anggota baru dan akan menjalani masa orientasi sebelum mulai terlibat dalam program kerja forum.</p>
<p>Secara teknis, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Hafidhatullaily, menjelaskan, kehadiran anggota baru ini menjadi energi baru bagi FAB.</p>
<p>“Dengan adanya anggota baru dan bekal dari Capacity Building ini, kami siap mengemban amanah yang lebih besar. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam upaya pemenuhan hak anak di Bondowoso,” kata Lely, panggilan karib Kabid P3A.</p>
<p>Dirinya juga menjelaskan, kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama dan pernyataan komitmen untuk memperluas advokasi dan sosialisasi perlindungan anak di berbagai tingkatan. </p>
<p>“Kami oprimistis, Forum Anak Bondowoso semakin solid dan efektif dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi seluruh anak di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membanggakan, Mahasiswa UIN Malang Raih Bronze Prize di SIIF 2025 Seoul Suguhkan Inovasi Aplikasi Penyewaan UBORO</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membanggakan-mahasiswa-uin-malang-raih-bronze-prize-di-siif-2025-seoul-suguhkan-inovasi-apliaksi-penyewaan-uboro</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membanggakan-mahasiswa-uin-malang-raih-bronze-prize-di-siif-2025-seoul-suguhkan-inovasi-apliaksi-penyewaan-uboro</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga mahasiswa tersebut satu dari Fakultas Psikologi dan dua dari Fakultas Sains dan Teknologi membawa inovasi berjudul “UBORO: Rent Anything, Anywhere”, sebuah aplikasi penyewaan barang berbasis digital. Aplikasi ini dirancang sebagai marketplace khusus penyewaan, memungkinkan pengguna untuk menyewa atau menyewakan berbagai kebutuhan secara praktis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69357be17b901.webp" length="25764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 20:10:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Tiga mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi yang membanggakan yang berhasil meraih Bronze Prize dalam ajang bergengsi Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang digelar di COEX Conference Center, Seoul, pada 2–5 Desember 2025. </p>
<p>Kompetisi ini merupakan salah satu pameran inovasi terbesar di Asia yang menghadirkan penemu dan inovator dari berbagai negara.</p>
<p>Ketiga mahasiswa tersebut satu dari Fakultas Psikologi dan dua dari Fakultas Sains dan Teknologi membawa inovasi berjudul “UBORO: Rent Anything, Anywhere”, sebuah aplikasi penyewaan barang berbasis digital. Aplikasi ini dirancang sebagai marketplace khusus penyewaan, memungkinkan pengguna untuk menyewa atau menyewakan berbagai kebutuhan secara praktis.</p>
<p>Inovasi ini dinilai menghadirkan solusi atas tingginya konsumsi barang serta mendorong efisiensi melalui konsep ekonomi berbagi (sharing economy). Dalam presentasinya, tim menjelaskan bahwa UBORO dapat mengurangi pemborosan penggunaan barang dan memaksimalkan fungsi barang yang jarang dipakai.</p>
<p>Melalui penilaian juri internasional, karya tersebut dinilai unggul dari segi kebermanfaatan, kelayakan implementasi, serta potensi kontribusi terhadap isu lingkungan dan efisiensi sumber daya. Atas hal itu, para mahasiswa M. Fikran Pandya, Fairuz Ardhan Haunan, dan Raihana Hesti Rosemawardani berhak membawa pulang penghargaan Bronze Prize.</p>
<p>Capaian ini menjadi salah satu prestasi yang membangggakan bagi UIN Malang guna menunjukkan daya saing mahasiswa dalam pengembangan teknologi berbasis solusi sosial di dunia internasional. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Pendidikan Kota Batu Dorong ASN Guru SMP Bersiap Hadapi Sistem Presensi Elektronik dan Penegakan Etika Profesi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-kota-batu-dorong-asn-guru-smp-bersiap-hadapi-sistem-presensi-elektronik-dan-penegakan-etika-profesi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-kota-batu-dorong-asn-guru-smp-bersiap-hadapi-sistem-presensi-elektronik-dan-penegakan-etika-profesi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penguatan disiplin, penerapan presensi elektronik, serta penegasan etika dan kewajiban profesi, sosialisasi ini menjadi langkah awal Pemkot Batu memperbaiki tata kelola pendidikan di tingkat SMP ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932d1c307f40.webp" length="21110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 20:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Presensi Elektronik, Etika Profesi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pendidikan Kota Batu mulai memperkuat pembenahan tata kelola kepegawaian para guru ASN jenjang SMP dengan menekankan kesiapan menuju sistem presensi elektronik dan penegakan etika profesi.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M.Chori pada Jumat (5/12/2025) menguraikan bahwa langkah ini sebelumnya telah disosialisasikan sebagai upaya mendorong standar disiplin baru di lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kedisiplinan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas. Apalagi guru sebagai elemen paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan, sehingga konsistensi dalam etika kerja dan kode etik menjadi keharusan," urainya.</p>
<p>Terlebih mulai tahun depan seluruh Guru Tenaga Kependidikan diwajibkan melaksanakan presensi elektronik sebagaimana ASN pada umumnya. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan kedisiplinan guru berjalan lebih terukur.</p>
<p>Selain itu, peningkatan kesadaran, motivasi, dan komitmen guru dalam menjalankan tugas dengan benar juga menjadi sorotan utama. sehingga pembekalan terkait kedisiplinan, serta penjelasan mengenai sejumlah kewajiban kepegawaian, seperti mekanisme kenaikan pangkat, konversi angka kredit, penilaian kinerja, hingga syarat linearitas pendidikan dipaparkan oleh Dinas Pendidikan secara gamblang</p>
<p>"Pemkot Batu menegaskan bahwa pembenahan manajemen disiplin guru bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi juga arah jangka panjang untuk memperkuat kualitas pendidikan. Harapannya, guru-guru mampu bekerja lebih profesional, memberi teladan bagi siswa, dan mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Sharing Session, UIN Malang Jalin Sinergi dengan HMPS MPI UAI Tuban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-sharing-session-uin-malang-jalin-sinergi-dengan-hmps-mpi-uai-tuban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-sharing-session-uin-malang-jalin-sinergi-dengan-hmps-mpi-uai-tuban</guid>
<description><![CDATA[ Sinergi ini juga menyentuh aspek Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Ke depan, program bersama akan diarahkan pada pemberdayaan guru, madrasah, dan pesantren melalui penguatan soft skill serta literasi digital, sehingga dampak kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan di Malang maupun Tuban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693577f92815d.webp" length="50104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 19:50:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Malang, SJP - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui HMPS Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggelar Sharing Session sekaligus menjalin sinergi strategis bersama HMPS MPI Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban.</p>
<p>Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Microteaching FITK, Kamis (4/12/2025), menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring nasional serta memperkaya wawasan kepemimpinan dan keorganisasian mahasiswa.</p>
<p>Ketua HMPS MPI UIN Malang, Ifan Rahmatulloh, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial.</p>
<p>“Kekuatan organisasi mahasiswa terletak pada jejaring dan kemauan untuk saling belajar. Sharing session ini adalah komitmen nyata untuk meningkatkan mutu tata kelola HMPS,” ujarnya.</p>
<p>Dari rangkaian diskusi, kedua organisasi menyepakati penguatan kolaborasi yang berorientasi pada Tridharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Fokus pertama adalah pertukaran pengetahuan organisasi, dengan membuka komunikasi rutin untuk berbagi strategi program kerja, pengelolaan administrasi, hingga sistem rekrutmen yang lebih terstruktur.</p>
<p>Fokus kedua menyasar pengembangan keilmuan mahasiswa. Kedua HMPS berencana menyelenggarakan seminar dan webinar bersama seputar isu-isu aktual Manajemen Pendidikan Islam.</p>
<p>Sinergi ini juga menyentuh aspek Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Ke depan, program bersama akan diarahkan pada pemberdayaan guru, madrasah, dan pesantren melalui penguatan soft skill serta literasi digital, sehingga dampak kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan di Malang maupun Tuban.</p>
<p>Ketua HMPS MPI UAI Tuban menyampaikan apresiasi atas sambutan dan peluang kerja sama tersebut.</p>
<p>“Kolaborasi ini menjadi pemicu semangat bagi kami. Insight dari HMPS MPI UIN Malang sangat berarti untuk mengakselerasi program kerja, khususnya di bidang keilmuan dan PkM,” ungkapnya.</p>
<p>Sinergi HMPS MPI UIN Malang dan HMPS MPI UAI Tuban ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas kampus mampu melahirkan inovasi, memperkuat solidaritas, serta menyiapkan mahasiswa yang unggul secara akademik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Jejaring Global UIN Malang Gelar International Students Brunch Dialogue</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-jejaring-global-uin-malang-gelar-international-students-brunch-dialogue</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-jejaring-global-uin-malang-gelar-international-students-brunch-dialogue</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan mahasiswa dari berbagai negara tampak antusias mengikuti dialog yang dikemas dalam format meja bundar dan U-shape, memungkinkan interaksi dua arah yang intensif. Suasana cair dan penuh keakraban menguatkan nuansa interkultural yang menjadi ciri khas kegiatan ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69358303a44ea.webp" length="45382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 20:42:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> -Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mempertegas komitmennya dalam membangun atmosfer akademik yang inklusif dan berwawasan global melalui penyelenggaraan International Students Brunch Dialogue, Rabu (3/12/2025). Bertempat di Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno.</p>
<p>Forum diskusi ini dipimpin langsung oleh Ketua International Office UIN Maliki, Faridatun Nikmah, M.Pd, bersama tim. </p>
<p>Faridatun menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa asing merupakan bagian penting dari visi internasionalisasi kampus.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa internasional merasa diterima dan dihargai. Kehadiran kalian memperkaya cara pandang kita di kampus ini. Melalui forum ini, kami ingin mendengar secara langsung pengalaman, kebutuhan, dan aspirasi kalian, sehingga UIN Malang dapat memberikan dukungan terbaik,” ucap Faridatun.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ruang dialog yang menghubungkan gagasan global dengan dinamika lokal.</p>
<p>“Di era globalisasi, pertukaran ide lintas negara adalah kunci untuk berkembang. Saya berharap kalian tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga membangun jejaring, kolaborasi riset, serta persahabatan jangka panjang yang bermanfaat bagi masa depan,” tambahnya.</p>
<p>Puluhan mahasiswa dari berbagai negara tampak antusias mengikuti dialog yang dikemas dalam format meja bundar dan U-shape, memungkinkan interaksi dua arah yang intensif. Suasana cair dan penuh keakraban menguatkan nuansa interkultural yang menjadi ciri khas kegiatan ini.</p>
<p>Beberapa mahasiswa membagikan pengalaman personal mereka selama tinggal di Malang, tentang keramahan masyarakat, kultur sosial yang unik, hingga pengalaman kolaborasi kecil yang mereka bangun dengan mahasiswa lokal. </p>
<p>International Office berharap kegiatan ini dapat memperkuat komunitas akademik yang inklusif dan saling mendukung. Faridatun menegaskan bahwa IO akan terus melakukan pendampingan, memperluas program internasional, serta memastikan seluruh mahasiswa asing mendapatkan layanan yang memadai.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Kampus Islam Negeri Resmi Gandeng Kerja Sama Percepat Lahirnya Fakultas Kedokteran Baru Dengan UIN Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-kampus-islam-negeri-resmi-gandeng-kerja-sama-percepat-lahirnya-fakultas-kedokteran-baru-dengan-uin-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-kampus-islam-negeri-resmi-gandeng-kerja-sama-percepat-lahirnya-fakultas-kedokteran-baru-dengan-uin-malang</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga PTKIN sepakat bahwa kolaborasi ini akan mendorong lahirnya berbagai program penguatan kapasitas kelembagaan, mulai dari percepatan pendirian Fakultas Kedokteran, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, hingga program akademik lain yang berdampak luas bagi pembangunan nasional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69358ed17c16d.webp" length="47284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 19:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Malang, SJP -  Dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) sekaligus—UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri—resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin ( 1/12/2025 ).</p>
<p>Penandatanganan kerjasama berlangsung di kampus UIN Malang ini menjadi momen bersejarah, membuka jalan besar bagi akselerasi pendirian Fakultas Kedokteran UIN Bandung.</p>
<p>Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag., mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komunikasi panjang yang telah terjalin lama.</p>
<p>“Ini sebenarnya pembicaraan lama. Kita sering bertemu, termasuk di Bali. Hari ini semua pimpinan saya ajak untuk menindaklanjuti secara serius,” ucapnya.</p>
<p>Menurutnya pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Bandung menjadi kebutuhan mendesak, mengingat Jawa Barat berpenduduk 50 juta jiwa dan membutuhkan tenaga medis berkualitas.</p>
<p>“Ini kontribusi PTKIN terhadap prioritas nasional di bidang kesehatan,” tegasnya.</p>
<p>Rosihon sekaligus menyampaikan apresiasi kepada UIN Malang yang bersedia menjadi pembina. “Kita saling menguatkan, bukan bersaing.”</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., menekankan bahwa hubungan kultural antara Lirboyo dan UIN Malang sudah terbangun sejak lama.</p>
<p>Banyak santri Lirboyo melanjutkan studi di UIN Malang, bahkan dosen-dosen kampus hijau itu rutin mengajar di UIT.</p>
<p>“Hampir tiap semester ada dosen UIN Malang yang memberi kuliah. Kolaborasi ini tinggal melanjutkan tradisi baik itu,” tuturnya.</p>
<p>Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyambut hangat kerja sama trilateral ini. Ia menegaskan bahwa MoU tersebut bukanlah acara seremonial belaka.</p>
<p>“Kami ingin memberikan yang terbaik. Kerja sama ini harus berdampak nyata bagi institusi kita,” ujarnya.</p>
<p>Prof. Ilfi turut menjelaskan bahwa progres pembangunan Kampus 3 UIN Malang di Kota Batu, termasuk Gedung Fakultas Kedokteran modern yang didesain menampung 1.600 mahasiswa dengan fasilitas laboratorium mutakhir, ruang kuliah nyaman, dan rooftop café untuk menunjang proses belajar.</p>
<p>Ketiga PTKIN sepakat bahwa kolaborasi ini akan mendorong lahirnya berbagai program penguatan kapasitas kelembagaan, mulai dari percepatan pendirian Fakultas Kedokteran, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, hingga program akademik lain yang berdampak luas bagi pembangunan nasional. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKW PWI Malang Raya Angkatan 59 Berakhir, Kompetensi Wartawan Ditegaskan Bukan Formalitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukw-pwi-malang-raya-angkatan-59-berakhir-kompetensi-wartawan-ditegaskan-bukan-formalitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukw-pwi-malang-raya-angkatan-59-berakhir-kompetensi-wartawan-ditegaskan-bukan-formalitas</guid>
<description><![CDATA[ Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692cf620c0689.webp" length="38072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 09:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Uji Kompetensi Wartawan, PWI Malang Raya, UKW 59, Wartawan Kompeten, Jurnalisme Profesional, Malang Raya, Pers Indonesia, PWI Pusat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP </strong>— Gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Angkatan ke-59 resmi ditutup di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Minggu (30/11/2025). </p>
<p>Penutupan berlangsung dalam suasana evaluatif, dengan penegasan bahwa proses UKW dijalankan secara ketat dan profesional, jauh dari sekadar formalitas.</p>
<p>Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menegaskan bahwa kompetensi menjadi standar wajib yang harus dipenuhi oleh insan pers untuk menjaga martabat profesi. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya sinergi antara media yang terverifikasi dan wartawan yang berkompeten di tengah tingginya tuntutan publik terhadap informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>"Ini adalah tuntutan Dewan Pers. Wartawan wajib kompeten, medianya juga harus terverifikasi. Kita bersinggungan dengan semua lapisan masyarakat, jadi profesionalisme tak bisa ditawar," ucap Cahyono.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa UKW Angkatan ke-59 merupakan penyelenggaraan ke-11 oleh PWI Malang Raya. Meskipun ratusan wartawan telah dinyatakan kompeten pada pelaksanaan sebelumnya, ia menekankan bahwa proses seleksi UKW tidak mengizinkan kelulusan instan.</p>
<p>Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang. </p>
<p>Namun, tidak semua peserta berhasil memenuhi standar. Mereka yang belum kompeten diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang enam bulan setelah pelaksanaan ini.</p>
<p>"Ada proses yang harus dipenuhi, dan tidak ada yang instan dalam profesi wartawan," tegasnya.</p>
<p>Soeparijono, salah satu peserta jenjang Muda yang dinyatakan lulus, menyatakan apresiasinya. Ia menilai UKW adalah sarana penting untuk mengevaluasi kualitas diri. </p>
<p>"Ujian ini penting bagi kami. Semoga setelah ini teman-teman makin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas," ujarnya. </p>
<p>Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji, mengapresiasi mentalitas para peserta yang bersedia diuji secara terbuka. Ia menilai keberanian mengikuti UKW adalah nilai penting dalam menjaga marwah profesi.</p>
<p>"Yang membuat kalian keren adalah keberanian ikut UKW. Banyak yang menghindar. Kalau sudah lulus, berarti memang layak (kompeten)," kata Eko.</p>
<p>Senada dengan hal itu, Koordinator Penguji UKW Angkatan ke-59, Djoko Tetuko, mengingatkan para jurnalis tentang tanggung jawab moral yang besar. Ia menekankan bahwa kejujuran dan integritas harus menjadi pijakan utama tugas jurnalistik.</p>
<p>"Wartawan itu hidupnya untuk kebenaran. Berat tanggung jawabnya, dan setiap karya akan dimintai pertanggungjawaban," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MA Zainul Hasan Genggong Probolinggo Resmi Kerjasama dengan Fakultas Syariah UIN Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ma-zainul-hasan-genggong-probolinggo-resmi-kerjasama-dengan-fakultas-syariah-uin-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ma-zainul-hasan-genggong-probolinggo-resmi-kerjasama-dengan-fakultas-syariah-uin-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kesepakatan ini membuka babak baru kerja sama, tak hanya di bidang akademik, tetapi juga penelitian pesantren dan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat jejaring dan meningkatkan mutu pendidikan berbasis Turats dan Syariah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693594df352db.webp" length="48790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 21:56:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - MA Zainul Hasan 1 Genggong Probolinggo resmi menandatangani kerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Kegiatan  tersebut sebagai langkah strategis guna meningkatkan mutu pendidikan khususnya pengembangan Program Unggulan Tahqiqu Qiroatil Kutub</p>
<p>Rombongan MA Zainul Hasan 1 Genggong pengelola program unggulan tersebut, dipimpin langsung Kepala Madrasah, Ust. Nun Ahsan Maliki, S.Sy., M.Pd., didampingi jajaran pimpinan dan pengelola program: Solihin, SHI., M.Pd (Waka Kurikulum), Ahmad Muhibul Firdaus, M.Pd (Waka Urusan Masyarakat), Fakhrur Razy, SHI (Ketua Program Tahqiq), Moh Zarkasi, S.Pd.I (Kurikulum Program), serta Moh Fauzi Afnani, S.Pd (Bendahara Program).</p>
<p>Rombongan disambut hangat Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, SHI., M.H., bersama Sekprodi HKI Farida Syuhada’, MHI, Ketua Unit Turats Abdul Rozak, M.Ag, serta jajaran fakultas lainnya di ruang meeting dekanat lantai satu.</p>
<p>Tujuan Kunjungan: Belajar dan Membangun Pendampingan Akademik</p>
<p>Ust. Nun Ahsan Maliki menjelaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Malang telah lama menjadi rujukan utama bagi MA Zainul Hasan 1 Genggong dalam membangun kerja sama akademik.</p>
<p>“Kami datang bukan hanya untuk berkunjung, tetapi untuk belajar,” ucapnya.</p>
<p>Ia menegaskan MA Zaha 1 Genggong Probolinggo memiliki dua program unggulan: Tahqiq Qiroatil Kutub dan Tahfid Al-Qur’an.</p>
<p>Melalui kerjasama ini, pihaknya berharap Fakultas Syariah dapat memberikan pendampingan dalam dua aspek penting: qiroah dan ta’līf.</p>
<p>“Santri kami rata-rata sudah mempunyai karya berupa karangan kitab kelompok, baik berupa syarah maupun terjemahan. Kami ingin pendampingan dari Fakultas Syariah agar kualitas karya ilmiah mereka semakin matang sebelum lulus,” jelasnya.</p>
<p>Fakultas Syariah Sambut Positif</p>
<p>Wakil Dekan III, Dr. Miftahul Huda, menyambut baik kerja sama tersebut.<br>“Kami sangat senang atas kehadiran Kepala Madrasah dan rombongan MA Zainul Hasan Genggong. Semoga pertemuan ini menjadi sarana saling belajar dan bertukar gagasan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga memperkenalkan berbagai program studi serta unit penunjang di Fakultas Syariah, termasuk Unit Turats dan Tahfiz yang aktif membina mahasiswa dalam penguatan literasi kitab kuning dan tahfiz tematik.</p>
<p>“Nantinya Unit Turats yang akan menindaklanjuti pendampingan bagi siswa MA Zaha 1 Genggong,” tambahnya.</p>
<p>Kesepakatan ini membuka babak baru kerja sama, tak hanya di bidang akademik, tetapi juga penelitian pesantren dan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat jejaring dan meningkatkan mutu pendidikan berbasis Turats dan Syariah. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelombang Pensiun Guru di Kota Batu Berpotensi Dongkrak Beban Mengajar, Kualitas Pembelajaran Terancam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-guru-di-kota-batu-berpotensi-dongkrak-beban-mengajar-kualitas-pembelajaran-terancam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-guru-di-kota-batu-berpotensi-dongkrak-beban-mengajar-kualitas-pembelajaran-terancam</guid>
<description><![CDATA[ Ketika jumlah guru terus menyusut, sementara kebutuhan pembelajaran tetap harus dipenuhi dan tanpa kebijakan rekrutmen tenaga pendidik yang lebih agresif, beban guru yang tersisa berpotensi semakin berat yang berujung kualitas layanan pendidikan bisa terganggu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69299e8f85d74.webp" length="11780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 21:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru, Pensiun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu memasuki fase kritis terkait kebutuhan tenaga pendidik. Puluhan guru di jenjang SD dan SMP negeri dipastikan pensiun pada 2025, sementara penambahan formasi ASN tidak mampu mengimbangi laju kekosongan. Kondisi ini membuat beban mengajar guru yang tersisa semakin berat dan berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori pada Jumat (28/11/2025) menerangkan, sebanyak 52 guru akan pensiun tahun depan, naik dari 49 guru yang purna tugas tahun ini. Pada saat yang sama, angka kekurangan guru mencapai 63 orang, terdiri dari 47 guru SMP dan 16 guru SD.</p>
<p>"Lonjakan pensiun inilah yang menjadi penyumbang terbesar kekosongan guru. Tahun depan yang pensiun sudah terdata 17 orang, dan tren ini terus naik,” ujarnya.</p>
<p>Untuk mengatasi kekosongan tersebut, Dindik menerapkan skema merangkap mengajar lintas sekolah. Guru dengan jumlah jam mengajar yang belum memenuhi standar akan ditugaskan ke sekolah lain yang membutuhkan.</p>
<p>Pada praktiknya, guru dari sekolah kecil seperti SMPN Satap Gunungsari 04 dan Pesanggrahan 2 kerap harus berpindah ke beberapa sekolah dalam satu pekan.</p>
<p>Seperti skema serupa diterapkan di SMPN 7 Batu, sekolah baru yang belum memiliki komposisi tenaga pendidik lengkap. Guru-guru dari sekolah lain ditarik untuk menutup kekosongan mapel tertentu.</p>
<p>“Kami memaksimalkan guru yang ada. Satu guru idealnya 24 jam dan secara aturan bisa mengajar sampai 37 jam,” imbuhnya.</p>
<p>Meski dianggap solusi jangka pendek, kebijakan ini membuat sebagian guru menangani beban mengajar jauh di atas rata-rata, terutama di mapel yang kekurangan pengajar. Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan fokus, kualitas pembelajaran, serta intensitas pendampingan siswa.</p>
<p>Sementara itu di jenjang SD, situasinya tidak berbeda jauh dimana kekurangan 16 guru saat ini sebagian besar terjadi karena guru kelas merangkap sebagai kepala sekolah yang akan purna tugas.</p>
<p>"Tahun ini SD mencatat 34 guru yang pensiun, dan tahun depan jumlahnya kembali naik menjadi 35 guru. Ada juga potensi begitu kepala sekolah pensiun, posisi guru kelas ikut kosong, selain itu sebagian guru juga berpotensi meninggalkan kelas jika lolos seleksi calon kepala sekolah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BI dan OJK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembiayaan Digital dan Reformasi Regulasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bi-dan-ojk-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-pembiayaan-digital-dan-reformasi-regulasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bi-dan-ojk-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-pembiayaan-digital-dan-reformasi-regulasi</guid>
<description><![CDATA[ BI dan OJK menilai bahwa penguatan ekosistem pembiayaan yang cepat, murah, dan aman merupakan elemen vital untuk mendorong sektor UMKM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692cedad517c4.webp" length="36348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 18:24:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA MALANG, SJP</b> — Upaya akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju kelas yang lebih tinggi mendapat penekanan baru dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). </p>
<p>Kedua lembaga tersebut memaparkan arah kebijakan pembiayaan digital sebagai kunci pertumbuhan sektor usaha dalam acara Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) pada Jumat (28/11/2025).</p>
<p>BI dan OJK menilai bahwa penguatan ekosistem pembiayaan yang cepat, murah, dan aman merupakan elemen vital untuk mendorong sektor UMKM.</p>
<p>Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional yang harus bertransformasi. </p>
<p>BI mendorong upaya ini melalui tiga fokus utama, yakni digitalisasi, perluasan akses pasar, dan program pendampingan.</p>
<p>"UMKM harus terus beradaptasi dengan teknologi dan memahami pola pembiayaan yang sehat. Digitalisasi menjadi pintu untuk naik kelas," ujar Dedi di hadapan peserta UKW ke-59 dan mahasiswa UIBU.</p>
<p>Upaya pendampingan BI mencakup sistem pencatatan digital serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar siap bersaing di pasar yang terdigitalisasi.</p>
<p>Sementara itu, OJK memperkenalkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 mengenai Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM. </p>
<p>Regulasi ini bertujuan menyederhanakan seluruh proses pembiayaan, mulai dari perencanaan, permohonan kredit, analisis kelayakan, pemberian kredit, hingga penyelesaian pembiayaan.</p>
<p>Aturan baru ini diharapkan mampu menghilangkan birokrasi panjang yang selama ini menghambat pelaku UMKM dalam memperoleh pendanaan.</p>
<p>Analis Pengawasan OJK Malang, Erna Tigayanti, dalam sesi tersebut juga menyoroti pentingnya literasi keuangan. OJK menekankan bahwa meskipun layanan <em>fintech</em> lending berizin dapat menjadi alternatif pendanaan cepat bagi UMKM yang belum terjangkau layanan perbankan (<em>underserved</em> dan <em>unbankable</em>), pemanfaatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.</p>
<p>OJK mencatat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menutup lebih dari 11 ribu pinjaman online (pinjol) ilegal. Angka ini menjadi indikasi kuat perlunya edukasi masif agar masyarakat hanya memanfaatkan layanan keuangan yang legal.</p>
<p>Erna Tigayanti juga menegaskan peran vital media dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Ia menekankan bahwa wartawan harus mampu membedakan produk keuangan legal dan ilegal sebelum disajikan kepada masyarakat.</p>
<p>Materi dari BI dan OJK ini diharapkan membekali jurnalis muda agar mampu menyajikan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM di lapangan.<b> (**) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKW ke&amp;59 PWI Malang Raya Digelar, Pemerintah Harap Jurnalis Jadi Mitra Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukw-ke-59-pwi-malang-raya-digelar-pemerintah-harap-jurnalis-jadi-mitra-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukw-ke-59-pwi-malang-raya-digelar-pemerintah-harap-jurnalis-jadi-mitra-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Wartawan berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui UKW, ia berharap terbangun iklim pemberitaan yang positif, konstruktif, dan mendukung kemajuan Malang Raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692979e28ee6e.webp" length="51290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 17:32:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UKW PWI ke 59, Malang Raya, Wahyu Hidayat, PWI Jatim, UIBU, Insan Budi Utomo, kota Malang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-59 yang digelar PWI Malang Raya di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme jurnalis di Malang Raya.</p>
<p>UKW kali ini diikuti 36 wartawan dari tiga jenjang, masing-masing terbagi dalam tiga kelas muda, dua kelas madya, dan satu kelas utama. Antusiasme tersebut menegaskan komitmen para wartawan untuk memenuhi standar kompetensi dan etika profesi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa UKW menjadi pondasi penting untuk menjaga marwah jurnalisme, terutama di era ketika media sosial kerap memproduksi informasi yang tidak akurat dan sulit diverifikasi.</p>
<p>“Dengan UKW, kita memastikan wartawan memiliki etika dan keterampilan untuk menyajikan berita yang kredibel. Ini penting, karena profesionalisme jurnalis akan berdampak besar pada pembangunan Kota Malang,” ujar Wahyu.</p>
<p>Ia menekankan bahwa wartawan berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui UKW, ia berharap terbangun iklim pemberitaan yang positif, konstruktif, dan mendukung kemajuan Malang Raya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Luthfil Hakim, menyebut UKW sebagai amanah Dewan Pers dan kewajiban bagi setiap wartawan profesional. Ia mengapresiasi PWI Malang Raya yang selama penyelenggaraan UKW telah meluluskan sekitar 150 wartawan tersertifikasi, terbanyak di Jawa Timur.</p>
<p>“Setelah lulus, wartawan bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga secara moral. Kejujuran tetap yang utama, karena wartawan adalah kompas yang mencerdaskan arah bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Ia berharap seluruh peserta UKW ke-59 dapat lulus dan menjalankan kode etik jurnalisme dengan penuh tanggung jawab, sehingga fungsi kontrol sosial media tetap terjaga dan bermanfaat bagi publik.</p>
<p>Penyelenggaraan UKW ke-59 ini juga mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga perhotelan.</p>
<p>Dukungan tersebut datang dari Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Bank Indonesia Malang, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Otoritas Jasa Keuangan Malang, BCA Malang, Pertamina Patra Niaga, PT Best Profit Futures, Tychi Hotel, Politeknik Negeri Malang, The Alana Hotel, Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Golden Tulip Hotel, Ijen Suites, Grand Mercure Malang Mirama, Pemuda Pancasila Kota Malang, hingga Hotel Pelangi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Malang Gelar Forum SPI PTKN se&amp;Indonesia, Kastolan Tekankan Pentingnya Penguatan Tata Kelola Akuntabel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-malang-gelar-forum-spi-ptkn-se-indonesia-kastolan-tekankan-pentingnya-penguatan-tata-kelola-akuntabel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-malang-gelar-forum-spi-ptkn-se-indonesia-kastolan-tekankan-pentingnya-penguatan-tata-kelola-akuntabel</guid>
<description><![CDATA[ Di hadapan para pimpinan SPI PTKN se-Indonesia, Kastolan menegaskan bahwa penguatan SPI bukan sekadar urusan administratif. SPI, menurutnya, adalah penjaga marwah institusi, benteng terakhir yang memastikan perguruan tinggi berada pada jalur yang benar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935980e62322.webp" length="35434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 22:09:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Forum Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia digelar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Kastolan, M.Si., yang menyampaikan paparan mendalam mengenai urgensi penguatan SPI dalam mewujudkan tata kelola kampus yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.</p>
<p>Di hadapan para pimpinan SPI PTKN se-Indonesia, Kastolan menegaskan bahwa penguatan SPI bukan sekadar urusan administratif. SPI, menurutnya, adalah penjaga marwah institusi, benteng terakhir yang memastikan perguruan tinggi berada pada jalur yang benar.</p>
<p>“Kalau kampus ingin maju, ingin dipercaya publik, maka SPI harus kuat. Tanpa pengawasan internal yang tegak, integritas institusi akan goyah. Kita tidak ingin kampus sebagai pusat ilmu justru terjebak dalam persoalan yang merusak kepercayaan masyarakat.”</p>
<p>Kastolan juga membuka paparannya dengan menekankan posisi strategis auditor di lingkungan Kemenag. Seluruh proses pembinaan, rekomendasi, hingga jenjang karier berada pada koordinasi Itjen, sehingga setiap auditor di PTKN tidak bisa berjalan sendiri tanpa mekanisme pembinaan yang terintegrasi.</p>
<p>Ia mengulas dinamika pengembangan karier auditor, dari auditor pertama hingga madya. Keterbatasan formasi auditor di PTKN membuat persaingan jenjang menjadi ketat. Di beberapa kampus, auditor madya bahkan hanya satu orang.</p>
<p>Melalui gaya tutur reflektif, Kastolan menambahkan:<br>“Jangan biarkan auditor bekerja sendirian. Mereka butuh ekosistem, dukungan kelembagaan, dan kejelasan karier. Kalau auditor tidak berkembang, maka pengawasan institusi pun tidak akan berkembang.”</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa pembukaan formasi CPNS auditor dalam beberapa tahun terakhir menjadi bagian penting dari roadmap penguatan SPI. Meski perjuangannya panjang sejak era reformasi, kini hampir seluruh formasi auditor telah terpenuhi dan menjadi modal besar bagi masa depan pengawasan PTKN.</p>
<p>Kastolan turut menyoroti kelembagaan SPI, yang secara statuta berada langsung di bawah rektor. Namun, dalam kenyataan di lapangan, penyetaraan kelembagaan masih sering belum optimal.</p>
<p>Selain itu, ia menekankan perlunya penyelarasan tunjangan SPI. Menurutnya, beban kerja SPI sangat berat dan tidak sebanding dengan skema tunjangan yang masih mengacu pada regulasi lama.</p>
<p>“Beban SPI itu berat. Kalau sistem dikunci, semua mata tertuju ke sana. SPI sering kali menjadi tempat pertama yang dimintai penjelasan ketika ada permasalahan. Maka, wajar jika kesejahteraannya perlu diperhatikan,” ujarnya sambil mengenang pengalamannya sebagai Kepala Biro di UIN Jakarta.</p>
<p>Kastolan mengingatkan bahwa pengawasan hari ini tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Penguatan SPI harus disertai transformasi mindset dan pemanfaatan sistem digital yang transparan, cepat, dan berbasis data.</p>
<p>“Pengawasan bukan lagi urusan kertas. Ini sudah era digital. Kalau SPI tidak ikut berubah, maka ia akan tertinggal.”</p>
<p>Forum SPI PTKN ini menjadi ruang refleksi dan optimisme menghadapi tantangan dan masa depan pengawasan internal di lingkungan PTKN. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MKKS SMPN Malang Tekankan Peningkatan Mutu Guru, Dorong Inovasi demi Daya Saing Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mkks-smpn-malang-tekankan-peningkatan-mutu-guru-dorong-inovasi-demi-daya-saing-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mkks-smpn-malang-tekankan-peningkatan-mutu-guru-dorong-inovasi-demi-daya-saing-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ MKKS menyoroti program pembelajaran mendalam yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. Ia mendesak para kepala sekolah untuk bersikap adaptif dalam mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan relevan bagi kebutuhan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6927adcc871a7.webp" length="38388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 10:03:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Kabupaten Malang, MKKS SMP Negeri, Mutu Pembelajaran, Kompetensi Guru, Inovasi Sekolah, Program Indonesia Maju, Pelatihan Guru, Layanan Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan kualitas layanan pembelajaran di seluruh SMP negeri wilayah setempat. </p>
<p>Penegasan itu disampaikan oleh Ketua MKKS SMPN Kabupaten Malang, Suntoro, yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Bululawang, dalam kegiatan yang diselenggarakan di gedung PGRI Kabupaten Malang, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Suntoro menyatakan bahwa peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik merupakan langkah strategis daerah untuk memperkuat kontribusi Kabupaten Malang terhadap Program Indonesia Maju. </p>
<p>Menurutnya, guru memegang peran sentral dalam menentukan daya saing kualitas pendidikan.</p>
<p>"Kami bertekad membawa nama Kabupaten Malang menjadi yang terbaik. Untuk mencapai target itu, guru harus terus meningkatkan kompetensinya," ujar dia.</p>
<p>Suntoro menjelaskan, ruang pengembangan bagi para guru saat ini semakin terbuka lebar melalui program sertifikasi, berbagai pelatihan, serta ajang kompetisi yang dirancang khusus untuk mendorong inovasi dalam praktik pembelajaran.</p>
<p>"Guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi wajib memanfaatkan fasilitas ini untuk mengikuti pelatihan, berpartisipasi dalam lomba, memberikan pelayanan pembelajaran yang optimal, serta menciptakan inovasi pembelajaran," tegasnya.</p>
<p>Di sisi manajerial, MKKS bertindak sebagai lokomotif bagi para kepala sekolah untuk secara berkelanjutan meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah masing-masing. </p>
<p>Suntoro menekankan bahwa kolaborasi dan semangat saling menguatkan antar sekolah menjadi prinsip yang terus dijunjung. </p>
<p>"MKKS mendukung teman-teman kepala sekolah untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Suntoro menyoroti program pembelajaran mendalam yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. Ia mendesak para kepala sekolah untuk bersikap adaptif dalam mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan relevan bagi kebutuhan siswa. </p>
<p>"Kami mendorong kepala sekolah agar terus berinovasi dalam pelayanan kepada siswa dan peningkatan pembelajaran," jelasnya.</p>
<p>Ia memastikan bahwa MKKS akan selalu menjaga keselarasan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait upaya peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan. </p>
<p>"Kami MKKS selalu mendukung apa yang dicanangkan Bapak Bupati, terutama terkait kualitas dan pelayanan pendidikan di sekolah," urainya.</p>
<p>Terkait hadirnya berbagai program baru, baik di level nasional maupun daerah, Suntoro menilai penyesuaian dan peningkatan kompetensi pendidik merupakan hal yang mutlak. Pelatihan disebutnya sebagai instrumen utama dalam pemerataan kualitas antarsekolah.</p>
<p>Ia menegaskan, sekolah yang mendapatkan pelatihan memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan atau diseminasi kepada sekolah-sekolah lain yang belum berkesempatan ikut, demi memastikan kualitas pendidikan merata di seluruh SMP negeri se-Kabupaten Malang.</p>
<p>"Setiap pergantian menteri biasanya membawa fenomena program baru, namun intinya sama. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan mesti terus diadakan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng ITS dan Arizona State University, Konjen AS di Surabaya Gali Potensi Semikonduktor Lewat Inovasi Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-its-dan-arizona-state-university-konjen-as-di-surabaya-gali-potensi-semikonduktor-lewat-inovasi-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-its-dan-arizona-state-university-konjen-as-di-surabaya-gali-potensi-semikonduktor-lewat-inovasi-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Ketergantungan dunia pada chip dan rapuhnya rantai pasok global mendorong Indonesia–AS mempercepat penguatan industri semikonduktor melalui kemitraan pendidikan guna melahirkan beragam inovasi dari generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692702fa0485e.webp" length="59916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 22:58:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika, Konjen AS, Konjen Amerika, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Arizona State University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya bersama Arizona State University (ASU) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar babak final Semiconductor Venture Accelerator di Gedung Fakultas Teknik Elektro ITS Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kompetisi tersebut menjadi upaya memperkuat hubungan ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Amerika, khususnya dalam pengembangan industri semikonduktor yang kini menjadi sektor strategis global.</p>
<p></p>
<p>Ajang tersebut adalah puncak dari rangkaian kompetisi yang menghimpun sekitar 60 mahasiswa dari berbagai bidang teknologi. Setelah melalui proses pelatihan, mentoring, dan seleksi, delapan finalis terpilih mempresentasikan inovasi terbaik mereka di hadapan panel juri. </p>
<p></p>
<p><strong>Semikonduktor Jadi Fokus AS–Indonesia</strong></p>
<p>Konsul Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green atau Chris Green, menegaskan bahwa dorongan terhadap industri semikonduktor bukan sekadar agenda teknologi, melainkan strategi penting untuk mengamankan rantai pasok global.</p>
<p></p>
<p>"Semikonduktor digunakan di semua barang, mulai dari HP, komputer, mobil, satelit, semuanya memakai semikonduktor. Ini membuatnya semakin penting bagi setiap sektor," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (26/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692702f41cc8a.webp" alt=""></p>
<p>Green menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah rantai pasok global yang sebagian besar masih terpusat di China dan rentan terhadap hambatan geopolitik. </p>
<p></p>
<p>Karena itu, Amerika Serikat kini membuka kolaborasi dengan lebih banyak negara untuk memperluas ekosistem produksi, riset, dan inovasi. Indonesia dinilai memiliki potensi besar meski sektor semikonduktornya masih kecil.</p>
<p></p>
<p>"Keinginan kami adalah memperkuat supply chain untuk manfaat Indonesia dan Amerika. Indonesia punya potensi tinggi, dan kami ingin membantu meningkatkan kemampuan pendidikan serta inovasinya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pendidikan dan Kebijakan Jadi Kunci</strong></p>
<p>Menurut Green, pengembangan sektor semikonduktor membutuhkan kebijakan yang tepat dan ekosistem pendidikan yang kuat. Ia menilai inisiatif seperti program kompetisi ini dapat memperkuat kepercayaan diri mahasiswa Indonesia untuk berkiprah di industri teknologi tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Tentu saja pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang mendukung. Tapi yang tidak kalah penting adalah interaksi antara pendidikan dan industri. Harapan kami, kebijakan dan program ini bisa membuat mahasiswa yakin bahwa mereka bisa ikut membangun sektor semikonduktor Indonesia," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69270301d2a7f.webp" alt=""></p>
<p>Chris Green berharap pengalaman seluruh peserta dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan teknologi Indonesia. Baginya, program seperti ini merupakan investasi Amerika Serikat terhadap talenta muda Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Harapan saya mahasiswa yang menang dan semua yang bersaing akan menggunakan pengalaman ini untuk melanjutkan pendidikan dan karier mereka. Ini adalah investasi dalam mahasiswa Indonesia, masa depan Indonesia,” tutupnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Monitoring Emisi untuk Bahan Semikonduktor</strong></p>
<p>Dalam final tersebut, gelar juara diraih oleh Riva Rizkiana, mahasiswa semester 7 Teknik Fisika ITS. Ia membawa ide bertajuk SusTech ID, sebuah konsep startup yang mengembangkan teknologi monitoring emisi dari material semikonduktor.</p>
<p></p>
<p>Riva memaparkan bahwa SusTech ID memiliki dua produk utama:</p>
<ol>
<li>Sensor monitoring emisi yang mendeteksi aktivitas emisi bahan semikonduktor.</li>
<li>Platform website real-time yang menampilkan data secara langsung dari sensor tersebut.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Selain dua produk inti, startup tersebut juga menawarkan layanan kalibrasi dan ESG reporting, solusi yang kini banyak dibutuhkan perusahaan-perusahaan green technology.</p>
<p></p>
<p>"Untuk aspek penilaiannya, kita menimbang juga sisi bisnis dan potensi pemasaran global. Karena itu saya menekankan bagaimana solusi ini bisa dijual, serta menampilkan timeline pengembangan yang jelas," kata Riva.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ide tersebut ia rumuskan dalam waktu singkat karena didukung dua tahun pengalaman di bidang green technology. Harapannya, Indonesia suatu hari dapat membuat sensor emisi sendiri dan mampu menjalankan monitoring proyek-proyek teknologi dengan standar yang lebih baik.</p>
<p></p>
<p>"Semoga ke depannya Indonesia punya sensor emisi buatan sendiri, sehingga pelaporan seperti ESG bisa jauh lebih akurat dan tidak asal-asalan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Riva mengaku bahwa program ini memberikan dampak besar terhadap kapasitas dirinya, sebab bukan hanya kompetisi, peserta juga mendapatkan pelatihan intensif. Selama program, ia menerima sembilan course dan sembilan sertifikat secara gratis.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya kalau ikut Coursera kan bisa 500 ribu per sertifikat. Di sini kami dapat sembilan sekaligus dan gratis. Jadi memang harus dijalani dengan serius," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelatihan K3 Dasar, ISTTS Tekankan Pentingnya Keselamatan bagi Mahasiswa Calon Tenaga Industri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelatihan-k3-dasar-istts-tekankan-pentingnya-keselamatan-bagi-mahasiswa-calon-tenaga-industri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelatihan-k3-dasar-istts-tekankan-pentingnya-keselamatan-bagi-mahasiswa-calon-tenaga-industri</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa diajak memahami bahaya kebakaran secara nyata, dari membedakan jenis api hingga memadamkan dengan APAR, demi membangun kesiapan keselamatan sebelum memasuki dunia industri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69270314592ba.webp" length="70872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 21:42:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, ISTTS, APAR, K3, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini kerap dianggap urusan “nanti saja”, padahal mahasiswa yang hanya tinggal selangkah lagi memasuki dunia industri justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan edukasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>Banyak calon tenaga kerja memahami teori akademik, namun belum dibekali kemampuan praktis untuk menghadapi potensi bahaya di lingkungan kerja. </p>
<p></p>
<p>Melihat kebutuhan itu, Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) menggelar Pelatihan K3 Dasar pada Rabu, 26 November 2025.</p>
<p></p>
<p>Pelatihan tersebut berlangsung di ruang E402 dan lapangan parkir ISTTS pada Rabu (26/11/2025) dan diikuti 40 mahasiswa lintas program studi. Materi diberikan oleh praktisi K3 bersertifikat dari PT Semen Indonesia Group dan Datek Inovasi Indonesia, serta menghadirkan rangkaian praktik lapangan seperti simulasi pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemahaman Kebakaran dari Ahli Lapangan</strong></p>
<p>Materi pemadaman kebakaran menjadi salah satu bagian yang paling ditekankan. Pemateri dari PT Semen Indonesia Group, Harto Agianto, menjelaskan bahwa banyak kesalahan penanganan terjadi karena kurangnya pengetahuan dasar masyarakat mengenai jenis kebakaran dan media pemadam yang tepat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6927030ce8bf5.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan saat menghadapi kebakaran bukanlah mengambil air atau APAR, melainkan tetap tenang dan mengenali lebih dulu sumber api.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting itu jangan panik. Setelah itu pastikan dulu jenis kebakarannya seperti apa," ujarnya, Rabu (26/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kesalahan paling umum di masyarakat adalah menyiram kebakaran minyak dengan air, yang justru memperbesar api.</p>
<p></p>
<p>"Kalau minyak disiram air, apinya tambah besar. Cara yang benar adalah menutup permukaan api dengan kain basah untuk menghentikan oksigennya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Harto juga menyebutkan bahwa penerapan K3 di perusahaan-perusahaan saat ini semakin baik, didukung prosedur kerja dan fasilitas penanggulangan kebakaran yang lebih lengkap. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif bertanya dan membawa contoh kasus nyata.</p>
<p></p>
<p>"Mahasiswa tadi aktif sekali. Itu bagus karena mereka jadi tahu kondisi lapangan, bukan hanya teori," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>K3 Bukan Tambahan, tapi Kebutuhan Industri</strong></p>
<p>Ketua Program Studi Teknik Industri ISTTS, Kelvin, menegaskan bahwa pelatihan K3 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar benar-benar siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, kemampuan K3 kini menjadi kompetensi wajib di hampir semua sektor industri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692703a4f2dbd.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan ini bukan hanya teori, tapi praktik langsung supaya mahasiswa punya kemampuan lebih dari sekadar pengetahuan di kelas," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kelvin menjelaskan bahwa ISTTS telah lama konsisten mengadakan pembelajaran berbasis praktik lapangan. Tahun ini, kerja sama dilakukan langsung dengan dua pihak profesional dari industri.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin mahasiswa paham bahwa K3 itu betul-betul dibutuhkan di perusahaan, bukan hanya teori menyelamatkan diri," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap sertifikasi K3 yang diberikan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa melamar pekerjaan nanti.</p>
<p></p>
<p><strong>Mahasiswa Rasakan Manfaat Nyata dari Simulasi</strong></p>
<p>Manfaat pelatihan ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Jordan Putra Dewangga, mahasiswa Teknik Industri semester 3, mengaku pelatihan K3 memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran di kelas.</p>
<p></p>
<p>“Biasanya cuma teori, tapi tadi bisa praktik langsung pakai APAR dan fire blanket,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Jordan menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih siap jika menghadapi keadaan darurat di dunia nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada kejadian asli, kita jadi gak kaget karena sudah tahu langkah-langkahnya. Jadi menurut saya ini 10 dari 10 manfaatnya. Hampir semua pabrik pasti butuh K3," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pelatihan tersebut, Teknik Industri ISTTS menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan praktik K3 yang sesuai kebutuhan industri modern. </p>
<p></p>
<p>Pelatihan K3 Dasar tersebut menjadi langkah awal membangun generasi muda yang kompeten, berbudaya keselamatan, dan mampu ikut menciptakan lingkungan kerja yang aman serta berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HUT ke&amp;80 PGRI: Guru Ditekankan Adaptif Teknologi dan Inovatif dalam Pembelajaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-pgri-guru-ditekankan-adaptif-teknologi-dan-inovatif-dalam-pembelajaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hut-ke-80-pgri-guru-ditekankan-adaptif-teknologi-dan-inovatif-dalam-pembelajaran</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Malang menonjolkan penguatan kompetensi pendidik melalui inovasi, pelatihan, serta pemanfaatan teknologi informasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926fb9160cbc.webp" length="94048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 21:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PGRI, Hari Guru Nasional, Guru Indonesia, Pendidikan Malang, Disdik Malang, Inovasi Pembelajaran, Teknologi Pendidikan, Guru Hebat Negara Kuat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Memperingati HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui penguatan kompetensi dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menyampaikan, PGRI memiliki posisi strategis sebagai wadah perjuangan sekaligus pengembangan profesionalisme guru di era modern.</p>
<p>“PGRI terus mewadahi aspirasi para guru dan meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan organisasi,” ujar Suwadji saat menghadiri peringatan HUT PGRI di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Ia menekankan bahwa profesi guru menuntut ketulusan, kecakapan, dan dedikasi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Guru harus terus meningkatkan kualitas dalam mengabdi dan mengajar siswa dengan semangat,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6926fc4343a8e.webp" alt=""></p>
<p>Dengan tema nasional Guru Hebat, Negara Kuat, Suwadji menilai bahwa guru wajib adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemampuan mengintegrasikan IT dalam proses belajar-mengajar kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.</p>
<p>“Guru harus berinovasi dan berkreasi dalam pembelajaran berbasis IT,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah menyelenggarakan lomba inovasi pembelajaran berbasis IT yang terbukti mendorong pembaruan metode mengajar.</p>
<p>Selain itu, berbagai program peningkatan kompetensi seperti pelatihan, bimbingan teknis, serta seminar rutin digelar setiap tahun untuk memperkuat pemahaman guru terhadap regulasi dan perkembangan pendidikan terkini.</p>
<p>Di tingkat cabang, rangkaian peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional berlangsung meriah dengan kegiatan jalan sehat, upacara peringatan, serta penanaman sejumlah pohon sebagai puncak acara. Kegiatan ini juga diakhiri dengan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur dan evaluasi tahunan organisasi.</p>
<p>“Penanaman pohon ini bagian dari cinta lingkungan. Selain sebagai peneduh, pohon buah juga punya nilai ekonomi,” jelas Suwadji.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, PGRI Kabupaten Malang turut memberikan penghargaan kepada guru berprestasi di tingkat provinsi, sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi dalam dunia pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Jaringan Puspaga Berbasis Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-perkuat-ketahanan-keluarga-lewat-jaringan-puspaga-berbasis-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-perkuat-ketahanan-keluarga-lewat-jaringan-puspaga-berbasis-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Program Capacity Building Puspaga Bersama Pemkab Bondowoso bertujuan memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kemampuan pengelola layanan perlindungan anak dan perempuan, serta melibatkan pesantren dan masyarakat untuk memperluas akses konseling, edukasi pengasuhan, dan pencegahan kekerasan hingga tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926efbe7af0a.webp" length="48026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 19:22:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui program unggulan Bupati Abdul Hamid Wahid, Kasih Bunda (Kawal Anak Sehat Bahagia untuk Bondowoso Berdaya). </p>
<p>Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building dan Fasilitasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Berbasis Pesantren dan Masyarakat (Bersama) yang digelar selama tiga hari, 25–27 November 2025.</p>
<p>Kegiatan ini menyasar pengurus dan anggota Puspaga Bersama di Kecamatan Bondowoso, Pakem, Tamanan, Prajekan dan Pujer, dengan tujuan memperkuat kapasitas pendamping keluarga sekaligus memperluas layanan konseling dan perlindungan perempuan serta anak hingga ke tingkat desa.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Muhammad Imron, menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah strategis menuju terwujudnya visi besar ‘Kasih Bunda’.</p>
<p>“Capacity Building ini adalah investasi penting untuk memastikan setiap anak di Bondowoso tumbuh sehat, bahagia, dan terlindungi. Dengan melibatkan pesantren dan tokoh masyarakat, kita membangun jejaring kuat agar masalah keluarga dapat diselesaikan sejak dini,” ujarnya saat membuka kegiatan di Balai Desa Pancoran, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan ini juga menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan pengurus pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan relawan yang nantinya menjadi perpanjangan tangan Puspaga di wilayah masing-masing. </p>
<p>“Mereka dibekali kemampuan memberikan layanan konseling sebaya, edukasi pengasuhan positif, dan rujukan awal bagi keluarga yang membutuhkan, terutama terkait isu sensitif perempuan dan anak,” imbuhnya.</p>
<p>Sebagai narasumber, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hafidhatullaily, menjelaskan, pendekatan berbasis komunitas dipilih karena dinilai lebih efektif dan dekat dengan masyarakat.</p>
<p>“Model Puspaga berbasis pesantren dan masyarakat ini sangat strategis. Pesantren punya pengaruh moral dan sosial yang kuat, sementara basis masyarakat memastikan layanan mudah dijangkau,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap setiap Puspaga yang telah difasilitasi dapat menjadi pusat rujukan keluarga, mulai dari konseling keluarga, pendidikan pengasuhan, hingga layanan perlindungan.</p>
<p>“Ini bukti nyata komitmen pemerintah daerah menjadikan ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia dan mewujudkan Bondowoso Berdaya,” tandasnya.</p>
<p>“Kami optimistis layanan Puspaga akan semakin maksimal dan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan terlindungi,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prof Ilfi Gerakkan Wakaf melalui Dana Abadi Kementerian Agama RI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-gerakkan-wakaf-melalui-dana-abadi-kementerian-agama-ri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-gerakkan-wakaf-melalui-dana-abadi-kementerian-agama-ri</guid>
<description><![CDATA[ Forum Penguatan SPI ini menjadi momentum penting bagi PTKN se-Indonesia, bukan hanya untuk memperkuat sistem pengawasan, tetapi juga untuk membangun gerakan kolektif demi masa depan pendidikan Islam ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69359ad4cde2e.webp" length="50042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 18:21:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, mengajak para ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia untuk mendukung gerakan wakaf melalui Dana Abadi Kementerian Agama RI dalam Forum SPI PTKN se-Indonesia yang digelar UIN Maliki Malang bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan dana abadi adalah keniscayaan bagi perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.</p>
<p>“Kalau kita ingin PTKN tumbuh sebagai kampus yang unggul dan mandiri, maka wakaf adalah jalannya. Kita harus mulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri. Dengan wakaf, kita sedang menyiapkan masa depan pendidikan kita,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut ia juga menyampaikan keinginan besar UIN Maliki dan PTKN lain untuk memiliki dana abadi yang kokoh, layaknya Al-Azhar yang mampu membiayai penuh mahasiswanya, atau Harvard dengan endowment raksasa yang menopang berbagai riset dan beasiswa.</p>
<p>“Di Kementerian Agama, dana abadi kita masih kecil. Tapi kalau kita bergerak bersama, bukan tidak mungkin PTKN akan berdiri sejajar dengan kampus besar dunia. Dan itu semua dimulai dari keikhlasan kita hari ini,” lanjutnya.</p>
<p>Nominal wakaf yang diajakkan pun tidak memberatkan. Peserta dibebaskan memilih, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.<br>Yang terpenting, kata Prof. Ilfi, adalah niat ikhlas untuk membangun keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia.</p>
<p>Ajakan itu disambut antusias. Suasana forum yang semula formal mendadak cair dan hangat.</p>
<p>Di tengah forum, terpampang QR Code Wakaf Tunai di layar utama. Tanpa banyak pengantar, Prof. Ilfi rektor perempuan pertama UIN Malang langsung mengundang seluruh peserta untuk membuka gawai dan memindai kode tersebut. Mobile banking pun “dipanggil” ke arena forum.</p>
<p>Para ketua SPI tampak membuka ponsel masing-masing, mengikuti instruksi sang rektor. Bahkan Prof. Ilfi sendiri ikut membuka gawai di atas panggung sebagai simbol bahwa gerakan itu dilakukan secara bersama-sama.</p>
<p>Forum Penguatan SPI ini menjadi momentum penting bagi PTKN se-Indonesia, bukan hanya untuk memperkuat sistem pengawasan, tetapi juga untuk membangun gerakan kolektif demi masa depan pendidikan Islam.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Guru Nasional, Bupati Pasuruan Berpesan Terus Tingkatkan Kualitas Pembelajaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-guru-nasional-bupati-pasuruan-berpesan-terus-tingkatkan-kualitas-pembelajaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-guru-nasional-bupati-pasuruan-berpesan-terus-tingkatkan-kualitas-pembelajaran</guid>
<description><![CDATA[ Dalam dialog santai tersebut, Rusdi mengapresiasi peran guru dalam mencetak generasi masa depan Kabupaten Pasuruan. Ia berharap seluruh guru di SDN 1 Pandaan terus meningkatkan kualitas pembelajaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692591493df35.webp" length="33858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 19:36:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menghadiri peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SDN 1 Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (25/11/2025). Kehadiran Bupati disambut langsung oleh Kepala Sekolah SDN 1 Pandaan, Rosida, beserta para guru.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Rusdi menyampaikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Pasuruan, termasuk guru-guru SDN 1 Pandaan. </p>
<p>Ia menyebut sekolah tersebut menggelar syukuran sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada para guru. </p>
<p>Acara diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng yang diberikan kepada bupati sebagai bentuk penghormatan dari pihak sekolah.</p>
<p>Kepala sekolah menyampaikan rasa bangganya karena SDN 1 Pandaan mendapatkan kunjungan langsung dari orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan. </p>
<p>"Kedatangan bapak bupati ini kehormatan bagi kami. Semoga SDN 1 semakin jaya dan muridnya semakin banyak," kata Rosida.</p>
<p>Dalam dialog santai tersebut, Rusdi mengapresiasi peran guru dalam mencetak generasi masa depan Kabupaten Pasuruan. Ia berharap seluruh guru di SDN 1 Pandaan terus meningkatkan kualitas pembelajaran. </p>
<p>Rusdi juga menyinggung potensi SDN 1 Pandaan yang berada di pusat kota sehingga memiliki daya tarik besar bagi calon peserta didik. Ia menegaskan, sekolah tersebut memiliki peluang berkembang lebih cepat dengan dukungan lingkungan sekitar. </p>
<p>"SDN Pandaan ini potensinya luar biasa, karena lokasinya strategis dan dekat dari mana-mana. Tanah dari SDN 1 Pandaan ini sudah di hibahkan oleh keluarga Lim Si Tee kepada Pemkab," jelas Rusdi.</p>
<p>Bupati juga menyampaikan bahwa tahun ini sekolah mendapatkan pembangunan pagar baru untuk meningkatkan keamanan siswa karena letaknya yang dekat dengan jalan raya. Menurutnya, pengerjaan pagar dilakukan untuk memastikan aktivitas belajar berjalan lebih aman. </p>
<p>Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan fasilitas di SDN 1 Pandaan pada tahun anggaran berikutnya. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar agar berjalan lebih optimal. </p>
<p>“Tahun depan kita insyaAllah akan perbaiki fasilitas yang kurang untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Ayo bersama kita majukan pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Sekali lagi saya ucapkan Selamat Hari Guru," tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gebrakan Kolaborasi Internasional Visioner, Amasya University Turki Gandeng UIN Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gebrakan-kolaborasi-internasional-visioner-amasya-university-turki-gandeng-uin-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gebrakan-kolaborasi-internasional-visioner-amasya-university-turki-gandeng-uin-malang</guid>
<description><![CDATA[ Amasya University memaparkan sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari teaching collaboration, program pertukaran mahasiswa bergaya Erasmus, hingga penyelenggaraan konferensi ilmiah bersama yang dapat mempertemukan peneliti dari kedua negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69359e9fd50d9.webp" length="32746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 16:36:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Amasya University, Turki, melakukan kunjungan strategis ke Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Dr. Büşra Nur Duran dari Amasya University. Turki menegaskan bahwa pihaknya melihat UIN Malang sebagai mitra ideal dalam memperluas jejaring akademik secara global.</p>
<p>“Kami ingin membangun kolaborasi yang tidak hanya formal, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak. UIN Malang memiliki rekam jejak akademik yang kuat dan kami yakin hubungan ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua universitas,” ucapnya.</p>
<p>Amasya University memaparkan sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari teaching collaboration, program pertukaran mahasiswa bergaya Erasmus, hingga penyelenggaraan konferensi ilmiah bersama yang dapat mempertemukan peneliti dari kedua negara.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat jejaring global.</p>
<p>“UIN Malang selalu membuka diri terhadap kerja sama internasional. Kami memandang bahwa dunia pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi lintas negara agar riset, inovasi, dan kualitas pendidikan dapat melaju lebih cepat,” tegas Prof Ilfi.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kerja sama dengan Amasya University sangat selaras dengan arah internasionalisasi kampus yang saat ini tengah dikuatkan.</p>
<p>“Kami tidak hanya ingin membangun relasi, tetapi menciptakan kemitraan strategis yang memberikan dampak nyata. Riset kolaboratif yang dilakukan secara luring maupun daring sangat mungkin memperkuat kontribusi keilmuan global dari UIN Malang,” imbuhnya.</p>
<p>Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang mobilitas akademik, pertukaran budaya, serta inovasi penelitian yang membawa manfaat luas bagi kedua institusi. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Guru Mengingatkan Tantangan Pendidikan: Wabup Malang Dorong Upaya Penataan SDM Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-guru-mengingatkan-tantangan-pendidikan-wabup-malang-dorong-upaya-penataan-sdm-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-guru-mengingatkan-tantangan-pendidikan-wabup-malang-dorong-upaya-penataan-sdm-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Hari Guru merupakan momentum penting untuk menyadari betapa vitalnya peran guru dalam membentuk karakter dan menentukan masa depan generasi bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6925384738317.webp" length="29102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 12:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>HariGuruNasional, GuruMalang, PendidikanMalang, WabupMalang, HariGuru2025, KabupatenMalang, PendidikanBerkualitas, ApresiasiGuru, BerdayakanGuru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG SJP </b>— Momentum peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025 menjadi ajang refleksi mendalam bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap berbagai tantangan pendidikan di wilayah tersebut, mulai dari isu kekurangan tenaga pendidik hingga upaya peningkatan kapasitas guru.</p>
<p></p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, usai menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader IMP dan Sub IMP melalui Sinergi Lintas Sektor bersama DPRD, di Pendopo Kecamatan Singosari, Selasa (25/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wabup Lathifah Shohib secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>“Selamat Hari Guru, tanggal 25 November 2025. Saya berharap guru tetap mengabdi dengan sepenuh hati dan ikhlas. Mudah-mudahan dengan keikhlasan itu membawa murid-murid kita semakin maju dan memberikan keberkahan bagi guru serta keluarganya,” kata Lathifah.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Hari Guru merupakan momentum penting untuk menyadari betapa vitalnya peran guru dalam membentuk karakter dan menentukan masa depan generasi bangsa.</p>
<p></p>
<p>Selain memberikan ucapan, Lathifah mengungkapkan bahwa Pemkab Malang saat ini sedang berupaya keras untuk menata jabatan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah yang jumlahnya masih cukup signifikan.</p>
<p></p>
<p>“PLT sedang ditata. Pak Suwadji (Kepala Dinas Pendidikan) sudah saya pertemukan dengan direktur yang menangani penempatan kepala sekolah untuk konsultasi penyelesaian berbagai jabatan PLT,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lathifah menegaskan bahwa keterlambatan pengangkatan kepala sekolah definitif bukanlah disebabkan oleh kelalaian, melainkan karena belum terpenuhinya calon yang memenuhi syarat sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Kalau memaksakan tanpa memenuhi aturan, itu bisa menjadi temuan. Karena itu, kita harus mencari solusi yang tepat dan aman untuk pendidikan di Kabupaten Malang,” tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai upaya peningkatan kualitas guru, Lathifah menjelaskan bahwa program pelatihan telah dilaksanakan secara berjenjang, melibatkan kementerian hingga pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Pelatihan-pelatihan itu sudah ada di program Dinas Pendidikan, baik kabupaten maupun provinsi dan pusat. Setiap level pemerintahan selalu mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kapasitas guru,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti peran strategis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai forum penguatan kompetensi yang berbasis pada kebutuhan lapangan.</p>
<p></p>
<p>“MGMP itu, kan, dari guru untuk guru, oleh guru. Mereka berdiskusi karena masing-masing sekolah menghadapi persoalan yang berbeda. Dari situ, mereka mencari solusi bersama,” ujar Lathifah.</p>
<p></p>
<p>Selain pelatihan, Pemkab Malang terus mendorong berbagai ajang kompetitif untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi para pendidik. Program seperti lomba inovasi pembelajaran untuk jenjang TK, SD, hingga SMP, serta Festival Kreativitas Anak, telah dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Guru dan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265.</p>
<p></p>
<p>Lathifah berharap, seluruh upaya ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Ia optimis peran guru akan semakin kuat seiring dengan dukungan pemerintah yang terus ditingkatkan. <b>(*)</b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Masjid dan Ponpes An Nur 3 Resmi Dimulai di Bululawang, Ini Kata Bupati Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-masjid-dan-ponpes-an-nur-3-resmi-dimulai-di-bululawang-ini-kata-bupati-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-masjid-dan-ponpes-an-nur-3-resmi-dimulai-di-bululawang-ini-kata-bupati-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan Masjid dan Ponpes An Nur Tiga dimulai melalui peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Sanusi dan para kiai sebagai dukungan penuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692453a8816dc.webp" length="80166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 20:16:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Bululawang, Peletakan Batu Pertama, Masjid An Nur Al Qusyairi, Ponpes An Nur 3, Pendidikan Islam, Pemberdayaan Santri, Pembangunan Pesantren</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Pembangunan Masjid An Nur Al Qusyairi dan Pondok Pesantren An Nur 3 Al Qusyairi di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, resmi dimulai, Senin (24/11/2025).</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, yang hadir dalam peletakan batu pertama, menegaskan bahwa kawasan pendidikan ini diproyeksikan menjadi pusat lahirnya SDM unggul berbasis agama dan keterampilan teknis dalam hal wirausaha.</p>
<p>“Alhamdulillah pada pagi hari ini mengikuti proses pembangunan Masjid An Nur Qusyairi dan Pondok Pesantren An Nur 3 Al Qusyairi. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan mendapat ridho Allah SWT,” ujar Bupati Sanusi, Senin (24/112025).</p>
<p>Sanusi menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Ia menilai, kehadiran ponpes ini kelak memiliki ciri khas tersendiri karena tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.</p>
<p>“Nanti santri bisa memproduksi alat-alat perindustrian seperti mesin packing. Ini tentu akan meningkatkan kualitas SDM dan melahirkan banyak SDM unggul di Kabupaten Malang,” imbuhnya.</p>
<p>Owner sekaligus penggagas pembangunan, H. Khairul Amin atau akrab di sapa H. Untung Pemilik warung bernama 'Warung Untung' menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan mencapai hampir 2 hektare.</p>
<p>Kawasan tersebut tidak hanya akan menjadi lokasi masjid dan pondok pesantren, tetapi juga Pondok Dhuafa dan Pondok Masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan dan penguatan pendidikan.</p>
<p>“Untuk kapasitas awal menampung seribu santri. Targetnya tahun depan sudah selesai,” terang H. Untung.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang turut hadir dan mendukung proses pembangunan, mulai dari pemerintah daerah hingga para tokoh agama.</p>
<p>“Saya sangat-sangat berterima kasih kepada Bupati Malang atas doa restunya, juga para kiai Malang Raya, DMI, Ketua PCNU, Gus Hamim, dan semua yang hadir,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan Literasi Bondowoso Diperkuat hingga Level Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-literasi-bondowoso-diperkuat-hingga-level-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-literasi-bondowoso-diperkuat-hingga-level-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Pengukuhan Bulida dan Bulika Bondowoso memperkuat gerakan literasi hingga tingkat keluarga. Bupati Hamid dorong budaya membaca, literasi digital, finansial, dan karakter. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan menciptakan generasi berdaya saing dan mempercepat kemajuan literasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69243e6dc105d.webp" length="50620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 18:09:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>literasi, membaca, buku, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="177" data-end="462"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Gerakan literasi di Kabupaten Bondowoso semakin diperkuat dengan dikukuhkannya Bunda Literasi Daerah (Bulida) dan Bunda Literasi Kecamatan (Bulika). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan literasi hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.</p>
<p data-start="464" data-end="775">Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan, literasi saat ini tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup literasi digital, finansial, budaya, hingga karakter. Semua itu menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan bersaing di era teknologi yang terus berkembang.</p>
<p data-start="777" data-end="983">“Peran Bulida dan Bulika sangat strategis dalam menghidupkan budaya membaca dan memperkuat pendidikan keluarga. Mereka adalah jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat,” ujar bupati usai pengukuhan, pada Senin (24/11/2025) di pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="985" data-end="1260">Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sepenuh hati, soliditas, dan semangat berkebersamaan.</p>
<p data-start="985" data-end="1260">"Para Bunda Literasi juga diimbau menjadi inspirasi gerakan literasi, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat," harapnya.</p>
<p data-start="1262" data-end="1474">Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menambahkan, pengukuhan ini bertujuan memperkuat peran Bunda Literasi sebagai penggerak utama dalam meningkatkan minat baca.</p>
<p data-start="1476" data-end="1650">"Keluarga adalah garda terdepan dalam menumbuhkan literasi anak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para bunda literasi menjadi sangat penting," ujar mantan Kepala DPMPTSP dan Naker ini.</p>
<p data-start="1652" data-end="1879">Nunung menyebut beberapa manfaat yang diharapkan lahir dari pengukuhan ini, mulai dari meningkatnya minat baca masyarakat, penguatan literasi keluarga, hingga terbangunnya generasi berdaya saing yang siap menghadapi masa depan.</p>
<p data-start="1881" data-end="2060">“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinkronisasi seluruh pihak, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten, agar gerakan literasi semakin masif dan berdampak,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1881" data-end="2060"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Pendidikan Islam Nusantara , Rektor UIN Malang Dorong Pembentukan Ditjen Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-pendidikan-islam-nusantara-rektor-uin-malang-dorong-pembentukan-ditjen-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-pendidikan-islam-nusantara-rektor-uin-malang-dorong-pembentukan-ditjen-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Melalui halaqah ini, UIN Malang berharap dapat memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren, membangun kolaborasi strategis, serta merumuskan arah kebijakan untuk mendorong kemandirian pesantren dalam menghadapi tantangan era modern ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935a65d74fa5.webp" length="20558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 17:09:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan perannya sebagai kampus pelopor pengembangan pendidikan Islam dengan menyelenggarakan Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren, bertmpat di Gedung Rektorat UIN Maliki Senin (24/11/2025).</p>
<p>Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menegaskan bahwa penguatan tata kelola pesantren merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.</p>
<p>“UIN Maliki Malang berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pesantren agar semakin mandiri, adaptif, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan Islam,” ujarnya dalam sambutan pembukaan</p>
<p>Prof. Ilfi juga menyampaikan arahan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar, MA, bahwa pendirian Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat mutu pesantren yang sejak berabad-abad menjadi pilar peradaban Islam Nusantara.</p>
<p>200 pengasuh pondok pesantren se-Malang Raya dan Jawa Timur turut hadir sebagai bentuk sinergi kuat antara kampus dan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berkelanjutan.</p>
<p>Kehadiran para kiai dan pengasuh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat mutu pesantren di tengah perubahan zaman.</p>
<p>Melalui halaqah ini, UIN Malang berharap dapat memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren, membangun kolaborasi strategis, serta merumuskan arah kebijakan untuk mendorong kemandirian pesantren dalam menghadapi tantangan era modern.</p>
<p>Dalam paparannya yang berjudul Transformasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2025, Prof. Ilfi menyampaikan berbagai tantangan eksternal dan internal yang kini dihadapi pesantren.</p>
<p>Secara internal, pesantren perlu beradaptasi dengan karakter Generasi Z, menyediakan fasilitas aman dan nyaman, memastikan sanitasi serta air bersih, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental santri.</p>
<p>Secara eksternal, pesantren dituntut menyeimbangkan tradisi dengan modernitas, mengikuti perkembangan teknologi-digitalisasi, dan meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja dan industri.</p>
<p>Prof. Ilfi juga mengingatkan adanya narasi negatif yang sengaja diarahkan untuk melemahkan reputasi pesantren.</p>
<p>Karena itu, pembentukan Ditjen Pesantren diharapkan menjadi pusat konsolidasi kebijakan yang lebih fokus dan responsif terhadap kebutuhan pesantren.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki 42.435 pesantren pada tahun 2024, dengan lebih dari 4,6 juta santri dan sekitar 400 ribu pengajar, sehingga diperlukan manajemen perubahan yang terarah.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, membacakan sambutan Dirjen Pendidikan Islam yang menekankan bahwa pesantren memiliki kontribusi historis besar terhadap perjuangan kemerdekaan, salah satunya melalui Resolusi Jihad.</p>
<p>Ia menyebutkan tiga fungsi utama pesantren yang harus terus diperkuat, yaitu pendidikan, dakwah<br>dan pemberdayaan masyarakat. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Solusi Kurangi Sampah Plastik, PCU Ajak Warga Siwalankerto Surabaya Buat Edible Plastic</title>
<link>https://suarajatimpost.com/solusi-kurangi-sampah-plastik-pcu-ajak-warga-siwalankerto-surabaya-buat-edible-plastic</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/solusi-kurangi-sampah-plastik-pcu-ajak-warga-siwalankerto-surabaya-buat-edible-plastic</guid>
<description><![CDATA[ Diikuti oleh total 228 mahasiswa, Kampung Binaan Mahasiswa IX yang diselenggarakan BEM Petra Christian University (PCU) di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, mengajak warga membuat edible plastic guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923058d2fa1f.webp" length="43804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 21:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Edible Plastic, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masalah pencemaran lingkungan terutama sampah plastik, menjadi isu yang mengakar dari dulu untuk diselesaikan. Pasalnya, plastik adalah jenis sampah yang sulit dan membutuhkan waktu lama proses penguraiannya karena pada kenyataannya, kantong plastik sendiri misalnya, membutuhkan waktu 10 hingga 1000 tahun dan botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun.</p>
<p></p>
<p>Untuk memberi solusi akan hal itu, dibutuhkan pengurangan sampah plastik dengan beralih menggunakan alat keseharian yang bermaterial berkelanjutan, seperti botol minum tumbler dan tas kain, sebagai pengganti produk plastik sekali pakai. Namun, untuk produk makanan ataupun minuman yang masih menggunakan kemasan solusi yang tepat adalah menggunakan material edible plastic. </p>
<p></p>
<p>Oleh karenanya sebagai upaya menekan penumpukan sampah plastik, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya atau yang biasa disebut Petra Christian University (PCU) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengajak Kampung Binaan Mahasiswa IX di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, untuk membuat <em>edible plastic</em>. </p>
<p></p>
<p>Bertempat di Kantor Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, kegiatan ini dikemas dengan acara Workshop atau Lokakarya yang diikuti total 228 mahasiswa itu dipandu langsung oleh dua dosen <em>Food Technology</em> PCU Renny Indrawati, dan Yosinta Christie Setiabudi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69230595927f0.webp" alt=""></p>
<p>Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, total ada 43 kelompok berisi masing-masing tiga mahasiswa yang berpartisipasi. Dalam setiap tim, satu warga ikut belajar bersama mereka untuk membuat edible plastic. </p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia kegiatan, Marcell Nathaniel Julian menyampaikan dalam kegiatan ini mahasiswa dan warga saling belajar langkah demi langkah dalam proses pembuatan edible plastic secara sederhana. </p>
<p></p>
<p>"Pembutannya yaitu dengan mencampurkan bahan-bahan alami seperti tepung tapioka, gliserol, dan air, kemudian dipanaskan hingga membentuk lembaran plastik yang dapat terurai dan bahkan aman untuk dikonsumsi,” jelas Marcell, Minggu (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Di kegiatan ini, Marcell menuturkan para mahasiswa dan warga, bisa langsung menggunakan edible plastic itu untuk menaruh teh, kopi, dan gula, lalu menyeduhnya. </p>
<p></p>
<p>"Melalui workshop ini, baik warga maupun mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan," tutur Marcell.</p>
<p></p>
<p>Selain belajar mengenai edible plastic, Marcell menyebutkan, panitia juga mengajak para mahasiswa untuk memberikan dampak nyata kepada warga, yakni dengan membuat ecobricks pada hari ini Minggu (23/11/2025). </p>
<p></p>
<p>Diterangkannya, sejumlah 33 tim mahasiswa membuat ecobricks dengan mengisi botol plastik bekas menggunakan sampah plastik hingga menjadi padat. Setelah itu disusun menjadi pot atau wadah tanam. Bersama-sama, mereka saling menanam bibit cabai di dalamnya. </p>
<p></p>
<p>“Ecobricks tersebut kemudian diberikan kepada warga di Gang Pisang,” imbuh Marcell.</p>
<p></p>
<p>Gang Pisang yang terletak di wilayah Siwalankerto, Surabaya, adalah kawasan permukiman padat penduduk dengan ruang terbuka hijau yang terbatas. Kondisi ini memberi peluang besar untuk pengembangan penghijauan yang lebih optimal, guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga. </p>
<p></p>
<p>Pada akhir sesi, Marcell selaku Ketua Panitia KBM IX berharap agar acara ini memberikan dampak yang nyata dan signifikan bagi warga. </p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga dan mahasiswa untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian ruang terbuka hijau serta pengelolaan sampah yang baik. Semoga setelah ini mereka juga bisa mempraktikkan pembuatan dan penggunaan edible plastic serta ecobricks dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Baru dari Sebuah Panggung Wisuda UWG Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-baru-dari-sebuah-panggung-wisuda-uwg-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-baru-dari-sebuah-panggung-wisuda-uwg-malang</guid>
<description><![CDATA[ UWG kini resmi memiliki Program Doktor Sains Manajemen. Bagi kampus, ini adalah pintu yang membuka jalan menuju tingkat riset yang lebih tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69218fb4031fe.webp" length="36016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 20:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Riski Rahayu K.</dc:creator>
<media:keywords>UWG, universitasmalang, wisuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>MALANG, SJP - </strong>Di antara riuh tepuk tangan dan lampu panggung yang menyala terang, Bellinda berdiri sambil menggenggam ijazahnya erat-erat. Sebagai wisudawan terbaik, ia menjadi wajah dari ratusan mimpi yang mewarnai Wisuda ke-85 Universitas Widya Gama (UWG) Malang. </span></p>
<p><span>Tapi pagi itu, bukan hanya para lulusan yang sedang menapaki babak baru, kampus mereka juga demikian.</span></p>
<p><span>Dari panggung utama, Rektor UWG berbicara tentang masa depan. Tentang fakultas baru yang akhirnya dibuka, tentang peluang digital yang tak mungkin diabaikan.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6921910a89e37.webp" alt=""></p>
<p><span>Ia menyebut pembukaan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi dan Program Studi SISTEKIN sebagai “lompatan”, bukan langkah kecil. Dan dari cara ia menyampaikannya, semua orang tahu ia benar-benar percaya.</span></p>
<p><span>Tidak jauh dari sana, para dosen dan tamu undangan mendengarkan pengumuman berikutnya, UWG kini resmi memiliki Program Doktor Sains Manajemen. Bagi kampus, ini adalah pintu yang membuka jalan menuju tingkat riset yang lebih tinggi.</span></p>
<p><span>Sementara itu, kebanggaan lain tak kalah besar, akreditasi "Unggul" untuk S1 Manajemen, akreditasi "Baik Sekali" untuk dua program magister, dan LPPM yang kembali mempertahankan klaster "Utama".</span></p>
<p><span>Ketika acara berakhir, Bellinda melangkah turun dari panggung. Hari itu, ia pulang membawa ijazah dan harapan. <strong>(**)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Relawan Muda UIN Malang Siap Terjun Tangani Bencana Alam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/relawan-muda-uin-malang-siap-terjun-tangani-bencana-alam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/relawan-muda-uin-malang-siap-terjun-tangani-bencana-alam</guid>
<description><![CDATA[ Untuk keperluan simulasi Lapangan utama Kampus I disulap menjadi area bencana. Mahasiswa mempraktikkan penggunaan radio komunikasi, evakuasi korban, hingga penanganan medis cepat laiknya tim SAR profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935a353dc2ce.webp" length="36188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 17:57:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Tidak diragukan lagi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sangat peduli terkait dengan penanganan kebencanaan.</p>
<p>UIN Maulana Malik Ibrahim Malang , menggembleng para relawan muda tangguh melalui Pelatihan dan Simulasi Mitigasi Bencana berskala komprehensif, Sabtu (22/11/2025) guna menjadikan mahasiswa tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga siap terjun sebagai garda terdepan penyelamat saat musibah datang.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung seharian penuh ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan, ketangkasan, serta ketahanan mental mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat.</p>
<p>Dibuka secara resmi di Aula HTQ Masjid Ulul Albab oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Triyo Supriyatno, acara kemudian berlanjut hingga lapangan utama kampus untuk praktik lapangan intensif.</p>
<p>Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja Kemahasiswaan, Romi Faslah, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen kampus untuk melahirkan mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan tinggi.</p>
<p>“Pelatihan ini penting untuk memberikan pengetahuan, keterampilan praktis, dan kesiapan mental kepada mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.</p>
<p>Adapun peserta pelatihan bukan mahasiswa sembarang mahasiswa. Mereka merupakan utusan dari UKM Menwa, Mapala, Pramuka, KSR PMI, serta musyrif dan musyrifah Ma’had Al-Jami’ah—semua dikenal sebagai kelompok dengan disiplin dan kemampuan fisik yang mumpuni.</p>
<p>Untuk memperkuat akurasi dan kualitas materi, UIN Malang menggandeng langsung para ahli dari:</p>
<p>RAPI Kota Malang, BPBD Kota Malang dan Kota Batu, praktisi medis kebencanaan dari FKIK UIN Malang</p>
<p>Pada sesi indoor, peserta digembleng dengan materi manajemen kedaruratan gedung, mitigasi bencana, teknik komunikasi bencana, hingga first aid dalam kondisi kedaruratan.</p>
<p>Untuk keperluan simulasi Lapangan utama Kampus I disulap menjadi area bencana. Mahasiswa mempraktikkan penggunaan radio komunikasi, evakuasi korban, hingga penanganan medis cepat laiknya tim SAR profesional.</p>
<p>Menurut Romi Faslah, simulasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menguji mental dan kemampuan teknis yang telah mereka pelajari.</p>
<p>Romi menambahkan, ia berharap para mahasiswa yang terlibat nantinya mampu menjadi garda terdepan dalam edukasi kebencanaan dan bahkan bergabung dalam barisan relawan ketika terjadi bencana sesungguhnya.</p>
<p>“Bekal ini diharapkan menjadikan mahasiswa tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga orang lain, serta menjadi bagian aktif dari penanggulangan bencana,” pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Strategis Rektor UIN Malang, di KPPTI 2025, Tegaskan Komitmen Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-strategis-rektor-uin-malang-di-kppti-2025-tegaskan-komitmen-pendidikan-tinggi-menuju-indonesia-emas-2045</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-strategis-rektor-uin-malang-di-kppti-2025-tegaskan-komitmen-pendidikan-tinggi-menuju-indonesia-emas-2045</guid>
<description><![CDATA[ UIN Maliki Malang dalam KPPTI 2025 juga menunjukkan kesiapan memperluas jejaring kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional, serta memperkokoh kontribusi melalui pendidikan yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935beb93bbe0.webp" length="25414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 17:53:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si., tampil sebagai salah satu tokoh sentral dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya.</p>
<p>Kehadiran Rektor UIN menegaskan komitmen UIN Maliki Malang mengambil peran strategis dalam menguatkan ekosistem pendidikan tinggi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Konferensi yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 November 2025, ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menyatukan langkah dalam membangun sumber daya manusia unggul.</p>
<p>Tahun ini, KPPTI mengusung tema “Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menekankan peran transformasional perguruan tinggi dalam ekosistem nasional.</p>
<p>Prof. Ilfi hadir bersama ratusan pemimpin perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, meliputi PTN, PTS, perguruan tinggi kedinasan, hingga perguruan tinggi luar negeri yang beroperasi di Indonesia.</p>
<p>Pembukaan KPPTI 2025 berlangsung khidmat pada Rabu pagi, disaksikan oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, industri, asosiasi profesi, pemerhati pendidikan, organisasi mahasiswa, hingga diaspora Indonesia di luar negeri.</p>
<p>Penyelenggaraan KPPTI 2025 diprakarsai oleh Ditjen Diktisaintek Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), serta melibatkan Forum Rektor Indonesia, MRPTNI, LLDikti, dan mitra strategis lainnya.</p>
<p>Forum nasional ini dirancang untuk memperkuat peta jalan Diktisaintek Berdampak, mendorong pertukaran praktik baik antarperguruan tinggi, dan menghadirkan rekomendasi strategis demi akselerasi pembangunan SDM unggul.</p>
<p>Konferensi dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menyampaikan kebijakan strategis pendidikan tinggi Indonesia.</p>
<p>“KPPTI 2025 adalah momentum kita untuk memastikan perguruan tinggi menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan bangsa. Dengan kolaborasi solid, riset berdampak, dan akses pendidikan yang adil, saya yakin pendidikan tinggi Indonesia dapat menjadi motor utama kemajuan Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari transformasi digital pendidikan, penguatan riset berbasis solusi, internasionalisasi kampus, hingga harmonisasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.</p>
<p>UIN Maliki Malang dalam KPPTI 2025 juga menunjukkan kesiapan memperluas jejaring kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional, serta memperkokoh kontribusi melalui pendidikan yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan.</p>
<p>Para pemimpin emimpin perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dan menghasilkan rekomendasi strategis demi percepatan transformasi pendidikan tinggi Indonesia.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenag Jombang Ingatkan Larangan Penahanan Ijazah di Tengah Dugaan Kasus di MAN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-ingatkan-larangan-penahanan-ijazah-di-tengah-dugaan-kasus-di-man</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenag-jombang-ingatkan-larangan-penahanan-ijazah-di-tengah-dugaan-kasus-di-man</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan ini disampaikan Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, di tengah mencuatnya dugaan kasus penahanan ijazah seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jombang karena tunggakan biaya pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d77db141f4.webp" length="16594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:25:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Surat Edaran, Kabupaten Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang kembali mengingatkan seluruh madrasah di wilayahnya mengenai larangan penahanan ijazah siswa dengan alasan apa pun. </p>
<p>Peringatan ini disampaikan Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, di tengah mencuatnya dugaan kasus penahanan ijazah seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jombang karena tunggakan biaya pendidikan.</p>
<p>Muhajir, saat dimintai konfirmasi mengenai dugaan penahanan ijazah tersebut, tidak memberikan komentar panjang. Namun, ia secara tegas merujuk pada Surat Edaran (SE) yang sebelumnya telah diterbitkan oleh lembaganya.</p>
<p>"Kami sudah membuat edaran seperti itu," ujar Muhajir singkat dalam pesan yang diterima media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Surat Edaran dari Kantor Kemenag Kabupaten Jombang tersebut, yang ditujukan kepada seluruh Kepala RA, MI, MTs, dan MA, berisi instruksi jelas mengenai penyelesaian dan distribusi ijazah Tahun Ajaran 2024/2025. </p>
<p>SE yang ditandatangani Muhajir pada 15 Juli 2025 itu memuat lima poin kunci, yaitu:</p>
<p>1. Perintah Penyelesaian: Madrasah diwajibkan segera menyelesaikan dan mendistribusikan ijazah sesuai petunjuk teknis.</p>
<p>2. Koordinasi Batas Waktu: Masalah penerbitan ijazah harus dikoordinasikan dengan Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang paling lambat 31 Juli 2025.</p>
<p>3. Larangan Menahan Ijazah: Ditegaskan untuk tidak menahan ijazah dengan alasan apa pun, sebab ijazah merupakan tanda kelulusan.</p>
<p>4. Penyelesaian Kewajiban Siswa: Kewajiban siswa yang belum terlunasi harus diselesaikan melalui jalan musyawarah dan kebijaksanaan.</p>
<p>5. Prinsip Pelayanan: Madrasah harus mengutamakan kepentingan dan hak siswa dengan prinsip pelayanan yang demokratis, adil, dan non-diskriminatif.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, kebijakan penahanan ijazah siswa kembali mencuat, kali ini terjadi di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Ijazah seorang siswa lulusan tahun ini diduga ditahan oleh pihak sekolah lantaran orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencapai sekitar Rp3 juta.</p>
<p>Orang tua murid berinisial H (48) mengungkapkan keberatannya terhadap kebijakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang sedang terpuruk. </p>
<p>Menurut H, putranya tidak dapat melanjutkan aktivitas pasca-lulus karena ijazah yang diperlukan belum dapat diambil. </p>
<p><strong>Permintaan Dispensasi Ditolak dan Disambut Teguran</strong></p>
<p>H menuturkan, ia sudah berupaya mendatangi pihak sekolah untuk memohon keringanan atau dispensasi pembayaran. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan solusi. </p>
<p>"Saya sudah mendatangi sekolah, minta dispensasi. Diberi keringanan cuma Rp500 ribu. Lalu saya disuruh menemui Pak Yasir atau siapa gitu. Tapi malah ditegur kepala madrasah," ujar H kepada media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>H mengaku mendapat teguran keras dari kepala madrasah. Kepala madrasah diduga mempertanyakan alasan ekonomi H dengan nada merendahkan.</p>
<p>"Beliau bilang, 'Kenapa kamu cari dispensasi kayak <em>gitu</em>. <em>Wong</em> punya orang tua kok alasan saja <em>enggak</em> mau bayar.' Terus saya jawab, suami saya cuma bisa <em>ngaji</em> karena habis kecelakaan. Kepala sekolah langsung bilang, 'Dimakan ta hasilnya <em>ngaji</em> itu' sambil marah-marah," ungkap H, mengutip ucapan yang diduga disampaikan oleh kepala madrasah.</p>
<p><strong>Kondisi Ekonomi dan Harapan Pelonggaran Kebijakan</strong></p>
<p>H menjelaskan bahwa total tunggakan yang harus dilunasi adalah sekitar Rp3 juta, belum termasuk sisa SPP dua bulan sebesar Rp120 ribu setelah pemberian keringanan. </p>
<p>Ia menegaskan pihak keluarga bukan tidak berniat membayar, tetapi kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan untuk melunasi secara tunai.</p>
<p>"Suami saya belum bisa bekerja setelah kecelakaan. Dulu jualan klepon, tapi sekarang belum bisa. Saya hanya ibu rumah tangga. Kalau dicicil insyaallah saya usahakan. Tapi kalau harus lunas langsung, kami belum mampu," ujarnya.</p>
<p>H berharap pihak MAN dapat memberikan kebijakan yang lebih manusiawi, mengingat penahanan ijazah secara langsung berimplikasi pada terhambatnya masa depan pendidikan atau karier putranya.</p>
<p><strong>Konfirmasi dan Dalih Sekolah</strong></p>
<p>Pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Kurikulum, berinisial NO membenarkan bahwa siswa yang bersangkutan masih memiliki tunggakan dan ijazahnya masih berada di sekolah.</p>
<p>Namun, NO berdalih bahwa pihak sekolah tidak berani menyerahkan ijazah tanpa adanya rekomendasi dari Yayasan dan Komite Sekolah. </p>
<p>Menurutnya, MAN yang berstatus plat merah tersebut hanya bertindak sebagai pelaksana, sementara Yayasan dan Komite Sekolah adalah penentu kebijakan terkait penyerahan ijazah.</p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti praktik pungutan dan penahanan dokumen pendidikan oleh institusi negeri, yang seharusnya mengedepankan hak konstitusional setiap warga negara atas pendidikan, terlepas dari kondisi ekonomi orang tua. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ijazah Siswa MAN di Jombang Ditahan Karena Tunggakan Rp 3 Juta, Orangtua: Suami Saya Sakit, Kami Tak Mampu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ijazah-siswa-man-di-jombang-ditahan-karena-tunggakan-rp-3-juta-orangtua-suami-saya-sakit-kami-tak-mampu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ijazah-siswa-man-di-jombang-ditahan-karena-tunggakan-rp-3-juta-orangtua-suami-saya-sakit-kami-tak-mampu</guid>
<description><![CDATA[ Ayah siswa sebelumnya mengais nafkah dengan berdagang klepon. Namun, kondisi ekonomi keluarga mendadak melemah pasca-kecelakaan yang dialaminya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d145e12a62.webp" length="30250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 08:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>– Kebijakan penahanan ijazah siswa kembali mencuat, kali ini terjadi di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. </p>
<p>Ijazah seorang siswa lulusan tahun ini diduga ditahan oleh pihak sekolah lantaran orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencapai sekitar Rp3 juta.</p>
<p>Orang tua murid berinisial H (48) mengungkapkan keberatannya terhadap kebijakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang sedang terpuruk. </p>
<p>Menurut H, putranya tidak dapat melanjutkan aktivitas pasca-lulus karena ijazah yang diperlukan belum dapat diambil. </p>
<p><strong>Permintaan Dispensasi Ditolak dan Disambut Teguran</strong></p>
<p>H menuturkan, ia sudah berupaya mendatangi pihak sekolah untuk memohon keringanan atau dispensasi pembayaran. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan solusi. </p>
<p>"Saya sudah mendatangi sekolah, minta dispensasi. Diberi keringanan cuma Rp500 ribu. Lalu saya disuruh menemui Pak Yasir atau siapa <em>gitu</em>. Tapi malah ditegur kepala madrasah," ujar H kepada media ini, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>H mengaku mendapat teguran keras dari kepala madrasah. Kepala madrasah diduga mempertanyakan alasan ekonomi H dengan nada merendahkan.</p>
<p>"Beliau bilang, 'Kenapa kamu cari dispensasi kayak gitu. <em>Wong</em> punya orang tua kok alasan saja <em>enggak</em> mau bayar.' Terus saya jawab, suami saya cuma bisa <em>ngaji</em> karena habis kecelakaan. Kepala sekolah langsung bilang, 'Dimakan ta hasilnya <em>ngaji</em> itu' sambil marah-marah," ungkap H, mengutip ucapan yang diduga disampaikan oleh kepala madrasah.</p>
<p><strong>Kondisi Ekonomi dan Harapan Pelonggaran Kebijakan</strong></p>
<p>H menjelaskan bahwa total tunggakan yang harus dilunasi adalah sekitar Rp3 juta, belum termasuk sisa SPP dua bulan sebesar Rp120 ribu setelah pemberian keringanan. </p>
<p>Ia menegaskan pihak keluarga bukan tidak berniat membayar, tetapi kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan untuk melunasi secara tunai.</p>
<p>"Suami saya belum bisa bekerja setelah kecelakaan. Dulu jualan klepon, tapi sekarang belum bisa. Saya hanya ibu rumah tangga. Kalau dicicil <em>insyaallah</em> saya usahakan. Tapi kalau harus lunas langsung, kami belum mampu," ujarnya.</p>
<p>H berharap pihak MAN dapat memberikan kebijakan yang lebih manusiawi, mengingat penahanan ijazah secara langsung berimplikasi pada terhambatnya masa depan pendidikan atau karier putranya.</p>
<p><strong>Konfirmasi dan Dalih Sekolah</strong></p>
<p>Pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Kurikulum, berinisial NO membenarkan bahwa siswa yang bersangkutan masih memiliki tunggakan dan ijazahnya masih berada di sekolah.</p>
<p>Namun, NO berdalih bahwa pihak sekolah tidak berani menyerahkan ijazah tanpa adanya rekomendasi dari Yayasan dan Komite Sekolah. </p>
<p>Menurutnya, MAN yang berstatus plat merah tersebut hanya bertindak sebagai pelaksana, sementara Yayasan dan Komite Sekolah adalah penentu kebijakan terkait penyerahan ijazah.</p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti praktik pungutan dan penahanan dokumen pendidikan oleh institusi negeri, yang seharusnya mengedepankan hak konstitusional setiap warga negara atas pendidikan, terlepas dari kondisi ekonomi orang tua. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FGD Internasionalisasi Kampus, Dorong UIN Malang Perjelas Arah Transformasi </title>
<link>https://suarajatimpost.com/fgd-internasionalisasi-kampus-dorong-uin-malang-perjelas-arah-transformasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fgd-internasionalisasi-kampus-dorong-uin-malang-perjelas-arah-transformasi</guid>
<description><![CDATA[ FGD ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk menata roadmap internasionalisasi sekaligus memperkuat identitas sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berdaya saing global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935bc74ca8ff.webp" length="40220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 20:44:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Dr. K.H. (HC) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan perlunya kejelasan arah dan orientasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam proses transformasi menuju kampus bereputasi internasional.</p>
<p>Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Transformasi Akademik dan Non Akademik dalam Mencapai Reputasi Internasional”, yang diselenggarakan di Ruang Rektor Selasa, (18/11/ 2025).</p>
<p>FGD ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk menata roadmap internasionalisasi sekaligus memperkuat identitas sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berdaya saing global.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6935bcbf35a52.webp" alt=""></p>
<p>Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa reputasi internasional tidak boleh sebatas pencapaian akademik. </p>
<p>Menurutnya, kekuatan moral dan keberdampakan sosial merupakan fondasi utama PTKI.</p>
<p>“Bukan sebatas reputasi internasional, tetapi juga keberdampakan PTKI… Bagaimana di sekitar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu masyarakatnya religius. Kalau tidak religius berarti belum berhasil meskipun sudah reputasi internasional,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu bertindak sebagai narasumber utama, Lukman Hakim menyampaikan pentingnya menjadikan fase transformasi ini sebagai momentum penyegaran institusional.</p>
<p>“Ini sesuatu yang punya nilai positif karena biasanya sesuatu yang baru memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. Jadi ini momentum tersendiri, bagaimana ke depan roadmap UIN Malang mendapatkan pengakuan internasional.”</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan tujuan perguruan tinggi, khususnya PTKIN, dalam menentukan arah kebijakan akademik dan non akademik.</p>
<p>“Sebagai PTKIN, UIN Malang harus tahu tujuannya, apakah mau menciptakan atau mengikuti pasar.”</p>
<p>Menurutnya, orientasi yang jelas akan memperkuat pengembangan riset, kolaborasi global, kurikulum adaptif, dan inovasi akademik yang memiliki daya saing internasional.</p>
<p>Melalui forum ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya melakukan transformasi akademik, non-akademik, digitalisasi, tata kelola, hingga penguatan karakter keislaman.</p>
<p>Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Pelajar di Bondowoso Jadi Duta Moderasi Beragama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-di-bondowoso-jadi-duta-moderasi-beragama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-di-bondowoso-jadi-duta-moderasi-beragama</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajak pelajar menjadi Kader Moderasi Beragama guna memperkuat toleransi dan kerukunan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga harmoni antarumat beragama, didukung kolaborasi Kejaksaan, Kemenag, dan FKUB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b055a2d95d.webp" length="42006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 18:58:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>FKUB, agama, pelajar, moderasi, Kemenag, suatajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="206" data-end="558"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah semangat para pelajar yang memenuhi ruang kegiatan, Bondowoso seolah menunjukkan bahwa masa depan toleransi ada di tangan generasi mudanya. Dengan senyum dan antusiasme, sekira 55 siswa mendeklarasikan diri sebagai Kader Moderasi Beragama. Langkah kecil mereka menyimpan harapan besar bagi kerukunan daerah.</p>
<p data-start="206" data-end="558">Senada dengan langkah positif itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak para pelajar di Bumi Ki Ronggo untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.</p>
<p data-start="206" data-end="558">Ajakan itu disampaikan dalam acara Deklarasi Kader Moderasi Beragama dan Sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, pada Senin (17/5/2025).</p>
<p data-start="206" data-end="558">Kegiatan yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu dihadiri puluhan siswa SMA, SMK, dan MA, baik negeri maupun swasta. Mereka secara simbolis mendeklarasikan komitmen sebagai Kader Moderasi Beragama.</p>
<p data-start="831" data-end="1056">Orang nomor satu di Bondowoso ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengatakan, moderasi beragama bukanlah melemahkan keyakinan, melainkan cara beragama yang adil, seimbang, dan menghargai perbedaan.</p>
<p data-start="1058" data-end="1156">“Moderasi beragama adalah upaya agar keyakinan kita membawa kedamaian, bukan perpecahan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1158" data-end="1395">Menurut bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, generasi muda memegang peran penting karena mereka adalah duta perdamaian di lingkungan sekolah, maupun masyarakat. Ia berharap para pelajar Bondowoso dapat menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan cinta tanah air.</p>
<p data-start="1397" data-end="1527">“Di tangan kalianlah harapan itu saya titipkan. Semoga nilai-nilai moderasi tumbuh subur di Bondowoso yang religius ini,” harapnya.</p>
<p data-start="1529" data-end="1758">Sbagai bupati, Ra Hamid juga menegaskan, Bondowoso selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Dengan penguatan moderasi beragama, ia optimistis kerukunan dan kemajuan daerah akan semakin kokoh.</p>
<p data-start="1760" data-end="2004">"Saya berharap deklarasi ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di sekolah dan lingkungan masing-masing, seperti membangun dialog, menghargai perbedaan, dan menghidupkan semangat gotong royong lintas agama," pungkasnya. (*)</p>
<p data-start="1760" data-end="2004">Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dana BOSDA di Gresik Tak Terdampak Pemangkasan Dana Transfer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dana-bosda-di-gresik-tak-terdampak-pemangkasan-dana-transfer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dana-bosda-di-gresik-tak-terdampak-pemangkasan-dana-transfer</guid>
<description><![CDATA[ Pemangkasan dana transfer pusat ke daerah ini menjadi isu hangat bagi seluruh daerah kabupaten maupun kota di Indonesia. Sebab, pemangkasan dana transfer untuk APBD tahun depan cukup besar, di Gresik mencapai Rp571 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ae0b041bd7.webp" length="72122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 16:15:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, BOSDA Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memastikan bahwa anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) masih memiliki porsi yang sama pada tahun 2026.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan sebagai respons akibat dana transfer ke daerah untuk Kabupaten Gresik dipangkas Rp 571 miliar untuk APBD di tahun depan. </p>
<p>"Kita sampaikan ke sekolah-sekolah bahwasanya BOSDA tetap aman. Akan kota cairkan tahun 2026, anggaran BOSDA tidak ikut terpotong di Rp571 miliar tersebut," kata Bupati Yani, setelah menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaporan BOSDA jenjang SMP Negeri/Swasta di SMP Negeri 22 Gresik, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Yani menegaskan, pemangkasan dana transfer pusat ke daerah ini menjadi isu hangat bagi seluruh daerah kabupaten maupun kota di Indonesia.</p>
<p>Sebab, kata dia pemangkasan dana transfer untuk APBD tahun depan cukup besar, di Gresik mencapai Rp571 miliar. </p>
<p>Menurut dia, anggaran BOSDA tidak akan berpengaruh akan dampak pemangkasan dana transfer itu.</p>
<p>Ia berpesan para kepala sekolah maupun guru tidak perlu khawatir terhadap besaran anggaran BOSDA yang menjadi penopang keberlangsungan lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik, terutama bagi sekolah swasta. </p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Hariyanto, turut menjelaskan besaran alokasi BOSDA pada 2026.Total anggaran yang disiapkan sama seperti tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp 103 miliar.</p>
<p>"Untuk alokasi BOSDA tingkat SD sebesar Rp 54 miliar, sementara untuk tingkat SMP sebesar Rp 49 miliar," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuatkan Ikatan Orang Tua dan Anak, TK&amp;KB Kusuma Gelar Peragaan Busana Bertajuk &amp;quot;Ayahku Pahlawanku&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuatkan-ikatan-orang-tua-dan-anak-tk-kb-kusuma-gelar-peragaan-busana-bertajuk-ayahku-pahlawanku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuatkan-ikatan-orang-tua-dan-anak-tk-kb-kusuma-gelar-peragaan-busana-bertajuk-ayahku-pahlawanku</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak meneriakkan komando “maju!” sambil berjalan di runway bersama ayah mereka, menjadikan panggung kecil itu jawaban atas minimnya kebersamaan keluarga di kota besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6918706c36dec.webp" length="105076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 20:57:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>TK-KB Kusuma RSU Dr. Soetomo Surabay, Dr. Soetomo, Hari Ayah, Hari Pahlawan, Ayah, Fatherless, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sorak-sorai kecil memenuhi Taman Flora Surabaya. Anak-anak berseragam kostum pahlawan meneriakkan komando lucu seperti “maju!”, “siap!”, hingga “angkat pedang!” sambil menggandeng tangan ayah mereka yang tak kalah antusias. </p>
<p>Para orang tua ikut tertawa, guru-guru menepuk tangan memberi semangat, dan suasana taman berubah menjadi panggung meriah penuh warna.</p>
<p>Di balik kegembiraan serta keriuhan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih mendalam, yakni tentang pentingnya memperkuat kehadiran ayah di tengah kehidupan anak-anak, terutama di kota metropolitan seperti Surabaya, yang membuat waktu keluarga sering terkikis. </p>
<p>Melalui acara peragaan busana bertema “Ayahku Pahlawanku”, TK-KB Kusuma RSU Dr. Soetomo Surabaya mencoba menghadirkan momen kebersamaan yang mulai langka untuk banyak keluarga metropolitan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691870737d76a.webp" alt=""></p>
<p><strong>Merespons Isu <em>Fatherlessness</em> Lewat Panggung Kostum</strong></p>
<p>Ketua Lembaga TK-KB Kusuma, Mira Kusumawardhani, mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan dan Hari Ayah yang jatuh berdekatan di tanggal 10 dan 12 November, menjadi momentum ideal untuk mengangkat isu kehadiran ayah pada anak yang kian hari kian marak.</p>
<p>“Kami ingin menegaskan kembali pentingnya kehadiran ayah, apalagi sekarang banyak yang sibuk bekerja dan jarang punya waktu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung kampanye Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengenai dampak <em>fatherlessness</em> yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak.</p>
<p><strong>Fashion Show sebagai Media Kedekatan Ayah dan Anak</strong></p>
<p>Peragaan Busana digelar dengan melibatkan seluruh murid dari jenjang KB, TKA, hingga TKB dengan total sekitar 33 siswa. Anak-anak tampil bersama ayah mereka dengan kostum pahlawan, sementara bagi yang ayahnya berhalangan, ibu menjadi pendamping pengganti.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6918706553e67.webp" alt=""></p>
<p>“Alasan kita memilih kegiatan fashion show itu karena dari proses persiapan kostum hingga latihan pose itu pasti ada komunikasi antara anak dan orang tua, khususnya ayah di rumah. Itu bisa melatih mereka jadi kebih kompak dan dekat," jelas Mira.</p>
<p>Mira menambahkan bahwa dalam proses persiapan kostum, anak dan orang tua juga akan kembali melakukan aktivitas bersama, seperti membeli kostum bersama atau bahkan membuat kostum itu secara handmade bersama-sama yang menambah waktu kebersamaan mereka.</p>
<p>"Jadi dari kegiatan sederhana itulah akan muncul ruang dialog antara ayah dan anak, sekaligus membangun rasa percaya diri pada anak," tuturnya.</p>
<p><strong>Lembaga Berkonsep <em>Small Class </em>dan Layanan Inklusi</strong></p>
<p>Berbeda dengan banyak sekolah besar, TK-KB Kusuma sendiri menerapkan konsep small class dengan maksimal 15 anak per kelas. Hal itu disebut Mira penting, karena sekolah menampung beberapa anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan intensif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69187058b0b18.webp" alt=""></p>
<p>"Kami punya tiga terapis dan satu psikolog yang mendampingi tumbuh kembang anak inklusi," kata Mira.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa anak inklusi wajib menjalani terapi minimal tiga bulan sebelum masuk sekolah agar mereka terbiasa dengan lingkungan baru dan mengurangi risiko tantrum di hari-hari pertama.</p>
<p>Mira menegaskan bahwa kegiatan seperti itu bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.</p>
<p>"Kami ingin orang tua punya kesadaran lebih, karena pendidikan anak itu butuh kolaborasi, terutama peran ayah," ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6918716cc2bec.webp" alt=""></p>
<p>Untuk itu, pihak sekolah juga membagikan lembar edukasi mengenai dampak kurangnya kehadiran ayah saat registrasi awal dalam acara Fashion Show di Taman Flora.</p>
<p><strong>Ayah Adalah Pahlawan Masa Kini</strong></p>
<p>Menutup kegiatan, Mira menyampaikan pesan khusus bagi para ayah bahwa menjadi pahlawan keluarga tidak harus heroik bak pahlawan kemerdekaan, melainkan cukup hadir, peduli, dan mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang mereka.</p>
<p>"Pahlawan itu ya para ayah ini. Tetap semangat melindungi keluarga dan mendampingi anak," tuturnya.</p>
<p>Di panggung kecil Taman Flora, para ayah mungkin hanya berjalan beberapa langkah bersama anak mereka. Namun bagi anak-anak, langkah kecil itu adalah bukti bahwa pahlawan masih ada di rumah mereka sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Pasuruan Akan Sediakan Lahan 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat di Kecamatan Gondang Wetan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-pasuruan-akan-sediakan-lahan-5-hektare-untuk-sekolah-rakyat-di-kecamatan-gondang-wetan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-pasuruan-akan-sediakan-lahan-5-hektare-untuk-sekolah-rakyat-di-kecamatan-gondang-wetan</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Mas Rusdi panggilan akrabnya, sekolah yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas asrama (boarding school) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69186b687f963.webp" length="24568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 19:58:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Di mana nantinya, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut akan menampung seluruh siswa yang ada di Kabupaten maupun Kota Pasuruan.</p>
<p>Bupati Pasuruan, H. Rusdi Sutejo saat ditemui di sela-sela mendampingi Menteri Sosial di gedung Darmoyudho, Kota Pasuruan pada Sabtu (15/11/2025) menjelaskan, Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. </p>
<p>Program ini bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yang kurang mampu, terutama di daerah terpencil.</p>
<p>“Lahan seluas 5 hektare yang berada di Kecamatan Gondang Wetan nantinya akan kami bangun Sekolah Rakyat tingkat Provinsi yang ada di Kabupaten Pasuruan Pasuruan," jelasnya.</p>
<p>Menurut Mas Rusdi panggilan akrabnya, sekolah yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas asrama (boarding school) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. </p>
<p>"Pembangunan Sekolah Rakyat dibangun secara permanen ini sepenuhnya akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan saat ini Pemkab Pasuruan telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk melaksanakan proyek tersebut," lanjutnya.<strong> (***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SLBN Kota Batu Terpaksa Satukan Tiga Jenjang Pendidikan dalam Satu Kelas karena Krisis Guru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/slbn-kota-batu-terpaksa-satukan-tiga-jenjang-pendidikan-dalam-satu-kelas-karena-krisis-guru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/slbn-kota-batu-terpaksa-satukan-tiga-jenjang-pendidikan-dalam-satu-kelas-karena-krisis-guru</guid>
<description><![CDATA[ Rasio tidak seimbang membuat satu guru harus mengampu hingga 11 siswa sekaligus, jumlah yang jauh melampaui ketentuan ideal pendidikan khusus yang seharusnya satu guru mendampingi satu hingga dua siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69186af4e4b05.webp" length="25604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 19:01:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SLBN, Krisis Guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Krisis tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Batu kian memaksa sekolah mengambil langkah-langkah yang jauh dari standar ideal pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Kekurangan guru membuat SLBN harus menggabungkan proses belajar mengajar dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB dalam waktu yang bersamaan.</p>
<p>Kepala SLBN Kota Batu, Siti Muawanah pada Sabtu (15/11/2025) mengatakan, kondisi ini terjadi karena sekolah hanya memiliki 11 guru untuk menangani total 140 siswa.</p>
<p>"Penggabungan tiga jenjang dalam satu waktu sebenarnya bukan pilihan pedagogis, melainkan bentuk bertahan hidup di tengah terbatasnya sumber daya. Dengan jumlah guru yang ada, kami tidak punya opsi lain. Kegiatan belajar terpaksa dilakukan bersamaan dari SD sampai SMA,” ujarnya.</p>
<p>Kondisi ini membuat perhatian guru terhadap siswa menjadi tidak merata, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan pendampingan intensif. Meski metode belajar sudah disesuaikan berdasarkan jenis ketunaan, Siti menegaskan bahwa hal tersebut tetap tidak mampu mengimbangi kebutuhan individual tiap siswa.</p>
<p>SLBN Kota Batu yang berdiri sejak sembilan tahun lalu di Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji, ini membutuhkan tambahan minimal 8 hingga 9 guru baru untuk menormalkan kembali sistem pembelajaran. Baik tenaga ASN maupun PPPK dinilai mendesak untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan yang layak bagi ABK.</p>
<p>“Keterbatasan tenaga pendidik membuat pendampingan tidak bisa optimal. Ini situasi yang harus segera ditangani,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mensos Sapa Wali Murid Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Mereka Calon Pemimpin Masa Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mensos-sapa-wali-murid-sekolah-rakyat-gus-ipul-mereka-calon-pemimpin-masa-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mensos-sapa-wali-murid-sekolah-rakyat-gus-ipul-mereka-calon-pemimpin-masa-depan</guid>
<description><![CDATA[ Gus Ipul mengaku senang karena pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kota dan Kabupaten Pasuruan telah berjalan baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69184eff019bc.webp" length="48282" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 17:29:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Menteri Sosial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP —</strong> Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Kota dan Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan para orang tua siswa dan meninjau proses pembelajaran di sekolah yang menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Kedatangan Gus Ipul disambut hangat dengan penampilan tarian tradisional, paduan suara, dari para siswa. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di wajah anak-anak yang antusias menampilkan kemampuan mereka di hadapan sang Menteri.</p>
<p>“Kalau orang tuanya belum beruntung, kata Bapak Presiden, Insyaallah anak-anaknya akan menjadi generasi tangguh, kuat, dan menjadi agen perubahan, bahkan pemimpin Indonesia di masa depan,” ujar Gus Ipul panggilan sapaan dalam sambutannya.</p>
<p>Gus Ipul mengaku senang karena pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kota dan Kabupaten Pasuruan telah berjalan baik.</p>
<p>"Sekolah rakyat yang ada di Jalan Hayam Muruk yang milik Kabupaten Pasuruan mulai berjalan bulan Juli, kemudian di Kota Pasuruan mulai berjalan bulan Agustus serta di BLK (Balai Latihan Kerja) Kecamatan Rejoso mulai berjalan pada bulan September kemarin," katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti peran penting pilar-pilar sosial, khususnya para pendamping sosial yang melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah keluarga siswa untuk memastikan keikutsertaan mereka tepat sasaran.</p>
<p>“Pendamping sosial ini punya peran sangat strategis karena mereka yang memastikan data di lapangan benar dan bekerja sama dengan Dinsos daerah,” jelas Gus Ipul. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumuskan Pedoman Final Setelah Dua Dekade, UIN Malang Mantapkan Arah Baru Integrasi Sains Islam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumuskan-pedoman-final-setelah-dua-dekade-uin-malang-mantapkan-arah-baru-integrasi-sains-islam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumuskan-pedoman-final-setelah-dua-dekade-uin-malang-mantapkan-arah-baru-integrasi-sains-islam</guid>
<description><![CDATA[ Forum ini menandai tekad baru dalam menyusun pedoman integrasi yang matang, terukur, aplikatif, dan tetap berpijak pada karakter Ulul Albab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935b9f5d1f49.webp" length="21724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 16:33:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kembali menegaskan diri sebagai poros penting integrasi sains dan Islam dalam dunia pendidikan melalui forum akademik strategis yang digelar di Gedung Dr. Ir. Soekarno UIN Malang, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Forum merupakan langkah awal menuju lahirnya pedoman integrasidokumen yang selama dua dekade menjadi harapan namun belum pernah difinalisasi secara institusional.</p>
<p>Ketua LP2M, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, menyebut integrasi sebagai “napas keilmuan UIN Malang”. Ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan menuntut kerangka metodologis yang kokoh agar integrasi tidak berhenti sebagai jargon.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6935ba59a0e56.webp" alt=""></p>
<p>“Integrasi adalah jati diri kita. Ia harus bergerak mengikuti dinamika zaman, tetapi tetap berakar kuat pada nilai Ulul Albab,” ujarnya.</p>
<p>Sesi pertama, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik, menghadirkan paparan historis dan kritis tentang gagasan integrasi tiga pemikir besar: al-Faruqi, al-Attas, dan Ziauddin Sardar.</p>
<p>Namun ia menegaskan bahwa UIN Malang tidak cukup menjadi pengekor.</p>
<p>“Kita harus melahirkan model integrasi versi UIN Malang. Bukan meniru, tapi melahirkan kerangka yang kontekstual dengan realitas Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Basri juga menambahkan bahwa tradisi keilmuan Islam sejak abad pertengahan menunjukkan integrasi yang natural. Ia mencontohkan Canon of Medicine karya Ibn Sina yang ditulis dengan standar ilmiah tinggi.</p>
<p>“Para ilmuwan Muslim saat itu tidak harus mencantumkan ayat. Mereka meneliti fenomena alam dengan pendekatan ilmiah yang matang,” ujarnya, sembari menyebut manuskrip asli Canon konon tersimpan di perpustakaan Prancis.</p>
<p>Pembicara kedua, Dr. H. M. Luthfi Musthofa, M.Ag, membawa perspektif hermeneutis yang menajamkan paradigma integrasi.</p>
<p>“Ayat bukan ornamen dalam sains. Ayat adalah cahaya yang menuntun kita membaca realitas lebih dalam,” ujarnya.</p>
<p>Ia mencontohkan pendekatan Tafsir al-Misbah dan Paradigma Ma’na Cum Maghza sebagai jembatan antara teks wahyu dan fenomena ilmiah modern. Integrasi, katanya, harus memunculkan analisis bermakna, bukan sekadar mencantumkan ayat di awal slide presentasi.</p>
<p>Dr. Drs. M. Yunus, M.Si: UIN Malang sudah memiliki modal kuat, tinggal menyiapkan standar operasional yang disepakati bersama.</p>
<p>Dr. Halimi, M.Pd dan Prof. Dr. Sudirman, M.A: Integrasi harus memuat nilai spiritual agar tidak kering makna.</p>
<p>Dr. Muallifah, M.A dan Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd: Mendesak adanya rumusan operasional yang terukur dan mudah diimplementasikan.</p>
<p>Penutup oleh Dr. Zaenul Mahmudi, M.A menegaskan perlunya pedoman resmi sebagai komitmen lembaga, bukan sekadar wacana akademik.</p>
<p>Moderator, Dr. Dewi Chamidah, M.Pd, merangkum bahwa sejak 2004 integrasi telah menjadi ruh UIN Malang, namun belum memiliki roadmap final yang menjadi acuan seluruh sivitas akademika.</p>
<p>Forum ini menandai tekad baru dalam menyusun pedoman integrasi yang matang, terukur, aplikatif, dan tetap berpijak pada karakter Ulul Albab.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahaya Bullying hingga NAPZA Mengintai Siswa SD, Edukasi Dini Kian Mendesak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahaya-bullying-hingga-napza-mengintai-siswa-sd-edukasi-dini-kian-mendesak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahaya-bullying-hingga-napza-mengintai-siswa-sd-edukasi-dini-kian-mendesak</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda kini terancam bullying hingga NAPZA sejak usia SD, mendorong SDN Perak III memperkuat benteng pencegahan melalui penyuluhan bersama Komnas Perlindungan Anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917e42cdd508.webp" length="60094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:26:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Perundungan, NAPZA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kenakalan remaja, perundungan, hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih menjadi momok serius bagi dunia pendidikan Indonesia. Meski sebagian besar kasus terjadi di jenjang remaja, bibit perilaku menyimpang kerap muncul sejak usia sekolah dasar. </p>
<p>Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, sekolah, orang tua, lembaga perlindungan anak, hingga komunitas yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.</p>
<p>Berangkat dari kepedulian tersebut, SDN Perak III Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan bagi guru serta siswa kelas 5 dan 6 dengan menggandeng Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya. </p>
<p>Kegiatan tersebut membahas bahaya bullying, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan narkoba yang kini mulai mengintai anak-anak usia dini. Kepala SDN Perak III, Umi Solikah, menegaskan bahwa penyuluhan itu merupakan bentuk komitmen sekolah untuk mencegah perilaku menyimpang sejak awal.</p>
<p>"Kami ingin membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami betapa berbahayanya bullying dan narkoba," ujar Umi, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Umi menekankan pentingnya peran kolektif dalam mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Seluruh pihak itu mencakup siswa, orang tua, sekolah, hingga lembaga perlindungan anak untuk lebih peka terhadap perubahan tingkah laku orang-orang disekitarnya.</p>
<p>"Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama, mulai dari orang tua, guru, sekolah hingga lembaga perlindungan anak," katanya.</p>
<p>Penyuluhan tersebut turut mendapat apresiasi dari Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya. Narasumber utama, Syaiful, menyampaikan bahwa inisiatif SDN Perak III adalah langkah positif dalam membekali siswa dan guru tentang indikasi munculnya bibit ancaman lingkungan.</p>
<p>"Penyalahgunaan narkoba, rokok, dan miras hingga bullying kini mengintai bahkan di usia sekolah dasar. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus kita jaga dan arahkan, membentuk karakter dan melindungi generasi bangsa," ungkapnya </p>
<p>Selain pemahaman dasar, kegiatan itu juga membekali peserta dengan keterampilan mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan zat terlarang, termasuk langkah tepat yang harus diambil sekolah ketika menemukan indikasi kasus.</p>
<p>"Jika ada anak terindikasi terlibat NAPZA, guru bisa langsung menghubungi konselor atau pihak yang berhak menangani," jelasnya.</p>
<p>Syaiful juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi barisan terdepan dalam upaya perlindungan anak dari tindak perundungan, kenakalan remaja, hingga paparan NAPZA. </p>
<p>“Pencegahan adalah investasi terbaik masa depan bangsa. sosialisasi dan penyuluhan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif seluruh komponen sekolah, agar SDN Perak III Surabaya menjadi tempat tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Buka Rekrutmen Forum Anak dan Fasilitator, Dorong Keterlibatan Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-buka-rekrutmen-forum-anak-dan-fasilitator-dorong-keterlibatan-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-buka-rekrutmen-forum-anak-dan-fasilitator-dorong-keterlibatan-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso membuka rekrutmen Forum Anak dan fasilitator untuk meningkatkan partisipasi anak dan pemuda dalam pembangunan. Kepala Dinsos, Muhammad Imron, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pelopor dan pendamping dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691690f318acf.webp" length="63940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 11:03:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KLA, Forum anak, Anak, DInsos, P3AKB, fasilitator, Kemensos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso membuka peluang bagi anak dan pemuda untuk bergabung dalam Forum Anak Bondowoso dan menjadi fasilitator pendamping. Rekrutmen ini berlangsung pada 12–16 November 2025.</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Muhammad Imron, menjelaskan, proses rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat peran anak serta meningkatkan kualitas partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.</p>
<p>“Forum Anak adalah wadah resmi partisipasi anak. Karena itu, kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak Bondowoso untuk terlibat, menyuarakan pendapat, dan menjadi pelopor serta pelapor dalam isu-isu pemenuhan hak anak,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025).</p>
<p>Rekrutmen Forum Anak Bondowoso dibuka bagi anak usia 12–17 tahun. Peserta wajib menyertakan KIA, akta kelahiran, surat izin orang tua, surat keterangan aktif sekolah, serta esai tematik dan video kreatif sebagai bahan penilaian.</p>
<p>Selain itu, Dinsos P3AKB juga membuka pendaftaran bagi fasilitator Forum Anak yang ditujukan untuk WNI berusia 18–24 tahun. Para fasilitator ini nantinya akan menjadi pendamping kegiatan, penggerak partisipasi anak, sekaligus penguat jejaring kolaborasi.</p>
<p>“Fasilitator adalah mitra penting bagi kami. Karena itu, kami mencari pemuda yang memiliki komitmen tinggal di Bondowoso minimal dua tahun dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu anak. Mereka yang pernah menjadi pengurus Forum Anak atau mengikuti pelatihan Konvensi Hak Anak kami prioritaskan,” kata Imron.</p>
<p>Adapun rangkaian seleksi dimulai dengan pendaftaran pada 12–16 November 2025, pengumuman hasil administrasi pada 18 November, wawancara pada 19 November, dan pengumuman akhir pada 21 November. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2025.</p>
<p>Imron berharap proses rekrutmen tahun ini mampu menjaring anak dan pemuda yang aktif serta memiliki semangat membangun daerah.</p>
<p>“Kami mengajak generasi muda untuk berkontribusi langsung mewujudkan Bondowoso sebagai Kabupaten Layak Anak,” tegasnya.</p>
<p>Pendaftaran dilakukan melalui satu tautan resmi: bit.ly/OPREKFORUMANAK2025. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi narahubung yang telah disediakan. Di antaranya, Nuril (082244367820), Wildan (089685598217), dan Fendik (082244957721). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ita Hidayatus Sholihah Resmi Jabat Kepala Biro UIN Malang, Langsung Dilantik Menag Nasaruddin Bareng 21 Pejabat Kemenag,</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ita-hidayatus-sholihah-resmi-jabat-kepala-biro-uin-malang-langsung-dilantik-menag-nasaruddin-bareng-21-pejabat-kemenag</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ita-hidayatus-sholihah-resmi-jabat-kepala-biro-uin-malang-langsung-dilantik-menag-nasaruddin-bareng-21-pejabat-kemenag</guid>
<description><![CDATA[ Penunjukan Ita Hidayatus Sholihah diharapkan dapat memperkuat peran universitas dalam meningkatkan mutu akademik, pembinaan kemahasiswaan, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935b7288ce2b.webp" length="17362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 21:21:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik 21 pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) yang terdiri dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi, serta Kepala Biro Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).</p>
<p>Salah satu pejabat yang dilantik adalah Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., yang resmi menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6935b786c2656.webp" alt=""></p>
<p>Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, pada Rabu (12/11/2025). Acara ini dihadiri oleh para pejabat eselon I dan II, Staf Ahli, Staf Khusus, serta Tenaga Ahli Menteri Agama.</p>
<p>Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan dan upaya memperkuat tata kelola kelembagaan di lingkungan Kemenag.</p>
<p>“Jabatan bukan sekadar prestise, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas dan dedikasi. Kita ingin Kementerian Agama menjadi rumah yang sejuk bagi semua, serta motor penggerak kemajuan umat dan bangsa,” ucap Nasaruddin Umar.</p>
<p>Menag juga meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Reformasi birokrasi, katanya, harus terus digelorakan agar lembaga keagamaan semakin dipercaya masyarakat.</p>
<p>Bagi UIN Malang, penunjukan Ita Hidayatus Sholihah diharapkan dapat memperkuat peran universitas dalam meningkatkan mutu akademik, pembinaan kemahasiswaan, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Universitas Thailand, PCU Gelar Pameran Gambarkan Gubeng 30 Tahun ke Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-universitas-thailand-pcu-gelar-pameran-gambarkan-gubeng-30-tahun-ke-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-universitas-thailand-pcu-gelar-pameran-gambarkan-gubeng-30-tahun-ke-depan</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Indonesia-Thailand berkolaborasi membayangkan wajah baru Gubeng 30 tahun mendatang menjadi kawasan hijau, cerdas, dan sehat yang divisualisasikan lewat teknologi Augmented Reality di pameran “Projecting Cities”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69133961b4b84.webp" length="49532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 22:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Petra Christian University, PCU, Universitas Kristen Petra, Gubeng, Augmented Reality, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dilukiskan 30 tahun mendatang, kawasan Gubeng di tengah Kota Surabaya menjadi inspirasi karya mahasiswa arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya (PCU) dan mahasiswa Silpakorn University Thailand.</p>
<p>Penggambaran itu ditampilkan dalam pameran bertajuk “<em>Projecting Cities: Surabaya and Bangkok</em>” yang berlangsung mulai 10-24 November 2025 di Gallery Gedung J, Kampus PCU Surabaya. </p>
<p>Pameran tersebut merupakan ruang transformasi imajiner dari para mahasiswa lintas negara yang menggunakan area Gubeng, sebagai bahan visualisasi kawasan hijau, sehat, dan cerdas agar mencerminan kota berkelanjutan dalam 30 tahun mendatang. </p>
<p>Kawasan Gubeng, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jantung aktivitas di Surabaya, kini menjadi titik awal untuk membayangkan masa depan kota metropolitan Surabaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6913395abb1d8.webp" alt=""></p>
<p>Menariknya, dalam pameran tersebut pengunjung dapat memanfaatkan pengalaman canggih <em>Augmented Reality</em> (AR) di smartphone hanya dengan memindai <em>QR Code</em> di smartphone. </p>
<p>Visualisasi tersebut menampilkan kawasan Gubeng yang telah bertransformasi menjadi zona kesehatan dan komersial yang terhubung dengan rencana jalur LRT di sepanjang Kali Mas.</p>
<p>Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan PCU sekaligus PIC kegiatan, Rully Samayanti menjelaskan, pameran ini merupakan hasil kolaborasi PCU dengan Silpakorn University yang kali ini ingin mengembangkan potensi kawasan Gubeng ke depan lebih baik.</p>
<p>“Ini merupakan tahun keempat kami berkolaborasi dengan Silpakorn University, berfokus pada riset dan desain kota berkelanjutan. Tahun ini, kami menyoroti kawasan Gubeng karena potensinya yang besar menjadi pusat kesehatan dan bisnis kota,” ujar Rully, Selasa (11/11/2025) </p>
<p>Rully menyebutkan, pameran ini merupakan hasil kerja selama satu semester dari 71 mahasiswa PCU dan 40 mahasiswa Silpakorn University, yang menampilkan tujuh desain masterplan dan 72 maket bangunan. </p>
<p>"Karya mereka mengusung konsep walkable city, city that cares, dan 15 minute city dengan integrasi ruang hijau, hunian, fasilitas publik, dan area komersial," jelasnya.</p>
<p>Selain pameran, Rully menuturkan, karya mahasiswa juga dilombakan secara hybrid dengan menghadirkan juri internasional dari Chulalangkorn University (Thailand), Tunghai University (Taiwan), serta profesional urban designer yang merupakan alumni PCU.</p>
<p>Rully menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar ajang belajar lintas budaya, tetapi juga latihan berpikir global di tengah tantangan nyata. </p>
<p>“Mulai dari gempa saat kunjungan ke Bangkok hingga demonstrasi saat kunjungan ke Surabaya, semuanya jadi pelajaran penting tentang adaptasi dan ketangguhan arsitek masa depan,” tuturnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, PCU menegaskan perannya dalam mendidik arsitek muda yang tak hanya andal dalam perancangan, tapi juga peka terhadap isu global dan mahir memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk memvisualisasikan gagasan desain yang inovatif dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harmoni Bahasa dan Budaya Warnai Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harmoni-bahasa-dan-budaya-warnai-peringatan-bulan-bahasa-di-sman-9-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harmoni-bahasa-dan-budaya-warnai-peringatan-bulan-bahasa-di-sman-9-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Semarak Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya menghadirkan harmoni bahasa dan budaya, siswa menari, berdebat, hingga berbusana adat dalam perayaan yang meneguhkan identitas dan kreativitas pelajar muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691326951d243.webp" length="62828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 21:45:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bulan Bahasa, Bulan Bahasa 2025, Campursari, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Semarak peringatan Bulan Bahasa 2025 belum juga usai meski kalender sudah berganti ke November. Di SMA Negeri 9 Surabaya, peringkatan tahunan itu justru mencapai puncaknya pada awal pekan ini dengan angkat tema “<em>Harmony in Diversity</em> - Suara, Bahasa dan Budaya”.</p>
<p>Bulan Bahasa sendiri merupakan agenda nasional yang diperingati setiap Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, sekaligus penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah serta penguasaan bahasa asing.</p>
<p>Melalui peringatan tersebut, pelajar diharapkan mampu mengenali akar budaya sendiri sembari membuka diri terhadap keragaman bahasa dunia. Semangat itulah yang dihidupkan kembali oleh SMAN 9 Surabaya dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.</p>
<p><strong>Tiga Bahasa, Satu Semangat</strong></p>
<p>Ketua panitia kegiatan sekaligus guru Bahasa Jawa SMAN 9 Surabaya, Jefri Dadang Triyoso, menjelaskan bahwa Bulan Bahasa tahun 2025 ini menjadi momentum untuk berkolaborasi antarbidang bahasa dan seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6913269c703de.webp" alt=""></p>
<p>"Bulan Bahasa rutin kami gelar tiap tahun. Guru bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris berkolaborasi dengan guru seni budaya. Jadi dalam perayaannya tidak hanya soal bahasa tapi juga ada seni rupa, tari-tarian, dan pameran karya siswa," ujarnya, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Tahun 2025 menjadi tahun ketiga penyelenggaraan dengan antusiasme yang semakin meningkat. Kegiatan tersebut semula hanya diinisiasi oleh guru-guru bahasa, namun sejak dua tahun terakhir telah menjadi bagian dari program kesiswaan sekolah.</p>
<p>Pelaksanaan Bulan Bahasa 2025 di SMAN 9 Surabaya berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (10–11 November 2025). Kegiatan itu sengaja diundur dari Oktober karena bertepatan dengan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas XII, dan digabungkan dengan peringatan Hari Pahlawan.</p>
<p>Pada hari pertama, acara yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan dibuka dengan Tari Gandrung khas Banyuwangi. Siswa tampil mengenakan busana tradisional dan mengikuti berbagai lomba seperti debat Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Jawa, MC Bahasa Indonesia, serta vlog Bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326a879c27.webp" alt=""></p>
<p>"Senin kemarin anak-anak sudah memakai baju adat dan mengikuti lomba-lomba berbahasa. Semua berlangsung meriah dan penuh semangat," kata Jefri.</p>
<p>Sementara itu, hari kedua dibuka dengan Tari Remo khas Jawa Timur dan penampilan Reog Ponorogo oleh siswa, lengkap dengan dadak merak seberat 80 kilogram. Sementara ajang perlombaan dilanjutkan dengan lomba menyanyi campursari.</p>
<p>"Anak-anak yang menari Reog itu benar-benar luar biasa. Mereka itu sampai membawa Dadak Merak yang beratnya itu hampir 80 kilogram," tuturnya.</p>
<p>"Dan untuk yang Campursari itu diadakan agar anak-anak kenal dan mengetahui budaya kita," sambung Jefri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69133537a4ccc.webp" alt=""></p>
<p>Selain lomba bahasa dan seni, panitia juga menambahkan kategori Best Dress Code bagi siswa dan guru, serta Best Supporter bagi kelas yang paling kompak dan meriah dalam mendukung teman-teman mereka yang mengikuti perlombaan.</p>
<p><strong>Sekolah Berhenti Belajar, Tapi Tidak Berhenti Berkarya</strong></p>
<p>Selama dua hari kegiatan berlangsung, proses belajar mengajar di kelas ditiadakan sementara. Seluruh area sekolah berubah menjadi ruang ekspresi, mulai dari aula, laboratorium, hingga lapangan utama.</p>
<p>"Kegiatan ini memang dibuat agar anak-anak lebih fresh setelah TKA. Jadi pembelajaran kami hentikan dulu dua hari, baru besok kembali normal," terang Jefri.</p>
<p>Suasana sekolah terlihat hidup. Guru dan siswa sama-sama mengenakan baju adat dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Tak sedikit orang tua turut mendukung dengan membantu penyewaan kostum adat untuk anak-anaknya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326ae6af4c.webp" alt=""></p>
<p><strong>Membiasakan Berbahasa, Menanamkan Identitas</strong></p>
<p>Dalam keseharian, SMAN 9 Surabaya memiliki pembiasaan penggunaan bahasa sesuai konteks pelajaran. Bahasa Indonesia digunakan dalam komunikasi umum, sementara saat pelajaran bahasa daerah atau bahasa asing, seluruh interaksi dilakukan dalam bahasa pengantar tersebut.</p>
<p>"Kalau pelajaran Bahasa Jawa, semua komunikasi harus pakai bahasa Jawa, mulai dari komunikasi di dalam kelas hingga izin keluar. Begitu juga Bahasa Inggris, semuanya full English," jelas Jefri.</p>
<p>"Bahasa Jawa mencerminkan identitas kita, Bahasa Indonesia jati diri bangsa, dan Bahasa Inggris jembatan untuk berinteraksi dengan dunia," imbuhnya.</p>
<p>Ia berharap melalui kegiatan Bulan Bahasa, siswa semakin menyadari pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi yang membentuk kepribadian dan karakter positif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326a28ee79.webp" alt=""></p>
<p>"Dari bahasa, literasi anak-anak bisa meningkat. Mereka belajar memilih kata yang baik, berbicara sopan, dan berpikir positif," tambahnya.</p>
<p>Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya juga mendapat dukungan dari pihak luar. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri, turut hadir memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini baik sekali, tidak hanya menumbuhkan kesadaran berbahasa, tapi juga menjadi wadah kegiatan positif bagi remaja," tandas Syaiful.</p>
<p>Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya bukan sekadar lomba tahunan, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang menyatukan tiga dimensi penting, meliputi bahasa, seni, dan karakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gress Of Champions: Puluhan Siswa di Gresik Antusias Berebut Piala Bupati 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gress-of-champions-puluhan-siswa-di-gresik-antusias-berebut-piala-bupati-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gress-of-champions-puluhan-siswa-di-gresik-antusias-berebut-piala-bupati-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pihak penyelenggara berkolaborasi Gressmall dengan Dinas Pendidikan Gresik mengundang sebanyak 100 instansi Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memperebutkan Piala Bupati 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691317e7692a0.webp" length="49732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 18:44:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Gresmall Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Penyelenggaraan lomba antar pelajar bertajuk Gress Of Champions berlangsung seru di Atrium Gressmall Gresik, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025). </p>
<p>Puluhan peserta dari kalangan pelajar berkompetisi menjawab pertanyaan secara cepat menggunakan sarana digital. </p>
<p>Pihak penyelenggara berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Gresik mengundang sebanyak 100 instansi Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memperebutkan Piala Bupati 2025.</p>
<p>Kegiatan ini pun turut dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sprix Inc, perusahaan pendidikan asal Tokyo, Jepang. Bupati Gresik sekaligus membuka peluncuran gerakan Numerasi Nasional.</p>
<p>"Pemkab Gresik terus mendorong dalam meningkatkan numerasi kita, ini bukan sekadar lomba tapi sebuah momentum. Ke depan kita asesmen kembali, kita terus dorong SDM kita agar muncul anak-anak hebat dari Gresik," kata bupati.</p>
<p>Yani mengajak semua pihak berkolaborasi untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan numerasi yang baik. Semua pihak diharapkan juga saling berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi pendidikan.</p>
<p>"Mudah-mudahan kolaborasi ini membantu dalam mengembangkan kemampuan akademik anak-anak di Kabupaten Gresik, terutama pada jenjang pendidikan SD dan SMP," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, General Manager Gressmall Erik P Bangun, mengungkap tujuan daripada kegiatan Gress of Champions ini untuk mencerdaskan anak-anak. </p>
<p>Kegiatan lomba Piala Bupati 2025 ini akan digelar selama dua hari yang diikuti oleh pelajar SD dan SMP. </p>
<p>"Disini anak-anak akan berkompetisi menjadi yang terbaik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Prabowo, Sekolah di Gresik Mulai Gunakan Smart TV untuk Pembelajaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-prabowo-sekolah-di-gresik-mulai-gunakan-smart-tv-untuk-pembelajaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-prabowo-sekolah-di-gresik-mulai-gunakan-smart-tv-untuk-pembelajaran</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah melalui program Presiden Prabowo Subianto akan membagikan 330.000 smart TV ke seluruh sekolah di Indonesia hingga akhir 2025 untuk mendukung digitalisasi pendidikan. Hingga November 2025, ditargetkan 100.000 sekolah sudah menerima perangkat ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6913056c807ac.webp" length="23892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 17:29:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SMP Negeri 1 Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Sejumlah sekolah di Kabupaten Gresik, mulai menerima bantuan smart TV dari program Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Salah satu sekolah yang menerima smart TV itu yakni SMP Negeri 1 Gresik. </p>
<p>Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengatakan bahwa pemanfaatan smart TV ini sudah dilaksanakan sejak pertama diberikan bantuan oleh Presiden Prabowo. </p>
<p>"Kami dari UPT SMP Negeri 1 Gresik sudah memanfaatkan smart TV atau IFP (Interactive Flat Panel) ini sejak pertama diberikan oleh Presiden Prabowo. Kami terapkan ke kurikulum pembelajaran siswa setiap minggunya," kata Beri, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Beri berharap, dengan adanya penerapan smart TV ini bisa menambah semangat siswa dalam belajar. Para guru yang mengajar semoga semakin bisa mengikuti zaman yang terus maju ini. </p>
<p>Melalui IFP, siswa akan diajak menggunakan pembelajaran permainan dengan pengalaman digital. Di era digitalisasi ini, guru dan siswa di dorong untuk beradaptasi dengan majunya perkembangan digital. </p>
<p>"Semoga dengan penerapan pembelajaran smart TV atau IFP ini bisa menambah semangat siswa saat belajar. Selain itu, guru-guru agar bisa mengajar dengan digitalisasi ditengah perkembangan zaman," jelasnya. </p>
<p>Salah satu siswa SMP Negeri 1 Gresik, Intan, mengaku senang dengan adanya pembelajaran menggunakan smart TV atau IFP. Menurutnya, pembelajaran lebih efektif dengan menggunakan IFP ini. </p>
<p>"Senang sekali bisa belajar secara interaktif. Biasanya belajar menggunakan buku saja, sekarang juga belajar menggunakan Smart TV atau IFP ini," ungkap dia. </p>
<p>Intan mengatakan bahwa pembelajaran menggunakan IFP ini, membuat banyak siswa lebih memahami materi di tengah era digitalisasi. </p>
<p>"Di zaman yang terus maju ini, pembelajaran dengan menggunakan IFP atau Smart TV ini membuat saya dan teman teman lebih paham. Pembelajaran tidak terkesan membosankan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Pastikan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Atlet Berprestasi Tetap Berlanjut dalam Program 1000 Sarjana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-pastikan-beasiswa-kuliah-gratis-untuk-atlet-berprestasi-tetap-berlanjut-dalam-program-1000-sarjana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-pastikan-beasiswa-kuliah-gratis-untuk-atlet-berprestasi-tetap-berlanjut-dalam-program-1000-sarjana</guid>
<description><![CDATA[ Langkah Pemkot Batu memperluas cakupan Program 1000 Sarjana, termasuk bagi atlet berprestasi, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan generasi unggul di berbagai bidang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911dadf0450d.webp" length="51710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:31:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Beasiswa, 1000 Sarjana, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Program 1000 Sarjana yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berlanjut dan semakin diperluas penerimanya. Setelah menggandeng Polinema dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, kini Pemkot Batu memastikan bahwa janji beasiswa kuliah gratis bagi para atlet berprestasi tetap diberikan sesuai komitmen.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori pada Senin (10/11/2025) menegaskan bahwa para atlet peraih medali emas dalam ajang Porprov IX Jawa Timur akan tetap menerima beasiswa kuliah gratis melalui Program 1000 Sarjana.</p>
<p></p>
<p>“Janji kuliah gratis bagi atlet peraih 33 medali emas di Porprov IX Jatim tetap diberikan. Beasiswa tidak hilang meski ada atlet yang belum memasuki masa kuliah,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, piagam penghargaan yang diterima para atlet berfungsi sebagai bukti resmi untuk mengajukan beasiswa saat mereka mulai menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, dokumen tersebut harus disimpan dengan baik sebagai syarat administratif.</p>
<p></p>
<p>“Sertifikatnya harus disimpan, karena bisa diajukan kembali saat mereka mulai kuliah,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Chori mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program 1000 Sarjana tahap kedua kini memasuki masa verifikasi data. Proses tersebut dilakukan secara ketat untuk memastikan penerima beasiswa benar-benar sesuai kriteria.</p>
<p></p>
<p>“Untuk program Seribu Sarjana tahap dua saat ini sedang masa verifikasi, dan kemungkinan besar akan diumumkan bertepatan dengan perayaan Hari Buruh mendatang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru 10 SPPG yang Beroperasi, Sekitar 28.000 Siswa di Kota Blitar Belum Terima Manfaat MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-10-sppg-yang-beroperasi-sekitar-28000-siswa-di-kota-blitar-belum-terima-manfaat-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-10-sppg-yang-beroperasi-sekitar-28000-siswa-di-kota-blitar-belum-terima-manfaat-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar 28.000 siswa di Kota Blitar belum menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, sampai saat ini tercatat baru 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Blitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911cb4ca752f.webp" length="42480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 20:16:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Program, MBG, Kota Blitar, Belum, Semua, Siswa, Menerima Manfaat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Hingga saat ini, belum semua siswa di Kota Blitar menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data, jumlah sasaran siswa program MBG ada 56.000 dan sejauh ini baru 28.000 siswa yang sudah mendapat manfaat dari program tersebut.</p>
<p>Artinya, masih ada 28.000 siswa di Kota Blitar yang masih belum menerima manfaat dari program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat itu </p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin. Belum semua siswa mendapat manfaat dari program MBG, karena jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi masih minim. Tercatat, baru ada 10 SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Blitar.</p>
<p>"Baru 10 SPPG yang beroperasi, sehingga belum semua siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA menerima manfaat dari program MBG," kata Dindin, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Menurut Dindin, agar semua siswa di wilayahnya bisa mendapat manfaat dari program MBG, memerlukan sebanyak 22 SPPG yang beroperasi.</p>
<p>Secara bertahap, SPPG di Kota Blitar bakal berdiri, menyelesaikan pengurusan izin dan beroperasi memenuhi kebutuhan MBG bagi siswa di wilayahnya.</p>
<p>"Kami harap semua SPPG bisa segera beroperasi dan anak-anak bisa secepatnya menerima manfaat dari program MBG," ujarnya.</p>
<p>Dindin menambahkan sampai saat ini pelaksanaan program MBG di Kota Blitar berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Artinya, tidak ditemukan kendala saat proses distribusi MBG dari SPPG ke masing-masing sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Laboratorium Hidup: Polbangtan Malang Teliti Solusi Darurat Sampah Lewat Budidaya Maggot di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-laboratorium-hidup-polbangtan-malang-teliti-solusi-darurat-sampah-lewat-budidaya-maggot-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-laboratorium-hidup-polbangtan-malang-teliti-solusi-darurat-sampah-lewat-budidaya-maggot-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Polbangtan Malang meneliti Kampoeng Oase Ondomohen, mengungkap bagaimana warga mengubah sampah organik jadi sumber protein lewat budidaya maggot sebagai solusi darurat sampah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6910869674c30.webp" length="54772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 21:31:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Politeknik Pembangunan Pertanian, Polbangtan Malang, KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Sampah, Darurat Sampah, Maggot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Masalah sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bahkan baru-baru ini merilis laporan yang menetapkan sebagian besar wilayah di Tanah Air berstatus darurat sampah, menandakan kondisi pengelolaan sampah, khususnya limbah rumah tangga dan organik belum sepenuhnya terkendali.</p>
<p>Meski penanganan sampah mendesak dilakukan, cara pengelolaannya pun tak boleh sembarangan. Pembakaran plastik yang memicu polusi udara, hingga penemuan mikroplastik di udara dan air hujan, menjadi bukti bahwa solusi instan justru bisa menimbulkan masalah baru. </p>
<p>Karena itu, kini muncul dorongan untuk menerapkan pendekatan alami dan berkelanjutan, salah satunya lewat pemanfaatan biokonversi maggot (larva) dari <em>black soldier fly</em> (BSF) atau lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik.</p>
<p>Pendekatan itulah yang kini sedang diteliti oleh tim dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dibawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menemukan praktik terbaik dalam pemanfaatan biokonversi maggot.</p>
<p>Mereka adalah Sad Likah, Wahyu Windari dan Bekti Nur Utami dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang yang datang ke Kampung Berseri Astra (KBA) Kampoeng Oase Ondomohen yang terletak di jantung Kota Surabaya sebagai salah satu lokasi yang dijadikan tempat penelitian.</p>
<p>Ketua tim peneliti, Sad Likah, menjelaskan bahwa penelitian yang mereka lakukan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tepatnya pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu lingkungan.</p>
<p>Mengangkat judul "Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Melalui Budidaya Maggot BSF untuk Mendukung Produktifitas Ayam Buras pada Masyarakat Perkotaan di Jawa Timur” penelitian tersebut mendapat pendanaan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polbangtan Malang</p>
<p>"Kami meneliti bagaimana masyarakat berpartisipasi dalam penanganan sampah lewat budidaya maggot BSF. Karena masalah sampah ini kan sudah jadi isu nasional," ujar Likah, Minggu (9/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910868b0af41.webp" alt=""></p>
<p>Likah menambahkan, pemilihan KBA Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya bukan tanpa alasan. Kawasan itu telah lebih dulu menerapkan inovasi budidaya maggot BSF sebagai upaya mandiri mengolah sampah rumah tangga dengan basis masyarakat.</p>
<p>"Kami dengar di sini sudah memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah. Kalau kampung-kampung padat lain bisa meniru dan kita jejaringkan, hasilnya akan besar. Prosesnya cepat, dari telur ke panen hanya 18 hari," katanya.</p>
<p>Selain survei kepada warga, penelitian juga dilakukan di beberapa kota lain seperti Malang untuk perbandingan. Polbangtan berharap hasil riset itu bisa menjadi model partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus alternatif sumber protein alami untuk pakan ternak.</p>
<p>"Harapannya, hasil riset ini bermanfaat dan bisa ditiru banyak pihak. Karena solusi persoalan sampah itu tak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat," ujar Sad Likah.</p>
<p><strong>Sampah Jadi Sumber Pangan</strong></p>
<p>Ketua RT 08 RW 07 Kelurahan Ketabang, Endang Sriwulansari, menyebut kehadiran tim Polbangtan memberi semangat baru bagi warganya untuk terus menjaga pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Meski tidak melakukan budidaya ayam bukan ras, atau ayam kampung, Endang mengungkapkan bahwa maggot yang dibudidayakan di wilayahnya tetap bisa dimanfaatkan menjadi pakan ikan yang warga budidayakan di saluran air.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691086917805f.webp" alt=""></p>
<p>"Kami senang sekali, karena maggot disini memang sangat membantu mengurai sampah sekaligus jadi pakan ikan. Di sini banyak ikan dibudidayakan di selokan, dan kalau beli pakan biayanya mahal," ujarnya.</p>
<p>Endang menambahkan, warga kini semakin memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga, yang menjadi syarat utama untuk menghasilkan bahan organik berkualitas bagi budidaya maggot.</p>
<p>"Warga sudah terbiasa memilah sampah, jadi survei dari Polbangtan hasilnya positif. Harapan kami ada pelatihan lagi supaya bisa olah maggot jadi produk seperti pelet pakan," tambahnya.</p>
<p><strong>Kampung Oase sebagai Laboratorium Hidup</strong></p>
<p>Sementara itu, Adi Candra, local champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, menilai kolaborasi ini bukan sekadar penelitian, melainkan bentuk kemitraan multipihak yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke-11, yaitu kota dan permukiman berkelanjutan.</p>
<p>"Konsepnya life lab, laboratorium hidup. Di sini teori bisa diimplementasikan langsung. Ini kemitraan nyata antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah," jelas Adi.</p>
<p>Ia berharap Kampoeng Oase dapat menjadi role model bagi kampung-kampung lain dalam menciptakan lingkungan bersih, mandiri, dan produktif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910869f29e7d.webp" alt=""></p>
<p>"Kita ingin Oase jadi inspirasi. Tempat semua orang haus akan perubahan bisa datang, belajar, dan menerapkan solusi nyata untuk lingkungan," ujarnya.</p>
<p>Kegiatan penelitian dari Polbangtan Malang menjadi contoh bagaimana inovasi lokal berbasis masyarakat mampu menjawab tantangan besar nasional, yakni tentang pengelolaan sampah, lingkungan dan penguatan ketahanan pangan melalui urban farming.</p>
<p>Melalui budidaya maggot, warga Ondomohen membuktikan bahwa sampah bukan sekadar masalah, tetapi sumber daya yang bisa diolah kembali tanpa menghasilkan polusi lanjutan.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group, PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur, Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perluas Wawasan Global, ISTTS Adakan Kunjungan Industri dan Akademik ke Thailand</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perluas-wawasan-global-istts-adakan-kunjungan-industri-dan-akademik-ke-thailand</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perluas-wawasan-global-istts-adakan-kunjungan-industri-dan-akademik-ke-thailand</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa ISTTS menjejak Thailand, belajar langsung dari Google hingga kampus top KMUTT untuk memahami teknologi global, inovasi AI, dan budaya kerja internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69108684af5fb.webp" length="43748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 19:44:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Sains dan Teknologi Terpadu, ISTTS, Google, Line, Thailand, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Kegiatan belajar tak selalu harus di ruang kelas. Mengunjungi langsung industri dan kampus di luar negeri kini menjadi salah satu cara paling efektif bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di dunia nyata. </p>
<p>Melalui pengalaman lintas negara, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemaparan langsung tentang lingkungan akademik di luar negeri, namun juga dapat membuka wawasan global, belajar budaya kerja, hingga membangun jejaring profesional internasional.</p>
<p>Dengan semangat itu, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sukses menyelenggarakan program <em>study visit</em> internasional ke Thailand pada 1–8 November 2025. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri dan akademik bertaraf global.</p>
<p><strong>Belajar dari Industri Teknologi Dunia</strong></p>
<p>Selama lima hari, rombongan mahasiswa ISTTS menjalani serangkaian kunjungan ke perusahaan teknologi multinasional terkemuka. Dua di antaranya adalah Google Thailand dan LINE Thailand, tempat para mahasiswa mendapat wawasan langsung mengenai budaya kerja, inovasi produk, hingga tantangan teknologi di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910868033c72.webp" alt=""></p>
<p>Mereka juga berkesempatan menghadiri <em>DevFest Cloud Thailand</em>, sebuah ajang komunitas teknologi berskala internasional yang mempertemukan para pengembang dan pakar <em>cloud computing</em> dari berbagai negara. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperluas koneksi profesional di bidang teknologi masa depan.</p>
<p><strong>Eksplorasi Dunia Fintech dan Transformasi Digital</strong></p>
<p>Selain sektor teknologi, rombongan juga mengunjungi K+ <em>Building</em> milik <em>Kasikorn Business Technology Group</em> (KBTG), salah satu institusi keuangan digital terbesar di Thailand. Mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi mutakhir diterapkan dalam layanan perbankan modern, mulai dari keamanan digital hingga pengembangan produk berbasis data.</p>
<p>Salah satu dosen pendamping dalam kegiatan tersebut, Prof. Esther Irawati Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan semacam itu memberi perspektif nyata kepada mahasiswa tentang penerapan teknologi di industri.</p>
<p>"Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi berdampak pada proses bisnis global. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh hanya lewat teori di kelas," ujar Prof. Esther saat dikonfirmasi pada Minggu (9/11/2025).</p>
<p><strong>Kolaborasi Akademik dan Peran Dosen sebagai Visiting Professor</strong></p>
<p>Dari sisi akademik, ISTTS juga menjalin hubungan dengan King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), salah satu universitas teknik terbaik di Thailand. Kunjungan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian di bidang teknologi informasi.</p>
<p>Tidak sendiri, Prof. Esther juga ditemani oleh Assoc. Prof. Joan Santoso yang sama-sama didapuk untuk menjadi <em>Visiting Professor di Department of Computing Engineering KMUTT. </em></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691087b040060.webp" alt=""></p>
<p>Mereka membawakan workshop selama enam jam tentang <em>Large Language Model</em> (LLM), teknologi yang menjadi dasar kecerdasan buatan modern.</p>
<p>"Kami ingin mahasiswa memahami bahwa teknologi seperti LLM bukan hanya soal algoritma, tapi bagaimana inovasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah nyata," tutur Profersor ISTTS yang juga Kaprodi S1 Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Digital itu.</p>
<p><strong>Belajar Budaya dan Nilai Global</strong></p>
<p>Tak hanya fokus pada teknologi, para peserta juga diajak mengenal budaya lokal dengan mengunjungi Wat Arun (<em>Temple of Dawn</em>) di Bangkok. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya dan nilai-nilai global yang melekat dalam masyarakat modern.</p>
<p>Usai sukses menjalankan kegiatan tersebut, ISTTS berharap mahasiswa tak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga karakter unggul dan wawasan global.</p>
<p>"Kami ingin lulusan ISTTS siap bersaing di dunia internasional. Pengalaman lintas budaya dan paparan industri global akan membentuk mereka menjadi inovator yang tangguh dan berdaya saing tinggi," pungkas Prof. Esther.</p>
<p>Program <em>study visit</em> itu menjadi bukti nyata komitmen ISTTS dalam mengembangkan pendidikan berbasis pengalaman internasional. Melalui kolaborasi akademik dan paparan industri global, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang inspirasi baru dan semangat berinovasi di bidang teknologi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Akademisi, SMK NUSA Gelar Lomba Bulan Bahasa ‘Nusastra’ bagi Pelajar SMP/MTs se&amp;Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-akademisi-smk-nusa-gelar-lomba-bulan-bahasa-nusastra-bagi-pelajar-smpmts-se-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-akademisi-smk-nusa-gelar-lomba-bulan-bahasa-nusastra-bagi-pelajar-smpmts-se-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Ajang Nusastra 2025 yang digelar di SMK NUSA Poncokusumo menjadi wadah pelajar SMP/MTs se-Malang Raya menunjukkan bakat sastra lewat lomba puisi, pidato, dan story telling. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ff7690b72b.webp" length="46022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 19:11:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bulan Bahasa, SMK NUSA, Malang Raya, lomba sastra, prestasi pelajar, literasi siswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMK NUSA (Nahdlatul Ulama Sunan Ampel) Poncokusumo menggelar Lomba Bulan Bahasa bertajuk “Nusastra” yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP/MTs se-Malang Raya. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (8/11/2025) ini diikuti 201 peserta dan terbagi dalam empat cabang lomba, yakni cipta puisi, baca puisi, pidato, dan story telling.</p>
<p>Kepala SMK NUSA, Imron Syahroni, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan Nusastra menjadi langkah awal sekolah dalam menghadirkan ajang literasi yang diakui secara nasional.</p>
<p>“Kita ingin semua event yang kita laksanakan di SMK NUSA diakui secara nasional. Karena itu, kegiatan Nusastra ini kami daftarkan ke Pusat Prestasi Nasional agar sertifikatnya diakui sebagai sertifikat prestasi di jenjang yang lebih tinggi,” ujar Imron, Minggu (9/11/2025).</p>
<p>Imron menegaskan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang digelar setiap Bulan Bahasa, sekaligus wadah untuk menumbuhkan minat siswa terhadap karya sastra dan kebahasaan.</p>
<p>“Nusastra ini ajang talenta se-Malang Raya yang membuka ruang bagi pelajar menyalurkan bakat mereka dalam bahasa dan sastra. Kami ingin kegiatan seperti ini terus hidup dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan,” tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ff7e0d92e5.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Penyelenggara M. Amirul Halim, M.Pd mengungkapkan bahwa lomba ini menghadirkan dewan juri eksternal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional di bidang sastra dan kebahasaan.</p>
<p>“Seluruh juri minimal bergelar S1, ada tiga yang magister, dan sebagian sudah S3. Hal ini kami lakukan agar penilaian berlangsung objektif dan hasilnya berkualitas,” jelas Halim.</p>
<p>Selain trofi dan sertifikat, para pemenang juga menerima uang pembinaan serta beasiswa dari sekolah. Sertifikat Nusastra dapat digunakan sebagai bukti prestasi yang diakui dalam proses pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya.</p>
<p>“Pemenang otomatis mendapatkan sertifikat prestasi yang bisa dipakai saat mendaftar sekolah di SMK NUSA, bahkan berpeluang memperoleh beasiswa dari sekolah,” imbuh Halim.</p>
<p>Dengan dukungan penuh dari akademisi, Nusastra diharapkan menjadi ajang literasi tahunan yang tidak hanya memperkuat karakter pelajar, tetapi juga mengangkat citra SMK NUSA Poncokusumo sebagai sekolah vokasi unggulan di Malang Raya.</p>
<p><strong>Berikut daftar pemenang Lomba Baca Puisi Nusastra 2025:</strong></p>
<p>1. Gendis Leta Lituhayu (SMP Modern Al-Rifa’ie)</p>
<p>2. Aqila Silmi Annida (MTsN 7 Malang)</p>
<p>3. Sabrina Alfi Rahmadina Hariyanto (SMP Darul Faqih Indonesia).</p>
<p>Juara Lomba Pidato</p>
<p>1. Syafira Alya Akmalia Hariyanto (SMP Darul Faqih Indonesia)</p>
<p>2. Thalita Tsabi’atul ‘Azmi Adjie (SMP Negeri 1 Poncokusumo)</p>
<p>3. Trisca Ong (SMP KH Amir Wajak)</p>
<p>Juara Lomba Storytelling</p>
<p>1. Nadya Oktavia Rahma Wahyuni (SMP Sunan Ampel Poncokusumo)</p>
<p>2. Ariella Bilqist Meyzani (SMPN 1 Dampit)</p>
<p>3. Dhivatun Nadhiroh (MTs Al Ittihad) (**)</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Sekolah Unggulan, SMPN 1 Tumpang Ditetapkan Sebagai Pelaksana Sekolah Siaga Kependudukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-sekolah-unggulan-smpn-1-tumpang-ditetapkan-sebagai-pelaksana-sekolah-siaga-kependudukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-sekolah-unggulan-smpn-1-tumpang-ditetapkan-sebagai-pelaksana-sekolah-siaga-kependudukan</guid>
<description><![CDATA[ SMPN 1 Tumpang resmi ditetapkan sebagai pelaksana Sekolah Siaga Kependudukan, wujud komitmen membentuk generasi sadar dan berkarakter unggul di Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690f436fc7a11.webp" length="74344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 21:02:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Siaga Kependudukan, SMPN 1 Tumpang, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>SMP Negeri 1 Tumpang resmi ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan Agrowisata dan Budaya Ekstrakurikuler, sekaligus menjadi salah satu SMP pelaksana program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Indonesia.</p>
<p>Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib yang hadir langsung pada peresmian tersebut belum lama ini.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program SSK merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan karakter generasi muda sejak dini.</p>
<p>“Pendidikan kependudukan ini penting untuk membentuk generasi yang sehat, bertanggung jawab, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” ujar Lathifah, Jumat (7/11/2025) kemarin.</p>
<p>Menurutnya, sekolah yang dipimpin Umi Chapsah ini, tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan nilai moral peserta didik. </p>
<p>“Saya berharap SSK ini bisa diterapkan di semua sekolah unggulan di Kabupaten Malang agar menjadi budaya pendidikan yang menyeluruh,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua SSK SMPN 1 Tumpang, Wiwik Dwi Wahyuni, menjelaskan bahwa SSK merupakan program kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dengan Dinas Pendidikan.</p>
<p>Tujuannya, mengenalkan siswa pada isu kependudukan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.</p>
<p>“Melalui SSK, siswa diedukasi tentang bahaya pergaulan bebas, pentingnya keluarga berencana, hingga pencegahan stunting. Kami ingin membentuk anak-anak yang lebih peduli dan sadar terhadap masa depannya,” terang Wiwik, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, sekolah juga membentuk kader SSK dari kalangan siswa yang berperan sebagai teman sebaya. Mereka dilatih bersama kepolisian, BNN, dan puskesmas untuk menjadi pendengar sekaligus penyampai pesan edukatif kepada teman-temannya.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak merasa punya tempat aman untuk bercerita. Jadi tidak hanya ke guru BK, tapi juga bisa ke kader SSK,” tutupnya.</p>
<p>Dengan status barunya sebagai Sekolah Unggulan sekaligus pelaksana SSK, SMPN 1 Tumpang diharapkan menjadi contoh pendidikan berkarakter yang berakar pada nilai moral, kependudukan, dan sosial masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya program ini diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, sehingga nantinya menjadi generasi emas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Kembali Perluas Program 1000 Sarjana, Kini Gandeng Unmer Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kembali-perluas-program-1000-sarjana-kini-gandeng-unmer-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kembali-perluas-program-1000-sarjana-kini-gandeng-unmer-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kerja sama Pemkot Batu dengan Unmer Malang semakin mempertegas arah besar Program 1000 Sarjana sebagai instrumen strategis membangun SDM unggul dan memutus kesenjangan pendidikan di Kota Batu karena melalui kemitraan yang terus diperluas dengan berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah memastikan generasi muda Kota Batu tidak hanya memperoleh akses pendidikan tinggi, tetapi juga kesempatan berkembang sebagai pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi kemajuan kota wisata ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690df0346594f.webp" length="41314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 20:16:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, Unmer, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kembali memperkuat pelaksanaan Program 1.000 Sarjana dengan menjalin kerja sama bersama Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Kolaborasi ini melanjutkan kemitraan serupa yang sebelumnya dilakukan Pemkot Batu dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema).</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (7/11/2025) bahwa kerja sama Pemkot Batu–Unmer menjadi bagian dari strategi memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kota Batu. terlebih dalam seleksi gelombang pertama Program 1000 Sarjana yang bermitra dengan Unmer, sebanyak 213 mahasiswa dinyatakan lolos dari total 314 pendaftar.</p>
<p>"Jadi mereka terdiri dari 104 mahasiswa organisasi kemahasiswaan, 60 mahasiswa unit kegiatan mahasiswa, serta 16 penerima beasiswa asal Kota Batu. Apalagi program ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan daerah akan SDM unggul dan berdaya saing," urainya.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu menegaskan bahwa pihaknya ingin anak-anak muda Kota Batu punya kesempatan luas masuk perguruan tinggi. Sehingga program 1.000 Sarjana ini merupakan investasi masa depan daerah, karena SDM berkualitas adalah kunci kemajuan ekonomi dan pengurangan disparitas sosial.</p>
<p>"Selama delapan bulan kepemimpinan kami, Nurochman Pemkot Batu ditekankan untuk terus menjaga komitmen pembangunan manusia sebagai prioritas utama. Termasuk penguatan layanan dasar masyarakat, pengelolaan aset publik, dan peningkatan investasi yang tercatat tumbuh 34 persen hingga mencapai Rp1,82 triliun," imbuhnya.</p>
<p>Sehingga dengan bertambahnya mitra pendidikan tinggi seperti Unmer dan Polinema, Pemkot Batu menargetkan Program 1000 Sarjana dapat mempercepat upaya pemerataan akses pendidikan serta mencetak lulusan vokasional dan akademik yang siap berkontribusi langsung pada pembangunan Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>S3 PBA UIN Maliki Malang Pertegas Sinergi Keilmuan Bahasa Arab se&amp;Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/s3-pba-uin-maliki-malang-pertegas-sinergi-keilmuan-bahasa-arab-se-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/s3-pba-uin-maliki-malang-pertegas-sinergi-keilmuan-bahasa-arab-se-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Semiloka Nasional PPBA 2025 juga menjadi wadah strategis dalam menyinergikan visi dan arah pendidikan bahasa Arab di perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan lembaga kebijakan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935b4506f015.webp" length="55170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 17:09:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab (S3 PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya sebagai lembaga pendidikan yang unggul di kancah nasional.</p>
<p>Melalui partisipasi aktif dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional PPBA 2025, program ini menunjukkan komitmennya dalam menguatkan pengembangan keilmuan bahasa Arab di Indonesia.</p>
<p>Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PPBA) se-Indonesia pada ( 5–7 /11/ 2025)  mempertemukan para kaprodi, sekprodi, akademisi, peneliti, serta praktisi Pendidikan Bahasa Arab dari seluruh penjuru Nusantara dari Sabang hingga Merauke.</p>
<p>Delegasi S3 PBA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampil aktif berkontribusi dalam berbagai sesi diskusi dan perumusan strategi penguatan mutu akademik.</p>
<p>Ketua Program Studi S3 PBA, Prof. Dr. Muassomah, M.Si., M.Pd, bersama Sekretaris Prodi, Prof. Dr. Bisri Mustofa, M.Pd, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif lembaga pendidikan tinggi dalam ajang nasional semacam ini.</p>
<p>“Partisipasi kami bukan sekadar hadir, tetapi membawa semangat kontribusi. Kami ingin memastikan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selalu berada di garis depan dalam pengembangan keilmuan bahasa Arab di Indonesia,” ucap Prof. Muassomah.</p>
<p>Semiloka Nasional PPBA 2025 juga menjadi wadah strategis dalam menyinergikan visi dan arah pendidikan bahasa Arab di perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan lembaga kebijakan. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Malang Jalin Kerjasama Strategis dengan Otorita IKN, Tiga Deputi Siap ke Malang Tindaklanjuti MoU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-malang-jalin-kerjasama-strategis-dengan-otorita-ikn-tiga-deputi-siap-ke-malang-tindaklanjuti-mou</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-malang-jalin-kerjasama-strategis-dengan-otorita-ikn-tiga-deputi-siap-ke-malang-tindaklanjuti-mou</guid>
<description><![CDATA[ Rektor UIN Malang memimpin delegasi ke IKN bertemu Basuki Hadimuljono, bahas kolaborasi riset, green campus, dan tindak lanjut MoU dengan Otorita IKN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690d8456d7505.webp" length="28420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 13:34:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, IKN, Green Campus, Kerjasama Strategis, Basuki Hadimuljono, Prof Ilfi Nur Diana, Kampus 3, Pembangunan Berkelanjutan, Eco Theology</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP –</strong> Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring kerjasama strategis lintas sektor.</p>
<p>Kali ini, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, M.Si, memimpin langsung delegasi kampus dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (6/11/2025), guna menjajaki peluang kolaborasi dengan Otorita IKN.</p>
<p>Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Administrasi Otorita IKN lantai 3, rombongan UIN Malang disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang juga menjabat sebagai Menteri PUPR pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Turut mendampingi Basuki, Sekjen dan tiga deputi Otorita IKN turut hadir dalam sesi diskusi dan berbagi gagasan terkait arah pembangunan Nusantara.</p>
<p>Prof. Ilfi Nur Diana menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan strategis. Pertama, mempelajari dinamika sosial dan ekonomi dari kawasan baru yang sedang tumbuh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690d84f635cf1.webp" alt=""></p>
<p>Kedua, menjajaki potensi kerjasama riset dan pengabdian masyarakat antara UIN Malang dan Otorita IKN. Ketiga, memperdalam konsep green building dan <em>green landscaping</em> sebagai inspirasi pembangunan Kampus 3 UIN Malang.</p>
<p>"Kami hadir di IKN hari ini dengan semangat untuk mempelajari the progress of IKN development sekaligus membaca peluang kerjasama ke depan. Ada keselarasan antara mission and design pembangunan Kampus 3 dengan semangat pembangunan IKN. Kami ingin memastikan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan keberlanjutan lingkungan menjadi fondasi pembangunan kampus," ujar Prof. Ilfi Nur Diana.</p>
<p>Rektor menegaskan bahwa konsep green campus tidak hanya sejalan dengan misi Kementerian Agama, tetapi juga menjadi bentuk artikulasi nyata dari <em>eco theology</em>—yakni upaya menghadirkan kesadaran lingkungan dalam kehidupan akademik dan spiritual.</p>
<p>Kunjungan kerja tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk penyusunan <em>Memorandum of Understanding</em> MoU antara kedua pihak. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan akan mengirim tiga deputinya ke Malang dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti kerjasama sekaligus melakukan supervisi langsung di UIN Malang.</p>
<p>Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Ibu Kota Negara, serta memperkuat posisi UIN Malang sebagai kampus riset dan penggerak green movement di tingkat nasional.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masuk Tahun Akademik Baru, STIESIA Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Doa Bersama dan Santunan Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masuk-tahun-akademik-baru-stiesia-tanamkan-nilai-kepedulian-lewat-doa-bersama-dan-santunan-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masuk-tahun-akademik-baru-stiesia-tanamkan-nilai-kepedulian-lewat-doa-bersama-dan-santunan-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Memulai tahun akademik dengan doa dan berbagi, STIESIA Surabaya menegaskan bahwa keberkahan ilmu lahir dari kepedulian, kampus tak hanya mencetak sarjana, tapi juga menumbuhkan empati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ca1285623f.webp" length="48416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 21:41:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, Permendiknas, Istigosah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya memilih cara berbeda dan lebih segar untuk memulai tahun akademik baru, yakni dengan doa dan berbagi rezeki kepada anak yatim.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan istighosah dan santunan anak yatim itu digelar di Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya, Kamis (6/11/2025). Acara diikuti oleh seluruh dosen, staf administrasi, serta karyawan kampus ekonomi tersebut dengan sesi ceramah yang dibawakan oleh Ust. M. Ali Misbahul Munir.</p>
<p></p>
<p>Tujuan utama kegiatan itu tidak hanya memohon kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, melainkan juga simbol kebersamaan antara sivitas akademika dan masyarakat sekitar. STIESIA ingin agar langkah awal menuju tahun akademik baru diawali dengan semangat spiritual dan kepedulian sosial.</p>
<p></p>
<p>Diketahui STIESIA Surabaya sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru angkatan tahun 2026/2027 membuka berbagai jenjang, meliputi D3, S1, S2 dan S3 dan juga kuliah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ca11a20d26.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, M.Si, Ak, CA, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama telah menjadi tradisi rutin di lingkungan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami selalu mengadakan doa bersama untuk memohon ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tujuannya agar seluruh aktivitas di STIESIA dan lembaga di bawah Perpendiknas diberi kemudahan, kelancaran, serta kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar kami," ujar Endang, Kamis (6/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Sebagai badan hukum sekaligus penyelenggara pendidikan STIESIA, Perpendiknas menaungi sejumlah unit, mulai dari STIESIA, Graha Widya Bakti, Klinik Pratama, Lembaga Sertifikasi Profesi, Laboratorium hingga Cafeteria STIESIA.</p>
<p></p>
<p>Endang menegaskan, kegiatan tersebut penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan nilai-nilai kemanusiaan di lembaga pendidikan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ca10b22a41.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua STIESIA Prof Dr Nur Fajrih Asyik, SE, M.Si, Ak, CA menuturkan bahwa istighosah merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual bagi sivitas akademika.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai sesama muslim, kami harus taat pada ketentuan Allah. Melalui istighosah, kami berharap seluruh aktivitas akademik di STIESIA senantiasa diridhai dan diberi keberkahan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, STIESIA juga mengundang anak-anak yatim untuk menerima santunan.</p>
<p>Menurut Prof. Nur Fajrih, kegiatan sosial telah menjadi bagian dari budaya kampus, yang juga dilakukan menjelang Idulfitri dan Iduladha, dengan memberikan bingkisan kepada masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan kampus.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin agar STIESIA bukan hanya dikenal sebagai kampus ekonomi yang unggul, tapi juga kampus yang peduli. Karena di antara mahasiswa kami pun, banyak yang berjuang dari sisi ekonomi," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain santunan sosial, Perpendiknas juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu. Beasiswa tersebut bersumber dari dana yayasan dan kerja sama dengan berbagai mitra eksternal.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen agar tidak ada mahasiswa yang terhambat dalam menempuh pendidikan karena alasan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Itu sebabnya kami terus berupaya membantu melalui beasiswa dan kemitraan," lanjut Prof. Nur Fajrih.</p>
<p></p>
<p>Harapan besar pun disampaikan dalam acara, dengan mengawali tahun akademik melalui doa dan berbagi, STIESIA Surabaya ingin menanamkan keyakinan bahwa keberkahan akan hadir jika lembaga pendidikan mampu berbagi manfaat dengan sesama.</p>
<p></p>
<p>"Kami percaya, dengan membersihkan harta dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan, maka Allah akan memberikan ridho dan keberkahan. Semoga STIESIA dan seluruh lembaga di bawah Perpendiknas semakin barokah dan sukses ke depan," tutup Prof. Nur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG dapat Respon Positif dari Siswa dan Guru SMK NUSA Poncokusumo Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-dapat-respon-positif-dari-siswa-dan-guru-smk-nusa-poncokusumo-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-dapat-respon-positif-dari-siswa-dan-guru-smk-nusa-poncokusumo-malang</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo mendapat apresiasi karena efektif menjaga semangat belajar dan pola makan sehat siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c934a21b76.webp" length="30316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 21:20:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Kabupaten Malang, Makan Bergizi Gratis, SMK NU Sunan Ampel, pemerintah pusat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Kabupaten Malang. Salah satu sekolah penerima manfaat penuh program ini adalah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, dengan jumlah penerima mencapai 1.180 siswa setiap harinya.</p>
<p>Kepala Sekolah SMK NU Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo, Imron Syahroni, menjelaskan, program MBG berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari seluruh siswa. Menurutnya, sejak program ini diterapkan, tidak ditemukan keluhan baik dari siswa maupun orang tua.</p>
<p>“Kalau anak-anak pesannya diterima dengan baik, dimanfaatkan dengan baik karena itu program pemerintahan. Dan selama ini anak tidak ada komplain terkait dengan itu,” ujar Imron saat ditemui di lingkungan sekolah, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Program MBG diberikan secara rutin setiap hari sekolah, mulai Senin hingga Jumat. Proses penyajian dilakukan di dapur layanan yang telah ditunjuk pemerintah. Makanan mulai diproses dan didistribusikan pukul 11.00, kemudian siswa mengonsumsi makanan sekitar pukul 12.00 secara tertib dan terjadwal.</p>
<p>Menurut Imron, program tersebut telah berjalan selama satu bulan dan dinilai stabil serta terorganisasi dengan baik.</p>
<p>“Satu bulan ini berjalan, alhamdulillah semuanya lancar,” tambahnya.</p>
<p>Terkait variasi makanan, sekolah mengikuti menu yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional. Menu disusun dengan komposisi nutrisi seimbang, meliputi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah. Hal ini bertujuan mendukung kebutuhan energi siswa selama proses pembelajaran.</p>
<p>“Kalau variasi kami mengikuti sesuai dengan sebaran menu yang diberikan kepada kami. Menu tersebut disusun agar gizi anak tetap seimbang,” jelas Imron.</p>
<p>Selain menyehatkan, menu yang diterima siswa juga berganti setiap hari untuk menghindari kebosanan dan menjaga selera makan. Imron menyampaikan apresiasi besar kepada pemerintah melalui Badan Gizi Nasional serta pihak dapur penyedia makanan yang dinilai telah bekerja dengan baik dalam mendukung kelancaran program.</p>
<p>“Kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dan dapur yang melayani kami. Sudah memberikan layanan dan kami menerima manfaat atas itu,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan adanya program MBG, pihak sekolah menilai ada peningkatan semangat belajar siswa serta kestabilan energi selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar.</p>
<p>Program ini juga berdampak pada keringanan beban ekonomi keluarga, peningkatan konsentrasi belajar, serta pembentukan kebiasaan makan sehat dan disiplin waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TKA di Jawa Timur Berjalan Lancar, Kemendikbud Catat Kendala Teknis dan Siapkan Pembenahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tka-di-jawa-timur-berjalan-lancar-kemendikbud-catat-kendala-teknis-dan-siapkan-pembenahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tka-di-jawa-timur-berjalan-lancar-kemendikbud-catat-kendala-teknis-dan-siapkan-pembenahan</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan pelaksanaan TKA di Jawa Timur berjalan tertib dan sesuai prosedur. Sistem pengawasan juga disebut jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c8c62e7670.webp" length="56894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 20:16:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>tka sma man jawa timur, evaluasi tka di jawa timur, tka, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Jawa Timur berjalan lancar, meski sejumlah kendala teknis masih ditemukan di beberapa titik. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk penyempurnaan pelaksanaan ujian berikutnya.</p>
<p>Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Prof. Biyanto, mengatakan sebagian besar sekolah melaksanakan TKA dengan baik. Namun, beberapa insiden kecil seperti gangguan listrik sempat terjadi di sejumlah lokasi ujian.</p>
<p>“Hal-hal seperti ini wajar, karena kita sudah lima tahun tidak melaksanakan ujian nasional. Kami akan melakukan evaluasi untuk gelombang kedua dan ujian susulan agar pelaksanaan berikutnya lebih baik,” ujar Prof. Biyanto di Surabaya, Rabu (6/11).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan TKA di Jawa Timur berjalan tertib dan sesuai prosedur. Sistem pengawasan juga disebut jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p> “Berdasarkan pemantauan kami, potensi kebocoran nyaris tidak ada. Tata pelaksanaannya lebih disiplin, dan tim pengawas bekerja cukup efektif,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 5 Surabaya menyampaikan apresiasi terhadap semangat siswa, guru, dan kepala sekolah yang tetap fokus menjalani ujian meski sempat terjadi gangguan teknis.</p>
<p>“Semangat anak-anak dan para guru luar biasa. Kita berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat bisa semakin meningkatkan mutu penyelenggaraan ujian di tahun-tahun mendatang,” ujar Khofifah.</p>
<p>TKA di Jawa Timur diikuti lebih dari 390 ribu siswa, dan hasilnya akan menjadi salah satu acuan bagi seleksi masuk perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tanpa tes maupun reguler. (**/atk)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pepabri Jatim Ajak Pemuda Tulungagung Kuatkan Nasionalisme Melalui Sarasehan Wawasan Kebangsaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pepabri-jatim-ajak-pemuda-tulungagung-kuatkan-nasionalisme-melalui-sarasehan-wawasan-kebangsaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pepabri-jatim-ajak-pemuda-tulungagung-kuatkan-nasionalisme-melalui-sarasehan-wawasan-kebangsaan</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami pentingnya menumbuhkan nilai patriotisme dan semangat kepahlawanan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b55657aea4.webp" length="23654" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 22:02:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pelajar, mahasiswa, pepabri, wawasan kebangsaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pepabri Jatim Ajak Pemuda Tulungagung Kuatkan Nasionalisme Melalui Sarasehan Wawasan Kebangsaan</p>
<p></p>
<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme, puluhan pelajar dan mahasiswa di Tulungagung mengikuti sarasehan wawasan kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) Jawa Timur, Rabu (5/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini menjadi wadah untuk menanamkan semangat cinta tanah air dan memperkuat karakter kebangsaan di kalangan generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Sarasehan yang berlangsung penuh semangat ini dibuka langsung oleh Ketua DPD Pepabri Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio, dan turut dihadiri jajaran pengurus DPC Pepabri Tulungagung. </p>
<p></p>
<p>“Bulan November ini identik dengan Hari Pahlawan, dan tema sarasehan kami juga patriotik,” ujar Mayjen (purn) Istu Hari Subagio.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menumbuhkan nilai patriotisme dan semangat kepahlawanan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memberikan penguatan nilai-nilai jiwa kepahlawanan kepada generasi muda agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang cinta tanah air menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Istu, di era globalisasi yang serba canggih, teknologi membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi memberi kemudahan dalam berbagai bidang, namun di sisi lain juga berpotensi menjadi ancaman apabila tidak disertai dengan keteguhan iman dan nilai kebangsaan.</p>
<p></p>
<p>“Teknologi yang canggih ini bisa menjadi keuntungan, tapi juga ancaman kalau kita tidak membentengi diri. Kalau anak muda tidak dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, jiwa kepahlawanan dan kepatriotan mereka bisa luntur," tutur Istu Hari. </p>
<p></p>
<p>Selain di Tulungagung, sarasehan serupa juga digelar di enam kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Tujuannya sama, yakni membentengi generasi muda, khususnya generasi Z, dari pengaruh negatif arus globalisasi agar tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa dan semangat persatuan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, ketua DPRD Tulungagung, Marsono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pepabri Jawa Timur. Ia menilai kegiatan semacam ini penting sebagai pemantik semangat nasionalisme yang perlu terus dipelihara di tengah tantangan zaman.</p>
<p></p>
<p>“Ini merupakan pemantik untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Even seperti ini sebaiknya sering dilakukan, tidak hanya oleh Pepabri tapi juga oleh seluruh stakeholder pemerintahan agar kesatuan dan persatuan bangsa tetap terjaga,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Marsono menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dijaga melalui kegiatan yang menyamakan persepsi dan memperkuat semangat kebangsaan. Ia menegaskan, nilai luhur seperti Bhinneka Tunggal Ika perlu benar-benar dihayati oleh generasi muda agar bangsa ini tetap kokoh menghadapi perubahan global.</p>
<p></p>
<p>"Kita punya Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa ini agar benar-benar dijiwai oleh seluruh komponen bangsa, terutama para tokoh dan anak-anak muda yang sekarang yang kita siapkan untuk menjadi generasi Indonesia yang emas yang akan datang," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya sarasehan wawasan kebangsaan ini, DPD Pepabri Jawa Timur berharap lahir generasi penerus bangsa yang memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air serta kemampuan mengelola negara dengan nilai-nilai patriotisme menuju Indonesia Emas 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Adalah Bintang Masa Depan, Pesan Wabup Malang di Gebyar PAUD 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-adalah-bintang-masa-depan-pesan-wabup-malang-di-gebyar-paud-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-adalah-bintang-masa-depan-pesan-wabup-malang-di-gebyar-paud-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lathifah Shohib tekankan pentingnya pendidikan karakter dan lingkungan belajar yang penuh cinta bagi generasi penerus bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b44c1b2f24.webp" length="95560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 20:54:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan anak usia dini, gebyar paud 2025, lathifah shoib, kabupaten malang, himpaudi, karakter anak bangsa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP -</strong> Wajah-wajah ceria anak-anak yang menari, tertawa, dan bernyanyi di atas panggung menjadi pemandangan hangat di Gebyar PAUD Tahun 2025 di New Wisata Wendit, Kecamatan Pakis. Di tengah keceriaan itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengingatkan bahwa setiap anak adalah bintang kecil masa depan bangsa.</p>
<p>“Anak-anak kita adalah bintang-bintang kecil yang akan menerangi masa depan. Mereka butuh cinta, keteladanan, dan lingkungan belajar yang menyenangkan,” ujar Lathifah, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Lathifah menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Menurutnya, dari keceriaan dan keberanian anak-anak PAUD inilah lahir generasi yang jujur, percaya diri, dan penuh kasih sayang.</p>
<p>Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Malang serta seluruh pendidik PAUD di wilayah Pakis, Jabung, Tumpang, dan Poncokusumo yang dengan sabar membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi berkarakter dan berakhlak mulia.</p>
<p>“Melalui Gebyar PAUD ini, kita tidak hanya menumbuhkan kreativitas anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, keberanian, dan cinta budaya bangsa,” jelasnya.</p>
<p>Lathifah bahkan ikut menari bersama anak-anak dalam Tari “<em>Ceriane Lare”,</em> tarian yang disebutnya mencerminkan keceriaan dan semangat anak-anak Kabupaten Malang yang dikenal ramah dan sopan.</p>
<p>“Jangan takut bermimpi, karena dari anak-anak hebat seperti kalianlah nanti akan lahir pemimpin, dokter, guru, petani, polisi, pengusaha, bahkan presiden masa depan,” tuturnya.</p>
<p>Selain menanamkan pesan moral bagi anak-anak, Lathifah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD atas dedikasinya membentuk fondasi karakter sejak dini. Pemerintah Kabupaten Malang, katanya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi pendidik maupun fasilitas belajar yang ramah anak.</p>
<p>“Semoga semangat dan ketulusan panjenengan semua menjadi ladang pahala dan inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosialisasi SPAB di SMAN 1 Kalidawir, DPRD Jatim dan BPBD Latih Siswa Siap Hadapi Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sosialisasi-spab-di-sman-1-kalidawir-dprd-jatim-dan-bpbd-latih-siswa-siap-hadapi-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sosialisasi-spab-di-sman-1-kalidawir-dprd-jatim-dan-bpbd-latih-siswa-siap-hadapi-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Para peserta dilatih agar lebih memahami potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka, serta bagaimana cara menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terukur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b27ab8630d.webp" length="36912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 18:52:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bencana, bpbd jatim, sman 1 kalidawir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Suasana di SMAN 1 Kalidawir, Tulungagung, Rabu (5/11/2025), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Bukan karena ujian atau kegiatan sekolah, melainkan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana yang digelar oleh DPRD Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa dan guru, dan merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, para peserta dilatih agar lebih memahami potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka, serta bagaimana cara menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terukur.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata untuk membangun budaya tanggap bencana sejak dini, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana seperti Tulungagung bagian selatan.</p>
<p>“Kegiatan hari ini adalah sosialisasi sekaligus pelatihan untuk anak-anak dan guru di SMA 1 Kalidawir. Tujuannya supaya mereka paham tentang kebencanaan, siaga, dan bisa mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” kata Jairi.</p>
<p>Ia menambahkan, SMAN 1 Kalidawir dipilih sebagai salah satu lokasi pelatihan karena wilayah tersebut berdasarkan data BPBD termasuk daerah rawan bencana.</p>
<p>“Kami lihat dari kontur tanah dan datanya, wilayah ini rawan bencana. Sebelumnya kami juga sudah adakan pelatihan di SMKN 1 Pagerwojo. Harapannya, siswa dan guru bisa menyiapkan diri sedini mungkin agar tahu langkah antisipasi kalau suatu saat terjadi bencana,” jelasnya.</p>
<p>Selama dua hari pelatihan 5 dan 6 November, peserta akan menerima materi teori tentang kebencanaan di hari pertama, kemudian praktik simulasi evakuasi mandiri di hari kedua.</p>
<p>“Mereka dilatih mulai dari pemetaan risiko, cara evakuasi mandiri, hingga langkah penyelamatan dasar. Antusiasmenya luar biasa, seratus peserta sangat aktif mengikuti,” imbuh Jairi.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandy, mengatakan, program SPAB merupakan salah satu program prioritas pemerintah provinsi dalam upaya menumbuhkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.</p>
<p>“Untuk sekolah-sekolah di daerah rawan bencana, kami melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana karena ini prioritas. Berdasarkan kajian risiko, Jawa Timur memiliki 14 potensi bencana. Wilayah selatan seperti Tulungagung memiliki risiko gempa bumi dan tsunami,” jelas Dadang.</p>
<p>Menurutnya, sekolah menjadi objek vital yang perlu diberikan pengetahuan dan pelatihan tanggap bencana sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019.</p>
<p>“Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak orang, jadi harus punya sistem kesiapsiagaan yang baik. Selain di sekolah, kami juga sudah melatih masyarakat di kawasan pantai seperti Pantai Gemah untuk evakuasi mandiri,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan di SMAN 1 Kalidawir ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menambah pengetahuan, mereka juga merasa lebih siap menghadapi situasi darurat.</p>
<p>Pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti di sekolah tersebut, tapi juga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah rawan bencana di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sertifikasi Dosen 2025 Jadi Titik Tolak Menuju World Class University</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sertifikasi-dosen-2025-jadi-titik-tolak-menuju-world-class-university</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sertifikasi-dosen-2025-jadi-titik-tolak-menuju-world-class-university</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diikuti oleh 111 calon dosen sertifikasi dari berbagai fakultas ini juga diisi dengan diskusi interaktif seputar mekanisme, tahapan, dan strategi sukses dalam menghadapi proses sertifikasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935b1d46fdd0.webp" length="22938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 10:59:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Sebanyak 111 calon dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang siap menuju profesionalitas dan mutu akademik unggul. Melalui kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Dosen Tahun 2025 yang digelar Rabu (5/11/2025) di Auditorium Lantai IV Gedung Saintek, UIN Malang.</p>
<p>Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya dosen yang berintegritas, berkualitas, dan berdaya saing global.</p>
<p>Dibuka oleh Ketua LPM UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Sc., serta dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., dan Kepala Biro AAKK, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Pd.</p>
<p>Prof. Sri Harini menegaskan bahwa sertifikasi dosen bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kompetensi, profesionalitas, dan dedikasi seorang pendidik.</p>
<p>“Sertifikasi dosen adalah cerminan integritas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik. Melalui proses ini, diharapkan para dosen UIN Malang mampu menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Drs. Basri Zain menyoroti pentingnya etos kerja, produktivitas publikasi ilmiah, dan keberdampakan riset. </p>
<p>Lebih lanjut ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan kemajuan teknologi (technological advancement).</p>
<p>“Di Eropa dan Amerika, perguruan tinggi menjadi motor utama dalam menggerakkan ekonomi dan teknologi. Kita pun harus menuju ke arah itu — menjadi creator dalam perubahan, bukan hanya pengikut. Dosen yang produktif dan beretos tinggi akan membawa dampak besar bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa dalam upaya memperbanyak publikasi ilmiah, dosen harus mempertimbangkan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas akademik.</p>
<p>“Publikasi memang penting, tetapi jangan sampai semangat produktivitas justru mencederai marwah akademik. Setiap karya ilmiah harus berakar pada kedalaman teori dan wawasan keilmuan yang kokoh. Hal ini sejalan dengan visi UIN Malang untuk menjadi World Class University yang berkarakter dan berintegritas,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Muhtar Hazawawi menekankan bahwa sertifikasi dosen harus menjadi pemacu semangat untuk terus belajar dan berinovasi.</p>
<p>“Menjadi dosen tersertifikasi bukanlah akhir dari perjuangan, justru awal dari tanggung jawab baru. Kita harus terus berprestasi dan menunjukkan kinerja terbaik dalam tridharma perguruan tinggi,” pesannya.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh 111 calon dosen sertifikasi dari berbagai fakultas ini juga diisi dengan diskusi interaktif seputar mekanisme, tahapan, dan strategi sukses dalam menghadapi proses sertifikasi.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Staf Ahli Kemendikdasmen Tinjau Pelaksanaan TKA di Jember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/staf-ahli-kemendikdasmen-tinjau-pelaksanaan-tka-di-jember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/staf-ahli-kemendikdasmen-tinjau-pelaksanaan-tka-di-jember</guid>
<description><![CDATA[ Tes ini berlangsung serentak di wilayah Jawa Timur pada 3–6 November dan 8–9 November 2025, dengan ribuan siswa SMA, SMK, dan SLB di Jember turut berpartisipasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6909cd35b281d.webp" length="21772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 17:59:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, pemerintah, bandara, fawait, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP – </strong>Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jember mendapat perhatian langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).</p>
<p>Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 2 Jember dan SMKN 2 Jember, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Tes ini berlangsung serentak di wilayah Jawa Timur pada 3–6 November dan 8–9 November 2025, dengan ribuan siswa SMA, SMK, dan SLB di Jember turut berpartisipasi.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Mariman didampingi pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, serta sejumlah kepala sekolah.</p>
<p>“Kami melihat sendiri bagaimana para siswa mengikuti tes dengan serius dan percaya diri. Tes Kompetensi Akademik ini bukan hanya untuk mengukur kemampuan kognitif, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya belajar yang jujur, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan mutu,” kata Mariman Darto di sela-sela tinjauan.</p>
<p>Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sekolah di Jember untuk terus berinovasi dalam menyiapkan generasi unggul dan berkarakter.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Sugeng Trianto, menuturkan bahwa pelaksanaan TKA di Jember mencerminkan kesungguhan sekolah dalam menjalankan kebijakan pendidikan nasional.</p>
<p>“Kami bersyukur bahwa pelaksanaan TKA di wilayah Jember berjalan dengan baik. Ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kompetensi akademik siswa, tetapi juga bentuk nyata komitmen sekolah dalam menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan asesmen,” jelas Sugeng.</p>
<p>“Kehadiran Staf Ahli Kemendikdasmen hari ini menjadi penyemangat bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus berbenah dan berprestasi. TKA 2025 diikuti oleh 11.958 siswa SMA, 19.040 siswa SMK, dan 17 siswa SLB kelas XII dari seluruh satuan pendidikan di wilayah kerja Cabdin Jember,” imbuhnya.</p>
<p>Apresiasi juga datang dari Kepala SMAN 2 Jember, Dora Indriana, yang mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian pemerintah pusat.</p>
<p>“Kehadiran Staf Ahli Kemendikdasmen menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Kami bangga bisa menjadi bagian dari pelaksanaan TKA yang berjalan sukses di Kabupaten Jember,” tuturnya.</p>
<p>Sementara Kepala SMKN 2 Jember, Nurfarida, menilai TKA memiliki peran penting dalam mengukur kesiapan siswa SMK.</p>
<p>“Tes Kompetensi Akademik ini sangat penting karena menjadi tolok ukur kemampuan dasar siswa SMK, terutama dalam berpikir logis, analitis, dan memahami konsep lintas bidang,” ucapnya.</p>
<p>Ia berharap hasil TKA dapat menjadi dasar dalam memperkuat strategi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja.</p>
<p>Dari sisi siswa, kegiatan ini juga disambut positif.</p>
<p>“Awalnya agak tegang, tapi setelah mulai mengerjakan ternyata soalnya menarik dan menantang. Kami jadi bisa mengukur sejauh mana kemampuan belajar kami,” ujar Marsela, siswi kelas XII SMAN 2 Jember.</p>
<p>Tio Pratama, dari SMKN 2 Jember, menyampaikan hal senada.</p>
<p>“TKA ini membuka wawasan saya tentang cara berpikir cepat dan tepat. Soalnya tidak hanya hafalan, tapi lebih ke pemahaman konsep. Saya merasa pengalaman ini bisa membantu kami di dunia kerja nanti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persiapan TKA Hanya 1,5 Bulan, Sekolah di Gresik Terpaksa Lakukan Pengadaan Komputer Kilat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persiapan-tka-hanya-15-bulan-sekolah-di-gresik-terpaksa-lakukan-pengadaan-komputer-kilat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persiapan-tka-hanya-15-bulan-sekolah-di-gresik-terpaksa-lakukan-pengadaan-komputer-kilat</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini SMK PGRI 1 Gresik melaksanakan TKA sebanyak 678 siswa dengan dua gelombang dimulai tanggal 3—4 November dan 5—6 November 2025. Masing-masing tanggal pelaksanaan TKA tersebut akan dilaksanakan dengan dua sesi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6909c3038d25f.webp" length="39852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 16:16:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, SMK PGRI 1 Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Sekolah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harus melakukan pengadaan mendadak unit komputer untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, pengadaan komputer tersebut mencapai puluhan unit sperti pelaksanaan TKA yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 1 Gresik.</p>
<p>Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, mengatakan mendadaknya TKA itu dinilai cepat dalam hitungan waktu 1,5 bulan untuk sekolah mempersiapkan para siswa.</p>
<p>"Saya kira tidak hanya kami, sekolah-sekolah yang lain SMK maupun SMA juga belum menyiapkan anggaran untuk itu untuk, karena tidak masuk ke RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)," kata Arief, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Arief menjelaskan, SMK PGRI hanya memiliki lima laboratorium komputer, di mana masing-masing ada 25 unit komputer. Sedangkan penyelenggaraan TKA ini memerlukan sebanyak sembilan ruangan, sehingga masih kekurangan empat ruangan. </p>
<p>Ia menyebut, sudah akan memaksimalkan jumlah ruangan yang ada. Tetapi untuk kesiapan sraana, pihak sekolah harus melakukan pengadaan komputer sebanyak 20 dikali empat ruang.</p>
<p>"Tentu akan mempengaruhi ketersediaan anggaran," jelasnya. </p>
<p>Menurut dia, sebagai sekolah yang memiliki cukup dana cadangan bisa untuk menyelenggarakan TKA tahun ini dengan baik. Dengan waktu sesingkat-singkatnya, ia juga melakukan upgrade penguatan jaringan wifi agar pelaksanaan TKA berjalan maksimal.</p>
<p>"Agar pelaksanaan tidak terganggu, kami meminta Telkom untuk menaikkan grade dan semua memerlukan cost. Mudah-mudahan sekolah lain juga bisa mengatasi," tambahnya. </p>
<p>Arief menegaskan, tahun ini SMK PGRI 1 Gresik melaksanakan TKA sebanyak 678 siswa dengan dua gelombang dimulai tanggal 3—4 November dan 5—6 November 2025. Masing-masing tanggal pelaksanaan TKA tersebut akan dilaksanakan dengan dua sesi.</p>
<p>Meski Pemerintah tidak mewajibkan keikutsertaan TKA ini, namun pihak sekolah khawatir akan berpengaruh terhadap persyaratan kerja saat siswa sudah lulus.</p>
<p>"Itu kesiapan terhadap sarana, belum juga secara prasarana harus memacu pengajaran yang belum waktunya diajarkan, tetapi muncul di TKA. Alhamdulillah pelaksanaan sembilan ruangan lancar dengan pengawasan dari pihak sekolah lain," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Jazirah Arab 2025, UIN Malang Kukuhkan Pusat Kajian Bahasa Arab Asia Tenggara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-jazirah-arab-2025-uin-malang-kukuhkan-pusat-kajian-bahasa-arab-asia-tenggara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-jazirah-arab-2025-uin-malang-kukuhkan-pusat-kajian-bahasa-arab-asia-tenggara</guid>
<description><![CDATA[ Mengusung tema “Kesusastraan Arab dalam Lintas Zaman: Tradisi, Transmisi, dan Transformasi,” festival ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan pelajar untuk menggali potensi terbaiknya dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya Arab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935af468fad1.webp" length="44574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 23:48:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Festival Jazirah Arab (FJA) 2025. Acara resmi dibuka Senin (3/11/2025) di Gedung Fakultas Humaniora.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) ini tahun ini tampil lebih semarak. </p>
<p>Selain diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, FJA 2025 juga kedatangan peserta dari Malaysia.</p>
<p>Mengusung tema “Kesusastraan Arab dalam Lintas Zaman: Tradisi, Transmisi, dan Transformasi,” festival ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan pelajar untuk menggali potensi terbaiknya dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya Arab.</p>
<p>Beragam kompetisi akademik dan seni turut memeriahkan FJA 2025, di antaranya Debat Ilmiah, Ghina ‘Aroby, Insya’, Khitobah, Qiroatul Akhbar, dan Qiroatul Kutub.</p>
<p>Setiap cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa Arab, menumbuhkan daya kritis, serta memperdalam apresiasi terhadap khazanah sastra Arab dari masa klasik hingga kontemporer.</p>
<p>Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, Dekan Fakultas Humaniora Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., jajaran dosen, panitia, serta peserta dari berbagai daerah dan negara.</p>
<p>Prof. Triyo Supriyanto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya kegiatan berskala internasional ini.</p>
<p>“Festival Jazirah Arab bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menguatkan reputasi akademik dan budaya UIN Malang di kancah global,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan Fakultas Humaniora Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., memberikan dukungan penuh kepada HMPS BSA sebagai penyelenggara kegiatan.</p>
<p>“Saya berharap FJA terus menjadi jembatan bagi siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan bakat bahasa Arab sekaligus mempererat jejaring akademik antarbangsa. Inilah semangat Humaniora: membuka ruang bagi kolaborasi, kreativitas, dan internasionalisasi,” pungkasnya. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosialisasikan Deep Learning dan TKA di UMG Gresik: Mendikdasmen Ungkap Perlunya Peningkatan Kualitas Belajar di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sosialisasikan-deep-learning-dan-tka-di-umg-gresik-mendikdasmen-ungkap-perlunya-peningkatan-kualitas-belajar-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sosialisasikan-deep-learning-dan-tka-di-umg-gresik-mendikdasmen-ungkap-perlunya-peningkatan-kualitas-belajar-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Selama lima tahun berlalu, terpantau Kemendikdasmen bahwa kualitas belajar mengajar anak-anak menurun sehingga perlunya Deep Learning dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) diterapkan di sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690854da8f975.webp" length="56988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 15:09:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, UMG Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkap perlu ada peningkatan kualitas belajar mengajar di sekolah. Selama lima tahun berlalu, terpantau kualitas belajar mengajar anak-anak menurun sehingga perlunya Deep Learning dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) diterapkan di sekolah.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri Dikdasmen bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, saat menghadiri Seminar dan Sosialisasi Deep Learning dan TKA di Universitas Muhammadiyah Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (3/11/2025).</p>
<p>"Selama lima tahun lalu, kita tidak mengetahui kualitas pendidikan turun. Selama itu tidak ada ujian berdampak sekali. Kabar di media sosial banyak anak usia SMP kurang bisa membaca, usia SMA ilmu dasar belum bisa menjawab. Karena itu, Kementrian merasa ini (Deep Learning dan TKA) harus dilakukan," kata Didik.</p>
<p>"Keluhan rektor-rektor bahwa anak-anak tidak bisa memilih sesuai dengan bakat dan minat. Maka TKA diperlukan agar bisa lebih baik," tambahnya. </p>
<p>Didik menyampaikan, target penerapan pembelajaran Deep Learning dan TKA ini secara nasional menyasar 65.000 sekolah tahun ini. Ia menyebut, seluruh sekolah yang ada di Indonesia sekitar 400.000 lembaga itu diharapkan bisa menerapkan Deep Learning dan TKA pada tahun 2029. </p>
<p>Alasan kuat bahwa Deep Learning dan TKA ini harus diterapkan karena adanya penurunan kualitas hasil belajar mengajar anak-anak di sekolah. Memulai pada tahun ini, Mendikdasmen berupaya mendorong anak-anak akan menjadi generasi emas di tahun 2045 mendatang. </p>
<p>"Kita ingin menjawab persoalan sumber daya manusia Indonesia. Supaya menuju Indonesia generasi emas tahun 2045 itu bisa kita tuntun dengan baik," jelasnya. </p>
<p>Menurut Didik, dengan salah satu pendekatan yang dilakukan Deep Learning dan TKA anak-anak akan dilatih tentang bagaimana berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, dan berinovasi. </p>
<p>"Anak-anak juga dilatih bagaimana punya kemampuan komunikasi yang bagus. Supaya mereka bisa berbicara secara global dan bisa menyampaikan ide-ide bagusnya untuk membangun Indonesia Emas," paparnya. </p>
<p>Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Khoirul Anwar, mengapresiasi seminar dan sosialisasi terkait Deep learning dan TKA ini bisa langsung dihadiri pihak sekolah Guru, dosen, maupun mahasiswa. </p>
<p>Melalui seminar bertajuk merawat kecerdasan dan karakter bangsa lewat Deep Learning dan TKA, pihaknya berharap para peserta dapat menambah wawasan dan kompetensi.</p>
<p>"Semoga guru, dosen, mahasiswa, dan peserta lainnya yang hadir bisa memahami dan menerapkan Deep Learning dan TKA dengan baik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tokoh Muslim Nasional di Mojokerto Minta PMII Berhijrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tokoh-muslim-nasional-di-mojokerto-minta-pmii-berhijrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tokoh-muslim-nasional-di-mojokerto-minta-pmii-berhijrah</guid>
<description><![CDATA[ Seruan ini dikemukakan mengingat latar belakang keanggotaan PMII yang mayoritas berasal dari kalangan pesantren. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6907fb9468cd2.webp" length="44594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 07:59:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> - Tokoh Muslim Indonesia, KH. Asep Saifuddin Chalim, menyerukan agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan hijrah orientasi dan tindakan. </p>
<p>Seruan ini dikemukakan mengingat latar belakang keanggotaan PMII yang mayoritas berasal dari kalangan pesantren.</p>
<p>KH. Asep Saifuddin Chalim menegaskan bahwa makna hijrah adalah menuju kepada sesuatu yang lebih baik, khususnya dalam perbaikan ibadah. </p>
<p>Ia menyoroti adanya plesetan di masa lalu yang menyebut PMII sebagai Pergerakan Mahasiswa Insyaallah Islam. Kiai Asep berharap agar saat ini PMII harus benar-benar merepresentasikan keislaman, bukan sekadar insyaallah.</p>
<p>Menurut Kiai Asep, pesantren dan PMII perlu melakukan transformasi orientasi secara mendalam. Jika dahulu orientasinya adalah kemerdekaan Indonesia dan menjaga paham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja), kini harus bergeser untuk, menjaga dan mengawal Islam inklusif Ahlussunah Waljamaah, mengupayakan terwujudnya cita-cita luhur kemerdekaan, yaitu mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.</p>
<p>Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto ini menekankan bahwa upaya yang dilakukan PMII harus mampu melahirkan komponen-komponen yang dibutuhkan bangsa Indonesia.</p>
<p>Komponen yang dimaksud, atau yang disebut sebagai Empat Pilar, masing-masing: meluasnya peran pesantren, ulama, dan ilmuwan besar. Artinya PMII diharapkan mampu melahirkan ulama dan ilmuwan besar yang karyanya dapat dijadikan rujukan bagi birokrasi dan segenap elemen bangsa.</p>
<p>Kedua, harus bisa mencetak pemimpin bangsa dan dunia. Artinya kader PMII harus siap menjadi pemimpin bangsa, negara, bahkan pemimpin global demi terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan.</p>
<p>Ketiga, mempersiapkan konglomerat yang berorientasi kesejahteraan. Artinya PMII wajib mempersiapkan diri untuk menjadi konglomerat yang dermawan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan konglomerat yang justru mengeksploitasi kaum miskin hingga abadi menjadi buruh.</p>
<p>Keempat, PMII harus melahirkan para profesional yang memiliki kualitas tinggi dan bertanggung jawab dalam bidangnya masing-masing.</p>
<p>KH. Asep Saifuddin Chalim menyimpulkan, jika orientasi PMII berhasil melahirkan pilar-pilar itu, maka cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur akan dapat terealisasi.</p>
<p>"Kesimpulannya, ketika empat pilar itu ads, Indonesia maju, adil dan makmur dapat segera terwujud," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Politeknik Internasional Tamansiswa Mojokerto Gelar Wisuda Perdana, Cetak Lulusan Profesional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/politeknik-internasional-tamansiswa-mojokerto-gelar-wisuda-perdana-cetak-lulusan-profesional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/politeknik-internasional-tamansiswa-mojokerto-gelar-wisuda-perdana-cetak-lulusan-profesional</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 10 lulusan profesional dikukuhkan dalam upacara wisuda tersebut, menandai tonggak sejarah baru bagi institusi pendidikan tinggi vokasi di Kota Mojokerto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6907442b6a6b6.webp" length="47382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 21:11:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP</strong> - Politeknik Internasional Tamansiswa (Politama) Mojokerto sukses menyelenggarakan prosesi wisuda perdananya. Acara sakral tersebut digelar dengan khidmat di Pendopo Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, pada Ahad, (2/11/2025).</p>
<p>Sebanyak 10 lulusan profesional dikukuhkan dalam upacara wisuda tersebut, menandai tonggak sejarah baru bagi institusi pendidikan tinggi vokasi di Kota Mojokerto. </p>
<p>Direktur Politeknik Internasional Tamansiswa Mojokerto, Prof. Martani Husaini, menyampaikan bahwa kehadiran politeknik ini dianggap mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di pasar domestik maupun internasional.</p>
<p>"Terdapat dua tren besar yang harus kita penuhi, yang pertama adalah permintaan tenaga kerja profesional. Oleh karena itu, nama kami disematkan kata internasional sebagai orientasi, meskipun kebutuhan di dalam negeri juga sangat tinggi," ujar Prof. Martani Husaini. </p>
<p>Prof. Martani Husaini menjelaskan,  berdirinya Politama sangat linier dengan program-program pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.  Hal itu disebutnya selaras dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang fokus pada hilirisasi dan membutuhkan dukungan sarjana vokasi. </p>
<p>Selain itu, sambung dia, hal ini juga sejalan dengan misi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), yakni program Satu Keluarga Satu Sarjana.</p>
<p>"Saat ini, paradigma pemerintah adalah membangun kota dari desa, yang menuntut desa harus diperkuat. Wali Kota Mojokerto pun memiliki misi satu keluarga satu sarjana," tambahnya.</p>
<p>Ia menegaskan, wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pertanda bahwa Kota Mojokerto kini memiliki lembaga pendidikan tinggi yang siap menjawab tantangan masa depan. </p>
<p>"Harapannya, para lulusan dapat siap berkarier di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri," pungkasnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua Badan Penyelenggara Yayasan Cabang Tamansiswa Mojokerto, Willybrordus Widya Christanto, menjelaskan bahwa kapasitasnya di politeknik adalah sebagai Badan Penyelenggara. "Badan hukum kami adalah Yayasan Persatuan Tamansiswa, yang yayasan pusatnya berdiri sejak 1922. Yayasan Cabang Mojokerto berdiri pada 1925, sementara badan penyelenggara yang menaungi politeknik ini berdiri pada 2022," jelas Willybrordus.</p>
<p>Senada dengan direktur, Willybrordus Widya Christanto menyatakan bahwa fokus pendidikan tinggi ini adalah untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja, sekaligus mendukung program wali kota. </p>
<p>"Cita-cita kami ingin para lulusan dapat langsung fokus ke dunia kerja, dan kami sangat mendukung program wali kota, satu rumah satu sarjana," ungkapnya.</p>
<p>Meskipun tergolong institusi yang relatif baru atau berdiri tahun 2022, Politama telah mempersiapkan sistem pendidikan secara matang. Willybrordus optimistis, lembaga pendidikan di bawah naungannya ini mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam mencetak lulusan terbaik. "Tenaga pengajar kami berjumlah kurang lebih 20 orang. Pada penerimaan mahasiswa baru, kami mendapatkan 37 mahasiswa, dan yang diwisuda kali ini sebanyak 10 orang," tutupnya.</p>
<p>Untuk diketahui, Politeknik Internasional Tamansiswa menawarkan tiga program studi vokasi tingkat Diploma Tiga (D3), yaitu: D3 Teknologi Komputer, D3 Teknologi Listrik, dan D3 Teknologi Mesin. (**) </p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Lengan Pintar Karya Mahasiswa Undika, Bergerak Hanya dengan Isyarat Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-lengan-pintar-karya-mahasiswa-undika-bergerak-hanya-dengan-isyarat-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-lengan-pintar-karya-mahasiswa-undika-bergerak-hanya-dengan-isyarat-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Dari proyek kampus sederhana, dua mahasiswa Undika menghadirkan robot lengan berbasis AI yang bisa bergerak hanya lewat isyarat tangan, membawa teknologi pabrik ke genggaman manusia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906c679753b5.webp" length="41938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 15:29:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, STIKOM Surabaya, Undika, AI, Arm Robot, Robot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Selama ini, robot lengan identik dengan mesin-mesin besar di pabrik industri, lengkap dengan kabel, tombol, dan sistem kendali rumit. Namun, dua mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) berhasil menghadirkan versi yang lebih sederhana dan interaktif, robot lengan yang bisa dikendalikan hanya dengan isyarat tangan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Achmad Bayu Setiawan dan Wildan Atho’illah, mahasiswa Prodi Teknik Komputer Undika, yang sukses mengembangkan inovasi bertajuk “Image Processing-Based Robot Arm for Hand Gesture Processing”. </p>
<p></p>
<p>Lewat proyek kerja praktek (KP) mereka, teknologi robotik yang biasa ada di industri kini bisa hadir dalam bentuk kecil, ramah pengguna, dan berbasis kecerdasan buatan (AI).</p>
<p></p>
<p>Robot lengan tersebut memanfaatkan computer vision, servo motor, dan AI untuk membaca gestur tangan manusia secara real time. Pengguna cukup menggerakkan tangan di depan kamera, dan robot akan menirukan perintah tanpa menyentuh tombol apa pun. </p>
<p>Empat gestur utama yang bisa dikenali adalah peace sign untuk menyalakan robot, metal sign untuk reset, tangan terbuka untuk mengaktifkan gerak, dan tangan mengepal untuk mengambil objek ringan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menciptakan sistem yang bisa dikendalikan dengan isyarat tangan secara langsung, tanpa perlu menyentuh alat bantu lain,"ujar Bayu, salah satu pengembang, Ahad (2/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Proyek itu menggunakan teknologi Mediapipe Hand Landmark dari Google, yang mampu mendeteksi titik-titik pada tangan, kemudian diolah menggunakan Python agar robot bisa ‘memahami’ maksud dari setiap gestur.</p>
<p></p>
<p>"Kami sempat menemui kendala, terutama dari sisi pemrograman. Kami harus mengutik-utik programnya agar gerakan yang ditangkap bisa sesuai dengan perintah," tambah Bayu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6906c684ee24e.webp" alt=""></p>
<p>Dalam prosesnya, mereka membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyesuaikan respons gerak robot agar stabil dan akurat. Meski baru pertama kali menekuni bidang robotika, hasil karya keduanya sudah menunjukkan potensi besar di bidang human–machine interaction.</p>
<p></p>
<p>Rekan Bayu, Wildan, menjelaskan bahwa ide mereka terinspirasi dari sistem robot otonom di pabrik-pabrik besar. Namun, mereka ingin menghadirkan versi yang lebih fleksibel dan bisa dikendalikan langsung oleh manusia.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya kami hanya ingin membuat prototipe. Tapi kami berpikir, kenapa tidak mencoba membawa konsep robot pabrik itu ke skala kecil yang bisa dikendalikan lewat sensor gerak tangan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Robot ini kini tengah dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi inovasi tingkat nasional. Keduanya berharap, hasil kerja praktek tersebut tak berhenti di laboratorium kampus, melainkan bisa dikembangkan menjadi alat bantu nyata yang bermanfaat di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami, robot ini nggak cuma berhenti di tahap prototipe, tapi bisa terus dikembangkan jadi alat bantu yang benar-benar fungsional," tutup Wildan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Alam Kolaborasi dengan Berbagai Komunitas di Kediri Suarakan Kesadaran Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-alam-kolaborasi-dengan-berbagai-komunitas-di-kediri-gelar-pekan-ceria-suarakan-kesadaran-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-alam-kolaborasi-dengan-berbagai-komunitas-di-kediri-gelar-pekan-ceria-suarakan-kesadaran-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan ini, nasyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap persoalan sampah dan pentingnya gerakan memilah serta mengolahnya sejak dari rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906ec2a5a5d0.webp" length="86354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 14:32:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>taman baca mahanani kediri, pekan ceria kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> — Sekolah Alam Ramadhani berkolaborasi dengan komunitas literasi Kampung Dongeng Kediri dan Taman Baca Mahanani menggelar kegiatan Pekan Ceria dengan tema “Suara untuk Bumi”, Minggu (2/11/2025). Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap persoalan sampah dan pentingnya gerakan memilah serta mengolahnya sejak dari rumah. Komunitas Wasesa dan Zero Waste Kediri ikut mendukung kegiatan ini.</p>
<p>Kepala Sekolah Alam Ramadhani, Ulya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dan berbagai komunitas di Kediri untuk mengedukasi anak-anak dan masyarakat dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>“Kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak tidak hanya diajak bicara soal lingkungan, tapi juga belajar langsung memilah, mengompos, dan mengampanyekan pesan sadar sampah,” ujar Ulya.</p>
<p>Sebelum kegiatan puncak, para siswa telah belajar membedakan jenis sampah — organik, anorganik, dan B3 — serta mempraktikkan cara mengolahnya. Mereka juga membuat berbagai karya kreatif dari bahan bekas seperti kostum tempat sampah, pot bunga, hingga poster kampanye bertema lingkungan dengan pesan-pesan lucu dan edukatif seperti “Sampahku Tanggung Jawabku” dan “Nyampah? Malu Ahh!”.</p>
<p>Puncak kegiatan digelar di Taman Sekartaji Kediri, di mana anak-anak menampilkan karya mereka dalam suasana yang riang dan edukatif. Pekan Ceria tahun ini memiliki tiga titik kegiatan utama, yakni “Dongeng”, “Karya Penuh Warna”, dan “Lapak Buku oleh Mahanani”.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap masyarakat semakin sadar pentingnya konsep “Cegah, Pilah, Olah” dalam pengelolaan sampah rumah tangga.</p>
<p>“Kami ingin masyarakat mulai dari rumah. Cegah dengan mengurangi sampah, pilah sesuai jenisnya, dan olah agar bisa bermanfaat. Dari hal kecil ini, kita bisa membantu menjaga bumi untuk generasi berikutnya,” tambah Ulya.</p>
<p>Acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini sebagai bagian dari gerakan bersama merawat bumi melalui pendidikan dan literasi lingkungan. (**)</p>
<p>Editor : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Lahan Kosong Jadi Ladang Edukasi, Dindik Jatim Bangun Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-lahan-kosong-jadi-ladang-edukasi-dindik-jatim-bangun-sekolah-inovatif-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-lahan-kosong-jadi-ladang-edukasi-dindik-jatim-bangun-sekolah-inovatif-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mendorong sekolah memanfaatkan lahan tak produktif menjadi kebun edukasi produktif melalui program SIKAP, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa SMA-SMK di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905f0e9ba628.webp" length="101114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 18:16:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="840" data-end="1172"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga lahan tumbuhnya kemandirian dan kreativitas siswa. Gagasan itu kini diwujudkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="1174" data-end="1462">Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, program ini merupakan bagian dari inisiatif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim.</p>
<p data-start="1464" data-end="1861">“Seluruh wilayah harus berperan dalam ketahanan pangan, termasuk lembaga pendidikan. Banyak sekolah, terutama SMA dan SMK, yang punya lahan luas tapi tidak produktif karena hanya jadi tempat buang sampah. Nah, sekarang kita ubah lahan itu jadi lahan produktif,” ujar Aries, Sabtu (1/11/2025), usai mendampingi Gubernur Khofifah meresmikan SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso sebagai sekolah SIKAP.</p>
<p data-start="1863" data-end="2132">Menurut Aries, gerakan ini membawa dua manfaat besar bagi siswa, pembelajaran kontekstual dan penguatan jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga manajemen produksi dan pemasaran hasil panen.</p>
<p data-start="2134" data-end="2341">“Anak-anak diajarkan untuk siap berkompetisi di dunia kerja. Mereka belajar langsung, bersentuhan dengan kegiatan bercocok tanam, dan pelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium alam,” jelasnya.</p>
<p data-start="2343" data-end="2560">Aries menambahkan, sekolah-sekolah dengan jurusan pertanian, peternakan, atau perikanan memang sudah memiliki <em data-start="2453" data-end="2462">passion</em> di bidang ini. Namun, sekolah lain yang punya lahan kosong juga diarahkan agar lebih produktif.</p>
<p data-start="2562" data-end="2837">Beberapa sekolah bahkan sudah menjalin kerja sama dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan makan bergizi gratis (MBG) yang tidak hanya bergantung pada pasar umum.</p>
<p data-start="2562" data-end="2837">“Kerja sama ini penting agar menu yang disajikan lebih variatif dan bergizi,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2839" data-end="3084">Melalui program SIKAP, Dinas Pendidikan Jatim berharap setiap sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus laboratorium ketahanan pangan, di mana siswa belajar tidak hanya untuk nilai, tetapi juga untuk masa depan yang lebih mandiri. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2839" data-end="3084"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Dorong Sekolah di Jawa Timur Jadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-dorong-sekolah-di-jawa-timur-jadi-pusat-inovasi-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-dorong-sekolah-di-jawa-timur-jadi-pusat-inovasi-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggagas program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), mendorong sekolah menjadi laboratorium edukasi sekaligus penggerak ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pengolahan sampah menjadi pupuk produktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905eb8f7d629.webp" length="83370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 17:06:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="625" data-end="830"><strong data-start="625" data-end="645">BONDOWOSO, SJP - </strong>Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu di dalam kelas, tetapi juga lahan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.</p>
<p data-start="832" data-end="1124">Dalam ajang SMA Award baru-baru ini, Khofifah menggagas perubahan nama kategori <em>School Foodcare</em> menjadi SIKAP, akronim dari Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar istilah, melainkan semangat baru untuk membangun kemandirian pangan sejak dini.</p>
<p data-start="1126" data-end="1348">“Pada dasarnya <em data-start="1141" data-end="1158">School Foodcare</em> itu berbasis ketahanan pangan. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional,” tutur Khofifah, usai meresmikan SMA Negeri 1 Tenggarang menjadi Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), Sabtu (1/11/2025).</p>
<p data-start="1350" data-end="1649">Ia mencontohkan bagaimana sekolah mampu mengubah lahan bekas tumpukan sampah menjadi kebun produktif. Sampah diolah menjadi pupuk, yang kemudian menyuburkan aneka tanaman buah dan sayur.</p>
<p data-start="1350" data-end="1649">“Inilah bentuk nyata pendidikan kontekstual. Sekolah bisa menjadi laboratorium edukasi bagi siswa,” tambah gubernur, usai memanen beberapa sayuran, seperti kangkung, bawan, terong dan ketela, yang berada tepat di belakang SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso.</p>
<p data-start="1651" data-end="1904">Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa jika hasil produksi pertanian sekolah sudah terukur dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin sekolah menjadi pemasok kebutuhan pangan di lingkungan sekitar, seperti untuk program makan bergizi gratis yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p data-start="1906" data-end="2156">Ia juga mendorong seluruh sekolah di bawah naungan Pemprov Jawa Timur, khususnya SMA dan SMK, untuk memanfaatkan lahan yang ada. Bahkan, bagi sekolah yang tidak memiliki lahan, Khofifah menyarankan solusi sederhana seperti menanam dengan <em data-start="2144" data-end="2153">polybag</em>.</p>
<p data-start="2158" data-end="2338">“Yang kemarin saya lihat di Dampit luar biasa. SMA Negeri 1 Pandaan juga sangat inspiratif. SMA Tenggarang pun hebat, juara satu di SMA Award tingkat provinsi,” ujarnya bangga.</p>
<p data-start="2340" data-end="2551">Khofifah berharap, kolaborasi dengan Dinas Pertanian dapat memperkuat gerakan ini.</p>
<p data-start="2340" data-end="2551">“Saya ingin program Dinas Pertanian bisa diintegrasikan dengan sekolah-sekolah yang sudah menginisiasi SIKAP ini,” tuturnya.</p>
<p data-start="2553" data-end="2744">Dengan semangat SIKAP, Khofifah ingin setiap sekolah di Jawa Timur tak hanya melahirkan siswa cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan ketahanan pangan masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2553" data-end="2744"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Komnas PA Surabaya, SMP Kristen Indriasana IV Cegah Cyberbullying dengan Kesadaran Digital Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-komnas-pa-surabaya-smp-kristen-indriasana-iv-cegah-cyberbullying-dengan-kesadaran-digital-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-komnas-pa-surabaya-smp-kristen-indriasana-iv-cegah-cyberbullying-dengan-kesadaran-digital-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Bangun kesadaran digital sehat, SMP Kristen Indriasana IV Surabaya dan Komnas PA bersinergi mencegah cyberbullying dengan menanamkan literasi, etika, dan empati di dunia maya sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049d5817db4.webp" length="24484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 20:18:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Cyberbullying, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> SMP Kristen Indriasana IV Surabaya berkolaborasi dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya berupaya mencegah terjadinya <em>cyberbullying</em> (perundungan digital) pada siswa di lingkungan sekolah dengan membangun kesadaran ruang digital yang sehat.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Perlindungan dan Pencegahan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah. Kegiatan itu menekankan pentingnya literasi digital berbasis pencegahan kekerasan sebagai upaya membangun budaya komunikasi yang sehat, aman, dan beretika di era media sosial.</p>
<p></p>
<p>Kepala Sekolah SMP Kristen Indriasana IV Surabaya, Sri Handani mengungkapkan, bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi siswa agar lebih peka terhadap perilaku bullying, terutama yang terjadi tanpa disadari di dunia maya.</p>
<p></p>
<p>“Siswa wajib menerapkan komunikasi yang baik, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Harapannya, seluruh warga sekolah bisa bersama-sama mencegah perilaku <em>bullying</em>,” ujarnya, Jumat (31/10/2025). </p>
<p></p>
<p>Sri menilai, untuk mengedukasi anak-anak dari tindak laku bullying, memang sebaiknya disosialisasikan kepada pelajar agar bisa diterapkan. Mengingat banyak sekali perilaku <em>bullying</em> di era digital yang kadang tidak disadari.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, salah satu Pendidik SMP Kristen Indriasana IV Surabaya Ulis Iyan menyebut, bahwa pendekatan literasi digital merupakan langkah nyata dalam mendukung penerapan sekolah ramah anak.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kerja sama dengan Komnas Anak Surabaya, kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa dunia digital harus digunakan untuk hal positif dan saling menghargai,” kata Ulis.</p>
<p></p>
<p><strong>Pentingnya Perilaku Positif di Ruang Digital</strong></p>
<p>Sementara itu, hadir sebagai pembicara Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri menegaskan betapa pentingnya mengasah olah pikir, olah rasa, dan olah sikap dalam membangun perilaku positif di ruang digital. Terutama untuk mencegah tindakan <em>bullying</em> bagi anak.</p>
<p></p>
<p>“Orang yang terbiasa berpikir dan merasakan hal positif akan bertindak positif. Ini menjadi benteng utama agar siswa tidak menjadi pelaku maupun korban <em>cyberbullying</em>,” terang Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dampak <em>cyberbullying</em>, menurut Syaiful, tidak selalu terlihat secara fisik, namun dapat meninggalkan luka emosional mendalam. </p>
<p></p>
<p>"Oleh karena itu, saya mengajak orang tua untuk memperkuat komunikasi dan ketahanan batin anak agar tidak mudah terpengaruh tekanan sosial di dunia maya," ajaknya.</p>
<p></p>
<p><strong>Langkah Strategis Orang Tua</strong></p>
<p>Syaiful pun juga menekankan tujuh langkah strategis yang bisa diterapkan orang tua untuk melindungi anak dari bahaya <em>cyberbullying</em>. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut antara lain menanamkan literasi digital sejak dini, membangun komunikasi dua arah, melatih anak mengenali batas interaksi, menumbuhkan rasa percaya diri, melibatkan anak dalam aktivitas sehat di luar layar, memanfaatkan teknologi sebagai alat perlindungan, serta menjadi teladan dalam bermedia sosial.</p>
<p></p>
<p>"Kunci utama pencegahan adalah edukasi, komunikasi terbuka, dan tindakan bersama. Dengan begitu, kita bisa menciptakan ruang digital yang aman dan menghormati setiap individu,” pungkas Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa di SMP Kristen Indriasana IV Surabaya tidak hanya memahami bahaya <em>cyberbullying</em>, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menebarkan empati, etika, dan kebaikan di dunia digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Perkuat Pendidikan Vokasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-pendidikan-vokasi-sebagai-pilar-ekonomi-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-perkuat-pendidikan-vokasi-sebagai-pilar-ekonomi-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025 di Kabupaten Malang menjadi bukti nyata dukungan Pemkab dalam memperkuat vokasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69034c5c39a6f.webp" length="49132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 19:43:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan vokasi, pengentasan kemiskinan, LKP, Pemkab Malang, Disdik Malang, wirausaha, ekonomi rakyat, Bu Lathifah, PKW 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat. Melalui berbagai program pelatihan keterampilan dan wirausaha, Pemkab berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.</p>
<p>Upaya tersebut tampak dalam penutupan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Program hasil kolaborasi Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek bersama LKP Saraswati itu menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal.</p>
<p>“Program seperti ini luar biasa karena memberikan bekal keterampilan yang langsung bisa digunakan. Ini salah satu cara nyata menekan angka kemiskinan—membekali masyarakat agar bisa mandiri dan berwirausaha,” ujar Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, saat menutup kegiatan tersebut, Kamis (30/10/2025).</p>
<p>Menurut Lathifah, seluruh biaya pelatihan bersumber dari APBN melalui Kemendikbudristek. Ia berharap peserta tak berhenti di tahap penerimaan sertifikat semata, tetapi benar-benar menapaki jalan wirausaha. Peserta juga mendapatkan bantuan peralatan usaha secara berkelompok melalui skema Kelompok Belajar Usaha (KBU).</p>
<p>“Kami minta LKP terus melakukan pendampingan dan menjaga jaringan dengan dunia usaha. Bahkan kami dorong agar bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Gajayana yang memiliki program tata rias dan tata boga. Setelah lulus, jangan putus hubungan, tetap ada <em>follow up</em>,” tambah Wabup yang akrab disapa Bu Lathifah itu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa program PKW merupakan bagian dari kebijakan Pemkab untuk menciptakan masyarakat terampil dan berdaya saing.</p>
<p>“PKW ini fokusnya pada pembentukan wirausaha baru. Peserta tidak hanya diberi keterampilan teknis, tetapi juga pendampingan dan praktik usaha agar siap membuka lapangan kerja sendiri,” jelasnya.</p>
<p>Suwadji menyebut, sepanjang 2025 terdapat 44 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) aktif di Kabupaten Malang dengan beragam bidang, mulai dari kecantikan, tata busana, teknologi informasi, bahasa asing, hingga kewirausahaan. Dari jumlah tersebut, lima lembaga memperoleh bantuan program PKK dan tiga lembaga, termasuk LKP Saraswati, mendapatkan program PKW.</p>
<p>“Kami ingin LKP bukan sekadar tempat belajar keterampilan, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena sehat itu bukan hanya jasmani dan rohani, tapi juga sehat secara ekonomi,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FST UIN Malang Sambangi Pesantren Terdampak Bencana, Bawa Bekal Ilmu Sains untuk Pulihkan Semangat Santriwati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fst-uin-malang-sambangi-pesantren-terdampak-bencana-bawa-bekal-ilmu-sains-untuk-pulihkan-semangat-santriwati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fst-uin-malang-sambangi-pesantren-terdampak-bencana-bawa-bekal-ilmu-sains-untuk-pulihkan-semangat-santriwati</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kegiatan ini, FST berkomitmen menghadirkan kontribusi keilmuan sains dan teknologi guna memperkuat tata kelola sarana prasarana, meningkatkan keselamatan lingkungan pesantren, serta menerapkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesantren. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935dc0ec2c13.webp" length="61670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 18:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Melalui program “FST Peduli Pesantren”, rombongan dosen FST turun langsung ke Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Besuki, Situbondo, yang tertimpa musibah dengan runtuhnya asrama putri, Kamis ( 30/10/2025).</p>
<p>Kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk belas kasih, tetapi menjadi wujud nyata pendampingan dan sinergi kampus–pesantren yang telah menjadi program berkelanjutan FST.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, FST berkomitmen menghadirkan kontribusi keilmuan sains dan teknologi guna memperkuat tata kelola sarana prasarana, meningkatkan keselamatan lingkungan pesantren, serta menerapkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesantren.</p>
<p>Dekan FST menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa para santriwati, sembari menegaskan komitmen fakultas untuk terus mendampingi pesantren.</p>
<p>“Kami ingin hadir tidak hanya saat senang, tetapi juga ketika saudara-saudara kami di pesantren menghadapi ujian. Dari sinilah semangat kolaborasi kampus dan pesantren diuji, dan insyaAllah semakin dikuatkan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, pimpinan pesantren mengapresiasi langkah cepat dan tulus dari FST UIN Malang. Ia berharap hubungan baik ini dapat berlanjut menjadi kemitraan jangka panjang dalam bidang pendidikan, teknologi, dan pengelolaan lingkungan pesantren yang lebih berdaya.</p>
<p>Melalui FST Peduli Pesantren, FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah atau laboratorium, tetapi harus mengalir untuk membangun kemanusiaan dan ketangguhan peradaban.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dindik Kota Batu Siapkan Guru Penyusun Soal, Pastikan Kualitas TKA SD dan SMP Berstandar Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-guru-penyusun-soal-pastikan-kualitas-tka-sd-dan-smp-berstandar-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-guru-penyusun-soal-pastikan-kualitas-tka-sd-dan-smp-berstandar-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dindik Kota Batu M. Chori mengatakan guru penyusun soal ini dimaksudkan agar tidak hanya memperkuat kapasitas lokal, tetapi juga memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk diuji berdasarkan standar nasional. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kota Batu terus meningkat dan siswa semakin siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya dengan kemampuan akademik yang terukur dan kompetitif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69021283971f8.webp" length="21948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 22:31:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru Penyusun Soal, Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP pada April 2026 mendatang, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu mulai bergerak cepat memastikan kesiapan dari sisi sumber daya.</p>
<p>Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menugaskan dua guru berprestasi untuk berperan sebagai penyusun dan validator soal ujian.</p>
<p>Kepala Dindik Kota Batu, M. Chori pada Rabu (29/10/2025) menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelaksanaan TKA di daerah.</p>
<p>Kedua guru yang ditunjuk akan berkontribusi menyusun soal di dua jenjang pendidikan, baik SD maupun SMP, sebelum dikirim ke tingkat provinsi untuk tahap kurasi dan validasi bersama kabupaten/kota lain di Jawa Timur.</p>
<p>“Penyusunan soal akan mengikuti arahan teknis dari Kemendikdasmen agar standar ujian sama di seluruh wilayah. Kami ingin hasil TKA nanti benar-benar mencerminkan kemampuan akademik siswa secara objektif,” jelasnya.</p>
<p>TKA sendiri dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Setiap mata pelajaran terdiri dari 30 soal yang telah disesuaikan dengan capaian pembelajaran nasional.</p>
<p>Meski sifatnya tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, Dindik Kota Batu tetap mendorong sekolah dan siswa agar berpartisipasi aktif.</p>
<p>Menurut Chori, TKA memberikan manfaat besar bagi siswa karena dapat menjadi tolok ukur kesiapan mereka menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.</p>
<p>Hasil ujian ini juga berfungsi sebagai alat evaluasi pembelajaran yang objektif dan dapat digunakan untuk memperbaiki strategi belajar di sekolah.</p>
<p>“Selain gratis, tes ini juga sangat bermanfaat. Siswa bisa tahu sejauh mana kemampuan akademiknya dan di mana letak kekurangannya. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tambahnya.</p>
<p>Dengan langkah persiapan yang matang ini, Dindik Kota Batu menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan TKA secara berkualitas, transparan, dan berstandar nasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Santri di Trenggalek Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-trenggalek-dibekali-pelatihan-jurnalistik-dan-pengelolaan-media-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-trenggalek-dibekali-pelatihan-jurnalistik-dan-pengelolaan-media-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6902051cc4849.webp" length="27226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 21:04:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pesantren, santri, pelatihan jurnalistik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek, mendapat pembekalan khusus dalam bidang jurnalistik dan pengelolaan media sosial.</p>
<p>Pelatihan ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, di Hall Kantor Kementerian Agama setempat pada Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Menurut Direktur Media Center PCNU Trenggalek, Mohammad Abid Dzulfikar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital.</p>
<p>Hal itu merupakan langkah adaptasi pesantren menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat, terutama di ranah media digital.</p>
<p>“Pelatihan jurnalistik hari ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Kita ingin pesantren punya tim media yang aktif dan terkoordinasi. Dari 42 pesantren di Trenggalek, ada sekitar 50 lembaga yang hadir dengan dua perwakilan santri masing-masing,” ujar Abid.</p>
<p>Abid menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang telah digelar pada tahun 2023. Saat itu, sebanyak 175 santri sudah mendapatkan pelatihan dasar. Tahun ini, pihaknya berharap setiap pesantren dapat memiliki tim media yang tergabung dalam satu forum di bawah naungan PCNU Trenggalek.</p>
<p>“Setelah ini akan ada pelatihan rutin setiap satu hingga dua bulan sekali. Tidak hanya jurnalistik, tapi juga pelatihan desain foto, video, serta optimalisasi tiga platform utama yaitu Instagram, Facebook, dan TikTok yang paling banyak digunakan,” tambahnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, pelatihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan santri dalam memfilter informasi serta melawan disinformasi dan misinformasi yang kian marak.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Sodiq, santri dari Pondok Pesantren Al-Anwar Ngadirenggo, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Ia menilai ilmu yang didapat sangat bermanfaat bagi pengembangan media pesantren di tempatnya belajar.</p>
<p>“Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak ilmu, mulai dari jurnalistik, penulisan berita, sampai cara mengelola media sosial. Insyaallah semua akan kami terapkan di pondok,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Sodiq, media pesantren Al-Anwar sendiri telah aktif lebih dari tiga tahun dalam menyebarkan konten dakwah dan kegiatan santri di media sosial. Ke depan, peserta pelatihan juga akan mendapatkan pembekalan lanjutan terkait videografi dan fotografi untuk memperkaya konten media pesantren.</p>
<p>“Sekarang santri juga harus bergerak di media sosial, karena di sana ada ruang dakwah yang perlu kita isi,” tambahnya.</p>
<p>Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya piawai mengaji dan berdakwah secara konvensional, tetapi juga tangguh dan cerdas dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui dunia digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota DPR RI Hj. Dini Rahmania Kunjungi UIN Malang, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Inklusif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-hj-dini-rahmania-kunjungi-uin-malang-dorong-ekosistem-pendidikan-islam-inklusif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-hj-dini-rahmania-kunjungi-uin-malang-dorong-ekosistem-pendidikan-islam-inklusif</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan Hj. Dini Rahmania ini merupakan bagian dari safari pendidikan ke-12 yang dilakukan di berbagai wilayah Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935d989dd57b.webp" length="62614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 20:48:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> -  Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan anggota DPR RI Komisi VIII, Hj. Dini Rahmania, S.IAN., M.M., Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Kunjungan tersebut disambut oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas di Ruang Rektor UIN Malang.</p>
<p>Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Basri, MA., Ph.D.; Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjasama, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA; serta pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.</p>
<p>Kunjungan Hj. Dini Rahmania ini merupakan bagian dari safari pendidikan ke-12 yang dilakukan di berbagai wilayah Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pesantren, madrasah, perguruan tinggi, dan lembaga legislatif  untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.</p>
<p>“Saya percaya bahwa kekuatan pendidikan Islam tidak hanya terletak pada kurikulum, tetapi juga pada kolaborasi antara pesantren, madrasah, kampus, dan lembaga legislatif. Kita perlu berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang terbuka, berkeadilan, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ungkap Hj. Dini Rahmania.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan dan gagasan yang disampaikan anggota Komisi VIII tersebut.</p>
<p> Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga legislatif merupakan langkah penting dalam memperkuat mutu pendidikan Islam yang berkarakter dan berkeadaban.</p>
<p>“UIN Malang selalu terbuka untuk kolaborasi yang menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Kemajuan pendidikan tidak hanya lahir dari ruang akademik, tetapi juga dari sinergi antara para pemangku kebijakan,” ujar Prof. Ilfi.</p>
<p>Melalui pertemuan ini, DPR RI dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan tekad bersama untuk memperkuat pendidikan Islam yang inklusif, inovatif, dan ramah terhadap keberagaman.(***).</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Tahap Ketiga SMPN 6 Kota Blitar Hampir Rampung, Dindik Temukan Sejumlah Catatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-tahap-ketiga-smpn-6-kota-blitar-hampir-rampung-dindik-temukan-sejumlah-catatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-tahap-ketiga-smpn-6-kota-blitar-hampir-rampung-dindik-temukan-sejumlah-catatan</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Kota Blitar yang berada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar hampir rampung. Meski begitu, Dinas Pendidikan masih menemukan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana sebelum masa kontrak berakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901f0b729512.webp" length="67708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 18:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pembangunan, SMPN 6, Kota Blitar, Hampir, Rampung, Ada Catatan, Dinas Pendidikan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Masa kontrak pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Kota Blitar yang berada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar berakhir pada 31 Oktober 2025.</p>
<p>Dalam hal ini, Dinas Pendidikan (Dindik) sudah memantau pekerjaan di lapangan dan sampai saat ini sudah hampir rampung dan mendekati 100 persen.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan pihaknya menemukan ada sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana. Seperti, beberapa bagian ocgar yang belum selesai proses pengecatan, sejumlah titik paving yang menimbulkan genangan saat turun hujan dan lainnya.</p>
<p>"Kami meminta kepada pelaksana untuk menindaklanjuti hal itu. Artinya masih ada waktu dua tahun, sebelum masa kontrak habis," kata dia, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Menurut Dindin sejumlah catatan yang menjadi temuannya ini harus segera diselesaikan atau harus tuntas sebelum masa kontrak berakhir.</p>
<p>Jika tidak, malam pihak pelaksana berpotensi mendapat perpanjangan waktu ataupun sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>"Intinya, sebelum masa kontrak berakhir harus sudah diselesaikan dan nanti bisa rampung 100 persen," ujarnya.</p>
<p>Perlu diketahui, pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Kota Blitar menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Ada beberapa pekerjaan yang dilakukan, seperti pemasangan paving di halaman, peninggian pagar, pembuatan selasar penghubung antar gedung, hingga pembenahan toilet siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Outbound Kebangsaan ala Situs Ndalem Pojok Kediri:  Menyalakan Nasionalisme pada Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/outbound-kebangsaan-ala-situs-ndalem-pojok-kediri-menyalakan-nasionalisme-pada-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/outbound-kebangsaan-ala-situs-ndalem-pojok-kediri-menyalakan-nasionalisme-pada-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Program ini lahir dari keprihatinan atas hasil survei Setara Institute yang mencatat 83,3 persen pelajar SMA menganggap Pancasila bukan ideologi final. Angka tersebut dinilai sebagai tanda darurat nasionalisme yang perlu segera direspons dengan cara kreatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69015dfded995.webp" length="47038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 09:08:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>outbond kebangsaan situs ndalem pojok kediri, outbond kebangsaan, situs ndalem pojok kediri, sumpah pemuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Di tengah keprihatinan menurunnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda, Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kediri, menghadirkan cara baru menanamkan nilai nasionalisme lewat Outbound Kebangsaan ala Situs Ndalem Pojok.</p>
<p>Program ini resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Selasa (28/10/2025), sebagai wujud nyata menjaga api nasionalisme yang mulai meredup.</p>
<p>“Anak muda sekarang butuh cara baru untuk mencintai bangsa. Di sini, kami memadukan nilai-nilai kebangsaan dengan kegiatan di alam terbuka agar mereka bisa merasakan persatuan, bukan sekadar menghafalnya,” ujar Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri.</p>
<p>Berbeda dengan kegiatan outbound pada umumnya, Outbound Kebangsaan ala Ndalem Pojok tidak hanya berisi permainan dan tantangan fisik. Setiap aktivitas dirancang mengandung pesan kebangsaan dari gotong royong, solidaritas, hingga semangat perjuangan Bung Karno yang menjadi jiwa dari tempat bersejarah ini.</p>
<p>Program ini lahir dari keprihatinan atas hasil survei Setara Institute yang mencatat 83,3 persen pelajar SMA menganggap Pancasila bukan ideologi final. Angka tersebut dinilai sebagai tanda darurat nasionalisme yang perlu segera direspons dengan cara kreatif.</p>
<p>“Kalau tidak ada langkah konkret, nasionalisme hanya akan jadi slogan. Outbound Kebangsaan ini menjadi laboratorium kecil untuk membentuk karakter bangsa,” tegas Hendra Wijanarko, Panitia Tasyakuran Hari Sumpah Pemuda Situs Persada Soekarno.</p>
<p>Situs Persada Soekarno, yang selama ini dikenal sebagai ruang perenungan nilai-nilai kebangsaan dan tempat kelahiran ide-ide besar Bung Karno, kini memperluas perannya menjadi pusat edukasi karakter bangsa yang membumi.</p>
<p>“Pendidikan kebangsaan harus disesuaikan dengan zaman. Bahasa dan metodenya harus relevan bagi generasi milenial, Z, dan Alfa,” tambah Wawan Sugiraharjo dari Bakesbangpol Kabupaten Kediri.</p>
<p>Sebagai penutup, acara Tasyakuran Hari Sumpah Pemuda di Situs Ndalem Pojok ditutup dengan Doa Lintas Agama dan Deklarasi “Kembali Menjadi Bangsa Indonesia” — meneguhkan kembali pesan Sumpah Pemuda 1928 agar terus hidup dalam diri generasi penerus bangsa.</p>
<p>“Walau hanya setetes air, kami ingin langkah kecil ini menjadi titik awal kebangkitan nasionalisme di kalangan muda,” pungkas Kus. (**)</p>
<p><strong>Editor :</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersama Komnas PA, SMPK Untung Suropati Sidoarjo Latih Siswa Miliki Jiwa Pemimpin Ramah Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersama-komnas-pa-smpk-untung-suropati-sidoarjo-latih-siswa-miliki-jiwa-pemimpin-ramah-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersama-komnas-pa-smpk-untung-suropati-sidoarjo-latih-siswa-miliki-jiwa-pemimpin-ramah-anak</guid>
<description><![CDATA[ LDKS di SMPK Untung Suropati tak sekadar membentuk pengurus OSIS, tetapi menanamkan kepemimpinan berempati agar sekolah tumbuh sebagai ruang belajar yang aman dan ramah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c689c34ab.webp" length="43196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:24:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>LDKS, SMPK Untung Suropati, Komnas PA Surabaya, Surabaya, Sidoarjo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus persaingan dan tekanan akademik, ada upaya kecil tapi bermakna yang sedang tumbuh di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Untung Suropati Sidoarjo yang saat ini tengah berupaya menyiapkan para siswa menjadi pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berjiwa ramah dan searas terhadap sesama khususnya kepada anak.</p>
<p></p>
<p>Upaya menanamkan kepemimpinan tersebut, tentunya tak hanya dilakukan SMPK Untung Suropati sendiri. Dengan menggandeng Integral Sarana Media Surabaya dan Komnas Perlindungan Anak (PA), SMPK Untung Suropati membekali para calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan empati.</p>
<p></p>
<p>Wakil Kepala SMPK Untung Suropati, Lusia Marian menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membentuk OSIS yang mampu menjadi pusat kegiatan siswa dengan Konsep diri, Kepemimpinan dan Organisasi. Sehingga mampu mengelola maupun manajemen waktu dengan baik supaya memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta bertanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Latihan dasar kepemimpinan ini kegiatan rutin diperuntukkan bagi calon pengurus OSIS, dan kemudian berkembang menjadi upaya membentuk organisasi siswa yang lebih baik dan terstruktur," jelas Lusia, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Ajang Peningkatan Disiplin Siswa </strong></p>
<p>LDKS ini, bagi Lusia juga dilaksanakan sebagai ajang untuk meningkatkan disiplin serta kepatuhan terhadap peraturan bagi para siswa, khususnya yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Dia berharap, para siswa dapat bekerja sama dengan baik serta memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih kuat.</p>
<p></p>
<p>"Peserta LDKS merupakan siswa kelas tujuh dan delapan yang telah lolos seleksi. Total ada 30 siswa yang terpilih sebagai pengurus OSIS tahun ini," ungkap Lusia.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini merupakan kali kedua pemilihan pengurus OSIS disertai dengan LDKS yang menghadirkan instruktur dari Komite Nasional Perlindungan Anak," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih menonjolkan kedisiplinan kaku, bagi Lusia, pelatihan ini menekankan kepemimpinan yang berangkat dari rasa hormat dan empati. </p>
<p></p>
<p>"Siswa diajak mengenali potensi diri, belajar mengelola konflik dengan bijak, dan mempraktikkan komunikasi yang inklusif," ujar Lusia.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan program ini, dinilai Lusia, bukan diukur dari seberapa baik OSIS menjalankan acara, melainkan dari perubahan kecil yang muncul. </p>
<p></p>
<p>Seperti siswa yang lebih peduli terhadap teman, lebih berani berbicara, dan lebih sadar akan perannya dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah anak.</p>
<p></p>
<p>“Kalau mereka bisa memimpin dengan empati, kami yakin sekolah ini akan tumbuh sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua,” tambah Lusia dengan senyum.</p>
<p></p>
<p><strong>Kepemimpinan yang Aman Bagi Anak </strong></p>
<p>Di sisi lain, hadir sebagai instruktur dalam sesi pendidikan kepemimpinan pada kegiatan tersebut, Ketua Komnas PA Suarabaya Syaiful Bachri mengatakan, melalui pelatihan kepemimpinan ini seharusnya dapat membuka ruang aman bagi anak untuk berpendapat dan berekspresi tanpa takut dihakimi.</p>
<p></p>
<p>“Pemimpin yang ramah anak adalah pemimpin yang bisa mendengar dan memahami teman sebayanya. Itu yang kami tanamkan di sini,” kata Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dia menjelaskan, dengan pendekatan yang mengombinasikan teori, refleksi diri, dan aktivitas interaktif dalam kegiatan ini para siswa diajak belajar menjadi pemimpin dengan hati, bukan dengan otoritas semata. </p>
<p></p>
<p>"Dari sesi public speaking hingga mini praktik kepemimpinan, setiap momen diarahkan agar siswa mampu mengasah kepekaan sosial sekaligus tanggung jawab," ungkap Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dari ruang kelas hingga halaman sekolah, benih-benih kepemimpinan searas itu mulai tumbuh. Di tangan mereka, masa depan pendidikan ramah anak bukan lagi sekadar wacana, tapi sedang nyata dibangun pelan-pelan, tapi pasti.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hangat dan Dekat, IGTKI Wonokromo Kemas Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Panggung Kreasi Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hangat-dan-dekat-igtki-wonokromo-kemas-peringatan-sumpah-pemuda-lewat-panggung-kreasi-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hangat-dan-dekat-igtki-wonokromo-kemas-peringatan-sumpah-pemuda-lewat-panggung-kreasi-anak</guid>
<description><![CDATA[ Menanamkan cinta tanah air sejak dini, para guru dan orang tua mengajak anak-anak Merayakan Sumpah Pemuda lewat cerita, permainan, dan keberanian tampil di ruang publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c6a3ef567.webp" length="65904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:03:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, IGTKI, IGTKI Wonokromo, Hari Sumpah Pemuda, Sumpah Pemuda, Surabaya Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perayaan Hari Sumpah Pemuda hari ini seringkali berhenti pada bentuk formalitas, seperti sekadar upacara, menggunakan twibon di media sosial, atau membuat poster-poster bertema perjuangan pemuda.</p>
<p></p>
<p>Nilai-nilai seperti nasionalisme, keberanian, dan rasa memiliki terhadap bangsa perlahan terasa memudar, terutama di kalangan generasi paling muda. Padahal, menanamkan kecintaan pada tanah air idealnya dimulai sejak dini, melalui bahasa dan kegiatan yang dekat dengan dunia anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Dalam semangat itulah para pendidik dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Wonokromo berkolaborasi dengan Royal Plaza Surabaya menghadirkan acara “Kumpul Bocah”, Selasa (28/10/2025). </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 100 anak dari 10 lembaga TK tampil bergantian, mulai dari bercerita, menyanyi, hingga unjuk kreativitas lain yang dikaitkan dengan tema perjuangan pemuda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c69942024.webp" alt=""></p>
<p><strong>Mengenalkan Sejarah Lewat Bahasa Anak</strong></p>
<p>Ketua IGTKI Kecamatan Wonokromo, Elmin Krisnawati, menjelaskan bahwa acara ini sengaja diadakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda untuk membangkitkan pemahaman sejarah sejak kecil.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak mulai sejak dini bisa mengenal Sumpah Pemuda dan perjuangan para pahlawan," ujarnya, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Elmin menyebutkan bahwa sebenarnya peserta bisa lebih banyak, karena lembaga pendidikan yang tergabung dalam IGTKI Kecamatan Wonokromo berjumlah 35 lembaga, namun karena acaranya mendadak, jadi banyak yang berhalangan untuk ikut berpartisipasi.</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya pesertanya 130, tapi karena waktunya mepet jadi hanya 100 dari 10 lembaga. Alhamdulillah tetap bisa terlaksana," tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c7a29d0a1.webp" alt=""></p>
<p>Guru-guru dari setiap lembaga juga turut mendampingi anak-anak selama tampil, sekaligus menyampaikan cerita sederhana tentang makna Sumpah Pemuda sesuai usia mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Wadah Tumbuhnya Kepercayaan Diri Anak</strong></p>
<p>Tidak hanya para guru yang merasakan manfaat acara ini. Para orang tua pun melihat sisi pentingnya bagi perkembangan mental anak. Salah satunya Erky, wali murid siswa dari TK Al-Uswah 2, merasa bangga melihat anaknya tampil di panggung umum.</p>
<p></p>
<p>"Acara seperti ini itu melatih keberanian. Anak jadi lebih percaya diri tampil di lingkungan yang lebih luas," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan berkala. Baginya, kegiatan kumpul bersama antar sekolah tidak hanya bisa menambah teman tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar.</p>
<p></p>
<p>"Kalau bisa satu semester sekali ya. Selain tampil, anak-anak juga bisa saling mengenal dan belajar dari sekolah lain," tukasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghidupkan Kembali Makna Sumpah Pemuda</strong></p>
<p>Sementara itu dari pihak pendidik, Lia, selaku guru di TK Hasanah Jambangan, menyoroti bahwa makna Sumpah Pemuda kini sering hanya dipahami di permukaan.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang banyak yang memperingati hanya lewat postingan. Tapi tidak memahami sejarah dan perjuangannya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, kegiatan yang dirancang sesuai bahasa anak seperti ini jauh lebih bermakna dan membekas. Karenanya Lia berharap bahwa kegiatan seperti itu tidak berhenti hari ini saja tetapi juga rutin digelar tiap tahunnya.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak tampil hari ini sebagai bentuk bahwa mereka masih memegang budaya Indonesia. Itu penting sekali," tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c7aa6d0e8.webp" alt=""></p>
<p><strong>Membela Anak Sama dengan Membela Negara</strong></p>
<p>Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Surabaya, Syaiful Bachri, yang turut hadir untuk memberikan dukungan dalam acara, menilai acara yang digelar oleh IGTKI Kecamatan Wonokromo mengandung nilai fundamental bagi perkembangan anak.</p>
<p></p>
<p>"Menanamkan rasa bela negara memang dimulai dari sejak kecil,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti itu sekaligus memenuhi hak dasar anak untuk bermain dan mengekspresikan diri.</p>
<p></p>
<p>“Membela anak adalah membela negara. Menjaga anak adalah menjaga negara," pungkas Ketua Komnas PA Surabaya yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan Kumpul Bocah bukan sekadar seremonial peringatan Sumpah Pemuda. Ia adalah usaha sederhana namun bermakna, yakni menanamkan rasa cinta tanah air melalui cerita, permainan, keberanian tampil, serta kebersamaan di ruang publik.</p>
<p></p>
<p>Dari panggung kecil di sebuah pusat perbelanjaan, nilai besar tentang bangsa sedang ditanam secara perlahan, lembut, dan disesuaikan dengan cara anak-anak memahami dunia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Blitar Siapkan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu, Asal Penuhi Syarat Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-siapkan-beasiswa-bagi-mahasiswa-kurang-mampu-asal-penuhi-syarat-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-siapkan-beasiswa-bagi-mahasiswa-kurang-mampu-asal-penuhi-syarat-ini</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dengan kondisi kurang mampu. Beasiswa ini diberikan kepada penerima yang bisa memenuhi syarat yang telah ditentukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900bc0b30821.webp" length="36046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 19:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, Bantuan, Beasiswa, Mahasiswa, Kurang Mampu, Asal, Penuhi, Syarat.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) kembali menyiapkan bantuan berupa beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang ada di wilayahnya.</p>
<p>Penerima bantuan beasiswa ini diwajibkan bisa memenuhi syarat yang telah ditentukan. Meliputi, berasal dari keluarga kurang mampu, belum menikah atau berumah tangga, tidak memiliki pekerjaan tetap, kecuali sudah bekerja dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.</p>
<p>"Bantuan berupa beasiswa ini diberikan kepada mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi berasal dari keluarga kurang mampu, belum menikah dan tidak bekerja tetap," terang Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar M. Aminurcholis saat ditemui, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Dalam pemilihan mahasiswa yang bisa mendapat bantuan ini akan melalui proses seleksi secara bertahap. Termasuk dilakukan verifikasi lapangan guna memastikan keabsahan data calon peserta penerima bantuan.</p>
<p>Saat ditanya, jumlah besaran dan kuota penerima bantuan berupa beasiswa bagi mahasiswa ini, M. Aminurcholis mengaku akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran di Pemkot Blitar.</p>
<p>Dia menargetkan program ininhisa dilaksanakan pada Desember 2025 atau setelah pembahasan Peraturan Wali Kota (Perwali) rampung dibahas.</p>
<p>"Kami target di bulan Desember 2025, nantinya akan dibahas dalam Perwali dan disesuaikan dengan kelengkapan lainnya," ucapnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, pada tahun sebelumnya ada 60 mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dengan nominal uang yang diberikan sebesar Rp12 juta per semester. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mantap! Guru Besar UIN Malang Jadi Reviewer Program Doktor Dirasat Islamiyah UIN Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mantap-guru-besar-uin-malang-jadi-reviewer-program-doktor-dirasat-islamiyah-uin-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mantap-guru-besar-uin-malang-jadi-reviewer-program-doktor-dirasat-islamiyah-uin-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kegiatan Konsinyering Penyusunan Borang Program Studi Baru tersebut, ia didampingi narasumber lain, yaitu Prof. Dr. Muslimin H. Kara, M.A. dari UIN Alauddin Makassar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935d78e41459.webp" length="29682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 18:39:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Dosen sekaligus Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A., menjadi salah satu narasumber dalam Bedah Proposal Pendirian Program Studi Doktor Dirasat Islamiyah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  Kamis ( 23 /10/ 2025).</p>
<p>Pemilihan Prof. Sudirman bukan tanpa alasan. Dengan rekam jejaknya dalam dunia penjaminan mutu akademik telah melanglang buana hingga tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Bahkan sejak 2019, ia telah dikukuhkan sebagai asesor BAN-PT, lolos seleksi sebagai asesor eksternal penjaminan mutu Universiti Malaya, Malaysia, serta berhasil melewati tes Asesor Jabatan Akademik Dosen Jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar Kementerian Agama RI tahun 2025.</p>
<p>Karena prestasinya itulah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempercayakan Prof. Dirman sebagai reviewer utama dalam penyusunan proposal program doktor yang fokus pada studi Islam di Fakultas Dirasat Islamiyah.</p>
<p>Dalam kegiatan Konsinyering Penyusunan Borang Program Studi Baru tersebut, ia didampingi narasumber lain, yaitu Prof. Dr. Muslimin H. Kara, M.A. dari UIN Alauddin Makassar.</p>
<p>Keduanya saling melengkapi dalam memberikan masukan strategis dari sudut pandang yang berbeda.</p>
<p>Prof. Sudirman memberikan arahan mendalam terkait struktur kurikulum dan unit pengelola program studi, sementara Prof. Muslimin menitikberatkan analisis pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM).</p>
<p>Kombinasi keduanya diharapkan menghasilkan proposal yang siap memenuhi seluruh syarat pembukaan program doktor baru sesuai regulasi yang berlaku.</p>
<p>Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Dr. Yuli Yasin, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas kontribusi kedua guru besar tersebut.</p>
<p>“Harapan kami pada tahun 2026, program doktor ini sudah bisa resmi dibuka dan menerima mahasiswa baru, terutama dari negara-negara Timur Tengah,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, ratusan mahasiswa asing telah menempuh pendidikan magister di fakultas tersebut dan mendesak pentingnya kelanjutan studi doktoral sejenis agar kesinambungan keilmuan tetap terjaga.</p>
<p>Kontribusi UIN Malang melalui kehadiran Prof. Sudirman dinilai sebagai wujud nyata kolaborasi antar-PTKIN dalam membangun ekosistem akademik unggul.</p>
<p>Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., turut mendukung hal tersebut.</p>
<p>“Ini adalah kebanggaan kami sebagai dekan, karena salah satu dosen Fakultas Syariah mendapatkan pengakuan dari PTKIN lain dalam bidang akademik,” tuturnya,Senin (27/10/2025 ).</p>
<p>Ia menegaskan, keterlibatan dosen dalam forum nasional seperti ini merupakan bagian dari strategi mempertegas eksistensi Fakultas Syariah di tingkat nasional.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Malang Apresiasi Tradisi 99 Tumpeng FKDT di Hari Santri Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-tradisi-99-tumpeng-fkdt-di-hari-santri-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-malang-apresiasi-tradisi-99-tumpeng-fkdt-di-hari-santri-nasional</guid>
<description><![CDATA[ FKDT dorong peningkatan kualitas madrasah diniyah dan kesejahteraan guru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe34bb78a2e.webp" length="30156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 22:34:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hari Santri Nasional, FKDT Kabupaten Malang, Ditjen Pesantren, Lathifah Shohib, Santri Malang, Pendidikan Diniyah, Pemerintah Kabupaten Malang, Al Ma’arif Singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, SJP – Dalam suasana penuh kekhidmatan, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib mengapresiasi pelaksanaan tradisi 99 tumpeng yang digelar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Acara yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2015 itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang kali agenda berada di Aula Yayasan Al Ma'arif Singosari Malang.</p>
<p>“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Hari Santri adalah momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri yang telah berkontribusi nyata bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” tutur Wabup Lathifah</p>
<p>Lathifah juga menegaskan bahwa santri memiliki peran penting sebagai penjaga moral dan nilai kebangsaan. Ia berharap FKDT dapat terus solid dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Lathifah menyampaikan bahwa Pemkab Malang setiap tahun menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk setiap pondok pesantren sebagai bentuk dukungan penguatan lembaga keagamaan. Ia berharap dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), nilai bantuan tersebut dapat bertambah.</p>
<p>“Semoga PAD Kabupaten Malang terus meningkat agar dukungan untuk pesantren juga semakin besar. Selain dari APBD, kami juga terus memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat, baik fisik maupun nonfisik,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi, menyebut hingga kini terdapat 1.316 lembaga madrasah diniyah di bawah naungan FKDT yang tersebar di 33 kecamatan. Namun, masih ada sejumlah lembaga yang belum terdata sepenuhnya.</p>
<p>“Fokus kami ada pada madrasah diniyah di luar pesantren, agar semua bisa terwadahi dalam FKDT. Kami juga menjalin kemitraan dengan Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat pendidikan agama dan karakter,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, FKDT mendapat dana sharing sebesar Rp15 miliar dari Pemkab Malang yang disalurkan ke lembaga madrasah diniyah dengan nominal antara Rp4,5 juta hingga Rp6,3 juta per lembaga, disesuaikan dengan tingkatan ula dan wustha.</p>
<p>“Nilainya memang belum besar, tapi sangat membantu. Kami berharap ke depan bukan hanya kesejahteraan guru yang ditingkatkan, tapi juga pembangunan sarana dan prasarana madrasah,” ungkapnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, UNDIKA Kembali Gelar Paskibra Festival 3.0</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kobarkan-semangat-sumpah-pemuda-undika-kembali-gelar-paskibra-festival-30</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kobarkan-semangat-sumpah-pemuda-undika-kembali-gelar-paskibra-festival-30</guid>
<description><![CDATA[ Semangat Sumpah Pemuda bergema di Paskibra Festival 3.0 Universitas Dinamika, ketika ratusan pelajar Jawa Timur tegap berbaris, berkarya, dan berikrar muda untuk bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe085362511.webp" length="29670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 22:13:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Stikom Surabaya, Paskibra Festival 3.0, Emil Dardak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Barisan tegap dan langkah serempak para anggota Paskibra memenuhi Arena Prestasi lantai 9 Gedung Biru Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, Minggu (26/10/2025). </p>
<p>Dalam momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kampus yang dahulu dikenal sebagai STIKOM Surabaya itu menjadi saksi semangat juang generasi muda yang memadukan disiplin, nasionalisme, dan kreativitas dalam ajang Paskibra Festival 3.0 bertajuk “Muda Berkarya untuk Bangsa.”</p>
<p>Kegiatan yang digelar oleh UKM Paskibra Universitas Dinamika ini diikuti oleh 51 tim dari berbagai kota di Jawa Timur, terdiri atas 24 tim tingkat SMP/MTs dan 27 tim tingkat SMA/SMK/MA. </p>
<p>Mereka bersaing dalam kategori PBB Perpang (Peraturan Panglima TNI) dan Kreasi Variasi untuk memperebutkan sejumlah piala bergilir dari berbagai lembaga, termasuk Kemenpora, Gubernur Jawa Timur, Danpasmar 2, Kapolrestabes Surabaya, dan Dandim 0831 Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fe085b802d9.webp" alt=""></p>
<p>Rektor Universitas Dinamika, Prof. Budi Jatmiko, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara ini yang bertepatan dengan semangat Sumpah Pemuda. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa Paskibra Festival bukan sekadar ajang lomba baris-berbaris, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter bangsa.</p>
<p>"Tema Muda Berkarya untuk Bangsa bukan sekadar rangkaian kata, tapi panggilan jiwa bagi setiap pemuda untuk mengukir prestasi dan berkontribusi nyata bagi negeri," ujarnya, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Budi juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk nyata komitmen Universitas Dinamika dalam mendukung pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermental baja dan siap memimpin masa depan.</p>
<p>"Keteraturan barisan kalian hari ini mencerminkan keteraturan masa depan bangsa yang ada di tangan kalian," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir membuka acara, memberikan apresiasi atas inisiatif Universitas Dinamika yang menggelar festival semacam ini. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fe0860cd70c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menyebut bahwa kegiatan seperti Paskibra Festival sangat penting untuk menumbuhkan jiwa patriotisme sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman modern.</p>
<p>"Berani ikut paskibra itu sudah hebat, tapi berani ikut festival seperti ini jauh lebih hebat lagi. Karena ini melatih keberanian, kreativitas, dan jiwa patriot yang sesungguhnya," kata Emil.</p>
<p>Emil juga mengingatkan bahwa di era digital dan maraknya kecerdasan buatan (AI), anak muda harus tetap berakar pada interaksi sosial dan dunia nyata agar tidak kehilangan kemanusiaannya.</p>
<p>"Kalau anak muda kita hanya sibuk di depan layar, maka akan hilang modal kemanusiaannya. AI bisa kuasai dunia maya, tapi dunia nyata harus dikuasai manusia," tegasnya.</p>
<p>"Ini adalah bukti generasi muda yang tidak mager dan insyaallah siap menjadi pemimpin, sukses teman-teman Paskibra," imbuhnya.</p>
<p>Dalam sambutannya yang bernuansa reflektif, Emil juga mengaitkan semangat Sumpah Pemuda 1928 dengan tantangan generasi masa kini. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia terbentuk bukan karena kesamaan ras atau wilayah, melainkan karena tekad yang sama untuk bersatu dan memperjuangkan keadilan.</p>
<p>"Yang menyamakan kita bukan kesamaan kulit atau asal, tapi semangat bahwa kita bertumpah darah satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu, bangsa Indonesia," tutur Emil.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas lain seperti food bazar, expo kampus, serta music &amp; entertainment, yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga menjadi ruang pertemuan antarpelajar dan ajang promosi semangat kebangsaan di kalangan muda.</p>
<p>Salah satu tim yang ikut berkompetisi, yakni tim dari SMAN 6 Surabaya mengaku bangga dapat ikut serta dan tampil di hadapan juri dan penonton.</p>
<p>"Tanggapannya seru banget dan nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Latihan cuma dua minggu, tapi kita berusaha menampilkan yang terbaik," ujar salah satu anggota tim.</p>
<p>Dengan penuh semangat, seluruh peserta menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kebersamaan bukan hanya soal barisan yang rapi, tetapi juga tentang jiwa yang teguh dan tekad untuk terus berkarya bagi Indonesia.</p>
<p>Melalui Paskibra Festival 3.0, Universitas Dinamika dan para pemuda Jawa Timur menegaskan kembali semangat Sumpah Pemuda, yakni bersatu, berjuang, dan berkarya untuk bangsa. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Alam: Pengalaman Multisensori Murid Inklusi SD Cikal di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-alam-pengalaman-multisensori-murid-inklusi-sd-cikal-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-alam-pengalaman-multisensori-murid-inklusi-sd-cikal-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Belajar multisensori di alam terbuka, sepuluh siswa inklusi SD Cikal Surabaya merasakan pengalaman unik mengelola sampah dan berinteraksi langsung dengan ekosistem Kampung Oase Ondomohen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9e299ddb7.webp" length="55484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 20:22:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Kampoeng Oase, Inklusi, Multisensori, SD Cikal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah suasana teduh dan rindang di KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, tawa riang terdengar dari sekelompok anak inklusi SD Cikal Surabaya. Mereka berlarian kecil di antara kolam ikan, menatap sayur-sayuran yang tumbuh dengan metode urban farming, dan sesekali menutup hidung saat mencium aroma khas area pengolahan sampah organik.</p>
<p>Semua itu menjadi bagian dari pengalaman belajar multisensori, sebuah metode belajar dengan memanfaatkan seluruh pancaindra yang menjadi salah satu pendekatan paling efektif untuk perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus.</p>
<p>Kegiatan itu merupakan bagian dari Field Trip (karyawisata) murid kelas 3, 4, dan 5 Pendidikan Inklusi TK-SD Cikal Surabaya. Dengan lima guru pendamping, sepuluh siswa inklusi mengikuti sesi belajar langsung tentang pengelolaan sampah dan lingkungan di KBA Kampoeng Oase Ondomohen.<strong></strong></p>
<p>Sejak pagi, anak-anak diajak menjelajahi berbagai area edukatif di kampung eduwisata yang terletak di jantung Kota Surabaya itu. Mereka mengenal berbagai jenis tanaman, memberi makan ikan, hingga menyaksikan budidaya kepiting dan lobster. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e2eec099.webp" alt=""></p>
<p>Bagi anak inklusi, pengalaman tersebut tidak sekadar belajar tentang ekosistem, tetapi juga melatih motorik, keberanian, dan interaksi sosial. Sirakh Dini Lestari, salah satu guru pendamping dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan karyawisata itu sejalan dengan misi Cikal untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>"Anak-anak belajar langsung tentang bagaimana memilah sampah dan daur ulang. Kegiatan ini selaras dengan misi sekolah Cikal, yaitu harus berdampak ke lingkungan," ujar Dini, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Meski ini bukan pertama kalinya SD Cikal mengunjungi KBA Kampoeng Oase Ondomohen, namun yang berbeda saat ini adalah seluruh peserta merupakan murid inklusi dari tiga jenjang berbeda. Para murid juga dibekali dengan modul untuk dikerjakan selama kegiatan.</p>
<p>"Jadi selain berkeliling, mereka juga akan mengisi modul. Namun modulnya disesuaikan dengan anak inklusi, jadi didalamnya yang mereka tulis seperti emosi mereka selama berkegiatan, atau mencatat apa saja yang mereka lihat dan lakukan," tutur Dini.</p>
<p>Meski kegiatan berjalan dengan penuh canda dan tawa, Dini mengungkapkan bahwa tantangan itu tetap ada. Beberapa siswa inklusi sangat sensitif terhadap bau dari area pengolahan magot. Namun, hal itu tidak mengurangi antusiasme mereka untuk belajar.</p>
<p>"Memang ada anak yang mengeluh karena sensitif terhadap bau. Tapi secara umum mereka antusias. Tempat ini sangat edukatif dan visual, jadi anak-anak cepat paham," imbuhnya.</p>
<p>Bukan hanya bagi peserta, kegiatan itu juga menjadi pengalaman baru bagi warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen sendiri. Ketua RT 8 RW 7 Ondomohen Magersari, Endang Sri Wulansari, mengatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka menerima kunjungan dari anak-anak inklusi.</p>
<p>"Ini pengalaman khusus bagi kami, karena baru pertama kali kedatangan siswa inklusi. Jadi cara penyampaian materinya kami buat lebih pelan dan hati-hati," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e2629dc2.webp" alt=""></p>
<p>Endang menceritakan, selain melihat-lihat, banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak. Salah satu kegiatan adalah belajar membuat pot dari botol plastik. </p>
<p>Namun karena alasan keamanan, mereka tidak diperbolehkan menggunakan gunting. Sebagai gantinya, para peserta diajak untuk mewarnai pot dengan cat warna-warni.</p>
<p>"Kami tidak izinkan mereka pegang gunting karena itu benda tajam, tadi juga sudah koordinasi dengan para guru pendamping. Jadi cukup mewarnai pot. Tapi mereka senang sekali," tutur Endang.</p>
<p>Selain melihat sayur, ada juga sesi mengenal hewan seperti ikan, lobster dan kepiting yang sengaja dibudidayakan di KBA Kampoeng Oase Ondomohen. Meski tidak semua anak berani memegangnya, namun beberapa menunjukkan keberanian yang luar biasa.</p>
<p>"Ada yang takut, tapi ada juga yang berani memegang lobster. Jadi kita sesuaikan kegiatannya agar mereka tetap nyaman," tambahnya.</p>
<p>Endang mengungkapkan bahwa beberapa anak yang terganggu dengan bau itu terjadi saat melihat budidaya maggot. Bahkan beberapa anak sempat ketakutan saat melihat lalat di area itu. Namun setelah dijelaskan bahwa itu bagian dari kehidupan di alam terbuka, mereka mulai memahami.</p>
<p>"Kami jelaskan bahwa di luar ruangan itu pasti ada lalat atau serangga. Kita hidup berdampingan dengan alam," ucap Endang, mengulangi perkataannya kepada para peserta.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, warga KBA Kampung Oase Ondomohen juga memberikan oleh-oleh buatan tangan sendiri kepada anak-anak mulai dari kotak pensil hingga tas mini dengan karakter warna cerah.</p>
<p>"Semua oleh-oleh itu buatan warga. Kami ingin mereka pulang dengan kenangan positif," katanya.</p>
<p><strong>Menjadi Laboratorium Hidup</strong></p>
<p>Local Champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi yang bermakna antara sekolah dan masyarakat. Ia menyambut positif pendekatan inklusif yang dibawa oleh SD Cikal.</p>
<p>"Walaupun pesertanya sedikit, ini spesial karena semuanya anak inklusi. Kami menyiapkan treatment khusus agar mereka bisa menikmati belajar di alam terbuka," ujarnya.</p>
<p>Adi menjelaskan, lingkungan belajar seperti itu sangat efektif untuk memberi pengalaman multisensori, anak dapat belajar dengan melihat, mendengar, menyentuh, dan merasakan secara langsung.</p>
<p>"Memberi makan ikan saja bisa jadi interaksi menarik bagi mereka. Itu melatih kepekaan dan adaptasi terhadap lingkungan sekitar," katanya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kegiatan semacam itu bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi warga kampung yang ikut berperan aktif menciptakan suasana belajar yang ramah dan inklusif.</p>
<p>"Anak-anak belajar beradaptasi dengan lingkungan kampung, belajar bahwa hidup berdampingan dengan masyarakat itu penting," tambahnya.</p>
<p>Adi menyebut, KBA Kampoeng Oase Ondomohen kini tengah dikembangkan sebagai laboratorium hidup, tempat belajar terbuka untuk berbagai kelompok dan lembaga pendidikan. </p>
<p>"Lokasi ini akan jadi laboratorium hidup. Di sini semua bisa belajar dan berinovasi, entah itu tentang sampah, lingkungan, atau nilai-nilai kebersamaan," tutupnya.</p>
<p>Kegiatan field trip ini tidak hanya menjadi ajang bermain dan belajar, tetapi juga memperkuat nilai empati, kemandirian, dan keberanian bagi siswa inklusi.</p>
<p>Kegiatan itu juga didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group , PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur , Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Kota Pendidikan Inklusif, UIN Malang dan Pemkot Malang Perkuat Kolaborasi Stratepemeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-kota-pendidikan-inklusif-uin-malang-dan-pemkot-malang-perkuat-kolaborasi-stratepemeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-kota-pendidikan-inklusif-uin-malang-dan-pemkot-malang-perkuat-kolaborasi-stratepemeri</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu bentuk nyata sinergi ini terlihat melalui pengembangan Kampung Lintas Kampus, yang bertujuan menjadikan masyarakat sebagai laboratorium sosial berbasis riset, edukasi, dan pemberdayaan umat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935d53d2153d.webp" length="47098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 19:29:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang siap bersinergi strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.</p>
<p>Kerja sama ini difokuskan pada penguatan riset, pengabdian masyarakat, pengembangan infrastruktur publik, hingga pemberdayaan generasi muda, demi mempercepat terwujudnya Kota Malang sebagai Kota Pendidikan unggulan, Sabtu ( 25/10/2025 ).</p>
<p>Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfil Nur Diana menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang besar dalam perkembangan kota.</p>
<p>“UIN Maliki Malang bukan hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat. Melalui sinergi dengan Pemkot Malang, kami ingin menjembatani ilmu, iman, dan amal dalam wujud nyata pembangunan kota,” ungkapnya.</p>
<p>Semnetara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik penguatan hubungan strategis ini. Menurutnya, UIN Malang adalah salah satu kekuatan akademik sekaligus spiritual yang mampu memperkaya arah kebijakan pembangunan daerah.</p>
<p>“Kami membutuhkan keterlibatan kampus dalam merancang solusi sosial yang ilmiah dan humanis. UIN Maliki Malang memiliki kapasitas keilmuan dan karakter religius yang sejalan dengan visi Kota Malang yang berdaya saing sekaligus berakhlak,” tegas Wahyu.</p>
<p>Salah satu bentuk nyata sinergi ini terlihat melalui pengembangan Kampung Lintas Kampus, yang bertujuan menjadikan masyarakat sebagai laboratorium sosial berbasis riset, edukasi, dan pemberdayaan umat.</p>
<p>Di sektor infrastruktur, Pemkot Malang mendukung pembangunan halte UIN dalam jaringan Trans Jatim, sehingga akses transportasi mahasiswa dan warga sekitar semakin mudah dan terintegrasi.</p>
<p>Selain itu, kolaborasi diperluas ke bidang riset dan inovasi sosial untuk menjawab beragam isu urban, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif masyarakat, moderasi beragama, hingga penguatan ekosistem sosial yang religius.</p>
<p>Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan generasi muda, kedua lembaga juga menggagas program beasiswa bagi warga Kota Malang yang berprestasi namun terkendala secara ekonomi.</p>
<p>Program ini dirancang untuk memastikan tidak ada potensi anak muda yang terhambat karena faktor finansial.</p>
<p>Kolaborasi strategis ini menegaskan bahwa UIN Maliki Malang dan Pemkot Malang memiliki komitmen yang sama, menjadikan pendidikan dan riset sebagai mesin penggerak pembangunan kota yang modern, humanis, dan spiritual.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atap Gedung SMKN 1 Tapen Bondowoso yang Ambruk Ternyata Masih Berusia 3 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atap-gedung-smkn-1-tapen-bondowoso-yang-ambruk-ternyata-masih-berusia-3-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atap-gedung-smkn-1-tapen-bondowoso-yang-ambruk-ternyata-masih-berusia-3-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Atap ruang kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso ambruk meski baru berusia tiga tahun. Pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke ruang darurat sambil menunggu tindak lanjut dan bantuan perbaikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9e073e30b8.webp" length="58480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:02:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ambruknya atap ruang kelas X Kimia Tekstil SMKN 1 Tapen Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (21/10/2025) lalu, masih mengungkap misteri, apakah benar karena faktor bencana (force majure) atau kontruksi banguan yang lemah.</p>
<p>Seperti dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dugaan awal kejadian tersebut merupakan dampak dari angin kencang, sehingga atap ruang kelas mengalami rusak ringan.</p>
<p>Anehnya, bangunan tersebut ternyata masih berusia 3 tahun dengan kontruksi atap menggunakan baja ringan. Begitu juga plafon yang ambruk juga mengunakan kontruksi baja ringan.</p>
<p>Usia bangunan tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa TImur wilayah Bondowoso dan Situbondo, Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>“Mungkin lebih jelasnya langsung KS (Kepala Sekolah) mas, infonya bangunan tahun 2022,” katanya melalui pesan WhatsApp.</p>
<p>Pasca kejadian, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>“Cabang Dinas sifatnya melaporkan kejadian ke Dinas Pendidikan Provinsi Bidang SMK, untuk tindak lanjut menunggu arahan dan petunjuk dari provinsi,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bondowoso dan Situbondo, Sutenang Effendi memilih bungkan dan enggan memberikan komentar. </p>
<p>Bahkan, upaya konfirmasi melalui WhatsApp dari media ini, sejak Rabu tanggal 22 Oktober 2025 belum juga dibalas.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, menyampaikan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan BPBD Bondowoso dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan pasca kejadian.</p>
<p>“Untuk sementara, kegiatan belajar kami pindahkan ke musala dan beberapa ruang yang masih bisa dipakai, supaya anak-anak tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Mashudi, Kamis (23/10/2025) kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Mashudi berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur dapat segera memberikan bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar proses belajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman.</p>
<p>“Kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi bisa segera turun, supaya anak-anak bisa belajar di kelas lagi dengan aman dan tenang,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan Mas Rio Kepada Kepala Sekolah di Situbondo: Bantuan Jangan Jadi Bancakan, Akan Saya Laporkan!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-mas-rio-kepada-kepala-sekolah-di-situbondo-bantuan-jangan-jadi-bancakan-akan-saya-laporkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-mas-rio-kepada-kepala-sekolah-di-situbondo-bantuan-jangan-jadi-bancakan-akan-saya-laporkan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Situbondo Yusuf Rio menegaskan komitmennya membenahi dunia pendidikan dengan transparansi dan integritas, usai memperoleh bantuan Rp54 miliar dari Kemendikbudristek untuk rehabilitasi 89 sekolah. Ia memperingatkan agar dana tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb613f848e3.webp" length="48510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 18:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP -</strong> Puluhan Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun swasta berkumpul di Pendopo Rakyat Situbondo untuk menghadiri sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan keseriusannya dalam meningkatkan dunia pendidikan di Situbondo. Keseriusannya itu dibuktikan dalam memperjuangkan berbagai program, baik provinsi maupun pusat untuk pembangunan infrastruktur sekolah.</p>
<p>Berkat keseriusan Bupati Situbondo, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI telah menggelontorkan anggaran senilai Rp54 milliar untuk program rehabilitasi bangunan sekolah di Kabupaten Situbondo.</p>
<p>Oleh sebab itu, Bupati Situbondo yang karib disapa Mas Rio ini menegaskan agar anggaran yang diterima sekolah dipergunakan sebagaimana mestinya, jangan sampai dipergunakan untuk mencari kepentingan pribadi.</p>
<p>"Jangan sampai bantuan ini menjadi bancakan. Kalau sampai terjadi, saya sendiri yang akan melaporkan, Begitu juga jika ada gangguan dari luar, laporkan ke saya langsung," tegasnya.</p>
<p>Bupati juga menyinggung, tentang adanya oknum yang sengaja membayar untuk menjadi kepala sekolah, padahal pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan, bahwa dalam kepemimpinannya harus bersih, tidak ada jual beli jabatan.</p>
<p>"Saya ingin Situbondo itu lebih bagus lebih baik, tapi kalau ada kepala sekolah bahkan saya tahu lho, untuk jadi kepala sekolah harus bayar, ya mudah-mudahan enggak berkah semuanya, sekarang mana ada yang bayar, ini ada mutasi pejabat enggak ada satupun yang bayar, saya larang semuanya," tegas bupati.</p>
<p>Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Sopan Efendi, mengungkapkan, Kabupaten Situbondo telah mendapatkan bantuan, untuk tahun ini ada setidaknya 89 lembaga pendidikan yang menerima bantuan rehabilitasi bangunan sekolah. </p>
<p>“Terdiri dari 71 Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta, serta 18 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat memajukan dunia pendidikan di Situbondo,” ucapnya. <strong>(Geng)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMKN 1 Tapen Bondowoso Satu&amp;satunya SMK se&amp;Indonesia Lolos Final OPSI 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smkn-1-tapen-bondowoso-satu-satunya-smk-se-indonesia-lolos-final-opsi-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smkn-1-tapen-bondowoso-satu-satunya-smk-se-indonesia-lolos-final-opsi-2025</guid>
<description><![CDATA[ SMKN 1 Tapen Bondowoso lolos ke final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Menjadi satu-satunya SMK dari Jawa Timur dan se-Indonesia, tim siswa siap mempresentasikan hasil penelitian di Universitas Surabaya pada 10–16 November 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68faef94dff28.webp" length="30444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 08:33:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, teknologi, cerdas, internet, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="183" data-end="498"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dunia pendidikan Bondowoso kembali menorehkan prestasi membanggakan. Satu tim dari SMKN 1 Tapen berhasil lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2025 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p data-start="500" data-end="920">Capaian ini terungkap melalui surat pengumuman resmi Nomor 1115/J3/PN.00/2025 tertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut disebutkan, sebanyak 7.968 tim dari seluruh Indonesia mengikuti ajang OPSI 2025 yang terbagi dalam enam kategori jenjang SMP dan SMA/SMK.</p>
<p data-start="500" data-end="920">Setelah melalui proses penilaian laporan penelitian pada 15–18 Oktober 2025, hanya 150 tim yang dinyatakan lolos ke tahap final nasional.</p>
<p data-start="922" data-end="1164">Untuk jenjang SMA/SMK bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT), terdapat 28 tim yang terpilih, dan SMKN 1 Tapen menjadi satu-satunya sekolah kejuruan dari Jawa Timur bahkan se-Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar finalis.</p>
<p data-start="1166" data-end="1267">Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ini adalah pencapaian prestisius bagi sekolah yang dipimpinnya, bisa menjadi SMK yang mewakili Jawa TImur dan Indonesia di final OPSI 2025.</p>
<p data-start="1166" data-end="1267">“Alhamdulillah, SMKN 1 Tapen Bondowoso masuk 28 besar dari 1.992 tim yang mengirim karya. Kami satu-satunya SMK se-Jawa Timur dan se-Indonesia yang lolos OPSI. Mohon doa dan dukungan agar langkah selanjutnya, presentasi di Universitas Surabaya, berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).</p>
<p data-start="1565" data-end="1766">Tahap final OPSI 2025 akan diselenggarakan di Universitas Surabaya (Ubaya) pada 10–16 November 2025. Para finalis akan mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan juri nasional.</p>
<p data-start="1565" data-end="1766">"Tim NIXWALL berhasil menembus final dengan judul penelitian, 'Rancang Bangun Sistem AC Otomatis dengan Metode Pengenalan Objek dan Monitoring Suhu'," ungkap Mashudi</p>
<p data-start="2098" data-end="2363">Keberhasilan SMKN 1 Tapen ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah kejuruan lainnya untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang ilmu terapan.</p>
<p data-start="2098" data-end="2363">"Ini sekaligus menegaskan bahwa siswa SMK juga mampu bersaing di level nasional dalam bidang penelitian ilmiah," tegasnya.</p>
<p class="ai-optimize-8">Sebelumnya, prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh SMK Negeri 1 Tapen dalam ajang bergengsi Engineering Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember (Polije).</p>
<p class="ai-optimize-9">Dalam kompetisi Programming Arduino, dua tim terbaik dari SMKN 1 Tapen berhasil menorehkan hasil gemilang dengan meraih Juara 3 dan Juara Harapan 2.</p>
<p class="ai-optimize-11">Dua tim kebanggaan yang membawa nama harum sekolah dan Kabupaten Bondowoso ini adalah;</p>
<ol>
<li class="ai-optimize-12">Tim Neurobyte – meraih Juara 3, beranggotakan M. Farrel Raihan Firdaus dan Kholifatun Nabilah.</li>
<li class="ai-optimize-13">Tim Voltvision – meraih Juara Harapan 2, beranggotakan Aruni Alfa Zulfikar dan Fheby Isni Wagina.</li>
</ol>
<p class="ai-optimize-14">Ajang final Engineering Expo berlangsung secara luring pada 22 Oktober 2025 di kampus Politeknik Negeri Jember dan diikuti oleh delapan tim terbaik yang lolos seleksi dari puluhan tim peserta lain yang gugur dari berbagai sekolah di Jawa Timur. <strong>(**)</strong></p>
<p class="ai-optimize-14"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Diperbaiki, Atap Teras SDN Bendo 1 Kota Blitar Ambruk, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-diperbaiki-atap-teras-sdn-bendo-1-kota-blitar-ambruk-begini-penjelasan-dinas-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-diperbaiki-atap-teras-sdn-bendo-1-kota-blitar-ambruk-begini-penjelasan-dinas-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memberikan penjelasan terkait peristiwa ambruknya atap teras SDN 1 Kota Blitar. Dimana atap itu ambruk, setelah proses perbaikan atau pembangunan barusaja rampung dilakukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8cadc3fcd8.webp" length="66498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 21:12:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Perbaikan, Rampung, Atap, Teras, Ambruk, Blitar, Sekolah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Dinas Pendidikan Kota Blitar memberikan penjelasan terkait peristiwa atap teras SDN Bendo I Kota Blitar yang ambruk. Padahal, proses perbaikan baru saja rampung dilakukan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin mengaku sudah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).</p>
<p>Di mana, perbaikan SDN Bendo I Kota Blitar dilakukan pada tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp152 juta dan terbagi dalam lima paket pengerjaan, yang salah satunya perbaikan atap teras.</p>
<p>"Kami sudah datang ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR. Jadi memang tahun ini melakukan perbaikan dengan anggaran Rp152 juta terbagi dalam lima paket dan salah satunya perbaikan atap teras," ujarnya, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Dijelaskan Dindin, laporan yang diterima, atap teras itu ambruk setelah proses pembangunan selesai dilakukan. Meski proses pembangunan sudah rampung, belum dilakukan serah terima kepada Dinas Pendidikan dan belum dilakukan pemeriksaan lapangan.</p>
<p>Dugaan penyebab ambruknya atap teras di sekolah tersebut, karena tidak ada kesesuaian antara desain awal dengan proses pengerjaan. Dalam desain dituliskan ada tiang peyangga, namun dalam pelaksanaannya dihilangkan dan diganti dengan tali pengait. </p>
<p>"Ada perbedaan itu karena permintaan pihak sekolah. Dari material tidak ada masalah, tapi bangunan lama termasuk tembok tidak diperhitungkan kekuatannya, sebenarnya itu kan ada ambrol di sisi barat sehingga tali penguat tidak tahan di tembok itu, sehingga ambrol karena itu putus satu rambatannya terus ke bagian timur," jelasnya.</p>
<p>Terkait dengan hal ini, Dindin meminta kepada kontraktor untuk bertanggung jawab dan ia meminta membangun kembali atap teras yang ambruk sebelum tanggal 30 Oktober 2025.</p>
<p>Pihaknya juga tidak menyarankan pelaksana untuk menggunakan material yang rusak. Artinya harus baru semua dan yang lama disimpan terlebih dahulu. Karena nantinya akan ditunjukkan saat proses serah terima. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Verifikasi Kemenag, 151 Pesantren di Bondowoso Miliki Izin Operasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-verifikasi-kemenag-151-pesantren-di-bondowoso-miliki-izin-operasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-verifikasi-kemenag-151-pesantren-di-bondowoso-miliki-izin-operasional</guid>
<description><![CDATA[ Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso di bawah kepemimpinan Moh. Ali Masyhur terus mendorong seluruh pesantren di Bondowoso untuk memiliki izin operasional melalui pembinaan, pendampingan, dan verifikasi agar pesantren lebih mandiri, tertib administrasi, serta berdaya saing dalam pengembangan pendidikan Islam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8a5709179e.webp" length="41090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 16:31:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kemenag, pesantren, ponpes, santri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="309" data-end="668"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso terus berupaya memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam melalui pembinaan intensif kepada pondok pesantren yang belum memiliki izin operasional.</p>
<p data-start="309" data-end="668">Langkah ini dilakukan agar seluruh pesantren di Bumi Ki Ronggo, yang sampai saat ini masih ada 151 pesantren yang memiliki legalitas jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">Kepala Kemenag Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menjelaskan bahwa izin operasional merupakan syarat penting bagi pesantren untuk diakui secara resmi oleh pemerintah.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah pesantren di Bondowoso yang belum mengantongi izin tersebut karena berbagai kendala administrasi dan kelengkapan unsur kelembagaan.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">“Yang sudah mempunyai izin operasional itu berarti telah resmi terdaftar. Namun di luar itu masih ada pesantren yang belum sempat mengurus izinnya. Kami terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semuanya bisa segera memenuhi persyaratan,” ujar Ali Masyhur, Rabu (22/10/2025).</p>
<p data-start="1306" data-end="1456">Menurutnya, Kemenag Bondowoso menerapkan dua kriteria utama dalam pemberian izin operasional, yakni unsur <em>arkan al-ma’had</em> dan <em>ruh al-ma’had</em>.</p>
<p data-start="1306" data-end="1456">“<em>Arkan al-ma’had</em> mencakup adanya pengasuh, santri minimal lima belas orang yang mukim atau menetap di pesantren, serta fasilitas ibadah seperti musala. Sedangkan <em>ruh al-ma’had</em> meliputi identitas kelembagaan, lambang, dan tata kelola yang sesuai dengan ketentuan negara,” jelasnya.</p>
<p data-start="1744" data-end="1972">Sementara itu, menindaklanjuti izin persertujuan bangunan gedung (PBG), Ali menyebut persoalan tersebut harus melibatkan berbagai pihak lintas instansi.</p>
<p data-start="1744" data-end="1972">“Untuk urusan struktur dan kelayakan bangunan, itu bukan kewenangan Kemenag. Ada lembaga teknis lain seperti Kementerian PUPR yang menanganinya. Kemenag lebih fokus pada aspek kelembagaan, kurikulum keagamaan, dan pembinaan sumber daya manusia pesantren,” terangnya.</p>
<p data-start="2246" data-end="2489">Sebagai bentuk dukungan, Kemenag Bondowoso secara rutin melakukan verifikasi data, asistensi, serta pemberian rekomendasi bagi pesantren yang ingin mengajukan izin operasional atau mengembangkan program kemitraan dengan pemerintah pusat.</p>
<p data-start="2246" data-end="2489">“Setiap ada pengajuan kebijakan atau program dari pesantren, kami siap memberikan rekomendasi selama unsur-unsurnya sudah terpenuhi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2640" data-end="2836">Ali juga menekankan, Kemenag tidak hanya menekankan pada aspek administratif, tetapi juga mendorong agar setiap pesantren tetap menjaga kemandirian sebagaimana nilai dasar pendiriannya.</p>
<p data-start="2640" data-end="2836">“Pesantren sejak dulu berdiri secara mandiri, tanpa ketergantungan pada pihak luar. Itulah yang membuat pesantren tetap eksis dan menjadi kekuatan pendidikan Islam hingga sekarang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2640" data-end="2836"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Anak Tercatat Tak Sekolah, Pemkab dan DPRD Malang Matangkan Strategi Menuju “Zero ATS”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-anak-tercatat-tak-sekolah-pemkab-dan-dprd-malang-matangkan-strategi-menuju-zero-ats</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-anak-tercatat-tak-sekolah-pemkab-dan-dprd-malang-matangkan-strategi-menuju-zero-ats</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab dan DPRD Malang berkomitmen tuntaskan 19 ribu anak tidak sekolah lewat program SABER ATS dan pendidikan non-formal menuju target Zero ATS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f7784a01b87.webp" length="42144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 20:40:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, pendidikan, anak tidak sekolah, SABER ATS, Zero ATS, DPRD Malang, Wabup Lathifah Shohib</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan keseriusannya dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlahnya masih mencapai sekitar 19 ribu anak.</p>
<p>Melalui Workshop Penanganan ATS Bersama Tim SABER ATS Kecamatan Tahun 2025 yang digelar di Rayz UMM Hotel Malang, Selasa (21/10/2025), Pemkab Malang berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor menuju target Zero ATS secara bertahap.</p>
<p>Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib menyebut, tingginya angka ATS menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam pemerataan pendidikan di daerah.</p>
<p>“Jumlahnya memang masih cukup tinggi, sekitar 19 ribuan. Padahal SDM ini aset penting bagi Kabupaten Malang, jadi hak-hak pendidikan harus kita penuhi,” ujar Lathifah, Selasa (21/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, penyebab anak tidak sekolah beragam, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga minimnya kesadaran keluarga terhadap pentingnya pendidikan. Karena itu, Pemkab Malang menyiapkan sejumlah skema intervensi, seperti fasilitasi pendidikan non-formal melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan pelibatan Tim Penggerak PKK dalam sosialisasi di tingkat desa.</p>
<p>“Kalau kendalanya di keluarga, ekonomi, atau sosial, nanti kita bantu untuk mencari solusi. Semua anak harus punya kesempatan yang sama untuk belajar. PKK juga kita dorong agar aktif mengajak masyarakat supaya anak-anak kembali sekolah,” tambahnya.</p>
<p>Dari total 65 PKBM di Kabupaten Malang, sebanyak 50 di antaranya aktif menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Wabup Lathifah menegaskan, seluruh peserta didik dari kelompok ATS tidak dikenakan biaya karena sudah mendapat dukungan BOS dan BOP dari pemerintah.</p>
<p>“Bahkan nominal bantuannya sedikit lebih besar dari sekolah formal. Ini bukti keberpihakan pemerintah untuk pendidikan yang lebih inklusif,” tegasnya.</p>
<p>Lathifah menambahkan, program Zero ATS akan dilaksanakan secara bertahap melalui perencanaan jangka menengah yang melibatkan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa.</p>
<p>“Tahun pertama, kedua, dan ketiga akan kita rancang perencanaannya. Kita ingin jelas targetnya, pembagian tugasnya juga konkret, mulai dari kepala desa, camat, hingga Dinas Pendidikan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia Ulhaq menegaskan bahwa isu ATS menjadi perhatian serius DPRD dan telah diakomodasi dalam APBD 2025.</p>
<p>“Masalah ATS ini sudah menjadi atensi DPRD. Tahun 2025 sudah kami alokasikan anggaran, dan sudah disalurkan ke sekitar 400 penerima melalui bidang yang menangani warga belajar non-formal,” kata Zia.</p>
<p>Menurut politisi Gerindra ini, target besar Pemkab dan DPRD adalah menjadikan Kabupaten Malang sebagai daerah bebas Anak Tidak Sekolah (Zero ATS). Namun, tantangan masih ada, terutama untuk pembiayaan peserta didik usia dewasa.</p>
<p>“Untuk usia produktif sampai 24 tahun masih tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi usia 25 tahun ke atas jadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan itu bisa kita biayai lewat APBD. Berapa pun anggarannya, selama untuk rakyat dan pendidikan, pasti kami dukung,” ungkapnya.</p>
<p>Zia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam sistem pendidikan kesetaraan di PKBM.</p>
<p>“Sekarang tidak bisa lagi ada ijazah instan. Semua peserta harus benar-benar belajar dan hadir agar ijazahnya sah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Sekolah di Kota Batu Dapat Kucuran Dana Revitalisasi Pendidikan dari Pemerintah Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-sekolah-di-kota-batu-dapat-kucuran-dana-revitalisasi-pendidikan-dari-pemerintah-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-sekolah-di-kota-batu-dapat-kucuran-dana-revitalisasi-pendidikan-dari-pemerintah-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini menjadi angin segar bagi percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan di Kota Batu. Terlebih rehabilitasi sekolah itu biayanya besar sehingga bantuan ini sangat membantu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f77dd0ed148.webp" length="28244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 20:24:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekolah, Rp 1, 7 Miliar, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kabar baik datang untuk dunia pendidikan di Kota Batu. Sebanyak lima sekolah di wilayah ini resmi ditetapkan sebagai penerima Dana Revitalisasi Pendidikan dari pemerintah pusat, dengan total anggaran mencapai Rp1,7 miliar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori pada Selasa (21/10/2025) bahwa kelima sekolah tersebut yakni SMP Negeri 4 Batu, SMP Muhammadiyah 8, SMP Arjuno, SD Negeri Sumbergondo 1, dan SD Negeri Temas 1. Dana tersebut diberikan setelah sebelumnya sempat tertunda di tahap pengusulan.</p>
<p>"Dana Revitalisasi Pendidikan kini menggantikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang sempat terblokir. Sebelumnya dialokasikan melalui DAK, sekarang melalui dana revitalisasi. Nilainya hampir sama, hanya mekanismenya yang berbeda,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, dana tersebut bersumber dari transfer pemerintah pusat yang langsung dikirim ke rekening masing-masing sekolah penerima. Skema baru ini dinilai memberi keleluasaan bagi sekolah untuk mengatur penggunaan dana sesuai kebutuhan di lapangan.</p>
<p>Adapun dana tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perbaikan fasilitas sanitasi seperti toilet dan jamban, serta pembangunan ruang ibadah dan sarana penunjang lainnya.</p>
<p>“Sekolah punya rekening khusus dana revitalisasi, jadi mereka yang langsung menerima dan mengelola sesuai petunjuk teknis. Intinya program ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pengelolaan DAK Fisik," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Blitar Siapkan Bimbel Gratis untuk Siswa SMA Kurang Mampu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-siapkan-bimbel-gratis-untuk-siswa-sma-kurang-mampu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-siapkan-bimbel-gratis-untuk-siswa-sma-kurang-mampu</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Blitar menyiapkan bimbingan belajar (bimbel) gratis untuk siswa SMA kurang mampu. Bimbel gratis ini diperuntukan bagi siswa SMA kelas 12 sederajat yang berada dari keluarga kurang mampu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f775b1af91d.webp" length="24610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 19:49:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, Siapkan, Bimbel, Gratis, Bantuan, Siswa, Kelas 12, SMA Sederajat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Pemerintah Kota Blitar menyiapkan bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi siswa SMA sederajat yang duduk di bangku kelas 12 dan berasal dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin. Bantuan bimbel bagi siswa SMA sederajat kelas 12 ini baru dilakukan pada tahun ini dan sekarang dalam tahap finalisasi peraturan Wali Kota (Perwali).</p>
<p>Secepatnya proses finalisasi akan rampung, dan bantuan bimbel gratis bisa segera diberikan kepada siswa kelas 12 yang berasal dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>"Dalam Perwali itu kaitan dengan teknis pelaksanaannya. Artinya, supaya tidak tidak benturan dengan peraturan perundangan, khususnya dalam aturan pengelolaan keuangan," ungkap Dindin, Selasa (21/10/2025).</p>
<p>Dindin menyampaikan pihaknya juga tengah melakukan verifikasi siswa yang bisa mendapat bantuan bimbel gratis. Dalam hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Blitar Kantor Kemenag Kota Blitar serta Dinas Sosial.</p>
<p>Pada tahap awal ini, bantuan bimbel gratis akan diberikan kepada 200 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>"Untuk verifikasi data siswa penerima bantuan, kami koordinasi dengan lintas OPD. Alokasi tahap awal ini ada 200 siswa kelas 12, untuk menghadapi masuk perguruan tinggi," kata dia.</p>
<p>Lanjut Dindin, Dinas Pendidikan juga bakal melibatkan lembaga bimbel yang ada di Kota Blitar. Sejauh ini, ada 26 bimbel yang ada di wilayahnya dan ia mengupayakan semua bimbel bisa melayani program ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Santri di Tiga Ponpes di Mojokerto Diasah Ketahanan Mental dan Empatinya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-tiga-ponpes-di-mojokerto-diasah-ketahanan-mental-dan-empatinya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-santri-di-tiga-ponpes-di-mojokerto-diasah-ketahanan-mental-dan-empatinya</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan Qoryah Thoyyibah ini menjadi bagian dari program Pesantren Mengabdi, salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UIN Maliki Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4bb328730a.webp" length="58638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 19:23:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Fakultas Psikologi, Psikologi Humanistik, Pesantren Mojokerto, Santri Bahagia, Ketahanan Mental, Pendidikan Islam, Pengabdian Akademik, Dies Maulidiyah 64</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melalui program Qoryah Thayyibah menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di tiga pesantren wilayah Mojosari, Mojokerto, Ahad (19/10/2025).</p>
<p>Program bertajuk “Menumbuhkan Empati, Persaudaraan, dan Ketangguhan di Pesantren” ini menjadi langkah perguruan tinggi dalam membangun ketahanan psikologis santri sebagai bagian dari penguatan karakter religius dan sosial.</p>
<p>Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Hikmah, Darul Hikmah, dan Alhikmah, Mojosari, Mojokerto ini melibatkan 69 santri, 16 pengurus pesantren, serta dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi. </p>
<p>Pendekatan psikologi humanistik dan spiritual menjadi basis utama setiap sesi, menekankan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan empati sosial di lingkungan pesantren.</p>
<p>Ketua Qoryah Thoyyibah, dari Fakultas Humaniora UIN Malang, Ulil Fitriyah, menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan wujud implementasi bahasa sebagai media untuk membentuk karakter santri dalam konteks sosial, keagamaan yang dinamis.</p>
<p>“Santri perlu memahami bahwa kesehatan mental juga berhubungan dengan penggunaan bahasa dan komunikasi yang santun serta memiliki kesadaran dalam berbahasa,” terangnya, Ahad (19/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4b5a6d36bb.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Muh. Anwar Fu’ady, yang hadir sebagai pemateri utama, menegaskan pentingnya membangun empati dan komunikasi terbuka di lingkungan pesantren.</p>
<p>“Pesantren memiliki potensi besar untuk melatih resiliensi. Dengan pendekatan psikologi positif dan spiritualitas Islam, santri dapat belajar menghadapi tekanan hidup dengan bijak serta menjadikannya proses menuju kematangan diri,” terangnya saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi reflektif, Anwar mengibaratkan kehidupan santri seperti proses pembentukan guci. Melalui pembakaran, tempaan, serta pembentukan yang panjang agar akhirnya mencapai bentuk yang bermakna dan memiliki value.</p>
<p>“Begitu pula santri, setiap ujian dan tantangan adalah bagian dari proses menuju ketangguhan dan kemuliaan,” ujarnya.</p>
<p>Disela agenda, pengasuh Ponpes Hidayatul Hikmah Mojosari, Gus Abul Ma’ali, menyambut positif kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kehadiran tim UIN Maliki memberi warna baru dalam cara pandang santri terhadap kesehatan mental. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut sebagai sinergi ilmu dan pengabdian,” tuturnya.</p>
<p>Program ini difokuskan pada penguatan pesantren ramah anak serta peningkatan kesejahteraan psikologis, spiritual, dan sosial bagi santri.</p>
<p>"Kami juga berkomitmen untuk menjadikan pesantren Sawahan (kawasan Mojokerto) ramah anak sebagaimana amanah kementerian agama," Gus Abul Ma'ali memungkasi.</p>
<p>Kegiatan Qoryah Thoyyibah ini menjadi bagian dari program Pesantren Mengabdi, salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UIN Maliki Malang. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Psikologi UIN Maliki Malang Gelar Pengabdian Santri Bahagia ke Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/psikologi-uin-maliki-malang-gelar-pengabdian-santri-bahagia-ke-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/psikologi-uin-maliki-malang-gelar-pengabdian-santri-bahagia-ke-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Pelepasan program Psikologi Mengabdi menjadi bagian rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 UIN Maliki Malang sebagai wujud syukur dan pengabdian sivitas akademika. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f237b3af3eb.webp" length="52978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 21:19:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Fakultas Psikologi, Santri Bahagia, Jiwa Sehat Ibadah Kuat, Pengabdian Pesantren, Dies Maulidiyah 64, Dosen dan Mahasiswa, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang meluncurkan program pengabdian bertajuk “Psikologi Mengabdi: Goes to 6.4 Pesantren” sebagai bagian dari rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 tahun 2025.</p>
<p>Kegiatan ini mengusung tema “Santri Bahagia: Jiwa Sehat, Ibadah Kuat” dan diikuti oleh kurang lebih 70 dosen serta mahasiswa yang diterjunkan langsung ke sepuluh pondok pesantren baik di kawasan Malang dan beberapa di luar Malang.</p>
<p>Wakil Rektor III UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, yang hadir mewakili Rektor, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian sivitas akademika terhadap masyarakat pesantren.</p>
<p>“Sebagai seorang santri sekaligus pendidik, kami harus senantiasa bahagia dalam menjalani kehidupan. Walaupun ada musibah, dengan keimanan yang kuat kita tetap bisa menghadirkan kebahagiaan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, kebahagiaan santri akan terwujud apabila dibangun dengan tiga pilar utama: kebahagiaan hati, kesehatan jiwa, dan kekuatan ibadah.</p>
<p>“Jika ibadah kuat, insyaallah santri akan bahagia dan jiwa menjadi sehat. Inilah bentuk pengabdian Fakultas Psikologi yang berkomitmen untuk menebarkan semangat positif di pesantren,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Dr. Siti Mahmudah, M.Si, menyampaikan bahwa pemilihan angka 6.4 pada tema kegiatan ini bukan tanpa makna. Angka tersebut melambangkan peringatan Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang ke-64 yang dirayakan tahun ini.</p>
<p>“Program pengabdian ini kami laksanakan sebagai wujud syukur dan kontribusi nyata Fakultas Psikologi dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-64. Karena waktunya terbatas, kami memilih enam pesantren di wilayah Malang dan empat pesantren di tingkat provinsi,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebut salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pesantren Gading, yang dikenal sebagai pesantren tertua di Malang. Mereka yang mengabdi juga dibekali modul agar semakin representatif.</p>
<p>“Di sana kami tidak hanya memberikan penyuluhan akademik, tapi juga penguatan perilaku positif dan spiritualitas santri. Kami datang untuk memberikan reinforcement bahwa perilaku santri selama ini, di bawah bimbingan kiai, sudah sangat positif dan berkontribusi bagi masyarakat,” terang Mahmudah.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Fakultas Psikologi ingin terus bersinergi dengan pesantren dalam membentuk generasi yang tangguh, berilmu, dan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi.</p>
<p>“Santri itu sejatinya pengembara ilmu. Mereka menuntut ilmu, memperkuat perilaku positif, dan mengembangkan kecerdasan spiritual. Itulah nilai luhur yang perlu terus kita dukung bersama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Revitalisasi Sekolah Molor, Siswa SD di Gresik Belajar di Bawah Tenda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-sekolah-molor-siswa-sd-di-gresik-belajar-di-bawah-tenda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-sekolah-molor-siswa-sd-di-gresik-belajar-di-bawah-tenda</guid>
<description><![CDATA[ Proses revitalisasi bangunan sekolah di beberapa ruang kelas itu membuat para siswa harus belajar di luar sekolah, dengan mendirikan tenda. Sesuai dari kontrak tender, proyek yang menelan anggaran APBD 2025 senilai Rp.363.069.236,78 ini, dikerjakan oleh kontraktor CV Prima Engineering. Dengan masa waktu 90 hari dari waktu pelaksanaan pada pertengahan Mei lalu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f1f76e2a302.webp" length="87514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 15:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Pemkab Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP —</strong> Proyek revitalisasi bangunan sekolah di UPT SDN 325 Gresik (SDN Balikterus 1 Sangkapura), Kecamatan Sangkapura, KabupatenGresik, tidak kunjung rampung dari tenggat waktu yang ditentukan. </p>
<p>Proses revitalisasi bangunan sekolah di beberapa ruang kelas itu membuat para siswa harus belajar di luar sekolah, dengan mendirikan tenda. </p>
<p>Sesuai dari kontrak tender, proyek yang menelan anggaran APBD 2025 senilai Rp363.069.236,78 ini, dikerjakan oleh kontraktor CV Prima Engineering. Dengan masa waktu 90 hari dari waktu pelaksanaan pada pertengahan Mei lalu.</p>
<p>Proyek rehab tiga ruang kelas beserta kantor UPT SDN 325 Gresik seharusnya selesai pada Agustus 2025. Namun, pada pelaksanaannya progres pekerjaan masih belum selesai hingga Oktober 2025.</p>
<p>Kepala Sekolah UPT SDN 325 Gresik, Ahmad Arabi mengatakan pemenang tender mengaku adanya sejumlah kendala terkait pengerjaan proyek yang tidak kunjung terselesaikan itu.</p>
<p>"Kendala kata pemenang tender masalah transportasi kapal untuk pengiriman material bangunan," kata Ahmad, Jumat (17/10/2025).</p>
<p>Aas keterlambatan ini, Ahmad juga sudah melaporkan di Dinas dan pelaksana atau pemenang tender.</p>
<p>Ia menyebut, pengerjaan dijanjikan bakal rampung dalam dua pekan mendatang. Adapun pengerjaan proyek yang belum dilakukan ialah pemasangan keramik dan plafon. </p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma, mengatakan pemenang tender sudah dilakukan denda lantaran tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan tenggat waktu.</p>
<p>"Kalau memang nanti belum kunjung selesai, kami putus kontrak alias <em>di-blaklist,"</em> jelasnya. </p>
<p>Sekedar informasi, proyek sekolah yang berada di Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean ini, menelan anggaran Rp363.069.236,78 dari nilai pagu Rp465.000.000,00. Dengan dimenangkan oleh Cv Prima Engineering , yang beralamat di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba SAK&amp;RT 2025 Jadi Momentum BNN Malang Edukasi Warga soal Bahaya Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-sak-rt-2025-jadi-momentum-bnn-malang-edukasi-warga-soal-bahaya-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-sak-rt-2025-jadi-momentum-bnn-malang-edukasi-warga-soal-bahaya-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ BNN Kabupaten Malang memanfaatkan Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) 2025 sebagai sarana edukasi warga tentang bahaya narkoba. Kolaborasi lintas instansi dorong gerakan Desa Bersinar di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0f1f20d89e.webp" length="41504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 21:47:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BNN Kabupaten Malang, Lomba SAK-RT 2025, Pencegahan Narkoba, Desa Bersinar, Satpol PP Kabupaten Malang, Edukasi Warga, Ketahanan Sosial</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga (SAK-RT) Kabupaten Malang 2025 menjadi ajang penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial.</p>
<p>Tahun ini, kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kamis (16/10/2025), menghadirkan warna baru lewat keterlibatan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.</p>
<p>Partisipasi BNN menjadi langkah strategis memperluas edukasi publik mengenai bahaya narkoba. Melalui pendekatan berbasis komunitas, lembaga ini ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai dari lingkungan terdekat.</p>
<p>Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Malang, Nurteta Wulansari, menjelaskan, lomba ini bukan sekadar ajang penilaian antarwarga, tetapi wadah efektif untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.</p>
<p>“Langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. RT dan RW berperan besar dalam menjaga keamanan serta mencegah peredaran narkoba di wilayahnya,” ujar Nurteta, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, edukasi masyarakat melalui kegiatan sosial seperti Lomba SAK-RT memberi ruang bagi pemerintah, aparat, dan warga untuk berinteraksi secara langsung. Pendekatan ini dianggap lebih mudah diterima karena dilakukan dalam suasana kebersamaan dan gotong royong.</p>
<p>“Jika ada warga yang membutuhkan layanan rehabilitasi atau ingin melapor terkait aktivitas mencurigakan, kami siap bekerja sama dengan pemerintah desa, Polsek, maupun instansi lain. Tujuannya satu, menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” terangnya.</p>
<p>Kegiatan yang diprakarsai oleh Satpol PP Kabupaten Malang ini juga melibatkan berbagai unsur seperti BNN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi lintas instansi tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan kesehatan sosial tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja bersama.</p>
<p>Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Malang meneguhkan komitmen untuk mewujudkan “Kabupaten Malang Bersinar” (Bersih dari Narkoba, Aman, dan Rukun). Lomba SAK-RT menjadi contoh, bahwa pencegahan bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling dasar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Suwadji: Sekolah Unggulan Harus Jadi Penggerak Inovasi Pendidikan di Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/suwadji-sekolah-unggulan-harus-jadi-penggerak-inovasi-pendidikan-di-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/suwadji-sekolah-unggulan-harus-jadi-penggerak-inovasi-pendidikan-di-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Malang dorong pembinaan dan pemerataan mutu sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef61bfaa8d6.webp" length="64938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 16:15:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Kabupaten Malang, sekolah unggulan, Disdik Malang, SMPN 3 Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa keberadaan sekolah unggulan di daerah harus menjadi penggerak inovasi dalam sistem pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung SMPN 3 Kepanjen, baru-baru ini.</p>
<p>Menurut Suwadji, sekolah unggulan tidak boleh berhenti pada label atau fasilitas yang dimiliki, tetapi harus menjadi contoh dalam penerapan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.</p>
<p>“Sekolah unggulan harus menjadi motor inovasi pendidikan di daerah. Dari sinilah praktik baik bisa menyebar ke sekolah lain, sehingga kualitas pendidikan meningkat secara merata,” ujar Suwadji, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terus memperkuat pembinaan terhadap satuan pendidikan di seluruh wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap sekolah memiliki mutu pembelajaran yang seimbang serta relevan dengan tantangan zaman.</p>
<p>“Kami tidak hanya menilai dari sisi fasilitas. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu menghadirkan proses belajar yang efektif, membangun karakter, dan menumbuhkan daya saing peserta didik,” kata Suwadji.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan komite pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.</p>
<p>“Dengan sinergi yang kuat, arah kebijakan pendidikan daerah dapat terlaksana sesuai kebutuhan di lapangan. Kami juga terus turun langsung untuk mendengar aspirasi para pendidik agar setiap kebijakan lebih tepat sasaran,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Kepanjen, Margo Sujono, menyambut baik perhatian Dinas Pendidikan. Ia menyebut pembinaan tersebut menjadi semangat baru bagi sekolah dalam mengembangkan mutu dan fungsi fasilitas pendidikan.</p>
<p>“Terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Malang. Kami berkomitmen menjadikan SMPN 3 Kepanjen sebagai sekolah unggulan yang berprestasi secara akademik dan unggul dalam karakter,” ujar Margo.</p>
<p>Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap, melalui pembinaan berkelanjutan ini, sekolah unggulan dapat menjadi pusat inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi kemajuan mutu pembelajaran di seluruh wilayah kabupaten. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menag Nazaruddin Umar Luncurkan Program Pendampingan UIN Maliki dan Pesantren, Apa Saja?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menag-nazaruddin-umar-luncurkan-program-pendampingan-uin-maliki-dan-pesantren-apa-saja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menag-nazaruddin-umar-luncurkan-program-pendampingan-uin-maliki-dan-pesantren-apa-saja</guid>
<description><![CDATA[ rof. Nazaruddin Umar menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UIN Maliki yang menawarkan diri untuk menjadi pendamping pondok pesantren. Ia menegaskan, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan zaman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935d2fa2087c.webp" length="59840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 14:20:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Menteri Agama RI Prof. Dr. Nazaruddin Umar secara resmi melaunching Program Pendampingan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang dengan Pondok Pesantren, dalam acara yang berlangsung penuh khidmat di Hall Lantai 5 UIN Malang, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Peluncuran program tersebut ditandai dengan penekanan layar digital oleh Menag, didampingi langsung oleh Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. Suasana semarak dan penuh semangat kolaborasi mewarnai momen bersejarah ini, yang menjadi simbol sinergi antara pendidikan tinggi Islam dan pesantren dalam membangun ekosistem keilmuan yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan kemoderenan.</p>
<p>Prof. Nazaruddin Umar menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UIN Maliki yang menawarkan diri untuk menjadi pendamping pondok pesantren. Ia menegaskan, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan zaman.</p>
<p>“Pendampingan pondok pesantren itu bagus sekali. Pesantren-pesantren kita perlu sentuhan kemoderenan, spiritualitas, dan juga pengalaman praktis. Nah, UIN Malang hadir memberikan itu semua,” ujar Menag. </p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara pesantren dan perguruan tinggi Islam.</p>
<p>“Ini bukan soal siapa mendampingi siapa. Bagi saya, pesantren mendampingi UIN, dan UIN mendampingi pesantren. Sinergi ini yang kita harapkan. Kalau keduanya berkolaborasi, itu dasar kuat bagi kemajuan Islam di Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, menjelaskan bahwa program pendampingan pesantren merupakan salah satu dari lima program prioritas 100 hari kerja rektorat yang selaras dengan agenda besar Kementerian Agama RI.</p>
<p> “Program ini mengusung visi Transformasi Pesantren Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Mandiri,” tegas Prof. Ilfi.</p>
<p>Program pendampingan tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni: Pendampingan Manajemen Konstruksi, melibatkan enam program studi teknik (Sipil, Arsitektur, Industri, Informatika, Mesin, dan Lingkungan) untuk membantu pembangunan sarana dan prasarana pesantren di Jawa Timur.<br>Pendampingan Psikososial dan Kesehatan, melalui peran Fakultas Psikologi dan Fakultas Kedokteran UIN Maliki yang sebelumnya juga terjun mendampingi santri korban peristiwa Ponpes  Al- Khoziny Sidoarjo.</p>
<p>Gerakan Sosial dan Eko Pesantren, meliputi kegiatan Halako Pengasuh Pondok Pesantren tentang Fiqhul Bi’ah serta pengabdian masyarakat berbasis KKN tematik.<br>Selain itu, Prof. Ilfi juga memaparkan empat program strategis lainnya dalam 100 hari kerja rektorat, yakni:</p>
<p>Pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, dengan penguatan tridharma perguruan tinggi pada isu strategis lokal, nasional, dan global.<br>Digitalisasi tata kelola kampus, menuju Smart Campus 2026 dengan sistem Single-Serve Online.<br>Penguatan ekoteologi, melalui penghijauan hutan kampus seluas 20 hektare dan pembangunan green building di Kampus 3.</p>
<p>Pemberdayaan ekonomi umat, lewat Halal Center yang aktif mendampingi UMKM dalam sertifikasi halal dan literasi manajemen.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Murid SDN Punten 1 Kota Batu Keberatan atas Tarikan Infaq Pembangunan Musala</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-murid-sdn-punten-1-kota-batu-keberatan-atas-tarikan-infaq-pembangunan-musala</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-murid-sdn-punten-1-kota-batu-keberatan-atas-tarikan-infaq-pembangunan-musala</guid>
<description><![CDATA[ Kasus tarikan infaq di SD Negeri Punten 01 ini mencerminkan pentingnya transparansi dan kehati-hatian dalam setiap bentuk penggalangan dana di lingkungan sekolah. Meskipun niat pembangunan fasilitas ibadah patut diapresiasi, pelaksanaannya harus tetap mengacu pada prinsip sukarela tanpa tekanan atau kesan paksaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee380a1192f.webp" length="29410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 19:40:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SDN Punten, Infaq, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sejumlah wali murid di SD Negeri Punten 01 Kota Batu menyampaikan keberatan atas adanya tarikan dana infaq yang dilakukan oleh pihak komite sekolah. Tarikan tersebut tertuang dalam surat resmi Komite SD Negeri Punten 01 bernomor 216/01/35.79.409/2025 tertanggal 6 Oktober 2025.</p>
<p>Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dalam surat itu, komite sekolah mengajukan permohonan bantuan infaq untuk pembangunan Musala Lamya Alfaruqi dengan anjuran nominal sebesar Rp100 ribu per wali murid. Pembayaran dijadwalkan dilakukan mulai 6 hingga 10 Oktober 2025 melalui paguyuban kelas masing-masing.</p>
<p>"Kebijakan tersebut menuai reaksi dari sejumlah wali murid yang menilai langkah itu tidak sepenuhnya bersifat sukarela, karena ada batas waktu dan besaran nominal membuat infaq tersebut terkesan wajib. Kami tidak menolak membantu sekolah, tapi kalau sudah ada angka pasti dan tenggat waktu seperti itu. Bahkan ada wali murid yang keberatan tapi sungkan menolak karena takut anaknya terdampak,” ujarnya, Selasa (14/10/2025). </p>
<p>Situasi ini semakin ramai dibicarakan setelah tangkapan layar surat permohonan infaq tersebut beredar di media sosial. Sejumlah warga menilai langkah komite sekolah berpotensi melanggar aturan yang telah diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.</p>
<p>Terlebih dalam pasal 10 ayat (1) regulasi tersebut ditegaskan bahwa komite sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada peserta didik atau wali murid. Komite hanya boleh menggalang dana secara sukarela, tidak mengikat, dan tanpa unsur paksaan dalam bentuk apa pun.</p>
<p>“Kalau sudah ada nominal dan batas waktu, itu berpotensi melanggar prinsip sukarela sebagaimana diatur dalam Permendikbud No.75 Tahun 2016. Komite boleh menggalang dana, tapi harus jelas bentuknya partisipatif, bukan pungutan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos Mojokerto Kawal Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-mojokerto-kawal-siswa-berkebutuhan-khusus-di-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-mojokerto-kawal-siswa-berkebutuhan-khusus-di-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Seluruh siswa di Sekolah Rakyat memiliki hak yang setara, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eb0f349b912.webp" length="16742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2025 12:26:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong>- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Sosial (Dinsos) menjamin akan memberikan pengawalan penuh terhadap penanganan siswa berkebutuhan khusus yang belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto. </p>
<p>Pengawalan ini mencakup proses pemeriksaan hingga tindakan kesehatan lebih lanjut.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo Murdianto, menegaskan bahwa seluruh siswa di Sekolah Rakyat memiliki hak yang setara, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.</p>
<p>"Ada juga yang berkebutuhan khusus, ya, kita lakukan pendampingan, kita kirim ke Balai Sentra, Surakarta, untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut," ujar Tri Raharjo usai mendampingi kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (11/10/2025) malam.</p>
<p>Menurut Tri Raharjo, pendataan kondisi masing-masing siswa merupakan tahapan wajib dalam program Sekolah Rakyat. Hal ini sejalan dengan adanya tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes talenta yang dilakukan secara komprehensif.</p>
<p>"Memang tahapan pelaksanaan SR itu kan ada tes pemeriksaan kesehatan, ada tes talenta, jadi yang tes kesehatan disampaikan Pak Menteri tadi itu tes keseluruhan seluruh Indonesia," jelasnya.</p>
<p>Dinsos Kabupaten Mojokerto menyatakan komitmen penuh untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto. </p>
<p>"Ini gagasan Bapak Presiden, terkait pelayanan kesehatan kita prioritaskan, kita fokuskan," tambahnya.</p>
<p>Hingga saat ini, Tri Raharjo memastikan jumlah siswa di SRMP 15 Mojokerto tetap stabil pada angka 50 siswa. Artinya, tidak ada siswa yang mengundurkan diri bahkan kabur. </p>
<p>"Kabupaten Mojokerto ini tetap bertahan 50 siswa, jadi tidak ada yang keluar dan sebagainya. Kalau kabupaten lain mungkin ada, ya. Kalau di Mojokerto, insyaallah aman terkendali," tutupnya.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.</p>
<p>"Proses belajar selama berlangsung semua lancar tidak ada kendala berarti, alhamdulillah siswa-siswi sangat betah dan senang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat," hjar Teguh.</p>
<p>Ia juga melaporkan bahwa jumlah siswa tidak berkurang, menunjukkan tidak ada siswa yang mengundurkan diri. Hal ini, menurutnya, mengindikasikan bahwa asupan gizi, pola makan, dan pola pendidikan di sekolah aman.</p>
<p>"Saya mendapat laporan dari kepala sekolah, mereka sangat senang, jumlah siswanya tidak berkurang berat badannya juga tidak berkurang, artinya asupan gizi, pola makan, dan pola pendidikan aman," jelas dia.</p>
<p>Teguh menambahkan bahwa sebanyak 13 pendidik dan 18 tenaga kependidikan di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto dalam kondisi baik dan tidak ada masalah.</p>
<p>Menyikapi keberhasilan program pendidikan ini, ia menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 telah menganggarkan Rp8 miliar untuk pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk rencana penyiapan lahan di Dawarblandong.</p>
<p>"Semoga semakin berkembang," pungkasnya. (*)</p>
<p>Ediitor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dies ke&amp;64 UIN Malang Jadi Tonggak Smart Green University</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dies-ke-64-uin-malang-jadi-tonggak-smart-green-university</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dies-ke-64-uin-malang-jadi-tonggak-smart-green-university</guid>
<description><![CDATA[ Dalam momentum bersejarah ini, Rektor UIN Malang juga meluncurkan dua program strategis menuju era baru: digitalisasi tata kelola kampus melalui sistem Single Sign-On (SSO) dan inisiatif Green Campus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935d0e767cd1.webp" length="34866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 19:10:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Secara simbolik  dengan menekan tombol, melepas balon ke udara, dan menanam bunga lily, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, secara resmi membuka Kick Off Dies Maulidiyah ke-64, Jumat  (10/10/2025) bertempat di Gedung Utama kampus setempat.</p>
<p>Tahun ini, peringatan Dies Maulidiyah mengusung tema “64 Tahun UINMalang Integratif, Inspiratif, Kontributif, dan Global Innovative.”</p>
<p>Tema tersebut mencerminkan semangat universitas untuk terus berintegrasi dengan perubahan global, menginspirasi masyarakat, memberi kontribusi nyata, serta menghadirkan inovasi berkelas dunia.</p>
<p>Prof. Ilfi menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan mental di tengah tantangan zaman.</p>
<p>“Kesehatan mental adalah kata kunci kebahagiaan. Warga kampus harus sehat mentalnya supaya menjadi warga yang bahagia,” ujarnya di hadapan civitas akademika yang memadati halaman kampus</p>
<p>Menurutnya, Dies ke-64 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen UIN Malang menghadapi tiga tantangan besar menuju 2029. </p>
<p>Pertama, transformasi kelembagaan agar menjadi kampus unggul di tingkat nasional dan internasional, khususnya di antara perguruan tinggi keagamaan Islam.</p>
<p>Kedua, penguatan reputasi global dengan target seluruh program studi memperoleh akreditasi unggul dan internasional.</p>
<p>Dan ketiga, meningkatkan keberdampakan sosial bagi masyarakat luas.</p>
<p>“UIN Malang harus peduli terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Menjaga lingkungan sama halnya menjaga maqashid syariah,” tegasnya.</p>
<p>Ketua Panitia Dies Maulidiyah ke-64, Dr. Siti Mahmudah, M.Si, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah digelar jauh hari sebelum acara puncak.</p>
<p>“Mulai dari konferensi internasional, seminar ilmiah, kegiatan olahraga, lomba-lomba, hingga acara spiritual. Dan hari ini kami fokus pada kesehatan mental dunia, berharap seluruh manusia sehat jiwanya dan pikirannya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, puncak Dies Maulidiyah akan digelar 28 Oktober 2025, menghadirkan Menteri Agama sebagai orator ilmiah.</p>
<p>Selain itu, UIN Malang juga menyiapkan program ‘Goes to Pesantren’ dengan tema Santri Bahagia, Santri Sehat Mentalnya, dan Ibadahnya Kuat, serta memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang.</p>
<p>Dalam momentum bersejarah ini, Rektor UIN Malang juga meluncurkan dua program strategis menuju era baru: digitalisasi tata kelola kampus melalui sistem Single Sign-On (SSO) dan inisiatif Green Campus.</p>
<p>“Ini langkah awal menuju Smart University sekaligus Green Campus. Insyaallah, pada Dies Maulidiyah ke-65 nanti, program ini akan kita lanjutkan dan sempurnakan,” jelas Prof. Ilfi penuh optimisme.</p>
<p>Digitalisasi dan gerakan hijau ini menjadi wujud nyata dari semangat “Global Innovative”, membawa UIN Malang menjadi universitas modern yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus unggul dalam tata kelola akademik.</p>
<p>Peringatan Dies Maulidiyah ke-64 bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum mempertegas identitas UIN Malang sebagai kampus integratif, inspiratif, kontributif, dan inovatif secara global.</p>
<p>Sinergi antara spiritualitas, kecerdasan digital, dan kepedulian ekologis menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi kampus unggul berkelas dunia.</p>
<p>Dengan semangat “Sehat Mental, Cerdas Digital, dan Hijau Spiritual,” UIN Malang menegaskan dirinya sebagai pelopor perubahan — kampus yang mengajarkan ilmu, menumbuhkan kesadaran kemanusiaan, dan menjaga harmoni dengan alam(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prof Ilfi : UIN Maliki Malang Kejar 100 Persen Akreditasi Unggul di 2029</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-uin-maliki-malang-kejar-100-persen-akreditasi-unggul-di-2029</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prof-ilfi-uin-maliki-malang-kejar-100-persen-akreditasi-unggul-di-2029</guid>
<description><![CDATA[ UIN Maliki Malang targetkan seluruh program studi terakreditasi unggul pada 2029. Saat ini capaian baru 64,15 persen karena banyak prodi baru berdiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8d3d6a73eb.webp" length="34736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 17:22:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maliki Malang, Dies Maulidiyah, Akreditasi Unggul, Pendidikan Islam, Kampus Unggul, SertifikasiBNSP, LSP UIN Maliki, Prof Ilfi Nur Diana, Kementerian Agama, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Momentum Dies Maulidiyah ke-64 menjadi refleksi penting bagi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang untuk meneguhkan langkah menuju kampus unggul berstandar internasional.</p>
<p>Rektor UIN Maliki, Prof. Dr Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa peningkatan akreditasi seluruh program studi menjadi pekerjaan rumah besar yang terus dikejar secara bertahap.</p>
<p>“Saat ini kita masih 64,15 persen prodi terakreditasi unggul karena banyak prodi baru yang otomatis belum terakreditasi. Insya Allah dua tahun lagi bisa tembus 80 persen,” ujarnya kepada awak media, Jumat, (10/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, tantangan besar itu justru menunjukkan pertumbuhan UIN Maliki yang pesat, dengan munculnya berbagai prodi baru yang menyesuaikan kebutuhan zaman dan relevansi keilmuan.</p>
<p>“Prodi-prodi baru ini menjadi tanda hidupnya kampus. Begitu terakreditasi semua, capaian unggul bisa meningkat signifikan,” tambahnya.</p>
<p>UIN Maliki menargetkan seluruh program studi terakreditasi unggul pada 2029. Untuk mewujudkannya, kampus terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mengembangkan jejaring akreditasi internasional.</p>
<p>“Kita ingin tidak hanya unggul nasional, tapi juga mendapat pengakuan global. Itu arah transformasi kita ke depan,” tegas Ilfi.</p>
<p>Selain penguatan akreditasi, UIN Maliki juga tengah mendorong sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar lulusan semakin kompetitif.</p>
<p>“Minimal satu prodi satu skema sertifikasi di tahun 2026. Itu komitmen kita agar lulusan UIN Maliki punya nilai tambah di dunia kerja,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Maliki Rayakan Dies Maulidiyah ke&amp;64 Bertema Kampanye Kesehatan Mental</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-rayakan-dies-maulidiyah-ke-64-bertema-kampanye-kesehatan-mental</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-rayakan-dies-maulidiyah-ke-64-bertema-kampanye-kesehatan-mental</guid>
<description><![CDATA[ Dies Maulidiyah ke-64 UIN Maliki Malang diwarnai kampanye kesehatan mental, long march, dan penanaman bunga. Fakultas Psikologi jadi motor kegiatan seiring Hari Kesehatan Mental Internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8aab3f3aca.webp" length="78078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 13:45:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>UINMaliki64, DiesMaulidiyah, KesehatanMental, FakultasPsikologi, KampusSehat, HariKesehatanMental, LongMarch, KonselingGratis, UINMalang, PendidikanIslam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP —</strong> Lebih dari setengah abad perjalanan transformasi lembaga pendidikan Islam, dari IAIN, STAIN, UIIS hingga kini menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, menjadi cermin kedewasaan kampus dalam mengabdi kepada bangsa dan umat.</p>
<p>Momentum Dies Maulidiyah ke-64 tahun ini menjadi refleksi spiritual sekaligus ajakan membangun keseimbangan mental bagi seluruh sivitas akademika.</p>
<p>“Dies Maulidiyah ke-64 ini bukan hanya perayaan, tapi refleksi agar kita semua sadar pentingnya kesehatan mental sebagai kunci kebahagiaan dan keseimbangan hidup,” ujar Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam sambutannya, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Fakultas Psikologi didapuk sebagai penyelenggara utama <em>Kick Off</em> Dies Maulidiyah ke-64 dengan mengusung tema kesehatan mental, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Internasional.</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan sholawat nabi, laporan panitia, sambutan rektor, penanaman bunga, hingga pelepasan balon harapan yang diikuti <em>long march </em>dosen dan mahasiswa di 64 titik kampus.</p>
<p>“Kalau kita sehat mental, insyaallah kita akan bahagia. Tapi kalau tidak, perilaku bisa aneh-aneh. Maka, jangan sampai kita kehilangan kesehatan mental agar perilaku kita tetap membawa manfaat,” lanjut Prof. Ilfi di hadapan civitas akademika.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata UIN Maliki dalam membangun ekosistem kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.</p>
<p>“Kita ingin UIN Maliki menjadi rumah besar yang menumbuhkan keseimbangan antara ilmu, iman, dan kesehatan mental,” tandasnya.</p>
<p>Kegiatan Kick Off Dies Maulidiyah ke-64 juga membuka rangkaian acara hingga akhir tahun yang menegaskan komitmen UIN Maliki menjadi kampus rahmatan lil ‘alamin, tempat tumbuhnya insan unggul berakhlakul karimah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mela Rusdi Dikukuhkan Langsung Oleh Bupati Pasuruan Menjadi Bunda PAUD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mela-rusdi-dikukuhkan-langsung-oleh-bupati-pasuruan-menjadi-bunda-paud</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mela-rusdi-dikukuhkan-langsung-oleh-bupati-pasuruan-menjadi-bunda-paud</guid>
<description><![CDATA[ Tak lupa, Mas Rusdi juga mengajak para BUNDA PAUD untuk senantiasa mensinkronkan seluruh kegiatan dan programnya dengan program dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8590eda21d.webp" length="20852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 09:09:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Bupati Pasuruan, Mas Rusdi mengukuhkan Merita Rusdi Sutejo sebagai Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Pengukuhan tersebut digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (9/10/2025) pagi.</p>
<p>Menariknya, setelah dikukuhkan, istri Bupati Rusdi ini gantian mengukuhkan24 Bunda PAUD tingkat kecamatan se-Kabupaten Pasuruan masa bhakti 2025-2030.</p>
<p>Dalam sambutannya, Mas Rusdi mengucapkan selamat bekerja kepada Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan maupun Bunda PAUD Kecamatan yang baru saja dikukuhkan.</p>
<p>Ia berharap kolaborasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah untuk membawa banyak kemajuan daerah. Salah satunya adalah peningkatan indek pembangunan manusia (IPM) yang dimulai dari pendidikan anak usia dini. </p>
<p>"Bunda PAUD sudah dikukuhkan. Saya ucapkan selamat bekerja untuk membantu pemerintah agar lebih baik, maju dan sejahtera. Termasuk IPM yang bisa sama-sama kita tingkatkan melalui peran dari para Bunda PAUD ini," ucapnya. </p>
<p>Tak lupa, Mas Rusdi juga mengajak para Bunda PAUD untuk senantiasa mensinkronkan seluruh kegiatan dan programnya dengan program dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>"Titip pesan untuk semua Bunda PAUD, jangan lupa mari kita sinkronkan dengan program pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi saat pelaksanaan program dan kegiatannya," harapnya. </p>
<p>Sementara itu, usai dilantik, Mela Rusdi Sutejo menyampaikan pesan penting pada Bunda Paud kecamatan. Yakni sebagai motor penggerak sekaligus pendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini.</p>
<p>"Pada usia emas, anak-anak membutuhkan sitimulasi yang tepat untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Terlebih PAUD Holistik menjadi kunci membantu generasi masa depan yang unggul, cerdas, berkarakter dan berakhlaq mulia," terangnya. </p>
<p>Di akhir sambutannya, Mela berpesan agar pengukuhan Bunda PAUD ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan peran serta semua, dalam membangun SDM yang berkualitas.</p>
<p>"Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk bersinergi dan berkolaborasi demi masa depan anak-anak kita. Selamat bertugas kepada seluruh Bunda PAUD Kecamatan. Selanjutnya sesegera mungkin dapat mengukuhkan Bunda PAUD Desa/Kelurahan," tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Biayai 200 Mahasiswa di Angkatan Pertama Program 1.000 Sarjana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-biayai-200-mahasiswa-di-angkatan-pertama-program-1000-sarjana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-biayai-200-mahasiswa-di-angkatan-pertama-program-1000-sarjana</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori menguraikan seluruh aktivitas akademik mahasiswa akan dipantau langsung oleh Pemkot Batu, mulai dari progres kuliah, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), hingga kehadiran dalam mata perkuliahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e64707e84e5.webp" length="51830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 18:49:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, angkatan pertama, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai merealisasikan program unggulan 1.000 Sarjana dengan mendanai penuh biaya kuliah 200 mahasiswa pada angkatan pertama tahun ini.</p>
<p>Seluruh penerima beasiswa mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori pada Rabu (8/10/2025) menjelaskan rata-rata UKT yang dibayarkan Pemkot berada di kisaran Rp5–6 juta per semester, atau sekitar Rp10–12 juta per tahun untuk setiap mahasiswa. Dengan masa studi normal delapan semester, satu mahasiswa diperkirakan menerima bantuan senilai Rp40–48 juta hingga lulus.</p>
<p>“Besaran UKT ini bervariasi antar kampus, ada yang di bawah Rp5 juta terutama di kampus swasta, dan ada pula yang di atas Rp6 juta di perguruan tinggi negeri,” ujarnya.</p>
<p>Selain menanggung biaya kuliah, Pemkot Batu juga memberikan tambahan uang saku bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Penyaluran dilakukan secara proporsional sesuai kebutuhan riil masing-masing penerima.</p>
<p>Namun, Dinas Pendidikan menegaskan adanya aturan ketat bagi penerima beasiswa. Mahasiswa yang tidak disiplin, melanggar perjanjian, atau molor masa studi akan kehilangan hak pendanaan.</p>
<p>“Kalau sampai molor studi, maka biaya semester berikutnya harus ditanggung sendiri. Program ini bukan hanya soal memberi dana, tapi juga membentuk tanggung jawab moral penerimanya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Sumberdem &amp;apos;BERSINAR&amp;apos; Bersama BNNK Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-sumberdem-bersinar-bersama-bnnk-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-sumberdem-bersinar-bersama-bnnk-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Desa Sumberdem bersama BNNK Malang mendeklarasikan Desa Bersih Narkoba, memperkuat kesadaran kolektif dan komitmen membangun lingkungan sosial yang sehat dan tangguh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e6021781283.webp" length="56820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 14:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Sumberdem, BNNK Malang, Desa BERSINAR, BersihNarkoba, Wonosari, AntiNarkoba, Pemerintah Desa, Edukasi Narkoba, Kolaborasi Desa, SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Belum lama ini Pemerintah Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang secara resmi menggelar Apel Bersih Narkoba dan Penandatanganan Komitmen Bersama Desa Bersih Narkoba (BERSINAR) di lapangan desa setempat.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Desa dalam membangun ekosistem sosial yang sehat dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. </p>
<p>Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Sumberdem dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Malang dalam mewujudkan desa tangguh bebas narkoba.</p>
<p>Kepala BNNK Malang, Letkol Laut (PM) Hendratmo Budi Wibowo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Desa Sumberdem yang dinilainya mampu menjadi model percontohan bagi desa lain di Kabupaten Malang.</p>
<p>Ia menegaskan, predikat “BERSINAR” bukanlah sebatas simbol, melainkan cerminan komitmen kolektif seluruh elemen desa dalam menjaga kualitas lingkungan sosial dari infiltrasi narkoba.</p>
<p>“Peredaran narkotika kini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga mulai merambah ke wilayah pedesaan. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam pencegahan dini,” ujarnya, baru-baru ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Sumberdem, Purwati, menuturkan bahwa seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari perangkat, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat dilibatkan secara aktif dalam deklarasi ini. </p>
<p>“Kami berkomitmen menjadikan Sumberdem sebagai desa yang benar-benar bersih dari narkoba. Melalui sinergi dengan BNNK Malang, kami akan memperluas jangkauan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memiliki kesadaran yang kuat terhadap bahaya narkotika,” ungkapnya.</p>
<p>Gerakan BERSINAR Desa Sumberdem menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba, sekaligus langkah strategis menuju terwujudnya lingkungan desa yang aman, sehat, dan berdaya saing. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mitigasi Risiko Konstruksi, Psikologi Santri Hingga Eko Pesantren Jadi Program Pendampingan Terpadu UIN Maliki Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mitigasi-risiko-konstruksi-psikologi-santri-hingga-eko-pesantren-jadi-program-pendampingan-terpadu-uin-maliki-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mitigasi-risiko-konstruksi-psikologi-santri-hingga-eko-pesantren-jadi-program-pendampingan-terpadu-uin-maliki-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pendampingan terpadu ini menyentuh semua aspek kehidupan ponpes, mulai dari perencanaan konstruksi bangunan hingga psikologis santri, bahkan hingga praktik spiritual yang berwawasan ekologis atau disebut eko pesantren. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3d2902a642.webp" length="54276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 21:39:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Malang, UIN, pendidik, fakultas. Universitas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mitigasi Risiko Konstruksi, Psikologi Santri Hingga Eko Pesantren Jadi Program Pendampingan Terpadu UIN Maliki Malang </p>
<p></p>
<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang bergerak taktis dalam rangka membangun masa depan pesantren yang berkualitas.</p>
<p>Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, dengan tegas meluncurkan program pendampingan terpadu untuk pondok pesantren.</p>
<p>Pendampingan terpadu ini menyentuh semua aspek kehidupan ponpes, mulai dari perencanaan konstruksi bangunan hingga psikologis santri, bahkan hingga praktik spiritual yang berwawasan ekologis atau disebut eko pesantren.</p>
<p>Prof Ilfi, menegaskan bahwa dalam hal mitigasi, risiko konstruksi bangunan, fokus utama program ini adalah untuk meningkatkan kualitas bangunan yang aman dan ramah lingkungan.</p>
<p>UIN Maliki Malang berkomitmen untuk membantu pesantren dalam menyusun masterplan kawasan,dan setiap tindakan pembangunan tata ruang harus memenuhi unsur keamanan dan kesehatan seperti sirkulasi yang baik, hingga konstruksi bangunan yang kokoh.</p>
<p>"Dalam melakukan pembangunan fisik dan sumberdaya pesantren haruslah selaras dengan alam dan kehidupan di sekitarnya," ujar Prof. Ilfi</p>
<p>Tim ahli dari UIN Maliki Malang berkomitmen memberikan layanan konsultasi profesional mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi terhadap proyek pembangunan.</p>
<p>Program pendampingan pesantren ini diharapkan linier dengan program pembangunan yang ada di UIN Maliki Malang yang mengusung konsep Green Campus.</p>
<p>Seperti halnya dalam penyediaan energi, UIN Maliki Malang mendorong penerapan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan. Salah satunya adalah konsep pemanfaatan energi surya dalam rangka menuju Green Pesantren.</p>
<p>Tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur fisik, akan tetapi UIN Maliki Malang juga melakukan upgrade terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh pondok pesantren.</p>
<p>"Pendampingan ini dilakukan dalam berbagai bentuk seperti konseling, psikoedukasi, pelatihan life skills, deteksi dini, hingga pendampingan spiritual-psikologis bagi para pengasuh, dan pengajar dan para santri," tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prioritaskan Sektor Pendidikan, Bupati Pasuruan Bakal Anggarkan Perbaikan Sekolah di APBD 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prioritaskan-sektor-pendidikan-bupati-pasuruan-bakal-anggarkan-perbaikan-sekolah-di-apbd-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prioritaskan-sektor-pendidikan-bupati-pasuruan-bakal-anggarkan-perbaikan-sekolah-di-apbd-2026</guid>
<description><![CDATA[ Terlebih anggaran sebesar Rp40 miliar juga telah disiapkan untuk memperbaiki sekitar 300 sekolah rusak di Kabupaten Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3b515a8a10.webp" length="34072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 21:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo terus lakukan blusukan ke sekolah-sekolah dasar yang mengalami kerusakan di beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini diketahui sedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Karangjati Anyar II dan SDN Mulyorejo, Kecamatan Wonorejo, pada Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Begitu tiba, dirinya langsung menuju beberapa ruang kelas yang butuh perbaikan segera. Tepatnya terdapat empat ruang kelas yang mengalami kerusakan parah di bagian atapnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Selain tidak layak untuk digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar (KBM), juga dapat membahayakan keselamatan para siswa maupun para guru.</p>
<p>“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak belajar dalam kondisi yang membahayakan. Jangan sampai tiba-tiba roboh dan mengenai siswa maupun guru,” kata Mas Rusdi panggilan sapaan saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (6/10/2025).</p>
<p>Ia juga menjelaskan di dalam APBD tahun 2026, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan sekolah serta infrastruktur lainnya yang ada di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>"Kalau di SDN Karangjati Anyar II itu sudah ada perbaikan di tahun 2025, sedangkan di SDN Mulyorejo nanti kita anggarkan dana APBD tahun 2026 serta di sekolah lainnya yang belum ada perbaikan," jelasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa pendidikan adalah menjadi salah satu prioritas pembangunan yang harus diperhatikan. Terlebih anggaran sebesar Rp40 miliar juga telah disiapkan untuk memperbaiki sekitar 300 sekolah rusak di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Baginya, pendidikan itu adalah kebutuhan dasar yang menjadi hak setiap lapisan masyarakat.</p>
<p>“Saya ingin, anak Pasuruan mendapatkan haknya yakni akses pendidikan yang layak dengan sarana prasarana yang memadai, nyaman dan aman,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munaqosah Huffadz Bondowoso Jadi Sarana Menempa Generasi Qur’ani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munaqosah-huffadz-bondowoso-jadi-sarana-menempa-generasi-qurani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munaqosah-huffadz-bondowoso-jadi-sarana-menempa-generasi-qurani</guid>
<description><![CDATA[ Kali ini, 540 Hafidz dan Hafidzah ikuti seleksi, Pemkab Bondowoso dorong penguatan spiritual anak bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3b87d4a573.webp" length="36872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 20:40:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>penghafal Al-Qur&#039;an, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Bondowoso, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengisi udara dengan ketenangan. </p>
<p>Satu per satu peserta muda berdiri dengan penuh keyakinan, menguji hafalan mereka di hadapan para penguji. Di wajah mereka, tampak ketulusan dan semangat yang sama, menjaga Kalamullah di dalam dada.</p>
<p>Inilah suasana Munaqosah Hafidz dan Hafidzah Kabupaten Bondowoso 2025, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i,  Senin (6/10/2025).</p>
<p>Sebanyak 540 peserta dari berbagai penjuru Bondowoso ikut ambil bagian dalam ajang seleksi yang digelar untuk menjaring penghafal Al-Qur’an terbaik. Mereka bukan hanya bersaing untuk gelar, tetapi membawa harapan besar, menjadi penerus cahaya Al-Qur’an yang mampu menuntun generasi muda menuju kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, M. Royhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga bentuk nyata pembinaan spiritual yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Tujuannya bukan hanya mencari yang terbaik, tapi juga membina para penghafal agar semakin kuat secara spiritual dan berakhlak,” ujarnya.</p>
<p>Bagi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, para Huffadz ini adalah “aset spiritual” yang tak ternilai.Wabup yang karib disapa Ra As;ad ini menyampaikan apresiasi tinggi kepada LPTQ Bondowoso atas kerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kehadiran para Huffadz ini bukan hanya sebagai penghafal Al-Qur’an, tapi juga sebagai penerang, perekat harmoni, dan inspirasi di tengah masyarakat,” ucapnya penuh haru.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih beradab dan berakhlak, di tengah arus modernitas yang kian cepat. </p>
<p>“Generasi Qur’ani adalah benteng moral bangsa. Mereka bukan hanya kebanggaan Bondowoso, tetapi juga bagian dari kekuatan spiritual Indonesia,” tambahnya.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, jajaran LPTQ, dan tokoh masyarakat ini mendapat sambutan hangat. Banyak yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan, bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi sebagai gerakan moral bersama untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.</p>
<p>Di sela-sela lantunan ayat dan doa, terselip semangat yang lebih besar, semangat untuk menjaga jati diri bangsa melalui generasi muda yang cinta Al-Qur’an. Karena dari Bondowoso, cahaya itu memancar, membawa harapan bagi Indonesia yang lebih beriman dan berkarakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BNSP RI Sambangi UIN Malang, Yakin Jadi Kampus Pencetak SDM Profesional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bnsp-ri-sambangi-uin-malang-yakin-jadi-kampus-pencetak-sdm-profesional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bnsp-ri-sambangi-uin-malang-yakin-jadi-kampus-pencetak-sdm-profesional</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan Full Assessment ini dihadiri oleh tim asesor BNSP, jajaran rektorat, serta para pengelola unit kerja di lingkungan UIN Maliki Malang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935ce63d1ea7.webp" length="40074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 19:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia, memiliki keyakinan penuh bahwa UIN Malang Mampu mencetak sumber daya manusia profesional.<br>Hal itu disampaikan ketika menyaksikan langsung kemajuan pesat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.</p>
<p>Dalam kunjungannya pada kegiatan Full Assessment pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlangsung di ruang rektor, 4–5 Oktober 2025, ia menyebut UIN Maliki Malang sebagai kampus yang “bergerak cepat dan berpikir jauh ke depan.”</p>
<p>“Saya sangat bangga dan kagum. UIN Maliki Malang tumbuh dengan pesat di bawah kepemimpinan Rektor yang luar biasa, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, bersama para Wakil Rektornya yang enerjik dan solid. Kampus ini punya arah jelas dan semangat luar biasa,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, kehadiran LSP di lingkungan perguruan tinggi bukan hanya pelengkap administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi profesional yang diakui oleh dunia industri.</p>
<p>“Mahasiswa UIN Maliki nanti tidak hanya membawa ijazah, tapi juga sertifikat kompetensi yang menunjukkan kemampuan nyata mereka di lapangan,” tambahnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, LSP di UIN Maliki Malang akan memainkan enam peran penting: mulai dari menjamin kompetensi lulusan, meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, menambah nilai jual alumni, memperkuat kerja sama dengan dunia industri, hingga mengintegrasikan keilmuan dengan nilai-nilai keislaman.</p>
<p>“Inilah bentuk pendidikan Islam yang progresif — memadukan akhlak dan kompetensi. LSP bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga pembentukan karakter profesional yang jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyambut baik dukungan dan kepercayaan BNSP terhadap kampusnya. Ia menyatakan bahwa pendirian LSP menjadi bagian dari upaya serius universitas dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap kerja, mandiri, dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>“Kita ingin mahasiswa UIN Maliki Malang diakui tidak hanya karena ilmu yang dimiliki, tetapi juga karena keahlian dan integritas mereka. Inilah bagian dari semangat Islamic Development University yang terus kami perjuangkan,” ujar Prof. Ilfi Nur Diana.</p>
<p>Kegiatan Full Assessment ini dihadiri oleh tim asesor BNSP, jajaran rektorat, serta para pengelola unit kerja di lingkungan UIN Maliki Malang.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melek Teknologi, Salah Satu Sekolah Dasar di Jember Jalankan Konsep Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/melek-teknologi-salah-satu-sekolah-dasar-di-jember-jalankan-konsep-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/melek-teknologi-salah-satu-sekolah-dasar-di-jember-jalankan-konsep-digital</guid>
<description><![CDATA[ Inisiatif kelas digital di SDN 2 Banjarsengon berawal dari ditemukannya 15 unit Chromebook dan 10 komputer sekolah yang selama ini hanya dipakai saat ANBK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68df2c54217b1.webp" length="26296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 09:12:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>jember, pendidikan, khofifah, mahasiswa, universitas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP -</strong> Terobosan dalam dunia pendidikan dilakukan SDN 2 Banjarsengon, Kabupaten Jember.</p>
<p>Sekolah tersebut menjalankan konsep kelas digital untuk siswa kelas V dan VI, menjadikannya pionir di daerah ini.</p>
<p>Ditemui di sela-sela kegiatan belajar mengajar, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, M. Irfan Zainul Amin memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan sekolah tersebut.</p>
<p>Menurutnya, keberanian memanfaatkan perangkat digital yang sebelumnya jarang digunakan menjadi langkah awal penting menuju pendidikan dasar yang lebih modern.</p>
<p>“Saya sangat mengapresiasi langkah SDN 2 Banjarsengon. Ini bukti nyata sekolah kita mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ke depan, dinas sudah menyiapkan distribusi Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital ke seluruh SD di Jember, disertai bimbingan teknis bagi guru,” kata Irfan, Jumat,(3/10/2025).</p>
<p>Inisiatif kelas digital di SDN 2 Banjarsengon berawal dari ditemukannya 15 unit Chromebook dan 10 komputer sekolah yang selama ini hanya dipakai saat ANBK.</p>
<p>Kepala sekolah, Guntur Bayu Wibisono, kemudian berinisiatif mengintegrasikannya dalam proses belajar sehari-hari.</p>
<p>“Awalnya perangkat-perangkat ini jarang dipakai. Kalau hanya disimpan, justru akan rusak. Maka kami memutuskan membuat kelas digital. Alhamdulillah anak-anak dan wali murid sangat mendukung. Bahkan, ada siswa yang membawa laptop sendiri dari rumah untuk menutupi keterbatasan perangkat,” kata Guntur.</p>
<p>Kini, siswa sudah terbiasa menggunakan akun belajar.id masing-masing.</p>
<p>Mereka membuat portofolio digital dengan Google Sheet, berlatih kolaborasi daring, hingga berkreasi di Canva untuk menyelesaikan tugas berbasis proyek.</p>
<p>Menurut Guntur, metode ini membuat pembelajaran lebih kontekstual, menyenangkan, dan interaktif, sejalan dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi.</p>
<p>Keberhasilan kelas digital bukan hanya memberi dampak positif bagi siswa dan guru, tetapi juga mengantarkan SDN 2 Banjarsengon meraih Juara Pertama Sekolah Inovatif Tingkat Provinsi Jawa Timur 2024 yang digelar Balai Besar Guru Penggerak Jatim.</p>
<p>Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menegaskan, SDN 2 Banjarsengon hanyalah awal. Lebih dari seribu SD di Jember akan mendapatkan fasilitas serupa.</p>
<p>Dengan distribusi IFP secara bertahap, seluruh siswa diharapkan bisa merasakan pengalaman belajar inovatif yang menggabungkan teknologi dan kreativitas.</p>
<p>“Digitalisasi sekolah dasar adalah target besar kami. Tidak boleh hanya satu atau dua sekolah yang menikmati. Semua anak-anak Jember harus merasakan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman,” tutur Irfan.</p>
<p>Dengan langkah ini, SDN 2 Banjarsengon bukan hanya sekolah percontohan, melainkan pintu masuk perubahan besar pendidikan dasar di Kabupaten Jember. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kreativitas Anak Muda Surabaya Sulap Plastik Bekas Jadi Produk Interior Ramah Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kreativitas-anak-muda-surabaya-sulap-plastik-bekas-jadi-produk-interior-ramah-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kreativitas-anak-muda-surabaya-sulap-plastik-bekas-jadi-produk-interior-ramah-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Limbah plastik rumah tangga di tangan Salvina Adelia Susetyo disulap jadi parquet, nightstand, roster, dan terrazzo, membuka jalan baru bagi material interior ramah lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd241e88c98.webp" length="40958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 21:17:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Kristen Petra, UK Petra, PCU, Sampah Plastik, Polypropylene, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Gayung patah yang dibiarkan di pojok dapur, pot bunga retak yang teronggok di halaman, atau ember bocor yang kini hanya jadi penampung debu, semua itu sering kita biarkan menumpuk begitu saja. </p>
<p>Barang-barang plastik rumah tangga yang sudah tidak terpakai kerap dianggap remeh, padahal jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya berakhir di tempat sampah, lambat laun akan menjadi tumpukan limbah plastik yang sulit diurai dan mencemari lingkungan.</p>
<p>Di tengah kebiasaan masyarakat yang sering menutup mata pada masalah ini, seorang anak muda Surabaya justru melihat peluang. Baginya, benda-benda plastik bekas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari sebuah transformasi menuju sesuatu yang lebih bernilai.</p>
<p>Adalah Salvina Adelia Susetyo, lulusan program Interior Design and Styling, Universitas Kristen Petra (PCU) Surabaya, yang berani mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi material interior fungsional sekaligus ramah lingkungan.</p>
<p><em>Polypropylene (PP)</em> sendiri dikenal sebagai plastik serbaguna yang banyak dipakai untuk produk sehari-hari seperti ember, tempat sampah, dan wadah makanan. Meski kuat dan tahan lama, plastik itu sulit terurai sehingga kerap menjadi masalah lingkungan bila tidak dikelola dengan baik.</p>
<p>Dengan kreativitasnya, Salvina mengolah <em>polypropylene</em> bekas menjadi bahan interior melalui proses mencacah, mengoven, mencampur dengan semen atau resin, hingga memanaskan menggunakan heat-gun. </p>
<p>Dari risetnya lahirlah lima karya utama, yakni parquet, nightstand, roster, terrazzo, dan katalog RHPP (<em>Recycled Household Polypropylene</em>).</p>
<p>"Sampah selalu jadi masalah yang tidak pernah selesai. Saya ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa punya nilai baru bila dikelola dengan benar," ujar Salvina, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Produk hasil olahan Salvina memiliki fungsi nyata. Parquet bisa dipasang di dinding dan lantai, nightstand berfungsi sebagai meja kecil dan lampu, roster dipakai untuk ventilasi di halaman rumah, sementara terrazzo menjadi campuran semen dan plastik yang dilapisi resin.</p>
<p>Selain itu, ia juga membuat katalog RHPP sebagai dokumentasi visual berbagai eksperimen plastik rumah tangga yang dapat diaplikasikan dalam interior.</p>
<p>"Harapan saya, penelitian ini bisa membuka kesadaran masyarakat bahwa ada bahan alternatif yang sustainable untuk interior, tanpa harus terus bergantung pada material baru dari alam," tukas Salvina.</p>
<p>Dari pot berwarna coklat, gayung biru dan hijau, ember abu-abu, hingga pigura hitam, semua disulap menjadi material interior baru. Inovasi ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan langkah nyata menuju desain berkelanjutan yang berkontribusi pada lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati RTKD 2025, KI Jatim Tetapkan 15 Desa Sebagai Desa Terang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-rtkd-2025-ki-jatim-tetapkan-15-desa-sebagai-desa-terang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-rtkd-2025-ki-jatim-tetapkan-15-desa-sebagai-desa-terang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 15 desa di Jawa Timur meraih predikat Desa Terang 2025 setelah dinilai transparan, akuntabel, dan global dalam pengelolaan informasi publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd240ee5c69.webp" length="39380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 20:48:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Desa Terang, International Day for Universal Access to Information, Right to Know Day, RTKD, Komisi Informasi, KI Jatim, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 15 desa di Jawa Timur berhasil meraih nilai di atas 80 dalam monitoring keterbukaan informasi publik (KIP) yang dilakukan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur. Hasil tersebut menempatkan desa-desa itu sebagai contoh 'Desa Terang', yaitu desa yang terbuka, akuntabel, dan global.</p>
<p>Monitoring dan evaluasi yang dilakukan KI Jatim melalui <em>Self Assessment Questionnaire </em>(SAQ) dan visitasi lapangan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan <em>International Day for Universal Access to Information </em>atau<em> Right to Know Day </em>(RTKD) yang jatuh setiap 28 September lalu.</p>
<p>Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menegaskan capaian yang sudah diraih oleh beberapa desa di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa keterbukaan informasi sudah menjadi budaya baru di desa.</p>
<p>"Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa keterbukaan informasi telah menjadi budaya baru di desa-desa," ujar Edi saat dikonfirmasi pada Rabu (1/10/2025).</p>
<p>"Dengan transparansi, akuntabilitas, dan wawasan global, desa mampu tumbuh lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing," imbuhnya.</p>
<p>Konsep Desa Terang sendiri dibangun atas tiga nilai utama, yakni: </p>
<ol>
<li><strong>Terbuka</strong>, yakni informasi desa mudah diakses, dokumen program dan anggaran dipublikasikan jelas, serta masyarakat dilibatkan dalam pengawasan.</li>
<li><strong>Akuntabel</strong>, di mana tata kelola desa dipertanggungjawabkan secara terukur, proses anggaran terbuka, dan evaluasi dilakukan konsisten.</li>
<li><strong>Global</strong>, yaitu desa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital dan standar tata kelola berorientasi internasional.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Adapun 15 desa yang mendapat predikat Desa Terang 2025, meliputi: </p>
<ul>
<li>Desa Malangsari (Kab. Nganjuk),</li>
<li>Desa Pungpungan (Kab. Bojonegoro),</li>
<li>Desa Tikusan (Kab. Bojonegoro),</li>
<li>Desa Wates (Kab. Magetan),</li>
<li>Desa Sidomukti (Kab. Jember),</li>
<li>Desa Sekarputih (Kab. Nganjuk),</li>
<li>Desa Kemaduh (Kab. Nganjuk), </li>
<li>Desa Gonggang (Kab. Magetan),</li>
<li>Desa Sumberejo (Kab. Madiun),</li>
<li>Desa Pademawu Timur (Kab. Pamekasan),</li>
<li>Desa Sidomulyo (Kab. Jember),</li>
<li>Desa Wates (Kab. Blitar),</li>
<li>Desa Merkawang (Kab. Tuban),</li>
<li>Desa Simoangin-Angin (Kab. Sidoarjo),</li>
<li>Desa Tembalang (Kab. Blitar).</li>
</ul>
<p></p>
<p>Pada tahun sebelumnya, juga sudah ada beberapa desa yang layak disebut sebagai Desa Terang. Dengan tambahan 15 Desa Terang baru di tahun 2025, KI Jatim berkomitmen untuk terus memperluas praktik keterbukaan informasi publik hingga ke seluruh desa.</p>
<p>Ketua Bidang Kelembagaan KI Jatim, M. Sholahuddin, menambahkan bahwa keterbukaan informasi kini semakin dibutuhkan seluruh masyarakat, tidak hanya yang berada di daerah perkotaan, namun juga di pedesaan.</p>
<p>"Momentum <em>Right to Know Day</em> ini menjadi pijakan bersama bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga kebutuhan seluruh masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang inklusif, transparan, dan berdaya saing global," katanya.</p>
<p>KI Jatim menyebut komitmen tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan desa sebagai pilar kemajuan dan kesejahteraan.</p>
<p>"Kunci dari semuanya diawali dari membangun keterbukaan informasi publik," pungkas Sholahuddin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Remaja Jadi Kunci Cegah Stunting, Generasi Muda Jombang Jadi Agen Perubahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/remaja-jadi-kunci-cegah-stunting-generasi-muda-jombang-jadi-agen-perubahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/remaja-jadi-kunci-cegah-stunting-generasi-muda-jombang-jadi-agen-perubahan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang merupakan program pengabdian masyarakat Unair ini bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan tentang gizi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga sebagai fondasi menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dcde4a191a6.webp" length="28776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 15:33:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, cegah stunting, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Peran generasi muda dinilai krusial dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini menjadi pesan utama dalam seminar 'Optimalisasi Remaja dalam Membangun Generasi Sehat Tanpa Stunting' yang digelar oleh dosen Universitas Airlangga (Unair) bersama BKKBN Kabupaten Jombang, di Pawon Djowo, Desa Denanyar, Jombang. </p>
<p>Kegiatan yang merupakan program pengabdian masyarakat Unair ini bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan tentang gizi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga sebagai fondasi menciptakan generasi sehat dan bebas stunting.</p>
<p>Candra, selaku ketua kegiatan, menekankan pentingnya edukasi dini kepada remaja untuk memahami peran strategis mereka sebagai calon orang tua dan agen perubahan. </p>
<p>"Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Unair," ucap Candra dalam pesan diterima wartawan, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat. Salah satu strategi penting adalah mengedukasi remaja sejak dini.</p>
<p>"Agar mereka memahami peran vitalnya sebagai generasi penerus sekaligus calon orang tua," ujarnya.</p>
<p>Pernyataan senada disampaikan Veni Istiani dari BKKBN Kabupaten Jombang yang menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui peran keluarga dan masyarakat.</p>
<p>“Stunting di Jombang perlu dicegah sejak dini melalui peran keluarga dan masyarakat, karena kesehatan generasi mendatang ditentukan dari kesadaran hari ini,” beber Veni Istiani. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Terintegrasi Pertama di Trenggalek Resmi Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-terintegrasi-pertama-di-trenggalek-resmi-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-terintegrasi-pertama-di-trenggalek-resmi-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini sudah ada 69 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah rakyat itu, mulai dari tingkat SD hingga SMP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbb09fb6663.webp" length="31434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 20:03:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, muchamad nur afifin, sekolah rakyat terintegrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Kabupaten Trenggalek kini memiliki sekolah rakyat terintegrasi yang resmi beroperasi mulai Selasa (30/9/2025). Sekolah ini menempati gedung milik Balai Latihan Kerja (BLK) serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Jalan Patimura, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.</p>
<p>Bupati Trenggalek, Muchamad Nur Arifin, menyampaikan rasa syukur atas peresmian sekolah tersebut. Ia menjelaskan, saat ini sudah ada 69 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah rakyat itu, mulai dari usia 6-7 tahun hingga tingkat SMP. </p>
<p>“Yang SMA belum ada, sementara baru SD dan SMP. Karena sistemnya boarding school, di sini juga disediakan asrama untuk para siswa,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Bupati Nur Arifin menambahkan, sekolah rakyat di Trenggalek ini merupakan yang ke 50 di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa meski masih menggunakan gedung sementara, pemerintah berkomitmen membangun sekolah permanen ke depannya. </p>
<p>“Saya terima kasih sembari menunggu progres pembangunan sekolah permanen. Semoga cita-cita Pak Presiden, wong cilik bisa gumuyu, bisa benar-benar terlaksana,” tambahnya.</p>
<p>Untuk tenaga pendidik, sekolah rakyat terintegrasi ini melibatkan guru dari Dinas Pendidikan, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, hingga pendamping dari Kemensos.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga akan menyiapkan psikolog dari Sentra Terapi. Arifin berharap, sekolah ini berkembang menjadi sekolah inklusi agar anak-anak difabel juga bisa mengakses pendidikan setara.</p>
<p>Agar siswa lebih betah tinggal di asrama, pihak sekolah juga menyiapkan wali asrama yang sebelumnya merupakan pekerja sosial dan sudah mengenal baik para wali murid. Orang tua juga diajak berdialog sebelum anak-anak masuk asrama. </p>
<p>“Kita lihat tadi respon anak-anak senang. Semua orang tua juga mengantar. Harapannya anak-anak betah dan bisa tumbuh dengan baik di sini,” kata Arifin.</p>
<p>Salah seorang wali murid, Dufita Nisa Ruloma dari Pogalan, mengaku lega dan senang setelah anak asuhnya diterima di sekolah rakyat. </p>
<p>“Anaknya kelihatan nyaman dan suka di sini. Harapannya semoga dia bisa jadi anak yang pintar, nakalnya hilang, dan bisa sukses,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu siswa, Dea Nandasari dari SMPN 3 Munjungan, juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku senang karena bisa tinggal di asrama dan mendapat banyak teman baru.</p>
<p>“Suasananya berbeda, tapi nyaman sekali. Temannya banyak, jadi tambah senang,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan berdirinya sekolah rakyat ini, siswa-siswa dari berbagai kecamatan di Trenggalek seperti Dongko, Gandusari, hingga Panggul kini memiliki akses lebih luas untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dalam sistem yang lebih inklusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Emil Dardak: Struktur Rawan Runtuh, Evakuasi Korban Ponpes Sidoarjo Ekstra Hati&amp;hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-struktur-rawan-runtuh-evakuasi-korban-ponpes-sidoarjo-ekstra-hati-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-struktur-rawan-runtuh-evakuasi-korban-ponpes-sidoarjo-ekstra-hati-hati</guid>
<description><![CDATA[ Evakuasi korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo tak akan dihentikan meski bangunan rawan runtuh susulan, tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da76cd57d3b.webp" length="59012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 19:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan operasi penyelamatan terhadap korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, akan terus dilanjutkan hingga seluruh santri ditemukan.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang meninjau langsung lokasi mengatakan, pencarian tidak akan dihentikan meskipun situasi di lapangan penuh risiko.</p>
<p>"Evakuasi tidak berhenti sampai semua korban ditemukan dalam keadaan selamat," terangnya, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Emil mengingatkan struktur bangunan masih rawan runtuh susulan sehingga petugas harus bekerja dengan ekstra hati-hati sembari mengimbau masyarakat yang tidak ada keperluan bisa menjauhi lokasi yang masih berbahaya.</p>
<p>"Bangunan ini masih tidak stabil. Ada suara ‘krek-krek’ di dalam yang menunjukkan potensi runtuhan susulan. Tim harus memastikan dulu keamanan sebelum bisa masuk lebih jauh," tuturnya.</p>
<p>Selain fokus pada evakuasi, Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan darurat bagi korban yang masih tertimbun.</p>
<p>*Makanan, minuman, dan oksigen sudah disiapkan. Harapannya bisa segera disalurkan kepada anak-anak yang masih di dalam agar tidak kesulitan bernapas," imbuh Emil.</p>
<p>Hingga Senin malam, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta warga masih berjibaku di lokasi. Mereka berupaya mengangkat puing dan menyalurkan bantuan ke korban dengan penuh kehati-hatian.</p>
<p>Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menjelaskan, saat bangunan runtuh sebagian santri sedang beraktivitas di musala. Dikonfirmasi pada pukul 19.30 wib, ada 4 korban yang dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>"Ketika ambruk, ada santri yang sedang salat Asar dan sebagian baru selesai berwudhu," papar Kapolresta Sidoarjo.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung, dan data pasti berapa total jumlah jamaah salat ashar pada waktu kejadian juga masih belum bisa dikonfirmasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispendik Bondowoso Tetap Komitmen Perhatikan Infrastruktur Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-tetap-komitmen-perhatikan-infrastruktur-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-tetap-komitmen-perhatikan-infrastruktur-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan infrastruktur pendidikan di Bondowoso difokuskan pada rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7c6c38a7bc.webp" length="48410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 20:02:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Meskipun saat ini pemerintah pusat tengah menerapkan efisiensi anggaran kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, sektor pendidikan nampaknya tetap menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p>Saat ini, pemerintah pusat maupun daerah terus menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur sekolah. </p>
<p>Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati. Menurutnya, meskipun kebutuhan pendidikan sangat beragam, perhatian untuk perbaikan gedung sekolah tetap menjadi prioritas. </p>
<p>“Anggaran masih terus dialokasikan untuk infrastruktur, baik dari DAK, APBN, maupun APBD,” ungkapnya, saat dikonfirmasi usai peresmian sekolah internasional ‘Maplre Tree’ di Bondowoso, pada Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Pembangunan infrastruktur pendidikan di Bondowoso difokuskan pada rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan. </p>
<p>“Meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dengan alokasi anggaran yang memadai. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua anak, dengan dukungan dari berbagai pihak,” kata Haeriyah.</p>
<p>Lebih lanjut, perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo ini juga memberi pesan khusus kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan sekolah. Menurutnya, kualitas harus menjadi perhatian utama. </p>
<p>“Mereka harus betul-betul melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi. Jika sesuai spek, insyaallah bangunan bisa bertahan lama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, meski usia bangunan bisa terjamin panjang jika dikerjakan dengan baik, faktor bencana alam tetap menjadi hal yang tak bisa diprediksi. </p>
<p>“Kalau perawatannya bagus dan pembangunannya sesuai standar, insyaallah bisa awet. Kecuali ada musibah besar, tentu itu di luar kendali kita,” tutupnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Mata hingga Jantung, Khasiat Luar Biasa Wortel Biofortifikasi Warna&amp;warni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-mata-hingga-jantung-khasiat-luar-biasa-wortel-biofortifikasi-warna-warni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-mata-hingga-jantung-khasiat-luar-biasa-wortel-biofortifikasi-warna-warni</guid>
<description><![CDATA[ Wortel biofortifikasi berwarna oranye, ungu, dan merah menyimpan nutrisi kompleks provitamin A, karotenoid, hingga antosianin yang mampu menjaga penglihatan, kekebalan tubuh, serta kesehatan jantung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7bf4828841.webp" length="25268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 19:39:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wortel, Universitas Kristen Petra, PCU, University of Wisconsin-Madison, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran berwarna oranye dengan kandungan vitamin A yang baik untuk mata. Namun, perkembangan riset pangan menghadirkan fakta baru bahwa wortel ternyata tidak hanya satu warna. </p>
<p>Melalui proses biofortifikasi, kini tersedia varietas wortel dengan kombinasi oranye, ungu, hingga merah. Setiap warna membawa kandungan fitokimia yang berbeda, sekaligus manfaat kesehatan yang lebih luas bagi tubuh.</p>
<p>Prof. Sherry A. Tanumihardjo, Professor Department of Nutritional Sciences University of Wisconsin-Madison, mengungkapkan wortel jenis itu mengandung nutrisi kompleks, mulai provitamin A, karotenoid seperti likopen dan lutein, hingga antosianin. </p>
<p>Kandungan tersebut berperan penting, tidak hanya untuk menjaga penglihatan, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, hingga menyehatkan jantung.</p>
<p>"Wortel varietas baru ini bukan hanya sayuran biasa, tetapi juga sumber nutrisi kompleks yang dapat mendukung kesehatan penglihatan, kekebalan tubuh, hingga jantung," jelas Prof. Sherry, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam Guest Lecture bertajuk “Wortel Warna-warni, Kesehatan yang Luar Biasa: Mengungkap Fitokimia untuk Ilmu Pangan, Kesehatan, dan Kuliner” yang diadakan oleh Food Technology Petra Christian University (PCU) bekerja sama dengan University of Wisconsin-Madison.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sherry menekankan bahwa vitamin A dari sumber alami wortel akan memberi manfaat besar jika diolah dengan tepat, sementara itu, jika pengolahannya kurang tepat maka Vitamin A yang terkandung bisa hancur.</p>
<p>"Proses memasak itu langkah yang penting, jangan memasak wortel terlalu lama karena bisa menghancurkan Vitamin A," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Prof. Sherry menambahkan konsumsi minyak dalam jumlah cukup turut membantu penyerapan vitamin A.</p>
<p>"Contohnya konsumsi salad sayur bersama dressing oil," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Program Studi Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati, menegaskan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi mahasiswa maupun publik tentang pentingnya memahami nutrisi dalam bahan pangan sehari-hari.</p>
<p>"Harapannya dari bahan sederhana ini bisa menjadi wawasan baru tentang solusi hidup sehat dengan bahan pangan dan pengolahan pangan yang tepat," tutur Dr. Renny.</p>
<p>Acara itu juga menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas disiplin dengan melibatkan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi UK Petra, sekaligus menyoroti pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam memerangi defisiensi vitamin A yang masih menjadi masalah di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Resmikan Sekolah Bertaraf Internasional Pertama di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-resmikan-sekolah-bertaraf-internasional-pertama-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-resmikan-sekolah-bertaraf-internasional-pertama-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah tersebut sudah menunjukkan langkah maju dengan melibatkan beberapa bahasa asing dalam pembelajaran, seperti bahasa Inggris dan Mandarin. Bahkan, ia juga menyarankan agar bahasa Arab dapat menjadi tambahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7c761059f6.webp" length="50908" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 19:14:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dunia pendidikan di Kabupaten Bondowoso mendapat angin segar dengan hadirnya Sekolah Internasional Maple Tree di Kelurahan Blindungan. Peresmian sekolah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan Kepala Dinas Pendidikan, Haeriyah Yuliati.</p>
<p>Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran sekolah ini. Menurutnya, Maple Tree sejalan dengan semangat Bondowoso dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, sekaligus berwawasan global.</p>
<p>“Kami yakin, dengan fasilitas modern, kurikulum inovatif, serta guru-guru yang berdedikasi, Maple Tree akan menjadi tempat di mana anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang utuh,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Bupati juga menitipkan pesan kepada para guru agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Sementara kepada para orang tua, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.</p>
<p>“Pihak sekolah dan orang tua harus bersinergi memberikan peran positif kepada anak-anak,” pesannya.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menyampaikan, sekolah tersebut sudah menunjukkan langkah maju dengan melibatkan beberapa bahasa asing dalam pembelajaran, seperti bahasa Inggris dan Mandarin. Bahkan, ia juga menyarankan agar bahasa Arab dapat menjadi tambahan.</p>
<p>“Perkembangan ini patut kita apresiasi dan dukung. Kita berharap ke depan sekolah-sekolah kita juga punya orientasi global,” ungkapnya.</p>
<p>Bupati menegaskan, anak-anak Bondowoso harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin dekat dengan bangsa-bangsa lain. </p>
<p>“Mungkin sekarang belum terasa, tapi masa depan adalah milik mereka. Kita tidak tahu perkembangan dan tantangan apa yang akan mereka hadapi, sehingga mereka harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan semangat ini, pemerintah daerah berharap Bondowoso dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di kancah global.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati, yang mengapresiasi berdirinya sekolah bertaraf internasional tersebut. Ia menilai, Maple Tree bisa menjadi embrio lahirnya lembaga-lembaga pendidikan unggul di daerah.</p>
<p>“Harapannya, sekolah ini mampu mencetak generasi yang bisa bersaing di dunia global. Namun tetap, bahasa Indonesia jangan dilupakan karena itu adalah identitas kita,” jelasnya.</p>
<p>Haeriyah menambahkan, kehadiran Maple Tree diharapkan memberi warna baru bagi pendidikan di Bondowoso serta menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berbenah menuju kemajuan.</p>
<p>“Dengan hadirnya sekolah ini, pemerintah daerah optimistis bahwa cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 bisa terwujud,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>800 Lulusan Cumlaude Dalam Wisuda Ke&amp;88 UIN Malang, Rektor Tegaskan Peran Arsitek Kehidupan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/800-lulusan-cumlaude-dalam-wisuda-ke-88-uin-malang-rektor-tegaskan-peran-arsitek-kehidupan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/800-lulusan-cumlaude-dalam-wisuda-ke-88-uin-malang-rektor-tegaskan-peran-arsitek-kehidupan</guid>
<description><![CDATA[ Prof. Ilfi juga menyampaikan capaian UIN Maliki Malang yang kini berada di posisi nomor 4 perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia, dengan akreditasi internasional mencapai 15 persen dan 64,15 persen akreditasi unggul dan meraih peringkat yang membanggakan di Asia Tenggara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935cb9cdbc9f.webp" length="39496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 18:48:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar wisuda sarjana dan pascasarjana ke-88 periode IV 2025 di Gedung Jenderal H. M Soeharto, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan tentang makna pemindahan kuncir toga bukanlah sekadar simbol formalitas.</p>
<p>Rektor mengartikannya sebagai bentuk tawassul, doa, dan harapan agar setiap anak didik menjadi insan yang bermanfaat.</p>
<p>“Kalian semua adalah anak-anak saya, semoga kalian menjadi orang bermanfaat bagi bangsa Indonesia ini,” tegas Prof. Ilfi.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Ilfi juga menyampaikan capaian UIN Maliki Malang yang kini berada di posisi nomor 4 perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia, dengan akreditasi internasional mencapai 15 persen dan 64,15 persen akreditasi unggul dan meraih peringkat yang membanggakan di Asia Tenggara.</p>
<p>Lebih dari separuh fakultasnya telah berstatus unggul atau terakreditasi internasional, menunjukkan komitmen kampus dalam mengantarkan lulusan yang relevan dengan dunia kerja maupun kebutuhan industri.</p>
<p>“Ini membuktikan bahwa UIN Maliki Malang siap mengantarkan anak didik menjadi pribadi yang relevan bagi dunia kerja maupun industri,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. Basri, MA, Ph.D menyebutkan bahwa wisuda kali ini diikuti 800 lulusan, terdiri dari 745 sarjana, 50 magister, dan 9 doktor. Menariknya, lebih dari 50 persen lulusan meraih predikat cumlaude.</p>
<p>“IPK rata-rata sarjana 3,68, magister 3,88, dan doktor 3,83. Bahkan ada yang meraih IPK sempurna 4,00,” ungkap Basri.</p>
<p>Wisudawan terbaik program sarjana adalah Annisa Zahro Putri Sulthoni dengan IPK 3,97 cumlaude. Program magister diraih Fita Azkiyatur Rofi’ah dengan IPK 4,00, sedangkan program doktor diraih Mia Nurmala dengan IPK 3,93.</p>
<p>Seperti yang disampaikan Prof. Ilfi, para lulusan adalah arsitek kehidupan mereka sendiri. Mereka yang akan menentukan jalan, membuat pilihan, dan membangun masa depan dengan pikiran, emosi, serta tindakan nyata.</p>
<p>Wisuda ke-88 UIN Maliki Malang bukan hanya perpisahan akademik, melainkan awal perjalanan baru. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Petualangan Aruna dan Sekala”, Pop&amp;Up Book Edukatif Didik Anak Tentang Empati pada Hewan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petualangan-aruna-dan-sekala-pop-up-book-edukatif-didik-anak-tentang-empati-pada-hewan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petualangan-aruna-dan-sekala-pop-up-book-edukatif-didik-anak-tentang-empati-pada-hewan</guid>
<description><![CDATA[ Buku pop-up interaktif “Petualangan Aruna dan Sekala” ajak anak belajar empati dan mencegah kekerasan hewan lewat dunia fantasi penuh konflik nyata sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7ae0f75bea.webp" length="48958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 17:11:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Animal Welfare, Kesejahteraan Hewan, Animal Abuse, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kesejahteraan bukan hanya hak manusia, tetapi juga makhluk hidup lain yang hidup berdampingan di bumi, termasuk hewan. Mereka membutuhkan kasih sayang, perlindungan, serta perlakuan yang tepat agar bisa hidup sehat dan sejahtera.</p>
<p>Sayangnya, di Indonesia kasus animal abuse atau kekerasan terhadap hewan masih cukup tinggi setiap tahunnya. Catatan terbaru bahkan menunjukkan adanya peningkatan hingga 50 persen hanya dalam waktu satu tahun, dengan banyak kasus dilakukan oleh anak-anak yang belum memahami batasan dalam memperlakukan hewan.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dinamika (Undika) angkatan 2021, Krissanti Anggi Utami, menghadirkan karya kreatif berupa buku pop-up interaktif.</p>
<p>Mengangkat judul “Petualangan Aruna dan Sekala.” Buku itu dirancang khusus untuk anak usia 7–11 tahun, dengan tujuan mengenalkan nilai-nilai kesejahteraan hewan dan mencegah perilaku kekerasan terhadap mereka sejak dini.</p>
<p>"Saya merasa di Indonesia masih belum banyak yang concern terhadap kesejahteraan hewan. Anak-anak sering bermain-main dengan hewan tapi belum mengerti batasannya," ujar Anggi, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p><strong>Edukasi Melalui Dunia Fantasi</strong></p>
<p>Buku pop-up itu tidak hanya berisi gambar dan teks, melainkan juga mengajak anak-anak masuk dalam dunia fantasi penuh makna. Anggi menghadirkan tokoh kakak beradik bernama Aruna dan Sekala, yang suatu hari menemukan medali emas ajaib dan membawanya masuk ke dunia bernama Petopia.</p>
<p>Di dalam Petopia yang dihuni hewan-hewan mamalia, terutama anjing dan kucing, Aruna dan Sekala menghadapi berbagai konflik yang berhubungan dengan keseharian anak-anak. </p>
<p>Mulai dari menolong hewan yang kelaparan, memberikan makanan yang tepat, hingga menyelamatkan kucing hanyut. Dari konflik-konflik inilah empati anak-anak diasah.</p>
<p>"Setiap konflik saya buat agar menggugah empati. Dari situ anak-anak bisa belajar apakah mereka mau menolong atau hanya membiarkan," jelas Anggi.</p>
<p><strong>Teknologi Pop-Up dan <em>Augmented Reality</em></strong></p>
<p>Buku ini hadir dalam 21 halaman, dengan konsep handmade yang seluruhnya dirakit sendiri oleh Anggi. Tidak hanya menyuguhkan pop-up yang interaktif, buku ini juga dilengkapi teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR).</p>
<p>Ketika halaman tertentu dipindai dengan aplikasi khusus yang tersedia di App Store dan Play Store, anak-anak bisa melihat animasi singkat hingga mendengar suara yang memperkuat cerita. Dengan cara ini, pengalaman belajar menjadi lebih hidup.</p>
<p>"Kalau di-scan akan muncul animasi. Apa yang nggak bisa saya cantumkan dalam buku, seperti suara, bisa ditampilkan lewat AR," kata Anggi.</p>
<p>Karya tersebut disusun selama dua semester, yakni sejak semester 7 untuk riset hingga semester 8 untuk produksi. Meski menjadi karya pertamanya, Anggi berharap “Petualangan Aruna dan Sekala” dapat berkembang menjadi seri dengan tema yang lebih luas.</p>
<p>"Ini buku pertama. Saya harap bisa ada seri lain. Untuk awal, saya fokus ke mamalia, karena banyak orang Indonesia yang punya anjing dan kucing," pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, buku tersebut masih dalam bentuk handmade, sehingga sulit untuk diproduksi massal. Namun Anggi membuka peluang agar karyanya bisa diperbanyak dan dimanfaatkan lebih luas sebagai media edukasi anak dalam menumbuhkan empati kepada hewan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG di Kota Batu Dihentikan Sementara karena Tak Layak Konsumsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-kota-batu-dihentikan-sementara-karena-tak-layak-konsumsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-kota-batu-dihentikan-sementara-karena-tak-layak-konsumsi</guid>
<description><![CDATA[ Penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu menunjukkan masih lemahnya pengawasan kualitas makanan dari pihak penyedia. Meski ditujukan untuk meningkatkan gizi siswa, buruknya pengelolaan justru menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d688101bf5f.webp" length="43478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 19:40:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, MBG, Tak Layak Konsumsi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kota Batu terpaksa dihentikan sementara. Langkah itu diambil setelah pihak sekolah menemukan makanan yang disediakan oleh SPPG tidak layak konsumsi karena basi dan menimbulkan keluhan dari siswa.</p>
<p>Kepala SMAN 1 Kota Batu.Anto Dwi Cahyono pada Jumat (26/9/2025) menyatakan penghentian mulai berlaku hari ini lantaran bau dan kurang sehat, sehingga membuat anak-anak tidak mau makan dan dikembalikan ke penyedia.</p>
<p>"Anak-anak tidak mau makan karena memang baunya kurang sedap. Hingga kini belum ada kepastian kapan program MBG akan kembali berjalan, mengingat pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari penyedia layanan maupun instansi terkait," urainya.</p>
<p>Penghentian sementara program nasional tersebut tidak hanya terjadi di SMAN 1 Kota Batu namun juga terjadi di SMPN 1 Kota Batu. Puncak persoalan terjadi pada Kamis (25/9/2025), ketika makanan yang dikirim ke sekolah tercium bau tidak sedap. Pihak sekolah akhirnya mengembalikan makanan tersebut ke penyedia.</p>
<p>Terlebih sejak awal pelaksanaan, sejumlah masalah sudah muncul, mulai dari ayam yang kurang matang, sayuran dan nasi basi, hingga peralatan makan yang berbau amis. Kondisi ini bahkan sempat membuat beberapa siswa mual dan harus mendapatkan perawatan di UKS.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Kota Batu, Tatik Ismiati juga membenarkan penghentian MBG di sekolahnya dan menegaskan bahwa semua sudah clear dan terselesaikan oleh pihak yang terkait.</p>
<p>"Yang pasti sudah rampung dan sudah diselesaikan dengan pihak penyedia. Penghentianmya sampai kapan, kami juga masih belum tahu. Yang pasti kami menunggu instruksi selanjutnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Yayasan Pendidikan di Jombang Tolak Program MBG Presiden Prabowo, Ini Alasannya!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/yayasan-pendidikan-di-jombang-tolak-program-mbg-presiden-prabowo-ini-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/yayasan-pendidikan-di-jombang-tolak-program-mbg-presiden-prabowo-ini-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan dilakukan oleh pihak yayasan karena pertimbangan penyaluran MBG bisa lebih mengedepankan sasaran sekolah atau yayasan yang lebih membutuhkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d648ade0163.webp" length="33372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 15:42:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Program MBG, Prabowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Yayasan pendidikan Roushon Fikr di Kabupaten Jombang secara terbuka menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo. Bukan tanpa alasan, penolakan program MBG disarankan lebih menyasar sekolah atau yayasan yang lebih membutuhkan.</p>
<p>Ketua Yayasan Roushon Fikr, Didin A. Sholahuddin atau Gus Didin menyampaikan jika yayasannya sudah memiliki sistem dapur umum sendiri. Pihak yayasan mempekerjakan sebanyak 17 tenaga dapur dengan 1.300 porsi setiap hari yang harus disediakan untuk siswa dan tenaga pendidik.</p>
<p>"Kalau kami ikut MBG, bisa mengorbankan pekerja yang sudah lama bersama kami,” ucap Gus Didin dalam pesan diterima, Jumat (26/9/2025). </p>
<p>Gus Didin lebih mempersilakan pemerintah untuk mengarahkan MBG pada sekolah yang punya keterbatasan fasilitas maupun pembiayaan. </p>
<p>“Kalau kami ikut menerima, justru terasa tidak pantas. Ada banyak anak-anak di desa-desa yang lebih layak menjadi prioritas,” terangnya.</p>
<p>Baginya, pendistribusian MBG mesti disasarkan pada daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. Dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tentu mengetahui data kemiskinan tersebut.</p>
<p>Disamping itu, meskipun yayasan menolak program MBG sejak tahap awal dengan dasar pertimbangan yang ada, tapi tetap membuka diri jika ada penyaluran MBG dari pemerintah. Dengan catatan jika penyaluran tersebut terjadi pada tahap akhir.</p>
<p>"Tapi, prioritas utama tetap harus untuk siswa yang benar-benar membutuhkan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>School of Journalism 2025: Inisiasi IJTI untuk Generasi Jurnalis Profesional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/school-of-journalism-2025-inisiasi-ijti-untuk-generasi-jurnalis-profesional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/school-of-journalism-2025-inisiasi-ijti-untuk-generasi-jurnalis-profesional</guid>
<description><![CDATA[ IJTI Korda Malang Raya membekali pelajar Kota Malang dengan keterampilan produksi berita, teknik liputan, dan literasi jurnalistik praktis melalui School of Journalism 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d50b51cdb55.webp" length="34924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 17:23:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>IJTI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, IJTI Mengajar, Perpustakaan Kota Malang, Jurnalis Muda, Pendidikan Jurnalistik, Literasi Media</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, di bawah kepemimpinan Hilda Daningtyas, untuk pertama kalinya menyelenggarakan <em>School of Journalism </em>2025<em>.</em></p>
<p>Acara ini diadakan di Aula Perpustakaan Kota Malang pada Kamis (25/9/2025) dan diikuti oleh lebih dari 50 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Malang.</p>
<p>Program IJTI Mengajar dirancang untuk menumbuhkan literasi jurnalistik yang mendalam pada generasi muda, sekaligus memperkenalkan praktik profesional dalam pembuatan berita dan konten media televisi.</p>
<p>Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, menekankan bahwa program ini merupakan upaya strategis untuk menyiapkan kader jurnalis yang kompeten, kreatif, dan etis.</p>
<p>"Kami ingin generasi penerus memiliki bekal yang cukup untuk memahami dinamika media, menyampaikan informasi secara akurat, dan bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Acara ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, Ahmad Amin dari JatimTimes.com dan Tutus Sugiarto dari MD TV, yang membagikan wawasan praktis tentang produksi konten, teknik peliputan lapangan, hingga editing video.</p>
<p>Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan naskah, pengambilan gambar, serta penyusunan konten yang edukatif.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Nabila Hasna, siswi MAN 2 Kota Malang, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Ia belajar membuat konten yang bukan sekadar menarik, tetapi juga edukatif dan sesuai etika jurnalistik.</p>
<p>Nabila menjelaskan, selain teknik pengambilan video seperti <em>wide shot </em>dan <em>medium shot</em>, ia juga mempelajari bagaimana menyusun cerita yang logis, jelas, dan informatif.</p>
<p>"Selain menulis naskah, saya belajar menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, tapi tetap akurat. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya," tutur Nabila.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membantunya memahami dunia media secara praktis, bukan hanya teori dari buku.</p>
<p>Sementara itu, Indira Dwi Nanda, Kepala Bidang KIP Diskominfo Kota Malang, mengapresiasi inisiatif IJTI dan menekankan pentingnya program ini untuk membangun kesadaran jurnalistik sejak usia dini. </p>
<p>"Kegiatan ini membuka ruang bagi pelajar untuk mengalami langsung proses jurnalistik, sekaligus memperkuat literasi media di masyarakat," katanya.</p>
<p>Dengan terselenggaranya <em>School of Journalism </em>2025, IJTI berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki etika jurnalistik yang kuat, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia media dan masyarakat luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak GFC ke&amp;6 di Jember, Komunitas JRP Tampilkan Cerita Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semarak-gfc-ke-6-di-jember-komunitas-jrp-tampilkan-cerita-sejarah-perjuangan-pemuda-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semarak-gfc-ke-6-di-jember-komunitas-jrp-tampilkan-cerita-sejarah-perjuangan-pemuda-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menampilkan cerita kolosal tragedi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi di Surabaya pada 18 September 1945, yang menceritakan tentang perjuangan kelompok pemuda Indonesia merobek bagian biru dari bendera Belanda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d4050e30a44.webp" length="39142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 22:22:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Karnaval, hiburan, JRP, gfc, Jember, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP - </strong>Memasuki tahun ke 6 gelaran tahunan Gumukmas Fashion Carnaval (GFC) yang semakin melejit dengan angkat tema Gema Kreasi Budaya Nusantara.</p>
<p>Dari berbagai kreasi ditampilkan, mulai dari barongsai, kesenian Reog dan juga daul dari pulau Madura juga hadir semarakan kegiatan tahunan tersebut.</p>
<p>Muhamad Subur, ketua panitia kegiatan saat ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan, jika tema tahun ini tidak lepas dari tema kreasi budaya.</p>
<p>"Kita tetap sesuai dengan tema, angkat budaya dan juga bentuk edukasi kepada masyarakat dalam memasuki tahun ke 6 gelaran Gumukmas Fashion Carnival ini. Untuk peserta tahun ini ada 24 dan jarak kurang lebih 4 Km," katanya, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Lebih lanjut ditanya perihal pro dan kontra waktu dan juga tampilan sound horeg yang tidak bisa lepas dalam kegiatan carnaval, pihaknya menjelaska tetap sesuai SOP untuk sound, dan untuk waktu kegiatan sampai jam 12 malam.</p>
<p>"Yang dilakukan panitia yaitu mengawal jika ada peserta yang terlalu lama berhenti di tengah jalan saat menampilkan kreasi, agar acara tidak molor," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, di tempat yang sama, ada yang unik dari salah seorang peserta nomer 8 dari Kecamatan Semboro bernama komunitas JRP (jagongan rebo pon).</p>
<p>Mereka menampilkan cerita kolosal tragedi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi di Surabaya pada 18 September 1945, yang menceritakan tentang perjuangan kelompok pemuda Indonesia merobek bagian biru dari bendera Belanda. </p>
<p>Hampir 200 peserta, JRP memperagakan perjuangan yang ditampilkan epic dengan kolosal perjuangan dengan baju lengkap dan tangisan perjuangan pemuda bersama masyarakat untuk perjuangkan martabat bangsa. </p>
<p>Pendiri JRP, Adif Muttaqin menjelaskan, tema parade kolosal ini untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat tentang sejarah perjuangan Indonesia merebut hak dan simbol negara.</p>
<p>"Pemuda kala itu rela mengorbankan harta dan nyawa melawan Belanda di hotel Yamato yang sekarang menjadi nama hotel Majapahit di kota Surabaya," jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, Adif juga menerangkan jika tidak hanya tampilkan cerita perjuangan, tapi dirinya juga menampilkan marching band.</p>
<p>"Kami selain tampilkan marching band, kami juga ikut serta dalam pungut sampah di sepanjang jalan yang rute karnaval," ungkapnya.</p>
<p>Perlu diketahui, komunitas JRP selain aktif di bidang sosial ekonomi, juga bergerak di bidang garmen, event organizer dan juga tempat pelatihan edukasi alat berat serta penjualan produk UMKM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seorang Siswa Sekolah Rakyat di Gresik Undur Diri, Dinsos Cari Pengganti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seorang-siswa-sekolah-rakyat-di-gresik-undur-diri-dinsos-cari-pengganti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seorang-siswa-sekolah-rakyat-di-gresik-undur-diri-dinsos-cari-pengganti</guid>
<description><![CDATA[ Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik berkurang siswanya karena belum memenuhi syarat cek kesehatan. Dinas Sosial (Dinsos) Gresik kini sedang berproses mencari pengganti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d3e10ea915e.webp" length="48750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 19:44:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Pemkab Gresik, sekolah rakyat Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Satu siswa sekolah rakyat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengundurkan diri lantaran belum memenuhi syarat cek kesehatan. Dinas Sosial (Dinsos) Gresik kini sedang berproses mencari pengganti. </p>
<p>Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Gresik, Nur Farida, mengatakan, sempat mencari pengganti siswa yang mengundurkan diri tersebut. </p>
<p>Namun satu siswa pengganti itu belum juga memenuhi syarat verifikasi pedoman Sekolah Rakyat karena sudah berusia 21 tahun. </p>
<p>"Sebelum launching Sekolah Rakyat Gresik ini, sudah ada satu siswa yang mengundurkan diri karena tidak memenuhi syarat kondisi kesehatannya. Lalu ada siswa baru dari Cerme, SD lulus, SMP merupakan lulusan Paket B, namun tidak memenuhi syarat yaitu usianya 21 tahun," kata Farida, Rabu (24/9/2025). </p>
<p>Farida menjelaskan, program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik memiliki kuota sebanyak 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombel.</p>
<p>Dengan berkurangnya satu siswa, maka Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, memanfaatkan gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu, sekarang berjumlah 74 siswa.</p>
<p>Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik diupayakan memenuhi kuota sebanyak 75 siswa. Menurut Farida, satu siswa tersebut kini sudah dalam proses verifikasi tim lapangan pendamping Dinsos Gresik atau tahap <em>ground checking</em>.</p>
<p>"Saat ini siswa bersangkutan sedang dalam verifikasi tim lapangan pendamping. Hal ini untuk melengkapi kuota siswa Sekolah Rakyat Gresik yang seharusnya berjumlah 75 siswa," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Jumlah Mahasiswa Baru Warnai PKKMB Universitas Kepanjen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-jumlah-mahasiswa-baru-warnai-pkkmb-universitas-kepanjen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-jumlah-mahasiswa-baru-warnai-pkkmb-universitas-kepanjen-malang</guid>
<description><![CDATA[ PKKMB Universitas Kepanjen 2025 diikuti 700 mahasiswa baru. Program magang dan pengembangan fakultas menarik minat tinggi, mencetak SDM siap bersaing global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d3d1a979ef7.webp" length="32940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 19:02:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PKKMB, UniversitasKepanjen, MahasiswaBaru, Pendidikan, Magang, Pariwisata, Keperawatan, SDM, KabupatenMalang, Global, Kampus, PendidikanTinggi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sekira 700 mahasiswa baru Universitas Kepanjen mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, baik secara offline maupun online. </p>
<p>Dari jumlah itu, sekitar 400 mahasiswa hadir langsung di kampus, yang mayoritas berasal dari Fakultas Kesehatan dan sekitar 70 persen berasal dari Kabupaten Malang. Dibandingkan tahun lalu, jumlah mahasiswa baru meningkat signifikan. </p>
<p>Tahun 2024 tercatat 402 mahasiswa, sementara tahun ini naik hampir 300 orang. Lonjakan ini menunjukkan perkembangan positif Universitas Kepanjen dalam menarik minat calon mahasiswa baru di Kabupaten Malang.</p>
<p>Rektor Universitas Kepanjen, Tri Nurhudi Sasono menjelaskan bahwa program magang menjadi salah satu daya tarik utama bagi mahasiswa. </p>
<p>“Selain bidang keperawatan yang masih banyak diminati, mulai tahun ini kerja sama diperluas ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis, khususnya program studi Pariwisata,” terangnya, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Target pengiriman mahasiswa untuk program magang sebenarnya 100 orang per tahun, namun pada 2024 baru tercapai 25 mahasiswa. </p>
<p>“Kendalanya bukan hanya teknis, tetapi juga mental mahasiswa,” tambah Hudi sapaan karibnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Malang Sanusi yang hadir bersama Dinas Pendidikan beserta jajaran, memberikan harapannya agar mahasiswa Universitas Kepanjen memiliki semangat belajar dan cita-cita global.</p>
<p>“Mahasiswa kita tidak hanya bermanfaat bekerja di dalam negeri, tapi juga harus memiliki jangkauan internasional sehingga SDM kita bisa bersaing di tingkat global,” ujarnya, usai agenda.</p>
<p>Menurut Sanusi, semakin banyak universitas berdiri di Kepanjen akan berdampak positif terhadap iklim pendidikan tinggi di Kabupaten Malang. Terlebih, Universitas Brawijaya direncanakan membangun kampus di Kepanjen pada 2026. </p>
<p>“Semakin banyak mahasiswa datang ke Kepanjen, universitas lain juga akan ikut dikenal,” kata Sanusi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DIKLATSARKOP UIN Malang Lahirkan Generasi Koperasi Inovatif dan Adaptif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diklatsarkop-uin-malang-lahirkan-generasi-koperasi-inovatif-dan-adaptif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diklatsarkop-uin-malang-lahirkan-generasi-koperasi-inovatif-dan-adaptif</guid>
<description><![CDATA[ Mengusung tema “Regenerasi Jiwa Koperasi Mahasiswa Menuju Karakter Entrepreneurial yang Inovatif dan Adaptif” itu diikuti oleh 150 peserta yang bersemangat menjadi bagian dari generasi koperasi baru ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935c98a803b2.webp" length="37428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 16:39:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa “Padang Bulan” UIN Malang menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar Koperasi (DIKLATSARKOP) ke-26 di Aula Gedung C kampus UIN Malang, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Mengusung tema “Regenerasi Jiwa Koperasi Mahasiswa Menuju Karakter Entrepreneurial yang Inovatif dan Adaptif” itu diikuti oleh 150 peserta yang bersemangat menjadi bagian dari generasi koperasi baru.</p>
<p>Ketua UKM Koperasi Mahasiswa Padang Bulan, Shahrul Rossi, menegaskan bahwa koperasi mahasiswa bukan hanya menjadi ruang aktivitas, tetapi juga wadah pembentukan jiwa kewirausahaan.</p>
<p>” Di era digital ini, kita tidak bisa lagi menjalankan koperasi dengan cara-cara konvensional. Kita butuh regenerasi yang memiliki karakter inovatif dan adaptif agar koperasi tetap relevan,” ujarnya bersemangat.</p>
<p>Sementara itu, Suwarno dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam melahirkan wirausahawan muda berbasis nilai gotong royong.</p>
<p>“Kami melihat potensi besar pada mahasiswa UIN Malang. Pelatihan ini adalah langkah awal yang strategis untuk melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang berbasis nilai koperasi, yaitu kekeluargaan dan gotong royong,” ucapnya.</p>
<p>Selama pelatihan peserta mendapatkan materi seputar sejarah koperasi, kepemimpinan dasar, hingga entrepreneurship, sebelum akhirnya dinyatakan resmi sebagai anggota UKM Koperasi Mahasiswa Padang Bulan.</p>
<p>Keanggotaan ini membuka kesempatan bagi mereka untuk terus mengembangkan diri melalui serangkaian Pendidikan dan Latihan (Diklat) menengah dan lanjutan.</p>
<p>“Kami berharap, para calon anggota ini tidak hanya menjadi bagian dari koperasi, tetapi juga dapat mengeksplorasi lebih dalam ilmu, pembelajaran, dan pengalaman di UKM Koperasi Mahasiswa sebagai bekal agen perubahan yang membawa nilai-nilai kewirausahaan ke tengah masyarakat,” tutup Shahrul Rossi, optimis.</p>
<p>Pembukaan DIKLATSARKOP dihadiri Romi Faslah, Ketua Tim Pokja Kemahasiswaan yang hadir mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Doni perwakilan dari UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Suwarno perwakilan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Syaiful Bachri dari Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Kota Malang, Pembina UKM Sri Andriani, dan Ketua UKM Koperasi Mahasiswa Padang Bulan, Shahrul Rossi. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bisa Anonim, Mahasiswa Undika Kembangkan Aplikasi Aduan Sampah Liar yang Aman bagi Pelapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bisa-anonim-mahasiswa-undika-kembangkan-aplikasi-aduan-sampah-liar-yang-aman-bagi-pelapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bisa-anonim-mahasiswa-undika-kembangkan-aplikasi-aduan-sampah-liar-yang-aman-bagi-pelapor</guid>
<description><![CDATA[ Warga sering takut dicap pengadu saat melaporkan sampah liar, kondisi inilah yang melahirkan inovasi aplikasi LaporSampah.id dengan fitur anonim dan kamera GPS real time. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a482d7ddb.webp" length="26852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:58:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, Undika, STIKOM Surabaya, Sampah, Sampah.id, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Perilaku buang sampah sembarangan masih saja ditemukan hingga kini, tidak terkecuali di kawasan perkotaan yang jumlahnya masyarakatnya terus bertambah akibat proses urbanisasi.</p>
<p>Ironisnya, upaya sebagian warga untuk melaporkan pelanggaran buang sampah sembarangan terkadang justru berbalik tidak menyenangkan, karena pelapor dianggap sebagai “pengadu”. Kondisi tersebut membuat masalah sampah liar semakin sulit ditangani dengan baik.</p>
<p>Melihat persoalan itu, sekelompok mahasiswa dari Universitas Dinamika (Undika) Surabaya menghadirkan inovasi baru bernama LaporSampah.id, sebuah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara aman dan transparan. </p>
<p>Inisiatif tersebut digerakkan oleh Alexander Wibowo, mahasiswa S1 Sistem Informasi angkatan 2022, bersama tiga rekannya.</p>
<p>"Sampah.id adalah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara transparan, kolaboratif, dan edukatif," jelas Alexander, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Aplikasi itu dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama mengenai pelaporan adanya tindak buang sampah sembarang, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Sulitnya menemukan saluran pelaporan sampah yang mudah,</li>
<li>Minimnya perlindungan identitas bagi pelapor,</li>
<li>Kurangnya transparansi tindak lanjut pelaporan.</li>
</ol>
<p>"Masyarakat sering takut dicap pengadu karena identitasnya tidak terlindungi, sementara tindak lanjut dari laporan juga jarang jelas," ujarnya.</p>
<p>Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa mengirim laporan secara real time dengan bantuan fitur kamera ber-GPS. Fitur tersebut memastikan foto bukti sampah memuat lokasi dan waktu yang akurat. Pelapor pun bisa memilih untuk tetap anonim.</p>
<p>"Dengan fitur anonim, masyarakat bisa melapor tanpa takut dicap pengadu di lingkungannya. Identitasnya aman," tegas Alexander.</p>
<p>Selain menjadi sarana pelaporan, LaporSampah.id juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, hingga relawan lingkungan. </p>
<p>Alexander menyebut pihaknya siap menggandeng Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahkan komunitas <em>Non-Governmental Organization</em> (NGO) peduli lingkungan seperti Pandawara.</p>
<p>"Kita bisa bekerja sama dengan pemerintah maupun komunitas, supaya laporan bisa langsung ditindaklanjuti," kata dia.</p>
<p>Saat ini, pengembangan aplikasi sudah mencapai 50 persen dan ditargetkan rampung dalam 1–2 bulan ke depan.</p>
<p>LaporSampah.id akan hadir dalam versi mobile untuk Android dan iOS, mengingat penggunaan smartphone yang terus meningkat di kalangan masyarakat.</p>
<p>Alexander berharap inovasi itu dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pihak berwenang agar persoalan sampah liar di perkotaan bisa segera tertangani.</p>
<p>"Harapan kami, aplikasi ini bisa berjalan lancar dengan dukungan pemerintah, sehingga fungsi-fungsinya benar-benar membantu penyelesaian masalah sampah di kota besar," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru SMP se&amp; Kabupaten Malang Adu Wawasan dalam Lomba Cerdas Cermat 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-smp-se-kabupaten-malang-adu-wawasan-dalam-lomba-cerdas-cermat-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-smp-se-kabupaten-malang-adu-wawasan-dalam-lomba-cerdas-cermat-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lomba Cerdas Cermat Guru SMP Kabupaten Malang 2025 menjadi ajang inovasi, kreativitas, dan penguatan karakter pendidik menuju lahirnya generasi unggul Indonesia Emas 2045. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d29df855811.webp" length="27534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 21:40:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>LCCGuruSMP, DinasPendidikanMalang, KabupatenMalang, Pendidikan, GuruInspiratif, IndonesiaEmas2045, InovasiPendidikan, KompetisiGuru, Kepanjen, Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Guru Jenjang SMP Tahun 2025 di Aula Panji, Selasa (23/09/2025).</p>
<p>Agenda ini mempertemukan perwakilan guru SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Malang dengan dewan juri dari kalangan pengawas SMP.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi mencari juara, melainkan sarana melahirkan ide, inovasi, dan penguatan karakter guru.</p>
<p>“Dengan tema Cerdas Berkarakter, Cermat Berinovasi, pendidikan tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, melainkan juga penguatan karakter serta penyiapan masa depan anak bangsa,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, guru berperan penting sebagai teladan, motivator, dan pembimbing yang dapat melahirkan generasi unggul.</p>
<p>“Guru bermutu mampu melahirkan orang-orang hebat,” tambahnya.</p>
<p>Suwadji menegaskan bahwa pendidikan harus mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan ketangguhan karakter menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>“Melalui LCC ini diharapkan lahir guru-guru inspiratif yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga berkarakter unggul serta menjadi teladan bagi para siswa di era globalisasi,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Teknis Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Syamsul Arifin, menyatakan bahwa guru merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan pendidikan.</p>
<p>“Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan berinovasi dalam pembelajaran,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, LCC Guru SMP 2025 diharapkan menjadi wahana peningkatan wawasan, kreativitas, dan semangat kompetitif yang sehat bagi para pendidik, sekaligus sarana berbagi praktik baik antar guru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan 1.000 Siswa Menulis di Gresik Dorong Anak&amp;anak Berliterasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-1000-siswa-menulis-di-gresik-dorong-anak-anak-berliterasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-1000-siswa-menulis-di-gresik-dorong-anak-anak-berliterasi</guid>
<description><![CDATA[ Gerakan 1.000 siswa menulis dicanangkan untuk meningkatkan kemampuan literasi bagi pelajar. Ini penting bagi pelajar mengingat perkembangan era teknologi media sosial berkembang pesat menurunkan kemampuan literasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d25c8d43349.webp" length="49268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 17:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, gerakan 1.000 siswa menulis di Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Gerakan 1.000 siswa menulis di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendorong anak-anak untuk berliterasi. Digelar dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -15 media Panjinasional, puluhan anak-anak siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat mengikuti pelatihan menulis guna mendukung gerakan tersebut, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Ketua Pelaksana acara, Muhammad Sholeh, mengatakan, pelatihan menulis ini penting bagi pelajar mengingat perkembangan era teknologi media sosial berkembang pesat menurunkan kemampuan literasi. </p>
<p>"Pentingnya ada dasar menulis bagi pelajar merupakan bagian peningkatan dari literasi. Karena kita tahu di Indonesia ini semakin lama literasi menurun. Makanya kita melakukan pelatihan menulis untuk menguatkan literasi anak-anak, agar mereka tidak hanya sekedar melihat video TikTok, instagram, dan sebagainya," kata Sholeh, seusai acara di Aula Kodim 0817 Gresik.</p>
<p>Sholeh menyampaikan, keikut sertakan peserta pelatihan ini diambil perwakilan SMA sederajat se-Kabupaten Gresik. Masing-masing sekolah mengirimkan dua hingga tiga siswa untuk mendukung gerakan 1.000 siswa menulis. </p>
<p>Menurut dia, tim literasi dari gerakan 1.000 siswa menulis sudah melakukan upaya mendukung gerakan itu ke berbagai daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, Magetan, hingga Kabupaten Gresik ini.</p>
<p>Sementara itu, Anggota Bidang Pelatihan dan Penulisan Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB), Teguh Wahyu Utomo, turut hadir sebagai pemateri. Pelatihan menulis penting dalam meningkatkan kemampuan literasi pelajar.</p>
<p>Ia menyebut, sejumlah faktor yang membuat menurunnya kemampuan literasi diantaranya karena globalisasi dan kemajuan teknologi informasi.</p>
<p>"Serangan dari luar berupa produk-produk digital yang membuat kita berpikir pendek-pendek. Jadi seperti media sosial yang cenderung membuat anak-anak berfikir pendek cepat eksis," ungkap dia.</p>
<p>"Karena itu saya sama teman-teman membuat gerakan literasi. Bagi saya, gerakan 1.000 siswa menulis itu mendorong anak-anak untuk aktif berliterasi dengan cara menulis. Dengan menulis mereka mengasah otak. Informasi yang masuk dalam otak dikeluarkan lewat tulisan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Malang Gelar Konferensi Internasional Bahas Kesehatan Mental Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-malang-gelar-konferensi-internasional-bahas-kesehatan-mental-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-malang-gelar-konferensi-internasional-bahas-kesehatan-mental-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Konferensi internasional ini membahas isu-isu kesehatan mental generasi muda serta menawarkan solusi atas tantangan yang mereka hadapi dalam berbagai konteks kehidupan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935c77c64c2d.webp" length="24178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 16:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan 4th Annual Online Conference Psychology &amp; Flourishing Humanity 2025 dengan tema “Mental Health of Young People: Challenges and Solutions”, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Konferensi internasional ini membahas isu-isu kesehatan mental generasi muda serta menawarkan solusi atas tantangan yang mereka hadapi dalam berbagai konteks kehidupan.</p>
<p>Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada panitia serta menegaskan pentingnya kolaborasi akademik untuk menjaga kesehatan mental anak muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6935c7bd5d342.webp" alt=""></p>
<p>“Konferensi ini adalah bukti komitmen kolektif kita dalam mempromosikan kesejahteraan psikologis dan mencari solusi nyata bagi generasi mendatang,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang mewakili Rektor, menekankan pentingnya inisiatif akademik.</p>
<p>Ia mengusulkan agar Fakultas Psikologi rutin mengadakan diskusi bulanan atau dua mingguan untuk memperkuat literasi kesehatan mental dan memperluas penguasaan psikologi terapan.</p>
<p>Konferensi ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., MCE, CPCE (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Hanan Dover, M.Psych, MA Hons (Charles Sturt University Australia), serta Prof. Dr. Hj. Rifa Hidayah, M.Si. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).</p>
<p>Antusiasme peserta tampak tinggi, dengan 570 peserta daring dari kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti. Selain itu, 31 artikel ilmiah terkait kesehatan mental generasi muda dipresentasikan dan dipublikasikan dalam proceeding internasional ber-ISSN.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar di Bondowoso Ikuti Edukasi Bahaya Perundungan di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-di-bondowoso-ikuti-edukasi-bahaya-perundungan-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-di-bondowoso-ikuti-edukasi-bahaya-perundungan-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Edukasi ini sudah menjadi program Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dalam mengantisipasi terjadinya perundungan yang berujung pada penganiayaan di lingkungan sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d21e9d8af3b.webp" length="43136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 12:01:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, perundungan, SMP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>BONDOWOSO, SJP - Kasus perundungan yang kerap kali terjadi di lingkungan sekolah di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Khususnya, di lingkungan sekolah menengah pertama (SMP)</p>
<p></p>
<p>Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Dinsos P3AKB dan PPA Polres setempat, menggelar sosialisasi dan edukasi bahaya perundungan di sekolah.</p>
<p></p>
<p>Kali ini, SMP Negeri 1 Grujugan menjadi lokus pelaksanaan kegiatan yang menyasar siswa kelas VII dan VIII, pada Senin (22/9/2025) kemarin. Bahkan, seluruh sekolah akan menjadi sasaran edukasi.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati. Di mana langkah selanjutnya tidak hanya menggelar di satu sekolah saja, akan tetapi akan digelar di semua sekolah menengah pertama.</p>
<p></p>
<p>“Tak hanya di SMP Negeri tempat terjadinya perundungan saja, akan tetapi akan kami laksanakan di semua lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso," ujar Haeriyah, saat dikonfirmasi pada Selasa (23/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Selain edukasi dan sosialisasi soal bahaya perundungan, Dinas Pendidikan juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh sekolah, tentang larangan bagi siswa agar tidak membawa benda tajam ke sekolah. </p>
<p></p>
<p>Hal itu, kata mantan Pj Sekda ini, untuk mengantisipasi terjadinya perundungan yang berujung kepada penganiayaan menggunakan senjata tajam. </p>
<p></p>
<p>"Bukan hanya untuk siswa, bahkan koperasi sekolah pun dilarang menjual benda tajam yang bisa digunakan untuk penganiayaan, seperti cutter, gunting dan semacamnya," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberi pemahaman tentang bahaya dan mengurai trauma siswa. Bahkan, melalui edukasi ini semangat kepada siswa agar tetap tenang dan nyaman dalam belajar.</p>
<p></p>
<p>Haeriyah juga menjelaskan, edukasi tentang bahaya perundungan di tingkat SMP bertujuan membekali siswa dengan pemahaman yang benar mengenai bullying, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun daring. </p>
<p></p>
<p>"Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyadari dampak serius perundungan yang dapat merusak kesehatan mental, merenggangkan hubungan pertemanan, hingga mengganggu prestasi belajar," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai antar siswa, mendorong keberanian untuk melapor jika terjadi perundungan, serta mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin semua siswa sadar dan nyaman dalam belajar. Semoga kejadian beberapa waktu lalu menjadi yang terakhir di Kabupaten Bondowoso," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kiai Said Aqil ke UIN Malang, Ada Apa?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kiai-said-aqil-ke-uin-malang-ada-apa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kiai-said-aqil-ke-uin-malang-ada-apa</guid>
<description><![CDATA[ Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d15a67ce31e.webp" length="44314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 21:43:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>UIN, universitas, malang. NU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirodj yang juga pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah membakar semangat Nasionalisme seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam acara Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme, yang dihelat di gedung Rektorat UIN Malang, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Dalam acara ini, Kiai Said disambut antusias oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Bisri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid.</p>
<p>Tak hanya itu, hadir pula Ketua L2PM Dr. Isroqunnajah, para kepala biro, hingga Direktur Pascasarjana. </p>
<p>Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. </p>
<p>Baginya, nasionalisme bukan sekedar jargon, melainkan bagian dari iman yang harus ditanamkan dalam diri setiap Muslim.</p>
<p>"Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang sekuler, negara yang memisahkan agama dari kehidupan bernegara," ucap Kiai Said.</p>
<p>Lebih lanjut, Kiai yang penuh kharismanya ini menekankan pentingnya menjaga nasionalisme dengan tidak menanggalkan nilai-nilai agama yang ada. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d15a6cab29c.webp" alt=""></p>
<p>Nasionailsme dipadankan dengan nilai agama justru akan semakin lengkap dan saling menguatkan. Ia pun menitipkan pesan khusus kepada jajaran pimpinan UIN Malang agar seris menyiapkan generasi intelektual muslim yang kokoh dan mampu bersaing dengan kemajuan zaman, tanpa meninggalkan akidah dan akhlak sesuai tuntunan agama.</p>
<p>"Carilah mahasiswa yang cerdas, kitab, tegakkan agar mereka faham matik (logika), ushul fiqh, ushul hadits, dan syariah. InsyaAllah output-nya akan menjadi ulama yang cerdas," pesannya tegas.</p>
<p>Mubahatsah Ekosufisme ini diharapkan menjadi sarana reflektif bagi semuanya untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi tantangan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. </p>
<p>Bagi civitas akademika UIN Malang, kehadiran Kiai Said bukan hanya membawa ilmu, melainkan juga mengobarkan semangat kebangsaan dalam bingkai keislaman. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menko Pangan Motivasi Ribuan Santri di Mojokerto, Orang Berpengaruh Lahir dari Rahim Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menko-pangan-motivasi-ribuan-santri-di-mojokerto-orang-berpengaruh-lahir-dari-rahim-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menko-pangan-motivasi-ribuan-santri-di-mojokerto-orang-berpengaruh-lahir-dari-rahim-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren tidak hanya sebatas mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga mendalami tentang kehidupan dan kedisiplinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ce5c0d3bc34.webp" length="31730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 15:33:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> - Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan motivasi dan membeber sejumlah rekam jejak pendidikan di hadapan ribuan santri.</p>
<p>Zulkifli Hasan menekankan keunggulan pendidikan pesantren dan madrasah. Menurutnya, menuntut ilmu di pesantren tidak hanya sebatas mempelajari ilmu pengetahuan, tetapi juga mendalami tentang kehidupan dan kedisiplinan.</p>
<p>"Anak-anakku sekalian, mondok di sekolah itu bukan sekadar ilmu, tetapi pembelajaran hidup. Perlu disiplin, kesungguhan, dan melawan rasa malas," ujar menteri yang akrab disapa Zulhas itu.</p>
<p>Ia menceritakan perjalanannya dalam menempuh pendidikan. Zulkifli Hasan mengaku pernah mengenyam pendidikan madrasah hingga Pendidikan Guru Agama (PGA), meski tidak lulus.</p>
<p>"Saya berdiri di depan kalian, sekolah saya dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) lanjut ke PGA, itu pun tidak lulus. Dari guru agama saja tidak selesai, saya cuma sanggup 3,5 tahun, tapi bisa berdiri di sini menjadi Menteri Koordinator Pangan, sebelumnya Menteri Perdagangan, sebelumnya Ketua MPR, sebelumnya lagi Menteri Kehutanan, sebelumnya lagi anggota DPR RI, sebelumnya pengusaha," paparnya di hadapan ribuan santri Amanatul Ummah.</p>
<p>Selain motivasi pendidikan, Zulhas juga memotivasi para santri untuk menjadi pengusaha. Ia mengajak lulusan pesantren agar dapat menciptakan lapangan kerja dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Sebab, ia meyakini orang-orang hebat dan berpengaruh lahir dari rahim pesantren dan madrasah. </p>
<p>"Saya umur 20 tahun penghasilannya Rp200 juta sebulan, baru lulusan madrasah, PGA tidak kelar," ungkapnya.</p>
<p>Ia juga bercerita tentang perjuangannya menimba ilmu agama, di mana ia rela berjalan kaki sekitar 5 kilometer untuk bisa mendapatkan ilmu.</p>
<p>Di hadapan para santri, ia menegaskan keberuntungan menempuh pendidikan di Ponpes Amanatul Ummah, yang diasuh oleh KH. Asep Saifudin Chalim. Ia meyakini, pesantren ini banyak melahirkan orang-orang hebat dan berpengaruh.</p>
<p>"Di sini gurunya hebat-hebat, langsung dipimpin oleh beliau (Kiai Asep). Saya yakin, esok hari kalian akan menjadi anak-anak pejuang yang hebat," terangnya.</p>
<p>Zulkifli Hasan berpesan, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan saat menuntut ilmu, yaitu doa dari kiai, guru, dan orang tua.</p>
<p>"Resepnya, tetap minta doa guru-guru kita, terutama Pak Kiai, dan doa kedua orang tua. Modal saya adalah doa kedua orang tua dan doa para kiai," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmikan Masjid SMPN 2 Pandaan, Ini Pesan Pending Mas Rusdi Kepada Para Pelajar di Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmikan-masjid-smpn-2-pandaan-ini-pesan-pending-mas-rusdi-kepada-para-pelajar-di-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmikan-masjid-smpn-2-pandaan-ini-pesan-pending-mas-rusdi-kepada-para-pelajar-di-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Ia mencontohkan, banyak peserta didik yang memiliki potensi luar biasa diluar akademis. Oleh karenanya, Mas Bupati Rusdi meminta agar ragam potensi dan minat-bakat siswa/siswi terhadap bidang tertentu tersebut harus terus dikembangkan. Sehingga akan membuahkan prestasi membanggakan. Baik bagi diri sendiri, orang tua maupun sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da424d2f099.webp" length="37012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 15:25:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP - </strong>Pada saat menghadiri acara Dies Natalis SMPN 2 Pandaan, Mas Rusdi sapaan akrab Bupati Pasuruan memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh siswa-siswi agar terus bersemangat belajar dan meraih mimpi-mimpinya. </p>
<p>Menurutnya, banyak cara untuk meraih kesuksesan. Jadi tidak hanya terpaku pada kegiatan belajar saja. Terlebih parameter kesuksesan setiap individu tentunya berbeda. Hal itu tergantung dari masing-masing targetnya.</p>
<p>“Saya berpesan kepada adik-adik semuanya, sekolah yang baik, selalu bersemangat. Semua pasti sukses. Tapi kembali ke pribadi masing-masing,” pintanya pada hari Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Mas Bupati Rusdi tak lupa mengajak para pelajar agar belajar bersungguh-sungguh dan konsisten dalam meraih prestasi terbaiknya. Tidak hanya prestasi di bidang akademis saja, melainkan juga prestasi non akademis.</p>
<p>Ia mencontohkan, banyak peserta didik yang memiliki potensi luar biasa diluar akademis. Oleh karenanya, Mas Bupati Rusdi meminta agar ragam potensi dan minat-bakat siswa/siswi terhadap bidang tertentu tersebut harus terus dikembangkan. Sehingga akan membuahkan prestasi membanggakan. Baik bagi diri sendiri, orang tua maupun sekolah. </p>
<p>“Kalau ada prestasi harus terus dikembangkan. Jadi tidak hanya unggul di bidang akademis saja. Yang non akademis-pun bisa,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Mas Rusdi juga berkesempatan meresmikan Masjid Baitus Sabilillah 165 yang berlokasi satu komplek dengan sekolah yang sama. Secara seremonial ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian. </p>
<p>Di waktu yang sama, Kepala Daerah juga menyerahkan Trophy Penghargaan kepada SMPN 1 Grati yang telah menjadi Juara Favorit dalam Kontes Satria Spenda 165. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaat Teknologi, UKWMS Bantu Peningkatan Produksi dan Manajemen Usaha Bakso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaat-teknologi-ukwms-bantu-peningkatan-produksi-dan-manajemen-usaha-bakso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaat-teknologi-ukwms-bantu-peningkatan-produksi-dan-manajemen-usaha-bakso</guid>
<description><![CDATA[ Bakso Goyang Rasa 768 naik kelas lewat sentuhan Abdimas UKWMS: dari produksi manual jadi higienis dengan mesin modern, pengemasan vakum, dan pencatatan keuangan digital SIAPIK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd6457686d5.webp" length="26806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 22:47:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Bakso, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Siapa yang tak kenal bakso? Bulatan daging gurih itu hampir selalu jadi primadona di meja makan hingga warung pinggir jalan. Di Surabaya, nama Bakso Goyang Rasa 768 cukup populer di kalangan pecinta kuliner. </p>
<p>Namun, di balik kelezatannya, ada tantangan besar: bagaimana menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas produksi agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjawab tantangan itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) turun tangan. </p>
<p>Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, para dosen lintas fakultas berkolaborasi mendampingi pengusaha Bakso Goyang Rasa 768.</p>
<p>Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produksi dan manajemen usaha bakso sehat beku. Tim dari Fakultas Teknologi Pertanian yang terdiri atas Dr. Anita Maya Sutedja dan Chatarina Yayuk Trisnawati, bersama tim Fakultas Bisnis yang diwakili Dr. Dyna Rachmawati, memperkenalkan berbagai inovasi produksi serta sistem pencatatan keuangan modern.</p>
<p>"Pendampingan ini kami lakukan agar kegiatan produksi dan penjualan bakso bisa berjalan lebih lancar sesuai potensi yang dimiliki pengusaha," ujar Anita Maya, saat dikonfirmasi Jumat (19/9/2025).</p>
<p>Sebelumnya, pengolahan adonan bakso di usaha itu masih manual, sementara pengemasan hanya menggunakan plastik biasa dengan penyimpanan di lemari pendingin. Kondisi itu membuat umur simpan produk lebih pendek dan kualitasnya mudah menurun. </p>
<p>Karena itu, tim abdimas menghadirkan alat penggiling adonan, pencetak bakso, pengemas vakum, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).</p>
<p>"Selain pelatihan target costing untuk penentuan harga jual, kami juga memperkenalkan aplikasi SIAPIK agar pencatatan lebih rapi sesuai standar SAK-EMKM," jelas Dyna.</p>
<p>Harapannya, melalui penggunaan teknologi tepat guna dan sistem pencatatan modern, Bakso Goyang Rasa 768 mampu meningkatkan produksi secara higienis, memperpanjang umur simpan produk, sekaligus menata manajemen usaha lebih profesional.</p>
<p>"Dengan pengemasan vakum dan lemari pembekuan, kualitas bakso bisa lebih terjaga. Ditambah pencatatan keuangan yang tertib, pengusaha akan lebih siap mengembangkan usahanya," pungkas Chatarina Yayuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Parenting SMAN 9 Surabaya, Celah Komunikasi Keluarga Dinilai Jadi Pemicu Pelajar Ikut Aksi Anarkis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/parenting-sman-9-surabaya-celah-komunikasi-keluarga-dinilai-jadi-pemicu-pelajar-ikut-aksi-anarkis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/parenting-sman-9-surabaya-celah-komunikasi-keluarga-dinilai-jadi-pemicu-pelajar-ikut-aksi-anarkis</guid>
<description><![CDATA[ SMAN 9 Surabaya gelar parenting “Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas”, tekankan sinergi sekolah dan orangtua membangun kedekatan, komunikasi, dan pengasuhan bijak di era digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd644c7723c.webp" length="51794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 21:29:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parenting, SMAN 9 Surabaya, Songo, Komnas PA Surabaya, Kericuhan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Maraknya kasus yang melibatkan pelajar belakangan ini, khususnya kericuhan dan tindak anarkisme di Surabaya pada akhir Agustus 2025 lalu menjadi perhatian banyak pihak.</p>
<p>Salah satu faktor yang kerap disebut adalah renggangnya komunikasi dan kurangnya kedekatan antara orang tua dengan anak.</p>
<p>Hal itu dibuktikan dari ketidaktahuan orang tua tentang anaknya yang mengikuti aksi demo, hingga akhirnya dipanggil pihak kepolisian untuk menjemput anak mereka yang sudah diamankan.</p>
<p><strong>Parenting Untuk Generasi Emas</strong></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Komite SMAN 9 Surabaya menggelar kegiatan parenting bertajuk “Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas” pada Jumat, (19/9/2025). </p>
<p>Acara tersebut menghadirkan narasumber Syaiful Bachri, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, serta Asteria, psikolog anak dari Puspaga Surabaya.</p>
<p>Mewakili Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Sekolah, Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan, Sutartik, menjelaskan bahwa kegiatan parenting sudah lama diprogramkan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.</p>
<p>"Kami intinya meminta dukungan dari masyarakat tentang apapun, baik mulai dana, pergaulan anak di luar, maupun hubungan anak-anak dengan bapak ibu guru," ujar Sutartik, Jumat (19/9/2025).</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan sambutan PLH Kepala Sekolah, Sukirin Wikanto yang juga merupakan Kepala SMAN 5 Surabaya. Dirinya memberikan motivasi dan gambaran umum tentang SMA Kompleks yang terletak di jantung Kota Surabaya.</p>
<p>Adapun Ketua Komite SMAN 9 Surabaya yang menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan, termasuk menjelaskan perbedaan antara iuran, pungutan, dan sumbangan, yang mana kerap menjadi polemik.</p>
<p>Bagian berikutnya diisi paparan tim kurikulum mengenai lima kriteria kenaikan kelas, serta presentasi koordinator kokurikuler yang menjelaskan program pembelajaran di luar akademik. Para orang tua juga diajak berdiskusi tentang voting kegiatan luar kota, dengan opsi Surabaya, Malang, dan Yogyakarta.</p>
<p>Sesi puncak parenting untuk kelas X menghadirkan narasumber dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya yakni Syaiful Bachri, sementara sesi kelas XI diisi oleh psikolog anak, Asteria.</p>
<p><strong>Siswa SMAN 9 Surabaya Tidak Terlibat Kericuhan</strong></p>
<p>Berkenaan dengan kericuhan di Surabaya pada akhir Agustus lalu, pihak sekolah juga memastikan bahwa tidak ada satupun siswa SMAN 9 yang terlibat dalam kericuhan yang mengakibatkan Gedung Negara Grahadi itu terbakar.</p>
<p>Bendahara BOS SMAN 9 Surabaya, Koekoeh Soebagijo menjelaskan bahwa pihak sekolah bahkan memperketat sistem pengawasan siswa, termasuk absensi berbasis <em>share location (shareloc)</em> melalui <em>WhatsApp</em> agar memastikan bahwa para siswa tidak berada di zona merah kericuhan.</p>
<p>"Anak-anak wajib <em>shareloc</em> ke wali kelas sampai jam delapan malam. Setelah itu tanggung jawab kami kembalikan ke orang tua," tandas Koekoeh.</p>
<p><strong>Peran Orangtua Sangat Penting</strong></p>
<p>Syaiful menilai pola pengasuhan yang kurang tepat, terutama minimnya komunikasi, menjadi pemicu anak mencari pelarian di luar rumah. Hal itu membuat mereka rentan terlibat dalam kasus-kasus sosial, termasuk kericuhan yang sempat terjadi di Surabaya.</p>
<p>"Ketidakadanya komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak membuat anak mencari pola di luar. Itu yang memicu keterlibatan mereka dalam demo akhir Agustus," tegas Syaiful.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar orangtua tidak gagap teknologi, karena dunia anak saat ini sangat dipengaruhi perkembangan digital. Orangtua perlu menjadi sahabat bagi anak, sekaligus menanamkan benteng utama berupa akhlak, tanggung jawab, dan disiplin.</p>
<p>"Didiklah anak sesuai zamannya. Kalau akhlaknya kuat, meski banyak ajakan negatif, mereka tidak akan mudah terbawa," tambahnya.</p>
<p>Dalam materinya, Syaiful Bachri menyoroti lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak sebagai salah satu penyebab keterlibatan pelajar dalam aksi kericuhan.</p>
<p>"Ketidakadanya komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak mengakibatkan anak mencari polanya di luar," tegas Syaiful.</p>
<p>Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan Komnas Anak bersama Polda Jatim, kericuhan itu melibatkan pelajar dari 44 SMA/SMK, 13–15 SMP, bahkan dua sekolah dasar.</p>
<p>Syaiful juga menekankan pentingnya orang tua melek teknologi agar tidak tertinggal dari anak-anak mereka yang tumbuh di era digital. Bahkan dirinya mengutip kalimat dari Kekhalifahan Rasyidin, Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>"Didiklah anak sesuai jamannya. Karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan kita," tukasnya.</p>
<p>Dengan kegiatan parenting sebagai edukasi bagi orangtua, maka diharapkan para wali murid sadar bahwa penguatan akhlak, disiplin, dan tanggung jawab tetap menjadi benteng utama bagi anak-anak agar siap menyongsong generasi emas Indonesia 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Pasuruan Dikunjungi Pelajar Malaysia dan Brunei Darussalam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-pasuruan-dikunjungi-pelajar-malaysia-dan-brunei-darussalam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-pasuruan-dikunjungi-pelajar-malaysia-dan-brunei-darussalam</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD mendorong para pelajar untuk terus meningkatkan semangat belajar dan menyiapkan diri dalam menghadapi Olimpiade Asia yang akan datang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbf61863e0f.webp" length="48806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 19:35:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menerima kunjungan istimewa dari pelajar Malaysia dan Brunei Darussalam serta siswa-siswi MTs Al Yasini Pasuruan di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat. Samsul Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan memberikan dukungan penuh kepada seluruh siswa-siswi yang hadir. </p>
<p>Ia mendorong mereka untuk terus meningkatkan semangat belajar dan menyiapkan diri dalam menghadapi Olimpiade Asia yang akan datang.</p>
<p>"Semangat belajar merupakan kunci untuk meraih kesuksesan," ujar Samsul, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya penghormatan kepada orang tua dan guru sebagai bagian dari kunci keberhasilan.</p>
<p>"Menghormati orang tua dan guru akan membuka jalan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Adab kepada orang tua dan guru dapat diwujudkan dengan sikap santun, patuh, menghargai, serta mendoakan kebaikan untuk mereka," tambah Samsul Hidayat.</p>
<p>Lebih lanjut, Lek Sul sapaan akrabnya berharap agar pesan - pesan yang disampaikan dapat menginspirasi para siswa - siswi untuk selalu berusaha yang terbaik dan menjaga etika dalam belajar, serta berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka. </p>
<p>"Semoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan antar pelajar serta meningkatkan semangat di dunia pendidikan," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Dosen Viral, UIN Malang Bersikap Tegas Hingga Kemenag Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-dosen-viral-uin-malang-bersikap-tegas-hingga-kemenag-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-dosen-viral-uin-malang-bersikap-tegas-hingga-kemenag-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Untuk diketahui bahwa UIN Malang terus berkomitmennya untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalitas, serta kepercayaan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cb55e3b207d.webp" length="57220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 07:58:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, retreat, pimpinan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kasus salah seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang,.berinisial IM masih menyita perhatian publik setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. </p>
<p>Video tersebut menampilkan konflik IM dengan warga yang kemudian menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar hingga membuat netizen geram dengan berbagai komentar negatifnya.</p>
<p>UIN Malang akhirnya bersikap tegas terkait beredarnya video viral di media sosial yang menyeret salah seorang oknum dosen tersebut dengan mengeluarkan pernyataan resmi.</p>
<p>Dalam pernyataan resminya, Rabu (17/9/2025), Tim Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) UIN Maliki menegaskan bahwa kampus telah mengambil langkah cepat dan tegas untuk menuntaskan masalah itu.</p>
<p>“Perlu kami sampaikan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengambil langkah-langkah tegas, termasuk membentuk tim disiplin untuk menyelesaikan permasalahan ini dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk investigasi lebih lanjut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata seorang Tim Penegakan Disiplin ASN UIN Malang.</p>
<p>UIN Malang, mengeluarkan pernyataan permohonan maaf atas ketidaknyamanan semua pihak, para wali mahasiswa, para mahasiswa, seluruh warga kampus dan seluruh masyarakat luasatas beredarnya video dan informasi terkait IM.</p>
<p>UIN Maulana Malik lbrahim Malang secara kelembagaan telah membentuk Tim Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara untuk menyelesaikan masalah dimaksud.</p>
<p>UIN Maulana Malik lbrahim Malang sudah melakukan tindakan terhadap IM, berupa pemanggilan IM dan pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.</p>
<p>Atas peristiwa tersebut Senat UIN Maulana Malik lbrahim Malang juga telah menangguhkan permohonan IM untuk kenaikan jabatan.</p>
<p>Saat ini Fakultas Tarbiyah dan Pascasarjana UIN Malang telah menonaktifkan yang bersangkutan dari tugas sebagai dosen.</p>
<p>Seperti diketahui, sebuah video yang memperlihatkan IM, Dosen UIN Malang, menjatuhkan diri dan berguling-guling di tanah viral di medsos. Informasinya, aksi itu dipicu oleh konflik berkepanjangan dengan tetangganya mengenai masalah parkir kendaraan.</p>
<p>Selain sikap tegas dari internal, UIN Malang juga mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI untuk melakukan investigasi eksternal, guna memastikan transparansi sekaligus memberikan dasar hukum yang kuat untuk langkah berikutnya.</p>
<p>“Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI sudah turun tangan untuk melakukan penyelidikan, dan kami menunggu hasil investigasi tersebut,” ucap Prof. Dr. Agus Maimun, Mpd. selaku ketua tim Penegakan Disiplin ASN UIN Malang.</p>
<p>Di sisi lain, IM sendiri disebut telah menyampaikan pengunduran diri secara terbuka dari statusnya sebagai dosen. Namun, keputusan akhir terkait status kepegawaiannya masih menunggu proses dan rekomendasi dari Kementerian Agama RI.</p>
<p>Untuk diketahui bahwa UIN Malang terus berkomitmennya untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalitas, serta kepercayaan masyarakat.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Situs Sentono Watu, Pusaka Sejarah Tersembunyi di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/situs-sentono-watu-pusaka-sejarah-tersembunyi-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/situs-sentono-watu-pusaka-sejarah-tersembunyi-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Situs Sentono Watu di Gedog Kulon Turen menyimpan peninggalan kuno berupa lingga dan watu kodok, jejak peradaban masa Empu Sindok hingga sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68caa42da30a7.webp" length="116922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 20:16:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>warisanbudaya, malang, turen, sentonowatu, sejarahkuno, emputsindok, situskuno, pelestarian, lingga, watukodok</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Wilayah Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Prasasti Turyyan, menyimpan potensi sejarah dan budaya yang kaya meski kini terhimpit pemukiman warga.</p>
<p>Peninggalan berupa Punden Situs Sentono Watu, perwujudan Lingga, hingga batu katak atau watu kodok menjadi penanda jejak peradaban kuno yang menarik perhatian.</p>
<p>Ketua Paguyuban budaya Amartya Bhumi Kepanjian, Gunawan, mengatakan, Situs Sentono Watu kemungkinan besar memiliki makna spiritual.</p>
<p>“Istilah Sentono Watu merujuk pada tempat batu, sedangkan Lingga dan watu kodok erat kaitannya dengan simbol Hindu-Buddha serta doa bagi ketersediaan air untuk pertanian,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68caa4cb4357f.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, kesederhanaan bentuk situs dapat menjadi petunjuk adanya keterkaitan dengan peradaban masa Empu Sindok pada abad ke-10 Masehi, bahkan bisa jadi berasal dari masa sebelumnya.</p>
<p>“Jika benar, situs ini bisa membuka wawasan baru tentang perkembangan budaya dan keagamaan kuno di wilayah Malang,” tukasnya.</p>
<p>Gunawan menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut serta dokumentasi yang akurat agar signifikansi situs semakin jelas.</p>
<p>“Situs seperti ini harus dijaga dan dilestarikan, karena merupakan bagian dari warisan sejarah dan budaya lokal yang berharga,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati HUT ke&amp;80 di Gresik, PMI Cetak Relawan Muda Lewat Jumbara PMR Terbesar di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-80-di-gresik-pmi-cetak-relawan-muda-lewat-jumbara-pmr-terbesar-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-80-di-gresik-pmi-cetak-relawan-muda-lewat-jumbara-pmr-terbesar-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca8ee8b0c93.webp" length="28356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 18:29:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Palang Merah Indonesia, PMI, PMR, Jumbara, HUT ke-80 PMI, Emil Dardak, Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) di Provinsi Jawa Timur tahun 2025 tidak hanya menjadi momentum refleksi dan regenerasi, namun juga melahirkan momen bersejarah.</p>
<p>Acara yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Semen Gresik, Kabupaten Gresik, pada Rabu (17/9/2025), dirangkai dengan Pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke-10 yang berhasil memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.</p>
<p>Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10.</p>
<p>Upacara pembukaan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjadi puncak acara. Ia mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang berhalangan hadir. </p>
<p>Selain Emil, turut hadir pula pengurus PMI Pusat, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo, para ketua PMI kabupaten/kota, serta Bupati Gresik selaku tuan rumah.</p>
<p><strong>Momen Introspeksi dan Regenerasi</strong></p>
<p>Dalam sambutannya, Wagub Jatim, Emil Dardak menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 PMI bukan hanya sekadar seremonial. Acara tersebut merupakan momentum untuk introspeksi diri sejauh mana PMI dapat terus menjalankan peran kemanusiaan sebagai marwah utamanya. </p>
<p>"Peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sejauh mana kita semua akan bisa terus melaksanakan peran kemanusiaan," ujar Emil, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Ia menekankan bahwa PMI, sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan internasional, memegang teguh tujuh prinsip dasar, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.</p>
<p>Emil Dardak menyoroti tema Jumbara PMR ke-10 yang jatuh pada tahun ini, yakni "Membentuk PMI yang Cerdas, Tangkas, dan Berbudaya". Menurutnya, Jumbara adalah wadah yang ideal untuk membentuk generasi muda yang tidak apatis dan sigap dalam membantu masyarakat.</p>
<p>"Jumbara ini menjadi ajang untuk semakin mengokohkan pembinaan palang merah remaja di sekolah. Karena PMI sebagai bagian dari PMI, itu memang mengedepankan jiwa kerelawanan tadi," tegasnya.</p>
<p>"Jadi nggak boleh apatis, nggak boleh abai, nggak boleh mager generasi mudanya," tandas Emil.</p>
<p><strong>PMI Jatim Siapkan Kader untuk Nasional</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, kembali menjelaskan bahwa Jumbara merupakan agenda rutin yang digelar setiap empat tahun sekali. Selain menjadi ajang pembinaan, Jumbara juga berfungsi sebagai seleksi untuk memilih perwakilan Jawa Timur yang akan dikirim ke Jumbara Nasional.</p>
<p>"Untuk Jumbara ini setiap 4 tahun sekali kita lakukan. Di samping mempersiapkan sendiri, kita nanti mengikuti Jumbara Nasional," ujar Imam.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa peserta Jumbara di Jawa Timur, yang berjumlah 38 kabupaten/kota, bahkan lebih banyak dibanding Jumbara tingkat nasional yang hanya melibatkan 34 provinsi. Hal itu menunjukkan potensi besar kader PMR di Jawa Timur. </p>
<p>Imam Utomo juga menyebut bahwa PMI terus menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberdayakan unit PMR di sekolah-sekolah, baik dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.</p>
<p>"Pengetahuan masalah PMI-an, PMR itu diajarkan. Itu kita latih," pungkasnya.</p>
<p><strong>Parade Budaya, Wujud Keberagaman Nusantara</strong></p>
<p>Tidak selesai disitu, sore harinya, acara juga dilanjutkan dengan parade budaya yang diikuti oleh seluruh kontingen PMR. Dengan jarak tempuh hampir 3 kilometer, peserta mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing dan menampilkan atraksi seni tradisional.</p>
<p>Ketua Panitia, Zainal Marzuki, menjelaskan bahwa parade ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur.</p>
<p>"Parade budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur," kata Zainal.</p>
<p>Acara peringatan HUT ke-80 PMI dan Jumbara PMR ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga cerminan dari komitmen PMI dalam membentuk generasi muda yang peduli dan siap siaga. </p>
<p>Dengan semangat yang diwariskan dari para pendahulu dan inovasi yang dibawa oleh generasi baru, PMI Jawa Timur menunjukkan bahwa misi kemanusiaan akan terus berlanjut dan beradaptasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Numpuk di Percetakan, Lulusan PCU Ini Ubah Limbah Kertas Jadi Media Healing Lewat “Paper Pulse”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/numpuk-di-percetakan-lulusan-pcu-ini-ubah-limbah-kertas-jadi-media-healing-lewat-paper-pulse</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/numpuk-di-percetakan-lulusan-pcu-ini-ubah-limbah-kertas-jadi-media-healing-lewat-paper-pulse</guid>
<description><![CDATA[ Limbah kertas percetakan di Surabaya diolah Evelyn Widiana menjadi Paper Pulse, kit melukis tekstur yang menghadirkan seni, relaksasi, sekaligus pesan kepedulian lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c96121823c4.webp" length="51644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 21:17:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, Universitas Kristen Petra, PCU, Paper Pulse, Limbah, Limbah Kertas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bagi mahasiswa, terutama bagi yang sedang mengerjakan skripsi, mungkin sudah biasa melihat tumpukan sisa kertas seperti lembaran HVS yang kerap terbuang percuma di tempat percetakan. Meski terlihat biasa, ternyata kertas merupakan salah satu limbah yang memiliki volume yang cukup besar. </p>
<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, seorang wisudawati Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra, Evelyn Widiana berhasil mengolah limbah kertas menjadi karya seni yang sekaligus membawa pesan lingkungan.</p>
<p>Mahasiswi angkatan 2021 itu merancang Textured Painting Kit yang diberi nama Paper Pulse. Lewat produk ini, Evelyn ingin menunjukkan bahwa sampah kertas bukan sekadar limbah, tetapi bisa berubah menjadi media ekspresi seni sekaligus sarana relaksasi.</p>
<p>"Penggunaan kertas sudah sangat umum. Kalau tidak dipilah dengan benar, bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Dengan Paper Pulse, saya ingin orang lebih sadar bahwa kertas bekas bisa bermanfaat lagi," kata Evelyn, Selasa (16/9/2025).</p>
<p>Kit karyanya berisi kanvas berukuran 15x15 cm atau 15x20 cm, cat akrilik, lem putih, pinset, stik es krim, hingga potongan kertas bekas. Ada enam desain berbeda yang digambar langsung oleh Evelyn. </p>
<p>"Target dari produk ini adalah pengguna berusia 17–30 tahun dapat mencoba seni melukis tekstur sebagai aktivitas healing sederhana dari rumah," jelas Evelyn.</p>
<p>Menurutnya, melukis punya kekuatan menenangkan pikiran, sejalan dengan mottonya, “mind holds power.” Nama Paper Pulse sendiri dipilih untuk merepresentasikan bahan utama berupa kertas (paper) dan denyut nadi (pulse) sebagai simbol ketenangan.</p>
<p>Meski kertas yang ia gunakan sebagai salah satu bahan dalam kit Paper Pulse menggunakan berbagai jenis kertas, Evelyn mengaku sebagian besar bahan kertas ia dapat dari percetakan di Surabaya. </p>
<p>"Jenis kertas yang saya gunakan biasanya HVS atau art paper. Kalau art paper agak sulit diolah, jadi lebih mudah pakai HVS," jelasnya.</p>
<p>Melalui inovasi tersebut, Evelyn berharap masyarakat lebih peduli dalam mengelola sampah kertas yang sering diabaikan. </p>
<p>"Harapannya, orang tidak langsung membuang kertas. Sebelum jadi sampah, bisa dimanfaatkan kembali. Minimal, kit ini bisa menginspirasi orang lebih aware terhadap lingkungan," ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantuan Seragam Gratis di Kota Blitar Ditargetkan Bisa Terdistribusi Sebelum Akhir Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantuan-seragam-gratis-di-kota-blitar-ditargetkan-bisa-terdistribusi-sebelum-akhir-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantuan-seragam-gratis-di-kota-blitar-ditargetkan-bisa-terdistribusi-sebelum-akhir-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan seragam gratis bagi siswa baru di Kota Blitar mulai jenjang TK, SD dan SMP ditargetkan bisa terdistribusi sebelum akhir tahun 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c81e6f88297.webp" length="37914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 21:47:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan, Seragam, Siswa, Kota Blitar, Target, Terdistribusikan, Sebelum, Akhir Tahun 2025.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Bantuan seragam gratis bagi siswa baru di Kota Blitar tetap digulirkan pada tahun 2025. Dinas Pendidikan Kota Blitar menargetkan bantuan seragam gratis bagi siswa jenjang TK, SD dan SMP bisa terdistribusi sebelum akhir tahun 2025.</p>
<p>Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin. Sejauh ini, proses pengadaan seragam gratis di wilayahnya masih berlangsung. </p>
<p>Dimana, pada 31 Agustus 2025 lalu, sudah masuk tahap finalisasi data sasaran yang disesuaikan dengan batas akhir pendataan dapodik. </p>
<p>"Kami targetkan bisa tersalurkan sebelum akhir tahun 2025. Sekarang masih dalam proses pengadaan," ujarnya, Senin (15/9/2025).</p>
<p>Setelah proses pendataan rampung, dilanjutkan dengan validasi ukuran seragam bagi siswa. Karena, pada tahun 2025 ini penyaluran seragam gratis bagi siswa di Kota Blitar diberikan dalam bentuk pakaian jadi. </p>
<p>Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang diberikan dalam bentuk kain seragam disertai dengan biaya ongkos jahit.</p>
<p>Jika secara keseluruhan data sudah final, maka proses penyaluran dipastikan akan berjalan lancar dan tidak terkendala dengan masalah data.</p>
<p>"Kami ingin memastikan terlebih dahulu data yang valid, supaya nanti berlangsung efisien dan sesuai kebutuhan siswa," kata dia.</p>
<p>Perlu diketahui, program pengadaan seragam gratis bagi siswa tingkat TK - SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diklat Keradioan UIN Malang Cetak Generasi Penyiar Berbakat dan Inspiratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diklat-keradioan-uin-malang-cetak-generasi-penyiar-berbakat-dan-inspiratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diklat-keradioan-uin-malang-cetak-generasi-penyiar-berbakat-dan-inspiratif</guid>
<description><![CDATA[ Selama kegiatan, peserta akan mendapat materi tentang dunia keradioan, mulai dari teknik siaran, penulisan naskah, hingga manajemen program ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935c585a4137.webp" length="29206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 13:22:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Sebanyak 57 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti Diklat Keradioan Dasar (DKD) ke-25 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Simfoni FM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini secara resmi dibuka oleh perwakilan Tim Kemahasiswaan, M. Mujtabah, didampingi pembina UKM Simfoni FM, Fathul Qorib, di Auditorium Gedung D, UIN Malang, Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Mujtabah menegaskan bahwa DKD merupakan agenda wajib tahunan UKM Simfoni FM yang perlu terus ditingkatkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.</p>
<p>“Kami mengucapkan selamat berkegiatan. Panitia diharapkan selalu melakukan evaluasi yang komprehensif agar kegiatan berikutnya lebih baik. Sementara kepada para peserta, manfaatkan kesempatan pendidikan dan latihan ini sebaik-baiknya. Kalian adalah calon bintang radio masa depan,” ujarnya penuh semangat.</p>
<p>Sesuai jadwal, DKD 25 dibagi dalam dua termin, yaitu 13—14 September dan 20—21 September 2025.</p>
<p>Selama kegiatan, peserta akan mendapat materi tentang dunia keradioan, mulai dari teknik siaran, penulisan naskah, hingga manajemen program.</p>
<p>Dengan pendekatan kreatif, informatif, dan inspiratif, DKD ini tidak hanya menjadi pintu masuk ke dunia penyiaran, tetapi juga wadah penggalian potensi diri, sesuai dengan minat dan bakat. (***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tutup Retreat Pimpinan, Rektor UIN Malang Ingatkan Pentingnya Integritas dan Komitmen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tutup-retreat-pimpinan-rektor-uin-malang-ingatkan-pentingnya-integritas-dan-komitmen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tutup-retreat-pimpinan-rektor-uin-malang-ingatkan-pentingnya-integritas-dan-komitmen</guid>
<description><![CDATA[ Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan untuk menetapkan niat dan bersungguh-sungguh merancang visi strategis yang inovatif, demi kemajuan mahasiswa dan alumni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c7918e3430b.webp" length="37948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 11:34:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang, retreat, pimpinan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Kegiatan retreat pimpinan baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) periode 2025-2029 di Lapangan Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) ditutup oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Sabtu (14/9/2025).</p>
<p>Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si mengingatkan tentang integritas dan komitmen terhadap lembaga.</p>
<p>Upacara penutupan itu menandai berakhirnya rangkaian kegiatan retreat yang dilaksanakan sejak awal September, di kampus Poltekad, Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.</p>
<p>Dalam acara tersebut juga dilaksanakan proses penanggalan tanda peserta dan penyerahan piagam penghargaan kepada empat peserta terbaik oleh Rektor.</p>
<p>Dalam amanat yang disampaikan di hadapan peserta upacara, Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan untuk menetapkan niat dan bersungguh-sungguh merancang visi strategis yang inovatif, demi kemajuan mahasiswa dan alumni.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh 12 pesan Menteri Agama mulai dari penguatan integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dan perubahan nyata dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan, keterbukaan, penguatan peran UIN sebagai pusat nilai Islam rahmatan lil alamin, transformasi berpikir.</p>
<p>Kemudian pengembangan ilmu keislaman, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), literasi keagamaan, mitigasi bencana, hingga penguatan kerja tim yang solid.</p>
<p>Prof. Ilfi juga menyampaikan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan ini dirangkum dalam konsep Kabinet Sakti yang diharapkan menjadi ruh kerja sama seluruh jajaran pimpinan UIN Malang. Pihaknya menekankan pentingnya kedisiplinan, komitmen, dan kekompakan.</p>
<p>“Selamat berjuang, di pundak kita bersama nasib UIN Malang ditentukan, di pundak kita bersama nasib lulusan kita ditentukan,” tutup Prof. Ilfi, rektor UIN Malang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Manfaatkan PLTS Guna Besarkan Kepiting Bakau di Tengah Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-manfaatkan-plts-guna-besarkan-kepiting-bakau-di-tengah-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-manfaatkan-plts-guna-besarkan-kepiting-bakau-di-tengah-kota</guid>
<description><![CDATA[ Budidaya kepiting bakau kini merambah jantung Surabaya, lahir dari kolaborasi urban farming Kampoeng Oase Ondomohen dan teknologi PLTS yang digagas tim Abdimas UKWMS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b96aa53bf.webp" length="44906" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 22:37:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Ondomohen, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Kepiting Bakau, Urban Farming, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Urban farming, atau pertanian perkotaan selama ini identik dengan budidaya sayuran dan tanaman buah. Namun siapa sangka, jika konsep itu dikombinasikan dengan teknologi terbarukan, maka bisa membuka ruang baru hingga ke ranah yang dianggap mustahil.</p>
<p>Salah satunya datang dari tim abdimas Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang membawa gagasan untuk membesarkan hewan laut seperti kepiting bakau dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).</p>
<p>Program yang didanai Kemdikti–Saintek dengan nomor kontrak 003/LL7/DT.05.00/PM/2025 itu mengusung judul "Inovasi Teknologi berbasis PLTS Untuk Pengaturan Lingkungan Akuakultur Penggemukan Kepiting Bakau" dengan menyasar salah satu komunitas di jantung Kota Pahlawan, yakni Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya.</p>
<p>Ketua Tim Abdimas UKWMS, Rasional Sitepu dari Program Studi Profesi Insinyur, menjelaskan alasan utama memilih PLTS sebagai pendukung budidaya kepiting bakau dikarenakan PLTS termasuk salah satu sistem energi terbarukan yang ramah lingkungan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b96409abe.webp" alt=""></p>
<p>"Dengan menggunakan panel surya untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik, energi ini tidak pernah habis, serta bebas digunakan, dan lebih hemat," jelasnya, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>"Selain itu, karena panel surya tidak menimbulkan kebisingan, maka penggunaannya sangat cocok untuk area padat penduduk seperti di tengah kota," lanjut Rasional.</p>
<p>Ia juga memberi penekanan pada aspek keamanan dan ketahanan instalasi. Sambungan listrik harus diisolasi dan dilindungi silikon agar tahan air hujan. Selain itu, digunakan kabel khusus NYYHY serta lampu outdoor agar tahan cuaca.</p>
<p><strong>Mengapa Kepiting Bakau?</strong></p>
<p>Rasional kemudian menjelaskan, pertimbangan dalam memilih kepiting bakau adalah karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus daya adaptasi besar bila dipelihara di darat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b95b18a80.webp" alt=""></p>
<p>"Karena mengingat kepiting bakau sangat tinggi nilai ekonominya, jadi kami ingin coba mengembangkannya di darat," ujar Rasional.</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa harga dari kepiting bakau mentah per ekor bisa menyentuh harga 65 ribu per kilogram, sedangkan jika diolah menjadi masakan seafood harganya bisa tembus hingga 250 ribu per ekor.</p>
<p>"Selain sisi ekonomi, kepiting bakau juga punya harapan hidup yang tinggi, jadi kemungkinan bertahan dalam proses adaptasi jika dibawa ke darat dan dibesarkan di sini juga besar," imbuhnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Prodi</strong></p>
<p>Tidak hanya Rasional, Tim Abdimas Fakultas Teknik UKWMS juga diperkuat dosen dari berbagai program studi, meliputi Peter Rathodirjo Angka (Teknik Informatika), Ery Susiany Retnoningtyas (Teknik Kimia), serta mahasiswa Sasrio Resi Valen (Teknik Elektro) dan Yosefa Ruvinda Ayu Krisanti (Teknik Kimia).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6bbc7632e5.webp" alt=""></p>
<p>Kolaborasi tersebut terlihat dalam workshop yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampoeng Oase Ondomohen terkait program yang akan dijalankan. </p>
<p>"Kita akan beri pelatihan kepada masyarakat. Pertama dari sisi teknologi pengadaan energi melalui pembangkit listrik tenaga surya itu dari prodi teknik elektro dan teknik informatika," terang Rasional.</p>
<p>"Kemudian dari prodi teknik kimia akan jelaskan sisi pengkondisian air darat supaya cocok dengan iklim kepiting bakau, seperti parameter kadar garam, pH dan penggunaan amonia," sambungnya.</p>
<p>Workshop atau pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Kendati pelatihan hanya dilakukan satu hari, Rasional mengungkapkan bahwa pihaknya akan lakukan pendampingan hingga masyarakat mampu mandiri.</p>
<p>"Karena tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan produksi dan kemampuan manajernya," tambah Rasional.</p>
<p><strong>Dari “Apartemen Kepiting” hingga Restoran Seafood</strong></p>
<p>Saat ini, Kampoeng Oase Ondomohen sudah memiliki 25 apartemen kepiting, yakni wadah khusus yang masing-masing menampung satu ekor denga dilengkapi sistem PLTS. Dari jumlah itu, 19 ekor berhasil beradaptasi, sedangkan sisanya ada yang mati atau hilang.</p>
<p>"Goals-nya masyarakat bisa kembangbiakan dan jual mentah maupun dimasak. Jadi kita akan punya seperti cold storage. Lalu rencana dari Ibu Endang selaku RT cukup bagus, beliau ingin punya restoran khusus seafood di sini,” katanya.</p>
<p>Ketersediaan bibit kepiting juga menuntut kerja sama erat dengan nelayan di kawasan Pantai Timur Surabaya, karena hanya pada momen pasang-surut tertentu hewan tersebut dapat diperoleh.</p>
<p>"Harapan kami kalau program ini berhasil bisa dicontoh oleh masyarakat lain juga. Produksi kepiting semakin banyak, dan Ondomohen ini bisa jadi pusat edukasi," tuturnya.</p>
<p><strong>Tantangan Baru Kampoeng Oase Ondomohen</strong></p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Mus Mulyono, menyambut antusias program yang menurutnya membawa tantangan baru bagi masyarakat. Setelah berhasil dengan budidaya hewab lain seperti maggot, ikan, hingga lobster, diharapkan upaya pembesaran hingga budidaya kepiting bakau berjalan lancar.</p>
<p>"Kami sangat senang sekali dan berbahagia. Ini yang saya rasa menjadi tantangan paling besar karena bentuk urban farming perikanan laut yang dipindah ke darat, apalagi posisi kami di jantung kota, jauh dari pesisir," ungkap Mus.</p>
<p>Meski ada beberapa kepiting yang mati dan hilang saat proses adaptasi, Mus menilai hasil adaptasi kepiting di kampung yang dia pimpin cukup memuaskan dibanding tempat lain.</p>
<p>"Iya kemarin itu ada yang lepas karena belum ada kunci apartemennya. Tapi sekarang sudah bagus, seluruh kepiting sudah aktif," ujarnya.</p>
<p>Mus menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak bisa ditopang oleh satu dua orang saja, namun harus melibatkan seluruh warga.</p>
<p>"Karena kita hidup di kampung dengan profesi berbeda-beda, jadi semuanya harus bisa terlibat. Paling tidak nanti ada tenaga ahli lokal yang bisa jadi pengontrol," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Adi Candra, selaku pembina Kampoeng Oase Ondomohen mengapresiasi dukungan dari akademisi tim Abdimas UKWMS. Sebagai komunitas yang sudah menjadi lokasi edukasi, Adi berharap inovasi itu dapat menambah daya tarik Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p>"Semoga dengan program dan keilmuan baru ini mampu menjadikan Kampoeng Oase Ondomohen semakin memperkaya edukasi terkait energi baru terbarukan yaitu tentang PLTS sebagai sistem energi untuk proses penggemukan kepiting bakau," jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, inovasi baru itu juga akan semakin menguatkan Kampoeng Oase Ondomohen sebagai Kampung Wisata Edukasi Pengelolaan Lingkungan dan Urban Farming di Jantung Kota Surabaya.</p>
<p>"Yang paling penting juga masyarakat semakin peduli dengan lingkungan dan menjaganya agar mampu memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan," tukas Adi.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kampoeng Oase Suroboyo Group, DPP Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Kreatif Anak Muda Indonesia Digelar di Surabaya, Lahirkan Duta&amp;Duta Remaja Di Berbagai Bidang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-kreatif-anak-muda-indonesia-digelar-di-surabaya-lahirkan-duta-duta-remaja-di-berbagai-bidang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-kreatif-anak-muda-indonesia-digelar-di-surabaya-lahirkan-duta-duta-remaja-di-berbagai-bidang</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik unjuk kreativitas dalam Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif 2025, menampilkan duta-duta remaja dari anti narkoba hingga fashion show. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b953d36cc.webp" length="35324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 21:28:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gebyar Aksi Duta Remaja, Festival Anak Muda, Pandawa Nusantara, Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Generasi muda kerap disebut sebagai penentu masa depan bangsa. Namun, potensi besar mereka tak akan berarti bila tidak diberi ruang untuk tumbuh, berkreasi, dan diapresiasi. Melalui berbagai ajang positif, anak-anak sekolah bisa menunjukkan bakat, kepedulian sosial, hingga gaya kreatif terbaik mereka.</p>
<p>Semangat inilah yang tampak dalam Gebyar Aksi Duta Remaja Tingkat Nasional, Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif ke-VII 2025 yang berlangsung di Trans Mini Studio Rungkut, Surabaya, Minggu (14/9/2025). </p>
<p>Acara yang digelar Pandawa Nusantara tersebut menghadirkan lebih dari 100 tim dari SMP dan SMA/SMK sederajat se-Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.</p>
<p><strong>Ajang Pencarian Duta</strong></p>
<p>Founder Pandawa Nusantara, Dwi atau yang akrab disapa Kak Dwi menjelaskan bahwa festival itu bukan sekadar lomba, melainkan sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas anak-anak muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b950c7cab.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan ini merupakan agenda untuk menumbuh kembangkan setiap potensi anak dalam peningkatan kreatifitas dan aksi nyata anak guna peningkatan beberapa aspek yang dimilikinya," jelas Kak Dwi, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ditentukan pula berbagai peran duta, mulai dari Duta Anti Narkoba (DAN), Duta Kesehatan Remaja (DKR), Duta Makanan Sehat (DMS), Duta Generasi Berencana (GENRE), Duta Healthcare Leadership (DHL), Duta Anti Bullying (DAB), hingga Duta Fashion Show Design Picture.</p>
<p>Acara tersebut juga menghadirkan motivasi dari generasi muda yang tengah berjuang di level nasional. Muhammad Zaki Raihansyah, mahasiswa PPNS yang kini menjadi finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional sekaligus founder Crenous Media Indonesia, menyampaikan pesannya dengan tema Prestasi tanpa Sensasi.</p>
<p>"Kita harus punya kesiapan dan planing terkait masa depan kita sendiri. Bullying harus kita tekan dan hilangkan, jangan sampai kita terjajah di era digital," kata Zaki.</p>
<p>Ia menegaskan perlunya wadah ramah anak yang benar-benar mendukung perkembangan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia 2045.</p>
<p>Kegiatan itu juga mendapat apresiasi dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya, Syaiful Bachri, yang menilai acara tersebut memberi ruang penting bagi anak-anak SMP dan SMA/SMK untuk berekspresi.</p>
<p>"Sangat luar biasa event ini karena memberikan ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri, berbagi ide, dan membangun komunitas yang kreatif dan inklusif," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, keseimbangan pengembangan akademis dan kreativitas harus terus dijaga, khususnya bagi anak muda yang berada dalam proses tumbuh kembang.</p>
<p>"Kita tahu anak-anak ini sudah padat program belajar di sekolahnya, akademis untuk otak kiri, perlu juga merangsang otak kanan untuk kreatifitas, seni, ataupun olah raga sehingga saling melengkapi," tutupnya. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temukan Anak Tidak Sekolah, Dindik Kota Blitar Kini Fokus Pendampingan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temukan-anak-tidak-sekolah-dindik-kota-blitar-kini-fokus-pendampingan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temukan-anak-tidak-sekolah-dindik-kota-blitar-kini-fokus-pendampingan</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar masih menemukan adanya anak tidak sekolah (ATS) di wilayahnya. Sejauh ini, Dindik menemukan 16 anak yang tidak sekolah dan sedang dilakukan intervensi agar mereka kembali bersekolah. Artinya, saat ini Dindik tengah fokus melakukan pendampingan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c58e49790eb.webp" length="24610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 23:33:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pendidikan, Kota Blitar, Pendampingan, Intervensi, Anak-Anak, Tidak, Sekolah, Bolos, Sekolah.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar tengah fokus melakukan penelusuran di lapangan, kaitan anak tidak sekolah (ATS). Artinya, penelusuran terhadap anak-anak yang sebenarnya terdaftar sebagai siswa, namun yang bersangkutan berhenti masuk sekolah atau bolos dengan berbagai alasan.</p>
<p>Sejauh ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar menemukan 16 anak tidak sekolah dan tengah dilakukan pendampingan agar mereka kembali bersekolah.</p>
<p>"Jumlah temuan sampai saat ini ada 16 enak yang kita lakukan pendampingan atau intervensi. Secara bertahap, mereka sudah kembali ke sekolah," terang Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin, Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Menurut Dindin, meskipun sudah dilakukan pendampingan dan yang bersangkutan sudah kembali bersekolah, pemantauan di lapangan tetap diperlukan. Tujuannya agar mereka tak mengulangi perbuatannya bolos sekolah.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang membuat anak-anak tersebut berhenti sekolah atau bolos sekolah. Mulai dari faktor lingkungan hingga kurangnya semangat untuk belajar di sekolah.</p>
<p>"Jadi, yang kami temukan itu sedang menjadi perhatian khusus dari kami. Mereka ditemukan di Kecamatan Sukorejo dan Sananwetan, mulai jenjang SD, SMP dan SMA juga ada," ujarnya.</p>
<p>Dindin menambahkan hal ini dilakukan sesuai instruksi dari pimpinan daerah Kota Blitar. Artinya, Pemkot Blitar ingin memastikan semua anak-anak di wilayahnya menempuh pendidikan di sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karyawan PNM Dibekali Edukasi Keselamatan, Polisi Tekankan Budaya Tertib Lalu Lintas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karyawan-pnm-dibekali-edukasi-keselamatan-polisi-tekankan-budaya-tertib-lalu-lintas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karyawan-pnm-dibekali-edukasi-keselamatan-polisi-tekankan-budaya-tertib-lalu-lintas</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Malang beri edukasi keselamatan lalu lintas kepada karyawan PNM di Hotel El Karangploso. Polisi tekankan budaya tertib, ETLE, dan disiplin berkendara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c528acd2d32.webp" length="40570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 16:29:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Satlantas Malang, keselamatan lalu lintas, karyawan PNM, edukasi lalu lintas, ETLE, aplikasi Incar, disiplin berkendara, Mahameru Tantu Pagelaran, tertib lalu lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Satlantas Polres Malang melaksanakan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas kepada karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan yang berlangsung di Hotel El Karangploso, Kabupaten Malang, pada Sabtu (13/9/2025), menjadi bagian dari program Mahameru Tantu Pagelaran yang terus digencarkan kepolisian.</p>
<p>Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyebut, edukasi kepada kelompok pekerja swasta dipilih, karena mereka dinilai punya peran penting dalam menjadi teladan. Ia berharap, para karyawan mampu menularkan budaya tertib lalu lintas di keluarga maupun lingkungan sekitar.</p>
<p>“Kami terus hadir memberikan edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Harapannya, karyawan PNM bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungannya masing-masing,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Materi yang diberikan meliputi penggunaan helm standar bagi pengendara motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas. </p>
<p>Alif menegaskan, keselamatan di jalan bukan semata tanggung jawab polisi, melainkan kesadaran setiap individu.</p>
<p>“Gunakan helm standar, sabuk keselamatan, serta patuhi rambu. Kedisiplinan kecil ini akan berdampak besar dalam menekan angka kecelakaan,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, Unit Kamsel Satlantas Polres Malang turut memperkenalkan sistem tilang elektronik (ETLE) dan aplikasi Incar. Menurut Kanit Kamsel Ipda Umar Kiswoyo, teknologi ini bukan sekadar penindakan, melainkan sarana membangun kedisiplinan yang lebih transparan.</p>
<p>“Kami ingin masyarakat paham, ETLE bukan sekadar penindakan, tapi upaya menciptakan keteraturan dan kepastian hukum di jalan,” katanya.</p>
<p>Peserta kegiatan mengaku mendapat banyak wawasan baru. Salah satunya menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p>“Kami mendapat banyak pengetahuan baru, terutama soal ETLE dan aturan lalu lintas. Ini sangat bermanfaat untuk keselamatan kami,” ungkap salah satu karyawan peserta sosialisasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dr. Harun Al Rasyid : Integritas Kunci Selamatkan Bangsa Dari Korupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dr-harun-al-rasyid-integritas-kunci-selamatkan-bangsa-dari-korupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dr-harun-al-rasyid-integritas-kunci-selamatkan-bangsa-dari-korupsi</guid>
<description><![CDATA[ Pesan moral dari paparan Dr. Harun Al Rasyid seakan menegaskan satu hal: bangsa ini hanya akan selamat jika pemimpinnya berani menjaga integritas. Karena itu, mari jadikan integritas sebagai napas kehidupan, kejujuran sebagai sikap sehari-hari, dan keberanian melawan korupsi sebagai wujud nyata cinta pada neger ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935c3733f976.webp" length="26454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 16:13:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<media:keywords>UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> - Deputi Pengawasan Kementerian Haji, Dr. Harun Al Rasyid menegaskan, Indonesia hanya akan selamat jika para pemimpinnya berani menjaga integritas.</p>
<p>Pesan itu disampaikan Deputi Pengawasan Kementerian Haji, Dr. Harun Al Rasyid, dalam Retret Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di kampus POLTEKAD Kota Batu, Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Di hadapan 143 pimpinan UIN Malang, Harun menegaskan bahwa bangsa ini sedang menghadapi kondisi darurat korupsi.</p>
<p>Menurut Harun, korupsi adalah penyakit bangsa yang merusak dari dalam. Ia tidak hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan, melemahkan integritas, serta menghancurkan mentalitas seorang abdi negara.</p>
<p>“Seorang pelayan publik semestinya mengabdi kepada masyarakat, bukan meminta untuk dilayani,” tegas Harun.</p>
<p>Ketika seorang pelayan publik yang semestinya mengabdi justru ingin dilayani, di situlah nilai pengabdian runtuh, dan bangsa ini kehilangan arah.</p>
<p>Ia juga mengkritisi praktik hukum di Indonesia yang masih dinilai “tajam ke bawah, tumpul ke atas”.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan mafia peradilan semakin memperparah kerusakan sistem hukum dan menggerogoti demokrasi.</p>
<p>Perguruan tinggi tidak boleh sekadar mencetak lulusan berilmu, tetapi juga melahirkan pemimpin berkarakter kuat, jujur, dan berkomitmen terhadap keadilan.</p>
<p>Atas dasar itulah, Harun mendorong dunia akademik menjadi benteng terakhir dalam melawan korupsi.</p>
<p>“Integritas adalah fondasi kepemimpinan. Tanpa itu, ilmu setinggi langit dan jabatan setinggi gunung hanya akan membawa kehancuran,” ujarnya.</p>
<p>Integritas adalah fondasi kepemimpinan. Tanpa integritas, ilmu setinggi langit dan jabatan setinggi gunung hanya akan menjadi jalan menuju kehancuran.</p>
<p>Pemimpin sejati bukanlah mereka yang tunduk pada godaan kekuasaan, tetapi mereka yang berani menegakkan kejujuran di tengah derasnya arus kompromi.</p>
<p>Pesan moral dari paparan Dr. Harun Al Rasyid seakan menegaskan satu hal: bangsa ini hanya akan selamat jika pemimpinnya berani menjaga integritas. Karena itu, mari jadikan integritas sebagai napas kehidupan, kejujuran sebagai sikap sehari-hari, dan keberanian melawan korupsi sebagai wujud nyata cinta pada negeri.(***)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Maliki Malang Gelar Retreat Pimpinan: Memperkuat Integritas dan Daya Saing Global</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-malang-gelar-retreat-pimpinan-memperkuat-integritas-dan-daya-saing-global</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-maliki-malang-gelar-retreat-pimpinan-memperkuat-integritas-dan-daya-saing-global</guid>
<description><![CDATA[ Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diikuti oleh 143 peserta ini digelar selama tiga hari, 12–14 September 2025 di kampus Poltekad di Junrejo, Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c44c98e7d3f.webp" length="53738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 23:53:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>retreat pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Retreat Pimpinan 2025 di Kota Batu sebagai langkah strategis memperkuat sinergi, integritas, dan arah kepemimpinan menuju universitas berdaya saing global. Kegiatan yang  terselenggara berkat kerja sama UIN Maliki Malang dengan Politeknik Angkatan Darat atau Poltekad ini diikuti oleh 143 pimpinan UIN Maliki Malang.</p>
<p>Retreat ini digelar selama tiga hari, 12–14 September 2025 di kampus Poltekad, Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Para pimpinan membahas arah kebijakan universitas, sekaligus menyusun program prioritas yang disampaikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c44cf7d3746.webp" alt=""></p>
<p>Dilansir dari jadwal  panitia, kegiatan ini  menghadirkan sejumlah narasumber penting dari berbagai lembaga strategis. Di antaranya Komandan Poltekad, Brigadir Jenderal TNI Dr. Triadi Murwanto, S.E., M.M., yang membuka sesi dengan materi penguatan kedisiplinan dan kepemimpinan.<br>Hadir pula Penasehat Ahli Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, yang menyampaikan materi tentang pengembangan kelembagaan perguruan tinggi menuju standar internasional.</p>
<p>Sementara itu, Deputi Pengawasan Kementerian Haji, Dr. Harun Al Rasyid, menekankan pentingnya integritas sebagai pondasi utama kepemimpinan.</p>
<p>Dalam sesi berikutnya, Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Ismail Cawidu, M.Si, memberikan materi tentang penguatan branding UIN Maliki Malang.</p>
<p>Sedangkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, menyampaikan program-program strategis Kementerian Agama yang selaras dengan visi perguruan tinggi.</p>
<p>Tidak kalah penting, Inspektur Jenderal Kemenag RI, H. Khairunnas, S.H., M.H., turut memberikan arahan terkait penguatan tata kelola perguruan tinggi.</p>
<p>Kegiatan retreat ini juga memperkaya wawasan pimpinan dengan menghadirkan Vice President Unity of Diversity, Dr. Suyoto, M.Si, yang membahas tantangan perguruan tinggi serta pengembangan program studi yang relevan dengan dunia usaha dan industri.</p>
<p>Selain itu, Ketua PBNU Bidang Penguatan Moderasi Beragama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.P.Si., M.Psi, atau yang akrab disapa Mbak Alissa Wahid, menyampaikan materi tentang penguatan moderasi beragama serta ecotheology sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c44d3f7ea1d.webp" alt=""></p>
<p>Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan penuh makna ini, Retreat Pimpinan UIN Maliki Malang Tahun 2025 diharapkan mampu memperkuat sinergi, membangun integritas, serta menghadirkan kepemimpinan strategis demi mewujudkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai universitas yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. (**)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Trenggalek Lepas Kontingen Jumbara PMR, Dorong Anak Muda Tak Minder</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-trenggalek-lepas-kontingen-jumbara-pmr-dorong-anak-muda-tak-minder</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-trenggalek-lepas-kontingen-jumbara-pmr-dorong-anak-muda-tak-minder</guid>
<description><![CDATA[ Wabup menilai PMR adalah wadah positif, setara dengan Pramuka, yang bisa membantu generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2ddb4bc81d.webp" length="47828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 22:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pmr trenggalek, pmi trenggalek, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, resmi melepas kontingen Palang Merah Remaja (PMR) yang akan mengikuti Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) ke-10 tingkat Jawa Timur di Bumi Perkemahan Semen Gresik, 17–22 September 2025.</p>
<p>Kegiatan dua tahunan ini mempertemukan ratusan relawan muda PMR dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Mereka akan mengikuti lomba, lokakarya, bakti sosial, serta presentasi kepalangmerahan untuk melatih keterampilan, solidaritas, dan semangat kemanusiaan.</p>
<p>PMI Trenggalek mengirimkan dua tingkatan, yakni Madya (SMP) dan Wira (SMA). Saat pelepasan, Wabup Syah memberikan apresiasi atas dedikasi PMI Trenggalek yang tetap berprestasi meski dalam keterbatasan. Ia berharap para peserta bisa menjaga semangat dan mental positif.</p>
<p>“Harapan saya sederhana, berangkat bahagia dan pulang juga bahagia. Anak-anak muda PMR harus tetap tumbuh dengan baik meski menghadapi tantangan di era digital,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Ketua PMI Trenggalek, Mulyadi WR., juga berpesan agar kontingen tidak minder menghadapi perwakilan daerah lain. Menurutnya, rasa rendah diri justru menjadi faktor utama kekalahan.</p>
<p>“Kami sudah menyiapkan mereka sejak rekrutmen, pelatihan hingga pemberangkatan. Jangan kalah sebelum bertanding. Kita bisa menang,” tegasnya.</p>
<p>Selain melepas kontingen, Ketua PMI meminta pemerintah daerah memberi dorongan lebih agar PMR bisa berkembang di sekolah-sekolah, khususnya SD dan SMP yang selama ini kurang diminati. Menurutnya, keberadaan PMR di tingkat dasar akan memperkuat pendidikan kemanusiaan sejak dini.</p>
<p>Wabup Syah merespons positif permintaan tersebut. Ia menilai PMR adalah wadah positif, setara dengan Pramuka, yang bisa membantu generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. </p>
<p>“Kalau ada kolaborasi atau dorongan tentu akan kita lakukan. Anak-anak yang diberi kegiatan positif akan lebih terarah,” katanya.</p>
<p>Mulyadi menambahkan, semangat PMR di tingkat SMA sudah tinggi. Namun jika sejak SD dan SMP bisa ditumbuhkan, maka pembinaan tidak akan terputus.</p>
<p>“Harapan kami, anak-anak ini bisa berprestasi, membawa pulang piala, dan mengangkat nama baik Trenggalek,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Bahas Isu Pedofilia Lewat Workshop Internasional Bersama Pakar Italia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-bahas-isu-pedofilia-lewat-workshop-internasional-bersama-pakar-italia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-bahas-isu-pedofilia-lewat-workshop-internasional-bersama-pakar-italia</guid>
<description><![CDATA[ UKWMS berani angkat isu tabu pedofilia lewat workshop internasional, hadirkan pakar Italia Prof. Aureliano yang menegaskan pencegahan dimulai dari memperkuat kesadaran anak sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2c7dda32b7.webp" length="33754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 20:22:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UWKMS, Pedofilia, Psikologi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Isu pedofilia sering dianggap tabu, bahkan tidak nyaman untuk dibicarakan. Namun Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) justru berani mengangkat persoalan tersebut dalam sebuah forum ilmiah, sebagai respon akademik atas fenomena kasus pedofilia yang semakin marak di Indonesia.</p>
<p>Melalui International Workshop bertema “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?”, UKWMS menghadirkan pakar psikologi forensik dari Italia, Prof. Pacciolla Aureliano untuk membedah topik yang sensitif sekaligus penting bagi perlindungan anak.</p>
<p>Acara tersebut berlangsung pada Kamis (11/9/2025), berlokasi di Teater Timur, Kampus Pakuwon City UKWMS, Surabaya, diikuti akademisi, mahasiswa, praktisi, serta media.</p>
<p><strong>Pencegahan Dimulai dari Penguatan Anak</strong></p>
<p>Dalam paparannya, Prof. Aureliano menekankan bahwa kunci utama pencegahan pedofilia bukan hanya pada sisi hukum atau penanganan pelaku, melainkan pada penguatan kesadaran anak-anak sejak dini.</p>
<p>Menurutnya, ia telah mengembangkan dua proyek edukasi berbasis logoterapi. Proyek pertama ditujukan untuk anak usia 5–12 tahun, sementara proyek kedua bagi anak usia 12–16 tahun. </p>
<p>Kedua proyek tersebut berfokus pada pelatihan anak untuk mengenali situasi berbahaya, memahami hak atas tubuhnya, serta berani menolak perlakuan yang tidak pantas.</p>
<p>"Poin pertama untuk mencegah pedofilia adalah memperkuat anak-anak. Biarkan mereka tahu apa situasi yang berbahaya. Mereka harus sadar," ujar Prof. Aureliano, Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, metode yang digunakan dalam proyeknya adalah media visual berupa video, kartun, hingga buku bergambar yang menampilkan 21–22 situasi berisiko. </p>
<p>Dengan cara itu, Prof. Aureliano merasa anak-anak akan lebih mudah memahami tanda bahaya, serta secara tidak langsung diajarkan untuk segera melapor kepada guru atau orang tua.</p>
<p>"Langkah pertama adalah mengenali situasi berbahaya, baik untuk diri sendiri maupun teman. Langkah kedua, segera melaporkan kepada guru atau ibu," jelasnya.</p>
<p><strong>Pelaku Pedofilia Tidak Bisa Disembuhkan Total</strong></p>
<p>Prof. Aureliano juga menyinggung soal penanganan bagi pelaku pedofilia. Menurutnya, hingga kini tidak ada strategi khusus untuk menyembuhkan total orang dengan kecenderungan tersebut. Yang bisa dilakukan hanya sebatas terapi pengendalian emosi agar mereka tidak berbahaya.</p>
<p>"Saya percaya bahwa pedofili bisa diperkuat, tapi mereka tidak bisa disembuhkan. Kita bisa menjaga mereka agar tidak membahayakan, tetapi tidak bisa menjanjikan mereka berhenti berfantasi seksual terhadap anak-anak," ungkapnya.</p>
<p><strong>Perspektif Akademisi UKWMS</strong></p>
<p>Dekan Fakultas Psikologi UKWMS, Agnes Maria Sumargi, menjelaskan alasan pihaknya mengangkat tema yang sangat sensitif itu. Menurutnya, pedofilia sering kali dianggap sekadar bahasan yang tabu, padahal dalam ranah psikologi forensik isu tersebut relevan dan bahkan untuk dikaji secara ilmiah.</p>
<p>"Pedofilia adalah mereka-mereka yang punya sexual pleasure kepada anak-anak. Jadi ada gangguan dalam dirinya yang bisa arahnya kepada anak-anak secara seksual," jelas Agnes.</p>
<p>Agnes menambahkan, selama ini penanganan di Indonesia cenderung berhenti pada hukuman, tanpa pendampingan psikologis yang memadai bagi korban maupun pelaku. Padahal, untuk memahami latar belakang pelaku, konseling tetap diperlukan, meski penyembuhan penuh sulit dicapai.</p>
<p>"Kadang pelaku hanya dihukum begitu saja, tanpa ada pendampingan. Padahal pendampingan psikologis penting untuk memahami masalahnya, meski secara teoritis penyembuhan memang sangat sulit," tambahnya.</p>
<p>Selain membahas sisi forensik, Fakultas Psikologi UKWMS juga menekankan paradigma psikologi positif kepada mahasiswa sejak semester awal. Tujuannya agar calon psikolog tidak hanya memandang sisi gangguan, tetapi juga potensi kekuatan dalam diri seseorang.</p>
<p>"Kita ingin mempromosikan kesejahteraan, bukan hanya mengkritisi gangguan. Dari trauma misalnya, kita bisa belajar resiliensi atau kekuatan untuk bangkit kembali," tutur Agnes.</p>
<p>Menurutnya, kesadaran inilah yang penting ditanamkan, baik bagi masyarakat maupun orang tua, agar anak-anak lebih terlindungi.</p>
<p>"Harapan kami tumbuh kesadaran bahwa ada masalah besar di sana. Yang lebih penting adalah empowering anak-anak supaya mereka tidak jadi korban," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prodi DKV dan Sistem Informasi Dapat Akreditasi Unggul, Undika Siap Perluas Jangkauan PJJ</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prodi-dkv-dan-sistem-informasi-dapat-akreditasi-unggul-undika-siap-perluas-jangkauan-pjj</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prodi-dkv-dan-sistem-informasi-dapat-akreditasi-unggul-undika-siap-perluas-jangkauan-pjj</guid>
<description><![CDATA[ Undika raih akreditasi unggul untuk Prodi DKV dan Sistem Informasi, membuka jalan pembelajaran jarak jauh nasional lewat inovasi Undika Futuristic Learning (UFL). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2c7e92d1f5.webp" length="26316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 20:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, Undika, STIKOM Surabaya, Akreditasi Unggul, BAN-PT, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia kian nyata dengan semakin banyaknya program studi meraih akreditasi unggul. Predikat itu menjadi indikator penting bahwa perguruan tinggi tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga melampaui ekspektasi kualitas pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pencapaian terbaru datang dari Universitas Dinamika (Undika, dulu STIKOM Surabaya) yang berhasil meraih akreditasi unggul untuk dua program studinya. </p>
<p></p>
<p>Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) resmi menyandang predikat unggul dari BAN-PT berdasarkan SK No.7052/SK/BAN-PT/Ak/S1/VII/2025 tertanggal 29 Juli 2025. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Prodi Sistem Informasi mendapatkan pengakuan serupa dari LAM INFOKOM lewat SK No. 193/SK LAM-INFOKOM/Ak/S/VIII/2025 pada 17 Agustus 2025.</p>
<p></p>
<p><strong>Jaminan Kualitas, Akses Lebih Luas</strong></p>
<p>Rektor Universitas Dinamika, Prof. Budi Jatmiko, menegaskan bahwa predikat unggul bukan hanya sekadar pengakuan administratif, tetapi jaminan kualitas yang berdampak langsung bagi mahasiswa. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c2c7f75555a.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, akreditasi tersebut membuka peluang lebih besar di pasar kerja global, beasiswa nasional dan internasional, hingga kolaborasi industri yang semakin luas bagi para mahasiswa.</p>
<p></p>
<p>"Mahasiswa kini memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja global, peluang lebih besar untuk beasiswa nasional maupun internasional, serta akses ke kemitraan industri yang lebih luas," ujar Prof. Budi, Kamis (11/9/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>PJJ dan UFL: Inovasi Pembelajaran Masa Depan</strong></p>
<p>Lebih jauh, Prof. Budi mengungkapkan bahwa akreditasi unggul juga membuka jalan Undika untuk memperluas penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). </p>
<p></p>
<p>Dengan predikat unggul, program studi bisa menjangkau mahasiswa dari seluruh provinsi, bukan hanya terbatas tiga provinsi sebagaimana aturan untuk akreditasi dengan predikat 'baik sekali'.</p>
<p></p>
<p>"Jadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu sudah lama kami canangkan, tetapi menunggu akreditasi unggul. Dengan status ini, kami bisa bekerja sama dengan jangkauan yang lebih luas," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung rencana itu, Undika telah menyiapkan platform Undika Futuristic Learning (UFL), sebuah learning management system yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran bahkan mengulang kembali materi kuliah secara fleksibel.</p>
<p></p>
<p>"UFL ini memungkinkan mahasiswa membuka kembali apa yang sudah diajarkan kapan pun mereka butuh, kapanpun dimanapun. Harapannya, pemahaman mereka terhadap materi akan semakin mendalam," tambah Prof. Budi.</p>
<p></p>
<p><strong>Keunggulan Tiap Prodi</strong></p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Anjik Sukmaaji, menjelaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul didapat melalui pemenuhan beberapa kriteria yang dicanangkan oleh lembaga akreditasi.</p>
<p></p>
<p>"Jadi dari sejumlah butir-butir yang sudah dicanangkan oleh BAN-PT ataupun LAM Infokom, itu semua bisa dipenuhi oleh kami, dipenuhi dengan nilai yang sangat baik," jelas Anjik.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa butir-butir penilaian di antaranya adalah sarana-prasarana kampus, kemudian tenaga pengajar dan SDM lainnya, kemudian juga berkaitan dengan penjaminan mutu.</p>
<p></p>
<p>"Bahkan sebelum penjaminan mutu eksternal dari lembaga akreditasi datang lakukan assesmen lapangan, kami juga ada assesmen internal untuk memenuhi kekurangan yang kita temukan," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Anjik juga menegaskan bahwa keunggulan dua prodi yang baru saja mendapatkan akreditasi unggul di Undika terletak pada konsentrasi yang khas dan berbeda dibanding prodi yang sama di universitas lain.</p>
<p></p>
<p>"Untuk DKV, kita itu unggul di smart branding and advertising. Sementara Sistem Informasi memiliki keunggulan di tiga konsentrasi, yaitu bisnis digital, data intelligent, dan cyber security," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Prestasi akreditasi tersebut juga sejalan dengan karya mahasiswa dan alumni Undika yang telah diakui. Mahasiswa berhasil menciptakan robot lengan (arm robot) yang aplikatif di berbagai sektor industri serta buku pop-up interaktif bertema animal abuse dengan dukungan teknologi AR untuk edukasi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, alumni DKV banyak berkarier di industri kreatif nasional maupun internasional, sedangkan lulusan Sistem Informasi menjadi tulang punggung di perusahaan teknologi dan startup digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan mahasiswa bukan hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa solusi nyata bagi masyarakat, baik melalui teknologi informasi maupun karya kreatif," pungkas Anjik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>10 Ribu Siswa di Kota Blitar Terima MBG, Rasa Makanan Jadi Catatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/10-ribu-siswa-di-kota-blitar-terima-mbg-rasa-makanan-jadi-catatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/10-ribu-siswa-di-kota-blitar-terima-mbg-rasa-makanan-jadi-catatan</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan di Kota Blitar selama tiga pekan terakhir. Dinas Pendidikan menyebut secara umum pelaksanaan program MBG berjalan lancar dan pihaknya mendapat kritik soal rasa makanan. Hal ini wajar dan anak-anak perlu menyesuaikan dengan rasa makanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2b3feb2792.webp" length="11858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 19:01:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Program, MBG, Kota Blitar, Berjalan, Anak-Anak, Menyesuaikan, Rasa, Makanan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan di Kota Blitar selama tiga pekan terakhir. Dinas Pendidikan mencatat ada 10.233 siswa mulai dari jenjang Paud, TK, SD, SMP/Mts, dan SMA/SMK sudah menerima MBG.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin. Secara umum pelaksanaan MBG di wilayahnya berjalan lancar, namun ia menerima tanggapan dari peserta didik mengenai rasa makanan yang kurang cocok di lidah anak-anak.</p>
<p>Menurutnya, hal ini wajar, karena makanan yang diberikan ini disesuaikan dengan standar gizi dan anak-anak harus bisa menyesuaikan hal itu.</p>
<p>"Kalau secara porsi sudah cukup, hanya ada rasa yang tidak cocok. Seperti kurang asin, kurang manis. Namanya makanan bergizi, anak-anak menyesuaikan di sana," ujar Dindin, Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Dindin menyebut untuk porsi MBG yang diberikan kepada anak-anak sekolah juga disesuaikan dengan umur mereka. Untuk jenjang PAUD, TK dan SD kelas 1-3 diberikan porsi anak-anak atau lebih kecil. Lalu untuk SD kelas 4-6, SMP dan SMA diberikan menu makanan dengan porsi dewasa.</p>
<p>Sementara itu, MBG bagi siswa tingkat PAUD dan TK diberikan saat pagi atau untuk sarapan. Lalu jenjang SD, SMP, SMA, menu MBG diberikan untuk makan siang.</p>
<p>"Porsi itu disesuaikan, ada yang lebih kecil dan juga ada yang porsi dewasa. Tergantung jenjangnya," kata dia.</p>
<p>Sebelumnya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengungkapkan di Kota Blitar totalnya ada 20 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.</p>
<p>Sejauh ini, yang sudah siap beroperasi ada 7, dan tiga di antaranya dipastikan sudah beroperasi yang setiap harinya sudah memberikan menu MBG kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan lain sebagainya. </p>
<p>"Kami pastikan pelaksanaan lancar dan semua sasaran mendapat MBG. Secara bertahap, semua bisa merasakan manfaat program MBG, dan kami juga akan membagi SPPG agar areanya tidak berdekatan," ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMK Kesenian Jadi Jalan Regenerasi Seniman Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smk-kesenian-jadi-jalan-regenerasi-seniman-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smk-kesenian-jadi-jalan-regenerasi-seniman-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Dewan Kesenian Kota Batu Sunarto memandang SMK Kesenian akan menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan praktik lapangan. Di satu sisi, anak-anak muda bisa mendapatkan pendidikan formal tentang seni dan di sisi lain, mereka juga belajar langsung dari para praktisi yang sudah berpengalaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c16acdd4cc6.webp" length="32508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 19:59:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SMK, Kesenian, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Program rintisan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesenian di Kota Batu mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, Sunarto.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran sekolah berbasis seni itu bukan sekadar janji politik, tetapi langkah strategis untuk memastikan regenerasi seniman lokal tidak terputus di tengah derasnya perkembangan zaman.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (10/9/2025), ia menegaskan keberadaan SMK Kesenian akan membuka ruang baru bagi anak-anak muda di Batu untuk menekuni bidang seni secara lebih serius.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kondisi saat ini menunjukkan tidak banyak generasi muda yang berminat mendalami seni, baik seni rupa, tari, maupun musik.</p>
<p>“Justru ini merupakan angin segar bagi kami para pelaku seni untuk menularkan ilmu. Kalau tidak ada wadah semacam ini, potensi terputusnya regenerasi akan semakin besar,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, langkah Pemkot Batu yang berencana melibatkan seniman lokal sebagai pengajar adalah keputusan bijak. Sebab, para pelaku seni setempat dinilai memiliki kompetensi yang mumpuni, bahkan sebagian sudah mengantongi legalitas formal untuk mengajar.</p>
<p>Namun, Sunarto menegaskan, keterlibatan seniman tetap harus melalui seleksi sehingga pihaknya tidak main-main dan bukan tiba-tiba semua seniman bisa masuk tetapi harus sesuai peruntukannya dan ada basic akademik.</p>
<p>Ia juga menambahkan, keterlibatan seniman di SMK Kesenian bukan hanya bermanfaat bagi murid, tetapi juga memberi nilai tambah bagi para pengajar itu sendiri.</p>
<p>Selama ini, pekerjaan seni kerap bersifat insidental dan tidak berkesinambungan. Dengan menjadi tenaga pengajar, para seniman bisa memiliki sumber penghasilan tambahan yang lebih stabil tanpa harus meninggalkan aktivitas keseniannya.</p>
<p>“Saya yakin teman-teman seniman akan antusias. Karena ini kesempatan untuk menghidupkan kembali gairah berkesenian sekaligus menjaga warisan budaya Kota Batu,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edukasi Seksualitas Dini di SDN Sawunggaling I, Upaya Bunda PAUD Surabaya Jaga Kota Ramah Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edukasi-seksualitas-dini-di-sdn-sawunggaling-i-upaya-bunda-paud-surabaya-jaga-kota-ramah-anak-25135</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edukasi-seksualitas-dini-di-sdn-sawunggaling-i-upaya-bunda-paud-surabaya-jaga-kota-ramah-anak-25135</guid>
<description><![CDATA[ Pendidikan seksualitas sejak dini di SDN Sawunggaling I menjadi bukti nyata Surabaya menjaga predikat Kota Ramah Anak, lewat pencegahan dan perlindungan anak dari kejahatan seksual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c14106c7fd0.webp" length="36248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 16:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Seksual, SDN Sawunggaling I, Komnas PA Surabaya, Kecamatan Wonokromo, Bunda PAUD, Komnas PA Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pendidikan seksualitas sejak dini kerap dianggap tabu oleh sebagian orang tua, namun kenyataannya menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk melindungi diri dari potensi kejahatan seksual. </p>
<p>Sebagai salah satu kota dengan predikat Kota Ramah Anak, Surabaya terus memperkuat perlindungan terhadap anak melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, hingga Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.</p>
<p>Hal itulah yang mendasari kegiatan edukasi seksualitas yang digelar di SDN Sawunggaling I Surabaya oleh bunda PAUD Kecamatan Wonokromo dan bunda PAUD Kelurahan Sawunggaling dengn menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya.</p>
<p>Bunda PAUD Kecamatan Wonokromo, Maria Agustim Yuristina, menjelaskan kegiatan bahwa kegiatan tersebut fokus pada pengenalan batas tubuh anak dan cara melindungi diri. Kegiatan itu menyasar siswa kelas 1 dengan rentang usia 6 hingga 7 tahun yang mana memasuki transisi ke masa SD.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c1419979b95.webp" alt=""></p>
<p>"Tujuannya adalah mengenalkan pemahaman seksualitas sejak dini. Anak-anak harus tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh disentuh," ujar Maria, Rabu (10/9/2025).</p>
<p>"Kami juga melatih mereka bagaimana cara meminta tolong, misalnya berteriak, ketika menghadapi hal-hal yang membahayakan," imbuhnya.</p>
<p>Maria menambahkan, anak-anak yang bersekolah di SDN Sawunggaling I merupakan mereka yang tinggal di kawasan Joyoboyo dan Bumiarjo, yang sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah dan perlu mendapatkan perhatian khusus.</p>
<p>"Kami dari Pokja Bunda PAUD Kecamatan mendukung tenaga pengajar di SDN Sawunggaling I maupun sekolah sekitar lainnya agar lebih yakin mendampingi anak-anak masa transisi dari TK ke SD. Mereka butuh figur kuat yang bisa membimbing," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c140ff6fa36.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Kepala SDN Sawunggaling I, Mochamad Taukit, menyebut kegiatan yang digelar oleh bunda PAUD tingkat Kecamatan dan Kelurahan itu sebagai langkah penting sekaligus baru bagi anak-anak.</p>
<p>"Ini pembekalan yang luar biasa, karena anak-anak harus memahami bagaimana cara mencegah agar tidak menjadi korban kejahatan seksual," terang Taukit.</p>
<p>Dirinya juga membeberkan bahwa selama ini, SDN Sawunggaling I Surabaya juga melakukan pencegahan lewat parenting bersama orang tua, sosialisasi, pemasangan poster, hingga melalui pembelajaran sehari-hari agar lingkungan sekolah tetap aman dari segala bentuk kekerasan.</p>
<p>"Kalau soal bullying, di SDN Sawunggaling tidak ada. Kami berusaha mencegah sejak awal. Jadi bisa dikatakan stop bullying di sekolah kami," tegasnya.</p>
<p>Dari sisi Bunda PAUD Kelurahan Sawunggaling, Rizka Fadillah, menyampaikan bahwa pendekatan dalam upaya perlindungan anak di wilayahnya hingga menyentuh keluarga secara langsung.</p>
<p>"Selama ini kami juga melakukan edukasi door-to-door, datang ke rumah anak-anak yang rentan. Kami mengedukasi orang tua sekaligus anaknya. Kolaborasi dilakukan bersama sekolah, DP3A, dan pihak sosial," katanya.</p>
<p>Rizka menambahkan, pihaknya juga memfasilitasi anak-anak dengan kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Bahkan, Balai RW 5 di kelurahan Sawunggaling meral digunakan sebagai tempat bermain anak saat libur sekolah.</p>
<p>"Di Balai RW 5, kami sering adakan dolanan bareng dan sinau bareng saat libur sekolah. Dengan begitu anak-anak tidak mencari aktivitas yang negatif. Alhamdulillah, semangat mereka luar biasa," ungkapnya.</p>
<p>Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa predikat Kota Ramah Anak harus benar-benar diwujudkan dengan kerja nyata. </p>
<p>Menurutnya, status itu tidak bisa hanya sekadar label, melainkan harus dibuktikan melalui keterbukaan dalam menangani laporan dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.</p>
<p>"Kota Ramah Anak itu harus diperjuangkan, bukan dengan menutup-nutupi kasus, melainkan melalui penanganan laporan yang serius dan konsisten, serta langkah pencegahan yang nyata di lapangan," pesannya.</p>
<p>Kegiatan edukasi seksualitas dini tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen Surabaya menjaga statusnya sebagai Kota Ramah Anak, dengan memberikan perlindungan menyeluruh kepada generasi muda sejak usia dini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan Pelajar Jombang Bakal Unjuk Gigi Pada Semi Final Ajang OSN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-pelajar-jombang-bakal-unjuk-gigi-pada-semi-final-ajang-osn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-pelajar-jombang-bakal-unjuk-gigi-pada-semi-final-ajang-osn</guid>
<description><![CDATA[ Para pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mematangkan kesiapan untuk bertanding dengan meminta doa dan dukungan dari Bupati Jombang, Warsubi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bfea1ff3058.webp" length="52920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 15:58:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pelajar, OSN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Sebanyak sembilan siswa dari Kabupaten Jombang bakal beradu kepintaran di ajang semi final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Surabaya pada Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Para pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mematangkan kesiapan untuk bertanding dengan meminta doa dan dukungan dari Bupati Jombang, Warsubi.</p>
<p>Didampingi dewan guru, para pelajar diterima oleh Bupati Jombang beserta jajaran di ruang tamu Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin (8/9/2025) kemarin.</p>
<p>’’Saya bangga dengan prestasi anak-anak. Usahakan yang terbaik untuk mengharumkan nama Jombang. Jangan lupa beribadah dan minta doa orang tua agar dimudahkan," ucap Bupati Warsubi dalam pesan diterima wartawan, Selasa (9/9/2025).</p>
<p>Bupati Warsubi berharap para siswa asal kota santri yang bertanding di ajang OSN bisa lolos dan melaju ke babak final dengan mendulang suara sempurna.</p>
<p>Warsubi juga meyakini bahwa di balik keberhasilan 9 siswa melaju ke babak semi final ada peran dan perjuangan para pendidik yang luar biasa. </p>
<p>"Terima kasih kepada para guru, saya yakin dibalik anak-anak yang hebat ini pasti ada pengorbanan guru yang mendampingi," bebernya.</p>
<p>Sederet nama siswa yang akan berlaga di ajang semi final OSN diantaranya Cahya Nugraha dari MAN 1 Jombang cabang lomba Kebumian. Ali Fahriza Ahda Yusroni dari SMAN 2 Jombang cabang lomba Biologi. Galang Nusantara Rannuan dari SMAN 2 Jombang cabang lomba Geografi. Rehan Al Yusra dari SMAN 3 Jombang cabang lomba Kebumian.</p>
<p>Kemudian Alwi Sholakhudin Asy’ari dari SMAN Mojoagung cabang lomba Ekonomi. Achmad Atiq Tajuddin Romdhon, Zidna Helwa Fairuzyva, M Hisyam Ainun Hadi dan M Azhar Aqilla Arisandi keempatnya dari SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, yang turun di cabang lomba Astronomi, Ekonomi dan Geografi.</p>
<p>Tampak hadir dalam audiensi tersebut  Sekdakab Agus Purnomo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Purwanto, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wor Windari, Kepala Seksi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah, juga  kepala sekolah yang mendampingi sembilan siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Lunasi Tunggakan, Lily Penyandang Disabilitas Bisa Genggam Ijazahnya Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-lunasi-tunggakan-lily-penyandang-disabilitas-bisa-genggam-ijazahnya-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-lunasi-tunggakan-lily-penyandang-disabilitas-bisa-genggam-ijazahnya-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Kasus yang dialami Lily sekaligus menjadi pengingat bahwa masih ada siswa yang terhambat karena persoalan biaya pendidikan. Langkah cepat Pemkot Batu diharapkan bisa menjadi contoh agar hak dasar pendidikan, termasuk kepemilikan ijazah, tidak lagi terbentur masalah administrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bf827eca8fd.webp" length="30746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 09:07:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ijazah, Disabilitas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial membantu melunasi tunggakan biaya pendidikan sebesar Rp 6 juta milik Lily, penyandang disabilitas asal Oro-oro Ombo. Dengan begitu, ijazah yang sempat tertahan pihak sekolah akhirnya bisa kembali ke tangannya.</p>
<p>Sebelumnya, Lily mengadu melalui pesan media sosial kepada Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto dan dalam pesannya, ia menjelaskan kesulitan ekonomi keluarganya yang membuat ijazahnya tertahan.</p>
<p>“Assalamualaikum Pak, saya Lily… ijazah saya ditahan sekolah karena belum mampu membayar tunggakan sebesar Rp6 juta. Saya disabilitas namun bersekolah di sekolah umum. Kiranya Bapak dapat membantu,” tulis Lily yang diceritakan langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (9/9/2025).</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu tersebut langsung merespons aduan tersebut dengan mendatangi kediaman Lily dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Ia menegaskan bahwa ijazah tidak boleh menjadi penghalang masa depan siswa.</p>
<p>“Kami hadir untuk memastikan tidak ada warga, apalagi penyandang disabilitas, yang terhambat masa depannya hanya karena persoalan administrasi. Ijazah adalah hak siswa, dan harus menjadi bekal untuk melanjutkan kehidupan,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Lily mengaku lega dan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Baginya, ijazah yang kini ia genggam kembali adalah kesempatan untuk menata masa depan.</p>
<p>“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terima kasih sekali kepada Pak Wakil Wali Kota dan Pemkot Batu. Dengan ijazah ini saya bisa berusaha mencari jalan untuk masa depan saya,” ucap Lily. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sukseskan Program MBG, 5 SPPG di Blitar Sudah Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sukseskan-program-mbg-5-sppg-di-blitar-sudah-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sukseskan-program-mbg-5-sppg-di-blitar-sudah-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blitar sudah resmi beroperasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68be853e8c0e4.webp" length="51576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 14:38:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, Program, MBG, Kabupaten Blitar, 5, SPPG, Beroperasi.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blitar sudah dilaksanakan dan hingga saat ini sudah ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.</p>
<p>Lima SPPG yang sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Blitar terdiri dari, SPPG di Wlingi, Gandusari, Desa Kuningan, Wonodadi, dan terbaru yang resmi beroperasi per Senin (8/9/2025) terletak di Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro.</p>
<p>Bupati Blitar Rijanto mengatakan, program MBG di Kabupaten Blitar dilakukan secara bertahap dan untuk saat ini sudah bisa melayani 25 sekolah yang ada di wilayahnya.</p>
<p>"Hari ini diresmikan satu SPPG, yaitu di Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro. Tentu ini bertahap, dan kami berharap secepatnya semua sekolah bisa merasakan program MBG ini," kata Rijanto, Senin (8/9/2025).</p>
<p>Secara tidak langsung, program MBG memberikan dampak positif terhadap anak-anak dan pencegahan stunting. Serta bisa menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penyerapan produk telur dan sayur.</p>
<p>"Manfaatnya sangat bagus, khususnya untuk anak-anak dan pencegahan stunting. Termasuk pergerakan ekonomi di masyarakat," terang Bupati.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SPPG di Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar bernama Agista Risky Meylandari menyebut saat ini SPPG disini bisa melayani 3.064 siswa yang tersebar di tujuh sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Kanigoro.</p>
<p>"Tujuh sekolah yang mendapat manfaat program MBG mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan Mts," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Siswa SDN 2 Kradinan Tulungagung, Belajar di Tenda Darurat Usai Kelas Rusak Diterjang Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belasan-siswa-sdn-2-kradinan-tulungagung-belajar-di-tenda-darurat-usai-kelas-rusak-diterjang-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belasan-siswa-sdn-2-kradinan-tulungagung-belajar-di-tenda-darurat-usai-kelas-rusak-diterjang-longsor</guid>
<description><![CDATA[ Siswa : Nyaman di sini. Kalau dibanding di musala lebih enak di tenda. Tapi kalau siang memang lumayan panas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68be638aade2d.webp" length="54900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 13:08:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sdn 2 kradinan, longsor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Belasan siswa kelas 4 SDN 2 Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, terpaksa harus menjalani kegiatan belajar di tenda darurat setelah ruang kelas mereka rusak akibat longsor. Tenda berukuran 3x6 meter bantuan dari BPBD Tulungagung itu didirikan di halaman sekolah sebagai solusi sementara.</p>
<p>Sebelumnya, para siswa sempat harus belajar berpindah-pindah mulai dari musala sekolah hingga area parkir. Kondisi ini tentu tidak nyaman, karena ruangan musala sempit dan area parkir berada di dekat jalan raya yang bising. </p>
<p>“Semenjak longsor itu kan pindah-pindah. Di tenda ini mungkin sudah ada 2 minggu atau 3 minggu. Sebelumnya pernah di musala, terus pernah di parkiran juga,” ujar guru kelas 4, Dwi Sri Sulasmi, Senin (8/9/2025).</p>
<p>Dwi menuturkan, saat di musala, siswa terpaksa belajar dengan duduk lesehan menggunakan meja lipat dengan ruangan yang terbatas. Sementara di parkiran, suasana terbuka membuat anak-anak sulit fokus karena terganggu dengan suara kendaraan yang lewat.</p>
<p>“Kalau di musala itu ruangannya cukup sempit, anak-anak kurang leluasa. Kalau di parkiran itu terbuka, jadi kalau ada motor lewat anak-anak jadi kurang konsentrasi,” tambahnya.</p>
<p>Kini, kondisi sedikit lebih baik setelah adanya tenda darurat. Meski demikian, pembelajaran tetap masih belum ideal. Suasana sekitar masih bising karena tenda berlokasi di dekat jalan, dan saat siang hari, panas di dalam tenda cukup mengganggu. </p>
<p>“Kalau dibanding musala sama parkiran, di tenda ini lebih nyaman. Tapi ya tetap terganggu, karena dekat jalan banyak motor lewat. Selain itu kalau siang anak-anak agak kepanasan,” jelas Dwi.</p>
<p>Untuk mengatasi panas, pihak sekolah berharap ada tambahan fasilitas penunjang untuk kenyamanan anak-anak belajar. Sementara untuk kondisi di dalam tenda apabila situasi hujan belum diketahui, karena semenjak kegiatan belajar di tenda darurat belum pernah terjadi hujan.</p>
<p>“Proses belajar mengajar tetap kondusif, hanya saja kalau cuaca panas anak-anak ya sedikit kepanasan. Jadi yang dibutuhkan saat ini mungkin kipas angin,” ucap Dwi.</p>
<p>Sejauh ini, hanya kelas 4 yang terdampak langsung akibat longsor dengan total 19 siswa yang harus menempuh kegiatan belajar di luar kelas. Belum ada kepastian kapan ruang kelas yang rusak akan kembali bisa digunakan. </p>
<p>“Kalau waktunya belum tahu, masih menunggu pembangunan gedung baru. Kemungkinan masih lama,” pungkas Dwi.</p>
<p>Sementara itu, para siswa berusaha tetap semangat menjalani pelajaran meski dengan kondisi terbatas. Salah satunya Belvis Azizah Salsabela, siswi kelas 4 yang mengaku lebih betah belajar di tenda dibandingkan di lokasi sebelumnya.</p>
<p>“Nyaman di sini. Kalau dibanding di musala lebih enak di tenda. Tapi kalau siang memang lumayan panas,” kata Belvis.</p>
<p>Hari-hari pun tetap berjalan dengan aktivitas belajar seperti biasa, meski sederhana. </p>
<p>“Tadi belajar Pendidikan Pancasila,” tutur Belvis sambil tersenyum.</p>
<p>Meski penuh keterbatasan, semangat anak-anak tetap menjadi kekuatan untuk terus melanjutkan pendidikan mereka.</p>
<p>Sebelumnya pada Selasa (19/8/2025) sore, peristiwa tanah longsor menimpa SDN 2 Kradinan. Longsor terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak siang, mengakibatkan tiga ruangan sekolah rusak parah.</p>
<p>Bangunan yang terdampak adalah ruang perpustakaan, ruang kelas 4, serta kamar mandi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konsistensi Jadi Kunci Rombongan Anak SD Asal Gresik Juarai LPBB Tingkat Provinsi Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konsistensi-jadi-kunci-rombongan-anak-sd-asal-gresik-juarai-lpbb-tingkat-provinsi-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konsistensi-jadi-kunci-rombongan-anak-sd-asal-gresik-juarai-lpbb-tingkat-provinsi-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Ditengah kemauan anak-anak bermain, belasan Tim Paskibra SD Asal Gresik menahan diri agar tetap fokus latihan dalam ajang LPBB Malang Cup—Kusumadilaga tingkat provinsi Jawa Timur. Hasilnya, lima gelar juara diperoleh di ajang yang dihelat di Kota Malang itu, menyisihkan puluhan tim dari berbagai daerah lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68be5a641bbf5.webp" length="85772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 11:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Paskibra Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP — </strong>Rombongan anak Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Gresik, memborong lima gelar juara dalam ajang Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LPBB) Malang Cup, Kusumadilaga tingkat provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Rombongan anak Tim Paskibra asal NU 1 Trate Gresik (Pasdanu), itu memborong lima gelar juara di antaranya Juara Umum, Juara Utama 1, Juara PBB Terbaik 1, Pasukan Terbaik, dan Danpas Favorit.</p>
<p>Ajang yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur itu berlangsung di Kantor Bakorwil III, Jl. Simpang Ijen, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, pada Minggu (7/9/2025) kemarin. </p>
<p>Pelatih Tim Paskibra Pasdanu, Ridho Maulana Hakim mengatakan, bahwa kunci keberhasilan anak didiknya menjuarai ajang tersebut ialah konsistensi. </p>
<p>“Selain itu, dukungan dari orang tua, sekolah, dan pasukan, baik secara moril maupun materil, sangat menunjang keberhasilan kami semua,” kata Ridho, Senin (8/9/2025).</p>
<p>Ridho menyampaikan, tantangan terbesar selama perhelatan ajang LPBB Malang Cup, Kusumadilaga tingkat provinsi Jawa Timur, ialah bagaimana anak-anak tetap bisa konsisten menjaga konsentrasi. </p>
<p>Tim Paskibra Pasdanu sebanyak tiga belas anak-anak usia SD itu harus tetap menjaga fokus di tengah keinginan mereka untuk bermain. </p>
<p>“Namun itu semua bisa kami atasi dengan konsekuensi yang tegas. Tidak ada pasukan yang hebat dan istimewa, yang ada hanya pasukan yang terlatih, konsisten, serta tetap rendah hati,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SD NU 1 Trate Gresik, Mohammad Nastain, mengatakan bahwa lomba bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga sarana evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kemampuan siswa. </p>
<p>Menurut Nastain, sekolah memiliki sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas Pasdanu seperti Latihan rutin dan terjadwal, pembinaan profesional, fasilitas memadai, seleksi dan regenerasi, menumbuhkan kebanggaan, dan aktif berkompetisi.</p>
<p>“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Pasdanu bukan hanya berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter disiplin, percaya diri, dan berakhlak mulia bagi siswa,” pungkasnya.</p>
<p>Adapun Tim Pasdanu sendiri diperkuat oleh Komandan Pasukan (Danpas) Mazaya Nur Aisyah bersama 12 anggota pasukan lainnya, yaitu M. Ricky Masyhuri Ardiansyah, Azka Hasbullah Wabil, Alby Nevan Syatibhi, Aldina Salwa Salsabila, Adelia Zahira Maulidah Fatimah, M. Afif Ramdhani, Moh. Zafran Zahabi Ariyanto, Ibrahim Nizam Al Buchori, M. Alfarizqi Kurniawan, Alya Zakiyah Yanza, Azarine Zakiyyah Sahla, dan Namira Azzahra Ramadhani Amrullah. Mereka sukses menyisihkan peserta lain dari berbagai kota di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Ekonomi Sirkular, UWKS Sulap Maggot Jadi Pelet Bergizi di Kampoeng Oase Songo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-ekonomi-sirkular-uwks-sulap-maggot-jadi-pelet-bergizi-di-kampoeng-oase-songo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-ekonomi-sirkular-uwks-sulap-maggot-jadi-pelet-bergizi-di-kampoeng-oase-songo</guid>
<description><![CDATA[ Maggot bukan sekadar pengurai sampah. Di tangan tim UWKS, larva mungil ini disulap jadi pelet bergizi, membuka peluang ekonomi sirkular bagi Kampoeng Oase Songo Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc255d95bc1.webp" length="49508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 21:16:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, Maggot, Pelet, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kecil kecil cabe rawit, mungkin adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan makhluk ini. Maggot, larva dari lalat tentara hitam (<em>Black Soldier Fly</em>) tidak hanya ampuh untuk mengurai sampah organik, tetapi juga punya potensi menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat komunitas. </p>
<p>Makhluk itulah yang kini disorot oleh tim dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) untuk dikembangkan menjadi pelet pakan ternak yang bergizi dan memiliki nilai jual yang tinggi.</p>
<p>Salah satu komunitas lingkungan berbasis masyarakat yang sudah menerapkan budidaya maggot adalah Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>Tidak hanya membantu menekan volume sampah organik masyarakat, namun mereka juga mampu menjual produk seperti maggot fresh dan maggot kering sebagai sumber pendapatan lokal.</p>
<p>Ketua Tim PKM UKWS, Dr. Rondius Solfaine menjelaskan bahwa meski praktik itu sudah berjalan, namun menurut pihaknya, produk yang sudah ada masih belum mencapai nilai yang maksimal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc255611a09.webp" alt=""></p>
<p>"Maksudnya apa, ya jadi produk yang sudah mereka jual masih bisa dikembangkan baik dari sisi formulasi nutrisi, stabilitas produk, maupun potensi komersialisasi yang lebih luas," jelas Dosen dari Prodi Kedokteran Hewan UWKS itu, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p>Dari situlah ide PKM UKWS itu muncul, dengan tajuk 'Formulasi Pelet Ikan Maggot Berbasis Urban Farming Untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular di Kampoeng Oase Songo Surabaya' PKM UKWS ingin mengembangkan produk yang sudah ada menjadi lebih bernilai, guna membantu UMKM lokal.</p>
<p>Riset dalam pengembangan formulasi pelet itu melibatkan lintas fakultas UKWS, meliputi Prodi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; dan Prodi Teknologi Industri Pertanian, FakultasTeknik.</p>
<p>Selain Rondius, dalam riset tersebut ia juga ditemani oleh dua dosen lain, yakni Dr. Dwi Haryanta dari Prodi Pendidikan Biologi dan Marina Revitriani dari Teknologi Industri Pangan, juga dua empat mahasiswa lintas prodi, meliputi Wakiatul Awliya, Raeva Sinatrya Henlifaristik, Annisa Nurul Aini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc2566d54d5.webp" alt=""></p>
<p>Tujuan utama tim PKM menurut Dr. Rondius ialah merumuskan pelet berbasis maggot yang memiliki nilai nutrisi tinggi, tahan simpan, dan layak produksi UMKM. Selain maggot, tim juga akan memanfaatkan sampah cangkang telur yang juga banyak ditemukan di Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>"Jadi bagan utamanya adalah maggot dan cangkang telur yang dicampur dengan formulasi yang kita kembangkan, agar bisa jadi produk yang terstandardisasi hingga mendapatkan paten untuk kemudian dikomersilkan," terangnya.</p>
<p>Saat ini pengembangan pelet tersebut sudah masuk tahap prototipe dan akan diuji lebih lenjut perihal ketahanan dalam kemasan, sebelum pelabelan dilakukan. Terkait komersialisasi, Dr. Rondius juga menghadirkan bimbingan teknis (bimtek) agar masyarakat bisa melakukan pemasaran di marketplace digital.</p>
<p>"Kita juga beri pembekalan terkait marketing, agar produk tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan mencapai konsumen melalui kanal penjualan modern," sambungnya.</p>
<p>Menanggapi pengembangan budidaya mereka, Yaning Mustikaningrum selaku Ketua Kampoeng Oase Songo menerima dengan baik inisiatif dari UWKS. Dirinya mengungkapkan bahwa sebelumnya, produk maggot segar atau kering yang pihaknya jual sudah berpotensi, namun terkendala bagian ketahanan dan manfaat.</p>
<p>"Jadi sebelumnya itu tidak bisa disimpan terlalu lama, tapi dikasih ke ayam atau lele gitu sudah bagus hasilnya. Jadi kami berharap saat sudah jadi pelet bisa tersimpan lama dan memiliki gizi yang lebih baik," ucap Yaning.</p>
<p>Saat ini, Kampoeng Oase Songo sudah bisa memproduksi setidaknya lima kilogram maggot setiap minggu. Karenanya, target utama dari Yaning ialang menjadi pemasok pakan di pasar ikan Gunung Sari.</p>
<p>Di sisi lain, sebagai Pembina Kampoeng Oase Songo, Adi Candra yang biasa dipanggil Cak Adi menyampaikan apresiasinya kepada pihak UWKS karena telah bersedia mengembangkan budidaya di komunitasnya.</p>
<p>"Tentu sangat bersyukur dengan adanya inisiatif ini, karena kita tahu maggot selain sebagai biokonversi pengelolaan sampah organik, tetapi juga bisa menjadi produk turunan berupa pelet magot yang sangat bermanfaat bagi hewan ternak," ujar Cak Adi.</p>
<p>Cak Adi berharap upaya dari UWKS bisa dilakukan dengan cakupan lebih luas, agar kebermanfaatannya dalam mendorong sirkuler ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya dirasakan oleh Kampoeng Oase Songo, melainkan juga Surabaya maupun nasional.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, program dari UWKS itu didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah 7 Jawa Timur dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWKS melalui Hibah PKM dengan kontrak Nomor: 200/PM/LPPM/UWKS/V/2025, 28 Mei 2025.</p>
<p>Selain itu, kegiatan PKM di Kampoeng Oase Songo juga didukung penuh Kampoeng Oase Suroboyo Group, Indonesian Fighter Tourism Association (DPP IFTA) JELAJAH INDONESIA, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMP Negeri 2 Prambon Nganjuk Gelar  Maulid Nabi dengan Selawat Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smp-negeri-1-prambon-nganjuk-gelar-maulid-nabi-dengan-selawat-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smp-negeri-1-prambon-nganjuk-gelar-maulid-nabi-dengan-selawat-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Selain itu masyarakat sekitar juga turut berpartisipasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc0123e632b.webp" length="41254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 17:39:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Maulid Nabi Muhammad, Wali Murid, SMPN 1 Prambon, siswa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>SMP Negeri 2 Prambon, Nganjuk menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan acara selawat bersama. Dalam acara itu, mereka mendatangkan tamu Gus H. Agung Musa Al Maliky LQ.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 2 Prambon Abdulloh mengatakan, kegiatan berselawat merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan oleh sekolah. Sebelumnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad hanya dirayakan dengan gelaran lomba-lomba.</p>
<p>"Kami mengundang penceramah Gus H.Agung Musa Al Maliky untuk memeriahkan acara," ucapnya  saat ditemui Suarajatimpost.com, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Selain itu masyarakat sekitar juga turut berpartisipasi.</p>
<p>Rahayu, salah seorang wali murid mengaku, tahun ini peringatan maulid nabi digelar untuk menunjukkan eksistensi sekolah akan kecintaan terhadap Nabi Muhammad. Karenanya, generasi milenial yang lebih tertarik dengan kegiatan yang bersifat interaktif dan <em>ngetrend.</em></p>
<p>"Anak-anak sekarang cenderung tidak tahan lama mendengarkan ceramah panjang, selawat menjadi tren di kalangan mereka, dan kami menangkap aspirasi tersebut sebagai bagian dari perayaan ini," ucapnya.</p>
<p>Dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meriah dalam waktu singkat, tetapi memberikan dampak positif yang mendalam.</p>
<p>"Saya ingin anak-anak tidak hanya merasakan kemeriahan, tetapi juga dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah Muhammad," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot, Polres, dan Dunia Pendidikan Kota Batu Perkuat Antisipasi Provokasi di Tengah Aksi Demonstrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-polres-dan-dunia-pendidikan-kota-batu-perkuat-antisipasi-provokasi-di-tengah-aksi-demonstrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-polres-dan-dunia-pendidikan-kota-batu-perkuat-antisipasi-provokasi-di-tengah-aksi-demonstrasi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sinergi ini, Pemkot Batu berharap pelajar tetap fokus belajar, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menjaga suasana aman dan damai yang menjadi identitas Kota Batu sebagai kota wisata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bac79a5e5aa.webp" length="47616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 18:21:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Demonstrasi, Pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bergerak cepat untuk menjaga kondusivitas wilayah, setelah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah di Indonesia yang turut menyeret keterlibatan pelajar di bawah umur.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (5/9/2025) menegaskan sebelumnya sempat mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMP/MTs, SMA/SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kota Batu di Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Intinya dunia pendidikan memegang peran penting sebagai benteng pertama agar siswa tidak mudah terprovokasi. Fenomena keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa anarkis menjadi peringatan serius bagi kita semua. Stabilitas sosial, keamanan, dan kenyamanan Kota Batu sebagai kota wisata tidak boleh sampai terganggu,” ujarnya.</p>
<p>Ia meminta sekolah dan guru tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat karakter serta literasi digital siswa.</p>
<p>Bahkan, Pemkot Batu menyiapkan program pembinaan karakter, parenting bagi siswa dan orang tua, serta forum komunikasi publik agar sekolah, orang tua, dan aparat bisa bersinergi menjaga anak-anak dari pengaruh negatif media sosial.</p>
<p>Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo, menyambut baik langkah Pemkot. Ia menekankan pentingnya guru menjadi teladan dan filter di tengah derasnya provokasi digital.</p>
<p>“Guru jangan sampai ikut terjebak dalam unggahan provokatif. Justru sebaliknya, kita harus menjadi motivator bagi siswa,” ucapnya.</p>
<p>Budi juga mendorong adanya terobosan tambahan seperti program praktisi mengajar, panggung kreasi siswa, hingga regulasi pemanfaatan gawai di sekolah agar energi pelajar tersalurkan ke arah positif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Bhakti Adhyaksa ke&amp;80, Kejari Jember Ajak Pelajar Melek Restorative Justice</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-bhakti-adhyaksa-ke-80-kejari-jember-ajak-pelajar-melek-restorative-justice</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-bhakti-adhyaksa-ke-80-kejari-jember-ajak-pelajar-melek-restorative-justice</guid>
<description><![CDATA[ Restorative Justice bukan sekadar menyelesaikan masalah, tetapi juga melatih siswa bertanggung jawab atas perbuatannya, termasuk berani meminta maaf dan memperbaiki kesalahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b6c14f6e9d0.webp" length="87926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 17:42:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>jember, kejaksaan, kejari, hukum, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP - </strong>Kejaksaan Negeri Jember bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi jatim yang berada di wilayah Jember sukses menggelar Kejuaraan Video Kreatif Restorative Justice yang diikuti oleh siswa SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jember.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-80, sekaligus menjadi ajang pertama kalinya digelar pada tahun 2025.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ichwan Effendi, secara langsung menyerahkan trophy dan uang pembinaan hingga jutaan rupiah kepada para pemenang lomba.</p>
<p>Hadiah diberikan kepada juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3. Adapun Juara 1 SMAN Pakusari, Juara 2 SMKN 8 Jember, Juara 3 SMAN Arjasa Jember. Sedangkan Juara Harapan 1 SMKN 1 Jember, Harapan 2 SMAN 4 Jember dan Harapan 3 SLBN Jember. </p>
<p>“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak para siswa SMA SMK SLB memahami bagaimana menyelesaikan konflik di sekolah dengan damai, seperti kasus perundungan (bullying), tawuran, atau pelanggaran tata tertib,” kata Ichwan di sela-sela kegiatan, Selasa,(2/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, Restorative Justice bukan sekadar menyelesaikan masalah, tetapi juga melatih siswa bertanggung jawab atas perbuatannya, termasuk berani meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.</p>
<p>Selain itu juga memberi ruang bagi korban untuk dipulihkan, sehingga tidak diabaikan tetapi mendapat pengakuan dan perlindungan.</p>
<p>Serta mencegah stigma dan hukuman berlebihan, agar siswa yang bersalah tidak serta-merta dikeluarkan dari sekolah, melainkan dibina untuk tidak mengulangi kesalahan.</p>
<p>Demikian juga untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis, menjaga hubungan baik antara siswa, guru, dan orang tua.</p>
<p>Ichwan yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Jember menegaskan, bahwa melalui lomba ini, siswa SMA, SMK, dan SLB diharapkan lebih memahami manfaat Restorative Justice serta mengetahui jenis-jenis kasus yang bisa dimediasi oleh kejaksaan melalui pendekatan ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Sugeng Trianto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Kejari Jember.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih kepada Kejari Jember atas terselenggaranya lomba video kreatif RJ ini. Semoga kolaborasi saat ini berlanjut pada tahun depan lebih meriah, lebih kreatif, dan lebih bermakna. Dengan lomba ini, siswa-siswi kami akan lebih melek hukum dan terbiasa tertib hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdik Malang Soroti Keterlibatan Anak dalam Aksi Perusakan Pos Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdik-malang-soroti-keterlibatan-anak-dalam-aksi-perusakan-pos-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdik-malang-soroti-keterlibatan-anak-dalam-aksi-perusakan-pos-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyoroti kasus anak-anak terlibat perusakan pos polisi, meminta pengawasan ketat dari sekolah dan orang tua, serta menyiapkan edaran resmi untuk pencegahan dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b64e242d82f.webp" length="62058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 10:01:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, siswa diamankan, pengawasan sekolah, orang tua, guru, kabupatenmalang, demo pelajar, pencegahan dini, pembinaan, keamanan siswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang menyoroti keterlibatan anak-anak dalam aksi perusakan pos polisi dan Polsek Pakisaji. Pengawasan ketat sekolah dan orang tua dinilai penting untuk pencegahan.</p>
<p>Kepala Disdik Kabupaten Malang, Suwadji, menyebut pihaknya telah mengirim imbauan kepada wali murid serta menyiapkan edaran resmi bagi seluruh kepala sekolah, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP.</p>
<p>Edaran tersebut menekankan peran sekolah dalam pengamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat koordinasi dengan kepolisian maupun instansi terkait. Langkah itu diambil karena kasus melibatkan anak usia sekolah.</p>
<p>“Anak-anak tetap mengikuti pembelajaran luring, tetapi kami minta para guru dan orang tua selalu mengawasi. Kami berharap siswa bisa menerapkan kebiasaan anak Indonesia cerdas, termasuk tidak mengikuti kegiatan malam-malam,” ujar Suwadji, Senin (1/9/2025).</p>
<p>Dia menambahkan, jika nantinya ada siswa terlibat demonstrasi atau kegiatan melanggar aturan, pihak sekolah dapat memberikan sanksi berupa peringatan atau pembinaan sesuai ketentuan berlaku.</p>
<p>“Sejauh ini belum ada, tapi kami tetap antisipasi untuk cegah dini,” tambahnya.</p>
<p>Mengenai partisipasi siswa SMP dalam kegiatan demonstrasi, Suwadji menegaskan bahwa usia mereka masih terlalu dini untuk ikut serta dalam aktivitas politik maupun demonstrasi.</p>
<p>“Mereka belum cukup umur untuk ikut. Kita cegah agar pembelajaran tetap berjalan dengan aman melalui guru dan orang tua,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ribuan Siswa di Tulungagung Belajar Secara Daring</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-gangguan-kamtibmas-ribuan-siswa-di-tulungagung-belajar-secara-daring</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-gangguan-kamtibmas-ribuan-siswa-di-tulungagung-belajar-secara-daring</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah yang dianggap rawan, terutama yang berada di wilayah seputaran kota Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b5b98a5b691.webp" length="76730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 22:26:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dinas pendidikan tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP </strong>- Melihat perkembangan situasi Kamtibmas dan adanya aksi unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di sekitar wilayah Tulungagung, seperti Kediri dan Blitar, sejumlah sekolah di Tulungagung akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara atau yang akrab disapa Pipit, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan siswa dan guru, mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>"Betul (siswa belajar daring), tapi cuma sekolah yang terdampak saja, ndak semua," ujar Pipit melalui Whatsapp, Senin (1/9/2025).</p>
<p>Lanjutnya, tidak semua sekolah di Tulungagung melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara Daring. Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah yang dianggap rawan, terutama yang berada di wilayah seputaran kota Tulungagung.</p>
<p>"Yang Daring satuan pendidikan di wilayah kecamatan kota plus SMP 1 Kedungwaru," imbuhnya.</p>
<p>Berdasarkan data di website Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di wilayah kecamatan Tulungagung terdapat 6 lembaga SMP Negeri dan 7 lembaga SMP swasta, serta 2 MTs. Sedangkan untuk sekolah dasar terdapat 35 lembaga sekolah baik negeri maupun swasta, serta 3 MI. </p>
<p>Rencananya, kebijakan kegiatan belajar secara Daring tersebut akan diterapkan selama 3 hari, yakni mulai Selasa (2/9/2025) hingga Kamis (4/9/2025), sambil menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.</p>
<p>"Mulai tanggal 2 sampai dengan 4 September 2025," tandas Pipit.</p>
<p>Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah menerbitkan surat edaran perihal keamanan kerja pegawai berkaitan dengan situasi keamanan yang kurang kondusif di wilayah eks Karesidenan Kediri. </p>
<p>Isi surat tersebut antara lain, mulai tanggal 1 sampai dengan 4 September 2025 apel pagi ditiadakan dan seluruh pegawai mengenakan pakaian batik atau bebas rapi.</p>
<p>Pegawai juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas berplat merah, serta membentuk regu piket untuk menjaga keamanan area perkantoran masing-masing. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Ajak Pelajar Tidak Terprovokasi Isu Negatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-ajak-pelajar-tidak-terprovokasi-isu-negatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-ajak-pelajar-tidak-terprovokasi-isu-negatif</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini juga dilakukan secara serentak oleh jajaran Polsek Polres Nganjuk di SMP dan SMA di wilayah hukum masing-masing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b5982e084c2.webp" length="35566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 20:29:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kapolres Nganjuk, Polres Nganjuk, Pembina Upacara, SMKN 1, Wawasan Kebangsaan, maraknya aksi unjuk rasa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, menjadi pembina upacara di SMKN 1 Nganjuk, Senin (1/9/2025).</p>
<p>Kegiatan ini juga dilakukan secara serentak oleh jajaran Polsek Polres Nganjuk di SMP dan SMA di wilayah hukum masing-masing.</p>
<p>Upacara ini digelar sebagai upaya pembinaan dan memberikan wawasan kebangsaan kepada para pelajar. Khususnya di tengah situasi terkini, maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung pada kerusuhan dan tindakan tidak bertanggung jawab yang melenceng dari tujuan semula.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan pentingnya para pelajar di Kabupaten Nganjuk untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang.</p>
<p>“Sayangi masa depan kalian. Belajarlah dengan giat, karena masa depan bangsa ini ada di pundak generasi muda. Jangan sampai terpancing pada hal-hal negatif yang bisa merusak cita-cita kalian. Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pihak-pihak yang mengganggu stabilitas keamanan,” tegas Kapolres.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SMKN 1 Nganjuk Gaguk Wiyono Heru menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan Polres Nganjuk. </p>
<p>Menurutnya, pembinaan kepada siswa sangat penting agar mereka fokus pada pendidikan dan tidak terseret arus situasi yang tidak kondusif.</p>
<p>“Pelajar harus mengutamakan belajar demi masa depan. Jangan ikut-ikutan dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab yang justru merugikan diri sendiri. Kami berterima kasih kepada Kapolres Nganjuk yang sudah memberikan arahan langsung kepada anak-anak kami,” ucap Gaguk.</p>
<p>Kegiatan pembinaan pelajar oleh jajaran Polres Nganjuk ini diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda agar semakin cerdas, tangguh, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SD dan MI di Sampang Meriahkan Lomba Gerak Jalan HUT ke&amp;80 RI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-dan-mi-di-sampang-meriahkan-lomba-gerak-jalan-hut-ri-ke-80</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sd-dan-mi-di-sampang-meriahkan-lomba-gerak-jalan-hut-ri-ke-80</guid>
<description><![CDATA[ Lomba gerak jalan tingkat SD/MI diikuti 163 regu, memupuk kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebangsaan pelajar di Kabupaten Sampang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b57e2504c5c.webp" length="70066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 18:22:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Mas Ulul</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, Sampang, gerak jalan, HUT ke-80 RI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMPANG, SJP - </strong>Semarak dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia semakin terasa di Kabupaten Sampang.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), menggelar lomba gerak jalan tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Senin (1/9/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kedisiplinan, kekompakan, sekaligus semangat kebangsaan bagi pelajar usia dini.</p>
<p>Rute gerak jalan menempuh jarak 5,6 kilometer, dimulai dari depan Pendopo Kabupaten Sampang, melewati sejumlah jalan protokol kota serta finish di depan Asrama Kodim Sampang.</p>
<p>Tercatat sebanyak 163 regu peserta ikut serta dalam kategori SD/MI. Mereka dibagi dalam tiga kelompok, yakni perkotaan, pinggiran, dan pedesaan, sehingga mencerminkan keterwakilan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang.</p>
<p>Kepala Disporabudpar Sampang, H Marnilem menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya sekedar lomba, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas sejak dini.</p>
<p>“Kami berharap momentum ini mampu memupuk semangat juang anak-anak sekaligus melatih disiplin dan kerja sama tim,” ujarnya.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga berjejer di sepanjang rute untuk memberikan dukungan kepada para peserta.</p>
<p>Lomba pun berlangsung meriah dengan sorak-sorai penonton yang menambah semangat para pelajar dalam menyelesaikan barisan hingga garis akhir.</p>
<p>Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-80 RI di Kabupaten Sampang, yang sebelumnya juga telah diwarnai dengan berbagai kegiatan serupa di tingkat pelajar, instansi, hingga masyarakat umum. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kampus di Surabaya Alihkan Perkuliahan ke Daring, Prioritaskan Keamanan Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kampus-di-surabaya-alihkan-perkuliahan-ke-daring-prioritaskan-keamanan-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kampus-di-surabaya-alihkan-perkuliahan-ke-daring-prioritaskan-keamanan-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi Surabaya belum kondusif usai kericuhan, sejumlah kampus alihkan perkuliahan ke daring demi keamanan mahasiswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b560070221d.webp" length="64960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 16:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kuliah, Daring, Kampus, UINSA, Ubaya, Petra, PCU, Kericuhan, Aksi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah Dinas Pendidikan Kota Surabaya memutuskan pembelajaran dari rumah bagi jenjang PAUD hingga SMP pada 1–4 September 2025, kini sejumlah perguruan tinggi di Kota Pahlawan juga mengambil langkah serupa. </p>
<p>Perkuliahan dialihkan ke sistem daring menyusul kondisi kota yang belum sepenuhnya kondusif pasca kericuhan pekan lalu. Bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan massa aksi solidaritas ojek online serta aksi menuntut reformasi Polri yang terjadi di beberapa titik.</p>
<p>Sejumlah kampus yang sudah mengumumkan kebijakan pembelajaran daring antara lain Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Universitas Kristen Petra. </p>
<p>Masing-masing mengeluarkan aturan dengan durasi serta penekanan berbeda, namun sama-sama menempatkan aspek keamanan mahasiswa sebagai prioritas utama.</p>
<p><strong>Beberapa Kampus Beri Surat Edaran</strong></p>
<p>Melalui surat edaran yang ditandatangani Rektor UKWMS, Sumi Wijaya, perkuliahan dialihkan ke daring pada 1–6 September 2025. Dalam edaran itu, Sumi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan maupun tindakan anarkis.</p>
<p>"Kami mengimbau agar aspirasi disampaikan melalui cara-cara damai, santun, dan sesuai aturan," ujar Sumi saat dikonfirmasi pada Senin (1/9/2025).</p>
<p>UKWMS juga meminta civitas akademika meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan membatasi aktivitas di luar kampus, tidak mengenakan atribut universitas di luar kepentingan resmi, serta menghindari lokasi demonstrasi. </p>
<p>Sumi menegaskan agar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bisa saling jaga, tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan, serta tidak mudah terprovokasi.</p>
<p>"Segera melapor kepada pihak keamanan kampus atau aparat setempat apabila terjadi situasi yang mengancam keselamatan," tambah Sumi.</p>
<p>Untuk pegawai, tetap diwajibkan masuk kampus sesuai peran dan tanggung jawab. Namun jika lingkungan tempat tinggal dirasakan tidak aman, pegawai diperkenankan bekerja dari rumah setelah berkoordinasi dengan pimpinan unit.</p>
<p><strong>Ada Sanksi Bagi Dosen yang Melanggar</strong></p>
<p>Aturan lebih tegas bahkan diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pihak kampus memberlakukan perkuliahan daring pada 1–4 September 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 2677 Tahun 2025. </p>
<p>Dalam aturannya, dosen diwajibkan tetap mengajar dari kampus dengan memanfaatkan platform daring seperti Google Meet. Pihak universitas juga memberi ketegasan, bahwa jika diketahui ada dosen yang memaksa mahasiswa hadir ke kampus, maka akan dikenai sanksi.</p>
<p>Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UINSA, Aslamiyah juga mengonfirmasi bahwa perkuliahan di UINSA akan berjalan melalui sistem daring.</p>
<p>"Iya perkuliahannya online, sesuai arahan Rektor," ucap Aslamiyah, yang menegaskan bahwa keputusan diambil setelah mempertimbangkan situasi yang tidak terkendali serta kekhawatiran orang tua.</p>
<p><strong>UBAYA Sediakan Layanan Hotline Darurat</strong></p>
<p>Sementara itu, Universitas Surabaya (Ubaya) memutuskan untuk melaksanakan perkuliahan daring pada 1–5 September 2025. Serupa dengan kampus lain, Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso, menyebut kebijakan itu diambil untuk memastikan keamanan mahasiswa.</p>
<p>"Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan keamanan mahasiswa. Seluruh proses pembelajaran akan dilakukan dari tempat tinggal masing-masing sampai situasi kembali kondusif," jelasnya.</p>
<p>Selain perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan juga dialihkan ke daring. Ubaya bahkan menyediakan hotline darurat untuk mahasiswa yang membutuhkan, sembari mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dan menyampaikan aspirasi dengan santun.</p>
<p>Adapun Universitas Kristen Petra (PCU) yang juga menetapkan perkuliahan daring mulai 1 hingga 6 September 2025. Meski tidak merinci kebijakan teknisnya secara detail, langkah itu dipastikan sejalan dengan kampus lain dalam menjaga keselamatan mahasiswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Terapkan Belajar dari Rumah untuk PAUD, SD, dan SMP Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-terapkan-belajar-dari-rumah-untuk-paud-sd-dan-smp-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-terapkan-belajar-dari-rumah-untuk-paud-sd-dan-smp-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menghentikan sekolah tatap muka dan mewajibkan siswa PAUD, SD, SMP belajar daring 1–4 September demi menjaga psikologis anak di tengah situasi kota tak kondusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b43677e5261.webp" length="59692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 19:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi, Surabaya, Kerusuhan, Pendidikan, Sekolah, Siswa, Libur, Dinas Pendidikan, Dispendik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran daring atau belajar dari rumah (BDR) bagi seluruh siswa PAUD, SD, dan SMP selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 1–4 September 2025. </p>
<p>Langkah tersebut diambil menyusul kondisi keamanan Kota Surabaya yang dinilai kurang kondusif dalam beberapa hari terakhir, terutama akibat maraknya aksi di sejumlah titik, khususnya di daerah tengah kota.</p>
<p>Kebijakan itu sendiri tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, pada Minggu (31/8/2025).</p>
<p>Saat dikonformasi, Yusuf menegaskan bahwa pembelajaran dari rumah dipilih demi menjaga keamanan sekaligus kondisi psikologis siswa.</p>
<p>"Metode pembelajaran kan banyak. Sehingga diputuskan agar siswa SD dan SMP untuk belajar di rumah via daring," terang Yusuf, Minggu (31/8/2025).</p>
<p>"Sementara untuk yang PAUD, akan dikondisikan. Selama belajar di rumah, siswa tetap dipandu guru dan mendapat tugas dengan jam belajar efektif," imbuhnya.</p>
<p>Yusuf juga mengingatkan agar para siswa fokus pada pembelajaran tanpa terlibat dalam aksi turun ke jalan.</p>
<p>Dirinya berharap orang tua ikut memantau pergerakan anak-anak agar tidak keluar rumah tanpa pantauan kecuali ada kegiatan yang mendesak.</p>
<p>Dalam edaran tersebut, Dinas Pendidikan meminta kepala satuan pendidikan memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.</p>
<p>Guru dan tenaga kependidikan tetap diminta mendampingi siswa agar proses belajar mengajar tetap optimal meskipun dari rumah.</p>
<p>Selain itu, aktivitas siswa di luar sekolah pada jam pelajaran, seperti lomba atau latihan rutin di klub dan lembaga lain wajib disertai surat izin resmi dari orang tua atau penyelenggara kegiatan.</p>
<p>"Selama proses pembelajaran di rumah, mohon bantuan orang tua untuk memantau dan memastikan putra-putrinya mengikuti kegiatan tersebut dengan baik," tulis edaran itu.</p>
<p>Dispendik juga menekankan bahwa selama periode BDR, guru maupun tenaga pendidik diminta menggunakan pakaian bebas rapi tanpa atribut kedinasan.</p>
<p>Menindaklanjuti instruksi tersebut, sejumlah sekolah langsung mengeluarkan pemberitahuan kepada orang tua. Salah satunya SD negeri di Kecamatan Sawahan. Dalam suratnya kepada wali murid kelas 1–6, sekolah menyatakan pembelajaran akan dilaksanakan secara daring mulai 1 hingga 4 September 2025.</p>
<p>Walaupun dilakukan dari rumah, sekolah menegaskan tetap akan berkomunikasi dengan orang tua agar mereka mendampingi anak-anak saat belajar. Semua tugas dan instruksi guru akan disampaikan melalui grup WhatsApp kelas.</p>
<p>Keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pembelajaran daring kali ini. Selain memastikan anak belajar, orang tua juga diminta mengawasi agar anak-anak tidak terpengaruh kondisi kota yang kurang kondusif.</p>
<p>Dengan kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya berharap siswa tetap bisa belajar secara aman, terpantau, dan tidak terganggu oleh dinamika yang sedang terjadi di luar lingkungan pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG di Kota Blitar, Kadin Pendidikan : Butuh 20 SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-kota-blitar-kadin-pendidikan-butuh-20-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-kota-blitar-kadin-pendidikan-butuh-20-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Program makan bergizi gratis mulai digulirkan di Kota Blitar. Namun, pada tahap awal belum dilakukan secara keseluruhan kepada siswa di Kota Blitar. Jika diberlakukan kepada semua siswa, dibutuhkan sebanyak 20 SPPG yang beroperasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b295da3a636.webp" length="51622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 15:31:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Program, MBG, Kota Blitar, SPPG, 20, Baru, Satu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah digulirkan di Kota Blitar. Namun, pada tahap awal masih digulirkan ke beberapa sekolah dan belum menyeluruh ke semua jenjang sekolah yang ada di Kota Blitar.</p>
<p>Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin. Jika progam MBG digulirkan kepada seluruh siswa dari semua jenjang pendidikan, maka harus ada 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Blitar.</p>
<p>Kebutuhan 20 SPPG di Kota Blitar untuk menerapkan program MBG kepada 40.000 siswa yang terdiri dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.</p>
<p>"Kebutuhan SPPG di Kota Blitar itu 20, mencangkup 40.000 siswa. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA," kata Dindin, Sabtu (30/8/2025).</p>
<p>Dindin menyebut progam MBG di Kota Blitar saat ini melayani sekitar 2.000 menu dalam satu hari dan dilakukan oleh satu SPPG yang ada di Jalan Jawa, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pemberian MBG kepada 2.000 anak ini sudah dilakukan sejak 19 Agustus 2025 yang lalu dan melayani enam sekolah. </p>
<p>Sebenarnya sudah ada pengajuan mendirikan SPPG di Kota Blitar, namun untuk operasionalnya masih menunggu penetapan dari Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>"Kalau sampai sekarang masih satu SPPG yang beroperasi dan melayani MBG. Nanti akan bertambah secara bertahap," tutur dia.</p>
<p>Dalam hal ini, Pemkot Blitar juga sudah membentuk Satgas MBG yang bertugas melakukan pemantauan program yang dicanangkan Pemerintah Pusat tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UWG Malang Gelar PKKMB 2025: Menyongsong Generasi Unggulan Beradab di Era Society 5.0</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uwg-malang-gelar-pkkmb-2025-menyongsong-generasi-unggulan-beradab-di-era-society-50</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uwg-malang-gelar-pkkmb-2025-menyongsong-generasi-unggulan-beradab-di-era-society-50</guid>
<description><![CDATA[ Pendekatan ini mencerminkan komitmen UWG Malang dalam menghadirkan pengalaman pengenalan kampus yang inklusif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era Society 5.0, yang menekankan integrasi teknologi dan nilai kemanusiaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b268a3345f7.webp" length="57974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 10:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Riski Rahayu K.</dc:creator>
<media:keywords>Malang, PKK MB, Markom. Bisnis, pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>MALANG, SJP –</strong> Universitas Widya Gama Malang (UWG) dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang akan berlangsung selama empat hari, dari 30 Agustus hingga 2 September 2025, di Hall Widya Graha, Jalan Borobudur Nomor 35, Malang. </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Acara ini diikuti oleh hampir 1.000 mahasiswa baru dari berbagai program studi di UWG Malang, menandai langkah awal mereka dalam menapaki perjalanan akademik di era modern.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Sistem Hybrid untuk Akses yang Inklusif</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s1">PKKMB 2025 mengadopsi sistem <em>hybrid,</em> menggabungkan format tatap muka dan daring untuk memastikan semua mahasiswa baru, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara langsung, dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara maksimal. </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pendekatan ini mencerminkan komitmen UWG Malang dalam menghadirkan pengalaman pengenalan kampus yang inklusif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era Society 5.0, yang menekankan integrasi teknologi dan nilai kemanusiaan.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b269227cb06.webp" alt=""><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Tema Inspiratif: Menjadi Generasi Unggulan Beradab</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan tema “Menjadi Generasi Unggulan yang Beradab di Era Society 5.0”, PKKMB tahun ini bertujuan membentuk mahasiswa baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan karakter mulia. </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tema ini sejalan dengan semangat UWG Malang untuk mencetak generasi yang mampu memanfaatkan teknologi canggih secara bertanggung jawab sambil tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun peradaban bangsa yang maju.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai pembicara utama, UWG Malang menghadirkan Abraham Samad, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, yang akan membawakan topik “Integritas Cendekiawan dalam Membangun Peradaban Maju”. </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan rekam jejaknya sebagai tokoh nasional yang dikenal teguh dalam menegakkan integritas, Abraham Samad diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan yang berprinsip, beretika, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Rangkaian Kegiatan yang Komprehensif</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rangkaian kegiatan PKKMB 2025 dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan kampus di UWG Malang. Selama empat hari, mahasiswa baru akan mengikuti sesi-sesi informatif yang mencakup: </span><span class="s1"></span></p>
<ul>
<li class="p1"><span class="s1">Budaya Akademik UWG Malang: Pengenalan nilai-nilai akademik, etika, dan tata cara kehidupan kampus yang menjadi landasan pendidikan di UWG Malang. </span><span class="s1"></span></li>
<li class="p1"><span class="s1">Sistem Informasi dan Teknologi: Penjelasan tentang pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, pengelolaan data akademik, dan akses ke fasilitas digital kampus. </span><span class="s1"></span></li>
<li class="p1"><span class="s1">Organisasi Kemahasiswaan: Sesi pengenalan berbagai organisasi mahasiswa, klub, dan komunitas untuk mendukung pengembangan kepemimpinan, kreativitas, dan kerja sama tim. </span><span class="s1"></span></li>
<li class="p1"><span class="s1">Sistem Keuangan: Informasi mengenai tata cara pembayaran, beasiswa, dan pengelolaan keuangan mahasiswa. </span><span class="s1"></span></li>
<li class="p1"><span class="s1">Akademik Fakultas dan Program Studi: Sesi khusus untuk memperkenalkan kurikulum, fasilitas, dan peluang akademik di setiap fakultas dan program studi di UWG Malang.</span><span class="s1"></span></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan ekosistem akademik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa baru untuk menghadapi tantangan dan peluang selama masa studi mereka dengan bekal pengetahuan yang komprehensif.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Komitmen UWG Malang untuk Generasi Masa Depan</span></strong><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rektor Universitas Widya Gama Malang, Dr. Anwar, SH, M.Hum, menyampaikan bahwa PKKMB 2025 adalah momentum strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan beradab. </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Di era Society 5.0, kami ingin mahasiswa baru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai luhur untuk membangun peradaban yang lebih baik. PKKMB ini adalah langkah awal untuk mewujudkan semangat tersebut,” ujarnya.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dengan kehadiran tokoh inspiratif seperti Abraham Samad dan rangkaian kegiatan yang relevan, UWG Malang optimistis bahwa PKKMB 2025 akan menjadi pondasi kuat bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan semangat, visi, dan komitmen terhadap integritas.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Tentang Universitas Widya Gama Malang</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s1">Universitas Widya Gama Malang adalah institusi pendidikan tinggi yang berdiri sejak tahun 1971 dan berkomitmen mencetak generasi unggulan melalui pendidikan berkualitas, berlandaskan nilai-nilai Kebangsaan, Keadaban, dan Kemandirian yang Berlokasi di Malang, Jawa Timur, UWG Malang terus berupaya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter untuk mendukung kemajuan bangsa. <strong>(***)</strong></span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Editor: Rizqi Ardian </span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UM Gelar SUSTAIN 2025, Teguhkan Komitmen Konservasi Lingkungan dan Adaptasi Iklim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/um-gelar-sustain-2025-teguhkan-komitmen-konservasi-lingkungan-dan-adaptasi-iklim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/um-gelar-sustain-2025-teguhkan-komitmen-konservasi-lingkungan-dan-adaptasi-iklim</guid>
<description><![CDATA[ Seminar internasional ini tidak hanya berperan sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan kesadaran publik, memperkuat jejaring internasional, dan mempercepat implementasi solusi berbasis sains. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68afd147a0f4d.webp" length="67930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 12:15:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Donny Maulana</dc:creator>
<media:keywords>malang; um; universitas negeri malang; sustain 2025; 2nd; seminar internasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="s5"><span><strong>Kota Malang, SJP  –</strong> Universitas Negeri Malang (UM) kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung gerakan global pelestarian lingkungan dengan menyelenggarakan Seminar Internasional SUSTAIN 2025 (International Conference on Sustainable Environment and Disaster Management). </span></p>
<p class="s5"><span>SUSTAIN tahun ini mengusung tema “</span><span class="s6">Environmental Conservation and Climate Change </span><span class="s6">Adaptation</span><span>” dan diselenggarakan di Aula Utama Graha Rektorat UM.</span></p>
<p class="s5"><span>Kegiatan </span><span>ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pegiat lingkungan dari berbagai negara untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, serta merumuskan solusi atas tantangan konservasi lingkungan dan adaptasi perubahan iklim. </span></p>
<p class="s5"><span>Beberapa pemateri yang hadir, antara lain Prof. Dr. Paul Krusic dari Stockholm University, Swedia, Prof. Fumitoshi Murae dari The University of Kitakyushu, Jepang, Dr. Wartini Ng dari The University of Sydney, Australia, Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak dari Universiti Teknologi Malaysia, dan Prof. Dr. Fatchur Rohman dari Universitas Negeri Malang, Indonesia.</span></p>
<p class="s5"><span>Rangkaian acara meliputi presentasi hasil penelitian, diskusi panel, hingga workshop tematik yang membahas inovasi pendidikan lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, teknologi hijau, serta strategi adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. </span></p>
<p class="s5"><span>Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar internasional ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian isu-isu lingkungan global.</span></p>
<p class="s5"><span>“Isu konservasi lingkungan dan perubahan iklim tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah masa depan, melainkan tantangan nyata yang kita hadapi hari ini. Melalui SUSTAIN 2025, UM berkomitmen menjadi pusat ilmu pengetahuan sekaligus penggerak aksi nyata untuk keberlanjutan bumi,” ujarnya.</span></p>
<p class="s5"><span>Selain menghadirkan pakar internasional, seminar ini juga menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan peneliti untuk menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diimplementasikan di berbagai level, mulai dari komunitas lokal hingga kebijakan nasional. </span></p>
<p class="s5"><span>Kegiatan SUSTAIN 2025 juga mengintegrasikan nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama </span><span>SDG 13 – Climate Action, dengan mendorong aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. SDG 15 – Life on Land, melalui konservasi ekosistem daratan dan keanekaragaman hayati. SDG 17 – Partnership for the Goals, dengan membangun kolaborasi lintas negara, disiplin, dan sektor untuk mencapai tujuan keberlanjutan bersama.</span></p>
<p class="s5"><span>Lebih lanjut, seminar internasional ini tidak hanya berperan sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan kesadaran publik, memperkuat jejaring internasional, dan mempercepat implementasi solusi berbasis sains.</span></p>
<p class="s5"><span>Dengan langkah ini, UM berharap SUSTAIN 2025 menjadi pijakan penting menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. <strong>(0)</strong></span></p>
<p class="s5"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buntut Demo Pelajar, Komite dan Kepala SMAN 1 Kampak Trenggalek Bakal Dipanggil Pemprov Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buntut-demo-pelajar-komite-dan-kepala-sman-1-kampak-trenggalek-bakal-dipanggil-pemprov-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buntut-demo-pelajar-komite-dan-kepala-sman-1-kampak-trenggalek-bakal-dipanggil-pemprov-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, turun langsung ke sekolah pascademo. Ia membenarkan adanya dua jenis iuran yang ditetapkan pihak sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aefca377611.webp" length="69094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 21:01:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, unjuk rasa pelajar, sman 1 kampak, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Buntut Demo Pelajar, Komite dan Kepala SMAN 1 Kampak Trenggalek Bakal Dipanggil Pemprov Jatim</p>
<p></p>
<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Aksi demo ratusan pelajar SMAN 1 Kampak, Trenggalek, yang menuntut transparansi pungutan iuran dan dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) terus bergulir.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan memanggil kepala sekolah dan komite untuk dimintai klarifikasi.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, turun langsung ke sekolah pasca demo. Ia membenarkan adanya dua jenis iuran yang ditetapkan pihak sekolah.</p>
<p>“Satu tuntutan adik-adik pelajar ini terkait dengan transparansi sebenarnya. Ini akhirnya larinya ke mana-mana. Jadi, ada dua jenis iuran yang ini kemudian menjadi persoalan permasalahan mereka. Yang pertama iuran peningkatan mutu yang dulu Rp100.000 sekarang turun karena ada protes-protes menjadi Rp65.000. Ini dilakukan tiap bulan,” jelas Deni, Rabu (27/8/2025).</p>
<p>Lanjut Deni, yang kedua ada yang namanya amal jariah, tapi ditentukan besarannya yaitu minimal Rp500.000 selama mereka belajar. Kemudian ada dua persoalan lain tapi pihaknya tidak melihat hal tersebut sebagai suatu pemaksaan, yakni tabungan akhirat sama infak.</p>
<p>Namun, menurut Deni, persoalan bukan hanya soal besaran iuran tetapi juga transparansi. </p>
<p>“Ketika adik-adik ini sudah rutin melakukan pembayaran ini yang menjadi pertanyaan mereka adalah kenapa ketika proses membayarnya tidak ada kuitansi, tidak ada tanda bukti, tidak ada kejelasan. Kemudian siapa yang sudah membayar, siapa yang belum ini juga belum jelas sampai hari ini. Kemudian kedua penggunaannya,” tegasnya.</p>
<p>Deni juga menyinggung isu dana PIP yang dipotong, setelah didalami ternyata PIP yang menjadi hak siswa tersebut digunakan untuk membayar iuran wajib peningkatan mutu dan uang amal jariah Rp500 ribu. </p>
<p>"Jadi bahasanya bukan pemotongan PIP tapi untuk membayar itu,” ujarnya.</p>
<p>Deni juga menyesalkan keterlambatan penyerahan rekening PIP kepada siswa. Menurutnya hal itu menjadi menarik ketika buku tabungan dan ATM serta nomor PIN baru diberikan ke siswa pada minggu lalu setelah muncul protes.</p>
<p>“Kok baru (diserahkan) minggu lalu, padahal ya proses PIP pembagian dana PIP sudah berjalan lama,” ungkapnya.</p>
<p>Deni memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut dan akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan pihak-pihak terkait.</p>
<p>"Saya akan minta secara resmi kepada pihak sekolah. Saya akan juga melaporkan ini berkoordinasi dengan Kacabdin yang di Tulungagung maupun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kalau masih buntu saya akan langsung menyampaikan ini pada Ibu Gubernur agar perhatian terhadap hal-hal seperti ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang pada Rabu siang berkunjung ke pendopo kabupaten Trenggalek, menegaskan sekolah tidak boleh memotong dana bantuan pemerintah untuk siswa.</p>
<p>“Saya dapat aspirasinya satu ini masalah Kartu Indonesia Pintar. Satu sen pun enggak boleh ada yang dipotong itu. Ya, enggak boleh ada yang dipotong. Harus nyampe ke tangan siswa. Itu satu,” kata Emil.</p>
<p>Ia juga menolak alasan penahanan dana dengan dalih mengantisipasi penyalahgunaan oleh siswa.</p>
<p>“Kadang-kadang ada yang, oh alasannya ini karena kalau dikasih ke siswanya nanti malah dipakai buat apa pulsa gitu ya. Ya tapi aturannya dikasih. Karena kalau <em>dipull</em> (ditarik )itu malah bahaya,” jelasnya.</p>
<p>Terkait iuran komite, Emil menegaskan aturan sudah jelas bahwa sumbangan komite tidak boleh ada yang bersifat wajib. Selain itu, orang tua dan siswa jangan sampai ada yang merasa terpaksa atau terbebani dengan sumbangan tersebut.</p>
<p>“Nah, apalagi kemudian masalah pengelolaan ya dan penggunaannya harus jelas, harus transparan, harus bisa dipertanggungjawabkan di rapat komite sekolah. Dan tidak boleh ada merasa terganggu atau terpaksa,” katanya.</p>
<p>Emil juga mengingatkan potensi dampak sosial di sekolah. Menurutnya yang seringkali terjadi ada anak-anak atau wali siswa yang kemudian merasa dikucilkan seandainya tidak ikut berpartisipasi.</p>
<p>"Nah, ini yang menjadi PR besar yang harus kita coba tangani,” ujar Emil.</p>
<p>Terkait dugaan penahanan kartu dan rekening PIP, Emil menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan. Untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di sekolah lain, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. </p>
<p>Sedangkan untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi di SMAN 1 Kampak, Emil memastikan akan segera memanggil kepala sekolahnya.</p>
<p>“Ya, sudah pasti lah,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuju Kampung Percontohan, STIESIA Dorong Manyar Indah Jadi Pusat Batik Ecoprint</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuju-kampung-percontohan-stiesia-dorong-manyar-indah-jadi-pusat-batik-ecoprint</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuju-kampung-percontohan-stiesia-dorong-manyar-indah-jadi-pusat-batik-ecoprint</guid>
<description><![CDATA[ Manyar Indah dirancang jadi kampung percontohan batik ecoprint oleh STIESIA dan Disnaker Surabaya, kain ramah lingkungan dari daun dan bunga yang bernilai jual tinggi hingga tembus jutaan rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ae7a6af3c78.webp" length="74522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 21:21:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>STIESIA, Ecoprint, Batik Ecoprint, Disperinaker, Disnaker Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Batik ecoprint, karya kain dengan motif alami dari daun dan bunga, kini memang menjadi tren dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Selain ramah lingkungan, teknik ecoprint ini memiliki nilai seni tinggi dan potensi ekonomi yang menjanjikan. </p>
<p>Melihat peluang tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya ingin mendorong Perumahan Manyar Indah di Menur Pumpungan, Sukolilo, Surabaya menjadi sebuah kampung percontohan batik ecoprint.</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) "Pengembangan Rintisan Kampung Wisata" oleh STIESIA , yang menggandeng warga setempat, khususnya warga Menur Pumpungan yang berada di area sekitar kampus untuk mengembangkan pusat pelatihan batik ecoprint</p>
<p>"Rencananya kampung Manyar Indah ini menjadi kampung percontohan untuk kegiatan batik ecoprint. Perumahan ini diharapkan menjadi pusat pelatihan pembuatan batik ramah lingkungan," jelas Yayah Atmajawati, Ketua Pelaksana sekaligus Dosen STIESIA, Selasa (26/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ae7ab330152.webp" alt=""></p>
<p>Proses ecoprint sendiri memanfaatkan bahan alami seperti daun dan bunga, dengan teknik yang memerlukan ketelitian dan waktu. Kain disiapkan, direndam, ditempel daun atau bunga, kemudian dipres dan dikeringkan. Hasil akhirnya berbeda-beda tergantung jenis bahan yang digunakan.</p>
<p>"Batik ecoprint unik, ramah lingkungan, dan cukup mahal dijual, mulai dari 200 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung motif dan kualitas kain," tambah Yayah.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, STIESIA menurunkan lima dosen termasuk Yayah, Bambang Hadi Santoso Dwidjosumarno, Achmad Djuraidi, Farida Idayati, Mochammad Reza Zulfikar, dan dua mahasiswa dari jurusan Manajemen, yaitu Sofi Nazwa Afandi dan Putri Ayu Melinda.</p>
<p>Sementara Disperinaker dan pihak kecamatan juga mengirimkan perwakilannya. Sekitar 20 warga, mayoritas ibu rumah tangga, mengikuti pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ada7f2b8ee2.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Anin Khoirunnisa, staf Disperinaker Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, menjelaskan teknis pelatihan ecoprint yang diberikan dalam kesempatan ini lengkap dari dasar hingga jadi.</p>
<p>"Kami mengajarkan teori dasar ecoprint hingga praktik menata daun agar warnanya keluar dengan baik. Peserta juga belajar teknik mengunci warna pada kain," jelas Anin yang juga Penanggung Jawab Pelatihan Kewirausahaan atau BIMTEK Kewirausahaan.</p>
<p>Selain itu, pihak Disperinaker juga menyiapkan bahan praktek, narasumber profesional, konsumsi, transport, dan sertifikat pelatihan. Narasumber utama yang bernama Iin, adalah pengrajin ecoprint berpengalaman yang produknya sudah masuk kapal pesiar dan pasar ekspor.</p>
<p>"Harapan kami, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan, tapi ibu-ibu bisa melanjutkan produksi, mengembangkan desain, dan mempelajari teknik promosi serta perhitungan produksi agar usahanya berkelanjutan," ujar Anin.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ada574d62d5.webp" alt=""></p>
<p>Disnaker juga menyiapkan dukungan agar produk warga dapat memasuki pasar resmi pemkot, seperti Siola dan mendapatkan legalitas yang diperlukan, termasuk akses ke media promosi pemerintah kota Surabaya.</p>
<p>Deddy Setya Wibawa, Ketua RW 6 Manyar Indah, menyatakan bahwa pelatihan ecoprint memperkuat mental, pengetahuan, dan jaringan warga. </p>
<p>"STIESIA memberikan wadah baru untuk kampung rintisan kami. Pelatihan ini menguatkan potensi daerah dan membuka jalur baru untuk bisnis serta edukasi warga," jelas Deddy.</p>
<p>Dia menambahkan, kolaborasi tersebut memungkinkan warga memanfaatkan bahan lokal yang sudah ditanam di lingkungan RW, memadukan teknik pelatihan dengan desain unik, hingga proses penjualan. Menurutnya, inovasi itu penting untuk ketahanan ekonomi lokal di tengah persaingan pasar.</p>
<p>"Setelah penjualan, alurnya jelas, dari produksi hingga pemasaran. Terobosan ini membuat warga lebih siap bersaing dan jadi pioner ecoprint," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek Unjuk Rasa, Tuntut Transparansi Penggunaan Dana Iuran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-siswa-sman-1-kampak-trenggalek-unjuk-rasa-tuntut-transparansi-penggunaan-dana-iuran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-siswa-sman-1-kampak-trenggalek-unjuk-rasa-tuntut-transparansi-penggunaan-dana-iuran</guid>
<description><![CDATA[ Menurut siswa, setiap kali diminta penjelasan tentang alokasi dana komite, pihak sekolah maupun komite enggan memberikan data. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ad7e5b05e42.webp" length="69094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 18:31:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, unjuk rasa, sman 1 kampak, pungutan sekolah, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Ratusan siswa SMA Negeri 1 Kampak, Kabupaten Trenggalek, menggelar unjuk rasa di halaman sekolah, Selasa (26/8/2025). Mereka menuntut transparansi dana komite dan berbagai pungutan lain yang selama ini dibebankan kepada siswa.</p>
<p>Dalam aksi itu, para pelajar membentangkan poster serta spanduk berisi kecaman. Di antaranya "Posisi bukan kesempatan untuk korupsi" dan "Tempat koruptor di penjara bukan di sekolah".</p>
<p>Mereka menilai pungutan dengan berbagai istilah seperti “amal jariyah”, “infak Jumat”, hingga “tabungan pembangunan masjid” dilakukan tanpa laporan penggunaan yang jelas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya penyelewengan dana.</p>
<p>Suci, salah seorang perwakilan siswa, mengungkapkan keresahan para pelajar. Menurutnya, setiap kali diminta penjelasan tentang alokasi dana komite, pihak sekolah maupun komite enggan memberikan data.</p>
<p>“Kami hanya meminta transparansi dana komite. Bahkan tadi kami sempat meminta data siapa yang sudah membayar dan siapa yang belum, tapi tidak boleh dengan alasan takut ketahuan LSM. Padahal itu hak kami untuk tahu,” ungkap Suci.</p>
<p>Ia juga menyoroti ketidakjelasan manfaat dana komite bagi pengembangan pendidikan. Suci menilai, meskipun siswa rutin membayar, setiap ada perlombaan maupun kegiatan sekolah, peserta tetap harus menanggung biaya sendiri.</p>
<p>“Siswa yang ikut lomba harus keluar biaya konsumsi, transportasi, bensin dari kantong sendiri. Ada juga guru yang terpaksa ikut menalangi. Jadi, sebenarnya uang komite itu dipakai untuk apa? Kami tidak tahu,” tambahnya.</p>
<p>Lebih jauh, Suci menyinggung persoalan bantuan pemerintah melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Menurutnya, banyak siswa mengaku dana tersebut dipotong oleh pihak komite untuk keperluan SPP maupun amal jariyah.</p>
<p>“Teman saya dapat PIP Rp1,8 juta, tapi yang diterima hanya Rp200 ribu. Sisanya dipotong untuk SPP satu tahun dan amal jariyah. Padahal PIP itu hak siswa, bukan untuk menutup iuran. Kami merasa ini tidak adil,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, ia menjelaskan ada banyak pungutan lain yang harus dibayarkan siswa, mulai dari seragam, SPP bulanan, amal jariyah, infak Jumat, hingga tabarot atau tabungan akhirat yang digunakan untuk pembangunan masjid. Namun, rincian penggunaannya tidak pernah diumumkan secara terbuka.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Kholili, tidak menampik adanya pungutan yang selama ini berlangsung. Ia menegaskan, pungutan dilakukan oleh komite sekolah dengan persetujuan orang tua siswa.</p>
<p>“Sumbangan sukarela memang ada, dua jenis. Pertama untuk peningkatan mutu pendidikan, kedua untuk amal jariyah yang diwujudkan dalam pembangunan fisik seperti masjid. Itu hasil rapat pengurus komite dengan orang tua siswa, sifatnya sukarela,” jelas Bahtiar.</p>
<p>Terkait tudingan pemotongan PIP, Bahtiar menyebut hal itu juga dilakukan oleh komite sekolah. Ia membantah adanya praktik penyelewengan, meski mengakui ada kebijakan menitipkan buku tabungan siswa di ruang komite agar tidak hilang.</p>
<p>“Buku tabungan dititipkan di ruang komite, tapi tetap bisa diambil siswa sendiri. Setelah itu, mereka disarankan memberi sumbangan sukarela, jumlahnya pun tidak sama. Jadi bukan kewajiban, tapi sukarela,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FKIK UIN Malang Gandeng RSUD Karsa Husada Batu Perkuat Pendidikan Kedokteran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fkik-uin-malang-gandeng-rsud-karsa-husada-batu-perkuat-pendidikan-kedokteran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fkik-uin-malang-gandeng-rsud-karsa-husada-batu-perkuat-pendidikan-kedokteran</guid>
<description><![CDATA[ FKIK UIN Maliki Malang menandatangani kerja sama dengan RSUD Karsa Husada Batu untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan berbasis akademik dan klinis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ad6cca787c3.webp" length="52132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 15:17:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Komitmen Lahirkan Profesor Klinis dan Dokter Muda Bersama RSUD Karsa Husada Batu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">KOTA MALANG, SJP —</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat jejaring kerja sama strategis dengan RSUD Karsa Husada Batu untuk peningkatan pendidikan dan layanan kesehatan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Ruang Rektor UIN Maliki Malang, Selasa (26/8/2025). Penandatanganan dilakukan pimpinan FKIK dan RSUD, disaksikan jajaran pimpinan universitas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Acara dihadiri Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas, serta Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad(K). Direktur RSUD Karsa Husada Batu, Dr. dr. Muhamad Rizal, MM., M.Kes., juga hadir bersama tim.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kehadiran para pimpinan kedua institusi mencerminkan komitmen bersama membangun sinergi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, khususnya pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami berharap, melalui kerja sama ini, ke depan akan lahir Profesor Klinis dari UIN Maliki Malang yang dapat menjadi teladan dan memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan, khususnya di Malang Raya dan sekitarnya,” ucap dr. Rizal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang menegaskan FKIK telah menjadi fakultas unggulan dengan potensi besar dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berlandaskan intelektual dan spiritual.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami membayangkan hadirnya dokter-dokter muda yang meneladani sosok Ibnu Rusyd. Di pagi hari ia berpraktik sebagai dokter, siang hari menulis filsafat, sore hari menyusun kitab fiqh, dan malam hari berkontemplasi menulis karya tasawuf. Itulah cita-cita besar pendidikan kedokteran di UIN Maliki Malang,” tegas Prof. Ilfi.<o:p></o:p></span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ad7040c97e5.webp" alt=""></p>
<p><span lang="IN">Lebih lanjut, Prof. Ilfi menekankan rencana pengembangan fakultas dengan membuka program studi baru. Untuk mewujudkan itu, dia menegaskan pentingnya dukungan dan kerja sama RSUD Karsa Husada Batu sebagai mitra strategis.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Insyaallah FKIK akan terus berkembang dengan membuka program studi baru. Untuk mewujudkan itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan RSUD Karsa Husada Batu sebagai mitra strategis dalam mengasah keilmuan, pengalaman klinis, dan pengabdian mahasiswa kami,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Melalui penandatanganan perjanjian ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat kapasitas akademik dan klinis mahasiswa FKIK sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan layanan kesehatan yang lebih humanis, profesional, dan berdaya saing global. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>Editor: Ali Wafa</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIN Satu Tulungagung Pecahkan Rekor Dunia dengan Ribuan Tempat Sampah Bambu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uin-satu-tulungagung-pecahkan-rekor-dunia-dengan-ribuan-tempat-sampah-bambu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uin-satu-tulungagung-pecahkan-rekor-dunia-dengan-ribuan-tempat-sampah-bambu</guid>
<description><![CDATA[ UIN Satu Tulungagung pecahkan rekor MURI lewat 3.648 tempat sampah bambu. Program ini sekaligus dukung gerakan ekologi, edukasi mahasiswa, dan lestarikan kearifan lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ad55bbde1ed.webp" length="70998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 14:33:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>UIN Satu Tulungagung Pecahkan Rekor MURI dengan 3.648 Tempat Sampah Bambu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>TULUNGAGUNG, SJP — </strong>Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung kembali mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kampus itu memecahkan rekor pembuatan tempat sampah bambu terbanyak dengan 3.648 unit.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Perwakilan MURI, Sri Widayati, menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan kali pertama diraih UIN Satu Tulungagung. Sebelumnya, kampus tersebut pernah menorehkan rekor buku tertebal karya mahasiswa baru pada Agustus 2022.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, pada 2020 UIN Satu juga mencatat rekor kaligrafi Asmaul Husna terpanjang sepanjang 1.500 meter. Rekor terbaru dinilai istimewa karena memanfaatkan kearifan lokal berupa bambu yang banyak tumbuh di Tulungagung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jumlahnya 3.648 unit, sehingga berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dibuat Pemkab Bandung dengan 2.399 unit. Dengan demikian, rekor ini kini dipegang UIN Satu Tulungagung,” jelas Sri Widayati, Selasa (26/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Rektor UIN Satu Tulungagung, Abdul Aziz, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pemecahan rekor, tetapi bagian dari program kampus mendukung Gerakan Ekologi Kementerian Agama.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu wujudnya melalui <em>Rally Green </em>yang melibatkan mahasiswa baru agar sadar kebersihan lingkungan sejak awal kuliah. Kampus ingin generasi Z memiliki kepedulian terhadap bumi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Lewat kegiatan ini, mereka belajar bahwa banyak potensi di sekitar yang bisa dimanfaatkan dengan bijak, seperti bambu yang kemudian diolah menjadi tempat sampah,” ungkap Abdul Aziz.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Terkait ribuan tempat sampah bambu yang telah dibuat, pihak kampus berkoordinasi dengan desa, Dinas Sosial, dan Dinas Pariwisata untuk mendistribusikannya ke berbagai lokasi, termasuk kawasan wisata Tulungagung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kita tahu masih ada destinasi wisata yang kebersihannya kurang terjaga. Ini langkah awal sekaligus bentuk edukasi, bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga mahasiswa agar mindset peduli lingkungan tertanam sejak awal,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain rekor MURI, UIN Satu juga menyiapkan program penghijauan dengan penanaman pohon langka di lingkungan kampus. Saat ini sudah tersedia 41 jenis bibit pohon, antara lain kelerak, nogosari, majapait, dan mindi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pohon-pohon tersebut nantinya diberi kode <em>barcode </em>berisi informasi manfaat dan filosofi, sehingga bisa menjadi bahan penelitian mahasiswa sekaligus sarana edukasi bagi pelajar sekolah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Konsep ini agar lima sampai sepuluh tahun mendatang kampus bisa menjadi pusat edukasi lingkungan. Filosofinya sederhana, bagaimana kita kembali pada alam. Bahkan pohon kelerak bisa dijadikan bahan dasar deterjen alami yang lebih sehat dibanding produk berbahan kimia,” terangnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan pemecahan rekor ini, UIN Satu Tulungagung berharap mahasiswa tidak hanya bangga, tetapi juga semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan, melestarikan lingkungan, serta mengembangkan kearifan lokal demi keberlanjutan hidup di masa depan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Tersendat, Dindik Kota Batu Pastikan BOSDA Tahun 2025 Cair Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-tersendat-dindik-kota-batu-pastikan-bosda-tahun-2025-cair-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-tersendat-dindik-kota-batu-pastikan-bosda-tahun-2025-cair-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Kadindik Kota Batu M. Chori menguraikan keterlambatan ini tak lepas dari skema baru BOSDA yang berbasis kebutuhan operasional sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ac395aec5ce.webp" length="29074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 18:46:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BOSDA, Terlambat, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori memastikan pencairan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2025 untuk sekolah negeri mulai berjalan meski sempat tersendat sejak Januari–Agustus. Tahun ini merupakan pertama kalinya regulasi baru BOSDA diterapkan, sehingga mekanisme pencairan dilakukan lebih hati-hati dan bertahap.</p>
<p>“Untuk ATK sudah dicairkan sesuai kebutuhan dan prioritas sekolah, yaitu kertas untuk cetak ijazah. Kemarin sudah disepakati dengan sekolah, bahwa sekolah butuh untuk pembuatan ijazah yang menggunakan kertas khusus,” terang Chori, Senin (25/8/2025).</p>
<p>Sementara itu, pencairan honorarium guru ekstrakurikuler masih dalam proses. Saat ini baru satu sekolah yang sudah diajukan dan ditandatangani, yakni SDN Gunungsari 1.</p>
<p>“Honor ekstra saat ini masih proses. Saya sudah tandatangani honor ekskul untuk SDN Gunungsari 1. Sekarang masih proses validasi dan verifikasi,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Chori, keterlambatan ini tak lepas dari skema baru BOSDA yang berbasis kebutuhan operasional sekolah. Karena baru pertama kali dilaksanakan, Dinas Pendidikan menjadikan SDN Gunungsari 1 sebagai prototipe pencairan honor ekskul sebelum diadopsi di seluruh sekolah negeri.</p>
<p>“Karena ini pertama kali, perlu ada validasi ketat agar sesuai aturan. Setelah prototipe berjalan lancar, maka proses di sekolah lain akan lebih cepat,” tandasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Batu, HM Didik Subianto, menyoroti lambatnya pencairan BOSDA. Ia menilai hal tersebut berpotensi menghambat kegiatan sekolah, terutama honor guru ekskul dan pengadaan ATK, serta mempertanyakan kesanggupan Dinas Pendidikan dalam menjalankan regulasi baru ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Prestasi, SMAN 1 Kencong Pastikan Bebas Pungli dan Penahanan Ijazah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-prestasi-pendidikan-sman-1-kencong-pastikan-bebas-pungli-dan-penahanan-ijazah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-prestasi-pendidikan-sman-1-kencong-pastikan-bebas-pungli-dan-penahanan-ijazah</guid>
<description><![CDATA[ SMAN 1 Kencong, Jember, menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tanpa pungutan liar dan tanpa penahanan ijazah, demi mencetak generasi berprestasi yang belajar dengan fokus dan nyaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68abbfbe10338.webp" length="51080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 09:01:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>SMAN 1 Kencong Pastikan Pendidikan Bebas Pungutan dan Penahanan Ijazah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP —</strong> SMAN 1 Kencong, Jember, menegaskan komitmennya memberikan layanan pendidikan terbaik tanpa pungutan liar dan tanpa penahanan ijazah bagi seluruh siswanya.</p>
<p></p>
<p>Kepala SMAN 1 Kencong, Syaiful Bahri mengatakan, sekolah ingin menciptakan suasana belajar yang fokus, nyaman, dan bebas beban biaya tambahan. Dengan begitu, siswa dapat berprestasi tanpa hambatan.</p>
<p></p>
<p>"Maka di SMAN 1 Kencong di antara bentuk pelayanannya adalah pertama tidak ada pungutan liar," tegas Syaiful, Senin (25/8/2025).</p>
<p></p>
<p>Dia menambahkan, sekolah juga memastikan seluruh ijazah sudah diserahkan kepada siswa yang lulus tanpa syarat apa pun. Proses pengambilan ijazah dilakukan gratis tanpa biaya tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk di SMAN 1 Kencong tidak ada penahanan ijazah, dan juga untuk pengambilan ijazah tidak memakai uang. Semua sudah diberikan kepada siswa," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ketua Komite SMAN 1 Kencong, Sunarto, mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia, kebijakan sekolah memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat sekaligus menunjukkan kesungguhan dalam mencetak sumber daya manusia unggul.</p>
<p></p>
<p>"Kami selalu mendorong anak didik agar berpikir kreatif tanpa penekanan, dan tahun lalu ada tujuh siswa yang diterima di Tiongkok dengan beasiswa penuh," kata Sunarto.</p>
<p></p>
<p>Secara terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Jember dan Lumajang, Sugeng Trianto, mendukung langkah SMAN 1 Kencong. Dia mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Sugeng menyebut, sekolah negeri sudah memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP). Karena itu, sekolah tidak boleh menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun.</p>
<p></p>
<p>"Untuk SMA maupun SMK negeri sudah ada dana BOS serta BPOPP. Selain itu, sekolah tidak memperbolehkan penahanan ijazah siswa maupun siswi," kata Sugeng, Senin (25/8/2025).</p>
<p></p>
<p>Dia menambahkan, setiap kegiatan sekolah harus melalui pembahasan terbuka dengan cabang dinas. Setelah sesuai prosedur, keputusan diserahkan kembali kepada sekolah dan komite untuk dikoordinasikan dengan wali murid.</p>
<p></p>
<p>"Semua kegiatan wajib ada berita acara yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujar Sugeng. (*)</p>
<p></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelas Matematika Gratis, Cara Dosen di Gresik Memerangi Anak Kecanduan Gadget</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelas-matematika-gratis-cara-dosen-di-gresik-memerangi-anak-kecanduan-gadget</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelas-matematika-gratis-cara-dosen-di-gresik-memerangi-anak-kecanduan-gadget</guid>
<description><![CDATA[ Dibuka untuk umum secara gratis, gerakan sosial untuk memerangi anak-anak kecanduan gadget diiinisiasi oleh Eddy Susanto (63) warga Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bersama lingkungan warga setempat, mereka berharap bisa meningkatkan antusias belajar anak-anak ketimbang main gadget. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ab004111206.webp" length="28928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 20:59:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Yosowilangun Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Kekhawatiran anak kecanduan gadget menimbulkan keprihatinan bagi Eddy Susanto (63) warga Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.</p>
<p>Pria yang bekerja sebagai dosen ini membentuk kelas matematika gratis sebagai upaya memerlukan kondisi tersebut.</p>
<p>Bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) 3 GKB dan lingkungan RT 1 RW 5 GKB, kelas matematika gratis tersebut diikuti antusias belasan siswa di Balai Pos RW 5 Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>"Motivasi yang pertama adalah untuk mengurangi atau memerangi anak-anak yang kecanduan handphone," kata Eddy, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Eddy mengatakan, fenomena kecanduan handphone itu terlihat setelah masa pandemi Covid tiga tahun lalu.</p>
<p>Banyaknya pembelajaran daring di rumah saat itu mendekatkan anak-anak ke gawai. </p>
<p>Namun saat masa pandemi Covid itu sudah lewat, anak-anak rupanya masih enggan melepaskan gawainya. </p>
<p>"Setelah Covid itu bubar, HP-nya enggak ditinggal tapi dia tetap asik main game. Sehingga dia belajarnya kurang," jelasnya. </p>
<p>Menurut dia, harus ada upaya untuk memerangi kondisi tersebut. Ia mengajak lingkungan setempat bersama-sama mengembalikan kecintaan anak-anak terkait pembelajaran tanpa gadget. </p>
<p>Kelas matematika dipilih Eddy, karena merupakan kebutuhan pembelajaran utama di sekolah.</p>
<p>Ia mengajarkan Matematika Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), metode hitung cepat yang ia pelajari langsung selama empat semester di BSD, Jakarta, di bawah bimbingan Prof. Yohanes Surya.</p>
<p>Eddy menegaskan bahwa matematika adalah fondasi dari pelajaran lainnya, bukan hanya sekadar hitung-menghitung.</p>
<p>Ia berharap, gerakan sosial ini bisa memantik pemerintah daerah sehingga akan berdampak positif lebih luas di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. </p>
<p>"Kelas ini dibuka untuk umum dan gratis tanpa dipungut biaya. Selain disini, saya sudah menggelar kelas matematika gratis juga sudah tiga angkatan bersama Pemdes Yosowilangun," paparnya. </p>
<p>Sementara itu, Ketua lingkungan RW 5 setempat, Sulistyo, menegaskan kelas matematika ini dibuka untuk umum setiap hari Minggu pukul 15.30 WIB - 17.00 WIB.</p>
<p>Pihaknya menyambut gembira bagi para orangtua yang ingin anak-anaknya ikut kelas matematika gratis ini.</p>
<p>"Ini sudah berlangsung dua bulan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makan Bergizi Gratis Mulai Bergulir di Kota Blitar, Belum Semua Sekolah Dapat Manfaat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makan-bergizi-gratis-mulai-bergulir-di-kota-blitar-belum-semua-sekolah-dapat-manfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makan-bergizi-gratis-mulai-bergulir-di-kota-blitar-belum-semua-sekolah-dapat-manfaat</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai digulirkan di Kota Blitar. Artinya, belum semua sekolah bisa merasakan manfaat dari program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aaf3a8c8f22.webp" length="70996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 20:45:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Program, Makan Bergizi Gratis, MBG, Kota Blitar, SPPG, Mulai Digulirkan, Sekolah., suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sudah mulai digulirkan di Kota Blitar. Namun, untuk saat ini program MBG belum digulirkan ke semua sekolah yang ada di Kota Blitar, melainkan baru enam sekolah yang mendapat manfaat dari program tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan program MBG tersebut menjadi kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan di Kota Blitar sudah ditetapkan satu SPPG yang sudah bisa melaksanakan program MBG sejak Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Baru ada enam sekolah yang mendapat manfaat program ini, terisi dari dua TK/PAUD, dua SD dan dua SMP yakni di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Kota Blitar.</p>
<p>"Sasaran penerima manfaat MBG ditentukan oleh SPPG dan sementara baru enam sekolah di Kota Blitar yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut," kata dia, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Dindin menyebut SPPG ini selama 10 hari awal, akan menyediakan MBG dengan sasaran sebanyak 1.953 porsi per harinya. Nantinya akan dilakukan evaluasi apakah jumlah sasaran akan ditambah atau tidak. Karena, yang menentukan jumlah sasaran penerima manfaat program MBG dari SPPG.</p>
<p>Sementara, Dinas Pendidikan hanya menyediakan data sasaran penerima manfaat.</p>
<p>"Setelah 10 hari akan dievaluasi, apakah ditambah jumlah sasarannya atau tidak. Nanti yang menentukan SPPG, kami hanya menyediakan data," ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Dindin menambahkan secara keseluruhan jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Blitar ada 40.000 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jejak Sejarah, Perlawanan Heroik Tumenggung Tegokusumo Melawan Kadipaten Pasuruan yang Masih Tersisa di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jejak-sejarah-perlawanan-heroik-tumenggung-tegokusumo-melawan-kadipaten-pasuruan-yang-masih-tersisa-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jejak-sejarah-perlawanan-heroik-tumenggung-tegokusumo-melawan-kadipaten-pasuruan-yang-masih-tersisa-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ kisah Tumenggung Tegokusumo tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya. Semangat perjuangannya dikenang sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aad76502ef3.webp" length="88110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 17:31:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jejak sejarah, Tumenggung Tegokusumo, sejarah, era mataram islam, kadipaten pasuruan, Ki Ageng Kineten, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sebuah catatan sejarah heroik kembali mencuat di Kabupaten Nganjuk, yang mengisahkan perlawanan gagah berani, yakni Tumenggung Tegokusumo, seorang pemimpin dari Mataram Islam, terhadap pasukan Kadipaten Pasuruan yang dipimpin oleh Ki Ageng Keniten.</p>
<p>Pertempuran ini menjadi simbol keberanian dan semangat mempertahankan wilayah serta keyakinan pada masa lalu.</p>
<p>Tumenggung Tegokusumo adalah nama samaran dari pimpinan pasukan dari kerajaan mataram islam, Tumenggung Tegokusumo dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip dan memiliki kemampuan strategi perang yang mumpuni. </p>
<p>Konflik bermula ketika kerajaan mataram islam memperluas wilayahnya ke brang wetan (wilayah timur), salah satunya harus menaklukkan Kadipaten Pasuruan yang ada di brang wetan, berupaya memperluas wilayah kekuasaannya, yang kemudian mengancam kedaulatan Kadipaten Pasuruan</p>
<p>Ki Ageng Keniten, dengan reputasi sebagai pemimpin yang cakap dan berpengaruh, memimpin langsung pasukan Pasuruan untuk menghadapi Mataram Islam, dan tidak mau ditaklukkan oleh Mataram Islam, yang akhirnya harus berperang.</p>
<p>Pertempuran antara kedua pasukan ini terjadi di wilayah perbatasan yang strategis. Tumenggung Tegokusumo dengan cerdik mengatur strategi pertahanan, memanfaatkan kondisi alam untuk memperlambat gerak maju pasukan Pasuruan. </p>
<p>Pemimpin yang dikenal raja tega (Tumenggung tegokusumo), bukan saja itu, ketika bertempur juga ditakuti prajurit musuh, selama bertempur ia mencoba untuk memenangkan pertempuran dan berusaha untuk menguasai wilayah musuh.</p>
<p>Meskipun, dalam pertempuran sengit tersebut, Tumenggung Tegokusumo menunjukkan kepiawaiannya dalam memimpin pasukan. Ia berada di garis depan, memberikan semangat dan arahan kepada para prajuritnya. Beberapa kali serangan pasukan Pasuruan berhasil dipukul mundur berkat taktik dan keberanian Tumenggung Tegokusumo.</p>
<p>Pertempuran ini tidak hanya menjadi catatan sejarah tentang keberanian, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan kedaulatan dan keyakinan.</p>
<p>Hingga kini, kisah Tumenggung Tegokusumo tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya. Semangat perjuangannya dikenang sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya.</p>
<p>Pemerhati Sejarah Nganjuk Aris Trio Effendi mengatakan, kisah Tumenggung Tegokusumo sebenarnya nama samaran, beliau menetap di wilayah Kujonmanis Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk dengan para pasukannya, hingga meninggal di lokasi tersebut.</p>
<p>"Sejarah Tumenggung Tegokusumo dimakamkan di wilayah Kujonmanis, bahkan makamnya sering dikunjungi para peziarah dari beberapa kota Jawa Timur hingga Jawa Tengah," kata Aris, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, kisah ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan dan keberanian akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.</p>
<p>"Kami berharap, dengan mengenang kisah kepahlawanan Tumenggung Tegokusumo, generasi muda dapat mengambil pelajaran tentang keberanian, keteguhan, dan semangat cinta tanah air," ujar Aris, yang juga seorang juru kunci makam Ngetos. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewan Pendidikan Jombang Soroti Dugaan Pungutan Berkedok Iuran Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-soroti-dugaan-pungutan-berkedok-iuran-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewan-pendidikan-jombang-soroti-dugaan-pungutan-berkedok-iuran-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Isu dugaan pungutan mencuat setelah beredar di media sosial keluhan wali murid mengenai adanya pungutan bagi siswa baru berupa uang gedung Rp1,5 juta dan iuran bulanan Rp100 ribu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aa8996b7111.webp" length="53572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 12:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Dewan Pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang (DPKJ) menyoroti adanya dugaan pungutan yang berkedok iuran sekolah dan sumbangan uang gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jombang.</p>
<p>Isu dugaan pungutan mencuat setelah beredar di media sosial keluhan wali murid mengenai adanya pungutan bagi siswa baru berupa uang gedung Rp1,5 juta dan iuran bulanan Rp100 ribu.</p>
<p>Hasil penelusuran DPKJ pada Rabu (20/8/2025) menyebutkan, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Humas, yakni Zaenuri, membenarkan adanya iuran yang dihimpun oleh komite sekolah. </p>
<p>Iuran tersebut diakuinya untuk pembangunan sejumlah fasilitas, mulai dari jogging track, area parkir, hingga renovasi ruang praktik. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.</p>
<p>Menurut pengakuan pihak sekolah keputusan penarikan iuran diambil melalui rapat komite bersama wali murid pada 15 Agustus 2025. </p>
<p>Dari 612 siswa baru, 114 siswa penerima jalur afirmasi keluarga miskin dikecualikan dari kewajiban membayar. </p>
<p>Selain itu, sekolah menegaskan bahwa iuran bersifat sukarela, sehingga bagi wali murid yang keberatan, bisa dibebaskan dari partisipasi.</p>
<p>Ketua DPKJ, Dr. Ir. H. Cholil Hasyim, menyoroti adanya aduan wali murid yang menilai mekanisme iuran tidak sepenuhnya berjalan transparan. Hal ini dianggap menunjukkan kesepakatan antara komite sekolah dan orang tua siswa belum bulat.</p>
<p>Terlebih, Pergub Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2023 dengan tegas menyebut bahwa sumbangan pendidikan di SMA/SMK negeri hanya diperbolehkan dalam bentuk sukarela, bukan pungutan yang bersifat memaksa.</p>
<p>Namun pihaknya menegaskan kewenangan lembaganya. DKPJ hanya memiliki fungsi konsultatif dan rekomendatif, bukan eksekutif. Namun, pihaknya menghimbau agar pihak sekolah bisa duduk bersama wali murid terkait perihal dugaan pungutan tersebut </p>
<p>“Penarikan dana sebaiknya dihentikan sementara sampai ada kesepakatan yang benar-benar disetujui semua pihak, serta dijalankan secara transparan,” ucap Cholil Hasyim dalam keterangan yang diterima pada Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Selanjutnya, pihak DKPJ juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pihak SMKN 1 Jombang untuk menanggapi keluhan orang tua siswa.</p>
<p>Rekomendasi tersebut, pertama, komite sekolah SMKN 1 Jombang diminta menghentikan sementara penarikan dana partisipasi sampai ada kesepakatan baru. </p>
<p>Kedua, pihak sekolah dan komite wajib menggelar pertemuan terbuka dengan wali murid untuk meninjau ulang kesepakatan. Kemudian memaparkan program pembangunan secara detail, baik skenario ideal maupun alternatif.</p>
<p>"Bahwa dalam konteks pendidikan SMA/SMK, kewenangan teknis berada di bawah pemerintah provinsi.</p>
<p>Meski demikian, lembaga ini tetap berkewajiban menyalurkan aspirasi dan kritik masyarakat, termasuk menyampaikan rekomendasi agar persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana," terangnya.</p>
<p>Selain itu, Dewan Pendidikan juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana. Kepala sekolah bersama komite diminta menjamin bahwa setiap rupiah yang dihimpun benar-benar digunakan sesuai kebutuhan fasilitas pendidikan. </p>
<p>"Sekolah tetap menjaga suasana belajar mengajar agar polemik iuran tidak mengganggu hak siswa dalam memperoleh pendidikan yang layak," pungkasnya.</p>
<p>Diduga, SMKN 1 Jombang, Jawa Timur, meminta pungutan dana pembangunan sebesar Rp1,5 juta kepada wali murid baru.</p>
<p>Selain dana pembangunan, pihak sekolah juga diduga memungut uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sebesar Rp100.000 per bulan.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntholib, mengakui adanya dana partisipasi atau iuran pendidikan dari wali murid baru siswa kelas X yang masuk dan diterima pada tahun 2025.</p>
<p>Ia membantah dana dari wali murid tersebut merupakan bentuk pungutan. Istilah yang benar, menurutnya, adalah iuran atau dana partisipasi wali murid untuk pengembangan pendidikan.</p>
<p>Muntholib mengungkapkan, iuran dari wali murid dihimpun oleh komite sekolah. Pembahasan iuran diawali dengan pemaparan rencana pembangunan fasilitas pengembangan pendidikan dalam rapat komite dan wali murid pada Jumat (15/8/2025) lalu.</p>
<p>"Kemarin kan memang begitu, perkumpulan wali murid itu acaranya yang pertama istighosah untuk doa bersama," ujar dia, Kamis (21/8/2025), melansir dari Kompas.com.</p>
<p>"Setelah itu kami memaparkan kegiatan yang kemarin sudah kami lakukan," imbuhnya.</p>
<p>Dijelaskannya, dalam rapat antara komite sekolah dengan wali murid, dipaparkan rencana pembangunan fasilitas pengembangan pendidikan di SMKN 1 Jombang pada periode tahun pendidikan 2025-2026.</p>
<p>Rencana pembangunan antara lain pembangunan jogging track di lapangan milik sekolah, pembangunan tempat parkir siswa, serta renovasi tempat parkir guru dan renovasi kusen tempat praktik perhotelan. (*)</p>
<p>Editor: Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bhayangkari Nganjuk Gelar Baksos, 50 Siswa Terima Vitamin A dan Obat Cacing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bhayangkari-nganjuk-gelar-baksos-50-siswa-terima-vitamin-a-dan-obat-cacing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bhayangkari-nganjuk-gelar-baksos-50-siswa-terima-vitamin-a-dan-obat-cacing</guid>
<description><![CDATA[ Yayasan Kemala Bhayangkari Nganjuk bersama Polres Nganjuk menggelar bakti sosial di TK Kemala Bhayangkari 50, memberikan vitamin A dan obat cacing kepada 50 siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a880410995e.webp" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 22:41:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bhayangkari Nganjuk Gelar Bakti Sosial, 50 Siswa Terima Vitamin A dan Obat Cacing</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="280" data-end="485"><strong>NGANJUK, SJP — </strong>Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Nganjuk bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Nganjuk menggelar bakti sosial masyarakat berupa pemberian vitamin A dan obat cacing.</p>
<p data-start="487" data-end="659">Kegiatan berlangsung pada Jumat (21/8/2025) di TK Kemala Bhayangkari 50 Nganjuk. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian yayasan terhadap kesehatan anak sejak usia dini.</p>
<p data-start="661" data-end="874">Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga dimeriahkan dengan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Anak-anak bisa belajar, berkreasi, sekaligus bergembira.</p>
<p data-start="876" data-end="1075">Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Agnes Henri menegaskan, kegiatan ini selaras dengan semangat kemerdekaan untuk terus berperan aktif mendukung kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="1077" data-end="1224">“Kami berharap melalui pemberian vitamin A dan obat cacing ini, anak-anak semakin sehat, kuat, dan ceria dalam menimba ilmu di sekolah,” ujarnya.</p>
<p data-start="1226" data-end="1405">Kepala Sidokkes Polres Nganjuk, Aipda Sunarto Wibowo menambahkan, pemberian vitamin A dan obat cacing adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.</p>
<p data-start="1407" data-end="1574">“Program ini adalah upaya pencegahan dini agar anak-anak terhindar dari berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan pencernaan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1576" data-end="1763">Sebanyak 50 siswa menjadi sasaran kegiatan, terdiri atas 24 siswa putra dan 26 siswa putri. Seluruh siswa menerima vitamin A serta obat cacing dengan pendampingan guru dan tenaga medis.</p>
<p data-start="1765" data-end="1953">Pemberian obat dilakukan oleh tenaga medis dari Sidokkes Polres Nganjuk yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Semua siswa dipastikan mendapat layanan sesuai prosedur.</p>
<p data-start="1955" data-end="2133">Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara Yayasan Kemala Bhayangkari, Polres Nganjuk, serta para orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1955" data-end="2133"><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Pamekasan Perketat Asrama dengan Sistem Jaga Malam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-pamekasan-perketat-asrama-dengan-sistem-jaga-malam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-pamekasan-perketat-asrama-dengan-sistem-jaga-malam</guid>
<description><![CDATA[ SRMP 29 Pamekasan, Jawa Timur, memperketat pengawasan asrama dengan sistem jaga malam. Kebijakan ini disepakati bersama guru, wali asrama, dan wali asuh, sesuai arahan Menteri Sosial untuk mencegah perundungan di sekolah rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a72591c702d.webp" length="25928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 23:16:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>perundungan siswa, sekolah rakyat pamekasan, jaga malam asrama, pencegahan bullying, pendidikan jawa timur, sekolah tanpa bullying, srmp 29 pamekasan, kebijakan sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="304" data-end="574"><strong data-start="304" data-end="335">PAMEKASAN, SJP</strong> — Upaya mencegah praktik perundungan di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, Jawa Timur, mengambil langkah berbeda dengan menerapkan sistem jaga malam ketat di asrama sekolah.</p>
<p data-start="576" data-end="972">Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menegaskan kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa maraknya kasus perundungan kerap dipicu lemahnya pengawasan.</p>
<p data-start="576" data-end="972"><em data-start="739" data-end="915">"</em>Kami tidak ingin perundungan terjadi di lembaga ini. Maka dari itu setiap malam kami selalu mengerahkan menerjunkan petugas khusus untuk berjaga-jaga di asrama sekolah ini<em data-start="739" data-end="915">,"</em> jelas Aisyah, dilansir dari Antara, Kamis (21/8/2025).</p>
<p data-start="974" data-end="1253">Langkah tersebut tak diambil sepihak. Aisyah memastikan, kebijakan piket malam ini merupakan hasil kesepakatan bersama wali asuh, wali asrama, serta para guru. Tercatat, sekitar 50 siswa kini tinggal di asrama sejak kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 15 Agustus 2025.</p>
<p data-start="1255" data-end="1564">Kebijakan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang sebelumnya meminta sekolah-sekolah rakyat untuk memperketat pengawasan demi mencegah praktik perundungan.</p>
<p data-start="1255" data-end="1564"><em data-start="1458" data-end="1547">"</em>Maka dari itu kami memperketat pengawasan, selain memaksimalkan peran guru konseling<em data-start="1458" data-end="1547">,”</em> tandas Aisyah.</p>
<p data-start="1566" data-end="1731">Dengan langkah ini, SRMP 29 Pamekasan berharap suasana pendidikan di asrama tetap kondusif, aman, dan terbebas dari segala bentuk perundungan yang merugikan siswa. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1566" data-end="1731"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Kembangkan Riset Stem Cell untuk Kesehatan Regeneratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-kembangkan-riset-stem-cell-untuk-kesehatan-regeneratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-kembangkan-riset-stem-cell-untuk-kesehatan-regeneratif</guid>
<description><![CDATA[ UKWMS jadi pionir riset stem cell Indonesia, libatkan mahasiswa S1 hingga hasilkan sekretom untuk penyembuhan luka, kesehatan mata, dan inovasi anti-aging. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a713dd7e57f.webp" length="22488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 23:02:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala, UKWMS, Stem Cell, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Dunia medis Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya datang dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang menghadirkan terobosan riset <em>stem cell </em>(sel punca) di bidang kesehatan regeneratif.</p>
<p>Menariknya, UKWMS berhasil mengintegrasikan riset tersebut ke dalam pembelajaran jenjang Strata-1 (S1). Artinya, riset kelas dunia yang lazimnya hanya dapat dipraktikkan di tingkat pascasarjana, kini bisa diakses lebih dini oleh mahasiswa.</p>
<p>Diketahui, <em>Stem cell</em> atau sel punca adalah sel dasar yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh. Dari penelitian terbaru, UKWMS difokuskan pada "<em>mesenchymal stem cell"</em> (MSC) yang berasal dari tali pusar. </p>
<p>MSC tersebut menghasilkan sekretom, yaitu faktor bioaktif yang terbukti mempercepat penyembuhan luka dan memiliki potensi besar di bidang kesehatan regeneratif serta estetika.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713d836fcb.webp" alt=""></p>
<p>Sekretom itulah yang sedang dikembangkan menjadi berbagai produk aplikasi, mulai dari tetes mata untuk mencegah mata kering, masker wajah anti-aging, hingga hydrogel untuk penyembuhan luka.</p>
<p>Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UKWMS, Dr. Yudy Tjahjono, menjelaskan bahwa riset <em>stem cell</em> yang dirinya inisiasi bersama kelompoknya berawal dari proyek biogerontologi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>
<p>"Tujuan awal penelitian ini adalah untuk wellbeing orang lanjut usia. Dari sini kami memperkenalkan mesenchymal stem cell dari tali pusar sebagai salah satu tonggak penelitian kami," kata Dr. Yudy, Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, proses tersebut dilakukan dengan kerja sama lintas fakultas dan rumah sakit (RS), khususnya RS Umum Gotong Royong. Mulai dari screening pasien donor oleh dokter, isolasi tali pusar, karakterisasi sel punca, hingga pengolahan sekretom.</p>
<p>"Uji preklinis sudah kami lakukan pada hewan coba, hasilnya nyata membantu penyembuhan luka. Selanjutnya kami menyiapkan tahap uji klinis," tambahnya.</p>
<p>Pengambilan sampel tali pusar tentu melalui prosedur medis dan etis yang ketat. dr. Sianty Dewi, spesialis obstetri ginekologi UKWMS, menjelaskan bahwa tidak semua pasien bisa menjadi donor.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713caa03e2.webp" alt=""></p>
<p>"Kriteria tali pusar yang ideal adalah bebas dari infeksi menular seksual, toksoplasma, rubella, dan ibu dalam kondisi sehat tanpa diabetes atau hipertensi," jelas dr. Sianty.</p>
<p>"Semua pasien juga kami ajak berdiskusi, dan hanya jika bersedia mereka menandatangani informed consent (persetujuan tindakan)," sambungnya.</p>
<p>Dia menambahkan, bila ada komplikasi saat persalinan seperti pendarahan atau infeksi, maka otomatis sampel tidak bisa digunakan. </p>
<p>"Kami hanya mengambil sekitar 10–15 cm junction antara plasenta dan tali pusar. Sisanya kami kembalikan ke pasien atau dibuang sesuai tata cara limbah medis,” katanya.</p>
<p>Stem cell dan sekretom hasil riset UKWMS kini sudah masuk tahap aplikasi nyata. dr. Hendy Wijaya, dosen bidang klinis Fakultas Farmasi, menyebutkan stem cell bukan hanya untuk meringankan gejala, tapi bisa jadi solusi penyakit degeneratif.</p>
<p>"Stem cell mampu menjadi solusi nyata, termasuk untuk proses penuaan. Ke depan kami akan berkolaborasi dengan pakar kosmetika dan estetika," ujar dr. Hendy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713d167cbf.webp" alt=""></p>
<p>Hal senada disampaikan Dr. dr. Bernadette Dian Novita atau akrab disapa dr. Vita dari Fakultas Kedokteran UKWMS. Ia menegaskan, hasil riset ini ditujukan untuk masyarakat luas. </p>
<p>"Kami ingin hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat," kata dr. Vita.</p>
<p>Terlebih karena Riset tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan UKWMS, yakni Rektor Sumi Wijaya, Dekan Fakultas Farmasi Martha Ervina, serta Dekan Fakultas Kedokteran Laksamana Pertama TNI Purn dr. Herjunianto.</p>
<p>dr. Vita optimistis, penelitian yang dikembangkan oleh UKWMS akan menjadi tonggak penting di Indonesia. Ditambah, salah satu keunggulan UKWMS adalah membuka ruang bagi mahasiswa S1 untuk terjun langsung dalam riset tersebut.</p>
<p>"Inilah bentuk komitmen UKWMS untuk mempersiapkan generasi ilmuwan dan tenaga kesehatan yang siap bersaing di tingkat global," pungkas dr. Vita. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Kota Batu Pertanyakan Kesiapan Dindik Jalankan Regulasi Baru BOSDA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-pertanyakan-kesiapan-dindik-jalankan-regulasi-baru-bosda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-pertanyakan-kesiapan-dindik-jalankan-regulasi-baru-bosda</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto mempertanyakan Dinas Pendidikan yang belum mencairkan anggaran BOSDA Rp13 miliar. Keterlambatan ini dikhawatirkan membebani orang tua siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a6e162c6aaa.webp" length="18138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 18:44:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Batu Pertanyakan Kesiapan Dindik Jalankan BOSDA 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>KOTA BATU, SJP —</strong> Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, mempertanyakan kesanggupan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menjalankan regulasi baru penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Saat ditemui Kamis (21/8/2025), Didik mengungkapkan, hingga Agustus honorarium kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan pengadaan alat tulis kantor (ATK) di sekolah negeri belum cair, meski anggaran Rp13 miliar sudah disiapkan sejak awal tahun.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Ini jelas menghambat kegiatan sekolah. Padahal anggaran BOSDA sudah ditentukan, tapi belum juga tersalurkan. Terlebih kegiatan ekskul merupakan bagian penting untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang nonakademik,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Didik, keterlambatan pencairan ini bisa menimbulkan dampak serius. Jika kebutuhan sekolah tak segera dipenuhi, dikhawatirkan akan muncul beban tambahan bagi wali murid.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menilai, regulasi baru BOSDA yang kini disalurkan sesuai kebutuhan operasional sekolah justru menuntut kinerja lebih cepat dan terukur dari Dindik. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya, BOSDA berbasis jumlah siswa, kini difokuskan pada pembiayaan langsung kebutuhan sekolah. Kebutuhan itu mencakup biaya listrik, air, internet, ATK, hingga honor guru ekskul. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kalau regulasi baru ini tujuannya untuk pemerataan dan keadilan, tentu harus bisa dijalankan dengan baik. Jangan sampai justru menimbulkan masalah baru karena lambat dicairkan,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jangan sampai sekolah meminta bantuan dana kepada wali murid. Kalau orang tua mampu mungkin tidak masalah, tapi jika tidak, ini bisa jadi polemik,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pria yang akrab disapa Kaji Bianto itu menegaskan, pihaknya segera menyampaikan persoalan ini kepada kepala daerah agar ditindaklanjuti. Jika diperlukan, DPRD akan meminta komisi terkait memanggil Dindik serta mendorong evaluasi menyeluruh.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Dinas harus menunjukkan kesanggupan dalam menjalankan regulasi baru BOSDA. Kalau tidak, maka wali kota perlu turun tangan melakukan evaluasi dan tindakan tegas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMA Al Hikmah IIBS Jadi Pelopor Kurikulum Internasional di Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sma-al-hikmah-iibs-jadi-pelopor-kurikulum-internasional-di-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sma-al-hikmah-iibs-jadi-pelopor-kurikulum-internasional-di-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ SMA Al Hikmah IIBS Kota Batu akan menjadi sekolah pertama di Malang Raya yang mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB) mulai tahun depan, membuka peluang pendidikan global bagi siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a6e0a6250a9.webp" length="34606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 17:32:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>SMA Al Hikmah Batu Pertama Terapkan Kurikulum International Baccalaureate di Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">KOTA BATU, SJP —</span></strong><span lang="IN"> SMA Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu akan menjadi sekolah pertama di Malang Raya yang menerapkan kurikulum <em>International Baccalaureate </em>(IB) pada jenjang SMA tahun depan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Langkah tersebut sekaligus menempatkan SMA Al Hikmah IIBS sebagai salah satu dari belasan sekolah di Jawa Timur yang mengadopsi kurikulum internasional bergengsi itu. Sebagian besar sekolah lain masih terpusat di Surabaya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala SMA Al Hikmah IIBS, Achmad Fais, menegaskan bahwa masa SMA merupakan fase krusial pengembangan diri siswa. Menurutnya, periode tersebut akan menentukan posisi anak dalam masa depan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jadi sistem boarding school yang diterapkan Al Hikmah menjadi salah satu alasan kuat penerapan kurikulum IB. Kenapa harus <em>boarding school</em>? Karena tidak semua siap terhadap pengembangan diri,” ucapnya, Kamis (21/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menambahkan, anak yang memiliki keunggulan tetapi hidup dalam lingkungan kurang kondusif berpotensi gagal mengembangkan diri. Boarding school, menurutnya, memberi ruang pembinaan menyeluruh agar potensi siswa lebih maksimal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kurikulum IB dikenal memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain pendekatan holistik yang menekankan pembentukan karakter, pengembangan keterampilan berpikir kritis, riset, hingga literasi digital berbasis teknologi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Program IB juga diakui secara global. Hal itu memberi peluang lebih besar bagi lulusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi internasional, sekaligus meningkatkan daya saing siswa di dunia pendidikan global.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, pembelajaran berbasis inkuiri dan interkoneksi antarmata pelajaran membuat siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari yang lebih nyata.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Dengan kehadiran kurikulum IB di Al Hikmah IIBS Batu akan menjadi motor perubahan pendidikan di kawasan Malang Raya. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga siap bersaing global,” ujarnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tim KKN Unugiri Kelompok 39 Resmikan Lahan Toga di Desa Turi&amp;Bojonegoro</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tim-kkn-unugiri-kelompok-39-resmikan-lahan-toga-di-desa-turi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tim-kkn-unugiri-kelompok-39-resmikan-lahan-toga-di-desa-turi</guid>
<description><![CDATA[ Program ini menjadi puncak kegiatan unggulan yang dirancang untuk mendukung kesehatan masyarakat berbasis tanaman herbal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a6b3da0bfa6.webp" length="97256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 14:34:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Abrori</dc:creator>
<media:keywords>KKN UNUGIRI Bojonegoro, kelompok 39, Bojonegoro hari ini, Bojonegoro, Berita Bojonegoro, Jatim, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="319" data-end="621"><strong data-start="319" data-end="335">BOJONEGORO, SJP –</strong> Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pintar Unugiri kelompok 39 meresmikan lahan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Rabu (20/8/2025). </p>
<p data-start="319" data-end="621">Program ini menjadi puncak kegiatan unggulan yang dirancang untuk mendukung kesehatan masyarakat berbasis tanaman herbal.</p>
<p data-start="623" data-end="784">Peresmian dilakukan usai salat dhuhur dengan simbolis pemotongan pita oleh Sekretaris Desa Turi, Lilik Ernawati, didampingi tokoh masyarakat setempat, Suliman.</p>
<p data-start="786" data-end="940">Koordinator KKN Desa Turi, Syaif Arrosyid Ahmad, menjelaskan bahwa keberadaan lahan Toga diharapkan bisa menjadi solusi alternatif kesehatan masyarakat.</p>
<p data-start="786" data-end="940">“Lahan Toga ini kami dedikasikan agar dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alami bagi warga Desa Turi,” terangnya.</p>
<p data-start="1062" data-end="1267">Sementara itu, salah satu anggota kelompok, Kaminingsih, menyebutkan ada delapan jenis tanaman yang dibudidayakan, antara lain jahe, kunyit, kencur, sereh, kemangi, lidah buaya, daun sirih, dan lengkuas.</p>
<p data-start="1062" data-end="1267">“Selain dimanfaatkan, lahan ini juga bisa menjadi sarana edukasi masyarakat untuk lebih mengenal tanaman obat tradisional,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1408" data-end="1506">Lilik Ernawati menambahkan, pihak desa akan membuat jadwal piket untuk merawat tanaman tersebut.</p>
<p data-start="1408" data-end="1506">“Ke depan, kami akan meminta ibu-ibu TK bergiliran menyiram TOGA yang ditanam di depan Polindes,” ujarnya.</p>
<p data-start="1619" data-end="1937">Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Suliman, dilanjutkan sesi foto mahasiswa bersama perangkat desa.</p>
<p data-start="1619" data-end="1937">Dengan adanya lahan TOGA ini, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan berbasis kearifan lokal sekaligus menjadikannya inspirasi pengembangan tanaman herbal di pekarangan rumah masing-masing.<strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1619" data-end="1937"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inovasi Tekkim Mengabdi UNEJ: Menyulap Limbah Puntung Rokok menjadi Biopestisida Ramah Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inovasi-tekkim-unej-mengabdi-menyulap-limbah-puntung-rokok-menjadi-biopestisidaramah-lingkungan-24308</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inovasi-tekkim-unej-mengabdi-menyulap-limbah-puntung-rokok-menjadi-biopestisidaramah-lingkungan-24308</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Jember (UNEJ) mengkreasi inovasi biopestisida dari limbah tembakau dan puntung rokok. Melalui program Tekkim Mengabdi 2025, inovasi ini diterapkan bagi warga Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember yang mayoritas petani tembakau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a6861cccabf.webp" length="21184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 10:03:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>tekkim mengabdi, inovasi, Unej, biopestisida, tekkim mengabdi 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>JEMBER, SJP</strong> - Limbah tembakau dan puntung rokok yang lazimnya terbuang justru diolah oleh mahasiswa Teknik Kimia Universitas Jember (UNEJ) menjadi biopestisida ramah lingkungan. </p>
<p dir="ltr">Biopestisida ini memiliki nilai lebih dibandingkan pestisida kimia yang berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Berbahan baku utama limbah, biopestisida ini lebih aman, murah, dan bisa diproduksi secara mandiri oleh petani. </p>
<p dir="ltr">Mahasiswa Teknik Kimia UNEJ yang tergabung dalam tim Teknik Kimia Mengabdi (Tekkim Mengabdi) 2025 berupaya mengimplementasikan inovasinya kepada petani di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember yang mayoritas petani tembakau.  Selain memberikan pelatihan pembuatan biopestisida, mahasiswa Tekkim UNEJ juga akan melakukan pendampingan pada petani selama setahun.</p>
<p dir="ltr">Menurut Khoiron Nisya’ Ulfiani, ketua tim Tekkim Mengabdi 2025, inovasi ini  dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah tembakau pasca-panen. Selain itu, muncul kesadaran tentang bahaya penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan serta konsumen.</p>
<p dir="ltr">Inovasi ini memanfaatkan kandungan flavonoid, alkaloid, serta nikotin yang terdapat dalam tembakau dan rokok untuk mengendalikan hama tanaman. “Senyawa-senyawa tersebut mampu merusak sistem saraf, pencernaan, sekaligus menghambat pertumbuhan hama secara efektif tanpa meninggalkan residu berbahaya pada tanaman,” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Ulfi ini.</p>
<p dir="ltr">Pilihan Desa Jatian sebagai lokasi untuk pilot project penerapan inovasi Biopestisida ini bukannya tanpa alasan. Menurut Ulfi, Limbah tembakau pascapanen dan puntung rokok di desa ini sangat melimpah. </p>
<p dir="ltr">“Sebab, sebagian besar warga Desa Jatian adalah petani tembakau. Sehingga, bahan baku tidak menjadi kendala. Inovasi ini juga sekaligus mengurangi pencemaran akibat sampah rokok yang selama ini sulit ditangani,” tutur mahasiswa Tekkim UNEJ angkatan 2023 ini.</p>
<p dir="ltr">Pencampuran bahan limbah yang mudah ditemukan dan murah dapat mendukung sistem pertanian Desa Jatian, sehingga para petani memiliki pengetahuan baru akan pemanfaatan limbah yang mudah dan efektif membunuh hama tanaman.</p>
<p dir="ltr"><strong>Antusiasme Masyarakat Desa Jatian Ikuti Pelatihan Biopestisida </strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a686f7b91ab.webp" alt=""><sub>Dosen Teknik Kimia UNEJ menjelaskan proses pembuatan biopestisida dari limbah tembakau dan puntung rokok. (Foto: dokumentasi Tekkim Mengabdi 2025)</sub> </p>
<p dir="ltr">Pelatihan pembuatan biopestisida yang diikuti oleh 30 warga ini merupakan bagian dari program Tekkim Mengabdi 2025 ini digelar di Balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Rabu (6/8/2025) pagi.</p>
<p dir="ltr">Ansori, dosen Teknik Kimia UNEJ memaparkan proses pembuatan biopestisida. Bahan utamanya, puntung rokok dan limbah tembakau, dengan tambahan bahan pendukung berupa air dan etanol, serta menggunakan peralatan biomaserator untuk proses ekstraksinya. </p>
<p dir="ltr">Dalam pemaparannya, Ansori menjelaskan langkah-langkah teknis mulai dari persiapan bahan baku, proses perendaman dan ekstraksi senyawa aktif nikotin dalam biomaserator, hingga tahap formulasi larutan biopestisida siap pakai. </p>
<p dir="ltr">Biopestida ini, kata Ansori,  efektif dalam mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, sekaligus memanfaatkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. “Selain itu, biopestisida berbahan alami ini dinilai lebih aman bagi ekosistem dan dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat desa, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang mahal dan berisiko terhadap lingkungan,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Pelatihan ini disambut antusias oleh warga Jatisari. Kepala Desa Jatisari Seningwar menyatakan sangat senang dan berterima kasih mendapatkan bantuan dari program biopestisida dari Tekkim Mengabdi 2025 ini. </p>
<p dir="ltr">Seningwar mengaku, pernah mengikuti pelatihan serupa, namun banyak keunggulan dari inovasi ini. Dulu, dia pernah mengikuti pelatihan inovasi limbah tembakau untuk biopestisida, namun perendaman limbah dalam biomasearator sampai berminggu-minggu. Sementara, inovasi dari Tekkim Mengabdi ini, hanya 2-3 hari. “Selain itu, biopestisida ini juga membunuh hama dengan lebih cepat. Kami coba dalam 1,5 jam, ulat grayak sudah mati,” katanya</p>
<p dir="ltr"><strong>Teknis Pembuatan Biopestisida </strong></p>
<p dir="ltr">Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan demonstrasi pembuatan biopestisida menggunakan biomaserator berkapasitas 250 liter. Dalam penjelasannya, tim Teknik Kimia Mengabdi 2025 memaparkan bahwa untuk memproduksi 10 liter biopestisida diperlukan bahan utama berupa limbah tembakau dan limbah puntung rokok dengan perbandingan 7:3, yaitu 770 gram limbah tembakau dan 330 gram limbah rokok. Sebagai pelarut, digunakan etanol 98% sebanyak 1 liter dan air sebanyak 9 liter. Perbandingan ini disampaikan sebagai panduan bagi petani untuk produksi skala besar di kemudian hari.</p>
<p dir="ltr">Pada sesi praktik lapangan, tim Teknik Kimia Mengabdi 2025 menampilkan proses pembuatan dalam skala kecil sebagai contoh langsung kepada masyarakat Desa Jatian. Pembuatan contoh ini dilakukan dengan total volume 100 ml larutan, yang terdiri dari 10 ml etanol 98% dan 90 ml aquadest, ditambah bahan utama berupa 7,7 gram limbah tembakau dan 3,3 gram limbah rokok. Setelah demonstrasi, dua unit biomaserator diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani, disertai ucapan terima kasih dari Ketua Kelompok Tani yang menyampaikan harapan agar alat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Jatian.</p>
<p dir="ltr">Sebagai tindak lanjut program pelatihan, menurut Khoirun Nisya’ Ulfiani, pihaknya merencanakan untuk melakukan monitoring rutin terhadap produksi biopestisida setiap bulan selama satu tahun kedepan. </p>
<p dir="ltr">“Monitoring atau pemantauan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasca pelatihan yang dilakukan di Desa Jatian dan membantu para petani untuk memaksimalkan produk biopestisida bila diperlukan melewati bimbingan maupun monitoring alat yang digunakan secara langsung,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Pelatihan ini tidak hanya memberikan solusi bagi para petani Desa Jatian, namun dapat menjadi awal baru untuk mulai memanfaatkan limbah yang ada di sekitar, sehingga dapat menjadi produk yang lebih bermanfaat contohnya seperti biopestisida. Dengan adanya pelatihan dari tim mahasiswa Teknik Kimia UNEJ, diharapkan para petani dapat ikut berperan aktif dalam kesadaran mengenai pentingnya peralihan dari pestisida kimia ke pestisida alami atau biopestisida. Inisiatif pelatihan ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa dan akademisi dalam memberikan solusi serta dampak nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitar. (**)</p>
<p dir="ltr"><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Ajak Pramuka Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-ajak-pramuka-jadi-garda-terdepan-hadapi-tantangan-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-ajak-pramuka-jadi-garda-terdepan-hadapi-tantangan-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Tema peringatan kali ini, “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa,” bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan NKRI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a5cad008f00.webp" length="67698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 20:45:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pramuka, jatim, dispora, bondowoso, binakal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak anggota gerakan Pramuka untuk terus aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan berbagai ancaman sosial. </p>
<p>Di bawah guyuran hujan di sore hari, bupati menyampaikan ajakan itu bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-64 di Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan bahwa tema peringatan kali ini, “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa,” bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>“Setiap Pramuka diharapkan memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai harga mati,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai tantangan generasi muda semakin kompleks, mulai dari arus digitalisasi global, maraknya judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga lunturnya gotong royong. </p>
<p>Menurutnya, gerakan Pramuka harus menjadi solusi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.</p>
<p>Selain pembinaan karakter, Abdul Hamid Wahid juga menekankan pentingnya kontribusi nyata anggota Pramuka di masyarakat, seperti keterlibatan dalam penanggulangan bencana, bakti sosial, pelestarian lingkungan hidup, hingga kegiatan yang mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Ia menegaskan, Pramuka juga berperan dalam menghadapi era digital melalui penyebaran konten positif, peningkatan keterampilan teknologi informasi, serta penangkalan hoaks.</p>
<p>“Semua langkah ini adalah kontribusi nyata gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p>Menurutnya, gerakan Pramuka juga harus mendorong lahirnya wirausaha muda, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan terus menyesuaikan kurikulum pembinaan sesuai perkembangan zaman.</p>
<p>“Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun ketahanan bangsa,” tandasnya. </p>
<p>Seperti diketahui, ribuan Pramuka dari seluruh instansi, dan sekolah di Kabupaten Bondowoso ikut serta dalam peringatan HUT Pramuka tahun ini. Mereka juga menampilkan atraksi semaphore dan renungan bagi Pramuka kepada orang tuanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Ajak para Guru di Jatim Cetak Generasi Emas Indonesia 2045</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-ajak-para-guru-di-jatim-cetak-generasi-emas-indonesia-2045</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-ajak-para-guru-di-jatim-cetak-generasi-emas-indonesia-2045</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak guru berperan aktif cetak generasi emas Indonesia 2045 melalui inovasi, kolaborasi, dan prestasi pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a3d8b983e7f.webp" length="32414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 07:54:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, guru Jawa Timur, generasi emas 2045, Indonesia Maju, pendidikan Jatim, SNBP, LKS SMK, kolaborasi pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="428"><strong data-start="188" data-end="205">SURABAYA, SJP</strong> – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan dalam menyiapkan generasi unggul demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 sekaligus mendukung visi Indonesia Maju.</p>
<p data-start="430" data-end="751">Dalam paparannya, Khofifah menegaskan bahwa salah satu tolok ukur Indonesia Maju adalah turunnya persentase kemiskinan di bawah 2 persen dan pertumbuhan ekonomi melampaui 9 persen. Menurutnya, pencapaian tersebut hanya bisa diwujudkan bila pendidikan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak.</p>
<p data-start="753" data-end="998">“Kalau kita ingin menjadikan Indonesia Maju dan generasi Indonesia emas 2045, maka harus mencapai indikator yang ditetapkan. Peran guru sangat penting dalam menanamkan prestasi dan kebaikan sejak dini,” jelasnya di Surabaya, Senin (18/8/2025).</p>
<p data-start="1000" data-end="1280">Khofifah juga menekankan pentingnya guru memiliki pemikiran terbuka (<em data-start="1069" data-end="1080">open mind</em>) agar tidak berhenti berinovasi. Transformasi pendidikan, lanjutnya, menuntut tenaga pendidik untuk adaptif sekaligus kreatif dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.</p>
<p data-start="1282" data-end="1638">Capaian pendidikan di Jawa Timur, menurutnya, menjadi bukti nyata hasil kolaborasi. Selama enam tahun berturut-turut, Jatim mencatat jumlah siswa terbanyak yang lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tak hanya itu, Jatim juga mengukir prestasi dengan meraih juara umum LKS SMK tiga tahun terakhir.</p>
<p data-start="1640" data-end="1890">“Guru ASN tidak boleh cepat berpuas diri, harus bekerja keras dengan terukur. Saya apresiasi dedikasi luar biasa para guru. Poin pentingnya adalah kolaborasi dan sinergi, baik internal maupun eksternal, termasuk dengan pihak luar negeri,” tegasnya.</p>
<p data-start="1892" data-end="2125">Khofifah menegaskan, kunci pembangunan pendidikan maupun ekonomi di Jatim terletak pada kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Dengan itu, ia optimistis Jawa Timur mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas Indonesia 2045. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1892" data-end="2125"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Predikat Kota Layak Anak Surabaya Diuji, Komnas PA Soroti Kasus Daycare Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/predikat-kota-layak-anak-surabaya-diuji-komnas-pa-soroti-kasus-daycare-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/predikat-kota-layak-anak-surabaya-diuji-komnas-pa-soroti-kasus-daycare-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Tanggung jawab utama ada pada pemilik dan pengelola daycare,&quot; tegas Komnas PA Surabaya, menyoroti lemahnya pengawasan hingga balita 1 tahun alami luka serius tanpa pengasuhan orang dewasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a47aebe776f.webp" length="28950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 21:31:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Daycare, Layanan Penitipan Anak, Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Predikat Kota Layak Anak Utama yang disandang Surabaya tercoreng setelah muncul kasus seorang balita berusia satu tahun yang pulang penuh luka usai dititipkan di sebuah <em>daycare</em> atau layanan penitipan anak di Surabaya Timur. </p>
<p>Kasus yang kini telah dilaporkan ke Polda Jatim oleh orang tua korban sejak 5 Juni 2025 itu juga tengah mendapat sorotan serius dari beberapa pihak, termasuk Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya.</p>
<p><strong>Kronologi Kasus</strong></p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Juni 2025. Balita berusia 1 tahun yang menjadi korban itu dititipkan orang tuanya di sebuah <em>daycare</em> di kawasan Medokan Ayu, Surabaya Timur pada pagi hari.</p>
<p>Sekira dua jam setelah ditinggal, pihak <em>daycare</em> mengabarkan kepada orang tua bahwa anak mereka diduga digigit oleh balita lain yang sekamar. Namun, ketika dijemput, kondisi korban jauh lebih parah dari yang disebutkan, dengan luka terlihat di wajah, lengan, hingga punggung. Malam harinya, korban dibawa ke IGD untuk mendapatkan perawatan. </p>
<p>Pada hari berikutnya, 5 Juni 2025, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim. Pemeriksaan medis lebih lanjut dilakukan pada 6 Juni 2025 menunjukkan bahwa luka lebih banyak daripada yang tampak di awal.</p>
<p>Sejak laporan masuk, Ditreskrimum Polda Jatim sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak <em>daycare</em>. Hingga pertengahan Agustus 2025, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p><strong>Komnas PA Surabaya turut Prihatin</strong></p>
<p>Komnas PA Surabaya menilai kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak <em>daycare.</em> Dugaan awal adalah anak ditidurkan sekamar dengan anak lain tanpa kehadiran pengasuh, sehingga saat ada tindakan yang membahayakan luput dari pengawasan.</p>
<p>"Komnas Anak Surabaya sangat prihatin dan menyayangkan kejadian di <em>daycare</em> wilayah Surabaya, apalagi Surabaya menerima predikat Kota Layak Anak Utama dari pemerintah pusat," ucap Syaiful Bachri, Ketua Komnas PA Surabaya, Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Syaiful atau yang akrab disapa Kak Iful menegaskan bahwa, apa pun hasil investigasi dari pihak Polda Jatim, tanggung jawab utama atas kejadian tersebut tetap ada di pemilik dan pengelola <em>daycare.</em></p>
<p><strong>Pastikan <em>Daycare</em> Berkualitas</strong></p>
<p>Komnas PA Surabaya memahami bahwa layanan daycare kerap menjadi pilihan banyak orang tua saat tidak memiliki waktu untuk mengasuh buah hatinya karena harus bekerja atau menyelesaikan urusan tertentu. </p>
<p>Kendati demikian, Komnas PA meminta orang tua lebih selektif memilih <em>daycare,</em> bukan hanya karena fasilitas, tetapi standar perawatan dan pengasuhan yang tinggi. Beberapa hal yang ditekankan antara lain:</p>
<ul>
<li>Harus punya izin resmi dan akreditasi.</li>
<li>Adanya SOP pengasuhan yang jelas serta pengasuh berkompeten.</li>
<li>Memiliki review atau ulasan yang baik dari pengguna layanan sebelumnya.</li>
<li>Keamanan terjamin, bahkan disarankan memakai CCTV yang bisa dipantau orang tua.</li>
</ul>
<p>"Oleh karena itu kami meminta peran semua pihak terutama pemerintah terkait pemantauan dan pendampingan terkait standar perawatan dan pengasuhan," tukas Kak Iful.</p>
<p><strong>Nyata atau Sebatas Penghargaan?</strong></p>
<p>Kasus itu menjadi pengingat penting bahwa predikat Kota Layak Anak tidak hanya ditentukan oleh penghargaan, tetapi juga oleh kualitas nyata layanan pengasuhan anak di lapangan. </p>
<p>Kasus tersebut juga disorot oleh Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi bahkan menegaskan akan menelusuri perizinan dan standar pelayanan <em>daycare.</em> Jika terbukti lalai, sanksi administratif hingga pencabutan izin bisa dijatuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bendera Merah Putih 14,9 Km Karya Pelajar di Jatim Pecahkan Rekor MURI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-149-km-karya-pelajar-di-jatim-pecahkan-rekor-muri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-149-km-karya-pelajar-di-jatim-pecahkan-rekor-muri</guid>
<description><![CDATA[ Bendera Merah Putih sepanjang 14,9 kilometer dibentangkan 10.868 pelajar Jawa Timur di sepanjang jalan menuju Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dan resmi tercatat sebagai rekor MURI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a1aab07e390.webp" length="57018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 19:38:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekor Muri, Bendera Merah Putih, Muri, Pelajar, Gen Z, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemandangan megah tersaji di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8/2025), usai upacara HUT ke-80 Republik Indonesia. Sebanyak 10.868 pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 14,9 kilometer.</p>
<p>Bentangan memecahkan rekor nasional dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera Merah Putih terpanjang yang dijahit dan dibentangkan oleh pelajar terbanyak di tanah air.</p>
<p><strong>Raih Dua Rekor Sekaligus</strong></p>
<p>Senior Manager MURI, Triyono, menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, seusai upacara kemerdekaan. Menurutnya, capaian Jatim bukan sekadar rekor biasa, melainkan bukti nyata semangat kebangsaan generasi muda.</p>
<p>"Dengan bangga, MURI menyerahkan piagam penghargaan bukan rekor Indonesia tapi rekor dunia," ujar Triyono, Minggu (17/8/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a1aac26fc91.webp" alt=""></p>
<p><strong>MURI mencatat dua rekor sekaligus, yakni:</strong></p>
<ul>
<li>Penjahitan bendera merah putih terpanjang sepanjang 14,9 km oleh 800 sekolah.</li>
<li>Pembentangan bendera merah putih terbanyak, yakni melibatkan 10.868 pelajar.</li>
</ul>
<p>"Bung Karno pernah mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Hari ini pelajar Jatim membuktikan tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan, yakni menjahit dan membentangkan kain Merah Putih sebagai tanda cinta tanah air," imbuh Triyono.</p>
<p><strong>Antusiasme Melampaui Target</strong></p>
<p>Awalnya, panjang bendera ditargetkan hanya 8 km. Namun, antusiasme guru dan siswa membuat capaian tersebut jauh terlampaui. Pengerjaan bendera dilakukan sejak awal Agustus dan berakhir pada 14 Agustus 2025.</p>
<p>Proses penjahitan dikerjakan di banyak sekolah, bukan di penjahit profesional. Tercatat ada 23 SMA, 78 SMK, dan 50 SLB yang terlibat, dengan partisipasi 5.862 siswa dan 1.314 guru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a1aaaa85a43.webp" alt=""></p>
<p>Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahkan sempat meninjau proses jahit bendera di SMKN 8 Surabaya, 13 Agustus lalu, dan ikut serta menjahit bersama siswa-guru.</p>
<p>"Saya melihat sendiri bagaimana siswa-siswa kita begitu semangat. Mereka tidak hanya belajar teori tentang cinta tanah air, tapi membuktikannya dengan karya nyata," ungkap Khofifah.</p>
<p><strong>Lebih Bermakna karena Dikerjakan Siswa</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa capaian ini lebih istimewa dibanding rekor sebelumnya yang dicetak Papua Barat pada 2024 dengan panjang 12,77 km.</p>
<p>"Penjahitan bendera ini terasa lebih bermakna karena dikerjakan langsung oleh para murid, bukan lewat jasa penjahit. Jadi ada nilai gotong royong, kerja keras, dan rasa cinta tanah air yang tertanam di dalamnya." terang Aries.</p>
<p>Menurutnya, rekor kali yang diraih oleh Jawa Timur bukan hanya soal panjang kain, melainkan juga pembuktian bagi generasi muda yang kerap diremehkan dan dianggap tidak cinta tanah air.</p>
<p>"Banyak yang mengatakan bahwa Gen Z dan Alpha itu kurang peduli terhadap negaranya. Tapi ternyata, dibuktikan oleh pelajar Jatim," tukas Aries.</p>
<p>Dengan capaian tersebut, Jawa Timur tidak hanya memecahkan rekor dunia, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan nasionalisme tetap menyala di kalangan generasi muda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan GTT dan PTT Kota Batu Menanti SK PPPK di Tengah Ancaman Pemangkasan Gaji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-gtt-dan-ptt-kota-batu-menanti-sk-pppk-di-tengah-ancaman-pemangkasan-gaji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-gtt-dan-ptt-kota-batu-menanti-sk-pppk-di-tengah-ancaman-pemangkasan-gaji</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan GTT dan PTT di Kota Batu terancam gaji dipangkas karena regulasi Bosnas baru. Mereka berharap SK pengangkatan PPPK paruh waktu segera diterbitkan Pemkot Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f0e42c68f9.webp" length="46614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 18:07:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Gaji Terancam Dipangkas, Ratusan Guru Honorer Kota Batu Menanti SK PPPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">KOTA BATU, SJP —</span></strong><span lang="IN"> Ratusan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Kota Batu kini berada di ujung kegelisahan. Surat keputusan (SK) pengangkatan mereka sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu belum juga terbit.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, regulasi baru Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) berpotensi memangkas honor mereka hingga setengahnya. Hal ini membuat posisi para guru honorer semakin terimpit.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala SMP Negeri 3 Batu, Budi Prasetyo mengatakan, urgensi pengeluaran SK sangat nyata. “Ada yang gajinya hanya di bawah Rp1 juta. Kalau dipangkas lagi, mereka benar-benar kesulitan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Prediksi kami ada pemangkasan yang bisa mencapai 50 persen, tergantung dari Bosnas yang diterima sekolah,” terang Budi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kekhawatiran pemangkasan gaji ini mengacu pada mekanisme penyalurannya. Bosnas berbasis jumlah siswa sehingga sekolah dengan murid sedikit akan mendapat alokasi dana lebih kecil.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut data Dinas Pendidikan Kota Batu, terdapat 204 GTT dan PTT yang masih mengabdi. Sebanyak 169 orang bertugas di jenjang SD dan 35 orang di jenjang SMP.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mayoritas di antaranya disebut telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Jika pengangkatan tidak segera dilakukan, mereka kehilangan kepastian status.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mereka juga terhantam pemangkasan gaji akibat regulasi baru. Oleh karena itu, Budi berharap pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Batu segera menindaklanjuti kekhawatiran ini.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Budi juga mengaku pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu. Mereka kini masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Batu. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temuan Prasasti Poh Rinting dan Tengaran Ungkap Sejarah Jombang Abad ke&amp;10</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temuan-prasasti-poh-rinting-dan-tengaran-ungkap-sejarah-jombang-abad-ke-10</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temuan-prasasti-poh-rinting-dan-tengaran-ungkap-sejarah-jombang-abad-ke-10</guid>
<description><![CDATA[ Diskusi di Jombang mengungkap temuan dua prasasti kuno dari abad ke-10 yang menunjukkan sejarah Jombang jauh lebih tua. Prasasti itu diyakini berasal dari era Kerajaan Medang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689ef86808a09.webp" length="33480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 17:46:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Sejarah Jombang Diduga Lebih Tua, Temuan Prasasti Poh Rinting Jadi Bukti</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">JOMBANG, SJP —</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Temuan dua prasasti kuno di Jombang mengungkap fakta sejarah baru. Wilayah ini diduga jauh lebih tua dari yang selama ini diketahui. Temuan ini mengemuka dalam diskusi bertajuk “Prasasti Poh Rinting: Titik Awal Sejarah Jombang”.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Diskusi tersebut digelar di Mojag Café, Kecamatan Mojoagung, Jumat (15/8/2025). Narasumber dalam diskusi itu adalah Nona Nur Madina dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang dan Rifatul Hasanah dari TACB Mojokerto.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Inisiator diskusi, Binhad Nurrohmat, menyebut dua prasasti itu ditemukan di Desa Glagahan, Kecamatan Perak dan Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan. Keduanya menjadi bukti tertulis tertua tentang keberadaan masyarakat dan struktur pemerintahan di Jombang pada abad ke-10.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Prasasti Poh Rinting dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Medang pada tahun 929 Masehi, sementara prasasti di Tengaran berasal dari tahun 935 M. Ini adalah catatan sejarah tertua yang pernah ditemukan di Jombang,” jelas Binhad.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selama ini, Hari Jadi Kabupaten Jombang ditetapkan pada tahun 1910. Tanggal itu merujuk pada pembentukan pemerintahan kabupaten.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun, Binhad menilai temuan prasasti ini seharusnya menjadi pertimbangan untuk meninjau ulang penetapan tersebut. Prasasti itu memiliki nilai historis yang tinggi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Prasasti Poh Rinting diperkirakan dibuat pada Oktober 929 M. Sebagai bukti tertulis, nilainya sangat penting. Tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki peninggalan sejarah seawal ini,” tegas dia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Diskusi ini menjadi langkah awal untuk mengkaji, mendiskusikan, dan mengenalkan sejarah tertulis Jombang kepada masyarakat luas. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami identitas sejarah lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya membangun identitas sejarah lokal yang lebih kuat,” tambah Binhad.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan semakin dikenalnya Prasasti Poh Rinting dan Tengaran, diharapkan masyarakat Jombang lebih memahami akar sejarahnya. Sejarah Jombang telah ada sejak era Kerajaan Medang di bawah pemerintahan Mpu Sindok. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Kasus Berbeda, SMPN di Kota Batu Luruskan Isu Perundungan Anak Kades</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-di-smpn-kecamatan-batu-kepala-sekolah-sebut-ada-dua-peristiwa-yang-sempat-tertukar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-di-smpn-kecamatan-batu-kepala-sekolah-sebut-ada-dua-peristiwa-yang-sempat-tertukar</guid>
<description><![CDATA[ SMPN Batu meluruskan isu dugaan perundungan anak kades di Bumiaji. Ada dua kasus berbeda, dan keduanya sudah tuntas melalui penyelesaian internal sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689c15e6b3354.webp" length="83094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 11:06:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>SMPN Batu Klarifikasi Dugaan Perundungan Anak Kades</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>KOTA BATU, SJP —</strong> SMPN di Kecamatan Batu memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan perundungan anak kepala desa (kades) di Kecamatan Bumiaji yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala SMPN, Ida Misaroh, menjelaskan bahwa di sekolahnya terjadi dua peristiwa berbeda melibatkan siswa berinisial sama, yakni EL. Kondisi itu membuat publik mengira keduanya merupakan kasus yang sama.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ida menuturkan, kasus yang menjadi sorotan publik adalah peristiwa di tengah lapangan. Seorang siswa berinisial EL, bukan anak kades, mengolok temannya dengan menyebut nama ayah korban.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Pelaku yang dipanggil tidak terima, lalu menarik celana olahraga korban. Guru tata tertib marah dan langsung mengumpulkan siswa di halaman untuk diberikan pembinaan," katanya, Rabu (13/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kasus tersebut sudah diselesaikan oleh pihak tata tertib sekolah. EL yang bukan anak kades telah mengakui perbuatannya, meski tidak menceritakannya kepada orang tuanya di rumah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Masalah itu dinyatakan selesai pada 29 Juli setelah kedua pihak didamaikan di sekolah. Namun, pemberitaan yang mencuat dianggap mengaburkan fakta dan mencampuradukkan dua peristiwa berbeda.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ida menambahkan, kasus yang melibatkan EL anak kades berbeda. Kejadian itu hanya bercanda antar teman sekelas dan tidak sampai menanggalkan celana, melainkan hanya melepas baju korban.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Yang pasti semua sudah ditindaklanjuti dan selesai. Kami tidak ingin lembaga pendidikan tercoreng karena peristiwa perundungan. Sekolah adalah tempat menimba ilmu bagi peserta didik," ucapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Terpisah, kades di Kecamatan Bumiaji yang sempat kecewa mengaku telah mendapat penjelasan langsung dari pihak sekolah. Dia menyebut terjadi miskomunikasi sehingga persoalan berkembang di luar konteks.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Sudah dijelaskan oleh kepala sekolah bahwa hal ini memang miskomunikasi. Saya juga sudah tahu duduk masalahnya dan semua sudah selesai," ujarnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispendik Bondowoso Gelar Lomba PBB, Gantikan Gerak Jalan di HUT ke&amp;80 RI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-gelar-lomba-pbb-gantikan-gerak-jalan-di-hut-ke-80-ri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-gelar-lomba-pbb-gantikan-gerak-jalan-di-hut-ke-80-ri</guid>
<description><![CDATA[ Dispendik Bondowoso gelar lomba PBB tingkat pelajar menggantikan gerak jalan demi mengurai kemacetan, tetap jaga semangat nasionalisme dan disiplin generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b474c0a598.webp" length="73804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 21:46:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Momentum perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Bondowoso selalu diisi dengan berbagai macam kegiatan lomba. Mulai dari lomba di tingkat RT, RW, desa dan kelurahan, bahkan hingga di tingkat kabupaten.</p>
<p>Bahkan, lomba dan turnamen tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan antar lembaga pun digelar. Salah satunya lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar oleh Dinas Pendidikan.</p>
<p>Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Dispendik kali ini tidak menggelar lomba gerak jalan dengan alasan untuk mengurai kemacetan. Namun, lomba PBB ini tidak mengurangi esensi nilai nasionalisme para pelajar di Bondowoso. <br> <br>Lomba tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, di depan Pendopo Raden Bagus Assra (RBA), pada Selasa (12/8/2025) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala Dispendik.</p>
<p>Wakil Bupati Bondowoso mengapresiasi semangat para pelajar yang turut serta dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.</p>
<p>"Lomba PBB ini bukan hanya sekadar kompetisi, namun juga menjadi ajang pembentukan karakter, semangat kebersamaan, serta wujud nyata cinta tanah air di kalangan pelajar. Semoga melalui kegiatan ini, generasi muda Bondowoso tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dispendik, Haeriah Yuliati, menjelaskan bahwa perubahan kegiatan dari lomba gerak jalan ke lomba PBB merupakan kebijakan Pemkab yang mempertimbangkan kondisi lalu lintas. </p>
<p>“Hal ini menyusul penutupan jalan di kawasan Gumitir serta perbaikan jembatan di Kecamatan Klabang, yang berpotensi menyebabkan kemacetan jika kegiatan gerak jalan tetap dilaksanakan,” jelasnya.</p>
<p>Mantan Pj Sekda ini, materi disiplin kegiatan PBB seperti gerakan berkumpul, gerakan di tempat, gerakan berjalan, keseragaman atau kerapian, serta kepemimpinan atau peran danton, tetap menjadi hal utama yang masuk dalam penilaian.</p>
<p>“Kami berharap kegiatan ini tetap bisa menjadi sarana pembinaan karakter dan disiplin bagi peserta didik," ungkapnya.</p>
<p>Untuk pesertanya, lanjut Haeriah, diikuti oleh siswa setingkat SD, SMP dan SMA sederajat yang dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 15 Agustus 2025, dengan total peserta dari tiga jenjang pendidikan, baik kategori putra maupun putri. </p>
<p>“Untuk tingkat SD/MI diikuti oleh 75 regu, tingkat SMP/MTS sebanyak 70 regu, dan tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 35 regu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kreativitas Pelajar Warnai Karnaval SMAN 1 Kepanjen Tanpa Dentuman Sound Horeg</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kreativitas-pelajar-warnai-karnaval-sman-1-kepanjen-tanpa-dentuman-sound-horeg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kreativitas-pelajar-warnai-karnaval-sman-1-kepanjen-tanpa-dentuman-sound-horeg</guid>
<description><![CDATA[ Parade bertema film hadirkan 1.200 pelajar dalam kostum unik, menghibur tanpa bising berlebihan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b33d6522a0.webp" length="30110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 21:15:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>karnaval kepanjen, sman 1 kepanjen, karnaval tanpa sound horeg, karnaval malang, karnaval sekolah, parade kostum film, seni pelajar malang, budaya malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP— </strong>Di tengah tren sebagian karnaval yang berubah menjadi ajang “adu keras” sound horeg, SMAN 1 Kepanjen justru menghadirkan kemeriahan dengan cara berbeda.</p>
<p>Senin (13/8/2025), lebih dari 1.200 siswa turun ke jalan dalam parade bertema film, menonjolkan kreativitas dan seni tanpa dentuman audio memekakkan telinga.</p>
<p>Setiap kelas mempersiapkan kostum terinspirasi karakter film terkenal, dari pahlawan super hingga tokoh klasik. Detail busana digarap dengan cermat, mulai dari bahan, warna, hingga properti pendukung. </p>
<p>Penampilan para pelajar memukau penonton, yang disuguhi “galeri seni berjalan” alih-alih deretan truk dengan pengeras suara. Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. yang hadir di lokasi memberi apresiasi tinggi.</p>
<p>“Ini lho karnaval yang sesungguhnya, di mana kreativitas dan budaya menjadi daya tarik utama. Bukan sekadar arak-arakan sound system yang memekakkan telinga,” ujar AKBP Danang, Selasa (12/8/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, konsep seperti ini patut menjadi inspirasi daerah lain. Selain memberi ruang bagi ekspresi positif pelajar, karnaval tanpa kebisingan dinilai lebih aman, tertib, dan nyaman bagi warga.</p>
<p>“Kami akan selalu mendukung karnaval yang menonjolkan karya, bukan kebisingan. Kegiatan seperti ini bisa membangun kebanggaan sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, masyarakat, dan elemen masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang itu ditutup dengan penampilan teatrikal singkat bertema perjuangan, yang semakin menguatkan kesan bahwa hiburan tak harus disampaikan lewat suara keras, tetapi bisa lewat visual dan pesan yang menyentuh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Panel Surya untuk Pertanian hingga Pemantauan Kualitas Udara, SEGTA 2025 Resmi Ditutup di UNAIR</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-panel-surya-untuk-pertanian-hingga-pemantauan-kualitas-udara-segta-2025-resmi-ditutup-di-unair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-panel-surya-untuk-pertanian-hingga-pemantauan-kualitas-udara-segta-2025-resmi-ditutup-di-unair</guid>
<description><![CDATA[ Enam inovasi energi dan teknologi ramah lingkungan lintas negara, dari panel surya pertanian hingga drone wisata, menandai penutupan SEGTA 2025 di Universitas Airlangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b3140a1bca.webp" length="49704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 21:03:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SEGTA 2025, Universitas Airlangga, UNAIR, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Enam proyek lintas negara, mulai dari panel surya untuk pertanian hingga pemantauan kualitas air, rampung digarap di Surabaya, Gili Iyang, dan Sumenep. </p>
<p>Pencapaian tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan <em>Sustainable Energy and Green Technology Applications</em> (SEGTA) 2025 yang digelar oleh Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR. </p>
<p>Acara penutupan berlangsung di Universitas Airlangga, Selasa (12/8/2025) dengan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, serta peserta internasional dari berbagai negara.</p>
<p><strong>Misi <em>Community Development</em> dan <em>Academic Outreach</em></strong></p>
<p>Wakil Dekan 3 Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama FTMM, Prof. Retna Apsari, menyebut SEGTA 2025 sukses menjalankan dua misi utama, yakni <em>community development</em> dan <em>academic</em> <em>outreach</em>.</p>
<p>"Berbagai inovasi ini sudah kami terapkan di Pulau Gili Iyang dan Kalianget. Peserta juga mendapatkan kuliah akademik, mengikuti workshop di laboratorium, hingga praktik lapangan di Bromo untuk melihat langsung penerapan teknologi dalam pariwisata berkelanjutan," ujar Prof. Retna, Selasa (12/8/2025).</p>
<p><strong>Enam Topik Unggulan</strong></p>
<p>Sepanjang pelaksanaan SEGTA 2025, program ini menyasar tiga lokasi utama: Surabaya, Gili Iyang, dan Sumenep. Ada enam topik community development yang menjadi fokus:</p>
<ol>
<li>Penerapan panel surya untuk pertanian</li>
<li>Penanaman pohon kelapa dan pemupukan lahan</li>
<li>Edukasi energi matahari</li>
<li>Pemantauan kualitas udara</li>
<li>Pembangunan solar shelter</li>
<li>Pemanfaatan drone untuk mendukung pariwisata</li>
</ol>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut sepenuhnya melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, menggabungkan penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi ramah lingkungan.</p>
<p></p>
<p><strong>Teknologi Pemantauan Udara di Gili Iyang</strong></p>
<p>Salah satu capaian menonjol SEGTA 2025 adalah pemasangan teknologi real-time air quality monitoring di Pulau Gili Iyang, Sumenep. </p>
<p></p>
<p>Perangkat itu mampu mengukur kadar oksigen dan karbondioksida secara langsung, sehingga warga dapat mengetahui kondisi udara dan menjaga kelestarian lingkungan pulau yang dikenal dengan sebutan “Pulau Oksigen” tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Data real-time membantu masyarakat sadar akan kondisi lingkungan dan mendorong langkah pelestarian," ujar Agus Mukhlisin, dosen Prodi Teknik Elektro UNAIR. </p>
<p></p>
<p>Dukungan juga datang dari dokter Pustu Gili Iyang, dr. Madari, yang berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan demi kesehatan masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p><strong>Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Sebagai program internasional tahunan, SEGTA bukan sekadar agenda rutin. Menurut Prof. Retna, kegiatan ini merupakan bagian dari misi UNAIR untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p></p>
<p>"Melalui SEGTA, kami ingin berkontribusi pada energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, air bersih dan sanitasi, hingga kemitraan global. Kolaborasi ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Meski seremoni penutupan SEGTA 2025 digelar di Surabaya, adapun agenda lapangan yang berlangsung Kawasan Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru pada 12–13 Agustus 2025.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi ajang pembelajaran langsung bagi peserta untuk melihat bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Dengan berakhirnya SEGTA 2025, UNAIR berharap inovasi dan kolaborasi internasional yang sudah dijalankan dapat terus memberi dampak positif, khususnya di bidang energi dan teknologi hijau. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siap Tambah Fasilitas untuk Wujudkan SMK Kesenian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siap-tambah-fasilitas-untuk-wujudkan-smk-kesenian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siap-tambah-fasilitas-untuk-wujudkan-smk-kesenian</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menilai tahap rintisan ini tidak memerlukan sarana-prasarana berlebih. Pembelajaran akan didominasi di dalam kelas dengan praktik terbatas menggunakan fasilitas yang ada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b1eaf182fa.webp" length="29056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 19:01:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SMK Kesenian, Fasilitas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan tidak akan ragu menambah fasilitas demi merealisasikan program rintisan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesenian. Program yang menjadi salah satu janji politik Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto ini saat ini tengah dalam tahap kajian.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Selasa (12/8/2025) menyebut keterbatasan ruang kelas dan lahan di beberapa sekolah memang sudah teridentifikasi sejak perumusan awal program. Meski begitu, ia memastikan hal itu tidak menjadi penghalang.</p>
<p>"Kalau memang hasil kajian meminta penambahan lahan dan penambahan kelas, tentu kami akan upayakan. Awalnya kami mendapatkan saran dari Dindik Pemprov Jatim untuk menambah jurusan kesenian di sejumlah SMK yang sudah ada," urainya.</p>
<p>Namun, Nurochman menegaskan tidak semua sekolah akan dipaksa membuka jurusan tersebut. Pemkot akan memilih sekolah yang dinilai cocok. Terlebih ia juga mendengarkan aspirasi dari MKKS SMK di Kota Batu yang meminta agar inovasi tersebut dikaji ulang lantaran adanya keterbatasan. lahan dan fasilitas.</p>
<p>Menurutnya, tahap rintisan ini tidak memerlukan sarana-prasarana berlebih. Pembelajaran akan didominasi di dalam kelas dengan praktik terbatas menggunakan fasilitas yang ada. Selain mengajarkan kaidah seni, jurusan ini juga akan mengangkat muatan lokal kesenian dan kebudayaan khas Kota Batu, termasuk nilai historis dan sosialnya.</p>
<p>"Berbagai seni akan diwadahi seperti seni rupa, seni tari, dan sebagainya. Juga akan ada integrasi dengan unsur ekonomi kreatif (ekraf) ke dalam pembelajaran. Tujuannya, karya seni yang dihasilkan siswa tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai komersial," tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>2 Ribu Pelajar Trenggalek Terima Beasiswa PIP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/2-ribu-pelajar-trenggalek-terima-beasiswa-pip</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/2-ribu-pelajar-trenggalek-terima-beasiswa-pip</guid>
<description><![CDATA[ Novita Hardini menekankan bahwa meskipun ada bantuan PIP, para orang tua tetap perlu kreatif membangun perekonomian keluarga, khususnya di sektor UMKM, demi meningkatkan kesejahteraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6899e8ce79d7a.webp" length="17616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 21:18:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, pip, novita hardini, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Memasuki tahun pertamanya sebagai Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, menyalurkan bantuan 2 ribu beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi bagi warga Trenggalek. Penyaluran bantuan ini dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Munjungan.</p>
<p>Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Karangturi dan Desa Munjungan, Novita menyampaikan harapannya agar program ini bisa membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi hak pendidikan anak.</p>
<p>Ia menekankan bahwa meskipun ada bantuan PIP, para orang tua tetap perlu kreatif membangun perekonomian keluarga, khususnya di sektor UMKM, demi meningkatkan kesejahteraan.</p>
<p>Di Desa Karangturi tercatat 246 penerima manfaat PIP, sedangkan Desa Munjungan sebanyak 386 penerima. Sisanya tersebar di berbagai kecamatan lain di Trenggalek.</p>
<p>“Alhamdulillah dengan saya bertugas di pusat, berbagi tugas dengan Pak Bupati Trenggalek, banyak hal yang kami rancang untuk pembangunan di Kabupaten Trenggalek dari hulu sampai hilir. Tentunya tujuannya bagaimana masyarakat Trenggalek ini bisa bahagia, bisa sejahtera salah satunya dimulai selalu dari unsur pendidikan,” kata Novita, Senin (11/8/2025).</p>
<p>Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek, Novita juga mengimbau anak-anak penerima manfaat agar terus menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, tidak terburu-buru menikah setelah lulus sekolah. Ia mengingatkan bahwa banyak peluang beasiswa S1 dan S2 yang dapat diakses. Selain itu, ia mengajak para orang tua menyediakan makanan sehat dan bergizi di rumah. </p>
<p>“Tidak harus yang mahal-mahal, karena di Trenggalek banyak ikan yang harganya terjangkau yang bisa meningkatkan kecerdasan dan kesehatan anak,” ujarnya, sambil mengingatkan agar anak tidak dibiasakan mengonsumsi makanan siap saji yang kurang sehat.</p>
<p>Kegembiraan juga dirasakan oleh para penerima manfaat, salah satunya Firman Prasetya (17), siswa kelas IX SMPN 3 Munjungan. </p>
<p>“Terima kasih sudah dibantu, tentunya bantuan ini akan saya pergunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekolah, sehingga dapat membantu meringankan beban orang tua saya,” ungkap Firman. </p>
<p>Ia menambahkan, di sekolahnya terdapat 70 siswa yang menerima PIP dari jalur aspirasi Novita Hardini, dan berharap program ini terus berjalan demi mendukung kebutuhan pendidikan mereka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OJK Ajak Ratusan Pelajar di Tulungagung Tak Takut Menabung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojk-ajak-ratusan-pelajar-di-tulungagung-tak-takut-menabung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojk-ajak-ratusan-pelajar-di-tulungagung-tak-takut-menabung</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kegiatan ini, OJK juga menargetkan program Satu Pelajar Satu Rekening. Sebanyak 450 pelajar mendapatkan rekening gratis dari bank daerah yang diharapkan menjadi awal kebiasaan menabung secara rutin.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6899e4bf95c2c.webp" length="30824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 20:59:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ojk, hari indonesia menabung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ratusan pelajar SD hingga SMP di Tulungagung tampak antusias mengikuti rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung 2025 yang digelar di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, pada Senin (11/8/2025). Kegiatan ini menjadi ajang edukasi keuangan sekaligus kampanye budaya menabung sejak dini.</p>
<p>Mengusung tema Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang atau Cemerlang, acara yang diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini bertujuan mendorong para pelajar untuk disiplin mengelola uang jajan dan menumbuhkan kesadaran menabung.</p>
<p>“Kita menginginkan anak-anak kita belajar disiplin, kemudian menyisihkan dari uang jajannya untuk disiplin ditabung,” ujar Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, OJK juga menargetkan program Satu Pelajar Satu Rekening. Sebanyak 450 pelajar mendapatkan rekening gratis dari bank daerah yang diharapkan menjadi awal kebiasaan menabung secara rutin. </p>
<p>“Harapannya setiap pelajar memiliki satu rekening yang aktif, ditambahkan setiap minggu atau setiap bulannya supaya mereka bisa mencapai mimpinya ke depan,” imbuh Ismirani.</p>
<p>OJK menegaskan bahwa menabung di bank adalah hal yang aman karena seluruh operasional perbankan berada di bawah pengawasan OJK dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). </p>
<p>“Di mana pun teman-teman menabung, pastikan lembaga tersebut legal, ada dalam kewenangan OJK, dan mengikuti LPS,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan survei, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa secara nasional mencapai 61,76 persen, sementara tingkat inklusi berada di angka 84,42 persen. Ismirani mengakui masih ada kesenjangan yang perlu ditutup melalui edukasi berkelanjutan. </p>
<p>“Kami harus bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan perbankan. OJK tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi menjadi kunci agar literasi meningkat dan budaya menabung tertanam kuat sejak dini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janji Politik Mulai Terwujud, Pemkot Batu Realisasikan Program 1.000 Sarjana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janji-politik-mulai-terwujud-pemkot-batu-realisasikan-program-1000-sarjana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janji-politik-mulai-terwujud-pemkot-batu-realisasikan-program-1000-sarjana</guid>
<description><![CDATA[ Dengan realisasi awal ini, Pemkot Batu menegaskan bahwa program 1.000 sarjana bukan sekadar retorika kampanye, melainkan langkah konkret yang sudah berjalan dan akan terus diperluas hingga target tercapai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6899d7f5c030f.webp" length="28074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 19:46:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Janji Politik, 1000 Sarjana, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Janji politik Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto untuk menghadirkan program 1.000 sarjana mulai dibuktikan. Tahun 2025 ini, tercatat 218 calon mahasiswa resmi lolos seleksi administrasi dari 284 pendaftar.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Senin (11/8/2025) mengatakan seluruh peserta yang lolos akan mendapatkan pembiayaan penuh biaya kuliah dari APBD dan dukungan Forum CSR.</p>
<p>"Tunjangan ini mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen sejak semester pertama hingga lulus di perguruan tinggi mitra, seperti Universitas Islam Malang (Unisma) dan kampus lainnya. Pendanaan full dari awal sampai lulus. Ini bagian dari komitmen kami memenuhi janji politik untuk mencetak generasi sarjana di Kota Batu,” tegasnya.</p>
<p>Program ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar. Selain beasiswa sarjana, dana juga digunakan untuk membantu siswa berprestasi, hafiz Alquran, mahasiswa kurang mampu, dan penerima program rekognisi dari perangkat desa, pelaku UMKM, maupun aparatur perangkat daerah.</p>
<p>Tak hanya berorientasi pada pendidikan, Cak Nur menegaskan lulusan program ini diharapkan menggerakkan kembali sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi Batu, melampaui dominasi sektor wisata.</p>
<p>"Pemerintah juga mendorong perguruan tinggi mitra melibatkan profesor, doktor, dan mahasiswa dalam riset pengembangan pertanian," imbuhnya </p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menyebut program ini sekaligus menjadi strategi untuk menaikkan angka rata-rata lama sekolah di Batu yang saat ini baru 9,87 tahun.</p>
<p>"Tahun perdana ini, kuota dibuka untuk 200 peserta dengan seleksi ketat dan transparan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba Gerak Jalan di Kota Blitar, Jadi Cara Memupuk Jiwa Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan Siswa SD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-gerak-jalan-di-kota-blitar-jadi-cara-memupuk-jiwa-nasionalisme-dan-wawasan-kebangsaan-siswa-sd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-gerak-jalan-di-kota-blitar-jadi-cara-memupuk-jiwa-nasionalisme-dan-wawasan-kebangsaan-siswa-sd</guid>
<description><![CDATA[ Sambut HUT ke-80 RI, Pemkot Blitar menggelar lomba gerak jalan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan. Pada Senin (11/8/2025), kegiatan tersebut diikuti ribuan siswa SD dan bertujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6899cd2769d10.webp" length="66558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 19:34:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Lomba, Gerak Jalan, Siswa SD, Kota Blitar, Memupuk Nasionalisme, Wawasan Kebangsaan, Kota Blitar, HUT ke-80 RI.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Ribuan siswa SD di Kota Blitar mengikuti lomba gerak jalan. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI dan sebagai upaya memupuk jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan siswa tingkat SD.</p>
<p>"Kita sebagai generasi penerus, memiliki kewajiban dalam mengisi kemerdekaan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan positif yakni gerak jalan," terang Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar M. Aminurcholis, Senin (11/8/2025).</p>
<p>Lomba gerak jalan yang berlangsung pada Senin (11/8/2025) ini, diikuti sebanyak 191 kelompok perwakilan siswa SD dan MI se-Kota Blitar. Di mana, setiap kelompok ada 22 siswa yang mengikuti lomba gerak jalan, sehingga totalnya ada ribuan siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan menyambut HUT ke-80 RI.</p>
<p>Tidak hanya diikuti siswa SD, Dispora menjadwalkan kegiatan serupa juga diikuti siswa setingkat SMP, SMA/SMK hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>"Hari ini siswa SD rutenya lebih pendek sekitar 3 kilometer, besok dari siswa SMP, SMA/SMK dan lusa dari OPD. Rutenya lebih panjang sekitar 5 kilometer, dengan start di depan kantor wali kota dan finish di Alun-alun sisi utara," terangnya.</p>
<p>M. Aminurcholis menambahkan, kegiatan lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI rutin digelar setiap tahun sekali. Harapannya, bisa memupuk jiwa nasionalisme dan menambah wawasan kebangsaan khususnya kepada para generasi muda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indonesia di Persimpangan Jalan: Antara Kemerdekaan yang Dirayakan dan Realita yang Ditinggalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indonesia-di-persimpangan-jalan-antara-kemerdekaan-yang-dirayakan-dan-realita-yang-ditinggalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indonesia-di-persimpangan-jalan-antara-kemerdekaan-yang-dirayakan-dan-realita-yang-ditinggalkan</guid>
<description><![CDATA[ Opini kritis tentang kondisi Indonesia di usia 80 tahun kemerdekaan. Mengulas kesenjangan sosial, krisis demokrasi, dan tantangan pembangunan yang menuntut perjuangan kemerdekaan ulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68987651da2d2.webp" length="15968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 11:10:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Indonesia, kemerdekaan, opini kritis, kesenjangan sosial, demokrasi, HUT RI 80, realita Indonesia, pembangunan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="251" data-end="595"><strong data-start="251" data-end="268">SUARAJATIMPOST.COM</strong> — Setiap 17 Agustus, bendera merah putih berkibar gagah di langit Nusantara. Lagu kebangsaan berkumandang, pekik “Merdeka!” bergema di alun-alun, sekolah, hingga pelosok desa.</p>
<p data-start="251" data-end="595">Namun di balik gegap gempita itu, ada pertanyaan yang sulit dihindari:<em> </em>Apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka dari masalah yang menggerogotinya?</p>
<h3 data-start="597" data-end="630"><strong data-start="601" data-end="630">Ritual yang Menutupi Luka</strong></h3>
<p data-start="631" data-end="1112">Delapan dekade merdeka, tapi wajah Indonesia seperti selalu tersenyum dalam perayaan sambil menutupi luka yang belum sembuh. Korupsi masih menjadi wabah yang tak kunjung hilang, ketimpangan sosial semakin terasa, dan rakyat kecil masih menjadi penonton dalam panggung besar pembangunan.</p>
<p data-start="631" data-end="1112">Upacara kemerdekaan menjadi ritual rutin, namun substansinya perlahan menguap. Kita merayakan simbol, tapi lupa mengejar esensi: kesejahteraan dan keadilan yang dijanjikan para pendiri bangsa.</p>
<h3 data-start="1114" data-end="1158"><strong data-start="1118" data-end="1158">Ekonomi Tumbuh, Kesenjangan Membesar</strong></h3>
<p data-start="1159" data-end="1606">Pemerintah bangga memamerkan pertumbuhan ekonomi, angka investasi, dan megaproyek infrastruktur. Tapi realitas di lapangan, masih banyak warga yang hidup pas-pasan bahkan di bawah garis kemiskinan.</p>
<p data-start="1159" data-end="1606">Harga kebutuhan pokok naik, daya beli stagnan, sementara jurang antara si kaya dan si miskin melebar.<br data-start="1458" data-end="1461">Pertanyaannya sederhana: Untuk siapa pertumbuhan itu? Apakah benar semua rakyat menikmatinya, atau hanya segelintir elit yang memanen hasilnya?</p>
<h3 data-start="1608" data-end="1661"><strong data-start="1612" data-end="1661">Pendidikan dan Kesehatan: Mimpi yang Tertunda</strong></h3>
<p data-start="1662" data-end="2109">Kemerdekaan seharusnya memerdekakan rakyat dari kebodohan dan penyakit. Tapi di beberapa daerah, sekolah masih kekurangan guru, fasilitas kesehatan minim, dan akses layanan publik seperti hanya milik kota besar. Generasi muda dipaksa bermimpi besar di atas pondasi yang rapuh. </p>
<p data-start="1662" data-end="2109">Ironisnya, kita bisa menghabiskan triliunan rupiah untuk pesta olahraga atau pembangunan gedung megah, tapi ragu menggelontorkan dana yang cukup untuk gizi anak bangsa.</p>
<h3 data-start="2111" data-end="2152"><strong data-start="2115" data-end="2152">Demokrasi yang Dirusak dari Dalam</strong></h3>
<p data-start="2153" data-end="2581">Indonesia bangga disebut negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara. Tapi demokrasi kita kini seperti rumah yang catnya masih cerah, namun dindingnya mulai keropos. Politik uang, polarisasi, dan kekuasaan yang semakin terkonsentrasi merusak makna partisipasi rakyat.</p>
<p data-start="2153" data-end="2581">Rakyat memilih setiap lima tahun, tapi apakah pilihan itu benar-benar menentukan arah negeri, atau hanya formalitas yang memperkuat mereka yang sudah berkuasa?</p>
<h3 data-start="2583" data-end="2628"><strong data-start="2587" data-end="2628">Kemerdekaan Harus Diperjuangkan Ulang</strong></h3>
<p data-start="2629" data-end="3120">Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa bersejarah yang kita rayakan setahun sekali, melainkan perjuangan berkelanjutan. Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan: melangkah menuju kemerdekaan sejati atau terjebak dalam kemerdekaan semu yang hanya indah di spanduk dan baliho.</p>
<p data-start="2629" data-end="3120">Bangsa ini butuh keberanian untuk mengakui masalah, kejujuran untuk memperbaiki, dan konsistensi untuk menegakkan keadilan. Tanpa itu, 17 Agustus hanya akan menjadi pesta tahunan—meriah di luar, hampa di dalam. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2629" data-end="3120"><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Parenting Class, SDN Ketabang 1 Surabaya Bekali Wali Murid Hadapi Arus Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-parenting-class-sdn-ketabang-1-surabaya-bekali-wali-murid-hadapi-arus-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-parenting-class-sdn-ketabang-1-surabaya-bekali-wali-murid-hadapi-arus-digital</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak kini tumbuh dengan layar di genggaman, SDN Ketabang 1 bekali orang tua strategi mendidik generasi digital tanpa kehilangan arah pembentukan karakter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6897511ae37de.webp" length="36828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 22:11:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Parenting, SDN Ketabang 1, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Di tengah riuhnya notifikasi ponsel dan derasnya arus konten digital, anak-anak kini tumbuh dengan layar di genggaman sejak usia balita. Meski memberi peluang belajar baru, paparan <em>gadget </em>di usia dini berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tak diiringi pendampingan yang tepat.</p>
<p>Kesadaran akan tantangan tersebut mendorong SDN Ketabang 1 Kota Surabaya menggelar kegiatan seminar bersama walimurid bertajuk "Parenting Class Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas: Mendidik Sesuai Jamannya".</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 wali murid dari kelas 1 hingga 6 dan dirancang untuk membantu orang tua menemukan pola pengasuhan yang selaras dengan perkembangan teknologi, tanpa mengorbankan pembentukan karakter anak.</p>
<p><strong>Mendidik Anak sesuai Zamannya </strong></p>
<p>Narasumber utama dalam kegiatan, Syaiful Bachri selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menjelaskan bahwa dalam mendidik anak, orangtua seharusnya mengikuti zaman anaknya, bukan memaksa anaknya untuk menyesuaikan zaman orangtua.</p>
<p>"Kalau anak hidup di era digital, kita tidak bisa menutup mata, tapi kita juga tidak boleh lepas kendali. Maka orangtua perlu melakukan adaptasi pola asuh" ujar laki-laki yang akrab disapa Kak Iful itu, Sabtu (9/8/2025).</p>
<p>Menurut Syaiful, adaptasi pola asuh berarti memahami bahasa generasi sekarang, mengatur batasan yang realistis, dan menanamkan nilai sejak dini. Salah satunya dengan menetapkan jadwal penggunaan gadget yang seimbang antara kebutuhan belajar, hiburan, dan interaksi langsung di dunia nyata.</p>
<p>"Anak yang sejak dini sudah akrab dengan gawai tetap bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental, asal orang tua aktif mendampingi dan membimbing," tambah Owner Parenting Cangkru’an Surabaya itu.</p>
<p><strong>Menyamakan Visi-Misi Orang Tua dan Sekolah </strong></p>
<p>Kepala Sekolah SDN Ketabang 1 Kota Surabaya, Sutiana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah positif sekolah guna menyamakan visi dan misi dalam pemenuhan hak anak di sekolah dan di rumah.</p>
<p>"Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, semoga apa yang jadi semangat sekolah bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah," ucap Sutiana.</p>
<p>Terlebih lagi untuk anak kelas 1 yang memasuki masa transisi dari TK ke SD, dan anak kelas 6 yang tengah mempersiapkan proses Tes Kopetensi Akademik (TKA) untuk bulan November 2025 nanti.</p>
<p><strong>Orangtua Juga Butuh Edukasi</strong></p>
<p>Manfaat dari kegiatan tersebut juga langsung dirasakan oleh para wali murid, Nikmah, salah satu wali murid kelas 1 mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa mengikuti seminar itu sebagai bekalnya untuk memberikan pola asuh yang tepat pada buah hatinya.</p>
<p>"Sangat berguna, terutama ilmu tentang era digital ini ya, karena ini bukan zaman kita lagi, jadi banyak dari wali murid itu juga butuh ilmu tentang era digital dan bagaimana beradaptasi," ungkap Nikmah.</p>
<p>Dengan wawasan yang tepat, orang tua tak lagi hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus teknologi, tapi mampu menjadi nahkoda yang mengarahkan anak-anaknya berlayar aman di samudra digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UIBU Malang Sambut 1.117 Mahasiswa Baru dengan Pecel ‘Sudah tapi Belum’</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uibu-malang-sambut-1117-mahasiswa-baru-dengan-pecel-sudah-tapi-belum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uibu-malang-sambut-1117-mahasiswa-baru-dengan-pecel-sudah-tapi-belum</guid>
<description><![CDATA[ UIBU Malang menyambut 1.117 mahasiswa baru dengan acara sarapan bareng bertema “Sudah tapi Belum”, lengkap dengan nasi pecel khas Malang. Kegiatan ini jadi ajang perkenalan, pembentukan kebiasaan positif, dan penanaman nilai entrepreneurship. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68974c3baa936.webp" length="61926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 21:08:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>UIBU Malang, mahasiswa baru, sarapan bareng, Sudah tapi Belum, nasi pecel Malang, entrepreneurship mahasiswa, pendidikan Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="163" data-end="487"><strong data-start="163" data-end="183">KOTA MALANG, SJP</strong> — Suasana hangat menyelimuti halaman Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) di Jalan Citandui 46, Sabtu (9/8/2025). Bukan sekadar pertemuan formal, namun 1.117 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 disambut dengan acara sarapan bareng—atau <em data-start="427" data-end="434">Sabar</em>—yang uniknya mengusung tagline “Sudah tapi Belum”.</p>
<p data-start="489" data-end="764">Tradisi ini menjadi pintu gerbang mahasiswa baru memasuki dunia kampus, sekaligus momen akrab bersama para dosen. Meski ribuan kursi terisi, jumlah tersebut belum keseluruhan, sebab pendaftaran mahasiswa baru masih dibuka hingga perkuliahan resmi dimulai pada Oktober 2025.</p>
<p data-start="766" data-end="965">Assoc. Prof. Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., Rektor UIBU sekaligus penerima PWI Jatim Award 2025 sebagai Tokoh Pemerata Akses Pendidikan, menegaskan bahwa <em data-start="924" data-end="931">Sabar</em> bukan sekadar acara seremonial.</p>
<p data-start="766" data-end="965">“Supaya mereka terbiasa dengan atmosfir UIBU, kenal dosennya, dan paham bahwa menjadi mahasiswa UIBU itu smart happy dan learning happy,” ujarnya.</p>
<p data-start="1118" data-end="1338"><em>Tagline </em>“Sudah tapi Belum” diambil dari kondisi unik mahasiswa baru—sudah resmi terdaftar, namun belum memulai perkuliahan. Momen ini, kata Nurcholis, sekaligus mengajarkan makna proses dalam sebuah perjalanan belajar.</p>
<p data-start="1340" data-end="1562">Menu yang dihidangkan pun khas: nasi pecel, lengkap dengan sayuran segar dan telur rebus. Disajikan langsung oleh para dosen, makanan ini menjadi perkenalan kuliner Malang bagi mahasiswa yang datang dari berbagai daerah.</p>
<p data-start="1340" data-end="1562">“Kita kenalkan mereka dengan makanan khas Malang karena mereka akan lama tinggal di sini,” tambahnya.</p>
<p data-start="1670" data-end="1876">Tak berhenti pada urusan sarapan, UIBU juga menanamkan nilai <em data-start="1731" data-end="1749">entrepreneurship</em> sejak awal. Mahasiswa didorong untuk hidup mandiri dan berwirausaha, bahkan sambil kuliah, guna meringankan beban orang tua.</p>
<p data-start="1670" data-end="1876">“Usahakan berwirausaha sesuai zaman, kondisi, ruang, dan waktu,” tutup Nurcholis.</p>
<p data-start="1964" data-end="2181">Acara <em data-start="1970" data-end="1977">Sabar</em> ini menjadi lebih dari sekadar makan pagi. Dia adalah simbol penyambutan, pengenalan budaya kampus, dan awal dari perjalanan panjang ribuan calon sarjana yang “sudah tapi belum” menapaki dunia akademis. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1964" data-end="2181"><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Resmi Larang Roblox untuk Anak Sekolah: Lindungi Psikis Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-resmi-larang-roblox-untuk-anak-sekolah-lindungi-psikis-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-resmi-larang-roblox-untuk-anak-sekolah-lindungi-psikis-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya resmi melarang siswa SD dan SMP memainkan gim Roblox karena dinilai mengandung kekerasan dan kata-kata kasar. Dispendik mengimbau literasi digital sehat dan peran aktif orang tua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6896f767b8bb5.webp" length="74042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 20:26:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Surabaya, larangan Roblox, gim daring, literasi digital sehat, anak sekolah, Yusuf Masruh, Dispendik Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="523"><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas dengan melarang siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) memainkan gim daring populer <em data-start="378" data-end="386">Roblox</em>. Keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan mental dan perkembangan karakter anak di tengah maraknya konten kekerasan di dunia maya.</p>
<p data-start="525" data-end="741">Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar larangan, tetapi bentuk perlindungan terhadap generasi muda yang berada pada usia rentan meniru perilaku.</p>
<p data-start="525" data-end="741">“Kalau memang (gim <em data-start="763" data-end="771">Roblox</em>) ada banyak kekerasan, apalagi anak SD mudah mencontoh, mudah mempraktikkan adegan-adegan tersebut,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).</p>
<p data-start="903" data-end="1131">Langkah ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang sebelumnya menyebut bahwa <em data-start="1028" data-end="1036">Roblox</em> memuat adegan perkelahian, kekerasan, hingga bahasa kasar yang tidak pantas untuk anak-anak.</p>
<p data-start="1133" data-end="1421">Sebagai tindak lanjut, Dispendik telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah dan mengimbau para guru untuk mengajarkan literasi digital sehat. Siswa diharapkan mengerti kapan waktu yang tepat menggunakan gawai, serta mampu membedakan konten aman dan yang berpotensi membahayakan.</p>
<p data-start="1423" data-end="1658">Yusuf juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti anak dilarang sepenuhnya menggunakan teknologi. Orang tua diharapkan aktif mengawasi dan membimbing anak, agar ada sinergi antara pembelajaran di sekolah dan pola asuh di rumah.“Anak adalah aset penting bagi masa depan. Maka perlu sinkronisasi antara pengajaran di sekolah dan ketika anak ada di rumah,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1423" data-end="1658"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru Tampar Siswa di SMK Sidoarjo, Video 15 Detik Picu Spekulasi Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-tampar-siswa-di-smk-sidoarjo-video-15-detik-picu-spekulasi-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-tampar-siswa-di-smk-sidoarjo-video-15-detik-picu-spekulasi-publik</guid>
<description><![CDATA[ Video guru menampar siswa di SMK Yapalis Krian, Sidoarjo, viral di media sosial. Pihak sekolah mengaku sudah melakukan mediasi, namun peristiwa ini memicu perdebatan publik soal disiplin dan etika. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68972b80ec822.webp" length="12350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 18:41:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>guru tampar siswa, SMK Yapalis Krian, video viral Sidoarjo, kasus guru menampar, mediasi sekolah, disiplin siswa, pendidikan Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="187" data-end="463"><strong data-start="187" data-end="217">SIDOARJO, SJP</strong> – Sebuah video berdurasi 15 detik yang memperlihatkan seorang guru menampar siswa di dalam kelas, viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Kejadian tersebut berlangsung di SMK Yapalis Krian, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (6/8/2025) sore.</p>
<p data-start="465" data-end="700">Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang siswa kelas 12 berinisial RA (17) terlibat adu mulut dengan seorang guru. Hanya beberapa detik berselang, guru tersebut melayangkan dua kali tamparan ke pipi kanan dan kiri siswa tersebut.</p>
<p data-start="702" data-end="989">Menurut keterangan pihak sekolah, insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kepala SMK Yapalis Krian, Vulkan Abriyanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika RA meminta izin ke toilet di tengah pelajaran. Namun, guru yang bersangkutan mendapati RA berada di kantin untuk makan.</p>
<p data-start="702" data-end="989">“Siswa sering izin ke toilet, tetapi kami sudah ingatkan untuk tidak keluar kelas tanpa alasan jelas,” ujar Vulkan, Sabtu (9/8/2025).</p>
<p data-start="1129" data-end="1350">Keluarga siswa disebut keberatan atas insiden tersebut dan enggan memberikan keterangan kepada media. Pihak sekolah mengaku sudah melakukan mediasi dengan menghadirkan keluarga korban, pengacara, serta tokoh masyarakat.</p>
<p data-start="1129" data-end="1350">“Mediasi sudah dilakukan. Murid juga sudah meminta maaf kepada guru,” tambah Vulkan.</p>
<p data-start="1441" data-end="1741">Peristiwa ini memicu komentar beragam dari warganet. Sebagian menilai tindakan fisik guru tidak dapat dibenarkan, sementara yang lain menilai perilaku siswa perlu dibina. Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh dua isu sensitif sekaligus: disiplin sekolah dan batasan tindakan guru terhadap murid. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1441" data-end="1741"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim TK Negeri, DPRD Trenggalek Dorong Empat TK Swasta Beralih Status</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-tk-negeri-dprd-trenggalek-dorong-empat-tk-swasta-beralih-status</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-tk-negeri-dprd-trenggalek-dorong-empat-tk-swasta-beralih-status</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Trenggalek mengusulkan empat TK swasta menjadi negeri. Namun, rencana ini terkendala oleh masalah status kepemilikan tanah. Selain itu, nasib para guru tetap yayasan juga menjadi sorotan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68960db8c7bfe.webp" length="49370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 22:38:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, suara jatim post, dprd trenggalek, dinas pendidikan dan olahraga trenggalek, taman kanak kanak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>TRENGGALEK, SJP —</strong> Empat taman kanak-kanak (TK) swasta di Kabupaten Trenggalek diusulkan beralih status menjadi negeri. Usulan ini muncul dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Trenggalek bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Rapat yang digelar pada Jumat (8/8/2025) ini bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Sebab, saat ini jumlah TK negeri di Kabupaten Trenggalek hanya tiga sekolah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin mengatakan, peningkatan layanan pendidikan dini harus terus dioptimalkan. Sebab, kebutuhan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu terus meningkat.<o:p></o:p></span></p>
<p>“Kalau jumlahnya yang negeri itu hanya tiga. Padahal TK ini untuk mencetak bibit unggul. Jangan lupa, padi itu kalau bibitnya unggul, tahan hama, tahan wereng. Kan gitu,” ujarnya.</p>
<p>Empat TK swasta yang diusulkan beralih status menjadi negeri tersebut berada di wilayah Kecamatan Ngadimulyo, Dongko, Panggul, dan Kecamatan Pule. </p>
<p><span lang="IN">Sukarodin menjelaskan, ada sejumlah indikator utama yang menjadi pertimbangan. Yakni jumlah siswa yang cukup banyak dan lokasi strategis. Serta, kesiapan yayasan untuk menyerahkan ke pemerintah.<o:p></o:p></span></p>
<p>“Kaitannya dengan pengalihan status, saya pikir ada potensi. Jumlah muridnya memang banyak, tempatnya strategis, dan yayasannya memang memperbolehkan dinegerikan. Ini syaratnya,” jelasnya.</p>
<p><span lang="IN">Namun, proses pengalihan status ini tidak bisa dilakukan secara instan. Ada sejumlah tantangan administratif dan regulasi yang harus diselesaikan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu tantangan itu yaitu perihal status kepemilikan tanah. Status tanah tempat berdirinya sekolah menjadi kendala utama dalam proses ini.<o:p></o:p></span></p>
<p>“Kalau persyaratannya enggak ada masalah. Hanya yang bermasalah itu status tanah. Status tanah ini yang agak ribet urusan regulasinya,” tambah Sukarodin.</p>
<p><span lang="IN">Selain itu, DPRD juga menyoroti nasib para Guru Tetap Yayasan (GTY). Mereka selama ini mengabdi di sekolah-sekolah tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebab, ketika TK sudah berstatus negeri, maka pengelolaan guru akan mengikuti sistem pemerintahan. Sekolah tidak bisa lagi menggunakan tenaga pendidik non-aparatur sipil negara (ASN).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Usulan ini masih akan terus dibahas oleh pemerintah daerah dan pihak terkait. Pembahasan dilakukan sebelum direalisasikan. Banyak pihak berharap usulan dapat segera direalisasikan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Nantinya, usulan ini akan masuk sebagai bagian dari kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2026. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaatkan Teknologi AR: Mahasiswa 2 Negara Ungkap Potensi Arsitektur Berkelanjutan dengan Rakit Bambu Kinetik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-teknologi-ar-mahasiswa-2-negara-ungkap-potensi-arsitektur-berkelanjutan-dengan-rakit-bambu-kinetik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-teknologi-ar-mahasiswa-2-negara-ungkap-potensi-arsitektur-berkelanjutan-dengan-rakit-bambu-kinetik</guid>
<description><![CDATA[ Bambu yang tak hanya berdiri, namun juga bisa bergerak. Mahasiswa empat kampus internasional membangun struktur bambu kinetik berpandu AR, menjembatani kerajinan tradisional dengan teknologi modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6894ac9f57523.webp" length="34066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 22:42:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Bambu, Augmented Reality, AR, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Bambu bukan sekadar material tradisional yang dekat dengan budaya lokal. Dalam tangan para arsitek muda, bambu kini menjelma sebagai elemen struktural masa depan, adaptif, dinamis, dan bahkan bisa digerakkan. </p>
<p>Tak hanya itu, teknologi mutakhir seperti <em>Augmented Reality</em> (AR) ikut dilibatkan untuk merancang dan membangun struktur yang bukan hanya kuat, tetapi juga cerdas secara desain.</p>
<p>Gagasan itulah yang jadi inti dari kegiatan "<em>Bamboo Nation 2025: Kinetic Bamboo Structure 2.0</em>", program internasional yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari empat universitas di dua negara. </p>
<p>Diselenggarakan di Surabaya pada 4–10 Agustus 2025, workshop ini digelar oleh Petra Christian University (PCU) dan Universitas Ciputra, bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dan <em>Xi’an Jiaotong-Liverpool University.</em></p>
<p><strong>Belajar Mendesain Gerak dalam Bambu</strong></p>
<p>Esti Asih Nurdiah, selaku penanggung jawab acara menjelaskan bahwa di tahun 2025, fokus pembelajaran adalah struktur bambu kinetik, arsitektur yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan melalui gerak. Para peserta tidak hanya diberi materi, tetapi langsung diajak membangun struktur nyata dengan desain bergerak.</p>
<p>"Di program ini, para peserta akan fokus belajar pada praktik dan eksplorasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip desain kinetik ke dalam konstruksi bambu," jelas Esti yang juga dosen Arsitektur PCU, Kamis (7/8/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6894ac85495ea.webp" alt=""></p>
<p>Puncak kegiatan terjadi pada hari keempat, Kamis (7/8/2025) di Kampus PCU, ketika mahasiswa membangun struktur bambu dengan mekanisme <em>Scissor-Like Element</em> (SLE), rangkaian seperti gunting yang memungkinkan struktur dibuka dan ditutup. Struktur silindrikal ini memiliki bentang 4,3 meter dan panjang hingga 10 meter.</p>
<p><strong>Teknologi Bertemu Kerajinan Tangan</strong></p>
<p>Menurut Esti, workshop tersebut bukan sekadar latihan fisik, tetapi hasil dari riset kolaboratif antar kampus. Mereka menggabungkan pemahaman tentang sistem mekanika, desain komputasi, optimisasi, perancangan sambungan, serta pemanfaatan AR dalam fabrikasi.</p>
<p>"Secara konvensional kita membutuhkan cetakan untuk bentuk-bentuk sulit. Dengan AR, model digital dipakai sebagai cetakan dalam pembangunan. AR digunakan pada tahap marking and coding batang bambu sebelum dirakit," terang Esti yang meraih gelar Doktor dari <em>University of Sheffield</em>, Inggris, lewat riset tentang struktur cangkang grid (<em>gridshell</em>) dari bambu.</p>
<p>Esti menekankan bahwa unsur kinetik dalam struktur bambu bukan hanya soal fungsi mekanik, tapi juga bahasa arsitektur yang bisa menghasilkan bentuk estetis dan adaptif.</p>
<p>"Workshop ini memberi kesempatan bagi peserta untuk bereksperimen dengan penggunaan bambu sebagai material struktur. Mereka juga belajar tentang prinsip-prinsip kinetik di dunia arsitektur," pungkas Esti.</p>
<p><strong>Tantangan Penggunaan AR</strong></p>
<p>Dari 27 mahasiswa yang terlibat, mereka terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing menggunakan metode berbeda, yakni AR dan manual untuk kemudian membandingkan hasil akhir untuk menentukan metode paling efektif dan efisien.</p>
<p>Paramesti Yasmin, mahasiswa Arsitektur Petra Angkatan 2023 yang tergabung dalam kelompok AR, membagikan pengalamannya. Ia bersama 9 rekan setimnya yang berasal dari multi kampus mengatakan bahwa tentangan di kelompok AR berada pada proses konektivitas.</p>
<p>"AR itu kadang untuk mengkonektikan alatnya ke layar atau ke bambu masih membutuhkan waktu yang lumayan lama, tapi kelompok kami memang yang paling menarik sih," ungkap Paramesti.</p>
<p>"Jadi meski metode yang paling efektif menurut saya itu masih menggunakan manual, tapi pengalaman menggunakan AR ini sangat berharga," imbuhnya.</p>
<p>Paramesti menambahkan, meskipun struktur yang mereka rakit pada hari keempat masih digerakkan secara manual dengan tangan, ada rencana agar mekanisme geraknya menggunakan kinetik dan bisa otomatis.</p>
<p>Melalui pendekatan tersebut, <em>Bamboo Nation 2025</em> tak hanya menunjukkan kerajinan tangan tradisional dipertemukan dengan inovasi modern, menjadikan bambu tak sekadar simbol lokalitas, tetapi juga jembatan menuju arsitektur berkelanjutan masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SEGTA 2025 UNAIR: Kolaborasi Internasional Semangat SDGs ke Pulau Kecil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/segta-2025-unair-kolaborasi-internasional-semangat-sdgs-ke-pulau-kecil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/segta-2025-unair-kolaborasi-internasional-semangat-sdgs-ke-pulau-kecil</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa tujuh negara kembangkan teknologi hijau di pulau terpencil Gili Iyang, wujudkan solusi energi bersih dan SDGs lewat aksi nyata lintas budaya dan disiplin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6894ac9718c8b.webp" length="46976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 22:12:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>FTMM, UNAIR, Universitas Airlangga, Sumenep, SDGs, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Sementara kota-kota besar berlomba mempercepat transisi energi hijau, tak sedikit wilayah di Indonesia yang masih bergantung pada genset atau bahkan hidup tanpa listrik. Padahal, <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) bukan hanya soal energi terbarukan, melainkan juga pemerataan.</p>
<p>Kesenjangan itulah yang coba dijembatani oleh mahasiswa dan akademisi dari tujuh negara lewat program<em> Sustainable Energy and Green Technology Applications</em> (SEGTA) 2025 yang merupakan kegiatan internasional FTMM UNAIR di tahun 2025 ini.</p>
<p><strong>Dukung 4 Poin SDGs Sekaligus</strong></p>
<p>Dosen Koordinator SDGs FTMM UNAIR, Septia Devi Prihastuti Yasmirullah, mengatakan bahwa SEGTA 2025 melalui berbagai kegiatan seperti community development dan juga academic outreach, mampu mendukung setidaknya empat poin SDGs, yaitu:</p>
<ul>
<li>SDG 6: <em>Clean Water and Sanitation</em></li>
<li>SDG 7: <em>Affordable and Clean Energy</em></li>
<li>SDG 9: <em>Industry, Innovation and Infrastructure</em></li>
<li>SDG 17: <em>Partnerships for the Goals</em></li>
</ul>
<p>Capaian tersebut diwujudkan melalui enam topik kegiatan community development yang berlangsung di Gili Iyang, Sumenep.</p>
<p>"Seluruh proyek community development yang kami jalankan di Gili Iyang dirancang untuk langsung menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengimplementasikan inovasi teknologi ramah lingkungan dari kampus," jelas Septia, Kamis (7/8/2025).</p>
<p><strong>Peresmian di Kota Besar, Aksi di Pulau Kecil</strong></p>
<p>SEGTA 2025 sendiri resmi dibuka pada Kamis, (7/8/2025), di Bima Suci Airlangga Convention Center (ACC), oleh Prof. Ni’matuzahroh, Wakil Dekan 1 FTMM sekaligus Plt. Dekan.</p>
<p>"Melalui SEGTA, peserta akan mengalami dua hal sekaligus. Pertama, mengenal inovasi teknologi berkelanjutan yang dikembangkan fakultas kami. Kedua, merasakannya langsung di tengah masyarakat di Sumenep dan Gili Iyang,” ujar Prof. Ni’matuzahroh dalam sambutannya.</p>
<p>Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti presentasi enam topik proyek yang akan dilaksanakan di lapangan. Kemudian mereka dibagi menjadi enam kelompok untuk sesi diskusi problem-solving selama 60 menit. Ini menjadi tahap awal sebelum mereka diterjunkan ke lokasi.</p>
<p><strong>Ada 91 Peserta dari 7 Negara</strong></p>
<p>Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan SEGTA yang keempat kalinya, dengan skala internasional yang semakin luas. Total terdapat 91 peserta, terdiri dari 62 mahasiswa dan 29 staf akademik.</p>
<p>Mereka berasal dari berbagai universitas di Indonesia dan tujuh negara lain, yakni: Malaysia, Thailand, Filipina, Palestina, China, Sudan, dan Gambia.</p>
<p>Kolaborasi lintas negara ini menjadi bagian dari strategi FTMM dalam membangun kemitraan internasional di bidang pendidikan dan inovasi berkelanjutan, sesuai dengan spirit SDG 17.</p>
<p><strong>Aplikasi Teknologi di Gili Iyang</strong></p>
<p>Kegiatan utama SEGTA berlangsung di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, yang dikenal sebagai salah satu pulau dengan kadar oksigen tertinggi di Indonesia. Namun di balik potensi itu, pulau ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses energi.</p>
<p>Beberapa program unggulan yang dilaksanakan meliputi:</p>
<ul>
<li><em>Solar-Powered Hydroponics</em>: solusi ketahanan pangan tanpa bahan bakar fosil</li>
<li><em>Coconut Tree Planting</em>: pelestarian oksigen alami</li>
<li><em>Electric Mobility Education</em>: edukasi kendaraan ramah lingkungan untuk pelajar</li>
<li><em>Air Quality Monitoring:</em> sistem pemantauan udara berbasis energi surya</li>
<li><em>Drone &amp; Green Tourism Policy</em>: dukungan teknologi untuk wisata berkelanjutan</li>
<li><em>Solar Shelter Maintenance</em>: memastikan kualitas infrastruktur energi bersih</li>
</ul>
<p>Semua kegiatan tersebut melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan lembaga setempat.</p>
<p><strong>Berlangsung di Tiga Wilayah</strong></p>
<p>Selain Gili Iyang dan Sumenep, rangkaian SEGTA 2025 juga menyentuh wilayah Probolinggo dan Surabaya. Seluruh kegiatan berlangsung dari 6 hingga 14 Agustus 2025, dengan mobilitas peserta yang diarahkan ke lapangan untuk menghubungkan teori dengan praktik.</p>
<p>SEGTA 2025 membuktikan bahwa teknologi hijau bukan hanya milik laboratorium atau forum elite global, tetapi bisa diterjemahkan menjadi aksi konkret yang menyentuh komunitas paling pinggiran. Dan dari pulau kecil seperti Gili Iyang, semangat menuju masa depan berkelanjutan itu terus dinyalakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KKG Kabupaten Malang Siap Kawal Implementasi Konsep Deep Learning</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kkg-kabupaten-malang-siap-kawal-implementasi-konsep-deep-learning</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kkg-kabupaten-malang-siap-kawal-implementasi-konsep-deep-learning</guid>
<description><![CDATA[ KKG PAI Kabupaten Malang menegaskan peran penting guru agama dalam mengimplementasikan konsep Deep Learning, sekaligus menyentuh isu kedisiplinan PPPK dan kesiapan perangkat ajar secara nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68949aa0b8d4a.webp" length="24890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 21:26:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Deep Learning, Kurikulum Baru, Guru PAI, KKG, Pendidikan Agama Islam, Disdik Malang, Kemenag, Kompetensi Guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP — </strong>Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Malang menyatakan siap mendampingi guru SD dalam menerapkan konsep <em>Deep Learning </em>di ruang kelas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketua KKG Kabupaten Malang, Bahrodin menyebut, pelatihan dua hari yang digelar Selasa hingga Rabu menjadi langkah konkret untuk mengubah pendekatan pendidikan agama.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Teman-teman guru agama paling tidak harus mengenal apa itu <em>Deep Learning</em>. Nantinya bisa ditindaklanjuti lebih mendalam di KKG kecamatan masing-masing,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurutnya, pendekatan baru itu menuntut guru menyampaikan materi secara reflektif dan kontekstual. Materi agama tak cukup disampaikan sebagai teori, tapi harus membentuk pemahaman bermakna.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tapi harus mampu membentuk pemahaman bermakna bagi siswa. Dan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru agama,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menegaskan, kesiapan KKG untuk memfasilitasi pelatihan lanjutan dan penyusunan perangkat ajar sesuai arah kurikulum. Langkah ini penting agar guru tidak tertinggal oleh perkembangan sistem pendidikan nasional.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kegiatan pembinaan ini khusus menyasar guru PAI tingkat SD dan melibatkan total 1.250 peserta yang terbagi dalam dua gelombang kegiatan pelatihan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Narasumber berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Inspektorat dan Dinas Pendidikan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Saat ini banyak guru yang berstatus PPPK. Maka, selain penguatan kompetensi, kami juga integrasikan materi tentang kedisiplinan ASN,” terang salah satu panitia kegiatan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Antusiasme peserta sangat tinggi sejak hari pertama. Para guru tetap mengikuti kegiatan hingga lewat pukul 13.00 WIB tanpa jeda istirahat, menunjukkan semangat mereka untuk belajar.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Tadi saya lihat sendiri, teman-teman sangat antusias. Kemarin bahkan sampai jam satu lebih tanpa istirahat. Itu menunjukkan semangat yang luar biasa,” ucapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kegiatan ini memang difokuskan pada guru PAI jenjang SD. Sementara untuk guru SMP, SMA, dan SMK, pelatihan akan dilakukan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) masing-masing.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Khusus guru SMP, SMA, dan SMK akan dilaksanakan kegiatan serupa melalui MGMP. Karena ini kurikulum baru, semua guru harus siap dan paham,” pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembinaan Pra&amp;Dakwah di Malang, Santri Al Ibrahimy Siap Diterjunkan ke Suku Anak Dalam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembinaan-pra-dakwah-di-malang-santri-al-ibrahimy-siap-diterjunkan-ke-suku-anak-dalam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembinaan-pra-dakwah-di-malang-santri-al-ibrahimy-siap-diterjunkan-ke-suku-anak-dalam</guid>
<description><![CDATA[ Empat santri jalani orientasi sebelum berangkat ke rimba Bukit Dua Belas Jambi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689448e07faea.webp" length="55068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 15:03:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>santri, dakwah, sukuanakdalam, jambi, bukitduabelas, alibrahimy, uas, pesantren, malang, situbondo, tauiyah, prada’wah, pendidikandakwah, kabupatenmalang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Usai menjalani pembinaan <em>tau'iyah</em> atau pra-dakwah selama dua pekan di Pondok Pesantren (PP) Nurul Haromain Pujon, Kabupaten Malang, empat santri mahasiswa dari Universitas Al Ibrahimy Situbondo bersiap diberangkatkan ke kawasan rimba Bukit Dua Belas Jambi guna menjalankan program pembinaan terhadap komunitas Suku Anak Dalam.</p>
<p>Koordinator pengiriman santri Da’i ke Suku Anak Dalam, Umar Faruq, menegaskan pentingnya kesiapan spiritual dan mental para da’i sebelum diterjunkan ke medan dakwah.</p>
<p>“Ini ikhtiar bersama agar para santri da’i benar-benar siap lahir batin sebelum diterjunkan ke medan dakwah yang sangat menantang di dalam rimba,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).</p>
<p>Kegiatan pembekalan ini dikenal dengan istilah Tau’iyah, yang berasal dari bahasa Arab taw’iyah, artinya penyadaran atau pembinaan. Dalam konteks ini, Tau’iyah dimaknai sebagai pembekalan pra-dakwah bagi santri calon da’i yang akan terjun ke masyarakat adat terpencil.</p>
<p>Program pembinaan ini diprakarsai oleh <em>Hai'ah</em> Ash Shofwah Al Malikiyyah dan telah berjalan sejak Februari 2019. Pengiriman pertama dilakukan langsung oleh Kiai Azaim Ibrahimy sebagai perwakilan dari Markaz Pusat <em>Hai’ah</em>.</p>
<p>Berbagai pesantren dan kampus Islam terus mendukung program ini dengan mengirimkan delegasi santri da’i. Di antaranya PP. Nurul Haromain Pujon Malang, PP. Assunniyah Kencong Jember, PP. Darullughah Wadda’wah Bangil, UII Dalwa Bangil, Universitas Al Falah Assunniyah (UAS) Kencong, dan Universitas Al Ibrahimy Situbondo.</p>
<p>Lebih lanjut, Umar menjelaskan jika empat santri dari Al Ibrahimy akan menyusul dua santri da’i dari UAS Kencong Jember yang telah lebih dahulu berada di lokasi. Mereka akan bersinergi dalam pembinaan spiritual, pendidikan, dan sosial masyarakat rimba.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pembinaan pra-dakwah ini mencakup penyamaan visi, penguatan spiritualitas, serta simulasi pendekatan dakwah kontekstual di tengah masyarakat adat.</p>
<p>“Meskipun dalam beberapa tahun sempat terganggu oleh pandemi, semangat pembinaan ini tidak pernah surut,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Cara Dinas Pendidikan Malang Cegah Anak Putus Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-cara-dinas-pendidikan-malang-cegah-anak-putus-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-cara-dinas-pendidikan-malang-cegah-anak-putus-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Malang genjot kerja sama lintas daerah demi mempermudah PPDB, perpindahan Dapodik, dan mencegah anak perbatasan putus sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6892165b36b8e.webp" length="90960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 23:10:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kabupaten Malang, pendidikan, PPDB, anak putus sekolah, sekolah perbatasan, dinas pendidikan, zonasi, dapodik, sekolah unggulan, akses pendidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memperkuat kerja sama antarwilayah untuk memperluas akses layanan pendidikan di daerah perbatasan, khususnya dengan Kabupaten Kediri, Pasuruan, dan Lumajang.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menyebutkan bahwa sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kerap menyulitkan siswa di perbatasan untuk mengakses sekolah terdekat yang berada di luar wilayah administratif Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kalau belum ada kerja sama antarwilayah, sistem zonasi memprioritaskan domisili masing-masing. Ini menyulitkan akses ke sekolah, padahal jaraknya lebih dekat,” jelasnya, Selasa (5/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini bisa menyebabkan anak-anak kesulitan memperoleh layanan pendidikan bahkan terancam putus sekolah.</p>
<p>“Jangan sampai hanya karena batas wilayah, anak-anak tidak bisa sekolah. Pemerintah wajib memastikan pendidikan yang adil dan tidak diskriminatif,” tegas Suwadji.</p>
<p>Selain soal zonasi, kerja sama itu juga mencakup kemudahan perpindahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pembinaan karakter, dan peningkatan wawasan kebangsaan.</p>
<p>Dindik juga menyiapkan skema pendampingan sekolah-sekolah unggulan. Nantinya, sekolah yang terlibat akan diarahkan untuk melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, religius, dan kompetitif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Renovasi Sekolah di Kota Batu Fokus Sasar Gedung Rusak Berat, Dindik Gelontor Anggaran Rp8,7 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/renovasi-sekolah-di-kota-batu-fokus-sasar-gedung-rusak-berat-dindik-gelontor-anggaran-rp87-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/renovasi-sekolah-di-kota-batu-fokus-sasar-gedung-rusak-berat-dindik-gelontor-anggaran-rp87-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Meski skala proyek tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu, Kadindik Kota Batu M.Chori menegaskan bahwa sasaran renovasi jauh lebih selektif. Pada 2024, Pemkot Batu merehabilitasi 39 sekolah dengan anggaran Rp 16,76 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6890a2bb992db.webp" length="28056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 20:02:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Pendidikan, Renovasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu tahun ini memprioritaskan renovasi sekolah dengan kondisi rusak berat. Melalui Dinas Pendidikan, proyek rehabilitasi akan difokuskan pada tiga gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan total anggaran sebesar Rp8,7 miliar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori pada Senin (4/8/2025) menyebutkan tiga sekolah yang masuk dalam program rehabilitasi fisik tahun ini adalah SDN Ngaglik 2, SDN Sisir 4, dan SDN Tulungrejo 4. Ketiganya mengalami kerusakan parah terutama pada bagian atap.</p>
<p>“Fokus tahun ini memang pada gedung sekolah yang masuk kategori rusak berat. Proyek akan segera dimulai, dan saat ini masih dalam proses lelang yang diperkirakan masuk tahap pengerjaan bulan September,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembangunan SDN Sidomulyo 3 yang sebelumnya sudah dimulai dan kini progresnya mencapai 85 persen.</p>
<p>Meski skala proyek tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu, Chori menegaskan bahwa sasaran renovasi jauh lebih selektif. Pada 2024, Pemkot Batu merehabilitasi 39 sekolah dengan anggaran Rp16,76 miliar.</p>
<p>“Anggaran tahun ini memang lebih kecil, tapi kami arahkan untuk benar-benar menyasar sekolah dengan kondisi bangunan yang sudah sangat darurat,” ujarnya.</p>
<p>Selain tiga sekolah tersebut, saat ini juga terdapat beberapa sekolah lain yang tengah menunggu tahap review dokumen untuk perbaikan. Di antaranya SDN Torongrejo 1, SDN Dadaprejo 1, SDN Bulukerto 1, SDN Sisir 2, SDN Temas 1, SDN Oro-Oro Ombo 3, SDN Sumberejo 2, dan SDN Beji 1.</p>
<p>Secara keseluruhan, terdapat 18 sekolah yang menjadi target pembangunan fisik tahun ini. Kegiatan rehabilitasi meliputi perbaikan atap, pembangunan ruang kelas, jamban, pagar, hingga tempat ibadah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Deep Learning sebagai Paradigma Baru Pendidikan: Guru Didorong Tinggalkan Zona Nyaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/deep-learning-sebagai-paradigma-baru-pendidikan-guru-didorong-tinggalkan-zona-nyaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/deep-learning-sebagai-paradigma-baru-pendidikan-guru-didorong-tinggalkan-zona-nyaman</guid>
<description><![CDATA[ Workshop di MBS Al-Amin Putri Kepanjen menghadirkan pendekatan sistemik yang menuntut rekonstruksi pola pikir guru agar sejalan dengan prinsip pembelajaran reflektif dan bermakna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68908b656b4f6.webp" length="20212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 18:16:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>deep learning, paradigma pendidikan, mindset guru, pembelajaran bermakna, guru malang, workshop pendidikan, mbs al-amin putri, arief joko suryadi, pendekatan pembelajaran, transformasi guru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Konsep <em>deep learning</em> atau pembelajaran mendalam diperkenalkan sebagai paradigma baru dalam lanskap pendidikan, yang mendorong guru untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini menjadi fokus utama dalam Workshop Strategis Pendidik yang digelar oleh Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Amin Putri Kepanjen.</p>
<p>Kegiatan bertema “Langkah Strategis Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran <em>Deep Learning</em>” ini, menghadirkan Arief Joko Suryadi, narasumber nasional yang menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru, melainkan pendekatan konseptual yang menuntut transformasi menyeluruh dalam mindset guru di aula.</p>
<p>“Pembelajaran mendalam adalah pendekatan sistemik yang menata ulang cara berpikir pendidik. Banyak guru yang belum keluar dari pola pikir stagnan dan inilah yang harus diintervensi,” ujar Arief, Senin (4/8/2025).</p>
<p>Melalui workshop ini, guru diajak merefleksi ulang posisi dan perannya dalam proses belajar. Arief menyoroti pentingnya transisi dari pola pikir tetap (<em>fixed mindset</em>) menuju pola pikir tumbuh (<em>growth mindset</em>) sebagai fondasi implementasi <em>deep learning</em>.</p>
<p>“Guru tidak hanya pengajar, tetapi fasilitator pertumbuhan. Maka, mereka harus memahami kerangka pembelajaran, pengalaman belajar, prinsip pembelajaran, hingga dimensi profil lulusan,” imbuhnya.</p>
<p>Kerangka pembelajaran mencakup praktik pedagogis reflektif, pemanfaatan lingkungan dan teknologi, serta kemitraan strategis. Sementara pengalaman belajar peserta didik diarahkan untuk mampu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan setiap proses yang dialami.</p>
<p>Prinsip pembelajaran mendalam juga harus mengutamakan kebermaknaan, kegembiraan, dan kesadaran. Dengan demikian, kegiatan belajar menjadi lebih hidup dan kontekstual.</p>
<p>“Akhir dari pembelajaran mendalam adalah terbentuknya peserta didik dengan mindset yang dinamis, yang terus tumbuh mengikuti perubahan zaman. Tapi itu harus dimulai dari kesadaran guru sendiri,” tegas Arief.</p>
<p>Workshop ini memperlihatkan urgensi pergeseran cara pandang dalam pendidikan, dari yang semula bersifat prosedural menjadi reflektif dan transformatif. </p>
<p><em>Deep learning </em>hadir bukan sebagai metode instan, melainkan sebagai kerangka filosofis baru bagi guru yang ingin melahirkan pembelajaran yang benar-benar berdampak.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Murid Sekolah Rakyat Dijanjikan Prioritas Penerima Bantuan Pemerintah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-murid-sekolah-rakyat-dijanjikan-prioritas-penerima-bantuan-pemerintah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-murid-sekolah-rakyat-dijanjikan-prioritas-penerima-bantuan-pemerintah</guid>
<description><![CDATA[ Orang tua siswa Sekolah Rakyat di Gresik dijanjikan jadi prioritas penerima bantuan pemerintah. Program ini diharapkan memacu semangat belajar dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68906e38e5967.webp" length="44926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 17:14:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, sekolah rakyat, sekolah rakyat Gresik, rsma 36 Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>GRESIK, SJP — </strong>Orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik dijanjikan menjadi penerima prioritas bantuan pemerintah. Janji tersebut disampaikan Dirjen Perlindungan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Agus Zainal Arifin, saat meluncurkan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik untuk tahun ajaran 2025/2026, Senin (4/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Agus menjelaskan, bukan hanya siswa miskin yang mendapat perhatian, tetapi orang tua mereka juga akan dimuliakan negara. Jika ada bantuan seperti Rumah Sejahtera Terpadu atau program serupa, orang tua siswa sekolah rakyat akan menjadi prioritas penerima.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selanjutnya, Agus menegaskan, program pemberdayaan masyarakat juga akan mengutamakan orang tua siswa Sekolah Rakyat. Termasuk pemberian pinjaman modal usaha, mereka yang berhak utama mendapatkan fasilitas tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jadi tidak hanya memuliakan siswa miskin sekolah rakyat. Rencananya orang tua siswa juga akan dimuliakan negara. Apabila ada bantuan seperti rumah sejahtera terpadu dan semacamnya diutamakan penerima ialah orang tua yang anak-anaknya sekolah di sekolah rakyat ini,” kata Agus.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Agus, siswa yang lulus dari Sekolah Rakyat akan memiliki kepercayaan diri tinggi dan berprestasi. Keberhasilan mereka akan turut mengangkat derajat orang tua.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Mudah-mudahan tercapai, ini amanat Presiden Prabowo Subianto seperti itu,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap anak-anak yang mengikuti program sekolah rakyat memiliki semangat menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Program ini diharapkan bermanfaat bagi anak dari keluarga tidak mampu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Sekolah rakyat ini semoga menjadi pemicu semangat untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu mencapai cita-citanya. Program ini juga merupakan salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan, bahwa pendidikan tidak terhalang oleh kesulitan ekonomi,” pungkasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">SRMA 37 Gresik menampung 75 siswa kelas 1 SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel). Sekolah ini khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori desil 1.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebanyak 75 murid SRMA 37 Gresik tahun ajaran 2025/2026 mulai masuk asrama pada 4 Agustus 2025 di UPT SMP Negeri 30 Gresik, Desa Mriyun, Kecamatan Sidayu. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wayang Kulit Lakon &amp;apos;Wahyu Katentreman&amp;apos; Pukau Warga Dusun Barik Desa Betet Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wayang-kulit-lakon-wahyu-katentreman-pukau-warga-dusun-barik-desa-betet-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wayang-kulit-lakon-wahyu-katentreman-pukau-warga-dusun-barik-desa-betet-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pagelaran wayang dengan lakon “Wahyu Katentreman” sering dipilih karena selaras dengan nilai budaya Jawa yang menjunjung harmoni, keselarasan hidup, dan pengendalian diri ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688f2952949a5.webp" length="67548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 18:34:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wayang kulit, wahyu katentreman, tasyakuran, dusun barik, Desa Betet, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Pertunjukan wayang kulit dimainkan di Dusun Barik Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk. Seperti diprediksi sebelumnya, warga membludak menonton pertunjukan ini.</p>
<p>Pertunjukan wayang kulit disiapkan di panggung utama di lapangan Desa Betet, Sabtu (2/8/2025) pukul 20.30 waktu setempat. Warga Desa Betet dan luar desa langsung duduk memenuhi seluruh kursi panjang yang disediakan.</p>
<p>Di barisan depan tampak duduk tamu undangan, mulai dari pejabat dan beberapa kepala desa (Kades) dan juga tuan rumah H.Supriyadi yang didampingi istrinya.</p>
<p>Para penonton yang tak kebagian tempat duduk berdiri di bagian belakang. Ada juga yang duduk melantai di depan panggung beralaskan rumput. Tua dan muda semua membaur tak sabar menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang akan dibawakan oleh Ki Anom Dwijo Kangko dari Karanganyar Jawa Tengah.</p>
<p>"Lewat lakon ini dia menggambarkan bahwa 'Wahyu Katentreman' ini mengajarkan nilai luhur, bahwa kedamaian bukan datang dari kekuasaan atau harta, tetapi dari hati yang bersih dan ikhlas menerima takdir Tuhan,” kata Ki Anom Dwijo Kangko yang menjadi langganan di Nganjuk, Sabtu (2/8/2025) malam</p>
<p>Pertunjukan wayang kulit pun dimulai sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Suara dalang Ki Anom terdengar bersemangat memainkan lakon, padu dengan suara sinden dan musik gamelan yang mengiringi.</p>
<p>Semua penonton seakan tersihir, terpaku menyaksikan pertunjukan. Mereka bisa mengikuti jalannya cerita dengan baik </p>
<p>Sinden dan musik gamelan yang mengiringi Ki Anom bukan sembarangan. Mereka dari 'Gamelan Group' yang merupakan kelompok muda-mudi yang terlatih. Mereka matang mempersiapkan pertunjukan ini dengan latihan rutin dan tidak mengecewahkan</p>
<p>Dalam lakon ini, diceritakan bahwa para ksatria dan tokoh pewayangan harus melalui berbagai ujian berat untuk mendapatkan wahyu tersebut. Bukan kekuatan fisik yang menjadi penentu, melainkan keteguhan hati, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Siapa yang mampu menjaga keseimbangan antara hawa nafsu dan akal budinya, dialah yang berhak menerima wahyu katentreman.</p>
<p>“Lakon ini mengajarkan nilai luhur, bahwa kedamaian bukan datang dari kekuasaan atau harta, tetapi dari hati yang bersih dan ikhlas menerima takdir Tuhan,” ujar Ki Anom Dwijo Kangko.</p>
<p>Penampilan dalang Ki Anom Dwijo Kangko diganjar tepuk tangan meriah usai memainkan lakon wahyu katentreman. Semua tampak puas menyaksikan lakon ini hingga akhir. Ditanya soal sukses penampilannya memukau, dalang Dwijo Kangko justru merendah.</p>
<p>"Siapapun yang memainkan wayangnya, tidak harus saya, saya kira pasti hasilnya akan sama," ucap pria asal Karanganyar ini.</p>
<p>H. Supriadi, yang juga tuan rumah saat ditemui awak media, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berdirinya musala yang telah menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat selama dua tahun terakhir.</p>
<p>"Alhamdulillah, kami bisa berbagi dengan warga kurang mampu. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa berkah untuk semua," ujarnya.</p>
<p>Pagelaran wayang dengan lakon “Wahyu Katentreman” sering dipilih karena selaras dengan nilai budaya Jawa yang menjunjung harmoni, keselarasan hidup, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan di era modern, ketika banyak orang mengejar ambisi duniawi hingga lupa arti ketentraman batin. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makam Kiai Muso, Warisan Sejarah Perlawanan dan Spiritual di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makam-kiai-muso-warisan-sejarah-perlawanan-dan-spiritual-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makam-kiai-muso-warisan-sejarah-perlawanan-dan-spiritual-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pelestarian situs ini diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah Nganjuk sebagai bagian dari daerah yang ikut berjuang pada masa penjajahan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688f0ae61babe.webp" length="26914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 15:29:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jejak sejarah, Kyai Muso, Pasukan Pangeran Diponegoro, Melawan Penjajah, Kolonial Belanda, Keturunan Raja, Penyebar agama islam, Makam Keramat, Desa Kedungombo Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Nama Kiai Muso menjadi salah satu jejak sejarah perlawanan rakyat Jawa terhadap penjajah Belanda, perjuangannya mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Sosok ini dikenal sebagai pejuang sekaligus ulama yang turut bergerak dalam barisan Pangeran Diponegoro pada era Perang Jawa (1825-1830). Hingga kini, makamnya masih bisa ditemukan di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Menurut cerita masyarakat, Kiai Muso hidup pada masa-masa sulit ketika kolonial Belanda memperluas pengaruhnya di tanah Jawa. Beliau disebut ikut bergerak dalam perlawanan rakyat Jawa.</p>
<p>Banyak pasukan diponegoro kejar hingga dibunuh oleh belanda, maka dari itu pasukan jawa menyebar di beberapa wilayah. Hingga Kiai Muso dalam perjalanan ke timur bersama dengan pasukan Raden Tumenggung Sosrodilogo, yang juga disebut Adipati Rajegwesi.</p>
<p>Selain bekas peninggalan era Majapahit, karena banyak temuan benda era klasik Hindu Budha, hingga tempat yang ditempati kususnya di daerah dekat sungai dan persawahan. Kiai Muso membuat bendungan dan mengalihkan aliran sungai ke arah lain, serta daerah yang lama banyak air, akhirnya menjadi dataran tinggi.</p>
<p><strong>Pusat Dakwah dan Perjuangan di Kedung Ombo</strong></p>
<p>Setelah itu, Kiai Muso menetap di Desa Kedung Ombo. Di sana, beliau mendirikan pusat dakwah, mengajarkan agama, dan menjadi panutan moral masyarakat. Warga setempat menuturkan, selain alim, juga memiliki karomah yang tidak dimiliki orang lain.</p>
<p>Di akhir masa hidupnya, Kiai Muso diangkat menjadi Demang di Desa Kedungombo. Kehadirannya menjadi penopang spiritual bagi masyarakat di wilayah Tanjunganom dan sekitarnya.</p>
<p>Seorang pemerhati sejarah, dan juga juru kunci malam, Aris Trio (48), mengatakan bahwa makam Kiai Muso menjadi simbol keberkahan dan warisan spiritual bagi warga. </p>
<p>“Beliau adalah keturunan raja sekaligus seorang wali yang mengabdi untuk umat. Banyak orang datang untuk mendoakan, sekaligus mengambil pelajaran dari perjuangan beliau,” ujarnya, Ahad (3/8/2025).</p>
<p><strong>Warisan yang Perlu Dijaga</strong></p>
<p>Hingga kini, makam Kyai Muso masih terawat baik di Desa Kedungombo. Setiap hari, tempat ini tidak pernah sepi dari peziarah. Mereka datang dari berbagai penjuru, mulai dari dalam Kota Nganjuk hingga luar daerah</p>
<p>Makam Kai Muso tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga destinasi sejarah yang perlu mendapat perhatian. Pelestarian situs ini diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah Nganjuk sebagai bagian dari daerah yang ikut berjuang pada masa penjajahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hingga Pertengahan 2025, Sebanyak 22 PPPK Guru di Blitar Gugat Cerai Pasangannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hingga-pertengahan-2025-sebanyak-22-pppk-guru-di-blitar-gugat-cerai-pasangannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hingga-pertengahan-2025-sebanyak-22-pppk-guru-di-blitar-gugat-cerai-pasangannya</guid>
<description><![CDATA[ Dulu sebelum diangkat PPPK, pasangan setia mendampingi. Setelah resmi jadi PPPK, giliran pasangan yang digugat cerai. Status baru bukan menguatkan, tapi malah memicu drama rumah tangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688deda199afc.webp" length="14378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 19:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>PPPK, Dinas Pendidikan, Kabupaten Blitar, Ajukan Perceraian, Blitar, Meningkat .</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">BLITAR, SJP</span></strong><span lang="IN"><strong> —</strong> Sebanyak 22 tenaga pendidik pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mengajukan permohonan perceraian pada semester pertama 2025 di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 15 kasus.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala Bidang Pengelolaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Deni Setiawan, menyebutkan, dari 22 permohonan perceraian itu, 15 diajukan oleh perempuan sebagai penggugat. Sebagian besar alasan perceraian adalah ketidaksesuaian, tanpa penjelasan detail penyebab.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Data menunjukkan pada tahun 2024 ada 14 izin perceraian yang kami tangani, dan di tahun 2025, masih semester pertama, sudah ada 22 izin perceraian,” ujar Deni, Sabtu (2/8/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Deni menambahkan, proses pengajuan perceraian bagi PPPK tidak bisa sembarangan. Wajib mengikuti prosedur administratif dengan izin pejabat pembina kepegawaian (PPK), yaitu Bupati Blitar.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jadi kalau ketentuan itu dilanggar, akan ada sanksi administratif yang akan diterima,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menyebutkan putusan pengadilan tidak bisa diterbitkan tanpa izin resmi dari Bupati Blitar. Ketentuan ini berlaku untuk menjaga tertib administrasi kepegawaian di lingkungan Dinas Pendidikan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Diakui secara Nasional, 400 GTT di Malang Didorong Masuk Dapodik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-diakui-secara-nasional-400-gtt-di-malang-didorong-masuk-dapodik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-diakui-secara-nasional-400-gtt-di-malang-didorong-masuk-dapodik</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 400 guru honorer di Kabupaten Malang diajukan untuk dimasukkan ke Dapodik demi pengakuan administratif dan akses kesejahteraan. Proses sedang berlangsung di kementerian terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688b6f758228c.webp" length="39852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 21:36:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>GTT, Dapodik, Guru Honorer, ASN 2025, PPG Prajab, Pemkab Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengajukan integrasi 400 guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah ini diambil sebagai upaya pengakuan administratif terhadap pendidik non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang belum tercatat dalam sistem nasional.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji mengatakan, permohonan telah disampaikan secara resmi ke sejumlah instansi terkait.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami sudah mengajukan permohonan resmi ke Kementerian Pendidikan, BKN, Kementerian PAN-RB, serta Bupati. Ada sekitar 400 tenaga pendidik yang belum masuk Dapodik, dan itu sedang dalam proses,” ujar Suwadji, Rabu (30/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menjelaskan, pendataan GTT hanya berlaku bagi guru yang telah aktif mengajar sebelum moratorium pengangkatan pada 2021. Guru yang mulai bertugas setelah tahun tersebut wajib melalui mekanisme validasi dan verifikasi khusus.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Guru-guru yang baru mulai mengajar setelah tahun tersebut perlu melalui mekanisme validasi dan pendataan khusus, termasuk verifikasi dari BKPSDM,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Suwadji, sebagian besar guru yang memenuhi kriteria dan telah mengantongi surat keterangan dari kepala dinas sebelumnya sudah tercatat dalam Dapodik. Namun, masih ada ratusan guru lain yang belum memperoleh pengakuan resmi secara nasional.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Belum terintegrasinya 400 guru tersebut, banyak di antaranya yang belum dapat mengakses hak-hak kesejahteraan sebagai tenaga pendidik,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di Kecamatan Lawang, pendataan disebut sudah berjalan maksimal. Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Lawang, Edi Kurniawan, menyatakan sebagian besar guru di wilayahnya telah berstatus ASN.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Di Kabupaten Malang itu, khususnya Lawang, hampir semuanya sudah ASN. Hanya beberapa saja yang belum masuk Dapodik, bisa dihitung dengan jari, mungkin sekitar 10-an,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Edi juga menekankan pentingnya kesiapan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan bagi para GTT.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Harapan saya, yang belum ikut PPG prajab untuk segera mengikuti. Kuatirnya nanti, perekrutan tahun depan diprioritaskan yang sudah ikut PPG. Mungkin itu yang menjadi peluang besar untuk menjadi ASN,” tutupnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispendik Bondowoso Klarifikasi Iuran Rp1,2 Juta di SDN Dabasah 1: Tanpa Paksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-klarifikasi-iuran-rp12-juta-di-sdn-dabasah-1-tanpa-paksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-klarifikasi-iuran-rp12-juta-di-sdn-dabasah-1-tanpa-paksaan</guid>
<description><![CDATA[ Dispendik Bondowoso klarifikasi iuran Rp1,2 juta di SDN Dabasah 1, tegas tidak boleh ada pengkondisian dan paksaan, buka layanan pengaduan bagi wali murid yang merasa dirugikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688b5a67d65eb.webp" length="56572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 20:04:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso langsung menindaklanjuti sorotan Komisi IV DPRD Bondowoso terkait iuran mencapai Rp1,2 juta per siswa di SDN Dabasah 1. Kepala Dispendik, Haeriah Yuliati, memanggil pihak komite sekolah dan ketua paguyuban kelas 1 hingga 6, Rabu (30/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami langsung klarifikasi kepada komite dan paguyuban, perihal adanya dugaan pengkondisian pembelian atribut dan LKS yang totalnya mencapai Rp1,2 juta,” ungkap Haeriah, Kamis (31/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Wanita yang pernah menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso ini tidak menyalahkan sekolah maupun paguyuban. Namun, dia menegaskan tidak boleh ada pengkondisian dari kedua pihak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Semua diserahkan kepada orang tua wali murid. Untuk atribut atau kebutuhan lainnya silakan membeli sendiri dan bisa di mana saja. Tidak boleh ada yang mengkoordinasi dan jangan sampai ada intervensi apalagi paksaan,” tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia juga mengedukasi wali murid bahwa pengadaan buku pelajaran dialokasikan dari dana bantuan operasi sekolah (BOS). Jika dana BOS tidak mencukupi, barulah ada pendanaan swadaya dari wali murid.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kalau tidak mencukupi (BOS), silakan diusahakan secara swadaya oleh wali murid. Jangan sampai ada unsur paksaan yang sifatnya memberatkan,” tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menanggapi sorotan DPRD, mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso ini berterima kasih atas kontrol sosial yang dilakukan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Saya tentu sangat berterima kasih. Ini bagian dari kontrol dari anggota dewan dalam menyikapi kebijakan di setiap lembaga pendidikan, agar tidak memberatkan masyarakat,” tuturnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dispendik Kabupaten Bondowoso juga membuka layanan pengaduan untuk semua lapisan masyarakat dan wali murid.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Laporkan jika ada pungutan yang memberatkan dan ada intimidasi dari sekolah. Pasti akan kami tindaklanjuti,” pesannya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia mengimbau paguyuban di seluruh SD dan SMP untuk berhati-hati mengambil keputusan yang bisa memberatkan orang tua murid.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Sekolah harus mengawasi paguyuban agar tidak salah dalam mengambil keputusan, apalagi sampai melanggar aturan,” pungkasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya, Komisi IV DPRD Bondowoso menyoroti iuran Rp1,2 juta di SDN Dabasah 1 yang digunakan untuk pembelian LKS, atribut, dan seragam. Rinciannya antara lain:<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li><span lang="IN">Buku kotak bersampul 11 buah: Rp55.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Buku gambar: Rp8.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Sabuk: Rp25.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Dasi: Rp20.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Topi: Rp25.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Buku paket tiga item: Rp471.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Buku LKS 7 item: Rp126.000<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Pembelian beberapa seragam lainnya<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Komisi IV DPRD Bondowoso mendesak paguyuban mengembalikan sisa anggaran pembelian buku dan kebutuhan siswa. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru dan Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat di Jombang, Dinsos Serahkan Sepenuhnya ke Kepsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-dan-siswa-mundur-dari-sekolah-rakyat-di-jombang-dinsos-serahkan-sepenuhnya-ke-kepsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-dan-siswa-mundur-dari-sekolah-rakyat-di-jombang-dinsos-serahkan-sepenuhnya-ke-kepsek</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Hari Purnomo menyerahkan langkah terbaik solusi untuk merespon mundurnya satu Guru dan Murid SR Jombang. Solusinya telah dijalankan oleh Kepsek SR Jombang, Andik Minarto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688b211392c97.webp" length="32594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 16:03:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sekolah Rakyat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Satu siswa dan satu guru yang mundur dari Sekolah Rakyat (SR) di Jombang mendapat respon dari stakeholder terkait. Dinas Sosial (Dinsos) Jombang berikut Kepala SR Jombang tengah menempuh upaya merespon hal tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Hari Purnomo menyerahkan langkah terbaik solusi untuk merespon mundurnya satu Guru dan Murid SR Jombang. Solusinya telah dijalankan oleh Kepsek SR Jombang, Andik Minarto. </p>
<p>"Selaku yang punya kewenangan operasional," ujar Hari Purnomo kepada wartawan, Kamis (31/7/2025). </p>
<p>Pihaknya sudah menerima laporan dari Kepala SR Jombang mengenai upaya persuasif untuk memastikan keberadaan guru dan siswa yang mengundurkan diri dari SR yang bertempat di Gedung SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu. </p>
<p>Sementara, Kepala SR, Andik Minarto menyampaikan upaya yang sudah dilakukan untuk penangan guru dan siswa yang mengundurkan diri. </p>
<p>”Jadi pendekatan kepada siswa sudah kita lakukan. Kita juga sudah koordinasi dengan Dinsos untuk dilakukan asesmen ulang," ujar Andik. </p>
<p>Jika dalam upaya pendekatan tidak membuahkan hasil. Maka siswa yang kosong akan dicarikan pengganti. </p>
<p>"Iya, akan dicarikan pengganti," ujarnya. </p>
<p>Disampaikan Andik, satu siswa mundur dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut dilaporkan sering menangis saat kegiatan belajar di SR. Bahkan terpantau beberapa kali, siswa perempuan tersebut enggan menyantap makanan yang disediakan. </p>
<p>”Dia sering nangis ingin pulang. Terus kemudian, hari Sabtu kemarin ingin kembali ke rumah bersama orang tuanya," bebernya. </p>
<p>Padahal, teman-teman sekamar sudah melakukan berbagai upaya untuk menyemangati siswi yang bersangkutan agar betah tinggal dan tetap bisa mengikuti kegiatan belajar bersama di SR. </p>
<p>Jika satu siswa mundur, maka di SR Jombang tersisa 99 orang siswa baik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun SMA. Kini para siswa tengah fokus pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sosial (MPLS) dengan berbagai materi penguatan karakter. </p>
<p>Termasuk kegiatan Matrikulasi untuk membekali siswa baru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang relevan dengan program studi yang akan mereka ikuti. </p>
<p>”Sementara ini kita fokus MPLS dan matrikulasi," ungkapnya. </p>
<p>Selain seorang siswa, ada satu guru yang mengundurkan diri dari SR. Guru yang dimaksud, guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru tersebut dilaporkan belum pernah masuk sejak dibuka 14 Juli lalu. </p>
<p>”Kami belum tahu alasannya. Karena kita menghubungi beliau langsung mengundurkan diri," jelasnya. </p>
<p>Dari total 19 guru di Sekolah Rakyat, hanya satu mapel PAI yang belum terisi. Meski demikian, Andik menyebut materi PAI masih bisa ditangani wali asuh yang kebetulan menguasai PAI. </p>
<p>”Apalagi saat ini belum kita berikan materi pelajaran umum. Namun lebih banyak ke matrikulasi dan peningkatan wawasan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selantang, Jadi Sarana Puluhan Lansia Lintas Agama dan Etnis di Bondowoso untuk Tingkatkan Kualitas Hidup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selantang-jadi-sarana-puluhan-lansia-lintas-agama-dan-etnis-di-bondowoso-untuk-tingkatkan-kualitas-hidup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selantang-jadi-sarana-puluhan-lansia-lintas-agama-dan-etnis-di-bondowoso-untuk-tingkatkan-kualitas-hidup</guid>
<description><![CDATA[ Program ini diikuti oleh 40 peserta wisuda lintas etnis dan lintas agama, yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran secara intensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688a33276baa6.webp" length="27134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 22:46:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>selantang, dinsos, lansia, pkk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Sebanyak 40 lansia lintas agama dan multi etnis di Kabupaten Bondowoso, diwisuda sebagai tanda lulusnya mereka dari sekolah lansia tangguh (Selantang) angkatan pertama, di pendopo Raden Bagus Assra, pada Rabu (30/7/2025).</p>
<p>Mengusung tema “Melalui Selantang Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia Agar Sehat, Aktif, Mandiri dan Produktif,” kegiatan ini menjadi penanda penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup lanjut usia di Bondowoso.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso, Kepala Dinas Sosial P3AKB, sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Sekolah Selantang, para pembina, serta para peserta wisuda Selantang.</p>
<p>Kepala Selantang, Mikenziy Linda M, menyampaikan, pendidikan Selantang dilaksanakan mulai sejak 16 Januari 2025 hingga 17 Juli 2025. Program ini diikuti oleh 40 peserta wisuda lintas etnis dan lintas agama, yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran secara intensif.</p>
<p>"Materi yang diberikan dalam program ini meliputi berbagai aspek penting bagi kehidupan lansia, di antaranya, tujuh dimensi lansia tangguh, delapan fungsi keluarga, spiritualitas dan ibadah, gangguan psikologis pada lansia, gizi lansia, kewirausahaan, kesehatan lansia, keterampilan vokasional seperti berkebun, PPGD dan terapi SEFT, senam diabetes, hingga penanganan osteoporosis," jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Sekda Bondowoso, Fathur Rozi  mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk konkret dari perhatian terhadap kelompok lansia. Beliau berharap, lulusan Selantang dapat menjadi pionir di lingkungannya masing-masing dalam menerapkan pola hidup sehat, aktif, dan produktif.</p>
<p>“Kami mengucapkan selamat kepada para wisudawan Selantang. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat harmoni sosial lintas etnis dan agama,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), Anisatul Hamidah menjelaskan, Selantang ini sejatinya usulan tokoh lintas agama yang menginginkan adanya ruang belajar bagi para lansia dari semua golongan.</p>
<p>“Sekolah ini menyatukan lansia dari berbagai suku. Ada Jawa, Tionghoa, Madura, Ambon, Dayak, dan Bali dalam satu ruang belajar yang inklusif. Mereka juga dari lintas agama, baik Islam, Kristen, Budha dan Hindu,” jelasnya.</p>
<p>Anisatul Hamidah menjelaskan, Selantang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia dan mendorong peningkatan angka harapan hidup di Bondowoso yang saat ini rata-rata 70 tahun untuk laki-laki dan 73 tahun untuk perempuan.</p>
<p>“Program ini didukung oleh BKKBN dan PKK. Kelas ini bukan satu-satunya, karena sebelumnya sudah ada program serupa untuk para ibu balita melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH),” tandasnya.</p>
<p>Dengan adanya program seperti Selantang, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat terus membangun masyarakat yang inklusif, sehat, dan berdaya, termasuk di kalangan usia lanjut.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wow! Iuran di SDN Dabasah 1 Jadi Sorotan Komisi IV DPRD Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wow-iuran-di-sdn-dabasah-1-jadi-sorotan-komisi-iv-dprd-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wow-iuran-di-sdn-dabasah-1-jadi-sorotan-komisi-iv-dprd-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Iuran tersebut dikoordinasi oleh paguyuban sekolah untuk membeli sejumlah buku, seragam dan atribut lainnnya yang jumlahnya mencapati Rp1,2 juta per siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688a33329fb47.webp" length="38442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 21:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BOS, pendidikan, iuran, sekolah, dasar, dprd, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Biaya sekolah di SDN Dabasah 1 Kabupaten Bondowoso yang mencapai Rp1,2 juta, menjadi sorotan Komisi IV DPRD setempat. Pasalnya, biaya sekolah ini dinilai memberatkan wali murid.</p>
<p>Bahkan, sebagai bentuk perhatian para wakil rakyat, atas aduan dari wali murid, akhirnya Komisi IV mendatangi sekolah dasar yang berada tepat di sisi barat gedung Pemkab Bondowoso ini, pada Rabu (30/7/2025).</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, penarikan uang sebesar Rp1,2 juta dipergunakan untuk membeli sejumlah keperluan dan perlengkapan siswa. Mulai dari buku, atribut dan seragam. Berikut rinciannya :</p>
<p>1.    Pembelian buku kotak bersampul 11 buah dengan total Rp55.000<br>2.    Pembelian buku gambar Rp8.000<br>3.    Pembelian sabuk Rp25.000<br>4.    Pembelian dasi Rp20.000<br>5.    Pembelian topi Rp25.000<br>6.    Pembelian buku paket tiga item Rp471.000<br>7.    Pembelian buku LKS 7 item 126.000<br>8.    Pembelian beberapa seragam lainnya.<br> <br>Saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A Mansur menjelaskan, pendidikan dasar adalah amanat UUD 1945 Pasal 31. Apalagi sudah ada putusan MK (Mahkamah Konstitusi), tentang pendidikan dasar gratis. </p>
<p>Oleh sebab itu, apa yang terjadi di SDN Dabasah 1 sangat bertentangan dengan amanat undang-undang dan keputuasan MK. Menurutnya, pembiayaan tersebut sangat tidak wajar, hingga mencapai Rp1,2 juta.<br> <br>“Setelah kami lihat ternyata besar dan pembeliannya tidak wajar. Sekolah minta begitu itu dasarnya apa, tidak ada yang bisa menjawab. Sudah jelas itu salah,” ungkapnya.</p>
<p>Dirinya juga mendesak pihak sekolah untuk mengembalikan sisa dari uang yang telah disetor oleh wali murid. Pasalnya, kata dia, jika dikalkulasi, jumlah yang dibutuhkan tidak sampai Rp1.2 juta.</p>
<p>“Misalnya nilai barang yang harus dibayar Rp 500 ribu, maka sisanya Rp 700 ribu harus dikembalikan kepada orang tua siswa,” tukasnya.</p>
<p><strong>Paguyuban Sekolah Harus Dibubarkan?</strong></p>
<p>Komisi IV DPRD BOndowoso juga meminta paguyuban sekolah untuk dibubarkan. Karena, pungutan sebesar Rp1,2 juta ternyata dikoordinasi oleh paguyuban sekolah yang dinilai tidak memilik dasar.</p>
<p>“Paguyuban tidak ada dasarnya. Kalau komite sekolah masih ada dasarnya. Saya minta kepada semua sekolah yang ada paguyuban agar dibubarkan,” tegas Abdul Majid, Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra.</p>
<p>Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, ini menjelaskan, bahwa iuran ini tidak berdasarkan aturan. Apalagi untuk membiayai kebutuhan yang tidak semestinya. </p>
<p>“Kami minta agar sekolah menggunakan dana BOS sesuai Permendiknas 8 tahun 2025,” pintanya. </p>
<p>Soal iuran yang berdasar pada rekomendasi paguyuban, Majid menegaskan bahwa paguyuban tidak ada regulasinya. Bahkan, dirinya menyoroti kegiatan paguyuban di sekolah yang sebenarnya tidak penting.</p>
<p>“Misalnya kegiatan Agustusan, kita wajib ndak? Kan tidak wajib. Ada karnaval dan sebagainya, itu kan tidak wajib, karena ada paguyuban jadi harus. Disetujui semuanya, tapi menjadi persetujuan yang keliru,” jelasnya.</p>
<p>Sementara Kepala Sekolah SDN Dabasah 1, Slamet Riyadi mengakui bahwa Rp 1,2 juta itu untuk buku, seragam dan beberapa item lainnya. Namun dia membantah ada iuran untuk les dan study tour. </p>
<p>Saat ditanya anggran buku dialokasikan dari dana BOS. Slamet membenarkan bahwa 20 persen dana BOS untuk buku.  Dia beralasan, bahwa perencanaan untuk BOS belum didok. </p>
<p>“Itu bisa dimasukkan di sana,” singkatnya.</p>
<p>Dia juga mengaku menerima atensi DPRD Bondowoso, agar kebutuhan yang bisa dianggarkan dari BOS agar tidak dibankan ke orang tua siswa, khususnya buku. </p>
<p>“Untuk kebaikan bersama,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjawab Krisis Akses Sekolah di Perbatasan, Kabupaten Malang Dorong Integrasi Layanan Pendidikan Lintas Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjawab-krisis-akses-sekolah-di-perbatasan-kabupaten-malang-dorong-integrasi-layanan-pendidikan-lintas-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjawab-krisis-akses-sekolah-di-perbatasan-kabupaten-malang-dorong-integrasi-layanan-pendidikan-lintas-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Zonasi dan perpindahan Dapodik kerap jadi kendala pendidikan di perbatasan. Pemkab Malang bentuk skema kolaboratif sebagai solusinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688a2950c2505.webp" length="43158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 21:17:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, zonasi, kabupaten malang, dapodik, siswa perbatasan, sekolah unggulan, universitas negeri malang, kerja sama daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Ketimpangan akses pendidikan di wilayah perbatasan menjadi salah satu persoalan krusial yang kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malang.</p>
<p>Sistem zonasi dan administrasi pendataan pendidikan (Dapodik) yang kaku selama ini menyulitkan mobilitas siswa antardaerah, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain.</p>
<p>Sebagai respon terhadap hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bekerja sama lintas daerah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, Universitas Negeri Malang (UM) turut dilibatkan dalam skema pendampingan terhadap sekolah unggulan.</p>
<p>"PKS ini kita buat untuk menjamin mutu dan layanan pendidikan, terutama di daerah perbatasan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).</p>
<p>Menurutnya, kerja sama tersebut memuat beberapa poin penting. Pertama, memberi kemudahan bagi siswa luar daerah untuk bersekolah di Kabupaten Malang dan sebaliknya, tanpa terkendala sistem zonasi.</p>
<p>“Zonasi memprioritaskan domisili wilayah sendiri, sehingga yang dari luar sulit dapat tempat,” jelas Suwadji.</p>
<p>Kedua, kemudahan administrasi bagi siswa yang berpindah sekolah, termasuk dalam proses pemindahan data Dapodik.</p>
<p>“Kalau sebelumnya belum ada kerja sama, proses pindah sekolah bisa terkendala karena Dapodik tidak langsung sinkron,” imbuhnya.</p>
<p>Berikut, lanjut Suwadji, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pencegahan anak putus sekolah di kawasan yang berbatasan, serta peningkatan kualitas layanan melalui kawasan pendidikan yang berkarakter dan adaptif.</p>
<p>Lebih lanjut, Suwadji menegaskan bahwa sinergi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan tidak diskriminatif.</p>
<p>“Kita ingin semua anak tetap bisa sekolah di mana pun tanpa harus terhambat sistem,” katanya.</p>
<p>Dalam PKS yang sama, Universitas Negeri Malang (UM) berperan melakukan pendampingan terhadap sekolah-sekolah unggulan di Kabupaten Malang, terutama pada jenjang SD dan SMP.</p>
<p>“Outputnya agar siswa kita tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga religius, nasionalis, dan siap berkompetisi,” tambah Suwadji.</p>
<p>Sebagai informasi, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilangsungkan pada Senin (28/7/2025) di Ruang Rapat Anusapati, Kepanjen.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Malang, perwakilan dari ketiga kabupaten mitra, serta jajaran dari Universitas Negeri Malang.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menekankan pentingnya kolaborasi kelembagaan dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital dan masyarakat terbuka.</p>
<p>Program ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya urusan sektoral, melainkan tanggung jawab bersama antarwilayah untuk menjamin keadilan sosial dan masa depan generasi penerus.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>125 Mahasiswa Dapat Beasiswa, Ketua Baznas Malang: Kuliah Ditanggung, Tapi Tak Boleh Menikah Dulu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/125-mahasiswa-dapat-beasiswa-ketua-baznas-malang-kuliah-ditanggung-tapi-tak-boleh-menikah-dulu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/125-mahasiswa-dapat-beasiswa-ketua-baznas-malang-kuliah-ditanggung-tapi-tak-boleh-menikah-dulu</guid>
<description><![CDATA[ Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kembali disalurkan Baznas Kabupaten Malang. Tahun ini, 126 mahasiswa dari keluarga prasejahtera mendapat beasiswa penuh selama delapan semester. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6889f5d9986f9.webp" length="21512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 18:32:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Baznas Kabupaten Malang, SKSS 2025, Beasiswa Malang, Satu Keluarga Satu Sarjana, Zakat Untuk Pendidikan, KH Khoirul Hafidz Fanani, Pendidikan Tanpa Putus, Malang Menginspirasi, Berita Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebanyak 125 mahasiswa baru dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Malang mendapat beasiswa penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang. </p>
<p>Program bertajuk Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) ini menjadi langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan tinggi.</p>
<p>Penyaluran beasiswa dilakukan melalui kerja sama resmi antara Baznas dan delapan perguruan tinggi mitra yang seluruhnya berada di wilayah Kabupaten Malang. Penandatanganan perjanjian kerja sama berlangsung di Pendopo Kepanjen dan disaksikan langsung Bupati Malang HM Sanusi.</p>
<p>Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH Khoirul Hafidz Fanani, menjelaskan bahwa beasiswa mencakup seluruh biaya kuliah selama delapan semester, mulai dari UKT hingga proses administrasi wisuda. Namun, ada syarat penting yang wajib dipatuhi mahasiswa penerima.</p>
<p>“Kami buatkan perjanjian. Tidak boleh berhenti di tengah jalan dan juga tidak diperkenankan menikah dulu. Harus selesai delapan semester. Ini sudah disepakati saat pertemuan dengan mahasiswa dan wali,” katanya, Rabu (30/7/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program ini bukan ditujukan bagi mereka yang sekadar unggul secara akademik, melainkan bagi anak-anak yang punya kemauan kuat kuliah, tetapi terhalang oleh keterbatasan ekonomi.</p>
<p>“Lalu, kami tidak mencari yang pintar atau tidak pintar. Yang penting dari keluarga prasejahtera dan memang serius ingin kuliah. Proses survei juga ketat, kami datang langsung ke rumah dan konfirmasi ke tetangga,” tegasnya.</p>
<p>Para penerima beasiswa bebas memilih kampus tujuan dari delapan kampus mitra yang telah disediakan. Di luar itu, pendaftaran tidak diterima.</p>
<p>Program SKSS ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya dan telah menjangkau ratusan mahasiswa dari berbagai pelosok Kabupaten Malang. Ke depan, Baznas berkomitmen memperluas jangkauan agar semakin banyak keluarga miskin memiliki lulusan sarjana pertama.</p>
<p>"Penyerahan mahasiswa ke kampus masing-masing dijadwalkan mulai minggu depan. Dari 126 yang awalnya terdaftar satu mundur sehingga total hari ini ada 125 calon mahasiswa," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru dan Murid Sekolah Rakyat di Jombang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-dan-murid-sekolah-rakyat-di-jombang-mengundurkan-diri-ini-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-dan-murid-sekolah-rakyat-di-jombang-mengundurkan-diri-ini-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Berdasar teknis pelaksanaan SR, waktu sekitar dua pekan menjadi kesempatan bagi murid pada tahap awal untuk pengenalan lingkungan dan juga program matrikulasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6888d28018d75.webp" length="46922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 21:31:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sekolah Rakyat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Satu orang guru dan satu orang murid Sekolah Rakyat (SR) di Jombang mengundurkan diri dari kegiatan belajar mengajar. Walaupun kegiatan SR di gedung sementara SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang baru berjalan sekitar dua pekan. </p>
<p>Berdasar teknis pelaksanaan SR, waktu sekitar dua pekan menjadi kesempatan bagi murid pada tahap awal untuk pengenalan lingkungan dan juga program matrikulasi. </p>
<p>Kepala SR Jombang, Andik Minarto menyebut satu guru pengampu Pendidikan Agama Islam (PAI) mengundurkan diri. Guru dimaksud merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian Agama (Kemenag). </p>
<p>“Tenaga pendidik ini langsung mengundurkan diri. Tidak dijelaskan secara rinci, tapi karena statusnya PNS, kemungkinan besar akan kembali ke instansi asal," ucap Andik saat ditemui wartawan pada Selasa (29/7/2025).</p>
<p>Selain guru, satu orang siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) juga memilih mengundurkan diri. Siswi tersebut beralasan memiliki rasa tidak betah karena jauh dari orang tua. </p>
<p>“Baru dua minggu berjalan, satu siswa menyatakan mundur karena mengalami <em>homesick.</em> Kami sudah melakukan pendekatan, namun keputusan akhir masih bergantung pada siswi dan keluarganya," bebernya. </p>
<p>Andik Minarto telah menyampaikan perihal pengunduran diri guru dan siswa SR kementrian sosial dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Namun, hingga kini belum ada petunjuk teknis terkait pergantian siswa maupun guru yang mundur.</p>
<p>“Sampai sekarang kami belum menerima arahan pengganti siswa atau guru. Kami tetap berupaya secara persuasif, terutama kepada siswa, agar dapat kembali melanjutkan proses belajarnya," bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Penculikan Siswa SMPN 4 Kertosono Nganjuk Terekam CCTV: Pihak Sekolah Lamban Tangani Kasus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-penculikan-siswa-smpn-4-nganjuk-terekam-cctv-pihak-sekolah-lamban-tangani-kasus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-penculikan-siswa-smpn-4-nganjuk-terekam-cctv-pihak-sekolah-lamban-tangani-kasus</guid>
<description><![CDATA[ Meski bukti visual sudah ada, pihak sekolah dinilai kurang serius dalam menyikapi peristiwa tersebut. Sampai saat ini polisi masih menunggu laporan dari pihak sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688887d376525.webp" length="29938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 17:34:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus Penculikan, tangkapan CCTV, Siswa kelas 7a, SMPN 4 Kertosono, laporan polisi, Polsek Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Sebuah rekaman CCTV di lingkungan SMPN 4 Nganjuk menunjukkan adanya dugaan percobaan penculikan terhadap salah satu siswi. Meski bukti visual sudah ada, pihak sekolah dinilai kurang serius dalam menyikapi peristiwa tersebut. Hingga kini, laporan resmi ke aparat penegak hukum pun belum dibuat.</p>
<p>Kejadian itu terjadi pada hari Minggu (27/7/2025) dan sempat menggegerkan warga sekitar sekolah. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria tak dikenal berusaha mendekati siswa kelas 7 A saat jam pulang sekolah. Untungnya, aksi mencurigakan itu gagal karena siswa tersebut berhasil menghindar dan langsung menuju ke arah musala di dalam sekolah.</p>
<p>Namun, langkah penanganan dari pihak sekolah dinilai lamban. Kepala SMPN 4 Kertosono diwakili bagian Humas Ulipratina didampingi Endang Muji, saat ditemui Suarajatimpost membenarkan bahwa ada indikasi percobaan penculikan, namun belum mengambil langkah hukum, sehingga hal itu menuai kritik dari sejumlah orang tua murid.</p>
<p>"Dari pihak Polsek dan Bhabinkabtibmas sudah datang ke sini, dan juga orang tuanya diantar ke Polsek," katanya singkat.</p>
<p>Disinggung kondisi psikis siswa, Endang Muji menyebut jika siswa berinisial NY yang diduga menjadi korban tidak mengalami trauma. Bahkan, ia mempertanyakan kenapa kejadian tersebut sampai dibesar-besarkan oleh media.</p>
<p>"Anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma kok. Kenapa kok dibesar-besarkan seperti ini?” ujarnya sambil merekam wartawan yang tengah melakukan peliputan melalui kamera ponselnya.</p>
<p>Endang Muji yang mengaku mengajar matematika mengungkap, bahwa siswa yang menjadi target percobaan penculikan merupakan calon siswa baru yang belum sepenuhnya menyelesaikan syarat administrasi masuk sekolah.</p>
<p>“Maaf, kami belum bisa menyampaikan identitasnya karena secara resmi datanya belum masuk ke sistem sekolah. Dia memang datang dari SDN Kalianyar Kertosono, tapi masih tahap daftar ulang,” jelasnya sambil merekam.</p>
<p>Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kertosono Iptu Puryanto saat dikonfirmasi merasa kaget mendengar mengakuan pihak sekolah. Namun sangat menyayangkan, karena di CCTV sekolah menangkap objek mobil yang diduga penculikan anak </p>
<p>“Kami sudah mendengar informasi dan bahkan sudah melihat cuplikan CCTV-nya. Tapi sampai saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak sekolah. Sepertinya mereka masih ragu-ragu,” jelas Puryanto.</p>
<p>Pihak kepolisian menyatakan siap melakukan penyelidikan lebih lanjut jika laporan resmi disampaikan.</p>
<p>Untuk sementara, polisi mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan serta memberikan edukasi keamanan kepada para siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasokan BBM Tersendat, Sekolah di Jember Longgarkan Aturan Kehadiran Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasokan-bbm-tersendat-sekolah-di-jember-longgarkan-aturan-kehadiran-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasokan-bbm-tersendat-sekolah-di-jember-longgarkan-aturan-kehadiran-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Kelangkaan BBM di Jember berdampak pada aktivitas pendidikan. Bupati dan Cabdin mengeluarkan kebijakan fleksibel bagi sekolah, memberi kelonggaran kehadiran siswa tanpa sanksi berat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68887fd439345.webp" length="41922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 15:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">JEMBER, SJP —</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember berdampak luas, tidak hanya terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga kegiatan pendidikan. Banyak pelajar kesulitan berangkat ke sekolah karena keterlambatan pasokan BBM.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Merespons kondisi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerbitkan surat edaran (SE) kepada dinas terkait untuk menyesuaikan aktivitas, termasuk memberi kelonggaran kepada SD/MI dan SMP/MTs agar dapat melaksanakan pembelajaran secara daring hingga pasokan BBM kembali stabil.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kondisi serupa juga dirasakan oleh pelajar tingkat SMA/SMK. Banyak dari mereka kesulitan datang ke sekolah karena kendaraan tidak mendapatkan pasokan BBM. Namun, pembelajaran daring tidak diberlakukan bagi jenjang ini.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami tetap mengikuti anjuran bahwa siswa SMA dan SMK masuk seperti biasa. Tapi kami memberi kelonggaran jika ada siswa yang datang terlambat atau tidak masuk dengan alasan yang jelas. Mereka tidak akan dikenai sanksi berat, sesuai kebijakan masing-masing sekolah," ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang, Sugeng Trianto, Selasa (29/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sugeng menambahkan, hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari Gubernur Jawa Timur untuk menerapkan pembelajaran daring di tingkat SMA/SMK. "Untuk daring belum ada, kami masih menunggu petunjuk dari Gubernur," tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PGRI 05 Kencong, Amarul Fajri, mengungkapkan pihaknya telah menerima SE Bupati Jember Nomor 400.3.1/3550/35.09.310/2025 tentang penyesuaian pembelajaran akibat kelangkaan BBM.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami memang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi, jadi untuk keputusan daring kami tetap menunggu surat edaran dari Gubernur Jawa Timur," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai solusi, pihak sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, siswa yang datang terlambat diberi kelonggaran dengan membuat laporan foto mandiri (selfie) di SPBU sebagai bukti antre BBM.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Jika siswa tidak bisa masuk, kami berkoordinasi dengan orang tua. Materi tetap kami kirim melalui WhatsApp agar mereka tetap bisa belajar. Kami tidak memberikan sanksi karena kondisi ini adalah darurat dan menyangkut isu nasional," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Siswa SD di Tulungagung Dirujuk ke Puskesmas usai Ikuti PKG di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-sd-di-tulungagung-dirujuk-ke-puskesmas-usai-ikuti-pkg-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-siswa-sd-di-tulungagung-dirujuk-ke-puskesmas-usai-ikuti-pkg-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan siswa SD di Tulungagung direkomendasikan pemeriksaan lanjutan usai ikut program kesehatan gratis. Ditemukan gangguan mata, telinga, gigi, hingga obesitas akibat penggunaan gawai berlebihan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68887eb04645a.webp" length="43596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 15:14:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemeriksaan kesehatan gratis, pkg, sdn 1 kesambi, puskesmas bandung, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="237" data-end="530"><strong>TULUNGAGUNG, SJP —</strong> Puluhan siswa SD di Kabupaten Tulungagung direkomendasikan menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas usai mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG). Pemeriksaan ini menyasar seluruh aspek kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga berat badan siswa.</p>
<p data-start="532" data-end="806">Pada Selasa (29/7/2025), tim dari Puskesmas Bandung Tulungagung melaksanakan PKG di SDN 1 Kesambi sebagai bagian program rutin yang menargetkan tujuh sekolah dasar selama bulan ini. Hingga kini, lima sekolah telah didatangi dengan total 221 siswa menjadi sasaran pemeriksaan.</p>
<p data-start="808" data-end="1028">Asmaiyah, pemegang program anak usia sekolah dan remaja di Puskesmas Bandung, menjelaskan bahwa dari pemeriksaan yang dilakukan terdapat puluhan siswa yang akhirnya dirujuk ke berbagai poli untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p data-start="1030" data-end="1249">“Jumlah siswa yang kami sarankan untuk dirujuk ke poli gigi sebanyak 30 anak, dan ke balai pengobatan ada 14 anak. Sedangkan untuk poli mata, kami rujuk sekitar 16 siswa karena mengalami gangguan visual,” ujar Asmaiyah.</p>
<p data-start="1251" data-end="1498">Selain itu, dari hasil pemeriksaan telinga ditemukan 63 anak memiliki serumen atau kotoran telinga yang cukup mengganggu, beberapa bahkan mengalami penyumbatan cukup keras. Anak-anak ini sebagian besar akan dirujuk ke unit gawat darurat puskesmas.</p>
<p data-start="1500" data-end="1696">Menurut Asmaiyah, salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan gangguan telinga pada anak-anak ini adalah penggunaan gawai yang berlebihan tanpa pengawasan waktu yang memadai dari orang tua.</p>
<p data-start="1698" data-end="1918">“Waktu kami tanya, apakah ada pembatasan dalam penggunaan handphone, hampir semuanya menjawab tidak ada. Jadi bisa disimpulkan bahwa terlalu sering menatap layar menjadi pemicu utama keluhan mata dan telinga,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1920" data-end="2146">Dalam pemeriksaan di SDN 1 Kesambi tersebut, ditemukan pula satu anak mengalami obesitas dan satu lainnya kelebihan berat badan. Meski demikian, sebagian besar anak memiliki tekanan darah dan tinggi badan dalam kondisi normal.</p>
<p data-start="2148" data-end="2278">Asmaiyah menekankan pentingnya deteksi dini melalui program PKG untuk mencegah berkembangnya gangguan kesehatan yang lebih serius.</p>
<p data-start="2280" data-end="2531">“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar bila ditemukan masalah sejak dini seperti gangguan penglihatan, pendengaran, hingga obesitas bisa segera ditangani. Ini bagian dari upaya promotif dan preventif kami di puskesmas,” ujarnya.</p>
<p data-start="2533" data-end="2807">Salah satu siswa kelas dua, Muhammad Abizard Faraz Raufa, mengaku senang mengikuti pemeriksaan ini. Dia mengatakan proses berjalan lancar mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga pengecekan mata dan telinga. Namun, dia mengeluhkan adanya masalah pada giginya.</p>
<p data-start="2809" data-end="2896">“Gigi saya bolong, jadi pas diperiksa disuruh periksa lagi ke puskesmas,” kata Abizard.</p>
<p data-start="2898" data-end="3163">Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan di sekolah-sekolah lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Puskesmas Bandung Tulungagung. Diharapkan para orang tua juga mulai lebih memperhatikan pola hidup sehat anak, termasuk membatasi durasi bermain gawai. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2898" data-end="3163"><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayoritas Kecamatan Belum Miliki BKMM Aktif, Bupati Malang Minta Percepatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mayoritas-kecamatan-belum-miliki-bkmm-aktif-bupati-malang-minta-percepatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mayoritas-kecamatan-belum-miliki-bkmm-aktif-bupati-malang-minta-percepatan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang dorong sinergi DMI dan BKMM dalam mengelola program keagamaan. Bupati Sanusi tekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat serta perlunya pengelolaan masjid yang profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6886e2a233951.webp" length="37664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 11:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>BKMM Kabupaten Malang, Hj Aminah, DMI Kabupaten Malang, KH Imam Sibaweh, Pemerintah Kabupaten Malang, Kecamatan Dampit, Ranting BKMM, Masjid Besar Baiturrahman, Forkopimcam Dampit</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP —</strong> </span><span lang="IN">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan kegiatan keagamaan. Hal itu disampaikan Bupati Malang M. Sanusi dalam pelantikan Pengurus Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Dampit serta Ranting Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) se-Kecamatan Dampit di Masjid Besar Baiturrahman, Ahad (27/7/2025) sore.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Saya harap ke depan para pengurus ini dapat meningkatkan sinergitas dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan pemerintah daerah, agar program-program keagamaan sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah,” tegas Bupati Sanusi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menambahkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga semangat religius masyarakat agar tetap tumbuh dan berkembang secara positif.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Program keagamaan tidak boleh hanya menjadi rutinitas, tetapi harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketua Pengurus Daerah BKMM Kabupaten Malang, Aminah, turut menyampaikan bahwa sejauh ini baru 11 dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang telah memiliki ranting BKMM aktif. Hal tersebut menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Terdapat 11 dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang sudah memiliki ranting. Sisanya masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami, dan ini akan terus kami garap. Pemerataan ini penting supaya kegiatan majelis taklim di masjid bisa lebih terkoordinasi,” jelas Aminah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menambahkan bahwa pemerataan pembentukan ranting BKMM akan sulit dicapai tanpa dukungan dari berbagai pihak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar target pemerataan ini tercapai lebih cepat,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Malang KH. Imam Sibaweh menyoroti pentingnya pengelolaan masjid secara profesional, khususnya dalam penjadwalan imam dan pembinaan jemaah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Pengelolaan masjid harus semakin profesional, terutama dalam penjadwalan imam. Ini krusial, karena terkait langsung dengan paham yang dianut jemaah. DMI juga terus mendorong agar pengurus masjid lebih tertib dan terarah dalam manajemennya,” tegasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KNPI Soroti Angka Pengangguran dan Minimnya Fasilitas Pemuda di Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/knpi-soroti-angka-pengangguran-dan-minimnya-fasilitas-pemuda-di-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/knpi-soroti-angka-pengangguran-dan-minimnya-fasilitas-pemuda-di-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ KNPI Kabupaten Malang mendesak regulasi kepemudaan lebih jelas. Soroti 530 ribu pemuda hadapi pengangguran dan minimnya fasilitas, seperti ketiadaan gedung pemuda, yang butuh tanggung jawab moral pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6886139ae4e3a.webp" length="35132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 20:01:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>KNPI 52 Tahun, Kepemudaan Malang, Pemuda Berdaya, Regulasi Pemuda, Malang Berbenah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang mendesak pemerintah daerah segera merumuskan regulasi kepemudaan yang lebih jelas dan terarah. Desakan ini disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, dalam peringatan Hari Lahir KNPI ke-52 di Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang, Ahad (27/7/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurut Zulham, selama ini program kepemudaan di Kabupaten Malang cenderung bersifat seremonial. Ia menilai program yang ada belum menyentuh akar permasalahan mendasar yang dihadapi kaum muda.</p>
<p></p>
<p>"Regulasi ini penting karena bicara kepemudaan bukan hanya soal kegiatan, tetapi juga pengangguran, pendidikan, prestasi olahraga, hingga penyediaan sarana aktivitas. Bahkan kita belum punya gedung pemuda hingga hari ini," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Zulham menambahkan, jika regulasi ini terwujud, pemerintah akan memiliki kewajiban tegas untuk mendukung perkembangan pemuda secara komprehensif. Ia berharap, regulasi ini akan membuka jalan bagi penyediaan fasilitas yang memadai dan kesempatan lebih luas bagi pemuda di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah ke depan harapannya fasilitas kepemudaan bisa hadir dan memberi warna. Kita bicara tata kelola pemerintahan ini soal regenerasi. Kalau pemuda tidak disiapkan sejak sekarang, lima tahun ke depan akan sulit," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Zulham juga menyoroti tingginya jumlah pemuda di Kabupaten Malang yang mencapai sekitar 530 ribu orang. Mayoritas dari mereka menghadapi kendala serius, terutama di sektor pendidikan dan pengangguran. KNPI memandang ini sebagai pekerjaan rumah bersama.</p>
<p></p>
<p>"Ini pekerjaan rumah bersama. Pemuda harus disiapkan, apalagi pemerintah daerah punya tanggung jawab moral dalam memfasilitasi masa depan mereka," tandas Zulham. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Blitar Terapkan Kurikulum Koding dan AI untuk Pelajar, Dimulai Juli 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-terapkan-kurikulum-koding-dan-ai-untuk-pelajar-dimulai-juli-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-terapkan-kurikulum-koding-dan-ai-untuk-pelajar-dimulai-juli-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kota Blitar mulai terapkan kurikulum koding dan AI bagi siswa SD kelas 4 &amp; 5, serta jenjang SMP, mulai Juli 2025. Program Kemendikdasmen ini didukung pelatihan guru untuk siapkan generasi digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68860278e7924.webp" length="67182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 18:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pembelajaran, Koding, Kecerdasan Artifisial, Blitar, Mulai Diterapkan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP — </strong>Dunia pendidikan di Kota Blitar siap menyongsong era digital dengan dimulainya pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) bagi para siswa. </p>
<p>Inisiatif ini menandai langkah progresif pemerintah kota dalam membekali generasi muda dengan keterampilan relevan di masa depan. Penerapan kurikulum baru ini dilakukan secara bertahap dan terencana.</p>
<p>Pada tahap awal, kurikulum ini akan menyasar siswa kelas IV dan V sekolah dasar (SD), serta seluruh siswa di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). </p>
<p>Kebijakan ini merupakan bagian integral dari kurikulum baru yang telah digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).</p>
<p>Dindin Alinurdin, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar, menjelaskan bahwa implementasi program ini bukan untuk seluruh siswa. Ia menegaskan, fokus awal adalah pada kelompok usia yang strategis untuk pengenalan teknologi.</p>
<p>"Pada tahap awal tidak untuk semua siswa, tapi untuk siswa SD kelas 4 dan 5, serta siswa jenjang SMP," ujar Dindin pada Ahad (27/7/2025).</p>
<p>Pembelajaran koding dan AI ini dijadwalkan mulai diterapkan pada Juli 2025. Sebagai persiapan, Dindik telah membekali puluhan tenaga pengajar. </p>
<p>Sebanyak 20 guru SD dan 12 guru SMP telah mengikuti pelatihan khusus tentang pembelajaran AI yang diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen.</p>
<p>Para guru yang telah mendapatkan pelatihan ini diharapkan menjadi pionir. Mereka akan menyebarkan ilmu yang diperoleh dan memberikan pendampingan teknis kepada rekan-rekan guru lainnya.</p>
<p>"Sudah ada beberapa guru yang mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian dan mereka bisa memberikan pendampingan kepada guru yang lain," tambah Dindin.</p>
<p>Dindin merinci, materi pembelajaran koding akan mencakup pemahaman konsep dasar, pengenalan bahasa pemrograman, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. </p>
<p>Sementara itu, materi pembelajaran AI tidak hanya terbatas pada pemrograman komputer. Kurikulum ini juga akan membahas logika berpikir sistematis, peningkatan literasi digital, hingga pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Penyesuaian Anggaran, Pengadaan Seragam Gratis bagi Siswa Baru di Kota Blitar Molor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-penyesuaian-anggaran-pengadaan-seragam-gratis-bagi-siswa-baru-di-kota-blitar-molor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-penyesuaian-anggaran-pengadaan-seragam-gratis-bagi-siswa-baru-di-kota-blitar-molor</guid>
<description><![CDATA[ Pengadaan seragam gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026 mulai tingkat TK-SMP di Kota Blitar mengalami keterlambatan atau molor. Hal ini merupakan imbas dari penyesuaian anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688601d2876bc.webp" length="40684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 18:03:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pengadaan, Seragam Gratis, Blitar, Siswa, Keterlambatan, Molor .</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP —</strong> Pengadaan seragam gratis bagi siswa baru di Kota Blitar mulai jenjang TK, SD dan SMP pada tahun ajaran baru 2025/2026 mengalami keterlambatan atau molor.</p>
<p>Awalnya pengadaan seragam gratis bagi siswa baru ditargetkan pada bulan Juli. Namun, kini ditunda hingga akhir Agustus atau awal September 2025.</p>
<p>Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Jais Alwi mengatakan keterlambatan pengadaan seragam gratis bagi siswa baru ini, karena masih menunggu penyesuaian anggaran atau proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).</p>
<p>"Insyaallah nanti pengadaan bisa dilakukan pada akhir Agustus hingga awal September 2025," kata dia, Ahad (27/7/2025).</p>
<p>Selain itu, menurut Jais keterlambatan pengadaan seragam gratis bagi siswa baru ini juga dipengaruhi dengan perubahan skema. Jika sebelumnya diberikan dalam bentuk kain beserta ongkos jahit, pada tahun ajaran 2025/2026 diberikan dalam bentuk seragam siap pakai.</p>
<p>"Kalau tahun sebelumnya berupa kain dan ongkos jahit, pada tahun ini diberikan dalam bentuk seragam siap pakai," ujarnya.</p>
<p>Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin memastikan semua siswa baru dipastikan akan mendapatkan jenis seragam lengkap, meskipun penyalurannya sedikit terlambat.</p>
<p>Keterlambatan pengadaan seragam gratis ini bagi dia bukan kendala yang serius. Sehingga, pada awal tahun ajaran baru 2025/2026 memberikan kesempatan bagi penjual seragam untuk tetap terlibat.</p>
<p>"Tidak masalah, kami juga memberikan kesempatan bagi toko-toko seragam supaya tetap bergeliat, dan pertumbuhan ekonomi pun tetap terjadi. Nanti akan kami salurkan, semua siswa dapat lengkap," imbuhnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menelusuri Sejarah Eyang Prawiro Suratmadja, Guru dari Ulama Besar di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menelusuri-sejarah-eyang-prawiro-suratmadja-guru-dari-ulama-besar-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menelusuri-sejarah-eyang-prawiro-suratmadja-guru-dari-ulama-besar-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Namanya dikenal luas karena karomah atau keistimewaannya yang diyakini mampu hadir dan mengajar di empat tempat berbeda dalam waktu yang sama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6886009a23943.webp" length="76128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 17:33:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Makam Eyang  Prawiro Suratmadja, Ki Ageng Abdul Jali, Jejak sejarah, wisata religi, ulama besar, era mataram islam, Desa Ngetos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP — </strong>Sosok Eyang Prawiro Suratmadja atau yang juga dikenal sebagai Ki Ageng Abdul Jamil, merupakan salah satu tokoh spiritual dan penyebar agama Islam yang disegani di wilayah Jawa Timur. Namanya dikenal luas karena karomah atau keistimewaannya yang diyakini mampu hadir dan mengajar di empat tempat berbeda dalam waktu yang sama.</p>
<p>Eyang Prawiro Suratmadja dipercaya hidup pada masa transisi antara akhir era Mataram Islam dan awal masuknya kolonialisme Belanda. Beliau lahir masa kolonial yang madsih bercokol di bumi pertiwi. Ki ageng Abdul jamil di lahirkan ketika pulau jawa masih berkecamuk perang melawan penjajah belanda, yang kondisinya cukup berantakan dan tidak menentu. </p>
<p>Selain itu, dia dikenal sebagai guru rohani ulama besar, sekaligus panutan masyarakat karena kesederhanaannya, kealimannya, serta kedekatannya dengan murid-muridnya dari berbagai penjuru.</p>
<p>Dalam hal tersebut, dia sosok orang yang sudah tidak bisa dianggap remeh dalam mental, pikiran maupun keilmuan. Semasa kecil dia digembleng di keluarga yang cukup kental dengan religi yang dalam.</p>
<p>Namun demikian, dia juga putra dari seorang ulama sekaligus pejabat pemerintahan masa Kadipaten. Dia putra dari Kiai Ahmad Mubarq bin Syeh Abdul Hamid dan keturunan dari Tumenggung Caruban hingga Adipari Sumorota Ponorogo. Jika ke atas ki ageng Abdul Jamil masih keturunan dari punggawa kerajaan Mataram Islam. </p>
<p>Selain itu juga, saat usia kecil sudah mengenyam pondok pesantren mulai dari Madura, Gresik, hingga Ponorogo. Setelah dewasa kembali ke rumah tinggalnya yang sekarang berada di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Ki Ageng Abdul Jamil selama hidupnya tidak pernah memperlihatkan keilmuanya. Dia terlihat seperti orang Jawa pada umumnya. Ketika perang Jepang sudah sudah ikut perang hingga perang agresi militer 1 hingga 2. </p>
<p>Salah satu kisah yang melegenda dan menjadi bahan tutur dari generasi ke generasi adalah kemampuannya dalam mendampingi para santri di empat tempat berbeda secara bersamaan.</p>
<p>Keempat tempat itu disebut berada di kawasan Jawa Timur, antara lain di sekitar wilayah Nganjuk. Di masing-masing lokasi, murid-muridnya bersaksi bahwa Eyang hadir secara fisik, mengajar kitab kuning, berdiskusi soal tasawuf, bahkan memimpin dzikir bersama. Semua terjadi di waktu yang bersamaan.</p>
<p>Santri yang pernah mengenyam keilmuannya antara lain Gus Maksum, Kiai Mansyur Mujusari, Kiai Khudori, Kiai Hakim Sekar Putih, Mbah Gafur yang makamnya di Hargojali, Mbah gafur hidup ikut ki Ageng Abdul Jamil selama 7 tahun, dan masih banyak santrinya</p>
<p>Menurut cerita dari para keturunannya dan masyarakat setempat, karomah tersebut adalah bentuk kemuliaan dari kedalaman ilmu spiritual yang dia miliki. Tidak sedikit yang meyakini bahwa Eyang telah mencapai maqom kewalian, sehingga dapat "digandakan" oleh kehendak Allah demi menebarkan ilmu dan kebaikan.</p>
<p>Makam Eyang Prawiro Suratmadja kini menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Setiap haul atau peringatan wafatnya, ribuan orang datang untuk berdoa dan mengenang jasa-jasanya.</p>
<p>Aris Trio mengatakan bahwa pelajaran terbesar dari Eyang bukan sekadar keistimewaan spiritual, tapi semangat menyebarkan ilmu dan membimbing umat tanpa kenal lelah.</p>
<p>“Beliau bukan hanya seorang ulama, tapi juga pembuka jalan batin bagi para muridnya. Karomahnya hanyalah penguat, tapi inti ajarannya adalah ilmu, adab, dan keikhlasan,” ujar Aris</p>
<p>Menurut Aris, selain sebagai sesepuh Desa Ngetos, dia juga masih saudara dengan Syeh Abu Yusuf Ngetos, dan juga cucu dari Syeh Abdul Hamid. Makam Ki Ageng Abdul Jamil ke barat dari makam Syeh Abu yusuf, kurang lebih 3 meter jaraknya.</p>
<p>"Peninggalan yang masih ada hingga sekarang pohon ringin yang ditanam di tengah alun-alun Kabupaten Nganjuk. Hal itu masih dikuatkan dengan saksi hidup yang pernah mengetaui," kata Aris, Ahad (27/7/2025).</p>
<p>Sebelum meninggal, Ki Ageng Abdul Jamil memberikan informasi kepada murid-muridnya agar segera ke rumah untuk belajar ilmu. Seperti karena dia tahu sebentar lagi dirinya akan meninggal. Ternyata benar, dia meninggal tahun 1983.</p>
<p>Walaupun sudah meninggal dunia, Eyang Prawiro Suratmadja menjadi bukti bahwa warisan spiritual Nusantara sangat kaya dan sarat nilai. Karomah yang melekat pada dirinya hingga kini menjadi pengingat bahwa keberkahan ilmu dan perjuangan tidak selalu terukur oleh logika, tapi bisa dirasakan melalui keyakinan dan warisan amal baik. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Blitar Perintahkan Pendataan Siswa untuk Ajukan Beasiswa KIP Kuliah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-perintahkan-pendataan-siswa-untuk-ajukan-beasiswa-kip-kuliah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-perintahkan-pendataan-siswa-untuk-ajukan-beasiswa-kip-kuliah</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Blitar minta Dinas Pendidikan data siswa untuk ajukan beasiswa KIP Kuliah. Pemkot bantu keluarga kurang mampu dengan APBD dan surat keterangan miskin agar bisa kuliah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6884af8d591ec.webp" length="19860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 19:33:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Wali Kota Blitar, Mas Ibbin, Kawal, Anak Tidak Mampu, Kuliah, Perguruan Tinggi, Kota Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">KOTA BLITAR, SJP</span></strong><span lang="IN"><strong> — </strong>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memerintahkan Dinas Pendidikan (Dindik) melakukan pendataan siswa lulusan SMA/SMK sederajat. Data ini akan digunakan untuk mengajukan bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ke pemerintah pusat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami kawal supaya anak-anak Kota Blitar bisa melanjutkan pendidikan ke perkuliahan atau perguruan tinggi,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibbin, Sabtu (26/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mas Ibbin menjelaskan, selain bantuan KIPK, Pemkot Blitar juga siap mengalokasikan anggaran dari APBD untuk membantu siswa yang belum terkaver beasiswa tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Saya sendiri siap mengeluarkan surat miskin dan akan koordinasi dengan rektor perguruan tinggi, supaya anak-anak Kota Blitar yang kurang mampu bisa menjadi prioritas mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Mas Ibbin, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Blitar mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan tinggi. Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>Editor: Ali Wafa</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tawa Anak&amp;Anak Bermain Permainan Tradisional Warnai Hari Anak di Desa Widoro Trenggalek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tawa-anak-anak-bermain-permainan-tradisional-warnai-hari-anak-di-desa-widoro-trenggalek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tawa-anak-anak-bermain-permainan-tradisional-warnai-hari-anak-di-desa-widoro-trenggalek</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, kegiatan ini menjadi semacam oase. Bukti bahwa permainan tradisional tak pernah benar-benar usang, hanya menanti untuk dikenalkan kembali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68849189edc7e.webp" length="103636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 16:34:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, gandusari, widoro, kkn, uin satu tulungagung, permainan, tradisional, engklek, dakon, ular tangga, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Di tengah semilirnya angin Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, tawa puluhan anak pecah memecah keheningan. Mereka berlarian, melompat, melempar dakon, memutar holahop, dan menapak kotak-kotak engklek dengan kaki kecil yang cekatan.</p>
<p>Di tempat sederhana yang dikenal sebagai Saung Ledokan Widoro itu, suasana mendadak hidup, bukan karena layar gawai, melainkan oleh warisan permainan dari masa lalu.</p>
<p>Hari itu, Jumat (25/7/2025), bukan hari biasa bagi anak-anak di Desa Widoro. Sebuah kegiatan sederhana bertajuk “Peringatan Hari Anak Nasional” digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung.</p>
<p>Mereka mengajak anak-anak kembali mengenal permainan yang mungkin sudah asing bagi generasi sekarang. Holahop berputar di pinggang, batu engklek dilempar dengan hati-hati, dan papan ular tangga dirubung tawa.</p>
<p>Tak ada notifikasi dari ponsel. Tak ada mata yang tertunduk ke layar. Hanya semangat, interaksi, dan nostalgia yang memenuhi hari itu.</p>
<p>Muhammad Fardhan Kusuma Atmaja, Koordinator Desa KKN UIN SATU Tulungagung, tampak sibuk memandu jalannya kegiatan. Namun senyum tak pernah lepas dari wajahnya.</p>
<p>Bagi Fardhan, ini bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah upaya kecil namun penting untuk mengajak anak-anak menjauh sejenak dari kecanduan gadget yang kian meluas.</p>
<p>"Kami ingin memperingati Hari Anak Nasional sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional," tuturnya.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari berbagai lembaga pendidikan di Desa Widoro: mulai dari SDN 1, 2, dan 3, Madrasah Ibtidaiyah Widoro, hingga PAUD dan TK setempat.</p>
<p>Wajah-wajah polos mereka menyimpan kekaguman, karena sebagian dari mereka memang baru kali itu mengenal permainan seperti engklek atau dakon.</p>
<p>"Harapannya dengan mengenal permainan tradisional ini agar anak-anak itu tidak terpaku pada gadget dan juga untuk menunjukkan permainan tradisional kepada anak-anak. Karena anak-anak zaman sekarang itu masih banyak yang asinglah terhadap permainan tradisional yang ada," ungkap Fardhan.</p>
<p>Sementara itu, salah satu anak yang mengikuti kegiatan, Fano (7), mengaku senang mengenal permainan tradisional engklek. Matanya berbinar ketika dia melompat-lompat di atas kotak engklek.</p>
<p>"Tadi main engklek. Sebelumnya belum pernah main. Senang, karena bisa main ramai-ramai sama teman-teman," katanya polos.</p>
<p>Jovan, siswa kelas 1 lainnya, juga tampak semangat. Ia mengaku jarang, bahkan nyaris tak pernah, melihat permainan ini di lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<p>Meski digelar sederhana, kegiatan ini menyisakan kesan mendalam. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga para orang tua dan pendamping yang hadir.</p>
<p>Mereka menyadari, ada cara yang lebih hangat dan mendidik untuk membuat anak-anak bahagia, tanpa perlu terpaku pada layar kecil di tangan mereka.</p>
<p>Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, kegiatan ini menjadi semacam oase. Bukti bahwa permainan tradisional tak pernah benar-benar usang, hanya menanti untuk dikenalkan kembali. Dan di Desa Widoro, langkah kecil itu baru saja dimulai, dengan tawa, lompatan kecil, dan holahop yang berputar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Kesadaran Keamanan Digital, Remaja Diajak Bijak Bermedsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-kesadaran-keamanan-digital-remaja-diajak-bijak-bermedsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-kesadaran-keamanan-digital-remaja-diajak-bijak-bermedsos</guid>
<description><![CDATA[ Kelompok 60 PMT 3 Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang mengelar workshop bertema “Keamanan Digital”  di SMKN Tutur, Kabupaten Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68841f8825aa1.webp" length="64600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 08:58:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>BijakBermediaSosial, CerdasDigital, KeamananDigital, LawanHoaks, agaDataPribadi, PelajarMelekDigital</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Di tengah masifnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, kesadaran akan keamanan digital dan perlindungan data pribadi dinilai masih perlu ditingkatkan.</p>
<p>Maraknya penyebaran hoaks, penyalahgunaan informasi, serta rendahnya literasi digital menjadi tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini.</p>
<p>Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan workshop bertema “Keamanan Digital” yang digelar oleh Kelompok 60 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) 3 Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang di SMKN Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jumat (25/7/2025).</p>
<p>Dalam pemaparan materinya, narasumber Asfira Rachmat Rinata menekankan pentingnya membangun sikap kritis dalam mengonsumsi informasi digital, serta kewaspadaan dalam menjaga data pribadi.</p>
<p>“Media sosial sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, tapi penyalahgunaannya juga sering terjadi, terutama dalam bentuk penyebaran informasi palsu yang tidak berbasis fakta,” ujar Asfira.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa hoaks bukan hanya menyesatkan, tapi juga dapat menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman yang cukup tentang etika digital dan perlindungan privasi.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh 230 siswa dan guru ini tak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi tentang berbagai risiko di dunia maya dan cara menghadapinya. Harapannya, para pelajar mampu menjadi pengguna internet yang cerdas, bertanggung jawab, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.</p>
<p>Melalui pendekatan edukatif seperti ini, pemahaman akan literasi digital diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam perilaku sehari-hari pelajar di dunia digital. (**)</p>
<p><strong>Penulis : </strong>Kelompok 60 PMT 3 UNITRI</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebanyak 4.508  Anak di Kabupaten Mojokerto Putus Sekolah, Ternyata Ini Sebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebanyak-4508-anak-di-kabupaten-mojokerto-putus-sekolah-ternyata-ini-sebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebanyak-4508-anak-di-kabupaten-mojokerto-putus-sekolah-ternyata-ini-sebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Unicef, banyaknya anak tidak sekolah di Kabupaten Mojokerto secara umum karena faktor budaya dan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6882079f80204.webp" length="33064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 19:32:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">MOJOKERTO, SJP</span></strong><span lang="IN"><strong>—</strong>Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto merilis angka kasus anak putus sekolah di tahun 2025 ini yang tembus 4.508 anak. Sementara di tahun 2024, angka anak putus sekolah di Kabupaten Mojokerto sebanyak 4.936 anak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Liswati mengungkapkan, data itu diambil dari dashboard Kemdikdasmen. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara menurut United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef), ada dua faktor utama alasan anak putus atau tidak sekolah. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pertama, yaitu faktor budaya. Artinya, budaya dalam hal ini bisa disebabkan oleh pernikahan dini, faktor keluarga, dan faktor lingkungan yang kurang baik. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kalau penyebab yang spesifik anak tidak sekolah di Kabupaten Mojokerto menurut Unicef secara umum karena faktor budaya dan ekonomi," kata Liswati, Kamis (24/7/2025). <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto disebutnya telah melakukan berbagai langkah demi menekan angka anak putus sekolah di Bumi Majapahit. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami terus melakukan koordinasi antar OPD (organisasi perangkat daerah) untuk melakukan sosialisasi pendidikan di masyarakat," urainya. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mengoptimalkan peran pendidikan nonformal yang dikelola pemerintah daerah seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Keduanya disebutnya sebagai sarana melakukan pendekatan terhadap anak-anak tidak sekolah berdasarkan data yang sudah ada. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Melakukan kegiatan peningkatan life skill untuk murid paket C di pendidikan kesetaraan sebagai bekal pengetahuan kebutuhan dunia kerja," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Blitar Berlakukan Jam Malam Bagi Pelajar, Maksimal Pukul 22.00 WIB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-berlakukan-jam-malam-bagi-pelajar-maksimal-pukul-2200-wib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-berlakukan-jam-malam-bagi-pelajar-maksimal-pukul-2200-wib</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin akan membuat surat edaran terkait pengaturan jam malam bagi pelajar yang ada di wilayahnya. Rencananya, jam malam bagi pelajar di Kota Blitar akan diberlakukan mulai bulan ini dan maksimal pukul 22.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6881a82e2be84.webp" length="15420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 11:01:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Wali Kota, Blitar, Berlakukan, Jam Malam, Anak-Anak, Pelajar, Pukul 22.00 WIB.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bakal memberlakukan aturan baru untuk kalangan pelajar di wilayahnya. Rencananya, pada bulan Juni 2025 ini, Pemkot Blitar bakal memberlakukan kebijakan aktivitas malam hari atau jam malam bagi peserta didik supaya tak keluyuran.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Pemberlakukan jam malam bagi pelajar di Kota Blitar dengan batas waktu maksimal pukul 22.00 WIB.</p>
<p>Sebagai dasar hukum kebijakan ini, pihaknya akan menerbitkan surat edaran (SE) Wali Kota dan saat ini sedang disusun bersama OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan lain sebagainya.</p>
<p>"Sekitar jam 10 malam sudah cukup ya, anak-anak kita pagi harus sekolah dan pagi hari harus sudah bangun. Jadi, tidak boleh tidur malam, maksimal jam 10," ucap Wali Kota Blitar Syauqul Muhhibbin, Kamis (24/7/2025).</p>
<p>Pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini mengungkapkan alasan pemberlakuan jam malam bagi pelajar maksimal pukul 22.00 WIB. Yakni anak-anak atau pelajar di wilayahnya harus cukup istirahat, karena keesokan harinya sudah disibukan dengan kegiatan sekolah dan itu harus dijalani dengan fokus.</p>
<p>Selain itu, juga sebagai upaya untuk mencegah kenakalan remaja. Apalagi, di Kota Blitar sudah cukup banyak tempat nongkrong yang nyaman, namun tidak tepat jika dimanfaatkan oleh anak-anak atau pelajar di wilayahnya. Menurutnya, tempat tersebut cocok digunakan oleh masyarakat yang sudah berusia dewasa.</p>
<p>"Sekarang ini kan Kota Blitar sudah sangat nyaman, tempat nongkrong enak. Sudah difasilitasi, tapi kalau sudah malam tidak untuk anak-anak atau pelajar. Itu khusus tempat untuk orang dewasa," ungkapnya.</p>
<p>Jika kebijakan ini sudah resmi diberlakukan, Petugas gabungan Kota Blitar akan melakukan patroli di semua wilayah untuk memastikan anak-anak atau pelajar tidak keluyuran malam hari hingga mele ati batas waktu yang ditentukan.</p>
<p>Anak-anak atau pelajar yang diketahui berada di luar rumah diatas pukul 22.00 WIB, akan dipulangkan dan orang tua akan dipanggil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prestasi Anak Yatim Asal Wagir Malang Dapat Perhatian Legislatif, Fraksi Golkar Bantu Beasiswa Olimpiade Singapura</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prestasi-anak-yatim-asal-wagir-malang-dapat-perhatian-legislatif-fraksi-golkar-bantu-beasiswa-olimpiade-singapura</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prestasi-anak-yatim-asal-wagir-malang-dapat-perhatian-legislatif-fraksi-golkar-bantu-beasiswa-olimpiade-singapura</guid>
<description><![CDATA[ Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Malang serahkan bantuan Rp 5 juta dan dorong pemerintah daerah dukung pembiayaan beasiswa Zafran ke Singapura ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6880b5da60e05.webp" length="25010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 17:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>prestasi anak bangsa, anak yatim berprestasi, wagir malang, legislatif peduli pendidikan, golkar bantu beasiswa, malang berprestasi, olimpiade matematika, beasiswa singapura</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Prestasi membanggakan anak yatim asal Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, mendapat perhatian khusus dari legislatif.</p>
<p>Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Malang mendatangi SDN 4 Dalisodo untuk memberikan apresiasi langsung kepada Al Zahfran Akmal Adibrata, murid berprestasi yang lolos <em>Mathematics Olympic Camps Singapore Scholarship</em> 2025-2026.</p>
<p>Kunjungan pada Selasa (22/7/2025) itu dipimpin Ketua Fraksi Golkar Sujono bersama beberapa anggota dewan. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sudarman, yang menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta kepada Zafran.</p>
<p>“Zafran ini sudah membanggakan Kabupaten Malang, tetapi keluarganya kesulitan membiayai keberangkatannya ke Singapura. Kami meminta pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan ikut memberi dukungan moral maupun pembiayaan,” kata Sudarman, Rabu (23/7/2025).</p>
<p>Selain memberikan bantuan, Fraksi Golkar juga mengapresiasi orang tua asuh, pihak sekolah, dan Kepala Desa Dalisodo yang telah memfasilitasi Zafran hingga meraih prestasi tingkat nasional.</p>
<p><strong>Segudang Prestasi Nasional</strong></p>
<p>Sepanjang tahun ini, Zafran meraih Juara 1 Sains dan Juara 2 Matematika Olimpiade Topaz, serta prestasi serupa pada Olimpiade Obor Langit.</p>
<p>Berkat kemampuannya, murid yatim ini mendapat kesempatan langka mengikuti pelatihan matematika di Singapura.</p>
<p>“Kami akan terus memberi perhatian khusus agar anak ini bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang tinggi dan mewujudkan cita-citanya,” tambah Sudarman.</p>
<p>Zafran kini diasuh oleh orang tua asuhnya setelah ayahnya meninggal dunia. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap semangat belajar hingga berhasil mengharumkan nama Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPD LRPPN&amp;Bhayangkara Indonesia Nganjuk Sosialisasi Bahaya Narkoba di MTsN 9 Juwet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpd-lrppn-bhayangkara-indonesia-nganjuk-sosialisasi-bahaya-narkoba-di-mtsn-9-juwet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpd-lrppn-bhayangkara-indonesia-nganjuk-sosialisasi-bahaya-narkoba-di-mtsn-9-juwet</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dan guru sebagai bentuk edukasi dini untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten narkotika. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687e50467dcc9.webp" length="44288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 22:05:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sosialisasi, bahaya narkoba, siswa siswi, MtsN 9 Juwet, Narkoba, LPRNN, Madarasah, Kemenag, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 9 Juwet Kecamatan Ngronggot, Nganjuk mendapatkan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari LRPPN-Bhayangkara Indonesia DPD Nganjuk, Senin (21/7/2025).</p>
<p>Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dan guru sebagai bentuk edukasi dini untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.</p>
<p>Ketua DPD LRPPN-Bhayangkara Indonesia Nganjuk, Sugeng Eko Waluyo saat memberikan sosialisasi dan penyuluhan P4GN, memaparkan kondisi terkini penyalahgunaan narkoba juga menjadi masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia.</p>
<p>Hampir semua kalangan terdampak dan menjadi korban obat terlarang ini, tak terkecuali anak-anak dan remaja dan para pelajar.</p>
<p>“Melalui kegiatan sosialisasi P4GN supaya lingkungan sekolah memiliki daya tangkal tangguh dari ancaman narkoba yang merambah tanpa batas baik tempat maupun orang,” ujarnya.</p>
<p>Sugeng Eko Waluyo yang juga pengurus LRPPN-Bhayangkara Indonesia DPD Nganjuk sekaligus mentor penyuluh GANN mengatakan, penyuluhan dan sosialisasi P4GN dan <em>b</em><em>ullying</em> pada siswa MTSN 9 Juwet juga dalam rangka meningkatkan kesadaran para pelajar.</p>
<p>“Dengan kesadaran inilah diharapkan mereka semua dapat berperan serta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas narkoba, khususnya di kalangan pelajar serta masyarakat pada umumnya. Juga pemahaman bahaya <em>bulliying”</em> tambahnya.</p>
<p>Ditegaskannya, para pelajar sebagai generasi penerus bangsa akan menentukan negara Indonesia tercinta menjadi lebih baik, makmur dan sentosa.</p>
<p>“Ini akan sia-sia semata jika kalian (pelajar) menjadi budak narkoba pemicu permusuhan, tawuran dan kenakalan remaja lainnya,” tegasnya.</p>
<p>Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari kepolisian, pihak sekolah, serta aktivis antinarkoba yang memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatifnya terhadap tubuh dan masa depan, hingga cara menghindari ajakan atau bujuk rayu untuk mencoba.</p>
<p>Kepala MTsN 9 Juwet, Harnudin, menyampaikan, bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat penyalahgunaan narkoba kini mulai menyasar usia pelajar. </p>
<p>“Kami ingin anak-anak paham sejak dini bahwa narkoba bukan solusi, tapi kehancuran. Ini bagian dari komitmen sekolah melindungi masa depan generasi muda,” ujarnya.</p>
<p>Antusias siswa pun terlihat selama acara berlangsung. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkoba dan upaya pencegahannya.</p>
<p>Salah seorang siswa, Budi, mengaku mendapat banyak pelajaran penting.</p>
<p>“Sekarang saya lebih tahu bahaya narkoba dan cara menjauhinya,” ucapnya.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai hidup sehat dan menjauh dari penyalahgunaan zat adiktif demi mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah SD Negeri di Gresik Cuma Terima 1 Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-sd-negeri-di-gresik-cuma-terima-1-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-sd-negeri-di-gresik-cuma-terima-1-siswa</guid>
<description><![CDATA[ SDN 372 yang berada di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, memiliki sedikit siswa tahun ini. SD Negeri itu hanya mendapatkan satu siswa baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687e332ac68a3.webp" length="97474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 20:41:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, sdn Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik menyebut ada satu Sekolah Dasar (SD) Negeri yang hanya menerima satu siswa pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2025/2026. </p>
<p>SD Negeri tersebut yakni SDN 372 yang berada di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. </p>
<p>"Ada satu SD Negeri yang menerima hanya satu anak, SDN 372 Tambak," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sekolah Dasar Sunikan, Senin (21/7/2025).</p>
<p>Sunikan menjelaskan, letak geografis yang menyebabkan minimnya siswa di SDN 372 Tambak. Ia menyebut, SD Negeri tersebut memiliki akses sulit berada di puncak gunung di Pulau Bawean.</p>
<p>Selain itu, menurut dia, kampung di sekitar SDN 382 Tambak memiliki jumlah kepala keluarga (KK) sedikit.</p>
<p>"Mungkin juga karena sukses program KB (Keluarga Berencana)," jelasnya. </p>
<p>Dispendik Kabupaten Gresik juga mencatat masih banyak SD Negeri lainnya yang minim selama penerimaan SPMB tahun ajaran baru 2025/2026. </p>
<p>Mayoritas SD Negeri minim jumlah penerimaan siswa baru itu berada di wilayah Gresik utara seperti Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu, Panceng, Benjeng, Balongpanggang, Kedamean, Duduk Sampeyan, Cerme, Dukun, Bungah, Manyar, dan Pulau Bawean. </p>
<p>"Rata-rata siswa SD di situ menerima di bawah 10 anak," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa Baru SMP di Blitar Jadi Korban Bullying, Dikeroyok hingga Dipukul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-baru-smp-di-blitar-jadi-korban-bullying-dikeroyok-hingga-dipukul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-baru-smp-di-blitar-jadi-korban-bullying-dikeroyok-hingga-dipukul</guid>
<description><![CDATA[ Viral video aksi bullying terhadap siswa baru di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Blitar. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/7/2025), aksi ini terekam kamera dan videonya viral di media sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687db8f343ff4.webp" length="25110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 10:53:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Siswa SMP, Blitar, Siswa Baru, Bullying, Perundungan, Video, Viral, Media Sosial.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>BLITAR, SJP—</strong>Dunia pendidikan di Kabupaten Blitar kembali tercoreng dengan adanya aksi bullying atau perundungan yang dilakukan oleh peserta didik. Mirisnya, aksi <em>bullying</em> ini menimpa siswa baru di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Blitar.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Aksi <em>bullying</em> itu terekam kamera hingga videonya viral di media sosial (medsos). Tampak seorang siswa dikeroyok dan dipukuli oleh teman-temannya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar Adi Andaka. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/7/2025), saat sekolah sedang menggelar kegiatan kerja bakti. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Saat jam istirahat, terjadi saling ejek antarsiswa hingga terjadi keributan. Keributan itu berlanjut hingga terjadi aksi <em>bullying</em> atau perundungan secara massal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kejadian pada Jumat kemarin, dan hari Sabtu langsung dilakukan pertemuan. Saat diinvestigasi, ada 13 siswa yang melihat aksi tersebut dan pelakunya ada tiga anak," ucap Adi Andaka, Senin (21/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hasil pertemuan antara orang tua korban dan pelaku, pihak sekolah, hingga pihak pemerintah desa, disepakati peristiwa ini diselesaikan secara kekeluargaan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Permintaan dari keluarga korban juga disetujui, yakni beberapa anak diminta untuk diberi pembinaan lebih lanjut yang ditangani oleh pihak Babinsa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Pertemuan ini terjadi dua kesepakatan, diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak korban meminta pelaku agar dibina oleh Babinsa agar tak mengulang perbuatannya," kata dia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Adi Andaka kemudian menugaskan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan Kepala Bidang SMP untuk mendatangi sekolah tersebut guna melakukan pembinaan dan pengawasan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa<o:p></o:p></span></strong></p>
<p><strong><span lang="IN"><o:p> </o:p></span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buku Kendali bagi Pelajar di Kota Blitar, Antisipasi Pengaruh Negatif di Luar Jam Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buku-kendali-bagi-pelajar-di-kota-blitar-antisipasi-pengaruh-negatif-di-luar-jam-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buku-kendali-bagi-pelajar-di-kota-blitar-antisipasi-pengaruh-negatif-di-luar-jam-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Pendidikan akan menerapkan buku kendali bagi pelajar SD dan SMP di wilayahnya. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah anak kecanduan dengan gadget dan mengantisipasi terpengaruh lingkungan negatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687cd7a99e2e6.webp" length="98950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 20:31:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pendidikan, Pelajar, Kota Blitar, Dibekali, Buku Kendali, Antisipasi, Pengaruh, Lingkungan Negatif, Kecanduan Gadget.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Blitar bakal dibekali buku pengendali pada akhir Juli 2025. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah anak kecanduan gadget dan mengantisipasi pengaruh lingkungan negatif di luar jam pembelajaran di sekolah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan, dalam buku kendali ini akan dicatat seluruh kegiatan siswa SD dan SMP setelah pulang sekolah. Mulai dari mengaji, mengikuti bimbingan belajar, kegiatan olahraga, keagamaan hingga aktivitas bersama keluarga.</p>
<p>"Ini merupakan bentuk pengawasan bersamaan antara sekolah, orang tua dan Pemerintah. Kami melihat banyak anak-anak yang bermain gadget berlebihan saat sepulang dari sekolah atau bermain. Dengan adanya buku ini, bisa menjadi pengendali dan mengawasi aktivitas anak-anak," ungkap Dindin, Ahad (20/7/2025).</p>
<p>Dindin menyampaikan untuk sementara buku pengendali ini hanya diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Alasannya, pelajar setingkat SD dan SMP dinilai lebih rentan terpengaruh lingkungan sekitar dan kencanduan gadget. "Insyaallah, kebijakan ini bisa diterapkan akhir Juli ini, sekarang untuk teknis pelaksanaan masih disiapkan," kata dia.</p>
<p>Ia berharap dengan adanya buku pengendali, ke depan bisa membentuk karakter anak lebih disipilin. Nantinya, kegiatan di luar jam sekolah akan menjadi nilai tambahan ketika berada di sekolah. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelajar SMKN 1 Kepanjen Ikuti Simulasi Keselamatan Berkendara oleh Satlantas Polres Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelajar-smkn-1-kepanjen-ikuti-simulasi-keselamatan-berkendara-oleh-satlantas-polres-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelajar-smkn-1-kepanjen-ikuti-simulasi-keselamatan-berkendara-oleh-satlantas-polres-malang</guid>
<description><![CDATA[ Simulasi situasi lalu lintas menjadi cara efektif mengenalkan disiplin berkendara kepada pelajar agar sadar keselamatan sejak dini dan menghindari kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687b93ef8bde2.webp" length="53400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 20:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>simulasi keselamatan, operasi patuh semeru, satlantas polres malang, pelajar kepanjen, etle, keselamatan berkendara, tertib lalu lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP—</strong>Ratusan pelajar SMKN 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, antusias mengikuti simulasi keselamatan berkendara yang digelar Satlantas Polres Malang dalam rangkaian Operasi Patuh Semeru 2025, Sabtu (19/7/2025).</p>
<p>“Pelajar merupakan kelompok rentan yang mulai aktif berkendara. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pentingnya keselamatan sejak dini,” ujar Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Sabtu (19/7/2025).</p>
<p>AKP Alif menambahkan, selain sosialisasi aturan berkendara, pihaknya juga menjelaskan secara langsung tentang teknologi tilang elektronik (ETLE) yang kini diterapkan secara masif di wilayah hukum Polres Malang.</p>
<p>“Kami sampaikan juga bagaimana mekanisme ETLE, agar mereka paham bahwa pelanggaran sekecil apa pun bisa terekam. Ini diharapkan jadi efek jera sekaligus kontrol sosial,” lanjutnya.</p>
<p>Kegiatan berlangsung dinamis dan disambut antusias oleh para pelajar. Sesi tanya jawab dan simulasi situasi berkendara di jalan raya menjadi salah satu momen paling diminati peserta.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak muda ini jadi pelopor keselamatan. Karena tertib berlalu lintas adalah cerminan masyarakat yang sadar hukum,” tegas AKP Alif.</p>
<p>Pihak sekolah pun mengapresiasi kehadiran polisi lalu lintas di lingkungan pendidikan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar para siswa makin sadar akan pentingnya menaati peraturan demi keselamatan bersama.</p>
<p>Operasi Patuh Semeru 2025 digelar serentak di seluruh Jawa Timur hingga 27 Juli mendatang dengan mengombinasikan pendekatan edukatif (preemtif dan preventif) serta penegakan hukum melalui sistem ETLE statis dan mobile. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MPPLS Al Izzah Kota Batu Tawarkan Fondasi Jati Diri Santri Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mppls-al-izzah-kota-batu-tawarkan-fondasi-jati-diri-santri-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mppls-al-izzah-kota-batu-tawarkan-fondasi-jati-diri-santri-baru</guid>
<description><![CDATA[ Peserta didik di ajak untuk berproses melakukan pembiasaan untuk hidup dalam tatanan nilai. Mulai dari adab di masjid, menjaga kebersihan kamar, hingga sopan santun dalam berinteraksi sesama santri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687b4b712ee17.webp" length="38076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 15:02:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Al Izzah, MPLS, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pondok Pesantren Modern Al Izzah Kota Batu tak sekadar menyambut siswa baru dengan rutinitas perkenalan biasa. Melalui kegiatan Masa Pengenalan Pesantren dan Lingkungan Sekolah (MPPLS) bertema Projadi (Program Arah dan Jati Diri), lembaga ini merancang sebuah program edukatif yang menyeluruh untuk membentuk kepribadian santri sejak hari pertama.</p>
<p>Humas Ponpes Al Izzah Mohammad Budi Utomo pada Sabtu (19/7/2025) menguraikan sebanyak 397 santri baru dari 211 jenjang SMP dan 186 jenjang SMA dibekali dengan serangkaian aktivitas yang mencakup pembentukan karakter, adaptasi nilai-nilai pesantren, hingga penguatan spiritual dan kedisiplinan.</p>
<p>"Bukan sekadar pengenalan ruang kelas dan guru, MPPLS ini menjadi pondasi awal agar para santri memahami arah hidup dan jati dirinya sebagai bagian dari komunitas pesantren," urainya.</p>
<p>Ia juga memaparkan peserta didik di ajak untuk berproses melakukan pembiasaan untuk hidup dalam tatanan nilai. Mulai dari adab di masjid, menjaga kebersihan kamar, hingga sopan santun dalam berinteraksi sesama santri.</p>
<p>Budi juga menambahkan pihaknya turut melibatkan kolaborasi lintas sektor. Para pemateri datang dari beragam instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, TNI, Polri, hingga psikolog.</p>
<p>"Mereka memberikan wawasan mulai dari pentingnya kesehatan mental, gaya hidup bersih di lingkungan pondok, hingga edukasi hukum yang relevan bagi remaja. Pendekatan kolaboratif ini penting. Santri harus siap secara spiritual, tapi juga tangguh menghadapi dinamika sosial yang nyata,” imbuhnya.</p>
<p>Budi juga berharap kedepannya MPLS ini menjadi langkah awal yang strategis untuk mencetak generasi santri yang tak hanya religius, tapi juga tangguh secara akademik dan sosial. Dengan pendekatan seperti ini, Al Izzah menegaskan perannya sebagai rumah kedua yang mendidik bukan hanya pikiran, tapi juga jiwa para santri.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fasilitas Lengkap Sekolah Rakyat: Siswa di Gresik Bakal dapat Laptop</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fasilitas-lengkap-sekolah-rakyat-siswa-di-gresik-bakal-dapat-laptop</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fasilitas-lengkap-sekolah-rakyat-siswa-di-gresik-bakal-dapat-laptop</guid>
<description><![CDATA[ Para siswa sekolah rakyat di Kabupaten Gresik diberikan fasilitas, sarana dan prasarana lengkap.  Salah satunya mereka aman menerima fasilitas laptop untuk menunjang kebutuhan belajar mengajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687b3a7040eee.webp" length="41184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 14:05:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Pemkab Gresik, sekolah Rakyat, sekolah Rakyat Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengungkap para siswa dalam program sekolah rakyat bakal mendapatkan fasilitas lengkap. Masing-masing siswa tersebut akan mendapatkan laptop. </p>
<p>Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program sekolah rakyat harus menjadi model percontohan nasional. Sebanyak 75 siswa sekolah rakyat dijadwalkan mulai memasuki asrama pada 30 Juli 2025 dan akan menempati gedung eks UPT SMPN 30 Gresik, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. </p>
<p>“Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” kata Yani, Sabtu (19/7/2025).</p>
<p>Yani mengatakan, para siswa berasal dari keluarga prasejahtera itu akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. Untuk menunjang proses belajar-mengajar, pemerintah telah menyiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh.</p>
<p>Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Adapun setiap kelas di program sekolah rakyat di Kabupaten Gresik ini terdiri dari 25 siswa.</p>
<p>Ia menyebut, penempatan eks gedung UPT SMPN 30 Gresik sebagai pembelajaran sekolah rakyat perdana ini hanya sementara. Tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh, menjelaskan program ini didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi.</p>
<p>“Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” pungkas Ummi, saat menerangkan sejumlah fasilitas yang diterima siswa sekolah rakyat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan SD di Tulungagung Minim Murid Baru, Dinas Pendidikan Dorong Inovasi Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-sd-di-tulungagung-minim-murid-baru-dinas-pendidikan-dorong-inovasi-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-sd-di-tulungagung-minim-murid-baru-dinas-pendidikan-dorong-inovasi-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Pada SPMB 2025 ini sekitar 200 SD Negeri di Tulungagung hanya mendapatkan murid baru dibawah 10 anak. Bahkan salah satu SD tidak mendapat siswa baru sama sekali. Dinas Pendidikan setempat mendorong pihak-pihak terkait untuk berinovasi untuk meningkatkan minat calon siswa di tahun mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687a4eb1bced9.webp" length="55214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 21:35:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, dinas pendidikan tulungagung, sd tulungagung, sd minim siswa, spmb 2025, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>TULUNGAGUNG, SJP—</strong>Ratusan sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Tulungagung dilaporkan tidak mampu memenuhi pagu atau jumlah maksimum siswa baru pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Rata-rata lembaga sekolah tersebut hanya mendapatkan murid di bawah 10 anak. Bahkan, satu lembaga SDN tercatat tidak mendapatkan siswa baru sama sekali. Yaitu SDN 2 Tambakrejo di Kecamatan Sumbergempol.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Endra Kusriawan, menyebut ketimpangan jumlah peserta didik di sejumlah SD memerlukan langkah strategis, termasuk mendorong setiap sekolah untuk terus berinovasi dalam menarik minat calon peserta didik dan orang tua.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu contohnya, menurut Endra, terjadi di SDN 2 Kedungwaru yang hanya mendapatkan dua siswa baru.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Ini turun drastis dan menjadi perhatian kami. Padahal dari segi fasilitas, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan SD lain di sekitarnya,” ujar Endra, Jumat (18/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berencana untuk mengumpulkan kepala sekolah dari SD yang berhasil menarik banyak siswa dan SD yang kekurangan pendaftar guna berbagi strategi dan pengalaman. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Endra menilai, sekolah-sekolah yang mampu menarik minat masyarakat biasanya memiliki inovasi yang menarik perhatian calon peserta didik maupun orang tuanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Misalnya, SD A bisa banyak siswanya karena punya kegiatan-kegiatan yang bikin anak-anak dan orang tuanya tertarik. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi SD lain yang belum mampu menarik siswa,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Endra menegaskan, dorongan untuk berinovasi tidak semata-mata ditujukan kepada sekolah yang kekurangan siswa saja, melainkan kepada semua SD di Tulungagung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami akan mengimbau seluruh kepala sekolah dan guru untuk terus berinovasi. Bukan berarti yang belum inovatif itu buruk, tapi kita ingin semua sekolah bergerak agar pemerataan bisa tercapai,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia juga menekankan bahwa faktor lingkungan dan persepsi orang tua terhadap kualitas sekolah sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan pendidikan anak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kalau ada sekolah yang dikenal memiliki ekskul menarik, metode pembelajaran yang menyenangkan, atau hasil didik yang baik, pasti akan jadi magnet tersendiri bagi masyarakat,” tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Terkait sistem zonasi atau domisili dalam PPDB, Endra menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan untuk mengubah kebijakan tersebut secara langsung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kalau mau merombak sistem domisili, itu bukan kewenangan kami. Kami tetap menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Meski demikian, dia memastikan bahwa sekolah yang mendapat sedikit siswa tetap akan memperoleh dana bantuan operasional sekolah (BOS). Hanya saja, jumlahnya akan disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang ada. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kalau siswanya sedikit, otomatis bantuan juga terbatas. Akibatnya, kegiatan sekolah pun bisa lebih terbatas dibandingkan sekolah dengan jumlah siswa banyak,” pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai Pekan Depan Pemkot Blitar Akan Gelar Patroli Anak Bolos Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-pekan-depan-pemkot-blitar-akan-gelar-patroli-anak-bolos-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-pekan-depan-pemkot-blitar-akan-gelar-patroli-anak-bolos-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Mulai pekan depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar akan melakukan patroli ke seluruh wilayah. Petugas akan menyisir anak-anak usia sekolah yang bolos sekolah atau berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687a225aa770a.webp" length="67182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 20:02:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, Dinas Pendidikan, Kota Blitar, Patroli, Sisir, Anak, Bolos Sekolah, Berkeliaran, Diluar Jam Sekolah.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>KOTA BLITAR, SJP—</strong>Mulai pekan depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar akan melakukan patroli ke semua wilayah untuk menyisir anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, maupun berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kegiatan patroli akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 ini dan bertujuan untuk menekan angka anak tidak sekolah atau siswa yang bolos sekolah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan, petugas akan menyisir ke tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pada tahap awal, patroli akan difokuskan di Kecamatan Sukorejo. Karena berdasarkan hasil evaluasi, anak-anak yang bolos sekolah maupun berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung masih cukup tinggi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kalau pun nanti misalkan menemukan ada anak-anak yang bolos sekolah atau berkeliaran di luar jam pelajaran, akan kami ajak dialog secara persuasif. Artinya, akan dibina secara bertahap supaya mau kembali belajar ke sekolah," kata Dindin, Jumat (18/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Dindin, ada dua kemungkinan yang akan ditemukan petugas saat melakukan patroli di lapangan. Yakni anak yang tercatat sebagai siswa di salah satu sekolah dan sengaja bolos. Lalu anak yang sama sekali enggan bersekolah dikarenakan beberapa faktor.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pada prinsipnya, Dindik Kota Blitar akan mengarahkan anak-anak tersebut untuk tetap menempuh pendidikan. Baik melalui pendidikan formal maupun non-formal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami sudah menyiapkan kendaraan khusus. Selain untuk patroli di pagi hari, juga akan dilakukan patroli saat malam hari untuk mencegah anak-anak keluyuran dan memastikan mereka berada di rumah saat jam istirahat," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Berdasarkan data pada tahun sebelumnya, Dindik Kota Blitar mencatat ada 300 anak tidak sekolah. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Yakni faktor lingkungan dan faktor ekonomi. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SDN Warujinggo 2 di Probolinggo Terancam Ditutup, Begini Respons Dinas Pendidikan dan Kepsek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sdn-warujinggo-2-di-probolinggo-terancam-ditutup-begini-respons-dinas-pendidikan-dan-kepsek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sdn-warujinggo-2-di-probolinggo-terancam-ditutup-begini-respons-dinas-pendidikan-dan-kepsek</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun SDN Warujinggo 2 akan ditutup, Dwijoko menegaskan bahwa masyarakat masih memiliki alternatif pendidikan yang memadai, seperti madrasah atau SDN lain di sekitar wilayah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687a005773667.webp" length="33548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 16:21:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rahmad Soleh</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, SDN Warujinggo 2, pendidikan, murid, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP —</strong> SDN Warujinggo 2 di Kabupaten Probolinggo yang tidak mendapat murid baru selama dua tahun berturut, yaitu tahun pelajaran 2024 dan 2025, dan hanya miliki total 15 murid mendapat perhatian khusus dari Pemkab setempat.</p>
<p>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, sekolah yang berada di Desa Warujinggo, Kecamatan Leces itu terancam ditutup. </p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi saat mendatangi sekolah tersebut pada Jumat, (18/7/2025).</p>
<p>Dwijoko menjelaskan bahwa kondisi SDN Warujinggo 2 masih belum memadai dan terisolasi dari pemukiman masyarakat, sehingga minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sana rendah. </p>
<p>"Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penutupan sekolah tersebut," ujar Dwijoko.</p>
<p>Dalam hal efisiensi, Dwijoko juga menyoroti bahwa dengan hanya 15 murid, operasional sehari-hari sekolah dianggap tidak efisien. </p>
<p>"Hal ini terkait dengan biaya listrik, wifi, dan lain-lain yang harus dikeluarkan setiap hari," urainya.</p>
<p>Meskipun SDN Warujinggo 2 akan ditutup, Dwijoko menegaskan bahwa masyarakat masih memiliki alternatif pendidikan yang memadai, seperti madrasah atau SDN lain di sekitar wilayah tersebut. </p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pihak sekolah akan membantu proses kepindahan murid dan penempatan guru ke sekolah baru.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Dwijoko juga mengajak korwil pendidikan serta ketua PGRI Kecamatan untuk turut mengkaji langsung kondisi SDN Warujinggo 2. </p>
<p>Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan yang matang dan berdasarkan fakta yang ada.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SDN Warujinggo 2, Indrati Susilo mengungkapkan rasa pasrahnya atas keputusan penutupan sekolah tersebut. </p>
<p>Meski sudah ada ikatan emosional dengan murid-muridnya, ia menerima dengan lapang dada keputusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>"Kalau itu jadi keputusan dinas bagaimana lagi, sedangkan hubungan kami dengan murid sudah begitu terjalin dengan baik," singkatnya.</p>
<p>Indrati berjanji akan tetap memberikan dukungan kepada murid-muridnya dalam proses kepindahan ke sekolah baru. </p>
<p>Selain itu, ia juga memperhatikan nasib guru-guru yang mengajar di SDN Warujinggo 2 untuk dipindahkan ke tempat lain. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>