<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; : Pemerintahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/category/pemerintahan</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; : Pemerintahan</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Sinergi Pemkab Malang dan OJK Perkuat Generasi Cerdas Finansial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-malang-dan-ojk-perkuat-generasi-cerdas-finansial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-malang-dan-ojk-perkuat-generasi-cerdas-finansial</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program KEJAR dan RABU Kabupaten Malang Tahun 2026 bertema &quot;Pelajar Makmur Cerdas Finansial&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43ee0a4fc65.webp" length="49550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Malang, OJK Malang, Bank Indonesia Malang, KEJAR, RABU, Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Pelajar, SimPel, Kabupaten Malang, Indonesia Emas 2045</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan terus memperkuat literasi serta inklusi keuangan bagi pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU). Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas finansial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan ekonomi pada era digital menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Program KEJAR dan RABU Kabupaten Malang Tahun 2026 bertema "Pelajar Makmur Cerdas Finansial" yang dibuka secara resmi oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6).</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Malang menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik.</p>
<p>Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Generasi muda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik agar tidak terjebak perilaku konsumtif maupun praktik keuangan ilegal akibat rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan.</p>
<p>"Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan," ujar Sanusi.</p>
<p>Menurut Bupati, pendidikan finansial tidak hanya mengajarkan bagaimana memperoleh uang, tetapi juga bagaimana mengelola, menggunakan, dan merencanakan keuangan secara bijaksana. Karena itu, Program KEJAR dan RABU menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian finansial bagi para pelajar.</p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan rekening pelajar bukan sekadar sarana menabung, melainkan media edukasi agar siswa terbiasa mengelola keuangan secara terencana sejak usia sekolah.</p>
<p>"Sinergi antara pemerintah daerah, regulator sektor jasa keuangan, lembaga jasa keuangan, serta satuan pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang cerdas finansial," tegasnya.</p>
<p>Sanusi juga mengajak seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA/SMK, madrasah hingga Sekolah Luar Biasa (SLB), menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan tersebut harus tumbuh menjadi karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial.</p>
<p>Bupati Malang turut memotivasi para pelajar agar mulai menyisihkan uang secara rutin, meski dalam jumlah kecil.</p>
<p>"Tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung. Kebiasaan menyisihkan sedikit demi sedikit secara rutin akan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan menjadi bekal penting bagi masa depan. Kesuksesan selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten," pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala OJK Malang Farid Faletehan menegaskan bahwa Program KEJAR bukan hanya mendorong kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga membangun perilaku keuangan yang sehat sejak dini.</p>
<p>"Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan," ujar Farid.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga 31 Mei 2026, Program KEJAR di Kabupaten Malang telah mencatat 568.527 rekening pelajar dengan total saldo sekitar Rp187,67 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menjadi indikator keberhasilan perluasan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Menurut Farid, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Malang, Bank Indonesia, dunia pendidikan, serta industri jasa keuangan yang terus memperluas akses literasi dan inklusi keuangan bagi peserta didik.</p>
<p>"Kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci membangun budaya menabung sejak dini. Harapannya, semakin banyak pelajar yang tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami pentingnya mengelola keuangan secara disiplin, bertanggung jawab, dan terencana," katanya.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Malang. Selain itu, dilakukan penyerahan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dari BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruhan kepada siswa SD serta SMP/MTs negeri maupun swasta. </p>
<p>OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga menghadirkan layanan edukasi keuangan, konsultasi produk dan jasa keuangan, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembukaan rekening, hingga akses pembiayaan bagi masyarakat.</p>
<p>Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Malang bersama OJK, Bank Indonesia, dunia pendidikan, dan industri jasa keuangan berharap budaya menabung dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda. Dengan demikian, pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial, mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, dan memiliki daya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan, para kepala sekolah, ketua komite, tenaga pendidik, serta pelajar SD, SMP, dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Malang yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. </p>
<p>Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menanamkan budaya menabung sejak dini sebagai fondasi lahirnya generasi Kabupaten Malang yang cerdas finansial. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Tiga OPD di Jombang Wajib Kembali Ngantor Mulai 1 Juli, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-tiga-opd-di-jombang-wajib-kembali-ngantor-mulai-1-juli-ini-penyebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-tiga-opd-di-jombang-wajib-kembali-ngantor-mulai-1-juli-ini-penyebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Terhitung mulai 1 Juli 2026, seluruh pegawai di instansi tersebut diwajibkan kembali bekerja secara penuh di kantor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43d96d05f77.webp" length="27222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 22:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, ASN</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP - </strong>Kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi berakhir. Terhitung mulai 1 Juli 2026, seluruh pegawai di instansi tersebut diwajibkan kembali bekerja secara penuh di kantor.</p>
<p></p>
<p>Keputusan ini diambil setelah inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi menemukan masih adanya ASN yang tidak responsif saat dihubungi pada jam kerja. Tiga OPD yang tak lagi menerapkan sistem WFH adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA).</p>
<p></p>
<p>"Keputusan itu berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan bersama. Mulai 1 Juli nanti seluruh ASN, baik pejabat struktural maupun fungsional di ketiga OPD tersebut, wajib kembali masuk kantor," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Selasa (30/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Evaluasi dilakukan usai Pemkab Jombang menggelar sidak di sejumlah OPD, antara lain Disdikbud, DPMD, Sekretariat DPRD, dan DPPKB PPPA. Dalam sidak tersebut, Sekda meminta daftar pegawai yang sedang menjalankan WFH untuk kemudian diverifikasi melalui panggilan video secara acak. Langkah ini bertujuan memastikan pegawai benar-benar bekerja dari rumah dan tetap siaga menjalankan tugas.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh ASN yang WFH kami minta dihubungi melalui video call satu per satu untuk memastikan mereka tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan," jelas Agus.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengecekan, masih ditemukan beberapa ASN yang tidak mengangkat panggilan video maupun tidak memberikan respons. Padahal, selama menjalankan WFH, mereka tetap diwajibkan siaga dan dapat dihubungi sewaktu-waktu.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek kedisiplinan, Pemkab Jombang juga mengevaluasi dampak kebijakan WFH terhadap efisiensi operasional. Salah satu indikatornya adalah penurunan biaya listrik di sejumlah kantor. Di Sekretariat DPRD Jombang, misalnya, pengeluaran listrik berkurang sekitar Rp1 juta per bulan, dari sebelumnya Rp23 juta menjadi Rp22 juta. Sementara di DPPKB PPPA, biaya listrik turun dari sekitar Rp6 juta menjadi Rp5 juta, bahkan sempat menyentuh angka Rp4 juta pada Mei lalu.</p>
<p></p>
<p>Meskipun kebijakan WFH dinilai mampu memberikan efisiensi anggaran, Pemkab Jombang menegaskan bahwa kedisiplinan ASN tetap menjadi prioritas utama. Hasil evaluasi inilah yang menjadi dasar penghentian WFH di tiga OPD yang menjadi perhatian khusus selama sidak berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Transaksi Jujur, Pemkab Probolinggo Gelar Tera Ulang Timbangan di Desa Wangkal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-transaksi-jujur-pemkab-probolinggo-gelar-tera-ulang-timbangan-di-desa-wangkal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-transaksi-jujur-pemkab-probolinggo-gelar-tera-ulang-timbangan-di-desa-wangkal</guid>
<description><![CDATA[ Pelayanan tera ulang yang dipusatkan di Balai Desa Wangkal tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a436d1fa67c8.webp" length="39132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 15:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, DKUPP, MetrologiLegal, TeraUlang, PerlindunganKonsumen, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) menghadirkan layanan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). Layanan ini ditujukan bagi para pedagang pasar maupun warga di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil untuk memastikan setiap transaksi perdagangan berlangsung secara jujur, adil, serta memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen.</p>
<p></p>
<p>Pelayanan tera ulang yang dipusatkan di Balai Desa Wangkal tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ. </p>
<p></p>
<p>Dalam peninjauan ini, Wakil Bupati didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p></p>
<p>Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto bersama Kepala UPT Metrologi Legal Kabupaten Probolinggo Pudji Perdana Putra beserta jajaran.</p>
<p></p>
<p>Di lokasi acara, Wakil Bupati meninjau langsung proses pemeriksaan berbagai alat timbang milik pedagang. Petugas dari UPT Metrologi Legal memeriksa satu per satu timbangan yang dibawa oleh masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan beberapa alat ukur yang mengalami penurunan tingkat akurasi, petugas langsung melakukan penyetelan dan kalibrasi di tempat. Setelah kembali memenuhi standar yang berlaku, alat timbang tersebut langsung dikembalikan kepada pemiliknya.</p>
<p></p>
<p>Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan bahwa layanan tera ulang ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan untuk menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan transparan.</p>
<p></p>
<p>"Kami datang ke Desa Wangkal untuk memastikan pelaksanaan tera ulang timbangan berjalan dengan baik. Memang ada beberapa timbangan yang sudah tidak presisi, namun langsung diperbaiki oleh tim DKUPP. Setelah selesai dikalibrasi, alat tersebut segera dikembalikan sehingga masyarakat tidak dirugikan akibat penggunaan timbangan yang kurang akurat," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fahmi, keakuratan alat ukur memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan antara penjual dan pembeli. Oleh karena itu, kegiatan tera ulang harus terus dilakukan secara berkala agar seluruh transaksi memiliki kepastian hukum dan berlangsung adil bagi semua pihak.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh haknya secara penuh dalam setiap transaksi. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap alat ukur dan timbangan akan terus dilakukan agar aktivitas perdagangan di Kabupaten Probolinggo berlangsung tertib, adil, dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, program tera ulang bukan hanya sekadar memastikan alat ukur sesuai dengan standar metrologi legal. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi para pelaku usaha agar selalu mengedepankan kejujuran dalam berdagang.</p>
<p></p>
<p>"Melalui program Ngantor di Kecamatan, kami bisa melihat secara langsung berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat, termasuk memastikan perlindungan konsumen melalui pelayanan metrologi legal," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas jangkauan layanan tera ulang ini secara berkala di berbagai kecamatan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah strategis tersebut dilakukan agar seluruh UTTP yang digunakan dalam kegiatan perdagangan tetap memenuhi standar baku. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas jual beli di wilayah Probolinggo dapat terus terjaga.</p>
<p></p>
<p>"Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan perdagangan dapat terus meningkat sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat, tertib, dan berkeadilan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Pak Nukan dan Uluran Tangan Pascakebakaran Rumah di Kota Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-pak-nukan-dan-uluran-tangan-pascakebakaran-rumah-di-kota-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-pak-nukan-dan-uluran-tangan-pascakebakaran-rumah-di-kota-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, bantuan bukan sekadar angka. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, pemerintah kota menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43237e7dbcc.webp" length="55952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 10:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP </strong>– Musibah kebakaran pada dini hari, 4 Juni lalu, sempat merenggut kenyamanan hidup yang dibangun oleh Nukan dan keluarganya. </p>
<p>Rumah mereka di Jalan Argopuro Gang I Nomor 9, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, hangus dilalap api. Namun, di tengah puing-puing sisa kebakaran, harapan baru kini tumbuh.</p>
<p>Pada Senin (29/6/2026), suasana haru dan lega menyelimuti kediaman keluarga Nukan. Kehadiran Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang datang langsung untuk membesuk dan menyerahkan bantuan, menjadi pelipur lara yang sangat berarti bagi mereka.</p>
<p>Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, bantuan bukan sekadar angka. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, pemerintah kota menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta.</p>
<p>Bantuan ini tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam bentuk barang-barang pengisi rumah yang bisa langsung mereka gunakan untuk menata hidup baru. </p>
<p>Mulai dari kasur yang nyaman, dipan, lemari plastik, lemari kayu dua pintu, hingga satu set meja dan kursi kayu untuk menyambut tamu.</p>
<p>Kompor dua tungku, tabung LPG 3 kg, magic com, serta peralatan makan dan memasak agar keluarga bisa kembali menikmati masakan rumah.</p>
<p>Tak luput juga paket sembako serta pakaian layak untuk keperluan sehari-hari.</p>
<p>Di tengah perbincangan hangat dengan keluarga korban, Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan pesan mendalam. </p>
<p>Baginya, pemerintah harus menjadi pihak pertama yang merangkul warga saat mereka terjatuh.</p>
<p>"Pemerintah hadir bukan hanya ketika menjalankan program pembangunan, tetapi juga saat masyarakat mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban," tutur wali kota yang karib disapa Ning Ita tersebut.</p>
<p>Pemulihan rumah Pak Nukan kini tidak digarap sendirian. Semangat gotong royong langsung menyala di Kelurahan Wates. </p>
<p>Pemerintah Kota bersama Gerakan Bangkit Wates Peduli (Gerbang Wali), sebuah wadah swadaya masyarakat setempat bahu-bahu membahu merencanakan perbaikan rumah agar layak huni kembali.</p>
<p>Rasa syukur yang mendalam tidak bisa disembunyikan oleh Yuda, anak dari Nukan. Matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan yang begitu detail memikirkan kebutuhan keluarganya dari hulu ke hilir.</p>
<p>Bagi Yuda dan Nukan, bantuan ini bukan hanya soal materi. Ini adalah bukti nyata bahwa di saat tersulit pun, mereka tidak pernah berjalan sendirian.</p>
<p>"Saya mengucapkan terima kasih banyak mewakili keluarga. Kami mendapat perhatian yang sangat besar dari Pemerintah Kota Mojokerto, terutama dari Ibu Wali Kota," ungkap Yuda. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>APBD Bondowoso Tahun 2025 Surplus Rp48,4 Miliar, Bupati Abdul Hamid Wahid Pertahankan Opini WTP ke&amp;12 Berturut&amp;turut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apbd-bondowoso-tahun-2025-surplus-rp484-miliar-bupati-abdul-hamid-wahid-pertahankan-opini-wtp-ke-12-berturut-turut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apbd-bondowoso-tahun-2025-surplus-rp484-miliar-bupati-abdul-hamid-wahid-pertahankan-opini-wtp-ke-12-berturut-turut</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyampaikan pertanggungjawaban APBD 2025 dengan realisasi pendapatan mencapai Rp1,97 triliun dan surplus Rp48,4 miliar. Laporan keuangan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4257ec0a264.webp" length="17294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:33:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Paripurna, rekomendasi, LKPJ suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso mencatatkan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp48,4 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam pengelolaan keuangan daerah yang disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat rapat paripurna DPRD tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tak hanya mencatat surplus anggaran, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi tersebut merupakan raihan WTP yang ke-12 secara berturut-turut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bupati Abdul Hamid Wahid mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah bersama DPRD dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, penghargaan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan motivasi agar kualitas pengelolaan keuangan daerah terus ditingkatkan demi mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Pencapaian opini WTP ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan DPRD. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah secara tertib, transparan, dan akuntabel," ujar Abdul Hamid Wahid dalam nota penjelasannya di hadapan DPRD Bondowoso.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam nota penjelasannya, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menjelaskan realisasi pendapatan daerah sepanjang tahun anggaran 2025 mencapai Rp1,98 triliun atau 98,68 persen dari target sebesar Rp2 triliun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp302 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp1,64 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp35,25 miliar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,62 triliun atau 91,18 persen dari total anggaran sebesar Rp1,77 triliun. Belanja tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp1,48 triliun, belanja modal Rp138,9 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp959,5 juta.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di sisi lain, transfer ke pemerintah desa dan pihak terkait terealisasi sebesar Rp310,8 miliar atau sekitar 95,39 persen dari alokasi yang telah ditetapkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari selisih antara realisasi pendapatan dan total belanja beserta transfer, Pemerintah Kabupaten Bondowoso membukukan surplus anggaran sebesar Rp48,4 miliar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, penerimaan pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp96,69 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada. Dengan demikian, pemerintah daerah mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp145,11 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai penerimaan pembiayaan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.</p>
<p class="isSelectedEnd">Abdul Hamid Wahid menjelaskan, penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan kepala daerah menyampaikan laporan pertanggungjawaban paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia berharap pembahasan Raperda bersama DPRD dapat berlangsung efektif sehingga segera disahkan menjadi Peraturan Daerah sebagai dasar pelaksanaan agenda pembangunan daerah berikutnya.</p>
<p>"Kami berharap proses pembahasan Raperda ini dapat berjalan efektif dan lancar sehingga dapat segera ditetapkan menjadi peraturan daerah, mengingat masih banyak agenda pembangunan yang harus segera dilaksanakan," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Genangan, Proyek Drainase Jalan Sumedang Malang Masuki Tahap Akhir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-genangan-proyek-drainase-jalan-sumedang-malang-masuki-tahap-akhir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-genangan-proyek-drainase-jalan-sumedang-malang-masuki-tahap-akhir</guid>
<description><![CDATA[ Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41d77ce803e.webp" length="72682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 09:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Kepanjen, Dinas PU Bina Marga, Khoirul Isnaidi Kusuma, Jalan Sumedang, Drainase Jalan, Infrastruktur Malang, Pembangunan Daerah, Pusat Pemerintahan, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP </strong>— Pembangunan drainase di ruas Jalan Sumedang, Kecamatan Kepanjen, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi karena menjadi akses utama yang menghubungkan berbagai kantor pelayanan publik dan perkantoran.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa pembangunan ini mengacu pada hasil kajian teknis. Dari hasil evaluasi, saluran air yang lama dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit air secara optimal.</p>
<p></p>
<p>"Pembangunan drainase ini merupakan langkah antisipatif untuk memperlancar aliran air permukaan sehingga genangan yang selama ini muncul di ruas Jalan Sumedang dapat diminimalisasi," ujar Khoirul belum lama ini.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, proyek ini meliputi pemasangan saluran beton pracetak atau Reinforced Concrete Pipe (RCP) berukuran 80 x 80 sentimeter dengan panjang sekitar 134 meter. </p>
<p></p>
<p>Menariknya, di atas saluran beton tersebut juga dibangun trotoar dan ampyang (lantai batu alam). Fasilitas ini disediakan agar pejalan kaki tetap bisa melintas dengan nyaman tanpa mengganggu fungsi utama drainase.</p>
<p></p>
<p>Menurut Oong, sapaan akrab Khoiru, peningkatan kapasitas drainase sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan kawasan dan meningkatnya volume air yang mengalir.</p>
<p></p>
<p>"Ketika debit aliran meningkat, saluran yang ada tidak lagi mampu menampung seluruh aliran sehingga memunculkan genangan di badan jalan. Dengan drainase baru ini diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan dapat ditekan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain mengatasi genangan, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuat aspal jalan bertahan lebih lama. Pasalnya, air yang menggenang dalam waktu lama menjadi pemicu utama cepatnya kerusakan jalan, yang berujung pada membengkaknya biaya pemeliharaan.</p>
<p></p>
<p>Oong menambahkan bahwa peningkatan kualitas saluran air seperti ini akan terus menjadi fokus pemerintah daerah demi memperkuat infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya, setelah pekerjaan ini selesai, masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kondisi jalan yang lebih nyaman, aman, serta didukung sistem drainase yang berfungsi optimal," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Binrohtal Hari Bhayangkara di Polres Nganjuk Diisi Tausiyah dan Santunan Anak Yatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/binrohtal-hari-bhayangkara-di-polres-nganjuk-diisi-tausiyah-dan-santunan-anak-yatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/binrohtal-hari-bhayangkara-di-polres-nganjuk-diisi-tausiyah-dan-santunan-anak-yatim</guid>
<description><![CDATA[ Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tidak hanya sedang menempa profesionalisme anggotanya, melainkan sedang merajut spiritualitas melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f906758390.webp" length="27276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 22:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Santun anak yatim, Polres Nganjuk, Hari Bhayangkara ke 80, profesionalisme, penguatan spritual, jajaran anggota polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Aula suci Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk mendadak senyap, menyisakan kekhusyukan yang mendalam. Di bawah naungan kubah tempat ibadah tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tidak hanya sedang menempa profesionalisme anggotanya, melainkan sedang merajut spiritualitas melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).</p>
<p>​Berbeda dari biasanya, menyambut Hari Bhayangkara ke-80, agenda penguatan mental spiritual kali ini dirangkai dengan sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati saat penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Hadir di kegiatan tersebut, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama pejabat utama, anggota Polri, ASN, Bhayangkari Cabang Nganjuk, serta menghadirkan penceramah Kyai M. Robani, Ulama Kamtibmas Polsek Berbek, dengan mengangkat tema Fadilah Menyantuni Anak Yatim Piatu.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, kegiatan Binrohtal yang disertai santunan kepada anak yatim merupakan bagian dari pembinaan spiritual sekaligus bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat. </p>
<p>Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga dengan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan empati terhadap sesama.</p>
<p>"Melalui Binrohtal ini kami ingin memperkuat mental dan spiritual seluruh personel agar semakin profesional, humanis, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Santunan kepada anak yatim menjadi pengingat bagi kami bahwa kehadiran Polri harus selalu membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Dalam tausiyahnya, Kyai M. Robani menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari kebiasaan hidup, bukan hanya dilakukan pada momen-momen tertentu.</p>
<p>"Anak yatim adalah amanah yang harus kita muliakan. Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim. Karena itu, mari kita jadikan kepedulian kepada mereka sebagai amal yang terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Kyai M. Robani.</p>
<p>Suasana kegiatan berlangsung khidmat sejak pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah keagamaan, doa bersama, hingga penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Nganjuk.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi terus tumbuh di lingkungan kepolisian sehingga mampu mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat, sekaligus mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kirab Budaya Mojo Bangkit di Kota Mojokerto Hadirkan Kejayaan Majapahit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kirab-budaya-mojo-bangkit-di-kota-mojokerto-hadirkan-kejayaan-majapahit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kirab-budaya-mojo-bangkit-di-kota-mojokerto-hadirkan-kejayaan-majapahit</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 1.080 peserta berpartisipasi dalam parade ini, menampilkan atraksi seni dan teatrikal yang menghidupkan kembali kejayaan peradaban Majapahit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3fb67b81e52.webp" length="59838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 20:31:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP - </strong>Peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang rute jalan protokol untuk menyaksikan Kirab Budaya Mojo Bangkit yang digelar pada Sabtu (27/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 1.080 peserta berpartisipasi dalam parade ini, menampilkan atraksi seni dan teatrikal yang menghidupkan kembali kejayaan peradaban Majapahit.</p>
<p></p>
<p>Kirab dimulai dari Alun-alun Wiraraja, menyusuri Jalan Majapahit dan Jalan Bhayangkara, hingga berakhir di Balai Kota Mojokerto. Sepanjang rute, antusiasme masyarakat tampak sangat tinggi. Warga berjejer di sisi jalan untuk melihat langsung defile budaya yang dikemas apik.</p>
<p></p>
<p>Tahun ini, kirab mengusung tema "Banjaran Majapahit". Tema tersebut merepresentasikan perjalanan sejarah tiga era besar Kerajaan Majapahit, mulai dari masa kepemimpinan Dyah Wijaya, era Tribuana Tunggadewi, hingga puncak kejayaan di bawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa Mojo Bangkit bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi filosofis atas kebangkitan Kota Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>"Mojo Bangkit mengandung makna kebangkitan Kota Mojokerto di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Spirit of Majapahit yang terus kita gelorakan," ujar wali kota perempuan yang karib disapa Ning Ita tersebut.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, rangkaian kirab ini dirancang untuk menanamkan nilai moral dan sejarah kepada masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Ia berharap sejarah tidak hanya dipandang sebagai masa lalu, melainkan sebagai fondasi kuat dalam membangun masa depan Kota Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Kemegahan kirab semakin terasa dengan pertunjukan sendratasik yang mengisahkan berdirinya Kerajaan Majapahit. Selain itu, ditampilkan pula teatrikal yang menggambarkan semangat generasi muda dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.</p>
<p></p>
<p>Suasana semakin semarak saat Marching Band Gita Jala Taruna dari Akademi Angkatan Laut (AAL) tampil. Paduan irama perkusi yang dinamis dan formasi barisan yang presisi berhasil memukau penonton.</p>
<p></p>
<p>Perayaan ini juga menjadi panggung bagi keberagaman seni tradisional. Berbagai elemen budaya tampil membaur, mulai dari Reog, Barongsai, hingga Bantengan. Dentuman petasan di langit Kota Mojokerto menjadi penutup yang menyempurnakan perayaan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Bagi Pemerintah Kota Mojokerto, kirab ini bertujuan untuk memperkuat identitas kota sebagai Bumi Majapahit sekaligus mempererat persatuan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Saya memiliki harapan besar agar Kirab Budaya Mojo Bangkit ini dapat menjadi ikon seni budaya tahunan bagi Kota Mojokerto, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung dan berkelanjutan," tutup Ning Ita. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Hari Bhayangkara, Polres Nganjuk Bersihkan Lima Tempat Ibadah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-bhayangkara-polres-nganjuk-bersihkan-lima-tempat-ibadah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-bhayangkara-polres-nganjuk-bersihkan-lima-tempat-ibadah</guid>
<description><![CDATA[ Menanggalkan kesan formal sejenak, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan untuk menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti religi di berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f92c9e86f3.webp" length="24228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 20:03:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, bersih bersih tempat ibadah, fasilitas umum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi internal bagi Korps Bhayangkara, melainkan diwujudkan secara konkret melalui rangkaian aksi nyata yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.</p>
<p>Menanggalkan kesan formal sejenak, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan untuk menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti religi di berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah.</p>
<p>​Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi Polri yang presisi dan humanis terus bergerak maju, menempatkan pengabdian kepada masyarakat di atas segalanya, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Salah satu aksi nyata yang menarik perhatian publik adalah kegiatan kerja bakti membersihkan tempat ibadah yang melibatkan sinergi erat antarpersonel di lima lokasi berbeda, yakni Rayon I di Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro, Rayon II di Masjid LDII Tanjunganom, Rayon III di Gereja ST. Hubertus Kertosono, Rayon IV di Monumen Ngadiboyo Rejoso, dan Rayon V di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Kecamatan Loceret. Seluruh personel bergotong royong membersihkan lingkungan tempat ibadah bersama pengurus dan masyarakat setempat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan Bakti Religi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri dalam merawat keberagaman dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.</p>
<p>"Bakti Religi ini bukan sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi. Polri hadir untuk semua golongan, serta terus berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan bangsa," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk ingin menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan tokoh agama, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Kehadiran personel di berbagai rumah ibadah diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.</p>
<p>Para personel tampak antusias membersihkan halaman, ruang ibadah, saluran air, hingga fasilitas umum di masing-masing lokasi. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan melibatkan pengurus tempat ibadah dan warga sekitar yang turut bergotong royong.</p>
<p>Pengurus tempat ibadah di masing-masing rayon menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Nganjuk dan jajaran Polsek yang telah menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai sarana mempererat persaudaraan lintas agama serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Melalui Bakti Religi ini, Polres Nganjuk berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkokoh persatuan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Penyandang Disabilitas di Nganjuk Terima Bantuan Sosial dari Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-penyandang-disabilitas-di-nganjuk-terima-bantuan-sosial-dari-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-penyandang-disabilitas-di-nganjuk-terima-bantuan-sosial-dari-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, Polres Nganjuk menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial saat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang ditujukan kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (27/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f8dad1dccb.webp" length="22704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 18:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Baksos, Hari bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, siswa SLB, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.</p>
<p>Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, Polres Nganjuk menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial saat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang ditujukan kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polres Nganjuk kepada masyarakat sekaligus memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ratusan penyandang disabilitas dari Paguyuban Disabilitas Nganjuk dan para siswa SLB menerima bantuan dengan penuh antusias dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.</p>
<p>Ditemui usai kegiatan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>"Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara penyandang disabilitas. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling mendukung," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah menyampaikan, Bhayangkari akan terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.</p>
<p>"Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik di SLB maupun seluruh anggota Paguyuban Disabilitas Nganjuk. Semoga mereka terus bersemangat dalam belajar, berkarya, dan meraih cita-cita, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi," tutur Ny. Raisha Suria Miftah.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan Paguyuban Disabilitas Nganjuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Nganjuk dan Bhayangkari yang telah memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas melalui kegiatan bakti sosial tersebut.</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta Ibu Ketua Bhayangkari atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kepedulian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat," ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh warga Kabupaten Nganjuk.<strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarasehan Publik Malang Outlook Series II Lahirkan Rekomendasi Pembangunan Alun&amp;Alun Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarasehan-publik-malang-outlook-series-ii-lahirkan-rekomendasi-pembangunan-alun-alun-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarasehan-publik-malang-outlook-series-ii-lahirkan-rekomendasi-pembangunan-alun-alun-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Sarasehan publik menghimpun pandangan akademisi, praktisi hukum, dan pemerintah untuk merumuskan pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang inklusif, berkelanjutan, serta berlandaskan regulasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ea3531b7c4.webp" length="34722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 08:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Outlook Series II, Alun Alun Kepanjen, Kabupaten Malang, Amartya Bhumi Kepanjian, Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, Husnul Hakim, Agus Subiyantoro, Pendopo Kabupaten Malang, Ruang Publik, Tata Ruang, Pembangunan Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Rekomendasi pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang berpijak pada kepastian hukum, efektivitas pemanfaatan aset daerah, serta visi jangka panjang sebagai ruang publik modern mengemuka dalam Sarasehan Publik Malang <em>Outlook Series II </em>yang diinisiasi oleh Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (26/6/2026).</p>
<p>Mengusung tema "Alun-Alun Kepanjen, untuk siapa?", forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi hukum guna membedah arah pembangunan ruang publik yang diharapkan menjadi wajah baru Ibu Kota Kabupaten Malang. </p>
<p>Diskusi menghadirkan praktisi hukum Peradi Kabupaten Malang Agus Subiyantoro, Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy., serta Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto.</p>
<p>Dalam paparannya, Agus Subiyantoro menilai pembangunan Alun-Alun Kepanjen tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek fisik, tetapi juga harus memiliki landasan hukum yang kuat sejak tahap perencanaan.</p>
<p>Menurutnya, sinkronisasi terhadap dokumen tata ruang, kepatuhan pada mekanisme pengadaan tanah, hingga perlindungan terhadap lahan pertanian menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.</p>
<p>Ia mengingatkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan lahan harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik di tengah masyarakat.</p>
<p>"Prosesnya harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga seluruh tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy. mengajak seluruh pemangku kepentingan memandang pembangunan Alun-Alun Kepanjen sebagai investasi peradaban, bukan sekadar proyek pembangunan ruang terbuka.</p>
<p>Menurut dia, ibu kota Kabupaten Malang memerlukan ruang publik yang mampu menjadi pusat interaksi sosial, budaya, sekaligus identitas daerah untuk puluhan tahun mendatang.</p>
<p>Ia menawarkan konsep <em>Smart Green Public Space</em> yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, budaya, ekonomi kreatif, hingga menjadi etalase potensi dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang.</p>
<p>"Alun-alun harus menjadi ruang yang menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Malang sebagai ibu kota pemerintahan," teranngnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat dan kalangan akademisi sebagai bahan penyempurnaan perencanaan pembangunan.</p>
<p>Ia menjelaskan pembangunan Alun-Alun Kepanjen telah masuk dalam dokumen RPJMD dan RTRW Kabupaten Malang dengan target realisasi sekitar tahun 2028 hingga 2029.</p>
<p>Menurut Tomie, pemerintah saat ini mengkaji tiga alternatif kawasan yang dinilai strategis, yakni sisi barat Stadion Kanjuruhan, kawasan belakang Stadion Kanjuruhan, serta area <em>Islamic Center</em> hingga lahan di bagian belakang yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Malang. Pemanfaatan aset daerah tersebut dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembebasan lahan baru.</p>
<p>Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar memastikan pembangunan Alun-Alun Kepanjen tidak akan mengganggu keberadaan Lahan Sawah Dilindungi atau lahan hijau.</p>
<p>Pemerintah daerah telah menyiapkan skema perlindungan lahan melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sehingga keseimbangan tata ruang tetap terjaga.</p>
<p>Melalui Sarasehan Publik Malang <em>Outlook Series II</em>, Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian berharap berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi referensi dalam mewujudkan Alun-Alun Kepanjen sebagai ruang publik yang inklusif, memiliki kepastian hukum, serta mampu mendorong tumbuhnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Jadi Responden Sensus Ekonomi, Ajak Warga Beber Data Secara Jujur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-jadi-responden-sensus-ekonomi-ajak-warga-beber-data-secara-jujur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-jadi-responden-sensus-ekonomi-ajak-warga-beber-data-secara-jujur</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diinginkan oleh Pemkot Batu agar kota yang terkenal akan pariwisatanya ini mampu menghadirkan potret aktual kondisi perekonomian yang ada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e37da95837.webp" length="40348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sensus Ekonomi, Data</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu, Nurochman, menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerima langsung kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu di Rumah Dinas Wali Kota. Dalam kesempatan tersebut, Nurochman mengikuti seluruh proses pendataan dan memberikan informasi yang diperlukan sebagai responden.</p>
<p></p>
<p>Pada Jumat (26/6/2026) orang nomor satu di Kota Batu tersebut menegaskan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Ia menegaskan bahwa data yang akurat hanya dapat diperoleh apabila masyarakat memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.</p>
<p></p>
<p>“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, hingga penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, dan jasa sebagai penggerak utama perekonomian, Kota Batu membutuhkan basis data yang valid untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.</p>
<p></p>
<p>"Dari informasi yang kami himpun melalui Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi kebutuhan pemerintah pusat, tetapi juga akan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang arah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, ia mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar menerima petugas sensus yang bertugas di lapangan dan memberikan jawaban secara jujur, lengkap, serta sesuai kondisi riil.</p>
<p></p>
<p>Nurochman juga menilai keterbukaan masyarakat dalam memberikan data merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Semakin baik kualitas data yang dikumpulkan, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Pemkab dan BI, Festival Muharram Jadi Motor Penggerak UMKM Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pemkab-dan-bi-festival-muharram-jadi-motor-penggerak-umkm-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pemkab-dan-bi-festival-muharram-jadi-motor-penggerak-umkm-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Festival Muharram 2026 di Bondowoso mencatat estimasi transaksi Rp3 miliar, memperkuat UMKM, ekonomi syariah, industri halal, serta membuka peluang promosi dan ekspor produk unggulan daerah ke pasar Mesir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3df0cfdd796.webp" length="44482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 10:55:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Festival Muharram 2026 tak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pelestarian budaya, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selama pelaksanaan festival yang berlangsung pada 8–25 Juni 2026, nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar, didominasi aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Hergiar Yuli Pramanto, Ketua Panitia Penyelenggara Festival Muharram 2026, yang juga Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Bank Indonesia melalui program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA).</p>
<p>Menurutnya, Festival Muharram telah berkembang menjadi agenda strategis daerah yang mampu menggerakkan sektor ekonomi syariah sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.</p>
<p>"Festival ini tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, hingga pengembangan industri halal," ujar saat penutupan Festival Muharram di Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Kamis (25/6/2026) malam.</p>
<p>Selama penyelenggaraan, Bank Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pelatihan digitalisasi pesantren, showcase UMKM dan industri halal, seminar ekonomi pesantren, Sharia Innovation for Youth, hingga Samara Run yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.</p>
<p>"Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar beragam kegiatan, di antaranya bazar UMKM dan pameran produk unggulan, sosialisasi sertifikasi halal, festival budaya, fashion show busana muslim, kontes ternak, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan," ungkap Hergiar.</p>
<p>Salah satu momentum yang dinilai berpotensi membuka akses pasar internasional kata Hergiar, adalah kehadiran Mursyid Mostafa Atef. Kunjungan tokoh asal Mesir tersebut disebut membuka peluang promosi dan ekspor produk unggulan Bondowoso ke pasar Mesir melalui jejaring yang terbangun selama festival.</p>
<p>"Kami menilai keberhasilan Festival Muharram 2026 tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, pondok pesantren, dunia usaha, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Bondowoso," tandanya.</p>
<p>Dengan capaian transaksi sekitar Rp3 miliar selama festival, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis Festival Muharram akan terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM, industri halal, dan ekonomi berbasis syariah. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Sekolah Dongkrak Peningkatan Penumpang di Stasiun Blitar, Tembus 500 Orang Per Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-dongkrak-peningkatan-penumpang-di-stasiun-blitar-tembus-500-orang-per-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-dongkrak-peningkatan-penumpang-di-stasiun-blitar-tembus-500-orang-per-hari</guid>
<description><![CDATA[ Masa libur sekolah membawa peningkatan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Besar Blitar. Rata-rata jumlah pengguna jasa kereta api kini mencapai sekitar 2.500 orang per hari atau bertambah sekitar 500 orang dibandingkan hari biasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d0d314c2c0.webp" length="77788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 19:29:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Penumpang, KA, Stasiun Blitar, Meningkat, Libur Sekolah, Kian Padat.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Masa libur sekolah membawa peningkatan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Besar Blitar. Rata-rata jumlah pengguna jasa kereta api kini mencapai sekitar 2.500 orang per hari atau bertambah sekitar 500 orang dibandingkan hari biasa.</p>
<p>Kepala Stasiun Besar Blitar, Totok Kushindarto mengatakan lonjakan penumpang mulai terjadi sejak 20 Juni 2026, bersamaan dengan dimulainya musim liburan sekolah.</p>
<p>"Selama periode libur sekolah ini ada peningkatan jumlah penumpang sekitar 500 orang per hari. Jika biasanya rata-rata sekitar 2.000 penumpang, sekarang bisa mencapai 2.500 penumpang setiap hari," kata Totok, Kamis (25/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, peningkatan terjadi pada layanan kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal. Penumpang kereta jarak jauh yang pada hari normal berkisar 500 orang per hari kini meningkat menjadi sekitar 700 orang per hari.</p>
<p>Sementara itu, jumlah penumpang kereta lokal juga mengalami kenaikan dari rata-rata 1.500 orang menjadi sekitar 1.800 orang per hari.</p>
<p>Totok menjelaskan, destinasi favorit untuk perjalanan jarak jauh masih didominasi kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. </p>
<p>Sedangkan untuk perjalanan lokal, Surabaya menjadi tujuan yang paling banyak dipilih masyarakat selama masa liburan.</p>
<p>"Peningkatan ini menunjukkan masyarakat masih menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk bepergian saat liburan karena dinilai nyaman, aman, dan tepat waktu," ujarnya.</p>
<p>Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, PT KAI Daop 7 Madiun juga terus mendorong sektor pariwisata melalui program Rail Tour Jawa Timur yang menawarkan konsep wisata terpadu menggunakan moda transportasi kereta api.</p>
<p>Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan yang berada di wilayah operasional Daop 7.</p>
<p>"Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menikmati perjalanan menggunakan kereta api, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata yang edukatif dan menyenangkan," katanya.</p>
<p>Salah satu paket yang saat ini ditawarkan adalah Jelajah Bumi Bung Karno Blitar. Program open trip tersebut masih dibuka hingga 16 Juli 2026 dengan tarif mulai Rp385 ribu per orang.</p>
<p>Paket wisata itu mencakup tiket kereta api pulang-pergi, transportasi lanjutan, pemandu wisata, hingga tiket masuk destinasi yang dikunjungi.</p>
<p>Beberapa lokasi yang menjadi tujuan dalam paket wisata tersebut antara lain Makam Bung Karno, Pantai Tambakrejo, dan Kampung Cokelat.</p>
<p>KAI berharap meningkatnya jumlah penumpang selama musim liburan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata daerah, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung perekonomian lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rayakan HJL ke&amp;457, Bupati Yuhronur Resmi Buka Lamongan Tempo Doeloe 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayakan-hjl-ke-457-bupati-yuhronur-resmi-buka-lamongan-tempo-doeloe-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayakan-hjl-ke-457-bupati-yuhronur-resmi-buka-lamongan-tempo-doeloe-2026</guid>
<description><![CDATA[ Acara tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 ini sukses membawa atmosfer nostalgia bagi ribuan warga yang memadati lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cabc64740e.webp" length="78446" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 11:58:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>Lamongan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong>–Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, resmi membuka gelaran Lamongan Tempo Doeloe (LTD) Perjuangan 2026 di Kawasan Gajah Mada, Rabu (24/6/2026) malam. </p>
<p></p>
<p>Acara tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 ini sukses membawa atmosfer nostalgia bagi ribuan warga yang memadati lokasi.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tema perjuangan, kebersamaan, dan gotong royong, pembukaan LTD 2026 disambut antusias oleh masyarakat. Warga berbondong-bondong datang untuk menikmati beragam sajian budaya, kuliner tradisional, hiburan jadul, hingga mengakses berbagai layanan publik yang disediakan.</p>
<p></p>
<p>Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini menyampaikan bahwa LTD bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk mengenang kembali kehidupan masyarakat masa lampau yang rukun, damai, dan bermental baja.</p>
<p></p>
<p>"Melalui Lamongan Tempo Doeloe, kita diajak melihat kembali bagaimana masyarakat Lamongan tempo dulu hidup dalam kebersamaan dan semangat perjuangan. Nilai-nilai tersebut perlu terus kita teladani dalam kehidupan saat ini," ujar Pak Yes saat membuka acara.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Nalikan, menjelaskan bahwa LTD 2026 juga dirancang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah.</p>
<p></p>
<p>Menurut Nalikan, ajang ini memiliki misi penting untuk mengenalkan sejarah lokal, mempromosikan produk unggulan daerah, sekaligus mempererat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal sejarah daerah sekaligus mendukung produk-produk unggulan Lamongan yang ditampilkan oleh berbagai peserta," kata Nalikan.</p>
<p></p>
<p>Gelaran LTD 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu (24–27 Juni 2026). Sebanyak 88 stan bernuansa jadul dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, sekolah, dan BUMD turut memeriahkan acara. Selain itu, ada 50 stan UMKM yang menyajikan aneka jajanan pasar, makanan tradisional, hingga minuman khas Lamongan.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya bernostalgia, pengunjung juga bisa memanfaatkan berbagai layanan publik. Menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, pemeriksaan umum, hingga konsultasi kesehatan pada Dinas Kesehatan. </p>
<p></p>
<p>Pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur dengan harga terjangkau.</p>
<p></p>
<p>Untuk menghibur pengunjung, panitia telah menyiapkan rangkaian acara menarik setiap harinya pertunjukan musik campursari pada hari pertama. </p>
<p></p>
<p>Demo masak dari Asosiasi Chef Indonesia (ICA) dan penampilan Orkes Selecta pada hari kedua; pertunjukan musik keroncong pada hari ketiga dan Panggung "Nostalgia 90-an" sekaligus pengumuman pemenang stan terbaik pada hari terakhir. </p>
<p></p>
<p>Melalui penyelenggaraan Lamongan Tempo Doeloe 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap dapat terus memelihara semangat gotong royong, meningkatkan kecintaan terhadap sejarah, mendongkrak ekonomi lokal melalui promosi produk UMKM, serta mendekatkan pelayanan publik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Gandeng 16 Provider Rapikan Kabel Optik Semrawut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gandeng-16-provider-rapikan-kabel-optik-semrawut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gandeng-16-provider-rapikan-kabel-optik-semrawut</guid>
<description><![CDATA[ Kominfo menjadwalkan agenda koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, sementara eksekusi atau aksi nyata di lapangan akan serentak dilaksanakan setiap hari Kamis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cab66e0d10.webp" length="70746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 10:53:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Apel bersama, Dinas Kominfo, 16 provider, OPD, penanganan kabel optik, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Guna mewujudkan tata kelola kota yang bersih, rapi, dan indah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menata jaringan kabel optik. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diawali dengan apel kesiapan dan pengarahan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo (Kadis Kominfo) Kabupaten Nganjuk kepada tim gabungan, sebelum melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan perapian kabel di sejumlah ruas jalan protokol.</p>
<p></p>
<p>Apel kesiapan yang digelar di halaman kantor Dinas Kominfo ini melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas PUPR, Bagian Pemerintahan, hingga Dinas Perizinan. Tak hanya instansi pemerintah, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 16 Provider atau Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (SP) yang beroperasi di wilayah Nganjuk.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3cabfc52005.webp" alt=""></p>
<p>Dalam arahannya, Kadis Kominfo Nganjuk, Subani, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam menjaga estetika kota. Program penataan ini akan menyasar kawasan perkotaan terlebih dahulu sebagai langkah awal, sebelum nantinya merambah ke seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk secara bertahap.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan kita bersama adalah mewujudkan Nganjuk yang bersih dan indah. Oleh karena itu, kita jadwalkan koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, dan aksi nyata penataan di lapangan setiap hari Kamis," tegas Subani di hadapan para peserta apel, Kamis (25/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Aq</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih kepada teman-teman dari 16 SP yang sudah punya greget untuk hadir. Yang tidak hadir ada 3, nanti akan kita koordinasikan lagi biar semuanya bisa hadir. Kita ingin semuanya memiliki rasa memiliki. Pemerintah dan pihak swasta harus kuat kalau kita selalu bersama-sama," ungkap Subani.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Dinas Kominfo telah menyiapkan jurus taktis penataan yang akan berjalan secara konsisten dan bertahap. Kominfo menjadwalkan agenda koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, sementara eksekusi atau aksi nyata di lapangan akan serentak dilaksanakan setiap hari Kamis.</p>
<p></p>
<p>"Prinsipnya kita akan lakukan koordinasi dan kolaborasi berkala. Setiap hari Senin kita evaluasi, dan hari Kamis kita langsung action di lapangan," jelas Subani.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah awal, fokus penataan kali ini dimulai dari sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga kawasan Perempatan Cangkringan. Kawasan tersebut dipilih karena merupakan salah satu titik padat arus lalu lintas sekaligus jalur padat jaringan kabel udara.</p>
<p></p>
<p>Dengan dukungan kendaraan operasional dari Telkom serta tim teknis dari masing-masing provider, jaringan kabel optik yang dinilai semrawut dan mengganggu pemandangan akan langsung dirapikan. Langkah tegas ini diharapkan mampu menciptakan suasana kota yang kondusif, bersih, dan aman bagi seluruh masyarakat Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Pelayanan Riil, Bupati Probolinggo Sidak Infrastruktur dan Puskesmas Pakai Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-pelayanan-riil-bupati-probolinggo-sidak-infrastruktur-dan-puskesmas-pakai-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-pelayanan-riil-bupati-probolinggo-sidak-infrastruktur-dan-puskesmas-pakai-motor</guid>
<description><![CDATA[ Rombongan mengawali peninjauan pada proyek perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) sungai di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, yang sempat rusak akibat banjir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3c841598739.webp" length="67232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 09:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Infrastruktur, InspeksiMendadak, PembangunanDaerah, PelayananPublik, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong>–Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi langsung kualitas pelayanan publik dan proyek infrastruktur tanpa adanya rekayasa.</p>
<p></p>
<p>Sidak yang dikemas dalam bentuk monitoring dan evaluasi (monev) ini sengaja dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi sasaran. Dalam sidak tersebut, Bupati Haris didampingi oleh Kepala DPUPR Hengki Cahjo Saputra, Kepala Perkim Agus Budianto, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief, serta jajaran pejabat terkait.</p>
<p></p>
<p>Rombongan mengawali peninjauan pada proyek perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) sungai di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, yang sempat rusak akibat banjir.</p>
<p></p>
<p>Setelah itu, bupati dan tim bergeser ke Kantor Kecamatan Besuk untuk memantau pelayanan administrasi warga. Tak berhenti di situ, fasilitas kesehatan juga menjadi sasaran. Bupati Haris mendatangi Puskesmas Glagah di Kecamatan Pakuniran dan Puskesmas Kotaanyar.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian sidak ditutup dengan meninjau pembangunan TPT dan box culvert di Desa Sumbercenteng pada ruas jalan Glagah–Talkandang, Kecamatan Paiton.</p>
<p></p>
<p>Bupati Haris menjelaskan, mengendarai sepeda motor menjadi pilihan agar rombongan bisa bergerak lincah dan merasakan langsung kondisi jalan kabupaten yang sering dikeluhkan warga.</p>
<p></p>
<p>"Kunjungan ini memang tidak kami informasikan lebih dulu kepada OPD terkait. Tujuannya agar kami bisa melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan, termasuk bagaimana pelayanan yang diterima masyarakat," ujar Bupati Haris.</p>
<p></p>
<p>"Kami menggunakan sepeda motor untuk memastikan secara langsung kondisi jalan yang telah diperbaiki maupun yang masih membutuhkan penanganan. Melalui layanan Halo SAE yang diluncurkan beberapa waktu lalu, sudah terdapat ratusan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti, termasuk perbaikan akses jalan di berbagai wilayah," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Selain mengecek fisik bangunan, Bupati Haris juga berdialog dengan pegawai kecamatan dan tenaga kesehatan (nakes). Dari diskusi ini, ia menerima banyak masukan mengenai kendala teknis pelayanan di tingkat bawah.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi petugas di lapangan. Dari berbagai masukan yang disampaikan, ada beberapa hal yang bisa segera diperbaiki dan akan kami pelajari lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dan mutu pelayanan publik harus berjalan seimbang. Pemkab Probolinggo berkomitmen melakukan evaluasi berkala agar pelayanan ke depan semakin cepat, mudah, dan berkualitas.</p>
<p></p>
<p>Di sela-sela sidak, Bupati Haris juga meminta masyarakat untuk ikut merawat infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah demi keselamatan dan pemanfaatan jangka panjang.</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat perlu ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Misalnya jembatan di Sumbercenteng yang memiliki batas kapasitas beban tertentu dan harus dipatuhi demi keselamatan bersama," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir peninjauannya, ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan kanal aduan resmi "Halo SAE" agar pemerintah bisa merespons masalah di lapangan dengan cepat dan tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>"Kabupaten Probolinggo adalah milik kita bersama. Karena itu mari bersama-sama menjaga daerah ini dan memanfaatkan layanan Halo SAE untuk menyampaikan masukan maupun pengaduan, sehingga cita-cita mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE, yakni Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing dapat terwujud," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Verifikasi SLHS Diperketat, Satu SPPG di Nganjuk Diduga Tak Penuhi Persyaratan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-verifikasi-133-data-sppg-satu-berkas-di-wilayah-timur-terancam-kena-suspend</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-verifikasi-133-data-sppg-satu-berkas-di-wilayah-timur-terancam-kena-suspend</guid>
<description><![CDATA[ Namun, dari ratusan berkas yang diterima tersebut, tim verifikator menemukan adanya ketidakpatuhan administratif dari salah satu pemohon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bd90a67232.webp" length="33228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 23:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, 133 SPPG, Dinkes Nganjuk, administrasi, satu tereliminasi, wilayah Timur, Dapur MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk terus memperketat pengawasan dan verifikasi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hingga Juni 2026, sebanyak 133 data SPPG telah masuk dalam proses verifikasi Dinkes Nganjuk. Namun, dari jumlah tersebut ditemukan satu berkas yang diduga tidak memenuhi persyaratan administrasi sehingga berpotensi ditangguhkan atau disuspend.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Nganjuk, I Ketut Wijayadi, mengatakan mayoritas pengajuan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Meski demikian, tim verifikator menemukan adanya ketidaklengkapan dokumen pada salah satu pengajuan dari wilayah timur Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Dari total 133 data SPPG yang masuk dan kami periksa, mayoritas telah memenuhi prosedur. Namun ada satu data dari wilayah timur yang didapati belum lengkap persyaratannya. Terhadap berkas tersebut sangat dimungkinkan diberikan sanksi berupa suspend atau penangguhan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Ketut, berdasarkan data yang diterima dari koordinator wilayah, hanya 132 berkas yang dinyatakan memenuhi syarat untuk masuk ke meja verifikasi. Satu berkas lainnya diduga tidak lolos pada tahap awal karena belum melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami menduga ada satu data dari wilayah timur yang tidak lolos persyaratan karena dokumennya tidak lengkap sehingga tidak sampai pada tahap verifikasi lanjutan,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, Dinkes Nganjuk mencatat sebanyak 117 dari 133 SPPG atau sekitar 87,97 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketut menjelaskan, proses penerbitan SLHS dilakukan melalui sejumlah tahapan ketat. Mulai dari pengajuan permohonan, pemeriksaan administrasi, hingga Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dilakukan langsung oleh petugas puskesmas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Prosesnya dimulai dari pengajuan permohonan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Setelah memenuhi syarat, puskesmas setempat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara langsung,” terangnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam proses tersebut, setiap SPPG harus memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan. Hasil inspeksi juga wajib mencapai nilai minimal 80 agar dapat dinyatakan layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Formulir dan format inspeksinya sudah menggunakan standar nasional. Nilai minimal harus 80. Jika di bawah itu, proses tidak akan dilanjutkan karena dianggap belum memenuhi syarat kelayakan,” tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain melakukan verifikasi sarana dan prasarana, Dinkes Nganjuk juga menggelar pelatihan keamanan pangan bagi para relawan pengelola makanan. Tingkat partisipasi relawan di Kabupaten Nganjuk disebut melampaui target nasional.</span></p>
<p><span>“Jika standar nasional minimal 50 persen relawan mengikuti pelatihan, di Nganjuk hampir 90 persen hadir. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Sampang Catat WTP Kedelapan Berturut&amp;turut, Wabup Sampaikan Raperda APBD 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-sampang-catat-wtp-kedelapan-berturut-turut-wabup-sampaikan-raperda-apbd-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-sampang-catat-wtp-kedelapan-berturut-turut-wabup-sampaikan-raperda-apbd-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Sampang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ba2229643f.webp" length="29976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 17:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Mas Ulul</dc:creator>
<media:keywords>DPRD sampang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>SAMPANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2025, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sampang, pada Rabu, (24/6/2026).</p>
<p style="text-align: left;">Penyampaian Raperda tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan kepala daerah menyampaikan pertanggungjawaban APBD setelah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p style="text-align: left;">Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi opini WTP kedelapan secara berturut-turut.</p>
<p style="text-align: left;">"Capaian opini WTP ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Wabup Sampang.</p>
<p style="text-align: left;">Target pendapatan daerah tahun 2025 sebesar Rp2,07 triliun dengan realisasi Rp2,03 triliun atau 98,51 persen. Sementara belanja dan transfer daerah yang dianggarkan Rp2,14 triliun terealisasi lebih dari Rp2 triliun atau mencapai 93,08 persen.</p>
<p style="text-align: left;">Selain itu, Silpa Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp116,98 miliar. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p style="text-align: left;">Wakil Bupati Ahmad Mahfudz menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p style="text-align: left;">“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Oleh karena itu, kami berharap dukungan serta kerja sama yang harmonis dengan DPRD agar pembangunan di Kabupaten Sampang dapat terus berjalan serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: left;">Ia berharap kerja sama yang harmonis antara eksekutif dan legislatif terus terjaga guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sampang. <strong>(*)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangkit setelah 5 Tahun Vakum, Exponak 2026 di Bondowoso Jadi Ajang Adu Kualitas Hewan Ternak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangkit-setelah-5-tahun-vakum-exponak-2026-di-bondowoso-jadi-ajang-adu-kualitas-hewan-ternak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangkit-setelah-5-tahun-vakum-exponak-2026-di-bondowoso-jadi-ajang-adu-kualitas-hewan-ternak</guid>
<description><![CDATA[ Exponak 2026 kembali digelar setelah lima tahun vakum dan menjadi ajang unjuk kualitas hewan ternak unggulan Bondowoso. Wakil Bupati As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i mengapresiasi tingginya antusiasme peternak serta berharap kegiatan ini melahirkan bibit ternak berkualitas dan peternak yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41bafbd2d19.webp" length="39336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 17:22:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Ratusan peternak memadati Pasar Hewan Terpadu Desa Locare, Kecamatan Curahdami, saat gelaran </span>Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) 2026<span> berlangsung, Rabu (24/6/2026). Setelah vakum selama lima tahun, ajang bergengsi ini kembali digelar dan langsung disambut antusias luar biasa oleh para peternak dari berbagai wilayah di Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahkan, semangat para peserta sudah terlihat sejak malam sebelum perlombaan dimulai. Sejumlah peternak rela bermalam di lokasi demi memastikan ternak terbaik mereka siap mengikuti penilaian. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa Exponak bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum kebangkitan sektor peternakan Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengaku terkesan melihat besarnya antusiasme para peserta. Menurutnya, tingginya semangat peternak menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas peternakan sekaligus memperkuat daya saing komoditas lokal hingga tingkat nasional bahkan internasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tak hanya mengejar prestasi, Wakil Bupati berharap Exponak menjadi ruang berbagi ilmu, mempererat silaturahmi antarpeternak, serta melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas genetika ternak dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun memastikan kegiatan tersebut akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Luar biasa sekali. Mereka sangat semangat. Informasinya sejak tadi malam sudah berada di sini. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi antusiasme para peternak," ujar Wabup usai mengunjungi stand peserta Exponak dan menyerahkan piala juara umum.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a41bb0082a95.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia berharap Exponak tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan transfer pengetahuan di kalangan peternak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas perlombaan, tetapi juga menjadi jaring silaturahmi dan edukasi antarpeternak. Dengan begitu, penyelenggaraan tahun depan bisa lebih baik lagi," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati yang karib disapa Ra As'ad ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan Exponak meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bismillah, kami tetap harus semangat. Ini bukti bahwa walaupun ada kondisi efisiensi, pemerintah dan masyarakat saling mendukung. Ini luar biasa sekali. Kami sangat bersyukur," tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia juga mengajak para pemenang untuk tidak menyimpan pengetahuan yang dimiliki, melainkan membagikannya kepada peternak lain agar kualitas peternakan Bondowoso terus meningkat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selamat kepada para pemenang. Jangan pelit berbagi ilmu dengan yang lain. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa membawa nama Bondowoso ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," tegasnya.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a41bb04e1680.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan, Exponak 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram 2026 yang kembali digelar setelah lima tahun vakum.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Hendri, kegiatan tersebut bertujuan menampilkan ternak unggulan sekaligus memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas usaha peternakan mereka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Peserta yang tampil hari ini merupakan hasil seleksi dari lima Puskeswan, yakni Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, dan Curahdami. Dari 127 ternak yang diseleksi, sebanyak 48 ternak lolos ke babak final dan dinilai oleh tiga orang juri," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain kontes ternak, Exponak 2026 juga melibatkan 59 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan, Exponak merupakan bagian dari implementasi visi RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 menuju daerah yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini bukan hanya ajang kontes atau pameran, tetapi strategi nyata untuk memotivasi peternak meningkatkan kualitas genetika sapi, produksi daging dan susu, serta mendorong praktik peternakan modern yang berkelanjutan," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan, manajemen praktik dokter hewan, dan laboratorium. Kerja sama tersebut meliputi pendidikan, penelitian, magang, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</span></p>
<p><span>Pada Exponak 2026, Puskeswan Tamanan berhasil meraih predikat Juara Umum. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu lahirnya peternak-peternak berprestasi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas peternakan Bondowoso di pasar nasional hingga internasional. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Air Bawah Tanah di Kota Batu, Akademisi Soroti Ketimpangan Wewenang Pusat&amp;Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-air-bawah-tanah-di-kota-batu-akademisi-soroti-ketimpangan-wewenang-pusat-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-air-bawah-tanah-di-kota-batu-akademisi-soroti-ketimpangan-wewenang-pusat-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Ada dua kasus pemanfaatan air di Kota Batu yang belakangan ini menyedot perhatian publik dan memicu reaksi keras dari warga sekitar, yakni polemik pemanfaatan air oleh lembaga Al-Hikmah di Desa Giripurno, dan royek greenhouse stroberi milik PT Esa Suwardhana Thani di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b6cb08fdf4.webp" length="57224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 13:36:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Akademisi, ABT</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Polemik pemanfaatan Air Bawah Tanah (ABT) di Kota Batu yang bergulir sejak April lalu hingga kini belum juga mereda. </p>
<p></p>
<p>Persoalan ini kembali memicu kritik terkait tata kelola sumber daya air yang dinilai belum memberikan asas keadilan dan manfaat yang seimbang bagi daerah penghasil.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut dinilai oleh kalangan akademisi sebagai cerminan nyata dari adanya ketimpangan kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya alam (SDA).</p>
<p></p>
<p>Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi dan Geothermal Universitas Brawijaya, Prof. Sukir Maryanto, menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) kerap kali berada di posisi yang serba salah. Terutama, ketika muncul penolakan dari masyarakat setempat terhadap aktivitas pemanfaatan air bawah tanah oleh pihak swasta atau lembaga tertentu.</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya bukan hanya masalah air. Sektor pertambangan, kehutanan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan sumber daya alam itu kewenangannya memang lebih banyak ditarik ke pusat," ujar Sukir pada Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sukir kemudian menyoroti dua kasus pemanfaatan air di Kota Batu yang belakangan ini menyedot perhatian publik dan memicu reaksi keras dari warga sekitar, di antaranya polemik pemanfaatan air oleh lembaga Al-Hikmah di Desa Giripurno, dan royek greenhouse stroberi milik PT Esa Suwardhana Thani di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p></p>
<p>Pada kasus di Desa Sumberbrantas, warga sempat menggelar aksi protes terhadap pengeboran sumur dalam karena khawatir aktivitas tersebut akan menguras dan menurunkan debit sumber air bersih yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari. Akibat penolakan tersebut, kegiatan pengeboran sempat dihentikan sementara waktu.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Sukir menjelaskan bahwa pergeseran kewenangan ini terjadi akibat adanya perubahan regulasi selama beberapa tahun terakhir. Di masa lalu, saat PP Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah masih berlaku, pemerintah kabupaten/kota memiliki ruang kendali yang luas untuk mengatur sekaligus mengawasi pemanfaatan air di wilayahnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, kendali tersebut menyusut setelah terbitnya UU Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air, serta PP Nomor 22 Tahun 2021. Aturan-aturan baru ini membuat proses perizinan dan pengelolaan menjadi sangat terpusat.</p>
<p></p>
<p>"Dampaknya, pemda sering kali hanya menjadi pihak yang menanggung 'getah' sosial dan politiknya saja saat konflik pecah di lapangan. Ketika warga mengeluh debit air mengecil atau khawatir lingkungan rusak, pemda yang pertama kali didatangi dan diamuk. Padahal, pemda tidak punya wewenang langsung atas izin yang sudah dikeluarkan oleh pusat," urai Sukir.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, peran pemerintah daerah dibatasi hanya pada aspek tata ruang, penyusunan dokumen lingkungan (seperti AMDAL dan UKL-UPL), serta penanganan benturan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut Sukir, kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang tidak sehat antara beban tanggung jawab pemda dengan kewenangan hukum yang mereka miliki.</p>
<p></p>
<p>Melihat benang kusut ini, Sukir mendorong diadakannya evaluasi total terhadap tata kelola sumber daya air nasional. Evaluasi ini harus melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemda, akademisi, hingga pemangku kepentingan terkait.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa air tidak boleh hanya dipandang sebagai komoditas bisnis yang bernilai ekonomi semata, melainkan wajib mengedepankan kelestarian alam dan fungsi sosialnya.</p>
<p></p>
<p>"Kepentingan dan hak masyarakat lokal wajib ditempatkan sebagai prioritas utama. Sebab, air adalah kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Nganjuk Pastikan Keamanan Program MBG, Hampir 88 Persen SPPG Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/progres-signifikan-dinkes-nganjuk-nyatakan-8797-penyedia-makan-bergizi-gratis-telah-mengantongi-sertifikat-laik-higiene-sanitasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/progres-signifikan-dinkes-nganjuk-nyatakan-8797-penyedia-makan-bergizi-gratis-telah-mengantongi-sertifikat-laik-higiene-sanitasi</guid>
<description><![CDATA[ Melalui pemenuhan standar kesehatan yang ketat, Dinkes melaporkan bahwa per hari ini, sebanyak 87,97% dari total 133 SPPG yang terdaftar telah resmi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a8be8434c6.webp" length="38212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 21:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program MBG, Makan Gratis, SPPG, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, SLHS, Dinkes Nganjuk, 133 Dapur SPPG Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Juni 2026, sebanyak 117 dari 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 87,97 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Nganjuk, I Ketut Wijayadi, mengatakan penerbitan sertifikat tersebut dilakukan melalui serangkaian tahapan verifikasi yang ketat guna menjamin mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya para pelajar penerima manfaat program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Prosesnya dimulai dari pengajuan permohonan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Setelah memenuhi syarat, Puskesmas setempat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara langsung," ujar Ketut saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, seluruh proses inspeksi menggunakan formulir dan standar penilaian nasional. SPPG harus memperoleh nilai minimal 80 untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Formulir dan format inspeksinya sudah standar nasional. Minimal nilainya harus 80. Jika di bawah itu, proses tidak akan dilanjutkan karena dianggap belum layak," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain verifikasi sarana, Dinkes juga menyelenggarakan pelatihan keamanan pangan bagi para relawan pengelola makanan. Ketut mengungkapkan tingkat partisipasi relawan di Kabupaten Nganjuk tergolong sangat tinggi dan melampaui target nasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kalau standar nasional minimal 50 persen relawan harus mengikuti pelatihan, di Nganjuk hampir 90 persen hadir. Dari kuota minimal 50 orang, peserta yang datang bisa mencapai lebih dari 40 orang. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi terhadap keamanan pangan," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui pelatihan tersebut, para relawan mendapatkan pembekalan materi dan simulasi berbasis modul yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan siap saji. Tujuannya antara lain mencegah penyakit bawaan pangan, meningkatkan kualitas makanan, membangun kepercayaan penerima manfaat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Uji Laboratorium dan Verifikasi Akhir</strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Setelah pelatihan, tahapan berikutnya adalah pengujian laboratorium terhadap sampel air, makanan, dan minuman yang diproduksi saat SPPG mulai beroperasi. Pengujian dilakukan oleh pihak ketiga yang kompeten, dengan biaya ditanggung masing-masing SPPG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh produk pangan yang disajikan aman dikonsumsi," jelas Ketut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Apabila hasil uji laboratorium memenuhi syarat, Dinkes akan melakukan verifikasi lapangan akhir. Tim akan memeriksa kembali kesiapan sarana dan prasarana, penerapan SOP, serta tindak lanjut hasil IKL sebelumnya, seperti ketersediaan tempat sampah, alat pemadam api ringan (APAR), hingga kelayakan fasilitas sanitasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Jika seluruh aspek telah memenuhi standar, barulah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi diterbitkan," imbuhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Sanksi Bertahap Hingga Pencabutan Izin</strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait pengawasan pascapenerbitan sertifikat, Dinkes menegaskan akan menindak setiap pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Jika ditemukan ketidakpatuhan setelah dilakukan pembinaan, Dinkes terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) sebelum menjatuhkan sanksi administratif.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tahapan sanksi dimulai dari Surat Peringatan Pertama (SP1), dilanjutkan SP2 apabila tidak ada perbaikan, hingga SP3 sebagai peringatan terakhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"SP1 diberikan sebagai teguran awal. Jika tidak diindahkan, akan diterbitkan SP2, kemudian SP3 sebagai peringatan terakhir," terang Ketut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menambahkan, apabila dalam waktu tiga bulan setelah SP3 diterbitkan tidak ada upaya perbaikan, Dinkes dapat mengambil tindakan tegas berupa pencabutan izin operasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Segala risiko setelah pencabutan izin, termasuk penghentian sementara maupun penutupan operasional, menjadi tanggung jawab penyelenggara. Mekanisme ini merupakan instruksi resmi kementerian dan berlaku secara nasional," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, Ketut menyebut kondisi di Kabupaten Nganjuk hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Komunikasi antara Dinkes, yayasan, maupun mitra pelaksana program MBG berjalan baik dan kooperatif.</span></p>
<p><span>Di akhir keterangannya, Ketut menegaskan bahwa Dinkes berfokus pada pembinaan, pendampingan, pengawasan, dan penerbitan sertifikat higiene sanitasi guna mendukung keberhasilan program MBG. Sementara koordinasi dan kebijakan lintas sektor berada di bawah kendali Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah selaku Ketua Harian. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persoalan Sampah di Nganjuk Dinilai Belum Tertangani Optimal, DLH Diminta Perkuat Pendampingan Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persoalan-sampah-di-nganjuk-dinilai-belum-tertangani-optimal-dlh-diminta-perkuat-pendampingan-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persoalan-sampah-di-nganjuk-dinilai-belum-tertangani-optimal-dlh-diminta-perkuat-pendampingan-desa</guid>
<description><![CDATA[ Banyaknya tumpukan sampah yang ditemui di pinggir jalan maupun di area sungai menjadi indikator nyata bahwa edukasi dan sistem pengelolaan limbah di tingkat bawah belum berjalan optimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a857b970e3.webp" length="58858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 20:25:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengolahan sampah, aktivis lingkungan dan sampah, sampah plastik, B3, Camat Sukomoro Wisnu Anang Prabowo, Dinas DLH Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Nganjuk. Tumpukan sampah yang kerap ditemukan di pinggir jalan hingga aliran sungai menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaan sampah di tingkat bawah masih perlu diperkuat.</p>
<p>Aktivis lingkungan asal Nganjuk, Sumarsono, menilai keberadaan sampah liar bukan semata-mata disebabkan rendahnya kepedulian masyarakat, melainkan juga karena belum tersedianya sistem pengelolaan yang jelas di tingkat desa.</p>
<p>Menurutnya, banyak warga sebenarnya bersedia membayar iuran pengelolaan sampah, namun tidak mengetahui mekanisme maupun pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.</p>
<p>"Sampah liar di pinggir jalan atau sungai itu menandakan perlunya edukasi yang ditingkatkan dari tingkat desa sampai RT. Sebetulnya, warga itu ada yang bingung mau membayar ke mana. Oleh karena itu, pemerintah desa seharusnya bisa menganggarkan terkait pengelolaan sampah ini," ujar Sumarsono.</p>
<p>Ia mencontohkan keberhasilan Bank Sampah di Kelurahan Mangundikaran sebagai bukti bahwa pengelolaan sampah yang didukung kader dan masyarakat dapat berjalan efektif. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pengelolaan sampah yang baik juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga.</p>
<p>Sumarsono berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk semakin intensif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pemerintah desa agar lebih banyak wilayah yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah.</p>
<p>Sementara itu, Camat Sukomoro Wisnu Anang Prabowo mengakui bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Menurutnya, persoalan tersebut melibatkan berbagai tahapan mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga penyediaan lokasi pembuangan akhir.</p>
<p>"Urusan sampah ini memang jlimet dari dulu sampai sekarang. Mulai dari urusan membuangnya, pemilahannya di tingkat rumah tangga, hingga sarana tempat pembuangan yang sering kali memicu gesekan di masyarakat. Kalau tidak diurai bersama lewat Pokja Desa Sehat ini, masalahnya akan terus berputar di situ-situ saja," kata Wisnu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wisnu juga menyoroti pentingnya peningkatan sistem penanganan sampah, termasuk pemisahan yang lebih jelas antara sampah domestik dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).</p>
<p>"Persoalan ini bukan cuma di tingkat warga saja, tapi di sistem penanganannya. Kami melihat perlu adanya pemilahan yang lebih jelas antara sampah plastik biasa dengan limbah B3 agar penanganannya tidak menimbulkan kerancuan di lapangan," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Sujito, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat paling bawah.</p>
<p>"Dinas LH selalu memotivasi masyarakat dengan melakukan sosialisasi secara masif. Fokus kami adalah mendorong pembentukan kelompok-kelompok masyarakat mandiri yang khusus melayani pengangkutan dan pengelolaan sampah di tingkat RT," ungkap Sujito.</p>
<p>Ia menambahkan, model pengelolaan berbasis kelompok swadaya masyarakat telah berjalan baik di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>"Di banyak desa dan kelurahan, sistem kelompok swadaya masyarakat ini sudah berjalan dengan sangat bagus. Kami berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi contoh dan diterapkan di wilayah lain," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuju Kabupaten Sehat, Nganjuk Fokus Perkuat Peran Forum Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuju-kabupaten-sehat-nganjuk-fokus-perkuat-peran-forum-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuju-kabupaten-sehat-nganjuk-fokus-perkuat-peran-forum-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Program pembinaan intensif ini ditargetkan menyasar lima Kecamatan untuk periode anggaran tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a7dc214cdb.webp" length="53400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 19:47:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Forum Nganjuk Sehat, pembinaan, Tingkat Desa, Kelurahan, Kecamatan Sukomoro, Dinkes Nganjuk, Efisiensi anggaran, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Upaya memperkuat implementasi program Kabupaten Sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui pembinaan kelembagaan Forum Kabupaten Sehat di tingkat kecamatan. Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu wilayah yang mendapat pendampingan guna memastikan berbagai program dan aktivitas masyarakat berjalan selaras dengan indikator penilaian Kabupaten Sehat.</p>
<p>Pembinaan tersebut dinilai penting sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan daerah menghadapi proses verifikasi tingkat provinsi. Keberhasilan pada tahapan ini menjadi penentu bagi Kabupaten Nganjuk untuk dapat melanjutkan langkah menuju penghargaan Kabupaten Sehat pada periode berikutnya.</p>
<p>Ketua Forum Kabupaten Sehat Nganjuk, Heni Rochtanti, menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan yang mendukung terciptanya lingkungan sehat sebenarnya telah berjalan di tingkat kecamatan. Namun, kegiatan tersebut masih perlu diintegrasikan agar sejalan dengan sembilan tatanan dalam program Kabupaten Sehat.</p>
<p>"Pembinaan hari ini bertujuan meningkatkan kelembagaan forum di tingkat kecamatan. Sebenarnya kegiatan yang ada sudah mencakup sembilan tatanan Kabupaten Sehat, mulai dari kehidupan masyarakat mandiri hingga penanggulangan bencana. Wilayah seperti Ngetos misalnya, memiliki kerawanan terhadap puting beliung dan banjir sehingga aspek kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian," ujar Heni, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Menurut Heni, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk berperan sebagai leading sector yang mengoordinasikan sekaligus memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Pada tahun anggaran 2026, pembinaan intensif ditargetkan menjangkau lima kecamatan.</p>
<p>Ia mengakui tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran yang dialokasikan karena pengelolaannya berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan.</p>
<p>"Dinkes yang lebih mengetahui terkait anggarannya. Kalau untuk kegiatan di kecamatan biasanya digunakan untuk kebutuhan operasional seperti honor dan konsumsi," katanya.</p>
<p>Heni juga menyebut para petugas pelaksana memperoleh honorarium berbasis kegiatan. Pemberian honor tidak dilakukan setiap bulan, melainkan menyesuaikan agenda yang telah dijadwalkan.</p>
<p>"Honor itu ada, tetapi tidak diberikan sepanjang tahun. Dalam setahun sekitar empat kali sesuai kegiatan yang dilaksanakan," ujarnya.</p>
<p>Program pembinaan Forum Kabupaten Sehat sendiri telah berjalan secara rutin sejak 2024. Untuk menjangkau seluruh wilayah sasaran, pelaksanaannya dibagi ke dalam beberapa tim pendamping.</p>
<p>"Harapan kami koordinasi antar-tatanan di tingkat kecamatan semakin kuat sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana," tambah Heni.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Wijayadi, menjelaskan bahwa pembinaan intensif pada tahun genap memiliki arti penting dalam tahapan penilaian Kabupaten Sehat. Menurutnya, apabila verifikasi tingkat provinsi tidak dapat dilalui pada tahun pembinaan, maka peluang mengikuti penilaian pada tahun berikutnya otomatis tertutup.</p>
<p>"Pembinaan tahun genap ini menjadi fondasi utama. Jika tidak lolos verifikasi provinsi, maka Kabupaten Nganjuk tidak bisa melaju untuk meraih penghargaan Kabupaten Sehat pada tahun ganjil berikutnya," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, program nasional yang telah berjalan selama satu dekade di Kabupaten Nganjuk tersebut kini dipimpin oleh Heni Rochtanti sebagai ketua forum periode kedua.</p>
<p>Namun demikian, pelaksanaan program tahun ini harus menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran daerah. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya ketika seluruh 20 kecamatan dapat dikunjungi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, tahun ini pembinaan difokuskan pada lima kecamatan prioritas.</p>
<p>I Ketut mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Forum Nganjuk Sehat mengalami dinamika dari tahun ke tahun. Sejak forum dibentuk pada 2016, anggaran sempat berada pada kisaran Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp50 juta, Rp75 juta, Rp100 juta, hingga mencapai puncak Rp300 juta pada 2023.</p>
<p>"Untuk tahun 2026 anggaran mengalami penyesuaian dan ditetapkan sebesar Rp150 juta untuk mendukung kegiatan Forum Nganjuk Sehat," katanya.</p>
<p>Dalam satu tahun, koordinasi dan evaluasi program dilaksanakan sedikitnya empat kali. Dinas Kesehatan juga mencatat pada tahun sebelumnya masih terdapat sisa anggaran akibat keterbatasan waktu pelaksanaan serta berkurangnya jumlah petugas lapangan yang melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah binaan.</p>
<p>Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan seluruh anggaran, termasuk dana operasional dan honorarium petugas yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati, akan dikelola secara optimal guna mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah melalui program Kabupaten Sehat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>104 Anak Ikuti Khitan Massal Gratis di Lamongan, Dukung Tumbuh Kembang Generasi Menuju Indonesia Emas 2045</title>
<link>https://suarajatimpost.com/104-anak-ikuti-khitan-massal-gratis-di-lamongan-dukung-tumbuh-kembang-generasi-menuju-indonesia-emas-2045</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/104-anak-ikuti-khitan-massal-gratis-di-lamongan-dukung-tumbuh-kembang-generasi-menuju-indonesia-emas-2045</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 104 anak warga Kabupaten Lamongan mengikuti khitan massal gratis yang digelar di Pendopo Lokatantra dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-457 dan HKG PKK ke-54. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menegaskan pentingnya khitan sebagai bagian dari proses pendewasaan anak sekaligus upaya mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Selain layanan khitan gratis, peserta juga menerima obat-obatan, uang saku, sertifikat, dan bingkisan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a50f1d24a6.webp" length="47300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 16:32:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>Lamongan, pemerintah, pendidikan, sekolah, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP –</strong> Sebanyak 104 anak mengikuti kegiatan khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.</p>
<p>Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengatakan bahwa khitan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pendewasaan anak laki-laki, khususnya bagi umat Islam. Selain sebagai bagian dari ajaran agama, khitan juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.</p>
<p>Menurut Dirham, generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter menjadi modal utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan anak perlu terus ditingkatkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>"Khitan merupakan tahapan penting dalam proses pendewasaan anak sebagai seorang muslim. Semoga anak-anak yang mengikuti khitan massal hari ini tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak baik, dan kelak mampu menjadi pemimpin bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Dirham.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto, menjelaskan bahwa seluruh peserta merupakan warga Kabupaten Lamongan yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan berdomisili di wilayah setempat.</p>
<p>"Selain memperoleh layanan khitan secara gratis, para peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung berupa obat-obatan, uang saku, sertifikat, serta bingkisan pasca khitan," jelasnya.</p>
<p>Joko menambahkan, pelaksanaan khitan massal ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, RSUD dr. Soegiri Lamongan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lamongan, Baznas Kabupaten Lamongan, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lamongan.</p>
<p>"Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat dapat terus meningkat, mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi Lamongan yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Lamongan Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pengelolaan APBD yang Akuntabel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-lamongan-perkuat-kesejahteraan-masyarakat-melalui-pengelolaan-apbd-yang-akuntabel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-lamongan-perkuat-kesejahteraan-masyarakat-melalui-pengelolaan-apbd-yang-akuntabel</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a273daa5df.webp" length="20794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 11:58:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>Lamongan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Lamongan, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang karib disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas berbagai masukan dan saran yang diberikan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.</p>
<p>Menurut Pak Yes, pengelolaan APBD tidak hanya berfokus pada pencapaian administrasi dan realisasi anggaran, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>"Keberhasilan pengelolaan APBD harus mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p>Pada sektor pendapatan daerah, Pemkab Lamongan mencatat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 21,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis, seperti digitalisasi sistem penerimaan daerah, pemutakhiran data potensi pendapatan, serta penguatan pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meminimalkan potensi kebocoran penerimaan.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan roadmap peningkatan kapasitas fiskal guna memperkuat kemandirian keuangan daerah melalui diversifikasi sumber-sumber pendapatan dan peningkatan kontribusi PAD secara bertahap.</p>
<p>Di bidang pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemkab Lamongan terus melakukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Penguatan kinerja BUMD dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, mitigasi risiko, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.</p>
<p>Sementara itu, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sebesar 28 persen atau melebihi ketentuan mandatory spending nasional.</p>
<p>Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar, penanganan anak tidak sekolah melalui inovasi AKSI BIRU, serta pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik melalui pemetaan dan pengisian 637 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan.</p>
<p>Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah terus menjaga cakupan Universal Health Coverage (UHC) melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), optimalisasi kepesertaan BPJS Kesehatan, serta penguatan inovasi Lamongan Sehat Dengan Kunjungan Rumah (LASERKU) yang dilaksanakan oleh puskesmas dan rumah sakit daerah.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, merata, dan berkualitas.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Lamongan juga meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan pencapaian luas tambah tanam dan target panen, memperkuat dukungan sarana produksi pertanian, menjaga stabilitas harga komoditas, serta meningkatkan produktivitas petani, peternak, dan nelayan.</p>
<p>Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Prioritas Lumbung Pangan Lamongan yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor agraris.</p>
<p>Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemkab Lamongan berharap pengelolaan APBD dapat semakin efektif dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Perawatan, Tugu Asmaul Husna Warujayeng Nganjuk Kondisinya Memprihatinkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-perawatan-tugu-asmaul-husna-warujayeng-nganjuk-kondisinya-memprihatinkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-perawatan-tugu-asmaul-husna-warujayeng-nganjuk-kondisinya-memprihatinkan</guid>
<description><![CDATA[ Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38dd1e2e6a8.webp" length="43222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tugu Asmaul husna, taman kota, cat mengelupas, lampu mati, Pemerhati Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Kondisi Tugu Asmaul Husna di kawasan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Ikon berbentuk bulat hijau dengan ornamen tulisan asmaul husna tersebut dinilai kurang mendapatkan perhatian dan perawatan dari pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (22/6/2026), tanda-tanda kerusakan pada tugu dan area taman di sekitarnya terlihat sangat jelas. Estetika fasilitas publik yang seharusnya mempercantik kawasan tersebut kini justru tampak memudar.</p>
<p></p>
<p>Aktivis sekaligus pemerhati lingkungan setempat, yang akrab disapa Mbah Gondrong, menyayangkan pembiaran yang terjadi pada fasilitas publik tersebut. Menurutnya, ada beberapa poin krusial yang menunjukkan bahwa tugu tersebut luput dari pemeliharaan rutin.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dalam pengamatan keseharian saya, ini kurang perawatan. Pertama, kondisi cat pada tugu saat ini sudah mulai mengelupas. Kedua, hiasan atau ornamen lampu LED yang ada di taman ini sekarang posisinya juga sudah rusak semua," ujar Mbah Gondrong saat memberikan keterangan di lokasi, Senin (22/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya struktur fisik tugu dan lampu hias yang rusak, kondisi vegetasi atau tanaman di sekeliling tugu pun tampak memprihatinkan. Mayoritas tanaman di area taman pembatas jalan tersebut terlihat mengering karena diduga proses penyiraman tidak berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Mbah Gondrong berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak tebang pilih dalam merawat fasilitas publik. Pemeliharaan keindahan kota seharusnya dilakukan secara merata, bukan hanya berfokus pada area yang dekat dengan pusat pemerintahan saja.</p>
<p></p>
<p>"Harapan saya, tugu-tugu yang sudah dibangun ini tolonglah diperhatikan dan dirawat. Jangan sampai merusak estetika lingkungan di tempat tugu itu berada," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi instansinya saat ini adalah masalah finansial.</p>
<p></p>
<p>"Kita masih belum punya dana untuk perawatan," ujar Sujito saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Meskipun anggaran pemeliharaan taman dan tugu saat ini masih kosong, DLH memastikan tidak tinggal diam. Sujito menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya agar perbaikan estetika kota di wilayah Warujayeng ini bisa masuk dalam skala prioritas menggunakan sisa anggaran tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Langkah konkret yang akan diambil oleh DLH adalah membidik momentum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD untuk mengajukan dana pemeliharaan tugu-tugu yang terbengkalai.</p>
<p>"Semoga nanti di PAK ada dananya ya," pungkas Sujito. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabar Gembira! Pemerintah Obral Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat Selama Libur Sekolah 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabar-gembira-pemerintah-obral-diskon-tiket-kereta-hingga-pesawat-selama-libur-sekolah-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabar-gembira-pemerintah-obral-diskon-tiket-kereta-hingga-pesawat-selama-libur-sekolah-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah resmi merilis program diskon tarif transportasi besar-besaran untuk libur sekolah 2026. Mulai dari diskon kereta 30% hingga PPN DTP 100% untuk tiket pesawat ekonomi. Cek rincian dan rutenya di sini! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a379abbd736f.webp" length="44662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 08:07:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>diskon tiket libur sekolah 2026, diskon kereta api 2026, tiket pesawat ppn dtp, diskon kapal laut 2026, tarif penyeberangan gratis, kemenhub dudy purwagandhi, stimulus transportasi prabowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> -Masa libur sekolah tahun 2026 kali ini dipastikan bakal lebih hemat dan seru. Pemerintah resmi menghadirkan program diskon tarif besar-besaran untuk berbagai moda transportasi mulai dari kereta api, kapal laut, angkutan penyeberangan, hingga pesawat terbang.</p>
<p>Kebijakan strategis ini sengaja digulirkan untuk mendongkrak mobilitas masyarakat sekaligus memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan stabilitas harga selama periode liburan high season.</p>
<p>Menariknya, bonus bagi para pelancong tidak berhenti di sini. Program serupa juga dijadwalkan akan kembali diterapkan pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 mendatang. </p>
<p>"Pemberian insentif tarif transportasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat," ujar Dudy dikutip dari Antara, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Menhub berharap masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini secara maksimal agar roda perekonomian di sektor pariwisata dan daerah-daerah tujuan wisata bisa bergerak lebih cepat.</p>
<p>Sebagai payung hukum, kebijakan ini diatur melalui Keputusan Bersama tiga instansi sekaligus, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).</p>
<p><strong>Rincian Diskon Tarif Transportasi yang Bisa Anda Nikmati</strong></p>
<p>Bagi Anda yang sudah merencanakan liburan, berikut adalah detail potongan harga yang disiapkan pemerintah:</p>
<p>Kereta Api Komersial<br>   Diskon sebesar 30% untuk seluruh layanan kereta api komersial kelas ekonomi. Promo ini berlaku mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026. </p>
<p>Kapal Laut Penumpang<br>   Diskon sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal laut penumpang kelas ekonomi dengan periode yang lebih panjang, yaitu dari 20 Juni sampai 15 Agustus 2026.</p>
<p><strong>Angkutan Penyeberangan</strong><br>Diskon hingga 100% (Gratis!) untuk tarif jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan golongan II, dan kendaraan golongan IVA. Fasilitas ini berlaku di 14 pelabuhan pada 7 lintasan penyeberangan utama dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026.</p>
<p><strong>Tiket Pesawat Terbang</strong><br>Insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk tiket pesawat berjadwal kelas ekonomi. Kebijakan ini berlaku mulai 24 Juni hingga 5 Juli 2026.</p>
<p><strong>Daftar Lintasan Penyeberangan yang Mendapat Diskon</strong><br>Khusus untuk angkutan penyeberangan laut, potongan tarif berlaku pada 7 rute gemuk berikut ini:<br> 1. Merak - Bakauheni<br> 2. Ketapang - Gilimanuk<br> 3. Lembar - Padangbai<br> 4. Kayangan - Pototano<br> 5. Tanjung Uban - Telaga Punggur<br> 6. Ajibata - Ambarita<br> 7. Sape - Labuan Bajo</p>
<p>Menhub menegaskan bahwa meskipun pemerintah mengobral insentif tarif, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan ketat akan terus dilakukan di lapangan agar seluruh moda transportasi beroperasi sesuai standar pelayanan terbaik.(**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<div id="ats-insert_ads-5-wrapper"></div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanggapi Kritik Program MBG, Wagub Jatim Emil Dardak: Posisi Pemda Menyukseskan Kebijakan Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kritik-program-mbg-wagub-jatim-emil-dardak-posisi-pemda-menyukseskan-kebijakan-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kritik-program-mbg-wagub-jatim-emil-dardak-posisi-pemda-menyukseskan-kebijakan-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Pemprov Jatim menegaskan fokus pada sinkronisasi data dan pendampingan pelaksanaan MBG, sementara seluruh kebijakan operasional SPPG menjadi kewenangan BGN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37bb2c95529.webp" length="57910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:43:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim, BGN, SPPG, Lawang Malang, Siadi Cup, Stunting, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita, Pemprov Jatim, Jawa Timur, Program Presiden</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap fokus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski belakangan muncul berbagai kritik dan masukan terhadap pelaksanaannya. Pernyataan itu disampaikan Emil saat menghadiri kompetisi sepak bola Siadi Cup di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Menurut Emil, program MBG merupakan bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden. Karena itu, Pemprov Jatim memilih fokus membantu pelaksanaan program di daerah daripada terlibat dalam polemik yang berkembang.</p>
<p>“Kami melihat manfaat yang muncul dari pelaksanaan MBG. Bahkan BGN sendiri tidak mengingkari bahwa masih ada ruang-ruang penyempurnaan,” kata Emil, Ahad (21/06/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan <em>refocusing</em> sasaran penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemadanan data antara Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dan Dapodik, khususnya untuk jenjang SMA dan SMK negeri maupun swasta.</p>
<p>Data tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Harapannya, kebijakan tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi sasaran penting dalam percepatan penanganan stunting.</p>
<p>Emil juga menegaskan bahwa berbagai kebijakan terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pembukaan pendaftaran maupun status operasional dapur MBG, sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Menurutnya, peran pemerintah daerah lebih difokuskan pada sinkronisasi data, dukungan perizinan lingkungan, sanitasi, kesehatan, hingga penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa seperti dugaan keracunan makanan.</p>
<p>“Kami tidak berpendapat pribadi dan tidak mengomentari pendapat pribadi. Posisi Pemda sekarang adalah menyukseskan apa yang menjadi kebijakan pusat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan terus mendukung pelaksanaan MBG agar berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh daerah.</p>
<p>“Yang jelas kami siap untuk menyukseskan kebijakan Bapak Presiden di Jawa Timur,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemendukbangga Jatim Apresiasi Bondowoso, Target MOW 2026 Tercapai 100 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemendukbangga-jatim-apresiasi-bondowoso-target-mow-2026-tercapai-100-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemendukbangga-jatim-apresiasi-bondowoso-target-mow-2026-tercapai-100-persen</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang diterima Media ini, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3631ab49edb.webp" length="61208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 14:23:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MOW, KB, keluarga, operasi, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan dengan tercapainya target pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) tahun 2026 yang mencapai 100 persen.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kegiatan pelayanan KB serentak yang digelar di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026), sebanyak 82 akseptor MOW berhasil dilayani. Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada 29 Juni mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, mengatakan, target awal pelayanan MOW di Bondowoso sebanyak 70 akseptor. Namun berkat tambahan kuota, jumlah peserta meningkat menjadi 82 orang dan seluruhnya berhasil terpenuhi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Alhamdulillah Kabupaten Bondowoso telah melaksanakan pelayanan KB serentak, khususnya MOW. Target awal 70 peserta kemudian bertambah menjadi 82 peserta dan seluruhnya tercapai 100 persen," kata Sadikin.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengapresiasi kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut, mulai dari Wakil Bupati Bondowoso, Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Ketua TP PKK, hingga Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama tim medis.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung pelayanan KB kepada masyarakat," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Shodiqin menjelaskan, jumlah kuota MOW tahun ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi secara nasional akibat penyesuaian anggaran pemerintah pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Secara nasional anggaran APBN untuk program ini mengalami pengurangan sekitar 50 persen. Kalau sebelumnya bisa mencapai lebih dari seratus peserta, tahun ini Bondowoso mendapatkan kuota 82 peserta dan seluruhnya berhasil terserap," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, tingginya minat masyarakat Bondowoso terhadap program KB jangka panjang dinilai menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran keluarga dalam merencanakan kehidupan rumah tangga yang lebih berkualitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan data yang diterima pihaknya, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk ikut program KB semakin baik. Harapan kami pemerintah daerah tetap bisa memfasilitasi masyarakat yang belum terlayani melalui program-program daerah maupun layanan kontrasepsi jangka panjang lainnya," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai alternatif, Shodiqin menyebut masyarakat dapat memanfaatkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti Intra Uterine Device (IUD) yang masa pakainya bisa mencapai delapan tahun atau implan yang efektif hingga tiga tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, MOW merupakan pilihan bagi pasangan yang telah mantap untuk tidak memiliki anak lagi. Karena itu, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah memiliki anak, mendapatkan persetujuan pasangan, serta mempertimbangkan kondisi keluarga secara matang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Yang paling penting ada kesepakatan suami dan istri bahwa mereka memang sudah mantap tidak ingin menambah anak lagi. Itu menjadi dasar utama sebelum mengikuti MOW," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait keamanan prosedur, Shodiqin memastikan MOW merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif dan telah lama diterapkan dalam program KB nasional. Berdasarkan pengalaman dan kajian medis, tingkat keberhasilannya sangat tinggi dengan risiko yang relatif rendah apabila dilakukan sesuai prosedur oleh tenaga kesehatan yang kompeten.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia berharap ke depan kuota pelayanan MOW di Bondowoso dapat kembali ditingkatkan mengingat tingginya animo masyarakat serta kebutuhan pengendalian pertumbuhan penduduk yang terus berkembang.</span></p>
<p><span>"Tadi juga menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar kuota pelayanan MOW bisa ditingkatkan lagi, minimal setara dengan tahun-tahun sebelumnya. Aspirasi ini tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan ke depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Lampaui Target Peserta MOW, Dinsos P3AKB Siapkan 82 Akseptor dari Seluruh Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lampaui-target-peserta-mow-dinsos-p3akb-siapkan-82-akseptor-dari-seluruh-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lampaui-target-peserta-mow-dinsos-p3akb-siapkan-82-akseptor-dari-seluruh-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Pelayanan MOW yang dilakukan saat ini menggunakan teknik laparoskopi yang dinilai lebih aman dan minim risiko. Metode tersebut hanya memerlukan sayatan kecil sekitar satu sentimeter sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36321e50479.webp" length="61158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 13:57:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MOW, KB, keluarga, operasi, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> – Antusiasme masyarakat Bondowoso terhadap program Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi terus menunjukkan tren positif. Meski jumlah peserta tahun ini tercatat 82 akseptor, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan angka tersebut bukan menunjukkan penurunan minat masyarakat, melainkan karena adanya pembatasan kuota program dari pemerintah pusat dan provinsi.</p>
<p>Pelaksanaan pelayanan MOW yang dipusatkan di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026), menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga melalui program KB jangka panjang.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Moh. Imron, mengatakan, pihaknya sebenarnya hanya mendapat target 70 peserta pada tahun ini. Namun berkat dukungan pemerintah provinsi, kuota tersebut bertambah hingga mencapai 82 akseptor.</p>
<p>"Target awal kita sebenarnya 70 peserta. Alhamdulillah ada tambahan kuota dari provinsi sehingga total yang bisa kita layani tahun ini mencapai 82 akseptor," kata dr. Imron usai meninjau proses pelayanan MOW di RSUD dr. H. Koesnadi.</p>
<p>Menurutnya, seluruh peserta berasal dari Kabupaten Bondowoso dan telah melalui proses seleksi serta pemeriksaan kesehatan secara ketat di 25 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.</p>
<p>"Kami melakukan screening kesehatan terlebih dahulu. Peserta dipastikan tidak memiliki penyakit penyerta dan memenuhi syarat medis untuk menjalani tindakan MOW," ujarnya.</p>
<p>Dr. Imron menegaskan, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota yang tersedia. Bahkan, calon peserta yang berminat tercatat mencapai sekitar 300 orang.</p>
<p>"Jadi bukan karena animonya berkurang. Justru peminatnya sangat banyak. Namun kuota yang tersedia tahun ini hanya 82 peserta sehingga yang belum terlayani akan tetap kami fasilitasi melalui program pemerintah daerah," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pembiayaan program berasal dari kolaborasi anggaran pemerintah pusat melalui APBN yang telah dikoordinasikan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Perwakilan BKKBN Jawa Timur, serta dukungan APBD Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Program MOW sendiri merupakan salah satu strategi pemerintah dalam membangun keluarga yang lebih berkualitas. Selain untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, program ini diharapkan dapat membantu keluarga merencanakan masa depan anak secara lebih optimal.</p>
<p>"Kita ingin keluarga di Bondowoso menjadi lebih berkualitas. Anak-anak yang dilahirkan juga bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan perhatian yang maksimal dari orang tuanya," tutur dr. Imron.</p>
<p>Ia menjelaskan, peserta MOW umumnya berasal dari pasangan usia subur yang masih berada pada masa reproduktif dan telah memiliki jumlah anak sesuai perencanaan keluarga. Karena itu, program ini tidak diperuntukkan bagi perempuan yang telah memasuki masa menopause.</p>
<p>Selain MOW, Dinsos P3AKB Bondowoso juga terus mendorong partisipasi pria dalam program KB melalui Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 10 akseptor MOP.</p>
<p>"Untuk MOP tahun ini ada target 10 peserta. Pelaksanaannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut dan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah disiapkan," katanya.</p>
<p>Sementara itu, pelayanan MOW yang dilakukan saat ini menggunakan teknik laparoskopi yang dinilai lebih aman dan minim risiko. Metode tersebut hanya memerlukan sayatan kecil sekitar satu sentimeter sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat.</p>
<p>Namun demikian, dr. Imron menegaskan bahwa tindakan tersebut harus dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi khusus dan telah mendapatkan pelatihan laparoskopi sesuai standar pelayanan kesehatan.</p>
<p>"Teknik laparoskopi membutuhkan dokter yang memiliki kompetensi dan sertifikasi khusus. Karena itu pelaksanaannya harus dilakukan oleh tenaga medis yang benar-benar terlatih," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HEBITREN Bondowoso Dikukuhkan, Pesantren Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hebitren-bondowoso-dikukuhkan-pesantren-siap-jadi-motor-penggerak-ekonomi-umat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hebitren-bondowoso-dikukuhkan-pesantren-siap-jadi-motor-penggerak-ekonomi-umat</guid>
<description><![CDATA[ Pengurus HEBITREN Kabupaten Bondowoso resmi dikukuhkan dalam Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA. Pesantren didorong menjadi motor penggerak ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a35f0409418d.webp" length="87186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 09:55:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>hebitren, pesantren, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabupaten Bondowoso semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan ekonomi syariah berbasis masyarakat. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.</p>
<p>Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Kabupaten Bondowoso dalam rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah yang selama ini tumbuh dari lingkungan pesantren.</p>
<p>Kehadiran HEBITREN dinilai penting karena pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan pusat dakwah, melainkan juga sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian, membuka lapangan usaha, serta menggerakkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia Jember, kalangan pesantren, pelaku UMKM, dan sektor keuangan syariah, penguatan ekonomi berbasis pesantren diharapkan menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.</p>
<p>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kehadiran HEBITREN diharapkan mampu menjadi wadah penguatan jaringan ekonomi antar pesantren dan pelaku usaha berbasis syariah.</p>
<p>Menurutnya, Festival Muharram yang dipadukan dengan Road to Fesyar SAMARA bukan sekadar seremoni pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar perayaan Tahun Baru Islam, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan,” kata Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Selain pengukuhan HEBITREN, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan mock-up business matching pembiayaan syariah, penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sertifikasi halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH).</p>
<p>Program-program tersebut menjadi wujud nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah di Bondowoso. Melalui akses pembiayaan yang lebih luas dan kepastian legalitas usaha, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Bondowoso meyakini bahwa sertifikasi halal dan dukungan pembiayaan syariah akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.</p>
<p>Bupati menambahkan, penguatan ekonomi syariah harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni akses pembiayaan yang mudah, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta kepastian legalitas usaha. Dengan dukungan tersebut, UMKM di Bondowoso diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan kompetitif.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HEBITREN Jawa Timur KH Faiz AHZ menyebut pengukuhan HEBITREN sebagai langkah strategis untuk menjadikan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat.</p>
<p>"Pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan umat. Pesantren harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui HEBITREN, kami berharap terbangun jaringan usaha yang kuat antar pesantren dan lahir pelaku-pelaku usaha syariah yang memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.</p>
<p>Tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi, Festival Muharram 1448 Hijriah juga menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah melalui rangkaian Tabligh Akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan dibukanya Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA, Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Di saat yang sama, pengukuhan HEBITREN menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran pesantren dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Terima Diberhentikan di Usia 60 Tahun, Tiga Perangkat Desa di Nganjuk Gugat ke PTUN Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-terima-diberhentikan-di-usia-60-tahun-tiga-perangkat-desa-di-nganjuk-gugat-ke-ptun-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-terima-diberhentikan-di-usia-60-tahun-tiga-perangkat-desa-di-nganjuk-gugat-ke-ptun-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Tiga perangkat desa dari tiga kecamatan berbeda resmi menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a353ecdde972.webp" length="34302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 20:34:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Usia perangkat desa, gugatan di PTUN Surabaya, Penasehat hukum perangkat desa, FKAPD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Gelombang perlawanan hukum dilakukan oleh aparatur desa di Kabupaten Nganjuk. Tiga perangkat desa dari tiga kecamatan berbeda resmi menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.</p>
<p>Langkah ini diambil lantaran mereka menilai proses pemberhentian yang dialaminya cacat prosedural dan tidak sesuai dengan legalitas masa jabatan saat awal mereka diangkat.</p>
<p>​Untuk mematangkan langkah hukum tersebut, ketiga perangkat desa menyambangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jombang pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB guna menandatangani kuasa pendampingan hukum. </p>
<p>​Ketiga perangkat desa yang mencari keadilan tersebut, ​Mujito, Kepala Dusun (Kasun) Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, ​Suparmin, Kaur Perencanaan Desa Sanggrahan, Kecamatan Gondang serta Sunari, Modin Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom.</p>
<p>​<strong>Persoalan Batas Usia Pensiun</strong></p>
<p>​Ketiganya mengaku merasa dirugikan dan menganggap jajaran pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak memberikan keadilan serta kepastian hukum.</p>
<p>Sengketa ini bermula dari perbedaan tafsir regulasi mengenai Batas Usia Pensiun (BUP). Saat pertama kali diangkat menjadi abdi desa, masa jabatan mereka masih mengacu pada aturan lama, yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979. Berdasarkan regulasi tersebut, mereka meyakini hak masa tugasnya berlaku hingga usia 64 tahun.</p>
<p>​Namun di tengah jalan, kebijakan berubah. Ketiganya dipaksa meletakkan jabatan dan diberhentikan saat memasuki usia 60 tahun dengan dasar regulasi yang lebih baru.</p>
<p>​Kuasa hukum ketiga perangkat desa, Indra Nur Azies, membenarkan bahwa pihaknya telah resmi menerima mandat untuk mengawal sengketa tata usaha negara ini ke PTUN Surabaya.</p>
<p>​“Benar, hari ini kami menerima kedatangan tiga perangkat desa dari Kabupaten Nganjuk yang memberikan kuasa kepada kami untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur hukum. Saat ini kami sedang mempelajari dokumen dan menyiapkan materi gugatan yang akan diajukan ke PTUN Surabaya,” ujar Indra Nur Azies saat dikonfirmasi.</p>
<p>​Indra menambahkan, dalam waktu dekat tim hukum akan melengkapi seluruh berkas administrasi dan bukti-bukti otentik guna memperkuat dalil gugatan di persidangan nanti.</p>
<p>​Perjuangan ketiga perangkat desa ini tidak main-main. Dalam pendaftaran kuasa tersebut, mereka didampingi langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Aparatur Perangkat Desa (FKAPD) Kabupaten Nganjuk, Iwan Setiawan bersama jajaran pengurus teras FKAPD lainnya.</p>
<p>​Iwan menegaskan, FKAPD Nganjuk berkomitmen penuh pasang badan dan mengawal ketat seluruh proses hukum yang sedang ditempuh anggotanya.</p>
<p>​"FKAPD Kabupaten Nganjuk akan mengawal proses hukum ini sampai selesai. Kami berharap ada kepastian hukum dan keadilan bagi perangkat desa yang merasa hak-haknya belum terpenuhi. Kami juga melihat adanya putusan serupa yang pernah terjadi di Desa Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, sehingga menjadi salah satu referensi dalam perjuangan ini," tegas Iwan kepada Suarajatimpost saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>​Kasus ini kini menjadi sorotan hangat di kalangan aparatur pemerintahan desa di Kabupaten Nganjuk. Perkara ini dinilai akan menjadi preseden penting terkait kepastian hukum masa jabatan dan batas usia pensiun perangkat desa. Kini, harapan besar digantungkan pada ketukan palu hakim PTUN Surabaya demi mendapat kejelasan status dan hak-hak konstitusional mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepesertaan JKN Tulungagung Terendah Ketiga di Jatim, BPJS Kesehatan Gencar Turun ke Desa dan Panggil Badan Usaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-jkn-tulungagung-terendah-ketiga-di-jatim-bpjs-kesehatan-gencar-turun-ke-desa-dan-panggil-badan-usaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-jkn-tulungagung-terendah-ketiga-di-jatim-bpjs-kesehatan-gencar-turun-ke-desa-dan-panggil-badan-usaha</guid>
<description><![CDATA[ Dari total penduduk sebanyak 1.142.607 jiwa, peserta JKN di Tulungagung tercatat sebanyak 965.760 jiwa atau setara 84,52 persen. Angka tersebut menempatkan Tulungagung di peringkat ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dari sisi cakupan kepesertaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3537d8f01a9.webp" length="34516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 20:01:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kepesertaan jkn tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Kabupaten Tulungagung masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data per 1 Mei 2026, tingkat kepesertaan JKN di Tulungagung menjadi yang terendah ketiga di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Dari total penduduk sebanyak 1.142.607 jiwa, peserta JKN di Tulungagung tercatat sebanyak 965.760 jiwa atau setara 84,52 persen. Angka tersebut menempatkan Tulungagung di peringkat ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dari sisi cakupan kepesertaan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, dari sisi keaktifan peserta, Tulungagung juga berada di posisi ke-36 se-Jawa Timur. Dari total peserta yang terdaftar, hanya 689.150 peserta yang berstatus aktif, sementara 276.610 peserta lainnya tidak aktif. Tingkat keaktifan peserta saat ini berada di angka 60,31 persen.</p>
<p></p>
<p>Padahal, untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC), kepesertaan JKN minimal harus mencapai 98 persen dari jumlah penduduk. Artinya, Tulungagung masih membutuhkan tambahan sekitar 153.995 peserta untuk mencapai target UHC sebesar 1.119.755 jiwa.</p>
<p>Sementara untuk memenuhi target keaktifan peserta sebesar 80 persen, jumlah peserta aktif yang dibutuhkan mencapai 914.086 jiwa. Dengan kondisi saat ini, masih terdapat kekurangan sekitar 224.936 peserta aktif.</p>
<p><strong>Segmen Mandiri Masih Menjadi Tantangan</strong></p>
<p>Data BPJS Kesehatan menunjukkan, kelompok peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN masih mendominasi kepesertaan JKN di Tulungagung dengan total 394.747 peserta. Dari jumlah tersebut, 313.666 peserta aktif dan 81.081 peserta tidak aktif.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, peserta yang iurannya dibayarkan melalui APBD Kabupaten Tulungagung atau segmen PBPU BP Pemda tercatat sebanyak 172.617 peserta, terdiri atas 99.643 peserta aktif dan 72.974 peserta nonaktif.</p>
<p>Pada segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri, jumlah peserta mencapai 194.550 jiwa. Namun hampir separuhnya, yakni 92.285 peserta, tercatat tidak aktif.</p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, mengakui bahwa tingkat kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri masih menjadi tantangan utama.</p>
<p>"Kalau untuk yang mandiri memang masih rendah. Masyarakat kebanyakan membayar iuran ketika membutuhkan layanan kesehatan. Ketika tidak membutuhkan, semangat gotong royongnya masih perlu kita tingkatkan lagi," ujar Fitriyah, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Menurut Fitriyah, prinsip JKN adalah gotong royong, sehingga keberlangsungan program sangat bergantung pada kepatuhan peserta dalam membayar iuran secara rutin, bukan hanya saat membutuhkan pelayanan kesehatan.</p>
<p><strong>BPJS Keliling Hingga Pengawasan Perusahaan</strong></p>
<p>Untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui program BPJS Keliling yang menyasar desa-desa.</p>
<p>"Kami turun langsung ke desa-desa melalui JKN Keliling atau BPJS Keliling untuk menjangkau masyarakat yang belum terdaftar maupun yang membutuhkan informasi terkait JKN," kata Fitriyah.</p>
<p>Selain menyasar masyarakat umum, BPJS Kesehatan juga melakukan pengawasan terhadap badan usaha yang belum mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program JKN.</p>
<p>Menurut Fitriyah, setiap minggu pihaknya memanggil sekitar 120 badan usaha untuk dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan.</p>
<p>"Untuk segmen pekerja penerima upah badan usaha, kami melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan setiap minggu. Sebanyak 120 badan usaha kami panggil untuk memastikan seluruh karyawannya terdaftar dalam program JKN," jelasnya.</p>
<p>Data menunjukkan, segmen pekerja penerima upah badan usaha (PPU BU) memiliki total 109.996 peserta, dengan 85.087 peserta aktif dan 24.909 peserta tidak aktif.</p>
<p>Di tengah masih rendahnya capaian kepesertaan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung disebut mulai mengambil langkah percepatan. Berdasarkan informasi yang diterima BPJS Kesehatan, Pemkab menargetkan peningkatan kepesertaan JKN hingga mencapai 90 persen pada akhir tahun 2026.</p>
<p>"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Pak Sekda, Pemda menargetkan akhir tahun nanti kepesertaan JKN di Tulungagung meningkat dari sekitar 85 persen menjadi 90 persen," ungkap Fitriyah.</p>
<p>Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah daerah telah mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan membentuk Tim Percepatan Universal Health Coverage (UHC).</p>
<p>"Nanti seluruh OPD akan bergerak bersama. Tim percepatan UHC sudah dibentuk dan saat ini juga sedang dihitung kecukupan anggarannya," katanya.</p>
<p>Fitriyah menegaskan bahwa UHC tidak hanya berbicara mengenai jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>Karena itu, selain meningkatkan kepesertaan, BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan juga berupaya memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang masih kekurangan fasilitas.</p>
<p>"UHC itu tidak hanya terkait kepesertaan, tetapi juga pemerataan akses layanan. Karena itu kami menambah dua klinik lagi di wilayah yang masih membutuhkan fasilitas kesehatan," jelasnya.</p>
<p>Selain penambahan fasilitas kesehatan, evaluasi dan monitoring pelayanan juga terus dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), serta Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya.</p>
<p>"Kami memastikan seluruh pelayanan di fasilitas kesehatan memenuhi standar dan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kawal Pengesahan PSHT, Polres Lamongan Amankan 74 Orang dan Tilang Puluhan Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kawal-pengesahan-psht-polres-lamongan-amankan-74-orang-dan-tilang-puluhan-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kawal-pengesahan-psht-polres-lamongan-amankan-74-orang-dan-tilang-puluhan-motor</guid>
<description><![CDATA[ Petugas mengamankan 74 orang yang diduga hendak mengikuti kegiatan di luar ketentuan yang telah ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a34e9595d634.webp" length="37242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 12:53:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong> — Polres Lamongan berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama pelaksanaan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) malam hingga Jumat (19/6/2026) dini hari tersebut berjalan aman dan tertib berkat sinergi berbagai unsur pengamanan yang terlibat.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan keberhasilan pengamanan merupakan hasil kerja sama seluruh personel gabungan yang bertugas di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Pelaksanaan pengamanan berjalan dengan baik dan situasi tetap kondusif. Hal ini berkat kerja keras, dedikasi, serta sinergitas seluruh personel yang terlibat, ditambah dukungan masyarakat Kabupaten Lamongan," kata Ipda Hamzaid, Jumat (19/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam pengamanan tersebut, Polres Lamongan mendapat bantuan personel dari Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, Sat Brimob Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kompi Zeni, pengamanan internal PSHT, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Selain melakukan pengamanan kegiatan, petugas gabungan juga melakukan penyekatan dan penertiban terhadap rombongan penggembira yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Lamongan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 74 orang yang diduga hendak mengikuti kegiatan di luar ketentuan yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya itu, aparat juga menindak 66 unit sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dinilai berpotensi mengganggu keselamatan serta ketertiban lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini terhadap 74 orang yang diamankan masih dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Lamongan," ujar Ipda Hamzaid.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, puluhan kendaraan yang diamankan telah diberikan tindakan berupa tilang oleh Satlantas Polres Lamongan sesuai dengan aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Menurut Ipda Hamzaid, keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti komitmen Polres Lamongan bersama seluruh unsur terkait dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai selama rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Dengan mengusung semangat "Jogo Lamongan", seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT Cabang Lamongan Tahun 2026 dapat berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grebeg Suro di Petilasan Gajah Mada, Warga Lintas Komunitas di Nganjuk Bersatu Rawat Warisan Budaya Nusantara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grebeg-suro-di-petilasan-gajah-mada-warga-lintas-komunitas-di-nganjuk-bersatu-rawat-warisan-budaya-nusantara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grebeg-suro-di-petilasan-gajah-mada-warga-lintas-komunitas-di-nganjuk-bersatu-rawat-warisan-budaya-nusantara</guid>
<description><![CDATA[ Ritual Grebeg Suro digelar di Petilasan Gajah Mada, Desa Lambangkuning, Nganjuk. Tradisi tahunan ini menjadi simbol pelestarian budaya, doa bersama, dan harmonisasi lintas komunitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3404cb927dd.webp" length="39846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 22:43:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Grebeg Suro, Petilasan Gajah Mada, Lintas agama, petilasan Gajah Mada, Desa Lambangkuning, komunitas trah empu sendok candi Boto, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Nuansa sakral menyelimuti kawasan Petilasan Gajah Mada di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, saat masyarakat bersama para pemerhati budaya menggelar ritual Grebeg Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro, Kamis (18/6/2026) malam.</p>
<p>Tradisi tahunan yang digelar di salah satu situs bersejarah tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual untuk memanjatkan doa dan rasa syukur, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah leluhur Nusantara.</p>
<p>Ratusan warga, tokoh adat, pegiat budaya, hingga komunitas lintas daerah tampak memadati area petilasan. Mereka mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat, menciptakan suasana yang sarat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan sejarah yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sosok Mahapatih Gajah Mada.</p>
<p>Kehadiran berbagai komunitas lintas agama dan budaya dalam peringatan Grebeg Suro tersebut menjadi simbol kuat harmonisasi sosial di tengah keberagaman. Semangat gotong royong dan pelestarian tradisi menjadi pesan utama yang terus dijaga dari tahun ke tahun.</p>
<p>Sebelum prosesi inti dimulai, suasana di sekitar petilasan tampak semarak dengan suguhan seni budaya tradisional. Acara diawali dengan Tari Gambyong sebagai tarian penyambutan yang dibawakan secara apik oleh para penari. Alunan gamelan yang mengiringi pertunjukan menambah kesan khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Jawa yang kental.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta duduk bersila di atas hamparan terpal di depan gerbang petilasan bernuansa kuning keemasan. Mereka mengikuti doa bersama dan rangkaian ritual yang berlangsung hingga malam hari.</p>
<p>Mangku Ajie Sulistiono, salah satu tokoh yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan Grebeg Suro tahun ini dikemas secara sederhana tanpa mengurangi nilai sakral yang menjadi inti perayaan.</p>
<p>"Yang terpenting adalah kita memperingati Tahun Baru Suro ini dengan mengirim doa kepada para leluhur serta memohon agar segala sesuatu ke depan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.</p>
<p>Menurut Ajie, Grebeg Suro di Petilasan Mahapatih Gajah Mada telah rutin dilaksanakan selama tujuh tahun terakhir. Tradisi tersebut terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat.</p>
<p>"Acara ini turut diikuti oleh rekan-rekan dari wihara, Komunitas Mojopahit, serta Trah Mpu Sindok. Kehadiran berbagai kelompok ini, termasuk komunitas lintas agama dan umat Islam yang tetap menjaga adat, menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam merawat tradisi dan budaya," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Grebeg Tumpeng yang dipandu cucuk lampah sebagai pembuka jalan. Selanjutnya, peserta disuguhi berbagai pertunjukan tari tradisional yang menjadi bagian dari ritual budaya tersebut.</p>
<p>Selain Tari Gambyong, penonton juga disuguhi Tari Puja Maheswara, tarian bedoyo khas Nganjuk yang secara khusus dipentaskan sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan dalam ritual adat.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Ajie berharap masyarakat, khususnya warga Desa Lambangkuning, semakin antusias terlibat dalam penyelenggaraan Grebeg Suro sehingga tradisi budaya yang diwariskan leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Lambangkuning, Yusuf yang diwakili Kepala Dusun Lambangkuning, Dani, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan para pegiat budaya yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut.</p>
<p>"Kami dari pihak desa sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam menyukseskan Grebeg Suro ini. Kegiatan positif seperti ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjaga identitas budaya kita. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang agar mereka tidak melupakan akar sejarahnya," pungkas Dani. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk dan Provider Gotong Royong Rapikan Kabel Semrawut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-dan-provider-gotong-royong-rapikan-kabel-semrawut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-dan-provider-gotong-royong-rapikan-kabel-semrawut</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Nganjuk bersama 16 provider menata kabel telekomunikasi di jalan protokol. DPRD menyoroti regulasi jaringan dan dugaan tunggakan retribusi, sementara provider meminta kepastian aturan serta SKRD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33f42481327.webp" length="74714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 22:22:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel provider, semrawut, Diskominfo, Wabup Nganjuk Tri Handy Saputra, sidak gabungan, Komisi 1 DRPD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Kesemrawutan kabel telekomunikasi yang selama ini mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan pengguna jalan akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Bersama belasan penyedia layanan internet dan telekomunikasi, Pemkab Nganjuk turun langsung melakukan penataan jaringan kabel udara di sejumlah ruas jalan protokol, Kamis (18/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan infrastruktur digital yang lebih tertib seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet. Selain memperbaiki wajah kota, penertiban jaringan kabel juga ditujukan untuk menciptakan standar pengelolaan infrastruktur telekomunikasi yang aman, teratur, dan sesuai regulasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Aksi gotong royong yang dipimpin Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk itu menyasar tiga titik utama, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para penyedia layanan telekomunikasi yang sebelumnya menyoroti kondisi kabel udara yang semakin semrawut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah pesatnya pertumbuhan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP), pemerintah daerah menilai penataan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar perkembangan layanan digital tetap berjalan seiring dengan tertibnya tata ruang perkotaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Subani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak swasta untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan nyaman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini didasari pentingnya menjaga tata kota agar tetap rapi, indah, dan yang paling utama adalah menjamin keselamatan pengguna jalan dari ancaman kabel yang menjuntai atau melorot," ujar Subani.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, BPKAD, Bapenda, DPMPTSP, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, sebanyak 16 perusahaan penyedia jasa internet dan infrastruktur jaringan turut mengerahkan tim teknisnya untuk melakukan penataan kabel di lapangan. Mereka bersama-sama membenahi, mengikat, dan menertibkan jalur kabel yang dinilai mengganggu estetika kota.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian DPRD Kabupaten Nganjuk. Perwakilan Komisi I dan Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD turun langsung ke lokasi untuk memantau proses penataan sekaligus mengevaluasi implementasi regulasi yang mengatur pemanfaatan ruang publik oleh provider.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, sejumlah penyedia layanan internet menyampaikan beberapa catatan terkait kebijakan penataan jaringan yang sedang disusun pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Supervisor GreeNet, Gus Alif Zain, mengungkapkan pihaknya berharap ada kejelasan regulasi mengenai pembagian titik lokasi jaringan serta mekanisme pembayaran retribusi daerah agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami mempertanyakan, kalau semisal disepakati satu titik lokasi itu hanya untuk beberapa provider, apakah itu tidak malah mengganggu?" ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Gus Alif, pihaknya juga masih menghadapi kendala administratif terkait penerbitan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) tahunan yang menjadi dasar pembayaran retribusi atas penggunaan ruas jalan untuk jaringan kabel.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami dari GreeNet kemarin meminta SKRD untuk pembayaran retribusi tahunan. Namun, informasi dari PU kemarin menyatakan masih belum bisa dikeluarkan, dan kami belum tahu alasannya apa," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah ISP harus diimbangi dengan penataan dan pengawasan yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kebutuhan internet semakin hari semakin banyak, begitu juga dengan jumlah ISP. Oleh karena itu, kita perlu melakukan perapihan. Kalau tidak diatur dari sekarang, kondisi perkabelan akan semakin semrawut," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain persoalan estetika kota, DPRD juga menyoroti adanya informasi mengenai dugaan sejumlah provider yang belum memenuhi kewajiban pembayaran retribusi daerah meskipun telah beroperasi selama bertahun-tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menanggapi hal tersebut, Puguh memastikan DPRD akan melakukan penelusuran bersama dinas terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Terkait isu adanya provider yang tidak membayar itu, nanti akan kita cek bersama. Kita cari tahu apa penyebabnya, dan pastinya akan segera kita tindak lanjuti," tegasnya.</span></p>
<p><span>Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy juga terlihat hadir melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau langsung proses penataan jaringan kabel. </span></p>
<p><span>Namun hingga kegiatan berakhir, Wakil Bupati belum memberikan keterangan kepada awak media terkait evaluasi penataan infrastruktur telekomunikasi maupun kebijakan yang akan diterapkan ke depan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Ada Tolerasi, Kapolres Lamongan akan Tindak Tegas Pelanggar Hukum saat Pengesahan Warga Baru PSHT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-ada-tolerasi-kapolres-lamongan-akan-tindak-tegas-pelanggar-hukum-saat-pengesahan-warga-baru-psht</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-ada-tolerasi-kapolres-lamongan-akan-tindak-tegas-pelanggar-hukum-saat-pengesahan-warga-baru-psht</guid>
<description><![CDATA[ Polres Lamongan menggelar Apel Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026 di Alun-Alun Lamongan,  Apel tersebut dihadiri unsur Forkopimda, aparat keamanan, pengurus PSHT, serta melibatkan 2.057 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33dd96e5b19.webp" length="37510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 21:39:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>polisi, operasi, lalu lintas, kendaraan, PSHT, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isselectedend"><strong>L</strong><strong><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">AMONGAN, SJP </span></strong><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>– Polres Lamongan menggelar Apel Pengamanan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan Pusat Madiun Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian pengesahan warga baru PSHT berlangsung.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Apel yang berlangsung pukul 15.50 hingga 16.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat keamanan, serta pengurus PSHT.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, pejabat utama Polres Lamongan, Forkopimcam se-Kabupaten Lamongan, Ketua PSHT Cabang Lamongan, serta jajaran Pamter PSHT.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan menegaskan bahwa pengesahan warga baru merupakan agenda penting dan sakral bagi organisasi PSHT. Namun, seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan, aparat keamanan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">“Tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Seluruh tindakan akan diproses sesuai aturan yang berlaku dan berdasarkan kesepakatan dalam Maklumat Suro Aman dan Damai,” tegasnya.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Kapolres juga mengingatkan bahwa kegiatan konvoi maupun arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum tidak diperbolehkan. Aparat akan bertindak profesional dan netral dalam menjalankan tugas pengamanan.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Selain itu, massa dari luar Kabupaten Lamongan tidak diperkenankan menghadiri kegiatan pengesahan. Petugas akan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan untuk mencegah masuknya rombongan dari luar daerah.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Kepada pengurus PSHT, Pamter, dan para koordinator lapangan, Kapolres meminta agar turut aktif mengendalikan anggota serta menjaga nama baik organisasi dengan mematuhi seluruh aturan yang telah disepakati.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Sebanyak 2.057 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Personel berasal dari Polres Lamongan, BKO Sat Brimob Polda Jawa Timur, Dit Samapta Polda Jawa Timur, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pamter PSHT, serta unsur pendukung lainnya.<o:p></o:p></p>
<p class="isselectedend">Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso sebagai bentuk pemantapan strategi pengamanan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.<o:p></o:p></p>
<p>Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan organisasi PSHT, pelaksanaan pengesahan warga baru tahun 2026 diharapkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta mencerminkan nilai persaudaraan dan kedisiplinan yang dijunjung tinggi oleh organisasi tersebut. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Akses Jalur Lintas Selatan, Pemkab Blitar Ajukan Dana Rp 94 Miliar ke Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-akses-jalur-lintas-selatan-pemkab-blitar-ajukan-dana-rp-94-miliar-ke-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-akses-jalur-lintas-selatan-pemkab-blitar-ajukan-dana-rp-94-miliar-ke-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengusulkan anggaran sebesar Rp 94 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan dua ruas jalan penghubung menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33eb5f351ea.webp" length="43114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 20:41:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Blitar, Usulan, Anggaran, Perkuat, Akses, Jalur Lintas Selatan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengusulkan anggaran sebesar Rp 94 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan dua ruas jalan penghubung menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). </p>
<p>Kepala DPUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengatakan anggaran yang diajukan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dua jalan sirip yang akan memperkuat konektivitas menuju JLS di wilayah Kabupaten Blitar.</p>
<p>"Saat ini kami sedang mengajukan ke Kementerian PU melalui aplikasi SITIA milik Ditjen Bina Marga. Kami usulkan Rp94 miliar," kata Agus, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Menurut Agus, terdapat dua ruas yang menjadi prioritas pembangunan. Ruas pertama merupakan jalur Binangun-Wates yang akan menerus hingga perbatasan Kabupaten Malang. Akses menuju JLS nantinya melewati wilayah Ringinrejo dan Tulungrejo.</p>
<p>Sementara ruas kedua berada di wilayah Besole, Kecamatan Wonotirto, yang akan langsung terhubung dengan Jalur Lintas Selatan.</p>
<p>Total panjang kedua ruas jalan tersebut diperkirakan mencapai 18 hingga 19 kilometer. Jika usulan anggaran disetujui pemerintah pusat, pembangunan akan menggunakan konstruksi beton agar memiliki ketahanan lebih baik dan mampu melayani arus lalu lintas dalam jangka panjang.</p>
<p>"Kalau usulan anggaran disetujui pusat, kami bisa segera melakukan pembangunan di lokasi," jelasnya.</p>
<p>Selain mengusulkan pembangunan jalan, DPUPR Kabupaten Blitar juga mengajukan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk pengembangan sistem pengairan.</p>
<p>Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi primer maupun sekunder di sejumlah wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.</p>
<p>"Kami juga mengusulkan anggaran untuk sektor pengairan ke pemerintah pusat. Infrastruktur irigasi ini penting untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat," pungkas Agus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lamongan Peroleh Alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu 1.385 Hektare pada 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lamongan-peroleh-alokasi-program-bongkar-ratoon-tebu-1385-hektare-pada-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lamongan-peroleh-alokasi-program-bongkar-ratoon-tebu-1385-hektare-pada-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Lamongan kembali memperoleh alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektar pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional. Hingga pertengahan Juni 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah mengusulkan 940,18 hektar lahan ke pemerintah pusat dan provinsi, sehingga masih tersedia sekitar 444 hektar kuota bagi petani yang ingin mendaftar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33d42fc1aa5.webp" length="124388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 20:22:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>tebu, nasional, PT SGN, gula, jawa timur, khofifah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN,SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung program strategis pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada gula nasional. Setelah menerima bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 274,26 hektare pada tahun 2025, Kabupaten Lamongan kembali memperoleh alokasi program serupa seluas 1.385 hektare untuk tahun 2026.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 940,18 hektare kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu.</p>
<p>Menurutnya, masih tersedia sekitar 444 hektare kuota yang dapat dimanfaatkan oleh petani tebu di Lamongan yang memenuhi persyaratan program.</p>
<p>"Kabupaten Lamongan tahun ini mendapatkan alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektare. Hingga saat ini telah kami usulkan 940,18 hektare dan masih tersedia sekitar 444 hektare. Petani yang berminat masih dapat mengajukan lahannya untuk diusulkan," ujar Mugito saat kegiatan panen tebu serentak.</p>
<p>Dalam program tersebut, petani penerima bantuan memperoleh dukungan berupa bibit tebu sekitar 60 ribu mata tunas per hektare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan biaya tenaga kerja (HOK) sekitar Rp4 juta per hektare, dengan batas maksimal bantuan untuk lahan seluas lima hektare per petani.</p>
<p>Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menunjukkan bahwa produksi tebu Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 mencapai sekitar 23.318 ton. Meski demikian, sejumlah petani menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, antara lain harga jual tebu yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan komoditas lain, seperti jagung.</p>
<p>Selain persoalan harga, petani juga berharap adanya peningkatan dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian modern guna menjaga kualitas rendemen tebu serta ketersediaan pupuk bersubsidi.</p>
<p>Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi kebutuhan petani dan mendukung keberhasilan program swasembada gula nasional.</p>
<p>Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>"Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan guna mendukung keberhasilan program swasembada gula. Diperlukan komitmen bersama agar target produksi dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Yuhronur.</p>
<p>Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu melalui peremajaan lahan, sehingga diharapkan mampu mendukung target swasembada gula nasional dalam beberapa tahun mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Digital Bondowoso Makin Masif, Jaringan Fiber Optik Pemkab Jangkau OPD hingga Puskesmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-digital-bondowoso-makin-masif-jaringan-fiber-optik-pemkab-jangkau-opd-hingga-puskesmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-digital-bondowoso-makin-masif-jaringan-fiber-optik-pemkab-jangkau-opd-hingga-puskesmas</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi Digital Bondowoso, Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, Eka Kusuma Astuti, Jaringan Fiber Optik, Jaringan Intra Kabupaten, SPBE Bondowoso, Bandwidth 1,5 Gbps, Infrastruktur Digital, Pelayanan Publik Digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33c91258760.webp" length="53462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 18:52:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KOminfo, inovasi, informasi, keterbukaan publik, KIP, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mempercepat transformasi digital sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pembangunan dan perluasan jaringan infrastruktur teknologi informasi dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, dan kelurahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bondowoso dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi, cepat, aman, dan efisien. Ketersediaan jaringan yang andal dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung berbagai layanan digital, mulai dari administrasi pemerintahan hingga pelayanan masyarakat di tingkat wilayah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hingga tahun 2026, cakupan Jaringan Intra Kabupaten Bondowoso terus mengalami peningkatan signifikan. Infrastruktur berbasis Fiber Optik (FO) yang dibangun secara mandiri oleh Diskominfo kini telah menghubungkan puluhan instansi pemerintahan, sekaligus memperkuat sistem pertukaran data dan komunikasi antarperangkat daerah.</span></p>
<p data-start="290" data-end="485">Selain penguatan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut.</p>
<p data-start="487" data-end="756">Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai perluasan jaringan internet, melainkan juga kesiapan aparatur sipil negara dalam memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p data-start="758" data-end="1095">"Yang penting adalah peningkatan kapasitas teman-teman ASN. Kita harus memastikan perluasan akses jaringan internet benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan pelayanan publik. Fasilitas yang diberikan pemerintah harus mendukung peningkatan kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat," ujar Fathur Rozi, Kamis (18/6/2026) saat membuka Bimtek Sosialisasi dan Bimtek Pemanfaatan Jaringan Intra Pemerintah di Aula Ijen Raung.</p>
<p data-start="1097" data-end="1358">Menurutnya, keberadaan internet di lingkungan pemerintahan harus menjadi instrumen untuk mempercepat proses administrasi, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan pembangunan jaringan intra merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh layanan pemerintahan dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Transformasi digital bukan hanya soal penyediaan internet, tetapi bagaimana seluruh perangkat daerah dapat terhubung dalam satu sistem yang aman dan mampu mendukung pelayanan publik secara optimal. Karena itu, penguatan jaringan intra terus menjadi prioritas kami,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan laporan perkembangan Jaringan Intra tahun 2026, sebanyak 93 titik OPD telah terhubung dalam jaringan intra Kabupaten Bondowoso. Infrastruktur tersebut ditopang oleh 91 titik jaringan Fiber Optik yang dibangun secara mandiri oleh Diskominfo.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dari jumlah tersebut, jaringan FO telah menjangkau 35 OPD, 22 kecamatan, 10 kelurahan, dan 24 puskesmas. Sementara dua titik lainnya masih menggunakan sistem sewa melalui layanan Metronet untuk mendukung konektivitas di lokasi tertentu," ungkapnya</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada tahun 2026, lanjut Dwi, Diskominfo juga melakukan ekspansi jaringan dengan menambah kabel FO pada dua kecamatan dan dua puskesmas di wilayah Sukosari dan Sumberwringin. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kualitas akses data di wilayah yang membutuhkan penguatan konektivitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selain pengembangan backbone jaringan utama, perluasan Local Area Network (LAN) turut dilakukan di 65 instansi pemerintah. Program tersebut meliputi 15 OPD, 18 kecamatan, 22 puskesmas, dan 10 kelurahan," jelas mantan Camat Maesan ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dirinya juga mengimbau seluruh pihak agar lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi sebelum melakukan pekerjaan yang berpotensi bersinggungan dengan infrastruktur telekomunikasi milik pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami berharap seluruh pihak turut menjaga jaringan yang telah dibangun bersama. Infrastruktur digital ini merupakan aset penting yang mendukung pelayanan publik sehingga perlu mendapat perhatian dan perlindungan dari semua pihak,” tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan yang sama, Kabid Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Bondowoso, Eka Kusuma Astuti, menjelaskan pengembangan LAN dilakukan melalui penarikan kabel baru serta penambahan titik akses WiFi di berbagai ruang pelayanan dan ruang kerja.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Perluasan LAN ini bertujuan meningkatkan kualitas koneksi internet di lingkungan kerja. Selain mendukung aktivitas administrasi, jaringan yang lebih merata juga membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Untuk menunjang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), kapasitas bandwidth internet dedicated yang dikelola Diskominfo saat ini telah mencapai 1,5 Gbps. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mendukung berbagai aplikasi pemerintahan, sistem informasi daerah, hingga kebutuhan pertukaran data antarinstansi secara real time.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Eka menambahkan, jaringan intra Pemkab Bondowoso juga dilengkapi sistem keamanan berlapis yang terdiri dari Router BGP, Router Distribusi, serta perangkat Firewall di pusat data. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus keamanan lalu lintas data pemerintahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dalam penggunaannya, akses jaringan dapat dilakukan melalui LAN maupun WiFi resmi pemerintah daerah. Pengguna yang terhubung melalui LAN cukup mengakses halaman login dan melanjutkan koneksi tanpa memasukkan kata sandi, sedangkan akses WiFi menggunakan akun yang telah didistribusikan oleh Diskominfo," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, lanjut Eka, Diskominfo masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga stabilitas jaringan. Salah satu kendala yang paling sering terjadi adalah putusnya kabel Fiber Optik (FO Cut) akibat aktivitas penebangan pohon di sekitar jalur jaringan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain gangguan fisik, Diskominfo juga menemukan sejumlah kendala teknis berupa IP address crash atau jaringan tidak teridentifikasi yang umumnya dipicu pemasangan perangkat Access Point baru tanpa koordinasi dengan tim teknis. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Karena itu, setiap OPD diminta melaporkan rencana penambahan perangkat jaringan agar konfigurasi dapat dilakukan sesuai standar dan tidak mengganggu distribusi jaringan utama. </span><span>Melalui penguatan infrastruktur digital yang terus berlanjut, Pemkab Bondowoso optimistis pelayanan publik berbasis teknologi akan semakin cepat, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Bondowoso Panen Tebu Bongkar Ratoon, Bentuk Dukungan Swasembada Gula</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-bondowoso-panen-tebu-bongkar-ratoon-bentuk-dukungan-swasembada-gula</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-bondowoso-panen-tebu-bongkar-ratoon-bentuk-dukungan-swasembada-gula</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memperkuat dukungan terhadap swasembada gula nasional melalui program bongkar ratoon. Dalam panen tebu di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Wakil Bupati As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i menegaskan peremajaan tanaman tebu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, rendemen, dan kesejahteraan petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33c1d249950.webp" length="81832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 17:51:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gula, tebu, pertanian, swasembada pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga industri gula nasional. Melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus mendukung target swasembada gula yang menjadi program strategis nasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Panen Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2026 yang digelar di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kamis (18/6/2026). Kegiatan itu menjadi simbol keberhasilan upaya peremajaan tanaman tebu yang selama ini mengalami penurunan produktivitas akibat faktor usia tanaman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah meningkatnya kebutuhan gula nasional, langkah percepatan bongkar ratoon dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik gula. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi pedesaan yang selama ini bertumpu pada sektor perkebunan tebu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menegaskan sektor pertanian, khususnya komoditas tebu, memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah dan menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, berbagai upaya peningkatan produktivitas terus didorong melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan industri gula.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Aspek pertanian, khususnya komoditas tebu, memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Tantangan berupa penurunan produktivitas akibat usia tanaman yang sudah tua harus dijawab melalui langkah-langkah strategis seperti program bongkar ratoon ini," kata As'ad dalam sambutannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, program bongkar ratoon merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk meremajakan tanaman tebu rakyat yang sudah tidak lagi produktif. Melalui pembongkaran tanaman keprasan lama dan penggantian dengan bibit unggul, produktivitas lahan diharapkan meningkat secara signifikan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Program ini bertujuan memutus siklus tanaman yang kurang produktif dan menggantinya dengan bibit baru yang lebih unggul. Langkah ini penting untuk meningkatkan rendemen maupun tonase hasil panen tebu di Kabupaten Bondowoso, khususnya di Kecamatan Tapen," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra As'ad ini berharap, momentum panen tebu tersebut dapat menjadi pemicu semangat para petani untuk terus menerapkan pola budidaya yang baik dan sesuai anjuran teknis. Menurutnya, keberhasilan sektor pergulaan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menekankan pentingnya sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, serta PG Pradjekan dalam mendukung peningkatan produksi tebu di Bondowoso. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada petani.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya berharap para petani semakin termotivasi untuk menerapkan pola tanam yang baik, teratur, dan sesuai anjuran teknis. Sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, dan PG Pradjekan harus terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan petani dan kemajuan sektor perkebunan kita," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, As'ad juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Forkopimcam Tapen, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah mengawal pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tahun 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan agar produktivitas perkebunan tebu terus meningkat dari tahun ke tahun.</span></p>
<p><span>"Kepada para petani, teruslah bersemangat. Dedikasi dan kerja keras panjenengan semua adalah pilar utama yang menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak. Mari bersama-sama menyongsong produktivitas pertanian yang lebih gemilang demi terwujudnya Bondowoso yang maju dan sejahtera," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produktivitas Tebu di Bondowoso Digenjot demi Dukung Swasembada Gula Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produktivitas-tebu-di-bondowoso-digenjot-demi-dukung-swasembada-gula-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produktivitas-tebu-di-bondowoso-digenjot-demi-dukung-swasembada-gula-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mempercepat program bongkar ratoon tebu seluas 2.352 hektare untuk mendukung swasembada gula nasional. Produktivitas petani berpotensi meningkat hingga 30 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33bf0d9de60.webp" length="117214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 17:11:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gula, tebus, pertanian, swasembada pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung target swasembada gula nasional melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu.</p>
<p>Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan panen tebu bongkar ratoon yang digelar di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Program yang menjadi bagian dari strategi nasional sektor pergulaan ini dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas lahan tebu rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Selain mendukung kebutuhan bahan baku industri gula, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih optimal.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan kegiatan bongkar ratoon merupakan salah satu upaya strategis untuk mengembalikan produktivitas tanaman tebu yang mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.</p>
<p>"Program bongkar ratoon ini bukan hanya soal peningkatan produksi gula, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu Bondowoso. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, kami berharap pendapatan petani meningkat dan sektor perkebunan tebu semakin menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa," ujarnya.</p>
<p>Menurut Mulyadi, gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional, stabilitas harga pangan, serta kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan program peremajaan tanaman tebu di berbagai daerah sentra produksi.</p>
<p>Ia menjelaskan, tanaman ratoon yang telah mengalami penurunan produktivitas perlu diremajakan melalui kegiatan bongkar ratoon. Berdasarkan berbagai kajian teknis, langkah tersebut mampu meningkatkan produktivitas tebu antara 15 hingga 30 persen apabila didukung penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, serta penerapan budidaya yang baik.</p>
<p>Kabupaten Bondowoso sendiri menjadi salah satu wilayah pengembangan tebu yang memiliki peran penting dalam memasok kebutuhan bahan baku industri gula, khususnya bagi PG Prajekan. Pada tahun 2026, Bondowoso mendapatkan target pelaksanaan bongkar ratoon dan perluasan areal tebu seluas 2.352 hektare.</p>
<p>"Hingga pertengahan Juni 2026, progres bongkar ratoon dan perluasan areal tebu di Bondowoso telah mencapai 797,789 hektare atau sekitar 33,92 persen dari target 2.352 hektare. Capaian ini akan terus kami percepat melalui pendampingan intensif kepada petani dan penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Mulyadi.</p>
<p>Meski menunjukkan perkembangan positif, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya masih terdapat petani yang mempertahankan tanaman ratoon tua karena keterbatasan modal usaha, kebutuhan percepatan penyediaan benih varietas unggul, penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi iklim, hingga penguatan kelembagaan petani.</p>
<p>Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso terus melakukan pendampingan oleh penyuluh pertanian, verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), memperkuat koordinasi dengan PG Prajekan, mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien, serta memperkuat kelompok tani dan kemitraan usaha.</p>
<p>Di sisi lain, sektor pergulaan Bondowoso pada musim giling 2026 menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan. PG Prajekan menargetkan produksi gula mencapai 5,5 juta kuintal dengan rendemen rata-rata sebesar 7,62 persen.</p>
<p>Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian rendemen tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 7,01 persen. Peningkatan rendemen menjadi indikator membaiknya kualitas bahan baku tebu sekaligus hasil dari sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan industri gula.</p>
<p>"Kami optimistis target program ini dapat tercapai. Apalagi musim giling tahun 2026 menunjukkan prospek yang cukup baik dengan target produksi gula PG Prajekan mencapai 5,5 juta kuintal dan rendemen yang meningkat menjadi 7,62 persen. Ini menjadi indikator bahwa kualitas budidaya tebu di Bondowoso terus membaik," pungkas Mulyadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Nganjuk Demo Minta Program MBG Dilanjutkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-demo-minta-program-mbg-dilanjutkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-demo-minta-program-mbg-dilanjutkan</guid>
<description><![CDATA[ Massa aksi mendorong agar Pemkab Nganjuk untuk terus bersinergi dan meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat agar program MBG berjalan lancar di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33ab5d4cbfd.webp" length="91754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 16:12:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi damai, ratusan massa, demo besar besaran, Program MBG, usut korupsi, MBG, Pemkab Nganjuk, Aliansi Nganjuk Bersatu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wong Nganjuk Bersatu menggelar aksi damai di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi ini, massa membawa dua misi utama, yaitu menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap para koruptor.</p>
<p></p>
<p>Massa yang diperkirakan hampir mencapai 1.000 orang tersebut mulai memadati titik kumpul di depan Alun-alun Nganjuk. Mereka kemudian melakukan longmarch menuju depan Kantor Bupati Nganjuk yang menjadi lokasi akhir penyampaian orasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam orasinya, koordinator aksi, Rizki Sugik, menyampaikan lima poin tuntutan dan agenda utama pergerakan mereka. </p>
<p></p>
<p>Pertama adalah mendukung penuh seluruh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p></p>
<p>Kedua, mendorong Pemkab Nganjuk untuk terus bersinergi dan meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat agar program MBG berjalan lancar di daerah.</p>
<p></p>
<p>Ketiga, Mlmenuntut aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pelaku korupsi tanpa tebang pilih.</p>
<p></p>
<p>Menyuarakan jargon "Koruptor Tangkap! Hukum Tegakkan!" di sepanjang rute aksi dan mengajak seluruh elemen masyarakat Nganjuk untuk tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan stabilitas nasional.</p>
<p></p>
<p>"Aksi ini merupakan gerakan moral dari masyarakat Nganjuk yang menginginkan Indonesia maju dan sejahtera. Kami mendukung program yang baik untuk rakyat, namun kami juga mengharamkan korupsi tumbuh subur," ujar Rizki.</p>
<p></p>
<p>Aksi yang berjalan tertib ini ditemui langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Nganjuk, Nafan Thohari, yang mewakili pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Nafan hadir di tengah massa untuk menerima berkas tuntutan serta memberikan pernyataan resmi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a33b05d97498.webp" alt=""></p>
<p>Nafan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedisiplinan para peserta aksi yang mampu menjaga ketertiban, kesopanan, dan fasilitas publik di sepanjang Jalan A. Yani hingga kawasan Alun-alun.</p>
<p></p>
<p>"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut baik aspirasi dari rekan-rekan Aliansi Wong Nganjuk Bersatu. Poin-poin dukungan dan evaluasi program MBG serta komitmen penegakan hukum ini akan segera kami sampaikan ke Bapak Bupati agar bisa ditandatangani dan diteruskan ke tingkat pusat sesuai mekanisme yang ada," tegas Nafan di hadapan massa.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa Pemkab Nganjuk terbuka terhadap setiap masukan, baik berupa kritik konstruktif maupun aduan hukum, sebagai bahan evaluasi demi kemajuan tata kelola pemerintahan daerah.</p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai ketidakhadiran Bupati Nganjuk di lokasi aksi, Nafan menjelaskan bahwa Bupati sedang menghadiri agenda kedinasan lain yang sifatnya mendesak dan tidak dapat diwakilkan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk pada saat yang sama sedang memimpin langsung agenda penertiban kabel Fiber Optic (FO) di lapangan yang menjadi fokus perhatian serius pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Tadi ada penertiban juga yang langsung harus dipimpin oleh Pak Wakil Bupati, penertiban kabel FO. Jadi kami tadi juga mengikuti beliau, saya minta izin untuk menemui masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi ini, sehingga mewakilkan kepada kami," pungkas Nafan kepada awak media.</p>
<p></p>
<p>Meski pimpinan daerah berhalangan hadir secara fisik karena benturan jadwal, Pemkab Nganjuk memastikan seluruh tuntutan dan nota kesepahaman dari Aliansi Wong Nganjuk Bersatu telah ditampung secara resmi untuk segera diproses lebih lanjut. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan aman dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Warga Miskin di Kota Mojokerto Dapat Bantuan Rehab Rumah Rp21 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-miskin-di-kota-mojokerto-dapat-bantuan-rehab-rumah-rp21-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-miskin-di-kota-mojokerto-dapat-bantuan-rehab-rumah-rp21-juta</guid>
<description><![CDATA[ Untuk menjaga transparansi dan mencegah potongan, uang bantuan sebesar Rp21 juta tersebut akan dikirim langsung ke rekening masing-masing warga penerima. Namun, penggunaannya sudah diatur dalam petunjuk teknis yang ketat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a337c4bd39eb.webp" length="29700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 11:30:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP</strong> — Sebanyak 118 warga berpenghasilan rendah di Kota Mojokerto akhirnya bisa bernapas lega. Rumah mereka yang sebelumnya tidak layak huni, kini segera diperbaiki menjadi tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman melalui Program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Ratusan warga penerima manfaat ini tersebar di tiga kecamatan se-Kota Mojokerto. Melalui program yang akrab disebut bedah rumah ini, masing-masing kepala keluarga akan menerima bantuan dana sebesar Rp21 juta.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang karib disapa Ning Ita, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk membantu masyarakat kecil agar memiliki hunian yang layak.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah ingin membantu warga yang rumahnya belum layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman. Lingkungan rumah yang sehat akan berpengaruh langsung pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga," ujar Ning Ita saat memberikan sosialisasi di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat, Rabu (17/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk menjaga transparansi dan mencegah potongan, uang bantuan sebesar Rp21 juta tersebut akan dikirim langsung ke rekening masing-masing warga penerima. Namun, penggunaannya sudah diatur dalam petunjuk teknis yang ketat. </p>
<p></p>
<p>Nilai nominal Rp17,5 juta wajib digunakan untuk membeli material atau bahan bangunan. Sementara Rp3,5 juta sisanya digunakan untuk membayar upah tukang atau tenaga kerja.</p>
<p></p>
<p>Karena program ini berbasis swadaya atau gotong royong, warga diharapkan ikut berpartisipasi. Jika biaya perbaikan rumah ternyata melebihi dana bantuan, warga diperbolehkan menambah kekurangan biaya tersebut secara mandiri, sesuai dengan kemampuan ekonomi dan tingkat kerusakan rumah masing-masing.</p>
<p></p>
<p>Agar warga tidak bingung dalam mengelola dana dan melakukan perbaikan, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan Tenaga Fasilitator Lapangan. </p>
<p></p>
<p>Petugas ini akan mendampingi para penerima bantuan di lapangan mulai dari awal hingga proses renovasi rumah selesai.</p>
<p></p>
<p>Ning Ita memastikan program kebaikan ini tidak akan berhenti di sini. Pemerintah berjanji akan terus mengadakan program bedah rumah setiap tahun selama masih ada warga miskin di Kota Mojokerto yang membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>Selain mengandalkan dana APBD kota, Pemerintah Kota Mojokerto juga tengah memperjuangkan bantuan tambahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar semakin banyak warga miskin yang terbantu.</p>
<p></p>
<p>"Bantuan bedah rumah ini akan terus ada setiap tahun selama masih ada warga yang rumahnya belum layak dan belum sehat. Bahkan untuk tahun depan, kami berharap jumlah warga yang dibantu bisa lebih banyak karena kami sedang mengusulkan tambahan dana dari pemerintah pusat," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekda Bondowoso Beberkan Progres Gerai KDKMP dan Kendala Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekda-bondowoso-beberkan-progres-gerai-kdkmp-dan-kendala-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekda-bondowoso-beberkan-progres-gerai-kdkmp-dan-kendala-lahan</guid>
<description><![CDATA[ KDKMP Bondowoso, Gerai Merah Putih, Fathur Rozi, Sekda Bondowoso, DPRD Bondowoso, Forum Ketua KDKMP, Tanah Kas Desa, Program Koperasi Desa Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32cc0da7f87.webp" length="26696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 23:32:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, Koperasi Merah Putih, Dandim Kediri, kodim 0809/Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Polemik pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bondowoso yang menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Forum Komunikasi Ketua KDKMP dan DPRD Bondowoso, pada Rabu (17/6/2026) terus mendapat perhatian pemerintah daerah.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi dan desakan yang muncul dalam RDP tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, memaparkan perkembangan pembangunan gerai KDKMP sekaligus menjelaskan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan.</p>
<p>Menurut Fathur Rozi, hingga saat ini terdapat 112 unit pembangunan gerai KDKMP yang telah berjalan di berbagai wilayah Bondowoso. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 unit telah rampung 100 persen, sementara 15 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.</p>
<p>"Sebanyak 97 unit sudah selesai seratus persen dan 15 unit masih dalam proses pembangunan," kata Fathur Rozi.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembangunan gerai yang sudah berjalan tersebut sebagian besar memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD). Dari total 112 unit, sebanyak 107 unit berdiri di atas lahan kas desa dan lima unit lainnya menggunakan aset milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Meski demikian, upaya pengembangan gerai KDKMP masih menghadapi tantangan. Saat ini terdapat 107 lokasi yang masih dalam tahap penyiapan lahan sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan.</p>
<p>Lahan-lahan yang diusulkan untuk pembangunan tersebut berasal dari berbagai aset milik pemerintah maupun badan usaha negara.</p>
<p>Rinciannya meliputi sembilan aset Pemkab Bondowoso, satu aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 12 aset Perhutani, 14 aset PTP, satu aset KAI, satu aset KPPN, serta kemungkinan 12 lokasi melalui mekanisme tukar guling Tanah Kas Desa.</p>
<p>Selain itu, masih terdapat 53 desa yang hingga kini belum memiliki lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP.</p>
<p>"Masih ada 53 yang belum memiliki lahan," ujarnya.</p>
<p>Sekda menegaskan, pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pembangunan gerai KDKMP karena merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendapat instruksi langsung dari pemerintah pusat.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan aset pemerintah untuk kepentingan pembangunan gerai tetap harus mengikuti aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.</p>
<p>Menurutnya, setiap aset berupa tanah maupun bangunan yang akan dimanfaatkan harus melalui proses penilaian dan mekanisme pengelolaan sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>"Kita mendukung program ini karena merupakan instruksi presiden. Tetapi pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah harus tetap mengikuti regulasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, ketentuan tersebut telah diatur dalam sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Permendagri Nomor 7 Tahun 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Pantai di Tulungagung Belum Bisa Tarik Tiket Masuk, Pengelola Tunggu Kepastian Aturan dari Kementerian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-pantai-di-tulungagung-belum-bisa-tarik-tiket-masuk-pengelola-tunggu-kepastian-aturan-dari-kementerian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-pantai-di-tulungagung-belum-bisa-tarik-tiket-masuk-pengelola-tunggu-kepastian-aturan-dari-kementerian</guid>
<description><![CDATA[ Meski keputusan menteri telah diterbitkan, hingga kini petunjuk teknis pelaksanaannya belum ditetapkan. Akibatnya, pengelolaan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut masih menggantung dan belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan penarikan retribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32947ab013b.webp" length="56468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 21:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, retribusi wisata, pantai gemah, pantai molang, pantai lumbung, pantai pacar, pantai kedungtumpang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pengunjung yang berwisata ke sejumlah pantai di Kabupaten Tulungagung saat ini tidak lagi diwajibkan membayar tiket masuk. Kondisi tersebut terjadi setelah adanya perubahan regulasi pengelolaan kawasan hutan yang membuat pengelola destinasi wisata di lahan milik Kementerian Kehutanan belum memiliki dasar hukum untuk melakukan penarikan retribusi.</p>
<p>Setidaknya terdapat lima destinasi wisata pantai yang terdampak kebijakan tersebut, yakni Pantai Molang, Pantai Lumbung, Pantai Pacar, Pantai Kedungtumpang di Kecamatan Pucanglaban, serta Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Yuli Murniingsih, menjelaskan bahwa perubahan aturan tersebut berawal dari terbitnya SK Menteri Kehutanan No 149 Tahun 2025 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), yang mengatur perpindahan kewenangan pengelolaan sebagian kawasan hutan di Jawa dan Bali dari Perhutani kembali ke Kementerian Kehutanan.</p>
<p>“Untuk pengelolaan destinasi wisata itu ada regulasi yang baru. Regulasi baru itu tentang kewenangan pengelolaan hutan. Jadi yang dulu dikelola oleh Perhutani, ada sebagian di Jawa dan Bali yang dikembalikan kewenangannya ke Kementerian Kehutanan,” ujar Yuli, Rabu (17/6/2026).</p>
<p>Meski keputusan menteri telah diterbitkan, hingga kini petunjuk teknis pelaksanaannya belum ditetapkan. Akibatnya, pengelolaan destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut masih menggantung dan belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan penarikan retribusi.</p>
<p>“SK-nya sudah ditetapkan, tapi untuk juknisnya masih belum ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Juknis itu yang disebut RPKHDPK, Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus,” katanya.</p>
<p>Menurut Yuli, persoalan ini tidak hanya dialami Tulungagung. Sejumlah kawasan hutan di Jawa dan Bali, khususnya wilayah pesisir selatan yang pengelolaannya dikembalikan ke kementerian, juga menghadapi kondisi serupa.</p>
<p>Menindaklanjuti perubahan regulasi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung telah mengirimkan surat kepada seluruh pengelola destinasi yang terdampak agar menghentikan sementara penarikan retribusi maupun pendapatan asli daerah (PAD).</p>
<p>“Kita sudah mengirim surat dan melakukan pembinaan kepada pengelola destinasi untuk menghentikan kegiatan penarikan retribusi dan penarikan PAD di semua destinasi itu,” jelasnya.</p>
<p>Surat tersebut dikirim setelah pihak Disbudpar melakukan koordinasi ke Kementerian Kehutanan menjelang Hari Raya Idulfitri lalu. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan petunjuk teknis maupun skema kerja sama baru akan diterbitkan.</p>
<p>“Sekitar dua minggu lalu kita juga sudah bertemu lagi dan belum ada kepastian,” tambah Yuli.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola wisata. Di satu sisi mereka tetap harus menanggung biaya operasional, mulai dari kebersihan, perawatan fasilitas, hingga jasa petugas di lapangan. Namun di sisi lain mereka tidak diperbolehkan memungut tiket masuk dari wisatawan.</p>
<p>“Memang kita tahu bagaimana susahnya mereka karena mengelola destinasi itu ada biayanya, biaya jasa mereka, biaya kebersihan dan lain-lain. Tapi kita menekankan untuk benar-benar tidak menarik retribusi,” tegas Yuli.</p>
<p>Sebagai solusi sementara, pengelola diperbolehkan mengelola tempat penitipan kendaraan, atau menerima sumbangan sukarela dari pengunjung tanpa unsur paksaan. Bahkan, pemberian uang tersebut tidak boleh disertai karcis resmi karena belum memiliki dasar hukum yang sah.</p>
<p>“Kalau bisa ya sukarela, seikhlasnya. Kalau bisa penitipan kendaraan pakai keplek, jangan karcis,” ujarnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Pasuruan Raih WTP 13 Kali Beruntun, Realisasi 2025 Surplus Rp52 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-pasuruan-raih-wtp-13-kali-beruntun-realisasi-2025-surplus-rp52-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-pasuruan-raih-wtp-13-kali-beruntun-realisasi-2025-surplus-rp52-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Apresiasi tertinggi dari BPK tersebut mampu memotivasi seluruh pemangku kebijakan untuk bekerja lebih optimal dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di masa mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a070c495f7.webp" length="41940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 19:10:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Jajaran legislatif dan eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar rapat paripurna untuk mematangkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025. </p>
<p></p>
<p>Agenda ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas dan transparansi program pembangunan yang telah berjalan sepanjang tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>Sinergi yang kuat antarinstansi ini kembali membuahkan hasil positif. Pemkab Pasuruan sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.</p>
<p></p>
<p>"Penghargaan ini merupakan WTP yang ke-13 kali berturut-turut yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat saat membuka jalannya persidangan, Rabu (17/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Samsul berharap apresiasi tertinggi dari BPK tersebut mampu memotivasi seluruh pemangku kebijakan untuk bekerja lebih optimal dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>Penyampaian draf Peraturan Daerah (Perda) pertanggungjawaban ini merupakan amanat Pasal 320 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang bersanding dengan UU Nomor 9 Tahun 2015 serta Pasal 194 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.</p>
<p></p>
<p>Berkas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur sendiri telah diserahkan secara resmi pada 29 Mei 2026, tepat waktu sebelum batas akhir pelaporan enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.</p>
<p></p>
<p>"Tercapainya opini tersebut tentunya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dengan dukungan dari segenap pimpinan dan anggota dewan," tutur Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo.</p>
<p></p>
<p>Bupati yang karib disapa Mas Rusdi tersebut menambahkan bahwa kerja sama fungsional ini didedikasikan sepenuhnya untuk kemakmuran seluruh lapisan masyarakat Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Dalam naskah nota pertanggungjawaban yang dipaparkan, berikut adalah rincian capaian keuangan Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2025:</p>
<p></p>
<p>Pendapatan Daerah: Target setelah perubahan dipatok sebesar Rp3.996.789.413.420, dan berhasil terealisasi sebesar Rp3.975.379.749.149,53 atau mencapai 99,48 persen. Terdapat selisih kurang sebesar Rp21.409.664.270,47 karena tidak tercapainya target pada sektor pendapatan transfer.</p>
<p>Belanja Daerah: Alokasi setelah perubahan dianggarkan sebesar Rp4.245.644.705.995,37, dan berhasil terealisasi sebesar Rp3.929.567.100.740 atau mencatatkan serapan tinggi sebesar 92,57 persen.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, pada dokumen perubahan anggaran tahun 2025, posisi keuangan daerah awalnya diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp248.855.292.575,37. Namun, berkat efisiensi tata kelola yang baik, realisasi keuangan daerah justru berbalik mencatatkan surplus sebesar Rp52.812.648.409,53.</p>
<p></p>
<p>Langkah evaluasi komprehensif ini nantinya akan dijadikan pijakan utama bagi tim anggaran untuk menyusun draf Perubahan APBD (P-APBD) tahun anggaran 2026. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah berkomitmen penuh untuk tetap memprioritaskan program stimulus ekonomi lokal serta perbaikan sarana infrastruktur di area pelosok Pasuruan. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>7.179 Buruh Rokok Bondowoso Terima BLT Cukai, Disalurkan Tanpa Potongan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/7179-buruh-rokok-bondowoso-terima-blt-cukai-disalurkan-tanpa-potongan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/7179-buruh-rokok-bondowoso-terima-blt-cukai-disalurkan-tanpa-potongan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyalurkan BLT DBHCHT senilai Rp4,8 miliar kepada 7.179 pekerja pabrik rokok dan buruh tembakau. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia tanpa potongan dan dipastikan tepat sasaran setelah melalui proses verifikasi langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a327ae913530.webp" length="47532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 19:02:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada ribuan pekerja pabrik rokok dan buruh tembakau. Program perlindungan sosial tersebut diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian industri hasil tembakau.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tahun ini, sebanyak 7.179 pekerja tercatat sebagai penerima manfaat dengan total anggaran mencapai sekitar Rp4,8 miliar. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu yang disalurkan dalam dua tahap, masing-masing Rp300 ribu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di lokasi pabrik rokok dan gudang tembakau melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Skema jemput bola tersebut diterapkan untuk memudahkan penerima sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran tanpa harus membebani pekerja dengan biaya maupun proses administrasi tambahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan terlihat dari keterlibatan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam proses penyerahan bantuan. Penyaluran perdana secara simbolis dilaksanakan di Pabrik Rokok Cahaya Bukit Sukawringin, Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Rabu (17/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengatakan, pemerintah daerah sengaja turun langsung untuk memastikan seluruh tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami bersama Forkopimda dan didampingi Kepala Dinsos P3AKB turun langsung untuk memastikan proses penyaluran bantuan ini berjalan dengan baik, lancar, dan akuntabel. Secara keseluruhan penerima BLT DBHCHT tahun ini mencapai 7.179 orang," kata As'ad.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pekerja di sektor industri hasil tembakau yang selama ini turut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Masing-masing penerima mendapatkan Rp600 ribu yang diberikan dalam dua tahap. Harapannya bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan beban ekonomi para pekerja," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr Moh Imron, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan sistem jemput bola ke masing-masing lokasi pabrik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menghadirkan PT Pos langsung ke lokasi agar masyarakat tidak perlu datang ke kantor pos. Ini bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan bantuan diterima langsung oleh yang berhak," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menyebut total anggaran BLT DBHCHT yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp4,8 miliar. Selain pekerja pabrik rokok dan gudang tembakau yang berada di Bondowoso, bantuan juga diberikan kepada warga ber-KTP Bondowoso yang bekerja di pabrik rokok di luar daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Tahap pertama diberikan kepada pekerja pabrik rokok dan gudang tembakau di Bondowoso. Tahap berikutnya juga akan diberikan kepada warga Bondowoso yang bekerja di pabrik rokok di luar daerah, seperti di Situbondo maupun Jember," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelum bantuan disalurkan, Dinsos P3AKB melakukan verifikasi dan validasi data penerima secara langsung ke masing-masing perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima pekerja yang memenuhi syarat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami turun langsung ke pabrik-pabrik untuk memastikan identitas penerima sesuai data yang diberikan. Jadi penyalurannya bisa dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron juga menegaskan bahwa bantuan yang diterima pekerja tidak dikenakan potongan dalam bentuk apa pun. Apabila terdapat penerima yang berhalangan hadir saat jadwal penyaluran, mereka masih diberi kesempatan mengambil bantuan dalam waktu tiga hari berikutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bantuan ini diterima utuh tanpa potongan satu rupiah pun. Kalau ada yang sakit atau berhalangan hadir, bisa memberikan kuasa kepada keluarga sesuai ketentuan. Bahkan jika tetap tidak bisa hadir, PT Pos akan mengantarkan langsung ke rumah penerima," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengungkapkan jumlah penerima manfaat tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat pengurangan sekitar 300 hingga 400 pekerja yang tercatat sebagai penerima bantuan.</span></p>
<p><span>"Jumlah penerima berkurang kemungkinan karena jumlah pekerja di sektor industri rokok juga menurun seiring berkurangnya produksi. Namun anggaran yang disiapkan pemerintah daerah tetap mengacu pada estimasi kebutuhan sebelumnya," pungkas Imron. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BAZNAS Bondowoso Salurkan 1.000 Seragam Sekolah, Bupati: Investasi Sosial untuk Masa Depan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-salurkan-1000-seragam-sekolah-bupati-investasi-sosial-untuk-masa-depan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-salurkan-1000-seragam-sekolah-bupati-investasi-sosial-untuk-masa-depan-anak</guid>
<description><![CDATA[ BAZNAS Bondowoso menyalurkan 1.000 stel seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP menjelang tahun ajaran baru. Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut bantuan tersebut sebagai investasi sosial yang mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32798d4c581.webp" length="58958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 18:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, pemeirntah, sekda, ASN, kinerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan 1.000 stel seragam sekolah kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Bagus Asra Bondowoso, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid beserta jajaran pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengapresiasi langkah BAZNAS yang dinilainya konsisten hadir membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk di bidang pendidikan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Bondowoso atas terselenggaranya agenda luar biasa ini,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut bupati, penyaluran 1.000 stel seragam sekolah tersebut menjadi bukti nyata peran BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya membantu keluarga yang membutuhkan saat memasuki tahun ajaran baru.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memiliki makna sosial dan pendidikan yang penting bagi perkembangan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Bantuan seragam ini bukan sekadar pemberian materi fisik belaka, melainkan sebuah bentuk investasi sosial dan motivasi moral bagi anak-anak kita,” kata bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, seragam baru diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa saat mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, bantuan tersebut juga dapat mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan sekolah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Melalui seragam baru ini, kita ingin menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak-anak, mengikis sekat kesenjangan sosial di lingkungan sekolah, serta memantik semangat baru agar mereka lebih giat belajar demi meraih cita-cita yang tinggi,” tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso mengajak seluruh masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, dan institusi swasta yang telah memenuhi syarat wajib zakat, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, optimalisasi penghimpunan dana ZIS akan memperluas manfaat program-program sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Semakin besar dana ZIS yang dihimpun dan dikelola secara profesional, maka semakin luas pula jangkauan kemaslahatan yang dapat diberikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepada para siswa penerima bantuan, bupati berpesan agar menjadikan bantuan tersebut sebagai penyemangat untuk belajar lebih tekun dan meraih prestasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Belajarlah dengan tekun, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Rawatlah bantuan seragam ini dengan baik, dan jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk membuktikan bahwa kalian mampu mengukir prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.</span></p>
<p><span>Program bantuan seragam sekolah tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang dihimpun BAZNAS Bondowoso untuk mendukung akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soroti SiLPA Rp 126 Miliar, Gabungan Fraksi DPRD Kota Batu Minta Pemerintah Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soroti-silpa-rp-126-miliar-gabungan-fraksi-dprd-kota-batu-minta-pemerintah-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soroti-silpa-rp-126-miliar-gabungan-fraksi-dprd-kota-batu-minta-pemerintah-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Pemberian apresiasi dan peringatan pihak legislatif di Kota Batu menjadi bentuk pengawasan yang seimbang. Capaian WTP harus dipertahankan, namun berbagai kelemahan dan catatan yang disampaikan DPRD menjadi peringatan agar pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin terarah dan tepat sasaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32551d8f3ef.webp" length="19144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 17:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apresiasi, Evaluasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Gabungan Fraksi-fraksi DPRD Kota Batu memberikan apresiasi sekaligus peringatan kepada Pemerintah Kota Batu dalam Rapat Paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Secara prinsip, Raperda ini disetujui untuk dibahas lebih lanjut, namun disertai sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.</p>
<p> </p>
<p>Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Punjul Santoso pada Rabu (17/6/2026) menyampaikan rasa syukur atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang berhasil diraih untuk ke-11 kali berturut-turut. Menurutnya, ini menunjukkan kepatuhan administrasi keuangan daerah sudah terjaga dengan baik.</p>
<p> </p>
<p>“Kami hargai kerja keras pemerintah yang menjaga standar akuntabilitas. Namun kami juga ingin memberikan peringatan tegas: Opini WTP hanyalah syarat dasar, bukan ukuran keberhasilan akhir. Jika anggaran terserap rapi tapi tidak menurunkan angka kemiskinan, tidak meningkatkan layanan publik, dan tidak meratakan pembangunan, maka tujuannya belum tercapai,” tegas Punjul.</p>
<p> </p>
<p>Disisi lain ia juga menegaskan bahwa pihak legislatif menyoroti beberapa titik yang menjadi perhatian serius dan peringatan bagi pemerintah daerah seperti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 92,37 persen atau Rp 302,95 miliar dari target Rp 327,98 miliar, meski total pendapatan daerah tercapai 99,20 persen. Pihak legislatif memperingatkan agar segera dilakukan evaluasi mendalam, apakah kesalahan ada pada perencanaan atau lemahnya upaya pemungutan. Strategi peningkatan juga harus disusun agar tidak memberatkan masyarakat dan sektor pariwisata.</p>
<p> </p>
<p>Selain itu, juga terkait temuan dan rekomendasi BPK yang masih berulang pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu, Pajak Air Tanah, serta pengelolaan aset investasi. DPRD memperingatkan agar tidak menjadikan rekomendasi ini hanya sebagai catatan biasa, melainkan harus disusun rencana tindak lanjut yang jelas dengan tenggat waktu dan penanggung jawab agar tidak menjadi masalah tahunan.</p>
<p> </p>
<p>"Berikutnya dari sisi belanja daerah yang terealisasi 89,16 persen. DPRD mengingatkan bahwa penyerapan anggaran harus berorientasi hasil, bukan sekadar angka. Peringatan khusus kami sampaikan terkait rendahnya penyerapan belanja modal, penggunaan Belanja Tak Terduga sebesar Rp 10,67 miliar yang harus transparan, serta besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai lebih dari Rp126 miliar," imbuhnya.</p>
<p> </p>
<p>Selain itu, DPRD juga meminta laporan kinerja Proyek Strategis Daerah yang diukur dari manfaat nyata, bukan hanya laporan keuangan, serta pengaturan yang tegas terkait bantuan keuangan ke desa agar pembangunan berjalan adil dan merata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Lagi Jemaah Haji Asal Kabupaten Blitar Wafat di Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-lagi-jemaah-haji-asal-kabupaten-blitar-wafat-di-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-lagi-jemaah-haji-asal-kabupaten-blitar-wafat-di-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Kabar duka kembali datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Seorang jemaah atas nama Imam Turmudi (59), warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci pada Selasa (16/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3248dd414b9.webp" length="24740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 16:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jemaah Haji, Meninggal Dunia, Asal, Kabupaten Blitar, Tanah Suci, Sakit.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP </strong>- Kabar duka kembali datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.</p>
<p>Seorang jemaah atas nama Imam Turmudi (59), warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci pada Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blitar, Purnomo, mengatakan Imam Turmudi tergabung dalam Kloter 107 dan meninggal dunia pada pukul 11.00 waktu Arab Saudi setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</p>
<p>"Yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Jeddah, selama kurang lebih 10 hari sebelum akhirnya meninggal dunia," ujar Purnomo, Rabu (17/6/2026).</p>
<p>Dengan meninggalnya Imam Turmudi, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun 2026 bertambah menjadi empat orang.</p>
<p>Sebelumnya, tiga jemaah lainnya yang telah lebih dulu meninggal dunia yakni Muhadi (85) warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Komarudin (85) warga Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, dan Multazamah (66) warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro.</p>
<p>Purnomo menjelaskan, berbeda dengan tiga jemaah sebelumnya yang meninggal saat berada di hotel, Imam Turmudi wafat setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit akibat penyakit jantung yang dideritanya.</p>
<p>Meski kembali berduka, Purnomo memastikan kondisi mayoritas jemaah haji asal Kabupaten Blitar saat ini dalam keadaan baik dan tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji sesuai jadwal.</p>
<p>"Secara umum pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar," katanya.</p>
<p>Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang menjalankan ibadah haji di tanah suci ada 915 orang dan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 106, 107, 108, dan 109.</p>
<p>Para jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada akhir Juni 2026 dan diperkirakan tiba di Surabaya pada 28 hingga 29 Juni 2026. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setelah 52 Tahun Numpang, Kantor Kemenag Mojokerto Akhirnya Resmi Miliki Tanah Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setelah-52-tahun-numpang-kantor-kemenag-mojokerto-akhirnya-resmi-miliki-tanah-sendiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setelah-52-tahun-numpang-kantor-kemenag-mojokerto-akhirnya-resmi-miliki-tanah-sendiri</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto secara resmi menghibahkan aset tanah tersebut setelah berstatus pinjam pakai selama lebih dari setengah abad. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a320219a4c60.webp" length="44892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 10:30:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Setelah sekian lama menanti, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto akhirnya memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto secara resmi menghibahkan aset tanah tersebut setelah berstatus pinjam pakai selama lebih dari setengah abad.</p>
<p></p>
<p>Prosesi penyerahan ini dilakukan langsung melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), di Ruang Rapat Satya Bina Karya (SBK), Selasa (16/6/2026) siang.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya untuk Kemenag, Pemkab Mojokerto juga menyerahkan hibah berupa tanah dan bangunan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mojokerto yang berada dalam satu kawasan. </p>
<p></p>
<p>Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf.</p>
<p></p>
<p>Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau yang karib disapa Gus Barra ini mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menyudahi keterbatasan pembangunan fasilitas yang selama ini dihadapi oleh pihak kementerian.</p>
<p></p>
<p>"Kurang lebih selama 52 tahun aset tersebut digunakan oleh Kementerian Agama dengan status pinjam pakai. Hari ini kami hibahkan agar memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk pelayanan masyarakat," ujar Gus Barra.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, status pinjam pakai selama ini membuat instansi vertikal tersebut kesulitan dalam mengembangkan atau merenovasi sarana dan prasarana pelayanan publik. Dengan beralihnya status menjadi hibah, Kemenag serta Kementerian Haji dan Umrah kini memiliki keleluasaan penuh untuk meningkatkan fasilitas mereka.</p>
<p></p>
<p>Selain untuk peningkatan layanan keagamaan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Mojokerto dalam mewujudkan tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah.</p>
<p></p>
<p>Langkah Pemkab Mojokerto ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. </p>
<p></p>
<p>Ia menilai dukungan dari pemerintah daerah seperti ini sangat krusial bagi kementerian baru yang tengah gencar melakukan penguatan organisasi hingga tingkat daerah.</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto atas dukungan yang diberikan. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah kepada masyarakat," tutur Menteri yang karib disapa Gus Irfan itu.</p>
<p></p>
<p>Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Daerah oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, yang dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat tanah secara simbolis oleh Bupati Gus Barra kepada masing-masing instansi penerima. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Doa Bersama 1 Muharam, Bupati Pasuruan Ajak Warga Berhijrah Menuju Produktivitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-doa-bersama-1-muharam-bupati-pasuruan-ajak-warga-berhijrah-menuju-produktivitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-doa-bersama-1-muharam-bupati-pasuruan-ajak-warga-berhijrah-menuju-produktivitas</guid>
<description><![CDATA[ Mas Rusdi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk menjadikan semangat hijrah dalam peringatan Tahun Baru Muharam sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32010b52e96.webp" length="21762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 09:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP </strong>— Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar doa bersama.</p>
<p></p>
<p>Acara bertajuk Doa Keselamatan untuk Kabupaten Pasuruan ini dilaksanakan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (15/6/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, para asisten, staf ahli, hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta undangan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Tampak pula beberapa alim ulama, di antaranya Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, KH M. Nawawi, KH Tantowi Jauhari, KH Faisol Amrullah, dan ulama lainnya.</p>
<p></p>
<p>Tidak banyak yang disampaikan oleh Mas Rusdisapaan akrab Bupati Pasuruan ini dalam sambutannya di hadapan seluruh undangan. </p>
<p></p>
<p>Ia menyampaikan doa singkat dan harapan yang sederhana, yakni agar Kabupaten Pasuruan dijauhkan dari segala marabahaya serta menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur (indah dan subur alamnya, dengan penduduk yang selalu bersyukur atas nikmat yang mereka terima).</p>
<p></p>
<p>"Selamat menyambut Tahun Baru 1448 hijriah. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan semoga Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tidak lupa, Mas Rusdi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk menjadikan semangat hijrah dalam peringatan Tahun Baru Muharam sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Mari berhijrah dari sikap yang kurang baik menuju akhlak yang lebih mulia, dari perpecahan menuju persatuan, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari kepentingan pribadi menuju kepedulian terhadap sesama," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan utama yang harus terus dijaga. Dengan persatuan, kerja keras, dan doa, Insyaallah Kabupaten Pasuruan akan semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta tetap berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal.</p>
<p></p>
<p>"Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat kabupaten pasuruan. Mari kita songsong masa depan dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih bermanfaat bagi sesama," tutupnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyampaikan, Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Islam. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah mengandung makna yang sangat mendalam, yaitu semangat perubahan menuju keadaan yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, membangun peradaban, dan meneguhkan nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.</p>
<p></p>
<p>"Momentum tahun baru hijriyah hendaknya menjadi sarana introspeksi bagi kita semua. Kita evaluasi perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat tekad untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, masyarakat, dan kita semua," tandasnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>183 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Turun ke Lapangan, Pemkot Batu Siapkan Basis Data Baru untuk Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/183-petugas-sensus-ekonomi-mulai-turun-ke-lapangan-pemkot-batu-siapkan-basis-data-baru-untuk-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/183-petugas-sensus-ekonomi-mulai-turun-ke-lapangan-pemkot-batu-siapkan-basis-data-baru-untuk-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menginginkan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan potret aktual perkembangan dunia usaha di daerah, sehingga kebijakan pembangunan, investasi, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja dapat disusun secara lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31261f433a7.webp" length="42828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 18:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Petugas Sensus, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sebanyak 183 petugas sensus dilepas langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman untuk melakukan pendataan usaha di seluruh wilayah Kota Batu.</p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (16/6/2026) ia menegaskan seluruh petugas yang diterjunkan merupakan warga Kota Batu yang sebelumnya telah mengikuti pembekalan dan pelatihan teknis dari BPS. Mereka akan melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas usaha nonpertanian yang menjadi bagian penting dalam penyusunan data ekonomi daerah.</p>
<p>"Pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis data. Menurutnya, Kota Batu sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, dan UMKM membutuhkan data yang akurat untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran," paparnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hasil pendataan nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah. Data tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan statistik, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kota Batu dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan data yang valid akan membantu pemerintah dalam merancang program yang lebih efektif, mulai dari penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.</p>
<p>“Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat pemberdayaan UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Cak Nur juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar menjaga profesionalisme selama bertugas. Selain itu, kualitas data yang dikumpulkan harus menjadi prioritas utama karena akan menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah pada masa mendatang.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa integritas petugas di lapangan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus.</p>
<p>Karena itu, seluruh proses pendataan harus dilakukan secara objektif, teliti, dan sesuai kondisi yang sebenarnya.</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat dan pelaku usaha juga diminta berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan benar kepada petugas sensus. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas usaha nonpertanian di Indonesia. Hasil sensus akan menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat daerah maupun nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Dukung Gaji PPPK Ditanggung APBN, Sebut APBD Terancam Tertekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-dukung-gaji-pppk-ditanggung-apbn-sebut-apbd-terancam-tertekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-dukung-gaji-pppk-ditanggung-apbn-sebut-apbd-terancam-tertekan</guid>
<description><![CDATA[ Bagi Kota Batu, pengalihan gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan ke APBN dinilai bukan hanya membantu memenuhi target belanja pegawai nasional, tetapi juga menjadi peluang untuk memperluas ruang fiskal daerah sehingga program pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal di tengah keterbatasan anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31241dd97f1.webp" length="30148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 18:02:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DPRD, Gaji PPPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="83" data-end="489"><strong data-start="83" data-end="101">KOTA BATU, SJP</strong> – Dukungan terhadap usulan pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan tenaga kesehatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus menguat di Kota Batu. Setelah sebelumnya disuarakan Pemerintah Kota Batu, kini DPRD Kota Batu turut mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan kebijakan tersebut demi menjaga keberlanjutan fiskal daerah.</p>
<p data-start="491" data-end="894">Ketua DPRD Kota Batu, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Didik Subianto</span></span>, menilai pengalihan beban gaji PPPK ke APBN menjadi solusi yang sangat dibutuhkan daerah di tengah semakin beratnya tekanan anggaran. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu pemerintah daerah memenuhi ketentuan pembatasan belanja pegawai, tetapi juga menjaga ruang fiskal agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.</p>
<p data-start="896" data-end="1198">“DPRD Kota Batu mendukung penuh sikap eksekutif dan usulan DPR RI. Ini momentum penting untuk menyelamatkan APBD daerah. Jika beban gaji PPPK guru dan nakes terus dibebankan pada DAU maupun APBD tanpa dukungan tambahan yang memadai, daerah akan semakin kesulitan bergerak,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).</p>
<p data-start="1200" data-end="1485">Didik menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp168 miliar, Kota Batu juga masih harus menyesuaikan struktur belanja pegawai agar memenuhi ketentuan nasional.</p>
<p data-start="1487" data-end="1819">Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2026, porsi belanja pegawai Kota Batu mencapai 36,23 persen dari total belanja daerah sebesar Rp1,06 triliun. Angka tersebut masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang harus dipenuhi seluruh pemerintah daerah pada 2027 sebagaimana diamanatkan dalam <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022</span></span>.</p>
<p data-start="1821" data-end="2054">“Posisi kita saat ini masih di atas 36 persen. Artinya belum memenuhi target efisiensi nasional yang harus dicapai pada 2027. Jika tidak ada solusi dari pemerintah pusat, daerah akan menghadapi tantangan yang semakin berat,” katanya.</p>
<p data-start="2056" data-end="2396">Menurut Didik, persoalan belanja pegawai tidak hanya berkaitan dengan tata kelola birokrasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Semakin besar anggaran terserap untuk belanja pegawai, semakin kecil ruang fiskal yang tersedia untuk mendukung program pembangunan.</p>
<p data-start="2398" data-end="2630">Ia menyebut sejumlah program prioritas daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan sampah, penguatan sektor pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan anggaran yang besar dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="2632" data-end="2848">“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang terdampak. Program pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan optimal, sementara daerah juga dituntut memenuhi aturan batas maksimal belanja pegawai,” tegasnya.</p>
<p data-start="2850" data-end="3111">Meski demikian, DPRD Kota Batu tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer melalui skema PPPK. Menurutnya, guru dan tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan dasar yang keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat.</p>
<p data-start="3113" data-end="3383">“Kami sangat menghargai kebijakan pengangkatan PPPK karena guru dan tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan publik. Tetapi harus ada keseimbangan antara kebijakan pengangkatan dan dukungan anggarannya agar daerah tidak kesulitan menjalankan pembangunan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3385" data-end="3652">Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD Kota Batu berencana membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jejaring legislatif di tingkat pusat, guna mengawal aspirasi tersebut agar menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait pembiayaan PPPK. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3385" data-end="3652"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Dukung Usulan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Dinilai Jadi Solusi Jaga Fiskal Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dukung-usulan-gaji-pppk-ditanggung-apbn-dinilai-jadi-solusi-jaga-fiskal-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dukung-usulan-gaji-pppk-ditanggung-apbn-dinilai-jadi-solusi-jaga-fiskal-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi pengcoveran gaji PPPK dan Nakes oleh pusat dinilai berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kesehatan keuangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3122e4ab805.webp" length="37560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 17:33:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gaji PPPK, Cover</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="95" data-end="453"><strong data-start="95" data-end="113">KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menyatakan dukungan penuh terhadap wacana yang tengah digodok oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia</span></span> terkait pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya guru dan tenaga kesehatan (nakes), yang diusulkan sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>
<p data-start="455" data-end="687">Wali Kota Batu, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nurochman</span></span> menilai kebijakan tersebut dapat menjadi solusi strategis bagi pemerintah daerah dalam memenuhi ketentuan pembatasan belanja pegawai yang maksimal 30 persen dari total APBD mulai 2027.</p>
<p data-start="689" data-end="920">Menurutnya, jika gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, maka daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih longgar untuk membiayai pembangunan dan program pelayanan masyarakat lainnya.</p>
<p data-start="922" data-end="1179">“Pemerintah daerah sangat mendukung dan berharap usulan DPR RI ini dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. Jika gaji PPPK guru dan nakes ditanggung APBN, tentu akan menjadi angin segar bagi postur APBD daerah,” ujar Nurochman, Selasa (16/6/2026).</p>
<p data-start="1181" data-end="1472">Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah menghadapi tantangan cukup berat dalam menjaga kesehatan fiskal. Selain harus menyesuaikan porsi belanja pegawai sesuai ketentuan pemerintah pusat, Pemkot Batu juga mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang nilainya mencapai Rp168 miliar.</p>
<p data-start="1474" data-end="1680">Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat ruang gerak anggaran daerah semakin terbatas, terutama untuk membiayai pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan masyarakat, serta sektor-sektor prioritas lainnya.</p>
<p data-start="1682" data-end="1920">Berdasarkan data Pemerintah Kota Batu, porsi belanja pegawai dalam APBD Tahun Anggaran 2026 mencapai 36,23 persen dari total belanja daerah. Angka tersebut masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang harus dipenuhi pada tahun 2027.</p>
<p data-start="1922" data-end="2193">“Saat ini porsi belanja pegawai kita berada di angka lebih dari 36 persen. Angka ini masih melampaui target 30 persen yang harus dipenuhi pada 2027. Ditambah lagi adanya pengurangan TKD sebesar Rp168 miliar sehingga ruang fiskal daerah menjadi semakin terbatas,” katanya.</p>
<p data-start="2195" data-end="2501">Data Pemkot Batu menunjukkan total belanja pegawai pada tahun 2026 mencapai Rp423,93 miliar. Setelah dikurangi sejumlah komponen tunjangan guru yang bersumber dari transfer pemerintah pusat, nilai belanja pegawai netto masih berada di angka Rp385,03 miliar dari total belanja daerah sebesar Rp1,06 triliun.</p>
<p data-start="2503" data-end="2772">Meski demikian, Nurochman menegaskan, keberadaan PPPK, terutama guru dan tenaga kesehatan, tetap menjadi kebutuhan utama dalam mendukung pelayanan publik. Karena itu, pemerintah daerah tidak mempersoalkan kebijakan pengangkatan PPPK yang telah berjalan selama ini.</p>
<p data-start="2774" data-end="2938">Menurutnya, yang perlu dievaluasi adalah skema pembiayaan agar tidak seluruhnya menjadi beban APBD sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program pembangunan daerah.</p>
<p data-start="2940" data-end="3183">“Guru dan tenaga kesehatan merupakan pilar pelayanan dasar masyarakat. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan. Namun format penganggarannya perlu dibenahi agar daerah tetap memiliki ruang fiskal yang sehat untuk menjalankan pembangunan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3185" data-end="3409">Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan aspirasi pemerintah daerah serta usulan DPR RI tersebut sebagai langkah menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan keuangan daerah.</p>
<p data-start="3411" data-end="3628">“Harapan kami pemerintah pusat dapat mendengar aspirasi daerah. Dengan begitu stabilitas fiskal tetap terjaga, pembangunan berjalan optimal, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak berkurang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3411" data-end="3628"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinilai Tidak Becus dan Egois, DPRD Desak Bupati Malang Copot Kepala DPKPCK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinilai-tidak-becus-dan-egois-dprd-desak-bupati-malang-copot-kepala-dpkpck</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinilai-tidak-becus-dan-egois-dprd-desak-bupati-malang-copot-kepala-dpkpck</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya sistem yang perlu dirombak, tetapi kepemimpinan pada perangkat daerah tersebut juga harus diganti karena gagal total menjalankan roda organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30e2499ae06.webp" length="25552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 15:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Malang, DPKPCK Kabupaten Malang, Dinas Cipta Karya, Bupati Malang, Redam Guruh Krismantara, Fraksi PDI Perjuangan, Pokir DPRD, Sekolah Rusak, APBD 2025, Berita Malang, Kabupaten Malang, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP</strong> — Kinerja buruk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang memicu kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, fraksi tersebut bahkan mendesak Bupati Malang segera mengevaluasi dan mencopot pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak becus tersebut.</p>
<p></p>
<p>Melalui juru bicaranya, Redam Guruh Krismantara, Fraksi PDI Perjuangan membongkar rapor merah DPKPCK yang dinilai gagal membangun komunikasi kelembagaan, tidak tanggap merespons aspirasi masyarakat, serta abai dalam menindaklanjuti berbagai usulan pembangunan yang disalurkan melalui DPRD.</p>
<p></p>
<p>"Kami memandang perlu adanya pembenahan serius terhadap tata kelola pelayanan dan pola komunikasi kelembagaan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang," tegas Redam dalam rapat paripurna yang digelar Senin (15/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPKPCK dan DPRD sangat buruk, padahal DPRD memiliki fungsi penganggaran, legislasi, serta pengawasan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.</p>
<p></p>
<p>Fraksi PDI Perjuangan menilai manajemen DPKPCK cenderung tertutup sehingga sejumlah masukan dan aspirasi krusial yang disampaikan DPRD kerap kali dimentahkan dan tidak ditindaklanjuti secara maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Mengabaikan komunikasi, koordinasi maupun masukan yang disampaikan DPRD bukan sekadar persoalan etika birokrasi, melainkan berpotensi mencederai prinsip checks and balances yang menjadi roh demokrasi pemerintahan daerah," ujar Redam.</p>
<p></p>
<p>Selain bobroknya pola komunikasi, fraksi berlambang banteng moncong putih itu juga membeberkan mandeknya sejumlah usulan pembangunan yang berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, khususnya pada sektor pendidikan. </p>
<p></p>
<p>Proyek fisik sekolah berjalan sangat lamban, padahal laporan kerusakan fasilitas sekolah yang mengancam keselamatan siswa telanjur menumpuk dan butuh penanganan darurat.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai birokrasi menjadi begitu sibuk mempertahankan ego kelembagaannya hingga lupa bahwa keselamatan anak-anak sekolah adalah prioritas yang tidak boleh ditawar," katanya.</p>
<p></p>
<p>Fraksi PDI Perjuangan juga menelanjangi keterlambatan pelaksanaan sejumlah agenda strategis yang menjadi wewenang DPKPCK. </p>
<p></p>
<p>Lambatnya kinerja OPD ini dinilai sebagai bukti nyata buruknya manajemen kebijakan dan rapuhnya tata kelola pembangunan dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Atas rentetan kegagalan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan meminta Bupati Malang selaku Pejabat Pembina Kepegawaian untuk melakukan evaluasi total terhadap Kepala DPKPCK Kabupaten Malang. Bahkan, fraksi tersebut merekomendasikan pelaksanaan uji kompetensi ulang karena meragukan kapasitas kepemimpinan dan manajerial pejabat yang bersangkutan.</p>
<p></p>
<p>"Kami merekomendasikan dilakukannya uji kompetensi ulang sebagai bentuk evaluasi objektif untuk memastikan jabatan strategis tersebut ditempati figur yang memiliki kapasitas teknokratis, kemampuan komunikasi publik, sensitivitas politik pemerintahan serta kecakapan menerjemahkan visi pembangunan daerah menjadi kebijakan yang konkret dan terukur," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fraksi PDI Perjuangan, ketidakbecusan dinas ini dalam mengeksekusi program pembangunan harus diselesaikan. Tidak hanya sistem yang perlu dirombak, tetapi kepemimpinan pada perangkat daerah tersebut juga harus diganti karena gagal total menjalankan roda organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Ketika pembangunan mulai kehilangan arah, maka yang pertama kali harus dievaluasi bukan peta jalannya, melainkan nahkoda yang memegang kemudinya," pungkas Redam. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan Damai Iran dan AS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-minyak-dunia-turun-usai-kesepakatan-damai-iran-dan-as</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-minyak-dunia-turun-usai-kesepakatan-damai-iran-dan-as</guid>
<description><![CDATA[ Anjloknya harga minyak ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik panas yang berlangsung selama beberapa bulan ke belakang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a30ba40503d5.webp" length="43120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 11:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Perang, Iran-AS, Damai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM </strong>— Kabar mengejutkan mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran langsung mengguncang pasar energi global. </p>
<p></p>
<p>Pada perdagangan Senin (15/6/2026), harga minyak dunia merosot tajam hampir 5 persen, mencatat level penutupan terendah dalam tiga bulan terakhir.</p>
<p></p>
<p>Anjloknya harga minyak ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik panas yang berlangsung selama beberapa bulan ke belakang.</p>
<p></p>
<p>Poin paling krusial dari kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini merupakan urat nadi perdagangan energi dunia yang sempat tersumbat akibat konflik.</p>
<p></p>
<p>Secara rincian, harga minyak mentah Brent ditutup turun US$ 4,16 (4,76 persen) menjadi US$ 83,17 per barel. Sementara minyak mentah WTI AS melemah US$ 4,13 (4,87 persen) ke posisi US$ 80,75 per barel. </p>
<p></p>
<p>Penurunan ini menghapus lonjakan harga (premi risiko) yang sebelumnya melambung akibat ketegangan di Timur Tengah. Kini, harga Brent dan WTI berada di titik terendah sejak 4 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Seorang pejabat AS membocorkan bahwa nota kesepahaman tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Penandatanganan resmi secara langsung dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat pekan ini.</p>
<p></p>
<p>Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa dalam draf perjanjian, Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu 30 hari ke depan menggunakan mekanisme yang sudah disetujui kedua belah pihak.</p>
<p></p>
<p>Pasar menyambut baik kabar ini karena Selat Hormuz adalah jalur fatal yang dilewati 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Blokade jalur tersebut selama tiga bulan terakhir terbukti mengacaukan pasokan energi global dan sempat mencekik ekonomi dunia.</p>
<p></p>
<p>“Dengan potensi kembali mengalirnya pasokan minyak dalam jumlah besar ke pasar, aksi jual (yang membuat harga turun) saat ini sangat wajar,” kata Dennis Kissler, Senior Vice President Trading Bok Financial.</p>
<p></p>
<p>Merespons situasi baru ini, Iran langsung banting setir dalam strategi dagangnya. Perusahaan minyak nasional Iran memotong harga jual resmi minyak mentah jenis ringan untuk pembeli di Asia menjadi US$ 7,15 per barel di atas rata-rata harga Oman/Dubai untuk pengiriman Juli. Padahal sebelumnya, mereka mematok harga tinggi dengan selisih US$ 13 per barel.</p>
<p></p>
<p>Akibat tren penurunan ini, lembaga keuangan internasional berbondong-bondong mengubah ramalan mereka. Citigroup, misalnya, langsung memangkas prediksi rata-rata harga Brent untuk kuartal III dan IV tahun 2026 menjadi masing-masing US$ 75 dan US$ 70 per barel.</p>
<p></p>
<p>Meski angin segar perdamaian sudah berembus, para ahli mengingatkan bahwa pasokan minyak tidak bisa langsung normal dalam semalam. </p>
<p></p>
<p>Kepala Riset Sparta Commodities, Neil Crosby, menyebut industri pelayaran tanker membutuhkan waktu untuk kembali beroperasi secara normal di kawasan Teluk Arab.</p>
<p></p>
<p>"Mengaktifkan kembali armada kapal pengangkut itu tidak mudah. Apalagi sebagian pemilik kapal masih cemas dan menunggu kepastian dari perusahaan asuransi sebelum berani berlayar lagi di sana," jelas Neil.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), saat ini masih ada sekitar 14 juta barel per hari produksi minyak global (setara 14 persen permintaan dunia) yang macet akibat perang. Para pelaku industri memperkirakan pemulihan total hingga ke level sebelum perang bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Analis UBS Giovanni Staunovo menilai harga minyak masih punya peluang untuk kembali naik dalam jangka panjang. Faktor pendorongnya adalah stok minyak dunia yang saat ini sedang tiris-tirisnya.</p>
<p></p>
<p>Data terbaru menunjukkan cadangan minyak negara-negara maju mendekati level terendah sejak 2003. Di AS sendiri, Cadangan Minyak Strategis (SPR) mereka terpuruk di angka 340,3 juta barel—level paling langka sejak 1983.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pasar juga tetap waspada karena bara geopolitik belum sepenuhnya padam. Israel menegaskan tetap akan menyiagakan militernya di zona keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza. Ditambah lagi, masalah program nuklir Iran dipastikan tetap akan menjadi pembahasan yang alot dalam negosiasi lanjutan. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tuntut Jawaban Konflik Tanah, Mahasiswa UGM Gebrak Mobil Menteri dan Hadang Budiman Sudjatmiko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tuntut-jawaban-konflik-tanah-mahasiswa-ugm-gebrak-mobil-menteri-dan-hadang-budiman-sudjatmiko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tuntut-jawaban-konflik-tanah-mahasiswa-ugm-gebrak-mobil-menteri-dan-hadang-budiman-sudjatmiko</guid>
<description><![CDATA[ Awalnya, ketiga pejabat ini diundang menjadi pembicara diskusi soal Pancasila di Gedung GIK UGM. Namun, mahasiswa menilai ketiga tokoh ini tidak cocok bicara soal persatuan karena instansi mereka dianggap punya banyak kebijakan yang merugikan rakyat, terutama soal masalah penggusuran dan konflik tanah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a309fecdf683.webp" length="30468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 09:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Menteri, Budiman Sudjatmiko, UGM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLEMAN, SJP</strong> — Acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Senin (15/6/2026) malam berakhir ricuh.</p>
<p></p>
<p>Rombongan pejabat pemerintah dikepung oleh massa mahasiswa. Bahkan, mobil yang membawa para pejabat tersebut sempat digebrak-gebrak oleh mahasiswa yang emosi.</p>
<p></p>
<p>Tiga pejabat yang berada di lokasi adalah: Menteri Agraria/BPN, Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. </p>
<p></p>
<p>Awalnya, ketiga pejabat ini diundang menjadi pembicara diskusi soal Pancasila di Gedung GIK UGM. Namun, mahasiswa menilai ketiga tokoh ini tidak cocok bicara soal persatuan karena instansi mereka dianggap punya banyak kebijakan yang merugikan rakyat, terutama soal masalah penggusuran dan konflik tanah.</p>
<p></p>
<p>Suasana memanas setelah diskusi selesai. Mahasiswa merasa pertanyaan kritis mereka tidak dijawab dengan jujur, melainkan hanya diputar-putar dengan jawaban politis.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengejar mereka karena mereka menghindar. Kami tanya simpel: mereka merasa bersalah atau tidak soal tanah rakyat yang dirampas? Tapi mereka malah balik bertanya dan merasa tidak bersalah," kata Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa.</p>
<p></p>
<p>Karena merasa tidak mendapat jawaban yang memuaskan, mahasiswa langsung memblokade jalan keluar kampus agar para pejabat tidak bisa pulang.</p>
<p></p>
<p>Saat menteri Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono masuk ke dalam mobil, mahasiswa langsung mengerumuni kendaraan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Karena kesal para pejabat memilih pergi, mahasiswa berteriak sambil menggebrak-gebrak bodi mobil polisi yang mengawal mereka. Polisi pun harus bersusah payah membuka jalan agar mobil bisa lolos.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, Budiman Sudjatmiko punya cerita berbeda. Budiman, yang dulunya terkenal sebagai tokoh aktivis mahasiswa era '98, malam itu terpaksa dilarikan lewat pintu belakang gedung secara sembunyi-sembunyi agar tidak dicegat oleh adik-adik tingkatnya tersebut.</p>
<p></p>
<p>Meski sempat terjadi aksi saling dorong dan kejar-kejaran yang menegangkan, polisi memastikan seluruh pejabat berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada yang terluka.</p>
<p></p>
<p>Namun bagi mahasiswa, aksi nekat mereka menggebrak mobil menteri ini adalah pesan tegas: pejabat tidak boleh datang ke kampus hanya untuk berpidato, tetapi harus siap mendengarkan dan menjawab kritik rakyat.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baznas Nganjuk Siapkan Bantuan Rp20 Juta untuk Perbaikan Rutilahu Lansia di Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-siapkan-bantuan-rp20-juta-untuk-perbaikan-rutilahu-lansia-di-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-siapkan-bantuan-rp20-juta-untuk-perbaikan-rutilahu-lansia-di-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Baznas Nganjuk mengalokasikan bantuan stimulan Rp20 juta untuk perbaikan rumah tidak layak huni milik lansia di Desa Kampungbaru. Pemerintah desa siap mendukung melalui gotong royong warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3003fc6c56d.webp" length="43574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:32:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program Rutilahu, warga miskin, Baznas Nganjuk, Pemdes Kampungbaru, bansos, Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menyiapkan bantuan stimulan senilai Rp20 juta untuk perbaikan rumah milik Supriadi, seorang lansia warga Dusun Koripan, Desa Kampungbaru, yang kondisinya dinilai tidak layak huni.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bantuan tersebut diberikan setelah tim Baznas bersama Pemerintah Desa Kampungbaru melakukan peninjauan langsung ke lokasi, guna memverifikasi kondisi rumah yang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Rumah yang ditempati Supriadi diketahui memiliki kondisi yang memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan terlihat rapuh, atap mengalami kebocoran, dinding mengalami keretakan, dan lantai rumah masih berupa tanah sehingga dinilai memerlukan penanganan segera demi menjamin keselamatan serta kenyamanan penghuninya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan survei lapangan setelah menerima informasi mengenai kondisi rumah tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sesuai arahan, kami langsung melihat kondisi di lapangan. Dengan mempertimbangkan kemampuan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tersedia, bantuan stimulan yang dapat kami maksimalkan sebesar Rp20 juta per unit dan difokuskan untuk kebutuhan material bangunan," ujarnya, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainal, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh hunian yang lebih layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Baznas dalam menindaklanjuti laporan mengenai kondisi warganya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami atas nama Pemerintah Desa Kampungbaru dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Baznas Nganjuk. Setelah menerima informasi, tim langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi riil warga kami, Mbah Supriadi," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Susilo menilai kolaborasi antara pemerintah desa dan Baznas menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap hunian yang layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, kondisi rumah Supriadi memang telah lama menjadi perhatian pemerintah desa karena sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan penghuninya apabila tidak segera diperbaiki.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menindaklanjuti bantuan yang diberikan Baznas, Pemerintah Desa Kampungbaru menyatakan siap mendampingi proses pelaksanaan program tersebut. Selain itu, pemerintah desa juga akan mengajak masyarakat untuk bergotong royong membantu proses perbaikan rumah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bantuan ini merupakan stimulan yang sangat berarti. Kami siap mendampingi dan menggerakkan warga untuk bergotong royong agar rumah Mbah Supriadi dapat menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan layak ditempati," tambah Susilo. <strong>(*)</strong></span><span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BAZNAS Nganjuk Pastikan Warga Miskin Penderita Stroke di Desa Pelem Telah Masuk Program Bantuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-pastikan-warga-miskin-penderita-stroke-di-desa-pelem-telah-masuk-program-bantuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-pastikan-warga-miskin-penderita-stroke-di-desa-pelem-telah-masuk-program-bantuan</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Baznas Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin saat memberikan konfirmasi terkait komitmen lembaga dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2ff313a9fee.webp" length="29564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:32:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Evaluasi bansos, warga kurang mampu, Baznas Nganjuk, Warga Dusun Semanding, Desa Pelem, Kertosono, viral bansos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk memastikan penanganan terhadap keluarga kurang mampu di Dusun Semanding, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, telah menjadi bagian dari program bantuan yang dijalankan lembaga tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepastian itu disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, saat dikonfirmasi terkait kondisi keluarga William Petrus Hendrik (Wimpi) dan istrinya, Yoana Mujiarsih, yang menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan total.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainal Arifin, Baznas telah melakukan peninjauan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami pastikan permasalahan warga kurang mampu yang ada di Dusun Semanding, Desa Pelem, saat ini sudah masuk dalam penanganan dan telah di-cover oleh Baznas Nganjuk. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ujarnya, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, Baznas telah mengalokasikan bantuan rutin bagi keluarga tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan yang tengah mereka hadapi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp450 ribu setiap bulan yang diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga Wimpi dan istrinya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Penanganan yang dilakukan meliputi berbagai aspek bantuan, mulai dari logistik hingga pemenuhan kebutuhan sosial keagamaan yang menjadi program unggulan Baznas. Kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi beban keluarga sekaligus mendukung penanganan kemiskinan di Desa Pelem secara berkelanjutan," kata Zainal Arifin.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, kondisi Yoana Mujiarsih sempat menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya diberitakan. Warga Dusun Semanding itu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat stroke yang menyerang saraf otaknya sejak Oktober 2023.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Suaminya, William Petrus Hendrik atau yang akrab disapa Wimpi, menceritakan awal mula penyakit tersebut menyerang istrinya. Saat itu Yoana mengeluhkan pusing setelah bangun tidur dan kemudian terjatuh di belakang rumah. Sejak kejadian tersebut, kondisi kesehatannya terus menurun hingga mengalami kelumpuhan total.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kejadiannya bulan Oktober 2023. Istri saya bangun siang, tiba-tiba mengeluh pusing. Setelah itu jatuh dan sejak saat itu tidak bisa berjalan maupun menggerakkan tubuhnya seperti biasa," tutur Wimpi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Keluarga sempat berupaya membawa Yoana menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak empat kali. Namun keterbatasan biaya dan kondisi medis yang semakin memburuk membuat proses pengobatan tidak berjalan optimal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari tenaga medis, keterlambatan penanganan menyebabkan stroke yang awalnya tergolong ringan berkembang menjadi lebih parah dan menyerang jaringan saraf otak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah kondisi tersebut, Wimpi mengaku sempat kesulitan memperoleh bantuan sosial yang diharapkannya. Ia menyebut hanya pernah menerima bantuan langsung tunai pada Februari dan Maret tahun sebelumnya serta bantuan beras. Setelah itu, bantuan tidak lagi diterima dengan alasan pergiliran penerima manfaat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya sudah beberapa kali datang menemui kepala desa untuk menanyakan kelanjutan bantuan, tetapi belum pernah berhasil bertemu. Padahal kami sangat membutuhkan bantuan seperti PKH, BPNT maupun Kartu Keluarga Sejahtera," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wimpi juga mengaku belum pernah menerima sejumlah bantuan kebutuhan pokok yang menurut informasi diterima oleh sebagian warga lainnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya tidak dapat bantuan beras maupun minyak goreng yang katanya dibagikan," katanya.</span></p>
<p><span>Meski demikian, dengan adanya kepastian dari Baznas Nganjuk, keluarga berharap bantuan yang telah diberikan dapat terus berlanjut dan menjadi jalan keluar atas kesulitan ekonomi yang mereka hadapi selama proses perawatan Yoana. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Investasi di Nganjuk Meningkat, Disnaker Sebut Peluang Kerja Semakin Terbuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/investasi-di-nganjuk-meningkat-disnaker-sebut-peluang-kerja-semakin-terbuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/investasi-di-nganjuk-meningkat-disnaker-sebut-peluang-kerja-semakin-terbuka</guid>
<description><![CDATA[ Merespons fenomena banyaknya pekerja asal Nganjuk yang melirik peluang di luar negeri, Kadisnaker mengimbau dengan tegas agar masyarakat selalu mengikuti prosedur resmi yang aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fe9c6751f3.webp" length="33756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:02:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lowongan kerja, UMK Nganjuk, Kerja diluar negeri, Dinas Tenaga Kerja, investor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kabupaten Nganjuk saat ini tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor, baik dalam skala besar maupun menengah. Tingginya minat investasi ini membuka peluang kerja yang sangat luas bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Hal tersebut tercermin dari suksesnya gelaran Job Fair yang diadakan selama dua hari berturut-turut baru-baru ini, di mana lapangan pekerjaan yang tersedia sangat melimpah dan disambut antusias oleh masyarakat.</p>
<p>​Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Itsna Sofiani menyampaikan, iklim investasi yang kondusif ini harus disambut dengan gembira dan penuh persiapan. Pihaknya mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang matang.</p>
<p>​Merespons fenomena banyaknya pekerja asal Nganjuk yang melirik peluang di luar negeri, Kadisnaker mengimbau dengan tegas agar masyarakat selalu mengikuti prosedur resmi yang aman. </p>
<p>"Langkah ini krusial demi menghindari kasus pemulangan pekerja dengan status ilegal yang merugikan dan mengabaikan hak-hak pekerja akibat tidak terpantau dokumen resminya," kata Itsna saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Ditambahkan Itsna, pihaknya mencatat bahwa ketiadaan dokumen resmi membuat para pekerja migran berada dalam posisi yang sangat rentan. Mulai dari risiko eksploitasi, besaran upah yang tidak sesuai kontrak, hingga minimnya jaminan keselamatan kerja. Oleh karena itu, edukasi mengenai penempatan yang aman terus digencarkan oleh pihak dinas demi memutus mata rantai penipuan oleh oknum calo.</p>
<p>​Guna mengantisipasi jatuhnya korban, pihaknya kini membuka lebar-lebar pintu informasi dan ruang konsultasi bagi warga. Masyarakat yang mendapatkan penawaran kerja ke luar negeri diminta untuk tidak ragu datang langsung ke kantor Disnaker guna memverifikasi legalitas perusahaan penyalur (P3MI).</p>
<p>​"Apabila ada yang memberikan penawaran kerja, silakan konsultasikan ke kami. Kami akan bantu memeriksa apakah perusahaan tersebut tercatat resmi atau tidak. Mari kita sambut peluang kerja internasional ini dengan bijak, aman, dan sesuai koridor hukum yang berlaku," tandasnya.</p>
<p>Menurut Itsna, pihaknya membuka lebar layanan informasi dan konsultasi bagi warga yang ingin memastikan legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja.</p>
<p>Kata Itsna, ​terkait kriteria rekrutmen di wilayah Nganjuk, persyaratan yang diminta oleh perusahaan-perusahaan saat ini relatif longgar dan inklusif. Penyerapan tenaga kerja berkisar dari lulusan SMP hingga batasan usia mencapai 45 tahun. </p>
<p>"Kami menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah etos kerja, kesungguhan, dan kesiapan skill para pelamar untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya di sektor berbasis jahit yang sedang berkembang pesat di Nganjuk," ungkapnya</p>
<p>Disnaker Nganjuk saat ini tengah membuka pelatihan menjahit industri. Slot pelatihan masih tersedia bagi masyarakat guna meminimalisasi potensi turnover akibat kurangnya keahlian saat mulai bekerja. ​Di sisi lain, daya tarik Nganjuk bagi para investor juga didukung oleh regulasi Upah Minimum Kabupaten (UMK). </p>
<p>Saat disinggung, UMK di Nganjuk, Itsna mengatakan, Berdasarkan ketetapan yang berlaku per 1 Januari 2026, UMK Nganjuk berada pada angka Rp2.564.000.</p>
<p>"Posisi ini menempatkan Nganjuk di peringkat menengah se-Jawa Timur, lebih rendah dibandingkan wilayah Ring 1 seperti Surabaya dan Mojokerto, sehingga menjadi insentif tersendiri bagi masuknya investasi," pungkasnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Blitar Siap Rawat Istana Gebang, Megawati Soekarnoputri Beri Pesan Khusus Soal Pelestarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-siap-rawat-istana-gebang-megawati-soekarnoputri-beri-pesan-khusus-soal-pelestarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-siap-rawat-istana-gebang-megawati-soekarnoputri-beri-pesan-khusus-soal-pelestarian</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sejumlah arahan agar Istana Gebang yang merupakan rumah masa kecil Bung Karno dapat terus terjaga sekaligus menjadi destinasi edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fd9324ae61.webp" length="47510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 19:29:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Wali Kota Blitar, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Pesan, Arahan, Pelestarian, Istana Gebang.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Peresmian wajah baru Istana Gebang oleh Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak hanya menjadi momentum pelestarian sejarah, tetapi juga membawa pesan penting terkait perawatan rumah masa kecil Bung Karno tersebut.</p>
<p>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan, Megawati memberikan sejumlah arahan agar Istana Gebang dapat terus terjaga sekaligus menjadi destinasi edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, salah satu pesan yang disampaikan Megawati adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang bertugas di kawasan Istana Gebang, terutama pemandu wisata.</p>
<p>"Bu Mega banyak berpesan tentang bagaimana cara merawat Istana Gebang. Mulai dari pegawainya, pemandu wisata perlu ditambah dan perlu upgrading kemampuan terkait cerita tentang Bung Karno sejak kecil sampai beliau wafat," kata Mas Ibbin, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, Istana Gebang merupakan bangunan bersejarah yang usianya telah melampaui satu abad dan hingga kini masih mempertahankan keaslian bangunannya. Karena itu, diperlukan perawatan khusus agar kondisi bangunan tetap terjaga.</p>
<p>"Ini rumah lama, usianya lebih dari 100 tahun dan masih dipertahankan keasliannya. Maka memang perlu perawatan khusus hingga ke detail-detailnya. Ada bagian yang kusam dan membutuhkan perhatian khusus," jelasnya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini mengakui tugas merawat bangunan cagar budaya tersebut tidak ringan bagi Pemerintah Kota Blitar. Meski demikian, pihaknya berkomitmen melakukan perawatan rutin melalui berbagai program kebersihan dan pemeliharaan.</p>
<p>"Tentunya bagi Pemkot Blitar ini cukup berat karena anggaran yang terbatas. Namun kami rutin melakukan perawatan, termasuk melalui program Jumat Asri dan kegiatan bersih-bersih bersama. Ini bangunan peninggalan sekaligus cagar budaya yang harus kita rawat dengan baik," terang dia.</p>
<p>Ia optimistis setelah direnovasi, Istana Gebang akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang ke Kota Blitar. Selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi, tempat tersebut juga memiliki keterikatan emosional yang kuat bagi Megawati.</p>
<p>Saat meninjau bagian belakang rumah, Megawati disebut beberapa kali mengenang masa kecilnya yang banyak dihabiskan di Istana Gebang.</p>
<p>"Tadi Ibu banyak bercerita tentang masa kecilnya. Ini menunjukkan Istana Gebang sangat membekas dalam hati beliau. Dulu beliau sering berada di sini, makan bersama keluarga dan banyak kenangan lainnya," ungkap Mas Ibbin.</p>
<p>Lebih dari sekadar bangunan bersejarah, Mas Ibbin menilai Istana Gebang merupakan tempat lahirnya semangat dan pemikiran besar Bung Karno yang kemudian mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.</p>
<p>"Yang terpenting adalah api semangat Bung Karno. Sebagian besar nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno juga ditempa dari sini. Siapa saja yang datang ke sini diharapkan bisa menumbuhkan semangat Bung Karno," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmikan Wajah Baru Istana Gebang, Megawati Soekarnoputri Ingatkan Pentingnya Menjaga Semangat Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmikan-wajah-baru-istana-gebang-megawati-soekarnoputri-ingatkan-pentingnya-menjaga-semangat-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmikan-wajah-baru-istana-gebang-megawati-soekarnoputri-ingatkan-pentingnya-menjaga-semangat-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan meresmikan wajah baru Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden pertama RI Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Senin (15/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fd9496e32f.webp" length="39158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:01:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Meresmikan, Wajah Baru, Istana Gebang, Kota Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, meresmikan wajah baru Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden pertama RI Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengajak masyarakat dan para kader PDI Perjuangan untuk terus menjaga dan meneruskan semangat perjuangan Bung Karno di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini.</p>
<p>Peresmian Istana Gebang berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh PDI Perjuangan, kader partai, serta masyarakat yang memadati kawasan bersejarah tersebut.</p>
<p>Juru Bicara PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, Megawati menekankan bahwa Bung Karno bukan hanya sosok yang dikenang melalui bangunan bersejarah atau peninggalan fisik semata, melainkan melalui nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya kepada bangsa Indonesia.</p>
<p>Menurut Aryo, Megawati mengingatkan pentingnya menjaga api semangat Bung Karno, terutama semangat untuk mencintai tanah air, berpikir kritis, dan berjuang demi kepentingan rakyat.</p>
<p>"Bu Megawati menyampaikan bahwa kita memiliki tanggung jawab sejarah untuk meneruskan semangat Bung Karno. Semangat itu tidak boleh berhenti menjadi cerita masa lalu, tetapi harus terus hidup dalam tindakan dan pengabdian kepada bangsa," ujarnya, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Dalam pidatonya, Megawati juga menegaskan bahwa semangat Bung Karno mengajarkan keberanian untuk menyampaikan gagasan, nasihat, maupun kritik yang membangun demi kemajuan Indonesia.</p>
<p>Aryo menyebut, pesan tersebut disampaikan Megawati sebagai pengingat agar masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa, tidak kehilangan daya kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.</p>
<p>"Bu Mega mengatakan kita semua didorong untuk berpikir dan bertindak kritis di bulan Bung Karno ini," kata dia.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah menyampaikan renovasi Istana Gebang dilakukan secara menyeluruh dengan anggaran sekitar Rp4,1 miliar yang berasal dari gotong royong pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari penataan kawasan, pagar, hingga penambahan patung dan fasilitas pendukung lainnya.</p>
<p>"Semuanya direnovasi. Pagarnya sekarang lebih indah dan kawasan ini kami tata agar semakin representatif sebagai tempat bersejarah," jelasnya.</p>
<p>Ke depan, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga berencana melengkapi Istana Gebang dengan fasilitas digital untuk memudahkan generasi muda mengenal sejarah perjuangan Bung Karno.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pemetaan Potensi UMKM dan Pengentasan Kemiskinan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-pemetakan-potensi-umkm-dan-pengentasan-kemiskinan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-pemetakan-potensi-umkm-dan-pengentasan-kemiskinan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi pembangunan daerah. Data akurat dibutuhkan untuk memetakan UMKM, menarik investasi, dan mempercepat pengentasan kemiskinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f92d7bc391.webp" length="44710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:15:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tanpa data yang valid, program pengembangan ekonomi berisiko tidak tepat sasaran, sehingga potensi daerah yang seharusnya dapat dikembangkan justru tidak tergarap secara optimal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kabupaten Bondowoso sendiri memiliki beragam sektor ekonomi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, mulai dari pertanian, perdagangan, industri rumah tangga hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut membutuhkan pemetaan yang lebih komprehensif agar dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperoleh gambaran riil kondisi ekonomi Bondowoso. Hasil sensus diharapkan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, menarik investasi, memperkuat UMKM, hingga mempercepat pengentasan kemiskinan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam sambutan yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso, Nunung Setyaningsih, pada kegiatan "Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Bondowoso Melalui Sensus Ekonomi 2026" yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Mewakili Bupati Bondowoso, Nunung menyampaikan apresiasi kepada BPS Bondowoso atas penyelenggaraan agenda strategis tersebut. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk mendapatkan potret ekonomi daerah yang lebih lengkap dan mutakhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Melalui sensus ini, kita akan memperoleh gambaran yang utuh, menyeluruh, dan terkini mengenai peta kekuatan ekonomi daerah. Informasi tersebut akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan," ujar Nunung di Pendopo Raden Bagus Assra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dirinya menegaskan, keberhasilan sensus bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga usaha, hingga pemerintah kecamatan untuk turut menyukseskan agenda nasional tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar proses pendataan berjalan lancar dan masyarakat maupun pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami meminta seluruh kepala OPD, lembaga usaha, instansi vertikal, dan camat untuk memberikan dukungan penuh. Pastikan seluruh instrumen pemerintahan hingga tingkat bawah ikut mendorong masyarakat dan dunia usaha untuk menyambut petugas sensus," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, Plt Asisten II Hamid menekankan, kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan pemerintah. Kesalahan data, kata dia, berpotensi melahirkan kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan basis data ekonomi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Keakuratan data merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. Kesalahan dalam menyajikan data akan berdampak pada kekeliruan dalam pengambilan kebijakan perekonomian," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Data yang sahih akan menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi daerah. Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk memetakan potensi UMKM, membuka peluang investasi baru, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Data yang akurat akan membantu pemerintah mengurai tantangan ekonomi, memetakan potensi UMKM secara lebih tepat, meningkatkan investasi, serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso," lanjutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menyampaikan pesan Bupati Bondowoso, Nunung  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan komitmen dan semangat gotong royong demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.</span></p>
<p><span>"Mari kita bersatu, menyelaraskan pandangan, dan berkomitmen penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Kita tunjukkan spirit gotong royong demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso," pesannya.</span></p>
<p>Sementara itu, Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting untuk memotret perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif. Pendataan tidak hanya menyasar usaha yang memiliki lokasi fisik, tetapi juga berbagai usaha yang berkembang di lingkungan rumah tangga dan sektor ekonomi digital.</p>
<p>Menurut Mudji, petugas sensus nantinya akan melakukan pendataan secara langsung hingga tingkat RT untuk memastikan seluruh aktivitas usaha dapat terjangkau. Pendekatan door-to-door tersebut dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.</p>
<p>"Kami ingin memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat, baik usaha yang sudah terlihat secara fisik maupun usaha yang selama ini sulit teridentifikasi seperti perdagangan online, jasa berbasis digital, maupun pelaku usaha rumahan," ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya tidak hanya memberikan gambaran mengenai jumlah pelaku usaha, tetapi juga memuat informasi mengenai karakteristik usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi masing-masing sektor terhadap perekonomian daerah. Data tersebut akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>Selain menghasilkan potret struktur ekonomi daerah, Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penyusunan program pemberdayaan UMKM dan peningkatan investasi. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat lebih mudah mengidentifikasi sektor usaha yang memiliki potensi berkembang maupun sektor yang membutuhkan dukungan kebijakan.</p>
<p>"Karena itu kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang valid, akurat, dan bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Bondowoso ke depan," pungkas Mudji. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bediding Picu Ancaman Gangguan Pernapasan, Dinkes Batu Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bediding-picu-ancaman-gangguan-pernapasan-dinkes-batu-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bediding-picu-ancaman-gangguan-pernapasan-dinkes-batu-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan</guid>
<description><![CDATA[ Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat Kota Batu diimbau untuk lebih menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi paparan udara dingin pada malam hari. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah peningkatan kasus penyakit pernapasan yang kerap muncul bersamaan dengan fenomena bediding setiap musim kemarau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7c307aedf.webp" length="23854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 22:23:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bediding, ISPA</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>– Fenomena bediding yang mulai dirasakan masyarakat Kota Batu pada musim kemarau tahun ini mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit saluran pernapasan.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin mengatakan saat ini suhu udara di Kota Batu dapat mencapai 28 hingga 30 derajat Celsius pada siang hari. Namun saat malam hingga dini hari, suhu turun drastis hingga berada di kisaran 14 sampai 19 derajat Celsius.</p>
<p>"Intinya kondisi tersebut membuat tubuh harus beradaptasi secara cepat terhadap perubahan suhu. Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit lebih mudah menyerang, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau dan fenomena bediding ini antara lain influenza, ISPA, alergi, asma, hingga radang tenggorokan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga saat ini kasus yang paling banyak ditemukan di fasilitas kesehatan masih didominasi influenza. Namun ancaman lain yang juga perlu diwaspadai adalah meningkatnya paparan debu akibat kondisi cuaca kering selama musim kemarau.</p>
<p>Menurutnya, debu yang beterbangan di udara dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat asma maupun alergi pernapasan.</p>
<p>“Debu-debu yang beterbangan ini kalau terhirup dan masuk ke mulut bisa memicu reaksi alergi. Bagi orang yang punya riwayat alergi tinggi, risikonya tentu lebih besar,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat berada di area ramai maupun saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>“Kalau berkumpul di keramaian sebaiknya tetap memakai masker agar debu tidak mudah masuk ke saluran pernapasan dan memicu penyakit,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, fenomena bediding juga meningkatkan risiko terjadinya faringitis atau radang tenggorokan. Udara yang lebih kering, dingin, serta tingginya partikel debu dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang ditandai dengan rasa nyeri saat menelan, tenggorokan kering, hingga suara serak.</p>
<p>Dinkes juga mengingatkan kelompok rentan seperti penderita asma agar lebih berhati-hati saat beraktivitas pada malam hari. Suhu udara yang dingin dapat memicu penyempitan saluran napas dan meningkatkan risiko kambuhnya gejala asma.</p>
<p>“Bagi penderita asma maupun alergi, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari ketika suhu udara sedang sangat dingin,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Terima Penundaan Dispora, Fokus Perkuat DPMD dan Sehatkan APBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-penundaan-dispora-fokus-perkuat-dpmd-dan-sehatkan-apbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-penundaan-dispora-fokus-perkuat-dpmd-dan-sehatkan-apbd</guid>
<description><![CDATA[ Penundaan pembentukan Dispora menunjukkan bahwa Pemkot Batu memilih mengedepankan kesehatan fiskal daerah dibanding memperluas struktur organisasi secara cepat. Meski kebutuhan akan dinas khusus kepemudaan dan olahraga diakui cukup mendesak, pemerintah daerah menilai penguatan tata kelola desa melalui DPMD dan upaya menekan belanja pegawai menjadi prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi kelembagaan baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7b9a910f5.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 20:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Dispora</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menerima keputusan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batu yang hanya menyetujui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dalam perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Sementara usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus ditunda karena pertimbangan kondisi fiskal daerah.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa keputusan tersebut harus disikapi secara rasional dan objektif. Menurutnya, penundaan pembentukan Dispora bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan sektor kepemudaan dan olahraga, melainkan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.</p>
<p>“Kita harus menghormati dan menerima keputusan Pansus DPRD dengan rasional. Kebijakan ini merupakan langkah yang logis mengingat pemerintah pusat mengarahkan agar belanja pegawai berada di bawah 30 persen dari APBD,” ujarnya kepada SJP pada Minggu (14/6/2026).</p>
<p>Heli menjelaskan, saat ini komposisi belanja pegawai Pemerintah Kota Batu masih berada di kisaran 36 persen. Jika pembentukan dua organisasi perangkat daerah baru dilakukan secara bersamaan, maka dikhawatirkan akan semakin membebani struktur anggaran daerah.</p>
<p>“Kalau dipaksakan membentuk kedua dinas sekaligus, maka postur APBD akan semakin berat pada belanja aparatur. Padahal pemerintah daerah juga harus memastikan ruang fiskal yang cukup untuk program-program yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, persetujuan pembentukan DPMD merupakan langkah yang tepat karena kebutuhan penguatan tata kelola desa dinilai lebih mendesak. Desa menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi lokal, sehingga diperlukan perangkat daerah yang lebih fokus menangani urusan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa.</p>
<p>“DPMD diprioritaskan karena memiliki urgensi yang tinggi dalam memperkuat tata kelola desa yang menjadi fondasi perputaran ekonomi masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Heli mengakui bahwa kebutuhan pembentukan Dispora sebenarnya cukup besar. Kota Batu memiliki potensi olahraga dan kepemudaan yang terus berkembang, termasuk peluang pengembangan sport tourism yang selama ini menjadi salah satu kekuatan daerah.</p>
<p>Ia menilai urusan kepemudaan dan olahraga saat ini memang berada dalam kondisi yang cukup padat karena masih bergabung dengan Dinas Pendidikan. Fokus besar pada pelayanan pendidikan membuat pembinaan pemuda dan olahraga belum bisa mendapatkan perhatian secara maksimal.</p>
<p>“Secara potensi, urgensi Dispora sebenarnya cukup tinggi. Kota Batu memiliki peluang besar dalam pengembangan olahraga dan kepemudaan. Namun kapasitas fiskal daerah tetap harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, Pemkot Batu memilih untuk menunda pembentukan Dispora hingga kondisi keuangan daerah memungkinkan. Pemerintah daerah akan lebih dahulu fokus menurunkan persentase belanja pegawai agar sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.</p>
<p>Heli juga menekankan bahwa pembentukan DPMD nantinya harus dilakukan tanpa menambah beban pegawai baru. Pengisian personel akan mengutamakan redistribusi aparatur dari perangkat daerah yang mengalami penyesuaian struktur organisasi.</p>
<p>“Kita ingin pembentukan DPMD tetap berjalan, tetapi tidak menambah beban anggaran. Prinsipnya adalah penataan dan redistribusi pegawai, bukan merekrut baru,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Besok Resmikan Wajah Baru Istana Gebang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/megawati-ziarah-ke-makam-bung-karno-besok-resmikan-wajah-baru-istana-gebang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/megawati-ziarah-ke-makam-bung-karno-besok-resmikan-wajah-baru-istana-gebang</guid>
<description><![CDATA[ Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam ayahandanya, Soekarno, di Kota Blitar, Ahad (14/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7a5bd56db.webp" length="56760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 19:48:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Megawati Soekarnoputi, Ziarah, Makam Bung Karno, Ir Soekarno, Kota Blitar, Presiden ke-5 RI.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam ayahandanya Presiden pertama RI Ir Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar pada Ahad (14/6/2026) sore.</p>
<p>Kedatangan Megawati Soekarnoputri beserta rombongan di Kota Blitar dalam rangkaian peringatan bulan Bung Karno.</p>
<p>Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan ziarah tersebut merupakan bentuk bakti seorang anak kepada orang tua sekaligus momen dialog batin Megawati dengan sang ayah.</p>
<p>Menurut Said, kunjungan tersebut murni atas keinginan Megawati Soekarnoputri. Awalnya, ziarah direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni lalu. Namun agenda tersebut baru bisa dilaksanakan saat ini karena Megawati memiliki kegiatan di Bali.</p>
<p>"Ziarah ini adalah nawaitu Ibu. Dialog batin beliau dengan almarhum Bung Karno, bagian dari bakti seorang anak kepada orang tuanya," kata Said Abdullah, Ahad (14/6/2026).</p>
<p>Dalam doa yang dipanjatkan di makam Bung Karno, lanjut Said, Megawati Soekarnoputri berharap Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdikari sebagaimana cita-cita yang diperjuangkan Bung Karno.</p>
<p>"Salah satu yang saya dengar dalam doa Ibu adalah beliau ingin bangsa ini maju, bangsa ini sejahtera, bangsa ini berdikari sesuai mimpi Bung Karno," ujarnya.</p>
<p>Selain berziarah, Megawati dijadwalkan meresmikan hasil renovasi rumah masa kecil Bung Karno di Istana Gebang yang berada di Jalan Sultan Agung Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Senin (15/6/2026).</p>
<p>Said menjelaskan, renovasi Istana Gebang dilakukan secara menyeluruh dengan anggaran sekitar Rp4,1 miliar yang berasal dari gotong royong pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari penataan kawasan, pagar, hingga penambahan patung dan fasilitas pendukung lainnya.</p>
<p>"Semuanya direnovasi. Pagarnya sekarang lebih indah dan kawasan ini kami tata agar semakin representatif sebagai tempat bersejarah," jelasnya.</p>
<p>Ke depan, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga berencana melengkapi Istana Gebang dengan fasilitas digital untuk memudahkan generasi muda mengenal sejarah perjuangan Bung Karno.</p>
<p>"Nanti dengan izin Mas Wali, akan kami lengkapi dengan teknologi digital. Anak-anak muda, Gen Z, kalau datang tinggal menekan layar untuk mengetahui napak tilas Bung Karno, perjuangan dan sejarah beliau. Kami juga akan menyiapkan wifi gratis untuk kepentingan masyarakat,"pungkas Said Abdullah. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>654 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Megawati Soekarnoputri di Kota Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/654-personel-gabungan-amankan-kunjungan-megawati-soekarnoputri-di-kota-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/654-personel-gabungan-amankan-kunjungan-megawati-soekarnoputri-di-kota-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Polres Blitar Kota menerjunkan sebanyak 654 personel gabungan untuk mengamankan kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Kota Blitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e599faf08f.webp" length="65896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 15:45:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Megawati Soekarnoputri, Kota Blitar, Bulan Bung Karno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Sebanyak 654 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan kunjungan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligis Ketua Umum PDIP Perjuangan di Kota Blitar pada Ahad (14/6/2026).</p>
<p>Ratusan personel tersebut terdiri dari anggota Polres Blitar Kota, Brimob, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta unsur pengamanan internal partai.</p>
<p>Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.</p>
<p>"Sebanyak 654 personel gabungan kami siagakan untuk mengamankan seluruh agenda kunjungan Ibu Megawati Soekarnoputri di Kota Blitar. Pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kegiatan," kata AKP Samsul Anwar, Ahad (14/6/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, personel yang dilibatkan terdiri dari 421 anggota Polres Blitar Kota, satu tim sterilisasi dan Jibom Brimob berjumlah 10 personel, satu tim Escape Brimob lima personel, satu tim Anti Anarkhi Brimob 10 personel, 30 personel TNI, 30 personel Satpol PP Kota Blitar, 20 personel Dinas Perhubungan Kota Blitar, satu unit Dinas Kesehatan Kota Blitar berjumlah delapan personel, serta 120 personel Satgas PDI Perjuangan.</p>
<p>Menurut AKP Samsul, selain pengamanan lokasi kegiatan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas, sterilisasi area, serta pengawasan di jalur yang dilalui rombongan tamu VVIP.</p>
<p>"Pengamanan ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat dan peserta kegiatan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan," ujarnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, kunjungan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP di Kota Blitar dalam rangka ziarah rutin di makam sang ayah Presiden pertama RI Ir Soekarno dan pada Senin (15/6/2026) dijadwalkan meresmikan renovasi rumah masa kecil Bung Karno Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batasi Mobil Dinas, Pemkab Lumajang Alihkan Anggaran untuk Tambah Angkutan Pelajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batasi-mobil-dinas-pemkab-lumajang-alihkan-anggaran-untuk-tambah-angkutan-pelajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batasi-mobil-dinas-pemkab-lumajang-alihkan-anggaran-untuk-tambah-angkutan-pelajar</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Lumajang membatasi operasional mobil dinas non-pelayanan dan mengalihkan anggarannya untuk menambah armada angkutan pelajar rute Pasirian dan Tempeh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d41238056f.webp" length="44442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 18:36:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>pemkab lumajang, angkutan pelajar lumajang, indah amperawati, efisiensi anggaran, berita lumajang, mobil dinas lumajang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memutuskan untuk membatasi operasional kendaraan dinas roda empat yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Sebagai gantinya, Pemkab memilih memperkuat layanan transportasi bagi siswa dengan menambah armada angkutan pelajar.</p>
<p>Kebijakan tersebut disampaikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, efisiensi anggaran daerah yang dilakukan pemerintah tidak hanya bertujuan menekan pengeluaran, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.</p>
<p>"Angkutan pelajar akan kami tambah, terutama untuk jalur Pasirian-Lumajang dan Tempeh-Lumajang," ujar Indah.</p>
<p>Kedua rute tersebut dipilih karena menjadi akses utama bagi banyak pelajar dari wilayah pinggiran yang menempuh pendidikan di area perkotaan. Kehadiran tambahan armada ini diharapkan mampu menyediakan transportasi yang lebih aman, terjangkau, sekaligus meringankan beban biaya yang selama ini ditanggung orang tua siswa.</p>
<p>"Ini upaya kita agar anak-anak sekolah tidak kerepotan soal transportasi ketika berangkat maupun pulang sekolah,” tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, pembatasan ketat akan diberlakukan untuk mobil dinas non-pelayanan. Namun, Indah memastikan bahwa kendaraan yang berfungsi untuk pelayanan publik langsung—seperti mobil layanan administrasi kependudukan (Adminduk) dan kendaraan operasional esensial lainnya—tetap diperbolehkan beroperasi seperti biasa.</p>
<p>Melalui langkah ini, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar memangkas belanja pemerintah, melainkan mengalihkan prioritas ke program yang dampaknya bisa dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG di Jombang Semrawut, Banyak SPPG Bermasalah Terlanjur Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-jombang-semrawut-banyak-sppg-bermasalah-terlanjur-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-jombang-semrawut-banyak-sppg-bermasalah-terlanjur-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Setiap dapur seharusnya baru boleh beroperasi jika sudah lolos pemeriksaan menyeluruh tanpa toleransi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2cb6c6a95f6.webp" length="19482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 09:49:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dianggap semrawut. </p>
<p>Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara (suspend) operasional sejumlah dapur penyedia makanan memicu pertanyaan besar: Mengapa dapur yang belum siap bisa lolos verifikasi dan terlanjur melayani sejumlah siswa?</p>
<p>Kondisi ini dinilai menjadi bukti adanya kelemahan dalam sistem seleksi dan pengawasan. </p>
<p>Kritik keras dikontarkan Aliansi Masyarakat Jombang (MRJ). Sekretaris Jenderal MRJ, Syadat Al Mahiri, menyatakan bahwa temuan dapur bermasalah setelah program berjalan menunjukkan adanya kelalaian dalam tahapan awal penilaian kelayakan.</p>
<p>Menurut Syadat, setiap dapur seharusnya baru boleh beroperasi jika sudah lolos pemeriksaan menyeluruh tanpa toleransi.</p>
<p>"Kalau setelah beroperasi ternyata masih ditemukan kekurangan mendasar hingga harus disuspend, tentu proses pengawasannya perlu dievaluasi. Jangan sampai ada kelalaian dalam tahapan awal," ujar Syadat kepada media, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Lebih jauh, MRJ mengungkap adanya rumor miring di lapangan. Muncul dugaan bahwa sejumlah pihak sengaja mempercepat kelulusan izin dapur tertentu meskipun belum memenuhi syarat formal. Praktik ini disinyalir terjadi dengan membawa-bawa nama tokoh berpengaruh di tingkat pusat untuk menekan petugas di daerah.</p>
<p>"Program ini menggunakan anggaran negara yang besar. Karena itu, tata kelola dan pengawasannya harus benar-benar ketat agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara optimal," tambah Syadat. </p>
<p>Ia berharap pimpinan BGN saat ini berani membenahi sistem agar kualitas makanan untuk anak sekolah tidak dikorbankan demi mengejar target kuantitas.</p>
<p>Merespons karut-marut tersebut, pihak Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Jombang Deny Setiawan angkat bicara. </p>
<p>Ia menjelaskan bahwa fungsi pihaknya sejauh ini adalah memberikan pembinaan dan edukasi kepada pengelola dapur, baik sejak tahap perencanaan hingga dapur beroperasi.</p>
<p>"Kami terus memberikan arahan dan edukasi kepada pengelola dapur, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap persiapan. Tujuannya agar semua persyaratan dapat dipenuhi sejak awal," ujar Deny.</p>
<p>Namun, saat didesak mengenai isu adanya tekanan dari pihak investor atau orang pusat yang memaksa meloloskan dapur-dapur bermasalah tersebut, Deny memilih untuk tidak berkomentar. </p>
<p>Ia menyarankan agar hal sensitif itu ditanyakan langsung kepada pihak yang berwenang melakukan verifikasi akhir.</p>
<p>Sebelumnya, carut-marut ini sempat terekam saat petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepatihan mengantarkan menu MBG ke sejumlah sekolah pada awal September tahun lalu. </p>
<p>Penutupan sementara beberapa dapur oleh BGN menjadi bukti sahih bahwa program pemenuhan gizi anak di daerah masih menyisakan rapor merah di sektor manajemen. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Pertahankan Bidang Pemuda dan Olahraga di Dinas Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-pertahankan-bidang-pemuda-dan-olahraga-di-dinas-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-pertahankan-bidang-pemuda-dan-olahraga-di-dinas-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan mempertahankan bidang pemuda dan olahraga di bawah Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa penataan SOTK tidak hanya mempertimbangkan efisiensi birokrasi, tetapi juga keselarasan dengan arah pembangunan daerah. Dengan tetap berada dalam rumpun pendidikan, program kepemudaan diharapkan dapat lebih terintegrasi dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Batu ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bed8454452.webp" length="30766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 20:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DPRD, Bidan Pemuda dan Olahraga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Rencana pemindahan Bidang Pemuda dan Olahraga dari Dinas Pendidikan ke Dinas Pariwisata dalam pembahasan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kota Batu dipastikan batal. DPRD Kota Batu melalui Panitia Khusus (Pansus) menilai bidang tersebut lebih relevan tetap berada dalam rumpun pendidikan dibandingkan pariwisata.</p>
<p>Ketua Pansus DPRD Kota Batu, Didik Machmud pada Jumat (12/6/2026) mengungkapkan bahwa usulan pemindahan Bidang Pemuda dan Olahraga ke Dinas Pariwisata sempat muncul dalam proses pembahasan. Namun setelah dilakukan kajian, DPRD memutuskan tidak menyetujui usulan tersebut.</p>
<p>“Sebelumnya memang ada usulan agar bidang pemuda dan olahraga dipindahkan ke Dinas Pariwisata. Namun hal itu tidak kami setujui,” ujar Didik.</p>
<p>Menurutnya, keputusan tersebut mempertimbangkan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu. Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk target mencetak 1.000 sarjana di Kota Batu.</p>
<p>Karena itu, DPRD menilai bidang kepemudaan memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan sektor pendidikan dibandingkan sektor pariwisata.</p>
<p>“Kalau dikaitkan dengan visi dan misi kepala daerah, khususnya program peningkatan kualitas SDM dan target 1.000 sarjana, korelasinya lebih dekat dengan dunia pendidikan. Sehingga kurang tepat jika dipindahkan ke Dinas Pariwisata,” jelasnya.</p>
<p>Didik menambahkan, Dinas Pariwisata memiliki fokus kerja yang berbeda, yakni pada pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kunjungan wisatawan, promosi daerah, hingga upaya menarik investasi. Oleh karena itu, memasukkan urusan kepemudaan dan olahraga ke dalam dinas tersebut dinilai kurang sesuai dengan rumpun tugasnya.</p>
<p>“Disparta fokus pada pengembangan wisata, investasi, dan sektor-sektor pendukung pariwisata. Jadi secara rumpun memang kurang cocok jika bidang pemuda dan olahraga ditempatkan di sana,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, DPRD membuka kemungkinan adanya perubahan nomenklatur perangkat daerah yang menaungi bidang tersebut. Namun secara substansi, urusan kepemudaan dan olahraga tetap akan berada di bawah Dinas Pendidikan.</p>
<p>“Untuk bidang pemuda dan olahraga tetap di Dinas Pendidikan. Kemungkinan yang berubah hanya nama dinasnya agar lebih mencerminkan tugas dan fungsi yang dijalankan,” imbuhnya.</p>
<p>Pembahasan perubahan SOTK sendiri dilakukan sebagai bagian dari upaya penyesuaian beban kerja organisasi perangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan. DPRD berharap penataan kelembagaan yang dilakukan tidak hanya memperhatikan aspek administratif, tetapi juga mampu mendukung pencapaian visi pembangunan Kota Batu secara lebih optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado Aksi Kemanusiaan Warga Sambiroto Nganjuk di HUT Bhayangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kado-aksi-kemanusiaan-warga-sambiroto-nganjuk-di-hut-bhayangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kado-aksi-kemanusiaan-warga-sambiroto-nganjuk-di-hut-bhayangkara</guid>
<description><![CDATA[ Ada fakta menarik di balik aksi donor darah ini. Bagi warga Sambiroto, mendonorkan darah bukan lagi kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang telah membudaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b8a08748cc.webp" length="46750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 14:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Donor Darah, Jelang HUT Bhayangkara, Pemdes Sambiroto, PMI, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat gotong royong warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, kembali menyala. Bertepatan dengan momen menyambut HUT Bhayangkara ke-80, pemerintah desa setempat menggelar aksi donor darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Jumat (12/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Aksi yang berlangsung di Balai Desa Sambiroto ini bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Polsek Baron, dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Sambiroto, Achmad Syarif, menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk membumikan tema besar HUT Bhayangkara tahun ini, yakni "Mengabdi untuk Masyarakat".</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, kami bersama PMI Nganjuk dan Polsek Baron bersinergi melaksanakan bakti sosial ini. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami. Kami ingin perayaan HUT Bhayangkara tidak hanya menjadi milik kepolisian, tetapi juga dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas," ujar Achmad Syarif.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa sinergi ini akan terus dipupuk. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan aparat kepolisian adalah kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Baron.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2b90fdc4eb3.webp" alt=""></p>
<p>Kapolsek Baron yang baru menjabat, AKP Oofy Adycta Septandra, menyambut hangat inisiatif warga tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif warga dalam aksi sosial sangat membantu pihak kepolisian dalam membangun komunikasi yang lebih cair dan humanis dengan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih kepada Pak Kades dan seluruh warga Sambiroto. Momentum HUT Bhayangkara ini menjadi jembatan bagi kami untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Wilayah yang aman tidak hanya dijaga dengan patroli, tapi juga dengan sinergi dan kepedulian antar-elemen seperti yang kita lakukan hari ini," ungkap AKP Oofy.</p>
<p></p>
<p>Ada fakta menarik di balik aksi donor darah ini. Bagi warga Sambiroto, mendonorkan darah bukan lagi kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang telah membudaya.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Tim Donor Darah UDD PMI Kabupaten Nganjuk, Dian Wanita Ningtyas, mengungkapkan apresiasi tingginya atas konsistensi warga desa tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan di Desa Sambiroto ini sudah berjalan sangat rutin, biasanya setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Ini bukan yang pertama, bahkan sudah lebih dari 30 kali kami melakukan pengambilan darah di sini," kata Dian.</p>
<p></p>
<p>Setiap sesinya, pihak PMI menargetkan setidaknya 30 hingga 35 kantong darah dari para pendonor. Melihat antusiasme yang konsisten selama bertahun-tahun, Dian berharap desa ini bisa terus menjadi teladan bagi wilayah lain dalam hal kemanusiaan.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami dari PMI, sinergi ini tetap terjaga. Konsistensi warga Sambiroto untuk terus aktif mendonorkan darah adalah kontribusi yang sangat berharga bagi sesama yang membutuhkan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Kaca Bromo Segera Dibuka untuk Wisatawan Libur Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-kaca-bromo-segera-dibuka-untuk-wisatawan-libur-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-kaca-bromo-segera-dibuka-untuk-wisatawan-libur-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Aset yang resmi dikelola oleh pihak swasta ini mencakup tiga area utama dengan total luas yang cukup besar, yakni area lahan Jembatan Kaca seluas 2.429 meter persegi; bangunan shuttle dan fasilitas pendukung seluas 791 meter persegi dan jembatan pejalan kaki berlantai kaca seluas 360 meter persegi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b83a0e8423.webp" length="31836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 13:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, GunungBromo, JembatanKaca, WisataBromo, BromoTenggerSemeru, PariwisataIndonesia, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Destinasi wisata ikonik Jembatan Kaca Bromo dipastikan segera beroperasi. Wisatawan kini dapat menikmati fasilitas baru ini tepat saat musim libur sekolah pada akhir Juni 2026.</p>
<p></p>
<p>Kepastian operasional tersebut menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dengan CV Sinergi Permata Semesta, yang merupakan bagian dari The Lawu Group. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani di Kantor BB TNBTS pada Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa kesepakatan ini berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031. Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk mengoptimalkan layanan wisata sekaligus mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam. Ini adalah bentuk komitmen BB TNBTS dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengunjung," ujar Rudijanta.</p>
<p></p>
<p>Aset yang resmi dikelola oleh pihak swasta ini mencakup tiga area utama dengan total luas yang cukup besar, yakni area lahan Jembatan Kaca seluas 2.429 meter persegi; bangunan shuttle dan fasilitas pendukung seluas 791 meter persegi dan jembatan pejalan kaki berlantai kaca seluas 360 meter persegi.</p>
<p></p>
<p>Infrastruktur ini merupakan hasil pembangunan yang sebelumnya diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025 lalu.</p>
<p></p>
<p>Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan inspeksi dan perawatan akhir agar jembatan benar-benar siap dibuka pada akhir Juni ini.</p>
<p></p>
<p>Ridho menegaskan, pihaknya tidak akan mengabaikan aspek keselamatan. Seluruh operasional akan mengacu ketat pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS).</p>
<p></p>
<p>"Kami akan mengikuti SOP yang ada. Pengalaman kami dalam mengelola Kemuning Sky Hill di Jawa Tengah menjadi bekal dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung," kata Ridho.</p>
<p></p>
<p>Selain fokus pada keamanan, pengelolaan Jembatan Kaca Bromo juga berkomitmen pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Pihak pengelola berjanji akan memprioritaskan keterlibatan warga lokal serta pelaku UMKM dalam operasional wisata selama lima tahun ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan kehadiran wisata ini memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan prinsip pelestarian kawasan konservasi," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rombak Jajaran PJU dan Kapolsek, Kapolres Nganjuk: Jangan Ada Jarak dengan Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rombak-jajaran-pju-dan-kapolsek-kapolres-nganjuk-jangan-ada-jarak-dengan-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rombak-jajaran-pju-dan-kapolsek-kapolres-nganjuk-jangan-ada-jarak-dengan-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran. Upacara khidmat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Nganjuk pada Kamis (11/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2abad8127b9.webp" length="29542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 22:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab, rotasi jabatan Polres Nganjuk, PJU, Kapolsek, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Guna memperkuat struktur organisasi dan akselerasi kualitas pelayanan publik di jajaran kepolisian daerah, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran. Upacara khidmat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Nganjuk pada Kamis (11/6/2026).</p>
<p>​Adapun prosesi rotasi kepemimpinan ini meliputi posisi-posisi strategis, di antaranya jabatan Wakapolres, Kasat Lantas, Kasat Resnarkoba, Ps. Kasikum, Kasat Tahti, serta beberapa Kapolsek di wilayah hukum Polres Nganjuk.</p>
<p>Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur dengan Nomor ST/579/V/KEP./2026 yang diterbitkan tertanggal 19 Mei 2026 perihal pemberitahuan mutasi personel di lingkungan Polda Jatim.</p>
<p>​Otoritas kepolisian menegaskan bahwa mutasi jabatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari desain besar pembinaan karier anggota, penyegaran organisasi, serta sebagai stimulus peningkatan kinerja kesatuan.</p>
<p>Hal ini krusial dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan semakin profesional, akuntabel, dan berbasis pada prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).</p>
<p>​Dalam amanatnya, AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian tanpa batas yang telah diberikan selama mengemban tugas di wilayah hukum Polres Nganjuk. Di saat yang sama, ia juga mengucapkan selamat datang kepada para pejabat baru yang menerima estafet amanah kepemimpinan ini.</p>
<p>​“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja serta menjamin keberlangsungan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri. Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan kontribusinya bagi Polres Nganjuk. Kepada pejabat baru, saya minta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan segera lanjutkan capaian-capaian positif yang telah dirintis sebelumnya,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Mutasi masif juga terjadi pada unsur pimpinan Kepolisian Sektor (Polsek). AKP Gatot Suwardi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Berbek, mendapat amanah baru sebagai Kasubbagwatpers Bag SDM Polres Nganjuk. Estafet kepemimpinan Kapolsek Berbek selanjutnya diserahkan kepada AKP Darminto, yang sebelumnya menakhodai Polsek Ngronggot.</p>
<p>​Posisi Kapolsek Ngronggot kini dipercayakan kepada AKP Totok Harianto, yang bergeser dari jabatan sebelumnya sebagai Kapolsek Rejoso. Untuk mengisi kekosongan tersebut, AKP Roni Andrias Suharto, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Baron, resmi dilantik menjadi Kapolsek Rejoso.</p>
<p>​Penyegaran di tubuh sektor juga melibatkan perwira handal lainnya. Jabatan Kapolsek Baron kini diemban oleh AKP Oofy Adycta Septandra, yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur setelah menuntaskan penugasan di Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri. Selanjutnya, posisi Kapolsek Prambon kini dipercayakan kepada AKP Afrizal Akbar Haris, perwira yang sebelumnya meniti karier di lingkungan Bareskrim Polri.</p>
<p>​Di akhir sambutannya, Kapolres Nganjuk memberikan instruksi tegas kepada para pejabat, khususnya para Kapolsek yang baru dilantik, agar senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Peran Bhabinkamtibmas harus dioptimalkan sebagai garda terdepan sekaligus ujung tombak Polri dalam menyerap aspirasi dan menyelesaikan dinamika sosial langsung di tengah masyarakat. Fungsi deteksi dini dan sinergi lintas sektoral pun harus terus diperkuat demi stabilitas keamanan nasional di tingkat daerah.</p>
<p>​“Kepada para Kapolsek dan pejabat yang baru, saya harapkan mampu menghadirkan inovasi nyata dan terobosan kreatif dalam pelaksanaan tugas. Kedepankan pelayanan yang humanis, perkuat fungsi deteksi dini, serta bangun kolaborasi solid dengan seluruh stakeholder demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan,” tegas Kapolres.</p>
<p>​Rangkaian upacara sertijab tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran sederhana yang bertempat di Aula Tantya Sudhirajati. Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Raisha Suria Miftah beserta jajaran pengurus, jajaran Pejabat Utama Polres, para Kapolsek, perwira staf, serta personel Polres Nganjuk.</p>
<p>​Melalui momentum rotasi ini, manajemen korps kepolisian berharap seluruh pejabat yang memegang amanah baru dapat membawa energi positif serta menyuntikkan semangat baru guna mengoptimalkan kualitas pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat luas.</p>
<p>​Berdasarkan data struktural yang dihimpun, pergeseran posisi krusial di tubuh Polres Nganjuk mencakup jabatan posisi perwira menengah dan perwira pertama, yakni:</p>
<p>​Wakapolres Nganjuk, resmi dijabat oleh Kompol Didid Wahyu Agustyawan, menggantikan Kompol Andria Diana Putra. ​Kasat Lantas diserahterimakan dari AKP Ivan Danara Oktavian, kepada AKP Afandy Dwi Takdir. ​Kasat Resnarkoba, kini diemban oleh AKP Hafid Dian Maulidi, menggantikan Iptu Sugiarto. Untuk posisi ​Ps. Kasikum &amp; Kasat Tahti, dipercayakan kepada Iptu Gunawan, sedangkan posisi Kasat Tahti resmi diisi oleh Ipda Yoyon Liana. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Batu Setujui DPMD, Pembentukan Dispora Ditunda karena Beban Belanja Pegawai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-setujui-dpmd-pembentukan-dispora-ditunda-karena-beban-belanja-pegawai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-setujui-dpmd-pembentukan-dispora-ditunda-karena-beban-belanja-pegawai</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penataan kelembagaan tersebut, DPRD menginginkan birokrasi Pemerintah Kota Batu menjadi lebih ramping, efektif, dan mampu mempercepat pelayanan publik serta pembangunan daerah melalui kolaborasi yang lebih kuat antar perangkat daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a81a04b95f.webp" length="21130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 16:36:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Gagal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – DPRD Kota Batu menyetujui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai bagian dari penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kota Batu. Namun, usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum dapat direalisasikan karena terkendala tingginya beban belanja pegawai daerah.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari pada Kamis (11/6/2026) menjelaskan bahwa pembentukan DPMD merupakan hasil pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintahan desa yang semakin kompleks.</p>
<p></p>
<p>“Untuk dinas baru yang disetujui hanya DPMD. Embrionya berasal dari DP3AP2KB, yakni bidang pemberdayaan masyarakat, bidang aparatur desa, serta bidang perencanaan dan keuangan desa,” ujar Khamim.</p>
<p></p>
<p>Dengan terbentuknya DPMD, sejumlah urusan yang selama ini berada di DP3AP2KB akan mengalami penyesuaian. Urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana nantinya akan dialihkan ke Dinas Kesehatan, sedangkan urusan perempuan dan perlindungan anak akan menjadi kewenangan Dinas Sosial.</p>
<p></p>
<p>Menurut Khamim, langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas fokus tugas masing-masing perangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga belum mendapatkan persetujuan. Salah satu pertimbangannya adalah kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan belanja pegawai daerah.</p>
<p></p>
<p>“Tidak disetujuinya Dispora karena pemerintah pusat menginstruksikan maksimal beban belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD. Sementara Kota Batu saat ini masih berada di angka sekitar 36 persen,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, penambahan organisasi perangkat daerah baru berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja pegawai sehingga kurang sejalan dengan kebijakan efisiensi yang sedang didorong pemerintah pusat. Karena itu, pembentukan Dispora kemungkinan baru dapat direalisasikan setelah persentase belanja pegawai berhasil ditekan di bawah batas yang ditentukan.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Khamim menjelaskan bahwa perubahan SOTK yang tengah dilakukan Pemkot Batu bukan sekadar menambah atau mengurangi organisasi perangkat daerah. Penataan tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja antar dinas, meningkatkan efektivitas birokrasi, mempercepat pelaksanaan visi dan misi kepala daerah, serta mendukung efisiensi penyelenggaraan pemerintahan.</p>
<p></p>
<p>“Alasan perubahan SOTK adalah karena ada beban kerja yang tidak sebanding antar dinas. Kemudian ingin diratakan agar langkah pemerintah lebih efektif dalam mempercepat visi misi wali kota, dan yang pasti untuk efisiensi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, DPRD juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam pelaksanaan program pembangunan. Menurut Khamim, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p></p>
<p>Ia mencontohkan pengembangan desa wisata yang selama ini identik dengan Dinas Pariwisata. Dalam praktiknya, keberhasilan desa wisata juga membutuhkan dukungan Dinas PUPR melalui pembangunan infrastruktur dan penerangan jalan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui penataan lingkungan, serta Diskumdag dalam pengembangan UMKM masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai ada ego sektoral. Pengelolaan desa wisata misalnya, tidak hanya menjadi tugas Disparta saja. Harus ada keterlibatan OPD lain sesuai tupoksinya agar hasilnya lebih maksimal,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Pasuruan Pesankan Optimalisasi Dapur SPPG demi Kesehatan Penerima Manfaat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-pesankan-optimalisasi-dapur-sppg-demi-kesehatan-penerima-manfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-pesankan-optimalisasi-dapur-sppg-demi-kesehatan-penerima-manfaat</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, diketahui sudah lebih dari 100 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a6fe59f75b.webp" length="50782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 15:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan seluruh penerima manfaat, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Rapat koordinasi (Rakor) ini dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, dan dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Sementara itu, peserta rakor terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) MBG, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), hingga Mitra SPPG, pengawas, dan ahli gizi.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dalam rakor ini, Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut juga menandatangani pakta integritas bersama perwakilan Mitra SPPG Kabupaten Pasuruan. Selain itu, dilakukan pula peluncuran secara virtual mobil operasional Satgas MBG dan Ruang Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Terkait program MBG, Rusdi berpesan agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat, pengawasan dilakukan secara konsisten, dan jika terdapat kekurangan, segera diselesaikan melalui langkah konkret. Hal tersebut dilakukan agar program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh penerima manfaat.</p>
<p></p>
<p>"Untuk Mitra SPPG atau Kepala SPPG, semua ketentuan dari BGN harus bisa dilaksanakan agar program yang baik ini bisa berjalan sesuai koridor dan aturan yang berlaku," katanya.</p>
<p></p>
<p>Mengenai Satgas dan mobil operasional MBG, Rusdi menegaskan bahwa keduanya merupakan satu kesatuan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Pasuruan bersama anggota dapat menggunakan kendaraan tersebut untuk membantu pengawasan di dapur-dapur SPPG.</p>
<p></p>
<p>"Selamat bertugas untuk Satgas MBG, terutama agar semua layanan dan kegiatan di dapur-dapur SPPG betul-betul berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh BGN," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, diketahui sudah lebih dari 100 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Wilayah BGN di Kabupaten Pasuruan, Aisha Rahma, menjelaskan bahwa total terdapat 130 SPPG yang telah terdaftar di Kabupaten Pasuruan. Namun, dari jumlah tersebut, SPPG yang telah beroperasi baru sebanyak 109 unit, sedangkan sisanya masih dalam proses.</p>
<p></p>
<p>Menurut Aisha, ada tiga hal penting yang harus dipenuhi agar sebuah satuan pelayanan dapat dikategorikan sebagai SPPG yang ideal, yakni infrastruktur, menu yang disajikan, serta kelayakan.</p>
<p></p>
<p>"Jika kurang maka berimbas pada kinerja relawan, pemilihan menu dan semua hal. Jadi minimal 3 hal itu penting untuk diperhatikan betul," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Aisha berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut proaktif dalam menyampaikan saran, kritik, atau keluhan kepada SPPG yang bersangkutan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga ke depannya semakin bagus, semakin lancar dan semakin suka dengan menu yang disajikan. Kalau ada kekurangan, bisa disampaikan ke kepala SPPG," tutupnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Didesak Segera Perbaiki Tugu Angin yang Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-didesak-segera-perbaiki-tugu-angin-yang-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-didesak-segera-perbaiki-tugu-angin-yang-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Bagian penutup tugu sebelah kiri atas tampak jebol dan mengelupas, sehingga merusak pemandangan di tengah arus lalu lintas yang cukup padat. Kondisi ini memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat dan aktivis lokal yang menilai adanya pembiaran dari instansi terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a2ff23c144.webp" length="63812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 11:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tugu angin rusak parah, DLH Nganjuk, aktifis, Bupati Nganjuk Marhean Djumadi, perawatan tugu, efisiensi anggaran, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Salah satu ikon estetika di Kabupaten Nganjuk, Tugu Angin, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Simbol berbentuk lingkaran besar berwarna merah yang melambangkan identitas Nganjuk Kota Angin tersebut mengalami kerusakan parah diduga karena diterpa angin pada bagian panel luarnya, hingga menyisakan kerangka besi.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (11/6/2026), kerusakan bangunan di ruang publik ini terlihat sangat mencolok. </p>
<p></p>
<p>Bagian penutup tugu sebelah kiri atas tampak jebol dan mengelupas, sehingga merusak pemandangan di tengah arus lalu lintas yang cukup padat. Kondisi ini memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat dan aktivis lokal yang menilai adanya pembiaran dari instansi terkait.</p>
<p></p>
<p>Salah satu aktivis dari Aliansi Wong Gawat, M. Ridwan, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk untuk segera mengambil tindakan nyata. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pembiaran yang terkesan berlarut-larut ini mencerminkan buruknya manajemen pemeliharaan aset kota.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah wajah kota. Sangat memalukan melihat ikon yang berada di jalur utama dan bertuliskan nama NGANJUK dibiarkan rusak berantakan seperti itu. Ke mana anggaran perawatan dari DLH?" ujar Ridwan saat ditemui lokasi kerusakan.</p>
<p></p>
<p>Ridwan menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar estetika, tetapi menyangkut keselamatan publik. </p>
<p></p>
<p>Ia khawatir material tugu yang rapuh sewaktu-waktu dapat runtuh akibat terpaan angin kencang, yang berisiko mencelakai pengguna jalan. </p>
<p></p>
<p>Secara objektif, kondisi ini menunjukkan adanya dilema antara keterbatasan fiskal daerah dan kebutuhan akan pemeliharaan infrastruktur. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah daerah perlu mengubah paradigma dari sekadar melakukan pemeliharaan rutin menjadi manajemen risiko infrastruktur. Prioritas harus diberikan pada tugu yang berada di jalur lalu lintas padat untuk mencegah kecelakaan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah keterbatasan APBD, pemerintah daerah sebenarnya memiliki beberapa opsi solutif. Pertama, pemanfaatan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dipertimbangkan jika kerusakan dikategorikan sebagai ancaman keselamatan publik atau dampak bencana. Kedua, pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan fasilitas umum yang ikonik.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, audit teknis yang lebih ketat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sangat diperlukan agar perbaikan tidak lagi bersifat tambal-sulam yang berumur pendek. </p>
<p></p>
<p>Karena lambatnya respons dinas, ia akhirnya mengadu langsung kepada Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, guna memastikan pemerintah daerah sadar akan realitas di lapangan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2a38e608355.webp" alt=""></p>
<p>Menanggapi aduan tersebut, Bupati Marhaen Djumadi berjanji akan segera memanggil kepala dinas terkait untuk menginstruksikan perbaikan dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, tidak menampik adanya kerusakan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa perbaikan tugu-tugu di Nganjuk, termasuk yang terdampak gempa di Berbek dan Kertosono, sebenarnya menjadi tanggung jawab pihaknya. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengungkapkan adanya tantangan besar terkait efisiensi anggaran tahun 2026 yang menyebabkan ketiadaan pos dana khusus untuk perbaikan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>Ia mengakui bahwa hasil perbaikan mandiri oleh staf internal memang belum maksimal, namun itu adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan dengan sumber daya terbatas saat ini.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang selama ini kita perbaiki itu perbaikan oleh tenaga kita sendiri. Jadi istilahnya ditambal-sulam," ujar Sujito. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BUMDesma Baron Nganjuk Klarifikasi Aduan FAAM, Persilakan Audit Inspektorat Dilakukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bumdesma-baron-nganjuk-klarifikasi-aduan-faam-persilakan-audit-inspektorat-dilakukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bumdesma-baron-nganjuk-klarifikasi-aduan-faam-persilakan-audit-inspektorat-dilakukan</guid>
<description><![CDATA[ Transparansi dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Barokah Jaya Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, pihak kelembagaan Bumdesma akhirnya memberikan klarifikasi mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2972bc37650.webp" length="33760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 21:32:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Audensi, Bumdesma Baron, DPC FAAM, lembaga eks PNPM, Administrasi, Inspektorat, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pengelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Barokah Jaya Kecamatan Baron memberikan klarifikasi atas surat aduan yang dilayangkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Kabupaten Nganjuk kepada Inspektorat.</p>
<p>Aduan tersebut berkaitan dengan permintaan audit investigatif dan pemeriksaan kepatuhan terhadap tata kelola BUMDesma Barokah Jaya, termasuk aspek transparansi, pengelolaan aset, serta pengawasan internal lembaga yang mengelola dana bergulir masyarakat tersebut.</p>
<p>Menanggapi hal itu, jajaran penasihat BUMDesma menegaskan, pihaknya terbuka terhadap proses audit yang dilakukan oleh Inspektorat sebagai auditor eksternal sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Penasihat BUMDesma Barokah Jaya, Hawwyn Duta S., menjelaskan bahwa salah satu isu yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan fungsi dan tugas pokok penasihat dalam struktur kelembagaan BUMDesma.</p>
<p>Menurutnya, penasihat yang dijabat oleh kepala desa tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan administrasi maupun operasional harian lembaga.</p>
<p>"Kalau urusan administrasi operasional, itu sepenuhnya menjadi ranah direktur dan pelaksana operasional. Tupoksi penasihat lebih kepada memberikan pertimbangan dan menyepakati kebijakan strategis kelembagaan melalui forum musyawarah," ujar Hawwyn, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan akses data maupun informasi kepada pihak luar harus dibahas dan disepakati terlebih dahulu melalui mekanisme musyawarah antar desa sesuai aturan kelembagaan yang berlaku.</p>
<p>Hawwyn juga menjelaskan bahwa BUMDesma di Kabupaten Nganjuk merupakan transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang kemudian dikembangkan berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021.</p>
<p>Terkait tudingan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, Hawwyn membantah hal tersebut. Menurutnya, setiap tahun BUMDesma secara rutin menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) yang menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan dan penyampaian laporan kelembagaan.</p>
<p>Pihaknya juga menyambut baik langkah FAAM yang mengajukan permohonan audit kepada Inspektorat.</p>
<p>"Kami justru berterima kasih atas surat tersebut. Inspektorat memang memiliki kewenangan sebagai auditor eksternal. Jika audit bisa dilaksanakan lebih cepat tahun ini, tentu kami siap dan mendukung proses tersebut," katanya.</p>
<p>Senada dengan itu, Hawwyn yang juga menjabat Kepala Desa Kemaduh menegaskan bahwa tugas penasihat adalah memberikan arahan, masukan, serta pertimbangan terhadap kebijakan lembaga, sedangkan pengelolaan administrasi dan operasional menjadi tanggung jawab pelaksana operasional yang dipimpin Direktur Utama.</p>
<p>Di akhir keterangannya, ia berharap BUMDesma Barokah Jaya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui program dana bergulir dan pembiayaan usaha kelompok yang selama ini berjalan.</p>
<p>"Program ini membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha tanpa harus menyediakan jaminan atau agunan," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, secara terpisah, DPC FAAM Kabupaten Nganjuk mengonfirmasi telah mengirimkan surat permohonan audit investigatif dan pemeriksaan kepatuhan kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk pada Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Ketua DPC FAAM Kabupaten Nganjuk, Achmad Ulinuha, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya berlangsung audiensi yang difasilitasi Camat Baron, Gunawan Wibisono, guna membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat terkait pengelolaan BUMDesma Barokah Jaya.</p>
<p>Menurut Achmad, audiensi tersebut menjadi ruang komunikasi yang positif antara pengelola BUMDesma dan masyarakat. Namun, ia menilai masih diperlukan penyajian data dan dokumen pendukung agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap.</p>
<p>"Kami menghargai keterbukaan pihak BUMDesma yang bersedia hadir dalam audiensi. Namun karena yang dikelola adalah aset masyarakat, tentu diperlukan informasi yang lebih lengkap dan berbasis data agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh," ujarnya.</p>
<p>Dalam surat yang disampaikan kepada Inspektorat, FAAM meminta pemeriksaan terhadap sejumlah aspek, mulai dari proses transformasi UPK eks PNPM menjadi BUMDesma, pengelolaan dana bergulir masyarakat, legalitas aset, laporan keuangan, penggunaan biaya operasional, efektivitas pengawasan internal, hingga penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>Achmad menegaskan bahwa permohonan audit tersebut bukan untuk mencari kesalahan ataupun menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap lembaga yang mengelola aset publik.</p>
<p>"Kalau pengelolaannya sudah baik, audit justru akan menjadi penguat kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, maka itu dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Perkuat Sistem Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perkuat-sistem-perlindungan-korban-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perkuat-sistem-perlindungan-korban-kekerasan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menggelar forum gelar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini mempertemukan aparat hukum, psikolog, pekerja sosial, dan berbagai lembaga untuk memperkuat sistem perlindungan, pendampingan, serta pemulihan korban secara terpadu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2971b778d6d.webp" length="41228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 19:32:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang kerap membekas dalam jangka panjang. Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan yang dihadapi korban, kebutuhan akan sistem perlindungan yang terpadu dan responsif menjadi semakin mendesak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penanganan korban pun tidak cukup hanya mengandalkan proses hukum. Korban membutuhkan pendampingan menyeluruh mulai dari layanan kesehatan, bantuan psikologis, dukungan sosial hingga pemulihan yang memungkinkan mereka kembali menjalani kehidupan secara normal. Tanpa kolaborasi lintas sektor, upaya perlindungan kerap berjalan parsial dan berisiko mengabaikan kebutuhan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengumpulkan berbagai unsur terkait dalam kegiatan Gelar Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Rabu (10/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 hingga 50 peserta yang terdiri dari pengelola layanan perlindungan perempuan dan anak, tim pendamping korban, aparat penegak hukum, psikolog, konselor, organisasi profesi, perangkat daerah terkait, lembaga masyarakat, Forum Anak, hingga sejumlah mitra strategis lainnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Moh Imron, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan bersama. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi," ujarnya saat membuka kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imron, selama ini perhatian publik sering kali terfokus pada proses hukum terhadap pelaku. Padahal, korban juga membutuhkan pemulihan yang tidak kalah penting agar mampu bangkit dari dampak yang ditimbulkan akibat kekerasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sering kali yang menjadi fokus adalah proses hukum terhadap pelaku, padahal korban juga membutuhkan pemulihan yang tidak kalah penting. Di sinilah peran semua lembaga harus berjalan beriringan," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, penelantaran maupun eksploitasi, dapat menimbulkan dampak yang kompleks bagi korban. Bahkan tidak sedikit korban yang memerlukan waktu panjang untuk memulihkan kondisi mental, emosional, maupun sosialnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dampak kekerasan tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi bisa memengaruhi masa depan korban. Karena itu negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan yang maksimal," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam penanganan kasus, lanjut Imron, adalah belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Padahal, kecepatan dan ketepatan layanan sangat bergantung pada kesamaan persepsi mengenai prosedur penanganan serta mekanisme rujukan antar lembaga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kita ingin tidak ada lagi korban yang terlambat mendapatkan layanan hanya karena koordinasi antar lembaga belum berjalan optimal. Semua harus bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui forum gelar kasus tersebut, para peserta membahas sejumlah kasus prioritas yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Selain menjadi sarana evaluasi, forum ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret guna memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Gelar kasus ini bukan hanya membahas persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga mencari solusi terbaik agar penanganan berikutnya bisa lebih cepat, tepat dan berpihak kepada korban," kata Imron.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imron, kehadiran seluruh unsur tersebut penting untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi kepada masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami sengaja menghadirkan seluruh unsur yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak agar terbangun kesamaan persepsi dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam forum tersebut, Aiptu Deddy Purba, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso memaparkan materi mengenai penanganan hukum kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mekanisme koordinasi dengan aparat penegak hukum. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Proses hukum harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan terhadap korban. Oleh karena itu, koordinasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pendamping menjadi sangat penting," ujar Deddy.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Yusuf kurniawan, </span>Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Bondowoso, mengatakan, Kejaksaan memiliki peran penting dalam memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperhatikan hak-hak korban selama proses peradilan berlangsung.</p>
<p data-start="503" data-end="854">"Dalam tugas dan fungsi kami, Kejaksaan berperan melakukan penelitian berkas perkara, proses penuntutan hingga pelaksanaan putusan pengadilan. Namun dalam perkara yang melibatkan perempuan dan anak sebagai korban, kami juga berupaya memastikan perspektif perlindungan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penegakan hukum," ujarnya.</p>
<p data-start="859" data-end="1133">Menurutnya, penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, lembaga pendamping, tenaga kesehatan, dan psikolog agar korban tidak mengalami reviktimisasi atau trauma berulang selama proses hukum berlangsung.</p>
<p data-start="1138" data-end="1388">"Korban tidak boleh merasa sendirian saat mencari keadilan. Karena itu koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting agar proses hukum dapat berjalan dengan baik, sementara kebutuhan pendampingan dan pemulihan korban juga tetap terpenuhi," katanya.</p>
<p data-start="1393" data-end="1599">Ia menambahkan, forum gelar kasus seperti yang digelar Dinsos P3AKB Bondowoso menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi antar lembaga dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.</p>
<p data-start="1604" data-end="1868">"Melalui forum ini, setiap instansi dapat memahami peran dan kewenangannya masing-masing. Dengan demikian, penanganan perkara tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan dan pemulihan yang optimal bagi korban," tandasnya.<span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, Mieke Prasetia, perwakilan dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyoroti pentingnya layanan pendampingan psikologis, trauma healing, dan pemulihan korban sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perlindungan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Korban kekerasan sering mengalami trauma yang membutuhkan penanganan khusus. Pendampingan psikologis menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses perlindungan," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap terbentuk sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin kuat, terpadu, dan berkelanjutan. Selain menghasilkan rekomendasi penanganan kasus yang lebih komprehensif, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat jejaring perlindungan serta komitmen bersama seluruh pihak dalam memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak di Bondowoso. <strong>(*)</strong></span><span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Perpusda Kota Batu Naik 17 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-perpusda-kota-batu-naik-17-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-perpusda-kota-batu-naik-17-persen</guid>
<description><![CDATA[ Peningkatan kunjungan Perpusda Kota Batu hingga 18.619 orang dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya literasi mulai membuahkan hasil. Disperpusip Kota Batu optimistis mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan melampaui capaian kunjungan tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29261e04eb3.webp" length="37932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 18:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kunjungan, Meningkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya Pemerintah Kota Batu meningkatkan budaya literasi masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mencatat jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu selama empat bulan pertama tahun 2026 mencapai 18.619 pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disperpusip Kota Batu, Abdul Rais pada Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah tantangan rendahnya minat baca masyarakat yang kini harus bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital dan media sosial.</p>
<p></p>
<p>"Untuk peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program penguatan literasi yang dijalankan mulai mendapat respons dari masyarakat. Kenaikan dua digit pada awal tahun ini menjadi perkembangan yang cukup menggembirakan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang besar bagi Perpusda Kota Batu untuk melampaui total kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 47.612 orang sepanjang 2025.</p>
<p></p>
<p>Rais menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan adalah semakin lengkapnya koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah. Saat ini Perpusda Kota Batu memiliki sekitar 40 ribu koleksi buku yang mencakup berbagai kategori, mulai dari buku umum, referensi ilmiah, hingga buku bacaan anak.</p>
<p></p>
<p>“Koleksi yang beragam membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk belajar, menambah wawasan, maupun mencari informasi yang dibutuhkan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain memperkaya koleksi bacaan, Disperpusip juga aktif menjalankan berbagai program literasi yang menyasar pelajar sebagai kelompok prioritas. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah BABEKU atau Membaca dan Berkreasi dalam Kunjungan ke Perpustakaan.</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, siswa tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk membuat kunjungan ke perpustakaan menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.</p>
<p></p>
<p>Program lainnya adalah SI BOLING atau Perpustakaan Keliling yang menyasar sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah yang jauh dari pusat kota. Melalui layanan tersebut, armada perpustakaan bergerak mendatangi sekolah untuk menghadirkan akses bacaan secara langsung kepada para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau BABEKU mengajak siswa datang ke perpustakaan, SI BOLING justru membawa perpustakaan mendatangi siswa di sekolah,” jelas Rais.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai pendekatan jemput bola menjadi salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, peningkatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca juga terus dilakukan agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan kreativitas masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Disperpusip optimistis tren kenaikan kunjungan akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring bertambahnya koleksi buku, penguatan program literasi sekolah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jumat Besok, Wali Kota Batu Eliminasi Dua Calon Sekda Definitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumat-besok-wali-kota-batu-eliminasi-dua-calon-sekda-definitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumat-besok-wali-kota-batu-eliminasi-dua-calon-sekda-definitif</guid>
<description><![CDATA[ Terpilihnya Sekda definitif nantinya dimaksudkan agar tidak hanya mengakhiri kekosongan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu, tetapi juga menghadirkan figur pemimpin birokrasi yang mampu memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, menjaga stabilitas pemerintahan, serta mempercepat realisasi visi dan misi pembangunan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29257355ddf.webp" length="51544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 18:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BTU, SJP -</strong> Setelah Sebelumnya Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan tiga peserta terbaik hasil Seleksi Terbuka (Selter), kini proses pemilihan Sekda Definitif ada di tangan Wali Kota Batu, Nurochman, untuk menentukan satu nama yang akan diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (10/6/2026) menyampaikan bahwa proses pendalaman terhadap tiga kandidat akan dilakukan selama tiga hari kerja. Tahapan tersebut dimulai pada Selasa (9/6/2026) kemarin dan menjadi bagian akhir sebelum pemerintah daerah mengirimkan satu nama calon Sekda definitif ke pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Kalau tiga hari kerja, setidaknya pada Jumat besok sudah bisa diberikan satu nama sekda definitif. Tiga kandidat yang kini masuk tahap akhir merupakan hasil rekomendasi Panitia Seleksi berdasarkan seluruh rangkaian tahapan yang telah dilaksanakan," urainya. </p>
<p></p>
<p>Seperti yang telah diketahui bahwa tiga calon sekda itu adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>Ketiga nama tersebut sebelumnya diumumkan secara resmi melalui Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026 yang ditandatangani Ketua Pansel, Indah Wahyuni, pada 5 Juni 2026 lalu. Pengumuman dilakukan berdasarkan urutan alfabet dan tidak menunjukkan peringkat nilai masing-masing peserta.</p>
<p></p>
<p>“Tiga nama yang diumumkan oleh pansel merupakan putra-putra terbaik yang memiliki rekam jejak, kompetensi, dan integritas tinggi untuk mengabdi di Kota Batu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tugas panitia seleksi telah selesai setelah menyerahkan tiga nama terbaik kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan akan melakukan pendalaman dan menentukan satu nama yang akan direkomendasikan kepada BKN.</p>
<p></p>
<p>Tahapan ini menjadi momen penting karena Sekda merupakan jabatan strategis yang berperan sebagai koordinator seluruh perangkat daerah sekaligus penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan birokrasi di lapangan. Karena itu, proses penentuan akhir menjadi perhatian berbagai pihak, baik di lingkungan ASN maupun masyarakat Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Damkarmat Tulungagung Siapkan Pos Bantuan di Ngunut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/damkarmat-tulungagung-siapkan-pos-bantuan-di-ngunut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/damkarmat-tulungagung-siapkan-pos-bantuan-di-ngunut</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29119bbfd03.webp" length="37436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 17:20:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pos bantu damkar ngunut, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung mulai merealisasikan pembentukan Pos Bantuan Pemadam Kebakaran di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut. </p>
<p>Sebagai penanda awal berdirinya pos tersebut, Damkarmat menggelar acara syukuran pada Rabu (10/6/2026). </p>
<p>Meski demikian, pos bantuan tersebut belum langsung beroperasi. Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan masih melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penataan sumber daya manusia (SDM) hingga armada yang akan ditempatkan di lokasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berupa syukuran sebagai tanda dimulainya pembentukan pos bantuan.</p>
<p>"Ini sementara masih syukuran saja. Pelaksanaan operasionalnya masih kami bahas lagi karena terkait SDM dan penataan kendaraan yang akan ditempatkan di sana," ujarnya.</p>
<p>Meski masih dalam tahap persiapan, pihaknya menargetkan Pos Bantuan Damkar Ngunut sudah mulai ditempati dan beroperasi dalam waktu sekitar dua pekan ke depan.</p>
<p>"Secepatnya, kira-kira dua minggu lagi sudah mulai ditempati," katanya.</p>
<p>Lugu menjelaskan, nantinya Pos Bantuan Damkar Ngunut akan diperkuat dengan dua armada yang berasal dari unit yang telah dimiliki Damkarmat Tulungagung. Dua kendaraan tersebut terdiri dari satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai air.</p>
<p>"Rencananya ada dua armada. Satu mobil pemadam dan satu mobil suplai air," jelasnya.</p>
<p>Keberadaan pos bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas terhadap berbagai kejadian darurat, terutama di wilayah Tulungagung bagian timur seperti Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Pucanglaban, Kalidawir, dan wilayah sekitarnya.</p>
<p>Menurut Lugu, pembentukan pos bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pemadam kebakaran yang menargetkan petugas dapat tiba di lokasi kejadian dalam waktu maksimal 15 menit.</p>
<p>"Tujuan adanya pos bantuan ini sesuai SOP kami, yaitu harus bisa sampai ke lokasi dalam waktu 15 menit ketika ada kejadian. Dengan adanya pos bantuan, pelayanan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih lancar," terangnya.</p>
<p>Ia menambahkan, layanan Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan dan evakuasi nonkebakaran.</p>
<p>"Kalau ada evakuasi ular, hewan liar, kendaraan yang terperosok di jalan atau kawasan hutan, termasuk kebakaran, semuanya bisa lebih cepat ditangani," imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung operasional pos bantuan tersebut, Damkarmat akan menempatkan enam personel yang dibagi dalam dua sif pelayanan selama 24 jam.</p>
<p>"Enam personel kita bagi dua sif. Sif pertama pukul 07.00 sampai 19.00, kemudian sif malam pukul 19.00 sampai 07.00 pagi," jelas Lugu.</p>
<p>Meski akan menempatkan armada di Pos Bantuan Ngunut, ia memastikan keberadaan pos baru tersebut tidak akan mengurangi kesiapsiagaan markas komando (Mako) Damkar Tulungagung. Jika penanganan dari pos bantuan belum mencukupi, maka personel dan armada dari Mako akan langsung diterjunkan untuk memberikan bantuan tambahan.</p>
<p>"Kalau dari pos bantuan masih kurang, langsung kita bantu dari Mako. Yang penting masyarakat mendapat pelayanan yang lebih dekat dan lebih cepat," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Lugu mengungkapkan bahwa Damkarmat Tulungagung masih menghadapi keterbatasan armada pemadam kebakaran. Saat ini pihaknya hanya memiliki tiga unit mobil pemadam utama dan dua unit kendaraan suplai air, dengan sebagian armada telah berusia cukup tua.</p>
<p>"Kendaraan kami ada yang tahun 1981, ada yang tahun 2014 dan tahun 2020. Karena itu, setiap tahun kami terus mengusulkan penambahan armada," ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kebutuhan armada baru semakin mendesak seiring perkembangan wilayah Kabupaten Tulungagung yang mulai banyak memiliki bangunan bertingkat. Namun, hingga saat ini Damkarmat belum memiliki mobil pemadam dengan tangga hidrolik yang dibutuhkan untuk penanganan kebakaran di gedung tinggi.</p>
<p>"Sekarang di Tulungagung sudah banyak gedung bertingkat. Kalau ada kejadian, idealnya kita punya mobil yang dilengkapi tangga. Sampai sekarang kami belum punya," katanya.</p>
<p>Karena itu, pihaknya berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak agar pengadaan armada pemadam kebakaran dapat menjadi perhatian pemerintah daerah demi meningkatkan keselamatan dan perlindungan masyarakat.</p>
<p>"Kami berharap ada dukungan dari semua pihak agar kebutuhan sarana pemadam kebakaran bisa terpenuhi, karena tugas kami berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Perizinan Farm 3 Greenfields, Warga Blitar Justru Beri Dukungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-perizinan-farm-3-greenfields-warga-blitar-justru-beri-dukungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-perizinan-farm-3-greenfields-warga-blitar-justru-beri-dukungan</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah pembahasan mengenai proses perizinan, dukungan justru mengemuka dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rencana pembangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28f6f1378fb.webp" length="40616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Blitar, Hearing, Bahas, Klarifikasi, Perizinan, PT Greenfields, Blitar, Masyarakat, Berikan, Dukungan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat dengar pendapat (hearing) terkait dengan klarifikasi perizinan rencana pembangunan Farm 3 PT Greenfields Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Forum tersebut digelar untuk menampung berbagai masukan terkait dengan rencana investasi perusahaan peternakan sapi perah tersebut di wilayah Kabupaten Blitar.</p>
<p></p>
<p>Di tengah pembahasan mengenai proses perizinan, dukungan justru mengemuka dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rencana pembangunan. </p>
<p></p>
<p>Warga menilai kehadiran Farm 3 Greenfields dapat membawa dampak positif bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan mempercepat pembangunan infrastruktur.</p>
<p></p>
<p>Negro Heriono, warga Dusun Sumberduren, Desa Ngadirengo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, menegaskan bahwa mayoritas masyarakat di wilayahnya mendukung penuh keberadaan Farm 3 Greenfields.</p>
<p></p>
<p>"Seratus persen masyarakat Sumberduren mendukung penuh keberadaan Farm 3 Greenfields. Jalan-jalan di sana masih banyak yang perlu diperbaiki, dan kami yakin kehadiran investor bisa membawa perubahan serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," tegasnya, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, dukungan warga bukan tanpa alasan. Masyarakat berharap investasi yang masuk dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi generasi muda yang membutuhkan peluang kerja.</p>
<p></p>
<p>Bahkan, Negro mempersilakan pihak yang masih meragukan dukungan masyarakat untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada yang mempertanyakan soal dukungan warga, silakan lakukan uji publik. Masyarakat di sini mendukung karena melihat manfaat yang bisa dirasakan, terutama terkait lapangan pekerjaan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Anik Wahjuningsih, menilai rencana pembangunan Farm 3 Greenfields berpotensi memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Menurut saya, dengan adanya Farm 3 yang akan dibangun ini tentu bisa memberikan dampak positif bagi Kabupaten Blitar, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD," ujar Anik.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Anik menegaskan bahwa hearing yang digelar DPRD bukan muncul dari keluhan masyarakat sekitar lokasi proyek, melainkan tindak lanjut atas surat yang diajukan oleh organisasi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Permohonan hearing ini berasal dari surat yang masuk ke DPRD. Kami menghargai setiap masukan yang disampaikan dan forum ini menjadi ruang untuk mendapatkan penjelasan dari semua pihak," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi berbagai pertanyaan yang muncul dalam hearing, PT Greenfields Indonesia memastikan hingga saat ini belum ada aktivitas pembangunan fisik maupun operasional di lokasi Farm 3.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan manajemen PT Greenfields Indonesia, Heru Prabowo, menjelaskan bahwa perusahaan masih berada pada tahap penyelesaian berbagai dokumen dan proses administrasi yang dipersyaratkan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>"Yang perlu kami garis bawahi, hingga saat ini pembangunan fisik Farm 3 belum dimulai. Kami belum melakukan pembangunan fisik sama sekali sehingga belum ada kegiatan operasional apa pun di lokasi tersebut," jelas Heru.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heru, perusahaan saat ini fokus menjalankan seluruh tahapan perizinan, termasuk penyusunan dokumen lingkungan dan konsultasi publik sebagai bagian dari proses yang harus dilalui.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan pengembangan usaha secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengedepankan perlindungan lingkungan dan terus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Setiap pengembangan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain berorientasi pada pengembangan usaha, Greenfields menyebut rencana pembangunan Farm 3 juga sejalan dengan upaya mendukung peningkatan produksi susu nasional.</p>
<p></p>
<p>Melalui penguatan sektor peternakan sapi perah, perusahaan berharap dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat serta mendukung program pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas pemerintah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disporabudpar Nganjuk Sebut Wisata Roro Kuning Kalah dari Jolotundo Edupark, Revitalisasi Segera Diusulkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disporabudpar-nganjuk-sebut-wisata-roro-kuning-kalah-dari-jolotundo-edupark-revitalisasi-segera-diusulkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disporabudpar-nganjuk-sebut-wisata-roro-kuning-kalah-dari-jolotundo-edupark-revitalisasi-segera-diusulkan</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, akhirnya memberikan penjelasan resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a281077e3fdd.webp" length="26498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 22:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, Wisata Roro kuning, Fasilitas rusak, Akui kalah dengan wisata swasta, wisata jolotundo park, pandangan umum, komisi IV DPRD, anggaran perbaiikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Menanggapi sorotan publik serta pemberitaan media terkait kondisi fasilitas objek wisata air terjun Roro Kuning yang mengalami kerusakan cukup parah dan memprihatinkan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, akhirnya memberikan penjelasan resmi.</p>
<p>Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Gunawan tidak menampik adanya penurunan performa serta kerusakan sarana prasarana di destinasi wisata legendaris milik daerah tersebut. Secara terbuka, ia bahkan mengakui bahwa saat ini pengelolaan wisata milik pemerintah daerah, termasuk Roro Kuning, masih kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan jika dibandingkan dengan pengelolaan wisata sektor swasta, salah satunya adalah Jolotundo Edupark yang berada di wilayah Bajulan, Loceret.</p>
<p>​"Kami mengakui kondisi di lapangan dan tantangan yang dihadapi objek wisata Roro Kuning saat ini. Secara objektivitas, dalam hal pengelolaan dan daya tarik inovasi, kita memang harus mengakui keunggulan destinasi wisata swasta seperti Jolotundo," ungkap Gunawan saat dimintai keterangan terkait evaluasi kedinasan, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>​Gunawan menjelaskan bahwa sektor swasta memiliki fleksibilitas dan kecepatan dalam melakukan investasi, pemeliharaan fasilitas secara berkala, serta pengembangan wahana baru yang adaptif terhadap tren pasar digital. </p>
<p>Hal tersebut menjadi pembeda utama dengan pengelolaan aset daerah yang sering kali terikat pada mekanisme regulasi anggaran dan keterbatasan pemeliharaan rutin di tingkat birokrasi. ​Meskipun demikian, pasca mencuatnya pemberitaan mengenai kerusakan fasilitas tersebut, pihak Disporabudpar Nganjuk menegaskan tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap skema pengelolaan pariwisata daerah akan segera dilakukan. </p>
<p>Ditambahkan Gunawan, ia berniat memaparkan secara detail potret riil kerusakan di lapangan serta menyodorkan estimasi kebutuhan anggaran yang diperlukan.</p>
<p>​"Kami tidak ingin membiarkan fasilitas di Roro Kuning berlarut-larut dalam kondisi rusak. Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami segera menyampaikan pandangan umum kepada rekan-rekan legislatif di Komisi IV, sekaligus mengajukan permohonan dukungan anggaran agar proses revitalisasi bisa segera masuk dalam skema perencanaan daerah," tegas Gunawan.</p>
<p>​Pengajuan anggaran ini dinilai sangat krusial mengingat perbaikan infrastruktur utama, penataan kembali wahana yang rusak, serta peningkatan fasilitas penunjang kenyamanan wisatawan memerlukan pos anggaran yang tidak sedikit. Selama ini, keterbatasan dana pemeliharaan rutin di tingkat dinas kerap menjadi kendala utama dalam menjaga performa optimal destinasi wisata pelat merah tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diresmikan Plt Bupati dan Dandim Tulungagung, Jembatan Garuda di Desa Kates Perkuat Akses Pendidikan dan Perekonomian Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diresmikan-plt-bupati-dan-dandim-tulungagung-jembatan-garuda-di-desa-kates-perkuat-akses-pendidikan-dan-perekonomian-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diresmikan-plt-bupati-dan-dandim-tulungagung-jembatan-garuda-di-desa-kates-perkuat-akses-pendidikan-dan-perekonomian-warga</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a281476eb780.webp" length="75628" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 21:55:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, desa kates kecamatan kauman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama jajaran TNI meresmikan Jembatan Garuda di Desa Kates, Kecamatan Kauman, Selasa (9/6/2026). Peresmian jembatan sepanjang 5 meter tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio.</p>
<p>Jembatan Garuda merupakan salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut menjadi bagian dari bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat di berbagai daerah.</p>
<p>Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa jembatan yang berada di Desa Kates tersebut telah berdiri sejak tahun 1985. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia sehingga tidak lagi mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat.</p>
<p>"Sebelumnya, jembatan ini memiliki panjang 5 meter dengan lebar 2 meter. Karena kondisinya sudah mengalami kerusakan, akhirnya diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perbaikan," ujarnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi.</p>
<p>Sementara itu, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta TNI Angkatan Darat turut membantu percepatan pembangunan dan rehabilitasi jembatan di sejumlah wilayah.</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah proses renovasi selesai dilakukan, jembatan mengalami peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi. Jika sebelumnya hanya memiliki lebar 2 meter, kini Jembatan Garuda yang dibangun menggunakan struktur beton memiliki lebar 3,5 meter dengan panjang tetap 5 meter.</p>
<p>"Perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kualitas konstruksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat sehingga mobilitas menjadi lebih aman dan nyaman," katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Hanny menegaskan bahwa Jembatan Garuda memiliki fungsi vital bagi warga Desa Kates. Selain menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, jembatan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian dan peternakan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.</p>
<p>"Jembatan ini menghubungkan kawasan permukiman dengan fasilitas pendidikan. Selain itu, menjadi jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian maupun peternakan warga," jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya di Desa Kates, program bantuan pembangunan jembatan dari Presiden Prabowo juga direalisasikan di sejumlah titik lain di Kabupaten Tulungagung. Secara keseluruhan, terdapat enam unit jembatan yang dibangun melalui program tersebut, terdiri atas lima jembatan beton dan satu jembatan gantung.</p>
<p>Lima jembatan beton tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya dua unit di Kecamatan Kalidawir, satu unit di Desa Kates, satu unit di Desa Gondang Gunung, serta satu unit lainnya di Desa Samar. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.</p>
<p>Terkait pembiayaan, Hanny mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan jembatan didanai melalui APBN dengan besaran anggaran yang berbeda-beda, menyesuaikan ukuran dan kebutuhan konstruksi masing-masing jembatan.</p>
<p>"Nilai anggaran pembangunan setiap jembatan tidak sama. Besarannya berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta," pungkasnya.</p>
<p>Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Garuda, masyarakat Desa Kates kini memiliki akses yang lebih aman, luas, dan representatif. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pendidikan, mempercepat distribusi hasil produksi warga, serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di kawasan pedesaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPN Nganjuk Dorong Percepatan Regulasi LP2B Demi Kepastian Tata Ruang dan Industri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpn-nganjuk-dorong-percepatan-regulasi-lp2b-demi-kepastian-tata-ruang-dan-industri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpn-nganjuk-dorong-percepatan-regulasi-lp2b-demi-kepastian-tata-ruang-dan-industri</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini berkaitan erat dengan program ketahanan pangan nasional serta kepastian perizinan sektor perindustrian di Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a280b9ecae2b.webp" length="36178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 21:35:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Percepatan regulasi LP2B, Tata ruang dan industri, ATR BPN Nganjuk, program ketahanan pangan nasional, lahan persawahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kepala Kantor Pertanahan (Kanta) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk yang baru menjabat, Yanni Dani Assa atau yang akrab disapa Dheny menekankan pentingnya percepatan sinkronisasi tata ruang wilayah. Hal ini berkaitan erat dengan program ketahanan pangan nasional serta kepastian perizinan sektor perindustrian di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Dalam konferensi pers, mantan pejabat BPN Magetan tersebut menjelaskan bahwa saat ini proses revisi tata ruang tengah berjalan dan membutuhkan koordinasi intensif dari berbagai pihak terkait. Fokus utama dari sinkronisasi ini adalah kejelasan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna melindungi area persawahan produktif agar tidak beralih fungsi.</p>
<p>​"Kegiatan ini dalam rangka untuk revisi tata ruang yang kaitannya dengan LP2B. Karena ada program ketahanan pangan, kita harus mempertahankan sawah. Sementara tata ruang yang sebelumnya belum ditata di situ. Jadi untuk revisi itu perlu ada sinkronisasi dari berbagai pihak," ujar Dheny, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Menurut Dheny, pihak BPN Nganjuk memproyeksikan target pemenuhan data sekitar 87 persen dapat segera tercapai dalam waktu dekat. Keterlambatan penetapan ini diakui cukup memengaruhi iklim investasi dan jalannya pembangunan regional, terutama karena proses perizinan industri baru belum bisa berjalan maksimal sebelum regulasi tata ruang ini rampung.</p>
<p>​Terkait pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI), Dheny menegaskan bahwa BPN belum dapat menerbitkan atau memproses aspek teknis pertanahan tertentu sebelum adanya penetapan resmi mengenai peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta LP2B. </p>
<p>Mekanismenya, data Lahan Baku Sawah (LBS) akan diverifikasi terlebih dahulu, sebelum diambil porsi persentase yang disepakati untuk dikunci sebagai kawasan hijau atau pertanian, sementara sisanya barulah dapat dialokasikan bagi sektor industri.</p>
<p>​Langkah penguncian luasan ini krusial agar tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) pemanfaatan lahan di lapangan. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menghadirkan jenis industri yang mampu menunjang atau memberi nilai tambah pada sektor pertanian lokal yang menjadi basis wilayah Nganjuk.</p>
<p>​Saat ini, status pemanfaatan ruang di beberapa titik strategis Nganjuk masih berada dalam masa transisi sembari menunggu regulasi final disahkan.</p>
<p>​"Harapan kami, untuk penetapan LP2B ini segera diselesaikan, regulasinya selesai, dan tata ruang revisinya juga selesai. Efeknya tentu akan mendorong perkembangan industri di sini serta pergerakan pembangunannya bisa berjalan lebih cepat," pungkas pria asal Sulawesi tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perbaikan Jembatan Junjung Segera Dimulai, Dikerjakan Usai SPK Terbit Pekan Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jembatan-junjung-segera-dimulai-dikerjakan-usai-spk-terbit-pekan-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perbaikan-jembatan-junjung-segera-dimulai-dikerjakan-usai-spk-terbit-pekan-ini</guid>
<description><![CDATA[ Terkait target penyelesaian, Dinas PUPR memberikan waktu maksimal enam bulan kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan. Meski demikian, proses pembangunan berpeluang selesai lebih cepat apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan proyek mendukung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27f7733eb36.webp" length="39356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 19:17:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pembangunan jembatan junjung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung memastikan proyek perbaikan Jembatan Junjung yang putus akibat banjir pada Desember 2024 lalu akan segera memasuki tahap pelaksanaan fisik. Setelah sempat mengalami keterlambatan akibat proses perizinan, pekerjaan pembangunan ulang jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu maksimal enam bulan sejak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, Selasa (9/6/2026) mengatakan seluruh proses administrasi dan lelang proyek sebenarnya telah selesai sejak beberapa waktu lalu. Bahkan pemenang tender juga telah ditetapkan. Namun pelaksanaan pekerjaan belum dapat dimulai karena masih menunggu izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).</p>
<p></p>
<p>Menurut Erwin, izin dari BBWS diperlukan karena terdapat penyesuaian terkait akses jalan inspeksi dan sejumlah aspek teknis lainnya yang berada dalam kewenangan balai.</p>
<p></p>
<p>“Ini proses lainnya sudah selesai, sudah dua minggu yang lalu, sudah ada pemenangnya. Tinggal menunggu BBWS karena ada penyesuaian untuk jalan inspeksi dan lain-lain. Minggu ini jadwalnya sudah selesai,” ujar Erwin.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, surat dari BBWS telah diajukan sejak pekan lalu dan dijadwalkan terbit pada pekan ini. Dengan terbitnya izin tersebut, Dinas PUPR dapat segera menerbitkan SPK kepada pihak penyedia jasa konstruksi untuk memulai pekerjaan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Surat dari BBWS itu sudah minggu lalu kita sampaikan. Minggu ini nanti terbit suratnya. Izin mulai action minggu ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Setelah SPK diterbitkan, seluruh pelaksanaan pekerjaan fisik menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Tahapan awal yang akan dilakukan meliputi persiapan lapangan, mobilisasi alat dan material, hingga pengaturan distribusi kebutuhan konstruksi sebelum pekerjaan utama dimulai.</p>
<p></p>
<p>Erwin menegaskan tidak ada jeda waktu yang lama antara penerbitan SPK dan dimulainya pekerjaan di lapangan. Bahkan kontraktor dapat langsung bergerak melakukan persiapan pada hari yang sama setelah dokumen ditandatangani.</p>
<p></p>
<p>“Setelah SPK itu sudah menjadi tanggung jawab pihak penyedia untuk melaksanakan. Jadi ditandatangani hari ini misalkan, hari ini juga bisa langsung mulai persiapan lapangan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar dari APBD untuk pembangunan ulang Jembatan Junjung. Dana tersebut digunakan untuk membangun jembatan dengan konstruksi yang telah dirancang sebelumnya tanpa adanya perubahan spesifikasi teknis.</p>
<p></p>
<p>Erwin memastikan desain dan konstruksi jembatan tetap mengacu pada perencanaan awal. Struktur yang akan digunakan adalah konstruksi balok gerber yang dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik untuk mendukung aktivitas masyarakat serta lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Nominalnya Rp7 miliar. Spesifikasi konstruksi sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Terkait target penyelesaian, Dinas PUPR memberikan waktu maksimal enam bulan kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan. Meski demikian, proses pembangunan berpeluang selesai lebih cepat apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan proyek mendukung.</p>
<p></p>
<p>Menurut Erwin, faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama dalam pekerjaan konstruksi jembatan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi, struktur, dan aktivitas di sekitar aliran sungai.</p>
<p></p>
<p>“Paling lama itu enam bulan. Tapi kalau cuacanya menguntungkan, lima bulan sudah selesai,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan dimulainya pekerjaan dalam waktu dekat, masyarakat yang selama ini menunggu perbaikan Jembatan Junjung diharapkan dapat segera menikmati akses transportasi yang lebih aman dan layak. Pemerintah daerah juga berharap proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hak Perempuan dan Anak Kerap Terabaikan Pasca Cerai, Bondowoso Siapkan Langkah Perlindungan Lintas Sektor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hak-perempuan-dan-anak-kerap-terabaikan-pasca-cerai-bondowoso-siapkan-langkah-perlindungan-lintas-sektor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hak-perempuan-dan-anak-kerap-terabaikan-pasca-cerai-bondowoso-siapkan-langkah-perlindungan-lintas-sektor</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB dan Pengadilan Agama Bondowoso membahas penguatan perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian. Salah satu usulan yang dikaji dalam draft kerja sama lintas sektor adalah langkah administratif bagi mantan suami yang mengabaikan kewajiban nafkah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a280165be3e4.webp" length="34224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 18:47:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Perceraian, perempuan, anak, pengadilan agama, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Perceraian tidak selalu menjadi akhir dari sebuah konflik rumah tangga. Dalam banyak kasus, putusan pengadilan justru menjadi awal dari persoalan baru yang harus ditanggung perempuan dan anak. Mantan istri kehilangan sumber nafkah, sementara anak-anak tumbuh tanpa kepastian dukungan ekonomi dari ayahnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di Bondowoso, fenomena tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Pengadilan Agama. Meski pengadilan telah memutuskan kewajiban mantan suami untuk memberikan nafkah kepada mantan istri maupun anak, pelaksanaannya di lapangan sering kali jauh dari harapan. Tidak sedikit perempuan yang harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak setelah perceraian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kondisi itu semakin mengkhawatirkan ketika terjadi pada perempuan yang menikah di usia anak. Sebagian dari mereka harus menghadapi perceraian dalam waktu singkat, namun tidak memperoleh hak-haknya sebagaimana diatur dalam putusan pengadilan. Dampaknya tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga psikologis, sosial, hingga masa depan anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Pengadilan Agama Bondowoso mulai merumuskan penguatan kerja sama lintas sektor untuk memastikan hak perempuan dan anak tetap terlindungi setelah perceraian. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian, evaluasi layanan dispensasi kawin, serta penyusunan draft nota kesepahaman antara Pengadilan Agama dan pemerintah daerah, Selasa (9/6/2026).</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a27fff3a7f11.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Moh. Imron, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai program dan kewenangan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, kerja sama antara Pemkab Bondowoso dan Pengadilan Agama sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2023. Hasilnya dinilai cukup signifikan, terutama dalam penanganan persoalan keluarga dan pengendalian dispensasi kawin. Namun, masih terdapat sejumlah celah yang perlu diperkuat, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak setelah perceraian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selama ini para pihak sudah berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Tetapi belum ada satu konsep besar yang benar-benar menyinergikan seluruh pihak agar penanganan persoalan perempuan dan anak berjalan satu arah, terukur, dan berkelanjutan," ujar Imron.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu fokus yang sedang dibahas adalah penyusunan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan terkait hak-hak perempuan dan anak. Sebab, berdasarkan berbagai temuan di lapangan, banyak mantan suami yang tidak menjalankan kewajibannya setelah perceraian meski telah diputus oleh pengadilan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kehidupan perempuan dan anak yang ditinggalkan. Mulai dari menurunnya kondisi ekonomi keluarga, terganggunya pendidikan anak, hingga munculnya berbagai persoalan sosial lainnya.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a27ffc6e4119.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai bahan kajian, Bondowoso juga mempelajari model kerja sama yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kota Surabaya. Salah satu skema yang menjadi bahan diskusi adalah kemungkinan pemberian konsekuensi administratif kepada pihak yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai putusan pengadilan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, ia menegaskan bahwa Bondowoso tidak akan serta-merta menyalin kebijakan daerah lain. Seluruh konsep akan disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami ingin mencari formulasi yang tepat. Tujuannya bukan menghukum, tetapi memastikan ada tanggung jawab yang tetap dijalankan terhadap mantan istri dan anak setelah perceraian," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain perlindungan pasca perceraian, forum tersebut juga membahas evaluasi layanan dispensasi kawin. Imron mengungkapkan masih ditemukan kasus perkawinan usia anak yang berujung pada perceraian dalam waktu singkat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mencontohkan adanya kasus seorang remaja perempuan yang menikah pada usia 16 tahun dan harus bercerai hanya delapan bulan kemudian. Ironisnya, setelah perceraian, hak-hak yang seharusnya diterima korban tidak terpenuhi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kasus seperti ini menjadi alarm bagi kita semua. Jangan sampai anak-anak perempuan lainnya mengalami hal yang sama," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa tingginya dampak sosial perceraian menjadi alasan utama pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, perempuan dan anak merupakan pihak yang paling rentan terdampak ketika sebuah rumah tangga berakhir di meja hijau. Dalam banyak perkara, anak menjadi tanggungan ibu, sedangkan mantan suami memilih melepaskan tanggung jawabnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sering kali setelah perceraian, anak berada dalam pengasuhan ibu. Sementara mantan suami tidak lagi menjalankan kewajibannya. Karena itu hak-hak perempuan dan anak harus benar-benar dilindungi," kata Zainul.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan bahwa dalam perkara perceraian terdapat sejumlah hak yang wajib dipenuhi suami, seperti nafkah iddah, mut'ah, nafkah anak, hingga kewajiban lainnya yang diputuskan pengadilan. Besaran kewajiban tersebut ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi suami yang dibuktikan selama persidangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Namun, Pengadilan Agama memiliki keterbatasan dalam penegakan putusan setelah perkara berkekuatan hukum tetap. Lembaga peradilan tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi administratif maupun pidana kepada mantan suami yang tidak menjalankan kewajibannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, pengadilan telah menerapkan sejumlah mekanisme untuk mendorong kepatuhan. Dalam perkara cerai talak, misalnya, suami tidak dapat mengucapkan ikrar talak sebelum melunasi kewajiban nafkah yang dibebankan dalam putusan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sedangkan dalam perkara cerai gugat, pengambilan akta cerai dapat ditunda apabila masih terdapat kewajiban yang belum dipenuhi kepada mantan istri.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainul, persoalan terbesar justru berada pada pemenuhan nafkah anak setelah perceraian. Berbeda dengan nafkah kepada mantan istri, kewajiban nafkah anak berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan pengawasan yang lebih efektif.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia menyambut baik inisiatif penyusunan nota kesepahaman antara Pengadilan Agama dan pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini bukan hanya urusan hukum, tetapi juga urusan sosial. Karena itu perlu keterlibatan banyak pihak agar hak-hak perempuan dan anak benar-benar terjamin setelah perceraian," tegasnya.</span></p>
<p><span>FGD yang digelar di Bondowoso tersebut menjadi langkah awal menuju lahirnya kebijakan daerah yang lebih komprehensif. Jika berhasil dirumuskan, kerja sama lintas sektor itu diharapkan tidak hanya mampu menekan angka perkawinan anak dan perceraian, tetapi juga memastikan tidak ada perempuan dan anak yang kehilangan hak-haknya setelah sebuah rumah tangga berakhir.</span></p>
<p><span>Seperti diketahui, berdasarkan data yang dihimpun, volume perkara yang masuk ke pengadilan mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Lonjakan perkara tertinggi terjadi pada bulan April 2026, di mana tercatat ada 312 perkara baru yang diterima. </span></p>
<p><span>Angka ini naik signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya, seperti Januari (287 perkara), Februari (164 perkara), dan titik terendah pada Maret (124 perkara). Sementara itu, untuk bulan Mei sendiri, pihak pengadilan menerima 186 perkara baru. Secara akumulatif, total perkara yang diterima dari Januari hingga Mei 2026 menembus angka 1.073 perkara. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Libur Sekolah, KAI Daop 9 Jember Tutup 11 Perlintasan Liar Termasuk Di Probolinggo untuk Tekan Risiko Kecelakaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-sekolah-kai-daop-9-jember-tutup-11-perlintasan-liar-termasuk-di-probolinggo-untuk-tekan-risiko-kecelakaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-sekolah-kai-daop-9-jember-tutup-11-perlintasan-liar-termasuk-di-probolinggo-untuk-tekan-risiko-kecelakaan</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang libur sekolah 2026, KAI Daop 9 Jember terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup 11 perlintasan liar di wilayah Jember, Banyuwangi, dan Probolinggo. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang masih banyak dipicu oleh pelanggaran pengguna jalan saat melintasi rel kereta api. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27e7d28e580.webp" length="87646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 17:45:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KAI, KAIDaop9Jember, KeselamatanKeretaApi, PerlintasanLiar, TranspotasiIndonesia, KeselamatanBerkendara, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Menjelang periode libur sekolah tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus meningkatkan upaya keselamatan perjalanan kereta api dengan mempercepat penutupan sejumlah perlintasan liar di berbagai wilayah operasionalnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.</p>
<p>Sepanjang tahun 2026, KAI Daop 9 Jember telah berhasil menutup sebanyak 11 perlintasan liar yang tersebar di sejumlah daerah. Penutupan dilakukan oleh tim teknis KAI untuk memastikan akses yang telah ditutup tidak kembali digunakan oleh masyarakat. Dari jumlah tersebut, tiga titik berada di Kabupaten Jember, tujuh titik di Kabupaten Banyuwangi, dan satu titik lainnya berada di Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Upaya penutupan perlintasan liar ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman. Pasalnya, keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalur rel.</p>
<p>Data KAI Daop 9 Jember mencatat, selama tahun 2026 telah terjadi tiga insiden temperan atau tabrakan antara kereta api dengan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Dua kejadian terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, yakni pada petak jalan Probolinggo–Leces dan Grati–Bayeman. Sementara satu kejadian lainnya terjadi di Kabupaten Jember pada petak jalan Arjasa–Kotok.</p>
<p>Dari tiga peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu-rambu maupun aturan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api.</p>
<p>Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak terkait.</p>
<p>“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Saat ini 11 perlintasan liar telah berhasil ditutup dan proses penyelesaian sisanya akan terus kami lakukan secara bertahap bersama para pemangku kepentingan terkait,” ujar Cahyo.</p>
<p>Selain melakukan penutupan akses liar, KAI Daop 9 Jember juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta untuk berhenti sejenak, memastikan kondisi aman dengan melihat ke kanan dan kiri, serta mematuhi seluruh rambu yang tersedia, baik di perlintasan yang dijaga maupun yang tidak dijaga.</p>
<p>"Melalui penutupan perlintasan liar, sosialisasi keselamatan, serta pengawasan secara berkala di lapangan, KAI Daop 9 Jember berharap dapat menekan angka kecelakaan dan memastikan perjalanan kereta api selama masa libur sekolah berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa maupun masyarakat," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>88 ASN Dilantik, Wali Kota Probolinggo Tekankan Integritas dan Inovasi dalam Pelayanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/88-asn-dilantik-wali-kota-probolinggo-tekankan-integritas-dan-inovasi-dalam-pelayanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/88-asn-dilantik-wali-kota-probolinggo-tekankan-integritas-dan-inovasi-dalam-pelayanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 88 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Pelantikan ini menjadi bagian dari penyegaran birokrasi sekaligus penguatan organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a27d2c46d17f.webp" length="49610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 16:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, AparaturSipilNegara, MutasiASN, Birokrasi, PelayananPublik, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA</strong> <strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Pemerintah Kota Probolinggo kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki formasi jabatan manajerial. Kegiatan tersebut berlangsung di Puri Manggala Bhakti dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin.</p>
<p>Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, para staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah, serta ASN yang mendapatkan mutasi maupun promosi jabatan.</p>
<p>Sebanyak 88 ASN resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi perangkat daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas birokrasi sekaligus mempercepat pelaksanaan pembangunan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa rotasi dan pengisian jabatan merupakan bagian dari mekanisme birokrasi yang bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan. Menurutnya, setiap posisi strategis harus ditempati oleh aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.</p>
<p>“Penempatan pejabat dilakukan melalui pertimbangan kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, integritas, dan potensi yang dimiliki masing-masing ASN. Sehingga setiap jabatan dapat diisi oleh orang yang tepat pada posisi yang tepat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar bentuk penghargaan dari pemerintah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada masyarakat dan negara.</p>
<p>“Karena itu saya meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk menjadi pemimpin yang solutif, berintegritas, serta mampu menghadirkan inovasi dan kolaborasi dalam setiap tugas yang diemban,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing, memperkuat koordinasi internal, serta mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan. Wali kota juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap aktivitas pelayanan publik.</p>
<p>“Jadilah pemimpin yang mampu mengurai berbagai persoalan di unit kerja masing-masing, bukan justru menjadi bagian dari persoalan itu sendiri. Bangun soliditas tim dan pastikan target-target kinerja perangkat daerah dapat tercapai dengan baik,” tambahnya.</p>
<p>Dalam pelantikan tersebut, sejumlah jabatan strategis resmi terisi. Lucia Aries Yulyanti ditetapkan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian secara definitif. Setiorini Sayekti dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan Ghofur Effendi mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.</p>
<p>Sejumlah pejabat lainnya juga menempati posisi penting, di antaranya Madihah sebagai Sekretaris DPRD, Siti Romlah sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Agus Effendi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wali Kota Aminuddin mengajak seluruh ASN untuk bersatu dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.</p>
<p>“Mari kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo tercinta,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinamika Pertemuan Bupati Jombang dengan Keturunan Nabi Muhammad SAW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinamika-pertemuan-bupati-jombang-dengan-keturunan-nabi-muhammad-saw</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinamika-pertemuan-bupati-jombang-dengan-keturunan-nabi-muhammad-saw</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2791eae5163.webp" length="50172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 13:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Cucu Nabi Muhammad</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Sebuah dinamika spiritual yang hangat dan penuh ketakjuban mewarnai Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu (6/6/2026) malam. Bupati Jombang, Warsubi menerima kunjungan istimewa dari Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Al-Jailani Al-Hasani, ulama dunia asal Tripoli Utara, Lebanon, yang merupakan keturunan ke-40 Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan cucu ke-28 Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.</p>
<p></p>
<p>Dinamika pertemuan langsung terasa sejak awal, saat Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi itu menyambut sang tamu mulia didampingi Wakil Bupati Salmanudin (Gus Salman), Sekretaris Daerah Agus Purnomo serta segenap jajaran kepala OPD. Interaksi keduanya bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan mengalir menjadi dialog penuh ketakjuban spiritual.</p>
<p></p>
<p>Momen paling dinamis terjadi ketika Syekh Ahmad Rouhi secara spontan melontarkan pujian mendalam terhadap aura kepemimpinan Abah Warsubi. Sang Syekh mengaku menangkap pancaran berbeda dari sosok bupati. </p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, kita memiliki pimpinan yang di wajahnya ada sinar, ada cahaya, ada ketawadhuannya, dan akhlak baiknya. Insya Allah, Bupati kita ini, derajat beliau akan ditinggikan oleh Allah SWT, tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat. Amin," ungkapnya penuh keyakinan.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan ini sontak mengubah atmosfer ruang Swagata menjadi semakin syahdu. Abah Warsubi merespons dengan kerendahan hati yang kental, menyampaikan rasa syukur dan penghormatan mendalam atas doa yang langsung dipanjatkan oleh zuriah Rasulullah tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Kedatangan Syekh Ahmad Rouhi ke Pendopo Kabupaten Jombang ini adalah sebuah keberkahan dan kehormatan yang luar biasa bagi kami semua," tutur Abah Warsubi dalam pesan diterima wartawan, Selasa (9/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Dinamika kian menguat saat Bupati Warsubi memaparkan potret sosiologis-religius Jombang. Dengan 1,4 juta jiwa penduduk yang tersebar di 21 kecamatan dan ditopang 234 pesantren termasuk empat pilar besar Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Rejoso Peterongan Jombang dipresentasikan sebagai kota santri yang autentik. Respons Syekh Ahmad Rouhi terhadap pemaparan ini begitu antusias. Ia menekankan bahwa perhatian seorang kepala daerah terhadap pesantren adalah legitimasi kepemimpinan yang saleh.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah ciri bupati yang baik, yang menaruh perhatian besar terhadap pondok pesantren. Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca santri akan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa putus bagi siapa pun yang mendukungnya," tegasnya, menciptakan dinamika diskusi yang menyentuh ranah tanggung jawab duniawi sekaligus investasi ukhrawi.</p>
<p></p>
<p>Pertemuan mencapai klimaks emosionalnya saat Syekh Ahmad Rouhi memimpin doa bersama. Dalam untaian doa yang dipanjatkan dengan keagungan Nabi Muhammad SAW dan karamah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, sang Syekh memohonkan kesehatan, umur berkah, keturunan saleh, serta kesuksesan bagi jajaran pemimpin Jombang. Suasana haru dan syahdu begitu terasa, menutup dinamika pertemuan dengan doa sapu jagat agar seluruh yang hadir kelak dikumpulkan kembali di Surga Firdaus bersama Baginda Rasulullah SAW.</p>
<p></p>
<p>Bagi Syekh Ahmad Rouhi sendiri, pertemuan ini menjadi penggalan perjalanan spiritualnya di Indonesia negeri yang sejak 2018 ia cintai dan pilih sebagai tempat mengabdi selepas menerima isyarat spiritual sang kakek. Kini, dinamika pertemuan di Pendopo Jombang itu telah merajut komitmen bersama antara pemerintah daerah dan ulama internasional dalam merawat ukhuwah islamiyah serta memajukan pondok pesantren.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siasat Hemat BGN: Sulap Kantin Sekolah Jadi Sentral Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siasat-hemat-bgn-sulap-kantin-sekolah-jadi-sentral-makan-bergizi-gratis-di-wilayah-3t</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siasat-hemat-bgn-sulap-kantin-sekolah-jadi-sentral-makan-bergizi-gratis-di-wilayah-3t</guid>
<description><![CDATA[ Badan Gizi Nasional (BGN) siapkan skema efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T memanfaatkan kantin sekolah dan dapur CSR perusahaan.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2775416e953.webp" length="16706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 12:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, BGN, Badan Gizi Nasional, Wilayah 3T, CSR Pertamina, Efisiensi APBN, Nanik S Deyang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> — Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menyusun strategi demi memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utamanya kali ini adalah menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan pendekatan yang jauh lebih efisien.</p>
<p>Alih-alih menggelontorkan anggaran besar untuk membangun infrastruktur baru, BGN memilih mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, mulai dari kantin sekolah hingga dapur umum Corporate Social Responsibility (CSR) milik perusahaan swasta dan BUMN.</p>
<p>Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar program MBG tetap berjalan efektif di daerah terpencil yang jumlah siswanya relatif sedikit. Menurutnya, membangun dapur baru di lokasi seperti ini justru tidak efisien secara anggaran.</p>
<p>“Misalnya di Lombok Barat, saya pernah ke satu pulau yang muridnya hanya 119 anak. Kan tidak mungkin kita dirikan dapur baru di sana. Tapi, di situ ada kantin sekolah yang bisa kita berdayakan. Jadi, kantin ini salah satu alternatif terbaik,” ujar Nanik seusai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/6/2026).</p>
<p>Tidak hanya mengandalkan fasilitas sekolah, BGN juga membuka pintu kolaborasi lebar-lebar dengan sektor swasta. Wilayah dengan tantangan geografis berat akan dipetakan untuk melihat potensi fasilitas CSR yang bisa 'dilebur' ke dalam program ini.</p>
<p>Nanik mencontohkan pengalamannya saat meninjau wilayah Indonesia Timur. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak korporasi yang sebenarnya sudah memiliki infrastruktur matang di pelosok.<br> <br>Kasus di Raja Ampat, terdapat pulau dengan jumlah murid hanya 115 orang. Solusi Jitu:  Memanfaatkan dapur umum CSR milik Pertamina yang sudah beroperasi di sana.</p>
<p>Pendekatan fleksibel ini ditegaskan sebagai strategi utama pemerintah dalam menjaga kesehatan fiskal negara. Dengan memanfaatkan fasilitas yang siap pakai, ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p>“Ini adalah bagian dari efisiensi supaya tidak semuanya mutlak menggunakan APBN,” tegas Nanik.</p>
<p>Tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah 3T memang menjadi ujian berat bagi program nasional ini. Namun, dengan skema yang adaptif ini, BGN optimistis hak gizi anak-anak di pelosok nusantara tetap terpenuhi.</p>
<p>Melalui formula kolaboratif ini, pemerintah berharap manfaat program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan oleh seluruh siswa Indonesia, tanpa harus membebani keuangan negara secara berlebihan. (**)</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantuan Susu Stunting Kini Diprioritaskan untuk Keluarga Miskin, Dinkes Batu Ubah Skema Intervensi 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantuan-susu-stunting-kini-diprioritaskan-untuk-keluarga-miskin-dinkes-batu-ubah-skema-intervensi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantuan-susu-stunting-kini-diprioritaskan-untuk-keluarga-miskin-dinkes-batu-ubah-skema-intervensi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perubahan skema bantuan susu stunting pada 2026 menandai pergeseran pendekatan penanganan stunting di Kota Batu dari pola bantuan merata menjadi intervensi berbasis kebutuhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269c4deb071.webp" length="23390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 20:15:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Susu, Stunting, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan perubahan signifikan dalam kebijakan penanganan stunting pada 2026. Jika sebelumnya seluruh balita yang direkomendasikan dokter spesialis anak berhak menerima bantuan susu, tahun ini bantuan tersebut hanya diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja pada Senin (8/6/2026) menjelaskan bahwa perubahan kebijakan dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Tahun lalu semua balita yang diperiksa dan diresepkan dokter spesialis kami beri susu. Namun tahun ini, kami fokuskan hanya untuk masyarakat yang memang kurang mampu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, penerima bantuan susu kini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Balita yang masuk kategori berisiko stunting harus berasal dari keluarga Desil 1 hingga Desil 5 dan tetap wajib memperoleh rekomendasi dari dokter spesialis anak sebelum mendapatkan bantuan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Aditya, kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran daerah sehingga intervensi harus diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Dinkes tetap membuka ruang verifikasi bagi warga yang secara kondisi riil membutuhkan bantuan namun belum tercatat dalam DTKS. Proses tersebut dapat dilakukan melalui rekomendasi dan pendampingan pemerintah desa maupun kelurahan setempat.</p>
<p></p>
<p>“Kami tidak ingin ada keluarga yang benar-benar membutuhkan tetapi terlewat hanya karena persoalan administrasi data. Karena itu tetap ada mekanisme verifikasi tambahan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Perubahan kebijakan tersebut juga berdampak pada balita stunting yang berasal dari keluarga mampu. Mereka tidak lagi menerima bantuan susu yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Sebagai gantinya, Dinkes akan memberikan intervensi non-fisik melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada orang tua. Program ini berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, pemberian protein hewani, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.</p>
<p></p>
<p>Aditya menegaskan bahwa stunting tidak selalu identik dengan kemiskinan. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah kasus stunting justru ditemukan pada anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh pola asuh yang kurang tepat, rendahnya perhatian terhadap kebutuhan gizi anak, serta minimnya pemantauan pertumbuhan melalui layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>“Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga miskin. Banyak juga yang berasal dari keluarga mampu karena pola asuh dan pola makan anak yang kurang diperhatikan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Dinkes menilai bantuan materi berupa susu bukan menjadi solusi utama bagi keluarga yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri. Yang lebih dibutuhkan adalah perubahan perilaku serta peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pengasuhan dan pemenuhan nutrisi.</p>
<p></p>
<p>Melalui skema baru tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap intervensi stunting menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mempercepat pemulihan balita berisiko stunting dari keluarga prasejahtera. Evaluasi terhadap pelaksanaan program akan terus dilakukan melalui Posyandu, Puskesmas, serta pendampingan kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari 66 Jadi 30 Event, Kota Batu Pilih Fokus pada Agenda Wisata yang Berdampak Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-66-jadi-30-event-kota-batu-pilih-fokus-pada-agenda-wisata-yang-berdampak-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-66-jadi-30-event-kota-batu-pilih-fokus-pada-agenda-wisata-yang-berdampak-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ Pengurangan jumlah event hingga lebih dari separuh menjadi penanda perubahan strategi pariwisata Kota Batu pada 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memilih fokus pada agenda yang terbukti mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269bfddf1c9.webp" length="51224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 19:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Event, Kalender Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melakukan perubahan besar dalam penyelenggaraan kalender pariwisata tahun 2026. Jika sebelumnya puluhan agenda digelar setiap tahun, kini hanya 30 event yang masuk dalam Kalender Event Kota Batu 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event yang dinilai memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (8/6/2026) mengatakan penyusutan jumlah event tidak terlepas dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat, termasuk pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.</p>
<p></p>
<p>"Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh agenda yang selama ini masuk dalam kalender wisata Kota Batu. Hasilnya, hanya event yang memiliki daya tarik kuat dan terbukti mampu mendatangkan wisatawan yang dipertahankan," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Data Disparta menunjukkan tren pengurangan event sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Kota Batu memiliki 71 event. Jumlah tersebut turun menjadi 66 event pada 2025, dan kembali dipangkas menjadi 30 event untuk tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Onny menjelaskan, sejumlah event yang berhasil bertahan merupakan kegiatan yang memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan maupun perputaran ekonomi lokal. Salah satunya adalah event yang diselenggarakan pihak swasta seperti Panderman Gravity Park Downhill yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.</p>
<p></p>
<p>“Event private ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta berjalan baik. Termasuk kontribusi Jatim Park Group dengan berbagai event unggulannya,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses finalisasi, jumlah event yang semula direncanakan hanya 24 agenda akhirnya bertambah menjadi 30 kegiatan. Penambahan tersebut dilakukan setelah sejumlah event dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi promosi daerah dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Salah satu agenda yang akhirnya masuk dalam kalender resmi adalah Festival Nasi Empok yang digagas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Event seperti Festival Nasi Empok akhirnya dimasukkan. Jadi total tetap 30 event di kalender 2026,” tegas Onny.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, membenarkan bahwa efisiensi anggaran dan penurunan TKD menjadi faktor utama berkurangnya jumlah agenda wisata tahun depan. Namun ia memastikan kualitas dan dampak ekonomi setiap event akan menjadi prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>“Memang menurun cukup banyak. Tapi kami berkomitmen memastikan 30 event yang tersisa ini tetap memberi dampak ekonomi signifikan, terutama bagi masyarakat, UMKM, dan sektor akomodasi,” ujar Nurochman.</p>
<p></p>
<p>Meski jumlah event berkurang drastis, sejumlah agenda unggulan tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya adalah Batu Art Flower Carnival (BAFC), Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), serta berbagai kegiatan sport tourism dan seni budaya yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Nurochman, event-event tersebut telah memiliki nilai merek yang kuat dan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah event yang sudah punya brand value kuat dan menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Jadi tentu harus tetap dijaga,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, Pemkot Batu juga akan memperkuat pola kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas kreatif, pelaku usaha, serta pemerintah provinsi dan pusat agar pengembangan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.</p>
<p></p>
<p>“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bersandar pada APBD. Seluruh stakeholder, mulai pegiat seni budaya, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun Kota Batu yang hidup, nyaman, dan penuh daya tarik,” ungkapnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Pasuruan Mutasi 80 Pejabat dari Eselon II Hingga Eselon IV</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-mutasi-80-pejabat-dari-eselon-ii-hingga-eselon-iv</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-mutasi-80-pejabat-dari-eselon-ii-hingga-eselon-iv</guid>
<description><![CDATA[ Mas Rusdi, sapaan akrabn Bupati Pasuruan ini menegaskan mutasi pejabat adalah hal biasa yang terjadi di birokrasi. Utamanya dalam rangka menjalankan sistem manajemen kepegawaian dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269f6e5c2b6.webp" length="45626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 19:17:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP —</strong> Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 80 orang pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan, Senin (8/6/2026).</p>
<p>Pelantikan tersebut digelar di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Ketua DPRD, Samsul Hidayat serta Sekda Yudha Triwidya Sasongko.</p>
<p>Dari 80 pejabat yang dilantik, rinciannya terdiri dari 1 orang pejabat Eselon II alias jabatan tinggi pratama, kemudian 47 orang Pejabat Eselon III serta 32 orang Pejabat Eselon IV.</p>
<p>Untuk jabatan Eselon II adalah Eko Bagus Wicaksono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kini dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.</p>
<p>Sedangkan untuk pejabat Eselon III, ada 11 orang diantaranya dilantik sebagai camat. Di antaranya Agus Hariyanto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, kini diamanahi sebagai Camat Gondangwetan.</p>
<p>Berikutnya Mokhamad Yasin, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan dipercaya menjadi Camat Lumbang. Sekretaris Kecamatan Tutur, dilantik sebagai Camat Beji.</p>
<p>Ada juga Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Cahyo Fajar Rahmanto diambil sumpahnya sebagai Camat Rejoso. </p>
<p>Sekretaris Kecamatan Bangil, Budi Mulyono dilantik sebagai Camat Kejayan. Sekretaris Kecamatan Lekok, Sulhi menjadi Camat Lekok. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pertanian, dan Perikanan, Hari Hijroh Saputro dilantik menjadi Camat Grati. Sekretaris Kecamatan Puspo, Pardjana dilantik menjadi Camat Winongan.</p>
<p>Pada seluruh pejabat yang dilantik, Bupati Rusdi mengucapkan selamat atas amanah baru yang diberikan. Ia berharap agar para pejabat tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>"Selamat bertugas kepada pejabat yang hari ini dilantik dan diambil sumpahnya. Saya yakin dan percaya dengan berbagai pengalaman dalam meniti karir sebagai ASN, saudara sekalian akan mampu melaksanakannya dengan sangat baik," katanya. </p>
<p>Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan ini menegaskan, mutasi pejabat adalah hal biasa yang terjadi di birokrasi. Utamanya dalam rangka menjalankan sistem manajemen kepegawaian dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. </p>
<p>"Mutasi dan rotasi pejabat juga menjadi bagian dari sistem merit, yang memberikan penghargaan terhadap kompetensi, kinerja, dan integritas ASN, di mana hal ini adalah aspek penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan," tegasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral di Lamongan, Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Diduga Dijual di Medsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-di-lamongan-becak-listrik-bantuan-presiden-prabowo-diduga-dijual-di-medsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-di-lamongan-becak-listrik-bantuan-presiden-prabowo-diduga-dijual-di-medsos</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah unggahan di grup jual beli Lamongan mendadak viral setelah diduga menawarkan becak listrik baru bantuan Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2563dfa8832.webp" length="28884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 19:29:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>becak listrik prabowo dijual, viral lamongan, bantuan presiden dijual, berita lamongan hari ini, jual beli barang lamongan facebook</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong> – Jagat maya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendadak gempar. Sebuah unggahan di media sosial memicu kontroversi setelah diduga menawarkan satu unit becak listrik gres yang merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk diperjualbelikan.</p>
<p>Berdasarkan pantauan pada Minggu (7/6/2026), kegaduhan ini bermula dari postingan akun Facebook bernama Khoirul Huda Putra di grup publik "JUAL BELI BARANG LAMONGAN". Tanpa ragu, akun tersebut memasarkan kendaraan roda tiga itu dengan narasi singkat.</p>
<p>"Becak listrik. Kondisi baru belum dipakai. Minat inbox," tulisnya sembari menyertakan beberapa foto detail kendaraan.</p>
<p>Dari foto-foto yang beredar luas, unit becak listrik yang ditawarkan tersebut dipastikan identik dengan program bantuan resmi pemerintah. Pada bodi depan kendaraan, stiker putih bertuliskan **"BANTUAN BECAK LISTRIK DARI PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO"** terpampang dengan sangat jelas.</p>
<p>Tak hanya itu, karakter visual bantuan juga diperkuat dengan adanya foto resmi Presiden Prabowo Subianto beserta lambang Garuda Pancasila di sisi samping dan sandaran belakang. Mirisnya, kendaraan tersebut tampaknya memang belum pernah menyentuh jalanan; plastik pelindung pada jok pengemudi bahkan terlihat masih utuh mengkilap.</p>
<p>Sontak saja, unggahan ini langsung diserbu komentar miring dari warganet. Mayoritas netizen menyayangkan tindakan sang pemilik yang dinilai tidak tahu terima kasih dan menutup kesempatan bagi warga lain yang jauh lebih membutuhkan.</p>
<p>"Sebenarnya kalau tidak dipakai ya tidak usah diterima, berikan ke yang lebih membutuhkan. Kalau dijual ya keterlaluan," kritik akun Achmad Uzi di kolom komentar.</p>
<p>Nada serupa juga dilontarkan oleh Arifiant Achmad. Ia menyoroti ketimpangan penyaluran bantuan yang dinilai belum menyentuh seluruh lapisan bawah secara tepat.</p>
<p>"Betul. Banyak yang ingin dapat. Yang masih pakai becak gowes, lansia sudah tua dan tidak punya (biaya), tetapi tidak kebagian," keluhnya.</p>
<p>Bukan sekadar cibiran, beberapa pengguna media sosial yang jeli juga mengingatkan adanya risiko pidana jika nekat memindahtangankan barang milik negara atau bantuan sosial penunjang ekonomi masyarakat.</p>
<p>"Tidak takut diusut kamu, itu dari pemerintah dijual bisa kena (masalah) kamu," peringat akun Labib Rahman.</p>
<p>Hingga saat ini, unggahan sensitif tersebut masih terus menggelinding dan memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat Lamongan. Publik kini mendesak pihak berwenang maupun lembaga penyalur untuk segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan guna memastikan duduk perkara, sekaligus mengevaluasi sistem pengawasan agar bantuan presiden tidak disalahgunakan. (**)</p>
<p><strong>Sumber: beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Destinasi Wisata Roro Kuning Nganjuk Memprihatinkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-destinasi-wisata-roro-kuning-nganjuk-memprihatinkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-destinasi-wisata-roro-kuning-nganjuk-memprihatinkan</guid>
<description><![CDATA[ Destinasi yang dulunya menjadi primadona wisatawan ini dilaporkan mengalami penurunan drastis dan sepi pengunjung selama hampir dua tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2419afc9b65.webp" length="81994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 20:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari boyong Nganjuk, Wisata Roro Kuning, sepi pengunjung, MCK Rusak Parah, dikeluhkan wisatawan, dua tahun sepi pengunjung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Di tengah gegap gempita dan suka cita masyarakat memperingati momen bersejarah Hari Boyong Nganjuk, sebuah potret memprihatinkan justru datang dari salah satu destinasi wisata andalan daerah, yakni Wisata Air Terjun Roro Kuning.</p>
<p>Destinasi yang dulunya menjadi primadona wisatawan ini dilaporkan mengalami penurunan drastis dan sepi pengunjung selama hampir dua tahun terakhir.</p>
<p>​Kondisi ini diperparah dengan rusaknya berbagai fasilitas penunjang utama di area wisata. Salah satu yang paling disoroti dan dikeluhkan oleh para pelancong yang datang bertepatan dengan momentum Hari Boyong ini adalah rusaknya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) atau toilet umum.</p>
<p>Berdasarkan investigasi di lapangan, kondisi toilet umum di kawasan wisata Roro Kuning tampak sangat tidak terawat dan terbengkalai. Atap bangunan yang terbuat dari genteng terlihat rapuh, sebagian runtuh, dan kayunya mulai melapuk dimakan usia. Dinding bangunan yang bercat biru pudar dipenuhi noda kelembapan dan lumut di bagian dasarnya, serta dikelilingi oleh semak belukar yang mulai meninggi.</p>
<p></p>
<p>​Ironisnya, sebuah papan pengumuman berwarna kuning terang dengan tulisan merah mencolok "MOHON MAAF TOILET RUSAK" terpasang di dinding pembatas, dipertegas dengan palang bambu seadanya yang dipasang menyilang sebagai tanda bahwa fasilitas sanitasi tersebut sama sekali tidak dapat digunakan oleh pengunjung.</p>
<p>Di sebelah bangunan utama, tampak pula struktur tambahan berdinding seng yang sudah berkarat dan kusam, menambah kesan kumuh di area yang seharusnya menjadi fasilitas publik yang bersih.</p>
<p>​Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi dalam rangka liburan menyayangkan kondisi tersebut. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses sanitasi yang layak, padahal keberadaan MCK yang bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi kenyamanan wisatawan, terutama bagi mereka yang membawa keluarga dan anak-anak.</p>
<p>​"Sangat disayangkan, momentum hari jadi dan Boyong Nganjuk ini harus dicoreng dengan fasilitas wisata yang terbengkalai seperti ini. Roro Kuning ini punya nama besar, kalau toiletnya saja rusak parah dan dipagari bambu begini, pengunjung pasti kapok untuk datang lagi," ujar salah satu pengunjung asal Kertosono saat di lokasi. Sabtu (6/6/2026) </p>
<p>Keluhan tidak hanya datang dari para pelancong, melainkan juga dari para pelaku usaha mikro di dalam kawasan wisata.</p>
<p>Salah seorang penjaga warung di area Roro Kuning, Mbah Saril mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai carut-marutnya pengelolaan destinasi ini.</p>
<p>Menurutnya, kondisi fasilitas yang rusak dan penurunan jumlah pengunjung ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat dari tata kelola yang memang sengaja dibiarkan mangkrak tanpa ada tindakan nyata dari pihak berwenang.</p>
<p>​"Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, hampir dua tahun sepi. Masalahnya memang pada tata kelola yang seperti dibiarkan begitu saja, mangkrak tanpa ada perbaikan atau tindak lanjut dari pihak pengelola atau dinas terkait. Kami yang berjualan di sini sangat terdampak karena tidak ada daya tarik lagi bagi pengunjung," ungkap Mbah Sarip dengan nada kecewa.</p>
<p>​Dampak dari pembiaran ini ternyata jauh lebih fatal dari sekadar penurunan jumlah kunjungan harian. Mbah Sarip bersama istrinya membeberkan bahwa rusaknya fasilitas MCK telah menghancurkan segmen pasar terbesar mereka, yakni kegiatan outbound dan kemah para pelajar sekolah. ​</p>
<p>Menurutnya, Roro Kuning dulunya merupakan lokasi favorit bagi sekolah-sekolah untuk mengadakan acara luar ruangan. Namun, buruknya fasilitas sanitasi membuat pihak sekolah dan wali murid melayangkan keluhan keras, hingga akhirnya kapok untuk kembali.</p>
<p>​"Dulu di sini ramai sekali acara outbound anak-anak sekolah. Tapi begitu mereka tahu kondisi MCK-nya rusak parah dan terbengkalai seperti ini, semuanya langsung mengeluh. Sekarang, bisa dibilang sudah tidak ada minat lagi dari pihak sekolah untuk menggelar acara di sini. Tempat ini benar-benar kehilangan daya tarik," keluhnya saat ditemui Suarajatimpost di tempat usahanya.</p>
<p>​Momentum Hari Boyong Nganjuk ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi momentum tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Dinas Pariwisata terkait.</p>
<p>Revitalisasi total dan pembenahan manajemen pengelolaan mutlak harus segera dilakukan jika tidak ingin salah satu aset sejarah dan alam terbaik Nganjuk ini mati total dan terlupakan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Satgas Probolinggo Periksa Ketat SOP Dapur SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kawal-program-makan-bergizi-gratis-satgas-probolinggo-periksa-ketat-sop-dapur-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kawal-program-makan-bergizi-gratis-satgas-probolinggo-periksa-ketat-sop-dapur-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Dua lokasi yang menjadi sasaran monev adalah SPPG Yayasan Kajar Berkah Sentosa di Desa Pabean serta SPPG yang berlokasi di Desa Kalirejo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, bersama tim yang terlibat dalam pengawasan program tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23d7d25a49a.webp" length="32016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 15:57:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, MBG, SatgasMBG, GiziAnak, ProgramPemerintah, KesehatanMasyarakat, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Dringu. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p></p>
<p>Dua lokasi yang menjadi sasaran monev adalah SPPG Yayasan Kajar Berkah Sentosa di Desa Pabean serta SPPG yang berlokasi di Desa Kalirejo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, bersama tim yang terlibat dalam pengawasan program tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sebelum melakukan pemeriksaan ke dapur produksi, tim satgas terlebih dahulu berdialog dengan sejumlah penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki balita. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung proses distribusi makanan sekaligus memastikan kualitas makanan yang diterima telah memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan konsumsi.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, tim juga mendengarkan tanggapan dari para penerima manfaat di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa menyampaikan bahwa program MBG membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah. Respons positif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program berjalan sesuai tujuan yang diharapkan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Dalam kunjungannya ke SPPG Pabean, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan, kebersihan area dapur, pengelolaan limbah, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP). Monitoring juga dilakukan kepada penerima manfaat di SDN Kedungdalem II yang mengaku tidak mengalami kendala dalam menerima layanan makan bergizi gratis.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan pengawasan kemudian berlanjut ke SPPG Kalirejo untuk memastikan standar pelayanan yang sama juga diterapkan di lokasi tersebut. Dari hasil evaluasi sementara, tim menilai kedua dapur MBG telah menunjukkan tata kelola yang cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian dan perbaikan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi mengatakan secara umum pelaksanaan program di kedua SPPG tersebut berjalan sesuai ketentuan dan mendapat respons positif dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Dari hasil monitoring dan evaluasi, secara umum tata kelola SPPG di Pabean dan Kalirejo sudah cukup baik. Menu makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat juga tidak banyak menerima keluhan dan tingkat kepuasan masyarakat cukup baik. Namun tetap ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki agar kualitas layanan semakin optimal," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sjaiful, beberapa aspek yang menjadi perhatian khusus meliputi kebersihan lingkungan dapur, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penerapan SOP secara konsisten, serta sejumlah unsur teknis lain yang berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan.</p>
<p></p>
<p>"Kami hadir untuk memastikan seluruh ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional benar-benar dijalankan. Catatan hasil monev ini akan terus kami pantau dan evaluasi agar tidak menimbulkan risiko yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga oleh tata kelola dapur yang baik dan disiplin dalam menjalankan seluruh petunjuk teknis yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami, seluruh dapur SPPG melaksanakan ketentuan dan juknis yang sudah ditetapkan dengan baik dan benar. Selama tata kelola dijalankan sesuai standar, insyaallah tidak akan ada masalah. Yang paling penting adalah menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan risiko sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Haru Aiptu April, Anggota Sakit di Loceret yang Dikunjungi Kapolres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-aiptu-april-anggota-sakit-di-loceret-yang-dikunjungi-kapolres-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-aiptu-april-anggota-sakit-di-loceret-yang-dikunjungi-kapolres-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai wujud nyata jalinan tali silaturahmi yang tidak boleh terputus, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi dan negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23ba9dcc213.webp" length="31108" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 12:57:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menjelang Hari Bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, Anjangsana, Dukungan Moril, Keluarga Besar Polri, Purna Tugas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keluarga besar Polri dan masyarakat melalui aksi sosial nyata. </p>
<p></p>
<p>Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah kegiatan anjangsana ke rumah para purnawirawan, warakawuri, serta anggota yang sedang sakit atau membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai wujud nyata jalinan tali silaturahmi yang tidak boleh terputus, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi dan negara.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang dipimpin Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah kediaman anggota dan purnawirawan, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rombongan Polres Nganjuk memberikan bingkisan dan bantuan sembako guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggota dan purnawirawan yang tengah menjalani pengobatan maupun perawatan di rumah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a23bfabdc260.webp" alt=""></p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan anjangsana merupakan bentuk kepedulian dan perhatian institusi kepada anggota maupun purnawirawan yang telah mengabdikan diri untuk Polri.</p>
<p></p>
<p>XMelalui kegiatan ini kami ingin memberikan dukungan moril dan semangat kepada anggota serta purnawirawan yang sedang sakit agar tetap kuat, optimis, dan tidak merasa sendiri. Ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80 untuk terus hadir dan peduli kepada keluarga besar Polri," ujar Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Salah satu anggota yang dikunjungi adalah Aiptu April Iswandono yang beralamat di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Kehadiran Kapolres Nganjuk beserta pejabat utama Polres Nganjuk dan Bhayangkari memberikan semangat tersendiri bagi dirinya dan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Aiptu April Iswandono mengaku terharu dan merasa dihargai atas perhatian yang diberikan pimpinan Polres Nganjuk kepada dirinya yang sedang sakit.</p>
<p></p>
<p>"Saya sangat bersyukur dan merasa dihargai atas kunjungan Bapak Kapolres beserta pejabat utama dan Bhayangkari. Kehadiran beliau-beliau menjadi penyemangat bagi saya untuk tetap optimis menjalani pengobatan," ungkap dia.</p>
<p></p>
<p>Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah juga turut memberikan dukungan dan motivasi kepada keluarga anggota yang sedang menjalani perawatan agar tetap sabar dan terus mendampingi proses penyembuhan.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan anjangsana tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pimpinan, anggota aktif, purnawirawan, serta keluarga besar Polri sehingga semangat kebersamaan dan kepedulian tetap terjaga di lingkungan Polres Nganjuk.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Momentum Besar 6 Juni di Nganjuk: Hari Boyongan dan Kelahiran Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-momentum-besar-6-juni-di-nganjuk-hari-boyongan-dan-kelahiran-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-momentum-besar-6-juni-di-nganjuk-hari-boyongan-dan-kelahiran-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Tidak terasa perjalanan sejarah ini telah menginjak usia ke-146 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Sosro Koesoemo III tahun 1880 silam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23b74dc3d51.webp" length="30656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 11:57:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>146 Tahun Boyongan Nganjuk, hari lahirnya Bung Karno, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Tanggal 6 Juni 2026 bukan sekadar lembaran kalender biasa bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. Hari ini, sebuah momentum istimewa diperingati dengan penuh khidmat sekaligus semangat membara, menyatukan dua sejarah besar yang sarat akan nilai perjuangan dan kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemui di Pendopo Sosro Kusumo dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan pesannya dengan penuh kehangatan. </p>
<p></p>
<p>Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa hari ini merupakan hari yang sangat istimewa, yakni peringatan Hari Boyongan Nganjuk dari Berbek menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Menurut orang nomor satu di Nganjuk tersebut, tidak terasa perjalanan sejarah ini telah menginjak usia ke-146 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Sosro Koesoemo III tahun 1880 silam.</p>
<p></p>
<p>"Kami memohon dukungan dari semua pihak, terutama rekan dari media Suarajatimpost, yang luar biasa produktif dan aktif dalam memberikan liputan seputar Nganjuk, baik liputan umum maupun liputan spiritual," ungkap Bupati Nganjuk di sela-sela kegiatannya sebelum menuju Alun-Alun Berbek, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut mengapresiasi kontribusi media dan masyarakat dalam merawat ingatan kolektif daerah, termasuk mendokumentasikan tempat-tempat bersejarah dan dikeramatkan sebagai bagian dari warisan leluhur.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keunikan tanggal 6 Juni kian terasa magis karena bertepatan langsung dengan Hari Kelahiran Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, yang lahir pada 6 Juni 1901. Pertemuan dua momentum besar ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen daerah untuk terus berbenah dan melangkah maju.</p>
<p></p>
<p>Di akhir pesannya, dengan kepalan tangan yang mantap, orang nomor satu di Nganjuk ini memberikan suntikan semangat khas untuk mengawal seluruh rangkaian liputan dan peringatan sejarah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Selamat Hari Boyongan, 6 Juni 2026. Gaspoll untuk liputannya!" pungkas Bupati Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Terbaik Calon Sekda Kota Batu Diumumkan, Wali Kota Segera Tentukan Pilihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-kota-batu-diumumkan-wali-kota-segera-tentukan-pilihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-kota-batu-diumumkan-wali-kota-segera-tentukan-pilihan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan diumumkannya tiga nama terbaik tersebut, perhatian kini tertuju pada keputusan akhir Wali Kota Batu. Sosok yang terpilih nantinya akan mengemban peran strategis sebagai panglima ASN sekaligus koordinator utama pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2294b5187c5.webp" length="63556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:59:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu resmi mengumumkan tiga peserta terbaik hasil Seleksi Terbuka (Selter) Sekda definitif. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kota Batu tertanggal 5 Juni 2026.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Batu, Eko Suhartono pada (5/6/2026) berdasarkan hasil penetapan pansel, tiga nama yang dinyatakan lolos sebagai peserta terbaik dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya adalah Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, dan Mohammad Nur Adhim. Ketiga nama tersebut diumumkan berdasarkan urutan alfabet, bukan berdasarkan peringkat nilai.</p>
<p></p>
<p>“Panitia seleksi telah menyelesaikan seluruh tahapan dan menetapkan tiga peserta terbaik. Nama-nama tersebut merupakan hasil akumulasi dari seluruh proses seleksi yang telah dijalani peserta,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya enam kandidat telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan jasmani dan rohani. Seluruh tahapan tersebut menjadi dasar penilaian tim pansel dalam menentukan tiga kandidat terbaik.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eko, setelah pengumuman ini, tahapan berikutnya adalah penyampaian hasil seleksi kepada Wali Kota Batu untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Selanjutnya hasil dari panitia seleksi akan disampaikan kepada Wali Kota. Dari tiga nama yang direkomendasikan tersebut nantinya akan dipilih satu orang untuk ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah definitif,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa proses seleksi telah dilaksanakan secara terbuka dan mengacu pada sistem merit guna memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya, siapapun yang nantinya ditetapkan dapat menjadi motor penggerak birokrasi, memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, serta mendukung percepatan pelaksanaan program pembangunan Kota Batu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heli Suyanto Minta OPD Bergerak Cepat, Data Harus Berujung pada Kebijakan yang Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-minta-opd-bergerak-cepat-data-harus-berujung-pada-kebijakan-yang-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-minta-opd-bergerak-cepat-data-harus-berujung-pada-kebijakan-yang-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Cobek Mbatu SAE merupakan program penguatan sistem koordinasi berbasis data dan membuat Pemkot Batu harus meningkatkan efektivitas pembangunan sekaligus mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2294209306c.webp" length="18724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Program, Regulasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat tindak lanjut berbagai data dan informasi yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini menuntut kebijakan yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga cepat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu pada Jumat (5/6/2026) menguraikan bahwa sektor pertanian dan pariwisata sebagai dua penopang utama perekonomian Kota Batu membutuhkan respons kebijakan yang lebih cepat, terukur, dan melibatkan seluruh perangkat daerah secara terpadu.</p>
<p></p>
<p>“Setiap gejala yang muncul harus kita respons secara cepat, terstruktur, dan berbasis data. Yang menjadi tantangan bukan pada kurangnya informasi, tetapi bagaimana informasi tersebut dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan yang tepat,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, selama ini pemerintah daerah telah memiliki banyak data dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, melainkan kemampuan pemerintah menerjemahkan informasi tersebut menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Oleh karena itu inovasi COBEK MBATU SAE adalah program yang akan diimplementasikan dimana Pemkot Batu berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap potensi persoalan maupun peluang pembangunan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara cepat. Terlebih Cobek Mbatu Sae adalah instrumen kerja pemerintah daerah yang menekankan Koordinasi, Kolaborasi, dan Komitmen untuk mewujudkan Kota Batu yang Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis.</p>
<p></p>
<p>Heli menjelaskan bahwa pembangunan sektor pertanian dan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan sinergi antarlembaga agar seluruh program berjalan selaras dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun perkembangan situasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kolaborasi menjadi kunci. Tidak ada satu perangkat daerah yang bisa bekerja sendiri dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain memperkuat koordinasi, Heli juga meminta seluruh OPD memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan dari forum-forum koordinasi tidak berhenti pada tataran konsep atau perencanaan semata. Seluruh hasil pembahasan harus ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret dan terukur.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai pendekatan tersebut penting agar kebijakan yang dihasilkan pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Kota Batu secara berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seluruh ASN di Kota Mojokerto Diwanti&amp;wanti Soal Gratifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seluruh-asn-di-kota-mojokerto-diwanti-wanti-soal-gratifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seluruh-asn-di-kota-mojokerto-diwanti-wanti-soal-gratifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Penegakan hukum saja tidak akan pernah cukup untuk membersihkan birokrasi dari praktik lancung jika tidak dibarengi dengan perubahan paradigma dan kesadaran dari dalam diri aparatur itu sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a222af6c4f1e.webp" length="25560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 08:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP</strong>–Batasan antara tanda terima kasih dan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan kerap kali menjadi bias. </p>
<p></p>
<p>Menanggapi fenomena ini, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya. </p>
<p></p>
<p>Ia mendesak seluruh jajaran birokrasi untuk berani menolak dan melaporkan segala bentuk pemberian yang berkaitan dengan jabatan.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan tegas tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Ning Ita saat membuka Sosialisasi Gratifikasi dan E-Learning Peningkatan Pemahaman Gratifikasi Tahun 2026 secara daring dari Hotel Ayola, Kamis (4/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Ning Ita, penegakan hukum saja tidak akan pernah cukup untuk membersihkan birokrasi dari praktik lancung jika tidak dibarengi dengan perubahan paradigma dan kesadaran dari dalam diri aparatur itu sendiri.</p>
<p></p>
<p>Ning Ita membongkar fakta bahwa gratifikasi sering kali berkedok sebagai penghargaan atau sekadar ucapan terima kasih atas pelayanan yang diberikan. Padahal, cakupan gratifikasi dalam regulasi hukum sangat luas dan tidak melulu soal uang tunai.</p>
<p></p>
<p>Fasilitas, hadiah fisik, diskon khusus, tiket perjalanan, hingga hiburan gratis yang diterima karena faktor jabatan, seluruhnya masuk dalam radar klasifikasi gratifikasi yang dilarang.</p>
<p></p>
<p>"Setiap pegawai negeri dan penyelenggara negara dituntut untuk memiliki kepekaan serta integritas dalam menyikapi setiap pemberian yang diterimanya. Jangan sampai pemberian yang tampak sebagai bentuk penghargaan atau ucapan terima kasih justru menimbulkan konflik kepentingan dan berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan," tutur Ning Ita.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa di balik kemudahan atau hadiah yang diterima ASN, ada konsekuensi hukum yang sangat berat yang mengintai jika hal tersebut bertentangan dengan tugas dan kewajiban mereka.</p>
<p></p>
<p>Guna mengikis ketakutan di kalangan pegawai, Pemkot Mojokerto memastikan bahwa sistem pelaporan gratifikasi justru hadir sebagai perisai hukum, bukan jebakan bagi pegawai. </p>
<p></p>
<p>Melalui mekanisme pelaporan resmi, status setiap pemberian akan ditelaah secara objektif untuk memberikan kepastian hukum bagi penerimanya.</p>
<p></p>
<p>Ning Ita memastikan jaminan keamanan penuh tidak hanya berlaku bagi ASN, melainkan juga bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).</p>
<p></p>
<p>Jika mereka mengendus atau menjadi korban dari praktik gratifikasi, suap, hingga pemerasan, mereka diminta segera melapor ke Inspektorat Kota Mojokerto tanpa perlu khawatir akan adanya intimidasi atau sanksi internal.</p>
<p></p>
<p>"Saya mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menerapkan prinsip tolak, laporkan, dan hindari konflik kepentingan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui penguatan sosialisasi dan sistem pembelajaran digital (e-learning) ini, Pemerintah Kota Mojokerto membidik target jangka panjang: melahirkan birokrat yang tidak hanya paham aturan secara teori, tetapi juga memiliki nyali untuk mengeksekusinya di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Dengan pemahaman yang merata, ASN di Kota Mojokerto diharapkan mampu memetakan potensi konflik kepentingan sejak dini. </p>
<p></p>
<p>Langkah preventif yang agresif ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan Kota Mojokerto yang bersih, transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berintegritas. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BRIN Uji Pengembangan Pertanian Modern, Petani Kota Batu Diajak Adaptif Hadapi Perubahan Iklim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/brin-uji-pengembangan-pertanian-modern-petani-kota-batu-diajak-adaptif-hadapi-perubahan-iklim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/brin-uji-pengembangan-pertanian-modern-petani-kota-batu-diajak-adaptif-hadapi-perubahan-iklim</guid>
<description><![CDATA[ Dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi workshop BRIN menunjukkan besarnya potensi pertanian daerah yang dinilai layak menjadi laboratorium pengembangan inovasi nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a21492f6f7a3.webp" length="56078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 17:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BRIN, Pertanian Modern, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kota Batu kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan Kota Batu sebagai lokasi pelaksanaan workshop pertanian yang akan digelar pada 9 hingga 12 Juni 2026 di Balai Riset dan Pengembangan Mutu Pertanian (BRMP) Jestro, Desa Tlekung.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada (4/6/2026) bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan riset dan inovasi di sektor pertanian, sekaligus memperkenalkan konsep protected farming atau pertanian terlindungi yang dinilai mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.</p>
<p>"Dalam pertemuan tersebut, BRIN memaparkan berbagai teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi," urainya.</p>
<p>Heli menyambut positif dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian di masa depan.</p>
<p>Terlebih Kota Batu juga memiliki potensi pertanian yang besar sehingga kehadiran BRIN menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan riset dan teknologi agar petani semakin produktif, adaptif, dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.</p>
<p>Ia menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Kota Batu. Karena itu, pemanfaatan hasil riset dan inovasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>"Perkembangan teknologi pertanian sebenarnya mulai tumbuh dari kalangan petani sendiri. Sejumlah petani muda di Kota Batu bahkan telah melakukan berbagai eksperimen dan inovasi secara mandiri untuk meningkatkan hasil produksi maupun efisiensi usaha tani," ujarnya.</p>
<p>Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi yang berkembang di lapangan dapat terhubung dengan hasil riset yang dilakukan lembaga penelitian.</p>
<p>“Banyak petani muda yang sudah mulai melakukan inovasi sendiri. Ini harus didukung dengan transfer teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan agar hasilnya semakin optimal,” katanya.</p>
<p>Melalui workshop yang akan digelar BRIN, para petani nantinya tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknologi pertanian modern, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan para peneliti terkait berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem pertanian berbasis riset yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin dinamis. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Godok Raperda Minuman Beralkohol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-minuman-beralkohol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-godok-raperda-minuman-beralkohol</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Kartiyono, mengatakan raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD sebagai upaya memperkuat pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a213b7d0b4fc.webp" length="23448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 16:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, Raperda minuman Beralkohol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - DPRD Kabupaten Jombang mulai menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengawasan, Pengendalian Minuman Beralkohol serta Larangan Peredaran Minuman Oplosan. Pembahasan regulasi tersebut dilakukan dalam rapat yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Jombang, Kamis (4/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Kartiyono, mengatakan raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD sebagai upaya memperkuat pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Keberadaan regulasi baru diperlukan mengingat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2009 yang selama ini menjadi dasar pengaturan dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan regulasi nasional.</p>
<p></p>
<p>"Perda yang lama masih mengacu pada aturan terdahulu. Sementara saat ini sudah ada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2019. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian agar regulasi di daerah tetap relevan," ucap Kartiyono usai kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, penyusunan raperda tersebut juga didasari karakteristik Jombang yang dikenal sebagai kota santri, dengan banyak pondok pesantren yang telah berkembang sejak lama. Karena itu, negara dalam hal ini pemerintah daerah dinilai perlu hadir untuk mengendalikan peredaran minuman beralkohol agar tidak berkembang tanpa pengawasan.</p>
<p></p>
<p>Selain menyesuaikan regulasi nasional, DPRD juga menargetkan aturan tersebut dapat menjadi instrumen perlindungan, terutama bagi generasi muda dari dampak negatif penyalahgunaan minuman keras dan narkoba. Saat ini, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, raperda masih dalam tahap penyusunan. </p>
<p></p>
<p>DPRD telah beberapa kali melakukan pembahasan internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan komisi terkait, sebelum memasukkannya ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari proses penyusunan, DPRD juga menggelar uji publik dan konsultasi publik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin mendapatkan masukan, kritik, dan saran dari masyarakat. Jangan sampai regulasi ini hanya berdasarkan pandangan DPRD dan pemerintah, tetapi juga mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Jombang," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kartiyono menambahkan, keberadaan perda baru nantinya diharapkan mampu menutup celah hukum yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pihak tertentu dalam peredaran minuman beralkohol secara ilegal. Terkait maraknya penjualan minuman keras di sejumlah warung atau kios, ia menegaskan bahwa sebenarnya pemerintah telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk melakukan penindakan. </p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan regulasi nasional, pelaku usaha yang menjual atau menyediakan minuman beralkohol tanpa izin dapat dikenakan sanksi," bebernya.</p>
<p></p>
<p>"Satpol PP memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan berupa penyegelan, penutupan sementara hingga penyitaan barang bukti terhadap usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa izin," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Kartiyono, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Jombang tidak mengeluarkan izin bagi warung atau kios untuk menjual minuman beralkohol. "Karena itu, aktivitas penjualan yang dilakukan tanpa izin dapat langsung ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam raperda yang sedang disusun, DPRD juga akan mengatur secara lebih rinci mengenai lokasi atau kategori tempat yang diperbolehkan menjual minuman beralkohol sesuai aturan nasional. Beberapa di antaranya seperti hotel berbintang dan fasilitas tertentu yang memenuhi persyaratan. </p>
<p></p>
<p>"Namun ketentuan tersebut akan diatur secara ketat, agar tidak menimbulkan penyalahgunaan maupun peredaran minuman beralkohol secara bebas di wilayah Kabupaten Jombang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respons Lambat DLH Jombang Soal IPAL SPPG: Mengaku Masih Fokus Urus Aduan Lain</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respons-lambat-dlh-jombang-soal-ipal-sppg-mengaku-masih-fokus-urus-aduan-lain</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respons-lambat-dlh-jombang-soal-ipal-sppg-mengaku-masih-fokus-urus-aduan-lain</guid>
<description><![CDATA[ Pilihan pasif DLH Jombang itu disampaikan langsung Kepala Dinas Miftahul Ulum. Pihaknya belum ada arahan lebih lanjut dari BGN. Selain itu, pihak DLH Jombang mengaku masih fokus pada sejumlah aduan perihal lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a212ee23413b.webp" length="21048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, SPPG, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang belum mengambil tindakan pada 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai mendapat penghentian aktivitas oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Pilihan pasif DLH Jombang itu disampaikan langsung Kepala Dinas Miftahul Ulum. Pihaknya mebgaku belum ada arahan lebih lanjut dari BGN. Selain itu, pihak DLH Jombang mengaku masih fokus pada sejumlah aduan lain perihal lingkungan.</p>
<p>"Untuk saat ini kami masih menunggu koordinasi dan arahan dari BGN," ucap Ulum dalam pesan diterima wartawan, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Ulum belum bisa memastikan apakah fasilitas IPAL di masing-masing SPPG telah memenuhi ketentuan atau masih memerlukan perbaikan.</p>
<p>DLH Jombang bahkan mengaku belum menerima data awal kondisi IPAL di sejumlah SPPG yang dimaksud.</p>
<p>"Yang perlu dipastikan adalah tingkat kesesuaian fasilitas tersebut dengan standar yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.</p>
<p>Berdasar pengetahuannya, kapasitas layanan setiap SPPG diperkirakan berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 porsi makanan per hari.</p>
<p>"Jumlah produksi tersebut, kebutuhan pengelolaan limbah menjadi aspek penting harus diperhatikan untuk menjaga kualitas lingkungan dan keamanan pangan," ungkapnya.</p>
<p>BGN sendiri mengeluarkan regulasi penghentian sementara operasional tujuh SPPG di Kabupaten Jombang setelah hasil pendataan menunjukkan adanya persoalan terkait IPAL. Sejumlah fasilitas disebut belum tersedia atau belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.</p>
<p>Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang penghentian operasional sementara sejumlah SPPG di Jawa Timur.</p>
<p>Di Kabupaten Jombang, terdapat tujuh SPPG yang terdampak kebijakan tersebut, yaitu:</p>
<p>1. SPPG Jombang Diwek Cukir, dikelola Yayasan Segoro Agung Makmur. 2. SPPG Jombang Peterongan, dikelola Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum. 3. SPPG Jombang Candimulyo, dikelola Yayasan Garuda Bakti Nusantara Nganjuk. 4. SPPG Jombang Diwek Puton, dikelola Yayasan Ma'hadul Muta'allimin. 5. SPPG Jombang Plandaan Bangsri, dikelola Yayasan Kalimasada. 6. SPPG Jombang Kesamben Kedungbetik, dikelola Yayasan YPP Miftahul Ulum. 7. SPPG Jombang Sumobito Brudu, dikelola Yayasan Brudu Perkasa Raya.</p>
<p>Ketujuh SPPG tersebut dikelola oleh yayasan yang berbeda dan telah beroperasi sejak Agustus hingga November 2025. BGN menilai ketidaksesuaian fasilitas pengolahan limbah berpotensi memengaruhi standar kebersihan, mutu gizi, dan keamanan pangan dalam proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat program.</p>
<p>Berdasarkan regulasi yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada 2025, setiap SPPG wajib memiliki serta mengoperasikan IPAL sebelum membuang limbah cair ke lingkungan.</p>
<p>Aturan tersebut juga mengharuskan pengelola melakukan pemantauan kualitas air limbah secara berkala dan melaporkannya melalui sistem informasi lingkungan hidup. Selain memenuhi baku mutu air limbah, setiap SPPG diwajibkan menerapkan teknologi pengolahan yang sesuai dengan kapasitas produksinya guna mencegah pencemaran lingkungan.</p>
<p>Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan, belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian operasional tujuh SPPG di Jombang. Deni juga tidak merespons pesan upaya konfirmasi yang dikirim awak media maupun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi ketentuan IPAL yang dipersyaratkan.</p>
<p>Secara keseluruhan, tercatat 372 SPPG di Jawa Timur mendapat penghentian sementara dalam kategori perbaikan mayor karena persoalan pengelolaan air limbah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khawatir Jati Diri Daerah Tergerus, Dewan Kesenian Batu Desak Percepatan Perda Kebudayaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khawatir-jati-diri-daerah-tergerus-dewan-kesenian-batu-desak-percepatan-perda-kebudayaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khawatir-jati-diri-daerah-tergerus-dewan-kesenian-batu-desak-percepatan-perda-kebudayaan</guid>
<description><![CDATA[ Kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap industri pariwisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a210c123919d.webp" length="48148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 13:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DKKB, Audensi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) mulai mendorong penguatan kebijakan kebudayaan melalui penyusunan peta jalan (roadmap) pemajuan kebudayaan 2026–2030. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Batu yang membahas arah pembangunan kebudayaan di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata.</p>
<p></p>
<p>Ketua DKKB Kota Batu, Sunarto, pada Kamis (4/6/2026) menegaskan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, identitas budaya lokal perlu mendapat perhatian serius agar tidak tergerus oleh modernisasi.</p>
<p></p>
<p>"Potensi budaya Kota Batu sangat besar, tetapi tata kelolanya belum sebanding. Tantangan hari ini adalah pariwisata tumbuh jauh lebih cepat daripada kebudayaan, yang memicu hilangnya memori kolektif generasi muda dan fragmentasi komunitas budaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dimiliki DKKB, Kota Batu saat ini memiliki 179 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), 80 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), serta 23 Cagar Budaya yang telah ditetapkan. Selain itu, seluruh wilayah yang terdiri dari 19 desa dan lima kelurahan dinilai memiliki potensi budaya yang masih bisa terus dikembangkan.</p>
<p></p>
<p>Meski memiliki kekayaan budaya yang besar, Sunarto menilai dukungan regulasi dan kelembagaan masih belum memadai. Hingga saat ini, Kota Batu belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan sebagai payung hukum, belum tersedia infrastruktur budaya yang representatif, serta belum memiliki sistem data budaya yang terintegrasi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa DKKB periode 2021–2026 belum pernah menerima hibah pendanaan dari APBD Kota Batu untuk mendukung program-program kebudayaan. Sebagai solusi, DKKB mengajukan Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Kota Batu 2026–2030 yang memuat tujuh agenda strategis. Salah satu fokus utama yang didorong adalah percepatan pembahasan dan pengesahan Perda Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, DKKB juga mengusulkan penguatan kelembagaan agar memiliki legalitas yang lebih jelas dan profesional dalam menjalankan fungsi pembinaan seni dan budaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Agenda lainnya meliputi penyusunan Dana Kebudayaan Daerah yang berkelanjutan, pembangunan *Batu Cultural Hub* sebagai pusat aktivitas kebudayaan terpadu, penguatan Pokok Pikiran Kebudayaan Desa dan Kelurahan (PPKD), program regenerasi budaya melalui keterlibatan para maestro seni di sekolah, serta pembangunan Batu Cultural Data Center sebagai pusat integrasi data sejarah dan cagar budaya.</p>
<p></p>
<p>"Perda menjadi kebutuhan mendesak karena akan menjadi fondasi untuk menjalankan seluruh agenda pemajuan kebudayaan yang kami usulkan," kata Sunarto.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut audiensi, DKKB juga menyerahkan draf Letter of Intent (LoI) tentang Penguatan Tata Kelola Kebudayaan dan Ekosistem Kesenian Kota Batu. Dokumen tersebut diharapkan menjadi bentuk komitmen bersama antara legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas budaya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, DKKB bersama DPRD dan pemerintah daerah juga berencana membentuk Forum Kolaborasi Pemajuan Kebudayaan Kota Batu yang akan menjadi ruang koordinasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sunarto, pembangunan fisik dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya masyarakat agar Kota Batu tidak kehilangan jati dirinya di tengah perkembangan zaman.</p>
<p></p>
<p>"Kota yang maju bukan hanya yang membangun jalan dan gedung, tetapi yang mampu menjaga memori, identitas, dan kreativitas masyarakatnya. Kebudayaan bukan biaya pembangunan, melainkan investasi peradaban," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Pasuruan Perjuangkan Kepastian Hukum 34 Ribu Warga dalam Sengketa Lahan dengan TNI AL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-perjuangkan-kepastian-hukum-34-ribu-warga-dalam-sengketa-lahan-dengan-tni-al</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-perjuangkan-kepastian-hukum-34-ribu-warga-dalam-sengketa-lahan-dengan-tni-al</guid>
<description><![CDATA[ arapan itu mendapat respons positif setelah Komisi II DPR RI meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta Kementerian Keuangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a20ec888657d.webp" length="53532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 10:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><b><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">PASURUAN, SJP</span></b><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"> — Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan langsung aspirasi ribuan warga dari 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling ke hadapan Komisi II DPR RI. Langkah ini diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna menyelesaikan sengketa lahan antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan masyarakat yang telah berlangsung puluhan tahun.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dalam forum tersebut, Rusdi mendesak pemerintah pusat untuk segera menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Harapan itu mendapat respons positif setelah Komisi II DPR RI meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta Kementerian Keuangan. Koordinasi lintas kementerian ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian sengketa tanah di dua kecamatan tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Rapat penting ini dihadiri oleh perwakilan TNI, Kemendagri, Kementerian ATR/BPN, anggota DPRD Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Pasuruan, Camat Lekok, para kepala desa terdampak, serta perwakilan warga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><b><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dalam paparannya, Rusdi menjelaskan bahwa kawasan yang menjadi objek sengketa memiliki luas sekitar 3.676 hektare. Lahan ini dihuni oleh sekitar 34.313 jiwa atau 13.598 kepala keluarga. Ia menekankan bahwa desa-desa di wilayah sengketa tersebut sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1902, jauh sebelum Indonesia merdeka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan hadir untuk memfasilitasi persoalan sengketa lahan antara TNI AL dan warga di 10 desa. Tujuan kami adalah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada lembaga negara di tingkat pusat guna mendorong solusi terbaik dan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujar Rusdi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia menuturkan bahwa konflik agraria ini telah berlangsung sejak tahun 1960 dan hingga kini belum menemukan titik temu. Akibatnya, masyarakat harus hidup dalam ketidakpastian hukum selama lebih dari enam dekade.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Rusdi juga mengungkapkan dampak sosial yang serius akibat berlarut-larutnya kasus ini. Karena status lahan yang tidak jelas, berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten menjadi terhambat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Beberapa kendala pembangunan fasilitas publik di wilayah tersebut meliputi:fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan; penyediaan jaringan air minum dan sambungan listrik; akses internet dan pembangunan jalan dan saluran irigasi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Selain infrastruktur fisik, program sosial seperti bantuan sosial, program ketahanan pangan, hingga pembentukan berbagai layanan masyarakat juga belum dapat direalisasikan secara optimal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Harapan kami, dengan hadirnya pemerintah daerah, perwakilan warga, dan seluruh pihak dalam forum Komisi II DPR RI ini, akan lahir solusi terbaik yang memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkas Rusdi. <strong>(***)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; color: #1f1f1f; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulukerto Andalkan Konservasi Elang Jawa hingga Kopi Lereng Gunung untuk Harumkan Kota Batu di Lomba Desa Jatim 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulukerto-andalkan-konservasi-elang-jawa-hingga-kopi-lereng-gunung-untuk-harumkan-kota-batu-di-lomba-desa-jatim-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulukerto-andalkan-konservasi-elang-jawa-hingga-kopi-lereng-gunung-untuk-harumkan-kota-batu-di-lomba-desa-jatim-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian modern, serta inovasi pemberdayaan masyarakat, Bulukerto digadang-gadang akan memberikan hasil terbaik sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada tingkat provinsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2021fc84326.webp" length="41104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 20:15:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bulukerto, Lomba Desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, membawa sederet inovasi unggulan saat mewakili Kota Batu dalam Penilaian Paparan Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2026. Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, desa yang berada di kawasan lereng pegunungan itu menonjolkan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan pada Rabu (3/6/226) mengatakan terpilihnya Bulukerto sebagai wakil Kota Batu tidak lepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki desa tersebut. Salah satunya adalah komitmen menjaga kawasan konservasi dan perlindungan satwa langka.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Bulukerto memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan satwa, khususnya Elang Jawa yang keberadaannya menjadi salah satu ikon konservasi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Bulukerto merupakan kawasan konservasi lingkungan. Salah satu inovasi yang kami tawarkan adalah Perdes perlindungan satwa berupa Elang Jawa yang menjadi satu-satunya di Jawa Timur,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek konservasi, Bulukerto juga mengandalkan sektor perkebunan kopi yang berkembang di kawasan dengan ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Produksi kopi desa tersebut mencapai sekitar 16 ton dan telah dipasarkan hingga tingkat nasional.</p>
<p></p>
<p>“Produksi kopi kami sekitar 16 ton dan dipasarkan secara nasional. Sektor ini juga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Keunggulan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. Suhermawan menyebut sekitar 55 persen pasokan air untuk masyarakat Kota Batu bersumber dari kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Bulukerto juga mengembangkan inovasi pertanian melalui penggunaan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti tembakau, cengkeh, lidah buaya, lengkuas, daun salam, daun sirsak, dan serai merah.</p>
<p></p>
<p>“Inovasi ini mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan apresiasi atas capaian dan inovasi yang dikembangkan Desa Bulukerto. Menurutnya, partisipasi dalam lomba desa bukan semata mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Partisipasi ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata yang berdampak bagi kesejahteraan warga,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan Bulukerto menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, penguatan potensi lokal seperti pertanian, wisata, konservasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>“Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses penilaian, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan sejumlah masukan, di antaranya penguatan kelembagaan berbasis Surat Keputusan (SK) serta optimalisasi layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, Desa Bulukerto juga diharapkan agar dapat berkomitmen memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mengembangkan potensi wisata lokal dan pelatihan keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja baru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PHRI Kota Batu: Penguatan Dolar Belum Picu PHK, Namun Tekan Pendapatan Hotel dan Jam Kerja Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-penguatan-dolar-belum-picu-phk-namun-tekan-pendapatan-hotel-dan-jam-kerja-karyawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-penguatan-dolar-belum-picu-phk-namun-tekan-pendapatan-hotel-dan-jam-kerja-karyawan</guid>
<description><![CDATA[ Sistem Unpaid Leave dianggap sebagai problem solving dimana pembayaran upah disesuaikan dengan jumlah hari kerja yang dijalani karyawan. Langkah itu dinilai menjadi alternatif untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ff5c59454e.webp" length="20692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 16:59:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Unpaid Leave, Dollar Menguat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri mulai memberi dampak tidak langsung terhadap industri pariwisata di Kota Batu. Meski tingkat kunjungan wisata masih terjaga, pelaku usaha perhotelan mengaku menghadapi tekanan pada pendapatan akibat sulitnya menaikkan tarif kamar.</p>
<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi pada Rabu (3/6/2026) menjelaskan, penguatan dolar tidak berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Namun efek lanjutan dari perlambatan ekonomi dan berkurangnya daya beli masyarakat mulai dirasakan oleh industri perhotelan.</p>
<p>“Kalau penguatan dolar, dampak langsung ke pariwisata sebenarnya tidak ada. Tetapi dampak tidak langsungnya ada, terutama karena sektor industri dan produksi mengalami tekanan sehingga terjadi banyak pengurangan tenaga kerja di beberapa daerah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Sujud, kondisi tersebut membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk kebutuhan wisata dan akomodasi. Akibatnya, hotel-hotel di Kota Batu kesulitan menaikkan tarif kamar meskipun tingkat okupansi masih tergolong tinggi saat musim liburan.</p>
<p>Ia menyebut, pada momentum libur panjang terakhir tingkat hunian hotel sempat mencapai sekitar 80 persen. Namun harga kamar tidak bisa naik setinggi tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kalau dulu saat high season tarif kamar bisa naik sampai 50 persen. Kemudian turun menjadi sekitar 20 sampai 30 persen. Sekarang meskipun okupansi bagus, harga kamar masih banyak yang berada di level weekday,” jelasnya.</p>
<p>Penurunan daya beli tersebut juga tercermin dari penerimaan pajak sektor perhotelan dan restoran. Sujud mengatakan tren pendapatan industri pariwisata mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Kalau melihat data pajak daerah, penurunannya sekitar 10 persen pada periode 2023-2024, lalu turun lagi sekitar 20 sampai 30 persen pada 2024-2025. Ini menunjukkan pendapatan usaha memang sedang tertekan,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, PHRI memastikan hingga saat ini belum ada gelombang PHK di sektor perhotelan Kota Batu. Sebagai langkah efisiensi, sebagian hotel memilih menerapkan sistem unpaid leave (UL) atau pengurangan hari kerja bagi karyawan ketika tingkat hunian menurun.</p>
<p>Dalam skema tersebut, karyawan tetap dipertahankan, namun jadwal kerja disesuaikan dengan kondisi operasional hotel.</p>
<p>“Kalau PHK tidak ada. Yang dilakukan adalah unpaid leave atau pengurangan hari kerja. Ada yang menerapkan lima hari kerja dua hari libur, bahkan empat hari kerja tiga hari libur saat okupansi sedang rendah,” ungkapnya.</p>
<p>Kondisi tersebut sempat terjadi pada Maret hingga April lalu dan diperkirakan berpotensi kembali berlangsung pada periode sepi wisata, terutama Agustus dan September mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, Bupati Malang Rencanakan Perluasan Air Bersih untuk Daerah Kekeringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/melalui-perumda-tirta-kanjuruhan-bupati-malang-rencanakan-perluasan-air-bersih-untuk-daerah-kekeringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/melalui-perumda-tirta-kanjuruhan-bupati-malang-rencanakan-perluasan-air-bersih-untuk-daerah-kekeringan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang HM Sanusi menegaskan perluasan layanan air bersih ke wilayah rawan kekeringan menjadi prioritas pembangunan melalui Perumda Tirta Kanjuruhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fe511a053e.webp" length="36580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 15:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Bupati Malang, HM Sanusi, Tirta Kanjuruhan, Air Bersih, Malang Selatan, Gedangan, Pagak, Bantur, Kalipare, Sumbermanjing Wetan, Perumda Tirta Kanjuruhan, HUT Tirta Kanjuruhan, Infrastruktur, Pelayanan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperluas jaringan layanan air minum, khususnya ke kawasan Malang Selatan yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Sanusi saat menghadiri peringatan HUT ke-45 Perumda Tirta Kanjuruhan sekaligus membuka pelatihan calon pimpinan direksi di kantor Perumda Tirta Kanjuruhan, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Menurut Sanusi, sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Malang masih menjadi fokus pengembangan jaringan air bersih. Daerah seperti Gedangan, Bantur, Pagak, Donomulyo, Kalipare, hingga Sumbermanjing Wetan masuk dalam prioritas karena kerap menghadapi persoalan kekeringan saat musim kemarau.</p>
<p>"Wilayah yang sering mengalami kekeringan menjadi prioritas. Program ini terus berjalan secara bertahap dan kami berharap dapat dituntaskan hingga tahun 2027 dan 2028," ujar Sanusi kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebagian wilayah telah mulai menikmati layanan air bersih hasil pembangunan jaringan yang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan. Pada tahun ini, pengembangan jaringan akan dilanjutkan ke Kecamatan Pagak agar semakin banyak warga yang memperoleh akses air minum layak.</p>
<p>"Pembangunan terus dilakukan. Beberapa daerah sudah terlayani dan tahun ini dilanjutkan ke Pagak agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.</p>
<p>Selain membahas pengembangan layanan air bersih, Sanusi juga mengapresiasi perjalanan Perumda Tirta Kanjuruhan yang telah memasuki usia ke-45 tahun. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam operasionalnya.</p>
<p>"Pelayanan kepada masyarakat semakin baik karena sudah didukung teknologi informasi. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik," tuturnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Sanusi membuka pelatihan calon pimpinan direksi yang diikuti 30 peserta dari lingkungan Perumda Tirta Kanjuruhan. Ia menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan perusahaan.</p>
<p>"SDM yang berkualitas akan menentukan kemajuan perusahaan. Karena itu pelatihan dan sertifikasi perlu terus dilakukan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai aturan dan target yang ditetapkan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan H. Syamsul Hadi mengatakan peringatan HUT ke-45 tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas pegawai sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan perusahaan.</p>
<p>"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang mampu melanjutkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Syamsul.</p>
<p>Selain pelatihan, rangkaian peringatan HUT ke-45 Perumda Tirta Kanjuruhan juga diisi kegiatan outbound bagi karyawan dan bakti sosial di Kecamatan Gedangan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerindra Pasuruan Dukung Pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerindra-pasuruan-dukung-pencopotan-dadan-hindayana-dari-kepala-badan-gizi-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerindra-pasuruan-dukung-pencopotan-dadan-hindayana-dari-kepala-badan-gizi-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Perombakan ini diharapkan mampu memaksimalkan pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu agenda unggulan nasional sejak masa kampanye pilpres. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif presiden yang didukung penuh oleh seluruh jajaran partai di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fa0608c810.webp" length="50902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 11:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, DPC Gerindra Kabupaten Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — <span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu langkah strategis tersebut adalah mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Keputusan ini diumumkan resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara pada Selasa (2/6/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan, H. M. Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa kebijakan penyegaran struktur ini sangat krusial untuk mengoptimalkan program kerja lembaga ke depan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Kami dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan mendukung sepenuhnya pergantian Kepala BGN. Semoga langkah ini membuat program kerja BGN semakin baik dan berdampak luas bagi masyarakat," ujar Rusdi saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Rusdi menambahkan bahwa perombakan ini diharapkan mampu memaksimalkan pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu agenda unggulan nasional sejak masa kampanye pilpres. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif presiden yang didukung penuh oleh seluruh jajaran partai di daerah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Selain posisi Kepala BGN yang kini dijabat oleh Nanik Sudaryati Deyang (sebelumnya Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi), Presiden Prabowo juga mengganti posisi Wakil Kepala BGN. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung tersebut kini resmi dialihkan kepada Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Melalui restrukturisasi ini, DPC Gerindra Kabupaten Pasuruan optimistis implementasi kebijakan strategis nasional di bidang ketahanan gizi dapat berjalan secara lebih efektif, responsif, dan tepat sasaran. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Editor: Syaiful Aries</span></strong><o:p></o:p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-iduladha-dan-hari-lahir-pancasila-ribuan-penumpang-padati-stasiun-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-iduladha-dan-hari-lahir-pancasila-ribuan-penumpang-padati-stasiun-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kurun waktu 26 Mei hingga 1 Juni 2026, stasiun tersebut melayani total 9.171 penumpang yang datang maupun berangkat menggunakan kereta api. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1f81276f88e.webp" length="55260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 09:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Penumpang, KA, Stasiun Blitar, Libur Panjang, Idul Adha, Hari Lahir Pancasila, Blitar, Ribuan .</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Stasiun Blitar mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang Iduladha 1447 Hijriah dan Hari Lahir Pancasila.</p>
<p></p>
<p>Dalam kurun waktu 26 Mei hingga 1 Juni 2026, stasiun tersebut melayani total 9.171 penumpang yang datang maupun berangkat menggunakan kereta api.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, jumlah tersebut terdiri atas 4.687 pelanggan yang tiba di Stasiun Blitar dan 4.484 pelanggan yang berangkat menuju berbagai daerah tujuan.</p>
<p></p>
<p>Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa tingginya jumlah penumpang menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian selama masa libur panjang.</p>
<p></p>
<p>"Antusiasme masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama long weekend Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila sangat tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya volume pelanggan yang kami layani di berbagai stasiun wilayah Daop 7, termasuk Stasiun Blitar," ujarnya, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Selama periode libur panjang tersebut, aktivitas di Stasiun Blitar terpantau ramai. Penumpang silih berganti datang dan berangkat, baik untuk keperluan mudik, berwisata, maupun mengunjungi keluarga di kampung halaman.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, wilayah Daop 7 Madiun melayani 114.893 pelanggan sepanjang 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Jumlah itu terdiri atas 57.830 pelanggan kedatangan dan 57.063 pelanggan keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Kalau total di wilayah Daop 7 Madiun, melayani 114.893 pelanggan selama libur panjang periode itu," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Dengan total lebih dari 9 ribu penumpang yang dilayani dalam sepekan, Stasiun Blitar kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul transportasi penting di wilayah selatan Jawa Timur yang mendukung mobilitas masyarakat selama momentum libur nasional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Jemaah Haji Lansia asal Kabupaten Blitar Wafat di Makkah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-jemaah-haji-lansia-asal-kabupaten-blitar-wafat-di-makkah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-jemaah-haji-lansia-asal-kabupaten-blitar-wafat-di-makkah</guid>
<description><![CDATA[ Ketiga jemaah yang wafat masing-masing Muhadi (85), warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi; Komarudin (85), warga Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu; dan Multazamah (66), warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1f8175739cd.webp" length="29934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 08:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jemaah Haji, Tiga Orang, Asal, Kabupaten Blitar, Meninggal Dunia, Lansia, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP </strong>— Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang tengah menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Tiga jemaah dilaporkan meninggal dunia saat berada di Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Ketiga jemaah yang wafat masing-masing Muhadi (85), warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi; Komarudin (85), warga Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu; dan Multazamah (66), warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Purnomo, mengatakan bahwa seluruh jemaah yang meninggal dunia merupakan kelompok lanjut usia (lansia).</p>
<p></p>
<p>"Ketiganya merupakan jemaah lansia. Dua orang wafat pada 30 Mei 2026 dan satu orang lainnya pada 1 Juni 2026," ujar Purnomo, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, ketiga jemaah tersebut tidak menjalani perawatan di rumah sakit sebelum meninggal dunia. Mereka wafat saat berada di hotel tempat menginap setelah menjalankan rangkaian aktivitas ibadah.</p>
<p></p>
<p>Purnomo menjelaskan, kondisi usia yang sudah lanjut menjadi faktor utama. Para jemaah sebelumnya masih mengikuti kegiatan ibadah sebagaimana mestinya, kemudian beristirahat di kamar hotel sebelum akhirnya meninggal dunia.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada yang meninggal di rumah sakit. Mereka berada di hotel, beristirahat setelah beraktivitas, lalu wafat," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seluruh jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi dimakamkan di Makkah. Pihak keluarga di tanah air juga telah menerima informasi terkait kabar duka tersebut.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kabar tersebut, pelaksanaan ibadah haji jemaah asal Kabupaten Blitar secara umum berjalan lancar. Purnomo menyebut sebagian besar jemaah telah menyelesaikan tawaf ifadah yang menjadi salah satu rangkaian penting dalam penyempurnaan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, seluruh rombongan saat ini dalam kondisi baik dan sudah melaksanakan tawaf ifadah," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tahun ini, Kabupaten Blitar memberangkatkan 915 calon jemaah haji yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).</p>
<p></p>
<p>Kloter 106 bergabung dengan jemaah dari Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek, kloter 107 dan 108 diisi penuh oleh jemaah Kabupaten Blitar, sedangkan kloter 10 ror 109 bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>Para jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada akhir Juni 2026. Berdasarkan jadwal yang diterima Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, rombongan diperkirakan tiba di Surabaya pada 28 hingga 29 Juni 2026. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo Copot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, Diganti Nanik S Deyang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-copot-dadan-hindayana-sebagai-kepala-bgn-diganti-nanik-s-deyang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-copot-dadan-hindayana-sebagai-kepala-bgn-diganti-nanik-s-deyang</guid>
<description><![CDATA[ Langkah itu diambil disebut sebagai bagian dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kementerian dan lembaga negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ef2071cd78.webp" length="21606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 22:08:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>BGN, SPPG, MBG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan total pada jajaran pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p></p>
<p>Posisi Kepala BGN yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana, kini resmi dialihkan kepada Nanik S Deyang. </p>
<p></p>
<p>Langkah itu diambil disebut sebagai bagian dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kementerian dan lembaga negara.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan pencopotan Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN terdahulu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam (2/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergeseran posisi ini merupakan langkah untuk memastikan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal. </p>
<p></p>
<p>BGN dinilai memiliki fungsi vital dalam mengeksekusi program prioritas pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan publik.</p>
<p></p>
<p>Sebelum dipercaya memimpin lembaga ini, Nanik S Deyang menduduki posisi sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Rekam jejaknya di bidang pengawasan publik diharapkan mampu membawa transparansi baru di tubuh organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Deyang sebagai kepala Badan Gizi Nasional yang baru," kata Prasetyo dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk memperkuat manajemen lembaga, Presiden Prabowo Subianto juga melantik dua figur baru guna mengisi pos wakil kepala. Posisi Wakil Kepala BGN kini dijabat oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, menggantikan jajaran pimpinan lama yang didepak dalam restrukturisasi ini.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Nanik S Deyang untuk segera mengatasi berbagai tantangan sektoral, mempercepat realisasi program prioritas, serta membenahi tata kelola organisasi secara menyeluruh. Hubungan sinergis lintas sektor menjadi poin utama yang digarisbawahi oleh pihak Istana.</p>
<p></p>
<p>"Kepada tiga pimpinan baru BGN, kami berharap agar segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan BGN, serta meningkatkan sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, serta memastikan seluruh program BGN dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," pesan Prasetyo.</p>
<p></p>
<p>Melalui penyegaran struktur struktural ini, jajaran pimpinan baru diharapkan dapat memberikan dampak instan yang konkret bagi peningkatan kualitas gizi serta derajat kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia secara merata. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tuntaskan Infrastruktur, Pemkab dan DPRD Gresik Kejar Perbaikan Jalan Poros Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tuntaskan-infrastruktur-pemkab-dan-dprd-gresik-kejar-perbaikan-jalan-poros-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tuntaskan-infrastruktur-pemkab-dan-dprd-gresik-kejar-perbaikan-jalan-poros-desa</guid>
<description><![CDATA[ Acara tersebut menghadirkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti, sejumlah kepala OPD, kepala desa, dan insan media. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ec11f95ba5.webp" length="34646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 19:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, DPRD Gresik, KWGE</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> – Di tengah tantangan keterbatasan keuangan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Gresik sepakat untuk memprioritaskan perbaikan jalan poros desa (JPD).</p>
<p></p>
<p>Komitmen bersama ini mengemuka dalam acara dialog publik yang diinisiasi oleh DPRD Gresik berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Acara tersebut menghadirkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti, sejumlah kepala OPD, kepala desa, dan insan media.</p>
<p></p>
<p>"Kami fokus jalan poros desa, di tengah efisiensi anggaran desa, kami komitmen belanja kami di belanja modal untuk memenuhi 40 persen mandatory spending yang diamanatkan undang-undang,” kata Bupati Yani.</p>
<p></p>
<p>Yani mengatakan, hampir seluruh usulan Musrenbang maupun reses dewan menempatkan perbaikan JPD sebagai kebutuhan utama masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap adanya dukungan legislatif dapat mengawal proses pembangunan hingga pelelangan agar tidak menimbulkan persoalan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, menyatakan komitmen legislatif mendorong percepatan pembangunan JPD.</p>
<p></p>
<p>“Kebutuhan penuntasan jalan poros desa sangat besar. Tugas kami di DPRD adalah menentukan skala prioritas berdasarkan hasil musrenbang, pokok-pokok pikiran dewan, dan hasil reses,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Syahrul menekankan pengawasan pembangunan jalan membutuhkan peran aktif masyarakat dan media.</p>
<p></p>
<p>“Kalau ada persoalan di lapangan silakan dilaporkan kepada kami. Harapannya semua pihak bisa bersama-sama mengawal pembangunan agar berjalan lebih baik dan produktif,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sedangkan Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti menyebut, perbaikan JPD tetap menjadi prioritas APBD 2026.</p>
<p></p>
<p>Dari total sebanyak 218 ruas jalan di Kabupaten Gresik, ada 22 ruas jalan yang balal diprioritaskan dalam Perubahan APBD 2026.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan, prioritas perbaikan JPD dilakukan di Gresik wilayah selatan yang kerap terdampak banjir.</p>
<p></p>
<p>“Kami mulai menggunakan konstruksi beton pada sejumlah ruas karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi lapangan dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Percepat PSN, Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/percepat-psn-pangdam-vbrawijaya-tinjau-lokasi-pembangunan-yonif-teritorial-pembangunan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/percepat-psn-pangdam-vbrawijaya-tinjau-lokasi-pembangunan-yonif-teritorial-pembangunan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau kesiapan lahan seluas 51,83 hektare di Bondowoso untuk pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan yang menjadi bagian program strategis nasional penguatan pertahanan dan ketahanan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ea313bdd5a.webp" length="89342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 16:36:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pangdam, TNI, PSN, Hon TP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di berbagai daerah. Salah satunya direncanakan berdiri di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.</p>
<p>Sebagai bagian dari percepatan program strategis tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung lokasi calon pembangunan Yonif TP di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/6/2026).</p>
<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat tersebut.</p>
<p>Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pangdam meninjau lahan seluas sekitar 51 hektare milik Perhutani yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan batalyon.</p>
<p>Kehadiran satuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, sarana pendukung, serta kondisi geografis yang akan menunjang proses pembangunan Yonif TP.</p>
<p>"Peninjauan ini dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan optimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>Program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional melalui konsep pembangunan teritorial yang terintegrasi.</p>
<p>"Kesiapan lahan terus dimatangkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat sekitar," katanya.</p>
<p>Di lokasi peninjauan, Letkol Inf Prawito memaparkan secara langsung kepada Pangdam V/Brawijaya dan rombongan mengenai kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung pembangunan, mulai dari aspek pertahanan, administrasi, geografis, sosial, hingga kondisi ekonomi masyarakat sekitar.</p>
<p>Pembangunan Yonif TP di Bondowoso diharapkan mampu memberikan manfaat strategis bagi pertahanan wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Keberadaan batalyon tersebut juga diproyeksikan memperkuat pembinaan teritorial, meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pembangunan wilayah terpadu. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Arahkan Program TJSLBU Dukung Pendidikan, Ekonomi Rakyat hingga Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-arahkan-program-tjslbu-dukung-pendidikan-ekonomi-rakyat-hingga-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-arahkan-program-tjslbu-dukung-pendidikan-ekonomi-rakyat-hingga-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ TJSLBU sendiri ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7c102192b.webp" length="15622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, TJSLBU, Program Prioritas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>– Pemerintah Kota Batu mulai menyelaraskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) dengan sejumlah prioritas pembangunan daerah tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan agar kontribusi dunia usaha tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mendukung langsung program strategis yang telah ditetapkan dalam RKPD dan KUA-PPAS 2026.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (2/6/2027) menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan badan usaha menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pembangunan daerah di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan TJSLBU harus diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga penanganan persoalan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>“Program TJSLBU harus selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik, manfaatnya akan lebih terasa bagi masyarakat dan mampu memperkuat capaian program pemerintah,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pembangunan Kota Batu pada 2026 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dukungan dunia usaha dapat diarahkan untuk memperkuat program pendidikan, termasuk Program 1.000 Sarjana yang memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa asli Kota Batu, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.</p>
<p></p>
<p>Selain sektor pendidikan, penguatan ekonomi rakyat juga menjadi prioritas. Pemkot Batu tengah menyiapkan sejumlah program strategis seperti pembangunan Mal UMKM untuk mendukung pemasaran produk lokal, pengembangan sektor pertanian modern melalui laboratorium kultur jaringan, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Dunia usaha memiliki peran besar dalam membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Di sektor lingkungan, Heli menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, program TJSLBU diharapkan dapat mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang tengah menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi untuk mendukung pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Mulai dari pembangunan jalan, pedestrian ramah pejalan kaki, hingga fasilitas olahraga dan ruang publik lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Melalui TJSLBU, kami ingin membangun kolaborasi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Harapannya, seluruh program yang dijalankan dapat mendukung visi pembangunan Kota Batu sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>12.824 Warga Datangi MPP Among Warga dalam Tiga Bulan, Layanan Disdukcapil dan BPJS Paling Diburu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/12824-warga-datangi-mpp-among-warga-dalam-tiga-bulan-layanan-disdukcapil-dan-bpjs-paling-diburu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/12824-warga-datangi-mpp-among-warga-dalam-tiga-bulan-layanan-disdukcapil-dan-bpjs-paling-diburu</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya angka kunjungan selama triwulan pertama 2026 menunjukkan bahwa MPP Among Warga telah berkembang menjadi pusat layanan publik yang dipercaya masyarakat Kota Batu. Ke depan, peningkatan kualitas layanan berbasis digital, integrasi sistem antrean, serta penguatan fasilitas pendukung menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemkot Batu untuk mewujudkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d64923dd24.webp" length="22704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 18:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mpp, Kunjungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga Kota Batu semakin menjadi tujuan utama masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Sepanjang Triwulan I tahun 2026, jumlah kunjungan ke pusat layanan terpadu tersebut mencapai 12.824 orang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan pada Senin (1/6/2026) menegaskan berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan selama periode Januari hingga Maret 2026. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan layanan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan yang tersedia di dalam MPP.</p>
<p></p>
<p>“Kepercayaan masyarakat yang mencapai lebih dari 12 ribu kunjungan dalam tiga bulan ini adalah modal besar. Ini menunjukkan bahwa konsep integrasi layanan di MPP Among Warga berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kota Batu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan statistik kunjungan, layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu menjadi yang paling banyak diakses masyarakat dengan total 3.731 kunjungan. Posisi kedua ditempati layanan BPJS Kesehatan yang mencatatkan 3.344 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, layanan Bank Jatim mencatat 1.514 kunjungan, disusul Badan Pendapatan Daerah Kota Batu sebanyak 1.154 kunjungan dan Dinas Kesehatan Kota Batu dengan 821 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, layanan lain yang juga cukup banyak dimanfaatkan masyarakat adalah DPMPTSP sebanyak 397 kunjungan, BPJS Ketenagakerjaan 393 kunjungan, Online Single Submission (OSS) 373 kunjungan, Pojok Baca 280 kunjungan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan 260 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>"Meski angka kunjungan tergolong tinggi, Aries menilai masih banyak ruang yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan sistem antrean daring yang lebih terintegrasi, terutama untuk layanan dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Disdukcapil dan BPJS Kesehatan.</p>
<p></p>
<p>“Mengingat tingginya kunjungan di sektor premium seperti Disdukcapil dan BPJS Kesehatan, ke depan diperlukan sistem antrean online yang lebih terintegrasi melalui aplikasi. Hal ini penting agar masyarakat tidak perlu mengantre lama di lokasi fisik,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia juga mendorong penambahan mesin layanan mandiri untuk kebutuhan pengecekan data maupun pencetakan dokumen sehingga kepadatan di loket pelayanan dapat dikurangi.</p>
<p></p>
<p>Sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab pada infrastruktur digital, Diskominfo Kota Batu juga memastikan dukungan jaringan internet di kawasan MPP terus diperkuat. Hal itu penting untuk mendukung kelancaran pelayanan berbasis sistem elektronik, termasuk layanan OSS yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya berfokus pada pelayanan administrasi, Aries juga menilai fasilitas pendukung seperti Pojok Baca dan area ramah anak perlu terus dioptimalkan agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu tunggu secara lebih nyaman dan produktif.</p>
<p></p>
<p>“Kami dari Diskominfo siap mendukung penuh dari sisi integrasi sistem informasi dan penyediaan infrastruktur smart city. Tujuannya satu, bagaimana agar masyarakat yang datang ke MPP Among Warga pulang dengan senyuman karena urusannya selesai dengan cepat, transparan, dan tanpa ribet,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Lahir Pancasila di Kota Batu, Plt Wali Kota Ajak Nilai Pancasila Hadir dalam Pelayanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-lahir-pancasila-di-kota-batu-plt-wali-kota-ajak-nilai-pancasila-hadir-dalam-pelayanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-lahir-pancasila-di-kota-batu-plt-wali-kota-ajak-nilai-pancasila-hadir-dalam-pelayanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Melalui peringatan Harlah Pancasila Pemerintah Kota Batu berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi nilai utama Pancasila dapat terus terjaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d6400a080d.webp" length="34204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 18:15:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hari Lahir Pancasila, Upacara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Pemerintah Kota Batu memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan menggelar upacara di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (1/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan kembali komitmen seluruh elemen pemerintahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (1/6/2026) saat bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan bangsa di era global.</p>
<p></p>
<p>"Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia," urainya.</p>
<p></p>
<p>Terlebih berdasarkan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam membangun kehidupan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Heli mengatakan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Nilai keadilan sosial, kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan pembangunan,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam amanat tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa agar tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai dasar negara secara formal, tetapi juga sebagai ideologi yang hidup dan menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pancasila harus terus menjadi landasan dalam membangun Kota Batu yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Talut Jalan di Jogomerto Nganjuk Disoal Warga, Pemdes Sebut Sesuai Aturan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-talut-jalan-di-jogomerto-nganjuk-disoal-warga-pemdes-sebut-sesuai-aturan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-talut-jalan-di-jogomerto-nganjuk-disoal-warga-pemdes-sebut-sesuai-aturan</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data teknis, talut tersebut dibangun dengan spesifikasi panjang sekitar 170 meter, lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 30 sentimeter, serta ketinggian mencapai 80 sentimeter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d47def1f77.webp" length="75008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek Talut, gunakan anggaran DD tahun 2026, TPT Talut jalan, PK Mudin Sulur, Pekerja warga Desa, Papan nama proyek, Pemdes Jogomerto, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau talut jalan di Dusun Sulur RT 04, RW 01, Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, disoal warga terkait transparansi anggaran dan pemanfaatan tenaga kerja lokal.</p>
<p></p>
<p>Proyek infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 ini menelan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp53.947.200. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data teknis, talut tersebut dibangun dengan spesifikasi panjang sekitar 170 meter, lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 30 sentimeter, serta ketinggian mencapai 80 sentimeter.</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pelaksana Kegiatan (PK) proyek, Mukit, menjelaskan bahwa pembangunan talut ini dianggap penting bagi mobilitas ekonomi warga. Akses jalan tersebut merupakan jalur vital bagi armada pengangkut hasil panen padi yang kondisinya kerap mengalami kerusakan struktural akibat beban kendaraan berat.</p>
<p></p>
<p>"Pekerjaan talut ini memang sangat mendesak karena kondisi jalan yang bergelombang akibat sering dilalui truk pengangkut padi. Jalan ini akses utama untuk panen dan mendukung ketahanan pangan," ujar Mukit yang juga menjabat sebagai Mudin Desa Jogomerto kepada media, Senin (1/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Mukit juga memberikan klarifikasi resmi terkait rumor yang beredar di masyarakat mengenai keterlibatan tenaga kerja dari luar daerah. </p>
<p></p>
<p>Ia membantah keras kabar tersebut dan memastikan seluruh pengerjaan dari awal hingga saat ini murni memberdayakan masyarakat setempat demi mendongkrak perekonomian warga sekitar.</p>
<p></p>
<p>"Setiap kegiatan di wilayah Jogomerto, saya pastikan menggunakan warga sekitar lingkungan. Kami hanya membawa satu tukang dari Jogomerto, tidak ada dari luar daerah," tegas Mukit.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Mukit, Ketua RT setempat, Sukamto, membenarkan bahwa seluruh tenaga kerja yang dikerahkan berasal dari lingkungan RT 01 hingga RT 04, ditambah satu pekerja dari wilayah tetangga, yakni Sukorejo. </p>
<p></p>
<p>"Semua pekerja berasal dari lingkungan terdekat karena wilayah kami memang bersebelahan," kata Sukamto saat dikonfirmasi di lokasi proyek.</p>
<p></p>
<p>Meskipun pengerjaan diklaim telah memberdayakan warga lokal, proyek ini sempat memicu desas-desus negatif akibat tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pembangunan pada awal pelaksanaan. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiadaan papan nama tersebut sempat memunculkan spekulasi liar di kalangan warga, termasuk isu adanya pekerja yang meninggalkan proyek.</p>
<p></p>
<p>Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa papan informasi tersebut baru dipasang setelah sempat kosong selama dua hari. </p>
<p></p>
<p>"Baru dipasang itu, Pak. Sebelumnya saya cek dua hari tidak ada papan namanya," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Desa Jogomerto, Wiwik, memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian administrasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa papan informasi yang memuat detail anggaran kini sudah kembali dipasang.</p>
<p></p>
<p>"Sejak awal saya sudah perintahkan untuk memasang papan proyek. Kami memohon maaf atas adanya keterlambatan (pemasangan) tersebut," tutur Wiwik.</p>
<p></p>
<p>Wiwik kembali menegaskan bahwa proyek talut senilai Rp53,9 juta ini sepenuhnya dibiayai oleh Dana Desa TA 2026 dan seluruh pekerja wajib ber-KTP Desa Jogomerto sebagai bentuk transparansi dan komitmen pemberdayaan masyarakat desa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Aktivis &amp;apos;80&amp;an, FKAPD Nganjuk Siap Kawal Regulasi Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-aktivis-80-an-fkapd-nganjuk-siap-kawal-regulasi-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-aktivis-80-an-fkapd-nganjuk-siap-kawal-regulasi-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Fokus terdekat forum ini adalah mengawal regulasi peraturan pelaksanaan dari Perda yang baru saja diparipurnakan dan disahkan oleh DPRD Kabupaten Nganjuk pada 20 Mei lalu, agar implementasinya berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi pemerintahan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d3ee111ce7.webp" length="56220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 15:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Deklarasi FKAPD, Perangkat Desa, Aktifis 80, Angkatan 579, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pasca-dideklarasikan beberapa waktu lalu, Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD) Kabupaten Nganjuk langsung bergerak cepat. Forum ini menggelar agenda syukuran sekaligus pertemuan penting untuk membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta menyusun program kerja ke depan, yang dilaksanakan di WTC Pehserut, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Penyelenggara FKAPD, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa setelah deklarasi resmi dilakukan pada 28 Mei lalu, pertemuan kali ini difokuskan sebagai bentuk syukur sekaligus momentum untuk membentuk dan menetapkan kepengurusan resmi bersama para anggota yang hadir.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini intinya syukuran sekaligus membahas masalah AD/ART dan program kerja FKAPD. Tujuannya jelas, karena ini wadah aspirasi masyarakat dari berbagai unsur termasuk profesi, pegiat, praktisi hukum, hingga akademisi kita akan mengawasi dan mengawal pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) maupun regulasi yang ada di Kabupaten Nganjuk. Kami ingin memastikan regulasi tersebut selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi demi kemajuan Nganjuk," ujar Iwan Setiawan saat diwawancarai Suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Iwan menambahkan bahwa fokus terdekat forum ini adalah mengawal regulasi peraturan pelaksanaan dari Perda yang baru saja diparipurnakan dan disahkan oleh DPRD Kabupaten Nganjuk pada 20 Mei lalu, agar implementasinya berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi pemerintahan desa.</p>
<p></p>
<p>Dukungan terhadap pergerakan FKAPD juga datang dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MaPak (Masyarakat Peduli Anti Korupsi) Nganjuk, Supriono. </p>
<p></p>
<p>Ia menyatakan bahwa kehadiran forum ini sangat krusial untuk menjadi wadah perjuangan bagi hak-hak perangkat desa yang selama ini dirugikan oleh aturan yang dinilai tumpang-tindih.</p>
<p></p>
<p>"In praktiknya sekarang ini, banyak perangkat desa yang dirugikan. Waktu diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, masa pensiun mereka seharusnya sampai usia 64 tahun. Namun kenyataannya, sekarang banyak yang sudah menerima SK pensiun di usia 60 tahun. Ini kan menyalahi aturan karena aturan tidak berlaku surut," tegas Supriono.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya bagian hukum harus lebih "melek hukum" dan tidak memotong hak masa bakti perangkat desa secara sepihak hingga empat tahun masa jabatan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan dibentuknya forum ini, kami berharap pihak Pemda maupun DPRD tidak menutup mata dan mau mendengarkan suara rakyat. Jangan sampai merugikan mereka yang sudah mengabdi, tetapi haknya justru dikurangi," pungkas pria yang akrab disapa Pri Rangket ini.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, kata Supriono, saat ini tercatat masih ada sekitar 350 perangkat desa aktif dengan status pengangkatan regulasi lama yang hak masa baktinya terancam terpangkas.</p>
<p></p>
<p>"Ini sudah jelas merugikan para perangkat desa se-Kabupaten Nganjuk. Sekarang ini masih ada sekitar 350-an orang yang belum pensiun. Mereka semua diangkat berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1979. Oleh karena itu, kami meminta dengan sangat kepada pihak Pemdes (Pemerintahan Desa) maupun Pemda untuk memberikan perhatian serius terhadap regulasi ini," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Forum ini berkomitmen penuh untuk mengawal kebijakan daerah secara objektif demi menjaga keadilan bagi aparatur desa dan masyarakat Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Moto kami adalah: Independen, Kritis, Partisipatif!" seru seluruh anggota forum secara kompak di akhir pertemuan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Pergolakan Global, Pemkab Mojokerto Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-pergolakan-global-pemkab-mojokerto-tegaskan-pancasila-sebagai-fondasi-perdamaian-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-pergolakan-global-pemkab-mojokerto-tegaskan-pancasila-sebagai-fondasi-perdamaian-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Muhammad Albarra membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan peta politik global saat ini, yaitu &quot;Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d1bdfeb566.webp" length="49142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 09:57:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan merefleksikan kembali peran ideologi bangsa di kancah internasional. </p>
<p></p>
<p>Di tengah situasi geopolitik dunia yang masih dinamis dan penuh pergolakan, Pancasila dinilai bukan sekadar simbol pemersatu domestik, melainkan juga instrumen strategis dalam merajut perdamaian global.</p>
<p></p>
<p>Pesan kuat tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Senin (1/6/2026) pagi. </p>
<p></p>
<p>Upacara yang berlangsung khidmat sekaligus atraktif ini dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran pimpinan daerah tampak lengkap dengan didampingi Wakil Bupati Moch. Rizal Octavian serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Dalam amanatnya, Bupati Muhammad Albarra membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan peta politik global saat ini, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".</p>
<p></p>
<p>Melalui pidato yang dibacakan oleh Bupati, Kepala BPIP menekankan bahwa nilai-nilai universal yang terkandung dalam lima sila Pancasila memiliki daya laku melampaui batas-batas kedaulatan NKRI.</p>
<p></p>
<p>"Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, melalui pidato yang dibacakan oleh Bupati Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Bupati yang karib disapa Gus Barra itu mengelaborasi bahwa peran aktif dalam menjaga stabilitas internasional merupakan mandat hukum tertinggi negara. Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk tidak bersikap pasif terhadap konflik antarbangsa yang terjadi hari ini.</p>
<p></p>
<p>"Sesuai amanat pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ucap Gus Barra pada pidato yang sama.</p>
<p></p>
<p>Pada bagian akhir pembacaan amanat, Muhammad Albarra menyampaikan seruan BPIP kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Mojokerto, untuk membumikan nilai religiusitas sekaligus kemanusiaan sebagai fondasi ketahanan bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita, mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya," tandasnya. </p>
<p></p>
<p>Kendati sarat akan pesan ideologis yang mendalam, jalannya upacara tetap disajikan secara dinamis dan menarik perhatian peserta. Pihak panitia berhasil memadukan unsur formal kenegaraan dengan unjuk bakat generasi muda daerah, sehingga memecah kekakuan upacara resmi tanpa mengurangi esensi kesakralannya.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara diawali dengan penampilan memukau dari "Polisi Cilik" yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN Trowulan. Penampilan pra-acara ini menyuguhkan formasi baris-berbaris yang presisi, tangkas, dan atraktif, yang langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran Forkopimda serta tamu undangan.</p>
<p></p>
<p>Memasuki acara inti, prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan dengan disiplin tinggi oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Mojokerto tahun 2025. Kedisiplinan formasi Paskibra tersebut bergerak harmonis dengan iringan musik instrumental megah yang dibawakan secara langsung oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Melalui perpaduan khidmatnya upacara dan keterlibatan aktif generasi muda ini, Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum nyata untuk reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>92 Personel Polres Probolinggo Disiagakan, Pengamanan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo Diperketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/92-personel-polres-probolinggo-disiagakan-pengamanan-yadnya-kasada-2026-di-gunung-bromo-diperketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/92-personel-polres-probolinggo-disiagakan-pengamanan-yadnya-kasada-2026-di-gunung-bromo-diperketat</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 92 personel Polres Probolinggo disiagakan untuk mengamankan rangkaian Upacara Yadnya Kasada 2026 di kawasan Gunung Bromo. Pengamanan dilakukan di jalur menuju lokasi, Pura Luhur Poten, lautan pasir hingga Kawah Bromo guna memastikan tradisi sakral masyarakat Tengger berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Puncak ritual labuh sesaji akan digelar pada Senin dini hari (1/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ad59a5ec5c.webp" length="41608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 20:32:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, GunungBromo, YadnyaKasada, SukuTengger, TradisiBromo, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Kepolisian Resor Probolinggo Polda Jawa Timur menyiagakan puluhan personel di sejumlah titik strategis kawasan Gunung Bromo untuk mengamankan pelaksanaan Upacara Ritual Yadnya Kasada 2026. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian tradisi sakral masyarakat Tengger berlangsung aman, tertib, dan khidmat.</p>
<p>Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, personel yang diterjunkan akan fokus pada pengamanan jalur, lokasi kegiatan, hingga pengawalan tamu penting yang hadir dalam perayaan adat tahunan tersebut. Upacara Yadnya Kasada tahun ini dipusatkan di Pura Luhur Poten dan Kawah Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mulai Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, sebanyak sekitar 92 personel telah ditempatkan di berbagai titik untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung sekaligus menjaga kelancaran jalannya prosesi adat yang menjadi warisan budaya masyarakat Tengger.</p>
<p>“Sebanyak kurang lebih 92 personel kami siagakan untuk pengamanan jalur, lokasi kegiatan mulai dari tempat pengukuhan, lautan pasir, Pura Luhur Poten hingga kawasan kawah tempat prosesi labuh sesaji, termasuk pengawalan tamu VVIP,” ujar AKBP M. Wahyudin Latif.</p>
<p>Ia menjelaskan, pola pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan petugas di titik-titik yang dianggap rawan maupun strategis. Langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Tengger maupun wisatawan yang berada di kawasan Bromo selama rangkaian kegiatan berlangsung.</p>
<p>“Pengamanan kami lakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel di titik strategis untuk menjamin kegiatan masyarakat Tengger berjalan lancar dan kondusif,” kata AKBP Latif.</p>
<p>Selain menerjunkan personel, Polres Probolinggo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana, termasuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan kawasan wisata, serta pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti prosesi adat.</p>
<p>Kapolres turut mengimbau seluruh peserta dan masyarakat yang hadir agar menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia meminta pengunjung tidak membawa sound system, petasan, maupun menggunakan kendaraan dengan knalpot tidak standar yang dapat mengganggu kekhusyukan upacara.</p>
<p>“Mari kita hormati tradisi sakral masyarakat Tengger ini dengan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, AKBP Latif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan Gunung Bromo. Menurutnya, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan aset alam yang harus dijaga agar tetap lestari dan tidak terganggu oleh aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun menghambat jalannya prosesi adat.</p>
<p>Yadnya Kasada sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tengger sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus penghormatan kepada para leluhur.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan Semeninga atau Wiwit, dilanjutkan Mendak Tirta dan Atur Suguh, kemudian Pawedalan di Pura Luhur Poten serta malam resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.</p>
<p>Puncak ritual akan berlangsung pada Senin (1/6/2026) dini hari melalui pelaksanaan upacara di Pura Luhur Poten yang dilanjutkan dengan prosesi labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo.</p>
<p>Untuk menjaga kekhusyukan dan kelancaran kegiatan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberlakukan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan umum mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Manten Tebu PG RMI, Bupati Blitar dan PATANI Dorong Percepatan Infrastruktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-manten-tebu-pg-rmi-bupati-blitar-dan-patani-dorong-percepatan-infrastruktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-manten-tebu-pg-rmi-bupati-blitar-dan-patani-dorong-percepatan-infrastruktur</guid>
<description><![CDATA[ Pada kegiatan manten tebu di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Bupati Blitar dan Ketua Pandu Tani Indonesia mendorong percepatan infrastruktur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ab6cdcbc53.webp" length="72796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 18:58:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Manten Tebu, PG RMI, Pabrik Gula, Bupati Blitar, PATANI, Dorong, Percepatan Infrastruktur.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Tradisi manten tebu yang menandai dimulainya musim giling tahun 2026 di Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) tidak hanya menjadi simbol dimulainya proses produksi gula.</p>
<p>Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung produktivitas petani tebu dan pengembangan ekonomi Kabupaten Blitar.</p>
<p>Dalam acara yang digelar di area PG RMI, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan harapannya agar musim giling tahun ini mampu menghasilkan produksi gula yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Menurutnya, industri gula merupakan bagian dari program prioritas nasional yang perlu didukung bersama, baik oleh pemerintah, perusahaan maupun petani.</p>
<p>"Hari ini kami diundang oleh PT RMI dalam tradisi luhur manten tebu sebagai tanda dibukanya musim giling tahun 2026. Harapan kita, produksi gula yang dikelola PG RMI semakin meningkat dan semakin baik dari tahun ke tahun," ujar Rijanto, Sabtu (30/5/2026).</p>
<p>Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya mendampingi petani tebu, mulai dari pengembangan bibit unggul hingga peningkatan kualitas budidaya.</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Rijanto juga menyampaikan bahwa para petani tebu memiliki komitmen kuat untuk mendukung keberlangsungan industri gula di PG RMI. </p>
<p>Namun, di sisi lain para petani berharap keberadaan pabrik gula dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi kesejahteraan mereka.</p>
<p>"Petani berharap proses pemasukan tebu berjalan lancar, cepat, pembayaran tepat waktu, dan rendemen tetap bagus. Itu yang menjadi harapan mereka," katanya.</p>
<p>Meski demikian, Rijanto mengakui masih ada persoalan mendasar yang menjadi perhatian petani, yakni kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai.</p>
<p>Menurutnya, kelancaran distribusi hasil panen tebu sangat bergantung pada kualitas jalan dan sarana pendukung lainnya. Sementara itu, masih banyak ruas jalan di Kabupaten Blitar yang memerlukan perbaikan.</p>
<p>"Masalah yang dihadapi petani tebu sangat bergantung pada infrastruktur. Kami bersama Wakil Bupati dan DPRD terus berupaya memperbaiki jalan yang rusak, tetapi kenyataannya masih banyak yang perlu mendapatkan perhatian," ungkapnya.</p>
<p>Karena itu, Rijanto berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar. Ia juga meminta dukungan Pandu Tani Indonesia (PATANI) untuk menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait.</p>
<p>"Kami berharap infrastruktur di Kabupaten Blitar mendapat perhatian dari pemerintah pusat sehingga dukungan pembangunan bisa segera direalisasikan," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Pandu Tani Indonesia (PATANI), Sarjan Tahir menilai Kabupaten Blitar memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra tebu nasional. Menurutnya, produktivitas tebu di daerah ini harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai agar daya saing petani semakin meningkat.</p>
<p>"Produktivitas tebu di Blitar luar biasa. Karena itu harus ada dukungan yang terstruktur sehingga nilai tambah dan daya saing petani menjadi semakin baik," tuturnya.</p>
<p>Ia menyatakan PATANI siap membantu mengomunikasikan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kabupaten Blitar kepada pemerintah pusat. Infrastruktur yang dimaksud meliputi jalan, jembatan hingga jaringan listrik yang menjadi penunjang utama aktivitas pertanian dan industri gula.</p>
<p>"Kami ingin memfasilitasi agar pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan maupun listrik, bisa dipacu dengan cepat di Kabupaten Blitar. Kami akan berkoordinasi dengan Menko Infrastruktur, Menteri PU dan kementerian terkait agar dukungan pemerintah pusat hadir di sini," tegasnya.</p>
<p>Sarjan menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada sektor pertanian tebu. Dukungan tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, membuka lapangan pekerjaan baru, hingga mempercepat pengembangan potensi pariwisata dan sektor lainnya, khususnya di wilayah Kabupaten Blitar.</p>
<p>"Ketika infrastruktur semakin baik, biaya distribusi turun, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani ikut naik. Ini yang ingin kita dorong bersama," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>100 ASN Pemkot Batu Pensiun Tahun Depan, Delapan Kepala OPD Bersiap Diganti Lewat Open Bidding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/100-asn-pemkot-batu-pensiun-tahun-depan-delapan-kepala-opd-bersiap-diganti-lewat-open-bidding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/100-asn-pemkot-batu-pensiun-tahun-depan-delapan-kepala-opd-bersiap-diganti-lewat-open-bidding</guid>
<description><![CDATA[ Dengan banyaknya pejabat dan ASN yang akan memasuki masa purna tugas, tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode regenerasi birokrasi terbesar yang pernah terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Batu dalam beberapa tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ab0a6205bc.webp" length="30902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 18:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Open Bidding, Pensiun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan regenerasi birokrasi menyusul gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) yang akan terjadi pada 2026. Sebanyak 100 ASN tercatat akan memasuki masa purna tugas, termasuk sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang selama ini menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan penyegaran sekaligus regenerasi kepemimpinan birokrasi.</p>
<p></p>
<p>“Ada delapan kepala OPD yang akan pensiun tahun ini. Kami akan melakukan sesuai mekanismenya, kita akan lakukan open bidding supaya ada regenerasi. Pengisian jabatan yang kosong nantinya dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding. Tahapan awal yang akan dilakukan adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) yang melibatkan unsur pemerintah dan pihak eksternal seperti akademisi maupun tenaga ahli independen," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Heli menegaskan proses tersebut bertujuan memastikan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Hal ini juga di aminkan oleh Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, mengungkapkan jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun sepanjang 2026 mencapai sekitar 100 orang.</p>
<p></p>
<p>“Pada tahun 2026 tercatat sekitar 100 ASN yang akan pensiun. Jumlah itu termasuk beberapa kepala dinas atau pejabat eselon II,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, terdapat lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan memasuki masa purna tugas, yakni Kepala BKAD Eny Rachyuningsih, Kepala Dinas Perhubungan Susetya Herawan, Kepala DP3AP2KB Heru Yulianto, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Agoes Machmoedi, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang SDM Ririk Mashuri.</p>
<p></p>
<p>Santi menambahkan dirinya juga akan memasuki masa pensiun pada September 2026..Selain mengantisipasi kekosongan jabatan akibat pensiun, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan pengisian sejumlah posisi strategis yang saat ini masih dijabat pelaksana tugas (Plt).</p>
<p></p>
<p>Beberapa di antaranya adalah Kepala Diskumperdag yang saat ini dijabat Plt Dian Fachroni, Sekretaris DPRD yang dirangkap oleh Endro Wahjudi, serta Kepala Satpol PP yang dijabat Plt Fariz Pasharella.</p>
<p></p>
<p>"BKPSDM telah mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi gelombang pensiun tersebut, termasuk melalui kegiatan Pemantapan Persiapan Pensiun (PPP) Tahun 2026," paparnya. </p>
<p></p>
<p>Program tersebut dirancang untuk memberikan bekal kepada ASN menjelang masa purna tugas agar tetap produktif dan mampu beradaptasi setelah tidak lagi aktif sebagai aparatur negara.</p>
<p></p>
<p>“Pensiun bukan berarti berhenti mengabdi. Para ASN diharapkan tetap dapat berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat, sembari menikmati hasil pengabdian selama ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sehingga dari total 100 ASN yang akan pensiun pada tahun depan, sekitar 75 orang merupakan tenaga pendidik. Sedangkan sisanya berasal dari berbagai OPD dan unsur pemerintahan lainnya di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKKBN Jatim Tantang Kota Batu Percepat Kampung KB, Heli Siapkan Strategi Baru Tekan Stunting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkkbn-jatim-tantang-kota-batu-percepat-kampung-kb-heli-siapkan-strategi-baru-tekan-stunting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkkbn-jatim-tantang-kota-batu-percepat-kampung-kb-heli-siapkan-strategi-baru-tekan-stunting</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kombinasi penguatan kader posyandu, layanan kesehatan berbasis ILP, serta pengawasan bantuan nutrisi yang lebih ketat, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto optimistis target prevalensi stunting satu digit di Kota Batu dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1aaff57ed03.webp" length="21940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 17:15:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BKKBN, Stunting</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya penurunan stunting di Kota Batu mendapat apresiasi sekaligus tantangan baru dari pemerintah pusat. Hal itu mengemuka saat Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto sebelumnya telah menerima kunjungan dan berdiskusi langsung dengan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, dalam audiensi yang membahas program kependudukan dan pembangunan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (30/5/2026) Heli menguraikan dalam pertemuan tersebut BKKBN Jawa Timur menilai koordinasi lintas sektor di Kota Batu berjalan cukup baik. Sinergi antarorganisasi perangkat daerah dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.</p>
<p></p>
<p>“Koordinasi di Kota Batu sudah berjalan baik. Dukungan lintas sektor juga cukup solid. BKKBN juga mengingatkan agar Kota Batu tidak cepat berpuas diri. BKKBN mendorong pemerintah daerah segera mempercepat pembentukan Tim Pembina Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar program kependudukan dan pembangunan keluarga dapat berjalan lebih terintegrasi hingga tingkat dusun," urainya.</p>
<p></p>
<p>Penguatan Kampung KB menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan berbagai program pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya membahas stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah program strategis lainnya. Mulai dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penyediaan daycare ramah keluarga di lingkungan perkantoran pemerintah, hingga penguatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).</p>
<p></p>
<p>“Kami berkomitmen mendukung program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga,” tegas Heli.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Heli mengungkapkan bahwa strategi penanganan stunting di Kota Batu saat ini mulai bergeser dari sekadar pemantauan berat badan menjadi pengawasan menyeluruh terhadap pola pertumbuhan anak.</p>
<p></p>
<p>Melalui Dinas Kesehatan Kota Batu, seluruh kader posyandu kini didorong untuk lebih cermat membaca grafik pertumbuhan balita, bukan hanya mencatat kenaikan berat badan semata.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, banyak orang tua merasa kondisi anak baik-baik saja ketika berat badannya bertambah. Padahal, kenaikan tersebut belum tentu sesuai standar pertumbuhan berdasarkan usia.</p>
<p></p>
<p>“Kalau berat badan naik tetapi tidak mencapai target minimal kelompok umur, itu sudah menjadi lampu kuning menuju stunting,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Heli juga menyoroti faktor cuaca ekstrem yang belakangan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan stunting. Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat balita lebih rentan terserang batuk dan pilek berulang.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pertumbuhan anak karena energi yang seharusnya digunakan untuk tumbuh justru habis untuk melawan penyakit.</p>
<p></p>
<p>“Orang tua harus lebih peka terhadap pemicu sakit pada anak, termasuk pola jajan yang tidak sehat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mencegah munculnya kasus stunting baru, Pemkot Batu kini memperkuat layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui sistem tersebut, proses skrining kesehatan balita di tingkat desa dilakukan lebih ketat sehingga anak yang terdeteksi berisiko dapat segera memperoleh intervensi.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, distribusi bantuan nutrisi seperti susu subsidi juga mulai diawasi menggunakan sistem digital agar tepat sasaran dan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin setiap anak yang berisiko bisa terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga lebih cepat. Itu yang sedang kami perkuat saat ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Hasanudin Bersiap Jadi Titik Proyek Terbesar DPUPR Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-hasanudin-bersiap-jadi-titik-proyek-terbesar-dpupr-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-hasanudin-bersiap-jadi-titik-proyek-terbesar-dpupr-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya proyek preservasi, kawasan Simpang Patih yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kota Batu diharapkan memiliki kapasitas jalan yang lebih baik sekaligus menjadi wajah baru gerbang masuk kota wisata tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1aaea0dccd9.webp" length="96974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 16:32:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Macet, Kapasitas Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memastikan proyek preservasi jalan di kawasan Simpang Empat Patih akan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026. Menjelang dimulainya pekerjaan fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu terus mempercepat proses sterilisasi lahan di sejumlah titik yang terdampak proyek.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan proses penertiban berjalan lancar karena warga menunjukkan sikap kooperatif selama tahapan sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Pada prinsipnya pendekatan kami ini sifatnya persuasif kepada warga. Alhamdulillah mereka dengan senang hati dan keikhlasan menyerahkan aset tanah pemerintah ini,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kelancaran proses pengosongan tidak terlepas dari masa sosialisasi yang telah dilakukan hampir dua bulan terakhir. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan kepada para penyewa maupun penghuni untuk menyiapkan relokasi dan memindahkan aset yang dimiliki.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pendataan terakhir, sejumlah penyewa yang masih menempati bangunan di lokasi proyek, termasuk tempat praktik dokter gigi, telah menyatakan kesediaannya untuk mengosongkan lokasi paling lambat akhir Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>DPUPR menargetkan seluruh proses pembersihan lahan dapat rampung dalam beberapa pekan ke depan sehingga tidak menghambat jadwal pelaksanaan proyek yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>"Proyek tersebut tidak hanya mencakup pelebaran jalan di kawasan Simpang Empat Patih menuju Jalan Trunojoyo, tetapi juga pembenahan total Jalan Hasanudin yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Esty menjelaskan, Jalan Hasanudin hampir setiap tahun mengalami kerusakan berupa bleeding atau keluarnya aspal ke permukaan akibat tingginya beban kendaraan bertonase besar yang melintas.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, pemerintah memutuskan membongkar seluruh lapisan aspal lama dan menggantinya dengan konstruksi beton semen atau rigid pavement.</p>
<p></p>
<p>“Jalan Hasanudin akan dibangun menggunakan rigid beton sebagai solusi jangka panjang. Harapannya jalan tidak lagi mudah bergelombang dan biaya pemeliharaan rutin bisa ditekan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pekerjaan tersebut diproyeksikan berlangsung selama 150 hari kalender hingga Desember 2026. Sebagai tahap awal, DPUPR telah memasang sejumlah banner pemberitahuan proyek di sekitar lokasi agar masyarakat mulai mengetahui adanya aktivitas pembangunan besar dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, penggunaan konstruksi beton di Jalan Hasanudin akan berdampak pada arus lalu lintas karena proses pengerjaan mengharuskan penutupan jalan secara penuh.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot Batu saat ini tengah menyusun skema rekayasa lalu lintas bersama Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Begitu pengerjaan rigid beton dimulai, kami akan mengumumkan skema pengalihan arus lalu lintas melalui berbagai media agar masyarakat bisa menyiapkan jalur alternatif,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditegur KPK Soal Anggaran Ganda, Pemkot Mojokerto Coret Satu Penerima Bedah Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditegur-kpk-soal-anggaran-ganda-pemkot-mojokerto-coret-satu-penerima-bedah-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditegur-kpk-soal-anggaran-ganda-pemkot-mojokerto-coret-satu-penerima-bedah-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil setelah KPK memberikan atensi khusus terkait adanya temuan dua nama penerima bantuan bedah rumah yang tercatat menggunakan satu alamat yang sama di Kelurahan Kauman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1a1ee0c6962.webp" length="18450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 09:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP</strong> — Intervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial. </p>
<p>Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perakim) setempat langsung melakukan verifikasi ulang secara masif terhadap calon penerima Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun anggaran 2026.</p>
<p>Langkah ini diambil setelah KPK memberikan atensi khusus terkait adanya temuan dua nama penerima bantuan bedah rumah yang tercatat menggunakan satu alamat yang sama di Kelurahan Kauman.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto, Endah Supriyani, mengonfirmasi bahwa kedua warga tersebut merupakan kerabat, namun memiliki Kartu Keluarga (KK) yang berbeda.</p>
<p>"Alamat keduanya memang sama karena rumah mereka berdiri di atas satu sertifikat tanah yang belum dipecah," ujar Endah, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Meski hasil cek fisik menunjukkan kedua bangunan tersebut sama-sama masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemkot Mojokerto memilih jalur aman dengan memprioritaskan salah satu di antaranya demi menghindari potensi pelanggaran administrasi.</p>
<p>Berdasarkan hasil verifikasi ulang pasca-teguran KPK, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mendahulukan rumah dengan tingkat kerusakan paling parah.</p>
<p>"Kami memutuskan hanya satu nama yang diprioritaskan, yaitu Heny Rusihamidah. Kondisi rumah yang bersangkutan dinilai jauh lebih mendesak untuk ditangani dibandingkan rumah milik Siti Zuraidah Ismawati," jelas Endah.</p>
<p>Endah menegaskan, ke depan seluruh penerima BRS yang telah tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mojokerto tetap wajib melewati fase penyaringan ulang di lapangan guna menjamin program ini tepat sasaran dan adaptif terhadap kondisi terkini warga.</p>
<p>Program perbaikan sanitasi dan hunian layak di Kota Mojokerto tahun ini ditargetkan menyasar 213 rumah penerima manfaat. </p>
<p>Setiap kepala keluarga (KK) yang lolos kualifikasi akan mengantongi dana stimulan sebesar Rp21 juta yang bersumber penuh dari APBD Kota Mojokerto 2026.</p>
<p>Mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk mencakup seluruh rumah tidak layak di wilayahnya, Pemkot Mojokerto kini tengah mengajukan sisa daftar warga yang belum terakomodasi ke tingkat pusat.</p>
<p>"Bagi warga yang belum bisa ter-cover oleh APBD kota, kami upayakan secara simultan untuk mendapatkan bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," pungkas Endah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mojokerto Raih WTP 12 Kali Beruntun, BPK Beri Catatan Khusus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mojokerto-raih-wtp-12-kali-beruntun-bpk-beri-catatan-khusus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mojokerto-raih-wtp-12-kali-beruntun-bpk-beri-catatan-khusus</guid>
<description><![CDATA[ Meski sukses mempertahankan predikat tertinggi dalam audit keuangan negara, Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra, memberikan catatan. Ia menegaskan bahwa opini WTP merupakan penilaian profesional atas kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan sertifikat bebas korupsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1a1bf3409d2.webp" length="46740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 08:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOJOKERTO, SJP</strong> — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Capaian ini menandai keberhasilan Pemkab Mojokerto mempertahankan predikat tersebut selama 12 tahun berturut-turut.</p>
<p></p>
<p>Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, Jumat (29/5/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>Selain Kabupaten Mojokerto, terdapat 32 pemerintah daerah lain di Jawa Timur yang menerima opini serupa.</p>
<p></p>
<p>Meski sukses mempertahankan predikat tertinggi dalam audit keuangan negara, Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra, memberikan catatan. Ia menegaskan bahwa opini WTP merupakan penilaian profesional atas kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan sertifikat bebas korupsi.</p>
<p></p>
<p>"Opini WTP yang diberikan BPK merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan dan bukan merupakan jaminan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh pemerintah sudah terbebas dari adanya fraud atau tindakan kecurangan lainnya," ujar Yuan.</p>
<p></p>
<p>Dalam pemeriksaan LKPD Tahun 2025 terhadap 33 pemerintah daerah tersebut, BPK masih menemukan sejumlah persoalan dalam tata kelola anggaran. </p>
<p></p>
<p>Walau dinilai tidak memengaruhi kewajaran penyajian laporan secara keseluruhan, temuan-temuan ini menjadi lampu kuning bagi kepala daerah.</p>
<p></p>
<p>Yuan merinci, beberapa permasalahan signifikan yang ditemukan tim pemeriksa antara lain: pengelolaan dan penatausahaan aset daerah yang belum tertib; kesalahan penganggaran pos belanja; pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang belum sesuai ketentuan; adanya denda keterlambatan penyelesaian proyek fisik yang belum ditagih; dan ekurangan volume pekerjaan serta ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan.</p>
<p></p>
<p>Atas temuan tersebut, BPK meminta seluruh kepala daerah untuk tidak terlena dengan status WTP dan tetap fokus membenahi sistem internal mereka. </p>
<p></p>
<p>"Meski memperoleh opini WTP, kami minta pemerintah daerah tetap serius menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK dalam LHP," tambah Yuan.</p>
<p></p>
<p>Sebelum LHP resmi diserahkan, BPK telah mengonfirmasi konsep hasil pemeriksaan dan meminta rencana aksi (action plan) dari masing-masing pemda.</p>
<p></p>
<p>Kabupaten Mojokerto sendiri mencatat performa yang cukup impresif dalam merespons temuan auditor. </p>
<p></p>
<p>Hingga Semester II Tahun 2025, tingkat persentase penyelesaian Tindak Lanjut Rekendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) oleh Pemkab Mojokerto telah mencapai 91,08 persen.</p>
<p></p>
<p>Capaian 12 kali WTP secara beruntun ini diharapkan menjadi pelecut bagi Pemkab Mojokerto untuk meningkatkan transparansi, memperketat pengawasan belanja modal, dan memastikan kepatuhan regulasi demi mewujudkan akuntabilitas keuangan yang bersih. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi I DPRD Nganjuk Klarifikasi Soal Pengusiran Wartawan Saat Hearing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-nganjuk-klarifikasi-soal-pengusiran-wartawan-saat-hearing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-nganjuk-klarifikasi-soal-pengusiran-wartawan-saat-hearing</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, membantah memberikan instruksi pelarangan peliputan saat hearing berlangsung. Ia menegaskan rapat bersifat terbuka dan menyayangkan adanya miskomunikasi yang melibatkan oknum staf sekretariat dewan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1977efe777d.webp" length="31822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 20:45:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengusiran wartawan, oknum staf DPRD, Ketua Komisi 1 Puguh Wicaksono, klarifikasi, DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Polemik terkait larangan peliputan terhadap sejumlah awak media saat agenda rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026), mulai menemukan kejelasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil konfirmasi kepada sejumlah pihak, pembatasan terhadap awak media tersebut disebut bukan merupakan instruksi dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, melainkan tindakan yang diduga dilakukan secara sepihak oleh oknum staf Sekretariat DPRD.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Insiden tersebut terjadi saat sejumlah wartawan hendak mengambil dokumentasi visual di ruang rapat hearing yang membahas persoalan desa. Menurut keterangan wartawan di lokasi, mereka diminta keluar dari ruangan dan menghentikan pengambilan gambar oleh seorang staf.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Situasi itu sempat memunculkan asumsi bahwa larangan peliputan berasal dari pimpinan rapat atau Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami sempat mengira itu perintah dari dalam (Ketua Komisi), karena staf tersebut menyuruh kami keluar saat rapat baru saja dimulai. Ternyata setelah dikonfirmasi, pimpinan komisi sama sekali tidak tahu-menahu soal pengusiran tersebut,” ungkap Yohanes, salah satu wartawan yang berada di lokasi kejadian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, mengaku tidak mengetahui adanya pelarangan terhadap awak media selama hearing berlangsung.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi, baik secara lisan maupun tertulis, kepada staf untuk membatasi akses jurnalistik dalam agenda rapat tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Puguh, rapat dengar pendapat yang bersifat terbuka pada prinsipnya dapat diakses publik, termasuk oleh media massa untuk kepentingan pemberitaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Mohon maaf mas, saya tadi langsung mengikuti Pansus. Kami juga menegaskan tidak ada kebijakan atau niatan untuk menghalang-halangi tugas jurnalistik ataupun membatasi akses informasi bagi media. Dulu saya di Komisi IV bebas silakan dipublikasikan, karena ini sifatnya terbuka,” kata Puguh.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Politikus Partai Demokrat tersebut juga menyayangkan adanya miskomunikasi yang terjadi hingga memunculkan kegaduhan antara awak media dan pihak internal sekretariat dewan.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Nganjuk terkait dugaan tindakan sepihak oknum staf yang melarang awak media melakukan peliputan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai RDP di DPRD Nganjuk, Tim Hukum Perangkat Desa Siapkan Gugatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-rdp-di-dprd-nganjuk-tim-hukum-perangkat-desa-siapkan-gugatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-rdp-di-dprd-nganjuk-tim-hukum-perangkat-desa-siapkan-gugatan</guid>
<description><![CDATA[ Tim Penasehat Hukum perangkat desa yang tergabung dalam FKAPD menyatakan siap menempuh jalur hukum usai hearing dengan DPRD Nganjuk. Persoalan tanah bengkok, batas usia perangkat desa, hingga pengisian perangkat desa menjadi poin utama yang dipersoalkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a197077538bd.webp" length="31886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 19:46:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penasehat hukum Imam Gozali, usia perangkat desa, perbuatan melawan hukum, Gugatan pengadilan, cacat hukum, DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tim Penasehat Hukum perangkat desa yang tergabung dalam Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD) menyatakan akan menempuh langkah hukum usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Langkah tersebut diambil karena pihak FKAPD menilai sejumlah aspirasi terkait perangkat desa belum mendapatkan kepastian penyelesaian dalam forum hearing tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penasehat Hukum FKAPD, Imam Gozali, mengatakan pihaknya tetap menghormati forum RDP yang digelar DPRD Kabupaten Nganjuk. Namun, demi kepastian hukum bagi kliennya, jalur litigasi dinilai menjadi langkah yang akan ditempuh.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami menghormati forum RDP yang diinisiasi oleh Komisi 1 DPRD Nganjuk ini. Namun, demi kepastian hukum dan perlindungan hak-hak klien kami di tingkat desa, kami memutuskan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum yang lebih tinggi melalui jalur gugatan resmi,” ujar Imam Gozali usai rapat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imam, terdapat tiga poin utama yang disampaikan pihaknya dalam hearing tersebut, yakni terkait tanah bengkok, batas usia perangkat desa, serta mekanisme pengisian perangkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, persoalan tanah bengkok dinilai memiliki aspek historis dan berkaitan dengan hak adat desa yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Terkait bengkok secara historis, merupakan hak adat desa sebelum Indonesia merdeka. Ketika ada peraturan mekanisme harus diakui tanah khas desa sehingga kita mengusulkan bahwa bengkok tersebut harus dikembalikan,” kata Imam.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga menyoroti ketentuan batas usia pemberhentian perangkat desa, khususnya bagi perangkat desa yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 atau sebelum tahun 2000.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imam, terdapat sejumlah regulasi daerah yang dinilai mengakomodasi batas usia pemberhentian hingga 64 tahun bagi perangkat desa kategori tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kalau usia 60 tahun itu sejak awal masa jabatannya, harusnya dengan peraturan undang-undang no 5 tahun 1979 atau perangkat desa sebelum tahun 2000 itu pemberhentiannya pada usia 64 tahun,” kata Imam Gozali.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menyebut, saat ini terdapat perangkat desa yang diberhentikan pada usia 60 tahun dan disamakan dengan perangkat desa yang diangkat setelah tahun 2000. Kondisi itu dinilai menimbulkan perbedaan penafsiran aturan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada sejumlah pihak terkait sebagai bagian dari langkah hukum awal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami sudah melayangkan somasi kepada Bupati Nganjuk, Camat dan Kepala Desa yang bersangkutan, ada 6 sudah yang kami kirimkan,” ucap Imam Gozali.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk, Sopingi, belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut saat dimintai tanggapan awak media usai kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Aku gak ngerti mas, jangan, nanti takut salah menyampaikan,” singkat Sopingi.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait langkah hukum yang akan ditempuh oleh FKAPD maupun substansi tuntutan yang disampaikan dalam RDP tersebut. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MUI Sebut Kurban Presiden Lewat Banpres Setara Bansos, Minta Publik Tak Berpolemik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mui-sebut-kurban-presiden-lewat-banpres-setara-bansos-minta-publik-tak-berpolemik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mui-sebut-kurban-presiden-lewat-banpres-setara-bansos-minta-publik-tak-berpolemik</guid>
<description><![CDATA[ MUI menanggapi pro-kontra sapi kurban Presiden Prabowo dari APBN/Banpres. Prof Niam tegaskan sah secara syariat Islam dan setara dengan bansos sembako. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a197519ec92f.webp" length="44120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 19:15:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>sapi qurban presiden, banpres prabowo, qurban apbn mui, kh asrorun niam sholeh, hukum qurban negara, mui jawa timur, polemik qurban presiden, baitul mal apbn</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak memperdebatkan pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Bantuan Presiden (Banpres). Secara teknis tata negara dan hukum Islam (syar'i), kebijakan tersebut dinilai sah dan memiliki hakikat yang sama dengan penyaluran bantuan sosial (bansos).</p>
<p>Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa pengadaan hewan kurban menggunakan dana Banpres tidak perlu memicu polemik. Menurutnya, publik dapat memahami kebijakan ini melalui logika teknis pemerintahan yang sederhana.</p>
<p>"Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami. Sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako, kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu," ujar Prof. Niam, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Mantan Ketua Umum Majelis Alumni IPNU tersebut menegaskan bahwa tidak ada unsur penyalahgunaan anggaran dalam kebijakan ini. Mekanisme yang berjalan adalah negara mengalokasikan dana, membeli komoditas, lalu mengembalikannya kepada rakyat dalam bentuk bantuan pangan.</p>
<p><strong>Konseptualisasi APBN sebagai Baitul Mal</strong></p>
<p>Dari perspektif hukum Islam, Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menjelaskan bahwa seorang kepala negara justru dianjurkan untuk berqurban atas nama negara demi kemaslahatan publik. Hal tersebut didasarkan pada landasan kuat di dalam kitab-kitab hadis sahih.</p>
<p>"Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disunahkan bagi imam, dalam konteks Indonesia berarti Presiden, membeli hewan kurban melalui Baitul Mal (kas negara)," paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini menyebut APBN sebagai bentuk kontekstual dari Baitul Mal di era modern. Karena dibeli dengan uang negara, status hewan kurban tersebut menjadi milik publik yang distribusinya wajib dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>MUI mengajak seluruh pihak untuk melihat kebijakan ini dari sisi dampak positifnya bagi kemaslahatan umat, alih-alih menjadikannya sebagai komoditas politik atau polemik di ruang publik.</p>
<p>Momentum Iduladha dinilai menjadi saat yang sangat tepat bagi pemerintah untuk mengalirkan anggaran negara secara langsung dalam bentuk pangan bergizi kepada warga.</p>
<p>"Momentumnya adalah momentum Iduladha, tentu ini akan menambah semarak syiar Iduladha. Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual," pungkas tokoh ulama asal Jawa Timur tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, pengadaan sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto sempat menjadi perbincangan hangat dan memicu pro-kontra di lini masa media sosial.</p>
<p>Sebagian masyarakat mempertanyakan akuntabilitas penggunaan dana APBN melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) untuk ibadah kurban, yang dinilai beberapa pihak seharusnya bersifat personal. Polemik inilah yang kemudian direspons oleh MUI guna memberikan kepastian hukum, baik dari kacamata syariat Islam maupun regulasi tata negara, agar tidak terjadi simpang siur di tengah publik. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Sumber: mui.or.id<br></strong><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDP di DPRD Nganjuk, FKAPD Soroti Tata Kelola hingga Masa Jabatan Perangkat Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdp-di-dprd-nganjuk-fkapd-soroti-tata-kelola-hingga-masa-jabatan-perangkat-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdp-di-dprd-nganjuk-fkapd-soroti-tata-kelola-hingga-masa-jabatan-perangkat-desa</guid>
<description><![CDATA[ RDP di DPRD Kabupaten Nganjuk membahas berbagai persoalan desa mulai dari tata kelola keuangan, pengisian perangkat desa, hingga masa jabatan pamong desa. Perwakilan warga berharap regulasi yang diterapkan lebih jelas, adil, dan sesuai aturan perundang-undangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a196f4525dc4.webp" length="24870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 18:45:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat dengar pendapat, FKAPD, aturan usia perangkat desa, Komisi 1 DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sejumlah perwakilan warga dan perangkat desa menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026), guna menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan desa, pengisian perangkat desa, hingga masa jabatan pamong desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam hearing tersebut, warga berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih menimbulkan polemik di tingkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD), Iwan Setiawan, mengatakan aspirasi yang disampaikan dalam RDP berkaitan dengan implementasi PP Nomor 16 Tahun 2026 mengenai tata kelola aset dan keuangan desa. Menurutnya, terdapat sejumlah aturan yang dinilai perlu diselaraskan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Menurut kajian kami ada ketidakharmonisan dari Perbub No 50 dan 57 terkait tata kelola dan keuangan desa yang kita sampaikan di sini,” kata Iwan Setiawan saat konferensi pers.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Iwan menjelaskan, terdapat beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam hearing tersebut, di antaranya tata kelola desa, pengisian perangkat desa, serta pemilihan kepala desa agar berjalan sesuai regulasi yang berlaku.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami akan kawal sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, jangan sampai tidak sesuai dengan peraturan yang ada, seperti tata kelola desa, pengisian perangkat dan pemilihan kepala desa,” ujar Iwan yang juga menjabat Kepala Dusun Ganggang Malang, Desa Semengko, Kecamatan Sukomoro.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga menyoroti persoalan masa jabatan perangkat desa yang disebut berkaitan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Desa, khususnya Pasal 53 ayat 2a mengenai batas usia perangkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Sudah dijelaskan secara gamblang, perangkat desa bahwa perangkat desa dijamin sampai usai masa tugasnya, disini kita lihat, apakah memakai asas lama atau baru yang digunakan untuk norma hukum silakan,” ucap Iwan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Iwan turut menyampaikan kritik terkait mekanisme pemilihan kepala desa dan pengisian perangkat desa yang menurutnya perlu menjunjung prinsip keadilan serta menghindari potensi konflik kepentingan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Terkait pencalonan keluarga dari perangkat desa, keluarga kami aja diberangus tidak ada rasa keadilan,” keluhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, salah satu perwakilan Pamong 79, Basori (62), yang juga merupakan perangkat aktif (Bayan) Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, berharap adanya kesetaraan kebijakan masa jabatan perangkat desa seperti yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Intinya kami meminta agar (masa jabatan) disamakan dengan daerah-daerah lain. Daerah lain seperti Tulungagung dan Kediri kan sudah sukses semuanya bisa sampai usia 64 tahun. Kenapa Nganjuk kok masih belum bisa?” ujar Basori.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Basori menyebut aspirasi tersebut merujuk pada ketentuan yang pernah diterapkan sebelumnya terkait masa jabatan perangkat desa hingga usia 64 tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga meminta adanya aturan yang lebih jelas dalam proses pengisian jabatan perangkat desa maupun lurah guna mencegah praktik nepotisme.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Urusan perangkat desa atau lurah itu harusnya diberi rambu-rambu yang jelas. Contohnya, kalau bapaknya sudah menjabat, ya anaknya jangan dulu, atau keponakannya. Biar orang lain juga punya kesempatan. Ini untuk menjaga agar tidak terjadi urusan yang serba ‘keluarga’ (nepotisme). Sering terjadi, bapaknya lurah, anaknya jadi carik, itu kan rasanya kurang enak,” tegasnya.</span></p>
<p><span>Hingga hearing berakhir, para peserta berharap DPRD Kabupaten Nganjuk dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pembahasan regulasi yang lebih komprehensif dan berpihak pada tata kelola pemerintahan desa yang transparan serta sesuai aturan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembatasan Peliputan RDP Perda Desa di DPRD Nganjuk Picu Kritik Awak Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembatasan-peliputan-rdp-perda-desa-di-dprd-nganjuk-picu-kritik-awak-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembatasan-peliputan-rdp-perda-desa-di-dprd-nganjuk-picu-kritik-awak-media</guid>
<description><![CDATA[ Pembahasan Perda Desa di DPRD Kabupaten Nganjuk menuai sorotan setelah sejumlah awak media mengaku dilarang meliput jalannya rapat. Hingga berita diterbitkan, Ketua Komisi I DPRD Nganjuk belum memberikan keterangan resmi terkait pembatasan akses tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a196d32a0d40.webp" length="56988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 17:45:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang Peraturan Desa, Komisi 1 DPRD, Ketua Komisi 1 Puguh Wicaksono, wartawan dilarang meliput, dua kali diboikot, DPRD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk terkait pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa di Ruang Rapat Badan Anggaran, Jumat (29/5/2026), menuai sorotan dari kalangan awak media. Pasalnya, sejumlah jurnalis mengaku tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat untuk melakukan peliputan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sejak agenda dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, awak media yang hadir di lokasi mengaku dibatasi aksesnya untuk memantau jalannya rapat. Padahal, pembahasan tersebut dinilai berkaitan dengan kebijakan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat desa di Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain pembatasan akses peliputan, sejumlah anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk juga disebut enggan memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat berlangsung. Beberapa anggota dewan memilih mengarahkan pertanyaan kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Tanya ke Ketua Komisi saja,” ujar Anik Rahayu, salah satu anggota dewan dari Fraksi Demokrat, sembari meninggalkan lokasi rapat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, belum memberikan keterangan resmi terkait pembatasan peliputan tersebut. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Saat hendak dikonfirmasi awak media usai rapat, yang bersangkutan disebut meninggalkan area gedung dewan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat juga belum mendapatkan respons hingga berita ini ditulis.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam rapat tersebut diketahui turut dihadiri unsur Asisten Pemerintahan, Bagian Hukum Setda, serta FKAPD untuk membahas sejumlah poin dalam rancangan Perda Desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kalangan wartawan menilai pembatasan akses peliputan terhadap agenda yang berkaitan dengan kepentingan publik dapat memunculkan persepsi kurang terbukanya proses pembahasan regulasi. Terlebih, menurut sejumlah jurnalis, kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“</span><span>Kami ini bekerja dilindungi undang-undang untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Kalau sampai dua kali dilarang meliput, lalu saat mau dikonfirmasi ketuanya malah lari dan ditelepon tidak menjawab, ini ada apa? Apa yang sedang disembunyikan di dalam sana?” ungkap Yohanes, salah satu wartawan yang berada di lokasi.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini ditayangkan, pihak DPRD Kabupaten Nganjuk, khususnya Ketua Komisi I, belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pembatasan peliputan dalam agenda RDP tersebut. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Jember Supervisi Puluhan SPPG di Kecamatan Jombang, Soroti Kelengkapan IPAL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-jember-supervisi-puluhan-sppg-di-kecamatan-jombang-soroti-kelengkapan-ipal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-jember-supervisi-puluhan-sppg-di-kecamatan-jombang-soroti-kelengkapan-ipal</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG Kabupaten Jember melakukan supervisi serentak di 31 kecamatan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar. Di Kecamatan Jombang, tim menemukan sejumlah SPPG masih perlu melengkapi administrasi uji kualitas air pada instalasi pengolahan limbah (IPAL). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1959b18bbb2.webp" length="59342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 16:45:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, IPAL, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>JEMBER, SJP – </b>Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember melakukan supervisi serentak di 31 kecamatan guna mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Supervisi tersebut dilakukan untuk memetakan berbagai potensi persoalan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember.</p>
<p>Secara keseluruhan, terdapat sekitar 209 SPPG yang menjadi sasaran pemantauan tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas MBG Kabupaten Jember.</p>
<p>Tim satgas turun langsung ke sejumlah titik SPPG yang telah beroperasi untuk memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan pemerintah dan standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Selain memantau proses penyediaan makanan bergizi, supervisi juga menyasar aspek kebersihan tempat pengolahan makanan hingga sistem pengelolaan limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p>Di Kecamatan Jombang, tercatat terdapat puluhan SPPG. Namun, hingga saat ini baru lima SPPG yang telah aktif beroperasi, sementara satu lainnya masih menunggu persetujuan operasional dari Badan Gizi Nasional.</p>
<p>Salah satu anggota Satgas MBG dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Siswanto, mengatakan secara umum kondisi kebersihan dan pengolahan makanan di sejumlah SPPG Kecamatan Jombang sudah cukup baik. Meski demikian, masih ditemukan administrasi IPAL yang perlu segera dilengkapi.</p>
<p>“Untuk IPAL sebenarnya sudah tersedia, namun beberapa SPPG masih belum memiliki surat uji kualitas air. Ke depan akan terus kami kontrol dan pantau kembali,” ujar Siswanto.</p>
<p>Sementara itu, Camat Jombang, Faris J Taslim, menyampaikan bahwa kegiatan supervisi berjalan lancar dan hasil pemantauan dari Satgas MBG Kabupaten akan segera ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan.</p>
<p>“Satgas MBG kabupaten sudah memberikan hasil supervisi kepada kami. Selanjutnya akan kami laporkan dan tetap kami pantau secara berkala terhadap seluruh SPPG yang sudah berjalan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang, Nganjuk dan Kediri Bahas Skema Sharing Anggaran Rp715 Miliar Bangunan Flyover Mengkreng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-nganjuk-dan-kediri-bahas-skema-sharing-anggaran-rp715-miliar-bangunan-flyover-mengkreng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-nganjuk-dan-kediri-bahas-skema-sharing-anggaran-rp715-miliar-bangunan-flyover-mengkreng</guid>
<description><![CDATA[ Tiga kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung mulai menjajaki skema penganggaran dan penyelarasan teknis agar megaproyek jembatan layang (flyover) ini bisa segera terealisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a193642cf0f6.webp" length="69344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 15:49:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>jombang, Flyover Mengkreng</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Rencana besar untuk mengurai kemacetan di Simpang Mengkreng yang menghubungkan tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Kediri, memasuki babak baru pembicaraan di tingkat pusat. Tiga kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung mulai menjajaki skema penganggaran dan penyelarasan teknis agar megaproyek jembatan layang (flyover) ini bisa segera terealisasi.</p>
<p>Pada Senin (25/5/2026) lalu, Bupati Jombang Warsubi dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menggelar pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta. Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana hadir diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri. </p>
<p>Dalam lobi strategis ini, ketiga bupati didampingi langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Kepala Dinas PUPR dari masing-masing kabupaten.</p>
<p>Bupati Jombang Warsubi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, terutama terkait estimasi anggaran dan kesiapan sirkulasi lahan. </p>
<p>"Pembicaraan awal memproyeksikan pembangunan flyover ini menelan anggaran sebesar Rp715 miliar. Konsep yang diusung mengutamakan aspek fungsionalitas utama untuk memecah kemacetan ketimbang desain yang glamor," tutur Warsubi dalam pesan yang diterima wartawan, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Bupati menyebut, jika seluruh tahapan lobi dan perencanaan berjalan mulus, tahapan awal pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun 2027. </p>
<p>"Hitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, total keseluruhan lahan yang perlu dibebaskan di atas 50.000 meter persegi. Sedangkan khusus untuk Kabupaten Jombang saja, lahan yang perlu dibebaskan sekitar 17.000 meter persegi," bebernya.</p>
<p>Mengingat besarnya luasan tersebut, para kepala daerah berharap seluruh biaya pembebasan lahan ditanggung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, pihak kementerian mengharapkan adanya skema sharing atau berbagi beban pendanaan pembebasan lahan antardaerah yang disesuaikan dengan proporsi luasan wilayah berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED) PU.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari usulan sharing anggaran tersebut, pembicaraan akan segera diperluas dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan dari pemprov dinilai sangat esensial untuk memayungi aspek hukum dan kesepakatan finansial.</p>
<p>"Kami dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri sangat mendukung dan menyambut positif upaya pembangunan flyover demi mengurai kemacetan Mengkreng yang sudah sangat luar biasa masuk 3 besar di Indonesia," terangnya.</p>
<p>"Sembari menyelaraskan waktu pertemuan resmi dengan Ibu Gubernur Jawa Timur, kami para kepala daerah mengambil langkah proaktif untuk mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta terlebih dahulu guna mengamankan komitmen awal pusat. Semoga semuanya berjalan lancar atas doa dan dukungan seluruh masyarakat," imbuhnya.</p>
<p>Perlu diketahui, inisiasi proyek ini sebelumnya telah digagas ketiga kepala daerah saat memetakan sirkulasi kendaraan langsung di Pos Polisi Mengkreng pada Rabu (8/4/2026) lalu. Simpang Mengkreng merupakan titik transit vital di Jawa Timur yang menghubungkan Kabupaten Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Menjadi jalur arteri utama kendaraan dari arah Surabaya menuju wilayah barat dan selatan, seperti Madiun dan sekitarnya, kawasan ini kerap mengalami kelumpuhan arus.</p>
<p>Bahkan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Simpang Mengkreng masuk dalam tiga besar titik kemacetan paling parah di Indonesia, khususnya pada momen mudik bulan Ramadan. Melalui rancangan yang tengah diusulkan, jalur flyover ini nantinya akan membentang dari wilayah Jombang lalu terbagi menjadi dua jalur keluar atau ramp off, yakni satu ke arah Kediri dan satu ke arah Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Pasuruan Targetkan Dana CSR Perusahaan untuk Perbaikan 1.000 Sekolah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-targetkan-dana-csr-perusahaan-untuk-perbaikan-1000-sekolah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-pasuruan-targetkan-dana-csr-perusahaan-untuk-perbaikan-1000-sekolah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Program ini diimplementasikan melalui renovasi ruang kelas, pembangunan fasilitas sanitasi, penyediaan laboratorium komputer, hingga dukungan sarana penunjang belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a193477be62f.webp" length="60426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 14:57:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pembangunan sekolah telah menjadi fokus utama dari program prioritas Bupati Pasuruan, H. M. Rusdi Sutejo.</p>
<p>Program ini diimplementasikan melalui renovasi ruang kelas, pembangunan fasilitas sanitasi, penyediaan laboratorium komputer, hingga dukungan sarana penunjang belajar.</p>
<p>Saat ditemui di sela-sela acara PT Heinz ABC Indonesia pada Jumat (29/5/2026), Bupati Pasuruan, H. M. Rusdi Sutejo, secara tegas meminta perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk mengoptimalkan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung sektor pendidikan.</p>
<p>Mas Rusdi, sapaan akrabnya, juga melarang dana CSR digunakan secara tidak semestinya dan menargetkan pemanfaatan dana yang lebih besar untuk fasilitas serta pengembangan mutu.</p>
<p>"Kami meminta PT. Heinz ABC Indonesia untuk peduli dan membantu sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan, banyak sekali gedung sekolah terutama sekolah negeri yang mengalami kerusakan terutama untuk wilayah terdekatnya di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji," katanya.</p>
<p>Menurutnya, sekitar 1.000 sekolah negeri mengalami kerusakan, baik itu kerusakan ringan maupun berat.</p>
<p>"Kami berharap kerjasamanya CSR PT. Heinz ABC Indonesia untuk pembangunan gedung sekolah, wilayahnya, kalau sudah semuanya diperbaiki baru kewilayah sekitaran Kecamatan Beji," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, di tempat yang sama, Mira Buanawati selaku General Counsel, Head of Corporate, Regulatory Affairs, Kraft Heinz Indonesia &amp; Papua New Guinea menyatakan bahwa pihaknya siap membantu pembangunan sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>"Kami siap akan membantu serta kerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan untuk membangun sarana pendidikan, karena itu sesuatu yang baik dan sejalan sesuai dengan nilai perusahaan kami. Program ini akan dilanjutkan oleh kepala perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk membantu pembangunan sarana pendidikan sesuai dengan arahan bapak Bupati Pasuruan," tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disnakkan Bondowoso Turunkan 75 Petugas Awasi Hewan Kurban, Al&amp;Ishlah Jadi Fokus Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disnakkan-bondowoso-turunkan-75-petugas-awasi-hewan-kurban-al-ishlah-jadi-fokus-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disnakkan-bondowoso-turunkan-75-petugas-awasi-hewan-kurban-al-ishlah-jadi-fokus-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso menerjunkan 75 petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, menjadi titik pengawasan terbesar dengan 15 petugas khusus pemeriksaan ante mortem dan post mortem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a181b9c77cf2.webp" length="51392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 May 2026 17:58:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha, sapi, ternak, kurban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 75 petugas diterjunkan ke berbagai titik pemotongan hewan di seluruh wilayah Bondowoso untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu titik pengawasan terbesar berada di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan. Lokasi ini menjadi pusat pemotongan hewan kurban terbanyak di Bondowoso sehingga mendapat perhatian khusus dari Disnakkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Bondowoso, drh. Edi Poernomo, mengatakan, pihaknya menurunkan 15 petugas khusus di Al-Ishlah untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem terhadap hewan kurban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Al-Ishlah memang menjadi titik pemotongan terbesar di Bondowoso, sehingga pengawasan kami fokuskan di sini. Sebanyak 15 petugas kami turunkan khusus untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai standar kesehatan hewan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Edi, pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum hewan disembelih guna memastikan ternak dalam kondisi sehat, tidak stres, dan layak dipotong. Selain itu, petugas juga memastikan aspek kesejahteraan hewan terpenuhi, seperti kecukupan air minum dan waktu istirahat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Setelah dipotong, kami lanjutkan dengan pemeriksaan post mortem untuk mengecek organ dalam hewan. Biasanya temuan yang paling sering adalah cacing hati. Jika ditemukan kondisi yang parah, organ tersebut langsung kami afkir agar tidak dikonsumsi,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi pemotongan, tetapi juga sejak hewan masih berada di kandang pemasok. Disnakkan melakukan screening awal di sejumlah titik kandang sebelum ternak dikirim ke Al-Ishlah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Pemeriksaan sudah kami mulai dari kandang supplier. Ada satu titik di Jember dan lima titik di Bondowoso, terdiri dari dua titik sapi dan tiga titik domba. Semua kami pastikan sehat sebelum diberangkatkan,” terangnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahkan saat hewan tiba di lokasi pemotongan, Disnakkan kembali menerjunkan petugas tambahan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan kondisi ternak tetap aman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika hewan datang ke lokasi, kami kirim lagi petugas untuk screening ulang. Jadi pengawasannya berlapis,” imbuhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Secara keseluruhan, Disnakkan Bondowoso menyebar puluhan petugas ke berbagai lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh kecamatan. Di wilayah Kecamatan Bondowoso kota saja terdapat sekitar 75 titik pemotongan yang diawasi oleh 22 petugas secara bergantian.</span></p>
<p><span>“Petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan seluruh pemotongan terpantau. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan penyakit berbahaya. Kasus yang paling banyak hanya cacing hati dengan persentase sekitar 10 persen,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diperta Kabupaten Probolinggo Temukan Dua Kasus Cacing Hati pada Sapi Kurban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diperta-kabupaten-probolinggo-temukan-dua-kasus-cacing-hati-pada-sapi-kurban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diperta-kabupaten-probolinggo-temukan-dua-kasus-cacing-hati-pada-sapi-kurban</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo menemukan dua kasus cacing hati pada sapi kurban saat pemeriksaan hewan kurban di sejumlah titik pemotongan luar RPH pada Iduladha 1447 Hijriah. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan imbauan agar bagian hati yang terinfeksi tidak dikonsumsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1813711147f.webp" length="40166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 May 2026 17:15:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, IdulAdha, HewanKurban, KesehatanHewan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP – </strong>Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi pemotongan sementara, di luar Rumah Potong Hewan (RPH) saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dua kasus cacing hati pada sapi kurban di wilayah Kecamatan Kraksaan.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk memastikan daging dan jeroan hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan pangan.</p>
<p>“Pengawasan ini bertujuan mendata titik pemotongan hewan kurban di luar RPH, mengetahui jumlah ternak kurban serta memastikan daging dan jeroan yang dibagikan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” ujar Niko.</p>
<p>Hingga sementara ini, Diperta mencatat terdapat sekitar 130 titik pemotongan hewan kurban di luar RPH. Pemeriksaan juga dilakukan di beberapa RPH seperti RPH Krejengan, Maron dan Banyuanyar serta sejumlah masjid besar dan instansi yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan hari ini ditemukan dua kasus cacing hati pada sapi di Kecamatan Kraksaan. Temuan itu langsung kami sampaikan kepada takmir masjid agar bagian hati yang terinfeksi tidak dikonsumsi,” jelasnya.</p>
<p>Niko menerangkan, hati yang terinfeksi cacing biasanya memiliki benjolan atau permukaan tidak rata saat diraba menggunakan sarung tangan. Jika setelah diiris ditemukan cacing berbentuk lembaran panjang, maka organ tersebut dinyatakan positif cacing hati.</p>
<p>“Apabila masih ada bagian hati yang kondisinya baik, tetap boleh dikonsumsi asalkan dimasak hingga benar-benar matang, minimal 15 sampai 20 menit setelah air mendidih agar parasit dan bakteri mati,” terangnya.</p>
<p>Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Diperta juga mengapresiasi panitia kurban yang telah menerapkan standar higiene sanitasi dengan baik, seperti memisahkan daging, tulang dan jeroan menggunakan wadah berbeda serta menyediakan tempat pencucian organ dalam menggunakan air bersih.</p>
<p>“Kami mengapresiasi panitia kurban yang sudah memperhatikan kebersihan selama proses penyembelihan dan distribusi daging. Hal ini penting untuk menjaga keamanan pangan masyarakat,” lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, petugas juga mengingatkan pentingnya penggunaan pisau sembelih yang tajam agar proses penyembelihan sesuai kaidah kesejahteraan hewan dan tidak menyebabkan ternak stres.</p>
<p>“Kami masih menemukan alat sembelih yang kurang tajam dan sudah kami ingatkan kepada panitia agar menjadi perhatian ke depan. Pisau yang tajam akan membuat proses penyembelihan lebih baik dan hewan tidak tersiksa,” tegasnya.</p>
<p>Berdasarkan data sementara hingga 27 Mei 2026 malam, jumlah hewan kurban yang telah dipotong di Kabupaten Probolinggo mencapai 1.591 ekor. Pengawasan kurban tahun ini melibatkan 14 dokter hewan bersama petugas teknis kecamatan dan inseminator buatan dengan total sekitar 70 personel.</p>
<p>Ke depan, Diperta Kabupaten Probolinggo berencana memperkuat program pemberian obat cacing secara rutin pada ternak guna mencegah kasus serupa kembali terjadi.</p>
<p>“Jika ternak rutin diberikan obat cacing setiap tiga bulan sekali, Insya Allah kasus cacing hati dapat dicegah. Karena itu kami akan memperkuat program cacingisasi pada sapi, kambing, domba dan ternak lainnya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Diresmikan Presiden, KDKMP Jombang Belum Beroperasi, Sejumlah Karyawan Malah Undur Diri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-diresmikan-presiden-kdkmp-jombang-belum-beroperasi-sejumlah-karyawan-malah-undur-diri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-diresmikan-presiden-kdkmp-jombang-belum-beroperasi-sejumlah-karyawan-malah-undur-diri</guid>
<description><![CDATA[ Di KDKMP Desa Sambongdukuh, sejumlah karyawan yang telah lulus bimbingan teknis (bimtek) memilih mengundurkan diri sebelum koperasi beroperasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a17dfeaeaeb6.webp" length="43332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 May 2026 13:28:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang belum beroperasi pasca-diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026) lalu. </p>
<p></p>
<p>Dua pekan setelah peresmian, aktivitas operasional gerai belum berjalan, pasokan barang belum tersedia, dan sejumlah karyawan dilaporkan mengundurkan diri.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut berkaitan dengan koordinasi teknis antara pemerintah pusat, PT Agrinas Agro Industri Nasional selaku integrator program, dan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Saat peresmian virtual di KDKMP Desa Mojongapit yang dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Pemerintah Kabupaten Jombang menyatakan bahwa barang-barang kebutuhan pokok akan tersedia sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).</p>
<p></p>
<p>Namun, berdasarkan pantauan hingga akhir Mei 2026, sejumlah KDKMP di Jombang, termasuk di Desa Mojongapit, Tunggorono dan Sambongdukuh, belum membuka pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Mojongapit, Muhammad Iskandar Arif, mengonfirmasi bahwa gerai di wilayahnya belum bisa beroperasi karena pasokan komoditas utama, termasuk gas elpiji, belum lengkap.</p>
<p></p>
<p>"Kami sebenarnya sudah siap, tetapi masih menunggu arahan dari pusat dan PT Agrinas agar harga dan sistemnya sama," ungkap Iskandar.</p>
<p></p>
<p>Belum berjalannya operasional ini diikuti dengan pengunduran diri beberapa tenaga kerja. </p>
<p></p>
<p>Di KDKMP Desa Sambongdukuh, sejumlah karyawan yang telah lulus bimbingan teknis (bimtek) memilih mengundurkan diri sebelum koperasi beroperasi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Sambongdukuh, Khairur Roziqin, membenarkan adanya informasi mengenai pengunduran diri tersebut.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah karyawan yang terkonfirmasi mengundurkan diri berkisar antara 2 hingga 3 orang.</p>
<p></p>
<p>Mengenai dinamika internal dan teknis pergantian SDM yang mengundurkan diri, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang menyatakan belum menerima laporan mendetail.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Koperasi Jombang, Hari Purnomo, menyatakan bahwa kewenangan operasional sepenuhnya berada di bawah koordinasi PT Agrinas selaku penanggung jawab program.</p>
<p></p>
<p>"Kami belum mendapat informasi soal itu (karyawan mundur). Dinas Koperasi tidak ada petunjuk dari Kementerian Koperasi terkait teknis tersebut," kata Hari.</p>
<p></p>
<p>Secara nasional, pemerintah telah meresmikan 1.061 KDKMP. Untuk wilayah Kabupaten Jombang, progres pembangunan dan target program tercatat 80 unit telah diresmikan, 170 unit selesai dibangun dan 211 unit masih dalam proses konstruksi. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Iduladha, KAI Daop 7 Madiun Layani Lebih 65 Ribu Penumpang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-iduladha-kai-daop-7-madiun-layani-lebih-65-ribu-penumpang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-iduladha-kai-daop-7-madiun-layani-lebih-65-ribu-penumpang</guid>
<description><![CDATA[ Libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16bdd4b3372.webp" length="57294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 19:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Lonjakan, Penumpang, Kereta Api (KA), Wilayah, Daop 7 Madiun, Libur, Hari Raya, Idul Adha.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun. </p>
<p>Hingga Senin, 1 Juni 2026 mendatang, KAI Daop 7 diproyeksikan melayani total 65.755 pelanggan, baik keberangkatan maupun kedatangan.</p>
<p>Wilayah operasional Daop 7 Madiun sendiri meliputi sejumlah stasiun besar di kawasan Madiun Raya dan sekitarnya, di antaranya Stasiun Madiun, Kediri, Kertosono, Jombang, Blitar, Tulungagung dan lainnya.</p>
<p>Dari total proyeksi tersebut, sebanyak 35.153 pelanggan tercatat sebagai penumpang datang, sedangkan 30.602 lainnya merupakan pelanggan berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.</p>
<p>Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api dipengaruhi faktor kenyamanan, keamanan, serta ketepatan waktu perjalanan.</p>
<p>"Puncak kedatangan pelanggan di wilayah Daop 7 terjadi pada H-1 Iduladha, yakni Selasa, 26 Mei 2026, dengan total 13.342 pelanggan yang tiba. Sedangkan keberangkatan pada hari yang sama mencapai 7.038 pelanggan," ujar Tohari, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Sementara pada Hari Raya Iduladha, hingga Rabu (27/5/2026) siang, KAI Daop 7 telah melayani 7.666 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 2.884 pelanggan berangkat dan 4.782 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.</p>
<p>Menurut Tohari, angka tersebut masih akan terus bertambah hingga malam hari seiring tingginya pembelian tiket, baik melalui layanan go-show maupun kanal digital resmi KAI dan mitra penjualan tiket lainnya.</p>
<p>"Kami memprediksi jumlah pelanggan masih bergerak dinamis hingga tengah malam nanti," tambahnya.</p>
<p>KAI Daop 7 juga memprediksi puncak arus balik libur panjang Iduladha akan terjadi pada Senin, 1 Juni 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, berbagai langkah kesiapan telah dilakukan mulai optimalisasi sarana, kesiapan petugas, hingga peningkatan pelayanan di stasiun.</p>
<p>Fasilitas ruang tunggu, kebersihan area stasiun, hingga proses boarding dipastikan dalam kondisi optimal demi memberikan kenyamanan perjalanan kepada pelanggan.</p>
<p>KAI turut mengimbau masyarakat agar datang lebih awal ke stasiun, memeriksa kembali jadwal keberangkatan pada tiket, serta menjaga barang bawaan selama perjalanan.</p>
<p>"KAI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi selama masa libur panjang," tutup Tohari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Imbau Warga Pakai Wadah Ramah Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-imbau-warga-pakai-wadah-ramah-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-imbau-warga-pakai-wadah-ramah-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 600.4/297/415.01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Jombang, Warsubi, pada 25 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16aeeec6582.webp" length="45122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 16:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bupati Warsubi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M yang berfokus pada pengendalian sampah, terutama pengurangan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 600.4/297/415.01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Jombang, Warsubi, pada 25 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>Dalam edaran tersebut, seluruh panitia salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diminta mengurangi penggunaan kantong plastik saat membagikan daging kepada warga. "Warga juga diimbau membawa wadah sendiri dari rumah untuk menampung daging kurban," kata Warsubi dalam keterangan yang diterima, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, pembagian daging kurban diharapkan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memakai wadah ramah lingkungan yang bisa digunakan kembali.</p>
<p></p>
<p>Pemkab Jombang juga mendorong pemakaian kemasan dari bahan alami dan kearifan lokal, seperti daun pisang, daun jati, besek bambu, hingga anyaman pandan. </p>
<p></p>
<p>"Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah plastik selama momentum Idul Adha," ungkap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya kemasan, panitia kurban juga diminta menyediakan tempat sampah terpilah di lokasi salat Idul Adha, area penyembelihan, dan titik pembagian daging kurban. Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya pengelolaan limbah penyembelihan, baik padat maupun cair, agar tidak mencemari lingkungan dan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari kampanye publik, masyarakat diajak aktif menyuarakan gerakan pengurangan sampah plastik melalui media sosial dengan tagar #JombangCantikTanpaSampahPlastik, #JombangResik, dan #EcoQurban. </p>
<p></p>
<p>Warga juga diminta menyertakan akun resmi media sosial pemda seperti @dlhjombang, @bupati.jombang, dan @wakilbupati.jombang dalam unggahan kampanye lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kami dari Pemkab Jombang berharap perayaan Idul Adha tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi kepada sesama, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah plastik," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Al&amp;Ubaidah Nganjuk Targetkan Sembelih 98 Hewan Kurban, Terbanyak di Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-ubaidah-nganjuk-targetkan-sembelih-98-hewan-kurban-terbanyak-di-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-ubaidah-nganjuk-targetkan-sembelih-98-hewan-kurban-terbanyak-di-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini, Ponpes Al-Ubaidah berhasil meningkatkan jumlah hewan kurban secara signifikan, dengan total menargetkan penyembelihan 34 ekor sapi dan 64 ekor kambing. Rabu (27/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a169e2af09ec.webp" length="41200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 15:37:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ponpes Ubaidah LDII Kertosono, hari raya idul adha, hewan kurban, peningkatan jumlah hewan kurban, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ubaidah Kertosono kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya yang tinggi pada Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, Ponpes Al-Ubaidah berhasil meningkatkan jumlah hewan kurban secara signifikan, dengan target penyembelihan 34 ekor sapi dan 64 ekor kambing, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Peningkatan jumlah hewan kurban ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kesadaran dan semangat berbagi di lingkungan pesantren, baik dari pengurus, santri, maupun para donatur.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar pesantren serta wilayah-wilayah binaan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua Panitia Kurban Ponpes Al-Ubaidah Kertosono, Noris Agustino, mengungkapkan total hewan kurban yang akan disembelih terdiri atas 34 ekor sapi dan sekitar 64 ekor kambing.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah pada Idul Adha 2026 ini, Ponpes Al Ubaidah Kertosono akan menyembelih 98 ternak untuk kurban,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah tersebut mendapat perhatian dari dokter hewan setempat, Karmudji, yang turut melakukan inspeksi kesehatan hewan kurban di lokasi.</p>
<p></p>
<p>“Dari pantauan saya, jumlah ini sementara yang terbanyak yang saya temui saat saya menginspeksi hewan kurban di Kecamatan Kertosono ini,” ujar Karmudji.</p>
<p></p>
<p>Menurut Noris, tingginya jumlah hewan kurban menjadi bukti kesadaran warga ponpes dalam menjalankan syariat Islam sekaligus meningkatkan amal ibadah.</p>
<p></p>
<p>“Karena keutamaannya sangat luar biasa, warga Ponpes Al Ubaidah alhamdulillah bisa mewujudkan hewan kurban sebanyak ini, harapannya bisa terus meningkat jumlahnya tiap tahun,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Ubaidah juga diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar melalui pendistribusian daging kurban secara merata.</p>
<p></p>
<p>“Kami selalu berharap yang terbaik, karena ini panggilan Allah, keutamaannya sangat banyak, maka kami pastikan yang terbaik dalam pendistribusian daging kurban, agar pemanfaatannya meluas,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rutan Kelas IIB Nganjuk Fasilitasi Salat Iduladha Bagi 317 Warga Binaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rutan-kelas-iib-nganjuk-fasilitasi-salat-iduladha-bagi-317-warga-binaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rutan-kelas-iib-nganjuk-fasilitasi-salat-iduladha-bagi-317-warga-binaan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk beserta jajaran pegawai dan 317 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan khusyuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a169a124f97c.webp" length="21848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 14:28:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Raya Idul Adha, sholat ied, Rutan Kelas IIB Nganjuk, WBP, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, Rutan Kelas IIB Nganjuk melaksanakan kegiatan ibadah salat Iduladha di Masjid At-Taubah, Rabu (27/05/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk beserta jajaran pegawai dan 317 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan khusyuk.</p>
<p></p>
<p>Salat Iduladha dipimpin oleh Ustadz Farid Waji selaku imam sekaligus penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan makna keikhlasan berkurban sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh ketakwaan menjalankan perintah Allah SWT. </p>
<p></p>
<p>Nilai pengorbanan dan keikhlasan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh jemaah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.</p>
<p></p>
<p>Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian bagi WBP agar senantiasa memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p></p>
<p>"Momentum Idul Adha menjadi sarana refleksi untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan ketakwaan, baik bagi petugas maupun warga binaan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah rangkaian kegiatan selesai, seluruh WBP kembali ke kamar hunian masing-masing dengan tertib. Situasi selama kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iduladha 1447 H, Bupati Marhaen Djumadi Serahkan Bantuan Sapi Kurban di Desa Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-h-bupati-marhaen-djumadi-serahkan-bantuan-sapi-kurban-di-desa-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-h-bupati-marhaen-djumadi-serahkan-bantuan-sapi-kurban-di-desa-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan sapi kurban tersebut merupakan buah sinergi dan kepedulian dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, M.H. Said Abdullah, bersama DPC PDI Perjuangan Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16847a06da2.webp" length="47374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 12:48:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari raya idul adha, bantuan hewan qurban, 1 ekor sapi, DPD PDIP Jatim, Ketua DPC PDIP Nganjuk Marhaen Djumadi, Desa Kamoungbaru, 15 ekor kambing, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Wujud nyata komitmen setia di garis rakyat kembali ditunjukkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk sekaligus Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. </p>
<p></p>
<p>Di tengah kesibukannya memimpin daerah, sosok yang akrab disapa Kang Marhaen ini turun langsung ke Desa Kampungbaru untuk menyerahkan secara simbolis bantuan satu ekor sapi kurban dalam menyambut momentum Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Bantuan sapi kurban tersebut merupakan buah sinergi dan kepedulian dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, M.H. Said Abdullah, bersama DPC PDI Perjuangan Nganjuk. Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk ini disambut hangat oleh kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16880ed4014.webp" alt=""></p>
<p>"Hari ini kami menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk seluruh warga di Desa Kampungbaru. Ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud kehadiran kami, PDI Perjuangan, untuk terus merawat gotong royong dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat," ujar Bupati Marhaen Djumadi di sela-sela penyerahan.</p>
<p></p>
<p>Aksi nyata dari jajaran struktural partai ini rupanya menjadi magnet kebaikan yang luar biasa. Kepala Desa Kampungbaru Susilo Dwi Prasetya mengungkapkan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin PDI Perjuangan berhasil memantik semangat swadaya masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Alhasil, selain satu ekor sapi dari partai, warga desa secara mandiri juga mengumpulkan 15 ekor kambing untuk dikurbankan bersama.</p>
<p></p>
<p>"Ketika para pemimpin di atas memberikan contoh peduli, masyarakat di bawah pun bergerak ikut berbagi. Inilah roh sejati dari menangis dan tertawa bersama rakyat. Semoga semua bantuan dan kurban dari masyarakat serta PDI Perjuangan ini membawa keberkahan dan kebahagiaan yang merata di Desa Kampungbaru," kata Susilo.</p>
<p></p>
<p>Kades Kampungbaru menambahkan, seluruh hewan kurban ini, baik sapi maupun kambing, akan disembelih dan didistribusikan secara adil dan merata, dengan prioritas utama kepada warga yang membutuhkan (wong cilik).</p>
<p></p>
<p>"Kami menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian kepada wong cilik harus terus dijaga yang mana sejatinya PDI Perjuangan roh nya setia digaris rakyat, menangis, bersedih dan tertawa bersama rakyat," ujar pria yang akrab dipanggil SDP itu. </p>
<p></p>
<p>Mendengar hal tersebut, Bupati Marhaen menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas kekompakan warga Kampungbaru. Menurutnya, inilah esensi sejati dari pergerakan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Inilah roh sejati dari PDI Perjuangan. Kita tidak boleh berjarak dengan rakyat. Kader-kader partai harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat ikut merasakan, ikut menangis, bersedih, dan tertawa bersama rakyat. Ketika kita bergerak dengan hati, masyarakat pun menyambutnya dengan semangat gotong royong yang luar biasa seperti yang ditunjukkan warga Kampungbaru hari ini," pungkas Kang Marhaen. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung dan Dandim Serahkan 82 Roda Tiga untuk 41 KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-dan-dandim-serahkan-82-roda-tiga-untuk-41-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-dan-dandim-serahkan-82-roda-tiga-untuk-41-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin berharap keberadaan kendaraan operasional dapat memperlancar distribusi usaha koperasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a157b1e10493.webp" length="88924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 20:09:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, kdkmp, koperasi desa merah putih, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, dandim 0807 tulungagung, letkol hanny galih satrio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Sebanyak 41 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulungagung menerima bantuan kendaraan roda tiga untuk menunjang operasional koperasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Selasa (26/5/2026) siang.</p>
<p>Pada penyaluran ini, total terdapat 82 unit kendaraan roda tiga yang dibagikan. Masing-masing KDKMP menerima dua unit kendaraan roda tiga. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan sarana dan prasarana bagi program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai desa di Tulungagung.</p>
<p>Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan, kendaraan operasional tersebut diberikan untuk mendukung kesiapan koperasi sebelum resmi beroperasi penuh.</p>
<p>“Kalau hari ini, kita terima ada 82. Jadi masing-masing operasi nanti dapat dua. Jadi, untuk 41 KDKMP hari ini,” ujar Letkol Hanny Galih.</p>
<p>Meski demikian, ia menyebut pembangunan koperasi di Tulungagung belum sepenuhnya rampung. Hingga saat ini, baru 37 koperasi yang selesai dibangun dari total 140 desa tahap pertama yang direncanakan.</p>
<p>“KDKMP kebetulan masih belum, untuk update terakhir hari ini kita sudah 37,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, koperasi yang sudah selesai dibangun pun belum sepenuhnya beroperasi karena masih menunggu kelengkapan fasilitas penunjang lainnya.</p>
<p>“Kalau untuk beroperasi belum, karena selain fisiknya 100 persen, nanti juga akan ada diisi oleh perlengkapan di sana. Nah ini salah satu perlengkapannya,” imbuhnya.</p>
<p>Hanny menambahkan, peresmian operasional koperasi desa tersebut direncanakan dilakukan secara serentak secara nasional pada Agustus mendatang.</p>
<p>“Kalau nanti akan diresmikan secara bersamaan oleh Presiden di bulan Agustus. Kemungkinan sebelum penyampaian pertanggungjawaban Presiden ke DPR,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pembangunan KDKMP, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa.</p>
<p>“Di Tulungagung ini baru 140 desa yang dibangun, dan sudah selesai 37. Kalau kita ada desa di sini kan 271, tetapi karena ada beberapa kendala salah satunya desa itu tidak punya lahan,” ungkapnya.</p>
<p>Selain kendaraan roda tiga, sebelumnya sejumlah koperasi juga telah menerima bantuan truk operasional. Namun hingga kini kendaraan jenis pikap masih belum diterima oleh pihak daerah.</p>
<p>“Jadi satu KDKMP ini dapat satu truk, satu pikap, dan dua kendaraan roda tiga. Pikap kebetulan kita belum dapat sama sekali,” katanya.</p>
<p>Dalam arahannya kepada para pengelola koperasi dan kepala desa, Hanny meminta kendaraan operasional dirawat dengan baik serta digunakan sesuai peruntukannya. Ia juga mengingatkan pentingnya faktor keamanan saat kendaraan dibawa menuju desa masing-masing.</p>
<p>Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bantuan kendaraan tersebut bukan sekadar pembagian fasilitas, melainkan bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.</p>
<p>“Ini bukan barang yang dibagi-bagikan. Barang ini untuk menunjang kesuksesan berjalannya Koperasi Merah Putih yang ada di desa panjenengan semuanya demi meningkatkan perekonomian di desanya masing-masing,” kata Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia meminta seluruh pengurus koperasi memanfaatkan kendaraan operasional secara maksimal dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>“Gunakanlah kendaraan ini semaksimal mungkin untuk kepentingan kegiatan di Koperasi Desa Merah Putih masing-masing. Jangan sampai disalahgunakan,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, koperasi desa nantinya juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani, peternak, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa masing-masing.</p>
<p>“Koperasi Desa Merah Putih agar bekerja sama dengan MBG yang ada di desanya masing-masing. Itu agar nanti ada kesinambungan antara petani, koperasi, dan MBG yang ada di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya perawatan kendaraan operasional agar bantuan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.</p>
<p>“Panjenengan dikasih barang ini, tidak ada alasan lagi Koperasi Desa Merah Putih kurang sarprasnya, kurang kendaraan. Yang ada kita harus semangat untuk mensukseskan Koperasi Merah Putih,” katanya.</p>
<p>Ahmad Baharudin berharap keberadaan kendaraan operasional dapat memperlancar distribusi usaha koperasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>“Dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak agar program Koperasi Desa Merah Putih ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,05 Ton untuk Masjid Boyolangu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-serahkan-sapi-kurban-presiden-prabowo-berbobot-105-ton-untuk-masjid-boyolangu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-serahkan-sapi-kurban-presiden-prabowo-berbobot-105-ton-untuk-masjid-boyolangu</guid>
<description><![CDATA[ Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15682cc2376.webp" length="81154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 19:10:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, sapi kurban presiden, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Seekor sapi jenis limosin dengan bobot fantastis 1 ton 50 kilogram dipilih pemerintah sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Kabupaten Tulungagung. Sapi jumbo tersebut diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden RI itu dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta.</p>
<p>Ahmad Baharudin mengatakan, bantuan sapi kurban dari Presiden diberikan secara rutin setiap tahun dan lokasi penyalurannya dilakukan secara bergantian di sejumlah wilayah di Tulungagung.</p>
<p>“Hari ini saya mewakili Pak Presiden Republik Indonesia untuk menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa daging sapi, yaitu berupa sapi kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.</p>
<p>Ia menjelaskan, sapi bantuan Presiden tersebut memiliki bobot 1 ton 50 kilogram dan merupakan sapi jenis limosin. </p>
<p>“Berat sapinya 1 ton 50 kilo. Harganya Rp132 juta. Jenis sapi limosin,” katanya.</p>
<p>Menurut Bahrudin, pemilihan lokasi penyerahan bantuan tidak dipusatkan di wilayah kota, melainkan bergantian agar pemerataan distribusi hewan kurban bisa dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.</p>
<p>“Di kota kan sudah mendapatkan banyak daging kurban dari Pemerintah Kabupaten. Jadi kita bagi bergantian setiap tahun,” imbuhnya.</p>
<p>Sapi jumbo yang diberi nama “Fajar” itu merupakan milik peternak bernama Syaiful Anam. Ia mengaku sapi tersebut menjadi ternak terbaik yang pernah dipeliharanya selama hampir dua tahun terakhir.</p>
<p>“Saya rawat ini hampir dua tahun di rumah, Mas. Dari kecil, terus saya pelihara sampai sekarang ini,” kata Syaiful.</p>
<p>Menurutnya, sapi tersebut mulai dipelihara sejak berusia sekitar satu setengah tahun hingga kini berumur sekitar tiga setengah tahun. Sapi itu akhirnya terpilih setelah melalui proses survei dan seleksi bersama sejumlah sapi lain dari peternak di Tulungagung.</p>
<p>“Di Kabupaten Tulungagung dulu kalau enggak salah ada empat ekor, itu sapinya bagus semua. Alhamdulillah direkomendasikan ke pusat, alhamdulillah yang terpilih punya saya ini,” ujarnya.</p>
<p>Syaiful mengungkapkan awalnya ia menawarkan sapi tersebut dengan harga Rp150 juta. Namun setelah proses negosiasi, sapi limosin miliknya dilepas dengan harga Rp132 juta.</p>
<p>“Kemarin saya buka harga itu di Rp150 juta, alhamdulillah dealnya harga di Rp132 juta,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyebut sapi bernama Fajar itu merupakan sapi terbaik yang dimilikinya saat ini. Nama Fajar dipilih karena sapi tersebut lahir pada pagi hari.</p>
<p>“Ini sapi terbaik saya. Dulu lahirnya itu pagi, saya kasih nama Fajar,” tuturnya.</p>
<p>Usai diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, sapi bantuan Presiden tersebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung. Hasil pemeriksaan menyatakan sapi dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Buka Layanan Pemotongan Kurban di RPH, Gratis Retribusi dan Bisa Sekalian Dikemas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-layanan-pemotongan-kurban-di-rph-gratis-retribusi-dan-bisa-sekalian-dikemas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-layanan-pemotongan-kurban-di-rph-gratis-retribusi-dan-bisa-sekalian-dikemas</guid>
<description><![CDATA[ Proses penyembelihan nantinya dibagi dalam beberapa gelombang setiap hari agar tidak terjadi antrean dan penumpukan hewan kurban di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a155be455eb5.webp" length="22726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 17:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RPH, Pelayanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu membuka layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk masyarakat selama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Layanan ini disiapkan untuk membantu proses penyembelihan yang lebih higienis, aman, serta sesuai syariat Islam.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (26/5/2026) mengatakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu telah menyiagakan tim jagal atau Juru Sembelih Halal (Juleha) bersama dokter hewan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).</p>
<p></p>
<p>“Tenaga jagal dan petugas medis dokter hewan sudah kami siapkan untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi syariat sekaligus aman dari sisi kesehatan,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, kapasitas pemotongan di RPH dibatasi setiap hari guna menjaga kualitas higienitas proses penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan daging kurban.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, masyarakat maupun panitia kurban diminta segera melakukan pendaftaran agar mendapatkan kuota pelayanan.</p>
<p></p>
<p>“Kuota harian memang dibatasi menyesuaikan kapasitas ruang tunggu hewan dan kemampuan tim teknis di lapangan agar proses tetap tertib dan higienis,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Layanan pemotongan hewan kurban di RPH tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat Kota Batu, mulai wilayah Kecamatan Batu, Junrejo, hingga Bumiaji. Panitia kurban dari masjid, mushola, instansi, maupun perorangan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heli, penggunaan RPH diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah penyembelihan di lingkungan permukiman warga.</p>
<p></p>
<p>Selain penyembelihan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan tambahan seperti pencacahan daging tanpa tulang (boneless) hingga pengemasan daging siap edar per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Untuk retribusi dasar pemotongan, Pemkot Batu memberikan keringanan bahkan penggratisan khusus selama Hari Raya Idul Adha. Namun, jika membutuhkan layanan tambahan seperti pencacahan dan pengemasan, akan ada biaya operasional mandiri yang disepakati bersama pekerja di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau hanya retribusi dasar biasanya kami gratiskan saat Idul Adha. Tetapi untuk layanan tambahan seperti boneless dan pengemasan ada biaya operasional tersendiri,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, jadwal pemotongan hewan kurban di RPH mengikuti ketentuan syariat Islam, dimulai pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan Salat Id dan berakhir pada 13 Dzulhijjah sebelum waktu magrib.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Pemkot Batu juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular.</p>
<p></p>
<p>Setiap hewan kurban yang didaftarkan ke RPH diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan dokter hewan berwenang atau dinas terkait.</p>
<p></p>
<p>“SKKH wajib disertakan sebagai langkah antisipasi penyakit menular dan memastikan hewan yang dipotong benar-benar sehat dan layak konsumsi,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Wali Kota Batu Tegaskan Daerah Butuh Ruang Gerak Hadapi Tekanan Fiskal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-wali-kota-batu-tegaskan-daerah-butuh-ruang-gerak-hadapi-tekanan-fiskal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-wali-kota-batu-tegaskan-daerah-butuh-ruang-gerak-hadapi-tekanan-fiskal</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sektor tata ruang, Pemerintah Kota Batu turut mendorong adanya relaksasi kebijakan terkait perlindungan lahan sawah berkelanjutan. Menurut Heli, daerah perkotaan seperti Kota Batu memiliki dinamika pembangunan yang berbeda dibanding wilayah agraris murni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a155b367a699.webp" length="67732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 16:40:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Regulasi, Ruang Gerak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menilai daerah membutuhkan ruang gerak dan fleksibilitas regulasi yang lebih besar di tengah meningkatnya tekanan fiskal serta berbagai kewajiban baru dari pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, usai mengikuti forum Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI di Bali beberapa waktu lalu.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (26/5/2026), kondisi fiskal daerah saat ini semakin berat setelah adanya rencana pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga 20 persen pada tahun 2026. Di sisi lain, pemerintah daerah juga diwajibkan menyesuaikan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada tahun 2027.</p>
<p></p>
<p>“Daerah butuh ruang gerak yang cukup untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Karena tantangan tiap daerah berbeda, sementara beban pelayanan publik tetap harus berjalan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam forum APEKSI bersama 13 pemerintah kota lainnya. Menurutnya, pemerintah daerah memerlukan kebijakan yang lebih adaptif agar pembangunan tidak terganggu akibat tekanan anggaran.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah fiskal, Heli juga menyoroti berbagai hambatan teknis dalan tata kelola pemerintahan daerah. Salah satunya terkait implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) yang dinilai masih memerlukan banyak penyempurnaan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, keterlambatan petunjuk teknis penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2026 juga dinilai dapat menghambat proses administrasi dan evaluasi pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Kalau regulasi dan petunjuk teknis terlambat, otomatis daerah juga kesulitan bergerak cepat. Kami tetap mendukung perlindungan lahan pertanian, tetapi daerah perkotaan juga membutuhkan fleksibilitas karena perkembangan investasinya cukup tinggi,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, pemerintah daerah mengusulkan adanya diskresi bagi masing-masing daerah dalam menentukan luasan lahan sawah dilindungi berdasarkan kondisi riil di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Di sektor ekonomi, Heli menegaskan pentingnya penguatan UMKM lokal sebagai penopang utama ekonomi daerah. Ia berharap program-program strategis nasional dapat memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya dirasakan langsung masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Program nasional seperti Makan Bergizi Gratis maupun koperasi desa harus bisa menggerakkan UMKM lokal, bukan justru membebani APBD daerah,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mendorong transformasi menuju ekonomi hijau melalui penggunaan sistem pembayaran non-tunai di sektor parkir dan BBM, serta dukungan terhadap kendaraan non-fosil sebagai bagian dari target zero emission nasional.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, Kota Batu juga memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan potensi agrowisata dan produk unggulan daerah kepada investor dan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>“Produk olahan pertanian Kota Batu mendapat respons positif. Ini membuktikan ekonomi lokal kita punya daya saing dan harus terus diperkuat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Blitar Kerahkan 160 Petugas Awasi Hewan Kurban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cacing-hati-jadi-sorotan-disnakkan-blitar-kerahkan-160-petugas-awasi-hewan-kurban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cacing-hati-jadi-sorotan-disnakkan-blitar-kerahkan-160-petugas-awasi-hewan-kurban</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah. Sebanyak 160 petugas diterjunkan untuk memastikan hewan kurban yang dijual hingga disembelih dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a153ff565ba6.webp" length="52644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 16:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Petugas, Pantau, Hewan Kurban, Blitar, Aman, Sehat, Pengawasan, Penyembelihan, Hari Raya Idul Adha.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemkab Jombang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah. Sebanyak 160 petugas diterjunkan untuk memastikan hewan kurban yang dijual hingga disembelih dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.</p>
<p>Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas mengatakan pengawasan dilakukan sejak dua minggu terakhir di pasar hewan milik desa maupun pemerintah daerah, terutama di wilayah Srengat dan Wlingi.</p>
<p>Menurutnya, stok hewan kurban tahun ini dipastikan mencukupi karena jumlah hewan yang masuk ke Kabupaten Blitar cukup banyak.</p>
<p>"Kalau untuk penyakit hewan menular strategis sejauh ini tidak ada. Hanya ditemukan beberapa kasus skabies atau gatal pada hewan di pasar Wlingi dan pasar desa, tapi tidak membahayakan," kata dia, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Tak hanya di pasar hewan, pengawasan juga dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Tahun ini tercatat ada 59 ekor sapi yang disembelih di RPH Srengat, Kademangan, dan Wlingi.</p>
<p>Ratusan petugas yang diterjunkan terdiri dari dokter hewan, medik veteriner, paramedik, hingga bantuan dari PDHI Jatim 8 (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur VIII) dan mahasiswa perguruan tinggi yang ikut membantu monitoring sebelum dan sesudah penyembelihan.</p>
<p>Petugas nantinya disebar hingga tingkat desa dengan dukungan koordinasi dari pemerintah kecamatan dan desa agar pemeriksaan hewan kurban berjalan maksimal.</p>
<p>Belajar dari pengalaman tahun lalu, Disnakkan kini memberi perhatian khusus pada temuan cacing hati yang kerap ditemukan saat penyembelihan sapi kurban. Sosialisasi rutin dilakukan kepada panitia kurban agar organ yang tidak layak konsumsi langsung dipisahkan dan dimusnahkan.</p>
<p>"Sekarang panitia sudah mulai memahami kalau ada hati yang abnormal atau terkena cacing harus dibuang dan tidak dibagikan," jelasnya.</p>
<p>Selain soal kesehatan hewan, Disnakkan juga mengingatkan panitia kurban untuk memperhatikan keamanan pangan saat pembagian daging. Wadah ramah lingkungan seperti besek lebih dianjurkan dibanding plastik sekali pakai.</p>
<p>Jika menggunakan plastik, masyarakat diminta memakai plastik food grade dan menghindari plastik hitam maupun plastik bekas karena berisiko mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari daging kurban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sapi Kurban Raksasa dari Presiden Akan Dibagikan untuk Warga Kota Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sapi-kurban-raksasa-dari-presiden-akan-dibagikan-untuk-warga-kota-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sapi-kurban-raksasa-dari-presiden-akan-dibagikan-untuk-warga-kota-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Kota Blitar mendapat sapi bantuan kemasyarakatan (banmas) dari Presiden Prabowo Subianto. Sapi raksasa jenis limosin itu akan disembelih di Kota Blitar dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a15400ceecde.webp" length="44116" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 15:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sapi, Kurban, Raksasa, Kota Blitar, Dibagikan, Masyarakat, Banmas, Presiden.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat Kota Blitar tahun ini menarik perhatian warga. Pasalnya, sapi jenis limosin yang disiapkan memiliki bobot mencapai 1,1 ton dengan nilai sekitar Rp100 juta.</p>
<p>Sapi berukuran raksasa tersebut berasal dari peternakan IBS Farm milik Heru Surawan di Kediri. Hewan kurban itu rencananya akan diserahkan ke Masjid Baitul Anwar, Kelucamatan Sukorejo, untuk kemudian disembelih dan dibagikan kepada masyarakat saat Hari Raya Iduladha.</p>
<p>Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Kota Blitar.</p>
<p>"Alhamdulillah Kota Blitar mendapatkan sapi kurban dengan bobot sekitar 1,1 ton. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat karena nantinya daging kurban akan dibagikan kepada warga," kata dia, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, pemilihan sapi dilakukan secara ketat karena tidak mudah mendapatkan sapi dengan ukuran besar namun tetap memenuhi standar kesehatan dan kelayakan kurban.</p>
<p>"Untuk mencari sapi dengan bobot sebesar itu memang tidak mudah. Karena itu dipilih yang benar-benar sesuai kriteria," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, peternak Heru Surawan menjelaskan sapi limosin tersebut merupakan hasil perawatan selama bertahun-tahun. Ia menyebut sapi itu dipelihara sejak kecil dan menjadi salah satu sapi unggulan di kandangnya.</p>
<p>"Kurang lebih sudah enam tahun dipelihara. Ini hasil ternak sendiri karena memang postur tubuhnya besar," jelas Heru.</p>
<p>Ia mengungkapkan, perawatan sapi dilakukan secara rutin dengan memperhatikan pola makan, asupan nutrisi dan kondisi kesehatan hewan agar pertumbuhannya maksimal.</p>
<p>"Pemberian pakan dan nutrisi harus teratur. Ada treatment khusus juga supaya kondisi sapi tetap prima," ungkapnya.</p>
<p>Di peternakannya, Heru saat ini memiliki sekitar 50 ekor sapi. Namun, sapi yang dipilih sebagai bantuan kurban Presiden merupakan salah satu yang terbaik dari segi ukuran dan kondisi fisik. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersih Desa Ngringin Nganjuk Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Raup Untung Besar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersih-desa-ngiringin-nganjuk-jadi-ladang-rezeki-pedagang-raup-untung-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersih-desa-ngiringin-nganjuk-jadi-ladang-rezeki-pedagang-raup-untung-besar</guid>
<description><![CDATA[ momentum tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi, di mana warga dari luar desa turut datang untuk memetik manisnya rezeki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1442db7b119.webp" length="44624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 20:29:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penjual mainan, bersih desa, habis terjual, Desa Ngringin, tradisi tahunan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tradisi adat Bersih Desa Ngringin yang dipusatkan di area sakral Punden Sumberrejo tidak hanya menjadi simbol rasa syukur dan pelestarian budaya.</p>
<p>Lebih dari itu, momentum tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi, di mana warga dari luar desa turut datang untuk memetik manisnya rezeki.</p>
<p>​Sejak pagi hari, kawasan punden telah dipadati oleh lautan manusia. Keramaian ini menjadi berkah luar biasa bagi para pelaku usaha kecil, terutama para penjual mainan anak-anak yang dagangannya laku keras diserbu pembeli.</p>
<p>Dampak positif dari Bersih Desa Ngringin ini meluas melampaui batas wilayah administrasi desa. Tingginya perputaran uang di Punden Sumberrejo ikut dirasakan oleh para pedagang dan pekerja informal yang sengaja datang dari luar Desa Ngringin.</p>
<p>​Bagi mereka, acara adat seperti ini adalah momentum emas yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kaki lima, penjual makanan tradisional, hingga penyedia jasa lainnya, semuanya ikut kecipratan berkah ekonomi dari kerumunan massa yang hadir.</p>
<p>"Alhamdulillah, belum sampai acara selesai, dagangan sudah habis total. Bersih desa tahun ini benar-benar membawa berkah luar biasa bagi kami rakyat kecil yang mengais rezeki," ujar Suherman salah satu pedagang mainan di lokasi dengan wajah semringah, Senin (25/5/2026). </p>
<p>Senada disampaikan Ida, warga Dusun Sumberejo yang ikut hadir di tengah kerumunan massa, juga memberikan apresiasi terhadap tanah kelahiran dan sejarah leluhurnya yang masih sangat kental.</p>
<p>​"Ini adalah wujud syukur kolektif kami. Semua makanan dan hasil bumi ini murni swadaya dari warga, oleh warga, dan hari ini kita nikmati bersama-sama di punden. Semoga desa kita selalu gemah ripah loh jinawi," ujar Ida di lokasi acara. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Nganjuk Soroti Keunikan Jodang di Sedekah Bumi Desa Ngringin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gendong-jodang-di-bayang-wabup-tri-handy-puji-uniknya-sedekah-bumi-desa-ngiringin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gendong-jodang-di-bayang-wabup-tri-handy-puji-uniknya-sedekah-bumi-desa-ngiringin</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang dihadiri oleh ribuan warga ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy, yang hadir di tengah-tengah masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a143d4e80ca8.webp" length="53018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 19:59:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, Nyadran, Wabup Tri Handy Saputra, Kades Ngringin, tradisi tahunan, Ribuan Warga, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tradisi sedekah bumi di Kabupaten Nganjuk selalu menyisakan cerita unik dan daya tarik tersendiri. Salah satunya seperti yang berlangsung di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong. Acara yang dihadiri oleh ribuan warga ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy, yang hadir di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>​Dalam konferensi pers setelah acara, Tri Handy mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu prosesi unik yang ia temukan di lokasi, yaitu keberadaan Jodang, tempat makanan atau sesaji yang ditaruh di atas dipan atau tempat tidur kayu (bayang) lalu digotong bersama-sama.</p>
<p>​"Ini bukan aneh ya, tapi lebih tepatnya sangat menarik dan unik. Tadi dari Bu Lurah disiapkan di tempat tidur atau dipan (bayang), di Jodang ya. Ini budaya yang cukup unik dan harus disebarluaskan," ujar Tri Handy dengan antusias, Senin (25/5/2026).</p>
<p>​Menurutnya, potensi budaya lokal seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi untuk menarik masyarakat dari luar daerah agar ikut hadir dan menyaksikan langsung kelestarian adat di Nganjuk.</p>
<p>Wabup juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Desa Ngringin beserta seluruh panitia. Ia menilai esensi dari sedekah bumi ini benar-benar kembali dari rakyat dan untuk rakyat.</p>
<p>Selain membahas kelestarian budaya, Tri Handy juga memberikan respons terkait keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Lengkong. Saat ditanya mengenai persentase kerusakan jalan, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.</p>
<p>​"Kalau untuk detail persentasenya nanti mungkin bisa ke dinas teknis ya (Pekerjaan Umum). Namun yang jelas, kami berkomitmen untuk memperbaiki jalan. Semuanya, bukan hanya di Lengkong, tapi merata se-Kabupaten Nganjuk," tegasnya.</p>
<p>Di penghujung acara, Kepala Desa Ngringin Ika Agustina juga sempat memberikan pesan singkat namun sarat makna kepada warga yang hadir. Mengingat situasi yang mulai menghangat, ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kondusifitas desa.</p>
<p>​"Jangan terkecoh dengan adanya tahun politik," pungkasnya singkat, yang langsung diamini oleh Wabup Tri Handy sebelum menutup sesi wawancara dengan awak media. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Data Final Cek Hewan Kurban, Ratusan Hewan Kurban di Lapak Musiman Kota Batu Dipastikan Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/data-final-cek-hewan-kurban-ratusan-hewan-kurban-di-lapak-musiman-kota-batu-dipastikan-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/data-final-cek-hewan-kurban-ratusan-hewan-kurban-di-lapak-musiman-kota-batu-dipastikan-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menegaskan masyarakat agar membeli hewan kurban di lapak yang telah diperiksa petugas kesehatan hewan. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih tenang karena hewan yang dibeli telah dipastikan sehat dan layak untuk dikurbankan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14219872e9d.webp" length="57114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 18:05:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemeriksaan, Hewan Kurban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Batu melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pedagang musiman. Hasilnya, ratusan hewan kurban yang diperiksa dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk diperjualbelikan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Puskeswan Kota Batu, drh Utami Kurniawati pada Senin (25/5/2026) mengatakan pemeriksaan dilakukan di tujuh lapak pedagang musiman yang tersebar di wilayah Kota Batu. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kelengkapan syarat umur, hingga deteksi penyakit menular.</p>
<p></p>
<p>“Dari tujuh lapak yang sudah kami periksa, terdapat 48 ekor sapi, 333 ekor kambing, dan 333 ekor domba. Secara umum seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, tim pemeriksa melakukan pengecekan secara detail mulai dari suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kuku, hingga nafsu makan hewan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari indikasi penyakit menular maupun cacat fisik yang dapat memengaruhi kelayakan kurban.</p>
<p></p>
<p>Meski mayoritas hewan dinyatakan sehat, petugas menemukan satu ekor hewan yang mengalami gangguan kesehatan. Hewan tersebut langsung dipisahkan dari lapak penjualan untuk mencegah risiko penularan.</p>
<p></p>
<p>“Hanya ada satu hewan yang sakit. Langsung kami lakukan isolasi dan pengobatan serta dilarang untuk dijual terlebih dahulu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Utami, langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat agar hewan kurban yang dibeli benar-benar memenuhi syariat sekaligus aman dari sisi kesehatan hewan.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan dipastikan akan terus dilakukan hingga mendekati pelaksanaan Iduladha, termasuk pemantauan lalu lintas hewan yang masuk ke Kota Batu dari berbagai daerah. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang terkait kebersihan kandang dan penanganan hewan selama masa penjualan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Terbaik Calon Sekda Batu Diumumkan 5 Juni Mendatang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-batu-diumumkan-5-juni-mendatang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-batu-diumumkan-5-juni-mendatang</guid>
<description><![CDATA[ Dengan semakin dekatnya pengumuman tiga besar, dinamika perebutan kursi panglima ASN Kota Batu dipastikan memasuki fase penentuan. Publik maupun internal birokrasi kini menunggu siapa saja kandidat yang berhasil lolos sebagai tiga nama terbaik hasil rekomendasi panitia seleksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1420fd8970e.webp" length="40324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 17:31:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, 3 Nama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kini memasuki tahap akhir. Setelah seluruh rangkaian seleksi rampung, Pemerintah Kota Batu memastikan tiga nama terbaik dari enam kandidat yang tersisa akan diumumkan pada 5 Juni 2026 mendatang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Senin (25/5/2026) menjelaskan bahwa saat ini panitia seleksi (Pansel) tengah melakukan finalisasi akumulasi nilai dari seluruh tahapan yang telah dijalani peserta.</p>
<p></p>
<p>“Seluruh tahapan sudah selesai dilaksanakan, mulai assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan jasmani dan rohani. Saat ini tinggal proses rekapitulasi dan finalisasi penilaian oleh tim pansel,” ujar Santi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, pengumuman tiga besar akan menjadi penanda berakhirnya tahapan seleksi terbuka sebelum nama calon Sekda definitif diserahkan kepada Wali Kota Batu untuk dipilih satu orang sebagai Sekda definitif.</p>
<p></p>
<p>“Rencananya tanggal 5 Juni akan diumumkan tiga nama peserta dengan nilai tertinggi. Tiga nama itu nantinya disampaikan kepada Wali Kota sebagai hasil rekomendasi pansel,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Enam pejabat eselon II yang mengikuti tahapan akhir seleksi tersebut masing-masing Akhmad Dahlan selaku Kepala Bakesbangpol, Alfi Nurhidayat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Arief As Siddiq Kepala Disperum, Bangun Yulianto Kepala Bappelitbangda, Endro Wahjudi Inspektur Kota Batu, serta Mohammad Nur Adhim Kepala Bapenda.</p>
<p></p>
<p>Menurut Santi, seluruh peserta telah mengikuti seluruh tahapan secara lengkap dan sesuai prosedur. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kemampuan manajerial, rekam jejak, kompetensi kepemimpinan, hingga kondisi kesehatan peserta.</p>
<p></p>
<p>“Semua tahapan menjadi satu kesatuan penilaian. Jadi bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga integritas, kepemimpinan, dan kesiapan peserta dalam menjalankan roda birokrasi,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan sesuai mekanisme sistem merit yang berlaku dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.</p>
<p></p>
<p>Setelah tiga nama diumumkan, keputusan akhir penentuan Sekda definitif sepenuhnya menjadi kewenangan Wali Kota Batu melalui hak prerogatif kepala daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, Khofifah Temukan Harga Bawang dan Daging Sapi Melonjak di Bojonegoro</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-khofifah-temukan-harga-bawang-dan-daging-sapi-melonjak-di-bojonegoro</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-khofifah-temukan-harga-bawang-dan-daging-sapi-melonjak-di-bojonegoro</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah menyebut, lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan lonjakan pasokan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14029d138ff.webp" length="65030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 16:27:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Abrori</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jatim, Khofifah, Bojonegoro hari ini, Bojonegoro, Berita Bojonegoro, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, SJP</strong> — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memantau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Kota Baru Bojonegoro (Pasar Banjarejo), Senin (25/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Dari hasil pantauan tersebut, sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha, terutama daging sapi dan bawang merah.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menyebut, lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan lonjakan pasokan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau permintaan naik sementara pasokan tetap, biasanya ada kecenderungan harga beberapa barang ikut naik,” ujarnya saat meninjau pasar.</p>
<p></p>
<p>Harga daging sapi saat ini terpantau naik dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang bahkan memberi sinyal bahwa harga komoditas ini masih berpotensi terus melambung dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p></p>
<p>“Artinya ada kenaikan harga Rp5 ribu untuk daging sapi dari Rp120 ribu ke Rp125 ribu,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain daging sapi, lonjakan signifikan juga terjadi pada bawang merah. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram kini melonjak tajam menjadi Rp45 ribu per kilogram.</p>
<p></p>
<p>“Harga cabai masih relatif fluktuatif, kadang naik kadang turun. Yang mengalami kenaikan ini bawang merah,” jelas Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, harga cabai tertahan di kisaran tinggi, yakni Rp65 ribu per kilogram. Di sisi lain, harga bawang putih diklaim masih stabil.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kenaikan beberapa komoditas utama, harga daging ayam justru terpantau masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ayam potong dijual rata-rata Rp33 ribu per kilogram, sedangkan HET berada di kisaran Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Khofifah juga memastikan stok beras SPHP di Bojonegoro dalam kondisi aman. Beras medium SPHP kemasan lima kilogram dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp62.500 per kemasan.</p>
<p></p>
<p>Begitu pula dengan pasokan Minyakita yang diklaim masih mencukupi dengan harga sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.</p>
<p></p>
<p>Untuk gula pasir, harga di pasaran terpantau bervariasi tergantung merek. Sebagian pedagang menjual di angka Rp16 ribu per kilogram, sementara merek tertentu menembus angka Rp18 ribu per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, harga telur ayam mengalami tren penurunan jika dibandingkan dengan periode menjelang Idulfitri lalu. Saat ini, telur dijual di kisaran Rp26 ribu per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menilai aktivitas perdagangan di pasar masih berjalan normal dan mengklaim daya beli masyarakat relatif terjaga menjelang Iduladha. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>CPNS Malang Raya Jalani MCU di Karsa Husada Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cpns-malang-raya-jalani-mcu-di-karsa-husada-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cpns-malang-raya-jalani-mcu-di-karsa-husada-batu</guid>
<description><![CDATA[ Sementara itu, pelayanan MCU CPNS pekan ini hanya dibuka pada Senin, Selasa, dan Jumat. Sedangkan pada Rabu dan Kamis layanan dihentikan sementara karena libur Hari Raya Idul Adha ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13ba05c7cff.webp" length="23278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 08:56:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, MCU, Karsa Husada</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan 2025 dari wilayah Malang Raya mulai menjalani medical check up (MCU) di RSUD Karsa Husada Kota Batu sebagai salah satu syarat pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).</p>
<p></p>
<p>Direktur RSUD Karsa Husada Kota Batu, Muhamad Rizal pada Senin (25/5/2027) menegaskan mengatakan pelayanan pemeriksaan kesehatan tersebut dimulai sejak Jumat lalu dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>“Medical check up ini untuk CPNS menuju PNS yang disyaratkan oleh TKD Pemprov. Pesertanya berasal dari wilayah Malang Raya,” ujar Rizal.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, RSUD Karsa Husada menjadi rumah sakit yang direkomendasikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pelaksanaan MCU CPNS di wilayah Malang Raya.</p>
<p></p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mendaftar secara daring sebelum datang langsung ke rumah sakit untuk mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Mengingat Karsa Husada menggunakan sistem one stop service. Sehingga peserta datang dan seluruh pemeriksaan sudah tersedia lengkap sesuai syarat dari Badan Kepegawaian Daerah.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, psikotes, radiologi, patologi klinik, laboratorium, hingga tes kejiwaan. Menurut Rizal, hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan bagi Badan Kepegawaian Daerah dalam proses penempatan CPNS.</p>
<p></p>
<p>“Dari pemeriksaan laboratorium, foto thorax, dan tes rohani menjadi salah satu approval. BKD juga mempertimbangkan hasil dari Karsa Husada terkait kecocokan penempatan CPNS di instansi tertentu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Rizal memaparkan bahwa pihaknya membuka dua sesi pelayanan setiap hari dengan jumlah peserta mencapai sekitar 70 hingga 80 orang per hari dengan rincian pendaftaran online biasanya sekitar 60 orang, sisanya pendaftaran langsung atau on site.</p>
<p></p>
<p>Meski diperuntukkan bagi wilayah Malang Raya, Rizal menyebut peserta MCU juga datang dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Bahkan, peserta terjauh yang tercatat sementara berasal dari Probolinggo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Suboh Buduan 1,  Hidupkan Ekonomi Desa dan Kurangi Pengangguran di Situbondo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-suboh-buduan-1-hidupkan-ekonomi-desa-dan-kurangi-pengangguran-di-situbondo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-suboh-buduan-1-hidupkan-ekonomi-desa-dan-kurangi-pengangguran-di-situbondo</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran dapur SPPG Suboh Buduan 01 Situbondo dalam Program Makan Bergizi Gratis tak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi ibu rumah tangga dan pemuda desa yang kini memiliki penghasilan tetap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12b1afdf9a6.webp" length="39856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 18:14:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, Suboh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Asap hangat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo bukan sekadar pertanda ribuan paket makanan bergizi tengah disiapkan. Di balik hiruk-pikuk aktivitas memasak sejak pagi hari, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu perlahan menjelma menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat desa.</p>
<p>Setiap hari, puluhan warga silih berganti datang membawa peran masing-masing. Ada ibu rumah tangga yang sibuk menyiapkan bahan makanan, pemuda desa yang membantu distribusi, hingga relawan yang memastikan setiap menu tersaji sesuai standar gizi. Aktivitas yang dulunya tidak pernah terbayangkan kini menjadi rutinitas produktif yang menghadirkan penghasilan tetap bagi banyak keluarga.</p>
<p>Program MBG yang dijalankan melalui dapur SPPG Buduan Suboh 1 tidak hanya berbicara soal pemenuhan nutrisi bagi siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Lebih dari itu, program ini mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di tingkat desa. Kehadirannya memberi ruang kerja bagi warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan bahkan tidak memiliki pendapatan tetap.</p>
<p>Di tengah kondisi ekonomi desa yang masih penuh tantangan, keberadaan dapur MBG menjadi bukti bahwa program sosial pemerintah dapat bergerak lebih luas menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dari dapur sederhana di kawasan Buduan, roda ekonomi kecil mulai berputar, menghadirkan optimisme baru bagi warga Situbondo.</p>
<p>Kehadiran SPPG Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo memang tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.</p>
<p>Di bawah pengelolaan yayasan mitra pelaksana MBG, dapur SPPG Buduan Suboh kini menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang melibatkan puluhan relawan dari berbagai kalangan, mulai pemuda desa, remaja, hingga ibu rumah tangga.</p>
<p>Program yang beroperasi setiap hari tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Para relawan dilibatkan dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, pemorsian makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.</p>
<p>Mayoritas relawan sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap atau hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Kini mereka memiliki aktivitas kerja yang lebih terarah sekaligus memperoleh penghasilan rutin setiap bulan.</p>
<p>Salah pekerja, Maisa (58), mengaku bersyukur dapat bergabung dalam kegiatan operasional dapur SPPG. Sebelum bergabung, ia hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan sendiri. Namun, melalui program tersebut, kini ia memiliki kesempatan untuk membantu ekonomi keluarga.</p>
<p>“Alhamdulillah, dulu saya hanya ibu rumah tangga. Sekarang bisa ikut bekerja di dapur SPPG dan memiliki penghasilan sendiri. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga merasa lebih semangat karena bisa ikut berkontribusi dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Keberadaan dapur SPPG Suboh Buduan juga dinilai mampu mengurangi angka perantauan tenaga kerja muda ke luar daerah. Sejumlah pemuda yang sebelumnya harus mencari pekerjaan di kota lain kini dapat tetap produktif dan memperoleh pendapatan di kampung halamannya sendiri.</p>
<p>Dalam operasionalnya, para relawan bekerja secara gotong royong untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan gizi seimbang.</p>
<p>Setiap hari, ribuan paket makanan diproduksi dan didistribusikan kepada siswa sekolah, balita, ibu hamil (bumil), serta ibu menyusui (busui) di wilayah Situbondo.</p>
<p>Menu yang disajikan disusun berdasarkan kebutuhan gizi seimbang, seperti nasi putih, ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan buah pisang ambon sebagai sumber vitamin dan serat.</p>
<p>Selain berfungsi sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi, SPPG Suboh Buduan kini juga menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan lapangan kerja nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.</p>
<p>Hingga saat ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di dapur SPPG Suboh Buduan 01 berjalan tertib, aman, dan lancar dengan dukungan serta antusiasme tinggi dari masyarakat dan para relawan yang terlibat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib PT Bogem Jadi Penentu Bondowoso Republik Kopi Reborn</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-pt-bogem-jadi-penentu-bondowoso-republik-kopi-reborn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-pt-bogem-jadi-penentu-bondowoso-republik-kopi-reborn</guid>
<description><![CDATA[ Program Bondowoso Republik Kopi Reborn kembali membuka ingatan publik terhadap nasib PT Bondowoso Gemilang (Bogem), BUMD kopi yang hingga kini masih dibayangi persoalan hukum dan polemik tata kelola. Pemkab Bondowoso kini mengkaji opsi pembubaran atau pembenahan total perusahaan daerah tersebut demi menopang kebangkitan industri kopi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a129fb7ceee6.webp" length="32490" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 15:14:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kopi, ekspor, ekonomi, bisnis, petani, pertanian, perkebunan, suarajatimpos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="417"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP - </strong>Wacana penguatan kembali tata niaga kopi melalui program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="78" data-end="110"> Reborn,</em> kembali menyeret perhatian publik pada nasib PT Bondowoso Gemilang (Bogem), perusahaan daerah yang dulu digadang-gadang menjadi motor penggerak industri kopi Bondowoso. Namun, setelah bertahun-tahun berjalan, perusahaan tersebut justru terseret berbagai persoalan yang hingga kini belum benar-benar tuntas.</p>
<p data-start="419" data-end="790">PT Bogem sebelumnya dibentuk sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu mengelola potensi kopi Bondowoso secara profesional, mulai dari pengolahan hingga pemasaran. Di awal kemunculannya, perusahaan ini sempat menjadi simbol optimisme baru bagi petani kopi Bondowoso yang terkenal dengan kopi specialty berlabel Indikasi Geografis (IG) Java Ijen-Raung.</p>
<p data-start="792" data-end="1194">Namun dalam perjalanannya, PT Bogem menghadapi berbagai persoalan internal, mulai dari polemik tata kelola, persoalan bisnis, hingga proses hukum yang menyeret keberlangsungan perusahaan tersebut. Kondisi itu membuat keberadaan PT Bogem kini berada di persimpangan jalan, antara dibubarkan dan diganti dengan badan usaha baru, atau tetap dipertahankan dengan skema pembenahan total di tubuh perusahaan.</p>
<p data-start="1196" data-end="1510">Situasi tersebut kembali menjadi sorotan seiring munculnya program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="1263" data-end="1295"> Reborn</em> yang diusung Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Program tersebut dinilai membutuhkan lembaga usaha yang kuat dan lincah untuk menopang tata niaga kopi daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.</p>
<p data-start="1512" data-end="1791">Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengakui saat ini pemerintah masih mengkaji langkah terbaik terkait nasib PT Bogem. Menurutnya, terdapat dua pandangan yang berkembang di internal pemerintah daerah.</p>
<p data-start="1793" data-end="2093">“Jadi gini, sekarang masih ada proses hukum yang berjalan di sana. Memang ada dua pendapat. Satu, bagaimana itu lebih baik diganti saja dengan yang baru. Tapi ada juga yang berpendapat prosesnya tetap berjalan, namun isi dan sistemnya yang dibenahi,” ujar Hergiar saat dikonfirmasi, Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="2095" data-end="2295">Meski demikian, Hergiar menegaskan, pemerintah daerah memiliki harapan besar agar ke depan terdapat BUMD yang mampu bergerak lebih cepat dan profesional dalam mendukung penguatan sektor kopi Bondowoso.</p>
<p data-start="2297" data-end="2579">“Kalau kita punya BUMD, itu akan jauh lebih lincah. Saya juga di Dinas Koperasi pernah mengurus koperasi pengolahan, tapi memang tidak akan selincah BUMD. Karena itu sekarang masih dicarikan formula terbaik, apakah membuat baru atau melanjutkan yang lama dengan pembaruan,” katanya.</p>
<p data-start="2581" data-end="2750">Ia menambahkan, penguatan kelembagaan usaha menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="2673" data-end="2705"> Reborn</em> yang saat ini mulai disiapkan lintas sektor.</p>
<p data-start="2752" data-end="3080">“Jadi salah satu program besar saat ini adalah Bondowoso Republik Kopi Reborn. Yang kami lakukan sekarang adalah membangun infrastrukturnya, terutama dari hulunya terlebih dahulu. Kami bersama Dinas Pertanian mendorong agar Bondowoso memiliki kopi specialty yang benar-benar mendapat dukungan maksimal dari pemerintah,” ujarnya.</p>
<p data-start="3082" data-end="3290">Menurut Hergiar, pengembangan kopi tidak cukup hanya fokus pada produksi dan pemasaran semata. Sektor pariwisata juga harus dilibatkan agar industri kopi Bondowoso memiliki daya tarik ekonomi yang lebih kuat.</p>
<p data-start="3292" data-end="3585">“Kalau hanya dari hulu ke tengah lalu ke hilir tanpa ada penarik dari sektor pariwisata, tentu akan lebih sulit berkembang. Karena itu kami sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar Bondowoso Republik Kopi Reborn ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar bisa diwujudkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="3587" data-end="3881">Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah optimalisasi fungsi Gedung PLUT, sebagai pusat pengembangan pelaku usaha kopi di Bondowoso. Tempat tersebut nantinya akan difungsikan untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas, hingga kemampuan pemasaran pelaku usaha kopi lokal.</p>
<p data-start="3883" data-end="4100">“Harapannya para pengusaha dan pelaku kopi di Bondowoso bisa mendapat lebih banyak keterampilan dan kemampuan, sehingga bisa semakin menyemarakkan kopi Bondowoso dan mendukung program Bondowoso Republik Kopi Reborn,” ungkapnya.</p>
<p data-start="4102" data-end="4330">Hergiar menambahkan, konsep Bondowoso Republik Kopi <em data-start="4130" data-end="4152">Reborn</em> pada dasarnya merupakan kelanjutan dari gagasan lama yang diperbarui dengan semangat dan pendekatan baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan pemasaran digital.</p>
<p data-start="4332" data-end="4612" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kalau dulu mungkin digital marketing belum terlalu berkembang, sekarang kita harus menangkap perubahan zaman itu. Jangan sampai tertinggal. Karena itu salah satu inkubator usaha yang kami siapkan adalah penguatan digital marketing dan branding produk kopi Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4332" data-end="4612" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sapi Simental Seberat 1,2 Ton Asal Probolinggo Terpilih Jadi Hewan Qurban Presiden</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sapi-simental-seberat-12-ton-asal-probolinggo-terpilih-jadi-hewan-qurban-presiden</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sapi-simental-seberat-12-ton-asal-probolinggo-terpilih-jadi-hewan-qurban-presiden</guid>
<description><![CDATA[ Seekor sapi asal Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi jenis Simental bernama Ronggo Waseso itu memiliki bobot mencapai 1,2 ton dan sebelumnya juga meraih juara dua dalam kontes sapi. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal Probolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1168279c863.webp" length="61480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 14:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, HewanQurban, SapiQurbanPresiden, IdulAdha2026, PeternakLokal, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong>–Perawatan intensif dan proses seleksi ketat mengantarkan seekor sapi milik peternak asal Kabupaten Probolinggo terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi jenis Simental bernama “Ronggo Waseso” itu berhasil menyisihkan sejumlah sapi lainnya setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan penilaian kualitas selama sekitar satu bulan.</p>
<p>Sapi berbobot 1,2 ton tersebut milik Dedy Rekta Andoko (41), warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Saat terpilih menjadi hewan kurban presiden, usia sapi itu baru menginjak 2,5 tahun. Dengan postur tubuh besar dan kondisi kesehatan prima, Ronggo Waseso dinilai memenuhi standar sebagai hewan kurban untuk orang nomor satu di Indonesia.</p>
<p>Dedy mengaku tidak menyangka sapi yang dirawatnya selama ini bisa terpilih menjadi hewan kurban presiden. Sebab, enam bulan lalu berat sapi tersebut masih sekitar 850 kilogram. Namun, berkat perawatan rutin, pemberian pakan berkualitas, vitamin, serta perhatian ekstra terhadap kesehatan ternak, berat Ronggo Waseso meningkat drastis hingga mencapai 1,2 ton.</p>
<p>“Jadi sebelum terpilih, Ronggo Waseso menjalani proses seleksi bersama sapi-sapi lain di Kabupaten Probolinggo selama satu bulan. Setelah proses seleksi faktual oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, barulah sapi milik saya terpilih,” kata Dedy Rekta Andoko.</p>
<p>Menurut Dedy, keberhasilan sapinya terpilih menjadi hewan kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi sebelumnya Ronggo Waseso juga sempat meraih juara dua dalam kontes sapi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas ternak lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.</p>
<p>Meski enggan berbicara banyak soal harga, sapi tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp100 juta. Namun bagi Dedy, nilai kebanggaan jauh lebih besar dibanding nominal penjualan. Ia merasa hasil kerja kerasnya dalam merawat ternak selama ini akhirnya membuahkan hasil membanggakan.</p>
<p>“Sebelum dibeli presiden, sapi saya berhasil keluar menjadi juara dua dalam kontes sapi. Selain itu, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Dendi Narindra Prabowo menjelaskan, terpilihnya Ronggo Waseso sebagai hewan kurban presiden tidak lepas dari perawatan maksimal yang dilakukan pemilik. Selain pemberian pakan dan vitamin yang cukup, kesehatan sapi juga terus dipantau secara berkala oleh petugas.</p>
<p>Menurutnya, faktor kebersihan kandang dan tubuh sapi juga menjadi perhatian penting dalam proses penilaian. Bahkan, vaksinasi terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) telah diberikan untuk memastikan kondisi sapi tetap sehat dan layak menjadi hewan kurban presiden.</p>
<p>“Selain itu, kesehatan sapi juga kami jaga, serta vaksinasi LSD dan PMK juga tak luput telah kami berikan pada sapi. Kemudian kebersihan kandang dan kebersihan sapi juga menjadi faktor penting,” ujar drh. Dendi Narindra Prabowo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Padi Sukma dan Bongkar Ratoon Jadi Senjata Pemkab Malang Kejar Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/padi-sukma-dan-bongkar-ratoon-jadi-senjata-pemkab-malang-kejar-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/padi-sukma-dan-bongkar-ratoon-jadi-senjata-pemkab-malang-kejar-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Program bongkar ratoon dan pengembangan Padi Sukma mulai dipacu Pemkab Malang demi meningkatkan produktivitas tebu dan ketahanan pangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11677783592.webp" length="51232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Kabupaten Malang, Sanusi, Bongkar Ratoon, Tebu Malang, Padi Sukma, Ketahanan Pangan, Swasembada Gula, DTPHP Malang, Petani Tebu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai memacu sektor tebu dan pertanian pangan melalui program bongkar ratoon serta pengembangan varietas Padi Sukma yang kini mulai diuji coba kepada petani.</p>
<p>Hal itu mengemuka saat Bupati Malang M. Sanusi menghadiri kegiatan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon bersama Gubernur Jawa Timur secara daring di lahan tebu Kelompok Tani Makmur II Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Program bongkar ratoon sendiri menjadi langkah pemerintah dalam meremajakan tanaman tebu tua yang produktivitasnya mulai menurun. Kabupaten Malang pada 2026 ditargetkan melakukan peremajaan lahan tebu seluas 7.500 hektare.</p>
<p>Bupati Malang Sanusi menegaskan, program tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan hasil produksi tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.</p>
<p>“Melalui peremajaan tanaman tebu, kami berharap hasil produksi petani dapat meningkat sehingga mampu mendukung target Swasembada Gula Nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu,” ujar Sanusi, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, Pemkab Malang akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta stakeholder terkait untuk mendukung penguatan sektor perkebunan daerah.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan realisasi program bongkar ratoon tahun 2025 mencapai sekitar 1.700 hektare dari target 7.500 hektare.</p>
<p>Untuk tahun 2026, kata dia, target tetap dipertahankan di angka yang sama dengan potensi lahan yang telah terdata mencapai sekitar 5.200 hektare.</p>
<p>“Yang sudah final ter-SK-kan kurang lebih 1.300 hektare. Ada sekitar 900 hektare lagi yang masih proses ground checking dan administrasi,” kata Avicenna.</p>
<p>Menurutnya, tambahan potensi lahan juga datang dari koperasi di bawah dua pabrik gula, yakni Rebet Baru dan Kebun Agung, dengan estimasi tambahan mencapai 2.000 hingga 2.500 hektare.</p>
<p>Selain sektor tebu, DTPHP Kabupaten Malang juga mulai memperkenalkan Padi Sukma yang saat ini masih menunggu SK pelepasan dari Kementerian Pertanian sebelum nantinya dapat diedarkan secara resmi.</p>
<p>Avicenna menyebut varietas tersebut memiliki potensi produksi hingga 15 ton per hektare dan masih terus dikembangkan untuk meningkatkan hasil panennya.</p>
<p>“Semua persyaratan sudah selesai, tinggal menunggu keluarnya SK pelepasan. Setelah itu baru kami urus izin edar dan sertifikasinya,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan itu juga diperkenalkan Ngateman, petani pemulia asal Kabupaten Malang yang disebut telah meneliti dan mengembangkan Padi Sukma sejak tahun 2009 atau sekitar 19 tahun terakhir. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stunting Masih Jadi PR Untuk Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stunting-masih-jadi-pr-untuk-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stunting-masih-jadi-pr-untuk-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena “lulus 10 masuk 10” tersebut kini menjadi alarm bahwa persoalan stunting bukan sekadar soal bantuan makanan tambahan, melainkan menyangkut pola pengasuhan, kesehatan lingkungan, hingga konsistensi pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11423eee373.webp" length="27894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 12:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Stunting, Penurunan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya menekan angka stunting di Kota Batu ternyata masih menghadapi tantangan serius. Meski berbagai program intervensi gizi terus digencarkan, prevalensi stunting di Kota Batu masih bertahan di kisaran 10 persen.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja pada Sabtu (24/5/2026) menegaskan. bahwa pihaknya menemukan pola yang menjadi penghambat utama turunnya angka stunting secara signifikan. Fenomena itu disebut sebagai “lulus 10 masuk 10”.</p>
<p></p>
<p>"Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika sejumlah balita berhasil keluar dari kategori stunting, namun dalam waktu bersamaan muncul jumlah kasus baru yang hampir sama. Yang kami upayakan sekarang adalah memutus siklus itu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pola tersebut membuat angka stunting sulit turun drastis meskipun program penanganan terus dilakukan di lapangan. Karena itu, strategi penanganan kini mulai diubah dengan memperkuat pencegahan sejak fase awal perlambatan pertumbuhan atau growth faltering.</p>
<p></p>
<p>Dinkes menilai banyak orang tua masih keliru memahami indikator tumbuh kembang anak. Sebagian besar hanya fokus pada kenaikan berat badan, padahal pertumbuhan tinggi badan juga menjadi indikator penting dalam mendeteksi potensi stunting.</p>
<p></p>
<p>“Kalau berat badan naik tapi tidak mencapai target minimal kelompok umur, itu sudah lampu kuning. Kondisi tersebut membuat kader posyandu kini diminta lebih aktif membaca grafik pertumbuhan anak secara detail, bukan sekadar mencatat kenaikan timbangan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain faktor pola asuh dan asupan gizi, Dinkes juga menemukan pengaruh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem terhadap meningkatnya risiko stunting. Anak-anak yang sering mengalami sakit berulang seperti batuk dan pilek cenderung mengalami gangguan pertumbuhan karena energi tubuh lebih banyak digunakan untuk pemulihan dibanding pertumbuhan.</p>
<p></p>
<p>Akibatnya, tinggi dan berat badan anak sulit berkembang optimal meskipun pola makan sudah diperbaiki. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Batu kini memperkuat layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga tingkat desa. Sistem skrining kesehatan dibuat lebih ketat agar potensi perlambatan pertumbuhan dapat terdeteksi lebih awal.</p>
<p></p>
<p>Distribusi bantuan nutrisi seperti susu subsidi juga mulai diperketat agar benar-benar tepat sasaran kepada keluarga dengan risiko tinggi stunting. Aditya juga menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan semata.</p>
<p></p>
<p>"Kesadaran orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara rutin tetap menjadi faktor paling menentukan. Target kami tetap turun satu digit tahun ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Pemkot Dorong Anak Muda Kota Batu Kuasai Skill Adaptif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-perubahan-dunia-kerja-pemkot-dorong-anak-muda-kota-batu-kuasai-skill-adaptif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-perubahan-dunia-kerja-pemkot-dorong-anak-muda-kota-batu-kuasai-skill-adaptif</guid>
<description><![CDATA[ Melalui penguatan kompetensi peningkatan skill adaptif, Pemkot Batu berharap kedepannya akan  lahir sumber daya manusia yang lebih survive,  kreatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi dan kebutuhan industri yang terus berkembang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1141a71b18a.webp" length="25498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 11:57:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Adaptif, Pemuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mendorong perubahan pola pikir generasi muda agar tidak lagi hanya mengandalkan ijazah dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis. Penguasaan keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, hingga sertifikasi kompetensi kini dinilai menjadi kebutuhan utama di tengah transformasi dunia kerja yang bergerak cepat.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (23/5/226) menegaskan bahwa sebelumnya dan menegaskan kepada pemuda bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi cukup dijawab dengan pendidikan formal semata. Anak muda dituntut memiliki hard skill dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri maupun perkembangan teknologi.</p>
<p></p>
<p>“Kalau hanya mengandalkan ijazah tanpa skill, akan sulit bertahan di era yang serba cepat seperti sekarang. Kuncinya belajar, konsisten, dan menjaga kepercayaan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai perubahan pola kerja dan perkembangan teknologi digital telah mengubah kebutuhan pasar tenaga kerja secara signifikan. Karena itu, generasi muda Kota Batu diminta lebih siap beradaptasi dengan berbagai peluang profesi baru yang terus bermunculan.</p>
<p></p>
<p>Pelatihan yang disiapkan pemerintah pun diarahkan pada bidang yang dinilai memiliki prospek besar dan dekat dengan kebutuhan industri saat ini. Mulai dari digital marketing berbasis teknologi, operator K3, barista, hingga commercial make up.</p>
<p></p>
<p>"Selain untuk meningkatkan peluang kerja, program tersebut juga diarahkan agar peserta mampu menciptakan usaha mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungannya masing-masing," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Heli juga membagikan pengalaman pribadinya saat bekerja di sektor pemasaran perusahaan farmasi selama bertahun-tahun. Menurutnya, pengalaman kerja lapangan menjadi proses penting dalam membentuk mental, karakter, dan kemampuan bertahan seseorang di dunia profesional.</p>
<p></p>
<p>“Kesuksesan tidak datang instan. Semua butuh proses, konsistensi, dan kemauan belajar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunakan Dua Lokomotif 180 Ton, Kemenhub Uji Kelayakan Jembatan Kereta di Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunakan-dua-lokomotif-180-ton-kemenhub-uji-kelayakan-jembatan-kereta-di-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunakan-dua-lokomotif-180-ton-kemenhub-uji-kelayakan-jembatan-kereta-di-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Pengujian dilakukan untuk memastikan kekuatan konstruksi jembatan yang menjadi jalur penting perjalanan kereta api di wilayah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a10131891ef6.webp" length="62566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 16:28:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KeretaApi, DJLA, Kemenhub, JembatanKeretaApi, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, melakukan uji fungsi terhadap Jembatan Kereta BH 374 yang berada di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat siang (22/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Pengujian dilakukan untuk memastikan kekuatan konstruksi jembatan yang menjadi jalur penting perjalanan kereta api di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses pengujian, petugas menggunakan dua lokomotif jenis CC 300 dengan total berat mencapai 180 ton. Uji fungsi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan dilakukan melalui dua tahapan, yakni pengujian dinamis serta pengujian statis.</p>
<p></p>
<p>Pada pengujian dinamis, dua lokomotif dijalankan melintasi jembatan dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Sementara itu, pada pengujian statis, lokomotif dihentikan secara bertahap di beberapa titik di atas jembatan, mulai dari posisi 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga seluruh badan lokomotif berada tepat di atas bentang jembatan.</p>
<p></p>
<p>Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta, mengatakan bahwa uji fungsi dilakukan guna mengetahui kondisi aktual jembatan setelah sebelumnya dilakukan pembaruan struktur.</p>
<p></p>
<p>"Pengujian ini sangat penting untuk memastikan kemampuan struktur jembatan dalam menahan beban kereta api, sekaligus mengetahui tingkat kelengkungan jembatan saat dilalui lokomotif," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Jembatan BH 374 merupakan jembatan peninggalan era Djawatan Kereta Api yang dibangun sejak tahun 1950-an. Namun, pada tahun 2022 lalu, pemerintah melakukan revitalisasi dengan mengganti seluruh rangka baja jembatan menggunakan struktur baru yang lebih besar dan lebih kuat.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penggantian struktur tersebut bertujuan meningkatkan keamanan perjalanan kereta api, khususnya saat debit air sungai meningkat dan arus sungai menjadi deras ketika musim hujan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan struktur baru ini, diharapkan kondisi sungai saat banjir tidak lagi mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil sementara pengujian, kondisi jembatan dinilai masih sangat baik dan layak digunakan untuk jangka panjang. Jembatan tersebut bahkan disebut mampu menopang beban hingga 200 ton.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan hasil awal uji fungsi yang dilakukan, performa jembatan masih dalam kondisi baik dan diperkirakan dapat digunakan hingga 50 tahun mendatang," imbuh Alfaviega.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya juga memastikan evaluasi rutin akan terus dilakukan demi menjaga keamanan operasional kereta api. Pemeriksaan dan uji fungsi jembatan dijadwalkan kembali setiap empat tahun sekali agar kondisi konstruksi tetap terpantau dan sesuai dengan standar keselamatan transportasi perkeretaapian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>96 Warga Batu Terima Bantuan RTLH Rp30 Juta per Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/96-warga-batu-terima-bantuan-rtlh-rp30-juta-per-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/96-warga-batu-terima-bantuan-rtlh-rp30-juta-per-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Skema penyaluran dana juga dibuat khusus agar penggunaan bantuan benar-benar tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1007d91eed1.webp" length="67926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 15:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RTLH, Rp 30 Juta</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mulai merealisasikan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) reguler tahun anggaran 2026. Sebanyak 96 warga dipastikan menerima bantuan stimulan senilai Rp30 juta per rumah untuk memperbaiki hunian agar lebih layak, aman, dan sehat.</p>
<p>Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Batu, Prasetyo Bagus Wicaksono, pada Jumat (22/5/2026) menegaskan bahwa program tersebut dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan.</p>
<p>"Awalnya terdapat 98 calon penerima bantuan yang lolos verifikasi administrasi. Namun dalam proses berjalan, satu penerima mengundurkan diri dan satu lainnya meninggal dunia sehingga jumlah penerima bantuan berkurang menjadi 96 orang," kata dia.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh penerima memperoleh bantuan penuh sebesar Rp30 juta tanpa potongan apa pun. Skema penyaluran dana juga dibuat khusus agar penggunaan bantuan benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>Sebagian besar dana, yakni Rp25,5 juta, langsung dibayarkan kepada toko bangunan dalam bentuk material konstruksi. Sementara itu, sisanya sebesar Rp4,5 juta diberikan untuk biaya tukang dan ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan.</p>
<p>"Dana untuk tukang dibayarkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp2,25 juta dicairkan saat ini, sedangkan sisanya diberikan setelah progres pembangunan rumah mencapai 100 persen," imbuhnya.</p>
<p>Program RTLH tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemkot Batu dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. </p>
<p>Pemerintah daerah menilai bahwa rumah layak huni tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup warga.</p>
<p>Selain memperbaiki kondisi rumah, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kawasan hunian tidak layak sekaligus memperkuat aspek sosial masyarakat. </p>
<p>"Pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman untuk ditinggali bersama keluarga," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengoptimalkan Restribusi Pasar Terhadap PAD, Kepala Pasar Se Pasuruan Tandatangani Pakta Integritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengoptimalkan-restribusi-pasar-terhadap-pad-kepala-pasar-se-pasuruan-tandatangani-pakta-integritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengoptimalkan-restribusi-pasar-terhadap-pad-kepala-pasar-se-pasuruan-tandatangani-pakta-integritas</guid>
<description><![CDATA[ Diantaranya bekerja profesional, menjaga transparansi dan akuntabilitas, menghindari konflik kepentingan, tidak menerima gratifikasi, hingga mengoptimalkan potensi retribusi pasar sesuai aturan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0fb210c5799.webp" length="26200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 08:16:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Diskoperindag</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Pasca dipanggilnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan ke Komisi II terhadap aset pasar yang diduga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan mengumpulkan seluruh kepala UPT pasar se-Kabupaten Pasuruan untuk menandatangani pakta integritas di Kantor Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi langkah penguatan komitmen pelayanan pasar yang profesional, transparan, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).</p>
<p>Dalam pakta integritas itu terdapat 10 poin komitmen yang wajib dijalankan para kepala pasar beserta jajaran di bawahnya.</p>
<p>Diantaranya bekerja profesional, menjaga transparansi dan akuntabilitas, menghindari konflik kepentingan, tidak menerima gratifikasi, hingga mengoptimalkan potensi retribusi pasar sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufiqul Ghony mengatakan, kegiatan itu tidak hanya sebatas penandatanganan pakta integritas, tetapi juga menjadi bagian dari pembekalan kepada seluruh kepala pasar.</p>
<p>Menurutnya, pembekalan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan, setelah turun lapangan dan rapat bersama DPRD terkait pengelolaan pasar daerah.</p>
<p>“Kami ingin seluruh kepala pasar bekerja lebih profesional, menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban pasar, termasuk mendata pedagang yang belum memenuhi kewajiban retribusi,” katanya.</p>
<p>Selain itu, para kepala pasar juga diminta lebih tegas terhadap pedagang yang berjualan di luar area pasar karena dinilai mengganggu ketertiban dan aktivitas perdagangan di dalam pasar daerah.</p>
<p>Ghony, sapaan akrabnya menegaskan, keberadaan pasar daerah memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Panjenengan semua ini penopang keluarga dan juga bagian penting dalam pelayanan masyarakat. Boleh bekerja dengan nyaman, tetapi jangan bekerja seenaknya. Karena itu integritas harus benar-benar dijaga,” tegasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT SAI Jadi Primadona, Pemburu Kerja Asal Loceret SerbuJob Fair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-sai-jadi-primadona-pemburu-kerja-asal-loceret-serbujob-fair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-sai-jadi-primadona-pemburu-kerja-asal-loceret-serbujob-fair</guid>
<description><![CDATA[ Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur ini mengakui bahwa antusiasme masyarakat Nganjuk, khususnya para lulusan muda, di luar ekspektasi mereka ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f0b577a4af.webp" length="18118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 21:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelamar kerja, Job fair 2026, Disnaker Nganjuk, PT SAI, GOR Bung Karno, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Membeludaknya jumlah pelamar yang menyerbu stan PT PT Sukses Abadi Indonesia (SAI) dalam gelaran Job Fair Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk akhirnya mendapat tanggapan dari pihak manajemen.</p>
<p>Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur ini mengakui bahwa antusiasme masyarakat Nganjuk, khususnya para lulusan muda, di luar ekspektasi mereka.</p>
<p></p>
<p>​Sejak pintu gerbang bursa kerja dibuka, antrean di stan PT SAI terus mengular panjang. Para pelamar yang didominasi oleh generasi muda dari berbagai wilayah seperti Loceret, Berbek, hingga Ngronggot, tampak setia mengantre demi menyerahkan map cokelat berisi berkas lamaran mereka.</p>
<p></p>
<p>​Melihat fenomena ini, perwakilan dari manajemen PT SAI mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor utama yang membuat perusahaan mereka menjadi magnet dan "idola" bagi para pencari kerja lokal di Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para pelamar di Nganjuk. Mengapa PT SAI begitu diminati? Berdasarkan evaluasi kami, selain karena kepatuhan perusahaan terhadap standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang jelas, faktor kepastian regulasi kerja dan jaminan kesejahteraan seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menjadi alasan utama yang dicari para pekerja saat ini," ujar perwakilan HRD PT SAI di sela-sela kegiatan, Kamis (21/5/2026).</p>
<p></p>
<p>​Lebih lanjut, pihak perusahaan menjelaskan bahwa stigma positif di masyarakat mengenai lingkungan kerja yang aman dan sistem kontrak yang transparan turut andil besar. Di tengah ketatnya persaingan industri, para pencari kerja saat ini dinilai lebih selektif dan mencari perusahaan yang menawarkan stabilitas jangka panjang.</p>
<p></p>
<p>​Pihak PT SAI juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dalam Job Fair ini dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli).</p>
<p></p>
<p>Menariknya, dari sekian banyak perusahaan yang membuka lowongan, PT Sukses Abadi Indonesia (SAI) tampak menjadi magnet utama yang paling diminati oleh para pelamar, khususnya generasi muda.</p>
<p>Fenomena ini terlihat dari antusiasme para pencari kerja yang memadati stan perusahaan manufaktur tersebut. Dengan menggenggam erat map cokelat berisi berkas lamaran, raut wajah optimis sekaligus tegang terpancar dari para pelamar yang rela mengantre demi menaruh asa masa depan mereka.</p>
<p></p>
<p>​Saat ditemui di lokasi, beberapa pelamar asal Kecamatan Loceret mengaku sengaja datang lebih awal demi bisa memasukkan lamaran ke perusahaan impian mereka. Meski ada banyak pilihan pabrik dan perusahaan lain yang membuka stan di Job Fair ini, hati mereka tetap tertuju pada PT SAI.</p>
<p></p>
<p>​"Rencananya mau melamar ke pabrik. Tadi sudah melihat-lihat beberapa pilihan seperti Sukses Mitra Mandiri (SMM) dan lainnya, tapi keinginan terbesar saya tetap masuk ke PT SAI," ujar Intan salah satu pelamar perempuan asal Loceret sembari tersenyum penuh harap.</p>
<p></p>
<p>​Ketika ditanya mengenai alasan utama mengapa PT SAI begitu diidolakan, apakah karena faktor besaran gaji atau jenjang karier, para pelamar kompak merespons dengan senyuman tersipu, mengisyaratkan bahwa kesejahteraan dan reputasi perusahaan memang menjadi daya tarik yang sulit ditolak. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Percepatan Rancangan Perbup, Bupati Pasuruan Konsultasi ke Kanwil Kemenkum Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/percepatan-rancangan-perbup-bupati-pasuruan-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/percepatan-rancangan-perbup-bupati-pasuruan-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (13/5/2026) siang ini menjadi langkah strategis Pemkab Pasuruan untuk memastikan rancangan regulasi daerah dapat segera memenuhi seluruh aspek harmonisasi yang dipersyaratkan sebelum masuk tahap penetapan dan pengundangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e662546708.webp" length="44582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP </strong>— Dalam rangka tindak lanjut atas permohonan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap Rancangan Peraturan Bupati Pasuruan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melaksanakan konsultasi sekaligus koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (13/5/2026) siang ini menjadi langkah strategis Pemkab Pasuruan untuk memastikan rancangan regulasi daerah dapat segera memenuhi seluruh aspek harmonisasi yang dipersyaratkan sebelum masuk tahap penetapan dan pengundangan.</p>
<p>Konsultasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo bersama Ketua Tim P3D, serta Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Sedangkan dari Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur, pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum.</p>
<p>Pertemuan ini bertujuan agar proses penyempurnaan rancangan peraturan dapat dilakukan secara proporsional tanpa menghambat kebutuhan regulasi di daerah. Selain itu, Pemkab Pasuruan juga mengharapkan adanya saran dan masukan lebih lanjut dari Kanwil agar rancangan Peraturan Bupati dapat dinyatakan telah memenuhi aspek harmonisasi, sehingga segera dilanjutkan ke tahap penetapan serta pengundangan.</p>
<p>Langkah ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan di bawah kepemimpinan Mas Rusdi dalam memastikan setiap produk hukum daerah disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus menjamin kualitas serta kepastian hukum bagi masyarakat. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Peringati Harkitnas ke&amp;118, Teguhkan Semangat Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-peringati-harkitnas-ke-118-teguhkan-semangat-jaga-tunas-bangsa-demi-kedaulatan-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-peringati-harkitnas-ke-118-teguhkan-semangat-jaga-tunas-bangsa-demi-kedaulatan-negara</guid>
<description><![CDATA[ Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” serta diikuti oleh pejabat utama, personel Polri dan ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db834255ee.webp" length="58914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 22:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peringati Harkitnas, Polres Nganjuk, Harkitnas ke 118, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Polres Nganjuk menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di lapangan apel Polres Nganjuk, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” serta diikuti oleh pejabat utama, personel Polri dan ASN.</p>
<p>Dalam upacara tersebut dibacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid yang menekankan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan semangat persatuan dan perjuangan intelektual bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908.</p>
<p>Amanat tersebut juga menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Pemerintah mendorong seluruh elemen bangsa untuk menjaga generasi muda sebagai tunas bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, literasi digital hingga pelindungan anak di ruang digital.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus hadir menjaga persatuan serta mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bangsa.</p>
<p>“Semangat Kebangkitan Nasional harus terus kita implementasikan dalam tugas sehari-hari melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan serta mendukung upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia menambahkan, tantangan era digital saat ini membutuhkan kesiapan seluruh elemen masyarakat untuk semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi dan menjaga ruang digital tetap sehat, aman serta produktif.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Polres Nganjuk berharap semangat persatuan, gotong royong dan nasionalisme terus tumbuh di tengah masyarakat guna mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju dan berdaulat sesuai cita-cita para pendiri bangsa. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Sempurnakan Perda Desa, Aturan Teknis Pilkades dan Perangkat Akan Diatur Perbup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-sempurnakan-perda-desa-aturan-teknis-pilkades-dan-perangkat-akan-diatur-perbup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-sempurnakan-perda-desa-aturan-teknis-pilkades-dan-perangkat-akan-diatur-perbup</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menyatakan bahwa rapat paripurna yang digelar hari ini merupakan tindak lanjut penting untuk menyempurnakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db5618506b.webp" length="22702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:20:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahyono, Perda Desa, diatur perbub, Pilkades, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat merampungkan regulasi di tingkat daerah. Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menyatakan bahwa rapat paripurna yang digelar pada Rabu, (20/5/2026), merupakan tindak lanjut penting untuk menyempurnakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Desa.</p>
<p>​Menurut Tatit, langkah penyempurnakan ini mutlak dilakukan agar tidak terjadi kekosongan hukum. Mengingat sebelumnya, ada beberapa poin dalam peraturan daerah tersebut yang mesti tertunda karena harus menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) dari pusat.</p>
<p>​"Kemarin ada peraturan yang masih menunggu PP, dan akhirnya kita paripurnakan di Desember 2025. Nah, hari ini adalah penyempurnaannya. Sudah dibahas di Komisi I terkait dengan penyempurnaan-penyempurnaan Perda Desa," ujar Tatit saat diwawancarai seusai rapat diruang kerjanya, Rabu (20/5/2026). </p>
<p>​​Tatit menjelaskan, materi penyempurnaan ini telah melalui proses diskusi yang panjang. Komisi I DPRD Nganjuk telah menerima berbagai masukan, saran, dan aspirasi dari kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat, hingga persatuan perangkat desa dalam rapat-rapat koordinasi. Semua masukan tersebut kini telah resmi dituangkan ke dalam Perda Desa yang baru saja disahkan.</p>
<p>​Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini menekankan, Perda Desa ini nantinya akan mengatur poin krusial mengenai pengisian kepala desa beserta perangkatnya. Kendati demikian, untuk detail dan hal-hal yang bersifat teknis, nantinya akan diturunkan melalui Peraturan Bupati (Perbup).</p>
<p>​"Hal-hal yang terkait dengan masalah teknisnya, nanti ada Peraturan Bupati (Perbup). Sehingga terkait dengan pengisian kepala desa beserta perangkatnya, ini memang tempatnya di sini," urai Tatit.</p>
<p>​Ia juga berharap Komisi I terus intens berkomunikasi dengan Bupati Nganjuk untuk mengawal perumusan regulasi teknis tersebut.</p>
<p><strong>​</strong>​Saat ditanya mengenai perubahan substansial dibanding peraturan sebelumnya, Tatit menyebut secara umum tidak ada perubahan yang drastis, melainkan lebih kepada penyesuaian aturan yang di atasnya. Termasuk di antaranya formula bantuan anggaran dari APBD yang akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta jumlah pemilih di masing-masing desa.</p>
<p>​Dengan selesainya pembahasan Perda Desa ini, Tatit memberikan estimasi terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​"Harapan kami, estimasi ya sekitar bulan Februari atau Maret tahun depan (awal tahun depan), itu sudah bisa dilaksanakan terkait dengan pilihan kepala desa," ungkap Tatit.</p>
<p>​Pilkades gelombang pertama tersebut rencananya akan diikuti oleh sebagian besar desa yang masa jabatannya habis. </p>
<p>"Dari 264 desa, itu sekitar 230-an sekian desa yang masuk gelombang pertama nanti sudah bisa melaksanakan Pilkades," tambahnya.</p>
<p>​Di akhir wawancara, Tatit menegaskan status regulasi ini sudah resmi selesai di tingkat legislatif. Pihaknya pun meminta dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan aparatur desa, baik terkait penyelenggaraan Pilkades maupun mekanisme pertanggungjawaban kepala desa yang baru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Ingin Ambil Risiko, Polres Nganjuk Pastikan Bus Jemaah Haji Laik Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-ingin-ambil-risiko-polres-nganjuk-pastikan-bus-jemaah-haji-laik-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-ingin-ambil-risiko-polres-nganjuk-pastikan-bus-jemaah-haji-laik-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian yang tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kelaikan armada transportasi massal tersebut terhadap armada bus yang akan digunakan sebagai sarana transportasi jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (20/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0da88e2df26.webp" length="35272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 20:21:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan Bus, Polres Nganjuk, Dishub, Pemberangkatan Jama&#039;ah haji, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan ibadah para calon jemaah haji, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk bergerak cepat melakukan langkah antisipatif.</p>
<p>Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) bersama dinas terkait menggelar inspeksi keselamatan (ramp check) menyeluruh terhadap armada bus yang akan digunakan untuk melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian yang tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kelaikan armada transportasi massal tersebut terhadap armada bus yang akan digunakan sebagai sarana transportasi jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Pemeriksaan atau ramp check tersebut dilaksanakan petugas gabungan Satlantas Polres Nganjuk dan Dishub di Balai Uji KIR Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk guna memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan para calon tamu Allah.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan para calon jemaah haji sejak awal keberangkatan.</p>
<p>“Kami ingin memastikan seluruh armada yang digunakan benar-benar aman dan layak operasional sehingga para calon jemaah haji dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan lancar menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pemeriksaan tersebut, petugas bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu kendaraan, ban, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan perlengkapan keselamatan di dalam bus.</p>
<p>Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan berlangsung.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa kegiatan ramp check menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional pemberangkatan calon jemaah haji.</p>
<p>“Ramp check ini dilakukan untuk meminimalisir potensi gangguan maupun kecelakaan selama perjalanan. Keselamatan para calon jemaah haji menjadi prioritas utama sehingga seluruh armada harus dipastikan memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.</p>
<p>Rencananya, calon jemaah haji Kabupaten Nganjuk akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari yang sama dengan pengawalan dan pengamanan dari petugas terkait guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Jamin Hewan Kurban Aman dan Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-jamin-hewan-kurban-aman-dan-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-jamin-hewan-kurban-aman-dan-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Selain memberi rasa aman bagi pembeli, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peternak lokal sehingga penjualan hewan kurban selama musim Iduladha tetap bergerak positif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6afd62a11.webp" length="38958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:59:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Idul Adha, Jaminan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu memastikan masyarakat tidak perlu khawatir saat membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemkot Batu menjamin hewan kurban yang diperjualbelikan di wilayah Kota Batu berada dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikurbankan.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (20/5/2026) membeberkan jaminan tersebut ditegaskan usai Pemkot Batu melakukan inspeksi kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan lapak penjualan ternak di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Warga tidak perlu waswas saat membeli hewan kurban di Kota Batu. Dari hasil pemeriksaan klinis, seluruh hewan yang kami cek dinyatakan sehat dan layak,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari kondisi fisik ternak, kebersihan kandang, hingga memastikan tidak ada indikasi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>
<p></p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan vitamin tambahan kepada ternak agar daya tahan tubuh hewan tetap terjaga hingga hari penyembelihan. Heli juga menegaskan, pengawasan ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat sebagai konsumen, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas hewan kurban yang dipasarkan peternak lokal.</p>
<p></p>
<p>“Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang benar-benar sehat dan aman. Ini bagian dari perlindungan konsumen sekaligus menjaga ketenangan masyarakat saat beribadah,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah. Setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) guna mencegah potensi penyebaran penyakit.</p>
<p></p>
<p>"Pengawasan dilakukan secara langsung bersama tim gabungan dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta dokter hewan guna memastikan seluruh hewan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan syariat dan dijalankan secara kontinyu sampai hari ini," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Warning Pemkot: Jangan Sampai Dinas Baru Bikin Birokrasi Gemuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-warning-pemkot-jangan-sampai-dinas-baru-bikin-birokrasi-gemuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-warning-pemkot-jangan-sampai-dinas-baru-bikin-birokrasi-gemuk</guid>
<description><![CDATA[ DPRD menginginkan struktur perangkat daerah nantinya benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, profesional, serta sejalan dengan arah pembangunan Kota Batu ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6a6b785cc.webp" length="39788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Birokrasi, Anggaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Rencana Pemerintah Kota Batu membentuk dua organisasi perangkat daerah (OPD) baru mulai mendapat sorotan serius dari kalangan legislatif. DPRD Kota Batu mengingatkan agar penataan kelembagaan tidak justru melahirkan birokrasi gemuk yang membebani keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Nasdem Sujono Djonet pada Rabu (20/5/226) menguraikan bahwa pembentukan OPD baru tidak boleh sekadar menambah struktur birokrasi tanpa diikuti peningkatan efektivitas pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>“Penataan SOTK memang diperlukan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Tetapi prinsipnya harus miskin struktur namun kaya fungsi, karena keberhasilan reformasi birokrasi tidak diukur dari banyaknya dinas baru yang dibentuk, melainkan dari seberapa efektif tata kelola pemerintahan berjalan setelah restrukturisasi dilakukan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>DPRD juga mengingatkan bahwa belanja pegawai daerah wajib tetap terkendali sesuai ketentuan nasional, yakni tidak melampaui 30 persen dari total APBD. Karena itu, pembentukan OPD baru harus dihitung secara matang agar tidak memicu pembengkakan anggaran rutin pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai penambahan dinas justru membebani APBD dan mengurangi ruang anggaran pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek anggaran, DPRD turut menyoroti potensi tumpang tindih kewenangan pada masa transisi kelembagaan. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan roadmap penataan organisasi secara komprehensif, mulai dari pengelolaan aset, distribusi sumber daya manusia (SDM), hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP).</p>
<p></p>
<p>Langkah itu dinilai penting agar perubahan struktur organisasi tidak mengganggu pelayanan publik di tengah proses penyesuaian birokrasi. Legislatif juga meminta seluruh proses penataan dilakukan berbasis analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.</p>
<p></p>
<p>Tak kalah penting, DPRD menekankan penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan pada OPD baru. Penempatan ASN diminta benar-benar berdasarkan kompetensi dan profesionalitas, bukan faktor kedekatan maupun kepentingan politik.</p>
<p></p>
<p>“Penempatan pejabat harus benar-benar the right man on the right place. Transparansi menjadi kunci agar reformasi birokrasi ini berjalan sehat,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Kebangkitan Nasional, Bupati Malang Singgung Masa Depan Anak hingga Layanan Jantung BPJS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-kebangkitan-nasional-bupati-malang-singgung-masa-depan-anak-hingga-layanan-jantung-bpjs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-kebangkitan-nasional-bupati-malang-singgung-masa-depan-anak-hingga-layanan-jantung-bpjs</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang menyoroti ancaman digital bagi anak hingga layanan operasi jantung BPJS di RSUD Kanjuruhan saat peringatan Harkitnas 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d4b313b512.webp" length="25600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 15:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Hardiknas 2026, Harkitnas 2026, Kabupaten Malang, HM Sanusi, RSUD Kanjuruhan, BPJS Kesehatan, Pendidikan Digital, Operasi Jantung, Pemkab Malang, SPMB 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan Bupati Malang HM Sanusi untuk menyoroti sejumlah isu strategis yang bersentuhan langsung dengan masa depan masyarakat, mulai perlindungan anak di era digital hingga peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Malang.</p>
<p>Di hadapan jajaran Forkopimda dan ASN Pemkab Malang saat upacara di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (20/5/2026), Sanusi menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sekadar persoalan pendidikan formal, melainkan juga derasnya arus transformasi digital.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah perlu hadir untuk menjaga tumbuh kembang anak, termasuk dalam penggunaan media sosial yang kini semakin sulit dikendalikan.</p>
<p>“Ancaman bangsa hari ini bukan hanya soal wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan ruang digital,” ujar Sanusi," Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Pemkab Malang, lanjut dia, mendukung langkah perlindungan anak di ruang digital, termasuk kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang mulai diterapkan pada 2026.</p>
<p>Selain menyinggung pendidikan karakter dan digitalisasi pembelajaran, Sanusi juga memaparkan sejumlah program strategis nasional yang mulai berjalan di Kabupaten Malang, seperti program makan bergizi gratis hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.</p>
<p>Namun perhatian peserta upacara tertuju saat Sanusi menyampaikan perkembangan layanan kesehatan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Ia mengungkapkan rumah sakit milik daerah itu kini telah dipercaya menangani tindakan operasi jantung dan pemasangan ring jantung melalui layanan BPJS.</p>
<p>“Hari ini RSUD Kanjuruhan sudah dipercaya melaksanakan operasi jantung dan pemasangan ring jantung melalui BPJS,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Sanusi, peningkatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses kesehatan masyarakat agar warga tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk penanganan medis tertentu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Pemkab Malang juga memberikan penghargaan kepada pelajar dan tenaga pendidik berprestasi tingkat nasional maupun internasional, serta melakukan penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai komitmen mewujudkan proses penerimaan siswa yang objektif dan transparan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PAD Bocor, Komisi II DPRD Pasuruan Desak Inventarisasi Total Aset Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pad-bocor-komisi-ii-dprd-pasuruan-desak-inventarisasi-total-aset-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pad-bocor-komisi-ii-dprd-pasuruan-desak-inventarisasi-total-aset-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil karena banyaknya aset yang lepas dari pencatatan resmi, sehingga retribusi dan potensi sewa tidak masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah (PAD). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d447068c93.webp" length="32548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 13:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Komisi II</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Mencuatnya isu jual beli lapak di Pasar Cheng Hoo, Kecamatan Pandaan, yang viral di media sosial, membuat Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan memanggil Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk meminta keterangan terkait pengelolaan aset pasar di Kabupaten Pasuruan pada Rabu (20/5/2026).</p>
<p></p>
<p>DPRD mendesak Diskoperindag Kabupaten Pasuruan segera melakukan pendataan ulang atau inventarisasi terhadap seluruh aset pasar.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut diambil karena banyaknya aset yang lepas dari pencatatan resmi, sehingga retribusi dan potensi sewa tidak masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi II, Agus Setiya Wardana, meminta dinas terkait diperintahkan untuk turun langsung melakukan pendataan ulang, penertiban, dan pembaruan dokumen legalitas.</p>
<p></p>
<p>"Pendataan bertujuan menghentikan kebocoran retribusi akibat oknum tak bertanggung jawab yang menguasai aset tanpa menyetorkan pemasukan ke daerah," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Wardana menyampaikan bahwa hingga kini masih ada beberapa permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Salah satunya adalah penguasaan aset-aset daerah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai aset daerah yang harusnya bisa berkontribusi PAD, namun karena dikuasai oleh orang lain, akhirnya tidak membayar menjadi PAD," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Taufiqul Ghoni, menyatakan akan melakukan pendataan yang diminta oleh pihak Komisi II terkait aset daerah di pasar tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami diberi waktu hingga senin depan untuk data ulang aset-aset yang milik Pemkab Pasuruan agar para penyewa hak guna usaha sudah habis masa sewanya akan kami data lagi. Jika para penyewaan tidak mau mengurus untuk perpanjangan, akan kami alih ke penyewa baru agar aset tersebut bisa menyerap PAD Kabupaten Pasuruan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Program RANTAS, Perkim Ciptaru Bondowoso Tuntaskan Jalan Lingkungan dan Pavingisasi di Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-program-rantas-perkim-ciptaru-bondowoso-tuntaskan-jalan-lingkungan-dan-pavingisasi-di-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-program-rantas-perkim-ciptaru-bondowoso-tuntaskan-jalan-lingkungan-dan-pavingisasi-di-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso mendukung program RANTAS melalui pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi dari anggaran APBD. Perbaikan infrastruktur di beberapa wilayah kini rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d346617b3f.webp" length="95398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 12:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rantas, PU, Kementerian, BSBK, Perkim Ciptaru, Bondowoso, Pembangunan, Jalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-turn-id-container="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="2a6cea95-9ef6-438d-a7e5-63a2a052619c" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="116" data-end="510"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat terus diperkuat melalui program RANTAS <span class="Yjhzub">(Ruas Jalan dan Infrastruktur Tuntas)</span></p>
<p data-start="116" data-end="510">Salah satu dukungan nyata datang dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Bondowoso yang fokus melakukan pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi di sejumlah wilayah.</p>
<p data-start="512" data-end="704">Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus memperkuat akses mobilitas masyarakat hingga tingkat lingkungan dan dusun.</p>
<p data-start="706" data-end="935">Kepala Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso, Dadan Kurniawan, saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026), menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program RANTAS melalui pembangunan infrastruktur sesuai kewenangan dinas.</p>
<p data-start="937" data-end="1123">Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui pengalokasian anggaran dari APBD Kabupaten Bondowoso yang difokuskan pada pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi di berbagai titik.</p>
<p data-start="1125" data-end="1396">“Program ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program RANTAS yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Anggaran bersumber dari APBD dan dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkungan serta pavingisasi sesuai kewenangan Dinas Perkim Ciptaru,” ujar Dadan Kurniawan.</p>
<p data-start="1398" data-end="1656">Salah satu realisasi pembangunan tersebut terlihat di Dusun Karang Rejo, Desa Grujugan Kidul. Penantian panjang warga untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terjawab setelah proyek perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut selesai 100 persen.</p>
<p data-start="1658" data-end="1944">"Jalan yang sebelumnya rusak parah, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, kini berubah menjadi akses yang lebih mulus, nyaman, dan aman. Kondisi ini memudahkan mobilitas warga, mulai dari aktivitas pertanian, perdagangan, hingga akses pendidikan bagi anak-anak sekolah," ungkap mantan Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1946" data-end="2302">Selesainya pembangunan jalan tersebut, kata Dadan, menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga tingkat dusun. Di bawah kepemimpinan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, pembangunan konektivitas wilayah terus diprioritaskan sebagai langkah mempercepat kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="2304" data-end="2613">Lebih lanjut, Dadan memaparkan, pembangunan jalan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat akses antarwilayah. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="2615" data-end="2766">“Pembangunan jalan bukan sekadar membangun akses, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="2768" data-end="3022">Manfaat pembangunan tersebut kini mulai dirasakan warga Dusun Karang Rejo. Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, jalan yang lebih baik juga dinilai mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian dan meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan rusak.</p>
<p data-start="3024" data-end="3214">Tak hanya di Grujugan Kidul, Dadan mengungkap jika pembangunan infrastruktur jalan yang sudah tuntas juga dilakukan di Desa Gayam Lor, Kecamatan Botolinggo. Akses jalan yang sebelumnya rusak parah kini berubah menjadi jalur yang lebih kokoh dan aman dilalui kendaraan masyarakat.</p>
<p data-start="3024" data-end="3214">"Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bondowoso," sebutnya.</p>
<p data-start="3517" data-end="3715">Dadan menambahkan, pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman agar pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p data-start="3717" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami (Dinas Perkim Ciptaru) berkomitmen akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur secara merata agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pemenuhan fasilitas publik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3717" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Bangunan SR Capai 58 Persen, Bupati Jombang Siapkan Peserta Didik Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-bangunan-sr-capai-58-persen-bupati-jombang-siapkan-peserta-didik-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-bangunan-sr-capai-58-persen-bupati-jombang-siapkan-peserta-didik-baru</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Jombang pun mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik baru sesuai arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c7c9ff095b.webp" length="61018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 08:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Sekolah Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP </strong>– Bupati Jombang Warsubi meninjau langsung perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Selasa (19/5/2026). Pemerintah daerah memastikan pembangunan terus dipercepat agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.</p>
<p></p>
<p>Warsubi menyampaikan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 58 persen. Pemerintah Kabupaten Jombang pun mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik baru sesuai arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos).</p>
<p></p>
<p>"Pemkab Jombang diminta Kemensos membuka pendaftaran murid baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas," ujar Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, Pemkab Jombang telah berkoordinasi langsung dengan Kemensos untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu. Hasil koordinasi menargetkan proyek rampung pada 27 Juni 2026.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah fasilitas utama menjadi prioritas penyelesaian agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan, meliputi ruang kelas, asrama siswa, masjid, hingga kantin. "Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak," katanya.</p>
<p></p>
<p>Warsubi menambahkan, proses rekrutmen calon siswa mulai dilakukan dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan, seluruh kebutuhan pendidikan siswa di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan dan minum, hingga perlengkapan belajar.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari Waskita, Taufik, mengungkapkan progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 59 persen, sedangkan khusus bangunan di Jombang sekitar 60 persen. Ia memastikan pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target kami pada 20 Juni sudah dapat dioperasionalkan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Taufik menambahkan, prioritas pengerjaan saat ini difokuskan pada ruang kelas, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Adapun fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya. "Harapannya awal Juli nanti seluruh kelengkapan sudah siap sehingga anak-anak bisa mulai bersekolah secara penuh," pungkasnya. (*) </p>
<p>Editor: Syaiful Aries</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perkuat Tata Kelola Aset Daerah, Fokus Cegah Aset Mangkrak dan Tingkatkan Transparansi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-tata-kelola-aset-daerah-fokus-cegah-aset-mangkrak-dan-tingkatkan-transparansi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-tata-kelola-aset-daerah-fokus-cegah-aset-mangkrak-dan-tingkatkan-transparansi</guid>
<description><![CDATA[ Revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah tersebut dapat segera dibahas lebih lanjut bersama DPRD hingga ditetapkan menjadi regulasi definitif yang mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset di lingkungan Pemkot Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c42411cc30.webp" length="14734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 19:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tata Kelola, Aset Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola aset daerah agar lebih transparan, produktif, dan akuntabel melalui pembahasan perubahan regulasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (19/5/2026) bahwa Pemkot Batu menaruh perhatian serius terhadap revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Perubahan regulasi dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tata kelola aset yang lebih modern di tengah perkembangan sistem pemerintahan dan tuntutan transparansi publik.</p>
<p>“Rancangan Peraturan Daerah yang telah disampaikan sangat penting dan diharapkan dapat segera terwujud demi menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Batu,” ujar Heli.</p>
<p>Melalui revisi aturan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aset milik daerah tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik maupun peningkatan nilai ekonomi daerah.</p>
<p>Langkah pembenahan tata kelola aset juga diarahkan untuk meminimalkan potensi aset mangkrak, ketidaksesuaian data inventaris, hingga persoalan pemanfaatan aset yang selama ini dinilai belum optimal.</p>
<p>"Pemkot Batu menilai pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara profesional karena berkaitan langsung dengan efisiensi penggunaan anggaran dan keberlanjutan pembangunan daerah," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, penguatan tata kelola aset juga dipandang penting untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis digital dan terintegrasi. Dengan pengelolaan yang lebih akurat dan transparan, pemerintah dapat memetakan aset secara real time sekaligus memperkuat pengawasan internal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-pengawasan-hewan-kurban-jelang-iduladha-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-pengawasan-hewan-kurban-jelang-iduladha-2026</guid>
<description><![CDATA[ Selain untuk menjaga keamanan konsumsi hewan kurban, langkah ini juga dilakukan guna melindungi populasi ternak lokal dari potensi penyebaran penyakit menular yang dapat merugikan peternak maupun masyarakat luas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c4132c5cc9.webp" length="37144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 18:03:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Idul Adha, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP), pengawasan dilakukan berlapis mulai dari vaksinasi massal, pemeriksaan kesehatan ternak di lapak penjualan, hingga pengetatan lalu lintas hewan masuk ke Kota Batu.</p>
<p>Kepala Distan KP Kota Batu, Hendry Suseno pada Selasa (19/5/2026) mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan dilakukan sekitar 10 hari sebelum Iduladha. Sasaran pengawasan mencakup peternakan maupun lapak penjualan musiman yang mulai bermunculan di sejumlah titik Kota Batu.</p>
<p>“Sekitar 10 hari sebelum Iduladha kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan hewan ternak kurban yang dijual, baik di lapak penjualan maupun di peternakan,” ujarnya.</p>
<p>Langkah pengawasan tersebut diperkuat dengan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah dilakukan sejak awal tahun. Sepanjang Februari hingga April 2026, Distan KP Kota Batu tercatat telah menyuntikkan sekitar 10 ribu dosis vaksin kepada sapi, kambing, dan domba.</p>
<p>Pemerintah daerah tidak ingin kecolongan terhadap potensi masuknya ternak yang terindikasi sakit, terutama setelah PMK sempat menjadi ancaman serius bagi peternak beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Tim kesehatan hewan telah melaksanakan vaksinasi PMK terhadap ternak sejak awal tahun sebagai langkah pencegahan menjelang Iduladha,” imbuhnya kepada awak media. </p>
<p>Oleh karena itu, pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah juga diperketat. Setiap hewan yang masuk ke Kota Batu diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan otoritas veteriner daerah asal.</p>
<p>SKKH tersebut menjadi syarat utama untuk memastikan ternak telah melalui pemeriksaan klinis dan dinyatakan sehat sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>3 Raperda Non APBD yang 2.5 Tahun Jalan dtempat Akhirnya disahkan DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/3-raperda-non-apbd-yang-25-tahun-jalan-dtempat-akhirnya-disahkan-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/3-raperda-non-apbd-yang-25-tahun-jalan-dtempat-akhirnya-disahkan-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan pembahasan ketiga Raperda Non APBD tahun 2026 merupakan bagian tidak terpisahkan dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah daerah dengan didasari semangat mengabdi untuk mencurahkan kemampuan demi kemajuan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0bca7f93bb8.webp" length="35096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 11:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Tiga Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Non APBD Tahun 2026, disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).</p>
<p>Pengesahan tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat bersama Wakil Ketua DPRD, Rias Judikari Drastika dan Adinda Denisa serta Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (18/5/2026) sore.</p>
<p>Pantauan di lokasi, acara diawali dengan sambutan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat yang menerangkan perihal ketiga raperda yang diusulkan untuk disetujui menjadi Perda. Yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA), Raperda tentang Pemberdayaan Organisasi Masyarakat (Ormas), serta Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.</p>
<p>Menurutnya, pembahasan ketiga raperda telah melewati beberapa tahapan. Mulai pengharmonisasian, pembuladan serta pemantaban konsepsi oleh Perancang Peraturan Perundang-Undangan pada Kemenkumham Kanwil Jatim.</p>
<p>"Juga melalui pembahasan dan persetujuan bersama oleh OPD terkait dan DPRD, maupun dilakukan fasilitasi oleh Pemprov Jatim. Dan yang terakhir yang akan dilalui, yakni persetujuan DPRD untuk menjadi Perda," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan pembahasan ketiga Raperda Non APBD tahun 2026 merupakan bagian tidak terpisahkan dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah daerah dengan didasari semangat mengabdi untuk mencurahkan kemampuan demi kemajuan daerah.</p>
<p>Oleh sebab itu, ia berterima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kelancaran proses penyusunan dan pembahasan ketiga raperda tersebut.</p>
<p>"Proses pembahasan dari awal hingga persetujuan ini dapat terwujud berkat kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislative yang senantiasa terjalin erat dengan kesamaan kerangka berpikir dan tekad untuk saling bahu membahu demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat," katanya. </p>
<p>Saat ditanya seputar Perda KLA, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini menegaskan dengan ditetapkannya Perda ini nantinya diharapkan penyelenggaraan KLA di Kabupaten Pasuruan memiliki arah kebijakan yang lebih jelas, terukur dan berkelanjutan, serta mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.</p>
<p>"Perda KLA ini diharapkan dapat menjadi instrumen hukum yang efektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif dan ramah anak. Sehingga anak-anak di Kabupaten Pasuruan dapat tumbuh dan berkembang serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik sebagai generasi penerus daerah dan bangsa," ucapnya.<strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produksi Garam Pantai Modangan Ludes Diserbu Pasar, Pemkab Malang Siapkan Tambahan Tunnel Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produksi-garam-pantai-modangan-ludes-diserbu-pasar-pemkab-malang-siapkan-tambahan-tunnel-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produksi-garam-pantai-modangan-ludes-diserbu-pasar-pemkab-malang-siapkan-tambahan-tunnel-baru</guid>
<description><![CDATA[ Permintaan garam tunnel di pesisir Donomulyo terus melonjak. Pemkab Malang mulai menyiapkan perluasan produksi demi memenuhi kebutuhan pasar regional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b121576f1e.webp" length="64216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 22:19:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Selatan, Pantai Modangan, Donomulyo, Garam Tunnel, Kabupaten Malang, HM Sanusi, Dinas Perikanan, Petani Garam, Ekonomi Desa, Pesisir Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, terus menunjukkan geliat positif. Tingginya permintaan pasar membuat seluruh hasil panen garam yang diproduksi petani setempat langsung terserap tanpa sisa.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan rencana pengembangan kawasan produksi garam tunnel di pesisir selatan itu. Bahkan, kapasitas produksi ditargetkan meningkat dua kali lipat pada tahun mendatang.</p>
<p>Bupati Malang, Sanusi, mengatakan produksi garam di Pantai Modangan saat ini telah mencapai sekitar 8 ton setiap bulan. Jumlah itu mengalami peningkatan signifikan dibanding awal pengembangan yang hanya berkisar 1 hingga 2 ton.</p>
<p>“Sekarang produksinya sudah 8 ton per bulan dan semuanya terserap pasar,” ujar Sanusi disela menghadiri panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, kenaikan produksi juga diikuti peningkatan nilai jual garam. Jika sebelumnya harga garam hanya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram, kini harga jual mencapai Rp3.000 per kilogram.</p>
<p>Dengan capaian tersebut, Desa Sumberoto disebut mampu memperoleh pendapatan puluhan juta rupiah setiap bulan dari sektor produksi garam tunnel.</p>
<p>“Penghasilannya sudah cukup besar karena biaya operasionalnya juga tidak terlalu tinggi,” katanya.</p>
<p>Sanusi menegaskan Pemkab Malang mendatang akan memperluas pengembangan tunnel garam agar produksi bisa meningkat hingga 16 ton per bulan.</p>
<p>Selain penambahan tunnel, pemerintah daerah juga akan membantu kebutuhan sarana penunjang produksi, termasuk perbaikan pompa air laut dan dukungan instalasi listrik.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyebut tingginya minat pasar membuat hasil produksi garam Pantai Modangan selalu habis diserap konsumen.</p>
<p>“Berapa pun produksi yang dihasilkan sekarang langsung terserap pasar. Permintaannya masih sangat besar,” terang Victor.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini terdapat 42 tunnel garam yang beroperasi di Pantai Modangan. Rinciannya, 32 tunnel berasal dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Malang dan 10 tunnel dari bantuan pemerintah pusat.</p>
<p>Victor menambahkan, pihaknya telah diminta mengusulkan penambahan tunnel produksi dalam rencana anggaran tahun 2027 untuk menjawab tingginya kebutuhan pasar.</p>
<p>“Potensinya besar sekali sehingga perlu ada penambahan kapasitas produksi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heli Suyanto Jawab Sorotan Fraksi DPRD atas Tiga Raperda Strategis Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-jawab-sorotan-fraksi-dprd-atas-tiga-raperda-strategis-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-jawab-sorotan-fraksi-dprd-atas-tiga-raperda-strategis-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan bahwa seluruh masukan DPRD akan menjadi bahan pembahasan lanjutan antara panitia khusus DPRD dan tim pemerintah daerah sebelum ketiga raperda tersebut disahkan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0affa91eaa7.webp" length="13728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 21:19:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Paripurna, Raperda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan jawaban resmi pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam rapat paripurna DPRD Kota Batu, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu membeberkan bahwa pemerintah daerah menerima berbagai kritik, masukan, dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD sebagai bagian dari proses penyempurnaan regulasi.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih atas pandangan umum, saran, dan masukan yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD terhadap tiga raperda yang diajukan pemerintah daerah,” ujar Heli dalam rapat paripurna.</p>
<p>Terkait sorotan DPRD mengenai semakin menyusutnya lahan pertanian di Kota Batu, Heli memastikan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap lahan pangan berkelanjutan melalui regulasi yang lebih terintegrasi dan memiliki kepastian hukum.</p>
<p>Raperda LP2B disebut menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan yang terus meningkat akibat tekanan pembangunan dan investasi.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga menanggapi perhatian DPRD terkait penataan organisasi perangkat daerah. Heli menegaskan perubahan susunan perangkat daerah dilakukan untuk memperkuat efektivitas birokrasi dan pelayanan publik.</p>
<p>“Penyesuaian kelembagaan dilakukan agar organisasi pemerintahan lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung visi pembangunan daerah,” katanya.</p>
<p>Ia memastikan proses penataan kelembagaan tetap mengacu pada aturan perundang-undangan, analisis kebutuhan organisasi, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.</p>
<p>Sementara terkait Raperda perubahan pengelolaan barang milik daerah, Heli menyebut pemerintah daerah sepakat bahwa tata kelola aset harus dibenahi secara lebih profesional dan transparan.</p>
<p>Menurutnya, penguatan inventarisasi, legalitas aset, hingga optimalisasi pemanfaatan aset daerah menjadi fokus penting dalam perubahan regulasi tersebut.</p>
<p>“Pengelolaan aset daerah harus mampu mendukung pelayanan publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi daerah. Kami berharap proses legislasi berjalan lancar dan menghasilkan regulasi yang benar-benar implementatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Batu.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Panjang Picu Kewaspadaan Hantavirus di Kota Batu, Dinkes Siagakan RS dan Puskesmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-picu-kewaspadaan-hantavirus-di-kota-batu-dinkes-siagakan-rs-dan-puskesmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-picu-kewaspadaan-hantavirus-di-kota-batu-dinkes-siagakan-rs-dan-puskesmas</guid>
<description><![CDATA[ Meski belum ada laporan kasus di Kota Batu, masyarakat tetap diminta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan sesak napas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0afe77b8dea.webp" length="20688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:59:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Waspada, Hantavirus</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>- Dinas Kesehatan Kota Batu mulai memperketat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus pasca melewati momentum libur panjang pertengahan Mei 2026. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Batu, antisipasi dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas wisatawan serta munculnya kasus hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarrazin pada Senin (18/5/2026) mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi akibat paparan urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi virus.</p>
<p>“Penularannya bisa melalui menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus. Bisa juga melalui sentuhan kulit atau selaput lendir seperti mata, hingga akibat gigitan hewan pengerat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena lebih berkaitan dengan faktor sanitasi lingkungan dan keberadaan tikus sebagai media penularan utama. Icang juga menerangkan, gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Dalam kondisi berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.</p>
<p>Oleh sebab itu, pasca menghadapi lonjakan wisatawan selama libur panjang, Dinkes Kota Batu juga meminta pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya populasi tikus.</p>
<p>“Kami sudah mengingatkan pengelola hotel dan tempat wisata agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama untuk mencegah keberadaan tikus, Karena yang berbahaya dari virus ini adalah ketika sudah menyerang paru-paru dan fungsi ginjal. Bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga gagal ginjal,” terangnya.</p>
<p>Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Kota Batu menyiagakan lima puskesmas dan enam rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus hantavirus. Ruang isolasi juga telah dipersiapkan apabila sewaktu-waktu ditemukan pasien dengan gejala mengarah pada infeksi tersebut.</p>
<p>“Ruang isolasi juga sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nganjuk Jadi Pilot Project Swasembada Kedelai Nasional, Luasan Tanam Capai 2.299 Hektare</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nganjuk-jadi-pilot-project-swasembada-kedelai-nasional-luasan-tanam-capai-2299-hektare</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nganjuk-jadi-pilot-project-swasembada-kedelai-nasional-luasan-tanam-capai-2299-hektare</guid>
<description><![CDATA[ Pada musim tanam yang dimulai sejak Februari 2026 ini, tercatat luasan tanam kedelai eksisting di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 2.299 hektar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0af277914a7.webp" length="24062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:01:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Panen Raya, Dinas Pertanian, Tiga Kecamatan, luasan lahan, 3800 hektar, Kedelai, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas kedelai. Pada musim tanam yang dimulai sejak Februari 2026 ini, tercatat luasan tanam kedelai eksisting di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 2.299 hektare.</p>
<p>​Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Perizinan Usaha Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Fadlin Nuriani, menjelaskan, pola tanam kedelai di wilayahnya sudah terbentuk dengan sangat baik secara musiman. Mayoritas petani memanfaatkan komoditas kedelai sebagai tanaman antara atau pembuka sebelum mereka memasuki masa tanam bawang merah.</p>
<p>​"Pola tanam dalam satu tahun yang diterapkan petani di sini adalah padi, kedelai, bawang merah, lalu bawang merah lagi. Jadi, sebelum menanam bawang merah, mereka menanam kedelai terlebih dahulu," ujar Fadlin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).</p>
<p>​Meskipun puncak panen raya diproyeksikan terjadi pada minggu-minggu ini hingga bulan Juni mendatang, beberapa wilayah dilaporkan sudah memulai panen lebih awal. Salah satunya di Kecamatan Rejoso, di mana lahan seluas 60 hektare yang ditanam sejak Januari lalu telah sukses dipanen pada awal Maret.</p>
<p><strong>Jadi Pilot Project Swasembada Kedelai Nasional</strong></p>
<p>​Keberhasilan manajemen pola tanam di Nganjuk menarik perhatian serius dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Kabupaten Nganjuk kini resmi ditunjuk sebagai pilot project nasional untuk persiapan menuju swasembada pangan, khususnya komoditas kedelai di tahun 2026.</p>
<p>​Penunjukan ini diperkuat oleh kunjungan Menteri Pertanian beserta Panglima TNI ke Nganjuk beberapa waktu lalu. Fadlin memaparkan bahwa Nganjuk dipilih karena konsistensi petaninya yang tetap menjaga tradisi menanam kedelai, meskipun komoditas ini belum memiliki Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang pasti seperti padi.</p>
<p>​Secara berkala, sentra kedelai di Kabupaten Nganjuk tersebar di tiga kecamatan utama yang juga merupakan sentra bawang merah, yaitu Kecamatan Wilangan, Bagor, dan Rejoso. Selain faktor ekonomi, para petani memahami secara praktis bahwa menanam kedelai dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami, sehingga hasil panen bawang merah berikutnya menjadi jauh lebih optimal.</p>
<p>Menurut Fadlin, ​Harapan Petani Akan Kepastian Harga, ​Sebagai informasi, data sepanjang tahun 2025 lalu mencatat total luasan lahan kedelai di Nganjuk mencapai sekitar 3.800-an hektar. Angka tersebut sebenarnya sempat mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena banyak petani yang beralih ke kacang hijau akibat tiadanya HPP kedelai.</p>
<p>​Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian menaruh harapan besar pada momentum pilot project di tahun 2026 ini agar pemerintah pusat menelurkan kebijakan strategis terkait regulasi harga kedelai lokal.</p>
<p>​"Harapan kami yang pertama adalah adanya kebijakan dari pemerintah terkait HPP kedelai. Dengan adanya kepastian harga ini, para petani kedelai akan semakin semangat untuk kembali turun ke sawah, sehingga target swasembada kedelai yang berkelanjutan dapat segera tercapai," pungkas Fadlin Nuriani. <strong>(*)</strong></p>
<p>Editor : Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan KDKMP di Gresik Capai 60 Persen, Pemkab Siapkan Pelatihan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kdkmp-di-gresik-capai-60-persen-pemkab-siapkan-pelatihan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kdkmp-di-gresik-capai-60-persen-pemkab-siapkan-pelatihan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf. Siari, menyampaikan 126 titik KDKMP berprogres 60 persen. Sedangkan sebanyak 7 titik KDKMP lainnya masih dalam tahap progres penyiapan lahan, belum mulai pembangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ad2b55b09b.webp" length="48532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 15:50:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, KDKMP Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai fokus menggenjot pendampingan dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).</p>
<p>Langkah ini diambil seiring dengan progres pembangunan fisik 126 titik KDKMP yang kini telah mencapai 60 persen.</p>
<p>"Konsep untuk pemerintah daerah, kita menyiapkan terkait dengan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas dari SDM, dari personalia yang ada di KDKMP, untuk bisa berproses di pelaksanaan operasional, pengadministrasian, sampai penjualan," kata Sekda Gresik, Achmad Washil Miftahur Rahman, kepada wartawan, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Washil menjelaskan, 126 titik KDKMP di Gresik tersebut merupakan bagian dari 1.061 KDKMP secara nasional yang diresmikan operasionalnya secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, Pemkab Gresik berkomitmen penuh untuk mematangkan keberlanjutan program ini melalui sinergi lintas sektor bersama TNI-Polri dan instansi terkait. "Untuk Kabupaten Gresik, ada 126 KDKMP yang sudah clear untuk operasional," jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf. Siari, menyampaikan 126 titik KDKMP berprogres 60 persen. Sedangkan sebanyak 7 titik KDKMP lainnya masih dalam tahap progres penyiapan lahan, belum mulai pembangunan.</p>
<p>"Kemudian yang 126 titik tadi sudah progres pembangunan, rata-rata di atas 60 persen. Harapannya nanti pada saat bulan Agustus, seluruhnya progres terbangun itu sudah selesai tuntas 100 persen," ungkap Mayor Siari.</p>
<p>Terkait pelaksanaan operasional secara menyeluruh, Mayor Siari menjelaskan bahwa operasional penuh masih menunggu pemenuhan fasilitas dari lini logistik pusat. PT Agrinas sebagai penyedia logistik akan memenuhi fasilitas operasional seperti kendaraan roda empat, roda enam, dan roda tiga.</p>
<p>"Kemudian sarana prasarana lain termasuk gerai, AC, termasuk isi tokonya nanti juga perlu disiapkan, sehingga nanti untuk kesiapannya apabila semua sarana prasarana dan perangkatnya sudah lengkap, maka operasional," pungkas dia. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lamongan Pimpin Progres KDKMP Nasional, 214 Gerai Siap Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lamongan-pimpin-progres-kdkmp-nasional-214-gerai-siap-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lamongan-pimpin-progres-kdkmp-nasional-214-gerai-siap-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 90 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan resmi mulai beroperasi. Target 329 gerai dituntaskan hingga akhir Juli 2026. Lamongan disebut sebagai daerah dengan capaian pembangunan gerai KDKMP tertinggi di Indonesia ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09225019808.webp" length="45764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 09:46:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LAMONGAN, SJP</strong>– Kabupaten Lamongan sukses mencatatkan diri sebagai daerah dengan capaian pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tertinggi di Indonesia. Dari total target yang dicanangkan, sebanyak 214 titik gerai kini telah rampung 100 persen dan siap dioperasikan untuk menggerakkan ekonomi warga.</p>
<p>Keberhasilan ini menjadi modal kuat bagi Lamongan saat mengikuti peresmian operasional serentak KDKMP oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan optimismenya yang besar terhadap kesiapan wilayahnya dalam mendukung penuh program strategis pemerintah pusat ini dari KDKMP Kelurahan Sukorejo.</p>
<p>“Insya Allah kami optimis seluruh program di Kabupaten Lamongan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pak Yes.</p>
<p>Menurutnya, perkembangan pembangunan gerai KDKMP di Lamongan menunjukkan hasil yang positif. Saat ini tercatat 214 gerai telah selesai dibangun dan siap dioperasikan mulai tahun ini, sementara 102 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.</p>
<p>Apresiasi terhadap performa wilayah ini juga ditegaskan oleh Dandim 0812 Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo. Ia menyebut Lamongan menjadi daerah dengan capaian pembangunan gerai KDKMP tertinggi di Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 214 titik gerai telah rampung 100 persen dan menjadi jumlah terbanyak yang siap dioperasikan.</p>
<p>“Lamongan saat ini menjadi wilayah dengan progres pembangunan tertinggi. Sebanyak 90 titik koperasi sudah dapat beroperasi mulai hari ini,” jelasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, target pembangunan gerai KDKMP di Lamongan hingga akhir Juli mendatang mencapai 329 titik. Target tersebut diharapkan dapat tercapai sebelum peluncuran nasional 30 ribu koperasi pada Agustus mendatang.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, peta progres pembangunan adalah sebagai berikut: Dari total 474 unit KDKMP, target pembangunan terdekat:  329 gerai. Sementara, selesai Konstruksi  214 gerai (90 gerai siap beroperasi, 20 gerai sebagai <em>mockup</em>/percontohan). KDKMP yang masih dalam proses pembangunan: 102 gerai. Lalu, yang belum mulai pembangunan ada 158 gerai.</p>
<p>Meskipun memimpin secara nasional, tantangan lokal masih harus diselesaikan, di mana terdapat 12 desa yang tercatat belum memiliki lahan untuk pembangunan KDKMP.</p>
<p>Guna mendukung kelancaran operasional gerai-gerai yang sudah siap, kesiapan sumber daya manusia mulai dipenuhi secara bertahap. Saat ini masing-masing koperasi telah memiliki enam tenaga kerja dari total kebutuhan 18 orang. Enam tenaga kerja tersebut terdiri dari empat personel dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan dua orang usulan pemerintah desa setempat. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Prabowo Panen Jagung di Tuban, Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Keamanan Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-panen-jagung-di-tuban-tekankan-ketahanan-pangan-sebagai-pilar-keamanan-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-prabowo-panen-jagung-di-tuban-tekankan-ketahanan-pangan-sebagai-pilar-keamanan-negara</guid>
<description><![CDATA[ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung nasional di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Dalam kegiatan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi keamanan negara. Panen raya di Tuban dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektar yang dikelola kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0884ee5f6b7.webp" length="68966" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 22:43:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo SJP</dc:creator>
<media:keywords>Tuban, pemerintah, bupati, wakil bupati, sekda, forkopimda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TUBAN, SJP - </strong>Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari panen jagung nasional kuartal kedua 2026 yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur</p>
<p>Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan dan keamanan sebuah negara. Menurut dia, kekuatan nasional tidak hanya bertumpu pada sektor pertahanan militer, tetapi juga kemampuan menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.</p>
<p>“Pangan adalah fondasi keamanan negara. Kalau pangan terganggu, stabilitas juga bisa terganggu,” kata Prabowo saat memberikan pidato di lokasi panen.</p>
<p>Prabowo mengungkapkan, pemahaman mengenai pentingnya ketahanan pangan telah ia rasakan sejak masih aktif di dunia militer. Ia menuturkan bahwa dalam setiap operasi pasukan, ketersediaan logistik pangan menjadi prioritas utama sebelum menghitung kesiapan persenjataan.</p>
<p>“Kalau ada beras, kita bisa menghitung kemampuan operasi untuk beberapa hari ke depan. Tapi kalau pangan tidak tersedia, tentu operasi juga akan sulit dilakukan,” ujarnya.</p>
<p>Ia meminta seluruh unsur pemerintah, aparat, serta masyarakat untuk terus menjaga produktivitas pertanian nasional. Menurut dia, keberhasilan menjaga produksi pangan akan berdampak langsung terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo mengatakan program pengembangan jagung nasional yang melibatkan Polri bersama petani dan sejumlah pemangku kepentingan terus mengalami peningkatan.</p>
<p>Menurut Sigit, hingga saat ini pengembangan lahan jagung nasional telah mencapai sekitar 1,37 juta hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pada panen raya kuartal kedua 2026, panen dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan estimasi hasil sekitar 1,23 juta ton jagung.</p>
<p>“Kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan kelompok tani agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai,” katanya.</p>
<p>Khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilaksanakan di kawasan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare. Lahan tersebut dikelola oleh empat kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan, yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.</p>
<p>Kegiatan panen raya itu turut dihadiri jajaran kementerian, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perwakilan kelompok tani setempat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-imbau-masyarakat-tetap-tenang-soal-ekonomi-ri-di-tengah-gejolak-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-imbau-masyarakat-tetap-tenang-soal-ekonomi-ri-di-tengah-gejolak-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0884b3e3731.webp" length="22992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 22:22:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden RI Prabowo Subianto, meresmikan koperasi merah putih, KDMP, Ketahan Pangan, gejolak dunia, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global saat berpidato di Desa Nglawak Kertosono, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. </p>
<p>“Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya pada rakyat kita,” tegas Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).</p>
<p>Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat pada awal tahun. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).</p>
<p>Sementara itu, pengeluaran konsumsi pemerintah melonjak hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. </p>
<p>Belanja negara yang dipercepat sejak awal tahun disebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jombang Ajak Warga Beli Sembako di KDKMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-ajak-warga-beli-sembako-di-kdkmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jombang-ajak-warga-beli-sembako-di-kdkmp</guid>
<description><![CDATA[ Ajakan ini menyusul secara resmi lounching ribuan gerai KDKMP di seluruh Indonesia, termasuk 80 titik di Kabupaten Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a086e93a91df.webp" length="44238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 21:40:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP, Koperasi Merah Putih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Bupati Jombang, Warsubi mengajak masyarakat kota santri untuk membeli berbagai kebutuhan di gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersedia. Ajakan ini menyusul secara resmi lounching ribuan gerai KDKMP di seluruh Indonesia, termasuk 80 titik di Kabupaten Jombang. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan secara serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Momen Peresmian dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto dari KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Di Kabupaten Jombang, pelaksanaan launching dipusatkan di KDKMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Bupati Jombang Warsubi bersama Dandim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya mengikuti peresmian secara virtual melalui zoom meeting. </p>
<p></p>
<p>Bupati Warsubi menyampaikan pada tahap awal terdapat 80 KDKMP di Kabupaten Jombang yang turut diresmikan. Sementara itu, sebanyak 211 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dan 170 unit telah selesai dibangun.</p>
<p></p>
<p>Warsubi berharap keberadaan koperasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.</p>
<p></p>
<p>"Mari masyarakat membeli kebutuhan di KDKMP," ucapnya. </p>
<p></p>
<p>Dalam peninjauan gerai KDKMP Desa Mojongapit, Warsubi memeriksa sejumlah komoditas seperti beras SPHP, Minyakita, sembako, gas elpiji, hingga obat-obatan.</p>
<p></p>
<p>"Barang-barang yang dijual semuanya tersedia dan kami pastikan sesuai harga eceran tertinggi (HET)," ungkap Warsubi.</p>
<p></p>
<p>Dalam pantauan pesan virtual, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, dalam penuturannya via zoom, menyebut KDKMP menjadi instrumen penting dalam pemerataan ekonomi desa.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini bapak presiden tidak hanya meresmikan gedung, tetapi meresmikan instrumen keadilan ekonomi bagi Indonesia," katanya dalam sambutan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Zulkifli Hasan, hingga saat ini sebanyak 9.294 unit fisik KDKMP telah rampung dibangun dan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Dari total tersebut, 1.061 unit telah siap beroperasi penuh.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menargetkan sekitar 30 ribu unit KDKMP dapat beroperasi sebelum 16 Agustus 2026. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia dan merekrut manajer koperasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyebut peluncuran KDKMP menjadi tonggak penting pembangunan ekonomi berbasis desa di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Saya memandang ini hari penting dan tonggak bersejarah. Mungkin jarang ada negara yang meresmikan lebih dari seribu koperasi lengkap secara fisik dalam waktu bersamaan," beber Prabowo via layar zoom.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi sembako, tetapi juga melayani penyaluran gas elpiji, pupuk subsidi, layanan logistik, hingga apotek obat murah bagi masyarakat desa.</p>
<p></p>
<p>"Dengan KDKMP, pertumbuhan ekonomi desa akan maju dan desa bisa mandiri," tutup Prabowo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Optimalisasi Aset dan Digitalisasi Retribusi Jadi Kunci Dongkrak PAD Bondowoso Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/optimalisasi-aset-dan-digitalisasi-retribusi-jadi-kunci-dongkrak-pad-bondowoso-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/optimalisasi-aset-dan-digitalisasi-retribusi-jadi-kunci-dongkrak-pad-bondowoso-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memperkuat strategi peningkatan PAD 2026 melalui optimalisasi aset daerah, penarikan retribusi baru, serta penerapan pembayaran non tunai guna menekan kebocoran pendapatan dan mendukung pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a08609a436d3.webp" length="21182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 20:42:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD, Bapenda, Pajak, retribusi, restoran, parkir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="399"><strong data-start="0" data-end="18">Bondowoso, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memacu berbagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama pembangunan daerah.</p>
<p data-start="0" data-end="399">Di tengah tantangan fiskal dan semakin besarnya kebutuhan pembiayaan pembangunan, optimalisasi sumber-sumber pendapatan menjadi fokus serius yang kini mulai digerakkan secara menyeluruh oleh organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p data-start="401" data-end="703">Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah mengubah pola pikir pengelolaan aset daerah. Jika sebelumnya aset hanya dipandang dari sisi administratif, kini Pemkab Bondowoso mulai mengarahkan pemanfaatan aset agar memiliki nilai ekonomi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.</p>
<p data-start="705" data-end="1030">Komitmen tersebut mengemuka dalam setiap pertemuan dan forum perangkat daerah yang membahas strategi optimalisasi pendapatan daerah tahun 2026. Pemerintah daerah mendorong seluruh OPD tidak hanya berhenti pada pembahasan konsep, tetapi segera menindaklanjuti langkah konkret di lapangan guna memaksimalkan potensi pendapatan dari berbagai sektor.</p>
<p data-start="1032" data-end="1194">Ketua Satgas PAD Bondowoso, Haeriah Yuliati, menegaskan bahwa perubahan mindset menjadi hal mendasar dalam pengelolaan barang milik daerah maupun aset pemerintah.</p>
<p data-start="1196" data-end="1470">“Kalau dulu terkait pemanfaatan aset kita hanya berkutat pada sisi administrasi, yang penting aset itu terdata dan teridentifikasi. Sekarang pola pikirnya sudah berubah, bagaimana aset daerah itu bisa memiliki nilai ekonomis dan berdampak terhadap peningkatan PAD,” ujarnya, dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).</p>
<p data-start="1472" data-end="1707">Menurutnya, masih banyak aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah mulai melakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap berbagai potensi pendapatan yang sebelumnya belum tergarap maksimal.</p>
<p data-start="1709" data-end="1991">Salah satu contoh yang mulai disisir adalah penggunaan ruas jalan oleh vendor atau pihak tertentu yang selama ini belum dikenakan retribusi. Padahal, regulasi mengenai penarikan retribusi tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).</p>
<p data-start="1993" data-end="2250">“Mulai tahun ini sudah mulai diidentifikasi siapa saja pengguna ruas jalan tersebut. Nantinya OPD pengampu akan melakukan penarikan retribusi karena regulasinya sudah jelas. Jadi apapun yang memang memiliki dasar hukum harus segera kita eksekusi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2252" data-end="2460">Haeriah menambahkan, ketergantungan daerah terhadap PAD kini semakin besar sehingga seluruh perangkat daerah dituntut memiliki semangat dan visi yang sama dalam meningkatkan pendapatan daerah secara maksimal.</p>
<p data-start="2462" data-end="2620">Ia berharap hasil dalam setiap forum pertemuan bersama perangkat daerah tidak berhenti sebatas rapat formalitas, melainkan benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata oleh masing-masing OPD.</p>
<p data-start="2622" data-end="2864">“Harapannya hasil rapat segera ditindaklanjuti. Tidak hanya bertemu dan dibahas, tetapi harus ada aksi nyata. Alhamdulillah sekarang OPD juga sudah memiliki mindset yang sama bahwa PAD tahun 2026 harus diperoleh secara maksimal,” katanya.</p>
<p data-start="2866" data-end="3151">Selain optimalisasi aset dan retribusi, Pemkab Bondowoso juga mulai memperkuat sistem pembayaran non tunai untuk pajak maupun retribusi daerah. Langkah digitalisasi ini diyakini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p data-start="3153" data-end="3294">Menurut Haeriah, sistem pembayaran non tunai dapat meminimalisasi penyalahgunaan maupun keterlambatan penyetoran hasil pungutan ke kas daerah.</p>
<p data-start="3296" data-end="3480">“Dengan pembayaran non tunai, potensi kebocoran bisa ditekan. Tidak ada lagi penggunaan sementara oleh oknum pemungut sebelum disetorkan. Semua langsung masuk ke kas daerah,” jelasnya.</p>
<p data-start="3482" data-end="3656">Ia juga menilai sistem digital tersebut menjadi jawaban atas berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan pungutan melebihi tarif resmi, khususnya di sejumlah destinasi wisata.</p>
<p data-start="3658" data-end="3878" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Melalui pembayaran non tunai, insya Allah praktik pungutan yang melebihi ketentuan bisa dihindari. Pengunjung tidak dirugikan dan PAD bisa masuk sepenuhnya ke kas daerah untuk dimanfaatkan bagi pembangunan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3658" data-end="3878" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Kota Blitar Segera Dibuka, Kapasitas Capai 1.000 Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-kota-blitar-segera-dibuka-kapasitas-capai-1000-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-kota-blitar-segera-dibuka-kapasitas-capai-1000-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah Rakyat di Kota Blitar ditargetkan operasional pada bulan Juni 2026 atau bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027. Jika pembangunan sudah rampung secara keseluruhan, gedung Sekolah Rakyat di Kota Blitar bisa menampung 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0836d05767c.webp" length="61148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 17:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Rakyat, Pembangunan, Kota Blitar, Kapasitas, 1.000 Siswa, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kota Blitar mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai difungsikan pada tahun ajaran baru 2026/2027.</p>
<p>Saat ini, proses rekrutmen calon siswa masih berlangsung dengan tahapan verifikasi lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan calon siswa yang diprioritaskan berasal dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1.</p>
<p>"Sekarang masih tahapan verifikasi lapangan oleh pendamping PKH untuk memastikan calon siswa sesuai kriteria," kata dia, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Sekolah Rakyat di Kota Blitar nantinya melayani tiga jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA. Pada tahap awal operasional, masing-masing jenjang ditargetkan diisi 90 siswa, sehingga total ada sekitar 270 siswa yang akan mulai belajar di sekolah tersebut.</p>
<p>Menurut Eka, kapasitas Sekolah Rakyat akan terus dikembangkan. Jika seluruh fasilitas selesai dibangun, sekolah ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.</p>
<p>"Kalau semua sudah lengkap, kapasitas Sekolah Rakyat bisa menampung sekitar 1.000 anak," ujarnya.</p>
<p>Pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan langsung oleh Pemerintah Pusat, sedangkan Pemerintah Kota Blitar menyiapkan lahan pembangunan.</p>
<p>Kompleks sekolah dirancang lengkap dengan ruang kelas, asrama, kantor, fasilitas olahraga, hingga sarana pendukung lainnya.</p>
<p>Sebelumnya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat terus dipercepat agar dapat digunakan sesuai target.</p>
<p>Ia menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul saat ini telah mencapai sekitar 48 persen. Pekerjaan dilakukan selama 24 jam agar penyelesaian proyek dapat selesai tepat waktu.</p>
<p>"Tahun ajaran baru ini sudah harus bisa difungsikan untuk masyarakat Kota Blitar.</p>
<p>Pembangunannya dikebut siang dan malam. Insyaallah Juni 2026 selesai," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Blitar Jadi Tolok Ukur Nasional, 205 KDKMP Sudah Rampung Dibangun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/blitar-jadi-tolok-ukur-nasional-205-kdkmp-sudah-rampung-dibangun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/blitar-jadi-tolok-ukur-nasional-205-kdkmp-sudah-rampung-dibangun</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 205 Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) di wilayah Kabupaten/Kota Blitar sudah rampung dibangun. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi dan dijadikan tolok ukur nasional dalam program pembangunan Koperasi Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0836c12c4d4.webp" length="83480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 17:02:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, Blitar Raya, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, 205, Selesai, Dibangun, Tolok Ukur Nasional.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar terus menunjukkan progres signifikan.</p>
<p>Bahkan, Blitar disebut menjadi salah satu daerah dengan capaian pembangunan KDKMP tertinggi di tingkat nasional.</p>
<p>Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menyampaikan, saat ini terdapat 85 titik KDKMP di Kota dan Kabupaten Blitar yang sudah siap dioperasionalkan dan diluncurkan</p>
<p>"Yang di operasionalisasi wilayah Kota dan Kabupaten Blitar hari ini ada 85 titik. Artinya sudah siap digunakan," ujarnya, Sabtu (16/5/2026) usai mengikuti peresmian 1.061 KDKMP secara serentak oleh Prabowo Subianto di Nganjuk melalui daring dari KDKMP Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Ia menjelaskan, secara keseluruhan pembangunan KDKMP di Blitar telah mencapai 205 titik yang selesai 100 persen. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi dan dijadikan tolok ukur nasional dalam program pembangunan koperasi merah putih.</p>
<p>"Bahwa Blitar menjadi tolok ukur nasional, pembangunan KDKMP menjadi yang tertinggi. Sekarang kita sudah 205 titik yang sudah terbangun 100 persen dari milestone sebanyak 265 titik," jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, saat ini progres pembangunan tinggal menyisakan sekitar dua persen. Fokus pengerjaan diarahkan untuk menuntaskan seluruh pembangunan agar seluruh titik bisa beroperasi penuh.</p>
<p>Di mana, jumlah total KDKMP yang dibangun ada 269 titik. Dengan rincian 248 KDKMP di wilayah Kabupaten Blitar dan 21 KDKMP di wilayah Kota Blitar.</p>
<p>"Kita mewadahi sebanyak 269 titik di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar," kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menambahkan pembangunan KDKMP dilakukan berbasis kebutuhan masyarakat Desa/Kelurahan. Proses penentuan lokasi diawali melalui musyawarah desa (musdes), kemudian hasilnya disampaikan kepada Kodim untuk ditindaklanjuti pembangunan secara swadaya bersama masyarakat.</p>
<p>"Kami mendapat perintah membangun koperasi merah putih diawali dari musdes. Setelah ada surat hasil musdes diberikan kepada Dandim, baru dilakukan pembangunan melalui Babinsa secara swadaya bersama kelompok masyarakat desa," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Gerai KDKMP di Kabupaten Blitar Siap Difungsikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-gerai-kdkmp-di-kabupaten-blitar-siap-difungsikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-gerai-kdkmp-di-kabupaten-blitar-siap-difungsikan</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 185 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Blitar sudah selesai proses pembangunannya dan bisa segera difungsikan untuk perekonomian masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0836d83c43a.webp" length="56588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 16:31:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, Kabupaten Blitar, Ratusan, Gerai, Difungsikan, Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Ratusan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blitar kini telah siap digunakan. </p>
<p>Pemerintah Kabupaten Blitar menargetkan seluruh pembangunan gerai koperasi dapat tuntas dalam waktu dekat agar segera mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa dan Kelurahan.</p>
<p>Peresmian operasional KDKMP dilakukan serentak secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026). Pemerintah Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari KDKMP Desa Tingal, Kecamatan Garum.</p>
<p>Bupati Blitar Rijanto mengatakan, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah dengan progres pembangunan gerai KDKMP yang cukup cepat di Indonesia.</p>
<p>"Alhamdulillah, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang progres pembangunan gerainya cukup cepat. Dari total 248 titik, saat ini 185 gerai sudah selesai dan siap digunakan," kata Rijanto, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebanyak 51 gerai lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Sementara sisanya masih terkendala persoalan lahan.</p>
<p>Menurut Rijanto, setelah pembangunan selesai, Pemerintah Daerah akan fokus pada pengoperasian serta pendampingan pengelolaan koperasi agar berjalan profesional dan berkelanjutan.</p>
<p>"Kami akan mengumpulkan stakeholder terkait untuk menindaklanjuti arahan Presiden. Harapannya koperasi ini benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar Sri Wahyuni menyampaikan pihaknya terus melakukan penguatan kelembagaan dan peningkatan sumber daya manusia pengelola koperasi.</p>
<p>"Pendampingan usaha dan penguatan SDM terus dilakukan agar koperasi dapat berjalan dengan baik," imbuhnya.</p>
<p>Sekedar diketahui, dari total 248 KDKMP di Kabupaten Blitar, terdiri dari 220 koperasi Desa dan 28 koperasi Kelurahan. Kemudian, sebanyak 236 gerai sudah berproses pembangunan, dan 185 gerai sudah rampung 100 persen.</p>
<p>Lalu, sebanyak 51 gerai masih dalam proses pembangunan dan yang belum pembangunan ada 12 gerai karena kendala lahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Ekonomi Berbasis Desa, DPRD Kabupaten Blitar Dukung Penuh Koperasi Merah Putih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-ekonomi-berbasis-desa-dprd-kabupaten-blitar-dukung-penuh-koperasi-merah-putih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-ekonomi-berbasis-desa-dprd-kabupaten-blitar-dukung-penuh-koperasi-merah-putih</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Blitar mendukung penuh keberadaan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP). Dimana, keberadaan KDKMP dinilai mampu membangun ekonomi berbasis desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13fc475d998.webp" length="50140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 14:38:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Bangun, Ekonomi, Desa, DPRD, Kabupaten Blitar, Dukung, Keberadaan, KDKMP.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis membangun ekonomi berbasis desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Program nasional tersebut diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Di Kabupaten Blitar, peluncuran dipusatkan di KDKMP Tingal, Kecamatan Garum, yang dihadiri pimpinan DPRD bersama sejumlah anggota dewan.</p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi mengatakan keberadaan KDKMP diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.</p>
<p>Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat karena tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.</p>
<p>"Kami mendukung penuh keberadaan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blitar. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat desa, serta memperkuat perekonomian warga," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Blitar siap mengawal keberlangsungan program tersebut agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.</p>
<p>Selain menjadi sarana pengembangan usaha, KDKMP juga dinilai dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.</p>
<p>"Harapan kami, koperasi ini bisa tumbuh menjadi wadah usaha yang mandiri dan berdaya saing sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.</p>
<p>Melalui penguatan KDKMP, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. </p>
<p>Ia menambahkan, dengan dukungan berbagai pihak, keberadaan koperasi diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blitar. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo di Nganjuk Resmikan 1.061 KDKMP dan Abadikan Perjuangan Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-di-nganjuk-resmikan-1061-kdkmp-dan-abadikan-perjuangan-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-di-nganjuk-resmikan-1061-kdkmp-dan-abadikan-perjuangan-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga menunjukkan atensi sosial yang tinggi melalui peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0815c7b1d2b.webp" length="53466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 14:03:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden RI Prabowo Subianto, Kunjungan kerja, Peresmian Rumah Singgah Marsinah, Pahlawan Buruh, KDMP, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Dalam kunjungan ini, Kepala Negara secara resmi mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus meresmikan Museum Marsinah sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan dan merawat sejarah perjuangan kaum buruh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a081e9cc8321.webp" alt=""></p>
<p>Agenda peresmian koperasi skala masif tersebut dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono. Program KDKMP ini diarsiteki sebagai pilar baru perekonomian berbasis desa yang produktif dan terintegrasi, guna mengantisipasi tantangan ekonomi global langsung dari akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga menunjukkan atensi sosial yang tinggi melalui peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk. Fasilitas ini didirikan sebagai ruang edukasi publik sekaligus bentuk penghormatan negara terhadap nilai-nilai perjuangan hak buruh yang melekat pada sosok almarhumah Marsinah.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian agenda kenegaraan di Nganjuk tersebut dipastikan berjalan aman dan kondusif. Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad Suria Miftah Irawan, mengapresiasi soliditas pengamanan berlapis yang melibatkan sinergi ketat antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah di lapangan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a081eaa95fbf.webp" alt=""></p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan yang telah bersiaga penuh. Pengamanan berlapis yang diterapkan berjalan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), sehingga seluruh rangkaian kegiatan Bapak Presiden Prabowo di wilayah hukum Polres Nganjuk dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif," ujar AKBP Suria Miftah Irawan saat memantau pengamanan di kawasan Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro.</p>
<p></p>
<p>Kapolres juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran dan antusiasme tinggi masyarakat Nganjuk, khususnya warga Desa Nglundo, yang menyambut kehadiran Kepala Negara dengan tetap tertib. </p>
<p></p>
<p>"Situasi yang aman ini membuktikan bahwa wilayah Nganjuk sangat kondusif untuk menerima kunjungan-kunjungan berskala nasional," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelum bertolak ke Nganjuk, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, sekitar pukul 08.00 WIB, setelah terbang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. </p>
<p></p>
<p>Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, dan Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.</p>
<p></p>
<p>Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Jawa Timur antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.</p>
<p></p>
<p>Usai merampungkan agenda di Nganjuk, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung bertolak menuju Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 guna memastikan produktivitas sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza 2026 Sulap Kawasan Heritage Jadi Festival Cahaya, Simak Rute dan Titik Parkirnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-sulap-kawasan-heritage-jadi-festival-cahaya-simak-rute-dan-titik-parkirnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-sulap-kawasan-heritage-jadi-festival-cahaya-simak-rute-dan-titik-parkirnya</guid>
<description><![CDATA[ Malam ini, kawasan heritage Kota Surabaya akan berubah menjadi lautan cahaya saat Surabaya Vaganza 2026 menghadirkan parade bunga, light show, dan kendaraan bercahaya di pusat kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0801d9327bf.webp" length="135010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 11:57:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya Vaganza, Parade Bunga, HJKS, HJKS ke-733, Hari Jadi Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Setelah Festival Rujak Uleg sukses digelar pada pekan lalu, kini Kota Surabaya kembali bersiap menyajikan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang paling dinanti masyarakat, yakni Surabaya Vaganza 2026 atau Parade Bunga. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, event tahunan tersebut tampil berbeda karena dikemas lebih megah melalui konsep "Festival of Lights: Garden of Hope" yang akan menyulap kawasan heritage pusat kota menjadi lautan cahaya warna-warni pada Sabtu malam (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Parade yang rutin digelar sejak 2004 itu akan dimulai pukul 18.00 WIB dengan menghadirkan mobil hias bercahaya, kostum tematik lampu, pertunjukan light show, hingga visual artistik di sejumlah bangunan sepanjang rute parade. Kawasan bersejarah seperti Jalan Tunjungan, Gedung Grahadi, Balai Pemuda hingga Monumen Bambu Runcing pun diproyeksikan menjadi etalase wisata malam modern khas Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini sengaja dikemas lebih modern agar menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Surabaya Vaganza tahun ini kami kemas lebih meriah dan modern. Tidak hanya parade mobil hias bunga, tetapi juga ada visualisasi lampu warna-warni dan kostum bercahaya sehingga lebih spektakuler,” ujar Herry, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, konsep Festival of Lights: Garden of Hope dipilih untuk memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi urban tourism atau wisata perkotaan modern yang mengandalkan atmosfer malam dan ruang publik kota.</p>
<p></p>
<p>“Selling point tahun ini adalah light performance, kendaraan hias bercahaya, kostum tematik hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, parade tidak sekadar menjadi hiburan tahunan, melainkan juga strategi memperlihatkan wajah modern Surabaya melalui kawasan heritage yang dipadukan dengan nuansa cahaya artistik. Karena itu, rute yang dipilih melintasi sejumlah ikon kota lama dan pusat keramaian.</p>
<p></p>
<p>Rute Surabaya Vaganza 2026 akan dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan tepatnya di depan Bappeda Provinsi Jawa Timur, kemudian melintasi Jalan Tembaan, Jalan Pahlawan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman hingga berakhir di kawasan Monumen Bambu Runcing.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut kawasan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Pemkot ingin menjadikan jalur parade sebagai etalase kota yang memperlihatkan perpaduan sejarah, budaya, dan modernitas Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Rute ini bukan sekadar jalur parade, tetapi etalase kota yang menampilkan wajah terbaik Surabaya,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi atraksi wisata, Surabaya Vaganza juga disebut memiliki dampak ekonomi cukup besar. Berdasarkan penyelenggaraan tahun lalu, event tersebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,1 miliar dari berbagai sektor mulai UMKM, kuliner, hotel, transportasi, ekonomi kreatif hingga event production.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga menyiapkan sejumlah titik parkir resmi serta rekayasa lalu lintas di sepanjang kawasan parade.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Surabaya, M. Hanang Prasetyo Adi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kantong parkir resmi dan tidak memarkir kendaraan sembarangan.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi warga yang tertib dengan memilih lokasi parkir resmi yang aman dan benar sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung,” kata Hanang.</p>
<p></p>
<p>Dishub menyiapkan sedikitnya 15 titik parkir resmi yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Halaman Tugu Pahlawan, Gedung Siola, Basement Alun-Alun Surabaya, Pasar Tunjungan, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza, WTC, BG Junction, Jalan Embong Malang, Jalan Ketabang Kali, Jalan Kenari, Jalan Embong Kenongo hingga area sekitar Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hanang, kawasan Siola menjadi salah satu titik parkir utama karena memiliki kapasitas besar dan akses yang mudah dijangkau masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Kawasan Siola menjadi salah satu lokasi parkir utama karena kapasitasnya cukup besar dan aksesnya mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Dishub juga akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas selama parade berlangsung. Arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan akan dialihkan menuju Jalan Indrapura dan Jalan Semut. Sementara kendaraan dari Jalan Veteran menuju Jalan Pahlawan diarahkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Semut.</p>
<p></p>
<p>Kemudian kendaraan dari arah Blauran menuju Jalan Praban ditutup sementara dan diarahkan lurus menuju Jalan Bubutan. Arus dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo juga akan dialihkan ke Jalan Embong Malang, sedangkan kendaraan dari Jalan Genteng Kali menuju kawasan Siola diarahkan melalui Jalan Undaan.</p>
<p></p>
<p>Dishub Surabaya menyebut penutupan jalan secara penuh akan dimulai sejak Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB. Masyarakat diimbau menghindari kawasan pusat kota dan menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar.</p>
<p></p>
<p>“Kalau masyarakat ingin menyaksikan parade, kendaraan sudah bisa diparkir mulai siang hari di titik-titik parkir resmi yang telah kami siapkan,” ucap Hanang.</p>
<p></p>
<p>Dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dishub Surabaya menerjunkan sekitar 300 personel gabungan yang didukung TNI, Polri, Satpol PP, dan perangkat daerah lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Petugas Dishub bersama jajaran terkait akan bersiaga di lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas serta mengarahkan masyarakat menuju titik parkir yang tersedia,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Legislatif Rimzah Dorong Keseriusan Pelaksana PSN di Malang Raya : Jangan Hanya Bagus di Konsep</title>
<link>https://suarajatimpost.com/legislatif-rimzah-dorong-keseriusan-pelaksana-psn-di-malang-raya-jangan-hanya-bagus-di-konsep</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/legislatif-rimzah-dorong-keseriusan-pelaksana-psn-di-malang-raya-jangan-hanya-bagus-di-konsep</guid>
<description><![CDATA[ Rimzah meminta pelaksanaan PSN dan pembangunan SPPG di Malang Raya dijalankan serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a07e3bfe64d7.webp" length="35592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 08:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang Raya, DPRD Kota Malang, Rimzah, Gerindra, PSN, SPPG, Talangsuko Turen, Program Presiden, Pemenuhan Gizi, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Rimzah, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Malang Raya bekerja secara serius dan mengutamakan kepentingan masyarakat.</p>
<p>Hal itu disampaikannya usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) #006 Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, program pemerintah pusat saat ini menjadi perhatian besar masyarakat karena dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.</p>
<p>“Program-program dari Bapak Presiden sangat ditunggu masyarakat, khususnya di Malang Raya. Bahkan saat saya turun reses, warga meminta agar program strategis nasional segera direalisasikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Rimzah.</p>
<p>Ia menilai pembangunan dapur SPPG menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, pelaksana program diminta tidak bekerja asal-asalan agar tujuan pemerintah pusat bisa tercapai maksimal.</p>
<p>“Kalau mau ikut terjun dalam program strategis nasional, jangan main-main. Program ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dampaknya harus terasa langsung untuk masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Rimzah menambahkan, pihak legislatif daerah memiliki peran mengawasi jalannya program nasional supaya manfaatnya benar-benar diterima masyarakat, baik di Kota Malang, Kabupaten Malang, maupun Kota Batu.</p>
<p>“Saya sebagai legislatif ikut bertanggung jawab menjaga program pemerintah pusat ini supaya masyarakat benar-benar menjadi penerima manfaat,” katanya.</p>
<p>Selain pembangunan SPPG, Rimzah juga menyinggung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disebut sering menjadi pertanyaan masyarakat ketika dirinya turun ke lapangan dalam agenda reses.</p>
<p>“Masyarakat bertanya apakah PSN ini benar-benar bisa dimanfaatkan langsung. Bahkan banyak yang menyampaikan, kalau bisa segera dilaksanakan Pak,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap seluruh program nasional yang dijalankan pemerintah tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi mampu memberikan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Yang paling penting program ini jangan hanya bagus di konsep, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Malang Raya,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nyadran Swadaya di Ngrajek Nganjuk, Warga Patungan Demi Menjaga Tradisi Gembyangan Waranggono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nyadran-swadaya-di-ngrajek-nganjuk-warga-patungan-demi-menjaga-tradisi-gembyangan-waranggono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nyadran-swadaya-di-ngrajek-nganjuk-warga-patungan-demi-menjaga-tradisi-gembyangan-waranggono</guid>
<description><![CDATA[ Warga Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Nganjuk, menggelar tradisi Nyadran dan Gembyangan Waranggono secara swadaya. Dengan gotong royong dan iuran warga, ritual adat di Punden Sumur Agung tetap berlangsung khidmat demi menjaga warisan budaya leluhur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a072bc942786.webp" length="53290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 22:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>N yadran Desa Waranggono, Desa Sambirejo, Upacara Adat, Swadaya masyarakat, Gembyangan Waranggono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="335"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Alunan gamelan terdengar lirih memecah suasana sore di Punden Sumur Agung, Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Jumat (15/5/2026). Di bawah tenda putih sederhana, dua penari waranggono bergerak luwes mengikuti irama tayub, disaksikan ratusan warga yang larut dalam suasana sakral tradisi Nyadran.</p>
<p data-start="337" data-end="665">Bagi masyarakat Ngrajek, ritual Gembyangan Waranggono bukan sekadar hiburan rakyat. Tradisi ini menjadi penanda hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan sumber kehidupan yang selama puluhan tahun dijaga bersama. Di tengah perkembangan zaman, warga masih setia mempertahankan warisan budaya itu agar tidak hilang ditelan waktu.</p>
<p data-start="667" data-end="947">Tahun ini, pelaksanaan Nyadran terasa berbeda. Seluruh rangkaian acara digelar murni atas swadaya masyarakat tanpa keterlibatan Pemerintah Desa Sambirejo. Namun, kondisi itu justru tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap menguri-uri budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun.</p>
<p data-start="949" data-end="1244">Dengan iuran Rp40 ribu per orang, warga bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan acara. Mulai dari panggung, konsumsi, hingga pagelaran seni Tayub yang menjadi inti prosesi Gembyangan Waranggono. Kebersamaan itu tampak begitu kuat di antara warga yang sejak pagi telah memadati area punden.</p>
<p data-start="1246" data-end="1534">Di tengah pagelaran, kelompok Kerawitan Ibu-Ibu Sasongko Laras memainkan gamelan yang mengiringi para waranggono menari mengelilingi Sumur Agung. Sumur yang diyakini sebagai sumber kehidupan masyarakat Ngrajek itu menjadi pusat ritual sakral setiap Jumat Pahing dalam tradisi bersih desa.</p>
<p data-start="1536" data-end="1821">Mashudi, salah satu warga Desa Sambirejo, menuturkan bahwa tradisi Gembyangan Waranggono tidak bisa dipisahkan dari sejarah Dusun Ngrajek. Dahulu, para pembabat hutan memilih menetap di wilayah tersebut karena keberadaan sumber mata air besar yang kemudian dikenal sebagai Sumur Agung.</p>
<p data-start="1823" data-end="2079">“Setiap tahun masyarakat menggelar slametan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya air di Sumur Agung. Setelah itu dilanjutkan pagelaran langen tayub dengan dua tandhak yang menari mengitari sumur sebanyak 10 kali,” jelas pria yang akrab disapa Hudi itu.</p>
<p data-start="2081" data-end="2314">Ia juga mengisahkan, tradisi Gembyangan Waranggono memiliki cerita tersendiri sejak tahun 1934. Kala itu, para pinisepuh desa sempat kesulitan mendatangkan dua penari tayub yang dianggap sebagai bagian wajib dalam ritual bersih desa.</p>
<p data-start="2316" data-end="2494">Meski demikian, tradisi tersebut tetap bertahan hingga kini. Bahkan menurut Hudi, semangat warga tahun ini justru semakin besar karena seluruh kegiatan terlaksana secara mandiri.</p>
<p data-start="2496" data-end="2601">“Alhamdulillah acaranya sukses. Semua ini karena masyarakat ingin budaya leluhur tetap lestari,” ujarnya.</p>
<p data-start="2603" data-end="2930">Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Kepala Desa Sambirejo, Budi Imam Sugiarto, turut menjadi perhatian warga. Berdasarkan pantauan di lokasi, kepala desa terlihat hadir memantau jalannya acara, namun tidak memberikan komentar saat dimintai keterangan terkait pelaksanaan Nyadran yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.</p>
<p data-start="2932" data-end="3087">Bagi warga Ngrajek, hal terpenting bukan soal siapa yang terlibat, melainkan bagaimana tradisi tetap hidup sesuai penanggalan adat yang diwariskan leluhur.</p>
<p data-start="3089" data-end="3276" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Yang penting tradisi ini tidak putus. Swadaya ini bentuk cinta kami kepada tanah kelahiran dan sejarah Dusun Ngrajek,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3089" data-end="3276" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nyadran di Waung, Ketika Warga Nganjuk Jaga Warisan Leluhur di Tengah Arus Zaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nyadran-di-waung-ketika-warga-nganjuk-jaga-warisan-leluhur-di-tengah-arus-zaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nyadran-di-waung-ketika-warga-nganjuk-jaga-warisan-leluhur-di-tengah-arus-zaman</guid>
<description><![CDATA[ Ditengah hiruk-pikuk, kegiatan bersih desa ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya nyata masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di situs keramat tetap menggelar tradisi tahunan yang diwariskan dari para nenek moyangnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071e4158cf3.webp" length="87314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 21:31:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, acara tahunan, seni tayub, jaran Jepang, Punden Sumur Gede, Desa Waung Baron, Hasil bumi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Tradisi Nyadran atau manganan masih terus lestari di Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Di tengah perkembangan zaman dan hiruk-pikuk modernisasi, masyarakat setempat tetap menjaga tradisi bersih desa sebagai simbol rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.</p>
<p>Prosesi sakral digelar di kawasan Punden Mbah Sumur Gede, Jumat (15/5/2026). Sejak siang hari, warga berbondong-bondong datang membawa ambengan sebagai bentuk sedekah bumi. Doa bersama dipanjatkan untuk para leluhur, memohon keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan hasil panen bagi seluruh warga dusun.</p>
<p>Suasana khidmat terasa di area punden yang dihiasi janur kuning dan umbul-umbul khas tradisi Jawa. Tradisi tahunan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat lintas generasi.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari warga, Punden Mbah Sumur Gede dipercaya sebagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan leluhur pendiri wilayah tersebut. Air dari sumur di kawasan punden juga diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit.</p>
<p>"Niki tradisi nenek moyang engkang kedah diuri-uri. Menawi mboten, warga kuatir pagebluk bakal tumeko ing Sumurgede mriki. (Ini tradisi dari nenek moyang yang harus dilaksanakan. Sebab jika tidak warga kuatir balak atau musibah bakal menimpa Sumurgede)," ujar Mbahni, sesepuh sekaligus juru rawat punden, kepada media di sela acara Nyadran.</p>
<p>Kepala Desa Waung, M. Doni Rudianto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan prosesi Nyadran dan Bersih Desa yang dipusatkan di Punden Mbah Sumur Gede.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat spiritualitas dan kerukunan warga desa.</p>
<p>"Alhamdulillah, hari ini warga Dusun Waung tumpah ruah. Kami berkumpul di Punden Mbah Sumur Gede ini untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, kesehatan, dan hasil bumi yang melimpah setahun belakangan ini," ujar Doni.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang turut menghidupkan kembali kesenian tradisional seperti Kuda Kepang dan Tayub melalui Paguyuban Haswono Budoyo.</p>
<p>"Melihat warga guyub rukun, dari yang tua sampai anak-anak hadir menonton Kuda Kepang dan Tayub, itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Waung sangat peduli dalam menguri-uri atau melestarikan budaya Jawa agar tidak tergerus zaman," tambahnya.</p>
<p>Doni berharap tradisi Bersih Desa dan Nyadran dapat terus menjadi energi positif bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Harapan saya, dengan semangat Nyadran ini, ke depan Desa Waung semakin maju, warganya semakin makmur, dan kita semua tetap kompak dalam memajukan lingkungan kita sendiri," pungkasnya di hadapan tokoh masyarakat dan sesepuh dusun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Mecca Route di Juanda, Wamenhaj Tegaskan Pemerintah Hormati Perbedaan Fikih Soal DAM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wamenhaj-tinjau-mecca-route-di-juanda-jelaskan-polemik-dam-haji-hingga-perbedaan-fatwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wamenhaj-tinjau-mecca-route-di-juanda-jelaskan-polemik-dam-haji-hingga-perbedaan-fatwa</guid>
<description><![CDATA[ Jemaah yang meyakini DAM boleh dilakukan di Indonesia dipersilakan melaksanakan penyembelihan di daerah masing-masing melalui lembaga yang dipercaya. Sementara jemaah yang meyakini DAM harus dilakukan di Tanah Suci diminta mengikuti mekanisme resmi pemerintah Arab Saudi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071323c4a12.webp" length="43306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 20:36:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, DAM, Embarkasi Surabaya, Kementerian Haji dan Umrah RI, Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Polemik pelaksanaan DAM bagi jemaah haji Indonesia mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan tidak akan memaksakan satu pandangan fikih terkait lokasi penyembelihan DAM, baik dilakukan di Tanah Suci maupun di Indonesia, selama memiliki dasar keagamaan yang kuat dan mengikuti aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau layanan Mecca Route di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (15/5/2026). Dalam kunjungan itu, Wamenhaj memastikan kesiapan pelayanan keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya sekaligus menjawab isu yang berkembang mengenai DAM.</p>
<p></p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Dahnil didampingi Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam dan Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Rombongan meninjau langsung alur layanan Mecca Route, fasilitas keberangkatan jemaah, hingga proses boarding penerbangan menuju Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Wamenhaj juga menyempatkan menyapa jemaah Kloter SUB 90 asal Kabupaten Jember dan Situbondo sebelum keberangkatan menuju Makkah. Bahkan, Dahnil bersama rombongan turut masuk ke dalam pesawat Saudia Airlines untuk memberikan doa dan motivasi kepada jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi doorstop bersama awak media usai peninjauan, Dahnil menegaskan bahwa surat edaran Kementerian Haji dan Umrah sengaja dibuat untuk mengakomodasi perbedaan pandangan fikih yang berkembang di tengah masyarakat terkait DAM.</p>
<p></p>
<p>“Kementerian Haji dan Umroh memberikan ruang yang sangat luas kepada perbedaan fikih atau hilafiah di kalangan jamaah haji,” kata Dahnil, Jumat (15/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan pemerintah menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mewajibkan DAM dipotong di Tanah Haram. Namun di sisi lain, pemerintah juga menghormati pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah maupun sejumlah pesantren yang memperbolehkan penyembelihan DAM dilakukan di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Kami tentu menghormati keputusan fatwa dari MUI yang mengharuskan DAM dipotong di Tanah Haram. Tapi kami juga menghormati keputusan Tarjih Muhammadiyah yang memperbolehkan pemotongan DAM di tanah air,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Dahnil, jemaah yang meyakini DAM boleh dilakukan di Indonesia dipersilakan melaksanakan penyembelihan di daerah masing-masing melalui lembaga yang dipercaya. Sementara jemaah yang meyakini DAM harus dilakukan di Tanah Suci diminta mengikuti mekanisme resmi pemerintah Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dipotong di Tanah Suci maka harus melalui jalur legal pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, yaitu melalui Adhahi,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan pemerintah Saudi menganggap penyembelihan DAM di luar jalur resmi sebagai tindakan ilegal karena seluruh proses penyembelihan hewan haji di Tanah Haram telah diatur secara administratif oleh kerajaan.</p>
<p></p>
<p>Dahnil menegaskan posisi Kementerian Haji dan Umrah bukan untuk menyalahkan salah satu pandangan keagamaan, melainkan memfasilitasi seluruh pendapat ulama yang memiliki dasar hukum kuat.</p>
<p></p>
<p>“Kami tidak dalam posisi menyalahkan satu fatwa yang berbeda. Kami mendukung dan memfasilitasi semua pandangan fikih,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain membahas DAM, Dahnil memastikan kondisi umum jemaah Indonesia di Arab Saudi sejauh ini dalam keadaan baik dan terus dipantau pemerintah. Ia juga berharap seluruh proses keberangkatan jemaah Embarkasi Surabaya berjalan lancar hingga tiba di Makkah dan menjalankan umrah wajib.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Dahnil turut menyampaikan pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar jemaah Indonesia menjaga akhlak dan kekompakan selama berada di Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>“Jemaah Indonesia harus menjadi duta bangsa dengan menunjukkan akhlak terbaik selama berada di Tanah Suci,” ujar Dahnil menyampaikan pesan Presiden. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Tambah SPPG Baru di Turen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-tambah-sppg-baru-di-turen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-tambah-sppg-baru-di-turen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan SPPG di Kecamatan Turen ditargetkan memperkuat layanan Makan Bergizi Gratis sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat di Malang selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070cbebfa79.webp" length="52796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 20:03:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, SPPG Turen, Makan Bergizi Gratis, Bupati Malang, HM Sanusi, Yayasan Peduli Berkah Nusantara, MBG, Talangsuko Turen, Malang Selatan, Badan Gizi Nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menambah fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Pembangunan SPPG tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas MBG Polri Irjen Pol (Purn) Imam Prijantoro.</p>
<p>Sanusi mengatakan Kabupaten Malang saat ini menjadi salah satu daerah dengan perkembangan SPPG yang cukup pesat. Dari total kuota 275 SPPG yang diberikan Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 241 unit telah berdiri di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Partisipasi masyarakat seperti ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan Program MBG. Yang utama bukan hanya jumlah SPPG, tetapi bagaimana kualitas pelayanan dan gizinya benar-benar dijaga,” ujar Sanusi, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, dari total SPPG yang telah berdiri, sebanyak 201 unit sudah beroperasi dan melayani ratusan ribu penerima manfaat.</p>
<p>Sanusi juga mengungkapkan bahwa salah satu SPPG di Kecamatan Pakis saat ini masuk kategori terbaik tingkat nasional dalam tata kelola pelayanan MBG.</p>
<p>“Setiap menu dicek dan dicoba terlebih dahulu sebelum dibagikan. Bahkan penerima manfaat bisa memberikan masukan soal menu makanan. Sistem seperti ini yang harus dicontoh,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap keberadaan SPPG Turen nantinya mampu menjadi percontohan pelayanan MBG di tingkat nasional.</p>
<p>Sementara itu, Pembina Yayasan Peduli Berkah Nusantara Muhammad Zidan mengatakan pembangunan SPPG tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap keberadaan SPPG ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan penerima program MBG. Semoga ke depan bisa menjadi salah satu SPPG terbaik di Indonesia,” kata Zidan.</p>
<p>Menurut Zidan, SPPG Turen merupakan unit pertama yang dibangun Yayasan Peduli Berkah Nusantara bakal memenuhi produksi mencapai 3.500 porsi makanan bergizi per hari.</p>
<p>SPPG ini diharapkan bakal rampung dalam 45 hari. Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemkab Malang optimistis cakupan layanan Program MBG akan semakin luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Malang selatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Aminuddin Dorong  Pisang Cavendish Jadi Ikon Baru Kota Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-aminuddin-dorong-pisang-cavendish-jadi-ikon-baru-kota-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-aminuddin-dorong-pisang-cavendish-jadi-ikon-baru-kota-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Potensi pertanian Kota Probolinggo terus berkembang. Pisang Cavendish kini mulai diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru sekaligus ikon daerah. Bersama masyarakat dan LKSA Al Umah, Pemkot Probolinggo mendorong pengembangan urban farming yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a06e90239cda.webp" length="57846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 16:37:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, Pertanian, UrbanFarming, Wonoasih, PisangCavendish, KetahananPangan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Kota Probolinggo kembali menunjukkan potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Salah satunya melalui budidaya pisang cavendish yang kini berkembang di Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih. Komoditas ini mulai dilirik sebagai salah satu unggulan baru karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.</p>
<p>Panen pisang cavendish yang berlangsung di RT 7 RW 3 Kelurahan Wonoasih turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Dalam kesempatan tersebut, wali kota ikut memanen buah pisang yang dikenal memiliki kualitas premium dan banyak diminati pasar.</p>
<p>Lahan perkebunan seluas sekitar 2.500 meter persegi itu ditanami kurang lebih 280 pohon pisang cavendish. Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Panti Asuhan Al Umah bersama masyarakat sekitar dengan sistem kerja sama dan bagi hasil.</p>
<p>Budidaya pisang cavendish di kawasan tersebut diketahui telah memasuki masa panen kedua. Hasil yang diperoleh dinilai cukup memuaskan dan berpotensi terus berkembang apabila mendapat dukungan dari pemerintah maupun masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, pisang cavendish memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas utama di Kota Probolinggo selain tanaman pangan lainnya seperti padi dan jagung.</p>
<p>“Jadi pisang cavendish ini akan kita tetapkan sebagai komoditas utama, disamping padi dan jagung, hal ini tak lepas pisang menjadi kebutuhan konsumsi harian,” ujar Aminuddin.</p>
<p>Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian perkotaan atau urban farming.</p>
<p>Produktivitas tanaman pisang cavendish juga dianggap cukup menjanjikan. Dalam waktu relatif singkat, hasil panen yang diperoleh mampu mencapai jumlah besar sehingga memberikan peluang keuntungan bagi para petani maupun pengelola lahan.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memperluas budidaya pisang cavendish dengan melibatkan masyarakat. Nantinya warga akan mendapatkan bantuan bibit serta pendampingan dalam proses penanaman dan pengelolaan tanaman.</p>
<p>“Ke depan kami juga akan membagikan bibit kepada masyarakat. Nantinya ada pembinaan dari Al-Umah bersama DKPPP, termasuk pemanfaatan dari pohon pisang yang sudah dipotong agar tidak terbuang sia-sia,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Umah, Ustaz Sanip mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengembangkan sekitar empat hektar lahan pisang cavendish. Dari lahan tersebut, panen dapat dilakukan hampir setiap dua minggu sekali.</p>
<p>“Alhamdulillah saat ini kami memiliki sekitar 4 hektar lahan dan hampir setiap dua minggu sekali bisa panen pisang cavendish. Kami siap menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk membudidayakan cavendish dan menjadikannya ikon Kota Probolinggo,” katanya.</p>
<p>Meski hasil panen terus meningkat, pihak yayasan mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses pengemasan dan distribusi. Saat ini sebagian besar hasil panen masih dikirim ke luar daerah, termasuk Surabaya, untuk dipasarkan lebih luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sabtu Besok, Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Museum Marsinah dan KDKMP di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sabtu-besok-presiden-prabowo-dijadwalkan-resmikan-museum-marsinah-dan-kdkmp-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sabtu-besok-presiden-prabowo-dijadwalkan-resmikan-museum-marsinah-dan-kdkmp-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, setelah menerima konfirmasi terbaru mengenai agenda kepresidenan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a06ae41c8aa3.webp" length="40826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 12:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Forkopimda, Kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, resmikan museum patung Marsinah, Makam Marsinah, Sabtu 16 Mei 2026, Pengamanan dan pengalihan arus, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Teka-teki mengenai jadwal kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Nganjuk akhirnya menemui titik terang. Kepala Negara dipastikan akan berkunjung ke Bumi Anjuk Ladang pada Sabtu (16/5/2026) besok.</p>
<p>Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, setelah menerima konfirmasi terbaru mengenai agenda kepresidenan. Sebelumnya, kunjungan sempat direncanakan bertepatan dengan momentum Hari Buruh pada 2 Mei, namun dijadwalkan ulang karena padatnya agenda kenegaraan.</p>
<p>Dalam kunjungan bersejarah ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting yang berpusat di dua lokasi, yakni ziarah dan peresmian Museum Marsinah. </p>
<p>Presiden akan berziarah ke makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Di lokasi yang sama, Presiden akan meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah sebagai bentuk penghormatan negara atas perjuangan hak-hak pekerja.</p>
<p>Selain agenda sejarah, Presiden dijadwalkan meluncurkan program 1.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih secara nasional. Peluncuran tersebut rencananya dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono.</p>
<p>"Insyaallah, Bapak Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung di Nganjuk besok Sabtu pagi. Agenda utamanya adalah memberikan penghormatan di Makam Marsinah serta meresmikan Museum dan Monumen Marsinah yang baru saja selesai dipugar," ujar Bupati Marhaen saat meninjau lokasi persiapan, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Bupati yang karib disapa Kang Marhaen tersebut menjelaskan, awalnya Prabowo dijadwalkan hadir pada 2 Mei, namun agenda tersebut tertunda. Setelah penjadwalan ulang, Prabowo dipastikan tiba di Nganjuk pada 16 Mei mendatang.</p>
<p>Setidaknya terdapat beberapa titik yang akan dikunjungi Presiden beserta rombongan. Pertama adalah Makam Marsinah, Museum dan Rumah Singgah Marsinah, serta Patung Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Selain ketiga lokasi tersebut, Presiden juga dijadwalkan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p>"Peresmian KDMP akan dilakukan secara nasional namun dipusatkan di Nganjuk. Rencananya peresmian akan dilakukan di KDMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, menjelang kedatangan Presiden, Pemkab Nganjuk terus mematangkan persiapan, salah satunya dengan menggelar gladi kotor. Pada Rabu (13/5/2026), gladi kotor dilakukan oleh seluruh elemen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tiga lokasi yang berada di Desa Nglundo.</p>
<p>Di Museum dan Rumah Singgah Marsinah, petugas menyiapkan tenda untuk prosesi peresmian. Persiapan serupa dilakukan di area Patung Marsinah. Selain itu, di sepanjang jalan mulai dari Gapura Desa Nglundo hingga Makam Marsinah, petugas melakukan pengecatan tembok rumah warga serta sejumlah fasilitas umum (fasum).</p>
<p>"Pihak kepolisian juga sudah menyisir seluruh rumah warga untuk melakukan sterilisasi," imbuhnya.</p>
<p>Kang Marhaen berharap kunjungan Presiden ke Nganjuk berjalan lancar, mulai dari peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah hingga peluncuran KDMP di Desa Nglawak. </p>
<p>"Semoga semuanya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan," pungkasnya.</p>
<p>Secara terpisah, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah menyiapkan skema pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas berskala besar. Guna menjamin kelancaran rombongan kepresidenan (RI-1) dan keamanan kawasan, petugas akan memberlakukan sterilisasi jalur dan pengalihan arus kendaraan mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.</p>
<p>Pihak kepolisian menetapkan area steril yang tertutup bagi kendaraan umum non-kepentingan, mulai dari Simpang 4 Sukomoro ke arah timur hingga Simpang 4 Ngrajek.</p>
<p><strong>Detail Pengalihan Arus Lalu Lintas:</strong></p>
<p>Untuk meminimalkan kemacetan, Satlantas Polres Nganjuk membagi rute pengalihan sebagai berikut:</p>
<p>1. Kendaraan Berat: Kendaraan roda enam atau lebih dari arah Madiun maupun Surabaya diwajibkan melalui jalur jalan tol.</p>
<p>2. Dari Arah Madiun: Dialihkan melalui Simpang 3 Terminal Nganjuk belok kiri (jalan lingkar) menuju Gerbang Tol Nganjuk.</p>
<p>3. Dari Arah Surabaya: Dialihkan melalui Gerbang Tol Bandarkedungmulyo, Jombang.</p>
<p>4. Rute Madiun menuju Kediri: Pengendara diarahkan melalui Simpang 4 TL Guyangan (belok kanan) – Jl. Raya Nganjuk-Kediri – Simpang 4 TL Candirejo (belok kanan) – Tugu Adipura Loceret (belok kiri) – Simpang 3 Patihan (belok kanan). Kendaraan dari arah Surabaya diarahkan berbelok ke kiri di Simpang 3 Mengkreng menuju arah Kediri.</p>
<p>5. Rute Kertosono menuju Madiun: Dialihkan melalui Simpang 4 Baron (belok kiri) – Simpang 3 Masjid Jami’ Warujayeng (belok kiri) – Simpang 3 Jetis (belok kanan) – Tugu Adipura Loceret (belok kanan) – Simpang 4 Candirejo (belok kiri) – Simpang 4 Tiripan (belok kanan) – Simpang 4 Guyangan (belok kiri) menuju arah Madiun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Siswa SMK dan Alumni PMI Jatim Magang Kerja ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-lepas-ribuan-siswa-smk-dan-alumni-pmi-jatim-magang-kerja-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-khofifah-lepas-ribuan-siswa-smk-dan-alumni-pmi-jatim-magang-kerja-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban. SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a7bfcda31.webp" length="37284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 19:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, khofifah indar parawansa, pelepasan program magang kerja ke luar negeri murid SMK, SMK Sore Tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas peserta program magang kerja luar negeri bagi siswa SMK negeri dan swasta serta alumni pekerja migran Indonesia (PMI) wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).</p>
<p>Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas peluang kerja global bagi lulusan pendidikan vokasi. Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, hingga Singapura dengan sektor kerja yang beragam, mulai manufaktur, pertanian, konstruksi, kesehatan, hingga teknologi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah vokasi yang dinilai berhasil menyiapkan lulusan berdaya saing internasional.</p>
<p>“SMK swasta yang memberikan inisiasi, motivasi, dan inspirasi untuk menggerakkan siswa-siswinya Go Global. Luar biasa. Para kepala SMK negeri dan swasta di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan yang juga menyiapkan siswa-siswinya Go Global, terima kasih,” ujar Khofifah.</p>
<p>Ia menegaskan, program magang luar negeri bukan sekadar penempatan kerja, melainkan proses peningkatan kompetensi atau up skilling bagi generasi muda Jawa Timur.</p>
<p>“Kalau sudah selesai bekerja di sana lima tahun, ini menurut saya bukan magang kerja semata. Ini adalah modal up-skilling. Skillnya ditingkatkan tentu dengan peralatan-peralatan modern dan jejaring market yang luar biasa. Bawalah ilmunya pulang, selain tentu membawa rezeki yang luar biasa,” katanya.</p>
<p>Khofifah juga menyebut para peserta sebagai bagian dari pahlawan devisa yang akan berkontribusi terhadap perekonomian negara melalui penghasilan yang diperoleh dari luar negeri.</p>
<p>“Anak-anak kita akan berangkat bekerja. Mereka akan mendulang devisa. Jadi kalau ada pahlawan devisa, bagian di antara pahlawan devisa adalah anak-anak yang luar biasa bersama kita di ruangan ini,” ucapnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Khofifah turut memberikan pesan agar para peserta tetap menjaga identitas kebangsaan selama bekerja di luar negeri.</p>
<p>“Di negara manapun bumi dipijak, tetaplah kibarkan merah putih. Tetaplah di hati merah putih dan tetaplah di top of mind kita merah putih,” pesannya.</p>
<p>Usai acara pelepasan, Khofifah menjelaskan bahwa salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah persoalan employability atau tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja.</p>
<p>Menurutnya, SMK di Jawa Timur memiliki peran signifikan dalam membangun konektivitas kerja internasional bagi para siswa.</p>
<p>“SMK negeri dan swasta ini perannya signifikan untuk menginisiasi dan membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara,” katanya.</p>
<p>Ia menyebut kemampuan bahasa asing menjadi syarat utama yang harus dimiliki peserta sebelum diberangkatkan.</p>
<p>“Yang akan ke Turki bahasa Inggrisnya harus fasih. Yang akan ke Korea Selatan bahasa Korea. Yang akan ke Jepang bahasa Jepang. Yang ke Saudi dan Uni Emirat Arab tentu harus fasih bahasa Arab,” jelasnya.</p>
<p>Khofifah juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu, salah satunya pengelasan bawah laut di Jerman.</p>
<p>“Saya tanya, welding atau pengelasan bawah laut itu memang permintaannya tinggi sekali,” ujarnya.</p>
<p>Selain sektor teknik, peserta juga akan bekerja di bidang pertanian, manufaktur, dan perhotelan. Menurut Khofifah, hal tersebut menunjukkan semakin luasnya diversifikasi profesi lulusan SMK Jawa Timur di pasar kerja global.</p>
<p>Sementara itu, Aries Agung Paewai melaporkan bahwa pada 2026 terdapat total 4.920 potensi penempatan kerja luar negeri yang berasal dari 112 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.</p>
<p>“Sebanyak 3.186 peserta magang kerja luar negeri dan 1.734 alumni pekerja migran akan kembali bekerja di luar negeri,” kata Aries.</p>
<p>Ia menjelaskan, Jepang masih menjadi negara tujuan utama karena tingginya kebutuhan tenaga kerja dan besarnya kepercayaan terhadap lulusan SMK Jawa Timur.</p>
<p>“Ini menunjukkan lulusan SMK Jawa Timur sudah menjadi bagian dari rantai tenaga kerja global,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Aries, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbesar di Jawa Timur, mencapai 1.628 peserta. Angka tersebut disusul Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Malang, dan Tuban.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah penyumbang peserta terbanyak dengan total 717 peserta.</p>
<p>“Data ini membuktikan bahwa sekolah yang serius membangun budaya disiplin, bahasa asing, kompetensi industri, dan koneksi dunia kerja, maka peluang global sangat terbuka bagi anak-anak kita,” kata Aries.</p>
<p>Aries menambahkan bahwa peluang kerja internasional kini terbuka hampir di seluruh bidang keahlian SMK, mulai teknik mesin, otomotif, listrik, kesehatan, farmasi, kuliner, bisnis digital, hingga teknologi informasi.</p>
<p>“Dunia kerja internasional tidak hanya membutuhkan tenaga kerja fisik, tetapi juga tenaga kerja berbasis teknologi dan kompetensi modern. Ini membuktikan bahwa SMK Jawa Timur mulai selaras dengan kebutuhan industri global,” tuturnya.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Aries berpesan agar para peserta menjaga disiplin, etos kerja, dan nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.</p>
<p>“Kalau anak-anak sekalian sukses dan berhasil, maka lulusan SMK lain di seluruh Jawa Timur tentu akan ikut terbawa bisa bekerja di luar negeri,” katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digitalisasi Transaksi Kota Batu Sentuh 99,3 Persen, Tantangan Bergeser ke Perubahan Perilaku Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-transaksi-kota-batu-sentuh-993-persen-tantangan-bergeser-ke-perubahan-perilaku-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-transaksi-kota-batu-sentuh-993-persen-tantangan-bergeser-ke-perubahan-perilaku-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian digitalisasi yang telah menembus 99 persen, Kota Batu kini memasuki fase baru transformasi digital, yakni memperkuat literasi dan budaya transaksi non-tunai di tengah masyarakat agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih merata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a65b49739.webp" length="62938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 18:34:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Digitalisasi, 99, 3 Persen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Transformasi digital di Kota Batu hampir mencapai titik penuh. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu tercatat menyentuh angka 99,3 persen. Capaian tersebut menjadikan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi transaksi tertinggi di kawasan Malang Raya dimana hampir seluruh sistem transaksi pemerintah daerah kini telah berbasis elektronik dan non-tunai.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Kamis (14/5/2026).menguraikan hal tersebut muncul saat terdapat penilaian Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah kerja Bank Indonesia Malang tahun 2026.</p>
<p>"Namun di balik capaian nyaris sempurna ini, Pemerintah Kota Batu menilai tantangan terbesar justru bukan lagi soal teknologi atau infrastruktur digital, melainkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital sehari-hari," urainya. </p>
<p>Karena itu, Pemkot Batu kini mulai memperluas implementasi transaksi digital hingga menyasar level paling bawah. Tidak hanya di hotel, restoran, maupun destinasi wisata besar, tetapi juga menyentuh pedagang pasar tradisional, UMKM, hingga pelaku usaha di desa-desa.</p>
<p>Pemerintah daerah menilai digitalisasi keuangan memiliki dampak strategis terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan efisien. Sistem transaksi non-tunai dinilai mampu menekan potensi kebocoran sekaligus mempercepat pelayanan publik.</p>
<p>“Manfaat ekonomi digital ini harus dirasakan semua. Dari hotel berbintang sampai pedagang sayur di pasar. Digitalisasi akan berhasil jika dipakai sehari-hari oleh masyarakat, bukan hanya tersedia secara sistem,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Mei 2026 Diproyeksi Tembus 560 Ribu Kunjungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-batu-mei-2026-diproyeksi-tembus-560-ribu-kunjungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-batu-mei-2026-diproyeksi-tembus-560-ribu-kunjungan</guid>
<description><![CDATA[ Selain peningkatan jumlah kunjungan, durasi tinggal wisatawan juga diprediksi ikut meningkat. Rata-rata wisatawan diperkirakan menginap selama dua hingga tiga malam, terutama pada periode libur panjang akhir pekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a5b735e21.webp" length="41768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 18:01:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pariwisata, Peningkatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pariwisata Kota Batu memproyeksikan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama Mei 2026. Momentum rangkaian libur nasional dan cuti bersama diperkirakan mendorong angka kunjungan menembus 540 ribu hingga 560 ribu wisatawan dalam satu bulan.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Kamis (14/5/2026) menjelaskan, optimisme tersebut muncul setelah tren wisata Kota Batu kembali bergerak naik pasca-fluktuasi kunjungan pada awal tahun. Di mana, Mei diprediksi menjadi bulan dengan trafik wisata tertinggi di semester pertama 2026, setelah Januari lalu sempat mencatat lonjakan besar saat momentum libur tahun baru.</p>
<p>"Kalender libur nasional yang cukup padat menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas wisatawan menuju Kota Wisata Batu. Pada Mei 2026 ini kami perkirakan menjadi bulan dengan kunjungan tertinggi di semester pertama setelah Januari 2026,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut sejumlah momentum yang diprediksi memicu lonjakan wisatawan antara lain libur Hari Buruh pada 1 Mei, Kenaikan Yesus Kristus beserta cuti bersama pada 14-15 Mei, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei, hingga libur Hari Raya Waisak pada akhir bulan.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Angka tersebut kemudian turun menjadi 354.292 wisatawan pada Februari dan kembali terkoreksi menjadi 311.862 wisatawan selama Maret 2026.</p>
<p>Secara rata-rata, kunjungan bulanan wisatawan ke Kota Batu selama triwulan awal 2026 berada di kisaran 432 ribu orang, dengan prosentase data masuk sebesar 77,7 persen hingga 30 April 2026.</p>
<p>“Lonjakan kunjungan Mei ini dipengaruhi banyaknya long weekend yang mendorong wisatawan melakukan perjalanan keluarga maupun short vacation ke Kota Batu,” tambahnya.</p>
<p>Disparta juga memperkirakan mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Jawa Timur. Namun, kontribusi wisatawan dari Jakarta dan Jawa Barat mulai menunjukkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya.</p>
<p>Kondisi tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap okupansi hotel, vila, homestay, hingga sektor pendukung wisata lainnya seperti kuliner, transportasi, dan pusat oleh-oleh.</p>
<p>“Sehingga kami optimistis akomodasi dan destinasi wisata keluarga akan mengalami peningkatan signifikan selama Mei ini,” tandas Onny. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Batu Dukung Pelatihan Kerja Rp1,1 Miliar, Ingatkan Soal Efektivitas dan Serapan Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-dukung-pelatihan-kerja-rp-11-miliar-ingatkan-soal-efektivitas-dan-serapan-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-dukung-pelatihan-kerja-rp-11-miliar-ingatkan-soal-efektivitas-dan-serapan-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Dukungan DPRD terhadap program pelatihan kerja menunjukkan adanya kesamaan pandangan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci menekan pengangguran di Kota Batu. Namun di sisi lain, efektivitas program tetap menjadi catatan penting, terutama terkait serapan kerja nyata, keberlanjutan pendampingan, dan kemampuan pelatihan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a52a28c69.webp" length="12058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 17:34:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Serapan, Tenaga Kerja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, merespons program pelatihan kerja senilai Rp1,1 miliar yang disiapkan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menekan angka pengangguran yang naik menjadi 5.024 orang pada 2025.</p>
<p>Diwawancarai pada Kamis (14/5/2026) politisi PKB tersebut menilai langkah pemerintah daerah mengalokasikan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan kebijakan positif. Terlebih, jenis pelatihan yang dipilih dinilai cukup relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.</p>
<p>“Kalau melihat bidang pelatihannya seperti digital marketing, K3, barista, sampai make up, itu memang cukup dekat dengan kebutuhan sektor jasa dan pariwisata di Kota Batu. Ini langkah yang baik,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, perubahan pola pelatihan dari model konvensional menuju keterampilan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri digital dan ekonomi kreatif memang sudah menjadi kebutuhan daerah wisata seperti Kota Batu.</p>
<p>Namun demikian, Didik mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti hanya pada pelaksanaan pelatihan semata tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. DPRD, kata dia, tetap akan mengawasi sejauh mana pelatihan tersebut benar-benar berdampak terhadap penurunan angka pengangguran.</p>
<p>“Yang paling penting bukan hanya jumlah peserta yang ikut pelatihan, tetapi berapa yang benar-benar terserap kerja atau bisa membuka usaha setelah selesai. Itu yang harus diukur,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan program pasca pelatihan, seperti pendampingan usaha, akses permodalan, hingga koneksi dengan dunia industri agar peserta tidak kembali menganggur setelah mendapatkan sertifikat pelatihan.</p>
<p>“Kadang problemnya bukan di pelatihannya, tapi setelah itu mereka jalan sendiri tanpa pendampingan. Ini yang perlu diperkuat,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut meminta Disnaker lebih selektif dalam menentukan peserta agar program benar-benar menyasar warga yang membutuhkan pekerjaan dan memiliki komitmen mengikuti pelatihan hingga tuntas.</p>
<p>Meski begitu, DPRD tetap mendukung langkah Pemkot Batu dalam mencoba merespons kenaikan angka pengangguran melalui penguatan kompetensi kerja masyarakat. Menurutnya, kondisi pasar kerja saat ini memang menuntut pemerintah bergerak lebih cepat dan fleksibel dalam menyiapkan SDM lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produk SIKAP Mulai Dilirik, Khofifah Tekankan Pentingnya Kualitas dan Jejaring Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produk-sikap-mulai-dilirik-khofifah-tekankan-pentingnya-kualitas-dan-jejaring-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produk-sikap-mulai-dilirik-khofifah-tekankan-pentingnya-kualitas-dan-jejaring-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah juga mengajak seluruh sekolah pelaksana Program SIKAP untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian, peternakan, maupun perikanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a058cae2d633.webp" length="47738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 17:01:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekolah inovatif ketahanan pangan, khofifah indar parawansa, smkn 1 tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pendidikan berbasis keterampilan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program yang telah diterapkan di ratusan sekolah ini tidak hanya berfokus pada sektor pertanian sekolah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter produktif, mandiri, dan berjiwa wirausaha bagi para pelajar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026) mengatakan, Program SIKAP kini telah berjalan di berbagai daerah, termasuk Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Menurutnya, sekolah didorong untuk memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pendidikan karakter siswa.</p>
<p></p>
<p>“Program SIKAP ini sudah membumi di Jawa Timur. Kita memanfaatkan lahan kosong untuk digunakan sebagai penguatan ketahanan pangan. Di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan sudah banyak sekolah yang mengikuti Program SIKAP,” ujar Aries.</p>
<p></p>
<p>Aries menjelaskan, program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan hidup atau life skills. Para siswa dilibatkan langsung dalam kegiatan bercocok tanam, budidaya ikan, peternakan, hingga pengolahan hasil pertanian.</p>
<p></p>
<p>“Kita ingin sekolah-sekolah mengefektifkan lahan yang mereka punya untuk Program SIKAP. Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga keterampilan hidup. Anak-anak belajar menanam, memelihara ikan, beternak, sampai mengolah hasil tani,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, Program SIKAP juga menjadi upaya menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian dan agribisnis yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Kita membangun karakter anak-anak bahwa Indonesia punya agrobisnis dan pertanian yang luar biasa. Kita tumbuhkan lagi semangat mereka menjadi petani dan berkebun. Hasilnya nanti bisa mereka nikmati bersama sekaligus menjadi peluang berwirausaha,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 97 sekolah pelaksana SIKAP di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Rinciannya, 27 sekolah di Tulungagung, 24 sekolah di Trenggalek, dan 46 sekolah di Pacitan.</p>
<p>Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, Program SIKAP telah diterapkan di sekitar 176 sekolah negeri dan swasta dari total 493 sekolah yang ada.</p>
<p></p>
<p>“Tidak semua sekolah bisa menerapkan karena ada sekolah yang lahannya terbatas. Tapi yang punya potensi lahan kita dorong untuk memanfaatkannya, dan sebagian sekolah juga sudah mulai melakukan penjajakan,” ungkap Aries.</p>
<p></p>
<p>Untuk jenis tanaman yang dibudidayakan, sekolah-sekolah menanam berbagai komoditas seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga kacang-kacangan yang dinilai mudah dibudidayakan dan cepat dipanen.</p>
<p></p>
<p>“Yang ditanam macam-macam, ada sayur, buah, kacang-kacangan dan lainnya. Karena itu lebih mudah dan tidak terlalu lama untuk dipanen oleh siswa,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Program SIKAP yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya di SMKN 1 Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan pertanian sekolah, melainkan proses pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengenal sektor ketahanan pangan dan dunia usaha sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Kita memberikan ruang kepada anak didik untuk mulai mengenali, belajar, dan menyiapkan masa depan melalui berbagai ikhtiar yang akan menguatkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Khofifah, produk-produk hasil Program SIKAP kini mulai menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Bahkan beberapa produk sudah ditampilkan dalam forum strategis, termasuk kegiatan Bank Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Saya melihat produk-produk SIKAP ini sudah mulai naik kelas. Kemarin dipamerkan di Hotel Westin dalam pertemuan Bank Indonesia se-Jawa dan produknya langsung diborong. Ini luar biasa,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah juga mendorong sekolah untuk mulai memperkuat hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Salah satunya melalui pengolahan kulit ikan patin menjadi produk makanan siap jual dengan standar produksi yang baik.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus mulai memikirkan hilirisasi produk. Kalau kualitasnya dijaga, higienitasnya baik, dan produksinya standar, bukan tidak mungkin produk siswa SMK bisa masuk pasar nasional bahkan internasional,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan pentingnya jejaring, kolaborasi, dan pendampingan industri agar produk-produk sekolah memiliki kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar.</p>
<p></p>
<p>“Kalau ada buyer, tantangannya bukan hanya kualitas, tapi continuity dan quantity. Karena itu sekolah harus membangun sinergi dan kolaborasi seluas-luasnya,” tegas Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak seluruh sekolah pelaksana Program SIKAP untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian, peternakan, maupun perikanan.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus terus improve. Ilmu berkembang sangat dinamis. Semua sekolah yang menerapkan SIKAP harus terus belajar dan mencari inovasi terbaru agar sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan di sekolah bisa semakin maksimal,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Resmikan Revitalisasi dan Rehabilitasi Puluhan Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-resmikan-revitalisasi-dan-rehabilitasi-puluhan-sekolah-di-tulungagung-trenggalek-dan-pacitan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-resmikan-revitalisasi-dan-rehabilitasi-puluhan-sekolah-di-tulungagung-trenggalek-dan-pacitan</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di tiga daerah tersebut menelan anggaran sekitar Rp46,98 miliar untuk 44 lembaga pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0586d44111a.webp" length="47434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 16:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemprov jatim, gubernur jatim, smkn 1 tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah. Hal tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa .</p>
<p>Peresmian dilakukan secara simbolis di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026) siang. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, kepala sekolah terkait, guru, hingga para siswa.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan kunjungan Gubernur Khofifah menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan di Jawa Timur, khususnya sekolah vokasi dan sekolah pelaksana Program SIKAP.</p>
<p>“Banyak sekolah yang telah didatangi oleh Ibu Gubernur, salah satunya adalah SMKN 1 Tulungagung. Beliau sudah lama ingin hadir di tengah-tengah para guru dan murid-murid hebat SMKN 1 Tulungagung karena ingin menyaksikan bagaimana perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah kita, khususnya sekolah yang menyelenggarakan program SIKAP,” ujar Aries.</p>
<p>Menurut dia, kehadiran Khofifah tidak hanya untuk melihat hasil pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memastikan peningkatan mutu pendidikan berjalan optimal.</p>
<p>“Pada kesempatan ini tentu tidak hanya melihat wajah sekolah hasil rehabilitasi dan revitalisasi, tapi ingin melihat perkembangan pendidikan yang nyata. Kehadiran Ibu Gubernur ingin membangkitkan semangat kita semua terkait mutu, kualitas, serta prestasi siswa-siswa kita,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan Pemprov Jatim memiliki komitmen menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional, terutama pendidikan vokasi.</p>
<p>“Kita ingin Jawa Timur sekali lagi bukan hanya barometer prestasi nasional, tapi barometer pendidikan nasional dan khususnya vokasi di tingkat nasional,” tegasnya.</p>
<p>Dalam laporannya, Aries menyebut revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di tiga daerah tersebut menelan anggaran sekitar Rp46,98 miliar untuk 44 lembaga pendidikan.</p>
<p>Di Kabupaten Tulungagung, revitalisasi menyasar 20 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp23,24 miliar. Rinciannya delapan SMA sebesar Rp4,72 miliar, 10 SMK sebesar Rp17,33 miliar, serta dua SLB sebesar Rp1,18 miliar.</p>
<p>Sementara di Kabupaten Trenggalek terdapat 11 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp8,58 miliar, terdiri dari dua SMA sebesar Rp1,07 miliar dan sembilan SMK sebesar Rp7,51 miliar.</p>
<p>Adapun di Kabupaten Pacitan, revitalisasi dilakukan pada 13 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp15,15 miliar, meliputi dua SMA sebesar Rp1,25 miliar, 10 SMK sebesar Rp12,29 miliar, dan satu SLB sebesar Rp1,60 miliar.</p>
<p>Aries menjelaskan rehabilitasi mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas, ruang praktik siswa, laboratorium, perpustakaan, toilet, ruang BK, UKS, ruang OSIS, hingga tempat ibadah.</p>
<p>“Perhatian ini tidak hanya untuk SMA dan SMK, tapi juga SLB, yang berarti pendidikan inklusi benar-benar menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Aries, bantuan revitalisasi pendidikan yang diterima Jawa Timur pada 2025 menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.</p>
<p>“Jawa Timur mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah di berbagai wilayah. Ini adalah perhatian dari Presiden dan juga Ibu Gubernur Jawa Timur,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meninjau sejumlah ruang kelas baru dan ruang praktik di SMKN 1 Tulungagung, termasuk praktik pengolahan kulit ikan patin yang dilakukan para siswa.</p>
<p>Aries menyebut SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu contoh sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur.</p>
<p>“SMKN 1 Tulungagung adalah contoh nyata SMK yang luar biasa, satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur dengan berbagai kompetensi unggulan mulai tanaman, peternakan, perikanan hingga pengawasan mutu,” jelasnya.</p>
<p>Sekolah tersebut saat ini memiliki lebih dari 2.000 siswa dan telah menghasilkan sekitar 250 lulusan yang akan bekerja di luar negeri.</p>
<p>Saat meninjau praktik pengolahan kulit ikan patin, Khofifah meminta agar proses produksi ditingkatkan menggunakan teknologi tepat guna agar kualitas produk lebih terjamin.</p>
<p>“Oleh karena itu yang tadi saya lihat, saya langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik. Sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan teknologi tepat guna sehingga dipastikan bahwa kulit ikan yang digoreng tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong,” kata Khofifah.</p>
<p>Ia menyarankan penggunaan teknologi vacuum frying agar kualitas hasil produksi lebih standar dan higienis.</p>
<p>“Kalau menggunakan vacuum frying itu standar. Tidak ada yang mentah, tidak ada yang gosong. Kita juga harus menjaga higienitasnya dan memastikan tidak ada bahan pengawet, minimal bisa delapan bulan tanpa bahan pengawet,” ujarnya.</p>
<p>Khofifah mengaku telah memesan bantuan alat vacuum frying berkapasitas lima kilogram dan 10 kilogram untuk mendukung pengembangan produk siswa.</p>
<p>“Saya nanti ingin melihat ketika vacuum frying, saya sudah pesan tadi untuk kapasitas lima kilo dan kapasitas 10 kilo. Saya rasa lima dan 10 cukup,” katanya.</p>
<p>Menurut Khofifah, produk-produk hasil Program SIKAP sudah saatnya naik kelas hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.</p>
<p>“Saya rasa sudah saatnya hilirisasi dari produk-produk SIKAP ini naik kelas nasional,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Pentahelix Diperkuat, Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Fokus Bersama di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pentahelix-diperkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak-jadi-fokus-bersama-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pentahelix-diperkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak-jadi-fokus-bersama-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ LKP3A Fatayat NU Bondowoso bersama Dinsos P3AKB memperkuat sinergi pentahelix dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya laporan kasus PPA di Bondowoso yang telah mencapai 57 kasus hingga awal Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a058f2a2793f.webp" length="52248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 16:01:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Fatayat, nahdllatul ulama, perempuan, islam, suarajatimpost, DInsos P3AKB</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="527"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso masih menjadi pekerjaan rumah serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.</p>
<p data-start="0" data-end="527">Hingga awal Mei 2026, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bondowoso bersama Dinsos P3AKB dan Unit PPA Polres Bondowoso tercatat telah menangani sekitar 57 kasus kekerasan, dengan rincian sekitar 22 kasus melibatkan anak dan 28 kasus menimpa perempuan. Mayoritas kasus berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).</p>
<p data-start="529" data-end="847">Meningkatnya angka laporan tersebut tidak hanya menjadi alarm bagi pemerintah daerah, tetapi juga menandakan tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melapor. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum semata.</p>
<p data-start="849" data-end="1254">Karena itu, penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, media, hingga aparat penegak hukum dinilai menjadi langkah penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat dan menyentuh hingga tingkat akar rumput. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperkuat pencegahan, penanganan, edukasi, hingga pemulihan korban secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="1256" data-end="1679">Komitmen itu terus digaungkan LKP3A Fatayat NU Bondowoso melalui kegiatan Penguatan Kader LKP3A Fatayat NU dan Pondok Konseling (Poling) yang digelar di Graha NU Bondowoso, Rabu (14/5/2026).</p>
<p data-start="1256" data-end="1679">Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara LKP3A Fatayat NU Bondowoso dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1681" data-end="2096">Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso dr. Mohammad Imron, Ketua PC Fatayat NU Bondowoso Ning Liniyatul Ma’lufah, Ketua LKP3A Fatayat NU Bondowoso Ning Dr. Laily Abida, Psikolog, Panitera Pengadilan Agama Bondowoso, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hafidhatullaily.</p>
<p data-start="2098" data-end="2274">Kegiatan tersebut diikuti kader Fatayat NU se-Cabang Bondowoso sebagai upaya memperkuat kapasitas layanan konseling dan pendampingan perempuan serta anak di tingkat masyarakat.</p>
<p data-start="2276" data-end="2495">Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, mengapresiasi langkah Fatayat NU Bondowoso dalam memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan kader LKP3A dan Pondok Konseling (Poling).</p>
<p data-start="2497" data-end="2672">Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p data-start="2674" data-end="2924">“Sinergi ini sangat penting karena persoalan perempuan dan anak tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi perempuan seperti Fatayat NU yang memiliki jaringan hingga tingkat bawah,” ujarnya.</p>
<p data-start="2926" data-end="3296">Ia menegaskan, pola kolaborasi lintas sektor atau pentahelix perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan bisa berjalan lebih efektif. Selain pemerintah dan organisasi masyarakat, peran media, akademisi, serta aparat penegak hukum juga dinilai penting dalam membangun kesadaran publik dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.</p>
<p data-start="3298" data-end="3465">“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap pelayanan terhadap perempuan dan anak di Bondowoso semakin responsif, humanis, dan mudah dijangkau masyarakat,” tambahnya.</p>
<p data-start="3467" data-end="3693">Sementara itu, Ketua LKP3A Fatayat NU Bondowoso Ning Dr. Laily Abida menyampaikan bahwa penguatan kader menjadi langkah strategis agar masyarakat memiliki ruang aman untuk berkonsultasi maupun melapor ketika terjadi kekerasan.</p>
<p data-start="3695" data-end="3913">"Keberadaan kader dan Pondok Konseling di tingkat bawah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan psikologis, hingga membantu korban mendapatkan akses perlindungan hukum," jelasnya.</p>
<p data-start="3915" data-end="4098">Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi pelatihan layanan konseling bagi kader LKP3A Fatayat NU guna meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan di masing-masing wilayah.</p>
<p data-start="4100" data-end="4286">Di sisi lain, Kabid PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso Hafidhatullaily menegaskan, pihaknya terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kasus kekerasan.</p>
<p data-start="4288" data-end="4363">“Kalau kami pencegahan, ya dengan tetap sosialisasi secara masif,” katanya.</p>
<p data-start="4365" data-end="4626">Ia menambahkan, meningkatnya jumlah laporan menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melindungi korban mulai tumbuh. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak lagi bersikap abai ketika menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan maupun anak di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="4628" data-end="4750" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Jangan sampai korban-korban ini sudah jadi korban, terus dia juga ditekan, takut untuk bersuara dan melapor,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4628" data-end="4750" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, Diperta Probolinggo Intensifkan Posyandu Ternak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-diperta-probolinggo-intensifkan-posyandu-ternak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-diperta-probolinggo-intensifkan-posyandu-ternak</guid>
<description><![CDATA[ Dari 10 ekor sapi yang menjalani pemeriksaan kebuntingan, sebanyak 6 ekor dinyatakan positif bunting dan 4 ekor lainnya negatif. Selain itu, petugas melakukan pengobatan terhadap enam ekor ternak yang mengalami gangguan kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05736fa8f16.webp" length="109038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 14:03:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, DinasPeternakan, IdulAdha, PosyanduTernak, KesehatanTernak, PMK, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memperkuat layanan kesehatan hewan ternak melalui kegiatan posyandu ternak di Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesehatan hewan ternak terjaga sekaligus mendukung kesiapan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, bersama jajaran tenaga kesehatan hewan dari UPT Puskeswan Bantaran, mulai dari Kepala UPT Puskeswan Aulia Khusumastutik, dokter penyelia wilayah drh. Dani dan drh. Maya, hingga petugas teknis koordinator wilayah.</p>
<p></p>
<p>Dalam pelayanan posyandu ternak tersebut, petugas menangani 138 ekor hewan ternak yang terdiri atas 134 ekor sapi, 2 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada peternak, seperti pemeriksaan kesehatan, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vitamin, pemberian obat cacing, hingga pemeriksaan kebuntingan.</p>
<p></p>
<p>Dari 10 ekor sapi yang menjalani pemeriksaan kebuntingan, sebanyak 6 ekor dinyatakan positif bunting dan 4 ekor lainnya negatif. Selain itu, petugas melakukan pengobatan terhadap enam ekor ternak yang mengalami gangguan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto, mengatakan bahwa kegiatan posyandu ternak merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat, khususnya peternak di wilayah pedesaan.</p>
<p></p>
<p>“Posyandu ternak sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Tujuannya untuk memberikan pelayanan optimal kepada ternak di Desa Gunung Tugel, baik pengobatan, vaksinasi, inseminasi maupun pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi para peternak,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Niko, kesehatan ternak berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, terlebih menjelang Iduladha saat kebutuhan hewan kurban meningkat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelayanan kesehatan hewan secara rutin agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya dengan adanya posyandu ternak ini kesejahteraan hewan khususnya di Desa Gunung Tugel semakin baik. Bila ternaknya sehat dan sejahtera, maka kesejahteraan peternak juga akan meningkat,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada peternak mengenai pentingnya pencegahan penyakit hewan menular, terutama PMK yang sempat mengancam populasi ternak beberapa waktu terakhir.</p>
<p></p>
<p>“Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemberian obat cacing secara rutin untuk menjaga daya tahan tubuh ternak,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Diperta Kabupaten Probolinggo juga berharap dukungan pemerintah terhadap program kesehatan hewan terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan vaksin dan obat-obatan gratis bagi peternak.</p>
<p></p>
<p>“Kami berharap bantuan obat-obatan semakin banyak sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hewan dan bantuan pengobatan secara gratis,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, program pemberian obat cacing rutin perlu terus digalakkan bagi ternak rentan PMK maupun ternak lainnya sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.</p>
<p></p>
<p>“Semua ternak perlu mendapatkan program pemberian obat cacing secara rutin agar kesehatan ternak tetap terjaga dan risiko penyakit bisa ditekan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan posyandu ternak tersebut, Diperta Kabupaten Probolinggo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan semakin meningkat. Hal ini diharapkan mampu mendukung produktivitas peternakan sekaligus menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat menjelang Iduladha. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Sebut Audit Dugaan Penyimpangan APBDes Desa Bandung Sudah Sesuai Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sebut-audit-dugaan-penyimpangan-apbdes-desa-bandung-sudah-sesuai-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sebut-audit-dugaan-penyimpangan-apbdes-desa-bandung-sudah-sesuai-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Kabupaten Nganjuk menegaskan pemeriksaan dugaan penyimpangan APBDes 2022 Desa Bandung dilakukan sesuai SOP dan berdasarkan bukti valid. Kasus ini mencuat setelah muncul dokumen klarifikasi pembangunan jembatan Bumdes yang kini mengalami kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04783677942.webp" length="34166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 22:40:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan rusak berat, Desa Bandung, Inspektorat, hasil audit, anggaran dana desa, Pemdes Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="422"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Penanganan dugaan penyimpangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2022 di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, masih menjadi sorotan publik.</p>
<p data-start="0" data-end="422">Menanggapi adanya aduan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur penanganan perkara, Inspektorat Kabupaten Nganjuk menegaskan seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai aturan dan berdasarkan bukti yang valid.</p>
<p data-start="424" data-end="592">Inspektur Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan hanya berdasarkan asumsi maupun laporan tanpa dasar yang jelas.</p>
<p data-start="594" data-end="840">“Dalam setiap penanganan perkara, prinsipnya siapa yang mendalilkan maka dia wajib membuktikan. Kami bekerja berdasarkan fakta dan dokumen yang autentik,” ujar Samsul Huda saat memberikan klarifikasi terkait prosedur audit desa, Rabu (13/5/2026).</p>
<p data-start="842" data-end="1032">Kasus ini mencuat setelah munculnya dokumen Berita Acara Klarifikasi Realisasi APBDes Tahun 2022 Desa Bandung yang memuat sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik, termasuk pembangunan jembatan.</p>
<p data-start="1034" data-end="1263">Salah seorang warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Bandung menyebut, dalam dokumen tersebut tercatat kegiatan Pengembangan dan Pelaksanaan BUMDes berupa pembangunan jembatan menghabiskan anggaran sebesar Rp42.681.950.</p>
<p data-start="1265" data-end="1456">Ia menjelaskan, proses klarifikasi dilakukan pada Kamis, 23 Februari 2023, di Ruang Kerja Camat Prambon sebagai tindak lanjut monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Bandung.</p>
<p data-start="1458" data-end="1554">“Saat itu kami menyerahkan data APBDes tahun 2022 di kantor kecamatan,” ujarnya kepada wartawan.</p>
<p data-start="1556" data-end="1780">Samsul Huda menambahkan, setiap laporan yang masuk, baik dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun Aparat Penegak Hukum (APH), terlebih dahulu diverifikasi sebelum ditindaklanjuti ke tahap audit investigatif.</p>
<p data-start="1782" data-end="1942">Menurutnya, apabila pelapor tidak mampu menunjukkan bukti kuat atas tuduhan yang disampaikan, maka Inspektorat akan kesulitan melakukan pendalaman lebih lanjut.</p>
<p data-start="1944" data-end="2160">“Setiap aduan atau tuduhan harus disertai bukti yang kuat dan relevan agar bisa ditindaklanjuti secara mendalam. Untuk kasus Desa Bandung, pemeriksaan sudah selesai dilakukan,” tegasnya saat dihubungi SuaraJatimPost.</p>
<p data-start="2162" data-end="2320">Ia memastikan Inspektorat tetap bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai koridor hukum.</p>
<p data-start="2322" data-end="2604">Sebelumnya diberitakan, jembatan penghubung menuju Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di Desa Bandung mengalami kerusakan parah hingga jebol. Jembatan yang dibangun pada 2022 menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp30 juta itu hingga kini belum diperbaiki secara menyeluruh.</p>
<p data-start="2606" data-end="2814">Pelaksana Kegiatan Desa Bandung, Agung, mengatakan proyek tersebut telah diaudit oleh Inspektorat pada tahun 2023. Saat itu terdapat catatan pengembalian material urukan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.</p>
<p data-start="2816" data-end="2975">“Dulu ada pengembalian urukan yang kurang spesifikasi, tetapi untuk struktur jembatannya sendiri sudah sesuai,” kata Agung saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p data-start="2977" data-end="3121">Ia menjelaskan, kerusakan jembatan dipicu oleh kendaraan bermuatan berat yang melintas selama aktivitas proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p data-start="3123" data-end="3236">“Karena akses proyek KDMP, akhirnya jembatan jebol. Muatannya tidak sesuai kapasitas yang direncanakan,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3123" data-end="3236"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beredar Daftar Karyawan KDKMP di Jombang berikut Pemberi Rekom, Pemkab : Belum Ranah Kita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekom-pemkab-belum-ranah-kita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekom-pemkab-belum-ranah-kita</guid>
<description><![CDATA[ Kewenangan pengangkatan karyawan merupakan ranah pemerintah pusat bukan ranah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04807a5005b.webp" length="35078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:58:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang buka suara atas kemunculan daftar karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berikut oknum pemberi rekom. Kewenangan pengangkatan karyawan merupakan ranah pemerintah pusat bukan ranah daerah.</p>
<p>Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang, Syaiful Anwar menyebut posisi manajer dan karyawan KDKMP merupakan ranah pusat. </p>
<p>"Oh iya, terkait masalah rekrutmen pegawai, kami sudah sampaikan bahwa untuk posisi manajer memang itu menjadi kewenangan dari pemerintah pusat," ucap Syaiful Anwar kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Pihak Pemkab Jombang sebelumnya sudah membentuk pengurus koperasi yang pelaksanaannya dilakukan di tahun 2025 lalu dan sudah terbentuk di 306 desa dan kelurahan </p>
<p>"Namun, ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk manajer semua proses rekrutmen di bawah pemerintah pusat. Kami dari pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi terkait hal tersebut," terang Syaiful.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo menyebut perekrutan pegawai di luar posisi manajer hingga kini belum menjadi ranah pemerintah daerah.</p>
<p>"Jadi belum di ranahnya kita," kata Hari.</p>
<p>Pemkab Jombang masih menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah pusat terkait mekanisme KDKMP. Masih ada relaksasi regulasi dari pemerintah pusat.</p>
<p>"Kami menunggu aturan lanjutan terkait KDKMP ini," imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, Beredar daftar nama-nama warga dari sejumlah desa di Jombang yang disebut sebagai calon karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lengkap dengan pemberi rekomendasi. Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu.</p>
<p>Daftar itu mencakup nama KDKMP, nama calon karyawan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), kecamatan, kabupaten, nomor handphone, posisi, serta asal rekomendasi. Padahal, pemerintah desa maupun pengurus KDKMP tingkat desa mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perekrutan sebagaimana yang tercantum dalam daftar nama yang beredar.</p>
<p>Kepala Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Khoiman, menyampaikan bahwa pihak desa belum mengetahui dasar maupun mekanisme perekrutan karyawan KDKMP di wilayahnya. Ia menegaskan, jika beredar nama-nama warga yang direkomendasikan oleh oknum dari unsur yang mengarah ke salah satu partai politik, pihaknya tidak tahu menahu.</p>
<p>"Pemerintahan desa tidak tahu dasar perekrutannya dari mana, terus yang merekrut itu siapa, itu kami juga tidak tahu," ujar Khoiman dalam pesan yang diterima, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Khoiman mengakui memang ada arahan agar desa segera merekrut enam orang karyawan KDKMP. Namun, hingga saat ini, pihak desa maupun pengurus koperasi desa disebut belum pernah menyerahkan nama calon karyawan.</p>
<p>"Sebetulnya sudah ada perintah dari Babinsa untuk segera merekrut enam orang itu, tapi desa dan pengurus Kopdes Merah Putih itu belum setor nama, kok sudah muncul nama-nama tersebut," ungkapnya.</p>
<p>Beredarnya daftar nama rekomendasi itu membuat pemerintah desa merasa bingung karena nama-nama calon karyawan sudah lebih dulu beredar di masyarakat.</p>
<p>"Sehingga kami bingung ini siapa yang menyetorkan nama, sedangkan kami pemerintahan desa beserta pengurus kopdes itu belum setor nama," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDPU DPRD Kabupaten Malang Telusuri Celah Administrasi di Balik Surat Perjalanan Dinas Wabup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdpu-dprd-kabupaten-malang-telusuri-celah-administrasi-di-balik-surat-perjalanan-dinas-wabup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdpu-dprd-kabupaten-malang-telusuri-celah-administrasi-di-balik-surat-perjalanan-dinas-wabup</guid>
<description><![CDATA[ RDPU DPRD Kabupaten Malang menelusuri dugaan celah administrasi dalam penerbitan surat perjalanan dinas Wakil Bupati Malang ke Jakarta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a047f01e590f.webp" length="49994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:40:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>RDPU, DPRD, Kabupaten Malang, Perjalanan Dinas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> DPRD Kabupaten Malang menyoroti dugaan celah administrasi dalam penerbitan surat perjalanan dinas Wakil Bupati Malang ke Jakarta saat menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Polemik surat perjalanan dinas tersebut dinilai menjadi alarm bagi tata kelola administrasi pemerintahan di lingkungan Pemkab Malang. Komisi I DPRD Kabupaten Malang pun melakukan penelusuran terhadap sistem verifikasi, koordinasi antarbagian, hingga mekanisme penerbitan surat kedinasan.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sepele karena berkaitan dengan tata kelola pemerintahan.</p>
<p>“Kami meminta Inspektorat dan BKPSDM melakukan pencermatan serta pemeriksaan administratif secara objektif dan profesional,” terangnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, RDPU menjadi langkah penting dalam mencari akar persoalan, termasuk kemungkinan lemahnya koordinasi internal dalam hal ini Setda yang belum optimal terkait sistem pengawasan administrasi.</p>
<p>Komisi I DPRD Kabupaten Malang juga meminta Sekretaris Daerah selaku koordinator administrasi pemerintahan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola surat-menyurat di lingkungan Pemkab Malang.</p>
<p>Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem administrasi pemerintahan agar lebih tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.</p>
<p>“Jangan sampai persoalan administratif justru menimbulkan kegaduhan yang berdampak terhadap citra pemerintahan daerah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengangguran Naik Jadi 5.024 Orang, Pemkot Batu Gelontorkan Rp1,1 Miliar untuk Cetak SDM Siap Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengangguran-naik-jadi-5024-orang-pemkot-batu-gelontorkan-rp-11-miliar-untuk-cetak-sdm-siap-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengangguran-naik-jadi-5024-orang-pemkot-batu-gelontorkan-rp-11-miliar-untuk-cetak-sdm-siap-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan jumlah pengangguran menjadi alarm bagi Pemkot Batu untuk mulai menggeser pola pelatihan kerja ke arah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri modern. Dengan anggaran Rp1,1 miliar dan fokus pada keterampilan berbasis pasar, pemerintah berharap pelatihan tidak hanya mencetak pencari kerja baru, tetapi juga melahirkan pelaku usaha mandiri yang mampu membuka peluang ekonomi di tengah ketatnya persaingan kerja lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045ebf4dac3.webp" length="30746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:58:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pengangguran, RP 1, 1 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Lonjakan angka pengangguran di Kota Batu mulai mendapat respons serius dari pemerintah daerah. Melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Pemkot Batu menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar untuk program pelatihan kerja berbasis kompetensi pada 2026.</p>
<p>Kepala Disnaker Kota Batu MD Forkan mengatakan pada Rabu (13/5/2026), langkah tersebut diambil setelah data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penganggur di Kota Batu meningkat dari 4.667 orang pada 2024 menjadi 5.024 orang pada 2025.</p>
<p>"Anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu difokuskan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja lokal agar lebih mudah terserap pasar kerja maupun membuka usaha mandiri. Kami ingin pelatihan ini benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan tren usaha saat ini. Fokusnya adalah keterampilan yang langsung bisa digunakan,” ujarnya.</p>
<p>Program pelatihan tersebut menyasar 120 pencari kerja yang dibagi dalam empat kelas utama dengan kuota masing-masing 30 peserta. Empat bidang yang diprioritaskan yakni digital marketing berbasis kecerdasan buatan (AI), pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), commercial make up, serta pelatihan barista.</p>
<p>Pemilihan jenis pelatihan itu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja di wilayah Malang Raya dan Kota Batu yang didominasi sektor jasa, pariwisata, industri kreatif, hingga bisnis kuliner.</p>
<p>Pelatihan digital marketing berbasis AI misalnya, diproyeksikan menjawab kebutuhan promosi usaha digital yang kini berkembang pesat. Sementara pelatihan K3 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga bersertifikasi di sektor industri dan konstruksi.</p>
<p>Di sisi lain, pelatihan make up dan barista dipandang memiliki peluang usaha mandiri yang cukup besar di tengah pertumbuhan sektor wisata dan menjamurnya kafe di Kota Batu.</p>
<p>"Intinya pemerintah daerah tidak ingin pelatihan hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, model pelatihan mulai diarahkan pada kompetensi praktis yang memiliki nilai ekonomi dan peluang kerja lebih konkret dibanding pelatihan konvensional sebelumnya," imbuhnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, program tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan wirausaha baru di kalangan generasi muda Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Wilayah Adu Inovasi, Pemkot Batu Dorong Desa dan Kelurahan Jadi Motor Pemberdayaan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-wilayah-adu-inovasi-pemkot-batu-dorong-desa-dan-kelurahan-jadi-motor-pemberdayaan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-wilayah-adu-inovasi-pemkot-batu-dorong-desa-dan-kelurahan-jadi-motor-pemberdayaan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Paparan Lomba Desa dan Kelurahan 2026 menunjukkan arah baru pembangunan Kota Batu yang mulai bertumpu pada inovasi lokal berbasis kebutuhan masyarakat. Dari digitalisasi pelayanan, pertanian modern, hingga penguatan ekonomi warga, desa dan kelurahan kini diposisikan bukan sekadar pelaksana program pemerintah, melainkan motor utama perubahan sosial dan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045e1587e53.webp" length="31568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:19:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Inovasi, Pemberdayaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai mendorong transformasi desa dan kelurahan agar tidak hanya berfungsi sebagai wilayah administratif, tetapi juga menjadi pusat inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (13/5/2026) menegaskan bahwa sebelumnya lomba yang diadakan pada awal 2026 tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial untuk menentukan juara, melainkan sarana mengukur sejauh mana inovasi di tingkat desa dan kelurahan mampu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Inovasi yang berhasil diterapkan di satu wilayah harus dapat direplikasi ke wilayah lain agar pembangunan berbasis masyarakat berjalan lebih merata. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana inovasi yang sudah berjalan bisa menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kota Batu,” ujarnya.</p>
<p>Dalam paparan yang disampaikan di hadapan panelis, masing-masing wilayah menonjolkan keunggulan berbeda. Seperti Kelurahan Sisir menekankan penguatan kelembagaan dan perencanaan pembangunan terintegrasi sebagai pusat pemerintahan dan kawasan historis Kota Batu. Wilayah ini juga mengedepankan sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan sosial.</p>
<p>Sementara Desa Bulukerto mengusung inovasi sektor pertanian dan agrowisata. Desa ini menampilkan pengembangan komoditas apel dan bunga hias, penggunaan sistem irigasi cerdas, hingga pemberdayaan perempuan melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk ekonomi kreatif.</p>
<p>Di sisi lain, Desa Beji fokus pada transformasi layanan digital dan ekonomi berbasis masyarakat. Melalui program “Beji Digital”, pelayanan administrasi warga dapat dilakukan secara daring, disertai pengembangan UMKM tempe serta sistem bank sampah yang terintegrasi dengan pembayaran pajak daerah.</p>
<p>"Pemkot Batu menilai penguatan desa dan kelurahan menjadi penting karena wilayah tingkat bawah merupakan garda terdepan pelayanan publik sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hingga April, BPJS Naker Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Perlindungan Pekerja Rentan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hingga-april-bpjs-naker-gelontorkan-rp-2-miliar-untuk-perlindungan-pekerja-rentan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hingga-april-bpjs-naker-gelontorkan-rp-2-miliar-untuk-perlindungan-pekerja-rentan</guid>
<description><![CDATA[ Kucuran Rp 2 miliar untuk perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa Pemkot Batu mulai memandang jaminan sosial sebagai instrumen penting pengentasan kemiskinan, bukan sekadar program formalitas ketenagakerjaan. Dengan perlindungan bagi ribuan pekerja rentan, pemerintah berharap risiko kehilangan penghasilan akibat kecelakaan kerja maupun kematian tidak lagi langsung mendorong keluarga jatuh ke kondisi ekonomi yang lebih buruk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045d6a874e8.webp" length="31514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rp 2 Miliar, Perlindungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi pekerja rentan melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Hingga April 2026, total anggaran yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp2 miliar untuk membiayai kepesertaan ribuan warga berisiko tinggi secara ekonomi.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (13/5/2026) menguraikan program tersebut menyasar sedikitnya 13.590 pekerja rentan di berbagai sektor informal. Mulai dari buruh harian, petani, pekerja jasa, hingga tulang punggung keluarga yang selama ini minim perlindungan sosial ketenagakerjaan.</p>
<p>“Perlindungan pekerja bukan sekadar wacana. Ini kebutuhan nyata masyarakat agar ada rasa aman saat bekerja dan keluarga tetap terlindungi ketika terjadi musibah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Heli, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya sebatas program administratif, tetapi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi keluarga pekerja saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.</p>
<p>Terlebih, bantuan tersebut juga menjadi bukti bahwa perlindungan sosial dapat mencegah keluarga pekerja jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan struktural akibat kehilangan pencari nafkah.</p>
<p>"Selain memperluas cakupan kepesertaan, Pemkot Batu juga mendorong optimalisasi program diskon iuran hingga 50 persen bagi pekerja informal agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," imbuhnya. </p>
<p>Pemerintah berharap dunia usaha ikut aktif memperluas kepesertaan pekerja, terutama sektor informal yang selama ini masih rentan terhadap risiko sosial dan ekonomi.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan melalui perlindungan tenaga kerja yang lebih inklusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Warga Margopatut Nganjuk Geruduk Balai Desa, Tuntut Perbaikan Jalan dan Evaluasi Kasun Sembung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-margopatut-nganjuk-geruduk-balai-desa-tuntut-perbaikan-jalan-dan-evaluasi-kasun-sembung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-margopatut-nganjuk-geruduk-balai-desa-tuntut-perbaikan-jalan-dan-evaluasi-kasun-sembung</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan warga Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa menuntut perbaikan jalan rusak dan peningkatan pelayanan perangkat desa. Aksi sempat ricuh sebelum akhirnya dimediasi aparat keamanan dan pemerintah desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0456edd38d7.webp" length="39574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 17:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi demo warga, ratusan warga gerudug balai desa, Pemdes Margo patut, tuntutan warga, infrastruktur, domisili Kasunanan, Sawahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-turn-id-container="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="89a8507b-74cf-402b-bac5-c7c0af89f9a0" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="310"><strong data-start="0" data-end="18">NGANJUK, SJP –</strong> Ratusan warga Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa setempat, Rabu (13/5/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap pelayanan perangkat desa serta kondisi infrastruktur jalan yang dinilai terbengkalai selama bertahun-tahun.</p>
<p data-start="312" data-end="528">Aksi massa sempat memanas dan diwarnai kericuhan di luar gedung balai desa. Namun situasi berhasil dikendalikan setelah aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri memfasilitasi mediasi antara warga dan pemerintah desa.</p>
<p data-start="530" data-end="725">Dalam mediasi yang berlangsung di salah satu ruangan balai desa, hadir perwakilan warga, perangkat desa, serta aparat keamanan guna meredam ketegangan dan mencari solusi atas tuntutan masyarakat.</p>
<p data-start="727" data-end="874">Koordinator aksi, Nur Hasyim, yang juga menjabat Ketua RT setempat, menyampaikan bahwa terdapat dua persoalan utama yang menjadi pemicu aksi warga.</p>
<p data-start="876" data-end="1057">Pertama, warga meminta Kepala Dusun (Kasun) Sembung, Petua Arrin Aulia Dipiarsa, untuk berdomisili di wilayah Dusun Sembung agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.</p>
<p data-start="1059" data-end="1237">Selain itu, warga juga mendesak Pemerintah Desa Margopatut untuk menjadi penghubung kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait kerusakan jalan yang sudah berlangsung cukup lama.</p>
<p data-start="1239" data-end="1391">Menurut Nur Hasyim, kondisi jalan di wilayah tersebut telah rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan berarti selama kurang lebih lima tahun terakhir.</p>
<p data-start="1393" data-end="1619">“Kamі berterima kasih kepada kepala desa yang telah menerima kami dengan baik dan bersedia menampung aspirasi masyarakat. Kami berharap apa yang sudah dijanjikan bisa segera direalisasikan,” ujar Nur Hasyim usai mediasi.</p>
<p data-start="1621" data-end="1783">Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Margopatut, Solihin, menyatakan pihak pemerintah desa telah mengambil sejumlah langkah untuk menjawab keresahan masyarakat.</p>
<p data-start="1785" data-end="1984">Terkait tuntutan terhadap Kasun Sembung, Solihin mengatakan yang bersangkutan telah menyatakan kesediaannya untuk lebih aktif di wilayah tugasnya serta segera mencari tempat tinggal di Dusun Sembung.</p>
<p data-start="1986" data-end="2305">Sementara mengenai pelayanan kesehatan di Polindes (Poliklinik Desa), Solihin menjelaskan bahwa kekosongan pelayanan terjadi karena petugas sedang cuti melahirkan.</p>
<p data-start="1986" data-end="2305">Pemerintah desa, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar segera dilakukan pengisian petugas sehingga pelayanan kesehatan kembali normal.</p>
<p data-start="2307" data-end="2429">Disinggung mengenai isu pajak desa yang sempat menjadi sorotan warga, Solihin menegaskan persoalan tersebut telah selesai.</p>
<p data-start="2431" data-end="2525">“Sudah diselesaikan, tidak ada masalah lagi terkait pajak. Itu hanya isu saja,” tegas Solihin.</p>
<p data-start="2527" data-end="2819">Terkait jalan rusak, Solihin menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Meski demikian, pihak desa mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pihak terkait agar perbaikan segera direalisasikan.</p>
<p data-start="2821" data-end="2959">Ia menyebut terdapat dua titik prioritas yang diusulkan untuk mendapat bantuan perbaikan, yakni jalur dari Gapura hingga perbatasan Wates.</p>
<p data-start="2961" data-end="3123">“Kami berkomitmen terus mengawal proses ini dengan berkoordinasi langsung kepada pihak PU maupun anggota dewan agar pembangunan bisa segera terealisasi,” katanya.</p>
<p data-start="3125" data-end="3300">Sementara itu, Kasun Sembung, Petua Arrin Aulia Dipiarsa, secara terbuka menandatangani surat pernyataan di hadapan warga sebagai bentuk komitmen memenuhi tuntutan masyarakat.</p>
<p data-start="3302" data-end="3420">Dalam surat tersebut, ia menyatakan siap menerima konsekuensi apabila tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.</p>
<p data-start="3422" data-end="3579">“Apabila apa yang saya sepakati ini tidak saya jalankan, saya siap digantikan atau mengundurkan diri atas kesadaran pribadi,” bunyi pernyataan Kasun Sembung.</p>
<p data-start="3581" data-end="3838">Meski mediasi berlangsung kondusif, warga menegaskan akan terus mengawal realisasi seluruh janji yang telah disampaikan pemerintah desa. Mereka juga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar apabila tuntutan tidak segera direalisasikan.</p>
<p data-start="3840" data-end="4069" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Hingga berita ini diturunkan, massa aksi membubarkan diri secara tertib sambil menunggu langkah konkret dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait perbaikan jalan dan peningkatan disiplin perangkat desa. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bebas Pungli, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pengawasan Parkir dan Layanan Stiker Berlangganan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bebas-pungli-pemkot-mojokerto-optimalkan-pengawasan-parkir-dan-layanan-stiker-berlangganan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bebas-pungli-pemkot-mojokerto-optimalkan-pengawasan-parkir-dan-layanan-stiker-berlangganan</guid>
<description><![CDATA[ Stiker parkir berlangganan merupakan instrumen utama bagi warga berplat nomor Kota Mojokerto untuk mendapatkan fasilitas parkir tanpa biaya tambahan di tepi jalan umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a044995d3a41.webp" length="46420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 16:50:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP</strong> – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memperketat pengawasan terhadap Juru Parkir (Jukir) resmi untuk menjamin ketertiban dan kenyamanan pelayanan publik di tepi jalan umum. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam standarisasi pelayanan transportasi perkotaan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Mochammad Hekamarta Fanani, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara berkala setiap hari.</p>
<p></p>
<p>"Monitoring kami lakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Tujuannya adalah memastikan para juru parkir resmi menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat," ujar Heka, Rabu (13/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain pengawasan di lapangan, Pemkot Mojokerto juga tengah gencar mensosialisasikan efektivitas sistem parkir berlangganan. </p>
<p></p>
<p>Heka menjelaskan bahwa stiker parkir berlangganan merupakan instrumen utama bagi warga berplat nomor Kota Mojokerto untuk mendapatkan fasilitas parkir tanpa biaya tambahan di tepi jalan umum.</p>
<p></p>
<p>Untuk memperluas cakupan informasi, Dishub juga menempatkan petugas sosialisasi di gerai pembayaran pajak kendaraan. </p>
<p></p>
<p>Masyarakat diimbau untuk memastikan stiker berlangganan terpasang pada kendaraan sebagai tanda bukti resmi bagi jukir.</p>
<p></p>
<p>"Keberadaan stiker ini adalah jaminan bagi masyarakat agar tidak perlu membayar retribusi lagi. Ini juga langkah kami dalam menciptakan transparansi pengelolaan parkir sekaligus meminimalisir potensi pungutan liar," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sejak akhir April lalu, Dishub telah memberikan pembinaan khusus bagi para juru parkir terkait etika pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi daerah. Program ini diharapkan dapat membangun sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Melalui pengawasan konsisten dan integrasi sistem berlangganan, Pemkot Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih aman, tertib, dan akuntabel. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lemhanas RI Peringati HUT ke&amp;61 dengan Ziarah ke Makam Bung Karno Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lemhanas-ri-peringati-hut-ke-61-dengan-ziarah-ke-makam-bung-karno-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lemhanas-ri-peringati-hut-ke-61-dengan-ziarah-ke-makam-bung-karno-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Lemhanas RI memperingati HUT ke-61 dengan melakukan kegiatan ziarah di Makam Presiden Pertama RI, Ir Soekarno di Kota Blitar pada Rabu (13/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a042560af4b0.webp" length="60248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 14:17:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Lemhanas RI, HUT ke-61, Ziarah, Makam, Bung Karno, Presiden Pertama, Indonesia.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI menggelar ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lemhanas RI, TB Ace Hasan Syadzily sebagai bagian dari rangkaian peringatan lembaga strategis tersebut.</p>
<p>Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pejabat Lemhanas RI serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blitar Raya yang turut mendampingi jalannya kegiatan.</p>
<p>Dalam keterangannya TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Presiden Pertama RI sekaligus pendiri Lemhanas, Ir. Soekarno.</p>
<p>"Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Presiden Pertama RI, Ir. Sukarno, yang telah mendirikan Lemhanas sebagai lembaga strategis untuk memperkuat ketahanan nasional," tegasnya, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, gagasan Bung Karno tentang ketahanan nasional memiliki relevansi yang kuat hingga saat ini. Menurutnya, ketahanan bangsa tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik global yang terus berkembang.</p>
<p>"Ketahanan nasional tidak bisa dilepaskan dari geopolitik global yang dialami semua bangsa, termasuk Indonesia," katanya.</p>
<p>Ace Hasan menambahkan, situasi dunia yang ditandai berbagai konflik antarnegara turut memengaruhi stabilitas kawasan dan kondisi domestik. Karena itu, pemimpin nasional dituntut memiliki pemahaman yang mendalam dan komprehensif terhadap perkembangan global.</p>
<p>"Ini yang beliau tekankan agar Indonesia dapat menempatkan diri secara tepat di tengah situasi geopolitik global," ujar dia.</p>
<p>Menurutnya, Lemhanas memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin yang berwawasan luas dan siap menghadapi tantangan zaman. </p>
<p>Pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan menjadi salah satu prasyarat menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>"Pemimpin nasional harus menjalani pendidikan wawasan global yang mendalam, holistik, dan integral di Lemhanas. Ini menjadi prasyarat menuju Indonesia Emas," tambahnya.</p>
<p>Peringatan HUT ke-61 Lemhanas RI tahun ini mengusung tema "Transformasi Lemhanas RI Memperkokoh Ketahanan Nasional untuk Mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045". Tema tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam memperkuat kapasitas strategis bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah.</p>
<p>Kegiatan ziarah ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan penghormatan atas kontribusi Bung Karno dalam perjalanan ketahanan nasional Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beredar Daftar Calon Karyawan KDKMP di Jombang Berikut Pemberi Rekomendasi, Bikin Resah Kades</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-calon-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekomendasi-bikin-resah-kades</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beredar-daftar-calon-karyawan-kdkmp-di-jombang-berikut-pemberi-rekomendasi-bikin-resah-kades</guid>
<description><![CDATA[ Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03e35645fa0.webp" length="50494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:57:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Beredar daftar nama-nama warga dari sejumlah desa di Jombang yang disebut sebagai calon karyawan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lengkap dengan pemberi rekomendasi. Peredaran daftar tersebut membuat sejumlah Kepala Desa (Kades) bingung dan tidak tahu menahu.</p>
<p>Daftar itu mencakup nama KDKMP, nama calon karyawan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), kecamatan, kabupaten, nomor handphone, posisi, serta asal rekomendasi. Padahal, pemerintah desa maupun pengurus KDKMP tingkat desa mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perekrutan sebagaimana yang tercantum dalam daftar nama yang beredar.</p>
<p>Kepala Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Khoiman, menyampaikan bahwa pihak desa belum mengetahui dasar maupun mekanisme perekrutan karyawan KDKMP di wilayahnya. Ia menegaskan, jika beredar nama-nama warga yang direkomendasikan oleh oknum dari unsur yang mengarah ke salah satu partai politik, pihaknya tidak tahu menahu.</p>
<p>"Pemerintahan desa tidak tahu dasar perekrutannya dari mana, terus yang merekrut itu siapa, itu kami juga tidak tahu," ujar Khoiman dalam pesan yang diterima, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>Khoiman mengakui memang ada arahan agar desa segera merekrut enam orang karyawan KDKMP. Namun, hingga saat ini, pihak desa maupun pengurus koperasi desa disebut belum pernah menyerahkan nama calon karyawan.</p>
<p>"Sebetulnya sudah ada perintah dari Babinsa untuk segera merekrut enam orang itu, tapi desa dan pengurus Kopdes Merah Putih itu belum setor nama, kok sudah muncul nama-nama tersebut," ungkapnya.</p>
<p>Beredarnya daftar nama rekomendasi itu membuat pemerintah desa merasa bingung karena nama-nama calon karyawan sudah lebih dulu beredar di masyarakat.</p>
<p>"Sehingga kami bingung ini siapa yang menyetorkan nama, sedangkan kami pemerintahan desa beserta pengurus kopdes itu belum setor nama," ucapnya.</p>
<p>Khoiman mengaku keresahan para kepala desa muncul karena adanya dugaan intervensi pihak luar dalam proses perekrutan.</p>
<p>"Yang membuat kepala desa resah dan keberatan ya itu tadi, karena diindikasi ada permainan dari salah satu partai politik untuk memasukkan nama-nama kadernya di situ," ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan pemerintah desa tidak mempermasalahkan siapa pun yang direkrut selama prosesnya terbuka dan melibatkan warga setempat yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan koperasi.</p>
<p>"Buat kami sebetulnya tidak masalah, selama ada koordinasi dan diambilkan dari warga setempat. Terus warga tersebut juga punya kemampuan untuk masuk di bidangnya," ungkapnya.</p>
<p>Selain soal perekrutan, Khoiman menyebut hingga kini desa juga belum mendapatkan penjelasan detail terkait tata kelola KDKMP, termasuk sistem penggajian karyawan.</p>
<p>"Penggajiannya itu kami sampai saat ini juga belum tahu. Sistem gaji bersumber dari mana, terus gajinya berapa, itu kami juga belum tahu," terangnya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah maupun pihak pengelola segera memberikan regulasi yang jelas agar program KDKMP tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p>"Kalau memang itu sepenuhnya dikelola oleh PT Agrinas ya monggo. Tapi kalau nanti akan diserahkan ke pemerintahan desa, dengan sistem perekrutan seperti ini kami juga tidak yakin Kopdes Merah Putih bisa maju dan berkembang," tuturnya.</p>
<p>Di Kecamatan Bareng sendiri, Khoiman menyebut setidaknya ada empat desa yang disebut siap menjalani launching KDKMP dalam waktu dekat.</p>
<p>Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Mochamad Saifur. Ia mengaku para kepala desa dan pengurus koperasi desa hingga kini belum memahami regulasi perekrutan karyawan KDKMP.</p>
<p>"Kita bingung untuk regulasi perekrutan karyawan. Karena dari awal kita belum tahu bagaimana regulasinya. Tapi di media sosial ini sudah banyak beredar nama-nama calon pengisi karyawan KDKMP," kata Saifur.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah desa dan pengurus koperasi merasa tidak dilibatkan dalam program yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat desa.</p>
<p>"Pengurus dari desa itu banyak, tapi mereka juga enggak tahu bagaimana cara rekrutmennya. Itu yang membuat kita merasa tidak diikutsertakan dalam KDKMP," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, selama ini masyarakat justru banyak bertanya kepada kepala desa terkait mekanisme pendaftaran karyawan KDKMP. Namun, pemerintah desa sendiri tidak memiliki informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.</p>
<p>"Di masyarakat banyak yang tanya kepada kepala desa, bagaimana caranya menjadi karyawan KDKMP. Ini masih pertanyaan, lah kok tiba-tiba muncul nama-nama calon pengisi karyawan KDKMP," jelasnya.</p>
<p>Saifur berharap proses perekrutan dilakukan secara terbuka dan disosialisasikan kepada pemerintah desa maupun pengurus koperasi.</p>
<p>"Walaupun memang dikelola oleh Agrinas, paling tidak ada sosialisasi terlebih dahulu. Kami kepala desa dan pengurus diberi tahu bagaimana cara rekrutmennya secara terbuka," tuturnya.</p>
<p>Ia menilai minimnya informasi membuat kepala desa dan pengurus koperasi menjadi sasaran pertanyaan masyarakat.</p>
<p>"Yang jadi bulan-bulanan masyarakat itu kepala desa dan pengurus, sedangkan kami tidak tahu apa-apa tentang rekrutmen itu," keluhnya.</p>
<p>Bahkan, Saifur menegaskan pemerintah desa bisa mengambil langkah tegas apabila nantinya terdapat karyawan yang bekerja tanpa koordinasi dengan desa maupun pengurus koperasi.</p>
<p>"Karena itu kan tanah milik desa, belum ada penyerahan dan lain sebagainya," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Puskesmas Dau dan Pujon, Bupati Malang Tekankan Sikap Pelayanan Nakes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungi-puskesmas-dau-dan-pujon-bupati-malang-tekankan-sikap-pelayanan-nakes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungi-puskesmas-dau-dan-pujon-bupati-malang-tekankan-sikap-pelayanan-nakes</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Malang meminta puskesmas meningkatkan pelayanan humanis, meminimalisir rujukan rumah sakit, serta terus menghadirkan inovasi kesehatan bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a032dbee68f4.webp" length="37748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 21:42:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sambang Puskesmas Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Bupati Malang, Sanusi, meminta tenaga kesehatan di Puskesmas Dau dan Puskesmas Pujon meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan pasien. Penegasan itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (12/5/2026) pagi.</p>
<p>Menurut Sanusi, pelayanan kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan para tenaga kesehatan, terlebih pemerintah daerah telah melakukan peningkatan fasilitas kesehatan di sejumlah puskesmas.</p>
<p>“Peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi satu keharusan sebab pemerintah telah meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan melalui pembangunan gedung yang megah,” jelasnya, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Sanusi meninjau langsung sejumlah ruangan pelayanan kesehatan serta berdiskusi dengan tenaga kesehatan terkait berbagai persoalan yang dihadapi selama melayani masyarakat.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah kepada pasien saat memberikan pelayanan kesehatan. Bahkan, ia berharap masyarakat yang datang berobat bisa tertangani maksimal di tingkat puskesmas tanpa harus banyak dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>“Kalau menghadapi pasien harus senyum. Kita ingin ketika ada orang berobat ke Puskesmas semuanya bisa sembuh di Puskesmas tanpa harus melakukan rujukan ke rumah sakit,” tandasnya.</p>
<p>Selain pelayanan, Sanusi meminta puskesmas di Kabupaten Malang terus melakukan inovasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan mendatang.</p>
<p>“Pelayanan kesehatan (di Puskesmas) kecamatan harus terus berinovasi. Tantangan semakin besar, jika tidak mau berinovasi maka puskesmas akan tertinggal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua GAPEMBI Malang Raya : Kritik Program MBG Harus Bersifat Membangun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-gapembi-malang-raya-kritik-program-mbg-harus-bersifat-membangun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-gapembi-malang-raya-kritik-program-mbg-harus-bersifat-membangun</guid>
<description><![CDATA[ GAPEMBI Malang Raya menekankan kritik membangun, disiplin anggaran, serta pengelolaan limbah dapur demi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a032a01aeb18.webp" length="41516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 21:21:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>GAPEMBI, Makan Bergizi Gratis, MBG, Badan Gizi Nasional, SPPG, Djoni Sudjatmiko, Kota Malang, UMKM, Indonesia Emas 2045, Program Prabowo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya, Djoni Sudjatmiko menegaskan pentingnya kritik yang bersifat membangun dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Hal itu disampaikan usai pelatihan dan rapat kerja anggota GAPEMBI Malang Raya di Ocean Garden Resto, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurut Djoni, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak ikut menyukseskan program tersebut.</p>
<p>“Program ini bagus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama menyambut Indonesia Emas 2045. Selain itu juga bagus untuk perekonomian UMKM, maka mari kita sukseskan bersama-sama,” tegasnya, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Ia juga meminta masyarakat agar memberikan masukan yang membangun terhadap pelaksanaan program MBG, bukan memperdebatkan keberadaan program itu sendiri.</p>
<p>“Kritik dan saran dari masyarakat itu kritik membangun, bukan mempermasalahkan programnya. MBG ini adalah janji kampanye Presiden Prabowo yang harus dilaksanakan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah penyempurnaan teknis pelaksanaan agar program berjalan semakin baik dan tepat sasaran.</p>
<p>“Jangan mempermasalahkan programnya, tetapi kritik bagaimana supaya program ini lebih bagus. Itu yang penting,” pungkasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, GAPEMBI Malang Raya juga memberikan penguatan kepada para mitra penyedia layanan SPPG terkait tata kelola keuangan, pengawasan limbah dapur, hingga kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan BGN.</p>
<p>Djoni yang memiliki latar belakang sebagai akuntan dan pemeriksa mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin karena menggunakan sistem cash basis. Ia menegaskan, anggaran dapur SPPG tidak boleh mengalami defisit agar tidak menjadi temuan pemeriksaan.</p>
<p>Selain itu, GAPEMBI juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah catering dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Menurut Djoni, limbah minyak dan bau menjadi perhatian utama yang diawasi dalam proses sertifikasi maupun pengawasan dapur SPPG. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi II DPRD Blitar Dorong Penguatan UMKM Berbasis Potensi Lokal, Tekankan Kolaborasi dan Inovasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-ii-dprd-blitar-dorong-penguatan-umkm-berbasis-potensi-lokal-tekankan-kolaborasi-dan-inovasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-ii-dprd-blitar-dorong-penguatan-umkm-berbasis-potensi-lokal-tekankan-kolaborasi-dan-inovasi</guid>
<description><![CDATA[ Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menggelar audiensi dan rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar sebagai langkah konkret memperkuat sektor UMKM berbasis sumber daya alam (SDA). Pada kesempatan tersebut, DPRD mendorong penguatan UMKM berbasis potensi lokal serta menekankan kolaborasi dan inovasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0318a4d03bf.webp" length="7406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 21:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Kabupaten Blitar, Komisi II, Pengembangan, UMKM, Lokal, Kolaborasi, Inovasi.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menggelar audiensi dan rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar sebagai langkah konkret memperkuat sektor UMKM berbasis sumber daya alam (SDA).</p>
<p>Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memetakan perkembangan, tantangan, sekaligus peluang pengembangan usaha mikro di daerah.</p>
<p>Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Lutfi Aziz tersebut, membahas secara komprehensif kondisi UMKM saat ini, mulai dari aspek pembinaan, akses pemasaran, ketersediaan permodalan, hingga peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.</p>
<p>Menurut Lutfi Aziz, UMKM berbasis potensi lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, diperlukan penguatan ekosistem usaha agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.</p>
<p>"Pengembangan UMKM harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta dukungan masyarakat menjadi kunci agar program pemberdayaan benar-benar tepat sasaran," ujarnya, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Selain evaluasi program, audiensi ini juga menjadi ruang dialog terbuka untuk mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi pelaku usaha di lapangan.</p>
<p>Dia menegaskan bahwa masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan mahasiswa, sangat penting dalam memperkaya perspektif kebijakan pengembangan UMKM.</p>
<p>"Masukan dari berbagai pihak itu penting untuk memperkaya perspektif kebijakan pengembangan UMKM," katanya.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa Program Studi Akuntansi yang berpartisipasi dalam sesi hearing. Kehadiran mahasiswa memberikan nilai tambah dalam diskusi, khususnya terkait penguatan tata kelola usaha, pencatatan keuangan, serta strategi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.</p>
<p>Komisi II DPRD Kabupaten Blitar juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam pengemasan, pemasaran digital, dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.</p>
<p>Melalui forum evaluasi ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih solid antar pemangku kepentingan sehingga program penguatan UMKM dapat berjalan lebih efektif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Malang Menuju Daerah Ramah Disabilitas Melalui Penguatan Kelembagaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-menuju-daerah-ramah-disabilitas-melalui-penguatan-kelembagaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-malang-menuju-daerah-ramah-disabilitas-melalui-penguatan-kelembagaan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang memperkuat layanan disabilitas melalui deteksi dini, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor menuju daerah ramah disabilitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0315214927d.webp" length="52180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 20:39:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Disabilitas, Latifah Shohib, Dinas Kesehatan, Anak Disabilitas, Deteksi Dini, Puskesmas, Pendidikan Inklusif, Jawa Timur, Malang SJP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan daerah ramah disabilitas melalui penguatan kelembagaan tata laksana gangguan tumbuh kembang dan disabilitas. </p>
<p>Langkah itu ditegaskan dalam kegiatan Pertemuan Penguatan Kelembagaan yang digelar di Atria Hotel Malang, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Wakil Bupati (Wabup) Malang, Latifah Shohib mengatakan perhatian terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Malang saat ini semakin diperkuat, termasuk dengan dukungan berbagai pihak dan lembaga internasional.</p>
<p>“Ini perhatian yang luar biasa untuk penanganan disabilitas di Kabupaten Malang. Sebetulnya kami juga sudah memberikan perhatian yang luar biasa karena perdanya juga sudah ada,” ujar Latifah, kepada awak media, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan payung hukum menjadi dasar penting bagi Pemkab Malang dalam mengalokasikan anggaran pembinaan bagi anak-anak disabilitas di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kalau pemerintah Kabupaten Malang memberikan anggaran untuk pembinaan anak-anak disabilitas, itu sudah punya payung hukum yang digunakan untuk penganggaran,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Malang turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari OPD terkait, lembaga pendidikan, yayasan hingga puskesmas.</p>
<p>Wabup Latifah menyebut sebagian besar lembaga pendidikan penyandang disabilitas di Kabupaten Malang masih dikelola yayasan (dulu YPAC).</p>
<p>Ia menambahkan, Pemkab Malang juga menyiapkan dukungan berupa stimulus anggaran kepada lembaga-lembaga yang selama ini membantu penanganan anak disabilitas.</p>
<p>“Paling tidak ada stimulasi untuk menggerakkan kegiatan yang ada di lembaga-lembaga yang selama ini membantu pemerintah Kabupaten Malang menangani anak-anak disabilitas,” terangnya.</p>
<p>Latifah juga menyinggung implementasi aturan terkait kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, baik di lingkungan pemerintah maupun BUMN dan BUMD.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Imam Mashuda menjelaskan kegiatan tersebut berfokus pada penguatan sistem layanan disabilitas melalui stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak.</p>
<p>“Harapannya disabilitas ditemukan sejak dini sehingga bisa mendapatkan layanan sesuai haknya dan ditangani secara maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Imam, penguatan kelembagaan dilakukan dengan memperjelas peran masing-masing OPD, mulai Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga Dinas Sosial, termasuk memperkuat jejaring layanan di tingkat puskesmas dan posyandu.</p>
<p>“Kalau ditemukan kasus sejak dini nanti arahnya seperti apa, rujukannya bagaimana, itu yang kita kuatkan secara kelembagaan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kader kesehatan di tingkat bawah nantinya juga memiliki peran penting dalam mendeteksi kemungkinan gangguan tumbuh kembang pada balita dan bayi saat pelayanan posyandu berlangsung.</p>
<p>“Kalau ada indikasi disabilitas, nanti kader akan menyampaikan ke tenaga kesehatan dan puskesmas melakukan tindak lanjut,” katanya.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Malang berharap seluruh elemen, baik pemerintah, organisasi profesi, swasta maupun stakeholder lainnya dapat berkolaborasi dalam memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas.</p>
<p>“Harapannya Kabupaten Malang menjadi kabupaten yang ramah disabilitas dengan memaksimalkan peran masing-masing OPD maupun stakeholder,” pungkas Imam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Libur Panjang, Pemkot Batu Siaga Penuh Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Risiko Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-libur-panjang-pemkot-batu-siaga-penuh-antisipasi-lonjakan-wisatawan-dan-risiko-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-libur-panjang-pemkot-batu-siaga-penuh-antisipasi-lonjakan-wisatawan-dan-risiko-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Instruksi siaga penuh yang dikeluarkan Pemkot Batu menunjukkan bahwa lonjakan wisatawan tidak hanya dipandang sebagai peluang ekonomi, tetapi juga potensi risiko yang harus dikelola serius. Dengan koordinasi lintas OPD, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kenyamanan wisata, keamanan publik, dan kesiapan menghadapi potensi gangguan selama periode libur panjang berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03095194523.webp" length="46454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 19:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Libur Panjang, Persiapan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai mengaktifkan status kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi rangkaian libur panjang nasional sepanjang Mei hingga awal Juni 2026.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (12/5/2026) menguraikan lonjakan wisatawan yang diprediksi terjadi selama momen libur Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila membuat seluruh organisasi perangkat daerah diminta siaga penuh untuk mengantisipasi kemacetan, penumpukan sampah, gangguan keamanan, hingga potensi bencana alam.</p>
<p>“Kondisi ini berpotensi mendatangkan lonjakan wisatawan sekaligus meningkatkan berbagai macam risiko. Karena itu seluruh instansi harus meningkatkan kesiapsiagaan,” tegasnya.</p>
<p>Fokus utama pengamanan diarahkan pada sektor lalu lintas dan pelayanan publik. Dinas Perhubungan Kota Batu diminta memperkuat rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan, sekaligus menindak oknum juru parkir liar yang dinilai kerap memicu keluhan wisatawan.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu diminta memastikan kebersihan kawasan wisata, pasar, dan ruang publik tetap terjaga di tengah potensi peningkatan volume sampah.</p>
<p>Di sektor mitigasi risiko, BPBD Kota Batu, Satpol PP Kota Batu, hingga petugas pemadam kebakaran diperintahkan meningkatkan patroli dan deteksi dini di kawasan rawan bencana maupun titik keramaian wisata.</p>
<p>"Langkah antisipasi juga menyasar layanan kesehatan. Pemerintah meminta seluruh puskesmas dan layanan PSC tetap siaga selama masa liburan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang melibatkan wisatawan maupun warga lokal," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Batu diminta memperketat pengawasan standar keselamatan di tempat wisata. Sedangkan Dinas PUPR Kota Batu memastikan kondisi jalan dan penerangan umum tetap optimal demi mendukung kenyamanan pengunjung.</p>
<p>Pemkot Batu menilai kesiapan lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga citra kota wisata tetap aman dan nyaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim libur panjang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekolah Rakyat Kota Blitar Dikebut, Target Siap Digunakan Tahun Ajaran 2026/2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-kota-blitar-dikebut-target-siap-digunakan-tahun-ajaran-20262027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekolah-rakyat-kota-blitar-dikebut-target-siap-digunakan-tahun-ajaran-20262027</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan sekolah rakyat Kota Blitar yang terletak di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul terus dikebut. Gedung sekolah rakyat itu ditargetkan bisa digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a031228b3933.webp" length="70864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 19:20:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Rakyat, Kota Blitar, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, Beroperasi, Tahun Ajaran Baru, 2026/2027.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Pembangunan gedung sekolah rakyat di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar terus menunjukkan progress yang signifikan.</p>
<p>Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut dapat mulai beroperasi pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.</p>
<p>Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibbin mengatakan, pembangunan berjalan sesuai rencana dan saat ini telah mencapai sekitar 48 persen. Ia optimistis proyek tersebut dapat rampung tepat waktu karena dikerjakan secara intensif.</p>
<p>"Insyaallah Juni 2026 sudah selesai, sehingga bisa langsung difungsikan untuk masyarakat pada tahun ajaran baru," ujarnya usai meninjau lokasi pembangunan, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Pembangunan sekolah rakyat ini merupakan program Pemerintah Pusat. Pemerintah Kota Blitar berperan menyediakan lahan, sementara seluruh proses konstruksi ditangani langsung oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama, kantor, sarana olahraga, serta berbagai sarana penunjang lainnya.</p>
<p>Untuk memastikan target penyelesaian tercapai, pengerjaan proyek dilakukan selama 24 jam, siang dan malam.</p>
<p>"Dalam waktu dekat sudah bisa difungsikan dan kami segera memverifikasi calon siswa sekolah rakyat," kata dia.</p>
<p>Di sisi lain, persiapan penerimaan peserta didik juga mulai dilakukan.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah menyampaikan bahwa proses rekrutmen calon siswa masih berada pada tahap verifikasi lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).</p>
<p>Sekolah Rakyat ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil 1.</p>
<p>"Saat ini masih dalam proses verifikasi untuk memastikan penerima benar-benar sesuai kriteria," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Desak Peta Digital LP2B Berbasis Koordinat, Cegah Lahan Pertanian “Diserbu” Investasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-peta-digital-lp2b-berbasis-koordinat-cegah-lahan-pertanian-diserbu-investasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-peta-digital-lp2b-berbasis-koordinat-cegah-lahan-pertanian-diserbu-investasi</guid>
<description><![CDATA[ Dorongan DPRD terhadap pemetaan digital LP2B berbasis koordinat menunjukkan bahwa persoalan utama perlindungan lahan di Kota Batu bukan lagi sekadar regulasi, melainkan akurasi pengawasan di lapangan. Dengan data spasial yang kuat dan keterlibatan masyarakat, perda LP2B diharapkan mampu menjadi benteng nyata untuk menahan laju alih fungsi lahan pertanian yang terus tergerus pembangunan wisata dan properti ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03089e516cd.webp" length="35706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 19:02:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perda, LP2B</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>- Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Batu mulai mengerucut pada satu persoalan krusial, yakni kepastian data lahan pertanian yang dilindungi.</p>
<p>Juru bicara fraksi DPRD Kota Batu, Sujono Djonet pada Selasa (12/5/2026) menguraikan DPRD Kota Batu mendesak pemerintah daerah segera menyusun pemetaan lahan berbasis data spasial lengkap dengan sistem <em>by name by address</em> dan titik koordinat detail, agar status lahan produktif tidak mudah berubah fungsi menjadi kawasan wisata maupun permukiman.</p>
<p>“Peta LP2B harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari perda. Harus jelas titik koordinatnya, pemilik lahannya, dan status lahannya agar memiliki kepastian hukum,” ujarnya.</p>
<p>DPRD menilai ancaman alih fungsi lahan di Kota Batu sudah berada pada tahap serius. Tekanan investasi sektor wisata dan properti terus bergerak ke wilayah pertanian produktif, terutama di kawasan dataran tinggi yang selama ini menjadi penyangga pangan sekaligus daerah resapan air.</p>
<p>Karena itu, legislatif meminta pengawasan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, hingga masyarakat sipil agar kontrol terhadap perubahan fungsi lahan berjalan lebih efektif.</p>
<p>Selain penguatan pengawasan, DPRD juga menyoroti pentingnya sanksi tegas dalam perda tersebut. Praktik alih fungsi lahan ilegal dinilai harus dapat dijerat melalui sanksi administratif maupun pidana untuk memberikan efek jera.</p>
<p>Menurut Djonet, perlindungan LP2B tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Sebab jika lahan pertanian terus menyusut, dampaknya bukan hanya pada produksi pangan, tetapi juga keseimbangan ekologis Kota Batu sebagai kawasan hulu Malang Raya.</p>
<p>“Jangan sampai alasan investasi dan peningkatan PAD justru mengorbankan lahan produktif yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah,” tegasnya.</p>
<p>Raperda LP2B sendiri diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis Pemkot dan DPRD Kota Batu untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah ekspansi pembangunan pariwisata yang semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Suspend Dua SPPG di Nganjuk, IPAL Dinilai Belum Penuhi Standar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-suspend-dua-sppg-di-nganjuk-ipal-dinilai-belum-penuhi-standar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-suspend-dua-sppg-di-nganjuk-ipal-dinilai-belum-penuhi-standar</guid>
<description><![CDATA[ Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan sementara operasional SPPG Baron dan Lengkong di Nganjuk akibat fasilitas IPAL yang belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a030acfb84c2.webp" length="43182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 18:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG, 2 SPPG di skorsing, Baron, Lengkong, Masalah IPAL, BGN, Mitra MBG, CV Semi, PT NJM, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="328"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional atau suspend terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian standar operasional pada fasilitas pengolahan limbah.</p>
<p data-start="330" data-end="511">Wakil Satgas MBG Nganjuk, Judy Ernanto, mengatakan penghentian sementara mulai diberlakukan pada Selasa (12/5/2026). Dua SPPG yang terkena sanksi yakni SPPG Baron dan SPPG Lengkong.</p>
<p data-start="513" data-end="684">Menurut Judy, hasil evaluasi menunjukkan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kedua lokasi belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p data-start="686" data-end="902">“Hari ini resmi kita suspend sementara. Penyebabnya adalah fasilitas IPAL yang kurang standar. Kami terus menekankan bahwa standar minimal dari BGN harus dipenuhi karena ini menyangkut kualitas pelayanan,” ujar Judy.</p>
<p data-start="904" data-end="1198">Ia menegaskan, evaluasi serupa juga dapat dilakukan terhadap SPPG lain apabila ditemukan pelanggaran standar operasional. Satgas MBG, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan guna memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan teknis serta aman bagi lingkungan dan masyarakat.</p>
<p data-start="1200" data-end="1317">“SPPG di Baron dan Lengkong instalasi pengolah air limbahnya dinilai belum memenuhi persyaratan oleh BGN,” tambahnya.</p>
<p data-start="1319" data-end="1480">Judy menjelaskan, status suspend dapat dicabut apabila pihak pengelola telah melakukan perbaikan dan hasil verifikasi ulang dari BGN dinyatakan memenuhi standar.</p>
<p data-start="1482" data-end="1704">“Kami terus mengingatkan dan melakukan evaluasi bersama. Harapannya kualitas pelayanan kepada masyarakat benar-benar maksimal dan sesuai standar kesehatan yang berlaku. Kalau sudah dipenuhi, suspend akan dicabut,” katanya.</p>
<p data-start="1706" data-end="1821">Ia juga menyayangkan temuan tersebut karena kedua SPPG itu tergolong baru beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.</p>
<p data-start="1823" data-end="2061">Sementara itu, Kepala SPPG Baron, Alfin Hibatul, membenarkan adanya penghentian sementara operasional di tempatnya. Ia menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Satgas MBG terkait standar IPAL.</p>
<p data-start="2063" data-end="2257">“Kami menerima hasil evaluasi tersebut dengan terbuka. Saat ini fokus utama kami adalah melakukan perbaikan sistem IPAL agar sesuai dengan standar operasional yang telah ditentukan,” ujar Alfin.</p>
<p data-start="2259" data-end="2422">Ia menegaskan, penghentian operasional tersebut bukan penutupan permanen, melainkan bagian dari proses perbaikan fasilitas sebelum layanan kembali berjalan normal.</p>
<p data-start="2424" data-end="2617">“Ini bagian dari quality control. Kami ingin memastikan saat kembali melayani masyarakat nanti, termasuk pengolahan limbahnya sudah benar-benar optimal dan tidak menimbulkan kendala,” jelasnya.</p>
<p data-start="2619" data-end="2854">Alfin juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan selama proses perbaikan berlangsung. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi memastikan makanan bergizi diproduksi di fasilitas yang higienis dan ramah lingkungan.</p>
<p data-start="2856" data-end="3035">Namun demikian, Alfin mengungkapkan persoalan IPAL sebenarnya telah disampaikan sejak Desember 2025 kepada pihak mitra penyedia sarana, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut.</p>
<p data-start="3037" data-end="3172">“Ada miskomunikasi dengan pihak mitra sejak Desember 2025. Saya sudah mengajukan kekurangan fasilitas, tetapi belum dipenuhi,” ucapnya.</p>
<p data-start="3174" data-end="3369">Ia menambahkan, pengelolaan SPPG Baron melibatkan dua mitra, yakni CV Semi dan PT NJM. CV Semi bertanggung jawab menyediakan tempat dan peralatan, sedangkan PT NJM menangani operasional SPPG. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3174" data-end="3369"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perum Perhutani Petakan Tiga Desa di Nganjuk Masuk Kawasan KDMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perum-perhutani-petakan-tiga-desa-di-nganjuk-masuk-kawasan-kdmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perum-perhutani-petakan-tiga-desa-di-nganjuk-masuk-kawasan-kdmp</guid>
<description><![CDATA[ Perhutani KPH Nganjuk mengonfirmasi tiga desa masuk dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pemanfaatan lahan kawasan hutan masih menunggu proses perizinan dari kementerian terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a02fa2a17d5d.webp" length="98586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 17:31:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek Strategis Nasional, KDMP, KPH Perhutani, kawasan hutan, tanah perusahaan, tanah kawasan, KDMP, Tiga Desa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="283"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk mengonfirmasi terdapat tiga desa yang masuk dalam peta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.</p>
<p data-start="285" data-end="546">Program tersebut menjadi langkah strategis dalam optimalisasi pemanfaatan lahan hutan tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya. Selain itu, program ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).</p>
<p data-start="548" data-end="865">Humas Perhutani KPH Nganjuk, Abdurrahman, menjelaskan bahwa mekanisme pemanfaatan lahan Perhutani dibedakan menjadi dua kategori, yakni Tanah Perusahaan dan Tanah Kawasan. Menurutnya, lahan yang masuk kategori kawasan memerlukan proses perizinan lebih panjang karena harus mendapatkan persetujuan kementerian terkait.</p>
<p data-start="867" data-end="1229">“Setiap kegiatan harus memiliki izin. Untuk usulan bupati terkait KDMP, ada tiga titik yang masuk wilayah KPH Nganjuk, yakni Desa Kepel, Tritik, dan Bendoasri. Karena masuk kategori kawasan, prosesnya dimulai dari survei lapangan, pengukuran, hingga pengajuan izin ke kementerian,” ujar Abdurrahman saat ditemui di lobi KPH Perhutani Nganjuk, Selasa (12/5/2026).</p>
<p data-start="1231" data-end="1501">Ia menambahkan, pemanfaatan Tanah Perusahaan relatif lebih fleksibel karena dapat dilakukan melalui mekanisme sewa maupun kerja sama. Salah satu contohnya adalah keberadaan kios-kios di wilayah Brebek yang berdiri di atas tanah perusahaan melalui sistem kerja sama sewa.</p>
<p data-start="1503" data-end="1814">Terkait pelaksanaan program KDMP di sejumlah titik di Kabupaten Nganjuk, Perhutani menegaskan posisinya sebagai pelaksana regulasi di lapangan. Meski proses administrasi untuk lahan kawasan membutuhkan waktu lebih lama, pihaknya memastikan tetap mendukung program tersebut selama seluruh izin telah diterbitkan.</p>
<p data-start="1816" data-end="2051">“Perhutani pada prinsipnya mendukung kegiatan tersebut, baik di tanah perusahaan maupun kawasan. Selama izin dari kementerian sudah turun, kami sebagai pengelola akan mengikuti dan melaksanakan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.</p>
<p data-start="2053" data-end="2370">Selain program KDMP, Perhutani juga tengah memproses pengajuan lain dari pemerintah daerah, seperti permohonan lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh Kecamatan Ngetos. Meski kebutuhan lahannya relatif kecil, proses administrasi dan perizinan ke kementerian tetap harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p data-start="2372" data-end="2644" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Perum Perhutani yang terus berjalan, pemanfaatan lahan hutan tersebut diharapkan dapat segera terealisasi guna mendukung program strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2372" data-end="2644" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Mojokerto Tak Mau Warganya Menikah Secara Siri, Ini Alasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-mojokerto-tak-mau-warganya-menikah-secara-siri-ini-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-mojokerto-tak-mau-warganya-menikah-secara-siri-ini-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pandangan profesionalnya, pernikahan yang tidak tercatat menciptakan zona buta bagi hukum, di mana negara tidak memiliki dasar kuat untuk memberikan proteksi maksimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a02a430cb62b.webp" length="21208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 09:57:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MOJOKERTO, SJP </strong>– Pemerintah Kota Mojokerto secara resmi mendeklarasikan perang terhadap praktik nikah siri melalui Gerakan Sadar Pencatatan Nikah. </p>
<p>Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mengejar ketertiban administratif, melainkan sebagai bentuk intervensi negara dalam memutus rantai kerentanan hukum yang selama ini menjerat perempuan dan anak.</p>
<p>Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa ketiadaan legalitas pernikahan adalah pintu masuk bagi pengabaian hak-hak konstitusional warga negara. </p>
<p>Dalam pandangan profesionalnya, pernikahan yang tidak tercatat menciptakan zona buta bagi hukum, di mana negara tidak memiliki dasar kuat untuk memberikan proteksi maksimal.</p>
<p>Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, membedah realita pahit di balik pernikahan siri. Tanpa akta nikah, seorang istri kehilangan posisi tawar dalam pembagian harta bersama maupun hak waris. </p>
<p>Lebih jauh lagi, sambung dia, anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut kerap terjebak dalam labirin birokrasi saat mengurus dokumen fundamental seperti Akta Kelahiran, BPJS, hingga paspor.</p>
<p>"Jika statusnya tidak resmi di mata negara, maka saat terjadi konflik rumah tangga, posisi istri sangat lemah. Bahkan, secara hukum, hubungan tersebut bisa dianggap tidak sah yang berimplikasi pada hilangnya perlindungan hak asuh dan kesejahteraan anak," kata dia di hadapan warga di Kelurahan Kedundung.</p>
<p>Menyadari bahwa kendala biaya dan akses sering menjadi alasan warga memilih jalur siri, Pemkot Mojokerto meluncurkan program Sipandu Cinta (Sinergitas Pelayanan Terpadu Ciptakan Perkawinan Tercatat). </p>
<p>Program ini mengubah paradigma pelayanan publik dari pasif menjadi proaktif melalui sistem jemput bola.</p>
<p>Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya menuntut warga untuk patuh, tetapi juga memberikan solusi konkret. </p>
<p>Melalui kolaborasi dengan Baznas, Pemkot menyediakan fasilitasi Isbat Nikah Gratis. Layanan ini mencakup seluruh biaya persidangan hingga fasilitas penunjang seperti rias dan baju pengantin, guna memastikan beban ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi legalitas status sipil.</p>
<p>Berdasarkan data pemetaan lapangan, Kelurahan Kedundung, Mentikan, dan Pulorejo menjadi fokus perhatian khusus. Di wilayah-wilayah tersebut, Pemkot menginstruksikan perangkat RT dan RW untuk melakukan inventarisasi mendalam terhadap pasangan yang belum memiliki akta nikah resmi.</p>
<p>Langkah masif ini merupakan bagian dari upaya besar Kota Mojokerto dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga. </p>
<p>Dengan memastikan setiap pernikahan tercatat, pemerintah daerah berupaya menjamin bahwa setiap warga negara terutama kelompok rentan memiliki sandaran hukum yang kokoh untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan bermartabat. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyeksi PAD Kabupaten Mojokerto Tembus Rp881 Miliar pada 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyeksi-pad-kabupaten-mojokerto-tembus-rp881-miliar-pada-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyeksi-pad-kabupaten-mojokerto-tembus-rp881-miliar-pada-2026</guid>
<description><![CDATA[ Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari tren positif pertumbuhan ekonomi daerah yang secara konsisten menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a029251d9711.webp" length="32234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 08:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Proyeksi PAD Kabupaten Mojokerto Tembus Rp881 Miliar pada 2026</p>
<p></p>
<p>MOJOKERTO, SJP – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan komitmen dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. </p>
<p></p>
<p>Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa, pemerintah daerah menetapkan target ambisius namun terukur untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp881,7 miliar.</p>
<p></p>
<p>Target strategis tersebut dipaparkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mojokerto dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. </p>
<p></p>
<p>Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari tren positif pertumbuhan ekonomi daerah yang secara konsisten menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.</p>
<p></p>
<p>Bupati yang karib disapa Gus Barra tersebut menjelaskan bahwa optimisme pemerintah bukan tanpa landasan. </p>
<p></p>
<p>Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berhasil meningkatkan PAD dari Rp823,7 miliar menjadi Rp851,7 miliar pada fase Perubahan APBD. </p>
<p></p>
<p>Kenaikan yang stabil ini menjadi bukti efektivitas kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah Kabupaten Mojokerto sangat optimistis PAD akan terus meningkat. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk melakukan peningkatan kinerja birokrasi dan optimalisasi pendapatan daerah secara masif dan signifikan," ujar Gus Barra.</p>
<p></p>
<p>Untuk merealisasikan target besar tersebut, Pemkab Mojokerto telah menyiapkan langkah-langkah strategis, di antaranya melalui penguatan kualitas pelayanan publik dan penggalian potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif dan akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Di masa awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian, Gus Barra juga memaparkan keberhasilan pembangunan yang tercermin dalam berbagai indikator makro. </p>
<p></p>
<p>Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat melesat ke angka 5,56% pada tahun 2025, yang diikuti dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 77,46 persen.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan ini juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat, ditandai dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,79 persen serta menekan tingkat pengangguran terbuka hingga ke level 3,49 persen. Capaian-capaian tersebut menjadi modal sosial yang kuat bagi pemerintah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Mojokerto.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah konkret dalam mendukung visi besar tersebut, rapat paripurna ditutup dengan pengesahan empat Peraturan Daerah (Perda) strategis. </p>
<p></p>
<p>Langkah legislasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan tata kelola yang modern dan berdaya saing tinggi.</p>
<p></p>
<p>Adapun keempat regulasi tersebut mencakup Perda tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Perda Pengelolaan Sumber Daya Air, Perda Revitalisasi dan Aktualisasi Pancasila, serta perubahan Perda Ketenagakerjaan.</p>
<p></p>
<p>Dengan semangat "Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata", sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah yang mandiri dan kompetitif di tingkat nasional. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a02927c7a373.webp" alt=""></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMH Jawa Timur Percepat Transformasi Pengelolaan Zakat Melalui Digitalisasi dan Penguatan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bmh-jawa-timur-percepat-transformasi-pengelolaan-zakat-melalui-digitalisasi-dan-penguatan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bmh-jawa-timur-percepat-transformasi-pengelolaan-zakat-melalui-digitalisasi-dan-penguatan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Lembaga zakat dituntut mampu menjadi penggerak ekonomi umat yang profesional, akuntabel, dan berbasis data agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak jangka panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016fe60939a.webp" length="38024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 16:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota batu, BMH Jatim, Transformasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur mulai mendorong transformasi besar dalam pengelolaan zakat dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, serta perluasan jaringan kemitraan.</p>
<p>Sekretaris Kelembagaan BMH Jawa Timur, Indokhul Ma'mun, pada Senin (11/5/2026), menegaskan bahwa langkah tersebut disiapkan sebagai strategi untuk mempercepat penghimpunan sekaligus memperluas dampak program sosial kepada masyarakat.</p>
<p>"Tantangan pengelolaan zakat saat ini semakin kompleks sehingga lembaga amil tidak cukup hanya berperan sebagai penyalur bantuan," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, lembaga zakat dituntut mampu menjadi penggerak ekonomi umat yang profesional, akuntabel, dan berbasis data agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak jangka panjang.</p>
<p>Oleh karena itu, BMH Jatim mulai memprioritaskan peningkatan kapasitas amil melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesional. Selain penguatan SDM, modernisasi sistem layanan juga menjadi fokus utama melalui pengembangan sistem digital dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.</p>
<p>"Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan transparansi, mempercepat layanan kepada donatur, sekaligus mempermudah pemetaan kebutuhan penerima manfaat di lapangan," imbuhnya.</p>
<p>Selain pembenahan internal, BMH Jatim juga mulai memperluas jaringan kemitraan dengan masjid, komunitas, dan lembaga pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.</p>
<p>Strategi tersebut dipandang efektif untuk memperkuat basis penghimpunan dana sosial keagamaan sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Di sektor program, BMH Jatim menargetkan percepatan intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan penanggulangan kebencanaan. Pendekatan ini diarahkan agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>BMH Pusat juga menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penghimpunan dana sosial tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun model pengelolaan zakat yang lebih modern dan terpercaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Kandidat Sekda Kota Batu Adu Kompetensi di BKD Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-sekda-kota-batu-adu-kompetensi-di-bkd-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-sekda-kota-batu-adu-kompetensi-di-bkd-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Masuknya enam pejabat senior ke tahapan assessment center menunjukkan persaingan menuju kursi Sekda Kota Batu semakin mengerucut. Dengan keterlibatan asesor profesional dan sistem seleksi berlapis, Pemkot Batu berupaya memastikan jabatan tertinggi ASN tersebut diisi figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, dan integritas kuat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a017074ccb02.webp" length="38848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 16:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Seleksi, Sekda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memasuki fase penentuan. Enam pejabat eselon II yang lolos administrasi kini menjalani Uji Kompetensi Manajerial dan Sosio Kultural di Kantor BKD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Plt Sekda Kota Batu Eko Suhartono menegaskan keenam kandidat tersebut yakni Akhmad Dahlan, Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh peserta mengikuti serangkaian pengujian intensif untuk mengukur kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga kapasitas manajerial dan sosial kultural sebagai calon pimpinan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu," urainya.</p>
<p></p>
<p>Penjabat Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional dengan melibatkan tim asesor independen dari BKD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, seluruh penilaian diserahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi dan asesor guna menjaga netralitas serta objektivitas proses pemilihan. Dalam tahapan assessment center ini, para kandidat diwajibkan melewati tujuh jenis pengujian. Mulai dari analisa kasus, simulasi bidang, tes intelektual dan potensi, hingga wawancara kompetensi manajerial dan sosio kultural.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, peserta juga menjalani Leaderless Group Discussion (LGD) untuk mengukur pola kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan penyelesaian masalah dalam situasi kolektif," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Usai tahapan di Surabaya, para kandidat masih harus menjalani uji gagasan dan wawancara pada 18 Mei 2026 di Balai Kota Among Tani, sebelum dilanjutkan tes kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada Batu pada 21 Mei mendatang.</p>
<p></p>
<p>Posisi Sekda sendiri dinilai strategis karena menjadi motor utama koordinasi birokrasi dan pengendalian kinerja organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Soroti Lemahnya Implementasi Regulasi dalam Tiga Raperda Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembahasan-tiga-raperda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembahasan-tiga-raperda</guid>
<description><![CDATA[ Legislatif menekankan agar Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), perubahan susunan perangkat daerah, serta pengelolaan barang milik daerah tidak hanya menjadi macan kertas atau dokumen administratif belaka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016efe52a75.webp" length="44668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 15:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pandangan Umum, Raperda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — DPRD Kota Batu melontarkan catatan kritis terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Kota Batu dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi, Senin (11/5/2026). </p>
<p>Legislatif menekankan agar Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), perubahan susunan perangkat daerah, serta pengelolaan barang milik daerah tidak hanya menjadi macan kertas atau dokumen administratif belaka.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, menyatakan bahwa pada prinsipnya ketiga raperda tersebut mendapat dukungan karena nilai strategisnya. Namun, ia memberikan peringatan keras agar regulasi tersebut harus benar-benar implementatif di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai perda hanya menjadi pelengkap regulasi. Harus bisa diterapkan dan menjawab persoalan nyata di lapangan," ujar Punjul, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Sorotan tertajam DPRD tertuju pada Raperda LP2B. Dewan menilai laju alih fungsi lahan pertanian di Kota Batu sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan memerlukan ketegasan pemerintah daerah yang selama ini dinilai masih lemah.</p>
<p></p>
<p>"Lahan pertanian di Kota Batu terus menyusut akibat alih fungsi. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut ketahanan pangan dan identitas Kota Batu sebagai daerah agrowisata," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Punjul mendesak Pemerintah Kota Batu untuk segera menyajikan data dan peta LP2B yang valid, berbasis spasial, serta terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). </p>
<p></p>
<p>Hal ini dianggap penting demi kepastian hukum guna mencegah potensi konflik horizontal di masa mendatang. Selain itu, mekanisme pengawasan dan sanksi tegas terhadap praktik alih fungsi lahan ilegal menjadi harga mati yang diminta legislatif.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini sering muncul dalih pembangunan wisata atau investasi untuk mengalihfungsikan lahan pertanian. Harus ada batas yang jelas agar pembangunan tetap terkendali," tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya sektor agraria, DPRD juga mengkritisi rencana penataan birokrasi dalam Raperda Perubahan Susunan OPD. Punjul mewanti-wanti agar perampingan atau perubahan struktur dilakukan secara proporsional tanpa membebani APBD secara berlebihan.</p>
<p></p>
<p>"Prinsipnya miskin struktur tapi kaya fungsi. Jangan sampai organisasi semakin gemuk, belanja pegawai membesar, namun kualitas pelayanan publik justru jalan di tempat," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan pemerintah agar proses pengisian jabatan pada struktur baru nantinya dilakukan secara profesional berbasis merit system, guna menghindari intervensi politik atau kepentingan golongan tertentu.</p>
<p></p>
<p>Terkait Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, legislatif membongkar persoalan klasik mengenai banyaknya aset daerah yang belum tersertifikasi serta pemanfaatan yang tidak optimal.</p>
<p></p>
<p>"Aset daerah ini harus ditata serius. Banyak yang belum memiliki legalitas jelas, bahkan ada yang dikuasai pihak lain. Jika dikelola dengan baik, aset ini seharusnya menjadi sumber peningkatan PAD, bukan beban," ungkap Punjul.</p>
<p></p>
<p>DPRD mendorong agar pengelolaan aset dilakukan secara transparan dan berbasis sistem digital untuk meminimalisasi potensi kebocoran atau penyalahgunaan wewenang.</p>
<p></p>
<p>"Semua kritik dan masukan ini bertujuan memastikan regulasi yang dihasilkan benar-benar matang, berpihak pada rakyat, dan mampu menjawab tantangan Kota Batu ke depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karnaval Budaya Ketangi, Upaya Warga Menjaga Kearifan Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karnaval-budaya-ketangi-upaya-warga-menjaga-kearifan-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karnaval-budaya-ketangi-upaya-warga-menjaga-kearifan-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0065c89de9c.webp" length="37316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 22:16:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, Karnaval Budaya, hasil panen, Tiga Dusun, sound horeg, Ketua DPRD Nganjuk, Pemdes Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Suasana Dusun Ketangi, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah drastis pada Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga tampil memukau dengan balutan busana adat ala bangsawan dan prajurit kerajaan.</p>
<p>​Acara bertajuk "Kirab Budaya Ketangi" ini menempuh jarak sejauh 2 kilometer, dimulai dari titik start di pusat Dusun Ketangi dan berakhir di kawasan Jalan Merdeka Ketangi Utara</p>
<p>Di baris terdepan, tampak tokoh masyarakat yang memerankan sosok raja dan sosok Anoman melakukan perlawanan mengisahkan pewayangan. Di belakangnya, menyusul barisan remaja dan anak anak yang memakai baju budaya lengkap dengan replika gaun megah</p>
<p>​Tak mau kalah, kaum ibu dan remaja putri tampil anggun mengenakan kebaya beludru dan kain jarik, lengkap dengan sanggul dan hiasan kepala yang berkilau di bawah sinar matahari.</p>
<p>Saat bendera start dikibarkan sebagai tanda dimulainya Karnaval Budaya dalam rangka tradisi Bersih Dusun. Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a005508b4dd6.webp" alt=""></p>
<p>​Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahyono didampingi oleh Panitia Bersih Dusun Ketangi. Dengan penuh semangat, Tatit mengibarkan bendera checker hitam-putih, menandai detik-detik pemberangkatan peserta karnaval yang telah bersiap sejak pagi.</p>
<p>​Dalam sambutannya sebelum pemberangkatan, Tatit Heru Tjahyono mengapresiasi besar warga Dusun Ketangi dan Desa Kampungbaru yang tetap teguh menjaga kearifan lokal. Kehadiran pimpinan legislatif ini menegaskan bahwa tradisi seperti Nyadran dan Karnaval Budaya bukan sekadar hiburan, melainkan aset daerah yang memperkuat jati diri bangsa.</p>
<p>"Selain sebagai ritual syukur atas melimpahnya hasil bumi, karnaval ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa, khususnya di Desa Kampungbaru," kata Tatit Heru Tjahyono. </p>
<p>​Catur Widi Prawoto, selaku koordinator acara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan gabungan dari tiga dusun, yaitu Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng.</p>
<p>​Catur menjelaskan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya kelompok yang ikut serta memeriahkan barisan karnaval. Kata Catur, ​Total Peserta terdiri dari 16 grup karnaval, Peserta berasal dari 19 RT yang ada di lingkungan ketiga dusun, yakni Dusun Ketangi, Kurung Lor dan Teleng.</p>
<p>​Catur berharap nilai-nilai luhur nenek moyang tetap terjaga, terutama dalam menjaga keharmonisan antarwarga.</p>
<p>​"Harapan kami, seluruh warga masyarakat Dusun Ketangi, Kurunglor, dan Teleng tetap guyub rukun (rukun dan bersatu), begitu pula dengan para punggawa atau perangkat desanya," ujar Catur.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menyukseskan gelaran Bersih Desa tahun ini.</p>
<p>​​Kades Susilo Dwi Prasetyo mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini adalah bukti nyata semangat gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat Desa Kampungbaru.</p>
<p>​"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari panitia serta masyarakat, acara semegah ini tidak akan terwujud," ungkapnya.</p>
<p>​Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara masyarakat Desa Kampungbaru dengan pemerintah serta aparat penegak hukum terus terjalin kuat demi kemajuan wilayah Kecamatan Tanjunganom ke depannya. (*) </p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungi Ponpes Bahrul Ulum Jombang, Wapres Gibran Ajak Santri Meneladani Sosok KH Abdul Wahab Chasbullah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-ke-jombang-ajak-santri-meneladani-sosok-kh-abdul-wahab-chasbullah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-ke-jombang-ajak-santri-meneladani-sosok-kh-abdul-wahab-chasbullah</guid>
<description><![CDATA[ Pesan Gibran disampaikan dalam pidatonya di sela-sela menghadiri pengajian umum Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0054c7d2120.webp" length="50426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 18:14:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Wakil Presiden RI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Jombang menyematkan pesan penting kepada para santri untuk meneladani sosok KH Abdul Wahab Chasbullah. Wapres Gibran mengajak para santri meneladano tokoh ulama pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.</p>
<p>Pesan Gibran disampaikan dalam pidatonya di sela-sela menghadiri pengajian umum Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di halaman Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Minggu (10/5/2026).</p>
<p>"Mbah Wahab adalah seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa," ungkap Gibran dalam sambutannya.</p>
<p>Menurutnya, wajib bagi semua santri, bukan hanya santri Tambakberas, untuk meneladani Mbah Wahab. "Jadi santri-santri sebagai generasi muda, sebagai generasi penerus, wajib meneladani beliau. Indonesia butuh anak-anak muda, butuh santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan juga mampu beradaptasi," bebernya.</p>
<p>Saat tiba di Jombang, Wapres Gibran menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan Stadion Merdeka Jombang. Setelah tiba di Stadion Merdeka, Gibran langsung menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Di kompleks pondok, ia bersama rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah sebelum menuju panggung utama acara haul.</p>
<p>Kehadiran Wapres disambut antusias ribuan jamaah yang didominasi kaum ibu mengenakan pakaian serba putih. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, serta penceramah kondang Ahmad Muwafiq atau Gus Muwaffiq.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gibran mengaku sengaja mempercepat agenda kunjungan kerjanya ke Lampung demi memenuhi undangan para kiai untuk hadir di Tambakberas.  "Kalau yang perintah Pak Kiai, ya saya harus berangkat," ucap Gibran yang disambut tepuk tangan jamaah. </p>
<p>Ia juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto yang baru saja menyelesaikan kunjungan luar negeri ke Filipina.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berinteraksi dengan para santri. Ia memanggil dua santri, seorang santriwan dan seorang santriwati, untuk maju ke depan panggung. Kepada keduanya, Gibran melontarkan pertanyaan mengenai kebanggaan menjadi seorang santri.</p>
<p>Kedua santri itu menjawab pertanyaan dengan lantang dan tegas di hadapan ribuan jamaah. Usai menjawab, keduanya langsung mendapat hadiah masing-masing satu unit sepeda dari Wapres Gibran. Penyerahan hadiah itu pun disambut riuh tepuk tangan dan sorak gembira para santri dan jamaah.</p>
<p>Dalam pidatonya, Gibran turut menyinggung sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan program 'Kampung Haji' yang digagas Presiden Prabowo.</p>
<p>Program tersebut dirancang untuk mendukung layanan jamaah haji Indonesia agar lebih mudah dan efisien. Menurutnya, Kampung Haji akan dibangun di atas lahan seluas 45 hektare dan tidak hanya difungsikan sebagai penginapan, tetapi juga pusat layanan bagi jamaah haji Indonesia. </p>
<p>"Ke depan diharapkan bisa memperlancar pelayanan, mempermudah proses, dan insya Allah biaya haji bisa semakin ditekan," kata Gibran.</p>
<p>Selain itu, Wapres menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim. Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar memiliki aset penting berupa generasi santri yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Gibran juga mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang telah melahirkan banyak tokoh nasional, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta sejumlah tokoh lain di bidang pemerintahan dan pendidikan. Menurutnya, pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan pesantren Tambakberas, termasuk pembukaan jurusan pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi, menjadi bukti bahwa pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p>"Saya juga mengapresiasi upaya dari Pondok untuk mengembangkan pendidikan tinggi melalui kampusnya. Ini saya dengar selain jurusan agama Islam ada juga jurusan pertanian, ada jurusan ekonomi, pendidikan, dan juga teknologi informasi. Dan saya kira ini salah satu terminal bahwa kampus-kampus, terutama yang ada di Tambakberas ini benar-benar mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Gibran meminta seluruh unsur pemerintah daerah dan Forkopimda untuk terus mengawal program prioritas pemerintah pusat, mulai dari swasembada pangan hingga penguatan ekonomi desa. </p>
<p>"Saya titip kepada Pak Kyai, kepada Pak Kapolri, Gubernur, Pak Bupati, Forkopimda yang hadir untuk selalu mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden. MBG, CKG, Koperasi Desa, Kampung Nelayan, dan program-program lainnya," pungkasnya.</p>
<p>Usai memberikan sambutan, Wapres berpamitan kepada para kiai dan jamaah untuk melanjutkan agenda berikutnya.  (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muswil PII Jatim Digelar di Malang, Wagub Emil Tekankan Pentingnya SDM Insinyur Unggul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muswil-pii-jatim-digelar-di-malang-wagub-emil-tekankan-pentingnya-sdm-insinyur-unggul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muswil-pii-jatim-digelar-di-malang-wagub-emil-tekankan-pentingnya-sdm-insinyur-unggul</guid>
<description><![CDATA[ Muswil PII Jawa Timur di Kota Malang menegaskan pentingnya sertifikasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi insinyur dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a001b0941002.webp" length="59470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 14:44:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>PII Jawa Timur, Muswil PII, Emil Dardak, Wahyu Hidayat, Kota Malang, Insinyur Indonesia, Sertifikasi Insinyur, Pembangunan Daerah, Jawa Timur, Profesionalisme Insinyur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia insinyur menjadi pembahasan utama dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Insinyur Indonesia 2026 yang digelar di The Alana Hotel Malang, Minggu (10/5/2026).</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan kualitas pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kapasitas dan profesionalisme para insinyur.</p>
<p>“Hari ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali kiprah dan profesionalisme para insinyur di Jawa Timur,” ujar Emil.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPR RI, Sekjen PII Pusat, serta Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.</p>
<p>Menurut Emil, Jawa Timur harus mampu menjadi kebanggaan Nusantara dengan mengandalkan kualitas SDM unggul, termasuk dari kalangan insinyur. Ia menilai peran insinyur sangat strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek.</p>
<p>“Keunggulan SDM kita tidak bisa dilepaskan dari keunggulan para insinyur. Karena itu profesionalisme harus dijunjung tinggi,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, seorang insinyur tidak cukup hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga harus terus mengikuti jenjang profesi dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.</p>
<p>“Teknologi terus berkembang. Maka ilmu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus terus dikalibrasi mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.</p>
<p>Emil juga menyoroti pentingnya seluruh disiplin ilmu keteknikan dalam mendukung pembangunan, mulai dari teknik sipil, mechanical electrical, hingga control system engineer. Menurutnya, berbagai persoalan infrastruktur dan transportasi tidak lepas dari peran tenaga teknik yang kompeten dan tersertifikasi.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII Pusat, Teguh Haryono, menjelaskan bahwa PII memiliki 27 bidang keahlian yang saling berkaitan dalam mendukung pembangunan nasional.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sertifikasi insinyur sesuai Undang-Undang Keinsinyuran hanya diterbitkan melalui PII. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar tenaga teknik di daerah terdorong mengikuti profesi keinsinyuran secara resmi.</p>
<p>“Jawa Timur menjadi salah satu tolok ukur insinyur di Indonesia dan memiliki anggota PII paling banyak,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Teguh, masih ditemukan sejumlah kasus di daerah yang melibatkan tenaga teknik belum tersertifikasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian PII untuk terus mendorong peningkatan profesionalisme insinyur di Indonesia.</p>
<p>Di sisi lain, Wali Kota Malang sekaligus Ketua PII Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan siap memperkuat kolaborasi bersama PII dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan di Kota Malang.</p>
<p>“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan,” katanya.</p>
<p>PII Jawa Timur saat ini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota. Namun, organisasi tersebut masih terus melakukan sosialisasi kepada sejumlah kepala daerah agar mendorong pegawai berlatar belakang teknik mengikuti program profesi dan sertifikasi insinyur. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenaikan Harga Material Imbas Geopolitik, Paksa DPUBM Kabupaten Malang Review Proyek Jalan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenaikan-harga-material-imbas-geopolitik-paksa-dpubm-kabupaten-malang-review-proyek-jalan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenaikan-harga-material-imbas-geopolitik-paksa-dpubm-kabupaten-malang-review-proyek-jalan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan harga aspal dan solar industri membuat pembangunan jalan di Kabupaten Malang harus disesuaikan demi menjaga target kemantapan infrastruktur daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff3215a5a12.webp" length="74386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DPUBM Kabupaten Malang, Infrastruktur Jalan, Harga Aspal, Jalan Kabupaten Malang, Pembangunan Jalan, Geopolitik Global, Solar Industri, Kemantapan Jalan, Proyek Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kenaikan harga aspal dan bahan bakar industri akibat dampak geopolitik global mulai mempengaruhi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang. Kondisi ini membuat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang melakukan penyesuaian terhadap sejumlah perencanaan proyek jalan tahun 2026.</p>
<p>Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan lonjakan harga aspal terjadi cukup signifikan karena dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia dan solar industri yang menjadi komponen utama dalam pekerjaan konstruksi jalan.</p>
<p>“Solar industri sekarang hampir Rp30 ribu per liter. Kalau solar naik otomatis material lain ikut naik, terutama aspal yang sebagian masih impor,” ujar Khairul belum lama ini.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan review ulang terhadap perencanaan proyek yang sebelumnya disusun sebelum terjadinya eskalasi harga minyak dunia.</p>
<p>Meski demikian, pria yang akrab disapa Oong ini aamemastikan seluruh pekerjaan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis dan anggaran agar target utama kemantapan jalan di Kabupaten Malang tetap terjaga.</p>
<p>“Perencanaan lama sudah kita review dan kita sesuaikan. Jadi jangan khawatir pekerjaan tidak terlaksana,” katanya.</p>
<p>Ia mengakui kenaikan harga material berdampak langsung terhadap kemampuan penanganan panjang jalan. Jika sebelumnya anggaran Rp1 miliar mampu menangani sekitar satu kilometer jalan, kini volume pekerjaan mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga material.</p>
<p>“Sekarang mungkin hanya sekitar 900 meter karena harga material naik,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, pihaknya mengantisipasi berkurangnya cakupan penanganan jalan serta menyiapkan strategi melalui program rutin kontraktual aspal guna menutup ruas-ruas yang belum tertangani dalam proyek utama.</p>
<p>“Masih ada sisa ruas yang belum tertangani, itu kita antisipasi dengan rutin kontraktual. Yang penting tingkat kemantapan jalan jangan sampai turun drastis,” tukasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, kenaikan harga material, pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Malang juga masih menghadapi kendala pembebasan lahan di sejumlah titik proyek. </p>
<p>Pengerjaan dilakukan bertahap pada area yang telah bebas lahan, sementara titik yang belum <em>clear and clean </em>menunggu penyelesaian administrasi.</p>
<p>“Yang lahannya sudah bebas dikerjakan dulu. Ada beberapa spot yang memang belum clear and clean,” urainya.</p>
<p>Oong menyebut, progres pekerjaan jalan hingga saat ini terus bergerak dan telah mendekati 70 persen dari sebelumnya sekitar 60 persen pada bulan lalu. DPUBM menargetkan Lot B rampung pada September 2026, sedangkan Lot A selesai akhir tahun ini.</p>
<p>Dia menegaskan fokus pemerintah daerah saat ini bukan hanya membangun jalan baru, namun juga menjaga kondisi jalan tetap mantap melalui rehabilitasi dan penanganan rutin.</p>
<p>“Setiap tahun kinerja jalan bisa turun 15 sampai 20 persen, belum lagi kerusakan akibat longsor dan bencana. Jadi rehabilitasi ini penting untuk menjaga fungsi jalan tetap baik,” pungkasnya.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kenaikan harga material konstruksi mulai terjadi sejak April 2026 seiring lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik global. </p>
<p>Harga aspal curah nasional dilaporkan naik hingga sekitar 20 persen, sementara harga solar industri non subsidi juga sempat mendekati Rp30 ribu per liter. Kondisi tersebut mulai berdampak pada biaya proyek infrastruktur di sejumlah daerah, termasuk sektor pembangunan jalan di Kabupaten Malang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatah Pupuk Subsidi Kota Batu di 2026 Naik Jadi 1.054 Ton, Junrejo Terima Alokasi Terbesar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatah-pupuk-subsidi-kota-batu-di-2026-naik-jadi-1054-ton-junrejo-terima-alokasi-terbesar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatah-pupuk-subsidi-kota-batu-di-2026-naik-jadi-1054-ton-junrejo-terima-alokasi-terbesar</guid>
<description><![CDATA[ Naiknya alokasi pupuk subsidi menjadi 1.054 ton memberi angin segar bagi petani Kota Batu di tengah tingginya biaya produksi pertanian. Namun, keberhasilan program ini tetap bergantung pada ketepatan distribusi dan efektivitas penggunaan pupuk di lapangan agar mampu menjaga produktivitas sektor pertanian daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff087c9b7f3.webp" length="27796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 18:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pupuk Subsidi, Meningkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kota Batu mengalami kenaikan cukup signifikan pada tahun anggaran 2026. Pemerintah menambah kuota sebanyak 188 ton dibanding tahun sebelumnya, sehingga total pupuk subsidi yang diterima tahun ini mencapai 1.054 ton.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno pada Sabtu (9/5/2026) kenaikan tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi tingginya biaya produksi pertanian yang terus meningkat, mulai dari harga pupuk non subsidi, sarana produksi, hingga biaya operasional di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk pembagian alokasi dilakukan berdasarkan kebutuhan petani di masing-masing wilayah serta luas lahan dan jenis komoditas yang dibudidayakan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari total kuota yang diterima, pupuk NPK menjadi jenis dengan alokasi terbesar yakni 599 ton, disusul pupuk urea sebanyak 399 ton. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 53 ton pupuk organik, 2 ton pupuk NPK formula khusus, serta 1 ton pupuk ZA.</p>
<p></p>
<p>Distribusi pupuk terbesar tahun ini diterima Kecamatan Junrejo. Wilayah tersebut memperoleh alokasi 291 ton pupuk urea dan 304 ton pupuk NPK. Selain itu, Junrejo juga mendapat tambahan pupuk organik dan NPK formula khusus.</p>
<p></p>
<p>"Sementara Kecamatan Batu menerima 75 ton pupuk urea dan 115 ton pupuk NPK. Sedangkan Kecamatan Bumiaji memperoleh 33 ton pupuk urea serta 180 ton pupuk NPK, ditambah alokasi pupuk organik sebanyak 52 ton dan pupuk ZA 1 ton," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menyiapkan empat distributor resmi untuk mempercepat penyaluran hingga ke tingkat kios dan kelompok tani. Dua distributor ditempatkan di Kecamatan Bumiaji, sementara Kecamatan Batu dan Junrejo masing-masing memiliki satu distributor.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hendry, keberadaan distributor tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi pupuk terutama menjelang musim tanam agar petani tidak mengalami keterlambatan pasokan.</p>
<p></p>
<p>Meski kuota pupuk meningkat, pengawasan distribusi tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Penyaluran akan disesuaikan dengan data penerima dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) guna mencegah penyimpangan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya efektivitas penggunaan pupuk agar peningkatan kuota benar-benar berdampak pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Benahi Wajah Kota, Pedestrian hingga Jalur Wisata Masuk Proyek Strategis 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-benahi-wajah-kota-pedestrian-hingga-jalur-wisata-masuk-proyek-strategis-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-benahi-wajah-kota-pedestrian-hingga-jalur-wisata-masuk-proyek-strategis-2026</guid>
<description><![CDATA[ Melalui proyek strategis 2026, Pemkot Batu mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tidak hanya sebagai proyek fisik semata, tetapi juga bagian dari penataan wajah kota wisata. Fokus pada pedestrian, preservasi jalan, dan ruang publik menunjukkan upaya pemerintah membangun kota yang lebih nyaman, aman, dan berdaya saing di sektor pariwisata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff06dad0bd7.webp" length="69784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 17:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pedestarian, Revitalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai memacu realisasi pembangunan infrastruktur strategis tahun 2026 dengan fokus utama pada penataan ruang publik dan peningkatan kualitas jalur mobilitas. Sejumlah proyek prioritas disiapkan untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan pada Sabtu (9/5/2026) menegaskan bahwa melalui skema Proyek Strategis Daerah (PSD), pemerintah memprioritaskan pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani dan Jalan Diran. Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di ruas Sisir–Pandanrejo serta jalur Sumberejo–Ngaglik.</p>
<p></p>
<p>"Pembangunan infrastruktur tersebut dirancang tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Kota Batu sebagai kota wisata membutuhkan ruang publik yang lebih representatif, terutama di kawasan dengan intensitas wisatawan dan aktivitas warga yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>Selain empat proyek utama PSD, Pemkot juga menyiapkan tiga program prioritas tambahan. Di antaranya lanjutan pembangunan pedestrian di Jalan Trunojoyo, preservasi kawasan Simpang Empat Patih, serta preservasi jalan di kawasan Sumberbrantas yang selama ini menjadi jalur dengan beban lalu lintas cukup tinggi.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu juga mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah mengaku telah melakukan sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, hingga pengaturan operasional alat berat agar proyek tidak memicu kemacetan parah di jalur vital kota.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, sinkronisasi utilitas seperti kabel dan pipa bawah tanah juga menjadi perhatian agar pengerjaan fisik tidak mengalami hambatan teknis di lapangan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Penataan sementara bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area proyek turut disiapkan guna menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Pemkot berharap seluruh proyek strategis tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan wajah baru Kota Batu yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi kenyamanan dan aksesibilitas publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Gelontorkan Rp 12,5 Miliar untuk Pavingisasi 81 Jalan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-rp-125-miliar-untuk-pavingisasi-81-jalan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-rp-125-miliar-untuk-pavingisasi-81-jalan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan anggaran mencapai Rp 12,5 miliar, pavingisasi jalan lingkungan menjadi salah satu fokus pembangunan permukiman Kota Batu tahun ini. Pemkot berharap perbaikan akses di 81 titik tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas warga secara langsung ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff05f0ef1f8.webp" length="57828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 17:02:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pavingisasi, Rp 12, 5 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu kembali mengalokasikan anggaran besar untuk pembenahan infrastruktur permukiman melalui program pavingisasi jalan lingkungan. Tahun 2026 ini, anggaran yang disiapkan mencapai Rp12,5 miliar untuk memperbaiki 81 titik jalan dan gang permukiman di tiga kecamatan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu, Ferly Syahrudin pada Sabtu (9/5/2026) bahwa program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas akses lingkungan warga yang selama ini masih rusak, sempit, maupun belum memadai.</p>
<p></p>
<p>"Perbaikan jalan lingkungan dinilai penting karena menjadi jalur utama aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses rumah, kegiatan ekonomi kecil, hingga jalur anak menuju sekolah. Terlebih program pavingisasi saat ini masih berada pada tahap perencanaan sebelum masuk proses pengadaan dan pengerjaan fisik," urainya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sebagian besar lokasi pengerjaan berasal dari usulan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD yang dihimpun berdasarkan kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mempercepat pelaksanaan, Pemkot Batu menerapkan skema multikontraktor sehingga pekerjaan dapat dilakukan bersamaan di banyak titik. Pola tersebut dinilai lebih efektif agar seluruh proyek dapat selesai dalam satu tahun anggaran.</p>
<p></p>
<p>"Selain jumlah titik yang cukup besar, nilai anggaran pavingisasi tahun ini juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, alokasi anggaran berada di kisaran Rp12 miliar, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp12,5 miliar," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan perbaikan, terutama pada jalan lingkungan yang masih berupa tanah maupun paving lama yang telah mengalami kerusakan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siaga Hantavirus, Pemkot Surabaya Imbau Pelancong Lengkapi Vaksin sebelum Bepergian ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siaga-hantavirus-pemkot-surabaya-imbau-pelancong-lengkapi-vaksin-sebelum-bepergian-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siaga-hantavirus-pemkot-surabaya-imbau-pelancong-lengkapi-vaksin-sebelum-bepergian-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Vaksin yang dimaksud bukan vaksin khusus hantavirus. Dinkes Surabaya menjelaskan, vaksinasi yang dianjurkan untuk pelancong adalah vaksin meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan terhadap penyakit infeksi, khususnya saat melakukan perjalanan internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69feca174504b.webp" length="16772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 13:46:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hantavirus, Dinas Kesehatan, Dinkes Surabaya, Pelancong, Vaksin, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Meski hingga kini belum ditemukan kasus positif di Kota Pahlawan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengimbau warga yang hendak bepergian ke luar negeri agar melengkapi vaksinasi sebelum berangkat.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hantavirus yang penularannya berasal dari tikus atau rodensia. Selain memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya juga meminta masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko penyakit menular dapat ditekan.</p>
<p></p>
<p>Namun, vaksin yang dimaksud bukan vaksin khusus hantavirus. Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh menjelaskan, vaksinasi yang dianjurkan untuk pelancong adalah vaksin meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan terhadap penyakit infeksi, khususnya saat melakukan perjalanan internasional.</p>
<p></p>
<p>"Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan," papar Billy, saat dikonfirmasi pada Sabtu (9/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang sebenarnya sudah lama dikenal di dunia medis. Virus ini menyebar melalui tikus, terutama dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. </p>
<p></p>
<p>Gejala awalnya sering menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh lemas. Pada kondisi tertentu, infeksi bisa berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.</p>
<p></p>
<p>Di Indonesia, kasus hantavirus tergolong jarang dilaporkan. Namun, sejumlah penelitian pernah menemukan paparan virus tersebut pada tikus maupun manusia di beberapa wilayah, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah dengan populasi tikus tinggi.</p>
<p></p>
<p>Billy menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena hingga kini belum ada kasus yang terkonfirmasi di Surabaya. Meski begitu, kewaspadaan dini tetap dilakukan agar potensi penularan bisa dicegah sejak awal.</p>
<p></p>
<p>"Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Billy, tantangan terbesar hantavirus adalah gejalanya yang sering dianggap sebagai flu biasa atau common cold. Karena itu, Dinkes Surabaya meminta masyarakat lebih peka terhadap kondisi kesehatan tubuh, terutama jika mengalami demam atau gangguan pernapasan setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar tikus.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Surabaya juga mendorong agar pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat pemindai elektronik kembali diaktifkan di pintu masuk transportasi publik. Langkah ini dipandang penting sebagai skrining awal untuk mendeteksi potensi penyakit menular pada pelaku perjalanan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, masyarakat juga diimbau kembali disiplin menjalankan pola hidup sehat, mulai dari menjaga asupan makanan bergizi, istirahat cukup, hingga rutin berolahraga. Penggunaan masker di ruang tertutup maupun keramaian juga dianjurkan sebagai bentuk perlindungan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker," tutur Billy.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, sejumlah negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan kesehatan yang lebih ketat. Karena itu, Surabaya juga mulai menyiapkan langkah pencegahan sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, Pemkot Surabaya masih menunggu panduan teknis dari Kementerian Kesehatan terkait mekanisme screening hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut telah meminta panduan resmi kepada WHO untuk menentukan prosedur pengawasan dan penanganan yang tepat.</p>
<p></p>
<p>"Kami masih menunggu guidance (arahan) dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi," pungkas Billy. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Audit Jembatan Ambrol Desa Bandung Nganjuk Belum Terungkap, Warga Desak Transparansi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-audit-jembatan-ambrol-desa-bandung-nganjuk-belum-terungkap-warga-desak-transparansi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-audit-jembatan-ambrol-desa-bandung-nganjuk-belum-terungkap-warga-desak-transparansi</guid>
<description><![CDATA[ Hasil audit Inspektorat Kabupaten Nganjuk terkait jembatan ambrol di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, hingga kini belum diungkap secara rinci. Masyarakat mendesak adanya transparansi dan penuntasan dugaan persoalan proyek Dana Desa tersebut agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi jelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fde4ee5da26.webp" length="45630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 21:25:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Audit Inspektorat, auditor, Jembatan penghubung Desa, anggaran dana desa, Desa Bandung, Forum warga Desa Bandung, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="326"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Kejelasan hasil audit terkait ambrolnya jembatan di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, masih menjadi sorotan publik. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Nganjuk terhadap proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa tersebut.</p>
<p data-start="328" data-end="546">Auditor Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Anas Nasrullah, saat dikonfirmasi media terkait perkembangan audit, memilih tidak memberikan penjelasan detail mengenai kondisi fisik maupun administrasi proyek jembatan tersebut.</p>
<p data-start="548" data-end="699">Menurut Anas, informasi teknis di lapangan lebih tepat ditanyakan kepada Pemerintah Desa Bandung selaku pihak yang mengetahui proses pengerjaan proyek.</p>
<p data-start="701" data-end="843">“Ini yang saya tidak tahu detailnya, coba ditanyakan dengan Pemerintah Desa Bandung,” ujar Anas Nasrullah saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="845" data-end="1144">Saat disinggung mengenai hasil pemeriksaan audit, Anas hanya menyampaikan bahwa proses audit telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Namun demikian, ia belum menjelaskan apakah ditemukan adanya ketidaksesuaian anggaran, pelanggaran administrasi, maupun kendala teknis dalam proyek tersebut.</p>
<p data-start="1146" data-end="1485">Minimnya penjelasan dari pihak Inspektorat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek jembatan yang berada di Desa Bandung sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami kerusakan dan memerlukan audit investigasi guna memastikan kesesuaian antara penggunaan anggaran dengan realisasi pekerjaan di lapangan.</p>
<p data-start="1487" data-end="1629">Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait hasil akhir pemeriksaan maupun tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap proyek tersebut.</p>
<p data-start="1631" data-end="1821">Di sisi lain, perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung turut menyuarakan desakan agar persoalan jembatan ambrol itu segera dituntaskan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p data-start="1823" data-end="1972">Masyarakat menilai proyek yang dibiayai Dana Desa seharusnya dikelola secara transparan dan menghasilkan infrastruktur yang layak dimanfaatkan warga.</p>
<p data-start="1974" data-end="2185">“Kami meminta agar persoalan jembatan ini segera diproses dengan tuntas. Ini menggunakan Dana Desa, uang rakyat, jadi pertanggungjawabannya harus jelas,” ujar salah satu perwakilan forum masyarakat Desa Bandung.</p>
<p data-start="2187" data-end="2413">Forum masyarakat juga berharap adanya keterbukaan hasil audit agar publik memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan jembatan serta langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2187" data-end="2413"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penunjukan Pj Kades Ngepung Belum Diproses, Dinas PMD Nganjuk Tunggu Dasar Hukum Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penunjukan-pj-kades-ngepung-belum-diproses-dinas-pmd-nganjuk-tunggu-dasar-hukum-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penunjukan-pj-kades-ngepung-belum-diproses-dinas-pmd-nganjuk-tunggu-dasar-hukum-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintahan Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, menjadi sorotan setelah beredarnya surat rapat pembahasan pemberhentian kepala desa dan penunjukan PJ Kades. Camat Patianrowo memastikan rapat ditunda dan menegaskan proses penunjukan PJ harus melalui mekanisme resmi serta menunggu dasar hukum lengkap dari pengadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdde1b482ff.webp" length="63460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:55:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Undangan BPD, Pemberhentian Kades, Penunjukan Pj Kades Desa Ngepung, Camat Patianrowo Tri Hatmanto, Dinas PMD, Desa Ngepung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:79de95aa-21d5-47e1-94bf-50685d87d327-4" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:79de95aa-21d5-47e1-94bf-50685d87d327-4" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="0e7a6d9f-7898-4960-8323-4541ebfd1cfc" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="303"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Dinamika pemerintahan di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian publik setelah beredarnya surat undangan resmi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngepung terkait agenda pembahasan pemberhentian kepala desa dan penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Desa.</p>
<p data-start="305" data-end="546">Surat bernomor 05/V/411.514.03/2026 tertanggal 7 Mei 2026 tersebut ditandatangani Ketua BPD Ngepung, Sudjiono Hadi Saputro. Dalam surat itu disebutkan rapat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Desa Ngepung.</p>
<p data-start="548" data-end="772">Namun, agenda rapat tersebut dipastikan tidak terlaksana sesuai jadwal. Camat Patianrowo, Tri Hatmanto Wibowo, menegaskan bahwa rapat telah ditunda dan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penunjukan Pj Kepala Desa.</p>
<p data-start="774" data-end="869">“Hari ini tidak ada rapat itu, ditunda,” ujar Tri Hatmanto saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="871" data-end="1220">Ia menjelaskan, proses penunjukan Pj Kepala Desa harus melalui mekanisme dan tahapan administrasi yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p data-start="871" data-end="1220">Menurutnya, kewenangan penunjukan Pj Kepala Desa berada di tangan Bupati melalui usulan resmi yang diajukan dari pemerintah desa dan diproses melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).</p>
<p data-start="1222" data-end="1399">Tri Hatmanto juga menegaskan, surat maupun informasi yang beredar di internal desa bukan merupakan keputusan final dari pihak kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="1401" data-end="1536">“Yang beredar itu masih sebatas inisiatif internal desa dan belum melalui koordinasi final dengan kecamatan maupun Dinas PMD,” katanya.</p>
<p data-start="1538" data-end="1738">Ia menambahkan, informasi yang disampaikannya merupakan hasil koordinasi sebelumnya dengan Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, bukan hasil rapat pada hari ini, karena rapat tersebut memang tidak dilaksanakan.</p>
<p data-start="1740" data-end="1898">“Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya dengan pihak Dinas PMD, bukan hasil rapat hari ini karena memang rapatnya tidak ada,” tegasnya.</p>
<p data-start="1900" data-end="2110">Pihak kecamatan, lanjut Tri Hatmanto, saat ini masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa (Carik), guna memastikan kondisi pemerintahan desa tetap berjalan kondusif.</p>
<p data-start="2112" data-end="2285">Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Sopingi, turut memberikan penjelasan terkait mekanisme pemberhentian kepala desa maupun penunjukan Pj Kepala Desa Ngepung.</p>
<p data-start="2287" data-end="2555">Menurut Sopingi, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan resmi putusan pengadilan yang berkaitan dengan status hukum kepala desa yang bersangkutan. Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar administrasi penting dalam proses lanjutan di tingkat pemerintahan desa.</p>
<p data-start="2557" data-end="2745">“Prosesnya itu kami belum menerima salinan keputusan dari pengadilan. Nanti kalau sudah menerima, BPD juga sudah menerima, baru berproses dari BPD,” ujar Sopingi melalui sambungan telepon.</p>
<p data-start="2747" data-end="2964">Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Sekretaris Desa Ngepung, Andik, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski nomor telepon selulernya dalam kondisi aktif.</p>
<p data-start="2966" data-end="3153" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pemerintah kecamatan dan Dinas PMD pun mengimbau seluruh pihak agar tetap mengikuti mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku guna menjaga stabilitas pemerintahan di Desa Ngepung. (*)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Ubah Arah Pengelolaan Aset, Tak Lagi Sekadar Inventaris tapi Mesin PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ubah-arah-pengelolaan-aset-tak-lagi-sekadar-inventaris-tapi-mesin-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ubah-arah-pengelolaan-aset-tak-lagi-sekadar-inventaris-tapi-mesin-pad</guid>
<description><![CDATA[ Melalui revisi perda ini, Pemkot Batu tengah mencoba mengubah wajah pengelolaan aset daerah—dari pola lama yang administratif menjadi model berbasis produktivitas dan digitalisasi. Jika implementasinya berjalan efektif, aset daerah tidak lagi sekadar tercatat di neraca, tetapi benar-benar menjadi instrumen penggerak PAD dan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc883d492f.webp" length="96532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 19:15:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Aset, Inventaris</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menggeser paradigma pengelolaan aset daerah dari sekadar pencatatan administratif menuju instrumen penghasil pendapatan. Langkah itu ditandai dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) bersama DPRD Kota Batu.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (8/5/2026) menegaskan bahwa revisi regulasi ini lahir di tengah masih banyaknya aset daerah yang dinilai belum produktif, munculnya disparitas data hasil audit, hingga kebutuhan penyesuaian terhadap kebijakan nasional pasca terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020.</p>
<p>"Jadi aset daerah seperti tanah, bangunan, dan kendaraan tidak boleh hanya menjadi beban pemeliharaan APBD tanpa memberikan nilai tambah ekonomi," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, pengelolaan aset harus diarahkan lebih profesional, transparan, dan produktif agar mampu mendukung keberlanjutan fiskal daerah sekaligus tetap menjaga fungsi sosial aset publik.</p>
<p>Salah satu fokus utama dalam revisi perda ini adalah integrasi penuh data aset melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Selama ini, Pemkot Batu masih menemukan ketidaksesuaian antara laporan perangkat daerah dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p>"Melalui integrasi digital tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya satu basis data aset yang dapat dipantau secara real-time dan meminimalkan potensi kesalahan pencatatan maupun aset tidak termanfaatkan," imbuhnya.</p>
<p>Selain digitalisasi, regulasi baru juga akan memperjelas mekanisme kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga lembaga pendidikan. Pemkot menilai aturan lama terlalu umum sehingga sering menghambat optimalisasi aset di lapangan.</p>
<p>Raperda ini nantinya juga akan mengatur lebih detail terkait hibah, penghapusan aset, penyertaan modal, hingga sanksi administratif guna menciptakan kepastian hukum dan kepatuhan dalam pengelolaan barang milik daerah.</p>
<p>Pemkot berharap revisi regulasi tersebut dapat menjadi fondasi baru dalam mengubah aset tidur menjadi sumber daya ekonomi yang lebih produktif bagi daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hingga Mei 2026, Satgas PPA Bondowoso Tangani 57 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hingga-mei-2026-satgas-ppa-bondowoso-tangani-57-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hingga-mei-2026-satgas-ppa-bondowoso-tangani-57-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Satgas PPA Bondowoso mencatat 57 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga awal Mei 2026. Meningkatnya laporan dinilai sebagai tanda tumbuhnya keberanian masyarakat untuk speak up dan melapor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdb9b27ef4b.webp" length="41624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 17:33:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="413"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bondowoso terus memperkuat peran dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hingga awal Mei 2026 menunjukkan tren meningkat.</p>
<p data-start="0" data-end="413">Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama Unit PPA Polres Bondowoso itu tercatat telah menangani sekitar 57 kasus.</p>
<p data-start="415" data-end="680">Meningkatnya jumlah laporan tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi Satgas PPA. Namun di sisi lain, kondisi itu juga dianggap sebagai indikator tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perlindungan yang diberikan pemerintah dan aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="682" data-end="948">Kabid P3A Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, mengatakan selama ini banyak kasus kekerasan yang tidak terungkap karena korban maupun lingkungan sekitar memilih diam. Kini, masyarakat mulai berani melapor dan tidak lagi menutupi kasus yang terjadi di sekitarnya.</p>
<p data-start="950" data-end="1099">“Kalau selama ini ya, ini trendnya memang meningkat. Karena kepercayaan masyarakat terhadap kami (Satgas PPA, red) meningkat,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="1101" data-end="1291">Dari total kasus yang ditangani, kekerasan terhadap anak menjadi salah satu yang paling dominan. Bentuk kasusnya beragam, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga penemuan bayi.</p>
<p data-start="1293" data-end="1412">“Kalau anak ya, anak itu rata-rata kekerasan, kekerasan fisik, juga kekerasan seksual, penemuan bayi juga ya,” katanya.</p>
<p data-start="1414" data-end="1640">Data penanganan menunjukkan kasus yang melibatkan anak mencapai sekitar 22 perkara. Sementara kasus terhadap perempuan tercatat sekitar 28 kasus, yang mayoritas berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.</p>
<p data-start="1642" data-end="1963">Tingginya angka kekerasan tersebut membuat Satgas PPA bersama Dinsos P3AKB memperkuat pola penanganan sekaligus upaya pencegahan. Langkah yang dilakukan tidak hanya fokus pada pendampingan korban, tetapi juga sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="1965" data-end="2041">“Kalau kami pencegahan, ya dengan tetap sosialisasi secara masif,” jelasnya.</p>
<p data-start="2043" data-end="2270">Ia menjelaskan, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti melalui asesmen bersama aparat penegak hukum. Korban juga mendapatkan pendampingan sejak awal proses hukum hingga tahap pemulihan psikologis apabila diperlukan.</p>
<p data-start="2272" data-end="2426">Selain pendampingan hukum, Satgas PPA juga memfasilitasi layanan psikolog hingga psikiater secara gratis bagi korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.</p>
<p data-start="2428" data-end="2630">Menurut Hafidhatullaily, tingginya jumlah kasus pada awal tahun ini menjadi sinyal bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.</p>
<p data-start="2632" data-end="2835">Meski demikian, ia menilai meningkatnya laporan juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melindungi korban mulai tumbuh.</p>
<p data-start="2632" data-end="2835">“Ya memang kesadaran masyarakat untuk melaporkan itu sudah meningkat,” katanya.</p>
<p data-start="2837" data-end="3033">Ia pun meminta masyarakat tidak lagi bersikap abai ketika menemukan dugaan kekerasan. Lingkungan sekitar diharapkan ikut memberi dukungan agar korban berani berbicara dan mendapatkan perlindungan.</p>
<p data-start="3035" data-end="3145" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Jangan sampai korban-korban ini sudah jadi korban, terus dia juga ditekan, takut untuk bersuara dan melapor,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3035" data-end="3145" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diperta Probolinggo Uji Kelayakan Bahan Pangan Hewani untuk Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diperta-probolinggo-uji-kelayakan-bahan-pangan-hewani-untuk-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diperta-probolinggo-uji-kelayakan-bahan-pangan-hewani-untuk-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Diperta Kabupaten Probolinggo bersama UPT Lapkeswan Malang melakukan pengujian sampel daging ayam, daging sapi dan telur untuk memastikan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis aman dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium guna menjaga kualitas pangan bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdb4dd60c36.webp" length="19268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 17:06:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, MakanBergiziGratis, DispertaKabupatenProbolinggo, KeamananPangan, KesehatanHewan, PanganSehat, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) bersama UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Lapkeswan) Malang melakukan pengawasan keamanan pangan hewani di SPPG Sumberkedawung 003 Leces, Rabu (7/5/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan bahan makanan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman, sehat dan memenuhi standar konsumsi masyarakat.</p>
<p>Kegiatan pengambilan sampel tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) UPT Lapkeswan Malang, Desi Purnama bersama tim dari Diperta Kabupaten Probolinggo. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Medik Veteriner Muda Novita Dwi Setyorini dan dokter hewan penyelia wilayah Leces Maya. Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Kepala SPPG Sumberkedawung 003 Leces, Afin Nur Afiat.</p>
<p>Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel bahan pangan hewani berupa lima sampel daging ayam, lima sampel telur ayam ras dan lima sampel daging sapi. Masing-masing jenis sampel memiliki total berat sekitar 2,5 kilogram untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium guna dilakukan pengujian lebih lanjut.</p>
<p>Pemeriksaan laboratorium itu meliputi berbagai tahapan pengujian, seperti deteksi kandungan formalin dan boraks, uji organoleptik, uji Eber, Total Plate Count (TPC), hingga pemeriksaan kemungkinan adanya pemalsuan daging babi. Proses pengujian diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu sebelum hasilnya disampaikan kepada pihak SPPG dan Diperta Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nikolas Nuryulianto menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan aktif UPT Lapkeswan Malang dalam menjaga mutu pangan pada program MBG.</p>
<p>“Tujuannya untuk memastikan produk pangan asal hewan seperti daging sapi, daging ayam dan telur benar-benar layak diolah dan disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Niko, layanan pemeriksaan laboratorium tersebut diberikan tanpa dipungut biaya dan sekaligus menjadi bagian dari penguatan administrasi serta penilaian mutu di lingkungan SPPG.</p>
<p>“Hasil uji laboratorium ini nantinya bisa menjadi bahan evaluasi bagi SPPG. Kalau hasilnya baik tentu dapat mendukung kualitas pelayanan dan pemenuhan standar pangan bergizi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan pengawasan pangan hewani menjadi hal penting untuk menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG. Dengan adanya pemeriksaan berkala, kualitas bahan pangan diharapkan tetap terjaga mulai dari proses distribusi hingga penyajian.</p>
<p>“Harapannya makanan yang disajikan melalui MBG benar-benar aman, sehat dan berkualitas sehingga penerima manfaat merasa terlindungi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan di Desa Bandung Nganjuk Rusak Parah, Pemdes Sebut Akibat Kendaraan Berat Proyek KDMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-di-desa-bandung-nganjuk-rusak-parah-pemdes-sebut-akibat-kendaraan-berat-proyek-kdmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-di-desa-bandung-nganjuk-rusak-parah-pemdes-sebut-akibat-kendaraan-berat-proyek-kdmp</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp30 juta tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc85259d3e4.webp" length="45630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:55:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan penghubung, anggaran dana desa, DD, Dianggarkan rp 30 juta, diaudit inspektorat, proyek KMP, Desa Bandung, Pelaksana Kegiatan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Jembatan penghubung yang menjadi akses vital bagi Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di Desa Bandung Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk rusak parah hingga jebol. Jembatan yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp30 juta tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.</p>
<p>​Pelaksana Kerja (PK) Desa Bandung, Agung, menjelaskan bahwa proyek jembatan tersebut sebenarnya sudah melalui proses audit oleh pihak Inspektorat pada tahun 2023.</p>
<p>Meskipun terdapat catatan untuk mengembalikan material urukan yang tidak sesuai spesifikasi, Agung menegaskan bahwa secara struktur fisik, jembatan tersebut sudah masuk dalam spesifikasi yang ditentukan.</p>
<p>​"Tahun 2022 pembangunan menggunakan anggaran dana desa. Sudah diaudit sama Inspektorat tahun 2023. Dulu ada pengembalian urukan yang kurang spek, tapi kalau jembatannya sendiri sudah masuk (spek)," ujar Agung saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>​Agung mengungkapkan bahwa penyebab utama jebolnya jembatan adalah beban muatan yang berlebih. Jembatan tersebut sering dilalui oleh kendaraan berat dalam proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p>​"Karena akses KDMP, akhirnya jembatan itu jebol. Muatannya kan tidak sesuai dengan kapasitas (jembatan) yang kita rencanakan," tambahnya.</p>
<p>​Terkait perbaikan, Agung menyebutkan bahwa rencana renovasi sebenarnya sudah ada, termasuk rencana pengalihan model jembatan menggunakan U-Ditch (Box Culvert) agar lebih kuat. Namun, hingga saat ini perbaikan belum bisa dieksekusi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran di tingkat desa.</p>
<p>​"Informasi dari Pak Kades, mau diperbaiki. Tapi sekarang kan lagi ada efisiensi, jadi harus menunggu ketersediaan anggaran lagi. Untuk menunjang beban berat, otomatis nanti modelnya dirubah memakai U-Ditch atau plat itu," jelasnya.</p>
<p>​Kerusakan jembatan ini berdampak langsung pada operasional Bumdesma setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, gedung Bumdesma tampak sepi dan tidak ada aktivitas, bahkan terkesan tidak terawat.</p>
<p>​Menanggapi hal tersebut, Agung menjelaskan bahwa pihak desa hanya menyediakan lahan, sementara pengelolaan sepenuhnya ada pada pengurus Bumdesma. </p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi kembali dengan kepala desa untuk mencari solusi terbaik agar akses jembatan dan operasional Bumdesma bisa kembali berjalan normal," sebut Agung yang juga perangkat Desa Bandung.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Bandung, Heru Subagio menyatakan, terkait kondisi jembatan penghubung desa yang mengalami kerusakan atau jebol, dipastikan terjadi akibat aktivitas kendaraan berat yang melintas selama pengerjaan proyek KDMP.</p>
<p>​Kata Heru, ia menegaskan bahwa pihak desa telah merencanakan langkah perbaikan, namun menunggu momentum yang tepat agar hasil perbaikan nantinya lebih optimal dan tahan lama menunggu proyek selesai</p>
<p>​Menurut Heru, perbaikan jembatan tidak dilakukan saat ini karena proyek KDMP masih terus berjalan. Melakukan perbaikan saat mobilitas kendaraan berat masih tinggi dinilai tidak akan efektif.</p>
<p>​"Jelas diperbaiki nanti kalau pengerjaan proyek (KDMP) sudah selesai," tegas Kades Bandung saat dihubungi melalui sambungan telepon.</p>
<p>​​Terkait pembiayaan pembangunan awal jembatan tersebut, Kades Bandung membenarkan bahwa proyek tersebut menggunakan alokasi dana desa sekitar Rp30 juta. Nilai ini sesuai dengan perencanaan awal jembatan sebelum akhirnya mengalami kerusakan akibat beban muatan proyek yang melebihi kapasitas.</p>
<p>Namun, pihaknya menanyakan rincian teknis lebih lanjut mengenai spesifikasi dan realisasi anggaran, Kades mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Pelaksana Kerja (PK), Agung, yang memiliki data lebih mendalam.</p>
<p>​​"Koordinasi langsung sama Pelaksana Kegiatan, semuanya dia yang paham," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, Stok Hewan Kurban di Kota Blitar Melimpah Meski Harga Sapi Mulai Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-stok-hewan-kurban-di-kota-blitar-melimpah-meski-harga-sapi-mulai-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-stok-hewan-kurban-di-kota-blitar-melimpah-meski-harga-sapi-mulai-naik</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memastikan stok hewan kurban melimpah. Meski saat ini terpantau harga sapi mulai mengalami kenaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc7f2e63ec9.webp" length="113380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:40:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jelang, Idul Adha, Stok, Hewan, Kurban, Kota Blitar, Melimpah.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Ketersediaan hewan kurban di Kota Blitar dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 2026.</p>
<p>Meski demikian, harga sapi mulai merangkak naik seiring meningkatnya permintaan pasar.</p>
<p>Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar mencatat, stok hewan kurban saat ini masih dalam kondisi aman bahkan surplus dibanding kebutuhan tahun sebelumnya.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Dewi Masitoh mengatakan, jumlah sapi yang tersedia mencapai 1.301 ekor, sedangkan kambing sebanyak 2.150 ekor.</p>
<p>"Kalau melihat kebutuhan kurban tahun lalu, stok hewan kurban di Kota Blitar masih sangat mencukupi," kata dia, Kamis (7/6/2026).</p>
<p>Sebagai perbandingan, pada Iduladha tahun lalu kebutuhan hewan kurban di Kota Blitar tercatat sekitar 532 ekor sapi dan 1.461 ekor kambing.</p>
<p>Meski stok aman, harga sapi mulai mengalami kenaikan menjelang puncak penjualan hewan kurban. Kenaikan harga rata-rata berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.</p>
<p>"Menjelang Iduladha memang ada kenaikan harga sapi sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta," ujarnya.</p>
<p>Kondisi itu juga dirasakan para pedagang sapi di Pasar Hewan Dimoro. Salah satu pedagang, Slamet mengaku harga sapi mulai naik sejak beberapa pekan terakhir karena permintaan pembeli meningkat.</p>
<p>Menurutnya sapi yang sebelumnya dijual sekitar Rp23 juta kini naik menjadi Rp25 juta per ekor.</p>
<p>"Harga sekarang memang naik sekitar Rp2 juta," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran Ubah Peta Pembangunan Alun&amp;alun Kepanjen ke Kawasan Stadion Kanjuruhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-ubah-peta-pembangunan-alun-alun-kepanjen-ke-kawasan-stadion-kanjuruhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-ubah-peta-pembangunan-alun-alun-kepanjen-ke-kawasan-stadion-kanjuruhan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang menggeser rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen ke kawasan Stadion Kanjuruhan dengan pertimbangan efisiensi anggaran dan pengembangan ruang publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc69438756f.webp" length="79366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:55:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, Kepanjen, Stadion Kanjuruhan, Alun alun Kepanjen, Sanusi, Pemkab Malang, UMKM Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten Malang mengubah rencana lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen. Jika sebelumnya diproyeksikan berada di sekitar depan Pendopo Panji Kepanjen, kini pembangunan diarahkan ke kawasan belakang Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>Perubahan lokasi tersebut mengemuka saat Bupati Malang Sanusi meninjau langsung area rencana pembangunan bersama jajaran DPRD dan perangkat daerah, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Pemkab Malang menilai kawasan Stadion Kanjuruhan lebih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai ruang publik baru karena memiliki ketersediaan lahan yang lebih luas dan dinilai lebih efisien dari sisi pembiayaan.</p>
<p>“Dengan melihat efisiensi saat ini, dan atas persetujuan DPRD Kabupaten Malang, serta anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu membengkak maka diputuskan di sekitaran Stadion Kanjuruhan,” ujar Sanusi.</p>
<p>Selain faktor efisiensi anggaran, pembangunan alun-alun juga disebut menjadi kebutuhan masyarakat Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang hingga kini belum memiliki ruang publik representatif.</p>
<p>Dalam skema pembiayaannya, Pemkab Malang menyiapkan dua alternatif pendanaan. Pertama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang, dan kedua melalui skema pembiayaan bersama Bank Jatim dengan memanfaatkan dividen saham milik Pemkab Malang.</p>
<p>“Alternatif pertama adalah pembiayaan melalui APBD Kabupaten Malang. Alternatif kedua menggunakan skema pembiayaan melalui Bank Jatim sebagai opsi pendanaan di luar kas daerah dengan menggunakan deviden saham Pemkab Malang di Bank Jatim,” jelasnya.</p>
<p>Tak hanya difungsikan sebagai ruang terbuka publik, kawasan alun-alun juga dirancang menjadi pusat promosi produk unggulan daerah. Pemkab Malang berencana membangun gerai UMKM dari 33 kecamatan di sisi timur kawasan alun-alun.</p>
<p>“Di sisi timur nantinya akan ada gerai UMKM 33 kecamatan yang menjual produk unggulan tiap-tiap kecamatan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Surat Tugas Wabup Malang Bermasalah Picu Polemik, Interpelasi Akhirnya Mereda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-surat-tugas-wabup-malang-bermasalah-picu-polemik-interpelasi-akhirnya-mereda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-surat-tugas-wabup-malang-bermasalah-picu-polemik-interpelasi-akhirnya-mereda</guid>
<description><![CDATA[ Komunikasi politik lintas fraksi di DPRD Kabupaten Malang meredam polemik dugaan administrasi perjalanan dinas Wakil Bupati yang sempat memicu interpelasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc674e91bed.webp" length="18372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:25:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, DPRD Kabupaten Malang, PKB, PDI Perjuangan, Lathifah Shohib, Interpelasi, Politik Malang, Pemkab Malang, Abdulloh Satar, Abdul Qodir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Dugaan persoalan administrasi dalam agenda perjalanan dinas Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, ke Jakarta memicu dinamika politik di DPRD Kabupaten Malang.</p>
<p>Polemik tersebut berkembang setelah muncul sorotan dari sejumlah anggota DPRD terkait dokumen perjalanan dinas dan surat tugas yang digunakan dalam agenda audiensi bersama Wakil Presiden RI pada akhir April 2026 lalu.</p>
<p>Situasi menjadi perhatian publik karena Wakil Bupati Malang diketahui berasal dari PKB, sementara dorongan penggunaan hak interpelasi dan evaluasi politik justru mencuat dari sejumlah anggota DPRD yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan. </p>
<p>Dinamika itu sempat memunculkan spekulasi adanya ketegangan politik di internal parlemen daerah. Sorotan bermula setelah beredarnya dokumen perjalanan dinas yang dinilai perlu mendapat klarifikasi lebih lanjut. </p>
<p>Sejumlah anggota dewan mempertanyakan prosedur administrasi dan mekanisme perjalanan dinas yang dilakukan dalam agenda tersebut.</p>
<p>Di tengah berkembangnya polemik, wacana penggunaan hak interpelasi hingga pembentukan pansus hak angket sempat menguat sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif.</p>
<p>Namun eskalasi politik tersebut perlahan mereda setelah adanya komunikasi lintas fraksi antara PKB dan PDI Perjuangan.</p>
<p>Pertemuan antara Ketua Fraksi PKB, Abdulloh Satar, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Qodir, baru-baru ini, menjadi momentum penting dalam upaya pendinginan situasi politik di DPRD Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu, kedua pihak sepakat mengedepankan komunikasi politik dan tidak melanjutkan polemik ke tahapan formal seperti interpelasi maupun hak angket.</p>
<p>“Kami ingin memastikan DPRD tetap solid. Perbedaan pandangan adalah hal biasa, tapi tidak boleh mengganggu kerja-kerja kelembagaan,” ujar Satar, saat itu.</p>
<p>Menurutnya, pengawasan terhadap jalannya pemerintahan tetap menjadi bagian penting tugas DPRD. Namun, pengawasan harus dilakukan dalam semangat kemitraan yang konstruktif demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.</p>
<p>“Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinan daerah bisa berjalan optimal. Pengawasan tetap kita perkuat, tapi dalam koridor kemitraan yang konstruktif,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Abdul Qodir atau Adeng menilai dinamika politik yang terjadi harus menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antarfraksi maupun hubungan legislatif dan eksekutif semakin baik.</p>
<p>“Kebersamaan adalah fondasi utama politik. Kita tidak boleh terjebak dalam polemik yang justru menghambat tujuan besar, yakni kesejahteraan masyarakat,” terangnya, melalui keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya mengesampingkan ego sektoral di tengah dinamika politik yang berkembang.</p>
<p>“Tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri. Semua harus saling melengkapi, dan dinamika ini menjadi pembelajaran agar kita lebih dewasa dalam berpolitik,” katanya.</p>
<p>Meredanya polemik ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi politik internal DPRD Kabupaten Malang. Sejumlah pihak menilai komunikasi lintas fraksi menjadi langkah penting untuk menjaga kondusivitas politik daerah sekaligus memastikan agenda pembangunan tetap berjalan optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersih Pantai Gili Ketapang, Pemkab Probolinggo Ajak Masyarakat Jaga Wisata Bahari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersih-pantai-gili-ketapang-pemkab-probolinggo-ajak-masyarakat-jaga-wisata-bahari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersih-pantai-gili-ketapang-pemkab-probolinggo-ajak-masyarakat-jaga-wisata-bahari</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Probolinggo bersama pelajar dan sejumlah OPD menggelar aksi bersih-bersih Pantai Gili Ketapang untuk menjaga kebersihan destinasi wisata snorkeling unggulan. Selain membersihkan sampah, pemerintah juga menyiapkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan edukasi bagi masyarakat agar kawasan wisata tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc65a69bb2a.webp" length="61040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 19:09:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, WisataProbolinggo, PulauGiliKetapang, BersihPantai, WisataBahari, LingkunganBersih, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus berupaya menjaga kebersihan kawasan wisata bahari Pulau Gili Ketapang yang selama ini menjadi salah satu destinasi snorkeling favorit wisatawan dari berbagai daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar aksi bersih-bersih pantai agar kawasan wisata tetap nyaman, indah, dan menarik untuk dikunjungi.</p>
<p>Kegiatan bersih pantai tersebut dilaksanakan pada Kamis pagi (7/5/2026). Aksi ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, serta melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para pelajar yang ada di Pulau Gili Ketapang.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, para peserta membawa kantong plastik dan menyusuri area pesisir pantai untuk memungut berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik hingga sampah residu yang mencemari kawasan wisata.</p>
<p>Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan bahwa Pulau Gili Ketapang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kegiatan bersih pantai ini juga menjadi bagian dari upaya pembenahan kawasan wisata sekaligus peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan.</p>
<p>“Gili Ketapang ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Probolinggo yang harus kita rawat bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembenahan kawasan wisata dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ugas Irwanto.</p>
<p>Ia menegaskan, kebersihan kawasan Pantai Gili Ketapang menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, wisatawan akan semakin tertarik untuk datang dan menikmati keindahan wisata bahari di pulau tersebut.</p>
<p>Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak yang menikmati kawasan wisata tersebut.</p>
<p>“Masalah kebersihan menjadi fokus utama dan merupakan tanggung jawab bersama. Jadi bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat dan semua pihak yang menikmati kawasan wisata ini juga harus ikut menjaga,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto menjelaskan bahwa sampah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut selanjutnya akan dibawa menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Seboro untuk dilakukan proses pengelolaan sampah residu.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gili Ketapang dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terkait pengelolaan sampah di wilayah setempat, termasuk rencana pemetaan lokasi pembangunan TPS.</p>
<p>“Selain melakukan pengangkutan sampah, kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gili Ketapang dan BUMDes untuk menyiapkan sistem pengelolaan sampah, termasuk pemetaan lokasi pendirian TPS,” katanya.</p>
<p>Roby menambahkan, DLH Kabupaten Probolinggo juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti pemilahan sampah hingga pengolahan menjadi kompos.</p>
<p>“Kami berharap pengelolaan sampah di Gili Ketapang dapat berjalan secara berkelanjutan serta melibatkan peran aktif masyarakat secara langsung,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Libatkan Perempuan Jadi Pelestari Sumber Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-libatkan-perempuan-jadi-pelestari-sumber-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perumda-tirta-kanjuruhan-malang-libatkan-perempuan-jadi-pelestari-sumber-air</guid>
<description><![CDATA[ Perumda Tirta Kanjuruhan menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga sumber air dan memperkuat pengelolaan air berkelanjutan di Kabupaten Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc638d0700b.webp" length="97692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:51:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, Perspektif Gender, Perempuan, Sumber Air, Kabupaten Malang, Air Bersih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber air di Kabupaten Malang. Perspektif gender dinilai menjadi bagian penting BUMD milik Kabupaten Malang ini dalam menciptakan tata kelola air yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Direktur Utama Syamsul Hadi mengatakan, perempuan memiliki kedekatan langsung dengan kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keterlibatan mereka dianggap mampu memperkuat upaya pelestarian sumber air.</p>
<p>“Perempuan adalah manajer air yang paling ulung di tingkat rumah tangga. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam aksi jelajah sumber ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pengelolaan air lebih inklusif, empatik, dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Hadi, belum lama ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, tema “<em>Water and Gender: Where Water Flows, Equality Grows</em>” dipilih untuk menegaskan bahwa akses terhadap air bersih tidak bisa dilepaskan dari isu kesetaraan gender.</p>
<p>“Air adalah kebutuhan dasar semua orang. Karena itu, pengelolaannya juga harus melibatkan semua pihak, termasuk perempuan yang selama ini memiliki peran besar dalam menjaga kebutuhan air keluarga,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan berbasis gender bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari langkah membangun sistem pengelolaan air yang lebih manusiawi dan tepat sasaran.</p>
<p>“Kami tidak ingin pengelolaan air hanya dipandang dari sisi teknis. Ada aspek sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang juga harus diperhatikan,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan jelajah sumber air yang digelar di kawasan Sumber Pitu, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, perempuan dilibatkan dalam identifikasi kondisi sumber air, pemantauan lingkungan, hingga edukasi kepada masyarakat sekitar.</p>
<p>Syamsul menambahkan, keterlibatan perempuan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber mata air di Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kalau sumber air terjaga, maka keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat juga akan tetap terjamin untuk generasi mendatang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota dan Sekda Kota Surabaya Naik Haji, Pemkot Segera Siapkan Pelaksana Harian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-dan-sekda-kota-surabaya-naik-haji-pemkot-segera-siapkan-pelaksana-harian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-dan-sekda-kota-surabaya-naik-haji-pemkot-segera-siapkan-pelaksana-harian</guid>
<description><![CDATA[ Eri Cahyadi dijadwalkan berangkat haji pada 19 Mei 2026 yang kemudian disusul Sekda Surabaya beberapa waktu kemudian, hal itu membuat Pemkot harus segera menyiapkan pengganti sementara dua posisi penting sekaligus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc5743c3cc6.webp" length="35402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:12:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sekda, Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam waktu dekat harus segera menyiapkan pelaksana harian (Plh) menyusul keberangkatan Wali Kota Eri Cahyadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto, yang sama-sama akan menunaikan ibadah haji tahun ini.</p>
<p>Situasi tersebut menjadi sorotan karena dua pejabat tertinggi di lingkungan Pemkot Surabaya dipastikan menjalani cuti dalam waktu yang berdekatan. Hingga kini, Pemkot juga belum menentukan siapa pejabat yang akan mengisi posisi pelaksana harian selama keduanya berada di Tanah Suci.</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait penunjukan Plh wali kota maupun sekda.</p>
<p>“Pak Sekda kan haji juga. Jadi belum (penunjukan Plh wali kota dan sekda Surabaya),” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Eddy menjelaskan, Wali Kota Eri Cahyadi dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Rini Indriyani, pada 19 Mei 2026 mendatang. Namun keberangkatan Eri disebut menggunakan jalur haji khusus sehingga teknis keberangkatannya masih belum dipastikan melalui Asrama Haji Embarkasi Surabaya atau tidak.</p>
<p>"Iya, berangkat sama istri. Kalau berangkat dari Asrama Haji, itu belum tahu karena haji khusus," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Sekda Surabaya Lilik Arijanto juga dipastikan berangkat haji tahun ini, meski jadwal keberangkatannya berbeda dengan Wali Kota Eri Cahyadi.</p>
<p>“Beda. Pak Wali berangkat dulu, baru Pak Sekda,” pungkas Eddy.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat Pemkot Surabaya harus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal selama wali kota dan Sekda berada di luar negeri. Terlebih, posisi Sekda selama ini memegang peran penting dalam mengoordinasikan administrasi dan birokrasi pemerintahan sehari-hari.</p>
<p>Meski demikian, secara regulasi sebenarnya sudah terdapat mekanisme pengganti sementara ketika kepala daerah menjalankan cuti atau berhalangan sementara. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.</p>
<p>Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ketika wali kota menjalani cuti, maka tugas kepala daerah dijalankan oleh wakil wali kota sebagai pelaksana tugas (Plt) maupun pelaksana harian (Plh). Artinya, selama Eri Cahyadi menjalankan ibadah haji, maka tugas wali kota akan dijalankan oleh Armuji sebagai wakil kepala daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Usut Dugaan Penyelewengan Hibah Sapi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-usut-dugaan-penyelewengan-hibah-sapi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-usut-dugaan-penyelewengan-hibah-sapi</guid>
<description><![CDATA[ Koko menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti di satu titik. Jika dalam proses pengembangan ditemukan bukti signifikan, Kejari Nganjuk siap memperluas jangkauan penyelidikan ke desa-desa lain untuk mencegah kerugian negara yang lebih besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc407f7fad2.webp" length="35498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 16:21:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Laporan Dugaan penyelewengan, Dana Hibah, Sapi, administrasi Desa, Tren Kejahatan 2026, Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk mulai mendalami laporan dugaan penyelewengan bantuan hibah ternak sapi yang mengucur ke salah satu desa di Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Laporan yang dilayangkan oleh gabungan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan LSM tersebut kini tengah berada di meja Kejaksaan untuk proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).</p>
<p>Kasi Intel Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dokumen pendukung dari pelapor terkait dugaan raibnya atau penyalahgunaan bantuan sebanyak 10 ekor sapi.</p>
<p>"Kami sedang mendalami kronologi dan fakta hukumnya. Tim akan membedah apakah perkara ini masuk dalam unsur perbuatan melawan hukum, tindak pidana umum, atau terdapat indikasi kuat tindak pidana korupsi," ujar Koko saat ditemui di lobi Kantor Kejari Nganjuk, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Koko menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti di satu titik. Jika dalam proses pengembangan ditemukan bukti signifikan, Kejari Nganjuk siap memperluas jangkauan penyelidikan ke desa-desa lain untuk mencegah kerugian negara yang lebih besar.</p>
<p>Terkait maraknya aduan masyarakat pasca-Lebaran, Kejaksaan memberikan peringatan keras kepada pemerintah desa agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran negara. </p>
<p>Koko menjelaskan terdapat dua koridor penanganan yang digunakan Kejaksaan sesuai arahan Kajari dan Bupati Nganjuk. </p>
<p>Pertama adalah dilakukan pembinaan jika temuan berupa kesalahan administrasi atau kelebihan bayar yang tidak disengaja, dengan mekanisme pengembalian kerugian.</p>
<p>Kedua adalah langkah penindakan, hal itu dilakukan secara profesional dan terukur jika ditemukan pelanggaran frontal yang terindikasi kuat sebagai tindak pidana korupsi.</p>
<p>"Kejari Nganjuk berkomitmen menangani setiap pengaduan secara berintegritas untuk memastikan program bantuan pemerintah tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi," tegasnya.</p>
<p>Selain laporan baru mengenai hibah sapi, Kejari Nganjuk juga memastikan bahwa penanganan kasus di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, tetap berjalan. </p>
<p>Koko mengakui proses ini membutuhkan waktu lebih karena rentang waktu peristiwa yang sudah cukup lama.</p>
<p>"Kami memerlukan koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Prosesnya masih terus berjalan," pungkas Koko. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perluas Peran, Imigrasi Blitar Gandeng Dinkes dan UIN Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perluas-peran-imigrasi-blitar-gandeng-dinkes-dan-uin-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perluas-peran-imigrasi-blitar-gandeng-dinkes-dan-uin-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dilakukan untuk memperkuat peningkatan sumber daya manusia sekaligus memperluas edukasi keimigrasian kepada mahasiswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc3e673d8b9.webp" length="47716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 15:11:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kantor, Imigrasi, Kelas II, Non TPI, Blitar, Kanim Blitar, Edukasi, Publik, Layanan Kesehatan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mulai memperluas perannya di tengah masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pelayanan paspor dan dokumen perjalanan ke luar negeri, Imigrasi kini merambah sektor edukasi publik hingga layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kantor Imigrasi Blitar dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar serta UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dilakukan untuk memperkuat peningkatan sumber daya manusia sekaligus memperluas edukasi keimigrasian kepada mahasiswa.</p>
<p></p>
<p>"Mahasiswa nantinya bisa mendapatkan sosialisasi tentang keimigrasian, termasuk edukasi terkait bahaya TPPO dan TPPM bersama mahasiswa yang sedang KKN," kata Novianto, Kamis (7/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan pembekalan dan edukasi mengenai berbagai persoalan keimigrasian yang saat ini marak terjadi di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar difokuskan pada pelayanan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemohon paspor di Kantor Imigrasi Blitar.</p>
<p></p>
<p>"Imigrasi tidak hanya memberikan layanan keimigrasian saja, tetapi juga memberikan bentuk pelayanan kepada masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Aditya Nursanto, menuturkan bahwa kerja sama dengan UIN SATU Tulungagung juga berkaitan dengan pelayanan terhadap warga negara asing yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, saat ini terdapat sejumlah mahasiswa asing asal Thailand yang berkuliah di UIN Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Ada beberapa warga negara asing yang kuliah di sana, jumlahnya kurang dari 10 orang. Nantinya kerja sama ini juga untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada mahasiswa yang sedang belajar di sana," jelas Aditya.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebutkan, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah baru bagi Imigrasi Blitar sejak kantor tersebut berdiri 23 tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>"Ini bagian dari arahan pimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui slogan Imigrasi untuk Rakyat. Ada beberapa program kerja yang harus dijalankan dan ini bentuk respons kami," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mencakup tiga wilayah administratif di Jawa Timur, yaitu Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hearing Desa Ngringin Nganjuk Digelar Tertutup, Dugaan Korupsi Infrastruktur Masuk Ranah APH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hearing-desa-ngringin-nganjuk-digelar-tertutup-dugaan-korupsi-infrastruktur-masuk-ranah-aph</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hearing-desa-ngringin-nganjuk-digelar-tertutup-dugaan-korupsi-infrastruktur-masuk-ranah-aph</guid>
<description><![CDATA[ Rapat tersebut dikemas tertutup, awak media tidak diperkenankan memantau langsung jalannya diskusi antara legislatif, pihak kecamatan, dan perangkat desa di dalam ruangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc3ce211bbe.webp" length="55258" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 14:42:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Dengar Pendapat, Hearing tertutup, DRPD, Komisi I, Pemdes Desa Ngringin, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan tata kelola Pemerintahan Desa Ngringin di Gedung DPRD Nganjuk pada Kamis (7/5/2026) berlangsung penuh tensi dan tertutup bagi awak media. </p>
<p>Pertemuan tersebut mengungkap fakta bahwa dugaan penyimpangan proyek infrastruktur desa kini telah resmi ditangani oleh Aparat Penegak Hukum (APH).</p>
<p>Ketua Komisi 1 DPRD Nganjuk, Anik Rahayu, usai memimpin rapat yang dihadiri pihak kecamatan dan perangkat desa tersebut, menegaskan bahwa legislatif membatasi pernyataan terkait proyek rabat jalan yang dipersoalkan warga.</p>
<p>"Terkait dugaan penyimpangan infrastruktur, itu sudah masuk ke ranah APH. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian atau kejaksaan, sehingga tidak akan memberikan pernyataan panjang lebar," ujar Anik kepada wartawan usai RDP. </p>
<p>Persoalan kian meruncing saat perwakilan warga Desa Ngringin yang tergabung dalam Dadung Darmasila, Arif Rahman, membeberkan dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). </p>
<p>Warga menuntut rincian penggunaan dana sebesar Rp350.000 per pemohon yang merupakan selisih dari kesepakatan total Rp500.000 setelah dipotong biaya resmi SKB 3 Menteri.</p>
<p>Lebih mengejutkan, Arif mengungkapkan adanya dugaan aliran dana tambahan sebesar Rp700.000 yang diduga mengalir ke kantong oknum perangkat desa, termasuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa.</p>
<p>Arif mengaku kecewa lantaran pihak BPN dan Pokmas absen dalam pertemuan yang difasilitasi oleh DPRD tersebut.</p>
<p>"Kami minta rincian detail, Rp350.000 itu untuk apa saja? Itu dana masyarakat. Kami juga menuntut akses terhadap LPJ APBDes hingga kuitansi pembelanjaan material karena itu adalah dokumen publik," tegas Arif </p>
<p>Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Inspektorat Nganjuk, Samsul Huda, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak melakukan audit investigatif. Saat ini, tim auditor sedang merampungkan draf Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).</p>
<p>"Kami sudah laksanakan pemeriksaan sesuai prosedur. Kami mohon semua pihak bersabar menunggu proses administratif ini selesai agar hasilnya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," jelas Samsul.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, memilih pendekatan diplomatis saat ditemui usai rapat. </p>
<p>Meski didera isu miring, ia mengklaim kehadirannya di DPRD adalah bentuk komitmen memperbaiki komunikasi yang tersumbat dengan warga.</p>
<p>"Harapan saya, melalui forum ini terjalin sinergitas. Kami berkomitmen memperbaiki pola interaksi agar segala persoalan desa dapat diselesaikan secara kekeluargaan," ungkap Ika <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setelah 24 Tahun, Kota Batu Akhirnya Miliki RIPS sebagai Peta Besar Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setelah-24-tahun-kota-batu-akhirnya-miliki-rips-sebagai-peta-besar-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setelah-24-tahun-kota-batu-akhirnya-miliki-rips-sebagai-peta-besar-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran RIPS menandai perubahan mendasar arah kebijakan persampahan Kota Batu—dari pola penanganan insidental menuju sistem jangka panjang yang berbasis perencanaan. Setelah 24 tahun tanpa peta induk, Pemkot kini mulai membangun fondasi tata kelola sampah yang lebih terintegrasi untuk menghadapi tekanan lingkungan dan pertumbuhan kota wisata di masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc30c6821b4.webp" length="70610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 13:27:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RIPS, Sampah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu akhirnya merampungkan dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) pertama sejak daerah tersebut berdiri sebagai kota otonom. Dokumen strategis yang kini tengah diajukan menjadi Peraturan Wali Kota (Perwali) itu akan menjadi acuan utama tata kelola sampah selama periode 2026 hingga 2046.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni pada Kamis (7/6/2026) menyebut kehadiran RIPS menjadi tonggak penting karena selama lebih dari dua dekade, kebijakan pengelolaan sampah di Kota Batu berjalan tanpa peta induk yang komprehensif.</p>
<p></p>
<p>"Akibatnya, berbagai kebijakan selama ini cenderung bersifat jangka pendek dan reaktif terhadap lonjakan timbulan sampah. Melalui RIPS, Pemkot mulai menggeser pendekatan menuju sistem pengelolaan yang terstruktur, terukur, dan berorientasi jangka panjang," urainya.</p>
<p></p>
<p>Dokumen tersebut dirancang berlaku selama 20 tahun dengan mekanisme evaluasi setiap lima tahun sekali. Evaluasi dilakukan agar strategi pengelolaan tetap relevan terhadap pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan wisata, dan peningkatan volume sampah di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>Salah satu perubahan besar yang diatur dalam RIPS adalah penerapan sistem desentralisasi pengelolaan sampah. Skema ini menempatkan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pengolahan, terutama melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).</p>
<p></p>
<p>"Dalam pola baru tersebut, sampah organik dan anorganik diharapkan dapat diselesaikan di tingkat lingkungan sebelum masuk ke fasilitas pengolahan akhir. Sementara itu, TPA Tlekung yang kini bertransformasi menjadi TPST akan difokuskan khusus menangani sampah residu dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung implementasi RIPS, Pemkot Batu juga mengajukan program Local Service Development Project (LSDP) ke pemerintah pusat senilai Rp140 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk pembangunan 10 unit TPS3R komunal dengan kapasitas masing-masing 10 ton per hari.</p>
<p></p>
<p>Selain pembangunan infrastruktur, DLH juga mulai membenahi struktur kelembagaan melalui pemisahan fungsi operator dan regulator. Langkah ini diwujudkan lewat aktivasi UPT Pengolahan Sampah agar pengawasan standar pengelolaan dapat berjalan lebih efektif.</p>
<p></p>
<p>RIPS sendiri menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintahan Nurochman dan Heli Suyanto dalam memperkuat tata kelola lingkungan berbasis keberlanjutan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kendala Lahan Jadi Tantangan 96 Desa untuk Bangun KDKMP di Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kendala-lahan-jadi-tantangan-96-desa-untuk-bangun-kdkmp-di-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kendala-lahan-jadi-tantangan-96-desa-untuk-bangun-kdkmp-di-jombang</guid>
<description><![CDATA[ Persentase pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, atau sebanyak 210 dari total 306 desa dan kelurahan di Jombang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc158d0c0dc.webp" length="45202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 12:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, KDKMP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang menunjukkan tren positif. Persentase pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, atau sebanyak 210 dari total 306 desa dan kelurahan di Jombang. Kendati demikian, masih tersisa 96 desa dan kelurahan lainnya yang terkendala dalam pengadaan lahan.</p>
<p>Persoalan ini diakui langsung oleh Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, menyebutkan bahwa desanya belum dapat merealisasikan pembangunan gerai KDKMP karena ketiadaan lahan yang tersedia.</p>
<p>"Permasalahan utama memang lahan. Kami tidak memiliki lokasi untuk pembangunan," kata Erwin dalam pesan yang diterima wartawan, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Erwin menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang serta berkoordinasi dengan Kodim 0814 Jombang untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait tindak lanjutnya. </p>
<p>Situasi semakin rumit mengingat seluruh tanah kas desa (TKD) milik Desa Kepatihan berada di luar wilayah administratif, yakni di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, dan Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang.</p>
<p>"Kalau dibangun di luar wilayah desa, itu tidak sesuai konsep. Program ini kan satu desa satu gerai," ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Bupati Jombang, Warsubi, mencatat ada 210 titik KDKMP di Jombang yang sedang dalam masa persiapan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen atau sekitar 167 titik yang sudah siap. Meski demikian, Warsubi tidak menampik adanya kendala lahan di sejumlah wilayah.</p>
<p>"Masih ada (desa/kelurahan) yang belum memiliki tanah yang kurang pas. Nanti tetap akan kami mintakan ke pusat bagaimana terkait pengadaan tanahnya, apakah bisa di gang atau di jalur jalan lingkungan desa. Saya yakin mekanismenya pasti ada," ujar Warsubi.</p>
<p>Program KDKMP merupakan bagian dari program nasional yang terintegrasi dengan inisiatif strategis lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warsubi menegaskan bahwa seluruh kepala daerah wajib mensukseskan agenda nasional tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menyampaikan bahwa pemerintah berencana melakukan peluncuran serentak 1.000 titik KDKMP di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026, tepat sebelum pidato kenegaraan 17 Agustus.</p>
<p>"Untuk wilayah Jombang sendiri, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik sudah siap sepenuhnya pada bulan Juli nanti," ungkapnya.</p>
<p>Dandim mengakui kendala lahan terutama dialami oleh wilayah kelurahan yang berada di daerah perkotaan. Meski begitu, pihaknya terus berupaya agar ketersediaan lahan segera terwujud.</p>
<p>"Kalau di Jombang, insya Allah seluruh 210 sudah jadi semua. Jadi, dari total 306, kurang 96 lagi. Ya, semoga saja ada tanah masuk baru, terutama di kelurahan. Kendalanya di kelurahan ini memang kurang tanahnya," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Pertahankan Status Akreditasi Paripurna dan Implementasi RME</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-pertahankan-status-akreditasi-paripurna-dan-implementasi-rme</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-pertahankan-status-akreditasi-paripurna-dan-implementasi-rme</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr H Koesnadi Bondowoso kembali meraih Akreditasi Paripurna dan memenuhi standar implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc0fa174f16.webp" length="57292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 11:06:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RSUD, kesehatan, medis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso kembali menorehkan prestasi dengan mempertahankan status Akreditasi Paripurna, predikat tertinggi dalam standar pelayanan rumah sakit di Indonesia. Capaian tersebut menegaskan komitmen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso itu dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>Predikat Paripurna diperoleh setelah rumah sakit dinilai memenuhi berbagai standar pelayanan kesehatan nasional, mulai dari mutu pelayanan medis, keselamatan pasien, hingga tata kelola manajemen rumah sakit.</p>
<p>Selain itu, RSUD dr H Koesnadi juga dinyatakan memenuhi ketentuan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) berdasarkan hasil verifikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</p>
<p>Penerapan sistem digital tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memudahkan tenaga kesehatan dalam mengakses data pasien secara cepat dan terintegrasi.</p>
<p>Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>“Akreditasi Paripurna ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi bukti komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan profesional kepada masyarakat,” ujar dr Yus Priyatna saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026), di ruang kerjanya.</p>
<p>Menurutnya, penerapan Rekam Medis Elektronik menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan kesehatan modern di RSUD dr H Koesnadi. Dengan sistem digital tersebut, proses pelayanan dinilai lebih efektif serta mampu meminimalkan risiko kesalahan pencatatan data pasien.</p>
<p>“Melalui implementasi Rekam Medis Elektronik, pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Ini juga mendukung proses diagnosis dan pengobatan pasien agar lebih optimal,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan yang diberikan rumah sakit. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan terus didorong meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi berkala.</p>
<p>“Standar keselamatan pasien harus terus dijaga. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” tambahnya.</p>
<p>Tidak hanya fokus pada layanan kuratif, RSUD dr H Koesnadi juga terus mengembangkan program promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Rumah sakit mengajak masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit sejak dini.</p>
<p>Dokter spesialis paru ini menyebut, keberhasilan mempertahankan Akreditasi Paripurna menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan di tengah perkembangan tantangan dunia kesehatan.</p>
<p>“Kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat berharga. Karena itu kami akan terus berbenah dan menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang lebih baik, modern, dan berkelanjutan,” tandasnya.<strong> </strong></p>
<p>Sementara itu, salah seorang pasien rawat jalan, Siti Aminah (42), warga Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso, mengaku merasakan perubahan pelayanan di RSUD dr H Koesnadi yang kini dinilai lebih cepat dan tertata.</p>
<p>“Sekarang proses pendaftaran dan pelayanan lebih mudah. Petugas juga ramah dan informasi yang diberikan jelas, jadi pasien merasa lebih nyaman,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Perkuat Sinergi dengan PPDI, Soroti Kamtibmas dan Antisipasi Miras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-perkuat-sinergi-dengan-ppdi-soroti-kamtibmas-dan-antisipasi-miras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-perkuat-sinergi-dengan-ppdi-soroti-kamtibmas-dan-antisipasi-miras</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menyelaraskan program kerja antara kepolisian dan perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb48df6b6f1.webp" length="45818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:45:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas, Polres Nganjuk, PPDI, Kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolres Nganjuk melakukan pertemuan strategis dengan jajaran pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menyelaraskan program kerja antara kepolisian dan perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan didampingi Pejabat Utama Polres Nganjuk melaksanakan silaturahmi bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk di Dusun Dawuhan, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi forum mempererat komunikasi antara Polri dengan elemen masyarakat guna memantapkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Dalam suasana ramah tamah, Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa situasi kamtibmas yang aman tidak bisa dijaga sendiri oleh kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan tokoh masyarakat, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga.</p>
<p>“Silaturahmi ini menjadi sarana menyamakan langkah dalam memelihara kamtibmas. Kami berharap PPDI Kabupaten Nganjuk dan seluruh elemen masyarakat terus menjadi mitra strategis Polres Nganjuk untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif melalui komunikasi dan kebersamaan yang kuat,” tegas AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk Soim Rohani, S.Pd. selaku tuan rumah menyambut baik kunjungan Kapolres Nganjuk beserta jajaran. </p>
<p>Ia menyebut ada dua hal penting yang menjadi perhatian bersama dalam pertemuan tersebut, yakni memantapkan sinergi antara masyarakat dengan kepolisian dalam menjaga kamtibmas serta mengantisipasi peredaran minuman keras di tengah masyarakat.</p>
<p>“Sinergi masyarakat dengan kepolisian harus terus diperkuat agar keamanan lingkungan tetap terjaga. Selain itu, kami juga memandang perlu adanya langkah bersama untuk mengantisipasi peredaran minuman keras karena hal tersebut dapat memengaruhi ketertiban dan kenyamanan warga,” ujar Soim Rohani.</p>
<p>Ia menegaskan PPDI Kabupaten Nganjuk siap mendukung Polres Nganjuk melalui penyampaian informasi, edukasi warga, serta penguatan kesadaran masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.</p>
<p>Melalui silaturahmi ini diharapkan hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat sehingga upaya menjaga keamanan wilayah dapat berjalan berkelanjutan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perubahan Kondisi Warga Tumpang Malang Jadi Fokus, Musdes DTSEN Pastikan Data Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perubahan-kondisi-warga-tumpang-malang-jadi-fokus-musdes-dtsen-pastikan-data-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perubahan-kondisi-warga-tumpang-malang-jadi-fokus-musdes-dtsen-pastikan-data-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Musdes di Tumpang jadi ruang evaluasi perubahan ekonomi warga, memastikan data sosial tetap relevan agar bantuan pemerintah tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb4ac4f0333.webp" length="42304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:07:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Musdes Tumpang, DTSEN, Data Sosial, Kabupaten Malang, Bantuan Sosial, PKH, DPRD Jatim, Validasi Data, Transparansi Desa, Keadilan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Sebanyak 15 desa di Kecamatan Tumpang melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).</p>
<p>Forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan data sosial ekonomi masyarakat benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.</p>
<p>Dalam forum tersebut, data DTSEN dibahas secara terbuka, diverifikasi bersama, dan dikoreksi sesuai kondisi terkini masyarakat.</p>
<p>Warga yang layak namun belum masuk dalam data diusulkan, sementara yang sudah tidak memenuhi kriteria dilakukan penyesuaian. Proses ini sekaligus menjadi bentuk kontrol sosial serta penguatan transparansi di tingkat desa.</p>
<p>Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa Musdes DTSEN harus dijalankan secara konsisten. Menurutnya, pemutakhiran data melalui Musdes merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keadilan sosial.</p>
<p>“Pemutakhiran data melalui Musdes adalah fondasi keadilan sosial. Tanpa data yang akurat, bantuan sosial berpotensi salah sasaran, dan itu bentuk ketidakadilan yang tidak boleh dibiarkan,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ketua Tim Pendamping Sosial/PKH Kecamatan Tumpang, Roni Mustofa, menekankan pentingnya validasi berbasis fakta lapangan. Ia menyebut kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat dinamis sehingga data harus terus diperbarui.</p>
<p>“Kami melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat berubah. Musdes menjadi ruang penting agar data tidak tertinggal dari kenyataan. Setiap perubahan harus tercatat agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Tumpang, Derajat, turut menyoroti peran strategis desa sebagai garda terdepan dalam pendataan. Ia menegaskan bahwa Musdes menjadi instrumen penting untuk memperbaiki kesalahan data yang selama ini terjadi.</p>
<p>“Desa adalah garda terdepan dalam pendataan. Ketika data benar, kebijakan akan tepat. Sebaliknya, jika data salah, masyarakat kecil yang akan dirugikan. Karena itu, kualitas Musdes harus dijaga,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tumpang, Yulian Wibisono, menegaskan bahwa Musdes bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya serius dalam memperbaiki kualitas data sosial ekonomi.</p>
<p>“Musyawarah desa ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari upaya serius memperbaiki kualitas data sosial ekonomi. Kami mendorong seluruh desa untuk aktif, terbuka, dan objektif dalam proses verifikasi dan validasi. Data akurat adalah kunci agar setiap program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Pelaksanaan Musdes DTSEN di Kecamatan Tumpang menjadi contoh bahwa perbaikan data harus dimulai dari tingkat paling bawah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Data tidak lagi dipandang sekadar angka, melainkan sebagai dasar dalam memastikan setiap warga mendapatkan haknya secara adil.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri perangkat desa, RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pendamping desa, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi dan akurasi data berbasis lapangan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>&amp;quot;Ojo Gentar&amp;quot; Jadi Semangat Baru, DPRD Kabupaten Blitar Dukung Kampanye Anti Korupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojo-gentar-jadi-semangat-baru-dprd-kabupaten-blitar-dukung-kampanye-anti-korupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojo-gentar-jadi-semangat-baru-dprd-kabupaten-blitar-dukung-kampanye-anti-korupsi</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Blitar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kampanye Kreatif Antikorupsi yang digelar secara kolaboratif bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program Pariwara KPK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb238e99922.webp" length="18660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:15:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Blitar, Dukung, Kampanye, Anti Korupsi, Blitar, Ojo Gentar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> DPRD Kabupaten Blitar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kampanye Kreatif Antikorupsi yang digelar secara kolaboratif bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program Pariwara KPK.</p>
<p>Kampanye ini mengusung pesan utama "Blitar Kawentar, Lawan Korupsi Ojo Gentar" sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya integritas di tengah masyarakat.</p>
<p>Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Supriadi bersama pimpinan, anggota, serta jajaran sekretariat DPRD menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum semata, tetapi juga harus diperkuat dengan edukasi publik yang masif, kreatif, dan berkelanjutan.</p>
<p>"Kami menyambut baik dan mendukung penuh sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan KPK dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Kampanye ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa melawan korupsi adalah tanggung jawab bersama," ujar dia, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Kampanye yang berlangsung mulai April hingga 30 September 2026 ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya transparansi dan integritas, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>DPRD Kabupaten Blitar juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. </p>
<p>"Semangat "Ojo Gentar" menjadi pengingat bagi kita semua untuk berani melawan segala bentuk praktik korupsi tanpa rasa takut </p>
<p>Peran DPRD akan difokuskan pada penguatan fungsi legislasi, pengawasan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu, melalui semangat "Ojo Gentar" diharapkan bisa benar-benar tertanam kuat, sehingga Kabupaten Blitar dapat menjadi daerah yang tidak hanya dikenal (kawentar) tetapi juga bersih, transparan, dan berintegritas. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-blitar-ajak-masyarakat-sukseskan-sensus-ekonomi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-blitar-ajak-masyarakat-sukseskan-sensus-ekonomi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis data kembali ditegaskan oleh DPRD Kabupaten Blitar. Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb238807004.webp" length="16600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Kabupaten Blitar, Ajak, Masyarakat, Sukseskan, Sensus Ekonomi 2026.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Komitmen dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis data kembali ditegaskan oleh DPRD Kabupaten Blitar. </p>
<p>Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Supriadi, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berlangsung.</p>
<p>Supriadi menekankan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk memotret kondisi riil perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha skala besar, seluruhnya menjadi bagian penting dalam proses ini.</p>
<p>"Sensus ini sangat penting untuk memperoleh data yang akurat dan komprehensif terkait kondisi ekonomi masyarakat. Dari data inilah nantinya kebijakan pembangunan dapat disusun lebih tepat sasaran," ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.</p>
<p>Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, Supriadi menjelaskan bahwa hasil dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan ekonomi daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<p>Data yang valid tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan iklim usaha dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Dengan semangat kebersamaan, DPRD Kabupaten Blitar optimistis bahwa pelaksanaan sensus ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal.</p>
<p>"Mari bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Blitar yang lebih maju melalui perencanaan ekonomi yang berbasis data yang valid dan terpercaya," jelasnya.</p>
<p>Melalui himbauan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat, sehingga Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi pijakan kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkualitas. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Probolinggo Siapkan Strategi Embung untuk Hadapi Ancaman Kemarau Panjang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-probolinggo-siapkan-strategi-embung-untuk-hadapi-ancaman-kemarau-panjang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-probolinggo-siapkan-strategi-embung-untuk-hadapi-ancaman-kemarau-panjang</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Probolinggo bergerak cepat menghadapi ancaman kemarau panjang. Optimalisasi embung hingga rencana pembangunan baru jadi solusi untuk menjaga ketahanan air dan pertanian masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb21d14f5c2.webp" length="73270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:32:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>PemerintahKabupatenProbolinggo, MusimKemarau, EmbungAir, Pertanian, Infrastruktur, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air, khususnya di sektor pertanian. Salah satu strategi yang kini difokuskan adalah optimalisasi fungsi embung yang sudah ada, sekaligus merancang pembangunan embung baru di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan.</p>
<p>Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi musim kering harus dilakukan sejak dini melalui pemetaan menyeluruh terhadap sumber-sumber air yang tersedia. Menurutnya, embung menjadi salah satu infrastruktur penting yang perlu dimaksimalkan perannya untuk menjaga ketahanan air masyarakat.</p>
<p>“Menjelang kemarau, kita harus mengidentifikasi potensi embung yang sudah ada. Pada lokasi yang memang membutuhkan tambahan pasokan air, maka harus disiapkan pembangunan embung baru,” ujar Haris.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa salah satu embung yang telah ditinjau di wilayah Kecamatan Kuripan merupakan aset yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak tinggal diam dan tetap berupaya mengusulkan langkah perbaikan berupa normalisasi serta pendalaman embung agar kapasitas tampung air bisa ditingkatkan.</p>
<p>“Memang ini menjadi kewenangan provinsi, namun tetap akan kita usulkan dan kita kawal proses normalisasinya. Mengingat cakupan wilayah yang terdampak dari embung ini cukup luas,” jelasnya.</p>
<p>Selain optimalisasi embung yang sudah ada, pemerintah daerah juga tengah melakukan kajian untuk pembangunan embung baru, khususnya di wilayah atas Kecamatan Kuripan. Selama ini, daerah tersebut dinilai belum mendapatkan distribusi air yang merata, sehingga sering mengalami kesulitan saat musim kemarau tiba.</p>
<p>“Untuk wilayah atas Kuripan, saat ini masih dalam tahap assessment. Kita sedang mencari sumber air serta lokasi yang paling tepat untuk pembangunan embung, agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Haris, peninjauan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan. Dengan melihat kondisi riil di masyarakat, pemerintah dapat menentukan langkah strategis yang lebih tepat dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman kekeringan.</p>
<p>Ia juga mengakui bahwa keberadaan embung yang ada saat ini sudah memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat di wilayah bawah seperti Kecamatan Bantaran. Namun demikian, pemerataan akses air masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah atas Kuripan.</p>
<p>“Embung yang ada saat ini sudah cukup membantu kebutuhan air masyarakat di wilayah bawah. Namun, pemerataan distribusi air masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya untuk wilayah atas,” imbuhnya.</p>
<p>Melalui upaya optimalisasi dan rencana pembangunan embung baru ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap ketersediaan air tetap terjaga, terutama untuk mendukung sektor pertanian. Dengan demikian, dampak negatif musim kemarau terhadap produktivitas petani dapat ditekan seminimal mungkin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Dukung Pembentukan DPMD dan Dispora, Ingatkan Soal Kesiapan dan Efisiensi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-dukung-pembentukan-dpmd-dan-dispora-ingatkan-soal-kesiapan-dan-efisiensi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-dukung-pembentukan-dpmd-dan-dispora-ingatkan-soal-kesiapan-dan-efisiensi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mulai dieksekusinya pembentukan dua OPD baru pada Juli 2026, DPRD Kota Batu menegaskan posisi sebagai mitra sekaligus pengawas pemerintah. Dukungan diberikan sebagai bagian dari komitmen bersama memperbaiki tata kelola pemerintahan, namun tetap diiringi kontrol ketat agar kebijakan tersebut berjalan efektif, efisien, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb12128d375.webp" length="19198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:20:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Birokrasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Rencana eksekusi pembentukan dua OPD baru pada Juli 2026 mendapat respons dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kota Batu Fraksi PDI Perjuangan, Khamim Tohari menyatakan pada prinsipnya pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kota Batu sepanjang bertujuan memperkuat pelayanan publik dan efektivitas birokrasi.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (6/5/2026), ia memaparkan pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus benar-benar berbasis kebutuhan riil daerah, bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Ia menilai penguatan sektor desa dan kepemudaan memang penting, namun perlu diiringi perencanaan matang.</p>
<p></p>
<p>“Secara prinsip kami mendukung, apalagi jika ini untuk memperkuat desa dan pengembangan pemuda. Tapi harus dipastikan betul urgensinya, jangan sampai hanya menambah beban anggaran tanpa dampak signifikan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, DPRD tetap akan menjalankan fungsi pengawasan, terutama dalam aspek kesiapan anggaran, sumber daya manusia, serta kejelasan pembagian tugas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan OPD yang sudah ada.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, restrukturisasi harus mampu menjawab persoalan ketimpangan beban kerja yang selama ini menjadi alasan utama pembentukan dinas baru. Selain itu, Khamim juga meminta agar tahapan implementasi yang dimulai Juli mendatang dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan indikator kinerja yang jelas. </p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai nanti justru muncul persoalan baru, misalnya duplikasi kewenangan atau pemborosan anggaran. Ini yang akan kami kawal,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Hal ini penting agar keberadaan OPD baru benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antrean Haji di Kota Blitar Sampai 27 Tahun, Ribuan Calon Jemaah Sudah Mendaftar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antrean-haji-di-kota-blitar-sampai-27-tahun-ribuan-calon-jemaah-sudah-mendaftar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antrean-haji-di-kota-blitar-sampai-27-tahun-ribuan-calon-jemaah-sudah-mendaftar</guid>
<description><![CDATA[ Waktu tunggu keberangkatan ibadah haji di Kota Blitar masih tergolong panjang. Saat ini, calon jemaah yang baru mendaftar harus bersiap mengantre hingga sekitar 27 tahun sebelum bisa berangkat ke tanah suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fae9bb2dc62.webp" length="21448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:52:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Antrean, Calon, Jemaah Haji, Kota Blitar, Selama, 27 Tahun, Ribuan, Orang, Mendaftar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Waktu tunggu keberangkatan ibadah haji di Kota Blitar masih tergolong panjang. Saat ini, calon jemaah yang baru mendaftar harus bersiap mengantre hingga sekitar 27 tahun sebelum bisa berangkat ke tanah suci.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar Purnomo mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar yang masuk daftar tunggu kini mencapai kurang lebih 5.600 orang. </p>
<p>Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.</p>
<p>"Kalau mendaftar sekarang, estimasi keberangkatannya sekitar 27 tahun lagi. Saat ini ada sekitar 5.600 calon jemaah yang sudah masuk daftar antrean," ungkap Purnomo, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, durasi antrean tersebut sebenarnya sudah lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Sebelum adanya kebijakan penyesuaian dari pemerintah pusat, masa tunggu haji di Kota Blitar bahkan sempat mencapai 34 tahun.</p>
<p>Menurut Purnomo, kebijakan pemangkasan waktu tunggu turut memicu peningkatan jumlah pendaftar, meskipun di tingkat daerah kenaikannya tidak terlalu signifikan. Secara nasional, lonjakan pendaftar disebut mencapai sekitar 10 persen.</p>
<p>Sementara itu, terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, secara nasional diperkirakan berada di kisaran Rp87,9 juta. </p>
<p>Namun khusus untuk Embarkasi Surabaya yang melayani wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur biaya yang harus disiapkan calon jemaah mencapai sekitar Rp93,8 juta.</p>
<p>Untuk bisa masuk daftar tunggu, calon jemaah diwajibkan menyetor dana awal sebesar Rp25 juta saat pendaftaran. Adapun sisa biaya akan dilunasi menjelang jadwal keberangkatan, setelah besaran resmi ditetapkan oleh pemerintah bersama DPR.</p>
<p>"Setoran awal Rp25 juta, sedangkan pelunasan dilakukan saat mendekati keberangkatan, menunggu penetapan biaya resmi," imbuhnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Pasar Kesamben Terhambat, 200 Pedagang Pasar Pagi Blitar Tolak Relokasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-pasar-kesamben-terhambat-200-pedagang-pasar-pagi-blitar-tolak-relokasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-pasar-kesamben-terhambat-200-pedagang-pasar-pagi-blitar-tolak-relokasi</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu pedagang, Siti Romlah, menolak rencana relokasi tersebut. Perempuan yang sudah berjualan selama belasan tahun itu mengaku waktu berjualannya hanya pada malam hingga dini hari. Ia bersama penjual lainnya berharap tidak dipindahkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fae8c0c0e1a.webp" length="35366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:42:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Relokasi, Pedagang, Pagi, Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, Ditolak.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong>–Upaya relokasi pedagang pasar pagi di kawasan proyek pembangunan Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, kembali menemui jalan buntu. Meski fasilitas penampungan sementara telah disiapkan, para pedagang tetap bersikeras bertahan di lokasi lama.</p>
<p>Pada Rabu (6/5/2026) dini hari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar kembali meninjau lapangan untuk memindahkan para pedagang ke Lapangan Babadan, Kesamben. Namun, pendekatan yang dilakukan belum membuahkan hasil.</p>
<p>Salah satu pedagang, Siti Romlah, menolak rencana relokasi tersebut. Perempuan yang sudah berjualan selama belasan tahun itu mengaku waktu berjualannya hanya pada malam hingga dini hari. Ia bersama penjual lainnya berharap tidak dipindahkan.</p>
<p>"Kami jualan hanya beberapa jam, mulai dini hari sampai pagi. Kalau pindah, belum tentu pembeli ikut," ujarnya, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Para pedagang pasar pagi diketahui beraktivitas sejak pukul 01.00 hingga 06.00 WIB di sekitar area proyek pembangunan Pasar Kesamben. Mereka berjualan menggunakan kendaraan pikap maupun menggelar dagangan di tepi jalan.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, menegaskan bahwa relokasi dilakukan demi kelancaran pembangunan Pasar Kesamben. </p>
<p>Lokasi yang saat ini digunakan pedagang dinilai berpotensi menghambat akses kendaraan proyek.</p>
<p>"Area tersebut sangat dekat dengan jalur keluar masuk proyek. Kami khawatir aktivitas pasar pagi mengganggu proses pembangunan," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan lokasi alternatif yang lebih layak, yakni di Lapangan Babadan. Lokasi tersebut sudah dilengkapi paving, sehingga tidak lagi becek seperti yang sebelumnya dikeluhkan pedagang.</p>
<p>Meski demikian, kekhawatiran terkait penurunan penghasilan menjadi alasan utama penolakan. Bahkan, pedagang yang sempat mencoba pindah sebelumnya memilih kembali ke lokasi awal karena sepinya pembeli.</p>
<p>Jumlah pedagang pasar pagi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 orang. Hingga kini, Disperindag masih mengedepankan pendekatan persuasif agar para pedagang bersedia direlokasi tanpa konflik.</p>
<p>"Mereka sejak awal juga ikut pindah ke tempat relokasi bersama pedagang lain. Saat itu, sebagian pedagang mau pindah dan sebagian lagi tidak mau. Akhirnya yang sudah pindah balik lagi ke tempat awal," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revisi SOTK Berjalan, DPMD dan Dispora Kota Batu Segera Terbentuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revisi-sotk-berjalan-dpmd-dan-dispora-kota-batu-segera-terbentuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revisi-sotk-berjalan-dpmd-dan-dispora-kota-batu-segera-terbentuk</guid>
<description><![CDATA[ Pembentukan dua dinas baru tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Batu dalam menyelaraskan perangkat daerah dengan arah pembangunan dalam dokumen RPJMD 2025–2029. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fad5e4c625b.webp" length="30720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dua Dinas, Birokrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memastikan rencana pembentukan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), akan mulai dilaksanakan pada Juli 2026.</p>
<p>Kepastian tersebut disampaikan pada Rabu (6/5/2026), seiring progres pembahasan perubahan regulasi Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang saat ini tengah bergulir di DPRD Kota Batu. Tahap awal pelaksanaan akan difokuskan pada finalisasi struktur kelembagaan dan penyesuaian internal birokrasi.</p>
<p>"Targetnya Juli sudah mulai jalan tahap awal. Ini bagian dari penataan besar agar struktur organisasi lebih sesuai kebutuhan," ujarnya.</p>
<p>Pembentukan dua dinas baru tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Batu dalam menyelaraskan perangkat daerah dengan arah pembangunan dalam dokumen RPJMD 2025–2029.</p>
<p>Selain itu, langkah ini juga diarahkan untuk mengatasi ketimpangan beban kerja antar-OPD yang selama ini dinilai tidak proporsional.</p>
<p>DPMD nantinya akan difokuskan pada penguatan peran desa sebagai basis pembangunan dan ekonomi lokal.</p>
<p>Sementara itu, Dispora akan menangani secara khusus sektor kepemudaan dan olahraga yang selama ini dinilai belum optimal karena masih tersebar di beberapa perangkat daerah.</p>
<p>"Pembentukan OPD baru ini bukan sekadar penambahan struktur, melainkan bagian dari reformasi birokrasi agar pelayanan publik lebih efektif dan tepat sasaran," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah juga memastikan seluruh proses tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kesiapan sumber daya manusia. </p>
<p>Dengan demikian, pengembangan birokrasi tersebut bukan bertujuan memperbesar organisasi, melainkan menata ulang supaya lebih efisien dan fokus.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, Sapi Terjangkit LSD Ditemukan di Pasar Dimoro Kota Blitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-sapi-terjangkit-lsd-ditemukan-di-pasar-dimoro-kota-blitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-sapi-terjangkit-lsd-ditemukan-di-pasar-dimoro-kota-blitar</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan yang diperjualbelikan. Petugas memeriksa suhu tubuh serta kondisi fisik sapi, mulai dari bagian kaki, mulut, hingga kulit guna memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit menular. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fad5525b246.webp" length="79702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jelang, Idul Adha, DKPP, Kota Blitar, Sidak, Pasar Dimoro, Satu, Ekor, Sapi, Terjangkit, LSD.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong>–Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Blitar semakin diperketat. </p>
<p>Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar di Pasar Hewan Dimoro pada Rabu (6/5/2026), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan satu ekor sapi terindikasi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD).</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan yang diperjualbelikan. Petugas memeriksa suhu tubuh serta kondisi fisik sapi, mulai dari bagian kaki, mulut, hingga kulit guna memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit menular.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan bahwa temuan tersebut langsung ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan lain di pasar.</p>
<p>"Saat pemeriksaan, kami menemukan satu ekor sapi yang terindikasi LSD. Kami langsung meminta pedagang untuk membawa pulang sapi tersebut agar tidak menular ke hewan lainnya," kata Dewi, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar lokasi penemuan guna meminimalkan risiko penyebaran virus. Pasalnya, LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus.</p>
<p>"Kami segera melakukan penyemprotan di lokasi sebagai langkah pencegahan," ujarnya.</p>
<p>Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan 16 ekor sapi lainnya mengalami infeksi cacing. Hewan-hewan tersebut langsung diberikan penanganan berupa obat cacing di tempat.</p>
<p>Lebih lanjut, Dewi mengimbau para pedagang agar tidak membawa hewan yang menunjukkan gejala sakit ke pasar.</p>
<p>Hal ini penting untuk mencegah penularan serta menjaga kualitas hewan kurban yang akan dibeli masyarakat.</p>
<p>"Jika ada tanda-tanda sakit, sebaiknya tidak dibawa ke pasar. Ini untuk menjaga kesehatan hewan lainnya dan melindungi konsumen," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jember Tinjau Perbaikan Jalan Provinsi di Kencong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jember-tinjau-perbaikan-jalan-provinsi-di-kencong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jember-tinjau-perbaikan-jalan-provinsi-di-kencong</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini merupakan respons cepat atas berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama ini dinilai menghambat aktivitas ekonomi serta mobilitas warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fab45ae9ecf.webp" length="37640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 13:47:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> – Bupati Jember, Muhammad Fawait, melakukan peninjauan langsung terhadap proses perbaikan jalan provinsi yang melintasi wilayah Jombang, Kencong, dan Gumukmas pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Langkah ini merupakan respons cepat atas berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama ini dinilai menghambat aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.</p>
<p>Dalam peninjauannya, Gus Fawait menyampaikan rasa syukur karena aspirasi masyarakat Jember mulai direalisasikan. Ia menekankan bahwa perbaikan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara dirinya, Pemerintah Kabupaten Jember, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>"Alhamdulillah, jalan provinsi di Kencong sudah mulai diperbaiki. Ada peninggian, pelebaran, dan pengaspalan ulang sehingga jalan kini sudah mulus," kata Gus Fawait di sela-sela peninjauan.</p>
<p>Meskipun perbaikan dilakukan secara bertahap, Gus Fawait memastikan bahwa proyek ini akan terus berlanjut hingga mencakup wilayah yang lebih luas.</p>
<p>Selain wilayah Kencong, Gus Fawait mengungkapkan rencana strategis ke depan untuk memperluas cakupan perbaikan jalan di Jember.</p>
<p>"Pelebaran jalan dari Tanggul hingga Mangli dan pengaspalan ulang di titik-titik rawan kerusakan serta peningkatan kualitas jalan hingga ke wilayah perkotaan Jember," ungkapnya.</p>
<p>Kehadiran Gus Fawait di lokasi proyek disambut hangat oleh warga sekitar. Masyarakat menyampaikan rasa terima kasih karena perbaikan jalan ini sudah lama dinantikan.</p>
<p>"Saya atas nama Bupati Jember dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan jajaran. Mudah-mudahan sinergi ini terus membawa manfaat bagi kemajuan Jember," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Kandidat Lolos, Seleksi Sekda Kota Batu Masuk Fase Penentu Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-lolos-seleksi-sekda-kota-batu-masuk-fase-penentu-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-lolos-seleksi-sekda-kota-batu-masuk-fase-penentu-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan hanya enam kandidat tersisa, seleksi Sekda Kota Batu kini memasuki fase penyaringan kualitas. Rangkaian uji kompetensi, gagasan, hingga kesehatan akan menjadi penentu akhir siapa figur yang dinilai paling layak mengisi posisi strategis penggerak birokrasi daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9b25539077.webp" length="32472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 19:59:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, 6 Peserta, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah di Kota Batu memasuki fase krusial. Dari 10 pelamar yang mendaftar hingga 21 April 2026, Panitia Seleksi menetapkan enam kandidat lolos administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya yang akan digelar sepanjang Mei.</p>
<p></p>
<p>Plt Sekda Kota Batu Eko Suhartono pada Selasa (5/5/2026) bahwa pengumuman resmi bernomor 800/010/PANSEL/35.79.502/2026 yang ditandatangani Ketua Pansel, Indah Wahyuni, menetapkan enam nama yang dinyatakan memenuhi syarat. Mereka adalah Akhmad Dahlan, Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>"Empat pelamar lainnya harus terhenti di tahap awal karena tidak memenuhi persyaratan administratif menegaskan bahwa tahapan berikutnya akan menjadi penentu kualitas kandidat. Para peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi manajerial dan sosio kultural pada 11 Mei 2026 di BKD Provinsi Jawa Timur, Surabaya," urainya.</p>
<p></p>
<p>Tahapan dilanjutkan dengan uji gagasan dan wawancara pada 18 Mei 2026 di Balai Kota Among Tani, serta tes kesehatan jasmani dan rohani pada 21 Mei 2026 di RSUD Karsa Husada Batu.</p>
<p></p>
<p>Eko menekankan pentingnya disiplin peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Setiap tahapan bersifat wajib dan memiliki konsekuensi gugur apabila tidak diikuti.</p>
<p></p>
<p>"Selain kesiapan substansi, peserta juga diminta memperhatikan aspek teknis. Dalam uji gagasan, kandidat wajib membawa lima berkas makalah, sementara untuk tes kesehatan diwajibkan menjalani puasa sesuai ketentuan medis," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Panitia memastikan seluruh informasi teknis akan diperbarui secara berkala melalui kanal resmi BKPSDM Kota Batu, sehingga peserta diharapkan aktif memantau perkembangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Masa Depan Kabupaten Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-kebijakan-masa-depan-kabupaten-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-kebijakan-masa-depan-kabupaten-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis memetakan ulang potensi ekonomi Kabupaten Malang guna mendukung kebijakan pembangunan yang lebih akurat, terarah, dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bf6cd4571.webp" length="34590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 19:28:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Sensus Ekonomi 2026, Kabupaten Malang, BPS RI, Lathifah Shohib, Data Ekonomi, Pembangunan Daerah, Pelaku Usaha, Malang Raya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP– </strong>Kabupaten Malang bersiap “memetakan ulang” kekuatan ekonominya melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Momentum ini dinilai krusial untuk menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan tepat sasaran.</p>
<p>Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mendampingi Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/5/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyukseskan sensus yang akan memotret seluruh aktivitas ekonomi, baik sektor formal maupun informal.</p>
<p>Sonny menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan rutin, melainkan upaya strategis untuk memperkuat basis data nasional yang akurat dan terpercaya.</p>
<p>“Data yang dihasilkan akan menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran riil struktur ekonomi hingga tingkat daerah, sehingga pemerintah dapat mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.</p>
<p>“Partisipasi aktif pelaku usaha sangat menentukan kualitas data. Tanpa itu, arah kebijakan bisa tidak tepat,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Lathifah menyebut Kabupaten Malang memiliki potensi ekonomi besar yang harus terpetakan secara utuh agar pembangunan berjalan lebih efektif.</p>
<p>“Data ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga menjadi rujukan dunia usaha dan akademisi dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Malang telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan sensus, mulai dari sosialisasi melalui Musrenbang, pemasangan spanduk di seluruh kecamatan, hingga pemanfaatan videotron di titik strategis.</p>
<p>Selain itu, seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa juga digerakkan untuk mendukung proses pendataan agar menjangkau seluruh pelaku usaha.</p>
<p>“Kolaborasi lintas sektor terus kami perkuat agar sensus ini berjalan optimal dan menjangkau seluruh potensi ekonomi daerah,” tambahnya.</p>
<p>Di akhir, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur dan lengkap demi menghasilkan potret ekonomi yang benar-benar akurat.</p>
<p>“Dari data inilah masa depan pembangunan daerah akan ditentukan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadisdik Nganjuk Janji Upayakan Hak Guru Meski Terganjal Aturan Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-janji-upayakan-hak-guru-meski-terganjal-aturan-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-janji-upayakan-hak-guru-meski-terganjal-aturan-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pernyataannya, Puguh menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami keluhan para tenaga honorer, terutama terkait penghentian bantuan transportasi dan rendahnya honorarium yang diterima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f991287eea9.webp" length="29896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 16:11:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Puguh Harnoto, Non ASN, gaji, Honor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, memberikan penjelasan terkait polemik kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN usai menghadiri audiensi bersama Komisi IV DPRD Nganjuk dan Forum Peduli Guru, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam pernyataannya, Puguh menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami keluhan para tenaga honorer, terutama terkait penghentian bantuan transportasi dan rendahnya honorarium yang diterima. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan anggaran harus selaras dengan regulasi pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Kadisdik menjelaskan bahwa persoalan guru non-ASN saat ini merupakan isu nasional yang pembahasannya tengah bergulir di tingkat kementerian. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah daerah wajib mematuhi aturan serta Surat Edaran (SE) yang diterbitkan kementerian terkait status tenaga honorer.</p>
<p></p>
<p>"Bukan hanya di Nganjuk, ini adalah bahasan nasional. Kita harus patuh pada regulasi dari kementerian, baik itu Permendikbud maupun Surat Edaran kepada kepala daerah mengenai penanganan teman-teman non-ASN," jelas Puguh kepada media.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi isu adanya efisiensi anggaran daerah yang berdampak pada honor guru, Puguh menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk sebenarnya telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar dari APBD. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengakui adanya kendala teknis dan aturan yang membatasi pengalokasian kembali bantuan dana transportasi tertentu untuk tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap laporan adanya pemotongan pajak atau sewa aset yang memberatkan guru dengan penghasilan minim. </p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai peluang pengangkatan pegawai baru, Puguh menyampaikan bahwa untuk tahun anggaran ini belum ada rencana atau instruksi resmi terkait pembukaan kembali seleksi PPPK secara besar-besaran bagi tenaga yang belum terdata di Dapodik.</p>
<p></p>
<p>"Kita berharap proses ini bisa berjalan kondusif. Dinas Pendidikan akan terus berupaya maksimal mendampingi hak-hak guru agar proses belajar mengajar di Nganjuk tetap berjalan baik meski ada tantangan administratif ini," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lantik 74 Pejabat Fungsional, Plt Bupati Tulungagung Tekankan Profesionalitas ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lantik-74-pejabat-fungsional-plt-bupati-tulungagung-tekankan-profesionalitas-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lantik-74-pejabat-fungsional-plt-bupati-tulungagung-tekankan-profesionalitas-asn</guid>
<description><![CDATA[ Ahmad Baharudin mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, para ASN diminta mensyukuri amanah yang diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb046fa9aaf.webp" length="44986" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 16:10:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Sebanyak 74 pejabat fungsional di lingkup Pemkab Tulungagung resmi dilantik, Selasa (5/5/2026). Puluhan ASN PNS tersebut dilantik baik melalui pengangkatan pertama maupun perpindahan jabatan.</p>
<p>Dalam momentum pengambilan sumpah janji yang digelar di ruang Prajamukti Kantor Pemkab Tulungagung tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya profesionalitas dan tanggung jawab aparatur sipil negara (ASN). Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja dan semangat pengabdian.</p>
<p>“Pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan selamat kepada Pegawai Negeri Sipil yang baru saja mengucapkan sumpah janji PNS dan dilantik dalam jabatan fungsional. Semoga ini menambah etos kerja dan semangat berkarya demi kemajuan Kabupaten Tulungagung yang kita cintai,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, para ASN diminta mensyukuri amanah yang diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik.</p>
<p>“Di luar sana masih banyak masyarakat yang bercita-cita berada di posisi saudara saat ini, namun tidak semua memperoleh kesempatan tersebut. Wujudkan rasa syukur itu dalam bentuk semangat dan kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 74 pejabat fungsional resmi dilantik, baik melalui pengangkatan pertama maupun perpindahan jabatan. Ahmad Baharudin menegaskan bahwa jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam sistem manajemen ASN.</p>
<p>“Jabatan fungsional merupakan bagian penting dalam sistem manajemen aparatur sipil negara, yang menjamin profesionalitas berdasarkan keahlian, keterampilan, dan kompetensi tertentu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga menyoroti tuntutan publik terhadap kinerja aparatur pemerintah yang semakin tinggi. ASN diminta mampu menjaga citra positif dengan bekerja secara profesional dan mematuhi kode etik yang berlaku.</p>
<p>“Sebagai PNS, saudara terikat oleh aturan kepegawaian dan kode etik yang jelas. Oleh karena itu, berpikirlah ke depan mengenai konsekuensi sebagai PNS dan jadilah bagian dari motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Ahmad Baharudin berpesan agar seluruh ASN dapat menjadi teladan dalam bekerja serta selalu berhati-hati dan cermat dalam menjalankan tugas.</p>
<p>“Saya mengajak seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk bekerja lebih giat, lebih cermat, dan lebih bertanggung jawab. Ingat, setiap jabatan harus berkontribusi dalam memastikan program pemerintah daerah berjalan sebagaimana mestinya karena akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Allah SWT,” pungkasnya.</p>
<p>Ia pun berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat menghasilkan ASN yang berkualitas demi kemajuan daerah.</p>
<p>“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap upaya kita dalam menciptakan aparatur sipil negara yang berkualitas di Kabupaten Tulungagung,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Terima LKPJ 2025, DPRD Soroti Kelemahan Perencanaan hingga SiLPA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-terima-lkpj-2025-dprd-soroti-kelemahan-perencanaan-hingga-silpa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-terima-lkpj-2025-dprd-soroti-kelemahan-perencanaan-hingga-silpa</guid>
<description><![CDATA[ Catatan dari DPRD menjadi penekanan agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret, sehingga pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran, efisien, serta benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f98c130f18d.webp" length="26748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 15:11:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kritik, LKPJ</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – DPRD Kota Batu resmi menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Batu Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Selasa (5/5/2026). Namun, penerimaan tersebut disertai catatan kritis dari pimpinan dewan dan anggota fraksi.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso pada Selasa (5/5/2026) menegaskan bahwa secara kelembagaan DPRD menerima LKPj, tetapi sejumlah persoalan mendasar harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Perencanaan pembangunan kita masih lemah dan belum berbasis data yang akurat. Ini terlihat dari ketidaksesuaian antara target dan realisasi, serta indikator kinerja yang tidak operasional. Kalau ini tidak dibenahi, kebijakan akan terus meleset dari tujuan,” ujar Punjul.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pengelolaan keuangan daerah yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil. Menurutnya, belanja daerah harus dikaitkan langsung dengan capaian kinerja agar penggunaan anggaran benar-benar memberi dampak.</p>
<p></p>
<p>“Prinsip value for money harus diterapkan. Jangan hanya habis anggaran, tapi hasilnya tidak jelas. Efisiensi dan efektivitas program harus jadi ukuran utama,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Punjul turut menyinggung perlunya penguatan pengawasan terhadap potensi pendapatan daerah, termasuk optimalisasi pajak dan retribusi serta pendataan sektor usaha seperti villa dan homestay yang dinilai masih belum maksimal.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu saja, DPRD menyoroti sektor ekonomi dan ketimpangan antara tingginya kunjungan wisata dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p></p>
<p>“Kunjungan wisata kita diklaim 8 sampai 10 juta orang, tapi dampaknya ke PAD belum signifikan. Ini harus dikaji serius, ada yang tidak sinkron antara potensi dan realisasi,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya percepatan belanja pemerintah daerah dengan mengutamakan produk lokal agar perputaran ekonomi masyarakat tetap terjaga. Selain itu, Khamim menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang dinilai belum tertangani optimal.</p>
<p></p>
<p>“Masalah sampah ini sudah mendesak. Harus ada langkah konkret, termasuk optimalisasi TPS3R di tingkat desa dan regulasi yang jelas supaya penanganannya tidak parsial,” imbuh Punjul.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, DPRD juga mengkritisi belum dilaporkannya capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam LKPj 2025. Ia meminta pemerintah segera melakukan audit internal dan menyusun strategi percepatan pemenuhan layanan dasar.</p>
<p></p>
<p>Sorotan tajam juga diarahkan pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 144 miliar. “SiLPA yang tinggi ini jadi indikator ada perencanaan atau pelaksanaan yang tidak optimal. Harus dianalisis, apakah karena kegiatan tidak selesai atau ada faktor lain,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, ia juga menyinggung adanya proyek pengadaan yang ditinggalkan pemenang tender, terutama di sektor pendidikan, yang berdampak langsung pada sekolah dan siswa.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, DPRD tetap menerima LKPj Wali Kota Batu Tahun 2025 dengan catatan dan rekomendasi sebagai bahan perbaikan ke depan. “Catatan ini bukan untuk menjatuhkan, tapi memastikan ke depan tata kelola pemerintahan lebih baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Layani Jamaah Umroh dan Haji,  RSUD Grati Berikan Layanan Vaksinasi Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-mobilitas-global-rsud-grati-luncurkan-layanan-vaksinasi-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-mobilitas-global-rsud-grati-luncurkan-layanan-vaksinasi-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Layanan yang mulai beroperasi sejak 21 April 2026 ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk keperluan ibadah, pekerjaan, pendidikan, maupun wisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f98ae02ae78.webp" length="25938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 14:15:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, RSUD Grati</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — RSUD Grati resmi meluncurkan layanan vaksinasi internasional sebagai inovasi terbaru guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Layanan yang mulai beroperasi sejak 21 April 2026 ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk keperluan ibadah, pekerjaan, pendidikan, maupun wisata.</p>
<p></p>
<p>Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno Lestari, M.Kes., menyatakan bahwa kehadiran layanan ini merupakan langkah strategis rumah sakit dalam menjawab kebutuhan mobilitas global yang semakin tinggi.</p>
<p></p>
<p>“Kami menyediakan vaksinasi internasional dengan layanan yang cepat, aman, dan terjamin. Seluruh proses didukung oleh tenaga medis kompeten yang siap memberikan penanganan terbaik,” ujar drg. Dyah Retno saat ditemui pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun jenis vaksin yang tersedia meliputi vaksin Meningitis (Meningokokus) yang bersifat wajib bagi jemaah haji dan umrah, serta vaksin Hepatitis A &amp; B, Tifoid, dan Influenza. </p>
<p></p>
<p>Sebelum dilakukan imunisasi, pasien akan melalui tahap skrining kesehatan dan mendapatkan edukasi medis guna memastikan keamanan serta efektivitas vaksinasi.</p>
<p></p>
<p>Untuk menjaga efisiensi pelayanan, RSUD Grati telah menetapkan jadwal operasional sebagai berikut:</p>
<p>Senin – Kamis: Pukul 08.00 – 12.00 WIB (melalui perjanjian).</p>
<p>Jumat – Sabtu: Pukul 08.00 – 11.00 WIB (melalui perjanjian).</p>
<p>Minggu &amp; Libur Nasional: Tutup.</p>
<p></p>
<p>Layanan ini dirancang dengan alur yang terintegrasi, mulai dari proses pendaftaran hingga tindakan medis, guna memberikan kenyamanan bagi pasien. Selain meningkatkan mutu internal rumah sakit, inovasi ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit lintas negara.</p>
<p></p>
<p>“Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan tenaga medis profesional, RSUD Grati optimistis dapat menjadi pusat layanan vaksinasi internasional yang terpercaya di wilayah Pasuruan dan sekitarnya,” pungkas drg. Retno. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ironi Guru di Nganjuk, Honor Terpangkas Sisa Rp50 Ribu dan Terancam Kehilangan Pekerjaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ironi-guru-di-nganjuk-honor-terpangkas-sisa-rp50-ribu-dan-terancam-kehilangan-pekerjaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ironi-guru-di-nganjuk-honor-terpangkas-sisa-rp50-ribu-dan-terancam-kehilangan-pekerjaan</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan tenaga pendidik non-ASN di Nganjuk kini terjepit di antara kebijakan penghentian honor daerah secara sepihak dan ancaman penghapusan status honorer di pengujung tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f988a96b244.webp" length="42792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 13:09:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hearing, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Dinas Pendidikan, Non ASN, Honor, gaji, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Wajah suram dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk tersingkap dalam audiensi di Gedung DPRD setempat, Selasa (5/5/2026). </p>
<p>Ratusan tenaga pendidik non-ASN kini terjepit di antara kebijakan penghentian honor daerah secara sepihak dan ancaman penghapusan status honorer di pengujung tahun 2026.</p>
<p>Persoalan ini mencuat setelah Forum Peduli Guru mendatangi Komisi IV DPRD Nganjuk untuk menuntut keadilan. </p>
<p>Mereka membeber fakta mengenai 22 guru honorer yang kehilangan uang transportasi daerah sebesar Rp625.000 per bulan sejak awal 2026. Pemerintah Daerah berdalih program tersebut telah berakhir pada Desember 2025.</p>
<p><strong>Potongan Pajak yang Tidak Manusiawi</strong></p>
<p>Kondisi para guru kian tercekik akibat kebijakan administratif yang dinilai tidak memiliki empati. Aktivis Forum Peduli Guru, Supriono, mengungkapkan adanya guru yang hanya menerima honor sekolah sebesar Rp150.000, namun masih terbebani potongan sewa rumah dinas.</p>
<p>"Ada yang hanya menerima honor sekolah sebesar Rp150.000, tapi masih dipotong Rp100.000 untuk pajak sewa rumah daerah. Jadi mereka hanya membawa pulang Rp50.000 sebulan. Bagaimana mungkin cukup untuk menghidupi keluarga?" tegas Supriono. </p>
<p>Tak hanya urusan perut, ketidakpastian masa depan juga menghantui 805 guru non-ASN yang hingga kini belum mengantongi nomor Dapodik. </p>
<p>Jika Pemerintah Kabupaten Nganjuk gagal menyelesaikan status mereka sebelum 31 Desember 2026, sesuai mandat Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, maka ratusan pengajar ini terancam kehilangan profesinya secara permanen.</p>
<p><strong>Dugaan Pelanggaran Alokasi Dana BOS</strong></p>
<p>Selain menagih janji pemkab, forum guru juga membidik pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tingkat satuan pendidikan. </p>
<p>Supriono mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pengawasan ketat terhadap kewajiban alokasi 20 persen dana BOS untuk honorarium.</p>
<p>"Kami meminta kepala sekolah jangan main-main dengan aturan. Gunakan hak 20 persen dana BOS itu untuk memanusiakan tenaga pengajar dan pendidik yang sudah mengabdi bertahun-tahun," cetusnya.</p>
<p><strong>DPRD Beri Peringatan ke Dinas Pendidikan</strong></p>
<p>Menanggapi carut-marut tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, K.H. Asrori (Gus As), menyebut situasi ini sebagai kegagalan memanusiakan manusia. </p>
<p>Ia menyebut adanya kontradiksi antara beban kerja pengajar dengan penghasilan yang tidak logis.</p>
<p>Gus As menegaskan pentingnya rasa kemanusiaan dalam melihat persoalan pengajar yang memiliki keluarga namun gajinya terus dipangkas. </p>
<p>"Kami sangat memprihatinkan, kita harus memanusiakan mereka yang sudah bekerja keras mengajar," ujarnya.</p>
<p>Meski menyebut persoalan ini sebagai warisan masalah masa lalu yang kini menjadi beban pejabat baru di Dinas Pendidikan, Gus As memberikan peringatan keras jika kesepakatan audiensi tidak segera direalisasikan di lapangan.</p>
<p>"Kami dari Komisi IV akan terus mengawal. Tadi sudah ada kesepakatan awal, dan jika tidak segera terealisasi, kami tidak segan untuk memanggil kembali pihak terkait," pungkasnya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum terkomfirmasi langkah konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk menyelamatkan nasib ratusan guru yang berada di ambang ketidakpastian ekonomi dan status kepegawaian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Jember Resmikan MPP Mini di Tanggul guna Dekatkan Pelayanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-jember-resmikan-mpp-mini-di-tanggul-guna-dekatkan-pelayanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-jember-resmikan-mpp-mini-di-tanggul-guna-dekatkan-pelayanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Senin (4/5/2026), dengan didampingi unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8b4b261217.webp" length="47604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 08:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP </strong>— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mendorong pemerataan pelayanan publik dengan menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di Kecamatan Tanggul. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Senin (4/5/2026), dengan didampingi unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait.</p>
<p></p>
<p>Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya pelayanan publik berbasis kecamatan yang lebih terintegrasi. Warga, khususnya di wilayah barat dan selatan Jember, kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.</p>
<p></p>
<p>Bupati Fawait menyampaikan bahwa kehadiran MPP Mini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan mudah dijangkau. Menurutnya, pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan yang merata tanpa membedakan wilayah.</p>
<p></p>
<p>“Dengan adanya MPP Mini ini, masyarakat cukup datang ke kecamatan untuk mengakses berbagai layanan. Ini upaya kita mempermudah sekaligus memangkas waktu dan biaya,” katanya di sela-sela kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Beragam layanan disediakan dalam satu tempat, mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan yang terhubung dengan Pengadilan Negeri Jember. Melalui fasilitas digital seperti Zoom, masyarakat dapat mengurus kebutuhan yang berkaitan dengan penetapan pengadilan tanpa harus hadir langsung ke kantor pengadilan.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi pelayanan publik berbasis kolaborasi lintas instansi. Bupati menegaskan bahwa integrasi tersebut menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemkab Jember.</p>
<p></p>
<p>“Pelayanan publik harus sederhana, cepat, dan transparan. Kita ingin masyarakat merasakan kemudahan itu secara nyata,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak berhenti di Tanggul, Pemkab Jember berencana memperluas konsep MPP Mini ke sejumlah kecamatan lain, seperti Jombang dan Mayang. Bahkan, Bupati Fawait berkomitmen untuk berkantor secara bergilir di lokasi MPP guna memastikan pelayanan berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan aparatur di tingkat kecamatan hingga desa agar terus meningkatkan kualitas layanan serta menghindari prosedur yang berbelit. Peran media pun diharapkan ikut mengawasi agar pelayanan publik tetap berjalan transparan dan akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Dengan hadirnya MPP Mini di Tanggul, Pemkab Jember optimistis kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat, sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Bupati juga meninjau proses pembangunan jalan raya Kencong yang saat ini sedang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur.<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tri Hariadi Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Tulungagung, Fokus Perkuat Koordinasi dan Percepatan Program</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-resmi-dilantik-sebagai-pj-sekda-tulungagung-fokus-perkuat-koordinasi-dan-percepatan-program</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tri-hariadi-resmi-dilantik-sebagai-pj-sekda-tulungagung-fokus-perkuat-koordinasi-dan-percepatan-program</guid>
<description><![CDATA[ Tri Hariadi juga memastikan tidak ada persoalan pribadi dengan pihak manapun, termasuk pejabat sebelumnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi antarpejabat berjalan dengan baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87d0c6ef15.webp" length="45354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 19:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, sekda tulungagung, tri hariadi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Tri Hariadi resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung pada Senin (4/5/2026) sore. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ahmad Baharudin di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.</p>
<p>Pelantikan ini menjadi momen kembalinya Tri Hariadi ke posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, setelah sebelumnya sempat dimutasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p>Menanggapi penunjukan tersebut, Tri Hariadi mengaku siap menjalankan amanah dan fokus melanjutkan program-program yang telah direncanakan sebelumnya.</p>
<p>“Yang jelas kita semangat menghadapi tahun 2026 ini. Tentu yang pertama melanjutkan apa yang sudah direncanakan tahun 2025. Memastikan kegiatan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus di tengah dinamika yang sempat terjadi di Tulungagung. </p>
<p>“Kita juga prihatin dengan kejadian di Tulungagung. Mudah-mudahan kita semua bisa kembali fokus pada kegiatan yang sudah direncanakan, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan dan pelayanan secara maksimal,” tambahnya.</p>
<p>Dalam menjalankan tugasnya, Tri menyebut tidak ada penugasan khusus dari Plt Bupati, melainkan menekankan kerja kolektif bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>“Tugas khusus ya tugasnya semua. Artinya kita bersama teman-teman OPD melaksanakan kegiatan bersama. Koordinasi harus kita perkuat, regulasi harus kita sempurnakan. Kebetulan saat ini BPK juga ada di sini, ini momen yang tepat untuk kita sharing,” jelasnya.</p>
<p>Terkait kondisi psikologis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sempat terguncang, Tri optimistis para pegawai tetap profesional dan mampu bangkit.</p>
<p>“Teman-teman sudah dewasa, saya yakin mereka melihat ke depan, tidak ke belakang. Kami juga mensupport agar secara moril tetap terjaga, semangatnya terjaga, fokusnya terjaga, sehingga target di tahun 2026 bisa tercapai,” katanya.</p>
<p>Saat ditanya mengenai proses penunjukan dirinya kembali sebagai Pj Sekda, Tri menegaskan bahwa sebagai birokrat dirinya siap mengikuti perintah pimpinan.</p>
<p>“Kalau kita birokrasi itu pada prinsipnya mengikuti perintah. Kalau diperintah, kita siap,” tegasnya.</p>
<p>Tri Hariadi juga memastikan tidak ada persoalan pribadi dengan pihak manapun, termasuk pejabat sebelumnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi antarpejabat berjalan dengan baik.</p>
<p>“Tidak ada, ini kan dinas. Kita menjalankan tugas secara profesional,” ujarnya, </p>
<p>Ke depan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor, baik di internal pemerintah daerah maupun dengan pihak eksternal.</p>
<p>“Kita akan mencoba koordinasi, mencari benang merah bagaimana ke depan kita memperbaiki. Tidak hanya pemerintah, tapi juga melibatkan legislatif dan pemangku kepentingan lainnya di Tulungagung,” paparnya.</p>
<p>Sementara itu, mengenai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dikabarkan masih minim, Tri mengaku akan segera melakukan pengecekan lebih lanjut.</p>
<p>“Saya belum tahu secara detail. Kalau memang masih minim, tentu harus ada langkah khusus untuk percepatan agar progresnya baik,” ujarnya.</p>
<p>Saat ditanya soal perasaannya kembali ke jabatan lama setelah sempat berpindah tugas, Tri menanggapinya santai. </p>
<p>“Ya biasa saja,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Bupati Tulungagung Lantik Tri Hariadi Jadi Pj Sekda Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lantik-tri-hariadi-jadi-pj-sekda-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-lantik-tri-hariadi-jadi-pj-sekda-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengungkapkan alasan memilih Tri Hariadi, yakni faktor pengalaman dalam birokrasi pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87babb764b.webp" length="40768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 18:31:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, penjabat sekretaris daerah tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin resmi melantik Tri Hariadi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung. Pelantikan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (4/5/2026) sore.</p>
<p>Tri Hariadi bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekda sejak Februari 2024 hingga 12 Desember 2025, sebelum kemudian dimutasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menjelaskan bahwa jabatan Sekda Tulungagung telah kosong sejak 12 Desember 2025. Sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, kepala daerah wajib menunjuk penjabat Sekda setelah mendapat persetujuan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Jabatan Sekda sebelumnya juga diisi oleh Pj, yakni Soeroto.</p>
<p>“Penunjukan Saudara Tri Hariadi sebagai Penjabat Sekretaris Daerah telah melalui proses koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan mendapatkan persetujuan tertulis, sehingga telah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Baharudin.</p>
<p>Ia menegaskan, posisi sekda memiliki peran strategis sebagai penggerak utama administrasi pemerintahan sekaligus koordinator seluruh perangkat daerah. Kekosongan jabatan ini, menurutnya, berpotensi menghambat jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.</p>
<p>“Sekretaris daerah memiliki peran yang sangat penting. Kekosongan jabatan ini dapat menyebabkan kurang optimalnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung,” katanya.</p>
<p>Baharudin juga menyinggung dinamika yang tengah terjadi di pemerintahan daerah, termasuk proses pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.</p>
<p>Menurutnya, penunjukan penjabat sekda menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran roda pemerintahan.</p>
<p>“Penunjukan ini penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung untuk tetap bekerja sesuai aturan, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>“Kita doakan agar seluruh proses hukum yang sedang berlangsung berjalan lancar dan segera selesai. Semoga ke depan Tulungagung semakin baik dan bersih,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam sesi wawancara usai pelantikan, Baharudin menjelaskan bahwa pengisian jabatan Pj Sekda dilakukan karena posisi tersebut memang telah kosong sejak berakhirnya masa jabatan sebelumnya. Ia mengakui masa jabatan penjabat sebelumnya tidak diperpanjang, sehingga langsung dilakukan pergantian.</p>
<p>“Sudah habis, baru kita isi lagi. Akhirnya langsung diganti Pak Tri tadi,” jelasnya.</p>
<p>Baharudin juga mengungkapkan alasan memilih Tri Hariadi, yakni faktor pengalaman dalam birokrasi pemerintahan.</p>
<p>“Saya ini masih baru sebagai Plt Bupati, jadi saya memilih sekda yang sudah berpengalaman memimpin pemerintahan,” katanya.</p>
<p>Baharudin menambahkan, masa jabatan penjabat sekda berlaku selama tiga bulan dan dapat dievaluasi kembali.</p>
<p>“Pj berlaku tiga bulan. Nanti kita lihat ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Terkait kemungkinan menjadi sekda definitif, ia menyerahkan pada proses dan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>“Kita lihat dulu. Ini nanti ya, Gusti Allah yang menentukan,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga memastikan seluruh proses pengangkatan telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk mendapatkan persetujuan dari gubernur.</p>
<p>“Sudah prosedural semua. Pengusulan sejak 30 April, kemudian keluar persetujuan, baru hari ini dilaksanakan,” jelasnya.</p>
<p>Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan Kabupaten Tulungagung dapat kembali berjalan optimal, khususnya dalam koordinasi antar perangkat daerah dan pelayanan kepada masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pendidikan Nasional, Peningkatan Kompetensi Guru Jadi PR Pendidikan Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pendidikan-nasional-peningkatan-kompetensi-guru-jadi-pr-pendidikan-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pendidikan-nasional-peningkatan-kompetensi-guru-jadi-pr-pendidikan-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Dengan skala pendidikan yang besar, Jawa Timur kini menghadapi tantangan struktural berupa kesenjangan kompetensi guru. Tanpa percepatan peningkatan kualitas tenaga pendidik, upaya pemerataan pendidikan berisiko berjalan lambat, sekaligus menghambat kesiapan generasi muda menghadapi tuntutan era digital ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87bb0ca254.webp" length="45238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 18:02:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim, Guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Hari Pendidikan Nasional 2026, membuat Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur berpacu untuk terus menekan kesenjangan kompetensi tenaga pendidik. Pasalnya, disparitas kualitas guru masih menjadi salah satu faktor penghambat dalam mewujudkan pemerataan mutu di tengah besarnya jumlah satuan pendidikan.</p>
<p>Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai pada Senin (4/5/2026) mengungkapkan bahwa tantangan ini semakin kompleks karena Jawa Timur mengelola total 4.688 sekolah menengah, terdiri dari 2.158 SMK, 2.132 SMA, dan 398 SLB. Distribusi yang luas membuat kualitas pengajaran tidak merata, terutama dalam hal adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.</p>
<p>"Peningkatan kompetensi guru bukan sekadar kebutuhan, tetapi keharusan yang membutuhkan investasi besar. Selama ini, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam memperluas program pelatihan secara menyeluruh," urainya.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, Dindik Jatim mulai mengintensifkan program pelatihan melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Selain itu, sertifikasi berbasis Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) juga difasilitasi melalui UPT Pengembangan Teknologi dan Kejuruan (PTKK) yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.</p>
<p>Namun, Aries menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan eksternal.</p>
<p>"Keterlibatan dunia usaha dan industri dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, khususnya dalam bidang vokasi yang membutuhkan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Kota Batu turut memperkuat fondasi pendidikan di tingkat daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari ekosistem terdekat, yakni sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>"Tantangan pendidikan ke depan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas lulusan yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan nilai karakter," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Ajukan Tiga Raperda Strategis ke DPRD, Fokus Lahan Pertanian dan Reformasi OPD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ajukan-tiga-raperda-strategis-ke-dprd-fokus-lahan-pertanian-dan-reformasi-opd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ajukan-tiga-raperda-strategis-ke-dprd-fokus-lahan-pertanian-dan-reformasi-opd</guid>
<description><![CDATA[ Pengajuan tiga raperda ini menunjukkan arah kebijakan Pemkot Batu yang mulai menata ulang fondasi pembangunan dari hulu ke hilir mulai dari perlindungan lahan pangan, efisiensi birokrasi, hingga optimalisasi aset daerah. Regulasi ini berpotensi menjadi titik balik untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik secara lebih terukur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8572e99324.webp" length="22978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 16:23:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Raperda. Eksekutif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu resmi mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Batu pada Mei 2026. Tiga raperda tersebut mencakup perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, perubahan struktur perangkat daerah, serta revisi aturan pengelolaan barang milik daerah.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (4/5/2026) mengatakan, pengajuan tiga raperda tersebut menjadi pembahasan perdana regulasi daerah pada tahun 2026 dan diharapkan dapat segera dipercepat.</p>
<p></p>
<p>“Penyampaian tiga rancangan peraturan daerah ini merupakan penyampaian pertama untuk pembahasan rancangan peraturan daerah tahun 2026. Besar harapan saya ini dapat segera dilakukan percepatan pembahasannya,” ujar Heli dalam sidang paripurna DPRD Kota Batu. </p>
<p></p>
<p>Raperda pertama mengatur tentang Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Regulasi ini disusun sebagai langkah antisipasi terhadap alih fungsi lahan pertanian yang dinilai dapat mengancam ketahanan pangan di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heli, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Namun, perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk dinilai berpotensi mengurangi luas lahan pertanian produktif.</p>
<p></p>
<p>“Diperlukan upaya perlindungan dan pengendalian secara berkelanjutan agar lahan pertanian tetap terjaga,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui raperda tersebut, Pemkot Batu menargetkan perlindungan kawasan pertanian, menjaga ketersediaan lahan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga menjaga keseimbangan ekologis.</p>
<p></p>
<p>Selain sektor pertanian, Pemkot Batu juga mengusulkan perubahan ketiga atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.</p>
<p></p>
<p>Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah dengan kebutuhan pembangunan dalam RPJMD Kota Batu 2025-2029.</p>
<p></p>
<p>Heli menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah perangkat daerah dengan beban kerja besar namun struktur organisasinya dinilai terlalu kecil. Sebaliknya, ada pula perangkat daerah dengan beban kerja rendah namun struktur kelembagaannya terlalu besar.</p>
<p></p>
<p>“Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya layanan yang kurang optimal dan menyebabkan inefisiensi,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Perubahan struktur perangkat daerah nantinya meliputi penataan nomenklatur organisasi, penggabungan maupun pemisahan perangkat daerah, serta penyesuaian tugas dan fungsi masing-masing organisasi.</p>
<p></p>
<p>Raperda ketiga membahas perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Dimana Pemkot Batu menilai aturan lama sudah tidak lagi selaras dengan regulasi nasional terbaru, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, evaluasi juga menemukan sejumlah persoalan seperti belum optimalnya pemanfaatan aset daerah, belum terintegrasinya sistem informasi aset, hingga lemahnya mekanisme pengawasan.</p>
<p></p>
<p>“Sebagian besar aset daerah belum digunakan secara optimal untuk menambah nilai ekonomi daerah,” kata Heli. </p>
<p></p>
<p>Melalui revisi aturan ini, Pemkot Batu menargetkan pengelolaan aset daerah yang lebih akuntabel, efisien, produktif, dan terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, ketiga raperda tersebut telah melalui proses harmonisasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur sebelum diajukan ke DPRD. Ia berharap pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah dapat menghasilkan regulasi yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Sehingga menghasilkan suatu produk hukum yang baik secara substansi maupun prosedur, aspiratif, dan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Sekadar Pagar, Cangar Dipasang Sistem Pengamanan Berlapis untuk Tekan Titik Rawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-sekadar-pagar-cangar-dipasang-sistem-pengamanan-berlapis-untuk-tekan-titik-rawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-sekadar-pagar-cangar-dipasang-sistem-pengamanan-berlapis-untuk-tekan-titik-rawan</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan Jembatan Cangar kini bergerak ke arah yang lebih sistematis menggabungkan rekayasa fisik dan pengawasan teknologi. Jika berjalan konsisten, model ini bisa menjadi standar baru penanganan titik rawan, bukan hanya di Batu, tetapi juga di wilayah lain dengan karakteristik serupa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8581387f99.webp" length="71742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 16:01:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cangar. Jembatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pendekatan penanganan kawasan rawan di Jembatan Cangar kini tidak lagi parsial. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan provinsi memilih membangun sistem pengamanan berlapis, bukan sekadar intervensi fisik semata.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu Joko Supriyanto pada Senin (4/5/2026) bahwa koordinasi antara Polres Batu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Timur, dua titik krusial yakni Jembatan Cangar 1 dan 2 akan dipasangi pagar pengaman setinggi 2,5 meter.</p>
<p></p>
<p>"Struktur jeruji besi ini dirancang untuk menutup celah akses berbahaya, namun tetap mempertimbangkan aspek visual agar tidak menimbulkan kesan mencekam," urainya. </p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, pembangunan pagar hanyalah satu bagian dari strategi yang lebih luas. Pemerintah juga akan memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik serta peningkatan penerangan jalan.</p>
<p></p>
<p>Pembagian peran antarinstansi pun telah disusun. PUPR Provinsi Jawa Timur bertanggung jawab atas pembangunan fisik pagar, sementara Pemerintah Kota Batu tengah memproses pengadaan CCTV, jaringan listrik, dan fasilitas penerangan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi aksi nekat di kawasan tersebut. Selama ini, minimnya pengawasan dan terbukanya akses di jembatan dinilai menjadi faktor yang memperbesar risiko kejadian," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan kombinasi antara penghalang fisik, sistem pemantauan visual, dan pencahayaan yang memadai, kawasan Cangar diharapkan bertransformasi dari titik rawan menjadi koridor yang lebih aman bagi pengguna jalan.</p>
<p></p>
<p>Pengerjaan proyek pengamanan ini dijadwalkan mulai pertengahan Mei 2026, dengan target penyelesaian secepat mungkin guna menekan potensi risiko yang ada. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sampah Kota Batu Meledak akibat MBG, DLH Dorong SPPG Kelola Sampah Mandiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sampah-kota-batu-meledak-akibat-mbg-dlh-dorong-sppg-kelola-sampah-mandiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sampah-kota-batu-meledak-akibat-mbg-dlh-dorong-sppg-kelola-sampah-mandiri</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa sistem pengelolaan yang melekat di setiap dapur SPPG, lonjakan sampah berpotensi menjadi konsekuensi laten dari program gizi. DLH menilai, keberhasilan distribusi makanan harus berjalan beriringan dengan pengendalian limbah, jika tidak ingin menghadirkan masalah lingkungan baru di balik program sosial tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6feb8a7e66.webp" length="46758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 15:45:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sampah, 125 Ton</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sampah Kota Batu Meledak akibat MBG, DLH Dorong SPPG Kelola Sampah Mandiri</strong></p>
<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Lonjakan volume sampah di Kota Batu mulai menunjukkan dampak tak terduga dari aktivitas dapur komunal program pemenuhan gizi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, timbulan sampah kini menembus angka rata-rata 125 ton per hari, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p>Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni pada Minggu (3/5/2026) mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah mulai aktifnya sejumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan dalam skala besar. Aktivitas tersebut menghasilkan lonjakan sampah organik yang cukup tinggi dan mulai membebani sistem pengelolaan yang ada.</p>
<p>"Kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) saat ini sudah berada di ambang batas. Jika tidak diantisipasi sejak awal, tambahan beban dari dapur-dapur SPPG berpotensi memicu penumpukan sampah yang lebih serius," urainya.</p>
<p>Secara hitungan teknis, satu dapur SPPG dengan produksi sekitar 2.000 porsi makanan dapat menghasilkan hingga 400 kilogram sampah organik per hari. Jika terdapat 10 dapur aktif dalam satu wilayah, maka tambahan sampah bisa mencapai 4 ton per hari—angka yang dinilai sangat signifikan dalam struktur pengelolaan sampah kota.</p>
<p>Menariknya, hasil uji petik DLH menunjukkan bahwa keberadaan program makanan bergizi tidak serta-merta menekan produksi sampah rumah tangga. Mayoritas keluarga tetap memasak dalam jumlah yang sama, sehingga sampah domestik tidak berkurang, sementara sampah dari dapur komunal justru menambah beban baru.</p>
<p>"Menghadapi kondisi ini, DLH mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan limbah. Setiap unit SPPG diminta tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga bertanggung jawab atas pengolahan sampah yang dihasilkan. Skema pengolahan mandiri seperti komposter atau bio-digester dinilai menjadi solusi paling realistis untuk menekan beban TPS3R," imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, kebijakan tersebut masih sebatas imbauan. Namun, DLH membuka opsi penerbitan regulasi berupa Surat Edaran yang mewajibkan setiap dapur SPPG memiliki sistem pengelolaan sampah sebagai syarat operasional.</p>
<p>Selain itu, koordinasi sejak tahap perencanaan lokasi juga ditekankan agar kesiapan infrastruktur pengolahan limbah bisa diverifikasi sebelum dapur beroperasi penuh. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenhaj Jombang Ingatkan CJH Jangan Nekat Bawa Deretan Barang Ini!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-jombang-ingatkan-cjh-jangan-nekat-bawa-deretan-barang-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-jombang-ingatkan-cjh-jangan-nekat-bawa-deretan-barang-ini</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah menegaskan, barang bawaan yang melanggar aturan dapat berujung pada penyitaan hingga menghambat proses keberangkatan ke Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6076a25efc.webp" length="26786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:19:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Haji 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP – </strong>Menjelang keberangkatan haji pada awal Mei 2026, calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang diingatkan untuk tidak sembarangan mengisi koper.</p>
<p>Pemerintah menegaskan, barang bawaan yang melanggar aturan dapat berujung pada penyitaan hingga menghambat proses keberangkatan ke Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim menekankan bahwa pemeriksaan barang bawaan akan dilakukan secara ketat sebelum keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai karena membawa barang yang dilarang justru menghambat keberangkatan sendiri," ujar Ilham dalam pesan yang diterima wartawan, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun deretan barang yang dilarang masuk ke dalam koper maupun tas kabin meliputi pisau, gunting, cutter, korek api gas, bahan kimia, hingga benda mudah meledak. Petugas bandara disebut tidak akan memberi toleransi terhadap barang yang dianggap membahayakan keselamatan penerbangan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya benda tajam, jemaah juga diminta lebih cermat dalam membawa perlengkapan cair. Parfum, minyak kayu putih, sampo, madu, obat sirup, hingga losion dibatasi maksimal 100 mililiter per kemasan. </p>
<p></p>
<p>"Cairan yang melebihi ketentuan berpotensi ditahan saat pemeriksaan," lanjut Ilham.</p>
<p></p>
<p>Aturan ketat juga berlaku untuk penggunaan power bank. Kapasitas maksimal yang diperbolehkan hanya 20 ribu mAh dan wajib dibawa di dalam tas kabin. Jika kedapatan disimpan di bagasi, barang tersebut berisiko dikeluarkan oleh petugas.</p>
<p></p>
<p>Selain barang bawaan, Ilham turut mengingatkan jemaah agar tidak membawa rokok maupun uang tunai secara berlebihan. Rokok hanya diperbolehkan maksimal 200 batang dan murni untuk konsumsi pribadi, bukan untuk diperjualbelikan.</p>
<p></p>
<p>Sementara bagi jemaah yang rutin mengonsumsi obat dalam jumlah banyak, diwajibkan untuk membawa surat keterangan dokter guna menghindari kendala saat pemeriksaan keamanan di bandara.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, proses pengumpulan koper CJH Jombang mulai dijadwalkan pada 4 hingga 5 Mei 2026. Kloter 60 dan 61 diagendakan menyerahkan koper pada Senin (4/5/2026), sedangkan kloter 62 dan 63 pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Pihak Kemenhaj berharap seluruh jemaah dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran proses keberangkatan tanpa hambatan administrasi maupun pemeriksaan barang bawaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>May Day 2026: Bupati Gresik Tekankan Serapan 60 Persen Tenaga Kerja Lokal dan Fasilitas Daycare Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-bupati-gresik-tekankan-serapan-60-persen-tenaga-kerja-lokal-dan-fasilitas-daycare-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/may-day-2026-bupati-gresik-tekankan-serapan-60-persen-tenaga-kerja-lokal-dan-fasilitas-daycare-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Fasilitas daycare ini menjadi sangat penting karena banyaknya masyarakat di Kabupaten Gresik yang menjadi pekerja. Di sisi lain, implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2022 tentang kesempatan kerja terus dioptimalkan, dengan target minimal 60 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4ab22da785.webp" length="24608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 21:31:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, May day Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, memperkuat sinergi dengan pekerja melalui peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar secara kondusif dan penuh kebersamaan di halaman Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan kebersihan terhadap pekerja seperti serapan 60 persen tenaga lokal dan menyediakan fasilitas penitipan anak atau daycare secara gratis.</p>
<p>"Mudah-mudahan upaya-upaya kehadiran pemerintah Kabupaten Gresik ini terus bisa memberikan dukungan untuk para pekerja di Kabupaten Gresik," kata Yani.</p>
<p>Yani menyampaikan, fasilitas daycare ini menjadi sangat penting karena banyaknya masyarakat di Kabupaten Gresik yang menjadi pekerja. Ia menyebut, banyak anak-anak yang membutuhkan tempat penitipan anak ketika orang tuanya sedang bekerja.</p>
<p>"Fasilitas layanan daycare gratis ini berada di Jalan Jaksa Agung, Kecamatan Gresik, bernama penitipan anak Masmundari. "layanan ini gratis bagi pekerja di Gresik," ucapnya. </p>
<p>Di sisi lain, implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2022 tentang kesempatan kerja terus dioptimalkan, dengan target minimal 60 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal.</p>
<p>Sejumlah pelatihan kerja juga di wacanakan untuk menambah kompetensi warga Kabupaten Gresik. </p>
<p>“Ketika SDM kita semakin kompeten dan kesempatan kerja terbuka luas bagi warga Gresik, maka kesejahteraan akan tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Gresik bersama unsur terkait akan memperkuat monitoring rekrutmen tenaga kerja serta mengoptimalkan peran Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Ketenagakerjaan dalam mendeteksi dini potensi pelanggaran hak normatif pekerja.</p>
<p>“Peringatan 1 Mei ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja adalah prioritas kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kondusivitas daerah, agar Gresik tetap menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan ramah investasi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batu Perketat LP2B, Selamatkan Hulu dan Sisa Lahan Produktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batu-perketat-lp2b-selamatkan-hulu-dan-sisa-lahan-produktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batu-perketat-lp2b-selamatkan-hulu-dan-sisa-lahan-produktif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sisa lahan produktif yang semakin terbatas, Pemkot Batu kini menggeser arah kebijakan dari ekspansi menuju pengendalian. Pengetatan LP2B dan regulasi konservasi menjadi sinyal tegas bahwa keberlanjutan lingkungan di kawasan hulu tidak lagi bisa ditawar, bahkan di tengah tekanan investasi yang terus meningkat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f495f599966.webp" length="45142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 21:12:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, LP2B, Lahan Produktif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menarik rem terhadap laju ekspansi investasi pariwisata dengan memperketat perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, sebagai respons atas semakin menipisnya lahan produktif dan meningkatnya risiko kerusakan lingkungan di kawasan hulu.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (1/5/2026) orang nomor dua di Kota Batu itu menguraika bahwa posisi Batu sebagai “menara air” bagi Malang Raya membuat fungsi ekologisnya tidak bisa dikompromikan. Kerusakan di wilayah hulu, menurutnya, akan berdampak sistemik, tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga pariwisata dan kehidupan masyarakat di wilayah hilir.</p>
<p>"Data terbaru menunjukkan kondisi yang kian tertekan. Luas lahan persawahan kini hanya tersisa sekitar 295 hektare, angka yang menggambarkan penyusutan signifikan akibat alih fungsi lahan dalam beberapa dekade terakhir. Situasi ini mendorong Pemkot untuk lebih selektif dalam menerbitkan izin pembangunan, terutama di kawasan rawan dan produktif," paparnya.</p>
<p>Heli menegaskan, pemerintah tidak menutup pintu investasi, tetapi mengubah pendekatannya menjadi lebih terkontrol. Setiap investor diwajibkan mengikuti pemetaan tata ruang yang telah diperbarui, termasuk kewajiban menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta menjaga keberlanjutan sumber mata air.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan Kawasan Hutan. Regulasi ini lahir dari evaluasi atas bencana lingkungan, termasuk banjir lumpur di Dusun Banyuning, yang menjadi alarm atas lemahnya praktik konservasi di lapangan.</p>
<p>"Salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah kewajiban sistem terasering bagi aktivitas pertanian di lahan miring. Skema ini dinilai krusial untuk menekan potensi erosi, longsor, dan sedimentasi yang selama ini menjadi pemicu bencana saat musim hujan," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Heli, pendekatan ini bukan hanya soal mitigasi bencana, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia menegaskan bahwa praktik pertanian yang mengabaikan konservasi justru akan mempercepat kerusakan dan merugikan dalam jangka panjang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Apel Batu Bertahan di Titik Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apel-batu-bertahan-di-titik-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apel-batu-bertahan-di-titik-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sisa lahan yang terus tergerus dan produksi yang menurun, apel Batu kini bertahan di ambang kritis. Tanpa langkah konkret untuk melindungi lahan, menekan alih fungsi, dan meningkatkan kesejahteraan petani, identitas “Kota Apel” berisiko berubah dari realitas menjadi sekadar simbol historis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4955f803ac.webp" length="72064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:52:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apel, Kritis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Eksistensi apel sebagai identitas utama Kota Batu kini benar-benar berada di fase genting. Data terbaru Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) mencatat, luas lahan perkebunan apel yang tersisa hanya sekitar 740,07 hektare hingga akhir 2024 menyusut drastis dari kejayaannya pada era 1980-an yang mencapai sekitar 3.000 hektare.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (1/5/2026) menguraikan bahwa penyusutan ini bukan sekadar tren jangka panjang, tetapi berlangsung agresif dalam dua tahun terakhir. Dari 1.092 hektare pada 2022, turun menjadi 823,33 hektare pada 2023, lalu kembali menyusut hingga tinggal 740,07 hektare.</p>
<p></p>
<p>"Artinya, lebih dari 350 hektare kebun apel hilang dalam waktu singkat, mempersempit ruang hidup komoditas yang selama ini menjadi ikon daerah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah penyusutan tersebut, kantong-kantong terakhir kebun apel kini terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Bumiaji. Desa Tulungrejo, Bulukerto, Sumbergondo, dan Desa Bumiaji menjadi benteng terakhir yang masih mempertahankan varietas unggulan seperti Manalagi dan Anna. Namun, keberlangsungan kawasan ini pun tidak sepenuhnya aman dari tekanan alih fungsi lahan dan penurunan produktivitas.</p>
<p></p>
<p>Politisi Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa apel bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan identitas kolektif daerah. Ia mengingatkan, jika tidak ada intervensi serius, status “Kota Apel” berpotensi kehilangan makna dalam waktu yang tidak terlalu lama.</p>
<p></p>
<p>"Tekanan utama datang dari masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan wisata dan permukiman. Di sisi lain, perubahan iklim dan menurunnya kualitas tanah membuat hasil panen tidak lagi optimal. Kondisi ini diperparah dengan tingginya biaya produksi, mulai dari pupuk hingga tenaga kerja, yang membuat petani beralih ke komoditas lain yang lebih cepat menghasilkan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dampaknya sudah terlihat pada sisi produksi. Sepanjang 2024, produksi apel Kota Batu hanya mencapai sekitar 140.285 kuintal dimana angka tersebut mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan capaian pada masa lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temui Massa May Day 2026, Gubernur Jatim Sepakati 9 Poin Aspirasi Buruh di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temui-massa-may-day-2026-gubernur-jatim-sepakati-9-poin-aspirasi-buruh-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temui-massa-may-day-2026-gubernur-jatim-sepakati-9-poin-aspirasi-buruh-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Mayoritas tuntutan buruh Jatim direspons Pemprov, dari pesangon hingga Satgas PHK, namun sejumlah isu krusial seperti advokasi pusat dan evaluasi kebijakan hukum belum tersentuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f49a0ec4bf3.webp" length="56126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:31:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, May Day, 01 Mei, Hari Buruh, Kantor Gubernur Jatim, Demo Buruh, Demo, FSPMI, Buruh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Khofifah Indar Parawansa menemui langsung ribuan massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026) Sore. Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi menyepakati sembilan poin aspirasi buruh yang menjadi hasil pembahasan bersama berbagai elemen pekerja.</p>
<p></p>
<p>Didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Khofifah menyampaikan langsung hasil kesepakatan yang dicapai setelah berdialog dengan perwakilan buruh. Kesembilan poin tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari keringanan ekonomi, perlindungan kerja, hingga akses pendidikan dan transportasi bagi buruh.</p>
<p></p>
<p>Salah satu poin yang langsung menyentuh kebutuhan harian pekerja adalah rencana pemberian keringanan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 20 persen bagi anggota serikat pekerja dengan nilai pajak di bawah Rp500 ribu.</p>
<p></p>
<p>"Pajak itu sebetulnya sudah masuk pada desil 1 sampai 4. Itu sebetulnya mereka sudah masuk pada kategori bebas pajak pokok dan bebas untuk tunggakan," ujar Khofifah, Jumat (1/5/2026).</p>
<p></p>
<p>"Nah, kemudian secara keseluruhan mereka mengajukan pembebasan itu dan kita sudah mengkoordinasikan Pak Wagub, Pak Sekda juga Kepala Bapenda. Jadi kira-kira prosesnya nanti akan mendapat pengurangan 20 persen," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berkomitmen mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Jaminan Pesangon sebagai bentuk perlindungan bagi buruh saat menghadapi pemutusan hubungan kerja.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya di tingkat perda, Khofifah juga menegaskan akan menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) terkait optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial pekerja, termasuk pengaturan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban terhadap pekerjanya.</p>
<p></p>
<p>Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memberikan afirmasi khusus bagi anak buruh melalui jalur penerimaan peserta didik baru di tingkat SMA/SMK Negeri dengan kuota sebesar 5 persen.</p>
<p></p>
<p>"Saya rasa ini adalah komitmen Pemprov Jawa Timur yang ingin mengantarkan putra-putri dari buruh di Jawa Timur bisa mendapatkan layanan pendidikan sebaik mungkin," ungkap Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Upaya peningkatan kesejahteraan buruh juga diperluas melalui rencana penyediaan rumah subsidi. Pemprov Jatim saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk merealisasikan program tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi kita ingin bahwa perwakilan buruh dan pekerja di Jawa Timur sudah mendapatkan alokasi untuk bantuan subsidi rumah ya," tutur Gubernur Jatim itu.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja, Pemprov Jatim juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh yang diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan ketenagakerjaan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Khofifah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) melalui penerbitan surat edaran kepada Dinas Tenaga Kerja di daerah serta kalangan pengusaha.</p>
<p></p>
<p>Di sektor transportasi, pemerintah daerah berencana memperluas layanan Trans Jatim untuk menjangkau kawasan industri, termasuk wilayah Pasuruan Industrial Estate Rembang, guna mempermudah mobilitas pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Tapi mereka ingin bahwa akses untuk buruh terutama yang melewati Pasuruan Industrial Estate Rembang itu bisa diprioritaskan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Poin terakhir yang disepakati adalah perbaikan sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS), khususnya untuk perusahaan penyedia jasa pekerja (outsourcing). Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar perusahaan alih daya yang beroperasi di Jawa Timur diwajibkan memiliki kantor di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Untuk memasukkan syarat harus mempunyai Kantor di Jawa Timur bagi PPJP yang bekerja sama dengan Perusahaan yang berada di Jawa Timur," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menyampaikan hasil kesepakatan konkret, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan industri yang maju sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa perlindungan sosial bagi pekerja merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi, termasuk melalui kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Perlindungan sosial bagi pekerja adalah hal yang tidak bisa ditawar," pungkas Khofifah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keselamatan Jadi Sorotan, DPRD Desak Audit Teknis Bianglala Alun&amp;alun Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keselamatan-jadi-sorotan-dprd-desak-audit-teknis-bianglala-alun-alun-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keselamatan-jadi-sorotan-dprd-desak-audit-teknis-bianglala-alun-alun-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa langkah cepat dan terukur, keberadaan bianglala di Alun-alun Kota Batu berisiko berubah dari ikon wisata menjadi sumber bahaya laten. DPRD menegaskan, pilihan yang tersedia kini semakin mengerucut: memastikan keamanan melalui audit dan percepatan revitalisasi, atau menutup babak wahana tersebut secara permanen demi keselamatan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f494e409860.webp" length="75614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:10:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bianglala, Keselamatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Mandeknya operasional wahana bianglala di Alun-alun Kota Batu tak lagi semata dipersoalkan dari sisi ekonomi dan estetika, tetapi kini bergeser menjadi isu keselamatan publik. Memasuki tahun kedua sejak berhenti beroperasi pada 2022, kondisi fisik wahana yang terus terpapar cuaca ekstrem mulai dikhawatirkan berpotensi membahayakan pengunjung di kawasan pusat keramaian tersebut.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Didik Machmud pada Jumat (1/5/2026) menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunda langkah teknis hanya karena proses administratif belum rampung.</p>
<p>"Audit konstruksi harus segera dilakukan secara berkala guna memastikan kekuatan struktur bianglala, terutama pada komponen besi yang rawan mengalami kelelahan material," urainya.</p>
<p>Menurutnya, risiko kerusakan struktural tidak bisa dianggap sepele mengingat posisi wahana berada di titik padat aktivitas masyarakat. Ia mengingatkan, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlepas dari belum selesainya penilaian aset oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang hingga kini masih menjadi penghambat utama proses lelang dan revitalisasi.</p>
<p>Didik juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu menunggu proses lelang selesai untuk melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh. Langkah preventif dinilai jauh lebih penting dibandingkan respons reaktif yang berpotensi terlambat jika terjadi insiden.</p>
<p>"Jadi, apabila hasil audit menunjukkan kondisi struktur sudah tidak layak. Pembongkaran dinilai sebagai opsi rasional jika keberadaan wahana justru menjadi ancaman keselamatan publik, terutama di kawasan yang setiap harinya dipadati wisatawan," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, stagnasi pengelolaan bianglala turut berdampak pada hilangnya salah satu daya tarik utama di pusat kota. Wahana tersebut sebelumnya dikenal sebagai magnet wisata keluarga dengan harga terjangkau, yang berkontribusi pada perputaran ekonomi kawasan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Probolinggo Hadirkan Servis Gratis dan Samsat Keliling di May Day 2026, Pererat Sinergi dengan Buruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-probolinggo-hadirkan-servis-gratis-dan-samsat-keliling-di-may-day-2026-pererat-sinergi-dengan-buruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-probolinggo-hadirkan-servis-gratis-dan-samsat-keliling-di-may-day-2026-pererat-sinergi-dengan-buruh</guid>
<description><![CDATA[ Polres Probolinggo hadir lebih dekat dengan buruh di momen May Day 2026, Tak hanya pengamanan, layanan servis gratis hingga Samsat keliling jadi bukti nyata kepedulian untuk kesejahteraan pekerja. Sinergi kuat demi industri yang harmonis! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f47da33571f.webp" length="64248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 18:31:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Mayday, Hafiburuh, PolresProbolinggo, PemkabProbolinggo, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dimanfaatkan Polres Probolinggo untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam momentum ini, kepolisian tidak hanya fokus pada pengamanan kegiatan, tetapi juga menghadirkan layanan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan para pekerja.</p>
<p>Salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah pembukaan bengkel gratis bagi para buruh yang mengikuti peringatan May Day di Alun-alun Kota Kraksaan pada Jumat (1/5/2026). Program ini mendapat sambutan positif karena dinilai membantu meringankan beban para pekerja, khususnya dalam perawatan kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Selain layanan servis motor tanpa biaya, kepolisian juga menyediakan fasilitas Samsat keliling bagi masyarakat yang ingin melakukan pembayaran pajak kendaraan. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan akses bagi warga tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat, sehingga lebih praktis dan efisien.</p>
<p>Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian institusinya terhadap para pekerja yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan, layanan ini menjadi wujud nyata apresiasi kepada buruh.</p>
<p>"Sebagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada rekan-rekan pekerja yang telah berkontribusi bagi pembangunan, kami hadirkan layanan service motor gratis," ujar AKBP Latif.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan kalangan pekerja di Kabupaten Probolinggo. Ia juga menekankan pentingnya peran serikat pekerja dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>“Serikat pekerja memiliki peran penting sebagai mitra dalam menjaga kamtibmas serta memperjuangkan hak-hak buruh. Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin dengan baik,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapolres berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengusaha, dan pekerja dapat terus ditingkatkan demi menciptakan iklim industri yang harmonis serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian peringatan May Day, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo bersama berbagai serikat pekerja juga menggelar kegiatan senam bersama di Alun-alun Kota Kraksaan. Kegiatan ini mengusung tema kolaborasi untuk mendorong kemajuan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.</p>
<p>Ketua DPC Sarbumusi Probolinggo, Babul Arifandhie menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut momen ini sebagai ajang refleksi bersama terkait hak dan kewajiban para pekerja.</p>
<p>"Diawali dengan serap aspirasi dan pembentukan pansus raperda ketenagakerjaan yang diinisiasi DPRD Kabupaten, kemudian kemarin ada apel Sabuk Kamtibmas di Polres Probolinggo dan hari ini semua elemen memperingati May Day di Alun-alun Kraksaan," ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan serikat pekerja dan perusahaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menciptakan suasana kebersamaan yang kental dalam peringatan May Day tahun ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Buruh 2026 di Pasuraun Sangat Spesial, Petisi Buruh Langsung Disampaikan Bupati ke Pemerintah Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-buruh-2026-di-pasuraun-sangat-spesial-petisi-buruh-langsung-disampaikan-bupati-ke-pemerintah-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-buruh-2026-di-pasuraun-sangat-spesial-petisi-buruh-langsung-disampaikan-bupati-ke-pemerintah-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Selain mengawal tuntutan, perhatian pemerintah juga tertuju pada stabilitas hubungan industrial yang terjalin antara pemilik perusahaan dan para karyawan. Sejauh ini, berbagai dinamika yang terjadi di sektor ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan diklaim masih dapat diselesaikan melalui ruang dialog yang sehat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f47cb9f2e5d.webp" length="60748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 18:02:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Ada yang berbeda dari peringatan May Day alias Hari Buruh Internasional tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Perayaan harinya para buruh yang dilaksanakan di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan pada Jumat (1/5/2026) ini tak hanya diisi dengan <em>fun walk</em>, olahraga bersama dan pembagian hadiah, namun ada petisi buruh.</p>
<p>Petisi tersebut berisikan tuntutan dan harapan para buruh kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Pantauan di lokasi, petisi tersebut dibacakan oleh salah seorang ketua federasi serikat buruh, Sholeh, bersama puluhan ketua serikat buruh lainnya. </p>
<p>Ketua Panitia May Day 2026, Arifin mengatakan, ada banyak tuntutan yang disampaikan para buruh dalam petisi tersebut. Namun, ada satu yang terpenting yakni dihapuskannya sistem outsourcing pada seluruh pekerja di Indonesia.</p>
<p>"Harapan kami diberikan kado istimewa, yakni penghapusan sistem outsourcing seperti yang disampaikan Pak Presiden, karena itu sangat menyiksa para buruh," katanya.</p>
<p>Selain kepada pemerintah pusat, para buruh menurut Arifin juga berharap kepada Pemkab Pasuruan untuk melindungi tenaga kerja dari semua hal, mulai dari perekrutan sampai ketika menjadi seorang pekerja. </p>
<p>"Untuk bisa melindungi tenaga kerja baik perekrutan maupun setelah diterima bekerja. Untuk semua pekerja tanpa terkecuali," imbuhnya. </p>
<p>Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan langsung menindaklanjuti aspirasi para pekerja dengan mengirimkan poin-poin tuntutan hasil peringatan Hari Buruh ke tingkat nasional, secara resmi. </p>
<p>Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam menjembatani harapan elemen serikat pekerja kepada pemegang kebijakan di pusat.</p>
<p>"Kami lakukan melalui prosedur kedinasan atau melalui jalur resmi bersurat, meskipun keputusan akhir ada di tangan pusat," tegasnya. </p>
<p>Di hadapan para buruh, Mas Rusdi,  sapaan akrab Bupati Pasuruan ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menjaga jalannya aksi peringatan May Day sehingga berlangsung dengan aman dan tertib.</p>
<p>Selain mengawal tuntutan, perhatian pemerintah juga tertuju pada stabilitas hubungan industrial yang terjalin antara pemilik perusahaan dan para karyawan. Sejauh ini, berbagai dinamika yang terjadi di sektor ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan diklaim masih dapat diselesaikan melalui ruang dialog yang sehat.</p>
<p>"Alhamdulillah masalah hubungan industrial antara pengusaha dan rekan-rekan pekerja bisa diselesaikan dengan baik selama ini," lanjut Mas Rusdi saat memberikan keterangan.</p>
<p>Pihaknya terus memantau agar komunikasi antara kedua belah pihak tetap berjalan harmonis guna mencegah terjadinya perselisihan yang berkepanjangan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>May Day di Makam Marsinah, KSBSI Nganjuk Serukan Persatuan Buruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/may-day-di-makam-marsinah-ksbsi-nganjuk-serukan-persatuan-buruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/may-day-di-makam-marsinah-ksbsi-nganjuk-serukan-persatuan-buruh</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menyampaikan pernyataan sikap mengenai masa depan buruh di Kota Angin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f46b40e3bed.webp" length="59488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 17:01:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, May day, Makam Marsinah, buruh, kesejahteraan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="89" data-end="318"><strong data-start="89" data-end="105">NGANJUK, SJP</strong> – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di makam pejuang buruh Marsinah, Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, diwarnai seruan kuat untuk mempererat persatuan kaum pekerja.</p>
<p data-start="320" data-end="493">Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menyampaikan pernyataan sikap terkait masa depan buruh di Kabupaten Nganjuk di tengah pesatnya perkembangan industri.</p>
<p data-start="495" data-end="771">Dalam wawancara dengan awak media, Budi menegaskan bahwa momentum May Day harus menjadi titik balik untuk memperkuat organisasi buruh. Menurutnya, peran serikat pekerja sangat penting dalam menjembatani pemenuhan hak-hak buruh di tengah persaingan industri yang semakin ketat.</p>
<p data-start="773" data-end="1007">Ia mengajak seluruh elemen buruh di Nganjuk untuk bersatu sebagai satu kekuatan agar aspirasi mereka lebih didengar oleh para pemangku kebijakan. KSBSI, kata dia, siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.</p>
<p data-start="1009" data-end="1202">“Di makam Marsinah ini, kami mewakili buruh menjadikannya sebagai simbol pengingat bahwa hak-hak buruh harus terus diperjuangkan dengan keberanian dan kebersamaan,” ujar Budi, Jumat (1/5/2026).</p>
<p data-start="1204" data-end="1430">Budi juga berharap ke depan hubungan antara pengusaha, pemerintah, dan buruh dapat berjalan lebih adil dan seimbang. Ia menilai, tanpa persatuan yang solid di internal buruh, upaya mewujudkan kesejahteraan akan sulit tercapai.</p>
<p data-start="1432" data-end="1583">“Kami berharap serikat pekerja dan serikat buruh di Nganjuk benar-benar bisa memperjuangkan aspirasi pekerja agar mereka semakin sejahtera,” tambahnya.</p>
<p data-start="1585" data-end="1794">Kehadiran jajaran pengurus KSBSI yang mengenakan seragam hijau khas organisasi di lokasi makam Marsinah menjadi simbol bahwa semangat perjuangan buruh tetap hidup dan terus berkembang di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1585" data-end="1794"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Verifikasi Kondisi Dua Bersaudara Prasejahtera di Warujayeng, Gerak Cepat Lakukan Asesmen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-verifikasi-kondisi-dua-bersaudara-prasejahtera-di-warujayeng-gerak-cepat-lakukan-asesmen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-verifikasi-kondisi-dua-bersaudara-prasejahtera-di-warujayeng-gerak-cepat-lakukan-asesmen</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat prasejahtera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f34ac987677.webp" length="23028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:49:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kadinas Perkim Nurul Huda, bantuan bedah rumah, RTLH, Warga kurang mampu, Dua bersaudara, Dusun Pengkol Lingkungan Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Menanggapi laporan Kepala Kelurahan Warujayeng serta unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi kehidupan memprihatinkan dua bersaudara kurang mampu di wilayah Warujayeng, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) langsung mengambil langkah taktis.</p>
<p>​Kepala Dinas Perkim Nurul Huda mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi untuk segera memverifikasi kondisi lapangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat prasejahtera.</p>
<p>Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perkim Nurul Huda menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Baznas untuk melakukan verifikasi data informasi dari masyarakat juga Kelurahan. Namun belum bisa secepatnya melakukan tindakan, Menurut Huda, sekarang ini masih fokus mondar-mandir di makam Marsinah.</p>
<p>​"Kami mohon waktu. Tim asesmen segera diterjunkan ke Warujayeng untuk melihat langsung apa saja kebutuhan mendesak di sana. Karena posisi tugas bolak-balik di Makam Marsinah, selepas ini, akan kita fokuskan dan memastikan kedua saudara ini memiliki hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tapi juga sehat untuk ditinggali," kata Nurul Huda, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Masih bersama Kadis Perkim, hal ini dilakukan agar proses verifikasi berjalan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kata Nurul Huda, meskipun tim asesmen dibentuk untuk kasus yang viral di Warujayeng, ia mengatakan tetap bisa mengikuti jalur pengajuan resmi.</p>
<p>​"Pengajuan harus dimulai dari usulan Desa/Kelurahan yang kemudian diteruskan ke Dinas Perkim dan Baznas melalui tembusan Bupati. Tim kami akan turun melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah kerusakannya masuk kategori ringan, sedang, atau berat," ujarnya.</p>
<p>Huda menegaskan, proses asesmen ini bersifat objektif. Tidak semua rumah yang terlihat tua bisa mendapatkan bantuan jika tidak memenuhi unsur keamanan struktur bangunan dan legalitas tanah.</p>
<p>​"Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat. Kami bekerja berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah. Untuk kasus di Warujayeng, tim akan segera melakukan penilaian teknis dalam waktu dekat," tambahnya.</p>
<p data-start="1785" data-end="1991">Seperti diketahui, Kisah Sarno dan Supardi memang menyita perhatian publik. Dua bersaudara ini hidup dalam keterbatasan di Dusun Pengkol <span>Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.</span> Untuk bertahan hidup, mereka mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah.</p>
<p data-start="1993" data-end="2162">Tanpa dukungan orang tua maupun keluarga dekat, keduanya tinggal di rumah sederhana yang jauh dari kata layak. Kondisi bangunan rapuh dengan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="2164" data-end="2389">Situasi semakin berat karena Supardi mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit sepanjang puluhan meter yang hanya bisa dilalui sepeda.</p>
<p data-start="2391" data-end="2589">Penghasilan sebagai pencari rongsokan pun tidak menentu, kerap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sementara kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan rumah belum tersentuh. <strong>(*) </strong></p>
<p data-start="2391" data-end="2589"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek Capai 60 Persen, Wapres Gibran Dorong Percepatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-capai-60-persen-wapres-gibran-dorong-percepatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-capai-60-persen-wapres-gibran-dorong-percepatan</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan bendungan ditargetkan selesai pada 2029. Namun demikian, pihak PPK membuka peluang percepatan apabila kondisi memungkinkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f330c808bde.webp" length="61834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:20:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, wapres gibran, bendungan bagong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP - </strong>Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendukung ketahanan air dan pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Wapres didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin bersama Wakil Bupati Syah Muhammad Natanegara, dari area amphitheater bendungan, rombongan memantau secara langsung kondisi fisik proyek yang terus berjalan.</p>
<p>Berdasarkan laporan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, pembangunan Bendungan Bagong yang memiliki nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun tersebut kini telah mencapai progres sekitar 60 persen. Meski sempat menghadapi kendala, terutama dalam proses pembebasan lahan dan penyesuaian anggaran, proyek ini tetap dilanjutkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).</p>
<p>Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Anggadipa Adhitama, menjelaskan bahwa pembangunan bendungan ditargetkan selesai pada 2029. Namun demikian, pihaknya membuka peluang percepatan apabila kondisi memungkinkan.</p>
<p>“Bendungan Bagong ini tetap berlanjut. Direncanakan pembangunan sampai dengan 2029, tapi karena ada efisiensi, kalau bisa dipercepat, akan kami percepat. Progres sampai saat ini sekitar 60 persen,” ujar Senna.</p>
<p>Ia juga memaparkan bahwa kebutuhan anggaran proyek mengalami penyesuaian. Awalnya diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun, namun terdapat tambahan sekitar Rp600 miliar untuk menyelesaikan keseluruhan pembangunan.</p>
<p>“Proyeksi anggaran sampai tuntas sekitar Rp2,1 triliun, tapi nanti ada penambahan sekitar Rp600 miliar,” jelasnya.</p>
<p>Terkait kendala yang dihadapi, Senna menyebut persoalan utama di awal pembangunan adalah pembebasan lahan. Proyek yang telah dikontrak sejak 2018 itu baru dapat dikerjakan secara optimal pada periode 2021 hingga 2022.</p>
<p>“Kendala utama di awal memang lahan. Kita kontrak di 2018, tapi baru bisa mengerjakan sekitar 2021 dan 2022. Namun karena ini termasuk Proyek Strategis Nasional, kita tetap berjalan dan berkomitmen menyelesaikannya,” tambahnya.</p>
<p>Dengan capaian progres yang terus meningkat, pemerintah berharap Bendungan Bagong dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar, terutama dalam mendukung irigasi, pengendalian banjir, serta ketersediaan air baku bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rapat Paripurna Ke&amp;VI, DPRD dan Pemkab Sampang Bahas Rekomendasi LKPJ 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rapat-paripurna-ke-vi-dprd-dan-pemkab-sampang-bahas-rekomendasi-lkpj-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rapat-paripurna-ke-vi-dprd-dan-pemkab-sampang-bahas-rekomendasi-lkpj-2025</guid>
<description><![CDATA[ DPRD dan Pemkab Sampang Bahas Rekomendasi LKPJ 2025, sebagai bentuk evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f32a057af02.webp" length="34778" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 19:20:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Mas Ulul</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>SAMPANG, SJP</strong> – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menggelar rapat paripurna ke-VI dengan agenda penyampaian Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sampang Tahun 2025, di Ruang Graha Paripurna DPRD Kabupaten Sampang, pada Kamis (30/4/2026).</p>
<p style="text-align: left;">Rapat paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudy Kurniawan, yang memimpin jalannya sidang dengan dihadiri pimpinan serta anggota DPRD, Forkopimda, Kepala OPD, Camat Se-Kabupaten Sampang, BUMD Sampang, dan Wartawan media online serta media elektronik.</p>
<p style="text-align: left;">Agenda utama rapat ini yaitu penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025, sebagai bentuk evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.</p>
<p style="text-align: left;">Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat Pimpinan dan Anggota Badan Musyawarah DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sampang pada 13 April 2026.</p>
<p style="text-align: left;">Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudy Kurniawan, menegaskan bahwa Rapat Paripurna ini menjadi bagian penting dalam fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara itu, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi atas peran DPRD dalam memberikan masukan dan rekomendasi terhadap LKPJ yang telah disampaikan. Ia menilai sinergi antara legislatif serta eksekutif sangat penting dalam mendorong pembangunan daerah.</p>
<p style="text-align: left;">"Kami menyambut baik rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah kedepan. Ini menjadi komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,ujar Bupati Sampang.</p>
<p style="text-align: left;">Melalui rapat paripurna ini, diharapkan tercipta koordinasi yang semakin solid antara DPRD serta Pemerintah Kabupaten Sampang guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat umum. <strong>(**)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wapres Gibran Tinjau Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek, Serap Aspirasi Kepala Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-tinjau-proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-serap-aspirasi-kepala-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wapres-gibran-tinjau-proyek-bendungan-bagong-di-trenggalek-serap-aspirasi-kepala-desa</guid>
<description><![CDATA[ Wapres menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f32deb235ac.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:58:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, kunjungan wapres, bendungan bagong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TRENGGALEK, SJP -</strong> Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.</p>
<p>Dalam agenda tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad. Rombongan memantau langsung progres fisik pembangunan bendungan dari area amphitheater, yang menjadi titik strategis untuk melihat keseluruhan proyek.</p>
<p>Usai peninjauan, Wapres menggelar pertemuan tertutup bersama puluhan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan desa.</p>
<p>Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, mengungkapkan apresiasi atas kunjungan Wapres sekaligus menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di wilayahnya.</p>
<p>“Kami perwakilan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Mas Wapres yang sudah menyambangi Trenggalek. Mudah-mudahan ini Trenggalek semakin makmur,” ujar Puryono.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan Bendungan Bagong, termasuk aspek pembebasan lahan. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar jaringan irigasi di Bendungan Tugu segera dibangun guna mendukung program nasional swasembada pangan dan ketahanan pangan.</p>
<p>Tak hanya itu, Puryono juga menyoroti urgensi penyelesaian Jalur Lintas Selatan (JLS) sepanjang sekitar 40 kilometer yang dinilai krusial bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa.</p>
<p>“JLS merupakan satu-satunya akses mobilitas ekonomi dan konektivitas di wilayah selatan. Ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Jawa,” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres Gibran menyatakan komitmen pemerintah untuk segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat desa.</p>
<p>“Sekali lagi terima kasih untuk Bapak dan Ibu semua yang sudah mendukung program prioritas dan visi-misi Bapak Presiden,” kata Gibran.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sejumlah isu seperti pembangunan Bendungan Tugu, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga konektivitas jalan, serta pembebasan lahan di area Bendungan Bagong, akan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.</p>
<p>“Terkait beberapa ruas jalan yang belum tersambung sekitar 40 kilometer, nanti akan segera kami tindak lanjuti. Dan juga masalah yang ada di sini terkait pembebasan lahannya, nanti akan segera kita carikan solusi terbaiknya." ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MUI Probolinggo Imbau SPPG Segera Urus Sertifikasi Halal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mui-probolinggo-imbau-sppg-segera-urus-sertifikasi-halal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mui-probolinggo-imbau-sppg-segera-urus-sertifikasi-halal</guid>
<description><![CDATA[ MUI Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis segera memiliki sertifikasi halal. Saat ini, dari puluhan SPPG yang beroperasi, baru satu yang tersertifikasi. Dukungan pemerintah dan kolaborasi antar pengelola dinilai penting untuk mempercepat proses ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f317c18796c.webp" length="57390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 17:01:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, SPPG, MakanBergiziGratis, SertifikasiHalal, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar segera memiliki sertifikasi halal. Imbauan ini mengemuka setelah diketahui bahwa dari puluhan SPPG yang beroperasi, baru satu unit yang telah mengantongi sertifikat halal resmi.</p>
<p>Fakta tersebut terungkap dari penelusuran data di situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Satu-satunya SPPG bersertifikat halal berada di Kecamatan Tegalsiwalan.</p>
<p>Ketua Komisi Ekonomi MUI Kabupaten Probolinggo, Sucipto Santosa, menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa malam (28/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada data resmi yang merinci jumlah pasti SPPG di Kabupaten Probolinggo. Namun, jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan unit. Sebagai perbandingan, di Kota Probolinggo yang wilayahnya lebih kecil, tercatat ada 27 SPPG per April 2026.</p>
<p>“Belum sempat mengecek, tapi tentu lebih banyak dari 27 kalau di kabupaten,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sucipto mengaku cukup terkejut karena hanya satu SPPG yang telah bersertifikat halal.</p>
<p>“Saya cari datanya, ada di kabupaten satu, di Tegalsiwalan. Resmi itu dari website BPJPH, nomor sertifikatnya ada, halal,” tegasnya.</p>
<p>Ia berharap capaian SPPG di Tegalsiwalan dapat menjadi contoh sekaligus pemicu bagi SPPG lainnya untuk segera mengurus sertifikasi halal. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mengadakan forum pertemuan antar pengelola SPPG guna saling berbagi pengalaman serta mencari solusi atas kendala yang dihadapi.</p>
<p>Menurutnya, proses pengajuan sertifikat halal untuk SPPG tergolong kompleks. Setiap unit harus memenuhi sejumlah persyaratan yang serupa dengan industri pangan berskala besar. Salah satunya adalah kewajiban memiliki penyelia halal yang bertanggung jawab memastikan seluruh proses produksi sesuai standar dan berkoordinasi dengan BPJPH.</p>
<p>Selain itu, seluruh bahan baku yang digunakan wajib memiliki sertifikat halal, mulai dari bahan utama seperti daging dan ayam hingga bahan pelengkap seperti garam, gula, dan merica.</p>
<p>“Sampai garam, gula, merica semua harus ada sertifikasi halalnya, prosesnya dibuktikan halal,” jelasnya.</p>
<p>Tahapan berikutnya, dapur SPPG akan diperiksa langsung oleh auditor halal dari lembaga berwenang. Hasil audit tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan Komite Fatwa MUI dalam menetapkan status kehalalan.</p>
<p>Meski mendorong percepatan sertifikasi, Sucipto menegaskan bahwa MUI tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan. Peran MUI lebih pada pendampingan, mulai dari memberikan konsultasi hingga menjembatani komunikasi dengan pihak terkait.</p>
<p>Ia juga mengajak pemerintah daerah, khususnya dinas perindustrian maupun instansi perizinan, untuk lebih aktif dalam mendukung proses sertifikasi halal bagi SPPG.</p>
<p>“Mungkin bisa ditarik ke perizinan atau dinas perindustrian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Direktur Baru RSAR Situbondo Laporkan Capaian Kinerja dalam Rapat Dewan Pengawas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/direktur-baru-rsar-situbondo-laporkan-capaian-kinerja-dalam-rapat-dewan-pengawas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/direktur-baru-rsar-situbondo-laporkan-capaian-kinerja-dalam-rapat-dewan-pengawas</guid>
<description><![CDATA[ Meski baru menjabat lima bulan sebagai direktur, dr Sudharmono menyampaikan sudah banyak yang telah direalisasikan dan juga meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap RSAR, hal itu dilihat dari aplikasi Sukma-e, sehingga masyarakat bisa langsung memberikan penilaian segala bentuk pelayanan medis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1f7e41b229.webp" length="45016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 20:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Sugeng Mariyanto</dc:creator>
<media:keywords>Rumah sakit, kesehatan, JKN, pelayanan, Situbondo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP - </strong>Untuk mengevaluasi kinerja dan layanannya kepada masyarakat, RSUD dr Abdoer Rahem (RSAR) Kabupaten Situbondo menggelar rapat dewan pengawas yang dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, dr Sudharmono, Direktur RSUD dr Abdoer Rahem, menyampaikan laporan dan perkembangannya selama triwulan pertama tahun 2026.</p>
<p>"Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyampaikan laporan, membahas strategi, pengelolaan dan pelayanan RSAR untuk lebih baik lagi," katanya.</p>
<p>Meski baru menjabat lima bulan sebagai direktur, dr Sudharmono menyampaikan sudah banyak yang telah direalisasikan dan juga meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap RSAR, hal itu dilihat dari aplikasi Sukma-e, sehingga masyarakat bisa langsung memberikan penilaian segala bentuk pelayanan medis.</p>
<p>"Kami ungkapkan rasa syukur karena berkat kerjasama dan kekompakan dari seluruh jajaran RSAR untuk indeks kepuasan masyarakat terhadap RSAR nilainya naik," ucapnya.</p>
<p>Meski sebelumnya juga sempat disorot di media sosial tentang layanan RSAR, hal itu juga menjadi masukan untuk perbaikan internal. Saat ini pihaknya fokus dalam pengelolaan SDM dengan pelatihan dan kegiatan serta dilakukannya rotasi karyawan.</p>
<p>"Karena setelah kami pelajari sudah bertahun-tahun ternyata karyawan yang ada di kami itu, tidak dilakukan rotasi dan ini menjadi penting rotasi karena banyak sekali manfaatnya," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan terkait pelayanan RSAR dapat dikatakan paling terlengkap di Situbondo, contohnya ada layanan terapi oksigen hiperbarik dan layanan ESWL pemecahan batu ginjal menggunakan gelombang kejut tanpa perlu pembedahan.</p>
<p>Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berharap agar RSAR terus berbenah lebih baik dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Situbondo.</p>
<p>"Rumah sakit ini harus terus melakukan peningkatan pelayanannya dan dari hasil laporan triwulan pertama 2026 cukup baik," katanya kepada wartawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Jemaah Padati Pengajian Gus Kautsar dalam Rangka Hari Jadi Nganjuk ke&amp;1089</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-jemaah-padati-pengajian-gus-kautsar-dalam-rangka-hari-jadi-nganjuk-ke-1089</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-jemaah-padati-pengajian-gus-kautsar-dalam-rangka-hari-jadi-nganjuk-ke-1089</guid>
<description><![CDATA[ Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1a58316cdb.webp" length="54338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 14:37:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nganji bareng Gus Kausar, HUT Nganjuk ke 1089, ribuan jama&#039;ah padati lokasi, diguyur hujan, Forkopimda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat religiusitas masyarakat Kabupaten Nganjuk terpancar nyata dalam gelaran pengajian akbar memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1089. Kehadiran ulama muda karismatik asal Ploso, Kediri, KH Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, menjadi magnet utama yang memadati lokasi acara meskipun cuaca kurang bersahabat, Selasa (28/04/2026).</p>
<p>Sejak sore hari, ribuan jemaah dari berbagai penjuru wilayah telah memadati area panggung utama. Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi. </p>
<p>Dengan menggunakan payung dan alas seadanya, mereka tetap khusyuk mengikuti rangkaian acara demi mendengarkan tausiah dari putra KH Nurul Huda Djazuli tersebut.</p>
<p>Suasana semakin khidmat saat Gus Kautsar tiba di lokasi. Mengenakan kemeja biru yang santai namun bersahaja, beliau langsung disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Nganjuk yang telah menunggu di bawah panggung.</p>
<p>Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dalam membangun daerah, serta rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Nganjuk yang kini telah mencapai satu milenium lebih.</p>
<p>"Hujan ini adalah berkah. Sama halnya dengan rasa cinta panjenengan semua kepada ilmu dan ulama, semoga menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT untuk Kabupaten Nganjuk," ujar Gus Kautsar di sela-sela ceramahnya yang disambut seruan "Aamiin" oleh ribuan jemaah.</p>
<p>Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Gunawan Widagdo, menyatakan rasa haru dan bangga atas keteguhan hati para jemaah. </p>
<p>Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan acara ini.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi semangat para jemaah. Meskipun diguyur hujan deras, semangat untuk mengaji bersama Gus Kautsar sama sekali tidak luntur. Ini membuktikan kecintaan masyarakat Nganjuk terhadap ilmu dan ulama sangat luar biasa," ujar Gunawan Widagdo yang juga menjabat sebagai Kepala Disporabudpar, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa persiapan matang telah dilakukan oleh panitia bersama jajaran Banser dan pihak keamanan untuk memastikan acara tetap berjalan kondusif meski dalam kondisi cuaca yang menantang.</p>
<p>Informasi yang dihimpun di lapangan, Gus Kautsar hadir dengan gaya bicaranya yang lugas dan penuh makna, serta memberikan apresiasi serupa kepada jemaah yang tetap setia menantinya. </p>
<p>Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menyampaikan pesan-pesan sejuk mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta ketaatan kepada orang tua dan guru sebagai kunci keberkahan hidup.</p>
<p>Acara yang berlangsung hingga larut malam ini berjalan khidmat. Suara lantunan selawat yang bergema di tengah rintik hujan menciptakan suasana spiritual yang mendalam, sekaligus menjadi kado religius bagi Kabupaten Nganjuk yang kini genap berusia 1089 tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Jember Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-jember-tetapkan-status-siaga-darurat-kekeringan-dan-karhutla-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-jember-tetapkan-status-siaga-darurat-kekeringan-dan-karhutla-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh elemen warga Jember bahwa potensi bencana selalu mengintai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1a09e3f175.webp" length="92446" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 12:57:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Menindaklanjuti instruksi nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menetapkan status Siaga Darurat. Status tersebut meliputi penanganan kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).</p>
<p>Hal ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Saat sosialisasi dilakukan pukul 10.00 WIB, suasana di PPG Wisata Pinus Sidomulyo, Silo, mendadak riuh dengan suara sirene yang berbunyi secara bersamaan.</p>
<p>Aksi simbolis ini merupakan bagian dari peringatan HKB 2026 yang dipusatkan di Provinsi Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih naluri masyarakat dalam merespons ancaman bencana secara cepat dan tepat.</p>
<p>Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh elemen warga Jember bahwa potensi bencana selalu mengintai.</p>
<p>Menurutnya, berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG, Jember diprediksi akan memasuki fase kemarau mulai akhir April, dengan puncak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus. Menanggapi ancaman tersebut, Pemkab Jember telah menyiapkan langkah-langkah strategis.</p>
<p>"Kondisi hari ini sudah kita tetapkan menjadi siaga darurat kekeringan. Kami telah mengaktifkan posko-posko kesiapsiagaan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang dan ekstrem," kata Edi di sela-sela kegiatan.</p>
<p>BPBD Jember telah memetakan wilayah-wilayah rawan krisis air bersih dan menyiapkan armada tangki air guna mendistribusikan bantuan secara berkala jika dibutuhkan oleh warga.</p>
<p>Selain krisis air, ancaman Karhutla menjadi perhatian utama. Edi menjelaskan bahwa BPBD telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Forkopimda, Perhutani, BKSDA, serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Edi secara khusus memberikan imbauan tegas kepada para petani dan warga yang beraktivitas di sekitar lereng gunung.</p>
<p>"Dilarang keras melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran, karena risiko perambatan api yang sangat cepat di musim kering dan seluruh tim pemadam kebakaran (Damkar) serta relawan kebencanaan disiagakan penuh untuk merespons titik api secara cepat," jelas Edi.</p>
<p>Tak hanya fokus pada kekeringan, BPBD Jember juga tetap memantau potensi bencana geologi seperti gempa bumi megathrust yang secara geografis membayangi wilayah pesisir selatan Jawa.</p>
<p>"Segala upaya teknis dan fisik telah kita siapkan. Namun, sebagai manusia, kita juga harus senantiasa memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami meminta dukungan doa dari para alim ulama dan seluruh masyarakat agar Kabupaten Jember senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warisan Sampah Dibongkar, 135 Ribu Ton Limbah Lama di Tlekung Disasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warisan-sampah-dibongkar-135-ribu-ton-limbah-lama-di-tlekung-disasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warisan-sampah-dibongkar-135-ribu-ton-limbah-lama-di-tlekung-disasar</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu tidak hanya berupaya mengelola sampah baru, tetapi juga menyelesaikan persoalan lama yang selama ini menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0a34ed2ae9.webp" length="47982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 20:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Landfill, TPA Tlekung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menuntaskan persoalan laten yang selama ini menjadi beban lingkungan, yakni penumpukan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. Melalui proyek modernisasi pengelolaan sampah, sebanyak 135 ribu ton limbah akan diolah kembali menggunakan metode landfill mining sebagai langkah konkret membersihkan “warisan sampah” masa lalu.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni pada Selasa (28/4/2026) menegaskan bahwa pendekatan landfill mining dipilih untuk mengurai timbunan sampah lama yang selama ini membebani kapasitas TPA sekaligus berpotensi mencemari lingkungan.</p>
<p>“Sekitar 135 ribu ton sampah lama akan kita olah kembali. Ini bukan hanya soal pengurangan volume, tapi juga upaya pemulihan lahan yang selama ini tertutup timbunan sampah,” ujarnya.</p>
<p>Melalui metode tersebut, sampah yang telah lama tertimbun akan dipilah dan diproses ulang, sehingga sebagian dapat dimanfaatkan kembali, sementara sisanya ditangani dengan sistem yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Targetnya, proyek ini mampu memulihkan lahan seluas dua hektare di kawasan TPA Tlekung. Lahan yang sebelumnya tidak produktif itu nantinya akan dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>Dian menegaskan, langkah ini sekaligus menjadi upaya menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini diwariskan dari tahun ke tahun tanpa penanganan menyeluruh.</p>
<p>“Selama ini kita seperti hanya menumpuk masalah. Sekarang kita mulai bongkar dan selesaikan dari akarnya. Apalagi langkah ini menjadi bagian dari program besar menuju Zero Waste City yang dijalankan Pemkot Batu melalui kolaborasi dengan Bank Dunia dalam skema Local Services Decarbonization Program (LSDP)," imbuhnya.</p>
<p>Selain penanganan di hilir, Pemkot Batu juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di sektor hulu. Penambahan armada angkut serta pengoperasian teknologi Bio-Digester di Pasar Among Tani menjadi bagian dari strategi untuk menekan volume sampah sejak dari sumbernya.</p>
<p>Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, beban TPA diharapkan berkurang secara signifikan sehingga kasus penumpukan sampah seperti di masa lalu tidak kembali terulang.</p>
<p>"Program modernisasi ini juga didukung peningkatan anggaran menjadi Rp 100 miliar agar pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Gresik Beri Tanggapan Terkait Penangkapan Tersangka SK ASN Palsu Senilai Rp1,5 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-gresik-beri-tanggapan-terkait-penangkapan-tersangka-sk-asn-palsu-senilai-rp15-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-gresik-beri-tanggapan-terkait-penangkapan-tersangka-sk-asn-palsu-senilai-rp15-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Yani mengapresiasi kepada jajaran aparat penegak hukum Polres Gresik yang sudah menangani kasus ini dengan cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f09245aac4e.webp" length="43930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 19:35:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>– Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, memberikan tanggapan terkait penangkapan tersangka penipuan rekrutmen ASN menggunakan Surat Keputusan (SK) palsu yang merugikan korban senilai Rp1,5 miliar.</p>
<p>"Saya sangat prihatin jika di Kabupaten Gresik ada persoalan terkait SK palsu. Tentu ini mencoreng raihan prestasi birokrasi Pemkab Gresik yang sudah lama dibangun dengan susah payah," kata Yani, setelah prosesi penyerahan SK pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta penyerahan perpanjangan kontrak PPPK formasi tahun 2021 di Kantor Bupati Gresik, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Yani mengapresiasi kepada jajaran aparat penegak hukum Polres Gresik yang sudah menangani kasus ini dengan cepat. Dengan pengungkapan kasus ini dapat menghilangkan keresahan di masyarakat.</p>
<p>"Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti ini," jelasnya. </p>
<p>Menurut dia, seluruh proses penempatan pejabat ASN dilakukan berdasarkan prinsip meritokrasi dan sistem seleksi yang transparan. Ia menegaskan, penataan aparatur di lingkungan Pemkab Gresik berlandaskan sistem meritokrasi, dengan mengedepankan kompetensi dan potensi.</p>
<p>Sementara itu, dalam kegiatan ini Bupati Gresik menyerahkan dokumen SK pengangkatan PNS terhadap 478 pegawai yang masing-masing terdiri dari 204 jabatan struktural dan 264 jabatan fungsional.</p>
<p>"Dan untuk PPPK yang baru saja diperpanjang tingkatkan kedisiplinan, niatkan dengan ikhlas menjadi pegawai membantu masyarakat. Mudah-mudahan setelah menerima SK perpanjangan ini kerjanya semakin semangat dalam melayani masyarakat," pungkasnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, pelaku yang merupakan mantan ASN Antoni (46) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, berhasil ditangkap petugas saat berusaha melarikan diri ke Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.</p>
<p>Penangkapan ini dilakukan didalam sebuah kontrakan tersangka bersama anak dan istrinya. Kepada petugas, tersangka mengaku sengaja berusaha kabur setelah para korban meminta uang yang sudah diberikan untuk dikembalikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemasangan Pagar Pengaman Jembatan Cangar Dimulai Mei 2026, Fokus pada Titik Rawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemasangan-pagar-pengaman-jembatan-cangar-dimulai-mei-2026-fokus-pada-titik-rawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemasangan-pagar-pengaman-jembatan-cangar-dimulai-mei-2026-fokus-pada-titik-rawan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya pengerjaan pada Mei mendatang, pemerintah menargetkan sistem pengamanan di lokasi tersebut dapat segera berfungsi optimal dalam waktu dekat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f090ad9ae93.webp" length="40468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 19:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jembatan Cangar, Pengaman</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya pengamanan di Jembatan Kembar Cangar segera memasuki tahap konkret. Pemerintah memastikan pemasangan pagar pengaman tambahan (railing) dan jaring pengaman akan mulai dikerjakan pada Mei 2026, menyasar langsung titik-titik yang selama ini dinilai rawan.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto (28/4/2026) menegaskan bahwa pelaksanaan fisik menjadi langkah krusial setelah rangkaian koordinasi lintas instansi rampung. Proyek ini akan dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan konstruksi.</p>
<p>“Targetnya bulan depan sudah mulai dikerjakan. Ini bentuk percepatan agar tidak ada lagi kejadian serupa. Pengerjaan difokuskan pada penambahan ketinggian pagar besi serta pemasangan jaring pengaman di sisi jembatan yang memiliki potensi risiko tinggi. Desain pengaman tersebut disesuaikan dengan hasil kajian teknis agar tidak membebani struktur jembatan yang sudah ada," urainya.</p>
<p>Selain pembangunan fisik, integrasi sistem pengawasan juga akan berjalan paralel. Kamera CCTV direncanakan mulai dipasang bersamaan dengan proses pengerjaan awal, sehingga fungsi pemantauan bisa langsung aktif tanpa menunggu proyek selesai sepenuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, peningkatan penerangan jalan umum (PJU) dan patroli rutin akan menjadi langkah pendukung selama masa pengerjaan berlangsung. Pemerintah ingin memastikan kawasan tetap terpantau, termasuk saat aktivitas konstruksi berjalan.</p>
<p>"Langkah ini menjadi fase penting dalam upaya mengubah Jembatan Kembar Cangar dari titik rawan menjadi area yang lebih aman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diprotes Warga, Proyek Sumur Bor Desa Sumberbrantas Kota Batu Dihentikan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diprotes-warga-proyek-sumur-bor-desa-sumberbrantas-kota-batu-dihentikan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diprotes-warga-proyek-sumur-bor-desa-sumberbrantas-kota-batu-dihentikan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Konflik sumur bor di Sumber Brantas mencerminkan benturan antara kepentingan eksploitasi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa transparansi dan pelibatan masyarakat, potensi konflik sosial akan terus membesar, terlebih ketika menyangkut sumber air yang menjadi kebutuhan dasar warga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f08f8f4deed.webp" length="44356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:49:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sumur Bor, Protes</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Puluhan warga RT 5 RW 6 Dusun Gimbo, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, menggelar aksi damai dengan mendatangi kantor desa, Selasa (28/4/2026). Mereka menuntut penghentian aktivitas pengeboran sumur dalam oleh PT Esa Suwardhana Thani yang dinilai mengancam ketersediaan air bersih serta ekosistem di kawasan hulu Sungai Brantas.</p>
<p>Salah satu warga sekitar Neno Pratama pada (28/4/2026) menegaskan bahwa hal tersebut dipicu kekhawatiran warga atas penurunan debit air yang mulai dirasakan sejak pertengahan 2025. Salah satu sumber yang terdampak adalah Sungai Janitri, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pengeboran di Dusun Jurangkali.</p>
<p>"Penurunan debit air terjadi signifikan sejak aktivitas sumur bor diduga mulai beroperasi secara komersial. Debit air mengecil dan sangat terasa dampaknya. Kalau ini terus dibiarkan, sumber air warga bisa terancam,” ujarnya.</p>
<p>Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti minimnya transparansi informasi. Mereka mengaku mendapat penjelasan berbeda dari pihak desa terkait alat berat yang masuk ke lokasi. Pemdes menyebut alat tersebut untuk tiang pancang, sementara warga meyakini itu merupakan perangkat pengeboran sumur dalam.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan utama. Di antaranya membuka dokumen aktivitas pengeboran, menghentikan sementara kegiatan di lapangan, transparansi izin lingkungan, realisasi kompensasi yang dijanjikan, serta pelibatan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait lingkungan.</p>
<p>"Warga juga menilai aktivitas tersebut berpotensi melanggar prinsip kehati-hatian serta hak atas informasi publik, mengingat sosialisasi sebelumnya tidak disertai keterbukaan dokumen perjanjian. Informasi yang tidak sinkron ini memicu ketidakpercayaan masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Sekretaris Desa Sumber Brantas, Purwanto, membenarkan adanya penurunan debit air di Sumber Janitri. Dari hasil pengecekan, kapasitas air yang sebelumnya penuh kini berkurang menjadi sekitar tiga perempatnya.</p>
<p>“Penurunan ini nyata dan berdampak langsung bagi warga,” tandasnya.</p>
<p><strong>Proyek Pengeboran Dihentikan Sementara</strong></p>
<p>Menindaklanjuti tuntutan warga, Pemerintah Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara proyek pembangunan dan pengeboran air milik PT Esa Swardhana Thani.</p>
<p>Kepala Desa Sumberbrantas Saniman menegaskan bahwa penghentian tersebut dituangkan dalam surat resmi bernomor 470/75/35.79.02.2009/2026 dimana perusahaan diminta menghentikan seluruh aktivitas hingga tuntutan warga dipenuhi.</p>
<p>"Langkah ini dipicu oleh belum terealisasinya sejumlah kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan sejak pertemuan pada 4 September 2023. Salah satu poin utama yang dipersoalkan adalah kompensasi sebesar 10 persen debit air dari sumur bor yang hingga kini belum diberikan kepada warga terdampak," paparnya.</p>
<p>Selain itu, warga juga menilai sosialisasi terkait rencana pengeboran tahap lanjutan tidak dilakukan secara terbuka. Kedatangan alat berat ke lokasi bahkan disebut memicu ketegangan karena dianggap mendahului kesepakatan baru dengan masyarakat.</p>
<p>Terlebih warga Dusun Jurang Kuali tetap bersikeras bahwa hak mereka atas sumber daya air harus dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek kembali berjalan. Mereka menilai keberadaan sumur bor berpotensi mengganggu keseimbangan sumber air di kawasan tersebut.</p>
<p>"Untuk itu, Pemerintah Desa Sumberbrantas menyatakan akan terus mengawal proses penyelesaian konflik ini. Pemdes menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus memastikan seluruh kesepakatan antara warga dan perusahaan dijalankan," imbuhnya.</p>
<p>Penghentian sementara ini diharapkan menjadi ruang dialog antara pihak perusahaan dan warga untuk mencari solusi yang adil dan transparan sebelum aktivitas kembali dilanjutkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Capai Rp540 Juta, Anggaran EO Kegiatan Selawatan di Pemkab Probolinggo Jadi Sorotan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/capai-rp540-juta-anggaran-eo-kegiatan-selawatan-di-pemkab-probolinggo-jadi-sorotan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/capai-rp540-juta-anggaran-eo-kegiatan-selawatan-di-pemkab-probolinggo-jadi-sorotan</guid>
<description><![CDATA[ Anggaran Rp 540 juta untuk jasa EO kegiatan sholawatan di Pemkab Probolinggo menuai sorotan. LSM menilai perlu efisiensi, sementara pemerintah menyebut kegiatan ini penting untuk pembinaan mental ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f08a0200dde.webp" length="43436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:11:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, APBD, EfisiensiAnggaran, Sholawatan, ASN, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Rencana penganggaran untuk jasa Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan kegiatan selawatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo menuai perhatian publik. Total dana yang disiapkan dalam satu tahun disebut mencapai Rp540 juta, angka yang dinilai cukup besar untuk kegiatan pembinaan mental spiritual.</p>
<p>Berdasarkan rincian yang beredar, anggaran tersebut dibagi ke dalam dua paket pengadaan. Paket pertama bernilai Rp240 juta untuk enam kali pelaksanaan kegiatan. Sementara paket kedua mencapai Rp300 juta yang digunakan untuk 13 kali kegiatan, termasuk agenda keagamaan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>
<p>Besarnya alokasi anggaran ini menjadi sorotan, terutama karena dilakukan di tengah kebijakan efisiensi belanja yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Kondisi tersebut memicu kritik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP).</p>
<p>Ketua AMPP, Lutfi Hamid, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan kegiatan keagamaan. Namun, ia menilai penggunaan anggaran dalam jumlah besar untuk jasa EO perlu dipertimbangkan kembali dari sisi efisiensi dan prioritas.</p>
<p>"Kami tentu mendukung kegiatan religi, tetapi yang menjadi catatan adalah efisiensinya. Mengapa kegiatan seperti ini harus menggunakan jasa EO dengan anggaran hingga ratusan juta rupiah? Apakah tidak bisa dimaksimalkan melalui swadaya atau memanfaatkan sumber daya internal pemerintah daerah?" ujar Lutfi.</p>
<p>Menurutnya, di tengah upaya pemulihan ekonomi masyarakat, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seharusnya difokuskan pada sektor yang berdampak langsung, seperti pembangunan infrastruktur maupun program bantuan sosial.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kegiatan bernuansa spiritual seharusnya mengedepankan kesederhanaan, bukan justru menimbulkan kesan pemborosan.</p>
<p>Selain itu, Lutfi turut menyoroti mekanisme pengadaan yang dilakukan secara langsung. Ia menilai, metode tersebut membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, khususnya terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Syamsul Huda, membenarkan adanya program kegiatan selawatan tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan detail terkait nominal anggaran yang dialokasikan.</p>
<p>Syamsul menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, kegiatan rutin yang digelar setiap Jumat Manis di lingkungan kantor pemerintah daerah bersama Bupati dan ASN. Kedua, kegiatan bertajuk “Sholawat Mengetuk Pintu Langit” yang dilaksanakan secara bergilir di sejumlah kecamatan dengan melibatkan berbagai majelis selawat.</p>
<p>"Pada dasarnya kegiatan ini memiliki tujuan penting, yaitu sebagai sarana pembinaan mental dan peningkatan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah serta membentuk karakter ASN yang berintegritas dan memiliki moral yang baik," terang Syamsul.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa penggunaan jasa EO merupakan kebijakan Bupati Probolinggo, Gus Haris, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan optimal serta memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk terlibat sebagai penyelenggara.</p>
<p>Meski demikian, polemik terkait besarnya anggaran ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik, terutama dalam konteks transparansi dan prioritas penggunaan anggaran daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos Nganjuk Turun Tangan Validasi Warga Miskin di Warujayeng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-nganjuk-turun-tangan-validasi-warga-miskin-di-warujayeng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-nganjuk-turun-tangan-validasi-warga-miskin-di-warujayeng</guid>
<description><![CDATA[ Tim TKSK ditugaskan untuk melakukan asesmen langsung terhadap warga yang bersangkutan guna mengetahui kebutuhan mendesak dan status sosialnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f07986d31ed.webp" length="22512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 17:01:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ka dinsos Haris Sudjatmiko, Dinsos, Respon Cepat, Asesmen, warga Dusun Pengkol, Dua bersaudara, Sarno dan Pardi, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP -</strong> Menanggapi adanya laporan mengenai kondisi warga kurang mampu di Lingkungan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom, Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk bergerak cepat untuk melakukan validasi di lapangan.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Nganjuk, Haris Sudjatmiko, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk memastikan kondisi riil Sarno dan Supardi, dua bersaudara yang hidup dalam keterbatasan dan tinggal di tempat yang tidak layak.</p>
<p>​Haris Sudjatmiko menyatakan akan langsung menginstruksikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk melakukan langkah-langkah darurat. Kata Haris, Tim TKSK ditugaskan untuk melakukan asesmen langsung terhadap warga yang bersangkutan guna mengetahui kebutuhan mendesak dan status sosialnya.</p>
<p>​Selain itu, Dinsos akan melakukan verifikasi data untuk melihat apakah warga tersebut sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memerlukan pengusulan baru. Karena, belum ada ​laporan terkait kondisi Sarno dan Supardi, warga Dusun Pengkol, Kelurahan Warujayeng. ​Haris mengakui bahwa koordinasi dengan tim di tingkat kecamatan sangat krusial. </p>
<p>"Saya akan langsung tugaskan TKSK untuk asesmen di sana, mengecek data yang bersangkutan semuanya," tegasnya saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut laporan di wilayah Tanjunganom tersebut, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai alur pengusulan bantuan sosial yang sering dianggap rumit, Haris memberikan penjelasan mendalam terkait sistem integrasi data antara daerah dan pusat. Ia menegaskan bahwa sistem saat ini telah dirancang untuk meminimalisasi ketimpangan data di lapangan.</p>
<p>Ada ​tiga jalur pengusulan bantuan, Haris memaparkan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki tiga pintu utama untuk mengusulkan bantuan agar tepat sasaran, yakni, ​Pertama melalui aplikasi cek bansos (Kementerian Sosial).</p>
<p>Jalur kedua, warga yang kurang mampu mengoperasikan teknologi dapat langsung mengusulkan diri atau orang lain secara mandiri melalui aplikasi resmi. Ketiga, bisa ​melalui Desa/Kelurahan di mana pihak desa melakukan pendataan dan penginputan data warga yang layak dibantu.</p>
<p>​"Kami terbuka, Jika terdapat keberatan atau ketidaksesuaian, masyarakat diberikan ruang untuk mengajukan perubahan melalui aplikasi langsung bisa ke (pemerintah) pusat," ungkap Haris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persiapan Rampung, 915 Jemaah Haji Kabupaten Blitar Siap Berangkat ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persiapan-rampung-915-jemaah-haji-kabupaten-blitar-siap-berangkat-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persiapan-rampung-915-jemaah-haji-kabupaten-blitar-siap-berangkat-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Terkait jadwal keberangkatan, JCH yang tergabung dalam kloter 106 dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Surabaya pada 18 Mei 2026. Sedangkan tiga kloter lainnya, yakni kloter 107, 108, dan 109, akan diberangkatkan sehari setelahnya, tepatnya pada 19 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f005f74ff28.webp" length="29800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:37:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>JCH, Jemaah Calon Haji, Kabupaten Blitar, Terbagi, 4 Kloter, Siap, Berangkat, Tanah Suci.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> — Sebanyak 915 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Blitar dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Seluruh persiapan utama, termasuk distribusi koper jemaah, telah rampung tanpa kendala.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Purnomo, menyampaikan bahwa JCH Kabupaten Blitar masuk dalam gelombang kedua keberangkatan yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).</p>
<p></p>
<p>"Untuk Kabupaten Blitar total ada 915 jemaah, dan seluruh koper sudah dibagikan. Jadi secara kesiapan logistik, semuanya sudah lengkap," ujar Purnomo, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, kloter 106 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari JCH Kabupaten Blitar bersama jemaah dari Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dua kloter berikutnya, yakni kloter 107 dan kloter 108, diisi penuh oleh jemaah asal Kabupaten Blitar. </p>
<p></p>
<p>Adapun kloter 109 merupakan kloter gabungan; JCH Kabupaten Blitar akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Kediri.</p>
<p></p>
<p>Terkait jadwal keberangkatan, JCH yang tergabung dalam kloter 106 dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Surabaya pada 18 Mei 2026. Sedangkan tiga kloter lainnya, yakni kloter 107, 108, dan 109, akan diberangkatkan sehari setelahnya, tepatnya pada 19 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>"Untuk jemaah asal Kabupaten Blitar kloter 106 berangkat ke Surabaya pada 18 Mei 2026, sedangkan kloter 107, 108, dan 109 berangkat pada 19 Mei 2026," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan pembagian kloter tersebut, diharapkan proses pemberangkatan berjalan lancar dan tertib. </p>
<p></p>
<p>Pihak kementerian juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi seluruh prosedur yang telah ditetapkan menjelang keberangkatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jombang Peringkat 4 Terbaik Nasional Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jombang-peringkat-4-terbaik-nasional-hasil-evaluasi-penyelenggaraan-pemerintah-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jombang-peringkat-4-terbaik-nasional-hasil-evaluasi-penyelenggaraan-pemerintah-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menerima Piagam Penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef7cd3756d3.webp" length="32978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Pemkab Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menerima Piagam Penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Apresiasi ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Jombang pada peringatan Otoda tahun ini yang mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita".</p>
<p></p>
<p>Penghargaan yang diterima Bupati Warsubi merupakan bentuk pengakuan resmi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI atas keberhasilan Kabupaten Jombang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah yang efektif, transparan, dan akuntabel sepanjang tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Jombang berada di peringkat 4 nasional sebagai kabupaten yang berhasil mengimplementasikan semangat otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik, dengan status nilai "Tinggi" yakni skor 3,5962.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran OPD di lingkup Pemkab Jombang yang berkolaborasi dengan lintas sektor serta partisipasi dan dukungan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jombang. Capaian ini membuktikan bahwa komitmen kita dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan masyarakat diakui di level nasional," ujar Bupati Warsubi dalam rilis diterima redaksi. </p>
<p></p>
<p>Keberhasilan meraih penghargaan EPPD ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus berinovasi. Fokus ke depan adalah mengoptimalkan potensi lokal melalui kebijakan otonomi yang pro rakyat, selaras dengan semangat transformasi nasional yang digalakkan oleh pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk terus berinovasi demi Jombang yang lebih maju dan sejahtera untuk semua. Mohon doa dan dukungan selalu," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ditekankan bahwa peringatan Hari Otoda ke-30 merupakan momentum bagi kepala daerah untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah demi mewujudkan visi besar Asta Cita.</p>
<p></p>
<p>Pemberian piagam penghargaan dan trofi Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2025 diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, kepada 5 gubernur, 9 wali kota, dan 15 bupati.</p>
<p></p>
<p>EPPD merupakan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Raihan prestasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.7-739 Tahun 2026 tentang Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional Tahun 2025. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Malang Tegaskan SPPG Tak Boleh Abaikan Limbah, IPAL hingga SPPL Jadi Kewajiban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-malang-tegaskan-sppg-tak-boleh-abaikan-limbah-ipal-hingga-sppl-jadi-kewajiban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-malang-tegaskan-sppg-tak-boleh-abaikan-limbah-ipal-hingga-sppl-jadi-kewajiban</guid>
<description><![CDATA[ DLH Kabupaten Malang mendorong pengelola SPPG memperbaiki tata kelola limbah melalui pendampingan intensif, sekaligus memastikan kelengkapan administrasi lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef6ebbf3806.webp" length="61416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>DLH Kabupaten Malang, Pengelolaan Limbah, SPPG, Makan Bergizi, Lingkungan Hidup, IPAL, SPPL, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Upaya penataan pengelolaan limbah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang terus diperkuat melalui pendekatan pendampingan berkelanjutan.</p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menegaskan, seluruh pengelola dapur MBG wajib memenuhi standar lingkungan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Malang, Nuning Nurlaila, kepada awak media usai kegiatan sosialisasi pengelolaan limbah.</p>
<p>Menurut Nuning, DLH tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga aktif memberikan pembinaan agar pengelola SPPG memahami tata kelola limbah secara benar dan menyeluruh.</p>
<p>“Kami ingin semua pengelola memiliki pemahaman yang sama. Jadi tidak hanya patuh aturan, tapi juga tahu cara teknis pengelolaannya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, aktivitas dapur MBG menghasilkan limbah cair dan padat yang membutuhkan penanganan berbeda. Untuk limbah cair, diperlukan sistem pengolahan seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan pengelolaan yang terukur. Sementara limbah padat, khususnya organik, diarahkan untuk dikelola secara mandiri.</p>
<p>“Pengelolaan bisa dilakukan melalui komposting, pemanfaatan maggot, atau kerja sama dengan pihak lain. Kalau belum mampu, bisa bermitra dengan TPS 3R maupun bank sampah,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pengelola SPPG, koordinator wilayah, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Dalam forum tersebut, DLH juga menemukan masih adanya kekurangan pemahaman terkait kewajiban administrasi lingkungan, terutama dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).</p>
<p>“Masih ada yang belum menyadari bahwa SPPL itu wajib. Padahal dokumen ini menjadi dasar komitmen dalam pengelolaan limbah sesuai jenisnya,” tegas Nuning.</p>
<p>Ia menambahkan, proses pengurusan SPPL kini dapat dilakukan secara daring melalui sistem OSS, sehingga diharapkan tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha skala kecil hingga menengah.</p>
<p>Selain itu, DLH juga mencatat adanya SPPG yang telah memiliki fasilitas IPAL, namun belum melengkapi aspek legalitasnya. Temuan ini akan menjadi dasar untuk pendataan serta pembinaan lanjutan yang lebih terarah.</p>
<p>“Kami jadi bisa memetakan persoalan di lapangan. Ke depan, pembinaan akan lebih fokus agar seluruh SPPG memenuhi standar lingkungan secara utuh,” ungkapnya.</p>
<p>DLH memastikan, kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian pendampingan yang akan terus dilakukan. Monitoring, evaluasi, hingga kunjungan lapangan akan digelar secara berkala untuk memastikan implementasi berjalan optimal.</p>
<p>“Pendampingan ini berkelanjutan. Tujuannya agar pengelolaan limbah SPPG tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Terkendala Adminduk, Dua Bersaudara di Nganjuk Kini Bisa Akses Bantuan Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-terkendala-adminduk-dua-bersaudara-di-nganjuk-kini-bisa-akses-bantuan-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-terkendala-adminduk-dua-bersaudara-di-nganjuk-kini-bisa-akses-bantuan-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Respon cepat Kelurahan Warujayeng, Nganjuk, membantu dua bersaudara prasejahtera mengurus KK setelah terkendala adminduk, membuka akses terhadap bantuan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef51501469d.webp" length="33784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:14:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gerak cepat, warga kurang mampu, adminduk, Kepala Kelurahan Warujayeng, PKH, dua bersaudara, bantuan, Lingkungan Warujayeng, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="123" data-end="328"><strong data-start="123" data-end="139">NGANJUK, SJP</strong> – Pemerintah Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga kurang mampu yang terkendala administrasi kependudukan (adminduk).</p>
<p data-start="330" data-end="647">Kepala Kelurahan Warujayeng, Okky Rio, langsung turun tangan memastikan persoalan tersebut segera ditangani. Respons cepat ini muncul setelah pemberitaan media SuaraJatimPost mengenai keluarga prasejahtera di Dusun Pengkol yang kesulitan mengakses bantuan sosial akibat data Kartu Keluarga (KK) yang belum diperbarui.</p>
<p data-start="649" data-end="843">Okky menyampaikan, pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat RT hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), begitu menerima informasi tersebut.</p>
<p data-start="845" data-end="1101">“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media. Ini bentuk sinergi. Begitu ada laporan warga membutuhkan bantuan pengurusan KK, kami langsung instruksikan staf untuk jemput bola agar prosesnya cepat selesai,” ujar Okky di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).</p>
<p data-start="1103" data-end="1397">Hasilnya, pengurusan KK baru bagi Sarno dan Supardi, warga Dusun Pengkol Lingkungan Warujayeng, dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan dokumen yang telah diperbarui, keduanya kini memiliki dasar administrasi untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah, baik daerah maupun pusat.</p>
<p data-start="1399" data-end="1583">Okky menegaskan, pihaknya akan terus menyisir warga yang mengalami kendala serupa. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menghadapi hambatan dalam pelayanan publik.</p>
<p data-start="1585" data-end="1783">“Kepuasan warga adalah prioritas kami. Ke depan, pengawasan di tingkat lingkungan akan kami tingkatkan agar tidak ada lagi warga yang terhambat haknya hanya karena persoalan administrasi,” tegasnya.</p>
<p data-start="1785" data-end="1991">Sebelumnya, kisah Sarno dan Supardi menyita perhatian publik. Dua bersaudara ini hidup dalam keterbatasan di tengah Dusun Pengkol. Untuk bertahan hidup, mereka mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah.</p>
<p data-start="1993" data-end="2162">Tanpa dukungan orang tua maupun keluarga dekat, keduanya tinggal di rumah sederhana yang jauh dari kata layak. Kondisi bangunan rapuh dengan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="2164" data-end="2389">Situasi semakin berat karena Supardi mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit sepanjang puluhan meter yang hanya bisa dilalui sepeda.</p>
<p data-start="2391" data-end="2589">Penghasilan sebagai pencari rongsokan pun tidak menentu, kerap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sementara kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan rumah belum tersentuh.</p>
<p data-start="2591" data-end="2707">“Kami hanya ingin bertahan hidup. Selama masih ada yang bisa dikumpulkan dan dijual, kami jalani,” ujar Sarno lirih.</p>
<p data-start="2709" data-end="2896">Untuk memasak, mereka masih menggunakan tungku kayu bakar. Asap sering memenuhi ruangan sempit tempat tinggal mereka. Fasilitas mandi dan sanitasi pun sangat sederhana dan memprihatinkan.</p>
<p data-start="2898" data-end="3048">Kondisi ini mengetuk kepedulian tokoh sosial Abah Ridwan, yang akrab disapa Mbah Gondrong. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi keduanya.</p>
<p data-start="3050" data-end="3225">“Saya datang untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Kita bisa melihat langsung keterbatasan fasilitas dasar yang mereka alami,” ujarnya saat berkunjung, Sabtu (25/4/2026). <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3050" data-end="3225"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imunisasi Campak di Kota Blitar Dikebut Hingga Akhir April</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imunisasi-campak-di-kota-blitar-dikebut-hingga-akhir-april</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imunisasi-campak-di-kota-blitar-dikebut-hingga-akhir-april</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan imunisasi campak untuk balita di Kota Blitar terus digenjot hingga akhir April 2026. Setiap puskesmas diminta untuk melakukan penyisiran terhadap balita yang sudah terdaftar namun belum menerima imunisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef4b1e1c1cd.webp" length="59568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:02:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pelaksanaan, Imunisasi, Campak, Balita, Blitar, Penyisiran.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Pemerintah Kota Blitar mempercepat pelaksanaan imunisasi campak bagi balita sebagai langkah antisipasi meningkatnya kasus di sejumlah daerah. </p>
<p>Hingga akhir April 2026, puskesmas diminta aktif melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.</p>
<p>Di wilayah Kecamatan Sananwetan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan. Dari total 265 balita yang menjadi sasaran, sebanyak 220 anak telah menerima imunisasi atau lebih dari 90 persen.</p>
<p>Pemegang Program Imunisasi Puskesmas Sananwetan, Fitri Aida Wati mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari strategi jemput bola yang dilakukan petugas di lapangan.</p>
<p>"Kami tidak hanya menunggu di puskesmas, tapi juga mendatangi langsung ke sekolah dan lingkungan warga untuk memastikan semua balita terjangkau," kata dia, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Program imunisasi campak ini telah berlangsung sejak awal April dan dijadwalkan berakhir pada 2 Mei 2026.</p>
<p>Untuk memenuhi target, petugas terus menggencarkan penyisiran, khususnya bagi balita yang sudah terdata namun belum menerima vaksin.</p>
<p>Fitria menambahkan, pihaknya menargetkan cakupan imunisasi bisa mencapai 95 persen dari total sasaran. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai sebelum program berakhir.</p>
<p>Langkah percepatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan provinsi, menyusul adanya peningkatan kasus campak di Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di wilayah Sananwetan sepanjang tahun 2026.</p>
<p>"Kalau tahun lalu sempat ada dua kasus campak dan rubella di Kelurahan Karangtengah," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati menyebut total sasaran imunisasi campak di Kota Blitar mencapai sekitar 600 balita.</p>
<p>“Imunisasi ini diprioritaskan bagi anak yang belum pernah mendapatkan vaksin campak, sehingga perlu segera dijangkau," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Berangkat, JCH Asal Kota Blitar Masih Menunggu Puluhan Koper</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-berangkat-jch-asal-kota-blitar-masih-menunggu-puluhan-koper</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-berangkat-jch-asal-kota-blitar-masih-menunggu-puluhan-koper</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang keberangkatan ke tanah suci, persiapan terus dimatangkan oleh Kantor Kementrian Haji dan Umrah. Hingga saat ini, Kemenhaj Kota Blitar masih menunggu distribusi 35 unit koper milik JCH asal Kota Blitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef4b1630fc8.webp" length="54612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Jelang, Berangkat, Tanah Suci, Jemaah, Haji, Kota Blitar, Menunggu, Koper, Kota Blitar.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Menjelang keberangkatan ke tanah suci, jemaah calon haji (JCH) Kota Blitar masih harus menunggu kelengkapan logistik berupa koper.</p>
<p>Hingga Senin (27/4/2026), sebanyak 35 koper belum diterima oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar.</p>
<p>Dari total kebutuhan, baru 127 koper yang telah diterima dan dibagikan kepada para jemaah. Sementara sisanya masih dalam proses pengiriman dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar, Purnomo, mengatakan, distribusi koper sudah dilakukan secara bertahap kepada JCH.</p>
<p>"Koper sudah kami bagikan sejak kemarin dan hari ini, tetapi masih kurang 35 unit. Kami masih menunggu kiriman dari Kanwil," ujarnya, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Meski masih ada kekurangan, Purnomo memastikan kesiapan administrasi para jemaah telah tuntas.</p>
<p>"Untuk administrasi seperti paspor dan visa semuanya sudah selesai. Saat ini jemaah fokus pada persiapan barang bawaan," katanya.</p>
<p>Ia mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan batas maksimal barang bawaan, yakni 32 kilogram untuk koper besar dan 7 kilogram untuk koper kabin.</p>
<p>Sementara itu, jumlah JCH Kota Blitar tahun 2026 tercatat sebanyak 162 orang. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 160 orang, setelah dua jemaah cadangan dipastikan ikut berangkat.</p>
<p>"Sekarang totalnya 162 jemaah. Ada tambahan dua orang dari cadangan yang masuk kuota berangkat," jelasnya.</p>
<p>Rencananya, JCH Kota Blitar akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya pada 18 Mei 2026 pukul 05.00 WIB dari Kantor Wali Kota Blitar.</p>
<p>Selanjutnya, rombongan akan terbang ke Jeddah, Arab Saudi, pada 19 Mei 2026 pukul 10.20 WIB melalui Bandara Juanda Surabaya.</p>
<p>JCH Kota Blitar tergabung dalam kloter 106 gelombang kedua, dengan estimasi tiba di Jeddah pada malam hari waktu setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Air Mengemuka, Pemkot Batu Siapkan Akuisisi Lahan Rp18 Miliar di Umbul Gemulo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/krisis-air-mengemuka-pemkot-batu-siapkan-akuisisi-lahan-rp-18-miliar-di-umbul-gemulo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/krisis-air-mengemuka-pemkot-batu-siapkan-akuisisi-lahan-rp-18-miliar-di-umbul-gemulo</guid>
<description><![CDATA[ Langkah akuisisi lahan dan integrasi kebijakan konservasi menunjukkan perubahan pendekatan Pemkot Batu dari reaktif menjadi strategis dalam menghadapi krisis air. Jika dieksekusi konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi titik balik dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus menahan laju kerusakan lingkungan di kawasan hulu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2db379506.webp" length="23634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 19:21:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Krisis Air, Rp 18 Miliar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penurunan debit mata air di wilayah pegunungan mulai memicu respons serius dari Pemerintah Kota Batu. Tidak lagi berhenti pada wacana, Pemkot kini menyiapkan langkah teknis berupa penguatan perhutanan sosial hingga rencana akuisisi lahan strategis di kawasan Umbul Gemulo senilai Rp17–18 miliar untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan resapan permanen.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (27/4/2026) menegaskan bahwa kondisi sumber air saat ini sudah memasuki tahap kritis yang membutuhkan intervensi nyata dari Pemkot.</p>
<p>“Ini bukan lagi soal konsep konservasi. Penurunan debit air sudah terasa di beberapa titik penting. Kita bicara soal masa depan ekosistem. Langkah ini diambil menyusul masifnya alih fungsi lahan di kawasan hulu serta tingginya eksploitasi sumber air yang mempercepat degradasi lingkungan," urainya.</p>
<p>Sebagai dasar kebijakan, Pemkot akan memanfaatkan data inventarisasi 273 titik mata air yang dihimpun komunitas relawan, yang selanjutnya akan diverifikasi ulang untuk pemetaan lebih detail.</p>
<p>Heli juga menyoroti perlunya integrasi kebijakan lintas sektor. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) menghilangkan ego sektoral dalam menangani isu krusial ini.</p>
<p>“Lingkungan dan infrastruktur tidak bisa dipisahkan. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas, kita jaga fungsi ekologis, tapi warga juga harus tetap punya penghasilan. Itu kuncinya,” imbuh Heli.</p>
<p>Selain pendekatan struktural, Pemkot juga melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam skema perhutanan sosial. Model yang didorong adalah penanaman vegetasi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyerap air, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Poin paling strategis dalam rencana ini adalah akuisisi lahan di sekitar Umbul Gemulo, termasuk area yang sebelumnya terkait sengketa pembangunan Hotel The Rayja. Jika berhasil dikuasai pemerintah, kawasan tersebut akan dikunci sebagai zona resapan yang bebas dari aktivitas komersial.</p>
<p>Pemkot juga membuka peluang pembiayaan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur jika kemampuan anggaran daerah terbatas, mengingat dampak ketersediaan air di Batu tidak hanya dirasakan lokal, tetapi juga regional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Panen Raya Padi di Sumbergempol, Plt Bupati Tulungagung Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi El Nino</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-panen-raya-padi-di-sumbergempol-plt-bupati-tulungagung-siapkan-langkah-mitigasi-hadapi-el-nino</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-panen-raya-padi-di-sumbergempol-plt-bupati-tulungagung-siapkan-langkah-mitigasi-hadapi-el-nino</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di Tulungagung. Kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb01551abb6.webp" length="34038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 17:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memastikan bahwa stok bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut berada dalam kondisi mencukupi dan relatif stabil.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri kegiatan panen di lahan pertanian Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Anggia Erma Rini bersama perwakilan dari Perum Bulog yang turut memantau hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya, Ahmad Baharudin menyebut panen yang berlangsung menjadi indikator positif atas kerja sama antara petani dan pemerintah daerah. Ia menilai, hasil produksi yang melimpah saat ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tingkat lokal.</p>
<p></p>
<p>“Panen ini menjadi gambaran bahwa upaya bersama yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan bahan pokok dalam waktu dekat. Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, cadangan pangan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun ke depan, seiring masuknya hasil panen dari berbagai wilayah.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pemerintah daerah tetap bersiap menghadapi potensi gangguan akibat perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan guna menjaga produktivitas sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air.</p>
<p></p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan bantuan pompa air serta pengembangan sistem irigasi berbasis perpompaan, khususnya bagi lahan yang belum terjangkau jaringan irigasi teknis. Program ini merupakan bagian dari arahan Kementerian Pertanian untuk memastikan petani tetap dapat mengolah lahan secara optimal.</p>
<p></p>
<p>“Petani yang membutuhkan dukungan sarana air dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Pertanian,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di daerah tersebut. Ia menambahkan, kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng UGM, Pemkab Tulungagung Susun Arah Baru Pengembangan Infrastruktur Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-ugm-pemkab-tulungagung-susun-arah-baru-pengembangan-infrastruktur-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-ugm-pemkab-tulungagung-susun-arah-baru-pengembangan-infrastruktur-kota</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan koridor jalan perkotaan diharapkan bisa diintegrasikan dengan sejarah dan budaya, yang akan menjadi peta jalan penting bagi pembangunan infrastruktur kota di masa mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb02e00e717.webp" length="14610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 16:02:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur perkotaan yang terarah dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam kegiatan pemaparan laporan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan yang digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, hadir langsung dalam agenda tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius mendorong perencanaan tata kota yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga berbasis kajian ilmiah.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber utama. Paparan yang disampaikan menjadi pijakan strategis dalam menentukan arah pengembangan kawasan perkotaan Tulungagung ke depan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim perencana dari UGM yang telah menyusun grand desain tersebut secara komprehensif. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan koridor jalan dengan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal, sehingga identitas daerah tetap terjaga di tengah modernisasi.</p>
<p>"Grand desain koridor jalan perkotaan ini bukan sekadar dokumen perencanaan biasa. Ini adalah visi kita bersama untuk menata Tulungagung agar lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p>Menurut Plt Bupati grand desain ini bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan representasi visi bersama dalam mewujudkan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan kalangan akademisi, pemerintah daerah berharap setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat serta mengacu pada praktik terbaik.</p>
<p>“Dengan melibatkan akademisi dari UGM, kita ingin memastikan bahwa perencanaan ini berbasis pada kajian ilmiah yang mendalam dan praktik terbaik,” sambungnya.</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat implementasi grand desain yang telah dirumuskan.</p>
<p>Di akhir kegiatan, Plt Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal realisasi perencanaan tersebut. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Tulungagung dapat berkembang menjadi kota yang lebih maju, tertata, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>"Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, saya yakin Tulungagung akan menjadi kota yang semakin maju, tertata rapi, dan nyaman untuk seluruh warganya. Mari kita kawal bersama pelaksanaan grand desain ini," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UTD PMI Bondowoso Raih Akreditasi Paripurna, Ketua PMI Targetkan Layanan Makin Berkualitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/utd-pmi-bondowoso-raih-akreditasi-paripurna-ketua-pmi-targetkan-layanan-makin-berkualitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/utd-pmi-bondowoso-raih-akreditasi-paripurna-ketua-pmi-targetkan-layanan-makin-berkualitas</guid>
<description><![CDATA[ UTD PMI Bondowoso raih akreditasi paripurna Kemenkes, Ketua PMI Juni Sukarno targetkan peningkatan mutu layanan, SDM, dan sarana prasarana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef05e3b0dbe.webp" length="69126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:47:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, donor darah, UDD, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Prestasi membanggakan diraih Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bondowoso yang berhasil memperoleh akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan RI. Capaian ini menjadi yang pertama kalinya bagi PMI Bondowoso dan menandai standar pelayanan darah yang telah memenuhi kriteria tertinggi secara nasional.</p>
<p></p>
<p>Penghargaan tersebut diterim dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di halaman kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (27/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan resmi atas komitmen PMI dalam menjaga mutu layanan darah bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ketua PMI Bondowoso, Juni Sukarno, menyampaikan bahwa capaian akreditasi paripurna ini bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar untuk mempertahankan kualitas layanan yang telah diraih.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah pencapaian yang harus kita jaga bersama. Ke depan, kami berkomitmen mempertahankan akreditasi paripurna dari Kemenkes yang baru pertama kali diraih ini,” ujarnya usai kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Juni menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan akan menjadi fokus utama PMI Bondowoso. </p>
<p></p>
<p>"Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung pelayanan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Akreditasi paripurna yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan predikat tertinggi dalam penilaian Unit Donor Darah. Penilaian ini dilakukan oleh Komite Akreditasi UTD dan BDRS berdasarkan standar yang tertuang dalam Permenkes Nomor 83 Tahun 2014.</p>
<p></p>
<p>Dirinya merinci, untuk meraih predikat ini, UTD PMI Bondowoso harus memenuhi 15 indikator standar, mulai dari aspek sumber daya manusia, peralatan, proses donor darah, uji saring infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), hingga sistem manajemen mutu. </p>
<p></p>
<p>"Predikat paripurna hanya diberikan jika seluruh indikator memenuhi nilai tinggi tanpa adanya kekurangan signifikan," ungkapnya menjelaskan.</p>
<p></p>
<p>Dengan status tersebut, kata dia, kualitas darah yang dihasilkan UTD PMI Bondowoso dipastikan aman dan bermutu. </p>
<p></p>
<p>Setiap darah yang didonorkan telah melalui proses skrining ketat terhadap penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis, serta dikelola sesuai standar nasional dan internasional.</p>
<p></p>
<p>"Ke depan, PMI Bondowoso berharap capaian ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat peran UTD sebagai rujukan utama penyedia darah bagi rumah sakit, termasuk untuk kebutuhan medis yang kompleks," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, secara administratif, akreditasi ini tertuang dalam Sertifikat Kementerian Kesehatan RI dengan nomor registrasi YM.02.01/D/1200/2026. </p>
<p></p>
<p>UTD PMI Bondowoso yang beralamat di Jalan Khairil Anwar, Gang Kesehatan No. 11, Kabupaten Bondowoso, dinyatakan lulus dengan predikat paripurna yang berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 3 Januari 2026 hingga 3 Januari 2031. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Bersaudara di Nganjuk Bertahan Hidup dari Rongsokan, Tinggal di Hunian Tak Layak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potret-nestapa-di-warujayeng-masak-pakai-kayu-bakar-dua-bersaudara-hidup-dalam-keterbatasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potret-nestapa-di-warujayeng-masak-pakai-kayu-bakar-dua-bersaudara-hidup-dalam-keterbatasan</guid>
<description><![CDATA[ Dua bersaudara harus berjuang menyambung hidup dengan mengandalkan sisa-sisa barang rongsokan dari tumpukan sampah demi sesuap nasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ecb04a1bb4e.webp" length="45394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 19:52:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Potret warga kurang mampu, dua bersaudara, keterbelakangan mental, mengais rizki, cari rongsokan, warga Dusun Pengkol Lingkungan Waeujayeng, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="207" data-end="525"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Di tengah geliat aktivitas warga Dusun Pengkol, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, tersimpan kisah pilu yang luput dari perhatian. Dua bersaudara, Sarno dan Supardi, harus berjuang keras menyambung hidup dengan mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p data-start="527" data-end="767">Tanpa kehadiran orang tua maupun keluarga dekat, keduanya bertahan dalam keterbatasan yang serba sulit. Mereka tinggal di sebuah hunian sederhana yang jauh dari kata layak, dengan kondisi bangunan yang rapuh dan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="769" data-end="1050">Kondisi semakin memprihatinkan karena Supardi, sang adik, mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap memaksakan diri bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit yang hanya cukup dilalui sepeda dan membentang puluhan meter dari akses utama.</p>
<p data-start="1052" data-end="1313">Dalam keseharian, Sarno dan Supardi menggantungkan hidup sebagai pencari rongsokan. Penghasilan yang diperoleh tidak menentu, bahkan kerap hanya cukup untuk sekadar mengganjal perut. Kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan tempat tinggal belum tersentuh.</p>
<p data-start="1315" data-end="1509">“Kami hanya ingin bertahan hidup. Selama masih ada yang bisa dikumpulkan dan dijual, kami jalani,” ujar Sarno dengan nada lirih, menyiratkan harapan sederhana akan kehidupan yang lebih baik.</p>
<p data-start="1511" data-end="1759">Untuk memasak, keduanya masih menggunakan tungku tradisional berbahan kayu bakar. Asap kerap memenuhi ruangan sempit tempat tinggal mereka. Sementara itu, fasilitas mandi dan sanitasi hanya berupa sekat sederhana dengan kondisi yang memprihatinkan.</p>
<p data-start="1761" data-end="1958">Kisah mereka pun mengetuk kepedulian seorang tokoh sosial, Abah Ridwan atau yang akrab disapa Mbah Gondrong. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata yang dihadapi Sarno dan Supardi.</p>
<p data-start="1960" data-end="2239">Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya melakukan penilaian langsung terhadap kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Dalam kesempatan itu, Abah Ridwan tampak berinteraksi hangat dengan keduanya, menghadirkan secercah harapan di tengah keterbatasan.</p>
<p data-start="2241" data-end="2413">“Saya datang untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana keterbatasan fasilitas dasar yang mereka alami,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p data-start="2415" data-end="2586">Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Warujayeng, Okky Rio, menyatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi data terkait status bantuan sosial bagi kedua warga tersebut.</p>
<p data-start="2588" data-end="2822">Ia menjelaskan, pihak kelurahan perlu berkoordinasi dengan bagian Pemberdayaan Masyarakat dan operator sistem untuk memastikan apakah Sarno dan Supardi sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).</p>
<p data-start="2824" data-end="2974">“Saya belum bisa memastikan karena harus cek data di sistem SIKS-NG. Nanti akan kami koordinasikan dengan bagian terkait,” ujarnya saat dihubungi.</p>
<p data-start="2976" data-end="3222">Okky menambahkan, pengecekan data secara rinci akan dilakukan pada hari kerja berikutnya. Jika keduanya belum terdaftar sebagai penerima bantuan, pihak kelurahan akan segera mengupayakan pengusulan agar bisa mendapatkan bantuan sosial yang layak.</p>
<p data-start="3224" data-end="3336">“Terima kasih atas informasinya. Kalau memang belum menerima bantuan, akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3338" data-end="3517">Kisah Sarno dan Supardi menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan, masih ada warga yang berjuang dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3338" data-end="3517"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Status Kota Wisata Halal, Pemkot Batu Genjot 600 Sertifikasi Gratis untuk UMKM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-status-kota-wisata-halal-pemkot-batu-genjot-600-sertifikasi-gratis-untuk-umkm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-status-kota-wisata-halal-pemkot-batu-genjot-600-sertifikasi-gratis-untuk-umkm</guid>
<description><![CDATA[ Langkah agresif Pemkot Batu dalam memperluas sertifikasi halal menunjukkan arah baru pembangunan ekonomi berbasis standar dan kepercayaan pasar. Jika konsisten dijalankan dari hulu hingga hilir, strategi ini tidak hanya memperkuat UMKM, tetapi juga membuka peluang Kota Batu menjadi salah satu pusat wisata halal yang kompetitif di Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec9d22b2df1.webp" length="38514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 19:11:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 600 Sertifikat Halal, UMKM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengarahkan strategi ekonomi ke sektor halal dengan memperluas program sertifikasi bagi pelaku usaha. Tahun 2026, Pemkot menargetkan 600 UMKM mendapatkan sertifikasi halal gratis sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (25/4/2026) menjelaskan, program ini difokuskan pada pelaku usaha yang secara operasional sudah siap, namun terkendala biaya sertifikasi.</p>
<p>“Kami ingin membantu pelaku usaha yang siap naik kelas, tetapi terhambat biaya. Targetnya 600 UMKM bisa terfasilitasi tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, Pemkot tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Skema kolaborasi disiapkan dengan melibatkan perbankan dan sektor swasta, termasuk dukungan dari Bank Jatim serta pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR)," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, proses validasi data pelaku usaha juga diperketat agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi usaha dengan rantai produksi yang lebih kompleks seperti kafe dan restoran.</p>
<p>Heli menegaskan, sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, baik di sektor pariwisata maupun ekspor.</p>
<p>“Sertifikasi halal ini strategi untuk meningkatkan daya saing. Tidak hanya bertahan, tapi harus bisa berkembang,” tegasnya.</p>
<p>Saat ini, ribuan pelaku usaha di Kota Batu juga tengah mengikuti proses sertifikasi melalui program Sehati dengan skema self-declare. Sementara pada 2025, sebanyak 150 kuota sertifikasi gratis telah difasilitasi untuk sektor usaha kompleks dengan dukungan Bank Indonesia.</p>
<p>Langkah penguatan tidak berhenti di hilir. Pemkot Batu juga mulai menata sektor hulu dengan mewajibkan Rumah Potong Hewan (RPH) dan tempat penggilingan daging memiliki sertifikat halal. Kebijakan ini untuk memastikan tidak ada kontaminasi dalam rantai produksi, terutama pada produk olahan daging yang konsumsi lokalnya tinggi.</p>
<p>Untuk mendukung standar tersebut, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan menargetkan sertifikasi 100 Juru Sembelih Halal (Juleha) melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>Di sisi lain, penguatan infrastruktur juga menjadi perhatian, termasuk rencana pembangunan fasilitas rukyatul hilal sebagai bagian dari ekosistem wisata halal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Muda Bondowoso Diakui Dunia, Penutupan JAYCA Jadi Panggung Lahirnya Agen Perubahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-muda-bondowoso-diakui-dunia-penutupan-jayca-jadi-panggung-lahirnya-agen-perubahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-muda-bondowoso-diakui-dunia-penutupan-jayca-jadi-panggung-lahirnya-agen-perubahan</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda Bondowoso menorehkan prestasi internasional melalui JAYCA dan penghargaan Duke of Edinburgh, menjadi simbol lahirnya agen perubahan di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eca7aec0f49.webp" length="70146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 18:52:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="93" data-end="491"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Suasana Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (25/4/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi menjadi panggung kebanggaan bagi generasi muda Bondowoso yang berhasil menorehkan prestasi hingga level internasional.</p>
<p data-start="93" data-end="491">Melalui program Jawa Timur Changemaker Academy (JAYCA), puluhan anak muda menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="493" data-end="832">Momentum itu semakin istimewa dengan penyematan penghargaan internasional The Duke of Edinburgh (DOE), sebuah pengakuan global atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen para peserta dalam menjalani proses panjang sebagai agen perubahan. Tepuk tangan dan raut haru mengiringi momen tersebut, menandai capaian yang tidak datang secara instan.</p>
<p data-start="834" data-end="1165">Di balik pencapaian itu, tersimpan perjalanan penuh tantangan. Para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, mengasah empati, kepemimpinan, dan kemampuan mencari solusi atas persoalan sosial di sekitarnya. Proses itulah yang membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berdaya.</p>
<p data-start="1167" data-end="1397">Bagi Bondowoso, capaian ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan simbol harapan. Di tengah berbagai keterbatasan daerah, muncul generasi muda yang berani melangkah, berpikir kritis, dan membawa semangat perubahan yang nyata.</p>
<p data-start="1399" data-end="1749">Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa program seperti JAYCA memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ruang-ruang pembelajaran seperti ini mampu melahirkan anak muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.</p>
<p data-start="1751" data-end="1902">“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan karakter. Mereka ditempa untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.</p>
<p data-start="1904" data-end="2192">Ia juga menilai penghargaan The Duke of Edinburgh yang disematkan kepada peserta menjadi bukti bahwa upaya anak-anak muda Bondowoso telah mendapat pengakuan dunia.</p>
<p data-start="1904" data-end="2192">"Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan membawa nama daerah ke level yang lebih luas," harapnya.</p>
<p data-start="2194" data-end="2438">Lebih jauh, As’ad berharap program seperti JAYCA dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak generasi muda. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap inisiatif kepemudaan menjadi kunci dalam menciptakan masa depan daerah yang lebih progresif.</p>
<p data-start="2440" data-end="2697" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Perjalanan mereka tidak berhenti di sini. Justru, apa yang diraih hari ini menjadi titik awal untuk terus bergerak, memberi dampak, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2440" data-end="2697" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perluas Jaring Pengaman Sosial, 13.590 Warga Rentan Kota Batu Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perluas-jaring-pengaman-sosial-13590-warga-rentan-kota-batu-kini-terlindungi-bpjs-ketenagakerjaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perluas-jaring-pengaman-sosial-13590-warga-rentan-kota-batu-kini-terlindungi-bpjs-ketenagakerjaan</guid>
<description><![CDATA[ Perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 13.590 warga rentan menjadi langkah konkret Pemkot Batu dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Dengan perlindungan yang lebih luas, pemerintah berupaya memastikan pekerja informal memiliki kepastian perlindungan kerja sekaligus menjaga stabilitas sosial-ekonomi masyarakat secara berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec9a0fcaf7d.webp" length="29100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 18:29:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BPJS Naker, Rp 2 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal dengan memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 13.590 warga rentan kini mendapatkan jaminan sosial melalui program yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, dengan total nilai iuran mencapai lebih dari Rp 2 miliar.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto (25/4/2026) menegaskan bahwa program ini mencakup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang menyasar pekerja di sektor informal yang selama ini rentan tanpa perlindungan.</p>
<p>“Manfaatnya memberikan rasa aman bagi pekerja informal, sekaligus melindungi keluarganya jika terjadi risiko kerja,” ujarnya.</p>
<p>Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial di tengah dinamika ekonomi yang masih menekan kelompok pekerja nonformal. Dengan kepesertaan BPJS, risiko sosial-ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian dapat diminimalkan melalui skema perlindungan yang lebih terstruktur.</p>
<p>Di sisi lain, Heli juga membeberkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, risiko sosial-ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun kematian dapat ditekan.</p>
<p>"Program ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan adanya jaminan sosial, pekerja informal tidak sepenuhnya menanggung beban sendiri ketika menghadapi risiko kerja," imbuhnya.</p>
<p>Pemkot Batu melalui Dinas Tenaga Kerja akan terus melakukan pendataan dan perluasan cakupan kepesertaan, agar semakin banyak masyarakat yang terfasilitasi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Krisis Air Menguat, Pemkot Batu Dorong Integrasi Kebijakan dan Kearifan Lokal di Kawasan Hulu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-krisis-air-menguat-pemkot-batu-dorong-integrasi-kebijakan-dan-kearifan-lokal-di-kawasan-hulu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-krisis-air-menguat-pemkot-batu-dorong-integrasi-kebijakan-dan-kearifan-lokal-di-kawasan-hulu</guid>
<description><![CDATA[ Isu air di Kota Batu kini memasuki fase krusial yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi. Tanpa penguatan kebijakan, kesadaran masyarakat, dan dukungan ilmiah yang berjalan beriringan, risiko krisis air di masa depan akan semakin nyata. Kawasan hulu bukan lagi sekadar wilayah geografis, tetapi garis pertahanan utama bagi keberlangsungan hidup seluruh wilayah di bawahnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec98db37b42.webp" length="50932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 17:51:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Krisis Air, Kebijakan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menajamkan fokus pada keberlanjutan sumber air di kawasan hulu yang kian tertekan. Plt. Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan, persoalan air kini tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat.</p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (25/4/2026), Heli Suyanto menegaskan wilayah hulu seperti Desa Bulukerto disebut memegang peran vital sebagai penyangga utama ketersediaan air bagi kawasan di bawahnya. Namun, tekanan terhadap lingkungan di kawasan tersebut terus meningkat, mulai dari perubahan tata guna lahan hingga berkurangnya daya dukung ekosistem.</p>
<p>“Masalah air bukan sekadar teknis, tapi menyangkut masa depan kehidupan dan pendekatan penanganan tidak bisa parsial. Pemerintah membutuhkan integrasi antara kebijakan, dukungan ilmiah dari akademisi, serta praktik kearifan lokal masyarakat dalam menjaga sumber air," urainya.</p>
<p>Menurutnya, tanpa sinergi tersebut, berbagai upaya konservasi akan sulit menghasilkan dampak jangka panjang dan mendorong agar pengetahuan dan riset terkait lingkungan tidak berhenti di ranah akademik, tetapi bisa diakses publik secara luas. Literasi ekologi dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah desa di kawasan hulu menegaskan bahwa posisi geografis mereka membawa konsekuensi besar. Selain menikmati sumber daya alam, masyarakat juga memikul tanggung jawab menjaga keberlanjutannya.</p>
<p>"Tekanan terhadap sumber air tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu krisis yang lebih luas, mulai dari ketersediaan air bersih hingga stabilitas sosial dan ekonomi," imbuhnya.</p>
<p>Karena itu, perlindungan kawasan hulu dinilai harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Kejadian Serupa, Pemprov Jatim Siapkan Pagar Pengaman di Jembatan Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-pasang-pagar-pengaman-jembatan-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-pasang-pagar-pengaman-jembatan-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Pemprov Jawa Timur akan memasang pagar pengaman di Jembatan Cangar mulai Mei 2026 sebagai langkah antisipasi insiden bunuh diri dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec67354db9b.webp" length="26346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 15:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan Cangar, Pemprov Jatim, pagar pengaman, bunuh diri, Mojokerto Batu, keselamatan jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP </strong>– Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga berencana memasang pagar pengaman tambahan di Jembatan Cangar I mulai Mei 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya peningkatan keselamatan di lokasi yang dikenal rawan.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil menyusul sejumlah insiden bunuh diri yang terjadi di kawasan tersebut. Jembatan Cangar I sendiri merupakan jalur penghubung penting antara Pacet, Mojokerto, dan Kota Batu.</p>
<p>Saat ini, proyek masih dalam tahap perhitungan teknis struktur sebelum dilanjutkan ke tahap pengerjaan fisik. Pemasangan pagar difokuskan untuk menutup celah-celah yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.</p>
<p>“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami. Setiap peristiwa menjadi evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur,” demikian pernyataan Bina Marga dalam akun instagram resmi, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Selain itu, pihak terkait juga menyampaikan duka cita atas peristiwa yang terjadi di kawasan Jembatan Cangar. Pemerintah berharap, dengan adanya tambahan pagar pengaman, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.</p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan infrastruktur di Jawa Timur, khususnya pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Pelototi Praktik Nepotisme di RSUD Jombang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-pelototi-praktik-nepotisme-di-rsud-jombang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-pelototi-praktik-nepotisme-di-rsud-jombang</guid>
<description><![CDATA[ RSUD Jombang menjadi salah satu institusi yang berada di bawah radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sejumlah program pengadaan barang dan jasa. Selain itu, KPK juga mewanti-wanti adanya praktik nepotisme serta potensi jual beli jabatan di lingkungan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec68d3cc363.webp" length="20720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:40:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, RSUD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Dugaan praktik nepotisme dalam struktur jabatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memicu reaksi dari Dewan Perwalikan Rakyat Daerah (DPRD). </p>
<p>DPRD akhirnya memanggil pihak RSUD untuk membeber persoalan pada rumah sakit plat merah itu. </p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, secara tegas menampik tudingan adanya aroma kekeluargaan dengan dalih kesetaraan hak warga negara. </p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan dr. Pudji Umbaran usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (23/4/2026). </p>
<p>Di hadapan awak media, dr. Pudji membantah adanya keistimewaan berbasis hubungan keluarga dalam penempatan jabatan struktural di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jombang.</p>
<p>"Jadi, kalau dibilang aroma keluarga, itu tidak benar. Kita semuanya adalah warga masyarakat. Orang hidup di Jombang, ya masyarakat Jombang. Karena masyarakat Jombang, mau tidak mau memiliki hak dan kewajiban yang sama," ujar dr. Pudji, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>dr. Pudji berargumen bahwa atas dasar kesetaraan hak tersebut, siapa pun berhak bekerja di RSUD Jombang. </p>
<p>Namun, ia mengeklaim adanya syarat mutlak berupa kompetensi, kewajiban mengikuti alur rekrutmen, serta penempatan yang harus sesuai dengan jenjang karier dan kualifikasi.</p>
<p>"Tidak kemudian seseorang itu tiba-tiba langsung bekerja di sana. Tetap ada proses. Proses itulah yang kemudian kita yakini untuk menilai seseorang itu mampu. Penempatannya pun sesuai jenjang karier yang ada, tidak tiba-tiba ditaruh di atas. Semuanya dari dasar," terangnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja tersebut bersifat terbuka, tidak hanya bagi warga Jombang, tetapi juga bagi pelamar dari luar daerah.</p>
<p>Terkait mekanisme birokrasi, dr. Pudji menjelaskan adanya fleksibilitas pengelolaan pegawai mengingat status RSUD sebagai BLUD. </p>
<p>Meski demikian, ia menjamin seluruh proses berjalan terintegrasi dan dilaporkan secara berkala kepada dewan pengawas serta Bupati Jombang selaku pemilik.</p>
<p>Menanggapi kritik mengenai pelayanan yang dinilai belum maksimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana, dr. Pudji berdalih bahwa pengadaan alat kesehatan harus melalui prosedur yang ketat. Pihaknya mengaku menerapkan Health Technology Assessment (HTA) atau kajian kebutuhan teknologi kesehatan.</p>
<p>"Kami tidak bisa membeli alat dengan alasan 'pokoknya saya beli ini'. Harus ada kajian. Contohnya, karena kasus di area jantung dan stroke tinggi, kami cukupi kebutuhan di sana. Dulu kami bekerja sama untuk CT Scan," jelasnya.</p>
<p>Saat ini, RSUD Jombang tengah memproses penambahan alat Cath Lab. Langkah ini dianggap mendesak karena tingginya kasus jantung, sementara fasilitas dan dokter spesialis yang tersedia masih sangat terbatas. Dengan tambahan satu unit Cath Lab, dr. Pudji optimistis pelayanan akan lebih optimal.</p>
<p>Selain infrastruktur, ia mengklaim fokus pada pemenuhan tenaga kesehatan yang adaptif. Pihaknya bersama Kabag Umum menyatakan telah memetakan kebutuhan tenaga berdasarkan kompetensi, bukan sekadar perekrutan serampangan.</p>
<p>"Karena orang sakit tidak berkurang, justru bertambah. Jadi, penambahan tenaga, kualifikasi, dan sebagainya itu benar-benar mengikuti kebutuhan," pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, mengonfirmasi bahwa pihak legislatif telah menuntut penjelasan langsung dari Direktur RSUD Jombang terkait isu nepotisme internal tersebut.</p>
<p>"Kami konfirmasi, lebih tepatnya ya beliau yang menjelaskan. Namun, kami secara objektif saja menjawab, nepotisme atau anaknya yang bekerja di RSUD itu, anaknya Direktur itu," ucap Agung.</p>
<p>Menurut Agung, Direktur RSUD Jombang tampak percaya diri saat menyatakan bahwa penempatan kedua anaknya telah melalui prosedur yang berlaku.</p>
<p>"Baik mulai dari rekrutmen sampai penempatan, sampai golongan eselonnya juga itu sesuai dengan tahapan yang bersangkutan. Tidak ada yang dilebih-lebihkan di situ," bebernya.</p>
<p>Saat ditegaskan kembali mengenai status anak dr. Pudji yang bekerja di instansi yang dipimpin ayahnya sendiri, Agung membenarkan informasi tersebut.</p>
<p>"Memang betul. Memang betul, dan memang ini juga sudah dikonsultasikan ke BKPSDM juga hal-hal ini. Jadi, untuk lebih lengkapnya silakan diperjelas di sana. Yang jelas kami Komisi D tidak mempermasalahkan itu bilamana dengan catatan tetap mengedepankan profesionalitas dan tugas pokok serta fungsi," tegasnya.</p>
<p>Namun, sumber internal wakil rakyat lainnya memberikan warning keras terhadap RSUD. Ia mengingatkan kembali peringatan dari lembaga antirasuah pada November 2025 lalu, saat sejumlah pejabat Pemkab Jombang dipanggil ke Jakarta.</p>
<p>Sebab, menurut sumber tersebut, RSUD Jombang menjadi salah satu institusi yang berada di bawah radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sejumlah program pengadaan barang dan jasa. Selain itu, KPK juga juga disebut telah mewanti-wanti adanya praktik nepotisme serta potensi jual beli jabatan di lingkungan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Dusun Biser Gubrih Butuh Bidan, Dinkes Bondowoso Siap Tempatkan Tenaga Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-biser-gubrih-butuh-bidan-dinkes-bondowoso-siap-tempatkan-tenaga-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-biser-gubrih-butuh-bidan-dinkes-bondowoso-siap-tempatkan-tenaga-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan Bupati Bondowoso ke Dusun Biser mengungkap keterbatasan akses layanan kesehatan. Warga mendesak penambahan bidan, dan Dinkes siap siapkan kebijakan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb85984ee03.webp" length="32056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 22:31:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, sekda, bupati, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="56" data-end="399"><strong data-start="56" data-end="69">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, turun langsung ke pelosok desa dalam kegiatan “Sehari Bersama Bupati” di Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.</p>
<p data-start="401" data-end="697">Dalam kegiatan tersebut, bupati tidak hanya menyerahkan bantuan pangan, tetapi juga menghadirkan pelayanan terpadu bagi warga. Mulai dari layanan kesehatan, pemeriksaan hewan, hingga dialog terbuka digelar untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dapat terakomodasi dengan baik.</p>
<p data-start="699" data-end="945">Kondisi geografis yang menantang di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian utama. Akses layanan dasar yang terbatas membuat warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai masih kurang memadai.</p>
<p data-start="947" data-end="1186">Salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan tambahan tenaga bidan di tingkat dusun. Warga menilai keberadaan satu bidan desa belum cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat, terutama di daerah dengan sebaran penduduk yang terpencar.</p>
<p data-start="1188" data-end="1444">Menanggapi hal tersebut, Abdul Hamid Wahid menyatakan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan bersama pihak puskesmas telah berupaya mencari solusi. Ia memastikan kebutuhan tambahan tenaga bidan di Dusun Biser akan diupayakan untuk segera dipenuhi.</p>
<p data-start="1446" data-end="1689">“Secara ideal, setiap desa memang memiliki satu bidan. Namun, dengan kondisi geografis seperti di sini, masyarakat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan di tingkat dusun. Ini sudah kami koordinasikan dan insya Allah bisa kita penuhi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1691" data-end="1905">Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Moch Jasin</span></span>, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan warga terkait kebutuhan layanan kesehatan yang lebih dekat di Dusun Biser.</p>
<p data-start="1907" data-end="2140">Menurutnya, secara prinsip pelayanan kesehatan berada di tingkat desa. Namun, melihat kondisi Dusun Biser yang cukup terpencil, pihaknya membuka kemungkinan adanya kebijakan khusus dengan menempatkan tenaga bidan di wilayah tersebut.</p>
<p data-start="2142" data-end="2460">“Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun terkait penyediaan lokasi, baik untuk tempat pelayanan maupun tempat tinggal tenaga kesehatan. Untuk fasilitas dasar bisa disiapkan oleh dusun, sementara dari kami akan mendukung peralatan, obat-obatan, serta tenaga kesehatannya,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia juga mengakui bahwa selama ini akses layanan kesehatan bagi warga setempat cukup jauh dan berisiko, terutama dalam kondisi darurat seperti persalinan.</p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berupaya mencari solusi agar pelayanan kesehatan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kloter 14 Jadi Pembuka, Bupati Malang Lepas 359 Jemaah Haji di Karanglo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kloter-14-jadi-pembuka-bupati-malang-lepas-359-jemaah-haji-di-karanglo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kloter-14-jadi-pembuka-bupati-malang-lepas-359-jemaah-haji-di-karanglo</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan jamaah haji asal Kabupaten Malang mulai diberangkatkan di Karanglo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb5de86215e.webp" length="77860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 21:31:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>haji malang, kloter 14, jamaah haji, pemberangkatan haji, kabupaten malang, bupati malang, tanah suci, ibadah haji, karanglo, singosari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kloter 14 menjadi rombongan pembuka pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Malang tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 359 jamaah dilepas langsung oleh Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, di Exit Tol Karanglo, Singosari, Jumat (24/4/2026) siang.</p>
<p>Dalam pelepasan tersebut, Bupati Malang menekankan pentingnya menjaga sikap dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah di tanah suci.</p>
<p>“Menunaikan ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Tidak semua orang diberi kesempatan ini. Maka jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Total jemaah haji asal Kabupaten Malang tahun ini mencapai 1.637 orang yang terbagi dalam tujuh kloter. Kloter 14 menjadi gelombang awal dalam rangkaian pemberangkatan tersebut.</p>
<p>Selain itu, Bupati Malang juga mengingatkan jemaah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta disiplin mengikuti arahan petugas.</p>
<p>“Saya titip agar seluruh jemaah menjaga sikap dan perilaku, mencerminkan akhlak mulia serta menjaga nama baik Kabupaten Malang di mata dunia internasional,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah, termasuk memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar tanpa membebani biaya.</p>
<p>Dengan pelepasan kloter 14 ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rapat Paripurna Pansus LKPJ Bupati 2025, DPRD Blitar Sampaikan Rekomendasi Strategis untuk Kemajuan Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rapat-paripurna-pansus-lkpj-bupati-2025-dprd-blitar-sampaikan-rekomendasi-strategis-untuk-kemajuan-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rapat-paripurna-pansus-lkpj-bupati-2025-dprd-blitar-sampaikan-rekomendasi-strategis-untuk-kemajuan-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan pansis LKPJ Bupati Tahun 2025. Ada beberapa rekomendasi disampaikan untuk kemajuan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb5793db39a.webp" length="38560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:59:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Kabupaten Blitar, Rapat Paripurna, Blitar, Penyampaian Laporan Pansus, LKPJ, Bupati, Tahun, 2025.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP - </strong>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blitar Tahun 2025.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menghadirkan rekomendasi strategis demi kemajuan daerah.</p>
<p>Rapat yang berlangsung di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar pada Jumat (24/4/2026), dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi bersama jajaran pimpinan dewan.</p>
<p>Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Blitar Rijanto, Sekretaris Daerah, Forkopimda, pimpinan OPD, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.</p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pembahasan LKPJ 2025 telah berjalan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku. Mulai dari penyampaian dokumen oleh kepala daerah, penjelasan dalam rapat paripurna, hingga pembahasan oleh fraksi dan panitia khusus.</p>
<p>"Alhamdulillah rapat paripurna berjalan lancar. Kami juga mengapresiasi kinerja Pansus yang telah menyelesaikan pembahasan tepat waktu," ujar Supriadi, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Melalui juru bicara Pansus, Anshori Baidlowi, DPRD Kabupaten Blitar pada prinsipnya memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Blitar sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Sejumlah indikator menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga membaiknya indikator lingkungan hidup dan mitigasi bencana.</p>
<p>Namun demikian, DPRD tetap memberikan catatan konstruktif sebagai bahan evaluasi ke depan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar dinilai masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur, serta penurunan angka kemiskinan yang belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas pekerjaan masyarakat.</p>
<p>Dari hasil pembahasan tersebut, DPRD Kabupaten Blitar merumuskan sekitar 20 poin rekomendasi strategis yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.</p>
<p>"Kaitan rekomendasi yang telah disampaikan, ada sekitar 20 poin yang sifatnya urgent dan harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab," tegas Supriadi.</p>
<p>Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan rekomendasi, DPRD juga mendorong adanya evaluasi secara berkala.</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fungsi kontrol serta memastikan setiap rekomendasi benar-benar diimplementasikan secara optimal.</p>
<p>"Kalau evaluasi secara berkala ini bisa berjalan sesuai harapan, tentu akan lebih baik untuk mengontrol secara berkala. Sehingga apa yang kita rekomendasikan bisa benar-benar dijalankan," imbuhnya.</p>
<p>Rapat paripurna turut dirangkai dengan penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi serta tanggapan Bupati Blitar atas rekomendasi DPRD. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan mampu mendorong pembangunan Kabupaten Blitar yang lebih terarah, akuntabel, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, DPRD Kabupaten Blitar optimistis rekomendasi strategis yang dihasilkan dalam paripurna LKPJ 2025 dapat menjadi pijakan kuat dalam mempercepat kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sehari di Dusun Biser Gubrih, Bupati Bondowoso Serap Aspirasi Warga Pelosok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sehari-di-dusun-biser-gubrih-bupati-bondowoso-serap-aspirasi-warga-pelosok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sehari-di-dusun-biser-gubrih-bupati-bondowoso-serap-aspirasi-warga-pelosok</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso turun langsung ke Dusun Biser, Desa Gubrih, menyerap aspirasi warga dan memastikan penambahan tenaga bidan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah pelosok. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb585cea1df.webp" length="73000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, pemeerintah, sekda, ASN, kinerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="425"><strong data-start="82" data-end="95">BONDOWOSO</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, turun langsung ke pelosok desa dalam kegiatan “Sehari Bersama Bupati” di Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.</p>
<p data-start="427" data-end="723">Dalam kegiatan tersebut, bupati tidak hanya menyerahkan bantuan pangan, tetapi juga menghadirkan pelayanan terpadu bagi warga. Mulai dari layanan kesehatan, pemeriksaan hewan, hingga dialog terbuka digelar untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dapat terakomodasi dengan baik.</p>
<p data-start="725" data-end="971">Kondisi geografis yang menantang di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian utama. Akses layanan dasar yang terbatas membuat warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai masih kurang memadai.</p>
<p data-start="973" data-end="1212">Salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan tambahan tenaga bidan di tingkat dusun. Warga menilai keberadaan satu bidan desa belum cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat, terutama di daerah dengan sebaran penduduk yang terpencar.</p>
<p data-start="1214" data-end="1470">Menanggapi hal tersebut, Abdul Hamid Wahid menyatakan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan bersama pihak puskesmas telah berupaya mencari solusi. Ia memastikan kebutuhan tambahan tenaga bidan di Dusun Biser akan diupayakan untuk segera dipenuhi.</p>
<p data-start="1472" data-end="1715">“Secara ideal, setiap desa memang memiliki satu bidan. Namun, dengan kondisi geografis seperti di sini, masyarakat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan di tingkat dusun. Ini sudah kami koordinasikan dan insya Allah bisa kita penuhi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="1905">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan “Sehari Bersama Bupati” tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk memahami kondisi riil masyarakat.</p>
<p data-start="1907" data-end="2166">Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui secara detail persoalan yang dihadapi warga serta menentukan langkah penanganan yang tepat, baik yang bisa segera direalisasikan maupun yang perlu direncanakan sesuai kemampuan daerah.</p>
<p data-start="2168" data-end="2368">“Kita ingin mengetahui realitas masyarakat secara langsung, apa permasalahannya, dan apa yang bisa segera kita tangani. Selebihnya akan kita akomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2370" data-end="2625">Kegiatan serupa, lanjut bupati, akan terus dilakukan di wilayah lain di Kabupaten Bondowoso. Pemerintah akan menyusun jadwal kunjungan secara bertahap dengan menyesuaikan agenda yang ada, agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di pelosok.</p>
<p data-start="2627" data-end="2856" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan," pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ngaji Budaya di Kraksaan: Suara Seniman Probolinggo Menguat, Dorong Kebijakan dan Kesejahteraan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngaji-budaya-di-kraksaan-suara-seniman-probolinggo-menguat-dorong-kebijakan-dan-kesejahteraan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngaji-budaya-di-kraksaan-suara-seniman-probolinggo-menguat-dorong-kebijakan-dan-kesejahteraan</guid>
<description><![CDATA[ Ngaji Budaya di Kraksaan jadi ruang suara para seniman! Dari aspirasi hingga harapan kesejahteraan, semua mengalir demi masa depan budaya Probolinggo yang lebih kuat dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb3e99cd022.webp" length="44154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:15:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Ngajibudaya, Harjakapro, BudayaLokal, SenimanDaerah, PelestarianBudaya, KebudayaanIndonesia, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Kegiatan “Ngaji Budaya” yang digelar oleh Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo berlangsung hangat dan penuh gagasan di Alun-alun Kraksaan.</p>
<p>Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, sekaligus menjadi wadah strategis bagi para seniman dan budayawan untuk menyampaikan aspirasi mereka.</p>
<p>Forum tersebut dihadiri berbagai elemen pelaku seni yang memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang diskusi terbuka. Mereka membahas berbagai isu penting terkait perkembangan kebudayaan lokal, mulai dari strategi pelestarian hingga tantangan yang dihadapi di era modern. Diskusi yang berlangsung dinamis ini menunjukkan tingginya kepedulian terhadap masa depan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana penting untuk menjaring masukan dari para pelaku seni.</p>
<p>“Ngaji budaya ini kami hadirkan sebagai ruang dialog bersama para seniman dan budayawan untuk menyerap aspirasi sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan program kebudayaan ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Arief, pembahasan dalam forum tidak hanya berfokus pada konsep pemajuan budaya, tetapi juga menyinggung persoalan mendasar yang kerap dihadapi para seniman, yakni kesejahteraan. Ia menilai, peningkatan taraf hidup pelaku seni menjadi faktor krusial agar mereka dapat terus berkarya secara konsisten.</p>
<p>“Beberapa isu yang mengemuka di antaranya strategi pemajuan kebudayaan daerah, termasuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan para seniman agar mereka bisa terus berkarya secara berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Dewan Kebudayaan sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem budaya yang kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan seni di daerah.</p>
<p>“Kami berharap sinergi antara Disdikdaya dan Dewan Kebudayaan dapat terus diperkuat sehingga program-program kebudayaan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Arief memastikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan evaluasi untuk langkah ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti berbagai usulan demi memastikan arah kebijakan kebudayaan semakin jelas dan berkelanjutan.</p>
<p>“Seluruh masukan yang disampaikan akan kami jadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut agar pemajuan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo semakin terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, para seniman juga menyuarakan harapan agar Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo segera dilantik secara resmi. Mereka menilai kehadiran lembaga tersebut secara aktif sangat penting untuk mengawal kebijakan serta memperjuangkan kepentingan para pelaku seni di daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siapkan Langkah Preventif Usai Dua Peristiwa Dugaan Bunuh Diri di Jembatan Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-langkah-preventif-usai-dua-peristiwa-dugaan-bunuh-diri-di-jembatan-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-langkah-preventif-usai-dua-peristiwa-dugaan-bunuh-diri-di-jembatan-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkot Batu diharapkan mampu menekan potensi kejadian serupa, sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di kawasan Jembatan Cangar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb47aa81068.webp" length="95304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cangar, Bunuh Diri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan langkah pencegahan menyusul kembali terjadinya peristiwa penemuan jenazah di kawasan Jembatan Kembar Cangar. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan di titik-titik rawan tersebut.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto (24/4/2026) menegaskan bahwa meskipun sejumlah infrastruktur seperti jembatan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi, pihaknya tidak akan tinggal diam.</p>
<p>“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Kita tidak bisa berpangku tangan hanya karena masalah administrasi kewenangan,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Pemkot Batu akan melakukan koordinasi lintas instansi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot akan mengusulkan pemasangan pagar pengaman tambahan berupa railing tinggi maupun jaring pengaman di titik-titik yang dinilai rawan.</p>
<p>Selain itu, pengawasan di kawasan jembatan juga akan diperketat. Pemkot berencana mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) ke dalam sistem Command Center Kota Batu, sekaligus meningkatkan patroli oleh Satpol PP, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan.</p>
<p>Upaya lain yang turut menjadi perhatian adalah peningkatan penerangan jalan umum (PJU). Pemerintah menilai area yang minim pencahayaan berpotensi menjadi lokasi yang mendukung tindakan berisiko. Karena itu, optimalisasi fungsi lampu penerangan di sekitar jembatan akan segera dilakukan.</p>
<p>"Tidak hanya dari sisi infrastruktur, pendekatan psikososial juga disiapkan. Melalui Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB, Pemkot Batu akan memperkuat layanan konseling serta membuka akses hotline bagi masyarakat yang mengalami tekanan mental," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Bumi 2026, Pemkot Surabaya Tanam 1.000 Cemara Udang di Kawasan Pesisir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-bumi-2026-pemkot-surabaya-tanam-1000-cemara-udang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-bumi-2026-pemkot-surabaya-tanam-1000-cemara-udang</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya memperingati Hari Bumi 2026 dengan menanam 1.000 pohon cemara udang dan mangrove di kawasan pesisir sebagai upaya menjaga ekosistem dan mencegah abrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb3338b5f73.webp" length="61238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:46:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Hari Bumi 2026, Pemkot Surabaya, cemara udang, mangrove Surabaya, pelestarian lingkungan, ekosistem pesisir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April dengan menggelar aksi pelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi bersih pantai serta penanaman 1.000 bibit pohon cemara udang dan berbagai jenis mangrove di kawasan ekowisata mangrove Surabaya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Penanaman cemara udang dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Tanaman dengan nama latin Casuarina equisetifolia ini dikenal memiliki manfaat ekologis dan fisik, terutama sebagai pelindung alami pantai.</p>
<p>Selain itu, cemara udang juga termasuk vegetasi pionir yang mampu bertahan di kondisi lingkungan ekstrem serta melengkapi fungsi mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan ratusan relawan, termasuk pelajar dari SMPN 63 Surabaya, serta bekerja sama dengan Yayasan Wings Peduli.</p>
<p>"Dalam kesempatan ini, kami mengajak masyarakat agar berperan aktif bersama-sama melakukan aksi nyata dalam merawat lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat," ujar Nanik, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Melalui penanaman 1.000 pohon cemara udang dan mangrove ini, pemerintah berharap dapat membantu mencegah abrasi, mengurangi hempasan gelombang air laut, serta menahan angin kencang di kawasan pesisir.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir secara berkelanjutan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Sumber : beritasatu.com<br></strong><strong>Penulis : Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Instrumen Penguatan Fiskal Daerah, Pemkot Batu Dorong Sinergi Usaha Pendapatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-instrumen-penguatan-fiskal-daerah-pemkot-batu-dorong-sinergi-usahapendapatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-instrumen-penguatan-fiskal-daerah-pemkot-batu-dorong-sinergi-usahapendapatan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan menjadikan sektor usaha sebagai motor penggerak fiskal, Pemkot Batu berupaya membangun struktur pendapatan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor keuangan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar bermuara pada penguatan kapasitas fiskal daerah dalam jangka panjang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb46de26dd5.webp" length="39662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apindo, Fiskal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan ekonomi ke arah yang lebih strategis, dengan menempatkan sektor usaha sebagai instrumen utama penguatan fiskal daerah. Fokusnya bukan sekadar menarik investasi, tetapi memastikan setiap aktivitas ekonomi berkontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto (24/4/2026) menegaskan bahwa kekuatan fiskal daerah sangat bergantung pada seberapa aktif pergerakan sektor usaha di lapangan. Pajak daerah, menurutnya, bukan hanya soal kebijakan, tetapi hasil dari aktivitas ekonomi yang hidup dan produktif.</p>
<p>“Sinergi dengan pelaku usaha ini penting, karena dari situlah pergerakan ekonomi terbentuk dan berdampak langsung pada kekuatan fiskal daerah,” ujarnya.</p>
<p>Dalam skema ini, pelaku usaha tidak lagi diposisikan semata sebagai objek regulasi, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun basis pendapatan daerah. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM menjadi tulang punggung yang menopang penerimaan pajak, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi yang mereka hasilkan.</p>
<p>Pendekatan ini juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang sehat antara pemerintah dan dunia usaha. Ketua DPK APINDO Kota Batu, Suryo Widodo, menyebut stabilitas hubungan tersebut menjadi faktor kunci dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi sekaligus kontribusi fiskal.</p>
<p>“Kalau hubungan ini terjaga, maka dunia usaha tumbuh, dan otomatis kontribusi terhadap daerah juga meningkat,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, dukungan dari sektor keuangan turut memperkuat ekosistem ini. Keterlibatan perbankan dalam pembiayaan usaha memungkinkan ekspansi bisnis berjalan lebih cepat, yang pada akhirnya memperluas basis pajak daerah.</p>
<p>Pemkot Batu melihat bahwa penguatan fiskal tidak bisa hanya bergantung pada peningkatan tarif atau optimalisasi pajak semata. Yang lebih penting adalah memperbesar “kue ekonomi” melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga sumber pendapatan daerah tumbuh secara organik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KSBSI dan Polres Nganjuk Gelar Tasyakuran: Komitmen Dukung Pemugaran Makam dan Museum Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ksbsi-dan-polres-nganjuk-gelar-tasyakuran-komitmen-dukung-pemugaran-makam-dan-museum-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ksbsi-dan-polres-nganjuk-gelar-tasyakuran-komitmen-dukung-pemugaran-makam-dan-museum-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung khidmat di hadapan monumen &quot;Pahlawan Buruh Marsinah&quot; ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb34be686dc.webp" length="71400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:02:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tasyakuran, Makam Marsinah Desa Ngelundo, Polres Nganjuk, Kodim 0810, Pemugaran Makam, Museum Marsinah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dalam rangka menghormati jasa pahlawan buruh nasional, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) bersama jajaran Polres Nganjuk menghadiri acara tasyakuran di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (24/4/2026).</p>
<p>​Kegiatan yang berlangsung khidmat di hadapan monumen "Pahlawan Buruh Marsinah" ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia.</p>
<p>Duduk bersila bersama di atas tikar dengan sajian tumpeng, para tokoh buruh dan aparat kepolisian tampak berbaur dalam suasana kekeluargaan. Pemugaran makam dan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi mengenai sejarah pergerakan buruh di Indonesia yang berpusat di Desa Nglundo.</p>
<p>Kehadiran Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan ikut menghadiri kegiatan tasyakuran dan selamatan pembangunan rumah singgah. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut merupakan bentuk syukur menjelang selesainya pembangunan monumen dan rumah singgah Marsinah, sekaligus wujud penghormatan atas jasa almarhumah sebagai Pahlawan Nasional yang memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang ditemui usai kegiatan menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh pembangunan rumah singgah, museum, monumen, hingga pemugaran makam Marsinah sebagai bagian dari pelestarian nilai sejarah dan penghormatan kepada pahlawan bangsa.</p>
<p>“Polri pada prinsipnya mendukung penuh upaya pembangunan rumah singgah, museum, monumen serta pemugaran makam Marsinah. Ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar nilai perjuangan beliau tetap hidup dan dikenang,” ujar Kapolres.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas sekaligus mendukung program pembangunan daerah yang bernilai historis dan edukatif.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rangkaian acara diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Marsinah, dilanjutkan pembacaan tahlil, sambutan dari berbagai pihak, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas progres pembangunan yang hampir rampung.</p>
<p>Perwakilan dari KSBSI menyatakan bahwa langkah pemugaran ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol keberpihakan terhadap sejarah perjuangan kaum buruh. Pihaknya menilai bahwa keberadaan museum nantinya akan menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda.</p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk dukungan dari kepolisian. Ini adalah kado bagi kaum buruh, di mana makam pahlawan kami, Marsinah, akan dipugar dengan layak dan dibangunkan museum sebagai pengingat sejarah," ungkap Kelik salah satu pengurus serikat buruh di lokasi.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan keluarga Marsinah dan pihak KSBSI menyampaikan apresiasi atas dukungan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan dalam mewujudkan pembangunan monumen dan fasilitas pendukung tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koordinator SPPG Baron Klaim Target Seluruh Desa Tercapai Meski Secara Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koordinator-sppg-baron-klaim-target-seluruh-desa-tercapai-meski-secara-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koordinator-sppg-baron-klaim-target-seluruh-desa-tercapai-meski-secara-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb2b6798fa7.webp" length="68094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 17:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rakor, SPPG Baron, MBG dan 3 B, 8 Desa belum ter-cover, Forpincam Baron, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program 3B yang belum merata di wilayah Kecamatan Baron, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Baron menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Jumat (24/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Rapat yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Baron tersebut dihadiri oleh Camat Baron, Gunawan Wibisono; perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso; Kapolsek Baron, AKP Roni Andreas; serta perwakilan dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut, beserta perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Baron.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B).</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan laporan dari desa-desa, masih ada delapan desa yang warganya belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B). Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami," ungkap Camat Baron, Gunawan.</p>
<p></p>
<p>Camat Baron menegaskan bahwa Forpimcam Baron akan terus mengawal serta memantau pendistribusian MBG agar tepat sasaran dan tepat waktu.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak SPPG dan desa untuk memastikan bahwa bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B) segera tersalurkan kepada warga yang berhak menerimanya," tegas dia.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso, memberikan arahan tegas di hadapan pengelola SPPG dan tamu undangan dalam rapat koordinasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Dalam sambutannya, Santoso menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi antarinstansi guna memastikan program prioritas nasional ini berjalan tanpa hambatan.</p>
<p></p>
<p>Santoso menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara pihak SPPG dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Ia meminta seluruh pengelola SPPG agar tidak ragu berbagi data dan melaporkan perkembangan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Silakan koordinasi secara terbuka kepada saya, Pak Camat, maupun Pak Kapolsek. Data-data yang ada harus kita sinkronkan. Kami dari unsur keamanan juga terus melakukan pengawalan dan pengamanan pada setiap kegiatan di SPPG wilayah Kecamatan Baron," ujar Santoso.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Syarif, menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Meski mendukung, ia memberikan beberapa catatan terkait implementasi di lapangan agar manfaatnya lebih optimal dirasakan warga.</p>
<p></p>
<p>Ahmad Syarif menegaskan bahwa pada prinsipnya seluruh kepala desa di wilayah Baron solid mendukung program pemerintah pusat ini. Ia menyebut komunikasi antara kepala desa dengan pihak SPPG terus dijalin demi kelancaran program.</p>
<p></p>
<p>"Pada prinsipnya kami kepala desa tetap mendukung kegiatan yang diprogramkan pemerintah pusat melalui PSN ini. Alhamdulillah teman-teman kepala desa kompak dan selalu berkoordinasi dengan kepala SPPG di wilayah masing-masing," ujar Syarif.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi pernyataan Danramil mengenai kurangnya keterbukaan data, Syarif menyayangkan jika benar pihak SPPG tidak aktif berkoordinasi, termasuk dalam grup komunikasi WhatsApp. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, koordinasi adalah kunci karena setiap instansi memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menyukseskan program ini.</p>
<p></p>
<p>Terkait data penerima di Desa Sambiroto, ia menjelaskan bahwa data selalu diperbarui setiap bulan melalui laporan dari Posyandu di tingkat dusun.</p>
<p></p>
<p>"Data di Sambiroto insyaallah aman. Rata-rata per wilayah posyandu dari tiga dusun itu ada sekitar 50 sampai 60 penerima. Kami terus melakukan update data setiap bulan menyesuaikan laporan lapangan," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Gofar, Koordinator SPPG di wilayah Kecamatan Baron, menyatakan optimisme dan memastikan bahwa dalam waktu dekat pihak SPPG akan mendistribusikan MBG-3B ke delapan desa yang belum menerima bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Aman mas, untuk kelompok MBG 3B yang ada di delapan desa dalam waktu dekat ini sudah seluruhnya akan dapat MBG, pasti kita penuhi," kata Gofar saat diwawancarai. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menko Pangan Tinjau Program MBG di Probolinggo, Tekankan Standar Menu dan Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menko-pangan-tinjau-program-mbg-di-probolinggo-tekankan-standar-menu-dan-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menko-pangan-tinjau-program-mbg-di-probolinggo-tekankan-standar-menu-dan-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Agenda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi para pelajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eafc5e3c0b2.webp" length="50912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 15:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KunjunganMenteri, ZulkifliHasan, ProgramPemerintah, MakanBergiziGratis, SekolahSehat, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Probolinggo pada Jumat pagi (24/4/2026) untuk meninjau implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat sekolah menengah atas. </p>
<p>Agenda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi para pelajar.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan mendatangi dua sekolah, yakni SMAN 1 Kota Probolinggo dan MAN 2 Kota Probolinggo. Kehadirannya didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat yang turut memantau langsung pelaksanaan program di lapangan.</p>
<p>Zulkifli Hasan juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui dialog mengenai pengetahuan bahan pangan hingga pengalaman mereka menerima program MBG. </p>
<p>Pendekatan ini dilakukan guna mendapatkan gambaran nyata terkait kualitas dan penerimaan program di kalangan pelajar.</p>
<p>"Jadi kunjungan saya ke Probolinggo ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan agenda mengecek pupuk, baik ketersediaan maupun harga, irigasi, harga gabah, SPPG harus sesuai standar, hingga penerima, yakni siswa, harus senang dengan menunya," kata Zulkifli Hasan.</p>
<p>Selain berdialog, Menko Pangan juga melakukan pengecekan langsung terhadap menu makanan yang dibagikan, khususnya di SMAN 1 Kota Probolinggo. </p>
<p>Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, ia memastikan bahwa makanan yang disajikan telah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan siswa untuk menunjang aktivitas belajar.</p>
<p>Mantan Menteri Perdagangan tersebut kembali menegaskan bahwa kualitas menu MBG di sekolah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga standar tersebut agar tujuan program tercapai.</p>
<p>Zulkifli Hasan juga memberikan pesan tegas kepada pihak sekolah agar berani mengambil sikap jika menemukan ketidaksesuaian kualitas makanan. Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi siswa.</p>
<p>"Saya minta kepada kepala sekolah, jika makanan yang dikirim tidak sesuai standar, maka sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, maka SPPG bisa ditutup. Namun sekolah jangan membuat konten ketika ada menu yang tidak standar," imbuh Zulkifli Hasan.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi makanan ke sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki hak penuh untuk menolak makanan apabila ditemukan indikasi tidak layak konsumsi.</p>
<p>"Begitu ada indikasi, seperti bau yang tidak sesuai atau tekstur makanan yang tidak baik, sekolah berhak menolak. Ini yang kita pastikan dan pantau terus. Laporannya setiap minggu kami minta dari sekolah untuk menjaga kemungkinan terjadinya keracunan makanan," ujarnya.</p>
<p>Dengan pengawasan berlapis dari pemerintah pusat dan daerah, program MBG diharapkan dapat berjalan optimal, aman, serta mendukung kesehatan dan perkembangan generasi muda. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Gresik Siapkan Sanksi Bagi ASN Terlibat Kasus SK Palsu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-gresik-siapkan-sanksi-bagi-asn-terlibat-kasus-sk-palsu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-gresik-siapkan-sanksi-bagi-asn-terlibat-kasus-sk-palsu</guid>
<description><![CDATA[ Jika ada kasus tindak pidana, maka ilmu pembuktian itu ada di pihak aparat penegak hukum. Sekalipun itu jika ada ASN terlibat, maka harus menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ead1af4f983.webp" length="53598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 09:13:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik, SK palsu gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyebut telah menyiapkan sanksi terhadap siapa saja pegawai Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang terlibat kasus dugaan penipuan rekrutmen ASN menggunakan Surat Keputusan (SK) palsu. Sanksi terhadap kasus tersebut ialah pemecatan.</p>
<p>Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Mohammad Rum Pramudya, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut masih harus menunggu putusan hukum yang tengah ditangani aparat penegak hukum (APH).</p>
<p>Ia menyebut, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk membuktikan siapa saja yang terlibat.</p>
<p>"Di peraturan kedisiplinan pegawai ASN, jika ia terlibat kasus pidana. Pemeriksaan kedisiplinan ASN tidak diperbolehkan masuk terlebih dahulu. Jadi yang bersangkutan agar menyelesaikan pidananya terlebih dahulu, hasilnya seperti apa," kata Pramudya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Pramudya menyampaikan, jika ada kasus tindak pidana, maka ilmu pembuktian itu ada di pihak aparat penegak hukum. Sekalipun itu jika ada ASN terlibat, maka harus menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.</p>
<p>"Kita menghormati tahapan pemeriksaan polisi. Kalau sudah diputuskan, baru pihak Pemkab Gresik menjatuhkan sanksi," jelasnya. </p>
<p>Menurut dia, sanksi akan diberikan jika ada ASN terlibat, maka seluruhnya tergantung hasil pembuktian pihak kepolisian. Termasuk jikalau ada pihak ASN yang terlibat kasus ini memenuhi unsur penyuapan atau tidak. </p>
<p>"Umpama ada ASN terlibat dan dijadikan tersangka, maka status ASN akan dihentikan sementara. Sampai putusan terbukti bersalah langsung dilakukan pemecatan," paparnya. </p>
<p>Sementara itu, kasus dugaan penipuan rekrutmen ASN menggunakan Surat Keputusan SK palsu ini masih dalam penyelidikan pihak Polres Gresik. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyatakan bahwa hingga saat ini penyidik telah memeriksa sejumlah orang saksi untuk mendalami kasus tersebut.</p>
<p>Selain itu, terdapat dua laporan resmi yang masuk ke meja kepolisian, masing-masing dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik serta dari pihak korban.</p>
<p>Berdasarkan hasil pendalaman sementara, satu orang korban dilaporkan mengalami kerugian berkisar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Namun, angka tersebut berpotensi bertambah seiring proses penyelidikan yang masih berjalan. "Masih dalam penyelidikan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan pada Nilai Kemanusiaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakapolri-ziarah-ke-makam-marsinah-di-nganjuk-tegaskan-penghormatan-pada-nilai-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakapolri-ziarah-ke-makam-marsinah-di-nganjuk-tegaskan-penghormatan-pada-nilai-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan petinggi Polri ini dilakukan di sela-sela agenda kerja resminya di wilayah Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea07e170fe4.webp" length="53540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 21:59:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Nyekar di makam Marsinah, pahlawan buruh, pengamanan polisi, Polres Nganjuk, Forkopimda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Wakapolri Komjen. Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo melakukan kunjungan religi sekaligus ziarah ke makam pahlawan buruh, Marsinah, yang terletak di Desa Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/4/2016).</p>
<p>Kunjungan petinggi Polri ini dilakukan di sela-sela agenda kerja resminya di wilayah Jawa Timur.</p>
<p>​Kedatangan Wakapolri beserta rombongan disambut oleh jajaran pejabat utama Polres Nganjuk dan unsur Forkopimda setempat.</p>
<p>Ziarah ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan hak asasi manusia dan kemanusiaan yang melekat pada sosok almarhumah Marsinah.</p>
<p>Guna memastikan kelancaran dan kekhidmatan prosesi nyekar, aparat keamanan melakukan pengamanan berlapis di sekitar lokasi pemakaman. Ratusan personel dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan di berbagai titik strategis.</p>
<p>Di depan pusara Marsinah, Komjen Pol Dedi Prasetyo tampak melakukan doa bersama dengan khusyuk. Kegiatan nyekar ini dipandang bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kedekatan institusi Polri dengan sejarah perjuangan rakyat kecil.</p>
<p>​"Ziarah ini adalah bentuk penghargaan kita terhadap sejarah. Marsinah merupakan ikon perjuangan yang tidak boleh dilupakan, dan kehadirannya di sini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjunjung tinggi keadilan," ujar salah satu pejabat pendamping di lokasi.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk kesiapan maksimal Polres Nganjuk dalam mendukung kelancaran agenda pimpinan Polri.</p>
<p>“Kami menyiagakan ratusan personel yang terbagi dalam beberapa unit pengamanan, baik terbuka maupun tertutup, serta ditempatkan di posisi strategis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.</p>
<p>Selain pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama, khususnya pada jalur yang akan dilalui rombongan Wakapolri guna mencegah kemacetan serta menjamin keselamatan pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan juga melakukan sterilisasi area, pengamanan objek vital, serta pengawasan intensif terhadap situasi sekitar sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan keamanan.</p>
<p>Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Ondik Andrianto, menambahkan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan teknis sebelum pelaksanaan tugas agar mampu bertindak cepat dan tepat di lapangan.</p>
<p>“Kami telah menyiapkan pola pengamanan berlapis, termasuk pengamanan jalur dan lokasi kegiatan. Seluruh personel juga disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran kunjungan,” jelasnya.</p>
<p>Kunjungan Wakapolri ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan daerah dalam menyambut agenda kunjungan tamu VVIP dan pejabat negara ke depan, sehingga seluruh unsur pengamanan diharapkan dapat berjalan optimal dan profesional. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Nganjuk Respon Santai Akun Medsos Palsu, Imbau Warga Tak Mudah Percaya Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-nganjuk-respon-santai-akun-medsos-palsu-imbau-warga-tak-mudah-percaya-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-nganjuk-respon-santai-akun-medsos-palsu-imbau-warga-tak-mudah-percaya-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ Maraknya akun media sosial palsu yang mencatut nama Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputra mendapat tanggapan santai. Ia mengimbau masyarakat agar bijak dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9fb823d099.webp" length="27690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:31:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Viral di medsos, pencatutan nama, Facebook, Komunitas Anak Pace, Wabup Tri Handy Saputra, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputra, angkat bicara terkait maraknya akun media sosial palsu yang mencatut identitas dirinya. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Nganjuk, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Akun-akun palsu tersebut ditemukan beredar di sejumlah platform populer seperti Facebook dan TikTok. Keberadaannya dinilai meresahkan karena digunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar kepada masyarakat.</p>
<p>Wabup yang akrab disapa Mas Handy itu menanggapi santai fenomena tersebut. Ia bahkan tidak merasa perlu memberikan respons berlebihan terhadap pihak-pihak yang diduga berada di balik penyebaran informasi tersebut.</p>
<p>“Kalau teman-teman media tahu siapa yang menyebarkan informasi itu, bisa disampaikan kepada saya,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Menurutnya, dalam negara demokrasi, masyarakat memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar.</p>
<p>“Ini negara demokrasi, kalau ada masukan silakan. Tapi tetap harus disampaikan secara bijak,” imbuhnya.</p>
<p>Mas Handy juga mengimbau masyarakat Nganjuk agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersumber dari akun tidak resmi.</p>
<p>“Saya tegaskan kepada seluruh masyarakat Nganjuk untuk tidak mudah percaya terhadap informasi dari akun-akun tersebut. Kita semua harus bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, informasi yang beredar di salah satu grup Facebook Komunitas Anak Pace (KAP) yang dibagikan oleh akun bernama Danang Aditya memicu beragam tanggapan dari warganet.</p>
<p>Dalam unggahan tersebut, tercatat puluhan komentar muncul dalam waktu singkat, mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap isu ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Urai Kemacetan di Wonokromo, Pemkot Surabaya Tutup &amp;apos;Pasar Maling&amp;apos; dan Perlebar Jalan hingga 5 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/urai-kemacetan-di-wonokromo-pemkot-surabaya-tutup-pasar-maling-dan-perlebar-jalan-hingga-5-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/urai-kemacetan-di-wonokromo-pemkot-surabaya-tutup-pasar-maling-dan-perlebar-jalan-hingga-5-meter</guid>
<description><![CDATA[ Selain penertiban, Pemkot Surabaya juga melakukan pengaspalan sekaligus pelebaran jalan. Ruas sepanjang kurang lebih 500 meter itu diperlebar hingga sekitar 4–5 meter untuk meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9fb370a159.webp" length="90502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:15:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Maling, Stasiun Wonokromo, Wonokromo, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aktivitas “pasar maling” di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo resmi ditutup dan direlokasi. Langkah itu menjadi bagian dari penataan ulang kawasan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga, khususnya di sekitar Stasiun Wonokromo dan depan Darmo Trade Center.</p>
<p>Sebelum penataan dilakukan, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik macet kronis di Surabaya. Jalan yang seharusnya menjadi jalur utama justru menyempit karena dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan sejak sore hingga malam hari. </p>
<p>Aktivitas pasar tumpah di badan jalan, ditambah parkir liar dan bongkar muat barang, terlebih saat ada penjemputan penumpang kereta api di Stasiun Wonokromo membuat arus kendaraan kerap tersendat, terutama saat jam pulang kerja. </p>
<p>Antrean kemacetan kendaraan tidak jarang kerap mengular hingga ke arah Jagir dan simpang Wonokromo, diperparah dengan adanya perlintasan kereta api yang kerap menutup akses secara tiba-tiba.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sempat turun langsung melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (21/4/2026). Dalam peninjauan itu, ia memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penertiban aktivitas liar hingga perbaikan fisik jalan.</p>
<p>Usai melakukan peninjauan, penataan dimulai dengan relokasi pedagang pasar tumpah yang selama ini menempati badan jalan. Para pedagang dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan, seperti sentra wisata kuliner dan fasilitas resmi milik pemerintah kota. Dengan demikian, ruas jalan yang sebelumnya terpakai untuk aktivitas jual beli kini dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai jalur lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Pedagang sudah kita relokasi ke tempat-tempat yang disiapkan. Jadi, jalan ini tidak lagi dipakai untuk aktivitas yang mengganggu lalu lintas," ujar Eri, Kamis (23/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain penertiban, Pemkot Surabaya juga melakukan pengaspalan sekaligus pelebaran jalan. Ruas sepanjang kurang lebih 500 meter itu diperlebar hingga sekitar 4–5 meter untuk meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi akibat penyempitan jalur.</p>
<p></p>
<p>"Jalan ini akan kita aspal agar jalurnya lebih lebar, sehingga bisa mengurai kemacetan dari arah Jagir maupun arah Novotel," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya perbaikan fisik, rekayasa lalu lintas juga menjadi fokus penanganan. Pemkot berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian untuk mengatur ulang waktu lampu lalu lintas di perlintasan sekitar stasiun. Selama ini, lampu merah kerap menyala setelah palang pintu kereta tertutup, sehingga antrean kendaraan sudah terlanjur panjang.</p>
<p></p>
<p>"Ke depan akan kita atur satu menit sebelum kereta lewat sudah lampu merah," ujarnya Eri.</p>
<p></p>
<p>Penataan kawasan juga mencakup aspek keselamatan warga. Area punden atau makam di sekitar rel kereta akan dilengkapi akses khusus dan pagar pembatas agar warga yang berziarah tidak lagi melintasi jalur rel secara langsung. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan, melainkan menggunakan area parkir resmi yang telah disediakan.</p>
<p></p>
<p>"Tapi tetap ini jalannya nggak boleh dibuat parkir," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Penataan tersebut sekaligus menjadi upaya mengembalikan fungsi ruang kota yang selama ini dinilai melenceng. Jalan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas di luar peruntukannya, seperti berdagang dan parkir liar, kini dikembalikan sebagai infrastruktur publik yang mendukung mobilitas warga.</p>
<p></p>
<p>Dengan kombinasi relokasi pedagang, pelebaran jalan, serta rekayasa lalu lintas, Pemkot Surabaya berharap kemacetan kronis di kawasan Wonokromo dapat terurai secara bertahap dan tidak kembali terulang di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Probolinggo Raih IKT 2025, Bukti Kolaborasi Kuat Bangun Kota Toleran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-probolinggo-raih-ikt-2025-bukti-kolaborasi-kuat-bangun-kota-toleran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-probolinggo-raih-ikt-2025-bukti-kolaborasi-kuat-bangun-kota-toleran</guid>
<description><![CDATA[ Probolinggo kembali bersinar! 
Penghargaan Indeks Kota Toleran 2025 jadi bukti nyata kuatnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberagaman dan harmoni. Saat toleransi dirawat bersama, kota pun tumbuh lebih damai dan inklusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9f1186a8c2.webp" length="64124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 19:31:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, KotaToleran, IKT2025, Keberagaman, Toleransi, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kota ini berhasil meraih penghargaan dari SETARA Institute sebagai kota terbaik dalam kategori zona berkembang (improving zone) pada ajang peluncuran sekaligus penganugerahan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.</p>
<p>Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) merupakan bentuk apresiasi prestisius yang diberikan kepada daerah-daerah yang dinilai mampu mengimplementasikan praktik terbaik dalam membangun toleransi. Tidak hanya itu, kota penerima juga dianggap berhasil memperkuat inklusi sosial serta menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakatnya.</p>
<p>Proses penilaian IKT dilakukan secara komprehensif. Aspek yang menjadi indikator meliputi kebijakan pemerintah daerah, peran aparat dalam menjaga kondusivitas, hingga keterlibatan masyarakat melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Selain itu, kondisi sosial masyarakat dalam menjaga hubungan antarumat beragama juga menjadi tolok ukur utama.</p>
<p>Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Bersyukur, Kota Probolinggo menerima penghargaan ini. Ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga para pegiat toleransi,” ujarnya.</p>
<p>Ina juga memberikan apresiasi kepada SETARA Institute yang telah melakukan penilaian secara objektif dan independen. Menurutnya, capaian ini tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri, melainkan harus menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa nilai toleransi harus terus dihadirkan dalam setiap aspek, baik dalam kebijakan, pelayanan publik, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kota yang harmonis.</p>
<p>“Peran serta masyarakat melalui FKUB sangat penting. Ke depan, dukungan ini akan semakin mempermudah langkah pemerintah dan FKUB dalam menciptakan Kota Probolinggo yang lebih toleran,” katanya.</p>
<p>Ahmad Hudri menambahkan, semangat toleransi harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>"Dengan menjunjung tinggi nilai saling menghargai, inklusi, serta multikulturalisme, Kota Probolinggo diharapkan mampu menjadi contoh nyata dalam merawat kebhinekaan di Indonesia," imbuhnya.</p>
<p>Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa upaya menjaga keberagaman bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Probolinggo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Gresik Fasilitasi Paket Obat dan 101 Kursi Roda bagi Jemaah Haji Lansia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-gresik-fasilitasi-paket-obat-dan-101-kursi-roda-bagi-jemaah-haji-lansia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-gresik-fasilitasi-paket-obat-dan-101-kursi-roda-bagi-jemaah-haji-lansia</guid>
<description><![CDATA[ Jemaah calon haji tahun 2026 difasilitasi paket obat-obatan lengkap dan 101 unit kursi roda bagi lansia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9eabf08a93.webp" length="38684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 19:01:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, haji Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat layanan bagi jemaah calon haji tahun 2026 dengan memfasilitasi paket obat-obatan lengkap dan 101 unit kursi roda. </p>
<p>Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran ibadah, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang membutuhkan dukungan mobilitas dan kesehatan fisik selama di tanah suci.</p>
<p>Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan bahwa kebijakan ini muncul dari evaluasi kebutuhan riil jemaah di lapangan. Ia menyebut, bantuan tidak lagi berorientasi pada pemberian uang tetapi diarahkan pada dukungan yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>“Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Di sana aktivitasnya fisik, berjalan jauh, cuaca panas. Kalau tidak disiapkan, biaya untuk obat bisa menghabiskan bekal jemaah,” kata Yani, dalam keterangannya, Kamis (22/4/2026).</p>
<p>Yani menjelaskan, Pemkab Gresik menyiapkan paket obat untuk seluruh jemaah calon haji tahun 2026. Paket obat tersebut meliputi vitamin harian untuk daya tahan tubuh selama 40 hari, obat flu dan batuk, vitamin B kompleks untuk mengatasi kelelahan, serta obat pereda nyeri.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Gresik juga menyediakan fasilitas kursi roda bagi jemaah lansia melalui skema pinjam pakai. Menurut Yani, kebijakan ini akan memastikan penggunaan fasilitas barang daerah dikelola tepat sasaran. Apalagi data Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, mencatat profil jemaah haji Gresik didominasi usia lanjut.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus, menyampaikan bahwa jemaah lansia memang terus meningkat setiap tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.</p>
<p>Ia menyebut, setidaknya ada sebanyak 101 calon jemaah haji yang membutuhkan fasilitas kursi roda selama di Tanah Suci.</p>
<p>“Mayoritas jemaah kita berada pada kategori usia yang memerlukan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun mobilitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian, dan KBIHU menjadi sangat penting agar pelayanan kepada jemaah bisa optimal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Jombang Monitor Terus Realisasi Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-monitor-terus-realisasi-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-jombang-monitor-terus-realisasi-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Pihaknya akan aktif melakukan monitoring pelaksanaan SR yang sudah berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9e8ef3bfc5.webp" length="24588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:46:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, DPRD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP -</strong> Legislator Jombang merespon kegelisahan masyarakat perihal realisasi pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR). Pihaknya akan aktif melakukan monitoring pelaksanaan SR yang sudah berjalan.</p>
<p>Baik monitoring SR yang sudah berjalan dengan memanfaatkan sementara gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung maupun progres pembangunan gedung SR di Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang.</p>
<p>Langkah dewan ini menyusul tuntutan organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jombang akan realisasi program pemerintah pusat dengan penganggaran yang dianggap besar, yakni program MBG, KDKMP, hingga kegiatan SR di Jombang.</p>
<p>Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra menjelaskan kegiatan SR sudah berjalan di Jombang sejak Juli 2025 lalu. Fasilitas ini dilengkapi 16 sarana utama termasuk asrama untuk 100 siswa, laboratorium, dan ruang kelas yang representatif untuk pembelajaran. </p>
<p>"Bahwasanya memang untuk Sekolah Rakyat ini regulasi dan juklak-juknisnya itu memang dari pusat. Kami di Kabupaten Jombang, DPRD hanya bisa memastikan, membantu memastikan bahwasanya yang bersekolah di Sekolah Rakyat itu memang anak-anak yang berhak untuk bersekolah di situ," ucap Agung kepada suarajatimpost, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>"Hanya monitoring saja yang bisa kita lakukan saat ini seperti itu. Kalau kita rubah apa otak-atik juklak-juknisnya kita masih tidak berkewenangan di situ," imbuh politisi Partai Golkar Jombang itu.</p>
<p>Sejauh ini dewan belum mendapatkan problem dalam pelaksanaan SR di Mojoagung yang sempat ditinjau langsung oleh Bupati Jombang.</p>
<p>"Kami kira sejauh ini belum ada aduan ataupun problem yang kami temui di lapangan terkait Sekolah Rakyat. Jadi semoga ini tetap bisa konsisten, artinya dalam melaksanakan kegiatan Sekolah Rakyat ini tetap baik, tetap tidak ada temuan, dan tidak ada yang janggal," terang Agung.</p>
<p>Ketua DPC GMNI Jombang, Dafa Rahinanta, mengatakan setelah pihaknya melakukan kajian panjang. Mereka membawa tema besar “koreksi rezim” dengan menyoroti beberapa program strategis pemerintah pusat kepada DPRD Jombang.</p>
<p>“Ada beberapa yang kita soroti, pertama terkait program MBG, kemudian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan juga sekolah rakyat,” ujar Dafa.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>10 Kompetitor Sekda Definitif Batu Masuk Tahap Seleksi Administratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/10-kompetitor-sekda-definitif-batu-masuk-tahap-seleksi-administratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/10-kompetitor-sekda-definitif-batu-masuk-tahap-seleksi-administratif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya tahap seleksi administrasi ini, persaingan menuju kursi Sekda definitif Kota Batu dipastikan akan semakin mengerucut. Pansel diharapkan mampu menyaring kandidat terbaik yang siap membawa birokrasi Kota Batu lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9e98217536.webp" length="14418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:32:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, 10 Kompetitor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sebanyak 10 pelamar jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu resmi memasuki tahap seleksi administratif usai penutupan pendaftaran pada 21 April 2026. Seluruh berkas peserta kini tengah diverifikasi oleh panitia seleksi (pansel) untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono pada Kamis (23/4/2026) mengungkapkan bahwa dari total pendaftar, delapan di antaranya berasal dari internal Pemerintah Kota Batu, sementara dua lainnya merupakan peserta dari luar daerah. Komposisi ini dinilai mencerminkan tingginya partisipasi kader internal dalam perebutan jabatan tertinggi ASN di lingkungan Pemkot Batu.</p>
<p>“Total ada 10 pendaftar. Delapan dari internal dan dua dari luar. Semuanya sekarang masuk tahap seleksi administrasi. Pada tahap ini pansel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen, mulai dari persyaratan kepangkatan, pengalaman jabatan, hingga dokumen pendukung lainnya," urainya.</p>
<p>Proses ini menjadi pintu awal untuk menyaring kandidat yang berhak melaju ke tahapan berikutnya. Dimana tim sedang melakukan verifikasi secara teliti dan semua berkas dicek kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Hasil seleksi administrasi dijadwalkan akan diumumkan pada 5 Mei 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk penilaian kompetensi melalui assessment center serta uji gagasan dan wawancara oleh pansel.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai jumlah pendaftar yang masuk menunjukkan antusiasme yang cukup baik, khususnya dari kalangan internal. Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa proses pembinaan ASN di lingkungan Pemkot Batu berjalan optimal.</p>
<p>“Partisipasi dari internal cukup banyak. Ini menandakan kaderisasi berjalan dan banyak ASN yang siap bersaing untuk posisi strategis..Adanya peserta dari luar juga menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik. Kompetisi seperti ini penting untuk mendapatkan sosok yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.</p>
<p>Meski didominasi internal, kehadiran peserta dari luar daerah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga iklim kompetisi yang sehat. Heli menegaskan bahwa seleksi terbuka ini dirancang untuk menjaring figur terbaik tanpa melihat asal instansi.</p>
<p>Ia kembali menekankan bahwa seleksi Sekda bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan proses strategis untuk mencari pemimpin birokrasi yang memiliki kapasitas menyeluruh. Menurutnya, kandidat yang terpilih harus mampu menggabungkan integritas, visi inovatif, kemampuan membangun harmonisasi, kecakapan eksekusi, serta kedekatan dengan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Jombang Bakal Bangun Gedung 10 Lantai, Eks Gedung Dinkes Dipilih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-bakal-bangun-gedung-10-lantai-eks-gedung-dinkes-dipilih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-jombang-bakal-bangun-gedung-10-lantai-eks-gedung-dinkes-dipilih</guid>
<description><![CDATA[ Manajemen rumah sakit tengah merampungkan proposal pembangunan gedung baru yang akan dibangun setinggi 10 lantai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9d59b789dd.webp" length="101564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, RSUD Jombang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kini memasuki tahap finalisasi. </p>
<p>Manajemen rumah sakit tengah merampungkan proposal pembangunan gedung baru yang akan dibangun setinggi 10 lantai, bertambah dari desain awal yang hanya direncanakan tujuh lantai.</p>
<p>Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menyampaikan bahwa lokasi pembangunan telah ditetapkan, yakni di lahan bekas kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) yang terletak di bagian belakang kompleks rumah sakit. Area ini dinilai strategis karena memiliki kontur lahan yang memanjang dari timur ke barat.</p>
<p>dr. Pudji menjelaskan bahwa dokumen perencanaan saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Dalam waktu dekat, proposal tersebut akan segera diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari kepala daerah.</p>
<p>Perubahan jumlah lantai dilakukan berdasarkan hasil kajian kebutuhan yang lebih mendalam. Salah satu pertimbangan utamanya adalah krisis lahan parkir yang selama ini menjadi keluhan di lingkungan RSUD Jombang.</p>
<p>"Berdasarkan perhitungan terbaru, kebutuhan parkir belum akan terpenuhi jika hanya dibangun tujuh lantai. Oleh karena itu, kami tingkatkan menjadi 10 lantai agar mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat," ujar dr. Pudji dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Selain difungsikan sebagai kantong parkir, gedung baru ini juga dirancang untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan. Konsep pembangunan vertikal dipilih sebagai solusi atas keterbatasan lahan, sehingga pemanfaatan ruang bisa lebih optimal.</p>
<p>Dalam skema yang diajukan, pembangunan tidak akan dilaksanakan secara langsung oleh pihak rumah sakit. Seluruh proses teknis, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga pelaksanaan konstruksi, akan ditangani oleh pemerintah pusat.</p>
<p>"RSUD hanya mengusulkan, nanti pemerintah pusat yang akan melaksanakan pembangunannya. Jadi, kami nantinya akan menerima gedung yang sudah siap pakai," jelasnya.</p>
<p>Luas lahan yang disiapkan diperkirakan mencapai 25 meter x 150 meter. Dengan pengembangan vertikal 10 lantai, kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat menambah kapasitas layanan, mengurai kepadatan, serta memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dan pengunjung RSUD Jombang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fasilitas Kurang, Kepala Puskesmas Tajinan Malang Pastikan Layanan Tetap Optimal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fasilitas-kurang-kepala-puskesmas-tajinan-malang-pastikan-layanan-tetap-optimal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fasilitas-kurang-kepala-puskesmas-tajinan-malang-pastikan-layanan-tetap-optimal</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan fasilitas jadi catatan penting, namun pelayanan kesehatan di Tajinan tetap berjalan maksimal dengan tenaga medis siaga dan respons cepat masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bf6d69209.webp" length="29838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 15:44:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, Puskesmas Tajinan, Bupati Malang, layanan kesehatan, sambang puskesmas, fasilitas kesehatan, tenaga medis, pelayanan publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kepala UPT Puskesmas Tajinan, dr. Widya Damayanti, memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski masih terdapat keterbatasan fasilitas. </p>
<p>Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sambang puskesmas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di Puskesmas Tajinan, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>“Pelayanan tetap kami maksimalkan, meskipun memang ada beberapa fasilitas yang belum sempurna,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah catatan pada sarana pelayanan, salah satunya di ruang gigi yang masih memiliki kursi dalam kondisi rusak. Widya menyebut, pihaknya telah mengajukan perbaikan dan kini tinggal menunggu proses penganggaran.</p>
<p>“Ada kursi gigi yang rusak, itu langsung kami atensi. Pengajuannya sebenarnya sudah dilakukan, tinggal menunggu proses anggaran,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, perbaikan sarana dan prasarana kesehatan memang membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, hal itu tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>“Realisasinya bisa tahun depan atau dua tahun ke depan, tergantung anggaran. Tapi pelayanan saat ini tetap kami optimalkan,” tegasnya.</p>
<p>Ia memastikan seluruh tenaga kesehatan tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.</p>
<p>Sementara itu, dalam kegiatan sambang puskesmas tersebut, Bupati Malang HM Sanusi turut melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, mulai dari kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat, hingga kecepatan pelayanan kepada pasien.</p>
<p>Pemkab Malang juga mendorong peningkatan kualitas layanan dilakukan secara bertahap melalui penguatan sarana dan prasarana sesuai kemampuan anggaran daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelantikan DLH Kabupaten Malang: Legal Secara Aturan, Dipersoalkan Secara Etika</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelantikan-dlh-kabupaten-malang-legal-secara-aturan-dipersoalkan-secara-etika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelantikan-dlh-kabupaten-malang-legal-secara-aturan-dipersoalkan-secara-etika</guid>
<description><![CDATA[ Kontroversi pengangkatan kepala dinas memicu perdebatan publik, antara prosedur administratif yang sah dan tuntutan etika dalam menjaga kepercayaan serta integritas birokrasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bce46e72f.webp" length="30226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Malang, DLH Malang, Sanusi, JPT Pratama, Merit Sistem, Nepotisme, Etika Publik, DPRD Malang, Birokrasi Daerah, Transparansi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Nama Ahmad Dzulfikar Nurrahman menjadi sorotan publik setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dalam rotasi pejabat yang digelar pada 13 April 2026 di Pendopo Agung.</p>
<p>Sosok birokrat yang telah berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang ini sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kadis DLH. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala bidang hingga sekretaris dinas, sebelum akhirnya dipercaya memimpin secara definitif.</p>
<p>Namun, pelantikan tersebut memantik polemik lantaran Dzulfikar merupakan anak kandung Bupati Malang. Sorotan publik pun tak hanya mengarah pada kapasitas, melainkan juga pada aspek kepatutan dalam tata kelola pemerintahan.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa seluruh proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama telah berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.</p>
<p>“Ya, itu semua prosesnya di Panitia Seleksi, dan silakan ke BKPSDM sebagai prosesnya,” tegasnya kepada awak media usai sidak di Puskesmas Tajinan, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Ia memastikan tidak ada pelanggaran dalam setiap tahapan seleksi hingga pelantikan. Menurutnya, seluruh prosedur telah mengikuti sistem merit yang berlaku dalam birokrasi.</p>
<p>“Semua dilakukan melalui proses yang sesuai dengan aturan. Artinya itu sudah sesuai aturan, tidak ada aturan yang dilanggar,” ujarnya.</p>
<p>Sanusi juga menegaskan bahwa faktor hubungan keluarga tidak memengaruhi hasil seleksi. Ia menilai, penetapan tersebut murni berdasarkan kompetensi dan mekanisme yang telah ditetapkan.</p>
<p>Sementara itu, DPRD Kabupaten Malang disebut telah melakukan klarifikasi terhadap proses pelantikan tersebut. Namun, Sanusi menegaskan bahwa seluruh penjelasan telah disampaikan.</p>
<p>“Sudah dipanggil, dan semua sudah dijelaskan,” katanya singkat.</p>
<p>Di sisi lain, kritik datang dari Hasto Kristiyanto yang menilai pelantikan tersebut kurang etis dan berpotensi mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Sanusi memberikan respons tegas.</p>
<p>“Ya, karena Pak Hasto belum tahu kenyataan di lapangan, itu masih prediksi saja,” ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Dorong KDKMP Jadi Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-kdkmp-jadi-instrumen-strategis-ekonomi-kerakyatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-kdkmp-jadi-instrumen-strategis-ekonomi-kerakyatan</guid>
<description><![CDATA[ Penyerahan kendaraan operasional KDKMP menjadi langkah konkret Pemkab Bondowoso dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e98af490267.webp" length="44734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 11:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa. KDKMP diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi kesejahteraan secara merata.</p>
<p>Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyerahan 41 kendaraan operasional bagi KDKMP yang digelar di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (23/4/2026). Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan efektivitas layanan koperasi dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Keberadaan KDKMP dinilai tidak hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu mengelola potensi lokal secara optimal. Dengan dukungan sarana operasional, koperasi diharapkan semakin responsif dalam menangkap peluang usaha serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.</p>
<p>Penguatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif, berbasis gotong royong, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat penyerahan kendaraan operasional KDKMP mengatakan, KDKMP memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat perekonomian desa dan kelurahan.</p>
<p>“KDKMP bukan hanya sekadar lembaga ekonomi, tetapi menjadi motor penggerak kemandirian masyarakat. Melalui koperasi, kita mendorong tumbuhnya usaha bersama, memperluas akses permodalan, serta menciptakan distribusi ekonomi yang lebih adil dan merata,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penyerahan kendaraan operasional tersebut bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pelayanan koperasi kepada masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan mobilitas pengurus KDKMP semakin optimal, jangkauan pelayanan semakin luas, serta aktivitas ekonomi desa dapat berkembang lebih cepat.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan potensi desa secara profesional dan inovatif. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari sektor pertanian, UMKM, kerajinan hingga potensi wisata yang harus dikembangkan secara maksimal.</p>
<p>“KDKMP harus mampu menjadi wadah untuk mengelola potensi tersebut secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada nilai tambah,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar kearifan lokal yang dimiliki setiap desa tetap dijaga dan diangkat sebagai kekuatan ekonomi. Produk berbasis budaya dan tradisi, lanjutnya, tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga menjadi identitas daerah yang membanggakan.</p>
<p>Bupati juga  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program penguatan KDKMP tersebut.</p>
<p>Ia berharap, keberadaan KDKMP ke depan mampu menjadi pilar ekonomi rakyat yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing tinggi dalam mendorong terwujudnya desa yang maju dan sejahtera.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa sekaligus ketua KDKMP, serta perwakilan dari PT Mitsubishi Motor. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala Desa di Nganjuk Perkuat Sinergi Antar Desa dan Pendampingan Hukum dari Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-desa-di-nganjuk-perkuat-sinergi-antar-desa-dan-pendampingan-hukum-dari-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-desa-di-nganjuk-perkuat-sinergi-antar-desa-dan-pendampingan-hukum-dari-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Silaturahmi Forkopimda dan kepala desa di Nganjuk jadi momentum penguatan sinergi pembangunan, dorong kemandirian desa, serta dukung program “Jaga Desa” untuk pendampingan hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8abb1c49b5.webp" length="51204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:35:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas, Desa, Pendamping Hukum, Kades Bendolo Salim, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="292"><strong data-start="108" data-end="124">NGANJUK, SJP</strong> – Kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Forkopimda bersama kepala desa se-Kabupaten Nganjuk menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa.</p>
<p data-start="294" data-end="465">Salah satu perwakilan kepala desa yang hadir, Salim, Kepala Desa Bendolo, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap keberlanjutan pembangunan di tingkat desa.</p>
<p data-start="467" data-end="737">Salim mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, serta jajaran Forkopimda atas fasilitasi dan arahan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap momentum ini mampu mempererat hubungan antar kepala desa di seluruh Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="739" data-end="939">“Ke depan, kami menargetkan adanya kesinambungan kerja sama antar desa maupun antar kecamatan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” ungkap Salim di hadapan media, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="941" data-end="1228">Terkait arahan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk mengenai penanganan hukum, Salim menyambut baik program yang selaras dengan instruksi Jaksa Agung. Ia berharap melalui program “Jaga Desa”, tidak ada lagi kekhawatiran kriminalisasi terhadap kepala desa di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="1230" data-end="1427">“Diharapkan ada proses pembinaan dan pendampingan yang intensif dari pihak Kejaksaan sejak awal hingga akhir, sehingga kami merasa nyaman dalam bekerja demi kemajuan desa masing-masing,” ujarnya.</p>
<p data-start="1429" data-end="1778">Menanggapi isu efisiensi anggaran, Salim menegaskan bahwa setiap langkah telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Menurutnya, bukan berarti dana tidak terserap, melainkan dialokasikan kembali untuk kepentingan desa, termasuk mendukung program prioritas seperti penanganan stunting melalui program Grebek Merah Putih.</p>
<p data-start="1780" data-end="1939">“Komitmen kami adalah membawa desa menjadi lebih mandiri dan tidak selalu bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah pusat di masa depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1780" data-end="1939"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Tata Kelola Desa, Bupati Nganjuk Gandeng Kejaksaan dan Maksimalkan Siskeudes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tekankan-pencegahan-tipikor-dan-komitmen-antikorupsi-dalam-pengelolaan-dana-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tekankan-pencegahan-tipikor-dan-komitmen-antikorupsi-dalam-pengelolaan-dana-desa</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk menekankan sinergi desa dan aparat hukum untuk mencegah pelanggaran anggaran. Pemkab juga mendorong digitalisasi, pengawasan ketat, serta komitmen “nol rupiah” dalam promosi jabatan dan perizinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8a61379dcf.webp" length="47050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:05:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, halal bihalal, Kades se Nganjuk, komitmen anti korupsi, pencegahan, Nol rupiah, promosi jabatan, pengelolaan dana Desa, Kades, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="198" data-end="422"><strong data-start="198" data-end="214">NGANJUK, SJP</strong> – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum dalam upaya meminimalisasi potensi pelanggaran hukum, khususnya dalam pengelolaan anggaran desa.</p>
<p data-start="424" data-end="585">Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen usai menghadiri kegiatan halal bihalal bersama kepala desa se-Kabupaten Nganjuk, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="587" data-end="780">Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="782" data-end="1017">Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan, khususnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Melalui kolaborasi ini, pemerintah desa diharapkan mendapatkan pendampingan hukum sejak dini.</p>
<p data-start="1019" data-end="1178">“Pendampingan ini penting agar pemerintah desa memahami aspek hukum dalam pengelolaan anggaran, sehingga dapat meminimalkan potensi pelanggaran,” ujar Marhaen.</p>
<p data-start="1180" data-end="1311">Selain itu, pengawasan juga melibatkan Inspektorat bersama Kejaksaan untuk memonitor penggunaan anggaran desa secara lebih optimal.</p>
<p data-start="1313" data-end="1618">Di sisi lain, Pemkab Nganjuk juga mendorong digitalisasi dalam pengelolaan keuangan desa melalui pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Upaya ini diiringi dengan pelatihan bagi bendahara, operator, hingga kepala desa agar mampu mengelola keuangan secara transparan dan tertib administrasi.</p>
<p data-start="1620" data-end="1766">“Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk pembinaan integritas agar pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1768" data-end="1921">Lebih lanjut, Bupati Marhaen menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui kebijakan “Nol Rupiah”.</p>
<p data-start="1923" data-end="2202">Kebijakan tersebut mencakup sejumlah aspek, di antaranya proses promosi jabatan yang tidak dipungut biaya, pelayanan perizinan sesuai ketentuan tanpa pungutan di luar aturan, serta pelaksanaan proyek yang harus melalui mekanisme transparan seperti lelang atau kompetisi terbatas.</p>
<p data-start="2204" data-end="2304">“Semua proses harus sesuai aturan. Tidak ada lagi praktik di luar mekanisme yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="2306" data-end="2469">Ia menambahkan, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2471" data-end="2577">“Semua harus patuh aturan. Itulah cara kami menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2471" data-end="2577"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelepasan CJH Batu Penuh Haru, Heli Suyanto Ambil Kendali Pemerintahan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelepasan-cjh-batu-penuh-haru-heli-suyanto-ambil-kendali-pemerintahan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelepasan-cjh-batu-penuh-haru-heli-suyanto-ambil-kendali-pemerintahan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Keberangkatan jemaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi para peserta, tetapi juga menandai transisi kepemimpinan sementara di Kota Batu. Stabilitas pemerintahan kini diuji untuk tetap berjalan optimal di bawah Plt, sementara masyarakat menaruh harapan pada doa-doa yang dipanjatkan dari Tanah Suci bagi kebaikan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8590ca8943.webp" length="65362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 17:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, CJH, Pemberangkatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Suasana khidmat bercampur haru mewarnai pelepasan 226 calon jemaah haji (CJH) Kota Batu di halaman Masjid Sultan Agung, Rabu (22/4/2026). Diiringi gema talbiyah dan doa keluarga, rombongan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai bagian dari Kloter 4 Embarkasi Surabaya.</p>
<p>Momen ini menjadi istimewa karena Wali Kota Batu, Nurochman, bersama sang istri, Siti Faujiah Nurochman, turut berangkat sebagai jemaah haji reguler. Dengan keberangkatan tersebut, tongkat kepemimpinan sementara dipegang oleh Wakil Wali Kota Heli Suyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu.</p>
<p>Politisi Gerindra tersebut menegaskan. bahwa sebanyak tujuh armada bus disiapkan Pemkot Batu untuk mengangkut para jemaah menuju Surabaya. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Heli Suyanto yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan emosional selama menjalankan ibadah.</p>
<p>"Bapak Ibu harus semangat, terus tersenyum dan bahagia. Kami titip doa untuk Kota Batu agar selalu dilindungi dan masyarakatnya sejahtera. Kami juga mendoakan seluruh jemaah dapat berangkat dan kembali dalam keadaan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur," ujar Heli saat melakukan pelepasan jamaah haji.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Basuki Rahmat, mengingatkan pentingnya menjaga lima prinsip utama selama menjalankan ibadah haji, yakni sabar, semangat, sehat, sukses, dan mabrur.</p>
<p>"Jemaah dari berbagai daerah dalam satu kloter harus saling menjaga dan memperkuat solidaritas selama berada di Tanah Suci. Kami berpersan pada CJH bahwa ibadah haji ini perjalanan panjang sekitar 40 hari. Jaga kesehatan dan kebersamaan," paparnya.</p>
<p>Prosesi pelepasan turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Batu, anggota DPR RI, serta perwakilan organisasi keagamaan seperti PCNU dan Muhammadiyah. Doa bersama dipimpin tokoh agama setempat, menambah suasana sakral sebelum rombongan diberangkatkan.</p>
<p>Dengan pengawalan tenaga medis serta tim pendamping dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama, rombongan jemaah diberangkatkan menuju Surabaya diiringi doa dari keluarga dan masyarakat yang memadati lokasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawab Keluhan Masyarakat, Akses Jembatan Menuju Mikutopia Diperlebar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawab-keluhan-masyarakat-akses-jembatan-menuju-mikutopia-diperlebar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawab-keluhan-masyarakat-akses-jembatan-menuju-mikutopia-diperlebar</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mulai dibenahinya infrastruktur dasar, pemerintah desa berharap polemik yang selama ini muncul dapat perlahan terurai. Namun demikian, efektivitas langkah ini tetap akan diuji oleh kondisi riil di lapangan, terutama saat volume kunjungan wisata kembali memuncak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e84b551e8ff.webp" length="87968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 16:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelebaran, Jembatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Di tengah derasnya kritik terkait kemacetan dan keterbatasan akses menuju wisata Mikutopia, langkah konkret mulai terlihat di lapangan. Pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi salah satu upaya menjawab keluhan publik yang selama ini menyoroti buruknya infrastruktur penunjang kawasan wisata tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Tulungrejo Suliyono pada Rabu (22/4/2026) menguraikan proyek yang digarap itu kini dikebut dengan sistem kerja 24 jam. Percepatan pembangunan dilakukan untuk mengurai persoalan klasik yang kerap muncul saat lonjakan wisatawan, yakni penumpukan kendaraan akibat akses yang sempit.</p>
<p>"Intinya pelebaran jembatan ini merupakan langkah penting yang sudah lama dinantikan, perbaikan akses menjadi kunci dalam menjawab berbagai kritik yang selama ini diarahkan pada keberadaan wisata baru tersebut.</p>
<p>Terlebih selama ini memang menjadi kendala utama, terutama saat musim libur. Dengan pelebaran ini, mobilitas warga dan wisatawan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, jembatan di titik tersebut hanya memiliki lebar sekitar 6 meter, sehingga tidak mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan.</p>
<p>Kondisi ini memicu kemacetan hingga harus diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.</p>
<p>Kini, setelah diperlebar menjadi 10 meter, akses tersebut diproyeksikan mampu menampung dua arah kendaraan sekaligus.</p>
<p>Perubahan ini diharapkan tidak hanya mengurai kepadatan, tetapi juga meningkatkan faktor keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>Lebih jauh, Suliyono menilai pembenahan infrastruktur ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang menyebut pengembangan wisata berjalan tanpa kesiapan akses yang memadai.</p>
<p>Ia optimistis, dengan perbaikan yang dilakukan, dampak positif bagi masyarakat akan semakin terasa.</p>
<p>"Kami melihat ini sebagai solusi dari keluhan yang ada. Akses yang baik akan berdampak langsung pada ekonomi warga, mulai dari UMKM, pertanian, hingga sektor wisata itu sendiri," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di satu titik saja.</p>
<p>Masih ada sejumlah akses lain yang perlu ditingkatkan agar pertumbuhan wisata tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus Fawait Terima Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-fawait-terima-penghargaan-tokoh-pengentasan-kemiskinan-berbasis-akselerasi-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-fawait-terima-penghargaan-tokoh-pengentasan-kemiskinan-berbasis-akselerasi-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Bertempat di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026) malam, penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi diraih Gus Fawait dengan subkategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e83f4fdaca9.webp" length="64212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 15:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Kabupaten Jember kembali meraih apresiasi di tingkat regional. Dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com bertajuk Merawat Kepercayaan, Mengawal Perubahan, Bupati Jember, Gus Fawait, resmi dianugerahi penghargaan prestisius.</p>
<p>Bertempat di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026) malam, penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi diraih Gus Fawait dengan subkategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.</p>
<p>Penghargaan tersebut diberikan atas capaian signifikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif.</p>
<p>Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah pencapaian personal, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersinergi secara inklusif.</p>
<p>"Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid," kata Gus Fawait.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keakuratan data adalah fondasi utama agar intervensi pembangunan tepat sasaran, sehingga anggaran yang dikucurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Gus Fawait menyadari bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jawa Timur, khususnya di Jember. </p>
<p>Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.</p>
<p>"Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan," jelasnya.</p>
<p>Meski pada tahun 2025 performa penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Ia telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk melakukan lompatan besar.</p>
<p>"Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh OPD dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini," pungkasnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji Jatim ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-lepas-kloter-pertama-jemaah-haji-jatim-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-lepas-kloter-pertama-jemaah-haji-jatim-2026</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 380 jemaah haji kloter pertama embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e840454b235.webp" length="41574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 12:28:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>haji 2026, jemaah haji Jatim, Khofifah Indar Parawansa, embarkasi Surabaya, kloter pertama haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas keberangkatan 380 calon jemaah haji (CJH) kloter pertama embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini kloter pertama calon jemaah haji embarkasi Surabaya resmi diberangkatkan. Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, kemudahan, dan menjadi haji yang mabrur,” kata Khofifah.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga berpesan kepada para jemaah agar turut mendoakan Jawa Timur dan Indonesia saat berada di Tanah Suci agar semakin sejahtera.</p>
<p>Setelah prosesi pelepasan, para jemaah diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara Internasional Juanda untuk melanjutkan perjalanan udara ke Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi.</p>
<p>Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, M As'adul Anam menyampaikan bahwa proses keberangkatan kloter pertama berjalan dengan lancar.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh calon jemaah dapat berangkat tanpa kendala, sehingga tidak terdapat kursi kosong atau open seat dalam penerbangan tersebut.</p>
<p>"Alhamdulillah, kita berdoa semuanya terus tidak ada open seat," katanya.</p>
<p>Pada tahun 2026, Jawa Timur mendapatkan kuota haji reguler terbesar di Indonesia, yakni sebanyak 44.087 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 43.623 jamaah dan 464 petugas kloter.</p>
<p>Para jemaah tersebut berasal dari berbagai daerah, dengan rincian 42.409 jamaah dari Jawa Timur, 698 jamaah dari Bali, serta 516 jamaah dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruhnya akan diberangkatkan melalui embarkasi Surabaya dalam 116 kelompok terbang (kloter).</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com </strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Personel Prima, 200 Anggota Polres Nganjuk Jalani Pemeriksaan Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-personel-prima-200-anggota-polres-nganjuk-jalani-pemeriksaan-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-personel-prima-200-anggota-polres-nganjuk-jalani-pemeriksaan-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Nganjuk ini mencakup berbagai rangkaian tes medis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga kondisi psikis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e7809ab8e60.webp" length="35956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan kesehatan, 200 anggota polisi, kondisi anggota, Polres Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Guna memastikan kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat, sebanyak 200 personel Polres Nganjuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala (Rikkesber) secara menyeluruh hari ini. Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Nganjuk ini mencakup berbagai rangkaian tes medis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga kondisi psikis.</p>
<p>Kegiatan yang bekerja sama dengan tim medis dari Bid Dokkes Polda Jatim ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin diderita oleh anggota Polri, yang disesuaikan berdasarkan kelompok umur intensif 1 dan 2, sebagai langkah menjaga performa dan kesiapan anggota dalam bertugas, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, termasuk indikasi penyalahgunaan narkoba serta penyakit menular dan berbahaya yang dapat memengaruhi kinerja personel di lapangan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala menjadi hal penting untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi prima.</p>
<p>“Pemeriksaan ini bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk komitmen kami dalam menjaga kesehatan personel. Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” ujarnya.</p>
<p>Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah, pemeriksaan kejiwaan (keswa), pengecekan kesehatan mata, tinggi badan, berat badan, lemak tubuh, treadmill, cek kesehatan fisik, pemeriksaan gigi, tes urine, hingga rontgen.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap personel dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, sehingga dapat segera melakukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.</p>
<p>Di lapangan, kegiatan berlangsung tertib dengan pembagian jadwal sesuai kelompok usia, sehingga proses pemeriksaan berjalan efektif tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya dalam menjaga profesionalitas dan kesiapan personel, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal dengan didukung kondisi anggota yang sehat dan prima. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Rayakan Hari Kartini dengan Pelayanan Humanis dan Busana Adat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rayakan-hari-kartini-dengan-pelayanan-humanis-dan-busana-adat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rayakan-hari-kartini-dengan-pelayanan-humanis-dan-busana-adat</guid>
<description><![CDATA[ Para petugas kepolisian yang biasanya berseragam dinas, kini tampil anggun dan gagah dengan mengenakan busana adat tradisional Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e77e789a55d.webp" length="54254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:19:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kartini 2026, Pelayanan Publik di Polres Nganjuk, permohonan SIM, STNK, SKCK, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Suasana berbeda terasa di ruang pelayanan SIM dan STNK Polres Nganjuk hari ini, Selasa (21/4/2026). Para petugas kepolisian yang biasanya berseragam dinas, kini tampil anggun dan gagah dengan mengenakan busana adat tradisional Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini. </p>
<p>Inisiatif ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, terutama bagi para ibu saat melayani pemohon SIM, STNK, SKCK dan pelayanan kepolisian lainnya di kantor pelayanan Polres Nganjuk yang membawa serta anak-anak mereka. </p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih ramah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga humanis dan berkesan, sejalan dengan semangat Kartini dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya melayani pemohon, petugas juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang turut datang bersama orang tuanya, dengan menyediakan wahana permainan dan makanan ringan agar mereka merasa nyaman selama proses pelayanan berlangsung.</p>
<p>Kehadiran fasilitas ramah anak ini memberikan dampak positif, karena orang tua dapat mengurus administrasi dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap kenyamanan anak-anaknya.</p>
<p>Kabag SDM Polres nganjuk, Kompol Burhanudin., menambahkan, inovasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat yang datang merasa nyaman, termasuk anak-anak yang ikut serta. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu memberikan rasa aman dan menyenangkan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa penggunaan busana adat ini merupakan bentuk penghormatan dan pengamalan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi dan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam lingkungan kerja. </p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam petugas kepolisian, juga terdapat sosok perempuan Indonesia yang bangga akan budayanya dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ujarnya.</p>
<p>Dengan konsep pelayanan yang unik dan penuh perhatian ini, Polres Nganjuk berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mewujudkan pelayanan publik yang modern, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Narkotika dan Konflik Perguruan Silat di Nganjuk Masih Dominan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-narkotika-dan-konflik-perguruan-silat-di-nganjuk-masih-dominan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-narkotika-dan-konflik-perguruan-silat-di-nganjuk-masih-dominan</guid>
<description><![CDATA[ Hakim PN Nganjuk ungkap dominasi kasus narkotika dan pil double L serta soroti konflik perguruan silat yang melibatkan remaja, dorong peran orang tua dan tokoh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e777e14694e.webp" length="27560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 20:51:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengadilan Negri Nganjuk, Hakim Ketua, Humas Pengadilan Nganjuk, sidang perdana, kriminalitas, Perguruan Silat, kenakalan remaja, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="305"><strong data-start="82" data-end="98">NGANJUK, SJP</strong> – Di tengah padatnya penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Hakim Muhammad Hasanuddin Hefni, berbagi pandangan terkait dinamika kasus hukum yang ditanganinya sepanjang tahun 2026.</p>
<p data-start="307" data-end="611">Selain menjalankan tugas sebagai hakim, Hasan juga mengemban peran sebagai Humas PN Nganjuk. Dikonfirmasi pada Selasa (21/4/2026), ia mengungkapkan bahwa perkara pidana yang ditangani cukup beragam, mulai dari kekerasan terhadap anak hingga kasus persetubuhan.</p>
<p data-start="613" data-end="763">Namun demikian, ia menyoroti dua jenis perkara yang masih mendominasi, yakni kasus narkotika dan peredaran obat-obatan terlarang seperti pil double L.</p>
<p data-start="765" data-end="916">“Perkara yang paling signifikan tinggi di Pengadilan Negeri Nganjuk saat ini adalah narkotika dan obat-obatan terlarang seperti pil double L,” ujarnya di lobi Pengadilan Negeri Nganjuk.</p>
<p data-start="918" data-end="1077">Meski jumlah perkara cukup tinggi, Hasan menegaskan komitmen seluruh jajaran hakim untuk tetap menjaga integritas dan kualitas dalam setiap proses persidangan.</p>
<p data-start="1079" data-end="1377">Di sisi lain, ia juga menyoroti konflik antarperguruan silat yang kerap berujung pada tindak pidana, salah satunya kasus pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP.</p>
<p data-start="1079" data-end="1377">Hasan, yang pernah memimpin sidang perkara tersebut, menilai konflik serupa terus berulang selama masa tugasnya di Nganjuk.</p>
<p data-start="1379" data-end="1509">Menurutnya, salah satu faktor pemicu adalah rekrutmen anggota yang masih melibatkan remaja dengan kondisi emosi yang belum stabil.</p>
<p data-start="1511" data-end="1665">“Kami menyarankan agar penerimaan anggota baru diprioritaskan bagi mereka yang sudah dewasa, di atas 25 tahun, dan memiliki emosi yang stabil,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1667" data-end="1833">Ia menyayangkan masih banyaknya keterlibatan remaja dalam konflik tersebut, yang kerap dilatarbelakangi keinginan menunjukkan eksistensi diri dengan cara yang keliru.</p>
<p data-start="1835" data-end="2006">Lebih lanjut, Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda, terutama di wilayah Nganjuk yang dikenal memiliki banyak pondok pesantren.</p>
<p data-start="2008" data-end="2270">“Alangkah baiknya jika anak-anak remaja diarahkan pada kegiatan positif, seperti belajar di pondok dengan pengawasan yang baik. Perlu kolaborasi antara tokoh agama, orang tua, dan pemerintah daerah, khususnya Bupati, untuk menjaga etika generasi muda,” tuturnya.</p>
<p data-start="2272" data-end="2471" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia menekankan bahwa ilmu agama harus berjalan seiring dengan pembentukan adab. Tanpa itu, kebebasan di luar rumah justru berpotensi membawa remaja pada perilaku menyimpang hingga tindak kriminal. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2272" data-end="2471" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Satpol PP Jember Terjatuh Saat Verval Data Kemiskinan di Medan Terjal, Pemkab Janji Evaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-satpol-pp-jember-terjatuh-saat-verval-data-kemiskinan-di-medan-terjal-pemkab-janji-evaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-satpol-pp-jember-terjatuh-saat-verval-data-kemiskinan-di-medan-terjal-pemkab-janji-evaluasi</guid>
<description><![CDATA[ ASN Satpol PP Jember mengalami kecelakaan saat melakukan verifikasi data kemiskinan di medan terjal Sumberjambe. Pemkab Jember berjanji melakukan evaluasi demi keselamatan petugas di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e737aa1097c.webp" length="36394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 20:22:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, pemerintahan, ADV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="102" data-end="398"><strong data-start="102" data-end="117">JEMBER, SJP</strong> – Dedikasi tinggi ditunjukkan Siti Nurus Syamsiyah, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Satpol PP Kabupaten Jember. Ia mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas verifikasi faktual (verval) data kemiskinan di wilayah Kecamatan Sumberjambe, yang dikenal memiliki medan sulit.</p>
<p data-start="400" data-end="600">Peristiwa itu terjadi saat Siti menuju lokasi tugas menggunakan sepeda motor roda tiga jenis Supra yang telah dimodifikasi. Kondisi jalan yang terjal dan minim penerangan menjadi tantangan tersendiri.</p>
<p data-start="602" data-end="803">“Waktu itu sudah magrib, jadi saya kurang paham medan. Kemiringannya sekitar 45 derajat. Saya mau nanjak pakai motor roda tiga,” ujar Siti saat ditemui di ruang IGD RS dr. Soebandi, Selasa (21/4/2026).</p>
<p data-start="805" data-end="1011">Saat berada di tanjakan, kendaraan yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan tenaga dan mundur tak terkendali. Meski telah berusaha mengerem, laju motor tetap tidak dapat dihentikan hingga akhirnya terguling.</p>
<p data-start="1013" data-end="1173">“Mungkin kecepatan dari bawah kurang karena saya tidak tahu medannya. Akhirnya mundur, saya rem tetap tidak bisa. Motornya miring ke kiri lalu jatuh,” tuturnya.</p>
<p data-start="1175" data-end="1407">Siti menjelaskan, ia berangkat menjalankan tugas verval setelah mendapat izin dari atasan usai mengikuti apel pagi. Sebagai abdi negara, ia mengaku siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Jember dalam penuntasan data kemiskinan.</p>
<p data-start="1409" data-end="1537">Namun demikian, ia berharap aspek keselamatan, khususnya bagi petugas perempuan, lebih diperhatikan dalam penugasan di lapangan.</p>
<p data-start="1539" data-end="1679">“Harapannya kalau petugas perempuan jangan terlalu jauh lokasi tugasnya, yang dekat-dekat saja. Kalau laki-laki mungkin beda lagi,” katanya.</p>
<p data-start="1681" data-end="1905">Menanggapi insiden tersebut, Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman menyampaikan apresiasi atas dedikasi para ASN yang terjun langsung ke lapangan. Ia menilai kejadian ini menjadi bukti nyata kepedulian ASN terhadap masyarakat.</p>
<p data-start="1907" data-end="2130">“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah melaksanakan verifikasi data dengan penuh suka dan duka. Ini menunjukkan semangat bahwa ASN terpanggil peduli terhadap warga miskin di Jember,” ujarnya.</p>
<p data-start="2132" data-end="2399">Helmi menegaskan, Pemkab Jember akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan verval ke depan lebih aman dan efisien. Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling mendukung, terutama bagi ASN yang memiliki keterbatasan fisik atau usia.</p>
<p data-start="2401" data-end="2570">“Jika ada yang keberatan karena sakit atau sudah sepuh, verval bisa diwakilkan kepada rekan kerja lain. Yang penting datanya tetap bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2572" data-end="2690">Selain itu, Pemkab juga akan mempertimbangkan penugasan berdasarkan domisili ASN agar lebih dekat dengan lokasi kerja.</p>
<p data-start="2692" data-end="2911" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Ke depan akan kita evaluasi agar penugasannya lebih dekat dengan tempat tinggal. Sebenarnya sudah dilakukan, tapi karena banyaknya warga miskin di wilayah pinggiran, mau tidak mau kita libatkan banyak ASN,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2692" data-end="2911" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendaftaran Sekda Definitif Ditutup, Pemkot Pastikan Peserta Penuhi Kuota Seleksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendaftaran-sekda-definitif-ditutup-pemkot-pastikan-peserta-penuhi-kuota-seleksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendaftaran-sekda-definitif-ditutup-pemkot-pastikan-peserta-penuhi-kuota-seleksi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan berakhirnya masa pendaftaran, proses seleksi akan berlanjut ke tahap administrasi sebelum masuk ke penilaian kompetensi dan tahapan lanjutan lainnya. Pemkot Batu berharap seluruh rangkaian seleksi ini mampu menghasilkan Sekda definitif yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu membawa birokrasi lebih adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e76e9e0a578.webp" length="17780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 19:51:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses pendaftaran Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu resmi ditutup pada Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Hingga hari terakhir, Pemerintah Kota Batu memastikan jumlah pendaftar telah memenuhi kuota minimal untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (21/4/2026) menyampaikan, antusiasme peserta dalam mengikuti seleksi terbilang cukup baik. Ia menyebutkan, berkas pendaftaran yang masuk terus diverifikasi oleh panitia seleksi hingga batas akhir penutupan.</p>
<p>“Hingga saat ini, kami melihat antusiasme yang cukup baik. Berkas yang masuk terus diverifikasi oleh panitia seleksi. Untuk angka pastinya, data masih bergerak hingga penutupan, namun laporan sementara menunjukkan jumlah peserta sudah memenuhi kuota minimal,” ujarnya.</p>
<p>Heli juga mengungkapkan bahwa partisipasi dari internal Pemerintah Kota Batu cukup signifikan. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa proses kaderisasi di lingkungan birokrasi berjalan dengan baik dan mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang siap bersaing.</p>
<p>“Dari internal Pemkot Batu, cukup banyak kader terbaik yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan sistem pembinaan ASN kita berjalan. Untuk nama-namanya nanti akan diumumkan secara transparan setelah verifikasi administrasi selesai,” jelasnya.</p>
<p>Selain dari internal, sejumlah pendaftar dari luar daerah juga turut meramaikan bursa Sekda. Kehadiran peserta eksternal dinilai menjadi nilai tambah dalam menciptakan kompetisi yang sehat dan terbuka.</p>
<p>“Ada juga pendaftar dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik bagi birokrat untuk mengabdi. Kompetisi seperti ini penting agar kita mendapatkan figur terbaik,” imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Heli menegaskan bahwa seleksi Sekda bukan sekadar ajang pengisian jabatan, melainkan proses untuk mencari pemimpin birokrasi yang memiliki kapasitas menyeluruh. Ia mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi tahapan berikutnya.</p>
<p>“Seleksi ini bukan hanya soal kompetensi teknis, tapi juga integritas dan loyalitas terhadap pelayanan publik. Tunjukkan dedikasi terbaik, karena yang kita cari adalah pemimpin yang siap berlari membangun Kota Batu,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan lima prinsip utama yang harus dimiliki calon pimpinan ASN, yakni integritas tanpa kompromi, visi inovatif, kemampuan membangun harmonisasi, kecerdasan dalam mengeksekusi program, serta kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan responsif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Administratur Perhutani KPH Jombang Respon Serius Perusakan Hutan Lindung di BKPH Jabung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/administratur-perhutani-kph-jombang-respon-serius-perusakan-hutan-lindung-di-bkph-jabung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/administratur-perhutani-kph-jombang-respon-serius-perusakan-hutan-lindung-di-bkph-jabung</guid>
<description><![CDATA[ Temuan ini terungkap saat petugas gabungan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e72c3d670b8.webp" length="33732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 16:50:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perhutani, KPH Jombang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP —</strong> Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menemukan dugaan aksi penebangan liar di kawasan hutan lindung wilayah RPH Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, Kecamatan Wonosalam. Temuan ini terungkap saat petugas gabungan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Administratur (ADM) Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayani Y.S., menjelaskan bahwa pihaknya mendapati sekitar 27 tunggak pohon yang telah ditebang secara tidak sah. Sebagian batang kayu bahkan sudah dipotong-potong, namun belum sempat diangkut oleh pelaku dari lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Kalau disebut pencurian kayu, konteksnya belum tepat karena material kayunya masih berada di lokasi. Tindakan ini lebih mengarah pada perusakan hutan atau penebangan liar," ujar Enny saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan indikasi awal di lapangan, Enny menduga motif pelaku bukan untuk mencuri hasil hutan berupa kayu, melainkan untuk membuka lahan pertanian secara ilegal dengan cara menghilangkan tegakan pohon yang ada.</p>
<p></p>
<p>Pihak Perhutani telah membuat laporan resmi kejadian tersebut melalui Asisten Perhutani (Asper) setempat dan meneruskannya ke Polsek Wonosalam. Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih dalam proses penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.</p>
<p></p>
<p>Perhutani juga terus mengintensifkan koordinasi dengan kepala desa setempat serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pengelolaan kawasan hutan.</p>
<p></p>
<p>"Kami menduga akses menuju lokasi hutan yang cukup tertutup itu biasanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu, termasuk kemungkinan oknum anggota LMDH. Namun ini masih sebatas dugaan dan akan terus kami dalami," imbuh Enny.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa Perhutani membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kawasan hutan secara legal melalui skema perhutanan sosial. Namun, tindakan perusakan dalam bentuk apa pun tidak akan ditoleransi.</p>
<p></p>
<p>"Jika nanti pelaku berhasil diidentifikasi, kami pastikan akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami tidak akan pandang bulu," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Enny mengingatkan kembali pentingnya menjaga fungsi konservasi hutan lindung. Ia menyebut kerusakan hutan di wilayah Wonosalam dan sekitarnya berpotensi memperparah risiko bencana alam, seperti banjir bandang yang kerap melanda wilayah Kabupaten Jombang.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah mitigasi dan pemulihan, Perhutani KPH Jombang terus menggencarkan program rehabilitasi dan konservasi. Pada tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penanaman pohon di lahan seluas kurang lebih 600 hektar, dengan prioritas utama pada kawasan hutan lindung yang rusak.</p>
<p></p>
<p>Adapun jenis tanaman yang dipilih untuk kawasan lindung adalah rimba campur serta tanaman MPTS (Multi-Purpose Tree Species) atau jenis tanaman serbaguna. Tanaman ini menghasilkan manfaat non-kayu seperti buah-buahan, daun, atau getah, sekaligus berfungsi ekologis menjaga keseimbangan tata air dan mencegah erosi.</p>
<p></p>
<p>"Tanaman di hutan lindung ini bukan untuk ditebang kayunya, melainkan untuk keberlanjutan lingkungan hidup. Di sisi lain, hasil non-kayunya juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan," pungkas Enny.</p>
<p></p>
<p>Perhutani berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian hutan serta tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>1.204 Calon Jemaah Haji Kabupaten Probolinggo Resmi Diberangkatkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/1204-calon-jemaah-haji-kabupaten-probolinggo-resmi-diberangkatkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/1204-calon-jemaah-haji-kabupaten-probolinggo-resmi-diberangkatkan</guid>
<description><![CDATA[ Pada tahap awal, sebanyak 752 CJH diberangkatkan dalam dua kloter. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e7251acfa12.webp" length="94910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 16:20:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, JemaahHaji, KeberangkatanHaji, TanahSuci, HajiMabrur, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Sebanyak 1.204 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Probolinggo resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah pada Selasa pagi, 21 April 2026. </p>
<p>Para jemaah tersebut terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), di mana keberangkatan hari pertama merupakan bagian dari kloter awal Embarkasi Surabaya.</p>
<p>Pada tahap awal, sebanyak 752 CJH diberangkatkan dalam dua kloter. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Acara pelepasan dipusatkan di kawasan Wisata Religi Miniatur Ka'bah yang berada di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati bersama Forkopimda secara simbolis menyematkan syal kepada empat perwakilan CJH sebagai tanda pelepasan resmi menuju Tanah Suci.</p>
<p>"Selain 752 jemaah yang diberangkatkan pagi ini, besok dini hari akan kembali diberangkatkan dua kloter lainnya dengan jumlah total 452 jemaah," ujar Fahmi Abdul Haq Zaini.</p>
<p>Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, keberangkatan tahun ini mencerminkan keberagaman usia jemaah. </p>
<p>Tercatat, jemaah termuda berusia 15 tahun 8 bulan, sedangkan jemaah tertua mencapai usia 90 tahun.</p>
<p>Suasana pelepasan semakin khusyuk dengan lantunan talbiyah yang menggema di lokasi. Tangis haru keluarga dan kerabat mengiringi keberangkatan para jemaah saat bus mulai bergerak meninggalkan lokasi menuju Asrama Haji Sukolilo. </p>
<p>Dari sana, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan rampung.</p>
<p>Wakil Bupati menyampaikan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa pembekalan melalui manasik haji diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>"Mudah-mudahan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan benar, serta senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran selama di Tanah Suci," imbuhnya.</p>
<p>Salah satu calon jemaah haji, Umi Kulsum, mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji bersama suami. Ia mengaku telah menanti momen tersebut selama bertahun-tahun.</p>
<p>"Alhamdulillah, akhirnya tahun ini bisa berangkat bersama suami setelah menabung selama 14 tahun. Sebelumnya sempat tertunda karena pandemi Covid-19," ujarnya dengan penuh haru.</p>
<p>Keberangkatan ini menjadi momen yang dinantikan, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga pihak keluarga yang turut mengantar dengan doa. </p>
<p>Mereka berharap para tamu Allah tersebut dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala BKPSDM Gresik Bantah Terlibat Skandal SK ASN Palsu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-bkpsdm-gresik-bantah-terlibat-skandal-sk-asn-palsu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-bkpsdm-gresik-bantah-terlibat-skandal-sk-asn-palsu</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengaku tidak mengenal sosok AT yang disebut-sebut sebagai orang dekatnya. Para korban menyebut telah melakukan pembayaran kepada AT sebagai uang pelicin untuk diterima menjadi ASN, namun SK yang digunakan ternyata palsu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e71c0e2c2ca.webp" length="32204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 15:20:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Terseret dalam skandal rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, buka suara.</p>
<p>Ia mengaku tidak mengenal sosok AT yang disebut-sebut sebagai orang dekatnya. Para korban menyebut telah melakukan pembayaran kepada AT sebagai uang pelicin untuk diterima menjadi ASN, namun SK yang digunakan ternyata palsu. </p>
<p>"Tidak tahu (sosok AT), ya dulu kan ASN," kata Agung, saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Meski mengaku tidak mengenalnya, Agung mengetahui bahwa sosok AT merupakan mantan pegawai ASN Pemkab Gresik. Sosok AT tersebut pernah menjabat di bagian Kesejahteraan Pemkab Gresik sebelum diberhentikan karena dugaan kasus serupa.</p>
<p>Sosok AT belum diketahui keberadaannya sampai saat ini. Mengenai pencatutan namanya dalam kasus ini, Agung menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. </p>
<p>"Silakan semua bisa berstatemen begitu, tapi yang jelas kita sudah serahkan semuanya ke aparat penegak hukum," jelasnya.</p>
<p>Ditanya mengenai pelaku pemalsuan dokumen, Agung menyebut belum mengetahuinya. Menurut dia, hal tersebut sudah menjadi kewenangan pihak kepolisian. "Kita belum tahu siapa pelakunya. Yang jelas kita sudah melaporkan adanya dokumen pemalsuan," tambahnya.</p>
<p>Saat ini, pihaknya mengaku sudah menjalani proses pemeriksaan setelah pelaporan dilakukan pada 10 April 2026. </p>
<p>"Hasil dari APH nantinya akan digunakan oleh pihak Pemkab untuk memberikan sanksi jika ada ASN yang terlibat," pungkasnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, Agus Priyono, pegawai aktif Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik yang terseret skandal SK ASN palsu, menyatakan bahwa seluruh dokumen fiktif tersebut bersumber dari seorang mantan ASN berinisial AT.</p>
<p>Ia mengklaim sebagai korban penipuan lantaran anak dan kerabatnya sudah membayar uang ratusan juta rupiah, namun SK yang diberikan ternyata palsu. </p>
<p>Kedekatan sosok AT dengan Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Utomo, menjadi alasan korban percaya dan rela membayar uang untuk menjadi pegawai ASN. Agus menyebut dana pembayaran korban mengalir ke pihak AT dan Kepala BKPSDM. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Kayu Jadi Alternatif Pejalan Kaki Selama Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-kayu-jadi-alternatif-pejalan-kaki-selama-pembangunan-jembatan-sentong-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-kayu-jadi-alternatif-pejalan-kaki-selama-pembangunan-jembatan-sentong-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan kayu alternatif di Bondowoso dibangun dari dana BTT untuk pejalan kaki selama pembangunan Jembatan Sentong, membantu mobilitas warga dan mendapat apresiasi masyarakat sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e70d38d0582.webp" length="81674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:31:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan Sentong, Sopir Angkot, Bondowoso, Human Interest, Transportasi Bondowoso, Penutupan Jembatan, Ekonomi Warga, Sopir Angkot Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="322"><strong data-start="94" data-end="112">BONDOWOSO, SJP</strong> – Di tengah aktivitas pembangunan jembatan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, turun langsung meninjau progres pembangunan ke lokasi.</p>
<p data-start="324" data-end="575">Jembatan alternatif yang kini menjadi tumpuan mobilitas sementara masyarakat tersebut dibangun melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp75 juta. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam 14 hari, terhitung sejak dimulai pada 11 April 2026.</p>
<p data-start="577" data-end="839">Meski dibangun dengan konstruksi kayu, jembatan sederhana yang diprioritaskan bagi pejalan kaki ini menjadi jawaban atas aspirasi warga yang menginginkan akses aman di tengah proses pembangunan Jembatan Sentong yang diperkirakan berlangsung selama delapan bulan.</p>
<p data-start="841" data-end="1082">“Alhamdulillah, hari ini saya melihat langsung jembatan alternatif ini. Ini memang permintaan warga. Meski masih sederhana, ke depan akan kita upayakan lebih kokoh,” ujar Wakil Bupati Bondowoso, didampingi Kepala Dinas BSBK dan Kalaksa BPBD.</p>
<p data-start="1084" data-end="1408">Meskipun sederhana, jembatan tersebut menjadi urat nadi penting bagi aktivitas harian warga, mulai dari anak sekolah hingga pedagang kecil yang harus tetap melintas. Bahkan, tak sedikit Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD memilih berjalan kaki dengan memarkir kendaraan mereka di wilayah Nangkaan.</p>
<p data-start="1410" data-end="1679">Usai meninjau, Wabup mengapresiasi semangat masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut dengan penuh kesadaran. Ia juga mengimbau pentingnya menjaga kebersihan dan perawatan jembatan melalui kerja bakti rutin setiap hari Jumat agar tetap layak dan nyaman digunakan.</p>
<p data-start="1681" data-end="1814">“Kita akan adakan kerja bakti tiap Jumat, supaya lingkungan tetap bersih, tidak ada sampah, dan masyarakat merasa nyaman,” tambahnya.</p>
<p data-start="1816" data-end="2100">Sementara itu, pembangunan Jembatan Sentong disebut masih terus berjalan, meski belum maksimal karena sebagian masyarakat masih menggunakan jalur lama. Pemerintah berharap, dengan dialihkannya akses pejalan kaki ke jembatan alternatif, proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal.</p>
<p data-start="2102" data-end="2219">“Nanti jika masyarakat sudah sepenuhnya dialihkan ke sini, pembangunan jembatan utama bisa lebih maksimal,” jelasnya.</p>
<p data-start="2221" data-end="2453">Di tengah keterbatasan, jembatan alternatif ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Konstruksi kayu yang kokoh tersebut menjadi simbol gotong royong, kesabaran, dan harapan warga akan hadirnya akses yang lebih baik di masa depan.</p>
<p data-start="2455" data-end="2697">Antusiasme warga terlihat saat jembatan alternatif tersebut hampir selesai dan siap difungsikan. Kehadiran akses sementara ini dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari yang sebelumnya sempat terganggu akibat pembangunan Jembatan Sentong.</p>
<p data-start="2699" data-end="2845">Sejumlah warga mengaku kini dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga berbelanja ke wilayah seberang.</p>
<p data-start="2847" data-end="3038">Salah seorang warga, Tindy (37) warga Kelurahan Dabasah yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, meski jembatan tersebut masih sederhana, namun jauh lebih aman dibanding sebelumnya.</p>
<p data-start="3040" data-end="3249">“Kami tidak perlu memutar untuk ke kantor (DLH). Sepeda motor bisa dititipkan di Nangkaan, lalu kami berjalan kaki ke kantor. Ini sangat menghemat BBM dibanding harus memutar lewat jalur alternatif Nangkaan - Duko - Kembang,” ungkapnya.</p>
<p data-start="3251" data-end="3432">Hal senada disampaikan Siti Aminah (43), yang setiap hari melintas untuk mengantar anaknya ke sekolah. Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat.</p>
<p data-start="3434" data-end="3598" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami sangat terbantu, apalagi sekarang sudah ada jalur khusus pejalan kaki. Semoga bisa dirawat bersama dan pembangunan jembatan utamanya segera selesai,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3434" data-end="3598" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janggal, Hearing Kasus SK ASN Palsu di DPRD Gresik Mendadak Digelar Tertutup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janggal-hearing-kasus-sk-asn-palsu-di-dprd-gresik-mendadak-digelar-tertutup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janggal-hearing-kasus-sk-asn-palsu-di-dprd-gresik-mendadak-digelar-tertutup</guid>
<description><![CDATA[ Dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Rizal Saputra, itu melarang awak media masuk ruangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e61f3ccb5c1.webp" length="28010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:25:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, DPRD Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP - </strong>Tidak seperti biasanya, pemangggilan sejumlah pejabat terkait soal kasus dugaan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan surat keputusan (SK) palsu berlangsung tertutup di Kantor DPRD Kabupaten Gresik, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Hearing dilakukan jajaran pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Gresik, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspekrorat, dan bagian hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. </p>
<p>Dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Rizal Saputra, itu melarang awak media masuk ruangan. </p>
<p>"Kami ingin tertutup, karena kami di Komisi I ingin membuka data-data yang dilaporkan termasuk di BKPSDM dan Inspektorat," kata Rizaldi.</p>
<p>Rizaldi berdalih, bahwa maksud larangan bagi awak media ini untuk melindungi data-data korban.</p>
<p>Sementara itu, terkait hearing ini ia mengaku hanya melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Pihaknya menyerahkan seluruh tahapan prosesnya ke aparat penegak hukum (APH).</p>
<p>"Karena kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Gresik. Kita menyerahkan sepenuhnya ke APH untuk investigasi. Semoga segera tuntas transparan tidak menjadi keresahan publik," paparnya. </p>
<p>Disisi lain, Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Utomo, mengaku pemangggilan hearing bersama jajaran DPRD ini untuk mengetahui langkah-langkah tahapan kasus dugaan rekrutmen ASN menggunakan SK palsu yang telah berlangsung penyelidikan di kepolisian. </p>
<p>"Hearing di Komisi satu terkait adanya pemalsuan SK mengenai langkah-langkah apa yang dilakukan BKPSDM sampai saat ini," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal ASN–Polisi Viral, Disnaker dan Inspektorat Nganjuk Masih Tunggu Proses Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-asnpolisi-viral-disnaker-dan-inspektorat-nganjuk-masih-tunggu-proses-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-asnpolisi-viral-disnaker-dan-inspektorat-nganjuk-masih-tunggu-proses-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan proses yang sedang berjalan agar sanksi yang dijatuhkan nantinya tepat dan sesuai aturan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6175789892.webp" length="15984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:11:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan perselingkuhan, Oknum Anggota Polisi, ASN, PPPK, Disnaker Nganjuk, Sanksi hukum, Inspektorat, Propram Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Menanggapi perselingkuhan AN, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan anggota polisi berinisial DEP, akhirnya pihak Disnaker angkat bicara.</p>
<p>Sekretaris Disnaker, Singgih Wiratno, dalam keterangannya menegaskan, pihak dinas tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Hingga saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan proses yang sedang berjalan agar sanksi yang dijatuhkan nantinya tepat dan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>​"Terkait sanksi, kami masih menunggu proses dulu. Kami berupaya agar tidak ada kekeliruan dalam pengambilan keputusan. Secara normatif, kami akan melakukan pemanggilan untuk proses klarifikasi terlebih dahulu," ujar Singgih saat dikonfirmasi via telepon, Senin (20/4/2026).</p>
<p>​Singgih juga menjelaskan bahwa penanganan kasus ini akan melibatkan instansi berwenang lainnya untuk memastikan penegakan disiplin ASN berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>​"Nantinya kami akan berkoordinasi dengan pihak BKPSDM maupun Inspektorat untuk menentukan langkah selanjutnya," tambahnya. </p>
<p>​Informasi terakhir menyebutkan bahwa oknum ASN saat ini tengah menjalani pemeriksaan di pihak kepolisian. Pihak Disnaker sendiri telah menjadwalkan agenda pemanggilan internal hari ini guna mendengarkan klarifikasi langsung dari yang bersangkutan sebelum menyerahkan detailnya ke pihak inspektorat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Inspektur Inspektorat Nganjuk Samsul Huda akhirnya angkat bicara mengenai langkah hukum dan kedisiplinan yang akan diambil terhadap oknum ASN PPPK yang terlibat dugaan kasus perselingkuhan yang sempat viral beberapa waktu lalu.</p>
<p>​Samsul menegaskan bahwa saat ini mereka masih berada dalam posisi memantau perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil memiliki landasan hukum yang kuat.</p>
<p>​Menurut Samsul, ia menyatakan tidak ingin gegabah dalam memberikan sanksi tanpa melihat duduk perkara yang jelas.</p>
<p>​"Kami harus melihat dulu pembuktian di sana seperti apa dan pasal mana yang terpenuhi. Karena saat ini sudah ditangani pihak kepolisian, maka kita tunggu dulu hasilnya dari sana," ungkap Samsul dalam konfirmasi singkat melalui sambungan telepon.</p>
<p>Sementara itu, ​Kasi Propam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro memberikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum anggota kepolisian berinisial DEP dengan AN, seorang ASN PPPK Disnaker di sebuah rumah kontrakan. </p>
<p>Kasus yang sempat viral setelah penggerebekan oleh pihak keluarga ini, kini dalam penanganan intensif pihak internal kepolisian.</p>
<p>Heri Buntoro menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap oknum anggota yang terlibat. Ia menyatakan rasa kecewanya atas tindakan oknum tersebut yang dinilai telah mencoreng institusi. Dirinya juga mengungkap, oknum yang bersangkutan saat ini tidak lagi bebas beraktivitas karena telah menjalani penahanan internal.</p>
<p>​"Sudah saya amankan itu, sekarang sudah di dalam sel. Saya sendiri yang langsung mengambil tindakan karena merasa sangat kecewa dengan perbuatan tersebut," ujar Heri Buntoro dengan tegas.</p>
<p>​​Meskipun menyadari bahwa kasus ini telah menjadi konsumsi publik dan viral di media sosial, Kasi Propam memilih untuk fokus pada proses hukum disiplin yang berlaku di internal Polri. Pihaknya enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai detail hubungan kedua belah pihak demi menjaga objektivitas pemeriksaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Target Layanan Merata, Pemkot Batu Genjot Rekrutmen 6 Dokter di Triwulan II</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-target-layanan-merata-pemkot-batu-genjot-rekrutmen-6-dokter-di-triwulan-ii</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-target-layanan-merata-pemkot-batu-genjot-rekrutmen-6-dokter-di-triwulan-ii</guid>
<description><![CDATA[ Percepatan rekrutmen enam dokter pada triwulan kedua menjadi kunci penyelesaian target Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu. Jika terealisasi sesuai rencana, program ini tidak hanya menutup kekurangan tenaga medis, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis wilayah yang lebih cepat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e606beb53cb.webp" length="27494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 19:50:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelayanan, Dokter, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mempercepat realisasi program unggulan Satu Desa Satu Dokter dengan menargetkan pemenuhan kekurangan tenaga medis pada triwulan kedua 2026. Fokus utama saat ini adalah merekrut enam dokter untuk menutup kekosongan layanan di enam desa dan kelurahan yang belum terjangkau.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (20/4/2026) membeberkan hingga Maret 2026, program tersebut telah menjangkau 18 dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, capaian sudah berada di angka 75 persen, namun Pemkot menilai percepatan tetap diperlukan agar target layanan merata bisa tercapai dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>"Untuk proses rekrutmen akan segera dijalankan dalam waktu dekat, dengan target penyelesaian pada triwulan kedua tahun ini. Kemungkinan kami upayakan sekitar triwulan ke dua untuk dilakukan rekrutmen. Kami ingin enam wilayah yang tersisa segera terpenuhi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selama ini, enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap masih bergantung pada layanan Puskesmas Pembantu (Pustu). Skema tersebut dinilai belum optimal karena tenaga medis harus membagi waktu di beberapa lokasi sekaligus, sehingga respons pelayanan menjadi kurang maksimal.</p>
<p></p>
<p>Dengan penambahan enam dokter baru, Pemkot menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki tenaga medis yang siaga langsung di wilayah masing-masing. Kehadiran dokter tetap di tingkat desa dinilai krusial untuk mempercepat penanganan keluhan kesehatan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Program ini juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan akses yang lebih dekat, deteksi dini penyakit dapat dilakukan tanpa harus menunggu kondisi memburuk.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, Pemkot Batu memastikan ketersediaan tenaga bidan sudah terpenuhi di seluruh wilayah. Saat ini, 24 desa dan kelurahan telah memiliki bidan yang aktif melayani kesehatan ibu dan anak," imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p></p>
<p>Untuk memperkuat layanan, dua strategi tambahan juga disiapkan. Pertama, penambahan fasilitas poli gigi di setiap Puskesmas guna memperluas cakupan layanan kesehatan mulut. Kedua, perluasan program home care hingga tingkat Polindes, yang memungkinkan tenaga medis melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.</p>
<p></p>
<p>Layanan home care ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, terutama lansia dan penyandang disabilitas, agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Kerusakan Hulu, Pemkot Batu Siapkan Perwali untuk Kendalikan Alih Fungsi Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-kerusakan-hulu-pemkot-batu-siapkan-perwali-untuk-kendalikan-alih-fungsi-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-kerusakan-hulu-pemkot-batu-siapkan-perwali-untuk-kendalikan-alih-fungsi-lahan</guid>
<description><![CDATA[ Rencana penerbitan Perwali ini menunjukkan pergeseran pendekatan Pemkot Batu dari sekadar imbauan menjadi penegakan aturan yang lebih konkret. Dengan dasar hukum yang jelas dan pengawasan terintegrasi, pemerintah berupaya menekan laju kerusakan lingkungan sejak hulu, sekaligus mencegah dampak lanjutan yang lebih besar terhadap wilayah hilir dan keselamatan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6062f1895d.webp" length="80914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 19:09:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perwali, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengunci celah kerusakan lingkungan di kawasan hulu dengan menyiapkan regulasi khusus. Wali Kota Batu, Nurochman, memastikan akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai instrumen pengendalian alih fungsi lahan yang dinilai semakin tidak terkendali.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (20/4/2026) ia menilai langkah ini diambil sebagai respons atas dampak lingkungan yang mulai terasa nyata, terutama di wilayah hulu seperti Kecamatan Bumiaji. Pemanfaatan lahan yang tidak tertata disebut menjadi pemicu berbagai persoalan, mulai dari buruknya sistem drainase hingga kerusakan infrastruktur akibat aliran air yang tidak terkendali.</p>
<p>“Pengelolaan yang salah akan berdampak luas, mulai dari degradasi lingkungan hingga rusaknya fasilitas publik. Karena itu, kita butuh payung hukum yang jelas,” tegas Nurochman.</p>
<p>Perwali yang tengah disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai aturan administratif, tetapi juga akan menjadi dasar hukum bagi pengawasan di lapangan. Melalui regulasi ini, petugas akan memiliki kewenangan lebih tegas untuk menindak pelanggaran, termasuk pemberian sanksi kepada pihak yang tidak mematuhi ketentuan pemanfaatan lahan.</p>
<p>Fokus pengawasan diarahkan pada kawasan rawan yang menunjukkan indikasi kerusakan, terutama di Bumiaji. Pemerintah menilai tanpa intervensi regulasi yang kuat, tekanan terhadap kawasan hutan akan terus meningkat dan berpotensi memicu bencana lingkungan.</p>
<p>Dalam penyusunannya, Pemkot Batu melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur serta Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta untuk memastikan regulasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga relevan dengan kondisi lapangan.</p>
<p>"Salah satu poin strategis dalam Perwali tersebut adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial. Pokja ini akan bertugas mengintegrasikan masterplan pengelolaan kawasan hutan agar selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin setiap pemanfaatan hutan tetap dalam koridor menjaga alam. Kalau melanggar, sanksi akan tegas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>227 CJH Kota Batu Siap Berangkat, Mulai Diberangkatkan Rabu Dini Hari dari Masjid Sultan Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/227-cjh-kota-batu-siap-berangkat-mulai-diberangkatkan-rabu-dini-hari-dari-masjid-sultan-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/227-cjh-kota-batu-siap-berangkat-mulai-diberangkatkan-rabu-dini-hari-dari-masjid-sultan-agung</guid>
<description><![CDATA[ Pemberangkatan 227 CJH Kota Batu pada Rabu dini hari menjadi titik awal perjalanan ibadah yang telah dinanti bertahun-tahun. Dengan kesiapan yang telah dimatangkan, pemerintah berharap seluruh proses berjalan lancar, sekaligus memastikan pelayanan dan pengawalan jemaah tetap optimal sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e60567299c2.webp" length="40106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:36:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jamaah Haji, Berangkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Batu dipastikan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Ratusan jemaah ini dijadwalkan mulai bergerak pada Rabu (22/4/2026) dini hari, menandai dimulainya proses keberangkatan gelombang pertama dari daerah tersebut.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Basuki Rachmad pada Senin (20/4/2026) menegaskan, seluruh jemaah akan berkumpul di Masjid Sultan Agung Kota Batu pada pukul 02.00 WIB untuk menjalani proses pelepasan sekaligus pengecekan administrasi akhir. Setelah itu, rombongan akan langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diperkirakan tiba sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>“Insyaallah semua jemaah sudah siap. Kami berharap proses keberangkatan berjalan lancar tanpa kendala. Para CJH Kota Batu tergabung dalam kloter 4 Embarkasi Surabaya, yang menjadi bagian dari gelombang pertama keberangkatan haji Indonesia tahun ini. Dalam satu kloter tersebut, jemaah Batu tidak berangkat sendiri, melainkan bergabung dengan daerah lain di Jawa Timur," urainya.</p>
<p>Rinciannya, 73 jemaah dari Kabupaten Probolinggo, 53 dari Kota Surabaya, 12 dari Kota Malang, 8 dari Kabupaten Malang, serta masing-masing satu jemaah dari Kabupaten Sidoarjo dan Kota Probolinggo. Secara keseluruhan, total jemaah dalam satu kloter mencapai 380 orang.</p>
<p>Setelah bermalam di Asrama Haji, para jemaah dijadwalkan terbang menuju Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (23/4/2026) pukul 02.55 WIB.</p>
<p>"Nanti di dalam rombongan tersebut Wali Kota Batu Nurochman bersama istrinya, Siti Faujiyah, juga turut menunaikan ibadah haji. Keduanya terdaftar sebagai jemaah haji reguler sejak 2012 dan tercatat memiliki masa tunggu sekitar 14 tahun," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Rekrut Tenaga Non ASN, 451 Peserta Ikut Seleksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-rekrut-tenaga-non-asn-451-peserta-ikut-seleksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-rekrut-tenaga-non-asn-451-peserta-ikut-seleksi</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso umumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen Non ASN 2026. Sebanyak 451 peserta lanjut tes kompetensi sebagai tahap penentu menjaring tenaga kesehatan profesional berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e608bd0361a.webp" length="47558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:12:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>rsud, rumah sakit, kesehatan, cukai, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabar penting bagi ratusan pencari kerja di sektor kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi Bondowoso resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen tenaga Non ASN/BLUD tahun 2026. Pengumuman yang dirilis pada 14 April 2026 ini langsung menjadi sorotan publik, mengingat tingginya animo pelamar yang ingin bergabung di institusi layanan kesehatan tersebut.</p>
<p>Tahapan ini menjadi gerbang awal menuju proses seleksi yang lebih ketat dan kompetitif. Dari ratusan berkas yang masuk, panitia melakukan verifikasi secara menyeluruh guna memastikan hanya peserta yang memenuhi syarat yang dinyatakan lolos. Transparansi dan akuntabilitas disebut menjadi prinsip utama dalam proses rekrutmen ini.</p>
<p>Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara profesional dan terbuka. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026) di ruang kerjanya.</p>
<p>“Proses ini kami pastikan berjalan transparan dan objektif. Kami ingin mendapatkan tenaga yang benar-benar kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa tingginya jumlah pelamar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. H. Koesnadi sebagai institusi pelayanan kesehatan. </p>
<p>“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dari sisi sumber daya manusia,” imbuhnya.</p>
<p>Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni Tes Kompetensi yang menjadi penentu utama dalam proses rekrutmen. Sementara bagi yang tidak lolos, dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya. Keputusan panitia bersifat mutlak.</p>
<p>Sebanyak 451 peserta dijadwalkan mengikuti Tes Kompetensi yang telah dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Aula Puspa Indah. Pelaksanaan tes dibagi ke dalam enam sesi, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, guna memastikan kelancaran dan ketertiban.</p>
<p>Setiap peserta diwajibkan hadir minimal 30 menit sebelum jadwal dimulai untuk proses registrasi. Panitia juga menerapkan aturan ketat, termasuk larangan keterlambatan, penggunaan alat komunikasi, hingga praktik kerja sama selama tes berlangsung.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih, bawahan hitam, serta sepatu tertutup. Bagi peserta perempuan berhijab, diwajibkan menggunakan kerudung hitam. Selain itu, peserta juga harus membawa KTP asli, laptop, dan charger sebagai perlengkapan utama tes berbasis teknologi.</p>
<p>“Disiplin dan integritas menjadi bagian penting dalam seleksi ini. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mengikuti proses secara jujur dan tertib,” tegas dr. Yus.</p>
<p>Panitia juga telah menyiapkan fasilitas penunjang secara maksimal guna mendukung kelancaran pelaksanaan tes. Setiap sesi berlangsung selama satu jam dengan jeda antar sesi, sehingga peserta dapat mengikuti tahapan dengan lebih terstruktur.</p>
<p>Rekrutmen ini menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Koesnadi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan tenaga profesional. Dengan sistem seleksi yang modern dan berbasis kompetensi, diharapkan tenaga yang terpilih mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Ini bukan sekadar rekrutmen, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panitia PTSL Desa Bandung Nganjuk Terbentuk, Tekankan Transparansi dan Gotong Royong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panitia-ptsl-desa-bandung-nganjuk-terbentuk-tekankan-transparansi-dan-gotong-royong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panitia-ptsl-desa-bandung-nganjuk-terbentuk-tekankan-transparansi-dan-gotong-royong</guid>
<description><![CDATA[ Setelah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang cukup dinamis, Surat Keputusan (SK) pembentukan Panitia PTSL tahun 2026 akhirnya resmi ditandatangani oleh Kepala Desa setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5f041cd0a6.webp" length="32696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Musdus penetapan PTSL, Program PTSL, Ketua Pokmas Mariani, Panitia PTSL Terbentuk, Biaya disepakati Rp 150 ribu, kuota PTSL, Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk memasuki babak baru. Setelah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang cukup dinamis, Surat Keputusan (SK) pembentukan Panitia PTSL tahun 2026 akhirnya resmi ditandatangani oleh kepala desa setempat.</p>
<p>​Ketua Panitia PTSL Desa Bandung, Mariani, menyatakan apresiasinya atas kelancaran forum musyawarah tersebut. Menurutnya, pembentukan panitia ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memberikan kepastian hukum atas hak tanah bagi masyarakat.</p>
<p>​"Alhamdulillah, hari ini sudah disepakati dan ditandatangani SK pembentukan panitia PTSL Desa Bandung tahun 2026. Kami berharap pemerintah desa terus kooperatif dan mempermudah segala urusan administrasi yang dibutuhkan masyarakat," ujar Mariani saat ditemui Suarajatimpost usai kegiatan musyawarah, Senin (20/4/2026).</p>
<p>​Meski berjalan lancar, Mariani mengungkapkan sempat ada diskusi hangat terkait pembatasan kuota. Berdasarkan arahan awal, kuota dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya berjumlah 110 bidang yang mulanya diusulkan untuk dipilih melalui sistem lotre di tiap dusun.</p>
<p>​Namun, pihak panitia sempat menyatakan keberatan dengan sistem lotre tersebut karena dianggap kurang adil bagi warga yang sudah lama mendaftar. </p>
<p>Menurut Mariani, saat ini, data pendaftar yang sudah masuk telah mencapai lebih dari 230 pemohon, sementara jumlah warga yang belum bersertifikat di Desa Bandung diperkirakan mencapai 800-an orang.</p>
<p>​"Kami dari forum kurang setuju dengan sistem lotre. Aspirasi kami adalah mengakomodasi semua pendaftar terlebih dahulu. Jika tahun ini belum masuk kuota resmi BPN, maka akan menjadi prioritas di tahun berikutnya karena program ini berkelanjutan," tambah Mariani.</p>
<p>Mariani juga menegaskan kembali poin penting dalam kesepakatan bersama, yaitu biaya persiapan PTSL sebesar Rp150.000. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada biaya tambahan di luar kesepakatan tersebut.</p>
<p>​"Sesuai aturan, pendaftaran itu gratis. Biaya yang disepakati hanya untuk keperluan persiapan dokumen. Jika ada tambahan biaya di luar itu, maka masuk kategori pungli dan kami siap diproses hukum sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Bandung, Ir. Heru Subagyo, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi dan mencegah miskomunikasi di tengah masyarakat pasca pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Pembentukan Panitia PTSL pada Senin, 20 April 2026.</p>
<p>Heru menegaskan bahwa Pemerintah Desa Bandung telah siap sepenuhnya untuk menyukseskan program PTSL 2026. Hal ini ditandai dengan penetapan Desa Bandung sebagai pelaksana PTSL oleh BPN pada 16 April, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia pada 17 April.</p>
<p>​"Hari ini kami melaksanakan Musdes penetapan kepanitiaan. Alhamdulillah, semua pihak merasa lega karena hambatan komunikasi yang sempat terjadi sebelumnya kini sudah clear melalui forum ini," ujar Heru Subagyo.</p>
<p>Terkait keterbatasan kuota yang menjadi sorotan warga, Heru mengonfirmasi bahwa saat ini Desa Bandung mendapatkan alokasi awal sebanyak 110 sertifikat dari BPN. Untuk menjaga rasa keadilan, pembagian kuota dilakukan secara proporsional berdasarkan skala wilayah dusun.</p>
<p>Dusun Besar mendapatkan jatah kuota yang lebih banyak sesuai jumlah penduduknya.​ Dusun Bandung dapat jatah 33 kuota, Dusun Kedungrejo sebanyak 32 kuota, Dusun Kedungsari 23 kuota, dan Dusun Bringin sebanyak 22 kuota</p>
<p>"Teknisnya nanti sesuai kuota di empat dusun. Dusun yang wilayahnya besar otomatis mendapatkan jatah lebih besar. Ini sudah disepakati agar tidak ada unsur pilih kasih. Semua terbuka demi kepentingan masyarakat," tegasnya.</p>
<p>Kades juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Desa dengan Forum masyarakat Desa Bandung yang kini diketuai oleh Mariani. Ia berharap seluruh pendaftar nantinya dapat tercover secara bertahap.</p>
<p>​Terkait pembiayaan, Kades merujuk pada Berita Acara Kesepakatan Bersama bahwa biaya persiapan ditetapkan sebesar Rp150.000. Pihak desa berkomitmen untuk memproses hukum siapapun yang melakukan pungutan liar (pungli) di luar kesepakatan tersebut.</p>
<p>Heru Subagyo mengimbau warga agar tetap tenang dan mengikuti prosedur pendaftaran yang akan dibuka pada 20 September hingga 30 September 2026. </p>
<p>"Masyarakat diminta untuk tidak termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan langsung berkomunikasi dengan panitia resmi yang telah terbentuk," tutupnya</p>
<p>Dengan terbentuknya panitia ini, diharapkan proses sertifikasi tanah di Desa Bandung dapat berjalan transparan, cepat, dan tanpa kendala berarti hingga tuntas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Blitar Pasang Alat Pengusir Burung Kuntul Demi Jaga Kebersihan Alun&amp;alun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-pasang-alat-pengusir-burung-kuntul-alun-alun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-pasang-alat-pengusir-burung-kuntul-alun-alun</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Blitar memasang alat pengusir burung kuntul di kawasan Alun-alun Kota Blitar sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik setelah adanya keluhan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5c29e1f18b.webp" length="56336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 15:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, burung kuntul, alun-alun Blitar, kebersihan kota, Syauqul Muhibbin, ruang publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP – </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memasang alat pengusir burung kuntul di kawasab Alun-alun Kota Blitar sebagai langkah menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait gangguan lingkungan yang ditimbulkan oleh keberadaan burung tersebut.</p>
<p>Pemasangan alat dilakukan di berbagai titik, khususnya diarea pohon beringin yang selama ini menjadi tempat bertengger burung. Keberadaan burung kuntul atau blegok dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya kotoran di kawasab alun-alun.</p>
<p>Meski pembersihan rutin dilakukan setiap hari, kotoran burung masih kerap ditemukan karena jumlah populasi yang cukup banyak, terutama disisi utama kawasan.</p>
<p>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan bahwa pemasangan alat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas ruang terbuka publik agar tetap nyaman bagi masyarakat.</p>
<p>“Kita memasang alat pengusir burung tradisional. Ini upaya agar ada perhatian bahwa lokasi tersebut merupakan tempat yang digunakan masyarakat untuk berkumpul, bermain, dan beraktivitas,” kata Syauqul, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan agar tetap asri sekaligus meningkatkan kebersihan kota.</p>
<p>Sebagai ruang terbuka publik, alun-alun memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kebersihan dan kenyamanan kawasan harus dijaga melalui perawatan secara berkala. Selama ini, keberadaan burung blegok menjadi salah satu persoalan yang cukup menonjol di area tersebut.</p>
<p>Pemasangan alat pengusir burung dilakukan secara bertahap dengan metode yang tidak menyakiti hewan. Selain itu, pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan melalui kanal pengaduan yang tersedia.</p>
<p>“Pemkot Blitar berharap masyarakat juga mempunyai tanggung jawab bersama, tidak merusak fasilitas dan menjaga kebersihan. Pasalnya, alun-alun ini milik bersama masyarakat Kota Blitar,” tegas Syauqul.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gus An’im Desak BPKH Tinggalkan Sewa Hotel Tahunan Demi Efisiensi Biaya Haji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gus-anim-desak-bpkh-tinggalkan-sewa-hotel-tahunan-demi-efisiensi-biaya-haji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gus-anim-desak-bpkh-tinggalkan-sewa-hotel-tahunan-demi-efisiensi-biaya-haji</guid>
<description><![CDATA[ Anggota DPR RI Komisi VIII KH An&#039;im Falachuddin Mahrus menegaskan prinsip utama pengelolaan keuangan haji dan biaya penyelenggaraan ibadah haji yang utama adalah  transparasi. Baik akuntabilitas, efisiensi, serta kepatutan serta sesuai prinsip syariah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4d7a4645bf.webp" length="28152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 22:13:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Haji, dana haji, pengelolaan dana haji, jemaah haji</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - <span>Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) didorong untuk meninggalkan pola sewa hotel tahunan dan beralih ke investasi kontrak jangka panjang hingga 10 tahun. Strategi ini dinilai krusial untuk menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memastikan fasilitas terbaik bagi jemaah di tengah fluktuasi ekonomi global.</span></p>
<p>Anggota DPR RI Komisi VIII KH An'im Falachuddin Mahrus menyoroti penginapan jemaah haji Indonesia di tanah haji. Menurutnya pengadaan penginapan oleh Kemenag (sebelumnya) dan Kementrian Haji dan Umroh (sekarang) dilakukan setiap tahun karena anggaran pertahun.</p>
<p></p>
<p>Menurut tokoh yang akrab disapa Gus An'im ini, Malaysia melakukan kontrak hotel 5 tahun sekali atau 10 tahun sekali sehingga selalu mendapatkan hotel yang dekat dengan Masjidil Haram.</p>
<p>"Harapan kita dengan adanya BPKH, karena BPKH tidak dibatasi dengan tiap tahun, jadi BPKH bisa investasi kontrak hotel yang strategis, yang dekat dengan Masjidil Haram. Itu bisa kontrak lima tahun atau sepuluh tahun," kata Gus An'im usai mengikuti Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji dan BPIH 1447 H, Minggu, (19/04/2026) di Kediri. . </p>
<p>Gus An'im menegaskan prinsip utama pengelolaan keuangan haji dan biaya penyelenggaraan ibadah haji yang utama adalah transparasi. Baik akuntabilitas, efisiensi, serta kepatutan serta sesuai prinsip syariah.</p>
<p>"Kami dari Komisi DPR yang merupakan mitra BPKH selalu melakukan pengawasan agar investasi yang dilakukan oleh BPKH ini transparan, kemudian aman dan menguntungkan. Karena ini untuk keberlangsungan, subsidi jamaah haji yang akan datang," tegasnya.  </p>
<p>Gus An'im ini menuturkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat bisa memberikan sumbang saran terkait pengelolaan haji oleh BPKH. "Sambil juga kita menampung aspirasi dari masyarakat tentang keberadaan BPKH dan investasi yang dilakukan oleh BPKH," tambahnya. </p>
<p>Terkait hal tersebut, Anggota dewan pengawas BPKH Yogaswara yang turut hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan pihaknya selalu berusaha mencari bentuk-bentuk pengelolaan yang lebih baik daripada yang sebelumnya. </p>
<p>"Ekosistem haji merupakan wilayah bisnis yang berpotensi dikembangkan, misalkan contoh selama ini untuk hotel dan seterusnya, ini kan sewanya tahunan. Sehingga pastinya orang seperti menyewa rumah, ketika itu tahunan ataupun lebih dari setahun,</p>
<p>pasti lebih murah yang lebih dari setahun.Nah ini bisa menjadi bagian efisiensi, yang merupakan bagian dari nilai manfaat, " jelasnya. </p>
<p>Yoga juga menegaskan pihaknya melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti BPKH di luar negeri, untuk saling bersinergi. </p>
<p>Ia mencontohkan seperti misalkan terkait nilai tukar rupiah dan sebagainya terhadap dolar ataupun real sehingga bisa menjadi hedging atau nilai tukar yang cukup baik untuk BPKH dan juga untuk masyarakat Indonesia</p>
<p>"Biaya haji ini cukup besar, bahkan kita ketahui sendiri di luar sana banyak lembaga-lembaga yang sangat kesulitan mendapatkan return, ataupun yield yang lebih rendah, bahkan lebih rendah dari BPKH. Itu terjadi di luar negeri sana, di tetangga-tetangga kita," tuturnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Fenomena El Nino, BPBD Jombang Siapkan Langkah Mitigasi Potensi Bencana Karhutla</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-fenomena-el-nino-bpbd-jombang-siapkan-langkah-mitigasi-potensi-bencana-karhutla</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-fenomena-el-nino-bpbd-jombang-siapkan-langkah-mitigasi-potensi-bencana-karhutla</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menyusun surat edaran yang akan disebarkan hingga ke tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e498506d2d2.webp" length="41994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 20:55:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Fenomena El Nino</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai dampak dari fenomena El Nino. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menyusun surat edaran yang akan disebarkan hingga ke tingkat desa.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut akan ditujukan kepada pihak kecamatan untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah desa. Inti dari edaran itu adalah imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan. </p>
<p>"Dalam waktu dekat, sekitar pekan depan, surat edaran itu sudah mulai didistribusikan," ujar Wiku, Ahad (19/4/2026).</p>
<p>Wiku menambahkan, pihaknya telah mengikuti koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan hasil paparan, ancaman El Nino tetap harus diwaspadai meskipun intensitasnya diprediksi tidak seekstrem periode sebelumnya. </p>
<p>"Potensi tetap ada, meski tidak separah yang dibayangkan. Namun kami tetap diminta siaga," imbuhnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, wilayah dengan risiko kebakaran tertinggi di Jombang berada di kawasan perbukitan, seperti Kecamatan Wonosalam. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. </p>
<p>"Medannya cukup berat, sehingga penanganan kebakaran di wilayah tersebut tidak mudah," ungkap Wiku.</p>
<p>Selain menyiapkan surat edaran, BPBD Jombang juga menindaklanjuti arahan kepolisian untuk meningkatkan sosialisasi kepada warga, terutama yang bermukim di sekitar zona rawan kebakaran. Edukasi ini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran yang dipicu oleh aktivitas manusia.</p>
<p>Sementara itu, Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang, Pepi Stevy Maria, mengungkapkan bahwa peristiwa karhutla terakhir di wilayah tersebut terjadi pada tahun 2023 di kawasan Wonosalam dengan luas area terdampak mencapai sekitar 40 hektare. </p>
<p>Ia mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan. Upaya pemadaman masih sangat bergantung pada tenaga manusia dengan peralatan manual.</p>
<p>"Penanganannya masih manual. Saat itu sekitar 48 personel dikerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas," jelas Pepi.</p>
<p>Jika api tidak dapat dikendalikan dengan sumber daya lokal, BPBD Jombang akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan tambahan, termasuk pemadaman melalui jalur udara. </p>
<p>"Pada kejadian terakhir, sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan tiga kali penerbangan (sorti)," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Emil Dardak Sebut Balai Pemuda Episentrum Surabaya, Tegaskan Ruang Seni Milik Semua Kalangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-sebut-balai-pemuda-episentrum-surabaya-tegaskan-ruang-seni-milik-semua-kalangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-sebut-balai-pemuda-episentrum-surabaya-tegaskan-ruang-seni-milik-semua-kalangan</guid>
<description><![CDATA[ Emil Dardak menyebut Balai Pemuda sebagai episentrum Surabaya, ruang seni terbuka yang membentuk identitas kota dan harus menjadi milik semua kalangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4969fd5173.webp" length="70954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 19:32:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Emil Elestianto Dardak, Emil Dardak, Wakil Gubenur Jatim, Pemprov Jatim, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Galeri Merah Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut Balai Pemuda sebagai episentrum Kota Surabaya yang harus menjadi ruang terbuka bagi seluruh kalangan. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan seni lukis “<em>Beauty of Balai Pemuda Surabaya</em>”, sembari mendampingi sang istri yang menjadi model dalam acara tersebut.</p>
<p>Menurut Emil, Balai Pemuda tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berkegiatan, melainkan juga memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas budaya yang membentuk wajah kota.</p>
<p>"Balai Pemuda ini kan adalah episentrum Surabaya. Semua tentu ingin agar Balai Pemuda ini jadi milik semua kalangan," ujar Emil saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4/2026).</p>
<p>Ia menilai, kegiatan yang digelar oleh Sanggar Merah Putih dengan pendekatan santai justru mampu menghadirkan suasana yang lebih hidup dan dekat dengan masyarakat. Format informal seperti dalam acara tersebut dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk membuka ruang interaksi yang lebih luas.</p>
<p>"Dengan kemasan yang informal, suasananya jadi lebih gayeng, penuh rasa kekeluargaan," katanya.</p>
<p>Lebih jauh, Emil menekankan bahwa keberadaan ruang seni seperti Balai Pemuda memiliki peran strategis dalam membangun identitas kota. Menurutnya, nilai estetika sebuah kota tidak bisa dibentuk hanya melalui perencanaan atau teori, tetapi harus tumbuh dari pengalaman dan interaksi masyarakat di dalamnya.</p>
<p>"Sebuah kota akan punya nilai estetika yang tidak bisa dilahirkan hanya dengan teori, tapi harus dibangun rasa dalam kehidupan kota," ujarnya.</p>
<p>Ia mengapresiasi keterbukaan Balai Pemuda yang dinilai mampu menjadi wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan karya mereka sekaligus berinteraksi dengan publik.</p>
<p>"Balai Pemuda membuka diri untuk menjadi wadah bagi itu," tuturnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Daerah dan Semangat Kartini</strong></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung nilai kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan yang digelar menjelang Hari Kartini. Ia mengaku bersyukur sang istri, Arumi Bachsin, bersedia menjadi model lukisan bersama Marcella Zalianty.</p>
<p>“Ini mengangkat nilai-nilai Hari Kartini, dan saya bersyukur istri saya berkenan menjadi model,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran sejumlah figur dari luar daerah, termasuk budayawan Erros Djarot, juga dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni di Surabaya.</p>
<p>“Kita beruntung mereka dari luar Jawa Timur mau saling mendukung dengan kita,” katanya.</p>
<p>Emil turut menyoroti posisi Surabaya sebagai kota besar yang memiliki potensi besar untuk berkembang, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dari sisi budaya. Ia menilai, penguatan ruang seni menjadi salah satu kunci dalam membangun karakter kota.</p>
<p>“Sebagai kota besar, Surabaya harus punya kehidupan yang kuat, termasuk dari sisi budayanya,” ujarnya.</p>
<p>Melalui pernyataannya, Emil menegaskan bahwa Balai Pemuda bukan sekadar lokasi kegiatan seni, melainkan simpul penting yang menghubungkan kreativitas, interaksi sosial, dan identitas kota secara lebih luas. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terkait Pengelolaan Balai Pemuda, Disbudporapar Surabaya Sebut Tak Pernah Berpolemik dengan Seniman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terkait-pengelolaan-balai-pemuda-pemkot-surabaya-sebut-tak-pernah-berpolemik-dengan-seniman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terkait-pengelolaan-balai-pemuda-pemkot-surabaya-sebut-tak-pernah-berpolemik-dengan-seniman</guid>
<description><![CDATA[ Plt Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi menegaskan Pemkot tak pernah berpolemik dengan seniman, menyebut komunikasi sebagai kunci, diperkuat penyelenggara acara di Balai Pemuda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e496b6466c2.webp" length="64274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 18:49:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, Pemkot Surabaya, Sanggar Merah Putih, Galeri Merah Putih, GMP, Hari Kartini, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah mencuatnya isu terkait pengelolaan Balai Pemuda, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tidak pernah memiliki polemik dengan kalangan seniman.</p>
<p>Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi saat menghadiri kegiatan “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang digelar untuk memperingati Hari Kartini pada Minggu (19/4/2026). Menurut Herry, kegiatan tersebut justru menjadi bukti bahwa hubungan antara pemerintah dan pelaku seni tetap berjalan baik.</p>
<p>"Kami merasa tidak pernah ada polemik ya kalau dari pemerintah. Itu kan orang-orang yang mungkin merasa," ujar Herry.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan komunitas seni terletak pada komunikasi dan kolaborasi yang baik. Dengan hal tersebut, menurutnya berbagai kegiatan kesenian dapat terus berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>"Kalau komunikasinya baik, kita bisa berkolaborasi dengan baik. Dengan digelarnya Beauty of Balai Pemuda Surabaya itu kan bukti bahwa kita baik-baik saja dengan para seniman," katanya.</p>
<p>Herry menambahkan, Pemkot Surabaya selama ini justru berupaya menjaga dan mengembangkan seluruh cabang kesenian, mulai dari seni rupa, tari, musik, hingga teater tradisional seperti ludruk dan ketoprak. Ia juga menyebut hubungan antara pemerintah dan pelaku seni tetap terjalin dengan baik.</p>
<p>"Kami tidak pernah ada masalah dengan seniman, dengan siapapun," ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Herry melihat kegiatan melukis on the spot tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan. Bahkan, ia membuka peluang agar acara serupa dapat masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke depan.</p>
<p>"Kami berharap tahun depan bisa dimasukkan dalam agenda HJKS, supaya lebih banyak lagi yang berpartisipasi," ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Galeri Merah Putih (GMP), Cak Anis, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengalami kendala dalam menggunakan fasilitas Balai Pemuda untuk kegiatan seni.</p>
<p>Menurutnya, keberlangsungan acara yang diikuti ratusan pelukis tersebut menjadi bukti bahwa ruang kesenian di Surabaya masih dapat diakses dan dimanfaatkan.</p>
<p>"Kami nggak ada masalah, terbukti kami masih bisa mengadakan acara," ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah kota terhadap keberlangsungan fungsi Balai Pemuda sebagai ruang seni bagi masyarakat Kota Pahlawan maupun sekitarnya </p>
<p>"Saya apresiasi perhatian dari Pak Wali Kota yang menyatakan Balai Pemuda tetap untuk kesenian," katanya.</p>
<p>Meski demikian, Anis mengakui adanya dinamika yang melibatkan pihak lain. Ia berharap persoalan yang sempat muncul dapat segera diselesaikan agar ekosistem seni di Surabaya kembali berjalan harmonis.</p>
<p>"Saya berharap kalau ada masalah dengan yang lain segera selesai," tuturnya.</p>
<p>Anis menegaskan bahwa sejak lama Balai Pemuda dikenal sebagai “oase kesenian” di Surabaya yang harus tetap dijaga fungsinya untuk berbagai cabang seni, tidak hanya seni lukis tetapi juga teater, tari, dan pertunjukan lainnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPUPR Blitar Fokus Benahi Jalan, 30 Titik Masuk Target 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpupr-blitar-fokus-benahi-jalan-30-titik-masuk-target-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpupr-blitar-fokus-benahi-jalan-30-titik-masuk-target-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pada tahun 2026 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar fokus membenahi jalan dan ada 30 titik yang masuk menjadi target perbaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e3546c118c1.webp" length="87710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 18:31:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Dinas PUPR, Benahi Jalan, Blitar, Jalan Rusak, Puluhan Titik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026.</p>
<p>Sebanyak 30 lokasi ditargetkan masuk dalam program pembangunan jalan beton maupun hotmix yang tersebar di berbagai kecamatan.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat, sekaligus memperbaiki sejumlah ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p>Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan menyebutkan bahwa total anggaran yang disiapkan untuk sektor jalan mencapai sekitar Rp80 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan dengan metode hotmix maupun beton.</p>
<p>"Total anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan jalan tahun ini, baik hotmix maupun beton. Untuk beton sendiri, ada sekitar 30 titik yang kami siapkan," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan jalan serta urgensi kebutuhan masyarakat. Sejumlah ruas yang sebelumnya menjadi sorotan publik kini masuk dalam daftar prioritas.</p>
<p>Di wilayah Kecamatan Ponggok, ruas Candirejo–Sidorejo menjadi salah satu fokus penanganan setelah sempat dikeluhkan warga. Sementara di Kecamatan Garum dan Nglegok, beberapa jalur penghubung antar desa juga akan diperkuat dengan konstruksi beton.</p>
<p>Perhatian tidak hanya tertuju pada wilayah tengah dan utara, namun juga kawasan selatan Kabupaten Blitar. Daerah seperti Binangun, Wonotirto, hingga Panggungrejo yang memiliki kondisi medan cukup berat turut masuk dalam program pembangunan tahun ini.</p>
<p>Selain itu, ruas jalan di Desa Butun, Kecamatan Gandusari, juga menjadi prioritas setelah sebelumnya memicu keluhan masyarakat akibat kerusakan yang menghambat aktivitas.</p>
<p>Meski telah menetapkan sejumlah titik prioritas, DPUPR masih melakukan penghitungan terkait total panjang jalan yang akan dibangun. Hal ini karena proses perencanaan teknis dan penyesuaian harga satuan masih berlangsung.</p>
<p>Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai pada Mei 2026. Dengan dimulainya proyek tersebut, diharapkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Blitar semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi warga.</p>
<p>"Insyaallah bulan Mei pekerjaan fisik sudah mulai berjalan," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggota DPR RI Gus An&amp;apos;im Kupas Dana Haji di Blitar, Biaya Jemaah Lebih Ringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-gus-anim-kupas-dana-haji-di-blitar-biaya-jemaah-lebih-ringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggota-dpr-ri-gus-anim-kupas-dana-haji-di-blitar-biaya-jemaah-lebih-ringan</guid>
<description><![CDATA[ Anggota DPR RI Komisi VIII, An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im, mendorong masyarakat untuk memahami secara utuh pengelolaan dana haji yang selama ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan diseminasi strategi pengelolaan dan pengawasan keungan haji dan BPIH yang digelar di Blitar, Sabtu (18/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e3550163857.webp" length="40952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 18:03:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Anggota, Komisi VIII, DPR RI, Kupas, Dana Haji, Blitar, BPKH, Biaya, Jemaah, Lebih Ringan.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP -</strong> Anggota DPR RI Komisi VIII, An’im Falachuddin Mahrus atau Gus An’im, mendorong masyarakat untuk memahami secara utuh pengelolaan dana haji yang selama ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).</p>
<p>Hal itu disampaikannya dalam kegiatan diseminasi strategi pengelolaan dan pengawasan keungan haji dan BPIH yang digelar di Blitar, Sabtu (18/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.</p>
<p>Menurut Gus An’im, transparansi menjadi hal penting agar publik mengetahui bagaimana dana umat dikelola serta manfaat yang dihasilkan.</p>
<p>"Pengelolaan dana haji oleh BPKH tentunya masyarakat juga harus tahu apa saja yang dikelola oleh BPKH," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, salah satu perubahan penting adalah pengelolaan dana sosial yang kini berada di bawah BPKH. Dana tersebut sebelumnya dikenal sebagai Dana Abadi Umat.</p>
<p>"Dana sosial atau CSR yang dulu merupakan Dana Abadi Umat kini dikelola oleh BPKH," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Gus An’im menilai keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji memberikan dampak positif terhadap biaya haji. Dengan pengelolaan yang lebih baik, sebagian biaya jemaah dapat ditopang dari hasil pengembangan dana.</p>
<p>"Alhamdulillah dengan adanya BPKH ini, dulunya biaya haji jamaah sekitar Rp90 juta, sekarang cukup membayar Rp60 juta, kemudian sisanya disubsidi oleh BPKH," ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ia juga menyoroti faktor eksternal yang memengaruhi penyelenggaraan haji, khususnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada biaya operasional.</p>
<p>"Adanya konflik perang Timur Tengah sangat memengaruhi biaya operasional, terutama karena naiknya harga avtur. Namun alhamdulillah, karena kebijakan pemerintah, kekurangan biaya dapat ditutup melalui APBN sehingga tidak dibebankan ke BPKH maupun calon jemaah haji," katanya.</p>
<p>Meski demikian, Ia memastikan kondisi tersebut tidak berdampak besar terhadap jumlah kuota jemaah Indonesia.</p>
<p>"Alhamdulillah untuk jumlah kuota jemaah tidak terlalu berdampak, hanya harga avtur saja yang terdampak," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Yogashwara Vidyan menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika global.</p>
<p>Ia menyebutkan, penyesuaian dilakukan terutama pada sektor penerbangan demi menjamin keselamatan jemaah.</p>
<p>"Ada beberapa rute yang seharusnya transit, kini diupayakan menjadi penerbangan langsung, karena seperti yang kita ketahui ada sejumlah bandara yang terkena serangan drone," terang dia.</p>
<p>Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar keamanan dan kenyamanan jemaah tetap terjaga.</p>
<p>"Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Mudah-mudahan ini menjadi zona keamanan yang selalu kita upayakan untuk para jemaah haji," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masalah Anak di Kota Besar Kian Kompleks, Pemkot Sambut Positif Kehadiran KPA Milenial Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masalah-anak-di-kota-besar-kian-kompleks-pemkot-sambut-positif-kehadiran-kpa-milenial-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masalah-anak-di-kota-besar-kian-kompleks-pemkot-sambut-positif-kehadiran-kpa-milenial-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai kota metropolitan, Surabaya tidak lepas dari berbagai persoalan sosial yang juga berdampak pada anak-anak. Masalah tersebut muncul dari berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pergaulan sosial yang lebih luas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e243ab63d5b.webp" length="36594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 22:01:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Armuji, Cak Ji, KPA Milenial Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Milenial Surabaya sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak, khususnya di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi anak-anak di kota besar.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menilai kehadiran KPA Milenial Surabaya menjadi pelengkap penting dari peran Komnas PA Surabaya yang telah lebih dulu ada, terutama dalam menjangkau kebutuhan anak-anak yang semakin beragam.</p>
<p></p>
<p>"Kami nyambut baik, sebelumnya telah ada Komnas Perlindungan Anak di Surabaya, dan kini tentunya ditambah lagi dengan kehadiran KPA Milenial Surabaya," ujar Wawali yang akrab disapa Cak Ji itu, Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sebagai kota metropolitan, Surabaya tidak lepas dari berbagai persoalan sosial yang juga berdampak pada anak-anak. Masalah tersebut muncul dari berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pergaulan sosial yang lebih luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e243b4d7ece.webp" alt=""></p>
<p>Menurut laporan Komnas PA Jawa Timur sendiri, sejak Januari 2026, sudah ada 137 laporan kasus yang melibatkan anak, mulai dari perundungan, kekerasan seksual, penipuan di media sosial, penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).</p>
<p></p>
<p>"Kita tahu persoalan-persoalan di Surabaya ini sangat kompleks, baik itu tentang anak-anak yang memang butuh perhatian, di lingkungan keluarganya, di luar, maupun di sekolahan. Hal-hal seperti itu pasti akan terjadi," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam konteks itu, Cak Ji menekankan pentingnya kehadiran lembaga yang dapat menjadi ruang aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, tanpa rasa takut maupun canggung.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kehadiran Komnas PA dan Komnas Anak Milenial Surabaya, mereka bisa curhat. Mereka bisa mengadu apa yang menjadi persoalan secara internal maupun yang mereka rasakan di kota Surabaya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengakui bahwa selama ini tidak sedikit laporan terkait persoalan anak yang masuk langsung ke Pemkot Surabaya. Namun, pemerintah daerah tidak selalu memiliki kapasitas spesifik untuk menangani seluruh persoalan tersebut secara mendalam.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada laporan ke kita, tentu kami bukan spesialisnya. Tapi ke depan kita bisa kolaborasikan, kita hadirkan Komnas PA dan KPA Milenial Surabaya supaya mereka mendapat masukan, pencerahan, dan perlindungan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Pemkot Surabaya berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Komnas PA dan Komnas Milenial, agar penanganan kasus anak dapat dilakukan secara lebih tepat dan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>Armuji berharap, dengan terbentuknya Komnas Milenial Surabaya, anak-anak yang membutuhkan pendampingan dapat lebih mudah mengakses bantuan serta tidak ragu untuk melaporkan permasalahan yang dialami.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya ke depan, setelah ada Komnas baru ini, anak-anak yang butuh pendampingan bisa lebih bersosialisasi, dan masyarakat juga semakin mengetahui tentang Komnas Anak," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, menyebut pembentukan Komnas Milenial merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan kekerasan terhadap anak yang kini banyak terjadi di ranah digital.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling utama adalah perkembangan zaman, seperti kekerasan seksual berbasis online dan penyalahgunaan teknologi. Itu yang ingin kami antisipasi," singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Probolinggo Tegas Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, Distribusi Diperketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-probolinggo-tegas-larang-asn-gunakan-lpg-3-kg-distribusi-diperketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-probolinggo-tegas-larang-asn-gunakan-lpg-3-kg-distribusi-diperketat</guid>
<description><![CDATA[ Kelangkaan LPG 3 kg di Probolinggo jadi perhatian serius. Bupati Gus Haris mengimbau ASN dan masyarakat mampu untuk tidak menggunakan gas subsidi agar tepat sasaran. Pengawasan diperketat, sidak digelar di 24 kecamatan, hingga operasi pasar disiapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e2040a11260.webp" length="62884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 18:19:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, EnergiGas, LPG3KG, SubsidiTepatSasaran, Pertamina, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil langkah tegas dalam menyikapi kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) atau yang kerap disebut gas melon. Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo agar tidak menggunakan LPG bersubsidi tersebut.</p>
<p>Menurut Haris, yang akrab disapa Gus Haris, LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang peruntukannya sangat jelas, yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro. Karena itu, ia menegaskan agar ASN maupun masyarakat mampu tidak ikut menggunakan gas tersebut.</p>
<p>“Saya atas nama kepala pemerintahan Kabupaten Probolinggo mengimbau teman-teman ASN agar secara bijak tidak menggunakan LPG 3 kilogram, termasuk masyarakat yang tergolong mampu,” ujar Gus Haris.</p>
<p>Tak hanya itu, ia juga memberikan peringatan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gus Haris meminta agar operasional program tersebut tidak menggunakan LPG 3 kg.</p>
<p>“Teman-teman SPPG dimohon dengan bijak agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Ini menjadi perhatian serius, dan nanti akan kami lakukan pengecekan,” tambahnya.</p>
<p>Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas melon, Pemkab Probolinggo telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan sekaligus memperlancar distribusi LPG 3 kg di wilayah tersebut.</p>
<p>Meski demikian, penambahan kuota yang dilakukan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan. Gus Haris mengakui bahwa setiap tambahan pasokan selalu terasa kurang.</p>
<p>“Berapa pun penambahan itu selalu terasa belum mencukupi kebutuhan riil masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Selama satu pekan terakhir, Pemkab Probolinggo juga melakukan berbagai langkah pengawasan. Salah satunya dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan, agen, hingga jalur distribusi LPG 3 kg. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di 24 kecamatan guna memastikan ketersediaan stok serta kestabilan harga.</p>
<p>“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan sidak dan sweeping terkait distribusi LPG, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Gus Haris juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini, seperti melakukan penimbunan atau praktik curang lainnya yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.</p>
<p>“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang memanfaatkan kondisi ini hingga LPG 3 kilogram menjadi langka dan mahal,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Gas Pertamina Malang V, Faisal Fahd, menjelaskan bahwa distribusi LPG 3 kg ke Kabupaten Probolinggo sejak awal April 2026 telah mencapai sekitar 436 ribu tabung.</p>
<p>Ia memastikan proses penyaluran berjalan lancar tanpa hambatan berarti, termasuk tambahan distribusi sebanyak 34 ribu tabung pada Kamis (16/4/2026). Namun, menurutnya, kelangkaan yang terjadi dipicu oleh dua faktor utama.</p>
<p>“Pertama adanya panic buying dari masyarakat, dan kedua ulah spekulan yang membuat distribusi LPG 3 kilogram menjadi tidak stabil,” jelas Faisal.</p>
<p>Sebagai langkah penanganan, pihaknya akan menggelar operasi pasar di sejumlah titik yang mengalami kelangkaan. “Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo Warga Desa Bandung Batal, BPN Nganjuk Fasilitasi Pokmas PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-warga-desa-bandung-batal-bpn-nganjuk-fasilitasi-pokmas-ptsl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-warga-desa-bandung-batal-bpn-nganjuk-fasilitasi-pokmas-ptsl</guid>
<description><![CDATA[ Suasana di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk tampak kondusif pada pagi hari ini. Perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung yang sebelumnya berencana menggelar aksi massa, memilih untuk meniadakan demonstrasi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1f9f5036b1.webp" length="59982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:49:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Batal Gelar Aksi Demo, Mediasi, FPMN, Desa Bandung, Program PTSL, ATR BPN, Sepakati Pokmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Forum Masyarakat Desa Bandung di Kantor Pertanahan ATR/BPN Nganjuk akhirnya resmi dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan setelah pihak BPN menyetujui dan memfasilitasi pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL di desa Bandung Kecamatan Prambon. </p>
<p>Suasana di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk tampak kondusif pada pagi hari ini. Perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung yang sebelumnya berencana menggelar aksi massa, memilih untuk meniadakan demonstrasi tersebut.</p>
<p>​Langkah ini diambil menyusul adanya kesepakatan positif antara warga dengan pihak otoritas pertanahan. Keinginan masyarakat agar segera dibentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai syarat mutlak berjalannya program PTSL di Desa Bandung, akhirnya dipenuhi dan difasilitasi sepenuhnya oleh BPN Nganjuk.</p>
<p>Ketua Forum Peduli Masyarakat Nganjuk, Suyadi menyampaikan bahwa kehadiran mereka kali ini bukan lagi untuk berdemo, melainkan untuk mengonfirmasi kelanjutan administratif setelah aspirasi mereka didengar. Menurutnya, pembentukan Pokmas ini adalah kunci agar masyarakat Desa Bandung mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka melalui program sertifikasi gratis dari pemerintah.</p>
<p>Kata Suyadi didampingi perwakilan warga Desa Bandung mengatakan, sikap kooperatif yang ditunjukkan pihak BPN Nganjuk patut diapresiasi. Dengan terbentuknya Pokmas yang transparan dan akuntabel, kekhawatiran warga akan hambatan proses PTSL di masa lalu kini telah sirna.</p>
<p>"Dengan dipenuhinya tuntutan pembentukan Pokmas ini, diharapkan proses sertifikasi tanah di Desa Bandung dapat segera berjalan lancar tanpa ada lagi kendala birokrasi di lapangan," kata Suyadi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Ketegangan yang sempat diprediksi akan terjadi di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk berakhir dengan jabat tangan hangat. Kepala ATR/BPN Nganjuk, Suwono, secara langsung menerima audiensi perwakilan FPMN untuk membahas program PTSL di Desa Bandung. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama yang membuat rencana aksi demonstrasi resmi dibatalkan</p>
<p>Langkah persuasif diambil oleh Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Nganjuk, Suwono, dalam menanggapi aspirasi masyarakat. Alih-alih menghadapi massa di jalanan, Suwono membuka ruang dialog bagi perwakilan FPMN untuk duduk bersama mencari solusi terkait pelaksanaan program PTSL di Desa Bandung.</p>
<p>Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa komunikasi dua arah antara instansi pemerintah dan elemen masyarakat mampu menyelesaikan kebuntuan tanpa harus melibatkan pengerahan massa. Dengan terbentuknya kesepahaman ini, tahapan PTSL di Desa Bandung dipastikan akan segera dimulai dengan pengawalan langsung dari masyarakat melalui Pokmas yang baru dibentuk.</p>
<p>"Kami berharap menjadi standar baru dalam pelayanan publik di lingkungan agraria, di mana setiap kendala masyarakat diselesaikan melalui meja diplomasi yang transparan," ungkap Suwono.</p>
<p>Terpisah, Mariani, salah seorang perwakilan warga Desa Bandung, secara terbuka menyatakan apresiasinya terhadap keterbukaan pihak BPN. Menurutnya, tujuan utama warga bukanlah untuk melakukan demonstrasi, melainkan demi mendapatkan kejelasan hak atas tanah mereka.</p>
<p>​Mariani mengungkapkan rasa syukur karena tuntutan warga mengenai pembentukan Pokmas diakomodasi dengan baik oleh Kepala BPN. Dengan adanya fasilitas ini, warga merasa tidak perlu lagi melakukan aksi turun ke jalan karena jalur dialog telah memberikan solusi yang nyata.</p>
<p>"Keberhasilan mediasi antara warga Desa Bandung dan BPN Nganjuk ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam menyelesaikan persoalan agraria melalui jalur komunikasi yang sehat dan saling menghargai," ucap Mariani kepada Suarajatimpost usai mediasi.</p>
<p>Merespons dinamika yang terjadi di Kantor ATR/BPN Nganjuk, Kepala Desa Bandung, Heru Subagyo, menyampaikan klarifikasi serta dukungan penuhnya terhadap langkah dialogi yang ditempuh oleh warga dan pihak pertanahan. Pihaknya menyatakan sangat mengapresiasi kebijakan Kepala BPN Nganjuk yang telah memfasilitasi aspirasi warga terkait program PTSL.</p>
<p>Heru Subagyo menegaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Bandung selalu berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, kesepakatan pembentukan Pokmas PTSL merupakan langkah maju yang sangat ditunggu oleh warga untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka.</p>
<p>Sebagai bentuk gerak cepat, Kepala Desa Bandung memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut secara formal. Rencananya, pada hari Senin mendatang, Pemerintah Desa Bandung akan menyelenggarakan Musyawarah Desa atau Musdes.</p>
<p>"Dengan adanya jadwal Musdes yang sudah dipastikan pada hari Senin depan, Pemerintah Desa Bandung berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi demi suksesnya program sertifikasi tanah gratis di wilayah mereka," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aroma Keluarga Dalam Struktur Jabatan, Direktur RSUD Jombang Akan Dilaporkan ke KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aroma-keluarga-dalam-struktur-jabatan-direktur-rsud-jombang-akan-dilaporkan-ke-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aroma-keluarga-dalam-struktur-jabatan-direktur-rsud-jombang-akan-dilaporkan-ke-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Dua nama yang disebut-sebut dalam bursa perbincangan internal adalah MHFA yang biasa disapa F, dan NA yang akrab disapa N. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1e97b0ecd5.webp" length="17014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:08:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Jabatan Keluarga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong>–Isu terkait kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul dugaan rangkap jabatan, kini muncul pengakuan dari sumber terpercaya yang menyebut adanya praktik pengangkatan keluarga dalam struktur kepegawaian rumah sakit pelat merah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, diduga mengangkat kedua anaknya sendiri sebagai pegawai di institusi yang dipimpinnya. Dua nama yang disebut-sebut dalam bursa perbincangan internal adalah MHFA yang biasa disapa F, dan NA yang akrab disapa N.</p>
<p>"Ada dua anaknya, sudah ramai diperbincangkan, namanya MHFA panggilannya F dan NA panggilannya N," ujar narasumber yang enggan identitasnya dipublikasikan.</p>
<p>Meski mengakui keberadaan kedua nama tersebut, sumber ini masih enggan memberikan keterangan detail mengenai posisi atau jabatan strategis apa yang saat ini diduduki oleh kedua anak sang direktur. </p>
<p>"Adalah, pokoknya, lulusannya teknik industri dan hukum," imbuhnya singkat.</p>
<p>Saat dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, dr. Pudji Umbaran tidak secara tegas membantah maupun membenarkan. Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya membuka kesempatan kerja bagi siapa pun yang memenuhi syarat.</p>
<p>"Semua masyarakat boleh bekerja di RSUD Jombang. Sepanjang memiliki kompetensi yang sesuai untuk peningkatan kinerja pelayanan di RSUD Jombang," ujarnya melalui pesan singkat.</p>
<p>Sementara itu, praktisi hukum Jombang, Syarahuddin (Bang Reza), menilai bahwa praktik tersebut, jika terbukti kebenarannya, jelas termasuk dalam kategori nepotisme yang melanggar ketentuan hukum.</p>
<p>"Kalau itu benar ya melanggar hukum," tegasnya.</p>
<p>Reza menambahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkali-kali menegaskan bahwa nepotisme adalah praktik yang merusak tata kelola pemerintahan, mengarah pada tindak pidana korupsi, serta menggerus integritas institusi karena mengesampingkan kepentingan publik demi kepentingan keluarga atau kroni.</p>
<p>"Kita siap mengawal untuk kebaikan Jombang, bahkan kita siap lapor ke KPK ketika diperlukan," ancam Reza.</p>
<p>Ia merujuk pada Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Aturan tersebut secara tegas melarang pejabat publik, termasuk Direktur RSUD, memberikan keuntungan kepada anggota keluarga dalam hal pengangkatan pegawai tanpa melalui mekanisme yang profesional dan meritokratis.</p>
<p>Perekrutan pegawai di lingkungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti RSUD seharusnya dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan adil, bukan berdasarkan penunjukan langsung oleh pimpinan.</p>
<p>"Tindakan menunjuk keluarga sebagai pegawai atau memberikan jabatan berpotensi melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana jika terbukti terjadi nepotisme," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Direktur RSUD Jombang Bantah Isu Rangkap Jabatan di Tengah Merosotnya Mutu Pelayanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/direktur-rsud-jombang-bantah-isu-rangkap-jabatan-di-tengah-merosotnya-mutu-pelayanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/direktur-rsud-jombang-bantah-isu-rangkap-jabatan-di-tengah-merosotnya-mutu-pelayanan</guid>
<description><![CDATA[ Pudji membantah tudingan bahwa seorang pejabat berinisial HD mengemban empat posisi strategis sekaligus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1c0dff31b0.webp" length="39516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 12:51:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Rangkap Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, dr. Pudji Umbaran, menanggapi isu penurunan kualitas pelayanan yang diduga berakar dari praktik rangkap jabatan di lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut. </p>
<p>Pudji membantah tudingan bahwa seorang pejabat berinisial HD mengemban empat posisi strategis sekaligus.</p>
<p>"Tidak benar," ujar dr. Pudji Umbaran saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/5/2026).</p>
<p>Pudji mengklarifikasi status kepegawaian HD yang tengah menjadi sorotan masyarakat. Ia membenarkan bahwa secara definitif, HD menjabat sebagai Kepala Instalasi Rekam Medis. Namun, Pudji mengakui HD juga diberi mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pelaporan dan Evaluasi untuk mengisi kekosongan jabatan pascapensiunnya pejabat terdahulu.</p>
<p>"Saat ini HD sebagai Ka Instalasi Rekam Medis (definitif). Karena Kasubag Evaluasi dan Pelaporan pensiun, sementara tugasnya sangat erat dengan Instalasi Rekam Medis, maka saudara HD saya tunjuk sebagai Plt Kasubag Pelaporan dan Evaluasi (tugas tambahan). Tugas lainnya sudah kita hentikan saat saudara HD ditunjuk sebagai Plt tersebut," beber Pudji.</p>
<p>Pernyataan tersebut sekaligus menyanggah informasi yang beredar bahwa HD masih menjabat sebagai Wakil Kepala Instalasi Pemberkasan dan Klaim Jaminan Kesehatan (IPKJK) serta Plt Perencanaan.</p>
<p>Isu ini mengemuka seiring munculnya laporan yang mengindikasikan standar pelayanan publik di RSUD Jombang mengalami penurunan signifikan. </p>
<p>Masyarakat mulai mempertanyakan kebijakan mutasi Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah kepemimpinan dr. Pudji Umbaran yang dinilai tidak rasional.</p>
<p>Informasi dari sumber internal menyebutkan adanya pergeseran sedikitnya sepuluh personel kompeten dari unit vital seperti Poli Jiwa, VCT, dan unit rawat jalan. Posisi mereka digantikan oleh petugas yang dinilai belum menguasai standar konseling maupun teknis pelayanan. Hal ini berdampak pada keluhan pasien mengenai lambatnya birokrasi dan ketidakefektifan komunikasi.</p>
<p>"Terjadi degradasi kualitas SDM secara masif. Penempatan personel tidak lagi berbasis pada keahlian, melainkan kebijakan mutasi yang mengabaikan aspek fungsional," ungkap sumber yang enggan identitasnya dipublikasikan tersebut. </p>
<p>Selain persoalan manajerial SDM, infrastruktur fisik juga tidak luput dari kritik. Desain loket rawat jalan yang terlalu tinggi dinilai menghambat aksesibilitas dan kenyamanan pasien saat berinteraksi dengan petugas.</p>
<p>Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai dasar pertimbangan mutasi besar-besaran tersebut, Pudji Umbaran tidak memberikan penjelasan substantif. Ia justru meminta rincian identitas pelapor sebagai syarat untuk memberikan klarifikasi.</p>
<p>"Keluhannya apa? Di mana, oleh siapa, dan nama siapa? Kami butuh detailnya untuk klarifikasi yang jelas," ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Keamanan Wilayah, Kapolres Nganjuk Ajak Warga Manfaatkan Layanan Darurat 110</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-keamanan-wilayah-kapolres-nganjuk-ajak-warga-manfaatkan-layanan-darurat-110</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-keamanan-wilayah-kapolres-nganjuk-ajak-warga-manfaatkan-layanan-darurat-110</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran pengurus LDII Nganjuk, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kondusivitas lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan Layanan Darurat Call Center 110. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1addef3a36.webp" length="37346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 11:54:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Silaturahmi, Jajaran pengurus LDII, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, call center 110, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk terus berupaya memperkuat sistem keamanan partisipatif dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran pengurus LDII Nganjuk, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kondusivitas lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan Layanan Darurat Call Center 110.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil untuk memangkas jarak birokrasi antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa Layanan 110 bukan sekadar saluran laporan kriminalitas, melainkan sarana komunikasi dan pertukaran informasi yang efektif. </p>
<p></p>
<p>Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memberikan informasi sekecil apa pun terkait situasi di lingkungan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin layanan 110 ini menjadi jembatan informasi yang responsif. Dengan berbagi informasi secara cepat, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebelum menjadi masalah besar," ujar Kapolres di sela-sela kegiatan silaturahmi.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan silaturahmi dan audiensi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nganjuk ini merupakan kunjungan balasan atas agenda sebelumnya pada 12 Februari 2026. </p>
<p></p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres tersebut dihadiri oleh Wakapolres Nganjuk, Kompol Andria Diana Putra, beserta pejabat utama pada Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergitas antara Polres Nganjuk dengan LDII dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dengan menjalin komunikasi yang baik bersama kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Sekecil apa pun permasalahan diharapkan dapat segera diinformasikan kepada pihak kepolisian, karena sudah menjadi tugas kami untuk melayani seluruh masyarakat. Manfaatkan layanan darurat 110 sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi," tegas Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk implementasi di lapangan, Polres Nganjuk terus mengoptimalkan pelayanan publik, termasuk respons cepat melalui call center 110 serta menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPD LDII Kabupaten Nganjuk, H. Murkani, S.E., menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara LDII dengan Polres Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Kami merasa bangga atas sinergitas yang selama ini sudah terbangun. Kami juga mendoakan agar seluruh jajaran Polres Nganjuk senantiasa mendapatkan lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas melayani masyarakat," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Ubah Jadwal Angkut Sampah Jadi Malam Hari, Jawab Keluhan Truk Ganggu Aktivitas Siang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-ubah-jadwal-angkut-sampah-jadi-malam-hari-jawab-keluhan-truk-ganggu-aktivitas-siang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-ubah-jadwal-angkut-sampah-jadi-malam-hari-jawab-keluhan-truk-ganggu-aktivitas-siang</guid>
<description><![CDATA[ Selain mempercepat proses pengangkutan, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan penumpukan sampah dan bau tidak sedap, baik di TPS maupun selama perjalanan menuju TPA. Hal ini dinilai penting mengingat volume sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0da6e3a9fb.webp" length="35122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:48:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tempat Pembuangan Akhir, TPA, TPA Benowo, Truk Sampah, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Lalu lalang truk sampah di siang hari kerap menuai keluhan warga. Selain memperlambat arus lalu lintas, keberadaannya juga dinilai mengganggu aktivitas harian dan kenyamanan lingkungan. Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mengambil langkah strategis dengan mengubah jadwal pengangkutan sampah menjadi malam hari.</p>
<p></p>
<p>Perubahan ini diberlakukan untuk pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Penampungan Akhir (TPA) Benowo. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi gangguan di jalan raya sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya untuk menjaga kelancaran aktivitas warga sekaligus memastikan kota tetap bersih.</p>
<p></p>
<p>"TPS bersih itu memberikan kebersihan di Kota Surabaya ya. Tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas," ujar Eri, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pengangkutan pada malam hari membuat perjalanan truk sampah lebih cepat karena kondisi lalu lintas yang cenderung lengang. Dengan demikian, distribusi sampah dari TPS ke TPA menjadi lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kalau malam hari, perjalanan lebih lancar," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain mempercepat proses pengangkutan, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan penumpukan sampah dan bau tidak sedap, baik di TPS maupun selama perjalanan menuju TPA. Hal ini dinilai penting mengingat volume sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, perubahan jadwal ini juga membawa dampak positif dari sisi efisiensi operasional. Dengan kondisi jalan yang lebih lancar, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih hemat dan beban kerja kendaraan pun berkurang.</p>
<p></p>
<p>"Kami bisa efisiensi terkait BBM. Keausannya mobil itu juga bisa ditekan," terang eri.</p>
<p></p>
<p>Eri menegaskan bahwa kelancaran operasional menjadi kunci utama dalam penghematan tersebut, sehingga kebijakan pengangkutan malam hari dinilai sebagai solusi yang tepat.</p>
<p></p>
<p>"Penggunaan BBM akan semakin berkurang karena operasionalnya lancar. Ini sesuai dengan program penghematan bahan bakar yang sekarang sedang dilakukan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kebijakan ini, Pemkot Surabaya menargetkan kondisi kota yang lebih bersih pada pagi hari tanpa mengganggu ritme aktivitas warga yang berangkat kerja.</p>
<p></p>
<p>"Sehingga Surabaya semakin bersih di pagi hari, jadi pembuangannya tidak mengganggu ritme perjalanan kerja warga," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyebut bahwa perubahan ini juga diikuti dengan penyesuaian sistem pengangkutan secara menyeluruh, termasuk menyesuaikan dengan volume sampah dan jam operasional.</p>
<p></p>
<p>"Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Ada ubah kultur pengambilan sampah di TPS supaya tidak terganggu," ucap Fikser.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Sedangkan sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari harus langsung dibuang ke TPA Benowo yang telah menyediakan tempat khusus.</p>
<p></p>
<p>"Di TPA ada tempatnya, sudah disiapkan untuk menaruh itu," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, DLH Surabaya juga melakukan sosialisasi kepada pengurus RT/RW serta para penarik gerobak sampah, baik secara langsung maupun daring.</p>
<p></p>
<p>“DLH Surabaya melakukan sosialisasi melalui daring kepada pengurus RT/RW," tutup Fikser. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Klemuk Dihapus dari Google Maps, Pemkot Batu Tutup Celah Wisatawan “Tersesat” ke Jalur Ekstrem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-dihapus-dari-google-maps-pemkot-batu-tutup-celah-wisatawan-tersesat-ke-jalur-ekstrem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-dihapus-dari-google-maps-pemkot-batu-tutup-celah-wisatawan-tersesat-ke-jalur-ekstrem</guid>
<description><![CDATA[ Penghapusan Jalur Klemuk dari Google Maps menunjukkan pendekatan baru dalam mitigasi kecelakaan, dengan menyasar sumber masalah yang selama ini luput—yakni rekomendasi rute dari aplikasi digital. Jika langkah ini berhasil, bukan hanya akses yang terkendali, tetapi juga pola pergerakan kendaraan bisa diarahkan ke jalur yang lebih aman secara sistematis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d207750c1.webp" length="94730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:36:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penutupan, Jurang Klemuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengambil langkah tidak biasa untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Klemuk. Tak hanya menutup akses fisik, kini jalur tersebut juga diusulkan dihapus dari Google Maps agar tidak lagi direkomendasikan kepada pengguna jalan, khususnya wisatawan dari luar daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan pada Kamis (16/4/2026) membenarkan bahwa pihaknya tengah mengajukan penghapusan Jalur Klemuk Jalan Rajakwesi, Songgokerto, dari sistem navigasi digital tersebut.</p>
<p>“Masih kami ajukan untuk penghapusan Jalur Klemuk di Google Maps dan langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut yang kerap dipicu oleh pengendara yang mengikuti petunjuk aplikasi navigasi tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya. Dengan dihapusnya jalur ini dari peta digital, diharapkan kendaraan terutama dari luar kota tidak lagi diarahkan melewati rute berbahaya tersebut," urainya.</p>
<p>Jalur Klemuk sendiri dikenal memiliki kontur ekstrem dengan kemiringan mencapai hampir 60 derajat. Kondisi ini membuatnya rawan kecelakaan, terutama kasus rem blong yang berulang kali terjadi dan bahkan menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Upaya mitigasi sebenarnya sudah dilakukan masyarakat setempat dengan membangun jalur penyelamat secara swadaya. Namun, langkah tersebut belum cukup menekan angka kecelakaan secara signifikan.</p>
<p>"Sejalan dengan kebijakan digital tersebut, penutupan fisik juga telah diberlakukan. Pemerintah daerah memasang palang besi dan water barrier untuk memastikan kendaraan roda empat tidak lagi melintas di jalur tersebut," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, akses bagi kendaraan roda dua masih dibuka terbatas. Namun, pengendara khususnya pengguna motor matic diimbau untuk tidak melintasi Jalur Klemuk dan memilih jalur utama yang lebih aman.</p>
<p>"Kebijakan ini menjadi kombinasi antara intervensi fisik dan digital dalam pengelolaan lalu lintas berbasis keselamatan. Pemkot Batu mencoba menutup seluruh kemungkinan akses, baik secara langsung di lapangan maupun melalui sistem navigasi yang selama ini menjadi rujukan utama pengendara," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Gratiskan Denda PBB, Kado HJKS ke&amp;733 untuk Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gratiskan-denda-pbb-kado-hjks-ke-733-untuk-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gratiskan-denda-pbb-kado-hjks-ke-733-untuk-warga</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menghadirkan “kado” HJKS ke-733 dengan menghapus seluruh denda PBB-P2 sejak 1994, memberi kesempatan warga melunasi tunggakan hanya dengan membayar pokok pajak hingga akhir April 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d757d966d.webp" length="42902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:25:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Jadi Kota Surabaya, HJKS, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, PBB, PBB-P2, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setiap peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), Pemerintah Kota Surabaya kerap menghadirkan berbagai program sebagai bentuk apresiasi bagi warganya. </p>
<p>Jika tahun-tahun sebelumnya identik dengan festival hingga layanan publik, pada HJKS ke-733 tahun 2026 ini, Pemkot memberikan “hadiah” yang lebih langsung terasa: pembebasan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).</p>
<p>Kebijakan ini memungkinkan warga Surabaya yang memiliki tunggakan PBB-P2 untuk hanya membayar pokok pajak tanpa dikenai sanksi administratif. Program tersebut berlaku selama periode terbatas, yakni mulai 1 hingga 30 April 2026.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kado sekaligus apresiasi pemerintah kepada masyarakat dalam momentum HJKS.</p>
<p>"Ini bagian dari apresiasi dan kado pemerintah kota kepada masyarakat dalam rangka HJKS ke-733. Secara regulasi hal ini diperbolehkan, sehingga warga cukup membayar pokok pajaknya saja," ujar Basari, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penghapusan denda ini mencakup tunggakan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni dari tahun 1994 hingga 2025. Rentang tersebut didasarkan pada data piutang sejak pengelolaan PBB masih berada di bawah Kementerian Keuangan sebelum akhirnya dilimpahkan ke pemerintah daerah pada 2010.</p>
<p>Menurut Basari, kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan juga sebagai langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.</p>
<p>"Tujuannya agar masyarakat dapat memenuhi kewajiban pajak tanpa terbebani bunga sanksi yang menumpuk.Program ini bukan semata-mata untuk mengejar target PAD." terangnya.</p>
<p>"Relaksasi ini diharapkan mampu menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Surabaya yang saat ini berada di atas rata-rata nasional," imbuh Basari.</p>
<p>Untuk memanfaatkan program ini, masyarakat cukup menunjukkan Nomor Objek Pajak (NOP) atau mengunduh Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) melalui situs resmi Pemerintah Kota Surabaya. Proses pembayaran pun dibuat fleksibel dengan berbagai pilihan kanal.</p>
<p>Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di Kantor Bapenda maupun Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB). Selain itu, layanan Pajak Mobil Keliling juga disiapkan untuk menjangkau warga hingga tingkat kelurahan.</p>
<p>"Pembayaran juga dapat dilakukan di Kantor Bapenda, Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB), atau melalui layanan Pajak Mobil Keliling," jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemkot juga mengoptimalkan layanan digital agar masyarakat dapat melakukan pembayaran dari rumah. Berbagai kanal pembayaran online telah disiapkan, mulai dari perbankan hingga platform digital.</p>
<p>"Pembayaran online bisa dilakukan melalui Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank BRI, serta berbagai marketplace dan gerai retail," tutur Basari.</p>
<p>Program ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme tersebut diharapkan terus meningkat hingga akhir periode program pada 30 April 2026.</p>
<p>"Respons masyarakat sejauh ini sangat positif. Kami mengimbau seluruh warga Surabaya untuk benar-benar memanfaatkan periode ini hingga 30 April mendatang," terangnya.</p>
<p>Selain itu, Bapenda juga terus menggencarkan sosialisasi agar informasi terkait program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kanal digunakan, mulai dari media sosial hingga penyampaian langsung di ruang publik.</p>
<p>"Kami terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal. Tujuannya supaya masyarakat mengetahui informasinya dan dapat membayar PBB-P2 tanpa denda," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Klemuk Ditutup Permanen untuk Mobil, Dishub Batu Prioritaskan Keselamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-ditutup-permanen-untuk-mobil-dishub-batu-prioritaskan-keselamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-ditutup-permanen-untuk-mobil-dishub-batu-prioritaskan-keselamatan</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan Jalur Klemuk menunjukkan pendekatan tegas Pemkot Batu dalam menekan potensi kecelakaan, dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dibanding kelancaran akses. Tantangannya kini ada pada kepatuhan pengguna jalan, agar kebijakan ini benar-benar efektif mengurangi risiko di jalur rawan tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d172a7a15.webp" length="30330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:12:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Klemuk, Penutupan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas dengan menutup akses Jalur Klemuk bagi kendaraan roda empat. Penutupan dilakukan secara fisik melalui pemasangan sekaligus pengecoran water barrier di titik akses utama, sebagai upaya mengantisipasi risiko kecelakaan di jalur ekstrem tersebut.</p>
<p>Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan pada Kamis (16/4/2026) menegaskan, kebijakan ini tidak bersifat sementara, melainkan bentuk intervensi langsung demi keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>“Untuk jalur Klemuk kita lakukan penutupan dengan pengecoran water barrier. Kendaraan roda empat atau mobil tidak diperbolehkan melintas. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi jalur yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi, terutama bagi kendaraan dengan dimensi besar dan sistem pengereman tertentu. Kontur jalan yang curam dan ekstrem disebut menjadi faktor utama potensi kecelakaan," paparnya.</p>
<p>Meski ditutup untuk mobil, akses masih dibuka terbatas bagi kendaraan roda dua. Namun, Dishub memberikan peringatan khusus kepada pengguna sepeda motor, terutama jenis matic, agar tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut.</p>
<p>Dishub menilai, meskipun secara teknis sepeda motor masih memungkinkan melintas, kondisi medan tetap berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan jalur menurun tajam dan tikungan ekstrem.</p>
<p>“Khusus sepeda motor masih bisa masuk, tetapi kami menghimbau untuk motor matic sebaiknya tidak melalui jalur ini karena faktor keselamatan,” tambah Susetya.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, masyarakat diminta beralih menggunakan jalur alternatif yang dinilai lebih aman dan layak dilalui semua jenis kendaraan. Penutupan ini juga menjadi bagian dari upaya penataan lalu lintas berbasis keselamatan di wilayah Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Kali Job Fair Inklusi, Pemkot Probolinggo Targetkan Serap 2.000 Tenaga Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-kali-job-fair-inklusi-pemkot-probolinggo-targetkan-serap-2000-tenaga-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-kali-job-fair-inklusi-pemkot-probolinggo-targetkan-serap-2000-tenaga-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Probolinggo tancap gas tekan pengangguran.
Lewat 3 kali Job Fair Inklusi, ditargetkan 2.000 peluang kerja terbuka untuk masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Harapannya, angka pengangguran bisa turun hingga 50 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0bf523e582.webp" length="31374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:08:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, JobFair2026, LowonganKerja, Pengangguran, EkonomiDaerah, Disabilitas, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Pemerintah Kota Probolinggo terus menggencarkan berbagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran yang hingga kini masih tergolong tinggi. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Job Fair Inklusi sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan target mampu membuka peluang kerja bagi sekitar 2.000 pencari kerja.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo per Agustus 2025, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat mencapai 6.555 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2024, yang berada di angka 5.748 orang. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan yang efektif.</p>
<p>Secara umum, pengangguran terbuka dibagi menjadi tiga kelompok utama. Pertama, mereka yang belum memperoleh pekerjaan namun masih aktif mencari kerja. Kedua, individu yang sebenarnya sudah diterima bekerja, tetapi belum mulai bekerja karena masih menjalani proses atau tahapan tertentu. Ketiga, kelompok yang sudah tidak lagi memiliki motivasi untuk mencari pekerjaan atau bekerja, yang kerap disebut sebagai desperate workers.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengungkapkan bahwa dalam rentang waktu 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 akan dilaksanakan sensus ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, salah satu indikator penting yang menjadi perhatian adalah masih tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Probolinggo.</p>
<p>“Pada tahun 2025 terdapat tujuh indikator pembangunan, di antaranya peningkatan sektor pendidikan, indeks pembangunan manusia, kesehatan, penurunan angka kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi. Hampir seluruh indikator tersebut berhasil dicapai, namun masih ada satu yang menjadi pekerjaan rumah, yakni pengangguran terbuka,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Job Fair Inklusi yang pada tahun ini direncanakan berlangsung sebanyak tiga kali. Kegiatan perdana telah dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, dengan melibatkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor.</p>
<p>Dalam pelaksanaan job fair tersebut, tercatat sebanyak 30 perusahaan turut berpartisipasi dengan menyediakan total 666 lowongan pekerjaan. Rinciannya, sebanyak 321 posisi diperuntukkan bagi perempuan dan 345 posisi untuk laki-laki. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Jika dalam satu kali penyelenggaraan job fair mampu menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan, maka melalui tiga kali pelaksanaan diharapkan jumlah peluang kerja yang tersedia dapat mencapai sekitar 2.000 posisi. Program ini juga secara khusus memberikan perhatian kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam dunia kerja.</p>
<p>“Melalui pelaksanaan job fair ini, kami berharap angka pengangguran di Kota Probolinggo dapat ditekan hingga 50 persen, seiring dengan terserapnya tenaga kerja baru dari berbagai kalangan,” tambah dr. Aminuddin.</p>
<p>Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidak Gabungan LPG di Wilangan, Kapolres Nganjuk dan Wakil Bupati Terjun Langsung Pastikan Pasokan Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidak-gabungan-lpg-di-wilangan-kapolres-nganjuk-dan-wakil-bupati-terjun-langsung-pastikan-pasokan-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidak-gabungan-lpg-di-wilangan-kapolres-nganjuk-dan-wakil-bupati-terjun-langsung-pastikan-pasokan-aman</guid>
<description><![CDATA[ pengisian LPG yang sempat viral di media sosial, jajaran Forkopimda Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di wilayah Kecamatan Wilangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0bb8c09d75.webp" length="43444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 19:48:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Inspeksi mendadak, kelangkaan LPG, Stok LPG, Pangkalan LPG, Wakil Bupati Tri Handy Saputra, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah, Wilangan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang pengisian LPG yang sempat viral di media sosial, jajaran Forkopimda Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di wilayah Kecamatan Wilangan. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi gas melon bagi warga.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan LPG dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Kecamatan Wilangan guna memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram yang sempat viral di media sosial akibat dugaan kelangkaan</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait antrean panjang di salah satu pangkalan LPG di Desa Ngudikan. Dari hasil pengecekan, kelangkaan LPG dipicu tingginya permintaan masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri dan dalam tiga minggu terakhir.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa hasil sidak menunjukkan distribusi LPG di wilayah Kabupaten Nganjuk dalam kondisi aman dan terkendali.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan kemarin, ketersediaan LPG di wilayah Nganjuk masih aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan tingginya permintaan masyarakat, termasuk dari luar wilayah,” ujar AKBP Suria Miftah, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan distribusi LPG guna mengantisipasi adanya potensi penyimpangan di lapangan.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan pengecekan di pangkalan LPG milik Sulistiono Bagus Dewantara di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, yang diketahui mendapat pasokan rutin sebanyak 310 tabung per minggu dari agen Sinar Abadi Santoso.</p>
<p>Menyikapi lonjakan permintaan, agen juga telah menambah pasokan sebanyak 290 tabung pada Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Selain itu, rombongan juga meninjau langsung proses distribusi di SPPBE PT. Laju yang berada di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, guna memastikan proses pengisian dan distribusi berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi meningkatnya permintaan LPG untuk meraup keuntungan pribadi.</p>
<p>“Kami mengingatkan kepada seluruh pihak, baik pangkalan maupun oknum lainnya, agar tidak mengambil keuntungan dari situasi ini dengan menaikkan harga atau melakukan praktik yang merugikan masyarakat. Distribusi harus tetap sesuai aturan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” tegasnya.</p>
<p>Dengan adanya pengecekan langsung ini, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan LPG, serta situasi distribusi energi di wilayah Kabupaten Nganjuk tetap kondusif dan terkendali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Blitar Tiadakan Rekrutmen ASN 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-tiadakan-rekrutmen-asn-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-blitar-tiadakan-rekrutmen-asn-2026</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota meminta masyarakat untuk mulai melirik sektor swasta atau kewirausahaan dan tidak lagi menggantungkan harapan sepenuhnya pada sektor pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0a11336523.webp" length="32696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 17:50:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot, Blitar, Tidak, Membuka, Rekrutmen, CPNS, PPPK.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong>–Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar resmi memutuskan untuk tidak membuka rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), baik CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun anggaran 2026. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil sebagai strategi darurat guna menekan beban belanja pegawai yang saat ini mulai mengancam stabilitas fiskal daerah.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa kebijakan peniadaan formasi ini merupakan bagian dari efisiensi menyeluruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, porsi belanja pegawai saat ini telah memakan kapasitas anggaran yang cukup besar, sehingga diperlukan langkah korektif segera.</p>
<p></p>
<p>“Dalam rangka efisiensi dan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, kami memutuskan tidak membuka formasi CPNS maupun PPPK tahun ini,” ujar Wali Kota yang karib disapa Mas Ibin tersebut, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah tengah berkejaran dengan regulasi nasional yang mewajibkan belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari total APBD pada tahun 2027 mendatang. </p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi saat ini, Pemkot Blitar harus melakukan pemangkasan signifikan agar tidak melanggar ketentuan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Selain menghentikan rekrutmen, Pemkot Blitar juga berencana melakukan evaluasi total terhadap jumlah personel yang ada. </p>
<p></p>
<p>Mas Ibin mengisyaratkan adanya potensi pengurangan tenaga kerja, terutama pada sektor non-ASN atau tenaga honorer.</p>
<p></p>
<p>“Ke depan, kami akan menghitung ulang kebutuhan pegawai secara riil. Tidak menutup kemungkinan akan ada pengurangan, khususnya pada tenaga non-ASN, agar beban belanja tetap terkendali,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Peniadaan rekrutmen ini diprediksi akan berdampak pada peta ketenagakerjaan di Kota Blitar. </p>
<p></p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wali Kota meminta masyarakat untuk mulai melirik sektor swasta atau kewirausahaan dan tidak lagi menggantungkan harapan sepenuhnya pada sektor pemerintahan.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah menyadari bahwa pengurangan jumlah personel secara drastis menjadi tantangan besar dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Namun, efisiensi dianggap sebagai satu-satunya jalan agar anggaran daerah tetap sehat dan bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur maupun program kerakyatan lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Tata kelola pemerintahan saat ini sedang menghadapi situasi yang berat. Kami memohon maaf kepada masyarakat jika peluang di formasi pemerintahan berkurang signifikan. Ini adalah upaya kami menjaga keseimbangan anggaran daerah,” pungkas Mas Ibin. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Blitar Siapkan Embung Untuk Hadapi Kemarau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-siapkan-embung-untuk-hadapi-kemarau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-blitar-siapkan-embung-untuk-hadapi-kemarau</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Blitar dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyiapkan embung untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada tahun 2026 ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0a0fc2f50f.webp" length="46026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 17:20:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, Siaga, Hadapi, Kemarau, Panjang, Siapkan, Embung.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> - Pemerintah Kota Blitar mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi mulai akhir April hingga Oktober 2026.</p>
<p>Fokus utama diarahkan pada optimalisasi embung sebagai sumber cadangan air untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.</p>
<p>Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memastikan kesiapan sarana penampungan air guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air saat musim kering. </p>
<p>Upaya ini dilakukan setelah adanya surat edaran dari Gubernur Jawa Timur yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertania Kota Blitar Dewi Masitoh, mengatakan pihaknya telah mengikuti koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jatim untuk menyusun langkah strategis menghadapi kondisi tersebut.</p>
<p>"Kami sudah menerima surat edaran dari Gubernur terkait potensi kemarau panjang. Selain itu, kami juga dikumpulkan bersama instansi terkait untuk membahas langkah antisipasi menghadapi kondisi ini," kata dia, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, dalam jangka pendek, daerah diminta memastikan ketersediaan sumber air alternatif, salah satunya melalui embung.</p>
<p>"Sesuai arahan, antisipasi jangka pendek yang harus disiapkan adalah memastikan embung atau penampungan air bisa berfungsi optimal saat kemarau," ujarnya.</p>
<p>Di Kota Blitar sendiri, terdapat dua embung yang menjadi andalan, yakni di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul dan di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan. Kedua embung tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.</p>
<p>"Kami harus siap dengan embung-embung yang ada. Keberadaan embung ini sangat membantu petani, terutama saat musim kemarau panjang," tambah Dewi.</p>
<p>DKPP juga mengimbau para petani untuk mulai bersiap, baik dengan mengatur pola tanam maupun penggunaan air secara lebih efisien.</p>
<p>"Kami minta para petani dan masyarakat untuk siap menghadapi musim kemarau panjang ini, agar dampaknya bisa diminimalkan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pangkalan LPG di Blitar Kosong, Namun Tim Gabungan Menyebut Bukan Kelangkaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pangkalan-lpg-di-blitar-kosong-namun-tim-gabungan-menyebut-bukan-kelangkaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pangkalan-lpg-di-blitar-kosong-namun-tim-gabungan-menyebut-bukan-kelangkaan</guid>
<description><![CDATA[ Pangkalan LPG di Jalan Dr. Wahidin, petugas mendapati stok elpiji, baik ukuran 3 kilogram maupun 12 kilogram, dalam kondisi kosong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e096cddc3f5.webp" length="72030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 17:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sidak, Gabungan, Kota Blitar, Temukan, Stok, Tabung Gas, LPG, Kosonf, Distrisbusi, Terkendala.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim gabungan di Kota Blitar mengungkap adanya kekosongan LPG di tingkat pangkalan. Kondisi ini disebut terjadi bukan karena kelangkaan, melainkan tersendatnya distribusi dari agen dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Tim yang terdiri atas Polres Blitar Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Hiswana Migas tersebut melakukan pengecekan di sejumlah titik pada Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Sidak diawali di salah satu SPBU kawasan Kebon Rojo. Dari hasil pemantauan, ketersediaan bahan bakar minyak seperti solar dan pertalite masih tergolong aman dengan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Namun, saat beralih ke pangkalan LPG di Jalan Dr. Wahidin, petugas mendapati stok elpiji, baik ukuran 3 kilogram maupun 12 kilogram, dalam kondisi kosong.</p>
<p>Pemilik pangkalan bernama Asih mengatakan keterlambatan pengiriman dari agen menjadi penyebab utama kekosongan tersebut. Ia mengaku telah mengajukan permintaan pasokan, tetapi hingga kini belum terealisasi.</p>
<p>"Biasanya kalau stok habis langsung dikirim. Tapi sekarang sudah dilaporkan, barangnya belum datang," kata dia, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, jatah distribusi sebenarnya tidak berubah. Dalam kondisi normal, pangkalan miliknya menerima ratusan tabung LPG 3 kilogram setiap pekan. Bahkan, tambahan pasokan sempat dijanjikan, namun belum juga diterima.</p>
<p>"Kuota tetap, dalam seminggu dapat jatah 350 tabung. Pengirimannya agak terlambat sejak sepekan ini, dan hari ini sebenarnya dapat kiriman 40 tabung LPG 3 kilogram, tapi belum datang," terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito, memastikan bahwa kondisi tersebut bukanlah kelangkaan LPG secara umum.</p>
<p>"Stok secara keseluruhan masih aman. Hanya ada keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan," jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kuota pasokan LPG di wilayah Kota Blitar tetap berjalan normal tanpa adanya pengurangan. Bahkan, pada momen tertentu, Pemerintah Daerah justru mengusulkan penambahan kuota guna mengantisipasi lonjakan permintaan.</p>
<p>Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan agen untuk memastikan distribusi kembali lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.</p>
<p>"Kami imbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan LPG dipastikan tetap tersedia," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala BGN Sebut Jember Terbaik dalam Akurasi Data Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-bgn-sebut-jember-terbaik-dalam-akurasi-data-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-bgn-sebut-jember-terbaik-dalam-akurasi-data-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Jember dianggap sukses melakukan validasi data penerima manfaat yang lebih akurat dibandingkan data nasional, sehingga layak menjadi percontohan bagi daerah lain di seluruh Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e07d6c4e0b3.webp" length="45924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 16:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, Pemkab Jember</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Jember atas keberhasilan pelaksanaan pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Kabupaten Jember dianggap sukses melakukan validasi data penerima manfaat yang lebih akurat dibandingkan data nasional, sehingga layak menjadi percontohan bagi daerah lain di seluruh Indonesia.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Dadan mengungkapkan bahwa berdasarkan data awal dari Dapodik dan Kementerian Agama, jumlah penerima manfaat di Jember tercatat sekitar 500.000 orang. Namun, setelah validasi lapangan hingga tingkat desa dan RT/RW, angka tersebut meningkat menjadi 800.000 orang.</p>
<p>"Banyak calon penerima manfaat yang belum terdata di sistem pusat, terutama santri di pesantren yang tidak tercatat di Kemenag, serta balita yang belum memiliki NIK. Jember berhasil menyisir ini, dan ini yang selalu saya jadikan contoh secara nasional," kata Dadan di sela-sela kegiatan peresmian MBG bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait.</p>
<p>Dadan memaparkan bahwa program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif. </p>
<p>Di Jember, ditargetkan akan berdiri sekitar 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap satu SPPG diperkirakan akan mengelola anggaran operasional sebesar Rp1 miliar per bulan.</p>
<p>"Jika ada 400 SPPG, artinya akan ada perputaran uang sebesar Rp400 miliar per bulan yang beredar langsung di Jember. Ini angka yang luar biasa besar untuk menggerakkan ekonomi lokal," tambahnya.</p>
<p>Dadan juga merinci alokasi anggaran dari setiap Rp1 miliar tersebut, yakni 70 persen atau Rp700 juta untuk pembelian bahan baku seperti beras, sayur, buah, ikan, dan telur dari petani serta pedagang lokal. </p>
<p>Kemudian, 20 persen untuk biaya operasional, termasuk menggaji sekitar 47 relawan lokal di setiap SPPG dengan upah minimal Rp2,4 juta per bulan, serta 10 persen untuk pengembalian investasi pembangunan SPMB kepada mitra.</p>
<p>Salah satu poin yang ditekankan Dadan adalah efisiensi anggaran negara. Hingga saat ini, pembangunan fisik SPMB di seluruh Indonesia yang mencapai 26.800 unit sepenuhnya didanai oleh mitra swasta atau "Pejuang Merah Putih".</p>
<p>"Negara sangat diringankan. Belum satu rupiah pun uang APBN digunakan untuk membangun SPMB. Semua risiko pembangunan dan pendidikan relawan ditanggung oleh mitra. Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari sebagai bentuk apresiasi atas investasi tersebut," jelas Dadan.</p>
<p>Dengan skema ini, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menciptakan generasi yang lebih sehat, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor di kalangan relawan SPPG pada tahun 2025 lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PUPR Jombang Sebut Perda Jasa Konstruksi Perkuat Daya Saing Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-sebut-perda-jasa-konstruksi-perkuat-daya-saing-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pupr-jombang-sebut-perda-jasa-konstruksi-perkuat-daya-saing-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi untuk mendongkrak mutu pekerjaan konstruksi di tingkat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e06210aaf30.webp" length="29546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 15:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perda Jasa Konstruksi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> — Rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Jasa Penyelenggaraan Konstruksi mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Regulasi ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi strategis untuk mendongkrak mutu pekerjaan konstruksi di tingkat lokal.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, usai mengikuti rapat bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jombang, Rabu (15/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Bustomi, keberadaan Perda ini menjadi krusial karena akan mengisi celah regulasi yang selama ini belum terakomodasi oleh aturan di tingkat pusat maupun provinsi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas kerja para pelaku jasa konstruksi di Jombang.</p>
<p></p>
<p>"Terkait Jasa Konstruksi, dan lain-lain itu sudah diatur di peraturan yang lebih tinggi. Jadi, pada Perda ini harapannya mengatur hal-hal yang belum diatur di aturan di atasnya. Prinsipnya seperti itu," ujar Bustomi kepada suarajatimpost, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai perlindungan terhadap pengusaha konstruksi lokal, Bustomi menegaskan bahwa pihaknya sangat menginginkan prioritas bagi pelaku usaha setempat.</p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengakui adanya keterbatasan regulasi perundang-undangan lebih tinggi yang tidak dapat dilangkahi terkait prinsip persaingan usaha yang sehat dan terbuka.</p>
<p></p>
<p>"Kita kepinginnya sih pengusaha lokal itu diutamakan, tapi di aturan hukumnya kan tidak ada. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kompetensi untuk daya saing para pelaku jasa konstruksi lokal itu sendiri," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk konkret dukungan pascapengesahan Perda nanti, Dinas PUPR akan menggencarkan program pembinaan dan bimbingan teknis. Tujuannya agar para kontraktor dan penyedia jasa lokal dapat memiliki sertifikasi yang menjadi syarat mutlak dalam proses pengadaan barang dan jasa.</p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai potensi masuknya pengusaha konstruksi dari luar daerah, Bustomi menegaskan bahwa Pemkab Jombang tidak dapat serta-merta membatasi hal tersebut. </p>
<p></p>
<p>Namun demikian, ia mengungkapkan adanya celah potensial yang diusulkan dalam rapat Bapemperda terkait Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).</p>
<p></p>
<p>"Ada usulan dari Pak Bayu, Kepala DPMPTSP. Mungkin ini celah yang belum dilakukan daerah lain. Kalau bisa dirumuskan dan tidak melanggar aturan di atasnya, mungkin bisa dipersyaratkan dalam proses pemilihan jasa konstruksi. Itu salah satu upaya untuk memberdayakan pengusaha lokal. Tapi kembali lagi, pengusaha lokalnya harus mau mengikuti arahan untuk meningkatkan kualitas," terang Bustomi.</p>
<p></p>
<p>Bustomi menegaskan bahwa inisiasi Perda ini lahir dari berbagai permasalahan pelaksanaan konstruksi di lapangan yang kerap terjadi. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, permasalahan teknis dan administratif tersebut membutuhkan solusi yang bersifat regulatif di tingkat daerah.</p>
<p></p>
<p>"Banyak permasalahan pelaksanaan konstruksi di lapangan yang harus kita beri solusi. Salah satu solusinya harus melalui regulasi. Materi yang belum diatur oleh aturan di atasnya, coba kita atur di dalam Perda ini," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Mulai Digodok DPRD Jombang, Digadang Jadi Instrumen Perbaikan Kualitas Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi-mulai-digodok-dprd-jombang-digadang-jadi-instrumen-perbaikan-kualitas-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perda-penyelenggaraan-jasa-konstruksi-mulai-digodok-dprd-jombang-digadang-jadi-instrumen-perbaikan-kualitas-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi ini digadang-gadang menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengawasan serta kualitas proyek pembangunan di Kota Santri, menyusul sejumlah insiden konstruksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e051d7b85bf.webp" length="39892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 12:00:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Raperda Jasa Konstruksi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Jombang resmi memulai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. </p>
<p>Regulasi ini digadang-gadang menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengawasan serta kualitas proyek pembangunan di Kota Santri, menyusul sejumlah insiden konstruksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Ketua Bapemperda DPRD Jombang, Kartiyono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat intensif bersama sejumlah stakeholder pada Rabu (15/4/2026) kemarin. </p>
<p>Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah daerah terkait pembentukan Perda yang menjadi amanat peraturan perundang-undangan di atasnya.</p>
<p>“Regulasi ini menjadi pedoman bagi kita semua sebagai instrumen Pemerintah Daerah dalam menjalankan kewenangannya. Berdasarkan Permen PU Nomor 1 Tahun 2023, ada kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha jasa konstruksi di daerah masing-masing,” ujar Kartiyono kepada suarajatimpost.com, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Kartiyono menegaskan, DPRD memberikan apresiasi tinggi terhadap itikad Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengajukan Raperda ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan respons nyata untuk menjawab permasalahan kualitas pembangunan yang kerap menjadi sorotan publik.</p>
<p>“Harapan kami, ini menjadi langkah meningkatkan kualitas program pembangunan di Jombang. Mengingat beberapa tahun terakhir kita disuguhi insiden-insiden yang tidak mengenakkan, seperti di beberapa Puskesmas dan yang terbaru di Pasar Ploso. Ini butuh perhatian serius,” tegasnya.</p>
<p>DPRD pun langsung menyambut baik usulan tersebut dengan memprosesnya melalui diskusi intensif dan konsultasi mendalam. Dalam prosesnya, Bapemperda sengaja melibatkan langsung para pelaku usaha jasa konstruksi lokal.</p>
<p>“Kami mengundang stakeholder karena ingin melibatkan masyarakat, khususnya di bidang jasa konstruksi. Agar ada aspek keadilan dan perlakuan yang semestinya bagi pengusaha lokal Jombang,” imbuhnya.</p>
<p>Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah aspirasi para kontraktor lokal agar tidak lagi menjadi "penonton di rumah sendiri". Selama ini, banyak proyek strategis pembangunan di Jombang yang justru dikerjakan oleh kontraktor dari luar daerah.</p>
<p>“Teman-teman pengusaha jasa konstruksi Jombang menyampaikan harapan agar mereka bisa lebih berperan dalam proyek-proyek strategis di daerahnya sendiri,” pungkas Kartiyono.</p>
<p>Pembahasan Raperda ini akan terus berlanjut guna merumuskan pasal-pasal yang tidak hanya mengatur standar teknis dan pengawasan ketat, tetapi juga membuka ruang keberpihakan bagi peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Ngringin Nganjuk Desak Transparansi Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Pungli PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-ngringin-nganjuk-desak-transparansi-hasil-audit-inspektorat-terkait-dugaan-pungli-ptsl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-ngringin-nganjuk-desak-transparansi-hasil-audit-inspektorat-terkait-dugaan-pungli-ptsl</guid>
<description><![CDATA[ Audit ini terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta penggunaan dana APBDes di desa setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df960c9b923.webp" length="116454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelapor, Warga Desa Ngringin, PTSL, Dugaan intimidasi, Inspektorat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP -</strong> Warga Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk kini tengah menunggu hasil audit yang dilakukan oleh tim Inspektorat Kabupaten Nganjuk. Audit ini terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta penggunaan dana APBDes di desa setempat.</p>
<p>​Arip Rahman (37) warga Desa Ngrigin, salah seorang perwakilan warga pelapor, menyampaikan bahwa pemeriksaan oleh tim Inspektorat sebenarnya sudah berlangsung sejak Selasa lalu. Namun, pihaknya menyayangkan kurangnya keterbukaan dalam proses pengambilan sampling di lapangan.</p>
<p>​"Kami berharap segera mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk kami sampaikan kepada warga. Berdasarkan informasi dari perangkat desa, sampling diambil dari sekitar 25 hingga 30 peserta PTSL," ujar Arip saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Menurut Arip, ada juga ​dugaan Intimidasi serta munculnya laporan mengenai dugaan intimidasi sebelum tim Inspektorat turun ke lapangan. Arip juga menyebut ada indikasi bahwa para pemohon PTSL yang menjadi sampel pemeriksaan telah "disetting" untuk memberikan jawaban tertentu.</p>
<p>​Warga diarahkan untuk hanya menyebutkan biaya PTSL sebesar Rp500.000 sesuai kesepakatan awal. Sementara itu, biaya tambahan lain yang diduga menjadi praktik pungli tidak boleh disebutkan.</p>
<p>​"Yang kami sayangkan, ada laporan warga diintimidasi sebelum Inspektorat datang. Mereka diminta mengaku biayanya hanya Rp500 ribu. Padahal ada biaya lain berupa amplop untuk kepala desa, carik, hingga perangkat desa yang totalnya mencapai ratusan ribu, belum lagi tambahan rokok," ungkap Arip.</p>
<p>​Menanggapi keluhan tersebut, Inspektur Inspektorat Kabupaten Nganjuk Samsul Huda menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dinamika PTSL di Desa Ngringin. Pihak Inspektorat memastikan bahwa setiap pengaduan warga akan diproses sesuai dengan koridor hukum dan regulasi yang berlaku.</p>
<p>Menurut Samsul Huda, Inspektorat akan melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) untuk memverifikasi apakah biaya yang dipungut melebihi. Jika ditemukan bukti adanya pungutan liar (pungli) atau penyalahgunaan wewenang, Inspektorat tidak akan segan merekomendasikan sanksi administratif hingga jalur hukum bagi oknum yang terlibat.</p>
<p>​"Kami bekerja berdasarkan bukti. Masyarakat diminta tenang dan silakan melapor jika memiliki bukti otentik mengenai adanya penyimpangan. Kami berkomitmen menjaga agar program PTSL ini benar-benar bersih dan tepat sasaran," tegas Samsul saat ditemui di Pendopo Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>11 Perusahaan dari Berbagai Daerah Tmpung 517 Lowongan Kerja di Mini Job Fair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/11-perusahaan-dari-berbagai-daerah-tmpung-517-lowongan-kerja-di-mini-job-fair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/11-perusahaan-dari-berbagai-daerah-tmpung-517-lowongan-kerja-di-mini-job-fair</guid>
<description><![CDATA[ Dalam ajang ini tersedia 517 lowongan kerja, terdiri atas 331 posisi untuk perempuan dan 186 posisi untuk laki-laki. Mayoritas pelamar berasal dari Kabupaten Pasuruan, meski ada juga peserta dari Kota Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Mojokerto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df8c08b1958.webp" length="30822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 20:02:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP –</strong> Ribuan pencari kerja memadati Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja Daerah (UPT LKD) Kabupaten Pasuruan, Rabu (15/4/2026). Mereka datang sejak pagi untuk mengikuti Mini Job Fair 2026 yang menghadirkan ratusan peluang kerja dari berbagai perusahaan.</p>
<p>Tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan lapangan pekerjaan masih sangat besar. Pemerintah Kabupaten Pasuruan memanfaatkan momentum ini untuk mempertemukan tenaga kerja lokal dengan dunia industri secara langsung.</p>
<p>Sejak pintu dibuka, area stan perusahaan dipenuhi peserta yang mencari informasi syarat lamaran hingga proses seleksi. Sejumlah pelamar bahkan telah mendaftar lebih dulu melalui sistem daring agar peluang diterima lebih besar.</p>
<p>Salah satunya Hanif (25), warga Desa Watestani, Kecamatan Nguling. Ia mengaku melamar ke PT Mayora Tbk yang sedang membuka banyak posisi dan berharap bisa lolos seleksi.</p>
<p>“Kebetulan PT Mayora sedang membuka banyak lowongan, jadi saya langsung masukkan lamaran. Mudah-mudahan memenuhi syarat,” ujar Hanif.</p>
<p>Sebanyak 11 perusahaan terlibat dalam kegiatan ini. Di antaranya PT Trisakti Purwosari Makmur, PT Berkat Ganda Sentosa, PT Satoria Grup, PT Mayora Tbk, PT Tirta Freshindo Jaya, PT JAI, PT Tung Chia Technology Indonesia, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Bina Mitra Mandiri Makmur.</p>
<p>Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan seluruh peserta wajib mendaftar melalui platform Hellowork Pasuruan untuk memperoleh tiket kepesertaan. Setelah job fair, tahapan dilanjutkan dengan agenda one day recruitment selama dua hari.</p>
<p>“Hari ini pelaksanaan Mini Job Fair. Kemudian dua hari berikutnya dilanjutkan proses one day recruitment,” jelasnya.</p>
<p>Dalam ajang ini tersedia 517 lowongan kerja, terdiri atas 331 posisi untuk perempuan dan 186 posisi untuk laki-laki. Mayoritas pelamar berasal dari Kabupaten Pasuruan, meski ada juga peserta dari Kota Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Mojokerto.</p>
<p>Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan proses seleksi dilakukan terbuka dan profesional tanpa campur tangan pemerintah. Menurutnya, keputusan penerimaan sepenuhnya berada di tangan perusahaan sesuai kebutuhan dan kompetensi pelamar.</p>
<p>“Kami pastikan seluruh rekrutmen berjalan adil. Harapan kami tentu lebih banyak warga Kabupaten Pasuruan yang terserap,” tegas Rusdi.</p>
<p>Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri. Jika penyerapan tenaga kerja meningkat, angka pengangguran dapat ditekan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>Rusdi berharap investasi baru terus masuk ke Pasuruan agar lapangan kerja semakin luas. </p>
<p>“Jika banyak yang bekerja, pengangguran pasti menurun,” pungkasnya.<strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Pengelolaan Dana Pendidikan, Pemkot Probolinggo Luncurkan SAPA BOS 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-pengelolaan-dana-pendidikan-pemkot-probolinggo-luncurkan-sapa-bos-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-pengelolaan-dana-pendidikan-pemkot-probolinggo-luncurkan-sapa-bos-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Probolinggo resmi meluncurkan SAPA BOS 2026 untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan. Lewat kolaborasi dengan kejaksaan dan inspektorat, program ini diharapkan mampu mencegah penyimpangan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df68709f055.webp" length="24242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:50:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, DanaBOS, SapaBOS, Pendidikan, Transparansi, Akuntabilitas, Diadikbud, Kejaksaan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Sarana Advokasi Peningkatan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (SAPA BOS) Tahun 2026. Program ini bertujuan memberikan kepastian hukum kepada sekolah, mencegah kesalahan administrasi, serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS.</p>
<p>Kepala Disdikbud Siti Romlah mengatakan, SAPA BOS akan diimplementasikan melalui sejumlah kegiatan seperti klinik konsultasi, bimbingan teknis pengelolaan dana langsung ke sekolah, serta desk evaluasi untuk memantau penggunaan dana sejak perencanaan hingga pelaporan.</p>
<p>“Program ini kami rancang untuk memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sesuai ketentuan dan meminimalkan kesalahan,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Probolinggo Lilik Setiyawan menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, kejaksaan memiliki peran dalam upaya pencegahan melalui pengawasan dan pendampingan.</p>
<p>“Melalui program pengawasan seperti Jaga, kami memastikan dana BOS digunakan sesuai aturan. Kami juga memberikan edukasi hukum agar pengelola tidak ragu dalam menjalankan tugasnya,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), kejaksaan dapat memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta pelayanan hukum kepada instansi pemerintah, termasuk sekolah dalam pengelolaan dana BOS.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menegaskan bahwa dana BOS merupakan instrumen penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar dan peningkatan mutu pendidikan.</p>
<p>“Dana BOS adalah fondasi penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pengelolaannya harus tepat, jujur, dan sesuai regulasi,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana sekolah, termasuk fasilitas sanitasi, serta mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Program SAPA BOS diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara sekolah, kejaksaan, dan inspektorat, sehingga pengelolaan dana BOS menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uji Coba Tiket Online di Bromo, Disporapar Probolinggo Dorong Pelayanan Wisata Lebih Cepat dan Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uji-coba-tiket-online-di-bromo-disporapar-probolinggo-dorong-pelayanan-wisata-lebih-cepat-dan-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uji-coba-tiket-online-di-bromo-disporapar-probolinggo-dorong-pelayanan-wisata-lebih-cepat-dan-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Disporapar Kabupaten Probolinggo mulai uji coba tiket online di kawasan Bromo. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi antrean, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta mendorong pengelolaan pariwisata yang lebih modern dan transparan. Meski masih ada kendala, perbaikan terus dilakukan demi pelayanan yang lebih optimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df64d343641.webp" length="28704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:11:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KabupatenProbolinggo, WisataBromo, Digitalisasi, TiketOnline, DisporaparKabupatenProbolinggo, WisataJatim, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo mulai menguji penerapan sistem tiket online sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Melalui inovasi ini, wisatawan diharapkan dapat membeli tiket lebih awal sehingga proses masuk ke kawasan wisata menjadi lebih cepat dan tertib, sekaligus mengurangi antrean panjang di pintu masuk.</p>
<p>Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Umi Subiyantiningsih, menjelaskan bahwa penerapan tiket digital ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan pariwisata menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.</p>
<p>“Ini merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kepada wisatawan sekaligus transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tiket secara digital,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran tiket online tidak hanya mempermudah wisatawan dalam melakukan pembelian, tetapi juga berfungsi sebagai alat pengendali jumlah kunjungan. Dengan sistem ini, arus wisatawan dapat diatur lebih baik sehingga kondisi di lokasi wisata tetap nyaman dan tidak terjadi penumpukan berlebih.</p>
<p>Dengan adanya sistem ini, wisatawan yang datang ke kawasan Bromo diharapkan sudah mengantongi tiket sebelum tiba di lokasi. Hal ini diyakini mampu mengurangi kepadatan di pintu masuk serta memperlancar mobilitas pengunjung.</p>
<p>“Selama pelaksanaan uji coba yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu (11-12/4/2026), kami menempatkan sejumlah petugas di beberapa titik untuk memberikan informasi serta membantu mengarahkan wisatawan dalam melakukan pembelian tiket secara online,” jelasnya.</p>
<p>Dari hasil uji coba tersebut, secara umum pelaksanaan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari wisatawan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya adalah keterbatasan jaringan internet di beberapa titik serta masih adanya wisatawan yang belum memahami mekanisme pembelian tiket secara digital.</p>
<p>Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi Disporapar untuk melakukan penyempurnaan ke depan. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik melalui penguatan infrastruktur jaringan maupun sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan.</p>
<p>“Kami akan terus melakukan sosialisasi secara masif serta meningkatkan kualitas jaringan internet. Harapannya, penerapan tiket online ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib, dan berkelanjutan,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan berbagai perbaikan yang direncanakan, sistem tiket online ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Probolinggo, khususnya kawasan Bromo yang selama ini menjadi magnet utama kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembenahan Pupuk Subsidi Jadi Kunci, Pemkot Batu Targetkan Pemulihan Produksi Apel Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembenahan-pupuk-subsidi-jadi-kunci-pemkot-batu-targetkan-pemulihan-produksi-apel-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembenahan-pupuk-subsidi-jadi-kunci-pemkot-batu-targetkan-pemulihan-produksi-apel-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Pembenahan pupuk subsidi yang dibarengi dengan peralihan ke pupuk organik, distribusi bibit unggul, serta penguatan pendampingan petani menjadi strategi utama Pemkot Batu dalam memulihkan kejayaan apel ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4fac6fb28.webp" length="59014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 17:10:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pupuk Subsidi, Apel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menempatkan persoalan pupuk subsidi sebagai salah satu titik krusial dalam upaya memulihkan produksi apel yang terus menurun. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa langkah yang diambil tidak hanya soal ketersediaan pupuk, tetapi juga pembenahan pola pemupukan dan kondisi tanah petani.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (15/4/2026), orang nomor dua di Kota Batu tersebut menegaskan bahwa pemkot saat ini melakukan langkah komprehensif dengan fokus pada revitalisasi lahan. Salah satunya melalui pemberian pupuk organik untuk memperbaiki unsur hara tanah yang sudah jenuh akibat penggunaan pupuk kimia, termasuk pupuk subsidi, dalam jangka panjang. Di sisi lain, distribusi pupuk subsidi tetap diperkuat agar lebih tepat sasaran melalui pendataan berbasis kelompok tani.</p>
<p></p>
<p>“Fokus kami bukan hanya memastikan pupuk tersedia, tapi juga bagaimana penggunaannya tidak merusak struktur tanah. Karena itu kami dorong kombinasi dengan pupuk organik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembenahan pupuk, Pemkot juga mulai menyalurkan bibit apel varietas unggul yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Pendampingan melalui penyuluh pertanian diperkuat untuk mengarahkan petani beralih ke sistem budidaya yang lebih berkelanjutan, seperti semi-organik.</p>
<p></p>
<p>Dalam target penanganan, Heli menyebut Pemkot membagi dalam dua tahap. Jangka pendek, satu tahun ke depan difokuskan untuk menahan laju alih fungsi lahan apel yang semakin masif. Sementara jangka menengah, dalam kurun dua hingga tiga tahun, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas per hektare seiring perbaikan kualitas tanah dan mulai berbuahnya bibit baru.</p>
<p></p>
<p>Sembari menunggu distribusi bantuan pupuk subsidi dan program berjalan optimal, petani diminta tidak pasif. Pemkot mendorong petani mulai melakukan pemupukan organik mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain itu, pola tumpang sari dengan tanaman hortikultura jangka pendek juga dianjurkan guna menjaga perputaran ekonomi harian.</p>
<p></p>
<p>“Petani juga harus aktif dalam kelompok tani supaya distribusi bantuan, termasuk pupuk subsidi, bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kondisi penurunan produksi, Heli mengimbau petani agar tidak terburu-buru mengalihfungsikan lahan apel. Ia menegaskan bahwa apel bukan sekadar komoditas, melainkan identitas Kota Batu yang harus dijaga bersama.</p>
<p></p>
<p>Terkait komitmen mengembalikan kejayaan apel sebagai ikon daerah, Pemkot memastikan program tersebut sudah berjalan di lapangan. Distribusi bibit dan sarana produksi, termasuk pupuk, mulai dilakukan melalui dinas terkait. Di sisi hilir, Pemkot juga tengah mendorong kerja sama dengan sektor pariwisata agar produk olahan apel lokal terserap pasar.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, sejumlah titik lahan telah dijadikan proyek percontohan revitalisasi dan mulai menunjukkan perbaikan kualitas buah. Pemkot berkomitmen terus mengawal kebijakan dan anggaran agar sektor apel kembali menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Ini sudah tahap implementasi, bukan lagi perencanaan. Kami optimistis, dengan pembenahan pupuk dan ekosistem pertanian, apel Kota Batu bisa kembali bangkit,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Zoonosis, Pemkot Batu Perkuat Pertahanan Pangan dari Kesehatan Ternak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-zoonosis-pemkot-batu-perkuat-pertahanan-pangan-dari-kesehatan-ternak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-zoonosis-pemkot-batu-perkuat-pertahanan-pangan-dari-kesehatan-ternak</guid>
<description><![CDATA[ Langkah simultan yang dilakukan Pemkot Batu mulai dari penguatan kesehatan ternak hingga pengembangan bibit unggul menunjukkan pendekatan ketahanan pangan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya menjaga produksi tetap stabil, tetapi juga membangun sistem perlindungan dari hulu ke hilir agar sektor pertanian dan peternakan tetap tangguh menghadapi ancaman penyakit maupun perubahan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4ef9009fe.webp" length="23538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 16:41:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zoonosis, Penyakit, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai memperketat pengawasan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan. Ancaman penyakit menular dan zoonosis kini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya pada hewan ternak, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu Hendry Suseno pada Rabu (15/4/2026) menguraikan ratusan peternak di Kota Batu didorong meningkatkan kewaspadaan sekaligus pemahaman terhadap kesehatan hewan. Langkah ini diwujudkan lewat sosialisasi masif yang melibatkan sedikitnya 250 peternak dari berbagai komoditas, mulai sapi, kambing, domba hingga unggas, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiaji.</p>
<p></p>
<p>"Penguatan kapasitas peternak menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit. Kalau peternaknya paham, maka kualitas ternak meningkat dan itu langsung berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Distan KP menghadirkan tenaga ahli di bidang kesehatan hewan untuk memberikan pemahaman teknis, mulai dari deteksi dini penyakit hingga penanganan yang tepat. Peternak juga ditekankan untuk menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) guna memastikan produk ternak tetap layak konsumsi.</p>
<p></p>
<p>Tak berhenti di edukasi, langkah konkret juga dilakukan melalui program vaksinasi. Salah satu titik prioritas berada di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, dengan target 200 ekor ternak. Program ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi wabah yang bisa merugikan peternak.</p>
<p></p>
<p>“Vaksinasi ini penting untuk memastikan ternak tetap sehat dan hasilnya aman dikonsumsi masyarakat. Di sisi lain, Pemkot Batu juga mulai membangun fondasi ketahanan pangan dari sektor pertanian. Salah satunya melalui rencana pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan di Desa Sumberbrantas yang disepakati dalam Musyawarah Desa," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Laboratorium ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bibit unggul, yang akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Program ini juga diarahkan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Distan KP memastikan akan terlibat aktif dalam pendampingan program tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan, agar hasilnya benar-benar berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Tekankan Peran Strategis Sekda sebagai “Dirijen” Birokrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-peran-strategis-sekda-sebagai-dirijen-birokrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-peran-strategis-sekda-sebagai-dirijen-birokrasi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menargetkan dapat menjaring figur Sekda yang tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak birokrasi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4e447a388.webp" length="16120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 16:11:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Strategis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa posisi Sekretaris Daerah (Sekda) bukan sekadar jabatan administratif, melainkan kunci penggerak utama jalannya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Hal ini disampaikannya seiring dibukanya Seleksi Terbuka (Selter) untuk mengisi jabatan Sekda definitif.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Rabu (15/4/2026) menguraikan bahwa sekda ideal harus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat serta mampu menyatukan berbagai kepentingan dan sudut pandang di internal organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengibaratkan peran Sekda seperti seorang dirijen dalam sebuah orkestra.</p>
<p></p>
<p>“Sekda yang ideal itu seperti konduktor atau dirijen. Ia harus mampu memadukan suara-suara yang berbeda untuk mewujudkan visi misi Mbatu Sae. Sehingga struktur birokrasi di Pemkot Batu terdiri dari berbagai OPD dengan karakter dan pendekatan kebijakan yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, Sekda berperan sebagai pengarah agar seluruh elemen dapat berjalan dalam satu irama yang selaras," urainya.</p>
<p></p>
<p>Cak Nur menilai, harmonisasi tersebut akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan. Ketika koordinasi berjalan baik, program pembangunan dapat dieksekusi lebih efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia menekankan bahwa Sekda juga harus mampu menjadi figur yang memberikan arahan, perlindungan, serta nasihat bagi jajaran birokrasi. Peran ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan kinerja pemerintahan tetap berjalan sesuai arah kebijakan.</p>
<p></p>
<p>Tak kalah penting, aspek ketegasan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan juga menjadi perhatian. Menurutnya, Sekda harus mampu bertindak cepat tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Sekda harus cakap, mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tidak berbelit, karena rujukan regulasinya sudah jelas,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, Pemkot Batu telah resmi membuka Seleksi Terbuka (Selter) untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda melalui pengumuman bernomor 800/600/PANSEL/35.79.502/2026. Proses ini terbuka tidak hanya bagi ASN internal, tetapi juga bagi ASN dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Nganjuk Sebut SPPG di Dekat Gudang Tembakau Tak Masalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-sebut-sppg-di-dekat-gudang-tembakau-tak-masalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-sebut-sppg-di-dekat-gudang-tembakau-tak-masalah</guid>
<description><![CDATA[ Penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df374e9fb14.webp" length="45518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 15:41:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG Nganjuk, pendirian SPPG, bersebelahan gudang tembakau, diperbolehkan, Gudang tembakau, Candirejo Loceret</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) memberikan klarifikasi resmi terkait polemik standarisasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk. Hal ini merespons kekhawatiran publik mengenai letak operasional SPPG Yayasan Darul Falah di Desa Candirejo yang berdampingan dengan gudang tembakau.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Wakil Satgas MBG Nganjuk, Judi Ernanto, menegaskan bahwa penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Fokus kami adalah higienitas. Gudang tembakau berisi benda mati yang kering, berbeda dengan kandang ayam atau peternakan yang memiliki risiko kuman dan polusi udara tinggi. Selama bangunan memiliki pembatas jelas dan protokol kebersihan terjaga, lokasi tersebut diperbolehkan," ujar Judi pada Rabu (15/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Judi menambahkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan ketat, terutama pada lokasi yang memiliki risiko kontaminasi biologis tinggi untuk menjamin parameter kesehatan pangan tetap terjaga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Terkait tudingan kurangnya transparansi dan kekhawatiran kontaminasi silang, Satgas MBG menjelaskan bahwa seluruh penentuan titik koordinat operasional berada di bawah otoritas penuh Badan Gizi Nasional (BGN). Artinya, Satgas daerah tidak terlibat langsung dalam penentuan titik awal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Surat perintah operasional hanya diterbitkan setelah tim verifikasi BGN menyatakan lokasi tersebut layak. Evaluasi mencakup aspek sterilitas ruang pengolahan dan potensi gangguan lingkungan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Penentuan titik tersebut sudah melalui proses verifikasi dari BGN sebelum surat perintah jalan diterbitkan. Pihak pusatlah yang menentukan kelayakan awal suatu lokasi," jelas Judi dalam konfirmasi sebelumnya pada Senin (6/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Program penguatan gizi melalui SPPG di Nganjuk kini menjadi sorotan nasional. Fokus utama evaluasi saat ini diarahkan pada SPPG Yayasan Darul Falah Baron di Kecamatan Loceret guna memastikan bahwa fasilitas pengolahan pangan tetap steril meski berada di kawasan industri lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Langkah pengawasan ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas gizi tanpa kompromi, sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai integritas operasional di lapangan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Direktur Perumdam Tirta Kencana dan Bupati Jombang Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/direktur-perumdam-tirta-kencana-dan-bupati-jombang-raih-penghargaan-top-bumd-awards-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/direktur-perumdam-tirta-kencana-dan-bupati-jombang-raih-penghargaan-top-bumd-awards-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perumda Air Minum Tirta Kencana berhasil membawa pulang Medali Golden, sekaligus mengantarkan Bupati Jombang Warsubi dan Direktur Utama Khoirul Hasyim meraih penghargaan individu bergengsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69def8695dbce.webp" length="62586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 09:51:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Perumda Tirta Kencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Prestasi membanggakan ditorehkan Kabupaten Jombang dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026). </p>
<p>Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana berhasil membawa pulang Medali Golden, sekaligus mengantarkan Bupati Jombang Warsubi dan Direktur Utama Khoirul Hasyim meraih penghargaan individu bergengsi.</p>
<p>Medali Golden diraih Perumda Tirta Kencana atas konsistensinya mempertahankan predikat Bintang 5 selama empat tahun berturut-turut. </p>
<p>Capaian ini menjadi bukti solidnya tata kelola perusahaan serta inovasi berkelanjutan dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat Jombang.</p>
<p>Penilaian ketat dari dewan juri independen yang melibatkan pakar ekonomi dan akademisi nasional menyoroti tiga aspek utama: Pencapaian kinerja keuangan yang sehat, Perbaikan sistem layanan digital dan respons pelanggan, serta Kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>"Capaian Medali Golden ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim. Ini bukan sekadar angka, melainkan representasi kualitas layanan yang semakin baik bagi masyarakat," ujar Khoirul Hasyim yang juga dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2026, dalam pesan diterima wartawan, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Di tingkat kepemimpinan daerah, Bupati Jombang Warsubi turut meraih penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2026. Apresiasi ini diberikan atas peran aktifnya dalam mendorong tata kelola perusahaan daerah yang sehat, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.</p>
<p>"Penghargaan ini adalah pelecut semangat. BUMD harus menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik dan pemulihan ekonomi daerah, bukan sekadar mengejar profit," tegas Bupati Warsubi.</p>
<p>Tak hanya Perumda Tirta Kencana, dua institusi lain di bawah naungan Pemkab Jombang juga mencatatkan prestasi gemilang di malam yang sama. PT BPR Bank Jombang (Perseroda) sukses meraih Golden Trophy (Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut), sementara RSUD Ploso berhasil menyabet predikat Bintang 4 atas peningkatan mutu layanan kesehatan.</p>
<p>Dengan raihan ini, Jombang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu barometer sukses tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di tingkat nasional. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Kepala Daerah di Jatim Ditangkap KPK dalam Enam Bulan Terakhir, Pemprov Janjikan Evaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-kepala-daerah-di-jatim-ditangkap-kpk-dalam-enam-bulan-terakhir-pemprov-janjikan-evaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-kepala-daerah-di-jatim-ditangkap-kpk-dalam-enam-bulan-terakhir-pemprov-janjikan-evaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Ponorogo ditangkap pada November 2025, Wali Kota Madiun ditangkap KPK pada Januari 2026, dan Bupati Tulungagung ditangkap KPK pada April 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69defb24bdb6d.webp" length="33380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 09:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah di Jawa Timur memicu langkah reaktif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi total dan pembenahan sistem guna memitigasi praktik rasuah di lingkungan pemerintah daerah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Langkah ini diambil menyusul penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang menambah panjang daftar kepala daerah di wilayah tersebut yang terjerat kasus korupsi dalam setahun terakhir.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memiliki kepekaan tinggi terhadap perkembangan pola tindak pidana korupsi. Menurutnya, pembenahan sistem monitoring menjadi harga mati untuk menutup celah penyimpangan, terutama pada sektor-sektor rawan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Pemerintah daerah harus sigap merespons setiap temuan modus baru dalam praktik korupsi. Begitu ditemukan pola baru, kami harus segera menyikapi dan berkonsultasi dengan berbagai pihak, termasuk KPK, untuk membenahi sistem pencegahan," ujar Emil saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Surabaya, Selasa (14/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Emil menyebut dua sektor yang kerap menjadi titik lemah integritas kepala daerah, yakni pengadaan barang dan jasa serta mutasi jabatan. Meskipun Pemprov Jatim mengeklaim telah mengedepankan transparansi, rangkaian OTT belakangan ini menunjukkan perlunya penguatan integritas secara lebih masif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Jawa Timur menjadi sorotan publik setelah tiga kepala daerah terjaring operasi senyap KPK dalam kurun waktu enam bulan belakangan:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Bupati Tulungagung ditangkap KPK pada April 2026, Gatut Sunu Wibowo ditahan terkait dugaan pemerasan terhadap staf dan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Wali Kota Madiun ditangkap KPK pada Januari 2026, Maidi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dana Corporate Social Responsibility (CSR).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Bupati Ponorogo ditangkap pada November 2025, Sugiri Sancoko terjaring OTT terkait dugaan suap pengurusan jabatan dan proyek strategis daerah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Pasca-penahanan Gatut Sunu Wibowo, Pemprov Jatim bergerak cepat untuk memastikan pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung tidak lumpuh. Sesuai dengan regulasi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah provinsi segera memproses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Kami memastikan roda pemerintahan di Tulungagung tetap berjalan. Penunjukan Plt Bupati dilakukan sesuai ketentuan agar koordinasi wilayah dan pelayanan masyarakat tidak terhambat," tambah Emil.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sebagai langkah preventif ke depan, Pemprov Jatim berencana meningkatkan intensitas koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPK untuk melakukan supervisi berkala terhadap kebijakan daerah yang memiliki risiko korupsi tinggi. Pembenahan sistem ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan di Jawa Timur. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sumber: Beritasatu.com<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Sebut Penggunaan Jasa EO Rp113 Miliar Demi Menjaga Akuntabilitas Administrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bgn-sebut-penggunaan-jasa-eo-rp-113-miliar-demi-menjaga-akuntabilitas-administrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bgn-sebut-penggunaan-jasa-eo-rp-113-miliar-demi-menjaga-akuntabilitas-administrasi</guid>
<description><![CDATA[ Jasa EO dinilai memiliki kapabilitas untuk menyusun rincian kegiatan secara komprehensif dalam waktu singkat. Dengan sistem yang sudah mapan, pihak ketiga dianggap mampu menjaga standar pertanggungjawaban laporan keuangan sesuai regulasi yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de46214a069.webp" length="21448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 08:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, memberikan klarifikasi resmi terkait alokasi anggaran sebesar Rp113 miliar yang digelontorkan untuk penggunaan jasa Event Organizer (EO). <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Langkah ini diambil sebagai strategi taktis guna memastikan operasional lembaga tetap berjalan di tengah keterbatasan infrastruktur pada fase awal pembentukan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dalam keterangannya saat kunjungan di Kediri, Sony menegaskan bahwa saat anggaran tersebut dialokasikan, BGN berada dalam kondisi transisi sebagai lembaga baru. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menjadi kendala utama dalam melaksanakan program-program strategis nasional secara mandiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“BGN saat itu merupakan institusi yang baru terbentuk dan belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun sistem pendukung yang memadai. Karena itu, kami memutuskan menggunakan jasa pihak ketiga agar roda organisasi dan kegiatan tetap berjalan tanpa hambatan teknis,” ujar Sony Sanjaya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sony membeber alasan di balik pemilihan skema jasa EO. Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar soal kemudahan teknis, melainkan aspek efektivitas manajerial dan legalitas administratif. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Jasa EO dinilai memiliki kapabilitas untuk menyusun rincian kegiatan secara komprehensif dalam waktu singkat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Dengan sistem yang sudah mapan, pihak ketiga dianggap mampu menjaga standar pertanggungjawaban laporan keuangan sesuai regulasi yang berlaku.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Penggunaan vendor eksternal memungkinkan jajaran internal BGN untuk lebih fokus pada penyusunan kebijakan substansial ketimbang urusan logistik teknis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Meski angka Rp 113 miliar memicu perhatian publik, Sony menjamin bahwa seluruh penggunaan dana tersebut dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Ia menekankan bahwa profesionalisme pihak ketiga dalam menyusun laporan kegiatan menjadi kunci utama agar setiap rupiah yang dikeluarkan tidak menyalahi aturan tata kelola keuangan negara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Penggunaan EO ini justru membantu kami menjaga akuntabilitas. Mereka memiliki sistem perencanaan yang detail, sehingga secara administrasi, seluruh kegiatan tetap berada dalam koridor yang benar dan dapat diaudit,” pungkasnya. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Sumber: Beritasatu.com<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Volume Sampah Membludak, Pemkot Blitar Siapkan Lahan Baru untuk TPA Ngegong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/volume-sampah-membludak-pemkot-blitar-siapkan-lahan-baru-untuk-tpa-ngegong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/volume-sampah-membludak-pemkot-blitar-siapkan-lahan-baru-untuk-tpa-ngegong</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Blitar menyiapkan lahan baru untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di Ngegong. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi volume sampah yang membludak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de45760574e.webp" length="24424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 21:47:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Atasi, Volume, Sampah, Pemkot, Blitar, Perluas, Lahan, TPA.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat merespons lonjakan volume sampah yang kian meningkat dengan menyiapkan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong.</p>
<p>Langkah ini ditempuh untuk mencegah terjadinya overload yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Pada tahun 2026, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pengadaan lahan baru. Perluasan ini dinilai mendesak, mengingat TPA Ngegong saat ini menerima sekitar 70 ton sampah setiap hari.</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua strategi utama dalam penanganan sampah. Selain perluasan lahan, Pemkot juga tengah mengkaji penggunaan teknologi insinerator melalui Dinas Lingkungan Hidup.</p>
<p>"Untuk tahap awal, kami fokus pada pengadaan lahan. Tahun ini prosesnya mulai berjalan dengan menyesuaikan harga tanah di sekitar lokas," jelasnya, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Dari anggaran yang disiapkan, luas lahan yang ditargetkan untuk perluasan diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Langkah ini diharapkan mampu menambah kapasitas tampung TPA sehingga pengelolaan sampah tetap optimal.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.</p>
<p>Ia menilai penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.</p>
<p>"Perluasan TPA Ngegong menjadi langkah strategis yang harus segera direalisasikan. Kami ingin pengelolaan sampah di Kota Blitar tetap berjalan baik dan berkelanjutan," tegasnya.</p>
<p>Dengan adanya rencana penambahan lahan dan pengembangan teknologi pengolahan sampah, Pemkot Blitar berharap permasalahan overload di TPA Ngegong dapat segera teratasi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disdagrin Jombang Sebut Pasokan LPG 3 Kg Berkurang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disdagrin-jombang-sebut-pasokan-lpg-3-kg-berkurang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disdagrin-jombang-sebut-pasokan-lpg-3-kg-berkurang</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari rantai pasok utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de33183f5a5.webp" length="39190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Elpiji, LPG 3 Kg, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP –</strong> Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang mengonfirmasi bahwa pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di wilayahnya saat ini tengah mengalami pengurangan jumlah kiriman. Kondisi ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari rantai pasok utama.</p>
<p>Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, menegaskan bahwa situasi yang terjadi bukanlah kelangkaan mutlak, melainkan keterbatasan stok di tingkat pengecer akibat pengiriman yang tidak sesuai volume normal.</p>
<p>"Kalau kelangkaan itu berarti barangnya sama sekali tidak ada. Ini masih ada pengiriman rutin, hanya saja jumlahnya berkurang signifikan," ujar Anjik saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, jika biasanya seorang pengecer menerima jatah 20 tabung per pengiriman, saat ini jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar lima tabung saja.</p>
<p>Anjik menjelaskan, penyusutan pasokan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, rantai distribusi dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Surabaya mengalami keterlambatan pengiriman. Kedua, terdapat pengaruh eksternal berupa dinamika ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas sektor energi.</p>
<p>Di samping faktor distribusi dan global, tingginya permintaan masyarakat pascalibur Syawal juga menjadi pemicu berkurangnya stok di pasaran. Aktivitas warga yang kembali meningkat membuat konsumsi gas bersubsidi tersebut ikut melonjak.</p>
<p>"Permintaan sedang tinggi, sementara kiriman dari SPBE terbatas. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Jombang, tetapi juga di sejumlah daerah lain," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, Disdagrin Jombang optimistis situasi akan segera normal. Pihak SPBE disebut telah berkomitmen untuk mengirimkan pasokan sesuai kuota dalam pekan ini.</p>
<p>"Kami akan terus turun memantau. Harapannya, dalam waktu dekat distribusi kembali lancar dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," pungkas Anjik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Soroti Pentingnya Figur Sekda yang Responsif dan Paham Kebutuhan Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pentingnya-figur-sekda-yang-responsif-dan-paham-kebutuhan-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pentingnya-figur-sekda-yang-responsif-dan-paham-kebutuhan-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, DPRD Kota Batu menilai proses seleksi Sekda ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan figur birokrasi yang profesional, responsif, dan memahami kebutuhan daerah. Dengan mekanisme seleksi yang terbuka dan berbasis merit, diharapkan hasil akhir tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab tantangan pelayanan publik serta memperkuat efektivitas kinerja pemerintahan di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de229d6dc1a.webp" length="14562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Dinamika Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu turut mendapat perhatian dari kalangan legislatif. DPRD Kota Batu menekankan pentingnya menghadirkan figur Sekda yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan birokrasi secara cepat dan tepat.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto pada Selasa (14/4/2026) menyampaikan bahwa posisi Sekda memiliki peran sentral dalam memastikan jalannya roda pemerintahan berjalan efektif. Karena itu, sosok yang terpilih diharapkan memiliki karakter kerja yang responsif serta mampu mengakselerasi pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>"Kecepatan dalam menerjemahkan regulasi menjadi langkah konkret di lapangan menjadi salah satu indikator penting yang harus dimiliki calon Sekda. Hal ini berkaca dari masih adanya keluhan masyarakat terkait proses pelayanan administratif di masa sebelumnya," urainya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, DPRD juga menekankan agar proses seleksi berjalan secara independen dan transparan. Panitia seleksi diharapkan menggunakan indikator penilaian yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan guna menjaga kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>Ludi menambahkan, meskipun seleksi dibuka secara luas bagi ASN di wilayah Jawa Timur, pemahaman terhadap kondisi lokal tetap menjadi nilai penting. Hal tersebut dinilai dapat mendukung efektivitas koordinasi serta pengambilan kebijakan di tingkat daerah.</p>
<p></p>
<p>“Pemahaman kondisi lokal itu penting, terutama untuk mendukung kinerja birokrasi yang lebih efektif. Untuk itu sekda harus punya kecepatan dalam menjalankan regulasi agar pelayanan publik bisa maksimal,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan penekanan tersebut, DPRD berharap proses seleksi Sekda tidak hanya menghasilkan pejabat struktural, tetapi juga figur pemimpin birokrasi yang mampu memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bursa Sekda Mengarah ke Figur Birokrat Lebih Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bursa-sekda-mengarah-ke-figur-birokrat-lebih-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bursa-sekda-mengarah-ke-figur-birokrat-lebih-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mengerucutnya kandidat pada figur birokrat yang lebih muda, seleksi Sekda Kota Batu berpotensi menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh birokrasi. Kombinasi usia produktif, pengalaman memimpin OPD, serta tuntutan kerja yang semakin dinamis menjadi faktor penentu arah baru tata kelola pemerintahan ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de21c882780.webp" length="20372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 18:32:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, Figur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Dinamika Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai menunjukkan arah baru. Ketatnya persyaratan usia dan pengalaman membuat bursa kandidat cenderung mengerucut pada figur birokrat yang lebih muda dan masih berada dalam masa produktif.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Selasa (14/4/2026) menegaskan bahwa batas usia maksimal 58 tahun saat pelantikan menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar. Aturan ini secara otomatis menyaring sejumlah pejabat senior yang selama ini dinilai berpengalaman di lingkungan Pemkot Batu.</p>
<p>“Aturannya jelas, yang dihitung usia saat pelantikan. Jadi meskipun saat mendaftar masih 58 tahun, tetap tidak memenuhi syarat," urainya.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat peta persaingan bergeser dan nama-nama yang mencuat justru berasal dari kalangan pejabat yang relatif lebih muda, namun telah memiliki pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim, Kepala DPMPTSP Dyah Lies Tina, serta Kepala Dinas Kesehatan Aditya Prasaja.</p>
<p>Mereka dinilai memiliki kombinasi usia yang masih panjang dalam masa jabatan, sekaligus rekam jejak kepemimpinan yang cukup untuk memenuhi syarat minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).</p>
<p>"Kebijakan pembatasan usia ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan birokrasi. Dengan masa kerja yang lebih panjang, Sekda terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan program pembangunan secara berkelanjutan tanpa terhambat masa pensiun yang terlalu dekat," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, minimnya pendaftar di tahap awal seleksi turut memperkuat indikasi bahwa tidak semua pejabat siap masuk dalam kontestasi yang kompetitif ini. Hingga pertengahan masa pendaftaran, belum ada pejabat internal yang secara resmi mendaftar, sementara tiga akun dari luar provinsi baru sebatas login.</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses masih sangat dinamis dan peluang bagi kandidat potensial masih terbuka hingga batas akhir pendaftaran.</p>
<p>“Yang dari internal memang belum ada yang mendaftar. Tapi waktu masih ada, kami berharap kandidat-kandidat potensial segera mengambil kesempatan ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Probolinggo Siapkan Kawasan Industri 321 Hektare, Bidik Investor dan Perkuat Sektor Logistik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-probolinggo-siapkan-kawasan-industri-321-hektare-bidik-investor-dan-perkuat-sektor-logistik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-probolinggo-siapkan-kawasan-industri-321-hektare-bidik-investor-dan-perkuat-sektor-logistik</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Probolinggo terus tancap gas menarik investor! 
Kawasan industri 321 hektare hingga rencana KEK Bromo Integrated Economic City disiapkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadikan kota ini sebagai pusat logistik masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de16a707cdd.webp" length="32566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 17:57:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, InvestasiDaerah, KawasanIndustri, Logistik, EnergiTerbarukan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP –</strong> Pemerintah Kota Probolinggo terus menggencarkan upaya untuk menarik minat investor dengan menyiapkan kawasan khusus industri sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo secara berkelanjutan.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang daerah tahun 2025 hingga 2045.</p>
<p>Dalam visi tersebut, Kota Probolinggo diarahkan menjadi kota logistik yang kuat, modern, serta berkelanjutan dalam mendukung aktivitas ekonomi regional maupun nasional.</p>
<p>“Pemerintah Kota Probolinggo telah menyiapkan sejumlah kawasan strategis, termasuk kawasan peruntukan industri seluas 321 hektare. Selain itu, kami juga tengah merancang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dinamakan Bromo Integrated Economic City,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan kawasan industri dan rencana KEK tersebut diharapkan menjadi magnet baru bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kota Probolinggo.</p>
<p>Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan berbagai kemudahan, terutama dalam proses perizinan, guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.</p>
<p>Selain kemudahan regulasi, Pemkot Probolinggo juga berupaya menghadirkan lingkungan usaha yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal ini dinilai penting agar para investor merasa yakin dan terlindungi dalam menjalankan kegiatan usahanya di daerah tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Aminuddin mengungkapkan bahwa Kota Probolinggo memiliki berbagai potensi sektor yang menjanjikan bagi investasi. Di antaranya sektor pertanian, energi, hingga logistik yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara optimal.</p>
<p>Tak hanya itu, peluang investasi juga terbuka lebar pada sektor energi baru terbarukan, seperti pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan, sektor ini juga diyakini mampu menarik minat investor yang fokus pada pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Di sisi lain, sektor pengolahan hasil pertanian dan pengembangan pergudangan logistik juga menjadi fokus utama. Kedua sektor ini dinilai strategis karena dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai pusat distribusi barang di wilayah tapal kuda Jawa Timur.</p>
<p>“Kami akan terus memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi berbagai kebutuhan agar potensi investasi yang ada dapat terealisasi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis dapat menarik lebih banyak investor serta menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berdaya saing tinggi di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Gelar Sidak, Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman dan Masyarakat Diminta Tak Panik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-bupati-probolinggo-fahmi-abdul-haq-zaini-gelar-sidak-pastikan-stok-lpg-3-kg-aman-dan-masyarakat-diminta-tak-panik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-bupati-probolinggo-fahmi-abdul-haq-zaini-gelar-sidak-pastikan-stok-lpg-3-kg-aman-dan-masyarakat-diminta-tak-panik</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Probolinggo memastikan stok LPG 3 Kg di Kraksaan aman! 
Meski sempat dikeluhkan langka, ternyata peningkatan konsumsi dan isu di medsos jadi pemicunya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panic buying. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de029b50aa7.webp" length="55930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 17:06:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KabupatenProbolinggo, LPG3KG, GasElpiji, KebutuhanPokok, Energi, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP – </strong>Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Kraksaan, masih dalam kondisi aman.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) terhadap stabilisasi harga serta distribusi LPG 3 Kg pada Selasa (14/6/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, pihak SPBE, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda M. Sjaiful Efendi, Kabid Perdagangan DKUPP Mehdinsareza Wiriarsa, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Arie Kartikasari bersama sejumlah pejabat lainnya.</p>
<p>Dalam kegiatan monev ini, tim melakukan pengecekan langsung ke salah satu agen LPG 3 Kg di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, guna memastikan stok serta mekanisme distribusi berjalan sesuai aturan. Selanjutnya, tim melanjutkan pemantauan ke dua pangkalan di Desa Kalibuntu, serta berdialog dengan pengecer dan masyarakat sebagai konsumen.</p>
<p>Dari hasil pengecekan tersebut, Wabup Fahmi memastikan tidak ada pengurangan alokasi distribusi LPG 3 Kg baik di tingkat agen maupun pangkalan.</p>
<p>“Kami sudah mengecek langsung ke agen dan pangkalan. Tidak ada pengurangan jatah harian. Alokasi yang berkisar 3.000 hingga 5.000 tabung per hari masih berjalan normal,” ujarnya.</p>
<p>Meski stok dinyatakan aman, di lapangan masih ditemukan keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal itu, Fahmi menilai kondisi tersebut lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat.</p>
<p>“Rantai pasok dari SPBE ke agen hingga pangkalan masih aman. Namun konsumsi memang meningkat sejak Ramadhan hingga pasca Lebaran. Bahkan di beberapa wilayah tradisi Lebaran berlangsung lebih lama hingga sebulan,” jelasnya.</p>
<p>Selain faktor peningkatan konsumsi, beredarnya isu kelangkaan di media sosial juga dinilai memicu kepanikan masyarakat sehingga terjadi pembelian berlebih.</p>
<p>“Kami menghimbau masyarakat tidak panik. Stok aman, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan,” tegasnya.</p>
<p>Dari sisi harga, Wabup Fahmi memastikan bahwa harga LPG 3 Kg di tingkat pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000. Namun demikian, di tingkat pengecer masih ditemukan harga yang lebih tinggi.</p>
<p>“Di pangkalan sudah sesuai HET Rp18.000. Kalau di pengecer bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000. Ini yang sedang kami dalami,” terangnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjut Fahmi, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran, termasuk praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi.</p>
<p>“Jika ada pelanggaran, kami akan tindak lanjuti. Sanksinya bisa berupa administratif hingga pencabutan izin usaha,” lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan praktik distribusi LPG 3 Kg yang tidak sesuai aturan, termasuk penyaluran di luar pangkalan resmi.</p>
<p>“Dengan kegiatan ini kami berharap stabilitas harga dan pasokan LPG 3 kilogram tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sektor Pariwisata Kota Batu Mulai Terapkan Konsep Inklusif Melalui Pemberdayaan Warga Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sektor-pariwisata-kota-batu-mulai-terapkan-konsep-inklusif-melalui-pemberdayaan-warga-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sektor-pariwisata-kota-batu-mulai-terapkan-konsep-inklusif-melalui-pemberdayaan-warga-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dominasi pekerja lokal, perputaran ekonomi diharapkan lebih banyak menetap di wilayah setempat, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga efek berganda (multiplier effect) terhadap usaha kecil di sekitar kawasan wisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddf7786b101.webp" length="38274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tenaga Lokal, Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Sektor pariwisata di Kota Batu mulai menunjukkan arah baru yang lebih inklusif. Mikutopia muncul sebagai salah satu contoh industri wisata yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.</p>
<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu, M. Forkan, pada Selasa (14/4/2026), menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan dan manajemen Mikutopia. </p>
<p>Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa dari total 203 karyawan, sekitar 95 persen atau 192 orang merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p>"Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar. Ini yang kita dorong, agar investasi juga berdampak langsung pada masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Model ini dinilai berbeda dari kecenderungan umum di sektor pariwisata yang kerap menyerap tenaga kerja dari luar daerah. Dengan dominasi pekerja lokal, perputaran ekonomi diharapkan lebih banyak menetap di wilayah setempat, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga efek berganda (<em>multiplier effect</em>) terhadap usaha kecil di sekitar kawasan wisata.</p>
<p>Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tetap menekankan bahwa pemberdayaan tenaga lokal harus dibarengi dengan perlindungan tenaga kerja yang memadai. Dalam audiensi tersebut, manajemen Mikutopia menyatakan komitmennya untuk mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>"Perusahaan juga didorong segera menyusun Peraturan Perusahaan guna memberikan kepastian hukum dalam hubungan kerja. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan serapan tenaga kerja juga diikuti dengan jaminan hak pekerja," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi pengupahan, penerapan Upah Minimum Kota (UMK) masih dilakukan secara bertahap, mengingat usaha tersebut masih dalam fase pengembangan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harus terus berjalan sesuai standar yang berlaku.</p>
<p>Tak hanya berdampak pada tenaga kerja, keberadaan Mikutopia juga mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Dalam kurun waktu 10 hari pada Maret 2026, tercatat setoran pajak hiburan mencapai Rp352 juta, yang menunjukkan potensi besar sektor ini dalam menopang ekonomi daerah.</p>
<p>Terpisah, Humas Mikutopia, Brian Kenendra, menegaskan bahwa pihaknya memang menargetkan pertumbuhan usaha yang sejalan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.</p>
<p>"Kami ingin tumbuh bersama warga lokal, terutama di Desa Tulungrejo, dengan membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata," tandasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluhan Menu MBG di Bendungrejo Nganjuk Jadi Bahan Evaluasi Satgas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluhan-menu-mbg-di-bendungrejo-nganjuk-jadi-bahan-evaluasi-satgas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluhan-menu-mbg-di-bendungrejo-nganjuk-jadi-bahan-evaluasi-satgas</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddc3a10662d.webp" length="39220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 13:49:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG Nganjuk Judi Ernanto, MBG, SDN Bandungrejo, klarifikasi, menu MBG, viral MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Nganjuk memberikan klarifikasi terkait munculnya keluhan mengenai menu makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP-PG) Bendorejo. </p>
<p></p>
<p>Pihak Satgas menegaskan bahwa hingga saat ini proses distribusi berjalan normal dan tidak ditemukan gangguan kesehatan serius, seperti keracunan.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data di lapangan, program ini melayani lebih dari 1.500 penerima manfaat di SPP-PG Bendorejo. </p>
<p></p>
<p>Terkait adanya keluhan personal, Judi menjelaskan bahwa dalam sistem distribusi massal, penyesuaian porsi secara individu sulit dilakukan. Namun, ia memastikan standar gizi tetap menjadi prioritas utama. </p>
<p></p>
<p>Judi juga menegaskan tidak ada laporan maupun kasus keracunan di lokasi tersebut, meski pihaknya telah berkoordinasi melalui telepon dengan pihak kecamatan untuk memastikan kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mencatat bahwa di lokasi lain yang menerima menu serupa tidak ditemukan komplain, sehingga keluhan ini akan dijadikan bahan evaluasi spesifik untuk unit terkait," ujar Judi, Selasa (14/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim SPPG, namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.</p>
<p></p>
<p>"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap guru tersebut saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak sampai di situ, kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.</p>
<p></p>
<p>"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. </p>
<p></p>
<p>Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto, memberikan klarifikasi saat dihubungi melalui WhatsApp. </p>
<p></p>
<p>Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.</p>
<p></p>
<p>Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPR Anjuk Ladang Nganjuk Raih Tiga Penghargaan dalam Top BUMD Awards 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-nganjuk-raih-tiga-penghargaan-dalam-top-bumd-awards-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-nganjuk-raih-tiga-penghargaan-dalam-top-bumd-awards-2026</guid>
<description><![CDATA[ Raihan ini merupakan yang kedua bagi BPR Anjuk Ladang. Dari sekitar 1.700 BUMD di seluruh Indonesia yang masuk dalam tahap penilaian, BPR Anjuk Ladang menjadi salah satu dari 248 peraih penghargaan, bahkan berhasil meningkatkan predikatnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddb391a8a2d.webp" length="33620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 10:29:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>BPR Anjuk Ladang, Borong Tiga Penghargaan, Top BUMD 2026, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — PT BPR Anjuk Ladang (Perseroda) kembali mengukir prestasi. Lembaga jasa keuangan yang akrab disapa Bank Anjuk Ladang ini berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang Top BUMD Awards 2026.</p>
<p>Ketiga penghargaan tersebut meliputi kategori Top Pembina BUMD yang diraih oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi; Top BUMD Awards 2026 kategori BPR Bintang 4; serta Top CEO BUMD yang diraih oleh Direktur BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani.</p>
<p>Raihan ini merupakan yang kedua bagi BPR Anjuk Ladang. Dari sekitar 1.700 BUMD di seluruh Indonesia yang masuk dalam tahap penilaian, BPR Anjuk Ladang menjadi salah satu dari 248 peraih penghargaan, bahkan berhasil meningkatkan predikatnya.</p>
<p>Pada tahun sebelumnya, BPR Anjuk Ladang meraih predikat Bintang 3. Tahun ini, bank tersebut naik kelas ke predikat Bintang 4 yang berarti "Sangat Baik".</p>
<p>Terdapat berbagai kriteria yang dinilai. Pertama, memiliki pencapaian kinerja, kepemimpinan, maupun manajemen yang baik dan relatif selaras dengan visi BUMD.</p>
<p>Kedua, melakukan inovasi yang didukung oleh teknologi informasi. Ketiga, berperan penting dalam pembangunan ekonomi di daerah. Artinya, secara umum, kombinasi pencapaian kinerja, upaya perbaikan, maupun kontribusi BUMD dianggap sangat baik.</p>
<p>Ajang tahunan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), asosiasi dan konsultan bisnis, perguruan tinggi, serta lembaga lainnya.</p>
<p>Acara penyerahan penghargaan Top BUMD berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dan Direktur Utama BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani, menerima langsung penghargaan tersebut.</p>
<p>"Alhamdulillah Kabupaten Nganjuk kembali meraih prestasi. BPR Anjuk Ladang menjadi bukti komitmen dalam memberi layanan terbaik dan solusi terhadap akses jasa keuangan pada masyarakat," kata Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Direktur Utama BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, sehingga lembaga jasa keuangan yang ia pimpin sukses meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut.</p>
<p>"Alhamdulillah atas dukungan, arahan, motivasi dan semangat dari bapak bupati maupun wakil bupati BPR Anjuk Ladang kembali meraih prestasi. Ini bukan akhir, melainkan pemacu semangat kami dalam semakin bersemangat dalam bekerja dan melayani masyarakat," tambah Nur Kamdani.</p>
<p>Gelaran Top BUMD Awards tahun 2026 ini mengusung tema ‘Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan’. Tema tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nganjuk di bawah nakhoda kepemimpinan Bupati Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro.</p>
<p>Bank Anjuk Ladang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).</p>
<p>Berbagai produk jasa keuangan dapat diakses melalui kanal resmi Bank Anjuk Ladang. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai produk Bank Anjuk Ladang dapat diperoleh dengan menghubungi customer service melalui WhatsApp di nomor 0813-5029-6060 atau mengunjungi Kantor Pusat di Jalan Prof. Gondo Wardoyo No. 10, Payaman, Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkot Batu Perkuat Sistem Tanggap Bencana dan Air Bersih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kemarau-panjang-pemkot-batu-perkuat-sistem-tanggap-bencana-dan-air-bersih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kemarau-panjang-pemkot-batu-perkuat-sistem-tanggap-bencana-dan-air-bersih</guid>
<description><![CDATA[ Langkah yang diambil Pemkot Batu menunjukkan pergeseran dari pola reaktif menuju mitigasi berbasis sistem. Dengan menggabungkan kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, dan peran aktif masyarakat, pemerintah berupaya menekan dampak kemarau ekstrem sejak awal. Tantangannya kini ada pada konsistensi eksekusi di lapangan, agar skenario yang disiapkan tidak hanya matang di atas kertas, tetapi benar-benar efektif saat krisis terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce959606d0.webp" length="44062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 22:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kemarau, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menaikkan level kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang 2026. Fokusnya bukan lagi sekadar respons saat bencana terjadi, tetapi membangun sistem kesiapsiagaan sejak awal, terutama untuk menghadapi ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (13/4/2026) menegaskan, pendekatan yang digunakan harus terintegrasi lintas sektor dan selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat. Tujuannya agar penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri dan bisa bergerak cepat saat kondisi darurat muncul.</p>
<p></p>
<p>“Kita tidak bisa bergerak parsial. Semua harus terhubung, dari pusat sampai daerah dan salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pengamanan ketersediaan air bersih," urainya.</p>
<p></p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan Pemkot Batu yang mulai memetakan wilayah rawan kekeringan sekaligus menyiapkan skenario distribusi air jika terjadi krisis. Armada tangki air dan infrastruktur pendukung dipastikan dalam kondisi siap pakai.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan juga diperkuat. Satuan tugas di lapangan mulai disiagakan, termasuk pengecekan peralatan pemadam agar bisa langsung digunakan tanpa hambatan saat dibutuhkan.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dan kering. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak Maret dan akan meluas pada periode April hingga Juni.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, potensi munculnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini turut menjadi perhatian. Fenomena tersebut berisiko menurunkan curah hujan secara signifikan dan memperpanjang periode kering, yang berdampak langsung pada ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Meski saat ini kondisi iklim global masih berada pada fase netral, Pemkot Batu memilih tidak menunggu situasi memburuk. Sejumlah perangkat daerah diminta memastikan seluruh sarana pendukung, mulai dari distribusi air hingga perlengkapan darurat, benar-benar siap digunakan kapan saja.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya aspek teknis, peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian dari strategi. Edukasi terkait potensi bencana dan langkah mitigasi akan diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Pemkot Kediri WFH, Wajib Lakukan Hal Berikut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-pemkot-kediri-wfh-wajib-lakukan-hal-berikut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-pemkot-kediri-wfh-wajib-lakukan-hal-berikut</guid>
<description><![CDATA[ Nantinya ada 60 persen ASN yang melakukan Work From Office (WFO) dan 40 persen WFH.  Wali Kota Kediri berharap para ASN yang melakukan WFH tetap menjaga profesionalitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce612b5d73.webp" length="47402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 21:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>WFH, WFH pemkot Kediri, pemkot Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Pemkot Kediri mulai menerapkan Work From Home (WFH) pada pekan ini. Hari Jumat dipilih sebagai hari WFH bagi sejumlah ASN di lingkungan Pemkot Kediri. </p>
<p>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan tercantum jelas siapa saja yang melakukan WFH. Bagi eselon II, Camat, Lurah, ASN yang melakukan pelayanan publik, tenaga kesehatan dan guru tidak ada WFH. </p>
<p>Nantinya ada 60 persen ASN yang melakukan Work From Office (WFO) dan 40 persen WFH. Wali Kota Kediri berharap para ASN yang melakukan WFH tetap menjaga profesionalitas. </p>
<p>"Kepada ASN yang mendapat jadwal WFH tetap bekerja secara profesional. Jangan gunakan WFH ini untuk berlibur dan nanti akan ada tiga kali absen yakni pagi, siang, sore. Setiap hari atasan juga akan menentukan target kinerja," jelasnya, Senin (13/4/2026). </p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Yunita Hartutiningsih mengungkap ada sejumlah kewajiban yang harus dilakukan para ASN yang melakukan WFH.</p>
<p>Salah satunya terkait absensi. Adapun mekanisme pelaksanaannya yaitu ASN yang melaksanakan WFH pada hari Jumat harus melakukan absensi 3 Kali Check-log. Yaitu pagi mulai pukul 06.30 – 07.00 WIB, siang pukul 11.00 – 11.30 WIB dan sore atau pulang pukul 14.30 – 16.00 WIB. </p>
<p>“Mereka harus melakukan absensi di waktu tersebut. Jika melewatkan salah satu sesi, maka pegawai dianggap tidak bekerja pada hari tersebut dan akan ada sanksi yang merujuk pada PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN,” tegasnya.</p>
<p>Di samping itu, ASN juga wajib melaporkan aktivitas kerja melalui sistem Pusday yang dipantau langsung oleh atasan masing-masing. Kebijakan ini mengacu pada tiga regulasi utama yaitu SE MenPAN-RB No. 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Daerah, SE Menteri Dalam Negeri No. 3349/SJ Tahun 2026 Tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan Pemerintah Daerah dan SE Wali Kota Kediri Nomor 800/W.106 /419.203 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri. </p>
<p>"Tujuan kebijakan ini ialah efisiensi penggunaan energi serta optimalisasi kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai Diterapkan Pekan Ini, Pemkot Kediri Pilih Hari Jumat Untuk WFH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-diterapkan-pekan-ini-pemkot-kediri-pilih-hari-jumat-untuk-wfh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-diterapkan-pekan-ini-pemkot-kediri-pilih-hari-jumat-untuk-wfh</guid>
<description><![CDATA[ OPD yang bersifat pelayanan publik langsung seperti kesehatan, pendidikan, kebersihan, penyelamatan dan layanan administratif tetap harus optimal dan melaksanakan WFO ( work from office) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce35b0c3f8.webp" length="72684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 20:58:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>WFH, WFH pemkot Kediri, Pemkot Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Kediri akan diberlakukan setiap hari Jumat. Kebijakan terkait efisiensi penggunaan energi serta optimalisasi kinerja ASN itu akan mulai berlaku 17 April 2026 nanti. </p>
<p>Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Yunita Hartutiningsih mengungkapkan, nantinya tidak semua OPD melaksanakan WFH. </p>
<p>OPD yang bersifat pelayanan publik langsung seperti kesehatan, pendidikan, kebersihan, penyelamatan dan layanan administratif tetap harus optimal dan melaksanakan WFO (work from office) </p>
<p>“Sesuai SE Wali Kota Kediri pelaksanaannya nanti dengan komposisi 60 persen WFO dan 40 persen WFH agar produktifitas kinerja tidak terganggu. Kita juga bekerja sama dengan Dinas Kominfo untuk mengembangkan presensi berbasis android yang bernama SuperApps,” jelasnya. </p>
<p>Yunita menekankan bahwa WFH bukan berarti libur, melainkan bekerja dari rumah dengan produktivitas yang tetap terjaga. Karena itu, ia menekankan para ASN yang WFH harus tetap menerapkan disiplin tinggi. </p>
<p>“Tidak ada toleransi alasan kelalaian seperti lupa absen atau hambatan fisik seperti ban bocor, motor rusak karena bekerja dari rumah. Ibu Wali Kota beserta Kepala OPD sewaktu-waktu juga akan melakukan sidak secara acak langsung ke rumah pegawai yang sedang WFH,” terangnya.</p>
<p>Yunita menambahkan, sebagai bahan evaluasi berkala BKPSDM, Kepala OPD diwajibkan melaporkan pelaksanaan WFH di instansinya setiap akhir bulan. Komponen Evaluasi meliputi penggunaan air, penggunaan listrik, efisiensi BBM (kendaraan dinas dan pribadi), perjalanan dinas dan tingkat kehadiran atau disiplin pegawai. </p>
<p>Dirinya berharap kebijakan ini dapat mengurangi mobilitas dan penggunaan listrik kantor, tanpa menurunkan produktivitas kinerja.</p>
<p>“Harapan Pemerintah Kota Kediri adalah tercapainya kerja yang fleksibel tanpa mengganggu produktivitas dan disiplin. Integritas pegawai sangat dibutuhkan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meskipun bekerja dari rumah,” pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya dalam apel Pagi, Senin (13/4/2026) di Halaman Balai Kota, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan dalam Surat Edaran sudah dijelaskan siapa saja yang melakukan WFH. Bagi eselon II, Camat, Lurah, ASN yang melakukan pelayanan publik, tenaga kesehatan dan guru tidak melakukan WFH. </p>
<p>Wali kota termuda ini juga memberikan masukan agar ASN yang melakukan WFO dan dalam keadaan sehat menggunakan sepeda ataupun kendaraan yang tidak berbahan bakar minyak. Lalu di setiap kantor juga harus melakukan hemat energi.</p>
<p>Penggunaan listrik di kantor dan lainnya harus efisien. "Pelayanan bagi masyarakat harus tetap berjalan optimal. Jangan sampai adanya kebijakan WFH menjadi alasan untuk bekerja dengan tidak tanggung jawab dan profesional," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu MBG di Kecamatan Berbek Nganjuk Tak Disukai Anak&amp;Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-di-kecamatan-berbek-nganjuk-tak-disukai-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-di-kecamatan-berbek-nganjuk-tak-disukai-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcd4ffba423.webp" length="29176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 20:19:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SDN Bandungrejo, dikeluhkan, SPPT Bendungrejo, Camat Berbek Toni Susanto, Kecamatan Brebek, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.</p>
<p>​Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengungkapkan, antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.</p>
<p>​"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap sang guru saat dihubungi via WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.</p>
<p>​"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. </p>
<p>Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. </p>
<p>​Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.</p>
<p>Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto dihubungi via WhatsApp memberikan klarifikasi. Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.</p>
<p>​Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini.</p>
<p>Pihaknya menekankan bahwa fokus utama pihak kecamatan saat ini sebenarnya berada pada kategori 3B (Ibu Balita, Menyusui, dan Balita non-PAUD) yang berada di bawah koordinasi PPKB.</p>
<p>​"Sebenarnya wewenang kami lebih kepada kelompok 3B. Sementara untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, koordinasinya langsung melalui pihak Koramil," jelas Camat Toni. </p>
<p>​Toni menyatakan akan tetap mengambil tindakan responsif atas keluhan yang terjadi di SDN Bendungrejo. Ia mengaku terkejut karena selama ini tidak ada laporan kendala di grup koordinasi internal mereka.</p>
<p>​"Saya cukup kaget karena di grup SPPG selama ini tidak ada laporan masalah. Mungkin karena bidang tugas kami yang berbeda (di 3B). Namun, kami akan segera berkomunikasi dan melakukan klarifikasi dengan kepala SPPG Bendungrejo untuk melihat permasalahan sebenarnya di lapangan," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wartawan Suarajatimpost menghubungi Kepala SPPG, Yudik Khoirul Huda. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan chat melalui WhatsApp, ada notifikasi berdering namun tidak direspon. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Optimalkan Dana BTT untuk Tangani Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-optimalkan-dana-btt-untuk-tangani-dampak-banjir-di-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-optimalkan-dana-btt-untuk-tangani-dampak-banjir-di-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas BSBK dan BPBD Bondowoso memanfaatkan dana BTT sekitar Rp500 juta untuk penanganan darurat banjir di tujuh titik, termasuk pembangunan bronjong dan akses sementara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce0242634c.webp" length="78552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="453" data-end="798"><strong data-start="453" data-end="471">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengoptimalkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah cepat dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Skema anggaran darurat ini menjadi andalan di tengah keterbatasan fiskal daerah, terutama untuk merespons kerusakan infrastruktur secara mendesak.</p>
<p data-start="800" data-end="1099">Pemanfaatan dana BTT difokuskan pada penanganan awal di titik-titik terdampak, seperti penguatan tebing sungai dengan bronjong serta perbaikan akses jalan dan jembatan sementara. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dan dampak bencana tidak semakin meluas.</p>
<p data-start="1101" data-end="1337">Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya antara Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menjadi kunci dalam percepatan penanganan di lapangan.</p>
<p data-start="1344" data-end="1535">Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan, penggunaan dana BTT dilakukan untuk penanganan darurat di sejumlah titik yang terdampak banjir.</p>
<p data-start="1537" data-end="1717">“Penanganan ini kita lakukan secara kolaboratif dengan Dinas BSBK dan dinas terkait. Dana BTT digunakan untuk langkah cepat, terutama pembangunan bronjong di titik-titik rawan,” ujarnya, Senin saat menemani Bupati Abdul Hamid Wahid meninjau pembangunan bronjong di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1719" data-end="1908">Ia menyebutkan, terdapat tujuh titik penanganan yang tersebar di beberapa kecamatan, tidak hanya di Desa Wonoboyo, tetapi juga di wilayah lain seperti Tlogosari, Ampelan, hingga Botolinggo.</p>
<p data-start="1910" data-end="2039">“Total ada tujuh titik yang ditangani, dan semuanya menggunakan bronjong sebagai solusi awal untuk menahan luapan air,” jelasnya.</p>
<p data-start="2041" data-end="2248">Selain itu, total anggaran yang digunakan melalui skema BTT untuk penanganan awal tersebut mencapai sekitar Rp500 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk memastikan dampak banjir dapat segera dikendalikan.</p>
<p data-start="2250" data-end="2416">“Kurang lebih sekitar Rp500 juta untuk penanganan awal di beberapa titik. Ini sifatnya darurat, yang penting air tidak langsung masuk ke permukiman warga,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2418" data-end="2570">Sementara itu, Kepala Dinas BSBK, Ansori, menambahkan, penanganan terhadap infrastruktur seperti jembatan juga dilakukan secara sementara agar tetap dapat dilalui masyarakat.</p>
<p data-start="2572" data-end="2725">“Untuk jembatan yang rusak, sementara kita tangani dulu agar bisa dilewati. Nantinya perbaikan permanen akan diusulkan melalui perubahan APBD,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2727" data-end="2900">Ansori menegaskan bahwa penggunaan dana BTT merupakan langkah strategis dalam kondisi darurat, sembari menunggu proses penganggaran lanjutan untuk penanganan jangka panjang.</p>
<p data-start="2902" data-end="3037">“Yang utama saat ini adalah penanganan cepat. Untuk permanennya, kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah ke depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2902" data-end="3037"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PLT Bupati Tulungagung Tekankan Stabilitas dan Kelanjutan Program di Tengah Transisi Kepemimpinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-tekankan-stabilitas-dan-kelanjutan-program-di-tengah-transisi-kepemimpinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-bupati-tulungagung-tekankan-stabilitas-dan-kelanjutan-program-di-tengah-transisi-kepemimpinan</guid>
<description><![CDATA[ Ahmad Baharudin menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcd552de9db.webp" length="29824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:41:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, ott kpk tulungagung, ptl bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Penunjukan Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menjadi Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Daerah di Kabupaten Tulungagung resmi berjalan mulai Senin (13/4/2026), menyusul keluarnya instruksi dari Kementerian Dalam Negeri serta Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Timur. </p>
<p>Menurut Ahmad Baharudin, proses penunjukan PLT telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>“Sesuai dengan undang-undang, mulai Senin pagi Tulungagung sudah ada perintah untuk wakilnya menjabat PLT Kepala Daerah dari Mendagri, dan sudah ada SK dari gubernur pada hari ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Dalam masa transisi ini, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.</p>
<p>“Kami tekankan agar masyarakat Tulungagung tetap tenang dan kondusif. Semuanya kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan pelayanan ASN kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ahmad Baharudin memastikan bahwa seluruh program pemerintah daerah, termasuk proyek-proyek yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), akan tetap dilanjutkan.</p>
<p>“Karena itu sudah menjadi program pemerintah Kabupaten dan sudah dimasukkan dalam APBD, semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sebagai PLT, kewenangannya terbatas sehingga tidak dapat mengubah kebijakan strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>“Sebagai PLT kan tidak bisa merubah kebijakan-kebijakan strategis. Artinya visi misi bupati sebelumnya tetap dilanjutkan,” imbuhnya.</p>
<p>Terkait proyek-proyek yang telah maupun belum memasuki tahap lelang, ia memastikan semuanya tetap berjalan.</p>
<p>“Yang sudah selesai lelang tetap lanjut. Yang belum selesai lelang juga tetap dilanjutkan, dan yang sudah dikerjakan juga terus dilaksanakan,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, Ahmad Baharudin mengakui bahwa dirinya masih perlu mempelajari secara menyeluruh program dan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Pasalnya, ia mengaku tidak terlibat langsung dalam proses perencanaan anggaran maupun program sejak awal.</p>
<p>“Saya akan lihat dulu, kita pelajari dulu. Karena selama ini saya tidak terlibat dalam perencanaan anggaran dan program dari awal,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjalankan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tulungagung.</p>
<p>Dalam menjalankan tugas sebagai PLT di tengah tahun anggaran berjalan, ia juga mengakui adanya berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan pemahaman awal terhadap postur anggaran dan rencana program.</p>
<p>“Tantangannya banyak, karena saya tidak terlibat dalam perencanaan anggaran. Jadi di pertengahan tahun ini saya harus langsung melaksanakan tugas kepala daerah,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah kondisi transisi ini. Hambatan dalam pelaksanaan program, menurutnya, dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk sumber daya manusia dan perencanaan.</p>
<p>“Tantangannya termasuk hambatan dalam pelaksanaan program, baik dari SDM maupun dari perencanaan. Maka dari itu kita harus memberikan semangat kepada ASN,” katanya.</p>
<p>Untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap optimal, pihaknya juga akan menggelar sosialisasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi pada Selasa (14/4/2026).</p>
<p>“Besok akan ada sosialisasi, kita dibantu oleh Kemendagri dan dari provinsi untuk mendampingi agar program-program pemerintahan berjalan tanpa kendala,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FPMN Sampaikan Aspirasi Soal PTSL, BPN Nganjuk Berikan Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fpmn-sampaikan-aspirasi-soal-ptsl-bpn-nganjuk-berikan-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fpmn-sampaikan-aspirasi-soal-ptsl-bpn-nganjuk-berikan-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ FPMN menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan PTSL di Desa Bandung, sementara BPN Nganjuk menegaskan proses berjalan sesuai ketentuan dan terbuka terhadap masukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcc240739a6.webp" length="28144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 18:40:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program PTSL, FPKB, Ancam Demi, Kantor BPN, Penolakan SK Pokmas, Desa Bandung, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Ketua Forum Paguyuban Masyarakat Nganjuk (FPMN), Suyadi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif dan berani dalam menyuarakan aspirasi serta memperjuangkan hak-haknya terkait kebijakan publik dan keadilan sosial di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Suyadi menekankan, serta masyarakat sangat krusial sebagai fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan di tingkat lokal. Ia menilai masih banyak persoalan di masyarakat yang memerlukan pendampingan serius agar mendapatkan solusi yang adil.</p>
<p>Menurut Suyadi, FPMN hadir sebagai wadah bagi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Prambon terkait program PTSL yang sudah dikoordinasikan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk oleh Kementerian ATR Pusat. Namun, dari koordinasi, Suyadi menyebutkan ada penolakan dari Kades Bandung, dan menunggu keputusan dari BPN. </p>
<p>Saat ini Suyadi merasa aspirasinya tidak tersampaikan atau mengalami kendala dalam mendapatkan hak-haknya. Ia menegaskan bahwa forum yang dipimpinnya siap melakukan aksi demo di Kantor BPN, baik dalam bentuk audiensi dengan pemangku kebijakan</p>
<p>​"Terkait Program PTSL, kami di FPMN berkomitmen untuk terus mengawal setiap keluhan warga. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Nganjuk yang merasa ditinggalkan atau tidak mendapatkan keadilan dalam pelayanan publik," ujar Suyadi dengan tegas, Senin (13/4/2026).</p>
<p>​Terkait dengan berbagai isu PTSL di Nganjuk, Suyadi memberikan catatan agar BPN lebih transparan dalam pelaksanaan program PTSL. Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh paguyuban bukanlah bentuk perlawanan, melainkan kontribusi konstruktif agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya di Desa Bandung</p>
<p>"Sudah tak sampaikan, baik berupa surat dan WhatsApp Kepala Desa Bandung, Saya tunggu jawaban hari ini, kalau tidak ada sidak dari BPN ke Pemdes Bandung terkait pembuatan SK Pokmas, maka kami akan melakukan aksi demo di Kantor BPN," tegasnya.</p>
<p>​Menanggapi aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Forum Paguyuban Masyarakat Nganjuk (FPMN), Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Nganjuk, Suwono, memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon.</p>
<p>​Dalam keterangannya, Suwono menegaskan bahwa pihak BPN sangat terbuka terhadap masukan masyarakat dan berkomitmen untuk menjalankan program strategis nasional tersebut sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.</p>
<p>​​Terkait tuntutan FPMN mengenai dugaan kendala dalam sertifikasi tanah di Desa Bandung, Suwono menjelaskan bahwa setiap berkas yang masuk ke BPN harus melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sengketa atau tumpang tindih lahan di kemudian hari.</p>
<p>​"Kami telah menerima aspirasi dari rekan-rekan FPMN. Terkait persoalan di Desa Bandung, kami pastikan bahwa BPN bekerja berdasarkan data yuridis dan fisik yang ada. Jika ada berkas yang masih dalam proses, itu dikarenakan ada aspek kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi sesuai aturan," ujar Suwono.</p>
<p>​​Suwono membantah adanya upaya penghambatan dalam program PTSL. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa BPN Nganjuk terus berupaya melakukan percepatan agar masyarakat segera mendapatkan kepastian hukum atas hak atas tanah mereka. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung melalui saluran resmi jika menemukan kendala di lapangan.</p>
<p>​"PTSL adalah program prioritas untuk rakyat. Kami tidak ingin ada celah yang merugikan masyarakat. Kami akan melakukan kroscek kembali terhadap poin-poin yang disampaikan oleh perwakilan paguyuban tadi untuk melihat di mana sumbatannya," tambahnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Strategi Disporabudpar Nganjuk Dongkrak PAD di Tengah Efisiensi dan Persaingan Wisata Swasta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/strategi-disporabudpar-nganjuk-dongkrak-pad-di-tengah-efisiensi-dan-persaingan-wisata-swasta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/strategi-disporabudpar-nganjuk-dongkrak-pad-di-tengah-efisiensi-dan-persaingan-wisata-swasta</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcb15c7c7c1.webp" length="32056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 17:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Disporabudpar Nganjuk, efisiensi anggaran, Wisata Nganjuk, pengelolaan wisata, PAD, Dua Museum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP – </strong>Sektor pariwisata di Kabupaten Nganjuk kini tengah menghadapi tantangan ganda, yakni, kebijakan efisiensi anggaran daerah serta ketatnya persaingan dengan destinasi wisata yang dikelola oleh pihak swasta maupun desa.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>​Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo, mengakui bahwa saat ini objek wisata milik pemerintah daerah harus bergerak lebih lincah di tengah keterbatasan.</p>
<p>​"Kita memang berjalan dalam kondisi efisiensi sesuai kebijakan pimpinan. Di sisi lain, kita juga bersaing dengan wisata swasta dan desa yang lajunya sangat kuat," ujar Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Gunawan Widagdo mengungkapkan, ​salah satu kendala utama yang dihadapi wisata daerah adalah keterikatan pada Peraturan Daerah (Perda) mengenai retribusi tiket masuk. </p>
<p>Gunawan mencontohkan objek wisata Jolotundo yang tidak menerapkan tiket masuk, sehingga mampu menarik trafik pengunjung yang sangat tinggi dibandingkan wisata daerah, seperti Roro Kuning yang wajib menarik retribusi.</p>
<p>​Alih-alih menganggap swasta sebagai lawan, Disporabudpar memilih jalan kolaborasi. Gunawan mengungkapkan pihaknya telah mengundang para pelaku wisata, termasuk pengelola Jolotundo, untuk berinvestasi di objek wisata milik pemerintah.</p>
<p>​"Kami tawarkan kolaborasi, bukan <em>take over</em>. Salah satu yang sedang dijajaki adalah pembangunan resto seperti 'Sedudo Waterfall Breeze' di kawasan Sedudo. Harapannya, daya tarik kuliner dari pihak swasta ini bisa meningkatkan trafik pengunjung yang otomatis juga menyumbang PAD lewat tiket masuk," jelasnya.</p>
<p>​Selain kolaborasi, Disporabudpar juga merespons keluhan masyarakat mengenai harga tiket yang dianggap terlalu mahal. Dalam tinjauan terbaru Perda Pajak dan Retribusi, diputuskan adanya penurunan harga tiket masuk dari Rp15.000 menjadi Rp10.000.</p>
<p>​"Meski secara hitungan awal ada penurunan pendapatan per tiket, namun target kita adalah volume. Jika harga lebih terjangkau, jumlah wisatawan yang datang akan lebih banyak. Itulah tolok ukur keberhasilan pariwisata kita," tambah Gunawan.</p>
<p>​Menurut Gunawan, saat ini Disporabudpar mengelola lima destinasi utama. Di antaranya, ​Air Terjun Sedudo, ​Roro Kuning, ​Wisata Sri Tanjung dan ​Goa Margoretno.</p>
<p>​Selain itu, pemerintah juga tengah merintis pengembangan potensi di Putri Ayu dan inisiasi wisata di kawasan Semantok. Meski terkendala anggaran pemeliharaan yang tidak semaksimal kondisi normal, Gunawan menegaskan pihaknya tetap berupaya menjaga agar objek wisata daerah tetap layak kunjung dan tidak "kolaps".</p>
<p>​"Kami berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada objek wisata yang sepi peminat. Inovasi dan kolaborasi adalah kunci agar pariwisata Nganjuk tetap eksis di tengah masa efisiensi ini," tandasnya.</p>
<p>Disinggung pemasukan PAD melalui sektor pariwisata, Gunawan Widagdo, memberikan apresiasi dan pernyataan resmi terkait tren positif PAD dari sektor pariwisata yang berhasil menembus angka di atas Rp1 miliar. Meskipun 5 tahun kedepan sangat berat</p>
<p>​"Perlu kami sampaikan bahwa angka ini tidak diraih dengan mudah. Jika melihat ke belakang, selama lima tahun terakhir ini, grafik pertumbuhan kita memang dirasakan sangat berat untuk naik, hingga keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi faktor utama yang menghambat laju pendapatan kita selama ini," ucapnya.</p>
<p>Selain mengandalkan destinasi alam, Disporabudpar kini mulai melirik potensi wisata sejarah dan purbakala sebagai sumber PAD baru. </p>
<p>Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan artefak purba di Desa Tritik serta jejak sejarah tokoh buruh nasional, Marsinah.</p>
<p>​Gunawan mengungkap, saat ini koleksi fosil purba atau yang dikenal masyarakat sebagai "Museum Gajah" di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, masih dikelola secara swadaya oleh pemerintah desa setempat. </p>
<p>Pendapatan yang dihasilkan pun saat ini sepenuhnya masih masuk ke kas desa sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>​"Saat ini memang masih dikelola oleh pihak desa sebagai sumber pemasukan mereka. Namun, ke depannya kami memproyeksikan situs purbakala di Tritik dan juga situs Marsinah untuk masuk dalam pengelolaan daerah guna menyumbang PAD Nganjuk," ujar Gunawan.</p>
<p>Meskipun sudah masuk dalam rencana jangka panjang, Gunawan menegaskan bahwa proses transisi pengelolaan dari desa ke daerah akan dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan hak-hak desa.</p>
<p>​"Langkah ini bertujuan agar koordinasi pengembangan fasilitas, promosi, hingga perlindungan benda cagar budaya tersebut bisa lebih terintegrasi. Dengan manajemen yang lebih kuat, kita optimis sektor ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah di masa depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Capaian Investasi Kota Batu 2025 Melampaui Target, Pemkot Perketat Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/capaian-investasi-kota-batu-2025-melampaui-target-pemkot-perketat-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/capaian-investasi-kota-batu-2025-melampaui-target-pemkot-perketat-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Dari target Rp1,2 triliun, realisasi investasi menembus angka Rp2,4 triliun atau naik 200 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcaa6e19ef1.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:45:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Investasi, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Lonjakan investasi di Kota Batu sepanjang 2025 tidak hanya menjadi indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memicu pengetatan arah kebijakan. </p>
<p>Di tengah capaian yang melampaui target hingga dua kali lipat, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menegaskan batasan: investasi boleh masuk secara masif, namun tidak bebas tanpa kendali.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, pada Senin (13/4/2026) menegaskan bahwa dari target Rp1,2 triliun, realisasi investasi menembus angka Rp2,4 triliun atau naik 200 persen. </p>
<p>Angka ini menempatkan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan akselerasi investasi paling agresif pada sektor pariwisata dan penunjangnya.</p>
<p>"Intinya capaian ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor, namun euforia angka tidak menutup dampak riil di lapangan, jadi tidak ada artinya kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya," ujarnya.</p>
<p>Pemkot menetapkan dua prasyarat utama yang wajib dipenuhi setiap investor. Pertama, prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Kedua, kepatuhan penuh terhadap regulasi lingkungan. Dua aspek ini disebut tidak dapat dinegosiasikan dalam setiap izin usaha yang dikeluarkan.</p>
<p>Dari sisi kebijakan, Pemkot memainkan dua peran sekaligus: mempercepat perizinan, namun memperketat pengawasan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memangkas birokrasi agar lebih efisien, tanpa mengendurkan kontrol terhadap implementasi di lapangan.</p>
<p>"Akses dipermudah, tapi pengawasan harus lebih kuat. Jangan sampai lingkungan kita jadi korban. Langkah ini sekaligus menjadi koreksi atas persepsi lama terkait lambannya proses perizinan di Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Nurochman, kepastian adalah kunci utama dalam menarik investasi berkelanjutan. Waktu pengurusan harus jelas, biaya transparan, dan persyaratan tidak berubah-ubah. </p>
<p>Selama rencana usaha sesuai dengan tata ruang, proses izin dipastikan berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>Di balik derasnya arus modal, Pemkot tetap menempatkan karakter Kota Batu sebagai daerah wisata dan pertanian sebagai pijakan utama. Artinya, setiap investasi harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan tidak merusak daya dukung wilayah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Jatim Resmikan Penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-resmikan-penataan-jalur-lingkar-kaldera-tengger</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-resmikan-penataan-jalur-lingkar-kaldera-tengger</guid>
<description><![CDATA[ Jalur sepanjang 13 kilometer dengan lebar 18 meter ini tidak akan diaspal. Batas-batas kawasan sakral yang disampaikan para tokoh adat harus menjadi acuan utama dalam penataan JLKT. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dca6aa1737c.webp" length="75474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:20:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Bromo, JLKT, Pariwisata, WisataIndonesia, KoservasiAlam</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP</strong> — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) pada Senin siang (13/4/2026). Penataan ini diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo yang merupakan wilayah konservasi.</p>
<p></p>
<p>Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) atau pemasangan patok dilakukan di lautan pasir kawasan Probolinggo. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pihak Balai Besar TNBTS, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup Satyawan Pudyatmoko, serta sejumlah kepala daerah di kawasan Bromo, seperti Bupati Probolinggo Muhammad Haris, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, dan Wakil Bupati Pasuruan KH. Moh. Shobih Asrori.</p>
<p></p>
<p>Dirjen KSDAE KLHK, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa pembangunan JLKT bertujuan untuk mengatur pergerakan wisatawan, khususnya kendaraan jip, agar tetap berada pada jalur yang telah ditentukan dan tidak merusak kawasan.</p>
<p></p>
<p>"Jalur ini dibuat agar ekosistem di Gunung Bromo tetap terjaga. Selain itu, kawasan sakral dan sumber resapan air juga bisa terlindungi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembangunan jalur, dalam kesempatan tersebut juga diresmikan dua menara air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang akan memasok kebutuhan air bersih di area istirahat (rest area).</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi dukungan dari Pemprov Jatim berupa dua menara air yang akan digunakan untuk memasok air bersih ke rest area," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penataan JLKT menjadi bagian dari upaya memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjaga harmoni dengan adat dan budaya masyarakat Tengger.</p>
<p></p>
<p>"Jalur sepanjang 13 kilometer dengan lebar 18 meter ini tidak akan diaspal. Batas-batas kawasan sakral yang disampaikan para tokoh adat harus menjadi acuan utama dalam penataan JLKT," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalur ini membutuhkan sekitar 9.725 patok. Selain itu, akan dibangun tiga area istirahat lengkap dengan fasilitas toilet, serta empat titik parkir bagi wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Dua tandon air yang telah disiapkan memanfaatkan sumber mata air Widodaren dan Jantur, yang nantinya akan mendukung kebutuhan air bersih di area istirahat tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya, kawasan Bromo ke depan lebih tertib, sekaligus mampu meningkatkan potensi ekonomi dari sektor pariwisata, baik wisatawan domestik maupun mancanegara," tambah Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Peresmian ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Gubernur bersama para kepala daerah dan pejabat terkait, dilanjutkan dengan pemasangan patok pertama serta peninjauan lokasi tandon air.</p>
<p></p>
<p>Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menegaskan bahwa Bromo bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga memiliki nilai adat, agama, dan budaya yang harus dijaga.</p>
<p></p>
<p>"Bromo adalah titipan. Karena itu, harus kita rawat dan kembalikan dalam kondisi terbaik. Penataan JLKT ini diharapkan mampu menjaga kelestarian alam Bromo," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ahmad Baharudin Resmi Ditunjuk sebagai Plt Bupati Tulungagung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ahmad-baharudin-resmi-ditunjuk-sebagai-plt-bupati-tulungagung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ahmad-baharudin-resmi-ditunjuk-sebagai-plt-bupati-tulungagung</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Wakil Bupati Ahmad Baharudin untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dca16e342bd.webp" length="40162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 15:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, plt bupati tulungagung, ahmad baharudin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung resmi memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Bupati setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Wakil Bupati Ahmad Baharudin untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepastian penunjukan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati Tulungagung dibenarkan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tulungagung, Arif Efendi. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebutkan bahwa penunjukan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Iya, sudah," ujar Arif singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penugasan Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati mulai berlaku sejak Minggu, 12 April 2026. </p>
<p></p>
<p>Penetapan itu didasarkan pada Surat Perintah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Nomor: 100.1.4.2/12240/011.2/2026.</p>
<p></p>
<p>"Berlaku per 12 April 2026," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Arif menambahkan, tidak ada batas waktu pasti terkait masa jabatan pelaksana tugas tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ahmad Baharudin akan menjalankan peran sebagai Plt Bupati hingga ada keputusan lanjutan dari pemerintah, termasuk kemungkinan penunjukan pejabat definitif.</p>
<p></p>
<p>"Berlaku sampai ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan diterbitkannya surat perintah tersebut, posisi Gatut Sunu Wibowo sebagai Bupati Tulungagung dinyatakan nonaktif. </p>
<p></p>
<p>Pemerintahan daerah kini dijalankan oleh pelaksana tugas guna memastikan roda birokrasi dan pelayanan publik tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Iya, yang ada saat ini surat perintah," pungkas Arif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktivitas Pemkab Tulungagung Berangsur Normal Usai OTT KPK, Sejumlah Pejabat Belum Hadir Apel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktivitas-pemkab-tulungagung-berangsur-normal-usai-ott-kpk-sejumlah-pejabat-belum-hadir-apel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktivitas-pemkab-tulungagung-berangsur-normal-usai-ott-kpk-sejumlah-pejabat-belum-hadir-apel</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pejabat yang sebelumnya dibawa ke Jakarta oleh KPK belum tampak hadir dalam apel pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc955bd2033.webp" length="26150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, pemkab tulungagung, kpk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong>–Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Tulungagung mulai kembali berjalan normal pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo. </p>
<p>Meski demikian, sejumlah pejabat yang sebelumnya diperiksa KPK belum terlihat mengikuti apel pagi pada Senin (13/4/2026).</p>
<p>Apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Soeroto. </p>
<p>Dalam arahannya, Soeroto menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan tanpa gangguan meski terjadi dinamika di internal pemerintahan.</p>
<p>"Pelayanan tetap seperti yang sudah ada. Kinerja harus tetap berjalan seperti biasa, tidak boleh terganggu," ujar Soeroto.</p>
<p>Terkait kepemimpinan di tingkat kabupaten pasca-penetapan tersangka terhadap bupati, Soeroto menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.</p>
<p>"Untuk pucuk pimpinan, kita menunggu keputusan dari pusat. Kalau sudah ada, nanti akan kami tindak lanjuti," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah pejabat yang sebelumnya dibawa ke Jakarta oleh KPK belum tampak hadir dalam apel pagi. Diduga, mereka masih dalam perjalanan kembali ke Tulungagung.</p>
<p>"Mungkin mereka masih dalam perjalanan," kata Soeroto.</p>
<p>Pasca-OTT yang dilakukan pada Jumat lalu, sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Tulungagung masih disegel KPK. Akibatnya, sebagian pegawai terpaksa berpindah ke ruangan lain untuk tetap melanjutkan pekerjaan mereka.</p>
<p>Beberapa ruangan yang masih disegel antara lain ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Tulungagung, serta sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk ruang kepala dinas.</p>
<p>"Soal ruangan yang disegel, sementara belum bisa digunakan. Tapi pegawai bisa menggunakan tempat lain, dan kinerja harus tetap berjalan seperti biasa," jelas Soeroto.</p>
<p>Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya, DYA, sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dengan modus pemerasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai ratusan juta rupiah serta barang lainnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Blitar Tunjuk Tri Iman Prasetyono sebagai Pj Sekda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-tunjuk-tri-iman-prasetyono-sebagai-pj-sekda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-blitar-tunjuk-tri-iman-prasetyono-sebagai-pj-sekda</guid>
<description><![CDATA[ Tri Iman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bapperinda dan kini secara definitif menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja, dinilai memiliki kapasitas untuk mengemban tugas tambahan dalam masa transisi ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc9306507d0.webp" length="30320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 13:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pedagang, Pasar Legi, KoPelantikan, PJ, Sekda, Kota Blitar, Tri Iman, Syauqul Muhibbin, Jabatan .ta Blitar, Khawatir, Atap, Bangunan, Rusak, Diterjang Angin Kencang.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP </strong>- Perombakan jabatan kembali bergulir di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, resmi menunjuk Tri Iman Prasetyono sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), menggantikan Priyo Suhartono yang kini menempati posisi baru sebagai Staf Ahli.</p>
<p></p>
<p>Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (13/4/2026) sebagai bagian dari upaya penyegaran sekaligus penataan struktur birokrasi yang tengah berlangsung di lingkup Pemkot Blitar.</p>
<p></p>
<p>Tri Iman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bapperinda dan kini secara definitif menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja, dinilai memiliki kapasitas untuk mengemban tugas tambahan dalam masa transisi ini.</p>
<p></p>
<p>Pengalamannya dalam perencanaan pembangunan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menilai Tri Iman sebagai sosok pejabat senior yang telah lama berkecimpung di birokrasi. Kemampuan komunikasi serta rekam jejaknya dianggap mampu menjaga koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap solid.</p>
<p></p>
<p>"Beliau punya pengalaman dan kemampuan yang cukup baik untuk mengemban tugas ini," ujar dia, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Penunjukan Pj Sekda ini bersifat sementara, sembari menunggu proses pengisian jabatan definitif. Dalam waktu dekat, Pemkot Blitar akan membuka seleksi terbuka untuk posisi Sekda dan sejumlah kepala OPD yang masih kosong.</p>
<p></p>
<p>"Dalam waktu dekat segera dilelang jabatan-jabatan yang kosong. Mulai dari Sekda sampai beberapa Kepala OPD yang kosong," ujar dia.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penguatan struktur organisasi, sehingga jalannya pemerintahan dan pelayanan publik dapat berlangsung lebih maksimal.</p>
<p></p>
<p>Syauqul memastikan proses lelang jabatan nantinya akan dilakukan secara terbuka dan transparan, serta memberikan kesempatan bagi pejabat dari berbagai daerah untuk ikut bersaing mengisi posisi strategis tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Pasuruan Sampaikan Rekomendasi LKPJ Bupati TA 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-pasuruan-sampaikan-rekomendasi-lkpj-bupati-ta-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-pasuruan-sampaikan-rekomendasi-lkpj-bupati-ta-2025</guid>
<description><![CDATA[ Agenda utama pertemuan di Ruang Rapat Paripurna tersebut adalah penyampaian rekomendasi komisi-komisi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan Tahun Anggaran 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc86c18fdb5.webp" length="49964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong>– Sinergi antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Pasuruan diperkuat melalui Rapat Paripurna II DPRD, Rabu (8/4/2026). </p>
<p>Agenda utama pertemuan di Ruang Rapat Paripurna tersebut adalah penyampaian rekomendasi komisi-komisi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan Tahun Anggaran 2025.</p>
<p>Rekomendasi tersebut merupakan hasil evaluasi mendalam anggota dewan terhadap capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun lalu. Berbagai catatan strategis diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk segera ditindaklanjuti.</p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa poin-poin yang disampaikan bukan sekadar kritik, melainkan instrumen penting untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa masukan tersebut mencakup sektor-sektor krusial, mulai dari reformasi birokrasi, penguatan ekonomi, infrastruktur, hingga optimalisasi pelayanan publik.</p>
<p>"Catatan dan rekomendasi ini adalah bahan evaluasi untuk masa depan. Kami berharap pemerintah daerah benar-benar memperhatikan dan menjalankan saran dari setiap komisi di DPRD," tegas Samsul.</p>
<p>Menerima langsung poin-poin tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, menyampaikan apresiasi kepada pihak legislatif. Baginya, masukan dari DPRD adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.</p>
<p>"Kami berterima kasih atas rekomendasi yang diberikan. Poin-poin ini akan menjadi 'kompas' bagi kami dalam menyusun perencanaan, anggaran, hingga kebijakan strategis, baik untuk tahun berjalan maupun tahun-tahun mendatang," ujar Gus Shobih.</p>
<p>Lebih lanjut, Gus Shobih berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan internal. Ia memastikan akan menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menjadikan catatan dewan sebagai bahan evaluasi serius.</p>
<p>"Rekomendasi ini akan langsung kami distribusikan ke setiap perangkat daerah sesuai bidangnya. Tujuannya jelas: harus ada perbaikan nyata dan peningkatan kualitas kinerja di lapangan," tambahnya.</p>
<p>Momen serah terima rekomendasi ini diharapkan mampu mempererat keharmonisan hubungan antara eksekutif dan legislatif. </p>
<p>Dengan keselarasan tersebut, pembangunan di Kabupaten Pasuruan diharapkan tetap sesuai koridor dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.</p>
<p>"Semoga ikhtiar kita dalam membangun Kabupaten Pasuruan yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan senantiasa mendapat rida dari Allah SWT," pungkas Gus Shobih. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>CJH Blitar Raya Siap Berangkat, Pengurusan Dokumen dan Vaksinasi Rampung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cjh-blitar-raya-siap-berangkat-pengurusan-dokumen-dan-vaksinasi-telah-rampung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cjh-blitar-raya-siap-berangkat-pengurusan-dokumen-dan-vaksinasi-telah-rampung</guid>
<description><![CDATA[ Pengurusan dokumen dan vaksinasi bagi calon jemaah haji (CJH) di Kota/Kabupaten Blitar telah rampung. Artinya, saat ini tengah menunggu jadwal keberangkatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db8d7934cc9.webp" length="43468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 22:23:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>CJH, Blitar Raya, Menunggu, Keberangkatan, Ibadah Haji, Tanah Suci.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLITAR, SJP</strong> - Calon jemaah haji (CJH) di Blitar Raya kini tinggal selangkah lagi menuju keberangkatan ke Tanah Suci. Seluruh tahapan penting, mulai dari vaksinasi hingga pengurusan dokumen, telah diselesaikan.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar, Purnomo, memastikan bahwa seluruh CJH asal Kota Blitar telah menjalani vaksinasi meningitis dan menyelesaikan proses administrasi.</p>
<p>"Semua tahapan utama sudah selesai, baik vaksinasi maupun dokumen. Sekarang para jemaah tinggal fokus menjaga kesehatan sambil menunggu jadwal keberangkatan," ujarnya, Ahad (12/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebanyak 160 CJH asal Kota Blitar tergabung dalam kloter 106 dan masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan haji tahun ini.</p>
<p>Karena itu, jadwal pasti keberangkatan masih menunggu informasi lanjutan dari pusat.</p>
<p>"Untuk kloter Kota Blitar masuk gelombang berikutnya, jadi memang belum berangkat di awal. Kami masih menunggu kepastian jadwal resminya," kata dia.</p>
<p>Di sisi lain, CJH asal Kabupaten Blitar juga telah siap diberangkatkan. Total ada 915 jemaah yang terbagi dalam tiga kloter, yakni 107, 108, dan 109.</p>
<p>Dua kloter terisi penuh, sementara sebagian lainnya bergabung dengan jemaah dari daerah lain.</p>
<p>"Kalau Kabupaten Blitar ada dua kloter penuh, sisanya bergabung di kloter berikutnya dengan daerah lain," jelas Purnomo yang juga menjabat Plt kepala kantor di Kabupaten Blitar.</p>
<p>Secara nasional, pemberangkatan haji dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026. Meski demikian, CJH Blitar Raya yang masuk gelombang kedua diperkirakan berangkat setelah kloter-kloter awal diberangkatkan.</p>
<p>Purnomo juga mengingatkan para jemaah, terutama yang lanjut usia, untuk benar-benar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.</p>
<p>"Kami minta para jemaah, khususnya yang lansia, tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas agar bisa berangkat dalam kondisi prima," pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, jemaah tertua dari Kota Blitar berusia 85 tahun, sementara dari Kabupaten Blitar mencapai 90 tahun. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Loceret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-tni-dan-rakyat-bangun-jembatan-perintis-garuda-tahap-iii-di-loceret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-tni-dan-rakyat-bangun-jembatan-perintis-garuda-tahap-iii-di-loceret</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan jembatan ini menjadi titik krusial untuk menghubungkan akses mobilitas antara Dusun Genjeng dengan Dusun Jampes, yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Kali Jurog. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db912c6a687.webp" length="89236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 20:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembangunan Jembatan, Jembatan Perintis Garuda, tahap 3, Kodim 0810 Nganjuk, Desa Genjeng, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Upaya percepatan infrastruktur di wilayah pelosok kembali ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0810/Nganjuk. Terhitung sejak Selasa (07/04/2026), personel TNI bersama warga memulai pengerjaan fisik Jembatan Cable Statis Perintis Garuda Tahap III yang membentang di atas Sungai Kali Jurog, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Berdasarkan data teknis di lapangan, jembatan gantung ini dirancang untuk mengatasi bentang sungai selebar 15 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Adapun spesifikasi bangunan, ​Panjang Jembatan 18 meter, ​Lebar Jembatan: 1,8 meter.</p>
<p>Pembangunan jembatan ini menjadi titik krusial untuk menghubungkan akses mobilitas antara Dusun Genjeng dengan Dusun Jampes, yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Kali Jurog. Proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi 635 jiwa atau sekitar 275 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.</p>
<p>​Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bakti, memberikan perhatian penuh terhadap dimulainya pengerjaan infrastruktur vital ini. Ia menegaskan bahwa aspek utama dalam kesuksesan proyek ini bukan sekadar pada teknis bangunan, melainkan pada kolaborasi manusia di lapangan.</p>
<p>​"Kami menekankan bahwa proses pembangunan ini mengedepankan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keterlibatan aktif masyarakat bersama prajurit di lapangan adalah kunci kekuatan kita," tegas Dandim Letkol Arh M. Taufan Yudha Bakti. Minggu (12/4/2026) </p>
<p>​Menurutnya, pengerjaan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat di wilayah pelosok. </p>
<p>"Gotong royong ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa memiliki, dan menjadi bukti bahwa TNI akan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat," tambahnya.</p>
<p>​Saat ini, pengerjaan masih difokuskan pada tahap penggalian fondasi dan penyiapan angkur kabel di tepian sungai dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan cuaca.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antusiasme Tinggi SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya Kaji Penambahan Durasi dan Intensitas Acara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antusiasme-tinggi-sil-festival-2026-pemkot-surabaya-kaji-penambahan-durasi-dan-intensitas-acara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antusiasme-tinggi-sil-festival-2026-pemkot-surabaya-kaji-penambahan-durasi-dan-intensitas-acara</guid>
<description><![CDATA[ Membludaknya 2.000 peserta di SIL Festival 2026 mendorong Pemkot Surabaya mengkaji ulang durasi dan intensitas acara, sebagai respons atas tingginya kebutuhan kerja dan peluang usaha. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da5814aca09.webp" length="30930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 21:21:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Job Fair, Disperinaker Surabaya, Kerja, Pencaker, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan bursa kerja dan pertemuan bisnis dalam Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 mendapat respons luar biasa dari masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Ribuan pelamar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, menandai tingginya kebutuhan akan akses kerja sekaligus peluang usaha di tengah tantangan mismatch antara tenaga kerja dan kebutuhan industri.</p>
<p></p>
<p>Tingginya partisipasi tersebut tercermin dari jumlah pelamar yang menembus angka 2.000 orang. Capaian ini tidak hanya menunjukkan antusiasme, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Surabaya untuk mengembangkan skala kegiatan serupa di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa besarnya minat masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa durasi pelaksanaan acara perlu ditinjau ulang agar dapat mengakomodasi kebutuhan yang ada.</p>
<p></p>
<p>"Acara Job Fair ini kita melihat antusiasmenya sebenarnya cukup besar, sehingga ini menjadi dasar kita untuk ke depan, kita mungkin harus lebih durasinya ditambah," jelas Lilik saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Lilik menjelaskan, penyelenggaraan SIL Festival merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku usaha di Kota Surabaya, di mana pemerintah kota berperan sebagai fasilitator tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p></p>
<p>"Memang kami tetap memfasilitasi, menyiapkan, membantu dan mengkoordinasikan kegiatan ini,tapi anggaran di APBD tidak kita keluarkan, karena ini ditanggung oleh teman-teman pengusaha di Kota Surabaya." imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut juga menjadi dasar untuk meningkatkan intensitas pelaksanaan kegiatan ke depan. Pemkot berharap kegiatan ini dapat digelar lebih sering guna membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Melihat dari antusiasme ini cukup besar. Sehingga mungkin ke depan perlu untuk mengadakan kegiatan ini lebih intens lagi," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain berfungsi sebagai sarana penyerapan tenaga kerja, SIL Festival 2026 juga diarahkan sebagai wadah untuk mendorong produk lokal Surabaya menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat global. Berbagai produk unggulan turut ditampilkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen dan kerajinan.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting produk-produk di Kota Surabaya ini bisa dipasarkan lebih luas lagi untuk menjadi produk yang berkualitas dan bersaing di skala global," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam mendukung tujuan tersebut, Pemkot Surabaya juga melakukan proses kurasi terhadap produk-produk yang akan dipasarkan, khususnya untuk kebutuhan ekspor. Kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan standar internasional serta kebutuhan negara tujuan.</p>
<p></p>
<p>"Kurasinya memang kita menyiapkan banyak hal. Tapi intinya bahwa kurasi ini yang memang skalanya untuk skala ekspor," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, skema business matching antara pelaku usaha lokal dan pembeli dari luar negeri juga menjadi bagian penting dalam mendorong realisasi ekspor. Proses ini memungkinkan penyesuaian produk dengan permintaan pasar global secara lebih tepat.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi infrastruktur, Pemkot Surabaya menilai kesiapan kota dalam mendukung arus logistik sudah cukup memadai. Konektivitas distribusi terus diperkuat, baik dari dalam maupun luar daerah, guna menunjang kelancaran aktivitas perdagangan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan menyambung arus logistik dari luar kota sampai ke Surabaya maupun Surabaya ke luar kota," pungkas Lilik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hanya Normalisasi Sungai, Pemkot Batu Bidik Akar Banjir dari Hulu Bumiaji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-normalisasi-sungai-pemkot-batu-bidik-akar-banjir-dari-hulu-bumiaji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-normalisasi-sungai-pemkot-batu-bidik-akar-banjir-dari-hulu-bumiaji</guid>
<description><![CDATA[ Strategi yang ditempuh Pemkot Batu menunjukkan pergeseran dari penanganan bencana berbasis proyek menuju pendekatan sistemik. Dengan menggabungkan pemulihan ekosistem di hulu, penataan ruang yang lebih disiplin, serta intervensi infrastruktur di hilir, upaya ini tidak hanya menargetkan pengurangan risiko banjir, tetapi juga membangun fondasi ketahanan lingkungan yang lebih kuat dalam jangka panjang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2f092cd1d.webp" length="80914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 19:40:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penanganan, Banjir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengubah pola penanganan banjir dari yang semula reaktif di hilir menjadi intervensi menyeluruh hingga ke kawasan hulu. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, persoalan banjir Kali Krecek tidak bisa diselesaikan hanya dengan normalisasi sungai, melainkan harus dimulai dari pemulihan ekosistem di wilayah Bumiaji.</p>
<p>Pria yang akrab di sapa Cak Nur tersebut pada Sabtu (11/4/2026) menguraikan fokus utama pemerintah kini tertuju pada pembenahan kawasan hulu yang selama ini mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan.</p>
<p>"Data yang dipaparkan menunjukkan kondisi cukup serius. Alih fungsi hutan seluas lebih dari 109 hektare menjadi lahan hortikultura semusim memicu erosi tinggi di lahan miring. Dampaknya, sedimentasi mencapai puluhan ribu meter kubik per tahun dan menyebabkan pendangkalan sungai yang berujung pada banjir di wilayah hilir seperti Tulungrejo dan Punten," urainya.</p>
<p>Melihat kondisi itu, Pemkot Batu tidak mengambil pendekatan represif terhadap petani, melainkan mendorong perubahan pola tanam yang lebih adaptif. Petani di kawasan hulu akan difasilitasi untuk beralih ke tanaman tegak bernilai ekonomi seperti kopi dan kakao.</p>
<p>Menurut Cak Nur, pendekatan ini menjadi jalan tengah antara kepentingan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi warga. Tanaman tegak dinilai mampu memperkuat struktur tanah dan menekan laju erosi, sekaligus memberikan hasil yang lebih berkelanjutan bagi petani.</p>
<p>“Jangan sampai petani dikorbankan. Kita ubah sistemnya, bukan orangnya. Jadi selain menyasar sektor pertanian, Pemkot juga mulai memperketat pengawasan tata ruang. Audit menyeluruh terhadap izin usaha di kawasan rawan bencana akan dilakukan, termasuk evaluasi terhadap bangunan komersial yang berpotensi memperparah risiko," imbuhnya.</p>
<p>Penegakan aturan berbasis Analisis Risiko Bencana disebut menjadi prioritas, sebagai langkah untuk memastikan setiap aktivitas pembangunan tidak memperburuk kondisi lingkungan.</p>
<p>Di sisi hilir, langkah teknis tetap dijalankan. Normalisasi sungai akan dilakukan secara masif untuk mengembalikan kapasitas tampung air, disertai penyusunan blueprint drainase kota yang lebih terintegrasi sebagai solusi jangka panjang.</p>
<p>Tak kalah penting, penguatan kesiapsiagaan masyarakat juga masuk dalam agenda. Edukasi dan simulasi bencana akan digencarkan di tingkat desa, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Tulungrejo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dini Rahmania Soroti Wacana “War Ticket” Haji, Dinilai Tak Adil bagi Jemaah Antrean Lama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dini-rahmania-soroti-wacana-war-ticket-haji-dinilai-tak-adil-bagi-jemaah-antrean-lama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dini-rahmania-soroti-wacana-war-ticket-haji-dinilai-tak-adil-bagi-jemaah-antrean-lama</guid>
<description><![CDATA[ Wacana “war ticket” haji menuai sorotan! Anggota DPR RI Dini Rahmania menilai sistem ini berpotensi tidak adil bagi jutaan jemaah yang sudah mengantre hingga puluhan tahun. DPR pun siap memanggil Kemenag untuk meminta penjelasan. Bagaimana menurutmu? ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da31804a37d.webp" length="25678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 19:21:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, DPRRI, Haji, WarTiket, Kemenag, JamaahHaji, KebijakanPublik, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyampaikan kritik tajam terhadap munculnya wacana penerapan sistem “war ticket” dalam proses pemberangkatan ibadah haji yang diusulkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri agenda silaturahmi Partai NasDem di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p>Menurut Dini, wacana yang dilontarkan oleh Menteri dan Wakil Menteri Agama itu terkesan muncul secara tiba-tiba tanpa melalui pembahasan yang matang dengan pihak legislatif. Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang keagamaan, Komisi VIII DPR RI berencana segera memanggil pihak kementerian guna meminta penjelasan secara rinci terkait konsep, mekanisme, serta tujuan dari penerapan sistem tersebut.</p>
<p>Ia menilai bahwa rencana kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan, khususnya bagi para jemaah yang telah lama menunggu giliran keberangkatan haji. Berdasarkan data yang ada, jumlah daftar tunggu jemaah haji di Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,2 juta orang, dengan rata-rata masa tunggu hingga 26 tahun.</p>
<p>“Secara pribadi, saya melihat kebijakan ini tidak mencerminkan rasa keadilan bagi jemaah yang sudah mengantre dalam waktu sangat lama. Mereka telah menunggu dengan sabar sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Dini saat memberikan keterangan kepada awak media.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan baru apa pun yang akan diterapkan oleh pemerintah tidak boleh mengurangi ataupun mengganggu hak jemaah yang telah masuk dalam daftar antrean reguler. Menurutnya, sistem yang sudah berjalan harus tetap dihormati, sehingga jemaah yang telah terdaftar bisa berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.</p>
<p>Dini juga mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah dalam menerapkan kebijakan baru tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang luas. Ia menilai bahwa transparansi serta kejelasan mekanisme menjadi hal penting sebelum kebijakan tersebut benar-benar dijalankan.</p>
<p>“Harapan kami, apabila sistem war ticket ini tetap ingin diterapkan, maka pemerintah harus memastikan adanya tambahan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.</p>
<p>Dengan adanya tambahan kuota tersebut, menurut Dini, potensi terjadinya pergeseran antrean dapat diminimalisir, sehingga tidak merugikan jemaah yang telah lama menunggu. Ia menekankan bahwa kebijakan ini jangan sampai menimbulkan kesan bahwa ada jalur khusus yang bisa melompati antrean reguler.</p>
<p>“Jangan sampai kebijakan ini justru mengganggu atau bahkan menggeser antrean yang sudah berjalan selama bertahun-tahun,” tambahnya.</p>
<p>Komisi VIII DPR RI, lanjut Dini, akan terus mengawal kebijakan ini agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya para calon jemaah haji. Ia berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar mempertimbangkan asas keadilan dan transparansi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahapan Seleksi Sekda Definitif Dipastikan Berjalan Ketat hingga Juni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahapan-seleksi-sekda-definitif-dipastikan-berjalan-ketat-hingga-juni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahapan-seleksi-sekda-definitif-dipastikan-berjalan-ketat-hingga-juni</guid>
<description><![CDATA[ Melalui skema seleksi berlapis, Pemkot Batu berharap dapat menghasilkan Sekda definitif yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2e36ce8ac.webp" length="23072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 19:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Jadwal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu dipastikan akan berlangsung berlapis dengan tahapan yang ketat dan terukur hingga penetapan akhir oleh Wali Kota. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu menegaskan seluruh proses dirancang untuk menjaring kandidat terbaik secara objektif.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Sabtu (11/6/2026) menjelaskan bahwa pendaftaran calon Sekda dibuka sejak 6 hingga 27 April 2026, baik secara daring maupun pengumpulan berkas fisik. Setelah itu, tahapan berlanjut pada seleksi administrasi yang berlangsung mulai 7 hingga 30 April 2026.</p>
<p>“Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 5 Mei, sekaligus peserta diminta mengumpulkan makalah dalam bentuk hard copy sebagai bagian dari penilaian awal,” jelas Santi.</p>
<p>Tahapan berikutnya akan masuk pada assessment center yang digelar pada 11–12 Mei 2026 bekerja sama dengan tim dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur. Uji ini menjadi salah satu kunci dalam mengukur kompetensi manajerial dan kepemimpinan para kandidat.</p>
<p>Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti uji gagasan dan wawancara pada 18–19 Mei 2026 oleh tim panitia seleksi (pansel). Dalam tahap ini, kemampuan peserta dalam merumuskan strategi serta menjawab persoalan birokrasi daerah akan diuji secara langsung.</p>
<p>“Setelah itu ada tes kesehatan pada 20–21 Mei. Baru kemudian hasil keseluruhan diserahkan kepada Wali Kota untuk diputuskan. Biasanya proses penetapan membutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja,” imbuhnya.</p>
<p>Santi juga menegaskan komposisi panitia seleksi dirancang untuk menjamin independensi. Pansel terdiri dari lima orang, yakni dua unsur dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur masing-masing dari BKD dan BPSDM.serta tiga akademisi yang berasal dari Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya.</p>
<p>Dengan keterlibatan unsur eksternal tersebut, BKPSDM memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan dan profesional, sekaligus meminimalkan potensi konflik kepentingan dalam penentuan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pertama Uji Coba, Pemkot Batu Mulai Terapkan Skema Kerja Hybrid ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-uji-coba-pemkot-batu-mulai-terapkan-skema-kerja-hybrid-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-uji-coba-pemkot-batu-mulai-terapkan-skema-kerja-hybrid-asn</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya kebijakan WFH, Pemkot Batu tidak hanya mengubah pola kerja, tetapi juga mulai menguji efektivitas sistem kerja hybrid dalam konteks pemerintahan daerah apakah benar mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2d145d52c.webp" length="54694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 18:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFH, Kerja Hybird, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu resmi memulai penerapan pola kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Jumat (10/4/2026). Kebijakan yang menggabungkan sistem Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) ini langsung diuji pada hari pertama, menjadi penanda dimulainya transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi.</p>
<p>Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (11/4/2026) bahwa pada hari perdana tersebut, ASN menjalankan skema pembagian kerja 50:50, di mana sebagian bekerja dari kantor dan sebagian lainnya dari rumah. Meski fleksibel, pengawasan tetap dilakukan secara ketat melalui sistem digital, mulai dari presensi hingga pelaporan kinerja.</p>
<p>"Untuk hari pertama pelaksanaan berjalan relatif lancar dan sesuai skema yang telah dirancang. Evaluasi awal pun langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap pelayanan publik. Kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, seluruh tugas dan tanggung jawab tetap harus berjalan normal. ASN yang menjalankan WFH diwajibkan tetap siaga, responsif terhadap arahan pimpinan, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.</p>
<p>Selain itu, mekanisme presensi juga berubah. ASN kini harus melakukan absensi mandiri sebanyak tiga kali sehari melalui aplikasi mobile, disertai laporan kerja berbasis sistem E-Kinerja sebagai bentuk kontrol dan akuntabilitas.</p>
<p>Namun, tidak semua ASN mengikuti skema hybrid ini. Sejumlah posisi strategis dan instansi pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja penuh di kantor. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.</p>
<p>"Penerapan hari pertama ini juga sekaligus menguji kesiapan infrastruktur digital dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan pola kerja baru. Pemkot Batu memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala, terutama pada pekan-pekan awal implementasi. ini masih tahap awal, pasti ada penyesuaian. Tapi yang penting, sistemnya sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita konsisten dan disiplin menjalankannya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Silaturahmi Koordinator Donor Darah, Sinergi PMI dan Pemkab Bondowoso Perkuat Ketersediaan Stok Darah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-koordinator-donor-darah-sinergi-pmi-dan-pemkab-bondowoso-perkuat-ketersediaan-stok-darah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-koordinator-donor-darah-sinergi-pmi-dan-pemkab-bondowoso-perkuat-ketersediaan-stok-darah</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan bagi koordinator donor darah menjadi bagian dari upaya PMI Bondowoso memperkuat gerakan kemanusiaan dan solidaritas sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da0ae640a94.webp" length="54836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 15:50:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, donor darah, UDD, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi menjadi salah satu kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan stok darah tetap terjaga, termasuk melalui penguatan koordinasi lintas sektor.</p>
<p></p>
<p>Peran aktif masyarakat, khususnya para relawan dan koordinator donor darah di berbagai instansi, dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan kegiatan donor darah. Tanpa keterlibatan mereka, upaya pemenuhan kebutuhan darah akan sulit berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, tantangan dalam pelaksanaan donor darah, mulai dari fluktuasi jumlah pendonor hingga kendala teknis di lapangan, membutuhkan strategi bersama yang terukur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ruang komunikasi dan evaluasi menjadi sangat penting untuk menyatukan langkah.</p>
<p></p>
<p>Sebagai wujud komitmen tersebut, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan silaturahmi bersama para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (11/4/2026) di Aula Sabha Bina Praja.</p>
<p></p>
<p>Dalam legiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut, Ketua PMI Kabupaten Bondowoso, Juni Sukarno, menegaskan pentingnya sinergi antara PMI dan para koordinator donor darah dalam menjaga kesinambungan stok darah, terutama untuk kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da0bab4b041.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Juni Sukarno, para koordinator donor darah memiliki peran strategis sebagai penggerak partisipasi masyarakat di lingkungan masing-masing. </p>
<p></p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyusun strategi bersama, mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan agar ke depan lebih optimal,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan koordinasi tersebut, sejumlah agenda dibahas, di antaranya penyusunan rencana kegiatan donor darah, evaluasi pelaksanaan sebelumnya, identifikasi kendala, hingga penguatan jejaring relawan dan instansi. </p>
<p></p>
<p>"Upaya menjaring pendonor baru serta menjaga loyalitas pendonor tetap juga menjadi fokus utama kami, agar ketersediaan darah tetap terjaga dan aman," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai langkah PMI dalam memperkuat koordinasi dengan para koordinator donor darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah.</p>
<p></p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi antara PMI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan darah tetap aman dan mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat komitmen bersama dalam mendorong budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah, tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Dewan Kehormatan PMI Agung Tri Handono, Ketua PMI beserta jajaran pengurus, Kepala UDD PMI, Asisten I, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, acara juga diselingi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung ketersediaan darah di daerah.</p>
<p></p>
<p>Para peserta yang terdiri dari seluruh koordinator donor darah tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi interaktif dan berbagi pengalaman diharapkan mampu melahirkan strategi konkret dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk donor darah secara rutin dan sukarela. (*)</p>
<p></p>
<p>Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/profil-bupati-tulungagung-gatut-sunu-kader-gerindra-yang-terjaring-ott-kpk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/profil-bupati-tulungagung-gatut-sunu-kader-gerindra-yang-terjaring-ott-kpk</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengawali karirnya sebagai Wakil Bupati Tulungagung (2021-2023) melalui PDI Perjuangan. Namun, ia kemudian berpindah haluan ke Partai Gerindra menjelang Pilkada 2024. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d9885ad3f00.webp" length="37550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 06:32:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Syaiful Aries</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> — Bupati Tulungagung sekaligus kader Partai Gerindra, Gatut Sunu Wibowo, dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026) malam. </p>
<p></p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur tersebut. </p>
<p></p>
<p>Hingga Jumat malam, tim lembaga antirasuah dilaporkan masih berada di lapangan untuk melakukan pendalaman.</p>
<p></p>
<p>"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung. Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya," tulis Budi melalui pesan singkat kepada Suarajatimpost.com, Jumat malam.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Wakil Bupati Tulungagung sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, Ahmad Baharudin, memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. </p>
<p></p>
<p>Saat ditemui di sela kegiatannya di GOR Lembupeteng, Baharudin tidak memberikan pernyataan satu kata pun. </p>
<p></p>
<p>Ia hanya memberikan gestur mengangkat kedua tangan di depan dada sembari berlalu, meninggalkan tanda tanya besar terkait sikap partai atas musibah hukum yang menimpa rekan duetnya di Pasangan GABAH tersebut.</p>
<p></p>
<p>Profil Gatut Sunu: Dari Pengusaha hingga Puncak Kursi Bupati</p>
<p></p>
<p>Terjaringnya Gatut Sunu dalam operasi senyap KPK ini mencoreng rekam jejak politiknya yang tengah meroket. </p>
<p></p>
<p>Sebelum terjun ke birokrasi, pria kelahiran 17 Desember 1967 ini dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor bahan bangunan dan layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Perjalanan politik lulusan Magister Ekonomi UIN Sayyid Ali Rahmatullah ini tergolong sangat moncer.</p>
<p></p>
<p>Ia mengawali karirnya sebagai Wakil Bupati Tulungagung (2021-2023) melalui PDI Perjuangan.</p>
<p></p>
<p>Namun, ia kemudian berpindah haluan ke Partai Gerindra menjelang Pilkada 2024.</p>
<p></p>
<p>Kemenangan Pilkada mengusung nama "GABAH" bersama Ahmad Baharudin, ia memenangkan kursi bupati dengan perolehan suara 50,7 persen berkat dukungan koalisi besar (Gerindra, Golkar, PKS, dan sejumlah partai nonparlemen).</p>
<p></p>
<p>Sejak dilantik, Gatut sebenarnya tengah gencar melakukan pencitraan melalui program perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci detail perkara maupun status hukum resmi dari ke-16 orang yang diamankan. Publik kini menanti rilis resmi dari gedung Merah Putih untuk memastikan nasib kepemimpinan di Kabupaten Tulungagung. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Optimal, Pemkot Kediri Kaji Secara Matang Penerapan WFH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-optimal-pemkot-kediri-kaji-secara-matang-penerapan-wfh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-optimal-pemkot-kediri-kaji-secara-matang-penerapan-wfh</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyusunan skema penerapan WFH dengan mengacu pada regulasi dari pemerintah pusat dan provinsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d908a5b0d2e.webp" length="71926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 22:05:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>WFH, WFH pemkot Kediri, Pemkot Kediri, wali kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Pemerintah Kota Kediri tengah mengkaji penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut direncanakan akan segera diumumkan dalam waktu dekat, setelah melalui proses pembahasan yang matang.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyusunan skema penerapan WFH dengan mengacu pada regulasi dari pemerintah pusat dan provinsi.</p>
<p></p>
<p>"Sedang proses dikaji. Yang kami jadikan fondasi adalah aturan dari pemerintah pusat dan provinsi," ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Jumat (10/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang karib disapa Mbak Wali ini menjelaskan, terdapat perbedaan penerapan WFH antara pemerintah pusat yang mulai pada hari Jumat dan pemerintah provinsi pada hari Rabu. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang sesuai untuk Kota Kediri.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, jumlah ASN di tingkat pusat, provinsi, dan daerah yang berbeda juga menjadi faktor penting dalam penyusunan kebijakan. Oleh karena itu, Pemkot Kediri perlu menentukan secara cermat pegawai yang dapat menjalankan WFH maupun yang tetap bekerja dari kantor (WFO).</p>
<p></p>
<p>"Ini kami sedang menyusun, karena jumlah ASN yang ada di pusat, kemudian provinsi dan daerah kan berbeda. Kita harus menentukan dulu, nanti yang bisa WFO yang mana, jangan sampai nanti yang seharusnya memberikan pelayanan publik malah WFH," tuturnya. </p>
<p></p>
<p>Saat ini, Pemkot Kediri, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri serta bagian organisasi tengah melakukan pengukuran serta pemetaan kebutuhan pegawai, terutama pada sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung.</p>
<p></p>
<p>Mbak Wali menegaskan, kebijakan WFH nantinya harus tetap menjamin pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal serta tidak menimbulkan kondisi yang tidak kondusif.</p>
<p></p>
<p>"Agar supaya nanti ketika ada aturan berkaitan dengan WFH, itu bisa dilaksanakan secara optimal. Kita sedang mengukur itu. Insya Allah minggu depan akan kami umumkan," pungkasnya. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya pada saat apel Pagi sekaligus Halal Bihalal di halaman Balai Kota, Senin (6/4/2026) lalu, Mbak Wali juga berpesan agar jajaran Pemerintah Kota Kediri terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Kediri.</p>
<p>Harapannya ke depan pelayanan yang diberikan harus lebih optimal lagi. "Kita wujudkan bersama-sama Kota Kediri yang lebih baik lagi. Terus tingkatkan integritas dan profesionalitas kita. Berikan yang terbaik untuk masyarakat," ujarnya saat itu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai Diterapkan Pekan Ini, Berikut ASN Pemkab Kediri Yang Dilarang WFH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-diterapkan-pekan-ini-berikut-asn-pemkab-kediri-yang-dilarang-wfh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-diterapkan-pekan-ini-berikut-asn-pemkab-kediri-yang-dilarang-wfh</guid>
<description><![CDATA[ Dalam surat tersebut, disebutkan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasanbagi ASN di lingkungan Pemerintah Daerah melalui kombinasi fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan secara lokasi, yaitu  tugas kedinasan di kantor (Work From Office/WFO) dan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal yang menjadi lokasi domisili Pegawai Aparatur Sipil Negara (Work From Home/WFH). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d9040d492ef.webp" length="52686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 21:34:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>WFH, WFH pemkab Kediri, ASN Pemkab Kediri, pemkab Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Kediri (Pemkab Kediri) mulai pekan ini menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Hari Jumat untuk sementara dipilih Pemkab Kediri sebagai hari WFH. Kebijakan tersebut tertuang dalam dalam Surat Edaran tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. </p>
<p>Dalam surat tersebut, disebutkan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN di lingkungan pemerintah daerah melalui kombinasi fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan secara lokasi, yaitu tugas kedinasan di kantor (Work From Office/WFO) dan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal yang menjadi lokasi domisili Pegawai Aparatur Sipil Negara (Work From Home/WFH). </p>
<p>Kombinasi itu diterapkan secara proporsional, dengan mempertimbangkan beban kerja, sifat, karakteristik tugas pegawai. Namun WFH tersebut tidak berlaku bagi ASN pada unit layanan publik serta pejabat eselon II dan III. Mereka masih diwajibkan menjalankan tugas secara WFO guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.</p>
<p>"Untuk layanan layanan langsung, eselon 2 dan eselon 3 tetap WFO," tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Solikin, Jumat, (10/4/2026). </p>
<p>Sektor layanan publik yang dimaksud antara lain yang mencakup sektor strategis seperti ketenteraman dan ketertiban umum, kebencanaan, kebersihan dan persampahan, administrasi kependudukan, perizinan, kesehatan, pendidikan, serta layanan publik lain yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Penerapan WFH ini sendiri, menurut Solikin, akan mendapatkan pengawasan ketat dan hasilnya akan dievaluasi secara berkala.</p>
<p>"Tiap bulan akan dievaluasi," tegasnya. </p>
<p>Hal senada sebelumnya sempat diungkapkan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. "Tapi kita akan evaluasi per dua Minggu atau satu bulan, kalau ternyata pengurangan penggunaan BBM tidak signifikan maka kita akan coba konsultasi dengan Kemendagri," ungkapnya beberapa waktu lalu. </p>
<p>Selain penerapan WFH, dalam rangka meningkatkan efisiensi, ASN Pemkab Kediri yang masih bekerja di kantor (WFO) diminta untuk melakukan efisiensi dengan menggunakan ruang kerja bersama, selain ASN juta harus mengutamakan pelaksanaan rapat, bimbingan teknis, seminar, konferensi dan lain-lain dilaksanakan secara hybrid/daring, dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. </p>
<p>Tidak hanya itu, ASN juta harus membatas atau mengurangi pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri sebanyak 50 persen. dan perjalanan dinas luar negeri sebanyak 70 persen. Selain itu mengurangi frekuensi jumlah rombongan yang melakukan perjalanan dinas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Standar Wisata, Pelaku Jasa Kuda Bromo Mendapat Pembinaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-standar-wisata-pelaku-jasa-kuda-bromo-mendapat-pembinaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-standar-wisata-pelaku-jasa-kuda-bromo-mendapat-pembinaan</guid>
<description><![CDATA[ Pembinaan pelaku jasa wisata kuda di Bromo jadi langkah penting menjaga kualitas pariwisata. Tak hanya soal layanan, tapi juga kesejahteraan hewan dan keselamatan wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8d0e59e385.webp" length="51156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 19:50:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Bromo, WisataBromo, PariwisataBerkelanjutan, KesejahteraanHewan, BromoTenggerSemeru, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP – </strong>Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku jasa wisata kuda di kawasan tersebut.</p>
<p>Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh sekitar 100 pelaku usaha jasa kuda wisata. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari tata kelola penyediaan jasa wisata kuda hingga pemanfaatan kuda sebagai bagian dari atraksi wisata yang mengedepankan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.</p>
<p>Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan kuda sebagai sarana wisata yang tetap memperhatikan keselamatan pengunjung. Tidak hanya itu, Komando Latihan Marinir turut memberikan materi terkait kesadaran bela negara serta penanaman nilai cinta tanah air kepada para anggota paguyuban kuda tunggang wisata Bromo.</p>
<p>“Kesejahteraan hewan merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan pariwisata kuda di Bromo. Para pemilik maupun perawat harus memiliki pemahaman yang baik terkait perawatan kuda, sehingga kondisi hewan tetap sehat dan layak digunakan untuk mendukung aktivitas wisata,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto.</p>
<p>Lebih lanjut, drh. Niko menjelaskan bahwa kondisi kesehatan kuda tidak hanya berpengaruh pada performa hewan saat digunakan, tetapi juga berdampak langsung terhadap citra pariwisata daerah. Oleh sebab itu, aspek perawatan seperti jadwal pemberian pakan, durasi kerja kuda, hingga perawatan rutin harus diterapkan secara disiplin dan berkelanjutan.</p>
<p>Menurutnya, edukasi kepada para pemilik kuda menjadi langkah strategis dalam menciptakan standar pelayanan yang baik dan profesional. Dengan adanya standar tersebut, diharapkan para wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman saat berkunjung ke Bromo.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa layanan wisata di Bromo tidak hanya menarik dari sisi pengalaman, tetapi juga memperhatikan kesehatan hewan serta keselamatan pengunjung. Hal ini penting untuk menjaga reputasi pariwisata Bromo agar tetap positif di mata wisatawan,” tambahnya.</p>
<p>Ke depan, pembinaan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengelola jasa kuda, tetapi juga pada pelaku jasa wisata lainnya seperti pengemudi jip maupun kendaraan wisata lain agar dapat beroperasi secara tertib, profesional, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Dengan meningkatnya pemahaman para pelaku wisata, diharapkan mereka semakin menyadari pentingnya standar pelayanan, legalitas usaha, serta kesehatan hewan sebagai bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skema Ekonomi Dulu, Ekologi Menyusul: Strategi Pemkot Batu Selamatkan Hutan Penyangga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skema-ekonomi-dulu-ekologi-menyusul-strategi-pemkot-batu-selamatkan-hutan-penyangga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skema-ekonomi-dulu-ekologi-menyusul-strategi-pemkot-batu-selamatkan-hutan-penyangga</guid>
<description><![CDATA[ Skema yang disiapkan Pemkot Batu menunjukkan pergeseran pendekatan konservasi yang lebih realistis dan berbasis kebutuhan lapangan. Dengan menjadikan kesejahteraan sebagai fondasi, program ini tidak hanya berpotensi menjaga kelestarian hutan, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa perlindungan lingkungan dan keuntungan ekonomi bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b42dcde01.webp" length="59706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:27:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hutan Penyangga, Serapan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai merumuskan pendekatan baru dalam menjaga kawasan hutan penyangga, dengan menempatkan kesejahteraan petani sebagai pintu masuk utama konservasi. Wali Kota Batu Nurochman menilai, upaya pelestarian tidak akan efektif tanpa menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan hutan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (10/4/2026) mengaku bahwa sebelumnya telah melakukan pertemuan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari Sejahtera dan mengemuka saat memaparkan rencana program jangka menengah 2026–2028 yang menyasar kawasan strategis di sekitar Tahura.</p>
<p>"Alih-alih pendekatan larangan, Pemkot Batu memilih skema transformatif melalui penerapan agroforestri. Sistem ini mengombinasikan tanaman kehutanan dengan komoditas bernilai ekonomi, sebagai upaya menekan risiko kerusakan lingkungan sekaligus menjaga pendapatan petani tetap stabil," urainya.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu menegaskan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi menjadi kunci utama. Ia bahkan menetapkan proporsi yang cukup tegas dalam desain program tersebut.</p>
<p>Menurutnya apabila masyarakatnya kuat secara ekonomi, mereka akan dengan sendirinya menjaga hutan. Sehingga Pemkot Batu mengarahkan 60 persen untuk penguatan ekonomi, dan 40 persen tetap untuk fungsi ekologis.</p>
<p>"Implementasi program ini akan difokuskan pada tiga jalur utama. Pertama, reboisasi berbasis komoditas melalui penanaman alpukat, kopi, dan sukun di lahan miring seluas 650 hektare. Selain bernilai jual, tanaman tersebut juga berfungsi sebagai penahan erosi dan mitigasi longsor," imbuhnya. </p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut membeberkan hal ini juga dimaksudkan untuk penguatan rantai pasok dengan dukungan alat pasca-panen seperti mesin pemecah dan grinder kopi. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.</p>
<p>Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi intensif kepada 327 petani. Fokusnya membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan hutan berbanding lurus dengan keberlanjutan ekonomi mereka.</p>
<p>"Namun demikian, Pemkot tidak ingin program ini berjalan tanpa kontrol. Kami akan menanggapi berbagai aspirasi, termasuk fluktuasi harga alpukat dan penataan penerima manfaat ditambah dengan komitmen bersama petani," tegasnya.</p>
<p>Ia bahkan membuka kemungkinan penerbitan regulasi khusus untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip konservasi. Pengawasan pun tidak hanya administratif, tetapi juga akan dilakukan langsung di lapangan.</p>
<p>Program ini juga akan melibatkan lebih dari 12 desa di wilayah penyangga, dengan harapan mampu mengubah pola tanam sayuran di lahan miring yang selama ini berisiko tinggi terhadap kerusakan lingkungan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>COOSAE Disiapkan Jadi Senjata Kolektif Petani Batu Hadapi Dominasi Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/coosae-disiapkan-jadi-senjata-kolektif-petani-batu-hadapi-dominasi-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/coosae-disiapkan-jadi-senjata-kolektif-petani-batu-hadapi-dominasi-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi COOSAE menjadi korporasi rakyat menunjukkan perubahan arah kebijakan yang lebih progresif, dari sekadar pembinaan menuju penguasaan ekosistem ekonomi. Jika dikelola konsisten dan profesional, model ini berpotensi menjadi instrumen efektif untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak sekaligus menempatkan mereka sebagai pelaku utama dalam rantai nilai pertanian di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b3873c57c.webp" length="21182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, COOSAE, Petani, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan pertanian dari pola konvensional menuju model kelembagaan berbasis kekuatan kolektif. Melalui transformasi Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE), Wali Kota Batu, Nurochman menargetkan lahirnya korporasi rakyat yang mampu menjadi pemain aktif dalam struktur pasar, bukan sekadar objek distribusi hasil tani.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (10/4/2026) menerangkan, COOSAE akan didorong tidak hanya sebagai wadah organisasi, melainkan sebagai entitas ekonomi yang memiliki daya kendali terhadap rantai pasok dan harga komoditas. Selama ini petani berada pada posisi lemah karena berjalan sendiri-sendiri tanpa kekuatan kolektif yang terorganisir.</p>
<p>"Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga dan praktik tata niaga yang tidak berpihak. Melalui COOSAE, pemerintah mencoba membangun sistem yang memungkinkan petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Pertanian tidak cukup hanya produksi, tapi juga harus menguasai distribusi dan pasar. Di situlah COOSAE kita dorong sebagai instrumen kebijakan," tegasnya.</p>
<p>Pendekatan ini juga diperkuat dengan langkah simbolis sekaligus strategis, di mana Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto resmi menjadi anggota aktif COOSAE. Keikutsertaan pimpinan daerah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak sekadar membuat kebijakan, tetapi turut terlibat langsung dalam penguatan kelembagaan petani.</p>
<p>Di sisi lain, profesionalitas pengelolaan menjadi catatan penting. Pemerintah menekankan bahwa korporasi rakyat tidak bisa berjalan dengan pola lama. Dibutuhkan manajemen modern, pemanfaatan teknologi, serta jejaring bisnis yang luas agar COOSAE mampu bersaing di pasar yang lebih besar.</p>
<p>"Untuk itu, pengurus COOSAE kami minta segera melakukan percepatan program, termasuk penguatan sistem digital dan ekspansi kemitraan. Langkah ini dinilai krusial agar transformasi tidak berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," imbuhnya.</p>
<p>Keterlibatan lintas sektor juga menjadi bagian dari strategi besar ini. Sejumlah kepala SKPD hadir sebagai bentuk komitmen bahwa penguatan COOSAE bukan hanya urusan pertanian, melainkan agenda bersama dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Kolaborasi dengan Pemkab Jombang Distribusikan Bantuan Pangan Periode Februari&amp;Maret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-kolaborasi-dengan-pemkab-jombang-distribusikan-bantuan-pangan-periode-februari-maret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-kolaborasi-dengan-pemkab-jombang-distribusikan-bantuan-pangan-periode-februari-maret</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 910 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat untuk jatah periode dua bulan, yakni Februari–Maret 2026. Setiap KK mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8ac9a4ee0c.webp" length="65788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 16:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Bulog, Bantuan Pangan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JOMBANG, SJP</strong> – Badan Urusan Logistik (Bulog) Pimpinan Cabang (Pimcab) Mojokerto berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyalurkan bantuan pangan secara simbolis di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 910 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat untuk jatah periode dua bulan, yakni Februari–Maret 2026. Setiap KK mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.</p>
<p>Pimpinan Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan bahwa untuk Desa Purisemanding, pihaknya menyalurkan bantuan kepada 910 penerima dengan total 18.200 kilogram beras dan 3.640 liter minyak goreng.</p>
<p>"Kebutuhan pangan pokok bagi Bapak Ibu semuanya, bagi keluarganya, tentunya untuk ketahanan pangan keluarga masing-masing, baik beras maupun minyak goreng," ujar Muhammad Husin dalam sambutannya, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Husin menjelaskan, data penerima bantuan pangan ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN) milik Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program bantuan pangan ini didistribusikan pemerintah kepada 33.244.408 penerima atau KK di seluruh Indonesia.</p>
<p>"Untuk penerima bantuan pangan se-Kabupaten Jombang sebanyak 207.858 penerima. Total beras yang disalurkan sebanyak 4.157.160 kilogram dan minyak goreng sebanyak 831.432 liter," bebernya.</p>
<p>Ia menambahkan, program bantuan pangan ini bertujuan mendukung swasembada pangan berkelanjutan yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>"Untuk tahun 2026 ini diberikan untuk yang pertama, yakni alokasi bulan Februari dan Maret. Mudah-mudahan nanti juga akan ada bantuan selanjutnya, apakah untuk alokasi April, Mei, dan bulan-bulan berikutnya," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Jombang mengapresiasi langkah Bulog dalam mendukung ketahanan pangan di Jombang. Merujuk hasil rapat high level meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat tahun 2026 tanggal 30 Januari 2026 dan Surat Menteri Sekretaris Negara nomor B-08 tanggal 9 Februari 2026, telah ditetapkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng menjadi salah satu program stimulus ekonomi tahun 2026.</p>
<p>"Merupakan program direktif Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Prabowo Subianto, terkait dengan cadangan pangan nasional yang hari ini didistribusikan kepada seluruh warga negara Indonesia," terang Bupati Warsubi.</p>
<p>Menurut Bupati Warsubi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menindaklanjuti dengan menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut. </p>
<p>"Total keseluruhan bantuan pangan diberikan kepada 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP) bersumber dari data tunggal sosial dan ekonomi nasional (Data Sosek) yang ada di Desil 1 sampai dengan Desil 5," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Madiun Tempuh 22 Km Bersepeda ke Kantor, Dukung WFH ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-madiun-22-km-bersepeda-dukung-wfh-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-madiun-22-km-bersepeda-dukung-wfh-asn</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Madiun Hari Wuryanto bersepeda sejauh 22 kilometer ke kantor pada Jumat (10/4/2026) sebagai bentuk dukungan kebijakan WFH dan efisiensi energi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8882f984a0.webp" length="46048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:00:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Hari Wuryanto, Bupati Madiun, WFH ASN, Bersepeda, Hemat Energi, Puspem Caruban, Jawa Timur, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MADIUN, SJP – </strong>Bupati Madiun Hari Wuryanto menunjukkan dukungan terhadap kebijakan work from home (WFH) dengan bersepeda sejauh 22 kilometer menuju kantor pusat pemerintahan (Puspem) Caruban, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi energi sesuai arahan pemerintah pusat, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di kalangan aparatur sipil negara (ASN).</p>
<p>Hari Wuryanto bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berangkat dari Rumah Dinas Pendopo Muda Graha menuju Puspem Caruban. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/660/402.201/2026 terkait pelaksanaan tugas kedinasan ASN yang berlaku setiap Jumat.</p>
<p>Bupati Madiun mengatakan, bersepeda sudah menjadi kebiasaan rutin yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Ia menilai kebijakan WFH sejalan dengan pola hidup sehat yang diterapkannya.</p>
<p>“Saya sudah terbiasa bersepeda setiap hari Jumat selama bertahun-tahun. Ini juga sejalan dengan kebijakan WFH dari pemerintah pusat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengajak ASN yang secara fisik mampu untuk turut bersepeda sebagai alternatif aktivitas kerja yang lebih sehat dan ramah lingkungan.</p>
<p>Selain meningkatkan kebugaran, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menekan konsumsi energi. Bahkan, aktivitas bersepeda bersama dimanfaatkan untuk memantau langsung kondisi infrastruktur serta pelayanan publik di wilayah yang dilalui.</p>
<p>Berdasarkan ketentuan dalam SE tersebut, kebijakan WFH hanya berlaku bagi ASN di instansi non-pelayanan. Sementara itu, instansi pelayanan publik, pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga camat dan lurah tetap menjalankan tugas dari kantor atau work from office (WFO).</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Warujayeng Pilih Bayar Pajak di Gerai Lokal Ketimbang di Bank Jatim, Faktor Kebiasaan dan Keamanan Jadi Alasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-warujayeng-pilih-bayar-pajak-di-gerai-lokal-ketimbang-di-bank-jatim-faktor-kebiasaan-dan-keamanan-jadi-alasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-warujayeng-pilih-bayar-pajak-di-gerai-lokal-ketimbang-di-bank-jatim-faktor-kebiasaan-dan-keamanan-jadi-alasan</guid>
<description><![CDATA[ di balik antusiasme warga dalam memenuhi kewajiban mereka, Kepala Kelurahan Warujayeng juga menyoroti adanya risiko logistik, terutama terkait penanganan uang tunai dalam jumlah besar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8858e202ae.webp" length="34408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bayar pajak, antrian warga, Kantor Kelurahan Warujayeng, gerai lokal, musim panen, resiko uang besar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kantor Kelurahan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk, kini menjadi pusat kesibukan dalam upaya memobilisasi setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, di balik antusiasme warga memenuhi kewajiban perpajakan, Kepala Kelurahan Warujayeng menyoroti adanya risiko logistik yang signifikan, terutama terkait penanganan uang tunai dalam jumlah besar.</p>
<p>Lurah Warujayeng, Okky Rio, menyatakan bahwa penanganan dana tunai di lingkungan kantor kelurahan membawa tantangan tersendiri dalam aspek keamanan dan akurasi administrasi. Hal ini dipicu oleh mayoritas warga yang masih mengandalkan transaksi tunai dibandingkan metode digital atau perbankan.</p>
<p>"Warga masyarakat lebih memilih membayar PBB di sini ketimbang di Bank Jatim. Alasan mereka karena antrean di sana, dan itu menjadi tantangan buat kami karena risiko uang besar. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?" keluh Okky, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik pembayaran pajak di Kelurahan Warujayeng menunjukkan aktivitas administrasi yang cukup padat. Petugas di lokasi menjelaskan bahwa mekanisme yang diterapkan adalah sistem penagihan (billing) kolektif.</p>
<p>"Kami di sini sistemnya billing. Jadi data dikumpulkan, lalu disetorkan ke Bank Jatim dalam bentuk tagihan yang sudah terdata," ujar Lukman, salah satu petugas di Kelurahan Warujayeng.</p>
<p>Menurut Lukman, meski Bank Jatim sebelumnya sempat menempatkan perwakilan fisik di lokasi tersebut, saat ini operasionalnya telah digantikan oleh perwakilan dari Bapenda Provinsi. </p>
<p>Fenomena menarik yang muncul adalah keresahan warga jika harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau mengelola pembayaran secara mandiri melalui kanal daring.</p>
<p>Terkait volume pembayaran, tingkat kunjungan warga di gerai ini sangat fluktuatif dan bergantung pada musim. Pada musim panen, jumlah wajib pajak melonjak drastis dengan nilai nominal yang bervariasi.</p>
<p>"Kalau saat musim panen, nominalnya bisa besar. Kadang satu orang bisa membayar hingga jutaan rupiah, tergantung jumlah SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) yang mereka bawa," jelasnya.</p>
<p>Lukman menambahkan, meskipun total perputaran uang pajak di wilayah tersebut diproyeksikan mencapai Rp1,5 miliar, realisasi pembayarannya sering kali tidak menentu. Banyak warga yang baru melunasi tunggakan pajak setelah mendapatkan hasil dari lahan pertanian mereka.</p>
<p>"Ini kan musim panen, jadi terkadang yang hadir di sini ada 10 orang, dan itu pun bervariasi nilai pembayarannya. Terkadang satu SPPT bisa sampai jutaan rupiah," kata Lukman.</p>
<p>Salah satu warga Warujayeng yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa faktor efisiensi waktu menjadi alasan utama enggan membayar langsung ke Bank Jatim. Baginya, prosedur di bank sering kali memakan waktu lama akibat antrean panjang, terutama saat jam sibuk atau mendekati masa jatuh tempo.</p>
<p>"Kalau di kelurahan lebih cepat, tidak perlu antre panjang seperti di bank," ujar warga tersebut saat ditemui di lokasi.i</p>
<p>Saat dikonfirmasi, pihak Bank Jatim memaparkan adanya perubahan struktur organisasi yang memengaruhi titik layanan di wilayah tersebut.</p>
<p>Unit layanan yang sebelumnya beroperasi di dekat Samsat Warujayeng kini telah mengalami peningkatan status administratif.</p>
<p>"Dulu memang ada di dekat Samsat, itu statusnya Kantor Kas. Sekarang kami sudah berkembang dan beralih menjadi Kantor Cabang Pembantu (Capem)," jelas Dwi, petugas layanan Bank Jatim saat ditemui. </p>
<p>Menurut dia, peningkatan status dari Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan perbankan bagi masyarakat, meski di sisi lain terdapat penyesuaian lokasi koordinasi bagi wajib pajak.</p>
<p>Namun, terkait rincian mekanisme koordinasi pembayaran pajak dan solusi atas antrean panjang yang dikeluhkan warga, pihak Bank Jatim menyatakan bahwa pemberian informasi resmi harus melalui prosedur birokrasi internal perusahaan.</p>
<p>"Karena ini menyangkut instansi, saya tidak bisa memutuskan sendiri. Hal ini harus dikoordinasikan lebih lanjut ke tingkat atasan atau pimpinan cabang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nggak Bahaya Ta? Ketika Rapat Paripurna Bangkalan Berubah Jadi Lomba Tidur Sekda dan Kasatpol PP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nggak-bahaya-ta-ketika-rapat-paripurna-bangkalan-berubah-jadi-lomba-tidur-sekda-dan-kasatpol-pp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nggak-bahaya-ta-ketika-rapat-paripurna-bangkalan-berubah-jadi-lomba-tidur-sekda-dan-kasatpol-pp</guid>
<description><![CDATA[ Momen kocak Sekda &amp; Kasatpol PP Bangkalan tertidur pulas saat rapat LKPJ 2025. Intip sindiran pedas DPRD dan reaksi Bupati Lukman Hakim di sini! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d858a1ac6f9.webp" length="94500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 11:12:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Paripurna Bangkalan, Pejabat Tidur, Sekda Bangkalan, Ismet Efendi, Kasatpol PP Bangkalan, Berita Humor Bangkalan, DPRD Bangkalan, Lukman Hakim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>BANGKALAN, SJP – Ruang rapat paripurna DPRD Bangkalan yang seharusnya tegang dan penuh angka-angka serius, mendadak berubah suasana menjadi seperti gerbong kereta api eksekutif di malam hari: tenang, syahdu, dan penuh dengan kepala yang bergoyang pelan mencari sandaran.</p>
<p>Senin (6/4) lalu, saat Bupati sedang serius membacakan nota jawaban atas pandangan umum fraksi terkait LKPJ 2025, sejumlah pejabat tinggi justru terlihat sedang melakukan "meditasi kelopak mata".</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, Sekretaris Daerah (Sekda) Ismet Efendi dan Kepala Satpol PP Moh Hasbullah tertangkap kamera sedang sangat khusyuk. Jika biasanya Satpol PP bertugas menertibkan pedagang, kali ini sang komandan justru sedang menertibkan pikirannya sendiri dalam alam bawah sadar.</p>
<p>Banyak yang menduga, suara Bupati saat membacakan nota jawaban memiliki frekuensi *low-fi* yang lebih ampuh daripada lagu pengantar tidur mana pun di YouTube.</p>
<p>Scroll Medsos: Jalan Pintas Usir Bosan</p>
<p>Bagi mereka yang masih kuat melek, godaan ternyata tetap ada. Alih-alih mencatat poin penting dari Bupati, beberapa pejabat terekam asyik melakukan "inspeksi mendadak" ke aplikasi media sosial. Mungkin maksudnya ingin mengecek apakah suara Bupati sudah viral di TikTok, atau sekadar memastikan algoritma Instagram masih aman.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi, tampaknya tidak selera humor melihat pemandangan "asrama" tersebut. Dengan nada gemas, ia mengeluarkan kalimat yang cukup menohok.<br>*"Kalau capek, gantikan orang lain. Kalau ngantuk jangan datang. Paripurna bukan tempat tidur,"* tegas Rosi.</p>
<p>Pernyataan ini sekaligus mematahkan harapan para pejabat yang mungkin berharap DPRD menyediakan bantal leher atau kopi hitam di setiap meja rapat di masa depan.</p>
<p>Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, pun tak bisa menutupi rasa herannya. Ia menyayangkan anak buahnya yang kehilangan fokus di momen krusial. Bahkan, ia sempat berceletuk jika dirinya tahu saat itu juga, ia sendiri yang akan turun tangan menjadi "alarm berjalan" untuk membangunkan mereka.</p>
<p>Kini, warga Bangkalan hanya bisa berharap bahwa janji-janji pemerintah yang dibahas dalam rapat tersebut tidak ikut terbawa mimpi oleh para pejabatnya. Karena membangun daerah tentu tidak bisa dilakukan sambil merem. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Standar Ketat! Penjamah Makanan SPPG Suboh Buduan 1 Situbondo Wajib Gunakan APD Lengkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/standar-ketat-penjamah-makanan-sppg-suboh-buduan-1-situbondo-wajib-gunakan-apd-lengkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/standar-ketat-penjamah-makanan-sppg-suboh-buduan-1-situbondo-wajib-gunakan-apd-lengkap</guid>
<description><![CDATA[ Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7c34ae4f48.webp" length="39744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Seluruh petugas penjamah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Situbondo Suboh Buduan 1 dipastikan telah menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sesuai ketentuan.</p>
<p>Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ahli Gizi dapur SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kepada suarajatimpost.com, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh petugas menjalankan protokol kebersihan dan keamanan pangan dengan disiplin, mulai dari tahap pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.</p>
<p>“Seluruh petugas wajib mengenakan APD lengkap, mulai dari masker, penutup kepala, celemek, hingga sarung tangan, sesuai standar yang telah ditetapkan BGN,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan APD menjadi bagian krusial dalam menjaga kualitas sekaligus higienitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.</p>
<p>Ia menjelaskan, masker dan penutup rambut berfungsi untuk mencegah potensi kontaminasi, seperti debu, bakteri, keringat, maupun rambut yang dapat masuk ke dalam makanan. Standar tersebut mengacu pada prinsip keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).</p>
<p>Tak hanya itu, sejumlah aturan ketat juga diterapkan di area dapur. Petugas dilarang mengenakan perhiasan, memiliki kuku panjang, serta menggunakan telepon genggam saat menangani makanan.</p>
<p>Selain itu, mereka juga diwajibkan memakai sepatu khusus dapur yang tidak digunakan di luar area produksi.</p>
<p>Pengawasan terhadap penerapan standar ini dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh prosedur berjalan optimal.</p>
<p>Ia menambahkan, langkah tersebut penting untuk menekan risiko terjadinya keracunan makanan serta menjaga mutu konsumsi, khususnya bagi anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.</p>
<p>“Pengendalian kualitas menjadi tanggung jawab bersama. Namun secara teknis, kami sebagai ahli gizi memastikan semua standar dipatuhi demi keamanan dan kesehatan anak-anak,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan penerapan standar yang ketat, dapur SPPG Situbondo diharapkan mampu menjadi contoh pelaksanaan program MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan pangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan Kursi Kepala OPD Masih Kosong, Pemkot Blitar Segera Siapkan Seleksi Terbuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-kursi-kepala-opd-masih-kosong-pemkot-blitar-segera-siapkan-seleksi-terbuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-kursi-kepala-opd-masih-kosong-pemkot-blitar-segera-siapkan-seleksi-terbuka</guid>
<description><![CDATA[ Hingga awal April 2026, sebanyak sembilan kursi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Blitar kosong. Dalam waktu dekat, akan dilakukan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d79306d2c77.webp" length="44308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:24:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Sembilan, Kursi, Kepala, OPD, Kosong, Seleksi, Terbuka.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kota Blitar masih menghadapi kekosongan di sejumlah posisi strategis. Hingga awal April 2026, tercatat ada sembilan jabatan pimpinan tinggi pratama atau setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum terisi definitif.</p>
<p>Kondisi ini membuat sejumlah instansi untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sembari menunggu proses pengisian jabatan secara resmi.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Blitar Ika Hadi Wijaya, mengungkapkan bahwa kekosongan tersebut tersebar di berbagai sektor penting pelayanan publik.</p>
<p>"Saat ini masih ada sembilan jabatan kepala OPD yang belum terisi,” ungkapnya, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Adapun posisi yang masih kosong meliputi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Direktur RSUD Mardi Waluyo.</p>
<p>Selain itu, jabatan Sekertaris DPRD, Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala DPMPTSP, hingga Sekretaris Daerah juga belum memiliki pejabat definitif.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Blitar berencana segera menggelar seleksi terbuka atau lelang jabatan dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pimpinan definitif yang kompeten di masing-masing OPD.</p>
<p>"Dalam waktu dekat akan segera dilakukan proses seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan tersebut," terangnya.</p>
<p>Meski demikian, ia memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Keberadaan Plt dinilai cukup menjaga stabilitas kinerja di masing-masing perangkat daerah.</p>
<p>"Kami pastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun masih ada kekosongan jabatan," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Sidak Desa Ngringin, Dalami PTSL dan Pembangunan Fisik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sidak-desa-ngringin-dalami-ptsl-dan-pembangunan-fisik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sidak-desa-ngringin-dalami-ptsl-dan-pembangunan-fisik</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Kabupaten Nganjuk melakukan sidak di Desa Ngringin untuk mendalami administrasi dan pelaksanaan PTSL 2023 serta pembangunan fisik desa. Audit ditegaskan sebagai agenda rutin tanpa kaitan dengan pelimpahan kasus hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7939391f48.webp" length="31572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:12:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidak ndadak, Inspektorat, Desa Ngringin, verifikasi data, Program PTSL 2023, Dor to door, Desa Ngringin, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="223" data-end="560"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tim Inspektorat Kabupaten Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Desa Ngringin, Kamis (9/4/2026), sejak pagi hingga malam hari.</p>
<p data-start="223" data-end="560">Kunjungan tanpa pemberitahuan ini dilakukan untuk mendalami pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2023.</p>
<p data-start="562" data-end="720">Sidak tersebut menyasar sejumlah kegiatan, di antaranya pembangunan jalan rabat beton, pengadaan pos kamling, serta administrasi dan pelaksanaan program PTSL.</p>
<p data-start="722" data-end="979">Berdasarkan pantauan di lapangan, tim auditor tidak hanya memeriksa dokumen administrasi di kantor desa, tetapi juga melakukan verifikasi langsung kepada warga. Sekitar 25 hingga 30 warga didatangi di rumah masing-masing sebagai bagian dari metode sampling.</p>
<p data-start="981" data-end="1157">Bayan (Kepala Dusun) Desa Ngringin, Heri Kurniadi, mengatakan tim auditor yang berjumlah tiga orang mulai melakukan pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang Magrib.</p>
<p data-start="1159" data-end="1320">“Mereka melakukan verifikasi data dan pelaksanaan di lapangan terkait program PTSL yang mencakup kurang lebih 900 bidang tanah,” ujar Heri kepada Suarajatimpost.</p>
<p data-start="1322" data-end="1594">Ia menjelaskan, sidak kali ini berlangsung lebih intensif dibanding pemeriksaan rutin yang biasanya didahului surat pemberitahuan dari kecamatan. Tim Inspektorat yang dipimpin Mariana dan Anas meminta data seluruh peserta PTSL serta melakukan pengecekan langsung ke warga.</p>
<p data-start="1596" data-end="1691">“Ada sekitar 25 sampai 30 rumah warga yang menjadi sampel untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1693" data-end="1904">Pendalaman dilakukan di tiga dusun, yakni Dusun Ngringin, Dusun Gempol, dan Dusun Sumberjo. Terkait biaya PTSL, Heri menegaskan bahwa besaran yang disepakati adalah Rp500 ribu per bidang tanpa pungutan tambahan.</p>
<p data-start="1906" data-end="2014">“Memang kesepakatannya Rp500 ribu per bidang dan tidak ada biaya tambahan lain yang saya ketahui,” tegasnya.</p>
<p data-start="2016" data-end="2217">Selain PTSL, pemeriksaan juga menyentuh beberapa kegiatan pembangunan fisik desa. Namun, fokus utama tetap pada kelengkapan administrasi, terutama setelah meninggalnya ketua panitia PTSL desa setempat.</p>
<p data-start="2219" data-end="2427">Sementara itu, Auditor Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Anas Nasrulloh, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).</p>
<p data-start="2429" data-end="2567">“Kehadiran tim di Desa Ngringin adalah agenda audit rutin. Fokusnya pada tertib administrasi serta penggunaan dana desa,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="2569" data-end="2691">Ia juga membantah kabar yang menyebut sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari pelimpahan perkara oleh pihak kejaksaan.</p>
<p data-start="2693" data-end="2795">“Tidak ada pelimpahan. Ini murni sidak rutin tahunan, tidak ada kaitannya dengan kejaksaan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2693" data-end="2795"><strong data-start="2797" data-end="2818">Pemdes Kooperatif</strong></p>
<p data-start="2820" data-end="3002">Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, menyambut baik kedatangan tim Inspektorat. Ia memastikan pemerintah desa bersikap kooperatif dan telah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan.</p>
<p data-start="3004" data-end="3127">“Kami terbuka terhadap audit ini. Justru ini menjadi bahan evaluasi agar administrasi desa semakin baik ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3129" data-end="3243">Menurut Ika, pemeriksaan mencakup pekerjaan rabat beton, pengadaan dua pos kamling, serta program PTSL tahun 2023.</p>
<p data-start="3245" data-end="3339">Ia berharap audit tersebut dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembangunan desa.</p>
<p data-start="3341" data-end="3475">“Harapannya, pembangunan di Desa Ngringin semakin transparan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3341" data-end="3475"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dimulai Besok, 75 Persen ASN Pemkot Blitar Jalani WFH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dimulai-besok-75-persen-asn-pemkot-blitar-jalani-wfh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dimulai-besok-75-persen-asn-pemkot-blitar-jalani-wfh</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan Work From Home (WFH) di Kota Blitar dimulai besok atau Jumat (10/3/2026). Sebanyak 75 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Blitar akan bekerja dari rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d79141797e1.webp" length="38908" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:59:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Kebijakan, WFH, Kota Blitar, Dimulai, 75 Persen, ASN, Bekerja, Dari, Rumah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP -</strong> Sebanyak 75 persen aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar mulai menjalani kebijakan work from home (WFH) pada Jumat, 10 April 2026.</p>
<p>Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya efisiensi energi sekaligus mendorong sistem kerja berbasis digital di lingkungan pemerintahan.</p>
<p>Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan WFH akan diberlakukan satu hari dalam seminggu dengan mayoritas ASN bekerja dari rumah.</p>
<p>"Mulai besok kebijakan WFH kita terapkan. Targetnya 75 persen ASN bekerja dari rumah untuk mendukung efisiensi energi," kata dia, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, dari total sekitar 3.329 ASN di Pemkot Blitar, hanya 25 persen yang tetap bekerja dari kantor. Mereka terdiri dari pegawai yang bertugas di sektor pelayanan publik serta pejabat struktural.</p>
<p>"Kepala OPD, camat, lurah, serta pegawai di bagian pelayanan tetap masuk kantor. Jadi pelayanan ke masyarakat tetap berjalan normal," ucapnya.</p>
<p>Meski bekerja dari rumah, ASN tetap dituntut menjalankan tugas secara optimal. Pemkot Blitar pun mengandalkan sistem digital untuk menunjang kinerja pegawai.</p>
<p>Untuk memastikan kedisiplinan, sistem presensi akan menggunakan titik koordinat lokasi masing-masing ASN selama jam kerja berlangsung.</p>
<p>"Pekerjaan seperti surat-menyurat bisa dilakukan secara elektronik, termasuk menggunakan tanda tangan digital. Jadi bisa dikerjakan dari mana saja. Untuk presensi tetap pakai pakai titik koordinat di rumah. Jadi bisa dipantau dan tidak bisa sembarangan," tegasnya.</p>
<p>Selain itu, setiap ASN yang menjalani WFH diwajibkan menyampaikan laporan hasil kerja harian. Jika tidak, maka akan dianggap tidak masuk kerja.</p>
<p>Tak hanya menerapkan WFH, Pemkot Blitar juga mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) melalui gerakan bersepeda ke kantor.</p>
<p>"Beberapa kepala dinas sudah mulai naik sepeda ke kantor. Ini bagian dari upaya kita menghemat energi," imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tergiur Jadi ASN, Warga Gresik Tertipu Hingga Rp150 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tergiur-jadi-asn-warga-gresik-tertipu-hingga-rp150-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tergiur-jadi-asn-warga-gresik-tertipu-hingga-rp150-juta</guid>
<description><![CDATA[ Tak tanggung-tanggung, sejumlah korban dilaporkan telah menyetorkan uang pelicin berkisar antara Rp70 juta hingga Rp150 juta demi mendapatkan status pegawai negeri tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d789739a4f4.webp" length="38890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:16:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, ASN Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP – </strong>Praktik penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan modus Surat Keputusan (SK) palsu menghantui warga Kabupaten Gresik.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, sejumlah korban dilaporkan telah menyetorkan uang pelicin berkisar antara Rp70 juta hingga Rp150 juta demi mendapatkan status pegawai negeri tersebut.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik, Agung Endro Utomo, membenarkan dugaan penipuan rekrutmen ASN tersebut.</p>
<p>"Informasinya begitu membayar hingga ratusan juta. Ada juga yang tidak tau nominal, sebab orang tuanya yang mengurus," kata Agung, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Agung menjelaskan, kasus bermula saat sejumlah warga datang dengan membawa SK PNS dan PPPK yang tertulis tahun 2024 dan diduga palsu, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Ia menyebut, modus dugaan penipuan rekrutmen ASN ini ditawari untuk menggantikan ASN yang mengundurkan diri. Padahal secara peraturan, ASN harus mengundurkan diri dan tidak bisa digantikan.</p>
<p>Para korban yang berasal dari masyarakat sipil ini ternyata juga tidak melalui pendaftaran resmi atau tes.</p>
<p>"Selain itu rekrutmen ASN harus daftar dan tes melalui website resmi sscasn," terangnya.</p>
<p>Lanjut Agung, sejumlah korban pun tengah dimintai keterangan oleh BKPSDM secara bergantian.</p>
<p>"Sejauh ini total ada 9 korban yang teridentifikasi dan menjalani pemeriksaan," tambahnya. </p>
<p>Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus penipuan yang juga diduga memalsukan tanda tangannya sebagai Kepala BKPSDM Gresik.</p>
<p>Bahkan, pihaknya juga akan menempuh jalur hukum untuk mengusut pelaku pemalsuan yang mencatut namanya.</p>
<p>"Nanti rencana ada kami dan para korban akan melaporkan ke Polres Gresik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidak Mendadak di SPPG Besuk, Sekda Probolinggo Temukan Porsi MBG Belum Sesuai Standar Gizi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidak-mendadak-di-sppg-besuk-sekda-probolinggo-temukan-porsi-mbg-belum-sesuai-standar-gizi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidak-mendadak-di-sppg-besuk-sekda-probolinggo-temukan-porsi-mbg-belum-sesuai-standar-gizi</guid>
<description><![CDATA[ Sidak mendadak dilakukan Sekda Probolinggo di SPPG Kecamatan Besuk. Ditemukan porsi makanan MBG belum sesuai standar dan menu yang belum tepat sasaran. Pengawasan kini akan diperketat demi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d786c1c383f.webp" length="48138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, MakanBergiziGratis, Sidak, KesehatanMasyatakat, GiziAnak, IbuHamil, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kecamatan Besuk. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.</p>
<p>Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, Ugas memulai sidak dengan turun langsung menemui para penerima manfaat program. Ia berdialog dengan sejumlah kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga para siswa sekolah dasar yang menjadi bagian dari program tersebut. Dari hasil pemantauan di lapangan, tim Satgas menemukan beberapa hal yang menjadi perhatian serius.</p>
<p>Salah satu temuan utama adalah terkait porsi makanan yang dinilai masih belum memenuhi standar kebutuhan gizi yang telah ditentukan. Selain itu, tim juga mendapati adanya kesamaan menu antara anak-anak sekolah dengan ibu menyusui. Padahal, kedua kelompok tersebut memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga seharusnya mendapatkan komposisi makanan yang disesuaikan.</p>
<p>“Kami menemukan porsi makanan yang ternyata masih di bawah standar gizi yang ditetapkan. Selain itu, ditemukan kesamaan menu antara anak sekolah dan ibu menyusui, padahal kebutuhan nutrisi keduanya sangat berbeda,” tegas Ugas saat menyampaikan evaluasi di lokasi sidak.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan tersebut, rombongan Satgas MBG kemudian langsung melakukan peninjauan ke dapur produksi SPPG setempat. Di lokasi ini, Ugas berdiskusi dengan tenaga ahli gizi serta kepala dapur guna menelusuri proses mulai dari perencanaan menu, pengolahan bahan makanan, hingga distribusinya kepada penerima manfaat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ugas menegaskan bahwa ke depan sistem pengawasan akan diperketat. Jika sebelumnya pengawasan lebih bersifat pembinaan, maka kini akan dilakukan sidak secara berkala tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai dengan fakta dan tidak direkayasa.</p>
<p>Ia juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola SPPG agar tidak melakukan manipulasi terhadap menu maupun kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, ketidaksesuaian dengan standar yang telah ditetapkan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, termasuk sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>“Bagi SPPG yang belum siap atau masih dalam tahap tindak lanjut evaluasi, jangan dipaksakan beroperasi. Penuhi dulu semua standar fasilitas dan gizinya agar manfaat program ini benar-benar dirasakan maksimal oleh masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui sidak ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kualitas pelaksanaan program MBG dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alami Pergantian, Ini Sosok Penjabat Sekda Kota Kediri yang Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alami-pergantian-ini-sosok-penjabat-sekda-kota-kediri-yang-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alami-pergantian-ini-sosok-penjabat-sekda-kota-kediri-yang-baru</guid>
<description><![CDATA[ Pemilihan Endang Kartika Sari sebagai Pj Sekda Kota Kediri bukan tanpa alasan. Menurut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, sebelum terpilih Endang telah melalui seleksi lebih dulu. Hasilnya, setelah melalui seleksi nilai Endang menjadi yang terbaik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7850271ddc.webp" length="13868" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 19:31:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Kediri, Wali Kota Kediri, PJ Sekda kota Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP -</strong> Pemerintah Kota Kediri melakukan penyegaran birokrasi dengan mengganti posisi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah. Endang Kartika ditunjuk untuk menggantikan Ferry Djatmiko untuk memperkuat kinerja pemerintahan ke depan.</p>
<p>Untuk diketahui Endang Kartika Sari merupakan Kepala Dinas PUPR Kota Kediri. Sedangkan Ferry Djatmiko memiliki jabatan definitif sebagai Kepala Bappeda. Sebelum ini, Ferry Djatmiko sudah dua kali ditugasi sebagai Pj Sekda Kota Kediri. </p>
<p>Pemilihan Endang Kartika Sari sebagai Pj Sekda Kota Kediri bukan tanpa alasan. Menurut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, sebelum terpilih Endang telah melalui seleksi lebih dulu. Hasilnya, setelah melalui seleksi nilai Endang menjadi yang terbaik. </p>
<p>"Bu Endang punya kompetensi, kemampuan, dan sebelumnya juga ada pansel dulu. Kita juga melihat hasil pansel dari para penguji, nilainya baik. Karena dasar-dasar tersebutlah kita memilih Bu Endang," ungkap Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kamis, (09/04/2026). </p>
<p>Terkait Sekda Kota Kediri definitif, Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, mengungkapkan ada sejumlah syarat dan prosedur yang harus lebih dulu dialui </p>
<p>"Sehingga dimungkinkan sekarang PJ Sekda dulu. Nanti tunggu informasi selanjutnya dari pemerintah tentunya ketika syarat dan prosedur sudah terpenuhi pasti nanti akan ditunjuk," tuturnya. </p>
<p>Dalam kesempatan ini, Mbak Wali menitipkan beberapa pesan kepada Pj Sekda Endang Kartika Sari. Pertama, agar koordinasi antar perangkat di Pemerintah Kota Kediri dapat ditingkatkan. Kedua, integritas dan netralitas harus terus dijaga. Ketiga, terus mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat. </p>
<p>Pelayanan yang diberikan harus akuntabel dan transparan. Tujuannya agar dapat terwujud Kota Kediri MAPAN.</p>
<p>"Pj Sekda punya peran yang sangat strategis. Nantinya dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Bu Endang pasti bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.</p>
<p>Wali kota termuda ini menegaskan agar seluruh OPD terus menjaga kolaborasi dan sinergi. Tantangan ke depan akan semakin beragam. Dibutuhkan solusi bersama untuk menghadapinya.</p>
<p>"Kesampingkan ego sektoral. Kita harus <em>sharing</em> untuk mencari solusi bersama terhadap berbagai permasalahan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Pj Sekda Endang Kartika Sari menambahkan siap menjalankan amanah sebagai Pj Sekda. Apa yang menjadi arahan Kepala Daerah akan dijalankan sebaik-baiknya.</p>
<p>"Tadi beberapa pesan sudah disampaikan Mbak Wali dan akan saya laksanakan sebaik-baiknya. Terdekat menyiapkan anggaran 2027 yang saat ini sedang disusun ini ada desk di Bappeda," imbuhnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Probolinggo Kaji Investasi Teknologi Pirolisis, Solusi Modern Atasi Sampah hingga 500 Ton per Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-probolinggo-kaji-investasi-teknologi-pirolisis-solusi-modern-atasi-sampah-hingga-500-ton-per-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-probolinggo-kaji-investasi-teknologi-pirolisis-solusi-modern-atasi-sampah-hingga-500-ton-per-hari</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Probolinggo mulai melirik teknologi pirolisis sebagai solusi modern mengatasi persoalan sampah. Dengan potensi hingga 500 ton sampah per hari, kolaborasi dengan investor diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d77f0dded45.webp" length="43368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 19:00:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, PengelolaanSampah, LingkunganHidup, InvestasiDaerah, DinasLingkunganHidup, SampahJadiEnergi, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menelaah peluang investasi pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis yang ditawarkan PT Kimia Alam Subur (KAS). Paparan rencana tersebut berlangsung di ruang pertemuan Rengganis, Kantor Bupati Probolinggo.</p>
<p>Agenda ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Wakil Ketua DPRD M. Zubaidi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, serta sejumlah kepala OPD terkait. Sementara itu, pemaparan teknologi disampaikan langsung oleh Direktur PT KAS, Ermawan Wibisono.</p>
<p>Sekda Ugas Irwanto menyampaikan apresiasi atas minat PT KAS dalam mendukung pengelolaan lingkungan di Kabupaten Probolinggo. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjawab tantangan nasional dalam pengelolaan sampah, termasuk target “Kiamat TPA 2028”.</p>
<p>“Pemkab Probolinggo ingin bertransformasi dari sekadar membuang sampah menjadi mengolah sampah. Dengan timbulan sampah sekitar 446 ton per hari dan potensi meningkat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), diperlukan solusi teknologi yang efektif,” katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan fiskal daerah menjadi pertimbangan utama, sehingga Pemkab lebih terbuka terhadap investasi dari pihak swasta yang tidak membebani APBD. Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang semakin penuh turut menjadi alasan perlunya teknologi yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.</p>
<p>Di sisi lain, Direktur PT KAS Ermawan Wibisono menilai metode pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Menurutnya, sistem yang ada hanya memindahkan residu tanpa memberikan solusi jangka panjang.</p>
<p>“Selama ini hanya mengalihkan residu, sementara biaya tetap berjalan. Itu yang menjadi persoalan utama,” ujarnya.</p>
<p>Ermawan menjelaskan bahwa pihaknya menawarkan teknologi biolisis atau pirolisis yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini bekerja melalui proses pemanasan tertutup tanpa pembakaran langsung.</p>
<p>“Teknologi ini mampu menghasilkan bahan bakar setara solar, gas sintetis (syngas) hingga karbon aktif. Selain itu, tidak menghasilkan emisi berbahaya karena tidak melalui pembakaran langsung,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa skema kerja sama yang ditawarkan tidak akan membebani pemerintah daerah, termasuk tanpa adanya <em>tipping fee</em>.</p>
<p>“Keuntungan diperoleh dari hasil produk yang diolah, bukan dari pemerintah daerah,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di luar APBD guna mengoptimalkan pengelolaan sampah. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kerja sama tersebut harus melalui proses kajian yang matang.</p>
<p>“Ini bukan sesuatu yang sederhana. Tidak cukup hanya pertemuan lalu MoU selesai. Dibutuhkan proses panjang dan kepercayaan agar program berjalan baik. Oleh karena itu pentingnya asesmen awal terkait jenis dan volume sampah sebagai dasar penyusunan skema pengelolaan,” urainya.</p>
<p>Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengungkapkan bahwa kondisi pengelolaan sampah di daerahnya masih belum ideal. Dari total potensi 480 hingga 500 ton sampah per hari, hanya sekitar 5 persen yang dapat terangkut ke TPA.</p>
<p>“Keterbatasan armada menjadi kendala utama. Saat ini hanya ada 23 armada dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, sistem pengelolaan di TPA masih menggunakan metode <em>open dumping</em> yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Oleh sebab itu, pihaknya optimistis kehadiran investor dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah secara menyeluruh.</p>
<p>“Potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor persampahan cukup besar, bahkan bisa mencapai sekitar Rp9,5 miliar per tahun melalui penerapan sistem e-retribusi. Kami optimistis kolaborasi ini dapat memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, sehingga lebih efektif, transparan dan berkelanjutan,” tegasnya.</p>
<p>Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi yang dipimpin langsung oleh Sekda Ugas Irwanto. Sejumlah pertanyaan dan masukan disampaikan oleh berbagai pihak, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BKKPAD Kristiana Ruliani, hingga perwakilan Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Perketat Dispensasi Nikah Dini, Catin Wajib Lolos Asesmen Psikologis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perketat-dispensasi-nikah-dini-catin-wajib-lolos-asesmen-psikologis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perketat-dispensasi-nikah-dini-catin-wajib-lolos-asesmen-psikologis</guid>
<description><![CDATA[ Dispensasi nikah dini di Bondowoso diperketat melalui asesmen psikologis wajib bagi catin di bawah umur guna memastikan kesiapan mental serta menekan risiko sosial, perceraian, dan stunting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d77f0e1d866.webp" length="25672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 17:28:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pernikahan dini, bondowoso, kediri, dinsos p3akb, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="407"><strong data-start="106" data-end="119">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso semakin memperketat pemberian dispensasi pernikahan usia dini. Tak lagi sekadar formalitas administratif, setiap calon pengantin (catin) di bawah umur kini wajib melewati asesmen psikologis yang ketat sebagai syarat utama sebelum rekomendasi dikeluarkan.</p>
<p data-start="409" data-end="770">Langkah ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan laju pernikahan dini yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) memastikan, hanya catin yang benar-benar siap secara mental dan emosional yang dapat melanjutkan proses dispensasi.</p>
<p data-start="772" data-end="1086">Tak hanya itu, proses pendampingan dilakukan secara komprehensif melalui pemeriksaan klinis dan konseling intensif. Setiap pasangan muda harus menjalani serangkaian uji kesiapan, mulai dari stabilitas emosi hingga kemampuan menghadapi dinamika rumah tangga, sehingga keputusan menikah tidak diambil secara gegabah.</p>
<p data-start="1088" data-end="1372">Kebijakan ini sekaligus menjadi filter ketat untuk mencegah pernikahan dini dijadikan jalan keluar instan dari persoalan remaja. Pemerintah ingin memastikan bahwa pernikahan bukan sekadar solusi sementara, melainkan keputusan matang yang dipertimbangkan dari berbagai aspek kehidupan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d77f171444c.webp" alt=""></p>
<p data-start="1374" data-end="1559">Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron menyampaikan, langkah ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masa depan anak-anak di Bondowoso.</p>
<p data-start="1561" data-end="1821">"Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kesiapan mental mereka. Kita tidak ingin pernikahan hanya menjadi pelarian tanpa kesiapan, karena dampaknya sangat luas, mulai dari masalah sosial hingga kesehatan nasional seperti stunting," tegas Imron.</p>
<p data-start="1561" data-end="1821">Dinsos P3AKB juga memiliki psikolog ahli dalam proses asesmen, Mieke Prasetyo. Dirinya menjelaskan, secara psikologis, remaja di bawah umur seringkali belum memiliki regulasi emosi yang stabil untuk menghadapi dinamika rumah tangga.</p>
<p data-start="2107" data-end="2486">"Dalam pemeriksaan ini, kami fokus mengevaluasi kematangan emosional, kemampuan pemecahan masalah, serta pemahaman mereka terhadap peran sebagai suami atau istri. Banyak dari mereka yang secara mental masih dalam tahap perkembangan remaja, sehingga edukasi dan pendampingan ini menjadi krusial agar mereka tidak 'kaget' saat menghadapi realitas pernikahan," jelas Mieke.</p>
<p data-start="2533" data-end="2769">Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hafidhatullaily, menekankan pentingnya peran orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka selama proses konseling di kantor Dinsos.</p>
<p data-start="2771" data-end="3069">"Kami memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa tanggung jawab mereka tidak berhenti setelah anak menikah. Melalui Bidang PPPA, kami pastikan bahwa hak-hak anak tetap terlindungi dan mereka mendapatkan bekal pola asuh yang benar meskipun harus menikah di usia muda," pungkasnya.</p>
<p data-start="3437" data-end="3646" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Diharapkan dengan adanya keterlibatan psikolog dalam proses ini, angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Kabupaten Bondowoso dapat diminimalisasi melalui persiapan mental yang lebih matang. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3437" data-end="3646" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Dorong Pejabat Internal Percaya Diri Ikuti Seleksi Sekda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-pejabat-internal-percaya-diri-ikuti-seleksi-sekda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-pejabat-internal-percaya-diri-ikuti-seleksi-sekda</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dorongan tersebut, Pemkot Batu berharap semakin banyak pejabat internal yang berpartisipasi aktif dalam seleksi, sehingga kompetisi berjalan sehat dan menghasilkan figur terbaik dari proses yang benar-benar terbuka dan profesional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d76ea94872f.webp" length="19616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 16:31:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Internal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wali Kota Batu, Nurochman, mendorong pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batu untuk tidak ragu dan berani bersaing dalam Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.</p>
<p>Meski proses seleksi dibuka secara nasional, ia menegaskan bahwa peluang bagi pejabat internal tetap besar selama mampu menunjukkan kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan.</p>
<p>Menurut Cak Nur pada Kamis (9/4/2026), keterlibatan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam panitia seleksi justru menjadi jaminan bahwa proses akan berjalan objektif dan adil bagi semua peserta, termasuk dari internal Pemkot Batu.</p>
<p>Dengan sistem tersebut, penilaian akan sepenuhnya berbasis kemampuan, rekam jejak, dan kualitas kepemimpinan, bukan faktor kedekatan.</p>
<p>“Jangan ada keraguan. Justru ini kesempatan bagi pejabat internal untuk menunjukkan kualitasnya. Semua punya peluang yang sama selama memenuhi syarat dan mampu bersaing,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai, pejabat internal memiliki keunggulan tersendiri karena telah memahami dinamika birokrasi, karakteristik wilayah, hingga kebutuhan pembangunan di Kota Batu. Hal ini menjadi modal penting dalam menyusun gagasan strategis serta menjalankan peran Sekda sebagai koordinator perangkat daerah.</p>
<p>Namun demikian, Cak Nur tetap menekankan bahwa seleksi terbuka tidak boleh membatasi partisipasi dari luar daerah. Regulasi mengharuskan proses berlangsung inklusif, sehingga kompetisi tetap terbuka luas. Justru dari kompetisi itulah diharapkan muncul figur terbaik yang benar-benar siap memimpin birokrasi.</p>
<p>“Kalau internal siap, harusnya tidak perlu takut. Ini soal kapasitas. Tinggal bagaimana menunjukkan kemampuan saat seleksi berlangsung,” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, ia kembali mengingatkan bahwa sosok Sekda yang dibutuhkan bukan hanya administratif, tetapi juga pemimpin yang mampu mengorkestrasi berbagai kepentingan di lingkungan Pemkot Batu. Kemampuan menyatukan visi antar organisasi perangkat daerah menjadi kunci dalam memastikan jalannya program pembangunan.</p>
<p>Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Sekda terpilih nantinya harus mampu menerjemahkan visi-misi pembangunan Kota Batu, termasuk arah kebijakan mBatu SAE, ke dalam implementasi yang konkret dan terukur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beredar SK PNS Palsu di Gresik, Korban Ngantor Berseragam Lengkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beredar-sk-pns-palsu-di-gresik-korban-ngantor-berseragam-lengkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beredar-sk-pns-palsu-di-gresik-korban-ngantor-berseragam-lengkap</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu instansi yang menerima kedatangan korban penipuan tersebut adalah bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik. Korban, seorang perempuan berinisial SE, mendatangi Kantor Bupati Gresik dengan membawa SK pengangkatan PNS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d73b799098a.webp" length="38890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 13:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, CPNS Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dihebohkan dengan kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) fiktif. </p>
<p>Sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dikejutkan dengan kedatangan warga yang membawa Surat Keputusan (SK) CPNS palsu.</p>
<p>Salah satu instansi yang menerima kedatangan korban penipuan tersebut adalah bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik. Korban, seorang perempuan berinisial SE, mendatangi Kantor Bupati Gresik dengan membawa SK pengangkatan PNS.</p>
<p>Korban mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) lengkap dan berniat melakukan pelaporan diri untuk mulai bekerja di instansi Prokopim Setda Gresik.</p>
<p>Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik, Imam Basuki, menjelaskan bahwa korban mengaku ditempatkan di Bagian Humas, unit kerja yang sebenarnya sudah lama ditiadakan karena telah berganti menjadi Bagian Prokopim.</p>
<p>"Awalnya saya kira ada PNS mutasi. Namun, dia bilang ditempatkan di Bagian Humas, padahal bagian itu sudah tidak ada," kata Imam.</p>
<p>Kecurigaan semakin kuat saat dokumen yang dibawa SE diperiksa. Meski membawa SK pengangkatan PNS tahun 2024 yang telah dilegalisir, ditemukan kejanggalan pada tanda tangan pejabat yang tercantum.</p>
<p>"Namanya benar, tetapi tanda tangannya berbeda," imbuhnya.</p>
<p>Saat mengetahui SK tersebut diduga palsu, SE tampak terpukul. Ia mengaku tidak sendirian; terdapat sekitar 12 hingga 15 orang lain yang mengalami hal serupa dan dijadwalkan mulai bekerja di lokasi berbeda pada hari yang sama.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan kasus ini tengah ditelusuri.</p>
<p>"Kami masih melakukan pendalaman," kata Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran menjadi PNS di luar jalur resmi. Seluruh proses rekrutmen hanya dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah tanpa pungutan biaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikapi Protes Jalan Rusak, Legislator Nganjuk Tambah Anggaran Perbaikan Jadi Rp400 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikapi-protes-jalan-rusak-legislator-nganjuk-tambah-anggaran-perbaikan-jadi-rp400-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikapi-protes-jalan-rusak-legislator-nganjuk-tambah-anggaran-perbaikan-jadi-rp400-juta</guid>
<description><![CDATA[ Legislator tersebut mengklarifikasi bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 melalui dana Pokok Pikiran (Pokir). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7105980be0.webp" length="51524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 11:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak, viral jalan rusak, Legislator Demokrat, Wakil DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini, Dapil 2, Dana Pikir 400 juta, pergeseran Dana Pokir, Desa Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Merespons aksi warga Dusun Tempel yang sempat viral di media sosial akibat memasang poster protes pada pohon pisang di pinggir jalan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk dari Dapil 3 Partai Demokrat, Endah Sri Murtini, meninjau langsung lokasi tersebut pada Kamis (09/04/2026).</p>
<p></p>
<p>Aksi warga tersebut dipicu oleh kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Menanggapi hal ini, legislator tersebut mengklarifikasi bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 melalui dana Pokok Pikiran (Pokir).</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya tahun ini sudah saya anggarkan lewat Pokir senilai 200 juta rupiah khusus untuk ruas jalan arah makam di Dusun Tempel. Rencananya baru minggu depan akan saya sampaikan secara resmi kepada warga saat acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosraper)," ungkapnya di sela-sela peninjauan saat dihubungi melalui WhatsApp oleh Suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Endah mengakui adanya miskomunikasi sehingga warga melakukan aksi protes sebelum informasi rencana pembangunan tersebut tersampaikan. Namun, setelah melihat langsung kondisi lapangan, ia menemukan fakta bahwa kerusakan jalan di Dusun Tempel cukup parah. </p>
<p></p>
<p>Jalan tersebut memang pernah diaspal sebelumnya melalui dana aspirasinya, namun karena sudah berusia lebih dari lima tahun, kondisi aspal mulai mengelupas dan berlubang.</p>
<p></p>
<p>Melihat urgensi kebutuhan warga, Wakil Ketua DPRD tersebut mengambil langkah diskresi cepat dengan menggeser alokasi anggaran Pokir miliknya. </p>
<p></p>
<p>Anggaran awal sebesar Rp200 juta (untuk ruas jalan arah makam), ditambah anggaran hasil pergeseran Pokir dari Kecamatan Prambon dan Kertosono sebesar Rp200 juta, sehingga total alokasi tahun 2026 menjadi Rp400 juta.</p>
<p></p>
<p>"Akhirnya, anggaran Pokir yang awalnya untuk wilayah lain di Kecamatan Prambon, saya putuskan untuk digeser ke Dusun Tempel guna memperbaiki ruas jalan bagian depan gang senilai 200 juta lagi. Jadi, total untuk Dusun Tempel di anggaran induk 2026 ini mencapai 400 juta rupiah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat menjawab keresahan warga dan memastikan akses mobilitas masyarakat Dusun Tempel kembali lancar serta aman. Endah juga meminta warga untuk tetap bersabar hingga proses administrasi dan pelaksanaan teknis dimulai dalam waktu dekat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Bidik KLA Kategori Utama, Kolaborasi 360 Derajat Jadi Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-kla-kategori-utama-kolaborasi-360-derajat-jadi-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-kla-kategori-utama-kolaborasi-360-derajat-jadi-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menargetkan naik ke kategori utama Kabupaten Layak Anak 2026 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan evaluasi mandiri KLA serta memperkuat sinergi 360 derajat dan menggelar Bimtek KLA 2026 untuk mengejar predikat utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d708d2d6ae2.webp" length="69666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 10:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KLA, Forum anak, Anak, DInsos, P3AKB, fasilitator, Kemensos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="286"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak dengan kategori utama, melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar “Bondowoso Berkah yang Layak Anak” dengan pendekatan berkualitas, akseleratif, dan holistik.</p>
<p data-start="0" data-end="286">Saat ini, Bumi Ki Ronggo, menyandang predikat Kabupaten Layak Anak 'Nindya' yang diberikan oleh K<span>ementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama 355 kabupaten/kota se Indonesia, di Jakarta pada 8 Agustus 2025 lalu.</span> </p>
<p data-start="0" data-end="286">Selanjutnya, Bondowoso membidik kategori utama, yang diawali dengan menggelar Bimtek dan Desk Inputan Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026, dengan melibatkan semua perangkat daerah dan berbagai pihak yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Rabu (9/4/2026) kemarin.</p>
<p data-start="288" data-end="630">Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Hafidhatullaily, menjelaskan, keberhasilan program Kabupaten Layak Anak tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.</p>
<p data-start="632" data-end="887">“Ini adalah tujuan bersama. Untuk mewujudkan Bondowoso sebagai kabupaten layak anak, diperlukan kolaborasi 360 derajat yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026).</p>
<p data-start="889" data-end="1131">Ia merinci, terdapat tujuh pilar utama yang menjadi pendukung program tersebut. Di antaranya pemerintah daerah beserta perangkatnya, kecamatan hingga desa dan kelurahan yang diperkuat dengan regulasi daerah, kebijakan serta dukungan anggaran.</p>
<p data-start="1133" data-end="1447">Selain itu, instansi vertikal seperti TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan hingga Kementerian Agama juga berperan dalam penegakan hukum serta pelayanan administrasi kependudukan. Lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, PKK, dan karang taruna turut ambil bagian melalui edukasi pola asuh, pengawasan, serta advokasi.</p>
<p data-start="1449" data-end="1602">“Peran kelompok anak juga sangat penting, seperti forum anak dan komunitas kreatif yang menjadi wadah partisipasi serta penyaluran suara anak,” jelasnya.</p>
<p data-start="1604" data-end="1915">Tak hanya itu, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga didorong untuk menciptakan lingkungan kerja ramah keluarga serta menghasilkan produk yang layak bagi anak. Media massa pun memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan kampanye edukatif dan melakukan fungsi kontrol sosial.</p>
<p data-start="1917" data-end="2077">Sementara itu, kalangan akademisi diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui riset, kajian, pelatihan hingga inovasi yang mendukung kebijakan berbasis data.</p>
<p data-start="2079" data-end="2475">Dalam implementasinya, pemenuhan hak anak di Bondowoso difokuskan pada lima klaster utama. Meliputi hak sipil dan kebebasan seperti kepemilikan akta kelahiran, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif dengan pola asuh positif, kesehatan dasar dan kesejahteraan termasuk imunisasi dan penanganan stunting, hingga pendidikan ramah anak serta pemenuhan hak atas waktu luang dan kegiatan budaya.</p>
<p data-start="2477" data-end="2699">“Selain itu, perlindungan khusus bagi anak juga menjadi perhatian serius, terutama dalam pencegahan kekerasan, pemulihan psikososial, pendampingan hukum, hingga aksesibilitas bagi anak disabilitas,” tambahnya.</p>
<p data-start="2701" data-end="2896" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia menegaskan, seluruh elemen tersebut harus berjalan secara terpadu agar anak-anak di Bondowoso dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d708d018e69.webp" alt=""></p>
<p data-start="2701" data-end="2896" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Gelar Bimtek Evaluasi Mandiri KLA 2026</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan keseriusannya dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Ruang Sabha Bina Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Rabu (8/4/2026) kemarin.</p>
<p>Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Solikin, yang hadir mewakili Bupati Bondowoso.</p>
<p>Turut hadir Sekretaris Dinsos P3AKB, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bondowoso, fasilitator KLA, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan pemangku kepentingan lintas sektor.</p>
<p data-start="0" data-end="286"><span>Asisten I Setdakab Bondowoso, Solikin menegaskan, status Kabupaten Layak Anak bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan merupakan tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak di Bondowoso dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.</span></p>
<p>“Evaluasi mandiri ini merupakan instrumen penting untuk memetakan sejauh mana intervensi kebijakan telah menyentuh masyarakat hingga ke akar rumput. Dibutuhkan sinergi kolektif dari seluruh instansi, bukan kerja sporadis semata,” katanya.</p>
<p>Rakor dan Bimtek ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses evaluasi tahunan KLA, dengan tujuan memperkuat kapasitas perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam memahami indikator-indikator KLA yang terus berkembang.</p>
<p>"Tentunya target kita yaitu meraih kategori Kabupaten Layak Anak dengan predikat utama," harap Solikin, sembari memberikan penegasan kepada seluruh komponen gugus tugas KLA Kabupaten Bondowoso periode 2026-2030. </p>
<p>Kegiatan tersebut juga memberikan pendampingan teknis terkait penginputan data pada aplikasi evaluasi, guna memastikan kualitas dan akurasi pelaporan.</p>
<p>Kehadiran fasilitator KLA dalam kegiatan ini turut memberikan ruang konsultasi bagi OPD dan kecamatan dalam mengatasi berbagai tantangan implementasi di lapangan.</p>
<p>Beberapa isu krusial yang dibahas antara lain penguatan sistem peradilan pidana anak serta penyediaan fasilitas ramah anak di ruang publik.</p>
<p>Melalui pelaksanaan Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan tercapainya validasi data yang akurat dan transparan, sehingga seluruh capaian pembangunan berbasis anak dapat terukur secara objektif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teruskan Pembangunan Alun&amp;Alun, Pemkot Kediri Siapkan Rp20 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teruskan-pembangunan-alun-alun-pemkot-kediri-siapkan-rp20-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teruskan-pembangunan-alun-alun-pemkot-kediri-siapkan-rp20-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Ferry berharap komitmen dari kontraktor untuk mentaati hasil putusan MA, termasuk nilai pembayaran progres pekerjaan yang sudah direview agar bisa bersama-sama melanjutkan pembangunan RTH Alun-alun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d66bf7f02b4.webp" length="30784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 23:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Alun-alun Kota Kediri, pemkot Kediri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp20 milliar untuk meneruskan pembangunan alun-alun. Proses pembangunan akan segera dilanjutkan jika polemik terkait nilai pembayaran progres pekerjaan tuntas. </p>
<p>Berdasarkan hasil asesmen teknis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp6,6 miliar. Sementara dari pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp16,2 miliar. </p>
<p>"Kami yakin ini akan ada solusi dan penyelesaian agar secepat mungkin kita bisa menyelesaikan pembangunan,” ungkap Pj Sekda Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Ferry berharap komitmen dari kontraktor untuk mentaati hasil putusan MA, termasuk nilai pembayaran progres pekerjaan yang sudah direview agar bisa bersama-sama melanjutkan pembangunan RTH Alun-alun. </p>
<p>Berbagai tahapan penting telah dilalui dalam proses penyelesaian pembangunan, mulai dari proses administrasi di Mahkamah Agung, asesmen teknis oleh Tim Ahli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur hingga review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). </p>
<p>"Dari seluruh tahapan tersebut telah menghasilkan keputusan dengan harapan bisa dilaksanakan. Sehingga pembangunan RTH Alun-alun bisa segera dilanjutkan dan ini butuh kerjasama semua pihak untuk mentaati aturan dan ketentuan yang berlaku," tambahnya. </p>
<p>Sementara itu menyinggung soal rencana teknis pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari menuturkan, berdasarkan hasil penghitungan tenaga ahli, khusus untuk gedung dua lantai diperlukan pembangunan ulang. Sementara pada bagian landscape seperti taman dan utilitas masih dapat dimanfaatkan. </p>
<p>Groundbreaking pengembangan ruang terbuka hijau Alun-Alun Kota Kediri sendiri dilakukan pada 27 April 2026 lalu. Namun proyek yang seharusnya selesai dalam 210 hari itu, terhenti karena terjadi polemik hukum terkait pembangunannya. </p>
<p>Endang menambahkan, seluruh proses dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas mengingat proyek ini menggunakan uang negara. </p>
<p>"Karena itu, lembaga negara yang berwenang untuk melakukan audit adalah BPKP dan ini menjadi acuan untuk menghindari potensi kerugian negara," jelasnya. </p>
<p>Hal ini juga sejalan dengan putusan sidang arbitrase yang mensyaratkan audit BPKP sebagai dasar pembayaran prestasi pekerjaan. Sebelum dilakukan proses penghitungan, kedua pihak juga telah menandatangani pakta integritas serta menyepakati penunjukan tenaga ahli independen dari UPN Veteran.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Preventif Polres Nganjuk, 189 Personel Jalani Vaksin Hepatitis B Tahap Pertama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-preventif-polres-nganjuk-189-personel-jalani-vaksin-hepatitis-b-tahap-pertama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-preventif-polres-nganjuk-189-personel-jalani-vaksin-hepatitis-b-tahap-pertama</guid>
<description><![CDATA[ Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Si Dokkes Polres Nganjuk dengan Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d624b07786d.webp" length="39008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 22:20:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Fisik anggota polisi, langkah preventif, Polri, Polres Nganjuk, Vaksin Hepatitis B, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sebagai upaya nyata dalam menjaga kesehatan dan kesiapan fisik anggota kepolisian, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menggelar kegiatan vaksinasi Hepatitis B tahap pertama. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wiratama, Polres Nganjuk. Rabu (8/4/2026) </p>
<p>​Sebanyak 189 personel dari berbagai satuan fungsi dan Polsek jajaran mengikuti skrining serta penyuntikan vaksin. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Si Dokkes Polres Nganjuk dengan Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa kesehatan personel merupakan prioritas utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi sehat dan prima, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Vaksinasi ini menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit Hepatitis B yang berisiko bagi petugas,” ujarnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel memiliki perlindungan optimal terhadap penyakit Hepatitis B, sehingga dapat menunjang kinerja serta menjaga stabilitas pelayanan publik di wilayah hukum Polres Nganjuk.</p>
<p>Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahap pertama pada bulan April, kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua dan ketiga yang dijadwalkan pada bulan Mei dan Juni mendatang.</p>
<p>Kasidokkes Polres Nganjuk Aipda Sunarto, menambahkan bahwa vaksinasi ini penting sebagai upaya perlindungan jangka panjang bagi anggota Polri.</p>
<p>“Vaksin Hepatitis B diberikan dalam tiga dosis untuk membentuk kekebalan tubuh yang maksimal. Kami mengimbau seluruh personel untuk mengikuti setiap tahapan yang telah dijadwalkan,” jelasnya.</p>
<p>Dengan adanya program ini, Polres Nganjuk berharap seluruh personel semakin siap dalam menjalankan tugas sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui vaksinasi. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perumdam Among Tirto Lakukan Inspeksi Pipa, Distribusi Air di Kota Batu Disesuaikan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perumdam-among-tirto-lakukan-inspeksi-pipa-distribusi-air-di-kota-batu-disesuaikan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perumdam-among-tirto-lakukan-inspeksi-pipa-distribusi-air-di-kota-batu-disesuaikan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Perumdam memastikan gangguan pelayanan air di Kota Batu bersifat sementara dan merupakan bagian dari langkah jangka panjang untuk meningkatkan keandalan distribusi air bersih di Kota Batu. Masyarakat diimbau untuk melakukan penampungan air secukupnya selama proses berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63b30e5f45.webp" length="19932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:24:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelayanan, Air, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya penanganan penurunan debit air di Kota Batu mulai memasuki tahap teknis. Perumdam Among Tirto Kota Batu melakukan inspeksi jaringan pipa induk dengan metode kamera internal, yang berdampak pada penyesuaian distribusi air ke sejumlah wilayah mulai Rabu (8/4/2026) pukul 12.00 WIB.</p>
<p>Direktur Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari investigasi untuk mengungkap penyebab berkurangnya aliran dari Sumber Banyuning menuju Tandon Abdul Gani. Permasalahan tersebut, kata dia, sudah berlangsung hampir satu tahun dan menjadi prioritas penanganan.</p>
<p>“Kita saat ini sedang melakukan identifikasi menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam pipa. Maka konsekuensinya adalah aliran air ke masyarakat akan terganggu, tapi bukan mati total,” ujar Yusuf.</p>
<p>Ia menegaskan, distribusi air sengaja dikurangi guna memastikan proses inspeksi berjalan optimal. Tekanan air yang terlalu tinggi berpotensi mengganggu stabilitas kamera di dalam pipa, bahkan bisa menyebabkan turbulensi yang mengaburkan hasil visual.</p>
<p>“Distribusi air dikurangi supaya kamera yang kami masukkan ke dalam pipa itu tidak terpental dan tidak terjadi turbulensi, sehingga gambar yang diambil itu bisa terlihat jelas,” lanjutnya.</p>
<p>Menurut Yusuf, langkah ini diambil setelah analisis internal menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada pipa induk sebagai salah satu penyebab turunnya debit air dari Banyuning. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran pasti kondisi jaringan di lapangan.</p>
<p>Sebagai bentuk transparansi, Perumdam Among Tirto telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi gangguan ini. Sesuai prosedur, pemberitahuan disampaikan dalam rentang waktu 1x24 jam sebelum pelaksanaan.</p>
<p>“Soal gangguan aliran air di beberapa titik ini secara aturan kami informasikan selama 1x24 jam. Tapi kemungkinan besar tidak akan berlangsung lama dan distribusi aliran air akan segera kembali normal,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa wilayah yang terdampak penyesuaian distribusi air ini meliputi Jalan Brantas, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudarno, Jalan Kartini, Jalan WR Supratman, Jalan Abdul Gani, Jalan Karate, Jalan Suropati, Jalan Ikhwan Hadi, Jalan Mustari, Jalan Utomorejo, Jalan Kapten Ibnu, Jalan Diran, Jalan Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Sudiro, serta Jalan Moh. Sahar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Alun&amp;Alun Kota Kediri Masih Mandek, Terkendala Selisih Nilai Pembayaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-alun-alun-kota-kediri-masih-mandek-terkendala-selisih-nilai-pembayaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-alun-alun-kota-kediri-masih-mandek-terkendala-selisih-nilai-pembayaran</guid>
<description><![CDATA[ Perbedaan masih terjadi pada nilai pembayaran progres pekerjaan. Berdasarkan hasil asesmen teknis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp 6,6 miliar. 
Sementara dari pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp 16,2 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d6449849ccc.webp" length="66168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:12:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Alun-alun kota Kediri, Alun-alun, Pemkot Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA KEDIRI, SJP - </strong>Masyarakat masih harus menunggu untuk melihat alun-alun Kota Kediri kembali dibangun sampai tuntas. Saat ini kelanjutan pembangunan masih terkendala karena belum tercapai kesepakatan bersama terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Agung. </p>
<p>Perbedaan masih terjadi pada nilai pembayaran progres pekerjaan. Berdasarkan hasil asesmen teknis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp 6,6 miliar. Sementara dari pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp 16,2 miliar.</p>
<p>"Tim dari Dinas PUPR sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar proses administrasi penyelesaian pembangunan RTH Alun-alun bisa segera tuntas. Kita berharap komitmen dari kontraktor untuk mentaati hasil putusan MA, termasuk nilai pembayaran progres pekerjaan yang sudah direview agar kita bisa bersama-sama melanjutkan pembangunan RTH Alun-alun," jelas Pj Sekda Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Rabu (8/4/2026). </p>
<p>Ferry mengungkapkan, Pemerintah Kota Kediri sendiri berkomitmen penuh untuk melanjutkan pembangunan alun-alun yang telah lama dinantikan masyarakat sebagai ruang publik yang representatif dan bermanfaat.</p>
<p>Berbagai tahapan penting telah dilalui dalam proses penyelesaian pembangunan, mulai dari proses administrasi di Mahkamah Agung, asesmen teknis oleh Tim Ahli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur hingga review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). </p>
<p>"Dari seluruh tahapan tersebut telah menghasilkan keputusan dengan harapan bisa dilaksanakan. Sehingga pembangunan RTH Alun-alun bisa segera dilanjutkan dan ini butuh kerjasama semua pihak untuk mentaati aturan dan ketentuan yang berlaku," tambahnya. </p>
<p>Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari menambahkan, seluruh proses dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas mengingat proyek ini menggunakan uang negara. </p>
<p>"Karena itu, lembaga negara yang berwenang untuk melakukan audit adalah BPKP dan ini menjadi acuan untuk menghindari potensi kerugian negara," jelasnya. </p>
<p>Hal ini juga sejalan dengan putusan sidang arbitrase yang mensyaratkan audit BPKP sebagai dasar pembayaran prestasi pekerjaan. Sebelum dilakukan proses penghitungan, kedua pihak juga telah menandatangani pakta integritas serta menyepakati penunjukan tenaga ahli independen dari UPN Veteran.</p>
<p>Groundbreaking pengembangan ruang terbuka hijau Alun-Alun Kota Kediri sendiri dilakukan pada 27 April 2026 lalu. Namun proyek yang seharusnya selesai selama 210 hari itu, terhenti karena terjadi polemik hukum terkait pembangunannya, sampai saat ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Beras Bulog Tulungagung Aman, Serapan Gabah Surplus 30 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-serapan-gabah-surplus-30-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-beras-bulog-tulungagung-aman-serapan-gabah-surplus-30-persen</guid>
<description><![CDATA[ Untuk Kabupaten Tulungagung saja, Bulog sudah menyerap sekitar 20.000 ton gabah kering petani. Sebagian sudah diolah menjadi beras hasil giling dan dimasukkan ke gudang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63132c7e88.webp" length="25218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, stok beras, bulog tulungagung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ketersediaan cadangan pangan berupa beras di gudang Bulog Cabang Tulungagung dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, hingga Maret 2026, serapan gabah dari petani tercatat mengalami surplus dan melampaui target yang telah ditetapkan.</p>
<p>Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyerap gabah kering panen (GKP) dalam jumlah signifikan. Dari target tahunan, realisasi serapan bahkan mencapai lebih dari 30 persen.</p>
<p>“Untuk Kabupaten Tulungagung saja, kita sudah menyerap sekitar 20.000 ton gabah kering petani. Sebagian sudah kita olah menjadi beras hasil giling dan dimasukkan ke gudang,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini berdampak pada kapasitas penyimpanan yang kini telah penuh. Bulog pun mengambil langkah antisipatif dengan menyewa gudang tambahan dari pihak swasta guna menampung kelebihan stok tersebut.</p>
<p>“Gudang kita sudah penuh, sehingga kita siapkan gudang-gudang swasta untuk penyimpanan. Ini menunjukkan kondisi surplus. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kerawanan pangan, insyaallah tidak akan terjadi,” tambahnya.</p>
<p>Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Tulungagung juga tengah bersiap menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah kepada masyarakat. Untuk wilayah Tulungagung, total bantuan yang akan didistribusikan mencapai 2.991 ton beras dan 598.000 liter minyak goreng.</p>
<p>Adapun jumlah penerima bantuan pangan (BPP) tercatat sebanyak 149.572 orang. Setiap penerima nantinya akan mendapatkan alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.</p>
<p>“Harapannya penyaluran ini bisa berjalan lancar dan selesai dalam bulan ini,” pungkas Yonas.</p>
<p>Dengan kondisi stok yang melimpah dan program bantuan yang segera disalurkan, Bulog optimistis stabilitas pangan di Tulungagung akan tetap terjaga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Tulungagung Salurkan Bantuan Pangan Pemerintah Kepada Ratusan Warga di Besuki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-salurkan-bantuan-pangan-pemerintah-kepada-ratusan-warga-di-besuki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-tulungagung-salurkan-bantuan-pangan-pemerintah-kepada-ratusan-warga-di-besuki</guid>
<description><![CDATA[ Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan akumulasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d62d8e95622.webp" length="45770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:41:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, bupati tulungagung, gatut sunu wibowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP -</strong> Ratusan warga dari empat desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Desa Keboireng, Sedayugunung, Wateskroyo, dan Tulungrejo.</p>
<p>Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Kantor Desa Keboireng pada Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan akumulasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Per bulannya, masing-masing warga memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.</p>
<p>Dalam keterangannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Perum Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>“Program ini dari pemerintah pusat yang dilaksanakan melalui Bulog Tulungagung dan bekerja sama dengan Pemkab. Penentuan penerima dilakukan oleh Dinas Sosial,” ujar Gatut.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa bantuan ini harus tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Gatut juga mengajak semua pihak untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan.</p>
<p>“Kalau teman-teman media atau LSM mengetahui penerima yang tidak sesuai kriteria, silakan laporkan. Akan kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, program ini menjadi bukti kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Ia memastikan bahwa proses penyaluran akan dipertanggungjawabkan oleh Dinas Sosial agar berjalan transparan dan tepat sasaran.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa total bantuan yang disiapkan untuk wilayah Tulungagung mencapai 2.991 ton beras dan 598.000 liter minyak goreng.</p>
<p>“Jumlah penerima bantuan pangan di Tulungagung tercatat sebanyak 149.572 keluarga penerima manfaat. Masing-masing akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Yonas.</p>
<p>Ia berharap proses distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan selesai dalam bulan April 2026.</p>
<p>Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, khususnya bagi warga kurang mampu di wilayah Tulungagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hidupkan Kembali Ikon Kota, Wali Kota Probolinggo Tanam Mangga dan Anggur di Jrebeng Lor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hidupkan-kembali-ikon-kota-wali-kota-probolinggo-tanam-mangga-dan-anggur-di-jrebeng-lor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hidupkan-kembali-ikon-kota-wali-kota-probolinggo-tanam-mangga-dan-anggur-di-jrebeng-lor</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Probolinggo kembali menghidupkan ikon daerah. Lewat penanaman mangga dan anggur di Jrebeng Lor, diharapkan lahir sentra buah unggulan sekaligus wisata edukasi bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d62d8b72122.webp" length="34136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:19:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>KotaProbolinggo, BuahIcon, ManggaAnggur, PertanianKotaProbolinggo, KetahananPangan, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya mengembalikan kejayaan buah khas daerah dengan melakukan penanaman bibit mangga dan anggur di kawasan demplot pertanian Kelurahan Jrebeng Lor. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, sebagai langkah nyata dalam melestarikan tanaman ikonik sekaligus menjadikannya sebagai percontohan bagi masyarakat.</p>
<p>Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghidupkan kembali identitas Kota Probolinggo sebagai daerah penghasil mangga dan anggur. Selain itu, keberadaan demplot juga diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengembangan sektor pertanian berbasis edukasi.</p>
<p>Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Trilliya A, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat tentang teknik budidaya yang baik dan benar. Menurutnya, demplot ini akan menjadi pusat pembibitan serta pengembangan tanaman buah unggulan.</p>
<p>“Melalui demplot ini, masyarakat dapat belajar budidaya mangga dan anggur yang benar, sekaligus menjadi pusat pengembangan dan pembibitan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, ditanam sebanyak 80 pohon mangga yang terdiri dari 48 varietas manalagi dan 32 varietas arum manis. Sementara itu, tanaman anggur yang ditanam mencapai 48 pohon dengan berbagai varietas unggulan seperti Prabu Bestari, Probolinggo Biru, Jupiter, Ninel, dan Transfiguration.</p>
<p>Upaya ini melanjutkan program sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 31 Maret 2026, di mana Pemerintah Kota Probolinggo menanam sekitar 200 pohon anggur yang tersebar di 11 perangkat daerah, 3 kecamatan, dan 20 kelurahan.</p>
<p>Secara keseluruhan, luas demplot pertanian di Kelurahan Jrebeng Lor mencapai 0,68 hektare. Lahan tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni demplot mangga seluas 0,42 hektare yang ditanami 80 pohon, serta demplot anggur seluas 0,26 hektare. Dari total area anggur tersebut, sekitar 0,16 hektare telah ditanami kurang lebih 150 pohon dari berbagai varietas.</p>
<p>Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa keberadaan tanaman mangga dan anggur di Kota Probolinggo saat ini mulai berkurang, sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengembalikannya sebagai identitas daerah. Ia pun menargetkan kawasan demplot ini menjadi pusat percontohan sekaligus pembibitan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Kurang lebih tiga perempat hektare ini kita penuhi dengan mangga dan anggur, agar menjadi ikon dan percontohan. Nanti kita siapkan panen raya,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan tanaman secara konsisten agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini diharapkan mampu menghasilkan buah sepanjang tahun.</p>
<p>“Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi sentra yang mampu menyediakan mangga dan anggur sepanjang waktu serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai daerah penghasil buah unggulan,” imbuhnya.</p>
<p>Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis dapat menggerakkan kembali sektor pertanian lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi wisata berbasis pertanian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Kota Blitar Punya Opsi Baru ke Kantor, Becak hingga Sepeda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-kota-blitar-punya-opsi-baru-ke-kantor-becak-hingga-sepeda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-kota-blitar-punya-opsi-baru-ke-kantor-becak-hingga-sepeda</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba memberikan sejumlah opsi kepada ASN di Kota Blitar saat berangkat kerja ke kantor dengan menggunakan moda transportasi becak hingga sepeda. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan dinas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d61cb00aeed.webp" length="33196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 18:39:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, Ajak, ASN, Pakai, Becak Listrik, Bekerja, Sepeda, Berangkat, Kantor, Hemat, BBM.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Pemerintah Kota Blitar mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi alternatif dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat berangkat ke kantor.</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan dinas.</p>
<p>Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, mengatakan kebijakan tersebut telah berjalan sejak mendapat izin dari pemerintah pusat. Selain itu, ASN juga menerapkan work from home (WFH) setiap hari Jumat dan di Kota Blitar akan diterapkan pada Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Dalam skema ini, ASN diberikan beberapa pilihan moda transportasi, mulai dari becak konvensional, becak listrik, bersepeda, hingga berjalan kaki.</p>
<p>"Kami sudah menginisiasi sejak senin kemarin bersama tim sudah menggunakan becak listrik untuk berangkat ke kantor. Ada beberapa opsi, bisa pakai sepeda, becak listrik, dan becak konvensional," kata Elim, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Pemkot juga telah menyiapkan sekitar 200 unit becak listrik yang merupakan bantuan dari Presiden beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurut Elim, kebijakan ini tidak hanya berfokus pada efisiensi anggaran BBM, tetapi juga memiliki dampak sosial. Penggunaan becak listrik maupun konvensional dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan para tukang becak di Kota Blitar.</p>
<p>"Selain hemat BBM, ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat. Kita ingin ada perputaran ekonomi di tingkat bawah," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kebijakan ini bersifat anjuran dan tidak memberatkan ASN. Setiap pegawai dapat memilih moda transportasi sesuai kebutuhan dan jarak tempuh, terutama bagi yang tinggal di sekitar kantor pemerintahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disnaker Nganjuk Siap Kawal Kasus PT Jaker, Tekankan Jalur Mediasi dan Aturan Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disnaker-nganjuk-siap-kawal-kasus-pt-jaker-tekankan-jalur-mediasi-dan-aturan-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disnaker-nganjuk-siap-kawal-kasus-pt-jaker-tekankan-jalur-mediasi-dan-aturan-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nganjuk, pihak Disnaker menyatakan telah melakukan sejumlah langkah koordinasi untuk mencari jalan keluar bagi para pekerja.
​Berikut adalah poin-poin penyampaian dari pihak Disnaker: ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d61b5754cf2.webp" length="32418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 18:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Disnaker daerah, provinsi, rapat dengar pendapat, kawal kasus PT Jaker, gaji karyawan PT Jaker, tuntutan karyawan, PT Jaker Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk memberikan tanggapan resmi terkait carut-marut permasalahan pemenuhan hak karyawan di PT Jaya Kertas (Jaker). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nganjuk, pihak Disnaker menyatakan telah melakukan sejumlah langkah koordinasi untuk mencari jalan keluar bagi para pekerja.</p>
<p>Sekertaris Disnaker Nganjuk Singgih Wiratno saat ditemui usai aksi demo menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari para karyawan dan telah berupaya melakukan fungsi mediasi antara pekerja dan manajemen perusahaan. Namun, diakui bahwa kendala utama adalah minimnya respons dari pihak direksi atau pemilik perusahaan yang memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan finansial</p>
<p>​Terkait isu tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Singgih menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran norma ketenagakerjaan yang serius. </p>
<p>"Kami akan berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan tingkat Provinsi untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap PT Jaker," kata Singgih kepada Suarajatimpost, Rabu (8/4/2026) </p>
<p>​Disinggung terkait Prosedur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Singgih mengatakan, ada tahapan hukum yang harus dilalui jika mediasi menemui jalan buntu. Pihaknya siap memberikan pendampingan administratif bagi karyawan agar seluruh tuntutan, mulai dari gaji yang tertunggak hingga pesangon, memiliki landasan hukum yang kuat jika nantinya harus berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial.</p>
<p></p>
<p>​Menurut Singgih, ​Disnaker juga akan memastikan pendataan seluruh karyawan yang terdampak agar hak-hak mereka tidak terabaikan jika terjadi proses pengalihan atau penjualan aset perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kewajiban kepada buruh tetap menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh pihak manajemen.</p>
<p></p>
<p>​"Kami tetap berada di koridor aturan yang berlaku dan akan terus memfasilitasi komunikasi antara kedua belah pihak. Fokus kami adalah bagaimana hak-hak normatif pekerja dapat segera terpenuhi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>​Melalui audiensi ini, Disnaker berkomitmen untuk bekerja sama dengan DPRD Nganjuk guna menekan pihak manajemen PT Jaya Kertas agar segera memberikan kepastian pembayaran hak-hak karyawan yang sudah lama tertunda.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Adian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perombakan Besar di Pemkot Blitar, Sekda Dimutasi dan Puluhan Pejabat Dirotasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perombakan-besar-di-pemkot-blitar-sekda-dimutasi-dan-puluhan-pejabat-dirotasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perombakan-besar-di-pemkot-blitar-sekda-dimutasi-dan-puluhan-pejabat-dirotasi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Blitar kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan pada Rabu (8/4/2026). Dimana, Sekda Kota Blitar bergeser menjadi Staf Ahli dan 34 pejabat dirotasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d61146712f8.webp" length="52398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Blitar, Mutasi, Rotasi, Jabatan, Kota Blitar, Sekda, Bergeser .</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP - </strong>Perombakan besar terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Blitar. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, resmi melakukan mutasi dan rotasi puluhan pejabat, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Dalam pelantikan yang digelar di Balai Kota Kusumo Wicitro, sebanyak 34 pejabat yang terdiri dari pejabat tinggi pratama, struktural, hingga fungsional dilantik untuk menempati posisi baru.</p>
<p>Mutasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pengisian sejumlah jabatan strategis yang kosong.</p>
<p>Salah satu perubahan paling mencolok adalah pergeseran posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar. Priyo Suhartono yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda kini dimutasi menjadi Staf Ahli Bidang Hukum Pemkot Blitar.</p>
<p>Dengan demikian, jabatan Sekda untuk sementara kosong dan direncanakan akan diisi oleh pejabat sementara (Pj).</p>
<p>Sejumlah pejabat lainnya juga mengalami rotasi. Ronny Yoza Pasalbessy yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala Satpol PP kini dipercaya memimpin Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar.</p>
<p>Kemudian, Eka Atikah yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD, kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos).</p>
<p>Rotasi juga menyentuh sektor lainnya. Juyanto kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, sementara Tri Iman Prasetyono dipercaya memimpin Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja. </p>
<p>Widodo Sapto Johanes yang sebelumnya menjabat kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dimutasi menjadi kepala Bapperida.</p>
<p>Lalu, Suyatno yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dimutasi menjadi kepala Satpol PP.</p>
<p>Total ada 34 pejabat tinggi pratama, pejabat struktural, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Blitar yang dilantik di acara mutasi.</p>
<p>"Hari ini kita melakukan mutasi dan rotasi jabatan sebanyak 34 orang. Ini yang ketiga selama satu setengah tahun ini dan dalam rangka untuk penyegaran," ucap Syauqul Muhibbin, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>Terkait dengan jabatan Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono dimutasi, Ibbin menyebut bahwa yang bersangkutan sudah menjabat sebagai Sekda selama 5 tahun.</p>
<p>Menurut dia, pejabat yang terlalu lama menjabat di tempat yang sama kurang bagus untuk sebuah organisasi. </p>
<p>"Iya dimutasi jadi Staf Ahli. Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 yang sudah diubah menjadi PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil menyebutkan jabatan pimpinan tinggi pratama maksimal 5 tahun," terangnya.</p>
<p>Selanjutnya, jabatan Sekda Kota Blitar akan diisi pejabat (Pj) dulu. Kemudian pihaknya akan melakukan lelang jabatan terbuka untuk mengisi jabatan definitif Sekda.</p>
<p>"Siapa PJ nya akan kami sampaikan nanti dan sudah ada beberapa nama. Kemudian akan dilakukan lelang jabatan," kata dia.</p>
<p>Terpisah, saat dimintai keterangan dari awak media, Priyo Suhartono enggan berkomentar. Usai prosesi pelantikan, ia meninggalkan ruangan dan mengatakan <em>no coment </em>kepada awak media.</p>
<p>"No coment dulu, nanti saja," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Desak PT Jaya Kertas Selesaikan Hak Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-desak-pt-jaya-kertas-selesaikan-hak-karyawan-ancam-jalur-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-desak-pt-jaya-kertas-selesaikan-hak-karyawan-ancam-jalur-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka diterima langsung oleh Pimpinan dewan dan jajaran komisi terkait,  Disnaker Provinsi dan Daerah serta keamanan Polres Nganjuk dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung khidmat di ruang rapat DPRD, Rabu (8/4/2026) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d60d12e605c.webp" length="60584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:31:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ratusan massa karyawan datangi DPRD Nganjuk, tuntutan karyawan PT Jaker, PT Jaker Kertosono, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Disnaker Daerah, Provinsi, tuntutan massa, ancam jalur hukum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Ratusan karyawan PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk untuk menyampaikan aspirasi terkait permasalahan ketenagakerjaan yang mereka alami.</p>
<p>Kedatangan mereka diterima langsung oleh pimpinan dewan dan jajaran komisi terkait, Disnaker provinsi dan daerah serta jajaran keamanan Polres Nganjuk dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung khidmat di ruang rapat DPRD, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>​Perwakilan karyawan yang didampingi oleh serikat pekerja ini membawa 11 tuntutan utama yang ditujukan kepada pihak manajemen perusahaan. Tuntutan tersebut meliputi berbagai aspek kesejahteraan, mulai dari kepastian upah, jaminan sosial, hingga kondisi kerja yang dinilai perlu perbaikan segera.</p>
<p>​Dalam audiensi tersebut, para karyawan membeberkan lima poin krusial yang dianggap sangat merugikan kesejahteraan mereka. Di antaranya :</p>
<ol>
<li><strong>Tunjangan Jabatan Macet Selama Dua Tahun</strong><br>​Perwakilan karyawan mengungkapkan bahwa tunjangan jabatan untuk level manajerial tidak dibayarkan selama kurang lebih dua tahun. Hal ini menjadi beban berat bagi para pimpinan di lapangan yang tetap menjalankan tanggung jawab namun tidak mendapatkan hak yang semestinya.<br><br></li>
<li><strong>Tunggakan BPJS Ketenagakerjaan dan Skandal BSU</strong><br>​Kekecewaan mendalam disampaikan terkait iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak disetorkan oleh perusahaan sejak Januari 2025 hingga saat ini. Padahal, gaji karyawan setiap bulannya selalu dipotong untuk iuran tersebut.<br><br>​"Dampaknya sangat fatal. Klaim BPJS tidak bisa cair, dan yang paling menyakitkan, karyawan Jaker tidak ada yang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah karena data di BPJS tidak aktif akibat perusahaan menunggak," ujar salah satu perwakilan.</li>
<li><strong>Upah Lembur yang Tak Kunjung Cair</strong><br>​Masalah juga merembet ke upah lembur. Karyawan, khususnya bagian satuan pengamanan (Satpam) di Surabaya maupun di lokasi pabrik, mengaku upah lembur mereka selama lebih dari satu tahun belum dibayarkan, termasuk lembur pada hari libur nasional atau tanggal merah.<br><br></li>
<li><strong>Klaim Kesehatan BPJS Menggunakan Dana Pribadi</strong><br>​Karyawan juga mengeluhkan status BPJS Kesehatan yang non-aktif. Beberapa karyawan yang jatuh sakit terpaksa merogoh kocek pribadi untuk biaya rumah sakit. Hingga kini, upaya karyawan untuk meminta ganti rugi (reimbursement) kepada perusahaan tidak membuahkan hasil.</li>
<li><strong>Kekhawatiran Penjualan Aset Tanpa Kepastian Pesangon</strong><br>​Menutup audiensi, para karyawan menyatakan keresahan mereka melihat adanya indikasi penjualan aset perusahaan. Mereka khawatir jika semua aset habis terjual hanya untuk menutupi tunggakan gaji, maka hak pesangon bagi karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun (bahkan ada yang hampir berusia 60 tahun) akan hilang.</li>
</ol>
<p>​"Kami minta kepastian yang mengikat secara hukum. Jangan sampai aset habis, tapi masa depan kami nol. Kami menganggap pemotongan gaji untuk BPJS yang tidak disetorkan ini adalah bentuk penggelapan uang karyawan," tegas Agus Pramono, salah satu perwakilan karyawan PT Jaker</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Nganjuk H. Ulum Bustomi mengapresiasi kehadiran perwakilan karyawan dalam RDP tersebut, sekaligus menyoroti ketidakhadiran manajemen inti atau pemilik perusahaan dalam rapat. Ulum menegaskan, meskipun perusahaan sedang dalam kondisi sulit, hak dasar karyawan tidak boleh diabaikan begitu saja.</p>
<p>​Pihaknya akan segera berkirim surat kepada dinas terkait untuk memastikan status aset perusahaan agar tidak dipindahtangankan sebelum kewajiban terhadap karyawan tuntas.</p>
<p>​"Ia mengingatkan bahwa karyawan telah mengabdi puluhan tahun, sehingga perusahaan wajib memiliki moralitas dalam menyelesaikan sengketa ini," kata Wakil Ketua DPRD Nganjuk.</p>
<p>Sementara itu, ​Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk Fauzi Irwana memberikan peringatan keras, bahwa permasalahan ini bukan sekadar urusan industrial, melainkan berpotensi masuk ke ranah hukum pidana. Hal ini merujuk pada adanya pemotongan gaji karyawan untuk BPJS Ketenagakerjaan yang ternyata tidak disetorkan oleh perusahaan.</p>
<p>​"Jika gaji dipotong tapi tidak dibayarkan ke BPJS, itu sudah masuk unsur penggelapan. Kami akan merekomendasikan penegak hukum untuk turun tangan, kami mendukung adanya langkah pengamanan aset sebagai jaminan bagi pesangon dan tunggakan gaji karyawan," tegasnya.</p>
<p>Senada disampaikan, Wakil Ketua Komisi IV ​Edi Santoso, memberikan penekanan pada batas waktu penyelesaian. Ia menyatakan bahwa DPRD tidak akan membiarkan proses ini berlarut-larut tanpa hasil nyata bagi rakyat Nganjuk.</p>
<p>"Jika pada pertemuan berikutnya, direksi tetap mangkir, kami akan menggunakan wewenang untuk memanggil paksa pihak manajemen guna memberikan jawaban pasti," tandasnya.</p>
<p>"​Kepentingan buruh harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional perusahaan yang saat ini tidak jelas arahnya," imbuh Edi.</p>
<p>Dalam waktu dekat, DPRD Nganjuk menyepakati akan membentuk tim pengawasan untuk mengawal kasus PT Jaya Kertas hingga seluruh hak karyawan, termasuk tunggakan BPJS dan pesangon, dibayarkan sepenuhnya sesuai regulasi yang berlaku. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Hemat Energi, Wakil Wali Kota Blitar Gunakan Becak Listrik ke Kantor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-blitar-gunakan-becak-listrik-hemat-energi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-blitar-gunakan-becak-listrik-hemat-energi</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menggunakan becak listrik untuk aktivitas ke kantor sebagai bentuk dukungan penghematan energi, Rabu (8/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5dd51be9c2.webp" length="36904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 14:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>Elim Tyu Samba, Becak Listrik, Blitar, Hemat Energi, BBM, Transportasi Ramah Lingkungan, Jawa Timur, Suara Jatim Pos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BLITAR, SJP</strong> — Upaya penghematan energi mulai dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Blitar, Jawa Timur. Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, kini memilih menggunakan becak listrik untuk menunjang aktivitas sehari-harinya menuju kantor.</p>
<p></p>
<p>Menurut Elim Tyu Samba, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap imbauan pemerintah pusat dalam menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama di tengah kondisi global yang belum stabil.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai penggunaan transportasi ramah lingkungan dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Selain mengurangi konsumsi BBM, kendaraan listrik juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi.</p>
<p></p>
<p>"Kami berupaya mengikuti anjuran pemerintah pusat terkait penghematan energi. Salah satunya dengan menggunakan becak listrik untuk aktivitas sehari-hari," ujar Elim, Rabu (8/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya berdampak pada penghematan energi, penggunaan becak listrik juga memberikan manfaat sosial. </p>
<p></p>
<p>Elim menyebut keberadaan becak listrik dapat membantu para pengemudi becak di Kota Blitar agar tetap memperoleh penghasilan di tengah perkembangan zaman.</p>
<p></p>
<p>Becak listrik yang digunakan merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai alternatif transportasi yang hemat energi sekaligus ramah lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kebetulan kami mendapat bantuan becak listrik, sehingga ini bisa dimaksimalkan penggunaannya. Tidak hanya sebagai simbol, tetapi benar-benar dipakai dalam aktivitas harian," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, jarak antara rumah dinas dan kantor yang relatif dekat juga menjadi pertimbangan. Di depan rumah dinas tersedia pangkalan becak yang memudahkan akses transportasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Elim menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mendukung penghematan energi, seperti berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan moda transportasi alternatif lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Kalau jaraknya dekat, bisa jalan kaki atau naik sepeda. Untuk saya pribadi, beberapa hari ini memilih naik becak listrik sebagai opsi yang praktis," tandas Elim.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan energi di masa depan.</p>
<p><strong>Sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan Kios Desa Trembes Bojonegoro Mangkrak, Anggaran Ratusan Juta Diduga Habis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kios-desa-trembes-bojonegoro-mangkrak-anggaran-ratusan-juta-diduga-habis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kios-desa-trembes-bojonegoro-mangkrak-anggaran-ratusan-juta-diduga-habis</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang dihimpun, tahap pertama dianggarkan sebesar Rp203 juta, kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 dengan anggaran Rp182 juta, namun pembangunan tersebut belum juga terselesaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d5cc94db633.webp" length="89998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 11:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Abrori</dc:creator>
<media:keywords>Dana Desa, Trembes, Malo, Bojonegoro hari ini, Bojonegoro, Berita Bojonegoro, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, SJP </strong>— Pembangunan kios pasar di Desa Trembes, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, hingga kini belum dapat difungsikan. Proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tersebut dianggarkan dalam dua tahap, yakni pada 2024 dan 2025.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, tahap pertama dianggarkan sebesar Rp203 juta, kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 dengan anggaran Rp182 juta, namun pembangunan tersebut belum juga terselesaikan.</p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kios yang memprihatinkan. Beberapa bagian atap terlihat mengalami kerusakan, sementara area di sekitar bangunan tampak tidak terawat.</p>
<p>Camat Malo, Agus Saiful Aris, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil Pemerintah Desa Trembes untuk meminta klarifikasi terkait progres pembangunan tersebut.</p>
<p>"Sudah saya ingatkan, sudah saya panggil dua kali," ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pemerintah desa, anggaran yang tersedia telah habis digunakan sehingga pembangunan belum dapat dilanjutkan. Rencananya, proyek tersebut akan kembali dianggarkan pada periode berikutnya.</p>
<p>"Katanya dananya habis, ini baru dianggarkan lagi," imbuhnya.</p>
<p>Warga setempat yang enggan disebutkan namanya turut menyayangkan kondisi kios tersebut. Ia juga mempertanyakan proses perencanaan pekerjaan fisik yang telah menghabiskan Dana Desa ratusan juta rupiah tersebut.</p>
<p>"Mereka perencanaannya seperti apa, kok belum selesai juga, sekarang malah mangkrak," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Trembes, M. Sukirno, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi terkait kondisi pembangunan kios pasar tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Gresik Desak Evaluasi Lapangan Tembak Buntut Siswa Terkena Peluru Nyasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-gresik-desak-evaluasi-lapangan-tembak-buntut-siswa-terkena-peluru-nyasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-gresik-desak-evaluasi-lapangan-tembak-buntut-siswa-terkena-peluru-nyasar</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan tersebut, lembaga legislatif ini berkomitmen menjembatani mediasi dan melayangkan surat resmi ke kesatuan terkait demi menuntut transparansi serta memastikan keselamatan lingkungan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d533b49ef95.webp" length="43548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 08:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, DPRD Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — DPRD Kabupaten Gresik resmi menerima aduan keluarga siswa SMPN 33 Gresik yang menjadi korban dugaan peluru nyasar pada Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, lembaga legislatif ini berkomitmen menjembatani mediasi dan melayangkan surat resmi ke kesatuan terkait demi menuntut transparansi serta memastikan keselamatan lingkungan warga.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, mendorong penyelesaian persoalan secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan keadilan bagi korban. </p>
<p></p>
<p>Syahrul menegaskan bahwa pemulihan kondisi korban, baik fisik maupun psikologis, harus menjadi prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>"Kita akan menyiapkan surat untuk disampaikan ke pihak kesatuan, terutama dalam hal keselamatan di lingkungan lapangan tembak. Pihaknya juga meminta agar segera dilakukan upaya mediasi yang konkret antara kedua belah pihak agar kasus ini segera selesai," kata dia.</p>
<p></p>
<p>Syahrul berharap kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia menyebut pihak kesatuan harus melakukan evaluasi keamanan dalam aktivitasnya yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari tempat kejadian korban terkena peluru nyasar. </p>
<p></p>
<p>"Kami tidak menginginkan terutama anak-anak didik kami, warga Gresik yang radiusnya sangat berdekatan dengan lapangan tembak. Ini kami tidak menginginkan mereka menjadi korban selanjutnya," jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, salah satu orang tua korban, Dewi, menceritakan nasib pilu yang dialami anaknya yang terluka akibat dugaan peluru nyasar dari pihak kesatuan di lingkungan sekolah. </p>
<p></p>
<p>Kronologi kejadian dugaan peluru nyasar yang dialami anaknya, Darrell Fausta Hamdani (14), dan temannya, Renheart (14), terjadi saat mereka mengikuti kegiatan sosialisasi di musala sekolah pada 17 Desember 2025 pagi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Dewi, peluru nyasar tiba-tiba mengenai tangan kiri anaknya hingga harus dilarikan ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah. Berdasarkan pemeriksaan dokter, peluru menembus dan meremukkan tulang punggung tangan kiri Darrell sehingga harus dipasang pen.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, peluru lain mengenai punggung kanan bawah Renheart, namun hanya bersarang di lapisan lemak. Dewi dan pihak sekolah menduga peluru tersebut berasal dari lapangan tembak kesatuan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan sekolah korban. </p>
<p></p>
<p>"Awalnya mereka tidak mengakui, enggak mungkin karena radiusnya cukup jauh. Namun ketika ditunjukkan hasil rontgen tersebut, nampak di situ memang benar ada peluru tajam yang menancap di punggung dan tangan anak saya," pungkasnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Integrasikan Job Fair dan Business Matching, Jawab Tantangan Mismatch Tenaga Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-integrasikan-job-fair-dan-business-matching-jawab-tantangan-mismatch-tenaga-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-integrasikan-job-fair-dan-business-matching-jawab-tantangan-mismatch-tenaga-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Puncak acara akan digelar di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya secara simbolis. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama perwakilan Kementerian Perdagangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d50a5a2e8ef.webp" length="35638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:40:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Job Fair, Disperinaker Surabaya, Kerja, Pencaker, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Persoalan ketidaksesuaian (mismatch) antara kebutuhan industri dan kualifikasi tenaga kerja masih menjadi tantangan serius di tengah dinamika ekonomi global. </p>
<p></p>
<p>Guna menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan bursa kerja dan pertemuan bisnis dalam Surabaya Industrial &amp; Labour Festival 2026.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 April 2026 di Balai Kota Surabaya dan Grand City Convention Hall ini mempertemukan langsung pencari kerja dengan pelaku industri, sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha lokal melalui skema business matching.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa integrasi dua agenda tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan antara dunia kerja dan industri.</p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini murni hasil kerja sama dengan para pelaku usaha di Surabaya tanpa menggunakan dana APBD. Ini adalah komitmen kita bersama untuk menyiapkan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi dunia yang sedang dinamis,” ujar Lilik, Selasa (7/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam forum business matching, Pemkot Surabaya menghadirkan buyer dari enam negara, yakni Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman. Berbagai produk unggulan ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen seperti batik.</p>
<p></p>
<p>“Kita ingin produk lokal Surabaya tidak hanya jago di tingkat nasional, tapi naik kelas ke skala global. Infrastruktur pendukung seperti transportasi dan arus logistik terus kita kembangkan untuk mendukung efisiensi ekspor,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain membuka akses pasar internasional, Pemkot juga memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui coaching clinic ekspor. Kegiatan ini diikuti 80 pelaku usaha, dengan 36 di antaranya telah terkurasi dan siap mengikuti business matching.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, menyampaikan bahwa festival ini diikuti sekitar 35 perusahaan yang menyediakan sedikitnya 1.200 lowongan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah menembus lebih dari 2.000 orang melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK).</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah langkah konkret untuk menurunkan angka pengangguran,” kata Hebi.</p>
<p></p>
<p>Puncak acara akan digelar di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya secara simbolis. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama perwakilan Kementerian Perdagangan.</p>
<p></p>
<p>“Besok akan dilakukan pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya ke luar negeri secara simbolis. Kami bersama Export Center Jawa Timur mematok target transaksi mencapai 100 juta dolar Amerika. Ini adalah awal dari penguatan klaster industri di Surabaya,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, agenda lanjutan berupa walk-in interview juga disiapkan untuk mempercepat proses rekrutmen, sehingga mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja secara lebih efektif.</p>
<p></p>
<p>Melalui integrasi job fair dan business matching ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif sekaligus mendorong pelaku usaha lokal menembus pasar global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkot Kota Pahlawan Kian Terdesak, Dishub Surabaya Mediasi dengan Pemilik Lyn Urus Izin KIR&amp;Trayek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkot-kota-pahlawan-kian-terdesak-dishub-surabaya-mediasi-dengan-pemilik-lyn-urus-izin-kir-trayek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkot-kota-pahlawan-kian-terdesak-dishub-surabaya-mediasi-dengan-pemilik-lyn-urus-izin-kir-trayek</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah 90 persen angkot mati, protes pemilik lyn pecah di Terminal Intermoda Joyoboyo, memaksa Dinas Perhubungan Kota Surabaya membuka mediasi usai penertiban besar-besaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4fcce3d823.webp" length="55430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lyn, Angkot, Joyoboyo, Dishub Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah meredupnya keberadaan angkutan kota (angkot) di Surabaya yang kini disebut-sebut hampir 90 persen tidak lagi beroperasi, ketegangan antara pemerintah dan pemilik lyn malah memuncak beberapa waktu terakhir. </p>
<p></p>
<p>Penertiban besar-besaran yang sempat dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam beberapa waktu lalu ternyata memicu protes, hingga berujung pada meja mediasi di Terminal Intermoda Joyoboyo.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya akhirnya menemui belasan perwakilan pemilik lyn. Pertemuan yang berlangsung di lantai dua gedung terminal tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub, Trio Wahyu Bowo, sebagai respons atas aksi demonstrasi yang digelar para pemilik angkutan umum.</p>
<p></p>
<p>Aksi protes itu muncul lantaran para pemilik lyn keberatan dengan penertiban yang membuat kendaraan mereka tidak diperbolehkan beroperasi. Di sisi lain, pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan aturan yang telah lama berlaku.</p>
<p></p>
<p>Trio Wahyu Bowo menjelaskan bahwa penertiban yang dimulai sejak 1 April telah mengacu pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014, serta Permenhub Nomor 117 Tahun 2018. Aturan tersebut mewajibkan setiap angkutan umum memiliki kelengkapan izin seperti trayek, kartu pengawasan, STNK, dan buku KIR yang masih berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Nah, kami melakukan itu, mereka menolak dan sekarang mereka menyampaikan unek-uneknya karena kesulitan memperpanjang STNK, trayek, serta KIR-nya," ujar Trio saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Trio, dalam mediasi terungkap bahwa persoalan utama yang dihadapi para pemilik angkot bukan semata keengganan mematuhi aturan, melainkan hambatan administratif. Koperasi yang menaungi organisasi angkutan umum di Surabaya disebut tidak berjalan, sehingga memperumit proses perpanjangan izin.</p>
<p></p>
<p>"Tadi sudah dijelaskan, mereka kesulitan karena koperasi yang ada di induk organisasi mereka tidak berjalan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai jalan keluar, Dishub bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Surabaya akan memberikan pendampingan kepada para pemilik angkutan umum, termasuk dalam menghidupkan kembali koperasi dan mengurus kelengkapan administrasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami memfasilitasi bersama Dinkopumdag akan mendampingi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Meski memberikan ruang solusi, pemerintah tetap bersikap tegas. Trio menyebutkan, para pemilik angkot diberi waktu satu minggu untuk melengkapi seluruh perizinan. Namun selama itu, operasi penertiban tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Pemkot Surabaya mendampingi, tentunya berimbang kami tetap melakukan penertiban," terang Trio.</p>
<p></p>
<p>Sejak penertiban dimulai awal April, Dishub telah menjatuhkan sanksi administratif terhadap 17 unit angkot, termasuk tindakan penggembokan kendaraan. Kendaraan yang disanksi masih dapat kembali beroperasi apabila seluruh izin telah dilengkapi.</p>
<p></p>
<p>“Silahkan, bisa (dibuka gemboknya) kalau mereka bisa (mengurus perizinannya)," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dari pihak pemilik angkot, Pembina Angkutan Kota Surabaya, Ahmad Basori, menegaskan bahwa aksi demonstrasi dilakukan untuk menyuarakan kesulitan yang mereka hadapi, khususnya terkait proses administrasi yang bergantung pada koperasi.</p>
<p></p>
<p>“Kami meminta untuk membantu dalam hal surat menyurat, agar teman-teman di lapangan bisa beroperasi dengan normal," ucap Ahmad.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menggambarkan kondisi angkot di Surabaya yang kini berada di titik kritis.</p>
<p></p>
<p>“Sekarang ini memang hampir 90 persen angkot di Surabaya mati semua terkait KIR dan trayeknya.”</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, Ahmad menyambut positif hasil mediasi yang membuka peluang solusi melalui fasilitasi pemerintah untuk mengaktifkan kembali koperasi.</p>
<p></p>
<p>“Pak Kadis menyampaikan bahwasanya koperasi yang sudah terbentuk nanti dijalankan lagi, dibantu difasilitasi," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua Angkot Lyn D Surabaya, Kasian, yang menyebut akan ada pertemuan lanjutan guna mempercepat pengurusan izin.</p>
<p></p>
<p>“Nanti akan diundang, dibantu sama Dishub untuk melancarkan pengurusannya," tandas Kasian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Malang Pastikan Layanan Kesehatan Merata, Dalam Agenda &amp;apos;Sambang Puskesmas&amp;apos; di Donomulyo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pastikan-layanan-kesehatan-merata-dalam-agenda-sambang-puskesmas-di-donomulyo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-malang-pastikan-layanan-kesehatan-merata-dalam-agenda-sambang-puskesmas-di-donomulyo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Malang dorong peningkatan fasilitas dan layanan Puskesmas Donomulyo, termasuk rawat inap dan kenyamanan pasien, demi pelayanan kesehatan merata di wilayah selatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f26fc4b98.webp" length="31156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:45:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>pemerataan kesehatan, puskesmas donomulyo, kabupaten malang, layanan kesehatan, bupati malang, kunjungan kerja, fasilitas kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Meski berada jauh dari pusat perkotaan, layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Malang terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. </p>
<p>Salah satunya di Puskesmas Donomulyo yang tetap dioptimalkan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Puskesmas Donomulyo ini sudah memiliki pelayanan rawat inap, totalnya 29 bed, yang hari ini terisi 9 bed,” ujar Bupati Malang, Sanusi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Dalam dialog yang berlangsung, Sanusi mendengarkan berbagai masukan, terutama terkait kendala pelayanan serta kebutuhan sarana dan prasarana guna menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Ia juga berkomunikasi langsung dengan pasien serta tenaga kesehatan yang sedang bertugas.</p>
<p>Kecamatan Donomulyo yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Malang tersebut menjadi salah satu wilayah yang terus didorong agar memiliki layanan kesehatan yang setara dengan kawasan perkotaan.</p>
<p>Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan bahwa fasilitas rawat inap di Puskesmas Donomulyo telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini tersedia 14 kamar inap, di mana setiap kamar dilengkapi satu tempat tidur dan satu kamar mandi guna menjaga privasi pasien.</p>
<p>“Hingga siang ini, untuk rawat jalan berjumlah 77 pengunjung, meliputi 50 pengunjung cluster dewasa dan lansia, serta sisanya anak dan IGD,” imbuhnya.</p>
<p>Dalam setiap kunjungannya ke puskesmas di berbagai kecamatan melalui agenda 'Sambang Puskesmas', Pemerintah Kabupaten Malang terus menegaskan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai ujung tombak pelayanan. </p>
<p>Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan, ketersediaan fasilitas ramah anak, serta tenaga medis yang profesional, responsif, dan komunikatif menjadi prioritas utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Berlubang di Ngronggot Nganjuk Ditanami Pisang, Warga Kesal Tak Ada Perbaikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-tempel-keluhkan-jalan-rusak-parah-dua-tahun-tak-tersentuh-perbaikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-tempel-keluhkan-jalan-rusak-parah-dua-tahun-tak-tersentuh-perbaikan</guid>
<description><![CDATA[ Jalan poros desa di Dusun Tempel, Ngronggot, Nganjuk, rusak parah selama lebih dari dua tahun. Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes karena perbaikan tak kunjung direalisasikan, meski sering diusulkan dan telah memicu kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ed6a5ae42.webp" length="66264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:31:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak parah, poros desa, bertahun-tahun tidak diperbaiki, warga kesal tanam pohon pisang, Dusun Tempel Desa Ngronggot, pengendara jatuh, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="112" data-end="396"><strong data-start="112" data-end="128">NGANJUK, SJP</strong> – Kondisi infrastruktur jalan poros desa di Dusun Tempel, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama warga itu dilaporkan mengalami kerusakan berat selama lebih dari dua tahun tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait.</p>
<p data-start="398" data-end="653">Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar menghiasi badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter. Sebagai bentuk protes sekaligus penanda bagi pengendara, warga setempat bahkan menanam pohon pisang di salah satu titik kerusakan yang paling parah.</p>
<p data-start="655" data-end="826">“Sudah sekitar dua tahunan rusak. Selama ini sepertinya belum menjadi prioritas pembangunan dari desa,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p data-start="828" data-end="1051">Gunawan, warga Dusun Tempel, menyebut pemerintah desa sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Namun hingga kini realisasinya masih tertunda. Padahal, kondisi jalan yang rusak itu disebut telah memakan korban.</p>
<p data-start="1053" data-end="1209">“Pernah ada yang kecelakaan di titik yang ditanami pisang itu. Jatuh, untungnya hanya luka ringan. Tapi kalau dibiarkan terus, ini membahayakan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1211" data-end="1486">Hal senada disampaikan Samsudin. Ia menilai aksi penanaman pohon pisang tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa. Pasalnya, selama enam tahun terakhir jalan penghubung antar desa itu rusak parah dan sering diusulkan, namun belum mendapat tanggapan.</p>
<p data-start="1488" data-end="1740">“Setiap tahun anggaran selalu diusulkan lewat musyawarah dusun (musdus) maupun melalui reses dewan. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Hal itu yang memicu warga turun langsung melakukan aksi,” tegas Samsudin sambil menunjukkan kondisi jalan.</p>
<p data-start="1742" data-end="2052">Keresahan warga semakin meningkat karena dalam waktu dekat Dusun Tempel akan menggelar acara adat tahunan Nyadran yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan melewati rute jalan yang rusak, mulai dari area makam hingga garis finis di depan klinik kesehatan setempat.</p>
<p data-start="2054" data-end="2223">“Harapan kami sebagai warga, jalan ini segera diperbaiki supaya kondisinya baik dan tidak semakin parah. Apalagi sebentar lagi akan ada acara Nyadran,” pungkas Samsudin.</p>
<p data-start="2225" data-end="2465">Sementara itu, hingga berita ini ditulis, wartawan Suarajatimpost masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Ngronggot, Moh. Zainal. Upaya konfirmasi melalui sambungan WhatsApp telah dilakukan sebanyak tiga kali, namun belum mendapat respons. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2225" data-end="2465"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKPSDM Kota Batu Pastikan Seleksi Sekda Berbasis Kompetensi dan Integritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-pastikan-seleksi-sekda-berbasis-kompetensi-dan-integritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-pastikan-seleksi-sekda-berbasis-kompetensi-dan-integritas</guid>
<description><![CDATA[ BKPSDM Kota Batu menegaskan bahwa pelaksanaan Selter Sekda ini bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan momentum strategis untuk menghadirkan pemimpin birokrasi yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ea8652fa1.webp" length="29090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:16:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Seleksi, Sekda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menegaskan bahwa proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah, dirancang ketat berbasis kompetensi dan integritas. Tahapan seleksi tidak hanya menguji kapasitas manajerial, tetapi juga menitikberatkan pada rekam jejak dan kepatuhan administratif calon.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi pada Selasa (7/4/2026) menuturkan, desain seleksi kali ini mengacu pada sistem merit secara penuh, sehingga setiap tahapan memiliki bobot penilaian yang terukur dan transparan.</p>
<p>Mulai dari seleksi administrasi, assessment center, hingga uji gagasan dan wawancara, seluruhnya diarahkan untuk menjaring figur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan birokrasi yang kuat.</p>
<p>“Sekda adalah motor penggerak birokrasi. Maka yang dicari bukan sekadar pejabat senior, tetapi sosok dengan kapasitas kepemimpinan, kemampuan koordinasi lintas perangkat daerah, serta integritas yang teruji,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penekanan pada kewajiban pelaporan SPT Pajak dan LHKPN tahun terakhir menjadi indikator penting dalam menilai kedisiplinan dan transparansi calon. Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar syarat administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya birokrasi yang bersih dan akuntabel.</p>
<p>Dalam tahapan <em>assessment center</em>, peserta akan diuji melalui berbagai simulasi yang menggambarkan situasi nyata dalam pengambilan kebijakan. Sementara pada uji gagasan, peserta diminta menyampaikan ide strategis terkait arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan Kota Batu ke depan.</p>
<p>“Dari situ akan terlihat bagaimana cara berpikir kandidat, termasuk kemampuan mereka dalam merumuskan solusi atas persoalan daerah,” imbuhnya.</p>
<p>BKPSDM juga memastikan seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan bebas intervensi. Panitia seleksi melibatkan unsur independen guna menjaga kredibilitas hasil akhir.</p>
<p>Di sisi lain, pihaknya mengimbau para calon pelamar untuk mempersiapkan diri secara maksimal, terutama dalam melengkapi dokumen serta memperbarui data kepegawaian melalui sistem MyASN. Hal ini penting agar tidak terkendala pada tahap administrasi yang menjadi pintu awal seleksi.</p>
<p>“Kesempatan ini terbuka luas bagi ASN yang memenuhi syarat. Kami ingin proses ini benar-benar menghasilkan Sekda definitif yang mampu membawa birokrasi Kota Batu lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan ke depan,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Jember Serap Aspirasi Warga, Gus Fawait Disorot Soal Bandara hingga Program Gerobak Cinta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-jember-serap-aspirasi-warga-gus-fawait-disorot-soal-bandara-hingga-program-gerobak-cinta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-jember-serap-aspirasi-warga-gus-fawait-disorot-soal-bandara-hingga-program-gerobak-cinta</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Jember Gus Fawait berdialog langsung dengan warga Mumbulsari dalam program Bunga Desaku. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari infrastruktur bandara, sertifikasi tanah, hingga dukungan UMKM melalui program Gerobak Cinta ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ebb74cf02.webp" length="32492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:01:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, pemerintahan, ADV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="149" data-end="449"><strong data-start="149" data-end="164">JEMBER, SJP</strong> – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Balai Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku yang berlangsung selama dua hari, 6–7 April 2026.</p>
<p data-start="451" data-end="640">Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin, Ketua RW 01 Dusun Krajan, tampil menyuarakan aspirasi warga yang mencakup isu infrastruktur, legalitas tanah, hingga kesejahteraan pengurus lingkungan.</p>
<p data-start="642" data-end="938">Sebagai sosok yang dikenal vokal mewakili RT dan RW di wilayahnya, Amiruddin mengawali penyampaiannya dengan memberikan apresiasi terhadap visi pembangunan yang dibawa Gus Fawait. Namun, ia juga menyampaikan catatan kritis terkait optimalisasi aset daerah, khususnya keberadaan bandara di Jember.</p>
<p data-start="940" data-end="1206">Amiruddin menekankan bahwa kemajuan ekonomi harus didukung sarana penunjang yang memadai. Ia menyoroti kondisi jembatan yang menjadi akses utama menuju pintu masuk bandara, serta minimnya aktivitas pertokoan di sekitarnya yang membuat kawasan tersebut terkesan sepi.</p>
<p data-start="1208" data-end="1485">“Bandara adalah tolok ukur kemajuan ekonomi, tetapi sarana penunjangnya masih kurang. Kami berharap ada perhatian khusus untuk jembatan dan fasilitas pendukung lainnya agar ekonomi warga sekitar ikut terangkat,” kata Amiruddin, Selasa (7/4/2026), di sela kegiatan Bunga Desaku.</p>
<p data-start="1487" data-end="1726">Isu krusial lain yang diangkat adalah program sertifikasi tanah. Amiruddin mengungkapkan kendala yang kerap dihadapi pemerintah desa dan warga terkait target bidang tanah dalam program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dan Prona.</p>
<p data-start="1728" data-end="2114">Berdasarkan aspirasi warga, ia mengusulkan agar target baru dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat dievaluasi atau bahkan dihapus agar lebih fleksibel mengikuti kondisi riil di setiap desa. Hal ini bertujuan agar masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak terbebani oleh target yang sulit dipenuhi, sehingga proses kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dapat berjalan lebih lancar.</p>
<p data-start="2116" data-end="2401">Tak hanya menyoroti isu infrastruktur makro, Amiruddin juga menyampaikan usulan terkait kesejahteraan dan identitas pengurus lingkungan di tingkat RT dan RW. Ia mengusulkan pengadaan seragam dan sepatu baru guna meningkatkan kepercayaan diri serta kekompakan dalam melayani masyarakat.</p>
<p data-start="2403" data-end="2613">Di sektor pemberdayaan ekonomi mikro, Amiruddin meminta Gus Fawait memastikan keberlanjutan program “Gerobak Cinta” pada tahun 2026. Program tersebut dinilai efektif membantu pelaku UMKM di tingkat akar rumput.</p>
<p data-start="2615" data-end="2753">Ia juga berharap kuota bantuan gerobak dapat ditambah, mengingat masih ada warga di RW 01 yang belum terakomodasi pada periode sebelumnya.</p>
<p data-start="2755" data-end="2993">Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gus Fawait menyambutnya dengan antusias. Diskusi berlangsung dinamis dengan selingan humor. Bahkan, Gus Fawait sempat berkelakar menambahkan usulan kopiah agar para Ketua RW terlihat lebih berwibawa.</p>
<p data-start="2995" data-end="3332">Gus Fawait menegaskan bahwa masukan dari tingkat RW merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan Jember ke depan. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketajaman usulan Amiruddin, ia memberikan “hadiah” berupa cokelat sebagai simbol politik riang gembira dan eratnya silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat.</p>
<p data-start="3334" data-end="3493">“Semua masukan ini adalah kritik membangun, dan ini wajib dilakukan agar Kabupaten Jember menjadi lebih baik dan berkembang pesat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3334" data-end="3493"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekanan Fiskal, Pemkot Lakukan Pengetatan Anggaran ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekanan-fiskal-pemkot-lakukan-pengetatan-anggaran-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekanan-fiskal-pemkot-lakukan-pengetatan-anggaran-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Dengan fokus pada efisiensi, Pemkot Batu berupaya mengalihkan belanja yang kurang prioritas ke program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah tekanan ekonomi global ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4e9f9bcdda.webp" length="45338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:40:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Anggaran, Luar Negeri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai melakukan pengetatan belanja daerah dengan memangkas anggaran perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen per April 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah paling tegas yang diambil di tengah tekanan ekonomi akibat dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan pendapatan daerah.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Selasa (7/4/2026) menegaskan, pemangkasan tersebut menyasar kegiatan yang selama ini menyerap anggaran besar, seperti promosi wisata ke luar negeri dan studi banding. Menurutnya, seluruh agenda tersebut akan dievaluasi secara ketat untuk memastikan efektivitas dan urgensinya.</p>
<p>“Ke depan kegiatan promosi wisata maupun studi banding harus benar-benar selektif. Tidak semua harus dilakukan secara langsung ke luar negeri,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai pengganti, Pemkot Batu mendorong pemanfaatan teknologi digital, seperti konferensi video, untuk tetap menjaga konektivitas dan proses pembelajaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Langkah ini dinilai lebih efisien sekaligus adaptif terhadap kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p>Kebijakan pemangkasan anggaran luar negeri ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga menerapkan pola kerja fleksibel melalui skema Work From Home (WFH) yang dikombinasikan dengan Work From Office (WFO), serta instruksi penghematan energi di seluruh perangkat daerah.</p>
<p>Menurut Nurochman, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah penurunan aktivitas sektor pariwisata dan perhotelan yang berdampak pada penerimaan pajak daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Percepat Perbaikan Jalan, Dinas PUPR Probolinggo Tambal Sulam Ruas Patalan–Patokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/percepat-perbaikan-jalan-dinas-pupr-probolinggo-tambal-sulam-ruas-patalanpatokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/percepat-perbaikan-jalan-dinas-pupr-probolinggo-tambal-sulam-ruas-patalanpatokan</guid>
<description><![CDATA[ Perbaikan jalan terus dikebut! Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo lakukan tambal sulam di ruas Patalan–Patokan sepanjang 4,680 km demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Akses makin lancar, ekonomi pun ikut bergerak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4c4e5517c2.webp" length="80676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 17:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Infrastruktur, PerbaikanJalan, DPUPRKabupatenProbolinggo, PembangunanDaerah, PelayananPublik, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Salah satu upaya nyata yang kini tengah dilakukan adalah percepatan perbaikan melalui metode tambal sulam pada ruas Jalan Patalan–Patokan. Total panjang penanganan pada proyek ini mencapai 4,680 kilometer, yang ditangani langsung oleh tim Alpomain wilayah barat.</p>
<p>Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal infrastruktur jalan. Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas warga sehari-hari.</p>
<p>“Perbaikan dengan metode tambal sulam ini menjadi langkah cepat dan responsif dalam menangani kerusakan jalan. Kami berharap, setelah dilakukan perbaikan, mobilitas masyarakat bisa kembali lancar serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas hasil. Hal ini penting agar perbaikan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu bertahan lebih lama dan mengurangi potensi kerusakan berulang dalam waktu dekat.</p>
<p>Selain fokus pada ruas Patalan–Patokan, Dinas PUPR juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan di sejumlah titik lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Tim di lapangan secara aktif bergerak untuk mengidentifikasi serta menangani kerusakan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.</p>
<p>“Petugas kami terus melakukan pengecekan di berbagai ruas jalan. Setiap titik yang mengalami kerusakan akan kami tangani sesuai prioritas. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan mendukung kebutuhan masyarakat,” tambah Hengki.</p>
<p>Perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan, tetapi juga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat diyakini akan semakin berkembang, terutama dalam mendukung distribusi barang dan mobilitas warga.</p>
<p>Selain itu, kelancaran akses transportasi juga berperan penting dalam menunjang kegiatan sosial, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Oleh karena itu, upaya perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.</p>
<p>Melalui langkah percepatan ini, Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kondisi jalan agar tetap baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.</p>
<p>Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo diharapkan terus berkembang dan mampu mendorong kesejahteraan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuota Haji Kabupaten Malang Menyusut Drastis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuota-haji-kabupaten-malang-menyusut-drastis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuota-haji-kabupaten-malang-menyusut-drastis</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan jemaah haji asal Malang batal berangkat tahun ini akibat pelunasan tidak maksimal serta mutasi daerah yang memengaruhi jumlah akhir keberangkatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4bf31447d9.webp" length="25890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 17:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>haji, kabupaten malang, jemaah haji, kuota haji, kemenag, bpi haji, kloter, asrama haji, surabaya, berita</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Kuota jemaah haji Kabupaten Malang tahun 2026 tak terserap penuh. Dari total alokasi 2.231 jemaah, tersisa 1.639 orang yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.</p>
<p>Kondisi ini dipengaruhi belum optimalnya pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) serta adanya mutasi jemaah antar daerah hingga batas akhir penetapan.</p>
<p>“Hingga tenggat pelunasan berakhir, tercatat 2.146 jemaah yang menyelesaikan pembayaran. Setelah dikalkulasi kembali dengan adanya mutasi keluar-masuk daerah, maka jumlah fix yang berangkat adalah 1.639 orang,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Abdul Salam, Selasa (7/4/2026) disela agenda manasik Haji di Pendopo Agung Malang.</p>
<p>Sebelumnya, Kabupaten Malang memperoleh kuota sebanyak 2.231 jemaah yang terdiri dari 1.946 jemaah reguler dan 167 prioritas lansia. Selain itu, terdapat 954 jemaah cadangan yang masuk dalam daftar potensi keberangkatan.</p>
<p>Namun dalam perjalanannya, tak seluruh jemaah melakukan pelunasan. Sebagian lainnya juga tercatat melakukan mutasi ke luar daerah, sehingga memengaruhi komposisi akhir.</p>
<p>Akibatnya, terdapat selisih cukup besar antara kuota dengan realisasi keberangkatan tahun ini. Sejumlah jemaah yang sebelumnya berpeluang berangkat pun harus menunda keberangkatan mereka.</p>
<p>Sementara itu, jemaah yang telah dipastikan berangkat akan diberangkatkan secara bertahap melalui Kelompok Terbang (kloter) 14 hingga 18. Mereka dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 24–25 April 2026 sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.</p>
<p>Pihak Kementerian Agama mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik serta memastikan kesiapan dokumen dan perlengkapan jelang keberangkatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selamatan Desa Kronto Ribuan Durian Diarak, Bupati Pasuruan Berharap Bisa Dilestarikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selamatan-desa-kronto-ribuan-durian-diarak-bupati-pasuruan-berharap-bisa-dilestarikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selamatan-desa-kronto-ribuan-durian-diarak-bupati-pasuruan-berharap-bisa-dilestarikan</guid>
<description><![CDATA[ Ia berharap, tradisi ini tetap dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. Khususnya dengan menghadirkan buah durian yang jauh lebih banyak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4a125db051.webp" length="69784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 12:30:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP</strong> — Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan tetap mempesona. Bahkan, masyarakat setempat kembali melaksanakan Selamatan Desa dengan gunungan durian sebagai puncak acaranya, minggu (5/4/2026) siang.</p>
<p>Tahun ini, lokasi yang dipilih untuk memajang ribuan buah durian adalah di Halaman Balai Desa Kronto. </p>
<p>Selain warga, acara tersebut juga dihadiri Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo bersama Kepala Dinas Pariwisata, Agus Hari Wibawa.</p>
<p>Pantauan di lapangan, selamatan desa menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan saat musim durian tiba, dan digelar selama dua hari berturut-turut. Hari pertama diisi dengan khataman Al Qur'an dilanjutkan doa dan tahlil. Sedangkan di hari kedua adalah tasyakuran dengan menghadirkan gunungan durian sebagai pamungkas acara selamatan desa. </p>
<p>Kepala Desa Kronto, Sodin mengatakan selamatan desa biasanya digelar pada bulan ruwah alias sebelum ramadhan. Hanya saja, karena waktunya terlalu mepet maka diundur setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah. </p>
<p>"Biasanya ruwah, sebelum puasa, karena mepet akhirnya diundur jadi sekarang ini," ungkapnya.</p>
<p>Khusus gunungan durian, jumlah buah yang dipajang sebanyak 1000 durian. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit bila dibandingkan tahun lalu dengan 5000 buah. </p>
<p>Kata Sodin, penurunan jumlah durian yang dipajang dalam gunungan disebabkan karena hasil panen yang tidak maksimal. Dalam artian banyak pohon durian yang terkena penyakit serta curah hujan yang begitu lebat yang berakibat rontok, bahkan gagal berbuah. </p>
<p>"Yang ditakuti petani durian itu ya penyakit durian. Belum lagi hujan deras yang hampir setiap hari turun dan membuat buah durian gak maksimal, bahkan rontok saat mulai berbuah," imbuhnya. </p>
<p>Selain gunungan durian, setiap RT di Desa Kronto juga memamerkan satu buah anka yang berisi hasil bumi. Ditegaskan Sodin, total ada 22 ancak yang dibawa keliling desa untuk kemudian diperebutkan oleh warga saat selamatan desa. </p>
<p>"Setiap satu RT membawa satu ancak. Isinya bebas, yang penting hasil bumi di Lumbang atau khasnya Kabupaten Pasuruan," ucapnya. </p>
<p>Bagaimana dengan antusiasme masyarakat? Sodin mengaku lega, lantaran warga selalu mensupport pemdes Kronto untuk melaksanakan kegiatan selamatan desa.</p>
<p>"Mulai motong bambu kemudian membuat gunungan seperti ini. Pokoknya saya sangat berterima kasih sekali untuk Pak Bupati Rusdi, dan semua warga yang selalu menyambut gembira acara selamatan desa ini," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengapresiasi langkah Pemdes Kronto yang senantiasa melestarikan tradisi selamatan desa sebagai agenda tahunan. </p>
<p>Ia berharap, tradisi ini tetap dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. Khususnya dengan menghadirkan buah durian yang jauh lebih banyak.</p>
<p>"Harapannya, semoga desa kronto menjadi desa yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Warganya damai, aman sentosa dan selamat, tanamannya semakin subur dan buahnya semakin melimpah biar tahun depan bisa lebih meriah lagi," harapnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>600 Jukir Tersingkir di Tengah Reformasi Parkir Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/600-jukir-tersingkir-di-tengah-reformasi-parkir-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/600-jukir-tersingkir-di-tengah-reformasi-parkir-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 600 jukir resmi diberhentikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya karena tidak mendukung digitalisasi parkir, khususnya dalam hal aktivasi rekening bank yang menjadi syarat utama sistem non-tunai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3aeec4cff7.webp" length="44496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Juru Parkir, Jukir, Parkir Surabaya, Parkir Digital, Parkir Non-tunai, Dishub, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Langkah tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merealisasikan kebijakan parkir non-tunai mulai April 2026 kini benar-benar terasa di lapangan. </p>
<p></p>
<p>Setelah sebelumnya hanya digaungkan sebagai upaya penataan dan transparansi, reformasi sistem parkir itu kini berujung pada pemberhentian ratusan juru parkir (jukir) yang menolak mengikuti skema baru.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 600 jukir resmi diberhentikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya karena tidak mendukung digitalisasi parkir, khususnya dalam hal aktivasi rekening bank yang menjadi syarat utama sistem non-tunai.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo menjelaskan, penolakan aktivasi rekening membuat para jukir tersebut tidak dapat masuk dalam sistem pembagian hasil berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak bisa memberikan secara tunai kami pun juga nantinya keesokan harinya kami akan transferkan atau melalui non tunai Transfer ke rekening masing-masing jukir," ujar Trio, Senin (6/4/2026)</p>
<p></p>
<p><strong>Aktivasi Rekening Jadi Syarat Utama</strong></p>
<p>Dalam skema baru, setiap jukir diwajibkan memiliki rekening bank untuk menerima pembagian hasil parkir. Sistem ini dirancang untuk memastikan seluruh transaksi tercatat dan transparan.</p>
<p></p>
<p>Adapun skema pembagian yang diterapkan adalah 60 persen untuk Pemkot Surabaya dan 40 persen untuk jukir. Tanpa rekening, jukir tidak bisa menerima bagian tersebut karena seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai.</p>
<p></p>
<p>Menurut Trio, Dishub sebenarnya telah memberikan waktu dan peringatan kepada para jukir agar segera melakukan aktivasi rekening sebelum batas waktu yang ditentukan. Namun hingga tenggat waktu berakhir, ratusan jukir tetap tidak memenuhi persyaratan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Sebelumnya sudah kami beri surat peringatan, maksimal 1 April 2026," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya memastikan posisi jukir yang diberhentikan akan segera digantikan. Hal ini dilakukan agar operasional parkir tetap berjalan saat kebijakan non-tunai diterapkan penuh.</p>
<p></p>
<p>Pergantian tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian sumber daya manusia terhadap sistem baru yang menuntut keterbukaan dan keterhubungan dengan sistem perbankan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kebijakan yang menuai konsekuensi besar bagi para jukir, Dishub menegaskan bahwa digitalisasi parkir bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah kota menjalankan digitalisasi parkir ini bukan karena pendapatan parkir tapi karena memang tuntutan warga Kota Surabaya untuk transparansi," jelas Trio.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ketika digitalisasi parkir ini tidak ada saling tuduh," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sistem baru diharapkan menghilangkan kecurigaan antar pihak, baik antara jukir, koordinator lapangan, maupun pemerintah.</p>
<p></p>
<p><strong>Masyarakat Diminta Tidak Bayar Tunai</strong></p>
<p>Selain penataan internal jukir, dukungan masyarakat juga dinilai krusial dalam keberhasilan kebijakan ini. Dishub meminta warga Surabaya untuk tidak lagi melakukan pembayaran parkir secara tunai.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu sejalan dengan kebijakan yang telah ditegaskan sebelumnya oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menargetkan seluruh pembayaran parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan tempat usaha beralih ke sistem non-tunai mulai April 2026.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, mekanisme alternatif berupa voucher parkir masih dalam tahap pengadaan. Voucher ini akan menjadi opsi pembayaran non-tunai selain metode digital seperti QRIS atau uang elektronik. Trio menyebut proses pengadaan tengah dipercepat agar bisa segera digunakan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kita percepat karena kemarin sudah kita sosialisasikan ada masukan-masukan, targetnya akhir April 2026 sudah siap diedarkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Standar Higiene, Pemkot Batu Percepat Legalitas Dapur MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-standar-higiene-pemkot-batu-percepat-legalitas-dapur-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-standar-higiene-pemkot-batu-percepat-legalitas-dapur-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penekanan pada percepatan legalitas dan pemenuhan standar higiene, Pemerintah Kota Batu ingin memastikan program MBG tidak sekadar berjalan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dari sisi keamanan dan nilai gizi. Langkah ini menjadi fondasi penting agar seluruh dapur SPPG yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 mampu memberikan layanan yang aman, terstandar, dan berkelanjutan bagi seluruh penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39fa22762d.webp" length="52374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Legalitas, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga menekankan aspek legalitas dan standar higiene sebagai kunci keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu.Heli Suyanto ada Senin (6/4/2026) menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG harus diiringi dengan jaminan keamanan pangan. Salah satunya melalui percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh pengelola dapur.</p>
<p>"SLHS menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap makanan yang diproduksi memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi, sekaligus sesuai dengan pedoman gizi yang ditetapkan pemerintah pusat. Tidak cukup hanya membangun dapur, tapi juga memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar. SLHS ini menjadi jaminan bahwa makanan yang diterima pelajar benar-benar aman dan berkualitas,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, sebanyak 23 dapur SPPG di Kota Batu telah beroperasi penuh dan melayani 43.599 penerima manfaat. Pemkot menargetkan total 38 hingga 40 dapur dapat beroperasi secara menyeluruh pada tahun 2026.</p>
<p>Untuk mengejar target tersebut, Heli menginstruksikan dinas terkait agar aktif melakukan pendampingan, khususnya dalam proses pengurusan legalitas. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kendala administratif yang berpotensi menghambat operasional dapur di lapangan.</p>
<p>"Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengelola dapur terhadap pentingnya standar higiene dalam penyediaan makanan массов untuk pelajar," imbuhnya.</p>
<p>Dengan kombinasi antara percepatan infrastruktur dan penguatan aspek legalitas, Pemkot Batu optimistis program MBG tidak hanya berjalan masif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lindungi Kawasan Sakral dan Konservasi, BBTNBTS Bangun Jalur Lingkar Kaldera Tengger</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lindungi-kawasan-sakral-dan-konservasi-bbtnbts-bangun-jalur-lingkar-kaldera-tengger</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lindungi-kawasan-sakral-dan-konservasi-bbtnbts-bangun-jalur-lingkar-kaldera-tengger</guid>
<description><![CDATA[ Penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) mulai dilakukan demi menjaga kelestarian alam dan budaya di kawasan Gunung Bromo. Jalur ini diharapkan mampu menata wisata sekaligus melindungi area konservasi dan kawasan sakral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39d97c6d80.webp" length="52640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:46:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Bromo, KalderaTengger, Konservasi, PariwisataIndonesia, SuaraJatimPost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP –</strong> Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) berencana melakukan penataan kawasan dengan membangun Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Jalur ini akan menghubungkan tiga pintu utama, yakni Jemplang di Malang, Cemorolawang di Probolinggo, hingga Wonokitri di Pasuruan, sebagai upaya menata aktivitas wisata sekaligus menjaga kelestarian kawasan.</p>
<p>Rencana pembangunan JLKT tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di salah satu hotel di kawasan Cemoro Lawang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat Tengger, pemerintah desa, pemerintah kabupaten dari empat wilayah, hingga pelaku jasa wisata dan pemangku kepentingan lainnya di kawasan Gunung Tengger.</p>
<p>Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada penataan jalur wisata, tetapi juga bertujuan menjaga nilai budaya masyarakat Tengger dalam pengelolaan kawasan taman nasional.</p>
<p>Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memulihkan kondisi biofisik di kawasan kaldera seluas sekitar 1.000 hektare, termasuk lautan pasir dan padang rumput yang mulai mengalami tekanan akibat aktivitas wisata.</p>
<p>“Penataan ini juga dilatarbelakangi kondisi jalur di kawasan kaldera yang selama ini belum tertata dengan baik, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem dan penurunan kualitas habitat, seperti anggrek Tosari, rumput Malelo, hingga ular Bhumi Tengger,” ujarnya.</p>
<p>Dalam implementasinya, jalur tersebut akan ditandai dengan pemasangan patok dari Jemplang hingga Wonokitri melalui Cemorolawang. Total panjang jalur diperkirakan mencapai 13 kilometer dengan lebar 18 meter. Panjang ini merupakan hasil penyesuaian dari rencana awal, setelah mempertimbangkan keberadaan area sakral yang harus dilindungi.</p>
<p>Sebanyak 9.725 patok akan dipasang dan dihubungkan menggunakan tali sling sebagai pembatas jalur. Dengan sistem ini, kendaraan wisata seperti jip maupun sepeda motor diharapkan tidak lagi memasuki area terlarang, baik kawasan sakral maupun zona konservasi yang sensitif.</p>
<p>Selain pembangunan jalur, BBTNBTS juga merencanakan pembangunan tiga rest area yang dilengkapi fasilitas toilet di kawasan lautan pasir. Lokasi rest area tersebut akan ditempatkan di sekitar Jemplang, Cemorolawang, dan Wonokitri. Area ini nantinya akan dimanfaatkan oleh pedagang yang telah terdata, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan lebih tertata.</p>
<p>Fasilitas pendukung lain juga akan dibangun, di antaranya empat kantong parkir termasuk area khusus parkir kuda, serta 60 titik sumur resapan guna mendukung konservasi lingkungan di kawasan tersebut.</p>
<p>“Pengerjaan dijadwalkan dimulai pada 17 April 2026 dan ditargetkan rampung pada 7 Oktober 2026. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar pengelolaan Bromo ke depan menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.</p>
<p>Dukungan terhadap program ini juga datang dari tokoh adat Tengger. Dukun Pandita Suku Tengger, Sutomo, menyatakan bahwa pembangunan JLKT merupakan langkah positif dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi.</p>
<p>“Dengan adanya JLKT ini, ke depan kawasan konservasi dapat lebih terlindungi, sekaligus menjaga keberadaan tempat-tempat sakral di Bromo agar tetap dihormati,” ungkapnya.</p>
<p>Selama proses pembangunan berlangsung, kawasan wisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk umum. Pihak pengelola akan menyiagakan petugas di lapangan guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga selama pengerjaan proyek berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabel Bawah Tanah Semakin Diseriusi, Penataan Jaringan Telekomunikasi Respons Aduan dan Pemerataan Akses</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabel-bawah-tanah-semakin-diseriusi-penataan-jaringan-telekomunikasi-respons-aduan-dan-pemerataan-akses</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabel-bawah-tanah-semakin-diseriusi-penataan-jaringan-telekomunikasi-respons-aduan-dan-pemerataan-akses</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen Pemkot Batu dalam penataan jaringan telekomunikasi dimaksudkan tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat infrastruktur digital yang merata dan responsif di seluruh wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39efe7d116.webp" length="48192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:31:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kabel, Bawah Tanah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu tidak hanya fokus pada penataan estetika jaringan kabel, tetapi juga mulai menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan dan respons terhadap aduan masyarakat.</p>
<p>Kepala Diskominfo Kota Batu.Aries Setiawan pada Senin (6/4/2026) menyampaikan bahwa sinergi dengan para penyedia layanan telekomunikasi kini diarahkan untuk memastikan pelayanan yang lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses komunikasi yang stabil.</p>
<p>"Sebelumnya kami telah melakukan pertemuan dengan sejumlah provider, salah satu kesepakatan utama yang dihasilkan adalah komitmen untuk meningkatkan respons terhadap keluhan masyarakat, khususnya terkait kondisi jaringan yang dinilai mengganggu kenyamanan maupun keselamatan," urainya.</p>
<p>Selain itu, Diskominfo juga memperkuat langkah pemetaan jaringan melalui penyediaan data coverage area yang lebih komprehensif. Data ini dinilai krusial sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan, khususnya untuk mengidentifikasi wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses telekomunikasi.</p>
<p>Aries menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Kota Batu yang mengalami blank spot, seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas digital masyarakat.</p>
<p>“Melalui data coverage area, kami bisa memastikan pemerataan layanan. Ini penting agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran, mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai,” tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, rencana penataan kabel melalui sistem ducting tetap menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah daerah. Kawasan Alun-alun Kota Batu akan menjadi titik awal implementasi sebelum diperluas ke wilayah lain.</p>
<p>Namun demikian, Aries menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kerapian visual kota, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>WFH Untuk Pekerja Swasta, Disnaker Batu Tekankan Perlindungan Hak Pekerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wfh-untuk-pekerja-swasta-disnaker-batu-tekankan-perlindungan-hak-pekerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wfh-untuk-pekerja-swasta-disnaker-batu-tekankan-perlindungan-hak-pekerja</guid>
<description><![CDATA[ Disnaker Kota Batu menegaskan.kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga memperkuat sistem ketenagakerjaan yang adil dan adaptif di tengah perubahan pola kerja ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39e5a8b10d.webp" length="20692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFH, Swasta, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dorongan penerapan Work From Home (WFH) baik untuk ASN maupun swasta di Kota Batu tidak hanya dilihat sebagai strategi efisiensi energi, tetapi juga sebagai momentum untuk menegaskan perlindungan hak-hak pekerja.</p>
<p>Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu memastikan bahwa kebijakan kerja jarak jauh tidak boleh merugikan karyawan, baik dari sisi upah maupun hak normatif lainnya.</p>
<p>Kepala Disnaker Kota Batu MD Forkan pada Senin (6/4/2026) menegaskan, fleksibilitas kerja harus berjalan beriringan dengan kepastian perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, perusahaan yang mulai menerapkan WFH satu hari dalam sepekan tetap wajib memenuhi seluruh kewajiban terhadap pekerja tanpa pengecualian.</p>
<p>“WFH ini bukan alasan untuk mengurangi hak pekerja. Upah tetap, cuti tetap, dan kewajiban perusahaan juga tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kebijakan ini memang didorong sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional, terutama melalui pengurangan mobilitas harian pekerja yang berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar. Namun, aspek ketenagakerjaan tetap menjadi perhatian utama agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.</p>
<p>Forkan juga menekankan bahwa penerapan WFH bersifat imbauan, bukan kewajiban. Setiap perusahaan diberikan ruang untuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha masing-masing, terutama bagi sektor yang tidak memungkinkan menerapkan sistem kerja jarak jauh.</p>
<p>"Sejumlah sektor seperti layanan publik, kesehatan, transportasi, hingga industri manufaktur tetap diharuskan beroperasi secara langsung karena bergantung pada kehadiran fisik pekerja. Sementara itu, sektor berbasis administrasi dan digital dinilai lebih siap mengadopsi sistem kerja fleksibel," imbuhnya.</p>
<p>Dalam konteks ini, Disnaker berperan sebagai pengawas sekaligus fasilitator agar implementasi WFH tidak menimbulkan persoalan baru di hubungan industrial. Perusahaan juga didorong untuk menyusun kebijakan internal yang jelas agar tidak terjadi multitafsir dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Selain itu, Forkan mendorong perusahaan untuk mulai mengintegrasikan teknologi sebagai bagian dari transformasi kerja. Tidak hanya untuk mendukung WFH, tetapi juga untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan berkelanjutan.</p>
<p>“WFH ini harus dilihat sebagai bagian dari perubahan pola kerja. Tapi yang paling penting, keseimbangan antara efisiensi dan perlindungan pekerja tetap harus dijaga,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Wali Barokah Perkuat Sinergi dengan Pemkot Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-wali-barokah-perkuat-sinergi-dengan-pemkot-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-wali-barokah-perkuat-sinergi-dengan-pemkot-kediri</guid>
<description><![CDATA[ KH Sunarto menekankan pentingnya silaturahmi antara umaro (pemerintah) dan ulama. Menurutnya, hubungan yang erat antara keduanya menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d383baec5c3.webp" length="41060" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 18:21:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Ponpes, Ponpes Wali Barokah, Pemkot Kediri, Wali Kota Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Keluarga besar Ponpes Wali Barokah terus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Kediri, untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p>Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri KH Sunarto, menyambut baik silahturahmi Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, Senin (6/4/2026). </p>
<p>KH Sunarto menekankan pentingnya silaturahmi antara umaro (pemerintah) dan ulama. Menurutnya, hubungan yang erat antara keduanya menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan masyarakat. </p>
<p>"Silahturahmi termasuk dalam Mapan (slogan Kota Kediri). Dalam agama, tanpa silahturahmi akan hambar. Karena memang harus kita rajut hubungan antara ulama (pemimpin agama) dan umaro (pemerintah) harus terus diperkuat. Beruntung bahwa Mbak Wali didampingi wakil yang seorang ulama," ungkap KH Sunarto saat menyambut Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri. </p>
<p>Ia juga mengapresiasi perhatian yang selama ini diberikan Pemerintah Kota Kediri kepada Pondok Pesantren Wali Barokah, baik melalui program maupun kehadiran langsung dalam berbagai kegiatan.</p>
<p>"Tentu bukan semata-mata program tetapi sapaan. Kehadiran wali kota dalam setiap kegiatan dan acara, sudah merupakan satu motivasi yang tak ternilai kami, keluarga besar Wali Barokah, dan LDII," tambahnya. </p>
<p>Lebih lanjut, KH Sunarto menjelaskan bahwa Ponpes Wali Barokah tidak hanya unggul dalam bidang kesehatan melalui posyandu, tetapi juga telah meraih berbagai prestasi. Di antaranya sebagai pesantren sehat tingkat Jawa Timur dengan peringkat tiga, serta meraih juara satu dalam program eco pesantren yang bahkan menjadi rujukan bagi pesantren lain di Jawa Timur.</p>
<p>"Beberapa pesantren kecil sharing dengan kita. Bukan belajar, tapi bertukar pikiran. Bagaimana pengelolaan pesantren ke depan sesuai dengan fungsinya, untuk terutama dari aspek stabilitas lingkungan, kesehatan, hidup sehat bisa meningkat dari waktu ke waktu," jelas KH Sunarto. </p>
<p>Ia berharap, sinergi antara pesantren dan pemerintah kota dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu mendorong pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan di Kota Kediri. </p>
<p>"Ini semua adalah niat kami untuk sesungguhnya mendorong, mengajak, pemerintah Kota Kediri ini bisa menjadi pelayan-pelayan bagi masyarakatnya dan menjadikan Kota Kediri lebih baik," tuturnya. </p>
<p>Tidak lupa, KH Sunarto juga mendoakan agar Wali Kota Kediri dapat terus istiqomah dalam menjalankan amanah setelah menunaikan ibadah umroh. </p>
<p>"Mudah-mudahan selepas menunaikan ibadah umroh semakin istiqomah, semakin bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat Kota Kediri dengan baik," ungkapnya lagi. </p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan kalangan ulama, sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan masyarakat.</p>
<p>Mbak Wali dalam kesempatan itu juga, menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pesantren yang selama ini telah mendukung program-program Pemerintah Kota Kediri.</p>
<p>Wali Kota berharap kolaborasi antara pemerintah kota dan jajaran pondok pesantren, termasuk LDII, dapat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri.</p>
<p>"Harapan kami nantinya kita bisa terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi. Tujuannya semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat kota Kediri," pungkasnya. </p>
<p>Sebelum bersilaturahmi dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, keluarga besar Ponpes Wali Barokah juga bersilaturahmi dengan Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol (Inf) Dhavid Nur Hadiansyah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bapenda Nganjuk Kejar PAD Sekto PBB, Pamong Blok Bermasalah Mulai Ditindak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-kejar-pad-sekto-pbb-pamong-blok-bermasalah-mulai-ditindak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-kejar-pad-sekto-pbb-pamong-blok-bermasalah-mulai-ditindak</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya sekadar evaluasi, Bapenda kini telah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk pendampingan penagihan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d371fe4afaa.webp" length="32926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 17:03:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pajak Bumi dan Bangunan, PBB, Penagihan PBB, Dua Desa bermasalah, Desa Mabung, Desa Katerban, PAD, Bapenda, nunggak Pajak, pelimpahan, Inspektorat, Kejaksaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperketat pengawasan dan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang selama ini dinilai belum optimal di beberapa wilayah.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki,​ menjelaskan, pengelolaan PBB melibatkan tim optimalisasi pajak dari berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga perangkat desa sebagai petugas pemungut atau Pamong Blok.</p>
<p>​​Menanggapi isu kurang maksimalnya penagihan di desa seperti Mabung dan Katerban, Slamet Basuki menegaskan bahwa langkah-langkah hukum dan administratif telah diambil. Tidak hanya sekadar evaluasi, Bapenda kini telah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk pendampingan penagihan.</p>
<p>​"Sudah ada sekira 60 hingga 70 Pamong Blok se-Nganjuk yang dipanggil oleh kejaksaan untuk proses pendampingan penagihan. Sebagian sudah mulai menyetor ke kas daerah," ujar Slambas panggilan akrab Kepala Bapenda saat dihubungi via WhatsApp, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Dalam tenggang waktu Januari-Februari 2026, banyak petugas pemungut pajak yang telah mengumpulkan uang dari warga, namun belum menyetorkannya. Pihak Bapenda telah melakukan dialog langsung dengan para kepala desa untuk menggerakkan perangkatnya agar segera menyelesaikan kewajiban tersebut. </p>
<p>"Jika hingga batas waktu yang ditentukan dana belum juga disetorkan, Bapenda tidak segan untuk mengambil langkah lebih jauh," tegasnya.</p>
<p>Menurut Slamet Basuki, ​sebagai bentuk keseriusan, daftar nama Pamong Blok yang kedapatan sudah memungut pajak namun belum menyetor kini telah diserahkan kepada Inspektorat.</p>
<p>​"Kami sudah limpahkan daftar namanya ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi ini bukan lagi sekadar pengawasan, tapi sudah masuk ke tahap penindakan administratif dan tegasnya," ucapnya.</p>
<p>Senada disampaikan oleh Camat Baron Gunawan Wibisono, pihaknya memberikan klarifikasi terkait progres penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya, khususnya untuk Desa Mabung dan Desa Katerban.</p>
<p>Meski mengakui masih adanya tunggakan, pihak kecamatan memastikan langkah-langkah strategis telah diambil agar target pajak segera terpenuhi.</p>
<p>​Camat Baron menyatakan bahwa tim dari kecamatan sudah berupaya maksimal dalam melakukan pengarahan dan sosialisasi kepada para petugas pemungut pajak atau Pamong Blok di tingkat desa.</p>
<p>Gunawan juga menjelaskan adanya kebijakan khusus dalam penugasan personel pemungut pajak. Untuk memastikan dana pajak masyarakat terserap dengan baik, pihak kecamatan kini camat melibatkan petugas yang tidak memiliki catatan tunggakan sebelumnya.</p>
<p>​"Untuk Desa Mabung, penagihan sekarang ditangani oleh perangkat atau Pamong Blok yang tidak bermasalah, dalam artian yang tidak punya tunggakan di tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.</p>
<p>​​Saat mengenai status capaian PBB saat ini, Gunawan mengungkapkan bahwa meskipun sudah ada kemajuan yang signifikan, target belum tercapai sepenuhnya.</p>
<p>​"Kondisinya sudah mulai terurai, progresnya ada. Namun memang belum selesai 100 persen, masih ada tunggakan yang harus segera diselesaikan oleh para petugas," tambahnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Nganjuk Evaluasi Kelayakan SPPG Dekat Gudang Tembakau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-kelayakan-sppg-dekat-gudang-tembakau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-kelayakan-sppg-dekat-gudang-tembakau</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tersebut diambil merespons laporan mengenai lokasi operasional yang dinilai berdekatan dengan gudang tembakau serta adanya kendala transparansi informasi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d34221ddf1d.webp" length="51096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 14:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>SPPG Yayasan Darul Falah Baron, Lokasi SPPG, dibelakang gudang tembakau, konfirmasi wartawan di lokasi, Wakil Satgas MBG Yudhi Ernanto, Sarpras, IPAL, Candirejo Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menyatakan akan melakukan peninjauan ulang terhadap kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Loceret. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut diambil merespons laporan mengenai lokasi operasional yang dinilai berdekatan dengan gudang tembakau serta adanya kendala transparansi informasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Program nasional penguatan gizi melalui pembentukan SPPG di Nganjuk kini menjadi perhatian serius. </p>
<p></p>
<p>Evaluasi tertuju pada SPPG Yayasan Darul Falah Baron yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas yang seharusnya steril untuk pengolahan bahan pangan tersebut diketahui berada di area belakang gudang tembakau, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran terkait risiko kontaminasi silang terhadap kualitas gizi makanan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menjelaskan bahwa proses penentuan titik lokasi operasional sepenuhnya merupakan ranah verifikasi Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, surat perintah operasional baru diterbitkan setelah tim verifikasi pusat menyatakan suatu lokasi layak digunakan.</p>
<p></p>
<p>"Penentuan titik tersebut kami tidak terlibat langsung karena sudah melalui proses verifikasi dari BGN sebelum surat perintah jalan diterbitkan. Pihak pusat yang menentukan kelayakan awal suatu lokasi," ujar Yudhi saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Meskipun kewenangan verifikasi awal berada di tingkat pusat, Yudhi menegaskan bahwa Satgas daerah akan menindaklanjuti temuan masyarakat sebagai bahan evaluasi teknis. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung kondisi riil infrastruktur pendukung di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Aspek yang akan diperiksa meliputi standar higienitas ruang pengolahan, ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta fasilitas penunjang lainnya yang wajib memenuhi standar keamanan pangan nasional. </p>
<p></p>
<p>Satgas berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh aspek teknis di lapangan sejalan dengan visi penguatan gizi masyarakat tanpa risiko kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan melihat langsung bagaimana kondisi sarprasnya, termasuk sistem pembuangan limbah dan fasilitas lainnya. Masukan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan program berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat," tambah Yudhi.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, operasional SPPG di Loceret juga sempat menuai hambatan komunikasi saat awak media mencoba melakukan konfirmasi mengenai mekanisme penyaluran gizi. </p>
<p></p>
<p>Petugas di lokasi menolak memberikan akses informasi dengan alasan administratif, yakni keharusan adanya surat tugas resmi dan prosedur birokrasi yang panjang. </p>
<p></p>
<p>Petugas mengarahkan agar seluruh informasi terkait kebijakan dan operasional dikonfirmasi langsung ke kantor yayasan pusat di wilayah Baron atau melalui Kepala SPPG terkait. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanggapi Keluhan Wali Murid, Satgas MBG Janji Datangi SPPG Baron</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanggapi-keluhan-wali-murid-satgas-mbg-janji-datangi-sppg-baron</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanggapi-keluhan-wali-murid-satgas-mbg-janji-datangi-sppg-baron</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d33b3a177f1.webp" length="32682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 13:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menu MBG, Program MBG, Satgas MBG Nganjuk Yudhi Ernanto, RA Miftahurrohmah, SPPG Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk dikeluhkan. Sejumlah wali murid mengeluhkan adanya ketidaksesuaian menu makanan yang disajikan dengan standar harga yang telah ditetapkan. </p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG, Yudhi Ernanto, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, berjanji akan segera melakukan klarifikasi kepada pihak penyedia. Dalam konfirmasi melalui sambungan telepon, wartawan Suarajatimpost.com menyampaikan temuan di RA Miftahur Rahmah, Baron. </p>
<p>Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi.</p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, Yudhi menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan kategori porsi yang memengaruhi harga.</p>
<p>"Di porsi MBG itu kan ada menu besar dan menu kecil, sehingga harganya memang berbeda. Namun, terkait masalah pemorsian, itu menjadi kewenangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Yudhi, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Yudhi menegaskan bahwa pihak Satgas tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut berlaku di seluruh SPPG. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, khususnya SPPG yang menempati eks bangunan Bebek Sago di Baron.</p>
<p>"Kami segera menindaklanjuti informasi ini, ditunggu," singkatnya.</p>
<p>Sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Miftahurohmah, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga sipil.</p>
<p>Pasalnya, menu yang disajikan kepada para siswa dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi dua irisan kecil.</p>
<p>Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak. Dari sisi komposisi, menu dinilai belum mencerminkan prinsip makanan bergizi, baik dari kecukupan protein maupun asupan vitamin.</p>
<p>Salah seorang wali murid di RA Miftahurohmah, Ahmad, mengatakan bahwa satu porsi menu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.800. Bahkan, porsi buah jeruk yang disajikan disebut tidak bernilai lebih dari Rp1.000. Ia menilai porsi makanan yang diberikan jauh dari layak, terutama pada bagian buah.</p>
<p>"Apakah ini dikatakan gizi untuk anak? Masa program makan bergizi, tapi buah jeruk cuma dikasih tiga iris. Itu sangat tidak masuk akal," ujar Ahmad dengan nada kecewa.</p>
<p>Ia mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program tersebut, mengingat kualitas yang diterima anak-anak dinilai tidak sebanding dengan tujuan program.</p>
<p>"Kalau melihat menu seperti itu, perkiraan saya nilainya tidak sampai Rp7 ribu per porsi. Ini yang jadi pertanyaan, anggarannya sebenarnya berapa dan dipakai ke mana," tegasnya.</p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Baron, Alvin, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hidangan yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. </p>
<p>Ia menyatakan bahwa menu harian yang disediakan untuk tingkat RA Miftahurohmah sudah dikategorikan layak dan sehat.</p>
<p>"Menu hari ini sudah bagus, sudah standar dari MBG," kata Alvin saat dihubungi melalui WhatsApp.</p>
<p>Alvin menjelaskan bahwa biaya yang dialokasikan untuk satu porsi makanan di tingkat RA adalah sebesar Rp8.000. Meski terdapat keluhan, ia memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan program di lapangan berjalan aman dan tidak ada kendala teknis yang prinsipil.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selama Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Catat 7 Insiden di Jalur Rel dan Perlintasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selama-lebaran-kai-daop-7-madiun-catat-7-insiden-di-jalur-rel-dan-perlintasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selama-lebaran-kai-daop-7-madiun-catat-7-insiden-di-jalur-rel-dan-perlintasan</guid>
<description><![CDATA[ KAI Daop 7 Madiun mencatat ada sejumlah insiden di jalur dan perlintasan kereta api (KA), selama masa angkutan Lebaran 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20ecb3d8a0.webp" length="27564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 17:33:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ninda Kinanti</dc:creator>
<media:keywords>Insiden, Jalur, Perlintasan, KA, Selama, Masa, Angkutan, Lebaran 2026.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BLITAR, SJP</strong> -<span class="Apple-converted-space">  </span>Masa angkutan Lebaran 2026 memang telah usai, namun catatan peristiwa di jalur kereta api masih menjadi perhatian serius.</span><span class="s1"> </span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan data PT KAI Daop 7 Madiun, terdapat sedikitnya enam kejadian yang melibatkan masyarakat maupun kendaraan. Peristiwa itu di antaranya orang yang berada di jalur hingga tertemper kereta api, serta kendaraan yang mengalami kendala di perlintasan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Insiden terjadi di beberapa titik, seperti petak jalan Ngujang–Kras, Ngadiluwih–Kediri, hingga wilayah Kertosono–Baron. Selain itu, kendaraan juga sempat menemper kereta api serta mogok di perlintasan, yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta maupun pengguna jalan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan bahwa meskipun masa posko Lebaran telah berakhir, intensitas perjalanan kereta api masih cukup tinggi, terutama pada momen libur panjang.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Meski Angkutan Lebaran selesai, frekuensi perjalanan kereta masih tinggi. Karena itu, pengawasan di titik rawan tetap dilakukan," terang dia, Ahad (5/4/2026)</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sepanjang tahun 2025, wilayah Daop 7 juga mencatat 24 kejadian kecelakaan di jalur dan perlintasan. Sebagian besar dipicu oleh kelalaian pengguna jalan, seperti menerobos palang pintu atau tidak berhenti saat sinyal peringatan berbunyi.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di perlintasan belum sepenuhnya teratasi. Padahal, jalur kereta api merupakan area terbatas yang memiliki aturan ketat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">"Dalam regulasi tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar rel, termasuk berada di ruang manfaat jalur kereta api tanpa kepentingan yang sah. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung sanksi pidana maupun denda," ujarnya.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk menekan angka kejadian, KAI Daop 7 Madiun berencana meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat serta menutup sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai rawan.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin saat melintasi rel, terutama dengan memastikan kondisi aman sebelum melintas serta tidak menerobos palang pintu yang sudah mulai tertutup.</span><span class="s1"></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan kesadaran penuh dari pengguna jalan. (*)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><strong>Editor: Danu</strong> </span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muscab PKB Jombang Digelar Hari Ini, Ajang Kebijakan Strategis Partai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-jombang-ajang-kebijakan-strategis-partai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-jombang-ajang-kebijakan-strategis-partai</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menyatakan bahwa Muscab menjadi forum penting bagi gerak langkah partai ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d1cee6178a1.webp" length="26492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 10:13:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Achmad Fredi</dc:creator>
<media:keywords>Jombang, Muscab PKB</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>JOMBANG, SJP – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Ahad (5/4/2026). Agenda resmi partai ini berlangsung di Hotel Azana, Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, dan melibatkan pengurus serta kader dari berbagai tingkatan struktur partai.</p>
<p>Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menyatakan bahwa Muscab menjadi forum penting bagi gerak langkah partai ke depan.</p>
<p>"Muscab ini menjadi forum penting untuk konsolidasi sekaligus menentukan arah kebijakan partai ke depan," ujar Hadi Atmaji dalam pesan yang diterima pada Ahad (5/4/2026).</p>
<p>Hadi menegaskan bahwa kekuatan utama PKB Jombang terletak pada soliditas para kader. Seluruh jajaran, mulai dari tingkat anak cabang hingga cabang, memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan garis kebijakan partai.</p>
<p>Selain sebagai ajang evaluasi, Muscab juga akan membahas program kerja strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurut Hadi, hasil forum tersebut akan berpengaruh terhadap penguatan peran partai di tingkat daerah.</p>
<p>Hadi berharap pelaksanaan Muscab berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan menjunjung tinggi kebersamaan.</p>
<p>"Momentum ini kami harapkan dapat mempererat hubungan antarkader sekaligus memperkuat semangat perjuangan partai," pungkasnya.</p>
<p>Ketua Panitia Muscab, Mochammad Fauzan, yang juga Komandan DKC Panji Bangsa Jombang, menilai Muscab kali ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi titik awal perubahan arah politik PKB di Jombang agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p>Menurutnya, partai berlambang bola dunia itu ingin tampil lebih terbuka, progresif, serta memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan.</p>
<p>Salah satu hal yang ditekankan dalam konferensi pers tersebut adalah komitmen PKB Jombang untuk memperkuat prinsip inklusivitas. Fauzan menegaskan bahwa partainya tidak membatasi diri hanya pada kelompok tertentu.</p>
<p>Ia menyebut PKB membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat membangun daerah, tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompok sosial.</p>
<p>"PKB adalah rumah bersama. Siapa pun yang memiliki visi memajukan Jombang dipersilakan bergabung," kata Fauzan.</p>
<p>Selain itu, Muscab kali ini juga akan menjadi momentum regenerasi di tubuh partai. Keterlibatan berbagai badan otonom yang didominasi generasi muda disebut sebagai sinyal kuat bahwa PKB Jombang ingin memberi ruang lebih luas bagi Generasi Z untuk berperan dalam kepengurusan.</p>
<p>Fauzan menegaskan, generasi muda tidak hanya akan ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi akan didorong masuk ke dalam posisi strategis di struktur kepengurusan DPC. Ia menilai gagasan dan perspektif baru dari kalangan muda sangat penting agar partai tetap relevan dengan dinamika politik dan sosial saat ini. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG di Nganjuk Dikeluhkan Wali Murid, Kepala SPPG Baron Sebut Menu di RA Miftahurrohmah Sudah Sesuai Standar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-di-nganjuk-dikeluhkan-wali-murid-kepala-sppg-baron-sebut-menu-di-ra-miftahurrohmah-sudah-sesuai-standar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-di-nganjuk-dikeluhkan-wali-murid-kepala-sppg-baron-sebut-menu-di-ra-miftahurrohmah-sudah-sesuai-standar</guid>
<description><![CDATA[ Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi 2 irisan kecil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d120f612453.webp" length="24412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 21:45:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program MBG, MBG, RA Miftahurohman, SPPG Baron, disorot wali murid, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Miftahurohmah, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga sipil.</p>
<p>Pasalnya, menu yang disajikan kepada para siswa dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi 2 irisan kecil.</p>
<p>Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak. Dari sisi komposisi, menu dinilai belum mencerminkan prinsip makanan bergizi, baik dari kecukupan protein maupun asupan vitamin.</p>
<p>Salah seorang wali murid di RA Miftahurohmah, Ahmad mengatakan, satu porsi menu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.800. Bahkan, porsi buah jeruk yang disajikan disebut tidak lebih dari Rp1.000.</p>
<p>Ia menilai porsi makanan yang diberikan jauh dari kata layak, terutama pada bagian buah.</p>
<p>“Apakah ini dikatakan gizi untuk anak, masa program makan bergizi, tapi buah jeruk cuma dikasih tiga iris. Itu sangat tidak masuk akal,” ujar Ahmad dengan nada kecewa.</p>
<p>Menurutnya, ia mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program tersebut, mengingat kualitas yang diterima anak-anak dinilai tidak sebanding dengan tujuan program.</p>
<p>“Kalau melihat menu seperti itu, perkiraan saya nilainya tidak sampai Rp7 ribu per porsi. Ini yang jadi pertanyaan, anggarannya sebenarnya berapa dan dipakai ke mana,” tegasnya.</p>
<p>Menanggapi adanya keluhan tersebut, Kepala SPPG Baron, Alvin memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hidangan yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.</p>
<p>​Kepala SPPG Baron menyatakan bahwa menu harian yang disediakan untuk tingkat RA Miftahurohmah sudah dikategorikan layak dan sehat.</p>
<p>​"Menu hari ini sudah bagus, sudah standar dari MBG," Kata Alvin saat dihubungi via WhatsApp.</p>
<p>​Alvin menjelaskan bahwa biaya yang dialokasikan untuk satu porsi makanan di tingkat RA adalah sebesar Rp8.000. Meski terdapat keluhan, ia memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan program di lapangan berjalan aman dan tidak ada kendala teknis yang prinsipil.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>