<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; : Entertainment</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/category/entertainment</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; : Entertainment</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Dino Fossil Dino Park Jatim Park 3 Ajak Pengunjung Menelusuri Kehidupan Dinosaurus Jutaan Tahun Lalu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dino-fossil-dino-park-jatim-park-3-ajak-pengunjung-menelusuri-kehidupan-dinosaurus-jutaan-tahun-lalu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dino-fossil-dino-park-jatim-park-3-ajak-pengunjung-menelusuri-kehidupan-dinosaurus-jutaan-tahun-lalu</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran area Dino Fossil dibuat agar dapat menumbuhkan minat anak-anak dan keluarga terhadap ilmu pengetahuan, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang berkesan saat berlibur di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40fbedac5d4.webp" length="36772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 19:19:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Dino Fossil</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> Mengisi momen libur panjang sekolah, Dino Park di kawasan Jatim Park 3 menghadirkan pengalaman wisata edukatif melalui area Dino Fossil. Zona ini mengajak pengunjung menelusuri jejak kehidupan dinosaurus jutaan tahun lalu melalui berbagai replika fosil berukuran besar yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto pada Minggu (28/6/2026) menegaskan sebagai area pertama yang menyambut pengunjung, Dino Fossil menampilkan beragam koleksi fosil dinosaurus lengkap dengan informasi mengenai struktur tubuh, karakteristik, hingga kehidupan satwa purba yang pernah menghuni Bumi.</p>
<p>"Kehadiran area ini menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan ilmu paleontologi dengan konsep yang lebih menarik dan menyenangkan," urainya.</p>
<p>Ia juga mengatakan Dino Fossil dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati rekreasi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah kehidupan prasejarah.</p>
<p>"Melalui area Dino Fossil, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis dinosaurus dan memahami bagaimana para ilmuwan mempelajari kehidupan jutaan tahun lalu melalui fosil-fosil yang ditemukan," imbuhnya.</p>
<p>Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah replika Brachiosaurus dengan tinggi mencapai sekitar 12 meter. Replika tersebut memberikan gambaran nyata mengenai ukuran dinosaurus raksasa yang hidup pada periode Jura sekitar 150 juta tahun lalu, sekaligus menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto.</p>
<p>Selain menampilkan berbagai jenis fosil dinosaurus, area Dino Fossil juga menjelaskan pentingnya fosil dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui koleksi yang dipamerkan, pengunjung dapat memahami bagaimana fosil membantu para peneliti mengungkap bentuk tubuh, pola hidup, hingga lingkungan tempat hidup berbagai spesies purba yang telah punah.</p>
<p>Suasana area yang menyerupai museum sejarah alam membuat Dino Fossil menjadi salah satu zona favorit di Dino Park. Berbagai koleksi yang disajikan menghadirkan pengalaman visual yang menarik sekaligus memperluas wawasan pengunjung mengenai perjalanan kehidupan di Bumi.</p>
<p>Dengan konsep wisata yang memadukan edukasi dan hiburan, Dino Fossil melengkapi berbagai wahana di Dino Park Jatim Park 3 sebagai destinasi yang cocok dikunjungi selama libur sekolah. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tulungagung Distorsi Diklaim Jadi Festival Rock Metal Pertama, Hadirkan 21 Band hingga Power Metal dan Marjinal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tulungagung-distorsi-diklaim-jadi-festival-rock-metal-pertama-hadirkan-21-band-hingga-power-metal-dan-marjinal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tulungagung-distorsi-diklaim-jadi-festival-rock-metal-pertama-hadirkan-21-band-hingga-power-metal-dan-marjinal</guid>
<description><![CDATA[ Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e4f5f48b26.webp" length="44608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 17:45:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Tulungagung, tulungagung distorsi, power metal, marjinal, gor lembupeteng, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP - </strong>Komunitas musik cadas di Kabupaten Tulungagung menggelar Tulungagung Distorsi, sebuah festival yang diklaim sebagai ajang band rock dan metal pertama di daerah tersebut.</p>
<p>Acara yang berlangsung di GOR Lembu Peteng, Sabtu (27/6/2026), sejak siang hingga malam itu menghadirkan 21 band dari berbagai subgenre rock dan metal, baik lokal maupun luar daerah.</p>
<p></p>
<p>Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek).</p>
<p></p>
<p>Ketua panitia penyelenggara Tulungagung Distorsi, Andi Mahifal, mengatakan festival tersebut lahir dari keresahan para pegiat musik metal di Tulungagung yang selama ini belum memiliki wadah untuk berkumpul dan menampilkan karya.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya Tulungagung Distorsi ini sebenarnya berangkat dari keisengan teman-teman pecinta musik metal dari berbagai genre. Tetapi kemudian muncul keresahan, kenapa di Tulungagung belum ada event yang bisa mewadahi musik rock dan metal," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Andi, selama ini festival musik rock dan metal berskala besar lebih banyak terpusat di Surabaya. Sementara di wilayah Karesidenan Kediri, termasuk Tulungagung, belum ada agenda rutin yang secara khusus mengangkat musik cadas.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa musik metal itu memiliki banyak genre dan komunitasnya juga hidup. Harapannya, acara ini bisa menjadi event tahunan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, pihaknya berharap Tulungagung Distorsi mampu berkembang menjadi agenda rutin yang dapat mengangkat nama Tulungagung sebagai salah satu barometer musik rock di wilayah selatan Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami ke depan festival ini terus berlanjut dan bisa menjadikan Tulungagung sebagai barometer musik rock Jawa Timur bagian selatan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 21 band dijadwalkan tampil sepanjang acara. Panitia menargetkan sedikitnya dua ribu penonton hadir meramaikan festival tersebut.</p>
<p></p>
<p>Andi menyadari bahwa pasar musik rock dan metal memang tidak sebesar genre musik populer lainnya. Meski demikian, panitia tetap optimistis antusiasme penikmat musik cadas akan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival perdana ini.</p>
<p></p>
<p>"Peminat musik rock dan metal memang relatif minoritas. Kami tidak berandai-andai akan seramai konser musik populer pada umumnya, tetapi kami tetap optimistis komunitas ini masih hidup dan akan mendukung acara ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, panitia telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres maupun Polsek Tulungagung Kota. Mereka juga telah menyiapkan pengamanan agar acara berjalan aman dan tertib," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, personel Power Metal, Ipunk, memastikan grupnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghibur penonton di Tulungagung.</p>
<p></p>
<p>"Kami berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk semua yang datang menonton," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Power Metal menyiapkan sekitar 10 lagu untuk dibawakan. Namun, menyesuaikan durasi penampilan selama 45 menit, band tersebut memperkirakan hanya akan membawakan sekitar delapan lagu.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah menyiapkan 10 lagu, tetapi kemungkinan maksimal sekitar delapan lagu yang bisa dimainkan sesuai durasi," kata Ipunk.</p>
<p></p>
<p>Ia mengakui persiapan fisik juga menjadi perhatian mengingat usia para personel yang sudah tidak muda lagi.</p>
<p></p>
<p>"Persiapan khususnya lebih banyak istirahat. Mengingat usia juga, kami harus sadar diri supaya tetap tampil maksimal," ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ipunk mengajak masyarakat Tulungagung untuk mendukung penyelenggaraan festival tersebut sebagai momentum kebangkitan musik rock di daerah.</p>
<p></p>
<p>"Semoga masyarakat Tulungagung bisa mendukung Tulungagung Distorsi. Mari bersatu dalam musik rock dan semoga ini menjadi titik kebangkitan musik rock di Tulungagung," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Ipunk juga memberikan pesan kepada musisi-musisi muda agar terus berkarya dan terbuka terhadap kritik.</p>
<p></p>
<p>"Tetap berkarya, jangan pernah lelah belajar, dan selalu terbuka terhadap kritik. Kritik itu akan menjadi jalan untuk kemajuan kita. Yang penting selalu open minded," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Power Metal juga menyiapkan kejutan dalam penampilannya. Selain tampil bersama vokalis Faiz, grup tersebut akan menghadirkan mantan vokalis mereka, Arul, sebagai penampil tamu (featuring) di atas panggung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kolaborasi, Polres Malang Hadirkan Media Center Modern untuk Jurnalis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-polres-malang-hadirkan-media-center-modern-untuk-jurnalis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-polres-malang-hadirkan-media-center-modern-untuk-jurnalis</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian Media Center Polres Malang berkonsep industrial modern dibarengi pengukuhan pengurus JPM periode 2026-2028 untuk memperkuat sinergi kepolisian dan media. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bcdc18af0f.webp" length="27168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 21:01:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Polres Malang, Media Center Polres Malang, Jurnalis Pos Malang, JPM Malang, Imron Hakiki, Muhammad Taat Resdi, Hiswana Migas Malang, Jurnalis Malang, Berita Malang, Kabupaten Malang, Media dan Kepolisian, Media Center Modern, Sinergi Media, Organisasi Jurnalis, Malang Raya, SJP News</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Wajah baru Media Center Polres Malang resmi diperkenalkan bersamaan dengan pengukuhan kepengurusan Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028 di Aula Polres Malang, Rabu (24/6/2026). Fasilitas yang mengusung konsep industrial modern tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.</p>
<p>Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, media memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang. Karena itu, keberadaan media center diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang nyaman bagi para jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Menurutnya, upaya menjaga kamtibmas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur melalui pendekatan hexahelix collaborative policing, termasuk media dan kalangan dunia usaha.</p>
<p>"Semoga ruang media center membuat rekan jurnalis betah tidak pulang," kelakar Taat yang disambut tawa para tamu undangan, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pengukuhan pengurus Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028. Imron Hakiki dipercaya memimpin organisasi yang mewadahi jurnalis media arus utama dari berbagai platform di Malang Raya tersebut.</p>
<p>Ketua JPM, Imron Hakiki, menyampaikan apresiasi atas hubungan kemitraan yang selama ini terjalin antara Polres Malang dan para jurnalis. Menurutnya, keterbukaan informasi yang diberikan menjadi modal penting bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.</p>
<p>"Jurnalis Pos Malang lahir dari rahim Polres Malang," ujar Imron.</p>
<p>Ia menegaskan kepengurusan baru akan terus menjaga independensi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap karya yang dipublikasikan.</p>
<p>"Kami siap menjadi jurnalis profesional dan menjaga kode etik," tegasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus DPC Hiswana Migas Malang. Ketua DPC Hiswana Migas Malang, H. Basori, mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terbangun antara Polres Malang dan insan pers.</p>
<p>"Kami bangga bisa diikutkan dalam kolaborasi bersama Polres Malang dan Jurnalis Pos Malang," katanya.</p>
<p>Renovasi media center sendiri dilakukan selama lebih dari satu bulan. Kini fasilitas tersebut hadir dengan tampilan baru yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas peliputan, diskusi, dan koordinasi para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Richie Eks Five Minutes Desak Kepastian Hukum Soal Polemik Royalti Musik Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/richie-eks-five-minutes-desak-kepastian-hukum-soal-polemik-royalti-musik-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/richie-eks-five-minutes-desak-kepastian-hukum-soal-polemik-royalti-musik-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Polemik mengenai sistem royalti dan peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) perlu segera mendapatkan kepastian hukum agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri musik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38023da90d8.webp" length="44236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 22:45:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>perkembangan industri musik nasional saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring hadirnya teknologi digital dan Digital Streaming Platform (DSP).</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Musisi sekaligus mantan vokalis band Five Minutes, Richie Setiawan, menilai polemik mengenai sistem royalti dan peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) perlu segera mendapatkan kepastian hukum agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri musik, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Menurut Richie, persoalan royalti sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir isu tersebut kembali menjadi perhatian karena sejumlah aturan dan pasal terkait pengelolaan hak cipta masih menyisakan perbedaan tafsir di antara para pemangku kepentingan.</p>
<p>"Harapannya tentu ada jalan keluar yang bisa mengakomodasi semua pihak. Baik pencipta lagu, penyanyi, produser maupun pelaku industri lainnya harus bisa memahami persoalan ini bersama-sama sehingga tercipta solusi yang adil," ujar Richie saat berkunjung ke Surabaya.</p>
<p>Ia menegaskan kepastian regulasi sangat penting agar musisi dapat fokus berkarya tanpa dihantui kekhawatiran terkait penggunaan lagu maupun distribusi royalti.</p>
<p>Menurutnya, edukasi kepada pelaku musik harus menjadi prioritas sebelum masuk pada perdebatan mengenai mekanisme pengelolaan hak cipta.</p>
<p>"Jangan sampai musisi setiap hari merasa khawatir saat membawakan sebuah lagu karena takut terkena somasi atau persoalan hukum lainnya. Yang terpenting sekarang adalah memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh pelaku musik," katanya.</p>
<p>Richie juga menilai perkembangan industri musik nasional saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring hadirnya teknologi digital dan Digital Streaming Platform (DSP).</p>
<p>Kehadiran platform streaming dinilai telah membuka peluang yang jauh lebih luas bagi musisi untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada label rekaman.</p>
<p>"Dulu media promosi sangat terbatas, hanya televisi, radio, dan majalah. Sekarang semuanya ada di smartphone. DSP sangat efektif dan efisien untuk membantu musisi berkembang," ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, perubahan lanskap industri musik juga menuntut musisi untuk lebih aktif dalam mempromosikan karya. Selain menghasilkan lagu, musisi kini dituntut mampu membangun interaksi dengan audiens melalui berbagai platform digital dan kolaborasi dengan kreator konten.</p>
<p>"Kalau dulu tugas promosi lebih banyak dilakukan label. Sekarang musisinya juga harus terlibat. Satu karya bisa dikembangkan menjadi banyak konten sehingga jangkauan pasarnya semakin luas," kata Richie.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Surabaya, Richie mengaku menemukan kesamaan visi dengan Irvan Hits Production (IHP) yang dinilainya memiliki pendekatan yang relevan dengan perkembangan industri musik saat ini, khususnya dalam menjangkau pasar generasi muda.</p>
<p>Disinggung mengenai kedatangannya ke Kota Pahlawan, Richie mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjajaki sejumlah proyek musik baru bersama IHP.</p>
<p>Label musik berbasis Surabaya tersebut saat ini sedang menyiapkan beberapa karya yang ditargetkan mampu bersaing di pasar nasional.</p>
<p>Dalam waktu dekat, IHP akan memproduksi tiga lagu baru untuk Richie Setiawan dan tiga lagu lainnya untuk grup musik ST12. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperkuat eksistensi di industri musik Tanah Air.</p>
<p>Perwakilan IHP, Ryo Milano, mengatakan langkah tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan karya-karya berkualitas sekaligus memperluas jaringan kolaborasi dengan musisi lintas generasi.</p>
<p>"Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan musik Indonesia. Karena itu, selain membina artis baru, kami juga bekerja sama dengan musisi yang sudah memiliki rekam jejak di industri dan memiliki basis penggemar yang kuat," ujar Ryo.</p>
<p>Sementara terkait polemik royalti yang masih berkembang, Richie mengakui sebagian musisi saat ini masih memilih menggunakan skema direct licensing sambil menunggu kejelasan regulasi yang mengatur hubungan antara musisi, LMK, dan pihak pengguna karya musik.</p>
<p>Ia berharap pemerintah, regulator, serta musisi yang terlibat dalam proses penyusunan kebijakan dapat segera menghadirkan aturan yang lebih jelas dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku industri.</p>
<p>"Dengan begitu, ekosistem musik nasional dapat berkembang lebih sehat, profesional, dan mampu mendorong lahirnya karya-karya baru yang kompetitif di era digital," pungkasnya.</p>
<p>Fans Vokalis band Fiveminute,  Andik asal Tuban mengetahui kedatangan Richie dari medsos bergegas menemuiya di kawasan hotel di Surabaya.</p>
<p>Ia juga mengaku senang bertatatp muka langsung dengan Richie Setiawan dari ciri khas suara dan lagu semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh dikenal (SKSJ).</p>
<p>"Seneng banget mas. Orangnya juga ternyata keren, dan memang beda dengan di layar kaca. Ya semoga nambah sukses ciptain lagu baru dan tetap eksis menghibur, di dunia musik tanah air Indonesia," akunya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sentuhan Magis Vino G. Bastian di &amp;apos;Tanah Runtuh&amp;apos;: Kisah Down Syndrome yang Menggugah Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sentuhan-magis-vino-g-bastian-di-tanah-runtuh-kisah-down-syndrome-yang-menggugah-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sentuhan-magis-vino-g-bastian-di-tanah-runtuh-kisah-down-syndrome-yang-menggugah-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ Menghadirkan kisah emosional anak Down Syndrome di tengah konflik Poso, film &#039;Tanah Runtuh&#039; yang dibintangi Vino G. Bastian siap menguras air mata di bioskop mulai 25 Juni 2026. Simak ulasannya di sini! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a37a027478dd.webp" length="34174" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 20:26:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Film Tanah Runtuh, Vino G Bastian, Sinopsis Tanah Runtuh, Film Down Syndrome Indonesia, Rudi Soedjarwo, Denny Siregar, Ridho Khaliq, Film Indonesia Juni 2026, Film bioskop terbaru.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Industri sinema tanah air bersiap menyambut salah satu karya paling emosional tahun ini. Film Tanah Runtuh baru saja menggelar press conference dan press screening di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (19/6/2026).</p>
<p>Dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026, film yang dibintangi aktor watak Vino G. Bastian ini membawa narasi kemanusiaan yang mendalam dan sarat emosi.</p>
<p>Di tengah sorotan media, kehadiran Ridho Khaliq menjadi magnet utama. Pemuda penyandang Down Syndrome ini memerankan karakter Ringgo, sosok yang menjadi jantung sekaligus kompas moral dari keseluruhan cerita.</p>
<p><strong>Melihat Dunia dengan Lebih Jujur</strong><br>Di era sekarang, banyak orang dewasa menjalani hidup dengan rasa lelah yang konstan. Tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, dan dunia yang bising sering kali membuat kita lupa pada esensi paling sederhana: keluarga, ketulusan, dan kepedulian tanpa syarat.<br>Di titik itulah Tanah Runtuh hadir menawarkan sudut pandang alternatif yang tak terduga. Lewat mata Ringgo, penonton diajak melihat dunia dengan cara yang jauh lebih tenang, jernih, dan jujur.</p>
<p>Sutradara Rudi Soedjarwo menegaskan bahwa Ringgo bukan karakter yang dihadirkan untuk memancing belas kasihan atau sekadar menjadi simbol perjuangan.<br>"Justru yang paling saya pelajari dari Ridho (pemeran Ringgo) adalah cara dia melihat dunia. Dia tidak melihat sekat atau kerumitan. Dia hanya tahu cara menyayangi orang-orang terdekatnya. Lewat Ringgo, saya diingatkan lagi bahwa hal-hal paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana," ungkap Rudi emosional.</p>
<p><strong>Bukan Sekadar Jualan "Pesan Moral"</strong></p>
<p>Diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan pelik dua kakak beradik, Ringgo (11) dan adiknya, Kai (9). Keduanya terpisah dari sang ibu di tengah badai kerusuhan yang melanda Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Namun, Denny menggarisbawahi bahwa film ini sama sekali tidak berfokus pada konflik politik atau sosialnya.</p>
<p>"Down Syndrome di sini tidak pernah kami posisikan sebagai 'alat' untuk jualan pesan moral. Ini adalah tentang perspektif. Di tengah dunia yang rumit, kita justru harus belajar dari mereka yang memandang hidup dengan ketulusan mutlak," tutur Denny Siregar.</p>
<p>Keunikan utama film ini terletak pada kesetaraan perlakuan di lokasi syuting. Ridho Khaliq tidak diposisikan sebagai objek inspirasi yang pasif, melainkan rekan adu peran yang setara bagi aktor sekelas Vino G. Bastian.</p>
<p>Vino, yang memerankan tokoh Idham—seorang anggota aparat yang secara tak terduga menjadi pelindung Kai dan Ringgo—mengaku terpukau dengan energi alamiah Ridho.</p>
<p>"Ada kejujuran dan cinta yang genuine dalam diri Ridho. Sesuatu yang mulai langka di dunia orang dewasa. Kadang yang paling penting itu bukan menjadi yang paling kuat, tapi tetap punya hati untuk peduli," kata Vino.</p>
<p>Apresiasi serupa datang dari Yoan, aktris cilik yang memerankan Kai. Chemistry organik antara Yoan dan Ridho selama proses syuting menjadi kekuatan sinematik yang luar biasa di layar lebar.</p>
<p>"Aku justru banyak belajar dari Ridho untuk lebih sabar, tenang, dan menikmati momen," aku Yoan tulus.</p>
<p>Selama ini, karakter Down Syndrome jarang sekali mendapatkan ruang utama sebagai pusat emosi dalam lanskap perfilman Indonesia. Tanah Runtuh berani mendobrak stigma tersebut. Ringgo tampil utuh dengan rasa takut, harapan, dan cara mencintai yang otentik.</p>
<p>Saat ditanya oleh awak media mengenai perannya, Ridho Khaliq menjawab dengan keluguan yang menyentuh hati:</p>
<p>"Ringgo itu sayang sama Ibu, sayang sama Kai, dan sayang sama semua orang. Aku senang bisa jadi Ringgo. Aku juga senang punya banyak teman baru."</p>
<p><strong>Daftar Pemain</strong><br>Tanah Runtuh siap menguras air mata dan menghangatkan hati penonton di bioskop mulai 25 Juni 2026. Film produksi gabungan ini bertabur bintang lintas generasi, di antaranya:<br> * Vino G. Bastian<br> * Ridho Khaliq<br> * Yoan<br> * Sigi Wimala<br> * Jenda Munthe<br> * Tubagus Ali<br> * Agnes Naomi<br> * Jerry Likumahwa<br> * Royhan Hidayat<br> * Tike Priatnakusumah<br> * Luna Allegra<br> * Sari Koeswoyo<br>Pada akhirnya, Tanah Runtuh mengingatkan: bahkan ketika tanah di bawah pijakan kita terasa runtuh, kemampuan manusia untuk saling mencintai tidak akan pernah ikut hancur. (**)</p>
<p><strong>sumber: Beritasatu.com</strong></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>8 Rekomendasi Film Netflix Terbaru 2026 yang Wajib Ditonton!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/8-rekomendasi-film-netflix-terbaru-2026-yang-wajib-ditonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/8-rekomendasi-film-netflix-terbaru-2026-yang-wajib-ditonton</guid>
<description><![CDATA[ Butuh tontonan seru akhir pekan? Ini dia 8 rekomendasi film Netflix terbaru tahun 2026 dari berbagai genre mulai dari true crime hingga thriller psikologis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3774c6e79bc.webp" length="35674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>rekomendasi, film, netflix, film, 0netflix, terbaru, film, terbaru, netflix, netflix indonesia, sinopsis film netfliix</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Bagi para pencinta sinema, layanan streaming Netflix selalu menjadi andalan untuk menikmati tontonan berkualitas tanpa harus keluar rumah. Memasuki tahun 2026, Netflix kembali memanjakan pelanggannya dengan deretan film orisinal dan rilisan terbaru yang menawarkan alur cerita segar, sinematografi ciamik, dan kualitas visual yang jernih.</p>
<p>Mulai dari dokumenter kriminal, drama psikologis, hingga aksi menegangkan, berikut adalah rekomendasi film Netflix terbaru yang wajib Anda tonton untuk mengisi waktu luang atau liburan!<br><strong></strong></p>
<p><strong>1. The Crash</strong><br>Bagi pencinta genre *true crime*, dokumenter ini menyuguhkan investigasi mendalam dari sebuah kisah nyata yang terjadi di Ohio pada tahun 2022. Film ini mengangkat kasus kecelakaan fatal mobil yang dikendarai Mackenzie Shirilla yang menewaskan pacar serta sahabatnya sendiri.</p>
<p>Awalnya dianggap sebagai insiden biasa, rekaman CCTV dan penyelidikan polisi justru mengungkap kejanggalan mengerikan yang mengubah kasus ini menjadi dugaan pembunuhan berencana. Daya tarik utama film ini terletak pada pengungkapan konflik hubungan beracun (*toxic relationship*) yang emosional di balik motif kecelakaan tersebut.</p>
<p><strong>2. Remarkably Bright Creatures</strong><br>Sebuah film adaptasi novel hangat yang menyentuh hati, mengeksplorasi duka, trauma, dan persahabatan yang tidak biasa. Kisahnya mengikuti Tova, seorang janda petugas kebersihan akuarium yang menutup diri setelah kehilangan putranya puluhan tahun lalu. Hidupnya mulai berubah sejak ia menjalin ikatan unik dengan Marcellus, seekor gurita raksasa yang sangat cerdas di tempat kerjanya. Bersama seorang pemuda bernama Cameron, mereka mulai mengungkap potongan rahasia masa lalu keluarga yang selama ini tersembunyi berkat bantuan sang gurita.</p>
<p><strong>3. Apex</strong><br>Film ini menawarkan ketegangan intens berlatar alam liar Australia yang keras dan berbahaya. Demi menghindari trauma masa lalunya di Norwegia, seorang pendaki bernama Sasha pergi berpetualang sendirian ke pedalaman Australia. Namun, liburan tenangnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia bertemu Ben, seorang pria misterius yang ternyata pembunuh sadis. Film ini berkembang menjadi aksi kejar-kejaran dan pertarungan bertahan hidup yang menegangkan di tengah kepungan alam yang brutal.</p>
<p><strong>4. Swapped</strong><br>Pilihan sempurna untuk tontonan keluarga yang menghibur namun sarat akan pesan moral tentang toleransi. Mengisahkan Ollie, makhluk kecil dari lembah ajaib, dan Ivy, seekor burung Javan. Akibat kekuatan sebuah pod misterius, tubuh keduanya tertukar secara tidak sengaja. Mereka terpaksa bekerja sama melewati hutan dan sungai berbahaya demi kembali ke tubuh asli, sekaligus menyembuhkan kesalahpahaman lama yang terjadi di antara kedua kelompok mereka.</p>
<p><strong>5. Roommates</strong></p>
<p>Mengangkat dinamika hubungan pertemanan di lingkungan kampus yang perlahan berubah menjadi obsesi berbahaya. Devon, mahasiswi baru yang pemalu, merasa beruntung bisa berteman dan sekamar dengan Celeste yang populer dan percaya diri. Namun, kebaikan Devon perlahan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Celeste mulai memanipulasi, berbohong, dan diam-diam menghancurkan hidup Devon sedikit demi sedikit, memicu perang dingin yang berakhir pada konflik besar yang mengubah hidup keduanya. Film ini sangat menarik karena terasa dekat dengan isu *toxic friendship* anak muda zaman sekarang.</p>
<p><strong>6. The Swedish Connection</strong><br>Sebuah drama sejarah berlatar Perang Dunia II tahun 1942 yang berfokus pada konflik moral dan birokrasi politik yang rumit. Film ini mengikuti kisah para pejabat Kementerian Luar Negeri Swedia yang terjebak di antara tekanan Nazi Jerman dan komitmen netralitas negara mereka.</p>
<p>Di tengah ketegangan politik tersebut, beberapa tokoh diam-diam memanfaatkan celah hukum dan birokrasi demi menyelamatkan ribuan nyawa warga Yahudi. Film ini membangun ketegangan psikologis yang kuat lewat rapat-rapat tertutup tanpa perlu menampilkan pertempuran fisik di medan perang.</p>
<p><strong>7. Firebreak</strong><br>Film drama bencana yang memacu adrenalin sekaligus menguras emosi melalui perjuangan seorang ibu. Mara membawa keluarganya berlibur ke sebuah rumah musim panas di tengah hutan untuk memulihkan diri dari duka mendalam setelah kematian suaminya. Namun, liburan tenang itu berubah menjadi mimpi buruk saat kebakaran hutan hebat tiba-tiba melanda, dan putri Mara yang bernama Lide hilang di tengah kekacauan. Dengan waktu yang terus menipis, Mara harus melawan ketakutan terbesarnya demi menyelamatkan sang anak dari kepungan api.</p>
<p><strong>8. Blue Moon</strong><br>Disutradarai oleh sutradara ternama Richard Linklater, film biopik ini menjadi salah satu rilisan yang paling diantisipasi para pencinta drama musik. Film ini mengangkat kisah Lorenz Hart, penulis lirik legendaris yang berada di titik terendah hidupnya. Berlatar satu malam krusial pada pembukaan musikal *Oklahoma!*, film ini menyoroti kejeniusan Hart di dunia seni sekaligus pergulatan batinnya yang kelam melawan alkoholisme, masalah kesehatan mental, dan rasa terasing di tengah kesuksesan besar di sekelilingnya. (**)</p>
<p><strong>sumber: dorangadget.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lakon Parikesit dalam Pagelaran Wayang Kulit, Begini Pesan Mendalam Dalang Ki Anom Dwijokangko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lakon-parikesit-dalam-pagelaran-wayang-kulit-begini-pesan-mendalam-dalang-ki-anom-dwijokangko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lakon-parikesit-dalam-pagelaran-wayang-kulit-begini-pesan-mendalam-dalang-ki-anom-dwijokangko</guid>
<description><![CDATA[ Momentum adiluhung ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tuntunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36a7746dba0.webp" length="47596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 22:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Dusun, Desa Betet, Wayang kulit, Lakon Parikesit, hipnotis ribuan warga, Pemdes Desa Betet, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pagelaran seni budaya wayang kulit dengan lakon "Parikesit" yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Anom Dwijokangko sukses memikat perhatian ribuan masyarakat serta jajaran pimpinan daerah. Momentum adiluhung ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tuntunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral.</p>
<p>​Tampak suasana panggung megah yang dihadiri oleh jajaran keluarga Hj Ruminah beserta keluarga berdiri bersama di atas panggung kehormatan di depan kelir (layar wayang). Kehadiran keluarga yang mengenakan seragam batik resmi serta busana adat ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara, seniman, dan masyarakat dalam nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa.</p>
<p>​Lakon Parikesit sendiri mengisahkan tentang perjuangan Raden Parikesit, cucu dari Arjuna, yang naik tahta menjadi Raja Hastinapura setelah perang besar Bharatayuddha selesai. Kehadirannya membawa fajar baru yang penuh harapan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat yang sempat porak-poranda akibat perang.</p>
<p>​Dalam wejangannya di sela-sela pagelaran, Ki Anom Dwijokangko menyampaikan pesan mendalam yang sangat relevan dengan situasi kepemimpinan masa kini:</p>
<p>​"Lakon Parikesit ini membawa pesan bahwa seorang pemimpin sejati harus lahir dari proses penempaan diri yang bersih, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Pemimpin adalah pengayom, laksana Raden Parikesit yang mampu merajut kembali persatuan dan membawa kesejahteraan setelah masa-masa sulit," kata Ki Anom Dwijokangko. Sabtu (20/6/2026) .</p>
<p>Kehadiran sosok Hj. Ruminah bersama keluarga besarnya di atas panggung kehormatan menjadi simbol dukungan nyata tokoh masyarakat terhadap kelestarian adat budaya lokal. Bersih Dusun Desa Betet tahun ini terasa jauh lebih khidmat dan berkesan dengan dihadirkannya lakon Parikesit.</p>
<p>​Saat ditemui di sela-sela acara, Hj. Ruminah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya tradisi tahunan ini dengan aman, tertib, dan penuh gayeng.</p>
<p>​"Kami atas nama keluarga sangat bersyukur dan bangga melihat kerukunan warga Desa Betet malam ini. Bersih dusun ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala limpahan berkah, keselamatan, dan hasil bumi yang melimpah," ungkap Hj. Ruminah.</p>
<p>Hj. Ruminah​ menambahkan, pemilihan lakon wayang "Parikesit" oleh Ki Anom Dwijokangko sangat tepat dan menyentuh sanubari. Menurutnya, pesan kepemimpinan dan keadilan dalam cerita tersebut harus diteladani oleh generasi muda di desa setempat.</p>
<p>​Lebih lanjut, keluarga Hj. Ruminah yang malam itu kompak hadir mengenakan busana batik sarimbit serasi, berharap agar kekompakan warga Desa Betet terus terjaga. Kehadiran anak-anak hingga anggota keluarga paling muda di atas panggung (seperti yang tampak pada image.png) juga menjadi misi tersendiri untuk mengenalkan budaya adiluhung sejak dini.</p>
<p>​"Sengaja kami ajak keluarga dan anak-anak, supaya mereka tahu dan mencintai budayanya sendiri. Semoga dengan bersih dusun ini, Desa Betet dijauhkan dari segala balak (musibah), warganya semakin kompak, makmur, dan rukun selamanya," pungkasnya menutup perbincangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tegaskan Legalitas, Destinasi Wisata Mikutopia Kota Batu Raih Sertifikasi Standar Nasional PT Chesna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasional-telah-dipenuhi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasional-telah-dipenuhi</guid>
<description><![CDATA[ Sertifikasi yang berlaku hingga tahun 2031 tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas pengelolaan wisata, tetapi juga menjadi bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga standar pelayanan kepada pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a362b627d5f0.webp" length="22548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 11:55:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sertifikasi, Mikutopia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Setelah sempat menjadi sorotan terkait proses perizinan dan kelengkapan dokumen operasional pada awal tahun 2026, destinasi wisata Mikutopia Kota Batu kini menegaskan bahwa seluruh persyaratan yang diwajibkan pemerintah telah dipenuhi. Hal itu diperkuat dengan diraihnya Sertifikasi SNI 9042:2021 untuk ruang lingkup Daya Tarik Wisata yang diterbitkan oleh PT Chesna.</p>
<p></p>
<p>Manager Operational Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Sabtu (20/6/2026) menegaskan bahwa sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Mikutopia yang dikelola PT Batu Fantasy Garden telah memenuhi standar nasional dalam penerapan aspek Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) sebagaimana diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah saat ini seluruh proses yang menjadi persyaratan operasional telah kami penuhi. Sertifikasi SNI 9042:2021 ini menjadi salah satu bukti bahwa Mikutopia telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, proses sertifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian terhadap berbagai aspek pengelolaan destinasi, mulai dari kebersihan kawasan, kesehatan dan keselamatan pengunjung, manajemen risiko, hingga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Mikutopia sempat mendapat perhatian publik terkait proses penyelesaian sejumlah dokumen pendukung operasional dan lingkungan. Namun seiring berjalannya waktu, pihak pengelola terus melakukan berbagai pembenahan serta memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan oleh instansi terkait.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>"Sertifikasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus melakukan perbaikan dan evaluasi. Kami ingin memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa Mikutopia merupakan destinasi yang aman, layak dikunjungi, dan dikelola sesuai standar nasional," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan status sertifikasi yang telah diperoleh, Mikutopia kini semakin percaya diri menyambut musim libur sekolah 2026. Selain menghadirkan program budaya Journey of Wonderland, destinasi tersebut juga menyiapkan sejumlah wahana baru seperti Go Kart dan BomBom Car guna menambah pilihan rekreasi bagi wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan memperoleh Sertifikasi SNI 9042:2021 sekaligus memperkuat posisi Mikutopia sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kota Batu yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan dalam setiap aktivitas operasionalnya. Pemerolehan sertifikasi tersebut juga menjadi indikator bahwa pengelolaan destinasi telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah untuk industri pariwisata nasional. (**)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isa Bajaj Berbagi Pengalaman dan Tips Dunia Akting  di Kediri Class Acting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isa-bajaj-berbagi-pengalaman-dan-tips-dunia-akting-di-kediri-class-acting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isa-bajaj-berbagi-pengalaman-dan-tips-dunia-akting-di-kediri-class-acting</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Kediri Class Acting, diharapkan lahir talenta-talenta lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mendorong Kota Kediri menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif, khususnya di bidang perfilman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3554bc867fe.webp" length="28824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 21:45:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>akting, kelas akting, kelas akting Kediri, perfilman Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP - </strong>Aktor dan komedian tanah air Isa Wahyu Prastantyo atau yang dikenal sebagai Isa Bajaj, berbagi pengalamannya dalam dunia akting dan industri hiburan dengan para peserta Kediri Class Acting. </p>
<p>Melalui Kediri Class Acting, diharapkan lahir talenta-talenta lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mendorong Kota Kediri menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif, khususnya di bidang perfilman.</p>
<p>Pria yang tenar lewat serial Para Pencari Tuhan itu menyebut kesempatan ini sebagai pengalaman berharga sekaligus kehormatan, meskipun dirinya bukan berasal dari latar belakang akademisi seni peran.  </p>
<p>“Yang saya sampaikan tadi lebih kepada pengalaman pribadi selama berkecimpung di dunia akting. Mulai dari apa itu peran, hingga dasar-dasar akting yang pernah saya pelajari,” ujar Isa, Jumat (19/6/2026). </p>
<p>Isa menambahkan, dalam dunia akting yang terpenting adalah membangun rasa percaya diri. Ia menilai, pada dasarnya setiap orang sudah pernah “berakting” dalam kehidupan sehari-hari, meskipun berbeda dengan akting profesional dalam film atau sinetron. </p>
<p>“Yang penting itu pede dulu. Karena sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sering berperan, hanya saja berbeda ketika kita tampil di depan kamera,” jelasnya.</p>
<p>Semangat dari para peserta, menurut Isa harus ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata seperti produksi film pendek atau konten kreatif yang bisa dipublikasikan, salah satunya melalui platform digital.</p>
<p>"Syukur-syukur talent dari kediri ini Bisa menjadi talent-talent nasional," ujar Isa lagi. </p>
<p>Sementara itu, sutradara dan filmmaker Kota Kediri, Harianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem perfilman berbasis industri di Kediri. Pria yang akrab disapa Harry itu berharap para peserta dapat menjadi talenta yang siap terjun ke industri film di masa mendatang.</p>
<p>Harry menegaskan bahwa kelas ini terbuka untuk semua kalangan, tanpa batasan usia maupun latar belakang, sehingga dapat menjaring potensi yang lebih luas.</p>
<p>“Jadi kita melangkah dari awal, bagaimana talent sebagai kebutuhan di film, mungkin teman-teman ini nanti jika (perfilm Kediri) sudah menjadi industri, ini sudah banyak bekal,” ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri, Ellya Destiara Permata, menilai Kediri memiliki potensi besar di industri perfilman. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Baik itu sebagai pemeran ataupun kru. </p>
<p>Ellya menambahkan, selama ini banyak peserta yang masih belum memahami proses casting. Oleh karena itu, melalui kelas akting dan kegiatan casting yang rutin, diharapkan masyarakat semakin memahami teknik dasar akting dan proses produksi film.</p>
<p>"Jadi ketika pembuat film datang dan mencari sumber daya manusia, seperti untuk figuran dan lain sebagainya, Kediri sudah memiliki orang-orang yang berbakat," ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geliat Seni Rupa Nganjuk, Pameran Ngawiti 2026 Menjadi Magnet Pengunjung Lintas Provinsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geliat-seni-rupa-nganjuk-pameran-ngawiti-2026-menjadi-magnet-pengunjung-lintas-provinsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geliat-seni-rupa-nganjuk-pameran-ngawiti-2026-menjadi-magnet-pengunjung-lintas-provinsi</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya animo masyarakat dan para seniman pada tahun ini terlihat dari lonjakan statistik peserta yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28fd96088d8.webp" length="24358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 16:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Ngawiti 2026, Dinas Disporabudpar, seni rupa, seni lukis, komunitas jogangan, diikuti ratusan peserta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Upaya Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk dalam menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif kian menunjukkan hasil positif. </p>
<p></p>
<p>Hal ini tercermin dari kesuksesan penyelenggaraan "Pameran Ngawiti" tahun kedua yang berlangsung sukses, menarik minat seniman tidak hanya dari lingkup lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi.</p>
<p></p>
<p>Perhelatan pameran seni rupa kuratorial ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menyediakan ruang berekspresi bagi para pelaku seni. </p>
<p></p>
<p>Tingginya animo masyarakat dan para seniman pada tahun ini terlihat dari lonjakan statistik peserta yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Data dari pihak penyelenggara menunjukkan terdapat 94 seniman yang berpartisipasi dengan total 104 karya seni yang lolos proses kurasi ketat. Mengingat luasnya cakupan peserta, pameran ini kini tidak lagi terbatas pada wilayah Mataraman dan Jawa Timur saja, namun juga telah menembus wilayah Jawa Tengah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2905e51a58d.webp" alt=""></p>
<p>Koordinator acara dari Disporabudpar Nganjuk, Wahyudin, mengungkapkan apresiasinya atas perkembangan signifikan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ini adalah indikator keberhasilan pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan komunitas seni.</p>
<p></p>
<p>"Di tahun yang kedua ini, Pameran Ngawiti alhamdulillah jumlah peserta maupun jumlah karyanya naik dua kali lipat. Ini merupakan kabar baik karena tujuan kita sebenarnya adalah mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, salah satunya dengan memfasilitasi kreativitas teman-teman komunitas," ujar Wahyudin, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk menghadirkan pameran dengan kualitas kuratorial yang mumpuni, Disporabudpar berkolaborasi erat dengan berbagai komunitas seni rupa lokal, seperti Komunitas Jogangan, Aseng, dan Sekar. Sinergi ini bertujuan untuk mengaktivasi ruang kreatif agar seniman lokal memiliki panggung yang lebih layak untuk memamerkan karya mereka.</p>
<p></p>
<p>Daya tarik pameran ini pun terbukti mampu menggaet audiens lintas provinsi. Intan, seorang pengunjung asal Cepu, Jawa Tengah, sengaja menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan langsung keberagaman konsep lukisan dan karya patung yang disajikan. Baginya, pameran ini memberikan pengalaman edukatif yang jarang ditemukan di daerah lain.</p>
<p></p>
<p>"Bagus sih, soalnya ada salah satu lukisan yang berkesan banget di sana. Saya kan berkunjung ke sini, nah saya merasa sangat terkesan sama lukisan-lukisannya," ungkap Intan.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah ini diharapkan menjadi pemicu bagi industri kreatif di Nganjuk untuk terus berbenah. Disporabudpar Nganjuk optimistis bahwa jika dukungan terhadap pameran ini terus berlanjut secara konsisten, Pameran Ngawiti berpotensi menjadi ajang bergengsi berskala nasional yang mampu mengangkat branding seniman Nganjuk ke panggung yang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, keberadaan ruang pameran kuratorial semacam ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antar-komunitas seni, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di tanah air. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bazar Tani Vol. 4 Jadi Jembatan Petani Perkotaan dan Warga Surabaya Wujudkan Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-4-jadi-jembatan-petani-perkotaan-dan-warga-surabaya-wujudkan-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-4-jadi-jembatan-petani-perkotaan-dan-warga-surabaya-wujudkan-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Bazar itu menjadi wadah bagi kelompok tani untuk memasarkan hasil panen sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang sehat. Berbagai produk dijajakan, mulai dari sayuran segar, telur, hingga aneka olahan pangan dan minuman herbal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a268820a1046.webp" length="68966" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 17:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya, DKPP, DKPP Surabaya, Bazar Tani, Kelompok Tani, Urban Farming, CFD, Taman Bungkul, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Menjadi petani tidak selalu harus memiliki sawah yang luas. Di Surabaya, banyak warga yang memanfaatkan lahan terbatas, halaman rumah, hingga gang-gang sempit di lingkungan permukiman untuk menanam sayuran dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga. </p>
<p></p>
<p>Mereka adalah para pelaku pertanian perkotaan atau Urban Farming yang kembali berkumpul dalam Bazar Tani Vol. 4: DASANI (Dari Sayur Tani untuk Negeri) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu menjadi ajang mempertemukan petani perkotaan dengan masyarakat secara langsung. Selain menjual hasil panen segar dan produk olahan, bazar tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai urban farming sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah kota.</p>
<p></p>
<p>Bazar Tani Vol. 4 merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar DKPP Kota Surabaya bersama berbagai pihak untuk memperkenalkan kampung sayur dan hasil urban farming kepada masyarakat. Pada edisi kali ini, sebanyak tujuh kelompok tani dilibatkan dengan dukungan dari PT Petrokimia Gresik untuk memamerkan sekaligus menjual produk mereka kepada pengunjung CFD.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26881b11887.webp" alt=""></p>
<p>Nanik Sukristina, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa pertanian tidak hanya tumbuh di pedesaan, tetapi juga berkembang di kawasan perkotaan melalui kampung-kampung sayur yang tersebar di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Jadi Bazar Tani Vol. 4 ini kita selenggarakan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kota Surabaya memiliki kampung sayur, jadi bukan hanya di pedesaan dan daerah, tetapi juga ada kampung sayur di Kota Surabaya,” ujar Nanik, saat dikonfirmasi pada Senin(8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, bazar itu menjadi wadah bagi kelompok tani untuk memasarkan hasil panen sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang sehat. Berbagai produk dijajakan, mulai dari sayuran segar, telur, hingga aneka olahan pangan dan minuman herbal.</p>
<p></p>
<p>"Dengan urban farming di Kota Surabaya kita bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan Kota Surabaya di tingkat keluarga," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26882896b10.webp" alt=""></p>
<p>Nanik mengaku sempat berkeliling mengunjungi stan para kelompok tani dan membeli sejumlah produk yang dijual, salah satunya pecel buatan para petani untuk dijadikan sarapan. Menurutnya, produk yang ditawarkan tidak hanya segar tetapi juga mendukung pola hidup sehat karena minim bahan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Saya tadi beli telur, sayuran, kemudian ada olahan makanan sehat, sampai jus yang semuanya original tanpa tambahan pengawet. Jadi itu yang kita butuhkan untuk kesehatan kita," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, DKPP Kota Surabaya berharap kegiatan serupa dapat digelar dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani dan kampung sayur dari berbagai wilayah di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Harapan di volume berikutnya kita bisa lebih besar lagi, melibatkan seluruh kelompok tani, kalau perlu masing-masing kampung sayur di Kota Surabaya," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26880e5a236.webp" alt=""></p>
<p>Kesuksesan penyelenggaraan Bazar Tani Vol. 4 juga tidak lepas dari peran mahasiswa magang yang ditempatkan di Divisi Marketing and Promotion Eduwisata Urban Farming Surabaya DKPP Kota Surabaya. Kelompok mahasiswa tersebut dibimbing oleh mentor Adi Candra dan Slaviyanti.</p>
<p></p>
<p>Tim mahasiswa terdiri atas Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo dan Achmad Seswanto dari Universitas Wijaya Putra Program Studi Agribisnis, serta Salsalina Aprilia Br Ginting, Rakindra Putri Ardhini, Eunike Florentina Br Tarigan, Yona Leoni Br Simatupang, Jasmine Tifani Claudia Arisayu, Diana Intan Sari, Angelini Krisyandi Butar Butar, dan Erlinda Ophelia Dayanti dari UPN Veteran Jawa Timur Program Studi Agribisnis.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Bazar Tani Vol. 4, Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada penjualan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan kelompok tani agar lebih memahami pasar dan kebutuhan konsumen.</p>
<p></p>
<p>“Kita mengadakan pasar tani ini sebagai salah satu bentuk dukungan ataupun upaya untuk meningkatkan penjualan hasil pertanian yang ada di Kota Surabaya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menghadirkan bazar, panitia juga menyiapkan edukasi dan permainan interaktif yang bertujuan mengenalkan urban farming kepada masyarakat. Menurut Fajar, pendekatan tersebut penting agar masyarakat semakin memahami bahwa pertanian dapat dilakukan di lingkungan perkotaan dengan lahan yang terbatas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2688143da94.webp" alt=""></p>
<p>"Nah, kami tidak hanya fokus pada penjualan. Pada event kali ini kami juga mengadakan edukasi dan games-games kecil sebagai sarana pengenalan soal urban farming dan ketahanan pangan,"katanya.</p>
<p></p>
<p>Fajar menjelaskan, sebagian besar kelompok tani yang terlibat merupakan warga biasa yang memanfaatkan waktu luang untuk bertani. Mereka didominasi ibu rumah tangga dan warga lanjut usia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Rata-rata mulai dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah usia lanjut. Mereka tidak memiliki pendidikan di bidang pertanian, mereka hanya mengisi waktu luang mereka," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui program pendampingan, mahasiswa tidak hanya membantu kelompok tani dalam bertani saja, melainkan juga proses branding, pembuatan brosur, video profil, hingga mempertemukan mereka dengan konsumen secara langsung agar memahami dinamika pasar.</p>
<p></p>
<p>"Kita menargetkan mereka langsung ke market secara langsung, jadi mereka bisa bertemu dengan konsumen dan tahu peluang pasar itu di mana serta persaingan pasar seperti apa," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Berbagai komoditas urban farming dijual dalam bazar tersebut, mulai dari pakcoy, sawi pagoda, siomak atau selada wangi, hingga produk turunan seperti minuman sinom. Produk-produk tersebut sebagian besar berasal dari budidaya hidroponik yang dikenal memiliki kualitas baik.</p>
<p></p>
<p>"Produk dari hidroponik itu terkenal dengan kualitasnya lebih bagus, tetapi harga yang kami tawarkan tetap bersaing dengan pasaran," kata Fajar.</p>
<p></p>
<p>Meski sepanjang bazar peoduk tersebut dijual dengan harga pasaran, namun di akhir kegiatan, berbagai komoditas dijual dengan metode flash sale atau jual cepat dengan harga yang jauh lebih murah.</p>
<p></p>
<p>Disisi lain, dukungan terhadap penyelenggaraan Bazar Tani Vol. 4 juga datang dari PT Petrokimia Gresik. Perusahaan tersebut hadir tidak memberikan edukasi dan konsultasi kepada masyarakat terkait budidaya pertanian dan pemupukan.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan PT Petrokimia Gresik, Muhammad Fajar Ismail, mengatakan kegiatan seperti Bazar Tani memiliki peran penting dalam mengubah cara pandang masyarakat kota terhadap dunia pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan pertanian di kota, khususnya Kota Surabaya, dan bagaimana pentingnya bertani untuk menjaga ketahanan pangan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik membawa sekitar 24 produk yang terdiri atas pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati yang disesuaikan dengan kebutuhan urban farming.</p>
<p></p>
<p>"Kami membawa kurang lebih 24 produk yang terdiri dari pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati yang memang sesuai dengan pasar urban farming," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut M. Fajar, Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian perkotaan karena masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan menjadi area produktif.</p>
<p></p>
<p>"Kota Surabaya sangat punya potensi untuk urban farming, yang mana bisa memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kolaborasi antara Petrokimia Gresik dan DKPP Kota Surabaya dapat terus berlanjut untuk memperluas edukasi pertanian kepada masyarakat kota.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya ketahanan pangan ini memang tidak hanya berada pada desa, tetapi masyarakat yang ada di kota juga mengambil peran dalam ketahanan pangan," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui Bazar Tani Vol. 4, para petani perkotaan tidak hanya mendapatkan ruang untuk memasarkan hasil panennya, tetapi juga kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Di sisi lain, warga dapat melihat secara nyata bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar, bahkan dari lahan sempit di tengah padatnya kawasan perkotaan Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata Malam, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sepanjang Rute Parade</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-jadi-magnet-wisata-malam-ribuan-warga-tumpah-ruah-di-sepanjang-rute-parade</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-jadi-magnet-wisata-malam-ribuan-warga-tumpah-ruah-di-sepanjang-rute-parade</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan warga memadati kawasan heritage Kota Surabaya saat Surabaya Vaganza 2026 resmi dimulai dengan parade cahaya, kendaraan bercahaya, dan video mapping spektakuler di pusat kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0884d6eeb78.webp" length="74990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 22:01:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parade Bunga, Surabaya Vaganza 2026, Surabaya Vaganza, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gemerlap cahaya menyelimuti Kota Surabaya pada Sabtu malam (16/5/2026) seiring dimulainya Surabaya Vaganza 2026. Kawasan heritage yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan kini berubah menjadi panggung seni malam terbuka yang mengular hingga jantung Kota Pahlawan itu.</p>
<p></p>
<p>Mulai dari parade mobil hias bercahaya, kostum tematik lampu, pertunjukan light show, hingga visual artistik terlihat menghiasi bangunan-bangunan bersejarah sepanjang kota. Mengusung tema Festival of Lights: Garden of Hope, giat tahunan yang juga kerap disebut sebagai Parade Bunga ini kembali menjadi magnet ribuan warga dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.</p>
<p></p>
<p>Pantauan tim suarajatimpost.com, masyarakat sudah mulai berdatangan ke berbagai titik yang menjadi jalur parade sejak pukul 16.30 WIB, khususnya di Jalan Tunjungan hingga Siola, depan Hotel Majapahit yang menjadi titik favorit masyarakat untuk menyaksikan Surabaya Vaganza malam ini.</p>
<p></p>
<p>Surabaya Vaganza 2026 sendiri resmi diberangkatkan dari kawasan Tugu Pahlawan menuju titik akhir di Monumen Bambu Runcing. Dalam pemberangkatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Surabaya Vaganza menjadi salah satu simbol semangat kebersamaan warga dalam menyambut HJKS ke-733.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884ca26f36.webp" alt=""></p>
<p>"Menyambut HJKS ke-733, Parade Bunga kembali digelar, yang mana ini menunjukkan, tidak hanya keindahan Surabaya, namun kekompakan dan kekeluargaan dari seluruh warga Kota Surabaya," kata Eri dalam sambutannya, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, gelaran Surabaya Vaganza tidak hanya menjadi hiburan tahunan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Pahlawan. Hal tersebut terlihat dari puluhan UMKM yang memadati area Balai Pemuda Surabaya, tidak hanya itu, beberapa pedagang minuman dan jajanan terlihat berlalu lalang di area penonton parade.</p>
<p></p>
<p>"Selain menunjukan bahwa Surabaya memiliki event yang menarik bahkan masuk kedalam KEN 2026, acara ini juga menunjukkan bahwa ekonomi, UMKM, dan semua berjalan dan bergerak," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sepanjang perjalanan parade, masyarakat disuguhi kendaraan hias bunga dengan sentuhan pencahayaan artistik dan dekorasi modern yang melintas di tengah kawasan kota lama Surabaya. Lampu warna-warni tampak mendominasi suasana malam, terutama ketika rombongan parade memasuki kawasan Siola, Jalan Tunjungan, Gedung Grahadi hingga Balai Pemuda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884ba723ab.webp" alt=""></p>
<p>Eri Cahyadi bersama istri sendiri terlihat memimpin iring-iringan parade dengan menaiki mobil yang dihiasi lampu, diikuti dengan rombongan Forkompinda dan peserta parade bunga Surabaya Vaganza 2026 dari berbagai elemen.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini memang dirancang lebih modern dengan kekuatan utama pada pertunjukan visual dan suasana wisata malam.</p>
<p></p>
<p>“Parade dimeriahkan kendaraan hias bercahaya, kostum tematik, hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade,” ujar Herry.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Surabaya Vaganza kini berkembang menjadi salah satu ikon wisata malam Kota Pahlawan yang menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari di ruang publik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884c333cbb.webp" alt=""></p>
<p>“Kalau banyak event lain mengangkat budaya tradisional atau wisata alam, Surabaya menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Konsep Festival of Lights yang diusung tahun ini juga membuat suasana pusat kota terasa lebih artistik dan fotogenik. Sejumlah bangunan heritage di sepanjang rute parade tampak dihiasi permainan cahaya dan visual yang menjadi perhatian masyarakat maupun pemburu konten media sosial.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut seluruh elemen parade dirancang tematik dan instagramable agar menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Rute Surabaya Vaganza 2026 dimulai dari Tugu Pahlawan, melintasi Jalan Pahlawan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit Surabaya, Gedung Grahadi, Balai Pemuda, hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884d15c5f1.webp" alt=""></p>
<p>Selain parade kendaraan hias, pertunjukan video mapping dan light show di sejumlah titik kota juga menjadi daya tarik tersendiri dalam gelaran Surabaya Vaganza tahun ini. Tak sedikit warga yang berhenti di sepanjang Jalan Tunjungan untuk mengabadikan momen ketika iring-iringan kendaraan bercahaya melintas di tengah suasana malam Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah titik parkir resmi untuk mendukung kelancaran acara. Sedikitnya 15 kantong parkir disediakan di berbagai lokasi strategis seperti Gedung Siola, BG Junction, Tunjungan Plaza, Alun-Alun Surabaya hingga kawasan Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Surabaya Vaganza sendiri rutin digelar sejak 2004 dan kini telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), menjadikannya salah satu agenda wisata unggulan nasional yang memperkuat citra Surabaya sebagai kota wisata urban modern. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KAI Tambah KA Surabaya&amp;Jakarta Antisipasi Lonjakan Arus Balik Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kai-tambah-ka-surabaya-jakarta-antisipasi-lonjakan-arus-balik-libur-panjang-kenaikan-yesus-kristus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kai-tambah-ka-surabaya-jakarta-antisipasi-lonjakan-arus-balik-libur-panjang-kenaikan-yesus-kristus</guid>
<description><![CDATA[ KAI Daop 8 Surabaya secara khusus mengoperasikan kereta tambahan untuk relasi favorit Surabaya Pasarturi (SBI) menuju Pasar Senen (PSE), Jakarta. Kereta tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (17/5/2026) pukul 20.40 WIB dengan kapasitas sebanyak 400 tempat duduk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a08408386654.webp" length="72728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 18:21:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, DAOP 8, Libur Panjang, Kenaikan Yesus Kristus, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 dimanfaatkan ribuan masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah. Memasuki akhir masa <em>long</em> <em>weekend</em>, potensi lonjakan arus balik pun mulai terlihat, terutama pada moda transportasi kereta api yang menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya.</p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi tingginya mobilitas penumpang tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menambah perjalanan kereta api tambahan relasi Surabaya-Jakarta guna mengakomodasi peningkatan permintaan penumpang pada masa arus balik libur panjang.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan penambahan perjalanan dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh pelanggan tetap terlayani di tengah meningkatnya animo masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur panjang.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu di tengah meningkatnya permintaan perjalanan,” ujar Mahendro, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya secara khusus mengoperasikan kereta tambahan untuk relasi favorit Surabaya Pasarturi (SBI) menuju Pasar Senen (PSE), Jakarta. Kereta tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (17/5/2026) pukul 20.40 WIB dengan kapasitas sebanyak 400 tempat duduk.</p>
<p></p>
<p>Penambahan perjalanan pada Minggu malam dipilih karena diperkirakan menjadi periode puncak arus balik masyarakat yang kembali ke Jakarta usai memanfaatkan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk berwisata maupun pulang kampung singkat ke sejumlah daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menambah perjalanan kereta, KAI Daop 8 Surabaya juga mencatat tingginya pergerakan penumpang selama momentum libur panjang berlangsung. Berdasarkan data per Sabtu (16/5/2026), total volume penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 30.109 orang.</p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.151 penumpang tercatat berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, sedangkan penumpang yang tiba mencapai 14.958 orang.</p>
<p></p>
<p>"Angka itu masih berpotensi terus bertambah seiring masih berlangsungnya jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api hingga malam hari," tukas Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, selama periode libur panjang 13 hingga 18 Mei 2026, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani total 205.447 pelanggan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 Tiba di Surabaya, Bawa Misi Perdamaian dan Inspirasi Toleransi bagi Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rombongan-indonesia-walk-for-peace-2026-tiba-di-surabaya-bawa-misi-perdamaian-dan-inspirasi-toleransi-bagi-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rombongan-indonesia-walk-for-peace-2026-tiba-di-surabaya-bawa-misi-perdamaian-dan-inspirasi-toleransi-bagi-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 dan akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 11 hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Waisak Nasional yang digelar pada 30 Mei mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070a1216474.webp" length="69138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 19:32:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Indonesia Walk for Peace, IWPF 2026, Candi Borobudur, Waisak, Bhikku, Biksu, Surabaya, Pemkot Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 57 bhikkhu (biksu) dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia tiba di Kota Surabaya dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026, Jumat (15/5/2026). </p>
<p>Perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur itu tak sekadar menjadi bagian dari persiapan Hari Raya Waisak Nasional 2026, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perdamaian, persaudaraan lintas agama, serta inspirasi bagi generasi muda untuk terus merawat toleransi di tengah keberagaman.</p>
<p></p>
<p>Rombongan bhikkhu yang berjalan kaki membawa misi damai tersebut sebelumnya singgah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Setelah itu, mereka disambut Pemerintah Kota Surabaya di Lobby Balai Kota Surabaya. Kehadiran para rohaniwan Buddha dari berbagai negara ASEAN itu menjadi simbol harmonisasi lintas budaya dan agama yang tumbuh di Indonesia, khususnya Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan terdiri atas 57 bhikkhu, yakni 43 bhikkhu dari Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, dan tujuh bhikkhu dari Indonesia. Dalam agenda di Surabaya, para bhikkhu berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar satu jam 15 menit.</p>
<p></p>
<p>"Kami cukup terkejut sekaligus kagum. Rute yang biasanya ditempuh menggunakan kendaraan itu, pagi ini berhasil dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki secara lancar dan penuh semangat," kata Irwan, Jumat (15/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 dan akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 11 hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan Candi Borobudur. Mereka dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Waisak Nasional yang digelar pada 30 Mei mendatang.</p>
<p></p>
<p>Menurut Irwan, sambutan masyarakat selama perjalanan menjadi energi tersendiri bagi para bhikkhu. Dukungan datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pedagang kecil, tokoh agama, hingga masyarakat lintas iman yang menyapa dan membantu kebutuhan perjalanan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Hal ini menjadi potret nyata keharmonisan dan persaudaraan masyarakat Indonesia," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dedik Irianto menyampaikan bahwa kehadiran rombongan bhikkhu menjadi kehormatan bagi Kota Pahlawan.</p>
<p>Menurutnya, perjalanan damai tersebut bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa pesan kemanusiaan sangat penting bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh warga Kota Surabaya, saya mengucapkan selamat datang kepada para bhikkhu dan seluruh peserta perjalanan damai," ujar Dedik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a070a1917f3c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menilai, nilai-nilai yang dibawa para bhikkhu seperti kesederhanaan, disiplin, ketekunan, dan cinta kasih menjadi pesan moral yang relevan bagi masyarakat modern, khususnya generasi muda. </p>
<p></p>
<p>Di tengah derasnya arus perbedaan dan dinamika sosial, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni dan persaudaraan antarumat beragama maupun antarbangsa.</p>
<p></p>
<p>Dedik menegaskan bahwa Surabaya yang dibangun dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan percaya bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kehadiran saudara-saudara sekalian membawa pesan yang sangat mulia tentang perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua rombongan bhikkhu, Bhante Phanarin Sumetho dari Thailand, mengatakan bahwa Indonesia Walk for Peace bertujuan membangun perdamaian antarumat beragama dan antarnegara di kawasan ASEAN, khususnya Thailand, Indonesia, Laos, dan Malaysia.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya melalui kegiatan ini dapat terjalin persatuan, kasih sayang, dan persaudaraan,” kata Bhante Phanarin.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, para bhikkhu tidak berjalan untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan untuk menyebarkan nilai kebajikan dan kepedulian antarsesama manusia. Dalam perjalanan sejauh 40 hingga 50 kilometer setiap hari, para bhikkhu kerap menghadapi rasa lelah dan sakit. Namun sambutan hangat masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar untuk terus melangkah menuju Borobudur.</p>
<p></p>
<p>Bhante Phanarin juga mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat lintas agama yang memberikan dukungan sepanjang perjalanan. Baginya, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa toleransi dan persaudaraan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Kebahagiaan itu terlihat jelas sepanjang perjalanan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain disambut Pemerintah Kota Surabaya, rombongan bhikkhu juga melakukan audiensi dengan Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo. Pertemuan itu menjadi bagian dari semangat dialog lintas agama yang terus dibangun selama perjalanan damai berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Indonesian Walk for Peace 2026, Dr Tosin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa pesan universal tentang kedamaian.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memperkuat persahabatan lintas iman dan budaya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Keuskupan Surabaya Romo Agustinus Hutrin SVD menambahkan bahwa Uskup Agustinus menyambut gembira kedatangan para pemuka agama Buddha dari berbagai negara. Menurutnya, keterbukaan dan semangat persaudaraan menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.</p>
<p></p>
<p>Indonesian Walk for Peace 2026 sendiri merupakan adaptasi dari tradisi Thudong dalam Buddhisme Theravada, yakni praktik berjalan kaki jarak jauh sebagai bentuk latihan spiritual, kesederhanaan, dan ketekunan. </p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, perjalanan tersebut dimulai dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 dalam rangka memperingati Waisak 2570 BE. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rayz UMM Hotel Malang Hadirkan Menu Nusantara di Program Sunday’s Chef Signature</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayz-umm-hotel-malang-hadirkan-menu-nusantara-di-program-sundays-chef-signature</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayz-umm-hotel-malang-hadirkan-menu-nusantara-di-program-sundays-chef-signature</guid>
<description><![CDATA[ Program ini merupakan bagian dari upaya hotel untuk memberikan pengalaman sarapan yang lebih berkesan dengan sentuhan kuliner lokal khas Nusantara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a043355d2364.webp" length="96202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 16:02:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Riski Rahayu K.</dc:creator>
<media:keywords>rayzhotel. hotelmalang, rekomendasihotel</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>MALANG, SJP</strong> — Rayz UMM Hotel Malang kembali menghadirkan inovasi pengalaman sarapan melalui program Sunday’s Chef Signature bertema Heritage Local Breakfast di Sunshine Restaurant. </p>
<p dir="ltr">Program ini merupakan bagian dari upaya hotel untuk memberikan pengalaman sarapan yang lebih berkesan dengan sentuhan kuliner lokal khas Nusantara.</p>
<p dir="ltr">Melalui konsep tersebut, tamu tidak hanya menikmati sajian sarapan reguler, tetapi juga dapat mencicipi berbagai gerai (stall) makanan tradisional yang disiapkan khusus untuk melengkapi suasana akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat. Kehadiran aneka kuliner lokal dengan cita rasa autentik menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu menginap maupun pengunjung luar.</p>
<p dir="ltr">Hotel Manager Yanuar Arifien mengatakan, “Melalui Sunday’s Chef Signature, kami ingin menghadirkan pengalaman sarapan yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada para tamu. Kami berharap setiap sajian dapat memberikan kesan hangat, autentik, dan menjadi bagian dari pengalaman menginap yang berkesan di Rayz UMM Hotel.”</p>
<p dir="ltr">Pada pelaksanaan Minggu (10/5/2026), Rayz UMM Hotel menyajikan berbagai tambahan menu sarapan khas lokal seperti Bakso Bakar khas Malang, aneka jajanan pasar tradisional, Rujak Cingur, hingga beragam pilihan kuliner Nusantara lainnya. Mulai pukul 08.00 WIB, para tamu sudah dapat menikmati sajian spesial tersebut di area restoran.</p>
<p dir="ltr">Program Sunday’s Chef Signature dijadwalkan kembali hadir pada 24 Mei 2026 dengan tema Morning Pastry Paradise yang mengunggulkan berbagai varian pastri sebagai menu utama sarapan.</p>
<p dir="ltr">Selain inovasi sarapan, Rayz UMM Hotel Malang juga menawarkan pengalaman makan malam setiap Sabtu melalui program special dinner dengan iringan musik hidup (live music) di The SKY Rooftop. </p>
<p dir="ltr">Program ini terbuka bagi tamu menginap maupun masyarakat umum yang ingin menikmati suasana malam Kota Malang dari puncak gedung hotel.</p>
<p dir="ltr">Melalui berbagai inovasi kuliner yang berkelanjutan, Rayz UMM Hotel Malang diharapkan menjadi destinasi pilihan wisatawan maupun masyarakat lokal untuk menginap, bersantap, dan berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang hangat.</p>
<p dir="ltr"><em>Nice People, Nice Place, Rayz the Moments</em>. <strong>(***) </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Singgah di Gresik, Gerakan Seni Hitam Putih Ilustrasi Idiom Hadirkan Contemplation Art</title>
<link>https://suarajatimpost.com/singgah-di-gresik-gerakan-seni-hitam-putih-ilustrasi-idiom-hadirkan-contemplation-art</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/singgah-di-gresik-gerakan-seni-hitam-putih-ilustrasi-idiom-hadirkan-contemplation-art</guid>
<description><![CDATA[ Jika pada edisi pertama fokus utamanya adalah mempertemukan generasi seniman, lalu edisi kedua membangun dialog dua era seni rupa, maka edisi ketiga Pameran Black &amp; White diarahkan sebagai ruang perenungan dan penguatan karakter gerakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a012a295bc54.webp" length="67012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Black &amp; White, Roman Chuza, Galeri Pudak, Gresik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Gerakan seni rupa hitam putih yang lahir dari ruang komunitas kecil di Surabaya tampaknya belum berhenti bergerak. Setelah memulai langkah perdana di Sidoarjo pada 2024, lalu berkembang melalui ruang dialog lintas generasi di Kota Batu pada 2025, kini pameran “Black And White” kembali hadir dalam edisi ketiganya di Galeri Pudak dengan membawa semangat baru, yakni konsolidasi identitas dan perluasan gerakan seni hitam putih di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tajuk “Contemplation Art”, pameran yang berlangsung mulai 9 hingga 17 Mei 2026 itu digelar oleh Komunitas Ilustrasi Idiom sebagai kelanjutan dari tour exhibition Black And White yang sebelumnya singgah di Galeri Dekesda Sidoarjo dan Galeri Raos Kota Batu. Sebanyak 28 seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dengan menghadirkan sekitar 90 karya hitam putih dalam beragam medium dan pendekatan artistik.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan pameran bersama pada umumnya, setiap peserta diberikan ruang sekitar empat meter untuk membangun atmosfer dan narasi visual mereka sendiri. Konsep itu membuat keseluruhan pameran terasa seperti kumpulan pameran tunggal yang disatukan dalam satu gerakan besar seni hitam putih.</p>
<p></p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menjelaskan bahwa gerakan Black And White lahir sebagai bentuk penyelarasan di tengah dominasi seni rupa penuh warna yang kini menjadi arus utama di kalangan perupa masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Gerakan pameran lukisan hitam putih adalah penyelarasan atas karya hitam putih dengan karya-karya penuh warna yang kini menjadi norm atau populer di kalangan perupa," ujar Roman, Senin (11/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a164bc8f.webp" alt=""></p>
<p>Baginya, hitam putih bukan sekadar pilihan estetika, melainkan fondasi paling dasar dalam seni lukis dan menggambar. Dalam keterbatasan dua warna itulah seorang seniman diuji untuk menghadirkan kejujuran visual melalui garis, cahaya, tekstur, dan emosi karya.</p>
<p></p>
<p>"Hitam putih adalah dasar awal dari segala aspek seni lukis maupun gambar. Dari situ kejujuran karya bisa terlihat dengan jelas," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tajuk “Contemplation Art” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Roman menyebut tema tersebut sebagai refleksi atas perjalanan gerakan Black And White yang kini mulai memasuki fase pendalaman identitas. Jika pada edisi pertama fokus utamanya adalah mempertemukan generasi seniman, lalu edisi kedua membangun dialog dua era seni rupa, maka edisi ketiga diarahkan sebagai ruang perenungan dan penguatan karakter gerakan.</p>
<p></p>
<p>Nuansa reflektif itu terlihat dari beragam pendekatan visual yang ditampilkan para perupa. Meski seluruh karya dibatasi hanya pada hitam dan putih, setiap seniman tetap menghadirkan karakter visual berbeda-beda, mulai dari arsiran pensil yang lembut, sapuan charcoal yang ekspresif, hingga eksplorasi garis tegas yang terasa emosional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a24e61dc.webp" alt=""></p>
<p>Roman juga menekankan bahwa pameran ini tidak hanya berbicara soal karya, tetapi juga membangun ruang kekeluargaan antar seniman di berbagai kota. Menurutnya, konsistensi pergerakan Black And White selama tiga tahun terakhir tidak lepas dari semangat silaturahmi para perupa yang terus menjaga ekosistem seni secara kolektif.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini juga membuka ruang berkesenian dan silaturahmi dalam kekeluargaan sesama seniman," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Gelaran Black And White Season 3 turut dibuka oleh perwakilan Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik yakni Saifudin Ghozali yang hadir mewakili Bupati Gresik.</p>
<p></p>
<p>Selain menghadirkan puluhan perupa muda, pameran ini juga mendapat dukungan sejumlah pelukis senior seperti Kris Adji Aw dan Setyoko yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan gerakan seni hitam putih tersebut. Adapun suppoting Art's (karya pendukung) dari pelukis Nasional, alm. Liem Keng yang turut terpajang dalam pameran tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a1ead177.webp" alt=""></p>
<p>Ketua pelaksana pameran, Webeech Mantarsov menyebut antusiasme para seniman yang terlibat memperlihatkan bahwa gerakan Black And White kini tidak lagi sekadar menjadi agenda komunitas, melainkan mulai tumbuh sebagai identitas kolektif baru dalam lanskap seni rupa Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Di tengah dunia seni yang semakin ramai oleh ledakan warna dan eksperimen visual, Black And White justru memilih bergerak ke arah sebaliknya, menyederhanakan medium untuk memperdalam makna. Dari ruang-ruang hitam dan putih itulah, komunitas Ilustrasi Idiom perlahan membangun konsolidasi gerakan seni yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berekspansi dari kota ke kota. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>6 Film Horor Mei 2026: Dari Tumbal Proyek hingga Badut Gendong yang Mencekam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hiburan-film-horor-mei-2026-paling-dinanti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hiburan-film-horor-mei-2026-paling-dinanti</guid>
<description><![CDATA[ Siap uji nyali? Cek daftar film horor bioskop Mei 2026. Ada Sekawan Limo 2, Tumbal Proyek, hingga horor psikologis Crocodile Tears. Jangan nonton sendirian! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ffe53235941.webp" length="10348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 09:43:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Film Horor 2026, Bioskop Mei, Sekawan Limo 2, Film Indonesia, Rekomendasi Film.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> - Mei 2026 bukan bulan yang ramah bagi penakut. Sementara Hollywood sibuk dengan perang galaksi, sineas lokal justru berlomba-lomba membongkar kembali ketakutan terdalam kita: dari mitos pembangunan yang berdarah, kutukan kuno, hingga sosok badut yang menyimpan rahasia kelam. Siapkan mental, inilah peta kekuatan horor yang akan menguasai layar lebar bulan ini.</p>
<p><strong>1. Mitos yang Meminta Darah: Tumbal Proyek</strong></p>
<p>Pernah mendengar desas-desus tentang nyawa yang tertanam di fondasi bangunan besar? Tumbal Proyek  membawa urban legend ini ke level yang lebih mengerikan. Film ini bukan hanya soal hantu, tapi soal keserakahan manusia yang berujung pada maut di lokasi konstruksi.</p>
<p><strong>2. Teror di Balik Senyum Palsu: Badut Gendong</strong></p>
<p>Jika biasanya badut jalanan mengundang tawa, film ini akan membuat Anda memalingkan wajah saat bertemu mereka di lampu merah.  Badut Gendong mengeksplorasi sisi gelap di balik riasan ceria, menghadirkan sosok ikonik baru yang siap menghantui mimpi buruk Anda.</p>
<p><strong>3. Komedi Berbalut Bulu Kuduk: Sekawan Limo 2 (Gunung Klawih)</strong></p>
<p>Melanjutkan kesuksesan sebelumnya, geng pendaki favorit kita kembali ke gunung. Namun kali ini, Gunung Klawih memberikan tantangan yang lebih intens. Angle horor-komedi ini menjadi penawar bagi Anda yang ingin takut tapi tetap ingin tertawa lepas.</p>
<p><strong>4. Psikologis yang Menyesakkan: Air Mata Buaya (Crocodile Tears)</strong></p>
<p>Bagi pencinta horor yang lebih suka 'disiksa' secara mental, film ini adalah jawabannya. Hubungan toksik antara ibu dan anak di sebuah penangkaran buaya menciptakan atmosfer claustrophobic yang membuat penonton sulit bernapas tanpa perlu banyak  <em>jump scare</em>.</p>
<p><strong>5. Penglihatan yang Membawa Petaka: Ain</strong></p>
<p>Apa jadinya jika mata batin terbuka tanpa bisa ditutup kembali?  Ain menyoroti teror mistis yang menghancurkan sebuah keluarga melalui penglihatan gaib. Film ini menjanjikan visual yang mencekam dan mengguncang psikis.</p>
<p><strong>6. Melanggar Pantangan: Kamu Harus Mati</strong></p>
<p>Judulnya sudah menjadi peringatan keras. Mengangkat tema kutukan akibat melanggar tradisi kuno, film ini menjadi pengingat bahwa ada beberapa pintu yang memang tidak seharusnya dibuka dan ada aturan lama yang tak boleh dilanggar.</p>
<p>Dominasi horor di bulan Mei 2026 membuktikan bahwa penonton Indonesia masih haus akan adrenalin. Apakah sekuel  Sekawan Limo kembali menjadi raja box office, ataukah sosok Badut Gendong yang akan mencuri perhatian?</p>
<p>Segera amankan tiket Anda, dan ingat: pastikan ada teman di kursi sebelah saat lampu bioskop mulai dipadamkan! (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkat Atmosfer Piala Dunia, Festival Rujak Uleg Jadi Gawe Arek Suroboyo yang Masuk KEN 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkat-atmosfer-piala-dunia-festival-rujak-uleg-jadi-gawe-arek-suroboyo-yang-masuk-ken-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkat-atmosfer-piala-dunia-festival-rujak-uleg-jadi-gawe-arek-suroboyo-yang-masuk-ken-2026</guid>
<description><![CDATA[ Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff41568ae24.webp" length="102530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 21:44:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Rujak Uleg, HJKS ke-733, Hari Jadi Kota Surabaya, Karisma Event Nusantara, KEN, KEN 2026, SBEC, Piala Dunia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suara musik, sorak penonton, hingga aroma petis dan buah segar memenuhi area Surabaya Expo Center (SBEC), Sabtu (9/5/2026) malam. Ratusan peserta tampak sibuk menguleg rujak di cobek raksasa, sementara deretan peserta fashion show berjalan percaya diri mengenakan kostum unik berbagai negara peserta Piala Dunia.</p>
<p></p>
<p>Kemeriahan Festival Rujak Uleg 2026 itu semakin istimewa setelah event khas arek-arek Suroboyo tersebut disebut kembali lolos dan resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.</p>
<p></p>
<p>Festival tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu dibuka langsung oleh Eri Cahyadi melalui tendangan bola simbolis di panggung utama. Konsep sepak bola dunia memang menjadi tema utama Festival Rujak Uleg tahun ini melalui tajuk “Rujak Phoria”, menyambut pesta World Cup yang akan dimulai Juni mendatang.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Eri menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda hiburan tahunan biasa di Kota Pahlawan, melainkan acara tersebut sudah menjadi tradisi yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Surabaya itu punya dua (acara), yakni Rujak Uleg dan minggu depan afa Surabaya Vaganza, dan semuanya itu punya warga Kota Surabaya," kata Eri dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff415dcda07.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia dalam program strategis Kementerian Pariwisata.</p>
<p></p>
<p>"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Eri mengatakan, tradisi menguleg rujak bersama di nampan raksasa mencerminkan semangat guyub rukun masyarakat Kota Pahlawan. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul tanpa sekat dalam satu perayaan budaya yang sama.</p>
<p></p>
<p>"Yang ikut nguleg rujak ini seluruh lapisan masyarakat Kota Surabaya, menunjukkan bahwa Surabaya itu guyub rukun," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap semangat persaudaraan itu terus terjaga seiring bertambahnya usia Kota Surabaya yang kini menginjak 733 tahun.</p>
<p></p>
<p>"Semoga malam ini menjadi pengingat bahwa kita semua saudara," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff416384614.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa Festival Rujak Uleg tahun ini memang dikemas berbeda dibanding sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya lomba menguleg rujak, festival juga diramaikan parade fashion show yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) hingga komunitas masyarakat dengan mengenakan kostum khas negara-negara peserta Piala Dunia. Pertunjukan seni teatrikal, musik, hingga pesta kembang api turut memeriahkan suasana malam.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 136 kelompok peserta mengikuti lomba rujak uleg, sedangkan 132 peserta ambil bagian dalam fashion show tematik. Panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak gratis bagi pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff415224a56.webp" alt=""></p>
<p>Herry menilai Festival Rujak Uleg kini telah berkembang menjadi event budaya dan pariwisata yang memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diperkirakan meningkat seiring konsep acara yang lebih atraktif dan meriah.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi panggung budaya, event yang masuk KEN 2026 itu juga disebut mampu menggerakkan ekonomi kreatif daerah dengan melibatkan ribuan pelaku UMKM dan seniman lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nanti Malam, Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar Lebih Meriah dengan Nuansa World Cup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nanti-malam-festival-rujak-uleg-surabaya-digelar-lebih-meriah-dengan-nuansa-world-cup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nanti-malam-festival-rujak-uleg-surabaya-digelar-lebih-meriah-dengan-nuansa-world-cup</guid>
<description><![CDATA[ Keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer World Cup menjadi daya tarik utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fec5caa2b67.webp" length="93284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 12:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rujak Uleg, Festival Rujak Uleg, World Cup, Piala Dunia, Kembang Api, HJKS, HJKS ke-733, SBEC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Salah satu event paling ditunggu dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) kembali digelar nanti malam. Festival Rujak Uleg 2026 hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>Tidak hanya menghadirkan tradisi menguleg rujak bersama, festival kali ini juga dibalut nuansa sepak bola dunia untuk menyambut World Cup yang mulai berlangsung Juni mendatang, lengkap dengan pesta kembang api di akhir acara.</p>
<p></p>
<p>Festival tahunan tersebut akan kembali berlangsung di Surabaya Expo Center (SBEC), Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (9/5/2026) malam. Ribuan warga diperkirakan memadati lokasi untuk menikmati berbagai rangkaian acara mulai dari parade kostum kreatif, fashion show tematik, pertunjukan seni, hingga pembagian rujak gratis.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan konsep Festival Rujak Uleg tahun ini memang dibuat berbeda agar lebih atraktif dan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia (FIFA World Cup 2026)," kata Herry, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Herry, keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer Piala Dunia menjadi daya tarik utama.</p>
<p></p>
<p>"Keunikannya karena selalu menghadirkan tema berbeda setiap tahun dengan mengkolaborasikan seni tradisional, teatrikal, fashion modern, dan unsur sport," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain tradisi menguleg rujak di cobek raksasa, panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak uleg gratis bagi pengunjung. Tidak hanya itu, festival tahun ini akan ditutup dengan pesta kembang api yang menjadi salah satu kejutan baru dalam gelaran Festival Rujak Uleg.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 136 kelompok peserta yang masing-masing beranggotakan empat orang akan ikut memeriahkan lomba rujak uleg. Sementara itu, 132 peserta fashion tematik bakal tampil dengan kostum kreatif bernuansa “Rujak Phoria” dan sepak bola dunia.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda kuliner tahunan, tetapi telah berkembang menjadi ikon budaya Kota Surabaya yang memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>
<p></p>
<p>"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, festival tersebut kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dan 2026 sebagai salah satu unggulan pariwisata nasional. Menurutnya, hal itu menunjukkan Festival Rujak Uleg semakin dikenal secara luas dan mampu menjadi magnet wisata.</p>
<p></p>
<p>"Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan Rujak Cingur sebagai kekayaan budaya dan kuliner Surabaya kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah maupun mancanegara," imbuh Herry.</p>
<p></p>
<p>Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diprediksi meningkat seiring konsep acara yang lebih meriah dan atraktif.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati kemeriahan festival yang telah menjadi identitas budaya Kota Pahlawan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," kata Eri.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan Surabaya juga menyiapkan kantong parkir resmi di area SBEC. Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan kapasitas parkir disiapkan untuk menampung ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p></p>
<p>"Total area parkir di SBEC bisa menampung lebih dari 1.600 motor dan 850 mobil," ujar Trio.</p>
<p></p>
<p>Pengunjung diimbau datang lebih awal agar terhindar dari antrean panjang dan kepadatan saat acara berlangsung. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa maupun ruas jalan sekitar lokasi festival demi menjaga kelancaran arus lalu lintas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Ditutup Enam Bulan, Jalur Arjuno&amp;Welirang via Sumberbrantas Kembali Dibuka dengan Pengawasan Ketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-ditutup-enam-bulan-jalur-arjuno-welirang-via-sumberbrantas-kembali-dibuka-dengan-pengawasan-ketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-ditutup-enam-bulan-jalur-arjuno-welirang-via-sumberbrantas-kembali-dibuka-dengan-pengawasan-ketat</guid>
<description><![CDATA[ Dibukanya kembali jalur Arjuno-Welirang via Sumberbrantas menandai pulihnya aktivitas wisata alam pasca-penutupan panjang akibat cuaca ekstrem. Namun, pembukaan ini juga dibarengi pendekatan yang lebih terkontrol, dengan pengawasan digital dan pembatasan kuota untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan konservasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc637a31fb2.webp" length="30742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:10:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gunung Arjuno, Sumberbrantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Aktivitas pendakian di Gunung Arjuno-Welirang akhirnya kembali dibuka setelah hampir enam bulan ditutup akibat cuaca ekstrem dan proses pemulihan ekosistem. Salah satu jalur favorit pendaki, yakni via Sumberbrantas, resmi kembali beroperasi mulai Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini pada Kamis (7/5/2026) menguraikan, pembukaan jalur di kawasan Tahura Raden Soerjo ini disambut antusias komunitas pendaki yang telah menunggu sejak penutupan pada 16 November 2025 lalu. Namun, pengelola memastikan pembukaan dilakukan dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.</p>
<p>"Intinya keputusan untuk membuka kembali jalur diambil setelah melalui monitoring intensif terhadap kondisi medan dan stabilitas cuaca di kawasan konservasi," paparnya.</p>
<p>"Proses pembersihan jalur pasca-cuaca ekstrem telah selesai dilakukan dan kondisi cuaca di kawasan pegunungan mulai menunjukkan tren stabil seiring menurunnya intensitas hujan," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, status pembukaan jalur bersifat situasional. Pengelola menegaskan jalur bisa kembali ditutup sewaktu-waktu apabila muncul potensi bahaya akibat perubahan cuaca ekstrem atau kondisi darurat lain yang mengancam keselamatan pendaki.</p>
<p>Sebagai bagian dari penguatan kontrol, seluruh proses reservasi kini diwajibkan melalui sistem daring menggunakan aplikasi SiPenerang. Sistem ini telah dibuka sejak 4 Mei 2026 untuk mengatur kuota pendaki harian sekaligus mempermudah pengawasan di lapangan.</p>
<p>Pengelola juga menegaskan bahwa seluruh pendaki wajib mematuhi standar operasional pendakian, termasuk terkait perlengkapan, logistik, dan prosedur keselamatan.</p>
<p>Terpisah, Kepala RPH 04 Tahura Raden Soerjo, Choir Maulana, menyebut jalur Sumberbrantas tetap menjadi salah satu akses paling diminati karena menawarkan panorama hutan tropis dan bentang lembah pegunungan yang khas, meski memiliki karakter medan yang cukup menantang.</p>
<p>"Karena jalur baru dibuka kembali setelah masa pemulihan panjang, pendaki diminta melakukan persiapan ekstra, mulai dari kondisi fisik, perlengkapan standar, hingga pemahaman terhadap rute pendakian," urainya.</p>
<p>Di sisi lain, pembukaan kembali jalur ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi wisata alam di Kota Batu, terutama bagi pelaku jasa pendakian, warung warga, hingga sektor homestay di kawasan penyangga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari ke&amp;16 Operasional Haji, Embarkasi Surabaya Catat 75 Mutasi Keluar dan 34 Kursi Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-ke-16-operasional-haji-embarkasi-surabaya-catat-75-mutasi-keluar-dan-34-kursi-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-ke-16-operasional-haji-embarkasi-surabaya-catat-75-mutasi-keluar-dan-34-kursi-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Meski angka mutasi dinilai cukup tinggi, PPIH Surabaya memastikan mekanisme penggantian kursi berjalan optimal sehingga tidak seluruh mutasi berdampak pada kekosongan seat penerbangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc605b58557.webp" length="47564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:50:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Mutasi Keluar, Jemaah Haji, Embarkasi Surabaya, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki hari ke-16 operasional pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya, dinamika keberangkatan jemaah mulai diwarnai dengan tingginya angka mutasi keluar, atau kondisi ketika jemaah yang sebelumnya sudah terjadwal berangkat dalam suatu kloter batal berangkat sementara waktu, dipindah, atau keluar dari susunan kloter tersebut.</p>
<p>Hingga saat ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 75 jemaah mengalami mutasi keluar dengan berbagai alasan, mulai dari sakit, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga persoalan teknis yang berdampak pada munculnya puluhan kursi kosong atau open seat.</p>
<p>Dari total 75 mutasi keluar tersebut, sebanyak 41 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk, baik dari jemaah cadangan maupun pengalihan nomor kloter. Namun, masih terdapat 34 kursi kosong yang belum dapat terisi.</p>
<p>Berkenaan tentang angka tersebut, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengungkapkan bahwa alasan mutasi keluar paling banyak dipicu oleh faktor kesehatan jemaah dan penundaan keberangkatan.</p>
<p>"Mutasi keluar paling banyak karena jemaah sakit di rumah sakit sebanyak 14 orang, kemudian tunda keberangkatan 20 orang, perpindahan kloter 18 orang, pendamping 8 orang, hingga alasan teknis," ujarnya, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Selain itu, terdapat pula mutasi keluar akibat jemaah sakit di daerah, kondisi hamil, hingga perubahan nomor urut keberangkatan. Kondisi tersebut membuat komposisi kloter terus mengalami penyesuaian selama proses operasional berlangsung.</p>
<p>PPIH mencatat, dari seluruh mutasi keluar yang terjadi, sebanyak 11 kursi kosong muncul karena alasan teknis dan administratif. Sementara itu, perpindahan kloter dilakukan untuk berbagai kebutuhan penyesuaian, termasuk penggabungan keluarga maupun pendamping lansia.</p>
<p>Meski angka mutasi cukup tinggi, PPIH memastikan mekanisme penggantian kursi berjalan optimal sehingga tidak seluruh mutasi berdampak pada kekosongan seat penerbangan.</p>
<p>"Mekanisme mutasi berjalan efektif sehingga mampu mengoptimalkan keterisian kursi," kata Anam.</p>
<p>Di tengah tingginya dinamika perubahan keberangkatan tersebut, operasional penerbangan jemaah haji Embarkasi Surabaya tetap berjalan disiplin. PPIH mencatat seluruh 54 kloter yang telah diberangkatkan memiliki tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) mencapai 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.</p>
<p>"Alhamdulillah, hingga hari ke-16 operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu," ujarnya.</p>
<p>Selain persoalan mutasi keluar, hingga saat ini masih terdapat lima jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan dan menjalani penanganan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Rinciannya, empat jemaah sakit dan satu orang pendamping yang masih menunggu kesiapan untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.</p>
<p>"Kami terus memastikan jemaah yang mengalami penundaan mendapatkan penanganan terbaik, baik dari sisi kesehatan maupun penjadwalan ulang keberangkatan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekretariat Dewan Kesenian Surabaya Dikosongkan: Pemkot Klaim Penataan, DKS Anggap Kesewenang&amp;wenangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dewan-kesenian-surabaya-dikosongkan-pemkot-klaim-penataan-dks-anggap-kesewenang-wenangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dewan-kesenian-surabaya-dikosongkan-pemkot-klaim-penataan-dks-anggap-kesewenang-wenangan</guid>
<description><![CDATA[ Setelah polemik panjang, Pemkot Surabaya mengeksekusi pengosongan sekretariat DKS di Balai Pemuda, memicu tudingan “abusing of power” dari seniman dan memperuncing konflik ruang kebudayaan kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9da08a8ad4.webp" length="29414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:10:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Dewan Kebudayaan Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah polemik berkepanjangan soal rencana pengosongan ruang seni, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mengeksekusi pengosongan sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kompleks Balai Pemuda Surabaya. Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari pengurus DKS lama yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan kekuasaan.</p>
<p></p>
<p>Polemik itu sebenarnya merupakan konflik lama, yang kemudian kembali mencuat saat terbitnya surat pengosongan oleh Pemkot Surabaya pada akhir Maret 2026 lalu yang memerintahkan sejumlah ruang seni, termasuk sekretariat DKS, Galeri Merah Putih (GMP), Bengkel Muda Surabaya dan Warung Mak Ning untuk dikosongkan dalam waktu tujuh hari. </p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut menuai penolakan luas dari kalangan seniman, bahkan dilawan dengan aksi pameran Art of Freedom di ruang yang justru diminta untuk dikosongkan. Namun polemik sempat mereda saat Galeri Merah Putih (GMP) menggelar acara melukis On The Spot (OTS) dengan berkolaborasi bersama Pemkot Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, pihak GMP menegaskan bahwa pihak mereka tidak merasa memiliki masalah dengan Pemkot Surabaya dan menghimbau pihak-pihak yang memiliki polemik, termasuk DKS untuk segera menyelesaikan urusannya.</p>
<p></p>
<p><strong>Eksekusi Pengosongan</strong></p>
<p>Namun, memasuki awal Mei 2026, situasi meningkat dari sekadar polemik menjadi tindakan langsung. Pada 4 Mei 2026, Satpol PP Kota Surabaya melakukan pengosongan sekretariat DKS. Ruangan sempat disegel sebelum akhirnya dibuka kembali untuk memindahkan sejumlah barang kesenian.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya membantah bahwa langkah tersebut merupakan pengusiran. Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Herry Purwadi, menegaskan pengosongan merupakan bagian dari penataan kelembagaan kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>"Yang dilakukan bukanlah pengusiran," ujar Herry saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, langkah ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana pemerintah melakukan penyesuaian terhadap struktur lembaga kebudayaan di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Dewan Kesenian Surabaya kini telah bertransformasi menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, sehingga dukungan pemerintah dialihkan ke lembaga baru tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Maka karena sudah di-upgrade, ruangan DKS sudah tidak menjadi beban Pemerintah Kota lagi," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Pemkot juga mempersilakan DKS lama untuk tetap berjalan, namun tidak lagi difasilitasi di Balai Pemuda dan melanjutkan kegiatan di lokasi lain.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Sengketa Administratif ke Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan</strong></p>
<p>Berbeda dengan narasi pemerintah, pihak DKS menilai pengosongan yang berdasarkan surat pemberitahuan tertanggal 29 April 2026 itu bukan sekadar penataan administratif, Ketua DKS, Crisman menyebut tindakan sepihak yang dilakukan pihak Pemkot Surabaya telah mengabaikan proses dialog.</p>
<p></p>
<p>Crisman Hadi menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya membuka komunikasi dengan pemerintah kota, termasuk mengirimkan dua kali surat permohonan audiensi kepada Wali Kota Surabaya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah dua kali berkirim surat audiensi, tapi ditolak," ungkap Crisman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membantah tuduhan bahwa DKS menggunakan ruang tanpa dasar hukum. Menurutnya, penggunaan sekretariat dan galeri dilakukan berdasarkan legitimasi kelembagaan, termasuk surat tugas resmi yang dimiliki organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Tidak tepat jika dinyatakan sebagai penggunaan tanpa dasar hukum," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Pengosongan itu berdampak langsung pada aktivitas seni yang selama ini berlangsung rutin di ruang tersebut. Latihan gamelan, pertunjukan ludruk anak-anak, hingga agenda pameran seni terpaksa terganggu.</p>
<p></p>
<p>"Dengan ini jelas mengganggu aktivitas rutin teman-teman yang berkesenian di DKS," ucapnya</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Crisman menilai tindakan pengosongan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan terhadap komunitas seni.</p>
<p></p>
<p>"Saya kira ini abusing power, kesewenang-wenangan aparat negara," tegas Crisman.</p>
<p></p>
<p><strong>Konflik Legitimasi: DKS Lama vs DKS Baru</strong></p>
<p>Pemkot menyebut pengosongan dilakukan karena kepengurusan DKS saat ini dianggap tidak sah. Hal itu berkaitan dengan transformasi DKS menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, yang kini menjadi lembaga resmi yang didukung pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Namun, Crisman menyatakan tidak menolak pembentukan kepengurusan baru. Ia bahkan mengaku siap mundur apabila struktur baru telah terbentuk secara jelas.</p>
<p></p>
<p>"Saya siap mundur jika pengurus baru sudah terbentuk," pungkas Crisman.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia tetap mempertahankan posisinya saat ini sebagai bentuk tanggung jawab atas mandat yang diberikan anggota dalam pemilihan sebelumnya, yang dianggap sudah sah dan wajib dipenuhi.</p>
<p></p>
<p>Pengosongan sekretariat DKS menandai babak baru dalam konflik antara Pemkot Surabaya dan komunitas seni. Jika sebelumnya perdebatan berkutat pada wacana dan kebijakan, kini telah beralih menjadi tindakan nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Di satu sisi, pemerintah menegaskan langkah tersebut sebagai penataan kelembagaan sesuai regulasi. Namun di sisi lain, seniman melihatnya sebagai ancaman terhadap ruang hidup kebudayaan, bahkan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah tarik-menarik tersebut, arek-arek Suroboyo akan melihat kedepan, soal apakah Balai Pemuda akan tetap menjadi rumah bagi kebudayaan, atau justru berubah arah dalam kebijakan pembangunan kota Pahlawan di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Sosialisasi Sosial, DPRD Jatim dan YKAI Perkuat Kesadaran Publik Lindungi Anak di Era Disrupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-sosialisasi-sosial-dprd-jatim-dan-ykai-perkuat-kesadaran-publik-lindungi-anak-di-era-disrupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-sosialisasi-sosial-dprd-jatim-dan-ykai-perkuat-kesadaran-publik-lindungi-anak-di-era-disrupsi</guid>
<description><![CDATA[ Di balik kemajuan era disrupsi, ancaman kekerasan dan kejahatan digital terhadap anak meningkat, mendorong DPRD Jatim dan YKAI memperkuat kesadaran publik demi melindungi generasi masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9d153919d3.webp" length="47708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 20:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Era Disrupsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, DPRD Jatim, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, YKAI Jatim, YKAI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di balik kemudahan teknologi dan derasnya arus informasi di era disrupsi, tersimpan ancaman yang kian kompleks bagi anak-anak. Dunia digital yang tanpa batas tak hanya membuka peluang, tetapi juga menghadirkan risiko baru, mulai dari paparan konten negatif, cyberbullying, hingga kejahatan seksual berbasis online.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itulah yang mendorong DPRD Jawa Timur bersama Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur menggelar sosialisasi bertajuk “Penguatan dan Perlindungan Anak Menuju Generasi Emas di Era Disrupsi” pada Selasa (5/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Dengan mengumpulkan para orang tua dan pembicara dari berbagai latar belakang dalam satu forum interaktif, kegiatan tersebut menjadi upaya strategis untuk memperkuat kesadaran publik bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama di tengah perubahan zaman.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana kegiatan, Pramira Fitri, menegaskan bahwa era disrupsi membawa tantangan serius, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya mampu beradaptasi, seperti di wilayah pinggiran.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d15a39cbf.webp" alt=""></p>
<p>"Perubahan di era disrupsi ini kadang tidak bisa langsung diadaptasi oleh masyarakat, terutama di daerah pinggiran. Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan peran orang tua agar anak-anak lebih siap menghadapi perubahan," ujar Fitri, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan, termasuk penanganan kasus bullying serta dukungan bagi anak inklusi dan berkebutuhan khusus.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini kami juga melakukan pendampingan di sekolah, termasuk ketika ada kasus bullying. Bahkan anak-anak dengan kebutuhan khusus juga kami rangkul agar mereka bisa berdaya ke depan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi paparan, Prof. Emy Susanti menyoroti bahwa anak-anak saat ini hidup dalam lanskap sosial yang jauh berbeda, ditandai dengan fenomena post-truth, perubahan pola asuh, serta kesenjangan akses terhadap informasi dan teknologi.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pemenuhan empat hak dasar anak, meliputi hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang, dan partisipasi harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi era disrupsi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d16092548.webp" alt=""></p>
<p>"Data menunjukkan kekerasan terhadap anak masih tinggi, bahkan sering terjadi di lingkungan terdekat seperti keluarga dan sekolah," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penguatan anak perlu dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni pembentukan karakter dan etika, peningkatan literasi dan kompetensi abad 21, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan di ruang digital.</p>
<p></p>
<p>"Perlindungan anak di era digital perlu dilakukan melalui pengawasan orang tua, termasuk pengaturan privasi akun dan edukasi tentang bahaya cyberbullying serta grooming," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Prof. Mia Amiati mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Berdasarkan data SIMFONI-PPA 2024, Jawa Timur menempati peringkat kedua nasional dalam kasus kekerasan terhadap anak, dengan dominasi kekerasan seksual, fisik, psikis, hingga digital.</p>
<p></p>
<p>"Kekerasan seksual, termasuk inses dan eksploitasi online, masih menjadi kasus yang dominan," ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur itu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d14f94554.webp" alt=""></p>
<p>Ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya berhenti pada proses hukum, tetapi harus berlanjut hingga tahap pemulihan yang menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Keberhasilan perlindungan anak bukan hanya dari vonis pelaku, tetapi bagaimana anak bisa pulih, merasa aman, dan kembali menjalani kehidupan normal," jelas Mia.</p>
<p></p>
<p>"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi kuat antara pemerintah, DPRD, dan semua pihak agar hak anak benar-benar terpenuhi," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pengasuhan, Astrid Regina menggarisbawahi pentingnya pendekatan parenting positif sebagai fondasi perlindungan anak. Ia menilai hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam membentuk ketahanan anak menghadapi tekanan zaman.</p>
<p></p>
<p>"Pengasuhan positif menekankan hubungan hangat, rasa hormat, dan batasan yang jelas tanpa kekerasan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami emosi anak dan tidak sekadar menuntut kepatuhan. Salah satu caranya ialah dengan mendahulukan hubungan sebelum koreksi, yang mana cara seperti itu akan terasa hangat tanpa menghilangkan ketegasan orangtua.</p>
<p></p>
<p>"Jadi contohnya seperti, 'Nak, ibu sayang sama kamu, tapi kesalahan seperti ini jangan diulangi lagi ya, karena tidak hanya merugikan kamu tapi juga orang lain,' dengan begitu anak tidak akan takut namun juga paham akan kesalahannya," tutur Astrid.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, kegiatan tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak di era modern tidak bisa dilakukan secara parsial. Ancaman yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang holistik, mulai dari keluarga, sekolah, hingga kebijakan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza Digelar Malam Hari, HJKS 2026 Tawarkan Pengalaman Baru Bertajuk Festival of Lights</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-digelar-malam-hari-hjks-2026-tawarkan-pengalaman-baru-bertajuk-festival-of-lights</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-digelar-malam-hari-hjks-2026-tawarkan-pengalaman-baru-bertajuk-festival-of-lights</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya Vaganza diundur. Sebelumnya, dijadwalkan pada 2 Mei,  Festival Rujak Uleg akan digelar pada 9 Mei 2026, sedangkan Surabaya Vaganza berlangsung pada 16 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f7290cab915.webp" length="105444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 20:32:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HJKS, Hari Jadi Kota Surabaya, Surabaya Vaganza, HJKS ke-733, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Atmosfer perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 mulai terasa sejak awal Mei 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot), mulai dari program tiket wisata seharga Rp733 hingga persiapan event ikonik seperti Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza.</p>
<p>Namun, ada satu perubahan mencolok yang menjadi sorotan utama tahun ini. Untuk pertama kalinya, Surabaya Vaganza akan digelar pada malam hari, menghadirkan konsep baru yang lebih atraktif bagi pengunjung.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa perubahan konsep event memang selalu dilakukan setiap perayaan HJKS tiap tahunnya sebagai upaya menghadirkan pengalaman berbeda dan tidak monoton.</p>
<p>"Surabaya Vaganza tahun ini tampil beda. Selain dimeriahkan dengan berbagai instalasi bunga, juga dipadukan dengan permainan lampu," ujar Eri, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Dengan konsep bertajuk “Festival of Lights”, parade yang selama ini identik dengan siang hari akan disulap menjadi pertunjukan visual malam yang mengandalkan permainan lampu, tata cahaya dan instalasi artistik. Inovasi itu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik event, khususnya bagi wisatawan dan generasi muda.</p>
<p>Selain perubahan konsep, Pemkot juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan dua event utama HJKS 2026. Festival Rujak Uleg akan digelar pada 9 Mei 2026, sedangkan Surabaya Vaganza berlangsung pada 16 Mei 2026.</p>
<p>Penjadwalan tersebut mengalami penyesuaian dari rencana awal. Sebelumnya, Surabaya Vaganza dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei, namun diundur sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan Hari Buruh Internasional.</p>
<p>Tak hanya itu, kedua event unggulan tersebut juga telah masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN), yang merupakan kurasi event nasional dari pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Dua acara ini telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara, menguatkan daya saing Surabaya sebagai destinasi event nasional," kata Eri.</p>
<p></p>
<p>Masuknya Surabaya dalam KEN menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata kota. Pemkot pun memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan strategi kolaboratif bersama pelaku industri pariwisata.</p>
<p></p>
<p>Salah satunya melalui kerja sama dengan agen perjalanan dan hotel, yang menghadirkan paket bundling bagi wisatawan. Paket ini mencakup akomodasi sekaligus tiket untuk menyaksikan Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya berharap langkah tersebut mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam menikmati rangkaian HJKS. Lebih jauh, Pemkot Surabaya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan serta perputaran ekonomi daerah melalui rangkaian event tersebut. </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut HJKS, Tiket Destinasi Wisata Kota Pahlawan Cuma Rp733 Sepanjang Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hjks-tiket-destinasi-wisata-kota-pahlawan-cuma-rp733-sepanjang-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hjks-tiket-destinasi-wisata-kota-pahlawan-cuma-rp733-sepanjang-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Angka Rp733 bukan sekadar tarif promosi, melainkan simbol usia Surabaya yang pada 31 Mei 2026 genap 733 tahun. Perhitungan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah 31 Mei 1293, ketika Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol, momen yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f54ae944354.webp" length="81724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 12:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Jadi Kota Surabaya, HJKS, HJKS ke-733, 733, Wisata Murah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sepanjang Mei 2026, harga tiket masuk sejumlah destinasi wisata di Surabaya dipatok hanya Rp733. Program wisata murah itu menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, sekaligus upaya memperluas akses rekreasi bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Angka Rp733 bukan sekadar tarif promosi, melainkan simbol usia Surabaya yang pada 31 Mei 2026 genap 733 tahun. Perhitungan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah 31 Mei 1293, ketika Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol, momen yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Bank Jatim untuk menghadirkan tiket murah di berbagai destinasi unggulan setiap akhir pekan dan hari libur nasional sepanjang Mei. Sejumlah lokasi yang termasuk dalam program itu antara lain:</p>
<ol>
<li>Museum Sepuluh Nopember</li>
<li>Wisata Perahu Kalimas</li>
<li>Taman Hiburan Pantai Kenjeran</li>
<li>Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pengalaman wisata kota melalui bus Surabaya Sightseeing and City Tour yang tetap beroperasi dengan rute ikonik, termasuk program “SSCT Traktiran” setiap Jumat.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa program itu tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan simbolik.</p>
<p></p>
<p>"Momentum HJKS ke-733 kami manfaatkan untuk memperluas akses wisata bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi," ujar Herry saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, skema harga khusus Rp733 diberlakukan dengan kuota terbatas setiap harinya. Tiket dapat dipesan secara daring melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id untuk memastikan proses yang lebih mudah dan transparan. Sementara itu, pembelian langsung di lokasi tetap dibuka untuk destinasi tertentu dengan jumlah terbatas.</p>
<p></p>
<p>Khusus di kawasan mangrove Gunung Anyar, kuota promo bahkan dibatasi hanya untuk 25 pengunjung pertama setiap akhir pekan dan hari libur. Kebijakan tersebut tidak hanya mengatur lonjakan pengunjung, tetapi juga menjaga keberlanjutan wisata berbasis lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Tak hanya harga murah, kami juga menyiapkan pengalaman wisata yang beragam bagi masyarakat," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Program tiket Rp733 itu diproyeksikan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama rangkaian HJKS berlangsung. Dengan meningkatnya mobilitas wisatawan, efek berganda diharapkan mengalir ke berbagai sektor, mulai dari kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi.</p>
<p></p>
<p>"Dengan harga yang sangat terjangkau dan rangkaian event HJKS, Surabaya ingin menjadi destinasi wisata yang inklusif dan ramah di kantong," pungkas Herry.</p>
<p></p>
<p>Melalui strategi itu, perayaan ulang tahun kota tidak lagi sekadar seremoni, tetapi menjadi instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota wisata yang terbuka bagi semua kalangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Red Panda Bakal Hadir di KBS, Imbal Balik Breeding Loan Komodo dengan Jepang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/red-panda-bakal-hadir-di-kbs-imbal-balik-breeding-loan-komodo-dengan-jepang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/red-panda-bakal-hadir-di-kbs-imbal-balik-breeding-loan-komodo-dengan-jepang</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f5417a87e1b.webp" length="40044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 09:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Red Panda, Jepang, iZoo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kebun Binatang Surabaya (KBS) kian memantapkan diri sebagai lokasi wisata di Kota Pahlawan sekaligus lembaga konservasi bertaraf internasional. Setelah menjalin kerja sama peminjaman komodo dengan iZoo Jepang untuk program pengembangbiakan, KBS kini bersiap menerima sejumlah satwa dari Negeri Sakura, salah satunya adalah satwa imut bernama red panda.</p>
<p>Langkah tersebut merupakan babak lanjutan dari kolaborasi konservasi Indonesia–Jepang dengan skema breeding loan, yang tidak hanya berfokus pada pengembangbiakan satwa langka, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan penguatan kualitas pengelolaan kebun binatang.</p>
<p>Skema breeding loan sendri adalah skema peminjaman satwa antar lembaga konservasi untuk tujuan pengembangbiakan terkontrol. Satwa yang dipinjamkan tidak berpindah kepemilikan, negara atau lembaga asal tetap menjadi pemilik, termasuk terhadap keturunan yang dihasilkan selama masa peminjaman. </p>
<p>Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan.</p>
<p>Di antara daftar tersebut, red panda menjadi sorotan utama. Satwa mamalia yang dikenal dengan bulu kemerahan dan wajah khas ini diprediksi akan menjadi magnet baru bagi pengunjung sekaligus memperkaya koleksi satwa eksotik di KBS.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f5418082e43.webp" alt=""></p>
<p>Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk konkret kolaborasi konservasi global, dengan tujuan yang tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik KBS sebagai lokasi wisata, tetapi juga meningkatkan kualitas konservasi.</p>
<p>"Melalui kerja sama ini kami berkomitmen meningkatkan kualitas konservasi, edukasi, serta pengelolaan kebun binatang yang modern dan berkelanjutan. Surabaya to the world, konservasi adalah tanggung jawab bersama," ujar Nurika saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Kedatangan satwa dari Jepang tidak hanya dimaksudkan untuk menambah variasi koleksi, tetapi juga memiliki tujuan ilmiah yang lebih dalam, yakni memperbaiki kualitas genetik populasi satwa di KBS.</p>
<p>Nurika menuturkan, dengan adanya individu baru dari luar negeri, peluang terjadinya perkawinan sedarah dapat diminimalkan, sehingga kesehatan dan keberlanjutan populasi lebih terjaga.</p>
<p>"Jadi tidak sekadar mendatangkan satwa baru, tapi juga memperbaiki kualitas genetik satwa yang sudah ada," jelasnya.</p>
<p>Program itu juga mencerminkan pengelolaan satwa lintas negara yang semakin terintegrasi. KBS tidak lagi hanya berperan sebagai tempat konservasi lokal, melainkan menjadi bagian dari jaringan global yang saling terhubung.</p>
<p>"Ini adalah upaya transformasi KBS menuju lembaga konservasi modern terus didorong agar mampu bersaing di tingkat internasional," ucap Nurika.</p>
<p>Di luar tiga spesies yang telah diumumkan, publik juga dibuat penasaran dengan satu satwa lain yang masih dirahasiakan. Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan petunjuk bahwa akan ada kejutan menarik bagi masyarakat.</p>
<p>"Yang jelas akan menjadi surprise untuk warga Surabaya. Warnanya merah dan bukan reptil," ujar Wali Kota Eri saat momen penandatanganan MoU KBS dengan iZoo, 29 April lalu.</p>
<p>Kehadiran satwa-satwa baru itu diproyeksikan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi KBS sebagai pusat pembelajaran tentang keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan koleksi yang semakin beragam dan berkualitas, KBS diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kaya bagi pengunjung sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>28 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Sudah Berangkat, 38 Kursi Pesawat Tercatat Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/28-persen-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-sudah-berangkat-38-kursi-pesawat-tercatat-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/28-persen-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-sudah-berangkat-38-kursi-pesawat-tercatat-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat, dikarenakan sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f30a7760f26.webp" length="66672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 16:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, PPIH, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga 30 April 2026 terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 12.140 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci atau setara 28 persen dari total rencana tahun ini. </p>
<p></p>
<p>Namun di tengah capaian tersebut, operasional juga mencatat adanya 38 kursi kosong dalam penerbangan yang disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan jemaah hingga kendala teknis.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing ibadah dari KBIHU yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).</p>
<p></p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam membeberkan bahwa secara kumulatif, hingga 29 April 2026 sebanyak 11.003 jemaah telah diberangkatkan dalam 29 kloter. </p>
<p></p>
<p>"Untuk hari ini, tepatnya pada hari ke-10 operasional, terdapat tambahan 1.137 jemaah dari 5 kloter, sehingga total mencapai 12.140 jemaah dalam 32 kloter," ujar Anam, Kamis (30/4/2026) </p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat. Rinciannya, sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong.</p>
<p></p>
<p>"Jadi alasannya berbeda-beda, mayoritas karena ada alasan teknis dan juga perpindahan kloter," jelas Anam.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, dari aspek ketepatan waktu penerbangan, Anam menegaskan bahwa seluruh kloter yang telah diberangkatkan menunjukkan performa optimal. Sebanyak 27 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa adanya keterlambatan maupun percepatan jadwal.</p>
<p></p>
<p>Dari total kloter yang sudah berangkat, komposisi jemaah didominasi perempuan dengan jumlah 6.430 orang, sementara jemaah laki-laki sebanyak 5.710 orang. Selain itu juga diinformasikan bahwa terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Meski terdapat beragam dinamika yang terjadi dalam proses keberangkatan, Anam, memastikan seluruh proses pemberangkatan hingga hari ke-10 operasional berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Kami terus menjaga kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam operasional haji tahun ini. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan adanya beberapa jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Tercatat, terdapat 10 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri atas 8 jemaah sakit, dengan satu di antaranya telah diberangkatkan serta 3 orang pendamping.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, arus kedatangan jemaah masih akan terus berlangsung. Pada 1 Mei 2026, dijadwalkan sebanyak 1.900 jemaah dari 5 kloter akan tiba di asrama haji, yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Malang, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KBS Pinjamkan Sepasang Komodo ke Jepang untuk Program Breeding, Perkuat Konservasi dan Diplomasi Hijau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kbs-pinjamkan-sepasang-komodo-ke-jepang-untuk-program-breeding-perkuat-konservasi-dan-diplomasi-hijau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kbs-pinjamkan-sepasang-komodo-ke-jepang-untuk-program-breeding-perkuat-konservasi-dan-diplomasi-hijau</guid>
<description><![CDATA[ KBS dipilih sebagai mitra karena dinilai konsisten dalam pengelolaan dan pengembangbiakan komodo. Saat ini, populasi komodo di KBS telah mencapai lebih dari 50 ekor, menjadikannya salah satu pusat konservasi penting di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1f92231335.webp" length="104920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 20:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, iZoo, Jepang, Eri Cahyadi, Kementrian Kehutanan, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama internasional dengan iZoo Jepang melalui skema peminjaman sepasang komodo untuk program pengembangbiakan (<em>breeding</em>). Langkah itu menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama lingkungan global.</p>
<p></p>
<p>Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu, 29 April 2026, sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, yang telah diteken pada 28 Maret 2026. </p>
<p></p>
<p>Dalam kesepakatan itu, Indonesia akan meminjamkan satu pasang komodo, jantan dan betina untuk dikembangbiakkan secara terencana di fasilitas iZoo di Kawazu, Shizuoka.</p>
<p></p>
<p>Kerja sama tersebut menjadi yang pertama dalam skema breeding loan komodo, sekaligus bagian dari penguatan diplomasi hijau (green diplomacy) antara Indonesia dan Jepang, yang menitikberatkan pada kolaborasi pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f9478969d.webp" alt=""></p>
<p>Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian komodo sekaligus memperkuat peran KBS di tingkat global.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa melalui pendekatan ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan," unaf Nurika, Rabu (29/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, KBS dipilih sebagai mitra karena dinilai konsisten dalam pengelolaan dan pengembangbiakan komodo. Saat ini, populasi komodo di KBS telah mencapai lebih dari 50 ekor, menjadikannya salah satu pusat konservasi penting di Indonesia. Program breeding sendiri dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memastikan keberlanjutan populasi.</p>
<p></p>
<p>"Jumlah komodo di KBS saat ini kurang lebih di atas 50 ekor. Setiap tahun kami terus melakukan pengembangbiakan secara rutin," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f940bd0af.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, KBS juga menerapkan penanganan khusus pada fase bertelur guna meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan. Telur-telur komodo dipindahkan ke tempat khusus dengan pengawasan ketat agar proses inkubasi berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kami memindahkan telur ke tempat khusus secara hati-hati untuk memaksimalkan proses penetasan," jelas Nurika.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, kerja sama peminjaman satwa itu dinilai penting dalam menjaga keberagaman genetik dan mencegah kepunahan spesies, terutama pada populasi yang berada di luar habitat aslinya.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama ini adalah salah satu cara menjaga jumlah spesies, agar genetik di insitu tersebut tidak sampai punah," tutur Nurika.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f9324a57f.webp" alt=""></p>
<p>Sebelum realisasi pengiriman, kedua pihak juga telah memastikan kesiapan fasilitas di Jepang agar sesuai dengan habitat asli komodo. Pengecekan dilakukan langsung oleh pihak terkait, termasuk kunjungan pejabat Indonesia ke lokasi iZoo.</p>
<p></p>
<p>"Sudah dilakukan pengecekan agar sarana dan prasarana di sana sesuai dengan habitat aslinya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pemerintah, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menegaskan bahwa komodo merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi undang-undang, sehingga setiap bentuk kerja sama harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Komodo merupakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia dan hanya dapat ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujarnya saat hadir mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menekankan bahwa kerja sama ini wajib mematuhi regulasi nasional dan internasional, termasuk ketentuan dalam CITES, serta mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama konservasi seperti ini wajib menjunjung tinggi kesejahteraan satwa serta sejalan dengan regulasi nasional maupun internasional," ucap Munawir.</p>
<p></p>
<p>Secara substansi, kerja sama ini tidak hanya mencakup pengembangbiakan, tetapi juga meliputi pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan edukasi publik berbasis konservasi. Seluruh kegiatan pun harus memenuhi standar animal welfare yang ketat.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai bahwa program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.</p>
<p></p>
<p>"Semoga peminjaman satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat, baik di Surabaya maupun di Jepang," kata Eri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f93808b3d.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga optimistis kolaborasi tersebut akan meningkatkan kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya dengan menghadirkan inovasi dan daya tarik baru.</p>
<p></p>
<p>"Ini tentu berdampak positif bagi sektor pariwisata," tukasnya singkat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak iZoo Jepang menyebut kerja sama ini sebagai hasil dari proses panjang yang telah dirintis selama lebih dari satu dekade. Mereka berkomitmen penuh untuk menjaga dan mengembangbiakkan komodo sesuai standar internasional.</p>
<p></p>
<p>"Kami telah menyiapkan kerja sama ini dengan Indonesia selama lebih dari 10 tahun," ungkap Director of iZoo Jepang, Tsuyoshi Shirawa.</p>
<p></p>
<p>Bagi iZoo, komodo bukan sekadar satwa, melainkan simbol penting Indonesia yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Lebih jauh, kerja sama ini juga dimaknai sebagai jembatan hubungan antara kedua negara, tidak hanya dalam konteks konservasi, tetapi juga persahabatan.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan hanya animal <em>exchange</em>, tetapi juga penghubung antara Jepang dan Indonesia," pungkas Shirawa.</p>
<p></p>
<p>Pasca penandatanganan, KBS akan segera menyiapkan sepasang komodo yang akan dikirim ke Jepang. Namun, proses pengiriman masih menunggu izin resmi dari Presiden Republik Indonesia, mengingat status komodo sebagai satwa dilindungi dengan nilai strategis tinggi.</p>
<p></p>
<p>Dengan kolaborasi ini, KBS tidak hanya memperkuat perannya sebagai lembaga konservasi, tetapi juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, edukasi publik, serta peningkatan daya tarik wisata berbasis pelestarian satwa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepekan Pemberangkatan Haji, 17 Persen Jemaah Embarkasi Surabaya Sudah Terbang ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepekan-pemberangkatan-haji-17-persen-jemaah-embarkasi-surabaya-sudah-terbang-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepekan-pemberangkatan-haji-17-persen-jemaah-embarkasi-surabaya-sudah-terbang-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Terdapat 20 kloter yang diberangkatkan dengan total kumulatif jemaah yang sudah berangkat menjadi 7.593. Dari sisi komposisi, jemaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jumlah jemaah perempuan mencapai 3.973 orang, sementara laki-laki sebanyak 3.620 orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f023af0db8c.webp" length="47976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:04:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Penyelenggaraan ibadah haji dari Embarkasi Surabaya resmi menyelesaikan pekan pertama dengan progres yang terjaga. Hingga hari ke-7 atau per 27 April 2026 kemarin, sebanyak 7.593 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, atau setara 17 persen dari total rencana pemberangkatan tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Capaian tersebut menunjukkan ritme operasional berjalan stabil dan sesuai target. Dari total rencana 44.080 orang yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 H/2026 M, Embarkasi Surabaya secara bertahap telah mengirimkan jemaah dalam puluhan kelompok terbang (kloter) sejak awal keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>Secara rinci, total rencana pemberangkatan terdiri atas 42.109 jemaah haji, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruhnya dibagi dalam 116 kloter untuk memudahkan pengaturan jadwal dan pelayanan.</p>
<p></p>
<p>Jika ditarik ke hari sebelumnya, pada hari ke-7, terdapat 20 kloter yang diberangkatkan dengan total kumulatif jemaah yang sudah berangkat menjadi 7.593. Dari sisi komposisi, jemaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jumlah jemaah perempuan mencapai 3.973 orang, sementara laki-laki sebanyak 3.620 orang.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kelancaran proses, terdapat sejumlah catatan teknis berupa tujuh kursi kosong (open seat). Kondisi ini disebabkan oleh tiga jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit, satu orang yang menunda keberangkatan, serta empat kursi kosong karena faktor teknis.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, aspek ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) menunjukkan hasil maksimal. Seluruh kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa adanya keterlambatan maupun perubahan jadwal.</p>
<p></p>
<p>Namun, di balik proses yang berjalan lancar, terdapat kabar duka dari salah satu jemaah. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengungkapkan bahwa seorang jemaah atas nama Kamariyah dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan dilaporkan wafat.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh jajaran PPIH Embarkasi Surabaya turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Kamariyah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Anam, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, terdapat tiga jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan. Mereka saat ini masih berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum dijadwalkan ulang.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, hingga hari ke-7 ini seluruh proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu," kata Anam.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman, termasuk memberikan perhatian khusus bagi jemaah yang mengalami kendala kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan optimal di embarkasi, sehingga dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, arus kedatangan jemaah ke asrama haji juga masih terus berlangsung. Pada 28 April 2026, dijadwalkan sebanyak 1.140 jemaah dari Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro akan masuk ke asrama dalam tiga kloter. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Hari, 5.252 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-hari-5252-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-telah-diberangkatkan-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-hari-5252-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-telah-diberangkatkan-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Seiring dengan keberangkatan tersebut, arus kedatangan jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga terus berjalan. Hingga hari ke-5, tercatat sebanyak 6.075 orang telah tiba di asrama, terdiri atas 6.005 jemaah dan 70 petugas dalam 16 kloter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec6fa6a9e00.webp" length="49858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 16:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, PPIH, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Memasuki hari kelima operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Embarkasi Surabaya terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, ribuan jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan proses yang berlangsung lancar dan terkendali.</p>
<p>Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya dengan cutoff pukul 10.00 WIB, total sebanyak 5.252 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Mereka tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter) dan didampingi oleh 62 petugas, sehingga total keseluruhan yang telah terbang mencapai 5.314 orang.</p>
<p>Seiring dengan keberangkatan tersebut, arus kedatangan jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga terus berjalan. Hingga hari ke-5, tercatat sebanyak 6.075 orang telah tiba di asrama, terdiri atas 6.005 jemaah dan 70 petugas dalam 16 kloter. Khusus pada hari ini, tambahan kedatangan mencapai 1.137 orang yang berasal dari tiga kloter.</p>
<p>Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenhaj Jatim), sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan adanya proses berlapis.</p>
<p>"Jadi sebagian jemaah yang telah tiba masih menjalani rangkaian persiapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Dengan sistem ini, alur pelayanan dapat berjalan lebih tertata dan terkontrol," ujar Anam, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Selain kelancaran pergerakan jemaah, aspek administrasi juga menjadi perhatian utama. PPIH memastikan seluruh jemaah yang telah diberangkatkan telah menerima Kartu Nusuk secara lengkap, sebagai dokumen penting yang akan digunakan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.</p>
<p>"Seluruh jemaah yang telah diberangkatkan, yaitu sebanyak 5.252 orang, telah menerima Kartu Nusuk secara lengkap," imbuh Anam.</p>
<p>PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan, mulai dari kedatangan jemaah di asrama hingga pemberangkatan ke bandara, dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Anam menambahkan bahwa kordinasi lintas pihak juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas operasional.</p>
<p>"Jadi proses pemberangkatan jemaah hingga saat ini berjalan lancar dan terkendali," pungkasnya.</p>
<p>Hingga hari kelima, tidak terdapat laporan kendala signifikan yang menghambat jalannya operasional. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sistem penyelenggaraan haji di Embarkasi Surabaya berjalan dengan baik dan siap melayani ribuan jemaah lainnya yang akan diberangkatkan dalam beberapa pekan ke depan.</p>
<p>PPIH juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk terus menjaga sinergi dan koordinasi agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung optimal hingga akhir masa pemberangkatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cari Keadilan Lewat Jalur Langit, Advokat KAI Nganjuk Rutinkan Pembacaan Kasidah Burdah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-lewat-jalur-langit-advokat-kai-nganjuk-rutinkan-pembacaan-kasidah-burdah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-lewat-jalur-langit-advokat-kai-nganjuk-rutinkan-pembacaan-kasidah-burdah</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec3c9cb6fb3.webp" length="69582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 13:47:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gema sholawatan, KAI, Rutinan Riyadhi Burdah, Desa Malangsari Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Suasana religius menyelimuti jajaran Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nganjuk saat menggelar pembukaan perdana kegiatan Rutinan Riyadah Salawat Kasidah Burdah. Acara yang dihadiri oleh para praktisi hukum, tokoh agama, dan masyarakat umum ini menjadi momentum spiritual di tengah kesibukan dunia peradilan.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, panggung acara dihiasi dekorasi bunga berwarna-warni sebagai simbol kegembiraan menyambut majelis ilmu dan zikir. Terpampang latar belakang bertuliskan "Rutinan Riyadah Salawat Indah Burdah" yang menjadi identitas baru gerakan religi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. </p>
<p></p>
<p>Kasidah Burdah, karya monumental Imam al-Busiri, dipilih sebagai inti amalan karena diyakini memiliki fadilah (keutamaan) penyembuh dan penenang jiwa.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin profesi advokat tidak hanya tajam dalam membela keadilan di bumi, tetapi juga memiliki sandaran spiritual yang kuat kepada Sang Maha Adil," ujar salah satu pengurus KAI Nganjuk, HM Aris Mujiono, di sela-sela acara, Jumat (24/4/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Hadir di tengah acara yang berlangsung di kediaman HM Aris Mujiono tersebut, Gus M. Zamroji (Khodim MMA) dan Gus Saifullah Cepoko. </p>
<p></p>
<p>Mereka hadir untuk melantunkan ayat suci, zikir, riyadah, serta syiar kasidah, sekaligus menguatkan tali silaturahmi bersama masyarakat Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>HM Aris Mujiono menyatakan bahwa salawat bagi umat Islam merupakan bagian dari perintah Allah SWT dan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p></p>
<p>"Salawat adalah bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT (QS. Al-Ahzab: 56) dan wujud penghormatan serta doa umat Islam untuk Nabi Muhammad SAW," kata HM Aris, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Aris juga menyampaikan bahwa salawat dari Allah bermakna rahmat, dari malaikat bermakna istigfar, dan dari umat bermakna doa, pujian, serta pengagungan. Hal tersebut diyakini membawa berkah, dikabulkannya hajat, dan menjadi amalan yang pasti diterima.</p>
<p></p>
<p>"Sebagaimana pandangan jumhur mayoritas ulama yang bersumber dari penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, salawat dari Allah adalah rahmat, salawat dari malaikat adalah istigfar, dan salawat dari umat adalah doa atau pujian seperti yang malam ini kita lakukan bersama," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Aris turut memberikan apresiasi kepada panitia pembukaan rutinan riyadah yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Kegiatan tersebut rencananya digelar setiap malam Sabtu agar memancarkan kesejukan, ketenteraman, serta keberkahan bagi masyarakat Malangsari dan segenap bangsa Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Semoga malam ini menjadi malam yang bersejarah bagi kita, karena menjadi pembukaan pertama dari rangkaian rutinan riyadah yang insyaallah akan konsisten kita laksanakan setiap malam Sabtu," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Pimpinan Majelis Munajad Al-ghisni (MMA), Gus M. Zamroji, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, memohon syafaat Nabi, dan meraih keberkahan. Selain itu, kegiatan ini diniatkan untuk memperkuat basis kerukunan serta kesatuan hati seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global.</p>
<p></p>
<p>"Rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini diadakan pertama kali di kediaman HM Aris Mujiono, Dusun Krajan, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom. Insyaallah rutin dilaksanakan tiap malam Sabtu," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jarak Hotel Maksimal 10 Menit dari Masjid Nabawi, Akomodasi Haji 2026 Makin Dekat dan Nyaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jarak-hotel-maksimal-10-menit-dari-masjid-nabawi-akomodasi-haji-2026-makin-dekat-dan-nyaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jarak-hotel-maksimal-10-menit-dari-masjid-nabawi-akomodasi-haji-2026-makin-dekat-dan-nyaman</guid>
<description><![CDATA[ Selain lokasi yang strategis, fasilitas hotel yang disiapkan juga telah memenuhi standar internasional. Setiap kamar diisi oleh tiga hingga enam orang, dengan layanan konsumsi tiga kali sehari, lengkap dengan minuman serta perlengkapan dasar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec2b6f38b32.webp" length="60510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 11:48:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Setiap tahun, kualitas penyelenggaraan ibadah haji terus didorong untuk semakin baik, mulai dari layanan keberangkatan hingga fasilitas yang diterima jemaah di Tanah Suci. Salah satu aspek yang mengalami peningkatan signifikan tahun ini adalah akomodasi di Madinah, terutama dari sisi lokasi hotel yang semakin dekat dengan Masjid Nabawi.</p>
<p></p>
<p>Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh hotel yang ditempati jemaah Indonesia tahun ini berada dalam radius yang sangat terjangkau dari Masjid Nabawi. Bahkan, akses menuju masjid kini bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki dalam waktu singkat, sehingga memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Tugas dan Fungsi Akomodasi Sektor 3 Madinah, Agus Khudlori, mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Rata-rata hotel yang ada di kita itu paling jauh 10 menit dari masjid, sehingga kemudian jemaah bisa mengakses dengan mudah dan cepat," kata Agus, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, bahkan terdapat hotel yang jaraknya hanya sekitar tiga hingga empat menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi. Kondisi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia, karena tidak memerlukan tenaga ekstra atau ketergantungan pada transportasi.</p>
<p></p>
<p>Selain lokasi yang strategis, fasilitas hotel yang disiapkan juga telah memenuhi standar internasional. Setiap kamar diisi oleh tiga hingga enam orang, dengan layanan konsumsi tiga kali sehari, lengkap dengan minuman serta perlengkapan dasar hotel yang menunjang kenyamanan selama berada di Madinah.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan layanan juga menyasar kelompok jemaah prioritas. PPIH menyiapkan tim khusus Lansia dan Disabilitas (Landis) yang siaga membantu kebutuhan jemaah, termasuk dalam mobilitas menuju Masjid Nabawi.</p>
<p></p>
<p>"Tim kami di hotel terutama dari tim lansia dan disabilitas selalu siap untuk mengantarkan jemaah kapan pun mereka butuh untuk beribadah ke masjid," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, pengelolaan barang bawaan jemaah juga dibuat lebih efisien. Meski koper besar diangkut terpisah dari bus jemaah, petugas memastikan barang tersebut tetap tiba dalam waktu yang tidak lama, biasanya hanya berselang satu hingga dua jam setelah jemaah sampai di hotel.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi manajemen, proses penempatan kamar tahun ini juga dinilai lebih cepat dan tertata berkat penggunaan sistem berbasis data Sidhu. Sistem ini memudahkan petugas dalam melakukan plotting kamar sehingga distribusi jemaah menjadi lebih rapi dan terorganisir.</p>
<p></p>
<p>"Saya rasa tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai peningkatan tersebut, layanan akomodasi haji di Madinah tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga kemudahan akses ibadah bagi jemaah. Kedekatan hotel dengan Masjid Nabawi menjadi salah satu faktor kunci yang membuat pengalaman ibadah jemaah tahun ini diharapkan semakin optimal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Gerobak Cilok ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Lansia 85 Tahun Asal Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-gerobak-cilok-ke-tanah-suci-kisah-perjuangan-lansia-85-tahun-asal-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-gerobak-cilok-ke-tanah-suci-kisah-perjuangan-lansia-85-tahun-asal-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Di usia 85 tahun, penjual cilok keliling asal Pasuruan ini akhirnya berangkat haji setelah bertahun-tahun menabung dari penghasilan harian Rp50 ribu, membuktikan tekad mampu mengalahkan keterbatasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec116e5da28.webp" length="24672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 08:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Kisah Haji, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Memasuki hari-hari awal pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya 2026, beragam kisah inspiratif mulai bermunculan dari para jemaah. Di balik ribuan orang yang berangkat ke Tanah Suci, terselip cerita perjuangan panjang yang sarat makna, salah satunya datang dari seorang penjual cilok keliling asal Kota Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Mislicha Kasib (85), jemaah tertua di Kloter 10 Embarkasi Surabaya, yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menunaikan ibadah haji. </p>
<p></p>
<p>Sehari-hari, Mislicha berjualan cilok keliling di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, Pasuruan. Dari usaha sederhana itu, ia menyusun mimpi besarnya sedikit demi sedikit, menabung dengan disiplin selama bertahun-tahun.</p>
<p></p>
<p>Dengan penghasilan harian sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu, Mislicha menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari untuk tabungan haji. Ia juga mengikuti arisan sebagai tambahan ikhtiar mengumpulkan biaya. </p>
<p></p>
<p>Upaya yang tampak kecil itu, jika dilakukan secara konsisten, akhirnya membuahkan hasil. Pada 2017, ia berhasil mendaftar haji dengan setoran awal sebesar Rp25 juta.</p>
<p></p>
<p>Perjalanan hidup Mislicha sendiri tidaklah mudah. Setelah ditinggal wafat suaminya, ia harus membesarkan delapan anak seorang diri. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Di tengah keterbatasan, ia tetap bekerja, menabung, dan menjaga tekad untuk suatu hari bisa berangkat ke Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Kini, di usia 85 tahun, kesempatan itu akhirnya tiba. Mislicha tergabung dalam Kloter 10 dan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis (23/4/2026). Terkini, ia telah berangkat menuju Tanah Suci pada Jumat (24/4/2026) malam kemarin melalui Bandara Internasional Juanda bersama rombongan jemaah lainnya.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji, Abdul Haris mengungkapkan bahwa perjalanan Mislicha tidak sendiri. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang turut berangkat melalui skema penggabungan mahram setelah mendaftar pada 2020. </p>
<p></p>
<p>"Iya, kemarin malam sudah berangkat, dan didampingi sang anak yang akan membantu aktivitas ibadah di tanah suci," ujar Haris, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Haris juga menegaskan bahwa keberangkatan kloter 10 berlangsung dalam kondisi penuh tanpa kursi kosong.</p>
<p></p>
<p>"Kloter 10 juga berangkat dalam kondisi penuh tanpa open seat. Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji," tandas Haris.</p>
<p></p>
<p>Embarkasi Surabaya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, termasuk kelompok lanjut usia seperti Mislicha. Berbagai skema pendampingan dan fasilitas disiapkan untuk memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.</p>
<p></p>
<p>Di tengah ribuan jemaah yang diberangkatkan tahun ini, kisah seorang penjual cilok berusia 85 tahun itu menjadi pengingat bahwa panggilan haji bisa datang kepada siapa saja,bbahkan dari mereka yang memulainya dengan langkah kecil, namun penuh tekad, disiplin, dan keyakinan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siap Datangkan Satwa dari Jepang, Renovasi KBS Ditarget Rampung Tahun Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siap-datangkan-satwa-dari-jepang-renovasi-kbs-ditarget-rampung-tahun-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siap-datangkan-satwa-dari-jepang-renovasi-kbs-ditarget-rampung-tahun-ini</guid>
<description><![CDATA[ Selain penambahan satwa, renovasi KBS juga difokuskan pada penataan pintu masuk serta ruang terbuka di area depan untuk menciptakan kesan lebih rapi, terbuka, dan ramah bagi pengunjung sejak pertama kali datang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb40e9f2702.webp" length="111382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Pemkot Surabaya, Satwa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Proses renovasi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang telah dikerjakan bertahap sejak tahun lalu terus digarap. Kini, penguatan daya tarik dilakukan dengan penambahan satwa baru hasil kerja sama internasional, seiring target penyelesaian renovasi pada tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan pembenahan KBS tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kualitas koleksi satwa. Ia menyebut, kolaborasi dengan Jepang menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Kita ada kerja sama dengan Jepang ya. Maka kita juga mendapatkan binatang-binatang satwa-satwa yang baru," ujar Eri saat meninjau KBS, Jumat (24/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, selain penambahan satwa, perubahan tampilan KBS juga akan terlihat signifikan setelah renovasi rampung. Ia menargetkan kawasan wisata legendaris tersebut menjadi lebih menarik dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>*KBS nanti akan berubah dan menjadi lebih menarik untuk wisatawan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Fokus renovasi sendiri berada pada penataan pintu masuk serta ruang terbuka di area depan KBS. Perubahan ini dirancang untuk menciptakan kesan lebih rapi, terbuka, dan ramah bagi pengunjung sejak pertama kali datang.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa kondisi tampilan luar KBS saat ini dinilai masih belum tertata optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kemarin kan ada pos polisi biasanya di depan itu, sudah kita minta untuk geser. Ini nanti area taman akan menyatu dengan area gerbang utamanya KBS ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, konsep baru akan mengedepankan ruang terbuka yang terintegrasi antara taman, gerbang utama, hingga area patung di depan KBS. Penataan ini juga akan mengubah kawasan depan menjadi area khusus pejalan kaki.</p>
<p></p>
<p>"Lebih ke merapikan aja desainnya. depan sama pintu masuk di dua titik. Untuk area depan nanti akan kita rapikan depannya fasadnya akan kita sesuaikan nanti," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kendaraan nantinya tidak lagi diperbolehkan melintas di area depan KBS, guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Jadi area patung dengan area KBS nanti akan menyatu. Dibuka tapi khusus untuk pedestrian jadi kendaraan enggak boleh lewat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Renovasi yang dilakukan tergolong peremajaan ringan atau minor, dengan fokus pada penataan taman, fasad, dan ruang terbuka. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya juga menggandeng investor untuk mendukung pembenahan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Karena pekerjaannya relatif minor," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan estimasi pengerjaan sekitar enam bulan, Pemkot optimistis wajah baru KBS dapat segera dinikmati masyarakat sebelum akhir tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mikutopia Kembangkan Wisata Edukasi Jamur Sebagai Stimulus Pergerakan Perekonomian Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kembangkan-wisata-edukasi-jamur-sebagai-stimulus-pergerakan-perekonomian-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kembangkan-wisata-edukasi-jamur-sebagai-stimulus-pergerakan-perekonomian-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Program edukasi jamur yang dikembangkan Mikutopia menunjukkan pergeseran arah pariwisata ke model yang lebih berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Jika konsisten dijalankan, konsep ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga memperkuat peran warga sebagai pelaku utama dalam ekosistem ekonomi lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6def490be3.webp" length="56708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 11:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu mulai mengarah pada konsep eduwisata berbasis komunitas. Melalui program Mikutopia Mushroom Edu Experience, pengelola tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman belajar budidaya jamur yang melibatkan langsung masyarakat sekitar.</p>
<p>Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani pada Selasa (21/4/2026) menegaskan program ini dikembangkan bersama kelompok warga yang tergabung dalam Sahabat Mikutopia.</p>
<p>"Keterlibatan mereka menjadi bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pertumbuhan destinasi wisata. pendekatan ini sengaja dirancang untuk menciptakan ekosistem wisata yang lebih inklusif dan tujuannya agar masyarakat ikut berkembang dengan destinasi wisata baru kami," urainya.</p>
<p>Dalam program ini, pengunjung diajak mengenal dunia jamur secara menyeluruh. Mulai dari jenis jamur konsumsi, jamur obat, hingga jamur beracun, semuanya diperkenalkan dalam sesi edukasi yang dikemas interaktif.</p>
<p>Tidak hanya teori, peserta juga diajak melihat langsung proses budidaya menggunakan media tanam baglog. Pendekatan praktik ini membuat pengalaman belajar lebih aplikatif dan mudah dipahami, terutama bagi pelajar dan keluarga.</p>
<p>"Untuk anak-anak, kegiatan dikemas lebih ringan dan kreatif. Mulai dari mewarnai gambar jamur, mengenal bentuk dan warna, hingga aktivitas edukatif sederhana yang dirancang agar tetap menyenangkan," imbuhmya.</p>
<p>Di sisi lain, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Keterlibatan mereka dalam operasional kegiatan menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak langsung dari sektor pariwisata terhadap masyarakat sekitar.</p>
<p>Sehingga dengan adanya program baru ini upaya dalam mengembangkan potensi ekonomi dan bisa memberi dampak langsung dimana warga berkembang, anak-anak bisa belajar, dan pengunjung mendapat pengalaman baru. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Risti Ditekan di Bawah 30 Persen, Kesehatan Jemaah Haji Surabaya  Terkendali Jelang Musim Haji 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/risti-ditekan-di-bawah-30-persen-kesehatan-jemaah-haji-surabaya-terkendali-jelang-musim-haji-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/risti-ditekan-di-bawah-30-persen-kesehatan-jemaah-haji-surabaya-terkendali-jelang-musim-haji-2026</guid>
<description><![CDATA[ Jelang keberangkatan 22 April, kesehatan jemaah haji Surabaya kian terkendali dengan risti ditekan di bawah 30 persen, menandai kesiapan lebih baik dibanding musim haji sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e625cbdd3a4.webp" length="39434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 21:10:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Musim Haji, Haji 2026, Risti, PPIH Surabaya, Asrama Haji, Embarkasi Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang dimulainya musim haji 2026 dengan keberangkatan perdana pada 22 April, kondisi kesehatan jemaah di Embarkasi Surabaya menunjukkan kesiapan yang semakin matang. Indikator paling menonjol terlihat dari keberhasilan menekan angka jemaah risiko tinggi (risti) hingga di bawah 30 persen, menandakan kondisi jemaah tahun ini lebih terkendali dibanding sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Rosidi Roslan, menyebut mayoritas jemaah yang akan diberangkatkan telah memenuhi syarat istitha’ah atau layak secara kesehatan, baik dari sisi fisik maupun mental. Total sebanyak 43.200 jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam 116 kloter dinilai berada dalam kondisi yang lebih siap.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi kesehatan jemaah haji sekarang lebih bagus. Risikonya bisa kita kendalikan, mungkin kurang dari 30 persen yang masuk kategori risti," ujar Roslan, Senin (20/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Penurunan angka risti ini tidak terjadi secara instan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi adalah proses seleksi kesehatan yang dilakukan lebih ketat sejak di daerah asal. Dengan penyaringan yang lebih optimal, jemaah yang berangkat benar-benar telah melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan sejak awal.</p>
<p></p>
<p>Indikator lain yang terlihat di lapangan adalah berkurangnya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda saat memasuki Asrama Haji Surabaya. Kondisi ini mencerminkan tingkat kebugaran jemaah yang relatif lebih baik dibanding musim haji sebelumnya, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas kesiapan fisik.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pengawasan kesehatan tidak lantas dilonggarkan. BBKK Surabaya terus memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil hingga hari keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami imbau kondisi kesehatan terus dijaga. Jangan sampai saat mendekati keberangkatan justru memburuk," tutur Rosan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kesiapan tersebut, lebih dari 20 tenaga medis disiagakan setiap hari di asrama haji. Mereka terdiri dari dokter, perawat, tenaga farmasi, hingga petugas administrasi yang bertugas memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Selain itu, dukungan ambulans dan jejaring fasilitas kesehatan di Jawa Timur juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya fokus pada penanganan, aspek pencegahan juga menjadi prioritas. Seluruh jemaah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis dan polio sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, vaksin influenza turut dianjurkan sebagai perlindungan tambahan, mengingat tingginya potensi penularan penyakit dalam kerumunan besar selama pelaksanaan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai langkah tersebut, Embarkasi Surabaya optimistis kondisi kesehatan jemaah dapat tetap terjaga hingga keberangkatan, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026 secara menyeluruh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik 90 Menit ke Bandara, PPIH Surabaya Matangkan Simulasi Layanan Jemaah Jelang Haji 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-90-menit-ke-bandara-ppih-surabaya-matangkan-simulasi-layanan-jemaah-jelang-haji-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-90-menit-ke-bandara-ppih-surabaya-matangkan-simulasi-layanan-jemaah-jelang-haji-2026</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang kedatangan jemaah 21 April, PPIH Surabaya membidik 90 menit perjalanan ke bandara lewat simulasi Mecca Route, demi memastikan keberangkatan haji 2026 berlangsung cepat dan lancar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e621d2cfc4e.webp" length="53776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:40:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Musim Haji, Haji 2026, PPIH Surabaya, Asrama Haji, Embarkasi Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang dimulainya musim haji 2026 yang ditandai dengan masuknya jemaah ke asrama mulai 21 April, berbagai persiapan terus dimatangkan. Di Surabaya, salah satu titik krusial pemberangkatan, simulasi layanan digelar untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat, tertib, dan efisien, terutama saat mobilisasi jemaah menuju bandara yang dijadwalkan mulai pada besok, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi layanan <em>Mecca Route</em> sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum kedatangan jemaah. Simulasi itu menjadi uji coba menyeluruh terhadap alur pelayanan, mulai dari kedatangan di asrama hingga keberangkatan ke bandara.</p>
<p>Dalam simulasi tersebut, PPIH menetapkan target waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda harus dapat dicapai dalam waktu maksimal 90 menit. Target tersebut dinilai krusial untuk menjaga ketepatan jadwal penerbangan sekaligus kenyamanan jemaah.</p>
<p>Untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan, simulasi dilakukan dengan mengerahkan 10 bus yang merepresentasikan pergerakan jemaah dalam jumlah besar. Skema ini dirancang agar seluruh potensi kendala dapat terdeteksi sejak awal, termasuk koordinasi antarpetugas dan manajemen waktu keberangkatan.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, memastikan bahwa secara umum tidak ada perubahan besar dalam alur pelayanan haji tahun ini. Namun, terdapat beberapa penyempurnaan yang menjadi perhatian utama.</p>
<p>"Secara umum alur pelayanan tidak ada perubahan. Tetapi tahun ini ada penambahan proses distribusi kartu Nusuk yang menjadi bagian dari layanan Mecca Route bagi jemaah," jelas Anam, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, kartu Nusuk menjadi elemen penting dalam sistem layanan di Arab Saudi, yang akan memudahkan identifikasi serta akses jemaah selama menjalankan ibadah.</p>
<p>Selain itu, skema <em>fast track</em> yang telah diterapkan pada tahun sebelumnya tetap digunakan. Sistem ini memungkinkan seluruh proses keimigrasian diselesaikan di embarkasi, sehingga setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan tambahan.</p>
<p>"Seluruh proses keimigrasian telah dirampungkan di embarkasi. Sehingga waktu jemaah tiba di Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan," terang Anam.</p>
<p>Di sisi lain, PPIH juga menegaskan bahwa aturan terkait barang bawaan tidak mengalami perubahan. Jemaah tetap dilarang membawa barang-barang berbahaya, terutama di dalam tas kabin, guna menjaga keamanan penerbangan.</p>
<p>"Barang-barang yang mengandung bahan korosif, korek api aerosol, senjata tajam, saya kira tidak bisa dibawa di tas kabin," jelas Anam.</p>
<p>Tak hanya aspek transportasi dan administrasi, perhatian juga diberikan pada layanan konsumsi jemaah. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya (BBKK) turut melakukan sosialisasi kepada para penjamah makanan untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.</p>
<p>Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup bahan makanan hingga lingkungan sekitar.</p>
<p>"Penjamah makanan harus dalam kondisi sehat dan menjaga higienitas saat mengolah makanan," imbuh Roslan.</p>
<p>Selain itu, pemeriksaan kesehatan seperti swab juga dilakukan untuk memastikan para petugas makanan bebas dari penyakit yang berpotensi menular melalui konsumsi.</p>
<p>Dengan simulasi yang digelar menjelang kedatangan jemaah pada 21 April, PPIH Embarkasi Surabaya berharap seluruh proses pemberangkatan dapat berjalan sesuai target, termasuk memastikan mobilisasi jemaah menuju bandara tetap dalam batas waktu 90 menit yang telah ditetapkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Beauty of Balai Pemuda Surabaya”, Ratusan Pelukis Melukis Bersama Sambut Hari Kartini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beauty-of-balai-pemuda-ratusan-pelukis-melukis-bersama-sambut-hari-kartini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beauty-of-balai-pemuda-ratusan-pelukis-melukis-bersama-sambut-hari-kartini</guid>
<description><![CDATA[ Jelang Hari Kartini, sekitar 250 pelukis memadati Balai Pemuda Surabaya sembari melukis langsung Arumi Bachsin dan Marcella Zalianty dalam acara Beauty of Balai Pemuda Surabaya yang digelar oleh Sanggar Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4885369483.webp" length="71586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 15:32:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sanggar Merah Putih, Galeri Merah Putih, GMP, Hari Kartini, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Menjelang peringatan Hari Kartini yang jatuh pada pekan ini, berbagai cara dilakukan masyarakata. Di Surabaya, paraseniman merayakan dengan menggelar kegiatan melukis bersama ditempat atau on the spot (OTS) di pelataran Balai Pemuda.</p>
<p>Ratusan pelukis dari berbagai daerah berkumpul dalam ajang “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang digelar oleh Sanggar Merah Putih dan Galeri Merah Purih (GMP). Mereka melukis secara langsung dengan menghadirkan dua figur publik sebagai model, yakni Arumi Bachsin Emil Dardan dan artis Marcella Zalianty.</p>
<p><strong>Antusiasme Ratusan Pelukis, OTS Jadi Daya Tarik</strong></p>
<p>Ketua Sanggar Merah Putih sekaligus ketua GMP, Cak Anis, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi seniman terhadap Balai Pemuda sebagai ruang berkesenian di Surabaya. Ia menyebut konsep melukis langsung dengan model seperti ini tergolong jarang digelar.</p>
<p>"Acara ini tema Hari Kartini, kita menghadirkan dua model partisipan untuk dilukis teman-teman. Ini acara yang langka, dan dua partisipan ini layak dijadikan model," ujar Anis saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4884dc0c51.webp" alt=""></p>
<p>Dalam waktu singkat, jumlah peserta membludak. Awalnya dibatasi 197 orang karena kebutuhan teknis perihal pembuatan sertifikat, namun karena pendaftaran terus dibuka hingga hari-h, akhirnya pendaftar terus bertambah hingga mencapai sekitar 200–250 peserta.</p>
<p>"Ini kita umumkan sekitar 10 hari yang lalu, dan yang sudah terdaftar ada di angka 197. Tapi yang ikut akhirnya bisa 200 sampai 250. Jadi acara ini mungkin OTS dengan model yang pesertanya terbanyak," kata dia.</p>
<p>Anis mengungkapkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Banyuwangi, Madura, hingga luar Jawa Timur seperti Yogyakarta, Wonosobo, bahkan Maluku Utara.</p>
<p>Hasil karya para peserta nantinya tidak berhenti di lokasi acara. Lukisan akan dikumpulkan, dikurasi, dan dipamerkan di Galeri Merah Putih serta galeri basement di kawasan Alun-Alun Surabaya.</p>
<p><strong>Kolaborasi dengan Pemkot, GMP Tidak Berpolemik di Balai Pemuda</strong></p>
<p>Cak Anis menegaskan bahwa kegiatan kali ini adalah hasil kolaborasi dengan Pemkot Kota Surabaya selaku pemberi fasilitas. Selain itu, kegiatan tersebut juga menggandeng Pemprov Jatim, yang mana istri Wagub Jatim Emil juga dihadirkan untuk menjadi model lukis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4886b43a8e.webp" alt=""></p>
<p>"Ini bukan acaranya Pemkot, tapi kami difasilitasi. Kami bekerja sama dengan Pemkot, juga ada dukungan dari pihak lain juga seperti Tesla selaku pihak yang menyediakan cat untuk oara pelukis," ujarnya.</p>
<p>Di tengah polemik yang belakangan mencuat terkait pengelolaan Balai Pemuda, Anis mewakili GMP memilih untuk tidak memperuncing persoalan. Menurutnya, kegiatan ini justru menjadi bukti bahwa ruang tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk kesenian.</p>
<p>"Saya berharap tidak ada masalah. Kami tidak ada masalah dengan Pemkot atau pihak manapun, dan saya harap kalau ada pihak lain yang masih berpolemik agar bisa segera selesai," katanya.</p>
<p>Cak Anis yang berkecimpung di Balai Pemuda sejak 1973 juga menegaskan bahwa sejak lama Balai Pemuda dikenal sebagai “oase kesenian” yang harus tetap hidup untuk berbagai cabang seni, tidak hanya seni lukis tetapi juga teater, tari, dan pertunjukan lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4885ce1a10.webp" alt=""></p>
<p><strong>Emil Dardak: Balai Pemuda Milik Semua</strong></p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir mendampingi istrinya sebagai model, menilai kegiatan yang digelar oleh GMP menunjukkan bahwa Balai Pemuda masih menjadi pusat aktivitas seni di Surabaya.</p>
<p>"Balai Pemuda ini adalah episentrum Surabaya. Kita ingin tempat ini jadi milik semua kalangan," ujar Wagub yang akrab disapa Kang Emil itu.</p>
<p>Menurutnya, suasana informal dalam kegiatan melukis bersama itu justru menghadirkan kedekatan antar pelaku seni, pemerintah dan juga masyarakat.</p>
<p>"Dengan kemasan yang informal, suasananya jadi lebih gayeng dan penuh kekeluargaan," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e48998084be.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menekankan bahwa keberadaan ruang seni seperti ini penting untuk membangun karakter dan estetika kota yang tidak bisa hanya dibentuk melalui konsep atau teori semata.</p>
<p><strong>Ruang Ekspresi Tanpa Batas</strong></p>
<p>Sebagai salah satu model, Marcella Zalianty yang datang dari Jakarta mengaku terkesan dengan konsep acara yang dinilainya unik dan inklusif. Ia hadir memenuhi undangan budayawan yang juga mentornya, Erros Djarot yang turur hadir dalam acara tersebut.</p>
<p>"Ini ruang ekspresi. Saya senang sekali bisa hadir dan bertemu para pelukis dari berbagai daerah," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberagaman peserta yang tidak hanya datang dari berbagai wilayah, tetapi juga melibatkan pelukis dengan kebutuhan khusus.</p>
<p>"Ada peserta disabilitas juga. Jadi semua bisa berkarya tanpa batas," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e488a537eea.webp" alt=""></p>
<p>Marcella bahkan sempat terkejut dengan antusiasme peserta yang mendekat untuk mengambil foto dirinya saat berpose, yang kemudian ia ketahui bahwa para seniman mengambil gambar dirinya untuk mendapatkan referensi lukisan yang lebih detail.</p>
<p>"Mereka butuh melihat lebih dekat untuk menangkap ekspresi. Itu menarik sekali melihat para seniman sampai seantusias itu," tuturnya.</p>
<p><strong>Pemkot Dorong "<em>Beauty of Balai Pemuda Surabaya</em>" Jadi Agenda HJKS</strong></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menyebut kegiatan yang digelar oleh GMP sebagai bentuk kolaborasi positif antara komunitas seni dan pemerintah.</p>
<p>"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Merah Putih yang berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya," ujarnya.</p>
<p>Ia bahkan membuka peluang agar acara serupa masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada tahun mendatang. Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam acara tersebut menunjukkan bahwa agenda melukis OTS juga diminati masyarakat Kota Pahlawan.</p>
<p>"Kami berharap tahun depan bisa masuk agenda HJKS agar lebih banyak lagi yang berpartisipasi dan lebih memeriahkan rangkaian HJKS yang berjalan sampai sebulan penuh," katanya.</p>
<p>Terkait polemik yang sempat mencuat, Herry menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat adanya persoalan mendasar antara pemerintah dan seniman. Menurutnya hanya beberapa pihak saja yang berselisih paham dan merasa kegiatan yang digelar oleh GMP sebagai bukti hubungan Pemkot Surabaya dan seniman baik-baik saja.</p>
<p>"Kami merasa tidak pernah ada polemik. Yang penting komunikasi selalu dijaga dan kolaborasi," ujarnya.</p>
<p><strong>Balai Pemuda Tetap Hidup di Tengah Dinamika</strong></p>
<p>Sebagai salah satu ruang seni yang bernaung di Balai Pemuda, Galeri Merah Putih sendiri menjadi galeri milik pemerintah kota Surabaya dengan ukuran terkecil, namun memiliki aktivitas paling padat. Dalam setahun, ruang berukuran sekitar 8 x 4,5 meter itu mampu menggelar hingga 39–40 pameran, menjadikannya salah satu titik paling aktif dalam ekosistem seni rupa di Surabaya.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa geliat seni rupa di Surabaya tetap hidup dan produktif. Meski dinamika terkait pengelolaan Balai Pemuda belum sepenuhnya mereda, kegiatan seperti melukis bersama dan galeri yang aktif, menunjukkan bahwa semangat berkesenian para pelaku seni tidak surut, dan justru terus tumbuh dan menemukan ruangnya sendiri. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Kasus Kekerasan Anak Digital, KPA Milenial Surabaya Hadir Jadi “Jembatan Curhat”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kasus-kekerasan-anak-digital-kpa-milenial-surabaya-hadir-jadi-jembatan-curhat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kasus-kekerasan-anak-digital-kpa-milenial-surabaya-hadir-jadi-jembatan-curhat</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan KPA Milenial Surabaya diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih ramah dan aman bagi anak, yang fokus menjadi jembatan curhat agar anak lebih nyaman melapor dan mendapatkan perlindungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e24363025d5.webp" length="43454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 21:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Armuji, Cak Ji, KPA Milenial Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang kini semakin banyak terjadi di ranah digital mendorong lahirnya pendekatan baru dalam perlindungan anak. Di Surabaya, hal itu ditandai dengan pengukuhan pengurus Komnas Anak Surabaya sekaligus pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Milenial Surabaya pada Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri atau akrab disapa Kak Iful, menegaskan bahwa pembentukan KPA Milenial Surabaya merupakan respons atas perubahan zaman yang menuntut pendekatan lebih adaptif, terutama dalam menghadapi ancaman berbasis teknologi.</p>
<p></p>
<p>"Kami yang sudah senior ini disebutnya generasi ‘kolonial’, artinya generasi lama ini harus menggandeng teman-teman yang lebih fresh, yang lebih profesional, cekatan, dan memahami kondisi lingkungan saat ini," ujarnya sembari berseloroh, jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tantangan perlindungan anak kini tidak lagi hanya terjadi secara fisik, melainkan telah merambah ke ruang digital. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kekerasan seksual berbasis online (KSBO), termasuk penyalahgunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), serta maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e2438600f8d.webp" alt=""></p>
<p>Berangkat dari kondisi tersebut, Komnas PA Surabaya membentuk KPA Milenial Surabaya sebagai lembaga pendamping dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.</p>
<p></p>
<p>"Di Komnas Anak Milenial ini ada konsultan adiksi untuk pecandu narkoba, tim advokasi, juga bidang seni dan budaya, termasuk pengembangan bakat minat anak. Jadi ini bukan sekadar simbolik, tapi benar-benar disiapkan untuk menjawab kebutuhan anak-anak saat ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan KPA Milenial Surabaya diharapkan mampu menciptakan ruang aman bagi anak, terutama perempuan yang selama ini kerap menjadi korban namun masih kesulitan mendapatkan pendampingan, termasuk dalam proses rehabilitasi.</p>
<p></p>
<p>"Hal yang paling pasti, jangan takut untuk melapor. Komnas Anak selalu ada untuk anak Surabaya, mulai dari pendekatan, pendampingan, sampai membentuk anak-anak yang hebat," tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e2439e1b3e9.webp" alt=""></p>
<p>Untuk memperkuat layanan tersebut, Komnas PA Surabaya juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit seperti RSUD Dr. Soetomo dan RS Bhayangkara Surabaya, hingga aparat penegak hukum dan organisasi advokat.</p>
<p></p>
<p>"Komnas Perlindungan Anak ini tidak bisa berjalan sendiri sebagai superman. Kekuatan kami ada di super team," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua KPA Milenial Surabaya yang baru saja dilantik, Adinda, menekankan bahwa kehadiran pihaknya menjadi jembatan komunikasi antara anak-anak dengan lembaga perlindungan, terutama dalam mengatasi hambatan psikologis akibat perbedaan usia.</p>
<p></p>
<p>"Kita sadar, terkadang kalau jarak umur terlalu jauh, itu mempengaruhi kenyamanan untuk konsultasi atau sekadar ngobrol. Harapannya, Komnas Milenial ini bisa menjangkau anak-anak yang mungkin merasa tidak enak berbicara dengan yang usianya jauh di atasnya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, fokus utama KPA Milenial Surabaya adalah memastikan anak-anak terbebas dari kekerasan, termasuk penyimpangan seksual yang marak terjadi di ruang digital.</p>
<p></p>
<p>"Tema hari ini juga soal stop kekerasan pada anak. Harapannya ke depan, anak-anak benar-benar bisa terlindungi dari hal-hal yang menyimpang, terutama yang ada di online," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Disisi lain, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji yang juga ikut hadir dalam acara pengukuhan, menyambut baik dan menilai kehadiran Komnas PA Surabaya serta KPA Milenial Surabaya menjadi langkah penting dalam menjawab kompleksitas persoalan anak di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>"Persoalan anak di Surabaya ini sangat kompleks, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun sosial. Hal-hal seperti ini pasti akan terus terjadi dan butuh perhatian serius," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberadaan dua lembaga tersebut dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.</p>
<p></p>
<p>"Mereka bisa curhat, bisa mengadu, baik persoalan internal maupun yang mereka rasakan secara umum," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan Komnas PA dan KPA Milenial Surabaya, terutama dalam menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada laporan ke Pemkot, tentu kami bukan spesialisnya. Maka ke depan bisa kita kolaborasikan antara dinas-dinas dengan Komnas PA, supaya anak-anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Armuji berharap keberadaan Komnas PA Surabaya dan KPA Milenial Surabaya dapat semakin dikenal masyarakat sehingga anak-anak yang membutuhkan bantuan tidak ragu untuk mencari pertolongan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komnas PA Jawa Timur, Febri K. Pikulun, mengungkapkan bahwa tren kekerasan terhadap anak saat ini memang didominasi oleh kasus yang terjadi di media sosial dan perangkat telepon genggam.</p>
<p></p>
<p>"Untuk tahun ini, banyak kasus yang terjadi di media sosial, mulai dari jual beli anak hingga pelecehan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mencatat, sejak Januari 2026 terdapat sedikitnya 137 laporan kasus anak, dengan mayoritas berupa bullying dan perkelahian, serta paling banyak terjadi di kalangan pelajar tingkat SMP. Namun demikian, ia menyoroti tantangan terbesar dalam penanganan kasus justru datang dari lingkungan terdekat anak.</p>
<p></p>
<p>"Tantangan terbesar adalah pihak keluarga dan sekolah yang kadang meminta masalah tidak diungkap dengan alasan nama baik dan tidak malu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi tersebut, pengukuhan pengurus Komnas Perlindungan Anak Surabaya dan lahirnya KPA Milenial Surabaya diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak, sekaligus menjembatani kesenjangan komunikasi agar anak-anak berani bersuara di tengah ancaman yang semakin kompleks, terutama di era digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Kampung, Murid SD Cikal Menyemai Masa Depan Bumi di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-kampung-murid-sd-cikal-menyemai-masa-depan-bumi-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-kampung-murid-sd-cikal-menyemai-masa-depan-bumi-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Menariknya, kegiatan tersebut tidak berlangsung satu arah. Setiap anak dibekali selembar kertas kosong untuk menuliskan pertanyaan mereka sendiri. Metode itu mendorong rasa ingin tahu sekaligus membuat pembelajaran lebih personal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da31ae808e1.webp" length="70708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 20:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, SD Cikal, Cikal, Keberlanjutan, Ondomohen, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah krisis lingkungan yang kian nyata, mulai dari masalah sampah plastik hingga ancaman berkurangnya sumber daya alam, konsep keberlanjutan tak lagi cukup diajarkan sebagai teori di dalam kelas. Ia perlu dikenalkan sejak dini, ditanamkan sebagai kebiasaan, bahkan dirasakan langsung oleh anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Di Kota Pahlawan, upaya itu mulai terlihat nyata ketika siswa diajak belajar langsung dari kehidupan sehari-hari warga di salah satu kampung yang dikenal sebagai laboratorium hidup pengelolaan lingkungan, yakni KBA Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p></p>
<p>Terletak di jantung Kota Surabaya, berdekatan dengan kuliner sate kelapa legendaris, suasana kampung yang biasanya tenang berubah menjadi lebih hidup. Sebanyak 26 siswa kelas 1 Sekolah Cikal Surabaya, didampingi lima guru, menyusuri gang-gang kampung dalam kegiatan field trip bertema “Our choices may determine the sustainability of the Earth’s resources.” </p>
<p></p>
<p>Selama kurang lebih dua jam, anak-anak tidak hanya berjalan dan melihat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan berbagai praktik pengelolaan lingkungan mulai dari pengolahan sampah hingga budidaya yang selama ini hanya mereka kenal melalui buku pelajaran di kelas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31a1a16f8.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Teori ke Aksi Nyata</strong></p>
<p>Kepala TK-SD Cikal Surabaya, Dina Irdhina, menjelaskan bahwa kunjungan itu dirancang untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik di lapangan. Menurutnya, konsep keberlanjutan akan lebih mudah dipahami jika anak-anak melihat langsung penerapannya.</p>
<p></p>
<p>"Jadi anak-anak Year One sedang melakukan outing class untuk melihat bagaimana kebiasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari sangat menentukan keberlanjutan sumber daya alam di bumi, yang mana kali ini kita belajar dari kehidupan warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen," ujar Dina saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa KBA Kampoeng Oase Ondomohen dipilih karena menghadirkan contoh konkret melalui aksi nyata dari warganya yang melakukan praktik urban farming hingga budidaya hewan yang diintegrasikan melalui proses pengolahan sampah.</p>
<p></p>
<p>"Kita mau memberikan contoh nyata pada anak-anak bahwa semua teori-teori yang dipelajari di dalam kelas itu ternyata ada bentuk nyatanya dan itu dekat dengan kita," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31a876927.webp" alt=""></p>
<p>Di kampung tersebut, anak-anak diperlihatkan bagaimana sisa makanan yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan lagi sebagai pakan ikan. Rantai sederhana itu menjadi gambaran nyata tentang ekonomi sirkular, bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, mereka juga belajar mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Dengan berkolaborasi dengan Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, anak-anak diajarkan untuk mengolah sampah yang sulit terurai hingga puluhan hingga ratusan tahun itu menjadi ecobrick, vas bunga, hingga bahan cacahan yang bisa dijual kembali.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak jadi tahu bahwa sampah plastik itu tidak berhenti di satu tahap konsumsi saja, tapi bisa ada keberlanjutan lainnya," imbuh Dina.</p>
<p></p>
<p><strong>Belajar dari Rasa Penasaran</strong></p>
<p>Yang menarik, kegiatan tersebut tidak berlangsung satu arah. Setiap anak dibekali selembar kertas kosong untuk menuliskan pertanyaan mereka sendiri. Metode itu mendorong rasa ingin tahu sekaligus membuat pembelajaran lebih personal.</p>
<p></p>
<p>"Jadi anak-anak nanti akan menuliskan inquiry question atau pertanyaan penasaran mereka selama berkeliling di area kampung," jelas Dina.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da33b9592bd.webp" alt=""></p>
<p>Dari pertanyaan sederhana seperti “apa itu daur ulang?” hingga “bagaimana cara mengurangi plastik,” proses tersebut menunjukkan bahwa pemahaman lingkungan bisa tumbuh dari rasa ingin tahu yang alami.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya pembelajaran di KBA Kampoeng Oase Ondomohen sangat direkomendasikan, khususnya bagi anak-anak untuk belajar soal pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi yang kami awalnya mengira pembelajaran di KBA Kampoeng Oase Ondomohen ini bakal berat untuk anak-anak ternyata engga," sambung Dina.</p>
<p></p>
<p>Dengan begitu, Dina berharap pengalaman para siswa tak berhenti di lokasi kunjungan, melainkan terbawa ke kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak bisa ter-encourage untuk melakukan apa yang dilakukan warga kampung ini di rumah dan di sekolah," tandas Dina.</p>
<p></p>
<p><strong>Kampung sebagai Ruang Belajar Hidup</strong></p>
<p>Bagi warga kampung, kunjungan semacam ini bukan hal baru. Ketua RT setempat, Endang Sriwulansari, menyebut bahwa setiap tahun kampung mereka menerima kunjungan dari berbagai sekolah.</p>
<p></p>
<p>“Setiap tahun itu biasanya kita mendapatkan kunjungan dari sekolah dari berbagai jenjang.” ujar Endang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31c350e0a.webp" alt=""></p>
<p>Namun, setiap kunjungan tetap dirancang sesuai usia peserta. Untuk anak-anak kelas 1, materi dibuat sederhana dan menyenangkan. Sedangkan jika yang berkunjung adalah remaja hingga dewasa, maka kegiatan kunjungan akan disesuaikan untuk lebih kompleks.</p>
<p></p>
<p>"Kita memberikan beberapa materi kunjungan yang menarik dan mudah, yakni mempelajari tentang pengolahan sampah atau daur ulang yang cocok dengan umur mereka," tutur Endang.</p>
<p></p>
<p>Anak-anak diajak langsung membuat pot dari botol plastik bekas dan menyusun ecobrick. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada budidaya ikan, maggot, hingga lobster, sebuah gambaran sederhana tentang bagaimana lingkungan bisa dikelola untuk mendukung kehidupan.</p>
<p></p>
<p>"Kita berharap supaya anak-anak lebih tahu, tidak hanya teori, tetapi bisa melihat dan praktik langsung," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Lingkungan ke Ketahanan Pangan</strong></p>
<p>Pembina kampung, Adi Candra, melihat kegiatan kali ini sebagai bagian dari pembelajaran yang lebih luas, tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga relevan dengan isu ketahanan pangan yang kini sedang disorot oleh dunia.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat mendukung program urban farming yang sudah berjalan di kampung tersebut. Limbah diolah, lalu dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi pangan, sebuah siklus yang saling terhubung.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menilai KBA Kampoeng Oase Ondomohen menjadi pilihan banyak institusi sebagai tempat untuk belajar soal keberlanjutan dan ketahanan pangan karena pendekatannya yang realistis dan inklusif.</p>
<p></p>
<p>“KBA Kampoeng Oase Ondomohen ini dipilih karena memang paling realistis, menyajikan berbagai macam pembelajaran dan melalui aksi nyata dari oara warganya," tutur Adi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31bba3d7e.webp" alt=""></p>
<p>Disisi lain, kegiatan kali ini juga melibatkan mahasiswa yang sedang melakukan program Magang Mandiri MBKM selama kurang lebih 5 bulan. Mereka terdiri dari mahasiswa Prodi Agribisnis dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Wijayaputra Surabaya. Mereka yang terlibat dalam giat kunjungan SD Cikal diantaranya:</p>
<ul>
<li>Eunike Florentina Br Tarigan (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Salsalina Aprilia Br Ginting (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Yona Leoni Br Simatupang (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Rakindra Putri Ardhini (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Kebetulan juga hari ini ada adik-adik mahasiswa yang ikut terlibat untuk membantu kegiatan hari ini, mereka juga membantu dalam memberikan materi kepada anak-anak," sebut Adi.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya untuk siswa umum, kampung ini juga terbuka bagi anak berkebutuhan khusus, bahkan hingga delegasi internasional dari Thailand dan Filipina yang datang untuk belajar tentang isu lingkungan dan ekonomi sirkular. Karenanya, Adi berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pihak.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap kunjungan ini bisa terus dan juga bisa diinformasikan kepada jejaring yang lebih luas," ujar Adi.</p>
<p></p>
<p>Kunjungan singkat selama dua jam itu mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada proses penting untuk menanamkan cara berpikir baru sejak dini. Bahwa membuang sampah bukan akhir dari sebuah benda. Bahwa pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak besar bagi bumi.</p>
<p></p>
<p>Di tangan anak-anak inilah, konsep keberlanjutan perlahan berubah dari sekadar pelajaran menjadi kebiasaan. Dan dari sebuah kampung di tengah kota, pelajaran itu mulai tumbuh, pelan, tapi pasti.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu juga didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group , PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur , Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manajemen Mikutopia Respons Kritik, Amdal Dikebut dan Akses Masuk Diperlebar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manajemen-mikutopia-respons-kritik-amdal-dikebut-dan-akses-masuk-diperlebar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manajemen-mikutopia-respons-kritik-amdal-dikebut-dan-akses-masuk-diperlebar</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah besarnya kontribusi ekonomi yang mulai ditunjukkan, keberadaan Mikutopia kini berada di persimpangan antara potensi dan risiko. Setoran pajak ratusan juta rupiah menjadi bukti nyata dampak finansial bagi daerah, namun hal itu tidak serta-merta menutup persoalan mendasar terkait lingkungan, tata ruang, dan kesiapan infrastruktur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4e9551dce0.webp" length="90162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Perizinan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Manajemen wisata Mikutopia akhirnya buka suara menanggapi berbagai sorotan publik terkait dampak lingkungan dan persoalan teknis di lapangan. Pihak pengelola memastikan saat ini tengah melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penyelesaian izin hingga perbaikan infrastruktur dasar.</p>
<p>Kuasa Hukum Mikutopia Bagas Dwi Wicaksono Ramadhani pada Selasa (7/4/2026) menyampaikan, proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) masih berjalan dan menjadi prioritas utama yang tengah dikejar.</p>
<p>Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan sumur serapan sebagai upaya meningkatkan daya resap air di kawasan wisata. Pembangunan ini merupakan bagian dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).</p>
<p>“Saat ini kami sedang berproses menyelesaikan Amdal lingkungan. Salah satu poinnya adalah pembangunan 56 titik sumur serapan, dan progresnya sudah sekitar 50 persen,” ujarnya.</p>
<p>Selain aspek lingkungan, manajemen juga mulai melakukan pembenahan pada sisi aksesibilitas yang sebelumnya menuai kritik. Panji menyebutkan, pihaknya akan melakukan pelebaran jalur masuk (open gate) guna mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi saat kunjungan meningkat.</p>
<p>Ia menegaskan, seluruh kritik dan masukan dari masyarakat maupun pemerintah daerah diterima sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, Mikutopia tidak menutup diri dan justru menjadikan berbagai catatan tersebut sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.</p>
<p>“Untuk akses masuk, akan kami lebarkan sekitar 3 meter ke sisi kanan agar keluar-masuk kendaraan bisa lebih lancar. Kami membuka semua kritik. Apa yang menjadi catatan dari Pemkot Batu, saat ini kami kerjakan satu per satu agar ke depan bisa lebih baik,” imbuhnya.</p>
<p>Bagas juga memastikan bahwa komitmen utama pengelola adalah menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.</p>
<p>Di sisi lain, kontribusi ekonomi dari operasional Mikutopia mulai terlihat dan tercatat dalam 11 hari masa operasional berbayar sejak 21 hingga 31 Maret 2026, pihaknya telah menyetorkan pajak hiburan sebesar Rp352 juta kepada Pemerintah Kota Batu.</p>
<p>“Pajak hiburan sebesar Rp352 juta sudah kami bayarkan. Ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebagai pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.</p>
<p>Ia merinci, kontribusi tersebut berasal dari beberapa sektor usaha, dengan pajak tiket masuk sebagai penyumbang terbesar sebesar Rp212.429.091, disusul pajak wahana Rp63.098.182, pajak restoran Rp67.062.591, serta pajak parkir Rp9.820.455.</p>
<p>Menurutnya, setoran pajak tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan wisata baru mampu memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Dengan tingginya angka kunjungan sejak dibuka, Mikutopia diharapkan tidak hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga penggerak ekonomi, termasuk membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Namun di tengah kontribusi tersebut, publik tetap menunggu konsistensi pengelola dalam menuntaskan berbagai catatan lingkungan dan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi sorotan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran di Tengah Tenggat: Seniman Surabaya Melawan Pengosongan Balai Pemuda Lewat “Art of Freedom”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-di-tengah-tenggat-seniman-surabaya-melawan-pengosongan-balai-pemuda-lewat-art-of-freedom</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-di-tengah-tenggat-seniman-surabaya-melawan-pengosongan-balai-pemuda-lewat-art-of-freedom</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih mengosongkan ruang pada 1–8 April, seniman Surabaya justru menggelar pameran “Art of Freedom” di Balai Pemuda Surabaya sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap upaya pengosongan ruang seni Balai Pemuda Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39b80424c4.webp" length="48102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:16:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Art Freedom, Disbudporapar, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kompleks Balai Pemuda Surabaya selama puluhan tahun dikenal sebagai simpul penting pertumbuhan seni dan budaya di Kota Pahlawan. Dari ruang-ruang sederhana di kawasan itu, lahir berbagai perupa, sastrawan, hingga musisi yang membentuk wajah kebudayaan Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ruang yang selama ini hidup dengan aktivitas seni itu justru diliputi ketegangan, menyusul kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memerintahkan pengosongan sejumlah ruang kesenian di dalamnya.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih menyurutkan semangat berkesenian, para seniman Surabaya justru memilih bertahan. Bahkan, di tengah tenggat waktu pengosongan, mereka malah memilih untuk menggelar pameran seni lukis bertajuk "<em>Art of Freedom</em>" yang berarti "Seni Kebebasan" sebagai bentuk perlawanan terbuka.</p>
<p></p>
<p><strong>Surat Pengosongan dan Dasar Kebijakan</strong></p>
<p>Ketegangan bermula dari terbitnya surat peringatan bernomor 500.17/2388/436.7.16/2026 tertanggal 25 Maret 2026. Surat tersebut ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b7a46eb6.webp" alt=""></p>
<p>Surat tersebut ditujukan kepada Chrisman Hadi selaku Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) terkait dengan pengelolaan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan sekretariatnya. Dalam isinya, Pemkot menyatakan bahwa sejumlah pihak telah memanfaatkan area di Balai Pemuda tanpa dasar hubungan hukum atau izin resmi.</p>
<p></p>
<p>Pemanfaatan tersebut dinilai melanggar ketentuan pengelolaan barang milik daerah sebagaimana diatur dalam sejumlah regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Karena itu, para pengelola diminta untuk:</p>
<ol>
<li>Membongkar dan mengosongkan area yang digunakan</li>
<li>Melakukannya dalam waktu maksimal 7 hari sejak surat diterima</li>
</ol>
<p></p>
<p>Jika tidak dipatuhi, Pemkot menegaskan akan melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, ruang-ruang yang terdampak meliputi:</p>
<ul>
<li>Dewan Kesenian Surabaya (DKS)</li>
<li>Galeri Merah Putih</li>
<li>Bengkel Muda Surabaya</li>
<li>Warung Mak Ning</li>
</ul>
<p></p>
<p><strong>Pameran di Tengah Tenggat</strong></p>
<p>Tenggat waktu pengosongan yang jatuh pada awal April justru menjadi momentum konsolidasi para seniman. Pada 1–8 April 2026, mereka menggelar pameran seni lukis bertajuk Art of Freedom di Galeri Merah Putih, salah satu ruang yang diminta untuk dikosongkan.</p>
<p></p>
<p>Pameran tersebut diselenggarakan oleh komunitas Aksi Seniman Surabaya (ASSU) dan diikuti oleh berbagai perupa lintas komunitas. Tema “kebebasan” dipilih sebagai refleksi langsung atas situasi yang mereka hadapi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b69c37f4.webp" alt=""></p>
<p>Ketua ASSU sekaligus ketua pameran, Muit Arsa, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda seni, melainkan respons atas kebijakan yang dinilai mengancam ruang hidup seniman.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini bagian dari cara kita untuk menyikapi kondisi yang kurang mengenakkan bagi teman-teman seniman Surabaya," ujar Muit, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengosongan ruang berarti hilangnya tempat berkegiatan yang selama ini menjadi pusat aktivitas seni para seniman Surabaya maupun daerah disekitarnya, dari seniman muda hingga para maestro.</p>
<p></p>
<p>"Kalau diminta untuk mengosongkan artinya kita tidak akan bisa berkegiatan lagi di Balai Pemuda. Karena bagaimanapun Balai Pemuda itu adalah oase kesenian teman-teman seniman Surabaya," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Muit, alasan “penataan ulang” yang disampaikan pemerintah dalam surat yang diedarkan tidak cukup jelas dan justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan seniman.</p>
<p></p>
<p>“Kalau transparan misalkan ini nanti penataan ulang mau dijadikan galeri yang lebih representatif, mungkin tidak ada masalah. Tapi ketika itu hanya untuk penataan ulang, ini yang jadi tanda tanya," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengaku khawatir ruang tersebut justru akan dialihfungsikan di luar kepentingan seni. </p>
<p></p>
<p>“Jangan-jangan nanti disewakan untuk kegiatan di luar kesenian. Itu yang kita khawatirkan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Mosi Tidak Percaya dan Konsolidasi Seniman</strong></p>
<p>Selain pameran, pembukaan acara pada 1 April juga diisi dengan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Plt Disbudporapar. Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan pengiriman surat resmi kepada Wali Kota Surabaya melalui Dewan Kesenian Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b71f0291.webp" alt=""></p>
<p>“Pada pembukaan pameran di tanggal 1 April, juga diadakan pengumpulan tanda tangan dari seniman Surabaya sebagai wujud mosi tidak percaya," ungkap Muit </p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, aksi ini merupakan cara seniman menunjukkan eksistensi mereka di tengah kebijakan yang dinilai sepihak. Selain pameran, adapun kegiatan lain yang juga akan mewarnai gerakan perlawanan ini, yakni melukis bersama dan diskusi publik bertemakan kasus yang terjadi.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya Pemkot tidak serampangan dalam hal penertiban seniman yang ada di Balai Pemuda," harapnya.</p>
<p></p>
<p><strong>DKS: <em>“Balai Pemuda Bulan Sekadar Fasilitas Milik Pemerintah”</em></strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Chrisman Hadi, yang juga menjadi pihak yang dituju dalam surat yang dilayangkan oleh Pemkot Surabaya, memandang persoalan ini jauh melampaui urusan administratif.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Galeri DKS dan Balai Pemuda merupakan ruang publik kebudayaan yang terbentuk dari sejarah panjang dan kerja kolektif, yang mana jika digusur sama artinya dengan mencabut simpul terpenting bingkai kesadaran seni budaya di Surabaya</p>
<p></p>
<p>“Galeri DKS di Balai Pemuda adalah ruang publik kebudayaan yang dibangun oleh sejarah dan kepercayaan masyarakat," kata Chrisman.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai kebijakan pengosongan menunjukkan absennya proses dialog dengan pelaku seni budaya di Balai Pemuda, baik itu dari pihak DKS, Bengkel Muda, Galeri Merah Putih hingga Mak Ning Warung yang sudah lama menjadi urat nadi pergaulan para seniman</p>
<p></p>
<p>"Tanpa adanya partisipasi dari para penggiat seni, maka surat itu bukan sekadar dokumen administratif, ia adalah penanda bahwa pendekatan dialogis telah ditinggalkan oleh pemerintah dalam mengelola ruang budaya," tegas Chrisman.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip demokrasi kebudayaan. Menurutnya, negara yang dalam hal ini pemerintah Kota Surabaya, seharusnya menjadi pelindung ekosistem seni bukan justru menjadi aktor yang mempersempit ruang hidupnya.</p>
<p></p>
<p>"Kebijakan ini berpotensi menciptakan efek domino, mulai dari melemahkan komunitas, memutus regenerasi, hingga menghilangkan ruang ekspresi publik yang kritis," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, DKS menegaskan akan tetap menjalankan kegiatan dan membuka ruang dialog dengan pihak-pihak terkait, dengan catatan adanya transparansi dan pelibatan seniman dalam pengambilan kebijakan.</p>
<p></p>
<p>"Jika ruang dialog tidak menghasilkan keadilan, maka kami juga menyiapkan langkah advokasi baik secara kultural maupun kebijakan. Ini adalah momentum untuk menegaskan bahwa kebudayaan tidak bisa dipinggirkan tanpa konsekuensi sosial," tandas Chrisman.</p>
<p></p>
<p><strong>Suara Perlawanan: “LAWAN!”</strong></p>
<p>Nada lebih keras disampaikan oleh beberapa seniman Surabaya, salah satunya adalah Roman Chuza. Ia menilai keputusan pengosongan tidak memiliki dasar yang kuat, bahkan mempertanyakan kewenangan pejabat yang menandatangani surat.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai Plt, Herry Purwadi sebenarnya tidak berhak membuat aturan seperti itu, apa lagi menyebarluaskan berita aturan yang ia buat sendiri dengan mengatasnamakan Pemkot," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Roman menegaskan bahwa para seniman tidak akan tinggal diam dan akan terus mempertahankan wadah atau ruang-ruang kesenian di Surabaya, termasuk Balai Pemuda.</p>
<p></p>
<p>“Saya dan rekan-rekan melawan dan menolak hal tersebut dengan berbagai cara agar wadah kesenian tetap ada," tegas Roman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan nilai historis panjang yang melekat pada Balai Pemuda, termasuk keberadaan DKS sejak 1971 yang dikaitkan dengan masa awal perkembangan seni nasional di era Soekarno.</p>
<p></p>
<p>“Kita dan semua para seniman tetap bergerak dengan satu kata LAWAN!” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Pameran Art of Freedom pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar peristiwa seni. Ia menjelma menjadi simbol perlawanan, bahwa di tengah ancaman pengosongan, seniman memilih tetap berkarya di ruang yang sama.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih meninggalkan Balai Pemuda, mereka justru menghidupkannya. Di titik tersebut, konflik antara kebijakan administratif dan ruang kultural menemukan bentuk paling nyata, meliputi kanvas, warna, dan karya seni yang dipajang di ruang yang sedang dipersoalkan.</p>
<p></p>
<p>Dan selama pameran itu berlangsung, satu pesan tampak jelas disuarakan para seniman Surabaya, bahwa kebebasan berkesenian tidak bisa begitu saja dikosongkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Launching R2J, Ruang Podcast dan Aspirasi Publik Hadir di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/launching-r2j-ruang-podcast-dan-aspirasi-publik-hadir-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/launching-r2j-ruang-podcast-dan-aspirasi-publik-hadir-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Peresmian Podcast R2J menjadi langkah awal menghadirkan ruang kolaborasi publik yang menghubungkan masyarakat, pakar, dan pemangku kebijakan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d23cfa37579.webp" length="39264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 19:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, R2J, launching, podcast, ruang aspirasi, advokat, DPRD, Gondanglegi, solusi masyarakat, diskusi publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP –</strong> Kantor Advokat Jaya Atmajaya, SH., MH. and Partners Malang bersama anggota Dewan di Kabupaten Malang, Rizki Irfansyah (Bachelor Group), resmi melaunching ruang podcast bernama R2J, di Jalan Raya Putat Kidul, Gondanglegi, Kabupaten Malang.</p>
<p>Peresmian ini menjadi langkah dalam menghadirkan ruang komunikasi digital yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>“Pendirian ini untuk menciptakan ruang komunikasi digital bagi siapapun dan dari latar belakang manapun,” ujar Jaya selaku pengelola, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan R2J bukan hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga dirancang sebagai ruang solusi atas berbagai persoalan masyarakat. </p>
<p>Setiap aspirasi yang masuk akan dibahas melalui forum diskusi bersama para pakar di bidangnya.</p>
<p>“Persoalan yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dalam ruang diskusi dengan para ahli. Dari situ akan muncul kajian yang kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pihak terkait untuk dimintai klarifikasi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, proses tersebut tidak berhenti pada diskusi semata. Jika hasil kajian telah menghasilkan rekomendasi dan tidak dijalankan, maka tim hukum akan turun langsung.</p>
<p>“Ketika klarifikasi sudah disampaikan namun tidak ada tindakan konkret, kami dari tim kuasa hukum Jaya Atmajaya &amp; Partners tidak akan tinggal diam. Ini bentuk komitmen kami menghadirkan jalan keluar sekaligus perlindungan hukum bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Jaya menyebut R2J dibangun dengan semangat kemaslahatan publik. Fokus utama bukan pada keuntungan, melainkan pada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat luas.</p>
<p>“Harapan kami sederhana, bagaimana bisa membantu persoalan masyarakat. Soal operasional akan mengikuti, karena kami yakin ketika manfaat dirasakan, keberlanjutan itu akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.</p>
<p>R2J juga diharapkan menjadi ruang aspirasi terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat, pakar, dan pengambil kebijakan.</p>
<p>Sementara itu, Rizki Irfansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang menyampaikan bahwa kehadiran Ruang Rizky Jaya (R2J) merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi yang berkualitas.</p>
<p>“Ini merupakan langkah dalam menjalankan amanat undang-undang, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.</p>
<p>Acara launching ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, menandai dibukanya ruang podcast tersebut. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan podcast perdana bersama para pegiat sosial, dipandu oleh Mansur Awaludin. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Punden Mbah Lumpang di Baron Nganjuk Butuh Perhatian untuk Pelestarian Warisan Leluhur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/punden-mbah-lumpang-di-baron-nganjuk-butuh-perhatian-untuk-pelestarian-warisan-leluhur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/punden-mbah-lumpang-di-baron-nganjuk-butuh-perhatian-untuk-pelestarian-warisan-leluhur</guid>
<description><![CDATA[ Tempat yang dikeramatkan berada di Dusun Lobeser Timur Desa Baron, Kecamatan Baron ternyata memiliki aset spiritual jawa peninggalan leluhur berupa punden tua yang dipridiksi sudah berumur mencapai ribuan tahun lamanya, ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20821a615b.webp" length="107902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 15:44:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Situs peradapan kuno, punden, mbh lumpang, kepercayaan masyarakat, tempat pemujaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kesadaran untuk menjaga warisan budaya lokal mulai tumbuh di tengah masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satunya terlihat pada keberadaan Punden Mbah Lumpang di Dusun Lobeser Timur, Desa Baron, Kecamatan Baron, yang menyimpan jejak panjang peradaban masa lampau.</p>
<p>Situs ini ditandai dengan keberadaan batu kuno berbentuk lumpang yang berada di dalam cungkup. Secara historis, benda tersebut diyakini sebagai bagian dari praktik kepercayaan masyarakat masa lalu, sebelum masuknya agama-agama besar di tanah Jawa.</p>
<p>Punden Mbah Lumpang diperkirakan telah berusia ribuan tahun dan menjadi simbol peninggalan leluhur yang merepresentasikan budaya awal masyarakat Nusantara, khususnya yang berkaitan dengan paham animisme dan dinamisme.</p>
<p>Namun, dari hasil tinjauan lapangan, kondisi situs dinilai masih memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan. Meski demikian, keaslian lingkungan sekitar tetap terjaga, ditandai dengan keberadaan pohon tua berukuran besar dengan akar menjalar serta kain poleng yang melilit sebagai simbol kesakralan.</p>
<p>Pemerhati budaya, M. Ridwan atau yang akrab disapa Mbah Gondrong, menilai pelestarian situs ini perlu menjadi perhatian bersama.<br>“Kondisi situs punden ini perlu perawatan agar tetap terjaga sebagai tempat yang dikeramatkan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat setempat masih menjaga tradisi yang berkaitan dengan punden tersebut. Salah satu warga, Bob Mariono, menyebut bahwa Punden Mbah Lumpang hingga kini kerap digunakan sebagai lokasi tasyakuran atau kenduren, baik dalam kegiatan bersih desa maupun hajatan pribadi.</p>
<p>“Kami ingin memastikan punden ini tetap lestari bagi generasi mendatang sebagai pengingat akan asal-usul kami. Sampai sekarang, yang datang ke sini juga tidak hanya warga lokal, tetapi dari luar daerah,” ungkapnya.</p>
<p>Keberadaan Punden Mbah Lumpang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga identitas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya pelestarian dinilai penting agar situs ini tidak hanya bertahan secara fisik, tetapi juga tetap hidup dalam tradisi dan ingatan kolektif masyarakat.</p>
<p>Diharapkan, perhatian terhadap situs ini dapat menjadi contoh bagi pelestarian cagar budaya lainnya. Pelestarian warisan leluhur bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu  </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Wisman Ikut Manfaatkan Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Catat Lebih dari 3.500 Turis Asing Naik Kereta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-wisman-ikut-manfaatkan-angkutan-lebaran-kai-daop-8-catat-lebih-dari-3500-turis-asing-naik-kereta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-wisman-ikut-manfaatkan-angkutan-lebaran-kai-daop-8-catat-lebih-dari-3500-turis-asing-naik-kereta</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah hampir satu juta penumpang Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 3.508 wisatawan mancanegara turut memadati kereta api, menandai meningkatnya daya tarik transportasi ini bagi turis asing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf28bbade8.webp" length="25632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 19:31:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, Angkutan Lebaran, Wisatawan Asing, Wisman, Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Angkutan Lebaran 2026 telah usai, meninggalkan catatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi di berbagai moda transportasi. </p>
<p>Namun di balik hiruk pikuk perjalanan mudik dan arus balik masyarakat Indonesia, terdapat fenomena menarik, yakni adanya ribuan wisatawan mancanegara (wisman) turut memanfaatkan layanan kereta api sebagai sarana perjalanan lintas daerah.</p>
<p>Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, tercatat sebanyak 3.508 wisatawan asing menggunakan kereta api selama periode Angkutan Lebaran pada 11–30 Maret 2026. Angka ini menjadi bagian dari total pergerakan penumpang yang mencapai 993.606 orang sepanjang masa tersebut.</p>
<p><strong>Wisman di Tengah Lonjakan Penumpang Lebaran</strong></p>
<p>Dari total hampir satu juta penumpang, kehadiran 3.508 wisman menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi andalan masyarakat lokal untuk mudik, tetapi juga semakin diminati oleh turis asing.</p>
<p>Secara rinci, total pergerakan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya terdiri dari 498.466 penumpang berangkat dan 495.140 penumpang tiba. Tingginya volume ini menegaskan bahwa periode Lebaran tetap menjadi momen puncak mobilitas nasional, sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata.</p>
<p>Mayoritas pergerakan wisman sendiri terpusat di tiga stasiun utama, yakni:</p>
<ul>
<li>Surabaya Gubeng: 1.539 wisatawan</li>
<li>Malang: 767 wisatawan</li>
<li>Surabaya Pasarturi: 668 wisatawan</li>
</ul>
<p>Ketiga stasiun ini menjadi simpul penting karena lokasinya yang strategis dan terhubung langsung dengan pusat kota serta destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.</p>
<p><strong>Konektivitas Jadi Kunci Daya Tarik</strong></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut tingginya minat wisatawan asing ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kereta api di Indonesia.</p>
<p>“Tingginya jumlah wisatawan mancanegara menunjukkan layanan KAI semakin dipercaya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keunggulan utama yang membuat kereta api diminati adalah konektivitas yang baik dan kemudahan akses lanjutan.</p>
<p>“Konektivitas jaringan kereta yang terhubung langsung dengan pusat kota dan integrasi antarmoda menjadi nilai tambah yang mempermudah mobilitas mereka,” jelas Mahendro.</p>
<p>Selain itu, faktor ketepatan waktu, kenyamanan, hingga aspek keselamatan turut menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan asing dalam memilih moda transportasi.</p>
<p><strong>Okupansi Tinggi, Tiket Nyaris Habis</strong></p>
<p>Tingginya mobilitas selama Angkutan Lebaran juga tercermin dari tingkat penjualan tiket. Secara akumulatif, penjualan tiket kereta api jarak jauh di Daop 8 untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 510.836 tiket, atau sekitar 91 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk.</p>
<p>Angka ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan kereta api hampir menyentuh batas maksimal kapasitas yang disediakan.</p>
<p>Dalam periode tersebut, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 30.293 orang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026 dengan lonjakan yang lebih tinggi, yakni 57.210 penumpang.</p>
<p>“Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret, sedangkan arus balik terjadi pada 24 Maret dengan jumlah yang lebih besar,” papar Mahendro.</p>
<p>Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa arus balik memiliki tekanan mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan arus mudik.</p>
<p><strong>Dampak Ekonomi Ikut Terdorong</strong></p>
<p>Masuknya ribuan wisatawan mancanegara di tengah periode Lebaran juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Pergerakan mereka turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM di daerah.</p>
<p>Dengan kemudahan akses transportasi dan integrasi antarmoda yang semakin baik, kereta api kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi massal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem pariwisata nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelangi di Mars, Menjelajahi Tiap Sudut Planet Merah dengan Visual Indah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelangi-di-mars-menjelajahi-tiap-sudut-planet-merah-dengan-visual-indah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelangi-di-mars-menjelajahi-tiap-sudut-planet-merah-dengan-visual-indah</guid>
<description><![CDATA[ Planet Mars sendiri selama ini dikenal sebagai Planet Merah. Sepanjang film, para penonton disuguhkan dengan pemandangan visual cantik dari setiap sudut planet tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba989b3b68b.webp" length="30514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 19:21:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putra Antama</dc:creator>
<media:keywords>Film Indonesia, Film Baru, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Musim libur lebaran 2026 ini, anak-anak Indonesia diajak untuk bersama-sama menjelajahi planet Mars melalui film <em>science fiction</em> karya anak negeri, Pelangi di Mars. </p>
<p></p>
<p>Planet Mars sendirk selama ini dikenal sebagai Planet Merah. Sepanjang film, para penonton disuguhkan dengan pemandangan visual cantik dari setiap sudut planet tersebut. </p>
<p></p>
<p>"Visualnya bagus. Mengajak kita untuk berimajinasi, membayangkan seperti apa kalau kita berada di Mars," tutur Diandra, usai menonton Pelangi di Mars bersama adiknya di Kota Kediri, Rabu, (18/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Merupakan film keluarga yang cocok untuk ditonton saat libur lebaran 2026 ini, menonton Pelangi di Mars seperti memasuki sebuah alam mimpi penuh imajinasi. Sebuah petualangan visual yang seru dan edukatif berbalut kisah persahabatan seorang anak manusia dan teman robotnya.</p>
<p></p>
<p>Buah karya dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini berpusat pada sosok pelangi, seorang gadis yang lahir di planet Mars. </p>
<p></p>
<p>Pelangi di Mars mengusung nama-nama seperti Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata di jajaran pemerannya. Tidak hanya itu, film ini juga dimeriahkan oleh dukungan suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya. </p>
<p>    </p>
<p>Sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. Film ini telah melalui perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Pelangi di Mars juga mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.</p>
<p></p>
<p>“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” ungkap Upie.</p>
<p></p>
<p>Hal senada diunProduser mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animatorgkapkan produser Dendi Reynando. Ia mengungkapkan film ini, dibalik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. </p>
<p></p>
<p>Ia mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini. </p>
<p></p>
<p>“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” pungkas Dendi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tradisi Bibibi Meriahkan Malam ke&amp;27 Ramadan, Anak&amp;Anak Berburu Berkah di Kota Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tradisi-bibibi-meriahkan-malam-ke-27-ramadan-anak-anak-berburu-berkah-di-kota-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tradisi-bibibi-meriahkan-malam-ke-27-ramadan-anak-anak-berburu-berkah-di-kota-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Keceriaan anak-anak meramaikan tradisi Bibibi di Kelurahan Wiroborang, Kota Probolinggo, pada malam ke-27 Ramadan. Dengan membawa kantong plastik besar, mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengucapkan “bibibi” untuk mendapatkan makanan, minuman, hingga uang dari warga. Tradisi turun-temurun ini kini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Probolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7cc4e87d01.webp" length="82594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 18:59:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizky Putra</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Tradisi, Bibibi, Ramadhan, Waridanbudaya, Suara Jatim Post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Suasana penuh keceriaan terlihat di Jalan Panglima Sudirman Gang Mangga, RT 3 RW 2, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, saat anak-anak mengikuti tradisi Bibibi pada malam ke-27 Ramadan. Tradisi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Kota Probolinggo ini kembali digelar dan menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi anak-anak.</p>
<p>Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin sore (16/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak sore hari, puluhan anak sudah berkumpul di lingkungan RT setempat untuk bersiap mengikuti tradisi yang sudah berlangsung secara turun-temurun tersebut.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, anak-anak berjalan berkeliling dari rumah ke rumah warga di lingkungan sekitar. Setiap kali tiba di depan rumah warga yang ikut berpartisipasi, mereka akan mengucapkan kata “bibibi” sebagai tanda meminta bagian. Mendengar seruan itu, warga yang telah menyiapkan berbagai bingkisan kemudian keluar untuk membagikan makanan, minuman, hingga uang baru kepada anak-anak.</p>
<p>Kegiatan ini pun menjadi momen yang paling dinantikan oleh anak-anak setiap menjelang akhir bulan Ramadan. Selain karena mereka bisa berkumpul bersama teman-temannya, tradisi ini juga menjadi ajang berbagi rezeki dari warga kepada generasi muda.</p>
<p>Tahun ini, pelaksanaan Bibibi terasa lebih istimewa. Pasalnya, tradisi yang memiliki makna memberi hadiah kepada anak-anak menjelang berakhirnya ibadah puasa tersebut kini telah resmi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Kota Probolinggo. Penetapan tersebut membuat masyarakat semakin bangga sekaligus termotivasi untuk terus melestarikan tradisi yang sudah ada sejak lama.</p>
<p>Ketua RT 3 RW 2, Sulistiorini, mengatakan bahwa tradisi Bibibi sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan tetap terjaga hingga sekarang berkat dukungan warga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga di lingkungan tersebut.</p>
<p>“Tradisi ini sudah ada sejak lama. Setiap tahun anak-anak selalu antusias mengikuti Bibibi. Warga biasanya secara bergantian memberikan snack, makanan ringan, minuman, bahkan uang. Tetapi sebenarnya tidak ada kewajiban bagi warga untuk memberi,” ujar Sulistiorini.</p>
<p>Karena banyaknya rumah warga yang ikut berpartisipasi, anak-anak biasanya membawa kantong plastik berukuran besar untuk menampung berbagai pemberian. Setelah selesai berkeliling, kantong yang mereka bawa umumnya sudah dipenuhi makanan ringan, minuman, hingga uang saku dari warga.</p>
<p>Menurut Sulistiorini, kebersamaan yang tercipta dalam tradisi Bibibi menjadi salah satu nilai penting yang harus dijaga. Ia berharap generasi mendatang tetap mempertahankan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman.</p>
<p>“Harapan saya, tradisi Bibibi ini tetap ada dan terus dilestarikan. Apalagi sekarang sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda Kota Probolinggo,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu remaja yang ikut meramaikan tradisi tersebut, Nabila (18), mengaku selalu menantikan momen Bibibi setiap tahun. Ia mengatakan kegiatan tersebut selalu menghadirkan keseruan tersendiri karena bisa berkumpul dan berkeliling bersama teman-teman.</p>
<p>“Senang sekali bisa ikut Bibibi. Setiap ikut, kantong plastik yang saya bawa selalu penuh dengan makanan dan minuman,” kata Nabila sambil tersenyum.</p>
<p>Namun di balik kegembiraannya, Nabila juga mengaku sedikit merasa sedih. Pasalnya, tahun ini kemungkinan menjadi kesempatan terakhir baginya mengikuti tradisi Bibibi karena usianya akan segera memasuki masa dewasa.</p>
<p>“Agak sedih juga, karena mungkin ini Bibibi terakhir yang saya ikuti. Tahun depan usia saya sudah dewasa,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kafe Hidden Gem Bernuansa Pedesaan Hadir di Sidomulyo, Tawarkan Suasana Tenang Saat Disetiap Suapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kafe-hidden-gem-bernuansa-pedesaan-hadir-di-sidomulyo-tawarkan-suasana-tenang-saat-disetiap-suapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kafe-hidden-gem-bernuansa-pedesaan-hadir-di-sidomulyo-tawarkan-suasana-tenang-saat-disetiap-suapan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan konsep alam yang sederhana dan suasana pedesaan yang menenangkan, Waroeng Bamboe menjadi salah satu lokasi kuliner yang mulai dikenal sebagai tempat bersantai sekaligus menikmati hidangan khas Nusantara di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b5139a971e3.webp" length="29420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 18:22:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hideng Gem, Cafe, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Di tengah padatnya destinasi wisata dan kuliner di Kota Batu, sebuah kafe bernuansa pedesaan di kawasan Jalan Raya Selecta, Desa Sidomulyo, mulai menarik perhatian pengunjung yang mencari suasana tenang. Tempat tersebut adalah Waroeng Bamboe, sebuah rumah makan dengan konsep alam yang didominasi material bambu.</p>
<p></p>
<p>Marketing Waroeng Bamboe, Putri Febrilia pada Sabtu (14/3/2026) menguraikan, begitu memasuki area kafe, pengunjung langsung disambut suara gemericik air dari kolam yang mengelilingi gazebo-gazebo bambu.</p>
<p></p>
<p>"Tata ruang yang mengusung konsep lesehan di sekitar kolam ikan koi membuat suasana terasa lebih santai dan dekat dengan nuansa alam pedesaan," urainya.</p>
<p></p>
<p>Konsep bangunan yang memadukan material bambu dengan warna-warna natural menjadikan tempat ini kerap disebut sebagai salah satu hidden gem kuliner di Kota Batu. Banyak pengunjung memilih berlama-lama menikmati suasana sambil bersantap, terutama pada momen berbuka puasa selama Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa bulan Ramadan menjadi salah satu periode dengan kunjungan cukup tinggi karena masyarakat biasanya memanfaatkan momen berbuka puasa untuk berkumpul bersama keluarga atau rekan kerja.</p>
<p></p>
<p>“Ramadan selalu membawa tradisi berkumpul. Banyak pengunjung datang untuk berbuka bersama keluarga, sahabat, maupun kolega. Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, pihak pengelola juga menyiapkan paket menu berbuka puasa yang dapat dinikmati pengunjung dengan harga Rp53 ribu per orang. Paket tersebut dilengkapi beberapa menu khas rumah makan tersebut," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan bagi pengunjung yang datang berbuka puasa, seperti sajian takjil, minuman teh yang dapat diisi ulang, serta layanan pesan antar untuk wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Putri, berbagai program tersebut dihadirkan untuk memberikan alternatif tempat berbuka puasa yang nyaman dengan suasana yang lebih tenang dibandingkan pusat keramaian wisata.</p>
<p></p>
<p>“Kami berharap tempat ini bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati momen kebersamaan selama Ramadan hingga Idulfitri,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seperempat Abad JTP Group, Siapkan Wahana dan Park Baru di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seperempat-abad-jtp-group-siapkan-wahana-dan-park-baru-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seperempat-abad-jtp-group-siapkan-wahana-dan-park-baru-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan rangkaian pengembangan wahana dan fasilitas baru tersebut, JTP Group berharap kawasan wisata di Kota Batu terus berkembang sekaligus mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afcf2756cac.webp" length="37136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 17:58:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JTP, Transformasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Memasuki usia seperempat abad, Jawa Timur Park (JTP) Group menyiapkan sejumlah wahana dan kawasan wisata baru di Kota Batu. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari ekspansi besar perusahaan untuk memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Direktur Utama JTP 3 Suryo Widodo mewakili management JTP Group pada Selasa (10/3/2026) mengatakan selama 25 tahun berdiri perusahaan terus mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan hiburan, edukasi, serta pengenalan budaya. Pengembangan wahana baru menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga daya tarik destinasi wisata di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Pariwisata tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran sekaligus pelestarian budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa destinasi wisata di Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia juga membeberkan bahwa 2026 menjadi fase baru bagi perusahaan dalam memperluas pengembangan kawasan wisata. Dimana sejumlah wahana dan fasilitas baru yang tengah dipersiapkan di antaranya Metaverse Glass Theater, Museum Mega Science Center dan Budaya, pembangunan akuarium modern berukuran besar, serta Tourism Information Center sebagai pusat layanan informasi wisata di kawasan Jawa Timur Park.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, JTP Group juga mengembangkan sektor penunjang pariwisata melalui pembangunan dua fasilitas akomodasi baru, yakni Heliconia Hotel dan 1979 Social Hotel yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan keluarga maupun generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Senada, Manager Marketing and Public Relation JTP Group Titik S Aryanto menambahkan bahwa pembangunan Museum Mega Science Center dan Budaya saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan mulai dibuka untuk masyarakat pada pertengahan 2026.</p>
<p></p>
<p>"Museum tersebut dirancang menggabungkan konsep edukasi dengan teknologi modern sehingga pengunjung dapat mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, sejarah peradaban manusia, hingga perkembangan teknologi masa depan secara interaktif," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, pembangunan akuarium modern juga tengah dipersiapkan sebagai salah satu pusat wisata edukasi kelautan terbesar di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Santuni 500 Anak Yatim, Miracle of Ramadan 2026 Bungkus Kepedulian dengan Nuansa Keberagaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/santuni-500-anak-yatim-miracle-of-ramadan-2026-bungkus-kepedulian-dengan-nuansa-keberagaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/santuni-500-anak-yatim-miracle-of-ramadan-2026-bungkus-kepedulian-dengan-nuansa-keberagaman</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 500 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya Raya merasakan kebahagiaan dalam santunan dan buka puasa bersama “Miracle of Ramadan”, Ramadan yang dibungkus dengan pertunjukan lintas budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad8b6a4a097.webp" length="39750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 23:08:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Yatim, Dhuafa, Miracle of Ramadan 2026, Ramadan, Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur&#039;an, Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tahun 2026 menjadi momen yang terasa lebih istimewa bagi banyak masyarakat Indonesia. Sejumlah hari raya keagamaan hadir dalam waktu yang berdekatan, mulai dari perayaan Hari Raya Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga bulan suci Ramadan yang berpuncak pada Idulfitri. </p>
<p>Kedekatan momentum lintas perayaan itu menghadirkan nuansa kebersamaan dan keberagaman yang semakin terasa di tengah masyarakat.</p>
<p>Semangat itulah yang coba dihadirkan dari kolaborasi antara Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur'an, serta manajemen Mercure Surabaya Grand Mirama, dengan dukungan sponsor dari Mitsubishi Motors dalam kegiatan bertajuk Miracle of Ramadan 2026. </p>
<p>Sebanyak 500 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan mendapatkan santunan dalam kegiatan yang digelar bersama berbagai komunitas dan lembaga. Selain santunan, anak-anak juga diajak menikmati berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan seperti pencak silat, badut dan yang paling menarik adalah Barongsai.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad8962f3b41.webp" alt=""></p>
<p><strong>Enam Tahun Berbagi Kebahagiaan</strong></p>
<p>Ketua Positive Community, Umi Diaz, menjelaskan bahwa kegiatan Miracle of Ramadan telah menjadi program tahunan hasil kerjasama pihaknya bersama Mercure Surabaya Grand Mirama yang terus berkembang. Ia mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan.</p>
<p>"Jadi ini adalah acara Miracle of Ramadan dari Positive Community. Ini adalah tahun ke-6 di 2026," ujar Diaz, Minggu (8/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, tujuan utama kegiatan itu adalah memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadan.</p>
<p>“Di sini kita memuliakan dan membahagiakan mereka. Selain ada santunan, anak-anak juga dihibur dengan berbagai hiburan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, kebahagiaan anak-anak tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kita hanya ingin membahagiakan mereka. Dari kebahagiaan mereka itu insya Allah doa-doa kita nanti diaminkan oleh anak-anak langit.”</p>
<p><strong>Jumlah Peserta Terus Meningkat</strong></p>
<p>Jumlah peserta dalam kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Umi Diaz menjelaskan bahwa awalnya kegiatan tersebut hanya diikuti puluhan anak, khususnya pada masa pandemi.</p>
<p>Seiring meningkatnya dukungan dari berbagai pihak, jumlah peserta pun bertambah hingga mencapai ratusan anak.</p>
<p>“Meningkat dari awal COVID-19 sekitar 30-an, lalu naik menjadi 100, 200, 300, sampai sekarang menginjak 500 anak di tahun 2026,” jelasnya.</p>
<p>Tahun ini, peserta tidak hanya terdiri dari anak yatim piatu, tetapi juga yatim biatu dan para penghafal Al-Qur’an. Para peserta juga mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas ransel sebagai bekal menjelang tahun ajaran baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad895c31c9f.webp" alt=""></p>
<p><strong>Konsep Multietnis di Tengah Ramadan</strong></p>
<p>Salah satu hal yang membuat kegiatan tahun ini terasa berbeda adalah hadirnya unsur keberagaman budaya dalam rangkaian acara. Selain hiburan badut dan pertunjukan seni bela diri, panitia juga menghadirkan pertunjukan barongsai yang identik dengan budaya Tionghoa.</p>
<p>Menurut Umi Diaz, konsep tersebut sengaja dihadirkan karena momentum bulan Ramadhan tahun ini memang bertepatan dengan Momen Imlek untuk menanamkan nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini.</p>
<p>“Mengundang barongsai juga untuk menggandeng multi-etnis. Kebetulan Hari Raya Imlek dan Nyepi berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghargai.</p>
<p>“Membiasakan anak-anak juga untuk saling mencintai dan menghargai satu sama lain," harapnya.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, ratusan anak peserta tidak datang sendiri. Mereka dijemput oleh para relawan dari berbagai komunitas, termasuk komunitas mobil yang membantu proses transportasi.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em> kegiatan ini juga didukung komunitas mobil. Anak-anak dijemput oleh sahabat-sahabat dari komunitas mobil dan nanti pulang juga bersama mereka,” ujar Umi Diaz.</p>
<p>Keterlibatan berbagai komunitas ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi ruang kolaborasi lintas kelompok masyarakat.</p>
<p><strong>Apresiasi dari Kementerian Agama</strong></p>
<p>Kegiatan santunan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui perwakilannya dari Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur.</p>
<p>Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (PENAIS ZAWA) Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Arwani, menyampaikan penghargaan kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.</p>
<p>“Dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia kegiatan santunan dan buka bersama 500 adik-adik yatim dan penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan beban anak yatim, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad896a9c558.webp" alt=""></p>
<p>“Mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” katanya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten, khususnya di wilayah Jawa Timur yang juga dikenal dengan keberagaman agama, suku dan etnis.</p>
<p>“Mudah-mudahan kegiatan seperti hari ini bisa menjadi kegiatan yang istiqomah dilakukan secara rutin," tandasnya.</p>
<p><strong>Bentuk Tanggung Jawab Sosial</strong></p>
<p>Acara Miracle of Ramadan tahun ini digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Cluster General Manager (GM) Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang, Sugito Adhi, mengatakan pihaknya telah beberapa tahun bekerja sama dengan Positive Community dalam kegiatan santunan Ramadan.</p>
<p>“Ini kegiatan rutin tahunan untuk Mercure Surabaya yang bekerja sama dengan Positive Community. Sudah lima tahun kami berkolaborasi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa hotel menyediakan tempat secara gratis sebagai bentuk kolaborasi sosial, yang mana langkah tersebut memang diambil sebagai wujud tanggung jawab dan kontribusi kepada masyarakat sekitar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad8ae6dbb97.webp" alt=""></p>
<p>“Kami memberikan tempat untuk dibuat acara seperti ini. Memang kami tidak menarik biaya untuk kegiatan ini dari awal sampai akhir," ujar Adhi.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami paling tidak kami punya manfaat bagi warga sekitar, bagi masyarakat Surabaya Raya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan melibatkan ratusan anak yatim, berbagai komunitas, serta dukungan dari sektor swasta dan pemerintah, Miracle of Ramadan 2026 menjadi contoh bagaimana kepedulian sosial dapat diwujudkan secara kolaboratif.</p>
<p>Di tengah suasana Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan berbagai perayaan budaya dan keagamaan lainnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan juga kekuatan untuk menghadirkan kebahagiaan bersama. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komunitas Ilustrasi Idiom Kembali Gelar Pameran ART&amp;apos;s SOB, Soroti Isu Dualisme Lembaga DKS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komunitas-ilustrasi-idiom-kembali-gelar-pameran-arts-sob-soroti-isu-dualisme-lembaga-dks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komunitas-ilustrasi-idiom-kembali-gelar-pameran-arts-sob-soroti-isu-dualisme-lembaga-dks</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah Ramadan, pameran ART’s SOB kembali digelar oleh perupa Surabaya. Di balik kanvas dan silaturahmi seniman, muncul kegelisahan baru: wacana “DKS baru” yang berpotensi menduakan rumah lama mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac18233c057.webp" length="43588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 20:59:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>DKS, Dewan Kesenian Surabaya, Dewan Kebudayaan Surabaya, DKKS, Disbudpar Surabaya, Pemkot Surabaya, Ilustrasi Idiom, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pameran seni lukis ART’s SOB (Art’s Suroboyo) kembali hadir di bulan Ramadhan 2026. Sebagai gelaran kedua, pameran tersebut masih membawa semangat yang sama, yakni menjadi wadah representasi dan silaturahmi antar seniman lokal.</p>
<p></p>
<p>Namun kali ini, ART’s SOB tidak hanya menjadi ruang temu karya dan perupa Surabaya. Di balik kanvas dan warna yang hiasi Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), pameran itu juga mengangkat isu baru yang tengah menjadi kegelisahan di kalangan seniman Kota Pahlawan, yakni munculnya potensi dualisme lembaga kesenian di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Nama DKS yang sudah dikenal menjadi singkatan dari Dewan Kesenian Surabaya, berpotensi menjadi sedikit rancu akibat munculnya wacana pembentukan lembaga kesenian baru oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan nama Dewan Kebudayaan Surabaya yang juga memiliki singkatan DKS.</p>
<p></p>
<p><strong>Sejarah Panjang Dewan Kesenian Surabaya</strong></p>
<p>Dewan Kesenian Surabaya (DKS) selama puluhan tahun dikenal sebagai wadah bagi para seniman lintas disiplin di Kota Pahlawan. Lembaga tersebut menjadi ruang berkumpulnya pelaku seni rupa, sastra, musik, teater hingga berbagai komunitas seni lainnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkembangannya, DKS juga kerap menjadi wadah berlangsungnya berbagai kegiatan kesenian melalui Galeri DKS yang terletak di Kompleks Balai Pemuda, Kota Surabaya, mulai dari pameran, pertunjukan, diskusi hingga lokakarya yang melibatkan banyak seniman lokal</p>
<p></p>
<p>Keberadaan lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang berkesenian, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan para seniman Surabaya yang selama ini dikenal memiliki tradisi seni yang kuat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac181905820.webp" alt=""></p>
<p>Namun perjalanan panjang DKS tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara komunitas seniman dengan pemerintah daerah sempat diwarnai dinamika terkait pengelolaan lembaga kesenian tersebut.</p>
<p></p>
<p>Perbedaan pandangan mengenai struktur organisasi, pengakuan kelembagaan hingga dukungan terhadap kegiatan kesenian sempat menimbulkan perdebatan di kalangan pelaku seni dan pemangku kebijakan, khususnya pemerintah kota.</p>
<p></p>
<p>Polemik tidak muncul tiba-tiba. Konfliknya berakar dari ketegangan lama antara DKS dan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu pemicu utamanya adalah ketika Pemkot tidak mengakui kepengurusan DKS hasil musyawarah 2019 yang kembali memilih Crisman Hadi sebagai ketua.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya menilai musyawarah tersebut tidak melibatkan unsur organisasi DKS secara lengkap, seperti anggota pleno dan ex-officio, yang seharusnya ikut dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Perbedaan pandangan itu membuat hubungan antara pemerintah dan DKS menjadi renggang.</p>
<p></p>
<p><strong>Kemunculan DKKS, Awal Mula Dualisme Lembaga</strong></p>
<p>Di tengah situasi yang memanas, Pemkot Surabaya kemudian menerbitkan SK untuk membentuk Dewan Kesenian Kota Surabaya (DKKS) di tahun 2022. Langkah itu dianggap banyak seniman sebagai pembentukan “dewan kesenian versi baru” yang berpotensi menimbulkan dualisme lembaga kesenian di kota yang sama.</p>
<p></p>
<p>Polemik tersebut sempat memanas, bahkan Wakil Ketua DPRD Surabaya saat itu, A Hermas Thony, menyayangkan langkah tersebut karena dinilai bisa menghambat pemajuan kesenian di Surabaya dan berpotensi hanya menimbulkan konflik.</p>
<p></p>
<p>Dalih Pemkot Surabaya kala itu membentuk lembaga baru adalah sebagai upaya mencari format kelembagaan yang dianggap lebih sesuai. Kendati demikian, akhirnya DKKS tidak berjalan atau “gagal berfungsi”, karena lembaga itu tidak pernah benar-benar beroperasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac181f75a74.webp" alt=""></p>
<p>Pada tahun 2026 ini, situasi yang serupa seakan datang kembali. Muncul wacana pembentukan lembaga kesenian baru bernama Dewan Kebudayaan Surabaya oleh Pemkot Surabaya, yang mana wacana tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah kalangan seniman Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Inisiatif tersebut datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, diketahui Pemkot sedang menggodok pembentukan dewan ini berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Meski pemkot masih menggunakan dalih yang sama, sebagian seniman merasa kehadiran lembaga baru tersebut berpotensi menimbulkan masalah yang dilu sempat berhasil diredam, yakni dualisme kelembagaan dengan Dewan Kesenian Surabaya yang sudah lebih dahulu ada.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itulah yang secara tidak langsung menjadi latar belakang munculnya berbagai refleksi dari para perupa dalam pameran ART’s SOB kali ini.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Silaturahmi dan Aspirasi Perupa Surabaya</strong></p>
<p>Pameran ART’s SOB yang digagas oleh komunitas pelaku seni Ilustrasi Idiom kembali hadir dengan menggandeng mayoritas perupa asal Surabaya dari total 34 seniman dalam satu ruang pamer dengan sebagian lainnya berasal dari Mojokerto, Sidoarjo hingga Kediri.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana pameran, Wahyu Wahina, menjelaskan bahwa semangat utama pameran kali ini tetap sama seperti gelaran Art's Sob sebelumnya, yakni memperkuat kebersamaan para seniman Surabaya, sekaligus sebagai kritik ARTSUB sebelumnya yang minim representasi seniman lokal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac17f3775a6.webp" alt=""></p>
<p>“Artis perupanya yang ikut hampir 96 persen pelukis asal Surabaya, selebihnya dari Mojokerto, Sidoarjo bahkan Kediri,” ujar Wahyu, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, setelah sebelumnya digelar di awal tahun, penyelenggaraan kedua pameran Art's Sob pada bulan Ramadan juga dimaksudkan sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus ruang ekspresi bagi para perupa.</p>
<p></p>
<p>“Pameran ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan ibadah di bulan suci Ramadan 2026,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selama pameran berlangsung, berbagai agenda turut digelar, seperti workshop seni lukis bersama siswa SMK 12 Surabaya dengan narasumber dua seniman, Webeech dan Donacoss. Pada hari terakhir, kegiatan akan ditutup dengan sarasehan seni lukis yang menjadi ruang diskusi bagi para pelaku seni.</p>
<p></p>
<p><strong>Pesan Seniman Soal Isu Dualisme DKS</strong></p>
<p>Pembukaan pameran ART’s SOB dilakukan oleh Crisman Hadi, yang dikenal sebagai Ketua Dewan Kesenian Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kepada para seniman agar tetap menjaga konsistensi keberadaan lembaga kesenian yang sudah lama menjadi wadah bagi pelaku seni di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus tetap konsisten menjaga nama baik DKS sebagai Dewan Kesenian Surabaya, bukan Dewan Kebudayaan Surabaya,” ujar Crisman.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberadaan ruang kesenian seperti DKS harus terus dihidupkan secara konsisten pula oleh para seniman melalui beragam kegiatan berkesenian dan karya yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Roman Chuza, Ketua Umum komunitas pelaku seni Ilustrasi Idiom yang memprakarsai pameran ART's SOB, juga mengajak para seniman untuk tetap solid dan saling mendukung dalam berkesenian.</p>
<p></p>
<p>“Para seniman yang benar-benar peduli seni harus tetap saling support dan konsisten berkesenian,” kata Roman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan pesan moral agar para perupa tetap aktif berkarya dan berpameran di ruang kesenian yang telah lama menjadi rumah bagi para seniman Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Kita tetap berkarya dan berpameran di galeri Dewan Kesenian Surabaya, menjaga kebersamaan dalam rasa kekeluargaan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pameran ART’s SOB kedua itu, para perupa tidak hanya memamerkan karya seni lukis, tetapi juga menyampaikan refleksi tentang pentingnya menjaga solidaritas komunitas seni di tengah dinamika kelembagaan kesenian di Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ari Lasso hingga Idgitaf Siap Meriahkan Konser Love Live Legendary di Bojonegoro</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ari-lasso-hingga-idgitaf-siap-meriahkan-konser-love-live-legendary-di-bojonegoro</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ari-lasso-hingga-idgitaf-siap-meriahkan-konser-love-live-legendary-di-bojonegoro</guid>
<description><![CDATA[ Mengusung konsep romansa lintas generasi, acara ini akan menghadirkan deretan musisi dari berbagai era industri musik Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa656d3cea9.webp" length="48514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 14:00:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Abrori</dc:creator>
<media:keywords>Ari Lasso, Gita Idgitaf, Donnir Sibarani, Ada Band, Love Live Legendary, Konser Bojonegoro, Berita Bojonegoro, Bojonegoro hari ini, Bojonegoro, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, SJP</strong>–Konser musik bertajuk Love Live Legendary dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di halaman GOR Utama Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. </p>
<p>Mengusung konsep romansa lintas generasi, acara ini akan menghadirkan deretan musisi dari berbagai era industri musik Indonesia.</p>
<p>Sejumlah penampil yang telah dikonfirmasi antara lain Idgitaf, penyanyi yang merepresentasikan generasi muda melalui karya-karya reflektifnya. Selain itu, hadir pula Donnie Sibarani, mantan vokalis Ada Band yang populer dengan lagu-lagu romantis era 2000-an. Sementara itu, musisi legendaris Ari Lasso dipastikan menjadi penampil utama dalam gelaran tersebut.</p>
<p>Konser ini dipromotori oleh Imagine Promosindo dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p>Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menyatakan bahwa penyelenggaraan konser ini merupakan strategi pemerintah daerah untuk mendongkrak sektor pariwisata.</p>
<p>"Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata dengan menghadirkan event-event berskala nasional seperti konser ini," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Elzadeba menambahkan, kegiatan hiburan berskala besar tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Marketing Communication Imagine Promosindo, Asha Aurora, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh dengan memprioritaskan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.</p>
<p>"Kami akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta tim keamanan internal untuk memastikan acara berjalan aman dan nyaman," kata Asha.</p>
<p>Meski kapasitas lokasi mampu menampung hingga 5.000 orang, panitia memutuskan untuk membatasi penjualan tiket di kisaran 3.000 hingga 4.000 lembar. Hal ini dilakukan guna menjaga ruang gerak dan kenyamanan penonton di area konser.</p>
<p>Konser Love Live Legendary dirancang sebagai pengalaman musikal bertema Cross Generational Romance, yang mengajak audiens menikmati perjalanan emosi dan kenangan melalui lagu-lagu lintas zaman. </p>
<p>Selain panggung utama, penyelenggara juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti zona kuliner, area interaksi, serta spot foto tematik.</p>
<p>Tiket resmi dapat diperoleh melalui platform Megatix dan Tixside. Informasi terkini mengenai acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @lovelivelegendary. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lebaran, Jatim Park Group Berikan Diskon Ramadan Untuk Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-jatim-park-group-berikan-diskon-ramadan-untuk-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-jatim-park-group-berikan-diskon-ramadan-untuk-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Selain menjaga okupansi destinasi tetap stabil, diskon yang diberikan juga dimaksudkan untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pelaku usaha penunjang pariwisata di Kota Batu yang selama ini sangat bergantung pada arus wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6a24540f63.webp" length="51854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 18:09:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Diskon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Momentum Ramadan dimanfaatkan serius oleh manajemen Jatim Park Group untuk menjaga stabilitas kunjungan wisata menjelang libur Lebaran 2026. Melalui program potongan harga tiket masuk hingga 40 persen khusus warga ber-KTP Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing &amp; Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto pada Selasa (3/3/2026) menegaskan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menjaga pergerakan wisata.</p>
<p></p>
<p>"Promo tersebut berlaku mulai 1 hingga 15 Maret 2026 dan menyasar sejumlah destinasi unggulan. Ini juga merupakan upaya untuk mengoptimalkan pasar lokal sebagai penopang utama kunjungan," urainya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Ramadan menjadi periode krusial bagi pelaku pariwisata karena pola belanja dan rekreasi masyarakat cenderung berubah. Dengan diskon hingga 40 persen di sejumlah wahana seperti Dino Park, The Legend Stars Park, Jawa Timur Park 2, Museum Angkut, dan Eco Active Park, pihaknya berharap daya tarik wisata tetap kompetitif dan terjangkau bagi keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Tak hanya menyasar warga lokal, JTP Group juga menggulirkan diskon 20 persen untuk wisatawan umum yang berlangsung lebih panjang, yakni 15 Februari hingga 15 Maret 2026," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Promo tersebut mencakup delapan destinasi favorit, terutama di kawasan Jatim Park 3 seperti The Legend Stars Park, Fun Tech Plaza, Museum Musik Dunia, dan Milenial Glow Garden, serta sejumlah lokasi lain seperti Batu Love Garden, Eco Active Park, Drive Thru Park, dan Museum Tubuh di area Jatim Park 1.</p>
<p></p>
<p>Titik juga menambahkan pihak manajemen optimistis kebijakan harga khusus ini dapat menjadi stimulus awal sebelum puncak kunjungan Lebaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Ramadan, Wisma Jerman Bagikan Kisah Hidup Muslim di Negeri Seribu Kastil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-wisma-jerman-bagikan-kisah-hidup-muslim-di-negeri-seribu-kastil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-wisma-jerman-bagikan-kisah-hidup-muslim-di-negeri-seribu-kastil</guid>
<description><![CDATA[ Di antara semua tantangan, Ramadhan menjadi periode yang paling berat bagi Nayera. Ia mengenang masa kuliahnya di Jerman, ketika harus menjalani ujian tanpa ada penyesuaian jadwal meskipun sedang berpuasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69970f4344946.webp" length="27764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 22:10:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jerman, Wisma Jerman, Ramadhan 2026, Ramadhan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulan suci Ramadan telah tiba. Di berbagai penjuru dunia, umat Muslim bersiap menyambut hari-hari puasa dengan suasana yang akrab, mulai dari ngabuburit bersama orang terdekat, mengisi tempat-tempat ibadah dengan antusias, hingga momen kehangatan sembari menanti hari kemenangan. </p>
<p></p>
<p>Namun, suasana itu tak selalu sama bagi mereka yang menjalani Ramadan di negara dengan populasi Muslim sebagai minoritas. Di tempat-tempat seperti Jerman, menjalankan ibadah bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan juga perjalanan sunyi menjaga keyakinan di tengah lingkungan yang berbeda.</p>
<p></p>
<p>Gambaran itulah yang dibagikan oleh Nayera Ibrahim dalam sharing session bertajuk “Life as a Muslim in Germany” yang digelar di Wisma Jerman, Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Dalam forum hangat itu, Nayera membuka jendela pengalaman pribadinya sebagai seorang Muslim asal Mesir yang telah lebih dari satu dekade hidup di Jerman, sebuah kehidupan yang ia gambarkan penuh tantangan, refleksi, sekaligus peluang.</p>
<p></p>
<p><strong>Menjaga Iman di Tengah Lingkungan yang Berbeda</strong></p>
<p>Bagi Nayera, menjadi Muslim di Jerman berarti hidup di tengah kontras yang nyata. Ia terbiasa melewati kedai makanan non-halal saat berangkat kerja, mendengar lonceng gereja di pagi hari, dan menjalani ibadah di ruang-ruang yang tak selalu tersedia. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal identitas.</p>
<p></p>
<p>"Menjadi Muslim di Jerman bisa sangat rumit. Tantangannya bukan hanya beradaptasi dengan masyarakat tanpa kehilangan iman dan budaya, tetapi juga memahami diri sendiri sebagai Muslim," ujar Nayera, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Hidup di negara dengan mayoritas non-Muslim membuat praktik keagamaan tidak lagi menjadi sesuatu yang otomatis didukung oleh lingkungan. Tidak ada toleransi khusus untuk waktu salat, tidak banyak ruang ibadah yang mudah ditemukan, bahkan masjid pun sering tidak terlihat seperti masjid dari luar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69970f47d3aaf.webp" alt=""></p>
<p>Dalam beberapa situasi, Nayera mengaku harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari ideal, mulai dari mencari lokasi yang memungkinkan untuk menunaikan ibadah salat, hingga mencari waktu singkat untuk beribadah.</p>
<p></p>
<p>"Kadang ketika saya berada di luar, saya harus salat di tangga karena tidak ada ruang salat yang tersedia," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pengalaman-pengalaman kecil seperti itu menjadi pengingat bahwa menjalankan ibadah di Jerman seringkali menjadi perjuangan pribadi, bukan bagian dari sistem sosial yang mendukung secara luas.</p>
<p></p>
<p><strong>Ramadan: Ujian Fisik dan Mental</strong></p>
<p>Di antara semua tantangan, Ramadan menjadi periode yang paling berat bagi Nayera. Ia mengenang masa kuliahnya di Jerman, ketika harus menjalani ujian tanpa ada penyesuaian jadwal meskipun sedang berpuasa.</p>
<p></p>
<p>Tidak ada perubahan ritme kehidupan di luar sana, kelas tetap berjalan, ujian tetap berlangsung, dan aktivitas akademik tidak berhenti. Ia harus mengatur sendiri waktu sahur, belajar, dan menjaga energi, tanpa dukungan lingkungan yang memahami kondisi ibadah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Situasi ini berbeda jauh dengan negara-negara mayoritas Muslim, di mana Ramadan menjadi bagian dari kehidupan kolektif masyarakat. Namun justru di situlah, menurutnya, iman diuji secara pribadi.</p>
<p></p>
<p>"Anda harus bertanya pada diri sendiri, seberapa besar Anda percaya pada iman Anda, dan Anda harus berdiri teguh dengan keyakinan itu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, hidup sebagai Muslim di Jerman adalah perjalanan refleksi, mulai dari soal keyakinan, keteguhan, dan pilihan sadar untuk tetap memegang iman di tengah tantangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Minoritas, Tapi Tidak Sendirian</strong></p>
<p>Meski demikian, Nayera menekankan bahwa Muslim di Jerman tidak sepenuhnya sendiri. Dengan jumlah sekitar 5,5 juta Muslim, komunitas ini tetap memiliki ruang dan dukungan.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut adanya organisasi seperti CLAIM yang memberikan bantuan hukum gratis bagi Muslim yang mengalami diskriminasi, serta Inssan e.V yang menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan emosional.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, ia juga menilai Jerman sebagai negara yang tetap memberikan peluang luas. Ia menegaskan bahwa tindak diskriminasi tudak terjadi secara konsisten, dan mayoritas masyarakat di Jerman sangatlah hangat dan bisa bertoleransi akan kebutuhan Nayera.</p>
<p></p>
<p>"Jerman adalah negara yang sangat terbuka. Ada banyak kesempatan dan peluang di sana," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, meskipun praktik Islam tidak semudah di negara mayoritas Muslim, tetap ada ruang untuk menjalankan keyakinan dengan cara yang bermakna secara personal.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Mesir ke Jerman, Lalu ke Indonesia</strong></p>
<p>Nayera sendiri datang ke Surabaya sebagai relawan di Wisma Jerman melalui program Kulturweit, sebuah inisiatif pemerintah Jerman yang membuka kesempatan bagi pemuda untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya.</p>
<p></p>
<p>Selama enam bulan di Indonesia, ia membantu berbagai program, termasuk mendukung kelas bahasa dan kegiatan peserta kursus.</p>
<p></p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan ide menghadirkan Nayera sebagai narasumber muncul secara alami dari percakapan mereka sehari-hari. Nayera sendiri menjadi relawan di bidang program, jadi dia mendukung semua perencanaan dan pelaksanaan bidang program. Tapi selain itu dia juga mendukung di bidang bahasa</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69970f4bc2551.webp" alt=""></p>
<p>"Dia kadang-kadang mengalami krisis identitas, karena dia punya dua budaya. Dia asli Mesir, tapi sudah lebih dari 10 tahun di Jerman," kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Menurut Mike, pengalaman Nayera sangat relevan, terutama karena semakin banyak pemuda Indonesia yang tertarik melanjutkan pendidikan atau karier di Jerman.</p>
<p></p>
<p>"Mayoritas masyarakat Indonesia Muslim, jadi penting mereka punya gambaran yang jelas. Supaya mereka siap dan tidak takut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kini, menjelang akhir masa relawannya di Indonesia, Nayera membawa pulang pengalaman baru, tentang keramahan, empati, dan kehidupan di negara dengan mayoritas Muslim. Mike merasa Nayera cukup terkesan dengan masyarakat Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Neyera bisa akrab dengan orang-orang disini, dia juga telah melakukan beragam kegiatan. Jelang momen-momen terakhirnya di Indonesia, dia mungkin akan keliling ke beberapa daerah sebelum kembali lagi ke Jerman," katanya.</p>
<p></p>
<p>Mike juga mengutip pesan penting dari Nayera bagi generasi muda Indonesia yang bermimpi menempuh jalan serupa di Jerman, yakni untuk yakit, kuat dan tetap optimis.</p>
<p></p>
<p>"<em>Go for it, be strong, and be optimistic about it</em>," ujar Mike.</p>
<p></p>
<p>Di balik dinginnya salju, keterbatasan ruang ibadah, dan sunyinya Ramadan di negeri Panzer, kisah Nayera menunjukkan bahwa iman bukan sekadar tradisi yang mengikuti lingkungan, melainkan pilihan yang terus diperjuangkan hari demi hari, dalam diam, dan dalam keyakinan yang teguh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makna Terpendam Imlek: Bukan Sekadar Perayaan, Melainkan Titik Memulai Siklus Baru Kehidupan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makna-terpendam-imlek-bukan-sekadar-perayaan-melainkan-titik-memulai-siklus-baru-kehidupan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makna-terpendam-imlek-bukan-sekadar-perayaan-melainkan-titik-memulai-siklus-baru-kehidupan</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Imlek mungkin telah usai, tetapi makna sejatinya baru dimulai, sebuah titik balik untuk meninggalkan masa lalu dan berpacu menyambut siklus kehidupan yang baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995a51134976.webp" length="33220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 19:42:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Imlek, Kuda Api, Imlek 2026, Petra Christian University, Universitas Kristen Petra, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lampion telah kembali dipadamkan, barongsai pun telah berhenti menari. Perayaan Imlek sejatinya memang sudah berlalu kemarin, meninggalkan jejak kebahagiaan yang hangat. Namun sejatinya, Imlek bukanlah tentang kemeriahan yang berlangsung sehari atau dua hari saja.</p>
<p></p>
<p>Di balik seluruh simbol dan tradisinya, Imlek menyimpan makna yang jauh lebih dalam, yakni tentang menutup babak lama kehidupan dan melangkah ke siklus yang baru dengan harapan yang diperbarui.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang diungkapkan oleh Olivia, dosen Bahasa Mandarin di Universitas Kristen Petra. Ia menuturkan bahwa Imlek merupakan momentum transisi yang sarat makna simbolis, bukan hanya perayaan budaya semata.</p>
<p></p>
<p>"Imlek sejatinya adalah sebuah titik balik. Ia bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah simfoni pergantian musim yang membawa pesan mendalam tentang pembaruan hidup," ujar Olivia, Rabu (18/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Secara filosofis, Imlek menandai peralihan dari musim dingin menuju musim semi, sebuah simbol universal tentang kelahiran kembali dan pertumbuhan baru yang ditunjukkan oleh alam.</p>
<p></p>
<p>Namun, dalam konteks kehidupan manusia, perayaan itu menjadi momen refleksi untuk menutup lembaran lama dan membuka siklus baru dengan semangat yang diperbarui, sama halnya seperti Tahun Baru Internasional atau Idul Fitri.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, Imlek juga merupakan momentum memperkuat fondasi keluarga. Tradisi berkumpul bersama, membersihkan rumah sebelum hari perayaan, hingga menghentikan aktivitas pekerjaan saat hari-H, semuanya mengandung makna simbolis tentang melepaskan beban masa lalu dan membuka ruang bagi harapan baru.</p>
<p></p>
<p>"Tradisi bersih-bersih rumah bukan sekadar urusan sanitasi, tetapi simbol membuang segala keburukan dan kesialan tahun lalu agar rumah siap menerima keberuntungan baru," ungkap Olivia.</p>
<p></p>
<p>Olivia juga menjelaskan makna simbolis yang tercermin dalam hidangan khas yang disajikan saat Imlek. Kue keranjang atau Nián Gāo misalnya, bukan sekadar makanan tradisional, tetapi lambang harapan akan peningkatan kualitas hidup. </p>
<p></p>
<p>Pelafalan kata “Gāo” yang menyerupai kata “tinggi” dalam bahasa Mandarin merepresentasikan doa agar kehidupan terus meningkat, baik secara ekonomi maupun spiritual.</p>
<p></p>
<p>Begitu pula dengan ikan yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga Tionghoa saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata ikan memiliki bunyi yang sama dengan kata “kelebihan” yang melambangkan harapan akan kelimpahan rezeki.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya sederhana namun kuat, agar setiap tahun kita tidak hanya berkecukupan, tetapi selalu memiliki kelebihan rezeki untuk dibagikan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Fenomena hujan yang kerap menyertai perayaan Imlek juga memiliki makna filosofis tersendiri. Secara ilmiah, Imlek di Tiongkok terjadi saat peralihan musim dingin ke musim semi, ketika salju mencair menjadi hujan. </p>
<p></p>
<p>Sementara di Indonesia, Imlek jatuh pada puncak musim hujan. Namun dalam pandangan budaya Tionghoa, hujan justru dimaknai sebagai simbol keberuntungan.</p>
<p></p>
<p>"Bagi masyarakat Tionghoa, hujan adalah simbol banjir rezeki, energi positif yang turun dari langit," jelas Olivia </p>
<p></p>
<p>Memasuki tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, Imlek juga membawa pesan khusus tentang energi dan percepatan kehidupan. Olivia menuturkan bahwa unsur api dalam filosofi Tionghoa melambangkan vitalitas, kemakmuran, dan perkembangan pesat, sementara kuda merepresentasikan kecepatan dan kemajuan.</p>
<p></p>
<p>"Pesannya sangat jelas, bahwa tahun ini adalah waktu bagi kita untuk berpacu dengan waktu, menyelesaikan urusan yang tertunda, dan melangkah maju dengan akselerasi tinggi," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Pada akhirnya, esensi terdalam Imlek tidak terletak pada kemeriahannya, melainkan pada keseimbangan hubungan manusia dengan semesta. </p>
<p></p>
<p>Dalam filosofi Tionghoa, harmoni tercipta melalui keselarasan antara hubungan dengan langit, bumi, dan sesama manusia, yang dikenal sebagai prinsip tiān shí dì lì rén hé keselarasan waktu, tempat, dan hubungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Tales of Chengdu, PCM Bawa Kisah Kota Budaya China ke Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-tales-of-chengdu-pcm-bawa-kisah-kota-budaya-china-ke-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-tales-of-chengdu-pcm-bawa-kisah-kota-budaya-china-ke-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Imlek di Surabaya terasa berbeda ketika nuansa kota budaya Chengdu hadir lewat Tales of Chengdu, menghadirkan lampion, barongsai, dan kisah lintas budaya di Pakuwon City Mall. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699462b62af67.webp" length="63816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 20:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Tales of Chengdu, Imlek, Imlek 2026, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi, harapan baru, dan juga ornamen khas negara tirai bambu. Namun di Surabaya, perayaan Imlek 2026 hadir dengan cara yang berbeda. Bukan hanya lampion dan barongsai, tetapi juga menghadirkan nuansa salah satu kota di China yang sarat akan nilai budaya.</p>
<p></p>
<p>Melalui festival bertajuk ”<em>Tales of Chengdu</em>”, Pakuwon City Mall (PCM) Surabaya membawa atmosfer khas Chengdu ke bagian timur kota Pahlawan, mengajak pengunjung merayakan Imlek sambil menjelajahi kisah budaya yang telah hidup selama ribuan tahun.</p>
<p></p>
<p>Festival tersebut berlangsung pada 6 hingga 22 Februari 2026 di Park Shanghai Pakuwon City Mall. Dengan memadukan tradisi dan pengalaman modern, pengunjung seakan diajak melangkah keluar dari Surabaya dan memasuki lanskap budaya khas China barat daya.</p>
<p></p>
<p><strong>Chengdu, Kota Budaya dengan Jejak Ribuan Tahun</strong></p>
<p>Chengdu bukan sekadar kota besar di China. Ibu kota Provinsi Sichuan itu dikenal sebagai salah satu kota tertua yang masih bertahan hingga hari ini, dengan sejarah lebih dari dua milenium. Kota tersebut menjadi pusat peradaban kuno Shu dan berkembang menjadi simpul penting seni, sastra, dan tradisi.</p>
<p></p>
<p>Identitas Chengdu sebagai kota budaya tercermin dalam kehidupan masyarakatnya yang masih menjaga seni tradisional, mulai dari opera Sichuan yang terkenal dengan teknik perubahan topeng yang dramatis, hingga budaya rumah teh yang menjadi bagian dari keseharian. </p>
<p></p>
<p>Namun yang paling menarik dari semua itu, Chengdu juga dikenal sebagai rumah panda raksasa, simbol nasional China. Keberagaman itu membuat nuansa Chengdu ke Surabaya bak jembatan imajiner terhadap pertukaran budaya kedua Kota.</p>
<p></p>
<p><strong>Padukan Tradisi dan Modernitas</strong></p>
<p>Festival ”Tales of Chengdu” oleh PCM dirancang sebagai perayaan tematik Lunar New Year yang memadukan berbagai bentuk seni tradisional dan hiburan modern. Setiap sore hingga malam, kawasan Park Shanghai akan selalu dipenuhi pertunjukan budaya yang menghidupkan suasana Imlek.</p>
<p></p>
<p>Pengunjung dapat menyaksikan atraksi Acrobatic Lion Dance (Barongsai) yang memadukan gerakan akrobatik dan simbol keberuntungan, serta Wayang Potehi yang menghadirkan kisah klasik dalam bentuk seni boneka tradisional. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699462af49320.webp" alt=""></p>
<p>Di sisi lain, pertunjukan <em>Shanghai Rhythm</em> dan <em>DJ</em> <em>performance</em> menghadirkan energi modern, menciptakan festival yang dinamis dan inklusif untuk berbagai generasi.</p>
<p></p>
<p>Media Relations Pakuwon City Mall, Amelia Patricia, mengatakan festival tersebut memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya yang berbeda bagi masyarakat Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Tales of Chengdu menjadi event festival tematik yang dirancang untuk merayakan semangat <em>Lunar New Year</em> melalui perpaduan atraksi tradisional dan hiburan modern," ucap Amelia saat dikonfirmasi pada Selasa (17/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari puncak perayaan, festival itu juga menghadirkan fireworks blaze spesial selama tiga hari berturut-turut. Pertunjukan kembang api menjadi simbol penting dalam tradisi Lunar New Year, melambangkan cahaya, keberuntungan, dan awal yang baru.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan utama event Tales of Chengdu adalah menghubungkan budaya internasional dengan masyarakat Indonesia melalui festival yang menghibur," ungkap Amelia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69946354b1221.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan bahwa kehadiran festival itu diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Asia dalam cara yang relevan dengan masyarakat urban masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Pakuwon City Mall berharap <em>Tales of Chengdu</em> dapat menjadi awal dari kolaborasi budaya internasional yang lebih luas di masa mendatang," tandas Amelia.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Temu Budaya</strong></p>
<p>Sejak dibuka, <em>Tales of Chengdu</em> mendapat respons positif dari pengunjung yang menikmati suasana perayaan yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya menarik perhatian warga Surabaya, festival ini juga mengundang pengunjung dari luar kota. </p>
<p></p>
<p>Salah satunya Angelica (24), pengunjung asal Kota Batu, yang datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk merasakan langsung suasana perayaan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Dekorasinya bagus sekali, rasanya seperti bukan di Surabaya. Saya jadi bisa merasakan suasana Imlek yang berbeda," ungkap Angelica.</p>
<p></p>
<p>Saat ditanya kenapa tidak menghabiskan liburannya di Kota Batu yang penuh tempat wisata, Angelica mengaku tertarik dengan konsep festival PCM yang angkat Kota Chengdu.</p>
<p></p>
<p>"Ita karena itu kota yang jadi rumah panda, jadi mau lihat berbagai ornamen bertemakan panda, walaupun yang paling ditunggu-tunggu tetap pertunjukan Barongsai," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui <em>Tales of Chengdu</em>, Imlek di Surabaya tahun ini tidak hanya dirayakan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai perjalanan budaya, sebuah kesempatan untuk merasakan kisah kota yang jauh, tanpa harus melintasi benua.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kesenian, Kebersamaan hingga Perlawanan: Riuh Perayaan Imlek 2026 di Tambak Bayan Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kesenian-kebersamaan-hingga-perlawanan-riuh-perayaan-imlek-2026-di-tambak-bayan-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kesenian-kebersamaan-hingga-perlawanan-riuh-perayaan-imlek-2026-di-tambak-bayan-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah sengketa lahan yang belum usai, warga Kampung Pecinan Tambak Bayan merayakan Imlek 2026 lewat kesenian lintas budaya, menjadikan tradisi sebagai ruang kebersamaan sekaligus perlawanan mempertahankan kampung halaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699447abf18b1.webp" length="62832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 19:40:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tambak Bayan, Kampung Pecinan, Imlek 2026, Kuda Api, Tahun Baru Cina, Tionghoa, Barongsai, Sanggar Seni Omah Ndhuwur, Bangunrejo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Perayaan Tahun Baru Imlek kembali digelar di Kampung Pecinan Tambak Bayan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Selasa (17/2/2026). Tahun ini, Imlek memasuki tahun Shio Kuda dengan elemen api, yang dalam kepercayaan Tionghoa melambangkan semangat, keberanian, energi, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan. </p>
<p></p>
<p>Di kampung tua itu, makna tersebut terasa jauh lebih terasa nyata dan bukan hanya sekadar simbol semata, melainkan refleksi dari kehidupan warganya yang terus bertahan di tengah persoalan yang tidak hanya menghantui, namun juga mengancam ruang hidup mereka hari demi hari.</p>
<p></p>
<p><strong>Kampung Pecinan Tertua di Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Kampung Pecinan Tambak Bayan sendiri merupakan salah satu permukiman Tionghoa tertua di Surabaya. Gang-gang sempitnya menyimpan jejak panjang kehidupan lintas generasi, tempat warga merawat tradisi sekaligus membangun kehidupan bersama di tengah kota yang terus berubah. </p>
<p></p>
<p>Ornamen lampion, mural, dan rumah-rumah lama menjadi saksi perjalanan panjang komunitas itu. Namun di balik perayaan dan warna-warni budaya, kampung ini masih menghadapi sengketa lahan yang telah berlangsung hampir dua dekade, menjadi bayang-bayang yang terus menyertai kehidupan warganya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fc497141.webp" alt=""></p>
<p>Sejak pagi, suasana kampung telah dipenuhi suara tabuhan tambur dan gemerincing simbal barongsai. Warga, seniman, dan pengunjung berkumpul, berbaur tanpa sekat. Tahun ini, perayaan terasa berbeda, yang mana suasana terasa lebih hidup, lebih terbuka, dan terlihat banyak pihak yang ikut dilibatkan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua RT 02 RW 02 Tambak Bayan, Suseno Karja, mengatakan perayaan Imlek tahun ini memang menggandeng lebih banyak pihak, yang mana dukungan secara deras datang dari komunitas seni lokal dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini lebih banyak dukungan keseniannya. Ada jejaring antar-kampung, jadi bukan hanya warga Tambak Bayan saja yang terlibat," kata Suseno, Selasa (17/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Barongsai dari kelompok Surya Naga membuka rangkaian acara, diikuti penampilan kesenian bantengan dari kelompok Mberot Rea Reo yang diisi anak-anak muda Tambak Bayan, hingga ragam tarian dari Sanggar Seni Omah Ndhuwur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699452b53fc58.webp" alt=""></p>
<p>Menjelang sore hingga malam, berbagai pertunjukan lain turut meramaikan suasana, mulai dari tari remo, tari sufi dari Rumah Cinta Surabaya, hingga pertunjukan wayang kontemporer oleh Ki Ompong Sudarsono.</p>
<p></p>
<p>Menurut Suseno, konsep kolaboratif tersebut sengaja dihadirkan untuk memperluas ruang interaksi warga sekaligus memperkenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang anak-anak belum tentu mau belajar kesenian tradisional. Lewat acara seperti ini, mereka dikenalkan lagi dengan budaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan yang Dirayakan Secara Organik</strong></p>
<p>Di tengah perayaan, warga dan seniman datang dan terlibat tanpa sekat formal. Tidak ada undangan khusus atau kurasi ketat seperti tahun-tahun sebelumnya. Semuanya tumbuh secara spontan, dari keinginan bersama untuk merayakan dan merawat kampung.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Juru Arsip Institut Seni Tambak Bayan (ISTB), Yoyok, menyebut perayaan tahun ini berlangsung lebih organik. ISTB sendiri adalah wadah solidaritas antara warga lokal, seniman, mahasiswa, dan komunitas luar yang berlokasi di Kampung Pecinan Tambak Bayan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fbc551a4.webp" alt=""></p>
<p>"Imlek tahun ini dirayakan lebih organik. Siapapun yang ingin terlibat dipersilakan ikut merias, mendesain, dan membuat pernik kampung. Semua bisa datang dan merasakan bahwa Tambak Bayan adalah rumah bersama," kata Yoyok.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, sejak pagi, rangkaian acara dibuka dengan barongsai, dilanjutkan kesenian bantengan oleh anak-anak kampung, hingga penampilan tari dari anak-anak Sanggar Omah Ndhuwur yang telah lama berkolaborasi dengan warga Tambak Bayan.</p>
<p></p>
<p>Pertunjukan tari Sufi dan wayang kontemporer yang ditampilkan malam harinya juga memiliki pendekatan unik, menggunakan material dan cerita yang berasal dari lingkungan sekitar kampung, menjadikannya refleksi langsung dari kehidupan warga.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan yang Juga Menjadi Bentuk Perjuangan</strong></p>
<p>Namun, di balik gemerlap lampion dan riuh pertunjukan itu, perayaan Imlek di Tambak Bayan juga menyimpan makna yang lebih dalam. Kampung itu masih menghadapi sengketa lahan sejak 2006, ketika sebuah pihak swasta mengklaim kepemilikan tanah melalui sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6994518427e98.webp" alt=""></p>
<p>Permasalahan tersebut digambarkan oleh Yoyok bak pil pahir bagi seluruh warga Tambak Bayan. Meski jalur hukum, struktur hingga litigasi sudah dilakukan, warga masih perlu satu jalur lagi untuk melawan, yakni jalur kultural yang mereka tunjukkan lewat seni dan budaya sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keberadaan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami menggunakan seni sebagai alat perjuangan, sebagai ruang untuk bertemu sekaligus menyuarakan apa yang ada di sini. Semangatnya tahun ini tetap, mempertahankan ruang hidup warga Tambak Bayan," kata Yoyok.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, Imlek menjadi momentum penting bagi warga untuk berkumpul dan memperkuat solidaritas. Selain keinginan agar masalah sengketa yang cepat selesai, Yoyok juga berharap warga Tambak Bayan yang mayoritas lansia sehat, rukun dan bahagia.</p>
<p></p>
<p>"Imlek jadi momentum supaya warga tetap solid, tetap mencintai ruang hidupnya, dan merawat apa yang sudah diwariskan, termasuk ruang hidup para warga," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6994518c3da99.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kolaborasi dan Regenerasi Budaya</strong></p>
<p>Semangat berkesenian dan perlawanan itu tidak bisa dibawa sendiri, karenanya, kehadiran Sanggar Seni Omah Ndhuwur menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan tahun ini. Sekitar 30 anak tampil membawakan empat tarian, termasuk tari remo, tari Bermain, tari Kelinci, dan tari Candik Ayu. </p>
<p></p>
<p>Menariknya, mereka mengenakan seragam batik sekolah masing-masing alih-alih kostum tari formal. Salah satu Pelatih tari Sanggar Omah Ndhuwur yakni Hening Elazuardi, mengungkapkan bahwa pilihan itu memiliki makna tersendiri.</p>
<p></p>
<p>"Kita ingin sekaligus melestarikan budaya lain, yakni batik. Dengan memakai seragam sekolah, identitas mereka juga terlihat, dan sekolah mereka bisa ikut bangga," kata Mahasiswa Semester 4 UNESA itu.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Tambak Bayan telah terjalin sejak 2021 dan terus berlanjut hingga sekarang.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya kita diundang untuk pembukaan acara. Apalagi ini berhubungan dengan nilai toleransi. Kita senang bisa berkolaborasi dan bertemu dengan banyak komunitas," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699451963e0ec.webp" alt=""></p>
<p>Selain Hening, adapun Jennifer Bella Mahardika dari SMAN 8 Surabaya, Safira Dwi Ariani, SMKN 8 Surabaya dan Jennifer Bella Mahardika dari SMP Muhammadiyah II Surabaya, mereka adalah pelatih tari yang merupakan anak-anak generasi awal sanggar.</p>
<p></p>
<p>Mereka kompak mengatakan bahwa momentum perayaan Imlek 2026 bukan sekadar ajang penampilan, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya yang memperluas ruang perjumpaan mereka dengan komunitas lain yang juga berbasis seni budaya.</p>
<p></p>
<p>"Apalagi ini berhubungan dengan nilai toleransi juga, jadi kita pasti senang dong. Kita bisa bertoleransi bukan cuma antara umat beragama, tetapi kita bisa berhubungan dengan orang-orangnya," tandas mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Kebanggaan Orang Tua dan Harapan Kerukunan</strong></p>
<p>Di antara kerumunan penonton, Nafian, salah satu orang tua peserta tari, menyaksikan putrinya tampil dengan penuh kebanggaan. Putrinya, Akselia Atifa Arundaya, telah berlatih di Sanggar Omah Ndhuwur selama tiga tahun.</p>
<p></p>
<p>“Bahagia. Bangga sekali. Ini penampilan anak saya yang ketiga kali di Tambak Bayan,” kata Nafian.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu anaknya berkembang, tidak hanya secara kemampuan, tetapi juga secara mental. Selain itu, tidak lupa agar anaknya juga memiliki jejaring luas dan mengetahui seluk beluk Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Biar anaknya tambah percaya diri dan terus berkembang,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fac689ea.webp" alt=""></p>
<p><strong>Cerita Mereka Belum Selesai</strong></p>
<p>Seiring malam turun, pertunjukan wayang kontemporer menjadi penutup rangkaian perayaan. Warga, seniman, dan pengunjung masih bertahan, duduk berdampingan, menyaksikan cerita yang lahir dari ruang hidup mereka sendiri.</p>
<p></p>
<p>Di Tambak Bayan, Imlek bukan hanya perayaan tahun baru. Ia adalah ruang pertemuan, ruang kebersamaan, dan ruang perjuangan. Di tengah sengketa yang belum usai, warga terus merawat tradisi, menjaga identitas, dan mempertahankan kampung yang mereka sebut rumah.</p>
<p></p>
<p>Shio Kuda Api yang melambangkan keberanian dan keteguhan seolah menemukan maknanya di sini, di gang-gang sempit Tambak Bayan, tempat kesenian, kebersamaan, dan perlawanan hidup saling berdampingan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ESCape: Robot dari Rongsokan, Pameran Seni Upcycle di Wisma Jerman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/escape-robot-dari-rongsokan-pameran-seni-upcycle-di-wisma-jerman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/escape-robot-dari-rongsokan-pameran-seni-upcycle-di-wisma-jerman</guid>
<description><![CDATA[ Robot setinggi hampir satu meter berdiri gagah di Wisma Jerman, tubuhnya tersusun dari botol oli, mouse rusak, dan kabel bekas membuktikan limbah bisa “escape” menjadi karya seni futuristik bernilai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69901d6638710.webp" length="38862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:58:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, ESCape, Pameran, Robot, Limbah, Gundam, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bayangkan sebuah robot setinggi hampir satu meter berdiri gagah di tengah ruangan. Sekilas ia tampak seperti mainan mahal di etalase toko koleksi hobi. Padahal, tubuhnya tersusun dari botol oli bekas, mouse komputer rusak, kabel-kabel kecil, hingga wadah tip-ex yang nyaris dibuang ke tempat sampah.</p>
<p></p>
<p>Karya itulah yang tersaji dalam pameran bertajuk “ESCape” oleh Henry Siswanto dan Rachmad Priyandoko di Wisma Jerman, Surabaya. Pameran yang dibuka sejak 11 Februari 2026 itu menghadirkan sekitar 30 karya, terdiri dari robot tiga dimensi serta karya dua dimensi berupa sketsa dan lukisan kanvas.</p>
<p></p>
<p>Meski desain robotnya memanjang mata, khususnya bagi para pecinta model-kit dan figur aksi, fokus utama pameran itu bukan sekadar bentuk robotnya, melainkan bagaimana barang-barang tak terpakai dibebaskan dari fungsi lamanya dan diubah menjadi karya seni penuh karakter.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghidupkan Limbah Jadi Karya </strong></p>
<p>Seluruh karya 3D dalam pameran tersebut dibuat dengan metode <em>upcycled</em> atau <em>scrap built. </em>Tidak ada bahan baru yang digunakan. Henry dan Rachmad bahkan berburu material hingga ke tempat rongsokan.</p>
<p></p>
<p>Mainan pistol rusak, botol parfum kosong, komponen printer, hingga kabel kecil dibongkar, dipotong, lalu dirakit ulang menjadi figur robot dengan detail mekanis yang rumit. Beberapa di antaranya bahkan bisa digerakkan, rodanya berputar dan tangannya fleksibel.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69907a6fbaa51.webp" alt=""></p>
<p>“Semangat yang kita bawa dalam pameran ini sebenarnya sederhana, yakni selama suatu hal atau barang itu bisa kita manfaatkan, kenapa harus dibuang?” ucap Henry saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ukuran robot yang dipamerkan pun beragam, dari yang kecil hingga yang bobotnya mendekati 20 kilogram. Ketika dipajang di Ruang Halle Wisma Jerman, karya-karya itu tampak kokoh dan futuristik, tak lagi menyisakan kesan sebagai limbah.</p>
<p></p>
<p><strong>ESCape: Bebas Dari Rasa Capek </strong></p>
<p>Judul pameran “ESCape” menyimpan makna ganda. Rachmad menjelaskan, ide itu lahir dari obrolan ringan bersama istrinya saat merasa lelah atau "capek" dengan pekerjaan sehari-hari dan keinginan untuk merasakan kebebasan.</p>
<p></p>
<p>“Escape kan artinya keluar. Melepaskan diri dari rasa lelah, dari kepentingan pekerjaan.”</p>
<p></p>
<p>Ia juga memaknai ESCape sebagai permainan kata, yang mana es dalam ESCape diwujudkan sebagai minuman yang menyegarkan saat capek atau lelah, tidak hanya soal pekerjaan tetapi juga lelah karena harus menyusun robot sedetail itu.</p>
<p></p>
<p>"ESCape. Es-nya segar plus capek," kelakarnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, tema tersebut merepresentasikan proses kreatif mereka membebaskan benda bekas dari bentuk awalnya menjadi entitas baru bernama karya seni. Limbah yang sebelumnya tak bernilai, “lepas” dari nasibnya sebagai sampah.</p>
<p></p>
<p><strong>Nostalgia dan Imajinasi Masa Kecil</strong></p>
<p>Bentuk robot-robot itu terinspirasi dari imajinasi masa kecil generasi 80–90-an, yang akrab dengan tontonan seperti Voltron dan serial Power Rangers. Dulu, keinginan memiliki mainan robot sering terbentur kondisi ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Dulu pengen punya, tapi orang tua nggak cukup duitnya. Sekarang ya bikin sendiri," ungkapnya </p>
<p></p>
<p>Nostalgia itu kini menjelma menjadi karya nyata. Robot-robot yang dulu hanya ada dalam layar televisi, kini berdiri sebagai hasil kreativitas dari barang-barang terbuang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901d703f406.webp" alt=""></p>
<p>Selain karya tiga dimensi, pameran tersebut juga menghadirkan lukisan dan sketsa di atas kanvas. Karya 2D tersebut melengkapi eksplorasi visual kedua seniman.</p>
<p></p>
<p>"Biar nggak monoton. Kita juga mau nunjukin punya skill sketsa dan merakit," ucap Rachmad.</p>
<p></p>
<p>Dengan demikian, publik tidak hanya melihat kepiawaian merakit benda bekas, tetapi juga kemampuan artistik dalam medium dua dimensi.</p>
<p></p>
<p><strong>Pesan Lingkungan dari Wisma Jerman</strong></p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, menyambut positif pameran tersebut. Ia menilai karya Henry dan Rachmad bukan sekadar karya visual, tetapi juga bukti nyata bahwa barang bekas masih memiliki nilai dan masa depan.</p>
<p></p>
<p>“Ya impresi saya ini karya-karya yang luar biasa menurut saya, karena bisa merubah sampah untuk tidak menjadi menjadi limbah, tetapi menjadi karya seni 3D yang unik dan penuh karakter," ujar Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru membuang barang yang dianggap tidak berguna, karena masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan kembali.</p>
<p></p>
<p>"Jadi sesuatu yang mungkin dalam mata kita sudah tidak berguna, tidak perlu langsung dibuang. Maksudnya karena kemungkinan besar masih ada masa depan untuk barang atau apa tersebut," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699077fb81c74.webp" alt=""></p>
<p>Mike menambahkan, alasan Wisma Jerman mendukung pameran itu juga berkaitan erat dengan budaya dan karakter masyarakat Jerman yang sangat menjunjung tinggi prinsip daur ulang dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Di Jerman memang isu lingkungan menjadi perhatian besar, dan sikap berkelanjutan di masyarakatnya itu sangat tinggi, sangat penting di Jerman. Dan itu setara dengan karakter masyarakat Jerman," tukas Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap pameran seperti “ESCape” dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melihat limbah dari sudut pandang yang berbeda, bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari kemungkinan baru.</p>
<p></p>
<p>Di tengah meningkatnya produksi sampah, “ESCape” hadir sebagai pengingat bahwa kreativitas dapat menjadi jalan keluar. Limbah bukan akhir dari sebuah benda, ia bisa menjadi awal dari sebuah karya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pererat Hubungan Indonesia–Amerika, MyAmerica Surabaya Hadir dengan Konsep Baru yang Lebih Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pererat-hubungan-indonesiaamerika-myamerica-surabaya-hadir-dengan-konsep-baru-yang-lebih-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pererat-hubungan-indonesiaamerika-myamerica-surabaya-hadir-dengan-konsep-baru-yang-lebih-modern</guid>
<description><![CDATA[ MyAmerica Surabaya diluncurkan ulang dengan konsep modern untuk menggaet generasi muda, menjadi “titik nol” pertukaran budaya dan penguatan hubungan Indonesia–Amerika di level masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dcce3432df.webp" length="42494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 20:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, MyAmerica Surabaya, MyAmerican Corner, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pertukaran budaya kerap menjadi jembatan paling efektif dalam mempererat hubungan antarnegara. Lewat interaksi langsung, diskusi, hingga kolaborasi kreatif, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tak hanya terjalin di level diplomatik, tetapi juga menyentuh masyarakat, terutama generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Semangat itulah yang melatarbelakangi peluncuran ulang MyAmerica Surabaya di Kantor <em>U.S. Consulate General</em> Surabaya, Kamis (12/2/2026). Ruang publik yang telah berdiri sejak 2012 itu kini hadir dengan wajah dan konsep baru yang lebih modern, adaptif, serta ramah anak muda.</p>
<p></p>
<p><strong>Wajah Baru untuk Generasi Baru</strong></p>
<p><em>MyAmerica Surabaya</em> sendiri merupakan bagian dari <em>American Corner</em> (AmCor), pusat sumber daya informasi dan ruang publik yang didirikan Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat di berbagai negara, bekerja sama dengan mitra lokal. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas tersebut menyediakan akses gratis terhadap informasi seputar budaya, kebijakan, sejarah, hingga masyarakat Amerika Serikat, sekaligus menjadi ruang diskusi dan pengembangan kapasitas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698dcfb3a0618.webp" alt=""></p>
<p>Dengan kapasitas sekitar 35–45 orang, <em>MyAmerica Surabaya</em> selama ini menjadi tempat penyelenggaraan berbagai program bersama mitra di Jawa Timur, mulai dari universitas, media, hingga pemerintah. Programnya meliputi penguatan kepemimpinan, inovasi, pendidikan, dan kemampuan bahasa Inggris.</p>
<p></p>
<p>Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Chris Green atau akrab disapa Cak Chris, mengatakan peluncuran ulang itu menjadi momen penting setelah renovasi total dilakukan. </p>
<p></p>
<p>"Kami bangga sekali bisa <em>relaunch MyAmerica Surabaya</em> setelah renovasi total," ujar Cak Chris, Kamis (12/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, secara substansi program tidak berubah secara drastis. Modernisasi sudah dilakukan secara bertahap selama bertahun-tahun. Namun, ruang lama dinilai kurang lagi sesuai dengan kebutuhan program yang semakin berkembang dan berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>"Ruang yang lama kurang cocok dengan kebutuhan untuk programming yang lebih maju," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Adaptif dengan Era Digital</strong></p>
<p>Perubahan paling terasa ada pada desain dan infrastruktur ruangan. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada fungsi perpustakaan dengan peminjaman buku fisik, kini <em>MyAmerica Surabaya </em>dirancang lebih fleksibel dan mendukung aktivitas digital, termasuk <em>video conference</em> dan program daring.</p>
<p></p>
<p>Tempat duduk bertingkat dengan konsep lebih santai dihadirkan untuk menciptakan suasana diskusi yang interaktif. Ruangan juga dirancang untuk mendukung panggung budaya skala kecil, termasuk konser intim yang memungkinkan interaksi langsung antara penampil dan audiens.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698dcf95521af.webp" alt=""></p>
<p>"Kami selalu memodernisasikan programming, tetapi sekarang infrastrukturnya juga mendukung itu," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran ulang ini juga langsung diikuti dengan agenda perdana berupa konser skala kecil yang menjadi simbol dimulainya babak baru <em>MyAmerica Surabaya</em> sebagai ruang kolaboratif.</p>
<p></p>
<p><strong>Titik Nol Pintu Pertukaran Budaya</strong></p>
<p>Selama hampir 14 tahun, <em>MyAmerica Surabaya</em> konsisten mengusung tagline “<em>Your American Experience Starts Here</em>”. Tagline tersebut tetap dipertahankan, namun kini dibarengi dengan semangat dan gaya baru.</p>
<p></p>
<p>"Tempat ini adalah pintu awal terhadap Amerika," ujar Cak Chris.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, <em>MyAmerica Surabaya</em> diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat, khususnya pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa, untuk mengenal budaya Amerika secara langsung, bukan hanya melalui internet atau televisi.</p>
<p></p>
<p>"Mungkin ini percakapan pertama mereka dengan orang Amerika," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, <em>MyAmerica Surabaya </em>tidak hanya menjadi pintu masuk budaya Amerika ke Indonesia, tetapi juga ruang pertukaran dua arah. Budaya Indonesia pun dapat diperkenalkan dan didialogkan dalam forum-forum kolaboratif.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran ulang ini menegaskan komitmen Konsulat Amerika Serikat di Surabaya untuk terus mempererat, memperkuat, dan memperluas hubungan Indonesia-Amerika di tingkat masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Bagi Cak Chris, setiap kunjungan ke <em>MyAmerica Surabaya</em> diharapkan menjadi titik awal perjalanan yang lebih luas, baik dalam bentuk ketertarikan terhadap pendidikan tinggi di Amerika, program pertukaran, kolaborasi budaya, maupun inovasi.</p>
<p></p>
<p>"Harapan saya, beragam kegiatan yang akan dijalankan di <em>MyAmerica Surabaya</em> menjadi titik nol untuk hubungan yang lebih luas dengan Amerika," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan konsep modern dan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda, <em>MyAmerica Surabaya</em> kini tak sekadar ruang informasi, melainkan ruang perjumpaan gagasan, budaya, dan masa depan hubungan Indonesia–Amerika yang lebih erat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuhi Standar Keselamatan, Wahana Pendulum 360 Jatim Park 1 Kembali Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuhi-standar-keselamatan-wahana-pendulum-360-jatim-park-1-kembali-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuhi-standar-keselamatan-wahana-pendulum-360-jatim-park-1-kembali-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Evaluasi mencakup pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP), pemeriksaan rutin sebelum dan sesudah operasional, serta penguatan mekanisme pengawasan selama wahana berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ac7347e2bd.webp" length="20180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 11:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendulum 360 derajat, JTP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wahana Pendulum 360 di Jawa Timur Park 1 resmi kembali beroperasi setelah menjalani evaluasi keselamatan menyeluruh.</p>
<p>Wahana ini mulai dibuka sejak Sabtu pekan lalu dan hingga Selasa (10/2/2026), telah melayani pengunjung selama lima hari.</p>
<p><em>Manager Marketing and Public Relations</em> Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali ini dilakukan setelah peninjauan komprehensif terhadap aspek teknis, operasional, serta penerapan prosedur keselamatan berlapis.</p>
<p>"Evaluasi mencakup pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP), pemeriksaan rutin sebelum dan sesudah operasional, serta penguatan mekanisme pengawasan selama wahana berjalan," ujar Titik.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.</p>
<p>Pengoperasian kembali Pendulum 360 disebut sebagai hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan secara saksama.</p>
<p>Selain penyesuaian SOP, seluruh operator wahana telah menjalani pelatihan ulang (<em>retraining</em>) guna meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman terhadap standar keselamatan.</p>
<p>"Dari sisi teknis, pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan pada sistem mekanikal, elektrikal, serta struktur wahana untuk memastikan seluruh komponen dalam kondisi optimal sebelum kembali dioperasikan," imbuhnya.</p>
<p>Sebagai langkah penguatan tambahan, manajemen menerapkan sistem pengawasan operasional berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan konsistensi penerapan prosedur keselamatan sekaligus meminimalkan potensi risiko di lapangan.</p>
<p>Pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghadirkan pengalaman rekreasi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Representasi Tuan Rumah, Perupa Surabaya Menjawab ARTSUBS lewat Art’s Sob</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-representasi-tuan-rumah-perupa-surabaya-menjawab-artsubs-lewat-arts-sob</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-representasi-tuan-rumah-perupa-surabaya-menjawab-artsubs-lewat-arts-sob</guid>
<description><![CDATA[ Merasa minim representasi sebagai tuan rumah di ARTSUBS, perupa Surabaya melalui komunitas Ilustrasi Idiom menjawab dengan gelar pameran bertajuk Art’s Sob, pameran kolektif yang lahir dari kegelisahan, kemandirian, dan keberanian bersuara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69832138b9bf0.webp" length="31842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Art&#039;s Suroboyo, Art&#039;s Sob, ARTSUBS, Ilustrasi Idiom, Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Deretan lukisan kembali memenuhi Basement Alun-alun Kota Surabaya di awal Februari 2026 dalam sebuah pameran yang digelar oleh Komunitas Seni Ilustrasi Idiom dengan tajuk Art's Sob, sebuah tajuk yang terdengar akrab di telinga publik Kota Pahlawan.</p>
<p>Nama Art's Sob yang merupakan akronim dari Art’s Suroboyo Exhibition dipilih bukan sekadar permainan kata. Di baliknya, tersimpan kegelisahan sekaligus sikap kolektif para perupa Surabaya terhadap gelaran seni rupa berskala besar yang dua tahun belakangan kerap mencuri perhatian, yaitu ARTSUBS.</p>
<p><strong>ARTSUBS dan Bayang di Balik Gemerlap</strong></p>
<p>ARTSUBS sendiri dikenal sebagai pameran seni rupa kontemporer berskala nasional hingga internasional yang digelar di Surabaya sejak 2024. Edisi perdana pameran itu mengusung tema <em>Ways of Dreaming</em>, berlangsung di Pos Bloc Surabaya dan sukses secara penjualan dan jumlah kunjungan.</p>
<p>Setahun berselang, edisi kedua bertema Material Ways digelar di Balai Pemuda Surabaya pada 2025. Ratusan karya dari ratusan seniman ditampilkan, dengan eksplorasi medium yang luas, mulai dari lukisan, instalasi, limbah, hingga kecerdasan buatan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69832133323bf.webp" alt=""></p>
<p>Namun di balik kemegahan tersebut, muncul kegelisahan di kalangan perupa Surabaya. Mereka menilai keterlibatan seniman lokal tidak sebanding dengan nama besar Surabaya yang disematkan pada gelaran ARTSUBS. Dari kegelisahan itulah pameran Art’s Sob lahir.</p>
<p><strong>“Kami Bisa Berdiri di Kaki Sendiri”</strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Art’s Sob sekaligus Wakil Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Ridwan SS, menegaskan pameran yang digelar singkat sejak 1 hingga 4 Februari 2026 itu memang diniatkan sebagai respon terbuka terhadap gelaran ARTSUBS.</p>
<p>"Art's Sob ini untuk merespon ARTSUBS ya, karena ARTSUBS kemarin yang tingkatnya internasional, itu sangat kurang melibatkan seniman Surabaya sendiri. Padahal dia memakai nama Surabaya," ucap Ridwan, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Ia membandingkan ARTSUBS dengan gelaran seni rupa dengan skala yang sama seperti ARTJOG di Yogyakarta. Menurutnya, ARTJOG tetap memberi ruang besar bagi perupa lokal, sementara ARTSUBS dirasa kurang mampu untuk membawa semangat yang sama.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6983212d9b82b.webp" alt=""></p>
<p>"ARTSUBS ini ingin seperti ARTJOG, tapi ARTJOG itu banyak seniman Jogja yang ikut. Nah, ARTSUBS ini kenapa perupa-perupa lokalnya kok (hampir) tidak ada," kata dia.</p>
<p>Ridwan menyebut Art’s Sob sebagai pernyataan bahwa perupa Surabaya mampu berdiri sendiri tanpa harus menunggu undangan dari pameran besar. Bukan sekadar pameran alternatif, melainkan pernyataan bahwa perupa Surabaya tidak kekurangan daya untuk berpameran.</p>
<p>"Di sini maksudnya gelaran ini, kita bisa kok buat pameran sendiri. Kita bisa walau tidak dilibatkan pada acara-acara besar," ujarnya.</p>
<p><strong>Kritik Kurasi dan Orientasi Pada Pasar</strong></p>
<p>Lebih jauh, Ridwan juga menyoroti pola kurasi ARTSUBS yang dinilai terlalu berorientasi pada pasar. Meski ia tetap mengakui pada edisi pertama ARTSUBS masih melibatkan perupa Surabaya, meski jumlahnya terbatas.</p>
<p>"ARTSUBS yang pertama itu perupa Surabaya masih lumayan, mungkin sekitar 20 persen. Tapi setelah itu, yang diambil rata-rata pelukis yang sudah punya pasar," ucapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698321295b3d7.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Ridwan, kondisi tersebut membuat banyak perupa bertalenta tersisih karena belum memiliki pembeli tetap. Padahal, seni rupa semestinya tidak hanya dilihat dari sisi materialistis, tetapi juga dari esensi dan gagasan artistik.</p>
<p>"Yang diundang itu kebanyakan pelukis yang karyanya sering laku. Saya harap kurator tidak hanya menilai dari segi materialistis, tapi juga dari esensi seni rupanya," kata Ridwan.</p>
<p>Ia berharap kurator dan penyelenggara pameran besar bisa lebih fleksibel dan membuka ruang dialog dengan perupa yang belum memiliki pasar, tetapi memiliki kualitas karya.</p>
<p>Kendati demikian, Ridwan menegaskan Art’s Sob tidak diniatkan untuk menyaingi ARTSUBS dalam skala besar. Ia menyadari keterbatasan pendanaan dan jaringan sponsor.</p>
<p>"Kalau untuk menyaingi ARTSUBS ya belum ke sana. Belum bisa se-mega itu. Tapi bukan berarti tidak mungkin, hanya perlu waktu," katanya.</p>
<p>Ke depan, Art’s Sob direncanakan menjadi agenda tahunan Ilustrasi Idiom, berdampingan dengan pameran rutin lain mereka, yakni pameran Hitam-Putih.</p>
<p><strong>Ruang Pertemuan Menjelang Sunyi Ramadan</strong></p>
<p>Di luar kritik dan respons yang dibawa dalam pameran, Art’s Sob sebenarnya juga menjadi ruang temu bagi para seniman di Surabaya dan sekitarnya. Menjelang Ramadan 2026, pameran itu menjadi tempat perupa saling menyapa, berdiskusi, dan mengendapkan kembali makna berkesenian.</p>
<p>"Pameran ini fungsinya juga silaturahmi. Sebelum kita fokus ibadah, kita bertemu dulu lewat pameran ini,”l" kata Ridwan.</p>
<p>Sebanyak sekitar 37 perupa terlibat. Mayoritas berasal dari Surabaya, dengan beberapa tamu dari daerah lain seperti Gresik dan Mojokerto. Tidak ada tema besar yang mengikat. Hanya batasan ukuran kanvas, maksimal dua meter, agar ruang tetap bernapas.</p>
<p><strong>Kesenian Surabaya Selalu Bergerak</strong></p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Roman Chuza, menegaskan Art’s Sob bukan sekadar reaksi atau kritik semata, melainkan bentuk gerak nyata yang lahir dari kegigihan perupa Surabaya sendiri.</p>
<p>"Kita ini tidak cari perhatian. Kita gerak, action. Kalau ada gelaran pakai nama Surabaya, paling tidak 50 sampai 60 persen perupanya harus dari Surabaya, bukan cuma 5 persen," kata Roman.</p>
<p>Ia menekankan Art’s Sob adalah pameran seni yang berangkat dari gagasan dan gerak perupa Surabaya. Meski melibatkan seniman luar kota, Roman memastikan komposisinya tetap berpihak pada perupa lokal.</p>
<p>"Kalau ada teman dari luar Surabaya ingin bergabung, ya kita hormati sebagai tamu. Tapi tetap mayoritas perupanya dari Surabaya," ujarnya.</p>
<p>Senada dengan apa yang dikatakan Ridwan, Roman juga menegaskan bahwa tujuan utama pameran kali ini adalah silaturahmi dan penguatan jaringan seni, sekaligus pembuka tahun 2026 bagi komunitas perupa di Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, Pameran Art’s Sob sejatinya direncanakan berlangsung hingga 6 Februari 2026. Namun, durasinya terpangkas karena penggunaan tempat oleh agenda Pemerintah Kota Surabaya. Hal itu membuat pameran hanya efektif selama tiga hari.</p>
<p>Kendati menjadi kritik tersendiri terhadap kebijakan dari pengelola Balai Pemuda, Komunitas Ilustrasi Idiom memilih tetap fokus pada substansi pameran dan pesan yang ingin disampaikan, tanpa menjadikan polemik ruang sebagai isu utama.</p>
<p>Kini Art's Sob juga berada di penghujung gelarannya, lampu akan segera dipadamkan, dan kanvas kembali dibungkus. Namun kegelisahan yang melahirkannya belum benar-benar pulang. Art’s Sob telah menjadi penanda bahwa seni Surabaya tidak menunggu untuk dipilih, ia bergerak, berkumpul, dan berbicara dengan caranya sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Temui Ulama dan DPRD, Panitia Pastikan Konser Amal di Sampang Steril dari Pelanggaran Norma</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-temui-ulama-dan-dprd-panitia-pastikan-konser-amal-di-sampang-steril-dari-pelanggaran-norma</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-temui-ulama-dan-dprd-panitia-pastikan-konser-amal-di-sampang-steril-dari-pelanggaran-norma</guid>
<description><![CDATA[ Konsep acara yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 tersebut telah dirancang secara matang dengan memprioritaskan unsur kepedulian sosial tanpa mengabaikan aspek religius masyarakat setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6982b5d30e37d.webp" length="40360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 11:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Mas Ulul</dc:creator>
<media:keywords>Polisi, Bakesbangpol, Perijinan, DPRD Sampang, Satpol PP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SAMPANG, SJP — Panitia pelaksana Konser Amal '1 Irama Peduli Nusantara' menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan kegiatan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal Kabupaten Sampang. </p>
<p>Kepastian ini disampaikan guna merespons dinamika publik serta hasil koordinasi antara penyelenggara dengan para ulama, tokoh masyarakat, dan DPRD Kabupaten Sampang pada Selasa (3/2/2026).</p>
<p>Ketua Pelaksana Konser Amal, Susilarini, menyatakan bahwa konsep acara yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 tersebut telah dirancang secara matang dengan memprioritaskan unsur kepedulian sosial tanpa mengabaikan aspek religius masyarakat setempat.</p>
<p>"Kami memastikan seluruh rangkaian acara tidak akan bertentangan dengan norma agama maupun adat istiadat yang berlaku di Sampang. Konser ini murni merupakan kegiatan sosial yang bertujuan menggalang solidaritas kemanusiaan," ujar Susilarini saat ditemui di Aula Kantor DPRD Sampang.</p>
<p>Sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan, penyelenggara berkomitmen menyediakan fasilitas penunjang ibadah yang memadai di lokasi kegiatan. </p>
<p>Fasilitas tersebut mencakup area salat yang representatif dan tempat wudhu bagi para penonton serta seluruh kru yang bertugas.</p>
<p>Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk tetap menjalankan kewajiban ibadah di tengah berlangsungnya acara.</p>
<p>"Kami ingin memastikan masyarakat dapat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini tanpa harus terganggu dalam menjalankan ibadah secara khusyuk," tambah perempuan yang karib disapa Ririn tersebut.</p>
<p>Berdasarkan hasil kesepakatan dan koordinasi lintas sektor, pihak panitia menegaskan bahwa pelaksanaan konser akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. </p>
<p>Koordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait terus diperkuat guna menjamin ketertiban dan kelancaran acara.</p>
<p>Pihak panitia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung tujuan utama dari kegiatan ini, yakni menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui medium seni yang terarah dan bermanfaat bagi sesama.</p>
<p>"Pelaksanaan Konser Amal 1 Irama Peduli Nusantara tetap dilanjutkan pada 14 Februari 2026. Kami berharap masyarakat dapat menyikapi kegiatan ini secara bijak sebagai sebuah gerakan positif yang santun, tertib, dan bertanggung jawab," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Kula” di Galeri Prabangkara,  Lukisan Tentang Manusia yang Akhirnya Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kula-di-galeri-prabangkara-lukisan-tentang-manusia-yang-akhirnya-sendiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kula-di-galeri-prabangkara-lukisan-tentang-manusia-yang-akhirnya-sendiri</guid>
<description><![CDATA[ Di ujung pameran The Magic of Color, lukisan Kula mengajak pengunjung merenung tentang hidup, kesalahan, dan kesendirian manusia saat akhirnya kembali menjadi “aku”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697df8067abe2.webp" length="54134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 20:45:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jatim, Pameran, Perwajati, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang hari-hari terakhir pameran <em>The Magic of Color</em>, Galeri Prabangkara tak lagi seramai pembukaan. Langkah pengunjung melambat, pandangan lebih lama berhenti di kanvas. Di ujung pameran itu, satu lukisan terasa mengajak pulang dengan perenungan, dengan judul "Kula".</p>
<p>Judulnya singkat dan gayanya-pun abstrak, namun maknanya justru dalam dan personal, membuatnya menjadi salah satu lukisan yang cukup menarik untuk dibahas ditengah puluhan karya Perupa Wanita Jawa Timur (Perwajati) lain yang tidak kalah indah.</p>
<p>Lukisan 'Kula' itu merupakan karya Didi Dyan, seorang pengajar sekaligus pemerhati anak di Kota Surabaya. Ia menjelaskan bahwa 'Kula' atau “aku” dalam bahasa Jawa yang dimaksud bukanlah soal memperkenalkan diri, melainkan tentang proses panjang manusia menjadi dirinya sendiri.</p>
<p>"Kula itu artinya aku, tapi bukan memperkenalkan aku-nya, melainkan perjalanan menuju kita. Perenungan tentang manusia, perjalanan hidup, dan kesadaran akan akhir," tutur Didi, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Dalam lukisan tersebut, tampak garis-garis yang sekilas menyerupai jalan. Namun Didi menegaskan, itu bukan jalan secara harfiah. Garis-garis itu adalah simbol arah hidup manusia. Ada gerak ke atas, ada gerak ke samping, ada belokan, dan ada ketidakteraturan.</p>
<p>Menurutnya, kehidupan tidak pernah benar-benar lurus. Ada kesalahan, tekanan, dan stres yang menjadi bagian dari perjalanan manusia. Namun di balik itu semua, manusia tetap dituntut untuk menjaga arah, ke atas dan ke samping.</p>
<p>"Ke atas itu ke Tuhan, ke samping itu ke sesama manusia," jelasnya.</p>
<p>Pada titik tertentu, lukisan tersebut membawa pesan yang lebih sunyi. Didi menggambarkan bahwa pada akhirnya, manusia akan sampai pada satu fase ketika ia harus meninggalkan dunia fana dan melangkah sendirian.</p>
<p>"Bahkan teman itu kan hanya proses dalam kehidupan, ketika siap menuju mati, manusia akan ke pintu itu sendirian," terang Didi.</p>
<p>Gagasan kesendirian itu bukan dimaksudkan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai ajakan untuk berdamai dengan diri sendiri. Didi menekankan pentingnya mencintai diri, melakukan introspeksi, dan menerima bahwa hidup, termasuk kematian adalah perjalanan personal.</p>
<p>"Siapa lagi yang mencintai diri kita kalau bukan diri kita sendiri," ucapnya.</p>
<p>Pilihan warna ungu dan putih dalam lukisan Kula juga tidak hadir tanpa makna. Ungu, menurut Didi, adalah warna yang sering diabaikan dan disalahpahami. Padahal, warna ini banyak hadir di alam di senja, kilat, dan langit malam, sebagai simbol keteduhan dan harapan.</p>
<p>"Ungu itu bukan warna janda, tapi warna harapan," jelasnya.</p>
<p>Lukisan berukuran 40 x 50 sentimeter ini dikerjakan Didi dalam satu malam hingga dini hari, ditemani kesunyian dan kucing peliharaannya. Karya tersebut rampung awal Januari 2026 dan menjadi pertama kalinya dipamerkan ke publik.</p>
<p>Di luar dunia seni, Didi Dyan juga dikenal sebagai guru di TPA/KB/TK Kusuma Yayasan Dr Soetomo Surabaya. Dunia anak-anak justru menjadi sumber kekuatan dan ide baginya. Ia mengaku ingin suatu hari menuangkan sosok murid-muridnya ke dalam karya seni, dalam bentuk abstrak.</p>
<p>"Murid-murid itu jantung hidup saya," pungkasnya.</p>
<p>Lewat Kula, Didi Dyan tidak sekadar menghadirkan lukisan, tetapi membuka ruang dialog batin antara karya dan penikmatnya. Tentang hidup yang berliku, kesalahan yang manusiawi, dan kesadaran bahwa pada akhirnya, setiap orang akan berdiri sebagai “aku” yang utuh dan siap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat The Magic of Colours, PERWAJATI Hadirkan Kisah Perempuan di Galeri Prabangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-the-magic-of-color-perwajati-hadirkan-kisah-perempuan-di-galeri-prabangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-the-magic-of-color-perwajati-hadirkan-kisah-perempuan-di-galeri-prabangkara</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan perupa perempuan Jawa Timur yang tergabung dalam komunitas seni PERWAJATI menuturkan kisah hidup, ketekunan, dan harapan lewat warna dalam pameran The Magic of Colours di Galeri Prabangkara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b2b7bda926.webp" length="51016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 18:58:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perupa Wanita Jawa Timur, Perwajati, Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Disbudpar Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Seni kerap menjadi ruang sunyi tempat perasaan berbicara. Bagi perempuan, kanvas bukan sekadar media rupa, tetapi juga bisa menjadi ruang berdamai dengan diri, usia, peran, dan kehidupan. Dari tangan-tangan perempuan inilah warna menemukan maknanya.</p>
<p>Itulah semangat yang coba diangkat dalam pameran lukisan bertajuk <em>The Magic of Colours </em>yang digelar oleh Perupa Wanita Jawa Timur (Perwajati) di Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada 24–31 Januari 2026. </p>
<p>Sebanyak 60 karya dari 50 perupa perempuan dipamerkan, tidak hanya menghiasi ruang galeri yang terletak di jantung Kota Surabaya itu, melainkan juga menghadirkan cerita hidup para pembuatnya dalam goresan warna dan gaya.</p>
<p><strong>Warna sebagai Daya Hidup Perempuan</strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Pameran, Irdina Larasanti, menyebut pameran tersebut lahir dari keyakinan bahwa warna memiliki kekuatan lebih dari sekadar visual, terlebih warna-warna dalam pameran kali ini tertuang dari tangan-tangan perempuan yang penuh cerita.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b7566a21.webp" alt=""></p>
<p>"<em>The Magic of Colours </em>itu artinya warna, baik hitam maupun putih, punya kekuatan magis, spiritual, dan motivasi," ujar Iridina saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2025).</p>
<p>Irdina sendiri bukan perupa yang lahir dari bangku pendidikan seni. Latar belakang pendidikannya justru ekonomi. Namun perjalanannya di dunia budaya sejak kuliah hingga menetap di Ubud, Bali, pada 1987, membawanya menekuni seni lukis secara otodidak. Dari sana, ia menjual karya, memasok galeri, dan terus belajar hingga tergabung dalam Perwajati.</p>
<p>Menurutnya, lukisan mampu mengubah suasana ruang sekaligus batin. Dinding kosong terasa berbeda ketika diberi karya, karena lukisan menyimpan energi, bahkan diyakini memiliki unsur feng shui, sebuah m ilmu tata letak Tiongkok kuno untuk mencapai harmoni serta mendapat aliran energi positif.</p>
<p>"Warna itu bisa membangkitkan motivasi. Orang yang putus asa bisa menjadi lebih positif setelah melihat karya," jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b86e54a7.webp" alt=""></p>
<p>Pameran tersebut juga menjadi ruang penting bagi perempuan, terutama mereka yang memasuki masa pensiun atau menjalani peran domestik, agar tetap aktif dan terbebas dari tekanan psikologis yang jarang disorot.</p>
<p>"Perempuan yang aktif melukis itu jauh dari stres. Hidup terasa lebih indah dan bisa menerima keadaan," ungkap Irdina.</p>
<p><strong>Kualitas Karya Perempuan Tidak Kalah Indah</strong></p>
<p>Pameran <em>The Magic of Colours</em> juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Deddy Hariyono, menyebut pameran yang sepenuhnya diikuti oleh perempuan sebagai hal yang jarang dan patut mendapat apresiasi serta dukungan.</p>
<p>"Pameran seni, apalagi di Surabaya itu mungkin sudah bukan pemandangan baru ya, tapi sangat jarang jika perupanya itu para perempuan bahkan ibu rumah tangga yang bisa melukis dan menjadi seniman, itu menarik dan kami dukung," ucap Deddy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b90768cc.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya mengaku terkesan setelah melihat langsung karya-karya yang dipamerkan. Menurutnya, kualitas lukisan para perupa perempuan tidak kalah dengan seniman profesional yang dikenal didominasi oleh laki-laki.</p>
<p>"Hasil karyanya sangat bagus sekali, ini bukti bahwa perempuan juga bisa menekuni dunia kesenian," tuturnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberagaman media yang digunakan, mulai dari kanvas, kertas, hingga bahan daur ulang seperti goni. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi sekaligus kontribusi seni terhadap isu lingkungan.</p>
<p>Ke depan, UPT Taman Budaya Jawa Timur berkomitmen untuk membuka ruang dan peluang fasilitasi dan kerja sama yang lebih luas kepada seluruh penggiat budaya guna memajukan pariwisata daerah, selama kegiatan itu memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.</p>
<p>"Kalau konsepnya sudah jadi, tampilannya bagus, kita di lingkungan UPT Taman Budaya Jawa Timur, termasuk salah satunya di Gakeri Prabangkara pasti fasilitasi dan beri dukungan," tandas Deddy.</p>
<p><strong>Semangat Seni yang Tumbuh dari Keseharian</strong></p>
<p>Di antara puluhan perupa perempuan, kisah kakak-beradik asal Buduran, Sidoarjo, menjadi potret nyata bagaimana seni tumbuh dari keseharian. Mereka adalah Siti Ma’rifah dan Nur Rochima yang kini kerap menghasilkan karya di sela pekerjaan mereka sebagai penjahit.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2e831c81d.webp" alt=""></p>
<p>Siti Ma’rifah sendiri membawa lukisan bergambar pemandangan, menariknya perupa yang memiliki julukan RIF itu mengaku bahwa karya yang ia pamerkan di pameran kali ini bukanlah yang paling ia sukai.</p>
<p>"Sebenarnya saya nggak begitu suka lukisan ini, tapi karena ada persyaratan harus menggunakan bingkai dan yang ada bingkainya ya cuma ini," ucap Ma'rifah.</p>
<p>Kendati demikian, lukisan tersebut menyimpan cerita dari perjalanan panjangnya dalam mengenal dunia seni rupa, dari fase dirinya kebingungan hingga mulai mahir dan memahami teknik.</p>
<p>"Jadi bisa dibilang ya lukisan ini proses dari belum pinter sampai lumayan pinter lah," katanya.</p>
<p>Sementara itu, saudarinya yakni Nur Rochima, juga membawa karya dengan bertemakan alam dan pegunungan. Berbeda dengan Ma'rifah, Rochima cukup senang dengan lukisan yang ia bawa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2e7cb60ab.webp" alt=""></p>
<p>"Ya itu karya juga prosesnya sama lamanya, memang saya kerjakan di sela-sela menjahit, karena kita juga memang basicnya jahit," jelasnya.</p>
<p>Bagi mereka, pameran kali ini adalah yang kedua setelah sebelumnya tampil di Jatim Expo. Meski merasa karyanya belum sepenuhnya matang, keikutsertaan dalam pameran memberi keberanian dan semangat untuk terus berkarya.</p>
<p>"Harapannya kalau ada lagi, saya mau menampilkan karya-karya saya lagi, yang lebih bagus tentunya," tukas keduanya.</p>
<p>Pameran The Magic of Colours bukan sekadar etalase lukisan. Ia menjadi perayaan atas kegigihan perempuan, atas warna-warna yang lahir dari rumah, usia, kesibukan, dan harapan. Di Galeri Prabangkara, perempuan tidak hanya melukis kanvas, tetapi juga menorehkan kisah hidup mereka sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Dijual H&amp;45, KAI Daop 8 Surabaya Buka Pemesanan Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiket-kereta-lebaran-2026-mulai-dijual-h-45-kai-daop-8-surabaya-buka-pemesanan-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiket-kereta-lebaran-2026-mulai-dijual-h-45-kai-daop-8-surabaya-buka-pemesanan-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Ramadan dan mudik Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya mulai menjual tiket kereta api sejak H-45, memberi peluang masyarakat mengamankan perjalanan jauh hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69760e7d645ce.webp" length="46816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 20:11:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Lebaran 2026, Angkutan Lebaran, Kereta Api Indonesia, Daop 8, Mudik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Bulan Ramadan kian mendekat. Seiring dengan itu, persiapan perjalanan mudik Lebaran 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya membuka penjualan tiket kereta api Lebaran lebih awal melalui skema pemesanan H-45.</p>
<p></p>
<p>Melalui skema tersebut, masyarakat sudah dapat memesan tiket mulai hari ini, tepatnya pada 25 Januari 2026 untuk jadwal keberangkatan awal 11 Maret 2026. </p>
<p></p>
<p>Penjualan dilakukan secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan, sehingga pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan perjalanan mudik dengan lebih teratur dan terencana.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api saat Lebaran selalu tinggi setiap tahunnya. Karena itu, skema H-45 dinilai menjadi solusi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.</p>
<p></p>
<p>"Dengan sistem pemesanan H-45, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan mudik Lebaran 2026," ujar Mahendro saat dikonfirmasi pada Minggu (25/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, skema ini juga membantu KAI dalam mengelola lonjakan penumpang agar distribusi perjalanan lebih merata," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 dilakukan secara bertahap setiap hari, dimulai dari pemesanan 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026, hingga pemesanan 15 Februari 2026 untuk jadwal keberangkatan 1 April 2026. </p>
<p></p>
<p>Pola bertahap itu memungkinkan masyarakat untuk memilih jadwal perjalanan sesuai kebutuhan, termasuk pada periode puncak mudik yang diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan transaksi, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi. </p>
<p></p>
<p>Kanal tersebut meliputi aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Contact Center KAI 121, serta mitra penjualan resmi dan online travel agent yang telah bekerja sama dengan KAI.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik Lebaran 2026 dan mengamankan tiket sejak dini," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>"Pembelian tiket melalui kanal resmi KAI memberikan kepastian layanan, kenyamanan perjalanan, serta perlindungan dari potensi penipuan," sambung Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api pada masa Lebaran juga tercermin dari data tahun sebelumnya. Pada Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 8 Surabaya melayani sebanyak 968.214 pelanggan, dengan mengoperasikan 58 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mama Muda di Surabaya Lahiran di Taksi Online, Ealah.. Ternyata Sopirnya  Dokter!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penumpang-taksi-online-surabaya-melahirkan-sopir-dokter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penumpang-taksi-online-surabaya-melahirkan-sopir-dokter</guid>
<description><![CDATA[ Kejadian unik di Surabaya: Seorang ibu melahirkan di taksi online saat menuju rumah mertua. Beruntung, sopirnya adalah dokter PPDS yang sedang &#039;nyambi&#039;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697501a5de00c.webp" length="58868" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 09:31:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Plus</dc:creator>
<media:keywords>taksi online surabaya, melahirkan di mobil, dokter rosa, berita unik surabaya, persalinan darurat, taksi online dokter</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Bagi Sirka Mariana, perjalanan dari Tambaksari ke rumah mertua di Asemrowo awalnya cuma urusan silaturahmi biasa. Tapi siapa sangka, si jabang bayi tampaknya sudah tidak sabar ingin ikut "sungkem" ke neneknya. Belum juga sampai depan pintu rumah mertua, si bayi sudah memilih check-out duluan di dalam mobil!</p>
<p>Kejadian pada Sabtu (24/1/2026) ini bak naskah film komedi situasi. Biasanya, kalau ketuban pecah di taksi online, sopir bakal panik cari puskesmas terdekat sambil keringat dingin. Tapi Sirka sedang berada di bawah lindungan semesta: pengemudinya adalah Dokter Rosa.</p>
<p>Rosa, yang aslinya dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) asal Palangka Raya, mengaku cuma lagi iseng cari sambilan narik taksi online buat mengisi waktu luang. Tak disangka, orderan pagi itu bukan cuma minta diantar ke titik tujuan, tapi minta dibantu persalinan.<br><br>"Awalnya mau saya bawa ke faskes, tapi pas saya tengok ke belakang, lho, kepalanya sudah kelihatan!" ujar Dokter Rosa santai, seolah-olah baru saja melihat diskon di minimarket.</p>
<p>Tanpa jas putih, tanpa asisten, dan tanpa lampu operasi (cuma modal lampu kabin mobil), Dokter Rosa pindah dari kursi kemudi ke kursi persalinan dadakan. Dalam waktu kurang dari 10 menit, seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat.</p>
<p>Warga sekitar yang melihat kejadian itu pun sempat bingung. Antara mau membantu atau mau minta foto bareng karena mengira ini syuting drama medis terbaru.</p>
<p>Bidan Alfiyah, yang menangani perawatan lanjutan, memberikan fakta unik tambahan. Ternyata, Sirka ini adalah "pelanggan lama". Tahun lalu dia juga melahirkan di tempat yang sama, tapi bedanya, kali ini dia menambah level kesulitan dengan melakukannya di dalam taksi.</p>
<p>Kini, ibu dan bayi laki-laki seberat 2,7 kg itu sudah sehat walafiat. Belum diketahui apakah Dokter Rosa mendapatkan rating bintang lima beserta tip tambahan berupa biaya persalinan, atau justru si bayi langsung didaftarkan jadi member prioritas transportasi online tersebut. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal France German Friendship Day, Dari Sejarah Rekonsiliasi Eropa hingga Dirayakan Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-france-german-friendship-day-dari-sejarah-rekonsiliasi-eropa-hingga-dirayakan-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-france-german-friendship-day-dari-sejarah-rekonsiliasi-eropa-hingga-dirayakan-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Tanggal 22 Januari jarang disadari sebagai Hari Persahabatan Prancis dan Jerman, momen rekonsiliasi dua bekas musuh perang yang kini dirayakan global hingga Surabaya lewat IFI dan Wisma Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974c9ba36015.webp" length="42958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 22:10:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>France German Friendship Day, Institut Français Indonésie, IFI, Wisma Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Tanggal 22 Januari barangkali tak banyak orang menandainya sebagai hari istimewa. Namun di banyak belahan dunia, tanggal ini diperingati sebagai <em>France German Friendship Day</em>, hari persahabatan antara dua negara Eropa yang pernah terlibat konflik panjang, yakni Prancis dan Jerman.</p>
<p>Peringatan itu dirayakan secara global setiap tahun, bukan hanya di Eropa, tetapi juga di berbagai negara lain, termasuk Indonesia. Di Surabaya, momen tersebut diperingati melalui sebuah perayaan bersama yang digelar oleh <em>Institut Français Indonésie</em> (IFI) Surabaya dan Wisma Jerman.</p>
<p><strong>Dari Rival Perang Menjadi Sahabat Strategis</strong></p>
<p><em>France German Friendship Day</em> berakar pada sejarah panjang hubungan Prancis dan Jerman yang penuh konflik, terutama sebelum dan selama Perang Dunia. Dua negara bertetangga itu pernah terlibat peperangan besar yang meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keduanya, tetapi juga bagi Eropa secara keseluruhan.</p>
<p>Setelah Perang Dunia II berakhir, muncul kesadaran bahwa perdamaian Eropa hanya bisa terwujud jika Prancis dan Jerman berdamai. Kesadaran itu diwujudkan secara resmi pada 22 Januari 1963, saat kedua negara menandatangani Traktat Élysée yang menjadi tonggak rekonsiliasi dan menandai komitmen untuk membangun kerja sama jangka panjang di berbagai bidang.</p>
<p>Seiring waktu, hubungan tersebut kian erat. Pada 2019, kedua negara kembali menegaskan kemitraan strategis melalui Traktat <em>Aachen</em> atau <em>Aix-la-Chapelle</em>, yang memperluas kerja sama di sektor politik, pertahanan, ekonomi, riset, hingga budaya. Hubungan Prancis–Jerman pun kini dikenal sebagai salah satu poros utama dalam penguatan Uni Eropa dan masa depan Eropa.</p>
<p><strong>Diplomasi Budaya yang Turun ke Publik</strong></p>
<p>Semangat persahabatan itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk diplomasi budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Surabaya, IFI dan Wisma Jerman untuk pertama kalinya membuka perayaan France German Friendship Day kepada masyarakat umum.</p>
<p>Perayaan digelar di Auditorium IFI Surabaya dengan konsep ringan dan interaktif. Kuis budaya, permainan edukatif, hingga suguhan kudapan khas Prancis dan Jerman menjadi bagian dari acara. Hadiah berupa voucher kursus bahasa Prancis dan Jerman pun disiapkan untuk menarik minat peserta, terutama kalangan muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c9a98657a.webp" alt=""></p>
<p>Bagian Kebudayaan dan Komunikasi IFI Surabaya, Pramenda Krishna, menyebut perayaan ini sebagai langkah awal memperkenalkan momen bersejarah tersebut kepada publik.</p>
<p>"Ini pertama kalinya kami mengadakan France German Friendship Day untuk umum. Perayaan ini mungkin belum banyak dikenal, jadi kami senang bisa mengundang publik untuk hadir dan ikut merayakan," ujar Khrisna saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Menurut Pramenda, budaya dipilih sebagai medium utama karena dianggap efektif membuka komunikasi dan pemahaman lintas negara.</p>
<p>"Persahabatan Prancis dan Jerman ini dirayakan secara global setiap 22 Januari. Mereka menjalin persahabatan lewat kebudayaan, karena itu cara yang sangat efektif untuk membuka pengetahuan dan pemahaman satu sama lain," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c9b28e622.webp" alt=""></p>
<p>Kerja sama antara IFI dan Wisma Jerman sejatinya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, meski sebelumnya lebih banyak bersifat internal atau proyek khusus. Salah satunya adalah residensi fotografi yang melibatkan anak muda Prancis, Jerman, dan Indonesia pada 2023, yang digelar di Bromo, Surabaya, hingga Sidoarjo.</p>
<p>Melalui perayaan ini, IFI berharap publik Surabaya semakin mengenal kedua institusi sebagai ruang terbuka untuk kegiatan kreatif dan kebudayaan.</p>
<p>"Kami senang sekali jika anak-anak muda tertarik. IFI terbuka untuk aktivitas seni, budaya, atau acara kreatif lain, dan kami senang mendukung," tutur Pramenda.</p>
<p><strong>Bahasa, Budaya, dan Masa Depan Anak Muda</strong></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Pengindhu Bahasa Wisma Jerman, Ferry Kuswanto, menegaskan bahwa perayaan ini juga menjadi sarana menunjukkan kuatnya hubungan Prancis dan Jerman kepada masyarakat luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c99523e82.webp" alt=""></p>
<p>"Hari ini spesial karena kami ingin memperkenalkan lebih dekat ke masyarakat bahwa Jerman dan Prancis memiliki hubungan yang sangat baik, dan itu dirayakan secara global," ujarnya.</p>
<p>Ferry menambahkan, diplomasi budaya ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya minat anak muda terhadap bahasa dan budaya Jerman maupun Prancis. Di Wisma Jerman, tren belajar bahasa Jerman terus meningkat, seiring populernya program Ausbildung, pelatihan kerja di Jerman yang diminati generasi muda.</p>
<p>"Sekarang banyak anak muda Surabaya yang tertarik ke Jerman, terutama lewat program Ausbildung. Ini sangat populer dalam empat tahun terakhir," katanya.</p>
<p>Ia berharap perayaan seperti France German Friendship Day dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk mengenal bahasa, budaya, sekaligus membuka peluang masa depan.</p>
<p>"Kami ingin bahasa dan budaya Jerman maupun Prancis bisa diterima di masyarakat, dan anak-anak muda punya tempat untuk mengembangkan potensi kebahasaan mereka," ucap Ferry.</p>
<p><strong>Ketika Sejarah Global Dirasakan di Tingkat Lokal</strong></p>
<p>Antusiasme peserta terlihat dari respons pengunjung. Salah satunya, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Iscaily Rahma Putri Machdani, yang datang setelah mengetahui acara ini dari media sosial dan ajakan teman.</p>
<p>"Menarik di games dan quiz-nya, jadi tahu budaya Jerman dan Prancis. Seru karena ada reward juga," katanya.</p>
<p>Isca mengaku tak kapok mengikuti acara serupa di masa mendatang. Terlebih ia juga jatuh cinta dengan kudapan ringan khas Prancis dan Jerman yang juga hadir memeriahkan acara, seperti Flammkuchen, Hähnchenschnitzelbrötchen, dan Kartiffelsalat.</p>
<p>"Kalau ada acara seperti ini lagi pasti ingin ikut. Semoga lebih banyak yang tahu, jadi makin ramai dan bisa mempromosikan budaya Prancis dan Jerman di Indonesia dan tentu juga dinantikan menu kudapan lainnya," ujarnya.</p>
<p>Perayaan France German Friendship Day di Surabaya menjadi pengingat bahwa sejarah besar dunia tak selalu harus dirayakan secara formal dan kaku. Melalui budaya, permainan, dan interaksi langsung, kisah rekonsiliasi dua negara Eropa itu bisa hadir lebih dekat bahkan di sudut kota Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pengajian ke Dangdut: Cerita setelah Acara yang Viral di Medsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pengajian-ke-dangdut-cerita-setelah-acara-yang-viral-di-medsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pengajian-ke-dangdut-cerita-setelah-acara-yang-viral-di-medsos</guid>
<description><![CDATA[ Video hiburan dangdut yang muncul setelah pengajian viral di media sosial. Panitia memberi klarifikasi dan menjelaskan kronologi acara sebenarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696c1fb7f1844.webp" length="44862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 11:32:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>video viral, pengajian, dangdut, klarifikasi panitia, Banyuwangi, acara keagamaan, media sosial, berita ringan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUWANGI, SJP -Sebuah video berdurasi 24 detik mendadak membuat sebuah acara keagamaan yang berlangsung berjam-jam menjadi bahan perbincangan warganet. Video itu menampilkan hiburan musik dangdut di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang disebut-sebut berkaitan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Padahal, menurut panitia, saat kamera merekam goyangan di atas panggung, acara inti sebenarnya sudah lama ditutup. Doa telah dipanjatkan, ceramah telah disimak, dan para tokoh agama serta tamu undangan pun sudah pulang ke rumah masing-masing.</p>
<p>Yang tersisa di lokasi hanyalah panitia—orang-orang yang belum sempat istirahat karena masih harus membereskan kursi, membersihkan panggung, dan memastikan acara benar-benar selesai. Di sela-sela kegiatan bersih-bersih itulah, hiburan musik dangdut diputar sebagai pelepas lelah.</p>
<p>Sayangnya, kamera tidak merekam sesi doa, ceramah, atau penutupan acara. Ia hanya merekam bagian yang paling mudah viral: musik, joget, dan suasana santai. Akibatnya, publik pun menyimpulkan acara keagamaan bercampur dengan hiburan, meski konteks lengkapnya tidak ikut terbawa.</p>
<p>Situasi ini membuat panitia harus menjelaskan sesuatu yang, bagi mereka, sebenarnya sudah selesai sejak lampu panggung dimatikan. Polisi memanggil panitia untuk klarifikasi, dan Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Muhammad Hadiyanto, menjelaskan bahwa hiburan tersebut tidak masuk dalam rangkaian pengajian.</p>
<p>“Tokoh agama dan tamu undangan sudah pulang,” ujarnya. <br><br>Dangdut, kata dia, hanya untuk menemani panitia yang masih bekerja membersihkan lokasi.</p>
<p>Dari sini, satu pelajaran kecil muncul: di era media sosial, sebuah acara bisa selesai di dunia nyata, tetapi baru dimulai di dunia digital. Niat menghibur diri sendiri bisa berubah menjadi konsumsi publik, lengkap dengan berbagai tafsir.</p>
<p>Menyadari dampak video tersebut, panitia pun mendatangi Polsek Songgon untuk meluruskan informasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf. Mereka mengakui tak menyangka momen santai setelah acara justru menjadi perhatian banyak orang.</p>
<p>“Kami mohon maaf apabila hal ini menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan,” pungkas Hadiyanto. (**)</p>
<p>Sumber: beritasatu.com</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Ribu Penumpang Gunakan KA saat Libur Isra Mikraj, KAI Daop 8 Operasikan 55 Perjalanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-penumpang-gunakan-ka-saat-libur-isra-mikraj-kai-daop-8-operasikan-55-perjalanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-penumpang-gunakan-ka-saat-libur-isra-mikraj-kai-daop-8-operasikan-55-perjalanan</guid>
<description><![CDATA[ Selain menambah jumlah perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan 23.052 tempat duduk per hari, yang terdiri atas 20.866 kursi pada kereta api reguler dan 2.186 kursi pada kereta api tambahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b6b9cc5659.webp" length="76688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 18:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Libur, Isra Mi&#039;raj, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Lonjakan jumlah penumpang kereta api mewarnai libur panjang Isra Mikraj 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Puluhan ribu masyarakat tercatat memanfaatkan layanan kereta api, seiring kesiapan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menyiapkan 55 perjalanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas.</p>
<p></p>
<p>PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat, hingga Jumat (16/1/2026), sebanyak 29.552 penumpang menggunakan jasa kereta api di wilayah operasional itu. Jumlah tersebut terdiri atas 13.930 penumpang berangkat dan 15.622 penumpang datang di berbagai stasiun Daop 8 Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Angka itu diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir liburan Isra Mikraj pada Minggu (18/1/2026) malam mengikuti jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan volume penumpang sendiri telah diantisipasi KAI dengan menyiapkan 55 perjalanan kereta api selama periode libur panjang Isra Mikraj pada 15–18 Januari. </p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, 43 perjalanan kereta api diberangkatkan dari wilayah Daop 8 Surabaya, yang terdiri atas 38 kereta api reguler dan lima kereta api tambahan. Sementara 12 perjalanan lainnya merupakan kereta api yang melintas, sehingga total operasional mencapai 55 perjalanan.</p>
<p></p>
<p>Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan kesiapan tersebut merupakan langkah KAI dalam menjaga kelancaran transportasi masyarakat selama libur keagamaan.</p>
<p></p>
<p>"Selama periode libur Isra Mikraj, kami memastikan ketersediaan layanan transportasi kereta api tetap optimal. Seluruh perjalanan dijalankan sesuai standar keselamatan dan pelayanan," ucap Mahendro saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Mahendro menyebut bahwa lonjakan penumpang sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang. Pada Kamis (15/1/2026), volume pengguna jasa kereta api di Daop 8 Surabaya mencapai 35.698 penumpang, dengan rincian 19.240 penumpang berangkat dan 16.458 penumpang datang.</p>
<p></p>
<p>Selain menambah jumlah perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan 23.052 tempat duduk per hari, yang terdiri atas 20.866 kursi pada kereta api reguler dan 2.186 kursi pada kereta api tambahan. Hal itu ditujukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api selama libur panjang.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi kesiapan operasional, KAI memastikan seluruh aspek pendukung telah disiagakan, mulai dari sarana dan prasarana, pengaturan perjalanan, hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di stasiun, di atas kereta, dan di lintasan. </p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan rutin terhadap lokomotif, rangkaian kereta, serta fasilitas pelayanan penumpang di stasiun juga terus dilakukan, termasuk pengaturan alur penumpang untuk mencegah kepadatan di jam-jam sibuk.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api selama libur panjang Isra Mikraj berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tingginya angka penumpang tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur keagamaan. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.</p>
<p></p>
<p>“Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api,” ujar Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, KAI Daop 8 Surabaya juga meningkatkan pengawasan keamanan, menjaga kebersihan serta kenyamanan area pelayanan penumpang, dan menyiagakan petugas di stasiun, khususnya pada jam keberangkatan favorit. </p>
<p></p>
<p>Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini, membeli tiket melalui kanal resmi KAI, serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama libur Israra Mikraj. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Desa Randupitu Pasuruan Gandeng Perusahaan untuk Peduli Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-desa-randupitu-pasuruan-gandeng-perusahaan-untuk-peduli-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-desa-randupitu-pasuruan-gandeng-perusahaan-untuk-peduli-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Lebih lanjut, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan kegiatan bersih-bersih ini sejalan dengan agenda tahunan yang biasa dilakukan di tingkat dusun. Kolaborasi PT Etika, dinilai menjadi energi positif untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696773d81125b.webp" length="79808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 19:29:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Desa radiitu, perusahaan, bisnis, kebersihan, suarajatimpot</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP - </strong>Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan berkolaborasi bersama PT Etika Dairies Indonesia serta Cempaka Foundation. Menggelar aksi bersih-bersih sungai Dusun Gesing, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Pada kegiatan ini juga turut melibatkan UPT PSDA Welang Pekalen Provinsi Jawatimur, UPT PSDA Pandaan, jajaran Pemdes Randupitu, anggota BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta GM PT Etika Dairies Indonesia.</p>
<p>Pantauan awak media, sejak pagi mereka tampak menyusuri aliran sungai gesing mengangkat sampah, mencabuti rumput liar di dinding sungai, serta memotong ranting yang menghambat aliran air.</p>
<p>Sementara itu, HSE Manager PT Etika Dairies Indonesia Sutrisno mengatakan, bersih-bersih sungai ini dijadwalkan selama dua hari. Ia menilai aksi bersih-bersih ini merupakan wujud kepedulian pihak perusahaan terhadap lingkungan.</p>
<p>"Kami berkolaborasi bersama Cempaka Foundation sebagai bentuk komitmen kepedulian terhadap lingkungan. Apalagi Desa Randupitu adalah alamat tempat perusahaan kami berdiri. Kedepan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin," ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan kegiatan bersih-bersih ini sejalan dengan agenda tahunan yang biasa dilakukan di tingkat dusun. Kolaborasi PT Etika, dinilai menjadi energi positif untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>"Ini merupakan sejatinya agenda rutin setiap tahun di dusun. Ternyata PT Etika juga mengagendakan rutin jadi klop. Tugas kami jadi lebih ringan dalam mengawal kegiatan baik ini agar bisa terus menjadi budaya yang positif," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk hari ini pembersihan dilakukan di sepanjang gorong-gorong, mulai dari gapura RT 2 RW 9, hingga aliran sungai menuju Dusun Babat. Serta akan dilanjutkan warga pada hari berikutnya.</p>
<p>"Meskipun acaranya sederhana dan sungainya bukan sungai besar. Tetapi justru inilah, bentuk nyata semangat gotong royong semua dimulai dari hal kecil," paparnya.</p>
<p>Di tempat yang sama, Suhardi anggota BPD menjelaskan, kegiatan bersih-bersih yang melibatkan perusahaan menjadi yang pertama kali digelar di desanya. Ia berharap, agenda serupa dapat terus berlanjut.</p>
<p>"Kegiatan bersih-bersih dengan melibatkan perusahaan di Desa Randupitu ini baru pertama kali. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin karena kebersihan itu penting. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga sehat. Kami harap kegiatan ini jangan berhenti sampai disini," tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dulu Dinyinyirin Netizen, Kini Macan Gemoy Kediri Punya ‘Ijazah’ Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/macan-putih-gemoy-kediri-haki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/macan-putih-gemoy-kediri-haki</guid>
<description><![CDATA[ Jangan berani bully lagi! Patung Macan Putih Balongjeruk resmi terdaftar di Kemenkumham. Simak perjalanan uniknya dari meme menjadi aset legal desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6966f97139d4d.webp" length="56372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Macan Putih Gemoy, Macan Putih Kediri, HAKI Macan Gemoy, Desa Balongjeruk Kediri, Kemenkumham Jatim, Patung Viral Kediri, Perlindungan hukum patung gemoy, identitas Desa Balongjeruk, Haris Sukamto Kemenkumham, pendaftaran hak cipta patung Kediri, dampak ekonomi patung viral</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Nasib Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tak ubahnya <em>roller coaster</em>. Awalnya, terpuruk dicerca nyinyiran netizen. Banyak yang bilang tak mirip macan. Sama dengan badak, kuda nil, hingga Zebra. Bahkan, kepala desa hendak merobohkan dan sudah memesan patung pengganti.</p>
<p>Eh, siapa sangka, belakangan si macan justru melambung: Viral di media sosial. Ratusan orang yang penasaran tak henti-hentinya datang. Ragam souvenir menyerupai bentuk muka macan. Belakangan, si macan punya legitimasi hukum: Per 8 Januari 2026, si macan resmi menyandang status sebagai karya intelektual yang dilindungi negara. </p>
<p>Jika biasanya <em>glow-up </em>butuh filter kamera atau operasi plastik, macan Balongjeruk ini cukup butuh sertifikat dari Kementerian Hukum (Kemenkum) RI. Tidak main-main, tim Kemenkumham Jatim turun langsung ke desa pada Selasa (13/1/2026) untuk menyerahkan "ijazah" kelulusan hukum bagi si macan.</p>
<p>Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Haris Sukamto, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk nyata negara dalam melindungi kreativitas, meskipun kreativitas itu berbentuk macan yang sangat ramah lingkungan.</p>
<p>"Hari ini saya berkunjung ke Desa Balongjeruk dalam rangka memberikan sertifikat hak kekayaan intelektual. Ini adalah bentuk perlindungan ide gagasan karya anak bangsa dari Balongjeruk," ujar Haris Sukamto dengan mantap.</p>
<p>Nah, identitas si macan kini sudah tercatat di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nomor EC002026003763. Sebuah plakat sertifikat bahkan sudah dipasang gagah di tugu patung yang berlokasi 100 meter dari Balai Desa tersebut.</p>
<p>Artinya? Bentuk gemoy yang orisinal ini sekarang punya payung hukum. Haris Sukamto berharap sertifikasi ini tidak hanya jadi pajangan, tapi bisa menjadi motor ekonomi desa.</p>
<p>"Sertifikat ini menjadi identitas Desa Balongjeruk dan diharapkan bisa dikembangkan ke arah komersialisasi yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," imbuhnya.</p>
<p>Kepala Desa Balongjeruk, Syafi'i, menyambut momen ini dengan rasa bangga. Baginya, ejekan netizen di masa lalu justru menjadi pemantik untuk melegalkan kreativitas warganya. Tak sekadar membatalkan perobohan macan, pihak desa akan bermusyawarah untuk menentukan bagaimana "si macan yang sudah paten" ini akan dikelola.</p>
<p>"Kami akan musyawarah dengan warga untuk menentukan bagaimana pengelolaan patung macan putih yang sekarang sudah dipatenkan," ungkap Syafi'i.</p>
<p>Kisah Macan Putih Balongjeruk adalah pengingat bagi kita semua: Menjadi keren itu biasa, tapi menjadi unik sampai diakui negara itu luar biasa. Di saat macan-macan lain sibuk pamer taring agar terlihat garang, macan Kediri ini tetap konsisten dengan pipi tembemnya sampai divalidasi oleh Kemenkumham. (**)</p>
<p>Editor: Danu </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Pemadam Jadi Teman Baru Damkar Surabaya di 2026, Cara Aman Taklukkan Medan Berisiko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-pemadam-jadi-teman-baru-damkar-surabaya-di-2026-cara-aman-taklukkan-medan-berisiko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-pemadam-jadi-teman-baru-damkar-surabaya-di-2026-cara-aman-taklukkan-medan-berisiko</guid>
<description><![CDATA[ Robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696236bcc60d7.webp" length="57674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 19:14:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, DPKP Surabaya, Damkar, Robot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya punya wajah baru dalam barisan armadanya. Bukan lagi sekadar mobil pemadam dengan selang air, melainkan sebuah robot pemadam kebakaran yang kini siap turun ke medan berisiko tinggi.</p>
<p></p>
<p>Robot itu tidak hadir tiba-tiba, ia datang di penghujung tahun 2025 bersamaan dengan penguatan armada pemadam kebakaran Surabaya. Kehadirannya menandai langkah baru Damkar Surabaya yang kian mengandalkan teknologi untuk bekerja lebih aman, presisi, dan terukur.</p>
<p></p>
<p><strong>Punya Fungsi, Bukan Sekadar Gimmick</strong></p>
<p>Meski bentuknya tidak meniru makhluk hidup seperti manusia atau anjing, namun robot pemadam dengan bentuk menyerupai tank mini itu memiliki fungsi yang lebih praktikal, yaitu dirancang khusus untuk menghadapi kondisi yang risikonya terlalu tinggi bagi manusia.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia.</p>
<p></p>
<p>“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter," jelas Rini, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Jadi jika kondisinya sangat ekstrim, maka robot inilah yang akan dikirim terlebih dahulu sebelum personil pemadam diterjunkan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya bergerak dan memantau keadaan, sesuai namanya, robot pemadam juga bekerja aktif memadamkan api. Air atau busa bisa disemburkan hingga jarak 90 meter, sembari sistem kamera dan sensor memantau kondisi di sekitar titik kebakaran.</p>
<p></p>
<p>"Robot ini dilengkapi kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, dan jangkauan kendali hingga 900 meter," tutur Rini.</p>
<p></p>
<p><strong>Rekan Baru Damkar di 2026</strong></p>
<p>Kehadiran robot pemadam itu menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan kebakaran secara menyeluruh. Bersamaan dengan itu, DPKP Surabaya juga memperkenalkan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang berfungsi sebagai pusat komando sekaligus fasilitas pendukung keselamatan petugas.</p>
<p></p>
<p>Mobil tersebut dilengkapi ruang kendali untuk memantau arah angin, suhu, hingga sebaran zat berbahaya di lokasi kebakaran.</p>
<p></p>
<p>"Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi, serta APD lengkap dari level A hingga D," sebut Rini.</p>
<p></p>
<p>Fasilitas Hyperbaric Chamber memungkinkan petugas memulihkan kondisi tubuh setelah terpapar asap dan zat kimia berbahaya.</p>
<p></p>
<p>"Setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk untuk pemulihan oksigen," lanjut Rini.</p>
<p></p>
<p>Selain robot dan Mobil Hazmat, DPKP Surabaya juga menerima tambahan armada lain berupa tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter dan dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.</p>
<p></p>
<p>Keseluruhan armada itu menjadi bekal Damkar Surabaya menatap 2026 dengan kesiapan yang lebih matang. Dengan robot pemadam sebagai “rekan baru” di lapangan, petugas kini punya lapisan perlindungan tambahan saat menghadapi api di medan yang tak bersahabat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Turnamen MLBB Goes To School Digelar di Surabaya, Angkat Slogan &amp;apos;Belajar Dulu Baru Mabar&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/turnamen-mlbb-goes-to-school-digelar-di-surabaya-angkat-slogan-belajar-dulu-baru-mabar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/turnamen-mlbb-goes-to-school-digelar-di-surabaya-angkat-slogan-belajar-dulu-baru-mabar</guid>
<description><![CDATA[ Turnamen itu tidak semata-mata soal kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter. Melalui esport, siswa diajarkan nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi, yang relevan dengan kehidupan akademik maupun sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696204c0b28b7.webp" length="52706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 14:57:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mobile Legends: Bang Bang, MLBB, Dinas Pendidikan, Pemkot Surabaya, Moonton, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pola belajar anak-anak terus bergerak mengikuti zaman. Jika dulu ruang kelas identik dengan papan tulis dan buku pelajaran, kini pendidikan mulai merangkul dunia digital sebagai media pembelajaran. </p>
<p></p>
<p>Evolusi itulah yang kini tampak nyata dalam gelaran Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 di Surabaya, ajang esport pelajar yang tak sekadar mempertandingkan keterampilan bermain, tetapi juga nilai-nilai pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 sendiri merupakan program yang digagas Moonton Games selaku pengembang, dengan tujuan mengintegrasikan gim sebagai media pembelajaran karakter, literasi digital, serta pengendalian diri.</p>
<p></p>
<p>Dengan melibatkan lebih dari 300 sekolah tingkat SD dan SMP di Surabaya, program tersebut juga merangkul para guru melalui program Teacher Ambassador, dimana para guru dibekali peran sebagai pengawas sekaligus pendamping agar aktivitas bermain gim tetap berada dalam koridor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Pendekatan itu kemudian diwujudkan lebih luas melalui ajang Grand Tournament MLBB Goes To School 2025 yang diselenggarakan di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, sejak Kamis hingga Ahad, 8–11 Januari 2026.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menyoroti slogan dari acara tersebut yang berbunyi 'Belajar Dulu Baru Mabar' untuk benar-benar diterapkan agar minat bermain dan tanggung jawab akademik siswa busa seimbang.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin slogan tersebut benar-benar diresapi di dalam hati. Kalau tidak belajar, jangan boleh main bareng (mabar) dulu," ujar Febrina saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Dirinya juga menekankan bahwa peran guru menjadi kunci utama dalam memastikan pemanfaatan gim tetap sehat dan terkendali, terutama di tengah masifnya penggunaan gawai di kalangan pelajar.</p>
<p></p>
<p>"Kami menitipkan pesan ini kepada bapak dan ibu guru untuk membantu pengawasan agar anak-anak kita tetap sehat dalam menggunakan gadget," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, turnamen itu tidak semata-mata soal kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter. Melalui esport, siswa diajarkan nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi, yang relevan dengan kehidupan akademik maupun sosial.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter baik," harap Febrina.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menilai turnamen tersebut sebagai langkah awal menuju jalur prestasi yang lebih tinggi, termasuk peluang berkarier secara profesional di dunia esport hingga level internasional.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengapresiasi tingginya antusiasme dunia pendidikan di Surabaya dan Jawa Timur terhadap program yang mereka gagas.</p>
<p></p>
<p>"Tidak hanya siswa tetapi guru juga antusias. Kita mulai program ini dari hanya 50 guru, dan sekarang sudah berkembang menjadi 328 guru di Surabaya dan sekitarnya," ungkap Erina.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa Moonton berkomitmen membangun ekosistem esport yang aman, terstruktur, dan berorientasi pada pendidikan, dengan guru sebagai fondasi utamanya.</p>
<p></p>
<p>"Peran guru sangat krusial untuk memastikan esport berjalan selaras dengan nilai pendidikan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Erina juga menekankan bahwa minat anak-anak terhadap gim tidak perlu dipatahkan, melainkan diarahkan agar menjadi aktivitas yang produktif dan berdampak positif.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa minat anak-anak bisa diarahkan tanpa mengesampingkan pendidikan formal," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui turnamen tersebut, Moonton berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai pemain gim, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki karakter, disiplin, dan semangat belajar yang kuat.</p>
<p></p>
<p>"Guru dan pihak sekolah adalah pelopor dan tonggak terpenting dalam membentuk program ini," pungkas Erina.</p>
<p></p>
<p>Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan industri gim, Surabaya kini menunjukkan bahwa edukasi dan esport bukan dua kutub yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi masa depan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal di Taman Surya, Perkuat Narasi Kota Toleransi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gelar-perayaan-natal-di-taman-surya-perkuat-narasi-kota-toleransi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gelar-perayaan-natal-di-taman-surya-perkuat-narasi-kota-toleransi</guid>
<description><![CDATA[ Agenda tahunan yang memasuki tahun ketiga ini diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan ribuan umat Kristiani sekaligus simbol harmonisasi keberagaman di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696039fd7b10d.webp" length="35488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 08:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perayaan Natal, Natal, Taman Surya, Pemkot Surabaya, Bakesbangpol, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai kota inklusif dengan menyelenggarakan Perayaan Natal Kota Surabaya di Taman Surya, Balai Kota, pada Jumat (9/1/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>Agenda tahunan yang memasuki tahun ketiga ini diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan ribuan umat Kristiani sekaligus simbol harmonisasi keberagaman di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tema 'Christmas – Love in God, Harmony Together (C-LIGHT)', perayaan ini merepresentasikan pesan kasih Tuhan sebagai penerang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara dijadwalkan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan pembukaan akses masuk (open gate) bagi jemaat. </p>
<p></p>
<p>Puncak ibadah akan berlangsung pukul 18.00 WIB, menghadirkan dua tokoh religi terkemuka, yakni Ps. Philip Mantofa, yang akan menyampaikan Firman Natal dan Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Uskup Surabaya), yang dijadwalkan menyampaikan pesan Natal bagi umat Katolik dan Kristen yang hadir.</p>
<p></p>
<p>Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyatakan bahwa pemilihan Balai Kota sebagai lokasi acara merupakan langkah strategis untuk merawat nilai persaudaraan.</p>
<p></p>
<p>"Perayaan ini bukan sekadar ibadah keagamaan, melainkan ruang kebersamaan. Ini adalah wujud nyata Surabaya sebagai kota toleransi yang terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat," tegas Tundjung di Surabaya, Jumat (9/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain prosesi ibadah, acara ini turut melibatkan partisipasi aktif pelajar Kristiani Surabaya melalui penampilan paduan suara dan seni kreatif. </p>
<p></p>
<p>Keterlibatan generasi muda ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan karakter berbasis nilai kasih dan toleransi sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Mengingat estimasi massa yang mencapai ribuan, pihak panitia mengimbau peserta untuk hadir lebih awal demi kelancaran alur masuk; membawa barang bawaan secukupnya demi kenyamanan bersama; bagi orang tua, diharapkan memberikan pengawasan ekstra terhadap kebutuhan dan keamanan anak-anak selama acara berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan tertib, aman, dan penuh sukacita, sehingga pesan harmoni ini sampai kepada seluruh warga Surabaya," pungkas Tundjung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Memasuki Akhir Angkutan Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Prediksi Layani Lebih dari 825 Ribu Penumpang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/memasuki-akhir-angkutan-nataru-kai-daop-8-surabaya-prediksi-layani-lebih-dari-825-ribu-penumpang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/memasuki-akhir-angkutan-nataru-kai-daop-8-surabaya-prediksi-layani-lebih-dari-825-ribu-penumpang</guid>
<description><![CDATA[ Memasuki akhir Angkutan Nataru, arus balik penumpang kereta di wilayah KAI Daop 8 Surabaya meningkat signifikan, dengan total layanan diproyeksikan menembus 825.022 penumpang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69590a614ea64.webp" length="50350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 19:25:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, KAI Daop 8, Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kini memasuki fase akhir. Seiring berakhirnya libur panjang, pergerakan penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya justru menunjukkan tren peningkatan, terutama akibat mulai menguatnya arus balik masyarakat ke kota asal.</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya mencatat, pada hari-hari terakhir libur Nataru, volume penumpang masih tergolong tinggi dan didominasi oleh penumpang yang tiba di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itu disebut menjadi penanda bahwa arus balik telah berlangsung signifikan dalam beberapa hari terakhir, seiring masyarakat bersiap kembali bekerja dan menjalani aktivitas normal.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa lonjakan arus balik terlihat jelas menjelang akhir masa Angkutan Nataru.</p>
<p></p>
<p>"Pada masa menjelang akhir libur Nataru ini, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya masih tergolong tinggi," ujar Mahendro, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Hal ini didominasi oleh masyarakat yang kembali ke kota asal untuk bekerja maupun melanjutkan aktivitas sehari-hari. Dari data sementara hari ini pelanggan didominasi oleh penumpang yang tiba di wilayah KAI Daop 8 Surabaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data sementara per Sabtu, 3 Januari 2026, jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya diprediksi mencapai 43.388 orang. </p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.878 penumpang tercatat berangkat, sementara 23.510 penumpang lainnya tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 8.</p>
<p></p>
<p>Secara kumulatif, selama periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani total 784.044 penumpang. Rinciannya, 403.999 penumpang berangkat dan 380.045 penumpang tiba. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya juga memproyeksikan bahwa hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, total penumpang yang dilayani akan mencapai 825.022 orang. </p>
<p></p>
<p>Proyeksi tersebut menegaskan bahwa layanan kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.</p>
<p></p>
<p>Selama periode Nataru, tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi berada di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. </p>
<p></p>
<p>Ketiga stasiun tersebut mencatat total 627.383 penumpang, mencerminkan peran strategis stasiun utama di Jawa Timur dalam mendukung arus mudik dan balik.</p>
<p></p>
<p>Tingginya angka pergerakan penumpang juga dipengaruhi oleh relasi favorit seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, hingga Ketapang yang tetap menjadi tujuan utama pelanggan kereta api.</p>
<p></p>
<p>Di tengah tingginya mobilitas penumpang, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemesanan tiket secara digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI agar lebih mudah, cepat, dan praktis," tutur Mahendro.</p>
<p></p>
<p>KAI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik hingga akhir masa Angkutan Nataru, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program KELIRU Jadi Strategi Loyalitas, Jatim Park Tutup 2025 dengan Apresiasi Nyata untuk Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-keliru-jadi-strategi-loyalitas-jatim-park-tutup-2025-dengan-apresiasi-nyata-untuk-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-keliru-jadi-strategi-loyalitas-jatim-park-tutup-2025-dengan-apresiasi-nyata-untuk-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pendekatan apresiasi, transparansi, dan kolaborasi kreatif, program KELIRU dinilai menjadi penutup tahun 2025 yang strategis bagi Jawa Timur Park Group. Sekaligus menjadi fondasi optimisme dalam menyongsong inovasi layanan dan pengalaman wisata di tahun-tahun berikutnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957baa1b4e24.webp" length="94402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 20:14:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JTP Group, Keliru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park Group menutup tahun 2025 bukan sekadar dengan perayaan, tetapi melalui strategi loyalitas pengunjung yang terukur lewat program KELIRU (Kejutan Liburan Seru). Program undian berhadiah ini menjadi instrumen utama Jatim Park dalam membangun kedekatan emosional sekaligus mempertahankan kepercayaan pengunjung setia.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto pada Jumat (2/1/2026) menegaskan bahwa KELIRU dirancang sebagai bentuk apresiasi konkret, bukan gimmick promosi sesaat. Sepanjang tahun 2025, program ini menghadirkan total 12.000 hadiah senilai Rp 3 miliar yang diundi rutin setiap bulan.</p>
<p>“Program KELIRU kami rancang sebagai wujud terima kasih yang nyata. Bukan hanya menarik kunjungan, tetapi membangun rasa memiliki dan kepercayaan pengunjung terhadap brand Jawa Timur Park Group,” ujar Titik.</p>
<p>Pengundian final KELIRU yang digelar bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2026 di Dino Plaza Jatim Park 3 menjadi puncak program tersebut. Hadiah utama berupa satu unit mobil Hyundai berhasil dimenangkan oleh Anang Rachmat B, pengunjung Batu Night Spectacular. Momen tersebut disambut antusias ribuan pengunjung yang memadati area acara.</p>
<p>Menurut Titik, transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan KELIRU. Seluruh proses pengundian dilakukan secara terbuka, disaksikan langsung oleh pengunjung, serta disiarkan melalui kanal media sosial resmi Jatim Park Group. Bahkan, penentuan pemenang grand prize dilakukan dengan konsep interaktif yang melibatkan partisipasi langsung pengunjung melalui pengambilan kupon undian pada kostum khusus talent.</p>
<p>“Transparansi adalah kunci. Kami ingin pengunjung benar-benar melihat dan merasakan bahwa proses ini adil, tanpa rekayasa, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.</p>
<p>Selain hadiah utama, program KELIRU juga membagikan beragam hadiah bulanan seperti iPhone 15, Smart LED TV, sepeda motor, UBS Gold Bar, hingga ribuan voucher dan merchandise eksklusif. Seluruh pemenang dapat melakukan pengecekan mandiri melalui laman resmi jtp.id, dan program ini tidak mengenal sistem hangus.</p>
<p>“Pemenang tetap memiliki hak yang sama meskipun tidak hadir di lokasi. Kami menghubungi pemenang secara resmi melalui WhatsApp, email, dan telepon sesuai data pembelian tiket,” imbuhnya.</p>
<p>Momentum pengundian final KELIRU juga dimanfaatkan Jatim Park Group untuk meluncurkan kolaborasi resmi dengan seniman visual Indonesia, Muklay. Kolaborasi ini menghadirkan lini merchandise eksklusif seperti kaos, pouch, dan tumbler dengan desain khas yang merepresentasikan karakter ceria dan kreatif destinasi wisata Jatim Park.</p>
<p>Menurut Titik, kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan experience branding. “Kami ingin pengalaman berwisata tidak berhenti di wahana, tapi berlanjut melalui produk yang punya nilai seni dan cerita,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Kebun Binatang Surabaya di Hari Pertama 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-pengunjung-serbu-kebun-binatang-surabaya-di-hari-pertama-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-pengunjung-serbu-kebun-binatang-surabaya-di-hari-pertama-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan keluarga memadati PDTS Kebun Binatang Surabaya di hari pertama 2026, menikmati edukasi satwa, pertunjukan budaya, hingga konser dangdut yang menyulap bonbin penuh keceriaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695651078566f.webp" length="72496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 20:59:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Tahun Baru, 2026, Wisata, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Suasana awal tahun 2026 di Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berlangsung semarak. Sejak pagi, Kamis (1/1/2026), ribuan pengunjung memadati area kebun binatang legendaris tersebut, didominasi keluarga yang menghabiskan libur Tahun Baru bersama anak-anak.</p>
<p>Kepadatan pengunjung terlihat hampir di seluruh sudut PDTS KBS, mulai dari area Kids Zoo, zona primata, hingga panggung hiburan. Banyak keluarga datang sejak pagi untuk menikmati beragam agenda khusus yang disiapkan KBS di hari pertama tahun 2026.</p>
<p><strong>Program Khusus Tahun Baru di PDTS KBS</strong></p>
<p>Keramaian itu tak lepas dari rangkaian program liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang disiapkan PDTS KBS sejak awal Desember 2025. Program bertajuk “Ceria Bersama – Menuju Kebun Binatang Surabaya Mendunia: Bonbin Dar Der Dor” itu mencapai puncaknya pada 1 Januari 2026.</p>
<p>Kepala Seksi Humas PDTS KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, menyebut program tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata keluarga yang penghujung tahun 2025 dan di awal tahun 2026, dengan target pengunjung pada 1 Januari 2026 tembus 50 ribu pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69565be62540c.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memiliki nilai edukasi kuat," ujar Lintang, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Salah satu agenda yang paling diminati pengunjung adalah aktivitas feeding satwa. Pada 1 Januari 2026, pengunjung dapat menyaksikan langsung pemberian pakan untuk sejumlah satwa unggulan, seperti gajah, singa, binturong, dan pelikan.</p>
<p>Aktivitas itu dikemas secara interaktif dan edukatif, sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi juga memahami perilaku dan pola hidup satwa, khususnya bagi anak-anak.</p>
<p>"Aktivitas tersebut memberikan edukasi konservasi yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, tetapi tetap cocok untuk orang dewasa," ungkap Lintang.</p>
<p><strong>Perpaduan Budaya dan Hiburan di Hari Pertama 2026</strong></p>
<p>Selain aktivitas satwa, PDTS KBS juga menghadirkan beragam pertunjukan budaya dan hiburan pada hari pertama tahun ini. Pengunjung disuguhi pentas reog, jaranan, angklung, hingga live music yang digelar sepanjang hari.</p>
<p>Kemeriahan kian terasa dengan adanya sesi kejutan khusus bagi pengunjung yang mengenakan busana ala era 1980-an, yang menjadi bagian dari konsep tematik liburan akhir tahun.</p>
<p>"Kami menambahkan lebih banyak interaksi satwa dan pertunjukan budaya agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lengkap," imbuh Lintang.</p>
<p>Puncak hiburan di 1 Januari 2026 ditandai dengan konser musik dangdut yang digelar di area PDTS KBS. Konser ini menjadi salah satu magnet utama yang menarik pengunjung bertahan hingga sore hari.</p>
<p>"Hari ini akan tampil Avita Grup bersama bintang Pantura dan KDI, yakni Puput Pazriah, Khiara Puspita, dan Cita Amelia," tutur Lintang.</p>
<p><strong>Pengunjung Luar Kota Nikmati Liburan Keluarga</strong></p>
<p>Salah satu pengunjung, Rudi Hartono (38), warga Malang, datang bersama istri dan dua anaknya untuk merayakan Tahun Baru di Kota Pahlawan, dan salah satu destinasi yang mereka kunjungi ialah PDTS KBS. Rudi mengaku suasana PDTS KBS di awal tahun 2026 terasa lebih hidup dan ramah keluarga.</p>
<p>"Kami sengaja datang sejak pagi. Anak-anak senang karena bisa lihat satwa sekaligus nonton pertunjukan, suasananya ramai tapi tetap nyaman," ujar Rudi.</p>
<p>Menurutnya, harga tiket yang terjangkau menjadi alasan KBS selalu masuk daftar tujuan liburan keluarganya.</p>
<p>Di tengah padatnya pengunjung awal tahun, PDTS KBS memastikan harga tiket tidak mengalami kenaikan. Tiket masuk tetap dipatok Rp15.000 per orang, dengan pilihan paket hemat Rp100.000 untuk lima orang yang sudah termasuk akses ke wahana Kids Zoo.</p>
<p>Dengan kombinasi edukasi satwa, hiburan budaya, dan konser musik, PDTS KBS sukses menghadirkan suasana awal tahun 2026 yang ramai, hangat, dan penuh keceriaan bagi ribuan keluarga yang berlibur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liburan Nataru, Banyuwangi Park Jadi Destinasi Favorit Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liburan-nataru-banyuwangi-park-jadi-destinasi-favorit-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liburan-nataru-banyuwangi-park-jadi-destinasi-favorit-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Libur sekolah dan Nataru dimanfaatkan banyak keluarga untuk berwisata, menjadikan Banyuwangi Park sebagai destinasi favorit berkat wahana lengkap, harga terjangkau, dan suasana liburan yang seru bagi semua usia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69508a808caff.webp" length="80168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 08:38:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Banyuwangi Park, wisata Banyuwangi, libur Nataru, wisata keluarga, destinasi favorit keluarga, libur sekolah, tempat wisata Banyuwangi, wisata anak, taman rekreasi keluarga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUWANGI, SJP - Libur sekolah yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Di Banyuwangi, Banyuwangi Park muncul sebagai salah satu destinasi favorit yang dipilih wisatawan untuk menikmati liburan penuh keceriaan bersama anak dan keluarga.</p>
<p>Suasana Banyuwangi Park tampak semarak selama periode libur sekolah dan Nataru. Sejak pagi hingga sore hari, kawasan taman rekreasi keluarga ini dipadati pengunjung yang datang bersama anak, orang tua, hingga kerabat. Antrean di pintu masuk dan ramainya wahana permainan menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari liburan akhir tahun.</p>
<p>General Manager Banyuwangi Park, Vera Safira, mengungkapkan bahwa selama masa libur ini jumlah pengunjung mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang per hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa maupun periode libur tahun sebelumnya.</p>
<p>“Pada momen libur sekolah dan Nataru, Banyuwangi Park dikunjungi sekitar 2.000 sampai 3.000 pengunjung setiap hari. Jumlah ini naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Vera.</p>
<p>Menurut dia, Banyuwangi Park dirancang sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah untuk semua usia. Selain wahana permainan yang memacu adrenalin, tersedia pula wahana edukatif dan area bermain anak yang aman dan nyaman.</p>
<p>Tak hanya itu, pengelola juga menghadirkan berbagai games interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung. Aktivitas seperti permainan menari dan tebak gerak membuat suasana liburan terasa lebih hidup, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota keluarga.</p>
<p>Salah satu pengunjung, Handini Meilina Putri, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk mengisi libur sekolah. Ini menjadi pengalaman pertamanya berkunjung ke Banyuwangi.</p>
<p>“Ini pertama kali saya ke Banyuwangi. Menurut saya Banyuwangi Park cukup menarik. Dengan harga tiket Rp50.000, kita sudah bisa menikmati banyak wahana,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai, selain fasilitas yang lengkap, suasana yang ceria dan aktivitas interaktif membuat liburan keluarga terasa lebih berkesan.</p>
<p>“Selain main wahana, pengunjung juga bisa ikut games dan dapat hadiah. Jadi liburannya lebih seru,” tambahnya.</p>
<p>Dengan konsep wisata yang mengedepankan kebersamaan keluarga, kenyamanan, dan hiburan yang beragam, Banyuwangi Park terus memperkuat posisinya sebagai destinasi favorit keluarga di Banyuwangi. Momentum libur Nataru pun menjadi bukti bahwa wisata keluarga tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi waktu liburan dengan pengalaman yang menyenangkan dan penuh cerita. (**)</p>
<p>sumber : beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Patung Macan Putih Desa Balongjeruk Kediri Jadi Viral, Ini Penjelasan Kepala Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/patung-macan-putih-desa-balongjeruk-kediri-jadi-viral-ini-penjelasan-kepala-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/patung-macan-putih-desa-balongjeruk-kediri-jadi-viral-ini-penjelasan-kepala-desa</guid>
<description><![CDATA[ Patung macan putih itu dibuat sebagai simbol desa yang terinspirasi dari legenda  Desa Balongjeruk. Anggaran patung ini menggunakan dana pribadi kepala desa sebesar Rp3.500.000. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fd970434e9.webp" length="89540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 20:45:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>viral patung macan putih kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> – Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial. Patung yang berdiri di area desa itu ramai diperbincangkan warganet karena bentuknya dinilai unik, bahkan dianggap “lucu” dan jauh dari gambaran macan putih yang gagah. Bahkan, banyak juga yang menyebut patung macan itu menyerupai badak.</p>
<p>Foto dan video patung tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial. Tak sedikit warganet yang melontarkan komentar jenaka, meme, hingga candaan visual, sehingga ikon desa itu menjadi bahan perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Menanggapi viralnya patung macan putih tersebut, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, akhirnya angkat bicara. Ia mengaku tidak menyangka patung yang awalnya dibuat sebagai ikon desa justru menarik perhatian luas warganet.</p>
<p>“Saya mohon maaf jika patung ini menimbulkan kegaduhan di dunia maya. Saya tidak pernah menyangka akan viral seperti ini,” ujar Safi’i.</p>
<p>Menurut dia, patung macan putih itu dibuat sebagai simbol desa yang terinspirasi dari cerita dan legenda yang berkembang di masyarakat setempat. Konon, Desa Balongjeruk memiliki "penjaga" atau danyang berupa macan putih.</p>
<p>​"Dalam Musyawarah Desa (Musdes), masyarakat sepakat ingin membuat ikon sesuai legenda tersebut. Kami ingin Desa Balongjeruk punya identitas yang kuat," ujar Safi'i.</p>
<p>Anggaran patung ini menggunakan dana pribadi kepala desa sebesar Rp3.500.000.Rinciannya, Rp2 juta untuk jasa pemahat dan Rp1,5 juta untuk material bahan.</p>
<p>Namun, ia juga mengakui bahwa hasil akhir patung memang belum sesuai harapan. “Saya akui hasilnya kurang sempurna dan tidak sesuai ekspektasi. Kritik dan masukan dari masyarakat saya terima dengan lapang dada,” katanya.</p>
<p>Meski menuai beragam komentar, viralnya patung tersebut justru membawa dampak tak terduga. Safi’i menyebut, sejak ramai diperbincangkan di media sosial, Desa Balongjeruk mulai didatangi warga dari luar desa yang penasaran dan ingin berfoto dengan patung macan putih tersebut.</p>
<p>“Sejak viral, banyak orang datang berkunjung dan berfoto, bahkan sampai malam hari. Saya ambil hikmah dan sisi positifnya saja,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari perhatian publik tersebut, pihak desa memutuskan untuk melakukan perbaikan. Saat ini, patung macan putih yang baru telah dipesan kepada pemahat lain dengan kesepakatan yang lebih detail agar hasilnya sesuai dengan desain yang diinginkan. Dengan biaya Rp2.500.000, perjanjiannya, hasil harus 90 persen menyerupai desain yang diinginkan. Jika tidak sesuai ekspektasi, pesanan akan dibatalkan.</p>
<p>“Kami ingin ikon desa ini benar-benar layak dan bisa diterima masyarakat. Ke depan, tentu akan kami benahi agar lebih baik,” pungkas Safi’i. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Danu </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perhumas Luncurkan Perhumas Indicators 2025, Standar Baru Mengukur Kepercayaan dan Narasi Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perhumas-luncurkan-perhumas-indicators-2025-standar-baru-mengukur-kepercayaan-dan-narasi-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perhumas-luncurkan-perhumas-indicators-2025-standar-baru-mengukur-kepercayaan-dan-narasi-publik</guid>
<description><![CDATA[ Perhumas resmi meluncurkan Perhumas Indicators 2025, instrumen berbasis data untuk mengukur kepercayaan publik, reputasi institusi, dan kualitas narasi komunikasi di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d5f6b0e84f.webp" length="41184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 20:29:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perhumas Indicators 2025, Konvensi Humas Indonesia, KHI 2025, Perhumas, Humas, Pemprov Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus informasi yang kerap membentuk opini tanpa pijakan data, profesi humas kini dituntut tidak lagi sekadar sebagai penyampai pesan, melainkan juga mampu membaca dan mengelola narasi publik secara terukur. </p>
<p></p>
<p>Menjawab tantangan itu, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) meluncurkan Perhumas Indicators 2025, sebuah instrumen strategis berbasis data untuk mengukur reputasi dan kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran tersebut dilakukan dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) Surabaya 2025 yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Forum nasional tersebut menjadi panggung bagi Perhumas untuk memperkenalkan terobosan penting dalam praktik kehumasan di Indonesia, sejalan dengan tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”.</p>
<p></p>
<p>Konvensi itu dihadiri oleh para praktisi humas, pemimpin organisasi, serta pemangku kepentingan komunikasi dari berbagai sektor. KHI 2025 dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai momentum transformasi profesi humas menuju peran yang lebih strategis, berbasis riset, dan akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Dalam forum tersebut, Perhumas secara resmi memperkenalkan Perhumas Indicators 2025, hasil kolaborasi dengan lembaga riset Populix. Instrumen itu dirancang sebagai alat ukur komprehensif untuk membaca tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan swasta.</p>
<p></p>
<p>Selain membaca kepercayaan publik berdasarkan data, Perhumas Indicator juga dirancang untuk menganalisis kualitas narasi yang berkembang di ruang publik serta efektivitas strategi komunikasi yang dijalankan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Ketua Umum DPP Perhumas, Boy Kelana Soebroto dalam KHI 2025 menegaskan bahwa kehadiran indikator ini menjadi penanda perubahan penting dalam dunia kehumasan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Perhumas Indicators merupakan hasil kerjasama dengan Populix, guanya beragam dan sangat krusial dalam bidang kehumasan," ucap Boy, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Boy menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk menjawab realitas komunikasi di era digital yang sarat dengan disinformasi dan polarisasi. Menurutnya, reputasi tidak bisa lagi dipahami sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan harus diukur secara objektif dan berbasis data.</p>
<p></p>
<p>"Kita semua memahami dengan sangat jelas bahwa kepercayaan dan reputasi bukan hanya sekadar persepsi, tetapi juga merupakan aset strategis yang dapat berdampak pada stabilitas pertumbuhan bangsa," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pemilihan Surabaya sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai merepresentasikan semangat inovasi dan transformasi pembangunan Indonesia modern, yang sejalan dengan arah pembaruan profesi humas.</p>
<p></p>
<p>"Jadi harapan kami Perhumas Indicators ini dapat menjadi rujukan bagi praktisi humasan dan komunikasi serta para pimpinan di Indonesia," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, selain meluncurkan Perhumas Indicators 2025, Perhumas juga memperkenalkan sejumlah inisiatif penting lainnya dalam KHI 2025, seperti peluncuran buku kolaborasi praktisi humas Indonesia serta pemutakhiran Kode Etik Humas yang kini mengakomodasi pemanfaatan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI).</p>
<p></p>
<p>Seluruh rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Perhumas ke-53 yang jatuh pada 15 Desember 2025. </p>
<p></p>
<p>Melalui standar pengukuran yang jelas dan fondasi etika yang kuat, Perhumas menegaskan posisi humas sebagai aktor strategis dalam pengambilan kebijakan dan penjaga kualitas komunikasi publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatani Perdamaian Dunia Lewat Bahasa: Peace Corps AS Lantik Sembilan Relawan Baru Untuk Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatani-perdamaian-dunia-lewat-bahasa-peace-corps-as-lantik-sembilan-relawan-baru-untuk-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatani-perdamaian-dunia-lewat-bahasa-peace-corps-as-lantik-sembilan-relawan-baru-untuk-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Sembilan relawan Peace Corps di Indonesia dilantik dalam upacara yang digelar di Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya untuk melanjutkan misi perdamaian dan persahabatan dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6939837921212.webp" length="56744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 21:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Peace Corps, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Dubes AS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Selama ini, banyak orang mengira kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat hanya bergerak di ranah-ranah besar seperti ekonomi, teknologi, pertahanan, atau diplomasi tingkat tinggi. Padahal, di balik panggung besar itu, ada bentuk kerja sama yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Mungkin tidak semua orang yang tahu, namun di akar rumput, kemitraan dua negara besar itu justru tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana. Mulai dari belajar bahasa, pengenalan budaya, hingga pengalaman hidup bersama oleh relawan Peace Corps, sebuah wajah diplomasi yang tidak berdiri di podium, melainkan hadir di tengah masyarakat.</p>
<p>Pada Rabu (10/12/2025), sembilan warga Amerika Serikat kembali menambah kisah persahabatan itu. Mereka resmi dilantik sebagai relawan Peace Corps baru, menambah total hampir 600 orang yang telah mengabdi di Indonesia sejak program itu kembali dibuka pada 2010.</p>
<p><strong>Apa Itu Peace Corps?</strong></p>
<p>Peace Corps adalah lembaga resmi pemerintah Amerika Serikat yang berdiri pada 1961 dengan misi untuk mempromosikan perdamaian dan persahabatan dunia melalui pengabdian sukarela. Hingga kini, lebih dari 240.000 warga Amerika telah bertugas di lebih dari 140 negara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6939839f2586e.webp" alt=""></p>
<p>Di Indonesia sendiri, Peace Corps berfokus pada program Teaching English as a Foreign Language (TEFL), bekerja bersama guru-guru di daerah untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran bahasa Inggris yang sangat bermanfaat untuk bekal ilmu di masa depan.</p>
<p>Menariknya, para relawan itu tidak tinggal di mansion mewah atau hotel berbintang, melainkan mereka akan tinggal selama dua tahun bersama keluarga setempat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial serta pendidikan masyarakat lokal.</p>
<p><em><strong>Peace Corps Swearing-In Ceremony</strong></em></p>
<p>Upacara pelantikan digelar di Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya, dipimpin langsung oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Heather Merritt yang didampingi oleh Direktur Peace Corps Indonesia, Brian Gleeson, dan Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Merritt mengungkapkan bahwa para relawan baru saja menyelesaikan 11 minggu pelatihan intensif di Desa Leminggir dan Seduri, Jawa Timur, mencakup bahasa Indonesia, pembelajaran budaya, serta pelatihan teknis pengajaran bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6939839049705.webp" alt=""></p>
<p>"Relawan Peace Corps adalah diplomat warga yang tinggal dan bekerja berdampingan dengan komunitas tuan rumah mereka, membangun rasa saling percaya dan memahami," ujar Merritt, Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pengabdian para relawan menjadi wujud nyata semangat Kemitraan Strategis Komprehensif AS–Indonesia, terutama melalui hubungan antarmasyarakat kedua bangsa.</p>
<p>Para relawan akan menjalani penugasan selama dua tahun di tiga provinsi, meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka mengajar minimal 20 jam per pekan dan mendampingi pelatihan guru bahasa Inggris tingkat sekolah maupun distrik. Tidak hanya itu, mereka juga memimpin kegiatan ekstrakurikuler seperti klub bahasa Inggris, kamp kepemimpinan, hingga inisiatif literasi. </p>
<p>Wakil Dubes Merritt menjelaskan bagaimana relawan menjalankan fungsi diplomasi secara alami melalui kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.</p>
<p>"Ini adalah bentuk pertukaran budaya paling mendalam. Mereka belajar bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia, sambil membantu murid dan guru memahami Amerika dari sudut pandang yang nyata," ujarnya.</p>
<p>Ia juga membahas tantangan yang dihadapi program ini, terutama proses rekrutmen relawan yang harus berkomitmen dua tahun meninggalkan pekerjaan dan keluarga, baginya, menyisihkan waktu dua tahun untuk mengabdi membutuhkan pengorbanan.</p>
<p>"Salah satu tantangannya adalah menemukan orang yang mampu menyediakan waktu. Tetapi mereka yang datang adalah orang-orang yang benar-benar ingin mengabdi," kata Merritt.</p>
<p>Ia menambahkan, penempatan para relawan akan didasarkan pada rekomendasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, terutama untuk sekolah-sekolah di daerah pedesaan dan dengan sumber daya terbatas. Peace Corps tidak memilih lokasi sendiri.</p>
<p>"Kami bermitra sangat dekat dengan pemerintah Indonesia yang menilai setiap kandidat sebelum penempatan, jadi kita juga berkolaborasi dalam menentukan siapa dan dimana tugasnya" jelasnya.</p>
<p><strong>Dari Pelatihan Desa ke Lapangan Pengabdian</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Peace Corps Indonesia, Brian Gleeson yang juga hadir dalam acara pelantikan mengapresiasi peran masyarakat Leminggir dan Seduri dalam mempersiapkan para relawan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693983d8b45b1.webp" alt=""></p>
<p>"Komunitas Leminggir dan Seduri menyambut relawan kami dengan hangat. Dukungan itu mempersiapkan mereka sekaligus memberi pengenalan autentik tentang nilai-nilai Indonesia," kata Gleeson.</p>
<p>Selama bertugas, setiap relawan diwajibkan tinggal bersama keluarga angkat. Model ini dianggap efektif mendukung pembelajaran budaya dan integrasi sosial.</p>
<p>"Mereka hidup bersama keluarga setempat selama dua tahun. Ini bukan hanya soal mengajar, tapi memahami konteks kehidupan di Indonesia," ujar Gleeson.</p>
<p>Gleeson juga menegaskan bahwa pengajaran bahasa Inggris adalah permintaan khusus dari Pemerintah Indonesia, bukan inisiatif sepihak.</p>
<p>"Apa yang mereka lakukan merupakan permintaan pemerintah Indonesia. Mereka bekerja sama dengan guru setempat untuk berbagi teknik mengajar baru," jelasnya.</p>
<p>Tentang kehidupan setelah program, Gleeson menyebut para alumnus menjalani beragam jalur, mulai dari melanjutkan studi, menjadi guru, hingga mengajar di negara lain.</p>
<p>Gleeson menjelaskan bahwa <em>Peace Corps</em> memiliki tiga tujuan utama:</p>
<ol>
<li>Memberikan bantuan teknis yang diminta pemerintah mitra.</li>
<li>Membantu masyarakat lokal memahami budaya Amerika melalui interaksi langsung.</li>
<li>Membawa kembali cerita tentang Indonesia ke Amerika Serikat untuk memperkuat pemahaman dan persahabatan jangka panjang.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa relawan hanya menerima stipend kecil dan hidup setara dengan guru lokal, bukan sebagai pekerja bergaji.</p>
<p></p>
<p><em><strong>"Indonesia yang Hangat, Ramah, dan Penuh Inspirasi"</strong></em></p>
<p>Di antara sembilan relawan baru, tiga di antaranya Joe P dari Chicago, Rosalina M dari South Carolina, dan May T dari Indianapolis yang berbagi pengalaman dan motivasi mereka.</p>
<p>Joe, sebagai pemuda Amerika yang suka menjelajah atau Traveling mengaku sudah lama mengenal orang Indonesia dan tertarik dengan budaya lokal yang ramah.</p>
<p>"Saya sering sekali berpergian, dan saya dengan pede bisa bilang bahwa orang-orang disini memang sangat ramah, makanannya enak, dan saya ingin belajar banyak bahasa," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kelas dan menjelajah Indonesia yang menurutnya sangat hangat dan menyenangkan.</p>
<p>Di sisi lain, Rosalina, yang berasal dari Columbia, South Carolina, memiliki akar budaya Samoa. Hal itu membuatnya merasa cocok dengan nilai kekeluargaan di Indonesia.</p>
<p>"Budaya di sini terasa dekat dengan budaya saya. Itu sebabnya saya ingin datang dan mengajar di Indonesia," kata Rosalina.</p>
<p>Adapun, May yang memiliki mimpi untuk menjadi seseorang yang lebih mandiri ingin belajar bersosialisasi di lokasi yang dikenal sangat sosial seperti Indonesia.</p>
<p>"Iya, jadi Amerika dan Indonesia sangat berbeda dalam segi sosial, di Amerika itu warganya sangat individualis, maka dari itu belajar di Indonesia mungkin akan menambah pengalaman saya menjadi lebih luas," ucap May.</p>
<p><strong>Membangun Persahabatan Melalui Pendidikan</strong></p>
<p>Relawan Peace Corps bukan hanya pengajar bahasa Inggris. Mereka adalah penghubung dua budaya, pembawa cerita, dan jembatan diplomasi yang bekerja melalui senyum, sikap hormat, dan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dari rumah-rumah keluarga angkat hingga kelas-kelas sekolah di pedesaan, mereka membawa nilai persahabatan yang akan tersimpan dalam ingatan, bukan hanya selama dua tahun penugasan, tetapi sepanjang hidup baik bagi mereka maupun masyarakat yang mereka temui. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan IRT Tuwowo Diwisuda, Siap Menjadi Penjahit Mandiri Lewat Program Pemberdayaan YBM PLN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-irt-tuwowo-diwisuda-siap-menjadi-penjahit-mandiri-lewat-program-pemberdayaan-ybm-pln</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-irt-tuwowo-diwisuda-siap-menjadi-penjahit-mandiri-lewat-program-pemberdayaan-ybm-pln</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah ekonomi yang lesu, sembilan ibu rumah tangga di Tuwowo resmi diwisuda sebagai penjahit mandiri berkat program pemberdayaan YBM PLN UIP JBTB yang ubah mustahik menuju muzakki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69382008a0716.webp" length="63840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 21:18:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perusahaan Listrik Negara, YBM PLN UIP JBTB, YBM PLN, BY VIRA, V-Ra Collection, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum stabil, upaya pemberdayaan masyarakat menjadi semakin penting. Hal itulah yang terlihat dalam Wisuda Pelatihan Menjahit di Balai RW Tuwowo, Kelurahan Kapas Madya Baru, Tambaksari, Selasa (9/12/2025). </p>
<p>Acara tersebut menandai lahirnya sembilan penjahit baru yang dibina melalui program pemberdayaan ekonomi Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (YBM PLN UIP JBTB) selama empat bulan terakhir, sebagai langkah nyata agar keluarga di wilayah tersebut dapat menambah penghasilan dan menjadi lebih mandiri.</p>
<p><strong>Program Ekonomi Sebagai Pemberdayaan</strong></p>
<p>Pelatihan ini merupakan bagian dari pilar ekonomi YBM PLN UIP JBTB melalui Kelompok Usaha Cahaya (KUC) "Sartika Dewi". Program tersebut menyasar kelompok yang membutuhkan dan berpotensi untuk diberdayakan, khususnya para ibu rumah tangga (IRT) yang sebelumnya tidak memiliki pemasukan.</p>
<p>Manager YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, menjelaskan bahwa pelatihan menjahit dipilih karena dinilai paling cocok untuk ibu-ibu di lingkungan tersebut, sekaligus menjadi alternatif dari dominasi bantuan UMKM berbasis kuliner.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381fe970478.webp" alt=""></p>
<p>"Di sini banyak ibu rumah tangga yang sebenarnya punya mimpi besar tapi belum punya kesempatan. Maka kami berikan pelatihan menjahit agar mereka bisa punya keterampilan dan pemasukan," ujar Fatkhurrozi, Kamis (9/12/2025).</p>
<p>Fatkhurrozi menambahkan bahwa inti dari program ini bukan hanya keterampilan, tetapi perubahan mindset dari mustahik bisa naik menjadi muzakki, yakni dari penerima zakat menjadi orang yang wajib memberikan zakat.</p>
<p>"Kesuksesan bagi kami itu bukan hanya mereka bisa menjahit, tapi bagaimana mustahik bisa naik menjadi muzakki. Jadi ini proses panjang, produksi, marketing, sampai mindset," katanya.</p>
<p>YBM PLN juga memberikan hibah berupa 10 alat produksi seperti mesin jahit, mesin obras, mesin pelubang kancing, manekin, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Semua alat ditempatkan di Balai RW agar dapat digunakan bersama dan berkelanjutan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381fed291af.webp" alt=""></p>
<p><strong>Pendampingan Empat Bulan yang Asah Skill dan Mental</strong></p>
<p>Pelatihan yang diwisudakan hari ini merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan hampir dua tahun. Sementara bagian pelatihan intensif yang berlangsung empat bulan dipandu langsung oleh pelatih dari UKM V-RA Collection, Novita Rahayu Purwaningsih.</p>
<p>Dalam sesi pendampingannya, Novita tidak hanya mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga membangun keberanian peserta untuk memasarkan produk melalui latihan presentasi dan komunikasi.</p>
<p>"Yang saya latih dimulai dari nol lagi, karena beda mentor beda metode. Saya juga ajari mereka presentasi satu per satu biar percaya diri saat menghadapi customer," tutur pemilik produk BY-VIRA itu.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi salah satu peserta yang ternyata merupakan rekan kerja lama Novita saat masih bekerja di konveksi, antusias belajar kembali dan ringan tangan untuk membantu teman-temannya membuat Novita tergerak untuk memberikan apresiasi lebih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381ff1bdf48.webp" alt=""></p>
<p>"Beliau ini sebenarnya sudah bisa jahit, tapi belum bisa bikin pola atau potong bahan. Yang membuat saya apresiasi itu karena dia sangat membantu peserta lain," ujar Novita.</p>
<p>Menurutnya, pemasaran kini masih berada dalam lingkup warga sekitar, dengan etalase baju dipajang di Balai RW. Harga produk berkisar Rp95.000 hingga Rp175.000, dengan harga khusus untuk pembelian grosir. Ke depan, kelompok ini ditargetkan dapat masuk ke marketplace agar pasar lebih luas.</p>
<p><strong>Dukungan RW dan Antusiasme Warga</strong></p>
<p>Ketua RW 04 Kapas Madya Baru, Agung Suprapto, mengaku bangga melihat perkembangan ibu-ibu peserta. Menurutnya, kini mereka telah mampu memproduksi dan menjual hasil karya, bahkan beberapa pesanan datang dari RT, dewan, hingga jalur online.</p>
<p>"Dulu mereka benar-benar belajar dari nol. Sekarang alhamdulillah sudah bisa menjual, bahkan pesanan kaos dari RT juga ada. Perkembangannya sangat bagus," katanya.</p>
<p>Agung menjelaskan bahwa Balai RW memang disediakan sebagai ruang aktivitas masyarakat, termasuk tempat pelatihan menjahit. RW juga menguruskan SK kelompok sehingga YBM PLN dapat menyalurkan bantuan alat secara resmi.</p>
<p>"Saya senang sekali kalau warga di sini aktif. Ibu-ibu kalau sudah selesai pekerjaan rumah bisa menjahit untuk membantu keluarga. Intinya, ayo optimis, jangan pesimis," ujarnya.</p>
<p>Wisuda hari ini bukan akhir, melainkan titik awal bagi sembilan ibu rumah tangga untuk memulai usaha kecil mereka. Dengan keterampilan menjahit, fasilitas usaha, dan dukungan masyarakat, para lulusan pelatihan diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang kerja baru di lingkungan mereka.</p>
<p>Program itu juga direncanakan akan direplikasi di lokasi lain oleh YBM PLN UIP JBTB, termasuk pengembangan pelatihan crafting untuk memperluas cakupan pemberdayaan perempuan di Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ayah dan Anak Berduet dalam “Coretan Warna Warni” di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ayah-dan-anak-berduet-dalam-coretan-warna-warni-di-galeri-merah-putih-balai-pemuda-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ayah-dan-anak-berduet-dalam-coretan-warna-warni-di-galeri-merah-putih-balai-pemuda-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pameran duet ayah–anak “Coretan Warna Warni” digelar di Galeri Merah Putih pada 6–11 Desember, menampilkan 12 karya yang menandai langkah awal perjalanan seni mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695cc2b514.webp" length="50626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 18:22:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Galeri Merah Putih, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” menemukan wujudnya secara nyata di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya pada penghujung tahun 2025 ini.</p>
<p></p>
<p>Dalam pameran bertajuk “Coretan Warna Warni I Made Kenzie &amp; Papa” yang berlangsung pada 6-11 Desember 2025, hubungan ayah dan anak tidak hanya terjalin lewat ikatan darah, tetapi tersambung melalui goresan warna yang sama-sama lahir dari panggilan hati.</p>
<p></p>
<p><strong>Bonding Lewat Goresan Warna</strong></p>
<p>Di antara dinding-dinding putih galeri yang dipenuhi 12 lukisan, terdapat kisah tentang dua generasi yang bertemu di kanvas. I Ketut Gede Susila (IKGS) Widiastra, sang ayah, mengaku bahwa perjalanan seni mereka bermula dari hobi sederhana yang dilakukan bersama.</p>
<p></p>
<p>Ia menuturkan bahwa dirinya dan putranya sama-sama mulai menyentuh kanvas di waktu yang hampir bersamaan, sebagai aktivitas spontan penuh rasa suka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693695c733410.webp" alt=""></p>
<p>“Kami mulai bareng, terjun ke kanvas bareng. Saya suka potret, anak saya ikut ketularan,” ujar Widiastra saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Tema pameran yang mereka pilih, coretan warna-warni, menjadi wujud kebebasan berekspresi, meskipun keduanya tetap menampilkan banyak figur manusia. Kecintaan pada bentuk dan wajah seakan menjadi benang merah visual antara ayah dan anak.</p>
<p></p>
<p><strong>Rumah Penuh Kreativitas</strong></p>
<p>Perjalanan seni Widiastra tidak lahir dari pendidikan formal, melainkan dari lingkungan masa kecil yang sarat tradisi. Ia tumbuh di Jembrana, Bali, dalam keluarga yang memiliki fasilitas seni lengkap, dari gong hingga wayang.</p>
<p></p>
<p>“Kakek saya punya fasilitas berkesenian lengkap. Setiap sore warga kumpul untuk berkesenian, dan jiwa saya terpanggil.”</p>
<p></p>
<p>Kecintaan akan kreativitas itu berlanjut hingga membentuk rumah tangga. Ia dan sang istri sama-sama memiliki minat seni, membuat rumah mereka di Menganti, Gresik, menjadi tempat berkumpul anak muda dan ruang tumbuh bagi bakat sang putra, I Made Kenzie. Widiastra bersyukur karena bakat anaknya terlihat sejak dini dan mudah diarahkan.</p>
<p></p>
<p>“Saya merasa bersyukur, karena bakat anak saya sudah ditunjukkan lebih mudah daripada orang lain,” katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Keraguan yang Berubah Menjadi Keyakinan</strong></p>
<p>Meski demikian, perjalanan menuju pameran ini tidak sepenuhnya mulus. Widiastra mengaku sempat menghadapi konflik batin ketika melihat realitas hidup sebagian seniman yang tidak mudah.</p>
<p></p>
<p>“Rasa menghargai seni di Indonesia itu minim. Saya lihat banyak seniman hidupnya miris, sempat ragu juga,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Namun refleksinya membawa ia kembali pada keyakinan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilainya masing-masing selama dikerjakan dengan cinta. </p>
<p></p>
<p>Keyakinan itu semakin kuat setelah ia pernah diundang mengikuti OTS lukisan lintas agama pada 2024, dan bahkan karyanya mampu menarik perhatian dalam sebuah lelang seni yang awalnya sangat ia cemaskan.</p>
<p></p>
<p>“Ternyata karya saya diminati. Itu titik saya berani melangkah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pengalaman itu mendorongnya mengambil langkah besar, memesan slot pameran di Galeri Merah Putih untuk Desember tahun ini. Keputusan yang menjadi pemicu semangat baru untuk terus berkarya, meski harus mencuri waktu sepulang kerja.</p>
<p></p>
<p><strong>Duet Perdana Ayah dan Anak</strong></p>
<p>Pameran ini adalah pameran “duet” pertama mereka. Widiastra membawa lima lukisan, sedangkan Kenzie yang baru berusia 13 tahun membawa tujuh karya. Meski masih belia, kemampuan Kenzie disebut sang ayah telah melampaui banyak anak seusianya.</p>
<p></p>
<p>“Kalau saya lihat, langkah anak saya sudah di depan. Potensinya harus saya dampingi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Widiastra sendiri baru mengenal media kanvas dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya fokus pada gambar pensil hitam-putih. Tetapi tampil bersama putranya membuat pameran ini terasa lebih dari sekadar peristiwa seni—melainkan perjalanan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Meski pameran ini menjadi tonggak pertama, Widiastra berharap ini bukan akhir melainkan awal bagi langkah mereka. Ia menegaskan bahwa bagi keluarganya, seni bukan soal ketenaran atau penjualan karya, tetapi tentang kebahagiaan yang muncul saat lukisan selesai tercipta.</p>
<p></p>
<p>“Ada kepuasan tersendiri setiap selesai melukis. Bukan soal laku atau tidak, saya hanya ingin berkarya sebaik mungkin,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap kehadiran mereka dapat ikut menyegarkan gairah seni rupa di Surabaya, sekaligus meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap para pelukis.</p>
<p></p>
<p>“Mudah-mudahan berkesenian di Surabaya semakin bergairah dan penghargaan pada seniman bisa meningkat,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perupa Surabaya Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera lewat Aksi Melukis Wajah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perupa-surabaya-galang-donasi-untuk-korban-bencana-sumatera-lewat-aksi-melukis-wajah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perupa-surabaya-galang-donasi-untuk-korban-bencana-sumatera-lewat-aksi-melukis-wajah</guid>
<description><![CDATA[ Para perupa Surabaya menggalang donasi lewat aksi melukis wajah, mengubah karya seni menjadi bantuan cepat bagi ribuan korban banjir besar yang melanda Sumatera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695d8e724e.webp" length="46236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 17:41:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bencana Sumatera, Banjir Sumatera, Sumatera, Donasi, Ilustrasi Idiom, Balai Pemuda Surabaya, OCC, Oi Crisis Center, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Di tengah situasi darurat kemanusiaan yang menimpa Sumatera, para penyintas banjir dan longsor kini bergantung pada kecepatan bantuan dari berbagai pihak. Skala bencana yang meluas membuat kebutuhan di lapangan sangat mendesak, mulai dari logistik, air bersih, hingga tempat tinggal sementara. </p>
<p>Di antara gelombang solidaritas yang muncul, kepedulian juga mengalir dari para perupa Surabaya yang memilih mengekspresikan empati mereka melalui sebuah aksi kreatif, yaitu kegiatan melukis untuk donasi.</p>
<p>Sebagai informasi, Banjir besar dan longsor yang menerjang Sumatera dimulai sejak akhir November 2025, dipicu hujan ekstrem serta efek siklon di Selat Malaka. Kini, bencana tersebut telah meninggalkan kerusakan luas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. </p>
<p>Data terbaru BNPB mencatat lebih dari 900 orang meninggal dunia, ratusan masih hilang, dan jutaan warga terdampak, sementara fasilitas publik, jalan, dan jembatan banyak yang rusak berat.</p>
<p>Meski cuaca mulai mereda di beberapa wilayah, kebutuhan masyarakat terdampak justru meningkat karena banyak permukiman yang belum dapat dihuni kembali. Relokasi, bantuan pangan, layanan kesehatan darurat, dan akses logistik menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut membuat dukungan dari masyarakat di luar Sumatera sangat diperlukan.</p>
<p><strong>Melukis untuk Donasi</strong></p>
<p>Di Surabaya, dukungan itu datang melalui cara yang berbeda. Komunitas Ilustrasi Idiom menggelar aksi “Open Donasi Peduli Bencana – Pray for Sumatera” di depan kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Komplek Balai Pemuda, dengan melibatkan puluhan pelukis dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. </p>
<p>Mereka menawarkan beragam lukisan, seperti layanan melukis wajah secara langsung, beragam lukisan yang dijual, dan hasil kegiatan ini disalurkan untuk membantu korban bencana. Penggagas acara yang juga Ketua Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menjelaskan bahwa kegiatan ini murni muncul dari dorongan kemanusiaan.</p>
<p>"Karena ada bencana di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh, kami para seniman sepakat untuk mengadakan melukis wajah untuk donasi," ujar Roman saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun skala bantuan dari komunitas seni mungkin tidak besar, kepedulian tetap penting untuk digerakkan.</p>
<p>"Mungkin ada manfaatnya walau kecil. Yang penting kita peduli untuk kemanusiaannya," tambahnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Pelukis dari Tiga Kabupaten/Kota</strong></p>
<p>Aksi solidaritas tersebut diikuti oleh banyak perupa dari beberapa daerah. Seniman Surabaya tampak berkolaborasi dengan pelukis Sidoarjo dan Mojokerto, menciptakan suasana kerja kolektif yang hangat di area Balai Pemuda.</p>
<p>Menurut penyelenggara, keterlibatan lintas kota ini adalah bentuk persatuan komunitas seni dalam menghadapi situasi darurat nasional.</p>
<p>“Untuk kegiatannya kita libatkan rekan-rekan pelukis Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto,” jelasnya.</p>
<p>Seluruh koordinasi berada di bawah Komunitas Ilustrasi Idiom agar kegiatan berjalan tertib dan terfokus pada tujuan donasi. </p>
<p>Kegiatan itu sendiri digagas hanya beberapa hari setelah kabar bencana besar mencuat. Para seniman ingin agar proses pengumpulan dana dapat dilakukan secepat mungkin mengingat urgensinya.</p>
<p>“Namanya bencana kan spontanitas, para korban tidak bisa menunggu lama,” katanya.</p>
<p>Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui <em>Oi Crisis Center</em> (OCC), salah satu badan otonom yang berperan dalam bantuan kebencanaan. OCC Surabaya menjadi pelaksana penyaluran dari hasil kegiatan ini ke wilayah terdampak di Sumatra.</p>
<p>“Penyalurannya lewat OCC, tim daerah Surabaya yang akan membantu di area bencana,” ujarnya.</p>
<p>Penyelenggara berharap masyarakat Surabaya dapat memberikan dukungan dengan datang ke Balai Pemuda dan berpartisipasi dalam kegiatan melukis donasi ini. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar dana yang bisa disalurkan untuk membantu pemulihan di Sumatra.</p>
<p>“Moga-moga warga Surabaya bisa support acara ini agar kami bisa menyalurkan dana ke para korban,” harap Roman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minat Tinggi Jelang Nataru, Penjualan Tiket Kereta Diskon 30 Persen di Daop 8 Tembus 53 Ribu Kursi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minat-tinggi-jelang-nataru-penjualan-tiket-kereta-diskon-30-persen-di-daop-8-tembus-53-ribu-kursi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minat-tinggi-jelang-nataru-penjualan-tiket-kereta-diskon-30-persen-di-daop-8-tembus-53-ribu-kursi</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan pemesanan membuat lebih dari 53 ribu tiket diskon Nataru di Daop 8 Surabaya ludes cepat, memicu KAI mengimbau masyarakat segera mengamankan kursi sebelum kuota habis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695dee3b88.webp" length="42698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 16:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Kereta Api Indonesia, Daop 8 Surabaya, Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Minat masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terus melonjak. Di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 53.447 tiket telah terjual hingga Senin (8/12/2025), dari total kuota 171.444 tiket subsidi diskon 30 persen yang disediakan untuk periode tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pemerintah memberikan subsidi khusus berupa potongan harga 30 persen untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Nataru, khususnya pada moda transportasi kereta api. Program ini kemudian diterapkan di seluruh daerah operasi KAI, termasuk Daop 8 Surabaya.</p>
<p>Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan tingginya respons masyarakat membuat tiket promo cepat terserap.</p>
<p>"Tarif diskon 30 persen ini dialokasikan untuk perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi komersial," katanya, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup 25 KA Reguler Komersial serta 3 KA Tambahan Komersial yang disiapkan khusus untuk menunjang kelancaran mobilitas pelanggan selama masa angkutan Nataru. Namun, tingginya permintaan membuat kuota diskon semakin terbatas.</p>
<p>"Kami mengimbau pelanggan untuk segera memesan tiket karena kuota diskon terbatas dan sangat cepat terjual," ujarnya.</p>
<p>Luqman menambahkan, pelanggan sebaiknya merencanakan perjalanan lebih awal, menentukan jadwal keberangkatan, dan langsung mengamankan tiket sebelum kuota habis. Promo tiket diskon 30 persen dapat dibeli melalui seluruh kanal resmi penjualan KAI, mulai dari aplikasi KAI Access, website resmi, minimarket, hingga mitra penjualan lainnya.</p>
<p>"Periode pemesanan mulai 21 November 2025 sampai 10 Januari 2026, selama persediaan masih tersedia dan berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026," tuturnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa potongan harga ini hanya berlaku untuk kelas ekonomi komersial, tidak termasuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya. Meski demikian, pelanggan tetap memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembatalan atau perubahan jadwal sesuai ketentuan berlaku.</p>
<p>"Tiket tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwalnya sesuai kebijakan yang berlaku," pungkasnya.</p>
<p>Selama periode Nataru, tiga stasiun utama yang mendominasi keberangkatan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya adalah Stasiun Pasarturi, Stasiun Gubeng, dan Stasiun Malang, yang diperkirakan akan menjadi pusat pergerakan masyarakat menuju berbagai destinasi libur akhir tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ACI Rayakan Lima Tahun Berkarya Lewat Konser dan Pameran Bertajuk “PancaWarsa”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aci-rayakan-lima-tahun-berkarya-lewat-konser-dan-pameran-bertajuk-pancawarsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aci-rayakan-lima-tahun-berkarya-lewat-konser-dan-pameran-bertajuk-pancawarsa</guid>
<description><![CDATA[ ACI merayakan lima tahun perjalanan dari komunitas daring hingga panggung luring, menegaskan keyakinan bahwa anak dan remaja punya kekuatan besar menciptakan perubahan lewat karya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343dd055900.webp" length="42898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 22:22:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Cinta Indonesia, ACI, Wisma Jerman, PancaWarsa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Komunitas anak dan remaja Aksi Cinta Indonesia (ACI) resmi memasuki usia lima tahun dan merayakannya dengan sebuah konser dan pameran bertajuk PancaWarsa, Sabtu (6/12/2025), di Ruang Halle Wisma Jerman, Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Perayaan tersebut dirancang sederhana namun sarat makna, menampilkan karya vokal dari grup SwaraKita serta pameran seni dari mitra-mitra program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School yang gencar digalakkan sejak tahun 2024 lalu.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan Penuh Syukur dari ACI</strong></p>
<p>Direktur sekaligus Music Director ACI, Eri Atmojo, menjelaskan bahwa PancaWarsa menjadi momentum refleksi perjalanan ACI dalam lima tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa inti acara ini adalah bentuk syukur sekaligus cara memberikan ruang apresiasi bagi anak-anak yang selama ini berkarya bersama ACI.</p>
<p></p>
<p>"Ini sebenarnya konser perayaan lima tahun ACI. Digelar sederhana tapi kami ingin penuh makna," ucap Eri, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343dd20c513.webp" alt=""></p>
<p>Selain konser, perayaan 5 tahun ACI juga menampilkan berbagai hasil karya dari pelajar-pelajar yang tergabung dalam program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School, sebuah inisiatif yang selama setahun terakhir membawa tim ACI berkeliling sekolah-sekolah di Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini adalah karya dari partner-partner sekolah kami. Diantaranya ada SMPN 3 Surabaya, sekolah inklusi Widya Wiyata, sampai SD dan SMP Dharma Mulia," sebut Eri.</p>
<p></p>
<p>SMP Kristen Dharma Mulia sendiri menyajikan karya-karya yang menghiasi dinding ruang Halle Wisma Jerman dengan karya yang terbuat dari sampah plastik yang sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Selain sekolah-sekolah tersebut, ACI turut melibatkan OceanKita, sebuah social enterprise yang fokus pada pengumpulan dan pengolahan sampah plastik laut. Keterlibatan mereka disebut sejalan dengan visi ACI untuk membuka ruang kolaborasi yang luas bagi anak-anak dan remaja.</p>
<p></p>
<p><strong>Mengapa di Wisma Jerman?</strong></p>
<p>Menurut Eri, pemilihan Wisma Jerman bukan tanpa alasan. Selain menjadi mitra ACI sejak lama, tempat ini dinilai memberikan nuansa nyaman dan mendukung upaya ACI membuka wawasan para pelajar mengenai peluang internasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343dcbe3f8c.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit. Di Surabaya ada pusat kebudayaan asing seperti Wisma Jerman, siapa tahu nanti mereka ingin kuliah atau cari beasiswa ke Jerman," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pada usia kelimanya, ACI berharap dapat terus menumbuhkan semangat berkarya di kalangan anak muda, terutama mereka yang tergabung ke dalam kegiatan ACI maupun partner lingkungan seperti OceanKita.</p>
<p></p>
<p>"Kami percaya anak-anak dan remaja punya power besar untuk membawa perubahan lewat karya," harap Eri.</p>
<p></p>
<p><strong>Evolusi ACI dari Mata Generasi Pertama</strong></p>
<p>Adapun, Vocal Director ACI Naomi Olivia mengenang perjalanan panjang ACI yang ia ikuti sejak awal berdiri pada 2020. Ia menyebut bahwa ACI telah melalui perkembangan yang signifikan, baik dari sisi format kegiatan maupun kualitas karya anggotanya.</p>
<p></p>
<p>"Saya bangga karena melihat sendiri bagaimana ACI berevolusi dari komunitas daring jadi komunitas yang bisa bikin konser dan ikut lomba-lomba," ucap perempuan yang menjadi anggota ACI di generasi pertama itu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Naomi, kekuatan terbesar ACI terletak pada komitmen anggotanya yang selalu mau berproses. Hal inilah yang melahirkan nilai utama ACI: menjadi versi terbaik dari diri sendiri.</p>
<p></p>
<p>"ACI itu wadah untuk anak-anak yang ingin berproses dari nol, termasuk saya dulu," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Tantangan Perpindahan dari Daring ke Luring</strong></p>
<p>Naomi mengakui bahwa perjalanan lima tahun ACI tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar adalah transisi dari kegiatan online ke pertemuan langsung setelah pandemi mereda.</p>
<p></p>
<p>"Waktu itu anggota ACI tersebar dari Sumatra sampai Bali. Jadi saat mulai luring, penyesuaiannya lumayan besar," ungkap Naomi.</p>
<p></p>
<p>Konser PancaWarsa menghadirkan penampilan dari vokal grup SwaraKita, yang sudah menjalani latihan jauh sebelum persiapan ulang tahun dimulai. Beberapa lagu merupakan aransemen yang sebelumnya telah tampil di konser-konser ACI.</p>
<p></p>
<p>Suasana semakin cair karena selain konser, pengunjung juga disuguhi pameran seni dari SMP Dharma Mulia. Karya-karya yang dibuat dari sampah plastik, sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun ini yang berkolaborasi dengan OceanKita dalam isu pengolahan sampah laut.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya, ACI bisa terus jadi wadah bagi anak-anak muda berkarya yang berdampak, bukan sekadar untuk dipamerkan di media sosial," pungkas Naomi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Carl’s Jr. Kembali Hadir di Surabaya: Nostalgia Burger California di Penghujung 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/carls-jr-kembali-hadir-di-surabaya-nostalgia-burger-california-di-penghujung-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/carls-jr-kembali-hadir-di-surabaya-nostalgia-burger-california-di-penghujung-2025</guid>
<description><![CDATA[ Carl’s Jr. kembali ke Surabaya dengan ambisi besar: menghadirkan nostalgia burger premium sekaligus memperkuat ekspansi nasional yang menargetkan belasan gerai baru pada 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692daf7b1f84f.webp" length="58006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 22:11:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Carl&#039;s Junior, Premium Burger, Ciputra World, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kota Pahlawan kembali kedatangan nuansa nostalgia di penghujung 2025. Di tengah maraknya tren kuliner baru, hadir lagi sebuah nama yang dulu pernah menjadi destinasi favorit para pecinta burger premium di Jawa Timur, yakni Carl’s Jr. </p>
<p></p>
<p>Kembalinya restoran asal California itu bukan sekadar membuka pintu gerai baru, tetapi menjadi momentum yang memadukan kenangan lama dengan pengalaman bersantap modern di salah satu pusat perbelanjaan, Ciputra World Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Gerai tersebut resmi dibuka pada 1 Desember 2025, menandai babak baru ekspansi Carl’s Jr. Indonesia di Jawa Timur yang hadir dengan konsep fresh made to order, sertifikasi halal, dan interior modern yang menegaskan posisinya sebagai pemain QSR premium di pasar Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Acara grand opening dihadiri langsung oleh beberapa perwakilan utama dari CKE, perusahaan induk Carl’s Jr., diantaranya CEO Carl’s Jr. Indonesia Francisca Prandayani, Marketing Director APAC Sally Williams, serta Senior Manager Franchisee Operation APAC Serene Samantha Goh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692daf7140ced.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Francisca menegaskan bahwa kehadiran kembali di Surabaya menjadi bentuk kedekatan baru dari Carl's Jr. dengan pelanggan, khususnya pecinta kuliner di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin Surabaya kembali menikmati Carl’s Jr. dengan kualitas premium dan sertifikasi halal," ujar Francisca, Senin (1/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Selain jajaran yang hadir langsung, sejumlah tokoh memberi sambutan melalui video, termasuk CEO Prestige Corp Rudy Salim, International President of Hardee’s &amp; Carl’s Jr. Ewan Davenport, General Manager Asia Pasifik Gaven Needham, serta Dirut Halal Quality Syariah Indonesia Denny I. Bachrul. Dari pihak tuan rumah, GM Ciputra World Susi Angela Suherman turut memberikan dukungan.</p>
<p></p>
<p>CEO Prestige Corp, Rudy Salim melihat kehadiran Carl’s Jr. sebagai langkah positif bagi ekosistem industri kuliner nasional, khususnya bagi para pecinta kuliner sekaligus bagi pencari pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Kami berkomitmen membuka lapangan kerja dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat,” kata Rudy.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Sally Williams menilai pasar Indonesia memiliki potensi pertumbuhan luar biasa di kawasan Asia Pasifik. Pembukaan gerai Surabaya disebut menjadi langkah penting yang akan mengukur perkembangan jaringan mereka di tahun-tahun mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Kami bangga melihat sambutan hangat dari pelanggan Indonesia," ungkap Sally.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sally, gerai baru ini akan menjadi pintu pembuka untuk berbagai proyek pengembangan lain yang sudah direncanakan CKE untuk pasar Indonesia.</p>
<p></p>
<p><strong>Pengalaman Bersantap Premium</strong></p>
<p>Mengusung konsep fresh made to order, semua hidangan Carl’s Jr. disiapkan setelah dipesan menggunakan bahan berkualitas mulai dari daging sapi pilihan, ayam segar, hingga saus racikan khusus. Seluruh proses telah tersertifikasi halal.</p>
<p></p>
<p>Restoran berluas 216,80 m² ini juga mengusung interior baru yang lebih modern dan segar, dengan area dine-in berkapasitas 80 kursi. Lokasinya yang strategis di Ciputra World diharapkan dapat menjadikan pengalaman bersantap lebih nyaman bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Menambahkan, Francisca menjelaskan juga bahwa pemilihan lokasi mall bukan tanpa perhitungan. Surabaya memang pernah memiliki gerai standalone, namun investasi yang besar membuat mereka kini memilih strategi yang lebih stabil dan mendukung keberlanjutan bisnis.</p>
<p></p>
<p>"Bisnis harus profitable dan bisa bertahan jangka panjang," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Carl’s Jr. telah mengontrak lokasi ini untuk minimal lima tahun, dan berencana untuk terus memperpanjang selama performanya baik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692daf7701986.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kenapa Dibuka Akhir Tahun? </strong></p>
<p>Momen pembukaan yang berdekatan dengan liburan akhir tahun ternyata bukan strategi kalender, melainkan imbas dari proses impor peralatan dapur yang memakan waktu. Peralatan seperti charbroiler dan fryer merupakan tools khas Carl’s Jr. yang membutuhkan investasi ratusan juta rupiah per unit.</p>
<p></p>
<p>“Namanyabrestiran itu pasti kami ingin buka secepatnya, rencananya di November tapi alat dapurnya baru datang,” ujar Francisca.</p>
<p></p>
<p>Fransisca mengungkapkan bahwa peralatan seperti Charboiler dan Fryer untuk dapur merupakan hasil impor dan sangat berbeda daripada our F&amp;B lain dengan nilai investasi yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>Francisca juga menyoroti karakter pelanggan Surabaya yang dikenal suka memberi hantaran pada berbagai momen spesial. Karena itu, mereka menyiapkan hamper box berisi burger, ayam, kentang, dan pilihan menu lain.</p>
<p></p>
<p>“Orang Surabaya suka berbagi, jadi kami siapkan paket lengkap untuk hadiah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sejak hari pertama beroperasi, pengunjung datang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari Gresik, Sidoarjo, bahkan beberapa yang sengaja datang dari luar kota karena rindu menu Carl’s Jr.</p>
<p></p>
<p>“Biar nostalgia di sini dulu, baru nanti kami buka di tempat lain,” ujar Francisca.</p>
<p></p>
<p>Untuk 2026, Carl’s Jr. Indonesia menargetkan membuka hingga 15 gerai baru di berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, hingga Bali, semuanya dengan riset pasar ketat sebelum eksekusi.</p>
<p></p>
<p>Setelah sempat absen selama beberapa tahun, Carl’s Jr. memastikan bahwa kehadiran kali ini bukan percobaan. Mereka menegaskan komitmen untuk bertahan lama di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>“Target kami sederhana: tetap di Surabaya dan tidak pergi lagi,” tegas Francisca. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelajah Tugu Pahlawan di Malam Hari Lewat Night at The Museum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjelajah-tugu-pahlawan-di-malam-hari-lewat-night-at-the-museum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjelajah-tugu-pahlawan-di-malam-hari-lewat-night-at-the-museum</guid>
<description><![CDATA[ Night at The Museum kembali hadir pada 28–30 November 2025, dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c491dc4469.webp" length="81724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 22:42:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Night at the Museum, Tugu Pahlawan, Bajawara, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Night at The Museum kembali hadir di Surabaya. Bukan seperti film <em>Hollywood</em> yang menunjukkan patung-patung hidup dan berlarian di lorong museum di tengah malam, versi kota Pahlawan justru menghadirkan suasana malam yang hidup.</p>
<p>Night at The Museum sendiri adalah program kunjungan museum di malam hari yang pertama kali digelar pada pada Mei 2023 oleh Pemerintah Kota Surabaya lewat UPTD Tugu Pahlawan dan Museum 10 November.</p>
<p>Program tersebut lahir sebagai upaya menghadirkan cara baru menikmati ruang sejarah, sekaligus menjadikan museum sebagai ruang publik yang hangat, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.</p>
<p>Lantunan musik, pertunjukan budaya, serta keramaian pengunjung akan menghidupkan area Tugu Pahlawan yang normalnya sudah tutup pada sore hari, kini akan tetap buka di bawah langit malam.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c49278f954.webp" alt=""></p>
<p>Sejak awal, Night at the Museum tidak sekadar membuka pintu museum lebih lama, namun juga menghadirkan pertunjukan budaya, kuliner UMKM, serta kegiatan edukatif yang dirangkai dalam suasana malam hari. </p>
<p>Tahun ini, kegiatan tersebut kembali hadir pada 28–30 November 2025, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan. </p>
<p>Bajawara sendiri digelar dua kali setiap tahun, pada Mei untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan pada November untuk menyambut Hari Pahlawan. Melalui konsep itu, Night at The Museum menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling ditunggu oleh masyarakat Kota Surabaya.</p>
<p>"Program tahunan cross musea tahun ini mengangkat tema Bajawara. Pameran ini menceritakan proses perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1945 sampai pembangunan Tugu Pahlawan," ujar Dinar, Museum Edukator Cross Musea, Minggu (30/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c492fcca50.webp" alt=""></p>
<p>Tahun ini, pameran Bajawara melibatkan empat museum, diantaranya adalah Museum Naskah Proklamasi Jakarta, Museum Pers Nasional Solo, Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari Jombang, serta Museum Tugu Pahlawan Surabaya. </p>
<p><strong>Antusiasme Pengunjung yang Selalu Tinggi</strong></p>
<p>Dinar menjelaskan bahwa Night at The Museum merupakan rangkaian paling dinantikan pengunjung setiap tahun. Pada gelaran sebelumnya, jumlah pengunjung mencapai tujuh ribu orang, angka yang cukup besar untuk sebuah program wisata sejarah malam hari.</p>
<p>"Antusiasnya sangat tinggi. Karena tidak setiap bulan digelar, jadi masyarakat selalu menunggu momen ini," jelas Dinar.</p>
<p>Tahun ini, penyelenggara berharap jumlah pengunjung dapat meningkat. Selain waktunya yang kembali digelar pada akhir pekan, konsep hiburan budaya, instalasi visual, serta pengalaman menjelajah museum di malam hari dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditolak, terutama oleh keluarga muda dan generasi pelajar. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KinoFest 2025 Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema Keluarga yang Maknanya Kian Beragam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kinofest-2025-hadir-perdana-di-surabaya-angkat-tema-keluarga-yang-maknanya-kian-beragam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kinofest-2025-hadir-perdana-di-surabaya-angkat-tema-keluarga-yang-maknanya-kian-beragam</guid>
<description><![CDATA[ KinoFest untuk pertama kalinya digelar di Surabaya lewat Wisma Jerman pada 28 hingga 30 November 2025, menayangkan tujuh film Jerman terbaru yang menantang ulang makna keluarga lewat tema “Family – Extended”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692bd44e8d51f.webp" length="36240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 15:55:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KinoFest 2025, KinoFest, Wisma Jerman, Goethe Institute, Jerman, Film, Festival, Festival Film, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tidak ada konsep yang berubah secepat “keluarga”. Ia pernah dimaknai sebagai rumah yang dilandaskan hanya pada ikatan darah. Namun dunia bergerak cepat, dan keluarga hari ini bisa terbentuk dari pilihan, pengalaman, bahkan luka yang sama.</p>
<p>Pergeseran konsep itulah yang melatarbelakangi tema KinoFest 2025, sebuah festival film Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut sejak Oktober hingga November di berbagai kota di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik, termasuk di Kota Surabaya melalui Wisma Jerman. </p>
<p>Selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 November 2025, Kota Surabaya akan disuguhkan tujuh film terbaru dari Negeri Seribu Kastil dengan tema "<em>Family - Extended</em>" yang membentangkan ragam kisah keluarga, dari yang hangat, getir, hingga menggugat struktur sosial yang selama ini dianggap mapan.</p>
<p>Direktur Utama Wisma Jerman, Mike Neuber, menyebut edisi tahun ini spesial bukan hanya karena tema yang kuat, tetapi juga karena Surabaya baru kali ini mendapat kesempatan menjadi tuan rumah resmi KinoFest.</p>
<p>"Jadi KinoFest merupakan acara festival film dari Goethe-Institut yang diadakan setiap tahun sejak 2022, dan di tahun keempat ini untuk pertama kalinya diadakan di Surabaya," ujar Mike, Minggu (30/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tema “<em>Family – Extended</em>” memberi ruang bagi penonton untuk melihat keluarga dari sudut pandang yang lebih luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692bd4499ef20.webp" alt=""></p>
<p>Film-film yang diputar, sebagian cocok untuk dewasa dan sebagian untuk anak-anak, dipilih secara khusus untuk membuka sudut pandang baru tentang bagaimana keluarga terbentuk, baik melalui emosi, sejarah, maupun kerja keras.</p>
<p>"Film-film ini memberikan kita kesempatan melihat keluarga tidak hanya berdasarkan definisi tradisional, tetapi juga yang lain. Bahwa keluarga bisa dibentuk oleh kerja keras, sejarah, atau emosi, tidak hanya lewat hubungan darah," kata Mike.</p>
<p>Wisma Jerman juga menyiapkan penyaringan usia penonton, dengan mencantumkan batasan umur pada sistem registrasi daring melalui akun Instagram @Wisma_jerman. Menurut Mike, penonton yang tidak memenuhi batas usia akan ditolak masuk jika datang tanpa pendamping orang tua.</p>
<p>Ia juga menyinggung proses kurasi program yang dilakukan oleh seorang pakar film Indonesia yang kini tinggal di Portugal. Wisma Jerman, ucap Mike, bangga dapat menghadirkan kembali program film terbaru setelah beberapa tahun pascapandemi hanya menghadirkan pemutaran arthouse yang tidak selalu memutarkan rilisan baru.</p>
<p>"Kita sebenarnya juga sering mengadakan festival film lain, namun tidak ada program yang benar-benar menghadirkan film terbaru dari Jerman. Karena itu kami sangat senang bisa membawakan film terbaru Jerman melalui KinoFest ini," ungkap Mike </p>
<p>Dari sisi Goethe-Institut, KinoFest sendiri dianggap bukan sekadar ajang menonton film, tetapi jembatan budaya yang menghubungkan berbagai negara di Asia Tenggara dan Pasifik. </p>
<p>Dr. Marguerite Rumpf, Regional <em>Head of Cultural Programmes Goethe-Institut</em> dalam keterangannya mengungkapkan bahwa KinoFest 2025 diselenggarakan secara serentak di delapan negara, yakni Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Selandia Baru dan Indonesia.</p>
<p>"KinoFest 2025 menawarkan platform untuk mengeksplorasi narasi keluarga yang terus berkembang melalui lensa sinema Jerman," ungkap Rumpf.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa film-film yang diputar di festival ini memiliki satu benang merah, yaitu keluarga sebagai ruang yang tidak selalu personal, tetapi juga politis. Tempat yang bisa menjadi landasan, tetapi juga dapat melahirkan ketegangan atau bahkan pemberontakan.</p>
<p>"Dengan menghubungkan penonton lintas budaya melalui film, kami merayakan cerita-cerita yang menantang batas tradisional dan membuka dialog tentang apa arti keluarga hari ini," imbuhnya.</p>
<p>Kurator KinoFest 2025 yang sebelumnya disebut oleh Mike Neuber sebagai warga Indonesia yang tinggal di Portugal, Lisabona Rahman, menekankan bahwa rangkaian film tahun 2025 dipilih secara khusus untuk menunjukkan bagaimana keluarga tidak lagi bisa dimaknai tunggal.</p>
<p>"Film-film Jerman di KinoFest 2025 mencerminkan kompleksitas keluarga dalam sejarah sosial, ideologis, dan ekonomi Jerman," jelas Lisa.</p>
<p>Menurutnya, beberapa film justru menunjukkan bahwa ikatan keluarga bisa muncul dari tindakan perlawanan. Dalam tindakan bersama yang tidak sesuai tradisi, hubungan baru terbentuk dan komunitas diimajinasikan ulang. </p>
<p>Ada pula film-film yang menampilkan sisi gelap keluarga, ketika kasih sayang berubah menjadi manipulasi atau luka yang diwariskan.</p>
<p>"Banyak cerita yang menunjukkan bagaimana keibuan, misalnya, bisa menjadi sumber kecemasan sekaligus kekuatan dan perubahan," kata Lisabona.</p>
<p>Untuk pemutaran perdana di Surabaya, Wisma Jerman memilih Vena (2024), film besutan Chiara Fleischhacker. Film tersebut mengikuti perjalanan pasangan muda yang terjebak dalam kehamilan tak direncanakan, tekanan hidup, hingga penggunaan crystal meth sebagai pelarian, sebelum seorang bidan memberikan jalan bagi mereka untuk memulai kembali.</p>
<p>KinoFest 2025 bukan hanya tempat menonton film. Dari Surabaya hingga kota-kota lain di Asia Tenggara, festival itu menjadi ruang pertemuan gagasan tentang arti keluarga yang terus berubah. Setiap film disajikan bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga mengundang penonton pulang dengan pertanyaan yang lebih dalam dari saat mereka datang.</p>
<p>Bagi Wisma Jerman sendiri, harapannya sederhana, setiap kursi terisi, para penonton pulang dengan pemikiran baru, dan setiap dialog kecil yang lahir setelah menonton film menjadi bagian dari pemaknaan ulang apa itu arti keluarga. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UWKS Hadirkan Kemasan Siap Jual untuk Produk UMKM Olahan Ikan Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uwks-hadirkan-kemasan-siap-jual-untuk-produk-umkm-olahan-ikan-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uwks-hadirkan-kemasan-siap-jual-untuk-produk-umkm-olahan-ikan-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Kemasan baru yang dirancang UWKS mengubah olahan ikan Kampoeng Oase dari sekadar produk rumahan menjadi komoditas bernilai jual, membuka peluang pemasaran dan identitas baru bagi UMKM setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923011626d2a.webp" length="50896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 21:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Ondomohen, Produk UMKM, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Produk olahan selalu memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah. Daya tahannya lebih lama, pilihan variannya lebih banyak, dan peluang menjangkau pasar lebih luas. Namun agar sebuah produk olahan dapat benar-benar “naik kelas”, diperlukan perencanaan produksi, pemahaman keamanan pangan, branding yang tepat, hingga kemasan yang menarik dan siap jual.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang kini diupayakan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melalui program pengabdian kepada masyarakat di Kampoeng Oase Ondomohen. Sejak Juli, tim dari UWKS itu bukan hanya memberikan pelatihan olahan ikan, tetapi juga mempersiapkan kemasan produk sebagai tahap akhir sebelum UMKM setempat terjun ke pasar yang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>Tim tersebut terdiri dari dosen lintas bidang, meliputi Fungki Sri Rejeki dari program studi Teknologi Industri Pertanian UWKS, Diana Puspitasari dari program studi Teknologi Industri Pertanian UWKS, dan Shofia Shidada dari program studi Informatika.</p>
<p></p>
<p>Adapun beberapa mahasiswa Teknologi Industri Pertanian yang juga tergabung dalam program PKM tersebut, diantaranya adalah Cindi Aulia Zahrani, Azza Aisac Aryadain Prodi dan Aldino Dwi Arnada.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6923012340129.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Pelatihan hingga Kemasan Siap Jual</strong></p>
<p>Program tersebut berjalan melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</p>
<p></p>
<p>Mitra yang dipilih oleh UWKS sendiri adalah Kampoeng Oase Ondomohen, sebuah kampung yang terletak di jantung kota Surabaya yang memiliki budidaya ikan lokal. Melalui program tersebut, warga didorong untuk meningkatkan produk olahan ikan agar memiliki nilai tambah.</p>
<p></p>
<p>Ketua Tim Pelaksana, Fungki Sri Rejeki, menjelaskan bahwa program mencakup sosialisasi, pelatihan pengolahan ikan, penyediaan peralatan, hingga pembuatan kemasan dan kanal pemasaran digital.</p>
<p></p>
<p>"Dalam program ini kita melatih mulai dari pembuatan produk seperti katsu, sumpia, abon, dan stik ikan. kita juga menghibahkan alat-alatnya seperti freezer, showcase, dan hari ini juga kemasannya,” ujar Fungki, Minggu (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa total ada 1.800 kemasan clip-on yang diserahkan kepada mitra, masing-masing untuk empat jenis produk olahan. Tim juga membantu pembuatan akun Instagram serta perencanaan kehadiran di e-commerce, meskipun kanal jual online tersebut masih dalam tahap persiapan.</p>
<p></p>
<p>"Desainnya sudah jadi semua, tinggal nanti kampung ini memproduksi dan mengemasnya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain dosen, tiga mahasiswa yang tergabung dalam program tersebut juga akan mendapatkan rekognisi MBKM sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kelas.</p>
<p></p>
<p><b>Penyempurnaan dari Pihak Kampoeng </b></p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Mus Mulyono, menyebut program ini memberi harapan baru bagi UMKM setempat. Pelatihan dasar telah selesai, namun penyempurnaan rasa akan terus dilakukan sebelum produk benar-benar dipasarkan.</p>
<p></p>
<p>"Secara rasa masih perlu penyempurnaan. Tapi kemasannya menurut kami sudah bagus dan layak diterima pasar," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini pemasaran masih sebatas melalui WhatsApp Group, digunakan untuk koordinasi warga, informasi kegiatan, hingga menjual produk yang sudah ada. Meski begitu, Mus berharap Kampoeng Oase nantinya memiliki akun e-commerce sendiri.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyiapkan rencana untuk membuka booth penjualan sementara, sembari menunggu penyediaan tempat khusus dari salah satu hotel yang sudah berkomitmen bekerja sama.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin segera memproduksi sesuai kemampuan, lalu terus belajar menyempurnakan rasa," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Penguatan Identitas Wisata Berbasis Olahan Ikan</strong></p>
<p>Pembina Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra, menilai bahwa keberadaan produk olahan berkemasan khusus ini akan memperkuat daya tarik kampung wisata tersebut. Para pengunjung nantinya dapat membawa pulang produk olahan ikan sebagai oleh-oleh setelah mengikuti paket edukasi.</p>
<p></p>
<p>"Pelatihan dan pendampingan ini semakin melengkapi Kampoeng Oase sebagai kampung wisata dengan produk unggulannya," kata Adi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan bahwa Kampoeng Oase kini berkembang menjadi Life Lab, yaitu ruang belajar bersama lintas kampus dan disiplin ilmu. Melalui program pemberdayaan berbasis pangan dan urban farming, kampung ini diarahkan menjadi model edukasi sirkular ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga Kampoeng Oase semakin siap mendunia dan memberi manfaat berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya program hibah tahun ini, warga Kampoeng Oase Ondomohen kini memegang peralatan produksi, desain kemasan, dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk mulai memproduksi olahan ikan secara mandiri. </p>
<p></p>
<p>Tantangannya kini tinggal keberlanjutan produksi, konsistensi mutu, dan kesiapan melangkah ke pasar yang lebih luas melalui pemasaran digital dan sertifikasi produk. Produk olahan yang dulu hanya ide, kini telah memiliki identitas dan siap menuju rak-rak penjualan.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group, PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur, Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Bisnis Mebel, Pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se&amp;Jatim Digelar di Kampus PCU Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-bisnis-mebel-pameran-furniture-dan-kerajinan-umkm-se-jatim-digelar-di-kampus-pcu-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-bisnis-mebel-pameran-furniture-dan-kerajinan-umkm-se-jatim-digelar-di-kampus-pcu-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur di PCU Menghadirkan total 60 UMKM dari 24 kota/kabupaten bertujuan mendorong pertumbuhan dan memperkenalkan produk unggulan lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917e4272f538.webp" length="69430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 09:28:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>UMKM, Petra Christian University, PCU, UK Petra, Furniture, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Usaha sektor mebel dan kerajinan kini dipandang sebagai bisnis unggulan masa depan Indonesia, hal tersebut karena baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terus maju seiring perkembangan zaman. </p>
<p>Potensi UMKM di Indonesia pada bidang mebel, memiliki prediksi positif, sehingga dengan latar belakang dorongan mengembangkan bisnis mebel itulah sebuah pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur bertajuk "Mebel Berkualitas Karya Anak Bangsa" dilangsungkan di Kampus <em>Petra Christian University</em> (PCU) Surabaya pada 13 - 15 November 2025. </p>
<p>Lewat pameran yang digelar dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan dan memperkenalkan produk unggulan lokal ini, para pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk terbaik mereka kepada masyarakat, pembeli lokal, dan bahkan calon mitra internasional.  </p>
<p>Koordinator Acara Pameran, Poppy Firtatwentyna Nilasari menyampaikan, pameran mebel ini menjadi ajang untuk menunjukkan dan menaikkan pertumbuhan kerajinan unggulan dari Indonesia, terutama Jawa Timur, ketika pasca pandemi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917e420c481a.webp" alt=""></p>
<p>“Total ada 60 UMKM dari 24 kota/kabupaten di Jawa Timur yang berpartisipasi. Produknya adalah mebel yang berbahan baku kayu serta kerajinan berbahan kayu dan natural fiber,” ujar Poppy, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Pameran ini, diungkapkan Poppy, merupakan hasil kolaborasi multipihak antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, dengan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim). </p>
<p>"PCU juga menggandeng Propan dalam terselenggaranya kegiatan pameran ini," ungkap Poppy.</p>
<p><strong>Kompetisi Desain dan Seminar Seputar Mebel</strong></p>
<p>Untuk memeriahkan pameran, Poppy menuturkan, sebagai pihak penyelenggara PCU melalui Program Studi Desain Interior, juga menghadirkan sebuah kompetisi desain. Yakni, Minimalist Side Table Design Competition bagi seluruh mahasiswa desain interior. </p>
<p>"Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa diajak untuk menciptakan side table minimalis dan hemat ruang (space-saving) dengan mewujudkannya menjadi prototype skala 1:1 yang kemudian diaplikasikan finishing menggunakan produk Propan di side table yang telah dibuat," tutur Poppy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917e4160695a.webp" alt=""></p>
<p>Setelah dikumpulkan dan melalui proses seleksi, dia menjelaskan, kemudian desain dipilih 15 karya untuk dipamerkan bersama produk-produk dari para pelaku UMKM. </p>
<p>"Tujuannya agar mahasiswa dapat merasakan langsung iklim industri, dan termotivasi untuk menghasilkan karya dengan standar berkualitas tinggi,” imbuh Poppy.</p>
<p>Tak cukup sampai di situ, Poppy membeberkan, selama pameran dalam tiga hari berturut-turut juga dihadirkan sesi seminar seputar mebel. </p>
<p>"Seminar itu, bahasannya berbeda-beda setiap harinya. Seperti membahas cara membuat mebel dan kerajinan berkualitas di hari pertama, cara membuat mebel dan kerajinan lebih bernilai jual tinggi di hari kedua, dan cara memanfaatkan bahan yang tidak terpakai menjadi barang yang bernilai jual di hari terakhir," bebernya.</p>
<p>Bagi Poppy, pameran ini dirancang sebagai wadah edukasi dan kolaborasi terpadu. Dengan seluruh rangkaian pameran, promosi, dan kegiatan edukasi yang terintegrasi, acara ini bertekad memberikan manfaat bisnis yang luas dan berkelanjutan bagi UMKM.</p>
<p>“Dengan demikian, pameran ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan daya saing dan kualitas kerajinan furniture di Jawa Timur. Sehingga kami sangat bangga bisa terlibat dalam terselenggaranya kegiatan ini, yang harapannya akan terus ada hingga tahun-tahun berikutnya,” pungkas Poppy. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Penayangan Perdana, Bintang Film Sosok Ketiga Lintrik Sapa Warga Gresik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tayang-perdana-artis-film-sosok-ketiga-lintrik-menyapa-warga-di-gresmall-gresik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tayang-perdana-artis-film-sosok-ketiga-lintrik-menyapa-warga-di-gresmall-gresik</guid>
<description><![CDATA[ Film horor ini mengangkat kisah keretakan rumah tangga yang dipadukan dengan unsur mistis dari budaya Jawa Timur, khususnya praktik lintrik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690bf778e51dd.webp" length="53410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 08:20:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, Gressmall Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP </strong>— Sejumlah aktor dan aktris yang terlibat dalam film horor terbaru produksi Leo Pictures, Sosok Ketiga: Lintrik, menyapa langsung masyarakat Gresik menjelang penayangan perdananya di seluruh bioskop Indonesia mulai hari Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Kehadiran para pemeran film bertema supranatural tersebut, antara lain Aulia Sarah dan Adinda Thomas, serta Saputra Kori, di Gresmall Gresik disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat pada Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Film horor ini mengangkat kisah keretakan rumah tangga yang dipadukan dengan unsur mistis dari budaya Jawa Timur, khususnya praktik lintrik.</p>
<p>Disutradarai oleh Fajar Nugros dan diproduseri oleh Agung Saputra, Sosok Ketiga: Lintrik menyoroti sisi gelap hubungan pasangan suami istri modern yang perlahan hancur akibat intervensi kekuatan supranatural. </p>
<p>Film ini dibintangi oleh Adinda Thomas, Wafda Saifan, Aulia Sarah, Nugie, Adzwa Aurel, dan Atiqah Hasiholan yang memerankan karakter dukun misterius bernama Mbah Ayu.</p>
<p>Mewakili tim produksi, Luna Maya, yang terlibat di balik layar film ini, turut hadir dan mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk menyaksikan penayangan perdana.</p>
<p>"Semoga Gresik bioskopnya merah semua, ya," ujar Luna Maya. </p>
<p>Sementara itu, anggota tim <em>Behind the Scene</em> (BTS) Sosok Ketiga: Lintrik, Aqis Jipeg, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat yang menghadiri acara temu sapa <em>meet and greet </em>ini sungguh luar biasa.</p>
<p>Ia menyebut, sambutan positif ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film untuk menjelajah ke kota dan kabupaten lainnya. </p>
<p>Aqis juga menekankan bahwa penonton harus menyaksikan film horor ini hingga akhir untuk melihat adegan yang sangat menarik.</p>
<p>"Untuk target penontonnya, kami berdoa tembus di angka tiga sampai lima juta," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lestarikan Tradisi Turun&amp;Temurun, Warga Sambikerep Surabaya Kembali Gelar Sedekah Bumi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lestarikan-tradisi-turun-temurun-warga-sambikerep-surabaya-kembali-gelar-sedekah-bumi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lestarikan-tradisi-turun-temurun-warga-sambikerep-surabaya-kembali-gelar-sedekah-bumi</guid>
<description><![CDATA[ Deretan ancak jumbo berhias hasil bumi memenuhi halaman Balai RW Sambikerep, menjadi simbol syukur dan bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup di tengah modernitas Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6907469508d04.webp" length="66690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 22:06:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sedekah Bumi, Sambikerep, Ancak, Ancak Jumbo, Hasil Bumi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Suasana di Balai RW 04 Sambikerep, Surabaya, Minggu (2/11/2025) pagi terasa begitu semarak. Deretan ancak berukuran besar berdiri megah di halaman, dihiasi aneka hasil bumi, buah-buahan, sayur-mayur, hingga makanan tradisional.</p>
<p>Setiap tahun, warga dari dua belas RT di daerah tersebut selalu sibuk menyiapkan hasil karya ancak mereka untuk acara tahunan sedekah bumi sebagai simbol rasa syukur kepada tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang mereka peroleh.</p>
<p>Ancak yang dirangkai oleh setiap warga dari masing-masing RT itu memiliki wujud yang bervariasi. Untuk tahun 2025 ini, ancak didominasi oleh wujud yang menyerupai hewan seperti kura-kura, burung, rusa, hingga naga, namun ada pula yang menyerupai figur manusia.</p>
<p>Berlokasi di Balai RW lama, lokasi perayaan tahun ini tampak penuh sesak oleh warga yang ingin menyaksikan dan ikut mendapatkan hasil bumi. Setiap ancak datang bergiliran memasuki halaman utama, diiringi tawa, musik, dan penampilan hiburan dari masing-masing RT.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6907468571353.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Tumpeng Kecil ke Ancak Jumbo</strong></p>
<p>Tradisi Sedekah Bumi di Sambikerep bukan hal baru. Ketua RW 04 Sambikerep, Suwito, menuturkan bahwa perayaan tersebut telah berlangsung sejak masa para sesepuh. Dulu bentuknya masih sederhana, namun kini berkembang menjadi perayaan besar yang melibatkan seluruh RT.</p>
<p>"Dulu itu hanya seperti tumpeng biasa, lalu berkembang yang mana setiap warga membuat ancak kecil sendiri. Tapi seiring waktu, pengurus RT-RW sepakat membuat ancak jumbo tiap RT supaya warga bisa guyub dan gotong royong," ucap Suwito seusai acara, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Perubahan bentuk dari ancak kecil menjadi ancak jumbo mencerminkan pergeseran nilai sosial, dari kegiatan individual menjadi gotong royong kolektif. Kini, setiap RT di RW 04 berpartisipasi aktif, mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk mewujudkan ancak terbaik dari lingkungan mereka masing-masing.</p>
<p>Meski setiap RT bersemangat untuk membuat ancak dengan bentuk terbaik, Suwito menegaskan bahwa semangat dalam perayaan itu bukanlah kompetisi. Tidak ada penilaian siapa yang paling indah atau paling besar, sebab maknanya justru terletak pada kebersamaan.</p>
<p>"Yang penting warga Sambikerep ini bisa guyub, rukun, gotong royongan. Tidak ada persaingan antara RT, semua sama rata," jelasnya.</p>
<p>Dana pembuatan ancak berasal dari iuran warga maupun bantuan lingkungan. Meski biayanya cukup besar, warga tidak merasa terbebani. Semua RT berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Nilai gotong royong menjadi fondasi utama yang membuat tradisi ini terus bertahan.</p>
<p><strong>Berputarnya Tradisi di Dua Balai RW</strong></p>
<p>Seperti yang diketahui sebelumnya, tahun ini perayaan dipusatkan di Balai RW lama yang berada di wilayah RT 9 Sambikerep. Namun, tradisi Sedekah Bumi di RW 04 dilaksanakan secara bergantian lokasi setiap tahun dengan Balai RW baru yang berada di kawasan RT 1 dan RT 2.</p>
<p>"Jadi kita ini punya dua balai RW, satu balai baru dan satu balai lama. Untuk tahun ini diadakan di Balai RW lama, tahun depan Insyaallah di balai baru. Jadi setiap tahun bergantian biar semua wilayah RW ikut merasakan," terang Suwito</p>
<p>Sistem rotasi lokasi itu menjadi bentuk pemerataan dan memastikan seluruh wilayah RW tetap terlibat aktif dalam menjaga tradisi.</p>
<p>Penentuan tanggal perayaan Sedekah Bumi dilakukan lewat rapat besar seluruh RT. Biasanya berlangsung satu atau dua bulan setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, tahun ini jadwalnya bergeser ke bulan November karena padatnya jadwal grup ludruk yang biasa menjadi hiburan warga.</p>
<p>"Biasanya bulan sembilan atau sepuluh, tapi karena ludruk yang biasa kita tanggap jadwalnya penuh, akhirnya diundur bulan sebelas," ucap Suwito.</p>
<p>Keputusan bersama itu menunjukkan bagaimana warga Sambikerep tetap menjunjung tinggi musyawarah dan kesepakatan kolektif dalam menjaga kelangsungan tradisi.</p>
<p>Di tengah modernisasi Surabaya sebagai kota industri, Sedekah Bumi RW 04 Sambikerep menjadi oasis budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi ini bukan hanya ajang syukur atas hasil bumi, tetapi juga simbol identitas, persatuan, dan harmoni sosial bagi masyarakatnya.</p>
<p>Suwito berharap, semangat yang terbangun dari kegiatan Sedekah bumi dapat terus diwariskan kepada anak cucu. "Tradisi ini harus dijaga supaya warga tetap ayem, tentrem, dan sejahtera," pungkasnya.</p>
<p>Selain ancak jumbo, acara sedekah bumi masih berlanjut hingga Senin (3/11/2025) dini hari dengan dimeriahkan oleh kegiatan seni dan tradisi lokal seperti Tayub (tarian tradisional Jawa Timur), Kendangan, Olahraga OKOL, hingga Ludruk Karisma Baru yang merupakan grup ludruk asli Surabaya.</p>
<p>Dengan ancak jumbo yang berdiri megah dan tawa warga yang memenuhi halaman balai RW, Sedekah Bumi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa warisan leluhur masih berdenyut kuat di tengah kehidupan masyarakat modern Sambikerep. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karya Penyanyi Lagu Asal Gresik Diminati Industri Hiburan Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karya-penyanyi-lagu-asal-gresik-diminati-industri-hiburan-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karya-penyanyi-lagu-asal-gresik-diminati-industri-hiburan-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Lagu yang dinyanyikan oleh Rizki Kusumawati itu mendapat penghargaan dari duta film Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690746897b046.webp" length="55950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 21:38:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Anis Firmansah</dc:creator>
<media:keywords>Gresik, berita Gresik, info Gresik, PADMI Gresik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP</strong> — Lagu Rizki Kusumawati, penyanyi asal Kabupaten Gresik diminati industri hiburan nasional. Lagu berjudul 'Lambat Laun' yang dinyanyikannya akan dijadikan pada sebuah <em>soundtrack</em> film atau sinetron. Penyanyi yang akrab disapa Kiki itu mendapat penghargaan oleh duta film Indonesia. </p>
<p>Kiki bangga mendapatkan dari Duta Film Indonesia. Diva yang juga Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Artis Dangdut dan Musisi Indonesia (PADMI) Kabupaten Gresik ini mengungkap, lagu 'Lambat Laun' bergenre pop ini diciptakan oleh Anna Fitria dan dirilis tahun lalu.</p>
<p>Penghargaan dari duta film Indonesia ini menjadi hal pertama kali diterima Kiki sebagai penyanyi di daerah. Melalui penghargaan ini, ia mendorong agar para pelaku industri hiburan di daerah terus bisa berkarya dan berkembang. "Dimintanya sekitar satu tahun yang lalu. Setelah di rilis itu, kemudian banyak yang tertarik dengan lagunya," ujar Kiki. </p>
<p>Penghargaan tersebut turut diapresiasi oleh Pengurus Wilayah (PW) PADMI Jawa Timur (Jatim). "Kita sangat mengapresiasi penghargaan ini, semoga bisa menjadi acuan bagi regenerasi anak-anak muda," kata Ketua PW PADMI Jatim Anna Fitria, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Ana mengatakan, industri hiburan ini semakin mengalami kemajuan setelah masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Ia menyebut, industri hiburan seperti event, penyanyi, pencipta lagu, hingga UMKM yang melekat sempat vakum. "Nah sekarang sudah mulai bangkit lagi, sudah mulai bermunculan artis-artis baru," jelasnya. </p>
<p>Menurut dia, ada beberapa penyanyi binaan PADMI yang turut merambah ke industri hiburan nasional. Artis-artis binaan tersebut naik seperti ke ajang Akademi Dangdut dan berhasil meraih 10 besar nasional.  Sejumlah upaya untuk melakukan pembinaan bagi generasi muda ke industri kreatif ini akan didorong melalui Dinas Pendidikan terkait. </p>
<p>"Memang tujuannya kita kan untuk membina membina generasi muda ini supaya tidak mati," paparnya. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Ini, Parade Juang Surabaya 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-ini-parade-juang-surabaya-2025-angkat-kisah-pahlawan-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-ini-parade-juang-surabaya-2025-angkat-kisah-pahlawan-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Kisah Mbok Dar Mortir, pejuang perempuan dari dapur umum 1945, jadi sorotan Parade Surabaya Juang 2025 yang hari ini mengangkat semangat heroik perempuan Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906c5159cbeb.webp" length="55064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 11:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parade Juang, Parade Surabaya Juang, Eri Cahyadi, Kota Pahlawan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kota Pahlawan kembali bersiap menjadi saksi gelaran tahunan yang sarat makna sejarah. Hari ini, Ahad (2/11/2025), Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Parade Surabaya Juang 2025.</p>
<p></p>
<p>Parade yang digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November itu, pada tahun 2025 ini akan mengusung tema besar Epic Surabaya dan menyoroti kisah-kisah pahlawan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.</p>
<p></p>
<p><strong>Legenda Mbok Dar Mortir, Pahlawan dari Dapur Umum</strong></p>
<p>Di antara tokoh yang akan diangkat kisahnya dalam parade kali ini, salah satunya adalah Mbok Dar Mortir, sosok pejuang perempuan yang namanya mungkin tak setenar para komandan di medan tempur, tetapi jasanya begitu besar di balik layar perjuangan.</p>
<p></p>
<p>Bernama asli Darijah Soerodikoesoemo, Mbok Dar dikenal sebagai penggerak dapur umum saat pertempuran Surabaya 1945. Ia menyiapkan makanan bagi para pejuang, bahkan melepas perhiasan pribadinya demi memastikan logistik perang tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>Legenda itu menjadi simbol bahwa semangat juang tak selalu identik dengan senjata, melainkan juga ketulusan dan keberanian memberi dari dapur perjuangan.</p>
<p></p>
<p><strong>2.000 Peserta Ramaikan Parade Bertema “Epic Surabaya”</strong></p>
<p>Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, mengatakan parade tahun ini akan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Parade Surabaya Juang bukan sekadar perayaan, tetapi cara kami menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat," ujar Heri, Sabtu (2/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Parade akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tiga titik utama penampilan teatrikal, diantaranya di Tugu Pahlawan, Perempatan Siola, dan Balai Pemuda Surabaya sebagai titik klimaks pertempuran.</p>
<p></p>
<p>Khusus tahun ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga akan turut tampil dalam pertunjukan. Ia berperan sebagai Gubernur Soerjo, tokoh penting dalam pertempuran Surabaya, sekaligus bertugas membacakan pidato dan memberangkatkan parade di awal acara.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriani, istri Wali Kota, juga akan tampil teatrikal dengan memerankan Lukita Ningsih, seorang pimpinan Laskar Putri yang mengoordinasikan dapur umum perjuangan tahun 1945.</p>
<p></p>
<p>Heri menuturkan bahwa gelaran tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga bagian dari strategi promosi wisata budaya Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Kami ajukan Parade Juang untuk masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Dengan begitu, dampak ekonomi dan promosi kota bisa lebih luas," katanya.</p>
<p></p>
<p>Acara tersebut juga dirangkai dengan berbagai side event yang melibatkan pelaku UMKM lokal agar semangat juang ekonomi warga ikut tumbuh seiring semangat sejarahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Rangkaian Hari Pahlawan Surabaya 2025</strong></p>
<p>Parade Surabaya Juang menjadi bagian dari tiga rangkaian utama peringatan Hari Pahlawan di Surabaya:</p>
<ol>
<li>Tjangkroekan Djoeang, digelar di Tugu Pahlawan pada 31 Oktober–1 November 2025, menampilkan suasana Surabaya tempo dulu.</li>
<li>Parade Surabaya Juang, hari ini, 2 November 2025, dengan teatrikal kolosal bertema Epic Surabaya.</li>
<li><em>HerockMob</em> Festival, 8 November 2025 di Plaza Internatio, menghadirkan musik rock untuk menutup rangkaian dengan semangat muda Kota Pahlawan.</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Rute Parade Melintasi Jalur Bersejarah</strong></p>
<p>Parade akan dimulai dari Tugu Pahlawan, berlanjut melalui Jalan Gemblongan dan Jalan Tunjungan, lalu berhenti di depan Hotel Majapahit untuk prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Dari sana, peserta akan melanjutkan perjalanan ke Jalan Gubernur Suryo dan berakhir di Balai Pemuda (Alun-Alun Surabaya).</p>
<p></p>
<p>Mengonfirmasi soal kepastian rute parade, Kepala Bidang Disbudporapar Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan bahwa parade tahun ini tidak melewati Jalan Kramat Gantung untuk menghindari kemacetan karena keterbatasan akses jalan yang sempit.</p>
<p></p>
<p>“Jadi nanti rutenya setelah dari Tugu Pahlawan akan berlanjut ke Jalan Gemblongan, melintasi Jalan Tunjungan dan Siola, berlanjut di depan Hotel Majapahit, akan dilakukan prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Belok kiri ke Jalan Gubernur Suryo, dan finish di Balai Pemuda,” pungkas Yos. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Nafas Tenun Gedog Tuban Lewat Pameran ‘Entah Dalam Koma’</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-napas-tenun-gedog-tuban-lewat-pameran-entah-dalam-koma</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-napas-tenun-gedog-tuban-lewat-pameran-entah-dalam-koma</guid>
<description><![CDATA[ Suara gedog dari alat tenun Tuban kembali hidup lewat pameran “Entah Dalam Koma”, saat benang dan akar disulam menjadi pesan tentang hidup, alam, dan pelestarian tradisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049f76cf659.webp" length="52354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 20:58:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Entah Dalam Koma, Tenun Gedog Tuban, Wisma Jerman, Tuban, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di balik bunyi gedog-gedog yang ritmis, lahirlah salah satu warisan tertua dari tanah pesisir utara Jawa Timur, tenun gedog Tuban. Namanya diambil dari suara gedog yang dihasilkan saat kayu alat tenun tradisional saling beradu. </p>
<p></p>
<p>Tenun itu bukanlah sekadar kain, ia adalah kisah tentang kesabaran, ketekunan, dan napas panjang perempuan-perempuan Tuban yang mewariskan teknik menenun dari generasi ke generasi.</p>
<p></p>
<p>Tenun gedog biasanya dibuat dari kapas yang dipintal dan ditenun secara manual, tanpa bantuan mesin. Proses panjangnya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, mulai dari memintal kapas, mewarnai benang dengan pewarna alami, hingga menenun setiap helai benang menjadi motif khas yang sarat makna. </p>
<p></p>
<p>Dahulu, kain itu menjadi simbol status sosial dan digunakan dalam berbagai upacara adat. Kini, di tengah arus modernisasi dan industri tekstil cepat, keberadaannya kian terpinggirkan. Kini, upaya untuk menjaga agar suara gedog itu tak hilang sedang dilakukan dengan cara yang indah, yakni melalui pameran seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049ceede279.webp" alt=""></p>
<p><strong>Menghidupkan Tradisi Lewat Karya Seni</strong></p>
<p>Berlokasi di Wisma Jerman Surabaya, suasana hangat menyambut pengunjung yang datang ke pameran bertajuk “Entah Dalam Koma” karya Uzzaer Ruwaidah, seniman perempuan asal Tuban yang telah lama mencintai tenun gedog. </p>
<p></p>
<p>Dalam ruang pamer yang hening, benang, kapas, akar beringin, dan kain tenun berpadu menjadi karya visual yang sarat makna tentang hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.</p>
<p></p>
<p>Bagi Uzzaer, pameran tersebut bukan sekadar ajang menampilkan hasil karya, melainkan bentuk penghormatan terhadap proses panjang di balik sehelai kain tenun.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini bukan perayaan hasil, melainkan penghormatan terhadap proses. Hidup, seperti benang dan akar, tidak pernah selesai disusun, ia hanya berganti koma," ujar Uzzaer, Jumat (31/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049cf50b66a.webp" alt=""></p>
<p>Ia menuturkan bahwa setiap karyanya berpijak pada prinsip keberlanjutan dan cinta terhadap alam. Bahan-bahan alami ia pilih bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga demi menjaga keseimbangan lingkungan agar proses kreatifnya tak meninggalkan jejak yang merusak.</p>
<p></p>
<p>"Saya percaya, seperti daur ulang, perulangan itu akan terus terjadi. Alam pun tidak rugi akan itu," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tema “Entah Dalam Koma” sendiri lahir dari perenungan pribadi Uzzaer tentang perubahan dan perjalanan hidup. Ia memandang proses kreatif seperti halnya kehidupan, tak pernah benar-benar berhenti, hanya berganti bentuk dan makna.</p>
<p></p>
<p>"Saya hidup dengan banyak benturan, tapi dari situ saya menjelma jadi diri yang baru. Berproses itu adalah pernyataan akan hidup," ungkapnya dengan tenang.</p>
<p></p>
<p>Melalui karyanya, Uzzaer ingin mengajak pengunjung merenungkan bagaimana hidup selalu berkaitan antara manusia, alam, dan Tuhan. Setiap benang yang ia tenun adalah simbol hubungan yang saling mengikat, membentuk harmoni di tengah perubahan.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan Lintas Budaya dari Wisma Jerman</strong></p>
<p>Komitmen pelestarian budaya lokal itu mendapat dukungan penuh dari Wisma Jerman Surabaya, yang memfasilitasi ruang pamer bagi seniman-seniman lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d645fe71.webp" alt=""></p>
<p>Pameran “Entah Dalam Koma” digelar di gedung mereka, di Jalan Taman AIS Nasution 15, Surabaya, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, dan terbuka gratis untuk umum. Direktur Pelaksana Wisma Jerman Surabaya, Mike Neuber, menilai langkah Uzzaer sebagai bentuk nyata upaya melestarikan tradisi yang kini kian langka.</p>
<p></p>
<p>"Tenun adalah tradisi yang mungkin bisa dibilang diancam punah. Kegiatan seperti ini efektif untuk membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya,"kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membandingkan situasi di Indonesia dengan di Jerman, di mana tradisi menenun sudah tidak lagi hidup dalam keseharian masyarakat, dan kalaupun ada mungkin hanya beberapa orang yang melakukannya atas dasar kesenian, bukan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>"Di Jerman sendiri budaya menenun tradisional sudah nyaris tak ada, hanya bisa dilihat di museum. Karena itu, kami sangat menghargai upaya seperti yang dilakukan Uzzaer ini," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Menenun Masa Depan dari Benang Tradisi</strong></p>
<p>Bagi Wisma Jerman, dukungan terhadap pelestarian budaya bukan hal baru. Sebelumnya mereka juga pernah menggelar pameran batik dari pesisir Probolinggo. Pameran kali ini menjadi lanjutan komitmen mereka untuk memberi ruang ekspresi bagi seniman lokal dan menjaga warisan budaya Indonesia tetap hidup.</p>
<p></p>
<p>Sementara bagi Uzzaer, setiap pameran adalah bentuk doa agar tenun gedog tak hanya tinggal cerita. Di setiap helai benang yang ia rangkai, tersimpan harapan agar generasi muda mau menengok kembali akar tradisi yang nyaris terlupa.</p>
<p></p>
<p>Karena di setiap bunyi gedog yang beradu, tersimpan bukan hanya kain, tapi identitas, kesabaran, dan jiwa sebuah bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringkati DSAM 2025, PIK POTADS dan YKAI Jatim Gelar Pemeriksaan Kesehatan Anak Down Syndrome Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringkati-dsam-2025-pik-potads-dan-ykai-jatim-gelar-pemeriksaan-kesehatan-anak-down-syndrome-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringkati-dsam-2025-pik-potads-dan-ykai-jatim-gelar-pemeriksaan-kesehatan-anak-down-syndrome-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Masih banyak yang keliru menganggap Down Syndrome sebagai penyakit, padahal mereka istimewa dan punya potensi besar, itulah semangat di balik peringatan DSAM 2025 di Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049d3fae207.webp" length="41058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 19:50:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Down Syndrome Awareness Month, DSAM, Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome, PIK POTADS Jawa Timur, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, YKAI Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP </strong>- Masih banyak masyarakat yang keliru memahami <em>Down Syndrome</em> sebagai penyakit yang menular atau menakutkan. Padahal, <em>Down Syndrome</em> bukan penyakit, melainkan kelainan genetik yang menyebabkan perbedaan pada cara tumbuh dan berkembang seseorang.</p>
<p></p>
<p>Kesalahpahaman tersebut sering menimbulkan stigma buruk di tengah masyarakat, anak-anak dengan <em>Down Syndrom</em>e kerap dijauhkan, disembunyikan, bahkan dianggap “tidak bisa apa-apa”. Padahal, mereka adalah anak yang bisa melakukan apa saja, karena mereka juga punya kemampuan, perasaan, dan mimpi seperti anak-anak lain.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengubah pandangan itu, dunia setiap Oktober memperingati <em>Down Syndrome Awareness Month</em> (DSAM), sebuah gerakan global yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, menghargai keberagaman, serta memperkuat dukungan bagi keluarga penyandang <em>Down Syndrome.</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Ruang Sehat dan Ramah untuk Anak-anak Istimewa</strong></p>
<p>Di Jawa Timur, semangat memperingati DSAM 2025 diwujudkan dalam kegiatan bermanfaat sekaligus hangat, yakni "Konsultasi dan Pemeriksaan Kesehatan Penyandang <em>Down Syndrome</em>” dengan tema “Tumbuh, Berkembang, dan Bermakna” serta slogan “Lebih dari Sekadar Kromosom: Kami Punya Mimpi”.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d309fcf2.webp" alt=""></p>
<p>Kegiatan tersebut digelar oleh Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan <em>Down Syndrome</em> (PIK POTADS) Jawa Timur yang didukung oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur dan Shangri-La Hotel Surabaya melalui program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR).</p>
<p></p>
<p>Berlokasi di Hotel Shangri-La Surabaya, kegiatan tersebut tidak hanya mengahdirkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, namun juga menjadi ruang ekspresi lewat penampilan angklung anak penyandang <em>down syndrome</em> hingga ruangan untuk mewarnai.</p>
<p></p>
<p>Ketua PIK POTADS Jawa Timur, Endah Sugiarti dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud pendampingan nyata bagi keluarga penyandang <em>Down Syndrome </em>agar tetap mendapatkan dukungan tumbuh kembang yang layak.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin anak-anak dengan <em>Down Syndrome</em> tidak hanya dilihat dari keterbatasannya, tetapi dari potensinya. Mereka bertumbuh dengan caranya sendiri, dan kita hadir untuk mendampingi dan merayakan setiap perkembangan mereka," ujar Endah, Jumat (31/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d52820d0.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Penghapusan Stigma</strong></p>
<p>Kegiatan pemeriksaan itu melibatkan dokter-dokter spesialis dari berbagai bidang seperti dokter anak, mata, THT, gigi anak, psikiatri, hingga psikolog. Semua hadir dengan semangat pengabdian, memberikan pelayanan komprehensif agar setiap anak bisa mencapai potensi terbaiknya.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana acara, Harry Febryanto yang juga merupakan anggota YKAI Jatim menjelaskan bahwa kerjasama antara pihaknya dengan Hotel Shangri-La Surabaya melalui program CSR kali ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya. </p>
<p></p>
<p>Harry mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti setidaknya oleh 100 anak dengan <em>Down Syndrome</em> dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak <em>Down Syndrome</em> untuk tumbuh sehat sekaligus melawan stigma yang masih sering muncul di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Masih banyak yang menganggap <em>Down Syndrome</em> sebagai penyakit. Padahal mereka juga punya kelebihan, ada yang pandai melukis, menari, bahkan bermain angklung. Kalau dikawal dengan baik, mereka bisa berprestasi," ucap Harry.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d1ba9bbd.webp" alt=""></p>
<p>Senada dengan Harry, pembina YKAI Jawa Timur, Gadis Heria Nurdiana, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan anak-anak merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang sesuai potensinya.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin membantu anak-anak ini agar bisa tumbuh sehat dan mandiri. Orang tua harus belajar menggali potensi anak karena setiap anak punya kelebihan," tutur Gadis.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kesejahteraan anak tidak hanya soal kesehatan fisik, tapi juga perasaan dihargai dan diterima di lingkungan. YKAI, bersama para ahli dan tenaga profesional di bidang pendidikan serta kesehatan, terus berupaya memperluas layanan agar keluarga memiliki akses pendampingan yang tepat.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Melukis hingga Mandiri</strong></p>
<p>Gadis juga menuturkan bahwa banyak anak dengan Down Syndrome yang menunjukkan bakat luar biasa. Ada yang pandai melukis dan menjual hasil karyanya dalam bentuk tas atau tumbler, ada pula yang gemar memasak hingga membuat kue kering untuk dijual. Bahkan beberapa di antaranya telah berprestasi di bidang olahraga.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin orang tua terbuka bahwa anak-anak <em>Down Syndrome</em> tidak harus disembunyikan di rumah. Justru harus dikembangkan potensinya agar mereka bisa mandiri dan bahkan menghasilkan karya," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Acara hasil kolaborasi antara PIK POTADS Jatim, YKAI Jatim dan Shangri-La Hotel Surabaya itu bukan sekadar agenda kesehatan tahunan, tapi juga gerakan hati dan sebuah ajakan agar masyarakat belajar menerima perbedaan, menghargai potensi, dan menghapus batas antara “mereka” dan “kita”. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lukisan Madhep Bumi, Renungan Didi Dyan Tentang Kembali ke Fitrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lukisan-madhep-bumi-renungan-didi-dyan-tentang-kembali-ke-fitrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lukisan-madhep-bumi-renungan-didi-dyan-tentang-kembali-ke-fitrah</guid>
<description><![CDATA[ Lukisan Madhep Bumi karya Didi Dyan menjadi renungan tentang kepasrahan dan keikhlasan manusia, mengingatkan bahwa hidup sejatinya adalah perjalanan kembali menuju fitrah dan keseimbangan diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cc05d9891.webp" length="36068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:25:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Madhep Bumi, Lukisan, IPI, Ikatan Pelukis Indonesia, Pameran Lukisan Nasional Akbar, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah riuhnya Pameran Lukisan Nasional Akbar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ke-11 di Alun-Alun Kota Surabaya, Minggu (19/10/2025), sebuah lukisan berjudul Madhep Bumi menarik perhatian pengunjung. Karya itu milik Didi Dyan, pelukis asal Jawa Timur yang menampilkan tafsir mendalam tentang kehidupan dan pengabdian.</p>
<p>Pameran nasional yang mengusung tema “Mengabarkan Semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk Indonesia” ini menjadi wadah bagi para pelukis untuk menyalurkan semangat kebangsaan melalui karya rupa. Namun bagi Didi, pameran bukan sekadar ruang eksibisi, melainkan momen untuk menatap kembali perjalanan batinnya.</p>
<p>Didi menuturkan, lukisan Madhep Bumi itu telah ia buat sejak tahun 2024 lalu. Namun, karya itu belum pernah dipamerkan karena berbagai ujian hidup yang datang silih berganti. Ia mengaku memiliki cara unik dalam mencipta karya.</p>
<p>"Kalau pelukis lain biasanya melukis dulu baru kasih judul, kalau saya kebalik, judul dulu baru dilukis. Jadi rasanya seperti menulis," ujar Didi.</p>
<p>Baginya, setiap goresan kuas adalah tulisan hati. Ia menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai pelukis, melainkan sebagai penulis perasaan yang dituangkan dalam warna dan bentuk.</p>
<p><strong>Makna ‘Madhep Bumi’</strong></p>
<p>Dalam bahasa Jawa, Madhep Bumi berarti “menghadap bumi”. Bagi Didi, makna ini jauh lebih dalam daripada sekadar arah pandang. Ia menggambarkannya sebagai sikap spiritual manusia yang telah berdamai dengan dirinya sendiri, meletakkan ego, nafsu, dan ambisi duniawi.</p>
<p>"Madhep Bumi itu mengingatkan manusia agar mawas diri, sadar diri, dan kembali ke fitrahnya. Semua sama, tidak ada yang lebih spesial dari yang lain," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4d191289d5.webp" alt=""></p>
<p>Lukisan itu, lanjutnya, adalah ajakan untuk menundukkan hati, namun bukan diartikan sebagai menyerah, tetapi menyadari bahwa kehidupan sejatinya adalah pengabdian.</p>
<p>"Hidup, belajar, dan bekerja itu bukan tentang mencari sesuatu, tapi memberikan sesuatu," ucapnya lembut.</p>
<p>Secara visual, Madhep Bumi didominasi oleh warna hijau, pink, dan putih. Tiga warna yang oleh Didi disusun dengan makna simbolik. Ia sengaja memilih hijau jeruk yang cerah karena menurutnya membawa rasa segar dan hidup.</p>
<p>"Saya ingin warna hijau yang indah, hijau jeruk. Sedangkan pink itu darah, tapi bukan darah yang tajam seperti merah. Hidup itu ada manis-manisnya," ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Warna putih, katanya, melambangkan kesucian dan awal kehidupan. Sedangkan perpaduan hijau dan pink menghadirkan keseimbangan antara luka dan kebahagiaan, tangis dan tawa.</p>
<p>"Dalam lukisan saya ada merah, ada putih, ada luka, ada bahagia, ada tangis dan tawa," katanya.</p>
<p>Bagi Didi, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan tentang kejujuran batin. Ia percaya, tidak ada yang salah dalam seni selama karya lahir dari ketulusan hati.</p>
<p>"Seni itu kejujuran hati. Ungkapan dari perasaan terdalam," katanya tegas.</p>
<p>Melalui Madhep Bumi, Didi ingin menegaskan bahwa manusia yang telah selesai dengan dirinya akan hidup tanpa dendam, tanpa prasangka, dan penuh welas asih. Dalam keseimbangan itu, ia melihat makna sejati dari kemanusiaan.</p>
<p>"Ketika manusia sudah selesai dengan dirinya, dia akan meletakkan semua rasa, ego, dan duniawi. Hidupnya untuk berbagi hati dan menatah diri," ujarnya.</p>
<p>Didi menutup perbincangan tentang karyanya dengan kalimat yang terasa seperti doa. Bahwa kehidupan adalah proses untuk kembali, bukan menuju akhir, tetapi pulang ke asal. Ke tanah yang melahirkan, air yang menyucikan, dan kasih ibu yang menaungi.</p>
<p>Baginya, Madhep Bumi bukan sekadar lukisan, melainkan ajakan untuk hidup dengan kesadaran penuh, tanpa pamrih, tanpa dendam, dan tanpa curiga.</p>
<p>"Pada akhirnya kita semua akan kembali ke bumi. Jadi bekerjalah dari hati, hiduplah dengan bahagia, karena keabadian itu hidup sesudah mati," pungkasnya.</p>
<p>Di tengah hiruk-pikuk pameran yang dipenuhi warna dan bentuk, Madhep Bumi berdiri sebagai pengingat yang tenang. Lukisan itu bukan hanya bicara tentang seni, tetapi juga tentang kesadaran, bahwa dalam setiap goresan hidup, manusia sejatinya sedang belajar untuk kembali. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seniman Surabaya Rayakan Hari Kebudayaan Nasional dengan Melukis On The Spot</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seniman-surabaya-rayakan-hari-kebudayaan-nasional-dengan-melukis-on-the-spot</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seniman-surabaya-rayakan-hari-kebudayaan-nasional-dengan-melukis-on-the-spot</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan seniman Surabaya menorehkan warna di Balai Pemuda, merayakan Hari Kebudayaan Nasional perdana dengan semangat gotong royong dan tekad menghidupkan kembali denyut seni kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cbdfd5df3.webp" length="71836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:12:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Galeri DKS, Balai Pemuda, Hari Kesenian Nasional, HKS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Suasana sore di Komplek Balai Pemuda Surabaya pada akhir pekan terasa berbeda. Di depan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), puluhan seniman berkumpul dengan kuas, cat, dan kanvas, menumpahkan imajinasi mereka di ruang terbuka.</p>
<p>Kegiatan melukis <em>On The Spot </em>(OTS) bertajuk "Goresan Memperingati Hari Kebudayaan Nasional" ini menjadi salah satu cara para seniman kota Pahlawan merayakan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) yang untuk pertama kalinya diperingati secara resmi pada 17 Oktober 2025, setelah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Kegiatan melukis di tempat atau OTS tersebut digagas oleh Komunitas Ilustrasi Idiom, salah satu komunitas seni rupa yang aktif di Kota Pahlawan, dengan dukungan dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sebagai penyedia fasilitas lokasi.</p>
<p>Ketua Ilustrasi Idiom, Roman Chuza, menjelaskan bahwa kegiatan itu dirancang sebagai ruang ekspresi lintas disiplin seni, menggabungkan lukisan model berbusana kebaya dengan penampilan musik akustik dari Arul Lamandau, Heru Prasetyono, dan Mukhsin Amar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbd94d326.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menjalin rasa kekeluargaan dan semangat berkesenian yang peduli pada kebudayaan. Ini ruang ekspresi seniman Surabaya dalam memperingati Hari Kebudayaan Nasional," ujar Roman, Minggu (19/10/2025).</p>
<p>Menurut Roman, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai elemen komunitas seni dan sanggar di Surabaya, mulai dari Aksera, Koplak, IPI, IWPI, Sanggar Sawunggaling, Sanggar Rumah Seni Bukid, hingga Sanggar Lukis Tandes. Dukungan juga datang dari komunitas ColCai yang turut membantu jalannya kegiatan.</p>
<p>"Kami berterima kasih kepada semua komunitas seni lukis dan para musisi Surabaya, juga pihak-pihak yang mendukung, termasuk Bu Linda Leeven &amp; Co yang membantu menyediakan material lukis bagi peserta," imbuhnya.</p>
<p>Roman menegaskan, kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan Ilustrasi Idiom untuk menjaga kesinambungan ruang kreatif bagi seniman dan generasi muda yang peduli pada budaya Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbd1264d6.webp" alt=""></p>
<p>Dari pihak DKS, Paksi menjelaskan bahwa kegiatan OTS kali ini merupakan bentuk spontanitas yang tumbuh dari kolaborasi antar komunitas. Awalnya kegiatan tersebut hanya menggunakan pensil, namun kemudian ada sumbangan cat dari peserta, sehingga siapa pun bisa ikut melukis.</p>
<p>"Temanya bebas. Tadinya cuma pakai pensil, tapi teman-teman nyumbang cat, jadi semua bisa ikut. Artinya banyak komunitas saling mendukung," ujar Paksi.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti sekitar 70 seniman lokal Surabaya dari berbagai komunitas. Karena izin penggunaan area Balai Pemuda terbatas hanya tiga jam, peserta yang diundang memang berasal dari wilayah Surabaya saja.</p>
<p>Paksi menilai kegiatan yang digagas oleh Komunitas Ilustrasi Idiom tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali Balai Pemuda yang dulu menjadi pusat aktivitas seniman Surabaya.</p>
<p>"Balai Pemuda dulu tempatnya seniman, tapi sekarang mulai tergeser. Harapan saya, acara seperti ini bisa rutin dan mengembalikan marwahnya," ujar Paksi penuh harap.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbeb458e5.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga berharap karya-karya hasil kegiatan kali ini dapat dipamerkan di masa mendatang sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan seni di Surabaya.</p>
<p>"Sebenarnya saya ingin karya OTS ini bisa dipamerkan. Mungkin nanti ke depannya bisa diwujudkan," ucapnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas. Salah satunya datang dari Bachtiar Sutrisno Aji, Ketua Sanggar Sawunggaling, yang turut hadir menyaksikan jalannya acara.</p>
<p>"Acara ini menarik sekali, gebrakannya bagus. Memberi motivasi untuk para seniman Surabaya dan jadi titik temu yang bagus," kata Bachtiar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbf57a140.webp" alt=""></p>
<p>Meski sebagian anggota sanggarnya tidak bisa hadir karena jadwal kegiatan lain, Bachtiar menilai acara ini bisa menjadi inspirasi bagi sanggar-sanggar lain untuk kembali aktif berkarya.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini jadi pemantik bagi Sanggar Sawunggaling juga. Nanti kami Bismillah, mungkin akan meniru untuk mengadakan acara serupa," ujarnya.</p>
<p>Bachtiar berharap dunia kesenian di Surabaya semakin berkembang dan lebih dihargai oleh masyarakat, terutama bagi generasi muda yang baru mulai belajar seni.</p>
<p>"Harapannya seni di Surabaya berkembang, lebih baik, dan lebih dihargai, baik yang baru belajar maupun yang sudah lama," tuturnya.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana seperti melukis di tempat, Komunitas Ilustrasi Idiom dan DKS ingin menunjukkan bahwa merayakan kebudayaan tak selalu harus megah atau formal. Justru, lewat pertemuan dan goresan spontan di ruang publik, semangat berkebudayaan terasa lebih hidup.</p>
<p>Acara melukis di tempat kali ini menjadi penanda bahwa Hari Kebudayaan Nasional bukan sekadar tanggal baru di kalender, melainkan momentum untuk kembali menumbuhkan kesadaran seni dan kebersamaan antarpegiat budaya di kota Surabaya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Nasional Akbar IPI ke&amp;11: Dari Kanvas Surabaya, Semangat Sumpah Pemuda Dikabarkan untuk Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-nasional-akbar-ipi-ke-11-dari-kanvas-surabaya-semangat-sumpah-pemuda-dikabarkan-untuk-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-nasional-akbar-ipi-ke-11-dari-kanvas-surabaya-semangat-sumpah-pemuda-dikabarkan-untuk-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Dari Surabaya, semangat Sumpah Pemuda dikabarkan lewat warna dan goresan kuas para pelukis Indonesia membuktikan bahwa persatuan bisa hidup di setiap karya seni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cc2007c53.webp" length="36010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 22:13:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Sumpah Pemuda, Balai Pemuda, Disbudporapar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Semangat Sumpah Pemuda bisa hadir dalam banyak bentuk. Ia tidak hanya hidup dalam pekik perjuangan, tetapi juga dalam sapuan kuas dan percikan warna di atas kanvas. Melalui goresan tangan para pelukis, nilai-nilai persatuan dan semangat berkarya kembali dikabarkan dari Surabaya untuk seluruh Indonesia.</p>
<p>Itulah semangat yang diusung dalam Pameran Lukisan Nasional Akbar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ke-11, bertajuk “Mengabarkan Semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk Indonesia.”</p>
<p>Acara tersebut digelar di basement Alun-alun Balai Pemuda Surabaya, pada 14–19 Oktober 2025, dan menghadirkan sekitar 100 karya dari 50–80 pelukis se-Indonesia.</p>
<p>Ketua Umum IPI, Supaat Margi, menjelaskan bahwa tema pameran kali ini lahir dari semangat kebersamaan yang menjadi roh organisasi. Melalui Surabaya, pesan persatuan disebarkan ke seluruh penjuru negeri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cc1032046.webp" alt=""></p>
<p>"Pameran IPI kali ini tentang mengabarkan semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk seluruh Indonesia. Karena IPI ini nasional, jadi kumpulnya di Surabaya, kita kabarkan ke seluruh Indonesia," ujar Supaat, Minggu (19/10/2025).</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa, pameran tersebut diikuti pelukis dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Riau, Kalimantan, hingga Sulawesi. Gelaran itu menjadi momen pertemuan para perupa dari 40 cabang IPI di seluruh Indonesia, termasuk cabang terbaru di Sumenep, Madura.</p>
<p>"Pesertanya ada yang dari timur sampai barat. Jadi benar-benar campur, dan semua membawa semangat yang sama," tambahnya.</p>
<p>Meski bertema semangat Sumpah Pemuda, para pelukis diberikan kebebasan untuk menafsirkan semangat itu melalui gaya dan ide masing-masing. IPI ingin agar pameran tersebut tidak sekadar memamerkan tema perjuangan, tetapi juga menyalakan kembali gairah berkarya di kalangan pelukis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cc191eadb.webp" alt=""></p>
<p>"Kita beri kelonggaran, tidak harus tentang perang atau semangat yang keras. Yang penting, semangat itu bisa terasa dari karyanya," jelas Supaat.</p>
<p>Ia menambahkan, inti dari kegiatan pameran kali ini diperuntukan guna saling menularkan semangat antar sesama perupa agar terus berkarya dan memperkaya seni rupa Indonesia.</p>
<p>Tak hanya menampilkan karya besar, pameran itu juga menghadirkan merchandise berupa lukisan kecil serta berbagai kegiatan interaktif seperti lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak, juga painting bersama yang digelar setiap hari bagi masyarakat umum dan komunitas seni.</p>
<p>Pihak IPI turut mengundang sejumlah pendukung dari berbagai lembaga seni dan sosial, di antaranya Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), Yayasan Pondok Kasi Surabaya, Galeri 52, Birdie Gallery, Sage House Gallery, hingga pihak mediasi aset lelang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbfee6ca2.webp" alt=""></p>
<p>Bagi IPI, pameran akbar bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi juga ajakan untuk mencintai karya sendiri dan menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui seni.</p>
<p>"Harapan kami, IPI semakin berkembang, semakin dikenal, dan semakin digital. Tapi yang paling penting, masyarakat Indonesia semakin mencintai seni sendiri," tutur Supaat.</p>
<p>IPI juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya atas dukungan dan fasilitas tempat yang diberikan selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>"Kami menyampaikan rasa terimakasih ke pihak Pemkot Surabaya Kota Surabaya untuk tempat dan jalannya acara," ujar Roman Chuza, Humas IPI.</p>
<p>Roman menjelaskan, kegiatan pameran akbar merupakan agenda rutin tahunan IPI sebagai wadah silaturahmi para pelukis nasional. Ajang ini menjadi ruang temu yang menjaga kekompakan dan pertukaran gagasan antar seniman dari berbagai daerah.</p>
<p>"Setiap tahun kami adakan untuk menyambung silaturahmi pelukis nasional dalam komunitas IPI," tukasnya.</p>
<p>Melalui goresan kuas dan warna yang berpadu di ruang pamer Balai Pemuda, para pelukis Indonesia seolah mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tak pernah usang. Ia selalu hidup, dan kali ini ia mengalir lewat warna di atas kanvas dari Surabaya untuk Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>6 Fakta Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, Cincin Rp 1 Miliar Viral!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/6-fakta-lamaran-el-rumi-dan-syifa-hadju-cincin-rp-1-miliar-viral</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/6-fakta-lamaran-el-rumi-dan-syifa-hadju-cincin-rp-1-miliar-viral</guid>
<description><![CDATA[ El Rumi resmi melamar Syifa Hadju di Lauterbrunnen, Swiss, dalam acara privat yang dihadiri keluarga dan sahabat dekat. Cincin senilai hampir Rp 1 miliar menjadi perhatian publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3b272698a8.webp" length="14576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 09:03:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>El Rumi, Syifa Hadju, lamaran artis, cincin lamaran, Lauterbrunnen Swiss, Ahmad Dhani, Maia Estianty, kabar selebriti, pernikahan artis.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="236" data-end="515"><strong>JAKARTA, SJP</strong> — Momen lamaran El Rumi dan Syifa Hadju menjadi perhatian publik setelah keduanya resmi mengumumkan kabar bahagia dari Swiss. Anak kedua pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu melamar sang kekasih di tengah pemandangan alam Lauterbrunnen, Swiss.</p>
<p data-start="517" data-end="756">Lamaran berlangsung dalam suasana privat dengan nuansa putih dan natural. Hanya keluarga inti dan beberapa sahabat dekat yang hadir. El Rumi mengenakan setelan jas abu lembut, sementara Syifa Hadju tampil dalam balutan gaun putih elegan.</p>
<p data-start="758" data-end="855">Berikut enam fakta menarik seputar lamaran El Rumi dan Syifa Hadju yang menarik perhatian publik.</p>
<p data-start="758" data-end="855"><strong>1. Dilaksanakan di Lauterbrunnen, Swiss</strong></p>
<p data-start="903" data-end="1110">Prosesi lamaran berlangsung di Lauterbrunnen, desa pegunungan di Swiss yang dikenal dengan pemandangan lembah dan air terjun. Lokasi ini dipilih El Rumi untuk menciptakan momen berkesan dan tidak terlupakan.</p>
<p data-start="903" data-end="1110"><strong>2. Dilakukan secara tertutup</strong></p>
<p data-start="1147" data-end="1353">Meskipun kabar lamaran viral di media sosial, acara ini digelar secara privat. Tidak ada pesta besar atau publikasi media. El Rumi disebut ingin menjadikan momen ini sebagai kenangan personal yang bermakna.</p>
<p data-start="1147" data-end="1353"><strong>3. Cincin senilai hampir Rp1 miliar</strong></p>
<p data-start="1398" data-end="1648">Cincin lamaran yang disematkan El Rumi menjadi sorotan publik. Cincin tersebut berasal dari rumah lelang Sotheby’s, terbuat dari platinum dan emas dengan berlian oval cut 3,01 karat. Nilainya diperkirakan mencapai US$ 57.780 atau sekitar Rp953 juta.</p>
<p data-start="1398" data-end="1648"><strong>4. Ungkapan Syifa Hadju di media sosial</strong></p>
<p data-start="1696" data-end="1932">Syifa Hadju menuliskan pesan singkat melalui akun Instagram usai lamaran berlangsung. Ia menulis, “In a place I’ve always dreamed of, I said yes to the one who’s always felt like home. Bismillah,” yang menggambarkan perasaan bahagianya.</p>
<p data-start="1696" data-end="1932"><strong>5. Tampil dengan busana elegan</strong></p>
<p data-start="1971" data-end="2168">Dalam prosesi lamaran, Syifa mengenakan gaun putih rancangan desainer Hian Tjen dengan potongan sederhana dan detail renda halus. Rambutnya ditata bergaya low updo, memberi kesan formal dan anggun.</p>
<p data-start="1971" data-end="2168"><strong>6. Reaksi haru dan momen pelukan</strong></p>
<p data-start="2209" data-end="2403">Beberapa foto yang beredar menunjukkan momen El Rumi berlutut sambil memegang cincin, disambut reaksi haru Syifa. Prosesi tersebut ditutup dengan pelukan bahagia di hadapan keluarga dan sahabat.</p>
<p data-start="2405" data-end="2564">Hubungan El Rumi dan Syifa Hadju selama ini dikenal jauh dari sorotan berlebihan. Momen lamaran di Swiss ini menjadi langkah serius keduanya menuju pernikahan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2405" data-end="2564"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong><br><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Dekade Hadir di Surabaya, Oktoberfest 2025 Jadi Simbol Persahabatan Indonesia–Jerman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-hadir-di-surabaya-oktoberfest-2025-jadi-simbol-persahabatan-indonesiajerman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-hadir-di-surabaya-oktoberfest-2025-jadi-simbol-persahabatan-indonesiajerman</guid>
<description><![CDATA[ Menandai sepuluh tahun penyelenggaraan di Surabaya, Wisma Jerman menggelar Oktoberfest 2025 bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman, menghadirkan pesta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e1abb743b3a.webp" length="54576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 06:57:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Oktoberfest, Oktoberfest 2025, Wisma Jerman, Mike Neuber, Bavaria, Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dentuman musik pesta bergema di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya. Lampu-lampu kuning keemasan berpendar di antara dekorasi biru-putih khas Bavaria, sementara aroma sosis panggang dan pretzel baru matang memenuhi udara. </p>
<p>Di setiap sudut, tawa terdengar riuh, gelas-gelas diangkat tinggi, dan lantunan lagu “<em>Ein Prosit, ein Prosit der Gemütlichkeit!</em>” menggema serempak diiringi tepuk tangan dan sorak-sorai.</p>
<p>Suasana seperti itulah yang hadir dalam perayaan Oktoberfest 2025 yang digelar oleh Wisma Jerman di Kota Surabaya pada Jumat (3/10/2025) malam. </p>
<p>Tak hanya menjadi pesta budaya khas Jerman, Oktoberfest kali ini terasa istimewa karena menandai satu dekade penyelenggaraan Oktoberfest di Surabaya, sekaligus bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman (<em>Day of German Unity</em>) yang jatuh pada tanggal yang sama.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a920ef9b2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sepuluh Tahun Oktoberfest di Surabaya</strong></p>
<p><em>Managing Director</em> Wisma Jerman, Mike Neuber, menyebut Oktoberfest tahun ini sebagai perayaan yang sarat makna. </p>
<p>"Bagi kami, Oktoberfest adalah ajang mempertemukan orang-orang. Merayakannya bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman membuatnya semakin bermakna," ujar Mike.</p>
<p>"Kami disini tidak hanya berbagi tradisi Bavaria, tetapi juga semangat persatuan dan persahabatan dengan masyarakat Indonesia," imbuhnya.</p>
<p>Sejak pertama kali digelar pada 2011 oleh Wisma Jerman, Oktoberfest di Kota Pahlawan telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti, baik oleh warga Jerman, internasional hingga masyarakat lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a37d73c77.webp" alt=""></p>
<p>Mike mengungkapkan bahwa selain sebagai bentuk pelestarian budaya, festival itu juga menjadi wadah diplomasi yang hangat antara dua negara.</p>
<p>"Ini bukan hanya pesta. Ini tentang pertemuan dua budaya, tentang bagaimana Surabaya menjadi rumah kedua bagi komunitas Jerman," ungkapnya.</p>
<p><strong>Dekorasi hingga Kuliner Bavaria Turun ke Surabaya</strong></p>
<p>Malam itu, para tamu Oktoberfest 2025 seolah dibawa langsung ke Munich. Beragam ornamen berwarna biru-putih khas Bavaria terpajang, meja-meja panjang berderet dengan taplak kotak-kotak, hingga pelayan yang mengenakan kostum tradisional.</p>
<p>Para pengunjung pun ikut berpartisipasi, perempuan tampil anggun dengan <em>Dirndl</em>, gaun tradisional bertali yang menonjolkan warna cerah dan renda, sementara laki-laki tampil gagah dengan <em>Lederhosen</em>, celana kulit pendek lengkap dengan kaus kaki tinggi dan topi berbulu kecil di sisi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1abad6d7db.webp" alt=""></p>
<p>Dari sudut buffet, aroma daging panggang dan roti hangat seolah memanggil siapa pun yang lewat. Di atas meja panjang, tersaji deretan kuliner otentik khas negara Jerman.</p>
<p>Diantaranya, ada <em>pretzel</em> yang lembut dengan lapisan garam kasar, sosis <em>bratwurst</em> beraroma <em>smoky</em>, <em>pork knuckles</em>, Leberkäse yang gurih, hingga Spätzle. Untuk pencuci mulut, ada <em>Black Forest</em> cake berlapis krim dan ceri khas Jerman, cheesecake hingga es krim.</p>
<p>Di sisi bar, minuman khas Oktoberfest mengalir tanpa henti. Namun bagi yang tak ingin menikmati bir, tersedia pula berbagai minuman non-alkohol, dari teh, jus hingga mocktail, sehingga suasana tetap nyaman bagi seluruh pengunjung.</p>
<p><strong>Musik, Lagu, dan Sorak “Prost!”</strong></p>
<p>Ketika malam semakin larut, dentuman musik semakin menggoda. DJ Gatra, seorang DJ lokal yang terkenal dengan musik eksperimentalnya, membawakan Oktoberfestmusik dengan cita rasa Bavaria, membuka pesta dengan deretan lagu pesta klasik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a4ae0037c.webp" alt=""></p>
<p>Setelah itu, panggung diambil alih oleh <em>Night Lilies Band</em>, grup musik asal Jerman beranggotakan empat perempuan. Dengan kostum ala Oktoberfest dan energi yang menular, mereka menghidupkan suasana lewat lagu-lagu yang beragam, dari “<em>Dancing Queen</em>” milik ABBA, “<em>Ein Prosit (der Gemütlichkeit</em>)”, hingga “<em>Tequila</em>”.</p>
<p>Setiap kali lagu “<em>Ein Prosit</em>” dimainkan, para tamu dari berbagai latar belakang melebur dan bersama-sama mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi, bersulang sambil berteriak “<em>Prost</em>!”sebuah simbol kegembiraan dan kebersamaan.</p>
<p><strong>“Rasa Jerman” di Surabaya</strong></p>
<p>Di tengah riuh suasana, Arishadela, salah satu pengunjung asal Surabaya, tampak menikmati malam pertamanya di Oktoberfest. Ia datang bersama teman-temannya dan mengaku terkesan dengan suasana yang begitu berbeda.</p>
<p>"Ternyata ini (Oktoberfest) seru banget. Aku baru pertama kali ikut festival ini, dan ternyata sudah diadakan dari dulu oleh Wisma Jerman di Surabaya," ujarnya antusias.</p>
<p>Sembari menikmati jalannya festival, perempuan dengan panggilan Dela itu menyebut bahwa makanan dan atmosfernya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a91330848.webp" alt=""></p>
<p>"Banyak banget makanan-makanan otentik dari Jerman, dari sosis sampai kue ceri <em>Black Forest</em> (<em>Schwarzwälder Kirschtorte</em>) ada, bahkan saya baru tahu kalau (kue) Black Forest itu asalnya dari Jerman," sebutnya.</p>
<p>"Terus acaranya juga family friendly banget, di area depan itu ada tempat bermain untuk anak, dan hidangannya pun juga beragam," katanya.</p>
<p>Bagi Dela, yang paling berkesan dalam pengalaman pertamanya mengikuti Oktoberfest di Surabaya adalah bagaimana suasana malam itu membuatnya merasa seperti sedang berada di Jerman itu sendiri.</p>
<p>"Vibe (suasana)-nya asik banget, jarang ada yang kayak gini di Surabaya. Harapanku semoga ada terus tiap tahun, biar warga Surabaya tahu kalau ternyata ada sedikit rasa Jerman di sini," ujarnya menutup malam dengan senyum.</p>
<p>Lebih dari sekadar pesta, dalam gelaran ke-10 Oktoberfest 2025 oleh Wisma Jerman, festival tersebut menjadi lebih dari ajang pengenalan budaya, tetapi juga perayaan persahabatan dua bangsa, sebuah malam di mana tawa, musik, dan cita rasa menyatukan perbedaan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Madura Art Forum Perkenalkan Pelukis Madura ke Publik Surabaya lewat Tompengan Sekapeng Duwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/madura-art-forum-perkenalkan-pelukis-madura-ke-publik-surabaya-lewat-tompengan-sekapeng-duwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/madura-art-forum-perkenalkan-pelukis-madura-ke-publik-surabaya-lewat-tompengan-sekapeng-duwa</guid>
<description><![CDATA[ Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” di Galeri Prabangkara menampilkan 60 karya perupa Madura dari berbagai usia, memperkenalkan seni lukis Madura ke publik di luar pulau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbb29f2c6ff.webp" length="22802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 20:17:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Madura Art Forum, Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jatim, Tompengan Sekapeng Duwa, Madura, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Madura dikenal luas dengan kekayaan seni tradisionalnya, mulai dari karapan sapi, batik Madura, hingga seni topeng dan musik tradisional. Namun, Madura ternyata juga memiliki seniman lukis yang tidak kalah kreatif, bahkan banyak dari mereka sudah mendunia.</p>
<p></p>
<p>Hal itu terbukti melalui pameran seni rupa tahunan bertajuk “Tompengan Sekapeng Duwa”, yang digelar di Galeri Prabangkara, Komplek Taman Budaya Jawa Timur. Pameran tersebut bertujuan memperkenalkan karya para pelukis Madura ke publik di luar pulau asal mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Makna Pameran dan Keberagaman Peserta</strong></p>
<p>Koordinator Madura Art Forum, Hendri R Sidik, menjelaskan bahwa "Tompengan" itu ibarat seperti Tumpengan dalam bahasa Jawa, yang artinya tidak hanya soal syukur, tapi juga soal berbagi.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini ibarat tumpengan kedua. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur dan upaya menjaga kerukunan antar perupa Madura" ungkap Hendri, Selasa (30/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbeccaf839.webp" alt=""></p>
<p>Pameran menghadirkan 60 karya dari 45 perupa yang berasal dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Peserta berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak hingga perupa senior berusia 70 tahun.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada batasan dalam pameran ini. Para perupa bebas menampilkan karyanya sesuai gaya masing-masing. Justru keberagaman inilah yang membuat pameran terasa hidup," tambah Hendri.</p>
<p></p>
<p>Madura Art Forum kini memiliki sekitar 50 anggota, beberapa di antaranya bahkan telah menorehkan karya hingga ke Asia dan Eropa. Melalui pameran di luar Madura, mereka berharap eksistensi perupa Madura semakin dikenal luas.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa Madura juga memiliki potensi besar di bidang seni rupa. Harapannya, karya-karya perupa Madura bisa mendapat ruang lebih luas dan diapresiasi oleh masyarakat," pungkas Hendri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbebc52680.webp" alt=""></p>
<p><strong>Peran Taman Budaya</strong></p>
<p>Mewakili Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Bambang Dwi Sumanto, Kepala Seksi Dokumentasi dan Publikasi, menekankan pentingnya pameran Tompengan Sekapeng Duwa sebagai ruang ekspresi dan penguatan ekosistem seni rupa Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini memberi kesempatan bagi seniman untuk menampilkan karya terbaiknya. Ini sinergi dengan komitmen pemerintah mengembangkan seni dan budaya, baik dari aktivitas berkesenian, peningkatan sarana-prasarana, maupun pengembangan sumber daya pelakunya," jelas Bambang.</p>
<p></p>
<p>Bambang menekankan pengembangan seni dan budaya melalui pameran juga dapat menguatkan karakter bangsa, jati diri, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pengembangan itu diharapkan bisa menguatkan basis pengelolaan seni dan budaya dalam rangka membangun karakter bangsa, menguatkan jati diri, dan yang lebih penting lagi meningkatkan perekonomian masyarakat dari pemanfaatan,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbec508978.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga memuji semangat perupa Madura dalam menyelenggarakan pameran ini, baik sebagai komunitas maupun perseorangan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan berkumpulnya beberapa komunitas, itu akan menguntungkan, karena disitu akan terjadi ruang diskusi antara seniman, pelukis, dan masyarakat pengunjung," tambah Bambang.</p>
<p></p>
<p><strong>Seniman Madura di Era Digital</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar fasilitator, pemerintah juga mendorong seniman agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI).</p>
<p></p>
<p>"Kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Seniman harus menyesuaikan diri agar tidak mundur. Justru AI bisa menjadi tantangan untuk melahirkan inovasi baru dalam seni rupa. Pemerintah punya kewajiban untuk mendukung proses adaptasi itu," tegas Bambang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbed3c8efc.webp" alt=""></p>
<p>Bambang menekankan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan, bahkan karya non-tradisi yang terus dikembangkan bisa menjadi tradisi baru.</p>
<p></p>
<p>"Suatu kesenian ada yang namanya tradisi dan ada yang pengembangan non-tradisi. Nah kurun waktu, sekian tahun yang saat itu dikatakan non-tradisi, karena kontinu dilakukan dan diamini bersama, itu akan menjadi tradisi," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” menjadi bukti bahwa Madura tidak hanya kaya dengan seni tradisional, tetapi juga memiliki generasi pelukis yang kreatif dan siap menembus panggung seni nasional bahkan internasional, sambil terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Art Market: Di Balik Indahnya Lukisan, Tersimpan Kisah Perjuangan Seniman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/art-market-di-balik-indahnya-lukisan-tersimpan-kisah-perjuangan-seniman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/art-market-di-balik-indahnya-lukisan-tersimpan-kisah-perjuangan-seniman</guid>
<description><![CDATA[ Di balik indahnya karya seni, pameran Art Market menyingkap kerasnya perjuangan perupa yang harus memutar uang, membeli material, hingga menjual karyanya demi bertahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d799853ca27.webp" length="54404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 15:44:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Art Market, Galeri DKS, Dewan Kesenian Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lukisan seringkali tampil gagah di dinding pameran. Warnanya tegas, bentuknya indah, dan ceritanya menyentuh. Namun di balik setiap goresan, tersimpan perjuangan seniman yang jarang terlihat.</p>
<p>Dibalik kanvas, para seniman terus memutar uang dari hasil penjualan karya untuk membeli cat, kuas, kanvas, hingga kembali memulai proses kreatif yang menguras waktu dan energi. Menjadi perupa bukan hanya perkara estetika, tetapi juga soal bertahan hidup.</p>
<p>Sisi itulah yang ingin diangkat oleh Komunitas Seni Ilustrasinya Idiom dalam pameran bertajuk Art Market yang berlangsung di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Alun-alun Kota Surabaya, sejak 20 September lalu. Puluhan lukisan berjejer rapi, dengan label harga yang terpasang jelas di bawahnya. </p>
<p><strong>Konsep yang Menghapus Kecanggungan</strong></p>
<p>Ketua pelaksana sekaligus wakil ketua komunitas Ilustrasi Idiom, Ridwan SS, menyebut Art Market digelar dengan tujuan simbiosis mutualisme antara penikmat seni dan pelaku seni, khususnya di ranah seni rupa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d7997e20110.webp" alt=""></p>
<p>"Sebelumnya, saya perhatikan masyarakat awam yang ingin mengkoleksi karya pameran secara pribadi itu maju-mundur, karena tidak tahu nominal dan canggung jika ingin bertanya, akhirnya tidak jadi," jelas Ridwan, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Dengan label harga yang tertera disetiap lukisan yang dipamerkan, Ridwan merasa penikmat seni akan lebih berani bertanya, membuat proses interaksi lebih terbuka dan kemungkinan untuk membeli karya meningkat.</p>
<p>"Pengunjung tidak canggung lagi. Mereka bisa langsung menimbang sesuai kemampuan finansialnya tanpa perlu sungkan bertanya ke pelukis," ujarnya.</p>
<p><strong>Sirkulasi Ekonomi Pelaku Seni</strong></p>
<p>Sementara untuk para pelaku seni, Art Market bukan sekadar ruang pamer seperti pameran pada umumnya, melainkan sebuah wadah bagi para seniman untuk menjaga perputaran hidup mereka.</p>
<p>"Art Market memberi ruang bagi pelaku seni untuk bersirkulasi. Dari menjual karya, membeli bahan, sampai kembali berkarya," tambah Ridwan.</p>
<p>Sebanyak 35 pelukis terlibat dalam pameran tersebut, masing-masing membawa hingga tiga karya. Jenisnya pun beragam, dari lukisan pasar (market art) atau "karya sembako" yang mudah dijual hingga lukisan idealis para seniman yang pasarnya lebih sempit.</p>
<p>"Kami membuka akses selebar-lebarnya. Selagi ada ruang, karya tetap kami pasang dan pamerkan," jelas Ridwan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Art Market akan dijadikan agenda tahunan setiap September. Harapannya, pameran seni tidak hanya dinikmati oleh kolektor, tetapi juga masyarakat umum yang juga ingin mengapresiasi, atau bahkan memiliki karya seni.</p>
<p><strong>Seniman Kota Gudeg yang Bawa Kesegaran Alam</strong></p>
<p>Di antara perupa yang terlibat, hadir Samuel Nugroho atau akrab disapa Nugee. Seniman asal Bojonegoro yang kini menetap di Yogyakarta itu baru kembali aktif setelah tujuh tahun vakum karena urusan pekerjaan. Pameran di Surabaya menjadi pengalaman barunya setelah sebelumnya pernah berpameran di Ambarawa dan Jakarta.</p>
<p>"Saya bawa dua karya, lukisan pertama itu burung Makau, judulnya Pesona Sayap Tropis. Yang kedua harimau berenang, berjudul Ketenangan Sang Raja,” ungkap Nugee.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d79999ec2ac.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya menjelaskan bahwa alasan dirinya membawa dua lukisan bertemakan alam adalah sebagai representasi pengalaman segar ketika pertama kali berpameran di Kota Pahlawan.</p>
<p>"Pengalaman pertama ini rasanya segar dan fresh gitu, makanya saya bawa lukisan yang hijau-hijau dan segar juga," katanya.</p>
<p>Salah satu karyanya, yakni 'Ketenangan Raja' adalah karya realis itu dibuat dengan cat akrilik di atas kanvas berukuran 60x80 sentimeter. Lukisan yang pembuatannya memakan waktu empat sampai lima hari tersebut ia banderol seharga Rp3 juta.</p>
<p>"Iya lebih malah 200 ribu dari yang burung makau, karena saya lebih suka dan proses pembuatannya lebih susah," beber Nugee.</p>
<p><strong>Hangatnya Sambutan Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Nugee mengatakan bahwa dirinya bisa mengetahui pameran Art Market dari ajakan temannya yang mendapat selebaran. Namun, saat akan berangkat, temannya berhalangan hadir hingga dirinya berangkat sendiri ke Surabaya.</p>
<p>Kendati demikian, Nugee justru menemukan kehangatan dari komunitas seniman di Surabaya yang diluar ekspektasinya. Dirinya menyebut bahwa para seniman senior di Kota Pahlawan sangat ayom dan guyub.</p>
<p>"Ketemu sekali langsung jadi saudara. Mungkin itu kalimat yang bisa menggambarkan sambutan para rekan seniman di Kota Surabaya,” ucapnya.</p>
<p>Nugee berharap, komunitas Ilustrasi Idiom bisa terus berkembang dan membentuk pasar seni tetap di Surabaya dan sekitarnya. Lebih jauh, ia ingin semua karya yang digelar di Art Market kali ini menemukan pemilik barunya.</p>
<p>"Harapannya tentu semua lukisan di sini nggak ada yang pulang alias laku semua," pungkas Nugee.</p>
<p>Pameran Art Market bukan sekadar ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga cermin dari keteguhan hati para seniman dalam menjaga api kreativitas di tengah kerasnya kehidupan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ultah ke&amp;27, Google Tampilkan Doodle Klasik Tahun 1998</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ultahke-27-google-tampilkan-doodle-klasik-tahun-1998</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ultahke-27-google-tampilkan-doodle-klasik-tahun-1998</guid>
<description><![CDATA[ Google sebenarnya resmi berdiri pada 4 September 1998. Namun, sejak awal 2000-an, perusahaan memilih 27 September sebagai hari ulang tahunnya karena bertepatan dengan momen penggunaan doodle pertama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d78b739773b.webp" length="7300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 12:09:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Google merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada hari ini, Sabtu (27/9/2025), dengan menampilkan doodle spesial berupa logo pertamanya yang dirilis pada 1998.</p>
<p>Doodle yang muncul di halaman utama mesin pencari itu menghadirkan nuansa nostalgia, mengingatkan kembali pada awal mula Google berdiri.</p>
<p>"Google merayakan ulang tahunnya yang ke-27 dengan menghadirkan doodle spesial berupa logo pertama perusahaan yang dibuat pada 1998. Doodle tersebut menjadi bentuk nostalgia perjalanan Google sejak awal berdiri sebagai proyek riset di sebuah garasi hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia," tulis pihak Google.</p>
<p>Google sebenarnya resmi berdiri pada 4 September 1998. Namun, sejak awal 2000-an, perusahaan memilih 27 September sebagai hari ulang tahunnya karena bertepatan dengan momen penggunaan doodle pertama.</p>
<p>Sejak itu, tanggal ini menjadi simbol perayaan pertumbuhan Google dari startup kecil menjadi raksasa teknologi dunia.</p>
<p>Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin di Menlo Park, California, sebagai proyek riset mahasiswa Stanford University. Misi utamanya adalah mengorganisasi informasi dunia agar dapat diakses dan bermanfaat secara universal.</p>
<p>Seiring waktu, Google berkembang menjadi perusahaan global di bawah naungan Alphabet Inc dengan lini bisnis yang meliputi periklanan digital, YouTube, Android, komputasi awan, perangkat elektronik, hingga kecerdasan buatan (AI).</p>
<p>“Ulang tahun ini menjadi pengingat bahwa momen besar bisa lahir dari tempat yang sederhana,” tulis Google.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan CEO Sundar Pichai, Google terus berinovasi dalam bidang komputasi kuantum, e-commerce, hingga machine learning.</p>
<p><strong>Perjalanan Doodle<br></strong><br>Doodle Google pertama kali muncul pada 1998 saat para pendirinya menambahkan ikon stick figure untuk menandai festival Burning Man.</p>
<p>Sejak itu, doodle berkembang menjadi animasi, permainan interaktif, hingga karya seni regional yang merayakan tokoh, peristiwa penting, dan momen budaya dunia.</p>
<p>Doodle ulang tahun kali ini menampilkan logo klasik Google, mengajak pengguna bernostalgia sekaligus mengapresiasi perjalanan panjang perusahaan. </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Dekade, Oktoberfest ke&amp;10 Wisma Jerman Siap Digelar 3 Oktober di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-oktoberfest-ke-10-wisma-jerman-siap-digelar-3-oktober-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-oktoberfest-ke-10-wisma-jerman-siap-digelar-3-oktober-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Oktoberfest Wisma Jerman 2025 rayakan satu dekade sekaligus Hari Persatuan Jerman, hadirkan budaya Bavaria autentik lengkap musik, kuliner khas, dan nuansa kebersamaan Indonesia–Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6942b2b621.webp" length="61394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 21:42:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Oktoberfest, Oktoberfest 2025, Jerman, Bavaria, Munich, DoubleTree Hotel by Hilton, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Surabaya bersiap menyambut kemeriahan Oktoberfest yang digelar Wisma Jerman pada 3 Oktober 2025 mendatang. Tahun ini, Oktoberfest akan berlangsung di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya.</p>
<p>Oktoberfest 2025 menjadi momen istimewa karena perayaan bukan hanya menandai satu dekade penyelenggaraan Oktoberfest di Surabaya, tetapi juga bertepatan dengan Hari Penyatuan Jerman (<em>Day of German Unity</em>) yang dirayakan setiap 3 Oktober. </p>
<p>Dua momentum itu menjadikan Oktoberfest kali ini terasa lebih bermakna, tak hanya hadir sebagai pesta budaya semata, melainkan juga menjadi perayaan kebersamaan antara Indonesia dan Jerman.</p>
<p><strong>Dari Pernikahan Kerajaan Hingga Festival Dunia</strong></p>
<p>Oktoberfest sendiri sebenarnya memiliki sejarah yang panjang sebelum menjadi festival tahunan yang mendunia. Direktur Pelaksana Wisma Jerman, Mike Neuber, menceritakan bahwa festival itu berawal dari pernikahan kerajaan di München lebih dari dua abad lalu, tepatnya tahun 1810.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d694267335d.webp" alt=""></p>
<p>"Oktoberfest pertama kali digelar untuk merayakan pernikahan Putra Mahkota Ludwig dengan Therese von Sachsen-Hildburghausen," tutur Mike pada konferensi pers Oktoberfest Wisma Jerman 2025 di Double Tree Hotel by Hilton, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>"Pada saat itu digelarlah balapan kuda besar sebagai wujud perayaan pernikahan mereka, lalu lama-kelamaan berkembang jadi festival rakyat yang kini dikenal banyak orang," imbuh Mike.</p>
<p>Dari waktu ke waktu, balapan kuda pun ditinggalkan, tetapi bagian pesta bir, hiburan, dan permainan rakyat justru berkembang semakin besar. Kini, Oktoberfest modern identik dengan tenda-tenda bir raksasa yang setiap tahunnya menarik jutaan pengunjung ke München.</p>
<p><strong>Oktoberfest di Surabaya</strong></p>
<p>Semangat yang sama dihadirkan Wisma Jerman di Surabaya sejak 2011. Meski sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi, Oktoberfest tetap menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu. </p>
<p>Kali ini, Oktoberfest di Surabaya akan berlangsung di venue yang baru, yakni di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya, mulai pukul 19.00 WIB.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d6941b2491d.webp" alt=""></p>
<p>"Karena festival tahun ini bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman, jadi nuansanya akan penuh makna persahabatan dan perayaan bersama," tambah Mike.</p>
<p>Oktoberfest 2025 akan menghadirkan band asal Jerman, Night Lilies, yang siap memeriahkan panggung dengan musik khas Bavaria. Setelah itu, penampilan penuh energi dari DJ Gatra akan menutup malam dengan semarak.</p>
<p>Tak ketinggalan, buffet istimewa bertema Jerman akan menyajikan hidangan klasik seperti pork knuckles, Leberkäse, Spätzle, sausages, pretzels hingga aneka kudapan khas lainnya, lengkap dengan free flow minuman Oktoberfest.</p>
<p>Harga tiket dibanderol Rp700.000 per orang. Untuk rombongan minimal 10 orang, harga menjadi Rp650.000 per orang, sementara tiket anak-anak Rp300.000. Untuk informasi pembelian bisa dilihat melalui laman Instagram resmi dari Wisma Jerman.</p>
<p><strong>Bangga Jadi Tuan Rumah</strong></p>
<p><em>General Manager</em> DoubleTree by Hilton Surabaya, Shane Ingram, menyampaikan rasa bangga bisa menjadi bagian dari Oktoberfest yang begitu bersejarah tahun ini.</p>
<p>"Kami sangat bangga menjadi tuan rumah Oktoberfest 2025 bersama Wisma Jerman. Ini adalah momen satu dekade yang spesial," ucal Ingram dalam keterangannya.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi dengan Wisma Jerman sejalan dengan komitmen DoubleTree untuk terus menghadirkan acara internasional berkelas di Surabaya.</p>
<p><strong>Sentuhan Bavaria di Kota Pahlawan</strong></p>
<p><em>Marketing Communication Manager</em> DoubleTree by Hilton Surabaya, Fanidia Larasati, yang hadir dalam konferensi pers Oktoberfest 2025 menjelaskan persiapan khusus yang dilakukan, terutama dalam menciptakan nuansa Bavaria yang kental.</p>
<p>"Dekorasi akan didominasi warna biru–putih, warna identik Bavaria. Itu berasal dari bendera resmi Bavaria yang sudah lama menjadi simbol tradisi," kata Fanidia.</p>
<p>Ia menambahkan, bukan hanya dekorasi, tetapi juga kostum, pernak-pernik, hingga penyajian makanan semuanya dirancang untuk membawa pengunjung seolah hadir langsung di München.</p>
<p>"Untuk makanan, kita siapkan menu klasik Oktoberfest seperti pork knuckles, Leberkäse, Spätzle, sausages, pretzels. Itu memang tantangan, tapi tim chef kami sudah menyiapkan yang terbaik untuk hari H," ujarnya.</p>
<p>Dengan sejarah panjang dan persiapan matang, Oktoberfest Wisma Jerman 2025 di Surabaya dipastikan akan menjadi pesta budaya sekaligus perayaan persahabatan Indonesia–Jerman yang tak terlupakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paramount Pictures Tegas Tolak Gerakan Boikot Industri Film Israel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paramount-pictures-tegas-tolak-gerakan-boikot-industri-film-israel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paramount-pictures-tegas-tolak-gerakan-boikot-industri-film-israel</guid>
<description><![CDATA[ Paramount Pictures menolak gerakan boikot perfilman Israel yang digaungkan ribuan tokoh industri film dunia. Studio raksasa Hollywood itu menilai boikot tidak akan membawa perdamaian, melainkan membatasi kebebasan berkarya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d3f15a5a7bc.webp" length="20330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 19:29:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Paramount Pictures, boikot film Israel, industri film Hollywood, Film Workers for Palestine, Melissa Zukerman, perfilman dunia, petisi boikot, sineas internasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="202" data-end="507"><strong>CALIFORNIA, SJP</strong> – Paramount Pictures menegaskan sikapnya menolak gerakan boikot terhadap industri film Israel. Pernyataan resmi itu dirilis setelah lebih dari 3.900 tokoh industri perfilman dunia menandatangani petisi yang menyerukan penghentian kerja sama dengan institusi film Israel.</p>
<p data-start="509" data-end="799">“Kami tidak setuju dengan upaya terbaru untuk memboikot sineas Israel. Membungkam seniman kreatif berdasarkan kewarganegaraan mereka tidak akan meningkatkan pemahaman atau memajukan perdamaian,” ujar Kepala Komunikasi Paramount, Melissa Zukerman, dikutip dari <em data-start="769" data-end="778">Variety</em>, Rabu (24/9/2025).</p>
<p data-start="801" data-end="1215">Paramount menegaskan, alih-alih boikot, dunia hiburan justru harus mendorong para seniman agar bisa membagikan kisah mereka kepada audiens global.</p>
<p data-start="801" data-end="1215">“Industri hiburan global seharusnya mendorong para seniman untuk menceritakan kisah mereka dan berbagi ide dengan penonton di seluruh dunia. Kita membutuhkan lebih banyak keterlibatan dan komunikasi, bukan justru menjadi lebih sedikit,” lanjut pernyataan resmi itu.</p>
<p data-start="1217" data-end="1500">Dengan pernyataan tersebut, Paramount menjadi studio produksi besar pertama di Hollywood yang secara terbuka menentang boikot perfilman Israel. Studio raksasa itu menilai kekuatan cerita lebih berperan dalam menciptakan ruang pemahaman ketimbang aksi pemutusan hubungan kerja sama.</p>
<p data-start="1502" data-end="1775">Petisi boikot terhadap sineas Israel sebelumnya dirilis pada Senin (22/9/2025) oleh organisasi Film Workers for Palestine. Petisi itu ditandatangani lebih dari 3.900 tokoh perfilman dunia, termasuk pemenang penghargaan bergengsi Oscar, BAFTA, Emmy, hingga Palme d’Or.</p>
<p data-start="1777" data-end="2178">Beberapa sineas dan aktor ternama masuk dalam daftar penandatangan, seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Adam McKay, Joshua Oppenheimer, Olivia Colman, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Tilda Swinton, Javier Bardem, Emma Stone, hingga Lily Gladstone. Mereka menegaskan penolakannya bekerja sama dengan institusi Israel yang dianggap terlibat dalam praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.<strong> (**)</strong></p>
<p data-start="1777" data-end="2178"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1777" data-end="2178"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lirik Lagu Try dari Pink Beserta Terjemahannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lirik-lagu-try-dari-pink-beserta-terjemahannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lirik-lagu-try-dari-pink-beserta-terjemahannya</guid>
<description><![CDATA[ Lirik lagu Try dari Pink beserta terjemahannya. Lagu ini menyampaikan pesan kuat tentang keberanian menghadapi kegagalan, pentingnya optimisme, dan terus mencoba meski pernah jatuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a543efb88.webp" length="11388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 14:59:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>lirik lagu Try Pink, terjemahan lirik Try, arti lagu Try Pink, Pink The Truth About Love, lirik lagu Pink lengkap</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="422" data-end="712"><strong data-start="422" data-end="451">JAKARTA, SJP</strong> – <em data-start="454" data-end="459">Try</em> merupakan salah satu lagu populer yang dibawakan oleh penyanyi asal Amerika Serikat, Alecia Beth Moore-Hart atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Pink. Lagu ini masuk dalam album keenamnya, <em data-start="657" data-end="679">The Truth About Love</em>, yang resmi dirilis pada 2012.</p>
<p data-start="714" data-end="933">Mengusung tema ketahanan, keberanian, dan penerimaan diri, <em data-start="773" data-end="778">Try</em> menjadi salah satu karya Pink yang sarat makna. Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang menghadapi luka dan kekecewaan, khususnya dalam kisah cinta.</p>
<p data-start="935" data-end="1187">Pesan utama lagu <em data-start="952" data-end="957">Try</em> menekankan pentingnya untuk tidak menyerah meskipun harus menanggung rasa sakit. Frasa ikonik <em data-start="1052" data-end="1093">“You've gotta get up and try, try, try”</em> mengajak pendengar agar terus bangkit, mencoba lagi, dan tidak berhenti meski pernah gagal.</p>
<p data-start="1189" data-end="1402">Secara keseluruhan, lagu ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang optimisme dan keberanian untuk menghadapi kesulitan hidup. Setiap usaha dianggap sebagai langkah menuju pertumbuhan dan pemulihan diri.</p>
<p data-start="1404" data-end="1463">Berikut lirik lagu <em data-start="1423" data-end="1428">Try</em> dari Pink beserta terjemahannya:</p>
<p data-start="1404" data-end="1463"><strong>Lirik Lagu <em data-start="1255" data-end="1260">Try</em> dari Pink</strong></p>
<p data-start="1274" data-end="1395">Ever wonder 'bout what he's doin'?<br data-start="1308" data-end="1311">How it all turned to lies?<br data-start="1337" data-end="1340">Sometimes I think that it's better<br data-start="1374" data-end="1377">To never ask why</p>
<p data-start="1397" data-end="1667">Where there is desire, there is gonna be a flame<br data-start="1445" data-end="1448">Where there is a flame, someone's bound to get burned<br data-start="1501" data-end="1504">But just because it burns doesn't mean you're gonna die<br data-start="1559" data-end="1562">You've gotta get up and try, try, try<br data-start="1599" data-end="1602">Gotta get up and try, try, try<br data-start="1632" data-end="1635">Gotta get up and try, try, try</p>
<p data-start="1669" data-end="1800">Funny how the heart can be deceiving<br data-start="1705" data-end="1708">More than just a couple times<br data-start="1737" data-end="1740">Why do we fall in love so easy<br data-start="1770" data-end="1773">Even when it's not right?</p>
<p data-start="1802" data-end="2079">Where there is desire, there is gonna be a flame<br data-start="1850" data-end="1853">Where there is a flame, someone's bound to get burned<br data-start="1906" data-end="1909">But just because it burns doesn't mean you're gonna die<br data-start="1964" data-end="1967">You've gotta get up and try, try, try<br data-start="2004" data-end="2007">Gotta get up and try, try, try<br data-start="2037" data-end="2040">You've gotta get up and try, try, try</p>
<p data-start="2081" data-end="2270">Ever worry that it might be ruined<br data-start="2115" data-end="2118">And does it make you wanna cry?<br data-start="2149" data-end="2152">When you're out there doing what you're doing<br data-start="2197" data-end="2200">Are you just getting by?<br data-start="2224" data-end="2227">Tell me, are you just getting by, by, by?</p>
<p data-start="2272" data-end="2549">Where there is desire, there is gonna be a flame<br data-start="2320" data-end="2323">Where there is a flame, someone's bound to get burned<br data-start="2376" data-end="2379">But just because it burns doesn't mean you're gonna die<br data-start="2434" data-end="2437">You've gotta get up and try, try, try<br data-start="2474" data-end="2477">Gotta get up and try, try, try<br data-start="2507" data-end="2510">You've gotta get up and try, try, try</p>
<p data-start="2551" data-end="2762">Gotta get up and try, try, try<br data-start="2581" data-end="2584">Gotta get up and try, try, try<br data-start="2614" data-end="2617">You've gotta get up and try, try, try<br data-start="2654" data-end="2657">Gotta get up and try, try, try<br data-start="2687" data-end="2690">You've gotta get up and try, try, try<br data-start="2727" data-end="2730">Gotta get up and try, try, try</p>
<p data-start="2551" data-end="2762"><strong>Terjemahan Lirik Lagu <em data-start="2794" data-end="2799">Try</em> dari Pink</strong></p>
<p data-start="2813" data-end="3002">Pernahkah kamu bertanya-tanya tentang apa yang dia lakukan?<br data-start="2872" data-end="2875">Bagaimana semuanya berubah menjadi kebohongan?<br data-start="2921" data-end="2924">Kadang-kadang aku berpikir bahwa lebih baik<br data-start="2967" data-end="2970">Untuk tidak mengetahui apa-apa</p>
<p data-start="3004" data-end="3299">Di mana ada keinginan, akan ada api<br data-start="3039" data-end="3042">Di mana ada api, seseorang pasti akan terbakar<br data-start="3088" data-end="3091">Tetapi hanya karena terbakar bukan berarti kamu akan mati<br data-start="3148" data-end="3151">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="3198" data-end="3201">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="3243" data-end="3246">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba, mencoba</p>
<p data-start="3301" data-end="3450">Sungguh lucu bagaimana hati bisa menipu<br data-start="3340" data-end="3343">Lebih dari sekedar beberapa kali<br data-start="3375" data-end="3378">Mengapa kita begitu mudah jatuh cinta<br data-start="3415" data-end="3418">Bahkan ketika itu tidak benar?</p>
<p data-start="3452" data-end="3745">Di mana ada keinginan, di situ akan ada api<br data-start="3495" data-end="3498">Di mana ada api, pasti ada yang terbakar<br data-start="3538" data-end="3541">Tetapi hanya karena terbakar bukan berarti kamu akan mati<br data-start="3598" data-end="3601">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="3648" data-end="3651">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="3693" data-end="3696">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba</p>
<p data-start="3747" data-end="3982">Terkadang aku takut semua hal akan hancur<br data-start="3788" data-end="3791">Apakah itu membuatmu ingin menangis?<br data-start="3827" data-end="3830">Ketika kamu berada di luar sana melakukan apa yang kamu lakukan<br data-start="3893" data-end="3896">Apakah kamu puas?<br data-start="3913" data-end="3916">Katakan padaku, apakah kamu puas dengan hasil jerih payahmu itu?</p>
<p data-start="3984" data-end="4282">Di mana ada keinginan, di situ akan ada api<br data-start="4027" data-end="4030">Di mana ada api, seseorang pasti akan terbakar<br data-start="4076" data-end="4079">Tetapi hanya karena terbakar bukan berarti kau akan mati<br data-start="4135" data-end="4138">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4185" data-end="4188">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4230" data-end="4233">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba</p>
<p data-start="4284" data-end="4563">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4326" data-end="4329">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4371" data-end="4374">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4421" data-end="4424">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4466" data-end="4469">Kamu harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba<br data-start="4516" data-end="4519">Harus bangun dan mencoba, mencoba, mencoba (**)</p>
<p data-start="4284" data-end="4563"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="4284" data-end="4563"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>YKAI Jatim Gelar Pameran Lukisan Anak, Alun&amp;alun Surabaya Disulap Jadi Ruang Ekspresi Pelukis Cilik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ykai-jatim-gelar-pameran-lukisan-anak-alun-alun-surabaya-disulap-jadi-ruang-ekspresi-pelukis-cilik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ykai-jatim-gelar-pameran-lukisan-anak-alun-alun-surabaya-disulap-jadi-ruang-ekspresi-pelukis-cilik</guid>
<description><![CDATA[ Alun-alun Surabaya mendadak berwarna, dipenuhi balon dan keceriaan anak-anak, saat 25 pelukis cilik termasuk anak istimewa memamerkan karya di Galeri Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a4796d870.webp" length="51056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:11:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Yayasan Kesejahteraan Anal Indonesia Provinsi Jawa Timur, YKAI Jatim, YKAI, Alun-alun Surabaya, Galeri Merah Putih, Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Suasana Alun-alun Kota Surabaya terasa berbeda sejak akhir pekan. Area disekitar Galeri Merah Putih dipenuhi balon warna-warni, keceriaan anak-anak, dan nuansa meriah yang tidak biasanya. </p>
<p>Rupanya, ada pameran bertajuk “Pameran Lukisan Anak: Terimakasih Ayah dan Bunda” yang digelar oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Provinsi Jawa Timur (YKAI Jatim) sejak 20 hingga 25 September 2025.</p>
<p>Fera Hadriyanti, panitia penyelenggara, menyebut kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus sarana mendekatkan masyarakat pada karya seni.</p>
<p>"Pameran ini diikuti 25 pelukis cilik, termasuk anak-anak istimewa. Kami ingin masyarakat lebih menghargai kreativitas anak bangsa," ujar Fera, Selasa (23/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2a4760d00d.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya juga menuturkan bahwa kreatifitas anak harus didukung sejak dini. Ragam potensi seperti piawai dalam menari, pandai berbicara di depan umum, ada pula yang menemukan dunianya lewat sapuan kuas seperti yang dilihat dalam 'Pameran Lukisan Anak: Terimakasih Ayah dan Bunda'.</p>
<p>Melalui gelaran pameran tersebut, YKAI Jatim ingin orang tua juga turut hadir bukan sekadar sebagai pengasuh, melainkan teman yang mendukung setiap potensi anaknya.</p>
<p>"Kalau orang tua sering mengajak anak ke pameran seni, bahkan sekadar menjadi pengunjung saja, itu sudah bisa memancing potensi seni dari anak itu," tambahnya.</p>
<p>Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Ketua Umum YKAI Jawa Timur, Satiti Kuntari. Menurutnya, pameran ini adalah bagian dari visi besar YKAI untuk mempersiapkan generasi yang handal dan berkualitas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2a46b0d315.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menciptakan lingkungan yang memberi peluang, dukungan, dan perlindungan bagi anak-anak untuk berkembang, baik jasmani maupun rohani," katanya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu peserta pameran, Fatimah Hasna Asseggaf, terlihat antusias menceritakan karya lukisannya yang diikutkan dalam pameran tersebut dengan tajuk<em> "Deep Forest".</em></p>
<p>"Iya, yang hadi inspirasi lukisanku itu hutan lebat dengan pepohonan raksasa dan suara gemuruh air dari kejauhan," ungkap Fatimah.</p>
<p>Kehadiran pameran lukisan anak oleh YKAI Jatim di Kota Pahlawan menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki cara unik untuk mengekspresikan dirinya. Melalui warna, bentuk, dan imajinasi, mereka sedang belajar menapaki masa depan dengan percaya diri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Gig on the Green 2025: Musik, Kuliner, dan Persahabatan Lintas Negara Warnai Reuni Alumni Australia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-gig-on-the-green-2025-musik-kuliner-dan-persahabatan-lintas-negara-warnai-reuni-alumni-australia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-gig-on-the-green-2025-musik-kuliner-dan-persahabatan-lintas-negara-warnai-reuni-alumni-australia</guid>
<description><![CDATA[ Asap BBQ bercampur denting gitar dan tawa alumni, menjadikan Gig on the Green 2025 bukan sekadar festival, tapi reuni hangat para alumni Australia di Jawa Timur yang meneguhkan persahabatan Indonesia–Australia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d006cd1fa23.webp" length="65996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 23:23:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Australia, Konjen Australia Surabaya, GoG, Gig on The Green, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>"Alumni Australia di Jawa Timur merupakan bagian dari komunitas yang dinamis, yang pengalamannya di Australia memberikan kontribusi terhadap hubungan antar masyarakat yang kuat antara kedua negara," begitu ungkap Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, dalam festival tahunan <em>Gig on the Green</em> (GoG).</p>
<p><strong>Reuni dengan Cita Rasa Negeri Kanguru</strong></p>
<p>Untuk kedua kalinya, GoG digelar di Rustic Market Gunung Sari, menjadi ruang pertemuan alumni Australia dari seluruh Jawa Timur. Sekitar 300 orang alumni dan sahabat larut dalam suasana penuh tawa dan cerita.</p>
<p>Acara tersebut juga dirancang sebagai penyambutan bagi para alumni yang baru kembali dari studi di Australia, sembari merayakan prestasi mereka dan mempererat jejaring komunitas.</p>
<p>Di panggung utama, tampil penyanyi yang merupakan salah satu alumni Australia yakni Maseta, band lokal Alderamin, dan penyanyi asal Australia Neptune tampil mengiringi jalannya acara dan menemani peserta yang bertegur sapa di bawah cahaya lampu estetik. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006d6112d5.webp" alt=""></p>
<p>Bukan hanya telinga yang dimanjakan. Lidah pun diajak berkeliling lewat deretan kuliner yang dibawa langsung oleh para alumni. Ada BBQ ala Australia, Fish and Chips dari Garasi Ergo, Lamington dan cupcake dari Cocoro Café, kopi dari Kopi Tuku, hingga sajian roti dan pastry dari Barby’s Bakery serta Farine Pastry.</p>
<p><strong>Apresiasi dan Harapan kepada Alumni</strong></p>
<p>Di balik kemeriahan acara tersebut, Konjen Australia untuk Surabaya, Glen memberikan apresiasi kepada para alumni Australia di Jawa Timur, menurutnya Alumni merupakan bagian dari komunitas yang dinamis dan berdampak.</p>
<p>"Pengalamannya (para Alumni) di Australia mampu memberikan kontribusi terhadap hubungan antar masyarakat yang kuat antara kedua negara," kata Glen, Minggu (21/9/2025).</p>
<p>Dirinya juga membawa kabar penting mengenai kebijakan baru pemerintah Australia di bidang pendidikan. Glen membeberkan bahwa satu bulan uang lalu, pemerintah Australia telah menambah jumlah visa khusu mahasiswa Asia Tenggara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006c869715.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi ada 25 ribu visa khusus mahasiswa Asia Tenggara termasuk Indonesia per tahun. Tujuannya tentu pemerintah Australia ingin menarik lebih banyak mahasiswa Indonesia kuliah di Australia," jelas Glen</p>
<p>Karena itu, Glen berharap pertemuan seperti GoG tidak hanya jadi ruang nostalgia, tetapi juga inspirasi bagi generasi berikutnya.</p>
<p>"Saya harap alumni ini bisa 'membujuk' anak lain untuk melanjutkan pendidikan atay berkuliah di Australia," ucapnya dengan canda.</p>
<p>Perihal persyaratan, Glen tidak menyebut secara detail dan rinci karena setiap instansi memiliki kriteria yang berbeda-beda. Namun Glen memastikan bahwa syarat wajib untuk mengambil studi di Australia adalah sertifikasi bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d008fb4058c.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi IELTS-nya nilainya 6 atau 6,5. Selain itu, calon mahasiswa juga harus mengetahui tujuan belajar sebelum pergi belajar ke Australia. Sehingga, nantinya para lulusan dapat membuat kontribusi yang nyata untuk Indonesia," tandasnya.</p>
<p><strong>Menyapa Indonesia dengan Musik</strong></p>
<p>Di antara penampil malam itu, musisi asal Australia Neptune menjadi salah satu bintang yang ditunggu. Dengan nama asli Luca, ia mengaku sangat terkesan bisa hadir di Surabaya untuk pertama kalinya.</p>
<p>"Saya senang dengan cara saya disambut di Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Surabaya. Saya sangat menanti-nantikan untuk bermain di sini malam ini dan semoga pengunjung bisa menikmati," ucapnya.</p>
<p>Neptune mengungkapkan bahwa dirinya membawakan lagu-lagu ciptaannya sendiri, hasil perjalanan musik yang telah ia kerjakan selama empat hingga lima tahun terakhir.</p>
<p>"Saya akan melakukannya dengan lagu-lagu yang telah saya tulis sendiri. Untuk bisa membawa lagu-lagu ini ke negara baru adalah sesuatu yang saya sangat menanti-nantikan," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006db06cab.webp" alt=""></p>
<p>"Lagu saya selalu terinspirasi dengan tempat seperti ini, dan mengalami budaya baru. Saya sangat mencintai orang-orang. Mungkin di masa depan saya akan menulis lagu tentang Indonesia," imbuhnya sambil tersenyum.</p>
<p>Perjalanannya di dunia musik pun tak lepas dari latar belakang keluarga. Ia tumbuh di Sydney dalam lingkungan yang dekat dengan musik, lalu jatuh cinta pada gitar, hingga akhirnya rutin menulis lagu dan tampil di atas panggung.</p>
<p>"Saya dilahirkan dalam keluarga yang sangat musikal, dan musik selalu merupakan bagian besar dari hidup saya. Dari menulis lagu hingga persembahan pertama saya, saya tiba-tiba mencintai perjalanan itu, dan itu sangat luar biasa untuk saya terlibat dalam," ucap Neptune.</p>
<p>Lebih dari sekadar festival, Gig on the Green 2025 menjadi ruang nostalgia sekaligus jembatan baru bagi alumni Australia di Jawa Timur. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006c4d0155.webp" alt=""></p>
<p>Dengan musik, kuliner, dan cerita yang dibawa pulang dari Negeri Kanguru, momen ini menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat Indonesia–Australia bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga persahabatan yang terus hidup di tengah kebersamaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UM Surabaya Lukis Pesan Damai di Hari Perdamaian Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-um-surabaya-lukis-pesan-damai-di-hari-perdamaian-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-um-surabaya-lukis-pesan-damai-di-hari-perdamaian-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan mahasiswa baru UM Surabaya melukis di “The Wall of Peace,” menegaskan pilihan generasi muda merawat kehidupan dengan damai di tengah dunia yang masih dipenuhi konflik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d007fd9acea.webp" length="53792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 22:18:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Muhamadiyah Surabaya, UM Surabaya, Perang, Hari Perdamaian Dunia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah dentuman senjata yang masih terdengar di banyak belahan dunia, sekelompok anak muda di Surabaya memilih melawan gambaran kelam itu, bukan membalasnya dengan senjata, tapi dengan kuas dan warna yang mereka angkat.</p>
<p></p>
<p><strong>Hari Perdamaian Dunia</strong></p>
<p>Kegiatan tersebut bertepatan dengan International Day of Peace, atau Hari Perdamaian Internasional dunia yang jatuh setiap 21 September. </p>
<p></p>
<p>Peringatan itu pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1981, dengan tujuan menghentikan kekerasan setidaknya sehari dalam setahun dan memberi ruang bagi refleksi tentang arti damai. </p>
<p></p>
<p>Dua dekade kemudian, tepatnya pada 2001, PBB mengesahkan resolusi yang menegaskan tanggal 21 September sebagai hari non-kekerasan dan gencatan senjata secara global.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, peperangan masih terjadi di beberapa negara, mulai dari Palestina–Israel, Ukraina–Rusia, hingga Pakistan–India, berbagai belahan dunia masih diselimuti suara ledakan dan tangisan.</p>
<p></p>
<p><em><strong>The Wall of Peace</strong></em></p>
<p>Di tengah realitas getir itu, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya memilih cara berbeda untuk merayakan Hari Perdamaian Dunia. Mereka melukis pesan damai di sebuah dinding besar yang diberi nama <em>The Wall of Peace.</em></p>
<p></p>
<p>M. Febriyanto Firman Wijaya, perwakilan pelaksana mengungkapkan bahwa aksi simbolik tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda tak ingin hidup di bawah bayang-bayang kekerasan. </p>
<p></p>
<p>"<em>The Wall of Peace</em> adalah simbol bahwa ribuan mahasiswa baru memilih merawat kehidupan dengan perdamaian, bukan pertikaian di tengah konflik di belahan dunia yang terjadi,” ujar Febriyanto, Minggu (21/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Febriyanto menekankan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan. Lebih jauh, aksi melukis bersama tersebut adalah bentuk pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai damai sejak dini kepada mahasiswa baru.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk menyalurkan ide kreatif mereka. </p>
<p></p>
<p>"Mereka diberikan kebebasan dengan kelompok untuk memvisualisasikan pesan-pesan perdamaian sesuai isu yang sudah diberikan," jelas Febriyanto.</p>
<p></p>
<p>Setiap coretan di dinding itu menjadi simbol suara muda yang menolak perang. Harapannya, pesan yang digaungkan tak berhenti sebagai lukisan semata, tetapi mewujud menjadi gerakan nyata di masyarakat. </p>
<p></p>
<p>"Inilah bukti bahwa generasi muda punya keberanian untuk menyuarakan damai, meski dunia kerap bising dengan kekerasan. Menandai komitmen bahwa perdamaian harus diperjuangkan bersama," pungkas Febriyanto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wisma Jerman Kembali Gelar German&amp;Swiss Higher Education Fair 2025 di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wisma-jerman-kembali-gelar-german-swiss-higher-education-fair-2025-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wisma-jerman-kembali-gelar-german-swiss-higher-education-fair-2025-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 400 ribu mahasiswa asing menempuh studi di Jerman, tren yang terus meningkat ini menjadi magnet kuat bagi masyarakat Surabaya mencari peluang pendidikan lewat GSHEF 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d006a9cb274.webp" length="42352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 21:36:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, GSHEF, GSHEF 2025, German-Swiss Higher Education Fair, Jerman, Ausbildung, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Saat ini terdapat lebih dari 400 ribu mahasiswa asing yang menempuh studi di Jerman. Angka tersebut menjadi bukti keterbukaan Negeri Panzer terhadap pelajar internasional, sekaligus pendorong meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap informasi pendidikan di Jerman dan Swiss.</p>
<p></p>
<p><strong>Ajang Informasi Pendidikan Internasional</strong></p>
<p>Berkenaan dengan hal tersebut, Wisma Jerman kembali menghadirkan <em>German-Swiss Higher Education Fair</em> (GSHEF) 2025 di GF Level, Artotel TS, Suites Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Acara tahunan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menggali peluang studi maupun program pelatihan kejuruan (<em>Ausbildung</em>) di Jerman dan Swiss.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat Surabaya agar bisa mendapatkan informasi tentang pendidikan di Jerman dan Swiss," ujar Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman saat dikonfirmasi pada Minggu (21/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006bfcb6a1.webp" alt=""></p>
<p><strong>Partisipasi Universitas Ternama</strong></p>
<p>GSHEF tahun 2025 melibatkan 12 institusi pendidikan dan lembaga pendukung, termasuk Wisma Jerman, DAAD, Goethe-Institut, dan Yayasan Indonesia Jerman. Sejumlah universitas Jerman turut hadir secara daring, di antaranya:</p>
<ul>
<li>University of Cologne</li>
<li>Leibniz University Hannover</li>
<li>Deggendorf Institute of Technology</li>
<li>Furtwangen University</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Kali ini ada empat universitas yang berpartisipasi secara online dan dua di antaranya termasuk universitas top di Jerman," kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Selain itu juga ada beberapa institusi lain seperti Infopoint Deutsch, Uni Duisburg-essen, SK Leipzig Halle Neuzelle dan Akademiker Finanz Mannheim.</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang yang Paling Diminati</strong></p>
<p>Dalam pameran tersebut, peserta dapat mempelajari dua jalan untuk menempuh studi di Jerman, yakni melalui jalur akademis dan Ausbildung. Mike menekankan bahwa bahwa peserta juga perlu mempertimbangkan jalur yang dipilih sesuai minat mereka.</p>
<p></p>
<p>"Bidang teknik masih menjadi favorit di jalur akademis, sementara untuk Ausbildung, bidang perawatan, gastronomi, dan perhotelan menempati urutan teratas," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006b23a2de.webp" alt=""></p>
<p>Mike juga menambahkan bahwa informasi tentang pendidikan di Jerman sudah cukup diketahui masyarakat, bahkan peserta GSHEF kali ini sudah semakin paham bahwa Ausbildung menawarkan lebih banyak pilihan.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang orang sudah tahu ada lebih dari 350 profesi yang bisa dipilih. Pertanyaan pengunjung juga semakin beragam, tidak hanya soal perawatan seperti dulu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman meningkat perlahan tiap tahun. Jurusan teknik dan kedokteran masih menjadi pilihan utama, melanjutkan tradisi yang erat kaitannya dengan sosok BJ Habibie.</p>
<p></p>
<p>"Mayoritas pelajar Indonesia mengambil teknik dan kedokteran, karena memang bidang itu yang paling menonjol dari Jerman," tutur Mike.</p>
<p></p>
<p><strong>Tidak Hanya Sekadar Pameran </strong></p>
<p>Selain pameran, seluruh peserta memberikan presentasi interaktif tentang kursus bahasa, ujian resmi, peluang kerja ahli di Jerman, hingga persiapan studi. Hal ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi calon mahasiswa maupun tenaga kerja yang tertarik membangun karier di Jerman.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006b92b2cd.webp" alt=""></p>
<p>Mike menyebut bahwa target peserta memang mencapai 200 hingga 300 pengunjung. Hal tersebut berbanding lurus dengan suasana ruang pameran maupun presentasi yang sudah penuh hingga kursi tambahan harus disediakan di luar ruangan.</p>
<p></p>
<p>"Antusiasmenya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan ruangannya langsung penuh di pagi hari," ucap Mike.</p>
<p></p>
<p>Saat disinggung soal pengadaan road show di Kota lain, Mike menyebut pihaknya belum berencana menggelar roadshow ke kota lain dan masih fokus menghadirkan acara di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir wawancara, Mike menyampaikan harapan agar pengunjung dapat benar-benar memanfaatkan acara tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Semoga semua pengunjung bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat, sesuai harapan mereka, dan membantu mereka untuk mewujudkan mimpi studi maupun karier di Jerman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemeriahan Bangil Carnival, Pertama Kali Diikuti 24 Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemeriahan-bangil-carnival-pertama-kali-diikuti-24-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemeriahan-bangil-carnival-pertama-kali-diikuti-24-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sambutannya, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini mengajak para warga untuk menikmati Bangil Carnival yang baru pertama kali digelar ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d47b414037d.webp" length="96822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 21:15:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Bangil Carnival 2025, Minggu (21/9/2025).</p>
<p>Karnaval seni dan budaya di jalan raya ini diikuti oleh 39 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, ditambah peserta dari korporat dan lainnya. </p>
<p>Pantauan di lokasi, para peserta diberangkatkan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori dari depan Bangkodir Bangil dan finish di depan Alun-alun Bangil. Sedangkan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo berada di tenda penyambutan para peserta, sekitar 100 meter dari Alun-alun.</p>
<p>Agar terlihat rapi, panitia memasang pagar barikade di sepanjang jalan mulai start sampai finish. Tujuannya tak lain agar para penonton tidak meringsek masuk ke tengah jalan sehingga menghalangi para peserta karnaval saat memeperagakan pakaian yang dikenakan</p>
<p>Dalam sambutannya, Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan ini mengajak para warga untuk menikmati Bangil Carnival yang baru pertama kali digelar ini. </p>
<p>"Ayo kita nikmati Bangil Carnival yang pertama kali ini," ucapnya. </p>
<p>Gelaran Bangil Carnival berdampak positif bagi perputaran ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas jual beli makanan dan minuman di sekitar lokasi karnaval.</p>
<p>Kata Mas Rusdi, dengan digelarnya karnaval seni dan budaya di Bangil, minimal menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Khususnya mengenal budaya dan sejarah yang ada di masing-masing kecamatan.</p>
<p>"Setiap kecamatan punya cerita dan sejarahnya masing-masing, dan ini ditampilkan dalam karnaval," terangnya. </p>
<p>Lebih lanjut Mas Rusdi berterima kasih kepada seluruh panitia yang ikut mensukseskan gelaran Bangil carnival yang berlangsung selama berjam-jam ini. </p>
<p>Tak lupa, ia juga meminta maaf kepada masyarakat jikalau masih banyak kekurangan selama pelaksanaan Bangil Carnival. </p>
<p>"Jikalau banyak kurangnya, maka akan kita perbaiki di tahun depan. Mohon maaf apabila selama satu hari ini, lalu lintas juga harus direkayasa dan kekurangan lainnya, sekali lagi kami meminta maaf," tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buka Festival Sound, Mas Rusdi : Bukan Sekedar Hiburan Melainkan Ruang Kreatif dan Edukatif Pencinta Audio di Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buka-festival-sound-mas-rusdi-bukan-sekedar-hiburan-melainkan-ruang-kreatif-dan-edukatif-pencinta-audio-di-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buka-festival-sound-mas-rusdi-bukan-sekedar-hiburan-melainkan-ruang-kreatif-dan-edukatif-pencinta-audio-di-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sambutannya, Mas Rusdi – sapaan akrabnya – menegaskan bahwa acara ini bukan sekedar hiburan, melainkan ruang kreatif dan edukatif bagi para pecinta audio. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d290d308ceb.webp" length="33342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 23:22:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PASURUAN, SJP — </strong>Puluhan ribu warga memadati Pasuruan Sound Festival 2025 "Enjoy the Swara" yang digelar di Lapangan Rama Sakti, Dusun Turi Rejo, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Sabtu (20/9/2025) malam.</p>
<p>Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.</p>
<p>Pantauan di lokasi, Brewog Audio dan K5 Maximal Audio menjadi bintang tamu yang tampil memamerkan kualitas suara berdaya tinggi. </p>
<p>Dentuman bass dan kejernihan vokal bergantian menggema, membuat penonton terpukau dan tidak henti bersorak kagum.</p>
<p>Lebih dari sekadar pesta suara, Pasuruan Sound Festival menjadi wadah pertemuan komunitas, ruang ekspresi kreatif, sekaligus ajang silaturahim lintas generasi. </p>
<p>Dalam sambutannya, Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan menegaskan, acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kreatif dan edukatif bagi para pecinta audio.</p>
<p>“Jangan hanya kenal sound horeg. Melalui festival ini, masyarakat bisa belajar dan menikmati teknologi audio terkini. Malam ini kita nikmati bersama dengan aman dan penuh kebersamaan,” ujar Mas Rusdi.</p>
<p>Atmosfer malam itu menegaskan semangat yang diusung Pemkab Pasuruan yaitu "Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa" .</p>
<p>Dampak positif juga dirasakan para pelaku UMKM. Puluhan stand kuliner dan produk lokal laris diserbu pengunjung. </p>
<p>“Alhamdulillah, dagangan habis. Sejak sore sampai malam, pembeli tidak berhenti datang,” kata seorang pedagang makanan ringan.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1.096, Pasuruan Sound Festival 2025 membuktikan bahwa hiburan, kreativitas, dan perputaran ekonomi rakyat bisa berjalan beriringan. Malam itu, Pasuruan benar-benar enjoy the swara. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PCU Gelar Family Homecoming 2025 di Royal Residence, Angkat Isu Kesehatan hingga Harmoni Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pcu-gelar-family-homecoming-2025-di-royal-residence-angkat-isu-kesehatan-hingga-harmoni-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pcu-gelar-family-homecoming-2025-di-royal-residence-angkat-isu-kesehatan-hingga-harmoni-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar ajang reuni biasa, acara bertajuk “PCU Family Homecoming: Petra x Royal Residence Wellness Weekend” digelar pada Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025 di Royal Residence, Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb5b93276c.webp" length="45844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 22:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PCU, Universitas Kristen Petra, UK Petra, Royal Residence, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Rini Indriyani, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Aroma nostalgia bercampur energi kebersamaan mewarnai akhir pekan di kawasan Royal Residence, Wiyung. Ribuan orang, mulai alumni, warga, hingga beberapa tokoh pemerintahan berkumpul dalam sebuah reuni yang berbeda dari biasanya. </p>
<p></p>
<p>Bukan sekadar temu kangen, “PCU Family Homecoming: Petra x Royal Residence Wellness Weekend” pada 20–21 September 2025 itu menghadirkan pelayanan kesehatan, olahraga, hingga ruang harmoni lintas agama dalam satu perayaan besar. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Homecoming 2025 sekaligus Dies Natalis ke-64 Universitas Kristen Petra (UK Petra).</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian Relasi Alumni UK Petra, Glori Puteri Maharani Agung, menegaskan bahwa acara ini lahir dari niat menghadirkan manfaat nyata bagi warga.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai bagian dari reuni sekaligus perayaan Dies Natalis ke-64 UK Petra, kegiatan ini lebih dari sekadar temu kangen. Berkolaborasi dengan Royal Residence, kami ingin acara ini berdampak langsung bagi masyarakat, ujar Glori, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p></p>
<p>"Nantinya ada kegiatan kesehatan, pencegahan stunting, penguatan UMKM, dan promosi gaya hidup sehat. Harapannya kita juga dapat berkontribusi dalam mewujudkan mimpi Kota Surabaya yang lebih hebat dan tumbuh semakin kuat," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5bfdc50d.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan, sinergi tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pendidikan, industri, masyarakat, dan pemerintah kota. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin acara ini mencerminkan semangat kebersamaan dan inovasi, tanpa meninggalkan akar budaya Surabaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dukungan penuh datang dari Royal Residence yang dikelola PT Bhakti Tamara. Lokasi perumahan modern itu disulap menjadi ruang interaksi publik yang menyatukan pemerintah, masyarakat, alumni, dan institusi pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini memiliki tujuan yang sama seperti gerakan Kampung Pancasila yang sedang digalakkan Pemkot Surabaya, agar timbul semangat gotong royong, toleransi, dan kerukunan dengan warga sekitar," ujar Dina Ariyanti, Manager Marketing Royal Residence.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bahagia bisa turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Harapannya, Surabaya terus berkembang menjadi kota yang maju, mandiri, dan tetap guyub serta harmonis," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Hari pertama pada Sabtu (20/9/2025) menghadirkan Healthy Hub, kegiatan bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan gizi, hingga simulasi menyikat gigi untuk anak-anak. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5b3b21d2.webp" alt=""></p>
<p>Fokus utama adalah pencegahan stunting dengan metode permainan edukatif bersama dosen-dosen UK Petra. Acara tersebut dibuka oleh Rini Indriyani, Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya sekaligus istri dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, energi kebersamaan berlanjut pada Minggu pagi (21/9/2025) lewat “Petra Run x Royal Residence – Miles to Go, Life to Grow”, jalan sehat (3 km) dan lari (5 km) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, baik alumni UK Petra maupun warga Royal Residence. </p>
<p></p>
<p>Peserta melintasi area calon Rumah Sakit Petra serta enam rumah ibadah lintas agama (Buddha, Hindu, Islam, Katolik, Protestan, Konghucu) yang berdiri berdampingan tanpa pagar pembatas, menjadi simbol harmoni dan kerukunan di Surabaya Barat.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir langsung bersama istrinya, Rini Indriyani, dan memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang terjalin.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah hari ini saya mendapat undangan. Sebenarnya saya ada kegiatan lain jam 11 siang, tapi karena istri tercinta menyampaikan, undur saja, akhirnya saya datang ke sini," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>"Kenapa? Karena di sini ada pengobatan gratis, pemeriksaan gigi untuk anak-anak, dan kegiatan CSR yang luar biasa. Tempat ini penuh berkah karena kebaikan yang sudah dilakukan," tambah Eri disambut tepuk tangan peserta.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa seorang wali kota hanyalah pengarah, sedangkan pemimpin sejati adalah warga yang mau berbagi. </p>
<p></p>
<p>"Buat saya, Surabaya tidak butuh seorang pemimpin, tidak butuh wali kota. Wali kota itu hanya dirigen saja. Pemimpin sejati adalah orang-orang yang mau berbagi, yang mau memperhatikan orang susah di sekitarnya," tegas Eri.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Petra di kawasan Royal Residence. Menurutnya, rumah sakit yang melayani masyarakat kurang mampu dengan biaya murah dan menerima BPJS akan menjadi berkah bagi warga sekaligus UK Petra.</p>
<p></p>
<p>Menutup sambutannya, Eri menyinggung harmoni antaragama yang terwujud nyata di Royal Residence. Hal tersebut juga selaras dengan berbagai program dari Pemerintah Kota Surabaya, contohnya Kampung Pancasila.</p>
<p></p>
<p>"Tempat ibadah jejeran yo gak gegeran (berdampingan tanpa ribut), ini luar biasa. Kota yang kuat adalah kota yang warganya saling membantu, yang lemah menghormati yang kuat, dan yang kuat membantu yang lemah," sebut Eri.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada yang lebih baik di antara kita, kecuali saat kita bersama-sama menjalankan Pancasila bukan hanya di lisan, tapi dalam tindakan," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Acara dua hari ini ditutup dengan suasana meriah. Bazar UMKM, spot foto, dan area interaksi publik menambah keceriaan, menciptakan ruang bagi alumni, warga, dan pemerintah untuk bercengkrama, tertawa, sekaligus menciptakan kenangan baru bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sentuhan Kuno&amp;Modern, FISIP Unair Kembangkan UMKM Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Dengan Nuansa Majapahit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sentuhan-kuno-modern-fisip-unair-kembangkan-umkm-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede-dengan-nuansa-majapahit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sentuhan-kuno-modern-fisip-unair-kembangkan-umkm-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede-dengan-nuansa-majapahit</guid>
<description><![CDATA[ UMKM Kampoeng Pintar Surabaya dikemas ala Majapahit dengan sentuhan digital, menjelma ikon wisata kuliner modern yang menghidupkan kembali sejarah sekaligus mengangkat ekonomi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb5c5e3c0e.webp" length="60746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 21:58:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Airlangga, Majapahit, Unair, Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Budaya Indonesia, mulai dari kesenian, bahasa, busana hingga tradisi dan kulinernya memiliki daya tarik luar biasa. Tidak hanya untuk dilestarikan, tetapi juga berpotensi menjual jika dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan modernisasi. </p>
<p>Perpaduan itulah yang kini coba dihidupkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) melalui program pengabdian masyarakat (pengmas) di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya</p>
<p>Program bertajuk “Penerapan Wisata Kuliner Tradisi Kuno Era Majapahit Berbasis Teknologi Kewirausahaan di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya” memiliki tujuan yang sederhana sekaligus ambisius, yakni membuka ruang pasar bagi UMKM lokal sekaligus melestarikan nilai luhur budaya Jawa Timur.</p>
<p>Program tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair melalui SK: 721/UN3/2025, bertanggal 28 Mei 2025.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5c3415a2.webp" alt=""></p>
<p><strong>UMKM Mojopahit Pintar</strong></p>
<p>FISIP Unair turun langsung memberikan pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan usaha hingga strategi pemasaran. Salah satu langkah nyata adalah membuka jalur distribusi produk UMKM Kampoeng Pintar melalui koperasi kampus FISIP Unair, sehingga produk warga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.</p>
<p>Tak hanya soal pasar, aspek digitalisasi juga menjadi fokus. Warga dibekali keterampilan memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi. Harapannya, produk kuliner bernuansa Majapahit mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.</p>
<p>Menurut Ketua Tim Pengmas FISIP Unair, Fahrul Muzaqqi, program ini bukan sekadar mendorong UMKM naik kelas, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebudayaan Majapahit dengan branding UMKM Mojopahit Pintar.</p>
<p>"Kami ingin UMKM Kampoeng Pintar menjadi contoh bagaimana kearifan lokal bisa dikemas modern, tetap relevan, dan membawa kebanggaan di era digital," ujar Fahrul yang juga merupakan Dosen Ilmu Politik itu, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Novri Susan, Dosen Pendamping Tim Pengmas Unair menambahkan, bahwa timnya ingin mereplikasikan pengalaman di negara-negara lain yang berhasil memadukan antara budaya tradisi mereka dengan teknologi modern.</p>
<p>"Kami ingin mereplikasi sejumlah pengalaman di Jepang, China, dan negara-negara lain yang berhasil mengembangkan kampung wisata bebasis perpaduan budaya tradisi dengan era modern yang bernilai ekonomis yang tinggi," tandas Dosen Sosiologi itu.</p>
<p>Selain dosen, tim pengmas juga meliputi dua mahasiswa yakni Uzza Naila Qolbi dan Yudha Dwi Ariyadi yang keduanya merupakan mahasiswa program studi Sosiologi.</p>
<p>Sementara itu, pihak kampung menyambut hangat pendampingan dari FISIP Unair. Aseyan, selaku Ketua Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede berharap pendampingan dari FISIP Unair dapat terus berlanjut.</p>
<p>"Harapannya tentu UMKM Mojopahit Pintar benar-benar mampu membawa manfaat nyata bagi warga kami, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun pelestarian budaya," ungkap Aseyan.</p>
<p>Adapun pembina Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede, Adi Candra yang menyebut bahwa Kekuatan Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede tak lepas dari potensi yang sudah lebih dulu ada. Selama ini, kawasan Tembok Gede dikenal sebagai kampung “<em>smart</em>” yang mengelola barang bekas menjadi robot hingga menghasilkan produk urban farming.</p>
<p>"Lewat pendampingan FISIP Unair, seluruh produk tersebut yang sudah ada disini akan diarahkan untuk naik kelas melalui strategi branding dan kemasan yang lebih modern," jelas Adi.</p>
<p>"Menu-menu kuliner ini dikemas menggunakan nama-nama yang unik ala Majapahit. Kami ingin menunjukkan bahwa produk turunan di Kampoeng Pintar tidak monoton, bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan zaman, tapi tetap menonjolkan sejarah," imbuhnya.</p>
<p>Upaya itu diharapkan mampu melahirkan Kampoeng Pintar Mojopahit sebagai ikon baru Surabaya yang tidak hanya menampilkan inovasi urban, tetapi juga menghidupkan kembali warisan budaya dalam bentuk kuliner bernilai ekonomis.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kampoeng Oase Suroboyo Group, DPP Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tribute to Andy Lau Warnai Meriahnya Perayaan Mid Autumn Festival di Park Shanghai PCM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tribute-to-andy-lau-warnai-meriahnya-perayaan-mid-autumn-festival-di-park-shanghai-pcm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tribute-to-andy-lau-warnai-meriahnya-perayaan-mid-autumn-festival-di-park-shanghai-pcm</guid>
<description><![CDATA[ Andy Leung hadir di Surabaya membawakan tembang nostalgia Andy Lau, menjadi magnet utama Mid Autumn Festival Park Shanghai PCM yang bisa ditonton secara gratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb6187b3d5.webp" length="23480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 21:29:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mid Autumn Festival, Pakuwon City Mall, PCM, Andy Lau, Andy Leung, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Festival Pertengahan Musim Gugur atau <em>Mid Autumn Festival</em> selalu identik dengan kehangatan, lampion, kue bulan, dan cerita nostalgia di bawah sinar bulan purnama. </p>
<p>Perayaan tradisi Tiongkok itu bukan sekadar momen kebersamaan keluarga, melainkan juga kesempatan untuk menikmati seni, budaya, hingga kuliner khas Negeri Tirai Bambu yang selalu menggugah rasa.</p>
<p>Suasana itulah yang kini dihadirkan di Park Shanghai, Pakuwon City Mall (PCM) sejak 12 September hingga 5 Oktober 2025. Dekorasi bernuansa oriental, booth interaktif, hingga ragam kuliner tersaji bak sebuah pasar budaya di tengah kota.</p>
<p>Salah satu rangkaian kegiatan yang paling mencuri perhatian adalah penampilan khusus "<em>Tribute to Andy Lau</em>" oleh Andy Leung, impersonator asal Guangzhou, Tiongkok. Selama tiga hari, 19–21 September, ia akan membawakan lagu-lagu Mandarin nostalgia sang superstar Hong Kong yang begitu populer di hati penggemar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb646dce76.webp" alt=""></p>
<p>"Kita pilih Andy Leung karena sesuai tema dan memang Andy Lau sedang happening, banyak yang request," jelas General Manager (GM) PCM, Lily Tanaya saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Pertunjukan tersebut dapat disaksikan gratis setiap pukul 19.00 WIB, dengan pilihan VIP seat bagi pengunjung yang berbelanja minimal Rp200 ribu. Lily mengatakan bahwa pihaknya menargetkan ada tambahan lonjakan pengunjung dari acara tersebut.</p>
<p>"Targetnya ada lonjakan pengunjung hingga 20–30 persen, melanjutkan tren peningkatan traffic 50 persen sejak Park Shanghai resmi dibuka," terangnya.</p>
<p>Lily mengungkapkan bahwa festival itu terasa kian istimewa karena juga bertepatan dengan HUT ke-43 Pakuwon yang jatuh pada 20 September lewat bebagai event belanja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ce61c074700.webp" alt=""></p>
<p>Mulai dari Zao An Cuan tiap akhir pekan, hadiah produk segar untuk pembelanjaan tertentu, hingga pembagian 43 kerat telur, buah, dan sayur untuk 43 pengunjung pertama yang berbelanja dengan nominal Rp243 ribu.</p>
<p>"Zao An Cuan itu kita adakan fresh market di pagi hari Dari start dari jam 7 pagi hingga jam 10, disitu orang bisa belanja barang-barang fresh hasil kolaborasi dengan Hokky," ucap Lily.</p>
<p>Adapun booth “partner in love” hingga promo tukar Hanfu gratis, pengunjung diajak tak hanya berbelanja, tapi juga merasakan langsung nuansa budaya yang sarat makna. Terlebih saat ini Park Shanghai juga sudah memiliki total 52 tenant aktif, termasuk tenant baru yakni Ikan Bakar Surabaya.</p>
<p>"Mid Autumn Festival memang rutin kami gelar, tapi ini pertama kalinya di Park Shanghai. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan budaya Tiongkok bagi pengunjung," ujar Lily.</p>
<p>Sementara itu, bagi sebagian pengunjung, Mid Autumn Festival di Park Shanghai PCM menjadi pengalaman yang membangkitkan kenangan. Salah satunya adalah Agnes Lim (46) warga Citraland Surabaya yang datang bersama keluarganya.</p>
<p>"Ya dari ujung Surabaya Barat ke Surabaya Timur memang sengaja buat dengar lagu klasik Andy Lah, dulu soalnya juga suka denger lagunya," ucap Agnes.</p>
<p>Selain menikmati musik, Agnes mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga juga bisa berfoto di area Park Shanghai yang menyajikan nuansa oriental yang photogenic.</p>
<p>Dengan rangkaian hiburan, dekorasi tematik, hingga kejutan belanja, Mid Autumn Festival di Park Shanghai tak sekadar menghadirkan suasana oriental, tetapi juga pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digugat Cerai Istri, Eza Gionino: Salah Saya Besar!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digugat-cerai-istri-eza-gionino-salah-saya-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digugat-cerai-istri-eza-gionino-salah-saya-besar</guid>
<description><![CDATA[ Eza Gionino akhirnya angkat bicara soal gugatan cerai istrinya, Meiza Aulia Coritha. Ia mengaku bersalah, berharap bisa memperbaiki rumah tangganya, sekaligus meluruskan isu miring soal KDRT dan orang ketiga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbee034f923.webp" length="9336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 22:50:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Eza Gionino, Meiza Aulia Coritha, Eza Gionino cerai, gugatan cerai artis, KDRT artis, gosip selebriti, rumah tangga Eza Gionino, talak satu Eza Gionino</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="202" data-end="515"><strong data-start="202" data-end="231">JAKARTA, SJP</strong> – Aktor Muhammad Eza Pahlevi atau yang lebih dikenal dengan Eza Gionino akhirnya buka suara terkait prahara rumah tangganya bersama sang istri, Meiza Aulia Coritha. Dalam keterangannya, Eza dengan rendah hati mengakui kesalahannya yang menjadi pemicu keretakan rumah tangga mereka.</p>
<p data-start="517" data-end="758">“Supaya tidak adanya salah paham antara keluarga dan siapapun itu. Saya mengakui saya punya salah, sekali lagi saya mengakui punya salah dan salah saya besar,” ujar Eza Gionino, dikutip dari program <em data-start="716" data-end="736">Intens Investigasi</em>, Kamis (18/9/2025).</p>
<p data-start="760" data-end="1169">Meski demikian, Eza masih berharap pernikahannya tidak berakhir di pengadilan agama. Ia mengaku ingin memperbaiki diri dan berjuang demi istri serta anak-anaknya.</p>
<p data-start="760" data-end="1169">“Saya punya kesalahan dan saya akui itu. Saya mau memperbaiki semuanya. Ya Allah, tolong kembalikan istri hamba, anak-anak hamba. Insyaallah apa yang saya ucapkan bukan sebatas di bibir tetapi dari hati saya untuk berubah,” ucapnya penuh harap.</p>
<p data-start="1171" data-end="1429">Eza juga membantah isu miring yang beredar, mulai dari tuduhan adanya orang ketiga hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Mengenai berita-berita di luar sana yang menyebut adanya pihak ketiga, kemudian KDRT itu tidak ada sama sekali,” tegasnya.</p>
<p data-start="1431" data-end="1843">Lebih jauh, Eza mengklarifikasi soal talak satu yang pernah ia lontarkan kepada istrinya dalam kondisi emosi.</p>
<p data-start="1431" data-end="1843">“Saya punya salah dan belum lagi saya sudah mengatakan talak satu kepada istri dan itu saya akui. Saya mengatakan itu dalam kondisi sedang emosi. Saya juga mempelajari tentang agama, ternyata seperti itu tidak boleh dikeluarkan dalam keadaan emosi, dalam keadaan tidak sadar dan lain-lain,” tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1431" data-end="1843"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1431" data-end="1843"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tasya Farasya Unggah Soal Nafkah, Alasan Gugat Cerai?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tasya-farasya-unggah-soal-nafkah-alasan-gugat-cerai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tasya-farasya-unggah-soal-nafkah-alasan-gugat-cerai</guid>
<description><![CDATA[ Selebgram Tasya Farasya kembali jadi sorotan usai unggah soal kewajiban nafkah suami. Di tengah proses cerainya dengan Ahmad Assegaf, unggahan ini menimbulkan spekulasi publik terkait alasan perpisahan mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbece39bb7e.webp" length="20152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 22:22:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Tasya Farasya, Ahmad Assegaf, Tasya Farasya cerai, gugatan cerai Tasya Farasya, nafkah rumah tangga, selebgram Indonesia, Pengadilan Agama Jakarta Selatan, artis cerai 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="476"><strong data-start="186" data-end="215">JAKARTA, SJP</strong> – Isu rumah tangga selebgram Lulu Farassiya atau lebih dikenal dengan Tasya Farasya kembali menjadi sorotan. Baru-baru ini, Tasya mengunggah ulang sebuah postingan dari akun @fitrihms04 di media sosial yang menyinggung soal kewajiban suami memberikan nafkah.</p>
<p data-start="478" data-end="768">Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa hukumnya haram bagi seorang suami jika tidak memberikan nafkah kepada istrinya, kecuali jika istri merelakan.</p>
<p data-start="478" data-end="768">“Suami tidak memberikan nafkah sehari saja kepada istrinya, hukumnya haram (kecuali istri rida),” tulis unggahan itu, Kamis (18/9/2025).</p>
<p data-start="770" data-end="961">Unggahan itu juga menekankan bahwa meminjam atau menggunakan uang milik istri tanpa izin hukumnya haram.</p>
<p data-start="770" data-end="961">“Meminjam uang istri wajib membayar, mengambil uang istri haram hukumnya,” tulisnya.</p>
<p data-start="963" data-end="1200">Lebih jauh, postingan itu menyinggung peran istri yang ikut membantu mencari nafkah.</p>
<p data-start="963" data-end="1200">“Jika istrimu membantumu mencari nafkah, maka kamu tidak boleh memakai uangnya sepersen pun tanpa dia beri (haram hukumnya),” bunyi unggahan tersebut.</p>
<p data-start="1202" data-end="1531">Hingga saat ini, baik Tasya Farasya maupun suaminya, Ahmad Assegaf, belum memberikan pernyataan resmi terkait isu keretakan rumah tangga mereka.</p>
<p data-start="1202" data-end="1531">Namun, diketahui Tasya telah resmi melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sidang kedua perceraian pasangan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2025. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1202" data-end="1531"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1202" data-end="1531"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ungkap Makna Warna Hijau dan Pink, Identitas Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ungkap-makna-warna-hijau-dan-pink-identitas-gerakan-178-tuntutan-rakyat-25482</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ungkap-makna-warna-hijau-dan-pink-identitas-gerakan-178-tuntutan-rakyat-25482</guid>
<description><![CDATA[ Gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” mencuri perhatian bukan hanya isi aspirasinya, tapi identitas visualnya: warna hijau dan pink yang menyulut solidaritas dan emosi kolektif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbf9d7eeea7.webp" length="43284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 20:03:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>17+8, Gerakan Rakyat, Pink, Hijau, PCU, Universitas Kristen Petra, DKV, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Gelombang tuntutan rakyat yang sempat mengguncang kondisi sosial politik Indonesia sejak 25 Agustus hingga 2 September 2025 melahirkan satu fenomena unik, yakni gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat.” </p>
<p>Bak sebuah gebrakan baru, gerakan tersebut tidak hanya membawa isi aspirasi yang segar, tetapi juga menggunakan cara penyampaian yang kontras, terutama melalui penggunaan warna hijau dan pink sebagai identitas visual.</p>
<p>Sebelumnya, diketahui kemarahan publik bermula dari keputusan pemerintah menaikkan tunjangan anggota dewan secara drastis, yang dianggap timpang dengan kondisi masyarakat di luar gedung parlemen. </p>
<p>Protes kian membesar, bahkan hingga menimbulkan kerusuhan di berbagai daerah. Kini pemerintah berusaha meredam dengan langkah-langkah serius, mulai dari reshuffle kabinet hingga pembatalan tunjangan rumah dewan. Namun, api ketidakpuasan sudah terlanjur membakar jalanan.</p>
<p>Di tengah gelombang itu, lahirlah “17+8 Tuntutan Rakyat,” sebuah rangkuman aspirasi berbagai kelompok yang kemudian digerakkan secara masif di media sosial.</p>
<p>Dengan memanfaatkan kekuatan visual, gerakan itu tampil berbeda, tidak lagi hanya berupa poster hitam putih penuh teks, melainkan desain berwarna hijau dan pink yang segera akrab di mata publik, khususnya generasi muda.</p>
<p>Menanggapi gerakan itu, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Petra Christian University, Asthararianty, menilai strategi warna tersebut bukan kebetulan. Dalam dunia DKV sendiri, warna adalah alat komunikasi non-verbal yang efektif. </p>
<p>"Warna bukan sekadar elemen estetika, tapi bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan, membangkitkan emosi, dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat," ujar Astha, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Astha menjelaskan, warna pink secara psikologis merepresentasikan kelembutan dan empati, sementara secara kultural identik dengan solidaritas. Sebaliknya, hijau menghadirkan kesan segar dan tenang, serta menjadi simbol kehidupan.</p>
<p>Dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat sendiri, warna yang dipilih itu juga memiliki nama masing-masing. Dengan merah muda yang disebut <em>Brave Pink</em>, hijau disebut <em>Hero Green</em>, dan ada warna biru yang disebut sebagai <em>Resistance Blue</em>.</p>
<p>Menurut Astha, makna tersebut bisa bergeser tergantung latar belakang budaya, tetapi dalam konteks gerakan sosial, kombinasi keduanya menciptakan pesan yang kuat.</p>
<p>"Visual memiliki kekuatan yang tidak terbatas, yang mampu membangun jembatan emosi menuju persepsi dan identitas. Karena itu, pemilihan warna dalam gerakan sosial tidak boleh asal-asalan. Harus ada tujuan dan dasar teori yang jelas," tegas dosen DKV yang sudah mengajar sejak 2009 itu.</p>
<p>Penggunaan warna hijau dan pink yang konsisten membuat gerakan 17+8 lebih mudah diingat dan diikuti, terlebih beberapa pengguna sosial media juga mengganti foto profil mereka dengan tone warna yang sama dengan gerakan 17+8 tuntutan rakyat.</p>
<p>"Simbol visual kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi strategi utama dalam komunikasi sosial," tandas Astha.</p>
<p>Gerakan itupun memunculkan pertanyaan lebih jauh, apakah daya tarik visual akan menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan 17+8 dalam menyatukan suara rakyat? Yang jelas, di tengah gaduh kondisi sosial politik Indonesia, kini warna juga ikut ambil peran dalam bersuara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sore: Istri dari Masa Depan — Kisah Romansa Lintas Waktu yang Menggugah dari Yandy Laurens</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sore-istri-dari-masa-depan-kisah-romansa-lintas-waktu-yang-menggugah-dari-yandy-laurens</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sore-istri-dari-masa-depan-kisah-romansa-lintas-waktu-yang-menggugah-dari-yandy-laurens</guid>
<description><![CDATA[ “Sore: Istri dari Masa Depan” karya Yandy Laurens adalah film fantasi-romansa yang mengangkat tema cinta lintas waktu, pertumbuhan emosi, dan kesempatan kedua. Dirilis 10 Juli 2025 dan mewakili Indonesia di Oscar 98. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c80da59ad93.webp" length="20722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 13:02:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Sore: Istri dari Masa Depan, Yandy Laurens, Sheila Dara Aisha, Dion Wiyoko, film romantis fantasi Indonesia, sinopsis film Sore, review Sore Indonesia, Oscars 2026 Indonesia, film adaptasi serial web</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="546"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – <em data-start="200" data-end="229">Sore: Istri dari Masa Depan</em> adalah film fantasi-romansa Indonesia yang ditulis dan disutradarai oleh Yandy Laurens. Film ini dirilis di bioskop Indonesia mulai 10 Juli 2025 dan kemudian resmi diajukan sebagai perwakilan Indonesia di kategori Best International Feature Film pada Oscar ke-98 tahun 2026.</p>
<p data-start="188" data-end="546"><span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span><strong>Sinopsis &amp; Premis</strong></p>
<p data-start="575" data-end="945">Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang fotografer yang tinggal di Kroasia. Hidupnya yang idealis namun juga acap kali diwarnai kecenderungan membiarkan gaya hidupnya merusak, seperti mengabaikan kesehatan, berubah drastis saat Sore (Sheila Dara Aisha), seorang wanita misterius dari masa depan, muncul dan mengaku sebagai istrinya. <span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
<p data-start="947" data-end="1352">Tugas Sore bukan hanya muncul dan mengklaim identitas, tetapi berusaha mengubah rutinitas Jonathan agar dia terhindar dari masa depan yang buruk.</p>
<p data-start="947" data-end="1352">Namun, intervensi waktu ini membawa dilema moral dan emosional: sejauh mana seseorang bisa dan harus berubah demi cinta? Dan apa konsekuensi jika masa depan yang diupayakan tak sejalan dengan pilihan yang dibuat saat ini?</p>
<p data-start="947" data-end="1352"><span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span><strong>Produksi &amp; Elemen Khusus</strong></p>
<ul data-start="1388" data-end="2204">
<li data-start="1388" data-end="1530">
<p data-start="1390" data-end="1530">Film ini adalah adaptasi dari serial web dengan judul yang sama yang dibuat Yandy Laurens pada 2017.<span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
</li>
<li data-start="1531" data-end="1724">
<p data-start="1533" data-end="1724">Lokasi syuting meliputi Jakarta, Kroasia, dan Finlandia, yang menambah nuansa internasional dan visual berbeda dibanding banyak film lokal. <span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
</li>
<li data-start="1725" data-end="1954">
<p data-start="1727" data-end="1954">Sheila Dara Aisha menggantikan Tika Bravani sebagai Sore dalam versi film. Ia juga menyiapkan peran dengan pelatihan tambahan, termasuk kursus bahasa Kroasia agar dialognya lebih natural. <span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
</li>
<li data-start="1955" data-end="2204">
<p data-start="1957" data-end="2204">Dari sisi musik dan gambar, film ini dipuji karena visualnya yang estetis di lokasi-lokasi mancanegara, penggunaan musik latar yang mendukung emosi, dan efek naratif yang membuat penonton ikut terbawa suasana.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1957" data-end="2204"><strong>Tema &amp; Makna</strong></p>
<p data-start="2228" data-end="2313">Beberapa tema kekinian yang diangkat dalam <em data-start="2271" data-end="2300">Sore: Istri dari Masa Depan</em> antara lain:</p>
<ol data-start="2315" data-end="2861">
<li data-start="2315" data-end="2482">
<p data-start="2318" data-end="2482">Penerimaan dalam hubungan — Tidak hanya menerima sisi baik pasangan, tetapi juga bagian yang rapuh, yang belum sempurna. <span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
</li>
<li data-start="2483" data-end="2672">
<p data-start="2486" data-end="2672">Kesempatan kedua dan dampak tindakan masa kini terhadap masa depan — Bagaimana pilihan hidup sekarang bisa membawa konsekuensi jangka panjang. <span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]" data-testid="webpage-citation-pill"></span></span></p>
</li>
<li data-start="2673" data-end="2861">
<p data-start="2676" data-end="2861">Refleksi diri dan pertumbuhan emosional — Jonathan dan Sore sama-sama menghadapi dilema yang menguji kedewasaan, komunikasi, dan pengorbanan.</p>
</li>
</ol>
<p><em data-start="4647" data-end="4676">Sore: Istri dari Masa Depan</em> adalah karya yang berhasil menggabungkan fantasi dan romansa menjadi film yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberi ruang refleksi.</p>
<p>Dengan visual menarik, akting yang mendalam, dan tema-tema universal seperti cinta, waktu, dan perubahan, film ini layak mendapat tempat di hati penonton lokal dan kini menunjukkan potensi bersinar di pentas internasional melalui penunjukkannya sebagai calon perwakilan Oscar Indonesia. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p><strong>Sumber:</strong> Dari Berbagai Sumber</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Afterburn: Aksi Kosong Klise Dave Bautista yang Tak Bermakna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-afterburn-aksi-kosong-klise-dave-bautista-yang-tak-bermakna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-afterburn-aksi-kosong-klise-dave-bautista-yang-tak-bermakna</guid>
<description><![CDATA[ Review film Afterburn (2025) – Aksi Dave Bautista berakhir klise dan tanpa makna. Efek visual murahan, cerita dangkal, dan karakter yang tidak berkembang membuat film ini mengecewakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cab44c27857.webp" length="18022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 10:09:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Afterburn 2025, review Afterburn, Dave Bautista, film pasca-apokaliptik, JJ Perry, Olga Kurylenko, Samuel L Jackson, Kristofer Hivju, film aksi terbaru, review film bioskop</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="234" data-end="518"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Film terbaru Dave Bautista, <em data-start="298" data-end="309">Afterburn</em> (2025), resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu (17/9/2025). Alih-alih menghadirkan tontonan epik bertema pasca-apokaliptik, film besutan JJ Perry ini justru berakhir mengecewakan dan terasa hampa.</p>
<p data-start="520" data-end="800">Mengusung premis menarik tentang dunia yang hancur akibat semburan matahari hingga melumpuhkan teknologi, <em data-start="626" data-end="637">Afterburn</em> mencoba menyajikan petualangan berburu harta karun dengan sentuhan laga. Namun, eksekusi lemah dan jalan cerita klise membuat film ini kehilangan daya pikatnya.</p>
<p data-start="802" data-end="1159">Dave Bautista berperan sebagai Jake, seorang pemburu harta karun yang direkrut Valentine (Samuel L Jackson) untuk menemukan lukisan legendaris Mona Lisa. Dalam perjalanannya, ia ditemani Drea (Olga Kurylenko), sementara Griffin (Kristofer Hivju) turut memburu Mona Lisa yang ternyata bukan sekadar lukisan, melainkan senjata berbahaya.</p>
<p data-start="1161" data-end="1475">Meski memiliki premis menjanjikan, <em data-start="1196" data-end="1207">Afterburn</em> hanya menyuguhkan pola usang: sosok macho penuh otot, baku hantam tanpa makna, serta karakter pendamping yang sekadar pemanis layar. Olga Kurylenko tampil ala lady rocker tanpa pendalaman tokoh, sementara Samuel L Jackson sekadar figuran mewah dengan peran minimal.</p>
<p data-start="1477" data-end="1772">Dari sisi teknis, film ini pun tak mampu meninggalkan kesan. Efek visual terasa murahan, mulai asap hingga riasan luka yang seadanya. Editing yang berantakan membuat adegan aksi kehilangan ketegangan, sementara dunia pasca-apokaliptik lebih menyerupai pabrik kosong ketimbang bumi yang hancur.</p>
<p data-start="1774" data-end="1980">Kristofer Hivju pun hanya hadir sebagai antagonis standar yang berakhir kalah tanpa arti. Bahkan, setiap kemunculan Dave Bautista yang diiringi musik heroik tak mampu menyelamatkan film dari kesan hambar.</p>
<p data-start="1982" data-end="2228">Pada akhirnya, <em data-start="1997" data-end="2008">Afterburn</em> hanyalah tontonan untuk penggemar fanatik Dave Bautista yang mencari ledakan dan pukul-pukulan. Bagi penonton yang berharap cerita bermakna dan atmosfer pasca-apokaliptik yang kuat, film ini hanyalah kekecewaan besar. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1982" data-end="2228"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1982" data-end="2228"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Tha Rae: The Exorcist – Ide Segar yang Berakhir Hambar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-tha-rae-the-exorcist-ide-segar-yang-berakhir-hambar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-tha-rae-the-exorcist-ide-segar-yang-berakhir-hambar</guid>
<description><![CDATA[ Review film horor Tha Rae: The Exorcist (2025). Mengusung ide segar eksorsisme Katolik dan budaya Isan, film ini justru terjebak formula lama dengan alur mudah ditebak, akting kaku, serta horor repetitif tanpa atmosfer mencekam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cab55d9ec1e.webp" length="10190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 07:09:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Tha Rae The Exorcist, review film horor Thailand, film horor terbaru 2025, eksorsisme Katolik, budaya Isan, Taweewat Wantha, Jirayu Tangsrisuk, Nichaphat Chatchaipholrat, Phiravich Attachitsataporn, Thaneth Warakulnukroh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="253" data-end="614"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Film horor terbaru Thailand, <em data-start="314" data-end="337">Tha Rae: The Exorcist</em> (2025), arahan sutradara Taweewat Wantha, mencoba menghadirkan kisah eksorsisme Katolik yang berpadu dengan budaya lokal Isan. Namun, meski premisnya terdengar menjanjikan, film ini justru terjebak dalam formula lama dan gagal memberi horor yang benar-benar menegangkan.</p>
<p data-start="616" data-end="1257">Cerita berlatar di desa Tha Rae, komunitas Katolik tertua dan terbesar di Thailand. Old Ming (Thaneth Warakulnukroh), seorang mantan pastor, tiba-tiba menunjukkan tanda kerasukan roh jahat yang menjerumuskan desa dalam teror.</p>
<p data-start="616" data-end="1257">Putrinya, Malee (Nichaphat Chatchaipholrat), kembali ke kampung halaman dan menemukan ayahnya dalam kondisi mengerikan. Seorang imam muda, Pastor Paolo (Jirayu Tangsrisuk), dipanggil dari Bangkok untuk melakukan ritual pengusiran setan. Ia kemudian bekerja sama dengan Sopha (Phiravich Attachitsataporn), seorang <em data-start="1171" data-end="1176">yao</em> atau dukun lokal, yang membawa praktik spiritual tradisional ke dalam konflik.</p>
<p data-start="1259" data-end="1535">Sayangnya, ide besar tentang pertemuan dua kepercayaan, antara Katolik dan tradisi Isan, tidak digarap maksimal. Jalan cerita mudah ditebak sejak awal: gejala kerasukan, konflik iman, hingga ritual pengusiran yang klise. Tidak ada kejutan naratif berarti, membuat film terasa hambar.</p>
<p data-start="1537" data-end="2061">Penampilan para aktor pun tak membantu. Jirayu Tangsrisuk sebagai Pastor Paolo tampil kaku, gagal menampilkan krisis iman yang seharusnya emosional.</p>
<p data-start="1537" data-end="2061">Chemistry dengan Phiravich sebagai Sopha pun lemah, sehingga konflik antar-kepercayaan hanya terasa sebagai gimmick. Nichaphat sebagai Malee memiliki potensi besar sebagai pusat drama keluarga, tapi karakternya kurang tergali. Bahkan, Thaneth Warakulnukroh yang berperan sebagai Old Ming lebih berfungsi sebagai pemicu cerita ketimbang sosok kompleks dengan motivasi jelas.</p>
<p data-start="2063" data-end="2332">Secara teknis, <em data-start="2078" data-end="2101">Tha Rae: The Exorcist</em> mengandalkan pencahayaan gelap, efek suara mendadak, dan riasan standar kerasukan. Semua trik itu cepat terasa repetitif. Alih-alih menciptakan atmosfer mencekam, film ini lebih sering mengandalkan jumpscare instan yang murahan.</p>
<p data-start="2334" data-end="2615">Hal paling disayangkan, film ini gagal memanfaatkan kekayaan budaya lokal Isan. Padahal, perpaduan antara tradisi Katolik dan ritual dukun tradisional berpotensi melahirkan horor unik yang mengguncang. Namun, elemen budaya hanya menjadi latar dekoratif, tanpa pendalaman berarti.</p>
<p data-start="2617" data-end="2882">Pada akhirnya, <em data-start="2632" data-end="2655">Tha Rae: The Exorcist</em> mungkin cukup menghibur bagi penonton yang sekadar mencari tontonan horor eksorsisme ringan. Namun bagi pecinta horor sejati, film ini hanya menjadi variasi lain dari formula lama, mudah ditebak, repetitif, dan tanpa kejutan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2617" data-end="2882"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Riize Cetak Rekor Jadi Grup K&amp;Pop Tercepat Tembus Konser di Tokyo Dome</title>
<link>https://suarajatimpost.com/riize-cetak-rekor-jadi-grup-k-pop-tercepat-tembus-konser-di-tokyo-dome</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/riize-cetak-rekor-jadi-grup-k-pop-tercepat-tembus-konser-di-tokyo-dome</guid>
<description><![CDATA[ Riize resmi jadi boy group K-Pop tercepat yang tampil di Tokyo Dome. Hanya butuh dua tahun lima bulan sejak debut, konser tiga hari mereka pada Februari 2026 terjual habis, menandai popularitas luar biasa di Jepang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cab266970c8.webp" length="25466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 23:58:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Riize, Riize Tokyo Dome, konser Riize, boy group K-Pop, K-Pop Jepang, SM Entertainment, Riizing Loud, konser K-Pop</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="190" data-end="499"><b>SOUL, SJP </b>– Boy group K-Pop fenomenal, Riize, resmi menorehkan sejarah baru. Grup beranggotakan Shotaro, Sungchan, Eunseok, Wonbin, Sohee, dan Anton ini akan menggelar konser solo perdana mereka di Tokyo Dome, salah satu venue paling prestisius di Jepang, pada 21–23 Februari 2026.</p>
<p data-start="501" data-end="812">Pencapaian ini mengukuhkan Riize sebagai grup K-Pop tercepat yang berhasil menggelar konser di Tokyo Dome, sebuah panggung impian bagi banyak musisi. Sejak debut pada September 2023, Riize hanya membutuhkan waktu dua tahun lima bulan untuk mencapai level tersebut, rekor tercepat bagi boy group K-Pop.</p>
<p data-start="814" data-end="1175">Kabar bahagia ini diumumkan langsung oleh SM Entertainment saat konser tiga hari Riize di Yoyogi National Gymnasium, Tokyo, 13–15 September 2025. Pengumuman itu sontak disambut sorak riuh 33.000 penggemar yang hadir. Tak hanya itu, tiket konser tiga hari di Tokyo Dome disebut telah ludes terjual, menegaskan tingginya popularitas mereka di Negeri Sakura.</p>
<p data-start="1177" data-end="1419">Riize sendiri saat ini tengah menjalani tur dunia pertama bertajuk <em data-start="1244" data-end="1260">“Riizing Loud”</em>. Usai sukses di Jepang, grup ini dijadwalkan tampil di Impact Arena, Bangkok pada 20–21 September 2025 sebelum melanjutkan perjalanan tur global mereka.</p>
<p data-start="1421" data-end="1763">Bersama lagu-lagu hits seperti <em data-start="1452" data-end="1466">Bag Bad Back</em>, <em data-start="1468" data-end="1475">Siren</em>, dan <em data-start="1481" data-end="1489">Fly Up</em>, Riize bukan hanya meraih pencapaian cepat, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu boy group generasi baru dengan basis penggemar internasional yang terus meluas. Tokyo Dome menjadi simbol kemenangan awal yang mengantar mereka ke panggung global yang lebih besar. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1421" data-end="1763"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siwon Super Junior Klarifikasi Unggahan Duka untuk Charlie Kirk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siwon-super-junior-klarifikasi-unggahan-duka-untuk-charlie-kirk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siwon-super-junior-klarifikasi-unggahan-duka-untuk-charlie-kirk</guid>
<description><![CDATA[ Choi Siwon Super Junior klarifikasi unggahan belasungkawa untuk Charlie Kirk yang menuai kritik. Ia tegaskan niatnya murni empati, bukan dukungan politik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cab3442de82.webp" length="10720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 23:45:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Siwon, Super Junior, Charlie Kirk, klarifikasi Siwon, kontroversi K-Pop, artis Korea, berita K-Pop, SuJu, Allkpop</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="309" data-end="569"><strong>SEOUL, SJP</strong> – Personel senior boy group Super Junior, Choi Siwon, akhirnya memberikan klarifikasi usai menuai kritik keras akibat unggahan belasungkawa untuk aktivis politik Amerika Serikat, Charlie Kirk, yang meninggal secara tragis.</p>
<p data-start="571" data-end="742">Melalui aplikasi penggemar Bubble, Siwon menegaskan bahwa unggahannya murni bentuk empati atas kematian seseorang, tanpa maksud mendukung pandangan politik almarhum.</p>
<p data-start="571" data-end="742">“Ada banyak perdebatan tentang penghormatan saya kepada Charlie Kirk. Ia seorang Kristen, ayah, dan suami. Apa pun keadaannya, sungguh memilukan ia meninggal karena ditembak saat memberikan kuliah di hadapan mahasiswa. Itu alasan saya memberikan tribute kepadanya,” jelas Siwon, dikutip dari Allkpop, Rabu (17/9/2025).</p>
<p data-start="1072" data-end="1270">Siwon mengaku kecewa karena unggahannya disalahartikan oleh sebagian penggemar maupun media. Ia menuturkan, meski postingan tersebut sudah dihapus, ia merasa perlu memberi penjelasan lebih lanjut.</p>
<p data-start="1072" data-end="1270">"Saya merasa niat saya disalahpahami. Karena yakin ketulusan saya sudah tersampaikan, unggahan itu saya hapus. Namun karena isu ini terus bergulir, saya ingin meluruskan kembali,” tambahnya.</p>
<p data-start="1468" data-end="1769">Sebelumnya, gelombang kritik datang dari sejumlah penggemar yang menilai Siwon mendukung sosok yang salah. Pasalnya, Charlie Kirk dianggap kontroversial karena pernah melontarkan pernyataan bernuansa rasis dan misoginis. Bahkan, ada sebagian penggemar yang menuntut Siwon hengkang dari Super Junior. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1468" data-end="1769"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tembang Kenangan Hangatkan Reuni Alumni FH UNEJ ’76 di Tuban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tembang-kenangan-hangatkan-reuni-alumni-fh-unej-76-di-tuban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tembang-kenangan-hangatkan-reuni-alumni-fh-unej-76-di-tuban</guid>
<description><![CDATA[ Alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 menggelar reuni di Tuban. Acara yang dipusatkan di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro itu dihadiri sekitar 60 orang dan berlangsung selama tiga hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68caace66673f.webp" length="43232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 21:33:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Atmo</dc:creator>
<media:keywords>Lamongan, pemerintah, Kemendagri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TUBAN, SJP –</strong> Suasana hangat penuh nostalgia mewarnai temu kangen alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 yang digelar di Tuban, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro atau akrab disapa Mas Totok, di Perum Bukit Karang AK9, dihadiri sekitar 60 alumni dari berbagai daerah di Indonesia. </p>
<p>Agenda reuni ini juga dilanjutkan di sebuah restoran dan hotel ternama di Tuban, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.</p>
<p>“Ini agenda tahunan. Tahun sebelumnya kami gelar di Semarang, kali ini di Tuban,” ujar Sujarwoto kepada suarajatimpost.</p>
<p>Salah satu guru besar Universitas Merdeka Malang, Prof. Bambang Satria, yang turut hadir, mengaku bangga dengan soliditas dan kebersamaan yang terus terjaga di antara para alumni FH UNEJ 1976.</p>
<p>“Selain ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi ruang diskusi personal yang bermanfaat,” kata Bambang.</p>
<p>Di sela acara, Bambang juga menyinggung kondisi nasional, khususnya terkait melemahnya perekonomian Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi, mulai dari kebijakan pemerintahan, dinamika lokal dan global, hingga adanya pihak-pihak yang ingin kondisi negara tidak baik-baik saja.</p>
<p>“Kita harus hati-hati dengan yang ingin negara kita ini tidak baik-baik saja,” tegas Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut.</p>
<p>Ia juga berpesan agar masyarakat mencintai negeri, menjaga stabilitas politik, serta mendukung jalannya pemerintahan yang baru saja terpilih.</p>
<p>“Kalau ingin bermain dalam dinamika politik Indonesia, ya melalui mekanisme perundang-undangan yang ada, lewat pemilu lima tahun mendatang,” tambahnya.</p>
<p>Reuni yang dikemas dengan tembang kenangan itu diharapkan semakin mempererat ikatan alumni sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan semangat kebangsaan di tengah dinamika nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Jarum ke Jualan Online, IRT Kelurahan Kapasmadya Baru Dilatih Produksi Baju Siap Pakai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-jarum-ke-jualan-online-irt-kelurahan-kapasmadya-baru-dilatih-produksi-baju-siap-pakai-untuk-tambahan-penghasilan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-jarum-ke-jualan-online-irt-kelurahan-kapasmadya-baru-dilatih-produksi-baju-siap-pakai-untuk-tambahan-penghasilan</guid>
<description><![CDATA[ IRT Kelurahan Kapas Madya Baru dilatih menjahit hingga jualan online, membuka peluang baru bagi mereka untuk mandiri dan menambah penghasilan keluarga lewat produk baju ready to wear. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c9611215096.webp" length="34496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 20:32:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penjahit, Jahit, V-RA Collection, Kapasmadya Baru, Tuwowo, PLN, YBM PLN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Kapasmadya Baru kini tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga mulai menekuni keterampilan menjahit, mulai dari menghasilkan baju siap pakai hingga siap menjualnya secara online.</p>
<p>Melalui program pendampingan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) yang menggandeng V-RA Collection, diharapkan akan menambah keterampilan dan menjadi jalan baru bagi warga berpenghasilan rendah untuk mandiri secara ekonomi.</p>
<p>Owner V-RA Collection sekaligus tutor pelatihan, Novita Rahayu Purwaningsih, mengatakan pelatihan yang berlangsung di Balai RW 4 Jalan Tuwowo, Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari itu dibekali penuh oleh YBM PLN, mulai dari mesin jahit, bahan, hingga alat praktek.</p>
<p>"Disini saya bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan, dari peserta yang belum bisa sama sekali juga diajarin dari nol sampai bisa bikin baju jadi dan siap jualan," kata Novita, Selasa (16/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c96130ebdc3.webp" alt=""></p>
<p>Novita menjelaskan, pelatihan sudah dimulai sejak akhir Agustus dan akan berjalan minimal dua bulan. Pertemuan dilakukan seminggu sekali pada hari Selasa bersama tutor, lalu peserta diberi tugas belajar mandiri di hari Rabu agar tetap memiliki tanggung jawab dan lebih terbiasa.</p>
<p>"Nanti hasil belajar mandiri itu juga dikoreksi lagi di pertemuan berikutnya. Harapannya mereka punya kepercayaan diri, bisa posting produknya di story WA atau IG, dan bilang ‘ini produk saya, saya bikin sendiri, siap melayani kalau ada pesanan’, gitu," ujarnya.</p>
<p>Selain keterampilan menjahit, peserta juga dikenalkan cara foto produk, mengunggah di media sosial, hingga rencana penjualan ke marketplace. Produk yang dibuat difokuskan pada baju siap pakai (ready to wear) seperti kemeja wanita dengan target pasar usia 16–50 tahun.</p>
<p>"Kenapa kita pilih baju siap pakai itu karena pasarnya luas, semua orang butuh pakaian siap pakai ini. Jadi pertimbangannya lebih mudah dijual, tapi tetap marketable," jelas Novita.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c96100a0767.webp" alt=""></p>
<p>Tidak hanya saat pelatihan, Balai RW 4 juga sengaja dibuka setiap hari bagi warga yang ingin menjahit. Mesin jahit dan peralatan bisa digunakan bersama, baik untuk pesanan kelompok maupun pribadi. </p>
<p>Peserta yang ikut telah diseleksi oleh pihak RW berdasarkan minat dan kondisi ekonomi, dan kini total peserta yang ikut pelatihan berjumlah sembilan orang. Kini, kelompok tersebut juga telah memiliki branding dengan nama Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Sartika Dewi.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan, Rohma, mengaku pelatihan yang ia ikuti sangat membantu, meski awalnya cukup sulit karena dirinya benar-benar belajar dari nol.</p>
<p>"Awal-awal memang sulit, karena saya belum pernah pegang mesin jahit sama sekali. Tapi senang sekali bisa dapat pengalaman baru," ujarnya.</p>
<p>Rohma berharap ke depan bisa terus menjahit untuk tambahan ekonomi keluarga, meski masih terkendala modal untuk membeli kain maupun mesin jahit sendiri. Dirinya juga berharap setiap peserta juga bisa mendapatkan mesin jahit di rumah masing-masing agar lebih memudahkan jika mendapatkan pesanan.</p>
<p>"Kalau ada pesanan insyaallah diteruskan. Kalau belum bisa modal sendiri, mungkin ambil jahitan dari konveksi. Harapannya nanti bisa punya mesin jahit di rumah," katanya.</p>
<p>Dengan dukungan YBM PLN dan pendampingan dari V-RA Collection, para IRT Kapasmadya Baru kini memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi melalui keterampilan menjahit dan pemasaran digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Demon Slayer: Infinity Castle Raup Rp 541 Miliar di Hari Pembukaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-demon-slayer-infinity-castle-raup-rp-541-miliar-di-hari-pembukaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-demon-slayer-infinity-castle-raup-rp-541-miliar-di-hari-pembukaan</guid>
<description><![CDATA[ Film Demon Slayer: Infinity Castle meraih Rp 541 miliar di hari pembukaan, pecahkan rekor box office anime di AS dan global, termasuk capaian besar di Jepang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6ac1f65a9d.webp" length="12220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 10:09:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>demon slayer infinity castle, demon slayer box office, kimetsu no yaiba film terbaru, anime terlaris 2025, rekor box office anime, film demon slayer di imax, pendapatan film anime, demon slayer global</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="243" data-end="547"><strong data-start="243" data-end="276">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Film <em data-start="284" data-end="334">Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle</em> mencetak rekor baru dengan meraih pendapatan US$ 33 juta atau sekitar Rp 541,7 miliar pada hari pembukaannya, Jumat (12/9/2025). Capaian ini diperoleh dari penayangan di 3.315 lokasi bioskop di Amerika Serikat.</p>
<p data-start="549" data-end="796">Dilansir <em data-start="558" data-end="567">Variety</em>, pada Minggu (14/9/2025) slumbari, angka tersebut menjadikan <em data-start="615" data-end="632">Infinity Castle</em> sebagai film anime dengan pendapatan domestik terbesar di hari pertama. Rekor sebelumnya dipegang <em data-start="731" data-end="762">Dragon Ball Super: Super Hero</em> pada 2022 dengan US$ 10,9 juta.</p>
<p data-start="798" data-end="1193">Film ini juga melampaui rekor yang sudah bertahan sejak 1999, yaitu pendapatan hari pembukaan US$ 31 juta yang dicatat <em data-start="917" data-end="965">Pokémon: The First Movie – Mewtwo Strikes Back</em>. Sebagai bagian pertama dari trilogi penutup serial <em data-start="1018" data-end="1032">Demon Slayer</em>, film ini diputar dalam versi sulih suara dan teks, serta tayang di bioskop premium. Dari format IMAX saja, film ini mengantongi US$ 6,4 juta di hari pertama.</p>
<p data-start="1195" data-end="1468">Respon penonton juga positif. Lembaga survei CinemaScore memberi nilai A untuk film tersebut. Secara global, <em data-start="1304" data-end="1335">Demon Slayer: Infinity Castle</em> sudah meraih lebih dari US$ 279 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun, dengan lebih dari US$ 200 juta di antaranya berasal dari Jepang.</p>
<p data-start="1470" data-end="1665">Di Jepang, film ini masih bertahan di posisi puncak box office selama delapan pekan sejak perilisan, sekaligus menjadi film dengan pendapatan tertinggi ketiga sepanjang masa di negara tersebut. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1470" data-end="1665"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Woozi ‘Seventeen’ Resmi Memulai Wajib Militer Hari Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/woozi-seventeen-resmi-memulai-wajib-militer-hari-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/woozi-seventeen-resmi-memulai-wajib-militer-hari-ini</guid>
<description><![CDATA[ Woozi resmi menjalani wajib militer mulai 15 September 2025. Ia menjadi anggota ketiga Seventeen yang berangkat, disusul Hoshi sehari setelahnya. Seventeen tetap melanjutkan tur dunia meski ditinggal sebagian anggotanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c8046e9422d.webp" length="17306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 23:55:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Woozi, Seventeen, wajib militer, K-Pop, Hoshi, Wonwoo, Jeonghan, tur dunia Seventeen, wamil Korea Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="199" data-end="528"><strong data-start="199" data-end="226">SOUL, SJP</strong> – Woozi, personel grup K-Pop populer <strong data-start="264" data-end="277">Seventeen</strong>, resmi berangkat menjalani wajib militer pada Senin (15/9/2025). Pencipta lagu sekaligus vokalis utama grup tersebut memasuki pusat pelatihan rekrutmen Angkatan Darat untuk menjalani pelatihan dasar sebelum ditugaskan ke unit sebagai tentara aktif.</p>
<p data-start="530" data-end="800">Mengutip Allkpop, Woozi menjadi anggota ketiga Seventeen yang melaksanakan kewajiban militernya. Sebelumnya, Jeonghan lebih dulu menjalani tugas sebagai pekerja layanan publik sejak September 2023. Sementara Wonwoo mulai bertugas sebagai tentara aktif pada April 2025.</p>
<p data-start="802" data-end="1082">Momen keberangkatan Woozi cukup menyita perhatian penggemar. Sehari sebelum masuk barak, ia masih sempat hadir di konser Seventeen yang digelar di Stadion Utama Asiad Incheon, Minggu (14/9/2025). Penampilan Woozi dengan rambut barunya yang sudah dipotong pendek menjadi sorotan.</p>
<p data-start="1084" data-end="1197">Di akhir konser, ia berpamitan kepada penggemar dan menyampaikan pesan menyentuh sebelum resmi masuk pelatihan.</p>
<p data-start="1199" data-end="1356">“Saya akan membawa semangat dari penggemar bersama saya saat menjalani wajib militer. Saya akan bertugas dengan baik dan kembali dengan sehat,” kata Woozi.</p>
<p data-start="1358" data-end="1765">Setelah Woozi, giliran Hoshi yang dijadwalkan berangkat wajib militer pada Selasa (16/9/2025) dengan penugasan sebagai tentara aktif. Meski sejumlah anggota harus meninggalkan aktivitas grup sementara waktu, Seventeen tetap melanjutkan tur dunia. Jadwal terdekat adalah konser di Stadion Kai Tak, Hong Kong, pada 27-28 September 2025, kemudian berlanjut ke Amerika Utara dan Jepang pada Oktober mendatang. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1358" data-end="1765"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1358" data-end="1765"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahalini Galang Donasi untuk Korban Banjir Besar Bali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahalini-galang-donasi-untuk-korban-banjir-besar-bali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahalini-galang-donasi-untuk-korban-banjir-besar-bali</guid>
<description><![CDATA[ Penyanyi Mahalini Raharja menggalang donasi untuk korban banjir besar di Bali. Lewat akun Instagram pribadinya, ia mengajak masyarakat ikut membantu dan mendoakan pemulihan Bali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6ab06be658.webp" length="22372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 23:06:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>mahalini raharja, banjir bali 2025, donasi banjir bali, selebriti peduli bencana, bali kebanjiran, rizky febian mahalini, artis galang donasi, korban banjir bali</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="481"><strong data-start="229" data-end="258">JAKARTA, SJP</strong> – Penyanyi asal Bali, Mahalini Raharja, menggalang donasi untuk membantu warga yang terdampak banjir besar di Pulau Bali. Kepedulian itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (14/9/2025).</p>
<p data-start="483" data-end="812">Dalam unggahan Instagram Story, Mahalini menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta menyalurkan bantuan.</p>
<p data-start="483" data-end="812"><em data-start="600" data-end="794">"</em><em data-start="600" data-end="794">Teman-teman izinkan aku memberi tahu, aku membuka donasi untuk saudara saudari kita yang terkena dampak banjir Bali. Teman-teman yang ingin memberikan sedikit rejekinya bisa dilihat di sini,"</em> tulis Mahalini.</p>
<p data-start="814" data-end="1058">Mahalini mengaku sedih melihat bencana banjir yang menimpa kampung halamannya.</p>
<p data-start="814" data-end="1058"><em data-start="893" data-end="1046">"Sekarang melihat Bali rasanya sedih sekali. Pertama kali melihat banjir separah ini menimpa Bali yang mengakibatkan banyak kerusakan dan korban jiwa,"</em> imbuhnya.</p>
<p data-start="1060" data-end="1434">Meski kini tinggal di Jakarta bersama suami dan anak, Mahalini menegaskan hatinya tetap terhubung dengan Bali.</p>
<p data-start="1060" data-end="1434"><em data-start="1171" data-end="1421">"Aku sekarang jauh dari Bali dan enggak tinggal di sana lagi. Tetapi, aku tetap ikut merasa sedih melihat keadaan Bali karena bagaimanapun itu tempat kelahiranku, sampai kapan pun itu rumahku, serta rumah saudara saudari se-Tanah Air kita di Bali,"</em> ungkapnya.</p>
<p data-start="1436" data-end="1577">Di akhir pesannya, pelantun sejumlah lagu populer itu turut mendoakan agar Bali segera pulih dan warganya bisa kembali beraktivitas normal. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1436" data-end="1577"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1436" data-end="1577"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merchandise K&amp;Pop Demon Hunters Dihujani Kritik, Fans Sebut Murahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merchandise-k-pop-demon-hunters-dihujani-kritik-fans-sebut-murahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merchandise-k-pop-demon-hunters-dihujani-kritik-fans-sebut-murahan</guid>
<description><![CDATA[ Merchandise resmi K-Pop Demon Hunters dirilis Netflix menuai kritik keras. Fans menyebut desain kaus terlihat norak, murahan, dan tidak mencerminkan kesuksesan animasi K-Pop populer itu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c809985d010.webp" length="22508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 22:34:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>K-Pop Demon Hunters, merchandise K-Pop, Netflix, kontroversi merchandise, Huntrix, Saja Boys, Gwi Ma, fans K-Pop</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="497"><strong data-start="238" data-end="265">SOUL, SJP</strong> – Rilis merchandise resmi film animasi populer <em data-start="313" data-end="334">K-Pop Demon Hunters</em> justru menuai kontroversi. Alih-alih disambut meriah, desain kaus edisi terbaru mendapat hujan kritik dari penggemar yang menilai tampilannya norak dan murahan.</p>
<p data-start="499" data-end="874">Toko resmi Netflix memperkenalkan empat desain kaus berwarna ungu dan hitam. Namun, foto-foto produk yang beredar di komunitas daring langsung mengundang komentar pedas.</p>
<p data-start="499" data-end="874">Banyak penggemar menyebut desain tersebut minim kreativitas, hanya menampilkan karakter utama seperti Huntrix, Saja Boys, dan Gwi Ma dengan latar polos atau motif tie-dye yang dianggap ketinggalan zaman.</p>
<p data-start="876" data-end="1071">“Stop merchandise ini,” tulis seorang netizen.<br data-start="922" data-end="925">“Norak,” komentar lainnya.<br data-start="951" data-end="954">“Murahan,” tambah seorang penggemar.<br data-start="990" data-end="993">“Tidak bisakah mereka meninggalkan desain tie-dye itu?” tulis warganet lain.</p>
<p data-start="1073" data-end="1382">Gelombang kritik ini berkembang menjadi perdebatan soal kualitas produk resmi Netflix untuk pasar K-Pop. Sejumlah penggemar mendesak perusahaan hiburan global itu agar lebih serius dalam menghadirkan merchandise yang mencerminkan popularitas <em data-start="1315" data-end="1336">K-Pop Demon Hunters</em>, alih-alih produk yang dinilai asal-asalan.</p>
<p data-start="1384" data-end="1578">Kontroversi ini sekaligus menyoroti tingginya ekspektasi publik terhadap industri merchandise K-Pop, terutama untuk judul animasi yang telah mencetak kesuksesan besar di tingkat internasional. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1384" data-end="1578"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1384" data-end="1578"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu,com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indonesia Kirim Film Sore: Istri dari Masa Depan ke Oscar 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indonesia-kirim-film-sore-istri-dari-masa-depan-ke-oscar-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indonesia-kirim-film-sore-istri-dari-masa-depan-ke-oscar-2026</guid>
<description><![CDATA[ Indonesia menunjuk film Sore: Istri dari Masa Depan garapan Yandy Laurens sebagai wakil resmi ke Oscar 2026 untuk kategori Best International Feature Film. Ini menjadi kali ke-27 Indonesia mengirim film ke ajang tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c80547c0b6b.webp" length="20722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 21:57:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Oscar 2026, film Indonesia, Sore Istri dari Masa Depan, Yandy Laurens, Sheila Dara, Dion Wiyoko, APROFI, Indonesian Oscar Selection Committee</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="185" data-end="418"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Indonesia resmi memilih film <em data-start="246" data-end="275">Sore: Istri dari Masa Depan</em> karya sutradara Yandy Laurens sebagai perwakilan dalam kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026.</p>
<p data-start="420" data-end="757">Keputusan ini diumumkan Indonesian Oscar Selection Committee setelah rapat pleno yang digelar di bawah koordinasi Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI). Mengutip Variety, Senin (15/9/2025), film produksi Cerita Films yang dibintangi Sheila Dara dan Dion Wiyoko tersebut akan mewakili Indonesia bersaing di panggung perfilman dunia.</p>
<p data-start="759" data-end="1158">Film ini diadaptasi dari serial web Yandy Laurens tahun 2017. Kisahnya berpusat pada Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer di Kroasia yang hidupnya berubah ketika muncul sosok Sore (Sheila Dara), perempuan dari masa depan yang mengaku sebagai istrinya.</p>
<p data-start="759" data-end="1158">Kehadiran Sore membawa misi untuk mengubah nasib Jonathan, memicu perjalanan emosional yang melintasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.</p>
<p data-start="1160" data-end="1478">Pengiriman <em data-start="1171" data-end="1200">Sore: Istri dari Masa Depan</em> menandai kali ke-27 Indonesia ikut serta dalam ajang bergengsi ini sejak 1987. Meski rutin mengirimkan film, hingga kini Indonesia belum pernah berhasil masuk dalam daftar nominasi kategori Best International Feature Film yang dulu dikenal sebagai Best Foreign Language Film.</p>
<p data-start="1480" data-end="1670">Academy of Motion Picture Arts and Sciences akan mengumumkan daftar pendek film internasional pada 16 Desember 2025, sementara lima nominasi resmi akan dipublikasikan pada 22 Januari 2026. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1480" data-end="1670"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1480" data-end="1670"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teror Kartu Tarot dalam Film Mama: Pesan dari Neraka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teror-kartu-tarot-dalam-film-mama-pesan-dari-neraka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teror-kartu-tarot-dalam-film-mama-pesan-dari-neraka</guid>
<description><![CDATA[ Film horor Mama: Pesan dari Neraka garapan Azhar Kinoi Lubis hadirkan kisah mistis kartu tarot dan pesan misterius dari mendiang ibu. Dibintangi Callista Arum dan Nova Eliza. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c4289572d58.webp" length="21546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 11:06:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>film Mama Pesan dari Neraka, kartu tarot, horor Indonesia, MD Entertainment, Nessie Judge, Callista Arum, Nova Eliza</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="175" data-end="487"><strong data-start="175" data-end="204">JAKARTA, SJP</strong> – MD Entertainment kembali menghadirkan horor terbaru berjudul <em data-start="268" data-end="293">Mama: Pesan dari Neraka</em>. Film besutan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini diadaptasi dari kisah viral kanal YouTube milik kreator horor Nessie Judge, dengan membawa nuansa mistis, psikologis, sekaligus penuh ketegangan.</p>
<p data-start="489" data-end="855">Cerita berpusat pada sosok Putri (Callista Arum), seorang perempuan muda yang kehilangan ibunya, Sari (Nova Eliza), seorang peramal tarot terkenal. Setelah sang ibu meninggal dalam kecelakaan, Putri mulai menerima pesan aneh melalui ponselnya. Yang mengejutkan, pesan itu dikirim dari nomor sang ibu yang sudah tiada, dengan nama kontak yang tetap terbaca: “Mama.”</p>
<p data-start="857" data-end="1191">Awalnya Putri mengira hanya lelucon atau gangguan teknis. Namun, isi pesan justru memberi petunjuk mengejutkan tentang rahasia masa lalu keluarga sekaligus kejadian-kejadian yang akan datang. Hidup Putri semakin terguncang ketika Tante Murni, diperankan Hannah Al Rashid, muncul dengan ambisi menguasai warisan peninggalan sang ibu.</p>
<p data-start="1193" data-end="1455">Film ini tidak hanya menawarkan kengerian lewat teror kartu tarot dan visual mencekam, tetapi juga menyajikan drama emosional tentang ikatan seorang ibu dengan anaknya. Selain Callista Arum dan Nova Eliza, film ini turut dibintangi Raihan Khan dan Naura Hakim.</p>
<p data-start="1457" data-end="1630"><em data-start="1457" data-end="1482">Mama: Pesan dari Neraka</em> resmi tayang di bioskop dengan janji menyuguhkan pengalaman horor yang berbeda: perpaduan misteri keluarga, psikologi, dan teror dari dunia lain. (**)</p>
<p data-start="1457" data-end="1630"></p>
<p data-start="1457" data-end="1630">Sumber: Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Natasha Wilona Pilih Jalan Damai dengan PT Indah Mitra Anugrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/natasha-wilona-pilih-jalan-damai-dengan-pt-indah-mitra-anugrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/natasha-wilona-pilih-jalan-damai-dengan-pt-indah-mitra-anugrah</guid>
<description><![CDATA[ Natasha Wilona resmi berdamai dengan PT Indah Mitra Anugrah terkait polemik merek marshwillow. Ia menegaskan tidak lagi terikat kerja sama sejak 11 September 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c42991646b5.webp" length="10610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 11:01:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Natasha Wilona, PT Indah Mitra Anugrah, marshwillow, perdamaian, artis Indonesia, kontrak kerja, entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="476"><strong data-start="229" data-end="258">JAKARTA, SJP</strong> – Polemik antara aktris Natasha Wilona dengan PT Indah Mitra Anugrah, pemilik merek kecantikan <em data-start="354" data-end="367">marshwillow</em>, akhirnya menemukan titik terang. Alih-alih berlarut dalam konflik hukum, keduanya sepakat untuk berdamai.</p>
<p data-start="478" data-end="835">Lewat unggahan Instagram pribadinya, Wilona menegaskan bahwa sejak 11 September 2025 dirinya tidak lagi memiliki keterkaitan apapun dengan <em data-start="617" data-end="630">marshwillow</em>.</p>
<p data-start="478" data-end="835">“Segala bentuk kerja sama, kontrak, maupun hubungan bisnis dengan merek tersebut telah berakhir. Ke depan, tidak ada lagi kerja sama antara saya dengan merek tersebut,” tulis Wilona, Jumat (12/9/2025).</p>
<p data-start="837" data-end="1128">Aktris berusia 26 tahun itu menambahkan, keputusan damai ini diambil bersama pihak perusahaan.</p>
<p data-start="837" data-end="1128">“Segala hal yang terjadi sebelumnya sudah terselesaikan dengan baik melalui jalan damai. Semoga dengan adanya pernyataan ini, segala kesalahpahaman dapat terhindari di kemudian hari,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1130" data-end="1406">Kasus ini sempat menjadi sorotan publik setelah Wilona melaporkan PT Indah Mitra Anugrah ke Polda Metro Jaya pada 19 Desember 2024. Meski kala itu ia memilih bungkam, isu yang beredar menyebut adanya dugaan pelanggaran kontrak serta kewajiban yang tidak dipenuhi perusahaan.</p>
<p data-start="1408" data-end="1655">Kini, polemik tersebut resmi berakhir. Wilona pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemarnya yang setia mendukungnya di tengah badai masalah.</p>
<p data-start="1408" data-end="1655">“Terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan kepada saya selama ini,” tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1408" data-end="1655"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1408" data-end="1655"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuai Hujatan, Siwon Super Junior Hapus Postingan Belasungkawa untuk Charlie Kirk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuai-hujatan-siwon-super-junior-hapus-postingan-belasungkawa-untuk-charlie-kirk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuai-hujatan-siwon-super-junior-hapus-postingan-belasungkawa-untuk-charlie-kirk</guid>
<description><![CDATA[ Siwon Super Junior menuai hujatan setelah mengunggah belasungkawa untuk aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk. Unggahan tersebut akhirnya dihapus beberapa jam kemudian akibat serangan netizen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c4263756424.webp" length="33606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 08:58:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Siwon, Super Junior, Charlie Kirk, unggahan dihapus, netizen, Donald Trump, K-pop, Kristen konservatif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="207" data-end="557"><strong data-start="207" data-end="236">JAKARTA, SJP</strong> – Anggota boyband Super Junior, Choi Siwon, menuai sorotan publik setelah membagikan unggahan belasungkawa untuk aktivis politik konservatif asal Amerika Serikat, Charlie Kirk, yang meninggal dunia pada 10 September 2025. Namun, unggahan itu tak bertahan lama dan akhirnya dihapus setelah dihujani kritik dari netizen.</p>
<p data-start="559" data-end="976">Pada 11 September 2025, Siwon sempat mengunggah foto Charlie Kirk dengan ilustrasi salib dan tulisan “REST IN PEACE CHARLIE KIRK.” Unggahan itu turut disertai lagu rohani <em data-start="730" data-end="738">Rescue</em> milik penyanyi Kristen asal AS, Lauren Daigle.</p>
<p data-start="559" data-end="976">Tak hanya itu, Siwon juga membagikan foto Kirk bersama keluarganya, lengkap dengan kutipan ayat Alkitab: <em data-start="891" data-end="931">“Well done, good and faithful servant”</em> (Bagus sekali, hamba yang baik dan setia).</p>
<p data-start="978" data-end="1181">Namun, hanya berselang beberapa jam, seluruh unggahan tersebut dihapus. Media Korea, <em data-start="1063" data-end="1071">Chosun</em>, melaporkan pada Jumat (12/9/2025) bahwa penghapusan itu diduga kuat karena derasnya hujatan dari warganet.</p>
<p data-start="1183" data-end="1628">Charlie Kirk sendiri dikenal luas sebagai pendiri organisasi konservatif Turning Point USA, sekaligus tokoh penting dalam mendukung kembalinya Donald Trump ke kancah politik. Kirk juga dikenal vokal memperjuangkan nilai-nilai konservatif dan iman Kristen.</p>
<p data-start="1183" data-end="1628">Pada awal September 2025, ia bahkan sempat menghadiri acara <em data-start="1499" data-end="1520">Build Up Korea 2025</em> di Seoul yang mengusung tema nilai Kristen, demokrasi liberal, dan aliansi Korea Selatan–Amerika Serikat.</p>
<p data-start="1630" data-end="1986">Kirk meninggal setelah ditembak saat menghadiri debat di Utah Valley University, Amerika Serikat. Peluru mengenai lehernya ketika ia tengah menjawab pertanyaan seputar pelaku penembakan massal di AS. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Polisi sempat mengamankan pelaku di lokasi, namun kemudian dibebaskan setelah penyelidikan.</p>
<p data-start="1988" data-end="2121">Sebagai bentuk penghormatan, mantan Presiden Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang hingga 14 September 2025. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1988" data-end="2121"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1988" data-end="2121"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Gereja Setan Angkat Kisah Kelam Mongol Stres</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-gereja-setan-angkat-kisah-kelam-mongol-stres</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-gereja-setan-angkat-kisah-kelam-mongol-stres</guid>
<description><![CDATA[ Komedian Mongol Stres mengungkap masa lalunya sebagai pengikut sekte pemuja setan. Kisah ini diangkat dalam film Gereja Setan yang tayang 11 September 2025 dengan pesan moral dan pertobatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c016560903b.webp" length="22686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 08:59:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Mongol Stres, film Gereja Setan, sekte pemuja setan, film horor Indonesia, kisah Mongol Stres, pertobatan Mongol, film terbaru 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="291" data-end="593"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Komedian Rony Imanuel atau yang akrab disapa Mongol Stres mengungkap masa lalunya sebagai mantan pengikut sekte pemuja setan. Kisah kelam tersebut kini diangkat ke layar lebar melalui film <em data-start="520" data-end="534">Gereja Setan</em> yang akan tayang di bioskop mulai 11 September 2025.</p>
<p data-start="595" data-end="896">Mongol menyebut film ini menjadi proyek dengan bayaran terendah sepanjang kariernya.</p>
<p data-start="595" data-end="896">“Jujur, dari 41 film yang gue mainkan, ini yang paling murah bayarannya. Tapi gue enggak cari duit. Kalau mau duit, stand up 15 menit bisa Rp150 juta,” ungkap Mongol saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (7/9/2025).</p>
<p data-start="898" data-end="1273">Menurutnya, alasan utama menerima peran ini adalah untuk menyampaikan pesan moral dan nilai pertobatan. Film ini tidak semata hiburan, melainkan sarana edukasi bagi masyarakat.</p>
<p data-start="898" data-end="1273">“Lewat film ini, gue pengin orang lain enggak ikut-ikutan jalan yang pernah gue tempuh. Pertobatan itu enggak gampang, tapi gue ingin selamatkan orang lain lewat pengalaman pahit gue,” tegasnya.</p>
<p data-start="1275" data-end="1433">Mongol menekankan bahwa film ini bukan untuk kontroversi, melainkan peringatan atas bahaya penyimpangan iman dan ajakan untuk kembali pada jalan yang benar.</p>
<p data-start="1275" data-end="1433"><strong>Sinopsis Film <em data-start="1453" data-end="1467">Gereja Setan</em></strong></p>
<p data-start="1470" data-end="1790">Film ini mengisahkan perjalanan Ribka, seorang wanita muda yang hamil di luar nikah. Hidupnya berubah drastis setelah ditinggal mati calon suami dan dijauhi keluarganya.</p>
<p data-start="1470" data-end="1790">Dalam keputusasaan, Ribka bertemu Gladys dan kemudian Hendrik, pemimpin sekte pemuja setan yang menariknya masuk ke lingkaran kegelapan.</p>
<p data-start="1792" data-end="1981">Di puncak tekanan dan keterpurukan, Ribka dipersiapkan menjadi pengantin iblis. Namun, melalui pengalaman rohani masa lalunya, ia berusaha bangkit dan mencari jalan kembali menuju terang. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1792" data-end="1981"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1792" data-end="1981"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Steffi Zamora Umumkan Kabar Kehamilan, Netizen: Kapan Nikahnya?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/steffi-zamora-umumkan-kabar-kehamilan-netizen-kapan-nikahnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/steffi-zamora-umumkan-kabar-kehamilan-netizen-kapan-nikahnya</guid>
<description><![CDATA[ Steffi Zamora membagikan foto kehamilan dan hasil USG anaknya bersama Nino Fernandez. Ucapan selamat dari rekan artis berdatangan, namun netizen justru ramai bertanya kapan pasangan ini resmi menikah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c01079b0a3b.webp" length="15506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 22:47:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Steffi Zamora, Nino Fernandez, kabar kehamilan, artis hamil, selebritas Indonesia, pernikahan artis, netizen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="281" data-end="504"><strong data-start="281" data-end="310">JAKARTA, SJP</strong> – Kabar mengejutkan datang dari selebritas Steffi Zamora. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengumumkan tengah mengandung buah hati dari hubungannya dengan aktor Nino Fernandez.</p>
<p data-start="506" data-end="792">Dalam postingan yang diunggah Selasa (9/9/2025), Steffi membagikan enam foto kebersamaannya dengan Nino. Terlihat jelas perut Steffi yang tengah hamil. Ia juga memperlihatkan beberapa foto hasil USG sang calon bayi.</p>
<p data-start="506" data-end="792">“Keajaiban kecil kami, berkah terbesar kami,” tulis Steffi Zamora.</p>
<p data-start="794" data-end="1186">Unggahan tersebut langsung mendapat ucapan selamat dari rekan-rekan selebritas. Jennifer Ipel menuliskan, <em data-start="900" data-end="981">“Aaah little epong carrying a little baby epong. Congrats to the bouth of you.”</em></p>
<p data-start="794" data-end="1186">Sementara Salmafina Sunan hanya menuliskan singkat, <em data-start="1034" data-end="1049">“Love, Love.”</em> Mariana Putri menambahkan, <em data-start="1077" data-end="1124">“Aaaak tepooong sehat-sehat ya bumil cantik.”</em> Sedangkan Naura Hakim ikut berkomentar, <em data-start="1165" data-end="1184">“Happpy foy you.”</em></p>
<p data-start="1188" data-end="1651">Namun, kabar kehamilan itu juga memunculkan tanda tanya besar di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan kapan Steffi dan Nino melangsungkan pernikahan, sebab hingga kini belum pernah ada kabar resmi mengenai pernikahan keduanya.</p>
<p data-start="1188" data-end="1651">“Lah, sudah hamil saja. Kapan nikahnya?” tulis salah seorang netizen.<br data-start="1494" data-end="1497">“Kapan nikahnya? (Bertanya),” tambah warganet lain.<br data-start="1548" data-end="1551">“Ini serius?” komentar akun lain.<br data-start="1584" data-end="1587">“Seriusan???” dan “Demi apa?” turut membanjiri kolom komentar.</p>
<p data-start="1653" data-end="1736">Kabar kehamilan Steffi Zamora pun kini menjadi perbincangan hangat di jagat maya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1653" data-end="1736"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terjebak Cinta di Paris Texas, Film The Wrong Paris Hadir di Netflix September Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uniknya-cinta-di-paris-texas-film-the-wrong-paris-hadir-di-netflix-september-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uniknya-cinta-di-paris-texas-film-the-wrong-paris-hadir-di-netflix-september-ini</guid>
<description><![CDATA[ The Wrong Paris yang disutradarai oleh Janeen Damian siap tayang perdana di Netflix pada 12 September 2025. Mengisahkan seorang gadis Texas yang bercita-cita belajar seni di Paris, Prancis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bcc745da5a6.webp" length="15536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 12:07:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>the wrong paris, film netflix terbaru, film netflix september</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com</strong> -  Netflix kembali menghadirkan tontonan segar bergenre romantis komedi lewat The Wrong Paris, yang siap tayang perdana pada 12 September 2025. Kisahnya unik karena menyajikan kota kecil Paris di Texas.</p>
<p>Film ini disutradarai oleh Janeen Damian dengan naskah karya Nicole Henrich, serta diproduseri oleh Brad Krevoy melalui Motion Picture Corporation of America (MPCA).</p>
<p>Dikutip dari popline.id, The Wrong Paris yang dibintangi  Miranda Cosgrove sebagai Dawn, seorang gadis Texas yang bercita-cita belajar seni di Paris, Prancis. Demi mendapatkan dana perjalanan, ia terjebak ikut reality show kencan yang dikira berlangsung di Eropa. Namun, setibanya di lokasi, Dawn justru mendapati dirinya berada di Paris, Texas—hanya selemparan batu dari rumahnya.</p>
<p>Kecewa dan ingin segera keluar dari acara, rencananya berubah ketika ia bertemu Trey (diperankan Pierson Fodé), bachelor ramah yang jauh dari tipikal kontestan sok populer. Pertemuan itu membawa Dawn ke pengalaman baru: pesta barbekyu, dansa country, hingga obrolan hangat yang menggoyahkan mimpinya untuk kabur.</p>
<p>Dengan sentuhan humor dan romansa ringan, film ini menyoroti perjalanan self-discovery, bahwa cinta maupun petualangan bisa muncul dari tempat yang tak pernah diduga.</p>
<p>Deretan pemeran pendukung seperti Madison Pettis, Frances Fisher, Yvonne Orji, Madeleine Arthur, Torrance Coombs, Hannah Stocking, Emilija Baranac, Veronica Long, Naika Toussaint, Christin Park, dan Ava Bianchi menambah warna dalam cerita yang hangat sekaligus menghibur.</p>
<p>Bagi pecinta komedi romantis dengan ide cerita nyeleneh, The Wrong Paris bisa menjadi pilihan tepat untuk masuk daftar tontonan. Catat jadwalnya, mulai tayang di Netflix pada 12 September 2025. (**)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Netflix Hadirkan Ratu Ratu Queens, Serial tentang Empat Perempuan Imigran yang Penuh Tawa dan Haru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/netflix-hadirkan-ratu-ratu-queens-serial-tentang-empat-perempuan-imigran-yang-penuh-tawa-dan-haru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/netflix-hadirkan-ratu-ratu-queens-serial-tentang-empat-perempuan-imigran-yang-penuh-tawa-dan-haru</guid>
<description><![CDATA[ Netflix siap merilis Ratu Ratu Queens: The Series pada 12 September 2025 dengan cerita hangat dan menghibur. Serial ini menampilkan kisah empat perempuan imigran Indonesia di New York dengan plot penuh tawa sekaligus haru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bccb3e7cc25.webp" length="41320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 09:01:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>rekomendasi film netflix, film netflix, Ratu Ratu Queens, sinopsis Ratu Ratu Queens</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com</strong> - Netflix kembali menghadirkan karya orisinal Indonesia dengan cerita yang segar dan menghibur. Serial berjudul Ratu Ratu Queens: The Series siap tayang perdana secara global pada 12 September 2025. Kisah yang dihadirkan bukan sekadar hiburan, melainkan potret kehidupan empat perempuan imigran Indonesia di Queens, New York, yang penuh warna dan sarat makna.</p>
<p>Dikutip dari rri.co,id, serial ini merupakan prekuel dari film populer Ali &amp; Ratu Ratu Queens garapan sutradara Lucky Kuswandi. Plotnya berfokus pada perjalanan Party, Biyah, Ance, dan Chinta—empat karakter dengan latar belakang berbeda yang kemudian tinggal bersama dalam satu apartemen. Dari titik inilah berbagai dinamika muncul: persahabatan, perbedaan budaya, hingga perjuangan mencari jati diri di negeri orang.</p>
<p>Chemistry antara Nirina Zubir, Asri Welas, Tika Panggabean, dan Happy Salma membuat cerita semakin hidup. Setiap karakter hadir dengan keunikan masing-masing, menciptakan interaksi yang hangat sekaligus kocak. Penonton diajak mengikuti alur cerita yang menggabungkan momen haru, konflik personal, hingga tawa yang ringan, menjadikan serial ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional.</p>
<p>Latar kota New York memberikan sentuhan internasional yang kuat pada plotnya. Dari hiruk pikuk jalanan hingga suasana apartemen sederhana, setting ini menegaskan kontras antara impian dan realitas hidup imigran. Dengan tema sisterhood dan adaptasi budaya, kisahnya terasa dekat bagi banyak orang, terutama mereka yang pernah merasakan tantangan hidup jauh dari rumah.</p>
<p>Kekuatan utama Ratu Ratu Queens: The Series terletak pada narasi yang menyatukan drama dan komedi secara seimbang. Serial ini tidak hanya menjadi tontonan ringan, tetapi juga representasi segar Indonesia di panggung global. Plot yang menarik, karakter yang kuat, dan sentuhan emosional yang hangat membuatnya menjadi salah satu rilisan paling ditunggu tahun ini. (**)<br><br></p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Diselimuti Sakura Tropis, Tabebuya Mekar Hiasi Kota Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-diselimuti-sakura-tropis-tabebuya-mekar-hiasi-kota-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-diselimuti-sakura-tropis-tabebuya-mekar-hiasi-kota-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Bak negeri sakura, ribuan tabebuya bermekaran serentak di Kota Surabaya, menghadirkan pesona bak sakura tropis yang hanya bertahan singkat, sekitar dua pekan setiap tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc2584109ac.webp" length="82618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 20:47:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tabebuya, Sakura Tropis, Dinas Lingkungan Hidup, DLH Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Awal September selalu jadi momen istimewa bagi warga Kota Pahlawan. Di berbagai sudut jalan protokol, pohon tabebuya bermekaran serentak, menghadirkan pemandangan yang disebut mirip dengan sakura di Jepang.</p>
<p>Di sepanjang Jalan Tunjungan, misalnya, deretan tabebuya kuning, merah muda, ungu, hingga putih tampak menebar pesona. Pengendara yang melintas tak jarang memperlambat laju kendaraan hanya untuk menikmati keindahan yang jarang muncul.</p>
<p>Meski indah, ternyata fenomena tersebut tidak berlangsung lama. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Achmad Eka Mardijanto, menjelaskan tabebuya biasanya mekar hanya sekitar dua pekan dalam setahun, dengan puncak pada Agustus hingga September. </p>
<p>"Puncak musim tabebuya memang antara bukan Agustus dan September, jadi memang tidak lama," kata Eka, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc258c37890.webp" alt=""></p>
<p>Menurut data Pemkot Surabaya, terdapat sekitar 16.300 pohon tabebuya yang ditanam di berbagai ruas kota, mulai Taman Apsari, MERR, Gunung Anyar, hingga sepanjang jalan protokol lainnya. </p>
<p>Dari jumlah tersebut, 11.400 pohon berbunga putih dan merah muda, 4.650 pohon kuning, 162 pohon merah, dan 100 pohon ungu.</p>
<p>Keindahan tabebuya yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini membuatnya dijuluki “sakura tropis.” Kelopaknya berbentuk terompet berukuran 3–11 cm, menjadikan langit Surabaya seolah disapu warna-warni setiap kali musimnya tiba.</p>
<p>Tak hanya memperindah kota, tabebuya juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru. Pemkot Surabaya berencana memperluas penanamannya, sehingga semakin banyak warga dan wisatawan dapat menikmati momen singkat tapi menawan.</p>
<p>Seperti sakura di Jepang yang dinanti tiap musim semi, tabebuya kini menjadi penanda khas pertengahan tahun di Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelang Magrib 2 Angkat Kisah Pasung di Era Kolonial Belanda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjelang-magrib-2-angkat-kisah-pasung-di-era-kolonial-belanda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjelang-magrib-2-angkat-kisah-pasung-di-era-kolonial-belanda</guid>
<description><![CDATA[ Film arahan sutradara Helfi Kardit ini mengangkat kisah kelam praktik pemasungan di tahun 1920, pada masa penjajahan Belanda, yang dikemas dalam balutan horor mencekam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b59ce259c55.webp" length="32158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 17:27:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b>SUARAJATIMPOST </b><strong>–</strong> Setelah sukses dengan film <i>Menjelang Magrib</i> pada 2022, rumah produksi Helroad Films kembali menghadirkan sekuelnya berjudul <i>Menjelang Magrib 2</i>.</p>
<p class="MsoNormal">Film arahan sutradara Helfi Kardit ini mengangkat kisah kelam praktik pemasungan di tahun 1920, pada masa penjajahan Belanda, yang dikemas dalam balutan horor mencekam.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Menurut Helfi, sisa-sisa kelam masa kolonial masih terasa hingga kini, terutama lewat bangunan peninggalan Belanda yang sarat cerita mistis.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">“Dalam part 2 ini, saya menyajikan cerita yang lebih gelap tentang kultur masa kolonial yang sarat ketimpangan sosial. Tema pasung saya angkat karena memang berdasarkan pengalaman pribadi saya waktu tinggal di Sumatera,” ungkap Helfi di Jakarta, beberapa waktu lalu.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ia menambahkan, pada masa itu rumah pasung kerap dianggap sebagai bentuk pengobatan bagi orang dengan gangguan jiwa.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">“Penonton akan diajak merasakan langsung kengerian kisah dua wanita yang dipasung dan tak bisa lari. Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman menegangkan,” tambahnya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><b>Kisah Dokter Stovia dan Gadis Terpasung<o:p></o:p></b></p>
<p class="MsoNormal">Alur cerita <i>Menjelang Magrib 2</i> berpusat pada tokoh Giandra, seorang dokter lulusan Stovia, yang menemukan berita di koran <i>Javasche Courant</i> tentang Layla, gadis desa Karuhun yang dipasung karena dianggap sakit jiwa.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Giandra meyakini penyakit mental seharusnya ditangani dengan ilmu pengetahuan, bukan takhayul. Ia pun berusaha membebaskan Layla meski mendapat perlawanan dari masyarakat setempat yang percaya pemasungan adalah bagian dari tradisi penyembuhan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Film ini dibintangi oleh Aditya Zoni, Aisha Kastolan, Aurelia Lourdes, Muthia Datau, Ajeng Fauziah, Ageng Kiwi, dan Fendi Pradana. <i>Menjelang Magrib 2</i> dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis (4/9/2025). <strong>(**)</strong><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>
<div class="MsoNormal" align="center" style="text-align: center;"><hr size="2" width="100%" align="center"></div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paramount Garap Film Live&amp;action Call of Duty, Pecinta Game Antre di Bioskop?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paramount-garap-film-live-action-call-of-duty-pecinta-game-antre-di-bioskop</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paramount-garap-film-live-action-call-of-duty-pecinta-game-antre-di-bioskop</guid>
<description><![CDATA[ Paramount Pictures akan memproduksi film live-action Call of Duty, waralaba game populer dengan 500 juta kopi terjual. Meski belum ada detail cerita, proyek ini diharapkan mengikuti jejak sukses adaptasi game box office. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b852e30602b.webp" length="44046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 12:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Paramount, Call of Duty, film Call of Duty, David Ellison, Activision Blizzard, Microsoft, live-action game, adaptasi video game, Hollywood, film terbaru 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="496"><b>SUARAJATIMPOST.COM </b>– Hollywood kembali melirik dunia video game. Kali ini, Paramount Pictures resmi mengumumkan akan memproduksi film live-action dari waralaba legendaris Call of Duty, game tembak-menembak yang telah mendunia sejak 2003.</p>
<p data-start="498" data-end="793">Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (2/9/2025), hanya sebulan setelah Paramount diambil alih oleh David Ellison, putra pendiri Oracle, Larry Ellison. Sebagai pemimpin baru, David ingin mengembalikan kejayaan studio yang dulu melahirkan karya abadi seperti <em data-start="761" data-end="776">The Godfather</em> dan <em data-start="781" data-end="790">Top Gun</em>.</p>
<p data-start="795" data-end="909">“Sebagai penggemar Call of Duty seumur hidup, ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar David Ellison.</p>
<p data-start="942" data-end="1184">Call of Duty bukan nama asing di dunia hiburan digital. Dengan lebih dari 500 juta kopi terjual dan 100 juta pemain aktif tiap bulan, game besutan Activision-Blizzard ini menjadi salah satu franchise paling laris sepanjang masa.</p>
<p data-start="1186" data-end="1416">Kini, Paramount mendapat mandat untuk mengangkatnya ke layar lebar. Meski detail cerita dan jadwal tayang masih dirahasiakan, publik sudah menaruh ekspektasi tinggi. Apalagi, adaptasi video game tengah berada di puncak kejayaan.</p>
<p data-start="1443" data-end="1636">Kesuksesan film <em data-start="1459" data-end="1479">Sonic The Hedgehog</em>, <em data-start="1481" data-end="1510">The Super Mario Bros. Movie</em> (US$1,3 miliar), hingga <em data-start="1535" data-end="1552">Minecraft Movie</em> (mendekati US$1 miliar) membuktikan bahwa pasar adaptasi game sangat menjanjikan.</p>
<p data-start="1638" data-end="1874">Paramount berharap, Call of Duty bisa menjadi tonggak baru yang menyaingi kejayaan <em data-start="1725" data-end="1741">Modern Warfare</em> atau <em data-start="1747" data-end="1758">Black Ops</em> di dunia game. Bahkan, menurut laporan <em data-start="1798" data-end="1807">Variety</em>, ada peluang besar kerja sama ini meluas hingga serial televisi.</p>
<p data-start="1876" data-end="2160">“Dari kampanye Sekutu di game pertama, hingga Modern Warfare dan Black Ops, saya telah menghabiskan waktu berjam-jam memainkan waralaba luar biasa ini. Dipercaya untuk membawa dunia Call of Duty ke layar lebar adalah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab besar,” tambah Ellison.</p>
<p data-start="2195" data-end="2456">Keputusan ini datang di tengah usaha Paramount untuk bangkit dari keterpurukan. Dengan basis penggemar global dan nama besar Activision yang kini dimiliki Microsoft (akuisisi US$69 miliar pada 2023), Call of Duty diyakini bisa jadi amunisi box office terbaru.</p>
<p data-start="2458" data-end="2607">Satu hal pasti, para gamer dan penggemar film laga kini sama-sama menunggu: bisakah Call of Duty di layar lebar menembus hype sebesar game-nya? <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2458" data-end="2607"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="2458" data-end="2607"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Dijarah Massa, Astrid Kuya: “Saya Ikhlas, Semoga Bermanfaat”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-dijarah-massa-astrid-kuya-saya-ikhlas-semoga-bermanfaat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-dijarah-massa-astrid-kuya-saya-ikhlas-semoga-bermanfaat</guid>
<description><![CDATA[ Astrid Kuya, istri Uya Kuya sekaligus anggota DPRD, mengaku ikhlas setelah rumahnya dijarah massa. Meski kehilangan harta dan hewan peliharaan, ia berharap ada hikmah di balik peristiwa ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b855680520f.webp" length="18534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 09:57:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Astrid Kuya, Uya Kuya, rumah dijarah, penjarahan Duren Sawit, demo ojol, politisi selebritas, DPR, DPRD, hewan peliharaan hilang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="272" data-end="612"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Kediaman pasangan selebritas sekaligus politisi Uya Kuya dan Astrid Khairunnisha di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, porak-poranda usai dijarah massa saat kerusuhan demo terkait insiden ojol. Meski harta benda hingga hewan peliharaannya hilang, Astrid Kuya memilih untuk mengikhlaskan segalanya.</p>
<p data-start="614" data-end="792">“Kalau ditanya soal penjarahan, murni 100 persen saya sudah mengikhlaskan,” ujar Astrid Kuya dalam video yang diunggah ulang akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Rabu (3/9/2025).</p>
<p data-start="834" data-end="1115">Dalam pernyataannya, Astrid menyebut bahwa harta benda yang diambil oleh massa semoga bisa bermanfaat bagi mereka yang membawa.</p>
<p data-start="834" data-end="1115">“Saya selalu bilang, ketika melihat video rumah saya dijarah, insyaallah apa yang mereka ambil bisa berguna buat mereka di masa mendatang,” tuturnya.</p>
<p data-start="1117" data-end="1319">Meski demikian, Astrid menegaskan bahwa urusan hukum sepenuhnya ia serahkan kepada kepolisian.</p>
<p data-start="1117" data-end="1319">“Kalau proses hukum saya dan keluarga menyerahkan ke kepolisian, tetapi soal harta saya ikhlas,” ucapnya.</p>
<p data-start="1358" data-end="1641">Di tengah keikhlasannya melepas harta benda, Astrid masih berharap ada kabar baik untuk hewan peliharaan keluarganya.</p>
<p data-start="1358" data-end="1641">“Kalau soal kucing, kami masih mencari, berharap bisa kembali. Namun, saya lebih berdoa saja, semoga ada orang yang berniat baik untuk mengembalikan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1674" data-end="1981">Astrid Khairunnisha—nama asli Astrid Margaretha—menikah dengan Uya Kuya pada 17 Mei 2023. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, Cinta Rahmania Putri Khairunisha dan Sydney Agusto Putra Utama. Kini, Astrid menjabat sebagai anggota DPRD, sementara Uya Kuya menjadi anggota DPR RI.</p>
<p data-start="1983" data-end="2257">Sayangnya, aksi joget Uya Kuya di forum kenegaraan DPR belakangan memicu kemarahan publik. Sentimen negatif itu kemudian berujung pada penjarahan rumah mereka. Tidak hanya harta benda, tetapi juga hewan peliharaan ikut hilang, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga ini.</p>
<p data-start="2259" data-end="2385">Meski begitu, Astrid menutup pernyataannya dengan sikap lapang dada.</p>
<p data-start="2259" data-end="2385">“Saya ikhlas. Semoga semua ini ada hikmahnya,” katanya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2259" data-end="2385"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="2259" data-end="2385"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lahir saat Ibunya Tawaf di Masjidil Haram, Bayi Prematur saat Prosesi Haji 2025 Tiba di Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lahir-saat-ibunya-tawaf-di-masjidil-haram-bayi-prematur-saat-prosesi-haji-2025-tiba-di-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lahir-saat-ibunya-tawaf-di-masjidil-haram-bayi-prematur-saat-prosesi-haji-2025-tiba-di-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Bayi prematur bernama Nu’aim lahir saat ibunya tawaf di Masjidil Haram, kini pulang ke tanah air bersama orang tuanya, menutup kisah haji 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b83dbee47d7.webp" length="58938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:40:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, Embarkasi Surabaya, PPIH, Kemenag Jatim, Bayi Prematur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Musim haji 2025 di Embarkasi Surabaya telah lama usai yang ditandai kepulangan kloter 97 sebagai penutup pada 11 Juli 2025.  Namun, ada cerita dari tanah suci yang tersisa ketika seorang jemaah haji asal Lumajang melahirkan secara prematur di tanah Suci.</p>
<p>Adalah Tristy Erlinawati, jemaah kloter 83 asal Lumajang, bersama sang suami, Fachrizal Rahmad, yang pulang membawa kebahagiaan sekaligus kenangan tak terlupakan. Anak keempat mereka yang lahir di tanah haram, diberi nama Nu’aim, kini ikut menginjakkan kaki di tanah air untuk pertama kalinya. Mereka tiba Bandara Internasional Juanda pada Selasa (2/9/2025) kemarin.</p>
<p>"Alhamdulillah, setelah tiga bulan di Arab Saudi, akhirnya kami bisa pulang bersama Nu’aim," ucap Tristy saat ditemui pada Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Perjalanan keluarga Tristy penuh dengan kisah kisah. Dia berangkat ke tanah suci pada 26 Mei 2025 dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 14–26 minggu. Saat pengecekan kala itu, kondisinya dinyatakan laik terbang.</p>
<p>Mamun pada 16 Juni, di tengah putaran tawaf ketiga di Masjidil Haram, ketubannya pecah. Enam hari dalam observasi medis di Makkah, akhirnya Nu’aim lahir sebagai bayi prematur dengan berat hanya 1,2 kilogram.</p>
<p>"Sebelum melahirkan, saya sempat diobservasi tim medis selama 6 hari. Kehamilan masih diusahakan dipertahankan karena memang belum ada kontraksi. Namun qadarullah, ternyata Nu’aim lahir," kenangnya.</p>
<p>Hari-hari berikutnya diisi perjuangan. Sementara bayi kecil mereka dirawat di inkubator rumah sakit, Tristy dan Fachrizal tinggal di Wisma Haji Daker Makkah. Mereka sabar mengantarkan air susu ibu setiap hari, sembari memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. </p>
<p>Perlahan, Nu’aim menunjukkan perkembangan. Berat badannya kini naik menjadi 2,3 kilogram, dan dokter akhirnya memberi izin pulang setelah ia bisa bernapas sendiri tanpa alat bantu serta minum susu langsung.</p>
<p>"Nu’aim diizinkan pulang oleh dokter setelah dia dapat bernapas tanpa selang oksigen, serta dapat minum susu langsung tanpa alat bantu. Jadi langsung menyusu ke ibunya atau ke botol/dot," terangnya.</p>
<p>"Alhamdulillah, semua biaya penginapan, transportasi, dan makan kami ditanggung pemerintah. Kami sangat bersyukur atas dukungan penuh ini," imbuh suami Fristy, Fachrizal.</p>
<p>Sebelumnya, kepulangan jemaah pasangan suami-istri itu disambut hangat oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, Muh. As’adul Anam, bersama perwakilan Kemenag Lumajang. </p>
<p>Di balik kepulangan ribuan jemaah yang sudah lebih dulu tiba, kisah Tristy dan Nu’aim menjadi bagian yang manis dari rangkaian panjang haji 2025. Sebuah pengingat bahwa setiap perjalanan haji selalu menyimpan cerita, bahkan yang tak terduga sekalipun.</p>
<p>Kendati demikian, Kemenag masih menunggu kepulangan 2 (dua) jemaah haji embarkasi Surabaya dari Kabupaten Pasuruan dan Lumajang yang masih dirawat di Tanah Suci. Sedangkan satu jemaah yang ghoib asal Kabupaten Malang sampai saat ini belum ditemukan dan dalam proses identifikasi oleh Ditjen PHU Kemenag RI. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seusai Api Melumat Grahadi: Sejarah dan Harapan Restorasi Cagar Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seusai-api-melumat-grahadi-sejarah-dan-harapan-restorasi-cagar-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seusai-api-melumat-grahadi-sejarah-dan-harapan-restorasi-cagar-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Gedung Negara Grahadi, saksi sejarah Surabaya sejak abad ke-18, kini porak-poranda dilalap api. Insiden yang mengguncang identitas dan warisan budaya kota itu diharap bisa jadi pelajaran dalam hal pelestarian cagar budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b83daeabf03.webp" length="40484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:26:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gedung Negara Grahadi, Grahadi, Cagar Budaya, Kerusuhan, PCU, Petra Christian University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Insiden kebakaran yang melanda sisi barat Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (30/8/2025) malam meninggalkan duka mendalam. Bangunan berusia ratusan tahun yang berdiri di jantung Surabaya itu bukan sekadar kantor pemerintahan, melainkan saksi perjalanan panjang sejarah kota.</p>
<p>Gedung Negara Grahadi dibangun pada abad ke-18, ketika Surabaya masih berkembang sebagai pusat perdagangan penting di Jawa Timur. Arsitekturnya menggabungkan gaya neo-klasik (<em>Empire Style)</em> dengan sentuhan tradisional Jawa, menjadikannya simbol percampuran budaya sekaligus lambang otoritas pada masa kolonial.</p>
<p>Bangunan itu kerap menjadi panggung peristiwa penting, mulai dari masa pemerintahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan. Bahkan hingga saat ini, Gedung Negara Grahadi kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan Pemprov Jawa Timur.</p>
<p>Karena itu, kerusakan akibat api dipandang sebagai kehilangan yang menyentuh identitas kolektif warga Surabaya, khususnya bagi para pecinta sejarah dan pegiat pelestarian cagar budaya.</p>
<p>Salah satu pandangan atas insiden tersebut datang dari Dosen Arsitektur Petra Christian University (PCU), Dr. Timoticin Kwanda, yang menyoroti pentingnya menjaga Grahadi sebagai aset bangsa.</p>
<p>"Tentu saja kita prihatin dengan kejadian tersebut," ujar Dr. Timoticin, Rabu (3/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b83db950c75.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, Grahadi tidak hanya memancarkan nilai historis, tetapi juga menampilkan estetika unik. Pelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan warisan tersebut.</p>
<p>Sebagai cagar budaya, Grahadi sudah mendapat perlindungan hukum. Aturan itu tertuang dalam Permen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif SK no. PM.23/PW.007/MKP/2007. Karenanya, Dr. Timoticin menegaskan bahwa kerusakan yang disengaja pada cagar budaya merupakan tindak kriminal.</p>
<p>"Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pasal 101, menyebutkan hukuman pidana bagi perusak cagar budaya. Pelaku bisa dipenjara maksimal 5 tahun atau didenda hingga Rp1,5 miliar," tegasnya.</p>
<p><strong>Restorasi dengan Prinsip Minimum Intervensi</strong></p>
<p>Langkah berikutnya setelah kebakaran adalah memulai proses restorasi secara hati-hati. Menurut Dr. Timoticin, tahap awal restorasi dimulai dari dokumentasi kerusakan, baru kemudian dilakukan perbaikan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b83da90ff40.webp" alt=""></p>
<p>"Untuk bagian yang masih dapat diperbaiki, maka menggunakan prinsip minimum intervensi guna mempertahankan material yang asli," jelasnya.</p>
<p>"Namun jika harus diganti, material yang baru harus sesuai dengan zamannya, tapi tetap berbeda agar masyarakat dapat membedakan mana material asli dan mana yang baru," imbuh Dr. Timoticin,.</p>
<p>Pendekatan itu penting dalam memastikan nilai sejarah Grahadi tetap terjaga tanpa mencampuradukkan antara bagian lama dan hasil perbaikan. Maka dari itu, Dr. Timoticin mengingatkan insiden kemarin bisa diambil sisi positifnya sebagai pelajaran berharga.</p>
<p>"Pelestarian cagar budaya adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan hukum yang tegas, edukasi publik, dan proses restorasi yang tepat harus dijalankan agar warisan sejarah ini tetap utuh bagi generasi mendatang," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Agape: The Unconditional Love, Kisah Cinta dan Kesetiaan para Caregiver</title>
<link>https://suarajatimpost.com/agape-the-unconditional-love-kisah-cinta-dan-kesetiaan-para-caregiver</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/agape-the-unconditional-love-kisah-cinta-dan-kesetiaan-para-caregiver</guid>
<description><![CDATA[ Film Agape: The Unconditional Love mengangkat kisah cinta, kesetiaan, dan ketulusan para caregiver dalam mendampingi pasien. Dibintangi aktor-aktris papan atas, film ini tayang serentak pada 4 September 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b59c1db1e36.webp" length="27436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 14:05:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Agape The Unconditional Love, film Agape, caregiver, film Indonesia terbaru, Maudy Koesnaedi, Tio Pakusadewo, Meriam Belina, Arie Azis, Michael Tobing, film 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b>JAKARTA, SJP </b>– Peran seorang caregiver bukan sekadar mendampingi pasien, tetapi juga merawat dengan penuh cinta, ketulusan, dan kesetiaan. Nilai-nilai inilah yang diangkat dalam film terbaru bertajuk <i>Agape: The Unconditional Love</i>, garapan rumah produksi Holofa Pictures dengan sutradara Arie Azis.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Film ini menceritakan kisah empat pasangan pasien dan caregiver yang berbeda-beda: seorang istri yang merawat suaminya, ibu yang merawat anaknya, kakak yang mendampingi adiknya, hingga seorang sahabat yang setia menemani sahabatnya. Semua diikat oleh kisah perjuangan melawan penyakit di sebuah rumah sakit.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Keempat caregiver saling berbagi pengalaman, keluh kesah, dan kekuatan, menciptakan interaksi emosional yang menyentuh. Para penonton juga akan disuguhkan penampilan akting dari deretan bintang papan atas, antara lain Tio Pakusadewo, Meriam Belina, Maudy Koesnaedi, Tanta Ginting, Samuel Rizal, Sarah Beatrix, Dewi Yull, hingga Chika Waode.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Film Agape ini akan banyak memberikan pesan tentang pentingnya arti orang-orang terkasih dalam kehidupan. Karena para caregiver ini dengan tanpa pamrih, dan menurut saya ini kisah yang bisa dirasakan semua orang. Itulah yang jadi kekuatan dalam film ini," ujar Michael Tobing, produser film <i>Agape</i> saat konferensi pers, Sabtu (30/8/2025).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Aktris senior Maudy Koesnaedi pun mengaku perannya di film ini begitu personal. Ia merasa terhubung dengan kisah perjuangannya sendiri saat merawat ibunda yang sakit.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">"Film ini bukan semata soal kesedihan. Banyak konflik yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Termasuk saya yang juga mendampingi teman yang sakit leukemia. Jadi, ketika ditawari peran ini, rasanya seperti titik pelepasan," jelasnya.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Film ini mengajak penonton merenungkan perjuangan pasien dan pendampingnya: apakah mereka mampu kembali meraih kebahagiaan atau justru berakhir dalam duka.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><i>Agape: The Unconditional Love</i> dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada Kamis (4/9/2025). <strong>(**)</strong><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Rangga &amp;amp; Cinta Mendunia, Tayang Perdana di Busan International Film Festival 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-rangga-cinta-mendunia-tayang-perdana-di-busan-international-film-festival-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-rangga-cinta-mendunia-tayang-perdana-di-busan-international-film-festival-2025</guid>
<description><![CDATA[ Film Rangga &amp; Cinta, garapan Riri Riza dan Mira Lesmana, resmi menembus Busan International Film Festival 2025 dalam kategori “A Window of Asian Cinema”. Film musikal ini akan tayang perdana di Busan 18 September dan di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b31f675db3d.webp" length="19906" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 13:17:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Rangga &amp; Cinta, BIFF 2025, Busan International Film Festival, film Indonesia, Riri Riza, Mira Lesmana, Ada Apa Dengan Cinta, film musikal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Rangga &amp; Cinta, karya terbaru sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana, resmi menembus Busan International Film Festival (BIFF) 2025.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Film ini terpilih masuk ke dalam program prestisius “A Window of Asian Cinema”, sebuah kategori yang menampilkan karya-karya terbaik dari sineas Asia. Kabar tersebut diumumkan melalui akun resmi Instagram @filmranggacinta, Sabtu (30/8/2025).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><i>“Dari ruang kelas SMA, kini cerita Rangga &amp; Cinta hadir di panggung dunia. World premiere di Busan International Film Festival 2025. Sebuah perayaan cinta lintas generasi dari dunianya Rangga &amp; Cinta,”</i> tulis pengumuman resmi tersebut.<o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Film yang disebut sebagai versi musikal dari Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) ini akan menjalani world premiere pada 18 September 2025 di Busan, Korea Selatan. Kehadirannya di BIFF 2025 menjadi tonggak baru bagi perjalanan sinema romantis Indonesia, sekaligus memperkenalkan kisah cinta ikonik Rangga dan Cinta ke panggung internasional.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Penayangan perdana ini akan dihadiri kritikus, media, hingga pelaku industri film dunia. Antusiasme publik pun langsung meledak di media sosial.<o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kolom komentar Instagram film tersebut dipenuhi ucapan selamat dari para penggemar.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><i>“Aaahh... keren sekaliiii. Good luck Rangga &amp; Cinta,”</i> tulis akun @*aratna13.<br><i>“Wohooo congratssss!”</i> seru @taaanisa022.<br><i>“Wahhhh, enggak sabar banget nunggu rilisnya di bioskop Indonesia,”</i> tulis akun @w**swt.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Respon positif ini menandakan besarnya kerinduan penonton Tanah Air terhadap kisah Rangga dan Cinta yang sudah menjadi bagian dari memori kolektif generasi.<o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setelah debut internasional di BIFF, film Rangga &amp; Cinta dijadwalkan tayang perdana di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025. Publik diperkirakan akan menyambutnya dengan antusias, mengingat waralaba AADC sudah lama menjadi ikon sinema romantis Indonesia.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dengan pencapaian ini, Indonesia kembali membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu berbicara di kancah global. (**)<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Editor : Danu S</p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal">Sumber: Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DKJT dan Disbudpar Jatim Rumuskan Langkah Strategis Pemajuan Kebudayaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dkjt-dan-disbudpar-jatim-rumuskan-langkah-strategis-pemajuan-kebudayaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dkjt-dan-disbudpar-jatim-rumuskan-langkah-strategis-pemajuan-kebudayaan</guid>
<description><![CDATA[ Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menggelar audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b24d4966643.webp" length="54246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 10:55:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>DKJT</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA, SJP – Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menyiapkan tiga agenda krusial: legalisasi kepengurusan baru DKJT, sinergi program, serta landasan hukum transformasi organisasi dari Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan.</p>
<p>Hal itu dikupas dalam audiensi DKJT dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur di Kantor Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Jumat (29/8/2025) siang.</p>
<p>Di depan Kepala Disbudpar Evy Afianasari, Koordinator Presidium DKJT, Suroso, memaparkan, DKJT telah menyusun mesin organisasi hasil Musda Juni 2025 lalu. "Struktur kepengurusan sudah kami rampungkan, lengkap dengan departemen dan komite yang diisi oleh perwakilan seniman dari berbagai daerah serta para pakar di bidangnya," papar Suroso.</p>
<p>DKJT bermaksud menindaklanjuti proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai payung hukum yang melegitimasi kepengurusan baru DKJT.</p>
<p>Sekretaris Jenderal DKJT, Sol Amrida mengatakan, DKJT terbuka menjadi "teman berpikir" Disbudpar dalam merancang kebijakan kebudayaan di Jawa Timur. Isu perubahan nama dari Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan juga diangkatnya. "Kami butuh landasan yang jelas untuk transformasi ini, agar bisa diterima dengan baik oleh teman-teman di kabupaten dan kota," kata Sol.</p>
<p>Sol Amrida juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Pendidikan. "Pemajuan kebudayaan sangat erat kaitannya dengan regenerasi. Kami ingin ada program beasiswa bagi talenta-talenta seni berbakat di Jawa Timur untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi," ucapnya.</p>
<p>Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, memberikan respons positif terkait paradigma baru DKJT. Menurut dia, transformasi menjadi Dewan Kebudayaan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah tuntutan zaman yang sejalan dengan peraturan.</p>
<p>"Perubahan ini merupakan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Dengan nomenklatur baru, cakupan kerja lembaga lebih luas, meliputi sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan," ungkap Evy. </p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa landasan hukumnya telah diatur dalam Perda dan akan diperkuat oleh Pergub yang kini tengah difinalisasi.</p>
<p>Evy mengharapkan kepengurusan ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang lebih solid. Sebagai penutup, sebuah kesepahaman tercapai. DKJT diminta untuk mematangkan rencana strategisnya sebelum nantinya dijadwalkan untuk beraudiensi bersama dengan Gubernur Jawa Timur guna menyatukan visi dan langkah.  (**)</p>
<p>Editor : Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sony dan Netflix Bahas Sekuel Film Animasi K&amp;Pop Demon Hunters</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sony-dan-netflix-bahas-sekuel-film-animasi-k-pop-demon-hunters</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sony-dan-netflix-bahas-sekuel-film-animasi-k-pop-demon-hunters</guid>
<description><![CDATA[ Sony dan Netflix dikabarkan tengah membahas sekuel film animasi fenomenal K-Pop Demon Hunters yang sukses pecahkan rekor tontonan Netflix dan Billboard.
Description: Kesuksesan besar K-Pop Demon Hunters membuat Sony dan Netflix membuka pembicaraan awal soal sekuel. Soundtrack film ini bahkan kuasai Billboard Hot 100. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b1c1933b914.webp" length="30874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 09:59:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Sony, Netflix, K-Pop Demon Hunters, film animasi, sekuel, Maggie Kang, Appelhans, Billboard, Red Notice</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Dua raksasa hiburan dunia, Sony dan Netflix, dikabarkan tengah menjajaki kerja sama untuk menggarap sekuel film animasi fenomenal <i>K-Pop Demon Hunters</i>.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dilansir <i>Variety</i>, pembicaraan awal sudah dilakukan, termasuk rencana menggandeng kembali duo sutradara Maggie Kang dan Appelhans. Sejak rilis pada 22 Juni 2025, film ini mencetak kesuksesan luar biasa dan menjadi perbincangan global, sebagaimana dilaporkan <i>Allkpop</i>, Jumat (29/8/2025).<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Pencapaiannya pun mencengangkan. Hingga Selasa (26/8/2025), <i>K-Pop Demon Hunters</i> resmi tercatat sebagai tayangan paling banyak ditonton sepanjang sejarah Netflix, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang <i>Red Notice</i>.<o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dalam wawancara terpisah, sutradara Maggie Kang mengakui memang ada banyak celah untuk melanjutkan kisah ini.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">“Kami telah menyiapkan begitu banyak latar belakang cerita yang potensial. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan area yang belum dieksplorasi. Karena durasi film hanya 85 menit, tidak semuanya bisa kami masukkan,” jelas Maggie.<o:p></o:p><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Tak hanya filmnya, soundtrack asli juga ikut mendulang prestasi global. Empat lagu dari album soundtrack berhasil masuk 10 besar Billboard Hot 100 secara bersamaan. Bahkan lagu utama <i>Golden</i> sukses menduduki posisi nomor satu.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kesuksesan ganda,baik dari sisi visual maupun musik, membuat peluang sekuel kian terbuka lebar. Para penggemar di seluruh dunia kini menantikan kepastian apakah petualangan para pemburu iblis dengan sentuhan budaya K-Pop ini benar-benar akan berlanjut. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Netflix Rilis Versi Sing&amp;Along KPop Demon Hunters, Penggemar Bisa Nyanyi dari Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/netflix-rilis-versi-sing-along-kpop-demon-hunters-penggemar-bisa-nyanyi-dari-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/netflix-rilis-versi-sing-along-kpop-demon-hunters-penggemar-bisa-nyanyi-dari-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Netflix resmi merilis versi sing-along film animasi KPop Demon Hunters mulai 25 Agustus 2025. Penggemar kini bisa bernyanyi bersama soundtrack favorit langsung dari rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ac6b26d2f35.webp" length="30974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 09:01:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>KPop Demon Hunters Netflix, Netflix Sing Along 2025, Film Animasi KPop, HUNTR/X, Saja Boys, Maggie Kang, Chris Appelhans, Netflix Agustus 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="316" data-end="609"><strong>SUARAJATIMPOST.COM -</strong> Kabar gembira bagi penggemar KPop Demon Hunters. Film animasi populer yang sempat jadi fenomena global itu kini resmi hadir di Netflix dalam versi sing-along, memungkinkan penonton ikut bernyanyi bersama soundtrack ikoniknya langsung dari layar rumah.</p>
<p data-start="611" data-end="824">Mulai Senin, 25 Agustus 2025, seluruh lagu dari film ini bisa dinikmati tanpa batas. Netflix dalam keterangannya menyebut, pengalaman menonton ini memang dipersembahkan khusus bagi komunitas penggemar setia.</p>
<p data-start="611" data-end="824">“Baik Anda penggemar HUNTR/X, Saja Boys, atau keduanya, kini Anda bisa menyanyikan semua lagu favorit langsung dari rumah,” tulis Netflix dalam pernyataannya, beberapa waktu lalu.</p>
<p data-start="1016" data-end="1303">Sebelumnya, KPop Demon Hunters hanya diputar secara terbatas pada 23–24 Agustus 2025 di lebih dari 1.000 bioskop di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris. Tiket spesial itu ludes terjual dalam waktu singkat, menegaskan betapa besar antusiasme penggemarnya.</p>
<p data-start="1305" data-end="1617">Sebagai bagian dari perayaan, sejumlah bintang dan kru film pun hadir langsung menyapa penggemar di bioskop New York dan Los Angeles. Mereka antara lain Arden Cho, May Hong, Ken Jeong, REI AMI, Kevin Woo, serta duo sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans, bersama produser Michelle L.M. Wong.</p>
<p data-start="1619" data-end="1902">Kini, kehadiran versi sing-along di Netflix membuka akses lebih luas. Penggemar tak perlu lagi berburu tiket terbatas di bioskop luar negeri, melainkan cukup menyalakan perangkat streaming untuk ikut bernyanyi dan merasakan kembali energi KPop Demon Hunters di rumah masing-masing. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1619" data-end="1902"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lebih dari Sekadar Besi, Ini Makna VW Kodok bagi Seorang Bandyk Sutrisno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lebih-dari-sekadar-besi-ini-makna-vw-kodok-bagi-seorang-bandyk-sutrisno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lebih-dari-sekadar-besi-ini-makna-vw-kodok-bagi-seorang-bandyk-sutrisno</guid>
<description><![CDATA[ Nilai keklasikan , originalitas dan kecintaannya pada mobil tersebut membuatnya menolak mentah-mentah tawaran pembeli yang berani membayar mahal. 

Bandyk bercerita, mobilnya pernah ditawar dengan harga fantastis, mencapai Rp 150 juta namun ia tolak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68afb6cd2bd0c.webp" length="69530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 09:29:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rahmad Soleh</dc:creator>
<media:keywords>Mobil klasik, Kota Probolinggo, VW Kodok, Hobi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP —</strong> Memiliki mobil klasik rupanya menjadi kebanggaan dan prestise tersendiri bagi para pecinta otomotif, terlebih jika mobil tersebut langka dan punya nilai historis tinggi. </p>
<p>Seperti halnya yang dirasakan oleh Bandyk Sutrisno, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, dengan Volkswagen (VW) Kodok kebanggaannya.</p>
<p>Bandyk, sapaan akrabnya, dengan antusias memamerkan koleksi mobil klasiknya tersebut kepada awak media pada Kamis (28/08/2025). </p>
<p>Mobil VW Kodok berkelir biru yang terawat itu bukan sekadar pajangan, melainkan telah menjadi saksi bisu perjalanannya usai memasuki masa pensiun pada 2009 silam.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68afb814b5f53.webp" alt=""></p>
<p>“Ini menjadi kendaraan sehari-hari di masa tuanya,” ujar Bandyk sambil memperhatikan bodi mobilnya yang kinclong di Jalan Ais Nasution saat bermain tenis.</p>
<p>Mobil warna biru tosca tahun 1979 itu ia beli jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2000, menariknya, Bandyk membantah anggapan umum bahwa merawat mobil klasik selalu memakan biaya yang mahal.</p>
<p>“Ini kan serba original semuanya. Cuma ada yang saya ganti sedikit seperti velg, ban, dan cat ulang sesuai warna aslinya. Namun, tiap bulannya kalau perawatan juga cukup murah, paling sekitar seratus sampai dua ratus ribuan, kecuali ganti sparepart,” jelasnya yang juga merupakan Mantan Wakil Wali Kota Probolinggo.</p>
<p><strong>Awal Mula Kecintaan dan Komunitas</strong></p>
<p>Cerita awal kepemilikannya terhadap mobil legendaris itu berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang berujung pada kecintaan. </p>
<p>Kakek 74 tahun dengan 4 cucu ini menjelaskan, VW Kodok tersebut ia beli saat berada di kampung halamannya di Sidoarjo.</p>
<p>“Saya melihat kok unik ya, akhirnya saya suka saya beli dengan harga 26 juta. Nah setelah saya beli itu, akhirnya dijadikan ketua komunitas,” tuturnya.</p>
<p>Sejak aktif di komunitas mobil VW Kodok, kehidupan sosialnya pun semakin berwarna. </p>
<p>Komunitas yang beranggotakan sekitar 22 orang itu rutin mengadakan touring bersama, jarak terjauh yang pernah ia tempuh bersama rekan-rekan komunitasnya adalah hingga ke Yogyakarta.</p>
<p>Nilai keklasikan, originalitas dan kecintaannya pada mobil tersebut membuatnya menolak mentah-mentah tawaran pembeli yang berani membayar mahal. </p>
<p>Bandyk bercerita, mobilnya pernah ditawar dengan harga fantastis, mencapai Rp150 juta.</p>
<p>“Ditawar segitu memang saya untung, tapi tidak. Sudah, ini bukan niat dijual. Memang saya suka, jadi istilahnya tidak ada harganya,” tegas Bandyk Sutrisno yang kini berdomisili di Perum Grand Royal, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok.</p>
<p>Bagi Bandyk, VW Kodok itu telah melampaui nilai materi. </p>
<p>Ia adalah simbol kebahagiaan, pengabdian pada sesuatu yang dicintai, dan teman setia yang menemani hari-harinya dengan penuh kebanggaan dan kenangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pawai Budaya, Kreativitas Warga Banaran Pukau Warga Kertosono, Diikuti Seribuan Peserta dan Beragam Komunitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pawai-budaya-kreativitas-warga-banaran-pukau-warga-kertosono-diikuti-seribuan-peserta-dan-beragam-komunitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pawai-budaya-kreativitas-warga-banaran-pukau-warga-kertosono-diikuti-seribuan-peserta-dan-beragam-komunitas</guid>
<description><![CDATA[ Jika hari biasanya dipenuhi kendaraan roda dua, mobil, maupun sepeda onthel, kini nampak iring-iringan warga berkostum unik dan menarik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aabd179fae3.webp" length="66154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 16:14:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pawai budaya, karnaval, kreativitas warga, ribuan peserta pawai, Forpincam Kertosono, DPRD, hipnotis ribuan pasang mata, Kelurahan Banaran, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Jalan protokol di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono terlihat berbeda dari sebelumnya. Jika hari biasanya dipenuhi kendaraan roda dua, mobil, maupun sepeda onthel, kini nampak iring-iringan warga berkostum unik dan menarik.</p>
<p>Ada yang berpakaian adat Jawa, penari tradisional, hingga berpakaian tokoh dalam kesenian wayang. Tidak hanya itu, ada sekelompok peserta pawai yang menari mirip di era kerajaan lampau.</p>
<p>‘’Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan kemerdekaan dengan tema kreativitas warga Banaran Kertosono, dalam rangka pawai budaya,’’ ujar Plt. Camat Kertosono Gunawan Wibisono, Ahad (24/8/2025).</p>
<p>Senada disampaikan Dafig Ilham Akbar, yang juga anggota DPRD dari Dapil 3 Kertosono saat ditemui menuturkan, peserta yang mengikuti pawai budaya itu kira-kira mencapai 1.500 orang, sesuai jumlah wilayah RW di kelurahan tersebut.</p>
<p>"Ditambah dua peserta, jadi berjumlah 21 peserta, Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa hingga komunitas-komunitas yang ada di Kelurahan Banaran," katanya.</p>
<p>Ada juga keterlibatan komunitas Tionghoa atau lainnya di Kertosono yang menyumbangkan hiburan Barongsai.</p>
<p>“Tadi juga ada komunitas senam juga yang turut tampil menghibur,” bebernya.</p>
<p>Para peserta pawai budaya ini pun bersorak gembira dengan pakaian dan riasan <em>edan-edanan</em> membuka jalannya pawai. Aksi lucu peserta pawai pun membuat warga tertawa bahagia.</p>
<p>‘’Kegiatan ini, baru kali ini digelar, Sebagai perayaan hari kemerdekaan sekaligus untuk menghibur warga. Ini terlihat antusiasme warga setiap Agustusan selalu menunggu acara karnaval,’’ pungkas Sukoco koordinator panitia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Buchaechum, Tarian Kipas Tradisional dari Korea Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-buchaechum-tarian-kipas-tradisional-dari-korea-selatan-24416</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-buchaechum-tarian-kipas-tradisional-dari-korea-selatan-24416</guid>
<description><![CDATA[ Pesona anggun tarian kipas Buchaechum bukan sekadar hiburan, melainkan pesan agar tradisi tetap hidup di tengah derasnya arus budaya populer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a99b0c0d8d8.webp" length="109270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 20:01:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Buchaechum, Korea, Korea Selatan, Korean Wave, Hallyu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> <em>Korean Wave</em> (<em>Hallyu</em>) sudah lama menyihir masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Beragam budaya populer Korea seperti musik<em> K-Pop</em>, drama, film, hingga kuliner dari Negeri Ginseng kian mendominasi ruang hiburan dan gaya hidup generasi muda.</p>
<p>Namun, di balik sorotan budaya populer itu, ada warisan tradisional Korea yang tak kalah memikat dan layak terus dilestarikan. Salah satunya adalah <em>Buchaechum</em> (부채춤), tarian kipas tradisional yang menampilkan keindahan gerakan penuh makna.</p>
<p>Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang beruntung, karena dalam acara perayaan 10 tahun King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen Petra, Kota Pahlawan menjadi panggung dari pesona <em>Buchaechum</em>.</p>
<p>Buchaechum adalah tarian kreasi yang lahir pada tahun 1954 dari tangan seniman Kim Baek-Bong. Meski tergolong muda dalam sejarah seni Korea, tarian tersebut mendapat tempat istimewa sebagai salah satu representasi budaya tradisional Korea Selatan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a99c3d6274c.webp" alt=""></p>
<p>Biasanya dibawakan oleh sekelompok perempuan, tarian ini menonjolkan harmoni gerakan. Para penari mengenakan hanbok berwarna cerah, sambil memainkan kipas besar berhias bunga peony. </p>
<p>Dengan formasi melingkar, kipas-kipas itu membentuk ilusi bunga mekar, ombak, atau pola indah lainnya, menghadirkan gambaran alam yang sarat filosofi tentang keanggunan dan kebersamaan.</p>
<p>Buchaechum juga merefleksikan cara masyarakat Korea memandang estetika, yakni anggun, tertib, dan menyatu dengan alam. Karena itu, setiap penampilan <em>Buchaechum</em> tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga pertunjukan budaya yang penuh makna.</p>
<p>Pesona Buchaechum sempat hadir di Surabaya saat perayaan 10 tahun King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen Petra. Sebanyak 11 penari tampil anggun diiringi lagu tradisional Korea berjudul <em>Areumdaun Nara, </em>yang berarti Negara yang Indah.</p>
<p>Hilda, salah satu penari yang juga alumni KSI 2016, menjelaskan bahwa Buchaechum bukan hanya sebatas gerakan tari yang indah, melainkan juga membawa pesan tentang pelestarian budaya.</p>
<p>"Tarian tradisional seperti ini itu harus dilestarikan dan disebarkan, <em>Buchaechum</em> itu hanya salah satu contoh, tapi tiap negara itu harus punya semangat yang sama untuk melestarikan budaya asli mereka," terang Hilda, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>Hilda mengaku, <em>Buchaechum</em> sangatlah menarik untuk dipelajari. Meski menemukan tantangan, Hilda dan 10 rekannya bangga bisa menampilkan tarian asli negeri gingseng itu di acara tersebut.</p>
<p>"Kita mulai latihan dari bulan April ya. Setiap Sabtu kita latihan. Pelatihnya itu orang Korea namanya Kwon Ji-Hyun," ujarnya.</p>
<p>Kebanggaan serupa dirasakan oleh Farah, peserta kelas budaya <em>Sejong Culture Academy</em>. Meski ia bukan murid KSI yang merupakan tuan rumah acara tersebut, namun bisa menarikan tarian khas Korea di hadapan masyarakat Indonesia adalah pengalaman membanggakan.</p>
<p>"Bangganya itu juga karena dengan begitu, saya jadi bisa memperkenalkan budaya dari Korea ke masyarakat Indonesia," tambahnya</p>
<p>Pertunjukan <em>Buchaechum</em> di Surabaya membuktikan bahwa budaya Korea tidak berhenti pada K-Pop dan drama, melainkan ada warisan tradisional yang sama memikatnya. </p>
<p>Lebih jauh, <em>Buchaechum</em> seakan memberi cermin bagi masyarakat Indonesia. Jika Korea bisa memperkenalkan tarian tradisionalnya ke dunia di tengah gempuran budaya pop modern, maka Indonesia pun mestinya tak kalah sigap merawat dan mempopulerkan warisan seninya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuh Anak Muda, Open House Wisma Jerman Ajak Surabaya Kenali Negeri Inovasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuh-anak-muda-open-house-wisma-jerman-ajak-surabaya-kenali-negeri-inovasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuh-anak-muda-open-house-wisma-jerman-ajak-surabaya-kenali-negeri-inovasi</guid>
<description><![CDATA[ Ramai sejak pagi, Open House Wisma Jerman 2025 memotret antusiasme anak muda Surabaya yang kian serius menyiapkan jalan ke negeri inovasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a9846984244.webp" length="23300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 18:04:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Bahasa Jerman, Jerman, Ausbildung, Mike Neuber, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Jerman dikenal luas sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia. Dari penemuan mesin cetak Johannes Gutenberg, teori relativitas Albert Einstein, hingga vaksin Covid-19 pertama dari BioNTech, negeri ini telah melahirkan berbagai inovasi yang mengubah peradaban manusia.</p>
<p>Semangat itulah yang coba dibawa oleh Wisma Jerman ke Surabaya melalui gelaran Open House mereka di tahun 2025. Acara yang digelar pada Sabtu (23/8/2025), di Wisma Jerman itu mengangkat tema “Deutsch-Sprache der Innovation” atau “Bahasa Jerman adalah Bahasa Inovasi”.</p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan bahwa tema inovasi dipilih tidak hanya karena sesuai dengan karakter bangsa Jerman, namun karena tema inovasi selalu relevan sepanjang waktu.</p>
<p>"Inovasi sudah dari dulu sangat penting, tapi rasanya semakin penting juga untuk bisa sukses pada zaman sekarang," jelas Neuber, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a984631a556.webp" alt=""></p>
<p>"Jerman juga terkenal inovatif, jadi kami berharap dengan tema yang kami angkat di Open House, bisa memotivasi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk mengenal inovasi dan budaya Jerman lebih dalam," imbuhnya.</p>
<p>Mike menyebut Open house tahun 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari permainan legendaris Rally Wisma Jerman, games interaktif, kursus kilat bahasa Jerman gratis (Schnupperkurs), konsultasi studi ke Jerman, konsultasi kursus serta ujian bahasa Jerman, hingga konsultasi Ausbildung dan pra-integrasi. </p>
<p>"Jadi kegiatannya lengkap, untuk masyarakat yang hanya sekadar suka dengan Jerman, atau masyarakat yang memang berniat pergi ke Jerman ada," papar Mike.</p>
<p>Adapun kehadiran sejumlah komunitas lokal yang memamerkan inovasi mereka, seperti Surabaya Astronomy Club yang menjelaskan peran Jerman di bidang astronomi, Aksi Cinta Indonesia (ACI) dan Ekoton menampilkan inovasi untuk pelestarian lingkungan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a988984cd78.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, ada juga penampilan dari Komunitas Mata Hati, dan seniman Doddy Hernanto atau Mr. D yang menghadirkan karya seni berbasis QR Code.</p>
<p>"Kehadiran komunitas yang penuh inovasi itu juga sejalan dengan tema yang diangkat, agar lebih menikmati acara kami tentunya juga menghadirkan suguhan kuliner khas Jerman" </p>
<p>Mike juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Neuber, sejak pintu dibuka pukul 09.30, ruang acara sudah penuh sebelum resmi dimulai. </p>
<p>Hal itu dinilainya sebagai bukti meningkatnya minat masyarakat untuk belajar bahasa maupun melanjutkan studi dan karier ke Jerman.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a984989fc74.webp" alt=""></p>
<p>"Banyak orang sekarang lebih tahu tentang Jerman. Program Ausbildung dan peluang kuliah berbiaya rendah membuat mereka tertarik, apalagi ada kesempatan mendapatkan penghasilan langsung dalam bentuk Euro di sana," ujarnya.</p>
<p>Melalui gelaran tahunan Open House, Wisma Jerman berharap pengunjung pulang dengan pengetahuan dan motivasi baru.</p>
<p>"Harapan kami, mereka mendapatkan sesuatu yang berguna ke depan, baik untuk memenuhi impian pergi ke Jerman maupun wawasan baru yang bisa menginspirasi," tutup Neuber.</p>
<p>Antusiasme masyarakat Surabaya yang memenuhi Open House Wisma Jerman di tahun 2025 sejak pagi memberi sinyal jelas bahwa semakin banyak yang menimbang serius masa depan ke liar negeri, khususnya negeri panzer yang inovatif itu.</p>
<p>Pertanyaannya, ketika begitu banyak anak muda bergegas menyiapkan bahasa, studi, dan karier ke luar negeri seperti Jerman, apakah mereka ingin menimba ilmu untuk kembali, atau pergi seperti tagar yang sempat viral di awal tahun 2025 ini? <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawa Timur Jadi Pasar Strategis, GIIAS Kembali Hadir di Surabaya dengan 7 Merek Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-jadi-pasar-strategis-giias-kembali-hadir-di-surabaya-dengan-7-merek-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-jadi-pasar-strategis-giias-kembali-hadir-di-surabaya-dengan-7-merek-baru</guid>
<description><![CDATA[ Jawa Timur menyumbang 9,5 persen penjualan kendaraan nasional, potensi ini membuat GAIKINDO menghadirkan GIIAS Surabaya 2025 dengan tujuh merek baru sebagai bukti kepercayaan industri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a984e1eb0f3.webp" length="49442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 17:18:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>GAIKINDO, GIIAS, GIIAS Surabaya, Otomotif, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Potensi besar pasar otomotif di Jawa Timur kembali menjadi alasan Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah ajang pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025. </p>
<p>Provinsi Jatim secara konsisten masuk tiga besar distribusi kendaraan secara nasional, dengan kontribusi 9,5 persen terhadap total penjualan kendaraan di Indonesia periode Januari–Mei 2025.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara. Kukuh menambahkan bahwa kembalinya GIIAS Surabaya 2025 juga merupakan upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mendorong peran Jawa Timur dalam memperkuat capaian industri otomotif nasional.</p>
<p>"Jawa Timur adalah pasar potensial yang sangat besar. Dari sisi distribusi kendaraan secara nasional, provinsi ini konsisten masuk tiga besar. Bahkan kontribusinya mencapai 9,5 persen dari total penjualan nasional," jelas Kukuh, saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>Pameran GIIAS Surabaya 2025 dijadwalkan berlangsung 27–31 Agustus 2025 di Grand City Convex, Surabaya. Ini menjadi tahun ke-10 berturut-turut Surabaya dipercaya sebagai salah satu tuan rumah rangkaian GIIAS The Series.</p>
<p>Tahun 2025 ini, sebanyak 30 merek kendaraan akan meramaikan GIIAS Surabaya 2025. Dari jumlah itu, 21 merek berasal dari kendaraan penumpang seperti AION, BAIC, BYD, Chery, Citroen, Daihatsu, Denza, Geely, GWM, Honda, Jaecoo, Lexus, Mazda, MG, Mitsubishi Motors, Nissan, Seres, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling.</p>
<p>Dari segmen kendaraan komersial, DFSK ikut berpartisipasi. Sementara delapan merek roda dua yang hadir yakni Aprilia, Kupprum, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, Scomadi, United E-Motor, dan Vespa.</p>
<p>Sebanyak tujuh merek baru untuk pertama kalinya tampil di GIIAS Surabaya, terdiri dari AION, BAIC, Denza, Geely, GWM, Jaecoo, serta Scomadi dari roda dua. Kehadiran merek-merek ini dinilai sebagai bukti bahwa Jawa Timur semakin dilirik oleh pelaku industri otomotif.</p>
<p>"Kehadiran merek-merek baru ini tidak hanya memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen, tetapi juga mencerminkan keyakinan industri bahwa Jawa Timur mampu menopang pertumbuhan otomotif nasional," ujar Kukuh.</p>
<p>Selain kendaraan bermotor, 14 merek industri pendukung juga ikut serta dengan membawa produk dan teknologi terbaru, termasuk yang sudah lebih dulu diperkenalkan di GIIAS 2025 BSD, Tangerang.</p>
<p>GIIAS Surabaya merupakan seri kedua dari rangkaian GIIAS The Series 2025 yang berlangsung di lima kota strategis. Setelah Tangerang (24 Juli–3 Agustus), Surabaya menjadi tuan rumah pada 27–31 Agustus, disusul Semarang (24–28 September), Bandung (1–5 Oktober), dan Makassar (5–9 November).</p>
<p>Tiket GIIAS Surabaya sendiri tersedia secara online melalui aplikasi Auto360. Penjualan pre-sale dibuka pada 19–21 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB dengan harga Rp15.000 (weekdays) dan Rp20.000 (weekend). </p>
<p>Setelah itu berlaku tarif reguler Rp25.000 (weekdays/Rabu–Jumat) dan Rp40.000 (weekend/Sabtu–Minggu). Tiket on the spot juga tersedia dengan harga Rp35.000 (weekdays) dan Rp50.000 (weekend).</p>
<p>Dengan potensi pasar yang terus tumbuh, dukungan berbagai sponsor, dan kehadiran merek-merek baru, GIIAS Surabaya 2025 diproyeksikan menjadi momentum strategis yang semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam peta industri otomotif nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Jaranan ke&amp;29 Trenggalek Digelar September, Libatkan Peserta Mancanegara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-jaranan-ke-29-trenggalek-digelar-september-libatkan-peserta-mancanegara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-jaranan-ke-29-trenggalek-digelar-september-libatkan-peserta-mancanegara</guid>
<description><![CDATA[ Festival Jaranan Trenggalek ke-29 digelar akhir September 2025. Acara melibatkan komunitas jaranan dan peserta mancanegara, dengan harapan masuk Kharisma Event Nusantara (KEN). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a83f1bb509d.webp" length="50256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 18:02:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Beni Setiawan</dc:creator>
<media:keywords>Trenggalek, jaranan, festival jaranan, suara jatim post</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>TRENGGALEK, SJP —</strong> Festival Jaranan ke-29 di Trenggalek akan digelar akhir September hingga awal Oktober 2025. Peluncuran resmi berlangsung di pelataran Pasar Pon pada Rabu (20/8/2025) lalu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuka acara didampingi istrinya, Novita Hardini, serta jajaran Kementerian Pariwisata. Tahun ini festival mengusung konsep partisipatif dan melibatkan banyak komunitas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Selamat datang di launching Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2025. Tahun ini terasa sangat spesial karena digelar secara partisipatif paseduluran, bukan lagi dikelola secara birokratis,” kata pria yang karib dipanggil Mas Ipin.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Festival yang rutin digelar sejak 1995 itu tahun ini membuka kesempatan bagi komunitas jaranan dari berbagai daerah, bahkan peserta mancanegara. Trenggalek diharapkan menjadi pusat kebudayaan jaranan terbuka lintas tradisi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami ingin Trenggalek benar-benar menjadi buminya jaranan. Karena jaranan bukan hanya dimiliki satu daerah, tetapi banyak negara juga punya versinya. Di sini kami membukanya untuk semua pakem,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kementerian Pariwisata yang hadir dalam peluncuran menyatakan dukungan. Festival Jaranan Trenggalek diharapkan masuk agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) mengingat usianya yang hampir tiga dekade.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Harapan kami, setelah hampir tiga dekade berjalan, festival ini bisa masuk KEN sebagai salah satu event budaya terbaik di Indonesia,” tambah Mas Ipin.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mas Ipin juga menekankan jaranan bukan sekadar hiburan. Turonggo Yakso, tarian khas Trenggalek, disebut sarat makna filosofis tentang pengendalian diri melawan hawa nafsu yang digambarkan sebagai kuda berkepala raksasa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Turonggo Yakso melambangkan perjuangan manusia untuk mengendalikan nafsu. Setiap gerakan penari adalah simbol seorang pejuang,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menambahkan, keberadaan jaranan dalam berbagai ritual masyarakat, dari sedekah bumi hingga sambang bolo, menunjukkan nilai luhur yang diwariskan turun-temurun sebagai keutuhan kearifan budaya Matraman.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Jaranan bukan hanya local wisdom, tapi philosophical wisdom. Ini adalah warisan budaya Mataram yang terus hidup di Trenggalek,” ungkapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menilai jaranan memiliki nilai budaya tinggi. Turonggo Yakso disebut bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan moral.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Setiap gerakan dalam tarian ini mengandung makna perjuangan melawan hawa nafsu dan keburukan dari diri sendiri. Nilai kearifan lokalnya sangat kuat,” kata Hariyanto.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurutnya, konsistensi festival selama hampir tiga dekade membuktikan besarnya kecintaan masyarakat pada jaranan. Tahun ini, peserta dari mancanegara dijadwalkan turut ambil bagian dalam perhelatan budaya ini.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Dengan perjalanan panjang dan dukungan masyarakat, besar harapan festival ini bisa masuk Kharisma Event Nusantara dan menjadi salah satu dari 100 event budaya terbaik di Tanah Air,” tandasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atalia Praratya Angkat Suara Usai Hasil Tes DNA Ridwan Kamil Negatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atalia-praratya-angkat-suara-usai-hasil-tes-dna-ridwan-kamil-negatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atalia-praratya-angkat-suara-usai-hasil-tes-dna-ridwan-kamil-negatif</guid>
<description><![CDATA[ Hasil tes DNA membuktikan anak Lisa Mariana bukan darah daging Ridwan Kamil. Netizen membanjiri Instagram Atalia Praratya dengan dukungan, dan Atalia menjawab dengan satu kata penuh makna: “Semangat.” ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a7269a4c08a.webp" length="11732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 13:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Ridwan Kamil, Atalia Praratya, Lisa Mariana, hasil tes DNA, Bareskrim Polri, kasus DNA Ridwan Kamil, keluarga Ridwan Kamil, dukungan netizen, berita selebritas politik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="298" data-end="593"><strong data-start="298" data-end="327">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Kepastian hasil tes DNA yang menegaskan anak Lisa Mariana bukan darah daging Ridwan Kamil langsung menuai reaksi publik. Istri mantan Gubernur Jawa Barat itu, Atalia Praratya, menjadi sorotan setelah memberikan respons singkat di tengah banjir dukungan netizen.</p>
<p data-start="595" data-end="972">Bareskrim Polri sebelumnya telah memastikan bahwa hasil uji deoxyribonucleic acid (DNA) tidak menunjukkan kecocokan antara Ridwan Kamil dengan anak Lisa Mariana berinisial CA.</p>
<p data-start="595" data-end="972"><em data-start="773" data-end="886">"Dengan hasil bahwa saudara RK dan anak saudari LM berinisial CA tidak memiliki kecocokan DNA atau nonidentik,"</em> jelas Kasubdit I Siber Kombes Pol Rizki Agung Prakoso di Jakarta, Rabu (20/8/2025).</p>
<p data-start="974" data-end="1399">Kabar itu sontak membuat kolom komentar Instagram Atalia Praratya dipenuhi berbagai tanggapan warganet. Dalam unggahan yang memperlihatkan dirinya berinteraksi dengan anak-anak SRMP 8 Kota Cimahi, Atalia menulis pesan ringan:</p>
<p data-start="974" data-end="1399"><em data-start="1202" data-end="1384">"Kuis sama anak-anak SRMP 8 Kota Cimahi, eh terkejut mendengar jawaban yang di luar nurul. Terima kasih anak-anak hebat. Insyaallah kelak akan menjadi anak-anak yang sukses. Amin,"</em> kata Atalia.</p>
<p data-start="1401" data-end="1854">Namun, postingan itu justru diserbu komentar bernada lega sekaligus dukungan moral bagi Atalia.</p>
<p data-start="1401" data-end="1854">“Ibuuu alhamdulillah anak si Lisa bukan anak Pak RK,” tulis seorang netizen.</p>
<p data-start="1401" data-end="1854">“Alhamdulillah ya Ibu hasilnya negatif, walaupun teteh kecewa sama si Bapak,” imbuh warganet lainnya.</p>
<p data-start="1401" data-end="1854">“Alhamdulillah, fitnahan terbantahkan. Bahagia selalu Bapak dan Ibu serta keluarga dan yang lalu biarlah berlalu karena tidak ada manusia yang sempurna,” sahut akun lain.</p>
<p data-start="1856" data-end="1962">Derasnya dukungan itu akhirnya ditanggapi singkat oleh Atalia.</p>
<p data-start="1856" data-end="1962"><em data-start="1921" data-end="1934">"Semangat,"</em> tulisnya sebagai balasan.</p>
<p data-start="1964" data-end="2206">Dengan hasil tes DNA tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa isu yang sempat ramai di publik kini dianggap tuntas. Sementara bagi Atalia, dukungan publik menjadi suntikan moral untuk tetap tegar mendampingi Ridwan Kamil dan keluarganya.<strong> (**)</strong></p>
<p data-start="1964" data-end="2206"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Royalti Lagu, DPR Targetkan RUU Hak Cipta Rampung dalam 2 Bulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-royalti-lagu-dpr-targetkan-ruu-hak-cipta-rampung-dalam-2-bulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-royalti-lagu-dpr-targetkan-ruu-hak-cipta-rampung-dalam-2-bulan</guid>
<description><![CDATA[ DPR menargetkan RUU Hak Cipta rampung dalam dua bulan sebagai solusi polemik royalti lagu. Penarikan royalti sementara akan dikelola secara terpusat oleh LMKN dengan sistem transparan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a721ee4d61e.webp" length="53680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 08:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>RUU Hak Cipta, DPR target RUU Hak Cipta, polemik royalti lagu, royalti musik Indonesia, LMKN pengelola royalti, revisi UU Hak Cipta 2025, DPR Sufmi Dasco Ahmad, hak cipta musisi, perdebatan royalti Indonesia, musik tanah air</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="348" data-end="636"><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Polemik royalti lagu yang sempat menghangat akhirnya mendapat kepastian arah penyelesaian. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan, Revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (RUU Hak Cipta) ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan.</p>
<p data-start="638" data-end="927">Komitmen itu disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad usai rapat konsultasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).</p>
<p data-start="638" data-end="927">Ia memastikan, seluruh pihak sepakat untuk benar-benar fokus menuntaskan regulasi yang menjadi payung hukum penting bagi dunia musik tanah air.</p>
<p data-start="638" data-end="927">“Dari hasil pertemuan tadi, disepakati bahwa semua pihak agar menjaga suasana iklim dunia permusikan, supaya sejuk dan damai. Semua pihak sepakat dalam dua bulan ini berkonsentrasi untuk menyelesaikan Undang-Undang Hak Cipta,” ujar Dasco.</p>
<p data-start="1173" data-end="1427">Sembari pembahasan berlangsung, mekanisme penarikan royalti akan diatur secara terpusat melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Politisi Partai Gerindra itu menegaskan prosesnya bakal dilakukan secara transparan dengan pengawasan ketat.</p>
<p data-start="1173" data-end="1427">Dasco menambahkan, sembari pembahasan berlangsung, mekanisme penarikan royalti lagu akan diakomodasi secara terpusat melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Politisi Gerindra tersebut memastikan proses penarikan royalti akan berjalan secara transparan.</p>
<p data-start="1699" data-end="1933">Lebih jauh, Dasco menekankan bahwa LMKN akan diaudit secara berkala demi memastikan hak musisi benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Ia pun mengimbau publik agar tetap tenang dan tidak lagi merasa khawatir untuk menikmati musik.</p>
<p data-start="1699" data-end="1933">“Nah untuk itu kepada masyarakat luas diharapkan untuk tetap tenang. Dapat kembali seperti sediakala, memutar lagu dan menyanyi tanpa takut. Karena dinamika yang terjadi sudah disepakati untuk sama-sama diakhiri, dan kita akan jaga supaya tetap kondusif,” pungkas Dasco. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1699" data-end="1933"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1699" data-end="1933"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisruh Royalti, Anji Desak Musisi Kompak dan Pertanyakan Kinerja LMKN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisruh-royalti-anji-desak-musisi-kompak-dan-pertanyakan-kinerja-lmkn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisruh-royalti-anji-desak-musisi-kompak-dan-pertanyakan-kinerja-lmkn</guid>
<description><![CDATA[ Musisi Anji Manji desak musisi bersatu, pertanyakan kinerja LMKN, dan dorong transparansi pemungutan serta distribusi royalti lagu di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a3da037f08b.webp" length="20530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 10:03:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Anji Manji, royalti musik, LMK, LMKN, UU Hak Cipta, musisi Indonesia, royalti lagu, performing rights, polemik royalti, industri musik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="191" data-end="599"><strong>SUARAJATIMPOST.COM –</strong> Polemik soal royalti musik kembali memanas. Perdebatan mengenai <em>performing rights </em>dalam Undang-Undang Hak Cipta membuat kalangan musisi terbelah: ada yang mendukung pemungutan royalti, namun tak sedikit pula yang menolak.</p>
<p data-start="191" data-end="599">Di tengah kondisi ini, musisi Anji Manji menyerukan agar para pelaku musik tidak tercerai-berai, melainkan bersatu untuk memperjuangkan transparansi di industri.</p>
<p data-start="601" data-end="961">Melalui akun Instagram pribadinya, Anji menegaskan bahwa perbedaan asosiasi justru membuat musisi terpecah belah. Ia meminta agar musisi menanggalkan ego organisasi dan fokus pada tujuan bersama.</p>
<p data-start="601" data-end="961">“Lupakan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), lupakan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) dan lupakan asosiasi musisi apa pun,” tulis Anji, Senin (18/8/2025).</p>
<p data-start="963" data-end="1314">Anji juga menyoroti kinerja Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang selama ini menjadi pihak resmi pemungut royalti. Dia menilai, musisi perlu kritis mempertanyakan transparansi dana yang dikelola kedua lembaga tersebut.</p>
<p data-start="963" data-end="1314">“Sekarang waktunya musisi bersatu mempertanyakan kinerja LMK(N),” tegasnya.</p>
<p data-start="1316" data-end="1613">Tak hanya musisi, Anji turut mendorong pengusaha hotel, restoran, rumah karaoke, dan industri lain yang kerap menjadi objek pemungutan royalti untuk ikut menuntut kejelasan sistem.</p>
<p data-start="1316" data-end="1613">“Pengusaha yang ditagih royalti atas pemutaran lagu di tempat mereka, pertanyakan transparansi,” kata Anji lagi.</p>
<p data-start="1615" data-end="2123">Meski kritis, Anji tidak menolak keberadaan LMK dan LMKN. Menurutnya, lembaga ini tetap penting sebagai badan resmi pemungut royalti, namun harus bekerja dengan sistem yang jelas, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="1615" data-end="2123">“Tetapi harus jelas sistem penarikan royalti dan sistem pendistribusian royalti. Jika tidak, maka akan banyak celah tindak pidana korupsi, dan menambah ketidakpercayaan musisi. Sehingga Kementerian Hukum sebagai pelindung LMK dan LMKN dapat membantu mempertanyakan kinerja LMK dan LMKN,” tutupnya.</p>
<p data-start="2125" data-end="2414">Seruan Anji ini menambah panjang daftar kritik terhadap sistem pengelolaan royalti di Indonesia. Para musisi kini menunggu langkah tegas dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa hak cipta benar-benar melindungi pencipta, bukan justru menimbulkan polemik berkepanjangan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2125" data-end="2414"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Spektakuler Ruben Onsu Kibarkan Bendera Merah Putih di Kolam Penuh Hiu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-spektakuler-ruben-onsu-kibarkan-bendera-merah-putih-di-kolam-penuh-hiu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-spektakuler-ruben-onsu-kibarkan-bendera-merah-putih-di-kolam-penuh-hiu</guid>
<description><![CDATA[ Presenter Ruben Onsu sukses mengibarkan bendera Merah Putih di kolam berisi hiu Sea World Ancol pada HUT ke-80 RI. Aksi berani ini tak hanya spektakuler, tapi juga mengandung pesan nasionalisme dan edukasi bagi anak-anak Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a1d3a43dd2c.webp" length="16026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 00:34:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Ruben Onsu, bendera Merah Putih, kolam hiu, Sea World Ancol, HUT RI 80, pengibaran bendera unik, nasionalisme</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="221" data-end="485"><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> — Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia diwarnai dengan aksi unik sekaligus menegangkan. Presenter kondang Ruben Onsu berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di dalam akuarium raksasa berisi hiu di Sea World Ancol, Minggu (17/8/2025).</p>
<p data-start="487" data-end="733">Mengenakan seragam ala Paskibraka lengkap dengan peci hitam, Ruben bersama dua penyelam lainnya melaksanakan prosesi upacara bendera di bawah air. Puluhan ekor hiu berenang mengitari mereka, membuat momen itu penuh adrenalin namun tetap sakral.</p>
<p data-start="735" data-end="971">“Alhamdulillah bisa menjalankan tugas mengibarkan bendera di dalam kolam yang penuh hiu di HUT ke-80 Kemerdekaan RI hari ini, dan bersyukur semuanya berjalan lancar,” ujar Ruben usai prosesi, dikutip dari kanal YouTube pribadinya.</p>
<p data-start="973" data-end="1334">Meski mengaku awalnya diliputi rasa takut, Ruben tetap berusaha tenang. Dorongan cinta tanah air membuatnya berani menantang bahaya demi misi simbolik ini.<br data-start="1128" data-end="1131">“Jujur rasa cemas pasti ada, karena upacaranya dalam air dan banyak hiu. Tapi aku fokus sama tugasnya. Syukurnya tim Sea World sangat mendukung, jadi upacaranya berjalan sesuai rencana,” tambahnya.</p>
<p data-start="1336" data-end="1605">Ruben menyebut aksi tersebut sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam hidupnya. Ia berharap pengibaran bendera di kolam hiu ini bukan sekadar tontonan spektakuler, melainkan juga edukasi bagi generasi muda untuk mencintai bangsa, laut, dan alam Indonesia.</p>
<p data-start="1607" data-end="1784">“Ini sejarah buat aku. Harapannya, acara ini bisa jadi edukasi yang baik bagi anak-anak Indonesia untuk mencintai bangsanya, sekaligus menjaga laut dan alamnya,” tegasnya.</p>
<p data-start="1786" data-end="2068">Momen ini sontak menyita perhatian masyarakat. Selain memadukan keberanian dan nasionalisme, aksi Ruben Onsu menambah warna dalam perayaan kemerdekaan Indonesia, menghadirkan pesan kuat: cinta tanah air bisa diwujudkan dengan cara yang kreatif, edukatif, dan penuh keberanian. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1786" data-end="2068"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringatan 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Teater “Bunga Penutup Abad” Hidup Kembali di Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringatan-100-tahun-pramoedya-ananta-toer-teater-bunga-penutup-abad-hidup-kembali-di-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringatan-100-tahun-pramoedya-ananta-toer-teater-bunga-penutup-abad-hidup-kembali-di-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Pertunjukan teater Bunga Penutup Abad kembali hadir di Jakarta pada 29–31 Agustus 2025 sebagai bagian dari perayaan 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Menampilkan Happy Salma, Reza Rahadian, Chelsea Islan, hingga skenografi baru yang memikat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f2c70658de.webp" length="46664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 21:01:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Bunga Penutup Abad, Teater Jakarta, Pramoedya Ananta Toer, Seabad Pram, Happy Salma, Reza Rahadian, Chelsea Islan, Tetralogi Buru, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="206" data-end="490"><strong data-start="206" data-end="235">JAKARTA, SJP</strong> – Kisah cinta, perjuangan, dan luka dari dunia sastra kembali berpentas. <em data-start="309" data-end="329">Bunga Penutup Abad</em>—adaptasi dari dua novel pertama Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer—akan kembali mengisi panggung Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 29–31 Agustus 2025.</p>
<p data-start="492" data-end="788">Pertunjukan yang diproduksi Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation ini bukan sekadar reuni teater. Tahun ini adalah momen bersejarah: seabad kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Pementasan ini menjadi bagian dari perayaan “Seabad Pram” yang digagas oleh Pramoedya Ananta Toer Foundation.</p>
<p data-start="790" data-end="1029">“Kerinduan penonton membuat kami ingin menghidupkan kembali kisah Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies. Nilai-nilai dalam karya Pram masih relevan untuk bangsa kita,” ujar Happy Salma, produser yang juga kembali memerankan Nyai Ontosoroh.</p>
<p data-start="1031" data-end="1246">Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menegaskan bahwa panggung ini menjadi jembatan generasi. “Pementasan ini memperkenalkan sastrawan besar Indonesia kepada generasi baru,” katanya.</p>
<p data-start="1248" data-end="1681"><em data-start="1248" data-end="1268">Bunga Penutup Abad</em> mengisahkan babak kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah Annelies terpaksa pergi ke Belanda akibat putusan pengadilan kolonial. Surat-surat dari Panji Darman, utusan Nyai, menjadi penghubung jarak dan waktu—membawa kembali kenangan pahit manis sejak pertemuan pertama hingga kabar duka kematian Annelies di negeri orang. Potret Annelies karya Jean Marais pun diberi nama yang menjadi judul pertunjukan ini.</p>
<p data-start="1683" data-end="2142">Pementasan 2025 menghadirkan para aktor terbaik: Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais. Sutradara Wawan Sofwan, yang juga menulis naskah, mengaku melakukan penyesuaian dramatik agar kisah ini tetap berdenyut di telinga generasi muda. “Ada kebaruan pada naskah. Struktur dramatiknya diperkuat, ceritanya akan terasa lebih dekat dengan penonton masa kini,” ujarnya.</p>
<p data-start="2144" data-end="2406">Tak hanya itu, skenografi panggung juga diperbarui. Dengan sistem teknis yang belum pernah digunakan sebelumnya, pementasan ini diharapkan memberi pengalaman visual dan emosional yang segar, sembari menegaskan bahwa karya besar Pramoedya tak lekang oleh waktu. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2144" data-end="2406"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siapa yang Berhak Menarik Royalti Hak Cipta? Ini Penjelasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siapa-yang-berhak-menarik-royalti-hak-cipta-ini-penjelasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siapa-yang-berhak-menarik-royalti-hak-cipta-ini-penjelasannya</guid>
<description><![CDATA[ Penjelasan lengkap siapa yang berhak menarik royalti hak cipta di Indonesia, termasuk peran LMKN dan LMK, mekanisme penarikan, penghimpunan, serta pendistribusian royalti sesuai ketentuan PP 56/2021. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689deccc1ffb4.webp" length="23092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 09:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>royalti hak cipta, LMKN, LMK, peraturan royalti, PP 56/2021, hak cipta musik, penarikan royalti, pendistribusian royalti, Pusat Data Lagu Musik Nasional, SILM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="239" data-end="579"><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Perbincangan soal royalti hak cipta kembali menghangat di publik. Sesuai ketentuan hukum, setiap pemanfaatan hak cipta, baik berupa karya maupun hak ekonomi, wajib dibayarkan kepada pemiliknya. Namun, prosesnya tidak serta-merta dilakukan secara bebas, melainkan melalui mekanisme resmi yang diatur negara.</p>
<p data-start="581" data-end="993">Di Indonesia, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memegang peran sentral. Berdasarkan Pasal 1 angka 11 PP 56/2021, LMKN adalah lembaga pemerintah non-APBN yang bertugas menarik, menghimpun, dan mendistribusikan royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait. LMKN juga menjadi penghubung antara pemilik karya dan pengguna komersial, sekaligus menetapkan tarif royalti nasional.</p>
<p data-start="995" data-end="1171"><strong>Mekanisme Penarikan Royalti oleh LMKN</strong></p>
<p data-start="995" data-end="1171">Pengelolaan royalti dijalankan dengan sistem data terintegrasi di Pusat Data Lagu/Musik Nasional dan melalui tiga tahap utama:</p>
<ol data-start="1172" data-end="1523">
<li data-start="1172" data-end="1269">
<p data-start="1175" data-end="1269">Penarikan – Royalti ditarik dari pengguna komersial, baik anggota LMK maupun nonanggota.</p>
</li>
<li data-start="1270" data-end="1369">
<p data-start="1273" data-end="1369">Penghimpunan – Koordinasi dengan LMK dilakukan untuk menentukan besaran royalti yang adil.</p>
</li>
<li data-start="1370" data-end="1523">
<p data-start="1373" data-end="1523">Pendistribusian – Berdasarkan laporan penggunaan karya di Sistem Informasi Lagu/Musik (SILM), royalti disalurkan ke pemilik hak melalui LMK.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="1525" data-end="1920"><strong>Peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)</strong></p>
<p data-start="1525" data-end="1920">LMK adalah lembaga berbadan hukum nirlaba yang menjadi perwakilan resmi pencipta atau pemegang hak. LMK bertugas mengurus izin penggunaan karya, memantau pemanfaatannya di media atau acara, dan memastikan royalti sampai kepada anggota secara proporsional. Pemilik karya memberikan kuasa tertulis kepada LMK untuk melakukan penarikan dan distribusi.</p>
<p data-start="1922" data-end="2130">Dengan struktur LMKN sebagai koordinator nasional dan LMK sebagai pelaksana teknis, sistem ini diharapkan menjamin hak pemilik karya sekaligus memberikan kejelasan bagi para pengguna dalam membayar royalti. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1922" data-end="2130"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ahmad Dhani: Bayar Royalti Tanpa Aturan, Itu Maling!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ahmad-dhani-bayar-royalti-tanpa-aturan-itu-maling</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ahmad-dhani-bayar-royalti-tanpa-aturan-itu-maling</guid>
<description><![CDATA[ Ahmad Dhani mendesak revisi UU Hak Cipta dan pembatalan PP 56/2021. Ia menilai penyanyi profesional yang membawakan lagu tanpa izin dan royalti adalah maling. Polemik ini juga berdampak pada UMKM dan pelaku usaha kuliner. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f294d6e537.webp" length="24514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 12:02:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Ahmad Dhani, royalti lagu, UU Hak Cipta, PP 56/2021, LMKN, Permenkumham 27/2025, musisi Indonesia, polemik royalti, UMKM, kafe matikan musik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="135" data-end="475"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Musisi yang juga anggota DPR RI, Ahmad Dhani, kembali lantang menyuarakan keresahannya soal aturan royalti musik di Indonesia. Ia mendesak pemerintah segera merevisi Undang-Undang Hak Cipta dan membatalkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 yang dinilainya belum berpihak pada musisi dan pelaku usaha.</p>
<p data-start="477" data-end="597">“Harus segera direvisi (UU Hak Cipta) dan batalkan PP 56,” tegas Dhani lewat unggahan di Instagram, Jumat (15/8/2025).</p>
<p data-start="599" data-end="946">Dalam unggahannya, Dhani menyoroti Pasal 9 UU Hak Cipta yang mewajibkan penyanyi profesional membayar royalti saat membawakan lagu karya komposer di konser.</p>
<p data-start="599" data-end="946">“Berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Pasal 9, penyanyi profesional Indonesia nyanyi lagu komposer Indonesia di konser tanpa izin itu namanya maling. Apalagi enggak mau bayar,” ujarnya.</p>
<p data-start="948" data-end="1160">Seruan Dhani ini muncul di tengah polemik kewajiban royalti yang kini merembet ke sektor kuliner dan UMKM. Tak sedikit kafe dan rumah makan memilih mematikan musik untuk menghindari tuntutan pembayaran royalti.</p>
<p data-start="1162" data-end="1545">Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Permenkumham Nomor 27 Tahun 2025 yang mempertegas bahwa pembayaran royalti lagu dan musik di ruang publik komersial wajib melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).</p>
<p data-start="1162" data-end="1545">Aturan ini menjadi penguat PP 56/2021, namun memicu kritik karena dianggap membebani usaha kecil dan menimbulkan kebingungan teknis di lapangan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1162" data-end="1545"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawab Tantangan Ari Lasso, Wami Pastikan Audit Rutin dan Klarifikasi Royalti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawab-tantangan-ari-lasso-wami-pastikan-audit-rutin-dan-klarifikasi-royalti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawab-tantangan-ari-lasso-wami-pastikan-audit-rutin-dan-klarifikasi-royalti</guid>
<description><![CDATA[ Wami menjawab tantangan Ari Lasso terkait transparansi royalti, menegaskan audit rutin, klarifikasi bukti pembayaran, dan permintaan maaf atas kesalahan distribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f23fdae324.webp" length="35210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 06:31:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Wami, Ari Lasso, royalti musik Indonesia, audit Forvis Mazars, LMKN, manajemen kolektif, klarifikasi royalti, transparansi musik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="180" data-end="472"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Wahana Musik Indonesia (Wami) akhirnya merespons tantangan penyanyi Ari Lasso yang mempertanyakan transparansi pembayaran royalti. Sebelumnya, Ari sempat mengungkap kekecewaannya karena menerima royalti senilai Rp 700.000 dari lembaga manajemen kolektif tersebut.</p>
<p data-start="474" data-end="815">Presiden Director Wami, Adi Adrian, menegaskan pihaknya telah diaudit secara rutin oleh auditor eksternal Forvis Mazars sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p data-start="474" data-end="815">“Kami diaudit secara rutin sebagai wujud komitmen menjaga kepercayaan para pencipta sekaligus menjamin iklim industri musik Indonesia yang sehat,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).</p>
<p data-start="817" data-end="1169">Adi juga memastikan Wami mematuhi regulasi pemerintah melalui LMKN dalam hal administrasi dan tata kelola manajemen kolektif. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci membangun kepercayaan.</p>
<p data-start="817" data-end="1169">“Kami akan memperkuat sistem administrasi internal, memperketat verifikasi, dan menertibkan distribusi informasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.</p>
<p data-start="1171" data-end="1466">Dalam kesempatan itu, Adi mengaku telah menghubungi Ari Lasso untuk meminta maaf atas kesalahan penghitungan dan distribusi royalti. Ia meluruskan bahwa bukti laporan senilai Rp765.594 yang beredar di publik bukan milik Ari, serta bukan keseluruhan royalti yang ia terima dalam setahun penuh.</p>
<p data-start="1468" data-end="1619">“Hal ini sudah kami komunikasikan dengan beliau disertai surat klarifikasi dan permintaan maaf. Permasalahan tersebut kini sudah selesai,” tutup Adi. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1468" data-end="1619"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1468" data-end="1619"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hanung Bramantyo Bongkar Proses Panjang Film Bisa Tayang di Bioskop</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hanung-bramantyo-bongkar-proses-panjang-film-bisa-tayang-di-bioskop</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hanung-bramantyo-bongkar-proses-panjang-film-bisa-tayang-di-bioskop</guid>
<description><![CDATA[ Hanung Bramantyo membeberkan proses panjang film untuk mendapatkan slot tayang di bioskop, mulai dari pengajuan surat hingga pemeriksaan teknis. Ia juga menyinggung film Merah Putih: One for All yang dinilai cepat tayang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689dea10a4a86.webp" length="26224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 09:58:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Hanung Bramantyo, proses film tayang di bioskop, jadwal tayang film, Merah Putih One for All, industri film Indonesia, CGV, XXI, Cinepolis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="150" data-end="442"><strong data-start="150" data-end="166">JAKARTA, SJP</strong> – Sutradara ternama Hanung Bramantyo membagikan fakta di balik layar industri perfilman Indonesia, khususnya soal bagaimana sebuah film bisa mendapatkan slot tayang di bioskop. Menurutnya, prosesnya tidak instan, bahkan bisa memakan waktu hingga tiga bulan sejak pengajuan.</p>
<p data-start="444" data-end="689">“Jadi prosesnya pertama kirim surat dahulu, baru kemudian tiga bulan setelah kirim surat baru kita dikabarin kalau ini film kamu bisa tayang tanggal sekian bulan sekian,” ungkap Hanung, dikutip dari kanal YouTube Kasisolusi, Kamis (14/8/2025).</p>
<p data-start="691" data-end="1027">Langkah awal yang harus ditempuh pembuat film adalah mengirimkan surat resmi ke jaringan pengusaha bioskop di Indonesia seperti Cineplex, Cinepolis, CGV, dan XXI. Setelah tanggal tayang ditentukan, pihak pembuat film dapat memilih untuk menerima atau menolak jadwal tersebut. Jika disetujui, barulah masuk ke tahap pemeriksaan teknis.</p>
<p data-start="1029" data-end="1326">"Ditawarin tanggalnya kan ini mau atau enggak, kalau oke ya sudah kirim filmnya untuk mereka lihat, jadi ini kualifikasi. Pemeriksaan ini biasanya soal teknis, dicek kalau gambarnya enggak proper, suaranya pecah, atau gambarnya gelap. Nah ini enggak bisa diterima,” jelas suami Zaskia Mecca itu.</p>
<p data-start="1328" data-end="1562">Sebelumnya, Hanung juga menyoroti film <em data-start="1367" data-end="1393">Merah Putih: One for All</em> yang dinilai cepat sekali mendapatkan jadwal tayang di bioskop, meski menurut informasi diproduksi hanya dalam waktu dua bulan menjelang peringatan HUT RI 17 Agustus. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1328" data-end="1562"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1328" data-end="1562"><strong>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nikita Mirzani: “Malu Cuma Berkasus Rp 4 Miliar”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nikita-mirzani-malu-cuma-berkasus-rp-4-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nikita-mirzani-malu-cuma-berkasus-rp-4-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Nikita Mirzani mengaku malu kasus dugaan pemerasan Rp 4 miliar terhadap dirinya dianggap besar. Menurutnya, nilai itu kecil dibanding tarif endorsement yang ia terima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689de86e2f6c9.webp" length="12860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 09:02:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Nikita Mirzani, pemerasan Rp 4 miliar, TPPU, Reza Gladys, Fahmi Bachmid, selebriti Indonesia, tarif endorsement artis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="160" data-end="486"><strong data-start="160" data-end="176">JAKARTA, SJP</strong> – Artis Nikita Mirzani buka suara terkait tuduhan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap dokter Reza Gladys. Alih-alih tertekan, Nikita justru menganggap kasus ini memalukan karena nilai yang dituduhkan menurutnya kecil dibanding aset dan tarif <em data-start="449" data-end="462">endorsement</em> yang biasa ia terima.</p>
<p data-start="488" data-end="680">"Kasus ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Saya malu cuma ngurusin Rp4 miliar kayak begini sampai satu Indonesia gaduh, sampai polisi semua kayak begini," ungkap Nikita, Kamis (14/8/2025).</p>
<p data-start="682" data-end="869">Nikita mengaku heran karena pemberitaan kasusnya terasa seperti menangani kejahatan kelas berat. Ia bahkan membandingkannya dengan kasus-kasus besar yang biasa mencuri perhatian publik.</p>
<p data-start="871" data-end="1053">"Saya kayak sudah kena kasus pembunuhan, narkoba, bandar narkoba atau bandar judi online. Saya merasa seperti itu dan agak memalukan saja menurut saya sampai segitunya," tambahnya.</p>
<p data-start="1055" data-end="1274">Senada dengan Nikita, kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, juga menilai kasus ini terlalu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa kliennya dengan mudah bisa mendapatkan nilai yang lebih besar hanya dari pekerjaan sehari-hari.</p>
<p data-start="1276" data-end="1515">"Kalau cuma masalah Rp4 miliar sih gampang buat Niki. Padahal hanya sebentar ngomong saja dibayar Rp 10 miliar. Bahkan yang lain banyak yang cuma Rp2 miliar, nilai Rp4 miliar itu endorsement-nya Niki semua. Itu gampang,” tandas Fahmi.<strong> (**)</strong></p>
<p data-start="1276" data-end="1515"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1276" data-end="1515"><strong>Sumber: </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak HUT ke&amp;80 RI, Mak&amp;mak Usia 40+ Adu Tumpeng di Tengah Mall</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semarak-hut-ke-80-ri-mak-mak-usia-40-adu-tumpeng-di-tengah-mall</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semarak-hut-ke-80-ri-mak-mak-usia-40-adu-tumpeng-di-tengah-mall</guid>
<description><![CDATA[ Mak-mak usia 40+ di Wonokromo unjuk gaya di catwalk busana daerah, lalu kembali sibuk menghias tumpeng, membawa semangat kemerdekaan jelang HUT ke-80 Republik Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689db714f20b0.webp" length="50166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 18:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HUT ke-80 RI, Hari Kemerdekaan, 17 Agustus, Royal Plaza, Wonokromo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Lomba 17 Agustus biasanya identik dengan anak-anak yang adu cepat di lomba balap karung, atau beberapa remaja berebut kursi saat irama musik tiba-tiba berhenti. Tapi di Kelurahan Wonokromo, para emak-emak justru mengambil alih panggung lomba jelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.</p>
<p>Berlokasi di Royal Plaza Surabaya, sebuah ajang perlombaan seperti menghias tumpeng hingga fashion show diikuti oleh peserta yang biasanya hanya menonton di pinggir area perlombaan, mereka adalah emak-emak usia 40 tahun ke atas.</p>
<p><strong>Hasil Kolaborasi Royal Plaza dengan Kelurahan Wonokromo</strong></p>
<p>Pesta Rakyat Semarak Kemerdekaan, begitu namanya, adalah acara hasil kolaborasi Royal Plaza Surabaya dengan Kelurahan Wonokromo, yang menjadi lokasi mall tersebut berdiri. Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendati mengatakan bahwa acara tersebut adalah upaya pihak Royal Plaza merangkul warganya.</p>
<p>"Jadi pihak Royal Plaza mengajak ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengadakan acara seperti lomba, dan Royal memberikan support untuk hadiah lombanya," jelas Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendati, Kamis (14/8/2025).</p>
<p>"Tahun ini ada dua jenis lomba, yakni lomba tumpeng yang merupakan ide dari pihak Royal Plaza dan lomba Fashion Show, ide dari Kelurahan," imbuhnya.</p>
<p>Prima mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sekitar sangatlah tinggi, dari tahun 2024 lalu yang hanya melibatkan PKK RW 1-8 Kelurahan Wonokromo, kini acara tersebut juga menggandeng Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan karang taruna Wonokromo.</p>
<p>"Kalau yang lomba tumpeng itu ada 10 meja, meliputi 8 RW, IPSM sama Karang Taruna, sedangkan lomba fashion show ada 9 peserta," sebut Prima.</p>
<p>"Kegiatan lainnya juga ada penampilan tari dari karang taruna binaan dan sosialisasi dari Komnas PA Surabaya," sambungnya.</p>
<p>Kolaborasi Royal dan Kelurahan sendiri bukan hubungan dadakan. Prima menegaskan, setiap kali kelurahan punya agenda mulai dari pengajian hingga rapat, pihak Royal Plaza Surabaya selalu menyediakan tempat secara gratis. </p>
<p>"Kerja sama memang sudah lama. Royal selalu mendukung beberapa kegiatan kita," ujarnya.</p>
<p><strong>Tumpeng Bertema Indonesia dan Catwalk Emak-Emak</strong></p>
<p>Untuk lomba menghias tumpeng, para peserta diberikan waktu 30 menit untuk menghias nasi kuning yang sudah mereka bawa dari rumah dengan ornamen khas kemerdekaan, seperti bendera atau bunga disamping perkedel dan mie yang juga ikut memberikan warna.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_689db71e558e9.webp" alt=""></p>
<p>Sementara dalam lomba fashion show, busana daerah yang dikenakan oleh emak-emak yang jadi peserta juga berhasil mencuri perhatian. Ketua Tim Penggerak PKK Wonokromo, Santi Muliasari, mengatakan bahwa acara tersebut jadi ajang belajar sekaligus hiburan. </p>
<p>"Daripada kita ikut lomba di tingkat kota, kita belajar dulu di tingkat kelurahan. Menariknya, biasanya lomba 17-an itu kan anak-anak sampai remaja, nah ini yang ikut malah emak-emak. Banyak yang pingin ikut, satu ikut, jadi ikut semua akhirnya,” ungkapnya.</p>
<p>Santi menambahkan, emak-emak melakukan catwalk tudak dengan busana bebas, melainkan mengenakan busana dengan tema baju daerah untuk menguatkan nuansa pesta rakyat.</p>
<p>Di tengah deretan ibu-ibu berbusana daerah, satu peserta dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) sukses mencuri perhatian. Bukannya mengirim emak-emak seperti aturan lomba, mereka justru mengutus seorang bapak yang berdandan layaknya wanita, lengkap dengan kostum adat Nusa Tenggara Timur. </p>
<p>Aturannya memang membuat ia tak bisa menang, tapi sorak-sorai penonton membuktikan hiburan itu lebih berharga daripada trofi.</p>
<p><strong>"Mama Juga Butuh Bahagia" </strong></p>
<p>Camat Wonokromo, Maria Agustin, memandang acara itu sebagai bukti eksistensi PKK yang konsisten mendukung program pemerintah di semua tingkatan. </p>
<p>"PKK adalah salah satu pilar kemasyarakatan kita. Mereka menangani masalah wanita dan anak-anak, dan lewat acara ini membuktikan peranannya," katanya.</p>
<p>Baginya, ada sisi emosional yang tak kalah penting dalam perayaan kemerdekaan, meski jarang disorot, menurut Maria, emak-emak yang biasanya hanya menonton perlombaan 17 Agustus, pasti juga ingin berpartisipasi.</p>
<p>"Mama juga butuh bahagia. Kadangkala wajib memberikan kesempatan buat mami-mami dan emak-emak ini mencurahkan potensi mereka melalui event-event yang membuat mereka bahagia dan lupa sesaat," ujarnya.</p>
<p>Dengan aroma tumpeng yang memenuhi udara dan lenggak-lenggok busana daerah di tengah riuhnya mall, Royal Plaza dan Kelurahan Wonokromo berhasil memindahkan energi lomba kampung ke ruang publik modern tanpa kehilangan rasa kebersamaan. </p>
<p>Di sini, kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan seremoni, tapi juga dengan memberi panggung untuk mereka yang biasanya hanya duduk di pinggir, menyemangati dari kejauhan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Royalti Lagu Ramai, Direktur Jatim Park 3 Soroti Minimnya Sosialisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-royalti-lagu-ramai-direktur-jatim-park-3-soroti-minimnya-sosialisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-royalti-lagu-ramai-direktur-jatim-park-3-soroti-minimnya-sosialisasi</guid>
<description><![CDATA[ Direktur Jatim Park 3 Suryo Widodo menyayangkan kurangnya pendampingan dan penjelasan detail kepada pelaku usaha terkait prosedur dan kelengkapan administrasi yang diperlukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689c6e3d25ca3.webp" length="20450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 19:01:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Royalti, Musisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Polemik penarikan royalti lagu dari kafe, restoran, hingga tempat wisata kembali mencuat setelah sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah mengeluhkan mekanisme dan besaran biaya yang dibebankan.</p>
<p>Ramainya sorotan publik ini juga direspons Direktur Jatim Park 3, Suryo Widodo, yang menilai persoalan utama ada pada kurangnya sosialisasi aturan kepada pelaku usaha.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (13/8/2025) ketentuan terkait royalti lagu sebenarnya sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan diperkuat melalui pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) pada 2016. Sebelumnya, penarikan royalti dilakukan oleh sejumlah lembaga berbeda seperti KTI dan WAMI.</p>
<p>“Dulu masih amburadul karena banyak lembaga menaungi pencipta lagu. Sejak LMKN berlaku 2016, sebenarnya sudah jadi satu pintu. Tapi masalahnya sosialisasi kurang, sehingga banyak yang tidak tahu,” ujarnya.</p>
<p>Suryo mengaku pihaknya pernah terkena kewajiban pembayaran royalti sekitar tahun 2020. Meski sempat kaget, pihak Jatim Park 3 tetap melaksanakan kewajiban tersebut. Namun, ia menyayangkan kurangnya pendampingan dan penjelasan detail kepada pelaku usaha terkait prosedur dan kelengkapan administrasi yang diperlukan.</p>
<p>Kasus penarikan royalti dari pelaku usaha belakangan ini memicu perdebatan publik. Sejumlah pengusaha kafe dan restoran mengeluh karena merasa tidak pernah mendapatkan penjelasan memadai, sementara pihak LMKN menegaskan pungutan tersebut sah secara hukum dan bertujuan melindungi hak cipta pencipta lagu.</p>
<p>“Harapan kami kepada Kementerian Pariwisata dan dinas pariwisata daerah, ayo duduk bersama membuat daftar apa saja yang harus dilengkapi hotel, restoran, kafe, dan tempat wisata. Regulasi ini terus bertambah, tapi kalau sosialisasinya tidak jelas, yang menjalankan akan terus menemui kesalahan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Animasi Lokal Semakin Berkualitas: Dari Penonton Anak hingga Pasar Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/animasi-lokal-semakin-berkualitas-dari-penonton-anak-hingga-pasar-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/animasi-lokal-semakin-berkualitas-dari-penonton-anak-hingga-pasar-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Animasi Indonesia berkembang pesat dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional, membawa cerita lokal ke penonton global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689950b4bb5e7.webp" length="53942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 17:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>animasi Indonesia, industri kreatif, budaya lokal, animasi global, festival film</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="139" data-end="405"><strong data-start="139" data-end="155">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Industri animasi Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang awalnya hanya memproduksi konten untuk anak-anak, kini studio-studio lokal mulai menghadirkan karya yang mampu bersaing di pasar internasional.</p>
<p data-start="407" data-end="663">Perkembangan ini didukung oleh kemajuan teknologi dan meningkatnya keterampilan para animator lokal. Banyak studio memanfaatkan perangkat lunak animasi mutakhir, sementara generasi baru animator datang dengan ide segar yang terinspirasi budaya Indonesia.</p>
<p data-start="665" data-end="894">Cerita-cerita yang diangkat tidak lagi sebatas hiburan, tetapi juga sarat nilai moral, edukasi, dan representasi budaya. Mulai dari kisah pahlawan lokal, legenda daerah, hingga narasi modern yang relatable bagi penonton global.</p>
<p data-start="896" data-end="1142">Tidak sedikit animasi Indonesia yang kini tayang di festival internasional atau dijual ke platform streaming global. Pencapaian ini membuktikan bahwa animasi lokal memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari industri kreatif dunia.</p>
<p data-start="1144" data-end="1382">Meski begitu, tantangan tetap ada, mulai dari pendanaan, promosi, hingga persaingan dengan animasi luar negeri. Namun, dengan dukungan pemerintah dan apresiasi penonton lokal, animasi Indonesia punya peluang besar untuk terus berkembang. <strong>(**)<br></strong></p>
<p data-start="1144" data-end="1382"><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Cinta dan Pengkhianatan dalam Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-cinta-dan-pengkhianatan-dalam-film-la-tahzan-cinta-dosa-luka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-cinta-dan-pengkhianatan-dalam-film-la-tahzan-cinta-dosa-luka</guid>
<description><![CDATA[ Drama rumah tangga penuh perselingkuhan dan pengkhianatan hadir dalam La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka karya Hanung Bramantyo. Dibintangi Marshanda, Deva Mahenra, dan Ariel Tatum, film ini mengupas luka, dosa, dan kebangkitan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689877d33bd93.webp" length="21716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 08:16:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>La Tahzan Cinta Dosa Luka, Marshanda, Deva Mahenra, Ariel Tatum, film Hanung Bramantyo, kisah perselingkuhan, film Indonesia 2025, drama rumah tangga, pelakor, gala premier.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="304" data-end="603"><strong>JAKARTA, SJP</strong> – Di balik senyum rumah tangga yang terlihat utuh, sering kali tersembunyi badai yang diam-diam menggerogoti fondasinya. Inilah yang menjadi jantung cerita film terbaru garapan Hanung Bramantyo, <em data-start="512" data-end="542">La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka</em>, yang dijadwalkan tayang perdana pada 14 Agustus 2025.</p>
<p data-start="605" data-end="898">Film yang dibintangi Marshanda, Deva Mahenra, dan Ariel Tatum ini, mengupas sisi gelap cinta—perselingkuhan, pengkhianatan, dan luka batin—dari perspektif seorang perempuan yang kehilangan segalanya, namun memilih untuk bangkit, meski dengan cara yang tak semua orang siap menerima.</p>
<h3 data-start="900" data-end="944">Drama dari Kisah Nyata yang Menyayat</h3>
<p data-start="945" data-end="1387">Diadaptasi dari kisah nyata yang sempat viral, <em data-start="992" data-end="1003">La Tahzan</em> membawa penonton ke dalam pusaran emosi seorang istri yang dikhianati, seorang suami yang terjebak dalam kelemahan, dan seorang perempuan ketiga yang terombang-ambing antara cinta dan dosa.<br data-start="1193" data-end="1196">Marshanda, sebagai Alina, memerankan perempuan yang bukan hanya kehilangan suami dan anak, tetapi juga harga dirinya. Namun, di balik itu, ia menemukan kekuatan untuk berdiri tegak kembali.</p>
<p data-start="945" data-end="1387">“Alina adalah cermin dari banyak perempuan hari ini—terluka, dikhianati, tapi memilih bangkit dengan jalannya sendiri. Ini bukan hanya film untuk ditonton, tetapi untuk dirasakan,” ujar Marshanda di gala premier, Jakarta, Sabtu (9/8/2025).</p>
<h3 data-start="1634" data-end="1678">Karakter yang Membelah Hati Penonton</h3>
<p data-start="1679" data-end="1781">Deva Mahenra menghadirkan Reza, suami yang di permukaan terlihat lembut, namun menyimpan sisi gelap.</p>
<p data-start="1679" data-end="1781">“Tugas saya membuat penonton benci pada Reza, tapi tetap mengerti kenapa dia begitu lemah. Dia pria yang gagal menjaga amanah dalam cinta,” kata Deva.</p>
<p data-start="1938" data-end="2062">Sementara itu, Ariel Tatum memerankan Asih, sosok “orang ketiga” yang lugu di luar, namun menyimpan ambisi dan luka hidup.</p>
<p data-start="1938" data-end="2062">“Saya ingin penonton bingung—apakah Asih ini layak dibenci atau justru dikasihani. Dia pelakor, tapi juga korban,” ungkap Ariel.</p>
<h3 data-start="2197" data-end="2232">Luka, Dosa, dan Kebangkitan</h3>
<p data-start="2233" data-end="2476"><em data-start="2233" data-end="2263">La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka</em> bukan sekadar tontonan drama rumah tangga. Ia adalah cermin pahit dari kenyataan yang sering disembunyikan—tentang rapuhnya kesetiaan, pentingnya komunikasi, dan keberanian untuk bangkit dari puing-puing cinta.</p>
<p data-start="2478" data-end="2692">Selain tiga bintang utama, film ini juga diperkuat oleh Rachel Mikhayla, Mikaeel Pahlevi Saputra, Asri Welas, Benidictus Siregar, Aditya Elmand, Patricia Gouw, Reza Nangin, Rukman Rosadi, dan Elma Theana. (**)</p>
<p data-start="2478" data-end="2692"><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harimau Sumatera ‘Rengganis’ Mulai Huni PDTS KBS untuk Program Pengembangbiakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harimau-sumatera-rengganis-mulai-huni-pdts-kbs-untuk-program-pengembangbiakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harimau-sumatera-rengganis-mulai-huni-pdts-kbs-untuk-program-pengembangbiakan</guid>
<description><![CDATA[ Rengganis, harimau sumatera betina dari Maharani Zoo, kini jadi harapan baru Kebun Binatang Surabaya untuk melestarikan predator langka yang populasinya kian menipis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6898987ea5cf0.webp" length="51402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 23:11:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Harimau Sumatera, Maharani Zoo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dengan loreng rapat dan tubuh yang lebih ramping dibandingkan kerabatnya di benua lain, Harimau Sumatera menjadi simbol megah hutan-hutan tropis Indonesia. Namun di balik pesonanya, populasi predator itu kian terdesak akibat perburuan dan hilangnya habitat.</p>
<p>Sebagai upaya menjaga keberlangsungan satwa langka seperti Harimau Sumatera, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) kembali memperkenalkan seekor Harimau Sumatera betina baru bernama Rengganis yang resmi bergabung ke keluarga PDTS KBS pada Minggu (10/8/2025).</p>
<p>Kehadiran Rengganis diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi lembaga konservasi di Jawa Timur, khususnya PDTS KBS untuk menambah populasi harimau sumatera di Kota Pahlawan sebagai misi pelestarian satwa yang mulai langka. </p>
<p>Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa Rengganis merupakan hasil peminjaman dari Maharani Zoo, Paciran, Lamongan, sebagai bentuk kerja sama antar lembaga konservasi.</p>
<p>"Kenapa kita mendatangkan Harimau Sumatra? Karena koleksi di KBS hanya ada tiga ekor, yaitu satu jantan dan dua betina yang sudah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun," jelas Nurika, Minggu (10/8/2025).</p>
<p>Menurut Nurika, Rengganis didatangkan khusus untuk program pengembangbiakan. Dengan kehadiran Rengganis, maka PDTS KBS kini memiliki empat ekor Harimau Sumatera.</p>
<p>"Harapannya, Rengganis dapat segera beradaptasi dan berinteraksi dengan harimau lain di sini, sehingga proses perkembangbiakan bisa berjalan. Populasi Harimau Sumatera di KBS harus tetap terjaga," ujarnya.</p>
<p>Memiliki nama latin "Panthera Tigris SRengganis, harimau sumatera betina dari Maharani Zoo, kini jadi harapan baru Kebun Binatang Surabaya untuk melestarikan predator langka yang populasinya kian menipis.</p>
<p>Dengan nama latin "<em>Panthera Tigris Sumatrae</em>", Harimau Sumatera memiliki ciri fisik yang sedikit berbeda dari spesies harimau lainnya, salah satunya ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dan loreng yang rapat. "Harimau Sumatera ini merupakan sub-spesies terkecil dari kelompoknya," tutur Nurika.</p>
<p>Untuk pejantan, Harimau Sumatera mempunyai surai di bagian bawah, sural merupakan rambut yang berukuran lebih panjang dari rambut aslinya. Untuk habitatnya, Harimau Sumatera hidup di hutan tropika, semak belukar, padang alang-alang</p>
<p>Kehadiran Rengganis ternyata langsung mencuri perhatian pengunjung yang datang. Sejumlah orang tampak berkerumun di area kandang harimau untuk melihat pendatang baru itu.</p>
<p>Rina (29), warga Gresik yang datang bersama keluarganya, mengaku penasaran sejak mendengar kabar bahwa PDTS KBS akan kedatangan harimau sumatera baru. "Kebetulan sempat dengar kalau bakal ada satwa baru, jadi sekalian datang kesini," ucap Rina.</p>
<p>Meski senang karena bisa melihat Rengganis, tapi dirinya mengaku sedikit kecewa karena Rengganis tidak mau mendekat ke arah pengunjung dan kerap kali tertutup oleh pohon. "Ya memang karena faktor keamanan, tapi jujur memang agak sulit lihat karena terlalu jauh," jelasnya.</p>
<p>Kehadiran Rengganis di PDTS KBS bukan sekadar menambah deretan koleksi satwa, melainkan bagian dari perjuangan panjang menjaga keberlangsungan salah satu predator paling ikonik Indonesia.</p>
<p>Di tengah ancaman kepunahan yang membayangi Harimau Sumatera, setiap kelahiran baru adalah harapan, dan setiap langkah pelestarian adalah janji bahwa loreng-loreng itu tak akan hilang dari bumi Nusantara. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Ras Flemish Giant hingga Lionhead, Puluhan Kelinci Huni Wahana Baru &amp;apos;Rabbit in Wonderland&amp;apos; di PDTS KBS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-ras-flemish-giant-hingga-lionhead-puluhan-kelinci-huni-wahana-baru-rabbit-in-wonderland-di-pdts-kbs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-ras-flemish-giant-hingga-lionhead-puluhan-kelinci-huni-wahana-baru-rabbit-in-wonderland-di-pdts-kbs</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan kelinci dari 11 spesies dunia, termasuk Flemish Giant dan Transylvania Giant, kini bisa diajak bermain, digendong, dan diberi makan di Rabbit in Wonderland Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689879381f023.webp" length="50830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 21:48:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Kelinci, Rabbit in Wonderland, RIW, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulu lembut, telinga panjang, hingga kebiasaan melompat-lompat dan makan wortel, siapa lagi kalau bukan Kelinci, hewan berbulu dengan wujud menggemaskan itu memang paket lengkap untuk mencuri hati anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Kini, puluhan satwa menggemaskan tersebut tidak hanya bisa dilihat, tapi juga bisa diajak bermain di Rabbit in Wonderland (RIW), wahana baru Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) yang baru saja diresmikan pada Minggu, (10/8/2025).</p>
<p>Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa wahana baru itu sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas pilihan hiburan bagi para pengunjung PDTS KBS.</p>
<p>"Ini bisa jadi daya tarik batu bagi PDTS KBS, kami bahkan langsung menghadirkan setidaknya sekitar 30 hingga 50 kelinci di wahana Rabbit in Wonderland," ujar Nurika, Minggu (10/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6898794363395.webp" alt=""></p>
<p><strong>Hadirkan 11 Ras Kelinci dari Seluruh Dunia</strong></p>
<p>Salah satu edukator di Rabbit in Wonderland, Alfia, menjelaskan bahwa wahana tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan kelinci. Mulai dari memegang, menggendong, hingga memberi maan wortel.</p>
<p>"Pengunjung bisa foto bareng kelinci, mau selfie atau difotoin juga bisa. Di bagian tengah area RIW ada taman dan spot foto seperti istana. Ada area khusus memberi makan, kelincinya dibiarkan lepas tapi tetap ada pagar pembatas supaya aman untuk anak-anak," papar Alfia.</p>
<p>Dari puluhan kelinci yang ada dalam Rabbit in Wonderland, setidaknya ada 11 ras kelinci yang dihadirkan, diantaranya: Flemish Giant, Transylvania Giant, Angora, Netherland Dwarf, Lionhead, Fuzzy Loop, Satin, Rex, Dutch, New Zealand, dan Holland Lop.</p>
<p>Mayoritas ras kelinci itu berasal dari Eropa dan Amerika, meski juga ada yang sudah berkembang biak di Indonesia. Dua ras kelinci yang paling menarik adalah Flemish Giant dan Transylvania Giant, karena tidak hanya ukurannya yang besar, tetapi juga langka</p>
<p>Salah satu kelinci yang langsung menyambut pengunjung di area depan wahana RIW bernama Giant, ras kelinci Flemish Giant yang merupakan salah satu ras kelinci terbesar di dunia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6898792e7c4b5.webp" alt=""></p>
<p>Alfia menyebut bahwa ras kelinci Flesmish Giant tersebar di dataran Eropa, Amerika Utara &amp; Amerika Latin, Australia &amp; Selandia Baru hingga Asia termasuk Indonesia.</p>
<p>Ukuran Tubuh kelinci Flrmish Giant dewasa dapat bisa mencapai berat 6 hingga 10kg, bahkan beberapa tercatat melebihi 12 kg Panjang tubuh dari kepala hingga ekor sekitar 70-90 cm. Postur tubuhnya panjang dan berotot, dengan dada lebar, punggung yang relatif lurus, kaki kokoh, dan langkahnya jauh meski berukuran besar</p>
<p>"Jadi selain besar, ras ini juga memiliki bulu tebal, lembut, dan halus. Varietas warna meliputi abu-abu (grizzle), agouti, putih, hitam, serta pola broken (campuran warna)," terang Alfia.</p>
<p>Meski besar, Alfia mengatakan bahwa umumnya ras kelinci Flasmish Giang bersikap tenang dan jinak. Meskipun ukurannya besat, ras ini dikenal mudah dijinakkan dan dapat berinteraksi baik dengan manusia.</p>
<p>Selain mengenalkan jenis-jenis kelinci, di wahana RIW, pengunjung juga diedukasi mengenai cara interaksi yang aman dengan kelinci. "Kalau mau menggendong jangan ditarik telinganya, harus dibopong. Kalau disini, wortel cuma camilan, makanan utama kelinci adalah pelet atau pakan khusus," tambahnya.</p>
<p>Mela, pengunjung asal Surabaya, datang bersama suami dan anaknya yang belum berusia dua tahun. Ia mengaku sengaja mampir ke PDTS KBS, khususnya Rabbit in Wonderland untuk memperkenalkan satwa kepada sang anak.</p>
<p>"Masuk ke sini nyaman, anak-anak juga aman karena kelincinya jinak. Tadi anak saya awalnya takut, tapi lama-lama berani pegang kelinci dan terlihat senang sekali," katanya.</p>
<p>Meski puas ingin kembali lagi, Mela memberi masukan agar kebersihan area lebih ditingkatkan. "Mungkin bisa lebih bersih lagi, soalnya masih banyak daun berserakan," ucapnya.</p>
<p>Dengan koleksi kelinci yang lucu, area bermain yang ramah anak, dan spot foto yang manis, Rabbit in Wonderland yang selalu buka mengikuti jam operasional PDTS KBS, bisa jadi alasan tambahan untuk mengisi waktu di akhir pekan.</p>
<p>Harga tiket masuk RIW sendiri dipatok Rp20 ribu per orang, gratis untuk anak dengan tinggi di bawah 85 cm. Jika ingin memberikan makan kelinci, satu keranjang wortel di wahana tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>JFC 2025: Bukan sekadar Karnaval, tapi Catwalk Identitas Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jfc-2025-bukan-sekadar-karnaval-tapi-catwalk-identitas-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jfc-2025-bukan-sekadar-karnaval-tapi-catwalk-identitas-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Melalui JFC 2025, Jember kembali mengukuhkan diri sebagai ikon karnaval dunia yang tidak hanya merayakan kreativitas, tetapi juga merangkai persatuan Indonesia dalam satu panggung besar kebudayaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68985418851f7.webp" length="50294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 17:48:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>JFC, jember fashion carnival, WACI, Jember, Dynand Fariz</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> - Jember Fashion Carnival (JFC) ke-23 dengan tema Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) pada Minggu siang, 10 Agustus 2025, berlangsung meriah. Karnaval budaya nasional ini mengambil start dari Alun-Alun Jember Nusantara dan finish di Kota Cinema Mall, menampilkan parade spektakuler dari berbagai penjuru negeri.</p>
<p>Tahun ini, Jember mencatat capaian membanggakan yaitu berhasil mengajak sebagian besar kabupaten, kota, dan provinsi di Indonesia untuk turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan JFC.  Keberhasilan ini menegaskan posisi Jember sebagai pusat kreativitas karnaval yang mampu menjadi panggung persatuan dan kolaborasi budaya nusantara.</p>
<p>Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum Asosiasi Karnaval Indonesia, David K. Susilo, yang memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Dynand Faris, pendiri JFC dan penggagas Asosiasi Karnaval Indonesia. “Almarhum Mas Dynand Faris melahirkan dua organisasi besar," katanya di sela sela sambutan.</p>
<p>Tahun 2003, menurut David, Dynand Faris menggagas berdirinya Yayasan Jember Fashion Carnival. Sepuluh tahun berselang, dia mendirikan Asosiasi Karnaval Indonesia. Kehadiran Asosiasi Karnaval menjadi wadah <em>sharing and growing together</em> bagi seluruh pelaku karnaval budaya tradisional maupun kontemporer untuk membangun keberadaban nusantara.</p>
<p>"Dengan 786 jenis kebudayaan sebagai modal besar, kita punya kekuatan diplomasi budaya yang dapat menegaskan Indonesia sebagai central of culture,” ucap David.</p>
<p>David menambahkan, bahwa tahun ini merupakan tahun pertama Asosiasi Karnaval Indonesia mengangkat kearifan lokal dari masyarakat adat Nusantara. Masyarakat adat Nusantara adalah komunitas yang secara unik melestarikan budaya aslinya. Tahun ini, ada dua komunitas yang tampil yaitu komunitas pelaku adat dan komunitas pelaku karnaval kontemporer. </p>
<p>"Tugas kami di asosiasi adalah memadukan keduanya menjadi satu kesatuan parade. Proses ini butuh waktu, tetapi maksud kami jelas yaitu memperkenalkan budaya Indonesia melalui parade, sekaligus menanamkan identitas budaya itu kepada generasi muda,” ujarnya </p>
<p>Sementara itu, Utusan Kepresidenan Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengapresiasi peran Jember dalam menghadirkan kolaborasi budaya berskala nasional yang memukau dunia. “Hari ini kita merayakan keberagaman dalam keindahan, menyambut HUT ke-80 RI dengan cara yang paling mempesona melalui WACI. Ini bukan sekadar karnaval, tapi catwalk identitas bangsa. Undangan terbuka kepada dunia bahwa Indonesia punya berjuta warna, berjuta warisan, dan berjuta potensi,” kata Zita.</p>
<p>Ia menggambarkan, dari Sabang hingga Wakatobi, setiap daerah mampu menyulap warisan budayanya menjadi karya seni. Akar budaya Indonesia, menurutnya, tidak pernah tercabut justru semakin kuat dan mendalam. Zita menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan semangat ketahanan dan resiliensi pariwisata yang selalu ditekankan Presiden Prabowo yaitu bukan hanya bertahan, tetapi juga berinovasi.</p>
<p>WACI 2025 menjadi bukti bahwa karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membangun kebanggaan, memperkuat diplomasi budaya, dan menggerakkan pariwisata nasional. Melalui JFC, Jember kembali mengukuhkan diri sebagai ikon karnaval dunia yang tidak hanya merayakan kreativitas, tetapi juga merangkai persatuan Indonesia dalam satu panggung besar kebudayaan.</p>
<p>Perlu diketahui, Kabupaten Jember sendiri mampu menghadirkan berbagai kesenian dan budaya di luar Jawa Timur. Mulai dari ujung timur hingga ujung barat. Hal ini <em>relate</em> dengan slogan Jember sebagai Miniature of Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Melebur: Lucerna, Wadah Apresiasi Desain Komunikasi Visual Anak Muda Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-melebur-lucerna-wadah-apresiasi-desain-komunikasi-visual-anak-muda-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-melebur-lucerna-wadah-apresiasi-desain-komunikasi-visual-anak-muda-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Agenda ini sekaligus sebagai bagian dari wujud apresiasi terhadap desain komunikasi visual dengan berbagai bentuk, rupa, dan desain menarik yang menunjukkan seberapa besar potensi mereka dalam dunia seni visual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6897513a0832d.webp" length="34970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 22:53:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Stikom Surabaya, DKV, Desain Komunikasi Visual, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Desain bukan sekadar soal estetika, tapi bahasa visual yang membentuk cara kita melihat dunia. Dari kemasan kopi yang kita beli, selembar poster konser di jalan, hingga tampilan digital aplikasi di ponsel kita, semua lahir itu dari sentuhan desain komunikasi visual.</p>
<p>Di Surabaya, bahasa visual itu kembali dirayakan lewat pameran bertajuk "Melebur: Lucerna", yang memamerkan hasil karya mahasiswa DKV Universitas Dinamika (UNDIKA), yang mengajak publik menyelami cahaya, ruang, dan pesan-pesan kreatif di baliknya.</p>
<p><strong>Ajang Apresiasi Tahunan</strong></p>
<p>Berlangsung dua hari Sabtu dan Minggu (9-10/8/2025) di Pasar Kita-Kita, Jl. Tunjungan Lantai 3, Surabaya, agenda ‘Melebur’ sendiri merupakan pameran rutin yang diselenggarakan tiap semester, menampilkan hasil karya kreatif mahasiswa DKV UNDIKA.</p>
<p>Selain sebagai wadah untuk menunjukkan bakat di dunia seni dan desain, agenda ini sekaligus sebagai bagian dari wujud apresiasi terhadap desain komunikasi visual dengan berbagai bentuk, rupa, dan desain menarik yang menunjukkan seberapa besar potensi mereka dalam dunia seni visual.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68975159d742a.webp" alt=""></p>
<p>Dengan mengusung tema 'Melebur: Lucerna’, kali knk Prodi DKV UNDIKA Surabaya memetakan konsep pencahayaan dan eksplorasi ruang dengan mengajak para pengunjung masuk ke dalam dunia visual eksperimental yang syarat pesan-pesan desain mendalam.</p>
<p><strong>Pajang 50 Lebih Karya Mahasiswa </strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Pameran Nabeel Ahmad menyebutkan, terdapat lebih dari 50 karya yang dipamerkan. 50 karya tersebut merupakan hasil garapan tugas mahasiswa DKV Undika angkatan 2022 hingga 2024.</p>
<p>"Karya-karya yang ditampilkan berasal dari berbagai jenis tugas, mulai dari tugas harian, UTS, hingga UAS. Setiap karya yang akan ditampilkan menunjukkan kreativitas dan keunikan mahasiswa dalam mengeksplorasi ide dan teknik visual," sebut Nabeel, Sabtu (9/8//2025).</p>
<p>Selama pameran, Nabeel menuturkan, pengunjung dapat menikmati beragam jenis karya, yang di antaranya berupa ilustrasi dasar, nirmana trimatra, fotografi periklanan, animasi 3D, sustainable design, serta karya lainnya. </p>
<p>"Beragam karya ini mencerminkan kreativitas dan pemahaman desain para mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya," tuturnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar pameran, Nabeel juga mengungkap, agenda ini dimeriahkan dengan kegiatan edukatif seperti talkshow fotografi periklanan yang dibawakan oleh Idealita Ismanto, dosen DKV Undika, serta workshop mapping interaktif oleh Ardan Ababil, yang turut mengundang antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan.</p>
<p>Di tengah derasnya arus visual di ruang publik, "Melebur: Lucerna" menjadi ruang jeda untuk melihat karya bukan sekadar gambar, tapi ide dan cerita di baliknya. Dua hari pameran ini bukan hanya pamer teknologi dan teknik, tapi juga undangan untuk berbincang tentang masa depan desain di tangan generasi muda Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Ngonten” Bukan Cuma Cari Cuan, Tapi Juga Identitas Zaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ngonten-bukan-cuma-cari-cuan-tapi-juga-identitas-zaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ngonten-bukan-cuma-cari-cuan-tapi-juga-identitas-zaman</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda kini melihat konten sebagai bentuk aktualisasi diri. Artikel ini membedah fenomena content creator sebagai budaya baru anak muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6894b4306159b.webp" length="17134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 09:17:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>content creator, budaya digital, generasi z, tren anak muda, ngonten</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="1420" data-end="1714"><strong data-start="1420" data-end="1440">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Kalimat “cita-citaku jadi content creator” dulu mungkin akan ditertawakan. Kini, justru jadi impian sebagian besar remaja Indonesia. Dari TikTok, YouTube, hingga Instagram, dunia maya menjadi panggung hidup kedua. Ngonten bukan sekadar cari viral, tapi ajang mencari diri.</p>
<p data-start="1716" data-end="2010">Anak muda zaman sekarang makin jeli memanfaatkan momen, filter, hingga storytelling untuk menyampaikan gagasan. Konten bukan cuma soal beauty vlog atau joget. Kini, banyak yang mengulas buku, masak resep rumahan, atau sekadar curhat tentang kegagalan. Dan itu tetap ditonton ratusan ribu orang.</p>
<p data-start="2012" data-end="2225">Fenomena ini menunjukkan pergeseran identitas generasi muda. Mereka tidak ingin dibatasi sistem formal, sekolah, pekerjaan kantoran, atau gelar. Mereka ingin didengar, dilihat, dan diakui, dengan caranya sendiri.</p>
<p data-start="2227" data-end="2383">Apakah semua harus jadi content creator? Tidak juga. Tapi setidaknya, “ngonten” telah jadi budaya baru. Siapa yang bisa memanfaatkan momen, dia yang menang. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2227" data-end="2383"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber: </strong>Dari berbagai sumber</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangkrut di Australia, Chef Arnold Malah Buka Loker Waiter di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangkrut-di-australia-chef-arnold-malah-buka-loker-waiter-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangkrut-di-australia-chef-arnold-malah-buka-loker-waiter-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Chef Arnold Poernomo buka lowongan kerja di Surabaya usai kabar perusahaannya di Australia bangkrut. Dokumen ASIC sebut utang lebih dari Rp 5 miliar, restoran Monkey’s Corner pun tutup. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68934690a8497.webp" length="18222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 23:42:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Chef Arnold bangkrut, ArnoldPo Corporation, Monkey&#039;s Corner Sydney, Lowongan restoran Surabaya, Loker Chef Arnold, Bangkrut Australia, ATO, ASIC</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="198" data-end="496"><strong>SURABAYA, SJP</strong> – Di tengah kabar bangkrutnya perusahaan kuliner milik Chef Arnold Poernomo di Australia, sang chef justru bikin kejutan lain di tanah air. Melalui unggahan Instagram pribadinya, Rabu (6/8/2025), Chef Arnold malah membuka lowongan kerja untuk restorannya di Surabaya.</p>
<p data-start="498" data-end="838">“Arpo. We're hiring!” tulis Chef Arnold dalam unggahan tersebut, sambil menyertakan detail posisi yang dibuka: waiter atau pelayan restoran. Dalam pengumuman itu disebutkan, kandidat harus berusia maksimal 35 tahun, terbuka untuk pria maupun wanita, dan berdomisili di Surabaya. Ia pun mencantumkan alamat pengiriman lamaran secara lengkap.</p>
<p data-start="840" data-end="1096">Unggahan itu sontak menuai perhatian publik, sebab hanya berselang beberapa hari sejak beredar kabar bahwa ArnoldPo Corporation Pty Ltd, perusahaan milik Chef Arnold di Australia, dinyatakan bangkrut dan resmi memasuki proses likuidasi per 27 Mei 2025.</p>
<p data-start="1098" data-end="1505">Kabar tersebut mencuat usai akun Threads @ausind.id mengunggah dokumen resmi dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC). Dokumen itu mencatat total utang perusahaan mencapai lebih dari 458.000 dolar Australia atau sekitar Rp5 miliar, termasuk tunggakan pajak besar dari Australian Taxation Office (ATO) serta kewajiban pensiun karyawan (superannuation) yang belum dibayar.</p>
<p data-start="1507" data-end="1737">“Salah satu usaha utama perusahaan, yaitu bar bernama Monkey's Corner di Sydney telah tutup permanen sejak Maret 2024. Perusahaan ArnoldPo Corporation Pty Ltd resmi dilikuidasi sejak 27 Mei 2025 di Australia,” tulis akun tersebut.</p>
<p data-start="1739" data-end="1954">Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, Chef Arnold belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi perusahaannya di Australia. Ia pun tidak menanggapi kabar kebangkrutan yang beredar luas di media sosial.</p>
<p data-start="1956" data-end="2217">Langkah membuka lowongan pekerjaan di Surabaya ini pun menimbulkan banyak spekulasi. Sebagian menyebut Chef Arnold tengah melakukan “comeback” bisnis di dalam negeri, sementara lainnya menyoroti ironi di balik dua dunia, gugur di Australia, bertahan di Surabaya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1956" data-end="2217"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber:</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gadis Kretek: Cinta, Asap, dan Sejarah yang tak Selesai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gadis-kretek-cinta-asap-dan-sejarah-yang-tak-selesai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gadis-kretek-cinta-asap-dan-sejarah-yang-tak-selesai</guid>
<description><![CDATA[ Gadis Kretek adalah serial Netflix adaptasi novel Ratih Kumala yang menampilkan pergulatan gender, cinta, dan krisis industri kretek tahun 1960-an. Disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, serial ini mendapat penghargaan di Seoul dan menarik karena sinematografi serta kekuatan cerita sosialnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68904695d7543.webp" length="28298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 11:11:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Review Series, Netflix Indonesia, Novel Terkenal, Rokok Kretek</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="185" data-end="532"><strong>SUARAJATIMPOST.COM — </strong><em>Gadis Kretek</em>, serial drama Indonesia orisinal Netflix yang tayang perdana pada 2 November 2023, menyuguhkan kisah cinta yang rumit di tengah kabut industri kretek dan sejarah kelam bangsa. Disutradarai Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, serial ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala dan terdiri dari lima episode.</p>
<p data-start="534" data-end="886">Cerita berpusat pada Soeraja (Ario Bayu), pemilik pabrik kretek Djagad Raja, serta Dasiyah (Dian Sastrowardoyo), perempuan visioner yang mencoba menciptakan racikan kretek baru di tengah dominasi budaya patriarki pada era 1960-an. Dalam alur maju-mundur, keduanya terlibat dalam kisah cinta yang terbelit konflik politik, sosial, dan trauma pasca-1965.</p>
<p data-start="888" data-end="1231">Visualisasi latar waktu menjadi kekuatan utama serial ini. Atmosfer era kolonial, desain interior pabrik, serta warna-warna nostalgia terekam dengan autentik, memberi pengalaman sinematik yang kuat. Tak hanya menghidupkan sejarah, serial ini juga menyentuh persoalan identitas Indonesia dan warisan budaya melalui elemen kretek sebagai simbol.</p>
<p data-start="1233" data-end="1451">“Gadis Kretek” berhasil menyentuh penonton internasional. Pada Seoul International Drama Awards 2024, serial ini dinobatkan sebagai miniseri terbaik, membuktikan bahwa narasi lokal pun mampu melintasi batas budaya.</p>
<p data-start="1453" data-end="1707">Penampilan apik para aktor utama—Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka—menghidupkan karakter yang penuh konflik batin dan ambiguitas moral. Ketegangan emosional antara pilihan pribadi dan tuntutan zaman terasa intens sepanjang episode.</p>
<p data-start="1709" data-end="1957">Namun di balik pujian itu, muncul kritik. Sejumlah pihak menyoroti potensi glamorisasi industri rokok. Representasi perempuan perokok, meski progresif secara visual, dianggap bisa disalahtafsirkan, terutama karena minimnya konteks kesehatan publik.</p>
<p data-start="1959" data-end="2234">Beberapa ulasan menyebut serial ini terlalu meromantisasi dunia kretek tanpa memberikan ruang yang cukup untuk refleksi kritis atas dampak industri tembakau di masa kini. Meski demikian, “Gadis Kretek” tetap menjadi pencapaian penting dalam lanskap serial orisinal Indonesia. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1959" data-end="2234"><strong>Sumber: </strong>dilansir dari berbagai sumber<br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Telah Rilis First Look Film Labinak: Mereka Ada Di Sini, Segera Tayang 21 Agustus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/telah-rilis-first-look-film-labinak-mereka-ada-di-sini-segera-tayang-21-agustus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/telah-rilis-first-look-film-labinak-mereka-ada-di-sini-segera-tayang-21-agustus</guid>
<description><![CDATA[ First look film Labinak menampilkan trailer dan poster yang menyuguhkan teror psikologis terkait kanibalisme elit. Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, film ini akan tayang 21 Agustus 2025 dengan balutan kritik sosial dalam bingkai horor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6890450e5dba4.webp" length="24720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 09:35:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>first look Labinak, Labinak film horor Indonesia, Labinak trailer, Azhar Kinoi Lubis, Labinak kanibalisme elit, raihaanun Labinak, film horor 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> — <em data-start="184" data-end="197">Anami Films</em> akhirnya merilis <em data-start="215" data-end="227">first look</em> resmi film <em data-start="241" data-end="270">Labinak: Mereka Ada Di Sini</em>, yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan akan tayang di bioskop mulai 21 Agustus 2025.</p>
<p data-start="412" data-end="488"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Trailer dan poster yang dirilis menggambarkan suasana horor psikologis berat: kanibalisme elit, ritual kuno, dan simbol ketimpangan sosial. </span></p>
<p data-start="412" data-end="488"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Film ini membuka kisah Najwa (Raihaanun), seorang guru honorer yang mengungkap kengerian tersembunyi di balik yayasan pendidikan yang mengusung sekte Bhairawa dengan praktik kanibal menyeramkan.</span></p>
<p data-start="490" data-end="566"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Film ini dibintangi oleh Raihaanun, Arifin Putra, Nayla D. Purnama, Giulio Parengkuan, dan sebagainya. Sajian atmosfer horor digarap dengan nuansa sosial yang kritis: bukan sekadar menakutkan, namun membawa pesan tentang strata ekonomi dan ketidakadilan antarmanusia.</span></p>
<p data-start="568" data-end="644"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Produser Dilip Chugani menyampaikan, "Film ini memadukan folklor dan kritik sosial lewat kemasan genre horor yang baru dan menggugah".</span></p>
<p data-start="646" data-end="724"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Sementara sutradara Azhar Kinoi Lubis menegaskan bahwa <em data-start="61" data-end="70" data-is-only-node="">Labinak</em> menawarkan horor atmosferik sekaligus emosi manusiawi yang mendalam—sebuah pendekatan segar dalam perfilman horor Indonesia modern. <strong>(**)</strong><br><br><strong>Sumber: Dari Berbagai Sumber<br>Editor: Ali Wafa</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bila Esok Ibu Tiada: Drama Keluarga yang Menguras Hati dan Penuh Makna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bila-esok-ibu-tiada-drama-keluarga-yang-menguras-hati-dan-penuh-makna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bila-esok-ibu-tiada-drama-keluarga-yang-menguras-hati-dan-penuh-makna</guid>
<description><![CDATA[ Film Bila Esok Ibu Tiada menyuguhkan konflik keluarga masyarakat urban dalam warna yang emosional dan menyentuh hati. Performa akting kuat dan pesan keluarga yang universal membuatnya menjadi drama wajib tonton. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688f6b28c816a.webp" length="40130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 08:01:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>ila Esok Ibu Tiada, film Indonesia 2024, Christine Hakim, drama keluarga Indonesia, Rudi Soedjarwo, film tearjerker Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="124" data-end="466"><strong data-start="124" data-end="146">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Disutradarai Rudi Soedjarwo dan dibintangi Christine Hakim, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, dan Yasmin Napper, film <em data-start="276" data-end="297">Bila Esok Ibu Tiada</em> (2024) adalah perjalanan emosional yang merangkum makna keluarga, pengorbanan, dan penyesalan dalam satu paket dramatis yang kuat<span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]"><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bila_Esok_Ibu_Tiada?utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noopener" alt="https://id.wikipedia.org/wiki/Bila_Esok_Ibu_Tiada?utm_source=chatgpt.com" class="flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out"><span class="relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center"><span class="flex h-4 w-full items-center justify-between absolute"><span class="-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]"></span></span></span></a></span></span>.</p>
<p data-start="124" data-end="466"><strong>Sinopsis Singkat</strong></p>
<p data-start="494" data-end="570"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Rahmi (Christine Hakim) tinggal bersama keempat anaknya setelah kepergian sang suami, Haryo (Slamet Rahardjo). Anak sulung Ranika (Adinia Wirasti) berusaha memimpin keluarga dengan tangan besi, sementara Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), dan Hening (Yasmin Napper) masing-masing bergulat dengan ambisi pribadi mereka. Hubungan yang retak ini menghadirkan ujian terbesar setelah Rahmi tak lagi ada</span><span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]"><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bila_Esok_Ibu_Tiada?utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noopener" alt="https://id.wikipedia.org/wiki/Bila_Esok_Ibu_Tiada?utm_source=chatgpt.com" class="flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out"><span class="relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center"><span class="flex h-4 w-full items-center justify-between absolute"><span class="-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]"></span></span></span></a></span></span>.</p>
<p data-start="494" data-end="570"><strong>Akting yang Menyentuh</strong></p>
<p data-start="606" data-end="682"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Christine Hakim sebagai Rahmi tampil luar bias, kehangatan yang penuh cinta sekaligus duka yang mendalam. Para pemain pendukungnya pun menyajikan dinamika peran yang realistis. Adinia Wirasti sebagai Ranika penuh beban tanggung jawab, Fedi Nuril lembut dalam dilema, Amanda Manopo dengan karakter penuh konflik, dan Yasmin Napper yang menampilkan kolektivitas emosi generasi muda yang gelisah</span><span class="" data-state="closed"><span class="ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]"><a href="https://www.idntimes.com/hype/entertainment/review-film-bila-esok-ibu-tiada-00-ffxpq-chyq5z?utm_source=chatgpt.com" target="_blank" rel="noopener" alt="https://www.idntimes.com/hype/entertainment/review-film-bila-esok-ibu-tiada-00-ffxpq-chyq5z?utm_source=chatgpt.com" class="flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out"><span class="relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center"><span class="flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden"><span class="max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center"></span></span></span></a></span></span>.</p>
<p data-start="606" data-end="682"><strong>Tema Universal &amp; Filosofi Keluarga</strong></p>
<p data-start="728" data-end="804"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Film ini tidak sekadar menyuguhkan cerita sedih, ia memperkaya tema dengan simbolisme <em data-start="85" data-end="95">kintsugi</em>, seni memperbaiki keramik retak dengan emas. Film seakan menyampaikan pesan bahwa keluarga yang patah masih bisa diperbaiki, dihargai, dan dirawat kembali.</span></p>
<p data-start="1179" data-end="1496"><em data-start="1179" data-end="1200">Bila Esok Ibu Tiada</em> adalah film keluarga wajib tonton—bukan hanya penghibur, tapi pengingat akan waktu yang tak bisa diulang, pentingnya komunikasi, dan kasih ibu yang seharusnya dihargai sejak sekarang. Cocok ditonton bareng keluarga atau saat kamu ingin merenung sedikit lebih dalam tentang arti pulang dan cinta. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1179" data-end="1496"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p data-start="1179" data-end="1496"><strong>Sumber : </strong>Berbagai sumber </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>When Life Gives You Tangerines: Review Drama Korea yang Bersuara dari Masa Jeju</title>
<link>https://suarajatimpost.com/when-life-gives-you-tangerines-review-drama-korea-yang-bersuara-dari-masa-jeju</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/when-life-gives-you-tangerines-review-drama-korea-yang-bersuara-dari-masa-jeju</guid>
<description><![CDATA[ Drama When Life Gives You Tangerines memukau lewat kisah cinta lintas generasi antara Ae-sun dan Gwan-sik di Jeju. Visual memikat dan emosi mendalam menjadikannya drama slice-of-life yang penuh makna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688f684d9f87b.webp" length="34920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 16:43:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>When Life Gives You Tangerines, drama Korea Jeju, IU, Park Bo-gum, slice-of-life K-drama, romance multi-generasi, Lim Sang‑choon, Kim Won‑seok, sinematografi Jeju</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="130" data-end="553"><strong data-start="130" data-end="150">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Drama Korea berjudul <em data-start="174" data-end="206">When Life Gives You Tangerines</em> telah menjadi favorit para penikmat kisah manusiawi sejak tayang di Netflix, Maret 2025. Disutradarai oleh Kim Won-seok dan ditulis Lim Sang‑choon, drama ini memukau lewat perjalanan cinta dan pengorbanan lintas generasi di Pulau Jeju antara tokoh Ae‑sun (IU) dan Gwan‑sik (Park Bo‑gum) selama puluhan tahun.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_688f68c85a15d.webp" alt="" width="220" height="328" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;"></p>
<h3 data-start="560" data-end="595"><strong data-start="567" data-end="595">Sinopsis dan Gaya Cerita</strong></h3>
<p data-start="596" data-end="672"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Berlatar Korea tahun 1950–an di Jeju, drama ini mengikuti kisah Ae-sun, gadis pemberontak yang bercita-cita jadi penyair meski hidup dalam kemiskinan, dan Gwan-sik, pemuda sederhana penjual ikan yang menyayanginya tulus. Seiring waktu, hubungan mereka berkembang menjadi ikatan cinta yang kuat sepanjang masa.</span></p>
<p data-start="674" data-end="750"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Cerita disampaikan dalam format <em data-start="32" data-end="47">slice-of-life</em> non-linear, penuh nostalgia dan kenangan yang dibingkai dengan sinematografi indah. Seperti review di Decider menyebut, meski pace cerita bisa terasa pelan, kedalaman emosinya mampu menyentuh hati penonton setia romantika.</span></p>
<h3 data-start="1037" data-end="1070"><strong data-start="1044" data-end="1070">Tema &amp; Makna Emosional</strong></h3>
<p data-start="1071" data-end="1232"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Drama ini bukan sekadar kisah cinta, tapi refleksi sosial tentang perjuangan hidup, keluarga, pengorbanan, serta ketahanan perempuan Jeju—terutama melalui sosok ibu Ae-sun, seorang haenyeo yang bekerja keras menerjang gelombang demi keluarga.</span> <span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Pesan inti drama ini juga menyiratkan: "Pokssak Sogatsuda" — ucapan dialek Jeju yang berarti "Terima kasih atas kerja kerasmu", simbol ketekunan yang mengakar dalam karakter cerita.</span></p>
<p data-start="1071" data-end="1232"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Untuk kamu penikmat cerita dengan emosi mendalam dan visual memanjakan mata, <em data-start="77" data-end="109">When Life Gives You Tangerines</em> wajib ditonton. Walau konflik besar jarang muncul, nuansa hidup dan pesan-pesan areal yang dibawakan justru membuatnya terasa jujur dan penuh arti. <strong>(**).</strong></span><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out"></span></p>
<p data-start="1071" data-end="1232"><strong><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panggil Aku Ayah: Film Keluarga Mengharukan Siap Tayang 7 Agustus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panggil-aku-ayah-film-keluarga-mengharukan-siap-tayang-7-agustus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panggil-aku-ayah-film-keluarga-mengharukan-siap-tayang-7-agustus</guid>
<description><![CDATA[ Film Panggil Aku Ayah bercerita tentang penagih utang yang jadi ayah pengganti bagi anak perempuan titipan. Drama menyentuh ini menyajikan makna keluarga dari kasih, bukan sekadar darah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688f4860c0238.webp" length="46732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 21:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Putri Diva</dc:creator>
<media:keywords>Panggil Aku Ayah, Film Indonesia Terbaru, Visinema Pictures, Sinopsis Panggil Aku Ayah, Film Drama Keluarga, Film Adaptasi Korea</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong data-start="355" data-end="370">SUARAJATIMPOST.COM</strong> – Film Panggil Aku Ayah siap tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025. Sutradara Benni Setiawan mengemas cerita drama keluarga yang mengharukan dengan sedikit nuansa komedi.</p>
<p>Film ini mengusung tema bahwa keluarga tak selalu dilandasi darah. Dedi (Ringgo Agus Rahman), seorang penagih utang, terpaksa mengasuh Intan (Myesha Lin), anak seorang perempuan bernama Rossa (Sita Nursanti) yang menitipkan putrinya sebagai jaminan utang sebelum jadi TKI.</p>
<p>Meski awalnya enggan, seiring waktu hubungan mereka berkembang menjadi ikatan keluarga yang hangat. Adegan-adegan emosional antara Dedi dan Intan menjadi kekuatan utama film ini, memperlihatkan bahwa “sosok ayah bisa hadir dari siapa saja yang memberikan cinta dan perlindungan”.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_688f47e522834.webp" alt="" width="456" height="570" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;"></p>
<p>Panggil Aku Ayah juga menarik karena latar era 90-an yang dibangun dengan detail,  mulai dari kendaraan, rumah, hingga suasana kampung halaman, memberi nuansa nostalgia tersendiri.</p>
<p>Adapun aspek produksi, Visinema bekerja sama dengan CJ ENM Korea untuk adaptasi dari film Korea populer Pawn (2020).</p>
<p>Para pemeran utamanya dibantu oleh aktor pendukung seperti Boris Bokir, Tissa Biani, dan Myesha Lin.</p>
<p>Sebagai gambaran awal, film ini sudah mengadakan special screening di 25 kota besar mulai 3 Agustus 2025<span data-state="closed"><a href="https://www.suara.com/entertainment/2025/07/30/214000/sinopsis-film-panggil-aku-ayah-drama-haru-tentang-keluarga-tanpa-ikatan-darah#:~:text=Panggil%20Aku%20Ayah%20juga%20menggelar,screening%20di%C2%A025%C2%A0kota%20besar%20mulai%C2%A03%20Agustus%C2%A02025" target="_blank" rel="noopener" alt="https://www.suara.com/entertainment/2025/07/30/214000/sinopsis-film-panggil-aku-ayah-drama-haru-tentang-keluarga-tanpa-ikatan-darah#:~:text=Panggil%20Aku%20Ayah%20juga%20menggelar,screening%20di%C2%A025%C2%A0kota%20besar%20mulai%C2%A03%20Agustus%C2%A02025">.</a></span> untuk mengukur respons penonton.</p>
<p>Dari informasi resmi yang tersedia, Panggil Aku Ayah tampak menjanjikan sebagai tontonan menyentuh bagi keluarga Indonesia.</p>
<p>Harapannya, film ini “menjadi salah satu drama keluarga lokal paling berkesan tahun ini, karena menyentuh isu universal bahwa keluarga sejati bisa lahir dari kasih, bukan semata garis keturunan”.</p>
<p>Secara keseluruhan, Panggil Aku Ayah diantisipasi akan menyajikan perpaduan emosi yang kuat antara tawa dan air mata.</p>
<p>Berdasarkan sinopsis dan cuplikan perdananya, penonton bisa siap teringat akan nilai-nilai keluarga dan arti kasih yang tulus. Kita tunggu bersama bagaimana film ini diterima publik akhir pekan ini di bioskop. Semoga kisahnya mampu menginspirasi banyak orang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Dari berbagai sumber</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nobar Film “Believe” Meriahkan Rangkaian HUT ke&amp;10 TIMES Indonesia di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nobar-film-believe-meriahkan-puncak-10-tahun-times-indonesia-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nobar-film-believe-meriahkan-puncak-10-tahun-times-indonesia-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ TIMES Indonesia merayakan 10 tahun berdiri lewat acara nobar film Believe di Malang. Melalui sinema, media ini menegaskan perannya sebagai pemantik literasi publik yang inspiratif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_688e2dc5e53d0.webp" length="46212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 22:10:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Nobar Film “Believe” Meriahkan Puncak 10 Tahun TIMES Indonesia di Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">MALANG, SJP</span></strong><span lang="IN"><strong> — </strong>TIMES Indonesia memperingati 10‑tahun kiprahnya dengan acara bertajuk <em>Timestainment </em>berupa nonton bareng (nobar) film aksi <em>Believe </em>bersama masyarakat Kota Malang, Sabtu (2/8/2025), mulai pukul 10.00 WIB di XXI MX Transmart Malang.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film <em>Believe </em>dipilih karena mengangkat tema nasionalisme, patriotisme, serta hubungan ayah‑anak dalam narasi menginspirasi generasi muda. TIMES Indonesia berharap film ini kembali menanamkan nilai kebangsaan melalui refleksi personal dan emosional.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“<em>Believe </em>bukan sekadar tontonan, tapi cermin perjuangan. Kami ingin generasi muda menyaksikan bahwa pengabdian kepada bangsa bisa dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari keyakinan yang kuat terhadap masa depan negeri ini,” ujar Ferry Agusta, Ketua Panitia HUT ke‑10 TIMES Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">TIMES Indonesia</span><span lang="IN"> mengemas <em>Timestainment </em>sebagai jembatan literasi publik yang bermakna, sekaligus menegaskan tema perayaan “<em>Indonesia Gateway &amp; Hub</em>”. Tema itu mencerminkan visi media digital ini sebagai penghubung ide, generasi, dan ruang publik.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Selama 10 tahun, kami berusaha menjadi lebih dari sekadar media. Kami ingin menjadi sahabat literasi, yang hadir tidak hanya di layar pembaca, tetapi juga di ruang‑ruang kehidupan mereka. Tema <em>Indonesia Gateway &amp; Hub </em>adalah wujud komitmen kami,” tambah Khoirul Anwar, CEO TIMES Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Nobar diikuti ratusan warga dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga keluarga. Setelah pemutaran, peserta diajak berdiskusi untuk merefleksikan pesan yang disampaikan film kepada kehidupan sehari‑hari.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_688e2e96d67d1.webp" alt=""></p>
<p><span lang="IN">Dalam acara tersebut, turut hadir Direktur Utama SuaraJatimPost, Ikuk Herry Kurniawan, bersama tim redaksi. Dia mengapresiasi inisiatif TIMES Indonesia yang menghadirkan edukasi literasi lewat film.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kegiatan ini sangat positif. TIMES Indonesia mampu mendobrak <em>mindset </em>bahwa media bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan aksi nyata,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ikuk juga menilai acara nonton bareng ini sebagai bagian dari bentuk literasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Salah satunya melalui penyelenggaraan nobar film <em>Believe </em>ini yang mengandung pesan inspiratif dan nasionalisme,” imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia pun mendukung komitmen TIMES Indonesia yang tetap konsisten membawa semangat jurnalisme positif sejak berdiri pada 2015.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">TIMES Indonesia</span><span lang="IN"> menyatakan tetap menemani masyarakat selama dekade berikutnya sebagai pelopor literasi digital inklusif dan terpercaya, menjadikan <em>Indonesia Gateway &amp; Hub </em>sebagai simbol jalur ide untuk kemajuan bangsa. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warna&amp;warni Perayaan Hari Anak Nasional 2025 di Eks Lokalisasi Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warna-warni-perayaan-hari-anak-nasional-2025-di-eks-lokalisasi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warna-warni-perayaan-hari-anak-nasional-2025-di-eks-lokalisasi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak eks lokalisasi Bangunrejo merayakan Hari Anak Nasional dengan mewarnai budaya, menjadikan krayon sebagai bahasa hak, dan panggung seni sebagai ruang tumbuh yang layak mereka miliki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6885b8fb1d4e9.webp" length="39642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 13:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Bangunrejo, Bangunrejo Art Fest, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Setiap anak di Indonesia berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan dilindungi dari kekerasan maupun diskriminasi. Itu bukan sekadar wacana, tapi komitmen yang diperkuat lewat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.</p>
<p>Tahun ini, perayaan HAN kembali menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak bukan hanya urusan negara atau keluarga, tapi juga soal membuka ruang-ruang aman, kreatif, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang mereka.</p>
<p>Hak itu tak mengenal batas sosial, ekonomi, atau geografis. Hak itu milik semua anak, termasuk mereka yang tumbuh di kampung-kampung kota, di sudut-sudut yang dulu mungkin dilabeli negatif. Seperti anak-anak di kawasan eks lokalisasi Dupak Bangunrejo, Surabaya, yang kini tak hanya hidup dalam suasana baru, tapi juga punya panggung seni mereka sendiri.</p>
<p><strong>Seni, Anak, dan Cara Mereka Merayakan HAN 2025</strong></p>
<p>Dalam rangka HAN 2025, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya dan Komunitas Hore menggelar kegiatan bertajuk “Saat Budaya Hidup di Jemari Anak-Anak Dupak Bangunrejo” yang bertempat di Sanggar Seni Omah Ndhuwur.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Mbangunredjo Art Festival, sebuah festival seni tahunan yang lahir dari semangat warga pasca penutupan lokalisasi.</p>
<p>Ratusan anak dari usia TK hingga SD memenuhi halaman sanggar. Di tangan mereka, gambar-gambar bertema budaya seperti tari tradisional, jaranan, wayang, dan cerita rakyat diwarnai dengan bebas. Setiap warna adalah ekspresi, setiap goresan adalah bentuk komunikasi mereka.</p>
<p>"Seni adalah cara anak-anak berbicara. Mewarnai adalah salah satu bahasa ekspresi yang bisa menjadi sarana untuk mereka menyampaikan isi hati," ujar Syaiful Bachri, Ketua Komnas PA Kota Surabaya, Minggu (27/7/2025).</p>
<p>"Kami ingin anak-anak punya ruang aman untuk berekspresi. Ini bagian dari perlindungan psikologis dan sosial yang sering kali luput dari perhatian publik," imbuh Syaiful yang akrab disapa Kak Ipul itu.</p>
<p><strong>Lomba Kecil dengan Dampak Besar</strong></p>
<p>Acara utama berupa lomba mewarnai Piala Komnas PA Kota Surabaya, namun tanpa tekanan kompetisi. Semua peserta, sekitar 100 anak mendapat piala dan dianggap sebagai juara.</p>
<p>"Hebatnya, semua anak adalah juara harapan bagi orangtua. Acara hebat, murah, dan berguna bagi kami," ungkap Ayah Azi, salah satu orangtua peserta.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6885b8eec3d3c.webp" alt=""></p>
<p>Di sela lomba, para orangtua mengikuti sesi parenting dan konsultasi bersama Kak Ipul. Sementara itu, anak-anak binaan sanggar Seni Omah Ndhuwur juga menampilkan pertunjukan tari di panggung sederhana untuk mengiringi jalannya perlombaan.</p>
<p>Momen itu membuktikan bahwa pendidikan dan perlindungan anak bisa dirayakan bersama, dengan cara yang hangat dan inklusif.</p>
<p><strong>Revitalisasi lewat Imajinasi</strong></p>
<p>Dupak Bangunrejo bukan hanya lokasi, tapi juga simbol transformasi sosial. Dulu dikenal sebagai bagian dari wilayah lokalisasi terbesar di Surabaya, kini kawasan ini bergerak dengan semangat baru, terutama lewat seni dan kegiatan komunitas.</p>
<p>Sanggar Seni Omah Ndhuwur hadir sebagai pusat kegiatan anak dan warga, menawarkan ruang belajar, berlatih, dan berekspresi. Festival seni seperti Mbangunredjo Art Festival menjadi agenda rutin tahunan yang mempertemukan budaya dengan imajinasi anak-anak.</p>
<p>Dari tangan mungil mereka, tokoh wayang digambar dengan gaya kartun, motif batik dihiasi warna neon, dan cerita rakyat divisualkan dengan latar yang melompat dari konvensi. Semua ini membuktikan bahwa budaya bukan warisan yang beku, tapi sesuatu yang bisa terus dihidupkan, bahkan lewat krayon anak-anak.</p>
<p>Perayaan HAN di kawasan Bangunrejo menjadi bentuk nyata dari kepedulian bersama bahwa setiap anak berhak merasa dilindungi, merasa dihargai, dan merasa memiliki dunia ini. Dan di kampung yang dulu dianggap gelap, kini tumbuh cahaya dari dalam anak-anak yang berkarya, bercerita, dan menghidupkan budaya dengan caranya sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konser Anto Baret di Malang: &amp;apos;Sketsa Jalanan&amp;apos; Menggema Kuat dengan Pesan Kemanusiaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konser-anto-baret-di-malang-sketsa-jalanan-menggema-kuat-dengan-pesan-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konser-anto-baret-di-malang-sketsa-jalanan-menggema-kuat-dengan-pesan-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Konser Anto Baret di Malang semalam sukses. &#039;Sketsa Jalanan&#039; menggema, membawa pesan kemanusiaan dari musisi legendaris. Kolaborasi musisi besar juga warnai panggung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6885b10bb217e.webp" length="45216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 12:32:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Anto Baret, Sketsa Jalanan, Musik Jalanan Malang, Konser Gajayana, Pesan Sosial Musik, KPJ, Toto Tewel, Marjinal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP —</strong> Sabtu malam (26/7/2025) menjadi panggung bagi suara hati rakyat kecil. Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, menjadi saksi bisu lantangnya jeritan kemanusiaan yang disampaikan melalui alunan nada. Anto Baret, musisi jalanan legendaris kebanggaan Malang, berhasil memukau ratusan pasang mata yang hadir dalam konser bertajuk "Sambang Sambung Sketsa Jalanan". Penampilan dia sungguh membius, membawa penonton pada refleksi kehidupan yang kerap terabaikan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Anto Baret membawakan sejumlah lagu yang sudah tak asing lagi di telinga penggemarnya, seperti "Ayah Ibu", "Sketsa Jalanan", dan "Arwah". Setiap lirik yang dia dendangkan dibawakan dengan penuh penghayatan, seolah memindahkan realitas pahit kehidupan ke atas panggung. Musik bukan sekadar hiburan semata bagi Anto; dia menggunakannya sebagai medium untuk menyuarakan potret kehidupan masyarakat kelas bawah yang sering kali terlupakan dan terpinggirkan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Musik bukan hanya untuk senang-senang. Musik adalah cara paling jujur untuk bicara kemanusiaan," tegas Anto di sela konser, kalimat yang disambut tepuk tangan riuh dan sorakan semangat dari para penonton. Ini adalah sebuah pengingat bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan fundamental tentang nilai-nilai kemanusiaan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Konser ini juga menjadi ajang reuni dan kolaborasi apik antara Anto Baret dengan sederet musisi besar Tanah Air. Nama-nama seperti Toto Tewel, Mike Marjinal, Bob Marjinal, Tege Dreads, hingga Yose Kristian turut memeriahkan panggung. Mereka berpadu dalam harmoni, memadukan elemen balada yang menyentuh jiwa dengan dentuman rock jalanan yang sarat akan pesan sosial. Kolaborasi ini menghasilkan pengalaman musikal yang kaya, menggugah emosi sekaligus pikiran.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Anto Baret, yang memiliki nama asli Anto S. Trisno, dikenal luas sebagai motor penggerak dan pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ). Dia adalah ikon yang tak terpisahkan dari panggung musik jalanan Indonesia. Julukan "Baret" sendiri bukan sekadar nama panggilan biasa; julukan itu disematkan langsung oleh Iwan Fals, sahabat sekaligus panutan yang sangat dia hormati. Julukan ini menjadi simbol dari perjuangan dan dedikasinya dalam mengangkat suara masyarakat dari pinggir jalan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Punk Rock Bertemu Ketulusan: Anto Baret dan Marjinal Siap Guncang Kota Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-punk-rock-bertemu-ketulusan-anto-baret-dan-marjinal-siap-guncang-kota-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-punk-rock-bertemu-ketulusan-anto-baret-dan-marjinal-siap-guncang-kota-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi balada penuh makna Anto Baret dan energi punk rock Marjinal menghidupkan kembali semangat komunitas jalanan di Malang. Konser akan digelar di Gedung Kesenian Gajayana mulai pukul 17.00 WIB, menyatukan lintas generasi dalam musik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688372ec256ca.webp" length="59668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 19:36:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SambangSambungSketsaJalanan, AntoBaret, Marjinal, MusikJalanan, Malang Bergerak, Komunitas Jalanan, Konser Malang, Musik Lintas Generasi, SJP Update</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP—</strong>Di balik dentuman gitar yang keras dan tempo cepat punk rock, tersimpan ketulusan dan semangat yang mengalir dari panggung ke hati para pendengar. Inilah yang coba dihadirkan Anto Baret bersama Marjinal dalam konser bertajuk “Sambang Sambung Sketsa Jalanan” yang akan digelar di Kota Malang, Sabtu (26/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Semangat itu mengalir sejak konser sebelumnya di Coban Kethak, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Mei lalu. Saat itu, Anto Baret—figur yang sudah malang melintang di dunia musik jalanan sejak era 1980-an—membawa pesan kuat tentang pentingnya membangun kesadaran lintas generasi dan komunitas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Tantangannya memang berat. Bagaimana kami bisa menyinkronkan perasaan Om Anto yang penuh ketulusan dengan energi punk rock yang keras. Tapi di situlah seninya, dan akhirnya kami berhasil memadukan dua dunia itu,” ujar Mike Marjinal, saat konferensi pers di Kopi Tot Tot Heritage, Kayutangan, Jumat (25/7/2025).</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_688372f0b0450.webp" alt=""></p>
<p><span lang="IN">Menurut Jose Marjinal, Malang adalah barometer musik jalanan. “Kota ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Komunitas-komunitas di sini selalu hidup, memberi semangat baru bagi anak muda,” ujarnya penuh keyakinan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Konser ini bukan sekadar pentas musik. Lebih dari itu, ia menjadi perayaan kesadaran kolektif. “Sketsa jalanan adalah ruang untuk mengumpulkan kesadaran itu, supaya tetap hidup dalam karya,” tegas Anto Baret.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Jose menambahkan, pengalaman berada satu panggung dengan guru jalanan ini dan rekan-rekan Marjinal adalah berkah tersendiri. “Bersama beliau, Mike, Mogi, Mas Hendrik, dan Mas Toto Tewel, saya belajar banyak tentang kekuatan musik sebagai media menyatukan perasaan, kegelisahan, dan harapan.”<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sabtu nanti, Malang akan kembali bergemuruh oleh irama punk yang bukan hanya keras di telinga, tapi juga penuh makna di hati. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Sosok Laila Ayu KDI, Penyanyi Dangdut yang Kini Kuliah di Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-sosok-laila-ayu-kdi-penyanyi-dangdut-yang-kini-kuliah-di-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-sosok-laila-ayu-kdi-penyanyi-dangdut-yang-kini-kuliah-di-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Laila Ayu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sekarang menempuh pendidikan tingkat tinggi di salah satu kampus swasta yang ada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_688065a633319.webp" length="41074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 11:58:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Profil Laila Ayu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>PASURUAN, SJP—</strong>Laila Ayu KDI, atau Laila Ayu Mahfudzah, seorang penyanyi dangdut muda yang lahir pada 24 September 2003 di Sidoarjo, dikenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) pada tahun 2020.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Saat ini, Laila Ayu KDI berusia 21 tahun dan masih aktif mengembangkan kariernya di dunia musik. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya mulai berkarier pada tahun 2018. Pada tahun 2020, saya mengikuti ajang dangdut yang diselenggarakan oleh salah satu televisi nasional," kata Laila Ayu saat ditemui menjadi panitia acara Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (23/7/2025)<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kemudian pada tahun 2021, Laila Ayu merilis sebuah single pertamanya yang berjudul “PlanPlinPlan” yang diproduksi oleh Swara Bintang dan Pancal Records. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Lagu ini mengusung genre dangdut koplo modern yang menggabungkan unsur aransemen tradisional dengan sentuhan modern, memberikan warna baru dalam musik dangdut," lanjutnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Laila ayu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Saat ini, dia menempuh pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Untuk saat ini, saya menempuh pendidikan di Universitas Walisongo, Kecamatan Gempol, di semester enam mengambil Fakultas Manajemen," imbuhnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soirée de Lune, Tren Pernikahan Premium Bakal Hadir di Grand Mercure Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soiree-de-lune-tren-pernikahan-premium-bakal-hadir-di-grand-mercure-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soiree-de-lune-tren-pernikahan-premium-bakal-hadir-di-grand-mercure-malang</guid>
<description><![CDATA[ Konsep romantis bertema bulan dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi calon pengantin dalam merencanakan momen istimewa pernikahan mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687b91f7db6fd.webp" length="36084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 20:14:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>tren pernikahan premium, soirée de lune malang, wedding romantic, vendor wedding ternama, grand mercure wedding open house</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP— </strong>Minat pasangan muda terhadap konsep pernikahan premium di Malang terus meningkat. Melihat tren tersebut, Grand Mercure Malang Mirama bakal menggelar <em>Ultimate Wedding Open House</em> bertajuk Soirée de Lune pada 25 hingga 27 Juli 2025 di <em>Coffee Cafe</em> - Grand Mercure Malang Mirama.</p>
<p>Gelaran ini tidak sekadar mempertemukan calon pengantin dengan vendor pernikahan ternama, namun juga menjadi ajang inspirasi konsep pernikahan berkelas.</p>
<p><em>Premier Plus, Majesty Decoration, Ina Lie Makeup Studio, Tinara, Wong Hang, Redamavi Photo, A Film by Cielo, Jingga Orchestra, Pepa Invitation and Souvenir,</em> hingga <em>Mini Studio by Revereo</em> akan hadir memberikan layanan terbaik.</p>
<p><em>Founder Premier Plus,</em> Dhany, menyebut tema kali ini sengaja dipilih untuk memberikan kesan intim dan berkesan.</p>
<p>“Kami mengangkat suasana makan malam di bawah cahaya bulan. Romantis, hangat, dan cocok untuk calon pengantin yang ingin menghadirkan kesan elegan,” jelasnya, Sabtu (19/7/2025).</p>
<p>Sementara itu, Sugito Adhi, <em>Cluster General Manager</em> Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama, menegaskan acara ini telah menjadi agenda rutin untuk memberikan kemudahan bagi calon pengantin.</p>
<p>“Mereka bisa melihat langsung venue sekaligus berdiskusi dengan vendor premium agar impian pernikahan dapat terwujud sesuai keinginan,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konser Sambang Sambung Akan Hadirkan Talenta Lokal dengan Karya Orisinal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konser-sambang-sambung-akan-hadirkan-talenta-lokal-dengan-karya-orisinal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konser-sambang-sambung-akan-hadirkan-talenta-lokal-dengan-karya-orisinal</guid>
<description><![CDATA[ Seperti diketahui, dalam album terbarunya Anto Baret berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama seperti Toto Tewel, Bob Marjinal, Mike Marjinal, Tege Dreads, dan Yose Kristian. Kolaborasi ini tentu sangat dinanti oleh para penggemar musik ballad-rock. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687b4037e184a.webp" length="59668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 12:15:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Kesenina, even, musik, budaya, seniman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div><strong>KOTA MALANG, SJP –</strong> Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan siap digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu, 26 Juli 2025 mendatang. Acara ini tak hanya menjadi ajang promosi album terbaru Anto Baret, tetapi juga momentum istimewa untuk menghadirkan para musisi lokal yang tampil dengan karya orisinal mereka.</div>
<div></div>
<div>Seperti diketahui, dalam album terbarunya Anto Baret berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama seperti Toto Tewel, Bob Marjinal, Mike Marjinal, Tege Dreads, dan Yose Kristian. Kolaborasi ini tentu sangat dinanti oleh para penggemar musik ballad-rock.</div>
<div></div>
<div>Dalam konser nanti, para talenta lokal juga akan unjuk gigi dengan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri,  sebuah bentuk dukungan terhadap orisinalitas dan kekayaan musik akar rumput. Di antaranya, grup musik Arca Tatasawara, yang dikenal lewat eksplorasi musikal bertema budaya dan situs sejarah Nusantara, akan menyuguhkan pertunjukan world music kontemporer khas mereka yang sarat nuansa lokal namun tetap relevan di telinga generasi muda.</div>
<div></div>
<div>Tak ketinggalan, grup Tali Jiwa Baladanesia, yang berangkat dari semangat musisi jalanan, akan membawakan balada-balada dengan warna khas dan pesan sosial yang kuat. Band ini dibentuk oleh Iwan Dongkel dan Agus Brush, yang kemudian diperkuat oleh personel lain seperti Yoyok Fox, Joko, dan Bagus. Semangat mereka dalam menulis lagu orisinal mencerminkan keberanian untuk jujur lewat musik, sekaligus menyuarakan keresahan jalanan lewat lirik dan melodi.</div>
<div></div>
<div>Konser ini juga menjadi kelanjutan dari rangkaian tur Sketsa Jalanan, yang sebelumnya sukses digelar di Bulungan Jakarta dan Coban Kethak Kasembon. Di Malang, Anto Baret akan membawakan sejumlah lagu baru seperti “Ayah Ibu”, “Lelaki Malam”, hingga “Sketsa Jalanan” dan “Arwah”. Tak hanya itu, kejutan lagu baru dari sang legenda juga disebut-sebut akan menjadi bagian dari penampilan malam nanti.</div>
<div></div>
<div>“Konser ini adalah ruang bagi musisi jalanan dan independen untuk bersuara lewat karya mereka sendiri. Kami ingin menunjukkan bahwa musik yang jujur dan orisinal masih memiliki tempat besar di hati masyarakat,” ungkap Yoga BM, perwakilan penyelenggara, Sabtu (19/7/2025).</div>
<div></div>
<div>Harga tiket konser terbagi dalam tiga kategori:</div>
<div><span> • Festival: mulai dari Rp 50.000</span></div>
<div><span> • VIP: mulai dari Rp 100.000</span></div>
<div><span> • VVIP: mulai dari Rp 150.000</span></div>
<div></div>
<div>Tiket dapat dibeli langsung di berbagai ticket box yang tersebar di wilayah Malang Raya. Untuk penonton dari luar kota, pemesanan juga bisa dilakukan secara daring melalui situs event.bisnismbois.com.</div>
<div></div>
<div>Bagi yang membeli tiket secara online, silakan unduh bukti pembayaran sebagai syarat penukaran tiket. Penukaran bisa dilakukan pada hari H konser, mulai pukul 15.00 WIB di Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang. <strong>(**)</strong></div>
<div><strong></strong></div>
<div><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DVIDHA: Dua Dunia Dalam Diri Seorang Dokter sekaligus Perupa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dvidha-dua-dunia-dalam-diri-seorang-dokter-sekaligus-perupa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dvidha-dua-dunia-dalam-diri-seorang-dokter-sekaligus-perupa</guid>
<description><![CDATA[ DVIDHA, lukisan hitam putih karya dokter gigi Citra R. S. D, memotret dualitas manusia, antara terang dan gelap sebagai anugerah, bukanlah kutukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6878d94da2dc2.webp" length="36634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 19:01:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Hitam Putih, Galeri Raos, Kesenian, Ilustrasi Idioim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">DVIDHA (</span><span lang="IN">द्विधा</span><span lang="IN">). Dalam bahasa Sanskerta, kata itu memiliki arti dua bagian atau juga bisa terbelah dua. Bukan hanya soal pilihan, tapi tentang keadaan batin yang terus digelayuti oleh manusia. Entah itu terang dan gelap, baik dan buruk, atau damai dan gaduh.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Medan itulah yang sedang dijelajahi oleh Citra Rahmania Sari Dewi, atau yang dikenal dengan nama panggung Citra R. S. D, seorang dokter gigi sekaligus perupa asal Lumajang, lewat karya lukis hitam putih terbarunya yang dia beri judul “DVIDHA”.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Setiap orang pasti punya dua sisi yang berbeda. Saya ingin menangkap momen lewat lukisan ini," ungkap Citra, Kamis (17/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Menghadirkan Dualitas lewat Media Sederhana</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"DVIDHA" dibuat dengan media akrilik di atas kanvas dalam proses yang hanya memakan waktu satu minggu. Namun karya itu merupakan buah dari pengamatan yang panjang tentang diri dan sekelilingnya. Lukisan itu turut ditampilkan dalam pameran “Black &amp; White Season 2” di Galeri Raos, Kota Batu, Juni–Juli 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Gaya visualnya sederhana namun simbolik. Digambarkan sebuah pohon kaktus yang terbagi dalam sisi gelap dan terang. Di bagian terang, terlihat bunga yang mekar dan kupu-kupu yang hinggap. Sedangkan di sisi gelap terlihat lebih polos.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun kaktus tersebut tetap hidup dan berdiri tegak, seolah berkata bahwa seseorang itu hidup dalam zona abu-abu: yakni tempat di mana semua kemungkinan bertemu.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">DVIDHA Dalam Diri Citra</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bak refleksi dari kehidupan pribadinya, Citra sendiri juga terbagi dalam dua sisi kehidupan. Dirinya tidak datang dari latar belakang pendidikan seni rupa. Dia justru menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi. Saat ini dia aktif sebagai ASN di Puskesmas Lumajang, sembari membuka praktik mandiri.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun dunia seni selalu memanggilnya. Dia mulai aktif di dunia seni sejak 200, dan mulai menekuni seni lukis secara konsisten sejak 2018, mengikuti berbagai pameran di banyak kota di Indonesia. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Melukis itu mungkin jadi bagian dari ruang batin saya, jadi jika sedang bekerja ya bekerja, namun jika ada waktu kosong saya isi dengan kegiatan melukis," ucap Citra.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai salah satu pengalaman berharga di dunia seni, dia menyebut bahwa keikutsertaan dirinya dalam pameran Black &amp; White Season 2 disebutnya sebagai salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan karier seninya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Teman-teman seniman di sini luar biasa terbuka dan merangkul. Tidak ada sekat-sekat. Ilmu dan semangat seni dibagikan dengan tulus. Seniman-seniman dari Batu dan Malang juga sangat peduli dan humble. Jempolan semua," ungkap Citra penuh antusias.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia berharap, pameran tersebut bisa terus berlanjut dan menjadi tempat tumbuhnya komunitas seni yang sehat dan berkembang, terutama bagi seniman-seniman perempuan atau mereka yang berasal dari latar belakang non-seni.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Refleksi DVIDHA dalam Hidup</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Melalui DVIDHA, Citra seakan menegaskan bahwa manusia bukanlah entitas tunggal yang linear. Dia percaya bahwa menjadi seseorang yang punya dua dunia bukanlah kutukan, melainkan anugerah, selama kita menyadari bahwa keduanya bisa saling mengisi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lukisan itu bukan hanya refleksi batin, tapi juga potret dirinya sendiri, yakni seorang perempuan yang membelah waktunya antara klinik dan kanvas, antara prosedur medis dan kebebasan warna.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya percaya sisi buruk manusia tak harus ditolak. Ia bisa dikenali, diajak berdialog, dan akhirnya menjadi bagian dari karya. Justru karena ada dua sisi itulah kita manusia," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Techno of Spiritualism”: Tafsir Pelukis Surabaya atas Spiritualitas di Era Serba Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/techno-of-spiritualism-tafsir-pelukis-surabaya-atas-spiritualitas-di-era-serba-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/techno-of-spiritualism-tafsir-pelukis-surabaya-atas-spiritualitas-di-era-serba-digital</guid>
<description><![CDATA[ Webeech tidak memosisikan teknologi sebagai musuh spiritualitas. Kesunyian digital, entah dalam bentuk waktu hening ketika membuka aplikasi saat akan terlelap atau saat mengetik pesan ke orang terkasih, adalah bentuk-bentuk spiritualitas baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6878943f0dd90.webp" length="32764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 15:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Hitam Putih, Galeri Raos, Kesenian, Ilustrasi Idioim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> "Jadi inti yang saya ambil, serap, dan amati di era sekarang adalah, jangan-jangan teknologi itu dijadikan kepercayaan baru," ucap Webeech, Kamis (17/7/2025).</p>
<p>Kalimat yang terlontar dari pelukis asal Surabaya itu mungkin terdengar asing, aneh, bahkan bisa jadi kontroversial. Kendati demikian, sadarkah kita bahwa kini lonceng notifikasi bak sebuah panggilan yang tak terelakkan, dan scroll di sosial media sudah seperti meditasi yang bikin lupa sekitar.</p>
<p>Hal itulah yang ingin dituangkan oleh Webeech dalam lukisannya yang berjudul "Techno of Spiritualism", sebuah lukisan hitam putih berukuran 150x120 cm yang memiliki makna tersirat tentang bagaimana jika kita menikahkan ide tentang spiritualitas dan teknologi. </p>
<p><strong>Spiritualitas Baru dari Layar Digital</strong></p>
<p>Dalam lukisannya yang sempat dipamerkan dalam pameran hitam putih “Black &amp; White Season 2” di Galeri Raos, Batu, Webeech menghadirkan simbol-simbol spiritual dan figur bersila yang terinspirasi dari keheningan ala kepercayaan Hindu-Buddha yang dicampur dengan sentuhan barang-barang futuristik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_687894ce927e3.webp" alt=""></p>
<p>"Kita lihat saja zaman sekarang, seorang Pastur, Kiai, Biksu, atau apapun kepercayaannya, saya yakin mereka sekarang juga pasti pegang gadget dengan alasan komunikasi, tak jarang dari mereka juga menyiarkan ajaran agama lewat gadget juga," jelas Webeech.</p>
<p>Menariknya, Webeech tidak memosisikan teknologi sebagai musuh spiritualitas. Ia justru mengusulkan pendekatan yang lebih radikal bahwa kesunyian digital, entah dalam bentuk waktu hening ketika membuka aplikasi saat akan terlelap atau saat mengetik pesan ke orang terkasih, adalah bentuk-bentuk spiritualitas baru. </p>
<p>"Spiritual itu tak pernah hilang, hanya berganti format," katanya.</p>
<p><strong>Proses Singkat dari Perjalanan Panjang</strong></p>
<p>Lukisan tersebut dibuat dengan akrilik di atas kanvas dalam waktu pengerjaan hanya satu minggu, menjelang pembukaan pameran di Raos pada bulan Juni lalu. Webeech sendiri mengaku tertantang oleh tenggat yang mepet dan keterbatasan material.</p>
<p>"Zona nyaman itu bikin leha-leha. Saya jujur tertantang untuk buat ini di injury time, padahal waktu itu peralatan dan bahan untuk melukis hitam putih juga belum beli," ucapnya dengan tawa.</p>
<p>Dalam proses pengerjaannya, Webeech bahkan merasakan bahwa teknologi juga mengubah cara dirinya dalam melukis. Dia tidak malu mengaku bahwa dirinya kerapkali terdistraksi oleh notifikasi di gadgetnya saat mengerjakan lukisan tersebut.</p>
<p>"Kalau sudah ada suara notifikasi, saya pasti langsung cek hp. Nah tapi kalau sudah pegang hp pasti yang dilihat bukan cuma satu aplikasi, pasti juga buka yang lainnya juga," katanya.</p>
<p>Meski begitu, Webeech tetap berhasil menyelesaikan lukisan tersebut sebelum tenggat waktu untuk mengikuti pameran di Galeri Raos. Proses yang terasa cepat, namun cepatnya proses tersebut adalah buah dari ide yang terkumpul dalam perjalanan yang panjang.</p>
<p><strong>Sempat Vakum selama 20 Tahun</strong></p>
<p>Webeech bukan nama baru di dunia perupa Surabaya. Ia sudah aktif melukis sejak 1990-an, namun memilih vakum selama hampir 20 tahun karena tuntutan ekonomi dan keluarga.</p>
<p>Webeech sempat memilih merantau dan bekerja di Jakarta, hingga akhirnya kembali ke seni lukis setelah pandemi COVID-19, ketika waktu luang dan gejolak batin memaksanya kembali menggenggam kuas yang sempat ia tinggalkan.</p>
<p>"Semua perubahan itu memang berawal dari Corona. Karena punya waktu luang banyak dan tidak bisa kemana-mana membuat imajinasinya yang dulu sempat tidak bisa dituangkan itu muncul kembali. Terlepas dari rasa frustasi saya terhadap kebijakan-kebijakan kala itu," terang Webeech.</p>
<p>"Dan dari pengamatan saya sejak zaman Corona hingga pasca pandemi, disitulah menurut saya muncul pintu pertama keasyikan orang pada teknologi, termasuk saya sendiri," imbuhnya.</p>
<p><strong>Menyampaikan Pesan Lewat Dialog</strong></p>
<p>Keputusan Webeech kembali ke dunia seni bukan sekadar untuk kesenangan semata. Layaknya seniman lain, ia juga ingin menyampaikan pesan kepada khalayak umum khususnya generasi muda.</p>
<p>Karena itu, dalam pameran Webeech tak hanya menggantungkan lukisannya di dinding. Tapi ia aktif menyapa pengunjung agar mereka tidak hanya untuk selfie tapi juga bisa diskusi.</p>
<p>"Kalau saya gak jemput bola, siapa yang akan tangkap pesan saya? Sekarang lihat pameran hanya buat story Instagram. Saya ingin ada komunikasi, bukan sekadar dokumentasi, karena dialog itu pasti diingat sampai kapanpun," ujarnya.</p>
<p><strong>Kembali Mengembara</strong></p>
<p>Kini, setelah hampir dua dekade, ia kembali membawa napas segar. Tidak untuk mengejar pasar atau pengakuan, tapi untuk memberi tawaran visual yang unik dan menarik. Termasuk daru lukisan "Techno of Spiritualism" yang mengingatkan tentang bagaimana kita, manusia yang terlalu terhubung di dunia maya, ternyata bisa tetap punya ruang batin.</p>
<p>"Mungkin spirit itu sudah tidak tinggal di candi atau tempat sunyi. Tapi dia masuk ke dalam mesin. Dan kita harus cari dia di sana," pungkasnya.</p>
<p>Webeech menyatakan niatnya untuk kembali terjun ke dunia seni dan kembali mengembara dengan ide-idenya. Ia bahkan sudah memantapkan niatnya untuk ikut ke Pameran Hitam Putih berikutnya, entah ide absurd apa lagi yang akan ia bawa, namun visual dan makna lukisannya terbukti menarik untuk dikupas.</p>
<p>"Jadi ya meskipun saya usianya masih muda gini (bercanda), saya juga tidak mau dong kalah dengan anak muda lainnya," tukas Webeech dengan canda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seni Hitam Putih Mendaki ke Batu: Komunitas Ilustrasi Idiom Gelar Pameran Black &amp;amp; White di Galeri Raos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seni-hitam-putih-mendaki-ke-batu-komunitas-ilustrasi-idiom-gelar-pameran-black-white-di-galeri-raos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seni-hitam-putih-mendaki-ke-batu-komunitas-ilustrasi-idiom-gelar-pameran-black-white-di-galeri-raos</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas Ilustrasi Idiom membawa Black &amp; White Season 2 ke Batu, mempertemukan perupa era 90-an dan 2000-an dalam dialog visual hitam putih lintas generasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6870c98d0338a.webp" length="31340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 17:38:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idioim, Black &amp; White, Roman Chuza, Ridwa SS, Galeri Raos, Batu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Setahun setelah gelaran pertamanya di Sidoarjo, gerakan seni rupa hitam putih dari komunitas seni rupa asal Surabaya "Ilustrasi Idiom" kini bergerak ke arah lebih tinggi, tidak hanya secara geografis namun juga secara gagasan yang dibawa.</p>
<p>Dihelat di Galeri Raos, Kota Batu, edisi kedua dari pameran <em>Black &amp; White</em> kini mengangkat tajuk <em>“2 Dimension”</em>, menandai babak baru dari inisiatif komunitas Ilustrasi Idiom untuk membangun jembatan lintas generasi dalam dunia seni lukis hitam putih Indonesia.</p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom yakni Roman Chuza, menjelaskan bahwa makna dari tajuk <em>2</em> <em>Dimension</em> itu bukan sekedar soal teknis dua dimensi seni rupa yang meliputi cahaya dan ruang, tetapi lebih dari itu. </p>
<p>"<em>2 Dimensions</em> bisa diartikan dua ekspektasi sosial dalam silaturahmi seni lukis, antara pelaku seni sepuh era 90-an sebagai penggagas, dengan generasi di era 2000-an sebagai penerus," jelas Roman, Jumat (11/7/2025). </p>
<p>"Karena dua era ini saling mengisi serta saling bercerita dalam karya-karya hitam putih," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c99ad4421.webp" alt=""></p>
<p>Bagi Roman, <em>Black &amp; White</em> bukan sekadar pameran, melainkan pergerakan yang membawa semangat penyelarasan antara pola pikir dan penilaian estetika di antara generasi. Karena itu, di setiap gelarannya selalu menghadirkan seniman senior dan karya para maestro lukisan hitam putih.</p>
<p>"Di edisi pertama tahun lalu kita menghadirkan karya mendiang ayah saya, almarhum Achmad Chusnan. Sedangkan sekarang kita menghadirkan karya dari almarhum Liem Keng, pelukis kondang lain asal Surabaya," ungkap Roman.</p>
<p>Tujuannya bukan untuk mengadu era atau teknik, tapi justru mempertemukan ide-ide dari masa yang berbeda dalam medan yang sama, dinding yang sama, dan momen yang bersamaan pula. </p>
<p><strong>Misi Menghidupkan Kembali Seni Hitam Putih</strong></p>
<p>Sementara itu, Ridwan SS selaku wakil ketua dari komunitas Ilustrasi Idiom, menjelaskan kembali misi mereka, yakni lahir dari keresahan terhadap kecenderungan seni rupa hari ini yang terlalu bergantung pada warna dan material mahal. Baginya, kekuatan ide dan garis harusnya bisa berdiri sendiri.</p>
<p>"Selama ini kita memahami lukisan dari warnanya. Padahal dalam literatur seni, banyak pelukis besar menciptakan lukisan hanya dengan tinta, bolpoin, atau pensil di atas kertas," ujar Ridwan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c9a425ead.webp" alt=""></p>
<p>Jika pada edisi pertama tahun 2024 lalu para peserta masih acak dan boleh membawa karya lama, di edisi 2 ini para peserta diminta membuat karya baru, berukuran besar, dan dipilih berdasarkan kesiapan mereka memenuhi tantangan tersebut. </p>
<p>"Bisa dibandingkan untuk edisi kedua ini jumlah pesertanya lebih sedikit, sekitar 20 peserta, hampir setengah dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai 40 peserta," terang Ridwan.</p>
<p>Dari 25 karya yang menghiasi dinding Galeri Raos, adapun diantaranya penampilan karya maestro Liem Keng sebagai supporting art. Karya Liem Keng sendiri kerap memantik perbincangan dikalangan seniman, yakni tentang penyebutan karya Liem Keng yang merupakan sebuah lukisan atau sketsa.</p>
<p>"Kalau menurut saya, karya Liem Keng itu bukan sketsa. Dia menangkap momen, menangkap gerak, dan ketika garisnya selesai, itu berarti sudah lukisan. Bukan rancangan, tapi karya jadi," tegas Ridwan.</p>
<p>Secara keseluruhan, seniman yang berpartisipasi dalam pameran kali ini meliputi: Liem Keng (alm), Setyoko, Rahmat Widadi, Roman C, Ali Taufan, Citra RSD Dharma Aji, Agus Salim, Velita At, Aszmy, Atya, Nining Zaro, Tomo, Gustaf Esupriyono76, Hadie G, Ridwan SS, Tri T Wibowo, Ratih Nawang Wulan, Webeech, Anthoock Batubeling, Buggy, Dona R, Hyank Welldo, dan Yang Bo.</p>
<p><strong>Sarasehan; Ruang Bertemu Dua Era</strong></p>
<p>Serupa seperti edisi pertama, Pameran <em>Black &amp; White </em>kali ini juga menghadirkan sesi Sarasehan, yakni sesi diskusi antar perupa dari berbagai kalangan untuk saling berbagi ilmu. Edisi kali ini menghadirkan dua seniman Kondang dari Kota Batu, yakni Koeboe Sarawan dan Slamet Henkus.</p>
<p>Koeboe selaku seniman senior, mengaku terkesan dengan semangat generasi mulenial yang tampil di Black &amp; White Season 2. Menurutnya, para pelukis milenial hari ini memiliki progres luar biasa berkat kebebasan eksplorasi yang terbuka lebar oleh teknologi dan akses informasi. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c9dd59cbc.webp" alt=""></p>
<p>"Sekarang itu seniman bebas merdeka. Mereka bisa masuk ke dunia seni tanpa harus lewat akademi. Bisa dari disiplin lain, bahkan otodidak. Itu luar biasa dan tak bisa temukan di generasi saya yang dibesarkan dalam pendekatan klasik dan akademik,” kata Koeboe.</p>
<p>Lebih dari sekadar pujian, ia juga memberi tantangan, yaitu memperbesar skala karya untuk meningkatkan intensitas pengalaman visual yang ditawarkan lukisan hitam putih. Namun ia juga mengingatkan, bahwa kesederhanaan warna bukan berarti kesederhanaan emosi.</p>
<p>"Hitam putih itu proses yang elegan. Untuk menyampaikan emosi hanya lewat dua warna itu tantangan. Bagaimana caranya ekspresi tetap terasa, aura tetap kuat, padahal hanya hitam dan putih," pesan Koeboe.</p>
<p>Gerakan komunitas Ilustrasi Idiom memang terus bergerak. Setelah pertama kali terbentuk dalam pameran Kolaborasi di Galeri DKS di Surabaya (2023), lalu paneran perdana di Dewan Kesenian Daerah Sidoarjo (Dekesda) (2024) lalu edisi kedua sekarang di Galeri Raos, Batu.</p>
<p>Mereka berencana menggelar pameran rutin setiap enam bulan sekali di berbagai kota. Bahkan mereka sudah memiliki rencana untuk menggelar edisi ketiga dengan dua pilihan lokasi, yakni Pendopo Keraton Yogyakarta dan Kota Madiun.</p>
<p>Target jangka panjangnya bukan hanya tur keliling nusantara, tapi juga menanam jejak sejarah bagi pendekatan hitam putih dalam seni rupa Indonesia, sebuah ekspresi visual yang kuat, sederhana, namun mendalam.</p>
<p>Dalam dunia seni rupa yang semakin ramai dengan warna, <em>Black &amp; White</em> justru memilih langkah berani untuk menyaring ulang esensi karya visual. Di ruang sempit antara garis dan gelap terang itulah mereka membuka dimensi ke-dua, bukan hanya bagi karya, tapi juga bagi regenerasi pelukis Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanpa Pendamping, Tanpa Kursi Roda: Kisah Jemaah Haji Tertua di Usia 104 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanpa-pendamping-tanpa-kursi-roda-kisah-jemaah-haji-tertua-di-usia-104-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanpa-pendamping-tanpa-kursi-roda-kisah-jemaah-haji-tertua-di-usia-104-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Fatahula, 104 tahun, jemaah haji tertua Debarkasi Surabaya, tak hanya kuat tawaf tiap hari, ia bahkan mendorong kursi roda jemaah lain di Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686a546e1602c.webp" length="73690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 20:16:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Haji Tertua, PPIH, Debarkasi Surabaya, Asrama Haji, Bandara Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Tanah Air terus berlangsung. Sejak akhir Juni, Bandara Juanda dan Asrama Haji Surabaya menjadi titik singgah ribuan jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang baru saja menuntaskan salah satu rukun Islam, yakni berhaji. </p>
<p>Di antara lautan jubah putih, kursi roda, koper-koper berat, dan wajah-wajah lelah namun bahagia, ada satu momen yang mencuri perhatian para petugas dan sesama jemaah, yaitu seorang kakek tua, berjalan tenang, tidak dipapah, tidak digendong, tidak pula naik kursi roda. Namanya Fatahula La Aba. Umurnya 104 tahun.</p>
<p><strong>Haji tanpa Pendamping, Tanpa Kursi Roda, Tanpa Komplain</strong></p>
<p>Lahir pada 14 Desember 1920 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Fatahula menjadi jemaah haji tertua Debarkasi Surabaya 2025. </p>
<p>Dia tiba bersama kloter 75 pada Jumat (4/7/2025) lalu, sekitar pukul 23.15 WIB. Tapi jangan bayangkan dia hadir dalam kondisi rapuh dan butuh pengawasan ekstra. Fatahula duduk tenang di tengah rombongan, jalannya masih tegak, wajahnya jernih, hanya pendengaran yang sedikit terganggu.</p>
<p>"Alhamdulillah, seumur hidup saya belum pernah opname di rumah sakit. Tidak punya darah tinggi, kolesterol, atau diabetes," ujar Fatahula sambil tersenyum bangga, Ahad (6/7/2025).</p>
<p>"Tak ada resep khusus darinya soal hidup sehat. Saya rasa ini karunia dari Allah SWT," imbuhnya.</p>
<p>Meski usianya lebih dari satu abad, dia berangkat ke Tanah Suci tanpa pendamping. Istrinya telah lama meninggal. Anak-anaknya ada 12 orang, tentu ingin menemani, tapi urusan administratif tidak semudah itu. </p>
<p>"Anak saya belum daftar haji lima tahun, jadi belum bisa ikut. Saya berangkat sendiri, alhamdulillah," ungkapnya.</p>
<p><b>Ikut Dorong kursi Roda Jemaah</b></p>
<p>Di Tanah Suci, justru Fatahula yang mendorong kursi roda jemaah lain, bukan sebaliknya. Menurut Arifin Daeng Ahmad (60 tahun), teman sekamarnya selama di Makkah, Fatahula ikut tawaf setiap hari tanpa bantuan apapun. Tak sekali pun ia menyentuh kursi roda.</p>
<p>"Beliau malah bantu mendorong kursi roda milik jemaah lain. Kami sampai takjub," kata Arifin.</p>
<p>"Saking kuatnya, kami kadang nggak ajak beliau ke Masjidil Haram karena jaraknya lumayan jauh dari hotel. Tapi kalau tahu dirinya nggak diajak, beliau bisa marah. Katanya dia masih kuat," sambungnya.</p>
<p>Seluruh rangkaian ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dilaluinya tanpa skema murur, sebuah mekanisme khusus untuk jemaah berisiko tinggi agar tak kelelahan. Bahkan dalam hal makan, Fatahula tidak meminta makanan khusus lansia. Ia menyantap menu reguler seperti jemaah lainnya.</p>
<p>Perjalanan haji Fatahula dimulai sejak ia mendaftar pada tahun 2019. Setelah menunggu enam tahun, ia akhirnya bisa berangkat di usia yang sudah lebih dari satu abad. </p>
<p>Dan kini, pada hari Ahad (6/7/2025), Fatahula akan terbang kembali ke kampung halamannya di Maumere, bersama 34 jemaah lainnya asal Kabupaten Sikka.</p>
<p>Meski tubuhnya tak sekuat dulu, semangatnya justru seperti anak muda yang baru saja menemukan hidup. </p>
<p>"Saya berharap Allah menerima haji saya, dan saya pulang jadi haji yang mabrur," tuturnya.</p>
<p>Fatahula bukan hanya pulang membawa gelar "haji". Ia juga membawa inspirasi bahwa keikhlasan, kekuatan hati, dan niat yang teguh bisa membawa siapa saja menembus batas usia dan fisik hingga ke Tanah Suci. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hanya Jemaah, Petugas Juga Punya Kisah: Perjuangan Ketua Kloter SUB 16 di Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-jemaah-petugas-juga-punya-kisah-perjuangan-ketua-kloter-sub-16-di-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-jemaah-petugas-juga-punya-kisah-perjuangan-ketua-kloter-sub-16-di-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Petugas haji Ahmad Allauddin tempuh belasan kilometer tiap hari demi temui jemaah yang terpencar di 19 hotel, sambil hadapi kisruh distribusi kartu Nusuk dan kemacetan Armuzna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6868bd3f5d4c5.webp" length="27414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 14:33:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, Asrama Haji, Bandara Juanda, Petugas Haji, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suasana hangat dan haru masih terasa di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, seiring dengan terus berdatangannya jemaah haji yang dipulangkan dari Tanah Suci yang masih berlangsung sejak awal Juni 2025.</p>
<p>Dalam momen pemulangan jemaah haji 2025, beragam kisah menarik mulai bermunculan, namun kisah itu tidak hanya datang dari para jemaah, tetapi juga dari para petugas haji yang setia mendampingi mereka selama perjalanan ibadah di Arab Saudi.</p>
<p>Salah satunya datang dari Ahmad Allauddin, Ketua Kloter SUB 16 asal Embarkasi Surabaya. Ia dan jemaahnya telah tiba kembali di tanah air pada Juni lalu. Di momen yang masih terasa hangat, Allauddin berbagi cerita tentang dinamika tugas dan tantangan yang ia hadapi selama bertugas di Tanah Suci.</p>
<p>"Menjadi petugas haji bukan hal yang ringan. Ini bukan sekadar tugas, tapi pengabdian. Harus siap fisik, mental, dan yang paling penting adalah hati," ucap Allauddin, Sabtu (5/7/2025).</p>
<p>Ketua kloter yang sehari-hari bertugas sebagai Ketua Tim Humas, Protokol, dan Sistem Informasi di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur itu mengaku menghadapi situasi yang sangat menantang. </p>
<p>Jemaah kloter SUB 16 tidak ditempatkan dalam satu hotel saja, melainkan tersebar di 19 hotel yang berada di enam sektor dan empat wilayah berbeda.</p>
<p>"Setiap hari saya bersama pembimbing ibadah dan dokter kloter harus keliling mengunjungi hotel-hotel tempat jemaah kami tinggal. Kami berjalan kaki dari satu terminal ke terminal lain, dari satu wilayah ke wilayah berikutnya," katanya.</p>
<p>Situasi makin rumit ketika distribusi kartu Nusuk yang menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan ibadah haji dilakukan secara tidak terkoordinasi oleh pihak penyelenggara lokal (syarikah) sejak di Madinah. Pembagian kartu dilakukan malam hari di lobi hotel tanpa pemberitahuan kepada sektor atau petugas kloter.</p>
<p>*Karena jemaah tersebar, banyak yang kesulitan menerima kartu. Beberapa baru mendapatkannya menjelang puncak ibadah di Armuzna. Untungnya, mereka tetap bisa berangkat karena sudah mengunduh aplikasi Nusuk," jelasnya.</p>
<p>Minimnya koordinasi membuat sektor harus memanggil ketua-ketua kloter untuk membantu menertibkan proses distribusi kartu, yang semestinya bisa dilakukan lebih rapi dan terpusat.</p>
<p>Tantangan besar lain datang saat masa Armuzna, puncak ibadah haji yang mencakup perjalanan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada fase itu, jemaah tidak lagi dikelompokkan berdasarkan kloter, melainkan berdasarkan sistem khalifah yang mencampur jemaah dari berbagai daerah dan hotel.</p>
<p>"Ini menuntut kami bekerja ekstra. Kami harus mengumpulkan jemaah yang sebelumnya tidak saling kenal, dari hotel-hotel berbeda. Ini butuh pendekatan dan strategi komunikasi yang baik," tuturnya.</p>
<p>Dari sisi transportasi, ia menuturkan bahwa sebenarnya bus telah disiapkan untuk mengangkut jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Namun, kemacetan membuat banyak jemaah memilih berjalan kaki, yang justru memperlambat arus secara keseluruhan.</p>
<p>"Alhamdulillah, meskipun penuh tantangan, seluruh jemaah kami bisa tiba di Mina sebelum pukul sepuluh pagi," katanya dengan nada lega.</p>
<p>Di tengah berbagai tantangan tersebut, Allauddin juga tak luput dari sorotan publik terkait tudingan bahwa sebagian petugas menggunakan kesempatan bertugas untuk melaksanakan ibadah pribadi. Ia memberikan klarifikasi secara terbuka dan tegas.</p>
<p>"Saya hanya melakukan umrah sunah dua kali selama bertugas. Kalau mau, saya bisa lebih. Tapi saya memilih fokus pada tugas. Waktu saya lebih baik saya pakai untuk memastikan jemaah kami aman dan nyaman," tegasnya.</p>
<p>Meski penuh tekanan dan tanggung jawab besar, Allauddin mengaku tetap merasa bersyukur bisa menjalankan tugas mulia ini. Ia bahkan merasa terharu ketika bisa membantu jemaah dari kloter lain yang tidak didampingi petugas.</p>
<p>"Dukanya, saya harus terpisah dari jemaah di banyak tempat. Tapi sukanya, ketika saya bisa datang dan jemaah merasa dilindungi, meski mereka bukan dari kloter saya. Itu momen yang sangat berkesan," ungkapnya.</p>
<p>Cerita dari Ahmad Allauddin menjadi satu dari sekian banyak potret pengabdian para petugas haji Indonesia. Di balik kesuksesan penyelenggaraan haji, ada kerja senyap namun berdampak besar dari mereka yang mengedepankan semangat melayani, meski harus mengorbankan kenyamanan pribadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membanggakan, Jacquelyn Chandra Jadi Orang Indonesia Pertama Main Film Jurassic World</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membanggakan-jacquelyn-chandra-jadi-orang-indonesia-pertama-main-film-jurassic-world</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membanggakan-jacquelyn-chandra-jadi-orang-indonesia-pertama-main-film-jurassic-world</guid>
<description><![CDATA[ Sayangnya, pada film Jurassic World: Rebirth tidak terdapat aktor Chris Pratt yang sukses pada perannya di film Jurassic Park terdahulu. Padahal, pencinta film berharap kemunculannya sebagai Owen Grady bisa terlihat di film Jurassic World: Rebirth ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68688379749f6.webp" length="9274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 10:05:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, film, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, kesehatan, wisata, liburan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Kabar membanggakan datang dari selebritas muda Tanah Air, Jacquelyn Chandra yang menjadi orang pertama di Indonesia terlibat di film<span> </span><i>Jurassic World.</i></p>
<p>"Aku berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang bermain di film<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth</i>," kata Jacquelyn Chandra dikutip dari Instagram miliknya, Jumat (4/7/2025).</p>
<p><span>Jacquelyn Chandra mengaku, tidak pernah bermimpi untuk bisa bermain di film internasional garapan Universal Pictures.</span></p>
<p>"Jujur, ya aku<span> </span><i>enggak</i><span> </span>pernah menyangka aku bisa berada di titik ini," jelasnya.</p>
<p>Ia mengatakan, untuk lokasi<span> </span><i>syuting</i><span> </span>film<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth</i><span> </span>dilakukan di Thailand.</p>
<p>"Sebenarnya, kemarin pada waktu aku di Thailand aku lagi<span> </span><i>syuting</i><span> </span>untuk filmnya<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth</i>," ungkapnya.</p>
<p>Jacquelyn Chandra mengaku, bermain film di<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth<span> </span></i>membuat dirinya harus beradu akting dengan pemain dari dunia internasional.</p>
<p>"Ini merupakan pengalaman yang asyik buat aku karena pertama kali<span> </span><i>syuting</i><span> </span>bareng teman-teman dari Filipina, Thailand, dan dari India," lanjutnya.</p>
<p>Ia meminta maaf kepada publik Tanah Air untuk tidak membocorkan perannya di film tersebut sampai benar-benar dirilis.</p>
<p>"Aku juga sudah merahasiakan ini ke kalian, tetapi aku sudah bisa berbicara sekarang. Karena<span> </span><i>trailer-</i>nya sudah keluar dan aku mau menunjukkan ke kalian semua,<span> </span><i>enjoy<span> </span></i>ya," tutupnya.</p>
<p>Sebelumnya, film<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth</i><span> </span>sudah bisa di saksikan di bioskop mulai 2 Juli 2025. Selain Jacquelyn Chandra, terdapat pula para pemain film dunia, diantaranya Scarlett Johansson, Jonathan Bailey, Luna Blaise, Ed Skrein, Rupert Friend, David Lacono, dan Mahershala Ali.</p>
<p>Sayangnya, pada film<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth<span> </span></i>tidak terdapat aktor Chris Pratt yang sukses pada perannya di film<span> </span><i>Jurassic Park</i><span> </span>terdahulu. Padahal, pencinta film berharap kemunculannya sebagai Owen Grady bisa terlihat di film<span> </span><i>Jurassic World: Rebirth. </i><strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Park Shanghai Hadir di Surabaya Timur, Wisata Oriental Baru Tanpa Tiket Masuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/park-shanghai-hadir-di-surabaya-timur-wisata-oriental-baru-tanpa-tiket-masuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/park-shanghai-hadir-di-surabaya-timur-wisata-oriental-baru-tanpa-tiket-masuk</guid>
<description><![CDATA[ Pagoda menjulang, lampion menyala, dan aroma kuliner oriental berpadu di Park Shanghai, destinasi baru di Surabaya Timur yang bisa dinikmati gratis setiap hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68653d431934b.webp" length="88782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 22:02:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Park Shanghai, Pakuwon Group, Pakuwon, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Warga Surabaya dan sekitarnya kini punya destinasi wisata baru yang gratis dan penuh rasa di kawasan timur kota. Park Shanghai, area wisata bertema oriental yang menyatu dengan kuliner, hiburan, dan arsitektur khas Tiongkok, resmi dibuka untuk umum tanpa tiket masuk mulai Rabu, 2 Juli 2025.</p>
<p>Berada tepat di sisi Pakuwon City Mall, kawasan tersebut menghadirkan pengalaman nongkrong dan wisata rasa dalam suasana ala negeri tirai bambu, namun tetap inklusif dan bersahabat bagi semua kalangan.</p>
<p>"Soft opening ini langsung untuk umum. Bahkan pagar BRC yang mengelilingi ruang PCM kini kita bongkar agar suasananya lebih friendly dan terbuka, semua welcome," ujar Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group saat ditemui usai acara Soft Opening Park Shanghai, Rabu (2/6/2025).</p>
<p><strong>Jadi Surga Kuliner Baru</strong></p>
<p>Park Shanghai berdiri di lahan sekitar 2 hektare dan diisi oleh sekira 50 tenant kecil dan 8 tenant besar. Tenant-tenant ini menghidangkan berbagai jenis makanan, termasuk Chinese food, makanan lokal, dan menu street food kekinian.</p>
<p>"Tenant besar ini boleh dibilang luasnya hampir 250 meter. Dan 70 persen dari semuanya menyediakan makanan <em>no pork no lard</em>, jadi sangat bersahabat untuk semua kalangan," kata Sutandi.</p>
<p>Beberapa <em>brand</em> yang hadir untuk menghiasi Park Shanghai disebut merupakan nama-nama baru yang belum ada di Surabaya sebelumnya, dan yang pasti juga ramah dikantong, dengan kisaran harga mulai dari 20 ribuan.</p>
<p><strong>Setiap Hari Ada Acara</strong></p>
<p>Bukan cuma soal makanan, Park Shanghai juga menyuguhkan hiburan nonstop setiap hari. Sutandi menyebut bahwa meski baru <em>soft opening</em>, Park Shanghai sudah mulai menyuguhkan <em>live music</em>, karaoke yang bisa diikuti pengunjung, hingga atraksi kembang api setiap Sabtu malam.</p>
<p>"Setiap Senin sampai Minggu itu akan terus bergantian ada acara-acara. Kita ingin ini jadi tempat hidup, bukan hanya tempat makan," jelasnya.</p>
<p>Dengan konsep ruang terbuka, desain oriental, dan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati tanpa biaya tiket, juga lokasi yang bersebelahan dengan PCM, Pakuwon Group menargetkan Park Shanghai bisa menarik 5.000–10.000 pengunjung per hari di weekdays, hingga 60.000 saat weekend saat ada event besar. </p>
<p>"Bersamaan dengan area outdoor PCM, target jangka panjangnya adalah 3 juta pengunjung per tahun," sebut Sutandi.</p>
<p><strong>Kenapa Tema Shanghai?</strong></p>
<p>Tema "Shanghai" dipilih karena familiar bagi masyarakat Surabaya, terutama dari sisi kuliner dan nilai budaya. Desain kawasan juga dipenuhi sentuhan arsitektur oriental, dengan pagoda ikonik, <em>Gate of Prosperity</em>, serta elemen dekoratif khas Tiongkok lainnya.</p>
<p>"Kita sempat pertimbangkan bangun Korea atau Jepang. Tapi akhirnya kami pilih Shanghai karena banyak <em>Chinese food </em>yang <em>no pork no lard</em> dan orang Surabaya sudah sangat familiar," ujar Sutandi.</p>
<p>Meski kini sudah bisa dikunjungi bebas, pihak Pakuwon Group merencanakan grand launching Park Shanghai akan digelar sekitar pertengahan Agustus 2025, dengan rangkaian acara yang lebih besar dan kejutan tambahan.</p>
<p>Dengan semua suguhan rasa, tampilan, dan hiburan yang disajikan, Park Shanghai diharapkan menjadi magnet baru di Surabaya Timur. Apalagi, dengan akses gratis dan tenant-tenant baru yang belum ada di tempat lain, kawasan itu jelas siap mencuri perhatian warga kota hingga luar daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Menghindari Serangan Strok dari Legenda Penyanyi Dangdut Hamdan ATT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-menghindari-serangan-strok-dari-legenda-penyanyi-dangdut-hamdan-att</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-menghindari-serangan-strok-dari-legenda-penyanyi-dangdut-hamdan-att</guid>
<description><![CDATA[ Di pengujung hayatnya, Hamdan ATT sempat berjuang melawan stroke dan pecah pembuluh darah di otak pada tahun 2017. Meski sempat kritis, Hamdan berhasil melewati kondisi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6863bbe7037e6.webp" length="19574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 06:57:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM -</strong> Strok adalah kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian, seperti yang dialami penyanyi dangdut senior Hamdan ATT yang meninggal dunia pada Selasa (1/7/2025) akibat strok berulang dan komplikasi kesehatan lainnya.</p>
<p>Hamdan ATT merupakan salah seorang penyanyi dangdut legendaris, yang melejit di tahun 80-an. Salah satu hits yang paling diingat sepanjang masa adalah lagu berjudul "Termiskin di Dunia" yang dirilis di tahun 1980.</p>
<p>Pemilik nama lengkap Hamdan Attamimi tersebut lahir pada 27 Januari 1949 di Aru, Maluku. Dirinya memulai karier sejak tahun 1964 dengan membentuk band yang terinspirasi dari grup band The Shadow asal Inggris.</p>
<p>Di tahun 1968, Hamdan ATT bergabung dengan band Nada Buana dan tampil di TVRI sejak kepulangannya dari Ambon. Lalu Hamdan berfokus pada kuliahnya pada 1969 hingga lulus pada 1975.</p>
<p>Setelah merampungkan kuliahnya, Hamdan memutuskan fokus meniti karir di jalur musik dangdut dengan sederet hits telah ditelurkannya. Sebut saja "Dingin", "Bekas Pacar", "Sakit Hati", "Emas Jadi Tembaga", "Mabuk Judi", hingga mega hits "Termiskin di Dunia".</p>
<p>Sederet penghargaan diberikan kepada Hamdan ATT atas dedikasinya di musik dangdut. Di antaranya penghargaan lifetime achievement dari Indonesia Dangdut Awards 2021.</p>
<p><strong>Riwayat kesehatan</strong></p>
<p>Di pengujung hayatnya, Hamdan ATT sempat berjuang melawan stroke dan pecah pembuluh darah di otak pada tahun 2017. Meski sempat kritis, Hamdan berhasil melewati kondisi tersebut.</p>
<p>Tahun 2021 Hamdan kembali mendapat serangan stroke, hingga dipasang selang di otak untuk mengeluarkan cairan berlebih. Bahkan pada Desember 2022, terjadi lagi pendarahan di otak hingga Hamdan harus menjalani operasi dan dirawat di ICU.</p>
<p><strong>Cara Menghindari Serangan Strok</strong></p>
<p>Menurut World Health Organization (WHO), hingga 8 persen kasus strok dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup dan pengelolaan faktor risiko. Berikut ini delapan cara efektif untuk menghindari serangan strok, yang dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).</p>
<p><strong>1. Kontrol tekanan darah</strong><br>Hipertensi adalah penyebab utama strok karena tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. </p>
<p>Untuk mencegahnya, periksalah tekanan darah secara rutin dengan target di bawah 120/80 mmHg, konsumsi makanan rendah garam, kelola stres dengan baik, dan minum obat jika diresepkan dokter.</p>
<p><strong>2. Jaga pola makan sehat</strong><br>Pola makan yang buruk, seperti konsumsi lemak jenuh dan gula berlebih, dapat memicu kolesterol tinggi dan obesitas yang meningkatkan risiko strok. Terapkan pola makan sehat dengan diet DASH, perbanyak sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan produk susu rendah lemak, serta batasi makanan olahan, gorengan, dan garam hingga kurang dari 2.300 mg per hari.</p>
<p><strong>3. Lakukan olahraga secara rutin</strong><br>Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung. Usahakan berolahraga ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, bersepeda, atau olahraga padel secara konsisten.</p>
<p><strong>4. Berhenti merokok</strong><br>Merokok merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat pembentukan gumpalan darah yang memicu strok. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko strok hingga 50 persen dalam beberapa tahun, sehingga disarankan untuk mencari dukungan melalui konseling, kelompok pendukung, atau terapi pengganti nikotin, serta menghindari asap rokok pasif.</p>
<p><strong>5. Batasi konsumsi alkohol</strong><br>Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu strok hemoragik. Batasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, atau gantilah dengan air putih, teh herbal, atau jus segar jika ingin lebih aman bagi kesehatan.</p>
<p><strong>6. Kelola diabetes</strong><br>Kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko strok. Pantau gula darah secara rutin, ikuti diet rendah gula, konsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter, serta jaga berat badan agar tetap ideal.</p>
<p><strong>7. Pantau kolesterol</strong><br>Kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak di arteri yang dapat menyumbat aliran darah ke otak. Usahakan kadar kolesterol LDL di bawah 100 mg/dL dengan mengurangi lemak jenuh dan trans dari makanan cepat saji, serta menambah asupan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon.</p>
<p><strong>8. Kelola stres dan jaga kesehatan mental</strong><br>Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan atau merokok. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam, luangkan waktu untuk hobi, tidur cukup 7-9 jam per malam, dan cari dukungan sosial dari keluarga atau teman.</p>
<p>Mencegah strok tidak hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengontrol tekanan darah, menjaga pola makan, berolahraga, dan mengelola stres, risiko strok dapat berkurang secara signifikan.</p>
<p>Mulailah dari langkah kecil, seperti mengurangi garam atau berjalan 30 menit setiap hari, dan konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan rutin. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Berbagai sumber</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bayi Prematur Lahir di Tanah Suci, 21.207 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Telah Tiba di Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bayi-prematur-lahir-di-tanah-suci-21207-jemaah-haji-debarkasi-surabaya-telah-tiba-di-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bayi-prematur-lahir-di-tanah-suci-21207-jemaah-haji-debarkasi-surabaya-telah-tiba-di-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Bayi prematur seberat 1,3 kg lahir dari jemaah haji asal Lumajang di Makkah, di tengah pemulangan 21 ribu lebih jemaah Debarkasi Surabaya ke Tanah Air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_686283a97207c.webp" length="54692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 20:32:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, Bayi Prematur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah gelombang kepulangan jemaah haji ke Tanah Air, sebuah kabar menyentuh datang dari Tanah Suci, seorang jemaah asal Lumajang melahirkan bayi laki-laki di Kota Makkah. </p>
<p>Bayi tersebut lahir secara prematur namun dalam kondisi sehat, kelahirannya bertepatan dengan proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang masih berlangsung.</p>
<p>Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, menjelaskan bahwa hingga Minggu (29/6/2025) sore, sudah 56 kelompok terbang (kloter) yang tiba di Asrama Haji Surabaya. Total jemaah yang telah kembali mencapai 21.207 orang, atau sekitar 58 persen dari total 97 kloter.</p>
<p>Di antara mereka, terdapat kisah unik dari kloter SUB 83 asal Kabupaten Lumajang. Seorang jemaah perempuan bernama Tristy Erlinawati melahirkan di Makkah. Bayi laki-laki yang dilahirkannya diberi nama Nu’aim bin Fachrizal Rahmad, anak dari pasangan Tristy dan Fachrizal Rachmad.</p>
<p>"Alhamdulillah, proses persalinan berjalan lancar. Meski lahir prematur, kondisi bayi sehat," ujar Bahtiar, Senin (30/6/2025).</p>
<p>Bayi tersebut diperkirakan lahir antara tanggal 15 hingga 17 Juni, dengan berat badan hanya 1,3 kilogram. Bahtiar menyebut bayi ini lahir pada usia kehamilan sekitar 7 bulan, sehingga masuk kategori prematur.</p>
<p>Meski demikian, saat pemberangkatan ke Tanah Suci, kehamilan Tristy masih dalam batas aman untuk naik pesawat. Ia dinyatakan layak terbang oleh tim medis, karena saat itu usia kandungannya masih berada dalam rentang 14 hingga 26 minggu.</p>
<p>Terkait kepulangan sang ibu dan bayi, Bahtiar mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari otoritas Arab Saudi maupun maskapai penerbangan. Ada regulasi yang mengatur usia minimum bayi untuk dapat ikut dalam penerbangan komersial.</p>
<p>"Kami masih menunggu, apakah bisa pulang bersama kloter 83 atau harus menyesuaikan dengan kondisi kesehatan bayi dan aturan yang berlaku," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya dipastikan terus berjalan secara bertahap. Gelombang kedua yang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah ini dijadwalkan selesai seiring kedatangan 41 kloter berikutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Perdana Lintang Lima: Menguak Kembali Arti Roso lewat Kanvas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-perdana-lintang-lima-menguak-kembali-arti-roso-lewat-kanvas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-perdana-lintang-lima-menguak-kembali-arti-roso-lewat-kanvas</guid>
<description><![CDATA[ Lima perupa Jawa membuka tabir roso, rasa paling dalam yang tak terucap melalui lukisan, menjelma kritik lembut dan kejujuran batin dalam pameran perdana mereka: Rasa Rasaning Karsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_686100b9d33cc.webp" length="47090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 23:13:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rasa, Pameran, Lintang Lima, Rasa Rasaning Karsa, Galeri Merah Putih, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di dalam budaya Jawa, ada tingkatan rasa yang lebih dalam dari sekadar emosi permukaan. Rasa dalam bahasa Indonesia adalah emosi, seperti senang, sedih, marah, atau rindu. Tapi rasa atau "roso", dalam pemahaman Jawa bukan sekadar perasaan biasa, ia adalah bagian terdalam dari manusia dalam menangkap "karsa", yakni kehendak, niat, dan tekad.</p>
<p>Rasa seperti itulah yang disebut roso, sebuah kearifan Jawa yang hanya bisa dimengerti jika dilakoni (dilakukan). </p>
<p>Berangkat dari pemahaman itulah, lima perupa, dalam kelompok bernama Lintang Lima, mencoba mengartikulasikan roso itu lewat pameran perdana mereka di Galeri Merah Putih, Surabaya, bertajuk “Rasa Rasaning Karsa.”</p>
<p>"Kadang dalam hidup kita nggak bisa mengungkapkan rasa itu secara langsung. Tapi lewat lukisan, semua bisa keluar. Kita bisa bilang, 'Oh, aku maunya begini'," ucap Evrie Irmasari, Ketua Panitia Pameran, saat ditemui dalam pameran, Minggu (29/6/2025).</p>
<p><strong>Filosofi Jawa yang Lahir dalam Lukisan</strong></p>
<p>“Rasa Rasaning Karsa” adalah ungkapan Jawa yang penuh muatan filosofis. Dalam narasi budaya Jawa, "rasa" adalah perasaan terdalam, "rasaning" adalah getaran dari rasa itu, dan "karsa" adalah kehendak atau dorongan untuk bertindak. </p>
<p>Maka, tajuk “Rasa Rasaning Karsa” yang coba diangkat oleh Lintang Lima adalah kehendak yang digerakkan oleh rasa terdalam dari para anggotanya. Menurut Evrie, setiap orang berhak dan bebas mengekspresikan rasa dengan cara mereka, seperti para seniman dengan karyanya.<strong></strong></p>
<p>Kelompok Lintang Lima bukan sekadar kumpulan perupa. Mereka adalah sahabat lama yang sudah seperti saudara. Sebagian besar dari mereka berasal dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta angkatan 1982. </p>
<p>Nama “Lintang Lima” sendiri berasal dari bahasa Jawa, berarti “Lima Bintang.” Tapi jangan bayangkan ini sebagai lambang keangkuhan. Evrie menjelaskan bahwa justru makna dari nama itu malah sebaliknya.</p>
<p>"Kita bukan ingin jadi bintang yang paling terang, tapi bagian dari langit seni rupa yang luas, karena itu kita menghindari menggunakan kata bintang," ucap Evrie.</p>
<p>Anggota Lintang Lima terdiri dari: Evrie Irmasari (Yogyakarta), Yosi Chatam (Semarang), Eddy Subroto (Madiun), Yanz Haryo Darmista (Yogyakarta) dan Tara Noesantara (Andaru Ratnasari) (Surabaya)</p>
<p>Awalnya, kelompok itu didorong oleh almarhum Budianto, teman sekolah mereka yang akrab disapa Mas Bagong. Bagong memiliki visi besar, menyatukan kembali teman-teman lamanya dalam satu pameran. </p>
<p>Namun, sebelum mimpi itu terlaksana, Bagong meninggal pada Januari 2025, dan kini amanatnya menjadi semangat dari pameran kali ini.</p>
<p>"Bagong itu bukan cuma kasih ide. Dia udah seperti ninggalin semacam ‘garis besar’ yang kita jalani sekarang," kenang Evrie.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_686100c1e34d1.webp" alt=""></p>
<p><strong>Roso yang Terpancar dari Karya</strong></p>
<p>Dalam pameran tersebut, Evrie Irmasari sendiri menampilkan lima karya bertema kerbau. Kerbau, baginya, adalah simbol yang sering disalahpahami. Di budaya Jawa, kerbau kerap diasosiasikan dengan kemalasan. Namun bagi Evrie, kerbau justru pekerja keras dan itu yang ingin ia ubah lewat lukisan.</p>
<p>"Aku ingin menghilangkan stigma itu. Dan dalam karya saya ini, hewan kerbau aku poles dengan nilai-nilai lain," katanya.</p>
<p>Salah satu karyanya yang mencolok, Kebo Bule Mati Setra, menyindir kaum intelektual yang tidak menggunakan kepandaiannya untuk masyarakat. Dalam lukisan itu, sosok kerbau digambarkan secara simbolik dengan sosok samar di belakangnya, sebuah kritik lembut ala sanepa (sindiran halus) Jawa.</p>
<p>Adapun Yosi Chatam, pelukis asal Semarang, menampilkan lima karya simbolik yang membidik isu sosial-politik dengan gaya metafora Jawa. Dalam Tikus Phiti Anoto Baris, ia meminjam ramalan Jayabaya untuk menggambarkan realitas yang absurd namun nyata—tentang birokrasi, korupsi, dan harapan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_686100c9b055a.webp" alt=""></p>
<p>Karya-karya Yosi seperti Ngumbah Pepeteng atau Nyolong Rasa berbicara tentang konflik batin dan moralitas. Ia menekankan bahwa roso Jawa bukan sekadar estetika budaya, tapi jalan untuk menyampaikan kritik yang membungkus ketegasan dalam kelembutan.</p>
<p>Kemudian ada juga Eddy Subroto datang dari latar seni pertunjukan dan sinema. Karyanya lebih realis dan langsung, namun tetap sarat makna. Ia menampilkan enam karya, termasuk Soekarno &amp; Rajawali, Satriyoning Reyog Prabu Klono Sewandono, dan Ngunduh Wohing Pakarti, lukisan yang mengingatkan bahwa setiap tindakan akan berbuah, entah baik atau buruk.</p>
<p>Tara Noesantara adalah penyair, dosen sastra, dan penari. Ia membawa nuansa feminin yang introspektif dalam karya-karyanya, diantaranya lukisan Ajining Diri Saka Lathi, Mulat Sarira Hangrasa Wani, Lintang ing Loka, dan Satemahing Lelaku.</p>
<p>Terakhir yakni Yanz Haryo, mantan jurnalis dan dramawan. Karyanya seperti Sedulur Papat Lima Pancer dan Sukma Sejati membahas spiritualitas Jawa yang kini mulai dilupakan. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak pernah sendirian, karena dalam budaya Jawa, ada empat saudara gaib yang lahir bersamaan dengan manusia.</p>
<p><strong>Lebih dari Momen Reuni</strong></p>
<p>“Rasa Rasaning Karsa” bukan sekadar pameran seni, bukan juga sekadar momen reuni bagi Lintang Lima. Paneran yang digelar sejak Sabtu (29/6/2025) hingga 3 Juli 2025 itu juga menjadi bentuk penghormatan pada filosofi Jawa yang mungkin sudah banyak yang lupa.</p>
<p>"Ini bukan hanya soal kami berlima. Tapi tentang bagaimana kita semua bisa menangkap kembali rasa yang mungkin hilang selama ini," tutup Evrie. (*)</p>
<p><strong>Editor : Danu S</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengarsip Kota dengan Kuas: Ali Shodiqin dan Ingatan yang Tersisa dari Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengarsip-kota-dengan-kuas-ali-shodiqin-dan-ingatan-yang-tersisa-dari-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengarsip-kota-dengan-kuas-ali-shodiqin-dan-ingatan-yang-tersisa-dari-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Ketika kota berubah dan bangunan lenyap satu per satu, Ali Shodiqin memilih melawan pelupaan dengan kuas, mengabadikan ingatan kotanya lewat lukisan sebelum semuanya hilang selamanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_685fefdd42762.webp" length="35032" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 21:02:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran, Seni Rupa, Kediri, Balai Pemuda, Galeri Merah Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Setiap kota punya bangunan-bangunan yang menjadi identitas. Bukan sekadar soal estetika atau arsitektur, tapi tentang memori kolektif masyaraktnnya, dari tempat orang bertemu, menunggu, hingga menemani di setiap perjalanan berkeliling kota.</p>
<p>Namun di tengah derasnya pembangunan, banyak bangunan lama diam-diam menghilang, entah itu dibongkar untuk digantikan ruko, diratakan dengan tanah untuk menjadi lahan parkir, atau sekadar dibiarkan lapuk sampai rubuh dengan sendirinya.</p>
<p>Kota memang terus tumbuh, tapi banyak bagiannya menghilang tanpa sempat diabadikan. Di sinilah Ali Shodiqin, seniman asal Kediri, mengambil peran sebagai penjaga identitas. Lewat lukisan, ia berusaha menyelamatkan yang tersisa, meskipun hanya dalam bentuk kenangan di atas kertas.</p>
<p>"Banyak bangunan yang sudah musnah. Ini semacam keprihatinan saya. Saya ingin merekam jejaknya sebelum semuanya betul-betul hilang," ucap Ali, Sabtu (28/6/2025).</p>
<p>Berangkat dari keprihatinannya akan banyaknya bangunan-bangunan yang sarat akan seni dan makna di kota asalnya perlahan hilang, ia ingin memuat wajah-wajah bangunan tua, arca, dan elemen-elemen kota yang menurutnya "masih layak diingat, walaupun sudah tak ada."</p>
<p>Ali tidak mengabadikan kenangan itu untuk dirinya sendiri, melalui proyek pribadinya bertajuk "Jejak-jejak Kotaku yang Tercinta" yang berisikan lukisan-lukisan tentang bangunan maupun peninggalan Kota Kediri, ia kerap membawa karyanya itu ke tengah masyarakat luas lewat pameran.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_685fefcd5b50f.webp" alt=""></p>
<p>Kini, dalam pameran tunggalnya yang ke-3, Ali bahkan membawa kenangan yang ia lukis keluar Kota Kediri, tepatnya ke Kota Pahlawan, Surabaya. Dalam pameran yang digelar di Galeri Merah Putih, Komplek Balai Pemuda, Surabaya, pada bulan Juni 2025 itu, ia membawa 34 karya, hampir semuanya medium cat air dan tinta di atas kertas.</p>
<p>"Selain untuk mengenang bagi warga lokal, saya juga ingin orang diluar Kediri juga tahu tentang landskap Kota Kediri yang penuh cerita," ujarnya.</p>
<p>Beberapa dilukis langsung di lokasi, lainnya diselesaikan dari foto jepretannya sendiri, jika situasi tak memungkinkan. Adapun peninggalan yang hanya bisa ia lukis dari sisa dokumentasi di internet dikarenakan bangunannya sudah tidak ada atau dipindahkan, salah satunya yang ia aebut adalah Loji Cafe.</p>
<p>"Iya Loji Cafe itu sudah tutup, ada pula lukisan arca batu yang kini tak lagi di tempat asalnya, setelah dipindah ke Trowulan. Walaupun memang niatnya diamankan tapi buat saya itu kehilangan juga. Karena dia nggak lagi di tempat asalnya," tuturnya.</p>
<p><strong>Stasiun, Becak, dan Orang Kecil</strong></p>
<p>Salah satu lukisan yang paling berkesan bagi Ali adalah Stasiun Kediri, dengan becak-becak yang berjajar rapi, seolah menunggu hari yang lebih baik. Tidak ada keramaian modern, hanya ruang bagi waktu dan orang-orang kecil yang bertahan.</p>
<p>"Saya ingin menggambarkan orang-orang marjinal yang masih mencari rezeki di stasiun. Becaknya masih ada di sana. Itu sudah jadi ciri khas," katanya.</p>
<p>Ali menempatkan mereka bukan sebagai latar, tapi sebagai tokoh utama dalam kisah kota yang nyaris terlupakan.</p>
<p><strong>Panggung Baru di Surabaya</strong></p>
<p>Meski pameran itu bukan pameran pertamanya, pameran di Galeri Merah Putih, Surabaya, jadi debut pertamanya di luar Kediri. Ia mengaku merasa atmosfer dan apresiasi yang berbeda dari kota yang lebih besar.</p>
<p>"Tempatnya representatif, penontonnya juga lebih beragam. Ada apresiasi yang terasa berbeda di Surabaya," kata Ali.</p>
<p>Sebelumnya, ia hanya berpameran di ruang-ruang lokal, seperti kantor Dinas Pendidikan dan rumah budaya di Kediri.</p>
<p>Ali tidak hanya ingin dikenal sebagai pelukis bangunan tua. Ia ingin karya-karyanya menjadi pengingat bahwa kota tidak hanya dibentuk oleh yang baru, tapi juga oleh yang nyaris hilang. Ia bermimpi membawa pamerannya ke Yogyakarta, Solo, hingga Jakarta, agar kisah kota kecil ini bisa menggugah lebih banyak orang.</p>
<p>"Harapannya nanti bisa pameran ke Jogja, Solo, dan akhirnya Jakarta. Supaya bisa memperluas pesan ini," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bawa Oleh&amp;oleh Eco&amp;Bag: Mahasiswa Thailand Belajar Jahit Bareng UMKM di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bawa-oleh-oleh-eco-bag-mahasiswa-thailand-belajar-jahit-bareng-umkm-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bawa-oleh-oleh-eco-bag-mahasiswa-thailand-belajar-jahit-bareng-umkm-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Dari kain perca yang nyaris dibuang, mahasiswa Thailand belajar menjahit tas sendiri, membuktikan bahwa hal sederhana bisa menjadi pengalaman paling bermakna dan tak terlupakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_685803d0e4686.webp" length="74560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 22:34:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, ByVira, Saint Louis College, SLC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Tangan mereka masih kaku, jarum kadang meleset dari garis, dan hasil jahitan pun belum sempurna. Tapi wajah tiga mahasiswa asal Thailand memancarkan rasa bangga saat berhasil menyelesaikan tas kain buatan tangan mereka sendiri, tas yang lahir dari potongan kain perca yang sebelumnya nyaris tak berguna.</p>
<p>Inilah salah satu kegiatan dalam kunjungan akademik Saint Louis College (SLC), Thailand ke Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). </p>
<p>Dalam kunjungan ini, para tamu diajak mengenal bentuk pemberdayaan komunitas yang dijalankan oleh warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen, salah satunya melalui sesi pelatihan menjahit eco bag dari bahan bekas.</p>
<p><strong>Dari Sisa Jadi Sesuatu</strong></p>
<p>Pelatihan dipandu oleh Novita Rahayu Purwaningsih, pelaku UMKM dan pemilik brand ByVira, ia merupakan seorang fesyen designer pakaian. Dalam kegiatan kali ini, ia membuktikan bahwa kain bekas yang berpotensi menjadi limbah, bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bermanfaat.</p>
<p>"Hari ini saya ajarkan mereka membuat eco bag dari kain perca. Bahannya bisa dari baju lama, celana jeans yang sudah tak terpakai. Jadi bukan hanya bermanfaat, tapi juga mengurangi sampah," ujar Novita, Ahad (22/6/2025).</p>
<p>Menurutnya, poin utama dari pelatihan bukan soal membuat produk untuk dijual, melainkan membuka pikiran bahwa barang yang tampak tak berguna bisa diubah jadi sesuatu yang fungsional dan dipakai sehari-hari.</p>
<p>"Anak-anak senang sekali. Waktu saya ajari satu, mereka langsung ingin coba. Hasilnya memang belum rapi, tapi mereka bangga. Apalagi tahu itu bisa mereka pakai sendiri," tambahnya.</p>
<p><strong>Pengalaman Baru yang Mengesankan</strong></p>
<p>Ketiga mahasiswa SLC, Chananya Sathansap (Palmy), Natnicha Nitikornsettawut (Cicha), dan Sa San Htoo Lin (Steven) mengaku belum pernah menjahit sebelumnya. Tapi mereka menikmati setiap detiknya.</p>
<p>"Seru sekali. Saya baru tahu kita bisa bikin tas dari bahan yang sederhana," ujar Palmy.</p>
<p>Cicha menambahkan, pengalaman ini memberinya pandangan baru soal bagaimana komunitas bisa mengajarkan hal kecil yang bermanfaat.</p>
<p>"Kain sisa bisa jadi tas, bisa dipakai setiap hari. Saya suka idenya, karena sederhana tapi punya makna."</p>
<p>Dosen mereka, Thirawarin Bunyapipat, menyebut bahwa kegiatan ini memperlihatkan bahwa belajar tidak harus di kelas.</p>
<p>"Di sini kami belajar dengan cara yang menyenangkan, membuat sesuatu, menghargai barang bekas, dan merasakan kepuasan karena bisa membuatnya sendiri," katanya.</p>
<p>Dalam satu sore yang sederhana, para mahasiswa otu tidak hanya membawa pulang sebuah tas buatan tangan. Mereka juga membawa cerita tentang bagaimana hal kecil seperti secarik kain bekas bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bermakna, dan membekas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Psikologi dari Tanaman dan Saluran Air: Mahasiswa Thailand Temukan Inspirasi Mental Sehat di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-psikologi-dari-tanaman-dan-saluran-air-mahasiswa-thailand-temukan-inspirasi-mental-sehat-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-psikologi-dari-tanaman-dan-saluran-air-mahasiswa-thailand-temukan-inspirasi-mental-sehat-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Di Kampung sempit tengah kota, mahasiswa Thailand belajar bahwa got bersih, tanaman pakcoy, dan tas kain bekas bisa menyehatkan pikiran dan jadi pelajaran psikologi nyata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_685803cacf116.webp" length="57238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 22:07:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, UKWMS, Saint Louis College, SLC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di kelas, mahasiswa psikologi belajar tentang bagaimana pikiran manusia dipengaruhi oleh lingkungan. Tapi tak banyak dari mereka yang pernah benar-benar melihat bagaimana drainase yang bersih, tanaman yang rimbun, dan mesin daur ulang plastik bisa secara nyata menciptakan suasana batin yang lebih baik.</p>
<p>Di Kampung Berseri Astra (KBA) Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya, hubungan itu tak cuma jadi teori. Ia tumbuh dalam pot, mengalir di saluran air, dan terpancar dari senyuman warganya.</p>
<p>Itulah yang dirasakan oleh rombongan dosen dan mahasiswa dari Saint Louis College (SLC), Bangkok, Thailand, saat mereka menginjakkan kaki di gang-gang sempit yang hijau dan bersih di kampung yang terletak di jantung kota Surabaya itu.</p>
<p>Selama kurang lebih dua minggu, mereka sedang berkeliling Indonesia bersama Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk belajar kebudayaan dan keberagaman untuk dibawa kembali ke Bangkok.</p>
<p><strong>Psikologi yang Turun Langsung ke Masyarakat</strong></p>
<p>Fransiska Desi Christanti, Koordinator Bidang Psikologi Sosial dan Ketua Senat Fakultas Psikologi UKWMS, adalah orang di balik keputusan untuk membawa tamu asing ke KBA Kampoeng Oase Ondomohen. </p>
<p>Baginya, KBA Kampoeng Oase Ondomohen adalah contoh terbaik tentang bagaimana masyarakat bisa diberdayakan, dan bagaimana lingkungan yang sehat bisa jadi sumber kesehatan mental juga.</p>
<p>"Fakultas kami memang kedatangan tamu dari St. Louis College, Thailand. Dan kami berpikir untuk mengajak ke sini, ke Kampoeng Oase Ondomohen itu karena untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat di Kampung ini, terutama terkait dengan lingkungan," ucap Desi, Ahad (22/6/2025).</p>
<p>Ia menyebut kampung itu tidak hanya hijau dan asri, tapi juga inovatif. Ada drainase yang dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan, ada urban farming, dan ada pemanfaatan sampah dengan maggot atau larva BSF. Semua itu, menurutnya, menunjukkan bagaimana komunitas bisa mengubah ruang hidup menjadi lebih sehat secara fisik dan mental.</p>
<p>"Ini memang kedua kalinya kami mengajak tamu dari SLC ke Kampoeng Oase Ondomohen. Dua tahun lalu, sambutan dari SLC sangat baik. Mereka anggap ini unik dan inspiratif. Jadi kami putuskan untuk datang lagi," ujarnya.</p>
<p>Mahasiswa UKWMS pun dilibatkan. Salah satunya adalah Gracius Randy Wahyu, yang menjadi penerjemah selama kegiatan untuk membantu komunikasi antara pohak SLC dengan warga kampung.</p>
<p>"Kegiatannya tadi membuat eco bag dari kain sisa, lalu keliling kampung melihat urban farming, pengelolaan sampah dengan maggot, dan menanam tanaman kampung. Dibanding kunjungan tahun 2023, sekarang sudah banyak perkembangan, inovasi terbarunya adalah budidaya lobster," ucap Desi.</p>
<p>Adapun Sylvia Kurniawati Ngonde, dosen UKWMS yang juga ikut mendampingi dalam kegiatan, mengatakan bahwa kunjungan SLC merupakan bagian dari kerja sama tahunan antar institusi.</p>
<p>"Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Fakultas Psikologi UKWMS dan SLC. Mahasiswa dan dosen SLC ikut hadir di kelas, dosen memberi kuliah, lalu ada diskusi riset dan kunjungan ke beberapa institusi termasuk komunitas seperti Kampoeng Oase Ondomohen," ucap Sylvia.</p>
<p><strong>Mental yang Sehat Berawal dari Lingkungan yang Sehat</strong></p>
<p>Bagi Thirawarin Bunyapipat, dosen SLC, pengalaman di KBA Kampoeng Oase Ondomohen bukan sekadar studi lapangan. Ia menyebut kunjungan tersebut membuka wawasan baru, khususnya tentang bagaimana komunitas bisa mandiri secara energi, pangan, dan lingkungan, sebuah hal yang jarang ditemui di tengah kota metropolitan seperti Bangkok.</p>
<p>"Pengalaman di sini sangatlah wow. Kami belajar hal-hal baru tentang ekonomi. Karena Anda tahu bahwa komunitas ini tidak begitu besar, tetapi mereka memiliki semua sistem," ucap Thirawarin.</p>
<p>Ia menyebut keberadaan sel surya, pengolahan bensin dari plastik, sistem air untuk budidaya ikan, dan urban farming sebagai bentuk kemandirian yang menginspirasi.</p>
<p>"Jika kita tinggal di komunitas yang baik, suasana yang baik, itu baik untuk hati, baik untuk pikiran, baik untuk mental," terangnya.</p>
<p>Mahasiswa-mahasiswanya pun tak kalah takjub. Chananya Sathansap, salah satu dari tiga mahasiswa yang ikut, sangat terkesan dengan teknologi daur ulang plastik di KBA Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p>Mahasiswa yang akrab disapa Palmy itu terkesan dengan adanya mesin crusher untuk merajang sampah plastik menjadi ukuran lebih kecil yang kemudian diproses diproses melalui mesin Phyrolis untuk menjadi bahan bakar alternatif seperti solar, minyak tanah dan bensin</p>
<p>"Pembahasan mesin crusher plastik sangat memorable. Plastik diubah jadi bensin. Itu sangat baru bagi saya," ucap Palmy.</p>
<p>Adapun Natnicha Nitikornsettawut atau yang akrab disapa Cicha, mahasiswi lain dari SLC, menyebut sistem air dan budidaya ikan di kampung ini sangat mengagumkan.</p>
<p>"Mereka juga punya lobster untuk memperbaiki sistem air. Itu keren bagi saya."</p>
<p>Sementara Sa San Htoo Lin menyoroti nilai kebersamaan dan kerja sama antarwarga.</p>
<p>"Saya kagum dengan teamwork. Kita melakukan banyak hal bersama, dan kita melakukannya dengan lebih baik," ucap mahasiswa yang punya panggilan Steven itu.</p>
<p>Ketiganya sepakat bahwa keberadaan kampung ditengah kota sangatlah menginspirasi, mengingat kondisi Bangkok yang merupakan Kota Metropolitan yang mereka gambarkan sangalh ramai dan tidak hijau.</p>
<p>"Di sini lebih segar. Di Bangkok banyak penyakit, banyak orang, sangat ramai. Jika kita bisa mengadaptasi sistem seperti ini, kita bisa mengembangkan kota kita. Kita juga akan rekomendasikan tempat ini terutama kepada teman-teman yang lain," ucap mereka.</p>
<p><strong>Inovasi Lokal dengan Skala Global</strong></p>
<p>Dari pihak kampung, Adi Candra, Local Champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, mengungkapkan rasa bangganya. Ia menyebut kunjungan tersebut adalah tahun kedua mereka dipercaya menjadi lokasi kunjungan internasional.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi bahwa ternyata di dunia internasional saja, kampung kami juga sudah mendapatkan kepercayaan, bahkan sampai tahun kedua," ucap Adi.</p>
<p>Ia menyebut para tamu asing tidak hanya melihat, tapi juga ikut menjahit eco-bag dari kain perca, sebagai simbol semangat mengurangi plastik.</p>
<p>"Kami selalu akan bergerak membuat terobosan baru, bagaimana kita mengintegrasikan pengelolaan urban farming, sampah, lingkungan, supaya bisa mencapai target SDGs," imbuhnya.</p>
<p>Ia merinci beberapa target Sustainable Development Goals (SDG's) yang dijalankan di kampung ini:</p>
<p>SDG's 2 (Zero Hunger): lewat pertanian lokal dan budidaya ikan</p>
<p>SDG's 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): lewat tata lingkungan kampung</p>
<p>SDG's 17 (Kemitraan): lewat kolaborasi dengan kampus dan lembaga luar negeri</p>
<p>Setelah budidaya lobster yang disorot oleh para tamu, Adi juga mengungkapkan bahwa KBA Kampoeng Oase Ondomohen selanjutnya akan meluncurkan budidaya kepiting dan memperkuat program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI).</p>
<p>"Kami punya produk minuman telang, sinom, kemaruk, wedang pokak, juga kue basah dan souvenir seperti tas eco-bag, dompet koin, dan biobriket dari ranting pohon. Ini bagian dari upaya zero waste kami," sebutnya.</p>
<p>Sebagai penutup, Adi menyampaikan pesannya kepada warga kampung untuk terus melakukan inovasi dan bergerak bersama, karena jika kampung guyub maka segala ide dalam berinovasi akan beragam dan tidak akan terhenti.</p>
<p>Kegiatan itu sendiri mendapat dukungan penuh dari HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group , PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur , Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia.</p>
<p>Jika psikologi mengajarkan bahwa lingkungan memengaruhi mental, maka KBA Kampoeng Oase Ondomohen adalah ruang belajar yang nyata. Di sinilah psikologi turun ke masyarakat dan belajar dari rumput, ikan, dan senyum warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Hubungan Indonesia–Australia lewat Sinema selama Satu Dekade, FSAI 2025 Kembali Hadir dengan Ragam Film Pilihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-hubungan-indonesia-australia-lewat-sinema-selama-satu-dekade-fsai-2025-kembali-hadir-dengan-ragam-film-pilihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-hubungan-indonesia-australia-lewat-sinema-selama-satu-dekade-fsai-2025-kembali-hadir-dengan-ragam-film-pilihan</guid>
<description><![CDATA[ Festival Sinema Australia Indonesia kembali hadir di tahun 2025 sebagai ruang pertemuan budaya dua negara melalui film dan diskusi lintas kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684eaa3b40723.webp" length="73494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 19:01:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>FSAI, Konjen Australia, Film, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Film telah lama menjadi sarana komunikasi lintas budaya. Tanpa harus memahami bahasa secara langsung, penonton dari berbagai negara bisa merasakan nilai, cerita, dan sudut pandang yang ditampilkan lewat layar. </p>
<p>Di berbagai belahan dunia, festival film pun kerap dimanfaatkan sebagai cara untuk membangun pemahaman atau bahkan kerja sama antarbangsa.</p>
<p>Itulah semangat yang diusung dalam Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI), yang tahun 2025 memasuki penyelenggaraan ke-10. Sejak pertama kali digelar, FSAI terus menjadi ruang bersama bagi warga Australia dan Indonesia untuk berbagi cerita, pengalaman, dan gagasan melalui medium film.</p>
<p>FSAI 2025 digelar sejak 16 Mei lalu di 10 kota di Indonesia. Meliputi Jakarta, Yogyakarta, Mataram, Padang, Bandung, Manado, Semarang, Denpasar, Surabaya, dan Makassar.</p>
<p>Di setiap kota, FSAI menghadirkan film-film pilihan dari Australia dan Indonesia serta sejumlah kegiatan interaktif yang melibatkan komunitas lokal dan alumni.</p>
<p><strong>Festival di Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian FSAI 2025, Konsulat-Jenderal Australia di Surabaya mengadakan pemutaran film di Ciputra World XXI Surabaya.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri oleh alumni pendidikan Australia (OzAlum), penggemar film, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.</p>
<p>Kota Pahlawan sendiri mendapat jatah 2 film yang cukup menarik. Yang pertama yaitu "A Must-See Movie Before You Die," sebuah film pendek karya Asmi Nurais, alumni Australia Awards Short Course.</p>
<p>Film tersebut sebelumnya telah mendapat penghargaan sebagai salah satu film pendek terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024.</p>
<p>Film kedua yaitu "The Dry", film asal Australia bergenre kriminal yang telah memenangkan AACTA Awards 2021 untuk kategori Sinematografi Terbaik dan Skenario Adaptasi Terbaik.</p>
<p><strong>Jadi Titik Temu Penggiat Sinema</strong></p>
<p>FSAI tidak hanya berfungsi sebagai festival film, tetapi juga menjadi ajang temu bagi komunitas dan OzAlum. Di Surabaya, acara pemutaran film menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring kerja sama antara individu dari kedua negara.</p>
<p>Sanchi Davis, Penjabat Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, menyampaikan bahwa FSAI bukan hanya soal film, tetapi juga tentang pertukaran gagasan dan membangun hubungan.</p>
<p>"Acara seperti FSAI berfungsi sebagai platform yang dinamis untuk pertukaran budaya dan bercerita, yang bisa mendekatkan warga Australia dan Indonesia melalui pengalaman dan perspektif bersama," ucap Davis.</p>
<p>Dia juga menyoroti peran alumni dalam memperkuat hubungan antar masyarakat kedua negara. Bagi Sanchi, pertemuan para alumni dan para penggiat sinema membuka peluang untuk saling berkolaborasi.</p>
<p>"Terutama para alumni, mereka punya peran penting dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat dan membentuk masa depan hubungan Australia–Indonesia," tambahnya.</p>
<p><strong>Kelas Master Film Bersama Pakar</strong></p>
<p>Sebagai informasi, FSAI di Surabaya juga dilengkapi dengan kelas master bersama Kerreen Ely-Harper, pakar film dari Curtin University Australia. </p>
<p>Dalam kelas yang ia isi, Harper membahas topik-topik seperti membangun kapasitas kreatif, meningkatkan ketahanan dalam industri film, serta strategi memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan tentang keragaman dan inklusi.</p>
<p>"Dengan kegiatan FSAI, saya harap penonton Indonesia bisa menonton film Australia dan mendapatkan pandangan baru tentang Australia agar kita bisa lebih mengerti dan memahami satu sama lain," ucal Harper.</p>
<p>Saat ditemui, Harper menjelaskan bahwa dalam kelas yang ia isi, dirinya mengajak para penggiat sinema, khususnya anak muda untuk mulai mengeksplorasi berbagai pendekatan dengan memanfaatkan sosial media.</p>
<p>Dengan tema pertukaran budaya melalui film, FSAI tahun 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu jembatan kerja sama sosial dan budaya antara Australia dan Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati World Ocean Days, Marine Buddies Surabaya Bersih&amp;Bersih Pantai Kenjeran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-world-ocean-days-marine-buddies-surabaya-bersih-bersih-pantai-kenjeran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-world-ocean-days-marine-buddies-surabaya-bersih-bersih-pantai-kenjeran</guid>
<description><![CDATA[ Menjaga laut bukan sekadar memungut sampah, tapi membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan manusia bergantung pada ekosistem biru yang kini kian terluka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684e248cc973b.webp" length="117982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 09:03:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>World Ocean Days, Beach Clean Up, Marine Buddies Surabaya, UNAIR, Universitas Airlangga, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Laut bukan sekadar hamparan biru di cakrawala. Ia adalah penyumbang oksigen terbesar di bumi, pengatur iklim global, serta rumah bagi jutaan spesies yang menopang keanekaragaman hayati dunia. Namun ironisnya, laut juga menjadi tempat pembuangan jutaan ton sampah setiap tahunnya.</p>
<p>Kesadaran tersebut yang mendorong komunitas dan berbagai elemen masyarakat untuk terus bergerak. Salah satunya lewat aksi bersih-bersih pantai bertajuk <em>Beach Clean Up</em> III yang digelar di kawasan pesisir Surabaya. Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan itu juga bagian dari peringatan sebuah hari penting bagi masa depan bumi, yakni <em>World Oceans Day</em>.</p>
<p><strong>World Oceans Day: Suara Laut untuk Dunia</strong></p>
<p>Gagasan memperingati Hari Laut Sedunia pertama kali muncul dalam Konferensi Bumi tahun 1992 di Rio de Janeiro. Namun, baru pada tahun 2008, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkannya secara resmi sebagai <em>World Oceans Day</em>, yang diperingati setiap 8 Juni.</p>
<p>Bulan Juni kerap menjadi momentum global untuk menyuarakan pentingnya menjaga laut sebagai penopang kehidupan manusia. Dengan tema yang terus diperbarui setiap tahunnya, namun fokus utamanya tetap untuk melindungi laut, mengedukasi masyarakat, dan membangun aksi kolektif lintas negara.</p>
<p><strong>580 Kilogram Sampah Terkumpul</strong></p>
<p>Semangat itu pula yang diusung oleh <em>Marine Buddies</em> Surabaya bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) saat melaksanakan <em>Beach Clean Up </em>III yang berlokasi di Pantai Kenjeran, Sukolilo, Surabaya.</p>
<p>Mengangkat tema “<em>Sustaining What Sustains Us!</em>”, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut mencakup edukasi lingkungan, diskusi terbuka, hingga aksi bersih pantai secara gotong royong.</p>
<p>Menurut Imelda Rismawati, Koordinator Lapangan II, yang terpenting bukan hanya jumlah sampah yang terkumpul, tetapi dampak yang ditinggalkan setelahnya.</p>
<p>"Kami ingin membangun dampak jangka panjang melalui perubahan perilaku dan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan," ucap Imelda, Ahad (15/6/2025).</p>
<p>Dia juga menjelaskan bahwa jenis sampah yang paling banyak ditemukan bukan hanya plastik, dari total 580 kilogram sampah yang dikumpulkan, ada juga sampah lain yang meliputi sampah kayu, kaca, dan limbah rumah tangga.</p>
<p><strong>Edukasi sebagai Langkah Awal</strong></p>
<p>Aksi simbolik saja tidak cukup. Edukasi dinilai menjadi langkah pertama yang krusial untuk membangun kesadaran dan keterlibatan publik. Hal itu disampaikan oleh Jonatan Aditya Sihombing, Koordinator Lapangan I.</p>
<p>"Dengan aksi nyata ini, kami berharap masyarakat tidak hanya ikut bersih-bersih, tetapi juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap ekosistem pesisir," jelas Jonatan.</p>
<p>Dia menambahkan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas, sehingga panitia menyediakan masker, sarung tangan, serta briefing teknis sebelum kegiatan dimulai.</p>
<p><strong>Kolaborasi, Kunci Gerakan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Keberhasilan kegiatan tersebut tak lepas dari kerja sama berbagai pihak. <em>Marine Buddies</em> tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Karang Taruna setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta mahasiswa ekonomi UNAIR sebagai mitra kolaborasi.</p>
<p>Gumilang Yusamsi, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNAIR, mengakui bahwa kolaborasi adalah elemen penting yang membuat acara berjalan efektif.</p>
<p>"Dengan kolaborasi ini, acara menjadi lebih terstruktur dan tertata. Harapannya ke depan kami bisa terus berinovasi dan menjangkau lebih banyak pihak," kata Gumilang.</p>
<p><em>Beach Clean Up </em>III tidak berhenti hanya satu hari saja, penyelenggara berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa, menyasar wilayah pesisir lainnya dan memperluas jaringan kampanye lewat media sosial dan dokumentasi kegiatan. Karena bagi mereka, menjaga laut adalah tanggung jawab semua orang. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PHRI Kota Batu Dukung Penyediaan Ruang Ekspresi Pelaku Seni di Tempat Wisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-dukung-penyediaan-ruang-ekspresi-pelaku-seni-di-tempat-wisata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-dukung-penyediaan-ruang-ekspresi-pelaku-seni-di-tempat-wisata</guid>
<description><![CDATA[ Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi pada Sabtu (14/6/2025) menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan elemen penting dalam memperkaya pengalaman wisatawan. Namun demikian, ia menekankan perlunya sistem kurasi agar pertunjukan yang ditampilkan benar-benar menarik dan berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684d5718a42e7.webp" length="52312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 18:57:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PHRI, Kesenian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP—</strong>Dukungan terhadap pelaku seni untuk tampil di destinasi wisata Kota Batu terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu serta pihak manajemen wisata legendaris, Taman Rekreasi Selecta.</p>
<p>Mereka menyatakan kesiapan membuka ruang pertunjukan seni sebagai bagian dari penguatan kebudayaan yang selaras dengan pengembangan sektor pariwisata daerah.</p>
<p>Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi menegaskan, seni dan budaya merupakan elemen penting dalam memperkaya pengalaman wisatawan.</p>
<p>Namun demikian, dia menekankan perlunya sistem kurasi agar pertunjukan yang ditampilkan benar-benar menarik dan berkualitas.</p>
<p>“PHRI dan Selecta mendukung penuh panggung bagi pelaku seni. Tapi harus ada kurasi. Apa yang ditampilkan harus menarik, interaktif, dan memiliki durasi yang jelas. Jangan asal tampil,” katanya.</p>
<p>Apabila konsep tersebut diterapkan di Selecta, panggung seni diusulkan dilakukan di dua sesi. Yakni pagi, hari pukul 10.00–11.00 WIB, dan sore hari, dari pukul 14.00–15.00 WIB, setiap akhir pekan. Waktu ini dinilai efektif menjangkau pengunjung yang sedang menikmati suasana taman bunga dan wahana.</p>
<p>Terkait sistem pembiayaan, Sujud menolak model ‘ngamen’ atau pelaku seni harus mencari uang dari pengunjung. Dia menegaskan, seharusnya pihak manajemen wisata yang menyiapkan kebutuhan teknis dan memberikan <em>fee</em> yang layak.</p>
<p>“Kami tidak ingin pelaku seni seperti mengamen. Idealnya, pihak pengelola wisata yang memberikan honor, menyiapkan tempat, dan fasilitas lainnya,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, Sujud menilai bahwa orisinalitas karya tidak harus menjadi syarat mutlak. Yang terpenting adalah karya tersebut bisa menghibur dan menarik perhatian wisatawan.</p>
<p>Meski belum ada komunikasi resmi dari Pemkot Batu terkait kebijakan ruang seni di tempat wisata, Sujud berharap ke depan pemerintah lebih terbuka dan melibatkan stakeholder wisata, termasuk PHRI, dalam menentukan skema dan pelaksanaan.</p>
<p>“Intinya, kami mendukung. Tapi kami juga ingin diberikan kewenangan untuk ikut menentukan siapa yang layak tampil dan berapa kisaran honor yang masuk akal untuk para seniman. Dukungan ini setidaknya menjadi sinyal positif bagi pelaku seni di Kota Batu. Jika disinergikan dengan baik oleh pemerintah, seni pertunjukan dapat menjadi bagian integral dari daya tarik wisata yang tak hanya menghibur, tetapi juga merawat dan memperkuat identitas budaya lokal Kota Batu,” pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Wisata Tulungrejo Raih Penghargaan Bergengsi di Asia Tenggara, Dorong Peningkatan PADes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-wisata-tulungrejo-raih-penghargaan-bergengsi-di-asia-tenggara-dorong-peningkatan-pades</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-wisata-tulungrejo-raih-penghargaan-bergengsi-di-asia-tenggara-dorong-peningkatan-pades</guid>
<description><![CDATA[ Desa Tulungrejo menjadi satu dari 23 destinasi se-Asia Tenggara yang diakui atas komitmennya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684968ef0ed66.webp" length="29958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2025 19:19:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Desa Tulung Rejo, Asia Tenggara, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Desa Wisata Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mencetak prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Responsible Tourism Awards (RT-Award) Southeast Asia 2025 kategori Nature Positive. Penghargaan ini akan diterima langsung oleh Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono pada 18 Juni 2025 lali di Filipina.</p>
<p>Kepada awak media, Suliyono membeberkan pada Rabu (11/6/2025) bahwa, RT-Award SEA 2025 diselenggarakan oleh International Centre for Responsible Tourism-Southeast Asia (ICRT-SEA) bekerja sama dengan Responsible Borneo (REBORN), di mana Desa Tulungrejo menjadi satu dari 23 destinasi se-Asia Tenggara, yang diakui atas komitmennya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.</p>
<p>"Jadi penghargaan ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Tahun 2024 lalu, PADes kami mencapai Rp 900 juta. Dengan pengakuan internasional ini, kami optimis tahun ini bisa melampaui capaian tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengembangan destinasi seperti Wisata Dusun Kuliner (WDK), Petik Apel, Jep Adventure, hingga potensi kerja sama dengan Coban Talun.</p>
<p>“Semua wisata di desa ini bergerak dengan prinsip keberlanjutan dan kolaborasi. Masyarakat, UMKM, dan pelaku wisata terlibat aktif, sehingga hasilnya pun dirasakan bersama,” jelas Suliyono.</p>
<p>Suliyono juga menyoroti pentingnya peran pendampingan dari akademisi dan mitra pariwisata yang selama ini terlibat dalam pengembangan desa. Ditambah dengan kolaborasi bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Center for Responsible Borneo sangat membantu dalam menyusun strategi pembangunan desa wisata yang berorientasi pada keberlanjutan.</p>
<p>Nantinya, pemerintah desa akan terus memperkuat sinergi antar pelaku wisata dan mendorong peningkatan kualitas layanan serta promosi destinasi. </p>
<p>"Langkah ini diyakini dapat memperluas jangkauan wisatawan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemeriahan Festival Balon Udara di Tulungagung: 43 Balon Mengudara Ditonton oleh Ribuan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemeriahan-festival-balon-udara-di-tulungagung-43-balon-mengudara-ditonton-oleh-ribuan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemeriahan-festival-balon-udara-di-tulungagung-43-balon-mengudara-ditonton-oleh-ribuan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Bertajuk Bhayangkara Tulungagung Ballon Festival 2025, festival ini diikuti  43 balon udara yang diterbangkan oleh 39 tim peserta dari berbagai daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684568fdb8752.webp" length="30252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 20:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Festival balon udara tulungagung, Festival balon udara, balon udara, tulungagung, Bhayangkara Tulungagung Ballon Festival 2025</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TULUNGAGUNG, SJP</strong> - Untuk pertama kalinya, di Kabupaten Tulungagung digelar festival balon udara. Bertajuk Bhayangkara Tulungagung Ballon Festival 2025, acara yang berlangsung di Lapangan Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, pada Minggu (8/6/2025) pagi ini berlangsung meriah. Ribuan warga yang memadati lokasi, tampak antusias menyaksikan puluhan balon udara raksasa indah yang menghiasi langit.</p>
<p>Festival balon udara tanpa awak ini diinisiasi oleh Polres Tulungagung sebagai bentuk wadah bagi para pecinta balon udara untuk menyalurkan hobinya secara aman dan tertib.</p>
<p>Total terdapat lebih dari 43 balon udara yang diterbangkan oleh 39 tim peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 18 tim berasal dari wilayah Tulungagung dan 1 dari Trenggalek, sementara 20 tim lainnya merupakan peserta dari Wonosobo, yang dikenal sebagai daerah dengan tradisi balon udara yang kuat.</p>
<p>"Penonton prediksi kita antara seribu sampai 2 ribu orang, ternyata ini lebih dari 5 ribu, mungkin 10 ribu," tutur Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi.</p>
<p>AKBP Muhammad Taat mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar dapat menerbangkan balon secara bertanggung jawab tanpa membahayakan keselamatan penerbangan, menyebabkan kerusakan jaringan listrik, kebakaran, dan lain sebagainya.</p>
<p>"Masyarakat yang hobi bikin balon silahkan, bikin balon sebagus-bagusnya tapi diikat. Sehingga balon udara tidak lagi mengganggu tapi justru memberi manfaat bagi masyarakat," ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.</p>
<p>Menurut Kapolres, antusias masyarakat Tulungagung dan sekitarnya sangat tinggi dengan festival balon udara ini. </p>
<p>Sementara itu jumlah pelaku UMKM yang turut ambil bagian dalam acara ini, dari yang semula terdaftar sebanyak 30 UMKM berkembang menjadi 250.</p>
<p>Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa festival balon udara ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM yang turut ambil bagian dalam festival.</p>
<p>"Ini adalah bukti nyata bahwa semua stakeholder di Tulungagung bersatu, saling bahu-membahu untuk mewujudkan ketentraman, guyub rukun, agar masyarakat senang dengan adanya kegistan ini," ungkap Gatut Sunu.</p>
<p>Di sisi lain, salah satu peserta asal Wonosobo, Muhamad Ismail, mengaku senang bisa ikut serta dalam acara ini. Ia merasa terkesan dengan antusiasme masyarakat Tulungagung, meski cuaca sempat kurang mendukung dan hujan mengguyur lokasi, yang menyebabkan beberapa balon gagal mengudara.</p>
<p>"Mudah-mudahan di tahun depan bisa mengundang dari Wonosobo lagi, semoga cuacanya cerah tidak seperti hari ini," harap Ismail.</p>
<p>Meski gelaran perdana, festival ini tetap berlangsung meriah. Warga tampak antusias berbondong-bondong datang sejak pagi untuk menyaksikan balon udara, berswafoto, dan mencicipi aneka kuliner lokal dari stan UMKM yang tersedia di sekitar area festival.</p>
<p>Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berencana menggelar festival serupa dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung pada akhir tahun 2025 mendatang. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat budaya lokal dan mendorong sektor pariwisata. (Beny/**)</p>
<p><strong>Editor :</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Abdoel Semute, Arsitek Kultural di Balik Wajah Baru Eks Lokalisasi Bangunrejo Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-abdoel-semute-arsitek-kultural-di-balik-wajah-baru-eks-lokalisasi-bangunrejo-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-abdoel-semute-arsitek-kultural-di-balik-wajah-baru-eks-lokalisasi-bangunrejo-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Dari teater, komik independen, hingga kini sanggar tari. Tiga dekade perjalanan aktivis seni Abdoel Semute menjadi motor transformasi kultural di eks lokalisasi Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684510dbd7c0b.webp" length="22332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 18:51:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lokalisasi, Eks Lokalisasi, Dolly, Bangunrejo, Kang Semut, Oret 101 Komik, Masyarakat Komik Indonesia, MKI, Surabaya, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP— </strong><span>Di gang-gang Dupak Bangunrejo, Surabaya tak lagi muram. Stigma sebagai "kampung lokalisasi" perlahan terkikis. Digantikan oleh citra baru sebagai kampung seni budaya.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Bukanlah proses yang instan, di balik transformasi besar itu, ada upaya yang konsisten dari seorang motor penggerak. Sosok yang telah mendedikasikan tiga dekade hidupnya untuk aktivisme seni berbasis komunitas. Dialah Abdoel Semute, atau yang lebih akrab disapa Kang Semut. Pria inilah arsitek kultural di balik wajah baru Bangunrejo. Siapakah dia sebenarnya?</span></p>
<p><strong>Perjalanan Panjang Seorang Aktivis Seni</strong></p>
<p>Lahir di Bojonegoro pada 14 Agustus 1975, perjalanan hidup membawa Kang Semut merantau hingga akhirnya menetap di Surabaya. Meskipun mengenyam pendidikan formal di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), jiwanya terpaut pada dunia seni dan pergerakan.</p>
<p>Jauh sebelum Sanggar Omah Ndhuwur berdiri, Kang Semut adalah seorang organisator komunitas yang ulung. Rekam jejaknya terbentang selama 30 tahun melintasi berbagai medium seni.</p>
<p>"Aku sebenarnya sejak awal itu aku sudah bergerak di bidang seperti ini, melalui pemberdayaan anak-anak, lewat jalur kesenian dan kebudayaan," ucap Kang Semut, Minggu (1/6/2025).</p>
<p>Perjalanannya dimulai pada 1994 di dunia teater, bahkan sempat menjuarai Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Memasuki tahun 2000, ia beralih ke komik, mendirikan kelompok independen ORET 101 KOMIK dan menginisiasi Masyarakat Komik Indonesia (MKI) untuk melawan serbuan komik luar negeri. </p>
<p>Tak berhenti di situ, ia membentuk kolektif radikal "Milisi Fotokopi" yang menjadikan mesin fotokopi sebagai alat produksi seni. Mural jalanan hingga komunitas seni tradisi seperti PENDAKI yang fokus pada Ludruk dan Remo, semua pernah ia lakoni.</p>
<p>Omah Ndhuwur bukanlah proyek pertamanya. Ia adalah kulminasi dari tiga dekade pengalaman, keringat, dan keyakinan pada kekuatan seni.</p>
<p><strong>Filosofi Gerakan</strong><strong></strong></p>
<p>Di balik semangatnya yang menyala-nyala, tersembunyi sebuah filosofi mendalam yang menjadi kompas gerakannya. Hal tersebut lahir dari sebuah perbincangan dengan seorang temannya, Mbak Romodani, tentang tujuan hidup.</p>
<p>"Bahwa orang itu tidak pernah tahu kapan kita akan menghadap Tuhan," jelas Kang Semut.</p>
<p>"Sementara kalau kita mau bergerak atas nama kemanusiaan terhadap masyarakat kita, kemudian kita tidak punya target, mungkin apa yang kita anggap kebenaran bisa-bisa tidak sampai ke masyarakat karena sudah mati. Makanya kita harus melakukan satu gerakan yang taktis dan strategis," imbuhnya.</p>
<p>Konsep "pertanggungjawaban hidup" ini mendorongnya untuk memilih target yang paling strategis, yakni anak-anak. Baginya, anak-anak adalah generasi pewaris yang akan menentukan masa depan. Inilah yang menjadi landasan ideologis saat ia dan kawan-kawannya mendirikan cikal bakal gerakan mereka.</p>
<p><strong>Evolusi di Garis Depan</strong></p>
<p>Gerakan Kang Semut dimulai secara terpusat di Padepokan Seni Budaya Kampung Ilmu di Jalan Semarang, Surabaya. Dari sana, model pemberdayaan ini dicoba untuk disebarkan ke berbagai kampung. Namun, tantangan, terutama pandemi COVID-19, menggugurkan banyak cabang.</p>
<p>Hanya satu yang terbukti paling tangguh, yakni cabang di Bangunrejo. Karena ketahanannya, pusat kegiatan para pendiri awal padepokan itu kini justru banyak bergeser ke Sanggar Seni Omah Ndhuwur, menjadikannya pewaris spiritual dari sebuah gerakan yang lebih besar.</p>
<p>Sanggar tersebut sendiri berada di rumah pribadinya, yang ia renovasi seadanya bersama teman-temannya untuk menambah satu lantai. Sebuah bukti nyata dari komitmennya untuk mendedikasikan ruang personalnya bagi kepentingan komunal.</p>
<p><strong>Prinsip Kerja: Konsistensi Budaya</strong></p>
<p>Dalam menjalankan gerakannya, Kang Semut memegang teguh sebuah prinsip, yakni konsistensi. Menurutnya, melestarikan tradisi bukanlah tentang menciptakan inovasi yang mengubah esensi. Ia percaya pada kekuatan menjaga keaslian.</p>
<p>"Mempertahankan komunitas seni berbasis tradisional itu sangat berat. Karena kalau tari remo mau diganti dengan gerakan modern seperti tari koprol gitu ga mungkin, kita ingin menjaga lewat konsistensi," ujarnya.</p>
<p>Meski memiliki prinsip yang kuat, Kang Semut juga tidak terhindar dari berbagai tantangan, salah satunya adalah soal birokrasi yang masih membingungkan bagi dirinya.</p>
<p>"Sampai hari ini itu kan aku, aku gak pernah, belum pernah, gak bisa bekerja sama dengan institusi pemerintah. Aku gak pinter belajar birokrasi," akunya.</p>
<p>Kini, visinya tetap sama, yakni membekali anak-anak muda di Bangunrejo agar mampu bangkit dan mandiri, menggunakan seni sebagai pintu untuk membuka potensi diri. Ia tidak menutup diri, justru sebaliknya. Ia mengajak siapa pun untuk berkolaborasi membangun masa depan yang lebih baik dari sebuah kampung yang pernah dicap kelam.</p>
<p>"Aku akan membuka peluang, terbuka kepada siapapun yang ingin niat bareng-bareng ayo membangun, terus jaga dan lestarikan warisan leluhur ini, karena disitu mengajarkan banyak hal yang baik," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejarah Tersembunyi Prostitusi di Bangunrejo yang Disulap Menjadi Kampung Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejarah-tersembunyi-prostitusi-di-bangunrejo-yang-disulap-menjadi-kampung-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejarah-tersembunyi-prostitusi-di-bangunrejo-yang-disulap-menjadi-kampung-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Jauh sebelum nama Dolly melegenda, denyut pertama lokalisasi terbesar Surabaya berdetak dari Bangunrejo, tumbuh dari kebutuhan para pelaut yang bersandar di dekat Pelabuhan Perak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684510e05cb6b.webp" length="54006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 17:59:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lokalisasi, Eks Lokalisasi, Dolly, Bangunrejo, Surabaya, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" id="docs-internal-guid-84b51e24-7fff-1521-36d7-14e1af84315c"><strong>SURABAYA, SJP</strong>—Gemerlap lampu neon yang menyiram gang-gang sempit, dentuman musik dangdut yang memekakkan telinga dari wisma-wisma berlantai, dan barisan "akuarium" kaca yang memajang manusia. Itulah gambaran yang lekat di benak banyak orang tentang lokalisasi Dolly sebelum palu penutupan diketuk pada 2014.</p>
<p dir="ltr"><span>Selama puluhan tahun, bahkan hingga detik ini, nama Dolly masih menjadi sinonim dari distrik lampu merah terbesar se-Asia Tenggara itu.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Namun, di antara hingar bingar sejarah yang telah melegenda itu, terselip sebuah pertanyaan, apakah denyut nadi lokalisasi itu benar-benar lahir dan berpusat di Gang Dolly? Ataukah ada cerita lain yang lebih tua dan belum banyak diketahui orang?</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Geliat Prostitusi yang Dipicu oleh Lalu Lalang Pelabuhan</strong></p>
<p dir="ltr"><span>Selama ini, publik mengenal dua versi asal-usul lokalisasi, yakni legenda Tante Dolly van der Mart, seorang madam Belanda yang mendirikan wisma elite, dan teori lain yang menyebut kawasan itu dulunya adalah kompleks pemakaman Tionghoa. Namun, Kang Semut menceritakan perspektif yang lebih mendasar dan logis.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Menurut Abdullah Soemute, pendiri Sanggar Omah Ndhuwur Surabaya, denyut pertama aktivitas prostitusi di wilayah tersebut lahir karena faktor geografis yang tak terbantahkan, yakni kedekatan area eks lokalisasi dengan Pelabuhan Tanjung Perak.</span></p>
<p dir="ltr"><span>"Kenapa kok di sini jadi tempat lokalisasi? Karena bersebelahan dengan pelabuhan. Kan biasanya, dari zaman sebelum kemerdekaan, para pelaut yang bersandar di Surabaya mencari 'kesenangan' atau 'hiburan' di daerah sini. Karena itulah (wilayah) ini aktif menjadi tempat hiburan dan lokalisasi," jelas Kang Semut. </span></p>
<p dir="ltr"><span>Teorinya menyebutkan bahwa wilayah seperti Kremil dan Bangunrejo menjadi titik pertama yang tumbuh secara organik untuk melayani kebutuhan para pelaut. Jauh sebelum nama Dolly menggema, kampung-kampung inilah yang menjadi cikal bakal ekosistem raksasa itu. </span></p>
<p dir="ltr"><span>Seiring waktu, kawasan itu meluas, menyambung hingga ke Jarak, Bangun Sari, dan puncaknya adalah Dolly yang menjadi paling masif dan terkenal.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Pernah Dihuni 4000 PSK</strong></p>
<p dir="ltr"><span>Ihwal Lokalisasi Bangunrejo ini sempat dikupas oleh dalam buku : “Dolly Membedah Dunia Pelacuran, Kasus Kompleks Pelacuran Dolly” yang ditulis oleh Tjahyo Purnomo dan Ashadi Siregar.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Menurut Tjahyo, lokalisasi ini tidak luas. Berada di 5 gang saja. Pada tahun 1980-an, terdapat 350 rumah bordil atau wisma dengan sekitar 4 ribu pekerja seks komersial (PSK).</span></p>
<p dir="ltr"><span>Uniknya, wisma-wisma ini berbaur dengan rumah warga setempat. Untuk membedakannya dengan rumah bordil, warga memasang papan bertulis ‘Rumah Tangga’ di depan rumahnya.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Titik Balik 18 Juni 2014</strong></p>
<p dir="ltr"><span>Waktu berjalan, dan ekosistem itu tumbuh menjadi raksasa ekonomi dengan perputaran uang miliaran rupiah per bulan. Hingga akhirnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengambil langkah berani. Pada 18 Juni 2014, deklarasi penutupan resmi dibacakan, mengakhiri sebuah era.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Bagi banyak orang, itu adalah akhir cerita. Namun bagi warga di dalamnya, itu adalah awal dari babak baru yang penuh tantangan.</span></p>
<p dir="ltr"><span>"Ketika lokalisasi ditutup, itu kan menimbulkan dampak yang sangat luar biasa. Sedangkan program pemerintah itu biasanya sangat insidentil, tidak punya program panjang dan berkelanjutan. Untuk menangani dampak sosial itu, khususnya terhadap anak-anak, saya membuat sanggar ini," ucap Kang Semut.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Dihantui oleh Stigma</strong></p>
<p dir="ltr"><span>Masalah terbesar pasca-penutupan bukanlah sekadar hilangnya mata pencaharian, melainkan stigma yang membekas seperti luka bakar. Kang Semut menceritakan bagaimana anak-anak di kampungnya menjadi korban diskriminasi.</span></p>
<p dir="ltr"><span>"Jadi diskriminasi ini kerap diterima oleh anak-anak ketika di lingkungan luar. Dipandang murahan dan gampangan, bahkan dicap sebagai anak nakal, copet, maling, itu sering diterima oleh anak-anak yang tinggal di sini," tutur Kang Semut dengan nada prihatin.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Stigma itu begitu nyata hingga berdampak pada masa depan mereka, salah satunya kekhawatiran saat mengurus SKCK untuk mencari pekerjaan. Dari keprihatinan inilah, Sanggar Seni Omah Ndhuwur lahir. </span></p>
<p dir="ltr"><span>Misinya bukan sekadar mengajari tari, tetapi mencabut akar stigma dan menanam identitas baru.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Seni dan budaya dipilih sebagai senjatanya dengan alasan sederhana, yakni karena seni adalah bahasa universal yang mampu merangkul semua suku dan golongan di kampungnya yang majemuk.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Wajah Baru Bangunrejo: Dari Akuarium Kaca ke Panggung Budaya</strong></p>
<p dir="ltr"><span>Kini, satu dekade lebih setelah penutupan, wajah Bangunrejo dan sekitarnya telah berubah. Di Sanggar Seni Omah Ndhuwur, anak-anak tidak hanya belajar Tari Remo sebagai identitas Surabaya, tetapi juga tari Madura dan Banyuwangi. Ada "Kelas Kecil" untuk belajar menggambar dan menulis, hingga kelas "Sinau Aksara Jawa" untuk melestarikan warisan leluhur.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Perjuangan itu bukannya tanpa halangan. Kang Semut mengakui adanya "perebutan ruang" pengaruh di awal-awal masa transisi, termasuk gesekan dengan kelompok lain yang curiga dengan gerakannya yang berbasis tradisi. </span></p>
<p dir="ltr"><span>Namun, waktu membuktikan niatnya. Puncaknya ada dalam Mbangunredjo Art Fest, sebuah festival budaya tahunan yang digelar setiap 28 Oktober. Tanggal Sumpah Pemuda itu dipilih secara sadar untuk menyuarakan semangat persatuan dalam keberagaman. </span></p>
<p dir="ltr"><span>Panggung yang dulu tak terbayangkan kini berdiri tegak, menjadi tempat anak-anak membuktikan bahwa mereka bukan lagi pewaris stigma, melainkan penjaga budaya.</span></p>
<p dir="ltr"><span>"Kami ingin merubah stigma jelek itu menjadi kampung seni budaya. Dengan seni dan budaya, hati menjadi lebih halus dan kita bisa membangun kesadaran bersama-sama," pungkas Kang Semut sambil memandangi anak-anak didiknya yang terus menari dengan semangat.</span></p>
<p dir="ltr"><span>Kisah dari Bangunrejo mengajarkan bahwa transformasi sebuah kawasan tak cukup dengan membongkar bangunan fisik. Ia membutuhkan pembangunan jiwa, perjuangan melawan stigma, dan kerja keras tanpa henti untuk menumbuhkan harapan baru dari puing-puing masa lalu. (*)</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Editor: Danu S</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Bangunrejo Surabaya: Dari Lokalisasi ke Lokomotif Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-bangunrejo-surabaya-dari-lokalisasi-ke-lokomotif-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-bangunrejo-surabaya-dari-lokalisasi-ke-lokomotif-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Pegiat seni di Omah Ndhuwur membangun kampung seni dan budaya di Bangunrejo, Surabaya. Mengikis deskripsi masa lalu yang kelam, ketika Bangunrejo menjadi salah satu kawasan prostitusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684510d7902f6.webp" length="24004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 17:06:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sanggar Seni Omah Ndhuwur, Lokalisasi, Eks Lokalisasi, Dolly, Bangunrejo, Tari Remo, Tari Remong, Surabaya, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Suara hentakan kaki terdengar menggema dari lantai dua sebuah rumah sederhana di Jalan Dupak Bangunrejo, Surabaya, Ahad (1/6/2025) sore itu. Di antara gerak gemulai penuh semangat, puluhan anak perempuan berderet mengikuti aba-aba seorang pria berambut panjang yang diikat ke belakang. Dengan telaten, pria bernama Abdullah Soemute menuntun anak-anak menari, dengan gerakan penuh ritme dan selendang merah yang menari-nari di lengan mereka. </p>
<p>Aktivitas kesenian ini kontras dengan deskripsi masa lalu yang kelam, ketika Bangunrejo menjadi salah satu kawasan prostitusi. Alih-alih musik dangdut serta wanita berpakaian minim, pemandangan yang tersaji justru aktivitas budaya: puluhan anak-anak yang berlatih tari Remo.</p>
<p>Di sinilah Sanggar Seni Omah Ndhuwur berada, sebuah oase budaya yang lahir dari rahim masa lalu yang kelam. Bukan sekadar tari, ragam kegiatan kebudayaan dihelat di sini, mulai dari menggambar, menulis, bercerita dan belajar aksara Jawa.</p>
<p>Di Omah Ndhuwur, seni bukan sekadar hobi, melainkan senjata untuk melawan stigma. "Tujuan pendiriannya adalah berusaha untuk mencabut dan menetralisir image dan stigma masyarakat terhadap orang-orang di sekitar kampung eks lokalisasi, khususnya citra terhadap anak-anak," ucap Kang Semut, Ahad (1/6/2025).</p>
<p>"Dipandang murahan dan gampangan bahkan dicap sebagai anak nakal, copet, maling itu sering diterima oleh anak-anak yang tinggal di sini," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_6842daa42cf14.webp" alt=""></p>
<p dir="ltr" id="docs-internal-guid-4bffaa6d-7fff-1266-50b3-c85659a9a2b9">Begitulah. Bagi seorang anak yang tumbuh di kawasan eks lokalisasi, penutupan distrik lampu merah pada 2014 bukanlah akhir dari segalanya. Ketika bangunan wisma jadi puing-puing, ada satu hal yang tak kasat mata yang sulit dihancurkan, yakni stigma.</p>
<p dir="ltr">Di sekolah atau bahkan di jalanan, bisikan itu kerap terdengar. Label "anak Dolly" atau "anak dari kampung nakal" menempel erat, seolah menjadi dosa warisan. Mereka dikucilkan, dipandang rendah, dan dipaksa menanggung beban dari masa lalu yang bukan milik mereka.</p>
<p dir="ltr">Namun upaya penghapusan stigma itu terus digerakkan, namun apa obat penyembuh untuk luka psikologis sedalam itu?</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_6842dba80876f.webp" alt=""></p>
<p dir="ltr" id="docs-internal-guid-65155867-7fff-eeed-2ff8-09e86706e967"><strong>Dari Paseduluran ke Sanggar, Perjuangan Menegakkan Omah Ndhuwur</strong></p>
<p dir="ltr">Kang Semut melihat langsung bagaimana anak-anak di lingkungannya menjadi korban diskriminasi. Baginya, penutupan lokalisasi harus diikuti dengan "penutupan" stigma. Hatinya tergerak untuk melakukan sesuatu. </p>
<p dir="ltr">Dia memulai sebuah gerakan untuk memberikan anak-anak sebuah identitas baru yang bisa mereka banggakan tanpa harus takut dikucilkan di lingkungan luar. Maka, Kang Semut menginisiasi gerakan kebudayaan untuk mengikis stigma.</p>
<p dir="ltr">Jauh sebelum nama Omah Ndhuwur dikenal, akarnya sudah tertanam sejak 2014 tepat setelah lokalisasi ditutup oleh Wali Kota Tri Risma Harini. Awalnya, gerakan itu lahir dalam wujud sebuah komunitas yang lebih luas.</p>
<p dir="ltr">"Dulu bentuknya itu komunitas bernama Paseduluran Djati Djoyodiningrat dan lokasinya tidak di sini. Itu fokus pada gerakan penyadaran berbasis seni budaya, pelestarian tradisi leluhur seperti ruwatan, selamatan, tirakatan, dan lain-lain," ungkap Kang Semut.</p>
<p dir="ltr">Titik baliknya terjadi pasca-pandemi COVID-19. Gerakan tersebut kemudian menemukan lokasi baru, yakni di bagian rumah Kang Semut sendiri, bertempat di Jalan Dupak Bangunrejo. </p>
<p dir="ltr">Di situlah terjadi sebuah transformasi penting, dengan menyusun kegiatan yang berfokus pada anak-anak dan remaja, program tersebut dilembagakan secara khusus di bawah nama baru: yakni Sanggar Seni Omah Ndhuwur.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Paseduluran Djati Djoyodiningrat tidak menghilang. Ia berevolusi dan memantapkan statusnya menjadi sebuah yayasan kebudayaan yang kini menaungi Omah Ndhuwur dan komunitas-komunitas budaya serupa lainnya di Surabaya.</p>
<p dir="ltr">Nama "Omah Ndhuwur" sendiri memiliki filosofi mendalam. Secara harfiah berarti "Rumah Atas" karena letaknya di lantai dua. Namun secara batin, ia menyimpan sebuah cita-cita.</p>
<p dir="ltr">"Meskipun kami bertempat tinggal di kampung pinggiran, akan tetapi kami mempunyai cita-cita yang tinggi dan mulia kepada anak-anak," jelas Kang Semut.</p>
<p dir="ltr">Meski langkahnya sudah sejauh itu, perjuangan Kang Semut penuh tantangan. Pada awal mula pembentukan Sanggar Seni Omah Ndhuwur mendapatkan penolakan. "Masalahnya, ketika wilayah eks lokalisasi ini ditutup, ini kan diakui dan menjadi perebutan ruang, ruang pengakuan banyak orang karena ada banyak kepentingan di sana. Salah satunya adalah kelompok-kelompok agama tertentu," jelas Kang Semut.</p>
<p dir="ltr">Ia memaparkan bahwa saat pihaknya menawarkan pemberdayaan masyarakat dengan kesadaran membangun dirinya dan lingkungannya atas nama seni dan budaya, banyak warga mencurigainya.</p>
<p dir="ltr">"Jadi dulu itu sering ada pergesekan, terlebih saat kita ingin mengusung tradisi leluhur Nusantara yang erat hubungannya dengan sesajenan, tumpengan, arak-arakan hingga ruwatan kampung," sebutnya.</p>
<p dir="ltr">Karena itulah, Kang Semut sangat terbuka terhadap pihak dari luar seperti mahasiswa hingga media. Ia berharap bahwa jika banyak yang berkunjung dan menyiarkan apa yang sebenarnya ia perjuangkan, maka masyarakat perlahan akan memahami dan menerima.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_6842db923c9f1.webp" alt=""></p>
<p dir="ltr" id="docs-internal-guid-8a5e0fbb-7fff-6b98-0387-a6ff8d6c9798"><strong>Ragam Kelas Kebudayaan, Tari Remo sebagai Identitas</strong></p>
<p dir="ltr">Kang Semut merancang program dirancang untuk membangun kembali harga diri dan kebanggaan. Dia menanamkan wawasan kebudayaan sebagai pondasi yang mendasar pada anak-anak. Dulunya, gerakan berfokus pada orang-orang dewasa dalam mengajarkan tradisi-tradisi leluhur. Mulai dari selamatan, bancaan, tumpengan, sajenan dan lain sebagainya.</p>
<p dir="ltr">Lantas, tari Remo disematkan sebagai Identitas: Anak-anak diajarkan Tari Remo atau Remong versi Munali Fatah, sebuah tarian ikonik Surabaya. Tujuannya jelas, saat orang bertanya mereka dari mana, mereka tidak lagi menunduk, melainkan bisa dengan bangga menjawab, "Kami penari Remo dari Surabaya."</p>
<p dir="ltr">"Remo itu macamnya banyak, dan kenapa pilih versi Cak Munali Fatah, karena Cak Munali Fatah itu satu tokoh kesenian versi remong yang nyata, beliau benar-benar ada. Sementara remong lainnya banyak yang asalnya tidak jelas," jelas Kang Semut.</p>
<p dir="ltr">Selain Tari Remo, Sanggar Seni Omah Ndhuwur juga mengajarkan dua jenis tari lain, yakni Tari Madura dan Tari Banyuwangi. Dua tari itu dipilih karena masyarakat di Bangunrejo juga banyak yang berasal dari dua daerah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Selain tari, Omah Ndhuwur juga membuka kelas kecil sebagai ruang aman. Untuk anak-anak usia dini, kelas ini berisi kegiatan menggambar, menulis, dan bercerita. Ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk berekspresi tanpa takut dihakimi.</p>
<p dir="ltr">Lalu, ada kelas Aksara Jawa sebagai pelestarian. Dengan menghidupkan kembali budaya adiluhung, sanggar ini seolah berkata bahwa identitas mereka jauh lebih tua dan mulia daripada sejarah lokalisasi yang hanya seumur jagung.</p>
<p dir="ltr">Dalam menempa anak-anak berbudaya, Kang Semut tak sendiri. Sebagian anggotanya ikut membantunya melatih. Mereka menjelma menjadi pilar-pilar sanggar. Hening Elazuardi, mahasiswa jurusan tari di UNESA menjadikan aktivitas melatih anak-anak itu sebagai yang menyenangkan. “Kita melatih tari, tapi kita bukan sebagai pelatih, melainkan selayaknya teman. Jadi kita disini tidak ada-adanya senior atau junior gitu. Kita sama rata, kita belajar bareng-bareng," tutur Hening.</p>
<p> </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x_6842daaf0df2d.webp" alt=""></p>
<p dir="ltr" id="docs-internal-guid-50c06f34-7fff-decd-4f4e-04a7bf727ccd"><strong>‘Bangunrejo Art Fest’, Sebuah Penegasan Transformasi </strong></p>
<p dir="ltr">Budaya egaliter berbasis pertemanan inilah yang menjadi pereekat di antara pegiat seni di Omah Ndhuwur. Adapun Jennifer Bella Mahardika (17), siswa SMAN 8 Surabaya yang merasa Omah Ndhuwur adalah rumah kedua. Kini, harapan ia dan temannya tidak lagi sebatas menghapus stigma, tetapi sudah terbang lebih tinggi. </p>
<p dir="ltr">Sementara Amanda Regina Zalianti (18) yang baru saja lulus dari SMK Pawiyatan memiliki harapan dan ingin Sanggar Seni Omah Ndhuwur lebih dikenal, lebih besar, dan bahkan mampu bersaing.</p>
<p dir="ltr">"Kalau harapan saya sih usaha sanggar ini bisa tampil ke dunia lomba. Biar dapat penghargaannya lebih bagus dan lebih dikenal juga," ucap Safira Dwi Ariani (17) siswa SMKN 8 Surabaya yang juga sepantaran dengan Bella.</p>
<p dir="ltr">Hal yang istimewa, Omah Ndhuwur bersama warga Bangunrejo memiliki festival budaya tahunan ‘Bangunrejo Art Fest’, yang digelar setiap 28 Oktober. "Selain sebagai tanggung jawab, tanggal Sumpah Pemuda juga dipilih secara sadar untuk menyuarakan semangat persatuan dalam keberagaman," ungkap Kang Semut.</p>
<p dir="ltr">Even ini mempertegas upaya Bangunrejo untuk bangkit dan bertransformasi. Kini, mereka telah mengikis masa lalu yang kelam dan hadir dalam citra diri sebagai kampung seni yang menjadi lokomotif kebudayaan di Surabaya.</p>
<p dir="ltr">Kisah Sanggar Seni Omah Ndhuwur adalah bukti nyata bahwa transformasi paling kuat datang dari dalam. Di lantai dua sebuah rumah sederhana di Bangunrejo, anak-anak ini tidak hanya belajar menari, mereka sedang menari di atas stigma, menghentakkan kaki untuk mengukir masa depan yang mereka pilih sendiri. (*)</p>
<p dir="ltr"><strong>Editor : Danu S</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dewi Sandra Batal Naik Haji : Jadi Pelajaran Termahal dalam Hidup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dewi-sandra-batal-naik-haji-jadi-pelajaran-termahal-dalam-hidup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dewi-sandra-batal-naik-haji-jadi-pelajaran-termahal-dalam-hidup</guid>
<description><![CDATA[ Dewi Sandra merupakan salah seorang dari ribuan calon jemaah haji yang menggunakan jalur furada, yakni jalur haji undangan pemerintah Arab Saudi di luar kuota resmi pemerintah Indonesia yang dipastikan gagal berangkat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202506/image_870x580_684399871c306.webp" length="9222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 09:02:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>entertianmen, film, artis, sinetron, aktor, glamour, selebriti, hiburan, model, teknologi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM – </strong>Ribuan calon jemaah haji di Indonesia  yang berangkat melalui jalur furada, atau jalur undangan dari pemerintah Arab Saudi, dipastikan tidak berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima. </p>
<p>Salah satunya adalah Dewi Sandra. Selebitas ini sempat membagikan kisah menyentuh setelah gagal berangkat menunaikan ibadah haji pada 2025. </p>
<p>Dewi Sandra menyebut, visa haji furada tidak terbit, sehingga batal berangkat ke Tanah Suci.</p>
<p>“Ini bukan tentang yang kuinginkan," kata Dewi Sandra dikutip dari Instagram miliknya, Kamis (5/6/2025) kemarin, seperti dikutip dari Beritasatu.com.</p>
<p>Dewi Sandra mengatakan, kegagalannya dalam melaksanakan ibadah haji menjadi pelajaran termahal dalam hidupnya. Ia menegaskan, perjalanan spiritual bukan soal keinginan pribadi, tetapi kehendak ilahi.</p>
<p>“Pelajaran termahal tahun ini. Ini bukan tentang yang kuinginkan, tidak pernah seperti itu. Akan selalu tentang apa yang Allah kehendaki. Takdir Allah selalu yang terbaik, terindah dan ternikmat,” ungkapnya.</p>
<p>Meski secara fisik berada di Indonesia, Dewi Sandra merasa jiwanya tetap bersama para jemaah haji. Ia turut serta dalam doa dan harapan dari kejauhan.</p>
<p>“Secara fisik, saat ini memang tidak di Arafah, tapi aku di sana dengan doa, air mata, dan rinduku,” ujarnya.</p>
<p>Ungkapan itu menunjukkan betapa besar keinginannya untuk menjalani ibadah haji, sekaligus mencerminkan keikhlasannya menerima takdir.</p>
<p>Alih-alih larut dalam kesedihan, Dewi Sandra tetap menguatkan harapan untuk bisa berhaji di masa mendatang. Ia juga mendoakan para jemaah yang sedang menunaikan rukun Islam kelima tersebut.</p>
<p>“Semoga Allah terima doa-doa terbaik kami. Bagi yang sedang haji, semoga mabrur. Bagi yang sedang merindu, semoga Allah undang di tahun yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin,” tutupnya.</p>
<p>Ribuan Jemaah Haji Furada Gagal Berangkat</p>
<p>Sebelumnya, ribuan calon jemaah haji yang menggunakan jalur furada, yakni jalur haji undangan pemerintah Arab Saudi di luar kuota resmi pemerintah Indonesia dipastikan gagal berangkat.</p>
<p>Hal ini terjadi karena pada musim haji tahun ini, pihak Arab Saudi secara resmi tidak menerbitkan visa haji furada.</p>
<p>Situasi ini menimbulkan kerugian dan kekecewaan bagi jemaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah haji.</p>
<p>Sejumlah pihak pun mendesak adanya regulasi yang lebih jelas dan sistem perlindungan yang lebih kuat agar peristiwa haji furada yang gagal berangkat ke Tanah Suci tidak kembali terulang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jumbo Tembus 10 Juta Penonton, Cetak Sejarah Baru Film Animasi Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumbo-tembus-10-juta-penonton-cetak-sejarah-baru-film-animasi-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumbo-tembus-10-juta-penonton-cetak-sejarah-baru-film-animasi-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Film animasi Jumbo tembus 10 juta penonton, jadi film Indonesia kedua yang mencapai angka tersebut. Sutradara Adriandhy persembahkan pencapaian ini untuk mendiang ibunya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6838c4cbe0ad2.webp" length="29250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 May 2025 08:06:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Karolina Bupu</dc:creator>
<media:keywords>Jumbo, Film animasi Indonesia, 10 juta penonton, file, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Film animasi asal Indonesia berjudul Jumbo mencatat prestasi luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop. Berdasarkan data dari Cinepoint yang diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @IndoPopBase, Jumbo menjadi film Indonesia kedua yang mencapai angka tersebut.</p>
<p>“Jumbo kini telah melampaui 10 juta penonton bioskop. Ini menjadikannya sebagai film Indonesia kedua yang mencapai tonggak penting ini,” tulis Cinepoint pada Kamis (29/5/2025) saat di kutip dari Beritasatu.com.</p>
<p>Keberhasilan ini menjadi sorotan karena Jumbo mampu bersaing dengan film-film Indonesia populer lainnya. Dengan jumlah penonton mendekati rekor, film ini mulai dianggap sebagai pesaing kuat film terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Saat ini, posisi tersebut masih ditempati KKN di Desa Penari (2022) dengan 10,2 juta penonton.</p>
<p>Jumbo bahkan sudah melewati jumlah penonton film Agak Laen yang mencapai 9,125 juta. Jika tren pertumbuhan penonton terus berlanjut, ada kemungkinan besar Jumbo bisa melampaui rekor yang selama ini belum tergoyahkan, dan menjadi film animasi terpopuler di tanah air.</p>
<p>Keberhasilan ini juga menjadi momen emosional bagi sang sutradara, Adriandhy. Dalam unggahan di akun X pribadinya, ia mempersembahkan pencapaian ini kepada almarhum ibunya.</p>
<p>“Kita berhasil, Ma. Atas izin Allah, kita berhasil, Ma,” tulisnya disertai foto kenangan bersama sang ibu.</p>
<p>“Andai aku bisa cerita langsung. Tentang apa yang baru saja terjadi. Aku tidak sabar menunggu kita bertemu lagi," lanjutnya.</p>
<p>"Nanti kita akan lebih bahagia dari foto ini, karena saat itu, pelukan dan obrolan kita tak akan pernah berakhir,” tambahnya lagi.</p>
<p>Jumbo mendapat respon positif dari masyarakat karena ceritanya yang menyentuh hati dan kualitas gambar yang mengesankan.</p>
<p>Kini, Jumbo telah masuk dalam daftar film Indonesia paling sukses, dan berpotensi menempati posisi puncak sebagai film paling banyak ditonton sepanjang masa. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Putri Anne Pamer Foto Mesra Usai Cerai dari Arya Saloka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/putri-anne-pamer-foto-mesra-usai-cerai-dari-arya-saloka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/putri-anne-pamer-foto-mesra-usai-cerai-dari-arya-saloka</guid>
<description><![CDATA[ Putri Anne jadi sorotan setelah unggah foto mesra dengan pria bernama Raman Sharma usai bercerai dari Arya Saloka. Ia menulis “I love you” dan memberi ucapan ulang tahun. Sampai kini, belum ada penjelasan lebih lanjut darinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6838c21b75746.webp" length="20234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 May 2025 07:05:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Karolina Bupu</dc:creator>
<media:keywords>Putri Anne, Arya Saloka, Cerai, Foto mesra, Raman Sharma, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Selebritas Putri Anne menjadi sorotan netizen. Pasalnya, setelah bercerai dari suaminya, Arya Saloka, Putri Anne langsung mengunggah sebuah foto berpelukan dengan seorang pria serta menyebut I love you.</p>
<p>Pada foto yang diunggahnya itu, terlihat Putri Anne yang mengenakan baju sedikit seksi bermotif kembang berwarna biru muda. Baju Putri Anne itu terlihat pada bagian punggung terlihat terbuka dan tanpa lengan tersebut.</p>
<p>Putri Anne terlihat sedang berpelukan mesra dengan seorang pria berjenggot dengan menggunakan jaket kulit cokelat serta celana jins biru dongker serta kaus putih.</p>
<p>"I love you (Aku sangat mencintaimu)," kata Putri Anne dikutip dari Instagram miliknya, Kamis (29/5/2025). saat di lansir dari Beritasatu.com</p>
<p>Putri Anne bahkan mengisyaratkan ingin bertemu dengan pria tersebut yang diketahui belakangan bernama Raman Sharma.</p>
<p>"Selamat ulang tahun meme velma. Sampai jumpa malam ini @theramansharma," tambahnya.</p>
<p>Bahkan, Putri Anne juga menyebut akan memberikan pria itu sebuah celana yang paling dibencinya.</p>
<p>"Aku membeli celana itu, ya yang paling kamu benci. Salam sayang," tuturnya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Putri Anne belum memberikan pernyataan terkait pria yang dipeluknya tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Arya Saloka (AS) dan Putri Anne (PA) telah resmi bercerai setelah diputuskan Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan secara verstek. Dalam putusan tersebut, Putri Anne mendapatkan hak asuh anak.</p>
<p>"Untuk perkara perceraian dengan Nomor 1208 atas perkara dengan nama AS dan PA sudah diputus melalui verstek," kata Humas PA Jaksel Suryana dikutip dari channel YouTube, Kamis (29/5/2025). <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Berbagai sumber</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Film Barunya, Vanesha Prescilla Akhirnya Mau Instal Aplikasi WhatsApp</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demi-film-barunya-vanesha-prescilla-akhirnya-mau-instal-aplikasi-whatsapp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demi-film-barunya-vanesha-prescilla-akhirnya-mau-instal-aplikasi-whatsapp</guid>
<description><![CDATA[ Vanesha Prescilla mengaku sempat tidak memiliki WhatsApp dan baru menggunakannya setelah diminta sutradara Robert Ronny untuk keperluan komunikasi film Tak Ingin Usai di Sini, yang tayang 5 Juni 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_683865d124fa3.webp" length="29338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 May 2025 23:09:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Karolina Bupu</dc:creator>
<media:keywords>Vanesha Prescilla, WhatsApp, Tak Ingin Usai di Sini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM—</strong>Aktris Vanesha Prescilla mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak memiliki aplikasi WhatsApp, yang lazim digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi sehari-hari.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers film terbarunya, "Tak Ingin Usai di Sini" yang digelar di Jakarta pada Rabu, 28 Mei 2025.</p>
<p>“Pokoknya tadinya aku enggak punya WhatsApp,” kata Vanesha, Kamis (29/5/2025) dikutip dari Beritasatu.com</p>
<p>Vanesha menjelaskan, dia baru menginstal aplikasi WhatsApp di ponselnya setelah diminta oleh sang sutradara, Robert Ronny, demi kelancaran komunikasi dengan tim produksi selama proses pembuatan film tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Robert Ronny membenarkan bahwa Vanesha sebelumnya memang tidak menggunakan WhatsApp.</p>
<p>"Benar enggak punya, susah banget dihubungin. Saya beliin kartu nih buat WhatsApp. Kalau enggak punya kan susah dihubungin untuk diskusi," kata Robert.</p>
<p>Sayangnya, pemeran utama dalam film Dilan 1990 ini tidak menjelaskan lebih lanjut alasan di balik keputusannya untuk tidak menggunakan WhatsApp sebelumnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Vanesha Prescilla akan hadir kembali di layar lebar lewat film "Tak Ingin Usai di Sini" yang akan tayang mulai 5 Juni 2025.</p>
<p>Film ini turut dibintangi oleh Brayn Domani, Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Indian Akbar, Asha Assuncao, Jinan Safa, Anya Zen, Tanta Ginting, Rossa, dan Rukman Rosadi. (**)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ingin Cari Hiburan untuk Anak? Ini 5 Kartun Seru yang Cocok untuk Anak Usia SD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ingin-cari-hiburan-untuk-anak-ini-5-kartun-seru-yang-cocok-untuk-anak-usia-sd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ingin-cari-hiburan-untuk-anak-ini-5-kartun-seru-yang-cocok-untuk-anak-usia-sd</guid>
<description><![CDATA[ Para orang tua dan pendidik harus lebih selektif dalam memilih tontonan yang sesuai dengan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6837d223456b6.webp" length="36860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 May 2025 13:17:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM –</strong> Memasuki libur panjang, anak-anak masih banyak yang ingin menghabiskan waktunya berbaring di rumah sembari menonton layar televisi.</p>
<p>Tontonan film kartun, saat ini masih menjadi pilihan paling banyak, bagi anak-anak, mulai balita hingga anak usia setara sekolah dasar (SD).</p>
<p>Mencari tontonan kartun anak yang aman, seru, dan mendidik untuk usia Sekolah Dasar (SD) memang tidak selalu mudah. </p>
<p>Anak-anak pada masa ini sangat aktif dan memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga penting untuk memilih tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter mereka.</p>
<p>Di era digital saat ini, anak-anak sangat mudah terpapar berbagai jenis konten visual, termasuk kartun. Namun, tidak semua kartun layak dan cocok ditonton anak usia SD. </p>
<p>Para orang tua dan pendidik harus lebih selektif dalam memilih tontonan yang sesuai dengan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak.</p>
<p><strong>Kartun yang Cocok untun Anak SD</strong></p>
<p>Berikut ini adalah lima rekomendasi kartun seru yang tidak hanya menghibur, tapi juga membawa pesan moral yang positif untuk anak-anak SD. Yuk, simak daftarnya!</p>
<p><strong>1. Motlu Patlu</strong><br>Kartun asal India ini sangat populer di kalangan anak-anak. Ceritanya berfokus pada dua sahabat, Motlu dan Patlu, yang selalu terjebak dalam berbagai situasi lucu dan menegangkan. Tingkah mereka yang kocak namun bersahabat mengajarkan nilai persahabatan dan kerja sama.</p>
<p>Kartun ini cocok untuk anak SD karena ringan, lucu, dan mudah dipahami. Di Indonesia, serial kartun Motu Patlu dapat disaksikan di stasiun televisi BTV setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 13.45 WIB.</p>
<p><strong>2. Doraemon</strong><br>Siapa yang tidak kenal dengan Doraemon? Robot kucing dari masa depan ini menjadi sahabat setia Nobita, anak SD yang sering kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya.</p>
<p>Lewat kantong ajaibnya, Doraemon memperkenalkan berbagai alat futuristik yang tidak hanya memicu imajinasi anak-anak, tapi juga menyampaikan pesan moral seperti kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab.</p>
<p><strong>3. Upin &amp; Ipin</strong><br>Kartun anak kembar asal Malaysia ini menghadirkan kisah-kisah ringan seputar kehidupan sehari-hari Upin dan Ipin. Dengan setting yang sederhana dan penuh nilai budaya, serial ini menyelipkan banyak ajaran moral, seperti pentingnya berbagi, menghormati orang tua, dan menjalin persahabatan.</p>
<p><strong>4. Nussa</strong><br>Nussa dan adiknya Rarra adalah tokoh kartun lokal yang kini jadi idola banyak anak Indonesia. Dengan cerita yang sarat nilai keislaman, Nussa mengajarkan tentang kejujuran, kebaikan hati, dan tanggung jawab melalui episode yang menarik dan mudah dipahami.</p>
<p>Ini adalah salah satu kartun anak yang tak hanya menghibur tapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan agama pada anak usia SD.</p>
<p><strong>5. Tayo the Little Bus</strong><br>Kartun asal Korea Selatan ini bercerita tentang Tayo, bus kecil yang sedang belajar menjadi kendaraan umum yang baik. Dalam perjalanannya, Tayo dan teman-temannya belajar tentang keselamatan, kerja sama, dan nilai sosial.</p>
<p>Visual yang cerah dan cerita yang ringan menjadikan Tayo pilihan ideal bagi anak-anak SD untuk belajar sambil bermain.</p>
<p>Menonton kartun anak yang tepat bisa menjadi cara menyenangkan untuk membantu perkembangan karakter dan nilai-nilai positif dalam diri anak usia SD. </p>
<p>Lima kartun yang telah disebutkan di atas tidak hanya seru, tetapi juga memberikan banyak pelajaran hidup yang bermanfaat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber :</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sketsa Jalanan di Coban Kethak: Di Antara Gemuruh Musik, Puisi, dan Aroma Hutan Basah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sketsa-jalanan-di-coban-kethak-di-antara-gemuruh-musik-puisi-dan-aroma-hutan-basah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sketsa-jalanan-di-coban-kethak-di-antara-gemuruh-musik-puisi-dan-aroma-hutan-basah</guid>
<description><![CDATA[ Konser musik lintas generasi di Coban Kethak yang menghadirkan Anto Baret dan musisi legendaris, memadukan musik jalanan, puisi, alam, dan persaudaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_682b3908da1ad.webp" length="65776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 May 2025 21:17:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Anto Baret, Sketsa Jalanan, Coban Kethak, Musik Jalanan, Konser Alam, Sambung Sambung, Musisi Legendaris, Arek Jawa Timur, Sam HC, Harmoni Nusantara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Sore, pada Ahad (18/5/2025) di Coban Kethak, langit mulai memerah, aroma tanah basah menyeruak, dan suara air terjun menyatu dengan denting gitar yang tengah dipetik pelan.</p>
<p>Di tengah hutan pinus yang tenang, ribuan orang mulai berdatangan, bukan untuk berkemah atau piknik, tapi untuk menyaksikan sejarah kecil yang tengah ditorehkan, konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan.</p>
<p>Di panggung sederhana yang dikelilingi alam, seorang lelaki berambut panjang, mengenakan jaket lusuh dan penuh tambalan, naik perlahan. Ia adalah Anto Baret, ikon musik jalanan Indonesia.</p>
<p>Dengan suara serak dan dalam, ia membuka konser dengan lagu dari album terbarunya 'Sketsa Jalanan'. Seisi hutan bergema, bukan hanya oleh suara, tapi oleh kenangan dan makna yang dibawa setiap bait liriknya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_682b390ff3778.webp" alt=""></p>
<p>Meski sudah berlalu, euforia masih terasa usai konser yang bukan sekadar pertunjukan musik bertajuk jalanan.</p>
<p>Konser ini adalah ajang silaturahmi antar generasi, tempat berjumpanya legenda dan talenta baru, antara musisi panggung besar dan seniman jalanan. </p>
<p>Di barisan panggung berdiri pula Toto Tewel dengan petikan gitarnya yang khas, Yose Kristian, Bob dan Mike dari Marjinal, serta Tege Dreads dari Coconutrezz dengan sentuhan reggae-nya yang membumi.</p>
<p>Di sela konser, Heri Cahyono (Sam HC), inisiator acara sekaligus pengelola Wana Wisata Coban Kethak, membuka cerita panjang perjuangannya membangun kawasan. </p>
<p>“Hasil dari tempat ini 100 persen kami sumbangkan untuk kemaslahatan,” ujarnya, Senin (19/5/2025).</p>
<p>“Kalau Anda menyewa tempat ini, itu artinya Anda sekaligus beramal. Banyak yang sudah menggunakannya untuk ulang tahun, nikahan, hingga konser musik seperti ini,” imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_682b3905e2f90.webp" alt=""></p>
<p>Kini, Coban Kethak tak hanya menjadi lokasi wisata alam, tetapi juga akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan pendidikan dan petualangan. </p>
<p>“Kita akan bangun peluang kerja melalui manajemen baru. Ada program <em>Adventure School, Green Camp</em>, pelatihan <em>off-road</em>, hingga workshop petualangan untuk anak dan dewasa. Semua sedang kami rancang dengan mitra-mitra strategis,” jelas Sam HC sapaan karibnya.</p>
<p>Pertemuan dengan Anto Baret sendiri bermula dari jejaring para pegiat jalanan dan seni rakyat.</p>
<p>“Saya penggemar Iwan Fals, dan Mas Anto itu sudah seperti bagian dari napas musik jalanan. Saat launching album Sketsa Jalanan di Jakarta, beliau bilang ke saya: ‘Besok di Malang aku diurusin, ya’. Dan beginilah akhirnya, kami gelar konser ini," terangnya.</p>
<p>Ia juga menyebut Coban Kethak sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang di Malang Barat, berdampingan dengan inisiatif lain seperti Desapa, proyek idealis pengembangan wisata dan budaya di tengah heningnya sisi barat Kabupaten Malang. </p>
<p>“Banyak yang dulu ragu berinvestasi di sini. Tapi kami terus bertahan. Silakan mampir ke Desapa, mampir ke sini. Kami punya beberapa objek yang bisa jadi ruang tumbuh bagi siapa saja," tambahnya.</p>
<p>Ketika malam turun dan kabut menggantung di pepohonan, Anto Baret menutup konser dengan lagu kebersamaan Aremania. Penonton terdiam, menyimak, membiarkan lirik dan pesan sosial itu meresap perlahan.</p>
<p>Di Coban Kethak yang berada di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini menjadi saksi, sketsa-sketsa jalanan telah menemukan kanvasnya. Musik pun pulang ke rumah yang paling layak: alam dan manusia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahanani Book and Art Festival 2025, Pesta Buku dan Seni untuk Merayakan Literasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukumu-budayamu-mahanani-book-and-art-festival-2025-pesta-buku-dan-seni-untuk-merayakan-literasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukumu-budayamu-mahanani-book-and-art-festival-2025-pesta-buku-dan-seni-untuk-merayakan-literasi</guid>
<description><![CDATA[ Selama dua hari,  16–17 Mei, festival ini menyuguhkan rangkaian kegiatan yang membangun jembatan antara masyarakat, buku, dan kebudayaan, di bawah tema besar “Bukumu Budayamu”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_682a66330908e.webp" length="44418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 May 2025 22:31:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>hari buku, kediri, taman baca mahanani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong> - Dalam semangat memperingati Hari Buku Nasional, Taman Baca Mahanani menghadirkan sebuah perayaan yang memadukan daya baca dan daya cipta: Mahanani Book and Art Festival 2025. Selama dua hari,  16–17 Mei 2025, festival ini menyuguhkan rangkaian kegiatan yang membangun jembatan antara masyarakat, buku, dan kebudayaan, di bawah tema besar “Bukumu Budayamu”.</p>
<p>Festival dibuka dengan diskusi mendalam atas buku Mitos Kecantikan karya Naomi Wolf yang diulas dengan tajam oleh Anif Mafatikhun Nida. Diskusi ini menggugah kesadaran kritis tentang bagaimana tubuh perempuan kerap kali menjadi konstruksi sosial yang sarat beban dan harapan.</p>
<p>Sore harinya, layar dibuka untuk pemutaran film dokumenter 'Ranting Kecil' di Atas Riak, karya Ayu Perwitosari dan tim, yang mengangkat kisah-kisah perempuan migran. Diskusi usai pemutaran dipandu oleh Atiyyatul Izzah, peneliti yang selama ini mendalami dinamika kehidupan pekerja migran perempuan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_682a6637e298d.webp" alt=""></p>
<p>Memasuki hari kedua, festival berpindah ke ruang terbuka Taman Sekartaji, menghadirkan acara “Dedongeng lan Dedolanan”—sebuah kolaborasi dengan Kampoeng Dongeng Kediri. Melalui dongeng dan permainan tradisional, anak-anak diajak belajar dengan riang, sambil menyerap nilai-nilai budaya lokal yang lekat dengan keseharian.</p>
<p>Sore itu, semangat literasi dilanjutkan lewat Diskusi Literasi dan Peradaban, yang menghadirkan tokoh-tokoh lintas generasi: Fais Yusuf, Akip Imam, dan Lutfi Zanwar. Mereka merajut benang merah antara sejarah membaca dan peranannya dalam membentuk masyarakat yang beradab.</p>
<p>Malam pun ditutup dengan puncak apresiasi seni—panggung puisi-musik, pameran lukisan dari seniman muda, dan orasi budaya oleh Aris Haidar yang mengusung tema “Literasi dan Seni”. Sebuah malam yang menyatukan kata dan warna, suara dan makna.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_682a66301a064.webp" alt=""></p>
<p>Akip Imam, selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa tema “Bukumu Budayamu” diangkat sebagai pengingat bahwa membaca bukanlah sekadar kegiatan personal, melainkan tindakan budaya. </p>
<p>“Apa yang kita baca menentukan cara kita memandang dunia dan memposisikan diri dalam masyarakat. Membaca adalah proses kebudayaan,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang ramah dan membumi untuk semua kalangan. </p>
<p> “Festival ini bukan hanya selebrasi, tapi juga undangan partisipasi. Maka kami merangkai kegiatan yang beragam, dari diskusi hingga dongeng, dari film hingga seni—agar semua bisa terlibat: anak-anak, remaja, hingga orang tua,” tambahnya.</p>
<p>Dengan semangat kolektif dan kepedulian terhadap masa depan literasi, Mahanani Book and Art Festival 2025 menegaskan diri bukan sekadar pesta buku, melainkan gerakan budaya. Di sinilah buku tak hanya dibaca, tapi dihidupi—sebagai bagian utuh dari kebudayaan yang membebaskan. (**)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Malang untuk Indonesia: Juragan 99 Kenalkan Inovasi Lokal ke The Dudas Minus One</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-malang-untuk-indonesia-juragan-99-kenalkan-inovasi-lokal-ke-the-dudas-minus-one</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-malang-untuk-indonesia-juragan-99-kenalkan-inovasi-lokal-ke-the-dudas-minus-one</guid>
<description><![CDATA[ Gilang Juragan 99 sambut The Dudas Minus One di Malang. Kenalkan bisnis lokal J99 Corp., ajak riding ke Batu, promosi MS Glow for Men, hingga kunjungi garasi Juragan99 Trans. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6829d8af24fa4.webp" length="53960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 May 2025 20:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Malang, MS Glow for Men, Juragan 99, The Dudas Minus One, Gilang Widya Pramana, riding Malang Batu, wisata Brakseng, J99 Corp, produk lokal, inspirasi bisnis daerah, selebriti touring, Gaspolmen Goes to Italy, destinasi Jawa Timur, garasi Juragan99 Trans, inovasi anak bangsa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP —</strong> Kota Malang kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena geliat bisnis lokal yang kian mendunia. </p>
<p>Pengusaha Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 memanfaatkan momen kedatangan kelompok pemotor selebriti “The Dudas Minus One”, yang terdiri dari Raffi Ahmad, Gading Marten, Ariel “Noah”, dan Desta, untuk mengenalkan lebih dekat unit-unit bisnis unggulan miliknya yang berbasis di Malang.</p>
<p>Dalam agenda akhir pekan ini, Gilang mengajak para selebriti tersebut mengunjungi warehouse MS Glow for Men di kawasan Pakis. Lokasi ini menjadi titik penting distribusi produk perawatan kulit pria yang tengah naik daun di kalangan milenial. </p>
<p>Bukan sekadar kunjungan biasa, mereka juga menyempatkan diri berbelanja produk langsung di minimarket sambil mencicipi keseruan program <em>Gaspolmen Goes to Italy.</em></p>
<p>“Sebagian besar unit usaha J99 Corp berakar di Malang, dan saya selalu ingin membawa nama kota ini dalam setiap langkah ekspansi. Kedatangan teman-teman <em>the Dudas Minus One</em> jadi momen tepat untuk menunjukkan bahwa produk lokal juga bisa bersaing secara nasional bahkan internasional,” kata Gilang.</p>
<p>Keseruan tak berhenti di <em>warehouse.</em> Gilang juga membawa rombongan selebriti ini menjajal garasi bus Juragan 99 Trans armada transportasi darat miliknya yang melayani rute antarkota dan pariwisata. </p>
<p>Perjalanan dilanjutkan dengan <em>riding</em> ke kawasan dataran tinggi Batu, termasuk menikmati panorama Brakseng yang menjadi salah satu <em>hidden gem</em> Jawa Timur.</p>
<p>Raffi Ahmad, yang dikenal juga sebagai pebisnis dan penggiat otomotif, membagikan momen <em>riding</em> ini di akun media sosialnya.</p>
<p><em>“Riding</em> bukan gaya hidup, tapi cara menikmati hidup. Dan Malang punya cerita yang luar biasa,” tulisnya.</p>
<p>Misi Gilang kali ini jelas yakni memperkuat narasi bahwa inovasi dan potensi bisa lahir dari daerah, dan Malang adalah contohnya.</p>
<p>Dengan sinergi antara bisnis, wisata, dan gaya hidup sehat, ia berharap cerita dari kota apel bisa menginspirasi banyak orang.</p>
<p>“Produk lokal, destinasi lokal, dan semangat lokal, semua itu harus terus disuarakan agar makin banyak yang bangga pada apa yang dimiliki negeri ini,” tutupnya. <strong>(O)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Surabaya Bernostalgia, Festival Rujak Uleg 2025 Akan Digelar di Eks Taman Hiburan Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-surabaya-bernostalgia-festival-rujak-uleg-2025-akan-digelar-di-eks-taman-hiburan-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-surabaya-bernostalgia-festival-rujak-uleg-2025-akan-digelar-di-eks-taman-hiburan-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Festival Rujak Uleg 2025 digelar di bekas THR, hadirkan nuansa nostalgia sambil nikmati 3.300 porsi rujak gratis dan meriahkan HJKS ke-732 tanpa gangguan lalu lintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6827269cb4955.webp" length="93284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 May 2025 20:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Rujak Uleg, HJKS, Hari Jadi Kota Surabaya, THR, Taman Hiburan Rakyat, Surabaya Expo Center, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Festival Rujak Uleg kembali hadir sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732. Gelaran tahunan yang selalu dinanti oleh warga Kota Pahlawan itu akan diselenggarakan pada Sabtu (17/5/2025) besok malam, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. </p>
<p>Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung di ruang terbuka seperti Kya-Kya Kembang Jepun atau di taman Surya pada tahun 2024 lalu, kini lokasi festival dipindahkan ke dalam area Surabaya Expo Center.</p>
<p>Pemilihan lokasi baru yang dulunya dikenal sebagai Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) ini bertujuan untuk menghindari kemacetan dan penutupan jalan yang kerap terjadi saat festival berlangsung. Selain itu, nuansa nostalgia dari kawasan THR yang melegenda dijadikan bagian dari tema besar festival tahun 2025, yakni “The Legend of THR”.</p>
<p>"Kita evaluasi lagi demi kelancaran masyarakat supaya tidak selalu terganggu di hari jadi yang terlalu crowded dengan penutupan jalan," ucap Herry Purwadi, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, saat dikonfirmasi pada Jumat (16/5/2025).</p>
<p><strong>THR dan Kenangan Kolektif Warga Surabaya</strong></p>
<p>Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, yang dulu menjadi pusat hiburan dan kesenian rakyat, memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada era 1960-an. Pada masa jayanya, THR menjadi tempat favorit keluarga Surabaya untuk menyaksikan ketoprak, ludruk, orkes melayu, hingga pasar malam yang semarak.</p>
<p>Meski sempat meredup dan ditutup selama beberapa tahun, kawasan tersebut kini telah direvitalisasi menjadi Surabaya Expo Center dan mulai dihidupkan kembali sebagai pusat kegiatan seni dan budaya.</p>
<p>"Tema ‘The Legend of THR’ sendiri dipilih agar masyarakat bisa mengenang kembali suasana dan budaya masa lalu lewat dekorasi, kostum vintage, hingga suasana lokasi," ujar Herry.</p>
<p><strong>Kharisma Event Nusantara dan Rangkaian HJKS ke-732</strong></p>
<p>Festival Rujak Uleg merupakan salah satu event tahunan Kota Surabaya yang sudah terdaftar dalam program Kharisma Event Nusantara milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p>
<p>Event itu masuk dalam rangkaian HJKS ke-732 bersama berbagai agenda lain seperti Surabaya Shopping Festival, Surabaya Vaganza, dan Konser HJKS pada 31 Mei mendatang.</p>
<p>"Tahun ini kita ingin lebih menyempurnakan pelaksanaan festival. Tidak hanya ramai tapi juga tertib dan punya dampak ekonomi," kata Herry.</p>
<p><strong>Ribuan Porsi Rujak Dibagikan </strong></p>
<p>Herry menyoroti bahwa salah satu evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya adalah minimnya keterlibatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kini, UMKM akan meramaikan area festival dan menjual berbagai bahan rujak seperti cingur, timun, dan bengkoang.</p>
<p>"Agar dampaknya terhadap ekonomi lebih terasa. Yang jualan cingur pasti laris, termasuk pedagang bahan rujak lainnya," tambahnya.</p>
<p>Festival kali ini juga akan diikuti oleh 131 meja peserta, masing-masing diisi empat orang. Mereka akan menguleg rujak secara bersamaan, menciptakan suasana meriah khas Surabaya. Panitia menyiapkan total 3.300 porsi rujak yang akan dibagikan ke masyarakat secara gratis, terdiri dari 1.300 porsi dari peserta dan 2.000 dari panitia.</p>
<p>Selain kompetisi menguleg rujak, festival juga menghadirkan penampilan lima daerah penyangga Surabaya, yakni Bangkalan, Sampang, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan dengan rujak khas masing-masing. Kategori lomba pun dibagi dua: kreasi rujak untuk kategori hotel, dan dekorasi serta kostum untuk kategori umum.</p>
<p>Acara akan semakin semarak dengan adanya fashion show, sarasehan, dan pameran foto yang menampilkan perjalanan panjang Festival Rujak Uleg selama lebih dari dua dekade.</p>
<p><strong>Dishub Pastikan Tidak Ada Penutupan Jalan</strong></p>
<p>Pemilihan Surabaya Expo Center juga mempertimbangkan aspek lalu lintas. Soe Priyo Utomo, selaku Sub Koordinator Pengawas dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya memastikan tidak ada pengalihan arus lalu lintas selama acara berlangsung.</p>
<p>"Kapasitas parkirnya cukup. Tidak ada penambahan kantong parkir karena area Surabaya Expo Center dan Hi-Tech Mall bisa menampung," terangnya.</p>
<p>"Kalau ada kendaraan parkir di Jalan Kusuma Bangsa, akan langsung ditindak oleh petugas gabungan. Jangan parkir sembarangan," tegas Soe.</p>
<p>Festival Rujak Uleg 2025 tak sekadar pesta kuliner, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa cinta pada tradisi, mendukung UMKM lokal, dan mengenang kembali masa keemasan tempat hiburan rakyat di jantung Kota Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rekomendasi Film Terbaik di Tahun 2025, Ada yang Diangkat dari Kisah Nyata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rekomendasi-film-terbaik-di-tahun-2025-ada-yang-diangkat-dari-kisah-nyata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rekomendasi-film-terbaik-di-tahun-2025-ada-yang-diangkat-dari-kisah-nyata</guid>
<description><![CDATA[ Deretan film Indonesia terbaik 2025 hadir dengan kisah menyentuh, dari drama keluarga, cinta sejati, hingga horor mencekam menggabungkan nilai moral, budaya, dan emosi yang kuat dalam setiap ceritanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_68232721705a5.webp" length="21952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 May 2025 17:31:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Karolina Bupu</dc:creator>
<media:keywords>Film Indonesia, jumbo, Komang, pabrik gula, norma, dua garis Biru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SUARAJATIMPOST.COM—</span></strong><span lang="IN">Industri film Indonesia melesat pesat pada tahun 2025. Hal itu karena karya-karya berkualitas  berhasil menarik perhatian luas. Rekomendasi film terbaik dari Tanah Air tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengangkat isu-isu sosial, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang mengena di hati penonton.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tahun ini merupakan periode yang sangat produktif bagi sinema Indonesia. Beberapa film berhasil menarik lebih dari satu juta penonton. Hal ini menunjukkan bahwa film lokal yang direkomendasikan mampu bersaing dan mendapatkan perhatian dari penonton domestik. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Berikut beberapa rekomendasi film Indonesia yang selalu menjadi konsumsi publik: <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>1. Film Jumbo</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Film jumbo” menjadi terlaris di Indonesia tahun 2025 dengan 5.513.161 penonton. Cerita ini mengikuti Don, anak yatim berusia 10 tahun yang menghadapi ejekan karena posturnya. Dia menemukan pelarian dalam buku dongeng dan membantu Meri, peri kecil, mencari orang tuanya sambil ikut pertunjukan bakat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini mengangkat tema keberanian, persahabatan, dan penerimaan diri, dengan penampilan yang memukau dan visualisasi yang detail. Jumbo menyampaikan pesan melawan bullying dan menemukan kekuatan dalam diri, meraih sukses komersial dan pujian sebagai karya anak-anak terbaik di Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>2. Pabrik Gula </strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film “Pabrik Gula” menjadi yang terlaris di Indonesia tahun 2025 dengan 4.416.690 penonton. Diadaptasi dari kisah viral SimpleMan, film ini mengisahkan Wati yang mengikuti tunangannya, Hendra, bekerja di pabrik gula tua di Jawa Timur. Ketegangan meningkat saat Endah, salah satu pekerja, mengikuti sosok misterius, memicu kejadian horor dan kematian.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menggabungkan horor tradisional dengan ketegangan psikologis, film ini memanfaatkan suasana pabrik yang menakutkan. Pabrik Gula mengeksplorasi tema hubungan manusia dengan dunia gaib dan berhasil menarik perhatian penonton Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>3. Film Dua Garis Biru</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini menjadi rekomendasi terbaik di Indonesia dengan tema kehamilan di luar nikah. Film ini memberikan pesan moral penting bagi remaja dan meraih berbagai penghargaan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Cerita mengikuti Dara (Adhisty Zara) dan Bima (Angga Yunanda), remaja yang terjebak dalam cinta hingga Dara hamil. Meskipun Bima bertanggung jawab, hubungan mereka berubah dan mereka harus menghadapi konsekuensi dewasa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>4. Norma antara Mertua dan Menantu </strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film “Norma” diangkat dari kisah nyata Norma Risma, yang sempat menjadi perbincangan hangat akibat skandal hubungan terlarang antara suaminya dan ibu kandungnya. Dalam film ini, Tissa Biani memerankan tokoh Norma yang menikah dengan Irfan, diperankan oleh Yusuf Mahardika. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Awalnya, kehidupan rumah tangga mereka tampak harmonis. Hingga akhirnya terungkap bahwa Irfan berselingkuh dengan ibu kandung Norma, yang diperankan oleh Wulan Guritno.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>5. Komang</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini terinspirasi dari kisah cinta nyata antara Raim Laode dan sang istri, Ade. Cerita bermula ketika keduanya bertemu dan saling menaruh hati. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun, perbedaan keyakinan serta latar belakang keluarga menjadi tantangan besar dalam hubungan mereka. Suatu ketika, mereka memutuskan berpisah karena Ode memilih mengejar impiannya di Jakarta. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konsolidasi Bersama UNDP Indonesia, GRADASI Didorong Jadi Model Inovasi Pengelolaan di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konsolidasi-bersama-undp-indonesia-gradasi-didorong-jadi-model-inovasi-pengelolaan-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konsolidasi-bersama-undp-indonesia-gradasi-didorong-jadi-model-inovasi-pengelolaan-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ UNDP Indonesia menggandeng GRADASI Jawa Timur mengelola sampah berkelanjutan, memaksimalkan peran komunitas dalam sinergi program sedekah sampah untuk ketahanan pangan dan wisata edukasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6821f82fa781a.webp" length="44826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 May 2025 21:59:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>UNDP, GRADASI, Kampoeng Oase Songo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Masalah tentang pengelolaan sampah masih menjadi momok di Indonesia, tak terkecuali Jawa Timur. Karena itu, United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia terus berupaya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan melalui sinergi dengan komunitas lokal di berbagai daerah.</p>
<p>Setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke KBA Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya, kini UNDP Indonesia menggelar kegiatan konsolidasi mengenai Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur di Kampoeng Oase Songo, Surabaya.</p>
<p>Acara tersebut berlangsung dalam bentuk kunjungan dan pertemuan koordinatif bertajuk "Evaluasi dan Strategi Implementasi GRADASI di Wilayah Surabaya Raya, dan Sekitarnya" guna mengonsolidasikan program sedekah sampah yang efektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Hartoni Anwar, Staf Environment Unit UNDP Indonesia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran komunitas dalam menangani sampah di wilayah Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p>"Nanti akan ada pertemuan lanjutannya. Nah output yang ingin kita capai dari pertemuan ini adalah kita ingin mengevaluasi program sedekah sampah ini sudah sejauh mana, dan sudah efektifkah atau belum," ucap Hartono saat dikonfirmasi pada Senin (12/5/2025).</p>
<p>"Dan tadi Alhamdulillah sudah kita sepakati bersama bahwa kita perlu perpanjangan tangan untuk mengomunikasikan dari atas ke bawah siapa yang mengkoordinatori di setiap wilayah itu jelas," imbuhnya.</p>
<p>Kegiatan konsolidasi GRADASI itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia yang diteken pada April 2024 lalu. Selain di Kota Pahlawan, UNDP juga melakukan survei tentang pengelolaan sampah di daerah lain, seperti Sidoarjo, Bekasi, Solo, dan Badung (Bali).</p>
<p>"Jadi Environment Unit di UNDP kita ingin mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang langsung melibatkan masyarakat, karena itu kita lakukan survei terlebih dahulu ke beberapa tempat yang sudah ada penerapannya," ucap Hartoni.</p>
<p><strong>12 Tahun Gerakan Sedekah Sampah Indonesia</strong></p>
<p>Diketahui, GRADASI yang sudah ada sejak 12 tahun lalu itu, merupakan upaya kampanye yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran sampah plastik dengan cara mengajak masyarakat, terutama umat muslim agar melakukan sedekah di masjid. </p>
<p>Awalnya GRADASI hanya berfokus menyasar pada warga Indonesia yang beragama muslim, namun seiring berjalannya waktu dikolaborasikan dengan agama lain. </p>
<p>"Di tahun 2021 kami berkolaborasi dan bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia atau MUI untuk mewadahi program ini. Kenapa? Karena kami melihat pergerakan program ini seperti sporadis. Artinya di satu wilayah ada Sedekah Sampah dengan nama yang berbeda-beda," papar Hartoni.</p>
<p>"Kami coba menggali potensi untuk dikolaborasikan dengan agama lain. Dan Alhamdulillah kami menjalankan program ini beriringan yang akhirnya terciptalah Gerakan Sedekah Sampah Indonesia," sambungnya.</p>
<p><strong>Kebanggaan bagi Kampoeng Oase Songo</strong></p>
<p>Tidak hanya sebagai tuan rumah konsolidasi, Kampoeng Oase Songo juga aktif dalam kegiatan edukasi warga terkait pengelolaan sampah. Yaning Mustikaningrum, Ketua Kampoeng Oase Songo, merasa bangga tempatnya dipilih untuk menjadi lokasi kegiatan.</p>
<p>"Karena saya sudah 12 tahun mengelola sampah ini, ada gerakan GRADASI Jawa Timur yang khususnya terus ditempatkan di tempat saya. Luar biasa, saya merasa terapresiasi, senang, semoga saya bisa mengedukasi masyarakat di sini untuk mau bersedekah sampah demi mengentaskan kemiskinan," kata Yaning.</p>
<p><strong><em>Sustainable Tourism</em> dan Ketahanan Pangan</strong></p>
<p>Senada dengan Yaning, Adi Candra selaku pembina Kampoeng Oase Songo juga bangga bisa mendapatkan tamu istimewa dari jejaring-jejaring yang ada di forum-forum nasional seperti GRADASI. Ia juga menambahkan tentang Program Eduwisata yang telah diimplementasikan di Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>"Memang betul, pengolahan sampah yang baik itu bak sedekah yang bisa menghantarkan rezeki bagi yang mengelola. Dan di Kampoeng Oase Songo, kini sudah bisa menjual paket Eduwisata yang bisa dibeli oleh pengunjung untuk belajar disini," ucap Adi.</p>
<p>"Jadi ada kehadiran prinsip sustainable tourism atau para wisatawan yang bisa mendapatkan <em>something to see, something to do, dan something to buy</em>," tandasnya.</p>
<p>Melalui program sinergi dengan GRADASI dan survei inovasi pengelolaan sampah di daerah lain, UNDP Indonesia berharap dapat menemukan model terbaik dalam menangani sampah berbasis masyarakat. </p>
<p>Sementara itu, Kampoeng Oase Songo diproyeksikan menjadi kampung percontohan untuk urban farming dan sustainable tourism, sehingga mendukung ekonomi lokal sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keterbatasan Fisik Tidak Batasi Muayatur Rohmah Berangkat ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keterbatasan-fisik-tidak-batasi-muayatur-rohmah-berangkat-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keterbatasan-fisik-tidak-batasi-muayatur-rohmah-berangkat-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Mengandalkan lututnya untuk naik bus haji, Muayatur Rohmah, jemaah disabilitas asal Jember, buktikan bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi panggilan sucinya ke Tanah Haram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_6821f835179c5.webp" length="16086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 May 2025 21:19:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Embarkasi Surabaya, PPIH, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah riuh rendah proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya yang masih berlangsung hingga hari ini, tak sedikit cerita yang menyentuh hati dan inspiratif. Salah satunya datang dari seorang perempuan lanjut usia asal Jember, Jawa Timur, bernama Muayatur Rohmah.</p>
<p>Perempuan berusia 77 tahun itu tergabung dalam kloter 32 yang diberangkatkan menuju Madinah pada Ahad, (11/5/2025). Di antara ribuan jemaah yang datang dan pergi dengan langkah tegap, Muayatur hadir dengan caranya sendiri, mengandalkan kekuatan lututnya untuk masuk ke dalam bus menuju Bandara Internasional Juanda, karena kedua kakinya tidak sempurna.</p>
<p><strong>Tabungan yang Dikumpulkan Sejak Puluhan Tahun</strong></p>
<p>Kisah Muayatur bermula lebih dari satu dekade lalu, ketika ia mulai menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan mimpi berhaji. Bekerja sebagai penjahit rumahan di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Muayatur hidup dalam keterbatasan, tetapi memiliki tekad baja untuk menjadi tamu Allah di tanah suci.</p>
<p>"Punya uang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu atau berapapun itu, saya tabung sedikit demi sedikit, dengan niat dapat mendaftar haji," tutur Muayatur.</p>
<p>Ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada tahun 2012. Selain menjahit, ia juga menyewakan sepetak sawah kecil miliknya. Hasil dari sewa tersebut digunakan untuk biaya hidup sekaligus tambahan pelunasan ongkos haji.</p>
<p>"Suami saya sudah tiada, kebetulan juga saya ada keponakan yang sudah saya rawat dari kecil hingga sekarang sudah berumah tangga. Pendapatan dari menjahit tidak tentu. Alhamdulillah masih ada sebidang sawah yang meskipun ukurannya tidak terlalu luas tetapi sangat membantu saya," katanya.</p>
<p>Kondisi fisik yang serba terbatas tidak menyurutkan semangat Muayatur. Ia tetap mandiri, bahkan saat hendak menaiki bus ke bandara, ia bersikeras tidak merepotkan orang lain.</p>
<p>"Saya masih punya semangat walaupun kondisi saya seperti ini. Saya tidak ingin merepotkan sepupu saya yang setia menemani saya selama perjalanan ini. Semua saya niatkan untuk ibadah kepada Allah," tegasnya.</p>
<p>Petugas memang sempat membantunya dengan kursi roda dari kamar ke pintu masuk bus, tetapi selebihnya ia lakukan sendiri, menggunakan lututnya sebagai tumpuan.</p>
<p><strong>Pendampingan untuk Jemaah Disabilitas</strong></p>
<p>Plh. Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menegaskan bahwa kondisi disabilitas tidak menjadi penghalang untuk menunaikan ibadah haji. Pihaknya memberikan pendampingan khusus bagi jemaah berkebutuhan khusus seperti Muayatur.</p>
<p>"Tuna daksa tidak menghambat untuk berangkat haji karena ada pendampingan, petugas tetap membantu. Syarat utamanya adalah sehat secara fisik dan psikologis, sehingga bisa menjalankan ibadah haji sesuai syariat," ujar Sugiyo saat dikonfirmasi pada Senin, (12/5/2025).</p>
<p>Ia juga memuji semangat Muayatur sebagai contoh nyata kekuatan niat dan daya juang, terutama di tengah masyarakat yang sangat memuliakan ibadah haji.</p>
<p>"Saya pikir ini motivasi yang luar biasa, apalagi di masyarakat Jember, ibadah haji merupakan hal yang sakral," ungkapnya.</p>
<p>Muayatur kini telah tiba di Madinah bersama jemaah kloter 32. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik dan data logistik pemberangkatan haji, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang layak untuk didengar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Budaya APEKSI Meriahkan Surabaya Malam Ini: 98 Wali Kota Tampilkan Ragam Adat Nusantara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-budaya-apeksi-meriahkan-surabaya-malam-ini-98-wali-kota-tampilkan-ragam-adat-nusantara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-budaya-apeksi-meriahkan-surabaya-malam-ini-98-wali-kota-tampilkan-ragam-adat-nusantara</guid>
<description><![CDATA[ 98 wali kota berbusana adat penuhi jantung Surabaya malam ini, mempersembahkan karnaval budaya dalam semarak cahaya, wujud silaturahmi nasional lewat Festival Budaya APEKSI 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_681e09a252f23.webp" length="66620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 May 2025 21:15:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Apeksi, Malam Budaya, Balai Pemuda, Eri Cahyadi, Surabaya, Jawa Timur suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Suasana pusat kota Surabaya malam ini berubah menjadi lautan budaya. Karnaval Budaya APEKSI yang merupakan bagian dari Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), resmi digelar pada Jumat (9/5/2025) sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.</p>
<p>Sebanyak 98 wali kota dari berbagai penjuru Indonesia turut serta dalam perhelatan tersebut, masing-masing mengenakan pakaian adat khas daerah bersama pasangan mereka. </p>
<p>Secara bergiliran mereka berjalan kaki dari Jalan Tunjungan menuju Balai Pemuda bersama dengan puluhan hingga ratusan delegasi, mempersembahkan keanekaragaman budaya masing-masing daerah di bawah tema "Light Culture Paradise" atau "Surga Budaya Cahaya".</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga tuan rumah acara, menyampaikan harapannya agar Munas APEKSI tahun ini tak hanya menjadi ajang resmi organisasi, tetapi juga menjadi momen pengikat antar pemimpin kota dan masyarakat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_681e09b015bd3.webp" alt=""></p>
<p>"Saya berharap APEKSI bisa menjadi ajang silaturahmi, tidak hanya bagi seluruh anggota dan pengurus, tetapi juga warga Kota Surabaya," ujar Eri saat memberi sambutan di depan Balai Pemuda, Surabaya, Jumat (9/5/2025).</p>
<p>"Dengan festival budaya malam ini, APEKSI diharapkan bisa diwarnai oleh budaya. Kebersamaan dalam keberagaman ini yang ingin kita tunjukkan kepada Indonesia," tambahnya.</p>
<p><strong>Rekayasa Lalu Lintas dan Penjagaan Ketat</strong></p>
<p>Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas sejak Kamis (8/5/2025) pukul 15.00 WIB kemarin. Sejumlah ruas jalan ditutup atau dialihkan:</p>
<ul>
<li>Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Embong Malang</li>
<li>Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso diarahkan ke lajur kanan</li>
<li>Jalan Panglima Sudirman ke Jalan Pemuda diarahkan ke lajur kiri</li>
<li>Jalan Gemblongan ke Jalan Gubernur Suryo via Jalan Tunjungan dialihkan ke Jalan Genteng Kali</li>
<li>Jalan Genteng Kali menuju Siola dialihkan ke Jalan Undaan</li>
</ul>
<p>Penjagaan di sepanjang rute karnaval juga diperketat oleh aparat gabungan untuk menjamin keamanan dan ketertiban acara.</p>
<p><strong>Lokasi Parkir Disiapkan untuk Masyarakat</strong></p>
<p>Tidak terlewat, lokasi parkir juga telah dipersiapkan jauh hari sebelum acara. Beberapa kantong parkir telah dipersiapkan bagi masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya yang ingin menyaksikan karnaval secara langsung, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Untuk roda dua: Gedung Siola, eks Pasar Tunjungan (Seiko), sisi utara Jalan Embong Malang, Taman Apsari, dan Jalan Kenari</li>
<li>Untuk roda empat: Jalan Embong Malang sisi utara, Jalan Simpang Dukuh, Jalan Ketabang Kali sisi timur dan barat, serta Jalan Kenari</li>
</ul>
<p>Sekretaris Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengimbau agar masyarakat mengikuti arahan petugas lapangan agar lalu lintas tetap lancar dan aman. Tidak hanya dijalan, namun Dishub juga berharap masyarakat bisa tertib saat mengikuti kegiatan.</p>
<p>"Kami sudah siapkan titik parkir dan jalur alternatif. Harapan kami, masyarakat bisa menikmati karnaval budaya ini dengan nyaman," jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x_681e09bf9c2e2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Panggung Budaya dan Antusiasme Warga</strong></p>
<p>Hingga pukul 21.00 WIB, antusiasme warga terlihat masih tinggi. Sejak sore hari, warga telah memadati rute pawai untuk menyaksikan langsung penampilan para kepala daerah beserta pasangan dalam balutan adat istiadat masing-masing daerah.</p>
<p>Panggung utama di Balai Pemuda juga disiapkan untuk pertunjukan seni dari berbagai kota peserta. Gemerlap lampu dan dekorasi tematik “Surga Budaya Cahaya” menambah semarak suasana malam Surabaya yang sarat warna budaya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Be Yourself”: Pesan Tulus Anak 7 Tahun yang Menembus Panggung Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/be-yourself-pesan-tulus-anak-7-tahun-yang-menembus-panggung-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/be-yourself-pesan-tulus-anak-7-tahun-yang-menembus-panggung-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Lukisan “Be Yourself” karya Vivian Edvin, 7 tahun, menggema ke panggung dunia, pesan sederhana dari anak Indonesia yang menembus 11.000 karya dalam kompetisi seni rupa internasional di Jepang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_681ca8b4e0b2d.webp" length="36150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 May 2025 20:21:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Anak Indonesia, Lomba Internasional, Jepang, Seni Rupa, Kesenian, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah ribuan karya seni dari anak-anak seluruh dunia, satu lukisan dari Indonesia tampil mencuri perhatian. Bukan karena teknik yang rumit atau ukuran yang megah, melainkan karena pesan tulus yang begitu sederhana tentang keberanian untuk jadi diri sendiri.</p>
<p>Lukisan itu adalah karya seorang gadis kecil berumur tujuh tahun bernama Vivian Edvin. Dengan angkat judul ”Be Yourself!”, Vivian berhasil meraih Bronze Prize dalam ajang internasional 32nd Annual World Children’s Picture Contest di Jepang yang diikuti lebih dari 11.000 karya dari 68 negara.</p>
<p>"Vivian memang senang menggambar sejak kecil. Tapi yang paling kami banggakan bukan hanya karyanya, tapi semangatnya yang besar dan pesan-pesan yang ia tuangkan lewat lukisan," ucap Ervinna Wang, ibu Vivian, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/5/2025).</p>
<p>Lukisan yang dibuat dengan teknik Mix oil pastel dan acrylic itu bukan sekadar permainan warna. Di dalamnya, Vivian menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadi diri sendiri, berani tampil apa adanya, dan menerima keunikan yang dimiliki. </p>
<p>Dalam usia yang begitu muda, Vivian telah menunjukkan bahwa anak-anak memiliki cara mereka sendiri untuk memahami dan menyampaikan perasaan mereka, yakni melalui lewat bahasa visual yang tidak membutuhkan terjemahan.</p>
<p><strong>Kompetisi Kelas Dunia</strong></p>
<p>Diselenggarakan oleh IE-NO-HIKARI Association, kompetisi yang diikuti oleh Vivian memang bertujuan untuk mendorong anak-anak dari seluruh belahan dunia agar lebih ekspresif dan berani. </p>
<p>Pada edisi ke-32, lukisan Vivian menjadi satu dari hanya 200 karya yang dipilih oleh juri yang terdiri dari kurator museum, dosen seni, dan tokoh pendidikan Jepang.</p>
<p>Prestasi tersebut bukanlah yang pertama dalam jejak kreatif Vivian. Anak yang baru menginjak umur 7 tahun itu telah aktif dalam berbagai pameran dan lomba seni internasional, termasuk:</p>
<ul>
<li>ArtKids 2024 di Indonesia,</li>
<li>beberapa kompetisi internasional lain yang digelar di Romania, Polandia, dan Serbia.</li>
</ul>
<p>Ibu Vivian juga mengungkapkan bahwa putri kesayangannya itu juga menunjukkan keberanian dalam bereksperimen dengan beragam media, mulai dari cat air hingga akrilik, semua mengalir dari imajinasi yang kaya dan bebas.</p>
<p>"Kami hanya berusaha memberi ruang dan mendampingi. Kami ingin Vivian tahu bahwa apa yang ada di pikirannya, sekecil apa pun, layak untuk diekspresikan," ucap Ervinna.</p>
<p><strong>Inspirasi dari Suara yang Jujur</strong></p>
<p>Kisah Vivian Edvin bukan hanya tentang pencapaian artistik, tapi juga cerminan potensi besar anak-anak Indonesia jika diberi ruang, waktu, dan kepercayaan. Dalam dunia yang sering kali keras dan penuh tuntutan untuk menjadi “sesuatu”, pesan Vivian datang sebagai pengingat lembut.</p>
<p>Judul karyanya, Be Yourself, terasa seperti ajakan universal dari seorang anak untuk semua orang, tanpa memandang usia untuk menjadi diri sendiri, karena dari situlah suara terkuat muncul. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jejak Madura di Desa Pringgodani Malang, Abadikan Semangat Gotong Royong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jejak-madura-di-desa-pringgodani-malang-abadikan-semangat-gotong-royong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jejak-madura-di-desa-pringgodani-malang-abadikan-semangat-gotong-royong</guid>
<description><![CDATA[ Mayoritas warga Desa Pringgodani berasal dari suku Madura yang dikenal menjunjung tinggi nilai gotong royong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_68188284595f3.webp" length="122948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 May 2025 17:15:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>kebersamaan, desa pringgodani, madura, partisipasi warga, pembangunan infrastruktur, kades abdul malek, budaya gotong royong, Kabupaten Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>MALANG, SJP — </strong>Semangat gotong royong masih menyala kuat di kawasan kaki perbukitan selatan Kabupaten Malang. Tepatnya di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Warga yang mayoritas berasal dari suku Madura mempertahankan budaya saling membantu, yang sudah lama menjadi identitas sosial mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal ini tampak dalam suasana Dusun Sengon, RT 16 RW 02, saat warga setempat tumpah ruah ke jalanan. Mereka membawa alat-alat sederhana. Bekerja bersama memperbaiki akses jalan desa yang rusak. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bukan karena upah atau kewajiban, mereka kompak gotong royong melakukannya karena didorong oleh rasa memiliki dalam jiwa mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Ini jalan kami bersama, dan kami ingin membuatnya nyaman. Dibangun dari dana desa, sudah sepatutnya kami ikut turun tangan,” ujar Faizal Mustofa, salah seorang tokoh masyarakat, Senin (5/5/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Inisiatif itu juga muncul atas dorongan Kepala Desa Pringgodani, Abdul Malek, yang selama masa kepemimpinannya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap pembangunan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurutnya, pembangunan fisik tanpa keterlibatan warga hanya akan menghasilkan aset tanpa makna. Dirinya pun bersyukur sikap gotong royong itu masih tertanam.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Saya bersyukur melihat warga Pringgodani. Terutama di Dusun Sengon. Masih memegang teguh semangat gotong royong. Ini bukan soal jalan saja, tapi tentang membangun rasa saling memiliki,” ujar Abdul Malek.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di masa jabatannya, Abdul Malek berharap semangat itu terus dirawat. Baginya, warisan terbesar tak hanya infrastruktur yang berdiri, tetapi budaya kebersamaan yang tetap hidup dalam keseharian mayoritas warga yang mempunyai darah Madura itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di Pringgodani, aktivitas seperti itu bukan sekadar musiman. Hal itu telah menjadi nafas kolektif. Terutama bagi komunitas Madura yang dikenal tangguh dan setia pada nilai solidaritas di tengah gempuran modernitas. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Kini Punya Korean Center: Belajar Bahasa dan Budaya Negeri Ginseng Jadi Makin Mudah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-kini-punya-korean-center-belajar-bahasa-dan-budaya-negeri-ginseng-jadi-makin-mudah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-kini-punya-korean-center-belajar-bahasa-dan-budaya-negeri-ginseng-jadi-makin-mudah</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya kini punya Korean Center pertama di Jatim, tidak hanya untuk kursus, namun juga menjadi lokasi  ujian TOPIK resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_68175cd307225.webp" length="18002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 May 2025 20:59:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya Korean Center, Hallyu Wave, Korea Selatan, TOPIK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tren budaya Korea Selatan, atau yang lebih dikenal dengan Hallyu Wave, telah menjalar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia dan tidak terkecuali di Kota Pahlawan, Surabaya.</p>
<p>Mulai dari lagu-lagu K-pop yang merajai playlist anak muda, gaya busana ala drama Korea, hingga kuliner seperti tteokbokki dan kimchi yang menghiasi kafe-kafe kekinian, semua itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup baru.</p>
<p>Hallyu Wave, yang berarti "Gelombang Korea", merujuk pada meningkatnya kepopuleran budaya pop Korea seperti musik, drama, film, hingga kuliner di kancah global. Tak sekadar hiburan, budaya Korea telah menginspirasi banyak orang untuk belajar lebih dalam tentang negeri ginseng, termasuk bahasanya.</p>
<p>Kini, warga Surabaya dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh untuk mengejar keingintahuan itu. Surabaya Korean Center (WM-bbb) hadir sebagai wadah belajar bahasa dan budaya Korea secara langsung dan mendalam.</p>
<p>Beroperasi di bawah Yayasan Widya Mandala Surabaya (YWMS) dan bekerja sama dengan organisasi budaya BBB Korea serta lembaga beasiswa dari perusahaan Korea KT&amp;G, Surabaya Korean Center menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap Korea Selatan.</p>
<p>Tidak hanya mengajarkan bahasa Korea, namun juga memperkenalkan aspek budaya Korea secara luas, mulai dari seni, makanan, etiket sosial, hingga cara berpikir masyarakatnya.</p>
<p>"Bahasa Korea sekarang bukan hanya sekadar satu bahasa asing, namun menjadi kunci yang akan membuka masa depan murid-murid kita di berbagai bidang seperti K-content, ekonomi, akademik, dan hubungan internasional," ujar Romo Yustinus Budi Hermanto, Ketua YWMS, Ahad (4/5/2025).</p>
<p><strong>Pusat Ujian TOPIK Pertama di Jawa Timur</strong></p>
<p>Sementara itu, Kim Gyu-nyeon, Kepala Pusat Pendidikan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia mengungkapkan bahwa bagian terpenting dari kehadiran Surabaya Korean Center ini adalah menjadi lokasi resmi pertama di Jawa Timur untuk penyelenggaraan TOPIK (Test of Proficiency in Korean). </p>
<p>Ujian perdana dijadwalkan pada 11 Mei 2025, dan sambutan masyarakat begitu tinggi, terbukti dari kuota yang langsung penuh di hari pertama pendaftaran.</p>
<p>"Bahasa adalah jembatan penghubung pikiran dan hati. Mempelajari bahasa Korea bukan hanya mempelajari bahasa baru, tapi juga merupakan perjalanan berharga untuk memahami budaya dan pola pikir dan kehidupan masyarakat Korea," kata Kim.</p>
<p><strong>Dukungan Langsung Korea Selatan</strong></p>
<p>Surabaya Korean Center bukan proyek singkat. Kehadirannya diperkuat dengan dukungan penuh dari mitra Korea Selatan. BBB Korea sebagai mitra pengelola, bersama KT&amp;G Scholarship Foundation, menjadi fondasi bagi pertumbuhan pusat ini sejak awal pendiriannya pada tahun 2020.</p>
<p>"Kami sangat senang bisa melanjutkan kerja sama dengan YWMS dan memberikan akses bagi lebih banyak orang Indonesia untuk mengenal Korea secara lebih dekat," ucap Choie Mee-hei, Sekretaris Jenderal BBB Korea.</p>
<p>"Melalui Surabaya Korean Center, kami berharap tidak hanya memberikan pendidikan bahasa, tetapi juga menjalin koneksi yang lebih dalam antara dua negara," tambah Ahn Hong-pil, Sekretaris Jenderal KT&amp;G Scholarship Foundation.</p>
<p><strong>Banyak Bahasa, Banyak Peluang</strong></p>
<p>Di era globalisasi, penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting, entah itu untuk studi maupun karir. Surabaya Korean Center menjembatani kebutuhan itu, tak hanya dengan materi pembelajaran yang menarik, tapi juga dengan komunitas yang aktif dan atmosfer pembelajaran lintas budaya.</p>
<p>Surabaya kini tak hanya menjadi kota dengan geliat ekonomi dan pendidikan yang kuat, tetapi juga rumah bagi semangat lintas budaya yang berkembang. Lewat Surabaya Korean Center, belajar tentang Korea bukan lagi impian, melainkan pengalaman nyata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah, UNDP Lakukan Survei di KBA Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-percontohan-pengelolaan-sampah-undp-lakukan-survei-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-percontohan-pengelolaan-sampah-undp-lakukan-survei-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ UNDP kunjungi Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, menggali praktik warga dalam mengelola sampah dan pangan, mencari solusi lokal untuk atasi krisis lingkungan global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_68175d152c86b.webp" length="93962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 May 2025 20:33:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>UNDP, United Nations Development Programme, KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia tengah melakukan survei ke sejumlah kota besar dalam rangkaian inisiatif pengurangan sampah plastik yang mencemari perairan.</p>
<p>Salah satu lokasi yang menjadi rujukan adalah KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya. Kampung tersebut menjadi lokasi awal dari lima titik yang dijadikan bahan penelitian oleh UNDP untuk mencari model inovatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat.</p>
<p><strong>Mengenal UNDP dan Tujuan Surveinya</strong></p>
<p>Layaknya World Health Organization (WHO) atau United Nations Children's Fund (UNICEF), UNDP adalah salah satu badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak dalam pengembangan kapasitas negara-negara untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). </p>
<p>Hartoni Anwar, Staf Environment Unit UNDP Indonesia menjelaskan bahwa kunjungan yang mereka lakukan merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) yang diteken pada April 2024 lalu tentang upaya pengurangan sampah yang masuk ke badan air, khususnya limbah plastik.</p>
<p>"Jadi Environment Unit di UNDP kita ingin mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang langsung melibatkan masyarakat, karena itu kita lakukan survei terlebih dahulu ke beberapa tempat yang sudah ada penerapannya," ujar Hartoni saat dikonfirmasi pada Ahad (4/5/2025).</p>
<p>Tujuan dari survei itu adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik lokal yang efektif dan bisa diadopsi dalam program nasional maupun internasional. Total ada lima titik lokasi yang akan dikunjungi oleh UNDP sebagai lokasi survei, meliputi:</p>
<ol>
<li>Surabaya,</li>
<li>Sidoarjo,</li>
<li>Bekasi,</li>
<li>Solo,</li>
<li>Badung (Bali).</li>
</ol>
<p>"Jadi kami ingin menggali potensi yang sudah ada untuk nantinya dikembangkan dan direplikasi di daerah lain," ucap Hartoni.</p>
<p><strong>Penelitian Jenna Jambeck </strong></p>
<p>Survei UNDP itu juga turut merujuk pada riset pakar lingkungan dari University of Georgia, Amerika, yakni Jenna Jambeck. Pada 2015, Jenna merilis studi berjudul ”Plastic Waste Inputs from Land Into the Ocean” yang menyebut Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok.</p>
<p>Penelitian tersebut mengejutkan banyak pihak karena menyebut Indonesia membuang sekitar 1,29 juta metrik ton sampah plastik ke laut setiap tahun. Angka tersebut diambil dari kombinasi populasi, pengelolaan sampah yang buruk, dan tingkat konsumsi plastik sekali pakai yang tinggi.</p>
<p>"Data Jenna Jambeck itu yang memicu pemerintah membuat Perpres 83 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut," jelas Hartoni.</p>
<p>Pasca berbagai inisiatif seperti peraturan presiden dan proyek berbasis komunitas, posisi Indonesia dalam daftar negara penyumbang sampah plastik ke laut mengalami pergeseran dan menurun ke peringkat kelima pada tahun 2023.</p>
<p><strong>Sepak Terjang KBA Kampoeng Oase Ondomohen</strong></p>
<p>Surabaya dipilih menjadi lokasi pertama karena telah memiliki ekosistem komunitas pengelola sampah yang berjalan cukup efektif. Di KBA Kampoeng Oase Ondomohen, UNDP melihat adanya praktik nyata pemrosesan limbah rumah tangga meski dengan lahan yang sempit.</p>
<p>Kampung yang berada di jantung Kota Surabaya itu memang sudah memiliki rekam jejak sebagai kampung urban yang aktif mengembangkan praktik pengelolaan lingkungan, sampah, hingga ketahanan pangan.</p>
<p>Melalui pendekatan urban farming, warga memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam sayur, buah, hingga beternak ikan. Praktik itu sekaligus menjawab SDGs:</p>
<ul>
<li>SDGs 2: Zero Hunger, karena pangan diproduksi mandiri oleh warga;</li>
<li>SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, dengan menjadikan kampung bersih, hijau, dan layak huni;</li>
<li>SDGs 17: Partnerships for the Goals, lewat kolaborasi warga, pemerintah, dan lembaga internasional.</li>
</ul>
<p>Kampung tersebut juga memanfaatkan teknologi lokal seperti sistem filtrasi bertingkat untuk mengolah air limbah menjadi air bersih yang dimanfaatkan dalam kolam ikan dan tanaman.</p>
<p>Berdasarkan jurnal Abdimas local champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, yakni Adi Candra, menunjukkan bahwa meski airnya tidak untuk keperluan konsumsi, namun cukup untuk mengurangi beban penggunaan air PDAM hingga 43 persen untuk kegiatan yang lain.</p>
<p>"Inovasi yang ada di KBA Kampoeng Oase Ondomohen ini sudah cukup bagus, terutama di bagian pemanfaatan drainase. Kami sudah dokumentasikan dan mungkin nanti bisa jadi percontohan bagi wilayah lain," papar Hartoni.</p>
<p><strong>Respon Pihak Kampung</strong></p>
<p>Domy Wahyu Nugroho, Lurah Ketabang, menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja warga. Menurutnya kunjungan UNDP bisa dijadikan momentum untuk saling belajar.</p>
<p>"Kita bersyukur karena memang di Kelurahan Ketabang mulai dari bank sampahnya selalu aktif dan warga juga sudah mulai memilah sampah, semoga apa yang kami berikan disini bisa bermanfaat," ucap Domy.</p>
<p>Domy menegaskan bahwa semangat warga tak hanya berhenti di kebersihan dan pangan. Saat ini, Kelurahan Ketabang juga tengah mengembangkan konsep Kampung Madani, yaitu kampung gotong-royong yang merupakan gagasan dari Pemkot Surabaya.</p>
<p>Sementara itu, sebagai tokoh lokal atau local champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra menyampaikan bahwa kedatangan dari perwakilan UNDP merupakan bentuk apresiasi sekaligus memberi energi baru bagi warga kampung.</p>
<p>"Dengan kunjungan UNDP, kami merasa dihargai. Mereka datang bukan hanya melihat, tapi mendengarkan langsung bagaimana kami mengelola air, sampah, dan pangan. Membuktikan bahwa warga kampung bukanlah beban Kota, melainkan menjadi solusi," terang Adi.</p>
<p>Adi menjelaskan, sistem pengelolaan air kampung mereka bahkan menjadi sorotan. Air limbah domestik yang tak langsung dibuang, namun disaring melalui IPAL bertingkat dan digunakan untuk budidaya ikan dan tanaman itu menarik perhatian pihak UNDP.</p>
<p>Ia menjelaskan, itulah salah satu isu terkait dengan sumber daya air yang diupayakan untuk bisa selalu dijaga. Karena sumber daya ini semakin lama akan semakin habis. </p>
<p>"Karena air ini adalah salah satu elemen terpenting dalam tubuh manusia. Jadi dalam kehidupan, air itu yang paling penting. Makanya kalau kita bisa menjaga air kita, kita bisa jaga sungai kita, maka kehidupan yang berkelanjutan itu bukan hal yang mustahil yang bisa kita capai," pungkas Adi.</p>
<p><strong>Menuju Percontohan Internasional</strong></p>
<p>Survei UNDP di Surabaya menegaskan bahwa solusi besar bisa dimulai dari gang sempit. Kampoeng Oase Ondomohen menunjukkan bahwa pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan konservasi air bisa dilakukan oleh komunitas biasa dengan semangat luar biasa.</p>
<p>Jika kota-kota lain bisa mereplikasi inisiatif serupa, maka impian akan kota berkelanjutan bukanlah hal yang utopis. Seperti yang ditekankan oleh UNDP, perubahan sistemik bisa dimulai dari perubahan perilaku sehari-hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Duta Bahasa Jatim 2025: Mengemban Misi Bahasa, Budaya, dan Literasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/duta-bahasa-jatim-2025-mengemban-misi-bahasa-budaya-dan-literasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/duta-bahasa-jatim-2025-mengemban-misi-bahasa-budaya-dan-literasi</guid>
<description><![CDATA[ Jawa Timur kembali memiliki Duta Bahasa di tahun 2025, mereka adalah Akhdan dan Alma dinobatkan sebagai yang menjadi simbol generasi muda dalam bidang bahasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202505/image_870x580_68175cd654678.webp" length="77270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 May 2025 20:04:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Duta Bahasa, Dubas Jatim, Balai Bahasa Jawa Timur, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing di ruang digital, keberadaan Duta Bahasa (Dubas) menjadi penting untuk tetap menjaga identitas bangsa tetap lestari di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.</p>
<p>Atas urgensi tersebut, Balai Bahasa Jawa Timur, yang merupakan lembaga di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, rutin menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa setiap tahun, sebagai bagian dari strategi kampanye literasi kebahasaan. </p>
<p>Program tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menguatkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing secara proporsional.</p>
<p>"Duta Bahasa bukan sekadar simbol, tapi mereka nanyinya akan menjadi pekerja nyata di bidang edukasi bahasa dan inspirasi bagi generasi muda," ujar Ratna Sunarti Iwan mewakili Bunda Literasi Jawa Timur, Arumi Bachsin, Ahad (4/5/2025).</p>
<p><strong>Penobatan Dubas Jatim 2025</strong></p>
<p>Pada tahun 2025 ini, Jawa Timur kembali melahirkan Dubas baru dalam acara puncak penobatan Duta Bahasa Jawa Timur 2025 yang digelar pada Minggu, (4/5/2025) di Balairung Cut Nyak Din, Kantor Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Sidoarjo, dan mereka adalah:</p>
<ol>
<li>Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dari Kabupaten Malang</li>
<li>Nursan’ah Almasta Gohan dari Kabupaten Tulungagung</li>
</ol>
<p>Kepala Balai Bahasa Jatim, Puji Retno Hardiningtyas mengungkapkan bahwa keduanya berhasil mengungguli 19 finalis lain yang berasal dari 11 kabupaten dan 3 kota di Jawa Timur, setelah melalui tiga babak ketat yang menilai kemampuan orasi, wawasan kebahasaan, dan ketangkasan berpikir kritis.</p>
<p>"Pemenang Duta Bahasa akan bertugas mewakili Jawa Timur dalam Duta Bahasa Nasional," ujar Retno.</p>
<p>Tahapan final sendiri dimulai dengan orasi dari seluruh finalis mengenai program kebahasaan mereka. Juri kemudian menyaring peserta menjadi 10 finalis, lalu mengujinya melalui pertanyaan singkat berdurasi 60 detik.</p>
<p>Dari sana, tiga pasangan terbaik dipilih untuk maju ke babak akhir, menjawab pertanyaan mendalam dari dewan juri.</p>
<p>"Kami ingin memperkuat kesadaran berbahasa di ruang digital agar masyarakat tidak lagi menganggap remeh penggunaan bahasa yang baik," kata Akhdan dan Alma dalam wawancara singkat usai dinobatkan sebagai pemenang.</p>
<p>Dengan gelar yang disandang, para Duta Bahasa Jawa Timur tak hanya berfokus pada kegiatan seremoni. Mereka diwajibkan menyusun program kerja dan mengimplementasikannya di tengah masyarakat, mulai dari pelatihan bahasa Indonesia bagi pelajar, pengarsipan kosakata daerah, hingga kampanye literasi digital.</p>
<p>Pemilihan Duta Bahasa dan program serupa menjadi jembatan penting antara kebijakan bahasa dari pusat dengan pelibatan masyarakat akar rumput. Di tangan mereka, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri dan warisan bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu: Kembalinya Sang Serigala dan 350 Ribu Buku ke Surabaya dalam BBW 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ubah-dunia-satu-buku-setiap-waktu-kembalinya-sang-serigala-dan-350-ribu-buku-ke-surabaya-dalam-bbw-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ubah-dunia-satu-buku-setiap-waktu-kembalinya-sang-serigala-dan-350-ribu-buku-ke-surabaya-dalam-bbw-2025</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah dominasi layar, seorang anak membalik halaman buku, pelita kecil yang berusaha bertahan, menandai kembalinya Surabaya sebagai medan perlawanan terhadap krisis literasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_68120d03c6031.webp" length="46210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 19:46:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Big Black Wolf, BBW, Literasi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di ruang sunyi sebuah rumah, seorang anak membalik halaman demi halaman buku bergambar. Tak ada layar biru yang berkedip, tak ada suara notifikasi yang mengganggu. Hanya cerita, imajinasi, dan rasa ingin tahu yang tumbuh perlahan, itu adalah sebuah pemandangan yang kini semakin langka. </p>
<p>Di tengah derasnya arus digital, buku cetak, terutama untuk anak-anak, seperti pelita kecil yang berusaha bertahan di antara angin kencang. Namun, benih perubahan kerap tumbuh dari tempat yang tak terduga qdan Surabaya, sekali lagi, menjadi ladangnya.</p>
<p>Menurut data UNESCO, Indonesia pernah menempati peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Sementara itu, survei Most Literate Nations (2016) yang dikutip oleh Perpusnas RI menempatkan Indonesia di posisi 59 dari 61. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari tantangan budaya yang perlu dihadapi bersama.</p>
<p>Ketika membaca tidak lagi menjadi kebiasaan, masa depan perlahan kehilangan fondasinya. Namun, satu buku bisa mengubah segalanya dan itulah misi yang diusung Big Bad Wolf (BBW) Surabaya 2025 dengan tema “Changing the World One Book At a Time”.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x_68120cabdce75.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kembalinya Sang Serigala Besar ke Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Setelah dua tahun absen, BBW kembali menjadikan Surabaya sebagai pemberhentian pertama dalam tur literasinya tahun ini. Digelar di Surabaya Convention Center, Pakuwon Mall-PTC, BBW Surabaya akan berlangsung dari 9 hingga 18 Mei 2025, dibuka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB dengan akses gratis bagi semua pengunjung.</p>
<p>Dalam acara konferensi pers BBW yang digelar di Museum Pendidikan Kota Surabaya, Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto menjelaskan alasan memilih Surabaya sebagai kota pembuka.</p>
<p>"Orang itu terakhir ada di Surabaya tahun 2023. Kita sadar, ini kayaknya udah lama banget kita nggak balik. Takutnya juga masyarakat di Surabaya juga lupa nih ada Big Bad Wolf," ujar Marthius, Rabu (30/4/2025).</p>
<p>Tahun ini, BBW hadir dengan skala lebih besar menempati area 5.000 meter persegi dan membawa lebih dari 350.000 buku. Bukan hanya buku anak dan fiksi populer, pengunjung akan menemukan berbagai genre dari literatur klasik, desain, bisnis, self-development, hingga kesehatan mental. </p>
<p>Tidak hanya itu, buku-buku internasional dan koleksi berbahasa Indonesia hadir berdampingan, menjangkau beragam kalangan pembaca.</p>
<p><strong>Harga, Harapan, dan Halaman yang Mengubah</strong></p>
<p>Yang membedakan BBW tahun ini tak hanya jumlah buku, tetapi juga keberanian untuk menjadikan buku sebagai alat perubahan sosial. Beberapa buku dijual mulai dari harga Rp 100, dan akan ada program “top spender” yang memberi ruang bagi para pencinta buku untuk berburu lebih giat.</p>
<p>"Kampanye banyak, bukunya banyak, dan juga harapannya tentu biar teman-teman makin banyak yang jadi pembaca. Bisa ngajak keluarga, teman, tetangga ke acara ini," ujar Marthius.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sekitar 70 persen koleksi BBW adalah buku anak-anak. Namun genre self-development, bisnis, dan psikologi juga terus menunjukkan permintaan tinggi.</p>
<p><strong>Narasi dari Para Penjaga Literasi</strong></p>
<p>Pendiri BBW, Andrew Yap, turut hadir di Surabaya dan membagikan kisah bagaimana mimpi BBW bermula dari Malaysia, lalu berkembang ke 49 kota di 17 negara, menunjukan bagaimana perjalanan panjang yang sudah dilalui oleh BBW.</p>
<p>"Kami ingin membuat buku lebih terjangkau dan mudah diakses siapa saja, di mana saja," katanya singkat.</p>
<p>Dari sisi psikologis, Bunda Watiek Ideo, penulis buku anak dan praktisi psikologi asal Surabaya, menekankan pentingnya memperkenalkan buku sejak dini.</p>
<p>"Membaca bukan hanya membuka pintu ilmu, tapi juga membangun karakter anak sejak dini. Perubahan besar berawal dari langkah kecil di rumah," ujarnya.</p>
<p>Bagi Watiek, BBW bukan sekadar bazar buku, tetapi simbol gerakan literasi yang menjangkau anak-anak dari berbagai lapisan.</p>
<p><strong>Investasi Jangka Panjang Bernama Literasi</strong></p>
<p>BBW Surabaya 2025 juga kembali didukung oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang memberikan penawaran khusus untuk nasabah. Namun di balik dukungan itu, ada pesan yang lebih dalam.</p>
<p>"Dukungan BCA terhadap BBW sejalan dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan literasi di Indonesia, karena literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan," ucap I Ketut Alam Wangsawijaya, EVP Transaction Banking Business Development BCA yang juga turut hadir dalam konferensi pers.</p>
<p><strong>Menemukan Dunia dalam Lembaran Buku</strong></p>
<p>Di tengah dominasi layar, BBW Surabaya 2025 menawarkan pelarian yang bermakna: bertemu kembali dengan dunia yang tercetak di atas kertas. Mungkin tak semua anak akan tumbuh menjadi penulis atau ilmuwan, tapi setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk bermimpi dan seringkali, mimpi itu dimulai dari satu buku, satu halaman, satu kata pertama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menari di Atas Kanvas: Goresan Yanto Bedor dalam Jelajah Pulau Madura 3</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menari-di-atas-kanvas-goresan-yanto-bedor-dalam-jelajah-pulau-madura-3</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menari-di-atas-kanvas-goresan-yanto-bedor-dalam-jelajah-pulau-madura-3</guid>
<description><![CDATA[ Lewat lukisan &quot;Penari Bali&quot;, Yanto Bedor menari dalam goresan, merayakan keberagaman, menyatukan suku dan budaya, serta mengajak generasi muda mencintai Indonesia lewat seni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6811fede18ed0.webp" length="24604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 18:02:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Seniman, Seni Rupa, Madura, Lukisan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah keramaian Gedung Sentra Batik Klampat, Pamekasan, sehelai kanvas menarik perhatian. Bukan hanya karena warna-warnanya yang tegas, tapi karena sosok di dalamnya, yakni seorang penari Bali, membeku dalam gerak yang elegan, namun penuh makna. </p>
<p>Di depan lukisan itu berdiri Supriyanto, lebih dikenal sebagai Yanto Bedor, seorang perupa yang telah melewati panggung demi panggung pameran dengan semangat yang tak pernah padam.</p>
<p><strong>Menjelajah Lewat Pameran</strong></p>
<p>Yanto Bedor bukanlah nama baru di jagat seni rupa Jawa Timur. Setelah melanglang buana bersama Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) di berbagai ajang dan lokasi, seperti Jatim Expo, Tugu Pahlawan, dan Alun-Alun Surabaya, kini ia membawa karya terbarunya ke Pamekasan dalam rangkaian pameran "Jelajah Pulau Madura 3: Goresan Warna Nusantara di Bumi Madura."</p>
<p><strong>Penari Bali: Bukan Sekadar Lukisan</strong></p>
<p>Salah satu karya yang ia bawa berjudul Penari Bali, bukan sekadar visualisasi budaya. Ia menyebutnya sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman.</p>
<p>"Saya tidak ingin mempertontonkan kesukuan, tetapi memperkenalkan kepada anak cucu kita bahwa kita hidup dalam keanekaragaman budaya dan suku," ucapnya, Rabu (30/4/2025).</p>
<p>Bagi Yanto, seni adalah ruang sosial yang menyatukan. Ia bercerita bagaimana setiap pameran adalah kesempatan untuk menjaga eksistensinya sebagai seniman sekaligus mempererat kebersamaan dengan para perupa lintas daerah, lintas suku, dan lintas bahasa. </p>
<p>"Seni bisa menyatukan kita, bukan hanya untuk berkarya, tapi juga untuk berbagi," katanya.</p>
<p><strong>Berbagi Lewat Goresan</strong></p>
<p>Yanto tak hanya berpameran demi eksistensi. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya suatu kegiatan seperti pameran, seniman dan penikmat seni (aspirator) bisa saling tergugah, dan mungkin juga menghasilkan hubungan jual-beli yang bermanfaat bagi kedua pihak dengan latar saling membutuhkan.</p>
<p>Hasil penjualan seni rupa juga tidak hanya bermanfaat bagi pribadi perupa, Yanto mengungkapkan bahwa dalam kegiatan seni juga bisa untuk bersosialisasi hingga menghimpun dana donasi.</p>
<p>"Karena dalam rejeki kita, pasti ada hak orang lain juga disana. Jadi saya percaya bahwa seni juga bisa menjadi alat untuk menolong sesama, bukan sekadar barang indah yang dikagumi," ucapnya.</p>
<p><strong>Seni untuk Generasi Muda</strong></p>
<p>Tak kalah penting baginya adalah misi edukatif. Pameran seperti ini, menurutnya, bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya di kalangan anak muda. </p>
<p>"Pameran bisa menginspirasi, menumbuhkan rasa menghargai seni budaya, baik lokal maupun nasional," ujarnya dengan harap.</p>
<p><strong>Dalam Goresan, Kita Satu</strong></p>
<p>Dengan karya “Penari Bali”, Yanto Bedor tidak hanya memamerkan lukisan, tetapi menyampaikan pesan: bahwa seni adalah bahasa universal yang merangkul, bukan memisahkan. </p>
<p>Di antara goresan warna Nusantara, ia mengingatkan kita bahwa Indonesia, dengan segala ragamnya, adalah satu tarian besar di atas kanvas kehidupan. Dan selama masih ada yang menari, seni akan tetap hidup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Paket Umroh jadi Rebutan, Meriahnya Puncak Road to 17th Sedayu Anniversary di Pakuwon City Mall</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-paket-umroh-jadi-rebutan-meriahnya-puncak-road-to-17th-sedayu-anniversary-di-pakuwon-city-mall</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-paket-umroh-jadi-rebutan-meriahnya-puncak-road-to-17th-sedayu-anniversary-di-pakuwon-city-mall</guid>
<description><![CDATA[ Pakuwon City Mall memastikan bahwa rangkaian program serupa akan kembali digelar, tetap dengan semangat menghadirkan pengalaman bermakna bagi setiap pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680f87b609f3f.webp" length="82308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 22:45:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Umroh, Sedayu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tarian sufi berputar dengan anggun di tengah Atrium 1 Pakuwon City Mall (PCM), mengawali puncak acara Road to 17th Sedayu Anniversary. Di sisi lain, para pengunjung sedang menanti namanya disebut untuk memenangkan dua paket perjalanan umroh yang menjadi hadiah utama dalam program tersebut.</p>
<p>General Manager Pakuwon City Mall, Lily Tanaya, menjelaskan bahwa acara tersebut dirancang untuk memberikan lebih dari sekadar hiburan kepada para pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"PCM ini secara rutin mengadakan acara dengan berbagai tema, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membekas. Jadi ini juga wujud terima kasih kami kepada komunitas yang telah bersama kami," ucap Lily saat dikonfirmasi pada Senin (28/4/2025).</p>
<p></p>
<p>Sebagai hadiah utama, dua paket umroh yang dibagikan berhasil menarik antusiasme besar dari masyarakat Surabaya maupun luar Surabaya. Lily menegaskan bahwa pendekatan seperti itu akan terus menjadi bagian dari strategi PCM dalam mempererat hubungan dengan masyarakat.</p>
<p></p>
<p><strong>Penampilan Sufi Dance yang Membuka Suasana</strong></p>
<p>Lily menambahkan, puncak acara dimulai dengan pertunjukan sufi dance, yang disambut meriah oleh pengunjung. Musik yang mengalun dan gerakan memutar para penari membawa nuansa berbeda ke dalam atrium mall.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin membangun atmosfer yang hidup sejak awal, sebelum masuk ke sesi pengundian hadiah," kata Lily.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan dari Sedayu Advertising</strong></p>
<p>General Manager Sedayu Advertising, Alif Yodri Alamsyah, juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program itu. Ia berharap kolaborasi dapat terus dilanjutkan di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Antusiasme masyarakat memberi energi bagi kami untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan bermakna ke depan," ujar Alif.</p>
<p></p>
<p>Momen puncak terjadi saat nama pemenang dua paket umroh diumumkan. Raut tegang dan harap-harap cemas berganti menjadi sorak kegembiraan saat pemenang dipanggil untuk mengambil tiketnya berangkat ke tanah suci.</p>
<p></p>
<p>Ayas kesuksesan dan kemeriahan program itu, pihak Pakuwon City Mall memastikan bahwa rangkaian program serupa akan kembali digelar, tetap dengan semangat menghadirkan pengalaman bermakna bagi setiap pengunjung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>111 Tahun Kota Malang, Sebuah Kejayaan dari Era Kolonial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/111-tahun-kota-malang-sebuah-kejayaan-dari-era-kolonial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/111-tahun-kota-malang-sebuah-kejayaan-dari-era-kolonial</guid>
<description><![CDATA[ Kota Malang memiliki sejarah panjang yang terpotong-potong. Kejayaan di era kolonial tersisa sampai hari ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680df7f19416d.webp" length="21118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 17:05:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fajar Izzul</dc:creator>
<media:keywords>Kota Malang, Kolonial, Sejarah, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Reza Hudiyanto, seorang ahli sejarah kota mengatakan, "Berbicara sejarah kota adalah berbicara planet yang lain".</p>
<p>Ahli sejarah kota ini, banyak meneliti tentang Kota Malang di masa lalu, utamanya di bawah kuasa kolonial.</p>
<p>111 tahun lalu, menurutnya, Malang punya citra penampakan yang jauh berbeda dengan hari ini. </p>
<p>Sisa-sisa peninggalan itu dapat dilihat dari bentuk bangunan, catatan tertulis, lukisan atau foto, dan folklore di masyarakat.</p>
<p>Namun disayangkan, kata Reza, sejarah yang panjang ini terputus-putus.</p>
<p>"Malang itu punya sejarah yang panjang, tapi tidak kontiniu, ada <em>missing link</em>, ada rantai yang terputus," ujar Reza saat mempresentasikan penelitiannya tentang Kota Malang, Minggu (27/4/2025) di gedung Gramedia Jalan Basuki Rahmat.</p>
<p>Bentuk Kota Malang di era kolonial, berawal dari era perkebunan di tahun 1830-1920. Reza bercerita, setelah diberlakukannya tanam paksa, wilayah Kota Malang menjadi salah satu sentra perkebunan.</p>
<p>"Ada sekitar tujuh puluh investor di Malang ini yang mendirikan pabrik perkebunan," jelas Reza.</p>
<p>Di tahun 1882, Kota Malang secara eksis telah ada, di mana saat itu Kota Malang menjadi distrik tersendiri. Dalam sistem pemerintahan Kolonial Belanda, distrik membawahi beberapa <em>Ondedistrik.</em></p>
<p>Reza mengungkap, titik awal didirikannya Kota Malang didasarkan pada dokumen di mana Kota Malang berubah bentuk menjadi <em>Gemeente</em> pada tahun 1914.</p>
<p><em>Gemeente</em> sendiri merupakan kota yang memiliki pemerintahannya sendiri, atau setara dengan kota madya.</p>
<p>"Nah, jadi seratus sebelas ini dari g<em>emeente</em> 1914, tapi sudah eksis sebelum itu, 1882," kata Reza, yang saat itu didampingi oleh seorang pemerhati, Agung Buana.</p>
<p>Pada saat berbentuk <em>gemeente</em> ini, Kota Malang mendirikan balai kota yang diresmikan pada tahun 1929. Arsiteknya adalah H.F. Horn dengan mengusung "Voor de burgers van Malang" yang berarti "untuk warga Malang".</p>
<p>"Meskipun arsiteknya orang Belanda, kalau kita perhatikan atap tumpang di balai kota itu diserap dari gaya bangunan lokal," jelas Reza.</p>
<p>Dibentuknya Kota Malang sebagai gemeente, menandai wajah baru Kota Malang. Kota Malang mengalami proses modernisasi besar-besaran di tahun 1920-1930.</p>
<p>"Komersialisasi di era itu meluas, mencangkup segala bidang, tidak di perkebunan saja," kata Reza.</p>
<p>Komersialisasi tersebut mencangkup adanya transaksi di bidang keuangan dan jasa. Kantor-kantor penyedia jasa banyak berdiri, begitu pula industri di bidang hiburan.</p>
<p>Pembangunan tata kota di Kota Malang saat itu, didasarkan pada rancangan Eropa. Peningkatan jumlah penduduk memengaruhi pembangunan infrastuktur dan tipe moda transportasi.</p>
<p>Meski demikian, jelas Reza, pembangunan Kota Malang bukanlah pembangunan sosial, melainkan pembangunan yang berbasis kapitalis.</p>
<p>"Mereka membangun itu bukan untuk masyarakat, tapi untuk mereka sendiri," jelas Reza.</p>
<p>Bentuk perumahan masyarakat, dibuat kampung dengan gang-gang yang memiliki jalan dan selokan.</p>
<p>Lingkungan perumahan ini, didasarkan untuk mempermudah akses pemadam kebakaran dan menghindari penyebaran wabah.</p>
<p>"Perbaikan kampung ini juga fungsi keamanan. Mungkin biar mudah ngejar copet," kata Reza dengan tertawa.</p>
<p>Masa kejayaan pemerintah Kolonial Belanda berakhir ketika kependudukan Jepang. Dan setelah era ini, adalah masa awal sejarah Kota Malang di era kemerdekaan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu&amp;satunya Pemberhentian Lady Gaga di Asia: Singapura Tawarkan Lebih dari Konser</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-satunya-pemberhentian-lady-gaga-di-asia-singapura-tawarkan-lebih-dari-konser</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-satunya-pemberhentian-lady-gaga-di-asia-singapura-tawarkan-lebih-dari-konser</guid>
<description><![CDATA[ Singapura jadi satu-satunya destinasi konser Lady Gaga di Asia, menyajikan pengalaman liburan eksklusif dengan atraksi baru dan rekomendasi wisata dari Singapore Tourism Board. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680ca9bfa3408.webp" length="122554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 20:33:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Singapura Tourism Board, STB, Lady Gaga, The MAYHEM Ball, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>SURABAYA, SJP —</strong> </span><span lang="IN">Pada bulan Mei 2025, <em>”Little Monsters” </em>dari seluruh Asia hanya punya satu tujuan yakni Singapura. Bukan Tokyo, bukan Bangkok, bukan juga Jakarta. Melainkan hanya di Singapura Lady Gaga akan menggelar tur <em>"The MAYHEM Ball” </em>di wilayah Asia. Tepat pada 18, 19, 21, dan 24 Mei 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai satu-satunya destinasi konser di kawasan itu, Singapura memanfaatkan momentum ini bukan hanya untuk memanjakan penggemar musik, tetapi juga untuk mengubah perjalanan konser menjadi liburan penuh petualangan.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Indonesia Pasar Besar Singapura</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Terence Voon, <em>Executive Director Southeast Asia </em>Singapore Tourism Board (STB), kehadiran wisatawan Indonesia memegang peran krusial dalam lonjakan pariwisata Singapura.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut data dari pihaknya, sepanjang tahun 2024 lalu, lebih dari 2,94 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Negeri Singa, hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar ketiga terbesar setelah Tiongkok.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami sangat menghargai dukungan dari wisatawan Indonesia. Karena itu, tahun ini kami menghadirkan lebih banyak atraksi baru dan acara besar, agar selalu ada alasan segar untuk kembali," ujar Terence, saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/4/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Itinerary 4 Hari di Singapura</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">STB merancang <em>itinerary </em>empat hari tiga malam yang penuh warna untuk menemani momen konser para <em>”Littke Monster” </em>dari Indonesia. Bukan sekadar menonton Lady Gaga, melainkan mengekspansi pengalaman ke setiap sudut keindahan Singapura.<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li><span lang="IN">Hari 1:<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Belanja di New Bahru, berburu <em>fashion </em>lokal di Funan Mall, hingga menikmati <em>view </em>kota di ION Orchard. Tak ketinggalan, berburu koleksi edisi terbatas di POP MART dan menikmati suasana elegan Prada Caffè.<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li><span lang="IN">Hari 2:<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Kulineran dimulai dari brunch di PS Cafe, dilanjutkan dengan menikmati hotpot kerang di Kallang Claypot Lala, dan ditutup santap malam di Newton Food Centre, pusat jajanan legendaris.<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li><span lang="IN">Hari 3:<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Saatnya bersantai: mencicipi gelato botanikal di Birds of Paradise, meracik parfum di Oo La Lab, berfoto di rumah-rumah pastel Katong Joo Chiat, hingga menyelami dunia magis di Wonderland Upside Down.<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li><span lang="IN">Hari 4:<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Sebelum pulang, ngopi santai di Blue Bottle Coffee, menyantap dim sum halal di The Dim Sum Place, lalu menikmati keajaiban Jewel Changi—destinasi bandara paling ikonik di dunia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami ingin wisatawan Indonesia tidak hanya datang untuk konser, tapi juga memperpanjang masa tinggal mereka dan mengeksplor berbagai sisi baru Singapura," tambah Terence.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tidak hanya itu, jika wisatawan memutuskan untuk tinggal lebih lama, Terrence juga memberikan alternatif wisata lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, di antaranya:<o:p></o:p></span></p>
<ul type="disc">
<li style="font-style: italic;"><span lang="IN"><em>Harry Potter: Visions of Magic di Resorts World Sentosa,</em><o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN"><em>HyperDrive Sentosa </em>untuk pengalaman balap futuristik,<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN"><em>SkyHelix Sentosa </em>untuk melihat panorama sunset dari ketinggian 79 meter,<o:p></o:p></span></li>
<li><span lang="IN">Pementasan musikal legendaris The Phantom of the Opera di Marina Bay Sands.<o:p></o:p></span></li>
</ul>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Singapore International Festival of Arts (SIFA) kembali hadir, menghidupkan teater, musik, tari, dan seni visual dalam gelombang kreatif yang akan berlangsung dari 16 Mei hingga 1 Juni 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Ini adalah kesempatan bagi kedua negara, yang mana wisatawan Indonesia bisa mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan. Sedangkan Singapura berkesempatan untuk kenalkan beragam destinasi liburannya," pungkas Terrence.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Satu tiket konser Lady Gaga bisa membuka pintu ke seribu petualangan. Di tahun 2025 ini, hanya Singapura yang punya kuncinya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Indonesia Berseni di Negeri Sakura: Tiga Siswa Lotus Art Courses Menang di Jepang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-indonesia-berseni-di-negeri-sakura-tiga-siswa-lotus-art-courses-menang-di-jepang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-indonesia-berseni-di-negeri-sakura-tiga-siswa-lotus-art-courses-menang-di-jepang</guid>
<description><![CDATA[ Tiga anak Indonesia menaklukkan panggung seni dunia di Jepang, menyisihkan ribuan karya dari 68 negara lewat ekspresi jujur mereka dalam lomba gambar anak internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680caaa0761ad.webp" length="43292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 19:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Jepang, Ie no Hikari, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Jepang bukan hanya dikenal sebagai Negeri Sakura, melainkan juga sebagai salah satu pusat seni dan kebudayaan yang memiliki pengaruh besar di dunia. Dari lukisan tradisional hingga modern, kreativitas dan ekspresi visual, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di tengah atmosfer kreatif tersebut, tiga anak Indonesia tampil bersinar. Bukan hanya sebagai penikmat atau penonton, melainkan sebagai pemenang dalam ajang seni rupa internasional.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Ajang Seni Dunia yang Bergengsi</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Prestasi membanggakan diraih oleh siswa-siswi Lotus Art Courses Indonesia dalam ajang <em>”32nd Annual World Children’s Picture Contest tahun 2024”.</em> <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lomba internasional bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Ie No Hikari Association, sebuah lembaga budaya yang berbasis di Jepang dan telah puluhan tahun berkomitmen mengangkat kreativitas anak-anak dari berbagai penjuru dunia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan tema <em>“Self Expression,” </em>kompetisi ini mengajak anak-anak untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan identitas mereka melalui karya visual. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dari 11.479 karya seni yang masuk, mewakili 68 negara dan wilayah, hanya 200 karya yang dinyatakan lolos seleksi akhir oleh dewan juri profesional melalui dua tahap penilaian ketat.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Tiga Nama dari Indonesia Menggema di Jepang</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dari 200 karya yang terpilih, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Mereka dibina oleh lembaga seni Lotus Art Courses yang berbasis di Surabaya. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tiga delegasi Indonesia tersebut yakni, Vivian Edvin, yang menyabet <em>bronze prize</em>; Ameera Cremelicia K, yang juga meraih <em>bronze prize</em>; dan R Anggoro Mulneo, memperoleh penghargaan <em>honorable mention</em>.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketiganya menunjukkan kekuatan imajinasi dan ekspresi diri dalam karyanya. Mereka berhasil memikat hati juri dan bersanding dengan karya anak-anak dari negara maju dalam seni visual.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Kebanggaan dari Lotus Art Spaces Surabaya</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Keberhasilan ini disambut penuh rasa haru dan bangga oleh I Putu Mahendra, pendiri dan pemilik Lotus Art Courses. Menurut dia, pencapaian anak didiknya itu adalah bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam dunia seni rupa, asalkan diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya sangat terharu dan bangga melihat karya anak-anak Indonesia bisa mendapat tempat di ajang internasional seperti ini," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Lomba ini bukan hanya soal menang, tapi soal mengekspresikan jati diri di panggung global. Itu yang membuat saya benar-benar bangga. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berkarya dan mengekspresikan diri melalui seni,” imbuh I Putu Mahendra.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan pendidikan seni yang bukan hanya teknis, tetapi juga emosional dan personal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami tidak hanya mengajarkan teknik menggambar, tapi bagaimana anak-anak bisa jujur terhadap perasaan mereka dan menuangkannya lewat warna dan bentuk. Itulah makna ekspresi diri yang sesungguhnya," tambahnya dengan penuh keyakinan.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Membuka Jalan bagi Generasi Penerus Seni</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut I Putu Mahendra, kemenangan itu tidak hanya menjadi pencapaian bagi ketiga siswa tersebut, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak lain di Indonesia untuk berani berkarya dan tampil di pentas dunia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya ingin ini jadi inspirasi. Bukan hanya untuk siswa Lotus, tapi untuk anak-anak Indonesia di mana pun. Kita punya banyak bakat tersembunyi yang bisa jadi bintang berikutnya di kancah internasional," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify; line-height: normal;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ali Shodiqin: Menyulam Cerita dari Kediri Melalui Kanvas di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ali-shodiqin-menyulam-cerita-dari-kediri-melalui-kanvas-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ali-shodiqin-menyulam-cerita-dari-kediri-melalui-kanvas-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Melalui tinta cina dan kisah Totok Kerot, Ali Shodiqin menyulam legenda Kediri ke kanvas, memperkenalkannya diam-diam namun dalam, di jantung seni Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680b90f3c60d8.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 21:44:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran, Galeri Prabangkara, Nyambung Roso, Kediri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kediri, kota yang terletak di jantung Jawa Timur, memiliki banyak cerita yang mengalir melalui lorong-lorong sejarah dan budaya.</p>
<p>Sebagai salah satu kota terbesar di provinsi ini, Kediri menyimpan kekayaan yang tidak hanya terpancar dalam bentuk situs-situs bersejarah, tetapi diam-diam juga menumbuhkan benih-benih seni rupa.</p>
<p></p>
<p>Salah satu peristiwa yang menjadi titik temu ekspresi para seniman dari Kediri adalah pameran “Nyambung Roso”, yang baru saja digelar di Galeri Prabangkara, Surabaya, dalam rangka Pekan Seni Lukis 2025. </p>
<p></p>
<p>Pameran tersebut diikuti oleh 15 perupa dengan media dan gaya beragam, mulai dari cat minyak, akrilik, tinta cina, hingga teknik campuran, dengan ukuran karya dari yang mungil hingga monumental.</p>
<p>Di antara para perupa itu, ada satu nama yang menampilkan karya-karya dengan kesan yang tenang namun mengendap dalam, ia adalah Ali Shodiqin.</p>
<p></p>
<p><strong>Ali dan Kecintaannya untuk Melukis</strong></p>
<p>Sebagai koordinator dari pameran tersebut, Ali mungkin tidak datang ke Kota Pahlawan dengan nama yang besar, namun ia datang sebagai pelukis tekun yang berbicara lewat karyanya.</p>
<p></p>
<p>Lahir di Kediri pada 24 September 1971, Ali mengaku telah tertarik melukis sejak kecil. Kecintaannya itu ia bawa ke bangku kuliah, menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang (kini Universitas Negeri Malang), jurusan Seni Rupa dan Kerajinan, hingga akhirnya lulus pada tahun 1995.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x_680b910745013.webp" alt=""></p>
<p>Dulunya, Ali menggambar layaknya perupa pada umumnya, yakni dengan dengan media cat minyak, namun, dalam pameran ”Nyambung Roso” ia hadir dengan gaya yang bisa dibilang unik, ia hadir dengan membawa karya hitam putih dengan media tinta cina.</p>
<p></p>
<p>"Saya mulai mencoba menggunakan tinta cina ini baru lima tahun terakhir, saya juga mencoba media lain seperti charcoal. Meski lebih sulit, namun saya ingin membuktikan bahwa seni rupa gudak selalu hanya bisa dihasilkan dari bahan yang mahal," ujar Ali saat dikonfirmasi pada Jumat (25/4/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Tantangan dan Keindahan Tinta Cina</strong></p>
<p>Ali mengaku bahwa melukis dengan tinta cina justru jauh lebih sulit. Hal tersebut ditambah dengan pewarnaan hitam-putih yang ia pillih, membuatnya harus benar-benar peka terhadap pencahayaan, komposisi, dan kedalaman.</p>
<p></p>
<p>"Hitam putih itu lebih sulit dari warna. Dari segi dimensi dan pewarnaan, kita harus benar-benar teliti. Tapi justru di situ tantangannya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ali menyebut aliran karyanya sebagai realisme yang terbuka pada inovasi. Meski fondasinya tetap realis, ia kerap menambahkan elemen-elemen intuitif yang muncul secara spontan saat menggambar seperti siluet samar, bentuk kabur, atau detail simbolik yang memperkaya narasi visual.</p>
<p></p>
<p><strong>"Totok Kerot": Mitos yang Menjadi Imaji</strong></p>
<p>Membawa empat lukisan dengan tajuk ”Jejak-jejak tersisa dari kotaku”, salah satu karya Ali yang paling menarik perhatian dalam pameran ”Nyambung Roso” adalah lukisan bertema Patung Totok Kerot, sebuah arca ikonik yang terletak di utara desa tempat tinggalnya di Kediri. </p>
<p></p>
<p>Lukisan itu tak hanya menampilkan bentuk fisik patung, tapi juga menyisipkan cerita rakyat tentang seorang putri dari Blitar yang ingin menikahi Raja Joyoboyo. Namun, karena sifat tamaknya, sang putri ditolak dan akhirnya dikutuk menjadi arca raksasa yang menyeramkan.</p>
<p></p>
<p>"Lewat karya ini, saya ingin menyampaikan bahwa setiap tempat punya mitos, dan setiap mitos punya pesan. Saya tuliskan kisah Totok Kerot di bagian bawah lukisannya, supaya orang bisa ikut membaca, bukan hanya melihat," jelas Ali.</p>
<p></p>
<p><strong>Perjalanan yang Belum Usai</strong></p>
<p>Ali mengaku bahwa meskipun pameran ”Nyambung Roso” bukan pameran tunggalnya, namun kesempatan itu sangatlah berarti. Ali yang sudah dua kali menggelar pameran tunggal di Kediri, namun tampil di Surabaya membuka ruang baru, baik untuk bertemu kolega maupun memperluas dialog seni.</p>
<p></p>
<p>"Kediri itu kota kecil, tapi penuh cerita besar. Banyak potensi seni di sana yang belum terlihat. Saya hanya ingin memperkenalkan bahwa kami juga ada," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, pada bulan Juni 2025 nanti, Ali juga akan kembali ke Kota Pahlawan, tepatnya di Galeri Merah Putih di kompleks Alun-alun Kota Surabaya untuk menggelar pameran tunggalnya yang pertama kali di luar kampung halamannya.</p>
<p></p>
<p><strong>Menjalani dengan Syukur, Menyambung Lewat Karya</strong></p>
<p>Di balik semua itu, Ali tidak memasang ambisi yang muluk. Ia menyebut bahwa melukis adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas apa yang telah ia terima.</p>
<p></p>
<p>"Saya tidak tahu karya ini akan membawa saya ke mana. Tapi saya jalani semuanya dengan sepenuh hati. Melukis adalah cara saya untuk bersyukur," tutupnya.</p>
<p></p>
<p>Lewat karya-karyanya dalam “Nyambung Roso”, Ali Shodiqin tak sekadar membawa jejak Kediri ke Kota Surabaya, ia juga membawa kisah, legenda, dan semangat perupa-perupa lain dari Kota Kediri untuk dinikmati lebih luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Dapur ke Panggung Lomba: Strategi ABC Indonesia Gaet Konsumen di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-dapur-ke-panggung-lomba-strategi-abc-indonesia-gaet-konsumen-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-dapur-ke-panggung-lomba-strategi-abc-indonesia-gaet-konsumen-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Akademi ABC jadi panggung seru untuk ibu-ibu unjuk kebolehan masak, berkreasi dengan sambal ABC, belajar bareng chef, dan nikmati promo kece dalam satu pengalaman kuliner interaktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680b3e7fab681.webp" length="51386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 14:30:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Akademi ABC, Ahlinya Buat Cita Rasa, Masak Seru Bareng, Chef Lokal Malang, Lomba Masak Kreatif, Sambal ABC, Dapur Penuh Cita Rasa, Ibu Hebat Masak Hebat, Promo Spesial ABC</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">MALANG, SJP – </span></strong><span lang="IN">Dalam dunia pemasaran yang semakin kompetitif, pendekatan langsung kepada konsumen menjadi salah satu strategi yang semakin relevan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">ABC Indonesia menunjukkan hal itu lewat kampanye terbarunya bertajuk “Ahlinya Buat Cita Rasa” yang dikemas dalam bentuk <em>event </em>interaktif bernama Akademi ABC.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bertempat di Pendopo Agung Pemkab Malang, program ini bukan sekadar promosi produk, namun menyuguhkan <em>event </em>spesial bersama ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita se-Kabupaten Malang.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Consumer Activating ABC Indonesia wilayah Jawa Timur, Mega Irawan mengatakan, agenda ini menghadirkan pengalaman langsung kepada konsumen. Terutama para ibu rumah tangga lewat rangkaian kegiatan edukatif dan kompetitif.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mulai dari demo masak bersama <em>chef </em>profesional lokal, lomba memasak berkelompok, hingga kreasi menu rumahan menggunakan produk ABC.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Ini bukan sekadar mengenalkan produk, tapi membangun pengalaman langsung di dapur. Konsumen merasakan sendiri bagaimana sambal dan saus ABC bisa meningkatkan rasa masakan mereka,” katanya Jumat (25/4/2025). </span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x_680b3f25c8353.webp" alt=""><span lang="IN">Format acara yang dirancang menyerupai kelas masak ini melibatkan lebih dari 30 kelompok peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Setelah mendapatkan pelatihan singkat dan <em>tips </em>dari <em>chef </em>profesional, para peserta langsung turun ke dapur kompetisi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menu variatif yang diperlombakan, yakni nasi goreng ABC. Namun begitu, peserta diberi keleluasaan untuk berinovasi dengan bahan tambahan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di luar kompetisi, Akademi ABC juga menyediakan area edukasi mengenai keunggulan produk ABC yang menggunakan teknik fermentasi ganda untuk memperkaya cita rasa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pihaknya juga menyediakan paket promo eksklusif selama acara. Sehingga konsumen bisa membeli <em>bundling </em>produk hanya dengan Rp25.000, jauh di bawah harga pasar yang bisa mencapai Rp40.000.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kegiatan ini kami desain agar punya unsur <em>fun</em>, edukatif, dan promosi sekaligus. Merek kami hadir langsung di tengah masyarakat, dan mereka merasakannya lewat aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” tambah Mega.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Strategi ini mencerminkan pendekatan <em>experiental marketing </em>yang kini banyak diadopsi merek besar. Konsumen tidak hanya menjadi target pasar, tetapi juga aktor yang terlibat dalam aktivitas merek.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain menggandeng kelompok ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita se-Kabupaten Malang, ABC Indonesia juga memperkuat relasi dengan komunitas lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hasilnya, keterlibatan masyarakat tinggi. Antusiasme peserta luar biasa. Dan <em>brand </em>ABC semakin dekat dengan konsumennya langsung dari dapur: tempat keputusan rasa dibuat. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify; line-height: normal;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lukisan Sebagai Silaturahmi: Nyambung Roso dari Tanah Kediri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lukisan-sebagai-silaturahmi-nyambung-roso-dari-tanah-kediri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lukisan-sebagai-silaturahmi-nyambung-roso-dari-tanah-kediri</guid>
<description><![CDATA[ Lima belas perupa Kediri menyulam silaturahmi lewat kanvas di Galeri Prabangkara Surabaya, membiarkan warna dan garis menjadi bahasa rasa yang melampaui kata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6808f02985917.webp" length="22544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 21:40:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Galeri Prabangkara, Kediri, Pameran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Jika dinding bisa bicara, maka Galeri Prabangkara di Jalan Genteng Kali 85, Surabaya, kini sedang ramai oleh perbincangan yang sunyi. Sebuah percakapan panjang yang tak mengenal suara, tapi bisa membuat pengunjung berhenti, menatap, lalu merasa: inilah ”Nyambung Roso.”</p>
<p>Lima belas seniman dari Kediri membanjiri galeri dengan karya-karya yang tak hanya menggambarkan dunia luar, tetapi juga cerminan dalam diri. Di tengah sorotan lampu dan aroma cat yang masih segar, pameran tersebut menjadi medan perjumpaan antara waktu, kenangan, dan estetika.</p>
<p>Dengan ukuran 25 sentimeter hingga 150 sentimeter dikerjakan dengan cat minyak, ada pula yang dituangkan lewat tinta cina, lukisan-lukisan itu seakan berbicara sembari bersanding dengan denting suara gitar Gatot Strenkali yang membuka perhelatan dengan Etno Musik Kentrung Urban.</p>
<p>Ali Shodiqin, Koordinator Pameran sekaligus salah satu perupa senior Kediri menuturkan, meski media dan gaya yang digunakan beragam, tapi satu benang merah yang mengikat para peserta pameran adalah kedalaman rasa dan refleksi tentang kota, diri, dan waktu.</p>
<p>"Tema besar kami adalah Nyambung Roso, tapi setiap pelukis bebas menafsirkan lewat karyanya masing-masing," ucap Ali, Rabu (23/4/2025).</p>
<p>"Justru dari kebebasan itu, rasa jadi lebih jujur. Ada yang bercerita soal nostalgia, ada yang tentang mimpi, bahkan kegelisahan sosial pun ikut bicara," imbuhnya.</p>
<p>Ali sendiri memaknai pameran itu sebagai momentum penting karena lahir bukan karena komando, melainkan dari kerinduan. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun sama-sama berdomisili di Kediri, para perupa jarang saling berjumpa secara fisik. </p>
<p>Maka lewat pameran Nyambung Roso, mereka tak hanya membagi ruang visual, tetapi juga menautkan kembali jejaring rasa yang lama terputus.</p>
<p>Pameran yang merupakan bagian dari Pekan Seni Lukis 2025 itu dikepalai oleh Sutikno, sosok yang dikenal aktif menyatukan komunitas perupa daerah. Dukungan penuh juga datang dari beberapa seniman seperti Woro Puspita, Lian M. Margareta, dan Donacos, yang membantu produksi dan penyelenggaraan.</p>
<p>Kehadiran nama-nama seperti Subroto dengan karyanya ”De Javasche Bank”, Suyadi dengan karya ”Bertani”, hingga Lian M Margareta dengan karya ”Sun Flower &amp; Cat” dan masih banyak lagi, memperlihatkan kekayaan warna, tema, dan lapisan pemikiran dalam pameran tersebut </p>
<p>"Kalau melihat karya mereka, rasanya seperti membaca puisi dengan mata. Ada ledakan yang halus, ada amarah yang elegan. Itulah seni tak selalu lantang, tapi bisa menampar," tutur Ali sembari menunjukkan lukisan tinta cina berjudul ”Jejak-jejak Tersisa dari Kotaku“ yang ia bawa sendiri.</p>
<p>Pameran “Nyambung Roso” bukan hanya tentang visual, tapi tentang keberanian untuk hadir dan berbagi. Bagi publik seni Surabaya, ini adalah ajakan untuk mendekap kota tetangga yang selama ini mungkin hanya lewat. </p>
<p>Sementara itu, bagi para perupa Kediri, mungkin ini adalah langkah awal menuju dialog yang lebih panjang dengan sesama, dengan penonton, dan dengan kanvas itu sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Juta Penonton: Film Jumbo Ubah Cara Industri Melihat Animasi Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-juta-penonton-film-jumbo-ubah-cara-industri-melihat-animasi-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-juta-penonton-film-jumbo-ubah-cara-industri-melihat-animasi-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 5 juta penonton dalam hitungan minggu, Jumbo tak cuma sukses secara komersial, ia juga menghapus keraguan lama produser terhadap masa depan animasi Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6804f7e3be553.webp" length="27758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 22:28:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jumbo, Ayena Studio, Petra Christian University, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lima juta penonton dalam kurang dari tiga minggu. Jumbo, film animasi karya anak bangsa, bukan hanya sukses secara komersial, kehadirannya bisa diyakini mampu mengubah peta kepercayaan produser terhadap animasi Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Di balik visualnya yang cerah dan cerita menyentuh, film Jumbo seakan ingin membuktikan bahwa animasi lokal layak menjadi produk layar lebar yang serius, bukan sekadar tontonan alternatif yang hanya tayang di televisi.</p>
<p></p>
<p>"Ini titik awal kebangkitan animasi Indonesia," kata Jacky Cahyadi, dosen International Program in Digital Media (IPDM) Universitas Kristen Petra, Minggu (20/4/2025).</p>
<p></p>
<p>Selama bertahun-tahun mengamati perkembangan animasi di Tanah Air, Jacky menyaksikan sendiri betapa lambatnya industri tersebut berkembang, bukan karena kurangnya talenta, tetapi karena keyakinan produser yang belum tumbuh.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini produser skeptis. Mereka pikir animasi Indonesia nggak akan laku. Tapi Jumbo menghapus semua itu," tegas Jacky.</p>
<p></p>
<p><strong>Produksi Sulit, Kepercayaan Lebih Sulit</strong></p>
<p>Skeptisisme terhadap film animasi bukan tanpa alasan. Proses produksinya jauh lebih panjang dan kompleks dibanding film live-action.</p>
<p>Dalam kasus Jumbo, prosesnya memakan waktu lima tahun. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 420 animator dari belasan studio animasi di Indonesia terlibat.</p>
<p></p>
<p>"Produksi animasi itu lebih mahal, dan timnya besar. Itu yang bikin banyak produser ragu. Tapi sekarang mereka bisa lihat hasilnya," ujar Jacky.</p>
<p></p>
<p>Dengan tembus 5 juta penonton per 19 April 2025, Jumbo menempati posisi sebagai film animasi Indonesia tersukses sepanjang sejarah. Prestasi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan. Produser kini mulai melirik animasi sebagai genre yang potensial, bukan sekadar idealisme para kreator muda.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghapus Anggapan Lama</strong></p>
<p>Jacky menyebut keberhasilan Jumbo sebagai turning point. Bukan sekadar film yang laris. namun juga pembuka jalan yang sebelumnya dianggap mustahil, sekarang membuktikan sebaliknya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberhasilan ini akan membuka lebih banyak proyek animasi ke depannya. Produser yang sebelumnya enggan mengambil risiko kini mulai tertarik. Anak-anak muda yang sempat ragu memilih karier sebagai animator, kini punya alasan untuk yakin.</p>
<p></p>
<p>"Regenerasi akan makin kuat. Kita akan punya sumber daya yang jauh lebih siap di masa depan." ucap Jacky.</p>
<p></p>
<p>Meski pendidikan animasi di Indonesia belum merata, yang mana tidak semua kampus memiliki program studi khusus animasi, Jacky optimistis bahwa semangat anak-anak muda akan jadi penentu arah industri.</p>
<p></p>
<p>"Saya lihat sendiri, mahasiswa kami makin antusias. Mereka merasa apa yang mereka pelajari bisa berdampak nyata," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Film sebagai Sarana Budaya</strong></p>
<p>Lebih jauh, Jacky menekankan bahwa animasi seperti Jumbo juga memainkan peran penting dalam diplomasi budaya. </p>
<p></p>
<p>"Film adalah cara kita mengenalkan budaya Indonesia ke mata internasional. Dan animasi bisa jadi medium yang sangat kuat untuk itu," pesannya  </p>
<p></p>
<p>Jumbo bukan hanya film sukses, tapi juga simbol. Simbol bahwa industri animasi Indonesia siap berdiri di panggung yang lebih besar, dengan kualitas, daya saing, dan semangat yang tidak kalah dari negara lain.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan klimaks. Ini baru babak pertama," tutup Jacky. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dibalik Kesuksesan Film “Jumbo”: Perjalanan 5 Tahun, 420 Kreator, dan Dua Anak Muda dari PCU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dibalik-kesuksesan-film-jumbo-perjalanan-5-tahun-420-kreator-dan-dua-anak-muda-dari-pcu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dibalik-kesuksesan-film-jumbo-perjalanan-5-tahun-420-kreator-dan-dua-anak-muda-dari-pcu</guid>
<description><![CDATA[ “Jumbo” tembus 5 juta penonton, film animasi lokal ini digarap 420 kreator, termasuk dua alumni Petra yang diam-diam jadi dalang di balik keajaiban layar lebar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6804f7eab8570.webp" length="36400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 21:58:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jumbo, Ayena Studio, Petra Christian University, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dunia perfilman Indonesia sedang mengalami momen bersejarah, bukan dari genre horor atau film dengan embel-embel "diangkat dari kisah nyata", tapi dari film animasi lokal dengan judul “JUMBO”, sebuah karya penuh warna, air mata, dan tawa yang berhasil merebut hati jutaan penonton lintas usia.</p>
<p>Sejak tayang perdana pada 31 Maret 2025, Jumbo terus merangkak naik dalam daftar film Indonesia terlaris. </p>
<p>Per 19 April 2025 kemarin, film itu resmi tembus 5 juta penonton, menjadikannya film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.</p>
<p>Di bioskop, tawa dan isak tangis menyatu jadi pengalaman sinematik yang jarang terjadi untuk film lokal, apalagi di genre animasi.</p>
<p>Tapi di balik pencapaian layar lebarnya, tersimpan kisah tak kalah menarik dari balik layar. Lebih dari 420 kreator Indonesia terlibat dalam proses produksi yang memakan waktu hingga lima tahun. Dan dua di antaranya adalah alumni Petra Christian University (PCU) yang kini turut bersinar bersama kesuksesan Jumbo, Maximillian Serafino Suprapto dan Fandy Soegiarto.</p>
<p></p>
<p><strong>Maximillian Serafino: Dari Magang Jadi Animator Utama</strong></p>
<p>Lahir di Surabaya dan merupakan alumni International Program in Digital Media (IPDM) PCU angkatan 2020, Max, begitu ia disapa, tidak pernah menyangka akan terlibat dalam proyek sebesar itu.</p>
<p>Ketika bergabung di Ayena Studio Bandung saat magang, Max diberi tanggung jawab langsung dalam pipeline animasi Jumbo. Ia mengerjakan tiga tahapan krusial: <em>Blocking, Animating,</em> dan <em>Clean-up.</em></p>
<p>"Senang sekali bisa ikut terlibat menjadi salah satu animator film Jumbo, yang bahkan mendapat sambutan hangat di masyarakat," ungkap Max saat dikonfirmasi pada Minggu (20/4/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa proses animasi dalam Jumbo memiliki empat tahap utama: <em>Layouting</em>, <em>Blocking, Animating,</em> dan <em>Clean-up.</em> Dalam tahap <em>Layouting,</em> animator menyusun lingkungan dan karakter berdasarkan <em>storyboard.</em></p>
<p></p>
<p><em>Blocking</em> menjadi tahap berikutnya, saat posisi dan gerakan awal karakter ditentukan untuk menyampaikan narasi dengan jelas, walau gerakannya masih patah-patah.</p>
<p></p>
<p>Di sinilah Max mulai menunjukkan tajinya. Ia bertugas memoles gerakan tersebut menjadi lebih mulus pada tahap <em>Animating,</em> sebelum akhirnya menyempurnakan animasi itu di tahap <em>Clean-up,</em> dengan menambahkan detail seperti animasi rambut, aksesori, hingga elemen visual kecil lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Mengikuti standar animasi serta memiliki kecepatan untuk memenuhi target mingguan inilah yang menjadi tantangan," akunya. </p>
<p></p>
<p>"Kemampuan animasi 3D saya belum terlalu banyak saat itu, jadi butuh kerja lebih ekstra." imbuh Max.</p>
<p></p>
<p>Max sendiri resmi lulus dari IPDM PCU pada September 2024, namun karyanya sudah lebih dulu hadir di layar lebar, mengisi bagian-bagian penting dalam film animasi sepanjang 102 menit tersebut.</p>
<p></p>
<p><strong>Fandy Soegiarto: Arsitek Visual Dunia Jumbo</strong></p>
<p>Berbeda dari Max yang fokus pada animasi, Fandy Soegiarto, alumni DKV PCU angkatan 2006 berperan di tahap awal yang sangat menentukan: <em>visual development.</em></p>
<p></p>
<p>Sejak akhir tahun 2020, Caravan Studio Jakarta Barat, tempat Fandy bekerja sejak 2020, dipercaya oleh rumah produksi Visinema untuk menangani seluruh visual guide Jumbo. Mulai dari <em>character design, keyart,</em> logo, set, hingga <em>props design,</em> semuanya digarap dari nol oleh tim yang dikoordinasi langsung oleh Fandy.</p>
<p></p>
<p>"Saya bertanggung jawab sebagai koordinator project yang sekaligus membantu dalam mendesain bersama tim, dan memastikan untuk menyelesaikan seluruh artwork yang diperlukan dengan baik," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut bahwa proses pengerjaan rampung di awal tahun 2023. Namun melihat hasilnya muncul di bioskop, dan diapresiasi oleh masyarakat luas, membuat semua kerja keras itu terbayar lunas. </p>
<p></p>
<p>"Puji syukur, rasanya bangga. Terlebih lagi, karya ini mendapat respons yang antusias dari masyarakat, khususnya penggiat seni dan desain dalam industri ilustrasi, animasi, dan film," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Fandy yang kini menetap di Jakarta, punya pesan untuk anak muda yang bercita-cita di dunia kreatif: “Teruslah berkarya dan cintailah apa yang dilakukan. Jangan patah semangat untuk menciptakan dunia yang menginspirasi dengan karya tangan kita.”</p>
<p></p>
<p><strong>Lebih dari Sekadar Film Anak</strong></p>
<p>Jumbo bukan cuma film anak-anak. Ia adalah bukti konkret bahwa ekosistem animasi Indonesia sedang tumbuh, meskipun banyak tantangan yang mengadang, termasuk ancaman dari kecerdasan buatan. Tapi Max, Fandy, dan ratusan kreator lokal lainnya membuktikan bahwa kerja manusia dengan empati, imajinasi, dan cinta masih belum tergantikan.</p>
<p></p>
<p>Lewat Jumbo, mereka tidak hanya menghadirkan cerita yang menyentuh, tapi juga membangun optimisme baru bagi industri kreatif di tanah air. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>&amp;apos;Jumbo&amp;apos; Tembus 5 Juta Penonton: Film Animasi Jadi Media Edukatif Bernuansa Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumbo-tembus-5-juta-penonton-film-animasi-jadi-media-edukatif-bernuansa-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumbo-tembus-5-juta-penonton-film-animasi-jadi-media-edukatif-bernuansa-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Jumbo adalah film animasi Indonesia yang mengajarkan nilai keberanian, persahabatan, dan budaya lokal, dengan mencapai 5 juta penonton dan tayang di 17 negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_680455901ace3.webp" length="74474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 09:58:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Jumbo film animasi, animasi Indonesia, budaya lokal, edukasi anak, film keluarga, film Indonesia, sukses internasional, 5 juta penonton, kisah inspiratif, film animasi edukatif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM — </strong>Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, film animasi Indonesia 'Jumbo', diklaim berhasil menarik lebih dari 5 juta penonton di bioskop hingga hari ini, sekaligus mencatatkan kehadirannya di 17 negara. </p>
<p>Di balik capaian komersial tersebut, Jumbo hadir bukan hanya sebagai hiburan keluarga, tetapi juga sebagai media edukatif yang memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal, moral, dan sosial dengan cara yang ringan, menyentuh, dan mudah diterima anak-anak.</p>
<p></p>
<p><strong>Kisah Don: Belajar Dari Perbedaan dan Keberanian</strong></p>
<p>Cerita Jumbo berfokus pada Don, seorang anak berusia 6 tahun dengan tubuh yang lebih besar dari anak-anak sebayanya. Don merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan teman-temannya karena perbedaan fisiknya.</p>
<p>Namun, melalui perjalanan hidupnya yang penuh tantangan, Don belajar untuk menerima dirinya sendiri, menghargai perbedaan, dan menemukan keberanian untuk mengatasi ketakutannya.</p>
<p>Film ini mengajak anak-anak dan orang dewasa untuk merenung, bahwa keberanian untuk menjadi diri sendiri adalah nilai yang patut dijaga. Selain itu, Jumbo juga memberikan pesan penting mengenai pentingnya kerja sama, persahabatan, dan mempertahankan tradisi keluarga.</p>
<p></p>
<p><strong>Budaya Lokal yang Dikemas Dalam Animasi Modern</strong></p>
<p>Salah satu kekuatan utama Jumbo adalah kemampuannya dalam mengangkat kearifan lokal Indonesia.</p>
<p>Setiap elemen dalam film ini, mulai dari desain karakter, latar belakang kampung, hingga permainan tradisional yang ditampilkan, memuat nuansa budaya yang sangat kuat.</p>
<p>Melalui penggambaran yang cerdas, film ini tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada penonton di seluruh dunia.</p>
<p></p>
<p><strong>Didukung Oleh Para Talenta Berbakat</strong></p>
<p>Selain kekuatan cerita dan visual, Jumbo juga diperkuat oleh para pengisi suara artis ternama yang memberikan nyawa pada karakter-karakternya. Beberapa pengisi suara yang turut berpartisipasi antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Prince Poetiray</strong> sebagai Don</li>
<li><strong>Graciella Abigail </strong>sebagai Mae</li>
<li><strong>Yusuf Özkan</strong> sebagai Nurman</li>
<li><strong>Muhammad Adhiyat</strong> sebagai Atta</li>
<li><strong>Bunga Citra Lestari</strong> sebagai Ibu Don</li>
<li><strong>Ariel NOAH </strong>sebagai Ayah Don</li>
<li><strong>Cinta Laura Kiehl</strong> sebagai Ibu Meri</li>
<li><strong>Ariyo Wahab</strong> sebagai Ayah Meri</li>
<li>Dan deretan artis lainnya </li>
</ul>
<p><strong>Edukasi Budaya Lewat Animasi</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar film hiburan, Jumbo membawa pesan edukatif yang mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan yang penting bagi anak-anak, seperti keberanian, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.</p>
<p>Film ini menyajikan pembelajaran tentang pentingnya menjaga warisan budaya melalui buku dongeng yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Dengan begitu, Jumbo mengajarkan anak-anak untuk mencintai budaya mereka sendiri sambil tetap terbuka dengan dunia luar.</p>
<p></p>
<p><strong>Capaian Internasional yang Membanggakan</strong></p>
<p>Keberhasilan Jumbo yang tembus 5 juta penonton dan tayang di 17 negara menjadi bukti bahwa karya lokal mampu bersaing di panggung internasional.</p>
<p>Jumbo menunjukkan bahwa film animasi Indonesia tidak hanya dapat menghibur tetapi juga mendidik, mengangkat tema-tema universal yang bisa dinikmati oleh keluarga di seluruh dunia.</p>
<p>Dengan kesuksesan Jumbo, Indonesia semakin menunjukkan bahwa sektor film animasi memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.</p>
<p>Jumbo tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa, tetapi juga contoh inspiratif bagi industri kreatif lainnya untuk lebih menonjolkan kekayaan budaya lokal dalam karya mereka. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Penumpang Libur Paskah, KAI Daop 8 Surabaya Layani 123 Ribu Lebih Pelanggan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-penumpang-libur-paskah-kai-daop-8-surabaya-layani-123-ribu-lebih-pelanggan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-penumpang-libur-paskah-kai-daop-8-surabaya-layani-123-ribu-lebih-pelanggan</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan penumpang saat libur Paskah, KAI Daop 8 Surabaya layani lebih dari 123 ribu pelanggan hanya dalam empat hari, operasikan kereta tambahan ke kota-kota favorit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6802423939eeb.webp" length="44840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2025 20:14:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Libur Paskah, KAI DAOP 8, Kereta Api, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama libur panjang Paskah 2025. Sejak Kamis (17/4/2025) hingga Minggu (20/4/2025), total tiket yang terjual mencapai 123.551.</p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, 62.655 pelanggan tercatat berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 8, sementara 60.869 lainnya tercatat sebagai penumpang yang turun di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jumlah ini masih akan terus bertambah karena penjualan tiket masih terus berlangsung," ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Jumat (18/4/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Destinasi Favorit</strong></p>
<p>Selama periode libur ini, sejumlah destinasi menjadi pilihan utama pelanggan. Kota-kota seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Banyuwangi menjadi tujuan terbanyak.</p>
<p></p>
<p>"Pelanggan banyak melakukan perjalanan menuju Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Banyuwangi, selama libur panjang Paskah 2025," lanjut Luqman.</p>
<p></p>
<p><strong>KA Tambahan Dioperasikan</strong></p>
<p>Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, KAI Daop 8 menambah perjalanan kereta api jarak jauh. Salah satu kereta tambahan yang dioperasikan adalah KA Mutiara Timur, dengan rute Surabaya Gubeng – Ketapang Banyuwangi.</p>
<p></p>
<p>"Total perjalanan kereta api tambahan untuk periode libur panjang ini menjadi lima kereta," jelas Luqman.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, selama libur panjang akhir pekan ini KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 53 perjalanan kereta api setiap harinya. Rinciannya terdiri dari 49 KA jarak jauh reguler dan 5 KA jarak jauh tambahan.</p>
<p></p>
<p>"KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 53 KA dengan total kapasitas 29.514 tempat duduk setiap harinya," tandas Luqman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RANS Entertainment dan Telkomsel Resmikan Fasum Air Bersih di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rans-entertainment-dan-telkomsel-resmikan-fasum-air-bersih-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rans-entertainment-dan-telkomsel-resmikan-fasum-air-bersih-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Air bersih di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu adalah salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi bisa menjadi kunci untuk masa depan yang lebih cerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_6800b0edec98c.webp" length="94738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 14:31:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>RANS Entertainment dan Telkomsel Resmikan Fasum Air Bersih di Kota Batu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">KOTA BATU, SJP - </span></strong><span lang="IN">Komitmen terhadap pembangunan sosial berkelanjutan kembali dibuktikan oleh RANS Entertainment dan Telkomsel. Melalui kampanye sosial bertajuk Indonesia Gembira, keduanya meresmikan pembangunan fasilitas air bersih berupa pompa dan tandon air di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Rabu (16/4/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai solusi atas minimnya infrastruktur air di daerah tersebut. Inisiatif ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses air bersih. Terutama saat musim kemarau tiba. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Fasum air bersih ini menjadi sumber harapan baru. Bantuan yang sangat berarti bagi kehidupan kami,” ucap Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, Rabu (16/4/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Fasilitas yang dibangun didesain untuk menjangkau ratusan rumah tangga dan memberikan distribusi air yang lebih lancar serta stabil. Kini masyarakat dapat menikmati kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti memasak, mandi, dan mencuci, tanpa harus berjibaku dengan keterbatasan air.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkomsel dan masyarakat melalui kontribusi pembelian produk Telkomsel. Seperti Kartu Perdana Telkomsel Lite, Paket Super Seru, layanan IndiHome, serta EZnet. Setiap pembelian menjadi bagian dari gerakan sosial Indonesia Gembira yang mengusung semangat: dari masyarakat, kembali untuk masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">General Manager RANS Entertainment, Muhammad Fahmi Salim mengatakan, kebahagiaan sejati tidak hanya hadir dari hiburan. Tetapi juga dari aksi nyata yang membantu sesama. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Inilah semangat dari Indonesia Gembira—sebuah gerakan yang membawa kebaikan nyata dan jangka panjang,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal senada disampaikan oleh Manager CSR Environment and Ecosystem, Gumilar Henda Nugraha Ali. Dia menekankan pentingnya menghadirkan perubahan konkret di tengah masyarakat. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami berharap warga Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu kini bisa memenuhi kebutuhan dasarnya dengan lebih mudah,” ucapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami harap gerakan ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memberi manfaat luas,” tambah Gumilar.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Program ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Telkomsel terhadap misi Astacita Pemerintah Indonesia dan visi Indonesia Emas 2045. Yakni dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ke depan, Telkomsel dan RANS Entertainment berencana memperluas program serupa ke berbagai wilayah lain di Indonesia. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi, gerakan Indonesia Gembira membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang penuh kepedulian. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Air bersih di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kota Batu adalah salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi bisa menjadi kunci untuk masa depan yang lebih cerah.<strong> (**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujudkan Indonesia Gembira, RANS Entertainment dan Telkomsel Berikan Fasilitas Umum di Tajinan Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujudkan-indonesia-gembira-rans-entertainment-dan-telkomsel-berikan-fasilitas-umum-di-tajinan-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujudkan-indonesia-gembira-rans-entertainment-dan-telkomsel-berikan-fasilitas-umum-di-tajinan-malang</guid>
<description><![CDATA[ Program ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi kecil dari masyarakat seperti membeli kartu Perdana Telkomsel Lite, Paket Super Seru, layanan IndiHome, hingga EZnet bisa berdampak besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67ffc8630e855.webp" length="89306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 22:17:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>RANS, hiburan, telkomsel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Setelah berhasil membawa keceriaan lewat Rans Carnival Telkomsel Indonesia Gembira di Malang pada tanggal 20 hingga 22 April 2025 lalu, kini RANS Entertainment bersama Telkomsel kembali melanjutkan kegiatan positif Kecamatan Tajinan, Desa Gunungronggo, Kabupaten Malang, Rabu (16/4/2025).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, RANS bersama Telkomsel meresmikan pembangunan pompa air dan tandon yang nantinya akan dimanfaatkan langsung oleh warga sekitar.</p>
<p>Tak hanya itu, mereka juga membangun sistem distribusi air bersih agar warga Desa Gunungronggo memiliki akses air yang lebih stabil dan layak pakai.</p>
<p>Sebelum bantuan ini hadir, banyak warga di Desa Gunungronggo, Tajinan kesulitan mendapatkan akses air bersih, apalagi saat musim kemarau.</p>
<p>Program ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi kecil dari masyarakat seperti membeli kartu Perdana Telkomsel Lite, Paket Super Seru, layanan IndiHome, hingga EZnet bisa berdampak besar.</p>
<p>General Manager (GM) RANS Entertainment, Muhammad Fahmi Salim mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari gerakan sosial Indonesia Gembira yang sejak awal memiliki satu tujuan yaitu, dari rakyat dan akhirnya kembali untuk rakyat.</p>
<p>“Kami sangat senang bisa hadir langsung di tengah masyarakat lewat program sosial seperti ini. Semangat dari Indonesia Gembira benar-benar kami bawa, tidak hanya dengan membawa acara yang menarik, tetapi juga meninggalkan dampak yang nyata untuk masyarakat,” ujar Fahmi.</p>
<p>Di tempat yang sama, GM Consumer Business Telkomsel Region Jawa Timur, Andri Kurniawan menyebut, program Indonesia Gembira ini membuktikan bahwa hiburan dan aksi sosial bisa berjalan beriringan.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia Gembira bukan sekadar acara seru, tapi gerakan yang membawa perubahan nyata di banyak titik di Indonesia.</p>
<p>“Nantinya, Telkomsel dan RANS Entertainment masih memiliki banyak rencana untuk terus hadir di berbagai daerah. Semua orang juga bisa ikut berkontribusi, cukup dengan membeli produk Telkomsel atau ikutan kampanye digital Indonesia Gembira di media sosial,” jelasnya.</p>
<p>Dirinya berharap fasilitas yang yelah diberikan ini dapat dimanfaatkan warga sekitar dengan baik dan jangka waktu yang lama.</p>
<p>“Kolaborasi antara Telkomsel dan RANS bukan hanya tentang membangun fasilitas, tapi juga membangun harapan. Semoga kehadiran tandon dan akses air bersih ini bisa menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk terus berkembang bersama,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Gunungronggo, Asmuri mengucapkan terima kasihnya atas bantuan fasilitas yang telah diberikan oleh RANS dan Telkomsel.</p>
<p>Ia mengatakan, dengan adanya tandon air ini bisa bermanfaat bagi 4 dusun, 5 RW, 31 RT, dan 1200 keluarga yang ada di Desa Gunungronggo, Tajinan, Kabupaten Malang.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih kepada RANS dan Telkomsel atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Tajinan. Bantuan fasilitas air bersih dan tandon ini bukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Semoga kebaikan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak lainnya,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Bata&amp;Bata Belajar Olah Sampah dari Kampoeng Oase Songo Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-bata-bata-belajar-olah-sampah-dari-kampoeng-oase-songo-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-bata-bata-belajar-olah-sampah-dari-kampoeng-oase-songo-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Mereka mendapatkan oleh-oleh dari Kampoeng Oase Songo. Yakni berupa mini komposter, pupuk cair, dan ecoenzym dari Kampoeng Oase Songo dengan harapan bisa dimanfaatkan saat rombongan kembali ke Madura. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67fbb3b67501a.webp" length="61362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 22:07:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Kampoeng Oase Suroboyo Group, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Madura, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP -</span></strong><span lang="IN"> Di tengah tantangan penumpukan sampah rumah tangga yang makin kompleks, inisiatif komunitas untuk mengelola limbah secara mandiri menjadi solusi nyata yang patut ditiru. Terutama di daerah padat penduduk seperti Provinsi Jawa Timur.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Solusi tersebut hadir di kawasan Surabaya Barat. Yakni di Kampoeng Oase Songo, salah satu titik gerakan Kampoeng Oase Suroboyo Group: menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya mungkin, tapi juga bisa menjadi sumber kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal tersebutlah yang melatarbelakangi rombongan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Kabupaten Pamekasan, yang merupakan pondok pesantren terbesar di Madura berkunjung dan belajar tentang pengolahan sampah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya rombongan yang terdiri dari Tim Satuan Tugas Lingkungan Hidup Bata-Bata (Satgas LHB) itu juga mengunjungi KBA Kampoeng Oase Ondomohen untuk belajar urban farming dan ikut panen pakcoy bersama ibu-ibu setempat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketua Kampoeng Oase Songo, Yaning Mustikaningrum menjelaskan, salah satu fokus utamanya yaitu mengolah sampah organik, terutama sisa-sisa rumah tangga, seperti kulit buah dan bawang, hingga sisa sayur, menjadi produk yang berguna, seperti komposter mini, pupuk cair, dan ecoenzym dari Kampoeng Oase Songo.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sedangkan sisa makanan lain yang mudah busuk seperti sisa nasi, bisa dijadikan sebagai makanan maggot tentara hitam (BSF) yang juga dibudidayakan di Kampoeng Oase Songo. Nantinya, maggot tersebut juga bisa diolah menjadi produk turunan, seperti pakan ternak untuk dijual.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Di pondok pasti banyak limbah dapur. Sayang kalau dibuang. Harusnya diolah seperti ini terlebih karena di pondok pasti lahannya lebih luas," ujar Yaning. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Tapi yang paling penting itu bukan alat atau lahannya, tapi niat dan kemauan, saya sendiri bisa sampai sini ya karena istikamah," imbuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Panen Lele Hasil Budikdamber</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Rombongan Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata juga berkesempatan belajar tentang sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Bahkan rombongan juga berkesempatan menyaksikan langsung praktik panen ikan lele yang dibudidayakan melalui metode tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ismail Abdurrahim, selaku alumni Bata-Bata yang memimpin rombongan, mengaku terkesan dengan pengalaman di Kampoeng Oase Songo. Dirinya mengungkapkan, banyak pembelajaran yang diambil, terutama dalam memandang sampah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Sampah yang biasanya mengerikan, di sini justru menjadi berkah. Ini luar biasa. Saya bahkan tanpa melebih-lebihkan menyebut Bu Yaning sebagai pahlawan ketahanan pangan," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ismail juga membeberkan bahwa pihaknya mendapatkan oleh-oleh dari Kampoeng Oase Songo. Yakni berupa mini komposter, pupuk cair, dan ecoenzym dari Kampoeng Oase Songo dengan harapan bisa dimanfaatkan saat rombongan kembali ke Madura.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Sinergi Pesantren dan Kampoeng Oase Suroboyo Group</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pembina Kampoeng Oase Suroboyo Group, Adi Candra, menekankan pentingnya pertemuan antara komunitas kampung kota dan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya mencapai target SDGs.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Pondok pesantren itu komunitas besar dan daya jangkau yang luas. Kalau mereka bergerak, dampaknya bakal luar biasa," ucap Adi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia berharap, kolaborasi semacam ini terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan lingkungan dari akar rumput dan praktik-praktik sari seluruh kampung yang tergabung dalam Oase Suroboyo Group bisa jadi percontohan daerah lain.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Jadi itu luar biasa dan mudah-mudahan perjalanan rombongan pesantren betul-betul menjadi keberkahan untuk kita semuanya," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Ketahanan Pangan di Tengah Kota, Santri Bata&amp;Bata Panen Pakcoy di Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-ketahanan-pangan-di-tengah-kota-santri-bata-bata-panen-pakcoy-di-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-ketahanan-pangan-di-tengah-kota-santri-bata-bata-panen-pakcoy-di-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Panen pakcoy bersama ibu-ibu kota, santri Ponpes Bata-Bata belajar urban farming di jantung Surabaya demi membawa inspirasi hijau pulang ke Madura. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67fbb3daafb3a.webp" length="91640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 21:02:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Group, KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Ponpes, Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata, Madura, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP -</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Di tengah kota yang terus tumbuh padat, ketersediaan lahan hijau makin terbatas. Urban farming atau pertanian kota menjadi salah satu jawaban untuk menjaga ketahanan pangan dan lingkungan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, praktik tersebut juga membangun kesadaran kolektif soal pentingnya hidup berkelanjutan, termasuk bagi lembaga pendidikan seperti pesantren.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di Surabaya, contoh konkret dari upaya tersebut datang dari kampung-kampung yang tergabung dalam Kampoeng Oase Suroboyo Group. Salah satunya adalah Kampung Berseri Astra (KBA) Kampoeng Oase Ondomohen yang terletak di jantung Kota Surabaya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">KBA Kampoeng Oase Ondomohen yang digerakkan oleh ibu-ibu setempat itu kini telah menjadi destinasi wisata edukasi oleh banyak pihak, termasuk oleh rombongan dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Kabupaten Pamekasan, yang merupakan pondok terbesar di Madura.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Belasan santri itu dipimpin oleh Ismail Abdurrahim. Mereka datang mendampingi tim satuan tugas (satgas) kebersihan pondok yang diketuai oleh Herianto. Ismail menyebut, kunjungannya bukan hanya studi singkat, tapi langkah awal replikasi urban farming di pesantren.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Banyak ilmu yang kami peroleh: dari panen pakcoy, maggot, sampai sistem saluran air untuk budidaya ikan," ujar Ismail, Ahad (13/4/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Panen Pakcoy Bersama Ibu-Ibu Kampung</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu pengalaman utama rombongan ini adalah ikut langsung memanen pakcoy, sayuran yang dibudidayakan oleh ibu-ibu setempat. Ismail dan rombongan tak sekadar menonton, tetapi aktif bertanya dan mencatat cara bertani di lahan terbatas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kita sudah belajar banyak seperti pemanfaatan maggot, hidroponik, hingga bisa panen sayur, saat kita balik ke pondok akan kita usulkan kepada pimpinan untuk bisa diterapkan di lingkungan pondok maupun rumah masing-masing," ungkap Ismail.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Moeshariyani selaku Koordinator Pilar Kesehatan KBA Kampoeng Oase Ondomohen menjelaskan, sayuran yang dipanen bersama rombongan santri Bata-Bata itu adalah pakcoy atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai sawi daging.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kalau panen, biasanya kita bikin mie, capcay, atau (dicampur) telur dadar. Kalau ada yang beli, uangnya diputar lagi buat bibit," ujar wanita yang akrab dipanggil Yani itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hasil panen tersebut juga dijual secara online kepada warga sekitar. Dengan sistem tanam siklus tiga bulanan, ibu-ibu di Ondomohen bisa menjaga produksi sambil membangun kemandirian pangan lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Digerakkan oleh Komunitas Perempuan</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Yang menarik, seluruh aktivitas di KBA Kampoeng Oase Ondomohen dikelola oleh kelompok kecil ibu rumah tangga. Meski setelah lebaran banyak yang masih kelelahan atau sedang bepergian, mereka tetap menyambut tamu dengan ramah dan semangat berbagi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Yang kerja cuma ibu-ibu di sini, beberapa orang saja. Tapi kami berusaha sebaik mungkin agar tamu puas dan dapat ilmu," tutur Yani.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Dari Surabaya ke Madura</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kunjungan itu menjadi ruang saling belajar. Para pengurus dari Pondok Bata-Bata membawa pulang semangat dan praktik bertani kota. Sementara warga Ondomohen mendapatkan validasi dan apresiasi atas kerja kolektif mereka. Selanjutnya, rombongan santri Bata-Bata juga akan mengunjungi Kampoeng Oase Songo yang berada di Surabaya Barat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Adi Candra, selaku Local Champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, menyebut, pertemuan antara pihaknya dengan santri Mambaul Ulum Bata-Bata sebagai bentuk nyata sinergi antarkomunitas demi mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Jadi kita berbicara soal ketahanan pangan, target SDG's nomor dua. Kemudian kita berbicara soal SDGs yang ke-11 yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan. Itu penting, karena pondok pesantren ini adalah bagian dari sebuah komunitas yang besar. Karena santri seluruh Indonesia itu belajar di Bata-Bata," ujar Adi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Ketika kampung dan pondok yang menggabungkan nilai religius, pendidikan serta sosial bisa saling belajar, terbentuk kemitraan yang memperkuat pembangunan berkelanjutan sesuai target SDG's nomor 17. Ada ketahanan pangan, permukiman berkelanjutan, dan kerja sama lintas sektor," tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia optimistis, jika praktik urban farming dari Kampoeng Oase bisa direplikasi di lingkungan pondok pesantren, maka dampaknya bisa menjangkau skala yang jauh lebih besar di masa depan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Imajinasi Anak&amp;Anak Membanjiri Galeri dalam Pameran “Art Without Limits #BEBAS2”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-imajinasi-anak-anak-membanjiri-galeri-dalam-pameran-art-without-limits-bebas2</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-imajinasi-anak-anak-membanjiri-galeri-dalam-pameran-art-without-limits-bebas2</guid>
<description><![CDATA[ Lima anak dari Lotus Art Courses penuhi galeri seni Surabaya dengan imajinasi liar dan karakter unik, membuktikan bahwa seni anak-anak tak kenal batas dan patut dirayakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67fa6b744218c.webp" length="40984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2025 23:05:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Art Without Limit, Vinautism Art Gallery, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dunia seni rupa Indonesia tak hanya diwarnai oleh nama-nama besar, tetapi juga oleh tangan-tangan kecil yang penuh imajinasi.</p>
<p>Dalam pameran Art Without Limits #BEBAS2 yang digelar oleh Vinautism Art Gallery sejak Maret lalu, lima siswa dari Lotus Art Courses LAC membuktikan bahwa seni tidak mengenal usia, apalagi batas.</p>
<p>Kelima anak berbakat itu adalah Raynold Alexander Sie, Ryu Marcello Sie, Eunike E Liem, Akhtar Aryasatya, dan Abiyan Mars D.</p>
<p>Mereka terpilih dari seleksi Open Call yang dibuka secara umum, dan karya-karya mereka kini terpajang bersama para seniman muda lainnya di galeri yang terletak di pusat kota Surabaya itu.</p>
<p><strong>Galeri yang Menolak Batas</strong></p>
<p>Vinautism Art Gallery dikenal sebagai ruang alternatif yang konsisten mendukung seniman muda dan pemula. Mengusung tema “Art Without Limits”, pameran ini menantang gagasan-gagasan baku tentang bentuk, medium, hingga siapa yang pantas disebut seniman.</p>
<p>"Pameran ini bukan tentang siapa yang paling hebat secara teknik. Ini tentang keberanian untuk menyampaikan gagasan, emosi, dan cerita lewat visual," ujar I Putu Mahendra, pemilik Lotus Art Courses, yang menjadi mentor kelima siswa tersebut, Sabtu (12/4/2025).</p>
<p>Menurut Putu, seluruh peserta menunjukkan perkembangan luar biasa selama proses belajar. Menurutnya, LAC memang tidak mengarahkan anak didiknya untuk menggambar bagus, melajnkan berekspresi dengan dunianya sendiri </p>
<p>"Hasilnya? Luar biasa. Setiap karya punya napasnya masing-masing," jelas Putu.</p>
<p><strong>Panggung Pertama yang Bermakna</strong></p>
<p>Bagi banyak anak, ini adalah pengalaman pertama karya mereka dilihat oleh publik dalam konteks galeri seni. Tak sedikit pengunjung yang berhenti lama di depan karya para seniman cilik ini, terkesima oleh keberanian mereka bermain warna, bentuk, dan ide.</p>
<p>“Kami berharap pengalaman ini menjadi pemicu bagi perjalanan seni mereka nantinya. Sekecil apa pun dukungan, saat diberikan di waktu yang tepat, bisa membuat anak-anak tumbuh dengan percaya diri," imbuh Putu.</p>
<p>Pameran ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan seni anak tak melulu soal kompetisi atau prestasi instan, melainkan tentang pembentukan cara berpikir, keberanian berekspresi, dan menghargai perbedaan.</p>
<p><strong>"Aku Bikin Dunia Penuh Karakter"</strong></p>
<p>Di antara kelima peserta, salah satu yang mencuri perhatian pengunjung adalah karya dari Raynold Alexander Sie, yang mendapat predikat “10 Favorite” pilihan kurator. Karyanya berupa kolase padat karakter dengan ekspresi dan bentuk yang unik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x_67fa6b66bc3ae.webp" alt=""></p>
<p>Ketika ditanya tentang makna karyanya, Raynold menjawab polos, ia bilang bahwa dirinya seakan membuat dunianya sendiri.</p>
<p>"Aku bikin semua ini kayak dunia sendiri. Ada robot-robot, monster lucu, terus ada juga yang jahat, tapi nggak serem-serem banget sih. Aku suka kalau karakternya rame-rame gitu," jelas Reymond.</p>
<p>Ia bercerita bahwa proses membuatnya butuh waktu lama karena harus mewarnai, memotong, lalu menyusun satu per satu. Raynold juga sempat mengatakan, dengan senyum malu-malu, bahwa dia ingin membuat “dunia besar” suatu hari nanti. </p>
<p>"Nanti aku mau bikin komik atau film kartun. Tapi isinya semua karakter aku. Nggak nyontek dari mana-mana," tutup Reymond. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Kita Bisa Gapai Cita”: Lagu Baru Naomi Olivia yang Jadi Suara Anak&amp;Anak dari Sekolah Pinggiran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kita-bisa-gapai-cita-lagu-baru-naomi-olivia-yang-jadi-suara-anak-anak-dari-sekolah-pinggiran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kita-bisa-gapai-cita-lagu-baru-naomi-olivia-yang-jadi-suara-anak-anak-dari-sekolah-pinggiran</guid>
<description><![CDATA[ Lagu “Kita” jadi suara harapan anak-anak SD Dumas Surabaya, bermimpi tinggi di tengah sekolah sederhana, dinyanyikan Naomi Olivia di panggung megah Tunjungan Plaza. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67fa6b6b17058.webp" length="26852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2025 22:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Cinta Indonesia, ACI, Naomi, SD Dumas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah hiruk-pikuk Atrium Tunjungan Plaza 2, suara lembut namun penuh tekad menggema. Penyanyi muda Naomi Olivia tampil membawakan lagu terbarunya berjudul “Kita” ditemani oleh tim vokal dari Aksi Cinta Indonesia (ACI).</p>
<p></p>
<p>Di balik irama yang hangat dan lirik yang menginspirasi, lagu ini menyimpan kisah nyata dari sudut kota Surabaya yang kerap luput dari perhatian: kisah anak-anak SD Dumas, sekolah sederhana di kawasan Bubutan.</p>
<p></p>
<p>Sekolah itu jauh dari kata ideal. Bangunannya terbilang kecil, fasilitas minim, dan murid-muridnya berasal dari latar belakang keluarga marginal. Tapi dari situlah lagu “Kita” lahir, sebagai pengingat bahwa semangat bermimpi tak pernah mengenal batas ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Aku bersama ACI beberapa kali main ke SD Dumas untuk kegiatan sosial. Yang bikin aku terharu, anak-anak di sana semangat banget untuk belajar dan berkarya, walau fasilitas mereka jauh dari lengkap,” ungkap Naomi Olivia usai menampilkan lagu "Kita" untuk pertama kalinya, Sabtu (12/4/2025).</p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Lagu Tentang Harapan, Dirilis Jelang Hari Kartini</strong></p>
<p>Lagu “Kita” merupakan bagian dari album terbaru Naomi yang akan dirilis pada 21 April 2025, bertepatan dengan Hari Kartini. Lagu ini sengaja dipilih sebagai teaser pembuka karena membawa pesan keberanian, harapan, dan cita-cita, sesuai semangat emansipasi yang terus relevan.</p>
<p></p>
<p>Penampilan perdana lagu ini berlangsung dalam acara "Menuju Indonesia Emas – Arek Suroboyo Berkarya". Meskipun lagu ini mengangkat kisah anak-anak SD Dumas, yang menyanyikannya hanyalah Naomi bersama tim vokalis ACI. Anak-anak lain dari Surabaya turut tampil dalam berbagai penampilan seni, menampilkan karya mereka di depan publik kota.</p>
<p></p>
<p>"Lagu ini bukan hanya tentang aku. Ini tentang mereka yang setiap hari datang ke sekolah tanpa tahu apakah atapnya akan bocor, tapi tetap percaya mereka bisa jadi apapun," ujar Naomi.</p>
<p></p>
<p><strong>Gerakan “Ayo Berkarya Goes to School”</strong></p>
<p>Lagu “Kita” juga menjadi bagian dari program nasional bertajuk Ayo Berkarya Goes to School, yang digagas oleh Aksi Cinta Indonesia (ACI). Program ini adalah bentuk roadshow ke sekolah-sekolah di tujuh kota di Indonesia, bertujuan untuk mendorong siswa TK hingga SMA agar berani mengekspresikan diri melalui karya.</p>
<p></p>
<p>"Kita ingin menciptakan ruang untuk anak-anak dan remaja bisa tampil tanpa harus merasa harus ‘sempurna’. Lewat karya mereka sendiri, mereka bisa bercerita tentang siapa mereka," kata Eri Atmojo, direktur ACI.</p>
<p></p>
<p>Program itu sudah melibatkan lebih dari 10.000 siswa. Mereka ditantang membuat karya kreatif—dari melukis, menyanyi, menari, hingga membuat video media sosial atau menjadi penyiar radio—dengan memilih salah satu lagu Naomi Olivia sebagai inspirasi, termasuk lagu “Kita”.</p>
<p></p>
<p>"Lagu ‘Kita’ punya pesan kuat yang bisa mereka jadikan bahan refleksi dan kreativitas. Ini lagu yang aman, positif, dan relatable untuk anak-anak," tambah Eri.</p>
<p></p>
<p><strong>Tentang Suara yang Terlalu Sering Diabaikan</strong></p>
<p>Di era konten viral yang seringkali kosong makna, “Kita” hadir sebagai antitesis. Lagu ini tidak menampilkan anak-anak SD Dumas secara langsung, tapi menyuarakan kisah mereka dengan jujur dan penuh empati. Dalam proses kreatifnya, Naomi menggali pengalaman langsung dari interaksinya bersama anak-anak tersebut dalam berbagai program sosial.</p>
<p></p>
<p>"Kadang kita cuma lihat angka, sekolah rusak, nilai rendah. Tapi di balik itu ada anak-anak yang tiap hari jalan kaki sejauh 3 km buat sekolah, dan mereka tetap semangat," ujar Naomi.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Bandung turut mendukung kampanye ini, melihat pentingnya ruang kreatif bagi generasi muda yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Satu Lagu, Menjadi Sebuah Gerakan</strong></p>
<p>“Kita” bukan hanya tentang satu sekolah atau satu penyanyi. Ini tentang ribuan anak Indonesia yang masih percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Naomi Olivia dan ACI tidak hanya membawa lagu ke panggung, tapi membawa cerita dan membuka ruang bagi lebih banyak cerita lain muncul.</p>
<p></p>
<p>"Selama anak-anak diberi kesempatan untuk berkarya, selalu ada alasan untuk optimis," tutup Eri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Yamci: Nugget Ayam Berbahan Ubi Cilembu, Inovasi Kuliner Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/yamci-nugget-ayam-berbahan-ubi-cilembu-inovasi-kuliner-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/yamci-nugget-ayam-berbahan-ubi-cilembu-inovasi-kuliner-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Tak ada yang menyangka nugget ayam ini mengandung ubi cilembu. Dengan tekstur khas dan kaya betakaroten, Yamci hadir sebagai inovasi kuliner sehat yang menggugah selera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e6a565df995.webp" length="35234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 18:05:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kuliner, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Nugget, Ubi Cilembu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Jennifer Elizabeth duduk di depan meja laboratorium, menimbang adonan nugget buatannya dengan cermat. Tangannya sigap mencampurkan dada ayam giling dengan ubi cilembu yang telah dikukus, memastikan teksturnya tetap seimbang. </p>
<p>Bagi banyak orang, ubi mungkin hanya sebatas bahan pangan tradisional yang biasa diolah menjadi kudapan manis. Namun, bagi Jennifer, ubi cilembu justru menjadi kunci inovasi kulinernya: nugget ayam berbahan ubi cilembu yang ia beri nama "Yamci".</p>
<p><strong>Dari Dapur Laboratorium ke Meja Makan</strong></p>
<p>Mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) ini terinspirasi untuk menciptakan makanan olahan praktis yang tetap bernilai gizi tinggi. </p>
<p>"Nugget itu makanan yang simpel dan digemari banyak orang. Tapi bagaimana kalau kita bisa menambahkan sesuatu yang lebih sehat ke dalamnya?” ungkap Jennifer.</p>
<p>Pilihan jatuh pada ubi cilembu, jenis umbi yang dikenal dengan warna kuning-oranye khasnya. Bukan hanya untuk warna, tetapi juga karena kandungan betakaroten yang tinggi, berfungsi sebagai antioksidan dan provitamin A yang baik untuk tubuh.</p>
<p>Jennifer memadukan ubi dengan dada ayam, tepung terigu, isolat protein kedelai, dan berbagai bumbu sederhana seperti garam, merica, serta bawang putih. Namun, ada tantangan yang harus ia hadapi: tekstur nugget yang cenderung lebih lembek dibandingkan nugget ayam pada umumnya.</p>
<p>"Kalau terlalu banyak ubi, nuggetnya jadi kurang padat. Karena itu saya harus menyesuaikan jumlah tepung dan isolat protein kedelai agar teksturnya tetap terasa seperti nugget ayam biasa," jelasnya.</p>
<p><strong>Tantangan di Balik Dapur Inovasi</strong></p>
<p>Proses pembuatan Yamci memakan waktu hingga setengah hari. Setelah ubi dikukus, dicampur dengan bahan lainnya, dan dibentuk, nugget masih harus melalui proses pemanggangan dan pendinginan sebelum siap dikonsumsi.</p>
<p>"Setiap harinya saya bisa membuat enam loyang nugget untuk uji coba skripsi saya," kata Jennifer. </p>
<p>Ia juga telah menguji daya tahan produknya secara sederhana dengan menyimpannya dalam keadaan beku hingga tiga bulan, meskipun uji daya tahan resminya masih dalam proses. Salah satu kejutan terbesar datang saat Jennifer menguji rasa Yamci ke teman-temannya. </p>
<p>"Banyak yang tidak menyangka ada ubi cilembu di dalamnya. Mereka pikir ini nugget ayam biasa!" katanya sambil tersenyum. </p>
<p>Hal ini semakin menguatkan keyakinannya bahwa inovasi ini bisa diterima oleh pasar yang lebih luas.</p>
<p><strong>Dari Skripsi hingga Penghargaan</strong></p>
<p>Yamci bukan sekadar eksperimen kuliner bagi Jennifer. Hasil inovasi ini membawanya meraih nilai A dan predikat mahasiswa berprestasi dalam wisuda UKWMS tahun 2025. </p>
<p>"Saya berharap masyarakat bisa lebih terbuka terhadap makanan berbahan lokal. Kadang orang ragu mencoba sesuatu yang baru karena mengira rasanya aneh, padahal sebenarnya tidak jauh berbeda dari yang biasa mereka konsumsi," katanya.</p>
<p>Dengan Yamci, Jennifer membuktikan bahwa inovasi kuliner bisa lahir dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita. Tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti nugget berbahan ubi cilembu ini akan menghiasi rak-rak supermarket sebagai alternatif makanan sehat bagi keluarga Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor</strong> : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Rp100 Ribu hingga Rp4 Juta: Bisnis Parcel Panen Rezeki di Lebaran 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-rp100-ribu-hingga-rp4-juta-bisnis-parcel-panen-rezeki-di-lebaran-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-rp100-ribu-hingga-rp4-juta-bisnis-parcel-panen-rezeki-di-lebaran-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lebaran 2025 membawa berkah bagi pedagang parcel. Dari bingkisan sederhana hingga hampers mewah seharga jutaan, permintaan melonjak drastis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e6a57e6b2c4.webp" length="78260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 16:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, Lebaran 2025, Parcel, Hampers, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> - Lebaran 2025 telah tiba, dan satu tradisi yang tak pernah absen dalam perayaan Idulfitri adalah bertukar parcel. Dari sekadar bingkisan sederhana hingga hampers eksklusif berharga jutaan rupiah, parcel menjadi simbol silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.</p>
<p>Di tengah lonjakan permintaan, usaha parcel lokal kebanjiran pesanan. Salah satunya adalah toko parcel di Kota Surabaya bernama Elson Spesialis Parcel, yang dikelola oleh Nurul. Ia mengungkapkan bahwa setiap hari sebenarnya selalu ada stok parcel, namun momen Lebaran membawa peningkatan penjualan yang sangat signifikan.</p>
<p>"Kalau hari biasa itu sepi, kadang cuma ada yang beli kalau ada event. Tapi kalau Lebaran, permintaan meningkat drastis," ujar Nurul.</p>
<p><strong>Tema Sesuai Perayaan, Harga Sesuai Kantong</strong></p>
<p>Parcel yang dijual Elson Parcel mengikuti tema-tema perayaan besar, bukan hanya Lebaran. Pada Natal, misalnya, desain dan aksesoris parcel berubah menjadi nuansa merah-hijau dengan ucapan "Selamat Hari Natal." Begitu juga saat Imlek, yang didominasi warna merah dengan ornamen khas budaya Tionghoa.</p>
<p>Meski banyak pesanan, sistem penjualan di Elson Parcel tidak menerima permintaan custom. Setiap parcel sudah ditentukan isinya sesuai dengan harga yang dibeli pelanggan.</p>
<p>"Misalnya harga Rp200 ribu, ya bentuknya sudah seperti ini. Enggak bisa <em>custom</em>," jelasnya.</p>
<p>Harga parcel di tempatnya sangat bervariasi. Untuk pembeli dengan budget terbatas, tersedia parcel mulai dari Rp100 ribu. Namun, ada juga parcel eksklusif yang harganya mencapai Rp4 juta, berisi barang-barang premium seperti keramik.</p>
<p><strong>Melewati Tantangan, Menyambut Peluang</strong></p>
<p>Meskipun Lebaran selalu membawa keuntungan besar, bisnis parcel juga menghadapi tantangan. Tren dan selera konsumen terus berubah, dan persaingan semakin ketat dengan maraknya hampers modern yang dikemas secara lebih eksklusif. Namun, Nurul tetap optimis dan berharap usahanya bisa semakin berkembang.</p>
<p>"Semoga ke depan makin ramai, makin banyak yang beli," harapnya.</p>
<p>Di tengah hiruk-pikuk Lebaran 2025, bisnis parcel tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berbagi kebahagiaan dalam balutan bingkisan indah. (*)</p>
<p><strong>Editor</strong> : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konsep YONO: Mengubah Kebiasaan Belanja Fesyen menjadi Lebih Bijak dan Bertanggung Jawab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konsep-yono-mengubah-kebiasaan-belanja-fesyen-menjadi-lebih-bijak-dan-bertanggung-jawab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konsep-yono-mengubah-kebiasaan-belanja-fesyen-menjadi-lebih-bijak-dan-bertanggung-jawab</guid>
<description><![CDATA[ Tren pakaian Lebaran sering memicu belanja impulsif dan limbah fesyen. Dengan konsep YONO (You Only Need One), tampil stylish tetap bisa tanpa boros atau merusak lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e6a560b2d03.webp" length="48126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 08:07:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, Lebaran 2025, Idul Fitri, YONO, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA, SJP - Lebaran sering kali identik dengan pakaian baru. Toko-toko fesyen ramai, pusat perbelanjaan penuh sesak, dan banyak orang berlomba-lomba membeli baju terbaik untuk menyambut Hari Raya. Tapi, apakah benar baju baru selalu diperlukan?</p>
<p>Menurut Maria Nala Damayanti, seorang pakar fesyen dan budaya visual, kebiasaan ini bukan hanya menguras kantong tetapi juga memperparah limbah tekstil. </p>
<p>Industri fesyen sendiri merupakan penyumbang sampah terbesar kedua setelah plastik. Banyak pakaian murah dibuat dari bahan sintetis yang sulit terurai, sehingga memperburuk masalah lingkungan.</p>
<p>"Kita tidak hanya bicara soal pengeluaran yang boros, tetapi juga dampak besar yang ditimbulkan bagi lingkungan," ujar Maria.</p>
<p>YONO: Satu Pakaian, Banyak Gaya</p>
<p>Sebagai solusi, Maria memperkenalkan konsep YONO (You Only Need One), yaitu pendekatan yang lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Dari pada membeli baju baru setiap tahun, seseorang bisa memanfaatkan pakaian lama dengan cara yang kreatif.</p>
<p>"Mix and match itu tidak sulit. Cukup dengan mengombinasikan item lama yang masih bagus, kita bisa menciptakan tampilan baru tanpa harus membeli apa pun," kata Maria.</p>
<p>Ia mencontohkan, paduan crop blazer dengan kain berwarna-warni bisa memberikan kesan segar. Ditambah bawahan kain ruffle putih yang dibentuk menjadi rok, tampilan tetap stylish tanpa perlu belanja pakaian baru.</p>
<p>Konsep ini juga menekankan pentingnya memilih pakaian multifungsi. Jika suatu pakaian bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, maka kebiasaan membeli pakaian hanya untuk satu momen, seperti Lebaran, bisa dikurangi.</p>
<p>Belanja Fesyen: Gaya atau Sekadar Tren?</p>
<p>Tren fesyen sering kali memicu perilaku konsumtif. Banyak orang membeli pakaian bukan karena butuh, melainkan hanya karena ingin mengikuti tren atau tampil menarik di media sosial.</p>
<p>"Padahal, tren selalu berubah. Kalau membeli hanya untuk mengikuti tren, pakaian itu bisa jadi tidak akan dipakai lagi dalam waktu dekat," jelas Maria.</p>
<p>Sebelum membeli pakaian baru, ia menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah benar-benar dibutuhkan? Apakah bisa dipadukan dengan pakaian lain yang sudah ada? Jika jawabannya tidak, lebih baik mencari alternatif lain.</p>
<p>Selain mix and match, pilihan lain yang lebih hemat adalah meminjam atau menyewa pakaian. Menurut Maria, di banyak kota besar sudah ada layanan penyewaan pakaian yang memungkinkan seseorang tetap tampil beda tanpa harus membeli.</p>
<p>Lebih Hemat, Lebih Ramah Lingkungan</p>
<p>Mengurangi kebiasaan membeli pakaian baru tidak hanya menghemat uang tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan. Dengan menerapkan konsep YONO, siapa pun bisa tetap tampil modis saat Lebaran tanpa perlu menguras kantong atau menambah tumpukan sampah fesyen.</p>
<p>"Fesyen bukan sekadar soal mengikuti tren, tetapi bagaimana kita bisa menggunakannya dengan lebih bijak dan bertanggung jawab," pungkas Maria. (*)</p>
<p>Editor : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Pabrik Gula Meledak di Bioskop, Karya Horor Indonesia Makin Dilirik Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-pabrik-gula-meledak-di-bioskop-karya-horor-indonesia-makin-dilirik-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-pabrik-gula-meledak-di-bioskop-karya-horor-indonesia-makin-dilirik-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Pabrik Gula adalah film horor Indonesia yang disutradarai Awi Suryadi. Film ini mengisahkan pekerja musiman di pabrik gula tua yang menghadapi kejadian mistis. Tersedia dalam versi reguler dan uncut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202504/image_870x580_67efe826c4e67.webp" length="29246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 22:33:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Pabrik Gula, Film Horor, Horor Indonesia, Awi Suryadi, SimpleMan, MD Pictures, Film Bioskop, Versi Uncut, Jam Merah, Jam Kuning, Film Seram</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">Suarajatimpos.com — </span></strong><span lang="IN">Film horor Indonesia <em>Pabrik Gula </em>kembali mencuri perhatian. Sejak tayang perdana pada 31 Maret 2025, film ini langsung jadi favorit banyak orang. Bahkan sukses menarik jutaan penonton. Terlebih saat libur lebaran, film ini viral di media sosial.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Disutradarai Awi Suryadi, <em>Pabrik Gula </em>diadaptasi dari kisah yang sempat viral di media sosial X (dulu Twitter) karya SimpleMan Universe. Sebelumnya, SimpleMan Universe juga dikenal lewat kisah <em>KKN di Desa Penari </em>yang sukses besar di layar lebar. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini mengambil latar di sebuah pabrik gula tua di Jawa Timur pada tahun 2003 dan menyajikan pengalaman horor yang menegangkan.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Antusiasme Tinggi dan Rekor Penonton</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sejak hari pertama tayang, <em>Pabrik Gula </em>berhasil menembus lebih dari 1 juta penonton. Bahkan sebelum tayang di Indonesia, film ini sudah diputar lebih dulu di Hollywood dan mendapat sambutan positif.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Yang membuatnya semakin menarik, MD Pictures menyediakan dua versi film: jam kuning (untuk usia 17+) dan jam merah (untuk usia 21+). <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Versi <em>uncut </em>atau jam merah menampilkan adegan yang lebih eksplisit dan cerita yang lebih dalam. Cocok bagi penggemar horor dengan pengalaman yang lebih intens.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Perbedaan Versi <em>Cut </em>dan <em>Uncut</em></span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi yang penasaran, ada perbedaan antara dua versi ini. Versi reguler (jam kuning) bisa ditonton mulai usia 17 tahun. Sementara versi <em>uncut </em>(jam merah) khusus bagi penonton 21 tahun ke atas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Meski durasi hanya berbeda sekitar satu menit, versi <em>uncut </em>menghadirkan adegan tambahan yang lebih mencekam dan membuat cerita semakin kuat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, pemutaran versi <em>uncut </em>juga memiliki aturan khusus. Biasanya, versi ini baru bisa ditonton setelah pukul 20.00 WIB di beberapa bioskop tertentu, sesuai dengan regulasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sehingga bagi yang ingin merasakan sensasi horor lebih maksimal, pastikan memilih sesi atau jam tayang yang tepat.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Jalan Cerita dan Para Pemain</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini bercerita tentang sekelompok pekerja musiman yang bertugas di sebuah pabrik gula tua. Mulanya, semua tampak biasa saja. Kemudian mereka mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan menakutkan. Rahasia gelap pabrik itu perlahan mulai terungkap.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dibintangi oleh Erika Carlina sebagai Endah, Sadana Agung Sulistya sebagai Fadhil, dan Arbani Yasiz sebagai Hendra. Akting para pemain di film ini menuai banyak pujian karena berhasil membangun suasana horor yang mencekam.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Diproduksi oleh MD Pictures</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Film ini diproduksi oleh MD Pictures dengan Manoj Punjabi sebagai produsernya. Dengan rekam jejak MD Pictures dalam menghasilkan film-film <em>box office</em>, tidak mengherankan jika <em>Pabrik Gula </em>langsung menarik perhatian sejak hari pertama penayangan.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Respons Penonton dan Kritikus</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Banyak penonton dan kritikus memberikan ulasan positif. Mereka menilai, <em>Pabrik Gula </em>memiliki kualitas yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya. Visual yang menawan, efek suara yang menegangkan, dan alur cerita yang tidak klise, membuat film ini semakin menarik.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Ini film horor Indonesia yang paling menegangkan yang pernah saya tonton. Rasanya benar-benar seperti berada di dalam pabrik itu,” kata seorang penonton di media sosial Instagram Pabrik Gula.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Seorang kritikus film juga menulis, “<em>Pabrik Gula </em>bukan hanya sekadar film horor seram, tapi juga memiliki <em>story telling </em>yang kuat. Awi Suryadi berhasil menghidupkan cerita dengan sangat baik.”<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi pencinta horor, <em>Pabrik Gula </em>wajib masuk daftar tontonan. Film ini masih tayang di bioskop di berbagai kota di Indonesia. Jangan sampai kehabisan tiket dan bersiaplah untuk pengalaman horor yang berbeda dari biasanya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>Editor: Ali Wafa</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iseng Berhadiah, Dua Pengunjung Jatim Park Menangkan Motor dari Program KELIRU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iseng-berhadiah-dua-pengunjung-jatim-park-menangkan-motor-dari-program-keliru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iseng-berhadiah-dua-pengunjung-jatim-park-menangkan-motor-dari-program-keliru</guid>
<description><![CDATA[ Dua pemenang hadiah undian tahap kedua yang mendapatkan motor semakin menegaskan program KELIRU bahwa selain memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam liburan namun Jatim Park Group juga memberikan reward kepada pelanggan setianya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e7d1e4b4a38.webp" length="36520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2025 18:05:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Keliru, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Jawa Timur Park Group kembali membagikan kejutan bagi para pengunjung setianya melalui Program KELIRU (Kejutan Liburan Seru) periode kedua.</p>
<p>Dalam undian tahap kedua, terdapat dua pengunjung beruntung yakni Sugik dan Yusuf yang berhasil membawa pulang masing-masing satu unit motor sebagai hadiah utama.</p>
<p>Sugik, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir travel, awalnya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah tersebut dimana dia yang iseng mengisi kupon undian saat mengantarkan pengunjung ke Jawa Timur Park 3 karena tidak ada yang mau mengisi.</p>
<p>"Jadi saya yang akhirnya mengisi dan ternyata rejeki. Alhamdulillah, iseng-iseng berhadiah, motonya rencana untuk istri saya biar dipakai di rumah kepasar dan mengantarkan anak-anak sekolah," urainya.</p>
<p>Sementara itu pemenang kedua Yusuf yang juga menjadi salah satu pemenang, merasa beruntung karena kebiasaannya berlibur ke Jatim Park berbuah manis.</p>
<p>"Liburan ke Jatim Park bersama keluarga ternyata rejeki dapat motor, Sering-sering liburan ke Jatim Park aja, biar bisa dapetin hadiahnya," kelakarnya. </p>
<p>Manager Marketing dan Public Relation Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto.turut mengucapkan selamat kepada para pemenang dan mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.</p>
<p>"Kami sangat senang bisa memberikan apresiasi kepada para pengunjung setia kami. Program KELIRU masih berlangsung hingga Desember 2025, jadi masih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dan memenangkan hadiah-hadiah menarik lainnya. Jangan lewatkan kesempatan ini!" tegasnya.</p>
<p>Dengan adanya program ini, Titik juga memaparkan bahwa Jawa Timur Park Group juga emakin memperkuat komitmennya dalam memberikan pengalaman liburan yang seru dan penuh kejutan bagi para pengunjung.</p>
<p>Sehingga bagi yang ingin merasakan keseruan sekaligus kesempatan memenangkan hadiah, dapat mengunjungi Jatim Park dan ikuti program KELIRU sebelum periode berakhir. <strong>(***)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Amplop Lebaran: Tradisi Unik Perayaan Idulfitri di Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/amplop-lebaran-tradisi-unik-perayaan-idulfitri-di-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/amplop-lebaran-tradisi-unik-perayaan-idulfitri-di-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Amplop lebaran menjadi simbol berbagi rezeki saat Idulfitri. Dengan desain menarik dan beragam, tradisi ini terus berkembang, didukung inovasi dan tren penjualan digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e6a5182e949.webp" length="31668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 22:15:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, Lebaran 2025, Idul Fitri, Idul Fitri 2025, Amplop Lebaran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perayaan Idulfitri yang identik dengan istilah lebaran memiliki budaya mengakar di kalangan masyarakat dengan berbagai tradisi. Salah satu tradisi menarik yang dilakukan adalah saling memberi sebagian rezeki berupa uang berbungkus amplop unik lebaran. </p>
<p>Amplop lebaran, biasanya berisi sebagian rezeki berlebih seperti uang Tunjangan Hari Raya (THR), yang dibagi-bagikan ke sesama saudara, kerabat ataupun keluarga dari segala usia mulai anak-anak hingga dewasa. </p>
<p>Oleh karena diterima berbagai kalangan tersebut, perlu konsep dan desain unik nan menarik dari para pengusaha yang memproduksi amplop lebaran supaya momen berbagi sebagian rezeki dirasa sesuai dengan keinginan dan suasana perayaan idulfitri. </p>
<p>Salah satu pengusaha amplop lebaran di Kota Surabaya, bernama Nanda Putri Larasati menyampaikan, terdapat perbedaan desain antara amplop biasa dengan amplop lebaran.</p>
<p>"Custom amplop lebaran perbedaannya dengan amplop biasa terletak pada desain. Biasanya desain yang tercetak sesuai dengan kemauan pelanggan," Jelas Nanda, Jumat (28/3/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67e6a54868c31.webp" alt=""></p>
<p>"Mirip dengan amplop angpau. Tapi desain atau tampilan amplop custom lebaran disesuaikan dengan apa yang pelanggan mau," imbuhnya.</p>
<p>Contoh desain amplop lebaran yang paling khusus biasanya, Nanda mengungkapkan, pelanggan meminta diberi tulisan kata 'dari atau untuk, atau nama keluarga'. </p>
<p><strong>Tema Desain Amplop Lebaran Tahun 2025</strong></p>
<p>Terkhusus untuk desain amplop lebaran idulfitri tahun 2025 ini, Nanda mengungkapkan, kebanyakan tema yang dicetak bervariasi. Sesuai dengan permintaan khusus pelanggan yang memesan amplop lebaran hasil produksinya.</p>
<p>"Tema tahun ini bervariasi. Mulai dari masjid, ketupat, hingga kartun," ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Nanda mengatakan, model amplop lebaran yang Ia produksi pun berbeda-beda. Ia menyebut, amplop yang diproduksi bermacam jenisnya, mulai dari amplop kecil, amplop panjang, amplop kantong depan dan amplop kantong belakang . </p>
<p>"Untuk desain dari setiap model amplop yang saya produksi para pembeli bisa request desainnya sesuai dengan yang diinginkan," ujarnya.</p>
<p><strong>Cuan Lewat Medsos</strong></p>
<p>Karena saat ini marak berkembang teknologi, dengan adanya berbagai media sosial yang banyak digunakan masyarakat, Nanda membeberkan strategi penjualan yang Ia terapkan berfokus pada media digital.</p>
<p>"Tren penjualan hanya berfokus di media sosial aplikasi Whatsapp saja. Karena pelanggan lebih banyak dan juga open reseller," beber Nanda.</p>
<p>Setiap penjualan amplop lebaran hasil produksinya, Nanda mengatakan, modal yang diperlukan berdasarkan paket yang disediakan.</p>
<p>"Kurang lebih untuk satu paket amplop kecil isi 10 memerlukan modal Rp6.000," kata Nanda.</p>
<p>Nanda menceritakan, Ia memulai usaha amplop lebarannya ini sejak dirinya masih berstatus mahasiswa atau berkuliah. Karena dirinya juga punya pengalaman bekerja di suatu perusahaan percetakan. </p>
<p>"Saya memulai usaha ini kurang lebih sejak kuliah, sekitar tahun 2013. Setelah resign dari kerja percetakan terpikir membuat usaha amplop custom. Awalnya hanya ingin menambah uang saku saat kuliah," papar Nanda.</p>
<p>"Namun melihat antusias dari pelanggan saya yang memesan amplop buatan saya, akhirnya sampai sekarang usaha ini berlanjut," lanjutnya.</p>
<p>Dengan hasil penjualan sekarang, terlebih tren penjualan amplop lebaran yang meningkat selama momen idulfitri 2025 kali ini, Nanda ingin membuat amplop lebaran yang lebih bervariasi sehingga lebih banyak menarik minat pelanggan membeli produk buatannya. </p>
<p>"Semoga ke depan saya dapat membuat bentuk amplop yang lebih bervariasi supaya banyak masyarakat yang tertarik membeli produk buatan saya," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawa Timur Park Group Berbagi di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-park-group-berbagi-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-park-group-berbagi-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Program tersebut telah dilakukan pada Rabu kemarin (26/3/2025) denngan memberikan bantuan berupa paket sembako dan snack diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e64f1e63550.webp" length="92516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 16:20:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, CSR, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park Group melalui yayasan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, Laskar Foundation, kembali mengadakan kegiatan tahunan bertajuk Jawa Timur Park Group Berbagi.</p>
<p>Acara ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu dan menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, khususnya di bulan Ramadan.</p>
<p>Direktur Batu Night Spectacular (BNS) sekaligus Ketua Laskar Foundation, Bapak Hari Cahyono pada Jumat (28/3/2025) mengaku bahwa program tersebut telah dilakukan pada Rabu kemarin (26/3/2025) dengan memberikan bantuan berupa paket sembako dan snack diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial.</p>
<p>"Sebanyak 2.500 paket bantuan telah disalurkan dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, 2.000 paket didistribusikan melalui Dinas Sosial Kota Batu, sedangkan 500 paket lainnya diberikan langsung kepada masyarakat sekitar oleh tim Laskar Foundation," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi terhadap program ini bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam membantu masyarakat.</p>
<p>"Dengan adanya kepedulian dari sektor swasta seperti Jawa Timur Park Group, kami optimistis kesejahteraan masyarakat Kota Batu dapat semakin meningkat, terutama di momen Ramadan ini. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa depan," tuturnya.</p>
<p>Program CSR ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan silaturahmi antara Jawa Timur Park Group, Pemerintah Kota Batu, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batu Secret Zoo Sambut Kehadiran Red Panda dan Jerapah dalam Program Konservasi Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batu-secret-zoo-sambut-kehadiran-red-panda-dan-jerapah-dalam-program-konservasi-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batu-secret-zoo-sambut-kehadiran-red-panda-dan-jerapah-dalam-program-konservasi-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan Red Panda pada Oktober 2024 lalu yang bernama Kaito dan Fujimaru menjadi momen bersejarah karena menjadikan Batu Secret Zoo sebagai lembaga konservasi pertama di Indonesia yang memiliki spesies langka ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e513b0ad389.webp" length="36172" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 17:16:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Secret Zoo, Koleksi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Secret Zoo kembali menorehkan prestasi sebagai lembaga konservasi yang aktif dalam pelestarian satwa. Kali ini, kebun binatang yang berada di bawah naungan Jawa Timur Park Group tersebut, menyambut kedatangan dua satwa baru yang istimewa, yaitu Red Panda dan Jerapah.</p>
<p>Kehadiran mereka merupakan hasil kerja sama dalam International Breeding Program antara PT Bunga Wangsa Sejati dan JAZA (Japanese Association of Zoos and Aquariums).</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group Titik S Ariyanto pada Kamis (27/3/2025), mengatakan, kedatangan Red Panda pada Oktober 2024 lalu yang bernama Kaito dan Fujimaru menjadi momen bersejarah karena menjadikan Batu Secret Zoo sebagai lembaga konservasi pertama di Indonesia yang memiliki spesies langka ini. </p>
<p>"Selain Red Panda, Batu Secret Zoo juga mendapatkan dua ekor Jerapah betina bernama Aki dan Yuno yang baru berusia satu tahun dari Tama Zoological Garden, Jepang. Satu ekor Jerapah jantan bernama Kiryu juga akan tiba dari Toyohashi Zoo pada November 2024 kemarin," urainnya.</p>
<p>PT Bunga Wangsa Sejati yang mewakili Jawa Timur Park 2 aktif berperan dalam program pengembangbiakan satwa internasional bersama JAZA. Bahkan, dalam waktu dekat, mereka juga akan mengirimkan Malayan Tapir ke Jepang sebagai bagian dari kerja sama konservasi ini.</p>
<p>Momen penting lainnya akan berlangsung pada 15 Desember 2024, saat Batu Secret Zoo menyambut kunjungan Konsul Jenderal Jepang, Mr. Takeyama Kenichi. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung keberhasilan program konservasi ini.</p>
<p>"Sebagai lembaga konservasi yang berkomitmen terhadap kelestarian satwa, Batu Secret Zoo terus mengembangkan habitat yang ideal untuk satwa-satwa langka. Dengan bertambahnya koleksi Red Panda dan Jerapah, kebun binatang ini semakin memperkaya pengalaman edukatif bagi para pengunjung sekaligus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dunia," tukasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Nyala Seni: Pesan Sang Maestro untuk Masa Depan Kesenian Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-nyala-seni-pesan-sang-maestro-untuk-masa-depan-kesenian-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-nyala-seni-pesan-sang-maestro-untuk-masa-depan-kesenian-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Seni harus bersinar, bukan meredup,&quot; tegas maestro Joko Susilo, menyerukan sinergi antara seniman, pemerintah, dan komunitas untuk memastikan kesenian Jawa Timur terus hidup dan mendunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67e40048078d8.webp" length="26006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 21:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kesenian, Joko Susilo, Pemprov Jatim, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, STKW, Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Jawa Timur bukan sekadar tanah yang menyimpan sejarah, tetapi juga panggung yang menghidupkan seni dalam setiap tarian, tabuhan gamelan, dan alunan tembang yang bergema hingga penjuru negeri. </p>
<p></p>
<p>Dari panggung wayang hingga orkestra, dari tari Remo hingga Ludruk, kesenian Jawa Timur adalah nadi yang terus berdenyut, menyalakan semangat zaman dan melestarikan warisan para leluhur.</p>
<p></p>
<p>Namun, di balik megahnya pertunjukan, perkembangan zaman memantik sebuah pertanyaan baru, apakah nyala seni itu bisa terus terjaga? Apakah para seniman yang telah mengabdikan hidupnya pada karya akan tetap memiliki ruang untuk berekspresi, bertumbuh, dan mewariskan mahakarya mereka?</p>
<p></p>
<p>Pesan itulah yang disampaikan oleh Joko Susilo, maestro seni dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), saat menghadiri acara “Apresiasi kepada Insan Budaya dan Pariwisata Jawa Timur Tahun 2025” di Gedung Negara Grahadi, Rabu (26/3/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Seni yang Tak Hanya Dihargai, Tapi Juga Dihidupi</strong></p>
<p>Joko mengusulkan agar apresiasi terhadap seniman tidak berhenti di satu momentum, tetapi terus diberikan dalam berbagai peristiwa penting. Ia menyebutkan Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kemerdekaan RI, hingga Hari Jadi Provinsi Jawa Timur bahkan Hari Ulang Tahun sang Gubernur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir sebagai momen di mana seniman seharusnya selalu diundang dan dihargai.</p>
<p></p>
<p>“Kami para pelaku seni di lapangan hanya butuh satu hal: ruang untuk berekspresi. Ruang di mana kami bisa menyajikan karya, mendesiminasikan seni kami, tidak hanya kepada stakeholder, tetapi juga kepada masyarakat global,” ujar Joko dalam sambutannya, Rabu (26/3/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, jika seni terus dibiarkan menjadi hiasan belaka tanpa ekosistem yang mendukung, maka lambat laun ia hanya akan menjadi kenangan yang pudar dalam sejarah.</p>
<p></p>
<p><strong>Seni yang Berjalan Bersama, Bukan Berdiri Sendiri</strong></p>
<p>Dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, peran pemerintah memang disebutkan secara tegas. Namun, Joko menekankan bahwa seni tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.</p>
<p></p>
<p>"Kami memahami bahwa pekerjaan pemerintah provinsi begitu banyak. Ada efisiensi, ada prioritas lain. Maka dari itu, seni harus menjadi kerja bersama, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita semua," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, meskipun ada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang menaungi sektor ini, tantangan terbesar ada pada ranah teknis, yang harus dikerjakan langsung oleh seniman dan komunitas budaya di lapangan. Tanpa sinergi nyata antara pemerintah, pelaku seni, dan stakeholder, mimpi tentang kejayaan budaya Jawa Timur hanya akan menjadi retorika tanpa aksi.</p>
<p></p>
<p><strong>Empat Pilar yang Menopang Kesenian Jawa Timur</strong></p>
<p>Joko Susilo juga menyoroti keberadaan empat pilar utama yang menjadi penyangga seni dan budaya di Jawa Timur, yaitu:</p>
<ol>
<li>Universitas Negeri Surabaya (UNESA)</li>
<li>SMK Negeri 12 Surabaya</li>
<li>Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) – satu-satunya perguruan tinggi seni di Jawa Timur</li>
<li>Sanggar-sanggar seni dan komunitas budaya</li>
</ol>
<p></p>
<p>Ia mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur yang berencana melembagakan STKW sebagai perguruan tinggi seni negeri, karena menurutnya, ini adalah tonggak penting dalam perkembangan pendidikan seni di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, peran sanggar dan komunitas seni tidak bisa diabaikan. Mereka adalah rumah bagi para seniman, tempat di mana tradisi bertemu dengan inovasi, di mana generasi tua dan muda saling berbagi ilmu.</p>
<p></p>
<p><strong>Seni itu Berkolaborasi, Bukan Berkompetisi</strong></p>
<p>Bagi Joko Susilo, masa depan seni tidak ditentukan oleh individu, tetapi oleh kolaborasi. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat adanya semangat kerja sama yang semakin nyata antara pemerintah dan berbagai elemen seni.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bukti konkret, ia mengundang Gubernur Jawa Timur dan para tamu undangan untuk menghadiri pergelaran seni pada 18 April di Gedung Kesenian Cak Durasim. Acara ini akan menjadi ajang kolaborasi empat pilar seni Jawa Timur, dengan menampilkan:</p>
<ul>
<li>Orkestra dari UNESA</li>
<li>Gamelan dari STKW</li>
<li>Tari dari SMK Negeri 12 Surabaya</li>
<li>Penampilan dari penyanyi lokal dan guest star seperti Arya Gali dan Niken Salingri</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Ini bukan sekadar pertunjukan, ini adalah bukti bahwa seni semakin bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri," tegasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Masa Depan Seni: Dari Panggung ke Generasi Mendatang</strong></p>
<p>Sebagai penutup, Joko Susilo menegaskan bahwa kesenian bukan hanya milik masa kini, tetapi juga harus diwariskan kepada generasi mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Kita butuh kerja yang berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat. Pemerintah, seniman, akademisi, dan komunitas seni harus duduk bersama, membangun ekosistem yang kokoh agar seni terus hidup, tidak hanya sebagai nostalgia, tetapi sebagai realitas yang terus berkembang," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap bahwa sinergi yang sudah mulai terbangun tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi terus tumbuh dan dikuatkan secara institusional.</p>
<p></p>
<p>"Jika kita ingin Jawa Timur dikenal dunia bukan hanya karena pariwisatanya, tetapi juga karena budayanya, maka kita harus bekerja lebih keras. Seni harus bersinar, bukan meredup," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah menyampaikan sambutannya, Joko Susilo tetap berada di panggung untuk mendampingi Suroso, perwakilan seniman dari Kabupaten Malang, dalam penyerahan cinderamata Topeng Panji kepada Gubernur Jawa Timur, sebuah simbol bahwa budaya adalah warisan yang harus terus dijaga dan diteruskan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Singapura Sambut 2025 dengan Atraksi Baru dan Konser Eksklusif, Indonesia Jadi Pasar Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/singapura-sambut-2025-dengan-atraksi-baru-dan-konser-eksklusif-indonesia-jadi-pasar-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/singapura-sambut-2025-dengan-atraksi-baru-dan-konser-eksklusif-indonesia-jadi-pasar-utama</guid>
<description><![CDATA[ Singapura siap menyambut wisatawan Indonesia dengan atraksi baru, Disney Adventure Cruise, dan konser eksklusif Lady Gaga, menjadikannya destinasi wisata utama Asia Tenggara pada 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67dea3395b158.webp" length="31850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 20:46:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pariwisata, Singapura, Singapore Tourism Board, STB, Disney, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Singapura terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata utama di Asia dengan mencatat lonjakan jumlah wisatawan pada tahun 2024. Secara global, 16,5 juta wisatawan berkunjung ke negara ini, meningkat 21 persen dibandingkan 2023.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar, dengan 2,94 juta wisatawan, menempatkannya di posisi ketiga setelah wisatawan dari Tiongkok.</p>
<p></p>
<p>Dengan jumlah kunjungan yang besar, Singapura terus berinovasi menghadirkan atraksi dan pengalaman baru bagi wisatawan, khususnya dari Indonesia. Tahun 2025 akan menjadi tahun yang penuh kejutan, dengan berbagai destinasi wisata baru serta acara hiburan kelas dunia.</p>
<p></p>
<p><strong>Singapura Hadirkan Atraksi Baru untuk Wisatawan Indonesia</strong></p>
<p>Menurut Terrence Voon, Executive Director Southeast Asia Singapore Tourism Board (STB), 2025 akan menjadi tahun yang menarik bagi pariwisata Singapura, baik dari segi atraksi wisata maupun acara hiburan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin terus memberikan alasan baru bagi wisatawan untuk datang ke Singapura. Tahun ini, kami menghadirkan banyak atraksi baru, khususnya bagi wisatawan keluarga," ujar Terrence, Sabtu (22/3/2025).</p>
<p></p>
<p>Beberapa destinasi baru yang akan memeriahkan Singapura pada 2025 di antaranya:</p>
<p></p>
<p><strong>1. Minion Land di Universal Studios Singapore</strong></p>
<p>Bagi penggemar karakter Minion dari film Despicable Me, Minion Land kini resmi dibuka di Universal Studios Singapore sejak Februari 2025. Wahana ini menampilkan pengalaman imersif Despicable Me Minion Mayhem, simulator 3D yang membawa pengunjung ke dalam petualangan seru bersama para Minion. Selain itu, terdapat restoran bertema Minion, toko suvenir, serta zona permainan interaktif.</p>
<p></p>
<p><strong>2. Singapore Oceanarium</strong></p>
<p>Pengganti S.E.A. Aquarium, Singapore Oceanarium akan dibuka pada paruh pertama 2025. Atraksi ini memiliki luas tiga kali lipat lebih besar, menghadirkan lebih banyak spesies laut dengan teknologi interaktif dan inovasi digital. Salah satu daya tarik utama adalah Pusat Riset dan Pembelajaran Karbon-Netral, yang menyoroti upaya konservasi laut dan ekosistem bawah laut.</p>
<p></p>
<p><strong>3. Rainforest Wild Asia di Mandai Wildlife Reserve</strong></p>
<p>Mandai Wildlife Reserve akan membuka Rainforest Wild Asia, kebun binatang kelima di kawasan tersebut, pada Maret 2025. Taman zoologi ini menawarkan pengalaman petualangan hutan hujan dengan berbagai jalur eksplorasi, dari jalan santai hingga aktivitas panjat yang dipandu. Terdapat lebih dari 36 spesies baru, termasuk satwa unik yang belum pernah ada sebelumnya di Singapura.</p>
<p></p>
<p><strong>4. The Boardwalk di Mandai</strong></p>
<p>Dibuka pada Januari 2025, The Boardwalk merupakan jalur pejalan kaki sepanjang 3,3 km yang mengelilingi River Wonders dan Singapore Zoo. Jalur ini menawarkan panorama indah Upper Seletar Reservoir, yang dapat dinikmati wisatawan secara gratis.</p>
<p></p>
<p><strong>5. Disney Adventure Cruise</strong></p>
<p>Salah satu daya tarik terbesar tahun ini adalah debut Disney Adventure Cruise, kapal pesiar bertema Disney pertama di Asia, yang akan memulai perjalanan perdananya pada Desember 2025.</p>
<p></p>
<p>Menurut Terrence, kapal ini menawarkan pengalaman eksklusif yang membuat perjalanan laut menjadi destinasi tersendiri.</p>
<p></p>
<p>"Disney Cruise akan berlayar dari dan kembali ke Singapura, tanpa pelabuhan singgah. Namun, pengalaman di dalam kapal begitu lengkap, dengan atraksi bertema Marvel, hiburan Broadway, serta restoran dengan hidangan internasional dan Asia," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Kerja Sama dengan Indonesia Berbuah Manis</strong></p>
<p>Selain menghadirkan destinasi baru, Singapura juga terus memperkuat kerja sama dengan mitra di Indonesia untuk meningkatkan daya tariknya di pasar wisata Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Menurut Lim Si Ting, Area Director STB untuk Indonesia (Surabaya), kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia, seperti Pakuwon Group dan Apkrindo, telah menghasilkan dampak positif dalam mempromosikan pariwisata Singapura.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bersyukur atas dukungan dari mitra-mitra di Indonesia. Mereka telah memberikan platform bagi kami untuk menampilkan berbagai atraksi baru dan penawaran menarik bagi wisatawan Indonesia," ujar Lim.</p>
<p></p>
<p><strong>Beberapa strategi yang telah dijalankan mencakup:</strong></p>
<ol>
<li>Kolaborasi dengan Pakuwon Group dan Apkrindo untuk meningkatkan visibilitas Singapura di berbagai acara dan promosi di Indonesia.</li>
<li> Kampanye digital dan media yang menyoroti atraksi baru, yang mendapat respons di luar ekspektasi.</li>
<li>Kerja sama dengan Astindo yang masih berjalan untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan dari Indonesia.</li>
</ol>
<p></p>
<p>"Hasilnya sangat positif. Kami melihat peningkatan engagement dari media digital, serta antusiasme tinggi dari wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi Singapura," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Singapura Jadi Destinasi Konser Eksklusif</strong></p>
<p>Selain atraksi baru, Singapura juga semakin dikenal sebagai destinasi utama untuk konser internasional. Setelah sukses menjadi satu-satunya lokasi konser Taylor Swift di Asia Tenggara, kini Lady Gaga juga memilih Singapura sebagai satu-satunya pemberhentian di kawasan ini.</p>
<p></p>
<p>Namun, berbeda dengan spekulasi publik, Lim menegaskan bahwa pemerintah Singapura tidak memberikan subsidi untuk konser ini.</p>
<p></p>
<p>"Keputusan untuk mengadakan konser hanya di Singapura merupakan kesepakatan komersial antara Live Nation dan mitra lainnya. Tidak ada subsidi dari pemerintah, tetapi kami bangga Singapura tetap menjadi pilihan utama untuk acara-acara besar," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Konser seperti ini tidak hanya menguntungkan Singapura, tetapi juga negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Banyak penggemar yang akan terbang ke Singapura untuk menyaksikan konser, sekaligus menikmati wisata lainnya.</p>
<p></p>
<p><strong>2025 jadi Tahun Emas Pariwisata Singapura</strong></p>
<p>Dengan berbagai atraksi baru, event kelas dunia, serta kerja sama erat dengan Indonesia, Singapura siap menjadi destinasi wisata utama bagi masyarakat Indonesia pada 2025.</p>
<p></p>
<p>Bagi wisatawan yang ingin menikmati petualangan keluarga, Minion Land, Oceanarium, dan Rainforest Wild Asia siap menyambut. Bagi yang menginginkan pengalaman unik di laut, Disney Adventure Cruise menawarkan hiburan tak terlupakan. Sementara itu, bagi para pecinta musik, konser eksklusif Lady Gaga menjadi daya tarik tersendiri.</p>
<p></p>
<p>Dengan peningkatan konektivitas udara, termasuk rute penerbangan baru dari Padang dan Kertajati, perjalanan ke Singapura kini semakin mudah. Tahun 2025 menjadi saat yang tepat untuk kembali menjelajahi Singapura dan menikmati pengalaman wisata yang lebih segar dan inovatif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Serunya Bertemu Minions di Pakuwon City Mall: Liburan Ceria Bersama Karakter Favorit Anak&amp;anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/serunya-bertemu-minions-di-pakuwon-city-mall-liburan-ceria-bersama-karakter-favorit-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/serunya-bertemu-minions-di-pakuwon-city-mall-liburan-ceria-bersama-karakter-favorit-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Minions akhirnya hadir di Surabaya. Untuk pertama kalinya, penggemar bisa bertemu langsung dengan karakter kuning ikonik ini dalam Meet &amp; Greet eksklusif di Pakuwon City Mall. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67dea345cf70c.webp" length="48482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 20:29:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Minion, Universal Studio, Liburan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dengan tubuh mungil berwarna kuning cerah, mata besar berbinar di balik kacamata bundarnya, serta tingkah lucu yang sulit ditebak, Minions telah menjadi salah satu karakter animasi paling disukai anak-anak di seluruh dunia. Tidak hanya menggemaskan, mereka juga dikenal dengan suara unik dan kejahilan yang selalu mengundang tawa.</p>
<p></p>
<p>Kini, untuk pertama kalinya, karakter Minions hadir di Surabaya dalam acara Minion Station di Pakuwon City Mall (PCM), menawarkan pengalaman istimewa bagi penggemarnya untuk bertemu langsung dengan Minions dan Gru.</p>
<p></p>
<p>Minion Station digelar dari 13 Maret hingga 6 April 2025, bertempat di Courtyard Pakuwon City Mall, salah satu daya tarik utama dari acara tersebut adalah para pengunjung dapat bertemu langsung dengan karakter berwarna kuning itu di sesi Meet &amp; Greet Minions pada 21 hingga 30 Maret, tepatnya pada pukul 17.00, 19.00, dan 21.00 WIB setiap harinya.</p>
<p></p>
<p><strong>Lebih dari Sekadar Meet &amp; Greet</strong></p>
<p>Selain bertemu Minions, acara ini juga menghadirkan berbagai hiburan menarik untuk anak-anak dan keluarga. Beberapa kegiatan yang bisa dinikmati pengunjung antara lain:</p>
<ul>
<li>Live Music Acoustic yang menghadirkan suasana santai dan menyenangkan.</li>
<li>Fun-tastic Parade, di mana karakter-karakter Minions akan berkeliling area mall.</li>
<li>Bubble Spectacle, pertunjukan gelembung raksasa yang memukau.</li>
<li>Pertunjukan Kembang Api setiap hari Sabtu, memberikan pengalaman liburan yang lebih spesial.</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Minion Station ini juga sekaligus menyambut Minion Land di Universal Studios Singapore," kata Josheva, Public Relation Pakuwon City Mall, yang akrab disapa Jos, Sabtu (22/3/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67dea35682aa0.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan bahwa event Minion Station merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan dengan Universal Studios, setelah sebelumnya sukses menghadirkan karakter Kung Fu Panda.</p>
<p></p>
<p><strong>Ribuan Pengunjung Setiap Hari</strong></p>
<p>Dengan konsep yang menarik dan bertepatan dengan libur sekolah, Jos memperkirakan acara Minion Station dapat menarik 5.000 pengunjung setiap hari di hari biasa dan 10.000 pengunjung di akhir pekan. </p>
<p></p>
<p>"Saat libur Lebaran nanti, jumlah pengunjung diprediksi bisa mencapai 13.000 sampai 15.000 orang per hari," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya hiburan, event ini juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Dari 40 stan makanan yang tersedia, 90 persen di antaranya merupakan UMKM lokal, sementara sisanya adalah tenant mall yang berpartisipasi dalam acara ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67dea34044e5b.webp" alt=""></p>
<p><strong>Ingin Ikut Meet &amp; Greet? Ini Syaratnya</strong></p>
<p>Meskipun acara ini terbuka untuk umum, tidak semua pengunjung bisa langsung berfoto dengan Minions. Untuk berpartisipasi dalam sesi VIP Meet &amp; Greet dan foto bersama, pengunjung harus menjadi member PG Card Pakuwon City Mall dan berbelanja minimal Rp 300.000 di tenant mall. </p>
<p></p>
<p>Setelah memenuhi syarat tersebut, pengunjung bisa menukarkan struk belanja dengan tiket VIP Meet &amp; Greet di Concierge lantai G dan 2.</p>
<p></p>
<p>"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kuota untuk minggu pertama bahkan sudah penuh," ujar Jos.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai aktivitas menarik dan kesempatan langka bertemu Minions secara langsung, Minion Station di Pakuwon City Mall menambah pilihan destinasi liburan menarik yang hadir di Kota Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>&amp;quot;KELIRU&amp;quot; Jatim Park Bagikan Hadiah Rp 3 Miliar untuk Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keliru-jatim-park-bagikan-hadiah-rp-3-miliar-untuk-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keliru-jatim-park-bagikan-hadiah-rp-3-miliar-untuk-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Hadiah yang dibagikan setiap bulannya mencakup 3 unit motor, 3 iPhone 15, 4 Smart LED TV, 4 logam mulia, serta 986 exclusive merchandise dan voucher tiket Jatim Park Group. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67dd4dda39b7e.webp" length="58008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 19:45:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, KELIRU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park Group kembali membuat gebrakan dengan program spektakuler bertajuk Kejutan Liburan Seru (KELIRU). Mulai 1 Desember 2024 hingga 30 Desember 2025 nanti pengunjung yang membeli tiket ke berbagai theme park dalam grup Jatim Park berkesempatan memenangkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp3 miliar!</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group Titik S Ariyanto pada Jumat (21/3/2025) mengatakan bahwa hadiah yang dibagikan setiap bulannya mencakup 3 unit motor, 3 iPhone 15, 4 Smart LED TV, 4 logam mulia, serta 986 exclusive merchandise dan voucher tiket Jatim Park Group. </p>
<p>"Selain itu, puncak acara pada Desember 2025 akan menghadirkan Grand Prize yang dijamin spektakuler. Yang pasti masih masih ada banyak kesempatan bagi wisatawan yang ingin ikut dalam program KELIRU ini," urainnya.</p>
<p>Sementara itu untuk wisatawan yang ingin mengikuti program KELIRU, wisatawan diwajibkan membeli tiket ke Jawa Timur Park Group, kemudian mengisi kupon undian melalui barcode yang diberikan, dan menunggu pengundian bulanan yang disiarkan langsung di Instagram &amp; TikTok @jawatimurpark</p>
<p>"Informasi lebih lengkap bisa diakses di situs resmi: https://www.jtp.id/keliru-kejutan-liburan-seru-jawa-timur-park-group/index.html. Jawa Timur Park Group berharap program ini bisa menjadi apresiasi bagi para pengunjung setia yang telah menemani perjalanan mereka selama 24 tahun. Jadi, jangan lewatkan kesempatan menang hadiah luar biasa sambil menikmati liburan seru di Jatim Park," imbuhnya.</p>
<p>Titik juga membeberkan program ini langsung disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pengunjung. Sejumlah pemenang periode pertama pun sudah diumumkan, dengan kisah menarik di balik keberuntungan mereka.</p>
<p>Salah satunya adalah Abdurrouf dari Magelang, yang membawa pulang iPhone 15 berkat doa sang istri.</p>
<p>“Saya mengunjungi Jatim Park 2 bersama keluarga, lalu mengisi kupon undian via barcode. Alhamdulillah, menang iPhone 15 berkat doa istri,” ujarnya saat pengambilan hadiah di Kantor Marketing Central Jatim Park 1.</p>
<p>Sementara itu Mukhlis dari Jakarta dan Ibu Aisyah dari Kalimantan Selatan, yang rela terbang ke Kota Batu demi mengambil hadiah Smart LED TV mereka. “Akhir Desember kemarin saya sempat ingin beli TV, tapi urung. Eh, ternyata malah menang TV dari Jatim Park,” tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eratkan Hubungan Diplomasi lewat Seni, Tahun ke&amp;3 Kompetisi Menggambar LAC X Konjen Jepang Angkat Tema Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eratkan-hubungan-diplomasi-lewat-seni-tahun-ke-3-kompetisi-menggambar-lac-x-konjen-jepang-angkat-tema-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eratkan-hubungan-diplomasi-lewat-seni-tahun-ke-3-kompetisi-menggambar-lac-x-konjen-jepang-angkat-tema-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Seni dan lingkungan menyatukan generasi muda Indonesia-Jepang dalam Kompetisi Melukis Lotus Art Courses X Konjen Jepang di Surabaya 2025, mempererat diplomasi budaya sambil menanamkan kesadaran akan masa depan bumi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67d6d3b0c3aaf.webp" length="64898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 22:32:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Jepang, Konjen Jepang, Konjen Jepang Surabaya, Lotus Art Courses, LAC, Melukis, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP -</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Seni bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan budaya dan mempererat hubungan antarnegara. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal itu tercermin dalam kompetisi melukis Lotus Art Courses (LAC) X Konjen Jepang di Surabaya 2025, yang memasuki tahun ketiganya. Tahun ini, lomba itu mengangkat tema lingkungan: sebuah isu global yang semakin mendesak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Melalui kompetisi ini, generasi muda diajak untuk menuangkan pemikiran mereka tentang masa depan bumi sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di sisi lain, kegiatan ini juga berperan sebagai medium untuk memperdalam pemahaman tentang budaya Jepang, memperkuat hubungan diplomatik, dan menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kerja sama bilateral Indonesia-Jepang.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Konjen Jepang: Generasi Muda sebagai Jembatan Masa Depan</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dalam Awarding Ceremony yang berlangsung di kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, Konsul Jenderal Jepang, mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami sangat senang bisa kembali menyelenggarakan kompetisi ini. Tahun ini, kami menerima banyak karya luar biasa yang menggambarkan eratnya hubungan Indonesia dan Jepang. Saya percaya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kerja sama antarnegara di masa depan," ujar Takeyama saat dikonfirmasi pada Ahad (16/3/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kompetisi ini juga menjadi momen yang emosional bagi Takeyama Kenichi. Karena bulan ini adalah bulan terakhirnya menjabat sebagai Konjen Jepang di Surabaya setelah empat tahun bertugas di Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia menyampaikan rasa bangga atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral. Terutama di kalangan generasi muda.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya merasa senang jika dalam masa tugas saya, hubungan antara Jepang dan Indonesia dapat sedikit meningkat. Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga hubungan baik ini, dan saya berharap mereka terus melanjutkannya di masa depan," katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Takeyama juga memperkenalkan penggantinya, Takonai Susumu, yang saat ini menjabat sebagai Konjen Jepang di Medan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan pengalamannya yang luas dan pemahamannya terhadap budaya serta masyarakat Indonesia, dia yakin Tako Naisan akan meneruskan berbagai inisiatif kerja sama yang telah dibangun.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya berharap beliau dapat melanjutkan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat persahabatan Jepang dan Indonesia, terutama di kalangan generasi muda," tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Penilaian Karya: Kreativitas dan Pemahaman Tema</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai bagian dari tim juri, Vice Konsul Bagian Kebudayaan dan Pendidikan, Kota Nakagome, menjelaskan bahwa penilaian karya tidak hanya berdasarkan teknik menggambar, tetapi juga pemahaman terhadap tema.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Diketahui, kompetisi hasil kolaborasi antara LAC dan Konjen Jepang di Surabaya itu diadakan secara gratis dan terbuka untuk umum. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lomba terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan usia. Yakni, Kategori A dengan usia 5 hingga 7 tahun. Kategori B dengan usia 8 hingga 11 tahun, dan Kategori C dengan usia 12 hingga 15 tahun. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Masing-masing kategori diambil lima karya terbaik. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa medali, piagam, dan suvenir menarik yang diserahkan langsung oleh Konjen Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami melihat bagaimana anak-anak membayangkan masa depan, baik untuk Indonesia maupun Jepang. Mereka tidak hanya menampilkan visual yang menarik, tetapi juga memiliki pemikiran yang dalam tentang bagaimana lingkungan dapat dijaga melalui berbagai perspektif," ungkap Kota Nakagome.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurutnya, ada banyak pendekatan unik yang ditampilkan peserta. Mulai dari teknologi ramah lingkungan, pelestarian budaya, hingga edukasi tentang kesadaran lingkungan sejak dini. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu berpikir kritis dan memiliki kepedulian terhadap tantangan masa depan.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Partisipasi Lebih Luas</span></strong><span lang="IN"><strong>, Jumlah Peserta Meningkat</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Seiring dengan meningkatnya popularitas kompetisi ini, jumlah peserta pun terus bertambah setiap tahunnya. I Putu Mahendra, pemilik Lotus Art Courses, mengungkapkan rasa syukur atas respons positif dari masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Tahun pertama kami menerima sekitar 190 karya, tahun kedua 200, dan sekarang mencapai 300 karya. Tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Madiun, Kediri, Mojokerto, hingga Banyuwangi," katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Putu juga mengapresiasi kreativitas peserta dalam menafsirkan tema lingkungan. Ada yang menggambarkan revitalisasi lingkungan, peran generasi muda, hingga inovasi teknologi hijau. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Teknik yang digunakan pun bervariasi. Mulai dari pensil warna, krayon, hingga spidol, menjadikan setiap karya unik dengan gaya visual yang berbeda.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami berharap, kompetisi ini terus berlangsung setiap tahun. Tidak hanya sebagai wadah untuk mengasah kreativitas, tetapi juga sebagai momen keakraban antara Indonesia dan Jepang dalam bidang seni," tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Suara Peserta: Inspirasi dan Harapan Masa Depan</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu peserta di kategori A (umur 5-7 tahun) yang berhasil meraih penghargaan, Ivanka Puteri Hartanto, melalui karyanya yang berjudul "Japan Future Agriculture", ia mengaku senang bisa berpartisipasi dan sabet penghargaan dalam kompetisi ini.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Aku menggambar tentang robot. Jadi ini banyak robot yang bantu manusia buat menjual hasil panen, di Jepang kan juga ada banyak robot," ujarnya dengan nada malu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Meski malu, dia mengaku juga merasa senang karena bisa belajar lebih banyak tentang budaya Jepang melalui kompetisi ini. Hal ini juga didukung oleh orang tuanya yang mendukung penuh hobi dari putrinya itu. <o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Kompetisi yang Memperkuat Hubungan Bilateral</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan kualitas karya yang semakin beragam, kompetisi melukis Lotus Art Courses X Konjen Jepang di Surabaya telah menjadi ajang penting dalam memperkenalkan seni sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kompetisi ini diharapkan terus menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui seni dan kepedulian terhadap lingkungan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keindahan Raja Ampat dalam Goresan Fabian: Anak Indonesia yang Raih Medali Perunggu di Bulgaria</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keindahan-raja-ampat-dalam-goresan-fabian-anak-indonesia-yang-raih-medali-perunggu-di-bulgaria</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keindahan-raja-ampat-dalam-goresan-fabian-anak-indonesia-yang-raih-medali-perunggu-di-bulgaria</guid>
<description><![CDATA[ Fabian M Alkafi, satu-satunya wakil Indonesia, meraih medali perunggu di Bulgaria dengan lukisan Raja Ampat yang memesona, membuktikan bahwa seni anak Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67cee38731e15.webp" length="40390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 21:51:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Little Zograff Foundation, Bulgaria, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dunia seni anak Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang. Fabian M Alkafi, siswa Lotus Art Courses, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang 11th World Competition for Children’s Drawing yang diselenggarakan oleh Little Zograff Foundation di Bulgaria. </p>
<p>Karya bertemakan "Nature’s Wonders in My Country" ini membawa keindahan Raja Ampat ke kancah internasional, berhasil mengungguli ribuan karya lain dari berbagai negara.</p>
<p>Keberhasilan Fabian menjadi lebih istimewa karena ia merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil meraih penghargaan di kompetisi ini. Pencapaian ini tak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi bukti bahwa bakat seni anak-anak Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.</p>
<p><strong>Perjalanan Fabian Menuju Penghargaan Internasional</strong></p>
<p>Sejak kecil, Fabian telah menunjukkan ketertarikan pada seni rupa. Di bawah bimbingan Lotus Art Courses, bakatnya semakin berkembang hingga akhirnya berani mengikuti kompetisi internasional. </p>
<p>Dengan penuh dedikasi, ia menciptakan lukisan yang menggambarkan pesona alam Indonesia, khususnya Raja Ampat, yang terkenal dengan gugusan pulau-pulau hijau dan laut biru yang memesona.</p>
<p>I Putu Mahendra, founder sekaligus guru di Lotus Art Courses, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Fabian.</p>
<p>"Fabian membuktikan bahwa seni bukan sekadar hobi, tetapi juga jendela bagi anak-anak untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap alam dan budaya. Ia telah membawa keindahan Indonesia ke mata dunia," ucap Putu, Senin (10/3/2025).</p>
<p>Fabian harus bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Dari ribuan karya yang masuk, hanya 68 karya terbaik yang terpilih, dan salah satunya adalah lukisan Fabian.</p>
<p><strong>Lukisan yang Menyuarakan Keindahan Alam</strong></p>
<p>Lukisan Fabian yang berhasil memenangkan medali perunggu menggambarkan lanskap Raja Ampat saat matahari terbenam. Langit kuning keemasan berpadu dengan air laut yang tenang, diapit oleh pulau-pulau hijau subur. Detail burung yang terbang bebas di langit menambah kesan damai dan natural dalam karyanya.</p>
<p>Teknik yang digunakan Fabian menunjukkan pemahaman yang matang tentang warna dan tekstur. Sapuan kuasnya menghadirkan gradasi warna yang lembut di langit, menciptakan kesan dramatis namun tetap harmonis. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67cee1a551e85.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, penggunaan warna hijau yang kaya pada pulau-pulau menggambarkan kesegaran dan kehidupan yang melimpah di Raja Ampat.</p>
<p>"Lukisan Fabian adalah perpaduan antara teknik yang matang dan kepekaan terhadap keindahan alam. Ia mampu menangkap esensi Raja Ampat dengan cara yang begitu hidup dan menginspirasi," ujar Putu.</p>
<p>Lukisan ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang pelestarian alam. Dengan mengangkat Raja Ampat sebagai tema, Fabian secara tidak langsung mengajak orang-orang untuk lebih menghargai dan menjaga kekayaan alam Indonesia.</p>
<p><strong>Harapan dan Inspirasi bagi Generasi Muda</strong></p>
<p>Keberhasilan Fabian di kompetisi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk berani mengekspresikan diri melalui seni. Putu melalui Lotus Art Courses berkomitmen untuk terus mendukung anak-anak berbakat agar dapat berkembang dan berprestasi lebih jauh.</p>
<p>"Kami berharap lebih banyak anak Indonesia yang percaya diri dengan bakat seninya dan berani menunjukkan karya mereka ke dunia," pungkasnya.</p>
<p>Dengan semangat dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak seniman muda Indonesia yang membawa keindahan negeri ini ke kancah global, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Fabian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ilustrasi Idiom dan Misi Menjaga Api Seni di Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ilustrasi-idiom-dan-misi-menjaga-api-seni-di-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ilustrasi-idiom-dan-misi-menjaga-api-seni-di-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Ilustrasi Idiom tak sekadar melukis di PRIMETIME 2025, mereka menjembatani generasi, memastikan seni terus berkembang tanpa kehilangan esensinya, di tengah era digital yang serba cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67cee20cdc33f.webp" length="41796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 21:39:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, PRIMETIME 2025, PCU, Roman Chuza, Ridwan SS, Buggy Kupu, Surabaya suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Suara langkah mahasiswa bergema di lorong-lorong Gedung Q Universitas Kristen (UK) Petra. Acara tahunan PRIMETIME 2025 oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (Himavistra) UK Petra tengah berlangsung, menghadirkan berbagai instalasi, pameran, hingga demo seni yang memikat perhatian.</p>
<p>Namun, di salah satu sudut kegiatan, ada yang lebih dari sekadar pameran visual. Sekelompok orang sedang melukis, menarik perhatian mahasiswa untuk mendekat sembari mengamati sapuan kuas, melihat bagaimana warna-warna menyatu di kanvas, dan mendengar cerita di balik setiap karya yang sedang diciptakan.</p>
<p>Mereka adalah para seniman dari komunitas Ilustrasi Idiom yang sedang melakukan demo melukis untuk menghadirkan seni yang bisa dirasakan, didekati, bahkan dipelajari langsung oleh para mahasiswa. Bagi Roman Chuza, Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, momen itu adalah esensi dari seni yang sesungguhnya.</p>
<p>“Seni itu bukan sesuatu yang eksklusif, bukan milik segelintir orang. Ia harus diwariskan, terutama kepada generasi muda,” kata Roman, Senin (10/3/2025).</p>
<p>Roman mengungkapkan bahwa pihaknya diundang oleh panitia untuk mengisi kegiatan PRIMETIME 2025, namun kehadiran mereka bukan hanya untuk unjuk karya, tetapi juga membangun jembatan antara seniman dan generasi muda.</p>
<p>Bersama 3 rekan lainnya, Roman ingin menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hasil akhir, tetapi sebuah perjalanan yang terus berkembang, terutama di era digital seperti sekarang.</p>
<p><strong>Buggy Budijanto: Filosofi Kupu-Kupu, Konsistensi, dan Identitas</strong></p>
<p>Salah satu seniman yang ikut ambil bagian adalah Buggy Budijanto, atau yang lebih dikenal dengan Buggy Kupu. Selama lebih dari 20 tahun, ia telah mendedikasikan dirinya melukis satu objek, yaitu kupu-kupu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67cee227c6db6.webp" alt=""></p>
<p>"Saya ingin menunjukkan bahwa seni adalah perjalanan panjang. Konsistensi dalam berkarya itu penting, karena di situlah kita menemukan identitas," ujar Budi.</p>
<p>Di hadapan mahasiswa DKV yang tengah mencari jati diri dalam seni, Buggy ingin menegaskan bahwa ketekunan adalah kunci. Kupu-kupu yang ia lukis bukan hanya sekadar objek, tetapi juga representasi dari bagaimana seorang seniman menemukan bentuk dan gayanya sendiri dalam perjalanan kreatifnya.</p>
<p><strong>Ridwan SS: Menangkap Momen, Menangkap Esensi</strong></p>
<p>Di sudut lain, Ridwan SS, wakil ketua komunitas Ilustrasi Idiom memilih objek lukisan yang berbeda, yakni gedung Q Petra yang menjadi lokasi kegiatan itu sendiri. Ia mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang tertarik untuk mendalami melukis on-the-spot (OTS).</p>
<p>"Gedung ini saksi perjalanan mahasiswa, tempat mereka belajar, mencipta, dan berkembang. Saya ingin menangkap esensinya," kata Ridwan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67cee1f211070.webp" alt=""></p>
<p>Bagi Ridwan, seni bukan sekadar teknik, tetapi bagaimana seorang seniman mampu membaca dan menerjemahkan lingkungan di sekitarnya. Ia ingin mengajarkan kepada mahasiswa bahwa inspirasi ada di mana-mana, asalkan mereka mau melihat lebih dalam.</p>
<p><strong>Nining Zaro: Seni yang Bersentuhan dengan Alam</strong></p>
<p>Sementara itu, Nining Zaro menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam berkarya. Alih-alih hanya menggunakan kuas, ia juga memanfaatkan daun sebagai cetakan, menciptakan tekstur alami yang menyatu dengan warna-warna cat di atas kanvas.</p>
<p>"Daun punya sidik jari sendiri, tidak ada yang sama, seperti halnya manusia dan perjalanan kreatif mereka. Karena itu, seni bagi saya adalah tentang eksplorasi, dan setiap orang memiliki cara unik untuk mengekspresikannya," ucap Nining.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67cee2007d07e.webp" alt=""></p>
<p>Nining yang merupakan alumni Akademi Seni Rupa Surabaya (AKSERA) ingin mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa seni tidaklah terbatas pada ruang dan konsep tertentu, namun juga bisa muncul dari hal-hal sederhana di sekitar mereka, termasuk dari sehelai daun.</p>
<p><strong>Roman Chuza: Seni yang Melekat pada Diri Manusia</strong></p>
<p>Roman sendiri memilih medium yang berbeda saat melakukan demo, Putra dari pelukis kondang asal Surabaya yakni almarhum Achmad Chusnul itu malah menggunakan wajah dari salah satu mahasiswa Petra untuk ia lukis.</p>
<p>"Seni itu bukan hanya ada di kanvas atau galeri, tapi juga di dalam diri kita," jelas Roman.</p>
<p>Baginya, seni bukan sesuatu yang harus dijauhkan dari kehidupan sehari-hari. Justru, seni harus lebih dekat, lebih personal, dan bisa menyatu dengan siapa saja, termasuk mahasiswa yang masih dalam proses menemukan gaya dan ekspresi mereka sendiri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x_67cee21a56163.webp" alt=""></p>
<p><strong>Seni di Era Digital: Menyesuaikan Diri Tanpa Kehilangan Esensi</strong></p>
<p>Di era serba digital seperti sekarang, Roman menekankan bahwa seni harus berkembang. Ia melihat bagaimana mahasiswa DKV saat ini semakin banyak yang berkarya lewat medium digital, mulai dari ilustrasi hingga animasi.</p>
<p>"Kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Kalau kita abaikan itu, kita hanya akan tertinggal," ujarnya.</p>
<p>Namun, Roman juga mengingatkan bahwa teknologi bukan berarti meninggalkan akar seni tradisional. Baginya, ada keseimbangan yang perlu dijag, bagaimana seni bisa mengikuti zaman tanpa kehilangan esensi dan jiwanya.</p>
<p><strong>Menjaga Seni Tetap Hidup, Bersama-Sama</strong></p>
<p>Demo seni yang dilakukan oleh Ilustrasi Idiom di PRIMETIME 2025 bukan sekadar pertunjukan keterampilan. Lebih dari itu, mereka ingin menyampaikan pesan: seni harus diwariskan, dikembangkan, dan tetap hidup dalam setiap generasi.</p>
<p>"Yang paling penting dalam seni adalah kebersamaan. Tanpa itu, seni hanya akan menjadi kenangan," tutup Roman.</p>
<p>Hari itu, lebih dari sekadar lukisan yang terselesaikan, lebih dari sekadar warna yang menghiasi kanvas, ada sesuatu yang lebih besar yang mereka tinggalkan, yakni sebuah warisan.</p>
<p>Warisan bahwa seni bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk dibagikan, agar terus tumbuh dan berkembang di tangan generasi selanjutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Pemesanan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada H&amp;3</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-pemesanan-tiket-kereta-api-untuk-mudik-lebaran-2025-diprediksi-terjadi-pada-h-3</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-pemesanan-tiket-kereta-api-untuk-mudik-lebaran-2025-diprediksi-terjadi-pada-h-3</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan pemesanan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2025 diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret, dengan 19.691 tiket telah terjual. Jakarta, Yogyakarta, dan Ketapang menjadi rute favorit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202503/image_870x580_67cee19f26289.webp" length="46366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 21:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Mudik, Lebaran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lonjakan pemesanan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2025 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat bahwa 198.380 tiket sudah dipesan untuk perjalanan jarak jauh selama periode 21 Maret hingga 11 April 2025.</p>
<p>Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan bahwa tingginya permintaan tiket menjelang Lebaran merupakan tren tahunan. Selain arus mudik, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025, dengan 11.240 tiket telah dipesan.</p>
<p>"Pada H-3, kami mencatat 19.691 tiket telah terjual, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding hari-hari biasa," ujar Luqman saat dikonfirmasi pada Senin (10/3/2025).</p>
<p><strong>Ribuan Penumpang Akan Masuk dan Keluar Surabaya</strong></p>
<p>Berdasarkan data KAI Daop 8, jumlah penumpang yang keluar dan masuk Surabaya selama periode angkutan Lebaran sangat tinggi. Diperkirakan 185.904 penumpang akan turun di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, sementara jumlah penumpang yang berangkat juga terus meningkat.</p>
<p>Stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi antara lain:</p>
<ul>
<li>Stasiun Surabaya Pasarturi: 55.720 penumpang naik, 52.113 penumpang turun.</li>
<li>Stasiun Surabaya Gubeng: 54.114 penumpang naik, 45.955 penumpang turun.</li>
<li>Stasiun Malang: 33.242 penumpang naik, 27.190 penumpang turun.</li>
</ul>
<p>Luqman mengimbau para penumpang agar segera memesan tiket lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket. Terlebih, pemesanan lebih awal juga memberikan keleluasaan untuk bisa memilih tempat duduk sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>"Kami sarankan masyarakat tidak menunda pemesanan karena menjelang hari keberangkatan, tiket semakin terbatas," katanya.</p>
<p><strong>Destinasi Favorit Pemudik: Jakarta, Yogyakarta, hingga Ketapang</strong></p>
<p>Sejumlah rute perjalanan menjadi favorit bagi pemudik tahun ini. Berdasarkan data pemesanan tiket, destinasi utama adalah Semarang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Ketapang.</p>
<p>Perjalanan menuju Jakarta dan Yogyakarta diperkirakan akan menjadi yang paling padat, mengingat banyak pekerja dan mahasiswa yang pulang kampung ke wilayah tersebut. Sementara itu, rute Ketapang juga mengalami peningkatan, karena banyak penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Bali.</p>
<p>"Tren pemesanan menunjukkan bahwa kota-kota besar di Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama masyarakat saat mudik Lebaran," jelas Luqman.</p>
<p><strong>KAI Tambah Kapasitas dan Imbau Pemudik Pesan Tiket Lebih Awal</strong></p>
<p>Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan 57 kereta api jarak jauh, yang terdiri dari 49 KA reguler dan 8 KA tambahan, dengan total 32.044 tempat duduk per hari.</p>
<p>Selain itu, KAI juga meningkatkan pelayanan dengan mengganti kelas bisnis pada KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi – Cilacap menjadi kelas ekonomi new generation mulai 8 Maret 2025.</p>
<p>"Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan perjalanan, salah satunya dengan perubahan formasi di KA Sancaka Utara," kata Luqman.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, KAI mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, laman kai.id, atau loket stasiun. </p>
<p>"Pastikan untuk melakukan pemesanan lebih awal agar tidak kehabisan tiket, terutama di tanggal-tanggal puncak mudik," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Rampcheck 477 Kereta Jelang Mudik Lebaran 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kai-daop-8-surabaya-lakukan-rampcheck-477-kereta-jelang-mudik-lebaran-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kai-daop-8-surabaya-lakukan-rampcheck-477-kereta-jelang-mudik-lebaran-2025</guid>
<description><![CDATA[ Rampcheck jelang Lebaran 2025 memastikan 58 lokomotif dan 477 kereta siap beroperasi. KAI Daop 8 Surabaya tegaskan komitmen keselamatan dan kenyamanan pemudik melalui pemeriksaan ketat di berbagai stasiun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67c19e3466da7.webp" length="67556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 21:15:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, KAI Daop 8, Mudik, Lebaran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulan Ramadan sudah di ambang pintu. Seiring dengannya, denyut tradisi mudik Lebaran mulai terasa. Bagi jutaan perantau, perjalanan pulang ke kampung halaman bukan sekadar perpindahan geografis, tetapi ritual yang sarat makna. </p>
<p></p>
<p>Demi memastikan perjalanan mudik tahun ini berlangsung aman dan nyaman, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Surabaya melakukan Rampcheck terhadap sarana kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.</p>
<p></p>
<p><strong>Apa Itu Rampcheck?</strong></p>
<p>Rampcheck adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap kelaikan dan kesiapan operasional sarana perkeretaapian sebelum memasuki periode angkutan Lebaran.</p>
<p>Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua fasilitas kereta dan stasiun telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 63 Tahun 2019.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan ini mencakup dua aspek utama: teknis dan administrasi. Secara teknis, petugas mengecek kondisi lokomotif, gerbong, sistem rem, kelistrikan, dan keamanan pintu. Dari sisi administrasi, dokumen kelayakan operasi dan standar keselamatan turut diperiksa agar sesuai regulasi.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemeriksaan di 58 Lokomotif dan 477 Kereta</strong></p>
<p>Pemeriksaan dilakukan sejak 24 hingga 27 Februari 2025, melibatkan inspeksi terhadap 58 lokomotif dan 477 unit kereta. Tim dari BTP Kelas 1 Surabaya juga mengecek fasilitas di beberapa stasiun utama di Daop 8 Surabaya, yaitu:</p>
<ul>
<li>Stasiun Surabaya Gubeng</li>
<li>Stasiun Surabaya Pasarturi</li>
<li>Stasiun Malang</li>
<li>Stasiun Wonokromo</li>
<li>Stasiun Sidoarjo</li>
<li>Stasiun Mojokerto</li>
<li>Stasiun Babat</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Rampcheck ini dilakukan secara detail untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang terpenuhi," kata Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Jumat (28/2/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Hasil Rampcheck: Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran</strong></p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim dari BTP Kelas 1 Surabaya menyatakan bahwa sarana dan fasilitas di wilayah Daop 8 Surabaya telah memenuhi standar SPM. Artinya, seluruh rangkaian kereta yang akan beroperasi pada masa mudik Lebaran 2025 dalam kondisi layak jalan dan siap melayani penumpang.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan bahwa seluruh perjalanan kereta api selama Angkutan Lebaran berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujar Luqman Arif.</p>
<p></p>
<p><strong>Komitmen KAI di Masa Mudik</strong></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, terutama pada masa puncak angkutan Lebaran. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko gangguan perjalanan akibat kendala teknis maupun operasional.</p>
<p></p>
<p>"KAI terus berusaha meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam masa-masa padat seperti Lebaran, agar pelanggan bisa mudik dengan tenang," tutup Luqman Arif.</p>
<p></p>
<p>Dengan persiapan matang dan pemeriksaan ketat, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pelanggan kereta api. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bhumi Santri Regency Gelar Customer Gathering, Percepat Skema KPR dengan Promo Free Biaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bhumi-santri-regency-gelar-customer-gathering-percepat-skema-kpr-dengan-promo-free-biaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bhumi-santri-regency-gelar-customer-gathering-percepat-skema-kpr-dengan-promo-free-biaya</guid>
<description><![CDATA[ Bhumi Santri Regency menggelar Customer Gathering, menawarkan free biaya KPR bagi pelanggan lama dan baru. Acara ini bertujuan mempercepat transisi ke KPR dengan promo menarik, diskon, door prize, dan hiburan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67bee39213b04.webp" length="77462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 17:59:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Bhumi Santri Regency, Customer Gathering, Free Biaya KPR, Rumah Impian, Mudahnya Punya Rumah, Investasi Properti, Properti Malang, Hunian Nyaman, KPR Tanpa Ribet, Promo Perumahan, Gondanglegi, Malang Selatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP – </strong>Bhumi Santri Regency, properti unggulan yang berada di Gondanglegi, Kabupaten Malang, menggelar acara Customer Gathering pada Rabu, 26 Februari 2025, di Cakra Residence Hotel, Turen Malang. </p>
<p>Acara ini menjadi momentum penting bagi customer lama dan calon pembeli baru dengan penawaran eksklusif, yakni skema free biaya KPR.</p>
<p>Menurut Musa Bambang Ariwibowo, CEO Saban Group, langkah ini bertujuan untuk mempercepat peralihan skema pembayaran dari inhouse ke KPR, sekaligus memberikan keleluasaan finansial bagi pelanggan. </p>
<p>“Pembeli yang selama ini menggunakan skema inhouse akan kita alihkan ke KPR dengan promo menarik. Kami berikan skema free biaya KPR untuk semua pelanggan, termasuk calon pembeli baru, selama tujuh hari mendatang,” ungkapnya, Selasa (26/2/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67bee4508bcae.webp" alt=""></p>
<p>Dengan legalitas kepemilikan dan perizinan yang sudah terjamin, Bhumi Santri Regency menggandeng berbagai bank terkemuka guna memastikan kemudahan akses KPR bagi konsumennya. </p>
<p>“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa bank besar, baik bank nasional maupun daerah, sehingga calon pembeli memiliki banyak pilihan dalam skema pembiayaan,” tambah Musa.</p>
<p>Selain menawarkan insentif finansial, acara ini juga dirancang untuk meningkatkan <em>brand engagement</em> dengan menghadirkan Aurel Oktavia dari New Monata sebagai bintang tamu, serta berbagai promo menarik seperti diskon harga spesial, doorprize, dan hiburan eksklusif.</p>
<p>Sebagai bagian dari Saban Group, Bhumi Santri Regency berada di bawah naungan ekosistem bisnis yang solid, yang mencakup PT Begawan Development Properti, PT Safa Bhumi Nusantara, Toko Bangunan Safa Bhumi, Safa Bhumi Wisata, dan Suara Jatim Post. </p>
<p>Sinergi ini memungkinkan Bhumi Santri untuk berkembang dengan fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>Dengan strategi ini, Bhumi Santri Regency semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan utama investasi properti di Malang Selatan, khususnya bagi masyarakat yang mencari kemudahan dalam kepemilikan rumah dengan skema KPR yang lebih fleksibel dan menguntungkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lawan Sampah di Pesisir: Marine Buddies Surabaya Gelar Beach Clean Up di Kenjeran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lawan-sampah-di-pesisir-marine-buddies-surabaya-gelar-beach-clean-up-di-kenjeran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lawan-sampah-di-pesisir-marine-buddies-surabaya-gelar-beach-clean-up-di-kenjeran</guid>
<description><![CDATA[ Laut perlahan berubah menjadi kubangan limbah manusia. Di Hari Peduli Sampah Nasional, relawan Marine Buddies Surabaya turun tangan, membersihkan Kenjeran dan menanamkan kesadaran: &quot;jika bukan kita, siapa lagi?&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67bdcb3ad1159.webp" length="65808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 21:29:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beach Clean Up, EduakSea, Hari Peduli Sampah Nasional, HPSN, HPSN 2025, 3R, Marine Buddies Surabaya, Kenjeran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Garis pantai adalah batas antara daratan dan lautan, tempat di mana kehidupan pesisir berkembang. Namun, batas ini juga menjadi saksi bisu dari tumpukan sampah yang setiap hari terhempas ombak. </p>
<p>Plastik-plastik mengapung di permukaan, menyusup ke dalam perut ikan, dan perlahan mengubah lautan menjadi kubangan limbah manusia. Di tengah ancaman ini, segelintir orang masih berusaha melawan arus, salah satunya melalui aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang jatuh pada 21 Februari 2025.</p>
<p><strong>Beach Clean Up di Kenjeran: Aksi Nyata di Hari Peduli Sampah Nasional</strong></p>
<p>Sekelompok relawan dari Marine Buddies Surabaya berkumpul di bawah Jembatan Surabaya, Kenjeran. Mereka datang dengan satu misi: membersihkan pesisir dari tumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan. </p>
<p>Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian Beach Clean Up Series 2, yang berkolaborasi dengan Komunitas Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Airlangga dan Marine Science Club (MSC) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67bdcb4e8e56a.webp" alt=""></p>
<p>"Kenjeran dipilih karena tingkat sampahnya yang cukup tinggi dibanding pantai lain di Surabaya," ujar Aulia Fitriani Desvitasari, Koordinator Lapangan Beach Clean Up saat dikonfirmasi pada Selasa (25/2/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa lokasi ini membutuhkan perhatian lebih dalam upaya pelestarian lingkungan.</p>
<p><strong>Kesadaran yang Harus Ditanamkan</strong></p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan pantai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pesisir. Sampah plastik yang menumpuk tidak hanya mencemari keindahan pantai, tetapi juga mengancam ekosistem laut.</p>
<p>"Dampaknya bukan hanya terlihat dari pantai yang kotor, tetapi juga dari bagaimana ekosistem laut terganggu," kata Aulia. </p>
<p>"Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi plastik sekali pakai," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67bdcb448a4a8.webp" alt=""></p>
<p><strong>Program Edukasi untuk Masa Depan</strong></p>
<p>Setelah Beach Clean Up Series 2, Marine Buddies Surabaya berencana melanjutkan misi mereka dengan program edukasi bernama EdukaSEA. Program ini akan menyasar siswa SD dan SMP untuk mengenalkan ekosistem laut dan pentingnya pelestariannya.</p>
<p>Selain itu, mereka juga akan mengadakan forum diskusi bertajuk Basa Basi Laut, tempat para pemerhati lingkungan berbagi pandangan mengenai isu kelautan yang sedang terjadi. </p>
<p>"Edukasi adalah kunci utama perubahan. Kami ingin generasi muda lebih peduli terhadap laut sejak dini," pesan Aulia.</p>
<p><strong>Langkah Kecil, Dampak Besar</strong></p>
<p>Aulia menegaskan bahwa, menjaga lingkungan pesisir bukanlah tanggung jawab segelintir orang saja, tetapi tugas semua pihak. Ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).</p>
<p>"Kami ingin masyarakat tahu bahwa aksi sekecil apapun memiliki dampak besar. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?" tutup Aulia.</p>
<p>Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, aksi seperti Beach Clean Up ini diharapkan terus berlanjut. Hari Peduli Sampah Nasional seharusnya bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk mengubah kebiasaan dan membangun kesadaran, agar laut kita tetap bersih dan lestari bagi generasi mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Siap Sambut Ramadan dengan Tema Eropa&amp;Spanyol yang Memukau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-siap-sambut-ramadan-dengan-tema-eropa-spanyol-yang-memukau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-siap-sambut-ramadan-dengan-tema-eropa-spanyol-yang-memukau</guid>
<description><![CDATA[ Grand Mercure Malang Mirama menghadirkan pengalaman Ramadan yang unik dengan tema &quot;Ramadan Kareem by All&quot; yang mengangkat nuansa Eropa dan Spanyol. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67bd9d2141aa3.webp" length="62658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 18:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure, Ramadan, Kota Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Grand Mercure Malang Mirama menghadirkan pengalaman Ramadan yang unik dengan tema "Ramadan Kareem by All" yang mengangkat nuansa Eropa dan Spanyol.</p>
<p>Menyambut bulan suci ini, hotel ini menawarkan konsep yang berbeda dari biasanya, dengan sentuhan budaya dan kuliner internasional yang dapat dinikmati oleh seluruh dunia, bukan hanya Indonesia saja.</p>
<p>General Manager Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi, mengungkapkan, hotel ini ingin memberikan pengalaman Ramadan yang lebih berwarna dan menyeluruh. </p>
<p>“Kami ingin menampilkan nuansa yang berbeda, baik dari desain, dekorasi, hingga sajian makanan. Di lobi restoran, Anda bisa merasakan suasana Ramadan dengan hadirnya masjid mini yang baru dipasang. Kami juga menampilkan beberapa teaser dan video bertema Eropa-Spanyol sebagai bagian dari persiapan Ramadhan tahun ini,” ujar Sugito, Selasa (25/2/25).</p>
<p>Tema Eropa-Spanyol dipilih tidak hanya karena pengaruh budaya yang luas, tetapi juga adanya komunitas Muslim di Eropa, termasuk Spanyol, yang telah melahirkan peradaban yang kaya. </p>
<p>“Selain sajian makanan khas Timur Tengah, kami juga mempersembahkan hidangan-hidangan khas Spanyol, seperti Paella Barcelona, Paella Valencia, yang akan menjadi highlight menu Ramadan tahun ini,” tambahnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Grand Mercure Malang Mirama juga memanjakan tamu dengan berbagai acara spesial bertemakan Eropa dan Spanyol. </p>
<p>“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda, yang menggabungkan seni dan budaya dari berbagai belahan dunia dalam suasana Ramadan,” ujar Sugito.</p>
<p>Menariknya, hotel ini juga menyiapkan lebih dari 200 menu spesial Ramadan, lengkap dengan hadiah-hadiah menarik, seperti voucher umroh, emas, dan berbagai doorprize lainnya.</p>
<p>Selain itu, Grand Mercure Malang Mirama juga menyelenggarakan fashion show yang akan digelar pada bulan Maret mendatang.</p>
<p>Dengan tema Spanyol yang modis dan urban, fashion show ini tetap memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainable fashion), menampilkan produk fesyen yang ramah lingkungan dan tetap stylish.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman Ramadan yang berbeda, Grand Mercure Malang Mirama siap menyambut dengan berbagai kejutan spesial yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberi kenangan indah sepanjang bulan suci ini.</p>
<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kuliner khas Spanyol, budaya Eropa, dan atmosfer Ramadhan yang penuh semangat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indonesia Gembira Hadir di Kota Malang dengan Kolaborasi RANS Entertainment dan Telkomsel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indonesia-gembira-hadir-di-kota-malang-dengan-kolaborasi-rans-entertainment-dan-telkomsel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indonesia-gembira-hadir-di-kota-malang-dengan-kolaborasi-rans-entertainment-dan-telkomsel</guid>
<description><![CDATA[ Aksi sosial sederhana yang dimulai dengan berbagi makanan kini berkembang menjadi gerakan besar yang membawa kebahagiaan ke seluruh penjuru negeri ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b9d5c145eb8.webp" length="52972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 22:02:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Indonesia Gembira, Raffi Ahmad, Kota Malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Aksi sosial sederhana yang dimulai dengan berbagi makanan kini berkembang menjadi gerakan besar yang membawa kebahagiaan ke seluruh penjuru negeri.</p>
<p>Kolaborasi antara RANS Entertainment dan Telkomsel dalam acara Indonesia Gembira, bermula dari inisiatif Jumat Berkah yang digagas oleh Rayyanza Malik Ahmad, akrab dipanggil Ajja.</p>
<p>Ajja memulai aksi berbagi dengan menyumbangkan makanan kepada masyarakat sekitar dan panti asuhan, serta memasang router WiFi IndiHome untuk membantu akses internet bagi yang membutuhkan.</p>
<p>Aksi Ajja ini viral dan menarik perhatian Telkomsel. Tertarik dengan semangat berbagi tersebut, Telkomsel mengajak Ajja dan Nagita Slavina untuk bertemu, memberikan apresiasi, dan memproduksi video reels yang kemudian mendapat respons positif dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. </p>
<p>Interaksi ini akhirnya mengarah pada gagasan untuk memperluas kebahagiaan melalui gerakan sosial yang lebih besar, yang kemudian melahirkan Indonesia Gembira.</p>
<p>Indonesia Gembira adalah inisiatif sosial dari Telkomsel yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.</p>
<p>Telkomsel mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu meningkatkan kesejahteraan Indonesia melalui program edukasi dan pembangunan ekonomi yang dapat menjangkau lebih banyak orang.</p>
<p>Gerakan ini mendukung misi Pemerintah Indonesia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Sebagai langkah nyata, Telkomsel mengajak masyarakat Malang untuk turut berpartisipasi dalam Indonesia Gembira dengan membeli produk Telkomsel, seperti Kartu Perdana, Paket Super Seru, serta layanan IndiHome atau EZnet. </p>
<p>Setiap transaksi yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga mendukung pembangunan fasilitas air bersih di beberapa daerah.</p>
<p>Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun tandon air di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, serta mendistribusikan air bersih ke Dusun Toyomerto, Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu. </p>
<p>Telkomsel berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>Founder RANS Entertainment, Raffi Ahmad, mengungkapkan, bahwa gerakan ini tidak hanya melibatkan RANS Entertainment dan Telkomsel, tetapi juga melibatkan masyarakat secara luas. Dengan sentuhan hiburan dari RANS, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan kegembiraan ini. </p>
<p>"Semoga melalui Indonesia Gembira, Telkomsel dan RANS dapat memberikan kebahagiaan yang lebih besar bagi seluruh Indonesia," kata Raffi, Sabtu (22/2/2025).</p>
<p>VP Brand &amp; Marketing Communications Telkomsel, Abdullah Fahmi, menambahkan bahwa keberlanjutan harus diwujudkan dengan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. </p>
<p>"Melalui Indonesia Gembira, kami memulai aksi nyata ini dengan mengajak pelanggan untuk berkontribusi dalam penyediaan air bersih, yang merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan," ujar Abdullah, Sabtu (22/2/2025).</p>
<p>Acara Indonesia Gembira akan digelar di Lapangan Rampal, Malang, pada 21 hingga 23 Februari 2025. Selain sebagai ajang perayaan kebersamaan, acara ini juga melibatkan berbagai komunitas, seperti komunitas zumba, street culture Malang, dan komunitas Free Fire. </p>
<p>Tidak ketinggalan, acara ini juga menghadirkan berbagai permainan arcade dan Jajarans Keliling serta tenant MS Glow for Man yang dapat dinikmati oleh masyarakat Malang.</p>
<p>Sebagai puncaknya, Indonesia Gembira akan dimeriahkan oleh deretan bintang tamu, antara lain Happy Asmara Aftershine, Masdddho, Coldiac, Fakedopp, Sweet Orpheous, dan masih banyak lagi. </p>
<p>Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata dan nilai lebih bagi masyarakat Indonesia, baik melalui inklusi digital maupun kontribusi sosial yang berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kontroversi Abidzar Al Ghifari dan Fenomena Cancel Culture di Industri Hiburan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kontroversi-abidzar-al-ghifari-dan-fenomena-cancel-culture-di-industri-hiburan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kontroversi-abidzar-al-ghifari-dan-fenomena-cancel-culture-di-industri-hiburan</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Cancel culture&quot; menghantam Abidzar Al Ghifari, satu pernyataan soal peran di film &#039;A Business Proposal&#039; memicu boikot hingga merontokkan rating film. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b9cf907880a.webp" length="29016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 21:46:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>A Business Proposal, Abidzar Al Ghifari, Cancel Culture, Industri Film, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Beberapa waktu yang lalu, industri hiburan Indonesia tengah dihebohkan dengan kontroversi yang melibatkan Abidzar Al Ghifari, aktor utama dalam film A Business Proposal versi Indonesia. </p>
<p>Kontroversi ini bermula dari pernyataannya dalam sesi promosi film, di mana ia mengaku tidak menonton versi asli drama Korea maupun membaca Webtoon yang menjadi dasar adaptasi film tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil agar ia bisa menciptakan karakternya sendiri tanpa terpengaruh versi aslinya.</p>
<p>Pernyataan ini langsung memicu reaksi negatif dari netizen, terutama penggemar drama Korea yang menganggapnya kurang menghargai sumber asli. Akibatnya, muncul seruan boikot yang berdampak pada performa film di pasaran. </p>
<p>Rating film di IMDb merosot drastis hingga 1/10, dan beberapa bioskop bahkan menarik penayangannya lebih awal karena minimnya jumlah penonton.</p>
<p></p>
<p><strong>Cancel Culture dan Dampaknya pada Industri Film</strong></p>
<p>Meilinda, dosen English for Creative Industry Petra Christian University (PCU), menyoroti fenomena<em> cancel culture</em> yang terjadi dalam kasus ini. Ia menjelaskan bahwa <em>cancel culture</em> adalah sebuah budaya di mana figur publik yang dianggap melakukan kesalahan akan dihapus dari posisi yang semestinya mereka miliki.</p>
<p>“<em>Cancel culture</em> adalah budaya pengenyahan. Jadi si aktor ini dienyahkan dari posisi yang semestinya dia miliki karena kata dan sikapnya. Targetnya memang menyingkirkan orang itu dari pekerjaan atau kesejahteraannya,” ujar Meilinda, Sabtu (22/2/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa fenomena ini tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga mempengaruhi keseluruhan tim produksi. </p>
<p>Dalam kasus A Business Proposal, reaksi publik terhadap Abidzar membuat film tersebut sulit berkembang di pasaran, meskipun ada banyak pihak lain yang bekerja keras dalam produksinya.</p>
<p></p>
<p><strong>Tanggung Jawab Figur Publik dalam Industri Hiburan</strong></p>
<p>Sebagai seorang aktor, menurut Meilinda, Abidzar seharusnya memahami bahwa setiap perkataan dan tindakannya akan menjadi sorotan publik. </p>
<p>Hal ini membuat seorang figur publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra dan ucapannya agar tidak menimbulkan kontroversi yang merugikan.</p>
<p>“Karena apa yang ia lakukan akan disorot, diperbincangkan, dan dijadikan dasar penilaian karakter pribadinya," jelas Meilinda.</p>
<p>"Dalam konteks ini, pernyataan sang aktor dianggap arogan, sesuatu yang kurang dapat diterima dalam budaya Indonesia, di mana figur publik diharapkan bersikap rendah hati agar tetap diterima masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Strategi Adaptasi: Menghormati atau Mengubah?</strong></p>
<p>Pernyataan Abidzar yang menolak merujuk pada versi asli A Business Proposal juga memicu perdebatan tentang bagaimana strategi terbaik dalam melakukan adaptasi. </p>
<p>Meilinda menilai bahwa dalam sebuah produksi adaptasi, pemahaman terhadap sumber asli sangatlah penting untuk menjaga kesinambungan cerita.</p>
<p>“Jika sutradara ingin membuat adaptasi yang masih berpegang pada versi asal, maka aktornya perlu mempelajari dan mendiskusikan karya asli," tututnya.</p>
<p>"Diskusi dengan sutradara sangat penting untuk menentukan elemen mana yang harus dipertahankan, diubah, atau ditekankan, agar adaptasi tetap relevan dan terjaga kesinambungannya dengan karya asli,” lanjut Meilinda.</p>
<p>Namun, ia juga menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, interpretasi baru bisa menjadi pendekatan yang sah, selama tetap memperhatikan kesesuaian dengan visi produksi.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemilihan Aktor dan Pengaruhnya terhadap Film</strong></p>
<p>Menurut Meilinda, kesuksesan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh skenario atau penyutradaraan, tetapi juga oleh pemilihan aktor yang tepat. Seorang aktor harus mampu membangun keterikatan emosional dengan penonton agar cerita yang disampaikan dapat diterima dengan baik.</p>
<p>“Aktor memegang peran krusial dalam sebuah film, karena mereka adalah wajah dan jiwa dari cerita yang disampaikan. Ia harus mampu menghidupkan karakter lewat ekspresi, emosi, dan gestur yang tepat, agar penonton dapat memahami perjalanan emosional karakter dengan baik,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, citra publik seorang aktor juga memengaruhi penerimaan film di masyarakat. Meilinda menekankan bahwa aktor yang terlibat dalam kontroversi atau memiliki reputasi buruk berisiko menurunkan minat penonton terhadap film yang dibintanginya.</p>
<p>“Dalam beberapa kasus, fenomena cancel culture, kontroversi atau reputasi buruk seorang aktor dapat berdampak negatif pada penerimaan film itu di masyarakat. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan bagi produser dalam memilih pemeran yang tidak hanya berbakat, tapi juga punya citra yang baik,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Efek Jangka Panjang Cancel Culture</strong></p>
<p>Selain berdampak pada film tertentu, cancel culture juga bisa mempengaruhi ekosistem industri hiburan secara lebih luas. Meilinda menilai bahwa budaya ini menciptakan kondisi di mana ruang untuk klarifikasi atau diskusi menjadi terbatas, karena opini publik berkembang begitu cepat di media sosial.</p>
<p>“Cancel culture menciptakan kondisi di mana ruang untuk klarifikasi atau diskusi menjadi hilang. Jika terus berlanjut, fenomena itu bisa membentuk sebuah ekosistem digital di mana masyarakat semakin enggan mendengar perspektif lain," ungkap Meilinda.</p>
<p>"Segala bentuk pandangan, nilai, atau ideologi yang bertentangan dengan keyakinan individu/kelompok tertentu, berpotensi untuk dienyahkan secara cepat, tanpa ada upaya memahami atau mencari titik tengah di dalam perbedaan tersebut,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pelajaran bagi Industri Hiburan</strong></p>
<p>Kontroversi yang melibatkan Abidzar Al Ghifari menjadi pengingat bagi para aktor dan produser di industri hiburan bahwa citra publik sangat berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah karya. </p>
<p>Meilinda menekankan bahwa di era digital saat ini, opini publik dapat berubah dengan sangat cepat, dan hal tersebut harus disikapi dengan bijak.</p>
<p>“Fenomena ini menjadi peringatan bagi para aktor dan produser untuk lebih bijak dalam menjaga citra pribadi mereka, tak hanya di dunia nyata, tapi juga dalam dunia maya. Karena opini publik bisa datang dengan sangat cepat, dan mempengaruhi citra individu serta kesuksesan sebuah karya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati 5 Tahun Kepengurusan, Fatayat NU Surabaya Luncurkan Program Transformasi Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-5-tahun-kepengurusan-fatayat-nu-surabaya-luncurkan-program-transformasi-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-5-tahun-kepengurusan-fatayat-nu-surabaya-luncurkan-program-transformasi-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Fatayat NU Surabaya menandai lima tahun kepengurusan dengan luncurkan beragam program transformasi sosial, meliputi Garfa, Sahabat Qurani, dan pengadaan KTA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b9ceadbdd42.webp" length="53484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 21:31:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Fatayat NU, Nahdlatul Ulama, NU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dalam rangka memperingati lima tahun kepengurusannya, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya meluncurkan berbagai program inovatif yang bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam masyarakat. </p>
<p>Salah satu inisiatif utama yang diperkenalkan adalah Garda Fatayat (Garfa), sebuah unit khusus yang berfokus pada keamanan, pemberdayaan perempuan, serta bantuan sosial bagi masyarakat. Program tersebut selaras dengan Fatayat NU yang merupakan organisasi perempuan muda NU.</p>
<p>Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, memperkenalkan Garfa dan beragam program inovatif lain dalam rangkaian acara pelantikan raya Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) di Masjid Raya Islamic Center Surabaya pada Sabtu (22/2/2025). </p>
<p>Menurutnya, program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fatayat NU dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata.</p>
<p>"Garfa akan menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan, sekaligus menginisiasi berbagai program sosial yang berkelanjutan," ujar Habiba, Sabtu (22/2/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67b9cf0ee0b2a.webp" alt=""></p>
<p><strong>Program Transformasi Sosial Fatayat NU</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari peringatan lima tahun kepengurusan, Fatayat NU Surabaya merancang sejumlah program inovatif yang meliputi:</p>
<p> 1. Garda Fatayat (Garfa)</p>
<ul>
<li>Bertugas dalam perlindungan perempuan dan advokasi hak-hak perempuan.</li>
<li>Berperan dalam pelatihan keterampilan dan wirausaha perempuan untuk mendukung kemandirian ekonomi.</li>
<li>Menginisiasi program bantuan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.</li>
</ul>
<p>2. Sahabat Qurani</p>
<ul>
<li>Program kelas tahsin untuk meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman Al-Qur’an bagi anggota dan masyarakat luas.</li>
</ul>
<p>3. Kartu Tanda Anggota (KTA) Fatayat NU Surabaya</p>
<ul>
<li>Sebagai bagian dari Program Sejuk (Sejuta Kader), KTA bertujuan memperkuat struktur keanggotaan Fatayat NU di Surabaya.</li>
</ul>
<p></p>
<p>Menurut Habiba, seluruh program ini tidak hanya untuk memperingati lima tahun kepengurusan, tetapi juga sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih inklusif dan progresif. </p>
<p>"Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga subjek yang berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat," tegasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Sinergi untuk Masa Depan</strong></p>
<p>Fatayat NU Surabaya ingin memastikan bahwa peringatan lima tahun kepengurusan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam berbagai bidang. </p>
<p>Dengan program seperti Garfa, Sahabat Qurani, dan KTA, Fatayat NU menegaskan komitmennya sebagai penggerak perubahan sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.</p>
<p>"Kami ingin Fatayat NU Surabaya hadir sebagai kekuatan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan internal, tetapi juga membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar," kata Habiba.</p>
<p>Melalui berbagai program inovatif ini, Fatayat NU Surabaya terus menunjukkan perannya sebagai motor perubahan sosial yang aktif dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menulis tentang Humor Madura, Hasani Utsman Gunakan Metode Sains dan Filsafat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menulis-tentang-humor-madura-hasani-utsman-gunakan-metode-sains-dan-filsafat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menulis-tentang-humor-madura-hasani-utsman-gunakan-metode-sains-dan-filsafat</guid>
<description><![CDATA[ Alumnus Al Azhar, Mesir 2014 itu, mulanya tidak punya ketertarikan khusus terhadap humor. Tetapi ketertarikannya justru kepada kajian tentang Madura dan ragam dimensi kebudayaannya.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b98ce07fcde.webp" length="15294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 16:01:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fadil</dc:creator>
<media:keywords>Hasani Ustman, humor Madura, filsafat, sains, ilmiah, penulis buku, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SAMPANG, SJP -</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Setelah menyelesaikan buku Tengka (etika sosial dalam masyarakat tradisional Madura), Hasani Utsman, penulis asal Kampung Sumber Batu, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, kini tertarik kepada humor orang Madura.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Alumnus Al Azhar, Mesir 2014 itu, mulanya tidak punya ketertarikan khusus terhadap humor. Tetapi ketertarikannya justru kepada kajian tentang Madura dan ragam dimensi kebudayaannya. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Itu pun jalan yang saya tempuh terhadap kajian Madura yang analisis," jelasnya, Sabtu (22/2/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Maksud dari kajian analisis tersebut seperti deskripsi dan narasi tentang Madura yang perlu dianalisis. Ketertarikannya terhadap humor Madura itu setelah merasakan menjadi orang Madura yang dipenuhi oleh stigma, stereotip, seperti orang Madura yang agresif, humoris, kuat karena jamunya, dan lain sebagainya<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi pria yang menempuh S2 di UIN Sunan Jogjakarta itu, budaya pop selalu menginginkan citra Madura yang penuh humor hingga mendekati bodoh dan tolol. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hal itu bisa dibuktikan dengan diproduksinya naskah-naskah humor Madura baik yang ditulis oleh orang Madura sendiri maupun orang luar. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia memikirkan dan mulai menulis filsafat humor Madura sejak tahun 2017. Namun hingga saat ini belum juga rampung. Karena memiliki kendala pikiran. Yaitu, apakah humor Madura akan diselesaikan menggunakan tradisi pengetahuan sains atau menggunakan tradisi pengetahuan filsafat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya sudah coba menyelesaikannya dengan tradisi sains yang kuantitatif. Tapi rasanya jadi dangkal dan sempit, dan terlalu terukur," ungkap pria yang kini tinggal di Jalan Pemuda Bahari Nomor 15, Kecamatan Sampang itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Baginya, semua dimensi tradisi ke-maduraan menjadi tradisi keilmuan. Karena humor, tidak hanya dimiliki masyarakat Madura, tetapi jarang dikembangkan menjadi pengetahuan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya masih belum tahu akan diterbitkan di mana. Tapi kemungkinan besar di penerbit sekitar Yogyakarta. Karena jejaring saya di bidang penerbitan di daerah tersebut," ucap pria kelahiran Pamekasan pada tahun 1987 itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi Hasani Ustman, dampak humor Madura secara teoretis bisa diproduksi dengan basis kebudayaan Madura yang original dan otentik. Secara sosial, humor menjadi semakin berkembang. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Karena humor bermanfaat dalam kehidupan sosial. Bahkan di Barat, humor diteliti. Sehingga menjadi faktor yang lebih determinan dan dominan dibandingkan hubungan seksual sebagai pendukung keberlangsungan ikatan pernikahan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ketika manusia semakin tua akan semakin memerlukan humor dan semakin tidak memerlukan hubungan seksual. Rata-rata pasangan yang bertahan hingga usia 60 tahun adalah pasangan yang humoris. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sayangnya, humor hari ini semakin langka. Karena individualisme dalam masyarakat dengan watak yang komersial. Sehingga manusia berada dalam kehidupan yang jika ingin tertawa harus bayar mahal. Contohnya ketika menyaksikan humor dalam pertunjukan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Padahal sejatinya, humor adalah fitrah manusia yang bisa ditemukan di mana saja. Kalau humor Madura hari ini banyak sekali ditemukan, tapi alat yang bisa digunakan untuk verifikasi dan produksi humor Madura belum ada.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Karena itu, saya menulis filsafat humor Madura, saya berharap bisa digunakan untuk tugas verifikasi dan produksi humor Madura,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hilangnya tradisi humor karena faktor masyarakat yang semakin tidak humoris. Orang Madura tidak penuh humor itu ketika ada dalam dua kondisi. Pertama, terkonsentrasi pada politik praktis. Kedua, ketika secara keislaman terkonsentrasi pada fikih.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Karena Madura dan tradisi humornya dengan tradisi humor yang sufistik," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lukisan dan Semangat yang Tak Pernah Padam di Pameran &amp;apos;Spirit 25&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lukisan-dan-semangat-yang-tak-pernah-padam-di-pameran-spirit-25</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lukisan-dan-semangat-yang-tak-pernah-padam-di-pameran-spirit-25</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Jangan pernah berhenti melukis. Karena dari setiap goresan, ada cerita, ada semangat yang bisa menginspirasi,&quot; - Ketua Geprak, Muit Arsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b739217e7be.webp" length="32526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 22:10:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Spirit 25, Galeri Prabangkara, Pameran Lukis, Taman Budaya Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ada sesuatu yang istimewa dalam sebuah lukisan. Ia bukan sekadar sapuan kuas di atas kanvas, tetapi juga suara yang berbicara tanpa kata. Dalam keheningan galeri, warna-warna menyala, garis-garis bergerak lincah, seolah menggugah semangat yang sempat redup. </p>
<p>Hal tersebutlah yang ingin ditanamkan oleh komunitas Gerakan Perupa Antar Kota (Geprak) melalui pameran Spirit 25 yang digelar di Galeri Prabangkara, Surabaya, pada 15-21 Februari 2025.</p>
<p>Muit Arsa, Ketua Komunitas Geprak, percaya bahwa seni bukan hanya tentang estetika, tetapi juga energi. Dan pameran yang digelar kali ini ditujukan sebagai pemantik semangat bagi teman-teman seniman lain, agar tetap optimis dan terus berkarya di tahun 2025.</p>
<p>"Jangan pernah berhenti melukis. Karena dari setiap goresan, ada cerita, ada semangat yang bisa menginspirasi," ujar Muit, Selasa (20/2/2025).</p>
<p>Sebanyak 32 pelukis dari berbagai kota di Jawa Timur berpartisipasi dalam pameran ini, masing-masing membawa maksimal dua karya. Total ada 46 lukisan yang dipajang tidak hanya untuk dinikmati, namun juga siap dikoleksi oleh para pecinta seni.</p>
<p>Tak ada batasan aliran dalam pameran ini, mulai dari realisme, ekspresionisme, dekoratif, hingga abstrak dan naturalisme, semuanya hadir, mencerminkan keragaman ekspresi para perupa.</p>
<p>“Semua pelukis bebas menampilkan karyanya dengan gaya masing-masing. Kami ingin menunjukkan bahwa seni itu luas dan bisa diinterpretasikan dengan berbagai cara," tambah Muit. </p>
<p>Persiapan pameran ini sendiri memakan waktu sekitar satu bulan, dengan proses kurasi ketat untuk memastikan bahwa karya yang ditampilkan adalah yang terbaik.</p>
<p>Bukan hanya sebagai ruang apresiasi, Spirit 25 juga menjadi ajang bagi para seniman untuk memperkenalkan karyanya ke pasar yang lebih luas. </p>
<p>"Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat, tetapi juga memiliki karya seni," kata Muit. </p>
<p>Harga lukisan yang dipamerkan bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta, dengan ukuran kanvas minimal 50 cm hingga 1,5 meter. </p>
<p>"Membeli lukisan bukan sekadar memiliki sebuah gambar, tetapi juga ikut mendukung perjalanan seorang seniman."</p>
<p>Salah satu daya tarik pameran ini adalah keberagaman latar belakang para pelukisnya. Beberapa di antaranya adalah seniman senior dengan pengalaman panjang, sementara yang lain adalah perupa muda yang baru memulai langkah mereka di dunia seni rupa. </p>
<p>"Kami selalu membuka kesempatan bagi pelukis baru, karena regenerasi dalam seni itu penting, tetapi tentu tetap ada seleksi, agar karya yang ditampilkan benar-benar berkualitas," ucap Muit.</p>
<p>Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Taman Budaya Jawa Timur juga turut membantu terselenggaranya pameran ini.</p>
<p>Kepala Seksi Penyajian UPT Taman Budaya Jawa Timur, Hario Widyoseno, mengatakan bahwa Galeri Prabangkara memang disediakan sebagai ruang bagi seniman lokal untuk berekspresi. </p>
<p>"Kami ingin memberikan apresiasi kepada perupa yang terus berkarya, dan pameran ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," ujarnya.</p>
<p>Katena itu, Hario berharap dengan fasilitas seperti ini, keinginan masyarakat untuk mengunjungi pameran dan melihat karya dari para seniman yang ada di Jawa Timurbikut tumbuh, beriringan dengan ruang-ruang apresiasi yang juga bertambah banyak.</p>
<p>"Setidaknya mengapresiasilah. Syukur-syukur kalau mau memberikan apresiasi yang lebih. Artinya membeli, mengkoleksi dan sebagainya, itu mungkin lebih membantu ke teman-teman perupa," harap Hario. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pejuang Lingkungan ke Wirausaha Sosial: Perjalanan Kopling Pelangi Selatan Surabaya sebagai Koperasi Hijau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pejuang-lingkungan-ke-wirausaha-sosial-perjalanan-kopling-pelangi-selatan-surabaya-sebagai-koperasi-hijau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pejuang-lingkungan-ke-wirausaha-sosial-perjalanan-kopling-pelangi-selatan-surabaya-sebagai-koperasi-hijau</guid>
<description><![CDATA[ Koperasi ini bukan sekadar wadah simpan pinjam atau transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang bagi para pegiat lingkungan untuk mengembangkan model ekonomi berbasis keberlanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b32bbf7fc57.webp" length="49826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 21:41:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Koperasi Hijau, Koperasi Kopling Pelangi Selatan, Koperasi, Ekonomi Hijau, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bermula dari komunitas kader lingkungan yang aktif dalam pengelolaan sampah dan mitigasi perubahan iklim, sekelompok warga Surabaya Selatan kini melangkah lebih jauh dengan membangun kemandirian ekonomi melalui Koperasi Konsumen Kopling Pelangi Selatan Kota Surabaya.</p>
<p>Koperasi ini bukan sekadar wadah simpan pinjam atau transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang bagi para pegiat lingkungan untuk mengembangkan model ekonomi berbasis keberlanjutan. </p>
<p>Dengan memanfaatkan bank sampah, jasa edukasi lingkungan, hingga sistem belanja berbasis kepercayaan, Kopling Pelangi Selatan menghadirkan pendekatan baru dalam dunia koperasi.</p>
<p><strong>Dari Komunitas Sosial ke Koperasi Berdaya</strong></p>
<p>Ketua Pengawas Koperasi, Adi Candra, menjelaskan bahwa inisiasi koperasi ini telah dimulai sejak 2018, ketika para kader lingkungan yang bergerak di Surabaya Selatan mulai mencari cara agar aktivitas mereka tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi para anggotanya.</p>
<p>"Kami selama ini berjuang dalam edukasi dan pengelolaan lingkungan, tetapi kami juga harus memikirkan kesejahteraan kami sendiri. Maka, kami mendirikan koperasi agar bisa mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pihak luar," ujar Adi Candra, Senin (17/2/2025).</p>
<p>Pada tahun 2020, koperasi ini resmi berbadan hukum dengan SK Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-0005510.AH.26.TAHUN 2020. Kemudian, di tahun 2024, legalitasnya semakin diperkuat dengan kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK) dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.</p>
<p><strong>Ekonomi Hijau: Koperasi yang Bergerak di Bidang Lingkungan</strong></p>
<p>Sebagai koperasi konsumen, Kopling Pelangi Selatan memiliki aktivitas khas yang membedakannya dari koperasi lain. Salah satu sumber pendanaannya berasal dari bank sampah yang dikelola oleh anggotanya. </p>
<p>Sebagian dana dari hasil pengelolaan sampah ini ditabung dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib, yang kemudian digunakan untuk mengembangkan koperasi.</p>
<p>Selain itu, koperasi ini juga menawarkan jasa edukasi kampung wisata, di mana masyarakat dapat belajar langsung mengenai pengelolaan sampah dan strategi lingkungan berkelanjutan dari para kader lingkungan yang tergabung di dalamnya.</p>
<p>"Kader lingkungan yang tergabung di koperasi ini tidak hanya berkontribusi dalam hal sosial, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang berbasis keberlanjutan. Ini adalah bentuk koperasi yang tidak hanya memikirkan anggotanya, tetapi juga lingkungan sekitar," jelas Adi.</p>
<p><strong>Model Kepercayaan: Belanja Bulan Ini, Bayar Bulan Depan</strong></p>
<p>Salah satu inovasi unik Kopling Pelangi Selatan adalah sistem transaksi berbasis kepercayaan antaranggota. Dalam koperasi ini, anggota dapat berbelanja kebutuhan pokok bulan ini dan membayarnya pada bulan berikutnya. Sistem ini memberikan fleksibilitas keuangan bagi anggota, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di dalam koperasi.</p>
<p>"Kami ingin menciptakan sistem yang saling membantu. Anggota bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa tekanan finansial yang besar, sementara koperasi tetap berjalan dengan sistem yang sehat," tambah Adi.</p>
<p><strong>Jaringan Koperasi Hijau di Surabaya</strong></p>
<p>Kopling Pelangi Selatan bukan satu-satunya koperasi lingkungan di Surabaya. Setiap wilayah di kota ini memiliki koperasi serupa, seperti Bintang Timur di Surabaya Timur dan Mentari di Surabaya Utara.</p>
<p>Keberadaan koperasi-koperasi ini menunjukkan bahwa gerakan lingkungan di Surabaya tidak hanya berorientasi pada aksi sosial, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan.</p>
<p>Saat ini, Kopling Pelangi Selatan memiliki 20 anggota, dengan rencana untuk membuka pendaftaran bagi warga Surabaya Selatan yang memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan.</p>
<p><strong>Evaluasi dan Perencanaan</strong></p>
<p>Sebagai bukti konsistensi dalam pengelolaan organisasi, Kopling Pelangi Selatan telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk tahun buku 2024. Acara ini berlangsung pada 8-9 Februari 2025 di Tretes, Pasuruan, dan dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.</p>
<p>Ketua Koperasi, Jusminah, menekankan bahwa RAT menjadi momen penting bagi koperasi yang ditujukan sebagai evaluasi kinerja pengurus, merancang program kerja tahun depan, serta membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota.</p>
<p>"Kami ingin memastikan bahwa koperasi ini terus berkembang dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. RAT bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ajang silaturahmi dan penyusunan strategi bersama," kata Jusminah.</p>
<p>Dengan berbagai langkah inovatif yang telah dilakukan, Kopling Pelangi Selatan menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya sekadar wadah ekonomi, tetapi juga alat pemberdayaan komunitas dan pelestarian lingkungan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Indonesia Menyapa Dunia Lewat Lukisan Laut di Ajang Internasional MinirestART &amp;quot;The Big Blue&amp;quot; Serbia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-indonesia-menyapa-dunia-lewat-lukisan-laut-di-ajang-internasional-minirestart-the-big-blue-serbia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-indonesia-menyapa-dunia-lewat-lukisan-laut-di-ajang-internasional-minirestart-the-big-blue-serbia</guid>
<description><![CDATA[ Meski belum ada perwakilan dari LAC yang meraih juara, pencapaian ini tetap membanggakan karena menunjukkan bahwa karya seni anak-anak Indonesia mendapat pengakuan di level dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b3303990f75.webp" length="30636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 21:19:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, MinirestART, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dunia laut selalu menjadi daya tarik bagi anak-anak. Keindahan terumbu karang, ikan yang berenang berkelompok, hingga misteri kehidupan di bawah permukaan air sering kali menginspirasi imajinasi mereka. </p>
<p>Begitu pula bagi para peserta 6th International Children's Art Competition MinirestART "The Big Blue" di Serbia tahun 2024. Kompetisi seni internasional ini mengusung tema besar WATER, mengajak anak-anak dari berbagai negara untuk menuangkan kreativitas mereka dalam menggambarkan lautan, sungai, hujan, dan kehidupan di dalamnya.</p>
<p>Dari 5.785 karya yang dikirimkan, hanya 743 yang berhasil lolos untuk dipamerkan. Di antara ratusan karya yang dipilih, 10 di antaranya adalah hasil karya anak-anak berbakat dari Lotus Art Courses (LAC), sebuah tempat kursus seni di Indonesia. </p>
<p>Meski belum ada perwakilan dari LAC yang meraih juara, pencapaian ini tetap membanggakan karena menunjukkan bahwa karya seni anak-anak Indonesia mendapat pengakuan di level dunia. 10 anak yang karyanya lolos untuk dipamerkan ialah:</p>
<ol>
<li>Eunike Liem, 7 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Raynold Alexander, 10 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Zhenaya Mono, 10 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Celine Zaneta, 8 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Joseph Pierre, 9 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Hayuning Arumdani, 11 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Ignacia Emma, 13 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Quincy Balfour, 11 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Raphael Benedict, 11 (Selected International Exhibitors)</li>
<li>Catherine Arizona, 11 (Selected International Exhibitors)</li>
</ol>
<p><strong>Proses Kreatif dan Dukungan Keluarga</strong></p>
<p>I Putu Mahendra, selaku pemilik sekaligus pengajar di LAC, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian anak-anak didiknya. </p>
<p>"Kami selalu mendorong anak-anak untuk berani berekspresi dan menuangkan kreativitas mereka. Seni bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang bagaimana mereka melihat dunia dan menuangkannya ke dalam karya," ungkap Putu saat ditemui di Lotus Art Space, Senin (17/2/2025).</p>
<p>"Bisa terpilih dalam pameran internasional adalah bukti bahwa imajinasi mereka memiliki daya tarik global," imbuhnya.</p>
<p>Salah seorang peserta yang berhasil masuk dalam pameran adalah Reynold Alexander, bocah berusia 10 tahun yang menggambarkan kehidupan bawah laut dalam karyanya. Dengan senyum malu-malu, ia mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut serta dalam kompetisi ini.</p>
<p>"Aku gambar ikan, dunia laut. Ada terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang berkelompok," ujarnya singkat.</p>
<p>Menurut sang ibu, Ana, Reynold menyelesaikan lukisannya dalam waktu yang relatif singkat. Bermula dengan belajar menggambar lewat mainan dan video YouTube, kini putranya itu sudah bisa menggambar dengan imajinasinya sendiri.</p>
<p>"Karena ukurannya kecil, hanya 15x15 cm, dia bisa menyelesaikannya dalam beberapa jam. Dulu, dia masih sering melihat model dari mainan atau video di YouTube. Sekarang, sudah lebih banyak yang dia gambar langsung dari ingatan," jelas Ana.</p>
<p><strong>Seni Sebagai Bekal Masa Depan</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar hobi, Ana berharap keterampilan menggambar Reynold bisa menjadi bekal masa depan, dirinya sadar bahwa di dunia yang semakin kompetitif, kemampuan akademik saja tidaklah cukup.</p>
<p>“Saya ingin dia punya skill yang bisa berguna nantinya. Akademik memang penting, tapi anak-anak sekarang juga harus punya keterampilan," katanya.</p>
<p>Di sekolahnya, SD Kristen Petra 7, prestasi Reynold mendapatkan apresiasi dengan dipublikasikan di media sosial sekolah. Meski demikian, Ana mengungkapkan bahwa prestasi seni di tingkat SD belum bisa digunakan sebagai jalur prestasi untuk masuk SMP di sekolah tersebut. </p>
<p>"Kalau dia sudah di SMP dan terus berprestasi, nanti baru bisa digunakan. Sayang juga sih, karena banyak anak berbakat yang sebenarnya bisa lebih diapresiasi,” tambahnya.</p>
<p><strong>Bangga dengan Karya Anak Bangsa</strong></p>
<p>Prestasi 10 anak dari LAC ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreativitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Meskipun belum meraih juara, masuknya mereka dalam pameran internasional menjadi bukti bahwa seni anak bangsa bisa mendapat pengakuan di luar negeri.</p>
<p>"Yang terpenting bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana anak-anak ini terus berkembang dan menemukan kebahagiaan dalam berkarya," tutup I Putu Mahendra.</p>
<p>Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak lain di Indonesia untuk terus mengasah kreativitas mereka. Siapa tahu, di masa depan, lebih banyak lagi karya seni anak bangsa yang tidak hanya dipamerkan, tetapi juga membawa pulang gelar juara di ajang internasional! <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pakai Metode Bernyanyi, Polsek Torjun Ajak Siswa TK Berwisata Edukasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pakai-metode-bernyanyi-polsek-torjun-ajak-siswa-tk-berwisata-edukasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pakai-metode-bernyanyi-polsek-torjun-ajak-siswa-tk-berwisata-edukasi</guid>
<description><![CDATA[ Polisi juga dituntut menyiapkan calon generasi bangsa yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan globalisasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b05cc5f3abf.webp" length="72600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 17:01:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fadil</dc:creator>
<media:keywords>Polres Sampang, Polsek Torjun, siswa TK, taman kanak-kanak, edukasi, eduwisata, metode, bernyanyi, patuh lalulintas, generasi bangsa, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SAMPANG, SJP –</span></strong><span lang="IN"> Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang diserbu siswa TK Al-Mubarok dari Desa Patarongan. Tujuannya untuk mengikuti edukasi berkonsep wisata.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kapolsek Torjun, AKP Iwan Kusdiyanto menyambut baik dan mengajak anak-anak beserta kepala sekolah dan guru untuk melihat ruang pelayanan SPKT, ruang Unit Intelkam, ruang Unit Reskrim dan ruang tahanan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami menjelaskan tugas kepolisian serta fungsi ruangan tersebut," jelasnya, Sabtu (15/2/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, institusinya juga memberikan edukasi mengenai tata tertib berlalu lintas. Tujuannya, agar memahami dasar-dasar tertib berlalu lintas sejak dini.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sehingga dengan demikian, anak-anak dapat menjadi pengingat dan pelopor keselamatan berlalu lintas bagi diri sendiri maupun lingkungan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kendaraan dinas kepolisian seperti mobil patroli, sepeda motor dinas dan alat-alat pendukung tugas juga tidak luput menjadi objek edukasi. Hal itu membuat anak-anak semakin bersemangat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut AKP Iwan Kusdiyanto, kunjungan TK Al-Barokah merupakan program Polisi Sahabat Anak (PSA). Sehingga sangat penting untuk mengenalkan tugas kepolisian untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Polri dan menanamkan kedisiplinan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Khususnya anak-anak. Dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada mereka, kami berharap siswa-siswi TK Al-Mubarok tumbuh menjadi individu yang disiplin, taat, dan tertib berlalu lintas sejak dini,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Untuk mempermudah pemahaman siswa, edukasi disampaikan dengan metode bernyanyi dan pemberian hadiah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain memberikan keamanan dan perlindungan, polisi juga dituntut menyiapkan calon generasi bangsa yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan globalisasi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">“Kami adalah sahabat anak dan masyarakat yang akan selalu hadir di tengah-tengah aktivitas warga dalam mewujudkan rasa aman dan nyaman. Sekaligus terus berupaya menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Kesenian &amp;apos;Tari Ojung&amp;apos; di Bondowoso: Ritual dan Simbol Perlawanan kepada Penjajah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-kesenian-tari-ojung-di-bondowoso-ritual-dan-simbol-perlawanan-kepada-penjajah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-kesenian-tari-ojung-di-bondowoso-ritual-dan-simbol-perlawanan-kepada-penjajah</guid>
<description><![CDATA[ Darah yang keluar akibat sabetan rotan dari punggung dua orang penari yang sedang melakukan Tari Ojung dipercaya sebagai penanda bakal segera turun hujan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67b0596f6c17c.webp" length="58918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 16:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>yudistira</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, kesenian, tari ojung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">BONDOWOSO, SJP - </span></strong><span lang="IN">Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, tradisi, dan kesenian yang diwariskan oleh nenek moyang. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Satu kesenian yang hingga kini masih terus dilestarikan yaitu Tari Ojung. Kesenian tradisional ini merupakan perpaduan seni bela diri, ketangkasan dan kental dengan nilai keagamaan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tari Ojung berasal dari pulau Madura. Kesenian ini dapat ditemukan di wilayah Tapal Kuda. Seperti Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Jember, Lumajang dan Probolinggo.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tidak hanya di Tapal Kuda, seni Tari Ojung juga dapat ditemukan di daerah lain yang di dalamnya banyak dihuni oleh warga suku Madura. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tari Ojung merupakan seni bertarung yang dilakukan oleh dua orang pria yang sama-sama bertelanjang dada. Mereka saling memukul menggunakan cambuk rotan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tak ada istilah menang atau kalah dalam kesenian ini. Sebab, kesenian tradisional ini adalah ritual yang dipercaya bisa mendatangkan hujan saat musim kemarau. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Darah yang keluar dari punggung dua orang yang sedang melakukan Tari Ojung akibat sabetan rotan itu dipercaya sebagai penanda bakal segera turun hujan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tari Ojung juga menjadi ritual untuk menolak bala dan menghindari mara bahaya. Seperti bencana alam, berbagai macam penyakit dan kematian hewan ternak.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Tari ojung juga dipercaya sebagai ritual agar terhindar dari peristiwa carok. Kemudian juga dipercaya sebagai ritual untuk menghindari gagal panen. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di Kabupaten Bondowoso, kesenian Tari Ojung dapat dinikmati sebagai bagian dari kesenian 'Ronteg Singo Ulung.' Bahkan, berdiri sebagai tarian yang mandiri. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kepala Desa (Kades) Blimbing, Samin mengatakan, Tari Ojung merupakan salah satu kesenian dari bentuk perlawanan kepada para penjajah. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Menurut kisahnya, itu yang dilakukan oleh nenek moyang di Desa Blimbing saat melawan penjajah," jelasnya usai menggelar 'Ghedisah,’ Jumat (14/2/2025). <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dirinya berharap, semua kesenian peninggalan nenek moyang agar jangan sampai dihilangkan. Karena dinilai memiliki makna yang sangat mendalam. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Ini patut dilestarikan. Sehingga anak cucu kita mengerti tentang perjuangan leluhur melawan penjajah," pungkasnya.<strong> (*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Pelantikan Bupati Sampang, Abah Idi Galang Doa Anak Yatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-pelantikan-bupati-sampang-abah-idi-galang-doa-anak-yatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-pelantikan-bupati-sampang-abah-idi-galang-doa-anak-yatim</guid>
<description><![CDATA[ Menyantuni anak yatim merupakan rutinitasnya sejak masih didampingi mendiang istrinya Almh. Mimin Slamet Junaidi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67aec3c30e370.webp" length="18128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 12:01:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fadil</dc:creator>
<media:keywords>H. Slamet Junaidi, Bupati Sampang, kabupaten Sampang, santunan anak yatim, kemanusiaan, ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SAMPANG, SJP -</span></strong><span lang="IN"><strong> </strong>Bupati Sampang terpilih periode 2025-2030, H. Slamet Junaidi menggelar santunan dan meminta doa kepada anak yatim di rumahnya, Kampung Kasenih, Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang, Kamis (13/02/2025) sore.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Santunan anak yatim tersebut merupakan kegiatan rutin H. Slamet Junaidi sejak masih bersama mendiang istrinya Alm. Hj. Mimin Haryati.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kegiatan santunan ini hal biasa dan sudah menjadi rutinitas setiap bulan," jelasnya, Kamis (13/2/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut orang nomor satu di Sampang itu, santunan anak yatim adalah kesempatan baginya untuk bisa berbagi dan membantu memberikan rezeki yang dititipkan Allah SWT. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dirinya berharap, bantuan tersebut bisa memberikan kebahagiaan pada anak-anak yang telah kehilangan orang tuanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Insyaallah dengan acara ini bisa menjalin kasih sayang, memupuk nilai-nilai kemanusiaan, dan mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama," ucap pria yang akrab dipanggil Abah Idi itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi Abah Idi, santunan kepada anak yatim merupakan perintah Allah SWT dan rasul-Nya. Karena selain bisa membantu meringankan beban dan memberikan kebahagiaan, juga dapat memupuk nilai-nilai kemanusiaan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan begitu, dirinya meminta doa anak yatim yang hadir agar pelantikan bupati Sampang, pada Kamis (20/02/2025) mendatang dilancarkan dan mampu memimpin serta membangun Kabupaten Sampang lebih baik dan lebih hebat bermartabat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan menyatakan, santunan anak yatim itu bertujuan memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat dan anak yatim.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, juga untuk meningkatkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama dan memberikan motivasi, agar bisa meraih cita-cita.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi politisi Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) itu, santunan anak yatim tersebut akan menjadi ladang pahala dan serta harapan baik untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Karena keberkahan rezeki dan pahala, itu merupakan keutamaan dalam berbagi," pungkasnya. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perayaan Cap Go Meh 2025 di Surabaya: Lebih dari Perayaan, Simbol Toleransi dalam Keberagaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perayaan-cap-go-meh-2025-di-surabaya-lebih-dari-perayaan-simbol-toleransi-dalam-keberagaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perayaan-cap-go-meh-2025-di-surabaya-lebih-dari-perayaan-simbol-toleransi-dalam-keberagaman</guid>
<description><![CDATA[ Cap Go Meh di Surabaya bukan sekadar perayaan, tapi bukti nyata toleransi. Ribuan warga lintas etnis bersatu, merayakan keberagaman dalam gemerlap lampion dan tabuhan tambur yang meriahkan malam yang mengakhiri perayaan tahun baru Imlek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67acaf3161019.webp" length="56984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 22:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Cap Go Meh, Cap Go Meh, Imlek, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Lampion merah menggantung anggun di pelataran Balai Kota Surabaya, menerangi wajah ribuan orang yang berkumpul di bawah langit malam yang cerah. Tabuhan tambur mengiringi lincahnya gerakan barongsai, sementara harum dupa tipis bercampur dengan aroma jajanan khas yang dijajakan di sekitar lokasi. </p>
<p>Festival Cap Go Meh di Surabaya tahun ini bukan hanya sebuah perayaan, melainkan cerminan nyata dari harmoni dan toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Pahlawan.</p>
<p><strong>Cap Go Meh: Akhir Perayaan Imlek yang Sarat Makna</strong></p>
<p>Cap Go Meh, yang secara harfiah berarti “malam ke-15,” menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Berakar dari budaya Tionghoa, Cap Go Meh melambangkan keberuntungan, kesejahteraan, dan awal yang baru. Di berbagai daerah, perayaan ini diwarnai dengan arak-arakan barongsai dan liong, pembagian lontong Cap Go Meh, hingga ritual doa untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Namun di Surabaya, Cap Go Meh telah berkembang lebih dari sekadar perayaan budaya. Ia telah menjadi tradisi yang menyatukan masyarakat lintas etnis dan agama dalam satu kebersamaan. Tahun ini, ribuan warga, baik dari komunitas Tionghoa maupun masyarakat umum, turut serta meramaikan festival yang digelar di Balai Kota.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67acaa7229ce2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Bukti Nyata Kebersamaan di Surabaya</strong></p>
<p>Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, dalam sambutannya di acara Perayaan Cap Go Meh 2025 menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah bagi semua, tanpa memandang perbedaan. Ia menilai bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menjadikan kota ini semakin maju.</p>
<p>"Malam perayaan Cap Go Meh ini telah menunjukkan betapa Kota Surabaya penuh dengan toleransi dan tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, dan budaya," ujar Eri di hadapan ribuan warga yang hadir, Rabu (12/2/2025).</p>
<p>Lebih dari sekadar ucapan, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya dengan saling berbagi kepada yang membutuhkan.</p>
<p>"Mari kalau kita memiliki rezeki, berikan kepada yang membutuhkan. Karena Kota Surabaya dibangun bukan hanya oleh wali kotanya, tetapi oleh seluruh warganya. Persaudaraan ini harus terus terjaga, tanpa melihat latar belakang kita masing-masing. Kita adalah satu, NKRI harga mati," tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67acaa8be55e7.webp" alt=""></p>
<p>Eri juga mengapresiasi 25 donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan acara ini. Sebagai bentuk penghargaan, ia berencana membangun prasasti yang bertuliskan nama-nama mereka dan akan ditempatkan di asrama anak-anak yang membutuhkan.</p>
<p>"Melalui prasasti itu, kita tunjukkan bahwa Surabaya dibangun oleh banyak tangan yang berjasa. Saya ingin siapa pun yang menjadi wali kota setelah saya, memahami bahwa Surabaya adalah hasil kerja keras seluruh warganya, bukan hanya seorang pemimpin," tambahnya.</p>
<p><strong>Cap Go Meh sebagai Tradisi, Bukan Sekadar Perayaan</strong></p>
<p>Hermawan Santoso, Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan sekaligus Koordinator Masyarakat Tionghoa Surabaya, menegaskan bahwa Cap Go Meh kini telah menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan.</p>
<p>"Cap Go Meh menandai akhir dari perayaan Imlek dan kini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di Surabaya. Di kota ini, yang penuh dengan toleransi, Cap Go Meh bukan hanya sebuah perayaan, tetapi wujud nyata dari kebersamaan lintas etnis, suku, dan budaya," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67acaa8138f45.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, kehadiran Pemkot Surabaya dalam perayaan ini juga membuktikan bahwa kebudayaan Tionghoa tidak hanya milik komunitasnya sendiri, tetapi telah menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia yang lebih luas.</p>
<p>"Imlek dan Cap Go Meh bagi masyarakat Tionghoa melambangkan keberuntungan, kesejahteraan, dan awal yang baru. Tapi lebih dari itu, kebersamaan yang kita bangun di acara ini adalah simbol nyata bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan kita bersama," tandas Hermawan.</p>
<p><strong>Surabaya, Kota Toleransi yang Terus Bertumbuh</strong></p>
<p>Seiring dengan semakin kuatnya tradisi Cap Go Meh di Surabaya, perayaan ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga cerminan bagaimana kota ini terus mengedepankan harmoni dalam keberagaman.</p>
<p>Di tengah gemerlap lampion yang semakin bersinar malam itu, pesan utama Cap Go Meh di Surabaya tahun ini menjadi jelas: bahwa persaudaraan tidak mengenal batas, dan keberagamanbersama anugerah yang harus dirayakan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cap Go Meh 2025 di Kota Malang Jadi Simbol Kerukunan Umat Beragama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cap-go-meh-2025-di-kota-malang-jadi-simbol-kerukunan-umat-beragama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cap-go-meh-2025-di-kota-malang-jadi-simbol-kerukunan-umat-beragama</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Cap Go Meh 2025 yang digelar di Malang City Point, Rabu (12/2/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67ac92c716a39.webp" length="33450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 20:39:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Cap Go Meh, FKAUB, Kota Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP</strong> – Perayaan Cap Go Meh 2025 yang digelar di Malang City Point, Rabu (12/2/2025), berhasil menghadirkan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.</p>
<p>Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKAUB) Malang, bekerja sama dengan Malang City Point, mengusung tema "Merajut Persaudaraan Sejati" dan berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan enam agama resmi di Indonesia serta penghayat kepercayaan.</p>
<p>Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya, Pdt. David Tobing, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga sebuah langkah untuk memperkuat persatuan. </p>
<p>"Cap Go Meh ini adalah bukti bahwa perbedaan budaya, agama, dan kepercayaan tidak memisahkan kita. Tari Jawa bisa berdampingan dengan Barongsai di satu panggung. Malang adalah kota yang plural, kondusif, dan menjunjung tinggi kebersamaan," ujarnya, Rabu (12/2/2025). </p>
<p>Tobing juga menekankan pentingnya mengimplementasikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>"Kami ingin membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dengan acara seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan mendukung satu sama lain," ungkap Sekjen FKAUB Malang.</p>
<p>Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Malang Raya. Tobing mengapresiasi peran media dalam menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi. </p>
<p>"Tanpa media, pesan kami tentang kebersamaan tidak akan sampai ke masyarakat luas. JMSI Malang Raya telah berperan besar dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua JMSI Malang Raya, Saiful Arif, menegaskan bahwa acara ini sangat penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama. </p>
<p>"Acara seperti ini memberikan ruang bagi kita untuk saling menghargai dan mempererat tali silaturahmi. Ini adalah wujud nyata toleransi yang harus terus dijaga," ungkap Arif, Rabu (12/2/2025).</p>
<p>Cap Go Meh 2025 di Malang tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga inspirasi untuk merawat kebhinekaan. Harapannya, semangat persaudaraan yang terjalin di Malang dapat menyebar luas dan menjadi teladan bagi seluruh Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isa Zega, Selebgram Transgender Kini Ditahan di Lapas Wanita Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isa-zega-selebgram-transgender-kini-ditahan-di-lapas-wanita-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isa-zega-selebgram-transgender-kini-ditahan-di-lapas-wanita-malang</guid>
<description><![CDATA[ Selebgram Isa Zega resmi dijebloskan ke Lapas Wanita Kelas IIA Sukun, Kota Malang, pada selasa (11/2/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67ab52be01a33.webp" length="39016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 21:41:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Isa Zega, Lapas Wanita, Kota Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Selebgram Isa Zega resmi dijebloskan ke Lapas Wanita Kelas IIA Sukun, Kota Malang, pada selasa (11/2/2025) petang, setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menerima berkas perkara tahap II dari penyidik.</p>
<p>Keputusan penahanan ini diambil setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21), dan Isa Zega langsung dipindahkan ke Lapas tersebut.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Yunengsih, menjelaskan bahwa penahanan Isa Zega dilakukan dengan prosedur yang sesuai. </p>
<p>“Kami hanya menerima berkas yang telah lengkap, termasuk surat penetapan dari pengadilan. Tahanan baru seperti ini memang kami tempatkan di Ruang Mapenaling, yakni ruang masa pengenalan lingkungan,” ujar Yunengsih pada Selasa (11/2/2025).</p>
<p>Isa Zega, yang saat ini berstatus sebagai tahanan, akan menjalani masa observasi di ruang tersebut. Proses ini diharapkan berlangsung selama satu minggu, setelah itu ia akan dipindahkan ke kamar tahanan lainnya, tergantung pada perkembangan adaptasinya. </p>
<p>Yunengsih menambahkan, selama ia menjabat di Lapas Wanita Kelas IIA Malang belum pernah menahan narapidana transgender sebelumnya, pihaknya tetap mematuhi prosedur yang berlaku. </p>
<p>"Kami harus memisahkan tahanan baru sesuai dengan peraturan, dan ini adalah pertama kalinya kami menerima tahanan transgender," katanya.</p>
<p>Terkait dengan status identitas Isa Zega, Yunengsih mengungkapkan bahwa berkas yang diterima mencantumkan penetapan dari Pengadilan Jakarta Selatan, yang mengesahkan perubahan nama dan identitasnya berdasarkan pemeriksaan medis. </p>
<p>"Yang bersangkutan sudah mendapat penetapan dari pengadilan Jakarta Selatan, dari mulai berganti nama dan atas dasar hasil pemeriksaan atau operasi dari dokter Indonesia dan Thailand," tutup Yunengsih.</p>
<p>Dengan adanya penahanan ini, Lapas Wanita Malang memastikan bahwa semua prosedur dijalankan dengan ketat, meski untuk kasus seperti ini, penyesuaian dan pemantauan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan kelancaran masa penahanan Isa Zega. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Kenangan Tertuang dalam Kanvas: Kisah Seniman Velita AT yang Hidupkan Kembali Aliran Abstrak Dekoratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-kenangan-tertuang-dalam-kanvas-kisah-seniman-velita-at-yang-hidupkan-kembali-aliran-abstrak-dekoratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-kenangan-tertuang-dalam-kanvas-kisah-seniman-velita-at-yang-hidupkan-kembali-aliran-abstrak-dekoratif</guid>
<description><![CDATA[ Velita AT merawat kenangan dalam sapuan warna dan garis berani. Baginya, abstrak bukan kekosongan, melainkan kebebasan, dan dalam kebebasan itulah ia terus bercerita melalui kanvas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67a89f6eeaebb.webp" length="31694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 20:44:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kesenian, Pameran Doa Kasih Rupa, Lukisan, Seni Rupa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pameran Do’a Kasih Rupa di Galeri Seni Prabangkara telah berakhir, namun seperti jejak kuas yang tertinggal di kanvas, kisah yang tersisa tetap meninggalkan sebuah cerita. </p>
<p>Di antara puluhan karya yang terpajang, ada satu karya bertajuk "Doa dan Harapan" yang mencuri perhatian, lukisan tersebut merupakan karya dari perupa muda bernama Velita Ayu Ningtyas, atau yang dikenal dengan nama panggung Velita AT. </p>
<p>Pelukis asal Malang yang kini menetap di Karawang ini membawa warna baru dengan karya beraliran abstrak dekoratif, gaya yang kian jarang ditemui sejak kepergian maestro asal Surabaya, Makhfoed.</p>
<p>Namun, melalui garis-garis berani dan komposisi yang penuh kebebasan, Velita membuktikan bahwa aliran ini masih hidup, bukan sekadar sebagai nostalgia, tetapi juga sebagai ekspresi yang terus berevolusi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a89f96032c3.webp" alt=""></p>
<p><strong>Melukis Masa Kecil, Merawat Ingatan</strong></p>
<p>Bagi Velita, aliran abstrak dekoratif yang ia pilih untuk membuat karyanya kali ini, bukan hanya dipertimbangkan atas dasar estetika saja, melainkan sebagai jendela untuk kembali ke masa kecilnya.</p>
<p>"Ada ingatan-ingatan yang tidak bisa saya ceritakan lewat kata-kata, tapi bisa saya ungkapkan dalam warna dan bentuk," ujar Velita, Minggu (9/2/2025).</p>
<p>"Melukis adalah cara saya merawat kenangan, bukan untuk kembali, tapi untuk memberi makna baru," sambungnya.</p>
<p>Dalam pameran Do'a Kasih Rupa, Velita menampilkan karya yang memadukan kompleksitas detail dengan kebebasan ekspresi. Tak heran, banyak seniman senior yang dibuat kagum dengan caranya mengolah elemen visual.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a89ac1aa881.webp" alt=""></p>
<p><strong>Diterima dengan Hangat</strong></p>
<p>Kehadiran Velita dalam pameran Do'a Kasih Rupa bukan hanya sekadar menambah daftar nama peserta, tetapi juga menandakan bahwa aliran abstrak dekoratif dan semangat generasi muda dalam dunia seni masih memiliki ruang untuk tumbuh.</p>
<p>Ridwan SS., Ketua Penyelenggara pameran sekaligus perupa senior, melihat bakat Velita sebagai sesuatu yang langka. Menurutnya, hanya satu dari seratus seniman muda yang bisa benar-benar diterima dalam aliran ini, dan Velita termasuk di antaranya.</p>
<p>"Abstrak itu bukan sekadar coretan bebas. Itu intisari dari lukisan. Kalau tidak hati-hati, bisa seperti memasak tanpa resep: kelihatan rumit, tapi rasanya bisa hambar," ujar Ridwan.</p>
<p>Meski menunjukkan kesan yang positif, Ridwan berpesan agar Velita tetap konsisten dalam berkarya, dan tidak terburu-buru mencari pengakuan pasar.</p>
<p>"Tantangan dari seorang kreator adalah menciptakan pasar, bukan mengikuti pasar. Dengan style unik ini sudah menjadi poin plus bagi Velita untuk terjun di dunia seni," pesan Ridwan.</p>
<p>"Karena butuh konsisten untuk bisa dilirik para kolektor. Pameran dari waktu ke waktu dan karya yang cukup banyak adalah jawaban nya. Jadi, jangan sampai nanti baru pameran sekali, malah sibuk jadi influencer sampai lupa berkarya," candanya.</p>
<p>Velita tersenyum mendengar pesan itu, ia tahu, perjalanan seni tidak diukur dari seberapa cepat terkenal, melainkan seberapa lama bertahan. Dan selama masih ada kanvas yang menunggu untuk disentuh, ia akan terus melukis, bukan demi pasar, tetapi demi dirinya sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Art Shop Prabangkara: Napas Baru Seni Lukis di Tengah Bayang&amp;Bayang Kecerdasan Buatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/art-shop-prabangkara-napas-baru-seni-lukis-di-tengah-bayang-bayang-kecerdasan-buatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/art-shop-prabangkara-napas-baru-seni-lukis-di-tengah-bayang-bayang-kecerdasan-buatan</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah gempuran AI, Art Shop Prabangkara hadir sebagai oase bagi seniman Jawa Timur—tempat di mana sapuan kuas manusia tetap bernilai, dan seni menemukan rumahnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67a5fd0e81615.webp" length="43144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 20:49:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Art Shop Prabangkara, Kesenian, Galeri Seni Prabangkara, AI, Cak Durasim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di era ketika kecerdasan buatan (AI) mampu menciptakan gambar hanya dalam hitungan detik, banyak seniman tradisional menghadapi pertanyaan besar: masihkah goresan tangan manusia punya tempat di dunia yang semakin digital ini?</p>
<p>Di tengah gempuran teknologi yang berkembang pesat, sebagian orang mulai meragukan masa depan seni lukis konvensional. Namun, di jantung Kota Surabaya, sebuah ruang kecil mencoba menjawab kegelisahan itu, yakni Art Shop Prabangkara di Komplek Taman Budaya Jawa Timur.</p>
<p><strong>Lukisan yang Terjangkau, Jiwa yang Tak Tergantikan</strong></p>
<p>Begitu memasuki Art Shop Prabangkara, aroma cat minyak yang khas segera menyambut, bercampur dengan kelembutan cahaya sore yang jatuh di kanvas-kanvas yang terpajang rapi. Dinding-dindingnya dihiasi lukisan dalam berbagai gaya, dari realisme yang detail hingga ekspresi abstrak yang membiarkan imajinasi bermain. </p>
<p>Tak ada kesan eksklusif atau intimidatif seperti di galeri seni mahal. Justru, tempat ini terasa hangat, penuh semangat para pelukis yang ingin berbagi kisah lewat sapuan kuas mereka.</p>
<p>Di sudut ruangan, beberapa seniman tampak asyik mengobrol, sementara yang lain tengah sibuk menambahkan sentuhan terakhir pada lukisan mereka. Seorang pria dengan kemeja yang sedikit berlumuran cat tersenyum sambil menunjuk salah satu lukisan yang terpajang.</p>
<p>"Art Shop Prabangkara kalau dilihat dari namanya ya sebenarnya sebuah toko seni, namun sebenarnya lebih dari itu. Disini kita ingin membuktikan bahwa seni itu bukan hanya untuk kalangan tertentu, entah dalam hal kepemilikan maupun keterbukaan komunitasnya," ujar Mu'it Arsa, pelukis sekaligus Koordinator Perupa Jawa Timur, Jumat (7/2/2025).</p>
<p>"Untuk masalah kepemilikan, biasanya selama ini banyak yang ragu untuk membeli lukisan karena harganya mahal kan, nah di Art Shop Prabangkara, siapa saja bisa membawa pulang karya seni dengan harga maksimal Rp500 ribu," imbuhnya sembari menunjuk beragam lukisan yang ada.</p>
<p>Bagi para pelukis, menjual karya bukanlah perkara mudah. Galeri-galeri besar sering kali mematok harga tinggi, membuat orang awam berpikir dua kali sebelum membeli. Di sinilah Art Shop Prabangkara hadir sebagai jembatan, menghadirkan seni yang lebih membumi, lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a5fd162f024.webp" alt=""></p>
<p><strong>Seni yang Hidup, Ruang yang Menghidupkan</strong></p>
<p>Tak sekadar tempat jual beli, Prabangkara juga menjadi ruang berkumpul bagi para seniman. Setiap pekan, mereka mengadakan berbagai kegiatan seperti melukis bersama, diskusi seni, hingga lomba dan workshop.</p>
<p>“Di sini, kita bukan sekadar menjual karya. Kita berkumpul, berbagi ide, saling menginspirasi. Ada tempat buat kita menumpahkan kegelisahan, menghidupkan kembali semangat berkarya,” lanjut Mu'it.</p>
<p>Prabangkara mulai menarik perhatian, bukan hanya dari warga Surabaya, tetapi juga dari wisatawan dan bahkan pejabat. Pada suatu kesempatan, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, mengunjungi tempat ini dan membeli beberapa lukisan.</p>
<p>“Alhamdulillah, semakin banyak yang datang, dari anak sekolah sampai mahasiswa. Mas Giring juga sempat mampir dan membeli lukisan saya serta karya teman-teman lain. Rasanya seperti mendapat angin segar di tengah tantangan yang ada,” kata Mu'it, matanya berbinar penuh harapan.</p>
<p><strong>Masa Depan yang Tak Boleh Pudar</strong></p>
<p>Meski mendapatkan dukungan, para seniman di Prabangkara sadar bahwa tantangan masih membayangi. Persaingan dengan teknologi AI menjadi momok yang tak bisa dihindari. Namun, mereka percaya bahwa seni yang diciptakan tangan manusia punya nilai yang tak bisa tergantikan.</p>
<p>“Seni bukan sekadar gambar di kanvas, tapi ada emosi, ada cerita di setiap goresannya. Itu yang tidak bisa dibuat oleh mesin,” tutur Mu’it.</p>
<p>Harapan lain yang mereka gantungkan adalah perhatian lebih dari pemerintah. Fasilitas seperti WiFi, misalnya, bisa membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial.</p>
<p>“Kita mau jemput bola juga, jualan lewat IG, live TikTok. Tapi kalau internetnya tidak ada, ya susah. Semoga ke depan, ada tambahan fasilitas agar kita bisa terus bertahan,” harapnya.</p>
<p>Prabangkara bukan sekadar ruang jual beli lukisan. Ia adalah simbol perlawanan terhadap zaman yang terus berubah, tempat para seniman tetap berjuang agar seni lukis tetap hidup, tetap bernapas, dan tetap memiliki tempat di hati masyarakat.</p>
<p>Di tengah derasnya arus digital, di antara ribuan gambar yang diciptakan algoritma, ada satu tempat di Surabaya yang membuktikan bahwa seni buatan tangan manusia masih memiliki jiwa, dan jiwa itu tak akan pernah tergantikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>&amp;quot;Gado&amp;Gado Bahasa Dunia&amp;quot; oleh Wisma Jerman dan IFI: Merayakan Keberagaman Bahasa di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gado-gado-bahasa-dunia-oleh-wisma-jerman-dan-ifi-merayakan-keberagaman-bahasa-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gado-gado-bahasa-dunia-oleh-wisma-jerman-dan-ifi-merayakan-keberagaman-bahasa-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Gado-Gado Bahasa Dunia menghadirkan pengalaman unik di Surabaya, di mana ratusan peserta dari berbagai negara berkumpul, berlatih bahasa asing, dan menjalin pertemanan baru dalam suasana multilingual yang penuh keakraban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67a4b636a0364.webp" length="51692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 21:41:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Mike Neuber, Gado-Gado Bahasa Dunia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Bahasa adalah jendela dunia. Dengan menguasai lebih dari satu bahasa, seseorang tidak hanya bisa memahami kata-kata, tetapi juga budaya, cara berpikir, dan bahkan perspektif hidup yang berbeda. </p>
<p>Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan berbahasa asing menjadi lebih dari sekadar keterampilan, hal tersebut adalah kunci untuk menjembatani perbedaan dan membangun hubungan lintas budaya. </p>
<p>Inilah yang dirayakan dalam acara Gado-Gado Bahasa Dunia, sebuah pertemuan unik di Surabaya yang mengajak masyarakat untuk berbagi, belajar, dan menikmati keberagaman bahasa dalam suasana yang penuh keakraban.</p>
<p></p>
<p><strong>Perjalanan Gado-Gado Bahasa Dunia: Dari Edisi Pertama hingga Kini</strong></p>
<p>Bertempat di Astaganaga, Jl. Manyar Kertoarjo 78, Surabaya, acara Gado-Gado Bahasa Dunia kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 6 Februari 2025.</p>
<p>Diselenggarakan oleh Wisma Jerman bekerja sama dengan Institut Français Indonesia (IFI), acara ini menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat yang ingin mengasah kemampuan bahasa asing mereka dalam lingkungan yang santai dan menyenangkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a4b6845b615.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman, acara ini pertama kali diadakan pada September 2024, bertepatan dengan Hari Bahasa Eropa Internasional. Kala itu, IFI dan Wisma Jerman sebagai dua pusat kebudayaan Eropa di Surabaya merasa perlu menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman bahasa. Sejak itu, acara ini rutin digelar setiap dua bulan sekali dan terus menarik lebih banyak peserta.</p>
<p>"Acara ini awalnya hanya diikuti sekitar 50 orang pada edisi pertama, kemudian meningkat menjadi 70 orang pada edisi kedua. Kini, pada edisi ketiga, jumlahnya hampir 130 peserta, hampir dua kali lipat dari sebelumnya," ujar Mike saat ditemui usai acara, Kamis (6/2/2025) </p>
<p>Yang membuat acara ini istimewa adalah keberagaman pesertanya. Tidak hanya warga Surabaya, tetapi juga orang-orang dari berbagai negara seperti Jerman, Prancis, Italia, Korea, Filipina, Vietnam, Portugal, Honduras, serta beberapa negara Arab turut hadir. </p>
<p>"Kami ingin mengajak orang untuk tidak malu dalam mempraktikkan bahasa asing mereka dan menikmati suasana multilingual yang unik," tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a4b6b758dc2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Aktivitas Interaktif: Cara Unik Belajar Bahasa</strong></p>
<p>Alih-alih sekadar berbicara dalam bahasa asing, peserta diajak berpartisipasi dalam berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk membuat interaksi lebih natural dan menyenangkan. Ada tiga jenis permainan utama dalam acara ini:</p>
<ol>
<li>Pemburuan Tanda Tangan<br>Sebagai pemanasan, peserta harus berkeliling untuk mengenal orang baru dan mendapatkan tanda tangan mereka. Permainan ini mendorong mereka untuk tidak hanya berinteraksi dengan teman yang sudah dikenal, tetapi juga menjalin pertemanan baru.</li>
<li>Kuis Kahoot<br>Sebuah kuis interaktif dengan berbagai fakta unik dan fun fact tentang bahasa serta budaya dari berbagai negara.</li>
<li>Wheel of Fortune<br>Permainan tantangan berbasis roda keberuntungan yang mengharuskan peserta menyelesaikan tugas-tugas berbahasa asing, seperti memperkenalkan diri dalam bahasa yang mereka kuasai atau mengajak orang lain berbicara dalam bahasa asing.</li>
</ol>
<p></p>
<p>"Kami ingin memberikan pengalaman belajar bahasa yang lebih praktis dan menyenangkan. Tidak hanya teori, tetapi benar-benar digunakan dalam situasi nyata," jelas Mike.</p>
<p></p>
<p><strong>Peserta dan Kisah Mereka: Belajar Bahasa dari Berbagai Sudut Dunia</strong></p>
<p>Di antara ratusan peserta yang hadir, salah satu yang menarik perhatian adalah Eva Bordessoule, seorang mahasiswi asal Prancis yang baru tiba di Indonesia tiga hari lalu. Eva mengikuti acara ini bersama teman-temannya dari IFI, tempat ia menjalani program magang selama enam bulan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_67a4b66310128.webp" alt=""></p>
<p>"Saya sangat senang karena ada banyak orang dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Saya bisa berbicara dalam banyak bahasa, terutama Prancis, karena banyak peserta yang belajar di IFI,” ujar Eva.</p>
<p></p>
<p>Eva saat ini menempuh studi di Université de Pau et des Pays de l'Adour (UPPA), Prancis, dengan jurusan French as a Foreign Language (FLE). Sebagai bagian dari program magangnya, ia akan membantu mengajar bahasa Prancis kepada masyarakat Indonesia, termasuk di sekolah-sekolah.</p>
<p>Namun, ada satu tantangan besar yang dihadapinya, yakni bahasa Indonesia itu sendiri.</p>
<p>“Saya baru bisa memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia. Karena saya akan tinggal di sini selama enam bulan, saya ingin belajar lebih banyak agar bisa berkomunikasi lebih baik,” katanya.</p>
<p>Selain bahasa Prancis, Eva juga menguasai bahasa Inggris dan Spanyol, serta tertarik untuk mempelajari bahasa Mandarin. Ketika ditanya tentang aktivitas favoritnya di acara ini, ia menjawab dengan antusias, </p>
<p>“Saya sangat menikmati kuis Kahoot. Karena saya masih merasa malu untuk langsung bertanya kepada orang lain, tetapi permainan ini membuat saya lebih nyaman.”</p>
<p></p>
<p><strong>Merayakan Multilingualisme, Membuka Jendela Dunia</strong></p>
<p>Melalui acara seperti Gado-Gado Bahasa Dunia, masyarakat Surabaya dan warga asing yang tinggal di kota ini mendapat kesempatan untuk belajar dan berbagi budaya dengan cara yang lebih menyenangkan.</p>
<p>“Harapan kami, orang-orang bisa menikmati waktu mereka di sini, bertemu teman baru, dan merasakan kegembiraan dalam belajar bahasa asing,” pungkas Mike Neuber.</p>
<p>Dengan semakin bertambahnya peserta di setiap edisinya, acara ini telah membuktikan bahwa semangat multilingualisme dan keberagaman budaya bisa dirayakan dengan penuh kehangatan, sebuah jendela dunia yang terbuka lebar di tengah kota Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wisman Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jawa Timur pada Akhir 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wisman-malaysia-dominasi-kunjungan-ke-jawa-timur-pada-akhir-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wisman-malaysia-dominasi-kunjungan-ke-jawa-timur-pada-akhir-2024</guid>
<description><![CDATA[ Wisatawan Malaysia mendominasi kunjungan ke Jawa Timur pada Desember 2024, menyumbang 26,62 persen dari total wisman, meski jumlah kunjungan keseluruhan turun dibandingkan tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_67a368a297147.webp" length="28732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 21:39:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Pusat Statistik, BPS, Berita Resmi Statistik, BRS, Pariwisata, Wisman, Malaysia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Desember selalu menjadi momen istimewa bagi dunia pariwisata. Sebagai bulan penutup tahun, periode ini identik dengan meningkatnya perjalanan wisata, baik domestik maupun mancanegara.</p>
<p></p>
<p>Di tengah dinamika tersebut, Malaysia kembali menjadi negara penyumbang wisatawan asing terbanyak ke Jawa Timur sepanjang Desember 2024, meskipun secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis Berita Resmi Statistik (BRS) tentang perkembangan pariwisata Jawa Timur yang menunjukkan bahwa sebanyak 19.265 wisman masuk melalui Bandara Juanda pada Desember 2024. </p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 5.129 kunjungan, atau setara dengan 26,62 persen dari total wisman. Posisi berikutnya ditempati oleh Singapura dengan 3.448 kunjungan dan Tiongkok dengan 3.113 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Ketua BPS Jawa Timur, Zulkipli, menilai bahwa dominasi wisatawan Malaysia bukanlah hal baru, mengingat kedekatan geografis dan hubungan erat antara kedua wilayah.</p>
<p></p>
<p>"Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Jawa Timur, baik dari segi ekonomi, budaya, maupun kemudahan akses penerbangan. Ini yang membuat jumlah kunjungan mereka selalu tinggi setiap tahunnya," ungkap Zulkipli, Rabu (5/2/2025).</p>
<p></p>
<p>Meskipun wisatawan Malaysia tetap mendominasi, jumlah kunjungan wisman secara keseluruhan mengalami penurunan 7,47 persen dibandingkan bulan November 2024, yang mencatat 20.820 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Desember 2023, terjadi penurunan 17,12 persen, dari 23.244 kunjungan.</p>
<p></p>
<p><strong>Hunian Hotel Naik, Surabaya Jadi Kota dengan TPK Tertinggi</strong></p>
<p>Di sisi lain, sektor akomodasi justru menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada Desember 2024 mencapai 58,44 persen, meningkat 1,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Zulkipli, kenaikan ini menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan domestik masih cukup tinggi, meskipun jumlah wisman mengalami penurunan.</p>
<p></p>
<p>"Surabaya mencatat TPK hotel tertinggi mencapai 60,53 persen. Ini menunjukkan bahwa kota ini masih menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebaliknya, beberapa daerah masih kesulitan menarik wisatawan. Kabupaten Ngawi menjadi daerah dengan okupansi hotel terendah, hanya 11,16 persen. Zulkipli menilai bahwa kurangnya daya tarik wisata serta aksesibilitas yang terbatas menjadi faktor utama rendahnya okupansi di beberapa wilayah.</p>
<p></p>
<p><strong>Harapan untuk 2025</strong></p>
<p>Zulkipli optimistis bahwa di tahun 2025, jumlah kunjungan wisman bisa kembali meningkat, terutama dengan semakin banyaknya kerja sama pariwisata dengan negara-negara tetangga.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, sektor pariwisata Jawa Timur kini dihadapkan pada tugas besar untuk terus menarik lebih banyak wisatawan asing di tahun mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Seni Melawan tanpa Teriakan: Pameran &amp;quot;Doa Kasih Rupa&amp;quot; Menjadi Kritik Sejuk di Awal 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-doa-kasih-rupa-ketika-seni-melawan-tanpa-berteriak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-doa-kasih-rupa-ketika-seni-melawan-tanpa-berteriak</guid>
<description><![CDATA[ Seni tidak hanya sebatas ekspresi visual, tetapi juga doa yang dipanjatkan dalam rupa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_679f6cfe435f6.webp" length="30012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Feb 2025 20:15:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ridwan SS, Pameran Seni, Ilustrasi Idiom, Galeri Seni Prabangkara, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah riuh rendah awal tahun 2025, seni rupa di Kota Pahlawan kembali berbicara, namun dengan nada yang berbeda. Pameran bertajuk "Do'a Kasih Rupa", yang digelar di Galeri Seni Prabangkara, Surabaya, 1-6 Februari 2025, menghadirkan kritik sosial yang terselip dalam sapuan warna yang sejuk.</p>
<p>Pameran tersebut diselenggarakan oleh Ridwan SS, Wakil Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, yang kini sedang gencar dalam ragam gerakan lewat karya mereka. Pada pameran kali ini, Ridwan membawa gagasan bahwa seni tidak hanya sebatas ekspresi visual, tetapi juga doa yang dipanjatkan dalam rupa.</p>
<p>Menghadirkan puluhan karya dari total 18 perupa lokal, Ridwan ingin menekankan bahwa doa tidak selalu harus bersifat verbal, namun juga dapat mengalir melalui kanvas, garis, dan warna, membentuk makna yang lebih dalam dari sekadar keindahan visual, melainkan menjadi refleksi dari kondisi sosial yang pelaku seni rasakan.</p>
<p>"Kita sehari-hari berdoa, kan? Tapi di sini, kami mencoba memanjatkan doa dalam bentuk lukisan. Selama gambar itu tidak luntur, selama itu pula doa kami terus mengalun," ucap Ridwan, Ahad (2/2/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_679f6d090111d.webp" alt=""></p>
<p>Namun, di balik kelembutan tersebut, kritik tetap menjadi esensi utama dalam pameran itu. Ridwan dan para seniman lain memilih pendekatan yang lebih tenang dalam menyampaikan keresahan mereka terhadap situasi sosial, lingkungan hingga politik tanah air yang terjadi belakangan ini.</p>
<p>"Karena ini masih awal tahun ya, jadi kita ingin buka dengan lebih ringan. Namun, meski pembawaannya lebih "adem" (Dingin dalam bahasa Jawa), pameran ini tetap mengandung kritik yang tajam, hanya saja kali ini lebih sopan," jelasnya.</p>
<p>"Sesuai dengan tajuk yang diangkat, kami mengemas keresahan tersebut dalam sebuah doa dan harapan akan masa depan yang lebih baik," sambung Ridwan.</p>
<p>Salah satu bentuk kritik yang muncul dalam pameran ini tertuang dalam karya dari Ridwan sendiri yang gambarkan "Lembah Baliem".</p>
<p>Ridwan mengatakan bahwa lukisan tersebut merupakan wujud keresahan dirinya atas isu lingkungan yang kembali mencuat sejak akhir 2024, seperti eksploitasi sumber daya alam dan kontroversi pagar laut di pesisir Tangerang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_679f6d12198fe.webp" alt=""></p>
<p>"Seperti yang kita tahu, isu pagar laut, eksploitasi sumber daya, dan deforestasi makin menjadi. Maka saya memilih semesta dan lingkungan sebagai subjek doa saya," terang Ridwan.</p>
<p>"Lukisan saya kali ini cukup simpel, hanya menunjukkan sebuah alam yang indah, menggambarkan harapan saya atau mungkin seluruh manusia yang mendambakan kondisi seperti itu," imbuhnya.</p>
<p>Selain pameran lukisan, acara yang berlangsung selama 6 hari itu juga menghadirkan kegiatan lain seperti, melukis On The Spot (OTS) dan sarasehan sebagai ruang diskusi bagi para perupa untuk menggali lebih dalam makna "Doa Kasih Rupa".</p>
<p><strong>Pemberontakan yang Halus, Kritik yang Terselubung</strong></p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Taufik Hidayat atau yang akrab disapa Cak Monyong, melihat pameran tersebut sebagai bentuk pemberontakan yang terselubung. Baginya, seni selalu memiliki cara untuk mengkritik, bahkan tanpa harus berteriak.</p>
<p>"Kalau saya lihat lukisannya, ini semuanya sebenarnya berontak. Cuma caranya halus, tidak frontal. Tapi tetap tajam," beber Seniman yang membuka pameran tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_679f6d1b52f90.webp" alt=""></p>
<p>Lebih jauh, Cak Monyong menyoroti bagaimana seni sering kali menjadi refleksi dari kondisi sosial yang terjadi di sekitar kita. Ia percaya bahwa seniman adalah kelompok yang tidak bisa dipisahkan dari perlawanan terhadap sistem yang menekan.</p>
<p>"Seniman selalu siap di garda depan untuk memberontak atas sistem, karena seniman tidak mau bodoh. Karena itulah, mereka sering ditekan, dijauhkan, bahkan 'dibully' secara ekonomi," tegas Cak Monyong.</p>
<p>Selain itu, ia juga mengkritik bagaimana dunia seni rupa sering kali tidak murni sebagai ekspresi, tetapi juga sebagai alat permainan ekonomi bagi mereka yang berkepentingan.</p>
<p>"Di setiap sektor pasti ada mafioso, termasuk di seni rupa. Siapa yang bermain di wilayah ini, dia kaya. Bukan rahasia lagi sebenarnya bahwa banyak pencucian uang yang dilakukan melalui dunia seni, entah itu dari lukisan maupun barang antik," ucapnya.</p>
<p>Tak berhenti disitu, bahkan Cak Monyong juga menyempatkan untuk menyinggung bagaimana media sering kali membungkam kritik, menggarisbawahi bahwa bahkan pilar yang sering dianggap sebagai <em>watchdog</em> atau anjing penjaga, juga tudak luput dari mafioso.</p>
<p>"Banyak wartawan lapangan menulis, tapi kalau redaksi sudah disogok iklan, tulisan mereka yang pedas-pedas juga tidak akan naik, atau kalau direktur medianya sudah punya kepentingan, kritik sekeras apa pun tetap akan tenggelam," sindirnya.</p>
<p>Baginya, kondisi itu ikut andil dalam mempersempit ruang bagi seniman dan intelektual yang ingin menyuarakan kegelisahan mereka. Namun, justru dalam keterbatasan inilah seni menemukan jalannya sendiri, melebur dalam kanvas, menyelinap dalam warna, dan tetap berbicara meski dalam diam.</p>
<p><strong>Seni, Kritik, dan Harapan</strong></p>
<p>Doa Kasih Rupa menunjukkan bahwa kritik tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang meledak-ledak. Terkadang, justru dalam kesejukan warna dan bentuk, pesan bisa lebih menyelinap ke dalam kesadaran.</p>
<p>Di tengah berbagai isu yang melanda negeri, mulai dari lingkungan, pendidikan, hingga politik, seni rupa hadir dengan caranya sendiri, yakni merangkul keresahan, mengubahnya menjadi doa, dan membisikkan harapan untuk masa depan yang lebih baik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gadis 9 Tahun Asal Surabaya Raih Penghargaan Seni di Paris: “Saya Ingin Karya Saya Membuat Orang Lain Tersenyum”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gadis-9-tahun-asal-surabaya-raih-penghargaan-seni-di-paris-saya-ingin-karya-saya-membuat-orang-lain-tersenyum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gadis-9-tahun-asal-surabaya-raih-penghargaan-seni-di-paris-saya-ingin-karya-saya-membuat-orang-lain-tersenyum</guid>
<description><![CDATA[ Beatrice Leticia Liem berhasil meraih juara 3 dalam ajang bergengsi International Children’s Art Exhibition We Are The World, yang diselenggarakan di HD Contemporary Art Gallery, Paris, Prancis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_679e194b4e203.webp" length="52034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 20:59:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Anak Surabaya, Lotus Art Courses, LAC, Pameran Seni, Prancis, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Siapa sangka, dari sebuah studio seni kecil di Surabaya, seorang gadis berusia 9 tahun berhasil mengukir namanya di panggung seni internasional? Beatrice Leticia Liem, siswi Lotus Art Courses (LAC), membuktikan bahwa imajinasi dan kreativitas tak mengenal batas. </p>
<p>Pada akhir tahun 2024 lalu, ia berhasil meraih juara 3 dalam ajang bergengsi <em>International Children’s Art Exhibition We Are The World</em>, yang diselenggarakan di HD Contemporary Art Gallery, Paris, Prancis.</p>
<p>Dalam ajang yang mengangkat tema “The Thoughts and Dreams of Young Artists”, Beatrice berhasil mencuri perhatian para juri internasional dengan karyanya yang menampilkan harmoni warna dan imajinasi yang kuat, menggambarkan impian penih harapan dan kebahagiaan seorang anak muda.</p>
<p>"Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa menang waktu itu. Saya ingin karya saya bisa membuat orang lain tersenyum," ujar Beatrice penuh semangat saat ditemui di Lotus Art Space, Sabtu (1/2/2025).</p>
<p>Sementara itu, I Putu Mahendra, pembimbing sekaligus pemilik Lotus Art Courses (LAC), mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian salah satu anak didiknya, Beatrice. </p>
<p>"Prestasi ini adalah bukti dedikasi, kerja keras, dan semangat Beatrice dalam berkarya. Saya percaya bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan dunia," ucap Putu.</p>
<p>"Melalui karya-karya seperti milik Beatrice, kita dapat melihat bagaimana anak-anak Indonesia, termasuk dari kota seperti Surabaya, mampu bersaing di kancah internasional," imbuhnya.</p>
<p>Sebagai informasi, 'We Are The World' sendiri adalah platform seni internasional yang berdiri sejak 2018 di Paris. Mereka rutin mengadakan pameran seni anak-anak di berbagai kota dunia, seperti Astana, Dubai, London, Los Angeles, Seoul, hingga Uni Emirat Arab. </p>
<p>Ajang tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam seni, dengan tema yang menyoroti keberagaman budaya dan persatuan global.</p>
<p>Prestasi Beatrice tidak hanya membanggakan Lotus Art Courses, tetapi juga Indonesia. Keberhasilannya membuktikan bahwa seni bisa menjadi jembatan yang menghubungkan dunia, tanpa batas usia atau asal-usul. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p>Semoga kisah Beatrice mampu untuk menginspirasi lebih banyak anak untuk berani bermimpi dan berkarya, karena seni bukan sekadar hobi, tetapi juga kekuatandunia bisa mengubah dunia.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Mas&amp;apos;ud, Pria Pencetus Alat Musik Tradisional Selawat di Sampang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-masud-pria-pencetus-alat-musik-tradisional-selawat-di-sampang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-masud-pria-pencetus-alat-musik-tradisional-selawat-di-sampang</guid>
<description><![CDATA[ Ada kisah menarik di balik penemuan sejumlah alat musik selawat tradisional itu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x580_679db528b1acc.webp" length="60192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 13:37:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fadil</dc:creator>
<media:keywords>Shalawat, Musik Tradisional, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Sampang, generasi muda, serangan shalawat, sumur, derigen, generasi pecinta shalawat, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SAMPANG, SJP -</span></strong><span lang="IN"> Masyarakat Kabupaten Sampang tidak asing dengan lantunan musik selawat yang menggema setiap perayaan bulan Maulid Nabi. Namun hingga kini, belum ada yang tahu siapa pencetus alat musik tradisional itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mas’ud (50), warga Dusun Sedeen, Desa Krampon Timur, Kecamatan Torjun itulah penemu pertama kali alat musik tradisional selawat itu. Hingga kini, alat itu masih lestari dan menjadi inspirasi banyak pemuda desa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Saat ditemui di kediamannya, ayah dua anak itu tengah memeriksa peralatan musiknya. Alat-alat itu tertata rapi di samping rumahnya. Mulai dari drum, ketipung, jeriken bekas, pentungan dari kayu, dan koper tempat menampung kabel.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pada tahun 1995, Mas’ud mulai menemukan satu alat musik dari jeriken. Penemuan jeriken sebagai alat musik itu memiliki kisah lucu. Mulanya, Mas’ud biasa mengambil air ke sumur menggunakan jeriken. Sambil menunggu air, dia menyanyi dan menabuh jeriken tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Seingat saya itu bulan Safar. Kan banyak lantunan selawat di spiker itu. Jadi tangan saya bergerak menabuh," ucapnya, Sabtu (1/2/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Setelah pertengahan bulan Safar, sekitar tanggal 10, tetangga Mas’ud merayakan Maulid Nabi Muhammad. Tanpa ada yang menyuruh, dia langsung membawa satu jeriken sembari memenuhi undangan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di tengah ramainya undangan dan lantunan selawat dari sound sistem, Mas’ud mencoba sambil menabuh mengikuti irama selawat. Tidak disangka, masyarakat yang mendengar menyukai tabuhan Mas’ud itu. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Selain enak, masyarakat waktu itu merasa lebih bersemangat jika selawat diiringi dengan musik," ungkap suami dari Siti Zaenab itu.<o:p></o:p></span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202502/image_870x_679db6eea0479.webp" alt=""></p>
<p><span lang="IN">Seiring berjalannya waktu, Mas’ud terus mengembangkan alat musik tradisional selawat. Dia menambah alat lain untuk melengkapi. Setelah alat musik itu lengkap, dia mulai mengajak anak-anak muda menjadi personelnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya mulai mengajari anak-anak muda hingga bisa. Setiap seminggu sekali mencoba. Karena masyarakat sudah mulai banyak yang melirik dan ingin mengundang," terangnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mas’ud mulai menata dan menemukan 8 orang personel dan 8 orang pemuda lagi sebagai cadangan. Kemudian grup yang diberi nama 'Serangan Shalawat' itu mulai menerima panggilan untuk tampil. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Tapi saya tidak memberikan tarif atau ongkos. Karena ini selawat. Meskipun tidak dipungkiri, tuan rumah pasti memberi sedekah untuk grup kami," tuturnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mas’ud mengakui, saat ini sudah banyak grup musik selawat. Salah satunya di Desa Dulang, Desa Patarongan, Desa Ragung dan hampir di seluruh wilayah Sampang. Meskipun tidak banyak yang tahu bahwa pencetus alat musik selawat itu dirinya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dirinya merasa bangga. Sebab, kelompok anak muda yang suka terhadap majelis selawat, bisa mencegah dari perbuatan negatif. Selain itu, masyarakat yang datang ke acara selawat tidak mengantuk dan lebih bersemangat membaca selawat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dengan kerendahan hatinya, Mas’ud telah menularkan banyak generasi pecinta selawat di tanah Trunojoyo ini. Hal itu diharapkan menjadi sebuah amal dan bekal hidupnya sebelum menghadap Sang Maha Kuasa.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di tengah era globalisasi dan meningkatnya perkembangan teknologi. Dirinya berharap agar generasi muda tetap menjaga dan melestarikan musik tradisional selawat. Tujuannya, agar generasi muda terus cinta kepada nabi Muhammad SAW dan menjaga kerukunan sosial.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Insyaallah nanti malam kami diundang di malam acara lomba akik," pungkas pria yang biasa dipanggil Ma'ok itu.<strong> (*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keseruan Imlek di Matos, Sukses Sedot 55 Ribu Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keseruan-imlek-di-matos-sukses-sedot-55-ribu-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keseruan-imlek-di-matos-sukses-sedot-55-ribu-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Tiap tahunnya jumlah pengunjung saat Imlek bisa mencapai 50 ribu orang. Sementara pada Imlek tahun ini, diprediksi mencapai 55 ribu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_679a193741233.webp" length="53922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 19:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP –</strong> Malang Town Square (Matos) menggelar berbagai pertunjukan spesial memeriahkan Tahun Baru Imlek 2576. Keseruan acara ini berhasil menyedot 55 ribu pengunjung, yang diisi dengan berbagai kegiatan menarik.</p>
<p>Seperti yang disampaikan oleh Sasmitha Rahayu, Marketing Communication Manager Matos, bahwa Imlek kali ini bertajuk The Wise of Wooden Snake, berlangsung mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2025. Dengan menghadirkan atraksi seni budaya serta kompetisi menarik.</p>
<p>"Tiap tahunnya jumlah pengunjung saat Imlek bisa mencapai 50 ribu orang. Sementara pada Imlek tahun ini, diprediksi mencapai 55 ribu," ungkap Sasmitha.</p>
<p>Marcom Matos ini kemudian menjelaskan rangkaian kegiatan yang diselenggarakannya. Hari pertama, pengunjung disuguhkan atraksi spektakuler seperti Barongsai dan Leang Leong dari South Lion, pertunjukan Wushu dari Lima Benua, serta Oriental Dance &amp; Cross Culture oleh Athena Flame.</p>
<p>Puncak hiburan berlanjut pada 30 Januari dengan kolaborasi bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB), menampilkan Tari Sufi &amp; Hadra, Tari Hindu Bali, Wushu, Barongsai, serta Oriental Dance &amp; Cross Culture Show, yang ditutup dengan doa bersama lintas agama.</p>
<p>Selain itu, pada 1-2 Februari 2025, Celebration Chinese New Year School akan diramaikan oleh Bina Budi Mulia School, Gracia School, dan See Me Grow, dengan berbagai penampilan bernuansa Imlek.</p>
<p>"Termasuk juga menghadirkan K-Pop Dance Competition, lomba menyanyi, serta lomba fashion bertema Oriental Look," ucap Sasmitha, Rabu 29 Januari 2025.</p>
<p>Sebagai penutup, pada 3 Februari 2025 akan digelar lomba mewarnai Mom and Kids, dengan total peserta mencapai 300 ibu dan anak, serta teacher class dengan 500 peserta dalam dua sesi. Tak ketinggalan, mini bazaar kuliner turut meramaikan suasana.</p>
<p>Menurut Sasmita, dengan acara ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian tenant-tenant di Matos. Terlebih, angka kunjungan saat Imlek 2025 naik hingga 100 persen. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meriahkan Tahun Baru Imlek, KAI Daop 9 Jember Sajikan Atraksi Barongsai dan Nuansa Imlek di Stasiun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/meriahkan-tahun-baru-imlek-kai-daop-9-jember-sajikan-atraksi-barongsai-dan-nuansa-imlek-di-stasiun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/meriahkan-tahun-baru-imlek-kai-daop-9-jember-sajikan-atraksi-barongsai-dan-nuansa-imlek-di-stasiun</guid>
<description><![CDATA[ PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mempersembahkan atraksi barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Para petugas juga  mengenakan pakaian khas Tionghoa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_6799a167bc754.webp" length="86050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 13:37:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>imlek, jember, kai daops 9, kereta api</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP</strong> – Suasana Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili terasa begitu meriah di Kabupaten Jember. Di tengah hiruk pikuk calon penumpang dan pengantar di Stasiun Jember, sebuah pertunjukan yang menakjubkan menarik perhatian semua orang. Kelompok Barongsai Naga Langit, yang dihadirkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember, memukau penonton dengan atraksi barongsai yang penuh warna dan semangat. </p>
<p>Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah bentuk perayaan untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025. Tahun ini, yang dikenal sebagai Tahun Ular Kayu dalam kalender China, membawa semangat kebersamaan dan keceriaan. </p>
<p>Atraksi barongsai ini bukan hanya sebagai hiburan visual semata, tetapi juga menciptakan momen interaksi antara para penumpang kereta api Sritanjung dan Probowangi dengan para pengantar mereka. Kehangatan suasana Tahun Ular Kayu semakin terasa dengan ornamen khas Imlek yang menghiasi setiap sudut Stasiun Jember, Stasiun Ketapang, dan Stasiun Banyuwangi Kota.</p>
<p>Para petugas yang mengenakan pakaian khas Tionghoa turut memperkuat suasana Imlek yang meriah, menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.</p>
<p>Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, mengungkapkan bahwa tujuan mereka menghadirkan ornamen, pakaian khas, dan penampilan barongsai adalah untuk memberikan pengalaman tak terlupakan kepada para penumpang selama libur panjang ini. “Kami ingin memeriahkan liburan para penumpang dengan sentuhan kebudayaan Tionghoa. Semoga pengalaman ini memberi kebahagiaan dan kenangan manis bagi mereka,” kata Hengky.</p>
<p>Selama libur panjang yang mencakup perayaan Isra Miraj dan Imlek, KAI Daop 9 Jember mencatatkan jumlah penumpang yang luar biasa. Dalam periode 24 hingga 29 Januari 2025, sebanyak 123.447 penumpang telah dilayani, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan di wilayah Daop 9 Jember. Dengan 61.671 penumpang yang berangkat dan 61.776 yang tiba, angka ini semakin membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi andalan.</p>
<p>Pada hari terakhir libur, sebanyak 10.925 penumpang memilih kereta api untuk kembali ke rutinitas mereka, baik di dalam wilayah Daop 9 Jember, dari Pasuruan hingga Banyuwangi, maupun menuju kota asal mereka. </p>
<p>Hengky juga menegaskan komitmen KAI Daop 9 Jember untuk terus memberikan layanan terbaik. “Kami selalu mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan inovasi pelayanan untuk memastikan setiap perjalanan menjadi tak terlupakan bagi pelanggan kami,” ujar Hengky.</p>
<p>Dengan suasana yang penuh kebahagiaan dan keceriaan, KAI Daop 9 Jember berharap bisa terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mereka, baik untuk liburan maupun kegiatan lainnya. (*)</p>
<p><strong>Editor : Danu S</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Gelar Perayaan Imlek 2025 yang Mewah dan Spektakuler</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-gelar-perayaan-imlek-2025-yang-mewah-dan-spektakuler</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-gelar-perayaan-imlek-2025-yang-mewah-dan-spektakuler</guid>
<description><![CDATA[ Grand Mercure Malang Mirama kembali memeriahkan Tahun Baru Imlek dengan menggelar perayaan akbar yang penuh kemegahan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_6798efda940ca.webp" length="42092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 21:59:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure, Imlek, Kota Malang, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP — </strong>Grand Mercure Malang Mirama kembali memeriahkan Tahun Baru Imlek dengan menggelar perayaan akbar yang penuh kemegahan.</p>
<p>Acara yang berlangsung pada Selasa (28/1/2025) malam di Grand Ballroom hotel tersebut, mengusung tema Shio Ular Kayu yang melambangkan intuisi, strategi, kreativitas, dan kasih sayang.  </p>
<p>Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini telah mencapai kesuksesan luar biasa.</p>
<p>"Ini adalah tahun ketiga kami menggelar acara Imlek. Dengan 40 meja yang terjual habis dan konsep yang lebih spektakuler, kami optimistis perayaan tahun ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu," ujarnya.  </p>
<p>Acara ini menghadirkan bintang tamu spesial, Marbecca, penyanyi Mandarin ternama yang tampil memukau para tamu.</p>
<p>Tak hanya itu, rangkaian hiburan istimewa lainnya turut memeriahkan malam tersebut, mulai dari Barongsai Show dan Liong Dance dari Klenteng Eng An Kiong, Live Music dari Jingga Production, hingga Dance Performances oleh Athena Flame Entertainment. Semua dipandu dengan apik oleh MC Mandarin, Eric Yuwono.  </p>
<p>Perayaan Imlek kali ini tidak hanya menyuguhkan hiburan spektakuler, tetapi juga pengalaman kuliner premium. Para tamu dimanjakan dengan sajian khas seperti Salmon Yu Sheng, Double Boiled Superior Shark’s Fin Soup with Whole Abalone and Chicken, Braised Canadian Scallop with Broccoli and Crab Roe, serta hidangan eksklusif lainnya yang diracik oleh tim koki berbakat dari Lan Hua Chinese Restaurant.  </p>
<p>Untuk semakin menyemarakkan suasana, Grand Mercure Malang Mirama memberikan beragam hadiah menarik, termasuk grand prize berupa satu malam menginap gratis di kamar Penthouse yang menawarkan pemandangan Kota Malang dari ketinggian.  </p>
<p>Dengan sekitar 400 tamu yang hadir, acara ini telah melampaui target yang ditetapkan oleh pihak hotel. Persiapan perayaan telah dimulai sejak semester kedua tahun lalu untuk memastikan kualitas dan kemegahan acara.  </p>
<p>"Setiap tahun, kami terus berinovasi dalam menghadirkan konsep yang berbeda, baik dari tema maupun hiburan. Kami berharap tradisi ini dapat terus berlanjut, tidak hanya untuk perayaan Imlek tetapi juga event-event besar lainnya," tambah Sugito.  </p>
<p>Perayaan Imlek di Grand Mercure Malang Mirama menjadi bukti bahwa perpaduan tradisi, hiburan, dan kuliner premium mampu menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi para tamu.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin merasakan kemeriahan serupa, pastikan untuk menjadi bagian dari acara istimewa di tahun-tahun mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ginasha Farm: Kisah Sukses Peternak Muda Kembangkan Kambing Perah, Produksi 60 Liter Susu Setiap Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ginasha-farm-kisah-sukses-peternak-muda-kembangkan-kambing-perah-produksi-60-liter-susu-setiap-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ginasha-farm-kisah-sukses-peternak-muda-kembangkan-kambing-perah-produksi-60-liter-susu-setiap-hari</guid>
<description><![CDATA[ Ginasha Farm, peternakan kambing perah milik Nabil, berhasil memproduksi 60 liter susu per hari dari 200 ekor kambing. Dengan pakan berkualitas dan manajemen yang baik, Nabil menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan usaha peternakan berkualitas dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_6798cb8a8e842.webp" length="45368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 19:46:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Kambing, peternak muda, sukses, enterpreneur, kabupaten Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Nabil, lulusan Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses mengelola peternakan kambing perah Ginasha Farm di Kabupaten Malang. </p>
<p>Bermula dari 20 ekor kambing pada tahun 2021, kini populasi kambingnya mencapai 200 ekor, dengan 40 ekor di antaranya mampu menghasilkan susu hingga 60 liter per hari.</p>
<p>Kesuksesan ini berawal dari tekad Nabil untuk mengelola kambing perah berkualitas tinggi. Ia memilih kambing jenis Saanen asal Swiss yang terkenal produktif, lalu mengembangkannya melalui persilangan dengan kambing lokal jenis Sapera. </p>
<p>"Kambing perah itu tidak asal. Kita harus menggunakan jenis yang sesuai spesifikasi, jelasnya. Indukan kambing jantan Saanen sendiri dihargai Rp 20-30 juta per ekor," terangnya, Selasa 28/1/2025.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_6798cb9081f4d.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya fokus pada jenis kambing yang dipelihara, Nabil juga memastikan bahwa kandang ternaknya nyaman, bersih, dan memiliki ventilasi yang baik. </p>
<p>Dalam hal pakan, Nabil menerapkan strategi efisien dan berkualitas. Ia mencampurkan konsentrat seperti polar dan kopra yang diperoleh dari Blitar, dengan silase rumput fermentasi. Pakan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kambing, sehingga menghasilkan susu berkualitas tinggi. </p>
<p>"Pakan bisa disesuaikan dengan apa yang tersedia di lingkungan sekitar. Yang penting, kita tahu ilmunya," ungkapnya.</p>
<p>Susu yang dihasilkan dari Ginasha Farm diolah dengan cara higienis dan rutin dikirim ke perusahaan di Yogyakarta untuk diolah menjadi susu bubuk. </p>
<p>Dalam satu kali pengiriman, Nabil mampu memasok hingga 1.200 liter dengan harga Rp 18-20 ribu per liter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_6798cb951b845.webp" alt=""></p>
<p>Berkat kesabaran dan kerja keras, peternakan Ginasha Farm kini telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Malang. </p>
<p>Bahkan, Bupati Malang pernah berkunjung langsung untuk melihat keberhasilan peternakan ini.</p>
<p>Melalui Ginasha Farm, Nabil berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk menekuni usaha peternakan yang berkualitas dan berkelanjutan. </p>
<p>"Siapapun bisa beternak kambing perah asalkan memiliki modal awal dan ilmu yang cukup," pungkasnya.</p>
<p>Kesuksesan Ginasha Farm membuktikan bahwa dengan inovasi, manajemen yang baik, dan dedikasi tinggi, usaha peternakan dapat menjadi peluang besar untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dihadiri Wali Kota Terpilih, Grand Mercure Malang Hotel Sukses Gelar Singing Competition 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dihadiri-walikota-terpilih-grand-mercure-malang-hotel-sukses-gelar-singing-competition-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dihadiri-walikota-terpilih-grand-mercure-malang-hotel-sukses-gelar-singing-competition-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kehangatan suasana lomba bernyanyi Mandarin makin bertambah dengan hadirnya Walikota Malang terpilih, Wahyu Hidayat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_6795a8afca1d3.webp" length="29898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 14:07:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama, Hotel, singing Competition, Mandarin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Grand Mercure Malang Mirama kembali menghadirkan <em>event</em> spesial bertajuk <em>Chinese Paradise Singing Competition</em> 2025. Berkolaborasi dengan Peoplehub dan Athena Flame Entertainment, kompetisi ini berlangsung sukses dan meriah di Lan Hua Restaurant, Sabtu (25/1/2025).</p>
<p>Diikuti oleh 23 peserta, kompetisi menyanyi lagu Mandarin ini tak hanya menarik minat masyarakat Malang Raya, tapi juga luar kota, seperti Surabaya. Kehangatan suasana lomba makin bertambah dengan hadirnya Wali Kota Malang terpilih, Wahyu Hidayat.</p>
<p>Wahyu menyampaikan apresiasi atas inovasi dan <em>event</em> menarik yang selalu diusung oleh Grand Mercure Malang Mirama. </p>
<p>"Saya sangat mengapresiasi lomba menyanyi mandarin ini karena tadi informasinya sudah lama sekali tidak ada lomba seperti ini. Terakhir waktu Covid," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_6795a8d415547.webp" alt=""></p>
<p>Wahyu berharap, lomba ini akan menjadi wadah untuk pengembangan talenta berbakat di dunia tarik suara. Khususnya lagu Mandarin di Kota Malang. Tak lupa, Wahyu menyampaikan selamat Imlek 2025 yang akan jatuh pada 29 Januari 2025 nanti.</p>
<p>Sementara itu, Mewakili General Manager Grand Mercure Malang Mirama, Vidia Novitasari Pohan menjelaskan, acara ini menjadi yang perdana bagi Lan Hua Restaurant. </p>
<p>"Ini adalah <em>event</em> perdana di Lan Hua. Saya harap ini jadi awal yang baik di Lan Hua," katanya, saat dikonfirmasi, Ahad (26/1/2025).</p>
<p>Kompetisi menyanyi lagu Mandarin di Grand Mercure Malang Mirama ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga menjadi upaya pelestarian budaya. </p>
<p>"Ini bukan hanya menunjukkan bakat menyanyi saja, tapi budaya melalui musik dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para peserta," imbuh Vidia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_6795a8b56a23a.webp" alt=""></p>
<p>Terpisah, Julianco Fareta, mewakili dewan juri menjelaskan, para peserta yang terbagi dalam kategori <em>adult</em> dan <em>teen</em> ini secara bergantian menampilkan kebolehannya. </p>
<p>Penampilan peserta <em>Chinese Paradise Singing Competition</em> 2025 ini dinilai langsung oleh tiga dewan juri berpengalaman.</p>
<p>Hasilnya, di kategori <em>teen</em>, Nafeeza Azka keluar sebagai juara I. Diikuti oleh Mikayla Angelee dan Manggala Adiguna Wibawa sebagai juara II dan III. Di kategori <em>adult</em>, Ika Suknawati keluar sebagai juara I, serta Victor H. Irawan dan Meilina Gabriella di posisi juara II dan III.</p>
<p>"Kita bisa liat di kategori <em>adult</em> memang kemampunya lebih variatif dengan jarak usia yang juga luas," terangnya.</p>
<p>"Sedangkan di kategori <em>teen</em> ini sungguh mencengangkan karena berisi penyanyi penyanyi berkualitas di Kota Malang," tutupnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Hotel Sambut Tahun Baru Imlek dengan Tema Unik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hotel-sambut-tahun-baru-imlek-dengan-tema-unik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-hotel-sambut-tahun-baru-imlek-dengan-tema-unik</guid>
<description><![CDATA[ Perhelatan megah ini, akan diselenggarakan pihak Grand Mercure Malang Mirama dalam perayaan imlek dengan menghadirkan salah satu penyanyi Mandarin, Marbecca pada Selasa, 28 Januari 2025, berlangsung di Grand Ballroom Malang Mirama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678fa84ec698b.webp" length="69814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 22:21:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama Hotel, Shio Ular Kayu, Imlek, Tahun Baru China</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Shio ular kayu, menjadi tema Hotel Grand Mercure Malang Mirama dalam menyambut perhelatan Hari Raya Chinese New Year 2025 atau Tahun Baru Imlek di bulan Januari 2025 yang tinggal menghitung hari.</p>
<p>Lambang Shio Ular Kayu, merepresentasikan intuisi, perencanaan yang cermat, pemikiran strategis, dan misteri. </p>
<p>Kayu dikaitkan dengan pertumbuhan, kreativitas, fleksibilitas, dan kasih sayang. Oleh karena itu, Ular Kayu identik dengan kemampuan beradaptasi, dan pemikirannya yang inovatif.</p>
<p>Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama Sugito Adhi katakan, bahwa perayaan Imlek telah memasuki tahun ketiga.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678fa8471a7ce.webp" alt=""></p>
<p>Di tahun sebelumnya, Hotel Grand Mercure Malang Mirama, selalu sukses dengan perhelatan mewah, terbukti dengan 40 tiket meja yang terjual.</p>
<p>"Di tahun ini kami menyajikan kemasan acara yang berbeda pastinya di tahun sebelumnya, mulai dari tema yang diusung. Guest Star hingga penampilan-penampilan spektakuler lainnya, ditambah variasi menu yang berbeda dengan sebelumnya. Kami berharap setiap tahun lebih sukses di tahun sebelumnya, dengan terjual habis di meja nantinya" ujar Sugito Adhi.</p>
<p>Tak heran jika setiap tahunnya, Grand Mercure Malang Mirama menggelar perayaan imlek dengan mewah dan meriah, terlebih hotel ini menghadirkan bintang tamu spesial di setiap tahunnya.</p>
<p>Perhelatan megah ini, akan diselenggarakan pihak Grand Mercure Malang Mirama dalam perayaan imlek dengan menghadirkan salah satu penyanyi Mandarin, Marbecca pada Selasa, 28 Januari 2025, berlangsung di Grand Ballroom Malang Mirama. </p>
<p>Rangkaian acara lainnya rupanya sudah dipersiapkan, mulai dari beberapa penampilan lain seperti Barongsai Show &amp; Liong Dance dari Klenteng Eng An Kiong, Live Music dari Jingga Production, Dance Performances dari Athena Flame Entertainment hingga didukung oleh MC Mandarin Eric Yuwono. </p>
<p>Tak ketinggalan bertaburan hadiah Grand Prize menarik akan menjadi hal juga yang ditunggu - tunggu salah satunya menginap satu malam gratis di kamar Penthouse yang ada di lantai tertinggi di Grand Mercure Malang Mirama dengan view Kota Malang.</p>
<p>Adapun paket perayaan imlek yang ditawarkan yakni, 2 tipe paket Silver Set Menu mulai dari Rp 7.888.000/nett dan Gold Set Menu mulai dari Rp 8.988.000/nett yang dimana masing-masing untuk 10 pax dalam 1 meja. </p>
<p>Menu yang ditawarkan sangat premium mulai dari Salmon Yu Sheng, Double Boiled Superior Shark's Fin Soup with Whole Abalone and Chicken, Braised Canadian Scallop with Broccoli and Crab Roe dan masih banyak lagi yang spesial di masak dari Lan Hua Chinese Restaurant Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festa 2025: LAC dan Wisma Jerman Menyapa 2025 Lewat Pameran Lukisan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festa-2025-lac-dan-wisma-jerman-menyapa-2025-lewat-pameran-lukisan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festa-2025-lac-dan-wisma-jerman-menyapa-2025-lewat-pameran-lukisan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Pameran LAC Festa Exhibition 2025 tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi anak-anak, melainkan juga menjadi media untuk meningkatkan apresiasi seni pada anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678fa530121da.webp" length="41628" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 21:49:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Fest Exhibition, Wisma Jerman, I Putu Mahendra, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pameran seni, terutama yang melibatkan anak-anak, menjadi sebuah pengalaman yang mampu meningkatkan apresiasi seseorang terhadap keunikan setiap karya. Dalam ruang kecil penuh warna, mimpi dan kreativitas anak-anak menghadirkan sebuah dunia yang tak terhingga.</p>
<p>Pada awal 2025 ini, Lotus Art Courses Festa Exhibition hadir sebagai penanda tahun baru dengan semangat baru. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Lotus Art Courses (LAC) yang berkolaborasi dengan Wisma Jerman Surabaya. </p>
<p>Bertempat di Ruang Halle Wisma Jerman, pameran ini menghadirkan 44 karya peserta yang berusia mulai 4 hingga 16 tahun. Beragam kreativitas anak-anak diluapkan tanpa batas tema, menciptakan kanvas-kanvas yang memancarkan kebebasan berekspresi.</p>
<p>Menurut I Putu Mahendra, pendiri sekaligus guru di Lotus Art Courses, pameran ini adalah bentuk apresiasi dan pembelajaran bagi anak-anak. Baginya, pameran tidak hanya melatih keberanian, melainkan juga mampu meningkatkan apresiasi seni pada anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678fa52223234.webp" alt=""></p>
<p>"Di tahun genap kemarin kita sudah tutup dengan Final Exhibition, dan di tahun ganjil ini kita sengaja adakan pameran lagi untuk anak-anak LAC yang baru daftar di Januari 2025," ungkap Putu, Selasa (21/1/2025).</p>
<p>"Nantinya, ini akan jadi program rutin agar semua anak bisa merasakan pengalaman berpameran. Ini juga untuk membangun rasa percaya diri mereka, karena karya mereka dilihat dan diapresiasi oleh orang di luar keluarga dan guru," imbuhnya.</p>
<p>Putu menambahkan, bahwa pameran yang diadakan kali ini memang ditujukan untuk mengenalkan budaya baru kepada peserta maupun pengunjung, yakni karya seni tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga bisa diapresiasi secara kolektif.</p>
<p>Semangat tersebut terlihat dalam setiap detail pemeran. Putu menjelaskan bahwa ukuran kanvas seragam 50x50 cm dipilih untuk menciptakan harmoni dalam pameran. Namun, teknik dan medium dibiarkan bebas agar peserta dapat mengeksplorasi kreativitas mereka sepenuhnya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678fa529cbbe6.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi kita juga adakan kegiatan lain seperti lomba dan melukis On The Spot (OTS) bersama, nanti pemenang akan membawa piala berbahan kayu berbentuk bunga teratai yang dirancang khusus, melambangkan logo, juga filosofi Lotus Art Courses," ucap Putu.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, yang menjadi tuan rumah pameran, turut memberikan apresiasinya. Dirinya sangat mengapresiasi LAC karena memiliki semangat budaya yang sama dengan semangat Wisma Jerman.</p>
<p>"Salah satu lukisan yang menarik perhatian saya adalah gambar rumah jamur, yang mengingatkan saya pada dunia dongeng," ujarnya.</p>
<p>"Saya sangat terkesan dengan karya-karya yang dipamerkan. Meskipun tidak ada tema khusus, kebebasan ini justru melahirkan karya yang penuh imajinasi," tandas Mike.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678fa518eb5d4.webp" alt=""></p>
<p>Bagi peserta, pameran ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Reynold, seorang anak berusia 11 tahun, membagikan cerita tentang karyanya yang ia kreasikan selama 3 hari.</p>
<p>"Aku gambar Pokémon sama dinosaurus, karena suka nonton kartunnya,” ujarnya dengan antusias. </p>
<p>Reynold yang juga sudah pernah meraih prestasi di kejuaraan internasional, mengaku senang bisa ikut serta dalam pameran ini dan ingin mengulanginya di masa depan.</p>
<p>"Aku gambar yang lain dan ingin ikut pameran seperti ini lagi," ucap Reynold dengan lugu.</p>
<p>Pameran ini membuktikan bahwa seni bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses. Anak-anak yang berani menampilkan karyanya di depan umum telah belajar lebih dari sekadar menggambar; mereka belajar tentang keberanian, apresiasi, dan ekspresi diri. </p>
<p>Dengan filosofi seperti bunga teratai yang terus tumbuh di atas air, Lotus Art Courses Festa Exhibition 2025 tidak hanya membuka tahun baru, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menghargai seni. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Datangkan Penceramah Kondang, Masjid Al&amp;Istianah Sampang Dipadati Ribuan Jemaah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/datangkan-penceramah-kondang-masjid-al-istianah-sampang-dipadati-ribuan-jemaah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/datangkan-penceramah-kondang-masjid-al-istianah-sampang-dipadati-ribuan-jemaah</guid>
<description><![CDATA[ Isra&#039; Mi&#039;raj merupakan salah satu upaya dalam memahami dan menghayati makna kehidupan Rasulullah SAW ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678515dd21796.webp" length="68588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 22:33:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Fadil</dc:creator>
<media:keywords>Isra&#039; mikraj, Rasulullah Saw, kehidupan, tauladan nabi Muhammad, KH. Holil Yasin, penceramah kondang, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMPANG, SJP -</strong> Masjid Al-Istianah di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Sampang, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada, Minggu (12/01/2025) malam.</p>
<p>Ribuan masyarakat yang menghadiri acara tersebut sangat antusias. Sehingga halaman masjid penuh dengan manusia.</p>
<p>Peringatan Isra Mi’raj menjadi agenda rutin di Masjid Al-Istianah pada setiap tahunnya. Dan kesempatan tahun ini mendatangkan penceramah kondang asal Kabupaten Bangkalan, yaitu KH. Kholil Yasin.</p>
<p>Ketua Takmir Masjid Al-Istianah, KH. Machfud Sayyidin mengatakan, bahwa peringatan Isra' Mi'raj merupakan salah satu upaya dalam memahami dan menghayati makna kehidupan Rasulullah SAW.</p>
<p>Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi suri tauladan dalam mengarungi kehidupan di dunia dan keselamatan di akhirat.</p>
<p>"Semoga Isra Mi’raj ini terus membangkitkan semangat kebersamaan dan persaudaraan sesama muslim dan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, agar selalu diberikan keberkahan," jelasnya, Senin (13/01/2025).</p>
<p>Disamping itu, KH Machfud mengajak kepada jamaah Masjid Al-Istianah agar selalu pasang tekad dan keinginan untuk bersama menunaikan ibadah sholat lima waktu di Masjid. Tujuannya, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p>
<p>"Mari kita jadikan masjid ini sebagai wadah untuk saling bersilaturahmi, bermusyawarah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT," tandasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SAE L&amp;apos;SIMA Ngajum Malang Buka Peluang Kemitraan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sae-lsima-ngajum-malang-buka-peluang-kemitraan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sae-lsima-ngajum-malang-buka-peluang-kemitraan</guid>
<description><![CDATA[ Lahan SAE L&#039;SIMA untuk warga binaan lapas milik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Lowokwaru Malang yang berada di Maguan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang berpotensi dilakukan kemitraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_6782643558a37.webp" length="60144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 21:19:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>SAE L&#039;SIMA, Kabupaten Malang, Kalapas Akbar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Masih ada puluhan hektare lahan milik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) I Lowokwaru Malang, yang bernama Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas 1 Malang (SAE L'SIMA) di Maguan, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang.</p>
<p>Karena memiliki lahan yang luas, Lapas membuka kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya dalam sektor pertanian, perikanan serta olahraga.</p>
<p>Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Malang, Ketut Akbar Herry Achjar menyebut, lahan yang diperuntukkan untuk warga binaan Lapas itu berpotensi untuk dikerjasamakan.</p>
<p>"Luasnya ada sekitar 20,5 hektare dan ada yang sudah kami berdayakan, ini mungkin belum separuhnya," terangnya kepada Suarajatimpost, com saat dikonfirmasi Sabtu (11/1/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678264470604a.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, untuk pengerjaan kerja sama bakal dilakukan oleh tenaga warga binaan yang benar-benar terseleksi dengan baik.</p>
<p>"Karena mereka (warga binaan lapas) tidak bekerja, maka harus ada premi. Di bawah sana masih banyak lahan, kami persilahkan untuk yang mau menawarkan kerja sama menanam apa silahkan, bisa dikolaborasikan," kata pria yang pernah berdinas di Banyuwangi itu.</p>
<p>Akbar juga membuka kemitraan kepada masyarakat umum. Yang terpenting sesuai kesepakatan bersama.</p>
<p>"Karena konsep kami untuk warga binaan. Jadi untuk edukasi juga. Contohnya ini ada jenis kedelai Edamame. Ini saya coba bibit dari Banyuwangi yang kualitasnya jauh lebih baik pada umumnya, yang dikerjakan warga binaan," terangnya.</p>
<p>Menurutnya, banyak pakar dari berbagai civitas akademika universitas di Kota Malang telah berkunjung guna melakukan kerja sama.</p>
<p>"Di lapas sana (Lapas Lowokwaru kota Malang), ada pakar dari UM, Brawijaya, UMM. Beberapa profesor pertanian datang ke sana. Mencoba untuk mengkolaborasikan beberapa komoditas pertanian agar dapat diedukasikan kepada warga binaan Lapas. Tentunya, agar warga binaan mendapat keterampilan, agar nanti jika benar-benar bebas, siap untuk bekerja," pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, lahan yang berada di SAE L'SIMA tak hanya berpotensi dalam sektor pertanian, namun juga ada perikanan, serta spot olahraga sepeda <em>downhill</em> dengan trek yang cukup menantang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Surabaya: Perjalanan Panjang TPS 3R Kota Palu ke Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-surabaya-perjalanan-panjang-tps-3r-kota-palu-ke-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-surabaya-perjalanan-panjang-tps-3r-kota-palu-ke-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ “Pelestarian lingkungan harus dimulai dari langkah kecil dan gotong royong. Jika ada hasil nyata, apresiasi pasti datang, dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” kata Endang Sriwulansari ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678254d0481a7.webp" length="92080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 20:44:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Ondomohen, Oase Group, TPS 3R, Kota Palu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Isu lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar di tengah laju urbanisasi dan perubahan iklim. Pengelolaan sampah yang efektif bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan. </p>
<p>Di tengah perjuangan berbagai daerah menemukan solusi, Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, yang sudah memelopori gerakan ini selama dua dekade, menjadi bukti bahwa inovasi berbasis komunitas mampu mengubah wajah lingkungan perkotaan.</p>
<p>Terletak di jantung Kota Surabaya, Kampoeng Oase Ondomohen telah lama dikenal sebagai pelopor dalam pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R). Dengan pendekatan berbasis masyarakat, mereka berhasil menciptakan lingkungan yang bersih, berdaya ekonomi, dan berkelanjutan. </p>
<p>Tak heran jika wilayah ini menjadi tujuan belajar bagi banyak komunitas lingkungan, termasuk relawan Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R) dari Kota Palu, Sulawesi Tengah yang jauh-jauh datang ke Kota Pahlawan untuk berguru.</p>
<p>Tin relawan TPS 3R Kota Palu, yang dipimpin oleh Suharyadi, melakukan kunjungan intensif untuk menyerap ilmu dari Kampoeng Oase Ondomohen. Perjalanan mereka bukan hanya tentang belajar mengelola sampah, tetapi juga membangun harapan baru bagi wilayah yang pernah terdampak bencana dahsyat.</p>
<p>Kelurahan Petobo di Kota Palu merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak parah akibat bencana likuifaksi pada 2018. Kini, kawasan tersebut mulai bangkit dengan keberadaan hunian tetap (huntap). Namun, seperti diungkapkan Suharyadi, masalah ekonomi dan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar.</p>
<p>“Kami ingin mengubah Kelurahan Petobo menjadi destinasi wisata sejarah dan studi tiru, seperti Kampoeng Oase Ondomohen. Selain menjadi dasar ekonomi warga terdampak, ini juga bisa menjadi pendapatan asli kelurahan,” ungkap Suharyadi, Sabtu (11/1/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, tantangan terbesar di Petobo adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Namun, melalui inisiatif swadaya yang dimulainya sejak 2022, ia berhasil menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. </p>
<p>“Saya pernah menjual sampah yang tadinya dianggap tidak bernilai hingga menghasilkan puluhan juta rupiah. Warga pun mulai melirik dan ingin ikut berkontribusi,” ujarnya.</p>
<p>Suharyadi berharap pendekatan berbasis RT yang diterapkan di Ondomohen dapat diadaptasi di Petobo. Dengan inovasi unggulan di setiap RT dan RW, ia optimistis Kelurahan Petobo bisa menjadi model pengelolaan lingkungan di Sulawesi Tengah.</p>
<p>“Insyaallah, apa yang kami pelajari di sini akan kami terapkan di Palu. Setiap RT dan RW di Petobo akan memiliki inovasi unggulan yang berbeda, sehingga kami bisa menjadi titik kunjungan studi tiru seperti Ondomohen,” ujar Suharyadi.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Endang Sriwulansari, menyambut penuh antusiasme kedatangan tim dari Kota Palu. Baginya, kunjungan ini mencerminkan semangat tinggi untuk bertransformasi, tak hanya dalam pengelolaan sampah tetapi juga membangun kota yang lebih baik.</p>
<p>"Bank sampah di sana sebenarnya sudah banyak, tetapi mereka ingin mempelajari bagaimana menciptakan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi. Tujuannya adalah mengubah Kota Palu menjadi kota wisata yang berdaya tarik, seperti yang kami usahakan di Surabaya," ujarnya.</p>
<p>Endang juga menekankan pentingnya memulai dari langkah kecil yang terukur, seperti mengenali karakter lingkungan sekitar. Bagi Endang, langkah awal tidak perlu terlalu ambisius, cukup perlahan namun konsisten.</p>
<p>"Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendirian. Semuanya harus dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan banyak pihak. Pada akhirnya, yang menikmati manfaatnya adalah masyarakat itu sendiri," tambahnya.</p>
<p>Adapun pembina Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra yang hadir bersama Ketua PERBANUSA DPD II Kota Surabaya, Kemal Jamaluddin, menyambut hangat tim TPS 3R Kota Palu. Ia mengapresiasi semangat mereka yang rela menempuh perjalanan panjang, termasuk menggunakan kapal laut selama dua hari.</p>
<p>“Semangat belajar mereka luar biasa. Walaupun jadwal kunjungan sempat molor, mereka tetap antusias, bahkan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendalam,” ujar Adi.</p>
<p>Menurutnya, pengelolaan sampah dan lingkungan harus menjadi bagian integral dari tata kelola kota, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11, yaitu menciptakan kota dan permukiman yang berkelanjutan. Ia juga memberikan tips awal kepada tim Palu untuk fokus pada langkah kecil yang terarah.</p>
<p>“Mulailah dengan rapat koordinasi untuk menentukan gerakan apa yang ingin diwujudkan. Lakukan pemetaan potensi dan hambatan, lalu jalankan program dengan istikomah. Saya yakin, keberuntungan akan berpihak pada mereka yang sungguh-sungguh,” tambahnya.</p>
<p>Kunjungan ini bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pertukaran semangat untuk menciptakan perubahan. Dengan ilmu dan inspirasi yang diperoleh dari Kampoeng Oase Ondomohen, Suharyadi dan timnya siap membawa harapan baru bagi Kelurahan Petobo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sore Bersama Ilustrasi Idiom: Ketika Seni Hitam Putih Menyuarakan Jiwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sore-bersama-ilustrasi-idiom-ketika-seni-hitam-putih-menyuarakan-jiwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sore-bersama-ilustrasi-idiom-ketika-seni-hitam-putih-menyuarakan-jiwa</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Hitam putih itu penuh filosofi. Di balik kesederhanaannya, ada kekuatan untuk menyampaikan pesan yang lebih mendalam,&quot; tegas Roman C. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678258dd7b23e.webp" length="53188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 20:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Roman Chuza, Ridwan SS, Seniman, Seni, AKSERA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Surabaya, kota yang tak pernah lepas dari denyut seni, sore itu menghadirkan pemandangan yang magis di Balai Pemuda. Di tengah denting gitar akustik yang mengalun lembut, seniman-seniman muda berkumpul, memamerkan goresan karya mereka. </p>
<p>Di salah satu sudut, duduklah Roman Chuza dan Ridwan SS, dua sosok di balik 'Komunitas Ilustrasi Idiom'. Keduanya tampak asyik berbincang tentang perjalanan seni, ditemani secangkir kopi dan angin sejuk yang berhembus dari taman di sekitar.</p>
<p>"Komunitas ini lahir bukan hanya karena kecintaan kami pada seni, tetapi juga pada kebersamaan," ujar Roman Sabtu (11/1/2025), sambil tersenyum, ia membuka perbincangan ke dalam cerita panjang mereka.</p>
<p><strong>Roman Chuza: Pewaris Goresan Surrealis dan Penggerak Seni Lokal</strong></p>
<p>Roman Chuza, yang memiliki nama seni Roman C, bukan sekadar seniman biasa. Sebagai anak pertama dari almarhum Achmad Chusnan, pelukis beraliran surrealis yang dikenal dengan teknik hitam putihnya, Roman seolah lahir dengan kanvas dan pensil di tangannya. </p>
<p>"Ayah saya yang merupakan alumni Akademi Seni Rupa Surabaya (AKSERA) adalah inspirasi terbesar dalam hidup saya. Teknik goresan hitam putih yang dia kembangkan kini menjadi bagian dari kurikulum seni di beberapa sekolah," ujarnya, penuh bangga.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678258ea426e9.webp" alt=""></p>
<p>Namun, Roman tak hanya berjalan di atas bayang-bayang ayahnya. Ia juga aktif sebagai anggota organisasi masyarakat OI (Orang Indonesia) yang digagas oleh penyanyi legendaris Iwan Fals, mengurus divisi kesenian di Surabaya. </p>
<p>"Saya percaya seni adalah salah satu cara paling efektif untuk menyuarakan suara masyarakat," tambahnya.</p>
<p>Awal mula kelahiran komunitas yang ia pimpin saat ini terjadi pada September 2023, dimana kala itu Roman bersama Ridwan SS menggagas pameran kolaborasi bertajuk Ilustrasi Idiom di Dewan Kesenian Surabaya (DKS).</p>
<p>"Awalnya hanya pameran kolaborasi biasa. Tapi kemudian, kami merasa ada sesuatu yang lebih besar. Itulah momen kami sepakat untuk membentuk komunitas ini," kenangnya. </p>
<p>Nama Ilustrasi Idiom pun diambil dari tema pameran, mencerminkan eksplorasi ide yang mendalam dan penuh makna.</p>
<p>Roman menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki misi yang unik: mengangkat seni hitam putih agar setara, bahkan melampaui seni warna-warni yang marak saat ini.</p>
<p>"Hitam putih itu penuh filosofi. Di balik kesederhanaannya, ada kekuatan untuk menyampaikan pesan yang lebih mendalam," tegasnya.</p>
<p>Komunitas ini telah mengadakan berbagai pameran, termasuk di DAKESDA (Dewan Kesenian Sidoarjo) pada Juni 2024, yang mengusung tema hitam putih. Tak hanya itu, mereka juga aktif mendukung kesenian lokal dengan memberikan sumbangan alat seni ke sanggar-sanggar kecil, seperti Sanggar Sawung Galing di Jalan Kembang Kuning. </p>
<p>"Kami ingin seni bisa diakses oleh semua orang, terutama generasi muda yang mungkin kesulitan mendapatkan fasilitas," ungkap Roman.</p>
<p><strong>Ridwan SS: Seniman Muda yang Bijak Memilih Peran</strong></p>
<p>Di sisi lain, Ridwan SS adalah sosok seniman muda yang berjiwa besar. Dengan gaya lukis naturalis dan surrealis, Ridwan membawa warna yang berbeda ke dalam komunitas ini. Namun, meski Ridwan adalah sosok penggagas nama dari Ilustrasi Idiom, ia memilih untuk menyerahkan kepemimpinan Komunitas kepada Roman.</p>
<p>"Mas Roman punya pengalaman dan jaringan yang lebih luas. Saya rasa itu keputusan yang bijak untuk komunitas ini," katanya dengan rendah hati.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678258e4278b5.webp" alt=""></p>
<p>Ridwan kemudian menjelaskan filosofi di balik nama Ilustrasi Idiom. 'Ilustrasi Idiom' sendiri mungkin merupakan frasa yang tidak begitu familiar ditelinga masyarakat umum, namun ternyata nama itu memiliki makna yang mendalam.</p>
<p>"Ilustrasi adalah visualisasi ide, sedangkan idiom adalah ungkapan yang kaya makna. Jadi, nama ini menggambarkan bagaimana kami mengekspresikan perasaan dan pandangan hidup melalui seni," jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti gaya dan aliran seni yang diusung komunitas ini. Ridwan menjelaskan bahwa komunitas Ilustrasi Idiom tidak memiliki batasan aliran seni, namun memiliki fokus utama di aliran seni hitam putih.</p>
<p>"Kami tidak membatasi diri. Ada surrealisme, naturalisme, hingga seni konseptual. Tapi ciri khas kami tetap pada eksplorasi seni hitam putih, karena kami percaya keindahan tidak selalu harus penuh warna," ujarnya.</p>
<p>Nantinya, Ridwan berharap Ilustrasi Idiom dapat terus berkembang. Salah satu rencana besar mereka adalah menggelar pameran di Galeri Nasional Raos Batu, Malang, pada 2025. </p>
<p>"Kami ingin seni hitam putih ini dikenal lebih luas, menjadi identitas seni yang tidak hanya dihargai tetapi juga menginspirasi," katanya penuh semangat.</p>
<p><strong>Melampaui Seni, Merajut Kebersamaan</strong></p>
<p>Baik Roman maupun Ridwan sepakat bahwa Komunitas Ilustrasi Idiom adalah lebih dari sekadar kumpulan seniman. Ini adalah gerakan yang mengedepankan kebersamaan, silaturahmi, dan dedikasi untuk mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia. </p>
<p>Mereka bahkan mengalokasikan sebagian hasil pameran untuk kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan mengadakan edukasi seni gratis.</p>
<p>Di akhir perbincangan, Roman menegaskan misi komunitas ini. "Kami ingin seni bisa dirasakan oleh semua orang, baik sebagai pelaku maupun penikmat. Kami percaya seni adalah jembatan yang menyatukan jiwa-jiwa yang berbeda," ujarnya dengan penuh keyakinan.</p>
<p>Ketika senja perlahan turun di Balai Pemuda, Roman dan Ridwan kembali larut dalam obrolan hangat mereka. Di tengah derai tawa dan suara gitar yang masih melantun, terasa jelas bahwa Komunitas Ilustrasi Idiom adalah cerminan dari semangat seni yang tak pernah padam di Kota Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawa Timur: Destinasi Akhir yang Memukau dalam Tur Wisata Kapal Le Lapérouse</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-destinasi-akhir-yang-memukau-dalam-tur-wisata-kapal-le-laperouse</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-destinasi-akhir-yang-memukau-dalam-tur-wisata-kapal-le-laperouse</guid>
<description><![CDATA[ Jawa Timur, destinasi terakhir wisatawan Le Lapérouse, menampilkan keindahan alam, budaya, dan keramahtamahan, menjadi puncak perjalanan wisata keliling Indonesia yang tak terlupakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_67812fe805497.webp" length="67590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 21:47:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kapal Le Lapérouse, Le Lapérouse, Jawa Timur, Adhy Karyono, Konejn Australia, Australia, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Kapal pesiar Le Lapérouse menutup perjalanan wisata keliling Indonesia dengan mengunjungi Jawa Timur sebagai destinasi terakhir. Tur ini memberikan pengalaman budaya yang kaya, dengan wisatawan diajak mengenal keindahan alam dan tradisi lokal, khususnya di Probolinggo dan sekitarnya.</p>
<p>Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan, Jawa Timur memiliki potensi luar biasa, tidak hanya dalam pariwisata, namun juga soal budaya. </p>
<p>“Destinasi kita tidak hanya Bromo. Surabaya memiliki wisata Kota Tua, Mojokerto dengan situs Majapahit, hingga destinasi pantai di Madura dan Bawean. Semua ini mencerminkan kekayaan alam dan budaya Jawa Timur,” ungkap Adhy usai menjalani tur ke Lapal Le Lapérouse, Jumat (10/1/2025).</p>
<p>Adhy juga menyoroti tren peningkatan kunjungan wisatawan. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kunjungan wisatawan mancanegara di Jawa Timur sendiri naik sekitar 50 persen, dan wisatawan domestik naik 77 persen.</p>
<p>"Ini menunjukkan bahwa daya tarik Jawa Timur semakin diakui. Wisata budaya juga menjadi andalan, seperti membatik, seni tari, topeng, dan wayang,” katanya.</p>
<p>Dengan banyaknya potensi budaya dan wisata Jawa Timur, Adhy berharap banyak turis yang akan mengunjungi Jawa Timur, yang secara tidak langsung juga mampu memajukan UMKM di Jawa Timur.</p>
<p>"Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga merasakan kekayaan budaya. Dengan dukungan ekonomi kreatif dan UMKM, kami yakin pariwisata Jawa Timur akan semakin maju," ujarnya.</p>
<p>Sebagai penutup perjalanan di Jawa Timur, wisatawan Kapal Pesiar Le Lapérouse, disambut di pelabuhan Probolinggo dengan pertunjukan Tari Katamoyan, sebuah tarian khas Probolinggo yang dipersembahkan oleh Sanggar Bina Tari Bayu Kencana.</p>
<p>Tari Katamoyan, yang berasal dari istilah Madura “katamayon” atau kedatangan tamu, adalah wujud penghormatan, rasa syukur, dan ungkapan kegembiraan masyarakat terhadap tamu yang datang.</p>
<p>Dengan gerakan lembut namun tegas, Tari Katamoyan mencerminkan karakter khas masyarakat Probolinggo. Tarian ini menggambarkan perpaduan keindahan budaya lokal dan rasa hormat mendalam kepada tamu. </p>
<p>Penampilan tersebut mendapat apresiasi tinggi, termasuk dari Konsul Jenderal Australia Glen Askew. Ia sangat terkesan dengan Tari Katamoyan, baginya penampilan itu ialah bentuk nyata bagaimana seni dan budaya dapat mempererat hubungan antar masyarakat. </p>
<p>"Wisata seperti ini, yang mengenalkan budaya, memungkinkan wisatawan Australia untuk memahami keindahan dan nilai masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur," ujar Glen.</p>
<p>Glen juga memuji pariwisata berbasis budaya sebagai sarana memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Australia. </p>
<p>"Ketika wisatawan kembali ke negara asal, mereka membawa cerita yang mendalam tentang budaya, keindahan, dan keramahan masyarakat Jawa Timur," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tur ke Dalam Le Lapérouse: Kapal Pesiar yang Bawa Wisatawan Manca Negara Menyusuri Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tur-kedalam-le-laperouse-kapal-pesiar-yang-bawa-wisatawan-manca-negara-menyusuri-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tur-kedalam-le-laperouse-kapal-pesiar-yang-bawa-wisatawan-manca-negara-menyusuri-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Le Lapérouse, kapal pesiar mewah, membawa wisatawan menikmati Bromo dan budaya Jawa Timur, berakhir dengan penyambutan tarian tradisional di pelabuhan Probolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_678124361fb1f.webp" length="27442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 21:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Le Lapérouse, Kapal Le Lapérouse, Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, Selat Madura, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah birunya lautan Selat Madura, Jumat pagi yang cerah, kapal pesiar mewah Le Lapérouse milik Ponant Australia menjadi pusat perhatian. Kapal ekspedisi kecil ini membawa 155 wisatawan dari Australia untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Jawa Timur, dengan destinasi utama mereka, yaitu Gunung Bromo.</p>
<p>Sementara para wisatawan tengah menikmati keajaiban matahari terbit di Bromo dan mengagumi budaya lokal di kawasan Tengger, rombongan pejabat dan tamu undangan, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari, Konsul Jenderal Australia Glen Askew, serta awak medi dijemput menggunakan kapal kecil untuk melakukan tur eksklusif ke atas Le Lapérouse.</p>
<p><strong>Mengintip Kemewahan Le Lapérouse</strong></p>
<p>Tur dimulai dengan penyambutan ramah oleh Kapten Thomas McCandless dan kru di area kolam renang kapal tersebut. Thomas menjelaskan bahwa Le Lapérouse dirancang untuk memberikan pengalaman mewah namun tetap ramah lingkungan.</p>
<p>"Kapal ini memiliki panjang 131 meter dan lebar 18 meter, dengan kapasitas maksimum 180 penumpang serta kru yang berjumlah sekitar 122 orang," ujar Thomas, Jumat (10/1/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678121b844ddf.webp" alt=""></p>
<p>Usai Sambutan hangat itu, para tamu diajak menjelajahi berbagai fasilitas kapal, dimulai dari Blue Eye Lounge, ruang bawah air dengan jendela besar yang memungkinkan tamu melihat kehidupan laut.</p>
<p>“Fasilitas ini dirancang untuk membawa pengalaman eksplorasi laut yang unik. Dengan efek suara bawah air, tamu bisa merasakan kehidupan laut dari perspektif yang berbeda,” jelas McCandless.</p>
<p>Tur berlanjut ke area kabin yang semuanya memiliki balkon pribadi, memberikan privasi sekaligus pemandangan indah laut lepas. Bahkan para tamu juga sempat diajak untuk masuk Anjungan Kapal atau Bridge.</p>
<p>Menariknya, Pj Gubernur Jatim dan Konsul Jenderal Australia Glen Askew diberikan kesempatan untuk duduk di bangku Kapten. Sembari menggunakan topi kapten, Adhy Karyono memberikan komentar menggelitik saat mencoba alat binokular.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_678121a779afa.webp" alt=""></p>
<p>"Dari sini Gunung Bromo kelihatan engga?" celetuk Adhy yang diikuti tawa para tamu lain.</p>
<p>Usai menjelajahi berbagai area kapal, para tamu diajak untuk makan dan beristirahat sejenak di ruang makan kapal mewah tersebut. Dalam kesempatan itu, Mick Fogg, Direktur Ekspedisi Ponant Australia, menjelaskan, bahwa dengan adanya lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menjadi tujuan yang ideal menjadi destinasi wisata mereka.</p>
<p>"Dari lanskap Gunung Bromo yang dramatis hingga surga laut Raja Ampat yang semarak, Indonesia menawarkan petualangan yang dinanti. Kita ingin membawa wisatawan untuk tidak hanya berwisata, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, alam, hingga budaya," kata Mick, yang datang secara khusus dari Sydney untuk acara itu. </p>
<p>Ponant Australia telah mengoperasikan pelayaran ekspedisi mewah di seluruh Indonesia sejak tahun 2014 dengan rencana perjalanan mengunjungi Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Nugini Barat. </p>
<p>Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menanggapi dengan hal tersebut dengan antusias. Baginya, momen seperti itu adalah peluang besar untuk mengenalkan keanekaragaman budaya Jawa Timur kepada dunia.</p>
<p>"Melalui kolaborasi seperti ini, pariwisata kita bisa semakin dikenal. Jadi kita juga harus semangat untuk merawat juga menyuguhkan nilai ini ke tamu-tamu yang datang ke Jawa Timur," ucapnya.</p>
<p>Seusai berbincang, tak terasa tur sudah berada di penghujung waktu. Kapal kecil mulai membawa rombongan kembali ke pelabuhan Probolinggo. Bersamaan dengan itu, para wisatawan yang baru saja menyelesaikan kunjungan mereka di Gunung Bromo juga tiba di pelabuhan.</p>
<p>Para wisatawan disambut dengan hangat oleh pertunjukan tarian tradisional Jawa Timur yang telah disiapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Tarian ini memikat para tamu dan memberikan kesan mendalam tentang budaya lokal yang kaya. </p>
<p>Konsul Jenderal Australia Glen Askew bersama Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono turut menikmati pertunjukan ini, menandai penutupan tur tersebut.</p>
<p>"Pariwisata seperti ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga mempererat hubungan antar masyarakat," ujar Glen.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberhasilan program PRIM, proyek dukungan Australia yang meningkatkan akses jalan menuju destinasi wisata seperti Gunung Bromo.</p>
<p><strong>Menuju Masa Depan Pariwisata Jawa Timur</strong></p>
<p>Dengan rencana 13 pelayaran ke Indonesia pada tahun 2025, Ponant Australia menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan Indonesia, termasuk Jawa Timur, sebagai destinasi utama wisata utama armada mereka.</p>
<p>Justin Friend, Direktur Austronesian Expedition Services, kolaborasi seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman istimewa bagi wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal. </p>
<p>"Interaksi langsung antara wisatawan dan penduduk setempat adalah kunci untuk membangun hubungan yang bermakna," ujarnya.</p>
<p>Saat senja tiba, para tamu mulai kembali ke kapal, membawa pengalaman yang tak terlupakan. Sementara Le Lapérouse tetap berdiri megah di tengah Selat Madura, kapal ini menjadi simbol sinergi antara pariwisata dan budaya, membuka pintu lebar bagi masa depan pariwisata Jawa Timur yang penuh potensi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mambaul Ulum Bata&amp;Bata Gandeng HPAI Surabaya Gelar Seminar Pengelolaan Kebersihan dan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mambaul-ulum-bata-bata-gandeng-hpai-surabaya-gelar-seminar-pengelolaan-kebersihan-dan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mambaul-ulum-bata-bata-gandeng-hpai-surabaya-gelar-seminar-pengelolaan-kebersihan-dan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan mengubah sampah menjadi berkah, menjadikan lingkungan sebagai ibadah, dan menciptakan konsep eduwisata ecopesantren yang berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_677e8196d909e.webp" length="40888" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 21:50:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren, Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, HPAI, SDGs, DLH, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai keagamaan, selama ini identik dengan pembentukan karakter moral dan keilmuan agama. Namun, seiring waktu, pesantren mulai bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang menawarkan solusi konkret untuk berbagai masalah sosial, termasuk isu lingkungan. </p>
<p>Di Kabupaten Pamekasan, Madura, salah satu pesantren menunjukkan bagaimana kesadaran lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan santri, melalui langkah-langkah inovatif yang berdampak nyata.</p>
<p>Dalam upaya tersebut, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata memperlihatkan komitmennya dengan membentuk Satgas Lingkungan Hidup Bata-Bata (Satgas LHB). Organisasi ini mengusung visi menciptakan pesantren sebagai kawasan eduwisata ecopesantren yang berkelanjutan. </p>
<p>Sebagai bagian dari gerakan ini, Satgas LHB menyelenggarakan seminar bertajuk “Pengelolaan Lingkungan dan Kebersihan”, menghadirkan Supriyanto dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan dan Adi Candra dari Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2000 santri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_677e819c56204.webp" alt=""></p>
<p>Dalam seminar tersebut, Supriyanto menyampaikan pentingnya memulai pengelolaan lingkungan dari diri sendiri. Dirinya berpesan untuk memberikan dorongan kepada para santri untuk melihat potensi di balik limbah yang ada di sekitar mereka.</p>
<p>"Pengelolaan sampah, khususnya di lingkungan pesantren, harus dilakukan bersama-sama. Sampah bukanlah masalah atau musibah, tetapi bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik," ujar Supriyanto, Rabu (8/1/2025).</p>
<p>Adi Candra, sebagai pembicara utama dalam seminar, memberikan apresiasi besar terhadap inisiatif pesantren ini. Ia mengatakan bahwa semangat pengolahan sampah penting guna mendukung target pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>"Jika kita mampu mengelola sampah organik dan anorganik secara optimal, ini akan menjadi langkah besar menuju kota dan permukiman yang lebih berkelanjutan," kata Adi.</p>
<p>"Kita akan semakin dekat dengan target pembangunan berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDG's), yaitu Target no. 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), no. 2 (Tanpa Kelaparan) dan no. 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x_677e81a264fc7.webp" alt=""></p>
<p>Selain materi yang disampaikan, seminar ini juga menghadirkan demonstrasi alat Mini Composter Serbaguna. Alat ini dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos padat dan cair, yang bisa digunakan untuk budidaya urban farming seperti tanaman sayur dan buah. </p>
<p>“Dengan alat sederhana ini, kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan manfaat yang nyata bagi kehidupan sehari-hari,” jelas Adi.</p>
<p>Komitmen Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dalam gerakan lingkungan ini tidak berhenti pada kegiatan seminar, satgas LHB yang diketuai oleh Ustadz Herianto, dan Ustadz Nurul Hidayat, sebagai Dewan Ma'hadiyah Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata juga berencana menjadikan pesantren sebagai pusat edukasi lingkungan.</p>
<p>“Gerakan ini bukan hanya untuk pesantren, tetapi juga untuk masyarakat di sekitarnya. Jika pesantren bisa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, itu akan membawa manfaat yang lebih luas. Kami ingin menanamkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah,” ujar Harianto.</p>
<p>Langkah yang diambil oleh pesantren ini memberikan contoh nyata bagaimana solusi lokal dapat menjawab tantangan global. Dengan melibatkan seluruh elemen pesantren, dari santri hingga pengurus, Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata tidak hanya mendidik generasi yang peduli lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih besar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Karya Seni Lukis Hiasi Kantor DPRD Kota Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-karya-seni-lukis-hiasi-kantor-dprd-kota-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-karya-seni-lukis-hiasi-kantor-dprd-kota-malang</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan pameran tersebut mengusung tema &quot;Freedom of Expression&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202501/image_870x580_677cd7cf0d634.webp" length="39272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 15:01:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran, Malang, DPRD, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Kota Malang menjadi tuan rumah pameran lukisan bertajuk "Freedom of Expression." Kegiatan itu digelar di lobby hall gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Selasa (7/1/2025).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan kali ke-9 yang diinisiasi oleh komunitas Asta Citra Perupa Malang (ACPM). Pelaksanaannya mulai dari tanggal 6-12 Januari 2025.</p>
<p>Pameran ini melibatkan lebih dari 38 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur. Termasuk Kabupaten Malang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, dan Kota Surabaya. Total ada 72 karya seni yang dipamerkan.</p>
<p>Meski diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak pengunjung, rata-rata pengunjung setiap harinya hanya berkisar 20 hingga 30 orang. Hal itu menggambarkan masih minimnya apresiasi masyarakat Kota Malang terhadap seni lukis.</p>
<p>Kendati demikian, Ketua ACPM, R. Bambang Rhandika Santosa tetap berkomitmen terus menyelenggarakan pameran. Apa pun kondisinya. Hal itu demi membangkitkan kreativitas pelukis dan membawa nama Kota Malang ke tingkat yang lebih luas.</p>
<p>“Dukungan dari DPRD Kota Malang juga sangat berarti, dengan pihak DPRD memberikan bantuan dan dukungan bagi pelaksanaan acara ini,” ucapnya, Selasa (7/1/2025).</p>
<p>Meski begitu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengapresiasi digelarnya kegiatan pameran tersebut. Dia juga mengapresiasi setiap seniman dari berbagai daerah yang mau terlibat dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu berharap, pameran itu dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lebih banyak kegiatan seni dan budaya di Kota Malang. Kegiatan semacam itu dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni lukis.</p>
<p>"Kegiatan ini bukan hanya menghidupkan semangat berkesenian, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kebebasan berekspresi, yang merupakan hak fundamental setiap individu, termasuk seniman," ucap wanita lulusan Universitas Negeri Malang itu, Selasa (7/1/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Film The Prosecutor: Aksi, Drama, dan Dedikasi Hukum yang Menampilkan Donnie Yen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-film-the-prosecutor-aksi-drama-dan-dedikasi-hukum-yang-menampilkan-donnie-yen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-film-the-prosecutor-aksi-drama-dan-dedikasi-hukum-yang-menampilkan-donnie-yen</guid>
<description><![CDATA[ Donnie Yen kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai bintang aksi serbaguna melalui film terbarunya, The Prosecutor (2024) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67736dc573981.webp" length="11152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 22:03:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, The Prosecutor, Film Bioskop, Sinema, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Donnie Yen kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai bintang aksi serbaguna melalui film terbarunya, <em>The Prosecutor</em> (2024), yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 1 Januari 2025. Tidak hanya berperan sebagai protagonis utama, Yen juga mengambil alih posisi sutradara dan produser, menandai langkah ambisius dalam kariernya.</p>
<p>Dalam screening perdana yang diadakan pada Senin, 30 Desember 2024, <em>The Prosecutor</em> menyajikan kombinasi menarik antara thriller hukum dan adegan aksi yang khas. Film ini mengikuti Fok Chi Ho, mantan polisi yang beralih menjadi jaksa, setelah frustrasi dengan celah hukum yang membiarkan para penjahat lolos dari keadilan. Dibuka dengan adegan baku tembak yang memikat, film ini langsung menarik perhatian penonton.</p>
<p>Cerita berfokus pada misi Fok untuk memperbaiki sistem hukum yang cacat. Dia terlibat dalam kasus seorang pemuda dari keluarga miskin, yang dijebak dalam tuduhan narkoba dan dipaksa mengaku bersalah. Dengan naluri tajam dan rasa keadilan yang mendalam, Fok menyadari adanya kejanggalan dalam kasus ini. Penyelidikannya mengungkap jaringan konspirasi yang melibatkan sindikat kejahatan dan seorang eksekutif hukum yang korup.</p>
<p>Sebagai sutradara sekaligus bintang utama, Yen menghadirkan koreografi aksi yang memukau. Salah satu adegan paling menonjol adalah pertarungan di atap gedung melawan lebih dari sepuluh preman, yang mengingatkan penonton pada gaya bertarungnya di <em>Ip Man</em>. Selain itu, ada adegan menegangkan di dalam kereta bawah tanah yang menampilkan berbagai teknik bela diri dan penggunaan senjata, seperti palu dan pecahan kaca, yang membuat penonton terpaku.</p>
<p>Meskipun <em>The Prosecutor</em> kaya akan aksi, film ini juga menghadirkan karakter Fok sebagai sosok inspiratif dengan dedikasi untuk mencari kebenaran. Penampilan Kent Cheng sebagai jaksa senior dan Michael Hui sebagai hakim menambah kedalaman cerita, meskipun beberapa elemen drama hukum terasa agak bertele-tele.</p>
<p>Namun, film ini memiliki kelemahan; narasinya cenderung menyederhanakan kompleksitas sistem hukum Hong Kong, dan fokus yang besar pada aksi membuat elemen drama kehilangan bobot emosionalnya.</p>
<p>Bagi penggemar film aksi Mandarin, <em>The Prosecutor</em> menawarkan nostalgia dengan kehadiran bintang veteran seperti Francis Ng, Ray Lui, dan Mark Cheng, yang meskipun tidak memiliki peran mendalam, memperkaya dinamika cerita.</p>
<p>Secara keseluruhan, <em>The Prosecutor</em> berhasil menghibur berkat adegan aksinya yang menakjubkan dan karisma Donnie Yen. Bagi mereka yang mencari hiburan seru dengan pesan moral yang ringan, film ini menjadi pilihan yang layak untuk menyambut tahun baru 2025. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Gowok Kamasutra Jawa, Edukasi Seksualitas Tradisional Siap Memikat di Festival Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-gowok-kamasutra-jawa-edukasi-seksualitas-tradisional-siap-memikat-di-festival-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-gowok-kamasutra-jawa-edukasi-seksualitas-tradisional-siap-memikat-di-festival-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Film &quot;Gowok Kamasutra Jawa&quot; karya Hanung Bramantyo kini tengah menjadi sorotan di kalangan pecinta film Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6773922b98b34.webp" length="14946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 20:02:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Gowok Kamasutra Jawa, Daftar Pemain, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film "Gowok Kamasutra Jawa" karya Hanung Bramantyo kini tengah menjadi sorotan di kalangan pecinta film Indonesia. Dengan tema unik yang mengangkat edukasi seksualitas tradisional Jawa, film ini tidak hanya menarik, tetapi juga akan bersaing di festival film internasional.</p>
<p><strong>Pemeran Terkenal</strong></p>
<p>Film ini menampilkan sejumlah aktor dan aktris ternama, termasuk Reza Rahadian dan Raihaanun yang dipertemukan kembali. Berikut adalah daftar pemain utama dalam "Gowok Kamasutra Jawa":</p>
<ul>
<li>Raihaanun</li>
<li>Reza Rahadian</li>
<li>Lola Amaria</li>
<li>Devano Danendra</li>
<li>Alika Jantinia</li>
<li>Ali Fikry</li>
<li>Nayla Purnama</li>
<li>Donny Damara</li>
<li>Djenar Maesa Ayu</li>
<li>Slamet Rahardjo</li>
<li>Ady Bisl</li>
</ul>
<p><strong>Jadwal Tayang dan Festival</strong></p>
<p>"Gowok Kamasutra Jawa" dijadwalkan tayang perdana di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025, yang akan berlangsung dari 30 Januari hingga 9 Februari 2025. Film ini akan bersaing dengan 12 film lainnya dari berbagai negara. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai penayangan di bioskop Indonesia, biasanya film akan dirilis setelah festival.</p>
<p><strong>Sinopsis Menarik</strong></p>
<p>Film ini mengisahkan seorang perempuan yang berperan sebagai dukun seks bagi calon pengantin laki-laki pada periode 1955 hingga 1965. Dia mengajarkan cara membahagiakan istri dalam hubungan intim berdasarkan kitab-kitab kuno, seperti Centhini dan Nitimani. Namun, profesi ini menjadi hilang pasca-peristiwa 1965 karena dianggap sebagai praktik pelacuran terselubung, dan kini hanya menjadi legenda.</p>
<p>Jika kamu penasaran dengan film ini, jangan lewatkan untuk menontonnya saat tayang di bioskop! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popmama.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pindah ke Legal, Ini 5 Platform Nonton Film Online Terbaik sebagai Alternatif IDLIX</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pindah-ke-legal-ini-5-platform-nonton-film-online-terbaik-sebagai-alternatif-idlix</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pindah-ke-legal-ini-5-platform-nonton-film-online-terbaik-sebagai-alternatif-idlix</guid>
<description><![CDATA[ Menonton film secara online kini menjadi salah satu cara hiburan yang populer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67711c9f90eb1.webp" length="28232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 21:07:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Legal, Film Online, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Menonton film secara online kini menjadi salah satu cara hiburan yang populer. Dengan akses ke berbagai film dan serial dari dalam dan luar negeri, pengalaman menonton bisa sangat menyenangkan.</p>
<p>Namun, penting untuk diingat bahwa platform seperti IDLIX sebenarnya merupakan layanan ilegal yang dapat mengancam perangkatmu dengan virus dan malware. Oleh karena itu, beralihlah ke platform yang legal untuk menikmati konten dengan aman.</p>
<p>Berikut adalah lima alternatif link nonton film online terbaik yang bisa kamu coba:</p>
<ol>
<li>
<p><strong>Netflix</strong><br><a href="https://www.netflix.com/">netflix.com</a><br>Netflix adalah layanan streaming berbasis langganan yang menawarkan beragam konten, mulai dari film, acara TV, hingga dokumenter. Setelah berlangganan, pengguna dapat mengunduh konten untuk ditonton secara offline. Netflix juga menampilkan banyak <em>original</em> serta film dan serial dari berbagai belahan dunia, termasuk drama Korea.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Disney+ Hotstar</strong><br><a href="https://www.hotstar.com/">hotstar.com</a><br>Platform ini menyediakan ribuan film dan serial, termasuk konten Hollywood dan drama Korea. Disney+ Hotstar menawarkan berbagai paket berlangganan, baik bulanan maupun tahunan, dan dapat diakses di perangkat Android dan iOS. Selain konten dari Walt Disney, platform ini juga memiliki banyak film luar negeri.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Viu</strong><br><a href="https://www.viu.com/">viu.com</a><br>Jika kamu penggemar drama Korea, Viu bisa menjadi pilihan yang tepat. Platform ini menawarkan koleksi drama yang beragam dan bisa ditonton secara offline. Dengan biaya langganan yang terjangkau, Viu juga menyediakan beberapa konten gratis. Mayoritas kontennya mencakup serial drama Asia, anime, dan acara hiburan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Prime Video</strong><br><a href="https://www.primevideo.com/">primevideo.com</a><br>Prime Video adalah layanan streaming yang menyajikan film dan serial dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Untuk mengakses konten, pengguna perlu berlangganan. Meski didominasi oleh film dan serial barat, Prime Video juga memiliki beberapa fitur seperti subtitle dan resolusi 4K, meski tidak semua perangkat mendukungnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>iFlix</strong><br><a href="https://www.iflix.com/">iflix.com</a><br>Berbeda dengan IDLIX, iFlix adalah platform nonton film online yang legal. Layanan ini menyediakan akses gratis dan berlangganan, menawarkan berbagai konten film dari genre horor, romance, hingga drama Korea, termasuk banyak serial Indonesia.</p>
</li>
</ol>
<p>Dengan beralih ke platform legal, kamu tidak hanya menikmati film dengan aman, tetapi juga mendukung industri perfilman. Selamat menonton! (**)</p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surga Tersembunyi, Wisata Glamping Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surga-tersembunyi-wisata-glamping-jolotundo-nganjuk-diserbu-ribuan-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surga-tersembunyi-wisata-glamping-jolotundo-nganjuk-diserbu-ribuan-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_677151facd251.webp" length="70446" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 20:44:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jelang liburan panjang, Tahun Baru 2025, Destinasi Wisata, Surga Tersembunyi, Gunung Wilis, Wisata Glamping Jolotundo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sebuah kota kecil di Jawa Timur, semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik. Salah satu tempat yang kini menjadi favorit para wisatawan adalah Wisata Glamping Jolotundo.</p>
<p>Terletak di kawasan pegunungan yang sejuk dan dikelilingi oleh alam yang asri, tempat ini menawarkan pengalaman glamping (glamorous camping), yang memadukan kenyamanan dan keindahan alam.</p>
<p>Jika Anda mencari tempat untuk berlibur yang menyuguhkan ketenangan dan keindahan, Glamping Jolotundo adalah pilihan yang tepat.</p>
<p>Pasalnya, waktu memasuki kawasan Jolotundo, kamu langsung disambut angin sepoi-sepoi dan aroma khas hutan pinus. Udara di sini dijamin bikin pikiran lebih fresh!</p>
<p>Meskipun gemercik suara air sungai yang mengalir di sekitar area bikin suasana makin syahdu. Cocok <em>banget</em> buat kamu yang pengen break dari rutinitas dan hiruk-pikuk kota.</p>
<p>Selain itu kalian bisa <em>ngerasain</em> serunya glamping (glamorous camping), camping anti ribet tapi tetap berkesan. </p>
<p>Glamping Jolotundo menawarkan pengalaman berkemah yang berbeda dari camping biasa. Dengan tenda-tenda mewah yang sudah dilengkapi dengan fasilitas modern, para pengunjung bisa menikmati liburan di tengah alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan.</p>
<p>Setiap tenda dilengkapi dengan kasur empuk, lemari, penerangan, serta beberapa fasilitas lainnya seperti listrik dan Wi-Fi, sehingga Anda tetap bisa bersantai dengan kenyamanan ala hotel bintang lima.</p>
<p>Selain itu, terdapat juga fasilitas pendukung lainnya seperti area barbekyu, gazebo, dan tempat berkumpul yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menikmati suasana api unggun di malam hari sambil berbincang dengan teman atau keluarga, menciptakan kenangan tak terlupakan.</p>
<p>Wisatawan yang berkunjung ke Glamping Jolotundo tidak hanya bisa menikmati kenyamanan tenda glamping, tetapi juga berbagai aktivitas seru yang tersedia di sekitar lokasi.</p>
<p>Informasi yang dihimpun di Lapangan, lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan pada libur Natal 2024 dan tahun baru 2025. Suasana di objek wisata ini terlihat sangat ramai, dengan banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai daerah.</p>
<p>Sementara itu, pengelola Jolotundo Riska Afriana kepada Suarajatimpost menjelaskan, tempat wisata ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan selama libur natal.</p>
<p>Peningkatan hampir 40 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa, terutama saat weekend dengan jumlah pengunjung seribu hingga 2 ribu pengunjung.</p>
<p>"Namun saat ini, jumlah pengunjung yang tercatat mencapai lebih dari 3 ribu orang," ujarnya Minggu (29/12/2024).</p>
<p>Menurutnya, lonjakan pengunjung ini sudah terlihat sejak menjelang hari Natal, pada tanggal 23 Desember, jumlah pengunjung mulai membludak, dan hingga hari ini, petugas terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.</p>
<p>"Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana alam yang asri, dengan sebagian besar memilih spot camp atau tenda yang berada di tepi sungai," ucapnya. </p>
<p>Lanjut Riska, spot tersebut memang menjadi pilihan utama wisatawan dari berbagai daerah, termasuk masyarakat setempat, lebih memilih untuk menyewa tenda di dekat sungai untuk beristirahat atau bersantai selama tiga jam.</p>
<p>Fasilitas yang ditawarkan di Jolotundo sangat lengkap untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan. Terdapat 70 tenda untuk tempat beristirahat, penyewaan kuda, toilet, tempat makan, hingga tempat santai yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan alam yang hijau. </p>
<p>"Selain itu, ada juga pelayanan khusus bagi pengunjung disabilitas. Wisata Jolotundo cocok untuk semua kalangan, baik keluarga, pasangan, maupun rombongan. Tempat ini memberikan pengalaman liburan yang berbeda, jauh dari keramaian kota,” ujar Riska.</p>
<p>Akses ke Glamping Jolotundo juga cukup mudah dijangkau. Hanya memerlukan perjalanan sekitar 2-3 jam dari Kota Surabaya, sudah bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa. Jalan menuju lokasi sudah cukup baik, sehingga wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dapat dengan mudah mencapai destinasi ini.</p>
<p>Glamping Jolotundo menjadi pilihan yang sempurna untuk liburan bersama keluarga, teman, atau pasangan. Dengan suasana yang tenang dan fasilitas lengkap, tempat ini cocok untuk mereka yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.</p>
<p>Pengalaman berkemah yang nyaman, ditambah dengan keindahan alam dan berbagai aktivitas seru, menjadikan Glamping Jolotundo sebagai destinasi wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Nganjuk.</p>
<p>Wisata Glamping Jolotundo di Nganjuk menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dan tak terlupakan. Dengan paduan alam yang menakjubkan, fasilitas glamping yang mewah, dan beragam aktivitas seru, destinasi ini siap memanjakan Anda yang ingin melepas penat dan menikmati kedamaian alam.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan liburan Anda dan jadikan Glamping Jolotundo sebagai tujuan wisata utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penantian Panjang, &amp;apos;The Batman 2&amp;apos; Diundur ke 2027, Siapkan Diri untuk Kembali ke Gotham!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penantian-panjang-the-batman-2-diundur-ke-2027-siapkan-diri-untuk-kembali-ke-gotham</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penantian-panjang-the-batman-2-diundur-ke-2027-siapkan-diri-untuk-kembali-ke-gotham</guid>
<description><![CDATA[ Warner Bros. baru saja mengumumkan perubahan signifikan dalam jadwal rilis film-film mendatang, termasuk penantian para penggemar untuk sekuel The Batman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67711a4aae82e.webp" length="13686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 19:08:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>The Batman 2, Film, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Warner Bros. baru saja mengumumkan perubahan signifikan dalam jadwal rilis film-film mendatang, termasuk penantian para penggemar untuk sekuel <em>The Batman</em>, yang kini dijadwalkan tayang pada 1 Oktober 2027.</p>
<p>Awalnya, film yang disutradarai oleh Matt Reeves dan dibintangi oleh Robert Pattinson ini direncanakan rilis pada 2 Oktober 2026.</p>
<p>Perubahan ini merupakan bagian dari strategi Warner Bros. untuk mengoptimalkan peluncuran film di tengah persaingan yang ketat di industri hiburan.</p>
<p>Meskipun kabar ini mengecewakan bagi banyak penggemar, studio berjanji bahwa penundaan ini akan memberikan tim produksi lebih banyak waktu untuk menyempurnakan film.</p>
<h3>Rencana dan Tema Film</h3>
<p><em>The Batman 2</em> akan melanjutkan kisah Robert Pattinson sebagai vigilante ikonik Gotham City. Produksi film dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025.</p>
<p>Sutradara Matt Reeves menyatakan bahwa ia ingin memperluas semesta Gotham yang telah dibangun dalam film pertama.</p>
<p>"Masih banyak yang bisa dieksplorasi di dunia ini," ujar Reeves, menambahkan bahwa film ini akan menggali tema-tema penting seperti keadilan, korupsi, dan dampak psikologis menjadi seorang pahlawan.</p>
<h3>Film Lain yang Terpengaruh</h3>
<p>Selain <em>The Batman 2</em>, Warner Bros. juga mengubah jadwal rilis beberapa film besar lainnya. <em>Mickey 17</em>, karya sutradara Bong Joon Ho yang juga dibintangi Pattinson, kini dijadwalkan tayang pada 7 Maret 2025.</p>
<p>Sementara itu, <em>Sinners</em>, yang disutradarai oleh Ryan Coogler dan dibintangi Michael B. Jordan, akan dirilis pada 18 April 2025. Perubahan jadwal ini sebagian besar disebabkan oleh tantangan logistik, termasuk kelangkaan fasilitas pascaproduksi untuk <em>Sinners</em>.</p>
<h3>Antisipasi Tinggi</h3>
<p>Penundaan rilis <em>The Batman 2</em> berarti penggemar harus menunggu hingga lima tahun setelah perilisan film pertama pada 2022.</p>
<p>Film pertama sukses besar dengan nuansa gelap, karakter yang kompleks, dan visual yang memukau, mendefinisikan ulang genre superhero.</p>
<p>Sekuel ini diharapkan akan melanjutkan tradisi tersebut, memperdalam kisah Gotham yang misterius dan menegangkan.</p>
<p>Dengan perubahan jadwal ini, <em>The Batman 2</em> kini menjadi salah satu film paling dinantikan di tahun 2027.</p>
<p>Dengan sutradara visioner dan penampilan menawan dari Robert Pattinson, sekuel ini diyakini akan semakin memperkuat warisan Batman di layar lebar.</p>
<p>Antusiasme untuk film ini terus meningkat, menjadikannya salah satu proyek terpenting dalam jagat sinema DC. (**)</p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siap&amp;Siap! 11 Anime Seru yang akan Menggebrak 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siap-siap-11-anime-seru-yang-akan-menggebrak-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siap-siap-11-anime-seru-yang-akan-menggebrak-2025</guid>
<description><![CDATA[ Dengan berakhirnya tahun 2024, penggemar anime bersiap menyambut deretan judul menarik yang akan hadir di tahun 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676e3a8fd1587.webp" length="46122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 07:02:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Rekomendasi Anime, Anime, Film Anime, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Dengan berakhirnya tahun 2024, penggemar anime bersiap menyambut deretan judul menarik yang akan hadir di tahun 2025. Crunchyroll, sebagai salah satu platform favorit, akan menayangkan banyak anime seru yang patut ditunggu, termasuk season ke-4 dari <em>Dr. Stone</em>. Catat tanggal rilisnya agar tidak ketinggalan momen seru ini!</p>
<ol>
<li><strong>Dr. Stone: Science Future</strong> (9 Januari 2025)<br>Setelah pertempuran di Pulau Harta Karun, Senku dan timnya kembali ke Kerajaan Sains dengan misi ambisius menuju bulan. Mereka harus menjelajahi Amerika untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Dengan kekuatan tim dan sains, mereka berjuang untuk menyelamatkan umat manusia!</li>
<li><strong>Anyway, I'm Falling in Love with You</strong> (9 Januari 2025)<br>Berlatar tahun 2020, Mizuha merayakan ulang tahun ke-17 yang sangat mengecewakan. Dengan orang tuanya yang melupakan hari spesialnya dan segala rencananya yang dibatalkan karena wabah, harapannya mulai pupus hingga teman masa kecilnya, Mizuki, mengajaknya berkencan.</li>
<li><strong>The Daily Life of a Middle-Aged Online Shopper in Another World</strong> (9 Januari 2025)<br>Kenichi Hamada, seorang ilustrator paruh baya, tiba-tiba tersedot ke dunia lain. Ia terbangun di hutan berbahaya, namun menemukan situs belanja online yang membantunya bertahan hidup. Bergabunglah dengan Kenichi dalam pencariannya mencari ketenangan di dunia baru!</li>
<li><strong>I May Be a Guild Receptionist, but I’ll Solo Any Boss to Clock Out on Time</strong> (10 Januari 2025)<br>Alina menemukan pekerjaan impiannya sebagai resepsionis guild, tetapi hal ini segera berubah menjadi malam-malam kerja lembur. Frustrasi, Alina mulai mengalahkan para bos dengan kemampuannya dan mendapatkan julukan "Algojo". Dapatkah dia menjaga rahasia identitasnya?</li>
<li><strong>Welcome to Japan, Ms. Elf!</strong> (10 Januari 2025)<br>Kitase Kazuhiro, seorang pria dewasa yang lebih suka tidur, terbangun dengan seorang gadis elf di sampingnya setelah mengalami serangan naga. Ia terjebak dalam petualangan yang mengubah hidupnya!</li>
<li><strong>Farmagia</strong> (10 Januari 2025)<br>Di Felicidad, para petani yang dikenal sebagai Farmagia berjuang melawan tirani penguasa baru setelah kematian Magus Diluculum. Bersama teman-temannya dan monster-monster yang mereka pelihara, mereka bertekad mempertahankan kemerdekaan mereka.</li>
<li><strong>Toilet-bound Hanako-kun Season 2</strong> (11 Januari 2025)<br>Nene Yashiro dan Kou Minamoto bekerja sama dengan Hanako-san untuk mengungkap pengkhianat di antara Tujuh Keajaiban Akademi Kamome. Mereka harus memecahkan misteri sebelum waktu habis!</li>
<li><strong>I Left My A-Rank Party to Help My Former Students Reach the Dungeon Depths!</strong> (11 Januari 2025)<br>Setelah dikhianati oleh kelompoknya yang berperingkat A, penyihir Yuke bertemu kembali dengan mantan muridnya. Bersama mereka, ia berusaha menaklukkan ruang bawah tanah terbesar di dunia.</li>
<li><strong>The 100 Girlfriends Who Really, Really, Really, Really, REALLY Love You Season 2</strong> (12 Januari 2025)<br>Setelah ditolak 100 kali, Rentaro Aijo berdoa di kuil dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan 100 orang yang ditakdirkan untuknya. Namun, ada risiko fatal jika mereka tidak saling mencintai.</li>
<li><strong>The Red Ranger Becomes an Adventurer in Another World</strong> (12 Januari 2025)<br>Togo Asagaki, mantan Red Ranger, terlahir kembali di dunia baru sebagai petualang. Kini, ia melanjutkan perjuangannya untuk keadilan sambil membantu orang-orang di sekitarnya.</li>
<li><strong>Re:ZERO -Starting Life in Another World- Season 3</strong> (5 Februari 2025)<br>Setahun setelah kemenangan Subaru, kehidupan yang damai terganggu oleh surat yang mengundang Emilia ke Kota Watergate. Perjalanan ini membawa krisis yang memaksa Subaru menghadapi nasib yang kejam.</li>
</ol>
<p>Siapkan diri Anda untuk menyambut berbagai anime menarik yang akan mengisi waktu libur tahun baru Anda! Pastikan untuk menantikan rilis <em>Dr. Stone</em> dan banyak judul lainnya yang dijamin akan menghibur. (**)</p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p>Editor: Ali Wafa</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liburan Nataru, Kebun Binatang Surabaya Suguhkan Edukasi dan Hiburan Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liburan-nataru-kebun-binatang-surabaya-suguhkan-edukasi-dan-hiburan-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liburan-nataru-kebun-binatang-surabaya-suguhkan-edukasi-dan-hiburan-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ “Kami mengusung tema ‘Marilah Bergembira Ria Bersama pada Libur Natal &amp; Tahun Baru di KBS.’ Harapannya, pengunjung tidak hanya menikmati hiburan tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru tentang satwa,” ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676eaf4b9842c.webp" length="90432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 22:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, PDTS KBS, Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), kembali hadir dengan beragam aktivitas menarik yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Bukan hanya tempat melihat satwa, KBS kini menawarkan pengalaman lengkap yang memadukan hiburan, edukasi, dan budaya.</p>
<p>Lintang Ratri Sunarwidhi, Kepala Seksi Humas PDTS KBS, mengatakan, manajemen KBS selalu berupaya memberikan sesuatu yang lebih untuk pengunjung, terutama di momen liburan.</p>
<p>“Kami mengusung tema ‘Marilah Bergembira Ria Bersama pada Libur Natal &amp; Tahun Baru di KBS.’ Harapannya, pengunjung tidak hanya menikmati hiburan tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru tentang satwa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (27/12/2024).</p>
<p>Salah satu kegiatan andalan di KBS adalah <em>Keeper Talk</em>. Program ini dirancang untuk mengenalkan perilaku dan kebiasaan satwa dengan cara yang interaktif.</p>
<p>“Nanti akan ada sesi dengan berbagai satwa favorit seperti Raka dan Riki si singa, Anara si harimau putih, hingga pelikan dan kudanil,” kata Lintang. </p>
<p>“Para pengunjung bisa bertanya langsung kepada keeper sambil belajar hal-hal menarik yang mungkin belum mereka ketahui sebelumnya," imbuhnya.</p>
<p>Program ini menjadi cara unik KBS menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat, terutama anak-anak, dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>Tak hanya soal satwa, KBS juga membawa nuansa seni tradisional dalam liburan kali ini. Ada pertunjukan Reog Ponorogo Singo Hargo Wono dan Jaranan Turonggo Trisno Budoyo yang siap memukau pengunjung.</p>
<p>“Kami ingin mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, bahwa budaya tradisional kita itu kaya dan sangat menarik,” tutur Lintang.</p>
<p>Selain itu, ada juga dongeng anak bersama Kak Haris, serta penampilan musik akustik untuk menemani sore pengunjung.</p>
<p>Liburan kali ini juga menjadi momen istimewa dengan hadirnya terowongan penghubung dari Terminal Intermoda Joyoboyo langsung ke KBS. Fasilitas baru ini mulai beroperasi sejak 23 Desember 2024, memberikan akses yang lebih mudah bagi pengunjung.</p>
<p>“Kami berharap terowongan ini bisa membantu keluarga yang datang dari luar kota atau mereka yang menggunakan transportasi umum. Dengan begitu, pengalaman berkunjung ke KBS semakin nyaman,” jelas Lintang.</p>
<p>Sebagai penutup acara, grup musik 3 Pemuda Berbahaya akan tampil di penghujung liburan. Kehadiran mereka diharapkan menambah semarak suasana dan menjadi hiburan yang dinanti, khususnya oleh kaum muda.</p>
<p>KBS membuktikan bahwa tempat wisata dapat menjadi wadah untuk belajar sekaligus bersenang-senang. Dengan berbagai programnya, mereka berhasil mengemas pesan pelestarian alam dan satwa dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>“Kami ingin pengunjung pulang dengan membawa pengalaman yang berharga, bukan hanya hiburan tetapi juga wawasan baru,” tutup Lintang.</p>
<p>Jadi, jika Anda mencari tempat untuk menghabiskan liburan dengan cara yang unik dan bermakna, KBS jelas menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meriahkan Malam Tahun Baru, Hotel The Batu Villas Hadirkan “Diskoria of 90’s”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/meriahkan-malam-tahun-baru-hotel-the-batu-villas-hadirkan-diskoria-of-90s</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/meriahkan-malam-tahun-baru-hotel-the-batu-villas-hadirkan-diskoria-of-90s</guid>
<description><![CDATA[ Hotel ini akan menjadi bagian terindah selama rangkaian perayaan Tahun Baru di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676ca94369c60.webp" length="45314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 08:35:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hotel, Rekomendasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA</b> <strong>BATU, SJP -</strong> Kota Batu dengan suasana sejuknya dan pemandangan yang indah menjadi pilihan favorit untuk menghabiskan malam pergantian tahun.</p>
<p>Menyambut Tahun Baru 2025, Hotel The Batu Villas menghadirkan acara bertema “Diskoria of 90’s” di Awang-Awang Sky Lounge &amp; Resto.</p>
<p>Mengusung konsep nostalgia, acara ini akan membawa pengunjung menikmati alunan musik khas era 90-an yang akan dipersembahkan oleh DJ lokal dengan irama electro beats yang populer di masa itu.</p>
<p>Selain itu, pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan live music. Berbagai ragam hiburan itu akan menjadikan suasana malam Tahun Baru semakin meriah.</p>
<p>“Tema tahun ini adalah The Diskoria of 90’s, di mana kami ingin membawa para tamu merasakan kembali nuansa era 90-an. Acara ini juga dilengkapi hiburan dari DJ dan musik akustik untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Geffy Puspita, perwakilan manajemen Hotel The Batu Villas pada Kamis (26/12/2024)</p>
<p>Selain hiburan, pengunjung juga dapat menikmati paket buffet dinner dengan konsep all you can eat seharga Rp 119 ribu per orang. </p>
<p>Menu yang disajikan mencakup beragam pilihan masakan. Seperti western, Chinese, dan Indonesian food, lengkap dengan live barbeque dan live cooking.</p>
<p>Awang-Awang Sky Lounge yang berada di ketinggian, menawarkan pemandangan 360 derajat Kota Batu yang spektakuler.</p>
<p>Lokasinya memberikan suasana syahdu, terutama saat malam hari dengan pemandangan gemerlap lampu kota dan siluet pegunungan di kejauhan.</p>
<p>Reservasi untuk acara ini mulai dibuka dengan kapasitas lebih dari 100 orang. Namun, bagi yang belum sempat memesan, masih ada kesempatan untuk datang langsung selama kuota belum terpenuhi.</p>
<p>Acara ini diharapkan dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan dan masyarakat yang ingin merayakan malam Tahun Baru di Kota Batu dengan cara yang berbeda.</p>
<p>"Semoga suguhan kami dapat menemani para pengunjung menyambut Tahun Baru dengan kenangan yang tak terlupakan," tutup Geffy. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Ojol Shopee Harus Sertakan NPWP, Ini Kata Ketua Komunitas SDSM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-ojol-shopee-harus-sertakan-npwp-ini-kata-ketua-komunitas-sdsm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-ojol-shopee-harus-sertakan-npwp-ini-kata-ketua-komunitas-sdsm</guid>
<description><![CDATA[ Para Driver Shopee yang baru jelas wajib menyertakan NPWP sebab sejak dua bulan lalu ada himbauan, untuk yang lama mungkin nanti bisa mengikuti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676c0aecd897c.webp" length="50862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 21:17:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>NPWP, JKK, JKM, Driver Ojol</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG,SJP — </strong>Memiliki Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) menjadi kewajiban driver/pengendara Ojek Online (Ojol) dalam melindungi risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, serta tunjangan cacat atas risiko kematian berupa santunan kematian. </p>
<p>Bahkan, di beberapa bulan ini, aplikator memberlakukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) manjadi syarat khususnya driver Shopee.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan Ketua Komunitas Shopee Driver Sigap Malang (SDSM) Rohmad Choirul Anam, dalam agenda anniversary komunitasnya yang dilaksanakan di salah satu Kafe Nawag's Kopi Pakis Kabupaten Malang.</p>
<p>Dihadiri puluhan driver online se Malang raya, dirinya mengajak para driver ojol bersilaturahmi dan selalu menjalin komunikasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_676c0b052a26e.webp" alt=""></p>
<p>"Kita sebagai driver shopee driver online Malang Raya ingin selalu menjalin silaturahmi, juga untuk bersosialisasi, koordinasi apabila ada kebijakan baru muncul," ucapnya, Rabu (25/12/2024).</p>
<p>Menurutnya, ada beberapa hal untuk disampaikan terkait dengan kebijakan-kebijakan baru aplikator, maka dari itu pihaknya sering berkoordinasi agar regulasi dari aplikator bisa diketahui bersama. </p>
<p>"Para driver Shopee yang baru, jelas wajib menyertakan NPWP, sebab sejak dua bulan lalu ada imbauan, untuk yang lama mungkin nanti bisa mengikuti," terangnya.</p>
<p>Pihaknya berharap kegiatan seperti kali ini bakal diadakan. Hal tersebut untuk menjaga solidaritas antar driver ojol khususnya Malang Raya.</p>
<p>"Semoga di tahun berikutnya bisa melaksanakan kegiatan yang seperti ini, jadi bisa lebih solid dan silaturahmi tetap terjaga. Shopee food atau jasa driver online line ini sudah berjalan 4 tahun, tentunya bakal terus ada maintenance, terlebih kendala-kendala tersebut sering ditemukan dan dirasakan langsung oleh para driver," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sampaikan Selamat Natal dengan 30 Kutipan Lagu Penuh Makna!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sampaikan-selamat-natal-dengan-30-kutipan-lagu-penuh-makna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sampaikan-selamat-natal-dengan-30-kutipan-lagu-penuh-makna</guid>
<description><![CDATA[ Selain berkumpul bersama keluarga dan orang terkasih, mengucapkan selamat Natal dengan cara yang bermakna menjadi penting ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676ba58d0e52b.webp" length="33924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 20:02:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Natal, Ucapan Natal, Lirik Lagu, Lifestyle</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Natal adalah momen penuh sukacita yang dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Selain berkumpul bersama keluarga dan orang terkasih, mengucapkan selamat Natal dengan cara yang bermakna menjadi penting. Salah satu cara yang indah adalah dengan mengutip lirik dari lagu-lagu Natal yang terkenal. Berikut adalah 30 ucapan selamat Natal yang terinspirasi oleh lagu-lagu tersebut untuk menambah keceriaan perayaan Anda.</p>
<ol>
<li>
<p><strong>“Merry Christmas, we hope you enjoy this holiday season and all the joy it brings!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Happy Christmas (War is Over)" – John Lennon)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Have yourself a merry little Christmas, let your heart be light.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Have Yourself a Merry Little Christmas" – Judy Garland)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Oh, the weather outside is frightful, but the fire is so delightful.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Let It Snow!" – Dean Martin)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“I’ll be home for Christmas, if only in my dreams.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "I’ll Be Home for Christmas" – Bing Crosby)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Joy to the world, the Lord is come!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Joy to the World" – Isaac Watts)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Hark the herald angels sing, glory to the new born King!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Hark! The Herald Angels Sing" – Charles Wesley)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Silent night, holy night, all is calm, all is bright.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Silent Night" – Joseph Mohr)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“We wish you a Merry Christmas, and a Happy New Year!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "We Wish You a Merry Christmas" – Tradisional Inggris)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“It’s the most wonderful time of the year.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "It’s the Most Wonderful Time of the Year" – Andy Williams)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Santa Claus is coming to town, he’s making a list, he’s checking it twice.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Santa Claus Is Coming to Town" – J. Fred Coots)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Chestnuts roasting on an open fire, Jack Frost nipping at your nose.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "The Christmas Song" – Nat King Cole)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Feliz Navidad, próspero año y felicidad.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Feliz Navidad" – José Feliciano)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“O come all ye faithful, joyful and triumphant!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "O Come, All Ye Faithful" – John Francis Wade)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Let it snow, let it snow, let it snow.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Let It Snow!" – Dean Martin)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Rockin’ around the Christmas tree, at the Christmas party hop.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Rockin’ Around the Christmas Tree" – Brenda Lee)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Peace on earth, and mercy mild, God and sinners reconciled!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Hark! The Herald Angels Sing" – Charles Wesley)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Here comes Santa Claus, here comes Santa Claus, right down Santa Claus lane.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Here Comes Santa Claus" – Gene Autry)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“O holy night, the stars are brightly shining, it is the night of our dear Savior’s birth.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "O Holy Night" – Adolphe Adam)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“God rest ye merry, gentlemen, let nothing you dismay.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "God Rest Ye Merry, Gentlemen" – Tradisional Inggris)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“All I want for Christmas is you!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "All I Want for Christmas Is You" – Mariah Carey)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Jingle bells, jingle bells, jingle all the way!”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Jingle Bells" – James Lord Pierpont)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“The first Noel, the angel did say, was to certain poor shepherds in fields as they lay.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "The First Noel" – Tradisional Inggris)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“You better watch out, you better not cry, you better not pout, I’m telling you why, Santa Claus is coming to town.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Santa Claus Is Coming to Town" – J. Fred Coots)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“We three kings of Orient are, bearing gifts we traverse afar.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "We Three Kings" – John Henry Hopkins Jr.)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“O little town of Bethlehem, how still we see thee lie.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "O Little Town of Bethlehem" – Phillips Brooks)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“I heard the bells on Christmas Day, their old familiar carols play.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "I Heard the Bells on Christmas Day" – Henry Wadsworth Longfellow)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Let your heart be light, from now on our troubles will be out of sight.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Have Yourself a Merry Little Christmas" – Hugh Martin)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“Go tell it on the mountain, over the hills and everywhere.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Go Tell It on the Mountain" – John W. Work Jr.)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“O come, O come, Emmanuel, and ransom captive Israel.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "O Come, O Come, Emmanuel" – Tradisional)</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>“When we find ourselves in the midst of winter, let us remember the love that the season brings.”</strong><br><em>(Inspirasi dari "Winter Song" – Sara Bareilles &amp; Ingrid Michaelson)</em></p>
</li>
</ol>
<p>Dengan mengutip lirik-lirik indah ini, Anda tidak hanya memberikan ucapan selamat yang hangat, tetapi juga menyampaikan pesan kedamaian, sukacita, dan harapan yang melekat pada musim Natal. Gunakan ucapan-ucapan ini untuk menyebarkan kebahagiaan kepada orang-orang terkasih di hari istimewa ini. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: bicaramusik.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>9 Film Romantis Natal yang Wajib Ditonton Bersama Pasangan: Siap&amp;siap Terharu dan Tertawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/9-film-romantis-natal-yang-wajib-ditonton-bersama-pasangan-siap-siap-terharu-dan-tertawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/9-film-romantis-natal-yang-wajib-ditonton-bersama-pasangan-siap-siap-terharu-dan-tertawa</guid>
<description><![CDATA[ menonton film komedi romantis dengan nuansa Natal bisa menjadi pilihan yang menyenangkan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676b7ea8d028f.webp" length="41514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 17:03:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Natal, FIlm Romantis, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Natal adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan momen spesial bersama pasangan, dan menonton film komedi romantis dengan nuansa Natal bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Berikut adalah sembilan rekomendasi film romantis yang cocok untuk ditonton saat Natal.</p>
<ol>
<li>
<p><strong>The Princess Switch (2018)</strong><br>Dibintangi Vanessa Hudgens dan Nick Sagar, film ini terinspirasi dari novel "The Prince and The Pauper." Stacy DeNovo, seorang pembuat kue, secara tidak sengaja bertukar peran dengan Lady Margaret Delacourt, yang mirip wajahnya. Keseruan dan konflik pun muncul ketika Margaret jatuh cinta dengan Kevin, sahabat Stacy.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Last Christmas (2019)</strong><br>Kate (Emilia Clarke) adalah penjaga toko pernak-pernik Natal yang terancam kehilangan tempat tinggal. Saat audisi menyanyi, dia bertemu Tom (Henry Golding), yang membantunya menemukan kebahagiaan. Namun, apakah hubungan mereka terlalu indah untuk menjadi kenyataan?</p>
</li>
<li>
<p><strong>Holidate (2020)</strong><br>Film ini mengikuti Sloane (Emma Roberts) dan Jackson (Luke Bracey) yang sepakat untuk menjadi pasangan kencan selama liburan. Awalnya, mereka hanya ingin menghindari tekanan dari keluarga, tetapi perasaan mulai tumbuh di antara mereka.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Love Actually (2003)</strong><br>Film klasik ini menyajikan sembilan kisah cinta yang saling terkait selama musim Natal. Dari kisah Perdana Menteri yang jatuh cinta hingga seorang wanita yang berjuang untuk merawat saudaranya, film ini penuh dengan momen mengharukan dan lucu.</p>
</li>
<li>
<p><strong>A Christmas Prince (2017)</strong><br>Amber (Rose McIver), seorang jurnalis, ditugaskan untuk meliput konferensi pers Pangeran Richard (Ben Lamb). Dalam pencariannya untuk berita menarik, dia menemukan sisi berbeda dari Richard yang tidak pernah dipublikasikan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Bridget Jones' Diary (2001)</strong><br>Film komedi romantis ini mengikuti perjalanan hidup Bridget Jones (Renee Zellweger), seorang wanita lajang yang berusaha menemukan cinta dan karier. Kisah lucu dan relatable ini menjadikannya film yang tak pernah bosan ditonton.</p>
</li>
<li>
<p><strong>The Knight Before Christmas (2020)</strong><br>Vanessa Hudgens kembali tampil dalam film ini, di mana seorang ksatria dari abad ke-14, Sir Cole (Josh Whitehouse), terjebak di zaman modern. Pertemuan dengan Brooke, seorang guru sains, membawa mereka pada kisah cinta yang unik.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Let It Snow (2019)</strong><br>Adaptasi dari novel "Let It Snow," film ini menampilkan beberapa kisah cinta remaja yang terjadi di kota bersalju. Cerita tentang Tobin yang jatuh cinta pada teman masa kecilnya menjadi salah satu yang menarik dalam film ini.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Last Holiday (2006)</strong><br>Georgia (Queen Latifah) mengetahui bahwa hidupnya hanya tinggal hitungan minggu. Dia memutuskan untuk menjalani liburan mewah di Eropa, belajar tentang cinta, persahabatan, dan arti hidup yang sebenarnya.</p>
</li>
</ol>
<p>Dengan daftar film-film ini, Natal Anda bersama pasangan pasti akan lebih berkesan. Sudahkah Anda menonton salah satu dari film-film ini? Selamat menikmati momen spesial! (**)</p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Taman Rekreasi Selecta Hadirkan Wahana Edukasi di Peak Season Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/taman-rekreasi-selecta-hadirkan-wahana-edukasi-di-peak-season-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/taman-rekreasi-selecta-hadirkan-wahana-edukasi-di-peak-season-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Wahana baru ini dipercaya dapat semakin memperkuat citra Taman Rekreasi Selecta sebagai destinasi wisata legendaris yang memadukan keindahan alam dengan inovasi modern ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676bae3d97d45.webp" length="116584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 15:04:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dino Ranch, Wisata Edukasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP -</strong> Guna menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu meluncurkan wahana baru bertema edukasi.</p>
<p>Wahana bernama Dino Ranch sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman unik dan informatif kepada pengunjung dari segala usia.</p>
<p>Dirut PT. Selecta, Sujud Hariadi mengatakan, Dino Ranch akan mengajak pengunjung menjelajahi replika kehidupan dinosaurus.</p>
<p>Di dalamnya terdapat 12 spesies replika kehidupan zaman mesozoikim. Seperti Tyrannosaurus Rex (T-Rex), Triceratops, Stegosaurus, Dilophosaurus, dan Maisaura. </p>
<p>"Replika dinosaurus setinggi 1,5 hingga 3 meter ini dibuat menggunakan teknologi animatronik. Sehingga mampu bergerak, bersuara, hingga mengeluarkan asap, air, bahkan api," ucapnya, Rabu (25/12/2024).</p>
<p>Ketua PHRI Kota Batu itu menyebut, Dino Ranch didatangkan dari Cina dan ditempatkan di lintasan sepanjang 300 meter. Wahana itu memanfaatkan lahan seluas 2.000 meter persegi. </p>
<p>Lokasinya berada di dekat bukit lumut. Desainnya menyerupai hutan prasejarah. Beberapa replika cangkang telur dinosaurus yang seolah baru menetas, memberikan kesan hidup dan nyata.</p>
<p>"Dino Ranch ini bertujuan memberikan nilai edukasi. Khususnya bagi anak-anak yang ingin mengenal lebih jauh kehidupan hewan purba. Fasilitas ini dapat dinikmati tanpa biaya tambahan. Karena sudah termasuk dalam tiket masuk," imbuh Sujud.</p>
<p>Pihaknya berharap, kehadiran Dino Ranch dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun luar daerah. Khususnya selama peak season Nataru.</p>
<p>Dengan konsep edukasi yang menarik, wahana baru ini dipercaya dapat semakin memperkuat citra Taman Rekreasi Selecta sebagai destinasi wisata legendaris yang memadukan keindahan alam dengan inovasi modern.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Harga Tiket Bromo Naik, Wisatawan Cari Alternatif Wisata Murah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-harga-tiket-bromo-naik-wisatawan-cari-alternatif-wisata-murah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-harga-tiket-bromo-naik-wisatawan-cari-alternatif-wisata-murah</guid>
<description><![CDATA[ Harga tiket yang mencekik itu, membuat wisatawan enggan masuk. Mereka lebih memilih hanya sampai kawasan lereng Bromo saja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6769433b2a957.webp" length="39068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 19:29:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Armandsyah</dc:creator>
<media:keywords>jawa timur, jatim, kabupaten probolinggo, tiket bromo, alternatif, wisata murah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Imbas kenaikan harga tiket masuk wisata Bromo, wisatawan lokal kompak mencari alternatif wisata murah. Penyedia jasa wisata pun mengaku ada penurunan signifikan, terhadap tamu yang menggunakan jasa wisata setempat.</p>
<p>Momen libur Natal dan akhir tahun, sejatinya menjadi waktu yang digadang oleh para penyedia jasa wisata di Bromo. Tapi tahun ini berbeda, penyedia jasa wisata justru gigit jari.</p>
<p>Munarwan, salah satunya. Sopir Jeep asal Kabupaten Probolinggo ini mengaku lebih banyak diam.</p>
<p>“Dibanding tahun sebelumnya, sekarang ini sepi. Orang berpikir dua kali mau ke Bromo,” katanya, Senin (23/12/2024).</p>
<p>Choirul Umam, penyedia jasa wisata yang lain juga demikian. Ia mengaku kenaikan harga tiket itu begitu mendadak. Sebelumnya, harga tiket untuk wisatawan lokal berkisar di bawah seratus ribu, atau sekitar 50 ribuan.</p>
<p>Tapi sekarang, Umam katakan, setelah kenaikan itu, harganya Rp 100 ribu per orang.</p>
<p>“Tamu saya banyak yang mundur,” keluhnya.</p>
<p>“Perhitungan kasarnya begini, karena jika mereka ke sini dengan enam orang atau satu keluarga, tiketnya saja sudah Rp 600 ribu, belum sewa jeepnya, sekira Rp 600 ribu juga, sudah Rp 1,2 mereka keluar duit,” jelas Umam.</p>
<p>Harga tiket yang mencekik itu, membuat wisatawan enggan masuk. Mereka lebih memilih hanya sampai kawasan lereng Bromo saja. Menikmati Bromo dari kejauhan. Bahkan ada yang lebih ekstrem, tidak mau datang dan memilih untuk mencari alternatif wisata murah lainnya.</p>
<p>Beberapa wisata di sekitar Probolinggo pun ketiban rejeki. Seperti Pantai Bentar, Utama Raya, Ecopark Bermi, serta beberapa resto dan cafe di sepanjang jalur menuju Bromo.</p>
<p>Keberadaan Tol Paspro yang terintegrasi dengan transjawa, membuat pelancong semakin mudah datang dan pergi untuk mencari alternatif wisata lain.</p>
<p>Ditemui di Sentra Ikan Asap parsean, Tyas, salah seorang pelancong asal Karawang mengatakan, sejatinya dia dan keluarga kecilnya hendak ke Bromo. Tapi tidak mengetahui jika ada kenaikan.</p>
<p>“Jadi ketika dijelaskan sama sopir jeep disana, saya kaget. Yah, dengan berat hati kami kembali, tidak sampai masuk Gunung Bromo,” jelas wanita berkacamata minus ini.</p>
<p>Para penyedia jasa wisata kini hanya bisa pasrah. Sebab ketika menjelaskan tarif pada tamu, kebanyakan merasa kaget dan keberatan. Kondisi liburan di Bromo saat ini pun tidak seramai tahun sebelumnya, di momen yang sama. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nikmati Pemandangan Indah Probolinggo &amp; Banyuwangi dari Gerbong Panoramic Mutiara Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nikmati-pemandangan-indah-probolinggo-banyuwangi-dari-gerbong-panoramic-mutiara-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nikmati-pemandangan-indah-probolinggo-banyuwangi-dari-gerbong-panoramic-mutiara-timur</guid>
<description><![CDATA[ Harga tiket kereta panoramic mulai Rp 350 ribu hingga Rp 600 ribu, dengan harga tersebut para pelanggan akan mendapatkan makanan, snack, aneka minuman, dan wifi secara gratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6769296eec8c9.webp" length="36378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 18:29:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Armandsyah</dc:creator>
<media:keywords>jawa timur, jatim, kota probolinggo, mutiara timur, panoramic, banyuwangi, gerbong, panorama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP -</strong> Panorama alam dari Probolinggo sampai Banyuwangi, Jawa Timur, termasuk salah satu yang terindah di Jawa. Untuk menikmatinya, kini PT KAI tawarkan cara mudah dan hemat untuk menikmatinya.</p>
<p><br>Cukup dengan duduk manis di gerbong panoramic yang disematkan dalam rangkaian KA Mutiara Timur, penumpang sudah bisa menikmati keindahan alam nan asri itu. Kehadiran gerbong panoramic ini menyajikan sensasi naik kereta yang berbeda.</p>
<p><br>Kepada Suarajatimpost.com, Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo katakan, dipilihnya KA Mutiara Timur sebagai kereta api yang dirangkaikan dengan panoramic karena KA tersebut merupakan salah satu ikon bagi warga tapal kuda.</p>
<p><br>“Selain itu, bentang alam yang tersaji dari mulai Pasuruan hingga Banyuwangi cukup indah, di antaranya pemandangan pegunungan, sawah, sungai dan terowongan yang cukup ikonik,” jelas dia, Senin (23/12/2024).</p>
<p><br>Penumpang tinggal duduk di kursi yang nyaman dan mewah, sambil menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan.</p>
<p><br>Sebagai informasi, jadwal KA Mutiara Timur yang terangkai dengan kereta panoramic berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 09.15 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB.</p>
<p><br>Arah sebaliknya dari Stasiun Ketapang pukul 21.45 dan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 04.21 WIB. Beberapa fitur dan keunggulan kereta panoramic yang dikelola oleh KAI Wisata yang merupakan anak perusahaan KAI.</p>
<p><br>Di antaranya jendela yang lebar termasuk pada atap, kursi yang ergonomis, fasilitas hiburan, sistem pendingin udara yang modern. Serta dilengkapi pelindung sinar ultraviolet, sehingga penumpang di dalamnya tidak merasa kepanasan meski semua jendela terbuka.</p>
<p><br>Harga tiket kereta panoramic mulai Rp 350 ribu hingga Rp 600 ribu, dengan harga tersebut para pelanggan akan mendapatkan makanan, snack, aneka minuman, dan wifi secara gratis. Kereta Panoramic Mutiara Timur ini hanya akan beroperasi sampai tanggal 5 Januari 2025.</p>
<p><br>“Kereta Panoramic adalah wujud komitmen KAI untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia melalui layanan transportasi kereta api yang inovatif,” tutupnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelajah Pulau Cinta, Pulau Perawan di Utara The Bentar Beach Probolinggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjelajah-pulau-cinta-pulau-perawan-di-utara-the-bentar-beach-probolinggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjelajah-pulau-cinta-pulau-perawan-di-utara-the-bentar-beach-probolinggo</guid>
<description><![CDATA[ Pesona destinasi baru Pulau Cinta, diharapkan bisa mendongkrak jumlah kunjungan di The Bentar Beach, yang saat ini berada di kisaran 8 hingga 10 ribu per bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6767e65864919.webp" length="43308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 17:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Armandsyah</dc:creator>
<media:keywords>Jawa Timur, jatim, kabupaten probolinggo, the bentar beach, pulau cinta, perawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP -</strong> Pulau Cinta, nama yang baru-baru ini jadi perbincangan di kalangan pelancong yang mampir ke The Bentar Beach, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Keberadaan pulau yang terbentuk dari sedimentasi muara sekitar pesisir Gending ini kini menjadi jujugan wisata.</p>
<p>Lokasinya yang relatif dekat, hanya sekitar dua kilometer dari Pantai Bentar. Untuk menjangkaunya, pengunjung perlu naik perahu. Bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar Rp 30 hingga Rp 50 ribu per orang.</p>
<p>Nina Mutmainnah, merupakan salah satu wisatawan setempat yang penasaran, dengan keberadaan pulau yang masih perawan itu.</p>
<p>Ia pun menceritakan pengalamannya berkunjung ke Pulau Cinta, sembari menikmati sebuah es kelapa muda di bibir The Bentar Beach.</p>
<p>“Pulaunya masih perawan, itu menyimpan sejuta potensi. Apalagi jika diperbolehkan bermalam atau camping di sini,” kata dara asal Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (22/12/2024).</p>
<p>Suasananya tenang, cocok untuk relaksasi, dara berhijab ini pun betah berlama-lama di pulau tersebut.</p>
<p>“Menikmati sunrise dan sunset di Pulau Cinta, tentu bakal menjadi momen langka. Seolah-olah kita menyaksikan matahari terbit di tengah laut,” tambahnya.</p>
<p>Nina sendiri baru mengetahui keberadaan pulau itu dari pengelola setempat. Penasaran, ia pun mencoba untuk ke sana. Terlebih lagi biaya yang relatif murah.</p>
<p>Cukup bayar tiket masuk dan sewa perahu saja. Jarak antara Pantai Bentar dengan pulau itu juga relatif dekat, sekitar 2 kilometer saja.</p>
<p>Pulau seluas 50 meter dengan panjang hampir 1 kilometer ini berada tepat di sisi utara Pantai Bentar. Untuk menjejakkan kaki di pantai mungil ini, pengunjung cukup naik perahu dengan biaya Rp 30 sampai Rp 50 ribu per orang.</p>
<p>Jasa sewa naik perahu bisa didapatkan di area wisata The Bentar Beach, yang memang disediakan pengelola. Jarak tempuh dari bibir pantai ke Pulau Cinta hanya sekitar 15 menit.</p>
<p>Air yang tenang dan hamparan pasir yang luas, merupakan salah satu keistimewaan Pulau Cinta. Jika selfi dengan menghadap ke utara, Gunung Lemongan yang menjulang bakal menjadi latar yang menawan.</p>
<p>Potensi Pulau Cinta diakui banyak pihak, termasuk The Lawu Group. Raksasa pariwisata yang mengambil alih pengelolaan Pantai Bentar sejak awal Maret 2024 lalu itu, memproyeksikan Pulau Cinta sebagai destinasi utama.</p>
<p>“Rencananya pada Februari 2025, kami akan membuka dua wahana baru di The Bentar Beach ini, yakni wisata Pulau Cinta dan Banana Boat,” kata Manajer Unit The Bentar Beach, Abdul Hamid.</p>
<p>Saat ini segala kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang Pulau Cinta sebagai wahana baru favorit tengah siapkan.</p>
<p>“Nanti bakal ada outbound, wahana bermain anak, cafe, paket makan laut dan fasilitas camping. Itu gratis, tidak ada tambahan tiket lagi,” terang alumnus Universitas Negeri Surabaya ini. </p>
<p>Pesona destinasi baru Pulau Cinta, diharapkan bisa mendongkrak jumlah kunjungan di The Bentar Beach, yang saat ini berada di kisaran 8 hingga 10 ribu per bulan.</p>
<p>Pihak pengelola targetkan ada peningkatan kunjungan antara 15 sampai 20 ribu wisatawan tiap bulannya. Hamid optimis, Pulau Cinta ini akan memberikan nuansa baru bagi wisatawan yang tidak ada di tempat lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sabet 1 Medali dan 5 Piagam, 6 Anak Indonesia Bawa Nama Negara di Polandia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sabet-1-medali-dan-5-piagam-6-anak-indonesia-bawa-nama-negara-di-polandia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sabet-1-medali-dan-5-piagam-6-anak-indonesia-bawa-nama-negara-di-polandia</guid>
<description><![CDATA[ Quincy Balfour menjadi satu-satunya anak Indonesia yang meraih juara di ajang seni internasional Polandia, membuktikan bahwa kreativitas anak bangsa tak terhalang jarak dan batas negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6766cadbd18ff.webp" length="62204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 21:32:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah bentangan jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Polandia, kreativitas anak-anak bangsa membuktikan bahwa seni tak pernah mengenal batas geografis. </p>
<p></p>
<p>Melalui sentuhan warna, garis, dan imajinasi, enam siswa Lotus Art Courses (LAC) berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang bergengsi 22nd International Children and Youth Art Contest "Always Green, Always Blue" yang berlangsung di Children's Creative Art Centre and Gallery di Toruń, Polandia.</p>
<p></p>
<p>Dari 7.111 karya yang dikirim oleh peserta dari 40 negara, hanya 80 karya menerima penghargaan individu, sementara 856 karya lainnya terpilih untuk dipamerkan. </p>
<p></p>
<p>Quincy Balfour, salah satu siswa berbakat Lotus Art Courses, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang membawa pulang gelar juara dengan medali prestisius. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi representasi luar biasa dari talenta muda Indonesia di panggung seni dunia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67669ea7ba6b8.webp" alt=""></p>
<p>Selain Quincy, lima siswa lainnya, yaitu Ali Akhtar, Kenzie Alvarendra, Theodora Christabel, Kei Sastro, dan Kimberly Sun, turut mencatatkan nama mereka sebagai peserta pameran internasional yang terkurasi dengan ketat. Keberhasilan ini mencerminkan tidak hanya bakat, tetapi juga kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari komunitas seni di Lotus Art Courses.</p>
<p></p>
<p>Putu Mahendra, pendiri Lotus Art Courses, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Dirinya mengungkapkan bahwa melihat pencapaian anak didiknya di kancah internasional adalah kebahagiaan terbesar dari seorang guru.</p>
<p></p>
<p>“Melihat siswa-siswa kami bersinar di tingkat internasional adalah bukti nyata bahwa dedikasi, kreativitas, dan bimbingan yang tepat dapat membawa mereka ke level yang lebih tinggi,” tuturnya penuh antusias, Sabtu (21/12/2024).</p>
<p></p>
<p>Kei Sastro, salah satu siswa yang karyanya terpilih untuk dipamerkan, berbagi pengalamannya dengan penuh rasa syukur. </p>
<p></p>
<p>“Sangat senang sekali. Selama ini karya saya belum pernah lolos kurasi di pameran internasional, tapi kali ini berhasil. Terima kasih kepada Kak Putu yang sudah membimbing saya,” ucapnya dengan mata berbinar.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya siswa, dukungan dari keluarga juga menjadi fondasi kuat di balik setiap keberhasilan. Risma Dwi Santoso, ibu dari Kei, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lotus Art Courses. </p>
<p></p>
<p>“Selama dua tahun bergabung di Lotus Art Courses, ini pertama kalinya karya Kei lolos ke exhibition internasional. Dukungan dari Lotus Art Courses sangat membantu Kei lebih percaya diri dalam berkarya,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ajang seni internasional ini menjadi ruang di mana anak-anak dari berbagai belahan dunia bisa saling berkomunikasi melalui karya mereka. Dengan tema Always Green, Always Blue, para peserta diajak untuk merayakan harmoni alam melalui perspektif masing-masing. </p>
<p></p>
<p>Karya-karya yang terpilih tidak hanya menunjukkan keindahan visual, tetapi juga menyuarakan pesan penting tentang keberlanjutan dan hubungan manusia dengan alam.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan para siswa Lotus Art Courses di Polandia ini bukan sekadar tentang pengakuan internasional, tetapi juga pembuktian bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang menghubungkan jiwa-jiwa kreatif dari berbagai belahan dunia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ultah Gonzales ke&amp;14 tahun, Perayaan Seru dengan Sentuhan Edukasi di Kebun Binatang Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ultah-gonzales-ke-14-tahun-perayaan-seru-dengan-sentuhan-edukasi-di-kebun-binatang-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ultah-gonzales-ke-14-tahun-perayaan-seru-dengan-sentuhan-edukasi-di-kebun-binatang-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Gonzales, gajah jantan KBS, merayakan ulang tahun ke-14 dengan kue buah favoritnya, sambil mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pelestarian satwa di musim liburan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67669e86864e4.webp" length="68488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 21:15:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, PDTS KBS, KBS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Gajah adalah simbol kekuatan, kecerdasan, dan kehangatan. Di Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS), gajah bukan sekadar penghuni kandang. Mereka adalah sahabat, edukator, dan daya tarik utama yang membuat ribuan pengunjung datang setiap minggunya. </p>
<p></p>
<p>Salah satu bintang di antara mereka adalah Gonzales, gajah jantan peranakan Asia yang baru saja merayakan ulang tahun ke-14.</p>
<p></p>
<p>Perayaan ulang tahun Gonzales yang berlangsung Sabtu (21/12/2024) terasa istimewa. Bertempat di area 'Kampung Gajah', kandang yang menjadi rumahnya, Gonzales disuguhi kue ulang tahun spesial yang terbuat dari buah-buahan favoritnya seperti pisang, semangka, dan nanas. Sebuah kue tart juga disediakan untuk melengkapi momen bahagia tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Ultah Gonzales tahun ini sengaja kami buat berbeda. Biasanya diadakan di jogging track, kali ini langsung di kandang untuk mengedukasi pengunjung tentang tingkah laku gajah di habitat buatan,” ujar Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, Sabtu (21/12/2024).</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya sekadar perayaan, acara ini mengusung misi edukasi. Pengunjung diajak mengenal lebih dekat kehidupan Gonzales dan keluarganya. Gonzales sendiri adalah anak dari pejantan bernama Doa dan indukan Lembang, serta kakak dari Rocky Balboa, bayi gajah yang lahir Mei lalu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Nurika, Gonzales kini berada di usia produktif untuk reproduksi. Meski begitu, agar lebih siap, pihak PDTS KBS masih akan menunggu beberapa tahun lagi untuk mulai mencoba mengawinkan Gonzales.</p>
<p></p>
<p>“Kami sedang merencanakan kerja sama dengan konservasi lain untuk mendukung pelestarian gajah di Indonesia. Namun, kemungkinan Gonzales baru siap dikawinkan di atas usia 20 tahun,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, perayaan ulang tahun ini juga menjadi strategi PDTS KBS untuk menarik lebih banyak pengunjung, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hingga minggu ini, jumlah pengunjung mencapai 3.000 hingga 5.000 orang per hari. </p>
<p></p>
<p>“Kami berharap puncaknya nanti bisa mencapai 20.000 pengunjung per hari, terutama tanggal 28 hingga 31 Desember,” tambah Nurika optimis.</p>
<p></p>
<p>Di antara keramaian perayaan, Eka Dewi Mayasari, salah satu pengunjung asal Sidoarjo, mengaku senang bisa menyaksikan acara ini bersama keluarganya. </p>
<p></p>
<p>“Buat anak-anak, ini pengalaman seru sekaligus edukatif. Mereka jadi tahu tentang gajah, apa makanannya, dan bagaimana tingkah lakunya,” ungkap Maya sambil tersenyum.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap acara semacam ini bisa terus diadakan. Namun, Maya juga menyampaikan masukan agar KBS lebih memperhatikan kebersihan area. </p>
<p></p>
<p>"Kalau bersih, pasti lebih banyak pengunjung yang datang,” tutupnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan perayaan ulang tahun Gonzales ini, PDTS KBS sekali lagi menunjukkan perannya sebagai tempat rekreasi yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Selamat ulang tahun, Gonzales! Tetaplah menjadi bintang yang membawa kebahagiaan bagi pengunjung dan pengingat pentingnya konservasi satwa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Awal Liburan, The Bentar Beach Alami Lonjakan Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/awal-liburan-the-bentar-beach-alami-lonjakan-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/awal-liburan-the-bentar-beach-alami-lonjakan-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Dengan merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu saja, wisatawan domestik sudah bisa menikmati suasana pantai Bentar nan asri dengan sapuan angin laut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67669a8babca2.webp" length="62418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 18:31:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Armandsyah</dc:creator>
<media:keywords>Jawa Timur, jatim, the bentar beach, liburan, lonjakan pengunjung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROBOLINGGO, SJP - </strong>Momen awal libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, menjadi salah satu waktu favorit masyarakat untuk liburan. The Bentar Beach, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami lonjakan pengunjung.</p>
<p>Indah, salah satu wisatawan asal Jember menyebut, kedatangannya ke Bentar untuk mencoba sejumlah wahana baru. Salah satunya keranjang Sultan.</p>
<p>“Tadinya mau ke beberapa lokasi lain, seperti Gunung Bromo. Tapi ternyata tiketnya tambah mahal. Jadi kami urungkan, karena kami rombongan dengan keluarga besar,” jelasnya, Sabtu (21/12).</p>
<p>Kenaikan harga tiket di Bromo itu membuat warga memilih alternatif tempat liburan lain. Terutama yang tiket masuknya relatif murah dan gampang dijangkau.</p>
<p>Laila, pengunjung lain mengatakan, berlibur ke Bentar saat ini jauh lebih berbeda dari beberapa tahun sebelumnya.</p>
<p>“Lebih bagus, tertata dan makin asri. Juga sudah dilengkapi dengan restoran yang menunya cukup menggugah selera, ikan bakar dan degan yang jadi andalan,” sebut gadis berhijab ini.</p>
<p>Sementara, Abdul Hamid, Manajer Unit The Bentar Beach menyebut, lonjakan pengunjung sudah terjadi sejak awal Desember.</p>
<p>"Meningkat dua kali dari biasanya," ungkapnya.</p>
<p>Dengan merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu saja, wisatawan domestik sudah bisa menikmati suasana pantai Bentar nan asri dengan sapuan angin laut.</p>
<p>Di lokasi ini, ada beberapa wahana yang bisa dinikmati dengan harga terpisah dari tiket masuk. Seperti keranjang Sultan, restoran seafood dan perahu untuk berkeliling sekitar teluk Bentar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trailer Film Superman Karya James Gunn Hebohkan Penggemar, Krypto Si Anjing Super Jadi Sorotan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trailer-film-superman-karya-james-gunn-hebohkan-penggemar-krypto-si-anjing-super-jadi-sorotan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trailer-film-superman-karya-james-gunn-hebohkan-penggemar-krypto-si-anjing-super-jadi-sorotan</guid>
<description><![CDATA[ Trailer film Superman: Legacy yang baru saja dirilis oleh James Gunn langsung mencuri perhatian penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676624ae04b96.webp" length="14540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 10:01:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Superman, Trailer Film, Rekomendasi Film, Sinema, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Trailer film <em>Superman: Legacy</em> yang baru saja dirilis oleh James Gunn langsung mencuri perhatian penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, video tersebut berhasil menduduki posisi teratas dalam daftar <em>Trending Movies</em> di YouTube Indonesia.</p>
<p>Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah kemunculan Krypto, anjing super yang selama ini hanya dikenal dalam komik Superman dan belum pernah muncul di layar lebar. Kehadiran Krypto menjadi sorotan utama, mengingat perannya yang sangat penting dalam kisah Superman.</p>
<p>Trailer dimulai dengan adegan dramatis, menampilkan Superman yang terbaring lemah di tengah lanskap bersalju, berlumuran darah dan memar, seakan menunjukkan bahwa sang pahlawan sedang menghadapi cedera serius. Napasnya yang berat dan tubuhnya yang hampir tak bergerak menggambarkan luka parah, mungkin akibat patah tulang rusuk atau cairan di paru-parunya.</p>
<p>Namun, di tengah suasana yang penuh kesedihan tersebut, muncul Krypto yang menjadi simbol harapan. Dalam momen penuh emosi ini, Superman, dengan suara lemah, berkata kepada Krypto, “Bawa aku pulang.” Kalimat tersebut menggambarkan tema utama film ini: ketahanan, kerentanan, dan pencarian penebusan.</p>
<p>James Gunn, selaku kreator film, menjelaskan bahwa adegan ini menggambarkan inti dari film <em>Superman: Legacy</em>. "Bawa aku pulang" menjadi simbol dari eksplorasi mendalam tentang kerentanannya dan perjalanan menuju penebusan.</p>
<p>Selain itu, trailer juga menampilkan momen emosional yang kuat ketika seorang anak kecil terlihat memegang bendera darurat sambil berbisik, “Superman, Superman.” Adegan ini menegaskan bahwa Superman bukan hanya seorang pahlawan super, tetapi juga simbol harapan dan impian bagi banyak orang.</p>
<p>Aktor David Corenswet, yang akan memerankan Superman, tampil memukau dalam trailer ini. Begitu pula dengan Rachel Brosnahan yang akan memerankan Lois Lane, dan Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor. Kehadiran karakter-karakter ini memberikan gambaran tentang hubungan kompleks dan emosional yang akan menjadi inti cerita film ini.</p>
<p>James Gunn, yang juga menulis dan menyutradarai film ini, menggambarkan <em>Superman: Legacy</em> sebagai cerita yang menggabungkan tantangan dunia modern dengan esensi karakter Superman. “Kita melihat Superman yang babak belur di awal, dan saya rasa ini mencerminkan kondisi dunia kita saat ini. Film ini akan mengeksplorasi tema-tema harapan dan kemanusiaan yang relevan,” jelas Gunn.</p>
<p>Selain karakter utama, trailer juga memperkenalkan sejumlah karakter superhero DC lainnya, seperti Guy Gardner alias Green Lantern yang diperankan oleh Nathan Fillion, dan Hawkgirl yang diperankan oleh Isabela Merced. Hal ini menunjukkan bahwa <em>Superman: Legacy</em> akan membawa penonton ke dalam alam semesta DC yang lebih luas.</p>
<p>Menariknya, Krypto digambarkan dengan cara yang berbeda dari versi-versi sebelumnya. Alih-alih menjadi anjing super yang selalu tampil rapi, Krypto kali ini terlihat lebih lusuh, menambah kedalaman pada narasi yang ingin dibangun. Gunn pun mengungkapkan, “Ada banyak hal dari Krypto yang belum terlihat. Film ini tidak hanya akan mendefinisikan ulang Superman, tetapi juga teman-teman yang menyertainya.”</p>
<p>Dengan pengenalan karakter baru dan tema yang kuat, <em>Superman: Legacy</em> tampaknya akan menawarkan pengalaman baru yang segar bagi para penggemar DC, sekaligus menambah lapisan emosi dan kompleksitas pada cerita superhero ikonik ini. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Mufasa: The Lion King, Kisah Epik Sang Raja Hutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-mufasa-the-lion-king-kisah-epik-sang-raja-hutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-mufasa-the-lion-king-kisah-epik-sang-raja-hutan</guid>
<description><![CDATA[ Liburan akhir tahun ini semakin istimewa dengan hadirnya film terbaru dari The Walt Disney Studios, Mufasa: The Lion King. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67650a140ca3c.webp" length="75384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 23:58:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Akhir Tahun, Entertainment, Mufasa, The Lion King, Disney</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Liburan akhir tahun ini semakin istimewa dengan hadirnya film terbaru dari The Walt Disney Studios, <em>Mufasa: The Lion King</em>. Film ini mengajak kita kembali ke dunia <em>The Lion King</em>, namun kali ini dengan fokus pada perjalanan legendaris Mufasa, sang raja hutan, sejak awal kehidupan hingga menjadi pemimpin yang dihormati.</p>
<p>Sebagai prekuel dari kisah klasik yang sudah dikenal, <em>Mufasa: The Lion King</em> mengungkapkan bagaimana seekor singa yatim piatu menjalani perjalanan panjangnya untuk menjadi raja. Dengan visual yang memukau dan cerita yang penuh emosi, film ini sayang untuk dilewatkan. </p>
<p><strong>Sinopsis: Perjalanan Mufasa Menjadi Seorang Raja</strong></p>
<p>Film ini dimulai dengan peristiwa banjir besar yang menghanyutkan Mufasa (Aaron Pierre), yang terbawa arus ke daerah yang jauh. Di sana, ia diselamatkan oleh Taka (Kelvin Harrison Jr.), yang kemudian membawanya ke kawanan singa dan menyambutnya layaknya seorang saudara. Meskipun ayah Taka menentang kedatangan Mufasa, ibunya, Eshe (Thandiwe Newton), menerima Mufasa dengan tangan terbuka. Bersama Eshe, Mufasa belajar bertahan hidup dan berburu.</p>
<p>Namun, hidup mereka berubah ketika kawanan mereka diserang oleh singa liar yang dipimpin oleh Kiros (Mads Mikkelsen). Mufasa dan Taka pun memulai petualangan seru mereka untuk menyelamatkan diri, dengan tujuan akhir mereka menuju Milele. Petualangan mereka ini akan mengungkap bagaimana Mufasa akhirnya menjadi seorang raja.</p>
<p><strong>Petualangan Seru di Balik Arahan Barry Jenkins</strong></p>
<p>Sutradara pemenang Academy Award®, Barry Jenkins, membawa film ini dengan nuansa yang lebih dalam tentang sisi manusiawi Mufasa. Kisah ini memperlihatkan perjalanan Mufasa yang penuh tantangan dan kesendirian sejak kehilangan orang tua, hingga bertemu dengan Taka, singa kecil keturunan raja, yang menjadi teman setianya. Bersama-sama, mereka melewati suka dan duka yang membentuk Mufasa menjadi sosok pemimpin yang akan dihormati.</p>
<p><strong>Visual dan Musik yang Memikat</strong></p>
<p>Seperti yang diharapkan dari film Disney, <em>Mufasa: The Lion King</em> menyuguhkan visual yang memukau, dengan detail yang membawa penonton merasakan atmosfer sabana Afrika. Selain itu, musik ikonis yang sudah melekat dengan <em>The Lion King</em> kembali hadir. Lagu-lagu orisinal yang diciptakan oleh Lin-Manuel Miranda, diproduksi bersama Mark Mancina, serta skoring dari Dave Metzger, akan menghidupkan kembali energi musikal yang membuat pendahulunya begitu istimewa.</p>
<p>"Saya ingin film ini tetap berakar pada elemen musik yang membuat <em>The Lion King</em> begitu spesial, namun kami juga menghadirkan elemen baru untuk memperkaya pengalaman penonton," ujar Barry Jenkins mengenai musik film ini.</p>
<p><strong>Mufasa: Dari Kehilangan Menuju Kepemimpinan</strong></p>
<p>Film ini menawarkan perspektif baru mengenai Mufasa. Jika sebelumnya kita mengenalnya sebagai raja bijaksana, <em>Mufasa: The Lion King</em> mengajak penonton untuk menyaksikan perjalanan emosional sang raja yang berawal dari kehilangan dan ketidakpastian. Melalui perjalanan hidupnya, Mufasa menemukan makna sejati dari keluarga, kepemimpinan, keberanian, dan pengorbanan.</p>
<p>Cerita ini mengingatkan kita bahwa bahkan seorang pemimpin besar pun pernah berada di titik terendah sebelum akhirnya bangkit dan menjadi sosok yang dihormati. <em>Mufasa: The Lion King</em> tidak hanya menceritakan kisah seorang raja, tetapi juga perjalanan emosional yang menginspirasi dan menyentuh hati.</p>
<p>Film ini patut ditonton bagi penggemar <em>The Lion King</em> dan siapa pun yang ingin menyaksikan kisah epik tentang perjuangan, persahabatan, dan takdir. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kisah legendaris Mufasa yang dimulai dari sebuah perjalanan panjang menuju takhta yang penuh tantangan. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com <br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seni Fotografi dalam Pusaran Teknologi: Dari Pengancam Menjadi yang Terancam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seni-fotografi-dalam-pusaran-teknologi-dari-pengancam-menjadi-yang-terancam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seni-fotografi-dalam-pusaran-teknologi-dari-pengancam-menjadi-yang-terancam</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Jangan takut dengan teknologi. Sebaliknya, manfaatkan itu untuk memperkaya karya Anda. AI bukan lawan, tetapi alat untuk mendukung ide-ide Anda,” ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67656ec0aef28.webp" length="30786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 21:29:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, ISTTS, Fotografi, Artificial Intelligence, AI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Fotografi penuh dengan dinamika. Di masa lalu, seni lukis sempat merasa "terancam" ketika kamera pertama kali ditemukan. Pelukis tradisional menganggap fotografi sebagai ancaman besar terhadap eksistensi mereka. </p>
<p>Namun, seiring waktu, fotografi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi medium seni yang kuat, bahkan berdampingan dengan seni lukis. Kini, fotografer menghadapi situasi serupa, kehadiran <em>Artificial Intelligence</em> (AI) yang mengubah lanskap kreatif dunia visual.</p>
<p>Namun, apakah AI benar-benar ancaman? Atau, seperti fotografi yang dulu dianggap mengancam seni lukis, AI hanyalah alat baru yang dapat memperkaya kreativitas?</p>
<p>Yulius Widi, dosen mata kuliah fotografi di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), memiliki pandangan yang menarik tentang hubungan antara fotografi dan AI.</p>
<p>"Fotografi dulu menggantikan banyak peran seni lukis, terutama dalam menangkap realitas. Saat itu, pelukis takut kehilangan tempat karena fotografi bisa membuat gambar lebih cepat dan akurat," ujar Yulius, Jumat (20/12/2024).</p>
<p>"Sekarang, fotografer menghadapi situasi yang mirip dengan adanya AI. Banyak yang khawatir teknologi ini akan menggantikan peran mereka," imbuhnya.</p>
<p>Namun, menurut Yulius, kekhawatiran ini bisa disikapi dengan bijak. Baginya, AI pun sama halnya seperti kamera, yang pada awal kali ditemukan, kedua teknologi tersebut sama-sama sebuah alat.</p>
<p>"Yang membedakan hasil karya seorang manusia dengan mesin adalah kreativitas dan hati nurani," tambahnya.</p>
<p>Ia memberikan analogi menarik, AI dalam fotografi seharusnya dilihat sebagai "pendamping" yang membantu proses kreatif, bukan sebagai pengganti. </p>
<p>"Fotografi tetap membutuhkan sentuhan manusia, baik dalam komposisi, pengambilan sudut, maupun narasi di baliknya. AI hanya membantu dalam hal teknis, seperti editing atau pengolahan gambar," jelasnya.</p>
<p>Dalam fotografi modern, AI telah membantu menciptakan efek visual yang sulit dicapai secara manual. Beberapa fotografer bahkan memanfaatkan AI untuk mengembangkan gaya baru dalam karya mereka. </p>
<p>Namun, Yulius mengingatkan, menggunakan AI sepenuhnya tanpa proses kreatif manusia akan menghilangkan esensi seni fotografi itu sendiri.</p>
<p>"Misalnya, jika Anda hanya mengetikkan prompt untuk menghasilkan gambar tanpa proses fotografi sama sekali, itu bukan fotografi. Itu adalah seni lain yang juga menarik, tetapi tidak sama," tegasnya.</p>
<p>Pandangan ini tercermin dalam pameran seni fotografi yang diselenggarakan oleh anak didiknya di ISTTS. Dalam pameran tersebut, para peserta diberikan kebebasan penuh untuk mengekspresikan ide mereka melalui serangkaian foto. </p>
<p>Banyak dari mereka memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menyempurnakan hasil karya, tetapi tetap mempertahankan elemen manual seperti pengambilan foto dan pengembangan narasi.</p>
<p>"Peserta pameran ini diberi kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batasan dari pihak luar. Mereka memadukan teknologi modern dengan sentuhan personal mereka, sehingga hasilnya tetap autentik," ujar Yulius.</p>
<p>Yulius optimis bahwa fotografi akan menemukan jalannya untuk bertahan dan berkembang, seperti yang terjadi pada seni lukis di masa lalu. </p>
<p>"Pada akhirnya, kreativitas manusia akan selalu menjadi nilai tambah yang tidak bisa ditiru oleh AI. Teknologi akan terus berkembang, tetapi hati dan jiwa dalam sebuah karya seni adalah sesuatu yang unik," katanya.</p>
<p>Bagi fotografer muda, ini adalah momentum untuk mengembangkan kreativitas lebih tinggi lagi. Yulius dengan tegas mendorong generasi muda untuk tidak takut terhadap teknologi, melainkan harus berani mengendalikan teknologi.</p>
<p>“Jangan takut dengan teknologi. Sebaliknya, manfaatkan itu untuk memperkaya karya Anda. AI bukan lawan, tetapi alat untuk mendukung ide-ide Anda,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti seni lukis yang tidak pernah benar-benar hilang, fotografi pun akan menemukan keseimbangannya di era teknologi yang semakin maju. Yang terpenting, kreativitas dan jiwa manusia tetap menjadi pusat dari semua karya seni, termasuk fotografi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Rayakan Natal dengan Tema &amp;apos;Kembali ke Betlehem&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-rayakan-natal-dengan-tema-kembali-ke-betlehem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-rayakan-natal-dengan-tema-kembali-ke-betlehem</guid>
<description><![CDATA[ Dihadiri kurang lebih 50 anak-anak jemaat gereja acara tersebut diselenggarakan bertujuan perwujudan dari perayaan kebersamaan natal kepada sesama khususnya bagi mereka yang merayakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67655da4e9905.webp" length="74766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 21:02:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama, natal, perayaan, betlehem, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Momen perayaan Natal sudah mulai disambut dengan hangat Grand Mercure Malang Mirama. Pohon Natal dengan ukuran 7,5 meter yang sudah menjadi ikonik tiap tahun dalam perayaan Natal, dapat dibilang menjadi paling besar dan paling tinggi di Malang Raya. </p>
<p>Momentum tersebut disajikan Grand Mercure Malang Mirama dengan suka cita dengan memberi tema "Kembali Ke Betlehem", di mana tema Natal ini juga mencerminkan kisah para gembala yang mengajarkan tentang keimanan dan keyakinan. </p>
<p>Rangkaian acara yang diselenggarakan meliputi kegiatan ibadah bersama hingga kegiatan sosial yang dilakukan pada hari ini, bersama Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Gadang yang berlokasi di Gang 7A No.01 Gadang, Kecamatan Sukun Malang. </p>
<p>Dihadiri kurang lebih 50 anak-anak jemaat gereja, acara tersebut diselenggarakan sebagai perwujudan dari perayaan kebersamaan Natal kepada sesama, khususnya bagi mereka yang merayakan. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67655db2bbfe5.webp" alt=""></p>
<p>Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama &amp; Mercure Surabaya Grand Mirama katakan, kurang lebih ada 35 karyawan hotel yang datang ke lokasi.</p>
<p>"Momen perayaan Natal biasanya kami melakukan ibadah di dalam hotel dengan mengundang salah satu perwakilan dari gereja dalam menyambut Natal. Untuk tahun ini kami ingin melakukannya di luar hotel sekaligus sebagai salah satu perwujudan dari bukti dan tanggung jawab kami sebagai industri perhotelan yang aktif dan memiliki peran terhadap sesama khususnya dalam memenuhi wujud <em>Corporate Social Responsibility</em>," terangnya.</p>
<p>"Terlebih, di momen natal ini, kita juga ingin tetap terus berbagi dengan sesama salah satunya bersama GKJW Jemaat Gadang ini," tambahnya.</p>
<p>Selanjutnya, acara makan siang diselenggarakan bersama di GKJW Jemaat Gadang yang dibantu oleh para karyawan dari Grand Mercure Malang Mirama. </p>
<p>Acara ditutup dengan pemberian donasi dan sembako yang diberikan oleh pihak manajemen Grand Mercure Malang Mirama kepada pihak GKJW.</p>
<p>Perlu diketahui, penawaran menarik terkait Christmas Buffett Dinner di Grand Mercure Malang Mirama Hotel untuk periode 24 dan 25 Desember 2024 dapat reservasi melalui Hotline F&amp;B +62 821-3100-2744 [Whatsapp Only] atau di instagram @grandmercuremalangmirama. </p>
<p>Spesial promo juga dapat melalui laman website <a href="https://all.accor.com/9824">https://all.accor.com/9824</a>. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Daftar Lagu Paling Banyak Diputar di 2024, &amp;quot;Satu Bulan&amp;quot; Mendominasi Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/daftar-lagu-paling-banyak-diputar-di-2024-satu-bulan-mendominasi-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/daftar-lagu-paling-banyak-diputar-di-2024-satu-bulan-mendominasi-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Spotify baru-baru ini merilis daftar lagu-lagu yang paling banyak diputar sepanjang tahun 2024, mencakup berbagai rilisan dari seluruh dunia ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6764c33b2c56a.webp" length="28952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 10:01:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Lagu Indonesia, Musik, Daftar Lagu, LIfestyle</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Spotify baru-baru ini merilis daftar lagu-lagu yang paling banyak diputar sepanjang tahun 2024, mencakup berbagai rilisan dari seluruh dunia. Di tingkat Indonesia, lagu "Satu Bulan" dari Bernadya berhasil meraih posisi puncak, dengan lebih dari 200 juta pemutaran.</p>
<p>Berikut adalah daftar lagu Indonesia yang paling banyak diputar sepanjang 2024:</p>
<ol>
<li><strong>Satu Bulan - Bernadya</strong><br>Lagu "Satu Bulan" dari Bernadya memimpin daftar lagu paling populer di Indonesia pada 2024. Dengan lebih dari 200 juta kali pemutaran, lagu ini menjadi hits terbesar sepanjang tahun.</li>
<li><strong>Penjaga Hati - Nadhif Basalamah</strong><br>Lagu romantis "Penjaga Hati" milik Nadhif Basalamah turut mencatatkan angka pemutaran lebih dari 300 juta kali, menjadikannya salah satu lagu paling viral di 2024.</li>
<li><strong>Tak Dianggap - Lyodra</strong><br>Lyodra juga mencetak prestasi besar dengan "Tak Dianggap", yang telah diputar lebih dari 200 juta kali di Spotify. Lagu ini, yang dirilis pada Agustus 2023, menceritakan kisah hubungan percintaan yang penuh kekecewaan.</li>
<li><strong>Sialan - Juicy Luicy feat. Adrian Khalif</strong><br>Grup band Juicy Luicy bersama Adrian Khalif menghasilkan "Sialan", yang menjadi salah satu lagu paling banyak diputar dengan lebih dari 200 juta pemutaran.</li>
<li><strong>Pesan Terakhir - Lyodra</strong><br>Lagu upbeat "Pesan Terakhir" dari Lyodra juga sukses besar, tercatat dengan ratusan juta kali pemutaran sepanjang tahun 2024.</li>
<li><strong>Aku Yang Jatuh Cinta - Dudy Oris</strong><br>Lagu "Aku Yang Jatuh Cinta" dari Dudy Oris tak hanya populer di Spotify tetapi juga viral di TikTok dan Instagram. Lagu ini telah diputar lebih dari 100 juta kali.</li>
<li><strong>Tak Segampang Itu - Anggi Marito</strong><br>Lagu galau "Tak Segampang Itu" dari Anggi Marito menjadi favorit banyak pendengar, dengan lebih dari 500 juta kali pemutaran.</li>
<li><strong>Runtuh - Feby Putri feat. Fiersa Besari</strong><br>Meskipun dirilis pada 2021, "Runtuh" tetap menjadi lagu yang populer dan telah diputar lebih dari 500 juta kali sepanjang 2024.</li>
<li><strong>Duka - Last Child</strong><br>"Duka" dari Last Child, yang juga dirilis beberapa tahun lalu, masih mendapatkan banyak pemutaran hingga 2024 dengan lebih dari 400 juta kali didengar.</li>
<li><strong>Serana - for Revenge</strong><br>Lagu "Serana" yang dirilis pada 2022 ini terus disukai pendengar, dengan lebih dari 300 juta kali pemutaran.</li>
</ol>
<p>Dengan dominasi lagu-lagu Indonesia dalam daftar ini, 2024 tampaknya menjadi tahun yang luar biasa bagi industri musik Tanah Air. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: detikpop</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film &amp;apos;Modal Nekad&amp;apos; Suguhkan Gading, Gisel, dan Gempita Siap Hebohkan Bioskop Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-modal-nekad-suguhkan-gading-gisel-dan-gempita-siap-hebohkan-bioskop-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-modal-nekad-suguhkan-gading-gisel-dan-gempita-siap-hebohkan-bioskop-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Film ini menyuguhkan pengalaman menghibur yang tak hanya membuat tertawa, tetapi juga penuh dengan kejutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6763cd5087448.webp" length="73538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 23:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Terbaru, Rekomendasi Film, Sinema Seru, Modal Nekat, Komedi, Film Komedi, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film komedi <em>Modal Nekad</em> resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia pada hari ini Kamis (19/12/24). Dengan kisah yang menghibur dan aksi kocak tiga bersaudara, film ini dijamin akan membuat penonton tertawa terbahak-bahak.</p>
<p>Disutradarai oleh Imam Darto, yang dikenal dengan karya-karya komedinya yang sukses mengundang tawa, <em>Modal Nekad</em> menggabungkan humor ringan dan ketegangan yang seru. Film ini menyuguhkan pengalaman menghibur yang tak hanya membuat tertawa, tetapi juga penuh dengan kejutan.</p>
<p>Cerita berfokus pada tiga saudara—diperankan oleh Gading Marten, Tarra Budiman, dan Fatih Unru—yang nekat mencuri televisi dari rumah besar untuk melunasi utang ayah mereka sebesar 28 juta rupiah. Namun, tanpa mereka sadari, rumah itu ternyata milik sekelompok mafia berbahaya yang siap membuat mereka terjebak dalam situasi penuh ketegangan.</p>
<p>Tak hanya itu, film ini juga mempertemukan Gading Marten dan Gisella Anastasia dalam satu layar. Keduanya, yang dikenal sebagai mantan pasangan selebriti ternama, kini tampil bersama di film <em>Modal Nekad</em>, dengan Gisella berperan sebagai karakter penting dalam cerita. Selain itu, kehadiran Gempita Nora Marten, putri mereka, juga menambah daya tarik tersendiri bagi para penggemar pasangan ini.</p>
<p><em>Modal Nekad</em> juga dibintangi oleh sejumlah aktor ternama Indonesia, seperti Bucek, Sahila Hisyam, dan Coki Anwar. Selain itu, Tora Sudiro, Ananda Omesh, dan Dwi Sasono turut memperkaya film ini dengan penampilan mereka yang mengesankan.</p>
<p>Durasi film yang pas dan alur cerita yang ringan menjadikannya pilihan sempurna untuk hiburan akhir tahun. Film ini menawarkan komedi yang menyenangkan dan cerita penuh kejutan, menjaga penonton tetap terlibat hingga akhir.</p>
<p>Materi promosi film, seperti trailer dan poster, berhasil menarik perhatian publik dengan visual yang menarik, menciptakan rasa penasaran yang tinggi untuk menyaksikan aksi kocak para karakter.</p>
<p>Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menonton <em>Modal Nekad</em> yang sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia. Saksikan keseruan dan kegembiraannya di layar lebar mulai hari ini! <strong>(**)</strong></p>
<p>Sumber : Dari Berbagai Sumber<strong><br>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penthouse Gratis bagi Tamu Beruntung, Grand Mercure Malang Mirama Siapkan Event Tahun Baru Spektakuler</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penthouse-gratis-bagi-tamu-beruntung-grand-mercure-malang-mirama-siapkan-event-tahun-baru-spektakuler</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penthouse-gratis-bagi-tamu-beruntung-grand-mercure-malang-mirama-siapkan-event-tahun-baru-spektakuler</guid>
<description><![CDATA[ Hotel premium pertama di Malang Raya ini selalu menghadirkan konsep pesta Tahun Baru yang beda dari sebelumnya dan tidak ditemukan di tempat lain ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67616c5947c76.webp" length="58912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 23:24:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama Hotel</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP — </strong>Guna menyambut momen perayaan Tahun Baru yang sudah semakin dekat, sejumlah industri perhotelan mulai menyiapkan perhelatan spektakulernya. Agenda itu akan menjadi kado istimewa bagi masyarakat di momen pergantian tahun. </p>
<p>Salah satu industri perhotelan yang bergegas menyiapkan pelayanan terbaiknya yaitu Grand Mercure Malang Mirama. Hotel premium pertama di Malang Raya ini tak mau ketinggalan menawarkan paket akhir tahun yang menggiurkan.</p>
<p>Mulai dari penawaran promo yang menarik, konsep acara yang spektakuler, hingga hadiah Tahun Baru yang sulit untuk diabaikan. Semuanya tersaji bagi siapa pun yang ingin menikmati momentum pergantian tahun dengan penuh kebahagiaan.</p>
<p>Grand Mercure Malang Mirama menawarkan dua konsep pergantian tahun dengan dua tempat berbeda. Ada acara perayaan Tahun Baru yang akan berlokasi di <em>grand ballroom</em>, ada pula momentum perayaan Tahun Baru yang berlokasi di <em>sky lounge</em>. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67616c4182fea.webp" alt=""></p>
<p>Di <em>grand ballroom</em>, Grand Mercure Malang Mirama menghadirkan wahana berkonsep <em>futuristic extraterrestrial</em> (FET). Para tamu akan diajak berkelana mengelilingi dunia luar angkasa. Wahana masa depan ini dikemas dengan konsep modern.</p>
<p>Hadiah yang akan diberikan di program ini tidak tanggung-tanggung. Sangat menggiurkan. Yaitu satu unit motor, satu unit unit <em>Bicycle Aviator</em>, peralatan elektronik, hingga menginap gratis di kamar <em>penthouse </em>bagi siapa pun yang beruntung.</p>
<p>Di venue lain juga tidak kalah spektakuler. Yakni di <em>sky lounge</em> di lantai 19. Grand Mercure Malang Mirama akan menghadirkan sebuah perayaan dengan tema <em>egypt on the sky</em>. Salah satu <em>grand prize</em> yang tidak boleh dilewatkan yaitu satu unit sepeda listrik.</p>
<p>Meski begitu, jangan beranggapan bahwa semua sajian itu hanya boleh diakses oleh tamu yang hendak menginap. Sebab, semuanya bisa dinikmati oleh tamu <em>dinner only</em> atau tanpa menginap. Bahkan, <em>all member </em>akan mendapatkan diskon 5 persen dan <em>accor plus</em> 10 persen.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67616e5f60a30.webp" alt=""></p>
<p>Cluster General Manager Grand Mercure Malang dan Surabaya, Sugito Adhi mengatakan, perayaan Tahun Baru di Grand Mercure Malang Mirama selalu ditawarkan dengan dua pilihan konsep acara. Hal itu sebagai opsi dan alternatif bagi para tamu.</p>
<p>Pihaknya sengaja memilih tema dan konsep yang belum pernah digagas sebelumnya. Sehingga tema perayaan Tahun Baru kali ini sangat <em>uncommon </em>dan <em>out of the box</em>. Dengan begitu, akan menjadi sebuah momentum yang ditunggu-tunggu.</p>
<p>“Kami selalu berupaya menghadirkan acara spektakuler di setiap pergantian akhir," ungkap Sugito, Selasa (17/12/2024).</p>
<p>Dibeberkannya, jelang pergantian tahun nanti, pihaknya menyediakan paket bundling kamar dengan <em>compulsory dinner</em> untuk dua orang. Para tamu dapat menikmati fasilitas menginap mulai dari harga Rp3.860.000 per malam di tipe kamar <em>deluxe</em>.</p>
<p>Semua tamu berkesempatan mengikuti undian untuk memenangkan sejumlah<em> grand prize</em> yang ada di <em>grand ballroom</em>. Selain itu, tamu juga dapat memilih tipe kamar <em>executive </em>dengan harga Rp4.102.000 per malam. Di kelas ini, tamu dapat menikmati acara di <em>sky lounge</em>. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67616e8eb85d3.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Sugito, setiap tamu yang berkesempatan menginap di Grand Mercure Malang Mirama pada saat momentum pergantian tahun nanti, akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan ditemui di tempat lain. Sehingga sayang sekali bila kesempatan itu dilewatkan.</p>
<p>Sebagai <em>kids friendly hotel</em>, Grand Mercure Malang Mirama tidak hanya hadir sebagai sebuah tempat penginapan premium, tetap juga sebagai destinasi wisata yang ramah anak. Sehingga sangat cocok bagi keluarga yang hendak menikmati libur Tahun Baru.</p>
<p>Kebersamaan di Grand Mercure Malang Mirama juga akan dimeriahkan oleh pemandu acara profesional. Yakni Mima Mindut dan Ilham Aga. Kemudian ada pula Emdy Dance, Vangga El Magician, Luna The Band featuring DJ Romy, Lutino Band dan pendukung acara lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kaleidoskop 2024, 10 Tren Pencarian Terpopuler di Google Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kaleidoskop-2024-10-tren-pencarian-terpopuler-di-google-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kaleidoskop-2024-10-tren-pencarian-terpopuler-di-google-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Sepanjang tahun 2024, Indonesia menyaksikan berbagai peristiwa dan fenomena yang mengundang perhatian publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6760e9d54d94d.webp" length="55220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 23:03:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Kaleidoskop 2024, Fenomena Sepanjang Tahun, Google, Tren Pencarian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Sepanjang tahun 2024, Indonesia menyaksikan berbagai peristiwa dan fenomena yang mengundang perhatian publik. Untuk merangkum segala perbincangan tersebut, Google merilis daftar 10 tren pencarian terpopuler di Indonesia. Dalam delapan kategori yang dirangkum, kategori 'Top Tren' menjadi sorotan utama, mengingat besarnya pengaruh peristiwa-peristiwa yang terjadi di negara ini. Apa saja tren pencarian yang mencuat? Berikut ulasannya.</p>
<ol>
<li><strong>Tenis Kursi Roda di Paralimpiade Paris 2024</strong><br>Posisi teratas tren pencarian tahun 2024 di Indonesia ditempati oleh cabang olahraga tenis kursi roda di Paralimpiade Paris. Kontroversi serta prestasi mengesankan para atlet menjadikan cabang olahraga ini menjadi sorotan global. Dengan partisipasi yang semakin meningkat, tenis kursi roda menjadi panggung bagi atlet dari berbagai negara untuk menunjukkan kehebatan mereka, menarik perhatian besar di Indonesia.</li>
<li><strong>Renang Indah di Olimpiade Paris</strong><br>Pencarian terkait kontroversi seputar cabang olahraga renang indah juga merajai tren pencarian. Untuk pertama kalinya, atlet pria diizinkan ikut berlaga di Olimpiade Paris 2024, mencatatkan sejarah baru. Selain itu, isu doping yang melibatkan tim renang China semakin memperbanyak pembicaraan mengenai olahraga ini.</li>
<li><strong>Kawal Pemilu 2024</strong><br>Isu pemilu juga mendominasi pencarian masyarakat Indonesia. Pencarian 'Kawal Pemilu 2024' mencuat, seiring dengan inisiatif crowdsourcing yang digagas oleh netizen Indonesia untuk memantau suara rakyat melalui teknologi real count. Gerakan ini mengundang perhatian luas dan mencatatkan jumlah pencarian yang signifikan.</li>
<li><strong>Queen of Tears</strong><br>Drama Korea "Queen of Tears" mencuri perhatian penonton Indonesia dan menduduki posisi keempat dalam tren pencarian. Alur cerita yang menarik dan bintangnya, Kim Ji-won dan Kim Soo-hyun, semakin membuat penonton penasaran dengan kelanjutan setiap episodenya.</li>
<li><strong>Pemilihan Umum Indonesia 2024</strong><br>Tahun 2024 juga merupakan tahun yang penuh dengan euforia politik, dengan Pemilu yang mencakup Pemilihan Presiden dan legislatif. Tak hanya presiden, pencarian juga mencakup nama-nama artis yang terlibat dalam pemilu, seperti Once Mekel dan Denny Cagur, yang menarik perhatian masyarakat.</li>
<li><strong>Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026</strong><br>Ketertarikan masyarakat terhadap sepak bola terus berlanjut, dengan pencarian tentang 'Klasemen Kualifikasi Piala Dunia' menjadi tren terbesar keenam. Masyarakat Indonesia sangat antusias dengan perjalanan timnas menuju Piala Dunia 2026, baik di zona Asia maupun Eropa.</li>
<li><strong>Piala Asia 2024</strong><br>Timnas Indonesia juga menjadi sorotan utama dalam pencarian 'Piala Asia 2024'. Perjalanan Garuda Muda yang menakjubkan, meski harus tersingkir di semifinal, tetap membuat masyarakat Indonesia terus mengikuti perkembangan timnas.</li>
<li><strong>Euro 2024</strong><br>Euro 2024 yang digelar di Jerman menjadi ajang yang tak kalah menarik. Pencarian terkait kejuaraan ini menempati posisi kedelapan, dengan Spanyol sebagai juara dan Inggris sebagai runner-up. Kejuaraan ini diikuti oleh lebih dari 2,6 juta penonton, menciptakan euforia tersendiri.</li>
<li><strong>Jadwal Puasa 2024</strong><br>Pencarian terkait jadwal puasa 2024 juga menjadi topik hangat di Google Indonesia. Masyarakat mencari informasi terkait waktu imsakiyah, buka puasa, dan waktu shalat selama bulan Ramadhan, yang dimulai pada 12 Maret dan berakhir pada 10 April 2024.</li>
<li><strong>Quick Count Pilpres 2024</strong><br>Tak kalah penting, 'Quick Count Pilpres 2024' menempati urutan kesepuluh dalam tren pencarian. Masyarakat Indonesia yang antusias mengikuti Pemilu 2024, sering kali mencari informasi hasil quick count untuk mengetahui perkembangan hasil sementara pemilihan presiden dan wakil presiden.</li>
</ol>
<p>Itulah sepuluh tren terpopuler yang banyak dicari di Google Indonesia sepanjang tahun 2024. Dari dunia politik hingga olahraga dan hiburan, masyarakat Indonesia menunjukkan minat besar terhadap berbagai peristiwa yang mengguncang sepanjang tahun ini. Apakah Anda juga mengikuti tren-tren ini? <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: dari berbagai sumber</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merawat Adat Lewat Kanvas: Kisah Lukisan Bàralek Gadàng di Pameran Close Open 2024/2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merawat-adat-lewat-kanvas-kisah-lukisan-baralek-gadang-di-pameran-close-open-20242025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merawat-adat-lewat-kanvas-kisah-lukisan-baralek-gadang-di-pameran-close-open-20242025</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Bàralek Gadàng, Supriyanto menghidupkan megahnya pesta adat Minangkabau. Sapuan kuasnya tidak sekadar seni, tapi pesan kuat untuk melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_676030199efcf.webp" length="44154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 22:09:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bàralek Gadàng, Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Meski tutup di hari Senin, Alun-alun Kota Surabaya masih menyisakan jejak kehangatan Pameran Close Open 2024/2025 yang baru saja berakhir. </p>
<p>Gelaran pameran yang diinisiasi oleh karya Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ini bukan sekadar ruang untuk memajang karya, melainkan sebuah perayaan jiwa seni yang menghadirkan cerita-cerita dari seantero nusantara.</p>
<p>Di antara deretan karya memukau, satu lukisan mencuri perhatian: Bàralek Gadàng, karya Supriyanto, atau yang akrab disapa Yanto Bedor.</p>
<p>Dengan ukuran 90x70 cm dan teknik minyak di atas kanvas, Bàralek Gadàng menghidupkan kembali hiruk-pikuk pesta adat Minangkabau.</p>
<p>Sapuan kuas Supriyanto begitu kaya, menampilkan kehangatan dan kemegahan tradisi yang seringkali terbungkus warna-warni cerah kain adat, barisan makanan khas, hingga gerak lincah tari pasambahan.</p>
<p>“Lukisan ini menggambarkan pesta besar adat Minangkabau, yang disebut bàralek gadàng,” jelas Supriyanto, Senin (16/12/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_6760301eafeda.webp" alt=""></p>
<p>“Ini bukan sekadar pesta, tetapi wujud penghormatan kepada nenek mamak, bunda kandung, dan tokoh-tokoh adat. Dalam pesta ini, kebanggaan keluarga dituangkan, dan pesan tradisi diwariskan kepada generasi muda," imbuhnya.</p>
<p>Lahir di Sumatera, Supriyanto tumbuh di tengah keindahan budaya lokal. Melalui Bàralek Gadàng, ia ingin memastikan bahwa adat Minangkabau tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi. </p>
<p>“Saya ingin budaya ini tidak luntur. Sebagai pelukis, ini bentuk tanggung jawab saya untuk memperkenalkan adat istiadat kepada anak cucu, agar mereka paham dan bangga pada warisan leluhur mereka,” lanjutnya.</p>
<p>Perjalanan Supriyanto sebagai pelukis dimulai di Galeri Simpah Seri Medan pada tahun 1990, di bawah bimbingan Sudarno, seorang maestro seni rupa. Dari Medan, ia merantau ke Jakarta, melukis dari Monas hingga Blok M sebagai pelukis jalanan, sebelum akhirnya hijrah ke Bali dan menetap di Ubud, salah satu episentrum seni rupa Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_67603022d89ba.webp" alt=""></p>
<p>“Ada masa-masa saya melukis di galeri besar seperti Museum Rudana di Bali, tetapi juga masa-masa keliling pameran bersama komunitas pelukis lainnya,” kenangnya. </p>
<p>Dalam setiap perjalanannya, ia selalu membawa semangat untuk mempelajari lebih banyak, berbagi pengalaman, dan menjalin persahabatan dengan sesama seniman.</p>
<p>Kini, Supriyanto kembali ke akar budayanya di Sumatera, bergabung dengan Ikatan Pelukis Indonesia. Baginya, IPI adalah harapan baru bagi seni lukis Indonesia. </p>
<p>“Dengan adanya IPI, saya berharap masa depan seni lukis kita semakin cerah, semakin dikenal, dan dihargai di dalam maupun luar negeri," harap Supriyanto.</p>
<p>Di tengah deretan karya-karya modern yang dipamerkan di Close Open 2024/2025, Bàralek Gadàng terasa seperti napas segar yang mengingatkan pengunjung pada kekayaan budaya Indonesia. Melalui lukisannya, Supriyanto bukan hanya bercerita, tetapi juga memanggil kita untuk kembali menghargai akar tradisi.</p>
<p>"Seni adalah cara saya bercerita, setiap sapuan kuas adalah pesan untuk menjaga, merawat, dan mencintai budaya kita," tukasnya.</p>
<p>Meski pameran telah usai, cerita yang disampaikan oleh Bàralek Gadàng akan terus hidup. Lukisan itu, dengan harga Rp 6 juta, mungkin akan segera menjadi milik seseorang. Namun, nilai budaya yang diangkatnya akan tetap menjadi milik bersama, milik Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bazar Tani Vol. 3: Menghubungkan Petani Urban dan Masyarakat Kota Surabaya Lewat Hasil Tani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-3-menghubungkan-petani-urban-dan-masyarakat-kota-surabaya-lewat-hasil-tani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-3-menghubungkan-petani-urban-dan-masyarakat-kota-surabaya-lewat-hasil-tani</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya perkuat ketahanan pangan melalui Bazar Tani Vol. 3, mempertemukan 10 Kampung Sayur unggulan dengan masyarakat. Eduwisata urban farming dan produk segar jadi daya tarik utama acara ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675ec0f153ea6.webp" length="85268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 19:28:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bazaar Tani, Bazaar Tani Vol 3, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DKPP Kota Surabaya, MSIB, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Car Free Day di Taman Bungkul pada Minggu (15/12/2024), terasa lebih semarak dari biasanya. Sebuah bazar unik bernama "Bazar Tani Vol. 3: Dapurbara – Dodolan Produk Urban Farming Surabaya" digelar untuk memperkenalkan hasil pertanian perkotaan sekaligus menghubungkan petani lokal dengan masyarakat. </p>
<p>Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Mahasiswa MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat), dan komunitas Kampung Sayur Surabaya (KaSurBoyo) dapat menciptakan inovasi yang memberdayakan masyarakat.</p>
<p>Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiarti, menjelaskan bahwa Bazar Tani Vol. 3 merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong gaya hidup urban farming di kalangan masyarakat kota.</p>
<p>“Kami ingin menunjukkan bahwa urban farming bukan hanya solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga cara untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Surabaya terus berkomitmen untuk menjadi kota yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan,” ungkap Antiek, Minggu (15/12/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675ec10e03c51.webp" alt=""></p>
<p>Acara ini menghadirkan hasil panen dan produk olahan dari 10 Kampung Sayur terbaik di Surabaya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Kampung Sayur Oase Songo</li>
<li>Kampung Sayur Sepoloh D'Bozem</li>
<li>Kampung Sayur Sri Rejeki Jitu</li>
<li>Kampung Sayur Gangnam Rojo</li>
<li>Kampung Sayur Sidosubur</li>
<li>Kampung Sayur Oase Ondomohen</li>
<li>Kampung Pintar Oase Tembok Gede</li>
<li>Kampung Sayur Tambaksari Jaya</li>
<li>Kampung Sayur Jeruk</li>
<li>Kampung Sayur Kelor</li>
</ol>
<p>Antiek menekankan bahwa urban farming adalah bagian dari visi besar Surabaya untuk memperkuat ketahanan pangan kota.</p>
<p>“Kami ingin menjadikan urban farming sebagai gerakan kolektif. Dengan dukungan masyarakat, program ini bisa memberikan dampak besar, baik untuk ketahanan pangan maupun keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari tim DKPP, mahasiswa MSIB, hingga komunitas KaSurBoyo.</p>
<p>“Acara ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan perubahan besar. Surabaya siap menjadi contoh kota yang berhasil mewujudkan urban farming sebagai bagian dari solusi masa depan,” ucap Antiek.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675ec11a4654b.webp" alt=""></p>
<p>Tidak hanya menjadi ajang jual beli, Bazar Tani Vol. 3 juga menawarkan program edukasi urban farming melalui eduwisata yang dirancang oleh tim MSIB dan DKPP. </p>
<p>Pengunjung diajak untuk belajar bercocok tanam di lahan terbatas, memahami teknologi hidroponik, serta memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk ramah lingkungan.</p>
<p>Koordinator Acara, Sefila Nesya Dewianti, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan pasar tani yang berbeda, di mana pengunjung tidak hanya bisa membeli produk segar, tetapi juga belajar tentang inovasi urban farming," ucap Sefila.</p>
<p>"Ada banyak aktivitas menarik, seperti permainan ular tangga edukasi dan Robot Delta dari Kampung Pintar Oase Tembok Gede,” imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675ec1013d958.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, produk olahan dari Kampung Sayur, seperti camilan sehat dan minuman herbal, juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa kampung menonjolkan ciri khas mereka, seperti hidroponik unggulan dari Kampung Sayur Oase Songo atau olahan herbal dari Kampung Sayur Kelor.</p>
<p>Acara ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara DKPP, mahasiswa MSIB Batch 7, dan komunitas KaSurBoyo. Mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia ikut berkontribusi dalam mendampingi Kampung Sayur, mengembangkan program eduwisata, hingga merancang acara. Mereka adalah: </p>
<ol>
<li>Aflakhul Muzakka (Universitas Trunojoyo Madura)</li>
<li>Muhammad Farhan (Universitas Sebelas Maret)</li>
<li>Irma Jauzalia Maheswari (Telkom University Surabaya)</li>
<li>Nafidzah Salsabila Firdausi (Universitas Hasanuddin)</li>
<li>Jihan Fitri Husniyah (Universitas Gadjah Mada)</li>
<li>Sefila Nesya Dewianti (Universitas Gadjah Mada)</li>
</ol>
<p>Mereka bekerja di bawah bimbingan mentor berpengalaman dari DKPP Kota Surabaya, yakni:</p>
<ol>
<li>Adi Candra</li>
<li>Ita Trassetyaningsih</li>
<li>Slavyanti</li>
<li>Yasmin Islamiyah</li>
</ol>
<p>Adi Candra, Koordinator Marketing dan Eduwisata DKPP, memuji keterlibatan mahasiswa sebagai kunci keberhasilan acara. Baginya, para mahasiswa tudak hanya membantu mengembangkan Kampung Sayur, tetapi juga memberikan sentuhan kreatif pada acara ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675ec12a26a99.webp" alt=""></p>
<p>"Hasilnya, animo masyarakat lebih besar dibandingkan tahun lalu, dan banyak produk unggulan dari Kampung Sayur yang terjual habis,” ujar Adi.</p>
<p>Bazar Tani Vol. 3 tidak hanya menjadi tempat bertemunya petani dan masyarakat, tetapi juga menjadi ajang untuk mengedukasi, menginspirasi, dan memperkuat semangat keberlanjutan. Keberhasilan acara ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa.</p>
<p>Dengan keberagaman produk, program edukasi, dan inovasi teknologi yang ditawarkan, Bazar Tani Vol. 3 membuktikan bahwa urban farming bukan sekadar tren, melainkan masa depan bagi kota yang lebih hijau dan mandiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Zeus dan Kiara, Dua Singa Putih yang Menawan, Resmi Huni PDTS Kebun Binatang Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/zeus-dan-kiara-dua-singa-putih-yang-menawan-resmi-huni-kebun-binatang-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/zeus-dan-kiara-dua-singa-putih-yang-menawan-resmi-huni-kebun-binatang-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Zeus dan Kiara, dua singa putih muda nan langka, resmi menghuni Kebun Binatang Surabaya. Kehadiran mereka menambah daya tarik jelang Natal dan Tahun Baru dengan beragam acara meriah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675ea9e404e19.webp" length="77232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 17:29:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Singa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di penghujung tahun 2024, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali mencuri perhatian pengunjung dengan menghadirkan dua penghuni baru yang istimewa.</p>
<p>Mereka adalah Zeus dan Kiara, sepasang singa putih muda, resmi diperkenalkan dalam acara launching meriah pada Minggu (15/12/2024). Kehadiran mereka menambah daya tarik PDTS KBS, terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>Menurut Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, kehadiran Zeus dan Kiara bukan secara tiba-tiba, melainkan mereka telah melalui proses habituasi selama tuga bulan sejak didatangkan pada Agustus 2024 lalu.</p>
<p>"Mulai dari adaptasi lingkungan hingga saling mengenal satu sama lain. Peluncurannya sengaja kami lakukan di akhir tahun untuk memberikan daya tarik tambahan bagi pengunjung saat event Nataru nanti," ujar Nurika, Minggu (15/12/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675ea9ea26238.webp" alt=""></p>
<p>Dua ekor singa ini didatangkan dari Lembang Zoo melalui program pertukaran satwa. PDTS KBS menukarkan seekor kudanil betina dan mendapatkan tiga satwa menarik, yaitu serval dan karakal yang sudah diluncurkan sebelumnya, serta sepasang singa putih.</p>
<p>Dengan usia yang masih muda, Zeus kini berumur 1,5 tahun dengan berat 150 kilogram, sedangkan Kiara baru berumur 1 tahun dengan berat 80 kilogram saat pertama kali datang. Harapannya, mereka dapat segera berkembang biak dalam waktu 1-2 tahun ke depan.</p>
<p>Meski berasal dari kawasan Lembang yang lebih dingin dibandingkan Kota Surabaya, Zeus dan Kiara mampu beradaptasi dengan baik di iklim Kota Pahlawan.</p>
<p>"Alhamdulillah, kondisi mereka sehat, dan perbedaan cuaca tidak terlalu berpengaruh. Untuk pola makan, Zeus mengonsumsi campuran daging sapi dan ayam sekitar 5 kilogram per hari, sementara Kiara 3,5 kilogram," jelas Nurika.</p>
<p>Tidak hanya menjadi calon "raja" baru, kehadiran Zeus dan Kiara juga menjadi bagian dari strategi PDTS KBS dalam menyemarakkan perayaan Nataru. Mereka diharapkan bisa menghibur para pengunjung di akhir tahun 2024.</p>
<p>"Kami menargetkan pengunjung sebanyak 200 ribu orang selama 10 hari event Natal. Jika biasanya akhir pekan menarik 12.000-15.000 pengunjung, kami berharap saat tahun baru bisa mencapai 20.000 pengunjung," tambah Nurika.</p>
<p>Dengan tambahan koleksi satwa seperti Zeus dan Kiara, PDTS KBS kini memiliki 10 singa, termasuk anak-anak singa. Kehadiran mereka menjadi simbol pelestarian sekaligus hiburan bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran “Close Open 2024/2025” di Surabaya: Renungan dan Harapan dalam Goresan Kanvas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-close-open-20242025-oleh-ipi-renungan-dan-harapan-dalam-goresan-kanvas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-close-open-20242025-oleh-ipi-renungan-dan-harapan-dalam-goresan-kanvas</guid>
<description><![CDATA[ Pameran “Close Open” Ikatan Pelukis Indonesia di Surabaya merangkum refleksi akhir tahun melalui 200 karya seni, melukis harapan baru untuk 2025, dengan semangat kolaborasi dan kreativitas tanpa batas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675e9c07ed5aa.webp" length="56438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 17:08:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Supaat Margie, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA, SJP - Kota Pahlawan menjadi saksi bagaimana seni lukis merangkum perjalanan waktu. Tahun 2024 yang perlahan pamit disambut dengan introspeksi dan harapan oleh Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) dalam pameran bertajuk “Close Open 2024/2025”. </p>
<p>Bertempat di <em>basement </em>Alun-Alun Kota Surabaya, selama enam hari sejak 10 hingga 15 Desember 2024, lebih dari 200 karya seni dipamerkan dengan membawa pesan bahwa seni bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga refleksi dan arah masa depan.</p>
<p>Ketua IPI, Supa’at Margie, menjelaskan bahwa tema “Close Open” mengandung makna mendalam, yaitu menutup tahun dengan retrospeksi dan membuka tahun baru dengan semangat baru. </p>
<p>“Close Open itu tutup tahun 2024. Selama 2024, apa <em>sih</em> yang kita capai? Apa yang kita raih, kita introspeksi semua. Menuju 2025, kita rencanakan apa yang lebih baik. Itu yang ingin kami sampaikan melalui tema ini,” ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675e9c178e73d.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya temanya yang bermakna, pameran ini juga menjadi wadah bagi 150 pelukis dari berbagai daerah untuk menampilkan karya mereka. Dari lukisan besar dengan harga mencapai Rp20 juta hingga karya kecil dan merchandise seperti tas serta topi berharga Rp75 ribu, semua memiliki daya tarik tersendiri.</p>
<p>“Lukisan-lukisan kecil ini sengaja kami buat terjangkau, supaya masyarakat luas bisa memiliki karya seni. Selain itu, ada juga merchandise yang semuanya dilukis. Ini menjadi salah satu cara agar seni lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tambah Supa’at.</p>
<p>Pameran “Close Open” juga berkolaborasi dengan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) untuk mengedukasi anak-anak tentang seni rupa. Hari terakhir pameran menjadi momen istimewa dengan diadakannya lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak. Kegiatan ini bertujuan membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap seni.</p>
<p>Selain itu, salah satu daya tarik utama adalah kehadiran stan untuk melukis bersama, di mana pengunjung bebas berkarya menggunakan cat akrilik dari merek Tesla, yang menyediakannya secara gratis. Roman, Humas IPI, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bebas diikuti oleh seluruh pengunjung pameran.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_675e9bf605ce7.webp" alt=""></p>
<p>“Rekan-rekan pengunjung cukup membawa kanvas dan alat sendiri. Cat kami sediakan sepuasnya, tapi tidak untuk dibawa pulang. Ini bagian dari komitmen kami memudahkan siapa saja untuk mencintai seni.”</p>
<p>Roman juga menyoroti pentingnya momentum ini untuk mempersiapkan tantangan yang akan datang, terutama dengan berkembangnya teknologi seperti AI (Artificial Intelligence). </p>
<p>“2025 itu tantangannya lebih berat, terutama dari AI. Tapi kita sebagai pelukis manual harus pandai-pandai mengembangkan seni lukis tanpa kehilangan identitas. Jangan sampai teknologi memperciut imajinasi kita,” tegasnya.</p>
<p>Kini, IPI yang sudah memiliki lebih dari 3.000 anggota di seluruh Indonesia juga memanfaatkan pameran ini untuk memperkuat jaringan antar cabang.</p>
<p>“Harapan kami, seni lukis semakin dikenal. Kami ingin IPI lebih solid, tidak hanya lewat media sosial, tapi juga melalui event seperti ini. Ke depan, kami berencana mengadakan pameran serupa di Pamekasan pada Januari 2025,” ungkap Roman.</p>
<p>Pameran “Close Open” bukan sekadar ajang seni biasa, melainkan ruang untuk merenung sekaligus melangkah maju. Lukisan-lukisan yang terpajang adalah suara para pelukis yang tak hanya mengabadikan keindahan, tetapi juga harapan, kritik, dan impian.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa misi IPI tidak hanya untuk kemajuan individu, tetapi juga untuk bangsa. “Kami berharap seni ini bisa membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Dengan dukungan masyarakat dan media, Insyaallah, seni lukis kita bisa berkembang jauh ke depan,” katanya penuh semangat.</p>
<p>Tahun 2024 mungkin segera berakhir, tetapi di basement Alun-Alun Kota Surabaya, seni menjadi jembatan menuju masa depan. Sebuah pengingat bahwa di tengah tantangan zaman, seni tetap relevan, abadi, dan menginspirasi. (*)</p>
<p><strong>Editor : Danu S</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini 17 Film Komedi Barat Terbaik yang Bikin Ngakak Kocak, Wajib Nonton!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-17-film-komedi-barat-terbaik-yang-bikin-ngakak-kocak-wajib-nonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-17-film-komedi-barat-terbaik-yang-bikin-ngakak-kocak-wajib-nonton</guid>
<description><![CDATA[ Menonton film adalah salah satu cara terbaik untuk melepas lelah dan mendapatkan hiburan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675cf5873b789.webp" length="35988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 18:02:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Komedi, Rekomendasi Film, Ngakak Kocak, Entertainment, Film</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Menonton film adalah salah satu cara terbaik untuk melepas lelah dan mendapatkan hiburan. Terlebih lagi, film komedi dapat memberikan kesegaran dan tawa yang membuat kita lebih siap menghadapi hari berikutnya. Jika kamu sedang bingung mencari film komedi yang benar-benar menghibur dan tetap lucu sepanjang masa, berikut adalah 17 rekomendasi film komedi Barat terbaik yang harus ada dalam daftar tontonanmu!</p>
<ol>
<li>
<p><strong>Dumb &amp; Dumber (1994)</strong><br>Film komedi klasik ini menceritakan petualangan dua sahabat konyol, Llyod (Jim Carrey) dan Harry (Jeff Daniels), yang berusaha mengembalikan tas yang tertinggal oleh seorang wanita. Dengan slapstick humor yang khas, <em>Dumb &amp; Dumber</em> menjadi pilihan utama bagi pecinta komedi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Home Alone (1990)</strong><br>Siapa yang bisa lupa dengan kisah Kevin McCallister (Macaulay Culkin) yang tertinggal di rumah saat keluarganya berlibur? Film yang selalu tayang setiap Natal ini penuh dengan aksi kocak Kevin yang melawan dua pencuri dengan segala trik jeniusnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Rush Hour Trilogy (1998, 2001, 2007)</strong><br>Trilogi ini menampilkan kolaborasi sempurna antara Jackie Chan dan Chris Tucker. Dengan kombinasi laga dan komedi yang tak terduga, film ini tetap jadi favorit banyak orang hingga sekarang.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Guardians of The Galaxy (2014, 2017)</strong><br>Bergabung dengan para pahlawan luar angkasa, <em>Guardians of The Galaxy</em> menyajikan aksi seru penuh humor yang didukung oleh soundtrack ikonik. Petualangan Star-Lord dan teman-temannya sangat menghibur!</p>
</li>
<li>
<p><strong>Mr. Bean’s Holiday (2007)</strong><br>Mr. Bean (Rowan Atkinson) selalu sukses membuat kita tertawa. Dalam film ini, ia berlibur ke Cannes, namun petualangannya penuh dengan kekacauan yang membuat film ini jadi salah satu komedi terbaik.</p>
</li>
<li>
<p><strong>The Hangover (2009, 2011, 2013)</strong><br>Ketiga film <em>The Hangover</em> menceritakan kisah pesta bujang yang berakhir dengan banyak kebingungan dan kejadian tak terduga. Trio Phil, Stu, dan Alan siap membuat kamu tertawa terbahak-bahak!</p>
</li>
<li>
<p><strong>We’re the Millers (2013)</strong><br>Film ini bercerita tentang David (Jason Sudeikis), seorang pengedar narkoba yang menciptakan keluarga bohongan untuk menyelundupkan barang. Aksi mereka penuh dengan humor dan kejadian lucu yang bikin ngakak.</p>
</li>
<li>
<p><strong>The Farewell (2019)</strong><br>Film ini menyuguhkan komedi yang mengharukan, tentang keluarga yang berbohong pada nenek mereka yang sakit, demi melindungi perasaannya. <em>The Farewell</em> menawarkan humor yang cerdas dan penuh emosi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Dolittle (2020)</strong><br>Film ini bercerita tentang Dr. Dolittle (Robert Downey Jr.) yang mampu berbicara dengan hewan. Dengan aktor-aktor ternama sebagai pengisi suara, film ini menawarkan komedi ringan dan petualangan yang seru.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Knives Out (2019)</strong><br>Film komedi yang cerdas dan penuh twist ini menyajikan misteri pembunuhan yang kocak dan tidak terduga. Dengan plot yang mengalir dan karakter-karakter unik, <em>Knives Out</em> bakal bikin kamu terpingkal.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Spy (2015)</strong><br>Susan Cooper (Melissa McCarthy), seorang agen CIA yang canggung, memulai misi penyelidikan yang penuh dengan kejadian kocak. <em>Spy</em> menggabungkan aksi dan humor dengan cara yang menggelikan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Pixels (2015)</strong><br>Film ini bercerita tentang serangan alien yang mengadopsi gaya permainan video. Dengan plot unik dan penuh aksi, <em>Pixels</em> memberikan tawa sambil menghibur para penggemar game klasik.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Night at the Museum (2006)</strong><br>Larry Daley (Ben Stiller), seorang penjaga malam di museum, menemukan kenyataan mengejutkan bahwa koleksi museum tersebut hidup saat malam tiba. Kekacauan yang terjadi selama petualangannya sungguh menghibur!</p>
</li>
<li>
<p><strong>Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)</strong><br>Empat sahabat terjebak dalam dunia video game <em>Jumanji</em>, di mana mereka harus menyelesaikan permainan untuk keluar. <em>Jumanji</em> versi live action ini penuh dengan humor dan aksi seru.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Shaun of the Dead (2004)</strong><br>Film zombie ini lebih banyak menghadirkan humor ketimbang ketegangan. Shaun (Simon Pegg) harus menghadapi serangan zombie sambil berusaha menyelamatkan diri dan ibunya, dengan cara yang kocak.</p>
</li>
<li>
<p><strong>10 Things I Hate About You (1999)</strong><br>Film komedi romansa ini adalah adaptasi modern dari karya Shakespeare. Cerita cinta yang penuh intrik dan komedi ini sangat populer di kalangan remaja tahun 90-an.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Notting Hill (1999)</strong><br>Kisah cinta antara seorang pria biasa (Hugh Grant) dan seorang aktris terkenal (Julia Roberts) mengundang tawa sekaligus mengharukan. Film ini menyajikan humor romantis yang sangat menghibur.</p>
</li>
</ol>
<p>Dengan deretan film komedi yang penuh tawa ini, kamu pasti akan menemukan banyak tontonan seru yang dapat menghibur dan menyegarkan pikiran. Jadi, mana yang pertama akan kamu tonton? <strong>(**)</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelajahi 5 Museum di Karisidenan Kediri yang Wajib Dikunjungi untuk Wisata Edukasi dan Sejarah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelajahi-5-museum-di-karisidenan-kediri-yang-wajib-dikunjungi-untuk-wisata-edukasi-dan-sejarah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelajahi-5-museum-di-karisidenan-kediri-yang-wajib-dikunjungi-untuk-wisata-edukasi-dan-sejarah</guid>
<description><![CDATA[ Museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan koleksi bersejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik perhatian banyak orang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675bd657e2c9c.webp" length="62618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 10:59:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisata, Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, Kediri, Karisidenan Kediri, Jawa Timur, Wisata Jawa Timur, Sejarah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA TIMUR, SJP - </strong>Museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan koleksi bersejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik perhatian banyak orang, termasuk di Indonesia. Di Karisidenan Kediri, terdapat beberapa museum yang menawarkan pengalaman wisata edukasi yang tak kalah menarik dibandingkan museum-museum di luar negeri. Berikut adalah lima museum di Kediri yang wajib dikunjungi.</p>
<ol>
<li>
<p><strong>Museum Airlangga</strong><br>Terletak di Jalan Lingkar Maskumambang, Kawasan Gunung Klotok, Kota Kediri, Museum Airlangga resmi berdiri pada 30 November 1991. Museum ini menawarkan berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Selain itu, lokasinya yang dikelilingi pohon-pohon ratusan tahun dan Gua Selomangkleng yang disakralkan memberikan nuansa khas yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Kediri's Photograph Museum</strong><br>Bagi Anda yang tertarik dengan sejarah fotografi, Kediri's Photograph Museum adalah tempat yang tepat. Museum ini menyimpan ratusan foto bersejarah yang menggambarkan berbagai era di masa lalu. Terletak di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Ngronggo, museum ini juga menjadi daya tarik wisatawan, bahkan dari luar negeri, khususnya Belanda. Meskipun terbilang baru, museum ini sudah berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Museum Bung Karno</strong><br>Berlokasi di Blitar, Jawa Timur, Museum Bung Karno adalah tempat yang mengabadikan sejarah kehidupan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. Museum ini menyimpan berbagai koleksi tentang perjuangan Bung Karno, termasuk lukisan, buku-buku, dan artefak penting yang menggambarkan perjalanan hidup serta karya-karyanya dalam memerdekakan Indonesia.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Museum Wajakensis</strong><br>Museum ini berada di Tulungagung dan menyimpan koleksi fosil manusia purba Homo Wajakensis. Museum Wajakensis merupakan tempat yang tepat bagi para pecinta sejarah dan arkeologi. Didirikan pada tahun 1996, museum ini menyajikan pameran benda arkeologi dan etnografi yang menggali lebih dalam tentang kehidupan manusia purba.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Museum Anjuk Ladang</strong><br>Terletak di Nganjuk, Museum Anjuk Ladang berperan penting dalam melestarikan sejarah daerah tersebut. Museum ini mengoleksi benda-benda kuno seperti arca dan prasasti. Didirikan di bekas gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk, museum ini kini menjadi ikon wisata yang banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Nganjuk.</p>
</li>
</ol>
<p>Museum-museum di Karisidenan Kediri ini menawarkan lebih dari sekadar wisata, tetapi juga pengalaman edukatif yang menyenangkan. Jadi, saat Anda berkunjung ke Kediri, Nganjuk, Blitar, atau Tulungagung, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi museum-museum menarik ini! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: dari berbagai sumber<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Film &amp;quot;The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim&amp;quot; (2024) Tawarkan Kisah Epik dan Tragedi Baru di Dunia Tolkien</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-film-the-lord-of-the-rings-the-war-of-the-rohirrim-2024-tawarkan-kisah-epik-dan-tragedi-baru-di-dunia-tolkien</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-film-the-lord-of-the-rings-the-war-of-the-rohirrim-2024-tawarkan-kisah-epik-dan-tragedi-baru-di-dunia-tolkien</guid>
<description><![CDATA[ Film animasi terbaru The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim (2024) kini hadir di bioskop Indonesia mulai Jumat (13/12/2024) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675bee2cea7a6.webp" length="33032" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 19:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Review Film, The Lord of the Rings, Film, Entertainment, Film Animasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film animasi terbaru <em>The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim</em> (2024) kini hadir di bioskop Indonesia mulai Jumat (13/12/2024), mengajak penonton untuk kembali ke dunia fantasi JRR Tolkien.</p>
<p>Disutradarai oleh Kenji Kamiyama, film ini berlatarkan 200 tahun sebelum peristiwa dalam trilogi <em>The Lord of the Rings</em> yang disutradarai Peter Jackson, menawarkan kisah baru yang kaya akan intrik, konflik, dan tragedi.</p>
<p>Mengangkat cerita tentang Raja Helm Hammerhand, pemimpin Rohan yang terkenal tangguh, film ini menyajikan latar belakang perjuangan dan perjalanan kepemimpinan yang menegangkan. Konflik bermula saat Raja Helm membunuh Freca, seorang bangsawan Dunlending, dalam pertarungan tangan kosong.</p>
<p>Tindakan tersebut memicu dendam dari putra Freca, Wulf, yang kemudian memimpin pasukan untuk menyerang Rohan. Di tengah kekacauan ini, putri Raja Helm, Hera, harus menemukan keberanian untuk melindungi rakyatnya.</p>
<p>Salah satu daya tarik utama dari <em>The War of the Rohirrim</em> adalah karakterisasi mendalam yang ditampilkan para pengisi suara. Brian Cox memberikan suara yang penuh otoritas untuk Raja Helm, menciptakan sosok pemimpin yang kuat namun rapuh.</p>
<p>Luke Pasqualino sebagai Wulf juga berhasil menampilkan antagonis yang kompleks, terperangkap dalam luka dan dendam. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Hera, yang disuarakan oleh Gaia Wise. Perjalanan Hera dari seorang putri yang terpinggirkan hingga menjadi simbol harapan bagi Rohan memberi dimensi emosional yang kuat pada film ini.</p>
<p>Visual dalam film ini juga memukau. Lanskap Rohan yang megah divisualisasikan dengan gaya anime, memadukan estetika dua dimensi tradisional dengan latar tiga dimensi yang hidup. Adegan pertempuran besar terasa mendebarkan, sementara momen-momen di tengah salju atau kobaran api memberikan sentuhan visual yang memikat.</p>
<p>Elemen visual ini turut didukung oleh musik komposer Stephen Gallagher, yang berhasil menciptakan skor musik yang membangkitkan semangat. Beberapa elemen musik bahkan mengingatkan pada karya Howard Shore dalam trilogi <em>The Lord of the Rings</em>.</p>
<p>Meskipun penuh dengan referensi yang memuaskan bagi penggemar setia, cerita yang disajikan tetap dapat dinikmati oleh penonton baru. Namun, terkadang ritme cerita terasa terburu-buru, terutama saat film mencoba merangkum latar belakang kompleks dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Sebagai prekuel, <em>The War of the Rohirrim</em> menawarkan nuansa yang lebih gelap dan dewasa, dengan fokus pada konflik personal dan politik antar karakter. Meskipun demikian, film ini tetap mempertahankan elemen fantasi heroik khas <em>The Lord of the Rings</em> yang memikat.</p>
<p>Dengan visual yang memukau, cerita yang emosional, dan pengisi suara yang berkarakter, <em>The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim</em> membuktikan bahwa dunia Tolkien masih menyimpan banyak kisah epik yang layak untuk dijelajahi. Film ini tak hanya memuaskan penggemar setia <em>The Lord of the Rings</em>, tetapi juga membuka pintu bagi penonton baru untuk menyelami keajaiban Middle-earth. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Reality Club Rilis Lagu Baru &amp;quot;Not Today&amp;quot;, Siap Menemani Masa Sulitmu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/reality-club-rilis-lagu-baru-not-today-siap-menemani-masa-sulitmu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/reality-club-rilis-lagu-baru-not-today-siap-menemani-masa-sulitmu</guid>
<description><![CDATA[ Lagu terbaru Reality Club, &quot;Not Today,&quot; menyajikan kisah yang sangat pribadi bagi Era, vokalis dan penulis lagu band ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6757ebda4c0d5.webp" length="29482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 23:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Reality Club, Single Baru, Not Today, Lagu Baru, Musik, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Lagu terbaru Reality Club, "Not Today," menyajikan kisah yang sangat pribadi bagi Era, vokalis dan penulis lagu band ini. Menceritakan pengalaman berat yang ia alami selama masa pandemi 2021, lagu ini hadir sebagai bentuk pengharapan, membawa kesan hangat dan sentimental meski berasal dari latar belakang kesulitan dan kebuntuan.</p>
<p>Saat pandemi menghantam, Era yang sedang berjuang menyelesaikan studi dan band yang tengah mengalami kemacetan dalam proses pembuatan album ketiga, "Apa Judulnya," merasa tenggelam dalam kegelapan. Namun, "Not Today" hadir sebagai pelipur lara.</p>
<p>"Faiz sampai nangis pas pertama kali denger," kenang Era, mengungkapkan betapa mendalamnya makna lagu tersebut bagi seluruh anggota Reality Club.</p>
<p>Era mengakui bahwa meskipun musik bukan solusi ajaib untuk masalah kehidupan, lagu ini cukup efektif meredakan kegelisahan yang ia rasakan.</p>
<p>"Aku merasa lagu ini menyelamatkan. Ini lagu yang menyelamatkan penulisnya sendiri," ujarnya dengan tulus.</p>
<p>Dari pengalaman pahit yang ada, lagu ini justru membawa harapan dan ketenangan, bahkan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pribadi Era.</p>
<p>Proses pembuatan "Not Today" pun cukup menarik. Berbeda dengan kebiasaan Era yang cenderung overthinking saat menulis lagu, kali ini proses penciptaannya mengalir begitu saja. "Lagu ini ngalir aja gitu," ungkap Era, menandakan betapa alami dan spontan lagunya tercipta.</p>
<p>Sekitar 70 persen struktur lagu terbentuk pada momen pertama Era memperdengarkannya kepada anggota band lainnya, termasuk Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Nugi Wicaksono, dan Iqbal Anggakusumah yang saat itu masih menjadi gitaris Reality Club.</p>
<p>"Not Today" bukan hanya sekadar lagu, namun juga seolah sebuah film pendek yang mengilustrasikan perjalanan emosional Era. Dari awal hingga akhir lagu, Era mengemas banyak nilai personal dan refleksi terhadap perjuangannya dengan kesehatan jiwa. Pada bagian akhir, ia menulis tentang bagaimana perjuangan itu sendiri merupakan bagian indah dari hidup.</p>
<p>"Ada keindahan dalam struggling. Dari sini aku bisa melihat cahayanya, bisa melihat keindahan hidup," ujarnya, mengungkapkan bahwa tantangan dalam hidup dapat membawa kita pada pencerahan dan motivasi untuk terus bertahan.</p>
<p>Lagu ini dirilis dengan tujuan lebih besar, yakni memberikan harapan kepada mereka yang merasa terpuruk. Dengan bantuan Kancatala Ensemble yang membawakan vokal paduan suara, "Not Today" menjadi lagu dengan atmosfer hangat, magis, dan megah.</p>
<p>Proses rekaman dilakukan di studio Soundpole 2.0 dan Soundverve dalam dua hari, lalu dimixing oleh Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan di-mastering oleh Brian Lucey, seorang mastering engineer pemenang 11 Grammy Awards.</p>
<p>Bertepatan dengan ulang tahun Era, lagu ini dirilis pada (09/12/24), dengan harapan bisa menemani setiap jiwa yang membutuhkan pelukan.</p>
<p>"Lagu ini pernah menyelamatkanku, dan aku harap bisa menjadi teman bagi mereka di luar sana. One soul at a time," tutup Era penuh harapan.</p>
<p>Selain menjadi sebuah karya personal, "Not Today" juga menyampaikan pesan penting tentang kesadaran akan depresi dan pentingnya perawatan kesehatan mental. Reality Club berharap melalui lagu ini, lebih banyak orang akan merasa terdorong untuk mencari bantuan jika mereka atau orang terdekat mereka sedang menghadapi masalah kesehatan jiwa.</p>
<p>Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal merasa memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, disarankan untuk segera mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau psikiater.</p>
<p>sumber: cxomedia.id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Patriarki dalam Lensa Film: Mengungkap Realita Korea Selatan dalam Film Pilot (2024)</title>
<link>https://suarajatimpost.com/patriarki-dalam-lensa-film-mengungkap-realita-korea-selatan-dalam-film-pilot-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/patriarki-dalam-lensa-film-mengungkap-realita-korea-selatan-dalam-film-pilot-2024</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun begitu, Hwang dan Lilies sepakat bahwa budaya dan pola pikir patriarki bukan hanya berdampak negatif bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Beban tanggung jawab yang harus dipikul laki-laki kerap menjadi tekanan psikologis yang tidak disadari banyak orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6756ce03a1fd7.webp" length="20462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 18:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Korea CineCon 2024, Pilot, Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya, UKWMS, FIKOM, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Budaya patriarki, meski perlahan semakin terkikis di berbagai belahan dunia, masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial negara-negara tertentu, terutama di Korea Selatan.</p>
<p>Dibalik gemerlap industri hiburan dan perkembangan teknologi, Korea Selatan masih sarat akan stereotip gender. Hal ini tergambar dalam beragam medium, salah satunya dalam film Pilot (2024), sebuah film komedi ringan yang berhasil mengemas isu patriarki secara halus namun penuh makna.</p>
<p>Film itu menjadi sorotan utama dalam kegiatan nonton bareng dalam acara 'Korea CineCon 2024' yang digelar di CGV Cinema, Maspion Square Surabaya, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mandala Surabaya (FIKOM UKWMS).</p>
<p>Tidak hanya nonton bareng, kegiatan tersebut juga diikuti dengan diskusi yang fokus membahas tentang isu patriarki dan feminisme bersama dengan ahli dari Korea Selatan, Hwang Who Young, dan Lilies Rolina Irnanto, yang merupakan Chief Editor di Womanblitz.</p>
<p>Hwang Who Young, yang juga merupakan KF Visiting Professor di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengungkapkan, dirinya yang merupakan orang Korea dangat terbiasa dengan budaya patriarki, dan dirinya mengungkapkan bahwa film "Pilot" berhasil menunjukkannya lewat rendahnya representasi perempuan di profesi tertentu. </p>
<p>“Pilot perempuan di Korea hanya sekitar 2-3 persen, angka yang sangat kecil. Ini mencerminkan stereotip sosial bahwa pekerjaan seperti ini lebih cocok untuk laki-laki,” ungkap Hwang, Senin (9/12/2024).</p>
<p>Ia juga menyoroti bagaimana stereotip ini menciptakan perbedaan dominasi gender di berbagai bidang kerja. Salah satunya karir sebagai pilot yang dianggap berat dan membutuhkan kemampuan teknis yang lebih tinggi.</p>
<p>“Sementara perempuan lebih sering berada di sektor jasa,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Lilies Rolina Irnanto, pembicara kedua dalam sesi diskusi itu, menyebut film ini berhasil menangkap realita patriarki di Korea Selatan dalam banyak adegan.</p>
<p>"Laki-laki sering digambarkan harus bertanggung jawab penuh terhadap keluarga, sedangkan perempuan cenderung tinggal di rumah mengurus anak," katanya.</p>
<p>Bahkan dalam film ini, karakter perempuan ditampilkan sebagai pendukung laki-laki, baik sebagai istri, ibu, maupun adik.</p>
<p>Namun, Lilies juga menekankan sisi positif perubahan di Korea, terutama bagaimana perempuan mulai mendapatkan kesempatan lebih luas. Hal ini juga tergambar dalam plot film yang menunjukkan karakter utama kembali mendapatkan pekerjaan dan perhatian saat berpura-pura menjadi perempuan.</p>
<p>"Sebenarnya, harus diakui bahwa saat ini, posisi perempuan tidak seperti dulu. Banyak peluang terbuka untuk perempuan di berbagai bidang, walaupun masih banyak hal dan hak lain yang masih perlu diperjuangkan dan dijaga," ujarnya.</p>
<p>Sebagai pembanding, Lilies mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, mulai bertransformasi. Meski generasi-generasi tua masih banyak yang acuh akan isu ini, namun perkembangan tersebut menunjukkan sebuah tren yang positif.</p>
<p>"Anak-anak sekarang sudah memahami bahwa perempuan bisa berkarir setinggi mungkin, hal ini terlihat dari jumlah lulusan perempuan di Universitas yang terus meningkatkan," katanya.</p>
<p>Meskipun begitu, Hwang dan Lilies sepakat bahwa budaya dan pola pikir patriarki bukan hanya berdampak negatif bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Beban tanggung jawab yang harus dipikul laki-laki kerap menjadi tekanan psikologis yang tidak disadari banyak orang.</p>
<p>Di sisi lain, Rys Dedy Ariprastowo, dosen Ilmu Komunikasi UKWMS, menambahkan bahwa acara yang menjadi bagian dari praktikum mata kuliah Manajemen Event ini sukses membuka ruang dialog tentang budaya patriarki dan transformasi gender. Ia pun menegeskan betapa pentingnya melihat film sebagai refleksi sosial.</p>
<p>"Selain soal feminisme dan patriarki, film ini juga mengangkat isu memori kolektif dan kapitalisme yang memengaruhi dinamika dalam masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Korea CineCon 2024 menjadi bukti bahwa film tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat edukasi yang mampu menjembatani perbedaan budaya. Lewat diskusi seperti ini, baik budaya patriarki di Korea maupun perubahan di Indonesia dapat dilihat secara lebih kritis dan konstruktif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>10 Film Romantis Turki yang Menghangatkan Hati, Wajib Tonton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/10-film-romantis-turki-yang-menghangatkan-hati-wajib-tonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/10-film-romantis-turki-yang-menghangatkan-hati-wajib-tonton</guid>
<description><![CDATA[ Film-film romantis Turki telah lama dikenal dengan kisah-kisah yang menyentuh hati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675645dd01ccf.webp" length="33598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 10:02:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Turki, Film Romantis, Entertainment, Sinema</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film-film romantis Turki telah lama dikenal dengan kisah-kisah yang menyentuh hati. Menawarkan cerita tentang cinta sejati, takdir, serta perjuangan dalam hubungan, film-film ini seringkali membuat penonton terbawa perasaan. Meskipun berlatar budaya yang berbeda, karakter-karakter dalam film Turki sangat kompleks dan mudah untuk kita pahami, sehingga membuat penonton merasa terhubung secara emosional. Ditambah dengan latar tempat yang menakjubkan, film-film ini sukses memikat hati para penonton. Berikut adalah rekomendasi 10 film romantis Turki yang bisa kamu tonton untuk merasakan kehangatan cerita cinta yang mendalam.</p>
<ol>
<li><strong>Kelebegin Ruyasi (The Butterfly's Dream)</strong> <br><em>Dirilis: 2013</em>  <br>Bertempat di tahun 1941, film ini mengisahkan dua penyair muda, Muzaffar dan Rustu, yang berjuang untuk menghidupkan puisi di tengah perang dunia kedua. Kehidupan mereka berubah saat mereka jatuh cinta pada seorang perempuan cantik bernama Suzan, yang akhirnya menjadi pasangan Muzaffar. Kisah ini menggambarkan kekuatan cinta dan seni di tengah kesulitan masa perang.</li>
<li><strong>Sadece Sen (Only You)</strong>  <br><em>Dirilis: 2014</em>  <br>Film ini merupakan remake dari film Korea <em>Always</em>. Mengisahkan Ali, seorang mantan petinju dengan masa lalu yang kelam, yang bertemu dengan Hazal, seorang perempuan buta yang penuh pesona. Walau awalnya Hazal menolak pertemanan mereka, kebahagiaan Ali akhirnya berhasil meruntuhkan dinding emosional Hazal. Hubungan mereka dipenuhi dengan pengorbanan yang akan membuat hati siapa pun tersentuh.</li>
<li><strong>Su ve Ates (Water and Fire)</strong>  <br><em>Dirilis: 2013</em>  <br>Bertempat di London, film ini mengisahkan hubungan antara Yağmur, seorang perempuan muda yang penuh gairah, dan Kemal, seorang pria misterius yang pemalu. Kisah cinta mereka berkembang dengan penuh tantangan, menghadirkan dinamika yang menarik dan penuh ketegangan.</li>
<li><strong>Issiz Adam (Alone)</strong>  <br><em>Dirilis: 2008</em>  <br>Meski dirilis lebih dari satu dekade lalu, <em>Issiz Adam</em> tetap relevan untuk ditonton. Film ini menceritakan pertemuan tak terduga antara Alper, seorang pria berjiwa bebas, dan Ada, seorang perempuan sederhana yang bekerja di toko buku bekas. Perbedaan karakter mereka justru membawa mereka pada sebuah perjalanan emosional yang mendalam.</li>
<li><strong>Sevimli Tehlikeli (Cute &amp; Dangerous)</strong>  <br><em>Dirilis: 2015</em><br>Film ini menyajikan kisah yang menggabungkan elemen romantis, drama, dan petualangan. Zarok, seorang pria dengan masa lalu kelam, menculik seorang perempuan muda yang akhirnya mengubah takdir mereka berdua. Dalam perjalanan ini, keduanya justru saling jatuh cinta meskipun diliputi oleh bahaya dan kesulitan.</li>
<li><strong>One Way Tomorrow</strong><br><em>Dirilis: 2020</em> <br>Dua orang asing, Ali dan Leyla, bertemu dalam sebuah perjalanan kereta dari Ankara menuju Izmir. Pertemuan ini menjadi titik awal bagi mereka untuk berhadapan dengan masa lalu dan menemukan kedamaian dalam diri masing-masing. Kisah cinta yang tumbuh di tengah perjalanan ini penuh dengan kehangatan dan kejujuran.</li>
<li><strong>Delibal</strong>  <br><em>Dirilis: 2015</em>  <br><em>Delibal</em> mengisahkan Baris, seorang mahasiswa arsitektur yang juga seorang musisi, yang jatuh cinta pada Fusun, seorang perempuan penuh mimpi. Namun, cinta mereka diuji ketika Baris harus menghadapi kenyataan bahwa ia menderita gangguan bipolar. Film ini menggambarkan perjuangan cinta yang tak sempurna, namun tetap berharga.</li>
<li><strong>Ikinci Sans (Second Chance)</strong>  <br><em>Dirilis: 2016</em>  <br>Kisah tentang dua orang yang mencari kesempatan kedua dalam hidup mereka. Seorang dosen matematika dan seorang pemilik restoran bertemu dalam kondisi yang penuh ketegangan. Keduanya menemukan bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain untuk memperbaiki hidup mereka yang penuh kekosongan.</li>
<li><strong>Ask Tesadufleri Sever (Love Likes Coincidences)</strong>  <br><em>Dirilis: 2011</em>  <br>Film ini bercerita tentang dua orang, Ozgur dan Deniz, yang bertemu dalam sebuah kecelakaan mobil yang tak disengaja. Keduanya ternyata terhubung oleh berbagai kebetulan tak terduga, mulai dari kelahiran anak-anak mereka hingga kejadian-kejadian lain yang terus mempertemukan mereka dalam hidup. Kisah ini membawa tema takdir yang rumit dan penuh kejutan.</li>
<li><strong>Mutluluk Zamani (Time of Happiness)</strong>  <br><em>Dirilis: 2013</em>  <br>Film ini mengeksplorasi ide bahwa cinta sejati bukanlah tentang kesempurnaan. Mert, seorang pria yang berusaha menciptakan kehidupan yang sempurna, bertemu dengan Ada, seorang perempuan yang membangun hidup berdasarkan masa lalunya yang penuh dengan kenangan. Cinta mereka diuji, namun keduanya belajar bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari kesempurnaan.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong>  <br>Film-film romantis Turki selalu berhasil menghadirkan cerita yang tidak hanya menggugah hati, tetapi juga memberikan pandangan mendalam tentang hubungan, takdir, dan pengorbanan. Dengan karakter-karakter yang kuat dan latar tempat yang indah, setiap film menawarkan pengalaman emosional yang tak terlupakan. Jadi, jika kamu sedang mencari film yang bisa membuat hati meleleh, rekomendasi di atas pasti bisa jadi pilihan yang tepat. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa PC Kota Malang Berganti dalam Muscab 2024 di Ma Chung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-perhimpunan-indonesia-tionghoa-pc-kota-malang-berganti-dalam-muscab-2024-di-ma-chung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-perhimpunan-indonesia-tionghoa-pc-kota-malang-berganti-dalam-muscab-2024-di-ma-chung</guid>
<description><![CDATA[ Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Profesor  Wahyudi Winarjo resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Malang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6755b5f17aa7b.webp" length="29156" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 07:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Muscab, Ma Chung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP — </strong>Organisasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) adakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Universitas Ma Chung Kota Malang, Minggu 8 Desember 2024.</p>
<p>Muscab meliputi agenda Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan Periode 2020-2024, serta Pemilihan Ketua Pengurus Cabang (PC) Kota Malang Periode 2024 - 2028.</p>
<p>Agenda tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan INTI Jawa Timur (Jatim), Stefanus Budi Widjaya. </p>
<p>Dalam sambutannya, Stefanus mengamanahkan agar kepengurusan baru tetap berpegang teguh pada AD/ART serta visi misi Perhimpunan INTI mendatang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_6755b5fe7b660.webp" alt=""></p>
<p>Hasilnya, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Profesor Wahyudi Winarjo, resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Malang.</p>
<p>Dalam mengemban tugas barunya tersebut dirinya bakal melanjutkan tongkat kepemimpinan tahun 2024 hingga 2028 menggantikan Agus Endra di periode sebelumnya.</p>
<p>Prof Wahyudi bakal menjalankan amanah sesuai dengan kebijakan organisasi yang telah berdiri di Indonesia sejak 1999 dan resmi ada di Malang pada tahun 2017 tersebut.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wahyudi menekankan beberapa prinsip dan program organisasi yang bakal berjalan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_6755b60292673.webp" alt=""></p>
<p>"Pertama, berkomitmen tegak lurus pada kebijakan dan keputusan organisasi mulai dari Pusat, Daerah, dan Cabang. Kedua, siap menjalankan visi Perhimpunan INTI, yakni menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang modern, maju, terbuka, dan bercitra internasional, serta merealisasikan misi organisasi melalui partisipasinya dalam pembangunan nasional," ucapnya, Minggu (8/12/2024).</p>
<p>"Ketiga, mencanangkan Panca Dharma, yakni pendidikan berkarakter kebangsaan berbasis kurikulum kearifan lokal Bumi Arema (Mixing antara Nasionalisme Tionghoa Indonesia dan Kultur Budaya Bumi Arema), Penelitian Historitas Indonesia Tionghoa, pengabdian kepada masyarakat kerja sama dengan seluruh lembaga sosial kemasyarakatan yang sejalan dengan visi misi organisasi, serta pengembangan seni budaya Indonesia Tionghoa," imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya secara terstruktur, bersama para pengurus berkeinginan dapat menjadi fasilitator peningkatan ekonomi rakyat, khususnya bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).</p>
<p>"Misalkan membuat Pasar Rakyat Bersama INTI dan UMKM secara bulanan, dan nanti bakal banyak hal yang bisa dikerjakan bersama-sama," pungkasnya. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini 7 Jadwal Konser Musik Seru di Surabaya Desember 2024, Siap Guncang Akhir Tahunmu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-7-jadwal-konser-musik-seru-di-surabaya-desember-2024-siap-guncang-akhir-tahunmu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-7-jadwal-konser-musik-seru-di-surabaya-desember-2024-siap-guncang-akhir-tahunmu</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya, kota metropolitan yang penuh dengan dinamika, tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan kuliner, tetapi juga sebagai tempat utama bagi para penggemar musik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6755464fa21a1.webp" length="73768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 18:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Musik, Konser, Entertainment, Jadwal Konser</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Surabaya, kota metropolitan yang penuh dengan dinamika, tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan kuliner, tetapi juga sebagai tempat utama bagi para penggemar musik. Setiap tahun, Surabaya menjadi tuan rumah bagi berbagai konser musik dari berbagai genre, mulai dari pop, rock, hingga jazz. Jika kamu mencari hiburan seru di penghujung tahun, berikut adalah 7 event musik yang wajib kamu catat di kalender Desember 2024 ini.</p>
<ol>
<li><strong>Synergy Symphony - 3 Desember 2024</strong><br>Festival musik ini digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-64 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Acara yang berlangsung di Graha ITS, Keputih, Surabaya, ini akan menghadirkan berbagai penampil, mulai dari Lucyf Band hingga Tulus. Tiketnya mulai dari Rp85 ribu dan dapat dibeli langsung di lokasi konser. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram @its_synergysymphony.</li>
<li><strong>JFest Vol. 8 - 9 Desember 2024</strong><br>Digelar di Jatim International Expo, JFest Vol. 8 akan menghadirkan tiga grup musik terkenal: Guyon Waton, NDX AKA, dan Fakedopp. Konser ini akan dimulai pukul 16.00 WIB dengan tiket mulai dari Rp30 ribu. Kunjungi Instagram @jtc_festival untuk update lebih lanjut.</li>
<li><strong>CommFest - 15 Desember 2024</strong><br>CommFest, yang merupakan perayaan ulang tahun Program Studi Ilmu Komunikasi Unesa, akan digelar di Pos Bloc Surabaya. Acara ini dimulai pukul 14.00 WIB dan menampilkan band-band seperti The Panturas, The Changcuters, dan Drizzly. Tiketnya mulai dari Rp90 ribu. Cari tahu lebih banyak di Instagram @commfest.id.</li>
<li><strong>Rock In Surabaya - 22 Desember 2024</strong><br>Diadakan di Lapangan Bhumi Marinir Gunung Sari, konser Rock In Surabaya ini menampilkan musisi legendaris seperti Superman is Dead dan Endank Soekamti. Acara berlangsung dari pukul 15.00 WIB dengan tiket mulai dari Rp100 ribu. Info lebih lanjut bisa diperoleh di Instagram @mangatagroup.</li>
<li><strong>Eculf 3.0 - 28 Desember 2024</strong><br>Mengusung tema lingkungan, Eculf 3.0 yang diadakan oleh Program Studi Teknik Lingkungan UPN Veteran Jatim akan digelar di Balai Pemuda Surabaya. Nikmati penampilan Bernadya, Titi Laras, dan Girl and Her Badmood. Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan tiket mulai Rp75 ribu. Info lebih lanjut ada di Instagram @eculf_.</li>
<li><strong>Chrisye Tribute Concert and Gala Dinner - 31 Desember 2024</strong><br>Untuk kamu yang ingin bernostalgia dengan musik era 90-an, Chrisye Tribute Concert di The Westin Grand Ballroom menjadi pilihan sempurna. Dimeriahkan oleh Andien, Warna, Pagi Boeta, dan Seraphim Orchestra, konser ini berlangsung dari pukul 19.00 WIB dengan harga tiket Rp1,2 juta nett/pax. Kunjungi Instagram @westinsurabaya untuk informasi lebih lanjut.</li>
<li><strong>La Dida New Year's Grand Celebration and Buffet Dinner - 31 Desember 2024</strong><br>Rayakan pergantian tahun dengan kemeriahan di Royal Ballroom JW Marriott Surabaya, yang menghadirkan Titi DJ, Roy Tjandra &amp; Friends, DJ Alena Cursh, dan lebih banyak lagi. Acara dimulai pukul 19.00 WIB, dengan tiket mulai Rp1,5 juta nett/pax dan diskon 10% hingga 20 Desember 2024. Kunjungi Instagram @jwmarriottsby atau situs resmi untuk informasi lebih lanjut.</li>
</ol>
<p>Dengan banyaknya konser musik yang tersedia, Desember 2024 di Surabaya akan menjadi bulan yang penuh dengan euforia musik. Pastikan kamu tidak melewatkan momen seru ini! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: idntimes.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketahui Tempat Konser Musik Paling Ikonik di Indonesia, Pusat Budaya dan Hiburan Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketahui-tempat-konser-musik-paling-ikonik-di-indonesia-pusat-budaya-dan-hiburan-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketahui-tempat-konser-musik-paling-ikonik-di-indonesia-pusat-budaya-dan-hiburan-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Konser musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675543ff5edd0.webp" length="70268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 17:01:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Musik, Konser, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Konser musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya Indonesia. Setiap tahun, ribuan penggemar musik dari berbagai kalangan memadati berbagai tempat konser besar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, dan Tangerang. Acara ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol penting dalam perkembangan industri musik tanah air.</p>
<p>Lokasi konser memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta berperan sebagai titik pertemuan bagi penggemar musik dari berbagai latar belakang. Konser musik menjadi lebih dari sekadar acara hiburan, melainkan juga menjadi platform untuk menyatukan berbagai budaya, membuktikan bahwa Indonesia adalah tempat yang layak bagi musisi dan penggemar musik dari seluruh dunia.</p>
<p>Berikut beberapa tempat konser musik ikonik yang sering menjadi tuan rumah acara berskala besar dan memiliki peran penting dalam perkembangan industri musik Indonesia:</p>
<ol>
<li>
<p><strong>Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta</strong><br>Sebagai lokasi olahraga utama, GBK juga sering menjadi tempat konser musik dengan kapasitas lebih dari 70.000 penonton. Musisi internasional terkenal seperti One Direction, Guns N’ Roses, Ed Sheeran, dan Metallica pernah tampil di sini, menjadikannya sebagai venue konser terbesar di Indonesia.</p>
</li>
<li>
<p><strong>The Kasablanka, Jakarta</strong><br>Sebagai pusat hiburan utama di Jakarta, The Kasablanka dikenal dengan akustik yang baik dan suasana yang enerjik. Tempat ini sering menjadi pilihan untuk konser-konser musik menarik yang mampu menyedot ribuan penonton, memberikan pengalaman konser yang luar biasa bagi para penggemar musik.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Trans Studio Bandung</strong><br>Selain sebagai taman hiburan, Trans Studio Bandung juga sering menjadi lokasi konser musik besar di Jawa Barat. Dengan infrastruktur modern dan kapasitas ruang yang luas, tempat ini menjadi tuan rumah bagi berbagai musisi ternama, menawarkan pengalaman konser spektakuler bagi pengunjung.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Istora Senayan, Jakarta</strong><br>Terletak di kompleks GBK, Istora Senayan adalah gedung olahraga dalam ruangan dengan kapasitas sekitar 7.200 penonton. Tempat ini kerap digunakan oleh musisi seperti Kahitna, Raisa, hingga grup K-pop seperti Red Velvet dan NCT Dream, untuk menggelar konser musik yang intim dan penuh energi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>JIEXPO Kemayoran, Jakarta</strong><br>Dengan kapasitas 5.000 hingga 12.000 penonton, JIEXPO sering menjadi tempat festival musik besar seperti Java Jazz Festival dan Synchronize Fest. Tempat ini juga menjadi venue untuk konser musisi internasional ternama seperti Ariana Grande dan Backstreet Boys.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Tennis Indoor Senayan, Jakarta</strong><br>Memiliki kapasitas 5.200 penonton, Tennis Indoor Senayan menjadi lokasi konser bagi musisi lokal dan internasional seperti LANY, IU, WINNER, dan Raisa. Venue ini juga dipilih untuk konser boy band The Boyz, menjadikannya sebagai salah satu pusat hiburan terkemuka di Indonesia.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Ancol, Jakarta</strong><br>Berlokasi di pantai Jakarta, Ancol menawarkan pengalaman konser yang berbeda dengan suasana tepi laut yang segar. Beberapa venue di Ancol, seperti Ecopark dan Pantai Carnaval, menyediakan setting unik bagi para penggemar musik yang ingin menikmati pertunjukan dengan latar belakang alam yang memukau.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali</strong><br>Meskipun terletak di Bali, GWK telah menjadi tuan rumah festival musik besar seperti Djakarta Warehouse Project (DWP) dan Soundrenaline. Dengan latar belakang patung Garuda Wisnu Kencana yang megah, tempat ini menawarkan pengalaman musik yang spektakuler.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), Tangerang</strong><br>Sejak dibuka pada 2015, ICE BSD telah menjadi salah satu venue terbesar di Tangerang untuk berbagai acara besar, termasuk konser musik. Artis-artis ternama seperti 5 Seconds of Summer, Selena Gomez, Super Junior, dan EXO pernah menggelar konser mereka di sini, menjadikannya sebagai salah satu tempat favorit bagi para penggemar musik.</p>
</li>
</ol>
<p>Tempat-tempat konser musik ini bukan hanya sekadar venue, tetapi juga menjadi simbol penting dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional melalui musik. Setiap acara yang digelar tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menciptakan ruang untuk bertemunya berbagai budaya, membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri musik global. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: bicaramusik.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Perbedaan Gigs, Festival, Pensi, dan Konser, Mana yang Paling Sesuai dengan Selera Musikmu?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-perbedaan-gigs-festival-pensi-dan-konser-mana-yang-paling-sesuai-dengan-selera-musikmu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-perbedaan-gigs-festival-pensi-dan-konser-mana-yang-paling-sesuai-dengan-selera-musikmu</guid>
<description><![CDATA[ Dunia musik menawarkan berbagai jenis acara yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari yang berskala kecil hingga megah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_6753d4b753ae8.webp" length="46210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 14:01:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Musik, Konser, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Dunia musik menawarkan berbagai jenis acara yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari yang berskala kecil hingga megah. Namun, meski sama-sama menyajikan musik, setiap acara memiliki karakteristik dan atmosfer yang berbeda. Dari gigs yang intim hingga konser megah, masing-masing punya daya tarik tersendiri. Lantas, apa bedanya gigs, festival, pensi, dan konser? Berikut penjelasannya:</p>
<p><strong>Gigs: Suasana Musik yang Dekat dan Santai</strong></p>
<p>Gigs adalah acara musik berskala kecil dengan suasana yang sangat intim. Biasanya diadakan di kafe, bar, atau venue kecil, gigs memberikan pengalaman langsung yang lebih dekat antara musisi dan penonton. Di sini, penonton bisa berdiri atau duduk sangat dekat dengan panggung, bahkan terkadang bisa berinteraksi langsung dengan musisi.</p>
<p>Biasanya, gigs menampilkan band atau musisi indie yang sedang memperkenalkan karya mereka. Gigs tidak memiliki batasan seperti panggung besar atau pagar pembatas yang ada pada konser, menjadikannya lebih personal. Acara ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati musik dengan suasana santai, tanpa keramaian dan jarak yang memisahkan musisi dan audiens.</p>
<p><strong>Festival: Perayaan Musik yang Meriah dan Beragam</strong></p>
<p>Berbeda dengan gigs, festival merupakan acara musik yang jauh lebih besar dan sering melibatkan banyak musisi dari berbagai genre. Festival bisa berlangsung selama beberapa hari dan biasanya digelar di luar ruangan, seperti lapangan terbuka atau taman besar. Di sini, penonton dapat menikmati beragam genre musik, mulai dari pop, rock, hingga EDM, serta berbagai elemen hiburan lainnya seperti seni, bazar, atau makanan.</p>
<p>Festival menawarkan pengalaman yang sangat berbeda karena suasananya yang sangat meriah dan penuh energi. Selain menikmati musik, festival sering menjadi tempat untuk berkumpul dan merayakan budaya bersama. Penonton bisa bebas bergerak, berinteraksi dengan teman, dan bahkan mengeksplorasi berbagai area hiburan yang ada. Ini adalah tempat bagi siapa saja yang mencari perayaan besar yang lebih dari sekadar musik.</p>
<p><strong>Pensi: Kreativitas dan Energi Remaja di Panggung Sekolah</strong></p>
<p>Pensi atau Pentas Seni biasanya diadakan di lingkungan sekolah dan menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas pelajar. Acara ini sering kali diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan tahunan atau perpisahan sekolah, di mana siswa bisa tampil dengan bakat mereka, baik itu melalui musik, tari, teater, atau stand-up comedy.</p>
<p>Meskipun lebih kasual dan sederhana dibandingkan festival atau konser, pensi memiliki semangat yang tak kalah besar. Penonton yang mayoritas siswa sering kali sangat antusias, bahkan bisa ikut bernyanyi atau menari bersama. Pensi adalah acara yang sangat cocok untuk menunjukkan semangat remaja dan kreativitas, serta menjadi tempat bagi siswa untuk mengekspresikan diri.</p>
<p><strong>Konser: Pertunjukan Musik dengan Produksi Megah dan Emosional</strong></p>
<p>Di sisi lain, konser adalah acara musik berskala besar yang biasanya dihadiri oleh musisi atau band terkenal. Konser sering digelar di stadion, gedung konser, atau arena besar dengan produksi yang sangat megah. Panggungnya dilengkapi dengan pencahayaan canggih dan sistem suara berkualitas tinggi, menciptakan pengalaman musik yang luar biasa bagi penonton.</p>
<p>Konser biasanya menghadirkan musisi atau band yang sedang dalam tur atau acara spesial, dan tiketnya sering dijual dengan harga lebih mahal. Meskipun lebih formal dan terstruktur, konser tetap menawarkan pengalaman emosional yang kuat, terutama ketika musisi berinteraksi dengan audiensnya. Konser bisa menjadi momen langka yang sangat dinantikan oleh penggemar, dengan penampilan yang mengesankan atau momen spesial yang hanya terjadi sekali dalam hidup.</p>
<p><strong>Kesimpulan: Pilih yang Sesuai dengan Suasana Hati</strong></p>
<p>Setiap jenis acara musik—gigs, festival, pensi, dan konser—memiliki daya tarik dan karakteristiknya sendiri. Gigs menawarkan kedekatan dan suasana santai, festival menghadirkan perayaan besar dengan beragam hiburan, pensi adalah tempat bagi siswa untuk berkreasi, sementara konser memberikan pengalaman musik yang eksklusif dan emosional. Pilihlah acara yang sesuai dengan suasana hati dan preferensimu, dan nikmati setiap momen musik yang unik! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: bicaramusik.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nanang Rasmawan: Dari Mengantar Anak Berlatih, Hingga Sabet 2 Gelar Panahan Tradisional di FORDA II Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nanang-rasmawan-dari-mengantar-anak-berlatih-hingga-sabet-2-gelar-panahan-tradisional-di-forda-ii-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nanang-rasmawan-dari-mengantar-anak-berlatih-hingga-sabet-2-gelar-panahan-tradisional-di-forda-ii-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Nanang Rasmawan, atlet panahan tradisional asal Surabaya, mencuri perhatian di FORDA II Jatim 2024 dengan prestasinya meraih dua gelar sekaligus, berawal dari hobi sederhana mengantar anak berlatih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675300a6b9662.webp" length="43914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 21:32:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Panahan Tradisional, FORDA II Jatim, PERPATRI, Barebow, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Gelaran Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) II Jawa Timur 2024 yang berlangsung di Kota Surabaya telah sukses menjadi panggung kebugaran dan bakat olahraga masyarakat Jawa Timur. </p>
<p>Diikuti berbagai cabang olahraga, mulai dari senam tradisional hingga panahan, ajang ini menjadi tolok ukur pembinaan olahraga sekaligus seleksi menuju Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII Lombok 2025.</p>
<p>Namun, dari sekian banyak prestasi yang lahir, salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Nanang Rasmawan.</p>
<p>Atlet panahan asal Surabaya ini berhasil menyabet dua gelar sekaligus di cabang olahraga Panahan Tradisional, kategori Barebow Standar dan Barebow Tradisional. Prestasi ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga menyimpan cerita menarik di baliknya.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih jauh, tim suarajatimpost.com mengunjungi Nanang di Padepokan Panahan Gunung Sari pada Jumat (6/12/2024). Di tengah kesibukannya berlatih, pria ramah ini menyambut kami dengan senyum hangat.</p>
<p>"Awalnya saya cuma ngantar anak untuk latihan panahan," kenang Nanang, membuka cerita. "Lama-lama diajak ikut mencoba, eh, malah keterusan. Alhamdulillah, sekarang malah jadi pemain dan bisa menang," ucapnya.</p>
<p>Nanang bergabung dengan klub panahan BCA Surabaya yang masih tergolong baru. Meski beranggotakan hanya sekitar 10 orang, klub ini berhasil menempatkan dua wakilnya di FORDA II Jatim 2024, termasuk Nanang. </p>
<p>Dalam kompetisi tersebut, Nanang tampil di dua kategori, yaitu Barebow Standar dengan jarak tembak 50 meter secara individu, dan Barebow Tradisional dengan jarak tembak 40 meter dalam format beregu.</p>
<p>"Persiapannya sih sama, baik tradisional maupun standar. Tapi perbedaan jarak dan alat tentu jadi tantangan tersendiri. Untuk Barebow Tradisional, kita harus benar-benar kompak sebagai tim," jelasnya.</p>
<p>Berbicara soal persiapan, Nanang menjelaskan pentingnya konsistensi latihan. Dalam dua bulan menjelang turnamen, ia meningkatkan intensitas latihan untuk mematangkan teknik dan fokus. Namun, ada strategi unik yang ia terapkan menjelang hari H.</p>
<p>"Biasanya, satu atau dua hari sebelum pertandingan, saya berhenti latihan. Itu untuk me-refresh otot sekaligus meningkatkan motivasi. Jadi, saat bertanding, rasanya lebih semangat," ungkapnya.</p>
<p>Nanang percaya bahwa proses latihan adalah kunci keberhasilan. "Proses tidak akan mengkhianati hasil. Kalau kita nggak latihan, ya nggak mungkin bisa menang," ujarnya.</p>
<p>Tak hanya Nanang yang menekuni dunia panahan, anak dari Nanang juga merupakan atlet panahan modern di bawah naungan KONI. Bahkan, sang anaknya meraih juara satu di FORDA I 2023 di Malang dan kini bersekolah di SMA 18 Surabaya melalui jalur prestasi olahraga.</p>
<p>"Anak saya mulai latihan sejak kelas tiga SD. Sekarang dia sudah SMA kelas satu. Jadi, sebenarnya dia duluan yang berprestasi. Saya justru belajar banyak dari semangatnya," kata Nanang dengan bangga.</p>
<p>Bagi Nanang, panahan bukan sekadar olahraga, tetapi juga cara melestarikan budaya. Ia merasa ikut menjaga tradisi yang telah ada sejak zaman nenek moyang.</p>
<p>"Panahan itu asik. Di PERPATRI, kita juga melestarikan budaya. Selain meningkatkan kebugaran, ada nilai-nilai sejarah yang kita bawa," tambahnya.</p>
<p>Cerita Nanang Rasmawan membuktikan bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar. Dari hobi sederhana yang dimulai dengan mengantar anak, Nanang kini menjadi simbol inspirasi bagi banyak orang, terutama di komunitas panahan.</p>
<p>"Saya berharap lebih banyak orang yang tertarik dengan panahan, baik tradisional maupun modern. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal melestarikan warisan budaya," tutupnya penuh harap.</p>
<p>Dengan prestasinya yang gemilang, Nanang Rasmawan tidak hanya membawa pulang dua gelar juara, tetapi juga kebanggaan bagi komunitasnya dan masyarakat Jawa Timur. Sosoknya menjadi bukti bahwa setiap proses, sekecil apa pun, mampu membawa seseorang menuju puncak kesuksesan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Film Thailand Berdasarkan Kisah Nyata yang Wajib Ditonton: Dari Horor hingga Inspiratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-film-thailand-berdasarkan-kisah-nyata-yang-wajib-ditonton-dari-horor-hingga-inspiratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-film-thailand-berdasarkan-kisah-nyata-yang-wajib-ditonton-dari-horor-hingga-inspiratif</guid>
<description><![CDATA[ Thailand dikenal dengan film horornya yang mencekam, seperti Shutter dan The Eye, namun negara ini juga memiliki sejumlah film yang diangkat dari kisah nyata yang tak kalah menarik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67528e5d8605d.webp" length="15432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 16:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Thailand, Sinema, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Thailand dikenal dengan film horornya yang mencekam, seperti <em>Shutter</em> dan <em>The Eye</em>, namun negara ini juga memiliki sejumlah film yang diangkat dari kisah nyata yang tak kalah menarik. Dengan penggambaran mendalam dan penuh emosi, film-film tersebut berhasil menyentuh hati penonton, baik dalam genre horor maupun drama. Jika kamu sedang mencari film seru untuk mengisi akhir pekan, berikut ini beberapa rekomendasi film Thailand berdasarkan kisah nyata yang patut ditonton.</p>
<ol>
<li><strong>Home for Rent (2023)</strong>  <br>Film ini mengisahkan keluarga kecil yang terdiri dari Kwin, Ning, dan putri mereka, Ing. Keluarga ini tinggal di rumah yang nyaman hingga suatu hari, Ning memutuskan untuk menyewakan apartemen mereka setelah penyewa sebelumnya meninggalkan kerusakan. Meskipun awalnya Kwin tidak setuju, ia akhirnya setuju setelah bertemu dengan pasangan penyewa baru, Ratree dan Nuch. Namun, suasana mulai berubah ketika Ning merasakan kejanggalan dalam sikap kedua penyewa tersebut dan menyadari adanya hal-hal aneh di sekitar Ing. Keingintahuan Ning pun memicu penyelidikan lebih lanjut. </li>
<li><strong>The Medium (2021)</strong>  <br>The Medium mengangkat kisah nyata tentang praktik pemujaan Dewa Bayan di wilayah Isan, Thailand. Film ini mengikuti perjalanan seorang dukun bernama Nim yang mengklaim dirinya dirasuki oleh Dewa Bayan. Cerita ini berfokus pada Nim, yang menerima warisan roh tersebut setelah kakaknya menolaknya dan memilih menganut agama Kristen. Nim pun menjalani hidupnya sebagai dukun, menjalani perjalanan spiritual yang penuh tantangan dan mistis.</li>
<li><strong>The Billionaire (2011)</strong>  <br>Berdasarkan kisah nyata Ittipat atau Tob, seorang remaja yang memulai bisnis dengan menjual item dalam permainan video. Setelah menyadari potensi keuntungan dari bisnis tersebut, Tob terus mengembangkan usaha hingga akhirnya berhasil meraih kesuksesan, meskipun harus menghadapi penolakan dari orang tuanya dan beberapa kegagalan. Film ini menginspirasi tentang perjuangan seorang pemuda dalam meraih impian.</li>
<li><strong>The Iron Ladies (2000)</strong> <br>Mengisahkan tim bola voli waria yang berhasil menjuarai kejuaraan nasional Thailand pada tahun 2000, *The Iron Ladies* adalah film yang mengangkat tema persahabatan, semangat juang, dan keberagaman. Film ini menjadi box office di banyak negara dan meraih berbagai penghargaan internasional, memberikan pesan tentang toleransi dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan.</li>
<li><strong>Beautiful Boxer (2003)</strong>  <br>Film ini menceritakan kisah hidup Parinya Charoenpol, seorang petinju transgender yang terjun ke dunia tinju untuk membiayai operasi kelamin. Dengan perjuangan berat dan tekad yang kuat, Parinya akhirnya berhasil meraih kesuksesan di dunia tinju. *Beautiful Boxer* mendapatkan sambutan positif di Thailand, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk mengikuti impian mereka meski menghadapi banyak rintangan.</li>
</ol>
<p>Itulah beberapa film Thailand berdasarkan kisah nyata yang bisa menjadi pilihan tontonan seru dan inspiratif. Dari horor hingga kisah perjuangan, setiap film ini menawarkan pengalaman menonton yang mendalam dan penuh emosi. Jangan lewatkan kesempatan untuk menontonnya! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Darurat Militer Korea Selatan, Nasib BTS Terancam, Penggemar Cemas Personel Masih Wajib Militer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/darurat-militer-korea-selatan-nasib-bts-terancam-penggemar-cemas-personel-masih-wajib-militer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/darurat-militer-korea-selatan-nasib-bts-terancam-penggemar-cemas-personel-masih-wajib-militer</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan pemerintah Korea Selatan untuk melaksanakan darurat militer membuat para penggemar BTS cemas, terutama karena lima anggota BTS masih menjalani wajib militer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675156a7e0d01.webp" length="73864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 22:33:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Korea Selatan, Darurat Militer, Politik, BTS, Boyband, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Keputusan pemerintah Korea Selatan untuk melaksanakan darurat militer membuat para penggemar BTS cemas, terutama karena lima anggota BTS masih menjalani wajib militer. Kelima personel tersebut adalah Suga, RM, Jimin, Jungkook, dan V. Suga memulai masa wajib militernya pada September 2023, sementara empat anggota lainnya mulai menjalani kewajiban serupa pada Desember 2023. Menurut <em>Times Of India,</em> masa wajib militer mereka diperkirakan selesai pada Juni 2025.</p>
<p>Kekhawatiran muncul di kalangan penggemar BTS karena darurat militer ini berpotensi melibatkan mereka yang tengah menjalani wajib militer untuk dimobilisasi. Dalam kondisi darurat militer, semua anggota militer, termasuk mereka yang sedang menjalani wajib militer, dapat diperintahkan untuk siap siaga atau bahkan diperpanjang masa tugasnya. Penugasan ini bisa mencakup operasi militer besar, baik di medan perang maupun dalam mendukung operasi yang lebih luas.</p>
<p>Menurut <em>The Conversation,</em> dalam situasi perang atau ancaman militer yang serius, pria yang masih menjalani wajib militer dan belum menyelesaikan tugasnya dapat dipanggil untuk bertempur. Ini tentu saja menambah kecemasan penggemar BTS, yang tidak ingin melihat nasib buruk menimpa kelima personel BTS yang masih aktif dalam wajib militer.</p>
<p>Kekhawatiran tersebut diekspresikan oleh para penggemar melalui media sosial X, di mana banyak dari mereka mengkritik keputusan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk, yang mengumumkan status darurat militer.</p>
<p>Salah seorang netizen Korea Selatan menulis, "Wajib militer wajib di Korea Selatan. Saya yakin mereka tidak akan bisa menawar jika diwajibkan bertempur." Ada juga yang berharap, "Mari berdoa kepada Tuhan agar mereka (BTS) dilindungi," </p>
<p>Sementara itu, penggemar lainnya mengungkapkan keprihatinan dengan mengatakan, "Jungkook dan yang lainnya masih wajib militer. Jadi tidak akan ada BTS hingga 2025," dan ada juga yang menambahkan, "Penggemar BTS, kalian harusnya khawatir karena banyak dari anggota BTS masih wajib militer. Tahu konsekuensinya kan." <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Salma, Penyanyi Asal Probolinggo Jadi Bintang AMI Awards 2024 dengan Borong 4 Penghargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/salma-penyanyi-asal-probolinggo-jadi-bintang-ami-awards-2024-dengan-borong-4-penghargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/salma-penyanyi-asal-probolinggo-jadi-bintang-ami-awards-2024-dengan-borong-4-penghargaan</guid>
<description><![CDATA[ Sama memenangkan kategori Artis Solo Wanita Terbaik (lagu &quot;Bunga Hati&quot;), Karya Produksi Terbaik, Produser Rekaman Terbaik (S/EEK - Bunga Hati), dan Tim Produksi Suara Terbaik (Dimas Pradipta). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_675175c7884f5.webp" length="25528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 17:46:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rahmad Soleh</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Salma Salsabil, musik, penyanyi, AMI Awards 2024, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PROBOLINGGO, SJP - </strong>Tak hanya menjadi juara Indonesian Idol tahun 2023, Salma Salsabil, penyanyi asal Probolinggo, Jawa Timur, juga berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional.</p>
<p>Melalui Anugrah Musik Indonesia (AMI) Awards 2024, Salma berhasil memborong empat penghargaan sekaligus.</p>
<p>Ia memenangkan kategori artis solo wanita terbaik (lagu 'Bunga Hati'), karya produksi terbaik, produser rekaman terbaik (S/EEK - Bunga Hati), dan tim produksi suara terbaik (Dimas Pradipta).</p>
<p>Single berjudul 'Bunga Hati' dipilih sebagai karya produksi terbaik, menjadikannya sejajar dengan lagu-lagu hits lainnya yang telah dinobatkan sebelumnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Salma sangat bersyukur atas pencapaian ini.</p>
<p>"Assalamualaikum, selamat malam, alhamdulillah hari ini adalah hari yang luar biasa buat saya, dan tahun ini saya masih deg-degan. Terima kasih AMI Awards, terima kasih papa mama saya. Saya persembahkan ini buat semuanya," ucap Salma di Jakarta.</p>
<p>Lahir pada 12 Februari 2002 di Probolinggo, Jawa Timur, Salma menjadi penyanyi wanita berhijab pertama yang berhasil memenangkan kompetisi ini.</p>
<p>Debutnya dengan lagu 'Menghargai Kata Rindu' yang dirilis pada 19 Mei 2023 semakin memperkuat posisinya di dunia musik.</p>
<p>Dikenal sebagai 'Queen of Trending' dan 'Queen of Standing Ovation', Salma mendapatkan pujian dari juri seperti Judika dan Rossa berkat penampilan orisinalnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Reog Ponorogo Resmi Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO, Indonesia Bangga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/reog-ponorogo-resmi-masuk-daftar-warisan-budaya-dunia-unesco-indonesia-bangga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/reog-ponorogo-resmi-masuk-daftar-warisan-budaya-dunia-unesco-indonesia-bangga</guid>
<description><![CDATA[ Reog Ponorogo resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh UNESCO, melalui sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_67500e718f3a0.webp" length="50542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 20:03:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Reog Ponorogo, UNESCO, Warisan Budaya, Kebudayaan, Jawa Timur, Ponorogo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA TIMUR, SJP - </strong>Reog Ponorogo resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh UNESCO, melalui sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang diadakan di Paraguay pada Selasa, 3 Desember 2024.</p>
<p>Dalam sesi tersebut, UNESCO menerima usulan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan untuk memasukkan Reog Ponorogo sebagai bagian dari daftar WBTb, menjadikannya warisan budaya tak benda Indonesia yang ke-14 yang diakui secara internasional.</p>
<p>Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan kebanggaannya atas pengakuan ini. Menurutnya, Reog Ponorogo adalah simbol kekayaan budaya Indonesia yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal. </p>
<p>"Masuknya Reog Ponorogo sebagai sebuah representasi kekayaan warisan budaya Indonesia, yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal ke dalam daftar WBTb UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus pengingat tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya.</p>
<p>Fadli Zon juga menambahkan bahwa pengakuan ini adalah momen penting bagi Indonesia dalam upaya pelestarian seni budaya tradisional yang berakar pada nilai-nilai lokal dan semangat gotong royong. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam sesi virtual yang disampaikan kepada delegasi Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay.</p>
<p>Reog Ponorogo merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menggabungkan tarian, musik, dan mitologi. Seni ini mencerminkan nilai-nilai keberanian, solidaritas, dan dedikasi yang telah menjadi identitas masyarakat Ponorogo selama berabad-abad. Proses pembuatan Reog Ponorogo juga melibatkan kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat tersebut.</p>
<p>"Reog Ponorogo bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga cerminan identitas, semangat, dan ketangguhan masyarakat Ponorogo. Dalam hal ini, Pemerintah berkomitmen memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 32 ayat 1," tambah Fadli Zon.</p>
<p>Pemerintah Indonesia bersama komunitas lokal telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan Reog Ponorogo, mulai dari dokumentasi, promosi, hingga integrasi seni ini dalam pendidikan formal dan nonformal. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama warisan budaya ini.</p>
<p>"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya tradisional sebagai warisan budaya yang kita jaga bersama. Reog Ponorogo adalah kebanggaan kita, dan tugas kita adalah memastikan seni ini terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang," tutup Fadli Zon. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com </p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>True Stalker, Serial Romantis dengan Misteri Menegangkan Hadir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/true-stalker-serial-romantis-dengan-misteri-menegangkan-hadir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/true-stalker-serial-romantis-dengan-misteri-menegangkan-hadir</guid>
<description><![CDATA[ Serial romantis ini mengangkat tema cinta yang berkembang, sekaligus mengeksplorasi bagaimana kekaguman diam-diam bisa membawa hubungan menuju dimensi yang lebih dalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674fff5ee9f10.webp" length="20246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 19:02:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>True Stalker, Drama Series, Film Series, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Vidio Original Series kembali menghadirkan drama emosional yang penuh ketegangan dengan serial terbarunya, <em>True Stalker</em>. Serial romantis ini mengangkat tema cinta yang berkembang, sekaligus mengeksplorasi bagaimana kekaguman diam-diam bisa membawa hubungan menuju dimensi yang lebih dalam. Dengan tambahan elemen misteri yang memikat, <em>True Stalker</em> menjanjikan pengalaman menonton yang emosional dan relevan bagi berbagai kalangan penonton.</p>
<p>Diproduksi oleh Screenplay Films, <em>True Stalker</em> disutradarai oleh Angling Sagaran dan Anika Marani, yang sukses memadukan elemen romansa dengan ketegangan psikologis dalam delapan episode penuh dinamika. Kolaborasi mereka yang saling melengkapi membuat serial ini lebih dari sekadar hiburan biasa, melainkan sebuah eksplorasi tentang cinta, obsesi, dan batas tipis di antaranya.</p>
<p>Cerita <em>True Stalker</em> berfokus pada Adiba (Haico Van der Veken), seorang remaja SMA yang terpesona oleh kakak kelasnya, Agam (Jefri Nichol), setelah pria itu menolongnya dalam situasi sulit. Kekagumannya pun berkembang menjadi obsesi, membuat Adiba mengikuti kehidupan Agam dengan cermat, bahkan memilih kampus yang sama agar tetap dekat dengannya. Namun, situasi berubah ketika Adiba mengetahui bahwa Agam kini memiliki pacar baru, Helena (Gabriella Eka Putri).</p>
<p>Merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Helena, Adiba mulai menyelidiki masa lalu pacar Agam tersebut. Penyelidikan ini mengungkap berbagai rahasia kelam, yang membuat Adiba yakin bahwa Agam harus dijauhkan dari Helena. Keputusannya untuk memperingatkan Agam justru memicu serangkaian peristiwa misterius yang mengancam keselamatan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.</p>
<p><em>True Stalker</em> tidak hanya menawarkan cerita cinta yang kompleks, tetapi juga membawa elemen thriller yang memacu adrenalin. Dengan naskah yang kuat dan chemistry antar pemain yang memikat, serial ini dibintangi oleh Haico Van der Veken, Jefri Nichol, Gabriella Eka Putri, serta aktor muda lainnya seperti Brandon Salim, Angie Marcheria, dan Shindy Huang.</p>
<p><em>True Stalker</em> mulai tayang pada Sabtu, 30 November 2024, dan dapat disaksikan melalui platform Vidio. Pelanggan Vidio Premium dan Diamond berkesempatan menonton lebih awal melalui layanan Vidio Express. Dengan cerita yang penuh kompleksitas, serial ini menjadi pilihan wajib bagi penggemar drama romantis yang dibalut misteri. Jangan lewatkan perjalanan emosional dan penuh kejutan Adiba dalam <em>True Stalker</em>! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: cxomedia.id</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Spekulasi Meningkat soal Masa Depan NewJeans, Apa yang akan Terjadi dengan Kontrak Mereka?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spekulasi-meningkat-soal-masa-depan-newjeans-apa-yang-akan-terjadi-dengan-kontrak-mereka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spekulasi-meningkat-soal-masa-depan-newjeans-apa-yang-akan-terjadi-dengan-kontrak-mereka</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun grup ini melanjutkan jadwalnya dengan status &quot;agen bebas&quot;, ADOR, agensi yang menaungi mereka, belum mengambil langkah konkret terkait situasi ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674ea5fe27b10.webp" length="39874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 23:01:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>New Jeans, K-Pop, Musik, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Setelah konferensi pers darurat yang digelar pada (28/11/24) lalu, masa depan grup K-pop NewJeans menjadi sorotan publik. Meskipun grup ini melanjutkan jadwalnya dengan status "agen bebas", ADOR, agensi yang menaungi mereka, belum mengambil langkah konkret terkait situasi ini. Hal ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai nasib kontrak mereka.</p>
<p>Menurut para ahli hukum, pemutusan kontrak dalam hukum perdata Korea menjadi efektif segera setelah pemberitahuan disampaikan kepada pihak lain.</p>
<p>Jika ADOR ingin mempertahankan validitas kontrak, mereka harus membawa kasus ini ke pengadilan. Pengacara Noh Jong Eon menjelaskan, "Meskipun keputusan pengadilan mungkin baru keluar beberapa tahun kemudian, keputusan itu akan berlaku retroaktif, yaitu dari tanggal pemutusan kontrak, bukan dari tanggal putusan itu sendiri."</p>
<p>Media lokal, The Daily Sports, dalam laporannya pada (02/12/24), menganalisis beberapa kemungkinan skenario yang bisa terjadi antara NewJeans dan ADOR ke depan.</p>
<p><strong>Skenario 1: Apakah ADOR Bisa Menangguhkan Aktivitas NewJeans?</strong></p>
<p>Jika ADOR menduga bahwa NewJeans sedang menjalin kontrak dengan perusahaan lain, mereka dapat mencoba untuk menangguhkan aktivitas grup tersebut. Namun, langkah ini berisiko bertentangan dengan komitmen ADOR untuk mendukung NewJeans. Pengacara Noh menambahkan, "Jika ADOR mengajukan permohonan untuk menangguhkan aktivitas, itu justru bisa merusak kredibilitas mereka dan kepercayaan publik terhadap mereka."</p>
<p><strong>Skenario 2: Apakah ADOR Bisa Menuntut Kompensasi?</strong></p>
<p>ADOR bisa saja mengeluarkan pemberitahuan pemutusan kontrak dan mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap NewJeans. Namun, para ahli hukum berpendapat bahwa dampak finansial dari tuntutan ini tidak akan sebesar yang dibayangkan banyak orang. Pengacara Jo Myun Shik berkomentar, "Skenario terbaik bagi NewJeans adalah ADOR yang mengakhiri kontrak mereka sendiri dan menuntut ganti rugi. Namun, meskipun ADOR mengajukan tuntutan, sulit bagi pengadilan untuk memberikan ganti rugi yang signifikan."</p>
<p><strong>Skenario 3: Apakah ADOR Akan Bernegosiasi dengan NewJeans?</strong></p>
<p>Meskipun ketegangan semakin meningkat, banyak pihak berpendapat bahwa negosiasi antara NewJeans dan ADOR adalah solusi yang paling mungkin. Sebuah sumber dari manajemen mengungkapkan, "Kedua belah pihak mungkin sadar bahwa masalah ini sulit diselesaikan dengan cara lain dan mungkin akan lebih memilih untuk merundingkan syarat-syarat yang lebih jelas." Pendekatan seimbang yang menghormati norma industri dan mendorong dialog terbuka dianggap penting untuk menyelesaikan masalah ini.</p>
<p>Mengingat NewJeans kemungkinan besar akan melanjutkan hubungan profesional dengan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, serta posisi strategis yang dipegang oleh HYBE, pendekatan kolaboratif dinilai sebagai cara terbaik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada reputasi kedua belah pihak.</p>
<p>Masa depan NewJeans dan hubungan mereka dengan ADOR memang masih penuh ketidakpastian, namun satu hal yang jelas, keduanya akan mencari cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kebaikan bersama. (**)</p>
<p>sumber: popbela.com </p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review &amp;quot;Moana 2&amp;quot;, Petualangan Baru di Lautan yang Menggugah Hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-moana-2-petualangan-baru-di-lautan-yang-menggugah-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-moana-2-petualangan-baru-di-lautan-yang-menggugah-hati</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu film yang patut masuk dalam daftar tontonan adalah Moana 2 yang siap melanjutkan kisah petualangan Moana ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674d46a463b43.webp" length="44256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 17:01:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Terbaru, Rekomendasi Film, Sinema Seru, Moana 2, Disney, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Akhir tahun ini, bioskop akan dipenuhi dengan deretan film menarik yang siap menemani liburan kamu. Dari animasi, musikal, hingga romansa, pilihan film yang tersedia sangat beragam. Salah satu film yang patut masuk dalam daftar tontonan adalah <em>Moana 2</em> yang siap melanjutkan kisah petualangan Moana. Film ini menawarkan cerita seru dan penuh warna yang bisa dinikmati bersama keluarga.</p>
<p><em>Moana 2</em> mengajak penonton untuk kembali berlayar bersama Moana (Auli'i Cravalho), kali ini dengan misi yang lebih besar dan petualangan yang lebih jauh. Ditemani oleh Maui, Pua, dan HeiHei, Moana memiliki kru yang siap mendampinginya dalam perjalanan penuh tantangan.</p>
<p><strong>Sinopsis: Mencari Pulau yang Hilang</strong></p>
<p>Setelah sukses mengembalikan <em>The Heart of the Ocean</em> ke Pulau Te Fiti, Moana tidak berhenti berlayar. Kali ini, ia bertekad untuk menemukan Pulau Motufetū yang hilang, yang diyakini dapat menyatukan berbagai masyarakat dari penjuru laut. Dalam perjalanannya, Moana mendapatkan petunjuk dari leluhurnya, Tautai Vasa (Gerald Ramsey), yang mengarahkan Moana untuk mencari pulau yang telah lama hilang tersebut. Meskipun awalnya ragu, Moana merasa bahwa ini adalah langkah yang harus ia ambil.</p>
<p>Kali ini, Moana tidak sendirian. Bersama Pua, babi kesayangannya, dan HeiHei, ayam peliharaannya, ia memulai petualangan baru. Tidak hanya itu, Moana juga dibantu oleh kru baru yang terdiri dari Moni (Hualālai Chung), kutu buku yang menguasai sejarah Suku Motunui; Loto (Rose Matafeo), ahli perbaikan perahu; serta Kele (David Fane), petani pemarah yang tetap bergabung untuk menjaga persediaan makanan. Tak ketinggalan, Maui (Dwayne Johnson) pun bergabung kembali dalam perjalanan mereka.</p>
<p><strong>Petualangan yang Penuh Kenangan dan Pesan Mendalam</strong></p>
<p>Salah satu hal yang membuat <em>Moana 2</em> begitu ditunggu adalah elemen nostalgia yang hadir. Sejak film pertama yang dirilis pada 2016, Moana telah menjadi sosok Disney Princess yang unik, dengan karakter yang lebih realistis dan terhubung dengan budaya Suku Maori. Latar belakang yang didominasi pantai dan laut kembali hadir, dan membuat penonton merasa seolah-olah dibawa kembali ke dunia Moana yang penuh warna dan keceriaan.</p>
<p>David Derrick Jr., penulis naskah sekaligus produser eksekutif film ini, menjelaskan bahwa <em>Moana 2</em> melanjutkan tema perjalanan hidup yang tak pernah berakhir. "Film pertama tentang Moana yang menemukan identitas dirinya. Film kedua ini fokus pada masa depan, bukan hanya untuk Moana, tetapi juga untuk rakyatnya," jelas Derrick. Kisah ini tidak hanya mengisahkan tentang perjalanan fisik Moana, tetapi juga perjalanan emosional dan spiritual dalam memahami peran dan masa depan.</p>
<p><strong>Kesimpulan: Petualangan yang Tak Boleh Dilewatkan</strong></p>
<p>Dengan kisah yang menggugah dan karakter-karakter yang sudah dikenal, <em>Moana 2</em> menjadi pilihan tepat untuk menemani liburanmu. Film ini tidak hanya menghidupkan kembali dunia Moana, tetapi juga menghadirkan pesan yang dalam tentang perjalanan hidup yang tak pernah berakhir. Jika kamu penggemar film animasi, pastikan <em>Moana 2</em> ada dalam daftar tontonanmu. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Lagu Bertema Desember yang Wajib Ada di Playlist Akhir Tahun Anda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-lagu-bertema-desember-yang-wajib-ada-di-playlist-akhir-tahun-anda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-lagu-bertema-desember-yang-wajib-ada-di-playlist-akhir-tahun-anda</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang pergantian tahun, banyak dari kita yang mencari lagu-lagu bertema Desember untuk mengisi playlist akhir tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674c3302b6803.webp" length="42552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 22:01:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Desember, Rekomendasi Lagu, Musik, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Menjelang pergantian tahun, banyak dari kita yang mencari lagu-lagu bertema Desember untuk mengisi playlist akhir tahun. Baik lagu baru maupun klasik, musik yang tepat bisa menghidupkan suasana dan membangkitkan semangat untuk menyambut tahun baru. Beberapa lagu bahkan mampu membawa kenangan manis serta perasaan hangat yang cocok untuk merayakan akhir tahun.</p>
<p>Berikut adalah lima lagu bertema Desember yang bisa Anda tambahkan dalam playlist akhir tahun Anda:</p>
<ol>
<li><strong>Back to December - Taylor Swift</strong><br>Tak lengkap rasanya jika tidak mencantumkan "Back to December" dari Taylor Swift. Lagu ini, yang merupakan bagian dari album <em>Speak Now</em>, menceritakan penyesalan Taylor setelah berpisah dengan mantan kekasih, Taylor Lautner. Dengan balutan musik ballad yang menyentuh, lagu ini cocok untuk mereka yang merasa nostalgic atau menyesal atas perpisahan yang terjadi di bulan Desember.</li>
<li><strong>December - Neck Deep</strong><br>Band asal Inggris, Neck Deep, juga merilis lagu bertema Desember yang penuh emosi. Dirilis pada 2015 sebagai bagian dari album <em>Life's Not Out To Get You</em>, lagu ini mengisahkan hubungan yang berakhir di bulan Desember. Vokalis Ben Barlow mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi, menjadikannya salah satu lagu yang paling populer dari Neck Deep.</li>
<li><strong>Something About December - Christina Perri</strong><br>Lagu ini adalah salah satu karya pertama Christina Perri yang ditulis bersama sang kakak, Nick Perri. Dirilis pada 2013, "Something About December" mengungkapkan perasaan hangat yang tercipta saat merayakan Natal bersama keluarga. Liriknya yang menyentuh mengajak pendengar untuk menyimpan kenangan Natal dalam hati, yang bisa dirasakan kapan saja dan di mana saja.</li>
<li><strong>Desember - Efek Rumah Kaca</strong><br>Lagu <em>Desember</em> dari Efek Rumah Kaca menyuguhkan nuansa yang lebih serius. Dengan lirik yang menceritakan peristiwa mengerikan yang sering terjadi di akhir tahun, lagu ini juga mengandung doa dan harapan untuk mereka yang terkena dampak bencana. Lagu ini cocok untuk refleksi dan renungan di penghujung tahun.</li>
<li><strong>December - Ariana Grande</strong><br>Ariana Grande turut merilis lagu bertema Desember dalam EP <em>Christmas &amp; Chill</em> pada 2016. Lagu ini menampilkan suasana Natal yang romantis, dengan lirik yang membuat pendengar merasa hangat dan penuh kasih sayang. Meskipun tidak sepopuler lagu-lagu Natal lainnya dari Ariana, "December" menjadi pilihan yang tepat untuk menambah keceriaan di playlist Natal Anda.</li>
</ol>
<p>Itulah lima rekomendasi lagu bertema Desember yang bisa Anda dengarkan untuk menyambut pergantian tahun. Selamat menyusun playlist akhir tahun dan semoga artikel ini bermanfaat! (**)</p>
<p>sumber: Dari Berbagai Sumber</p>
<p>Editor: Ali Wafa</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Sisi Panahan Tradisional: Mengulik Perbedaan PERPATRI san FESPATI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-sisi-panahan-tradisional-mengulik-perbedaan-perpatri-san-fespati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-sisi-panahan-tradisional-mengulik-perbedaan-perpatri-san-fespati</guid>
<description><![CDATA[ PERPATRI dan FESPATI, dua organisasi panahan tradisional yang masing-masing mewakili filosofi unik, namun tetap membawa semangat seni dan budaya Indonesia (Ryan/SJP) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674c6b4f62704.webp" length="52580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 21:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Persatuan Panah Tradisional Indonesia, PERPATRI, Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia, FESPATI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Matahari pagi perlahan naik di atas Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Surabaya. Udara segar bercampur semangat para peserta Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jatim II/2024.</p>
<p></p>
<p>Seperti melangkah ke dua dunia yang berbeda namun selaras, lapangan ABC GBT berlangsung secara berdampingan dua cabang olahraga panahan tradisional, masing-masing mewakili filosofi unik, yakni Persatuan Panah Tradisional Indonesia (PERPATRI) dan Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI).</p>
<p></p>
<p>Dari kejauhan, keduanya terlihat seperti ajang panahan sederhana yang mencerminkan tradisi. Namun, semakin dekat, perbedaan mulai terasa. Seperti dua sisi koin, PERPATRI dan FESPATI memiliki cara tersendiri untuk merayakan keindahan seni memanah tradisional.</p>
<p></p>
<p>Heru, Sekjen PERPATRI Nasional, menyambut ramah tim Suarajatimpost.com di salah satu sudut lapangan. Dengan semangat, ia menjelaskan bahwa bagi PERPATRI, panahan tradisional adalah lebih dari sekadar olahraga, namun sebuah cara untuk menjaga warisan leluhur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_674c6be464fdc.webp" alt=""></p>
<p>"Ini bukan sekadar memanah, dalam PERPATRI, kita menjaga budaya bangsa. Busana adat, busur bambu, bahkan cara berdiri, semua mencerminkan tradisi,” ungkap Heru, sembari menunjuk peserta yang tengah bersiap di salah satu venue FORDA JATIM II, Minggu (1/12/2024).</p>
<p></p>
<p>Uniknya, dalam setiap kompetisi PERPATRI, busana adat menjadi syarat utama. Terlihat seluruh peserta perlombaan yang dinaungi oleh PERPATRI menggunakan kostum adat, bahkan busur panah yang mereka gunakan polos tanpa alat bantuan.</p>
<p></p>
<p>“Jika peserta tidak mengenakan pakaian tradisional, mereka langsung gugur. Ini komitmen kami untuk memastikan budaya tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi inti dari kegiatan ini," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Adapun Khoiron Hadi, selaku Ketua PERPATRI Jawa Timur, menambahkan dimensi lain dari filosofi dari PERPATRI. Salah satu jenis busur yang ada dalam PERPATRI adalah Jemparing, sebuah panahan khas Jawa yang sudah ada sejak zaman Hamengkubuwono.</p>
<p></p>
<p>“Panahan tradisional kami ini berbeda sekali dengan modern. Bahkan ada kategori jemparing yaitu panahan sambil duduk yang sangat khas budaya Jawa. Melalui ini, kami mencoba merangkul kembali tradisi masyarakat yang hampir hilang,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain lapangan, di lapangan C GBT, FESPATI memancarkan suasana yang berbeda. Motif Batik Megamendung pada papan target menjadi daya tarik utama. Wawan, Ketua Pelaksana Pertandingan FESPATI di ajang FORDA JATIM II, menjelaskan pendekatan mereka yang lebih fleksibel.</p>
<p></p>
<p>“Sebenarnya kita ini serupa, tetapi kalau PERPATRI itu lebih ke permainan tim, penilaiannya juga secara kumulatif, sedangkan kami lebih fokus pada permainan satu lawan satu, namun keduanya sama-sama memancarkan semangat kesenian tradisional,” katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x_674c6b55ed92a.webp" alt=""></p>
<p>Meskipun FESPATI tak mewajibkan menggunakan busana adat, namun seni tetap menjadi inti dari FESPATI. Wawan menunjuk papan target yang berhias motif tradisional.</p>
<p></p>
<p>“Lihat target yang digunakan, untuk kategori dewasa, kami pakai Batik Megamendung. Selain sebagai target, ini juga mengajarkan nilai seni kepada peserta,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>“Kami punya panduan usia yang lebih jelas dan pakem, termasuk jarak tembak. Ini memberi struktur sekaligus ruang bagi peserta dari berbagai latar belakang,” tambah Wawan.</p>
<p></p>
<p>“Panahan tradisional ini bukan sekadar olahraga, tapi cara memahami jati diri kita,” ujar Heru menutup pembicaraan</p>
<p></p>
<p>Saat busur dilepaskan, anak panah melesat cepat menembus udara. Tidak peduli apakah mereka memanah dalam balutan busana adat khas PERPATRI atau di hadapan target Batik Megamendung milik FESPATI, semangat mereka sama, menjaga panahan tradisional tetap hidup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PERPATRI di FORDA Jatim II, Ajang  Prestasi Olahraga dan Pelestarian Budaya Panahan Tradisional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perpatri-di-forda-jatim-ii-ajang-prestasi-olahraga-dan-pelestarian-budaya-panahan-tradisional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perpatri-di-forda-jatim-ii-ajang-prestasi-olahraga-dan-pelestarian-budaya-panahan-tradisional</guid>
<description><![CDATA[ Yang menarik dalam kompetisi PERPATRI adalah para peserta diwajibkan untuk menggunakan busana tradisional untuk bertanding, bahkan penggunaan baju adat menjadi sebuah syarat untuk ikut berkompetisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674c4841197c0.webp" length="69444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 18:32:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Olahraga Masyarakat Daerah, FORDA Jatim II, FORDA, Persatuan Panah Tradisional Indonesia, PERPATRI, Panahan Tradisional, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Festival Olahraga Masyarakat Daerah II Jawa Timur (FORDA Jatim II/2024) yang digelar di Surabaya menjadi ajang unjuk gigi berbagai cabang olahraga.</p>
<p>Salah satunya ialah cabang olahraga panahan tradisional yang diwadahi oleh Persatuan Panah Tradisional Indonesia (PERPATRI) yang resmi dipertandingkan di lapangan A dan B Gelora Bung Tomo (GBT), pada Minggu (1/12/2024) </p>
<p>Ajang panahan tradisional di FORDA Jatim II berhasil menarik perhatian dengan jumlah peserta yang melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 700 atlet dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, menjadikannya salah satu cabang olahraga (cabor) dengan peserta terbanyak di FORDA Jatim II.</p>
<p>Ketua PERPATRI Nusantara Jaya Jawa Timur, Khoiron Hadi, mengungkapkan bahwa panahan tradisional memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan olahraga dengan pelestarian budaya lokal. Hal inilah yang membuat panahan tradisional memiliki ciri khas dibanding panahan pada umumnya.</p>
<p>“Dari induk organisasi olahraga PERPATRI, di Forda kali ini menjadi salah satu dengan peserta terbanyak, bahkan total terakhir 700 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang ikut berpartisipasi,” ujarnya saat ditemui di GBT lapangan A, Minggu (1/12/2024).</p>
<p>Hadi menjelaskan bahwa PERPATRI menaungi tiga jenis busur panahan, yaitu horsebow (busur berkuda), barebow yang terbagi menjadi tradisional dan standar, serta yang terakhir ialah jemparingan, yakni panahan dengan gaya duduk khas Jawa. </p>
<p>Dirinya menegaskan bahwa panahan tradisional ini memang sangat berbeda dengan olahraga panahan pada umumnya. Terutama pada alat yang digunakan, yang mana busur panahan tradisional itu polos tanpa ada alat bantu yang lain seperti stabilizer dan visir.</p>
<p>"Contoh seperti panahan yang ada di Koni, itu panahnya menggunakan panahan modern. Kalau kita tradisi, kita tetap ada yang menggunakan busur full tradisional, busurnya dari bambu, kemudian anak panahnya itu dari kayu atau bambu juga," terang Hadi.</p>
<p>Lebih lanjut, dirinya juga menyebutkan bahwa di FORDA II Jatim, PERPATRI terbagi dalam tujuh jenis olahraga (jenor) resmi yang diakui oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dan adapun 12 jenor eksibisi yang tidak masuk di database Kormi.</p>
<p>“Jenor resmi masuk dalam akumulasi medali, sementara jenor eksibisi lebih untuk memperkenalkan keunikan olahraga ini di tingkat masyarakat,” jelasnya. </p>
<p>Yang tidak kalah penting, dalam kompetisi itu para peserta juga diwajibkan untuk menggunakan busana tradisional. Hadi menjelaskan bahwa dalam PERPATRI, penggunaan kostum itu menjadi sebuah syarat untuk ikut berkompetisi.</p>
<p>"Alasannya karena setiap kabupaten/kota itu pasti punya baju tradisi, itu kita kenalkan agar budaya masing-masing kabupaten/kota itu bisa terangkat sekaligus untuk melestarikan budaya tersebut," tandas Hadi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Forda Jatim II untuk cabang PERPATRI, Ramadhan Rosyadi secara detail menyebut bahwa dari total 700 peserta panahan tradisional di FORDA II Jatim, didominasi oleh peserta dari Kota Surabaya dengan jumlah 141 orang.</p>
<p>“Kota Surabaya sebagai tuan rumah menyumbang peserta terbanyak, yakni 141 orang. Karena menjadi tuan rumah, kuota peserta dari Surabaya juga lebih besar dibanding kabupaten/kota lain,” ujar Rosyadi </p>
<p>Secara teknis, perlombaan panahan tradisional di FORDA II JATIM dibagi menjadi beberapa divisi sesuai umur di tiap-tiap jenis busur, meliputi U-13, U-16, U-18 dan kategori dewasa.</p>
<p>"Untuk sistem pertandingannya kita menggunakan sistem akumulasi poin, kemudian setelah itu kita ambil 32 besar, Setelah itu kita lanjut babak aduan, jadi satu pemanah diadu dengan pemenang yang lain hingga ditemukan pemenang di juara 1, 2 dan 3," paparnya.</p>
<p>Sebagai ketua panitia, Rosyadi juga mengapresiasi bantuan dari beberapa pihak atas kelancaran proses perlombaan, khususnya ditujukan pada aplikasi 'ManahPro' yang digunakan sebagai alat penghitungan dalam perlombaan di FORDA Jatim II.</p>
<p>“Kami menggunakan aplikasi Manah Pro untuk mencatat skor secara langsung. Skor bisa dilihat secara real-time, cepat, dan akurat, baik oleh peserta maupun penonton,” terang Rosyadi.</p>
<p>Perihal antusiasme penonton, Rosyadi menyebut bahwa euforia para pendukung sangat terasa, hal tersebut diakibatkan kebanyakan penonton merupakan rekan-rekan dari peserta yang mewakili tiap-tiap daerah.</p>
<p>Melihat antusiasme penonton dan jumlah peserta yang mengalami lonjakan dari FORDA sebelumnya, Rosyadi berharap jumlah itu bisa dipertahankan atau bahkan terus meningkat di masa mendatang, sebagai salah satu upaya mengenalkan olahraga panahan tradisional ke masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>"Tahun lalu tidak sampai 300 peserta, sekarang 700, semoga di FORDA berikutnya bisa mencapai 1.000 lebih peserta. Karena FORDA sendiri adalah batu loncatan ke FORNAS, jadi para pemenang FORDA II Jatim kali ini Insyaallah akan kami kirim ke NTB tahun depan untuk bertanding di tingkat nasional," tukas Rosyadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Drakor Penuh Intrik dan Sensasi yang Akan Tayang Desember 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-drama-korea-penuh-intrik-dan-sensasi-yang-akan-tayang-desember-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-drama-korea-penuh-intrik-dan-sensasi-yang-akan-tayang-desember-2024</guid>
<description><![CDATA[ Desember 2024 segera menyuguhkan lima drama Korea (drakor) dengan berbagai genre yang siap menghibur para penggemar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202412/image_870x580_674bf2f0017c5.webp" length="58856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 13:05:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Drakor, Drama Korea, Film Series, Rekomendasi Film, Squid Game 2</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Desember 2024 segera menyuguhkan lima drama Korea (drakor) dengan berbagai genre yang siap menghibur para penggemar. Salah satu yang paling dinantikan adalah <em>Squid Game 2</em>, sekuel dari fenomena global yang telah mencuri perhatian dunia.</p>
<p>Selain itu, ada juga sejumlah drakor menarik yang akan mengisi akhir tahun, mulai dari misteri hingga romansa. Berikut lima drakor yang wajib ditonton pada Desember 2024.</p>
<ol>
<li><strong><em>Light Shop</em></strong><br>Drakor <em>Light Shop</em> siap memulai debutnya pada 4 Desember 2024 di Disney+, diadaptasi dari webtoon karya Kang Pool. Drama ini mengisahkan tentang Won Young (diperankan oleh Ju Ji Hoon), seorang pemilik toko lampu yang terletak di sebuah gang gelap.Toko ini tidak hanya memberi cahaya, tetapi juga menarik perhatian para tamu misterius yang membawa rahasia besar. Dibintangi oleh nama-nama besar seperti Park Bo Young, Um Tae Goo, dan Seolhyun, *Light Shop* menyuguhkan unsur supernatural dan misteri yang siap memikat penonton. Drama ini juga menjadi debut sutradara Kim Hee Won.</li>
<li><strong><em>Sorry Not Sorry</em></strong><br>Jika Anda penggemar komedi romantis, <em>Sorry Not Sorry</em> bisa menjadi pilihan sempurna. Drakor ini bercerita tentang Ji Song Yi (Jeon So Min), seorang wanita yang ditinggalkan pasangannya dan terpaksa menghadapi kenyataan hidup sebagai wanita lajang yang berjuang dengan pekerjaan paruh waktu dan cicilan rumah. Untuk menghindari rasa penasaran tetangga, Song Yi berpura-pura hidup bahagia. <em>Sorry Not Sorry</em> tayang mulai 5 Desember 2024 di KBS Joy dan disutradarai oleh Min Ji Young.</li>
<li><strong><em>Who Is She</em></strong><br>Bagi penggemar drama yang penuh dengan kisah hidup kedua, <em>Who Is She</em> layak untuk ditunggu. Drama ini merupakan remake dari film populer <em>Miss Granny</em>, yang mengisahkan tentang seorang nenek berusia 70-an, Oh Mal Soon (diperankan oleh Kim Hae Sook), yang secara ajaib kembali muda ke usia 20-an dan berkesempatan mengejar impian yang terpendam. <em>Who Is She</em> akan tayang pada 18 Desember 2024 di KBS2, membawa kisah inspiratif yang menyentuh hati.</li>
<li><strong><em>Check In Hanyang</em></strong><br>Bagi pecinta drakor sejarah, <em>Check In Hanyang</em> menawarkan cerita romansa berlatar Dinasti Joseon. Drama ini mengisahkan tentang kehidupan para pemuda yang bekerja di penginapan terbesar zaman itu, Yongcheonlu. Pangeran Lee Eun (Baek In Hyuk) menyamar sebagai pria biasa dan bergabung dengan penginapan tersebut, sementara Hong Deok Soo (Kim Ji Eun) berjuang untuk bertahan hidup dengan menyamar sebagai pria. <em>Check In Hanyang</em> tayang mulai 21 Desember 2024.</li>
<li><strong><em>Squid Game 2</em></strong><br>Setelah tiga tahun dinanti, <em>Squid Game 2</em> akhirnya akan hadir pada 26 Desember 2024. Masih mengusung genre thriller, musim kedua ini akan terdiri dari enam episode yang penuh dengan ketegangan. Lee Jung Jae kembali memerankan Seong Gi Hun, yang kini berencana untuk membalaskan dendam dan menghentikan permainan mematikan tersebut. Selain Lee Jung Jae, bintang lain seperti Lee Byung Hun, Wi Ha Joon, Im Si Wan, Kang Ha Neul, dan Park Sung Hoon juga akan hadir, menambah daya tarik dari sekuel yang paling ditunggu tahun ini.</li>
</ol>
<p>Itulah lima drama Korea yang patut dinantikan di bulan Desember 2024. Setiap drama menawarkan cerita yang berbeda, menjanjikan hiburan yang seru, penuh emosi, dan tentu saja, tak boleh dilewatkan! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Ande&amp;Ande Lumut, Legenda Asal Jawa Timur Mengenai Cinta dan Kesetiaan yang Penuh Makna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-ande-ande-lumut-legenda-asal-jawa-timur-mengenai-cinta-dan-kesetiaan-yang-penuh-makna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-ande-ande-lumut-legenda-asal-jawa-timur-mengenai-cinta-dan-kesetiaan-yang-penuh-makna</guid>
<description><![CDATA[ Cerita ini menggambarkan perjalanan Pangeran Adipati Anom dan Dewi Candrakirana, yang penuh dengan ujian dan tantangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_674ad97a1f0b1.webp" length="24976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 10:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Ande-Ande Lumut, Legenda, Cerita Rakyat, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA TIMUR, SJP - </strong>Kisah Ande-Ande Lumut<em> </em>adalah cerita rakyat asal Jawa Timur yang sarat akan nilai-nilai kehidupan, khususnya mengenai kesetiaan dan pengorbanan dalam cinta. Cerita ini menggambarkan perjalanan Pangeran Adipati Anom dan Dewi Candrakirana, yang penuh dengan ujian dan tantangan. Mari simak cerita lengkapnya dalam artikel ini!</p>
<p><strong>Ringkasan Cerita Ande-Ande Lumut</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kerajaan Kembar di Jawa Timur</strong>  <br>Di masa lalu, ada dua kerajaan kembar di Jawa Timur: Kerajaan Jenggala yang dipimpin oleh Raja Jayengnegara dan Kerajaan Kediri yang diperintah oleh Raja Jayengrana. Kedua kerajaan ini dulunya merupakan satu wilayah bernama Kahuripan. Raja Airlangga, yang memerintah sebelumnya, berpesan agar kedua kerajaan disatukan kembali melalui pernikahan untuk menghindari konflik. <br><br></li>
<li><strong>Pernikahan dan Pelarian Dewi Sekartaji</strong>  <br>Untuk memenuhi wasiat tersebut, Panji Asmarabangun, putra Raja Jayengnegara, menikahi Dewi Sekartaji, putri Raja Jayengrana. Namun, saat Kerajaan Jenggala diserang musuh, Dewi Sekartaji terpaksa melarikan diri ke desa terpencil. <br><br>Di sana, ia menyamar sebagai gadis desa dan mengabdi pada Nyai Intan, seorang janda kaya yang memiliki tiga putri: Klenting Abang, Klenting Ijo, dan Klenting Biru. Sekartaji kemudian diberi nama Klenting Kuning, namun sering diperlakukan buruk oleh ibu angkat dan saudara-saudaranya.<br><br></li>
<li><strong>Pencarian Pangeran Panji</strong>  <br>Setelah mengalahkan musuh, Panji Asmarabangun merasa sedih karena kehilangan istrinya. Dengan tekad mencari Dewi Sekartaji, ia menyamar sebagai Ande-Ande Lumut, pemuda tampan yang tinggal bersama Mbok Randa di Desa Dadapan. Untuk menemukan istrinya, Panji mengadakan sayembara bagi gadis-gadis desa yang ingin menjadi pendamping hidupnya.<br><br></li>
<li><strong>Sayembara dan Ujian Yuyu Kangkang</strong>  <br>Sayembara ini terdengar sampai ke desa tempat Klenting Kuning tinggal. Ketiga saudara tirinya bersaing mengikuti sayembara, sementara Klenting Kuning hanya diperintahkan mencuci pakaian. Saat di sungai, seekor burung bangau ajaib memberinya cambuk untuk membantunya. <br><br>Dalam perjalanan menuju Desa Dadapan, Klenting Kuning bertemu dengan Yuyu Kangkang, seekor kepiting raksasa yang menguji setiap peserta sayembara. Klenting Kuning menolak mencium Yuyu Kangkang seperti yang dilakukan ketiga kakaknya, dan berhasil menyeberangi sungai dengan bantuan cambuk ajaib.<br><br></li>
<li><strong>Pertemuan dengan Ande-Ande Lumut</strong>  <br>Di Desa Dadapan, sayembara dimulai. Semua peserta menunjukkan kecantikan mereka, namun Ande-Ande Lumut memilih Klenting Kuning, yang ternyata adalah istrinya, Dewi Sekartaji. Setelah menyamar, Panji Asmarabangun akhirnya mengungkapkan identitasnya. <br><br>Keduanya bersatu kembali dan mengundang Mbok Randa untuk tinggal di istana. Nyai Intan dan ketiga putrinya kembali ke desa dengan rasa malu. Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji pun hidup bahagia selamanya.</li>
</ul>
<p><strong>Pesan Moral dari Kisah Ande-Ande Lumut</strong></p>
<p>Cerita rakyat Ande-Ande Lumut mengandung pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa pesan moral yang dapat dipetik:</p>
<ol>
<li><strong>Kesabaran dan Kebaikan</strong>  <br>Kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi cobaan. Klenting Kuning, meskipun diperlakukan tidak adil oleh ibu dan saudara tirinya, tetap bersikap sabar dan baik hati. Kesabaran akan membuahkan hasil yang baik di masa depan.<br><br></li>
<li><strong>Menjaga Kehormatan Diri</strong>  <br>Klenting Kuning menunjukkan pentingnya menjaga harga diri. Saat diminta untuk mencium Yuyu Kangkang, ia dengan tegas menolaknya, menjaga kehormatan dan martabatnya sebagai seorang wanita. Ini menjadi contoh betapa pentingnya menjaga harga diri dalam setiap situasi.<br><br></li>
<li><strong>Menghindari Kesombongan dan Ketamakan</strong>  <br>Cerita ini juga mengingatkan kita untuk tidak sombong atau tamak. Klenting Biru dan Klenting Ijo yang merasa lebih cantik dan lebih baik daripada Klenting Kuning akhirnya gagal memenangkan hati Ande-Ande Lumut. Kesombongan mereka menyebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perhatian sang pangeran.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kisah Ande-Ande Lumut tidak hanya menghibur dengan alur ceritanya yang menarik, tetapi juga mengajarkan berbagai nilai moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dari kesabaran dan pengorbanan Klenting Kuning, hingga pesan tentang menjaga kehormatan diri dan menghindari sifat sombong, cerita ini menjadi refleksi kehidupan yang penuh makna. Semoga kisah ini bisa memberikan inspirasi dan manfaat bagi pembacanya. <strong>(**)</strong></p>
<p>Sumber : Berbagai sumber<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Adinata, Bocah 8 Tahun yang Membuktikan Seni Tidak Kenal Usia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/adinata-bocah-8-tahun-yang-membuktikan-seni-tidak-kenal-usia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/adinata-bocah-8-tahun-yang-membuktikan-seni-tidak-kenal-usia</guid>
<description><![CDATA[ Adinata Manyakori, bocah 8 tahun, mencuri perhatian di pameran seni “All The Small Things,” membuktikan bahwa imajinasi tanpa batas mampu bersinar di panggung seni bergengsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_674b1b056ee6f.webp" length="27912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 21:16:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Seni, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Keberhasilan Adinata di pameran seni rupa bergengsi “All The Small Things” ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi simbol bahwa seni tidak mengenal batas usia.</p>
<p>"Saat teman-temannya menggambar gunung dengan matahari di tengah, Adinata memilih menggambar semesta," ujar I Putu Mahendra, pendiri Lotus Art Courses (LAC), mengenang momen awal ketika ia melihat potensi besar pada seorang murid kecilnya. </p>
<p>Siapa sangka, hanya dalam hitungan bulan, anak berusia 8 tahun itu kini menjadi salah satu peserta termuda dalam pameran seni rupa bergengsi “All The Small Things” di Galeri Cipta 1 Taman Ismail Marzuki, yang digelar di bulan November 2024 ini.</p>
<p>Pameran yang digagas oleh seniman Muklay itu merupakan bagian dari Jakarta Doodle Fest, ajang seni yang mempertemukan seniman lintas generasi. Dari ratusan karya yang dikurasi, hanya 75 yang terpilih, dan salah satunya adalah milik Adinata Manyakori. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk anak seusianya.</p>
<p>Karya Adinata yang penuh warna dan kreativitas memukau para kurator dan pengunjung pameran. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan apresiasi dari tokoh penting yang hadir, seperti Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dan Wakil Menteri Irene Umar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x_674b063525085.webp" alt=""></p>
<p>Keberhasilan Adinata tentu tidak lepas dari peran gurunya, I Putu Mahendra, yang mendirikan Lotus Art Courses sebagai ruang eksplorasi seni untuk anak-anak. Mahendra percaya bahwa seni adalah cara terbaik untuk menanamkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kedisiplinan pada anak-anak.</p>
<p>“Adinata memiliki bakat alami, tetapi bakat itu tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan yang tepat,” ujar Putu saat ditemui di Lotus Art Spaces Surabaya, (30/11/2024).</p>
<p>“Di Lotus Art Courses, kami tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga memberi anak-anak kebebasan untuk berekspresi. Dalam kasus Adinata, kebebasan itu membuahkan karya yang luar biasa,” sambungnya.</p>
<p>Mahendra juga menyebut bahwa pameran ini adalah momentum penting untuk menginspirasi anak-anak lain agar lebih percaya diri dalam mengeksplorasi seni. </p>
<p>"Saya berharap, setelah ini, akan ada lebih banyak orang tua yang melihat pentingnya mendukung minat seni anak-anak mereka. Ini bukan sekadar hobi, tapi bisa menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak," tambahnya.</p>
<p>Perjalanan Adinata menunjukkan bahwa, dengan bimbingan yang tepat dan semangat yang tinggi, anak-anak Indonesia mampu bersaing di panggung seni yang lebih besar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berikut Daftar 7 Rekomendasi Film Indonesia yang Tayang Desember 2024, Mulai dari Romantis hingga Horor Menegangkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berikut-daftar-7-rekomendasi-film-indonesia-paling-seru-untuk-ditonton-mulai-dari-romantis-hingga-horor-menegangkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berikut-daftar-7-rekomendasi-film-indonesia-paling-seru-untuk-ditonton-mulai-dari-romantis-hingga-horor-menegangkan</guid>
<description><![CDATA[ Bulan Desember 2024 semakin dekat, dan industri perfilman Indonesia siap menyambut libur akhir tahun dengan deretan film menarik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67496102bf909.webp" length="28632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 16:03:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Bioskop, Desember, Film, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Bulan Desember 2024 semakin dekat, dan industri perfilman Indonesia siap menyambut libur akhir tahun dengan deretan film menarik. Beragam genre, mulai dari romantis, komedi, hingga horor, akan mewarnai layar bioskop di seluruh Indonesia. Berikut adalah 7 film yang patut masuk dalam daftar tontonanmu di bulan Desember ini:</p>
<ol>
<li><strong>Cinta Tak Seindah Drama Korea (5 Desember)</strong>  <br>Film romantis ini mengisahkan Dhea (Lutesha) yang mendapatkan hadiah liburan ke Korea Selatan bersama dua sahabatnya. Di tengah liburan, ia bertemu dengan mantan kekasihnya, Julian (Jerome Kurnia), yang memunculkan dilema dalam hatinya. Dhea harus memilih antara tunangannya, Bimo (Ganindra Bimo), dan kenangan masa lalu bersama Julian. Apakah kisah cintanya akan berakhir seperti drama Korea?</li>
<li><strong>Sampai Nanti, Hanna! (5 Desember)</strong>  <br>Mengangkat cerita cinta sejati antara Gani (Juan Bio One) dan Hanna (Febby Rastanti), yang terpendam selama bertahun-tahun. Ketika Hanna terjebak dalam pernikahan yang penuh manipulasi dan kekerasan, Gani kembali hadir untuk mengungkapkan perasaannya setelah 10 tahun. Sebuah kisah tentang waktu, takdir, dan cinta yang tak pernah padam.</li>
<li><strong>Konco-Konco Edan (5 Desember)</strong>  <br>Film komedi-horor ini berlatar di Labuan Bajo, Lombok, menceritakan kisah Mamet (Dimas Kusnandi) dan teman-temannya yang menerima tugas besar dari sang kakek, Kartolo (Pritt Timothy). Tugas tersebut berujung pada berbagai kekacauan, mulai dari gangguan hantu hingga pertemuan dengan penjahat berbahaya. Persahabatan dan tantangan yang mereka hadapi penuh dengan humor dan ketegangan.</li>
<li><strong>Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga (12 Desember)</strong>  <br>Berdasarkan kisah nyata yang viral, film ini mengisahkan pasangan Mahya (Frederika Cull) dan Andi (Fahad Haydra) yang menghadapi gangguan misterius setelah menikah. Tanda-tanda aneh mulai terjadi, dan Andi jatuh sakit parah. Mahya berjuang keras untuk menyembuhkan suaminya, namun situasi semakin buruk. Sihir jahat yang menghantui mereka membawa kisah ini ke dalam ketegangan dan misteri.</li>
<li><strong>Modal Nekad (19 Desember)</strong>  <br>Sebuah komedi yang mengisahkan tiga saudara—Saipul (Gading Marten), Jamal (Tarra Budiman), dan Marwan (Fatih Unru)—yang tidak akur. Ketika ayah mereka sakit, mereka terpaksa bekerja sama untuk mencari solusi. Namun, aksi nekat mereka untuk mencuri TV malah membawa mereka ke dalam petualangan penuh kejutan yang melibatkan mafia dan situasi yang tak terduga.</li>
<li><strong>2nd Miracle in Cell No. 7 (25 Desember)</strong>  <br>Sekuel dari <em>Miracle in Cell No. 7</em>, film ini melanjutkan kisah Dodo Rozak (Vino G. Bastian), seorang ayah dengan keterbelakangan mental yang diperlakukan tidak adil atas tuduhan pembunuhan. Bersama teman-teman di penjara, Dodo berusaha menyeludupkan putrinya, Kartika (Graciella Abigail), ke dalam sel penjara. Sebuah kisah haru tentang perjuangan untuk mendapatkan keadilan.</li>
<li><strong>Panggonan Wingit 2 'Miss K' (25 Desember)</strong>  <br>Film horor ini mengisahkan Alma (Cinta Laura Kiehl) dan Mia (Callista Arum), dua saudara yang pindah ke Surabaya setelah ibu mereka meninggal. Mereka tinggal di apartemen angker yang penuh misteri. Ketika mereka memutuskan untuk membuka kamar yang terlarang, mereka terjebak dalam teror kuntilanak yang menakutkan. Film ini akan membuat kamu bergidik ngeri dengan suasana yang mencekam.</li>
</ol>
<p>Itulah tujuh film yang akan segera tayang di bioskop Desember 2024. Dari drama romantis yang mengharukan hingga horor yang menegangkan, pilihan film ini akan menemani liburan akhir tahunmu. Film mana yang paling ingin kamu tonton? <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sheila on 7 Hadirkan Lagu Baru &amp;apos;Memori Baik&amp;apos;, Tampilkan Kolaborasi Spesial dengan Putri Duta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sheila-on-7-hadirkan-lagu-baru-memori-baik-tampilkan-kolaborasi-spesial-dengan-putri-duta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sheila-on-7-hadirkan-lagu-baru-memori-baik-tampilkan-kolaborasi-spesial-dengan-putri-duta</guid>
<description><![CDATA[ Setelah enam tahun sejak merilis lagu &quot;Film Favorit,&quot; Sheila on 7 kembali menggebrak industri musik dengan single terbaru mereka, &quot;Memori Baik.&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67482f682e143.webp" length="41270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Nov 2024 21:01:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Sheila on 7, Band Indonesia, Musik, Memori Baik, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Setelah enam tahun sejak merilis lagu "Film Favorit," Sheila on 7 kembali menggebrak industri musik dengan single terbaru mereka, "Memori Baik." Lagu ini diluncurkan pada (25/11/24) dan tersedia di platform musik digital serta video lirik di kanal YouTube Sheila on 7 TV. Video klipnya diperkirakan akan segera menyusul. </p>
<p>"Memori Baik" menandai sebuah perubahan tema dibandingkan lagu-lagu Sheila on 7 sebelumnya yang lebih sering mengangkat tema asmara. Kali ini, lagu tersebut membawa nuansa emosional dengan mengangkat kisah tentang kasih sayang orang tua terhadap anak.</p>
<p>Lagu ini menggambarkan perasaan orang tua yang harus merelakan anaknya tumbuh dewasa dan menjalani kehidupannya sendiri. Lirik lagu ini juga mengajak pendengar untuk memahami bahwa, cepat atau lambat, setiap orang harus mempersiapkan diri untuk melepaskan orang-orang terdekat yang memiliki jalannya sendiri.</p>
<p>Proses penciptaan lagu ini dimulai sekitar empat tahun lalu, saat pandemi melanda dan Eross Candra, vokalis Sheila on 7, merasa cemas akan masa depan band dan situasi dunia. Pada saat itu, Eross menulis lirik yang awalnya bukan tentang orang tua dan anak, tetapi lebih menggambarkan ketidakpastian yang dirasakannya.</p>
<p>Namun, seiring berjalannya waktu, lirik lagu ini disesuaikan dengan kondisi terbaru, yaitu mengenai bagaimana setiap hal yang telah dilalui bisa menjadi kenangan yang berharga.</p>
<p>Yang lebih menarik, "Memori Baik" juga menghadirkan kehadiran Aishameglio Duta Chiara, putri sulung dari vokalis Duta, yang ikut berkolaborasi sebagai penyanyi latar dalam lagu ini. Aisha sebelumnya juga sudah tampil bersama band ini di beberapa konser, sehingga keikutsertaannya dalam lagu ini terasa sangat natural. Eross mengungkapkan bahwa sejak awal, lagu ini memang direncanakan untuk featuring, dan Aisha menjadi pilihan yang sempurna untuk melengkapi lagu tersebut.</p>
<p>Setelah selesai dengan rangkaian konser besar bertajuk "TUNGGU AKU DI" di enam kota besar Indonesia, Sheila on 7 melanjutkan perjalanan mereka ke Jepang untuk melakukan proses mixing dan mastering lagu "Memori Baik."</p>
<p>Pengalaman merekam di Jepang memberikan warna baru bagi band ini, yang sebelumnya lebih sering melakukan proses rekaman di Indonesia. Eross mengungkapkan bahwa rekaman live di studio dengan peralatan canggih di Jepang memberikan suasana yang berbeda dan lebih emosional dibandingkan dengan rekaman multitrack biasa.</p>
<p>Dengan dirilisnya "Memori Baik," Sheila on 7 ingin membuktikan bahwa meski band ini telah mengukir banyak hits dari masa lalu, mereka tetap aktif berkarya. Lagu ini menjadi bukti bahwa kreativitas Sheila on 7 terus berjalan dan siap menyuguhkan karya-karya baru di masa mendatang. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com <br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menghirup Kehangatan di Setiap Cangkir: Kisah Barista Tuli di Balik Kopi &amp;quot;Tutur Rasa&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menghirup-kehangatan-di-setiap-cangkir-kisah-barista-tuli-di-balik-kopi-tutur-rasa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menghirup-kehangatan-di-setiap-cangkir-kisah-barista-tuli-di-balik-kopi-tutur-rasa</guid>
<description><![CDATA[ Delapan barista tuli di gerai Kopi Tutur Rasa Midtown Hotel Surabaya menyajikan lebih dari sekadar kopi, namun menghadirkan inklusivitas, kehangatan, dan semangat perjuangan melalui setiap cangkir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6745ca7a22aef.webp" length="39494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 20:46:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kopi Tutur Rasa, Tuli, Teman Tuli, Midtown Hotel, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Ada yang istimewa dari setiap cangkir kopi. Tidak hanya soal aroma atau rasa, tetapi juga cerita yang menghangatkannya.</p>
<p>Bagi sebagian orang, kopi adalah teman di tengah kesibukan, tetapi bagi delapan barista tuli yang menjadi bagian dari program Kopi Tutur Rasa, secangkir kopi adalah medium untuk berbicara, tanpa kata-kata.</p>
<p>Program yang lahir di bawah naungan Midtown Connect, hadir bukan sekadar menawarkan kopi, melainkan pengalaman. Di setiap lobby hotel Midtown Surabaya, gerai Kopi Tutur Rasa menyapa tamu dengan senyuman para barista tuli.</p>
<p>Dengan tagline "Untaian Rasa Penuh Karsa", kopi ini bukan hanya tentang kenikmatan, melainkan juga semangat inklusivitas.</p>
<p>"Kami ingin memberikan ruang bagi teman-teman tuli untuk menunjukkan bahwa mereka juga bisa, sama seperti yang lain. Mereka mampu bekerja, kreatif, dan menyajikan pelayanan terbaik," ungkap William Sihombing, Public Relation (PR) Midtown Hotel Surabaya, saat ditemui pada Selasa (26/11/2024).</p>
<p>Delapan barista tuli yang memperkenalkan kopi ini memiliki cerita berbeda, mulai dari mereka yang baru lulus sekolah hingga mereka yang kesulitan mendapat pekerjaan karena stigma. Berasal dari Surabaya dan Sidoarjo, nama-nama seperti Dandi, Rio, Dayyan, hingga Devi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga Midtown.</p>
<p>Proses mereka untuk menjadi barista tidak instan. Selama lima hari, dari 9 hingga 23 Agustus 2024, mereka mengikuti pelatihan intensif. Mereka diajarkan mengenali jenis biji kopi, cara mengoperasikan mesin, hingga seni meracik kopi. Yang unik, para pelatih dari Midtown juga dilatih bahasa isyarat agar komunikasi berjalan dua arah.</p>
<p>"Ini adalah program yang menyatukan banyak pihak. Tidak hanya internal Midtown, tapi juga komunitas seperti Teman Tuli yang membantu kami memahami budaya dan perspektif teman-teman tuli," tambah William.</p>
<p>Para barista ini, yang tidak menggunakan alat bantu dengar dan sepenuhnya tuli. Yang menarik dan tidak diketahui oleh orang awam adalah, sebutan tuli ternyata lebih disukai dan lebih menghormati mereka dibanding dengan dengan sebutan tunarungu.</p>
<p>"Sebutan tuli itu lebih disukai lo, karena itu menunjukkan siapa mereka. Bukan dengan sebutan tunarungu yang bagi mereka, terkesan seperti penyakit," ungkap William.</p>
<p>Gerai Kopi Tutur Rasa ditempatkan di area yang strategis, yakni lobby hotel. Tidak hanya itu, petunjuk tentang bahasa isyarat juga disediakan untuk mempermudah tamu berinteraksi. </p>
<p>Salah satu daya tariknya adalah varian unggulan mereka, Latte Butter Kopi. Racikan kopi dengan mentega ini diklaim mampu menstabilkan gula darah sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh. William menambahkan bahwa respons tamu sejauh ini sangat positif. </p>
<p>"Mereka senang dengan konsep ini. Ada yang terkejut dan ingin belajar bahasa isyarat hanya untuk memesan kopi. Ini adalah dampak kecil yang kami harapkan: membangun jembatan pemahaman antara tamu dan teman tuli," ujarnya.</p>
<p>Program ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi teman tuli lainnya. Tidak hanya sebagai bukti bahwa mereka mampu, tetapi juga sebagai dorongan moral. </p>
<p>"Mereka punya kemampuan yang sama hebatnya. Kadang hanya ruang dan kesempatan yang sulit didapat. Di sinilah kami hadir," tegas William.</p>
<p>Gerai Kopi Tutur Rasa memiliki jadwal operasional yang berbeda di empat lokasi Midtown Hotel. Dari Midtown Resident hingga Verwood, para barista siap menyajikan kopi dari pukul 12.00 hingga 20.00.</p>
<p>Di balik setiap cangkir Kopi Tutur Rasa, ada cerita perjuangan, dedikasi, dan kehangatan. Ini bukan hanya tentang secangkir kopi, tetapi tentang membuka mata dan hati kita untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah batasan, melainkan keunikan yang memperkaya hidup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menyongsong Industri 5.0: Kesiapan SDM dan Integrasi Teknologi di Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menyongsong-industri-50-kesiapan-sdm-dan-integrasi-teknologi-di-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menyongsong-industri-50-kesiapan-sdm-dan-integrasi-teknologi-di-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Industri 5.0 hadirkan kolaborasi manusia dan mesin berbasis AI. Indonesia perlu persiapan SDM sejak dini agar tidak tertinggal, ungkap Prof. Mauridhi Hery Purnomo dari ITS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67447806a4181.webp" length="22060" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 20:32:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Industri 5.0, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, IEEE, IES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dunia telah melalui berbagai revolusi industri, yang dimulai dari pengenalan mesin uap pada abad ke-18 hingga kini, di era industri 4.0, yang dikenal dengan teknologi digital dan otomatisasi. Setiap fase revolusi industri membawa dampak signifikan, mulai dari produksi massal hingga sistem otomatis berbasis internet. </p>
<p>Kini, dunia bersiap memasuki era berikutnya, yaitu Industri 5.0, yang menjanjikan integrasi lebih dalam antara manusia dan mesin berbasis kecerdasan buatan (AI) yang human-centered.</p>
<p>Menurut Prof. Mauridhi Hery Purnomo, Ketua Industrial Electronics Society (IES) Indonesia Chapter yang berafiliasi dengan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) sekaligus peneliti di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Industri 5.0 akan melibatkan teknologi canggih seperti cyber-physical systems, di mana mesin tidak hanya otomatis tetapi juga mampu bekerja selaras dengan manusia. </p>
<p>“Di era ini, kita perlu mempersiapkan SDM agar bisa bekerja bersama teknologi, bukan sekadar digantikan oleh mesin,” jelas Hery saat dikonfirmasi pada Senin (25/11/2024).</p>
<p>Industri 5.0 menawarkan pendekatan yang lebih human-centered dibandingkan pendahulunya, dengan mengutamakan kolaborasi antara manusia dan mesin. Dengan teknologi ini, peran manusia bukan sekadar operator, tetapi sebagai mitra aktif yang bisa mengontrol dan bekerja beriringan dengan mesin cerdas. Hery menekankan bahwa tujuan dari Industri 5.0 adalah “memanusiakan manusia” dalam dunia kerja berbasis teknologi. </p>
<p>“Era ini bukan soal menggantikan tenaga manusia, tapi soal membangun kolaborasi agar teknologi bisa meringankan tugas manusia,” tambahnya.</p>
<p>Namun, menurut Hery, tantangan terbesar Indonesia dalam menyongsong Industri 5.0 adalah ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam hal literasi digital yang masih belum merata. </p>
<p>Sebagai contoh, Pemerintah Kota Surabaya telah mencoba menerapkan sistem parkir berbasis kode QR, namun menghadapi kendala karena beberapa petugas parkir masih belum akrab dengan teknologi digital. </p>
<p>"Ini contohnya sederhana, tapi ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi di Indonesia memerlukan kesiapan dan edukasi lebih lanjut, bahkan untuk sistem yang kelihatannya sederhana," ujar Hery.</p>
<p>Ia juga menyoroti peran pendidikan tinggi dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai untuk Industri 5.0. </p>
<p>"Perguruan tinggi harus bisa menjadi pelopor, membangun kurikulum yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan cyber-physical dan AI, supaya kita tidak tertinggal seperti saat teknologi AI mulai berkembang,” tutur Hery. </p>
<p>Menurutnya, langkah antisipatif dari sisi pendidikan akan menjadi kunci dalam kesiapan Indonesia untuk bersaing di era Industri 5.0.</p>
<p>Secara keseluruhan, Prof. Hery optimis bahwa Indonesia bisa menyongsong Industri 5.0 jika mampu meningkatkan kesiapan SDM dan melakukan adopsi teknologi yang lebih inklusif.</p>
<p>Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi antara manusia dan teknologi dapat menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan tetap memprioritaskan aspek kemanusiaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>On&amp;Device AI: Solusi untuk Bawa Akses Kecerdasan Buatan Tanpa Batasan Internet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/on-device-ai-solusi-untuk-bawa-akses-kecerdasan-buatan-tanpa-batasan-internet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/on-device-ai-solusi-untuk-bawa-akses-kecerdasan-buatan-tanpa-batasan-internet</guid>
<description><![CDATA[ On-device AI memungkinkan akses kecerdasan buatan tanpa batas internet, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dan mendukung inklusivitas teknologi yang aman serta ramah privasi, ungkap Associate Professor Esther Irawati Setiawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_674477fb189b4.webp" length="13346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 20:15:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Artificial Intelligence, AI, On-Device AI, Esther Irawati, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif. </p>
<p>Kemampuannya yang dapat membantu memecahkan masalah, menganalisis data secara cepat, serta mendukung pengambilan keputusan membuat AI digadang-gadang sebagai teknologi yang akan membawa perubahan besar. Namun, banyak lapisan masyarakat yang belum dapat menikmati manfaat AI sepenuhnya karena keterbatasan akses internet.</p>
<p>Associate Professor Esther Irawati Setiawan, Women Ambassador Institute of Electrical and Electronics Engineer (IEEE) Industrial Electronics Society (IES), menjelaskan, kendala internet menjadi tantangan besar dalam memastikan seluruh masyarakat bisa mengakses teknologi AI. </p>
<p>"Saat ini, banyak asisten AI yang memerlukan koneksi internet. Namun, kita perlu memikirkan solusi agar teknologi ini bisa diakses siapa pun, termasuk mereka yang berada di pedalaman atau di wilayah dengan akses internet terbatas," ujar Esther saat dikonfirmasi pada Senin, (25/11/2024).</p>
<p>Esther menyampaikan bahwa teknologi AI yang bisa beroperasi secara on-device, atau tanpa internet, bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Dengan AI yang berjalan langsung di perangkat seperti ponsel atau Internet of Things (IoT), yaitu perangkat pintar yang dapat saling terhubung dalam suatu sistem, AI dapat tetap berfungsi tanpa harus bergantung pada koneksi jaringan. </p>
<p>"Jika kita bisa membuat AI yang mampu beroperasi mandiri di perangkat, ini akan membuka akses yang lebih luas dan memastikan bahwa masyarakat dari berbagai lapisan bisa memanfaatkan AI," tutur Esther.</p>
<p>Menurutnya, solusi ini selaras dengan konsep Responsible AI, yaitu AI yang tidak hanya pintar tetapi juga bertanggung jawab, dengan memberikan akses yang merata bagi semua orang.</p>
<p>Esther menyebutkan bahwa on-device AI tidak hanya memungkinkan inklusivitas, tetapi juga melindungi privasi data pengguna karena data tidak harus dikirim ke server eksternal. </p>
<p>"Dengan AI yang berjalan di perangkat, masyarakat bisa mengakses teknologi ini secara aman, tanpa harus khawatir data mereka dibagikan di jaringan internet," tambahnya.</p>
<p>Dalam upaya mendorong pengembangan AI on-device, Esther berbagi teknik dasar dalam pemrograman AI agar peserta pelatihan bisa menciptakan agen AI yang pintar di bidang tertentu. </p>
<p>"Agen AI ini bisa kita sesuaikan untuk berbagai kebutuhan spesifik, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga layanan kesehatan," kata Esther, seraya menekankan pentingnya keahlian pada topik spesifik agar agen AI tersebut bisa memberikan hasil optimal.</p>
<p>Esther berharap, dengan berbagai pelatihan, tidak hanya menginspirasi para penggiat teknologi untuk mengembangkan penelitian mereka, tetapi juga memotivasi mereka dalam menciptakan inovasi bisnis berbasis AI. </p>
<p>"Dengan teknik-teknik dasar yang saya ajarkan, saya berharap mereka bisa menghasilkan karya yang semakin relevan dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. </p>
<p>Esther optimis bahwa on-device AI akan menjadi terobosan besar di masa depan, terutama dalam memperluas akses dan inklusivitas teknologi AI di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kota Surabaya Melalui Budikdamber: Panen Lele di Kampoeng Oase Songo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mewujudkan-ketahanan-pangan-di-kota-surabaya-melalui-budikdamber-panen-lele-di-kampoeng-oase-songo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mewujudkan-ketahanan-pangan-di-kota-surabaya-melalui-budikdamber-panen-lele-di-kampoeng-oase-songo</guid>
<description><![CDATA[ Panen lele di Kampoeng Oase Songo jadi bukti inovasi urban farming mampu wujudkan ketahanan pangan, menyediakan protein mandiri di tengah tantangan kota besar seperti Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_674321b006343.webp" length="70562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 21:05:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, Budikdamber, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ketahanan pangan telah menjadi isu strategis yang terus mendapat perhatian di kota-kota besar seperti Surabaya, di mana lahan pertanian semakin terbatas akibat urbanisasi.</p>
<p>Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, Surabaya menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya, terutama di kawasan padat penduduk. </p>
<p>Di tengah berbagai persoalan tersebut, muncul inovasi pertanian urban (Urban farming) yang melibatkan multisektor, termasuk akademisi.</p>
<p>Salah satu terobosan yang patut diapresiasi adalah program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di wilayah Surabaya Barat, tepatnya di Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang dimulai sejak Juni 2024 yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek RI melalui Pendanaan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2024.</p>
<p>Kini, program tersebut telah mencapai tahap panen perdananya, yang mana ikan yang dibudidayakan dalam inovasi tersebut adalah ikan lele. Hal itu menandai keberhasilan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.</p>
<p>Ketua tim PKM UWKS, Freshinta Jellia Wibisono, bersama anggota timnya, Santirianingrum Soebandhi dan Masfufatun, menginisiasi program ini dengan harapan meningkatkan pendapatan ekonomi warga sekaligus menyediakan sumber protein yang mandiri. </p>
<p>“Alhamdulillah, saat ini kita panen ikan lele sebagai tanda closing kegiatan pengabdian masyarakat di Kampoeng Oase Songo. Walaupun sebelumnya pernah gagal panen, kami bangkit lagi dan akhirnya bisa panen bersama,” ujar Freshinta, Minggu (24/11/2024).</p>
<p>Panen ini tidak datang tanpa tantangan, Freshinta mengungkapkan bahwa kegagalan panen sebelumnya disebabkan oleh tingginya kadar amonia di air, yang diakibatkan sisa pakan berlebih.</p>
<p>Selain itu, faktor lingkungan seperti gangguan dari anak-anak yang memegang ikan serta perubahan cuaca ekstrem turut menyumbang tingkat stres ikan lele hingga memicu kematian massal.</p>
<p>“Faktor lingkungan sangat berpengaruh, terutama lokasi Budikdamber yang dekat jalan kampung. Anak-anak sering penasaran, memegang ikan, dan ini membuat stres ikan cukup tinggi. Ditambah cuaca panas yang ekstrem juga memicu kematian massal,” jelasnya.</p>
<p>Sebagai solusi, tim PKM melakukan pengurasan rutin pada ember dan mengganti air dengan sirkulasi yang lebih baik menggunakan selang. Langkah ini efektif mengurangi kadar amonia dan meningkatkan kadar oksigen dalam air.</p>
<p>Panen ikan lele menghasilkan 8 kilogram per panen, dengan rata-rata 10 ikan lele per kilogram. Hasil panen ini diutamakan untuk kebutuhan pangan warga Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>Freshinta menekankan bahwa budidaya ini tidak bertujuan menyaingi pasar, melainkan memberikan akses protein yang bebas bahan kimia bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>“Keunggulan utama adalah ketahanan pangan warga. Dengan budidaya ini, warga dapat mendapatkan protein secara mandiri tanpa menggunakan bahan pestisida berbahaya. Seperti jargonnya, ‘Tanam yang Kita Makan, Makan yang Kita Tanam'," ujarnya.</p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Songo, Yaning Mustika Ningrum, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen ini. Ia dan warga kampung mengaku sempat pesimis akibat kegagalan yang sempat terjadi sebelumnya.</p>
<p>“Alhamdulillah akhirnya kami bisa panen, kami pasti akan melanjutkan program ini, walaupun tanpa pendampingan dari pihak universitas. Yang terpenting adalah ketahanan pangan di sini bisa terlaksana dengan baik,” kata Yaning.</p>
<p>Hasil penjualan ikan lele nantinya akan digunakan untuk membeli bibit baru, sehingga program ini dapat berkelanjutan dan terus memberikan manfaat bagi ekonomi warga.</p>
<p>Sementara itu, Adi Candra, pembina Kampoeng Oase Songo, menambahkan bahwa inovasi dalam metode Budikdamber menjadi kunci keberhasilan. Dengan memasang keran di bagian bawah ember, pengurasan air menjadi lebih praktis dan efektif dalam mengurangi kadar amonia. </p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi kekompakan warga dalam menerima masukan dan melakukan perbaikan. Ini menjadi contoh konkret bagaimana urban farming bisa mendorong sirkular ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Adi.</p>
<p>Program ini tidak hanya melibatkan dosen UWKS, tetapi juga mahasiswa seperti Miftahul Habibi, Azmi Khalid Amrulloh, dan lainnya, termasuk peserta Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Universitas Trunojoyo, yang membantu branding dan pemasaran hasil panen.</p>
<p>Langkah kecil dari Kampoeng Oase Songo ini menjadi inspirasi besar bagi upaya ketahanan pangan di kota-kota besar lainnya. Program seperti ini membuktikan bahwa melalui kolaborasi pentahelix, antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, tantangan urbanisasi dapat diubah menjadi peluang yang menjanjikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rose Blackpink dan Bruno Mars Raih Penghargaan Global Sensation di MAMA 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rose-blackpink-dan-bruno-mars-raih-penghargaan-global-sensation-di-mama-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rose-blackpink-dan-bruno-mars-raih-penghargaan-global-sensation-di-mama-2024</guid>
<description><![CDATA[ Rose dari &quot;Blackpink&quot; dan Bruno Mars meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan penghargaan Global Sensation di MAMA Awards 2024 berkat kolaborasi mereka dalam lagu Apt ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6742b5bd5d823.webp" length="17066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 18:01:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rose Blackpink, Bruno Mars, APT, MAMA Awards, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Rose dari "Blackpink" dan Bruno Mars meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan penghargaan <em>Global Sensation</em> di MAMA Awards 2024 berkat kolaborasi mereka dalam lagu <em>Apt</em>. Acara penghargaan tersebut berlangsung di Kyocera Dome Osaka, Jepang, di mana keduanya hadir secara langsung untuk menerima piala yang sangat bergengsi tersebut.</p>
<p>Pada malam yang penuh gemerlap itu, Rose tampil anggun mengenakan gaun hitam elegan yang dipadukan dengan sepatu hak tinggi. Sementara Bruno Mars tampil dengan gaya santai namun tetap stylish, mengenakan jas broken white, kaus hitam, celana hitam, dan kacamata yang menambah kesan cool pada penampilannya.</p>
<p>Dalam pidato kemenangan mereka, keduanya terlihat sangat bahagia dan berterima kasih atas dukungan penggemar. Rose mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh penggemar dan mengungkapkan kegembiraannya karena lagu <em>Apt</em> diterima dengan baik oleh masyarakat.</p>
<p>Rose kemudian bercerita mengenai pengalaman menulis lagu <em>Apt</em> bersama Bruno Mars. Ia mengungkapkan bahwa awalnya kolaborasi tersebut berawal dari sesi santai mereka saat minum bersama, yang kemudian berkembang menjadi sebuah lagu yang sangat menyenangkan.</p>
<p>"Saya tak menyangka akan mendapatkan cinta sebesar ini. Terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan. Terima kasih banyak," kata Rose dengan tulus, dikutip dari kanal YouTube Ella Official pada Minggu (24/11/2024).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Rose juga memberikan pujian kepada Bruno Mars yang telah menjadi partner luar biasa dalam kolaborasi mereka. "Terima kasih, Bruno Mars. Kamu sungguh luar biasa," ujarnya sambil tersenyum dan menatap Bruno Mars.</p>
<p>Selanjutnya, Rose meminta Bruno Mars untuk memberikan sepatah kata. Bruno Mars pun menjawab dengan ucapan “Kamsahamnida,” yang disambut meriah oleh penonton yang hadir.</p>
<p>Tak hanya menerima penghargaan, Rose dan Bruno Mars juga tampil membawakan lagu <em>Apt</em> di panggung MAMA Awards 2024. Meski penampilan mereka tidak disiarkan secara langsung dan hanya berupa rekaman, duet tersebut berhasil menghibur penonton dengan aksi panggung yang memukau dan penuh energi. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Film Seru untuk Akhir Pekan Dari Drama, Aksi, dan Horor yang Bikin Kamu Tak Bisa Berhenti Nonton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-film-seru-untuk-akhir-pekan-dari-drama-aksi-dan-horor-yang-bikin-kamu-tak-bisa-berhenti-nonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-film-seru-untuk-akhir-pekan-dari-drama-aksi-dan-horor-yang-bikin-kamu-tak-bisa-berhenti-nonton</guid>
<description><![CDATA[ Akhir pekan sudah di depan mata, saatnya untuk bersantai dan menikmati film-film seru yang sedang hits di bioskop. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6742945b8b066.webp" length="27200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 16:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Akhir Pekan, Entertainment, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Akhir pekan sudah di depan mata, saatnya untuk bersantai dan menikmati film-film seru yang sedang hits di bioskop. Jika kamu bingung memilih film yang tepat, berikut ini lima rekomendasi film dari berbagai genre yang bakal membuat weekend kamu semakin seru.</p>
<p><strong>1. We Live in Time</strong></p>
<p><em>We Live in Time</em> adalah film drama romansa yang dibintangi oleh Andrew Garfield dan Florence Pugh. Mengisahkan perjalanan cinta tak terduga antara Almut (Florence Pugh), seorang koki yang sedang naik daun, dan Tobias (Andrew Garfield), pria yang baru saja bercerai.</p>
<p>Pertemuan mereka di sebuah kafe kecil ternyata menjadi awal kisah cinta penuh emosi yang berlangsung selama satu dekade. Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus, karena Almut terjebak dalam dunia kuliner yang kompetitif, sementara Tobias masih dihantui masa lalunya. Film ini mengangkat tema penyembuhan luka dan perjuangan untuk mempertahankan cinta di tengah badai kehidupan.</p>
<p><strong>2. Venom: The Last Dance</strong></p>
<p>Kembali hadir dengan petualangan penuh aksi, <em>Venom: The Last Dance</em> menghadirkan Eddie Brock dan symbiote-nya, Venom, dalam babak terbaru yang lebih menegangkan. Dalam film ini, sebuah organisasi jahat berusaha menciptakan varian symbiote baru yang lebih mematikan, sementara Eddie dan Venom harus menghadapi ancaman dari makhluk alien besar serta rahasia gelap yang mengungkapkan asal-usul mereka. Bagi penggemar komik Marvel, film ini menjadi ajang seru untuk melihat aksi Eddie dan Venom melawan musuh terberat mereka.</p>
<p><strong>3. Wicked</strong></p>
<p><em>Wicked</em> mengajak penonton untuk menyelami kisah Elphaba (Cynthia Erivo), penyihir dengan kulit hijau, dan Glinda (Ariana Grande), gadis populer yang penuh mimpi, jauh sebelum Dorothy datang ke Oz. Dimulai dari pertemuan mereka di Shiz University, film ini menggali perjalanan persahabatan mereka yang penuh konflik dan ambisi. Saat terlibat dengan sang Penyihir Oz, Elphaba berubah menjadi Penyihir Jahat dari Barat, sementara Glinda menjadi sosok pelindung Oz. Dengan visual yang memukau dan musik yang emosional, <em>Wicked</em> menyuguhkan pengalaman menawan bagi penggemar musikal dan fantasi.</p>
<p><strong>4. Bila Esok Ibu Tiada</strong></p>
<p>Drama keluarga yang menyentuh hati ini mengisahkan tentang Rahmi (Christine Hakim) yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah suaminya, Haryo (Slamet Rahardjo), meninggal dunia. Konflik keluarga mulai muncul antara anak-anaknya yang terpecah, terutama setelah Ranika (Adinia Wirasti), anak sulung yang berusaha menjaga stabilitas, justru memperburuk keadaan dengan sikap otoriternya. Film ini menggambarkan pengorbanan dan pentingnya keharmonisan dalam keluarga, dengan kisah yang akan mengaduk perasaan penonton.</p>
<p><strong>5. Wanita Ahli Neraka</strong></p>
<p>Bagi penggemar film horor, <em>Wanita Ahli Neraka</em> menghadirkan cerita yang penuh teror dan misteri. Farah (Febby Rastanty), seorang santriwati yang ingin mencari surga lewat pernikahan, ternyata terjebak dalam dunia gelap setelah menikah dengan Wahab (Oka Antara). Farah menyadari bahwa suaminya terlibat dalam perjanjian dengan iblis, menjadikannya bagian dari rencana jahat yang mengerikan. Cerita penuh kekerasan dan kekuatan jahat ini akan membuat penonton terus bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>
<p><strong>kesimpulan</strong></p>
<p>Itulah lima pilihan film seru yang bisa kamu tonton di bioskop akhir pekan ini. Setiap film menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari drama emosional hingga aksi seru yang penuh ketegangan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati akhir pekan dengan film-film pilihan ini! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: Dari Berbagai Sumber<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diikuti Seribu Peserta, Alfamart Bersama Kodomo Gelar Lomba Mewarna Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diikuti-seribu-peserta-alfamart-bersama-kodomo-gelar-lomba-mewarna-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diikuti-seribu-peserta-alfamart-bersama-kodomo-gelar-lomba-mewarna-massal</guid>
<description><![CDATA[ Antusiasme peserta yang mendaftar mencapai 1.300 anak. Mereka berasal dari Malang Raya dan juga Pasuruan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6742c79cdfe5d.webp" length="76318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 13:31:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Alfamart bersama Kodomo menggelar lomba mewarnai dan menggambar. Kegiatan itu diikuti sekitar 1.000 anak memenuhi Dome UMM, Ahad (24/11/2024). Lomba mewarnai massal itu memperebutkan hadiah total jutaan rupiah.</p>
<p>Menurut Wakil Kepala Cabang Alfamart Malang, Anton Widodo, kegiatan itu untuk mendukung kreativitas dan imajinasi anak-anak dalam tumbuh kembang. Antusiasme peserta yang mendaftar mencapai 1.300 anak. Mereka berasal dari Malang Raya dan juga Pasuruan.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, Alfamart ingin memberikan wadah dan ruang bagi anak-anak menyalurkan bakat dan kreativitasnya di bidang seni. Khususnya mewarnai dan menggambar," ungkap Anton, Ahad (24/11/2024).<br> <br>Marketing Director Alfamart, Ryan Alfons Kaloh menambahkan, pihaknya menargetkan, di setiap kota, kegiatan tersebut diikuti oleh 1.000 peserta. Dengan begitu, akan ada banyak anak-anak yang berpartisipasi.</p>
<p>Ryan menambahkan, kegiatan ini juga sebagai sebuah ajang yang mempertemukan para orang tua untuk bisa bertukar informasi tentang hal-hal menarik seputar tumbuh kembang anak.</p>
<p>Selain menemani anak-anak mereka mengikuti lomba mewarnai dan menggambar, para orang tua juga dapat saling bertukar informasi dan menjalin silaturahmi.<br> <br>"Alfamart juga berharap, kegiatan ini menjadi bagian dalam menjalin hubungan yang hangat dengan para orang tua peserta,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan yang digelar dalam sehari itu tampak diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta. Selain lomba, para peserta juga dapat menikmati hiburan dan game interaktif yang bisa diikuti dan membuat semakin meriah. </p>
<p>Kegiatan Alfamart bersama Kodomo ini terlaksana selama periode Agustus sampai November 2024 di 10 kota. Yaitu, Bandung, Bekasi, Klaten, Makassar, Malang, Manado, Palembang, Cirebon, Pontianak, dan beberapa kota lain di Indonesia. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temukan 10 Film Semi Thailand dengan Genre Horor, Komedi, dan Erotis yang Wajib Tonton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temukan-10-film-semi-thailand-dengan-genre-horor-komedi-dan-erotis-yang-wajib-tonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temukan-10-film-semi-thailand-dengan-genre-horor-komedi-dan-erotis-yang-wajib-tonton</guid>
<description><![CDATA[ Industri film Thailand, yang kini semakin berkembang, tidak hanya menghadirkan drama dan film komedi, tetapi juga berbagai film semi yang menarik perhatian banyak orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67402233df1da.webp" length="19468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 18:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekomendasi Film, Film Thailand, Film Semi, Film Horor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Industri film Thailand, yang kini semakin berkembang, tidak hanya menghadirkan drama dan film komedi, tetapi juga berbagai film semi yang menarik perhatian banyak orang. Sama halnya dengan film Korea, Thailand berhasil menyajikan alur cerita romansa yang memikat, ditambah dengan berbagai genre seperti horor, komedi, dan erotis. Film-film Thailand ini memiliki penggemar setia dan terus menarik perhatian penonton di seluruh dunia.</p>
<p>Berikut adalah beberapa rekomendasi film semi Thailand yang bisa menjadi pilihan tontonan, menggabungkan elemen horor, komedi, dan erotisme:</p>
<ol>
<li>
<p><strong>Spell</strong><br>Film horor ini dibumbui dengan adegan sensual, mengisahkan tentang seseorang yang dirasuki roh perempuan hamil yang ingin membalas dendam atas kematiannya. Durasi: 80 menit.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Last Life in the Universe</strong><br>Mengusung cerita pembunuhan yang diselingi adegan sensual, film ini menceritakan seorang pria Jepang yang menjadi pembunuh dan tinggal di Bangkok, Thailand.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Handle Me with Care</strong><br>Menceritakan Kwan, seorang pria yang lahir dengan keistimewaan memiliki tiga lengan, yang melakukan perjalanan ke Bangkok dan bertemu Na, seorang wanita yang sedang mencari suaminya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>One Day</strong><br>Film ini mengisahkan Denchai, seorang ahli IT yang menyimpan perasaan pada rekan kerjanya, Mui, yang ternyata adalah selingkuhan bosnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Butterfly in Grey</strong><br>Diperankan oleh Patharawarin Timkul, film ini mengikuti kisah Dep yang terjerat kasus pembunuhan dan hidup di penjara.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Mae Bia</strong><br>Mengangkat mitos rakyat Thailand tentang sosok perempuan ular, film ini berhasil meraih Penghargaan Aktris Pendukung Terbaik di Thailand Film Awards.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Jan Dara The Beginning</strong><br>Sebuah remake dari film populer <em>Jan Dara</em>, mengisahkan seorang pria yang terlibat hubungan dengan ibu tirinya sebagai balas dendam kepada ayahnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>ATM: Er Rak Error</strong><br>Film komedi romantis ini bercerita tentang dua pegawai bank yang menjalin hubungan asmara secara diam-diam meski perusahaan melarang hubungan antar rekan kerja.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Eternity</strong><br>Mengisahkan perselingkuhan dalam keluarga, film ini sukses meraih beberapa penghargaan di Thailand Film Awards, termasuk Aktor Terbaik dan Gambar Terbaik.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Jum Luey Pissawa</strong><br>Sebuah film komedi yang menyajikan kisah ringan antara pria dan wanita, dengan sentuhan adegan panas yang cukup intens.</p>
</li>
</ol>
<p>Dengan berbagai genre yang disajikan, film semi Thailand menawarkan pengalaman menonton yang beragam dan tidak kalah menarik dengan film-film internasional lainnya. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatuh Cinta Seperti di Film&amp;Film Raih 7 Piala Citra di FFI 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-raih-7-piala-citra-di-ffi-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-raih-7-piala-citra-di-ffi-2024</guid>
<description><![CDATA[ Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, berhasil meraih tujuh penghargaan di ajang Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2024, yang diselenggarakan pada Rabu (20/11/2024) di ICE BSD, Tangerang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673e9a1d1151e.webp" length="28750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Nov 2024 11:01:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, Piala Citra, FFI, Festival Film, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film <em>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film</em>, yang diproduseri oleh Ernest Prakasa, berhasil meraih tujuh penghargaan di ajang Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2024, yang diselenggarakan pada Rabu (20/11/2024) di ICE BSD, Tangerang. Ernest mengaku terkejut dengan keberhasilan film ini, mengingat karya tersebut menampilkan sebagian besar gambar dalam format hitam putih. </p>
<p>"Kalau film hitam putih saja bisa menang tujuh Piala Citra, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada film berwarna setelah ini," ujarnya kepada media.</p>
<p>Film yang disutradarai dan ditulis oleh Yandy Laurens ini meraih tujuh penghargaan, dengan Yandy sendiri dianugerahi Piala Citra sebagai Penulis Skenario Asli Terbaik. Selain itu, <em>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film</em> dinobatkan sebagai Film Cerita Terpanjang Terbaik tahun ini.</p>
<p>Piala Citra FFI 2024 juga mengapresiasi penampilan para pemain utama film tersebut. Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman masing-masing meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Perempuan dan Pemeran Utama Pria Terbaik. Sementara itu, Donne Maula mendapat Piala Citra untuk kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik. Di sisi lain, Alex Abbad dan Sheila Dara diakui sebagai Pemeran Pendukung Pria dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik.</p>
<p>Berikut adalah daftar pemenang Piala Citra FFI 2024:</p>
<ul>
<li><strong>Film Cerita Terpanjang Terbaik</strong>: <em>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film</em></li>
<li><strong>Pemeran Utama Perempuan Terbaik</strong>: Nirina Zubir</li>
<li><strong>Pemeran Utama Pria Terbaik</strong>: Ringgo Agus Rahman</li>
<li><strong>Penulis Skenario Asli Terbaik</strong>: Yandy Laurens</li>
<li><strong>Pencipta Lagu Tema Terbaik</strong>: Donne Maula</li>
<li><strong>Pemeran Pendukung Pria Terbaik</strong>: Alex Abbad</li>
<li><strong>Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik</strong>: Sheila Dara <strong>(**)</strong></li>
</ul>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rose Blackpink Siap Rilis Single Terbarunya Number One Girl</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rose-blackpink-siap-rilis-single-terbarunya-number-one-girl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rose-blackpink-siap-rilis-single-terbarunya-number-one-girl</guid>
<description><![CDATA[ Setelah sukses berkolaborasi dengan Bruno Mars melalui lagu &quot;Apt&quot;, Rose dari grup K-Pop Blackpink siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul &quot;Number One Girl&quot; pada 22 November 2024. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673d73dc8a43f.webp" length="33922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 20:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Rose, Blackpink, Single Baru, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Setelah sukses berkolaborasi dengan Bruno Mars melalui lagu "Apt", Rose dari grup K-Pop Blackpink siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul "Number One Girl" pada 22 November 2024. Informasi ini disampaikan langsung oleh Rose melalui akun media sosialnya. </p>
<p>Dalam unggahannya, ia membagikan foto dirinya mengenakan kaus putih bertuliskan "Number One Girl" berwarna merah di bagian depan, sambil menyampaikan pesan bahwa lagu ini didedikasikan untuk para penggemar setianya.</p>
<p>“Number One Girl, 22 Nov... Ini untuk orang-orang nomor satu saya,” tulis Rose di Instagram @roses_are_rosie, seperti yang dikutip pada Rabu (20/11/2024).</p>
<p>Meskipun rincian lebih lanjut tentang langka diungkapkan, single "Number One Girl" dipastikan akan menjadi bagian dari album terbaru Rose yang berjudul "Rosie", yang dijadwalkan rilis pada 6 Desember 2024.</p>
<p>Lagu ini ditulis oleh Rose bersama Amy Allen, dan direncanakan akan menjadi track pertama dalam album tersebut. Amy Allen adalah penulis lagu asal Amerika yang telah berkolaborasi dengan berbagai artis terkenal, termasuk Harry Styles, Justin Bieber, Shawn Mendes, dan Sabrina Carpenter.</p>
<p>Roseanne Park, yang dikenal sebagai Rose, debut sebagai vokalis utama Blackpink pada tahun 2016 dan memulai karier solonya pada tahun 2021 dengan single "R". Lagu utama dari album tersebut, "On The Ground", meraih kesuksesan luar biasa dengan menduduki posisi teratas di Billboard Global 200. Namun, sejak saat itu, Rose belum merilis album solo lainnya.</p>
<p>Pada Juni 2024, Rose memperbaharui kontraknya dengan YG Entertainment untuk kegiatan bersama Blackpink dan juga menandatangani kontrak dengan The Black Label untuk proyek solonya. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com <br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Harbin Siap Tayang, Dibintangi Hyun Bin dan Lee Dong&amp;wook, Mengangkat Sejarah Korea yang Menegangkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-harbin-siap-tayang-dibintangi-hyun-bin-dan-lee-dong-wook-mengangkat-sejarah-korea-yang-menegangkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-harbin-siap-tayang-dibintangi-hyun-bin-dan-lee-dong-wook-mengangkat-sejarah-korea-yang-menegangkan</guid>
<description><![CDATA[ Film Harbin, yang dibintangi oleh aktor-aktor ternama Korea Selatan seperti Hyun Bin, Lee Dong-wook, dan Jeon Yeo-bin, akan segera menyapa penonton pada 25 Desember 2024, tepat pada libur Natal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673c5560e5483.webp" length="14990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 22:04:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Harbin, Film Korea, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film <em>Harbin</em>, yang dibintangi oleh aktor-aktor ternama Korea Selatan seperti Hyun Bin, Lee Dong-wook, dan Jeon Yeo-bin, akan segera menyapa penonton pada 25 Desember 2024, tepat pada libur Natal.</p>
<p>Film ini tidak hanya menyuguhkan aksi mendebarkan, tetapi juga mengangkat latar belakang sejarah yang penting dalam perjuangan Korea Selatan melawan penjajahan Jepang.</p>
<p>Sebelum resmi tayang, <em>Harbin</em> sudah menarik perhatian para kritikus internasional. Film ini diputar dalam pratinjau di Toronto International Film Festival, di mana mendapat pujian karena alur ceritanya yang penuh ketegangan dan intrik.</p>
<p><strong>Cerita Berdasarkan Sejarah</strong></p>
<p>Berlatar tahun 1909 di Harbin, China, film ini mengangkat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Korea Selatan saat negara tersebut berada di bawah penjajahan Jepang. Saat itu, Perdana Menteri Jepang, Ito Hirobumi, memegang kekuasaan atas Korea. <em>Harbin</em> mengisahkan usaha sekelompok tokoh untuk merebut kembali takhta Korea dari tangan penjajah.</p>
<p>Disutradarai oleh Woo Min-ho, <em>Harbin</em> mengusung genre aksi dan sejarah yang memadukan elemen mata-mata dengan drama perjuangan yang intens. Penonton akan disuguhkan dengan cerita penuh ketegangan, yang pastinya akan membuat mereka terus penasaran dengan setiap twist yang ada.</p>
<p><strong>Karakter Utama yang Diperankan oleh Hyun Bin</strong></p>
<p>Hyun Bin berperan sebagai Ahn Jung-geun, seorang Letnan Jenderal dari Kekaisaran Korea yang berkelana ke berbagai negara untuk melawan penjajah Jepang dan berusaha merebut kembali kemerdekaan Korea. Karakter Jung-geun digambarkan sebagai sosok yang penuh keberanian dan tekad, berjuang untuk mengakhiri penderitaan rakyatnya.</p>
<p>Jung-geun tidak berjuang sendirian. Dia dibantu oleh tokoh-tokoh lain yang juga memiliki latar belakang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Di antaranya adalah Woo Deok-soon (diperankan oleh Park Jung-min), Kim Sang-hyun (diperankan oleh Jo Woo-jin), dan Madam Gong (diperankan oleh Jeon Yeo-bin). Bersama-sama, mereka berusaha mengejar Ito Hirobumi hingga ke Harbin untuk merebut kembali kekuasaan dan mengakhiri penjajahan Jepang.</p>
<p><strong>Penuh Aksi dan Intrik</strong></p>
<p><em>Harbin</em> menjanjikan aksi yang penuh ketegangan, ditambah dengan karakter-karakter kuat yang memimpin perjuangan ini. Dengan sentuhan sejarah yang akurat dan dramatis, film ini memberikan perspektif baru tentang salah satu babak penting dalam sejarah Korea, yang sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya perjuangan untuk kemerdekaan.</p>
<p>Dengan dukungan para bintang top Korea dan alur cerita yang menegangkan, <em>Harbin</em> menjadi film yang layak ditunggu, terutama bagi para penggemar drama Korea dan sejarah Asia. Jangan lewatkan, karena film ini akan segera tayang di bioskop pada 25 Desember 2024! <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran &amp;quot;Two Nation&amp;quot; di Surabaya: Merajut Kembali Ikatan Indonesia&amp;Australia Lewat Sejarah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-two-nation-di-surabaya-merajut-kembali-ikatan-indonesia-australia-lewat-sejarah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-two-nation-di-surabaya-merajut-kembali-ikatan-indonesia-australia-lewat-sejarah</guid>
<description><![CDATA[ Pameran &quot;Two Nations: a Friendship is Born&quot; di Surabaya merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia, mengangkat peran penting Australia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673c9e4877b1c.webp" length="43054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 21:31:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Australia, Konjen Australia, Pjs Wali Kota Surabaya, Two Nation, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hubungan Indonesia dan Australia memiliki sejarah panjang dan kaya yang mengakar lebih dari sekadar diplomasi formal antara dua negara. Bermula dari interaksi antarindividu hingga kolaborasi lintas sektor, kedua negara telah membangun ikatan yang melampaui batas-batas geografis dan diplomatik. </p>
<p></p>
<p>Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini menjadi momen penting untuk melihat kembali akar hubungan ini, dimulai dari masa-masa ketika Australia menunjukkan dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia dan berlanjut hingga kini dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang.</p>
<p></p>
<p>Pameran bertajuk "Two Nations: a Friendship is Born" yang dibuka hari ini di Museum De Javasche Bank, Surabaya, membawa pengunjung menyusuri jejak sejarah dukungan kuat Australia bagi Indonesia dalam perjuangan kemerdekaannya. </p>
<p></p>
<p>Tampak hadir dilokasi yakni tamu undangan, meliputi Deputi Kepala BI Jatim, Muhammad Noor Nugroho, Pjs Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani,  hingga Pj Sekda Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono. Bersama dengan Glen, mereka juga turut meresmikan pembukaan pameran tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x_673c9e5a87ffb.webp" alt=""></p>
<p>Pameran ini tidak hanya menampilkan berbagai dokumen, foto, dan laporan berita dari era pasca-kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol penting dalam upaya mempererat kembali hubungan antar masyarakat Indonesia dan Australia.</p>
<p></p>
<p>“Tahun ini kita merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia. Namun, hubungan kedua negara kita sudah terjalin jauh sebelum itu,” ungkap Konsul Jenderal Australia untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah, Glen Askew, Selasa, (19/11/2024).</p>
<p></p>
<p>Ia menyoroti bahwa Australia adalah negara pertama yang mengirim misi diplomatik untuk menemui Presiden Soekarno pasca-proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. </p>
<p></p>
<p>Dukungan kuat dari masyarakat Australia bahkan terlihat melalui blokade Armada Hitam terhadap kapal Belanda, di mana banyak warga Australia terlibat dalam gerakan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan wawancara, Glen mengungkapkan bahwa upaya untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat menjadi fokus utama diplomasi antara kedua negara ke depan. </p>
<p></p>
<p>“Bagi saya, saya pikir hubungan antar masyarakat bisa dieratkan lagi. Pameran ini bukan hanya soal diplomasi pemerintah, tetapi juga soal memperkuat ikatan antara masyarakat kita,” ujar Glen.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap, lewat pameran ini, masyarakat Surabaya dapat melihat peran signifikan yang dimainkan Australia dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia dan menjadikan kenangan tersebut sebagai inspirasi untuk mempererat persahabatan kedua negara.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa interaksi budaya dan sejarah yang diusung pameran ini dapat menjadi sarana untuk membangun kembali rasa kedekatan antara Indonesia dan Australia.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin melihat kembali hubungan erat antar masyarakat kita, dan inisiatif seperti ini merupakan langkah awal untuk memperkuat fondasi hubungan tersebut," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pameran ini, perjalanan sejarah interaksi kedua negara telah dimulai jauh sebelumnya. Pada 1935, maskapai nasional Australia, QANTAS, melakukan penerbangan internasional pertamanya dan mendarat di Surabaya sebagai bagian dari “jalur kanguru.”</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, di Banyuwangi, Glen baru saja mengunjungi Asrama Inggrisan, situs yang pada 1870 menjadi stasiun kabel telegraf bawah laut pertama yang menghubungkan Australia dengan Asia dan Eropa melalui Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini terbuka untuk umum mulai 19 November hingga 6 Desember 2024 di Museum De Javasche Bank. Setelah di Surabaya, pameran akan melanjutkan perjalanannya ke Yogyakarta, setelah sebelumnya juga digelar di Jakarta dan Makasar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Segini Harta Kekayaan Bobby Kertanegara, Koleksi Produk Pet Premium yang Super Mewah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/segini-harta-kekayaan-bobby-kertanegara-koleksi-produk-pet-premium-yang-super-mewah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/segini-harta-kekayaan-bobby-kertanegara-koleksi-produk-pet-premium-yang-super-mewah</guid>
<description><![CDATA[ Bobby Kartanegara, kucing istana negara yang dikenal luas, ternyata memiliki sejumlah koleksi barang mewah, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673b059344a46.webp" length="21672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 Nov 2024 23:03:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Kucing Istana Negara, Bobby Kartanegara, Gaya Hidup</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Bobby Kertanegara, kucing istana negara yang dikenal luas, ternyata memiliki sejumlah koleksi barang mewah, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya. Mengungkapkan selera hidup mewah, Bobby tak segan untuk memiliki produk pet premium yang harganya bisa membuat siapa saja terperangah.</p>
<p>dikutip dari tiktok <em>@republikopini</em> Berikut adalah daftar barang-barang yang menjadi bagian dari koleksi Bobby Kartanegara, lengkap dengan harga-harganya.</p>
<ol>
<li><strong>Zeze Life Panda Hug Cat Bed</strong> - Rp. 1.260.000<br>Kasur berbentuk panda ini tampaknya menjadi tempat favorit bagi hewan peliharaan Bobby. Dihargai sekitar 80 USD atau setara dengan Rp. 1.260.000, kasur ini menawarkan kenyamanan dan desain lucu untuk kucing kesayangan.</li>
<li><strong>Toy Roora Ball Multiple Colours</strong> - Rp. 250.000<br>Mainan bola warna-warni ini dibanderol dengan harga sekitar Rp. 250.000. Dengan berbagai pilihan warna, mainan ini menjadi pilihan sempurna untuk menjaga kucing tetap aktif dan senang.</li>
<li><strong>Cat Condo di Taobao</strong> - Rp. 2.000.000<br>Untuk kenyamanan kucing, Bobby memilih sebuah condo atau rumah kucing yang dapat ditemukan di platform e-commerce Taobao. Harganya mencapai 175 CNY, atau sekitar Rp. 2.000.000. Tempat tinggal ini menawarkan privasi dan kenyamanan bagi kucing peliharaannya.</li>
<li><strong>Uppapets x Go Stroller</strong> - Rp. 6.500.000<br>Sebagai pecinta hewan, Bobby juga memilih stroller atau kereta dorong untuk kucingnya, yang dihargai sekitar Rp. 6.500.000. Produk ini bisa ditemukan di Kooki.co, dan memungkinkan Bobby untuk membawa kucing peliharaannya berjalan-jalan dengan mudah dan nyaman.</li>
<li><strong>Bello Pet Signature WM01</strong> - Rp. 2.500.000<br>Bello Pet Signature WM01, sebuah tempat tidur atau kasur premium, dibanderol dengan harga Rp. 2.500.000. Tempat tidur ini didesain untuk kenyamanan maksimal hewan peliharaan, memberikan kualitas tidur yang terbaik bagi kucing atau anjing.</li>
<li><strong>Tail Lovers Cargo Travel Bag </strong>- Rp. 1.250.000<br>Bobby juga memiliki tas perjalanan untuk hewan peliharaannya yang elegan, yaitu Tail Lovers Cargo Travel Bag, yang harganya sekitar Rp. 1.250.000. Tas ini ideal untuk bepergian jauh dengan membawa hewan peliharaan dengan nyaman.</li>
<li><strong>AirmayaPet Tunnel Bed </strong>- Rp. 250.000<br>AirmayaPet Tunnel Bed, sebuah kasur terowongan, juga menjadi bagian dari koleksi Bobby. Dengan harga sekitar Rp. 250.000, produk ini memberikan kenyamanan serta tempat bersembunyi yang disukai kucing.</li>
<li><strong>WOOFIDOO UFO Tray Bowl</strong> - Rp. 300.000<br>Mangkuk makan berbentuk UFO ini memiliki desain unik yang menarik. Harganya diperkirakan sekitar Rp. 300.000 dan menjadi pilihan untuk makan hewan peliharaan yang praktis namun tetap stylish.</li>
<li><strong>Petkit 4in1 Fun Cat Scratcher</strong> - Rp. 500.000<br>Petkit 4in1 Fun Cat Scratcher, asahan kuku multifungsi yang dihargai sekitar Rp. 500.000, membantu menjaga kuku kucing tetap terawat sambil memberikan hiburan bagi mereka.</li>
<li><strong>Rocco Petshop Cat House</strong> - Rp. 184.000<br>Di Rocco Petshop, Bobby juga membeli rumah kucing dengan harga yang lebih terjangkau, sekitar Rp. 184.000. Meskipun lebih murah, produk ini tetap memberikan kenyamanan bagi hewan peliharaannya.</li>
<li><strong>Hellopaws Franky Squeaky Toy</strong> - Rp. 150.000<br>Mainan squeaky ini menjadi salah satu favorit kucing peliharaan Bobby. Dengan harga sekitar Rp. 150.000, mainan ini akan berbunyi saat digigit atau ditekan, yang bisa membuat hewan peliharaan merasa senang dan terhibur.</li>
<li><strong>Robolife Smart Pet Feeder</strong> - Rp. 1.000.000<br>Sebagai pemilik yang sibuk, Bobby memilih Robolife Smart Pet Feeder, sebuah pemberi makan otomatis yang dapat diatur melalui smartphone. Dengan harga sekitar Rp. 1.000.000, alat ini memudahkan Bobby dalam memberi makan hewan peliharaannya meski sedang tidak di rumah.</li>
<li><strong>Focat Dispenser M04</strong> - Rp. 200.000<br>Untuk mempermudah pemberian air, Bobby memiliki Focat Dispenser M04, tempat minum otomatis yang dihargai sekitar Rp. 200.000. Produk ini menjaga hewan peliharaan tetap terhidrasi dengan praktis.</li>
<li><strong>Xiaomi Smart Air Purifier </strong>- Rp. 1.000.000<br>Tak hanya memperhatikan kenyamanan hewan, Bobby juga menjaga kualitas udara di rumahnya dengan Xiaomi Smart Air Purifier yang dibanderol sekitar Rp. 1.000.000. Dengan produk ini, Bobby memastikan udara tetap segar dan bebas polusi untuk kesehatan hewan peliharaan.</li>
<li><strong>Smart Self Cleaning Cat Litter Box</strong> - Rp. 7.500.000<br>Bobby juga memilih tempat sampah kucing otomatis yang dapat membersihkan diri sendiri, yaitu Perkit Pura Max 2, dengan harga sekitar Rp. 7.500.000. Alat canggih ini memudahkan Bobby dalam merawat kebersihan kucing peliharaannya tanpa harus repot membersihkan kotorannya secara manual.</li>
</ol>
<p>Dari daftar tersebut, jelas terlihat bahwa Bobby Kertanegara bukan hanya kucing sukses, tetapi juga hewan peliharaan yang sangat memperhatikan kenyamanan dan kebutuhannya. Koleksi barang-barang premium ini menunjukkan bagaimana hewan peliharaan bisa mendapatkan perlakuan istimewa dengan produk-produk berkualitas tinggi yang tak hanya berguna, tetapi juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mereka. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: tiktok @republikopini</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Para Seniman di Surabaya Harapkan Dukungan Pemerintah yang Lebih Nyata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/para-seniman-di-surabaya-harapkan-dukungan-pemerintah-yang-lebih-nyata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/para-seniman-di-surabaya-harapkan-dukungan-pemerintah-yang-lebih-nyata</guid>
<description><![CDATA[ PSLI ke-14 jadi ajang seniman menyuarakan harapan untuk dukungan pemerintah yang lebih nyata demi kemajuan seni rupa dan budaya lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6739e7e0d4ccc.webp" length="39804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 20:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PSLI, PSLI ke-14, Aksera, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-14 menutup gelarannya hari ini di Jatim Expo, Surabaya. Selama 10 hari terakhir, acara ini menjadi panggung bagi 130 seniman dari berbagai daerah untuk memamerkan dan menjual karya mereka, serta menyuarakan pesan tentang pentingnya apresiasi terhadap seni dan budaya lokal.</p>
<p>Salah satu pesan yang kerap terdengar adalah harapan para seniman agar pemerintah lebih aktif memberikan dukungan. Hal ini disampaikan oleh Anik, seniman senior dari Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera), yang turut membuka stan di PSLI bersama rekan-rekan perupa Surabaya dengan nama stan "Millenial" dengan tema Art and Craft.</p>
<p>“Dukungan dari pemerintah terhadap seniman itu masih kurang. Saya pernah mencoba berkomunikasi dengan pihak kecamatan untuk kegiatan seni, tapi responsnya minim,” ujar Anik, Minggu (17/11/2024).</p>
<p>“Dengan adanya PSLI ini, kami berharap pemerintah semakin sadar bahwa seni memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi pada masyarakat, asalkan ada perhatian dan dukungan yang nyata," sambungnya.</p>
<p>Aksera sendiri mengusung misi untuk memberikan wadah bagi para seniman muda Surabaya agar lebih kreatif dan percaya diri menampilkan karya mereka. </p>
<p>Menurut Umam, admin media sosial Aksera, partisipasi di PSLI adalah bentuk inisiatif kolektif komunitas seniman muda yang ingin memperkenalkan seni rupa dalam format yang lebih aplikatif.</p>
<p>“Kami menampilkan karya yang bisa diterapkan pada berbagai media. Seperti kaligrafi, tema flora, hingga figuratif. Setiap karya dihargai berdasarkan ukuran, kompleksitas, dan waktu pengerjaan,” jelas Umam.</p>
<p>Selain sebagai ajang promosi karya, PSLI juga menjadi tempat berkumpul dan bertukar ide bagi para pegiat seni. Anik berharap, momen ini dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih besar antara seniman dan pemerintah.</p>
<p>PSLI ke-14 yang diselenggarakan oleh Sanggar Merah Putih ini mengangkat tema Bagimu Negeri. Selain memamerkan seni rupa, acara ini juga menjadi ruang bagi para seniman untuk berbicara tentang tantangan dan peluang di dunia seni.</p>
<p>“PSLI bukan sekadar pasar seni, tetapi juga wadah untuk menyuarakan aspirasi. Kami ingin pemerintah melihat ini sebagai momentum untuk lebih mendukung perkembangan seni dan budaya di negeri ini,” tutup Anik dengan penuh harap.</p>
<p>Hari terakhir PSLI 2024 ditandai dengan antusiasme pengunjung yang memadati stan-stan seni hingga malam. Meski panggung telah ditutup, pesan yang disampaikan para seniman di acara ini tetap menggema: "Seni adalah Jiwa Bangsa yang Harus Dirawat Bersama". (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jordan Tak Lagi Cemas, Khitan tanpa Rasa Sakit untuk Anak Berkebutuhan Khusus oleh Y&amp;AMI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jordan-tak-lagi-cemas-khitan-tanpa-rasa-sakit-untuk-anak-berkebutuhan-khusus-pleh-y-ami</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jordan-tak-lagi-cemas-khitan-tanpa-rasa-sakit-untuk-anak-berkebutuhan-khusus-pleh-y-ami</guid>
<description><![CDATA[ Khitan Ceria di Surabaya sukses membantu 46 anak berkebutuhan khusus menjalani khitan tanpa rasa sakit, memberikan senyuman dan harapan bagi keluarga mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6739e239cd895.webp" length="45002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 19:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khitan, ABK, Y-AMI, Komnas PA, Syaiful Bachri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Khitan sering kali menjadi momen penuh kecemasan bagi anak-anak dan para orang tua. Terutama bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, di Hotel Namira Surabaya, Sabtu (16/11/2024) kemarin, kecemasan itu berganti menjadi senyuman. </p>
<p>Salah satu senyuman itu datang dari Jordan, anak 8 tahun yang merupakan salah satu dari 46 ABK yang berhasil menjalani khitan tanpa rasa sakit melalui metode modern yang ramah anak dalam kegiatan khitan massal tersebut.</p>
<p>Acara bertajuk Khitan Ceria ini diselenggarakan oleh Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI). Bekerja sama dengan Hotel Namira dan berbagai lembaga. Sejak 2019, program ini telah membantu lebih dari 1.350 anak berkebutuhan khusus di Jawa Timur. Menjalani khitan dengan aman dan nyaman.</p>
<p>Yuni, orangtua dari Jordan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, metode <em>smartclamp</em> yang digunakan dalam proses khitan membuat anaknya tidak merasa sakit dan bisa langsung beraktivitas dengan ceria.</p>
<p>“Terima kasih pada semua pihak. Besar harapan khitan gratis dapat terus terlaksana dan berlanjut dan membantu lebih banyak ABK dan keluarga," ucap Yuni saat dikonfirmasi pada Minggu (17/11/2024).</p>
<p>"Awalnya kami khawatir dan cemas. Ternyata tidak terjadi apa yang kami bayangkan. Dengan <em>team</em> professional dan tempat yang nyaman, pelaksanaan khitan selesai dengan baik.” imbuhnya.</p>
<p>Susilo Kusumaningtyas, selaku pendiri dan ketua pelaksana kegiatan Y-AMI mencerikatan, program ini merupakan salah satu program utama yayasan dalam rangkaian mendukung kesehatan anak-anak berkebutuhan khusus.</p>
<p>“Hingga saat ini sudah ribuan anak <em>special</em> di berbagai daerah di jawa timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Probolinggo, dan Ponorogo merasakan kegiatan khitan massal yang dilaksanakan oleh Y-AMI,” kata Susi panggilan akrabnya.</p>
<p>“Khitan untuk ABK memiliki tantangan tersendiri. Begitu pula risikonya yang lumayan tinggi, baik dalam proses pelaksanaan hingga pemulihannya. Namun pemenuhan hak anak terkait kesehatan mereka tetap penting, dan kali ini kami difasilitasi oleh Hotel Namira Surabaya” imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya, Syaiful Bachri mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun dua kali ini. Menurutnya, acara itu merupakan upaya yang luar biasa dalam pemenuhan 10 hak dasar anak, terkait kesehatan bagi anak terutama anak berkebutuhan khusus. </p>
<p>"Mereka memiliki hak yang sama karena mereka adalah putra Indonesia yang memerlukan perhatian, kesempatan serta harus dipenuhinya 10 hak dasarnya sebagai anak Indonesia. Perlu kolaborasi dan kerjasama dalam pencapaian tujuannya” ucap pria yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p>“Jadi kami mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih pada segenap pihak. Bahkan kami mendengar ada anak autism usia 14 tahun dengan berat badan 105 kilogram belum dikhitan, karena setiap daftar untuk ikut kegiatan khitan mandiri atau massal, selalu ditolak dengan alasan tidak mampu. Dan kemarin dapat dikhitan walaupun dengan penuh tantangan untuk dapat menengkan anak tersebut.” sambungnya.</p>
<p>Dukungan penuh juga disampaikan oleh Elok Variana, Sales &amp; Marketing Manager Namira Syariah Hotel Surabaya, yang menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. </p>
<p>“Kami ingin berkontribusi nyata kepada masyarakat. Khususnya dalam mendukung anak-anak berkebutuhan khusus, dengan memfasilitasi khitan gratis ini,” ucap Variana. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Tari Topeng Malangan: Simbol Keberanian, Kecerdikan, dan Kearifan Budaya yang Tak Terbendung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-tari-topeng-malangan-simbol-keberanian-kecerdikan-dan-kearifan-budaya-yang-tak-terbendung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-tari-topeng-malangan-simbol-keberanian-kecerdikan-dan-kearifan-budaya-yang-tak-terbendung</guid>
<description><![CDATA[ Tari Topeng Malangan, sebuah kesenian tradisional dari Malang, Jawa Timur, terkenal dengan penggunaan topeng yang dihiasi dengan pahatan wajah yang detail dan berwarna-warni ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6739a40ded1e0.webp" length="40304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 19:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Tari Topeng, Kesenian, Malang, Jawa Timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Tari Topeng Malangan, sebuah kesenian tradisional dari Malang, Jawa Timur, terkenal dengan penggunaan topeng yang dihiasi dengan pahatan wajah yang detail dan berwarna-warni.</p>
<p>Setiap warna topeng dalam tarian ini memiliki makna simbolis yang mendalam, mewakili berbagai karakter manusia, dari sifat baik hingga jahat. </p>
<p><strong>Keunikan Warna dan Karakter dalam Tari Topeng Malangan</strong></p>
<p>Dalam tari ini, topeng memiliki beragam warna yang masing-masing melambangkan sifat atau karakter tertentu. Warna-warna tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Merah</strong>: Melambangkan keberanian atau amarah.</li>
<li><strong>Putih</strong>: Menunjukkan kesucian dan kebaikan.</li>
<li><strong>Kuning</strong>: Menandakan kesenangan dan kemuliaan.</li>
<li><strong>Hijau</strong>: Melambangkan kedamaian.</li>
<li><strong>Hitam</strong>: Menggambarkan kebijaksanaan.</li>
</ul>
<p>Selain itu, tari Topeng Malangan juga memiliki banyak karakter yang menggambarkan berbagai emosi manusia, seperti tangis, tawa, malu, dan lainnya. Terdapat sekitar 76 karakter dalam tarian ini, namun enam tokoh utama yang sering muncul adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Panji Asmoro Bangun</strong>: Tokoh protagonis dengan topeng hijau, menggambarkan karakter baik hati.</li>
<li><strong>Dewi Sekartaji</strong>: Tokoh bertopeng putih, simbol kesucian dan kelembutan.</li>
<li><strong>Gunung Sari</strong>: Sahabat Panji dengan topeng kuning, menggambarkan kegembiraan.</li>
<li><strong>Dewi Ragil Kuning</strong>: Adik Panji yang juga aktif dengan topeng kuning.</li>
<li><strong>Klana Sewandana</strong>: Tokoh antagonis bertopeng merah, menandakan sifat pemberani dan pemarah.</li>
<li><strong>Bapang</strong>: Sahabat Klana, juga bertopeng merah.</li>
</ol>
<p>Gerakan khas dalam tari ini termasuk "tanjak," di mana kaki penari terbuka lebar dan tubuh bergerak mengikuti alur cerita. Selain topeng, penari juga mengenakan kostum sesuai karakter, seperti kain sampur, selendang, mahkota, anting, dan keris sebagai bagian dari properti penampilan.</p>
<p><strong>Asal Usul Tari Topeng Malangan</strong></p>
<p>Tari Topeng Malangan memiliki sejarah panjang yang berakar sejak zaman kerajaan. Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa topeng pertama kali dikenal pada masa Kerajaan Kanjuruhan di Malang pada sekitar abad ke-8, di bawah pemerintahan Raja Gajayana. Pada masa itu, topeng digunakan sebagai simbol pemujaan dan dibuat dari emas.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, topeng Malangan berkembang dan semakin banyak digunakan dalam upacara-upacara kerajaan, seperti yang tercatat dalam sejarah Kerajaan Singosari dan Majapahit. Pada masa itu, tari topeng sering digunakan dalam penyambutan tamu atau sebagai bagian dari pertunjukan kesenian yang mengangkat cerita-cerita epik seperti Ramayana, Mahabharata, dan Panji.</p>
<p>Cerita Panji sendiri mengangkat kisah cinta dan kepahlawanan, yang hingga kini menjadi tema utama dalam pementasan tari topeng. Bahkan, setelah pengaruh Islam masuk, tari topeng juga digunakan sebagai sarana dakwah, terutama oleh Wali Songo seperti Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.</p>
<p><strong>Perkembangan Tari Topeng Malangan di Malang</strong></p>
<p>Tari Topeng Malangan tetap hidup hingga kini, meskipun popularitasnya sempat menurun. Di Kabupaten Malang, beberapa desa terkenal sebagai tempat kelahiran kesenian ini, di antaranya Dusun Kedungmonggo, yang sejak zaman kolonial Belanda sudah dikenal sebagai pusat produksi topeng. Pada tahun 1890-an, tari topeng telah menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Malang, terutama di bawah pemerintahan Bupati Raden Sjarief.</p>
<p>Sanggar Asmorobangun di Kedungmonggo, yang didirikan oleh maestro tari topeng Mbah Karimun, kini telah mencapai generasi kelima. Selain Kedungmonggo, desa-desa lain seperti Tumpang, Tulus Besar, dan Glagahdowo juga turut memperkenalkan tari topeng Malangan.</p>
<p><strong>Tari Topeng Malangan di Era Modern</strong></p>
<p>Saat ini, tari Topeng Malangan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian tradisi budaya. Setiap Senin Legi dalam kalender Jawa, Sanggar Asmorobangun rutin menggelar pementasan tari topeng untuk menjaga kelestarian seni ini.</p>
<p>Pementasan biasanya diawali dengan iringan musik gamelan, dilanjutkan dengan salam pembuka, sinopsis cerita, dan ritual sesajen untuk keselamatan pemain dan penonton.</p>
<p>Meskipun tidak lagi digunakan untuk tujuan keagamaan atau penyebaran ajaran Islam, tari topeng Malangan tetap menjadi simbol budaya Malang yang kaya dan beragam. Melalui pementasan-pementasan ini, tari topeng terus hidup sebagai warisan yang menggambarkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Malang. </p>
<p>Tari Topeng Malangan, dengan segala keunikan dan maknanya, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Malang, yang terus dilestarikan hingga hari ini. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: bobobox.com</p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Budaya di Distrik Hira Makkah, Menelusuri Sejarah Para Nabi dengan Teknologi Canggih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-budaya-di-distrik-hira-makkah-menelusuri-sejarah-para-nabi-dengan-teknologi-canggih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-budaya-di-distrik-hira-makkah-menelusuri-sejarah-para-nabi-dengan-teknologi-canggih</guid>
<description><![CDATA[ Pameran yang berlangsung di kaki Bukit Hira ini menawarkan pengalaman unik untuk mempelajari perjalanan hidup para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6739732a09b19.webp" length="35504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 18:02:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Makkah, Arab Saudi, Pameran Budaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Distrik Hira di Makkah, Arab Saudi, baru-baru ini menggelar pameran budaya yang bertujuan menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.</p>
<p>Pameran yang berlangsung di kaki Bukit Hira ini menawarkan pengalaman unik untuk mempelajari perjalanan hidup para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad.</p>
<p>Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah rekreasi mendalam dari Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama.</p>
<p>Melalui teknologi canggih dan tampilan interaktif, pengunjung dapat merasakan kembali momen bersejarah tersebut seolah-olah mereka berada di masa lalu.</p>
<p>Selain itu, pameran ini juga menampilkan berbagai artefak bersejarah, termasuk salinan Al-Qur'an milik sahabat Nabi, Utsman bin Affan, serta prasasti batu kuno yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an. Koleksi-koleksi ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya Islam.</p>
<p>Distrik Budaya Hira bukan hanya sekadar destinasi wisata edukatif, tetapi juga menawarkan beragam pengalaman budaya. Pengunjung dapat merasakan sensasi menunggang kuda atau berkeliling menggunakan karavan tradisional, yang semakin memperkaya pengalaman mereka.</p>
<p>Pada bulan April 2024, Distrik Hira juga menjadi tempat kunjungan lebih dari 1 juta jemaah umrah yang datang dari lebih 100 negara. Selama bulan Ramadan, para jemaah ini datang untuk merasakan pengalaman spiritual, dengan Gua Hira sebagai salah satu tujuan utama mereka.</p>
<p>Pameran budaya ini tidak hanya memberikan pengetahuan sejarah, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman spiritual yang mendalam bagi para pengunjung. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>GNI dan Museum Dr. Soetomo, Napak Tilas Perjuangan Kemerdekaan di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gni-dan-museum-dr-soetomo-napak-tilas-perjuangan-kemerdekaan-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gni-dan-museum-dr-soetomo-napak-tilas-perjuangan-kemerdekaan-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Gedung Nasional Indonesia dan Museum Dr. Soetomo di Surabaya menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan, menginspirasi generasi penerus melalui sejarah pergerakan bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67395ab58e116.webp" length="28812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 10:05:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dr Soetomo, GNI, Gedung Nasional Indonesia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di pusat Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Bubutan No. 85-87, terdapat bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebuah pendopo yang dahulu menjadi pusat aktivitas seorang tokoh besar dalam sejarah kebangkitan nasional, bangunan tersebut ialah Gedung Nasional Indonesia (GNI).</p>
<p>Bangunan monumental itu didirikan oleh Pahlawan Indonesia yaitu, Dr. Soetomo. GNI awalnya dirancang sebagai tempat aman bagi para tokoh pergerakan nasional untuk berkumpul dan berdiskusi, jauh dari pengawasan pemerintah kolonial Belanda. </p>
<p>Dinar Kautshar Ramadhona Lyons, Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Budaya Disbudpar Surabaya, menjelaskan, pada masa itu, tokoh-tokoh pergerakan sering menyewa bioskop atau aula untuk rapat, namun sering kali rencana mereka digagalkan oleh Belanda meski tempat tersebut sudah dibayar di muka.</p>
<p>“Para bapak pergerakan sering kali harus mencari cara agar bisa berkumpul, namun Belanda kerap menggagalkan upaya tersebut. Dari sanalah muncul inisiatif Dr. Soetomo dan rekan-rekannya untuk mendirikan pusat kegiatan pergerakan," jelas Dinar, Minggu (17/11/2024).</p>
<p>Ide itu didukung oleh empat kawan Dr. Soetomo, yang di antaranya adalah R.M.H Soejono, R. Soendjoto, R.P Soenario Gondokoesoemo dan Achmad Jais, yang mana mereka tergabung dalam perkumpulan Indonesische Studiclub (IS). Akhirnya Pada 21 Juni 1930, GNI mulai dibangun.</p>
<p>"Banyak yang mengira GNI adalah rumah pribadi Dr. Soetomo, padahal sebenarnya ini markas perjuangan yang dulu menjadi pusat gerakan, yang akhirnya juga menjadi tempat Partai Indonesia Raya (Parindra)," papar Dinar.</p>
<p>GNI sendiri diapit oleh dua paviliun kembar. Paviliun selatan kini diubah menjadi Museum Dr. Soetomo, tempat yang didedikasikan untuk mengenang perjalanan hidup dan perjuangan tokoh Pahlawan itu. </p>
<p>Museum Dr. Soetomo diresmikan pada 29 November 2017, dan memuat koleksi benda bersejarah seperti foto-foto serta barang pribadi Dr. Soetomo. Dengan teks penjelasan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, museum ini dirancang untuk mengedukasi pengunjung dari berbagai latar belakang tentang kontribusi besar Dr. Soetomo bagi kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>“Kami berharap museum ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan beliau. Meskipun Dr. Soetomo meninggal tujuh tahun sebelum kemerdekaan, kontribusinya menjadi landasan perjuangan nasional," ungkap Dinar.</p>
<p>Untuk Museum, dibuka untuk umum dari Selasa hingga Minggu pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan tiket dapat dipesan secara online melalui tiketwisata.surabaya, dengan tarif khusus untuk pelajar Surabaya yang bebas biaya. Selain museum, pengunjung juga dapat menziarahi makam Dr. Soetomo yang berada di area belakang pendopo.</p>
<p>Sementara itu, paviliun utara digunakan sebagai gedung SMK Bubutan dan menjadi tempat produksi Majalah Panjebar Semangat, majalah kebangsaan yang hingga kini masih aktif menyebarkan semangat patriotisme. </p>
<p>Kombinasi bangunan GNI, Museum Dr. Soetomo, dan paviliun utara ini menciptakan kawasan penuh nilai sejarah, di mana para pengunjung bisa mengenang jejak perjuangan bangsa.</p>
<p>Tidak berhenti pada kegiatan sehari-hari, Museum Dr. Soetomo juga mengadakan program tahunan “Cross Musea,” sebuah agenda kolaboratif bersama museum-museum lain di Indonesia.</p>
<p>“Kami mengundang pelajar-pelajar di Surabaya agar mereka bisa lebih memahami sejarah pergerakan Indonesia melalui pameran lintas museum ini,” tukas Dinar.</p>
<p>Kehadiran GNI dan Museum Dr. Soetomo, menjadikan Kota Surabaya tak hanya menyimpan jejak perjuangan bangsa, tapi juga menghadirkan ruang untuk mengenang dan menginspirasi generasi mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi LAC dan Konjen Australia, Rayakan Flora&amp;Fauna Lewat Goresan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-lac-dan-konjen-australia-rayakan-flora-fauna-lewat-goresan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-lac-dan-konjen-australia-rayakan-flora-fauna-lewat-goresan-anak</guid>
<description><![CDATA[ LAC dan Konjen Australia kembali gelar lomba menggambar anak, rayakan kekayaan flora-fauna Indonesia-Australia dalam karya kreatif yang perkuat persahabatan lintas budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6737442d7e83e.webp" length="72112" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 20:32:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konjen Australia, Anthony Clark, Lotus Art Courses, LAC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dalam setiap goresan krayon, setiap sapuan cat, dan setiap detail yang dituangkan oleh tangan mungil para peserta, sebuah cerita tentang Indonesia dan Australia mulai tergambar. </p>
<p>Melalui flora dan fauna yang khas, anak-anak di Jawa Timur berusaha menggambarkan kekayaan alam yang tak hanya cantik secara visual, tetapi juga menyimbolkan keunikan dan persahabatan antara dua negara yang berada di sisi berbeda Samudra Hindia.</p>
<p>Awarding Ceremony 2nd Drawing Competition 2024, kolaborasi Lotus Art Courses (LAC) dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, menghadirkan seni anak sebagai jembatan diplomasi kultural.</p>
<p>Pada Jumat, (15/11/2024), Western Sydney University Kampus Surabaya menjadi saksi perayaan kreativitas lintas budaya ini. Dengan tema "Flora and Fauna of Indonesia &amp; Australia," lomba menggambar ini berhasil mengumpulkan sekitar 300 karya dari tiga kategori umur yang masing-masing mengeksplorasi teknik dan warna-warna unik. </p>
<p>Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra, menyampaikan bahwa tema ini diusung sebagai bentuk apresiasi dan pengenalan keanekaragaman hayati yang dimiliki kedua negara.</p>
<p>“Alasan kita mengangkat tema flora dan fauna pertama adalah karena kita mau mengekspos kekayaan masing-masing negara dari sumber daya alamnya,” jelas Putu, Jumat (15/11/2024).</p>
<p>“Ketika anak-anak menggambarkan hewan atau tumbuhan, itu bisa menghasilkan gambar yang lucu dan menarik, dipadukan dengan warna-warna yang indah," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Putu, eksplorasi visual dari anak-anak ini merupakan wujud imajinasi bebas yang memberikan pesan mengenai kekayaan alam dan warisan budaya yang sama-sama dimiliki kedua bangsa.</p>
<p>Kompetisi yang berlangsung selama dua bulan ini membuka kesempatan bagi peserta untuk menggunakan teknik menggambar secara bebas, mulai dari krayon, cat air, hingga kombinasi teknik basah dan kering. Keunikan ini, kata Putu, menjadi bagian dari kriteria penilaian juri. </p>
<p>“Teknik yang menarik akan jadi poin plus untuk penilaian kami. Selain tema, warna, komposisi, dan kreativitas, kami juga menilai penggunaan teknik,” tambahnya, seraya berharap acara ini bisa menjadi program tahunan yang berkelanjutan.</p>
<p>Masih di lokasi yang sama, Anthony Clark, Deputy Head of Post Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, juga turut bangga dengan hasil karya para peserta. Baginya, tiap karya yang terpilih mewakili keberagaman gaya yang menginspirasi. </p>
<p>“Ada beberapa anak yang sangat berbakat di Jawa Timur dan di Surabaya. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ujar Clark. </p>
<p>Ia mengakui, memilih pemenang bukanlah hal mudah mengingat kualitas karya yang ditampilkan sangat baik dan kaya akan gaya.</p>
<p>Sebagai bagian dari tujuan diplomatik, Clark juga berharap kegiatan ini mempererat hubungan Australia dengan Indonesia, terutama dengan generasi muda.</p>
<p>Dirinya juga mengisyaratkan proyek kolaborasi ini akan terus berlanjut di tahun mendatang dengan tema yang selalu segar dan relevan bagi anak-anak.</p>
<p>“Saya harap ini memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Australia. Itulah salah satu alasan kami bekerja sama dengan Pak Putu. Untuk mencoba mengembangkan hubungan antara Australia dan anak-anak di sini,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui acara ini, seni menjadi medium lembut yang mempererat hubungan kedua negara. Karya anak-anak yang dihasilkan tak hanya menyimpan nilai estetika, tetapi juga menjadi simbol harapan bahwa persahabatan dan pemahaman antarnegara dapat terjalin sejak usia dini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kampoeng Oase Songo Jadi Inspirasi DLH Kota Bontang dalam Atasi Sampah Organik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kampoeng-oase-songo-jadi-inspirasi-dlh-kota-bontang-dalam-atasi-sampah-organik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kampoeng-oase-songo-jadi-inspirasi-dlh-kota-bontang-dalam-atasi-sampah-organik</guid>
<description><![CDATA[ DLH Bontang belajar pengelolaan sampah organik dari Kampoeng Oase Songo Surabaya, fokus pada pemilahan sampah dari sumber untuk solusi lingkungan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67372c6b77681.webp" length="97746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 19:17:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Dinas Lingkungan Hidup, DLH Bontang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Apa jadinya jika sampah organik yang selama ini dianggap limbah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat? Inilah yang mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Kalimantan Timur, tergerak untuk belajar dari Kampoeng Oase Songo, sebuah kampung di jantung Kota Surabaya yang sukses mengolah sampah menjadi sumber daya.</p>
<p>Dipimpin oleh Kepala Bagian Pengelolaan Sampah DLH Bontang DLH Kota Bontang, Syakhruddin, rombongan yang terdiri atas 20 orang, termasuk pegiat lingkungan dan pengelola sampah, melakukan kunjungan pada Jumat (15/11/2024). Mereka disambut langsung oleh Ketua Kampoeng Oase Songo, Yaning Mustika Ningrum, bersama timnya.</p>
<p>Syakhruddin mengungkapkan bahwa sampah organik menjadi perhatian utama karena menyumbang gas metana yang signifikan jika dibiarkan menumpuk di TPA. Hal yang paling disorot okeh Syakhruddin terhadap pengolahan sampah di Kampoeng Oase Songo ialah keterlibatan masyarakat.</p>
<p>“Kami belajar dari Kampoeng Oase Songo untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya, terutama untuk sampah rumah tangga. Kalau berhasil, kami bisa mengurangi sampah organik hingga 40 persen,” kata Syakhruddin, Jumat (15/11/2024).</p>
<p>Ia juga menyebut program Bontang Clean yang telah dimulai sejak Oktober 2024 sebagai langkah awal untuk mengadopsi praktik serupa di Bontang. </p>
<p>“Kami berharap bisa menjadikan semua RT di Bontang seperti Oase Songo ini. Bahkan, kami ingin undang tim Oase Songo ke Bontang untuk melihat hasil kerja kami nanti,” tambah Syakhruddin.</p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Songo, Yaning Mustika Ningrum mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan tersebut. Baginya, kolaborasi ini adalah momen berharga untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi. </p>
<p>Ia berharap, upaya yang dilakukan DLH Kota Bontang tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan diiringi dengan aksi nyata di lapangan. </p>
<p>“Harus ada yang menggerakkan, mulai dari Bapak Kabid sendiri. Kalau hanya bicara tanpa praktik, tidak akan ada hasilnya. Tapi kalau teori kecil diiringi praktik besar, itu yang akan menciptakan perubahan," ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ketua Kampoeng Oase Songo menyoroti fokusnya dalam dua tahun terakhir pada pengelolaan sampah organik. Ia menjelaskan bahwa sampah basah, yang sering diabaikan, justru menjadi kontributor besar efek rumah kaca. </p>
<p>Dengan gigih, ia mengajak masyarakat di sekitarnya untuk menyetor sampah organik ke kampung tersebut, yang kemudian diolah menjadi kompos untuk mendukung pertanian urban. </p>
<p>"Tidak semua orang mau langsung ikut, tapi dengan contoh yang konsisten, perubahan itu pasti terjadi, walaupun perlahan,” tambahnya.</p>
<p>Masih di lokasi yang sama, Pembina Kampoeng Oase Songo, Adi Candra, memberikan perspektif yang lebih luas tentang potensi kolaborasi ini.</p>
<p>Menurutnya, kunjungan dari DLH Kota Bontang bukan hanya membawa energi baru bagi Kampoeng Oase Songo, tetapi juga membuktikan bahwa konsep pengelolaan lingkungan berbasis edu-wisata memiliki nilai strategis. </p>
<p>“Kami percaya, ketika lingkungan, urban farming, dan sirkular ekonomi dikelola dengan semangat dan istiqamah, hasilnya akan luar biasa,” jelas Adi.</p>
<p>Di bawah konsep edu-wisata, Kampoeng Oase Songo menawarkan program yang mencakup budidaya ikan dalam ember, pertanian sayur, hingga peternakan magot dan kelinci. </p>
<p>Semua elemen ini dirancang untuk menciptakan sistem terpadu yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga pada ketahanan pangan. Adi berharap, inspirasi dari Kampoeng Oase Songo dapat memotivasi Kota Bontang untuk mengembangkan model serupa di wilayah mereka. </p>
<p>“Bontang punya potensi besar. Kami ingin kunjungan ini menjadi langkah awal untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sana,” katanya optimis.</p>
<p>Meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh, para tamu dari Kota Bontang tidak merasa sia-sia. Mereka terinspirasi oleh berbagai inovasi di Kampoeng Oase Songo, mulai dari pengelolaan sampah organik hingga integrasi konsep urban farming. </p>
<p>Sebaliknya, bagi tuan rumah, kunjungan ini menjadi pembuktian bahwa apa yang mereka lakukan selama ini bukan hanya bermanfaat untuk warga lokal, tetapi juga memberikan dampak lebih luas.</p>
<p>Dengan semangat berbagi ilmu dan praktik nyata, kedua pihak berharap dapat menciptakan sinergi yang menghasilkan perubahan signifikan, tidak hanya bagi Bontang dan Surabaya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, Kegiatan Kunjungan Tamu di Kampoeng Oase Songo tersebut juga didukung secara operasional oleh Mahasiswa Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 dari Posisi Marketing &amp; Promotion Eduwisata KaSurBoyo.</p>
<p>Mereka ialah Aflakhul Muzakka, dari program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura dan Muhammad Farhan dari program studi Agribisnis, Universitas Sebelas Maret. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Majalah &amp;apos;Panjebar Semangat&amp;apos; dan Para Penggiatnya, Bertahan 91 tahun Sebarkan Semangat di Nusantara:</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-majalah-panjebar-semangat-dan-para-penggiatnya-bertahan-91-tahun-sebarkan-semangat-di-nusantara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-majalah-panjebar-semangat-dan-para-penggiatnya-bertahan-91-tahun-sebarkan-semangat-di-nusantara</guid>
<description><![CDATA[ Majalah berbahasa Jawa, Panjebar Semangat, terus bertahan sejak 1933. Dengan semangat tim percetakannya, majalah ini tetap menyebar inspirasi ke seluruh Nusantara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6735beffcddbb.webp" length="31594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 17:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Panjebar Semangat, Dr. Soetomo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Udara sekitar Bubutan, Kota Surabaya membawa nuansa sejarah yang kental. Di sebelah Makam Pahlawan Dr. Soetomo, berdiri bangunan bersejarah yang menyimpan kisah panjang majalah mingguan 'Panjebar Semangat', majalah berbahasa Jawa yang telah mengiringi perjalanan bangsa sejak diterbitkan pertama kali pada 2 September 1933.</p>
<p>Berlokasi di area SMK Bubutan Surabaya, terdapat ruang percetakan yang penuh dengan suara mesin berderak, aroma kertas, dan bau tinta khas majalah cetak. Di tengah-tengah kesibukan, Simon, seorang operator mesin cetak berusia 71 tahun, menyambut tim suarajatimpost.com dengan senyum hangat. </p>
<p>Pria asli Malang yang telah merantau di Surabaya sejak 50 tahun yang lalu ini, dengan bangga menceritakan kisah perjalanan majalah 'Panjebar Semangat', atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah 'Penyebar Semangat', yang kini telah mencapai usia 91 tahun di tahun 2024.</p>
<p>“Majalah penyebar semangat ini didirikan oleh Dr. Soetomo. Ini merupakan media massa tertua kedua di Indonesia setelah Suara Muhammadiyah yang masih eksis hingga kini," ucap Simon, Kamis (14/11/2024).</p>
<p>"Kami masih bertahan, masih setia membawa semangat bagi para pembacanya di seluruh Nusantara,” imbuhnya sembari melirik mesin cetak web yang tengah bekerja keras di hadapannya.</p>
<p>Simon kemudian menjabarkan mesin cetak tua buatan Amerika bermerek Goss Community itu. Mesin cetak web tersebut terlihat gagah dan besar dengan gulungan kertas yang terus berputar, menyajikan lembar demi lembar majalah yang akan didistribusikan setiap pekannya.</p>
<p>“Ini mesin cetak web, artinya mesin ini menggunakan kertas gulungan, bukan lembar per lembar atau sheet. Kecepatan produksinya bisa mencapai 14.000 lembar per jam,” jelas Simon, antusias.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x_6735beeb665a8.webp" alt=""></p>
<p>Di ruangan lain, terdapat mesin cetak lembaran atau sheet, bermerek KOMORI dari Jepang yang tidak hanya digunakan untuk mencetak cover majalah Panjebar Semangat. Simon menjelaskan bahwa mesin ini juga digunakan untuk produksi tambahan lain seperti kalender dan brosur.</p>
<p>“Untuk majalah sendiri, kami setiap minggu bisa cetak hingga 7 ribu eksemplar," ungkapnya.</p>
<p>Setelah melalui proses pencetakan, majalah kemudian masuk ke tahap akhir, yakni pemotongan dan penjilidan. Di bagian belakang percetakan, sekelompok ibu-ibu bekerja telaten menyusun dan mempersiapkan majalah untuk dikirim ke agen-agen serta pelanggan setia.</p>
<p>“Di sini, kami bekerja sebagai satu tim. Ada sekitar 25 orang yang mengelola dari mulai menulis, editing, hingga percetakan dan proses finishing. Jadi, ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami semua yang masih berusaha menjaga Panjebar Semangat tetap hidup,” kata Simon.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x_6735bf1690953.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya juga menekankan bahwa pelanggan setia majalah Panjebar Semangat tidak hanya datang dari kalangan biasa dan kuno, melainkan banhak orang-orang intelektual yang cinta akan bahasa Jawa yang masih setia membaca majalah tersebut.</p>
<p>"Jadi mereka yang setia dengan majalah ini adalah mereka yang cinta dengan bahasa Jawa, banyak tokoh intelektual yang menjadi pelanggan setia, adapun Bapak Bupati Magetan, dia juga penulis dan menjadi salah satu pelanggan," tutur Simon sembari menekankan bagaimana majalah ini tetap menjadi bacaan favorit di kalangan pembaca setia yang terbilang eksklusif.</p>
<p>Saat ini, Majalah Panjebar Semangat telah didistribusikan ke berbagai pelosok Nusantara, tidak hanya di lingkup pulau Jawa, namun juga menggapai pembaca di Lampung, Bali, bahkan hingga Negara Suriname yang dikenal memiliki banyak penduduk keturunan Jawa.</p>
<p>Setiap Kamis, majalah ini mulai dicetak dan didistribusikan pada sore hari atau keesokan harinya untuk sampai ditangan para pembaca pada hari Sabtu. Harganya terbilang cukup terjangkau, yaitu Rp 18.000 untuk wilayah Pulau Jawa dan Rp 19.000 untuk luar Jawa. </p>
<p>Majalah Panjebar Semangat bukan sekadar bacaan, melainkan sebuah warisan budaya yang menandai keteguhan sebuah bangsa mempertahankan identitasnya. Dari tangan-tangan para pekerja setia seperti Simon, Panjebar Semangat terus beredar, menyebarkan inspirasi dan semangat pada setiap halaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Net TV Berganti Nama Jadi MDTV, Halim Lie Jadi Direktur Utama dalam Transformasi Strategis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/net-tv-berganti-nama-jadi-mdtv-halim-lie-jadi-direktur-utama-dalam-transformasi-strategis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/net-tv-berganti-nama-jadi-mdtv-halim-lie-jadi-direktur-utama-dalam-transformasi-strategis</guid>
<description><![CDATA[ PT Net Visi Media Tbk (NETV), emiten yang dikenal dengan merek Net TV, resmi berganti nama menjadi PT MCTV Media Technologies Tbk (MDTV). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673465bac6257.webp" length="5204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 23:05:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>NET TV, MDTV, Stasiun TV, Perusahaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>PT Net Visi Media Tbk (NETV), emiten yang dikenal dengan merek Net TV, resmi berganti nama menjadi PT MCTV Media Technologies Tbk (MDTV).</p>
<p>Perubahan ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 November 2024. Langkah ini merupakan bagian dari strategi PT MD Pictures Tbk (FILM), yang telah mengakuisisi 85,05% saham NETV senilai sekitar Rp 1,65 triliun.</p>
<p>Selain perubahan nama, RUPSLB juga menyetujui perombakan jajaran komisaris dan direksi. Halim Lie diangkat sebagai Direktur Utama MDTV, menggantikan Manoj Dhamoo Punjabi yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama MDTV. </p>
<p>Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/11/24), Manoj Dhamoo Punjabi menjelaskan, "Halim Lie bukan merupakan figur baru dalam ekosistem industri penyiaran, dia memiliki pengalaman mengembangkan lembaga penyiaran besar, seperti SCTV, Indosiar, dan RCTI, di tier 1 industri.”</p>
<p>Lebih lanjut, Manoj menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di industri penyiaran dan media kreatif.</p>
<p>Sementara itu, Halim Lie selaku Direktur Utama MDTV menambahkan bahwa sinergi ini akan membuka peluang besar bagi perusahaan untuk menciptakan konten inovatif.</p>
<p>Dengan perubahan nama, kepemimpinan baru, dan dukungan finansial, MDTV berkomitmen untuk mengembangkan industri penyiaran di Indonesia dan menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih berkualitas.</p>
<p>"Kami berkomitmen untuk mengembangkan kualitas siaran dan mempersembahkan konten yang relevan serta menghibur bagi pemirsa kami," ujar Halim. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>YKAI Hadirkan Kesejahteraan Anak di Pasar Seni Lukis Indonesia 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ykai-hadirkan-kesejahteraan-anak-di-pasar-seni-lukis-indonesia-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ykai-hadirkan-kesejahteraan-anak-di-pasar-seni-lukis-indonesia-2024</guid>
<description><![CDATA[ YKAI Jawa Timur menghadirkan stan bertema kesejahteraan anak di Pasar Seni Lukis Indonesia 2024, memamerkan karya lukis anak-anak dan menggelar lomba untuk mengembangkan kreativitas mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673356d019a72.webp" length="41386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 21:46:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Seni Lukis Indonesia, PSLI 2024, YKAI, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kesejahteraan anak bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal hati, kesehatan, dan kebahagiaan mereka. Inilah konsep yang dihadirkan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur dalam stan mereka di Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2024.</p>
<p>Gelaran tersebut berlangsung dari 8 hingga 17 November 2024 di Jatim Expo Surabaya. Lewat pajangan hasil karya lukis anak-anak, YKAI berusaha menciptakan ruang yang penuh warna dan makna untuk anak-anak Indonesia.</p>
<p>Salah satu penjaga Stan YKAI, Didi Dyan, menjelaskan bahwa stan ini dibuat khusus untuk menyoroti kesejahteraan anak. </p>
<p>"Konsep yang kita hadirkan berfokus pada seluruh aspek perkembangan anak, baik pendidikan, kesehatan, maupun emosinya," ujar Dyan, Selasa (12/11/2024).</p>
<p>Stan YKAI didesain ceria dengan aksesoris khas anak-anak, lengkap dengan tulisan dan gambar bergaya kartun, serta pojok lirik lagu anak-anak untuk menghidupkan kembali budaya lagu anak di Indonesia. </p>
<p>"Ini salah satu cara kita untuk terus menjaga kelestarian lagu anak-anak," tambah perempuan yang juga mantan guru TK itu.</p>
<p>Dengan 15 karya lukis dari anak-anak kelas 1 sampai kelas 5 SD, stan YKAI menawarkan pemandangan unik yang mencerminkan ekspresi dan kreativitas anak-anak. </p>
<p>"Kami bangga bisa turut serta menampilkan karya anak-anak, baik dari anak-anak reguler maupun berkebutuhan khusus. Setiap karya mereka adalah bentuk cinta yang mewakili perasaan mereka," kata Dyan.</p>
<p>Selain menampilkan karya lukis, YKAI juga menggelar lomba melukis untuk anak-anak pada Sabtu, (9/11/2024) kemarin, yang melibatkan hingga 50 anak-anak sebagai peserta. </p>
<p>"Kami berharap melalui kegiatan ini, kreativitas anak bisa terus berkembang, membantu pertumbuhan otak kanan dan kiri mereka," tutup Dyan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membanggakan, Karya Anak Bangsa Siswa LAC Tampil di Museum Polandia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-seni-lukis-dan-dunia-imajinasi-yang-tak-terbatas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-seni-lukis-dan-dunia-imajinasi-yang-tak-terbatas</guid>
<description><![CDATA[ Dua siswa Lotus Art Courses, Richmond J. Samuelson dan Anggita Rastriary DN, lolos pameran seni internasional di Polandia, membawa kebanggaan bagi Indonesia di kancah global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673356aa6dbc2.webp" length="17188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 21:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Polandia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Anak-anak dan seni lukis memiliki ikatan yang begitu erat, lebih dari sekadar aktivitas menggambar atau mewarnai. Bagi banyak anak, seni bukan hanya ekspresi visual, melainkan juga ruang bagi imajinasi tanpa batas, tempat mereka bebas mencurahkan mimpi, ide, dan ketertarikan yang tak selalu mereka temui dalam keseharian. </p>
<p>Seni lukis memberi anak kesempatan memahami dan menafsirkan dunia di sekitar mereka, termasuk hal-hal yang mungkin belum mereka alami secara langsung. Seperti kehidupan di museum atau benda-benda sejarah. Pengalaman ini menjadi lebih mendalam ketika karya-karya mereka diapresiasi di panggung internasional, memberi mereka kepercayaan diri sekaligus membawa nama bangsa.</p>
<p>Di Surabaya, dua siswa Lotus Art Courses (LAC) berhasil membanggakan Indonesia dengan lolos sebagai peserta pameran dalam ajang bergengsi internasional, 45th International Fine Arts Competition for Children and Youth "My Adventure in the Museum" di Polandia. </p>
<p>Ajang ini telah menampilkan karya-karya terbaik dari seluruh dunia dalam pameran yang berlangsung di Muzeum Okręgowe w Toruniu. Dari 229 karya terpilih, dua siswa Indonesia, Richmond J. Samuelson dan Anggita Rastriary DN, mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi.</p>
<p>Dalam wawancara pada Selasa (12/11/2024) di Lotus Art Space, Surabaya, I Putu Mahendra, pendiri sekaligus pengajar di LAC, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian ini. </p>
<p>“Memang untuk juara belum ada siswa kita yang berhasil, tapi lolosnya dua siswa sebagai peserta pameran sudah menjadi pencapaian luar biasa. Mereka berhasil membawa karya yang diapresiasi di tingkat dunia, sesuatu yang tentu membanggakan bagi kami di Lotus Art Courses,” tutur Putu.</p>
<p>Putu juga menyoroti betapa pengalaman ini mengajarkan anak-anak untuk melihat seni sebagai ruang eksplorasi dan apresiasi budaya. </p>
<p>“Tema museum memberi anak kesempatan memahami sejarah dan memperluas pandangan mereka, tentang bagaimana seni bisa menjadi jendela ke masa lalu, sambil tetap menginspirasi masa depan mereka,” tambahnya.</p>
<p>Putu menambahkan bahwa dukungan orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan minat anak. </p>
<p>“Melalui dukungan ini, anak-anak bukan hanya belajar menggambar, tetapi juga belajar menekuni passion mereka. Seni melatih mereka untuk berfokus dan kreatif dalam mengekspresikan diri,” ungkapnya.</p>
<p>Anggita Rastriary, salah seorang siswa yang lolos ke pameran, membagi kisah di balik karyanya yang mengangkat suasana di museum dinosaurus. Menurut Anggita, </p>
<p>“Tema tentang museum menarik karena sekarang orang jarang melihat langsung dinosaurus. Saya menggambar orang dari berbagai usia yang menikmati fosil dinosaurus,” ujarnya sambil bercerita tentang ketertarikannya pada binatang prasejarah. </p>
<p>Bagi Anggita, pilihan ini unik dan menyenangkan karena ia dapat menciptakan dunia imajiner yang penuh antusiasme. Namun, perjalanan menuju prestasi ini bukan tanpa tantangan. </p>
<p>“Kendalanya ada di waktu,” jelas Anggita.</p>
<p>Bertepatan dengan jadwal Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di sekolah, Anggita harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan proses kreatifnya. </p>
<p>"Ini lomba internasional yang saingannya juga banyak. Saya berharap karya-karya ini bisa menjadi bekal buat masa depan saya," tambahnya, dengan harapan agar prestasi ini bisa menunjang rencana melanjutkan pendidikan di tingkat SMA.</p>
<p>Di sisi lain, Richmond J. Samuelson menampilkan karya bertema museum mobil klasik. Dengan antusias, ia menggambarkan kendaraan seperti mobil kuno, pesawat, dan tank dalam karyanya.</p>
<p>Bagi Richmond, museum bukan sekadar tempat benda mati, tapi ruang untuk menghidupkan kecintaannya pada mobil. </p>
<p>“Saya suka mobil-mobilan, ini inspirasi dari hobi saya, waktu besar mau jadi pembalap,” ucap Richmond dengan lugu.</p>
<p>Capaian Richmond dan Anggita bukan hanya bukti dari ketekunan dan dukungan orang tua, tetapi juga bentuk kepercayaan diri yang terus tumbuh. Mereka membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi di kancah internasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sanggar Lidi Persembahkan &amp;quot;Grafito&amp;quot;: Drama Klasik yang Hidupkan Cinta di Tengah Perbedaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sanggar-lidi-persembahkan-grafito-drama-klasik-yang-hidupkan-cinta-di-tengah-perbedaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sanggar-lidi-persembahkan-grafito-drama-klasik-yang-hidupkan-cinta-di-tengah-perbedaan</guid>
<description><![CDATA[ Sanggar Lidi Surabaya mempersembahkan Grafito, karya klasik Akhudiat, dalam Dharma Seni untuk Negeri VI, sebuah pementasan tentang cinta dan konflik lintas agama yang penuh makna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6731a7b9c2880.webp" length="60082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 13:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Grafito, Sanggar Lidi Surabaya, Akhudiat, Teater, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Teater adalah panggung kehidupan yang tak pernah usang. Meski arus digital mengalir deras, teater tetap menawarkan pesona unik. Sebuah ruang di mana manusia, emosi, dan realita bertemu dalam gerakan, suara, dan tatapan yang tak terhalang layar. </p>
<p>Kini, panggung teater Surabaya akan kembali berdenyut. Tepatnya di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (12/11/2024) dengan pementasan Grafito. Sebuah karya monumental dari Maestro Teater Surabaya, Akhudiat oleh Sanggar Lidi Surabaya, dalam acara Dharma Seni untuk Negeri VI.</p>
<p>Melalui naskah yang ditulis pada tahun 1972 itu, Sanggar Lidi menghadirkan refleksi yang tetap relevan hingga kini. Memotret kisah cinta yang terhalang perbedaan agama dan budaya. Tidak hanya tentang cinta, namun juga menunjukkan tentang perbedaan dan pencarian makna di tengah kompleksitas realita sosial Indonesia.</p>
<p>Totenk MT Rusmawan, sang sutradara sekaligus adaptator pementasan menjelaskan, Grafito dihadirkan dengan penyesuaian-penyesuaian yang meleburkan karakter Sanggar Lidi dengan pesan asli yang terkandung dalam naskah besar pertama Akhudiat itu.<br> <br>“Walaupun karya tahun 1972, karya Akhudiat tetap relevan memotret realitas sosial Indonesia. Dari konflik antar agama, sampai konflik yang menyertainya. Khususnya dalam menyikapi hubungan privat terkait perkawinan yang melibatkan dua insan berbeda agama,” tutur Totenk, Senin (11/11/2024).</p>
<p>Dia menambahkan, Sanggar Lidi melakukan pengayaan dalam bentuk pementasan dengan gaya surealis. Kesempatan itu memberikan ruang bagi penonton untuk menginterpretasi makna tersirat yang disampaikan.</p>
<p>Grafito menceritakan, romansa dua insan yang berbeda keyakinan. Limbo, seorang pemuda Katolik, dan Ayesha, seorang gadis muslim. Meski cinta mereka tulus, perbedaan keyakinan menjadi tembok yang sulit diterobos.</p>
<p>Dalam naskah yang ditulis dalam satu babak dengan dua puluh adegan itu, Akhudiat dengan indah menggambarkan cinta yang penuh rintangan, tanpa menghilangkan unsur keindahan dan kejujuran cinta itu sendiri. </p>
<p>"Akhudiat telah memberi ruang yang luas, agar dalam pengalihan ke panggung, banyak misteri bisa disuguhkan melalui pengadegan-pengadegan surealis. Sehingga penonton diajak terlibat dalam interpretasi,” jelas Totenk lebih lanjut.</p>
<p>Pementasan itu juga melibatkan karakter-karakter simbolis yang mencerminkan budaya dan religi Jawa. Seperti kiai, pastor, Dewi Ratih, kamajaya, dan pawang. Mereka hadir sebagai representasi kekuatan cinta dan harmoni, serta sebagai penjaga nilai-nilai kebijaksanaan di tengah perbedaan. </p>
<p>Dengan menghadirkan simbolisme budaya, Totenk berharap pesan tentang keharmonisan antaragama bisa tersampaikan. Sekaligus memberi penghormatan kepada kekayaan tradisi Jawa yang kerap muncul dalam karya-karya Akhudiat.</p>
<p>Sanggar Lidi melibatkan 29 aktor dalam pementasan itu. Termasuk aktor teater, mahasiswa, guru, bahkan anak-anak taman kanak-kanak (TK). Kehadiran para debutan dari berbagai latar belakang itu diharapkan mampu menambahkan energi dan perspektif baru pada naskah klasik itu. </p>
<p>“Kami akan mengemas Grafito dengan dialog yang kritis dan reflektif untuk menggambarkan misteri kehidupan dan bagaimana manusia serta masyarakat memaknai cinta,” tegas Alumni Bengkel Teater Rendra itu.</p>
<p>Musik juga menjadi elemen penting dalam pementasan Grafito. Dengan Ndimas Narko dan Bupala sebagai penata musik yang berkolaborasi menciptakan suasana emosional yang mendalam. Musik dalam teater itu tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga medium lain yang memperkuat pesan-pesan dalam setiap adegan.</p>
<p>Acara Dharma Seni untuk Negeri VI bersama Sanggar Lidi Surabaya itu juga menjadi penghormatan terhadap sosok Akhudiat yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 75 tahun dalam dunia teater dan sastra. </p>
<p>Akhudiat yang wafat pada 7 Agustus 2021, meninggalkan warisan besar dalam seni teater Indonesia. Lewat pementasan Grafito, karya dan dedikasinya dihidupkan kembali di tengah generasi baru.</p>
<p>Pentas Teater Grafito itu akan diselenggarakan pada Selasa 12 November 2024. Tepatnya dimulai pukul 19.00 WIB di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Sedangkan untuk pembelian tiket bisa dibeli langsung di lokasi, maupun dipesan melalui situs resmi cakrawalakata.com. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Pahlawan, Hotel Grand Mercure Malang Kunjungi Museum Brawijaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pahlawan-hotel-grand-mercure-malang-kunjungi-museum-brawijaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pahlawan-hotel-grand-mercure-malang-kunjungi-museum-brawijaya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67316b7f15273.webp" length="40106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 09:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP - </strong>Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama Hotel mengunjungi Museum Brawijaya. Kegiatan itu dalam rangka mengenang peristiwa pertempuran Surabaya 10 November 1945. </p>
<p>Museum itu menampilkan koleksi benda-benda bersejarah. Mulai dari senjata peninggalan, dokumen bersejarah, hingga alat militer lainnya. Tempat itu menjadi sarana pendidikan, rekreasi, dan penelitian ilmiah yang ada di Kota Malang. </p>
<p>General Manager Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi menuturkan, kegiatan itu pertama kalinya pihak hotel memperingati Hari Pahlawan dengan mengunjungi museum. Selain mengenang perjuangan para pahlawan, kegiatan itu juga untuk memotivasi generasi muda agar tidak lupa sejarah. </p>
<p>"Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kunjungan ke museum ini sangat penting karena bisa belajar dari sejarah,” ujar Sugito Adhi, Ahad (10/11/2024).</p>
<p>Sugito menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya mengapresiasi para pahlawan terdahulu yang telah mengorbankan nyawanya demi suatu kemerdekaan dan keberlangsungan hidup generasi selanjutnya. Karena itu, pihaknya tidak ingin melupakan sejarah itu.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rombongan Grand Mercure Malang Mirama Hotel dipandu oleh Hasan Bukhori, seorang pemandu Museum Brawijaya. Dia mengantarkan rombongan mengelilingi museum sembari menjelaskan satu-persatu sejarah dari benda-benda yang terpajang di dalam museum.</p>
<p>Rombongan diajak mengelilingi museum, mulai dari halaman depan, lobi, koridor, hingga ke setiap ruangan yang berisi koleksi benda-benda bersejarah. Dijelaskan juga tentang sejarah Museum Brawijaya, mulali dari awal berdiri, hingga memiliki beragam koleksi dari berbagai peristiwa sejarah. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selebritas Indonesia yang Menyimpan Darah Pahlawan di Hari Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selebritas-indonesia-yang-menyimpan-darah-pahlawan-di-hari-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selebritas-indonesia-yang-menyimpan-darah-pahlawan-di-hari-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Ternyata, tak hanya para pahlawan yang dikenang, beberapa selebritas wanita Indonesia juga memiliki garis keturunan dari tokoh-tokoh besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67306df53ad87.webp" length="29822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 23:04:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pahlawan, 10 November, Peringatan, Selebritas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Setiap 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebuah momen untuk mengenang perjuangan dan jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan negara.</p>
<p>Ternyata, tak hanya para pahlawan yang dikenang, beberapa selebritas wanita Indonesia juga memiliki garis keturunan dari tokoh-tokoh besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.</p>
<p>Ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan mereka tetap hidup, bahkan diteruskan oleh generasi penerus yang kini bersinar di dunia hiburan.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa selebritas wanita Indonesia yang ternyata merupakan keturunan pahlawan nasional:</p>
<ol>
<li><strong>Dian Sastrowardoyo</strong><br>Aktris terkenal Dian Sastrowardoyo, yang dikenal lewat peran-perannya dalam film <em>Ada Apa dengan Cinta?</em> dan <em>Kartini,</em> ternyata memiliki darah pahlawan. Ia adalah cucu dari Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo, seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang terlibat dalam Manifesto 1925 dan Kongres Pemuda II. Kedua peristiwa tersebut sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</li>
<li><strong>Ashanty</strong><br>Ashanty, istri musisi Anang Hermansyah, juga berasal dari keturunan pahlawan. Kakeknya, Prof. Dr. KH Abdullah Siddik SH, adalah pahlawan nasional yang dihormati di Bengkulu Utara. Abdullah Siddik dikenal sebagai rekan Agus Salim dalam organisasi Jong Islamieten Bond yang berperan besar dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.</li>
<li><strong>Dewi Yull</strong><br>Artis senior Dewi Yull adalah cicit dari RM Tirto Adhi Soerjo, tokoh yang sangat berpengaruh dalam kebangkitan nasional. Tirto Adhi Soerjo adalah pendiri surat kabar pertama di Indonesia, <em>Media Prijaji</em>, dan dikenal sebagai Bapak Pers Nasional. Ia juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2006.</li>
<li><strong>Karina Salim</strong><br>Karina Salim, aktris muda Indonesia, adalah cicit dari H. Agus Salim, salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan yang juga anggota Panitia Sembilan. H. Agus Salim diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 1961 karena kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</li>
<li><strong>Nia Dinata</strong><br>Sutradara kondang Nia Dinata, yang dikenal lewat karya-karyanya seperti <em>Arisan!</em> dan <em>Berbagi Suami</em>, ternyata merupakan cucu dari Otto Iskandardinata, atau yang dikenal sebagai Si Jalak Harupat. Kakek Nia Dinata ini merupakan tokoh penting dalam organisasi pergerakan, termasuk Budi Utomo dan Dewan Rakyat. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 1973.</li>
<li><strong>Asri Welas</strong><br>Artis multitalenta Asri Welas diketahui merupakan keturunan ketujuh dari Pangeran Diponegoro, pahlawan besar dari Yogyakarta yang memimpin Perang Jawa (1825-1830) melawan Belanda. Simbol keturunan Pangeran Diponegoro bahkan masih terlihat melalui pohon jalar di rumah nenek Asri.</li>
<li><strong>Celine Evangelista</strong><br>Celine Evangelista, yang kini lebih dikenal lewat dunia akting dan kehidupan pribadinya, adalah cicit dari Haji Fadeli Luran, seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam menyatukan umat Islam di Sulawesi Selatan. Meskipun Celine kini memeluk agama yang berbeda dengan kakek buyutnya, semangat perjuangan tetap mengalir dalam darahnya.</li>
<li><strong>Maia Estianty</strong><br>Musisi dan penyanyi Maia Estianty, yang dikenal lewat grup musiknya <em>Ratu</em>, ternyata memiliki darah pahlawan dari kakek buyutnya, Raden Hadjie Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Cokroaminoto). HOS Cokroaminoto adalah salah satu tokoh besar dalam pergerakan kemerdekaan dan dikenal sebagai pemimpin yang berpengaruh pada masa penjajahan.</li>
</ol>
<p>Hari Pahlawan bukan hanya momen untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk menghargai generasi penerus yang melanjutkan semangat juang para pahlawan.</p>
<p>Selebritas-selebritas ini adalah contoh nyata bagaimana perjuangan dan semangat para pahlawan hidup dalam darah generasi penerus, yang kini memberi inspirasi melalui karya dan prestasi mereka. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Wakil Konjen Australia di PSLI 2024, Perkuat Hubungan Sister&amp;State</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wakil-konjen-australia-di-psli-2024-perkuat-hubungan-sister-state</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wakil-konjen-australia-di-psli-2024-perkuat-hubungan-sister-state</guid>
<description><![CDATA[ PSLI 2024 di Surabaya tak hanya memamerkan karya seni lokal, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya melalui kunjungan Wakil Konjen Australia, Anthony Clark ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6730a53dab54a.webp" length="44784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 20:30:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Seni Lukis Indonesia, PSLI, Konjen Australia, Australia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pagelaran Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2024 bukan hanya menjadi ajang para seniman lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka, acara ini turut mendapatkan perhatian dari perwakilan internasional. PSLI 2024 bertempat di Jatim Expo, Surabaya, sejak 8 hingga 17 November 2024.</p>
<p>Di balik kemeriahan tema “Bagimu Negeri” yang menyelimuti gelaran tersebut, Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Mr. Anthony Clark, turut berkunjung ke gelaran tersebut sebagai wujud dukungan terhadap upaya Jawa Timur dalam mendorong ekonomi kreatif melalui seni.</p>
<p>Clark menyoroti hubungan antara Australia Barat dan Provinsi Jawa Timur melalui perjanjian Sister-State yang sudah dicanangkan sejak 1990. Bahkan saat ini Kota Surabaya juga tengah menjajaki kerja sama sister city dengan sejumlah kota di Negara Kangguru itu.</p>
<p>“Melalui hubungan ini, kami mencoba bekerja sama dalam berbagai hal yang memungkinkan. Kita sudah pernah bekerja sama di masa lalu, terutama dalam bidang film dan musik, jadi saya sangat mendukung gelaran ini dan berharap bagaimana kerja sama itu dikembangkan,” ujar Clark, Minggu (10/11/2024).</p>
<p>Sebagai konsep, sister city maupun sister state adalah hubungan yang dirancang untuk memperkuat kerja sama sosial dan budaya antara dua daerah yang berbeda secara geografis maupun administratif. </p>
<p>Melalui PSLI 2024, seni dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama sebagai medium yang dapat mempererat hubungan kedua negara tersebut, di mana seniman lokal memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada para perwakilan dari berbagai negara, termasuk Australia. </p>
<p>Dalam kesempatan itu pula, Clark menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah Jawa Timur dalam mendukung seniman dan sektor kreatif. Ia menilai dukungan terhadap ekonomi kreatif secara tidak langsung dapat memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Australia.</p>
<p>"Dari cara Surabaya dan Jawa Timur memperlakukan para senimannya, saya sangat senang melihat bagaimana mereka mendukung ekonomi kreatif sebagaimana yang sedang berlangsung di sini," ungkapnya penuh apresiasi.</p>
<p>Clark menuturkan bahwa kekayaan seni Jawa Timur berpeluang besar untuk semakin dikenal di Australia maupun negara lain, terutama dengan adanya hubungan sister city yang dapat menjadi wadah kolaborasi baru dalam berbagai proyek seni. </p>
<p>Lebih jauh, PSLI 2024 ini membuka jalan bagi para seniman lokal untuk berpartisipasi dalam diplomasi kultural antarnegara, di mana karya seni mereka tidak hanya mencerminkan nilai-nilai lokal tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. </p>
<p>Di akhir wawancara, Clark menyampaikan bahwa usai melihat-lihat berbagai lukisan dari seniman lokal di PSLI 2024, dirinya mempertimbangkan untuk membawa salah satu lukisan dari acara ini ke rumahnya. </p>
<p>“Saya juga sedang mengingat ruang di dinding rumah saya untuk melihat lukisan mana yang cocok dan bisa saya bawa pulang,” tukasnya dengn senyum, sebelum kembali berkeliling melihat ratusan karya yang ada di PSLI 2024.</p>
<p>Kehadiran tokoh-tokoh internasional seperti Clark di PSLI 2024 semakin menegaskan bahwa seni dan budaya tak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga sarana yang efektif untuk menyatukan dua bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen Hari Pahlawan di Surabaya diwarnai Karya Seniman Nusantara lewat PSLI ke&amp;14</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hari-pahlawan-di-surabaya-diwarnai-karya-seniman-nusantara-lewat-psli-ke-14</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hari-pahlawan-di-surabaya-diwarnai-karya-seniman-nusantara-lewat-psli-ke-14</guid>
<description><![CDATA[ PSLI ke-14 di Surabaya hadir di Hari Pahlawan, merayakan semangat nasionalisme lewat karya seni, dengan 130 seniman menampilkan ribuan lukisan bernilai tinggi dari seluruh Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_673069c974de1.webp" length="53330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 16:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Seni Lukis Indonesia, PSLI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Disbudpar Jatim, Hari Pahlawan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah semangat Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, gelaran Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) juga kembali hadir untuk memberi warna baru dalam perayaan Hari Pahlawan 2024, membawa kisah kepahlawanan dalam bentuk seni yang penuh makna. </p>
<p>PSLI 2024 yang merupakan gelaran ke-14 mengangkat tema "Bagimu Negeri". Seperti para pahlawan yang berjuang melalui tindakan nyata untuk melawan para penjajah, para seniman lokal di Indonesia juga berjuang lewat sapuan kuas untuk membangkitkan inspirasi masyarakat melalui karya mereka.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa pemerintah secara penuh mendukung kegiatan kesenian tahunan yang kali ini digelar di Jatim Expo Surabaya, sejak 8 hingga 17 November 2024.</p>
<p>"PSLI memberikan ruang bagi seniman kita untuk memamerkan karya sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM dan citra dari sektor seni rupa baik di Jawa Timur maupun nasional," ujar Evy, Minggu (10/11/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x_673069e16023e.webp" alt=""></p>
<p>"Kehadiran acara ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap karya seni yang berasal dari berbagai daerah," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Evy berharap PSLI dapat dijadikan agenda tetap yang terus digelar di Surabaya. Dirinya juga menegaskan bahwa pihak pemerintah siap memperkuat publikasi agar PSLI bisa terus menarik pengunjung dari dalam dan luar kota.</p>
<p>"Ini akan menjadi ikon tahunan yang mengingatkan bahwa di bulan November yang kebetulan juga jadi momen Hari Pahlawan, ini juga sebagai wujud penghargaan kontribusi seniman-seniman kita," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Sanggar Merah Putih sekaligus Ketua Penyelenggara PSLI, M. Anis, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada 130 seniman yang berpartisipasi dalam pameran kali ini. Para seniman, yang hadir dari berbagai daerah, datang dengan semangat untuk berbagi karya dan mempersembahkan kontribusi mereka bagi negeri. </p>
<p>"Saya sangat bersyukur atas kehadiran para seniman yang memenuhi stan di PSLI ke-14. Ini bukan hanya sekadar pameran, tapi juga bentuk apresiasi kita terhadap negara," papar Anis.</p>
<p>Anis juga menjelaskan bahwa tema 'Bagimu Negeri' dipilih untuk menghormati Hari Pahlawan dan menjadi simbol bahwa seni juga dapat menyuarakan nasionalisme. </p>
<p>"Sebagai seniman, kita tetap peduli terhadap negara. Lewat karya ini, kita menyuarakan cinta tanah air dan merayakan semangat kepahlawanan dengan cara kita sendiri," ungkapnya kepada media.</p>
<p>PSLI ke-14 ini melibatkan 130 seniman dari seluruh Indonesia dan menampilkan ribuan karya seni yang unik dan bernilai tinggi. Perwakilan dari Konsulat Jenderal Australia dan Taiwan turut hadir, menambah semarak dan memberikan apresiasi terhadap karya-karya seniman Indonesia.</p>
<p>Dengan PSLI, Hari Pahlawan tidak hanya dirayakan melalui memori perjuangan, tapi juga melalui karya seni yang menghadirkan warna baru bagi peringatan bersejarah ini. Inilah bukti bahwa setiap lukisan adalah cerminan semangat para pahlawan, yang terus hidup dan menginspirasi di tiap goresannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Legenda Calon Arang, Kisah Penyihir Jahat dan Perjuangan Mengalahkan Kutukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/legenda-calon-arang-kisah-penyihir-jahat-dan-perjuangan-mengalahkan-kutukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/legenda-calon-arang-kisah-penyihir-jahat-dan-perjuangan-mengalahkan-kutukan</guid>
<description><![CDATA[ Legenda Calon Arang adalah salah satu cerita rakyat dari Jawa Timur yang mengisahkan tentang seorang penyihir jahat yang menebar teror dengan menyebarkan wabah penyakit ke masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_672f0f9c66908.webp" length="30980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 22:01:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Legenda, Calon Arang, Jawa Timur, Cerita Rakyat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA TIMUR, SJP - </strong>Legenda Calon Arang adalah salah satu cerita rakyat dari Jawa Timur yang mengisahkan tentang seorang penyihir jahat yang menebar teror dengan menyebarkan wabah penyakit ke masyarakat. Kisah ini berlatarkan Kerajaan Kahuripan dan menjadi salah satu cerita yang kaya akan nilai sejarah dan mitos.</p>
<p>Cerita dimulai dengan tokoh utama, seorang penyihir bernama Serat Asih, yang lebih dikenal dengan sebutan Calon Arang. Ia tinggal bersama putrinya, Ratna Manggali, di Desa Girah. Dengan kekuatan sihirnya yang besar, Calon Arang secara rutin mengirimkan penyakit mematikan kepada penduduk di Kerajaan Kahuripan. Tindakan kejam ini membuat Raja Airlangga geram dan memerintahkan Patih Narottama untuk menangkapnya.</p>
<p>Namun, meskipun Patih Narottama membawa pasukan yang cukup besar, mereka tidak mampu mengalahkan kekuatan Calon Arang. Penyihir itu dengan mudah menundukkan mereka dengan sihirnya yang sangat kuat. Kabar kekalahan pasukan kerajaan sampai ke telinga Raja Airlangga, yang merasa sangat kecewa, namun ia tidak menyerah.</p>
<p>Raja Airlangga akhirnya memanggil Empu Bharada, seorang ahli sihir dan juga sepupu Calon Arang, untuk mencari cara mengalahkan penyihir tersebut. Empu Bharada mengungkapkan bahwa kekuatan Calon Arang terletak pada sebuah kitab pusaka yang ia simpan di rumahnya. Dengan informasi ini, Empu Bharada merancang strategi dan mengutus muridnya, Bahula, untuk menikahi putri Calon Arang sebagai bagian dari rencananya.</p>
<p>Bahula pun menjalankan tugasnya dan melamar Ratna Manggali. Tanpa rasa curiga, Calon Arang menerima lamaran tersebut dan menikahkan putrinya dengan Bahula. Setelah menikah, Bahula mulai menjalankan peranannya untuk mencari kitab pusaka yang menjadi sumber kekuatan ibunya.</p>
<p>Setelah berhasil menemukan kitab tersebut, Bahula membawanya kembali kepada Empu Bharada. Di dalam kitab itu, terdapat petunjuk bahwa untuk mengalahkan Calon Arang, mereka memerlukan Keris Weling Sakti. Dengan petunjuk ini, Empu Bharada dan Bahula segera bergegas mencari keris sakti tersebut.</p>
<p>Setelah keris sakti ditemukan, mereka kembali menuju Desa Girah, tempat tinggal Calon Arang. Setibanya di sana, Calon Arang sudah menunggu mereka dengan penuh kemarahan. Ia merasa dikhianati oleh Bahula yang menikahi putrinya dan mencuri kitab pusakanya. Calon Arang pun mengamuk, menggunakan sihirnya untuk menyerang Bahula dan Empu Bharada.</p>
<p>Namun, dengan bantuan Keris Weling Sakti, Empu Bharada mampu menangkis setiap serangan sihir dan akhirnya berhasil menusuk Calon Arang. Dalam pertempuran itu, Calon Arang akhirnya tewas dan masyarakat Kerajaan Kahuripan pun terbebas dari wabah penyakit yang telah lama meresahkan mereka.</p>
<p>Dengan berakhirnya teror Calon Arang, kedamaian kembali tercipta di Kerajaan Kahuripan. Kisah ini menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan untuk kebaikan masyarakat, serta mengingatkan kita akan pentingnya melawan kejahatan demi mencapai kedamaian. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: GNFI</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warner Bros. Tunda Rilis Film &amp;quot;Mickey 17&amp;quot; ke April 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warner-bros-tunda-rilis-film-mickey-17-ke-april-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warner-bros-tunda-rilis-film-mickey-17-ke-april-2025</guid>
<description><![CDATA[ Warner Bros. baru-baru ini mengumumkan penundaan jadwal rilis film Mickey 17 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_672d5f16316f0.webp" length="15002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 10:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film, Hiburan, Mickey 17</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Warner Bros. baru-baru ini mengumumkan penundaan jadwal rilis film <em>Mickey 17</em>, yang sebelumnya direncanakan tayang pada 31 Januari 2025, kini diundur menjadi 18 April 2025. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Hollywood Reporter pada Jumat (8/11/2024).</p>
<p>Film yang disutradarai oleh Bong Joon Ho, pemenang Oscar, ini akan dirilis secara global dalam format IMAX. Keputusan penundaan ini muncul sehari setelah Lionsgate juga mengumumkan penundaan perilisan film biografi Michael Jackson yang sebelumnya dijadwalkan pada 18 April 2025, dan kini dipindahkan ke 3 Oktober 2025. Penundaan tersebut terkait dengan semakin populernya tren film yang dirilis dalam format layar premium seperti IMAX, yang kini dianggap sangat menguntungkan secara finansial.</p>
<p>Seorang juru bicara Warner Bros. menjelaskan, "Pada 18 April 2025, kami langsung mengamankannya untuk <em>Mickey 17</em>. Kami sangat senang dengan perubahan tanggal ini, karena film ini akan bisa dinikmati oleh penonton dalam pengalaman IMAX yang spektakuler."</p>
<p><em>Mickey 17</em> merupakan adaptasi dari novel <em>Mickey 7</em> karya Edward Ashton, yang terbit pada 2022. Film ini dibintangi oleh Robert Pattinson. Dalam cerita tersebut, Mickey 7 adalah seorang penjelajah luar angkasa yang dijuluki <em>expendable</em>, atau individu yang menjalani misi berbahaya dan dapat dibangkitkan kembali melalui kloning setelah meninggal. Mickey 7 sendiri adalah versi ketujuh dari karakter utama, Mickey Barnes.</p>
<p>Dengan perubahan tanggal rilis ini, <em>Mickey 17</em> semakin menambah antisipasi untuk menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu pada tahun 2025. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trump dan Skandal Seks, Ini 12 Tuduhan yang Menyasarnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trump-dan-skandal-seks-ini-12-tuduhan-yang-menyasarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trump-dan-skandal-seks-ini-12-tuduhan-yang-menyasarnya</guid>
<description><![CDATA[ Dengan label playboy, ia diketahui memiliki kedekatan dengan banyak perempuan, sekaligus dianggap telah melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah orang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_672c5f8314283.webp" length="21834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 14:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Donald Trump, Pemilu AS, Amerika Serikat, Presiden AS, Skandal Seks</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Donald Trump menang dalam Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024. Calon presiden dari Partai Republik itu berhasil mengalahkan rivalnya Kamala Harris dan dipastikan akan kembali menjabat presiden ke 47 AS. Donald Trump dikenal sosok yang sering jadi sorotan media karena kerap memicu kontroversi.</p>
<p>Dengan label <em>playboy</em>, ia diketahui memiliki kedekatan dengan banyak perempuan, sekaligus dianggap telah melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah orang. <em>Business Insider</em> mencatat ada setidaknya 26 perempuan yang melaporkan tindakan pelecehan dari Trump yang terjadi sejak tahun 1970-an. Trump dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut, mengklaim bahwa itu hanyalah upaya untuk merusak reputasinya selama masa kampanye.</p>
<p>Berikut adalah beberapa wanita yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual atau perselingkuhan dengan Donald Trump:</p>
<ol>
<li><strong>Jessica Leeds</strong>: Pada Oktober 2016, Jessica mengungkapkan kepada New York Times bahwa Trump melecehkannya di pesawat pada akhir 1970-an. Dia duduk di samping Trump ketika secara tiba-tiba, tangan Trump masuk ke dalam rok dan meraba-raba tubuhnya.</li>
<li><strong>Ivana Trump</strong>: Mantan istri Trump, Ivana, mengklaim bahwa Trump pernah memaksanya berhubungan intim di tahun 1989 saat mereka masih menikah. Dia merasa tindakan tersebut adalah pelecehan dan bahkan pemerkosaan.</li>
<li><strong>Kristin Anderson</strong>: Seorang fotografer dan model, Kristin mengatakan bahwa Trump meraba bagian dalam roknya di sebuah klub malam pada awal 1990-an, saat ia tidak sedang berkomunikasi dengan Trump.</li>
<li><strong>Jill Harth</strong>: Dalam hubungan bisnis dengan Trump, Jill mengatakan bahwa Trump sering meminta model untuk menemaninya di pesta dan melecehkan mereka. Dia sendiri mengaku pernah dipaksa masuk ke kamar hotel dan dicium oleh Trump.</li>
<li><strong>Mariah Billado dan Victoria Hughes</strong>: Kedua mantan kontestan Miss Teen USA mengeluhkan bahwa Trump memasuki ruang ganti mereka pada tahun 1997, dan mereka merasa tertekan.</li>
<li><strong>Temple Taggart</strong>: Mantan Miss Utah ini menyatakan bahwa Trump berusaha menciumnya di tahun 1997 saat mereka bertemu di sebuah kontes.</li>
<li><strong>E. Jean Carroll</strong>: Mantan kolumnis majalah Elle ini mengklaim Trump telah melecehkannya di sebuah kamar ganti department store di pertengahan 1990-an.</li>
<li><strong>Amy Dorris</strong>: Pada tahun 1997, Amy yang berusia 24 tahun mengatakan Trump melecehkannya di VIP boks saat pertandingan US Open, dimana dia meraba payudaranya meski dia berteriak meminta agar Trump berhenti.</li>
<li><strong>Summer Zervos</strong>: Mantan kontestan acara The Apprentice ini melaporkan tindakan pelecehan yang terjadi di Beverly Hills Hotel pada tahun 2007. Dia kemudian mengajukan gugatan pencemaran nama baik setelah Trump menyangkal tuduhannya.</li>
<li><strong>Jessica Drake</strong>: Bintang film dewasa ini mengklaim Trump telah meremas tubuhnya dan menawarinya uang di sebuah hotel pada tahun 2006.</li>
<li><strong>Stormy Daniels</strong>: Berbeda dari tuduhan pelecehan lainnya, Stormy mengklaim bahwa ia dan Trump terlibat dalam hubungan perselingkuhan selama bertahun-tahun, dimulai pada 2006. Pengacara Trump membayar uang tutup mulut menjelang Pemilu Presiden 2016.</li>
<li><strong>Karen McDougal</strong>: Perselingkuhan Trump dengan model Playboy ini terjadi pada tahun 2006, dan dairnya mengekspos cerita yang tidak pernah diterbitkan oleh perusahaan media yang memiliki hubungan dengan Trump. <strong>(**)</strong></li>
</ol>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siapa Lebih Menguasai Istana Negara, Prabowo atau Bobby Kertanegara?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antara-prabowo-dengan-bobby-kertanegara-siapa-sebenarnya-penguasa-istana-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antara-prabowo-dengan-bobby-kertanegara-siapa-sebenarnya-penguasa-istana-negara</guid>
<description><![CDATA[ Itulah keistimewaan Bobby, yang kini dengan percaya diri menunjukkan kehidupan barunya di Istana Negara ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67293726d6a67.webp" length="29900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 08:08:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Prabowo Subianto, Bobby Kertanegara, Pemerintahan, Istana Negara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya mungkin bisa melirik Presiden Prabowo Subianto, namun hanya Bobby Kertanegara yang memiliki kebebasan untuk menggaruk wajah Presiden tanpa takut terkena sanksi. Itulah keistimewaan Bobby, yang kini dengan percaya diri menunjukkan kehidupan barunya di Istana Negara.</p>
<p>Dikenal dengan gaya Kebayoran Baru dan penampilan kucing Jaksel yang semakin sering mengunggah aktivitasnya di Istana, berikut adalah potret Bobby dengan narasi dari Popbela yang hanya untuk hiburan semata. </p>
<p>Kita semua tahu ini adalah kali pertama Bobby melangkah di lantai Istana Negara. Ketika stroller Uppapets dengan namanya tercetak belum cukup, Presiden Prabowo bahkan memperkenalkan Bobby kepada orang-orang terdekatnya. </p>
<p>Bobby mulai menyadari bahwa lingkaran sosial ayahnya bukanlah sembarangan. Kucing jantan ini juga mengamati para tamu Istana yang datang dan pergi, bersembunyi di bawah sofa atau di balik pintu. </p>
<p>"Dia tahu. Dia tahu. Dan saya tahu, dia tahu..." Begitulah suasana ketika Bobby mendapatkan seragam lorengnya, yang membuatnya tampak berbeda. Kini, tatapannya pun telah berubah.</p>
<p>Satu momen yang ditunggu-tunggu oleh netizen adalah room tour dari Bobby Kertanegara. Siapa yang tidak penasaran dengan isi kamar kucing istimewa ini? <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: popbela.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo dan Jokowi Nikmati Hidangan Khas Jawa di Angkringan Omah Semar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-dan-jokowi-nikmati-hidangan-khas-jawa-di-angkringan-omah-semar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-dan-jokowi-nikmati-hidangan-khas-jawa-di-angkringan-omah-semar</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan ini dilakukan setelah Prabowo menjalani lawatan ke Merauke, dan ia sengaja mampir ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67282ffab7eed.webp" length="48498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 12:05:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Prabowo Subianto, Jokowi, Kuliner, Silaturahmi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Pada akhir pekan, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Angkringan Omah Semar di Solo untuk menikmati sajian khas Jawa pada Minggu (3/11/2024). Kunjungan ini dilakukan setelah Prabowo menjalani lawatan ke Merauke, dan ia sengaja mampir ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>Keduanya terlihat asyik berbincang di ruang VIP yang dikelilingi kaca, sambil menikmati berbagai hidangan. Ruangan ini juga sebelumnya digunakan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menjamu Prabowo menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang lalu.</p>
<p>Dalam momen santai tersebut, Jokowi menyantap Sego Berkat (Nasi Berkat) yang disertai peyek kacang, sementara Prabowo memilih Nasi Goreng Jawa. Mereka juga kompak memesan minuman wedang JKJ (Jahe Kencur Jeruk), yang merupakan minuman khas di Kota Solo.</p>
<p>Meja makan mereka dipenuhi dengan berbagai hidangan khas wedangan, termasuk Bakmi Godog Jawa, mendoan, pisang goreng, dan bakwan jagung.</p>
<p>Setelah menikmati makan malam, Prabowo menyatakan bahwa Nasi Goreng Jawa yang disantapnya terasa sangat enak. Ia mengungkapkan kegembiraannya dengan mengatakan, "Rasanya wueenaak banget," sambil tertawa bersama Jokowi saat diwawancarai oleh media sebelum meninggalkan Angkringan Omah Semar.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan ini tidak membahas isu politik. Ia menjelaskan, <span>“Ngobrolnya masalah ini dan itu. </span><em>Nggak</em><span> ada politik ini,” ucapnya.<strong> (**)</strong></span></p>
<p><span>sumber: investor.id</span></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fenomena Senggakan, Pesona dalam Musik Dangdut Koplo dan Kesenian Tradisional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fenomena-senggakan-pesona-dalam-musik-dangdut-koplo-dan-kesenian-tradisional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fenomena-senggakan-pesona-dalam-musik-dangdut-koplo-dan-kesenian-tradisional</guid>
<description><![CDATA[ fenomena senggakan telah menjadi sorotan di kalangan masyarakat, terutama para penggemar musik dangdut koplo ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6725d490d6019.webp" length="22622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 21:05:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Dangdut, Dangdut Koplo, Musik, Hiburan, Senggakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Belakangan ini, fenomena senggakan telah menjadi sorotan di kalangan masyarakat, terutama para penggemar musik dangdut koplo. Senggakan “Ha’e Ha’e Ha’e” dan “Buka Sithik Jos!” sering muncul dalam berbagai lagu dangdut koplo, menunjukkan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu. Saat ini, senggakan seperti “Tarik, Sis! Semongko!” dan “Aaaaaa! Aaaaaa!” juga banyak digemari.<br>    <br>Senggakan menjadi bagian integral dalam musik dangdut koplo. Selain menambah keriangan, ia juga memengaruhi gerakan penonton. Contohnya, saat mendengar senggakan “Buka Sithik, Jos!”, penonton merasakan dorongan tertentu dalam goyangan mereka, terutama saat bagian “Jos!” dinyanyikan.</p>
<p>Secara historis, senggakan telah menjadi ornamen dalam berbagai genre musik, bukan hanya dangdut koplo. Berasal dari tradisi karawitan Jawa, kesenian ini juga dapat ditemukan dalam Calung Banyumasan dan Janthilan. Sebagaimana dijelaskan oleh Poerwadarminta, senggakan merupakan bagian vokal yang mendukung suasana ramai dalam gendhing, memperkaya pengalaman mendengarkan musik.</p>
<p>Dalam karawitan gaya Surakarta dan Yogyakarta, senggakan terlihat dalam berbagai gendhing, seperti “Ha’e Ha’e… Ooooo… Eeeeee!”. Di Tari Gambyong Pareanom, misalnya, gerong menyuarakan senggakan “Oeee… Oeeee… Ooooeeeeng!” saat bertepuk tangan, menciptakan suasana yang meriah.</p>
<p>Senggakan juga menjadi fitur penting dalam kesenian Calung dan Banyumasan. Di Banyumasan, senggakan “Dowa lolo… Loiiiing!” adalah salah satu yang paling umum. Menariknya, senggakan “Buka Sithik, Jos!” yang populer dalam dangdut koplo, sebenarnya telah ada sejak tahun 70-an di seni Calung Banyumasan, menunjukkan kesinambungan tradisi ini.</p>
<p>Keberagaman senggakan dalam karawitan dan kesenian Banyumasan sangat kaya. Terdapat berbagai jenis senggakan seperti “ooo”, “eee”, “telululu”, dan lainnya. Dalam Kesenian Janthilan, senggakan menjadi dominan, terutama saat pertunjukan memasuki fase ndadi (kesurupan), dengan variasi seperti “Ha’e… Ha’e…” dan “Hokya…”.</p>
<p>Di samping itu, fenomena senggakan juga terlihat dalam campursari. Meskipun mirip dengan senggakan dalam karawitan, campursari sering menggabungkan elemen halus dengan yang lebih enerjik dari Banyumasan. </p>
<p>Kini, dalam musik dangdut, terutama dangdut koplo, senggakan mengalami transformasi dari campursari. Dalam genre ini, senggakan menjadi lebih dominan, mengikuti irama kendhang jaipong yang memberikan aksen di sepanjang lagu. Hasilnya, musik dangdut koplo menghadirkan atmosfer riang yang mengundang penonton untuk ikut bergoyang.</p>
<p>Dengan segala pesonanya, senggakan tetap menjadi elemen yang tidak hanya memperkaya musik, tetapi juga menciptakan pengalaman mendengarkan yang penuh keceriaan. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: Dari Berbagai Sumber<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Squid Game 2, Siap&amp;siap Terkejut! Teaser Baru Bawa Kembali Kengerian dan Ketegangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/squid-game-2-siap-siap-terkejut-teaser-baru-bawa-kembali-kengerian-dan-ketegangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/squid-game-2-siap-siap-terkejut-teaser-baru-bawa-kembali-kengerian-dan-ketegangan</guid>
<description><![CDATA[ Serial Korea Selatan &quot;Squid Game&quot; baru saja merilis cuplikan untuk musim keduanya, menjanjikan banyak kejutan dan misteri dalam alur cerita ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_6725d1a2f1cf1.webp" length="41278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 18:02:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Squid Game 2, Film, Netflix, Hiburan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Serial Korea Selatan "Squid Game" baru saja merilis cuplikan untuk musim keduanya, menjanjikan banyak kejutan dan misteri dalam alur cerita. Musim kedua ini dijadwalkan tayang perdana pada 26 Desember 2024.</p>
<p>Trailer untuk "Squid Game 2" membawa penonton kembali ke suasana permainan mematikan dari musim pertama, namun kali ini dengan elemen baru yang mengejutkan. Di musim pertama, pemain diberikan hak untuk melakukan pemungutan suara untuk menghentikan permainan setelah putaran pertama.</p>
<p>Kini, mereka akan memiliki kesempatan untuk memilih di akhir setiap putaran. Jika suara terbanyak sepakat, mereka dapat membawa pulang hadiah uang yang terkumpul dan keluar dari permainan.</p>
<p>Seong Gi Hun (Lee Jung Jae), pemenang dari musim sebelumnya, berusaha membimbing pemain lain selama permainan Merah Hijau. Dia berdiri di depan peserta dan berteriak, "Diam!" Namun, ketika rencananya tampak berjalan lancar, seekor lebah hinggap di salah satu pemain, membuatnya gugup dan bergerak.</p>
<p>Ketegangan meningkat saat sesi pemungutan suara berlangsung untuk menentukan kelanjutan permainan, di mana Seong Gi Hun mendorong peserta lain untuk memilih berhenti. Situasi semakin tegang ketika pemain lain mulai meragukan niatnya dan mencurigainya sebagai bagian dari penyelenggara.</p>
<p>Poster terbaru menampilkan Seong Gi Hun di depan para pemain lainnya, dengan sosok misterius Front Man (Lee Byung Hun) yang memimpin pasukan penjaga berpakaian <em>pink </em>dan bertopeng, mengawasi jalannya permainan. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com <br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terungkap! 5 Lokasi Paling Mistis di Jawa Timur yang Bikin Merinding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terungkap-5-lokasi-paling-mistis-di-jawa-timur-yang-bikin-merinding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terungkap-5-lokasi-paling-mistis-di-jawa-timur-yang-bikin-merinding</guid>
<description><![CDATA[ Mulai dari hutan rimbun hingga bangunan kuno, tempat-tempat ini tetap diceritakan dan dirawat oleh penduduk setempat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67259d66a4909.webp" length="76618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 15:02:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Angker, Tempat Mistis, Jawa Timur, Alas Purwo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA TIMUR, SJP - </strong>Meskipun Jawa Timur dikenal sebagai wilayah yang maju dalam teknologi dan infrastruktur, masyarakatnya tetap melestarikan budaya dan kepercayaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Salah satu aspek yang terus dirawat adalah kepercayaan mistis, yang terlihat dari bagaimana mereka menjaga berbagai lokasi yang dianggap angker dan keramat.</p>
<p>Mulai dari hutan rimbun hingga bangunan kuno, tempat-tempat ini tetap diceritakan dan dirawat oleh penduduk setempat. Banyak yang berusaha membuktikan kebenaran cerita-cerita tersebut.</p>
<p>Berikut adalah beberapa lokasi paling misterius di Jawa Timur yang patut dijelajahi.</p>
<ol>
<li><strong>Alas Purwo, Hutan Angker di Banyuwangi</strong><br>Alas Purwo terkenal sebagai hutan cagar alam yang dihuni oleh mitos dan legenda. Dikenal sebagai tempat kerajaan jin, hutan ini menyimpan cerita-cerita aneh dan menakutkan. Di dalamnya, konon terdapat gedung megah yang dilapisi emas, dan dipercaya sebagai tempat tinggal Nyi Roro Kidul. Hutan ini sering dijadikan lokasi meditasi oleh tokoh-tokoh nasional, dan meski festival dukun se-Indonesia sempat direncanakan di sini, pandemi COVID-19 membatalkan acara tersebut.</li>
<li><strong>Klampis Ireng, Ponorogo</strong><br>Klampis Ireng adalah bangunan misterius berbentuk lingkaran di tengah hutan yang dipercaya dibangun oleh tokoh pewayangan, Semar. Beberapa orang yang berkunjung mengaku pernah bertemu dengan Semar di sana. Hingga kini, lokasi ini masih sering dijadikan tempat bertapa oleh mereka yang mencari ilmu ghaib.</li>
<li><strong>Alas Ketongo, Ngawi</strong><br>Alas Ketongo memiliki nama yang unik, yang berarti "mahluk halus yang terlihat". Menurut sejarah, hutan ini dulunya merupakan tempat persembunyian Prabu Brawijaya saat Majapahit diserang. Di dalam hutan terdapat makam tua yang diyakini milik sang raja, menjadikannya lokasi ziarah yang ramai, meskipun aura mistisnya tetap terasa kuat.</li>
<li><strong>Nusa Barong, Jember</strong><br>Sebagai pulau terluar di Jawa, Nusa Barong tidak memiliki penduduk tetap dan terkenal dengan keindahan alamnya yang tenang namun misterius. Warga setempat meyakini bahwa pulau ini adalah rumah bagi kerajaan jin laut. Gelombang tinggi yang sering melanda pulau ini menambah kesan angker.</li>
<li><strong>Alas Lalijiwo, Gunung Arjuna</strong><br>Gunung Arjuna dikenal bukan hanya sebagai lokasi pendakian, tetapi juga sebagai tempat dengan banyak kisah mistis. Beberapa pendaki melaporkan kehilangan barang atau bahkan tersesat di hutan ini. Pendaki yang ingin mencapai puncaknya diingatkan untuk menjaga niat dan mempelajari peta serta kompas dengan baik.</li>
</ol>
<p>Dari hutan angker hingga pulau yang terasing, Jawa Timur menyimpan berbagai lokasi misterius yang menunggu untuk dijelajahi. Bagi yang berani, cerita-cerita mistis ini menjadi daya tarik tersendiri yang mengundang rasa penasaran. Apakah Anda berani menyelami keangkeran tempat-tempat ini?<strong> (**)</strong></p>
<p>sumber: Dari Berbagai Sumber</p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Media Gathering PT Cargill Bersama KWG dan PWI Gresik, Kupas Jurnalisme Data</title>
<link>https://suarajatimpost.com/media-gathering-pt-cargill-bersama-kwg-dan-pwi-gresik-kupas-jurnalisme-data</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/media-gathering-pt-cargill-bersama-kwg-dan-pwi-gresik-kupas-jurnalisme-data</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202411/image_870x580_67246110f18b5.webp" length="41346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 12:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rifki Ahmad</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GRESIK, SJP – </strong>PT Cargill Indonesia Cocoa and Chocolate Gresik menggelar media gathering bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Komunitas Wartawan Gresik (KWG).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua orang pembicara, yakni Mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) Zainal Arifin Emka, dan Manajer Riset Katadata, Jamalianuri.</p>
<p>Media Gathering itu digelar di Hotel Horison GKB pada Kamis (31/10/2024). Kegiatan itu merupakan wujud komitmen manajemen PT Cargill Indonesia dalam mewujudkan <em>good corporate governance</em>, khususnya dalam komunikasi publik.</p>
<p><em>SEA Logistic and Warehouse Lead</em> PT Cargill Indonesia, Agung Ektika menyampaikan, sinergi dengan media sangat penting di era digital yang dipenuhi kemajuan teknologi seperti <em>artificial intelligence</em> (AI).</p>
<p>"Ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga. Kami menyadari jurnalis adalah pilar penting dalam penyebaran informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Kami berharap acara ini memberikan perspektif baru untuk menghadapi tantangan jurnalistik di era digital,” ucapnya, Jumat (1/11/2024).</p>
<p>Sebagai pembicara, Zainal Arifin Emka menyoroti pentingnya peran jurnalis di era Industri 4.0. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan dalam menjaga independensi dan validitas informasi.</p>
<p>“Dengan alat bantu teknologi, kita dapat mengelola informasi lebih cepat. Tetapi juga harus waspada terhadap misinformasi. Independensi jurnalis menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas,” jelasnya.</p>
<p>Sedangkan Jamalianuri memaparkan tentang pentingnya penyajian data dalam setiap pemberitaan. Data yang disampaikan akan membantu pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan kepada publik.</p>
<p>"Bentuk penyampaianya bisa melalui data dan angka statistik juga berupa infografis yang berisi angka-angka dan data penting dalam pemberitaan yang disajikan dalam diagram. Data-data yang disampaikan berasal dari riset jurnalis atau mengutip data yang disampaikan oleh lembaga yang kredibel seperti Badan Pusat Statistik," terang mantan peneliti Bappenas itu, Jumat (1/11/2024). </p>
<p>Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi PT Cargill untuk memaparkan inovasi <em>smart manufacturing</em>, yang diakui dengan penghargaan <em>smart factory </em>oleh Kementerian Perindustrian.</p>
<p>Admin and Relations Manager PT Cargill, Adi Suprayitno menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan dengan otomatisasi dan pemanfaatan data <em>realtime</em>.</p>
<p>“Kami memastikan operasional tetap aman bagi manusia dan lingkungan, serta berkomitmen terhadap keberlanjutan,” ungkap Adi Suprayitno.</p>
<p>Adi menegaskan, PT Cargill sangat menghargai masukan dari para jurnalis dalam membangun komunikasi yang berkualitas.</p>
<p>“Kami melihat jurnalis bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga mitra penting dalam membangun perusahaan yang lebih baik dan tangguh,” pungkasnya.</p>
<p>Ketua PWI Kabupaten Gresik, Deni Ali Setiono mengapresiasi kegiatan media gathering itu. Tidak banyak perusahaan di Gresik yang intens berkomunikasi dengan jurnalis setempat.</p>
<p>"Sehingga media gathering yang diselenggarakan oleh PT Cargill ini menjadi contoh komitmen hubungan baik antara perusahaan dengan media," ujarnya. </p>
<p>Hal senada disampaikan Syuhud Al Manfaluti, mewakili KWG. PT Cargill. Pihaknya berkomitmen dalam mendorong terjalinya komunikasi antara kalangan industri dengan jurnalis, khususnya di Kabupaten Gresik.</p>
<p>"Apalagi setiap penyelenggaraan media gathering senantiasa menghadirkan pembicara yang memberi wawasan baru atau merefresh pemahaman dunia jurnalistik," jelas Syuhud.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Urban Pulse: Ketika Seni Singapura Berlabuh di Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-urban-pulse-ketika-seni-singapura-berlabuh-di-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-urban-pulse-ketika-seni-singapura-berlabuh-di-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Pameran &quot;Urban Pulse: Spectrum of Contemporary Art in Singapore&quot; di Surabaya hadirkan karya seni Singapura, memperkuat dialog budaya dan apresiasi lintas negara melalui seni kontemporer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_672234b79d55a.webp" length="17574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 21:35:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Urban Pulse, Pameran, Singapura, Orasis, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah dunia yang semakin terhubung, seni menjadi sarana yang kuat untuk membangun jembatan budaya antar negara. Seni kontemporer, dengan ragam gaya dan interpretasinya, menawarkan peluang untuk memperdalam pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan internasional. </p>
<p>Melalui pendekatan artistik yang kaya akan warna dan makna, pameran bertajuk "Urban Pulse: Spectrum of Contemporary Art in Singapore" hadir di Surabaya, membawa nuansa dinamis yang dibawa oleh Singapura untuk Indonesia.</p>
<p>Pameran ini dihelat oleh Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, merupakan hasil kolaborasi dengan Singapore Tourism Board dan ISA Art and Design, bertempat di Orasis Art Space, Surabaya, dari 26 Oktober hingga 9 November 2024.</p>
<p>Pembukaan pada Selasa (29/10/2024) malam, dimeriahkan dengan kehadiran langsung Kwok Fook Seng, Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia. Pihaknya merasa senang karena bisa membawa beberapa karya terbaru dari Singapura untuk dipamerkan langsung di Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_672234c271037.webp" alt=""></p>
<p>"Pameran ini diharapkan dapat memicu dialog tentang bagaimana Singapura dan Indonesia bisa memperkuat pertukaran budaya, sehingga mempererat hubungan antara masyarakat kedua negara," ucap Kwok Foom Seng.</p>
<p>Dengan mengusung perspektif baru tentang seni kontemporer Singapura, pameran ini tidak hanya mencerminkan keberagaman budaya tetapi juga mengeksplorasi bagaimana identitas pribadi berbaur dengan perkembangan lanskap perkotaan. </p>
<p>Terlihat dalam galeri pameran, karya-karya yang dipamerkan menghadirkan tema kehidupan metropolitan, di mana batas antara identitas pribadi dan kolektif serta tradisi dan modernitas saling bersinggungan.</p>
<p>Dengan pendekatan fenomenologis ala filsuf Maurice Merleau-Ponty, para seniman menyajikan “raga yang dihidupi,” mengundang audiens untuk merasakan pengalaman hidup di kota yang terus berkembang. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_672234caabd4c.webp" alt=""></p>
<p>Kwok Fook Seng merasa pameran ini juga menegaskan posisi Singapura sebagai destinasi seni kontemporer terkemuka di Asia Tenggara dan menjadi wadah bagi dialog artistik lintas negara.</p>
<p>"Dunia seni Singapura yang berwarna mencerminkan warisan multikultural dan perspektif yang beragam," urainya.</p>
<p>Menurut Kwok Fook Seng, pameran ini memberikan kesempatan penting bagi seniman muda untuk menampilkan karya mereka di luar negeri.</p>
<p>Ini adalah peluang emas untuk menumbuhkan pemahaman antara dua budaya yang memiliki banyak kesamaan, baik dalam kegelisahan atas isu lingkungan maupun apresiasi terhadap seni.</p>
<p>"Sangat penting bagi seniman muda untuk memamerkan karya mereka di Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan perkembangan, pertumbuhan, dan ekspresi artistik yang mereka alami," tandas Kwok Fook Seng.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_67223627b53ca.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Lim Si Ting selaku Area Director Singapore Tourism Board (STB) Surabaya, juga menyambut baik kehadiran Urban Pulse di Surabaya. Baginya, pameran ini menjadi jembatan antara visi artistik Indonesia dan Singapura serta sebagai pengantar menuju Singapore Art Week (SAW) 2025.</p>
<p>"Kami berharap pameran ini menginspirasi lebih banyak pengunjung Indonesia untuk menjelajahi lanskap kreatif Singapura dan kesempatan-kesempatan yang ditawarkan," tutur Lim, Rabu (30/10/2024).</p>
<p>Salah satu seniman muda yang berpartisipasi dalam pameran ini, Aiman, juga memiliki pandangan mendalam dalam karyanya. Melalui medium "Oil on Linen," Aiman mengeksplorasi tema universal yang melampaui batas budaya seperti kesedihan, sukacita, dan perayaan.</p>
<p>"Karya saya ingin menyoroti pengalaman manusia yang universal. Saya ingin menggambarkan ketegangan dalam hal-hal biner seperti siang dan malam, atau padang pasir dan kelimpahan," ujar Aiman, alumnus LaSalle College of the Arts itu.</p>
<p>Dengan segala unsur yang dihadirkan, "Urban Pulse" tidak hanya sekadar pameran seni, melainkan ruang kolaboratif untuk mempertemukan dan menyatukan perbedaan. Dari setiap karya yang terpajang, terjalin hubungan kuat antara budaya Singapura dan Indonesia, serta menginspirasi audiens untuk menghargai pengalaman hidup yang serupa di tengah keragaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Johnny Depp dan Penelope Cruz Berkolaborasi Lagi dalam Film Aksi Thriller &amp;quot;Day Drinker&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/johnny-depp-dan-penelope-cruz-berkolaborasi-lagi-dalam-film-aksi-thriller-day-drinker</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/johnny-depp-dan-penelope-cruz-berkolaborasi-lagi-dalam-film-aksi-thriller-day-drinker</guid>
<description><![CDATA[ Aktor Johnny Depp kembali berkolaborasi dengan aktris Penelope Cruz dalam film aksi thriller berjudul Day Drinker, yang disutradarai oleh Marc Webb.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6721c38f58969.webp" length="31880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 17:01:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Hollywood, Johnny Depp, Film Day Drinker</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Aktor Johnny Depp kembali berkolaborasi dengan aktris Penelope Cruz dalam film aksi thriller berjudul <em>Day Drinker</em>, yang disutradarai oleh Marc Webb. </p>
<p>Menurut laporan dari The Hollywood Reporter pada Selasa (30/10/2024), Lionsgate telah memulai penjualan internasional untuk film ini di American Film Market minggu ini. Ini menjadi langkah penting bagi Depp untuk kembali ke industri Hollywood setelah kontroversi yang menyelimutinya akibat perceraian dengan Amber Heard.</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, Depp muncul dalam drama periode Prancis berjudul <em>Jeanne du Barry </em>dan menyutradarai film indie <em>Modi: Three Days on the Wing of Madness</em>, yang baru saja ditayangkan di Festival Film Roma. Namun, kedua proyek tersebut lebih bersifat seni dan didukung oleh pembuat film Eropa, bukan film komersial.</p>
<p><em>Day Drinker</em> akan menjadi kolaborasi keempat antara Depp dan Cruz, setelah mereka sebelumnya bekerja sama dalam film <em>Blow</em>, <em>Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides</em>, dan <em>Murder on the Orient Express.</em> Film ini diproduksi oleh Basil Iwanyk dari Thunder Road dan Erica Lee, yang juga terlibat dalam produksi waralaba <em>John Wick</em> untuk Lionsgate. Adam Kolbrenner, yang memiliki pengalaman dalam proyek-proyek seperti <em>The Tomorrow War</em>, <em>Free Guy</em>, dan <em>Prisoners, </em>juga menjadi produser bersama Zach Dean.</p>
<p>Plot film ini mengikuti seorang bartender di kapal pesiar yang bertemu dengan seorang peminum misterius di siang hari. Keduanya terjebak dalam dunia kriminal dan saling terhubung dengan cara yang tak terduga.</p>
<p>“Film tersebut menggabungkan konsep yang sangat komersial dengan alur cerita yang menarik, semuanya berlatar belakang dunia yang unik. Tidak ada pembuat film yang lebih baik daripada Marc, dan tidak ada pasangan yang lebih pas daripada Johnny dan Penelope untuk menghidupkan dunia ini,” ungkap Adam Fogelson, ketua Lionsgate Motion Picture Group.</p>
<p>Marc Webb, yang dikenal karena filmnya yang sukses di Sundance, <em>500 Days of Summer</em>, serta menyutradarai <em>Amazing Spider-Man</em> dan <em>The Amazing Spider-Man 2</em>, saat ini juga sedang mengerjakan versi live-action <em>Snow White</em> untuk Disney. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rasakan Kegembiraan Oktoberfest di Surabaya: Wisma Jerman Hadirkan Tradisi Bavaria di Kota Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rasakan-kegembiraan-oktoberfest-di-surabaya-wisma-jerman-hadirkan-tradisi-bavaria-di-kota-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rasakan-kegembiraan-oktoberfest-di-surabaya-wisma-jerman-hadirkan-tradisi-bavaria-di-kota-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Wisma Jerman sukses menggelar Oktoberfest 2024 di Surabaya, menghadirkan suasana khas Bavaria dengan sajian makanan, minuman, dan musik langsung dari Jerman, dihadiri lebih dari 200 tamu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671e16aee009e.webp" length="48612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 18:33:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Oktoberfest 2024, Wisma Jerman, Jerman, Bavaria, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Oktoberfest, festival yang terkenal dari Jerman, identik dengan minuman, musik, dan suasana pesta yang meriah. Acara tahunan ini dimulai di München pada tahun 1810 untuk merayakan pernikahan Pangeran Ludwig dengan Putri Therese dari Saxe-Hildburghausen, dan sejak itu berkembang menjadi salah satu festival rakyat terbesar di dunia. </p>
<p></p>
<p>Di Jerman, ratusan ribu orang berkumpul mengenakan pakaian tradisional, menikmati ragam kuliner, dan menari dengan iringan musik folk. Namun, siapa yang menyangka bahwa semangat dan kegembiraan Oktoberfest bisa kembali dirasakan juga di Surabaya?</p>
<p></p>
<p>Pada malam minggu 26 Oktober 2024 kemarin, Wisma Jerman sukses menghidupkan suasana tersebut di Whiz Luxe Hotel Surabaya, dengan menghadirkan pengalaman autentik Oktoberfest yang jarang ditemukan di tanah air. </p>
<p></p>
<p>Lebih dari 200 orang dari berbagai latar belakang dan usia berbaur, menikmati sajian khas Jerman dan musik yang menggema di ruangan besar dengan dekorasi bernuansa Bavaria.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671e16b903483.webp" alt=""></p>
<p>Ketika memasuki ruangan, para tamu langsung disambut dengan tawa riang dan aroma makanan khas yang menggugah selera. Meja-meja kayu panjang, khas tenda-tenda Oktoberfest di München, dipenuhi dengan berbagai hidangan tradisional seperti Bratwurst, Pretzel, dan Sauerkraut. </p>
<p></p>
<p>Pada malam itu, Tim Suarajatimpost juga yang berkesempatan untuk mengikuti festival asli dari tanah Bavaria itu melihat banyak tamu yang larut dalam permainan tradisional seperti Bierkrugstemmen, tantangan mengangkat gelas besar dengan satu tangan selama mungkin. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, para tamu lainnya menikmati permainan kartu di meja-meja yang tersedia, berbagi cerita dan tawa tanpa henti. Di sudut lain, anak-anak dan remaja menikmati minuman khas Jerman dan turut menari mengikuti irama musik yang dimainkan.</p>
<p></p>
<p>Penampilan band Happy Hour, yang didatangkan langsung dari Jerman, menambah suasana meriah. Dengan alunan musik folk Jerman yang riang, para tamu tak ragu untuk bergabung dalam tarian bersama, menikmati malam yang terasa hangat meski di luar hujan gerimis mengguyur Surabaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671e16a80d157.webp" alt=""></p>
<p>Mereka yang datang mengenakan pakaian tradisional Jerman seperti Lederhosen dan Dirndl bahkan mendapat sorakan dan tepuk tangan dari tamu lainnya, semakin mempererat rasa kebersamaan di antara mereka.</p>
<p></p>
<p>Usai malam yang meriah itu, Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman, saat ditemui pada Minggu (27/10/2024) di Wisma Jerman, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat menceritakan kesusksesan acara dan kegembiraan yang hadir dalam Oktoberfest 2024 di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"It’s a wrap! Wisma Jerman - EKONID ke-9 telah selesai diselenggarakan dan saya berani mengatakan bahwa acara ini sukses besar," ungkapnya dengan antusias.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa kehadiran lebih dari 200 peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat Surabaya terhadap budaya Jerman dan suasana meriah Oktoberfest. Meski memang peserta tidak hanya datang dari Kota Pahlawan, melainkan dari mancanegara.</p>
<p></p>
<p>Mike juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini, termasuk Kedutaan Besar Jerman, Kaltenberg, König Ludwig, PT. ETA, serta sponsor lainnya. </p>
<p></p>
<p>"Tentunya kami sudah tidak sabar untuk melakukannya lagi tahun depan!" pungkas Mike.</p>
<p></p>
<p>Dengan berakhirnya Oktoberfest 2024 oleh Wisma Jerman, diharapkan festival ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momen untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Jerman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Urban Farming Kampoeng Oase Songo Jadi Magnet Edukasi Internasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/urban-farming-kampoeng-oase-songo-jadi-magnet-edukasi-internasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/urban-farming-kampoeng-oase-songo-jadi-magnet-edukasi-internasional</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan siswa dan guru SMP Kuo Chuan Presbyterian dari Singapura ke Kampoeng Oase Songo memperkuat potensi urban farming Surabaya sebagai destinasi edukatif dan wisata internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671e0cf4bd984.webp" length="63076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 18:03:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Urban Farming, DKPP Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Konsep urban farming di Surabaya kini menarik perhatian hingga ke mancanegara. Salah satunya terlihat dari kunjungan 21 siswa dan 6 guru dari SMP Kuo Chuan Presbyterian Secondary School, Singapura, ke Kampoeng Oase Songo pada Rabu (23/10/2024) kemarin.</p>
<p></p>
<p>Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi momen pertukaran ilmu, tetapi juga memperkuat eksistensi Surabaya sebagai kota yang mendukung pengelolaan lingkungan ketahanan pangan berbasis lingkungan hingga pengelolaan sampah.</p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi, Antiek Sugiharti selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, mengapresiasi kedatangan rombongan internasional tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa Kampoeng Oase Songo merupakan salah satu dari beberapa lokasi percontohan urban farming yang dikembangkan oleh DKPP Kota Surabaya sebagai bagian dari program MSIB (Magang Studi Independen Bersertifikat) Kemendikbudristek. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671e0ce212fcb.webp" alt=""></p>
<p>“Kampung ini tidak hanya fokus pada produksi tanaman, tetapi juga sebagai tujuan edu wisata, baik untuk siswa lokal maupun pengunjung mancanegara,” ujarnya, Minggu (27/10/2024).</p>
<p></p>
<p>Menurut Antiek, Kampoeng Oase Songo mengintegrasikan budidaya tanaman sayur, buah, tanaman obat keluarga (toga), hingga peternakan kelinci dan ikan dalam satu ekosistem terpadu. </p>
<p></p>
<p>“Kami juga memanfaatkan sampah organik untuk membuat pupuk dan pakan ikan serta mengurangi limbah secara efektif. Ini menjadi model yang bisa diterapkan di kampung-kampung lain,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Kampoeng Oase Songo kini bukan hanya menjadi tempat belajar urban farming, tetapi juga sarana bagi pertukaran informasi antarbudaya. Antiek menambahkan bahwa kunjungan ini memperkuat upaya kolaboratif antara mentor dari DKPP dan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671e0cec08481.webp" alt=""></p>
<p>“Kami saling bertukar ilmu, seperti cara mengelola magot dengan menambahkan ampas kelapa untuk hasil yang lebih baik. Ini akan kami bagikan juga ke kampung-kampung lain,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Antiek berharap Kampoeng Oase Songo dapat terus menjadi percontohan dan menginspirasi kampung lain di Surabaya. </p>
<p></p>
<p>“Lingkungan yang sehat dan bersih bisa kita wujudkan, sekaligus menghasilkan produk-produk pertanian, perikanan, dan peternakan,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Yaning Mustika Ningrum, selaku Ketua Kampoeng Oase Songo, mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan siswa dari Singapura. Ia menyatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi langkah penting bagi kampungnya untuk semakin berkembang. </p>
<p></p>
<p>“Rasanya bangga ya, karena sebelumnya juga ada kunjungan dari luar Kota seperti Kediri, dan kemarin malah dapat kunjungan dari luar negeri,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, Yaning menekankan untuk tidak celat merasa puas dari pencapaian ini. Dirinya menyebut bahwa penting untuk terus berinovasi dan menemukan potensi baru yang diperoleh dari kunjungan ini. </p>
<p></p>
<p>“Waktu gurunya datang survei dulu, kami belum punya composting, lele, dan kelinci. Sekarang sudah ada. Doakan ya, nanti akan ada kebun binatang kecil atau peternakan burung dan bebek,” harapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Yaning juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Ia telah mempekerjakan seorang warga setempat untuk bekerja rutin setiap hari di Kampoeng Oase Songo. </p>
<p></p>
<p>“Walaupun baru satu orang, tapi ini langkah kecil untuk membantu mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.</p>
<p>Yaning juga berharap agar pemuda kampung ikut aktif, dengan salah satu pemuda dari Karang Taruna yang sudah terlibat dalam berbagai aktivitas di sana.</p>
<p></p>
<p>Masih di lokasi yang sama, pembina Kampoeng Oase Songo Surabaya, Adi Candra menjelaskan, kunjungan ini adalah sebagai bentuk praktek langsung di lapangan dari mahasiswa MSIB. </p>
<p></p>
<p>"Ahamdulillah adik-adik MSIB Batch 7 dari posisi marketing and promotion eduwisata pertanian perkotaan ini bisa membawa tamu untuk mengunjungi kampung," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Adi yang menyoroti tentang bagaimana SMP Kuo Chuan Presbyterian Secondary School mengetahui informasi tentang Kampoeng Oase Songo dari internet. Menurutnya, hal tersebut berkat dukungan luar biasa dari para media partner yang selalu mempersamai pihaknya, sehingga bisa dikenal sampai ke mancanegara. </p>
<p></p>
<p>"Dan mereka akhirnya memutuskan, surveinya itu sudah lama, sejak bulan April ternyata. Mereka sudah mengincar kampung ini sejak bulan April, dan mereka akhirnya memutuskan untuk deal berkunjung kampung Oase Songo," terang Adi.</p>
<p></p>
<p>"Ternyata ini kan satu rangkaian, jadi tidak hanya di kampung Songo saja, mereka memang berkeliling di kota Surabaya. Terutama untuk di instansi-instansi pendidikan mereka belajar di Surabaya," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Adi menuturkan, peran dari para MSIB ini sesuatu yang keren, karena bisa menjamu tamu sebaik mungkin. Walaupun dikatakannya, ini masih belajar, tapi sebagai seorang pemula menghadapi tamu dari luar negeri, sudah menjadi sebuah capaian. </p>
<p></p>
<p>"Dan sekali lagi, saya sampaikan apresiasi buat adik-adik MSIB Batch 7. Dan mudah-mudahan ini tidak berhenti di sini ya, kita selalu bisa promosi baik kepada wisatawan lokal, nasional, bahkan internasional seperti capaian hari ini," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Peserta MSIB Kemendikbudristek DKPP Kota Surabaya Batch 7 2024 Posisi Marketing &amp; Promotion Eduwisata Pertanian KaSurBoyo (Kampung Sayur Suroboyo) terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Jihan Fitri Husniyah (Universitas Gadjah Mada - Pariwisata)</li>
<li>Sefila Nesya Dewanti (Universitas Gadjah Mada - Pariwisata)</li>
<li>Aflakhul Muzakka (Universitas Trunojoyo - Ilmu Komunikasi)</li>
<li>Irma Jauzalia Maheswari (Telkom University Surabaya - Bisnis Digital)</li>
<li>Nafidzah Salsabila Firdausi (Universitas Hasanuddin - Agribisnis)</li>
<li>Muhammad Farhan (Universits Sebelas Maret - Agribisnis)</li>
</ol>
<p>Sedangkan Mentor MSIB Batch 7 yang Bertugas adalah:</p>
<ol>
<li>Adi Candra ( Koordinator)</li>
<li>Yasmin Islamiyah</li>
<li>Ita Trassetyaningsih</li>
<li>Slaviyanti</li>
</ol>
<p></p>
<p>Dengan adanya kunjungan sekolah Singapura ini, menegaskan bahwa inovasi urban farming di Surabaya tidak hanya menarik perhatian lokal, tetapi juga internasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anara, Harimau Benggala Putih Kebanggaan Baru KBS  Menyambut Usia Satu Tahunnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anara-harimau-benggala-putih-kebanggaan-baru-kbs-menyambut-usia-satu-tahunnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anara-harimau-benggala-putih-kebanggaan-baru-kbs-menyambut-usia-satu-tahunnya</guid>
<description><![CDATA[ Otoritas Kebun Binatang Surabaya (KBS) menggelar acara spesial untuk merayakan ulang tahun pertama Anara, seekor harimau benggala putih (panthera tigris tigris) yang menjadi koleksi KBS, Sabtu (26/10/2024). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671c89a0db4ad.webp" length="99734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 13:45:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Harimau, Harimau Benggala Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Otoritas Kebun Binatang Surabaya (KBS) menggelar acara spesial untuk merayakan ulang tahun pertama Anara, seekor harimau benggala putih (panthera tigris tigris) yang menjadi koleksi KBS, Sabtu (26/10/2024).</p>
<p>Momen ini sekaligus menandai peluncuran resmi Anara sebagai satwa eksotis baru KBS. Perlu diketahui, harimau putih bukanlah harimau albino, Anara adalah harimau benggala yang membawa gen resesif yang menghadirkan warna pucat.</p>
<p>Dalam wawancara dengan Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti menyebut, kehadiran Anara untuk menggantikan kekosongan setelah kematian Lena, harimau putih terakhir KBS yang menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2022 karena faktor usia.</p>
<p>“Istilahnya ini seperti pengobat kerinduan kita atas kehilangan Lena. Kami bekerja sama dengan beberapa lembaga konservasi untuk menghadirkan kembali jenis harimau putih di KBS,” ujar Nurika.<br> <br>Nurika menceritakan, proses kehadiran Anara bukanlah hal yang singkat. Sejak 2023, KBS memulai negosiasi untuk bisa mendapatkan Anara. Hingga akhirnya menukar beberapa satwa, seperti kuda nil, dengan macan putih, kapibara, dan kapusin.</p>
<p>“Proses ini kami jalani selama setahun penuh dan akhirnya berhasil direalisasikan dengan kedatangan Anara pada akhir Maret 2024,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai satu-satunya harimau putih di KBS, kehadiran Anara menambah daftar koleksi harimau yang kini berjumlah tujuh ekor, termasuk tiga harimau Sumatra dan empat harimau Benggala.</p>
<p>“Harapannya, Anara selalu sehat dan nanti bisa berkembang biak dengan baik,” kata Nurika penuh optimisme.</p>
<p>Walau jenisnya sama dengan harimau Benggala lainnya, Anara lebih istimewa, karena memiliki mutasi genetik yang menghasilkan warna putih. Menurut literatur, rasio kelahiran harimau putih sangat jarang. Bahkan 1 banding 10 ribu kelahiran.</p>
<p>“Jadi memang ini spesies unik,” tambahnya.</p>
<p>Masa adaptasi Anara di lingkungan baru juga memerlukan perhatian khusus. Surabaya yang dikenal dengan cuaca panas, membuat Anara sering berendam di kolam untuk menyesuaikan diri.</p>
<p>“Untuk perawatan dan pakan tidak ada perbedaan signifikan. Hanya memang dia lebih sering berendam,” tutur Nurika. </p>
<p>Saat ini, berat badan Anara mencapai 50 kilogram. Perkembangan Anara dipantau secara intensif oleh tim KBS.</p>
<p>Selain itu, tantangan birokrasi dalam proses pengadaan satwa juga diakui oleh Nurika sebagai bagian dari prosedur yang harus dijalani. </p>
<p>“Tantangan seperti ini hal lumrah. Selama semua berjalan sesuai aturan, pasti bisa kita realisasikan,” ujarnya.</p>
<p>Nurika juga menyebut, Anara termasuk satwa yang mudah ditangani, karena sifatnya yang tidak terlalu ekspresif. Sehingga memudahkan tim dalam perawatan dan memonitoring sehari-hari.</p>
<p>Dengan peluncuran resmi Anara pada usia satu tahun itu, menandai semangat baru KBS dalam menjaga keberlangsungan satwa langka dan memperkaya pengalaman edukasi bagi pengunjung.</p>
<p>Dengan hadirnya Anara, KBS semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi pusat konservasi satwa yang tidak hanya menjaga kelangsungan hidup spesies, tetapi juga memberikan edukasi dan hiburan berkualitas bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin Anara tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga simbol harapan dan keberhasilan program konservasi kami,” pungkas Nurika. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesona Cantik Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Saat Retret Kabinet Merah Putih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesona-cantik-menteri-pariwisata-widiyanti-putri-wardhana-saat-retret-kabinet-merah-putih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesona-cantik-menteri-pariwisata-widiyanti-putri-wardhana-saat-retret-kabinet-merah-putih</guid>
<description><![CDATA[ Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berpartisipasi dalam retret dan pembekalan Kabinet Merah Putih yang diadakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671b57b4e53fe.webp" length="30642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 01:16:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Widiyanti Putri Wardhana, Kabinet Merah Putih, Pemerintahan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berpartisipasi dalam retret dan pembekalan Kabinet Merah Putih yang diadakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Dalam momen tersebut, ia terlihat mengenakan seragam loreng komponen cadangan (komcad), yang diunggah di akun Instagram-nya @widi.wardhana.</p>
<p>Di Instagram Story, Widiyanti, yang merupakan istri dari Wishnu Wardhana, tampak mengenakan seragam bercorak loreng dengan warna hijau, krem, dan cokelat tua, lengkap dengan topi.</p>
<p>Pada postingan pertama, ia mengenakan kacamata hitam sambil melambaikan tangan ke arah kamera. Selanjutnya, ia juga berpose bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.</p>
<p>Widiyanti juga membagikan momen sebelum mengikuti latihan baris-berbaris bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Akmil. Keduanya mengenakan sepatu boot dinas lapangan yang biasa dipakai oleh prajurit TNI.</p>
<p>Sebelumnya, saat terbang menggunakan pesawat C-130J Super Hercules A-1340 milik TNI Angkatan Udara, penampilannya menarik perhatian. Berbeda dengan menteri lainnya yang mengenakan kemeja putih polos, Widiyanti tampil dengan kemeja putih yang memiliki beberapa kantong dan pin pejabat negara.</p>
<p>Ia bahkan sempat ber-swafoto dengan selebritas Raffi Ahmad di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (24/10/2024).</p>
<p>Retret ini berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh seluruh menteri Kabinet Merah Putih, atas ajakan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pembukaan acara, Jumat (25/10/24) Prabowo menekankan pentingnya disiplin kepada para menteri dan anggota kabinet, menyatakan, "Inti daripada semua usaha adalah disiplin". <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Oktoberfest: Pesta Rakyat Jerman yang Penuh Keceriaan dan Rasa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/oktoberfest-pesta-rakyat-jerman-yang-penuh-keceriaan-dan-rasa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/oktoberfest-pesta-rakyat-jerman-yang-penuh-keceriaan-dan-rasa</guid>
<description><![CDATA[ Wisma Jerman akan kembali gelar Oktoberfest 2024 di Surabaya, menghadirkan suasana meriah khas Bavaria dengan musik, makanan, dan minuman autentik pada 26 Oktober di Whiz Luxe Hotel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671b9464e4b21.webp" length="49240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 20:46:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Oktoberfest 2024, Wisma Jerman, Jerman, Munich, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Oktoberfest adalah salah satu festival budaya terbesar dan paling ikonik di dunia yang berasal dari Jerman. Setiap tahun, festival ini menarik perhatian jutaan orang dari berbagai negara yang datang ke Munich untuk merasakan suasana meriah dan autentik dari budaya Bavaria. </p>
<p></p>
<p>Sejarahnya dimulai sejak tahun 1810, ketika perayaan pertama kali diadakan untuk menandai pernikahan Pangeran Ludwig (yang kemudian menjadi Raja Ludwig I) dan Putri Therese von Sachsen-Hildburghausen. Perayaan tersebut diadakan di sebuah lapangan yang kini dikenal sebagai Theresienwiese, sebagai bentuk penghormatan kepada sang putri.</p>
<p></p>
<p>Perayaan tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga diulang setiap tahun dengan berbagai atraksi tambahan, termasuk balapan kuda dan parade rakyat. </p>
<p></p>
<p>Dalam wawancara eksklusif bersama Mike Neuber, selaku Direktur Utama Wisma Jerman, dirinya menjelaskan bahwa meski namanya Oktoberfest, festival ini umumnya dimulai pada akhir September dan berlangsung hingga awal Oktober. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671b949f47b68.webp" alt=""></p>
<p>"Untuk tahun 2024, Oktoberfest kembali dirayakan dengan antusiasme tinggi dari 21 September kemarin hingga 6 Oktober," terang Mike, Jumat (25/10/2024).</p>
<p></p>
<p>Oktoberfest menonjolkan berbagai elemen tradisional yang membuatnya unik. Tenda-tenda besar yang menyajikan bir khas Bavaria menjadi pusat perhatian. Hanya enam pabrik bir dari Munich yang diizinkan menyajikan bir khusus Oktoberfest, sesuai dengan standar kemurnian bir Jerman yang dikenal dengan Reinheitsgebot.</p>
<p></p>
<p>"Festival ini juga tidak hanya tentang bir, namun para pengunjung juga disuguhkan dengan makanan khas seperti pretzel, sosis, dan hendl (ayam panggang), yang semuanya dinikmati dengan iringan musik dari orkestra tradisional," sebut Mike.</p>
<p></p>
<p>Oktoberfest juga merupakan cerminan dari identitas budaya Bavaria yang kaya. Tradisi seperti mengenakan lederhosen untuk pria dan dirndl untuk wanita memberikan sentuhan autentik yang membuat suasana festival semakin meriah.</p>
<p></p>
<p>Acara ini menjadi ajang bagi orang-orang dari berbagai latar belakang untuk berkumpul, menikmati makanan dan minuman, serta merasakan kebersamaan dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.</p>
<p></p>
<p>Terkait dengan perayaan ini, masyarakat Surabaya yang ingin merasakan semangat Oktoberfest tidak perlu jauh-jauh ke Munich. Wisma Jerman di tahun ini juga akan kembali menggelar perayaan Oktoberfest di Surabaya, membawa langsung atmosfer khas Bavaria ke tengah-tengah masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Acara ini akan berlangsung pada 26 Oktober 2024 di Whiz Luxe Hotel Surabaya, tepatnya di Janaloka Ballroom, mulai pukul 19.00 Wib. Mike mengungkapkan kebanggaannya dalam menyelenggarakan acara ini, mengajak warga Surabaya untuk menikmati suasana meriah khas Jerman.</p>
<p></p>
<p>"Setiap tahun, penggemar budaya Jerman berkumpul untuk berjejaring dan menikmati waktu yang menyenangkan bersama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini Oktoberfest di Surabaya akan dihadiri oleh diplomat, ekspatriat, pemilik bisnis, manajer, alumni Jerman, serta teman-teman budaya Jerman, suasananya selalu hangat dan inklusif," sambung Mike.</p>
<p></p>
<p>Setelah sukses diadakan pada tahun 2023 dengan kehadiran sekitar 300 orang, acara tahun ini akan mengulang kesuksesan tersebut dengan menghadirkan hiburan musik dari band “Happy Hour Band” yang membawakan lagu-lagu khas Bavaria, serta penampilan DJ Dellen yang siap meramaikan malam. </p>
<p></p>
<p>Selain musik, berbagai hidangan khas Jerman untuk menambah sensasi bak berada di Munich. Tidak hanya itu, para pengunjung juga berkesempatan untuk mengikuti beragam permainan dan kompetisi berhadiah di dalamnya.</p>
<p></p>
<p>Festival Oktoberfest 2024 oleh Wisma Jerman sendiri juga didukung oleh Kedutaan Besar Jerman langsung, Porsche Centre Surabaya, dan Bank Indonesia (BI). Perayaan ini diharapkan dapat membawa masyarakat Surabaya lebih dekat dengan tradisi Jerman yang penuh warna dan keceriaan. </p>
<p></p>
<p>“Oktoberfest adalah acara khas Jerman yang unik dan paling digemari di Surabaya. Ini adalah acara yang wajib dihadiri bagi siapa pun yang ingin merasakan semangat Oktoberfest, sangat direkomendasikan," tukas Mike. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menyelami Alam Semesta hingga Kecerdasan Buatan di Pameran UMI Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menyelami-alam-semesta-hingga-kecerdasan-buatan-di-pameran-umi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menyelami-alam-semesta-hingga-kecerdasan-buatan-di-pameran-umi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pameran UMI di De Javasche Bank Surabaya mengajak pengunjung menjelajahi ilmu pengetahuan, mulai dari asal-usul alam semesta hingga perkembangan kecerdasan buatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671b58215509c.webp" length="33820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 16:31:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran UMI, Max Planck Institute, Goethe-Institut Indonesia, UNESA, De Javasche Bank, BI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di balik gedung bersejarah De Javasche Bank, Surabaya, sebuah pameran edukatif dan inspiratif digelar sejak 27 September hingga 30 Oktober 2024. Pameran bertajuk "Universum, Mensch, Intelligenz" (UMI) ini merupakan hasil kolaborasi antara Max Planck Institute dan Goethe-Institut Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan dan seni, pameran itu mengajak pengunjung untuk menyelami berbagai aspek yang mempengaruhi kehidupan manusia, mulai dari sejarah alam semesta hingga kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat.</p>
<p></p>
<p>Tema utama pameran UMI direpresentasikan melalui contoh-contoh dalam lima topik, yakni Universum (Tata Surya), Menschheitsgeschichte (Sejarah Manusia), Anthropozän (Antroposen), Gehirn (Otak) dan Künstliche Intelligenz (Kecerdasan Buatan). Pameran UMI menawarkan pengalaman tur interaktif bersama para guide. </p>
<p></p>
<p>Chusnul Diva Pramyta Ade Wardana, salah satu guide di tema Antroposen yang ditemui pada Jumat (25/10/2024), menjelaskan bahwa setiap tema menguraikan perjalanan pengetahuan manusia dari awal terbentuknya alam semesta hingga era digital saat ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671b58109bf37.webp" alt=""></p>
<p>“Tur dalam pameran ini dimulai dengan tema Tata Surya, mengajak pengunjung memahami asal-usul alam semesta," ujar alumni Bahasa dan Sastra Jerman UNESA itu.</p>
<p></p>
<p>"Usai memahami asal-usul alam, kita langsung beralih ke Sejarah Manusia, menjelaskan bagaimana manusia modern dan manusia purba berkembang dan akhirnya tinggal di bumi,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Masuk ke dalam tema Antroposen, Diva memberikan gambaran tentang bagaimana manusia berdampak besar pada planet ini, sementara tema otak menggali fungsi dan peran otak dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya tentang anatomi, tetapi juga mengenai emosi dan pentingnya kualitas tidur. </p>
<p></p>
<p>Puncaknya, pameran ini membahas Kecerdasan Buatan (KI), mulai dari konsep AI sederhana hingga kecerdasan tingkat lanjut seperti teknologi deep fake dan aplikasi Flora Incognita, yang memungkinkan identifikasi tumbuhan melalui kamera ponsel.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671b58331a703.webp" alt=""></p>
<p>Dengan berlangsungnya pameran UMI, Diva berharap pameran ini tidak hanya menarik perhatian siswa yang ingin belajar Jerman saja, tetapi juga masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan mereka.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin pengunjung lebih sadar akan dampak manusia terhadap bumi dan terinspirasi oleh penelitian terbaru. Selain itu, kami juga berharap pameran ini bisa mendorong minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Jerman, di mana penelitian sangat dihargai,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, pameran UMI telah berkeliling ke beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Malang, sebelum akhirnya berlabuh di Surabaya sebagai destinasi terakhir.</p>
<p></p>
<p>Max Planck Institute dan Goethe-Institut menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sebagai penyedia venue, serta Program Studi Sastra Jerman dan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA).</p>
<p></p>
<p>Dalam setiap tema, pengunjung akan dipandu oleh mahasiswa atau alumni jurusan Bahasa dan Sastra Jerman dari UNESA. Diva mengungkapkan bahwa terdapat 16 guide yang dibagi dalam beberapa shift sesuai dengan jam operasional Bank Indonesia. </p>
<p></p>
<p>“Selain memberikan penjelasan, kami juga berperan untuk menciptakan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Di lokasi yang sama, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Iqbal Reza Nugraha berharap pengunjung bisa menikmati pameran sembari mengenal gedung De Javasche Bank.</p>
<p></p>
<p>“Saya harap pengunjung dapat menikmati pameran ini serta membawa pulang inspirasi dan pengetahuan baru. Semoga pameran ini dapat memotivasi kita semua untuk terus mengeksplorasi duniailmu pengetahuan," ucap Reza.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni, UNESA, Heny Subandiyah mengatakan, kerja sama antara Prodi Bahasa Jerman di Fakultas Bahasa dan Seni UNESA dan Goethe-Institut Indonesien sudah terjalin lama.</p>
<p></p>
<p>"Dengan tajuk UMI, bagian yang saya tangkap adalah bagaimana membudayakan manusia. Intinya dengan adanya AI, tidak membuat manusia itu dibodohkan, tetapi justru dengan AI, membuat manusia itu menjadi lebih cerdas," pungkas Heny.</p>
<p></p>
<p>Pameran UMI menekankan pentingnya memahami sains dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang unik, pengunjung diajak untuk tidak hanya mempelajari fakta-fakta ilmiah, tetapi juga merefleksikan peran dan dampak mereka sebagai individu dalam ekosistem global.</p>
<p></p>
<p>Bagi siapa pun yang ingin melihat bagaimana ilmu pengetahuan dapat membuka perspektif baru, pameran ini menawarkan kesempatan langka untuk belajar dari penelitian kelas dunia dan masih akan digelar hingga 30 Oktober mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ali Akhtar, Bocah 9 Tahun Curi Perhatian di UOB Painting of the Year 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ali-akhtar-bocah-9-tahun-curi-perhatian-di-uob-painting-of-the-year-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ali-akhtar-bocah-9-tahun-curi-perhatian-di-uob-painting-of-the-year-2024</guid>
<description><![CDATA[ Ali Akhtar (9), siswa Lotus Art Courses, terpilih sebagai finalis termuda UOB Painting of the Year 2024, mengukir prestasi di ajang bergengsi seni rupa nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_671a2b2f7a6a3.webp" length="80862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 19:34:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, UOB Painting of the Year 2024, Jakarta, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Seni bukan hanya tentang usia, tetapi tentang ekspresi dan kreativitas tanpa batas. Hal inilah yang dibuktikan Ali Akhtar, anak berusia 9 tahun yang merupakan siswa dari Lotus Art Courses (LAC) itu, berhasil mengukir prestasi sebagai finalis termuda dalam kompetisi bergengsi UOB Painting of the Year 2024. </p>
<p>Dalam ajang yang diadakan di Gedung AA Maramis, Jakarta, Rabu (16/10/2024) itu, Ali tidak hanya sekadar berpartisipasi melainkan berhasil menempatkan dirinya sejajar dengan seniman-seniman muda berbakat dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi, tahun ini UOB Painting of the Year 2024 menerima lebih dari 1.500 karya yang terbagi dalam kategori emerging dan established artist. Setiap karya menampilkan eksplorasi medium dan tema yang beragam, menggambarkan betapa dinamisnya perkembangan seni rupa di Indonesia. </p>
<p>Dari ribuan karya tersebut, hanya 49 finalis yang berhasil terpilih dari seleksi ketat untuk dipamerkan hingga 27 Oktober 2024 di Gedung AA Maramis, Jakarta.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_671a2b3a132eb.webp" alt=""></p>
<p>Saat ditemui di Lotus Art Spaces, I Putu Mahendra selaku founder sekaligus guru di LAC mengungkapkan rasa bangganya. Terutama pencapaian ini diraih oleh salah satu muridnya yang masih sangat muda.</p>
<p>“Kami merasa sangat bangga. Ini adalah event besar, dan terbukti semua kalangan bisa masuk, termasuk anak muda seperti Akhtar,” ucap Putu, Kamis (24/10/2024).</p>
<p>Tak hanya menjadi ajang kompetisi, UOB Painting of the Year juga menghadirkan nama-nama besar dalam dunia seni rupa sebagai juri, seperti Melati Suryodarmo, Agung Hujatnika, dan Heri Pemad. Kehadiran mereka menambah bobot penilaian dalam memilih karya terbaik dan memberi inspirasi bagi para peserta.</p>
<p>Dengan karya-karya eksperimental dan eksplorasi teknik yang beragam, ajang ini terus memantapkan posisinya sebagai wadah bagi seniman muda untuk mengembangkan kreativitas dan memperkaya lanskap seni Indonesia.</p>
<p>Kompetisi ini tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pintu masuk bagi seniman muda untuk lebih dikenal dan dihargai di dunia seni rupa. Terpilihnya Ali Akhtar sebagai finalis adalah bukti bahwa seni mampu melampaui batas usia, memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bersinar di panggung nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Raffi Ahmad Resmi Jadi Utusan Khusus Presiden, Segini Gaji dan Tunjangannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/raffi-ahmad-resmi-jadi-utusan-khusus-presiden-segini-gaji-dan-tunjangannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/raffi-ahmad-resmi-jadi-utusan-khusus-presiden-segini-gaji-dan-tunjangannya</guid>
<description><![CDATA[ Artis ternama Raffi Ahmad resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_67172daa54543.webp" length="10080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 12:02:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Raffi Ahmad, Kabinet Prabowo, Utusan Khusus Presiden</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Artis ternama Raffi Ahmad resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Pelantikan ini berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/10/24).</p>
<p>"Empat, Dr (HC) H Raffi Farid Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni," kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg Nanik Purwanti saat membacakan daftar nama para utusan khusus yang dilantik hari ini</p>
<p>Usai pembacaan nama, Raffi Ahmad bersama utusan lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. </p>
<p>“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian Presiden mendiktekan sumpah jabatan dan diikuti oleh para penasihat, staf, hingga utusan khusus Presiden.</p>
<p>Selain pelantikan, banyak yang penasaran mengenai gaji dan tunjangan yang akan diterima Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden. Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2024, Utusan Khusus memiliki hak keuangan setara dengan menteri.</p>
<p>Gaji pokok menteri saat ini mencapai Rp5,04 juta per bulan, ditambah tunjangan bulanan sekitar Rp13,6 juta. Totalnya, gaji dan tunjangan dapat mencapai Rp18,6 juta, belum termasuk fasilitas tambahan seperti kendaraan dinas dan jaminan kesehatan.</p>
<p>Lebih lanjut, bagi PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri yang diangkat sebagai Utusan Khusus, mereka akan tetap menerima gaji pokok dari instansi mereka.</p>
<p>Semua biaya pelaksanaan tugas Utusan Khusus Presiden akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Anggaran Belanja Sekretariat Kabinet.</p>
<p>Dengan jabatan baru ini, Raffi Ahmad diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembinaan generasi muda dan pengembangan seni di Indonesia. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: Dari Berbagai Sumber</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review Film &amp;quot;Pesta Oligarki&amp;quot;, Sebuah Panggilan untuk Melawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-film-pesta-oligarki-sebuah-panggilan-untuk-melawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-film-pesta-oligarki-sebuah-panggilan-untuk-melawan</guid>
<description><![CDATA[ Film dokumenter &quot;Pesta Oligarki,&quot; karya terbaru dari WatchdoC Documentary yang disutradarai oleh Ari Trismana, adalah refleksi tajam terhadap realitas politik Indonesia saat ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6713930fccfc0.webp" length="55582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 19:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Oligarki, Review Film, Politik Indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film dokumenter "Pesta Oligarki," karya terbaru dari WatchdoC Documentary yang disutradarai oleh Ari Trismana, adalah refleksi tajam terhadap realitas politik Indonesia saat ini. Ditayangkan perdana di Yogyakarta pada 14 Oktober 2024, film ini lebih dari sekadar hiburan; ia merupakan manifesto visual yang menggugah kesadaran kita akan ancaman oligarki yang mengancam kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan lingkungan di tanah air. Pada 19 Oktober 2024, film ini telah dirilis secara luas di YouTube WatchdoC Documentary, momen penting bagi kita semua untuk membuka mata terhadap bahaya nyata yang sedang melanda.</p>
<p><strong>Menggali Akar Oligarki</strong></p>
<p>Meskipun istilah "oligarki" sudah tidak asing lagi, "Pesta Oligarki" menjelajahi secara mendalam bagaimana kekuasaan elit menggerogoti tatanan demokrasi yang pernah diperjuangkan. Film ini berfungsi sebagai panggilan untuk bertindak, seruan untuk melawan, dan ajakan untuk tidak tinggal diam. Dengan cermat, film ini menunjukkan bagaimana sekelompok elit mengendalikan pemerintahan dan merusak kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong>Realitas Mengerikan</strong></p>
<p>Film ini menghadirkan gambaran suram tentang elit yang berkuasa. Pembangunan yang diklaim sebagai simbol kemajuan ternyata hanya kedok untuk memperkaya segelintir orang. Selain itu, penjarahan sumber daya alam demi proyek infrastruktur merugikan masyarakat adat yang telah hidup damai di tanah leluhur mereka. Sementara itu, hutang negara terus menumpuk, digunakan sebagai alat untuk melegitimasi pembangunan yang sebenarnya tidak memberikan manfaat bagi rakyat.</p>
<p><strong>Suara yang Dihentikan</strong></p>
<p>"Pesta Oligarki" juga menyoroti betapa represifnya kekuasaan dalam membungkam kritik. Oposisi dilumpuhkan, dan kritik terhadap pemerintah dianggap sebagai ancaman. Suara rakyat yang seharusnya menjadi penggerak demokrasi semakin meredup, sementara kepentingan segelintir elit terus didahulukan.</p>
<p><strong>Ancaman bagi Generasi Muda</strong></p>
<p>Salah satu pesan utama film ini adalah ancaman terhadap generasi muda. Keputusan politik yang lebih mengutamakan keuntungan pribadi telah menggadaikan masa depan mereka. Dengan beban hutang, rusaknya lingkungan, dan ketidakadilan ekonomi, generasi muda Indonesia perlu bangkit dan melawan.</p>
<p><strong>Perlawanan Melalui Seni</strong></p>
<p>"Pesta Oligarki" bukan hanya sekadar dokumenter, melainkan bentuk perlawanan melalui seni. Film ini mengajak publik untuk tidak hanya menonton, tetapi juga bertindak. Rilis film ini pada 19 Oktober 2024 menjadi momen penting sebelum pelantikan presiden terpilih, sebagai kesaksian atas kenyataan pahit yang dihadapi bangsa.</p>
<p><strong>Ajak Semua untuk Menonton</strong></p>
<p>Film ini tidak hanya untuk aktivis atau pegiat politik, tetapi untuk setiap warga negara yang peduli pada masa depan Indonesia. Ajak teman, keluarga, dan rekan untuk menyaksikannya, dan jadikan film ini sebagai bahan diskusi. "Pesta Oligarki" menawarkan perspektif kritis sekaligus menginspirasi aksi nyata.</p>
<p><strong>Harapan di Tengah Ketidakpastian</strong></p>
<p>Meskipun menggambarkan kenyataan yang suram, film ini juga memberikan harapan bahwa perubahan mungkin terjadi jika kita bersatu. Oligarki mungkin tampak tak terkalahkan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa kekuatan rakyat bisa mengalahkan kekuasaan yang represif. Film ini mengingatkan kita bahwa perlawanan tidak pernah sia-sia.</p>
<p>"Pesta Oligarki" adalah panggilan bagi kita semua untuk bangkit dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikannya. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: suluhpergerakan.org</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ijen Caldera Fiesta, Jadi Ajang Promosi Wisata Bondowoso </title>
<link>https://suarajatimpost.com/ijen-caldera-fiesta-jadi-ajang-promosi-wisata-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ijen-caldera-fiesta-jadi-ajang-promosi-wisata-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini menjadi sarana promosi wisata di Bumi Ki Ronggo yang mengkolaborasikan antara kesenian, budaya dan religi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_67138ba02f022.webp" length="56770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 17:39:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Ijen Caldera Fiesta Bondowoso 2024, kembali digelar oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dengan pola berbeda yang diisi beberapa agenda kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, sejak 19 - 20 Oktober 2024, Di Kawah Wurung, Kecamatan Ijen.</p>
<p>Promosi wisata yang dikolaborasikan dengan kesenian, kebudayaan dan nuansa religi ini, juga dimeriahkan dengan green camp, media camp, moto camp, festival layangan, lomba fotografi, fun bike, bersih gunung, rokat agung dan geotrip mitigasi bencana.</p>
<p>Diawali dengan kegiatan religi bertajuk Rokat Agung, Ijen Caldera Fiesta kedua ini menyajikan gunungan hasil buah dan sayuran. Giat ini disajikan untuk memohon keselamatan dan menolak terjadinya bencana di kawasan Ijen Caldera Kecamatan Ijen dan Kabupaten Bondowoso.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_67138bb4a9959.webp" alt=""></p>
<p>Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro, berharap kegiatan semacam ini terus digelar untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso, utamanya di kawasan UNESCO Global Geopark di Kecamatan Ijen.</p>
<p>"Kami harap promosi wisata di Kabupaten Bondowoso terus dilaksanakan dengan menggandeng semua pihak, media, influencer, komunitas, pelajar dan pihak swasta. Intinya harus ada kerja sama pentahelix untuk meningkatkan sektor pariwisata," ucapnya, Sabtu (19/10/2024).</p>
<p>Hadi Wawan Guntoro juga menginginkan agar semua masyarakat Bondowoso bersama-sama mempromosikan sektor pariwisata, budaya dan kesenian asli Bumi Ki Ronggo melalui media sosial. </p>
<p>"Gunakan media sosial untuk mengeksplor wisata di Bondowoso. Upload di Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter dan lainnya, untuk memposting keindahan Kawah Wurung dan objek wisata di Bondowoso," pesannya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_67138bd03546c.webp" alt=""></p>
<p>Ijen Caldera Fiesta kali ini juga menyajikan tarian Singo Ulung, Topeng Kona dan Ojung. Setelah itu, warga yang hadir berebut buah-buahan dan sayuran yang ditata menyerupai gunung.</p>
<p>Selain itu green camp di Kawah Wurung ini diikuti oleh ratusan pelajar, insan media cyber, TV nasional dan media lokal. Bahkan, Pj Bupati Bondowoso bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga berkemah menikmati dinginnya kawasan Ijen. <strong>(*)</strong></p>
<p><br><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liam Payne, Mantan Anggota One Direction, Meninggal Dunia di Usia 31 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liam-payne-mantan-anggota-one-direction-meninggal-dunia-di-usia-31-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liam-payne-mantan-anggota-one-direction-meninggal-dunia-di-usia-31-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Liam Payne, mantan anggota boyband One Direction asal Inggris, ditemukan meninggal dunia pada usia 31 tahun ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6710a3781775d.webp" length="22388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 14:02:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Liam Payne, One Direction, Meninggal Dunia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Liam Payne, mantan anggota <em>boyband</em> One Direction asal Inggris, ditemukan meninggal dunia pada usia 31 tahun setelah jatuh dari jendela sebuah hotel di Buenos Aires. Informasi ini disampaikan oleh pihak kepolisian setempat pada Rabu (16/10/2024).</p>
<p>Menurut pernyataan polisi yang diterima <em>CNN International</em>, insiden tersebut terjadi di sebuah hotel di kawasan Palermo pada Rabu sore.</p>
<p>Pihak kepolisian menerima laporan darurat 911 mengenai seorang pria yang tampak agresif, diduga akibat pengaruh obat-obatan atau alkohol. Dalam laporan tersebut, nama Payne tidak disebutkan secara langsung.</p>
<p>Sebelumnya, Payne terlihat di Argentina untuk menghadiri konser mantan rekan satu bandnya, Niall Horan, pada 2 Oktober 2024. Ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-31 di Inggris. Lahir di Wolverhampton, West Midlands, Payne adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan merupakan alumni City of Wolverhampton College, di mana ia mempelajari teknologi musik.</p>
<p>Liam Payne dikenal luas sebagai anggota One Direction, band yang dibentuk pada tahun 2010 melalui kompetisi realitas Inggris, The X Factor, dan terdiri dari Harry Styles, Zayn Malik, Louis Tomlinson, serta Niall Horan. </p>
<p>CNN telah mencoba menghubungi perwakilan Payne dan mantan anggota One Direction untuk mendapatkan komentar, tetapi belum menerima respons.</p>
<p>Payne merilis album solo perdananya berjudul <em>LP1</em> pada tahun 2019 dan mengumumkan pada Mei 2023 bahwa ia sedang mengerjakan album baru serta merencanakan tur. Dia juga terbuka mengenai perjuangannya dengan penyalahgunaan narkoba dan alkohol, termasuk berhenti minum selama enam bulan pada musim panas 2023. Pada Maret tahun ini, ia meluncurkan lagu berjudul <em>Teardrops</em>. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Sasaran Roasting Komika, Gus Fawait: Anak Muda Memang Harus Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-sasaran-roasting-komika-gus-fawait-anak-muda-memang-harus-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-sasaran-roasting-komika-gus-fawait-anak-muda-memang-harus-kritis</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Ini pertama kali pengalaman saya di-roasting dan rasanya wow, luar biasa. Tapi saya senang, karena anak muda memang ekspresif. Jadi anak-anak muda itu harus kita wadahi, agar keinginan dari anak muda itu memunculkan potensi baru,&quot; ucapnya, Ahad (13/10/2024). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670ca9093426d.webp" length="38522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 12:31:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER, SJP - </strong>Calon Bupati (Cabup) Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait memenuhi undangan para komika asal Jember. Acara tersebut digelar di aula Hotel Grand Valonia, Kecamatan Sumbersari, Jember, pada Ahad (13/10/2024) malam.</p>
<p>Dalam acara tersebut, cabup nomor urut 2 itu naik ke atas pentas dan mendapat sindiran dan kritikan dari para komika dalam bentuk roasting. Meski begitu, Gus Fawait mengaku salut dan bangga atas kritikan yang disampaikan dalam bentuk komedi itu.</p>
<p>Bahkan katanya, anak-anak muda di Jember memang harus kritis. Sebab baginya, hal itu merupakan cara anak muda untuk menyampaikan kritikan secara ekspresif. Hal itu dinilai sebagai ekspresi positif dengan menyoroti persoalan yang ada di Jember.</p>
<p>"Ini pertama kali pengalaman saya di-roasting dan rasanya wow, luar biasa. Tapi saya senang, karena anak muda memang ekspresif. Jadi anak-anak muda itu harus kita wadahi, agar keinginan dari anak muda itu memunculkan potensi baru," ucapnya, Ahad (13/10/2024).</p>
<p>Pagelaran itu menghadirkan lima orang komika. Dua di antaranya merupakan komika nasional. Yakni, Rizky Bibier dan Firza Valaza. Kemudian tiga komika lainnya merupakan komika lokal asak Jember. Yakni, Bagas, Raka dan Hengky. Semuanya kompak me-roasting Gus Fawait.</p>
<p>Kelima komika itu, kompak memberikan kritikan, sindiran dan bullyan pada Gus Fawait dalam bentuk komedi dan candaan. Acara dimulai saat Gus Fawait masuk ke ruangan roasting dan disambut dengan lagu Madu Tiga dari Ahmad Dani.</p>
<p>Kemudian langsung disambut dengan roastingan dari Bagas, Raka dan Hengky. Tidak hanya itu, Rizky Bibier dan Firza Valaza juga ikut memberikan roasting saat Gus Fawait duduk atas pentas. Kelima komika itu banyak mengkritisi soal program dan visi-misi Gus Fawait.</p>
<p>Bahkan, warna dresscode yang kerap dikenakan Gus Fawait saat berkampanye tak luput dari sasaran roastingan mereka. Bagi mereka dresscode yang dikenakan unik karena berwarna pink. Banner Gus Fawait yang bertebaran di jalan juga menjadi bahan roasting.</p>
<p>Lebih parahnya lagi, komika asal Jember, Hengky menyebut wajah Gus Fawait disebut mirip pemain sepak bola asal klub Persita Tangerang, Egi Melgiansyah. Candaan itu sontak disambut gemuruh tawa seisi ruangan, termasuk oleh Gus Fawait sendiri.</p>
<p>Meski selama kurang lebih dua jam di-roasting, Gus Fawait sama sekali tidak merasa kesal. Bahkan dia mengapresiasi munculnya ide untuk menyampaikan kritik dengan konsep stand up comedy. Bahkan menuutnya, acara itu memiliki dampak positif.</p>
<p>"Acara hari ini berbayar loh ya. Ada tiketnya. Berarti kan pertumbuhan ekonomi jalan, pendapatan pajak jalan, dan lain sebagainya. Maka ke depan kami akan menyiapkan program untuk anak muda. Acara roasting ini salah satu event yang bagus dikembangkan," ujarnya.</p>
<p>Salah satu program Gus Fawait yang disoroti oleh para komika itu yakni program tentang perhatian terhadap agama. Progam tersebut memuat janji politik Gus Fawait untuk memperbaiki rumah ibadah yang kondisinya memerlukan perawatan.</p>
<p>"Program kami membangun seribu rumah ibadah. Tidak hanya masjid dan musala. Semua rumah ibadah di Jember harus kita perhatikan. Jember adalah rumah besar kita. Rumah semua agama. Rumah segala suku budaya. Rumah semua golongan," tegasnya.</p>
<p>Menurut Gus Fawait, acara semacam itu menjadi potensi wisata baru. Model kritikan semacam itu merupakan ciri khas anak muda. Dia senang saat prpogram dan visi-misinya di-roasting. Setidaknya, program yang telah dia susun sudah  diketahui oleh para komika itu.</p>
<p>Dia berjanji akan menyediakan wadah lebih luas lagi untuk anak muda di Jember. Sebab menurutnya, kreativitas anak muda jaman sekarang akan sangat potensial jika difasilitasi dan diarahkan ke hal yang positif. Sehingga akan menekan potensi kenakalan remaja.</p>
<p>"Anak muda ini perlu diwadai. Mulai dari musik, komunitas budaya, komunitas motor, komunitas mobil, dan yang lain. Jangan sampai ketika anak muda berkreasi, selalu dianggap kenakalan remaja,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Rizky Biebier mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kritikan positif ala anak muda untuk lebih mengenal sosok calon pemimpin daerahnya. Uniknya karena acara itu tidak dikemas dengan bentuk kampanye.</p>
<p>"Kenapa Gus Fawait? sebenarnya saya netral. Siapa saja wakil rakyat yang mau saya roasting saya persilakan. Karena dari acara yang saya kemas ini, sudah saya buka penawaran lewat Instagram," kata Rizky, Ahad (13/10/2024).</p>
<p>"Saya pernah me-roasting Cak Thoriq di Lumajang. Kok calon bupati kita di Jember kok gak ada yang mau di-roasting dan gak ada yang merespon. Sampai suatu ketika, Gus Fawait yang merespon. Oke lah. Dan perlu digaris bawahi, ini bukan kampanye," sambung Rizky.</p>
<p>Menurut komika asal Jember itu, acara me-roasting Gus Fawait itu adalah salah satu cara untuk mengenal sosok calon pemimpin lewat acara ekspresi seni. Sehingga publik, terutama anak muda tahu tentang latar belakang dan program dari calon pemimpinnya.</p>
<p>"Dari roasting itu saya gak mau ngejek yang sebegitunya. Tapi saya pengen mengenalkan bagaimana sikap seorang pemimpin ke rakyat. Tujuannya untuk apa? biar anak muda bisa menyampaikan aspirasinya lewat sebuah kesenian," ujarnya.</p>
<p>Rizky menegaskan, kegiatan tersebut bukanlah kampanye. Dia pun berharap kepada siapa pun bupati yang akan memimpin Kabupaten Jember, agar menyediakan wadah bagi anak muda seluas-luasnya. Terutama di bidang kesenian.</p>
<p>"Sekali lagi, ini bukan acara kampanye. Saya berharap siapapun pemenangnya, saya minta tolong agar anak muda dikasih ruang untuk berekspresi," harapnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>The Wild Robot, Film Animasi yang Menyentuh Jiwa Dewasa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/the-wild-robot-film-animasi-yang-menyentuh-jiwa-dewasa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/the-wild-robot-film-animasi-yang-menyentuh-jiwa-dewasa</guid>
<description><![CDATA[ DreamWorks kembali membuktikan bahwa film animasi tidak hanya ditujukan untuk anak-anak. Karya terbaru mereka, The Wild Robot (2024) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670ca07cb5143.webp" length="33202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 12:04:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film Animasi, The Wild Robot, Review Film</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>DreamWorks kembali membuktikan bahwa film animasi tidak hanya ditujukan untuk anak-anak. Karya terbaru mereka,<strong> </strong>The Wild Robot (2024), telah tayang di bioskop Indonesia dan menawarkan pengalaman emosional yang mendalam.</p>
<p>Dalam film berdurasi 102 menit ini, Roz, seorang robot serbaguna yang disuarakan oleh Lupita Nyong’o, terdampar di pulau hutan. Setelah secara tidak sengaja menghancurkan sarang angsa dan menyisakan satu telur, Roz berjuang untuk menyelamatkan telur tersebut dari rubah licik bernama Fink (Pedro Pascal). Telur itu kemudian menetas menjadi Brightbill (Kit Connor), seekor angsa kecil.</p>
<p>Film ini, yang disutradarai oleh Chris Sanders, mengeksplorasi tema keibuan. Roz, yang awalnya hanya menjalankan tugas, berkembang menjadi sosok ibu yang penuh kasih. Dinamika antara Roz dan Brightbill menjadi inti cerita, menggambarkan tantangan keibuan yang dihadapi banyak orang.</p>
<p>Alur cerita dimulai perlahan, memperkenalkan satwa liar di pulau sebelum konflik muncul. Ketika Brightbill tumbuh, ia diintimidasi oleh teman-temannya karena dibesarkan oleh Roz. Hubungan mereka semakin rumit ketika Roz secara tidak sengaja merenggut keluarga biologis Brightbill.</p>
<p>Kisah ini berakhir dengan pengorbanan Roz, yang memilih meninggalkan pulau demi keselamatan semua hewan.<strong> The Wild Robot </strong>menyajikan pesan kuat tentang cinta tanpa syarat seorang ibu, disajikan dalam animasi yang memukau. Film ini layak menjadi favorit di kalangan penonton, baik muda maupun dewasa. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua WNA Berpartisipasi dalam Tarian Kolosal &amp;quot;Methamorphosis of East Java&amp;quot; di Peringatan Hari Jadi ke&amp;79 Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-wna-berpartisipasi-dalam-tarian-kolosal-methamorphosis-of-east-java-di-peringatan-hari-jadi-ke-79-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-wna-berpartisipasi-dalam-tarian-kolosal-methamorphosis-of-east-java-di-peringatan-hari-jadi-ke-79-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Ari Dharminalan Rudenko (35) dari Amerika Serikat dan Martina Feiertag (33) dari Jerman, ikut ambil bagian dalam tarian kolosal &quot;Methamorphosis of East Java&quot; yang berlangsung setelah upacara peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670b650866f4e.webp" length="77786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 18:05:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Jawa Timur, Hari Jadi, Tari Kolosal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ari Dharminalan Rudenko (35) dari Amerika Serikat dan Martina Feiertag (33) dari Jerman, ikut ambil bagian dalam tarian kolosal "Methamorphosis of East Java" yang berlangsung setelah upacara peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (12/10/2024).</p>
<p>Ari, yang telah tinggal di Indonesia sejak 2012 berkat beasiswa Dharma Siswa dari Kemendikbud untuk belajar seni di Bali, menyatakan ketertarikan awalnya terhadap Indonesia berasal dari upacara adat dan tradisi Dayak.</p>
<p>"Setiap daerah di Indonesia memiliki keistimewaan dan karakter yang dapat dilihat melalui seni dan musik," ujarnya.</p>
<p>Keterlibatan Ari dalam tarian ini mencerminkan budaya Jawa Timur yang telah mendunia. Ia menyebut partisipasinya sebagai simbolisasi bahwa Jawa Timur adalah Gerbang Nusantara Baru.</p>
<p>Lulusan program Doktoral Penciptaan Seni di ISI Surakarta ini juga telah menjelajahi berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Madura, dan Banyuwangi.</p>
<p>"Surabaya sangat menarik. Saya merasa nyaman di sini, seperti di rumah sendiri," tuturnya.</p>
<p>Ari berharap keindahan seni tari Indonesia, seperti tari Gandrung, akan lebih diperhatikan oleh generasi muda. Ia percaya bahwa eksplorasi kesenian dapat memperkuat akar budaya.</p>
<p>Sementara itu, Martina Feiertag, yang juga merupakan istri dari koreografer Trenggalek, Dian Bokir, mengungkapkan ketertarikan yang mendalam terhadap kesenian Indonesia.</p>
<p>"Tarian Indonesia sangat cantik dan menarik. Saya senang bisa bergabung dalam pertunjukan ini," katanya.</p>
<p>Dalam tarian kolosal tersebut, Ari dan Martina memerankan simbol transformasi ibu bumi dan bapa angkasa, mencerminkan peran penting keduanya dalam perkembangan generasi emas Indonesia.</p>
<p>Keduanya menunjukkan totalitas dalam setiap gerakan, berkolaborasi dengan berbagai institusi dan komunitas seni, termasuk Universitas Negeri Surabaya dan Sanggar Dimar Dance Theatre. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: Kominfo Jatim<br><strong>Editor : Rizqi ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktris Pengisi Suara Doraemon, Nobuyo Oyama, Meninggal di Usia 90 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktris-pengisi-suara-doraemon-nobuyo-oyama-meninggal-di-usia-90-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktris-pengisi-suara-doraemon-nobuyo-oyama-meninggal-di-usia-90-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Nobuyo Oyama, aktris pengisi suara yang terkenal sebagai suara Doraemon, meninggal dunia pada usia 90 tahun ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6709f07ea1f04.webp" length="13268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 15:05:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Doraemon, Pengisi Suara, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Nobuyo Oyama, aktris pengisi suara yang terkenal sebagai suara Doraemon, meninggal dunia pada usia 90 tahun. Selama lebih dari 25 tahun, hingga tahun 2005, dia memberikan suara khasnya yang serak untuk karakter kucing biru itu dari abad ke-22 ini, lengkap dengan "kantong ajaib" dan berbagai gadget fantastis, termasuk pintu yang bisa membawanya ke mana saja.</p>
<p>“Dia meninggal dunia pada 29 September 2024 karena usia tua", kata agensinya kepada <em>AFP</em>, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Pemakamannya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat. Meskipun telah digantikan oleh penerusnya dalam peran tersebut selama hampir dua dekade, banyak penggemar yang tetap menganggap suara Oyama sebagai yang paling otentik, menggambarkan karakter robot kucing masa depan itu dengan sempurna.</p>
<p>Dalam serial Doraemon, kucing robot yang menggemaskan itu melakukan perjalanan kembali ke masa lalu untuk membantu Nobita, seorang anak sekolah yang sering mengalami kesulitan dalam hidupnya sehari-hari.</p>
<p>Doraemon diciptakan oleh seniman Jepang Fujiko F. Fujio, pertama kali muncul dalam bentuk manga pada tahun 1969 sebelum beralih ke tayangan televisi dan film.</p>
<p>Kematian Oyama terjadi beberapa bulan setelah Noriko Ohara, pengisi suara Nobita dari tahun 1979 hingga 2005, juga meninggal dunia. Doraemon tetap menjadi salah satu serial anime terlama dan paling populer di Asia. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Yacht Internasional Bersandar di Banyuwangi, Ekspedisi Sail 2 Indonesia 2024 Dimulai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/yacht-internasional-bersandar-di-banyuwangi-ekspedisi-sail-2-indonesia-2024-dimulai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/yacht-internasional-bersandar-di-banyuwangi-ekspedisi-sail-2-indonesia-2024-dimulai</guid>
<description><![CDATA[ Rombongan kapal yacht dari berbagai negara yang mengikuti ekspedisi Sail 2 Indonesia Rally 2024 telah tiba di Banyuwangi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6708d68b2a887.webp" length="47626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 21:01:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Ekspedisi Sail, Banyuwangi, Pelayaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUWANGI, SJP - </strong>Rombongan kapal yacht dari berbagai negara yang mengikuti ekspedisi <em>Sail 2 Indonesia Rally 2024</em> telah tiba di Banyuwangi. Mereka bersandar di Pantai Marina Boom dan akan menjelajahi kekayaan wisata serta budaya Banyuwangi selama lima hari, dari 10 hingga 14 Oktober 2024.</p>
<p>Banyuwangi terpilih sebagai salah satu lokasi dalam ekspedisi laut yang diselenggarakan oleh PT. Pelindo. Puluhan yacht berangkat dari Australia, memulai petualangan mereka dari Kepulauan Rei, Maluku Tenggara, dan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Indonesia hingga akhirnya tiba di Banyuwangi.</p>
<p>Setibanya di Pantai Marina Boom, 17 yacht dari negara-negara seperti Australia, Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Rumania, dan Kanada disambut dengan penampilan Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi yang menjadi tanda selamat datang bagi para tamu kehormatan.</p>
<p>Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, menyambut rombongan dalam acara <em>Welcoming Ceremony Sail To Indonesia 2024</em>.</p>
<p>"Selamat datang di ujung timur Pulau Jawa, kota yang kaya seni budaya dan keindahan alam. Penduduk kami juga dikenal sangat ramah," ucap Sugirah.</p>
<p>Ia menekankan bahwa Sail to Indonesia adalah momen strategis untuk mempromosikan potensi Banyuwangi secara internasional dan meningkatkan pariwisata maritim di daerah tersebut.</p>
<p>Sugirah juga berterima kasih kepada pemerintah pusat dan PT. Pelindo, yang telah menjadikan Pantai Marina Boom sebagai tempat singgah bagi pelayar dari seluruh dunia. Selain itu, dermaga yacht di Pantai Marina Boom juga diusulkan sebagai salah satu persinggahan dalam Fremantle Yacht Race 2025.</p>
<p>Sugirah berharap kegiatan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, untuk mengunjungi Banyuwangi.</p>
<p>"Kami berharap para yachter dapat mengajak teman-teman mereka untuk datang ke Banyuwangi, sehingga berdampak positif pada ekonomi lokal dan pendapatan daerah," tambahnya.</p>
<p>Para yachter yang berkunjung berencana mengunjungi berbagai destinasi wisata di Banyuwangi. Aubrey Graham, seorang yachter asal Kanada, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan pemandangan di sana.</p>
<p>"Melihat matahari terbit dengan latar Pulau Bali dan pegunungan yang indah sangat menakjubkan," katanya.</p>
<p>Aubrey dan rekan-rekannya merencanakan kunjungan ke Taman Nasional Baluran, Hutan De Djawatan, dan Pulau Merah.</p>
<p>"Kami datang lebih dulu dibanding rombongan kemarin dan kami sempatkan menaiki Ijen untuk melihat api birunya. Ini adalah pengalaman kami paling menarik dibanding sebelum-sebelumnya," ujar Aubrey.</p>
<p>Kapten Yacht Larusia, Timothy Forderer, juga berbagi pandangannya. Pelaut asal Inggris ini telah mengunjungi Pulau Banda, Flores, Raja Ampat, dan Bali sebelum tiba di Banyuwangi. </p>
<p>"Selama 40 tahun saya berlayar mengelilingi dunia, Indonesia adalah negara yang paling indah yang pernah saya kunjungi. Perasaan itu juga kami rasakan di Banyuwangi, semuanya menyambut kami dengan baik dan sangat ramah. Mulai dari makanan hingga alamnya juga indah, saya besok bersama istri rencananya akan menikmati sunset ke Pulau Merah sebelum melanjutkan perjalanan," jelas Timothy.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama PT. Pelindo Properti Indonesia, Sukariyadi Rudi Meidianto, mengungkapkan bahwa Sail 2 Indonesia Rally 2024 dimulai pada Juli lalu, dengan peserta berlayar dari Selandia Baru dan Australia untuk mengeksplorasi petualangan laut Indonesia serta mengunjungi berbagai tempat, termasuk Raja Ampat, Pulau Banda, Flores, dan Bali.</p>
<p>"Semoga 4 hari ke depan, para yachters mengunjungi sebanyak-banyaknya wisata Banyuwangi dan mempromosikannya ketika kembali ke negara asal," harap Rudi. (**)</p>
<p>sumber: banyuwangikab.go.id</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Rekomendasi Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Pantai Malang Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-rekomendasi-destinasi-wisata-yang-wajib-dikunjungi-di-pantai-malang-selatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-rekomendasi-destinasi-wisata-yang-wajib-dikunjungi-di-pantai-malang-selatan</guid>
<description><![CDATA[ Pantai Malang Selatan bukan sekadar tujuan wisata biasa, melainkan sebuah destinasi yang menggabungkan keindahan alam ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6708a604f15fd.webp" length="33592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 15:03:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Malang Selatan, Pantai, Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Pantai Malang Selatan bukan sekadar tujuan wisata biasa, melainkan sebuah destinasi yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya lokal, dan berbagai aktivitas menarik. Setiap kunjungan ke tempat ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, penuh petualangan dan keajaiban. Mari kita eksplorasi lima pantai menawan di Malang Selatan yang wajib Anda kunjungi.</p>
<p><strong>1. Pantai Balekambang</strong></p>
<p>Pantai Balekambang menjadi salah satu destinasi ikonik di Malang Selatan, berjarak sekitar 65 kilometer dari Kota Malang. Pantai ini terkenal dengan tiga pulau kecil yang dapat dijangkau melalui jembatan, yaitu Ismoyo, Anoman, dan Wisanggeni. Selain pasir putih yang lembut dan ombak yang tenang, pantai ini juga menjadi lokasi ritual tahunan Labuhan, menambah nilai budaya dan sejarahnya.</p>
<p><strong>2. Pantai Sendang Biru</strong></p>
<p>Selanjutnya, Pantai Sendang Biru menawarkan panorama laut yang menakjubkan dengan air berwarna biru yang memikat. Pantai ini juga berfungsi sebagai pelabuhan menuju Pulau Sempu, tempat yang terkenal dengan Telaga Lele. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk menjelajahi keindahan alami Pulau Sempu yang masih perawan.</p>
<p><strong>3. Pantai Ngliyep</strong></p>
<p>Pantai Ngliyep terkenal dengan hamparan pasir putih dan tebing-tebing eksotis yang menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Dikenal sebagai lokasi berselancar yang ideal, pantai ini juga memiliki Batu Bengkung, formasi batu unik yang menjadi spot foto favorit pengunjung.</p>
<p><strong>4. Pantai Jolosutro</strong></p>
<p>Meskipun kurang dikenal, Pantai Jolosutro memiliki daya tarik tersendiri. Terletak di Desa Sitiarjo, pantai ini menawarkan suasana tenang dan sepi, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan. Pasir putih yang lembut dan pepohonan kelapa di sekelilingnya menciptakan atmosfer yang eksotis.</p>
<p><strong>5. Pantai Kondang Merak</strong></p>
<p>Terakhir, Pantai Kondang Merak dikenal dengan air laut yang jernih dan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Keberadaan batu karang yang tersebar di sepanjang pantai menambah keindahan visual, menjadikannya tempat yang ideal untuk menikmati momen indah saat senja.</p>
<p>Dengan pesona masing-masing, Pantai Malang Selatan, termasuk Balekambang, Sendang Biru, Ngliyep, Jolosutro, dan Kondang Merak, menawarkan pengalaman wisata yang kaya. Dari pasir putih yang halus hingga ombak yang menenangkan, setiap pantai menyuguhkan keindahan yang memikat. Jika Anda seorang pencinta alam, Pantai Malang Selatan adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: royaletravel.co.id</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lagu &amp;quot;Diri&amp;quot; Tulus: Menemukan Kekuatan dalam Mencintai Diri Sendiri di Era Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lagu-diri-tulus-menemukan-kekuatan-dalam-mencintai-diri-sendiri-di-era-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lagu-diri-tulus-menemukan-kekuatan-dalam-mencintai-diri-sendiri-di-era-modern</guid>
<description><![CDATA[ Lagu ini bukan hanya menyentuh hati, tetapi juga berhubungan erat dengan isu kesehatan mental di era modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670888b65b952.webp" length="8960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 09:10:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Tulus, Kesehatan Mental, Era Modern</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>"Diri" adalah salah satu lagu dari album "Manusia" yang dinyanyikan oleh Tulus, dirilis di akun YouTube-nya pada 3 Maret 2022. Sejak saat itu, video klip dan liriknya telah ditonton lebih dari 43 juta kali dan mendapatkan 318.000 likes.</p>
<p>Lagu ini bukan hanya menyentuh hati, tetapi juga berhubungan erat dengan isu kesehatan mental di era modern. Pesan mengenai pentingnya mencintai dan menerima diri sendiri sangat relevan, terutama di tengah meningkatnya kasus kecemasan dan depresi.</p>
<p>Melalui liriknya, Tulus menekankan pentingnya berdamai dengan diri sendiri, yang mencakup penerimaan terhadap kesalahan dan luka yang pernah dialami. Ia mendorong pendengar untuk berbicara jujur kepada diri sendiri dan memaafkan kesalahan di masa lalu.</p>
<p>Salah satu lirik yang kuat, "luka-luka hilanglah luka," mengajak pendengar untuk melepaskan rasa sakit emosional dan menciptakan ruang untuk ketenangan. Lagu ini juga mengingatkan bahwa setiap orang berharga dan berhak mendapatkan cinta, termasuk cinta dari diri mereka sendiri.</p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut tentang lirik lagu "Diri"? Berikut adalah lirik lengkapnya.</p>
<p>Lirik Lagu Diri dari Tulus<br>Hari ini<br>Kau berdamai dengan dirimu sendiri<br>Kaumaafkan<br>Semua salahmu ampuni dirimu<br>Hari ini<br>Ajak lagi dirimu bicara mesra<br>Berjujurlah<br>Pada dirimu, kau bisa percaya<br>Maafkan semua yang lalu<br>Ampuni hati kecilmu<br>Luka, luka, hilanglah luka<br>Biar tentram yang berkuasa<br>Kau terlalu berharga untuk luka<br>Katakan pada dirimu<br>Semua baik-baik saja<br>Bisikkanlah<br>Terima kasih pada diri sendiri<br>Hebat dia<br>Terus menjagamu dan sayangimu<br>Suarakan<br>Bilang padanya, jangan paksakan apa pun<br>Suarakan<br>Ingatkan terus aku makna cukup<br>Luka, luka, hilanglah luka<br>Biar senyum jadi senjata<br>Kau terlalu berharga untuk luka<br>Katakan pada dirimu<br>Semua baik-baik saja<br>Bila lelah, menepilah<br>Hayati alur napasmu<br>Luka, luka, hilanglah luka<br>Biar tentram yang berkuasa<br>Kau terlalu berharga untuk luka<br>Katakan pada dirimu<br>Semua baik-baik saja<br>Luka, luka, hilanglah luka<br>Biar senyum jadi senjata<br>Kau terlalu berharga untuk luka<br>Katakan pada dirimu<br>Semua baik-baik saja<br>Semua baik-baik saja <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film &amp;quot;2nd Miracle In Cell No 7&amp;quot; Siap Tayang di Indonesia pada 25 Desember 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/film-2nd-miracle-in-cell-no-7-siap-tayang-di-indonesia-pada-25-desember-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/film-2nd-miracle-in-cell-no-7-siap-tayang-di-indonesia-pada-25-desember-2024</guid>
<description><![CDATA[ sekuel kedua ini akan lebih mendalami apa yang terjadi pada Ika setelah ditinggal ayahnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670797609117d.webp" length="22374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 22:03:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Film, Sinema, Bioskop, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Film "2nd Miracle In Cell No 7" dijadwalkan tayang di Indonesia pada 25 Desember 2024. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Eksekutif Produser Falcon Pictures, HB Naveen, dalam perbincangannya dengan media. Film sebelumnya, "Miracle in Cell No 7," yang dirilis pada 2022, sukses menarik 3,5 juta penonton.</p>
<p>Naveen menjelaskan, “Melihat antusias masyarakat tentang kelanjutan kisah sang gadis kecil bernama Ika yang merupakan anak Dodo Rozak, pria penyandang disabilitas intelektual yang difitnah telah membunuh dan melecehkan seorang gadis kecil di film Miracle in Cell No 7, kami akhirnya tergerak untuk melanjutkan film ini di sekuel keduanya," katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa sekuel kedua ini akan lebih mendalami apa yang terjadi pada Ika setelah ditinggal ayahnya.</p>
<p>"Di sekuel kedua ini, kita ingin mengeksplorasi apa yang terjadi pada gadis kecil yang kehilangan ayahnya. Penonton di Indonesia bereaksi dengan sangat emosional terhadap film tersebut, sehingga kami merasa perlu melanjutkan kisahnya," tuturnya.</p>
<p>Film ini disutradarai oleh Herwin Novianto, yang dikenal melalui karya-karyanya seperti "Kang Mak From Pee Mak." Dalam sekuel ini, penonton akan kembali melihat penampilan Graciella Abigail, Vino G Bastian, Marsha Timothy, Indro Warkop, Tora Sudiro, Rigen Rakelna, Indra Jegel, dan Bryan Domani, yang sebelumnya sukses memerankan karakter dalam film yang diadaptasi dari film Korea berjudul sama yang dirilis pada 2013. Naveen berharap film ini akan kembali memikat penonton di Indonesia.</p>
<p>Sebagai langkah awal, teaser untuk "2nd Miracle In Cell No 7" versi Indonesia telah ditayangkan di Asian Contents and Film Market (ACFM) di Busan, Korea Selatan, menjelang penayangannya di tanah air. <strong>(**)</strong></p>
<p>Sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado Ultah Batu 23 Tahun, Jatim Park Group Beri Diskon 40 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kado-ultah-batu-23-tahun-jatim-park-group-beri-diskon-40-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kado-ultah-batu-23-tahun-jatim-park-group-beri-diskon-40-persen</guid>
<description><![CDATA[ Diskon khusus bagi warga Kota Batu itu sengaja diberikan sejumlah 40 persen sebagai salah satu pengaplikasian imbauan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai agar seluruh masyarakat mendapatkan manfaat dari ulang tahun tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6707b889a5511.webp" length="58552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 19:47:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, HUT 23 Tahun, Diskon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Semarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Batu, Jatim Park Group mengggeber diskon sebesar 40 persen selama 3 hari pada pekan depan.</p>
<p>Diskon tersebut dikhususkan untuk warga Kota Batu yang ingin mendatangi wana wisata keluarga tersebut dimulai sejak 15-17 Oktober 2024 besok.</p>
<p>Manager Marketing &amp; Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan, pada Kamis (10/10/2024), bahwa diskon khusus bagi warga Kota Batu itu sengaja diberikan sejumlah 40 persen sebagai salah satu pengaplikasian iimbauan Pj Wali kota Batu Aries Agung Paewai, agar seluruh masyarakat mendapatkan manfaat dari ulang tahun tersebut.</p>
<p>“Diskon 40 persen itu cukup besar mengingat harga tiket JTP Group untuk umum selama belum diberlakukan diskon. Ini juga dimaksudkan agar warga Kota Batu bisa menikmati HUT Kota Batu di tempat wisata yang selama ini bertetangga dengan mereka," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, diskon yang diberikan berlaku dalam All Park sehingga JTP 1-3, predator fun park, batu love garden, dan lain sebagainya akan memberikan potongan yang cukup besar dan hanya berlaku untuk tiket reguler.</p>
<p>"Syaratnya cukup mudah yakni dengan melakukan pendataan di customer service dan menunjukkan kartu id, bahwa dirinya adalah warga Kota Batu. Untuk tiket terusan atau paket tidak ada potongan, jadi hanya yang reguler saja," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebanyak 60 Pegiat Lingkungan Asal Kediri Kunjungi Kampoeng Oase Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebanyak-60-pegiat-lingkungan-asal-kediri-kunjungi-kampoeng-oase-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebanyak-60-pegiat-lingkungan-asal-kediri-kunjungi-kampoeng-oase-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Ketenaran itulah yang akhirnya membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri memilih Kampoeng Oase sebagai lokasi pelaskanaan studi lapangan dan workshop pengelolaan sampah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6707598a1a78a.webp" length="77786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 12:31:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Kampoeng Oase Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Kediri, Bank Sampah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Grup Kampoeng Oase Surabaya telah lama dikenal sebagai pelopor pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Tidak hanya di lingkup lokal, tetapi juga diakui luas di skala nasional hingga internasional. </p>
<p>Keberhasilan dalam merangkul masyarakat dan menerapkan konsep zero waste membuat mereka menjadi komunitas yang layak dijadikan contoh oleh banyak pihak. Terlebih beberapa Kampoeng Oase Surabaya sudah dijadikan destinasi wisata edukasi perihal pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Ketenaran itulah yang akhirnya membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri memilih Kampoeng Oase sebagai lokasi pelaskanaan studi lapangan dan workshop pengelolaan sampah. Workshop  itu digelar di dua Kampoeng Oase Surabaya, yakni Kampoeng Oase Songo dan Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p>Sebanyak 60 penggiat lingkungan dari Kabupaten Kediri dibawa untuk menimba ilmu di dua lokasi tersebut. Kegiatan itu dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Kabid PSLB3) DLH Kabupaten Kediri, Arman Fuadi.</p>
<p>Arman mengungkapkan alasannya memilih Kampoeng Oase Surabaya untuk lokasi studi lapangan, yaitu karena pihkanya telah melihat keberhasilan kampung-kampung yang tergabung dalam grup Kampoeng Oase Surabaya.</p>
<p>"Sebelumnya memang kita cari-cari informasi di internet, dan sekarang setelah datang langsung kesini ternyata memang benar banyak inovasi yang bisa menjadi pelajaran bagi kami," terang Arman, Kamis (10/10/2024).</p>
<p>Di Kampoeng Oase Songo, Arman terkesan dengan kebersamaan masyarakat dalam perwujudannya slogan 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang) sampah.</p>
<p>"Jadi pengelolaan sampah itu tidak boleh berhenti namun ada sirkulasinya, contoh di Kampoeng Oase Songo ini ada maggot (larva lalat) yang digunakan untuk mengurai sampah basah, ternyata maggot ini bisa juga dijadikan produk turunan," ungkapnya. </p>
<p>Arman menyebut, di Kabupaten Kediri sudah ada 40 bank sampah yang beroperasi. Namun menurutnya, jika hanya mengandalkan bank sampah cakupannya sangat terbatas, mengingat ada 343 desa yang ada di Kabupaten Kediri.</p>
<p>"Jadi langkah awal yang akan kami terapkan adalah menggerakkan masyarakatnya, tentu stimulasinya dengan menunjukkan kepada masyarakat disana bahwa di Surabaya ada loh Kampung yang pengelolaan lingkungannya berhasil dengan melibatkan peran warganya," sebut Arman.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Kampoeng Oase Songo, Yaning Mustika Ningrum mengungkapkan rasa bangganya, karena kampung yang dia pimpin bisa menjadi rujukan. Bahkan dia menjadikan kesempatan itu untuk berbagi tips dan trik agar sukses dalam mengelola lingkungan.</p>
<p>"Yang pasti teman-teman harus istikamah, kalau warga awal-awal menolak untuk ikut berperan itu sudah biasa, dengan membuktikan kebermanfaatan dalam mengelola lingkungan, masyarakat pasti perlahan-lahan akan ikut tergerak," ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, Yaning berharap, kegiatan itu bisa memberikan manfaat, tidak hanya bagi pihak yang datang, namun juga bagi kampungnya agar lebih termotivasi lagi dalam menjaga lingkungan.</p>
<p>"Pesan saya, kelola sampah sampai seminim mungkin, karena motto saya, sampahmu tanggung jawabmu, sampahku tanggung jawabmu," tandasnya. </p>
<p>Dilokasi yang sama, Pembina Kampoeng Oase di Surabaya, Adi Candra mengungkapkan, setelah berkunjung ke Kampoeng Oase Songo, rangakaian kegiatan akan dilanjutkan ke Kampoeng Oase Ondomohen yang berada tepat di jantung Kota Surabaya.</p>
<p>"Kita ingin menunjukkan bahwa setiap Kampoeng Oase Surabaya memiliki potensi dan kelebihannya masing-masing. Ini juga agar peserta studi lapangan juga mendapatkan referensi yang lebih luas," tutup Adi sebelum melanjutkan kegiatan.</p>
<p>Diketahui, kegiatan itu diinisiasi oleh DLH Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Kampoeng Oase Surabaya, Perbanusa DPD I Jawa Timur, dan dipromosikan oleh Indonesian Fighter Tourism Associaton (IFTA) Jelajah Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perjalanan Baru Seniman Surabaya: Ridwan SS Menggali Keseimbangan Lewat Seni Abstrak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perjalanan-baru-seniman-surabaya-ridwan-ss-menggali-keseimbangan-lewat-seni-abstrak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perjalanan-baru-seniman-surabaya-ridwan-ss-menggali-keseimbangan-lewat-seni-abstrak</guid>
<description><![CDATA[ Ridwan SS, seniman Surabaya, beralih dari realisme ke abstrak dalam karya &quot;Keseimbangan,&quot; untuk menyuarakan kritik sosial dan ketidakadilan yang ia saksikan di masyarakat melalui seni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_67066f4044963.webp" length="30478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 19:46:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Seni, Perupa, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perjalanan seni, layaknya perjalanan hidup, sering kali mengalami perubahan arah seiring dengan pengalaman dan pergulatan batin yang dialami seseorang yang menjalaninya. </p>
<p></p>
<p>Setiap fase dalam kehidupan bisa menjadi titik balik yang memengaruhi gaya dan cara seorang seniman mengekspresikan dirinya, entah itu dari masalah pribadi mereka maupun dari apa yang ia lihat di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Hal ini tercermin dalam karya Ridwan SS, seorang seniman asal Surabaya yang kini meninggalkan gaya melukis lamanya yaitu realisme, demi untuk merambah dunia abstrak, di mana ia menemukan cara baru untuk menyuarakan kritik sosial yang mendalam.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemui di Balai Pemuda Surabaya yang kerap dijadikan tempat berkumpul para seniman Kota Pahlawan, Ridwan menjelaskan, bahwa keputusan untuk meninggalkan gaya realisme yang telah ia geluti bertahun-tahun, lahir dari keinginan agar pesan yang dituangkan dalam karyanya menjadi lebih dalam.</p>
<p></p>
<p>Dalam karya barunya yang memiliki tajuk "Keseimbangan" yang menggunakan gaya abstrak simbolik, Ridwan ingin menyampaikan pesan bahwa, ada banyak hal yang perlu diseimbangkan di setiap sudut kehidupan manusia yang penuh dengan ketidakadilan.</p>
<p></p>
<p>"Coba kita sejenak melihat, bahwa ketidakseimbangan itu kerap terjadi di dunia ini, dan seakan-akan menjadi hal yang lumrah," cerita Ridwan, Rabu (9/10/2024).</p>
<p></p>
<p>"Jangan jauh-jauh ke politik dan hukum dulu deh, kita lihat sosial kita saja dulu, betapa banyaknya orang-orang kesusahan mencari kerja, sekali dapat kerja, sudah gajinya kecil bosnya juga galak-galak," sambungnya dengan canda.</p>
<p></p>
<p>Dirinya juga menyoroti akan apa yang terjadi di dunia yang ia geluti, bagi Ridwan ketidakseimbangan juga muncul di tengah-tengah para penggiat seni, tidak terkecuali pada karya-karya yang dibuat oleh mereka.</p>
<p></p>
<p>"Karya seni itu seharusnya menjadi medium yang sangat tepat untuk menyuarakan keresahan, isu sosial, dan kritik terhadap suatu hal, jadi pesan yang terkandung didalamnya itu sangat krusial," ujar Ridwan.</p>
<p></p>
<p>"Tetapi sekarang apa yang terjadi? banyak seniman hanya mengejar pasar, apa yang laku itu yang mereka buat, indah iya, tapi pesannya nihil," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Ridwan mengatakan, memang tidak ada salahnya seorang seniman mengejar pasar karena itu memang untuk menyambung hidup mereka, namun ia harap rekan-rekan seperjuangannya tidak lupa bahwa ada tanggung jawab moral yang dibawa oleh tiap seniman.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dulu saya di (gaya) realis memang serba indah, seperti melukis kuda, pemandangan dan hewan yang bagus dan banyak orang suka, namun susah untuk menyampaikan pesan tersirat didalamnya," ucap Ridwan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi harus seimbang, saya pun tidak menampio kalau ada yang mau beli karya saya ya senengnya minta ampun, tapi saya juga sama senangnya kalau ada yang belajar dan menjadi sadar setelah melihat karya saya," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Meski kini ia memutuskan untuk terjun dan lebih dikenal dengan karya-karya idealis, Ridwan tidak menampik bahwa ia tetap membuat karya komersial. Namun, ia menegaskan bahwa karya-karya komersial tersebut tidak akan menjadi sorotan utama dalam perjalanan seninya. </p>
<p></p>
<p>“Saya tetap membuat karya komersial, tapi itu urusan dapur, yang penting adalah karya yang saya anggap harus disuarakan, itu yang akan saya tampilkan,” tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan lukisan Keseimbangan, Ridwan tidak hanya menandai pergeseran gaya dari realisme ke abstrak, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai seniman yang berkomitmen menyuarakan isu-isu sosial. </p>
<p></p>
<p>Di tengah ketidakadilan yang ia saksikan, seni bagi Ridwan adalah alat untuk mengajak masyarakat merenung, mengkritik, dan pada akhirnya, menemukan keseimbangan dalam kehidupan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DBC, IBC dan Sharia Digital Indonesia Gelar Pelatihan Blockchain di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dbc-ibc-dan-sharia-digital-indonesia-gelar-pelatihan-blockchain-di-surabaya-cetak-trainer-berbasis-syariah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dbc-ibc-dan-sharia-digital-indonesia-gelar-pelatihan-blockchain-di-surabaya-cetak-trainer-berbasis-syariah</guid>
<description><![CDATA[ Pelatihan &quot;Training for Trainer&quot; blockchain di Surabaya mencetak pelatih berbasis syariah, dengan harapan meningkatkan literasi dan kemandirian ekonomi melalui teknologi blockchain dan farming online. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_67062e4e9f1ca.webp" length="49816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 14:30:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Blockchain, DBC, IBC, Shariah Digital Indonesia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Blockchain, sebuah teknologi yang identik dengan mata uang kripto seperti Bitcoin semakin berkembang di ranah perekonomian global. Penggunanya pun juga semakin meluas. Berbagai sektor mulai mengakui kripto sebagai mata uang yang sah.</p>
<p>Guna memahami pentingnya penerapan teknologi ini di Indonesia, sejumlah pegiat crypto mulai dari kalangan guru dan dosen mengikuti pelatihan sertifikasi di Bumi Surabaya City Resort mulai 8-10 Oktober 2024. Kegiatan tersebut bertajuk "Training for Trainer".</p>
<p>Kegiatan itu diinisiasi oleh Dubai Blockchain Center (DBC), Indonesia Blockchain Center (IBC), dan Sharia Digital Technologies. Mereka juga berkolaborasi tripatrit dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).</p>
<p>Pelatihan tersebut bertujuan mencetak pelatih-pelatih blockchain untuk disebarkan di berbagai universitas dan lembaga di seluruh Indonesia.</p>
<p>Direktur Utama PT. Digital Syariah Teknologi dan PT. Indisy, Haji Hambali yang menjadi narasumber utama dalam acara itu, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta. </p>
<p>"Kami mengundang maksimal 30 peserta, namun alhamdulillah yang hadir lebih dari target, mencapai 37 orang. Ini menunjukkan minat terhadap pelatihan blockchain sangat besar di kalangan peserta, terutama dari universitas-universitas di Jawa Timur," ujar Hambali, Rabu (9/10/2024).</p>
<p>Pelatihan ini, lanjutnya, dilaksanakan sebagai bentuk amanah dari Deputi Menteri Perekonomian Dubai sekaligus pendiri Dubai Blockchain Center, Khalifa AlJaziri. Dengan kegiatan itu diharapkan teknologi blockchain dapat berkembang pesat di Indonesia. </p>
<p>"Saya merasa bertanggung jawab untuk memperbanyak trainer blockchain di Indonesia, karena saya tidak mungkin mengembangkan teknologi ini sendiri," ungkapnya.</p>
<p>Blockchain diharapkan menjadi solusi atas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di masa depan. Hambali menekankan pentingnya teknologi ini diterapkan di tanah air, mengingat penggunaannya yang sudah mulai diajarkan di tingkat pendidikan dasar di negara lain. </p>
<p>“Blockchain ini suatu sistem perekonomian yang harus kita terapkan di Indonesia, terutama untuk generasi penerus kita, adik-adik mahasiswa," jelas Hambali.</p>
<p>"Saya berharap ilmu ini dapat ditularkan agar mereka siap menghadapi perubahan ekonomi global yang sudah mulai bergeser ke arah penggunaan teknologi blockchain,” imbuhnya.</p>
<p>Hambali juga menyinggung situasi embargo ekonomi di beberapa negara seperti Rusia. Di negara tersebut blockchain dan mata uang kripto seperti Bitcoin menjadi alternatif untuk bertransaksi. </p>
<p>"Ketika perekonomian dunia terguncang, teknologi blockchain bisa menjadi kunci untuk bertahan, dan Indonesia perlu bersiap dengan memahami dan mengimplementasikannya." terangnya.</p>
<p>Dia menegaskan, teknologi blockchain akan membantu perekonomian Indonesia berkembang stabil dan memberikan peluang yang adil bagi semua pihak. Baginya, hal itu menjadi bagian dari jihad di bidang ekonomi. </p>
<p>"Saat ini tugas kita sebagai muslim adalah jihad di bidang ekonomi, bukan lagi dengan perang, saya selalu mengedepankan jihad ekonomi untuk memakmurkan masyarakat Indonesia," ucapnya.</p>
<p>Salah satu terobosan yang dibawa dalam pelatihan ini adalah konsep farming online berbasis blockchain dan <em>Non-Fungible Token </em>(NFT). Melalui konsep ini, para petani, peternak, dan nelayan di Indonesia dapat menjual hasil panen mereka dengan harga yang lebih tinggi daripada harga yang ditetapkan oleh pemerintah. </p>
<p>"Dengan adanya farming online dan kartu NFT, para petani tidak lagi menjadi pihak yang dirugikan, karena saya melihat banyak petani kita yang sangat menderita, dan inovasi ini diharapkan bisa membantu mereka," kata Hambali.</p>
<p>Dia juga menjelaskan, melalui program ini, pihaknya akan memberikan modal kerja berbasis syariah kepada para petani, dengan skema bagi hasil 50-50. </p>
<p>"Dengan skema ini, petani bisa mendapatkan keuntungan yang adil tanpa terbebani oleh bunga pinjaman," tuturnya.</p>
<p>Hambali berharap, blockchain dan inovasi farming online akan membantu mengangkat derajat para petani dan nelayan Indonesia. </p>
<p>"Indonesia adalah negara agraris, dan saya berharap ke depannya kita tidak perlu lagi mengimpor bahan pangan seperti beras. Melalui teknologi ini, kita bisa membantu petani mendapat keuntungan lebih baik dan tidak lagi menjadi objek penderita," tutupnya.</p>
<p>Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari itu diharapkan mampu mencetak para trainer yang akan menyebarkan ilmu blockchain ke berbagai wilayah di Indonesia. Tujuannya, meningkatkan literasi dan kesiapan ekonomi berbasis teknologi di masa mendatang.</p>
<p>Untuk diketahui, pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan <em>Letter of Agreement</em> (LoA) ketiga lembaga penyelenggara kegiatan itu dengan ITS melalui Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI) ITS serta Asosiasi Dosen Integrator Desa (ADIDES).</p>
<p>Hambali selaku direktur utama PT. Digital Syariah Teknologi dan PT. Indisy beserta Ketua PKKPBI sekaligus Ketua Umum DPP ADIDES Nasional, Arman Hakim Nasution menandatngai LoA tersbeut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batik Ciprat Karangpatihan, Kreativitas Tunagrahita yang Menginspirasi Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batik-ciprat-karangpatihan-kreativitas-tunagrahita-yang-menginspirasi-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batik-ciprat-karangpatihan-kreativitas-tunagrahita-yang-menginspirasi-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Desa Karangpatihan di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menjadi sorotan berkat inovasi warganya yang berkebutuhan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6705fb1ddb04d.webp" length="34276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 11:03:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Batik Ciprat, Tunagrahita, Ponorogo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PONOROGO, SJP - </strong>Desa Karangpatihan di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menjadi sorotan berkat inovasi warganya yang berkebutuhan khusus. Meskipun kemampuan intelektual dan kognitif mereka mungkin berada di bawah rata-rata, para tunagrahita di desa ini telah membuktikan bahwa mereka dapat berdaya dengan menciptakan batik ciprat yang unik.</p>
<p>Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, menjelaskan bahwa pesanan batik ciprat datang dari berbagai penjuru Indonesia. “Pesanan datang dari hampir seluruh pulau di Indonesia. Pembeli bukan hanya dari kalangan penyuka batik, tapi karena peduli terhadap para tunagrahita,”  ungkap Eko dalam wawancara pada Selasa (8/10/2024).</p>
<p>Setiap karya batik ciprat yang dihasilkan memiliki corak yang berbeda. Dengan spontanitas, para tunagrahita mencipratkan pewarna di atas kain, menghasilkan karya yang ekspresif dan unik, meskipun ada pendamping yang membantu proses tersebut. Batik ciprat karya mereka pernah dipamerkan dalam berbagai peragaan busana, termasuk saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo pada Agustus lalu.</p>
<p>“Kami selama ini memasarkan melalui marketplace dan website Batik Ciprat Karangpatihan,”  tambah Eko. Harga setiap lembar kain batik ciprat berkisar antara Rp 175 ribu hingga Rp 180 ribu. Dari penjualan ini, para perajin memperoleh 30 persen, sementara sisanya digunakan untuk menutup biaya produksi dan membantu warga tunagrahita lainnya.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan bagian dari program Catur Karsa, yang telah dilaksanakan sejak 2013 oleh Pemerintah Desa Karangpatihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup tunagrahita dengan memberikan mereka kesempatan untuk memiliki penghasilan harian, bulanan, triwulan, hingga tahunan melalui berbagai kegiatan produktif.</p>
<p>“Untuk memberdayakan para tunagrahita. Alhamdulillah sekarang mereka sudah dapat mencari uang sendiri, membiayai hidup sehari-hari, bahkan  menyekolahkan anaknya,” ujar Eko. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: ponorogo.go.id</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saharsa, Band Asal Malang yang Merilis Single Berjudul &amp;quot;Nur&amp;quot;, Mencari Cahaya dalam Gelap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saharsa-band-asal-malang-yang-merilis-single-berjudul-nur-mencari-cahaya-dalam-gelap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saharsa-band-asal-malang-yang-merilis-single-berjudul-nur-mencari-cahaya-dalam-gelap</guid>
<description><![CDATA[ Menggebrak industri musik dengan single terbarunya berjudul &quot;Nur&quot; ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_670355a6b0464.webp" length="27662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 14:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Saharsa Band, Musik, Entertainment, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Band Saharsa, yang berasal dari kota Malang, baru saja menggebrak industri musik dengan single terbarunya berjudul "Nur".</p>
<p>Terbentuk pada tahun 2022, Saharsa terdiri dari enam anggota: Taufik (bassist), Satrio (gitaris), Rama (gitaris), Selfi (vokalis), Nasal (vokalis), dan Dean (keyboardist).</p>
<p>Mereka sebelumnya tergabung dalam organisasi seni musik Laisos di kampus Malang, di mana mereka sering tampil sebagai perwakilan band.</p>
<p><strong>Lagu Berjudul: "Nur"</strong></p>
<p>Single "Nur" adalah karya pertama Saharsa yang ditulis oleh Raju (gitaris) dan Nasal (vokalis). Lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang penuh ujian dan tantangan, serta pencarian sandaran hidup yang sejati.</p>
<p>Lagu ini bercerita tentang bagaimana kekuatan Ilahi membimbing dari kegelapan menuju cahaya kehidupan yang abadi. Pesan penting dalam "Nur" adalah bahwa cinta yang tidak disandarkan kepada Yang Maha Cinta akan berujung pada kehampaan.</p>
<p>Proses kreatif untuk lagu ini dimulai saat para anggota band berkumpul dan saling berbagi ide. Nama "Nur", yang berarti cahaya, diambil dari salah satu surah dalam Al-Qur'an, QS An-Nur, berdasarkan inspirasi dari Satrio.</p>
<p><strong>Harapan untuk Pendengar</strong></p>
<p>Dengan hadirnya lagu "Nur", Saharsa berharap dapat mengajak pendengar untuk merenungkan perjalanan hidup mereka. Band ini ingin menyampaikan pesan bahwa dalam menghadapi berbagai pasang surut kehidupan, penting untuk selalu menyandarkan diri kepada Yang Maha Hidup.</p>
<p><strong>Lirik Lagu "Nur"</strong></p>
<p>Beberapa potongan lirik dari lagu "Nur" mengungkapkan perjalanan emosional dan spiritual:</p>
<p>```<br>Telah kulalui perjalanan panjang hidupku<br>Manis berteman perih silih berganti<br>Dengan kenyataan Dia sadarkanku<br>Satu hal yang terindah oh...</p>
<p>Terangiku dalam kegelapan<br>Mendekapku penuh cinta<br>Temaniku dalam kesepian<br>Dan selalu menuntunku...</p>
<p>Selalu ada rasa perih<br>Sepi ini tak pernah hilang<br>Hanya satu yang kau tuju<br>Kilau cahaya cinta abadi...<br>```</p>
<p>Dengan peluncuran single "Nur", Saharsa berharap dapat memberikan warna baru di industri musik Indonesia, sekaligus menginspirasi banyak orang untuk menemukan cahaya dalam setiap perjalanan hidup mereka. <strong>(**)</strong></p>
<p>Sumber: Press Release Saharsa <br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mendalami Emosi dengan &amp;quot;Lama&amp;lama&amp;quot;, Lagu Terbaru Bernadya yang Memikat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mendalami-emosi-dengan-lama-lama-lagu-terbaru-bernadya-yang-memikat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mendalami-emosi-dengan-lama-lama-lagu-terbaru-bernadya-yang-memikat</guid>
<description><![CDATA[ Lagu &quot;Lama-lama&quot; mencerminkan pergulatan perasaan yang mungkin dirasakan oleh banyak orang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_6700d17037bf1.webp" length="24360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 16:14:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Bernadya, Lama-Lama, Musik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Lagu "Lama-lama" yang dinyanyikan oleh Bernadya telah berhasil menarik perhatian banyak pendengar dan menjadi salah satu karya musik yang digemari. Termasuk dalam album "Sialnya, Hidup Harus Terus Berjalan," video klip "Lama-lama" telah mencapai lebih dari 10 juta tayangan di saluran YouTube Bernadya sejak diluncurkan pada 24 Juni 2024, serta mendapatkan 40.000 likes.</p>
<p>Dikenal karena vokalnya yang merdu dan gaya musiknya yang mendalam, Bernadya kembali menunjukkan kemampuannya untuk menyentuh hati pendengar melalui karya yang sangat personal dan penuh emosi. Lagu "Lama-lama" mencerminkan pergulatan perasaan yang mungkin dirasakan oleh banyak orang, sehingga menjadikannya dekat di hati para penggemar.</p>
<p>Dengan durasi tiga menit, lagu ini menggambarkan perjalanan emosi yang dialami seseorang dalam hubungan yang dipenuhi keraguan dan ketidakpastian. Berikut adalah lirik dari lagu "Lama-lama" karya Bernadya.</p>
<p><strong>Lirik Lagu Lama-lama dari Bernadya</strong></p>
<p>Berusaha tetap terjaga  <br>Tunggu kamu selesaikan semua kesibukan  <br>Dering yang paling kunantikan  <br>Akhirnya datang hanya menyapa sebentar  <br>Pamit tidur duluan  </p>
<p><br>Ku maklumi selalu  <br>Ku mengerti kamu  <br>Punya sibuk lain  <br>Tak harus aku tak selalu aku</p>
<p><br>Lama-lama lelah juga aku  <br>Seperti hanya aku yang butuhkan kamu  <br>Lama-lama habis tenagaku  <br>Bila bukan lagi aku  <br>Tempat pulang yang kau tuju  <br>Jangan ulur waktu</p>
<p><br>Ku maklumi selalu  <br>Ku mengerti kamu  <br>Punya sibuk lain  <br>Tak harus aku tak selalu aku  </p>
<p><br>Ku maklumi selalu  <br>Ku mengerti kamu  <br>Punya sibuk lain  <br>Tak harus aku tak selalu aku  </p>
<p><br>Lama-lama lelah juga aku  <br>Seperti hanya aku yang butuhkan kamu  <br>Lama-lama habis tenagaku  <br>Bila bukan lagi aku  <br>Tempat pulang yang kau tuju  </p>
<p><br>Jangan ulur waktu  <br>Berusaha tetap ku jaga  <br>Sampai habis tak tersisa  <br>Tenaga yang kupunya  <br>Kini tak lagi ku nantikan  <br>Lakukan semua senyamanmu saja  <br>Ku menyerah</p>
<p>sumber: beritasatu.com</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Siswa Lotus Art Courses Sabet Gelar di 3rd Singapore International Art Tournament (SIAT) 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-siswa-lotus-art-courses-sabet-gelar-di-3rd-singapore-international-art-tournament-siat-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-siswa-lotus-art-courses-sabet-gelar-di-3rd-singapore-international-art-tournament-siat-2024</guid>
<description><![CDATA[ Dua siswa Lotus Art Courses meraih penghargaan di ajang Singapore International Art Tournament, membuktikan kemampuan seni anak Indonesia di kancah global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66ffe3c3d81e8.webp" length="43992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 20:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, 3rd Singapore International Art Tournament, SIAT, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Talenta anak-anak Indonesia terus menunjukkan kemampuan mereka di panggung global. Dalam dunia seni yang kompetitif, anak-anak dari tanah air semakin membuktikan bahwa mereka tidak kalah saing dengan bakat muda dari negara lain. </p>
<p>Salah satu buktinya adalah keberhasilan dua siswa dari Lotus Art Courses (LAC) yang meraih prestasi gemilang dalam ajang 3rd Singapore International Art Tournament (SIAT), sebuah kompetisi seni bergengsi yang diadakan oleh Pinnacle Academy di Singapura.</p>
<p>Ajang bertajuk International Youth Art Competition "My Dream" ini berhasil menarik partisipasi talenta muda dari berbagai negara, yang mana kompetisi ini diikuti oleh 590 peserta dari 10 negara, dengan 356 di antaranya berhasil meraih penghargaan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66ffe3bdd3c70.webp" alt=""></p>
<p>Dua anak bangsa yang berhasil bersaing itu adalah Joseph Pierre B. yang meraih Silver Award di kategori Ink and Watercolor Group, dan juga Quincy J. Balfour yang mendapat penghargaan Honorable Mention di dua kategori, yaitu Ink and Watercolor Group serta Oil and Acrylic Group. </p>
<p>"Prestasi Joseph dan Quincy di ajang internasional ini menjadi bukti bahwa dengan semangat dan dedikasi, anak-anak Indonesia mampu bersaing di kancah global," ujar I Putu Mahendra, founder Lotus Art Courses, Jumat (4/10/2024).</p>
<p>"Kami sangat bangga bisa mendampingi mereka dalam perjalanan berkarya dan berharap ini menjadi langkah awal dari banyak prestasi mereka ke depannya," imbuhnya dengan penuh rasa bangga.</p>
<p>Peraih Gold, Silver, dan Bronze dari kompetisi ini juga diundang secara khusus untuk menerima piagam penghargaan dalam acara 59th National Day Art Exhibition di Singapura, dan akan lolos kualifikasi untuk berpartisipasi dalam International Junior Arts Olympiad (IJAO) di Steam Ahead 2024.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66ffe3c158190.webp" alt=""></p>
<p>Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan bakat dan kreativitas para siswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, anak-anak Indonesia mampu menggapai prestasi di panggung  internasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sutradara Joker Menepis Spekulasi tentang Film Harley Quinn yang Dibintangi Lady Gaga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sutradara-joker-menepis-spekulasi-tentang-film-harley-quinn-yang-dibintangi-lady-gaga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sutradara-joker-menepis-spekulasi-tentang-film-harley-quinn-yang-dibintangi-lady-gaga</guid>
<description><![CDATA[ Film Joker: Folie a Deux, atau Joker 2, akan menampilkan kembali Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck. Film pertama Joker meraih kesuksesan besar di box office, menghasilkan lebih dari US$ 1 miliar dan membawa Phoenix meraih Oscar sebagai aktor terbaik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fe2f1073c7c.webp" length="11362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 00:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>Joker, Film, Entertainment</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Sutradara Joker: Folie a Deux (2024), Todd Phillips, mengesampingkan kemungkinan untuk mengarahkan film Harley Quinn yang dibintangi Lady Gaga. Ia menyatakan bahwa waktu untuk menggarap film adaptasi DC telah berakhir setelah menyelesaikan dua film Joker.</p>
<p>"Itu bukan arah yang saya ambil untuk film ini. Saya merasa perjalanan saya di dunia DC cukup dengan dua film ini," kata Phillips saat menghadiri pemutaran perdana film Joker: Folie a Deux di Los Angeles, dikutip dari The Hollywood Reporter, Rabu (2/10/2024).</p>
<p>Phillips menyatakan bahwa ia tidak berminat untuk mengarahkan film ketiga Joker. Sebelumnya, ia pernah menyebut bahwa film Joker (2019) akan menjadi satu-satunya tanpa sekuel, sebelum Warner Bros mengumumkan penggarapan Joker 2 pada tahun 2022. Todd Phillips dikenal sebagai sutradara trilogi Hangover.</p>
<p>Film Joker: Folie a Deux, atau Joker 2, akan menampilkan kembali Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck. Film pertama Joker meraih kesuksesan besar di box office, menghasilkan lebih dari US$ 1 miliar dan membawa Phoenix meraih Oscar sebagai aktor terbaik.</p>
<p>Dalam Joker 2, Lady Gaga berperan sebagai Lee, yang terinspirasi dari karakter Harley Quinn di dunia Batman. Phillips juga berbagi tentang usahanya untuk melibatkan Lady Gaga dalam peran tersebut.<br>"Saya pikir kami hanya mengirimkan setengah naskah kepadanya, dan dia langsung merespons dengan antusias. Dia sangat tertarik dan menyukai ceritanya," ungkap Phillips.</p>
<p>"Kemudian saya pergi ke rumahnya, dan kami berbicara tentang bagaimana film ini akan berjalan. Saat itu, kami belum menyelesaikan naskah sepenuhnya. Saya dan Scott Silver memang dikenal lambat dalam proses menulis," ujarnya.</p>
<p>Joker 2 merupakan sekuel yang berbeda dari sekuel-sekuel pada umumnya, terutama yang diadaptasi dari karakter komik. Dengan mengusung genre musikal thriller, Joker: Folie a Deux memiliki keunikan tersendiri.</p>
<p>Kehadiran Gaga sebagai Lee memperkenalkan sosok manipulatif yang menjadikannya versi Harley Quinn yang berbeda dari karakter aslinya di komik. Ini menjadi salah satu inovasi dan daya tarik tambahan film ini. <strong>(**)</strong></p>
<p>sumber: beritasatu.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wana Wisata Alam dan Selecta Berikan Diskon Dalam HUT Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wana-wisata-alam-dan-selecta-berikan-diskon-dalam-hut-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wana-wisata-alam-dan-selecta-berikan-diskon-dalam-hut-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dirut PT Selecta Sujud Hariadi mengatakan pada Kamis (3/10/2024) bahwa taman rekreasi Selecta memberikan diskon sebanyak 30 persen dan spot permainan yang ada didalamnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fe825a4726e.webp" length="74350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 19:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Diskon, HUT 23 Tahun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Menjelang HUT Batu yang ke 23 Tahun, Taman Rekreasi Selecta dan beberapa wana wisata alam yang tercakup dalam Perhutani Malang memberikan diskon untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke tempatnya.</p>
<p>Dirut PT Selecta Sujud Hariadi mengatakan pada Kamis (3/10/2024), taman rekreasi Selecta memberikan diskon sebanyak 30 persen dan spot permainan yang ada di dalamnya.</p>
<p>"Ini memang agenda tahunan dan diskon 30 persen itu berada di harga tiket masuk, fasilitas wisata, serta harga hotel dan restoran juga termasuk mendapatkan diskon. Berlaku sampai 31 Oktober nanti," paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut, hal ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai agar PHRI yang mau memberikan diskon agar wisatawan dan warga lokal Kota Batu bisa menikmati fasilitas yang berdiri di kotanya sendiri.</p>
<p>Senada, Supri penjaga Gunung Panderman juga mengakui bahwa pihaknya mendapatkan atensi dari Perhutani untuk memberikan diskon sebesar 25 persen dalam bentuk free tiket ketika melampaui batas pembelian </p>
<p>"Jadi kalau beli 5 tiket nanti mendapatkan gratis satu tiket yang artinya wisatawan akan mendapatkan total tiket 6 lembar. Pemberlakuan diskon ini tidak hanya di Panderman namun juga Gunung Banyak, Coban Putri, Goa Pinus, dan Taman Pinus Family Park karena semuanya dikelola oleh Perhutani Malang," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Fest 2024: Kolaborasi Teknologi dan Kreativitas di Stan Kominfo Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-fest-2024-kolaborasi-teknologi-dan-kreativitas-di-stan-kominfo-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-fest-2024-kolaborasi-teknologi-dan-kreativitas-di-stan-kominfo-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Jatim Fest 2024 di Grand City Surabaya hadirkan beragam aktivitas menarik, termasuk stan Kominfo Jatim yang menonjolkan teknologi AI, lomba jingle, dan kuis interaktif Kahoot. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fe7bd523096.webp" length="42998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 18:45:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jatim Fest 2024, Kominfo Jatim, Grand City, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Provinsi Jawa Timur, gelaran Jatim Fest, sebagai ajang bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berkolaborasi, kembali hadir di tahun 2024 dengan beragam aktivitas dan suguhan yang menarik.</p>
<p>Berlangsung di Grand City, Surabaya, acara ini menampilkan beraneka ragam booth dari berbagai instansi dan sektor yang memperkaya pengalaman pengunjung dari semua kalangan, mulai dari produk lokal, kerajinan tangan, hingga inovasi teknologi terbaru.</p>
<p>Salah satu booth yang mencuri perhatian pengunjung adalah milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur yang mengusung tema "Serba Digital, Serba AI," booth ini menawarkan berbagai aktivitas interaktif yang berfokus pada teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). </p>
<p>Dengan slogan 'Share Our Creativity With AI, Chill and Create Your AI', stan Kominfo Jatim ini menyajikan bermacam aktivitas yang berhubungan dengan teknologi digital khususnya AI.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fe7d15cf077.webp" alt=""></p>
<p>Saat ditemui, Koordinator Stan Kominfo Jatim, Yohanes Vandy menyampaikan, AI saat ini banyak diminati masyarakat, karena semakin hari teknologi semakin maju dan Kominfo Jatim ingin mengedukasi masyarakat dengan beragam kegiatan seru di Jatim Fest 2024.</p>
<p>"Hal yang seru-seru di sini, ada podcast, lalu ada fasilitas fotografis menggunakan AI, ada permainan Kahoot yang juga pasti membuat banyak orang tertarik untuk mencoba ini," jelas Vandy, Kamis (3/10/2024).</p>
<p>Lebih lanjut, Vandy memaparkan, pada stan Kominfo Jatim ini juga ada beberapa lomba yang diadakan pada beberapa hari kedepan, seperti lomba jingle pakai AI pada Jumat (4/10/2024) dan lomba desain poster lada Sabtu (5/20/2024).</p>
<p>"Lomba tersebut memanfaatkan penggunaan AI, tata caranya dengan masukan keyword kreatif ke aplikasi AI yang sudah disiapkan petugas untuk dikreasikan oleh pengunjung dengan durasi maksimal 10 menit," paparnya.</p>
<p>"Sedangkan pada minggu nanti juga ada podcast dengan berbagai narasumber, pertama itu tentang trend style, fashion masa kini, yang kedua itu tentang bagaimana cara kita menjaga menjaga budaya dan pariwisata, dan ketiga stop percaya hoaks," imbuh Vandy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fe7bdc768f0.webp" alt=""></p>
<p>Adapun aktivitas lain yang menarik perhatian pengunjung ke booth Kominfo Jatim adalah permainan kuis Kahoot yang menantang para pengunjung akan pengetahuan terkait Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Sebagai pemandu kuis Kahoot di Stan Kominfo Jatim, Afrizal menyampaikan bahwa nimo masyarakat terutama pengunjung stan Kominfo Jatim sudah sangat luar biasa.</p>
<p>"Di hari pertama saja, animo masyarakat sudah sangat luar biasa, jumlahnya sangat banyak yang masuk di Jatim Fest, dan sudah ada 25 orang yang gabung ke kuis Kahoot kita," papar Afrizal.</p>
<p>Dengan beragam aktivitas yang ada, pihak Kominfo Jatim berharap bisa memberikan warna berbeda di gelaran ini dan bisa ikut andil untuk menjaga animo masyarakat tetap tinggi sampai hari terakhir Jatim Fest 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Batik, Grand Mercure Malang Mirama Hotel Pamer Batik Kontemporer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-batik-grand-mercure-malang-mirama-hotel-pamer-batik-kontemporer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-batik-grand-mercure-malang-mirama-hotel-pamer-batik-kontemporer</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya itu, Sugito Adhi juga katakan jika fashion show tersebut juga melibatkan banyak masyarakat, media, serta para tamu yang diundang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fe78ca80f54.webp" length="86114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 18:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ashril Hafid</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama Hotel, Hari Batik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP – </strong>Grand Mercure Malang Mirama peringati Hari Batik Nasional acara bertajuk 'KarnavALL Batik Indonesia'.</p>
<p>Agenda ini berkolaborasi dengan 2 designer lokal yakni Boy Barja dan Feby Ayusta yang di gelar di Oasis Pool Grand Mercure Malang Mirama. </p>
<p>Perpaduan Fashion Show kali ini bernuansa etnik dan fungki kebaya yang di padukan dengan kain batik yang berasal dari Indonesia dan Malang Raya.</p>
<p>General Manager Grand Mercure Malang Sugito Adhi mengungkapkan hal antusiasnya, bahwa agenda kedua tersebut bukan hanya memperingati Hari Batik Nasional edisi kedua namun juga juga rangkaian Anniversary Grand Mercure.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fe78d3f02a6.webp" alt=""></p>
<p>"Ini edisi kedua yang kami buat dalam rangka perayaan Hari Batik Nasional dan juga menjadi salah satu rangkaian acara Anniversary dari Grand Mercure Malang Mirama. Kami berharap tetap konsisten dalam membuat perayaan untuk tetap menjaga warisan budaya yang ada," ucapnya di depan awak media Kamis, (3/10/2024).</p>
<p>Menurutnya, tahun lalu pihaknya juga agendakan hal yang sama, namun kali ini lebih meriah dengan jumlah peserta fashion show lebih banyak.</p>
<p>"Tahun lalu kami juga adakan acara yang sama, tapi tidak serame ini, karena tahul lalu masih permulaan dan untuk tahun ini memang kami libatkan lebih banyak lagi," terang Adhi.</p>
<p>Design dalam acara kali ini, menurut Adhi juga berbeda sebab designnya lebih kontemporer dan modern namun dengan tidak mengubah nuansa tradisional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fe78eb389f9.webp" alt=""></p>
<p>"Design yang saya pakai, ini memang sama dengan tahun lalu tapi lebih menunjukkan batik kontemporer (dari designer Febi), untuk designer Mas Boy tahun lalu lebih tradisional, tapi sekarang tradisional mix dengan modern," jelasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Sugito Adhi juga katakan jika fashion show tersebut juga melibatkan banyak masyarakat, media, serta para tamu yang diundang.</p>
<p>Hadirnya para undangan dan peserta juga bakal diberikan kesempatan mengikuti undian berhadiah untuk bisa menginap di 30 destinasi di seluruh Indonesia.</p>
<p>Ia berharap dengan adanya agenda KarnavALL Batik Indonesia di Hotel ternama tersebut anak muda sedapat mungkin mewarisi budaya batik, terlebih batik adalah identitas bangsa Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fe78dfcbaa2.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama Boy sebagai designer mengatakan bahwa tema yang ia angkat dalam agenda kali ini adalah Glamor Batik.</p>
<p>"Kali ini, memang mengeluarkan tema glamor batik ya, saya pengen menampilkan kembali. Awal batik lebih terkenal di Solo, Yogya, Pekalongan, nah karena anak-anak muda senang dengan warna-warna cerah saya mencoba mendesign lagi mencampur unsur modern sehingga lebih mengena dimasa kini," terang Boy.</p>
<p>Menurutnya dalam membuat design barunya ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih untuk 15 koleksi yang ia tampilkan dan koleksi lamanya ada 8.</p>
<p>Boy akui acara yang digelar Grand Mercure Malang Mirama sangat luar biasa, ia katakan bahwa hal ini berkaitan dengan konsistensi hotel tersebut membuat acara mengangkat budaya Indonesia.</p>
<p>"Saya sangat excited dengan Grand Mercure, tak hanya berkelas, mereka konsisten mengangkat heritage Indonesia, Kebudayaan Indonesia, nah salah satunya acara batik ini," ucapnya.</p>
<p>Ia berharap Batik yang ada hingga hari ini tetap terjaga dan terus dicintai, dilestarikan oleh masyarakat kalangan muda serta masyarakat pada umumnya.</p>
<p>"Batik yang sampai hari ini terus berkembang harus terus dijaga, supaya tetap bertahan dan disukai oleh masyarakat kalangan muda atau oleh masyarakat umum Indonesia agar terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri apa lagi batik sudah dikenal diluar (negara)," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film Horor Menarik: Pengantin Setan Segera Tayang di Bioskop</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mvp-pictures-siapkan-film-horor-menarik-pengantin-setan-segera-tayang-di-bioskop</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mvp-pictures-siapkan-film-horor-menarik-pengantin-setan-segera-tayang-di-bioskop</guid>
<description><![CDATA[ Film dengan kisah nyata masih menjadi salah satu favorit masyarakat Indonesia. Karena, ceritanya yang sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Seperti halnya dengan film Pengantin Setan yang diambil dari sebuah kisah nyata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fcedf20931f.webp" length="17274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 22:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>bioskop, horror, Film, entertaimen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suarajatimpost.com -</strong> MVP Pictures kembali menghadirkan film horor yang menarik dan mencengangkan berjudul Pengantin Setan, yang akan segera tayang di beberapa bioskop di Indonesia. Film ini mengambil inspirasi dari kisah nyata, menjadikannya salah satu favorit penonton yang merasa terhubung dengan cerita sehari-hari. </p>
<p>Pengantin Setan berawal dari sebuah podcast horor di kanal YouTube RJL 5, dan sebelumnya juga diadaptasi menjadi novel dengan judul yang sama. Cerita ini mengikuti pasangan suami istri yang telah menjalani tiga tahun pernikahan. Namun, rumah tangga mereka menjadi dingin setelah sang istri mulai bermimpi tentang seorang pria tampan, yang ternyata adalah jin.</p>
<p>Film ini masih dalam status "coming soon" tetapi akan segera tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Penonton disarankan untuk menantikan jadwal tayangnya agar tidak ketinggalan.</p>
<p>Menariknya, Pengantin Setan tidak hanya menawarkan ketegangan horor, tetapi juga menggambarkan bagaimana pasangan dapat menghadapi masalah rumah tangga dengan bijak.</p>
<p>Alasan Mengapa Harus Menonton Pengantin Setan</p>
<ul>
<li><strong>Dibintangi Artis Ternama</strong><br>Film ini dipenuhi bintang-bintang terkenal, termasuk Erika Carlina, yang baru-baru ini mencuri perhatian penonton dengan bakat aktingnya.</li>
<li><strong>Mengandung Nilai Kehidupan<br></strong>Selain menawarkan nuansa horor, film ini juga menyampaikan banyak pelajaran berharga tentang hubungan, keharmonisan, dan hubungan spiritual. Dengan demikian, penonton tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga pesan moral yang dapat diambil.</li>
</ul>
<p>Bagi para penggemar film horor, Pengantin Setan adalah tontonan yang sayang untuk dilewatkan, dengan perpaduan ketegangan dan drama rumah tangga yang membuatnya semakin menarik untuk disaksikan bersama pasangan. <strong>(**)</strong></p>
<p>Sumber: teater.co<br><strong>Editor : Rizqi Aridan</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengungkap Fakta Menarik tentang Duo Musik Malang, Wake Up Iris!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengungkap-fakta-menarik-tentang-duo-musik-malang-wake-up-iris</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengungkap-fakta-menarik-tentang-duo-musik-malang-wake-up-iris</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah banyaknya musisi folk di skena lokal, Wake Up Iris! memiliki ciri khas yang membedakan mereka ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fc81b149660.webp" length="25596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 07:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>M. Farhan</dc:creator>
<media:keywords>musik, malang, band, wake up iris</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;"><strong>Suarajatimpost.com - </strong>Bagi para penggemar musik lokal, nama Wake Up Iris! mungkin sudah tidak asing lagi. Duo folk yang berasal dari Malang, Jawa Timur, ini terbentuk pada tahun 2015 dan berhasil menarik perhatian banyak orang dengan gaya musik minimalis yang mudah didengarkan namun tetap berkualitas tinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Mereka memulai karier dengan single pertama, “Rain’s Tale” (2017), dan berhasil menembus panggung musik berskala global, termasuk acara Musik Hutan di Makassar, Soundrenaline di Bali, hingga SXSW di Amerika Serikat. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Wake Up Iris!<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Pendekatan Folk yang Berbeda<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Di tengah banyaknya musisi folk di skena lokal, Wake Up Iris! memiliki ciri khas yang membedakan mereka. Dengan formasi unik yang terdiri dari Vania Marisca sebagai vokalis dan pemain biola, serta Bie Paksi yang mengisi peran gitaris dan pemain perkusi/kickdrum, duo ini berhasil menciptakan kombinasi menarik. Mereka menggabungkan elemen folk dengan berbagai genre lain, seperti etnik, blues, dan musik klasik, sehingga lagu-lagu mereka menawarkan nuansa folk yang segar dan unik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Arti Nama "Iris"</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;"><o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Pemilihan nama Wake Up Iris! juga memiliki makna khusus. Kata "Iris" berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'Dewi Pelangi'. Nama ini mencerminkan harapan duo ini agar musik mereka dapat memberikan warna dan keceriaan bagi para pendengar, sehingga mereka merasa 'berwarna' seperti pelangi saat menikmati lagu-lagu mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Pengaruh Bahasa Asing dalam Lagu<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Album perdana mereka yang berjudul “A U R E O L E” menampilkan banyak judul lagu dalam bahasa asing. Contohnya, lagu “Nefelibata” yang berasal dari istilah Portugis, serta “Gokotta” dan “Resfeber” dari bahasa Swedia. Vania menjelaskan bahwa kecintaan mereka terhadap bahasa mendorong keputusan ini, serta keinginan untuk memahami berbagai ragam bahasa. Selain itu, tema lagu-lagu mereka juga berkaitan dengan hubungan antara semesta kecil dan semesta besar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Tema Semesta dalam Setiap Lagu<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Dalam lagu “Fernweh,” yang merupakan istilah Jerman untuk ‘rindu bepergian’, Wake Up Iris! menyampaikan hasrat mereka untuk menjelajahi tempat-tempat baru, percaya bahwa musik dapat membawa mereka ke destinasi impian. Saat mencari judul, mereka menemukan kata-kata dari berbagai belahan dunia yang menggambarkan banyak makna, tetapi tetap menyampaikan satu pesan inti: manusia sebagai semesta kecil berhak untuk bermimpi, dan semesta besar akan menyambut impian tersebut. Melalui pesan ini, Bie dan Vania berharap pendengar dapat terinspirasi dan merasakan pengalaman serupa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Mimpi Menampilkan Musik di SXSW<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Sejak awal perjalanan mereka sebagai Wake Up Iris!, Bie dan Vania sudah bermimpi untuk melakukan tur baik di dalam maupun luar negeri. Meskipun baru tiga bulan berdiri pada tahun 2015, mereka sudah memiliki daftar festival impian yang panjang, termasuk SXSW. Mereka melihat SXSW sebagai festival yang sangat luas dan beragam, bukan hanya dari sisi musik, tetapi juga aspek kreatif lainnya, sehingga mereka percaya akan banyak pelajaran yang bisa didapat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Menjadi Pemenang Go Ahead Challenge 2017<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Impian Bie dan Vania untuk tampil di SXSW terwujud ketika mereka terpilih sebagai salah satu pemenang kompetisi Go Ahead Challenge 2017. Kesempatan ini membawa mereka untuk mewakili Indonesia di salah satu festival musik paling prestisius di dunia. Dari pengalaman ini, mereka belajar banyak hal baru selama berada di SXSW dan merasakan manfaat yang signifikan dari acara tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><b><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Merekam Vinyl di SXSW<o:p></o:p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Dari dua video dokumentasi perjalanan mereka, kita bisa merasakan keseruan yang mereka alami. Mulai dari menikmati suasana ramai di SXSW, melihat musisi jalanan yang kreatif dan berbakat, membangun jaringan internasional, hingga menghadiri berbagai panel musik. Salah satu momen penting adalah saat Wake Up Iris! memperdengarkan demo lagu mereka di “Demo Listening Session” di depan para tokoh musik. Mereka juga membuat rekaman vinyl secara dadakan dan berbagi panggung dengan Kimokal serta pemenang Go Ahead Challenge lainnya. <strong>(**)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">sumber: whiteboardjournal.com<br><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>&amp;apos;Art for Nature&amp;apos;: Dari Pameran, Lelang hingga Melukis Bersama untuk Kampanye 1.000 Pohon Mangrove</title>
<link>https://suarajatimpost.com/art-for-nature-dari-pameran-lelang-hingga-melukis-bersama-untuk-kampanye-1000-pohon-mangrove</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/art-for-nature-dari-pameran-lelang-hingga-melukis-bersama-untuk-kampanye-1000-pohon-mangrove</guid>
<description><![CDATA[ Pameran &quot;Art for Nature&quot; kolaborasi ACI, Wisma Jerman, dan LAC, menggabungkan seni dengan aksi sosial, mendukung kampanye penanaman 1.000 pohon mangrove di Wonorejo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x580_66fb5f8e24e8e.webp" length="38166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 10:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Art for Nature, Aksi Cinta Indonesia, ACI, Wisma Jerman, Lotus Art Course, LAC, Kampanye 1000 Pohon, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di balik setiap goresan kuas, tersimpan kekuatan untuk menyuarakan kepedulian, menciptakan refleksi dan menggerakkan aksi nyata, menjadikan seni tidak hanya sebatas indah, namun juga sebagai jembatan kreatif dan motor penggerak perubahan.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut terbukti dalam kegiatan pameran dan lelang lukisan hasil kolaborasi antara komunitas Aksi Cinta Indonesia (ACI), Wisma Jerman dan Lotus Art Course (LAC) bertajuk "Art for Nature" yang berlangsung di Ruang Halle Wisma Jerman sejak 30 September lalu hingga 2 Oktober 2024.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini tidak hanya sekadar menjadi ajang apresiasi seni, namun juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan, karena nantinya hasil dari karya yang dilelang digunakan untuk menggalang dana kampanye penanaman 1000 pohon mangrove di Wonorejo yang sudah digalakkan oleh Wisma Jerman sejak April 2024 lalu.</p>
<p></p>
<p>Adapun kegiatan menarik yang dihadirkan dalam rangkaian pameran ini, yaitu melukis bersama untuk anak-anak hingga remaja yang digelar pada Minggu (29/9/2024), dengan media yang tidak biasa, yaitu kipas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fb5faf069e0.webp" alt=""></p>
<p>I Putu Mahendra, pendiri sekaligus guru di Lotus Art Courses (LAC) mengungkapkan, kegiatan melukis bersama ini juga membawa semangat yang sama dengan tema besar pameran, yakni tentang lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini berbayar, namun 25 persen dari biayanya akan disumbangkan untuk mendukung program atau kampanye penanaman 1.000 pohon mangrove di Wonorejo," ucap Putu, Selasa (1/10/2024).</p>
<p></p>
<p>Dirinya mengungkapkan, total peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan melukis bersama ialah sebanyak 23 anak, yang di antaranya adalah siswa LAC dan beberapa peserta umum.</p>
<p></p>
<p>"Setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini juga dapat mereka bawa pulang kipas yang telah mereka lukis sebagai kenang-kenangan, sekaligus mendapatkan sertifikat serta sesi foto bersama," ungkap Putu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fb5fa53bf0f.webp" alt=""></p>
<p>Putu merasa, rangkaian acara ini diharapkan bisa menunjukkan kepada masyarakat terutama generasi muda bahwa seni tidak hanya terbatas pada aspek visual, tetapi juga bisa menjadi sarana aksi sosial.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya adalah dengan kegiatan ini, para peserta tidak hanya menambah pengalaman melukis, tetapi juga berkontribusi pada gerakan penanaman seribu pohon yang sudah sedang berjalan," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Eri Atmojo selaku Music Director ACI, mengungkapkan kegiatan seperti ini sangatlah bagus, terutama karena mampu memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p></p>
<p>"Tentu kegiatan ini seru sekali, anak-anak bisa berkreasi melalui lukisan mereka di media uang unik seperti kipas, dan terlebih mereka secara tidak langsung juga belajar akan pentingnya menjaga alam," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fb5fb9a36e7.webp" alt=""></p>
<p>Eri juga menekankan pentingnya kampanye ini bagi ACI, yang merupakan komunitas anak-anak dan remaja, ia merasa meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda sudah sepatutnya untuk dilakukan dan merupakan tanggung jawab orang dewasa.</p>
<p></p>
<p>"Karena, pada akhirnya, bumi ini akan diwariskan kepada mereka. Kami berharap kampanye ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut serta,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Masih di lokasi yang sama, adapun Astrid Widya selaku salah satu orangtua anak yang mengikuti kegiatan melukis di media kipas tersebut, merasa bahwa kegiatan ini bisa membantu anaknya untuk lebih berani untuk bersosialisasi.</p>
<p></p>
<p>"Iya ini kakak sama adiknya sama-sama ikut, soalnya juga sama-sama suka gambar dan melukis, sekalian untuk melatih keberanian mereka," ucap orangtua dari anak berumur 10 tahun bernama Madeleine L Tongku itu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fb5fc3d0ce5.webp" alt=""></p>
<p>"Ya saya harap sering-sering diadakan kegiatan seperti ini, karena si Madeleine emang agak pemalu, jadi kegiatan seperti ini sangat bermanfaat," harapnya.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, ada juga Joline Abigail Iskandar anam berumur 13 tahun yang turut ikut dalam kegiatan ini, menginginahwa ia merasa lebih produktif karena bisa ikut andil untuk membantu mengingat tentang pentingnya menjaga lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Karena temanya tentang lingkungan, saya menggambarkan pemandangan yang referensinya diambil dari gambaran Cina, dengan ada kabut, burung dan bunga," ucap anak yang memiliki cita-cita terjun di dunia interior design itu.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saya suka dengan kegiatan ini, karena saya sendiri sudah dari dulu ikut les gambar, dan sekarang sudah jadi hobi," tukas Joline.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202410/image_870x_66fb5f9b80210.webp" alt=""></p>
<p>Dengan begitu, kegiatan kolaborasi ini membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan alam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa Lotus Art Courses Berpartisipasi dalam National Kids Art Exhibition &amp;apos;Ramesan Art &amp; Lukis Mimpimu Penuh Warna&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-lotus-art-courses-berpartisipasi-dalam-national-kids-art-exhibition-ramesan-art-lukis-mimpimu-penuh-warna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-lotus-art-courses-berpartisipasi-dalam-national-kids-art-exhibition-ramesan-art-lukis-mimpimu-penuh-warna</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 15 siswa Lotus Art Courses memamerkan karya seni imajinatif dalam pameran Ramesan Art di Yogyakarta, mengekspresikan mimpi dan kreativitas mereka melalui lukisan penuh warna. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f7f5d21817c.webp" length="69616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 20:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Ramesan Art, Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah keceriaan anak-anak yang berusaha menggambarkan mimpi mereka di atas kanvas, karya-karya imajinatif dari siswa Lotus Art Courses (LAC) kini turut menghiasi pameran seni rupa anak National Kids Art Exhibition "Ramesan Art - Lukis Mimpimu Penuh Warna".</p>
<p></p>
<p>Pameran yang digelar oleh Eko Nugroho Art Class di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta ini, telah berlangsung sejak 20 September dan masih akan berlangsung hingga 29 September 2024 besok.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemui, I Putu Mahendra D.P, S.Ds. founder Lotus Art Courses menyebut bahwa ada 15 siswa LAC yang mengikuti pameran tersebut, menampilkan karya-karya lukisan penuh imajinasi yang mencerminkan mimpi dan harapan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Ya tentunya bangga ya, anak didik LAC kembali lolos seleksi pameran anak tingkat nasional, apalagi kalau dilihat dari total peserta open call ini kan ada 32, siswa LAC ada 15, ya istilahnya kita juara umum lah," ucap Putu, Sabtu (28/9/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f7f5cb9e77e.webp" alt=""></p>
<p>Berikut nama dari 15 siswa Lotus Art Courses yang ikut serta dalam pameran tersebut:</p>
<ul>
<li>Madeleine L. Tongku</li>
<li>Michella J. Tongku</li>
<li>Joyce Zerlina</li>
<li>Quincy J. Balfour</li>
<li>Jennifer Madelyn S.</li>
<li>Kei Sastro A.</li>
<li>Anindita Q. Putri</li>
<li>Alesha K. Putri</li>
<li>Nadine Zeta Azahra</li>
<li>Nadine Fave</li>
<li>Ali Akhtar Aryasatya</li>
<li>Ivanka Puteri Hartanto</li>
<li>C. Roland Goh</li>
<li>Nathaniel Adinata Manyakori</li>
<li>Patricia Arabelle Manyakori</li>
</ul>
<p></p>
<p>Melanjutkan, Putu juga menceritakan bahwa saat pembukaan pameran yang berlangsung pada 20 September lalu di Gedung Pameran Temporer (Eks-KONI) Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, ternyata juga diwarnai dengan beragam kegiatan menarik.</p>
<p></p>
<p>"Jadi pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi karya seni anak-anak, tetapi juga diwarnai dengan serangkaian kegiatan lain seperti workshop kreativitas untuk mengasah bakat seni, talkshow parenting inspiratif, stan produk kreatif, bahkan lelang karya seni eksklusif," ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f82fb229c11.webp" alt=""></p>
<p>Selain menampilkan karya open call dengan sistem seleksi, juga menampilkan karya-karya dari anak didik Eko Nugroho Art Class, terbagi dalam 5 klasifikasi, yaitu : Basic Class, Intermediate Class, Advance Class, Vision Class, dan ABK Class</p>
<p></p>
<p>Atas pencapaian ini, Putu mengaku bangga melihat anak didiknya di Lotus Art Courses bisa kembali berpartisipasi di pameran tingkat nasional, menjadi langkah nyata, tidak hanya dalam hal pengembangan bakat mereka di bidang seni, namun juga perkembangan sosial anak-anak.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini memberikan mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui seni, membawa mereka juga bersosialisasi dengan seniman cilik lain diluar sana, sekaligus menjadi wadah dalam perkembangan kreativitas anak-anak." tutup Putu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perwajati gelar Pameran September ArtMove&amp;apos;24: Ketika Perempuan Berbicara Lewat Seni Rupa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perwajati-gelar-pameran-september-artmove24-ketika-perempuan-berbicara-lewat-seni-rupa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perwajati-gelar-pameran-september-artmove24-ketika-perempuan-berbicara-lewat-seni-rupa</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas &#039;Perupa Wanita Jawa Timur&#039; atau &#039;Perwajati&#039; menggelar pameran lukis bertajuk &quot;September ArtMove&#039;24&quot; yang digelar di Look Gallery, Universitas Kristen Petra, Surabaya sebagai wujud nyata pergerakan perempuan di ranah kesenian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f6bc6fd73d1.webp" length="34580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 22:15:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perupa Wanita Jawa Timur, Perwajati, Galeri Look, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Sejak awal kehidupan, perempuan telah menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya, mereka menari di antara peran-peran yang silih berganti seperti menjadi sosok seorang ibu, seorang istri, hingga seorang pekerja.</p>
<p></p>
<p>Dalam seni, terutama seni rupa, sebagian perempuan menemukan kebebasan tanpa batas. Lewat seni rupa, perempuan berbicara dalam bahasa visual, mengekspresikan emosi, pemikiran, dan harapan yang kadang sulit diucapkan lewat kata-kata. </p>
<p></p>
<p>Melalui warna, tekstur, dan garis, mereka menyampaikan kisah perjuangan, cinta, dan mimpi, seperti halnya yang tercermin dalam pameran lukisan yang digelar oleh Komunitas 'Perupa Wanita Jawa Timur' atau 'Perwajati' yakni "September ArtMove'24" yang digelar di Look Gallery, Universitas Kristen Petra, Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Dibuka pada tanggal 23 September, pameran yang berlangsung hingga 28 September ini mempertemukan 34 perempuan perupa dari Jawa Timur yang membawakan 2 lukisan, jadi di galeri yang kerap dikunjungi mahasiswa Petra ini dihiasi dengan total 68 lukisan. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6bc7e11072.webp" alt=""></p>
<p>Karya-karya tersebut tak hanya menggambarkan kekuatan dan keindahan visual, tetapi juga menceritakan kisah-kisah yang mendalam tentang peran perempuan dalam dunia yang seringkali didominasi oleh laki-laki.</p>
<p></p>
<p>“ArtMove kami pilih sebagai tema untuk menunjukkan pergerakan perempuan dalam dunia seni rupa,” ujar Irdina Larasanti, Ketua Panitia Pameran, Jumat (27/9/2024).</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin menegaskan bahwa perempuan juga bisa bersaing dan tidak kalah dengan seniman laki-laki, karya-karya yang dipajang di sini adalah bukti kekuatan kreativitas perempuan, dari berbagai latar belakang profesi dan kehidupan,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Bagi Irdina, pameran ini adalah awal dari perjalanan panjang, ia bersama Perwajati, komunitas perupa perempuan Jawa Timur yang baru berusia satu tahun, berencana untuk membawa pameran ini ke berbagai kota di Jawa Timur. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6bc4e18ee5.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin memperluas ruang bagi seniman perempuan di setiap kota, di setiap kota nanti akan ada seorang ketua yang bertanggung jawab mengumpulkan perupa perempuan lokal, sehingga kita bisa memperkenalkan kekuatan seni rupa perempuan kepada masyarakat luas," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Semangat untuk membesarkan Perwajati itu memang melekat di setiap anggotanya, tidak terkecuali oleh Paulina Soesri H yang merupakan Ketua Perwajati, salah satu alasan kuat dirinya ingin membesarkan Perwajati ialah untuk merangkul lebih banyak perempuan untuk bisa menuangkan ekspresi mereka melalui karya seni.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan, bagi banyak perempuan termasuk dirinya, seni rupa adalah sebuah medium untuk menyalurkan suara hati yang kadang terpendam oleh tuntutan sebagai perempuan hebat, yang tidak jarang dari mereka memegang peran ganda dalam kehidupan.</p>
<p></p>
<p>“Banyak dari kami yang adalah ibu rumah tangga, ada juga yang memiliki karier di luar rumah namun di balik semua itu, kami tetap perempuan yang butuh ruang untuk mengekspresikan diri," ucap Paulina.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6bc591baf6.webp" alt=""></p>
<p>"Karena itu, terkadang, kami menjerit, menangis, bahkan tertawa di atas kanvas, di situlah kami menemukan kebebasan," imbuhnya dengan penuh haru.</p>
<p></p>
<p>Menurut Paulina, pameran ini adalah ajang untuk memperlihatkan sisi lain dari perempuan yang seringkali tak terlihat di balik rutinitas sehari-hari. </p>
<p></p>
<p>“Meskipun banyak yang melihat kami sekadar menyalurkan hobi, tetapi sebenarnya apa yang kami tuangkan di kanvas adalah refleksi dari apa yang kami rasakan sebagai perempuan, setiap goresan kuas memiliki cerita, setiap warna menggambarkan emosi,” terang Paulina sembari diiringi nyanyian dari Electics Choir ITS yang ikut mendukung pameran ini.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, perjalanan perempuan dalam seni rupa masih penuh tantangan, adapun Muit Arsa, pendiri Perwajati, menekankan pentingnya menyatukan perupa perempuan untuk mengimbangi dominasi perupa laki-laki. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6bc666ffbb.webp" alt=""></p>
<p>“Perwajati didirikan untuk memberikan tempat bagi perempuan perupa, khususnya di Jawa Timur, hingga saat ini jumlah seniman laki-laki masih jauh lebih banyak, tetapi itu bukan penghalang bagi mereka para perempuan untuk terus berkembang,” ungkap laki-laki yang mendirikan Perwajati.</p>
<p></p>
<p>Ia melihat perkembangan yang signifikan di kalangan perupa perempuan, dan berharap nanti mereka bisa berpameran di tempat-tempat yang lebih representatif agar semakin dikenal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6ebe676927.webp" alt=""></p>
<p>“Kami ingin memperkenalkan karya-karya perempuan tidak hanya di galeri lokal, tetapi juga di tempat yang lebih prestisius, sehingga publik semakin menyadari bahwa perempuan juga punya peran besar dalam dunia seni rupa.” tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pameran ini, Perwajati bertekad untuk terus bergerak, membawa semangat perempuan-perempuan perupa Jawa Timur ke berbagai kota di Nusantara dan memberikan mereka ruang untuk berekspresi lewat seni. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Nyala Damar Kurung: Cahaya Tradisi yang Tak Pernah Padam dari Masa ke Masa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-nyala-damar-kurung-cahaya-tradisi-yang-tak-pernah-padam-dari-masa-ke-masa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-nyala-damar-kurung-cahaya-tradisi-yang-tak-pernah-padam-dari-masa-ke-masa</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sejarah yang panjang dan penuh makna, Damar Kurung tidak hanya sekadar artefak masa lalu, tetapi juga cerminan identitas masyarakat Gresik dan simbol kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi yang akan datang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f6a3efa8828.webp" length="38718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 20:45:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Damar Kurung, Gresik, G1R1 Damar Kurung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>surabaya, sjp - </b>Damar Kurung, sebuah lampion khas dari Kabupaten Gresik yang telah memancarkan sinar terang sejak abad ke-16.</p>
<p>Pada masa Sunan Prapen, tradisi ini mulai diperkenalkan sebagai media untuk merekam berbagai aktivitas keseharian masyarakat dalam bentuk gambar visual dua dimensi yang dituangkan di setiap sisi lampion itu.</p>
<p></p>
<p>Warisan budaya ini kini diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, namun perjalanan panjangnya penuh dengan tantangan yang harus dihadapi agar tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Muhammad Anhar Chusnani, salah satu pengrajin Damar Kurung yang hingga kini masih aktif melestarikan tradisi ini, menjelaskan bahwa Damar Kurung lahir dari masa-masa kejayaan Gresik sebagai pusat penyebaran Islam dan kebudayaan di Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Sunan Prapen, salah satu tokoh Wali Songo, diperkirakan menjadi salah satu tokoh yang memperkenalkan lampion berbentuk segi empat yang terbuat dari kayu dan kertas ini, dengan fungsi untuk menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6a4a2859f6.webp" alt=""></p>
<p>"Setiap gambar pada Damar Kurung bercerita, mulai dari tradisi, upacara keagamaan, hingga kegiatan sehari-hari seperti pasar dan permainan rakyat," jelas Anhar, Jumat (27/9).</p>
<p></p>
<p>"Dalam gambar Damar Kurung, kita melihat jejak sejarah masyarakat Gresik, bagaimana mereka hidup dan beraktivitas pada zaman dahulu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Anhar melanjutkan, pada abad ke-20, seorang maestro bernama Mbah Masmundari muncul sebagai sosok penting dalam pelestarian Damar Kurung, tidak hanya menghidupkan kembali tradisi ini, tetapi juga mengajarkan seni membuat Damar Kurung kepada generasi muda. </p>
<p></p>
<p>Karya-karyanya menampilkan nuansa kehidupan Gresik yang kaya akan nilai budaya dan religiusitas, namun, setelah Mbah Masmundari wafat, minat masyarakat terhadap Damar Kurung sempat meredup.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6a3f52115f.webp" alt=""></p>
<p>"Seiring dengan perkembangan teknologi, Damar Kurung semakin jarang diminati oleh masyarakat, terutama oleh generasi muda, ini menjadi tantangan besar bagi kami," ujar Anhar.</p>
<p></p>
<p>Padahal menurut Anhar, Damar Kurung bukan hanya sekadar lampion, nama 'Damar' yang berarti cahaya dan 'Kurung' yang berarti kurungan, menggambarkan cahaya yang tertahan di dalam kerangka kayu dan kertas, menciptakan visual yang menceritakan kisah dalam bentuk gambar.</p>
<p></p>
<p>"Jika gambar pada Damar Kurung sifatnya profan atau non-religius, maka cara membacanya searah jarum jam, misalnya, untuk menceritakan kegiatan seperti perayaan Agustusan, kita mulai dari sisi satu, lalu ke sisi dua, tiga, dan empat," terang Anhar.</p>
<p></p>
<p>Namun, jika gambar bersifat religius, seperti saat Ramadan atau Idulfitri, cara membacanya berlawanan dengan arah jarum jam.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66f6a49752ac8.webp" alt=""></p>
<p>"Ini mencerminkan aspek spiritualitas, sama seperti membaca Al-Qur'an yang dari kanan ke kiri," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Kekayaan akan nilai budaya dan luhur itulah yang membuat Damar Kurung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional pada tahun 2017, dan kini muncul beragam upaya dari berbagai pihak untuk melestarikan Lampion khas Kabupaten Gresik ini.</p>
<p></p>
<p>Salah satu inisiatif yang muncul adalah Gerakan Satu Rumah Satu (G1R1) Damar Kurung, yakni gerakan yang bertujuan agar setiap rumah di Gresik memiliki setidaknya satu Damar Kurung sebagai bagian dari identitas budaya lokal.</p>
<p></p>
<p>"G1R1 adalah upaya nyata dari kami untuk menghidupkan kembali ketertarikan masyarakat terhadap Damar Kurung, terutama generasi muda," terang Anhar.</p>
<p></p>
<p>Selain untuk mempromosikan budaya ini, Gerakan G1R1 yang diprakarsai oleh komunitas lokal bertujuan untuk memperkenalkan kembali Damar Kurung kepada masyarakat luas. </p>
<p></p>
<p>Selain mempromosikan Damar Kurung, gerakan ini juga memiliki program lain, seperti edukasi di sekolah-sekolah, program ekonomi kreatif yang menghasilkan produk turunan seperti gantungan kunci, dan kaos, serta program pemberdayaan yang merekrut tenaga lokal untuk membantu dalam produksi dan pemasaran.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin Damar Kurung tidak hanya dikenal sebagai sejarah, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Anhar. </p>
<p></p>
<p>Upaya untuk melestarikan Damar Kurung tidak berhenti di sini. Para pengrajin seperti Anhar berharap agar Damar Kurung bisa terus dikenal di dalam dan luar negeri, terutama diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan budaya dunia.</p>
<p></p>
<p>“Semoga dengan adanya pergerakan ini, Damar Kurung tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga mendapatkan pengakuan di kancah internasional termasuk dari UNESCO,” tutup Anhar penuh harap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mantan Petinggi Harrods Tahu Kelakuan Mendiang Mohamed Al Fayed</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mantan-petinggi-harrods-tahu-kelakuan-mendiang-mohamed-al-fayed</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mantan-petinggi-harrods-tahu-kelakuan-mendiang-mohamed-al-fayed</guid>
<description><![CDATA[ James McArthur ceritakan apa yang ia gambarkan sebagai &#039;10 bulan paling mengerikan pada tahun 2008&#039; karena perilaku ‘nyleneh’ Al Fayed ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f37ba846427.webp" length="47736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 11:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>Mohamed Al Fayed, Harrods, Pelecehan Seksual Mohamed Al Fayed</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>LONDON, SJP</strong> - Seorang mantan petinggi Harrods James McArthur jadi saksi perilaku "tak senonoh" oleh mendiang pemilik toko Mohamed Al Fayed, meski bukan pelecehan seksual.</p>
<p class="MsoNormal">Dilansir dari BBC  McArthur ceritakan apa yang ia gambarkan sebagai '10 bulan paling mengerikan pada tahun 2008' karena perilaku ‘nyleneh’ Al Fayed.</p>
<p class="MsoNormal">Memang ia tidak mengetahui adanya pelecehan seksual dari lima wanita yang katakan dapatkan kekerasan seksual oleh Fayed.</p>
<p class="MsoNormal">Diberitakan sebelumnya, Fayed, yang meninggal tahun lalu pada usia 94 tahun, menghadapi tuduhan pelecehan seksual oleh sejumlah orang.</p>
<p class="MsoNormal">"Meskipun perilaku Fayed sering kali menjijikkan dalam banyak hal, dan hubungan profesional dengannya sebagian besar tidak berfungsi, saya tidak mengetahui adanya pelecehan seksual olehnya. Jika saya mengetahuinya, saya akan mengambil tindakan," kata McArthur dalam pernyataan tertulisnya.</p>
<p class="MsoNormal">Ia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya penyelidikan polisi Metropolitan terhadap Fayed atas dugaan pelecehan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun.</p>
<p class="MsoNormal">"Saya benar-benar ngeri dengan rincian tuduhan yang dengan berani diungkapkan," katanya. "Saya turut berduka cita kepada para korban Fayed, dan saya sangat berharap mereka akan mendapatkan keadilan dan penyelesaian yang mereka cari." </p>
<p class="MsoNormal">Pihak Harrods kini sedang melakukan peninjauan internal yang berkelanjutan yang mencakup adanya staf yang terlibat dalam tuduhan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p class="MsoNormal">Hal ini dilakukan setelah seorang mantan karyawan mengatakan kepada BBC News bahwa seorang manajer yang masih bekerja di toko tersebut gagal melakukan penyelidikan setelah dia mengeluh tentang perilaku Fayed yang tidak pantas.</p>
<p class="MsoNormal">Harrods mengatakan bahwa peninjauan internalnya terhadap kemungkinan keterlibatan staf didukung oleh penasihat eksternal.</p>
<p class="MsoNormal">"Dewan direksi Harrods telah membentuk komite non-eksekutif dewan direksi untuk mempertimbangkan lebih lanjut masalah yang timbul dari tuduhan tersebut. Harrods juga berkomunikasi langsung dengan polisi Metropolitan untuk memastikan kami menawarkan bantuan kami dengan setiap pertanyaan mereka yang relevan,"  begitu isi kutipan perusahaan ini.</p>
<p class="MsoNormal">“Proses penyelesaian dilakukan dengan berkonsultasi dengan penasihat eksternal independen dan para ahli dalam litigasi cedera pribadi.  Semua klaim yang diselesaikan hingga saat ini dan selanjutnya akan didasarkan pada arahan dari individu eksternal ini untuk memastikan hasil yang cepat dan tidak memihak bagi para korban.”(**)</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: BBC</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancak Jumbo Warnai Semarak Sedekah Bumi RW 04 Sambikerep</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancak-jumbo-warnai-semarak-sedekah-bumi-rw-04-sambikerep</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancak-jumbo-warnai-semarak-sedekah-bumi-rw-04-sambikerep</guid>
<description><![CDATA[ Berlangsung di Balai RW 04 Sambikerep, warga terlihat antusias menyemarakkan acara tersebut, dan yang paling spesial di setiap perayaan Sedekah Bumi di RW 04 Sambikerep ialah kehadiran &quot;Ancak Jumbo&quot; yang disiapkan oleh tiap-tiap RT. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66efcdaf70d24.webp" length="88174" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 16:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sedekah Bumi, Ancak, Sambikerep, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP</strong> - Sedekah Bumi, sebuah tradisi turun-temurun yang erat kaitannya dengan rasa syukur atas hasil bumi dan rejeki.</p>
<p>Tradisi ini merupakan wujud kebersamaan masyarakat dalam merayakan anugerah alam, sekaligus mendoakan keselamatan dan kesejahteraan lingkungan sekitar. </p>
<p>Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan dalam tradisi ini adalah pembuatan dan juga iring-iringan ancak, yakni sebuah wadah makanan atau hasil bumi yang disusun secara megah dan indah, yang kemudian makanan tersebut akan diperebutkan oleh warga.</p>
<p>Meski Kota Surabaya dikenal sebagai Kota industri dan serba modern, ternyata tradisi ini masih hidup di beberapa wilayah Kota Pahlawan, salah satunya ada di RW 04 Sambikerep, yang pada Minggu (22/9) hari ini warganya kembali menyemarakkan tradisi tersebut.</p>
<p>Berlangsung di Balai RW 04 Sambikerep, warga terlihat antusias menyemarakkan acara tersebut, dan yang paling spesial di setiap perayaan Sedekah Bumi di RW 04 Sambikerep ialah kehadiran "Ancak Jumbo" yang disiapkan oleh tiap-tiap RT.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66efcde012fcf.webp" alt=""></p>
<p>Ketua RW 04 Sambikerep, yakni Suwito, menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat warga yang tidak surut, dengan melibatkan 12 RT yang masing-masing menyumbangkan satu ancak jumbo.</p>
<p>“Paling cepat untuk membuat ancak jumbo ini sekitar satu bulan, walaupun juga yang sampai selama 2 bulan sesuai dengan kerumitannya, tapi warga tetap semangat dan guyub sekali,” jelas Suwito.</p>
<p>Pembuatan ancak jumbo ini tidak hanya membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi juga biaya yang terbilang cukup besar. Suwito mengungkapkan bahwa setiap RT melakukan iuran untuk membuat ancak, dan total biayanya bisa mencapai lebih dari 10 juta rupiah.</p>
<p>“Dengan banyak iuran warga yang ditaruh di setiap RT, membuat warga tidak mengeluh maupun keberatan,” tambahnya</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66efcdc5a8773.webp" alt=""></p>
<p>Suwito menekankan bahwa pelestarian tradisi ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. </p>
<p>Ia mengingatkan bahwa ritual ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang sudah berlangsung turun-temurun.</p>
<p>"Tradisi ancak ini harus dipertahankan sepanjang masa. Bukan hanya untuk generasi kita, tetapi juga untuk anak cucu kita di masa depan," tegas Suwito dengan penuh semangat.</p>
<p>Selain sebagai bentuk syukur atas hasil bumi, tradisi Sedekah Bumi juga menjadi sarana bagi warga untuk memanjatkan doa dan harapan. Suwito berharap melalui acara ini, warga Sambikerep dapat dijauhkan dari segala marabahaya dan diberi limpahan rejeki.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66efce39ec92a.webp" alt=""></p>
<p>"Semoga dengan adanya Sedekah Bumi ini, kita semua dijauhkan dari marabahaya, dan rejeki warga Sambikerep dilimpahkan," tutupnya.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, selain Ancak, acara sedekah bumi di RW 04 Sambikerep juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan lain seperti Tayub, Kendangan, olahraga OKOL hingga penampilan Ludruk Karisma Baru asli dari Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66efda708cc37.webp" alt=""></p>
<p>Acara Sedekah Bumi ini tidak hanya menjadi simbol syukur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga Sambikerep, menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih sangat kuat dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Terungkap! Mohamed Al Fayed Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Puluhan Karyawatinya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-terungkap-mohamed-al-fayed-lakukan-pelecehan-seksual-kepada-puluhan-karyawatinya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-terungkap-mohamed-al-fayed-lakukan-pelecehan-seksual-kepada-puluhan-karyawatinya</guid>
<description><![CDATA[ Para korban pelecehan seksual dari pria yang meninggal tahun 2023 ini angkat bicara setelah melihat sosoknya yang ‘baik’ di serial Netflix ‘The Crown’ ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66eccd49e836c.webp" length="17758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 10:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>The Crown, Mohamed Al Fayed, Pelecehan Seksual</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>London, SJP </strong>- Mendiang Mohamed Al Fayed tertuduh sebagai pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap puluhan karyawati di perusahaannya, Harrods.</p>
<p>Mantan pemilik departemen store mewah itu dituduh memperkosa lima wanita serta tuduhan lain adalah pelecehan seksual terhadap sedikitnya 15 orang lainnya.</p>
<p>Tragedi ini terjadi saat para wanita itu bekerja di department store mewah milik Fayed, sebelum ia menjualnya.</p>
<p>Fayed, yang menjual Harrods pada tahun 2010, meninggal tahun lalu pada usia 94 tahun.</p>
<p>Pengungkapan ini dilakukan BBC yang membuat film dokumenter tentang ayah dari mendiang Dodi Al Fayed, kekasih Putri Diana. </p>
<p>Para pembuat film dokumenter mengatakan para wanita itu angkat bicara setelah melihat Fayed digambarkan dengan simpatik dalam serial Netflix, 'The Crown'.</p>
<p>Dalam serial tersebut, salah satu episode menunjukkan hubungan Diana dengan putra Fayed, Dodi, dan kematian mereka dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997.</p>
<p>Pengakuan tersebut muncul lebih dari 20 wanita yang semuanya adalah mantan karyawan Fayed.</p>
<p>Mereka mengatakan dalam sebuah dokumenter BBC bahwa mereka mendapat pelecean seksual tetapi perusaaan Harrods menutupi kasus tersebut.</p>
<p>Pemilik Harrods saat ini mengatakan bahwa mereka sangat terkejut dengan tuduhan tersebut dan telah meminta maaf kepada para korban.</p>
<p>Obituarinya di Guardian mencatat ada tuduhan berulang tentang pelecehan seksual terhadap staf perempuan selama hidupnya.</p>
<p>Pada tahun 2009, Crown Prosecution Service memutuskan untuk tidak mendakwa Fayed atas klaim bahwa ia telah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di toko tersebut.</p>
<p>Pada tahun 2013, ia diwawancarai oleh polisi setelah seorang wanita menuduhnya telah melakukan kekerasan seksual terhadapnya di apartemennya di Park Lane setelah wawancara kerja.</p>
<p>Polisi membuka kembali kasus tersebut pada tahun 2015 tetapi tidak mengambil tindakan lebih lanjut karena Fayed selalu membantah tuduhan.</p>
<p>Para korban memberikan laporan terperinci tentang pelecehan tersebut, termasuk beberapa yang terekam kamera. </p>
<p>Semuanya ditayangkan dalam film dokumenter baru, Al Fayed: Predator at Harrods.</p>
<p>Film tersebut menunjukkan bahwa pelecehan tersebut terjadi di London, Paris, Saint-Tropez, dan Abu Dhabi.</p>
<p>Seorang wanita mengatakan kepada BBC bahwa ia diperkosa saat remaja di apartemen Fayed di Park Lane.</p>
<p>"Mohamed Al Fayed adalah monster, predator seksual tanpa kompas moral," katanya kepada BBC.</p>
<p>Tiga wanita lainnya mengatakan kepada BBC bahwa mereka juga diperkosa olehnya di apartemen tersebut.</p>
<p>Seorang wanita kelima, yang hanya disebutkan namanya sebagai Gemma, mengatakan di depan kamera bahwa Fayed memperkosanya di apartemennya di Villa Windsor di Paris dan kemudian menyuruhnya membersihkan diri dengan disinfektan.</p>
<p>"Jelas dia ingin saya menghapus jejak apa pun yang menunjukkan dia berada di dekat saya," ungkap wanita ini dalam serial dokumenter tersebut.</p>
<p>Seorang wanita, yang BBC sebut hanya sebagai Sophia, mengatakan Fayed mencoba memperkosanya lebih dari satu kali saat ia menjadi asisten pribadinya dari tahun 1988 hingga 1991.</p>
<p>"Ia bukan orang dengan karakter seperti dalam serial itu," begitu ungkapnya tentang penggambaran Fayed dalam 'The Crown', ia mengatakan kepada BBC.</p>
<p>Bruce Drummond, seorang pengacara yang mewakili beberapa wanita, mengatakan kepada BBC: "Jaringan laba-laba korupsi dan penyalahgunaan di perusahaan ini tidak dapat dipercaya dan sangat gelap."</p>
<p>Terkait hal ini, pihak Harrods memberikan pernyataan resmi: <br>"Kami benar-benar terkejut dengan tuduhan penyalahgunaan yang dilakukan oleh Mohamed Al Fayed. Ini adalah tindakan seorang individu yang berniat menyalahgunakan kekuasaannya di mana pun ia beroperasi. Kami mengutuk dengan keras. Kami juga mengakui bahwa selama ini sebagai sebuah bisnis, kami gagal terhadap karyawan yang menjadi korbannya. Untuk itu kami dengan tulus meminta maaf."</p>
<p>“Harrods saat ini adalah organisasi yang sangat berbeda dengan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Al Fayed antara tahun 1985 dan 2010. Perusahaan ini berupaya menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai inti dari semua yang kami lakukan.”</p>
<p>“Itulah sebabnya, sejak informasi baru terungkap pada tahun 2023 tentang tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Al Fayed. Prioritas kami adalah menyelesaikan klaim secepat mungkin. Ini untuk menghindari proses hukum yang panjang bagi para wanita yang terlibat. Proses ini masih tersedia untuk semua karyawan Harrods saat ini atau sebelumnya.”</p>
<p>“Meskipun kami tidak dapat membatalkan masa lalu, kami telah bertekad untuk melakukan hal yang benar sebagai sebuah organisasi. Hal ini didorong oleh nilai-nilai yang kami pegang saat ini. Kami memastikan bahwa perilaku seperti itu tidak akan pernah terulang di masa mendatang.” (**)</p>
<p>Sumber: BBC</p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Lukis Lintas Generasi &amp;quot;Hong Wilaheng&amp;quot; di Surabaya: Menggugah Makna Kehidupan Melalui Seni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-lukis-lintas-generasi-hong-wilaheng-di-surabaya-menggugah-makna-kehidupan-melalui-seni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-lukis-lintas-generasi-hong-wilaheng-di-surabaya-menggugah-makna-kehidupan-melalui-seni</guid>
<description><![CDATA[ Pameran Hong Wilaheng Sekaring Bawono oleh Komunitas Ilustrasi Idiom bukan sekadar pameran lukisan biasa, melainkan representasi dari gagasan yang mendalam tentang kehidupan, kebersamaan, dan pentingnya memberikan dukungan kepada generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66ebc714d8870.webp" length="40474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 14:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hong Wilaheng Sekaring Bawono, Ilustrasi Idiom, Galeri DKS, Dewan Kesenian Surabaya, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP </strong>- "Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng," sebuah sastra jendra yang mungkin tidak asing bagi sebagian orang. Istilah ini sering muncul dalam diskusi kesenian dan budaya Jawa, bahkan sang Maestro, Gombloh juga pernah menyanyikan lagu yang gunakan istilah ini sebagai tajuknya.</p>
<p>Hong Wilaheng sendiri merupakan sebuah ajakan spiritual atau panggilan untuk kembali kepada diri yang sejati dan mengenali hakikat hidup sebagai manusia, sebuah konsep yang lahir dari kebudayaan Jawa, yang sarat dengan nilai-nilai filosofis.</p>
<p>Ajakan itulah yang ingin disampaikan dalam Pameran Lukisan Lintas Generasi "Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng" yang diselenggarakan oleh Komunitas Ilustrasi Idiom di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sejak 14 September lalu.</p>
<p>Amdo Brada, selaku salah satu seniman lukis senior yang terlibat dalam pameran ini mengungkapkan bahwa istilah Hong Wilaheng bukan hanya sekadar judul, melainkan sebuah ajakan kepada masyarakat untuk kembali memahami esensi kehidupan melalui karya seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66ebc70d7a984.webp" alt=""></p>
<p>"Hong Wilaheng itu sebenarnya sudah lama bergaung di masyarakat Jawa, cuma terdengar seram karena ada miskonsepsi sebagai sebuah mantra atau sebagainya, padahal itu ajakan luhur untuk kembali kepada kodrat kita sebagai manusia, kembali ke Tuhan,” tutur Amdo, Kamis (19/9).</p>
<p>Ia menuturkan bahwa dalam kata 'Hong', tersembunyi makna manunggaling Cipto, Roso lan Karso (menyatunya niat, rasa, dan tekat), sebuah tridaya yang menjadikan hidup seorang manusia lebih bermakna, agar mampu menemukan jati diri dan menjadi sebaik-baiknya pribadi.</p>
<p>"Kita maknai itu dalam implementasi sebuah gerakan, manusia harus menjadi seorang penggembala bagi generasi penerusnya dengan cara merangkul, merawat, dan mengedukasi dalam bidangnya masing-masing, tidak terkecuali kami sebagai seorang seniman," sebutnya.</p>
<p>Karena itulah pameran ini disebut sebagai pameran lintas generasi, tidak hanya ditujukan untuk menginspirasi generasi muda, namun juga melibatkan seniman muda dan siswa yang baru belajar melukis untuk ikut memamerkan karya mereka disamping karya-karya seniman senior lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66ebc6f6b6407.webp" alt=""></p>
<p>Ridwan SS. sebagai salah satu penggagas pameran yang juga tergabung dalam Ilustrasi Idiom menyebut bahwa ada total 30 lebih karya yang ditampilkan dalam pameran ini, dan 16 karya diantaranya adalah lukisan siswa-siswa yang masih dalam proses belajar melukis </p>
<p>"Disamping itu, ada 8 seniman utama yang ikut berkontribusi memamerkan karyanya dalam kesempatan ini,” ujar Ridwan.</p>
<p>Bagi Ridwan sendiri, melalui pameran ini ia ingin menginspirasi generasi muda agar mereka tidak masuk ke dunia seni dan berkarya hanya untuk terpaku pada aspek komersil, namun juga diimbangi dengan nilai seni dan makna di tiap karya yang dihasilkan.</p>
<p>“Bahkan bagi saya, karya itu tidak harus 'menjual', kalaupun itu laku anggapannya adalah bonus, namun pada intinya kita dalam berkarya itu harus dari dalam jiwa,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66ebc705eb739.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya menampilkan karya dan mengedukasi tentang seni, pameran ini juga memiliki misi sosial, yang mana sebagian dari hasil pameran akan digunakan untuk membeli alat-alat lukis dan membuka perpustakaan kecil bagi para seniman muda sebagai bentuk dukungan perkembangan seni rupa di Surabaya dan Jawa Timur.</p>
<p>Mengenai hal itu, Roman Chuza yang juga sosok penggagas pameran disamping Ridwan SS. membeberkan harapan agar pameran ini mampu untuk melahirkan generasi muda yang dapat melanjutkan estafet seni dan bahkan melampaui apa yang telah dicapai oleh para seniman sebelumnya.</p>
<p>“Karya itu abadi, tetapi setelah kita, siapa yang akan melanjutkan? otomatis generasi muda, maka dari itu kami gagas pameran ini sebagai simbol dari niat baik untuk menyatukan seniman dari berbagai usia dan latar belakang," ucap Roman.</p>
<p>Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pameran ini, mulai dari pelukis sepuh dan nasional seperti Amdo, dan juga pihak-pihak lain seperti media yang telah membantu menyebarluaskan informasi tentang kesenian secara umum.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66ebc6fea2664.webp" alt=""></p>
<p>"Semoga pameran ini bisa bermanfaat, bagi para senior untuk terus eksis berkarya, dan bagi para junior untuk terus belajar agar menjadi penerus mereka, salam kebersamaan dalam berkesenian," pungkas Roman.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konser Artis di Kandang Liverpool Tingkatkan Perekonomian Kota Lebih Dari Rp 600 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konser-artis-di-kandang-liverpool-tingkatkan-perekonomian-kota-lebih-dari-rp-600-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konser-artis-di-kandang-liverpool-tingkatkan-perekonomian-kota-lebih-dari-rp-600-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Sejak 2019, total tujuh artis telah menggelar 11 konser di Anfield. Lebih dari 500.000 penonton mengunjungi Anfield dengan dana segar mengalir ke ekonomi lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66ea410a8c3ba.webp" length="84480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Sep 2024 10:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>Anfield, Liverpool, Taylor Swift, Dua Lipa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Liverpool, SJP </strong>– <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Konser para pesohor selama lima tahun terakhir di stadion Anfield sukses tingkatkan perekonomian kota. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Peningkatan pendapatan masyarakat lokal terkait penjualan merchandise hingga pekerjaan di stadion untuk warga sekitar mencapai 31 juta poundsterling atau sekitar Rp 626 miliar.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Salah satu perusahaan layanan ekonomi di Inggris, Turley Economics, berikan laporan terbaru dari ungkap besarnya manfaat finansial bagi ekonomi lokal dengan keberadaan bintang-bintang terkenal di dunia yang konser di Anfield, termasuk Taylor Swift dan The Rolling Stones. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Minggu lalu, klub tersebut mengumumkan bintang dunia terbaru yang akan tampil di Anfield yakni Dua Lipa. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Kebetulan juga Dua Lipa adalah penggemar Liverpool dan dia pilih konser di stadion klub Liverpool itu pada Juni 2025. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sejak 2019, total tujuh artis telah menggelar 11 konser di Anfield. Lebih dari 500.000 penonton mengunjungi Anfield dengan dana segar mengalir ke ekonomi lokal.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setengah dari pengunjung tersebut tercatat hanya di Juni 2024 saja termasuk konser tiga malam Taylor Swift sebagai bagian dari tur Eras di seluruh dunia.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sebagian lagi adalah pengunjung konser dua malam P!nk’s Summer Carnival 2024.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Pada tahun-tahun sebelumnya, Anfield telah menjadi tuan rumah bagi Bon Jovi, Take That, Elton John, dan The Eagles. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setiap konser mendatangkan peluang kerja tambahan karena butuh minimal 1.450 staf setiap konser. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Delapan puluh lima persen dari mereka yang dipekerjakan untuk konser Anfield berasal dari kota Liverpool. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Lebih dari setengahnya atau 55 persen berusia di bawah 30 tahun.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Karena pembatasan COVID-19, tidak ada konser Anfield pada tahun 2020 atau 2021. <o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sementara tahun 2023 juga dikesampingkan sebagai akibat dari perluasan Anfield Road Stand, yang telah meningkatkan kapasitas menjadi sekitar 61.000.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>“Kami senang dapat memainkan peran kami dalam meningkatkan ekonomi lokal.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kami juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan lokal melalui penyelenggaraan konser di Anfield,” kata Ben Latty, kepala bagian komersial Liverpool FC.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sementara itu, Anggota Dewan Kota Liverpool bidang budaya Harry Doyle katakan pembangunan kembali stadion Anfield telah menjadi kesuksesan besar bagi klub dan kota secara keseluruhan.<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal">“Fakta bahwa tempat ikonik ini sekarang berfungsi ganda sebagai tempat konser terkemuka di dunia setiap musim panas telah menjadi dorongan luar biasa bagi ekonomi pariwisata kami,” paparnya. "Belum lagi kualitas aksi klub sepak bola yang juga digelar.”</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: Liverpool FC</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komunitas CB se&amp;Indonesia Kopdar Akbar di Stadion Warujayeng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komunitas-cb-se-indonesia-kopdar-akbar-di-stadion-warujayeng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komunitas-cb-se-indonesia-kopdar-akbar-di-stadion-warujayeng</guid>
<description><![CDATA[ Puncak acara ditandai dengan deklarasi persatuan komunitas CB se-Indonesia, yang menyatakan komitmen untuk menjaga nilai persaudaraan, saling menghormati di jalan, serta melestarikan keberadaan motor CB sebagai warisan otomotif yang harus dijaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66e58a15aeaea.webp" length="38192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 20:15:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Komunitas CB, CB, Stadion Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jatim</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nganjuk, SJP - </strong>Komunitas motor legendaris Honda CB dari seluruh Indonesia mengadakan kopdar akbar di Stadion Warujayeng, Nganjuk.</p>
<p>Acara ini merupakan pertemuan terbesar yang pernah diselenggarakan oleh komunitas pecinta motor klasik CB, dengan ribuan anggota yang hadir dari berbagai daerah di seluruh Nusantara.Hari ini, Sabtu, 14 September 2024.</p>
<p></p>
<p>Dengan tema "Silaturahmi Tanpa Batas", acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas, berbagi pengalaman, serta memperkuat kecintaan terhadap motor CB yang sudah menjadi ikon di dunia otomotif Indonesia.</p>
<p>Berbagai kegiatan menarik digelar, mulai dari pameran motor modifikasi CB, kontes motor klasik, hingga panggung hiburan yang diisi oleh band-band lokal.</p>
<p></p>
<p>Acara dimulai sejak pagi hari dengan iring-iringan motor CB dari beberapa kota yang bergabung di titik kumpul menuju Stadion Warujayeng. Konvoi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar, yang turut antusias menyaksikan parade motor legendaris tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya sekadar ajang temu kangen, kopdar ini juga diisi dengan diskusi seputar sejarah dan perkembangan motor CB, mulai dari generasi pertama hingga versi modifikasinya yang tetap digandrungi sampai sekarang.</p>
<p>Beberapa bengkel spesialis CB juga turut serta dengan membuka stan servis gratis dan berbagi tips merawat motor klasik agar tetap prima.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, acara ini juga menjadi momen berbagi, di mana komunitas CB Indonesia mengadakan bakti sosial untuk masyarakat sekitar. Sumbangan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan bantuan pendidikan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66e58fed51c0d.webp" alt=""></p>
<p>"Kami berharap acara ini tidak hanya mempererat hubungan sesama penggemar CB, tapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," ujar salah satu panitia penyelenggara.</p>
<p></p>
<p>Puncak acara ditandai dengan deklarasi persatuan komunitas CB se-Indonesia, yang menyatakan komitmen untuk menjaga nilai persaudaraan, saling menghormati di jalan, serta melestarikan keberadaan motor CB sebagai warisan otomotif yang harus dijaga.</p>
<p></p>
<p>Dengan suksesnya acara ini, diharapkan kopdar akbar komunitas CB di Warujayeng dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar, serta terus membawa semangat persatuan dan kebersamaan di kalangan pecinta motor klasik Honda CB. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Para Penggemar Iwan Fals Bersatu di Fals Night, Malam Penuh Rindu Sang Musisi Legendaris</title>
<link>https://suarajatimpost.com/para-penggemar-iwan-fals-bersatu-di-fals-night-malam-penuh-rindu-sang-musisi-legendaris</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/para-penggemar-iwan-fals-bersatu-di-fals-night-malam-penuh-rindu-sang-musisi-legendaris</guid>
<description><![CDATA[ Fals Night di Toko Kopi Sinar Abadi menjadi ajang bagi para penggemar Iwan Fals untuk melepas rindu, bernyanyi bersama, dan merayakan karya-karya sang legenda musik Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66dd890c9ce19.webp" length="43478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 19:45:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Iwan Fals, Toko Kopi Sinar Abadi, Klantink, Fals Night, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Di sebuah sudut jalan Gubeng Kota Surabaya yang tenang, Toko Kopi Sinar Abadi menjadi saksi bisu pertemuan rindu antar pecinta musik, alunan gitar dan suara merdu yang mengiringi malam itu seolah memanggil kembali kenangan akan seorang legenda, sosok yang tak lekang oleh waktu, Iwan Fals.</p>
<p></p>
<p>Iwan Fals, musisi yang namanya terus bergema di hati masyarakat Indonesia melalui lagu-lagunya seperti "Bento" atau "Ibu", memiliki bait-bait syair yang bisa menjadi pelipur lara dan pemberi semangat banyak orang, tak heran jika banyak insan yang mengidolakannya.</p>
<p></p>
<p>Kerinduan akan sosok Iwan Fals inilah yang menjadi pemicu acara sederhana bertajuk "Fals Night" di lantai atas Toko Kopi Sinar Abadi pada Jumat (6/8) malam, komunitas Fals Mania dan Oi Surabaya datang bukan hanya untuk sekadar bernyanyi, melainkan menyuarakan hati mereka bersama-sama.</p>
<p></p>
<p>Wawan Klantink, selaku pemilik Toko Kopi Sinar Abadi sekaligus vokalis band asal Surabaya Klantink juga turut menjadi bagian dari malam syahdu itu, ia mengungkapkan bahwa Fals Night merupakan tempat persinggahan para pecinta seni musik untuk berekspresi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dd890683b3c.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan hari ini adalah kegiatan di mana teman-teman fans atau komunitas Iwan Fals, maupun pecinta musik lainnya kumpul, nyanyi bareng, dan silaturahmi," ungkap Wawan kepada Suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Wawan sendiri bukanlah sosok asing di dunia musik, Band Klantink yang membersamai dirinya sempat menorehkan prestasi sebagai juara di ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) pada tahun 2010 silam, membawakan warna tersendiri dalam musik Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Band Klantink bahkan pernah berkolaborasi dengan Iwan Fals, ditambah background Wawan yang juga berasal dari 'jalanan', dirinya merasa sangat bangga bisa memberikan wadah kepada komunitas Fals Mania dan Oi Surabaya untuk berkumpul di toko kopi miliknya tanpa dipungut biaya. </p>
<p></p>
<p>"Saya juga dari jalanan dan kebetulan Klantink pernah berkolaborasi dengan Iwan Fals, jadi saya sudah akrab dengan teman-teman Fals Mania dan Oi Surabaya, suatu kebanggaan bisa adakan acara ini disini," ucap vokalis yang pernah menyanyikan lagu Oemar Bakri bersama sang legenda Iwan Fals.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dd88ff61a50.webp" alt=""></p>
<p>Saat ditanya mengapa Wawan juga membuka toko kopi, dirinya mengatakan bahwa kopi itu universal, baginya banyak orang yang cinta dengan kopi, tinggal disesuaikan denga selera mereka, mau itu manis ataupun pahit, bak sebuah lagu.</p>
<p></p>
<p>"Kopi ini layaknya penghidupan, kalau kopi dibilang enggak enak, pasti enggak enak, begitupun sebaliknya," sebuah filosofi yang sederhana namun dalam oleh Wawan, seperti juga bait musik yang dinyanyikan pada malam itu.</p>
<p></p>
<p>Kebetulan, kegiatan malam ini juga bertepatan dengan gelaran tur konser gratis Iwan Fals ke 25 Kota di Indonesia, dan Kota Surabaya menjadi salah satu lokasi tur konser tersebut, meski jadwal dan lokasi untuk konser di Surabaya belum secara resmi ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi hal itu, Wawan merasa konser ini sudah lama dinantikan oleh para penggemar Iwan Fals, meski begitu, acara Fals Night bukanlah persiapan untuk konser tersebut, melainkan hanyalah malam di mana rindu dipupuk dan momen untuk memitar kembali suatu kenangan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini tidak bisa dibilang persiapan akan konser itu, lebih ke kumpul-kumpul saja," ungkap Wawan.</p>
<p></p>
<p>"Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sudah lama Iwan tidak ke Surabaya, dengan konser itu, mudah-mudahan rindu terobati, jadi tidak sekadar melihat di televisi saja, tetapi bisa melihat langsung sosok karismatik Iwan Fals," sambungnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dda800c1291.webp" alt=""></p>
<p>Di balik malam itu, ada keinginan kuat dari Wawan agar perkembangan musik di Surabaya terus maju, ia menyoroti bahwa meski seni musik di kota ini berkembang seperti detak jantung, dukungan antar-seniman masih dirasa kurang kuat.</p>
<p></p>
<p>"Masih kurang dalam hal saling support karena masih terpetak-petak dan terkesan mau hidup sendiri-sendiri," kata Wawan.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap seniman di Surabaya dapat saling mendukung, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti menghadiri perilisan album atau sekadar membagikan karya melalui media sosial.</p>
<p></p>
<p>Dan begitu malam berakhir, satu hal yang pasti, musik selalu memiliki cara untuk menyatukan orang. Malam itu, di bawah langit Surabaya, tak hanya lagu-lagu Iwan Fals yang bergema, tapi juga persahabatan dan rasa rindu yang saling terobati. Seperti secangkir kopi yang hangat, malam itu menjadi kenangan manis yang akan terus dikenang.</p>
<p></p>
<p> Dengan latar musik dan pertemuan, Wawan Klantink bersama komunitas Fals Mania dan Oi Surabaya, menghidupkan kembali semangat yang seolah tak pernah padam, menunggu saat di mana Iwan Fals akan kembali hadir di Kota Pahlawan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak Warna&amp;Warni Dunia di UNESA, ICF #2 Satukan 12 Negara dalam Satu Panggung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semarak-warna-warni-dunia-di-unesa-icf-2-satukan-12-negara-dalam-satu-panggung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semarak-warna-warni-dunia-di-unesa-icf-2-satukan-12-negara-dalam-satu-panggung</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Enhancing Creativity through Culture Modernity&quot; yang menjadi tajuk acara ICF #2, menjadikan acara ini sebagai media pertukaran budaya yang unik, sesuai temanya yang menekankan pentingnya budaya di zaman modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66dd84c2d669c.webp" length="77678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 19:15:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>International Cultural Festival, ICF #2, Universitas Negeri Surabaya, UNESA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Semarak warna-warni budaya dari berbagai belahan dunia menghiasi Lapangan Rektorat Kampus II Universitas Negeri Surabaya (UNESA).</p>
<p></p>
<p>Dentuman musik tradisional berpadu dengan gemulai tarian khas, menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas dalam perayaan "International Cultural Festival" (ICF) #2 yang sukses menyatukan lebih dari selusin negara di bawah satu langit. </p>
<p></p>
<p>Festival yang digelar pada 6 September sejak sore hingga malam ini tidak hanya ajang pertunjukan seni, tetapi juga perwujudan nyata dari semangat persatuan dan keberagaman di tengah era globalisasi.</p>
<p></p>
<p>Mahasiswa dari belasan negara yang menempuh pendidikan di UNESA, diantaranya dari Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Malaysia, India, dan berbagai negara dari Afrika, menyuguhkan kekayaan budaya mereka dalam festival yang angkat tajuk “Enhancing Creativity through Culture Modernity".</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dd84cd34893.webp" alt=""></p>
<p>Saat ditemui, Nazifahillah selaku Wakil Ketua Panitia ICF #2, menekankan bahwa acara ini menjadi media pertukaran budaya yang unik, sesuai temanya, yang ingin gambarkan peran dari budaya dalam pertumbuhan kreativitas di zaman modern.</p>
<p></p>
<p>"Melalui festival tersebut, kita bisa saling memahami dan merayakan perbedaan dengan cara yang menyenangkan dan penuh warna," jelasnya, Minggu (8/9).</p>
<p></p>
<p>Ia juga menambahkan, partisipasi mahasiswa internasional yang belajar di Surabaya turut memperkaya suasana acara, menciptakan atmosfer yang benar-benar global.</p>
<p></p>
<p>Selain parade budaya dan pertunjukan seni, acara ini juga diramaikan dengan games hingga stan-stan kuliner dari berbagai negara yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan cita rasa internasional, sambil menikmati aksesori khas dari berbagai belahan dunia. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dd84db43f8b.webp" alt=""></p>
<p>Dengan konsep yang lengkap dan menyentuh semua panca indra, festival ini berhasil menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.</p>
<p></p>
<p>Kesuksesan acara ini juga terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center UNESA, Bambang Sigit Widodo, yang membuka acara, serta Konsul Jenderal Jepang, Nakagome Kota, dan Konsul Jenderal Australia, Steve Scott. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya acara ini sebagai wadah pertukaran budaya di tengah meningkatnya konektivitas antar negara.</p>
<p></p>
<p>Di tahun keduanya, ICF berhasil membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sumber kekuatan yang bisa menciptakan kreativitas baru dan mempererat hubungan antar bangsa. </p>
<p></p>
<p>Sebuah perayaan budaya yang tak hanya menarik tetapi juga menginspirasi, ICF #2 telah mengukuhkan posisinya sebagai festival budaya internasional yang patut dinantikan di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selain Angkat Budaya, Carnaval di Jember Juga Gelar Teatrikal Bahaya Judol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selain-angkat-budaya-carnaval-di-jember-juga-gelar-teatrikal-bahaya-judol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selain-angkat-budaya-carnaval-di-jember-juga-gelar-teatrikal-bahaya-judol</guid>
<description><![CDATA[ Hal tersebut digelar di publik untuk mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dan lebih berhati-hati dalam hal apapun terkait masalah keuangan dan juga transaksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66dc50c0ef006.webp" length="50048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 20:15:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, OJK, karnaval, judi online</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Jember, SJP- </strong>Cukup insipirasi dan mendidik yang dilakukan oleh beberapa lembaga pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Salah satunya, OJK Jember berkolaborasi dengan BI Jember dan BPD Jatim Jember melakukan diseminasi informasi mengenai literasi keuangan dan bahaya judi online secara teatrikal.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut digelar di publik untuk mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dan lebih berhati-hati dalam hal apapun terkait masalah keuangan dan juga transaksi.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan ini, kepala otoritas jasa keuangan (OJK) Kabupaten Jember Muhamad Mufid menjelaskan beberapa point terkait literasi dan bahaya judi online.</p>
<p></p>
<p>"Bersamaan dengan karnaval budaya, sebuah momentum yang baik untuk kita diseminasi kan mengenai literasi keuangan dan bahaya judi online kepada masyarakat jember secara meluas, dengan kita lakukan juga teatrikal agar masyarakat paham," kata Muhamad Mufid, Sabtu 7 September 2024 malam.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, acara tersebut disinergikan dengan Karnaval Budaya yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan di buka oleh bupati jember dan dihadiri oleh Sekda Jember, Forkopimda, Bank Indonesia, seluruh pimpinan OPD Kabupaten Jember, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerhati dan seniman budaya se- Kabupaten Jember.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66dc5f131ff84.webp" alt=""></p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh seluruh BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi, instansi vertikal, 31 kecamatan di Kabupaten Jember dan perwakilan kelompok seniman dan budaya se-Kabupaten Jember.</p>
<p></p>
<p>Hendy Siswanto, Bupati Jember menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK atas kreativitas dalam melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat di Kabupaten Jember melalui karnaval budaya.</p>
<p></p>
<p>"Karnaval budaya merupakan salah satu media untuk melestarikan karakteristik maupun identitas masing-masing daerah dan instansi yang ada di Kabupaten Jember," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkrit OJK Jember dalam meningkatan literasi keuangan dan menghimbau bahaya judi online. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pakar Film Ungkap Alasan Film Horor Indonesia Laku Keras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pakar-film-ungkap-alasan-film-horor-indonesia-laku-keras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pakar-film-ungkap-alasan-film-horor-indonesia-laku-keras</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu serial Netflix terbaru “Nightmares and Daydreams”, karya Joko Anwar yang dirilis pada bulan Juni 2024. menjadi serial Indonesia pertama yang masuk dalam sepuluh besar tayangan teratas di AS ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66dbbc24c3e12.webp" length="10836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 11:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>film horor, film horor indonesia, Joko Anwar, film horor netflix</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Jakarta, SJP </strong>– Sutradara Joko Anwar tahu persis bahwa film horor Indonesia pasti laku keras. Pasalnya, ia tahu persis bahwa kultur masyarakat Indonesia sangat dekat dengan hal-hal mistis.</p>
<p class="MsoNormal">Ia bercerita punya masa kecil yang cukup suram saat tumbuh di daerah kumuh di Sumatera Utara.</p>
<p class="MsoNormal">"Saya khawatir saya akan diculik oleh Wewe Gombel," katanya, merujuk pada hantu ‘khas Indonesia’ dalam mitologi Jawa yang dikenal suka menculik anak-anak.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, kesengsaraan masa kecil Joko Anwar ternyata membantu karier sebagai sutradara film horor.  Namanya dikenal luas saat tahun 2017 melalui film "Pengabdi Setan".Film ini menceritakan sebuah keluarga yang dihantui oleh kematian ibu mereka. </p>
<p class="MsoNormal">Film terlaris terbarunya "Siksa Kubur" yang dirilis pada bulan April 2024 juga tak kalah populer.  Film tersebut mengisahkan dua saudara kandung yang orang tuanya terbunuh dalam bom bunuh diri.</p>
<p class="MsoNormal">Hingga serial Netflix terbaru juga hadirkan “Nightmares and Daydreams”, yang dirilis pada bulan Juni 2024. menjadi serial Indonesia pertama yang masuk dalam sepuluh besar tayangan teratas di Amerika.</p>
<p class="MsoNormal">Mengapa Indonesia menjadi pusat film horor? Hal ini sebagian disebabkan oleh unsur mistis sehari-hari masyarakat</p>
<p class="MsoNormal">"Kita hidup sangat dekat dengan hal-hal ini dalam kehidupan sehari-hari," kata Ekky Imanjaya, seorang spesialis film di Universitas Binus di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal">“Orang tua sering menggunakan cerita hantu untuk membuat anak-anak berperilaku baik.”</p>
<p class="MsoNormal">Senada, David Gregory dari Severin Films, sebuah perusahaan distribusi Amerika, turut berpendapat.</p>
<p class="MsoNormal">“Penggemar film horor barat akrab dengan tema Kristen dalam film-film seperti Exorcist dan semacamnya. Sama dengan alur cerita berbasis agama Islam di Indonesia,” begitu sebutnya.</p>
<p class="MsoNormal">Sementara itu, Satrya Wibawa, atase budaya di kedutaan Indonesia di Singapura, katakan bahwa film horor bersifat universal.</p>
<p class="MsoNormal">“Pocong identik dengan Indonesia tetapi penonton dari luar negeri pun bisa menikmati film horor dengan ‘kearifan lokal’,” katanya.  </p>
<p class="MsoNormal">Ia merujuk suksesnya sinema Thailand, Korea Selatan dan Jepang dimana film horor dari negara tersebut dapat dinikmati penonton di seluruh dunia sambil mempertahankan kultur negara.</p>
<p class="MsoNormal">Jumlah film horor Indonesia yang diproduksi dalam setahun telah melonjak dari kurang dari lima pada tahun 1990-an menjadi lebih dari 40 pada tahun 2018.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah sempat menurun selama covid-19, industri ini telah bangkit; 50 film horor diproduksi pada tahun 2023.</p>
<p class="MsoNormal">Salah satunya, “KKN di Desa Penari” menjadi film terlaris, meraup hampir Rp 400 miliar di box office dan menjual 10 juta tiket sejak dirilis pada tahun 2022.</p>
<p class="MsoNormal">Di tahun tersebut sembilan dari 15 film Indonesia terlaris adalah film horor. Bahkan kini, layanan streaming seperti Netflix dikuasai film horor lokal. (**)</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: The Economist</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berdayakan Masyarakat Lewat Inovasi Produk Pangan: Kolaborasi UWKS dan Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berdayakan-masyarakat-lewat-inivasi-produk-pangan-kolaborasi-uwks-dan-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berdayakan-masyarakat-lewat-inivasi-produk-pangan-kolaborasi-uwks-dan-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede</guid>
<description><![CDATA[ UWKS melalui tim pengabdian masyarakat, tidak hanya hadir untuk mengembangkan produk yang sudah ada, melainkan juga hadir untuk menemukan inovasi produk baru dan melakukan pendampingan untuk mendukung usaha ekonomi produktif di komunitas tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66d82e449bfd7.webp" length="75410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 18:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, PKM, Abdimas, Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat, kehadiran program pemberdayaan melalui kemitraan semakin penting untuk memastikan keberlanjutan usaha di tingkat lokal.</p>
<p></p>
<p>Terlebih dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital, masyarakat perlu disiapkan untuk menghadapi tantangan baru melalui keterampilan yang relevan, terlebih agar masyarakat mampu mandiri dan bersaing di pasar yang semakin luas.</p>
<p></p>
<p>Berkenaan dengan hal tersebut, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali melakukan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) atau (abdimas) dengan menyasar Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, Surabaya, untuk melakukan pengembangan di sektor pemasaran produk yang dihasilkan.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya sendiri, bukanlah pemain baru dalam hal pemberdayaan masyarakat, terutama dalam sektor pengolahan lingkungan dan urban farming, bahkan telah mampu mengembangkan produk pangan sendiri berbasis sayur hasil tani mereka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82e34096a8.webp" alt=""></p>
<p>Kini, UWKS melalui tim pengabdian masyarakat, tidak hanya hadir untuk mengembangkan produk yang sudah ada, melainkan juga hadir untuk menemukan inovasi produk baru dan melakukan pendampingan untuk mendukung usaha ekonomi produktif di komunitas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UWKS, Dr Ir Endang Retno Wedowati MT, menjelaskan, program kemitraan kepada masyarakat ini didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dan akan berjalan selama enam (6) bulan sejak Juni hingga Desember 2024.</p>
<p></p>
<p>"Mitra yang dimaksud sendiri dibagi menjadi dua (2) jenis, yakni kelompok ekonomi produktif dan non produktif, dan kebetulan Kampoeng Pintu Oase Tembok Gede sudah masuk dalam jenis ekonomi produktif," ujar Endang, Kamis (4/9).</p>
<p></p>
<p>Langkah awal dari program ini tidak hanya mengembangkan produk yang sudah ada, seperti steak, kerupuk dan es krim berbahan dasar sayur, melainkan juga menambah varian produk baru, meliputi nugget sayur, mie sayur dan keripik sayur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82f3fecc85.webp" alt=""></p>
<p>"Nugget ini non-gluten, dengan lebih banyak sayur daripada ayam, tepung terigu diganti maizena atau sagu, perekatnya menggunakan telur. Sedangkan keripiknya itu berbeda dengan kerupuk yang sudah dikembangkan sebelumnya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain fokus pada produk yang diolah, selanjutnya UWKS juga akan membekali masyarakat dengan keterampilan desain kemasan produk pemasaran produk, bahkan hingga pembukuan berbasis digital agar program ini lebih bersifat berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Kita akan coba kemasan produk pangan yang sesuai dengan ketentuan kemasan dan labelingnya, lalu pembukuan digital agar masyarakat juga handal memanfaatkan teknologi yang ada, dengan harapan program ini tudak berhenti di pelatihan namun menjadi bentuk usaha mereka," tandas Endang.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, tim PKM UWKS sendiri terdiri dari dosen dan juga mahasiswa, diantaranya:</p>
<p><strong>Tim Dosen PKM UWKS</strong></p>
<p>1. Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, M.T. ( ketua tim)</p>
<p>2. Dr. Ir. Fungki Sri Rejeki, M.P.</p>
<p>3. Emmy Wahyuningtyas, S. Kom, M.MT</p>
<p></p>
<p><strong>Mahasiswa</strong></p>
<p>1. Zyanu Puja Widya</p>
<p>2. Jonathan Valentino Mamuaya</p>
<p>3. Fererius Jemadu</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82f7a8476d.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Kampoeng Pintar yakni Aseyan, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan dari UWKS, yang mana ia menyoroti bagaimana urban farming di Kampoeng Pintar terbatas lahan, dapat terus bertahan dan berkembang melalui inovasi produk turunan dari sayuran. </p>
<p></p>
<p>"Kehadiran Universitas Wijaya Kusuma ini sangat membantu, apalagi dengan peralatan yang diberikan untuk mendukung produksi olahan pangan, kami berharap masyarakat bisa lebih mandiri dan menghasilkan produk unggulan,” kata Aseyan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d8c6833bf54.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai informasi, UWKS juga memberikan beberapa peralatan untuk mengelola produk yang sedang dikembangkan, di antaranya seperti mesin pembuat es krim, mesin pembuat mie, dan juga alat untuk menutup gelas plastik.</p>
<p></p>
<p>Aseyan juga bangga karena di program ini, beberapa anak-anak yang tergabung dalam Karang Taruna di kampungnya ikut terlibat, ia berupaya merangkul generasi muda untuk ikut serta dalam program Kampoeng Pintar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d8301ed9423.webp" alt=""></p>
<p>“Karang Taruna biasanya hanya aktif pada momen-momen seperti 17 Agustus, tapi sekarang mereka antusias untuk terlibat dalam pelatihan dan produksi, ini penting karena regenerasi kader di kampung ini sangat dibutuhkan,” ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Masih dilokasi yang sama, pembina Kampoeng Pintar yakni Ir. Adi Candra, S.Si, M.Si, menekankan bahwa kolaborasi multistakeholder adalah kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan bahwa pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat merupakan strategi yang selama ini digunakan untuk mengembangkan Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede hingga menjadi kampung wisata edukasi. </p>
<p></p>
<p>"Sinergi antara akademisi dan masyarakat untuk menciptakan produk yang kompetitif di pasar itu penting, terutama dalam hal inovasi, jadi harapannya produk-produk yang dikembangkan ini bisa dipasarkan dengan kemasan yang menarik dan branding yang kuat," tambahnya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82f0ee4132.webp" alt=""></p>
<p>Rencananya, Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede juga akan mengikuti bazar hybrid di akhir tahun, di mana produk-produk unggulan mereka diharapkan bisa dipasarkan lebih luas.</p>
<p></p>
<p>"Karena itu juga kami ingin program ini terus berlanjut dengan skema-skema baru agar Kampoeng Pintar bisa benar-benar siap untuk go public,” harap Adi.</p>
<p></p>
<p>Melalui kolaborasi yang intens dan berkelanjutan ini, Kampoeng Pintar diharapkan bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat yang sukses, dengan produk unggulan yang tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga dapat menarik minat wisatawan sebagai oleh-oleh khas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Padukan Harmoni, Kreativitas, dan Kebersamaan, Sanggar Sawunggaling Jadi Warna Baru Kota Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/padukan-harmoni-kreativitas-dan-kebersamaan-sanggar-sawunggaling-jadi-warna-baru-kota-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/padukan-harmoni-kreativitas-dan-kebersamaan-sanggar-sawunggaling-jadi-warna-baru-kota-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Sanggar Sawunggaling dibentuk dengan satu visi mulia, yakni menjadi rumah bagi para seniman maupun pecinta seni yang membutuhkan tempat untuk mengekspresikan diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66d82bb7f351b.webp" length="54332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 17:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sanggar Sawunggaling, Seni Rupa, Kesenian, Roman Chuza, Surabaya suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Di tengah semarak Kota Surabaya yang kian hari kian berkembang dengan pesat, di mana teknologi dan industri menjadi wajah yang selalu tergambar saat menyebut nama Kota Pahlawan, ternyata kesenian tetap menjadi jiwa yang hidup dalam masyarakatnya.</p>
<p></p>
<p>Seni Rupa, adalah salah satu sentuhan estetika yang tidak pernah hilang di Surabaya, dari sudut-sudut kota yang ramai, sampai ke gang-gang kecil yang menyimpan cerita, lukisan-lukisan kerap kali menjadi medium untuk merangkai kisah dan memvisualkan imaji-imaji yang mendalam.</p>
<p></p>
<p>Pada tahun 2024 ini, terlahir suatu tempat yang merawat serta melestarikan semangat tersebut dengan gaya yang lebih tradisional, yaitu Sanggar Sawunggaling yang baru saja beroperasi pada 3 hingga 4 bulan yang lalu.</p>
<p></p>
<p>Sanggar yang terletak di Jl. Kembang Kuning No. II, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya ini, hadir bak oase bagi para seniman lukis dari berbagai kalangan usia, menyediakan lokasi yang tidak sekadar diperuntukkan sebagai panggung sorotan, melainkan sebagai ruang harmoni untuk perjamuan antar pecinta seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82b8d0ded0.webp" alt=""></p>
<p>Bachtiar Sutrisno Aji, sebut saja Aji, selaku Ketua sekaligus pemilik Sanggar Sawunggaling, menuturkan bahwa sanggar ini dibentuk dengan satu visi mulia, yakni menjadi rumah bagi para seniman yang membutuhkan tempat untuk mengekspresikan diri. </p>
<p></p>
<p>"Seni bukan sekadar karya, tapi adalah jiwa yang perlu diberi ruang untuk tumbuh, dan sanggar ini terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin melukis dan berkarya, tidak hanya untuk mereka yang ingin berpameran," ungkap Aji, Kamis (4/9).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Sanggar Sawunggaling juga memiliki program mingguan, yaitu kelas kesenian gratis untuk anak-anak sekitar sebagai wujud kontribusi atau sumbangan terhadap masyarakat, lebih-lebih terhadap peningkatan apresiasi seni di Kota Surabaya</p>
<p></p>
<p>"Tidak hanya memberikan mereka kesempatan untuk melihat, tetapi kami juga ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengasah bakat dan kreativitas mereka," lanjut Aji, dengan senyum penuh harapan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82c16e2c2e.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya mengatakan bahwa sanggar ini tidak memiliki batasan murid, setiap minggunya jumlah peserta beragam; beberapa datang beramai-ramai dengan teman-temannya, adapun yang datang sendiri.</p>
<p></p>
<p>Sanggar Sawunggaling juga telah menggelar pameran perdananya pada 24 Agustus lalu yang bertepatan dengan momen HUT ke-79 RI, dan lukisan yang menghiasi pameran tersebut adalah karya-karya yang tercipta di Sanggar Sawunggaling ini.</p>
<p></p>
<p>"Salah satu karya yang menarik datang dari anak usia 5 tahun, dia rutin datang kemari didampingi orang tuanya, dan suatu kebanggaan bisa mengikutsertakan karyanya dalam pameran perdana sanggar ini," ucap Aji.</p>
<p></p>
<p>Melalui setiap garis dan warna yang tercipta di Sanggar Sawunggaling, Aji berharap sanggarnya bisa menjadi lokasi untuk saling belajar dan berbincang tentang kebebasan, harapan, dan keindahan yang tiada henti mengalir di kota Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82bd0f28a6.webp" alt=""></p>
<p>Di lain sisi, adapun Roman Chuza, selaku penggiat seni yang dikenal sebagai anak dari almarhum Ach. Chusnan, alumni Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) yang turut memberikan dukungannya terhadap keberadaan Sanggar Sawunggaling. </p>
<p></p>
<p>Bagi Roman, sanggar ini merupakan simbol pergerakan baru dalam dunia seni di Kota Surabaya yang terus berkembang dengan dinamis, dan kehadirannya juga akan membantu perkembangan kesenian di Kota Pahlawan ini.</p>
<p></p>
<p>"Sanggar Sawunggaling ini, Insyaallah, menjadi tanda bagi kita, para pegiat seni, untuk menunjukkan kepedulian terhadap dunia seni di Kota Surabaya," ujar Roman dengan penuh keyakinan.</p>
<p></p>
<p>Serupa dengan apa yang menjadi semangat Aji, Roman menekankan bahwa Sanggar Sawunggaling adalah harapan besar untuk melahirkan penggerak seni baru, utamanya karena ruang-ruang berkegiatan seni di Surabaya seringkali terbatas pada gedung-gedung yang berbayar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82bfe86222.webp" alt=""></p>
<p>"Di sini adalah ruang proses bagi kita para seniman di Surabaya, dan sanggar ini diharapkan dapat memberikan kebebasan bagi para pelaku seni untuk berkarya tanpa batasan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan semakin banyaknya ruang kreasi dan apresiasi yang terbuka, Roman berharap kreativitas seniman lokal akan terus berkembang, karena baginya kesederhanaan dan kebersamaan adalah inti dari dunia kesenian.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah, nantinya akan ada lebih banyak sanggar yang berdiri di Surabaya, menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk terus berkreasi." tandas Roman.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan pendapat Roman, Korinto Eranata atau seniman yang lebih akrab disapa Ucok ini juga melihat kehadiran Sanggar Sawunggaling sebagai tanda positif dari pergerakan seni di Surabaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x_66d82ba3723b7.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai anak dari almarhum A. Pribadi dan juga alumni Aksera, Ucok menilai bahwa dukungan dari rekan-rekan seniman Surabaya semakin memperkuat posisi sanggar ini dalam memperkaya ranah seni rupa lokal.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya semua pihak ikut andil dalam proses ini, termasuk rekan-rekan media untuk ikut andil dalam mendokumentasikan serta menyiarkan perkembangan ini," tutup Ucok dengan optimisme yang sama.</p>
<p></p>
<p>Dengan demikian, Sanggar Sawunggaling tidak hanya mencatatkan diri sebagai sanggar seni, melainkan simbol keberagaman, mendorong upaya agar Surabaya dikenal bukan hanya sebagai kota metropolitan yang penuh gedung dan asap, tetapi juga sebagai kanvas hidup yang penuh warna dan cerita. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jam Tangan Paus Fransiskus Bikin Salfok Netizen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jam-tangan-paus-fransiskus-bikin-salfok-netizen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jam-tangan-paus-fransiskus-bikin-salfok-netizen</guid>
<description><![CDATA[ Dilansir dari situs resmi Casio, seri MQ 24 7B2 adalah model terlaris. Alasannya adalah desain sederhana dengan fitur canggih tetapi harga terjangkau ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202409/image_870x580_66d7cdf088c67.webp" length="22678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 10:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>paus fransiskus, pope francis, indonesia, jam tangan paus fransiskus, casio</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, SJP </strong>- Soal cari tahu harga outfit atau aksesoris pesohor, memang netizen Indonesia jagonya.  Perbincangan terhangat kali ini adalah jam tangan Paus Fransiskus yang sedang mengunjungi tanah air.</p>
<p>Netizen ramai-ramai komentari Paus Fransiskus yang sederhana.</p>
<p>@JhonSitorus : <span>Jam tangan Paus Fransiskus, Casio MQ24-7B2. Harga 8 US Dollar atau Rp 124 ribu Harga tersebut dikonfirmasi oleh Casio pada tahun 2020 yang lalu</span></p>
<p><span>@Beritasatu : Harga Jam Tangan Paus Sungguh Mencengangkan </span></p>
<p><span>@ triwul82 : Harga jam tangan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus sungguh mencengangkan. Sebagai pemimpin sekitar 1,3 miliar orang sedunia, ternyata harga jam tangan Paus Fransiskus hanya sekitar Rp 200.000!</span></p>
<p>Sebagai pemimpin Gereja Katolik dunia dan juga pemimpin negara Vatikan, Paus Fransiskus kenakan jam tangan merek Casio seri MQ 24 7B2. </p>
<p>Jam tangan ini cukup terjangkau dan tersedia di berbagai toko online di Indonesia dengan harga kisaran Rp 140 ribuan. </p>
<p>Harga jam tangan Casio MQ 24 7B2 dipasarkan dengan harga beragam. Harga termahal adalah Rp 200.000.</p>
<p>Bahkan salah satu e-commerce memberikan diskon 30% jam tangan Casio yang digunakan Paus Fransiskus.</p>
<p>Dilansir dari situs resmi Casio, seri MQ 24 7B2 adalah model terlaris. Alasannya adalah desain sederhana dengan fitur canggih tetapi harga terjangkau.</p>
<p>Seri Casio ini juga tahan air untuk penggunaan harian serta terasa ringan dengan pengoperasian mudah.</p>
<p>Jam tangan ini dilengkapi casing metalik serta sunburst sebagai sentuhan akhir. Sedangkan tali jam tampak serasi dengan skema warna monokromatik berbahan dasar resin.</p>
<p>Jam tangan ini juga memiliki penunjuk waktu standar. Terdapat display analog dan juga tiga jarum jam, menit, dan detik standar.</p>
<p>Netizen juga komentari mobil yang dinaiki Paus Fransiskus yaitu mobil Toyota Innova Zenix Hybrid EV, serta tempat menginapnya  yakni di Kedutaan Besar Vatikan.</p>
<p>Paus Fransiskus akan berada di Indonesia pada 3-6 September 2024 dan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini di Istana Negara. </p>
<p>Sumber: Beritasatu/X </p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momentum HUT ke&amp;108 KBS: Perkenalkan Anak Gajah Rocky Balboa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momentum-hut-ke-108-kbs-perkenalkan-anak-gajah-rocky-balboa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momentum-hut-ke-108-kbs-perkenalkan-anak-gajah-rocky-balboa</guid>
<description><![CDATA[ Kelahiran Rocky Balboa ini menjadi pencapaian penting dalam program breeding yang dijalankan oleh KBS, kini KBS memiliki enam ekor gajah, terdiri dari tiga betina dan tiga jantan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66d318689fe2d.webp" length="59740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 20:30:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Rocky Balboa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Perayaan Hari Ulang Tahun ke-108 Kebun Binatang Surabaya (KBS) tahun ini semakin istimewa dengan kelahiran seekor anak gajah yang diberi nama Rocky Balboa.</p>
<p></p>
<p>Nama ini diambil dari karakter petinju dalam film Amerika Serikat dan dipilih langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi pada 6 Agustus lalu, sebagai simbol harapan agar anak gajah tersebut tumbuh kuat dan sehat.</p>
<p></p>
<p>Kelahiran Rocky Balboa ini menjadi pencapaian penting dalam program breeding yang dijalankan oleh KBS. Khoirul Anwar, Direktur Utama KBS, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti komitmen KBS dalam mengembangkan penangkaran satwa.</p>
<p></p>
<p>“Kami akan terus berorientasi pada sistem penangkaran modern. KBS tidak hanya akan menjadi lembaga konservasi dalam bentuk Surabaya Heritage, tapi juga akan menjadi kebun binatang modern,” jelas Khoirul, Sabtu (31/8).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d31873418b2.webp" alt=""></p>
<p>KBS kini memiliki enam ekor gajah, terdiri dari tiga betina dan tiga jantan. Namun, mereka tengah berupaya mencari gajah betina tambahan, mengingat induk dari Rocky Balboa telah berusia antara 40 hingga 50 tahun. Meski masih produktif, Khoirul mengungkapkan bahwa usia tersebut tidak ideal untuk breeding yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>“Gajah betina bisa saja tetap produktif di usia tersebut, tapi kasihan kalau terlalu tua. Karena itu, kami sedang berupaya mendapatkan gajah betina muda dari beberapa lembaga konservasi baik di Jawa maupun di luar Jawa,” sambungnya.</p>
<p></p>
<p>“Justru malah lebih sehat ya, lebih gagah, kelihatannya perilakunya juga lebih aktif dan yang paling penting itu adalah, kalau anak gajah balita itu adalah nafsu makannya itu tinggi sekali,” ucap Khoirul, memastikan bahwa kondisi Rocky Balboa sehat dan aktif.</p>
<p></p>
<p>Untuk sementara waktu, Rocky Balboa masih menyusu pada induknya dan juga diberi makanan tambahan berupa potongan buah-buahan kecil, anak gajah tersebut akan segera diperkenalkan kepada publik, yang dijadwalkan mulai hari Minggu (1/9) besok.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d3188169ff8.webp" alt=""></p>
<p>Adapun Nur Patria Kurniawan, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur yang turut memuji pencapaian KBS dalam menambah populasi gajah. Ia menilai, ini merupakan bentuk keseriusan KBS dalam menjalankan misi konservasi dan bisa menjadi contoh bagi lembaga konservasi lainnya di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Lahirnya anak gajah Rocky Balboa ini merupakan bukti keseriusan dan keberhasilan manajemen KBS sebagai lembaga konservasi yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ungkap Nur Patria. </p>
<p></p>
<p>“Di Jawa Timur, ada sepuluh lembaga konservasi dan salah satunya adalah KBS, harapan saya, ini bisa menjadi pembelajaran bagi lembaga konservasi lainnya. Tidak semua lembaga konservasi memiliki gajah, tapi keberhasilan ini bisa menjadi contoh yang baik,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Nur Patria juga memberikan apresiasi kepada manajemen KBS atas pencapaian mereka dalam meningkatkan populasi gajah di usia KBS yang ke-108. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d31887d3668.webp" alt=""></p>
<p>“Selamat kepada KBS dan seluruh jajaran manajemen. Ini adalah capaian yang luar biasa,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Kelahiran Rocky Balboa menjadi simbol penting bagi masa depan KBS sebagai lembaga konservasi modern dan membuka harapan baru bagi upaya pelestarian satwa di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menengok Lebih Dekat Teknologi Ameirka Serikat: Tur Media Berkeliling USS Green Bay</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menengok-lebih-dekat-teknologi-ameirka-serikat-tur-media-berkeliling-uss-green-bay</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menengok-lebih-dekat-teknologi-ameirka-serikat-tur-media-berkeliling-uss-green-bay</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS), sejumlah media mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat USS Green Bay, dalam tur ekslusif ini, para jurnalis diajak untuk masuk dan mengunjungi berbagai bagian USS Green Bay dengan dipandu langsung oleh letnan Angkatan Laut Amerika Serikat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66d30a8f3bb01.webp" length="22952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 20:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>USS Greenbay, LPD 20, Super Garuda Shield, Latgabma SGS 2024, Pelabuhan Jamrud, Konsulat Jenderal Amerika, Chris Green, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Tahun 2024 menandai 75 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, sebuah kemitraan yang telah tumbuh dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan hingga pendidikan, dan tentu saja, pertahanan. </p>
<p></p>
<p>Selama bertahun-tahun, kedua negara ini telah melakukan berbagai inisiatif keamanan bersama untuk berbagi pengetahuan dan teknologi militer guna memperkuat kemampuan militer satu sama lain, salah satunya melalui latihan gabungan bersama Super Garuda Shield (Latgabma SGS) 2024.</p>
<p></p>
<p>Dalam kerangka latihan tersebut, selama tiga (3) hari sejak tanggal 27 Agustus kemarin, Kapal Perang USS Green Bay (LPD-20) sempat bersandar di Dermaga Jamrud, Surabaya sebelum kemudian berlabuh ke Situbondo dan Banyuwangi untuk melakukan latihan militer bersama dengan TNI.</p>
<p></p>
<p>Melalui Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS), sejumlah media mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat USS Green Bay. Dalam tur ekslusif ini, para jurnalis diajak untuk masuk dan mengunjungi berbagai bagian USS Green Bay dengan dipandu langsung oleh letnan Angkatan Laut Amerika Serikat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a2d336a9.webp" alt=""></p>
<p>Jadi, semua bisa berkenalan dengan USS Green Bay, kapal perang kelas 'San Antonio' atau kelas amfibi milik Angkatan Laut negeri Paman Sam yang dirancang untuk menghadapi berbagai operasi militer di banyak medan.</p>
<p></p>
<p>Tur ini diawali dengan pengantar oleh Letnan Muda (Ensign) Joy Ochieng selaku pemandu yang menyambut pihak media dibagian dek kapal bagian bawah (well deck). Di sini ia menuturkan bahwa nama kapal ini adalah kapal kedua Angkatan Laut Amerika Serikat yang diberi nama berdasarkan kota dan teluk Green Bay, Wisconsin.</p>
<p></p>
<p>"USS Green Bay diresmikan pada 24 Januari 2009, dan diluncurkan secara perdana pada Februari 2011 yang dikerahkan ke kawasan Asia bersama tiga kapal amfibi lainnya yang tergabung dalam Amphibious Ready Group (ARG)," terang Joy.</p>
<p></p>
<p>Pada bagian dek bawah kapal tersebut, terlihat puluhan kendaraan perang dan penunjang yang mampu diangkut oleh USS Green Bay, Joy menyebut bahwa kapal ini bisa mengangkut setidaknya 800 kru kapal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a1e734d6.webp" alt=""></p>
<p>Yang paling menarik di bagian dek bawah ini adalah kehadiran sebuah kendaraan mirip kapal dengan bantalan yang berfungsi sebagai konektor kapal ke pantai (Ship-to-Shore Connector) atau (SSC), memungkinkan USS Green Bay mengirimkan kendaraan, barang, ataupun tentara tanpa perlu mendekati tepi pantai.</p>
<p></p>
<p>"Katena well deck (Dek bawah) di kapal amfibi seperti USS Green Bay ini ditujukan agar kapal kecil atau kendaraan amfibi seperti AAV-7A1 bisa keluar masuk dari kapal utama melalui air," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Usai berbincang di area dek bawah, tur kapal ini berlanjut ke lantai atas, melalui puluhan kendaraan tempur, awak media kini berada di area terbuka, tepatnya di dek penerbangan yang disebut dengan Lambeau Field.</p>
<p></p>
<p>Terlihat beberapa helikopter seperti Bell AH-1Z Viper dan Bell UH-1Y Venom yang sedang mendarat di bagian dek penerbangan USS Greenbay ini, menunjukkan betapa besarnya ukuran dari sang kapal yang lebih panjang dari dua lapangan sepak bola ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a168a8ef.webp" alt=""></p>
<p>"USS Green Bay memiliki panjang sekitar 208 meter dan lebar sekitar 30 meter, dengan bobot mencapai 25.000 ton, di bagian dek penerbangan, kapal ini bisa menampung sekitar 7 hingga 9 alat tempur udara," papar Joy.</p>
<p></p>
<p>Usai menikmati pemandangan dan terpaan angin di area dek penerbangan, Joy kembali menuntun rombongan tur menuju ke ruang komando kapal (bridge), melewati lorong panjang dan berbagai ruangan, salah satunya adalah bangsal medis (medical ward).</p>
<p></p>
<p>"Dalam setiap armada kapal, selalu ada dokter yang siap sedia, untuk USS Green Bay sendiri menyediakan satu dokter umum dan satu dokter gigi," ujar Joy sembari mengantarkan ke area komando kapal.</p>
<p></p>
<p><strong>"Captain on the bridge"</strong></p>
<p></p>
<p>Merupakan pengumuman atau kalimat yang biasa dikatakan di angkatan laut ketika kapten kapal tiba di anjungan untuk mengambil alih komando, dan disinilah rombongan tur dikumpulkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a34d1e09.webp" alt=""></p>
<p>Joy memaparkan, ruang komando kapal merupakan tempat untuk roda kemudi kapal, peralatan navigasi untuk menentukan posisi kapal berada dan alat-alat serupa lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem radar dan komunikasi mutakhir, serta pertahanan rudal yang mampu menghadapi berbagai ancaman udara dan laut,” jelas Letnan Muda Ochieng.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya itu, USS Green Bay ternyata juga dilengkapi dengan sistem pertahanan canggih, seperti RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM) dan Phalanx CIWS (Close-In Weapon System) yang sudah menjadi standar kapal perang Amerika untuk melindungi dari ancaman udara maupun laut.</p>
<p></p>
<p>Destinasi terakhir tur ini adalah tempat makan (dining room) para Perwira Kapal, disini rombongan tur berkesempatan untuk mencoba roti yang menjadi salah satu menu di USS Green Bay, Joy mengucapkan terima kasih dan berharap tur ini memiliki dampak positif.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap kunjungan ini dan SGS dapat memperkuat hubungan militer kedua negara dan memperluas kerja sama di berbagai bidang, terima kasih," tandas Joy sebelum mempersilahkan rombongan tur untuk makan dan beristirahat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a0f1f6c5.webp" alt=""></p>
<p>Di area ini pula, Christopher Green selaku Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, juga mengucapkan terima kasih dan memiliki harapan serupa, dengan terjalinnya 75 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Amerika di tahun 2024 ini, ia ingin kerja sama ini menghasilkan dampak positif.</p>
<p></p>
<p>"Kunjungan ini adalah wujud kedekatan Amerika dan Indonesia di bidang kemiliteran, ini baik bagi kedua belah pihak karena nanti di SGS kita akan saling belajar satu sama lain," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ditanya apa mungkin kendala yang dihadapi tentara Amerika saat berkunjung ke Indonesia, Green menjawab bahwa tantangan terbesar tidak lepas dari iklim yang berbeda dan makanan.</p>
<p></p>
<p>"Tentu iklim yang panas dari Amerika jadi tantangan bagi mereka, tidak jarang juga ada yang tidak cocok dengan kuliner Indonesia, kalau saya sih sudah suka makanan sini, seperti Rawon Setan," ucap Green dengan tawa sebelum mengakhiri sesi terakhir tur ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d30a4421a74.webp" alt=""></p>
<p>Terakhir, awak media diajak untuk kembali ke dek bawah, kedua belah pihak saling mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang sungguh menarik, bagi media maupun bagi awak kapal USS Green Bay.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran singkat dari USS Green Bay di Surabaya bukan hanya sekadar sebagai perkenalan akan teknologi militer, melainkan juga wujud nyata dari hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diluncurkan di Hari Pramuka ke&amp;63, Apa itu KTA Elektronik Pramuka?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diluncurkan-di-hari-pramuka-ke-63-apa-itu-kta-elektronik-pramuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diluncurkan-di-hari-pramuka-ke-63-apa-itu-kta-elektronik-pramuka</guid>
<description><![CDATA[ KTA digital ini dirancang untuk mengintegrasikan semua anggota Pramuka dalam satu platform yang modern dan tertib, sehingga data anggota tersimpan dengan lebih akurat dan aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66d05c0f1f374.webp" length="40134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 19:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kartu Tanda Anggota, KTA, Gerakan Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kwarnas, Budi Waseso, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Di era digital yang semakin berkembang, tak hanya perusahaan teknologi yang melakukan inovasi, tapi juga organisasi yang identik dengan kegiatan luar ruangan seperti Pramuka. </p>
<p></p>
<p>Dalam upaya memodernisasi sistem administrasi dan keanggotaan, Gerakan Pramuka baru saja meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik berbasis digital, yang diharapkan bisa menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat integrasi data seluruh anggota Pramuka di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>KTA digital ini baru saja diperkenalkan dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-63 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada 27 Agustus 2024 kemarin, lalu apa sih sebenarnya KTA digital ini dan kenapa inovasi ini begitu penting?</p>
<p></p>
<p>Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menjelaskan bahwa KTA ini bukan sekadar kartu identitas biasa, melainkan dirancang untuk mengintegrasikan semua anggota Pramuka dalam satu platform yang modern dan tertib, sehingga data anggota tersimpan dengan lebih akurat dan aman.</p>
<p></p>
<p>Budi Waseso atau yang akrab disapa Buas itu menuturkan, bahwa 58 persen kekuatan Pramuka dunia berasal dari Indonesia dan dengan kehadiran KTA digital ini menjadi bukti komitmen Pramuka Indonesia untuk memaksimalkan potensi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"KTA digital ini dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, mulai dari barcode hingga chip yang menyimpan data lengkap para anggota, seperti foto, riwayat hidup, dan pendidikan," terang Buwas, Kamis (29/8).</p>
<p></p>
<p>Semua data tersebut dapat diakses dengan mudah dan tidak bisa dipalsukan, karena dasarnya melalui KTP atau surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan untuk anggota yang belum memiliki KTP.</p>
<p></p>
<p>Menariknya lagi, KTA ini juga dapat difungsikan sebagai e-money atau alat transaksi elektronik, jadi selain menjadi kartu identitas, KTA ini juga mempermudah berbagai transaksi finansial ke depan yang sudah serba digital.</p>
<p></p>
<p>"KTA ini disesuaikan dengan perkembangan zaman dan generasi baru," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-63 lalu, KTA ini juga telah diserahkan secara simbolis kepada Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, serta Ketua Kwarda Pramuka Jatim, HM Arum Sabil. </p>
<p></p>
<p>Melalui inovasi KTA digital ini, Pramuka membuktikan bahwa meski dikenal dengan kegiatan fisik seperti berkemah atau bertahan hidup di alam, mereka juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk membangun masa depan organisasi yang lebih baik dan modern. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inovasi Futuristik SERES E9 di GIIAS Surabaya 2024: Dilengkapi AI hingga Fitur Bioskop Drive&amp;In</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inovasi-futuristik-seres-e9-di-giias-surabaya-2024-dilengkapi-ai-hingga-fitur-bioskop-drive-in</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inovasi-futuristik-seres-e9-di-giias-surabaya-2024-dilengkapi-ai-hingga-fitur-bioskop-drive-in</guid>
<description><![CDATA[ PT Sokonindo Automobile lewat brand DFSK dan SERES kembali berpartisipasi di GIIAS Surabaya 2024 dengan membawa mobil konsep SERES E9 yang dilengkapi dengan AI hingga fitur bioskop drive-in. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66d0486705cc7.webp" length="42490" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 17:45:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gaikindo Indonesia International Auto Show, GIIAS, GIIAS Surabaya 2024, PT Sokonindo Automobile, SERES, SERES E9, Grand City, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Dalam dekade terakhir, perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri otomotif secara signifikan. Tidak terbatas pada penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, namun perkembangan itu juga terlihat dalam fitur-fitur yang dihadirkan.</p>
<p></p>
<p>Melalui pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2024, beragam brand industri otomotif salling unjuk gigi untuk memamerkan inovasi-inovasi terdepan yang tersaji dalam kendaraan terbaru mereka.</p>
<p></p>
<p>Salah satu inovasi menarik dalam pameran yang digelar di Grand City Convention and Exhibition (Convex), Surabaya itu ialah mobil konsep dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yaitu SERES E9, dibawakan oleh PT Sokonindo Automobile yang menaungi brand DFSK dan SERES.</p>
<p></p>
<p>Doni Putra Okten selaku Head of Sales &amp; Marketing PT Sokonindo Automobile mengungkapkan bahwa SERES E9 menawarkan konsep kendaraan full-size luxury SUV listrik yang menggabungkan kecanggihan teknologi AI dengan fitur hiburan kelas atas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66d0486ff2f62.webp" alt=""></p>
<p>"Sistem AI dalam mobil ini memiliki lebih dari 300 fitur pintar yang memungkinkan pengaturan yang jauh lebih mudah dalam berbagai aspek kendaraan," ujar Doni, Kamis (29/8).  </p>
<p></p>
<p>Hal menarik lain dari Seres E9 adalah proyektor terintegrasi dan layar 32 inci yang mampu mengubah kabin menjadi ruang bioskop (bioskop drive-in), memungkinkan penumpang menikmati film atau konten hiburan selama perjalanan.</p>
<p></p>
<p>“Fitur hiburan seperti karaoke, proyektor hingga layar besar ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih dari sekadar transportasi, tetapi juga sebagai ruang hiburan yang bisa dinikmati kapan saja,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Bagian luar dari konsep mobil yang baru saja debut di GIIAS Jakarta 2024 pada bulan Juli lalu ini juga terlihat premium, dengan panjang 5.230 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm dan jarak sumbu roda 3.110 mm, membuat SERES E9 menjadi salah satu yang terpanjang di kelasnya.</p>
<p></p>
<p>"Tidak hanya tampilan yang menarik, SERES E9 juga bertenaga, dengan jarak tempuh hingga 630 kilometer dalam satu kali pengisian daya, serta akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 4,3 detik," tandas Doni menerangkan.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, PT Sokonindo Automobile dalam pameran GIIAS Surabaya 2024 juga memamerkan tiga produk unggulan lainnya, yaitu SERES E1 yang sudah dimodifikasi, DFSK Gelora E, hingga DFSK Glory 560 yang seluruh fitur dan kelebihannya bisa dirasakan langsung oleh seluruh pengunjung GIIAS Surabaya 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmi Dibuka, GIIAS 2024 Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmi-dibuka-giias-2024-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmi-dibuka-giias-2024-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ GIIAS Surabaya 2024 dianggap sebagai platform strategis bagi pelaku industri otomotif untuk menampilkan produk-produk inovatif, maka kehadiran pameran ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak  industri otomotif nasional, khususnya di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66cf1dafcff05.webp" length="47146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 21:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gaikindo Indonesia International Auto Show, GIIAS Surabaya 2024, GIIAS, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, GAIKINDO, Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Pameran otomotif terbesar di Jawa Timur yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2024 secara resmi dibuka hari ini, Rabu (28/8) hingga 1 September 2024.</p>
<p></p>
<p>Gelaran ke-9 dari GIIAS Surabaya ini dibuka langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI yakni Putu Juli Ardika.</p>
<p></p>
<p>Tidak sendiri, hadir pula Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono; Direktur Sarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan RI, Danto Restyawan, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohannes Nangoi, serta Ketua Penyelenggara Pameran, Rizwan Alamsjah.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Plt Direktur Jenderal ILMATE yakni Putu Juli Ardika mengatakan bahwa kembali hadirnya pameran GIIAS the series di Kota Surabaya menegaskan posisi strategis provinsi Jawa Timur dalam pertumbuhan indutsri otomotif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cf1e05bc0c0.webp" alt=""></p>
<p>"Kementerian Perindustrian dengan sepenuh hati mendukung penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2024 dan berharap acara ini akan melanjutkan dan bahkan memperluas kesuksesan yang telah diraih pada GIIAS 2024 di Tangerang," ujar Putu, Rabu (28/8).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum GAIKINDO mengucapkan terimakasih atas arahan, dukungan, dan kebijakan yang telah diberikan oleh Kementerian Perindustrian, sehingga GIIAS Surabaya 2024 bisa terlaksana dengan jumlah peserta terbanyak.</p>
<p></p>
<p>"Area untuk GIIAS Surabaya 2024 mencapai 13.000 meter persegi dengan diikuti oleh 34 merek kendaraan, mulai dari kendaraan komersil, penumpang hingga kendaraan roda dua, mengartikan bahwa pameran kali ini mencatatkan rekor baru dalam sejarah pameran ini,” ucap Yohannes.</p>
<p></p>
<p>GIIAS Surabaya 2024 sendiri sudah dianggap sebagai platform strategis bagi pelaku industri otomotif untuk menampilkan produk-produk inovatif, maka kehadiran pameran ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak industri otomotif nasional, khususnya di Jawa Timur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cf23231ec7a.webp" alt=""></p>
<p>Senada dengan hal itu, Pj. Gubernur Jawa Timur yakni Adhy Karyono beranggapan bahwa kehadiran GIIAS di Surabaya merupakan momentum untuk meningkatkan industri otomotif di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan telah memilih Surabaya untuk menjadi kota kedua GIIAS, dan ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan industri otomotif di Indonesia khususnya Jawa Timur,” ujar Adhy.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi tambahan, tiket untuk pameran yang akan berlangsung selama lima (5) hari mendatang ini bisa dibeli secara online melalui aplikasi Auto360 dengan harga tiket weekday atau Rabu-Jumat Rp 25.000 dan Rp 40.000 untuk weekend yaitu Sabtu-minggu.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, tiket on the spot (OTS) juga bisa dibeli oleh pengunjung dengan mengunjungi tiket box yang berada di lantai 3 dan mezzanine floor lantai 1, Grand City Convex dengan harga weekday Rp 35.000 dan Rp 50.000 untuk akhir pekan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Murid Lotus Art Courses Unjuk Kebolehan di Pameran Internasional &amp;apos;We Are the World&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/murid-lotus-art-courses-unjuk-kebolehan-di-pameran-internasional-we-are-the-world</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/murid-lotus-art-courses-unjuk-kebolehan-di-pameran-internasional-we-are-the-world</guid>
<description><![CDATA[ Siswa Lotus Art Courses kembali bawa nama Indonesia pada ajang Pameran Internasional “We Are The World” Yun Artified Community Art Center di Jakarta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66cc788e8eba2.webp" length="72996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 20:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, I Putu Mahendra, Yun Artified Community Art Center, Pameran We Are the World, Jakarta, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Seni selalu menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan, dan pameran internasional "We Are the World" di Yun Artified Community Art Center, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, menjadi bukti nyata. </p>
<p></p>
<p>Melalui goresan kuas dan warna-warna cerah, anak-anak dari seluruh dunia menampilkan kreativitas dan semangat mereka, menjadikan seni sebagai jembatan yang mempertemukan berbagai budaya dalam satu ruang yang penuh makna.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 Agustus 2024, menampilkan karya seni anak-anak dari berbagai negara, termasuk Prancis, Indonesia, Rusia, China, Taiwan, Kazakhstan, Malaysia, Singapura, dan Belarus. </p>
<p></p>
<p>Dengan kategori usia 5-9 tahun, 10-13 tahun, dan 14-17 tahun, anak-anak ini menunjukkan kemampuan luar biasa mereka dalam menyampaikan cerita melalui seni lukis, selain menjadi ajang untuk mengembangkan bakat, pameran ini juga membawa pesan penting tentang keberagaman dan persatuan global.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cc78742b948.webp" alt=""></p>
<p>Pada tanggal 23 Agustus 2024 lalu, pameran ini menggelar acara penghargaan bagi para peserta, dengan tiga pemenang dari setiap kategori akan berkesempatan mengikuti final di Paris pada Desember 2024. </p>
<p></p>
<p>Dari Indonesia, khususnya Kota Surabaya, siswa-siswa Lotus Art Courses turut berpartisipasi dan membanggakan nama bangsa, yang mana empat (4) dari mereka berhasil meraih penghargaan: Joyce Zerlina (Juara Pertama), Beatrice Leticia Liem (Juara Kedua), Ryu Marcello Sie (Master of Movement), dan Joseph Pierre Budiono (Master of Emotions).</p>
<p></p>
<p>Daftar siswa Lotus Art Courses yang juga ikut menjadi peserta diantaranya:</p>
<ul>
<li>Nadine Zeta Azahra – Exhibitor</li>
<li>Anggita Rastriary D.N – Exhibitor</li>
<li>Micha Savero Setiawan – Exhibitor</li>
<li>Anindita Qalisha Putri – Exhibitor</li>
<li>Alesha Khaliluna Putri – Exhibitor</li>
<li>Gerardus Lionel Kuntjoro – Exhibitor</li>
<li>Oliver S Goh – Exhibitor</li>
<li>C Roland Goh – Exhibitor</li>
<li>Raynold Alexander Sie – Exhibitor</li>
<li>Madeleine Louisa Tongku – Exhibitor</li>
<li>Axelio Tanojo – Exhibitor</li>
<li>Nathaniel Adinata Mayakori – Exhibitor</li>
<li>Patricia Arabelle Mayakori – Exhibitor</li>
</ul>
<p></p>
<p>Pameran ini melibatkan panel juri internasional dari berbagai belahan dunia, seperti Shalini Kapoor dari Singapore, Ivan Semiletov dari Belarus, Daniel Liau Wee Seng dari Malaysia, Dr. Agung Hujatnikajennong dari Indonesia, Eric Li dari USA, Stephanie Gaspard dari France, Kashmira Doshi dari Hongkong dan Yince Djuwidja dari Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cc787a185bc.webp" alt=""></p>
<p>I Putu Mahendra selaku pendiri dan guru di Lotus Art Courses mengungkapkan bahwa kehadiran pameran ini sangatlah penting, yang mana menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat mereka kepada dunia, serta memupuk semangat persatuan dan keberagaman melalui seni. </p>
<p></p>
<p>"Seni adalah cara anak-anak mengekspresikan diri tanpa batas," ujar Putu saat ditemui pada Senin (26/8).</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bangga atas prestasi mereka, dan lebih dari itu, mereka telah menunjukkan bahwa seni mampu menyatukan perbedaan dan menjalin persahabatan lintas negara," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Yun Artified Community Art Center, Putu ingin acara ini menginspirasi anak-anak dari seluruh dunia untuk terus berkarya dan memperkuat hubungan antar bangsa melalui kekuatan seni. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seres E1 Siap Ramaikan GIIAS Surabaya 2024: Bawa Semangat Mobilitas Ramah Lingkungan di Perkotaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seres-e1-siap-ramaikan-giias-surabaya-2024-bawa-semangat-mobilitas-ramah-lingkungan-di-perkotaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seres-e1-siap-ramaikan-giias-surabaya-2024-bawa-semangat-mobilitas-ramah-lingkungan-di-perkotaan</guid>
<description><![CDATA[ Seres E1 kembali dikenalkan di GIIAS Surabaya 2024, membawa inovasi kendaraan listrik untuk mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66cc79da2bc72.webp" length="78582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 20:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>GIIAS, Gaikindo Indonesia International Auto Show, PT Sokonindo Automobile, Seres, Seres E1, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya mobilitas yang ramah lingkungan, pengembangan kendaraan listrik (EV) terus menunjukkan perkembangan pesat di dunia, tak terkecuali di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah dan berbagai pihak swasta semakin mendukung transisi menuju era kendaraan listrik, terutama melalui kebijakan dan infrastruktur yang mendukung penggunaannya. </p>
<p></p>
<p>GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) menjadi salah satu panggung utama untuk memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia otomotif, termasuk mobil listrik yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi tantangan urbanisasi dan polusi di kota-kota besar.</p>
<p></p>
<p>PT Sokonindo Automobile akan kembali berpartisipasi dalam GIIAS Surabaya 2024 yang akan digelar pada 28 Agustus mendatang dengan membawakan dua merek kendaraan asal Tiongkok, yakni DFSK yang akan fokus pada segmen mobil komersial dan Seres yang menargetkan kendaraan penumpang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cc79ee5b735.webp" alt=""></p>
<p>Dengan membawa semangat mobilitas ramah lingkungan, Seres E1 akan kembali diperkenalkan dalam ajang GIIAS Surabaya 2024 setelah pada tahun lalu diperkenalkan secara perdana di GIIAS The Series tahun 2023.</p>
<p></p>
<p>“Seres E1 adalah kendaraan listrik murni yang didesain untuk mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan, namun tetap cocok untuk gaya hidup modern," ungkap Doni Putra Okten, Head of Sales &amp; Marketing PT Sokonindo Automobile dalam acara Media Test Drive di Dealer DFSK Kenjeran, Surabaya, Senin (26/8).</p>
<p></p>
<p>Memiliki kapasitas empat penumpang dewasa, kendaraan elektrik ini hadir dengan dua (2) varian, yaitu Type-B dan Type-L dengan perbedaan di bagian kapasitas baterai dan beberapa eksterior, bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan para konsumen.</p>
<p></p>
<p>Product Expert for DFSK SERES Ihcsan Aria Putra menjelaskan bahwa ada banyak fitur unggulan yang ditawarkan oleh Seres E1, namun yang paling menarik adalah di bagian kecepatan pengecasan baterai yang hanya butuh waktu yang tidak lama meski menggunakan listrik dengan watt kecil.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cc79e66210d.webp" alt=""></p>
<p>"Teknologi Seres E1 memungkinkan mobil hanya butuh waktu isi daya dari 10 persen hingga 90 persen 4 hingga 5 jam saja, jauh lebih cepat dari mobil serupa dari brand lain," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Dibekali dengan baterai lithium iron phosphate dengan kapasitas 13,8 kWh untuk Type-B yang mampu menempuh jarak maksimum 180 km dalam satu pengisian baterai penuh, sedangkan Type-L memiliki kapasitas baterai 16,8 kwh yang mampu menempuh jarak maksimum 220 km.</p>
<p></p>
<p>“Dengan berbagai keunggulan ini, kami menargetkan penjualan sekitar 30 hingga 40 unit selama GIIAS Surabaya 2024, atau bahkan lebih jika memungkinkan,” tandas Ichsan.</p>
<p></p>
<p>Partisipasi PT Sokonindo dalam GIIAS Surabaya 2024 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi kendaraan listrik secara umum, sembari memperkenalkan produk-produk inovatif yang relevan dengan gaya hidup modern masyarakat Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temu Hati: Desain Busana Berkonsep Sensory Friendly untuk Penderita ADHD oleh Glady C. Anggomez</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temu-hati-desain-busana-berkonsep-sensory-friendly-untuk-penderita-adhd-oleh-glady-c-anggomez</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temu-hati-desain-busana-berkonsep-sensory-friendly-untuk-penderita-adhd-oleh-glady-c-anggomez</guid>
<description><![CDATA[ Karya Gladys Anggomez dari koleksi &#039;Temu Hati&#039; terinspirasi oleh perjalanan penderita ADHD dalam menemukan jati diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66cb396dcac38.webp" length="18920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 21:45:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>FashionInklusif, SensoryFriendly, ADHD in Fashion, MentalHealthAwareness, TemuHati, GladysAnggomez, PCU Innofashion Show, Inklusif Fashion, ADHD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Gangguan seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) seringkali masih dipandang sebelah mata di Indonesia, padahal dampaknya bisa sangat besar pada kualitas hidup individu. </p>
<p></p>
<p>Di tengah upaya meningkatkan kesadaran serta perhatian terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat, fashion kini juga ikut bertransformasi menjadi salah satu medium untuk mendukung inklusivitas.</p>
<p></p>
<p>Menghadapi tantangan yang dihadapi penderita ADHD dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal sensitivitas sensorik, seorang desainer muda asal Surabaya berusaha menciptakan solusi melalui pendekatan kreatifnya yang memadukan fashion dengan elemen yang lebih inklusif dan ramah indera.</p>
<p></p>
<p>Gladys Christabel Anggomez, mahasiswi semester akhir program Textile and Fashion Design (DFT) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya, mempersembahkan koleksi busana yang tidak hanya indah secara estetis, tetapi juga berfungsi sebagai dukungan bagi mereka yang mengalami gangguan mental seperti ADHD.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cb3968d42ba.webp" alt=""></p>
<p>"Karya saya berjudul 'Temu Hati' ini terinspirasi dari perjalanan perempuan-perempuan Indonesia yang didiagnosis ADHD, yang bagi saya adalah refleksi dari pencarian jati diri,” ungkap Gladys, Minggu (25/8).</p>
<p></p>
<p>Koleksi Gladys ini sempat dipamerkan dalam ajang PCU Innofashion Show bertajuk 'Evolve', yang digelar pada 15 Agustus lalu di Kampus UK Petra Surabaya (Petra Christian University/PCU).</p>
<p></p>
<p>Menurut Gladys, diagnosa ADHD menjadi titik awal yang membuka jalan bagi para perempuan tersebut untuk menerima diri sendiri. </p>
<p></p>
<p>“Bagi mereka, diagnosa ini menjadi kunci menuju self-acceptance dan kedamaian yang sesungguhnya,” jelasnya lebih lanjut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cb3d7c3c42b.webp" alt=""></p>
<p>Gladys ingin menggunakan karyanya sebagai media untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. </p>
<p></p>
<p>“Saya ingin menunjukkan bahwa diagnosis yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Setiap orang layak merasa nyaman dengan dirinya, dan saya ingin karya saya membantu mereka mencapai itu,” kata Gladys. </p>
<p></p>
<p>Salah satu pendekatan inovatif yang digunakannya adalah konsep "sensory friendly", yang dirancang khusus untuk mengurangi ketidaknyamanan sensorik pada penderita ADHD. </p>
<p></p>
<p>“Saya menemukan bahwa bahan yang lembut dan dingin bisa membuat mereka merasa lebih tenang, saya juga meminimalkan jahitan yang mengganggu dan menambahkan kantong besar agar mereka bisa menyembunyikan atau mengendalikan reaksi fisik seperti menggenggam ketika gugup,” tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cb3962f0e87.webp" alt=""></p>
<p>Dalam proses risetnya, Gladys mewawancarai lima perempuan yang mengalami ADHD dan menemukan bahwa empat dari lima responden memiliki sensitivitas tinggi terhadap pakaian. </p>
<p></p>
<p>“Sensitivitas terhadap tekstur kain dan jahitan adalah hal yang sangat nyata bagi mereka, saya ingin menciptakan pakaian yang bisa membuat mereka merasa lebih nyaman dan fokus dalam aktivitas sehari-hari tanpa perlu khawatir tentang ketidaknyamanan yang sering mereka alami,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>“Warna biru adalah warna yang paling disukai di Indonesia, menurut survei YouGov pada 2015, selain itu biru sering diasosiasikan dengan ketenangan, seperti air laut dan langit,” imbuh Gladys. </p>
<p></p>
<p>Kain satin dipilih untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pemakai, sementara desain yang sederhana namun elegan memastikan bahwa busana ini siap dipakai untuk aktivitas sehari-hari maupun bekerja.</p>
<p></p>
<p>Gladys juga mencatat bahwa riset di Amerika menunjukkan pakaian yang dirancang khusus untuk mengurangi ketidaknyamanan sensorik, dapat membantu mencegah overload mental atau mental meltdown pada penderita ADHD. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66cc6ca3184a9.webp" alt=""></p>
<p>“Saya berharap dengan desain busana ini, orang-orang dengan sensitivitas tinggi terhadap pakaian bisa tetap merasa nyaman dan percaya diri tanpa harus mengorbankan gaya,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Koleksi Gladys terdiri dari beberapa desain seperti vest dan outer, yang dirancang dengan konsep ready to wear agar bisa digunakan sehari-hari, di balik setiap desain terdapat cerita tentang perjalanan seorang wanita dalam menemukan bagian yang hilang dari dirinya. </p>
<p></p>
<p>“Koleksi saya ini menggambarkan perjalanan melalui empat tahapan: hilang, mencari, temu, dan hati. Semua ini digabungkan menjadi satu konsep besar yang menceritakan proses pencarian jati diri,” tutur Gladys.</p>
<p></p>
<p>Melalui brand yang sedang dikembangkannya, POETIC CLOUDS, Gladys berharap dapat terus menciptakan pakaian yang inklusif dan ramah bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki kebutuhan sensorik khusus. </p>
<p></p>
<p>“Saya berharap koleksi ini dapat membawa kesadaran lebih luas tentang pentingnya kesehatan mental di Indonesia. Saya percaya fashion bisa menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan bahwa setiap orang berhak merasa nyaman dengan dirinya,” pungkas Gladys, sambil mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan koleksinya melalui Instagram @poeticlouds_. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Industri Roda Dua Terus Berkembang: GIIAS Surabaya 2024 Akan Hadirkan 10 Merek Sepeda Motor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/industri-roda-dua-terus-berkembang-giias-surabaya-2024-akan-hadirkan-10-merek-sepeda-motor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/industri-roda-dua-terus-berkembang-giias-surabaya-2024-akan-hadirkan-10-merek-sepeda-motor</guid>
<description><![CDATA[ GIIAS Surabaya 2024 menjadi wadah bagi para pecinta otomotif untuk mengeksplorasi teknologi terkini dalam industri roda dua, dengan menampilkan sepuluh (10) merek sepeda motor dari kategori bahan bakar bensin hingga listrik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c9272ff3286.webp" length="67826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 08:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gaikindo Indonesia International Auto Show Surabaya 2024, GIIAS Surabaya 2024, GIIAS, Otomotif, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP </strong>- Industri sepeda motor roda dua di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, menunjukkan sepeda motor tetap menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat di Indonesia karena kepraktisannya untuk melalui kepadatan lalu lintas perkotaan. </p>
<p>Dari motor konvensional berbahan bakar bensin hingga kendaraan listrik yang semakin populer, permintaan akan motor roda dua yang efisien, ramah lingkungan, namun tetap bertenaga terus meningkat.</p>
<p>Karena itu, nantinya beragam merek dan model terbaru dari industri ini akan dipamerkan dalam ajang tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2024 yang akan berlangsung dari 28 Agustus hingga 1 September 2024 di Grand City Convex, Surabaya.</p>
<p>GIIAS Surabaya 2024 menjadi wadah bagi para pecinta otomotif untuk mengeksplorasi teknologi terkini dalam industri roda dua, dengan menampilkan sepuluh (10) merek sepeda motor yang meliputi berbagai kategori.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c9281fe9600.webp" alt=""></p>
<p>Merek-merek yang berpartisipasi antara lain Aprilia, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, Vespa, serta pemain motor listrik seperti Alva, Kupprum, Polytron, United E-motor, dan Volta.</p>
<p>“Kami sangat senang melihat antusiasme yang luar biasa dari berbagai merek sepeda motor di GIIAS Surabaya tahun ini,” ujar Sri Vista Limbong, Project Director dari acara GIIAS 2024, Sabtu (24/8).</p>
<p>“Hadirnya merek-merek baru seperti Alva, Kupprum, dan Volta akan semakin memperkaya pengalaman pengunjung untuk mengeksplorasi inovasi terbaru yang mereka tawarkan,” imbuhnya. </p>
<p>Tidak hanya menyuguhkan display sepeda motor, GIIAS Surabaya 2024 juga menyediakan area khusus bagi pengunjung untuk merasakan langsung performa kendaraan melalui sesi test ride yang digelar di area outdoor Grand City Convex. </p>
<p>“Kami ingin pengunjung bisa lebih dari sekadar melihat, tetapi juga merasakan kualitas dan teknologi yang ditawarkan,” ungkap Vista. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c966222a0a6.webp" alt=""></p>
<p>Dengan fasilitas ini, para calon pembeli dapat mencoba berbagai fitur dan kenyamanan kendaraan dengan harapan bisa lebih mematangkan para pembeli sebelum membuat keputusan.</p>
<p>Dukungan dari berbagai lini industri, termasuk Astra Financial sebagai platinum sponsor bersama perusahaan-perusahaan besar seperti FIFGROUP, Astra Credit Companies, Toyota Astra Finance Services, dan Shell Helix, juga memperkuat posisi GIIAS sebagai pameran otomotif terkemuka di Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi, tiket untuk GIIAS Surabaya 2024 dapat dibeli melalui aplikasi Auto360 dengan harga mulai dari Rp 25.000 untuk weekday hingga Rp 40.000 untuk weekend, adapun tiket on the spot dengan harga yang sedikit lebih tinggi.</p>
<p>Dengan berbagai inovasi yang ditawarkan dan pengalaman langsung yang disuguhkan, GIIAS Surabaya 2024 diharapkan mampu memberikan wawasan lebih luas tentang perkembangan teknologi sepeda motor, baik konvensional maupun listrik, kepada para pengunjung.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kontingen Gudang Garam Usung Konsep Full Bunga Matahari di KNC 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kontingen-gudang-garam-usung-konsep-full-bunga-matahari-di-knc-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kontingen-gudang-garam-usung-konsep-full-bunga-matahari-di-knc-2024</guid>
<description><![CDATA[ Selain talent berkostum sun flower kingdom, terdapat pula sendra tari dengan seorang ratu di singgasana bunga matahari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c8f854ccf6c.webp" length="77108" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 06:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Novira Kharisma</dc:creator>
<media:keywords>Kota Kediri, Gudang Garam, Kediri Night Carnival</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Kediri, SJP - PT Gudang Garam Tbk. akan kembali memeriahkan Kediri Night Carnival yang menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi ke-1145 Kota Kediri, Sabtu (24/8/2024) petang nanti. Penampilan kontingen Gudang Garam selalu menjadi puncak perhatian pengunjung setiap tahunnya.</p>
<p>"KNC (Kediri Night Carnival) kali ini, kontingen Gudang Garam mengusung tema Exotic Flower in Paradise," kata Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk. Iwhan Tricahyono, Jumat (23/8) malam.</p>
<p>Exotic Flower in Paradise memiliki makna keindahan bunga surga dengan segala pancaran warna yang membawa keabadian. Tema ini disimbolkan dengan bunga matahari sebagai sumber energi terbesar di bumi.</p>
<p>Bunga tersebut selalu menghadap matahari yang menjadi sumber cahaya dan kehidupan. Mengingatkan kita untuk selalu mencari arah dan inspirasi, seperti warga Kota Kediri yang senantiasa bergerak maju menuju kemajuan dan keberhasilan. </p>
<p>Bunga matahari juga memiliki kedekatan dengan filosofi PT. Gudang Garam Tbk. yang tertulis dalam Catur Dharma, yakni kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan.</p>
<p>Nilai-nilai tersebut akan ditampilkan oleh kontingen perusahaan rokok kebanggaan warga Kediri itu dalam sebuah pertunjukan berjudul 'Sandya Puspita Aditya I Bhumi Kadhiri' atau Cahaya Bunga Matahari di Bumi Kediri.</p>
<p>Menurut Iwhan, dengan melibatkan 39 talent, kontingen PT Gudang Garam Tbk. akan menyuguhkan konsep full bunga matahari. Selain talent berkostum sun flower kingdom, terdapat pula sendra tari dengan seorang ratu di singgasana bunga matahari.</p>
<p>Konsep itu makin elegan dan mewah dengan kehadiran Ratu Matahari, Raja Matahari, Pengawal Raja, Ratu Lebah, Putri Taman Sari, Pangeran Matahari, dan iringan penari yang mengenakan kostum bernuansa matahari. </p>
<p>"Melalui parade ini, PT Gudang Garam Tbk. ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Kediri adalah kota yang tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga potensi dan energi untuk terus berkembang, karena Kita Adalah Surya," tandasnya.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Woman &amp;amp; Inspiration: Karya Lukis Perempuan dalam Sapuan Kuas Muit Arsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-woman-inspiration-karya-lukis-perempuan-dalam-sapuan-kuas-muit-arsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-woman-inspiration-karya-lukis-perempuan-dalam-sapuan-kuas-muit-arsa</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pameran &#039;WOMAN &amp; INSPIRATION&#039;, Muit menampilkan perjalanan panjangnya sebagai seniman yang mengusung tema perempuan sebagai model utama dalam setiap karyanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c89652cae93.webp" length="42178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Aug 2024 21:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Woman &amp; Inspiration, Muit Arsa, Balai Pemuda, Galeri Merah Putih, GMP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP – </strong>Di tengah derasnya arus seni kontemporer yang semakin kompleks, Surabaya sekali lagi membuktikan dirinya sebagai wadah yang mendukung perkembangan seni lokal. </p>
<p></p>
<p>Suksesnya pameran tunggal seniman Muit Arsa, bertajuk 'WOMAN &amp; INSPIRATION', yang baru saja selesai digelar di Galeri Merah Putih, menjadi bukti nyata bahwa seni rupa klasik dengan sentuhan emosi personal masih memiliki tempat di hati para pecinta seni.</p>
<p></p>
<p>Menghadirkan 14 karya lukis bertema perempuan, pameran tunggal perdana Muit Arsa ini berhasil mencuri perhatian banyak kalangan, termasuk pengamat seni, masyarakat umum hingga kolektor dari luar kota. </p>
<p></p>
<p>Dalam pameran tersebut, Muit menampilkan perjalanan panjangnya sebagai seniman yang mengusung tema perempuan sebagai model utama dalam setiap karyanya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c8963da7521.webp" alt=""></p>
<p>Ia mengaku terinspirasi oleh kecantikan dan keunikan perempuan, yang menurutnya adalah ciptaan Tuhan yang layak diabadikan melalui sapuan kuas.</p>
<p></p>
<p>“Dari semua lukisan ini saya selalu menonjolkan warna yang cerah-cerah dan menarik perhatian, selain itu objek atau model lukisan saya adalah figur perempuan. Karena perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang indah.” ungkap Muit, Jumat (23/8).</p>
<p></p>
<p>Selain melukis sosok perempuan secara umum, salah satu karya yang paling mendapat apresiasi adalah lukisan seorang perempuan berhijab yang sedang berdoa sambil meneteskan air mata. </p>
<p></p>
<p>Muit mengungkapkan bahwa lukisan tersebut adalah potret ibunya yang selalu mendoakan kesuksesannya. Sentuhan personal ini tampak menjadi salah satu kekuatan dari pameran Muit, di mana emosi yang dihadirkan terasa begitu dekat dengan para pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c896491a723.webp" alt=""></p>
<p>Tidak hanya sukses dari segi apresiasi publik, pameran ini juga menjadi ajang pengakuan bagi Muit di dunia seni rupa, salah satu pencapaian signifikan adalah ketertarikan tim Balai Lelang dari Jakarta untuk bekerja sama dalam mempromosikan dan menjual karya-karyanya di kancah yang lebih luas. </p>
<p></p>
<p>Muit mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan menyatakan bahwa ini adalah langkah besar menuju mimpi lamanya untuk membawa karya-karyanya ke pasar internasional.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini juga menjadi momentum emosional bagi Muit, yang menyebutkan bahwa Surabaya adalah kota di mana ia memulai perjalanan seni rupanya. Setelah berkelana dari Jakarta hingga Bali, ia memutuskan untuk kembali dan menutup perjalanannya di Surabaya, kota yang menjadi awal dan akhir dari karier seni lukisnya.</p>
<p></p>
<p>Kesuksesan pameran 'WOMAN &amp; INSPIRATION' tidak lepas dari dukungan penuh keluarganya, terutama sang istri yang selalu setia mendampingi di setiap langkah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c96d08547c1.webp" alt=""></p>
<p></p>
<p>“Karya-karya ini tak akan ada tanpa dukungan istri dan ibu saya,” ungkap Muit, menegaskan betapa pentingnya keluarga dalam perjalanan seninya.</p>
<p></p>
<p>Setelah lima hari menghiasi dinding Galeri Merah Putih di Alun-alun Surabaya, pameran 'WOMAN &amp; INSPIRATION' resmi ditutup pada Kamis (22/8) kemarin, dengan berakhirnya pameran ini, Muit kini bersiap untuk melangkah lebih jauh lagi, </p>
<p></p>
<p>"Ingin rasanya membawa karya saya menuju jangkauan yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta terus menggali inspirasi dari sosok-sosok perempuan yang selalu menjadi sumber kekuatan saya," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kanal YouTube Cristiano Ronaldo Capai 10 Juta Pelanggan Kurang Dari 24 Jam!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kanal-youtube-cristiano-ronaldo-capai-10-juta-pelanggan-kurang-dari-24-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kanal-youtube-cristiano-ronaldo-capai-10-juta-pelanggan-kurang-dari-24-jam</guid>
<description><![CDATA[ Ronaldo memiliki 112,5 juta pengikut di platform X, 170 juta di Facebook, dan 636 juta di Instagram ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c672168aa04.webp" length="31570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 07:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>cristiano ronaldo, CR7, portugal, berita cristiano ronaldo, berita cristiano ronaldo hari ini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jeddah, SJP</strong> -  Striker Al Nassr Cristiano Ronaldo meluncurkan kanal YouTube-nya pada Kamis (21/8) dini hari. </p>
<p>Bisa ditebak, ratusan ribu pelanggan mendaftar dalam beberapa jam. Bahkan saat berita ini ditulis, subscriber kanal CR7 ini sudah berjumlah lebih dari 10 juta.</p>
<p>Pemenang Ballon D'Or lima kali berusia 39 tahun itu bermain untuk klub Arab Saudi Al Nassr.</p>
<p>"Penantian telah berakhir. Saluran @YouTube saya akhirnya hadir! SIUUUbscribe dan bergabunglah dengan saya dalam perjalanan baru ini," tulis Ronaldo di akun media sosialnya.</p>
<p>Beberapa jam setelah mengunggah video pertamanya, 1,69 juta pelanggan telah bergabung dengan salurannya.</p>
<p>Ronaldo memiliki 112,5 juta pengikut di platform X, 170 juta di Facebook, dan 636 juta di Instagram.</p>
<p>Saat ini, mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan pembuka Liga Pro Saudi melawan Al-Raed pada hari Kamis. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>J&amp;Lo Resmi Gugat Cerai Ben Affleck</title>
<link>https://suarajatimpost.com/j-lo-resmi-gugat-cerai-ben-affleck</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/j-lo-resmi-gugat-cerai-ben-affleck</guid>
<description><![CDATA[ Sempat CLBK, J-lo dan Ben Affleck menikah hanya dua tahun dan kini sepakat berpisah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c5405d8c031.webp" length="23506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 08:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>jennifer lopez, j-lo, berita selebriti, ben affleck</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Los Angeles, SJP  </strong>-  Jennifer Lopez resmi gugat cerai suaminya Ben Affleck  setelah pernikahan mereka tepat berusia dua tahun. </p>
<p>J-Lo, julukan Lopez, ajukan gugatan tersebut pada Selasa, (20/8)  di Pengadilan Tinggi L.A. County. Pada gugatan tersebut, tanggal perpisahan resmi yang tercantum adalah pada 26 April 2024.</p>
<p>Pada bulan Mei, Lopez batalkan tur musim panasnya “This Is Me… Now”. Ia beralasan bahwa ia cuti untuk menghabiskan waktu bersama anak, keluarga, dan teman dekat.</p>
<p>Publik telah lama menduga Jennifer Lopez gugat cerai suaminya karena mereka berdua sering tak tampak bersama. Bahkan, beberapa hari terakhir Ben Affleck menghabiskan waktu bersama Jennifer Garner, mantan istrinya.</p>
<p>Keduanya tidak memiliki anak sehingga tidak ada masalah terkait hak asuh dalam proses perceraian ini.</p>
<p>Lopez (55) dan Affleck (52) menikah di Las Vegas pada bulan Juli 2022. Mereka sempat CLBK setelah sempat pisah dua puluh tahun sebelumnya. Mereka sempat dapat julukan "Bennifer" oleh media saat itu dan menjadi liputan terheboh di awal tahun 2000-an.</p>
<p>Keduanya mengikat janji suci lagi dalam sebuah upacara besar di Georgia pada tanggal 20 Agustus 2022, tepat dua tahun lalu.</p>
<p>Lopez dan Affleck membuat dua film bersama. Pertama adalah film romansa garapan Martin Brest "Gigli" pada tahun 2003. Sedangkan film kedua bergenre komedi garapan Kevin Smith "Jersey Girl" pada tahun 2004.</p>
<p>Saat film itu tayang di bioskop, Lopez dan Affleck telah membatalkan pertunangan mereka dan berpisah.</p>
<p>Keduanya sama-sama menikah lagi dan bercerai pada tahun-tahun berikutnya. J-Lo sempat menikah dengan Marc Anthony, dan Affleck dengan Jennifer Garner.</p>
<p>Hubungan asmara terjalin kembali sekitar tiga tahun lalu. Penyanyi yang tenar dengan lagu "On The Floor" itu sering ungah kabar terbaru tentang pertunangannya dan pernikahannya kepada para penggemarnya melalui akun medsosnya.</p>
<p>Lopez juga secara gamblang membahas hubungan tersebut dalam album terbarunya, "This Is Me … Now,". Album itu adalah sekuel dari albumnya tahun 2002 "This Is Me … Then," yang juga membahas hubungannya dengan Affleck saat itu.</p>
<p>Affleck muncul dalam film Lopez "This Is Me … Now: A Love Story," . Film berdurasi 65 menit itu menceritakan kisah J-Lo yang berfokus pada musik dari album baru tersebut.</p>
<p>Selama pernikahan, Affleck dan Lopez tampil secara rutin di acara promosi yaitu  "This Is Me … Now: A Love Story," "The Mother," "Air," "The Last Duel" dan "Marry Me". Bahkan pasangan tersebut sempat tampak mesra saat menghadiri Golden Globes awal tahun ini.(**)</p>
<p>Sumber: Variety</p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lomba Mewarnai Anak&amp;anak Beri Warna Baru dalam Pameran Akbar IPI di Balai Pemuda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lomba-mewarnai-anak-anak-beri-warna-baru-dalam-pameran-akbar-ipi-di-balai-pemuda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lomba-mewarnai-anak-anak-beri-warna-baru-dalam-pameran-akbar-ipi-di-balai-pemuda</guid>
<description><![CDATA[ Selain ditujukan untuk pengembangan seni rupa generasi muda Indonesia, lomba ini juga merupakan wujud kepedulian IPI dalam menanamkan rasa cinta terhadap seni rupa di kalangan anak-anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c47c34900b9.webp" length="46652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 18:30:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Pameran City of Heroes, Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Dalam balutan semangat kemerdekaan di bulan Agustus ini, masyarakat Indonesia tak hanya merayakan kebebasan, tetapi juga menjadi momen untuk saling berkembang dan menjalin kebersamaan.</p>
<p></p>
<p>Di antara riuh rendah peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Alun-Alun Balai Pemuda Surabaya menjadi kanvas hidup yang dipenuhi oleh tawa dan warna melalui lomba mewarna anak-anak tingkat PAUD, TK dan SD.</p>
<p></p>
<p>Acara lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang tersaji dalam Pameran Akbar ke-9 oleh Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-7, tepatnya berlokasi di Alun-alun Balai pemuda, Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Roman Chuza selaku humas IPI menjelaskan bahwa kegiatan lomba ini ditujukan untuk pengembangan seni rupa generasi muda Indonesia, ini merupakan wujud kepedulian IPI dalam menanamkan rasa cinta terhadap seni rupa di kalangan anak-anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c47c319c623.webp" alt=""></p>
<p>"Perlombaan ini dilaksanakan dalam bentuk mewarnai gambar yang telah disediakan oleh panitia IPI, ini juga sebagai hiburan disela-sela agenda pameran akbar di Anniversari IPI," ucap Roman, Selasa (20/8).</p>
<p></p>
<p>Dari seluruh peserta akan diambil juara 1 hingga 3 dalan beberapa kategori yang sudah ditentukan, penghargaan dan hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua IPI yakni Supa'at Margie.</p>
<p></p>
<p>"Penghargaan kepada pemenang berbentuk trophy (piala), sertifikat dan ada juga hadiah vocher khusus pada anak-anak yang memenangkan lomba mewarnai," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Roman juga menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini ialah menunjukkan bahwa IPI memiliki kepedulian terhadap generasi muda dalam berkesenian, mengingat momennya juga pas dengan hari kemerdekaan yang penuh akan semangat.</p>
<p> </p>
<p>"Jadi lomba ini memang ditujukan untuk adik-adik yang suka berkesenian, kami selaku pihak IPI akan terus berusaha mendekatkan masyarakat, tidak hanya anak-anak untuk sama-sama mencintai dan menghargai seni," pungkas Roman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Momen HUT RI, Baloga dan Musang Berikan Diskon Besar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hut-ri-baloga-dan-musang-berikan-diskon-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hut-ri-baloga-dan-musang-berikan-diskon-besar</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini ditegaskan oleh Manager Marketing dan Public Relationship Jatim Park Group Titik S Aryanto pada (20/8/2024) bahwa harga tiket masuk (htm) yang dikenakan bagi wisatawan yang berwisata disana hanya perlu membayar Rp 79 ribu per orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c4609e57768.webp" length="66252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 17:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Diskon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Batu, SJP </strong>- Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 79 tahun, Batu Love Garden (Baloga) dan Museum Angkut (Musang) memberikan diskon besar-besaran kepada masyarakat yang berwisata disana.</p>
<p>Hal ini ditegaskan oleh Manager Marketing dan Public Relationship Jatim Park Group Titik S Aryanto pada (20/8/2024) bahwa harga tiket masuk (htm) yang dikenakan bagi wisatawan yang berwisata disana hanya perlu membayar Rp 79 ribu per orang.</p>
<p>"Ini merupakan momentum bahagia bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk Jatim Park Group, jadi harga spesial ini kami terapkan sejak 17 hingga 30 Agustus nanti," ungkapnya.</p>
<p>Wana wisata edukasi di Eco Green Park dan Museum Angkut dipilih sebagai ikon dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke 79 karena dua tenpat tersebut disediakan tempat edukasi yang menyenangkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c471ddb46ac.webp" alt=""></p>
<p>Seperti pada Museum Angkut dimana wisatawan bisa mempelajari mobil-mobil klasik hingga mobil modern seperti supercar, bahkan terdapat beberapa mobil, tank, dan pesawat yang dulu aktif berperan dalam peperangan merebut kemerdekaan.</p>
<p>Sedangkan untuk Eco Green Park menyuguhkan wisatawan untuk lebih peduli kepada alam dengan mengenal flora dan fauna lebih banyak. Tak hanya itu saja, juga terdapat animal show seperti pertunjukan burung pemangsa (Bird of Prey), burung paruh bengkok (Parrots), rangkong (Hornbills), sampai unggas air (Water Fowls).</p>
<p>"Jadi untuk wisatawan jangan sampai ragu datang ke Eco Green Park dan Museum Angkut pada momen yang baik ini karena bisa menikmati wisata dan belajar dengan htm yang murah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Media Sosial ke Pasar Internasional: Kisah Inspiratif Pelukis Yahya Jufri dalam Seminar IPI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-media-sosial-ke-pasar-internasional-kisah-inspiratif-pelukis-yahya-jufri-dalam-seminar-ipi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-media-sosial-ke-pasar-internasional-kisah-inspiratif-pelukis-yahya-jufri-dalam-seminar-ipi</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya dengan kemampuan dalam berkarya, kunci sukses untuk bersaing secara global juga harus dibekali dengan strategi pemasaran yang matang dan pemanfaatan teknologi seperti media sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c357b951a27.webp" length="66988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 22:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran City of Heroes, Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Supa&#039;at Margie, Yahya Jufri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Mendapatkan pengakuan di kancah global adalah impian bagi banyak seniman, tidak hanya berhasil membawa karyanya untuk dikenal secara lebih luas, namun juga membuka kesempatan agar karya mereka dilirik oleh kolektor dari berbagai belahan dunia.</p>
<p></p>
<p>Namun untuk mencapai tahap ini bukanlah sesuatu yang mudah, kemampuan dalam berkarya tidak bisa berdiri sendiri, namun juga perlu adanya kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar global yang selalu berubah.</p>
<p></p>
<p>Hal inilah yang menjadi bahasan utama dalam seminar lukis bertajuk 'Membidik Pasar Lukis di Luar Negeri' yang menjadi salah satu rangkaian Pameran Besar 'City of Heroes' yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) di area Basemen Balai Pemuda Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Hadir sebagai pembicara yakni Yahya Jufri, seorang perupa asal Kota Malang yang telah sukses menjual beragam karya lukisnya di pasar Internasional, ia mengaku kehadirannya dalam seminar ini bukan untuk memberi, melainkan untuk saling berbagi ilmu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c357b2c03c7.webp" alt=""></p>
<p>"Tentu saya senang bisa membagikan tips dan trik untuk masuk ke pasar global, namun setiap seniman itu pasti memiliki kelebihan masing-masing, jadi disini menjadi kesempatan kita untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman," ucap Yahya, Senin (19/8).</p>
<p></p>
<p>Dirinya mengaku mulai fokus menggeluti dunia seni lukis setelah pensiun dari pekerjaannya lima tahun lalu, keputusan untuk menjadi seniman ini tidak lepas dari dorongan sang istri yang melihat potensi dari karya lukis Yahya.</p>
<p></p>
<p>Meski tergolong pelukis baru, namun Yahya berhasil dengan cepat memasuki pasar internasional, menurutnya kunci dari kesuksesannya untuk bersaing secara global ialah, strategi pemasaran dan pemanfaatan teknologi seperti sosial media.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya saya itu coba iseng mengunggah karya saya di media sosial Facebook, jadi strateginya adalah mencari beragam komunitas atau grup yang berbasis di luar negeri, hingga akhirnya di tahun 2022 ada kolektor dari Amerika yang tertarik dengan karya saya," urainya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c357aaf2391.webp" alt=""></p>
<p>Saat ini kolektor tersebut telah menjadi pelanggan setia dari Yahya dan membuat namanya cukup dikenal di sana, pada tahun 2024 ini Yahya berhasil menjual setidaknya 33 karya ke Negeri Paman Sam tersebut dengan harga yang cukup fantastis.</p>
<p></p>
<p>"Jadi intinya adalah, seniman harus memiliki ciri khas (trademark) agar identitasnya dikenal, kedua adalah niat dan usaha dengan terus coba mengenalkan karyanya, ketiga tentu adalah dengan berdoa," tutur Yahya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c403973f5b7.webp" alt=""></p>
<p>Masih di lokasi yang sama, Ketua IPI yakni Supa'at Margie menambahkan bahwa kehadiran Yahya dalam kesempatan kali ini sangatlah bermanfaat, yakni untuk memberikan masukan baru kepada seniman lokal mengenai pasar global.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk kita para perupa saling berbagi ilmu dan bertukar pikiran," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>"Karena tujuan utama saya terhadap pelukis, khususnya yang tergabung dalam IPI adalah mereka bisa sejahtera, saya ingin para pelukis bisa bersaing secara merata di pasar lokal dan juga pasar internasional," tandas Supa'at. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diresmikan Perwakilan 5 Negara, Pameran ARTKIDS Wadahi Generasi Muda Unjuk Kreativitas di Momen Kemerdekaan RI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diresmikan-perwakilan-5-negara-pameran-artkids-wadahi-generasi-muda-unjuk-kreativitas-di-momen-kemerdekaan-ri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diresmikan-perwakilan-5-negara-pameran-artkids-wadahi-generasi-muda-unjuk-kreativitas-di-momen-kemerdekaan-ri</guid>
<description><![CDATA[ Pameran ini menyajikan ratusan karya yang telah dikurasi sebelumnya, anak-anak yang menjadi peserta menunjukkan potensi dan kreativitas yang luar biasa, sekaligus menjadi bagian dari perayaan budaya dan seni di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66c32e91bf240.webp" length="39410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 19:45:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>ARTKIDS, Vinautism Gallery, Lotus Art Courses, IFI, Wisma Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, sebuah panggung istimewa bagi kreativitas generasi muda hadir melalui pameran nasional bertajuk ‘ARTKIDS National Art Exhibition for Children and Teenager’.</p>
<p></p>
<p>Pameran yang berlangsung sejak tanggal 17 Agustus hingga 5 September 2024 ini, merupakan hasil kolaborasi Lotus Art Courses dengan Vinautism Gallery, selain itu acara ini juga diselenggarakan dengan dukungan dari Institut Français Indonésie (IFI) dan Leeven &amp; Co.</p>
<p></p>
<p>Berlokasi di Vinautism Gallery (lantai 1-2), G Walk, Junction TL 6 Jl. Citraland Surabaya No.11, Sambikerep, Surabaya, pameran ini menampilkan karya seni yang kaya akan nilai kreativitas dari 40 anak dan remaja berbakat dari berbagai kota di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Terseleksi dari ratusan karya yang telah dikurasi sebelumnya, menjadi kesempatan bagi anak-anak yang menjadi peserta untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka sekaligus menjadi bagian dari perayaan budaya dan seni di Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c32e966a22f.webp" alt=""></p>
<p>I Putu Mahendra Dharmawan Putra, founder Lotus Art Courses, mengungkapkan bahwa Lotus Art telah aktif menyelenggarakan lomba sejak tahun 2022 dan terus berupaya memberikan wadah bagi anak-anak untuk berkreasi. </p>
<p></p>
<p>“Pameran ini adalah langkah awal kami untuk menyeimbangkan aktivitas seni di Jawa Timur yang kurang terekspos dibanding Yogyakarta," ungkap Putu, Senin (19/8).</p>
<p></p>
<p>"Kami menerima ratusan karya dari seluruh Indonesia dan memilih 20 karya terbaik dalam dua kategori, di mana masing-masing kategori memilih tiga juara dan sepuluh nominasi,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas anak-anak Indonesia, tetapi juga untuk memberikan penghargaan bagi karya terbaik dengan pemberian sertifikat dan hadiah uang tunai kepada para pemenang oleh penyelenggara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66c32e9b4eb43.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai informasi, acara pembukaan pameran pada 17 Agustus lalu dihadiri langsung oleh para peserta pameran yang didampingi orang tua mereka, serta perwakilan dari berbagai konsulat dan institusi, seperti Institut Français Indonésie (IFI) Surabaya, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, dan Wisma Jerman Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini dibuka secara resmi oleh Rudy Purwono, pemilik Vinautism Gallery, bersama dengan Vincent Prijadi Purwono, I Putu Mahendra D.P (Founder dan Owner Lotus Art Courses), Sandra Vivier (Direktur IFI), Nakagome Kota (Konsul Muda Jepang untuk Bidang Informasi Pendidikan dan Kebudayaan), Anthony Clark (Staf Konjen Australia), dan Mike Neuber (Direktur Utama Wisma Jerman) yang bersama-sama membubuhkan tanda tangan di poster pameran sebagai simbolis pembukaan acara.</p>
<p></p>
<p>Rudy Purwono menyampaikan bahwa pameran ini merupakan salah satu agenda periodik yang diadakan di Vinautism Gallery untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja berbakat dalam mengembangkan keterampilan seni mereka.</p>
<p></p>
<p>“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Lotus Art dalam menyelenggarakan pameran ini, dukungan dari berbagai konsulat tentu akan semakin memotivasi anak-anak untuk terus berkarya,” ujar Rudy.</p>
<p></p>
<p>Sepanjang acara, pengunjung dan tamu undangan dapat menikmati berbagai karya lukisan anak-anak sambil menyantap hidangan ringan yang disediakan.</p>
<p></p>
<p>Pameran 'ARTKIDS National Art Exhibition for Children and Teenager' ini diharapkan dapat menjadi ajang inspirasi bagi anak-anak di Indonesia untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas mereka di dunia seni.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nostalgia Kuliner Nusantara di Event Pesta Bakaran Vol. 2 Pakuwon City Mall Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nostalgia-kuliner-nusantara-di-event-pesta-bakaran-vol-2-pakuwon-city-mall-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nostalgia-kuliner-nusantara-di-event-pesta-bakaran-vol-2-pakuwon-city-mall-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pakuwon City Mall (PCM) kembali menggelar Event Pesta Bakaran Vol. 2 dengan mengangkat tajuk ‘Indonesian Heritage’ (Warisan Indonesia) yang hadirkan beragam jajanan serta kuliner Nusantara jadul khas tempo dulu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66bf48a095978.webp" length="46322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Aug 2024 20:45:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Festival Bakaran, Indonesian Heritage, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Bagi banyak orang, makanan-makanan tempo dulu seperti Rangin yang renyah, klepon dengan isian gula merah yang manis, atau Es Dawet Ayu yang menyegarkan, bukan sekadar kuliner biasa, namun juga bagian sari kenangan masa kecil yang sarat akan kehangatan dan kebersamaan.</p>
<p></p>
<p>Di zaman sekarang, saat jajanan modern lebih mendominasi, cita rasa tradisional ini mulai terpinggirkan dan hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional tertentu, namun pesona kuliner jadul tidak pernah pudar dan malah menjadi daya tarik Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Hal inilah yang mendorong Pakuwon City Mall (PCM) kembali menggelar Event Pesta Bakaran Vol. 2 dengan mengangkat tajuk ‘Indonesian Heritage’ (Warisan Indonesia) yang hadirkan beragam jajasan serta kuliner Nusantara jadul khas tempo dulu.</p>
<p></p>
<p>General Manager PCM yakni Lily Tanaya menjelaskan, dalam kegiatan yang masuk ke rangkaian kelima kali, dari tujuh agenda di Tahun 2024 ini, berisi 55 tenant yang terbagi dengan 50 persen untuk makanan berat atau bakaran, dan 50% persen lainnya adalah jajanan khas Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66bf489aca6b8.webp" alt=""></p>
<p>“Karena tema yang diangkat adalah Indonesia Heritage, maka kita ingin memperkenalkan kepada para Gen-Z kuliner jadul dan kebanyakan beredar di pasar tradisional saja,” ujar Lily (16/8).</p>
<p></p>
<p>Meski target sasarannya adalah Gen-Z, namun tidak memungkiri bahwa kegiatan ini juga menarik pengunjung dari kalangan dewasa untuk bernostalgia dengan makanan yang menemani mereka semasa kecil.</p>
<p></p>
<p>"Karena itu kita menyiapkan tempat parkir yang dapat muat 900 lot untuk mobil dan kemudian 2000 lot untuk motor, agar para pengunjung bisa menikmati festival dengan lebih nyaman” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Festival Bakaran ini juga menampilkan beragam pertunjukan lain seperti musik hingga kembang api, pengunjung sudah bisa menikmati festival ini sejak tanggal 7 Agustus lalu hingga 15 September 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Geliart di Surabaya, Awal Geliat Seni Lukis Menuju PSLI 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-geliart-di-surabaya-awal-geliat-seni-lukis-menuju-psli-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-geliart-di-surabaya-awal-geliat-seni-lukis-menuju-psli-2024</guid>
<description><![CDATA[ Seniman lukis Jawa Timur gelar pameran lukis Geliart di Galeri Merah Putih untuk menyemarakkan Pasar Seni Lukis Indonesia 2024 yang akan digelar pada November mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66bcbc3f32eb3.webp" length="22404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 22:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Seni Lukis Indonesia, PSLI, Geliart, Balai Pemuda, Galeri Merah Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2024 hanya tinggal beberapa bulan lagi, animo dari acara bursa karya para perupa yang paling besar itu sudah terasa di bulan Agustus ini, padahal PSLI 2024 baru akan digelar pada 8-17 November 2024 mendatang.</p>
<p></p>
<p>Seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya, para seniman lukis dari berbagai daerah akan mulai melakukan rangkaian-rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan PSLI, tidak terkecuali dengan apa yang terlihat di Komplek Balai Pemuda, Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Bertempat di Galeri Merah Putih, puluhan lukisan sudah berjejer dengan rapi, bak melakukan gladi kotor untuk PSLI 2024 nanti, yang mana karya tangan para perupa ini sedang dipamerkan dalam Pameran lukis bertajuk "Geliart".</p>
<p></p>
<p>Muit Arsa selaku Koordinator Pameran Geliart mengatakan, pameran yang diisi oleh 22 lukisan karya perupa se-Jawa Timur ini memang ditujukan untuk menyemarakkan PSLI 2024, tidak sedikit lukisan dalam pameran ini akan kembali tampil di PSLI 2024 nanti.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66bcbc2b39c6e.webp" alt=""></p>
<p>"Di tahun sebelumnya kami melakukan melukis On The Spot (OTS) besar-besaran di Balai Pemuda untuk semarakkan PSLI, kini kita coba pakai pameran pemanasan," ucap Arsa, Rabu (14/8).</p>
<p></p>
<p>Karya seni lukis yang ditampilkan disini memiliki beragam aliran, mulai dari realis, naturalis, impresionis, dekoratif, abstract, dan masih banyak lagi untuk dinikmati secara gratis oleh pengunjung Balai Pemuda Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Jelang PSLI 2024 tentu kita para seniman akan semakin maksimal, karyanya juga akan semakin menggeliat, maka dari itu tajuk dari pameran ini kita beri nama Geliart, plesetan dari kata geliat," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Pameran ini juga sebagai ajang pemanasan bagi para pelukis untuk mulai mempersiapkan karya-karya terbaiknya untuk ditampilkan dalam PSLI yang akan digelar di Jatim Expo nanti.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66bcbc38edc6a.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi dalam pameran ini para seniman dibolehkan untuk semakin liar dalam berkarya, tidak ada batasan mau itu lukisan idealis maupun untuk komersil, sesuai hati pelukisnya," ucap Arsa.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Pameran Geliart sendiri sudah digelar sejak 10 Agustus lalu dengan dibuka oleh penampilan kelompok BAPER Acoustik, dan bagi pecinta seni masih bisa menikmatinya hingga 15 Agustus 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Literasi Keuangan, Astra Financial Kembali Hadir di GIIAS 2024 Surabaya 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-literasi-keuangan-astra-financial-kembali-hadir-di-giias-2024-surabaya-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-literasi-keuangan-astra-financial-kembali-hadir-di-giias-2024-surabaya-2024</guid>
<description><![CDATA[ Dalam GIIAS 2024 Surabaya, Astra Financial akan dukung upaya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66bcbc307ceb9.webp" length="27954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 21:45:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Astra Financial, Otoritas Jasa Keuangan, OJK, Gaikindo Indonesia International Auto Show, GIIAS, GIIAS 2024 Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali mampir ke Kota Pahlawan pada 28 Agustus hingga 1 September 2024 mendatang, tepatnya di Grand City Convex, Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Astra Financial sebagai salah satu layanan jasa keuangan di Indonesia juga kembali untuk yang keenam kalinya menjadi sponsor platinum salah satu acara pameran otomotif terbesar di dunia itu.</p>
<p></p>
<p>Dengan mengusung tema "Visioning Beyond", Tan Chian Hok selaku Project Director Astra Financial mengatakan bahwa dalam GIIAS 2024 Surabaya, Astra Financial akan dukung upaya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p></p>
<p>"Melanjutkan capaian yang baik di Tangerang, Astra Financial kembali hadir mendukung gelaran GIIAS Surabaya 2024 mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan potensi dan pasar yang besar bagi industri otomotif," ujar Tan, Rabu (14/8).</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, pada GIIAS Tangerang 2024 pada 18-28 Juli lalu, Astra Financial berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 2,53 triliun, naik 4,80 persen dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 6.210.</p>
<p></p>
<p>"Dengan hadirkan layanan one-stop-solution dari Astra Financial yang disertai berbagai program dan promo menarik, harapannya dapat membantu konsumen di Surabaya untuk mewujudkan mobil impiannya," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Tan juga mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memberikan kontribusi positif bagi seluruh pihak yang terlibat, meliputi GAIKINDO, agen pemegang merek, pelaku industri otomotif dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Tidak kelewatan, Tan juga membeberkan bahwa dalam momentum ulang tahun PT Astra International Tbk. (Astra) ke 67 di 2024 ini, Astra Financial juga akan tawarkan sejumlah promo menarik di GIIAS 2024 Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66bd4bacbfe85.webp" alt=""></p>
<p>"Berbagai promo disiapkan untuk para pengunjung melalui layanan pembiayaan, asuransi, dan keuangan digital, termasuk penawaran promo kredit mobil dengan bunga 0,67 persen untuk tenor 1 tahun dalam rangka memperingati 67 tahun Astra hadir di Indonesia," terang Tan.</p>
<p></p>
<p>Nantinya, pada gelaran GIIAS Surabaya 2024, Astra Financial akan memiliki satu main booth yang terletak di Convention Hall Lantai 3 dan satu satellite booth yang terletak di Exhibition Hall Lantai Ground, dengan total luasan 151 meter persegi, lebih luas daripada tahun 2023 yang luasnya 138 meter persegi.</p>
<p></p>
<p>"Untuk memberikan pengalaman yang berbeda dan menarik bagi para pengunjung, main booth Astra Financial juga menampilkan berbagai kegiatan dan games menarik," tutup Tan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Shakti: Filosofi Budaya dalam Desain Maskot Baru Timnas Sepak Bola Indonesia oleh Alumnus PCU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/shakti-filosofi-budaya-dalam-desain-maskot-baru-timnas-sepakbola-indonesia-oleh-alumnus-pcu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/shakti-filosofi-budaya-dalam-desain-maskot-baru-timnas-sepakbola-indonesia-oleh-alumnus-pcu</guid>
<description><![CDATA[ “Shakti” maskot Timnas Indonesia yang merupakan karya Alumni DKV PCU berhasil memenangkan sayembara yang digelar oleh PSSI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66ba1c25b709e.webp" length="29160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 21:45:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, PSSI, Shakti, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Generasi muda Indonesia terus membuktikan bahwa mereka memiliki kreativitas dan bakat yang luar biasa dalam berbagai bidang, termasuk di sektor desain yang cukup relevan di zaman yang terus berkembang ini.</p>
<p></p>
<p>Dari tangan-tangan kreatif para desainer muda, banyak karya yang tidak hanya memanjakan mata, namun juga mengangkat identitas budaya bangsa ke tingkat yang lebih tinggi. </p>
<p></p>
<p>Salah satu contohnya adalah karya terbaru dari Is Yuniarto, alumni Desain Komunikasi Visual (DKV) Petra Christian University (PCU), yang berhasil memenangkan sayembara maskot Timnas Indonesia yang digelar oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan angkat tema "Garuda Mendunia".</p>
<p></p>
<p>Maskot hasil karya Is yang ia namai "Shakti" itu akan dipamerkan secara resmi ke hadapan publik sepak bola nasional saat pertandingan Indonesia menjamu Australia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga grup C 10 September 2024 mendatang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66ba1c1e46f3b.webp" alt=""></p>
<p>"Saya senang dan mengapresiasi sekali PSSI telah mengadakan sayembara maskot Timnas, artinya PSSI memberi kesempatan masyarakat untuk turut berperan dalam pembuatan maskot maupun proses pemilihan yang juga melalui voting terbuka,” ucap Is, Senin (12/8).</p>
<p></p>
<p>Bersaing dengan 388 karya lain, "Shakti" yang berwujud burung Garuda muda berkepala putih dengan kenakan jersey merah menggambarkan cita-cita menjadi atlet sepak bola handal di Piala Dunia.</p>
<p></p>
<p>Bagi Is, Shakti Sang Garuda adalah Kesatuan Semangat Juang Indonesia, simbol identitas berbagai wilayah Indonesia, dari ujung Barat hingga Timur yang melambangkan semangat tradisi nusantara. </p>
<p></p>
<p>Secara rinci, sosok “Shakti” ini menggunakan elemen warna merah putih yang sangat dominan dengan tambahan warna globe, melambangkan semangat nusantara yang menunjukkan siap bersaing hingga ke belahan dunia manapun.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66ba1c2286396.webp" alt=""></p>
<p>Adapun, bagian sayap (di kepala) yang gunakan motif Batik Gurdo, yaitu corak batik khas Yogyakarta dan Solo berbentuk sayap Garuda tiga lapis, sebuah simbol kekuatan.</p>
<p></p>
<p>Sedangkan mata “Shakti” terinspirasi dari motif Netra Thelengan, salah satu bentuk mata wayang kulit dengan watak bersahaja dan tangkas, sementara bagian dahinya bermotif tali perut ikan berwarna biru, yang merupakan motif Afuiyak Wow yang berarti “Untuk hidup, manusia harus berusaha”.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya itu, di bagian paruh terdapat corak ragam hias songket khas Minang dan Sumatera, dengan motif Pucuak Rabuang (tunas bambu), melambangkan tidak mudah rebah menghadapi angin kencang, serta optimisme yang terus tumbuh. </p>
<p></p>
<p>Karya tersebut diselesaikan oleh Is dalam kurun waktu kirang lebih 2 hingga 3 pekan, Is sendiri juga sudah dikenal sebagai Ilustrator dan Komikus Indonesia, salah satu karya yang cukup dikenal adalah ilustrasi karakter Gatotkaca yang dilisensi oleh game Mobile Legends: Bang Bang.</p>
<p></p>
<p>“Tantangannya adalah bagaimana membuat karakter Garuda yang unik dan mudah diingat secara visual, saya bahkan melakukan riset agar karya saya ini tidak sama dengan Garuda pada umumnya,” bebernya.</p>
<p></p>
<p>Proses sayembara maskot oleh PSSI sendiri dilakukan dengan mengumpulkan seluruh karya dari penjuru Indonesia untuk kemudian dipilih delapan (8) karya terbaik oleh juri, dari situ dilakukan voting yang terbuka secara umum untuk menentukan tiga karya terbaik. </p>
<p></p>
<p>Sebagai salah satu karya yang lolos dalam tahapan tersebut, Is juga ikut mempresentasikan "Shakti" di depan para juri tanggal 31 Juli 2024 lalu, yang berlangsung di Official Garuda Store GBK Jakarta. </p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, para juri yang menilai karya sayembara tersebut terdiri dari Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Komite Suporter PSSI, Arya Sinulingga, Unggul sebagai Ketua La Grande, Diky Budi Ramdhan selaku Sekjen PNSSI, dan Moh. Azka yang merupakan perwakilan Nevertoolavish.</p>
<p></p>
<p>Usai raih prestasi membanggakan ini, Is berpesan kepada anak muda, jika ingin sukses di bidang seni maka harus sering dan berani melakukan eksperimen desain dan pendalaman riset karya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fit und Gesund: Wisma Jerman Kenalkan Budaya hingga Gaya Hidup Sehat Lewat Open House 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fit-und-gesund-wisma-jerman-kenalkan-budaya-hingga-gaya-hidup-sehat-lewat-open-house-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fit-und-gesund-wisma-jerman-kenalkan-budaya-hingga-gaya-hidup-sehat-lewat-open-house-2024</guid>
<description><![CDATA[ Tema Open House Wisma Jerman kali ini angkat tajuk &#039;Fit und Gesund&#039; berarti bugar dan sehat, dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan, meliputi olahraga, tidur yang cukup, makanan yang sehat, hingga motivasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66b8b153699cf.webp" length="44496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 21:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Open House, Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Budaya Jerman memiliki daya tarik tersendiri yang memikat banyak orang di seluruh dunia, mulai dari tradisi akademis yang kuat, arsitektur yang megah, musik klasik, hingga kebiasaan dan festival menjadikannya sebagai budaya negara yang unik.</p>
<p></p>
<p>Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tertarik dengan budaya Jerman, hal ini membuat minat masyarakat pada acara-acara budaya Jerman sangatlah tinggi, terutama di kalangan anak muda.</p>
<p></p>
<p>Itulah yang tergambar dalam suasana yayasan lintas budaya Jerman di Surabaya, Wisma Jerman yang tahun ini kembali mengadakan acara tahunan "open house" atau gelar griya bertajuk 'Fit und Gesund' pada Minggu (11/8).</p>
<p></p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber menjelaskan bahwa acara open house ini diadakan rutin setiap tahun sebagai upaya dan sarana memperkenalkan Wisma Jerman maupun negara Jerman itu sendiri ke masyarakat umum.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b8b16c287d3.webp" alt=""></p>
<p>"Dengan acara ini, kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat aktivitas apa saja ada di Wisma Jerman, juga bisa mendapatkan informasi mengenai kuliah, atau pendidikan vokasi di Jerman, bagaimana bisa menjadi relawan di Jerman, dan macam-macam," jelas Mike disela-sela acara.</p>
<p></p>
<p>Dirinya menuturkan bahwa arti tema open house Wisma Jerman 'Fit und Gesund' adalah bugar dan sehat, dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan, meliputi olahraga, tidur yang cukup, makanan yang sehat, hingga motivasi.</p>
<p></p>
<p>"Kita mengangkat tema ini karena di Jerman, baru saja menggelar piala Eropa sepak bola (Euro), jadi cocok mengambil tema olahraga, tetapi tidak hanya tentang olahraga, namun lebih ke arah kesehatan secara umum uang yang sifatnya sangat berharga," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam open house kali ini, para pengunjung memiliki kesempatan untuk belajar kosa kata dalam bahasa Jerman yang berhubungan dengan kesehatan dan kebugaran. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b8c71b206a5.webp" alt=""></p>
<p>"Bahkan kita juga mengadakan banyak aktivitas lain yang tudak kalah menyenangkan untuk mengenal lebih dekat dengan bahasa dan budaya Jerman," ungkap Mike.</p>
<p></p>
<p>Aktivitas yang tersaji dalam gelaran open house Wisma Jerman kali ini terbagi menjadi dua program, yakni program di dalam ruangan hall yang berfokus pada seminar dan aktivitas, serta kegiatan luar ruangan yang diisi dengan beberapa kuis ataupun permainan menarik terkait bahasa serta budaya Jerman. </p>
<p></p>
<p>"Program di dalam ruangan, ada penampilan karya video, seminar mengenai pola makanan yang sehat, yoga, dan juga ada functional training dari sebuah tim," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>"Kemudian untuk program di depan sekitar halaman Wisma Jerman. Kami mengadakan program sendiri, ada beberapa games memperkenalkan bahasa Jerman yang playful, dan berhadiah menarik," imbuh Mike.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b8c7ccc1d38.webp" alt=""></p>
<p>Mike mengatakan bahwa kegiatan di Open House kali ini lebih menarik karena dibalut dalam aktivitas yang dinamakan rally Wisma Jerman, yakni mengajak pengunjung mengunjungi 10 pos di area acara untuk mengumpulkan cap di setiap pos.</p>
<p></p>
<p>"Dan kalau sudah lengkap, 10 cap itu bisa diserahkan di ruang Berlin, untuk mengisi formulir dan bisa mengikuti pengundian hadiah rally tersebut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Mike menyebut bahwa sasaran pengunjung dalam kegiatan open house adalah masyarakat umum, namun lebih dikhususkan untuk kalangan anak-anak muda yang tertarik akan budaya dan bahasa asing.</p>
<p></p>
<p>"Karena acara dibuka dari jam 10 pagi hingga 3 sore, setidaknya targetnya adalah 300 pengunjung, apapun itu kita berharap semakin banyak orang yang mengetahui Wisma Jerman dan belajar budaya Jerman," tandas Mike. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b8c72280286.webp" alt=""></p>
<p>Masih di lokasi yang sama, tim suarajatimpost.com sempat menemui tiga orang pengunjung Open House Wisma Jerman yakni siswa dari perwakilan OSIS SMA Negeri 4 Surabaya, bernama Asma Karisa (15 tahun), Asyifa Dwi Arita (15), dan Muhammad Imam Syamsudin (14).</p>
<p></p>
<p>"Saya pertama kali ke sini, dari undangan sekolah mewakili pihak OSIS. Karena temanya menarik, yakni kesehatan dan kebugaran jadi ada tema dan sub tema yang berbobot menurut saya," kata Asma. </p>
<p></p>
<p>Hal senada pun juga dikatakan temannya, Asyifa yang beranggapan ada banyak informasi yang inspiratif dan sangat berguna, seperti Informa pekerjaan di Jerman yang ia temukan di post nomor 7.</p>
<p></p>
<p>"Menurut saya konsep open house Wisma Jerman kali ini cukup bagus, kami mengeksplore sendiri kegiatannya cukup fun ramah anak," pungkas Asyifa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Profil Ponidi Sekop Asal Jember Yang Tengah Viral  </title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-profil-ponidi-sekop-asal-jember-yang-tengah-viral</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-profil-ponidi-sekop-asal-jember-yang-tengah-viral</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun sekarang telah menjadi figur publik terkenal. Ponidi mengaku tidak akan melepas jabatan sebagai perangkat desa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66b5b2937ead2.webp" length="27726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 14:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, jember hari ini, acara jember, jember hari ini, berita jember, ponidi, ponidi sekop</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Jember, SJP</strong>-  Ponidi adalah seorang pria asal Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Jember yang tengah viral melalui lagu berjudul "Sekecewa Itu" milik Angga Candra di Youtube PONIDI Official. </p>
<p>Pria yang menjabat sebagai Kaur Kesra itu makin populer gara-gara menambahkan kata 'Sekop' ketika melantunkan lagu.</p>
<p>Julukan Sekop itulah yang membuatnya populer dan diundang stasiun televisi nasional dalam program Brownis serta mendapatkan pekerjaan endorse untuk beberapa produk serta dan diundang dalam berbagai kegiatan.</p>
<p>Selain itu, Ponidi juga sempat tampil di Youtube DC Production milik Deny Caknan dengan menyanyikan lagu berbahasa Jawa yang berjudul Langgeng Dayaning Rasa (LDR).</p>
<p>Saat ditemui di sela sela pekerjaan, Ponidi masih bekerja melayani masyarakat di Balai Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Jember dengan pakaian dinas lengkap, Jum'at (9/8).</p>
<p>Terlihat, Ponidi menggunakan kemeja warna putih dan celana kain warna hitam. Pria ini juga nampak sibuk mengoperasikan laptop di ruang kerjanya di kantor desa yang berada di kawasan Jember Selatan ini.</p>
<p>"Kalau kegiatan banyak, tapi kalau di Desa saya bagian Kesejahteraan, yang ngurusi bantuan bantuan kayak PKH. Kalau buat rekaman konten bisanya saya lakukan saat malam hari, asal tidak ada acara di kantor desa," kata Ponidi.</p>
<p>Sementara untuk pembuatan video klip, Ponidi mengaku melakukannya ketika hari libur. Hal tersebut sengaja dilakukan, supaya tidak mengganggu pelayanan masyarakat.</p>
<p>"Sabtu minggu kan aku libur, itu saya buat video klip. Jadi tidak mengganggu pekerjaan di kantor (desa)," ungkapnya.</p>
<p>Dia mengaku merintis konten cover lagu sejak 2019. Namun baru viral pada 2024 gara-gara melakukan senggak 'sekop' saat menyanyikan lagu berjudul Sekecewa Itu.</p>
<p>"Mungkin sekarang banyak orang menyangka sekarang saya enak sudah terkenal. Tetapi kan mereka tidak tahu perjuangannya, tahunya hasilnya. Padahal saya buat konten itu sampai kehujanan juga, ada itu video klip saat hujan," cerita Ponidi.</p>
<p>Isi dalam kontennya, kata Ponidi, berisi beberapa genre musik, mulai tembang lagu bahasa Osing Banyuwangi, Jawa, Pop bahkan shalawatan.</p>
<p>Ponidi menuturkan, pembuatan konten cover lagu di media sosial awalnya, hanya sebatas menyalurkan hobi semata. Sebab sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah suka karaoke. "Ceritanya gitu kebetulan ada lomba karaoke antar kelas (di SMP) kemudian saya ikut lombanya. Namun SMA kelas satu hingga tiga tidak pernah nyanyi," ulasnya.</p>
<p>Lalu pada awal 2020, Ponidi bilang melihat story whatsapp pemilik makelar sepeda motor yang memposting studio rekaman video klip di Balung Jember.   "Akhirnya saya kontak orangnya, agar saya juga direkam untuk membuat video klip. Orangnya ternyata setuju, sejak saat itu saya bisa buat konten video dengan jumlah banyak," jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b5cbea52905.webp" alt=""></p>
<p>Pondini mengungkapkan pengunaan kata Sekop untuk tambahan lagu setelah melihat penampilan pedangdut bernama Mbak Nonik, yang menggunakan jargon tersebut. "Akhirnya saya bikin, tetapi dengan gaya berbeda. Kalau Mbak Nonik kan yang senggak adalah gitaris dan pengiringinnya. Tetapi kalau senggak sekop yang saya gunakan, itu saya sendiri lalu saya upload pada Hari Sabtu malam di Youtube," katanya.</p>
<p>Kemudian pada Minggu siangnya, dia mengunggah lagi lagu Sekecewa Itu dengan senggak Sekop di tiktok berdurasi 30 detik. Ternyata view-nya banyak dan tembus 5 juta penonton. "Saya terkejut langsung dan saya memprediksi viral pasti. Ternyata benar trending beneran sampai sekarang. Hingga saya diundang dalam acara Brownis dan Pagi-pagi Ambyar," ulasnya.</p>
<p>Meskipun sekarang telah menjadi figur publik terkenal. Ponidi mengaku tidak akan melepas jabatan sebagai perangkat desa. "Kalau suruh milih, saya pilih dua duanya. Karena saya merasa mampu (melakukanya) . Sebab saya mulai semua ini dari perangkat desa jadi saya tidak bisa memilih di antara keduanya," katanya.</p>
<p>Oleh karena itu, Ponidi menyatakan hanya menerima undangan manggung saat malam hari atau pun hari libur. Supaya tidak menggangu pekerjaan di balai desa.</p>
<p>"Kalaupun saat manggung, mungkin saya hanya nyanyi dua lagu, tiga lagu. Setelah itu pulang wes, biar tidak capek," imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Balung Kidul Nur Wahyuningsih mengaku mendukung Ponidi berkarier di dunia entertainment.</p>
<p>"Kalau komentar kami tidak ada. Tetapi kalau dukungan kami mendukung sebab membawa nama desa juga kan," tanggapnya.</p>
<p>Nur mengungkapkan Ponidi merupakan perangkat desa yang cukup profesional selama melayani masyarakat. Khususunya, saat mengurusi bantuan sosial bagi warga miskin.</p>
<p>"Mas Ponidi menjadi perangkat desa sejak 2019. Aktifitas Mas Ponidi sama, baik sesudah maupun sebelum jadi artis pun sama tidak ada yang berubah," paparnya.</p>
<p>Dia mengutarakan, masyarakat Desa Balung Kidul mengenal Ponidi, sebagai pribadi yang mudah bergaul dan komunikatif terhadap orang lain.</p>
<p>"Orangnya humble dan kalau ditanya orang itu juga respons. Kalau latar belakang keluarga mas Ponidi itu petani," Imbuh Nur.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guyubkan Perupa di HUT ke&amp;7: IPI Gelar Pameran Lukis Akbar Bertajuk &amp;quot;City of Heroes&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guyubkan-perupa-di-hut-ke-7-ipi-gelar-pameran-lukis-akbar-bertajuk-city-of-heroes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guyubkan-perupa-di-hut-ke-7-ipi-gelar-pameran-lukis-akbar-bertajuk-city-of-heroes</guid>
<description><![CDATA[ Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) merayakan hari jadinya yang ke-7 dengan menggelar Pameran Lukis Akbar &quot;City of Heroes&quot; di Surabaya, menghadirkan 200 karya dari 168 seniman Nusantara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66b22c5e3d1e3.webp" length="37122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 21:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Seni, utamanya lukisan bukan hanya medium untuk mengekspresikan emosi atau menyampaikan kritik sosial, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menjadi pengikat yang menyatukan berbagai kalangan dalam satu ruang apresiasi yang sama. </p>
<p></p>
<p>Di tengah keragaman budaya, latar belakang, dan pandangan hidup, seni lukis mampu menjadi jembatan yang menghubungkan orang-orang, menciptakan dialog tanpa batasan bahasa melalui coretan pensil maupun goresan kuas.</p>
<p></p>
<p>Semangat itulah yang dibawa oleh salah satu wadah terbesar dalam seni lukis di Indonesia yakni Ikatan Pelukis Indonesia (IPI), yang kini sedang merayakan hari jadinya yang ketujuh (7) dengan menggelar Pameran Lukis Akbar bertajuk "City of Heroes" di area Basement Alun-alun Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Ketua IPI, Supa'at Margie menjelaskan bahwa pameran yang berlangsung sejak 3 hingga 31 Agustus 2024 ini merupakan gelaran pameran akbar yang ke-8 oleh IPI dengan skala Nasional, yang pesertanya merupakan seniman dari penjuru Nusantara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b22c3cd2495.webp" alt=""></p>
<p>"Total ada 168 perupa yang ikut dalam pameran untuk rayakan hari jadi IPI yang ketujuh ini, beberapa juga ada yang membawa lebih dari satu lukisan, jadi total ada sekitar 200 karya yang ikut dipamerkan," ungkap Supa'at, Selasa (6/8).</p>
<p></p>
<p>Dirinya juga membeberkan bahwa Kota Surabaya bisa dibilang sebagai sentral atau pusat dari kesenian lukis, yang mana Kota Pahlawan adalah tempat perkumpulan pelukis terbesar dan menjadi Kota dengan perkembangan seni lukis terbesar pula.</p>
<p></p>
<p>"Perkembangannya besar di Kota Surabaya, jadi untuk pengunjung atau kolektor yang tertarik dengan beragam karya dari anggota IPI bisa mampir untuk melihat pameran ini, bagus-bagus juga dibeli," ucapannya dengan tawa.</p>
<p></p>
<p>Selain lukisan besar, di area samping pameran juga terlihat berbagai merchandise seperti lukisan ukuran kecil karya anggota IPI serta alat-alat lukis yang bisa dibeli oleh pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b22c4f528b9.webp" alt=""></p>
<p>"Meski umur IPI memang masih tergolong muda (7 tahun), kami berharap kehadiran IPI bisa menjadi penyemangat masyarakat untuk lebih mencintai seni lukis," tandas Supa'at.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Roman Chuza selaku humas IPI menjelaskan bahwa, selain untuk merayakan Hari Jadi IPI yang ke tujuh (7), pameran ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk menjaga kebersamaan pelukis IPI.</p>
<p></p>
<p>"Ini juga menjadi kesempatan kami untuk meneruskan perihal pembagian Kartu Tanda Anggota (KTA) IPI, agar nantinya diharapkan perihal administrasi di IPI bisa lebih tertata karena IPI ini berbadan hukum," ucap seniman yang bawakan karya berjudul 'Merah Putih' itu.</p>
<p></p>
<p>Roman berharap kegiatan ini tidak hanya bisa meningkatkan kualitas seniman anggota IPI maupun kesenian di Kota Surabaya saja, namun juga bisa mempererat keguyuban seluruh seniman di Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66b22c46c3709.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pameran ini, anggota IPI, grup musik Jawa Jawi yang ikut meriahkan pembukaan, juga rekan-rekan media. Semoga IPI kedepannya busa lebih berkembang lagi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa Didik NSA Tampil Berkarya di Bidang Musik dan Seni Tandai Napak Tilas 77 Tahun YPPI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-didik-nsa-tampil-berkarya-di-bidang-musik-dan-seni-tandai-napak-tilas-77-tahun-yppi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-didik-nsa-tampil-berkarya-di-bidang-musik-dan-seni-tandai-napak-tilas-77-tahun-yppi</guid>
<description><![CDATA[ Kelompok orkestra YPPI-NSA choir sendiri melibatkan lebih dari 100 orang, siswa, guru dan karyawan melantunkan lagu-lagu karya-karya komponis ternama diringi oleh NSA Student&#039;s Orchestra dibawah Conductor Johan Kanani Tarigan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66aef8dd83cab.webp" length="40386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 12:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Jefri yulianto</dc:creator>
<media:keywords>NSA Musik, Seni Napak Tilas, 77, YPPI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) melalui unit sekolah Nation Star Academy (NSA) cetak generasi muda berbakat di bidang karya seni musik, Ahad (4/8).</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Operasional YPPI, Pujiati terkait adanya talenta siswa didik sekolah dalam tampilan konser ketiga tandai peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) YPPI yang ke 77 pada (01/8) malam dengan tema A Step for Change (sebuah langkah untuk perubahan).</p>
<p>Puji menjelaskan prestasi gemilang siswa-siswi anak didik sekolah diperoleh  selama perjalanan menempuh disiplin ilmu yang didapat dalam mata pelajaran musik di seluruh unit sekolah YPPI, termasuk jalani program extrakurikuler didalamnya.</p>
<p>"Kemampuan YPPI dalam menjaga dan mengatur ritme serta strategi untuk terus pertahankan kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada kami sebagai lembaga pendidikan," ujarnya.</p>
<p>Kepercayaan itu, sebutnya diwujudkan dalam kemampuan berkarya dan selalu buat terobosan baru, optimis terus cetak prestasi gemilang generasi muda berbakat dan terampil mengikuti perkembangan jaman dalam hal pendidikan dan pengembangan kurikulum di setiap unit sekolah.</p>
<p>Disebutkan, adapun program belajar siswa yang diajarkan seperti NSP (Nurturing Student's Potential), SSP (Sharpening Student's Potential) di unit sekolah Nation Star Academy dan program extrakurikuler di unit sekolah YPPI serta terdapat mata pelajaran musik di seluruh unit sekolah YPPI, menjadikan seluruh siswa siswi anak didik semakin percaya diri saat proses menimba disiplin ilmu yang diberikan sekolah.</p>
<p>Sementara konser pertama para alumni siswa-siswi diceritakan Kusuma Widya Puspita selaku ketua pelaksana kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 400 siswa, guru dan karyawan serta dihibur oleh bintang tamu Pritta Kartika jebolan talent The Voice Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, dalam ajang kreasi penampilan anak didik sekolah sekaligus menunjukkan bahwa sekolah- sekolah dalam naungan YPPI tidak hanya unggul di bidang akademis namun juga memiliki kemampuan non akademis salah satunya di bidang Music dan Art.</p>
<p>"YPPI dan NSA ini adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencapai prestasi dan mendapatkan image sebagai sekolah yang berkualitas di kota Surabaya mencetak generasi muda menuju kesiapan bonus demografi indonesia emas 2045 usia produktif cerdas, kreatif, dan siap hadapi tantangan masa depan saling mengisi dan kolaborasi," cetusnya.</p>
<p>Tak ketinggalan melalui setiap rangkaian komposisi yang melibatkan berbagai alat musik seperti piano, gitar, saxophone, violin, cello, flute, recorder, pianica, drum dan perkusi yang dibawakan oleh sekitar 60 pemain akan mengiringi lagu-lagu yang dibawakan oleh paduan suara dan juga beberapa tampilan solo.</p>
<p>Kelompok orkestra YPPI-NSA choir sendiri melibatkan lebih dari 100 orang, siswa, guru dan karyawan melantunkan lagu-lagu karya-karya komponis ternama diringi oleh NSA Student's Orchestra dibawah Conductor Johan Kanani Tarigan. </p>
<p>"Melalui berbagai bakat musik yang dimiliki oleh para siswa, mereka belajar untuk mengembangkannya dengan berlatih secara konsisten dan disiplin, menikmati saat-saat memainkan alat musik dan menyanyikannya bersama-sama dalam satu tim," ulasnya.</p>
<p>Menutup wawancara, Diah optimis dalam penampilan konser tersebut adalah awal dari karya terbaik mereka untuk bangsanya guna melahirkan karya- karya besar mereka nantinya bagi Indonesia di masa depan.(*)</p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Okupansi Hotel Non Bintang Dibawah 50 Persen Jelang JFC 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/okupansi-hotel-non-bintang-dibawah-50-persen-jelang-jfc-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/okupansi-hotel-non-bintang-dibawah-50-persen-jelang-jfc-2024</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno katakan untuk okupansi hunian hotel di Jember saat ini hanya memberikan keuntungan bagi penginapan di wilayah dekat dengan lokasi acara ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66ac95f553af8.webp" length="55990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 17:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, jember hari ini, acara jember, jember hari ini, berita jember, jember fashion carnival, PHRI, JFC, perhimpunan hotel dan restoran indonesia, teguh soeprajitno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Jember, SJP</strong>-  Event tahunan Jember Fashion Carnival (JFC) kembali digelar selama 3 hari di Jember. Gelaran even JFC itu akan digelar dari tanggal 2-4 Agustus 2024. </p>
<p>Event pertama JFC tahun 2024 yang kali ini mengangkat tema ALGORITHM. Untuk even JFC pertama adalah World Kids Carnival yang akan dimulai pukul 15.00 WIB, hari ini Jumat 2 Agustus 2024.</p>
<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno katakan untuk okupansi hunian hotel di Jember saat ini hanya memberikan keuntungan bagi penginapan di wilayah dekat dengan lokasi acara. </p>
<p>Namun bagi hotel yang agak jauh dari lokasi acara belum memberikan dampak yang signifikan. Bahkan kata Teguh, diduga okupansi yang masih kurang juga karena kurangnya promosi soal even JFC yang dilakukan oleh pemerintah daerah.</p>
<p>"Kalau pantauan saat ini di lapangan, untuk hotel berbintang dan lokasinya dekat dengan venue (lokasi acara) JFC. Info dari anggota kami (PHRI Jember), hunian atau jumlah kamar sudah penuh semua sejak hari ini. Tapi mungkin nanti di hari Jumat dan Sabtu, akan ada peningkatan. Karena Minggu kan puncak evennya," kata Teguh.</p>
<p>Namun demikian, lanjut Teguh, untuk hotel non bintang kondisinya malah berbanding terbalik.</p>
<p>"Kalau hotel non bintang belum belum terlalu signifikan naiknya, jadi yang terpantau sampai saat ini baru ada (untuk hotel) berbintang," ucapnya.</p>
<p>Terkait jumlah angka pengunjung yang menginap dan melakukan reservasi di hotel, Teguh berkata pihaknya mengaku belum melakukan penghitungan pasti.</p>
<p>"Tapi kalau dari laporan yang kami terima dari anggota (PHRI Jember), untuk hotel berbintang kisaran sekitar 90 persen okupansi tamu yang menginap. Kalau hotel yang non berbintang dan lokasinya agak jauh dari venue masih di bawah 50 persen, kisaran 40 persen itu," ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Teguh berkata pihaknya juga menduga kurangnya promosi yang dilakukan oleh Pemkab Jember terkait even JFC tahun 2024 ini</p>
<p>"Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kalau dari pengamatan kami ada bentuk promosi dan publikasi dari pemerintah kabupaten. Tapi tahun ini hal itu kalau menurut kami kurang," ucapnya.</p>
<p>"Harapan kami, publikasi dan promosi itu penting. Sehingga masyarakat di luar Jember bisa tahu even besar tahunan ini. Jadi bisa tahu dimana untuk menginap dan ada koordinasi dengan kami di perhotelan. Tapi itu dari pandangan kami. Tidak tahu kalau promosi itu mungkin sudah dilakukan," sambungnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66acac8ad1aca.webp" alt=""></p>
<p>Sedangkan jumlah hunian tamu di hotel atau penginapan yang tergabung sebagai anggota PHRI, Teguh menilai tidak terlalu signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>"Mungkin karena menjelang Pilkada atau bagaimana saya kurang paham. Sejujurnya, hunian hotel dari laporan anggota kami. Juga malah disupport oleh masyarakat dari Bali yang mau ada kegiatan keagamaan di Senduro, Lumajang," bebernya. "Jadi kalau soal JFC saat ini belum terlalu signifikan. Kami berharap mungkin besok dan lusa. Nanti kita akan pantau." </p>
<p>Sementara itu menurut Marketing Communications Aston Hotel Jember Azis Kurniawan Syach, terkait even JFC tahun ini. Untuk hunian kamar saat ini okupansinya di atas 90 persen.</p>
<p>"Tapi kami akui hal itu tidak hanya karena momen even JFC. Tapi karena nama (besar) hotel kami dan juga dari even ini, nama hotel kami selalu jadi jujukan pengisi acara maupun tamu-tamu pemerintahan yang akan menonton JFC di Jember," kata Azis.</p>
<p>Terkait publikasi ataupun promosi soal JFC, diakui juga oleh Azis, tidak terlalu menunjang jumlah okupansi.</p>
<p>"Karena seperti halnya x banner, flayer, ataupun bentuk pengumuman lain tidak ada. Ya karena orang tahunya ada even JFC, dan memilih hotel kami untuk menginapnya. Bagi kami ada tidaknya promosi dan publikasi JFC tidak menjadi pengaruh. Tapi kami berkoordinasi dengan hotel lain, jika hunian di tempat kami penuh," ujarnya.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Intip Pola Arus Lalu Lintas di Jember Saat Pagelaran JFC 2&amp;4 Agustus 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/intip-pola-arus-lalu-lintas-di-jember-saat-pagelaran-jfc-2-4-agustus-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/intip-pola-arus-lalu-lintas-di-jember-saat-pagelaran-jfc-2-4-agustus-2024</guid>
<description><![CDATA[ KBO Satlantas Polres Jember Iptu Ika Mufid Dati mengatakan pihaknya bersama Dishub Kabupaten Jember telah menetapkan rekayasa arus lalu lintas di wilayah atau ruas jalan protokol yang nantinya akan digunakan untuk pagelaran JFC. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x580_66ac93db7b287.webp" length="39642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 16:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, jember hari ini, acara jember, jember hari ini, berita jember, jember fashion carnival, satlantas polres jember, JFC</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Jember, SJP</strong>- Satlantas Polres Jember membuat pola operasi rekayasa lalu lintas saat pagelaran Jember Fashion Carnival (JFC) pada tanggal 2 hingga 4 Agustus.</p>
<p>Kegiatan atau rute yang dilalui oleh peserta JFC pada tanggal 2 dan 3 Agustus (WACI, Kids &amp; Pets Carnival) adalah start dari Jalan Sudarman (Depan Kantor Pemkab Jember) berjalan ke arah barat melalui Jalan Sultan Agung hingga finish di Kota Cinema Mall (KCM) di Jalan Gajah Mada.</p>
<p>Sedangkan untuk tanggal 4 Agustus (Grand Carnival) adalah start dari Jalan Sudarman (Depan Kantor Pemkab Jember) berjalan ke arah barat melalui Jalan Sultan Agung hingga melewati Jalan Gajah Mada dan finish di GOR PKPSO Kaliwates.</p>
<p>KBO Satlantas Polres Jember Iptu Ika Mufid Dati mengatakan pihaknya bersama Dishub Kabupaten Jember telah menetapkan rekayasa arus lalu lintas di wilayah atau ruas jalan protokol yang nantinya akan digunakan untuk pagelaran JFC.</p>
<p>"Untuk tanggal 2 dan 3 nanti itu kan finish di KCM, ruas jalan kalau dari arah Barat itu kendaraan kita arahkan di simpang jalan Teratai ke utara. Untuk yang dari Utara atau Bondowoso, penutupan jalan terjadi di simpang empat SMPN 2 Jember. Dan untuk pusat kegiatan JFC di Alun-alun itu kita tutup total mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai kegiatan," katanya, Jumat 2 Agustus 2024.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66aca88f9d8f1.webp" alt=""></p>
<p>"Pengalihan arus lalu lintas yang dari Utara itu di simpang empat SMPN 2 Jember belok ke kiri, kalau dari arah Timur itu di persimpangan Gladak Kembar belok ke kiri dan dari arah Barat belok ke kanan lewat Jalan Teratai," sambungnya.</p>
<p>Sementara untuk tanggal 4 Agustus mendatang, lanjut Ika, penutupan jalan akan terjadi mulai dari simpang empat Argopuro (dari arah Barat), simpang empat SMPN 2 Jember (dari arah Utara) dan simpang tiga Yon Armed (dari arah Timur).</p>
<p>"Jadi mulai dari simpang empat Argopuro, kendaraan yang dari Surabaya mau ke arah Jember Kota itu diarahkan lewat MAN 1 jalan Imam Bonjol, nanti tembus Tegal Besar Pasar Sabtuan. Kalau yang dari Banyuwangi itu ke arah Pakem atau lewat daerah Yon Armed," jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202408/image_870x_66aca8a558e73.webp" alt=""></p>
<p>"Sementara untuk kendaraan besar dari Barat atau Surabaya tetap lewat perempatan Mangli. Ke arah Banyuwangi belok kanan, kalau Bondowoso belok ke kiri lewat Sukorambi atau taman Botani," imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk daerah Jember Kota, masih kata Ika, semua kendaraan tidak diperkenankan lewat karena akan ditutup total.</p>
<p>"Dari arah Bondowoso ke Jember kota itu ditutup mulai dari SMPN 2 Jember. Alternatifnya bisa ke kiri arah RD Jember Klinik dan lewat Jalan Ciliwung sampai Halte dan Wali Songo. Disitu sudah ada anggota kami (satlantas) yang standby. Di area situ juga kendaraan tidak diperbolehlan parkir, terlebih di lokasi yang di lewati peserta JFC," ujarnya.</p>
<p>"Kurang lebih ada 115 anggota dari Satlantas Polres Jember yang akan standby dan melakukan pengamanan saat pagelaran JFC," tutupnya.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kampanye 1000 Pohon: Wisma Jerman Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Konser Senandung Alam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kampanye-1000-pohon-wisma-jerman-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan-lewat-konser-senandung-alam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kampanye-1000-pohon-wisma-jerman-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan-lewat-konser-senandung-alam</guid>
<description><![CDATA[ Konser Senandung Alam tidak hanya sebuah ajakan untuk menjaga alam, namun juga ajakan agar menjaga serta menciptakan ruang-ruang yang ramah bagi anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66a70927df667.webp" length="38588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 11:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Aksi Cinta Indonesia, ACI, Climate Fresk Indonesia, Komunitas Narasi Jawa Timur, Senandung Alam, Kampanye 1000 Pohon, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP</strong> - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang penuh dengan bangunan beton dan kendaraan bermotor, keberadaan pohon menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan alam dan kualitas hidup manusia.</p>
<p>Salah satu komunitas yang cukup gencar dalam gerakan peduli lingkungan di Surabaya ialah Wisma Jerman, salah satunya melalui gerakan kampanye "1.000 Trees Campaign" atau "Kampanye 1.000 Pohon" yang telah dimulai sejak April lalu hingga Desember 2024 nanti.</p>
<p>Pesan dan ajakan untuk mengikuti kampanye ini telah dilakukan dengan berbagai cara oleh Wisma Jerman, salah satunya melalui konser penggalangan dana bertajuk "Senandung Alam" di Ciputra Hall Surabaya, Minggu (28/7) kemarin.</p>
<p>Firman Santriyo selaku Public Relations Wisma Jerman mengungkapkan bahwa puncak dari kampanye ini ialah penanaman 1.000 pohon di Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya yang direncanakan akan dilaksanakan pada Desember mendatang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66a709150ffdc.webp" alt=""></p>
<p>"Kami mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk menanam pohon, dan konser ini adalah salah satu media untuk menyebarluaskan kampanye itu," ucap Firman, Senin (29/7).</p>
<p>Untuk konser Senandung Alam sendiri, Wisma Jerman menggandeng beberapa pihak lain yang diantaranya adalah Aksi Cinta Indonesia (ACI), Climate Fresk Indonesia, dan Komunitas Narasi Jawa Timur yang sebagian besar perannya, mulai dari MC hingga bagian desain dilaksanakan oleh anak-anak.</p>
<p>"Kenapa kita menggandeng ACI dan beberapa pihak lain itu karena adanya kesamaan kepentingan, yakni selain tentang lingkungan juga perhatian akan pendidikan, khususnya untuk anak," sebutnya.</p>
<p>Firman mengungkapkan bahwa konser Senandung Alam tidak hanya sebuah ajakan untuk menjaga alam, namun juga ajakan agar menjaga serta menciptakan ruang-ruang yang ramah bagi anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66a7091bae279.webp" alt=""></p>
<p>"Gerakan menanam pohon ini yang akan merasakan manfaatnya nanti adalah anak-anak di masa depan, maka dari itu disini kita juga beri ruang kepada anak untuk tumbuh dan berkreasi melalui hiburan dan nyanyian yang cocok untuk mereka," tutur Firman.</p>
<p>"Karena kita tahu di zaman sekarang anak-anak kerap mengkonsumsi hiburan dan terutama lagu-lagu yang tidak sesuai umurnya, kita tidak boleh membiasakan hal itu," imbuhnya.</p>
<p>Dalam konser Senandung Alam sendiri, tersaji penampilan pertunjukan seni dari anak-anak anggota ACI, termasuk tari tradisional yang dibawakan oleh anak-anak TK Elyon Surabaya (little elyoner) dengan latar belakang panggung yang dihiasi dengan ilustrasi yang digambar oleh para remaja dari Tim Komik ACI.</p>
<p>"Untuk lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu hits dari berbagai era dan musisi seperti Vina Panduwinata, Chrisye, hingga Maudy Ayunda yang syair dan liriknya tentang kekeluargaan, pertemanan, dan tidak lupa juga tentang alam," ujar Firman.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66a709223d5eb.webp" alt=""></p>
<p>Salah satu hal lain yang menarik dari konser ini ialah ketersediaan tiket "Hope", yakni tiket yang bisa dibeli untuk disumbangkan kepada anak-anak panti asuhan agar mereka bisa ikut hadir menyaksikan konser Senandung Alam.</p>
<p>"Dari tiket Hope itu akhirnya kita bisa menghadirkan puluhan anak-anak panti asuhan yang tergabung dari Panti Asuhan Santa Beatrice, Panti Asuhan Bonek, dan Wepose," sebutnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66a71aa5185ab.webp" alt=""></p>
<p>Melalui konser ini, ACI, Wisma Jerman, Climate Fresk Indonesia, dan Komunitas Narasi Jawa Timur ingin mengajak masyarakat Surabaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, baik itu alam maupun masyarakat, khususnya pada generasi muda. </p>
<p>Sebagai informasi tambahan, usai konser Senandung Alam itu digelar, kini gerakan "Kampanye 1.000 Pohon" oleh Wisma Jerman telah berhasil mengumpulkan 400 pohon, ditargetkan 1.000 pohon dapat terkumpul di masa akhir kampanye, tepatnya pada Desember 2024 nanti.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ternyata Celine Dion &amp;apos;Ngamen Gratis&amp;apos; di Pembukaan Olimpiade 2024!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ternyata-celine-dion-ngamen-gratis-di-pembukaan-olimpiade-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ternyata-celine-dion-ngamen-gratis-di-pembukaan-olimpiade-2024</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66a59c3d80ed0.webp" length="21610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 09:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paris, SJP -  </strong>Penggemar Céline Dion tak akan percaya jika penyanyi legendaris ini ternyata tidak dapat bayaran sepeserpun saat tampil di upacara pembukaan Olimpiade 2024. </p>
<p>"Saya memilih untuk bekerja dengan seluruh tubuh dan jiwa saya, dari ujung kepala hingga ujung kaki, dengan tim medis," paparnya. "Tujuan saya adalah melihat Menara Eiffel lagi!"</p>
<p>Sementara beberapa media mengindikasikan Céline akan dibayar besar untuk penampilannya di Olimpiade, media Page Six mengungkapkan bahwa penyanyi "My Heart Will Go On" itu tidak menerima gaji untuk menjadi bagian dari program tersebut.</p>
<p>Terlebih lagi, media tersebut mengatakan tidak ada satu pun penampil yang akan menerima sejumlah uang untuk menjadi bagian dari upacara pembukaan.</p>
<p>"Bertentangan dengan beberapa laporan media, para penampil di upacara Olimpiade Paris 2024 tidak akan menerima bayaran untuk penampilan mereka," kata juru bicara Olimpiade kepada publikasi tersebut pada tanggal 24 Juli. "Keputusan mereka untuk tampil dalam kondisi ini mencerminkan keinginan mereka untuk menjadi bagian dari acara bersejarah bagi Prancis dan dunia olahraga."</p>
<p>Meskipun tidak mendapatkan uang untuk penampilannya, penyelenggara Olimpiade akan membayar beberapa hal.</p>
<p>Terutama, semua biaya yang diperlukan untuk aspek produksi dan penampilan akan dibayarkan dan bukan menjadi tanggung jawab tim Céline.</p>
<p>Meskipun demikian, Céline sangat senang berada di Paris dengan mengunggah foto yang diambil di Museum Louvre di Instagram, Céline mengungkapkan betapa dia menikmati kembali ke kota yang dicintainya.</p>
<p>"Setiap kali saya kembali ke Paris, saya ingat masih banyak keindahan dan kegembiraan yang bisa saya alami di dunia ini," tulisnya pada tanggal 24 Juli. "Saya cinta Paris, dan saya sangat senang bisa kembali! Terima kasih kepada teman-teman hebat kami di The Louvre!" (**)</p>
<p>Sumber : Good Housekeeping</p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Celine Dion Tampil Memukau di Pembukaan Olimpiade Paris 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/celine-dion-tampil-memukau-di-pembukaan-olimpiade-paris-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/celine-dion-tampil-memukau-di-pembukaan-olimpiade-paris-2024</guid>
<description><![CDATA[ Celine Dion menghibur lebih dari 300.000 penonton, termasuk sekitar 6.800 atlet, setelah masa pemulihan dari penyakit yang ia derita ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66a4b09173fae.webp" length="24902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 16:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>celine dion, olympics 2024, paris 2024 olympics, olimpiade paris 2024</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paris, SJP </strong>- “If the sky should fall into the sea, and the stars fade all around me …” so begins France’s most famous song about love: “L’hymne à l’amour.”</p>
<p>“Jika langit runtuh ke laut, dan bintang-bintang memudar di sekelilingku …” begitu awal lagu Prancis yang paling populer tentang cinta: “L’hymne à l’amour.”</p>
<p>Pada malam upacara Pembukaan Olimpiade Paris 2024, langit dipenuhi badai dengan awan hujan, Sungai Seine menggantikan laut dan bintang-bintang yang mungkin muncul dibayangi oleh Menara Eiffel yang berkilauan. </p>
<p>Namun penghormatan abadi Edith Piaf untuk cinta yang hilang terdengar sama pedihnya seperti pertama kali didengar lebih dari setengah abad yang lalu.</p>
<p>Berdiri di balkon Menara Eiffel, dengan cincin Olimpiade yang terpasang di sisi besinya, penyanyi terkenal dunia Celine Dion menghibur lebih dari 300.000 penonton, termasuk sekitar 6.800 atlet, setelah masa pemulihan dari penyakit yang ia derita.</p>
<p>Penampilannya yang memukau menandai pertama kalinya Dion bernyanyi secara langsung sejak ia didiagnosis menderita stiff syndrome pada tahun 2022.</p>
<p>Penyakit neurologis langka ini menyebabkan kejang otot dan kekakuan pada tubuh bagian atas dan bawah.</p>
<p>Yang paling parah bagi Dion, penyakit ini juga membuat penyanyi Kanada itu kesulitan mengendalikan pita suaranya.</p>
<p>Tujuh puluh lima tahun sebelum penampilan Dion di Paris 2024, penyanyi legendaris lainnya, Piaf, membawakan lagu ini untuk pertama kalinya dengan suara tak kalah cantik sarat emosi sesuai lagu yang dibawakan.</p>
<p>Ikon Prancis itu menggubah lirik "L'hymne à l'amour" di sebuah rumah yang ia tinggali bersama petinju profesional Prancis-Aljazair dan juara kelas menengah dunia Marcel Cerdan sebagai penghormatan atas kisah cinta mereka.(**)</p>
<p>Sumber: Olympics.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggoro Mulneo: Satu&amp;satunya Perwakilan Indonesia Yang Terpilih Sabet Penghargaan Lomba Gambar di Bulgaria</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggoro-mulneo-satu-satunya-perwakilan-indonesia-yang-terpilih-sabet-penghargaan-lomba-gambar-di-bulgaria</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggoro-mulneo-satu-satunya-perwakilan-indonesia-yang-terpilih-sabet-penghargaan-lomba-gambar-di-bulgaria</guid>
<description><![CDATA[ Lukisan bergambar Dewi lingkungan sedang melindungi satwa liar karya Anggoro Mulneo hantarkan dirinya menyabet penghargaan lomba internasional di Bulgaria. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66a1000fa86ff.webp" length="17442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 20:45:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, Lomba Internasional, Bulgaria, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Prestasi membanggakan kembali diraih oleh anak bangsa, salah satu murid dari Lotus Art Courses, yakni Anggoro Mulneo berhasil menjadi satu-satunya perwakilan anak Indonesia yang karyanya terpilih dalam lomba gambar internasional di Bulgaria.</p>
<p></p>
<p>Dalam perlombaan yang diadakan oleh Little Zoograf Foundation bertajuk World Competition For Children’s Drawing 2023 itu, Anggoro bersaing dengan ribuan karya anak-anak dari berbagai Negara di Seluruh Dunia dan masuk sebagai 76 Karya terbaik yang terpilih.</p>
<p></p>
<p>Dalam perlombaan yang angkat tema "Kehidupan Binatang dan Hewan" dengan media gambar kertas A3 itu, karya dari Anggoro berhasil menyabet penghargaan honorable mention.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemui di Lotus Art Space, Anggoro mengaku senang karena karyanya yang gambarkan tentang Dewi lingkungan sedang melindungi satwa-satwa liar itu berhasil mengantarkannya mendapatkan penghargaan di perlombaan tingkat internasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66a1001487718.webp" alt=""></p>
<p>"Jujur awalnya menantang karena sukit untuk menemukan ide harus gambar apa, tetapi setelah coba-coba dan adanya dukungan juga dari keluarga akhirnya bisa kepikiran," ucap siswa kelas 9 di SMP 1 Surabaya itu, Rabu (24/7).</p>
<p></p>
<p>Pemuda berumur 14 tahun yang bercita-cita sebagai arsitek itu berharap, capaian membanggakannya ini bisa membantunya untuk memudahkannya menempuh pendidikan di sekolah favoritnya melalui jalur prestasi.</p>
<p></p>
<p>Usai menyerahkan sertifikat milik Anggoro yang dikirimkan dari Bulgaria, I Putu Mahendra selaku Founder Lotus Art Courses mengungkapkan rasa bangganya karena salah satu anak didiknya kembali mampu untuk mengharumkan nama bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Ini jadi kebanggaan dan tersendiri bagi anggoro dan Lotus Art Courses, karena dirinya menjadi satu satunya anak Indonesia yang karyanya terpilih untuk kembali membawa nama Indonesia di kancah dunia," ujar Putu.</p>
<p></p>
<p>Putu mengungkapkan bahwa pengiriman sertifikat untuk perlombaan tersebut terhitung lama karena baru datang sekarang, terhitung satu tahun karena perlombaan tersebut digelar pada tahun 2023 lalu.</p>
<p></p>
<p>"Bukan masalah, intinya kita terus mendukung anak Indonesia untuk raih prestasi di dalam maupun luar negeri," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Island Vibes, Tour Konser Reggae 10 Kota Hadir di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/island-vibes-tour-konser-reggae-10-kota-hadir-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/island-vibes-tour-konser-reggae-10-kota-hadir-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menggelar tour konser di 10 kota di Indonesia, dan mampir di Kota Malang. Sebelumnya tur musik reggae tersebut telah sukses menggema di enam kota diantaranya Tangerang, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta dan Semarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_669f9a633450d.webp" length="48222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 19:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords>island vibes, konser reggae, malang, richeese, Coconuttreez, S2B Family, Richard D Gilis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Island Vibes, merupakan album kolaborasi antara sejumlah musisi reggae terbaik di Indonesia seperti Coconuttreez, S2B Family, Richard D Gilis dan masih banyak lagi.</p>
<p>Dijelaskan oleh EO Puradiredja selaku produser musik, bahwa Island Vibes ini juga rangkaian tur musik reggae.</p>
<p>Mereka menggelar tour konser di 10 kota di Indonesia, dan mampir di Kota Malang. Sebelumnya tur musik reggae tersebut telah sukses menggema di enam kota diantaranya Tangerang, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta dan Semarang.</p>
<p>"Kota ketujuhnya di kota Malang pada Rabu besok di lapangan parkir Stadion Kanjuruhan," ungkap EO, Selasa (23/07). </p>
<p>Selanjutnya Island Vibes Reggae Party akan menyambangi Banyuwangi pada 27 Juli, Sanur - Bali 31 Juli dan Mataram - Lombok pada 3 Agustus. Tur akan ditutup pada 10 Agustus di Sama Sama Reggae Bar, Gili Trawangan. </p>
<p>Ditambahkan oleh Aulia Mahariza dari TMC, bahwa dalam konser esok akan disuguhkan 28 lagu. Berbagai tembang reggae tersebut dibawakan oleh CTTZ, Richard D Gilis, S28 Family, Alvons Freedom, tawa Amg, Kamga , Conrad Good Vibration dan Radhit Echoman. </p>
<p>Mereka tak hanya membawakan lagu-lagu di album tersebut, namun juga karya masing-masing. </p>
<p>“Konsernya sama seperti albumnya: konser kolaborasi yang mengisi Island Vibes ini,” ucap Aulia.<strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Petik Laut Puger Kulon Disambut Olahraga Surfing, Ribuan Pasang Mata Dibuat Takjub</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petik-laut-puger-kulon-disambut-olah-raga-surfing-ribuan-pasang-mata-dibuat-takjub</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petik-laut-puger-kulon-disambut-olah-raga-surfing-ribuan-pasang-mata-dibuat-takjub</guid>
<description><![CDATA[ Perihal tradisi turun temurun masyarakat nelayan tersebut juga jadi ajang swafoto masyarakat dan juga dilihat ribuan pasang mata di Pelawangan Pancer Puger ketika iring iringan perahu berlayar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_669df7965c319.webp" length="62208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 14:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>M Rochul Ulum</dc:creator>
<media:keywords>Jember, jember hari ini, acara jember, jember hari ini, berita jember, petik laut, puger kulon, surfing</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Jember, SJP </strong>- Perayaan petik laut atau tradisi sedekah laut yang berada di desa Puger kulon kecamatan Puger pada Senin (22/7).</p>
<p>Ratusan perahu mulai dari ukuran besar hingga kecil dengan berbagai ornamen menghantarkan ubo rampe atau jolen untuk di lepas di samudra.</p>
<p>Perihal tradisi turun temurun masyarakat nelayan tersebut juga jadi ajang swafoto masyarakat dan juga dilihat ribuan pasang mata di Pelawangan Pancer Puger ketika iring iringan perahu berlayar.</p>
<p>Tidak hanya disuguhkan pelepasan jolen, masyarakat juga dibuat takjub dengan adanya para peselancar yang ikut serta dalam kegiatan petik laut tersebut.</p>
<p>Para pesurfing bernama Puger Surf yang dikomandoi Ali Al Hasan tersebut menambah semaraknya petik laut 2024.</p>
<p>Pasalnya, para peselancar tersebut memamerkan keahlian mereka menerjang ombak yang tingginya kurang lebih 3 meter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669e127c459c0.webp" alt=""></p>
<p>"Kami dari Puger Surf ikut serta dalam pesta petik laut, karena ini selain sudah tradisi.Ini adalah moment dimana kami para pecinta surfing memperkenalkan diri kepada masyarakat, jika wisata Puger ini ada olahraga yang tidak kalah sama Bali dan tempat tempat lain," kata Ali Al Hasan ketua Puger Surf.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, Ali berharap pemerintah kabupaten Jember peka, jika bisa secepatnya adakan event surfing di Puger, karena ombak di pantai pancer itu tidak kalah dari pantai lain.</p>
<p>"Pemerintah segera turun tangan, Puger itu luar biasa ombaknya, kultur masyarakat nya juga ramah.Ini bisa dijadikan barometer Jember ataupun jelas dunia.Selain itu semoga nanti pemerintah pusat segera menambahkan break water, (pemecah ombak) satu lagi, biar olahraga surfing dan pemula bisa belajar lebih giat dan jadi atlit surfing dunia," ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669e12917bdbe.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, kepala desa Puger Kulon Nurhasan menyampaikan disela sela kesibukan petik laut jika tradisi ini harus dijaga dan dilestarikan.</p>
<p>"Tradisi harus dijaga, ini adalah rangkaian beberapa kegiatan di wilayah Puger kulon, hingga puncaknya petik laut.Karena wilayah kami adalah kampung nelayan. Selain itu Puger juga punya wisata bagus dan olahraga surfing yang bagus," ungkapnya.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Hari Anak Nasional 2024: Peran Sanggar dan Seniman dalam Asah Kreativitas Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-anak-nasional-2024-peran-sanggar-dan-seniman-dalam-asah-kreativitas-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-anak-nasional-2024-peran-sanggar-dan-seniman-dalam-asah-kreativitas-anak</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai upaya pengalihan anak dari gadget, juga sekaligus dalam rangka menyambut hari anak nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2024 lusa, beberapa sanggar se-Kota Surabaya menggelar kegiatan kesenian yang angkat tema &quot;Srawung Sambang Sambung&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_669cffd106087.webp" length="40250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 19:45:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Anak Nasional, Komnas PA Surabaya, BG Junction, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Kesenian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan holistik seorang anak, baik itu dalam bentuk musik, tari, teater, maupun seni rupa dapat menjadi sebuah media anak-anak untuk mengekspresikan diri mereka,</p>
<p></p>
<p>Namun di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kini anak-anak terlena dan kerap menghabiskan waktu mereka untuk menatap layar gadget mereka, sehingga tidak jarang kebiasaan tersebut mengganggu pertumbuhan anak.</p>
<p></p>
<p>Sebagai upaya pengalihan anak dari gadget, juga sekaligus dalam rangka menyambut hari anak nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2024 lusa, beberapa sanggar se-Kota Surabaya menggelar kegiatan kesenian yang angkat tema "Srawung Sambang - Sambung Saduluran Sanggar Seni" di Mall BG Junction (BGJ) Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak sanggar se Surabaya ini digagas oleh Sanggar Seni Omah Ndhuwur dengan mengajak seniman dan pihak-pihak lain yang sama-sama memiliki semangat dalam memberikan wadah kreasi bagi anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669cffcbd7e35.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk berlatih, bermain dan pentas bersama, salah satunya menampilkan kesenian tari remo.</p>
<p></p>
<p>"Meski kegiatan ini hanya berjalan sekitar satu hingga dua jam, namun disini kita semua bekerja nyata agar anak-anak bisa terbebas dari gadgetnya," ujar Kang Semut selaku Kepala Sanggar Omah Ndhuwur, Minggu (21/7).</p>
<p></p>
<p>Kang Semut juga menyoroti perihal sanggar-sanggar yang kini lebih sering bersaing dan beradu, menggeser fungsi awal dari sanggar yang menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi akan semua hal.</p>
<p></p>
<p>"Jadi harapannya melalui kegiatan ini, kita bisa memberikan contoh bahwa sanggar itu mengutamakan kebersamaan, bukan bersaing mana yang bagus mana yang tidak," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669cffd9b5dc5.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, beberapa pihak yang diundang diantaranya adalah Dalang Ki Ompong Sudarsono, budayawan aksara jawa Cak Wiwid, Seniman tari Sufi dari Sanggar Rumah Cinta, bahkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Tim suarajatimpost.com juga sempat mewawancarai Ki Ompong Sudarsono yang hadir dalam kegiatan tersebut dan mengajak anak-anak yang menjadi peserta belajar sopan santun melalui pertunjukan wayang kontemporer yang sudah menjadi ciri khasnya.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini luar biasa, karena pendidikan anak bukan tanggungjawab dari pemerintah saja, namun juga orang tua dan kita sebagai seniman juga punya tanggung jawab untuk membentuk karakter anak," terang 'kawan' seniman dan budayawan asal Jawa Tengah itu.</p>
<p></p>
<p>Dirinya menuturkan bahwa anak-anak zaman sekarang itu sudah cerdas, terlebih karena kehadiran teknologi, maka dari itu baginya orangtua sebenarnya bisa lebih fokus untuk membentuk karakter anak menjadi baik.</p>
<p></p>
<p>"Jadi jangan buat anak itu oenuh akan kebencian, bahkan jika orangtua ada tidak kesesuaian dengan kondisi negara saat ini, tetap ajarkan anak untuk cinta tanah air," tandasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669cffe1392d2.webp" alt=""></p>
<p>Adapun Dodik selaku pelatih Tari Sufi Nusantara dari sanggar Rumah Cinta Surabaya yang juga memeriahkan kegiatan dengan penampilan tarian religius asal Timur Tengah itu, tepatnya dari Turkey.</p>
<p></p>
<p>"Disini kita juga gunakan untuk mengenalkan budaya tari Sufi Nusantara, salah satu pembedanya adalah topi yang kita gunakan warna merah, sedangkan di Turkj berwarna coklat," tutur Dodik.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komnas PA Surabaya yakni Syaiful Bachri yang turut hadir dalam kegiatan merupakan suatu wujud bahwa segala kegiatan yang dilakukan oleh penggiat seni dan sanggar budaya di Surabaya bukanlah suatu bentuk eksploitasi, melainkan sebuah apresiasi.</p>
<p></p>
<p>"Disini tidak ada unsur eksploitasi karena eksploitasi itu memanfaatkan anak jadi duit, sedangkan ini eksplorasi kemampuan anak untuk mereka hasilkan duit, jadi mereka disini bukan bekerja melainkan diberdayakan," ujarnya Syaiful.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669cffe89cb36.webp" alt=""></p>
<p>Syaiful juga menegaskan perihal status Kota Ramah Anak yang dipegang oleh Kota Surabaya kini masih sekadar status, dan salah satu cara untuk merealisasikan status tersebut ialah dengan menyelesaikan masalah kecanduan gadget di kalangan anak.</p>
<p></p>
<p>"Jadi dari kegiatan ini, kita harap anak-anak akan semakin kenal dan cinta akan budaya Nusantara, dan akhirnya mereka bisa perlahan tudak bergantung demgan gadget karena sibuk belajar seni," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pimpin Parade Surabaya Bervespa ke Kota Lama, Cak Eri Rencanakan Bentuk Vespa Club Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pimpin-parade-surabaya-bervespa-ke-kota-lama-cak-eri-rencanakan-bentuk-vespa-club-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pimpin-parade-surabaya-bervespa-ke-kota-lama-cak-eri-rencanakan-bentuk-vespa-club-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berencana menciptakan &quot;Vespa Club Surabaya&quot; sebagai wadah seluruh komunitas Vespa yang ada di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_669c75958da10.webp" length="67496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 10:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Vespa, Surabaya Bervespa, Eri Cahyadi, Vespa Club Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, SJP - Penggemar otomotif pasti sudah tidak asing dengan Vespa, skuter legendaris asal Italia yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia</p>
<p>Desain klasik yang tak lekang oleh waktu itu menjadikan Vespa lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan juga sebagai simbol gaya hidup dan komunitas.</p>
<p>Melihat banyaknya penggemar kendaraan ikonik tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berencana menciptakan "Vespa Club Surabaya" sebagai wadah seluruh komunitas Vespa yang ada di Kota Pahlawan.</p>
<p>Hal tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan turing bareng menggunakan motor vespa bertajuk "Surabaya Bervespa" pada Minggu (21/7) di Balai Kota Surabaya yang diikuti oleh ratusan penggemar vespa dari berbagai daerah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669c756b217ad.webp" alt=""></p>
<p>"Selamat datang untuk semua komunitas Vespa, baik yang dari dalam dan luar Surabaya," sambut Eri yang juga mengaku sebagai salah satu penggemar berat kendaraan ikonik tersebut.</p>
<p>Kegiatan Surabaya Bervespa sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan komunitas Vespa dan influencer vespa Ibu Kota seperti Sintya Marisca, Reza Ali Mufti, Dekjaw, dan seorang skateboardist yakni Satria Vijie.</p>
<p>Peserta turing yang terdiri dari berbagai kalangan pengguna vespa klasik dan modern itu dilepas dari halaman Balai Kota Surabaya oleh Cak Eri sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Peserta kemudian diarahkan untuk berkeliling di kawasan Kota Lama dan finish di depan Shin Hua Barbershop, salah satu kedai cukur rambut tertua di Indonesia yang berusia 113 tahun yang terletak di pojok Jalan Kembang No. 58.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669c753a0487f.webp" alt=""></p>
<p>Nantinya, di barbershop yang didirikan oleh Tan Shin Tjo pada tahun 1911 itu para peserta akan istirahat sembari menikmati kawasan Kota Lama yang belum lama ini diresmikan oleh Pemkot Surabaya sebagai salah satu lokasi wisata heritage.</p>
<p>Sebelum melepas para peserta, Cak Eri juga menyampaikan bahwa dirinya berencana untuk menciptakan "Vespa Club Surabaya", sebuah wadah untuk menyatukan komunitas-komunitas vespa di Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669c7c6e0e3c3.webp" alt=""></p>
<p>"Di Surabaya komunitas vespa itu macam-macam, jadi Insyaallah nanti akan kita gabungkan menjadi Vespa Club Surabaya yang pembinanya dari saya sendiri," ucap Eri yang disambut meriah oleh peserta turing.</p>
<p>Rencananya, Vespa Club Surabaya ini akan mengadakan beragam kegiatan untuk menunjukkan bahwa komunitas Vespa juga bisa membawa perubahan yang baik untuk Kota Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_669c754faef4e.webp" alt=""></p>
<p>"Yowes saiki ayo ndang budhal (Yasudah ayo sekarang segera berangkat) ke Kota Lama, semoga kita semua bisa menikmati Kota Surabaya di Kota Lama," tutup Eri untuk segera memberangkatkan peserta turing.</p>
<p>Sebagai informasi, Wali Kota Surabaya yang ditemani oleh sang istri Rini Indriyani Eri Cahyadi tidak hanya hadir untuk memberi sambutan dan melepas peserta saja, namun juga ikut turing dan memimpin parade.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gema Sholawatan Di Gempol 9 Didendangkan Semalam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gema-sholawatan-di-gempol-9-didendangkan-semalam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gema-sholawatan-di-gempol-9-didendangkan-semalam</guid>
<description><![CDATA[ Momentum tahun baru islam perlu diisi dengan pesan-pesan akhlak yang mengajarkan cinta kasih, kedamaian, suri tauladan, dan hal hal yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk dapat dimaknai dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_6694a916d4a52.webp" length="63774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 11:45:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Gempol 9</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Pasuruan, SJP — </strong>Bagi warga Kecamatan Gempol dan juga warga Kabupaten Pasuruan, mendengar ruko Gempol 9 pasti akan terbayang dengan tempat warung kopi yang menyediakan karaoke dengan ditemani wanita seksi.</p>
<p>Namun, Gempol 9 semakin hari semakin berbenah, sebelumnya di Gempol 9 dibuka Warkop Songo Group (WSG). Kali ini Gempol 9 bersholawat bersama Gus Romy Syib pada Ahad (14/7/2024) malam.</p>
<p>KH. Muhammad Imam Haromain Syibromulis atau yang kerap disapa Gus Romy Syib (GRS) menyampaikan bahwa, momentum tahun baru Islam perlu diisi dengan kebaikan.</p>
<p>"Momentum tahun baru islam perlu diisi dengan pesan-pesan akhlak yang mengajarkan cinta kasih, kedamaian, suri tauladan, dan hal hal yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk dapat dimaknai dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Gus Romy.</p>
<p>Tak hanya itu, Gus Romy juga berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan sering-seringlah bersholawat.</p>
<p>“Apapun yang kita lakukan, Insya Allah jika dibarengi sholawat mudah-mudahan diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” jelas Gus Romy.</p>
<p>Dari pantauan dilokasi, kurang lebih 1000 (Seribu) masyarakat memadati area ruko Gempol 9. Mereka tampak menyimak betul tausyiah dari Gus Romy. Terlebih pria berkacamata ini juga mengajak seluruh masyarakat agar selalu berbuat kebaikan.</p>
<p>Turut hadir, Pj. Bupati Pasuruan Andriyanto, Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, Camat Gempol Qomari, Kapolsek Gempol Indro Susetiyo.</p>
<p>Hadir pula Kepala Desa (Kades) Ngerong Jemik, Kades Kepulungan Didik, Kesbangpol Edi, serta lainnya.</p>
<p>Pj Bupati Pasuruan secara singkat juga menyampaikan pesan moral untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan agar selalu berbuat kebaikan </p>
<p>"Masyarakat Kabupaten Pasuruan tetap terus berbuat baik," singkat Andriyanto.</p>
<p>Sementara itu Kapolres Pasuruan menyambut baik kegiatan Sholawat di Gempol 9 ini. AKBP Teddy Chandra berharap kepada seluruh masyarakat untuk menjaga Kamtibmas.</p>
<p>"Syukur Alhamdulillah. Mari kita jaga ketertiban dan kenyamanan bersama di wilayah Kabupaten Pasuruan khususnya Kecamatan Gempol," ungkap mantan Kapolres Kediri Kota itu.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ada Kisah dalam Bidikan Lensa: Pameran Fotografi &amp;quot;Zona Cerita&amp;quot; oleh Mahasiswa UKM CIPHOC Unitomo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ada-kisah-dalam-bidikan-lensa-pameran-fotografi-zona-cerita-oleh-mahasiswa-ukm-ciphoc-unitomo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ada-kisah-dalam-bidikan-lensa-pameran-fotografi-zona-cerita-oleh-mahasiswa-ukm-ciphoc-unitomo</guid>
<description><![CDATA[ Pameran fotografi &quot;Zona Cerita&quot; oleh mahasiswa UKM CIPHOC Unitomo menyajikan foto-foto penuh kisah di galeri Dewan Kesenian Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_6692659642e4f.webp" length="15800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 19:30:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dr Soetomo, Unitomo, Communication Photography Club, CIPHOC, Fotografi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Setiap orang pasti pernah mengabadikan momennya dengan sebuah foto, baik itu momen bahagia maupun sedih. Tidak bisa dipungkiri bahwa foto kini menjadi media yang sangat penting untuk menyimpan sebuah kenangan.</p>
<p></p>
<p>Dengan kemampuannya untuk menangkap momen dan menyampaikan emosi, setiap foto yang ditangkap oleh lensa kamera seorang fotografer, tanpa disadari mampu untuk berbicara dan menceritakan beragam kisah untuk dibagikan kepada orang lain.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang menjadi landasan pameran bertajuk "Zona Cerita" yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Communication Photography Club (CIPHOC) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) sejak 9 Juli lalu di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) komplek alun-alun Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia 'Zona Cerita' yakni Muhamad Taufik mengungkapkan, pameran ini merupakan rangkaian dari kegiatan diklat lanjut (Dikjut) angkatan 2022 dan 2023 yang mengangkat tema Photo Story.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_6692658f9f145.webp" alt=""></p>
<p>"Peserta pameran ini terdiri dari 7 pameris, tiap peserta membawa 8 hingga 10 foto yang sudah diseleksi," ujar Taufik, Sabtu (13/7).</p>
<p></p>
<p>"Pesertanya bukan untuk umum tapi hanya untuk anggota UKM angkatan 22-23 saja," sambung mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dirinya membeberkan bahwa tidak ada batasan tema untuk pameran tersebut, setiap pameris dibebaskan untuk menyajikan kumpulan foto yang mereka rangkum menjadi sebuah cerita, yang mampu menyentuh emosi pengunjung pameran.</p>
<p></p>
<p>"Saya sendiri mengangkat tema tentang anak-anak tunanetra, sedangkan teman-temannya lainnya ada yang angkat tentang kisah ayahnya, budaya, dan isu sosial lainnya," papar Taufik.</p>
<p></p>
<p>"Jadi diharapkan pameran ini selain menjadi ajang untuk unjuk diri, namun juga bisa menjadi wadah edukasi dan inspirasi yang lahir melalui sebuah foto," tandasnya penuh harap.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_6692666cdf7b4.webp" alt=""></p>
<p>Masih di lokasi yang sama, tim suarajatimpost.com tertarik untuk mewawancarai salah satu pameris yang menghadirkan foto-foto ekspresi supir becak. Pameris itu ialah Siti Aisah yang mengangkat perihal isu sosial dalam karya fotografinya.</p>
<p></p>
<p>Siti terdorong untuk angkat kisah ini bukan karena rasa iba, melainkan rasa kagum Siti terhadap kegigihan supir becak yang tetap berusaha bertahan di tengah gempuran teknologi dan beralihnya para pengguna transportasi umum ke angkutan berbasis online.</p>
<p></p>
<p>"Meski seakan disingkirkan oleh zaman, mereka tetap berusaha beradaptasi, bahkan banyak dari mereka sudah beralih dari becak gowes menjadi becak motor (bentor) agar bisa tetap eksis," terang mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Unitomo itu.</p>
<p></p>
<p>Siti mengaku sempat melakukan wawancara dengan banyak supir becak yang kini diabadikan dalam jepretan fotonya, ia mendengar bahwa alasan supir becak tidak beralih profesi, selain karena umur juga karena alasan identitas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66926595492d1.webp" alt=""></p>
<p>"Dan kita lihat juga saat Kota Lama diluncurkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, ternyata para supir becak bisa kembali menemukan tempat mereka dan menjadi sebuah pilihan transportasi di sana," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Taufik sang Ketua Panita, Siti berharap melalui pameran foto ini, kemampuan fotografi dirinya dan teman-teman CIPHOC bisa semakin berkembang.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, saya juga ingin agar kisah yang saya angkat bisa menjadi menjadi pelajaran atau teladan bagi pengunjung pameran ini," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, peserta dari pameran "Zona Cerita" ini meliputi Putri Yeza, Andika Setiyadi, M Rifaldy Kotawasi, Muhammad Taufik, Siti Aisah, Nikmatus Solichah dan Nur Jannah yang dimentori oleh Bahana Patria, seorang fotografer dari media Harian Kompas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prestasi Internasional: Enam Murid Lotus Art Courses Raih Penghargaan di Taiwan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prestasi-internasional-enam-murid-lotus-art-courses-raih-penghargaan-di-taiwan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prestasi-internasional-enam-murid-lotus-art-courses-raih-penghargaan-di-taiwan</guid>
<description><![CDATA[ Enam murid Lotus Art Courses berhasil membawa karyanya masuk sebagai 259 Karya Terbaik, bersaing dengan 700 karya dari 22 negara di seluruh dunia di lomba internasionalnya bertajuk &quot;Health and Wellness Champions&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_668d42fe5640f.webp" length="26294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 21:45:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, 14th Climate Change Painting Competition, Taiwan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP -</strong> Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh anak didik Lotus Art Courses dalam kejuaraan internasional di bidang kesenian lukis, tepatnya pada 14th Climate Change Painting Competition, Taiwan 2024.</p>
<p></p>
<p>Dalam lomba bertajuk "Health and Wellness Champions" atau Juara Kesehatan dan Kebugaran, ada 6 murid Lotus Art Courses yang karyanya berhasil masuk sebagai 259 Karya Terbaik, bersaing dengan 700 karya dari 22 negara di seluruh dunia.</p>
<p></p>
<p>Penghargaan tersebut telah berhasil diraih oleh:</p>
<p><strong>Merit Award</strong></p>
<ul>
<li>R Anggoro Mulneo W.K.P</li>
<li>Celine Zaneta S</li>
</ul>
<p></p>
<p><strong>Judges's Award</strong></p>
<ul>
<li>Quincy J Balfour</li>
<li>Micha Savero S</li>
<li>Benediktus Reynard C</li>
<li>Anggita Rastriary D.N</li>
</ul>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_668d43100020b.webp" alt=""></p>
<p>Penghargaan dari lomba yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit menular itu diserahkan langsung oleh founder Lotus Art Courses, yakni, I Putu Mahendra di Lotus Art Space yang terletak di jalan Embong Tanjung, Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Saya harap ini bisa jadi motivasi mereka untuk terus berkarya," ucap Putu, Selasa (9/7).</p>
<p></p>
<p>Salah seorang penerima penghargaan, Benediktus Reynard C mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang karena gambarnya tentang Dokter dan Makanan Sehat berhasi membawanya meraih penghargaan.</p>
<p></p>
<p>"Senang karena orangtua juga dukung aku, jadi aku ingin nanti bisa menang lagi," ucapnya dengan lugu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_668d43085627e.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Anggita Rastriary D.N, yang juga menerima penghargaan dengan lukisannya yang menggambarkan suasana gym menceritakan makna dibalik karyanya itu.</p>
<p></p>
<p>"Karena temanya kesehatan jadi saya ingin gambarkan bahwa di gym tidak hanya yang sedang berlatih, namun para penjaga gym juga tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan makan makanan bergizi," katanya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadirkan Enam Reog Dari Ponorogo, Tradisi Grebeg Suro Menuju Desa Betet Sejahtera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadirkan-enam-reog-dari-ponorogo-tradisi-grebeg-suro-menuju-desa-betet-sejahtera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadirkan-enam-reog-dari-ponorogo-tradisi-grebeg-suro-menuju-desa-betet-sejahtera</guid>
<description><![CDATA[ Kirab Nyadran Budaya sebagai inti dari tradisi atau ungkapan syukur atas hasil panen turut memeriahkan acara Grebeg Suro.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_668965d3af8ec.webp" length="78454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 07:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peringati 1 suro 2024, 1 muharam 1446 H, grebeg suro, nyadran desa, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nganjuk, SJP</strong> - Untuk memperingati bulan suro tahun ini, Dusun Barik, Desa Betet yang berada di Kecamatan Ngronggot, Nganjuk menyelenggarakan kegiatan akbar Grebeg Suro "Kirab Nyadran Budaya" pada tanggal (20/7).</p>
<p>Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga Desa Betet maupun dari luar desa. Diperkirakan ada sekitar ribuan orang yang datang untuk menyemarakkan kegiatan Grebeg Suro ini. </p>
<p>Kirab Nyadran Budaya sebagai inti dari tradisi atau ungkapan syukur atas hasil panen turut memeriahkan acara Grebeg Suro. </p>
<p>Informasi yang diterima suarajatimpost, Pelaksanaan prosesi nyadran desa Betet di gelar dengan biaya atau iuran mandiri, bahkan iuran dari warga Dusun Barik di semua di kumpulkan di tingkat RT dan di kumpulkan di masing masing RW  </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_668a0092cecee.webp" alt=""></p>
<p>Menurut warga Dusun Barik saat ditemui mengatakan, salah satu kordinator lapangan koordinasi dengan tokoh masyarakat guna mencarikan reog yang mana reog di tahun ini luar biasa karena beberapa simpatisan sangat tergugah karena sudah bertahun tahun tidak ada gebrakan dan hal yang sekira meriah</p>
<p>"Ada 6 reog dan di iringi jatilan dari ponorogo asli serta bujang ganong juga di meriahkan 12 bopo cewek cantik yang di datangkan dari kediri, hal ini semata mata hanya untuk uri uri budaya jawi juga menuju masa depan Desa yang lebih Baik dengan tema "Menuju Betet Sejahtera",bebernya</p>
<p>Pelaksanaan Grebeg Nyadran Budaya Suro ini bertemakan Menuju Betet sejahtera menghadirkan sebanyak 6 Reog dari Ponorogo turut memeriahkan acara, yang ditunggu-tunggu oleh penonton. Kegiatan akbar ini berlangsung dengan meriah <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tujuh siswa Lotus Art Courses lolos dalam ARTJOG Kids 2024 Motif: Ramalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tujuh-siswa-lotus-art-courses-lolos-dalam-artjog-kids-2024-motif-ramalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tujuh-siswa-lotus-art-courses-lolos-dalam-artjog-kids-2024-motif-ramalan</guid>
<description><![CDATA[ ARTJOG KIDS 2024 merupakan wadah yang memfasilitasi karya dan aktivitas anak-anak sebagai upaya untuk mencapai tujuan kebersamaan dan kesetaraan yang diusung oleh ARTJOG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66867894172cf.webp" length="48616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 19:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, ARTJOG, ARTJOG KIDS 2024, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Lotus Art Courses berhasil meloloskan muridnya dalam open call ARTJOG KIDS 2024, sebuah wadah yang memfasilitasi karya dan aktivitas anak-anak sebagai upaya untuk mencapai tujuan kebersamaan dan kesetaraan yang diusung oleh ARTJOG.</p>
<p></p>
<p>Pameran ARTJOG sendiri adalah pameran seni rupa kontemporer tahunan yang dikenal sebagai salah satu pameran seni paling bergengsi di Indonesia, di mana di tahun 2023 lalu, siswa Lotus Art Courses yang lolos berjumlah 1 orang, dan tahun ini meningkat menjadi 7 orang. </p>
<p></p>
<p>Ketujuh siswa Lotus Art Courses yang terpilih melalui jalur panggilan terbuka, yaitu:</p>
<p></p>
<ol>
<li>Raynold Alexander Sie</li>
<li>Nadine Fave</li>
<li>Madeleine L Tongku</li>
<li>Joyce Zerlina</li>
<li>C Roland Goh</li>
<li>N Adinata Manyakori</li>
<li>Phillip Eriksen </li>
</ol>
<p></p>
<p>Pameran ARTJOG 2024 sendiri telah dibuka sejak (28/6) lalu, bertempat di Jogja National Museum, Jalan Prof Dr Ki Amri Yahya Nomor 1, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta dan berlangsung hingga tanggal 1 September 2024.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_6686788e3841d.webp" alt=""></p>
<p>Prosesi pembukaan dibuka dengan sambutan dari Direktur &amp; Founder ARTJOG, Heri Pemad, juga kurator tamu Hendro Wiyanto, dilanjutkan dengan orasi kebudayaan oleh Rama Sindhunata, dan ditutup dengan seremoni pembukaan oleh pendiri Tumurun Museum, Iwan Lukminto.</p>
<p></p>
<p>Selain pameran seni, adapun beberapa giat kesenian yang memeriahkan pembukaan pameran tersebut meliputi lokakarya seni, pertunjukan musik, dan diskusi interaktif yang melibatkan seniman muda.  </p>
<p></p>
<p>Saat ditemui, I Putu Mahendra D.P. selaku Founder Lotus Art Courses mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang telah dicapai oleh anak didiknya.</p>
<p></p>
<p>"Mereka telah menunjukkan bakat dan dedikasi yang luar biasa dalam seni rupa, dan kami yakin bahwa partisipasi mereka dalam ARTJOG KIDS 2024 akan menjadi pengalaman yang berharga dan inspiratif," ujar Putu, Kamis (4/6).</p>
<p></p>
<p>Dirinya berharap program ini dapat menjadi medium perkenalan seni rupa kontemporer bagi anak-anak, sekaligus ruang pembelajaran seni sejak dini.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akhir Sebuah Pameran dan Awal Sebuah Gerakan, Penutupan &amp;quot;Black &amp;amp; White: For Generation to Generation&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akhir-sebuah-pameran-dan-awal-sebuah-gerakan-penutupan-black-white-for-generation-to-generation</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akhir-sebuah-pameran-dan-awal-sebuah-gerakan-penutupan-black-white-for-generation-to-generation</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan pameran &#039;Black &amp; White: For Generation to Generation&#039; menandai akhir dari sebuah kegiatan yang penuh makna, namun juga membuka era baru gerakan seni lukis hitam putih yang dibawakan oleh Komunitas Ilustrasi Idiom. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_66840e24dcb5c.webp" length="35644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 21:55:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Lukis, Black &amp; White: For Generation to Generation, Roman Chuza, Ridwan SS, Setyoko, Hitam Putih, Dekesda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Di tengah gemuruh tepuk tangan para penggiat dan penikmat seni, hari terakhir pameran lukisan "Black &amp; White: For Generation to Generation" terasa seperti sebuah fajar yang menyingsing daripada senja yang berakhir.</p>
<p></p>
<p>Bak sebuah kalimat awal dari catatan sejarah, penutupan dari pameran ini digaungkan sebagai langkah perdana untuk kembali menghidupkan apa yang dirasa hilang dari bumi Indonesia, yaitu kesenian lukis hitam putih.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Roman Chuza selaku ketua pameran yang tergabung dalam komunitas Ilustrasi Idiom, bersama dengan Setyoko, seorang seniman senior tingkat nasional yang dianggap sebagai inspirator bagi Roman dalam hal berkesenian.</p>
<p></p>
<p>Dalam acara penutupan pameran yang diadakan di Galeri Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) itu, tim suarajatimpost.com berkesempatan untuk berbincang langsung dengan mereka, untuk menelisik tentang ambisi apa yang sedang mereka kejar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66840f3e8ba76.webp" alt=""></p>
<p>"Pertama saya mengapresiasi atas kesuksesan pameran oleh Roman dan kawan-kawan seniman lain, namun karena ini adalah sebuah awal jadi kesuksesan tersebut belum seratus persen," ujar Setyoko, Selasa (2/7).</p>
<p></p>
<p>Ia membocorkan bahwa mendatang, akan ada agenda pameran lukis hitam putih lanjutan pada akhir tahun 2024 ini, dengan angkat tema yang lebih terkonsep dan ukuran lukisan yang lebih besar, sebagi bukti bahwa gerakan mereka tidak berhenti sampai disini saja.</p>
<p></p>
<p>"Karena pameran hitam putih ini bukan sekedar pameran semata, melainkan juga sebagai sebuah satir dan kritik akan situasi dari banyak hal, mulai dari lingkungan, kemanusiaan, politik hingga mengenai dunia seni itu sendiri," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Momen akhir tahun 2024 juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk kembali menyelenggarakan pameran lukisan hitam putih, utamanya karena adanya transisi kepemimpinan negara Indonesia ke Presiden yang baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66840cd3b7136.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi, momentumnya cocok, dimana Indonesia sedang kembali ke dasar, kita juga gelar pameran yang bawa nilai-nilai dasar yaitu lukisan hitam putih," ucap Setyoko.</p>
<p></p>
<p>Komunitas Ilustrasi Idiom sendiri bukanlah aktor baru, Roman bersama kawannya Ridwan SS sudah sering lontarkan kritik melalui pameran-pameran mereka sebelumnya, mulai tentang kebijakan pemerintah, lingkungan, dan bahkan keitik kepada sesama seniman.</p>
<p></p>
<p>"Selain berpameran kita juga ingin berikan dampak positif, Insyallah jika niatnya baik maka buah yang dipetik juga baik, untuk kita sendiri maupun masyarakat luas," tandas Roman.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, di hari terakhir Pameran Black &amp; White: For Generation to Generation" ini juga diisi dengan beragam rangkaian kegiatan kesenian lain seperti Bantengan DJ, melukis On The Spot (OTS), hingga diskusi atau sarasehan tentang kesenian.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66840e4e55b09.webp" alt=""></p>
<p>Adapun Rahmat Widadi, selaku koordinator atau sebagian pelukis lain menyebutnya sebagai 'Komandan' untuk kegiatan melukis OTS ini mengungkapkan, kegiatan melukis bersama ditempat ini ditujukan untuk memeriahkan penutupan pameran.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini murni senang-senang, juga kesempatan terakhir para seniman untuk menuangkan apa yang mereka pikirkan sebelum pameran ini benar-benar ditutup," ucap Rahmat sembari melukis kegiatan Bantengan yang sedang tampil.</p>
<p></p>
<p>Ia membeberkan bahwa tidak ada tema khusus yang diangkat dalam kegiatan melukis OTS, bahkan meski pameran bertemakan hitam putih, siapapun yang ikut kegiatan OTS boleh menggunakan warna apa saja.</p>
<p></p>
<p>"Arahan dari Pak Setyoko selaku pelukis senior, melukis OTS tidaj selalu melukis apa yang ada dilokasi seperti pohon dan Bantengan ini, melainkan lebih ke apa yang kita pikirkan saat di lokasi tersebut," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66840e4292cfe.webp" alt=""></p>
<p>Mendengar ucapan tersebut membuat tim suarajatimpost.com mulai memperhatikan sapuan kuas beragam seniman, yang mengikuti kegiatan melukis OTS, hingga melihat salah satu lukisan yang menggambarkan naga berwarna hitam putih.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut sontak membuat tim suarajatimpost menanyakan makna atau apa yang sedang dipikirkan oleh Ridwan SS, seorang seniman yang melukis lukisan dengan media akrilik di atas kanvas itu.</p>
<p></p>
<p>"Ini judulnya adalah 'Cek Khodam' jadi saya imajinasikan bahwa penunggu Dekesda dulu ini adalah sebuah naga, padahal ya bukan, saya cuma ingin gambar naga saja," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa lukisan tersebut adalah sindiran terhadap pelukis spiritual yang mengaku bisa melihat sesuatu yang tak kasat mata, Ridwan yakin semua itu hanya pembohongan publik dan upaya mencari sensasi saja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_66840cdb7ec87.webp" alt=""></p>
<p>"Ya untuk pelukis spiritual stop lah, toh ini saya yang normal-normal saja buktinya juga bisa gambar khodam," pungkas Ridwan, menutup obrolan dengan tawa sebagai warna baru diakhir pameran hitam putih tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Kesenian Bantengan DJ: Antara Tradisi, Mistis, dan Modernitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-kesenian-bantengan-dj-antara-tradisi-mistis-dan-modernitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-kesenian-bantengan-dj-antara-tradisi-mistis-dan-modernitas</guid>
<description><![CDATA[ Kesenian Bantengan mengandung pelajaran untuk menata pola pikir bahwa manusia jangan sekali-sekali meniru sifat-sifat hewan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x580_6682b8633e529.webp" length="122044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 21:40:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bantengan DJ, Kesenian, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, Negara Indonesia juga dikenal dengan ragam keseniannya yang juga tidak kalah bervariasi dari tiap daerah yang memiliki kekhasan budaya masing-masing.</p>
<p></p>
<p>Salah satunya adalah kesenian Bantengan yang menyajikan kombinasi antara kesenian tari dan musik, bahkan kesenian satu ini juga kental dengan unsur magis.</p>
<p></p>
<p>Kesenian Bantengan sendiri juga memiliki macam yang berbeda-beda di setiap wilayah berkembangnya, dan dengan zaman yang semakin modern, lahirlah Kesenian Bantengan DJ asal Malang, Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Yudha Adhichandra selaku penanggungjawab sanggar Pecut Samandirman dan koordinir kesenian Bantengan Sidoarjo menjelaskan, Bantengan DJ memiliki beberapa perbedaan dengan Kesenian Bantengan pada umumnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_6682b85b96e66.webp" alt=""></p>
<p>"Musik yang digunakan menggunakan Electonic Dance Music (EDM) namun tetap dibaurkan dengan lantunan musik tradisional Jawa," jelas Yudha, Senin (1/7).</p>
<p></p>
<p>Dalam penampilannya, Bantengan DJ tidak terlalu berbeda dengan Bantengan biasa, yakni ada sekitar enam (6) personil dengan kostum banteng dan dua (2) personil yang memainkan pecut.</p>
<p></p>
<p>"Tetapi, di Bantengan DJ ini musiknya lebih cepat, jadi gerakan untuk menganggukkan kepala banteng dan hentakan kakinya lebih energik," terangnya.</p>
<p></p>
<p>"Namun perlu diingat bahwa kita tetap tidak meninggalkan unsur Banteng yang asli," sambung Yudha </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202407/image_870x_6682b86d8c704.webp" alt=""></p>
<p>Bantengan juga dikenal dengan unsur mistis, dimana pemain bisa-bisa kerasukan (kesurupan) makhluk halus yang merupakan bagian dari pertunjukannya, namun jangan panik karena selalu ada pawang yang ikut menjaga.</p>
<p></p>
<p>"Dulu, kesenian ini itu lahir dari pondok, dan digunakan untuk mengajari pola pikir dari murid-murid bahwa kita sebagai manusia jangan sekali-sekali meniru sifat-sifat hewan," tutur Yudha.</p>
<p></p>
<p>"Jadi kesurupannya itu bukan untuk ditiru, melainkan sebagai pelajaran bahwa kita sebagai manusia itu tidak seperti itu," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Yudha mengatakan, Kesenian Bantengan ini juga ada di banyak daerah lain seperti Mojokerto dan Batu, yang mana di setiap Daerah memiliki konsep mereka masing-masing.</p>
<p></p>
<p>"Jadi harapan saya, untuk sama-sama menghidupkan kesenian ini agar tidak punah, kita (sesama seniman Bantengan) harus bisa kolaborasi dan menampilkan jati dirinya masing-masing," tutup Yudha. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perjalanan Inspiratif Mbah Hardjo: Sukses Tunaikan Ibadah Haji di Usia 109 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perjalanan-inspiratif-mbah-hardjo-sukses-tunaikan-ibadah-haji-di-usia-109-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perjalanan-inspiratif-mbah-hardjo-sukses-tunaikan-ibadah-haji-di-usia-109-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Sukses jalankan ibadah Haji, Mbah Hardjo yang tergabung dengan kloter 19 asal Ponorogo ini, tiba di tanah air dan telah mendarat di Bandara Juanda pada  Kamis (27/6) pukul 11.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_667ff07a8479e.webp" length="29954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 20:15:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2024, Mbah Hardjo, Surabaya, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP - </strong>Dalam Islam, ibadah haji adalah puncak dari perjalanan spiritual yang menjadi mimpi banyak umat muslim di dunia, tidak terkecuali umat muslim yang ada di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Meski sudah diatur bahwa haji di tahun 2024 tidak memiliki batasan usia, namun tetap dalam prosesnya diperlukan kesiapan fisik dan mental yang mempuni, mengingat perjalanannya yang jauh dan durasi ibadah yang tergolong lama.</p>
<p></p>
<p>Bak seorang ksatria, jemaah haji tertua yang berasal dari Indonesia yakni Hardjo Mislan Alias Miskan, berhasil menunaikan ibadah haji dan telah kembali ke tanah air dengan usianya yang sudah di angka 109 tahun.</p>
<p></p>
<p>Mbah Hardjo yang tergabung dengan kloter 19 asal Ponorogo ini, mendarat tiba di tanah air pada Kamis (27/6), tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB di Bandara Juanda dan tiba di asrama haji sekitar pukul 12.20 WIB.</p>
<p></p>
<p>Saat tiba kala itu, Mbah Hardjo tampak sumringah meski duduk di kursi roda dengan melakukan gaya khasnya yaitu jempol diacungkan, Alhamdulillah Mbah Hardjo tiba dalam kondisi sehat walafiat.</p>
<p></p>
<p>Sirmad sang putra yang mendampingi Mbah Hardjo selama menunaikan ibadah haji tahun 2024, mengungkapkan bahwa sang ayah mampu melaksanakan rangkaian ibadah haji sendiri baik sunnah maupun wajib.</p>
<p></p>
<p>"Untuk melontar jumroh, saya yang membadalkan, lainnya Mbah Hardjo melakukan sendiri," terang Sirmad, Sabtu (29/6).</p>
<p> </p>
<p>Meski membawa kursi roda sendiri, selama di tanah suci, Mbah Hardjo tidak selalu memakai kursi roda, Sirmad juga mengatakan, pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina, Mbah Hardjo didampingi olehnya untuk mengikuti skema murur.</p>
<p></p>
<p>"Waktu di Madinah, kebetulan kami memperoleh hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi. Mbah Hardjo tiap berangkat shalat seringkali berjalan kaki menuju masjid," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Kedatangan Mbah Hardjo sendiri disambut haru oleh Sirmad beserta istri dan mertuanya yang semua berangkat haji bersama.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah semua pulang dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun, mengingat saya harus mendampingi orang tua yang usianya sudah tidak muda lagi" ujarnya sambil terisak tak mampu menyembunyikan keharuan.</p>
<p></p>
<p>Sirmad membagikan pengalamannya ketika di Mina mengalami suhu udara mencapai 50'C, namun yang patut disyukuri adalah kondisi keluarganya bahkan Mbah Hardjo tidak ada yang menurun.</p>
<p></p>
<p>"Kalau kata Mbah Hardjo, kuncinya adalah ikhlas selama menjalani rangkaian ibadah haji, jalani saja semuanya tanpa ada mengeluh," tutur mengutip perkataan Mbah Hardjo.</p>
<p></p>
<p>Selama di tanah suci, Mbah Hardjo rajin dan semangat mengikuti senam lansia sehingga menjadi inspirasi bagi jemaah lansia lainnya, dan yang terpenting Mbah Hardjo juga tidak rewel dalam hal makan.</p>
<p></p>
<p>"Semua menu (khusus lansia) dimakan, Mbah Hardjo tidak minta aneh aneh," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Dan yang menarik, pada tanggal 2 Juli besok, Mbah Hardjo akan berulang tahun dan genap berusia 110 tahun, pihak keluarga berharap semoga Mbah Hardjo diberikan usia yang berkah dan sehat selalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Alam yang Berbicara, Makna Lukisan Hitam Putih Berjudul Transit oleh Roman Chuza</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-alam-yang-berbicara-makna-lukisan-hitam-putih-berjudul-transit-oleh-roman-chuza</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-alam-yang-berbicara-makna-lukisan-hitam-putih-berjudul-transit-oleh-roman-chuza</guid>
<description><![CDATA[ Lukisan yang Roman buat selama 2 bulan lebih 2 minggu ini terbagi menjadi tiga bingkai lukisan yang berbeda, menggambarkan alur dan makna di tiap prosesnya namun tetap dalam satu irama yang sama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_667a77e87f57a.webp" length="21184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 16:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Black &amp; White: For Generation to Generation, Ilustrasi Idiom, Roman C, Pameran Hitam Putih, Sidoarjo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, SJP - "Alam tidak butuh kita, tapi kita yang membutuhkan alam," ucap Roman Chuza, Selasa (25/6) didepan karya lukisnya yang berjudul 'Transit'.</p>
<p>Pesan yang terdengar sederhana, namun dalam itu disampaikan dengan tegas oleh Roman dalam pameran bertajuk "Black &amp; White: For Generation to Generation" yang diadakan di Galeri Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda).</p>
<p>Pameran ini menampilkan puluhan karya seni dari seniman-seniman lokal dengan menggunakan kombinasi warna terbatas, yakni hitam dan putih untuk mengekspresikan berbagai tema, mulai dari lingkungan hingga isu sosial. </p>
<p>Dan Roman, sebagai ketua pameran menyoroti hubungan manusia dengan alam melalui karyanya yang terbentuk dari arsiran pensil diatas kanvas, yakni tentang isu kerusakan lingkungan di dunia yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_667a77e00fc9c.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi Transit disini menggambarkan bahwa percuma jika manusia memohon keselamatan, namun tindakan pengerusakan alam tetap terjadi, jangan salahkan jika nanti kita tidak lagi dianggap oleh alam," terangnya.</p>
<p>Lukisan yang Roman buat selama 2 bulan lebih 2 minggu ini terbagi menjadi tiga bingkai lukisan yang berbeda, menggambarkan alur dan makna di tiap prosesnya namun tetap dalam satu irama yang sama.</p>
<p>Transit 1, menggambarkan keserakahan manusia yang masih merasa merekalah yang memiliki kuasa atas alam, secara perlahan merusak alam melalui penebangan liar tanpa reboisasi, sampah plastik yang tidak bisa terurai hingga pencemaran air.</p>
<p>Transit 2 adalah dampak, yakni bencana alam yang diakibatkan keserakahan manusia, mulai dari puting beliung, banjir, kebakaran hutan dan sebagainya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_667a8d4c2ef0b.webp" alt=""></p>
<p>Transit 3, penerimaan alam terhadap manusia sudah tidak ada, digambarkan melalui raga yang hilang, menyisakan kain kafan ditengah alam yang sudah menjelma menjadi tumpukan es tanpa kehidupan didalamnya.</p>
<p>"Pesan yang ingin saya sampaikan, apakah kita mau melihat anak cucu kita nanti menanggung itu semua? jelas tidak," ujar Roman kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Melalui karyanya, ia berharap bisa memicu perasaan dan menggerakkan raga pengunjung untuk mulai mencintai alam.</p>
<p>"Jadi teruslah siarkan apa yang kalian lihat tentang kemanusiaan dan lingkungan, karena itu akan membawa berkah bagi semua orang termasuk dirimu sendiri," tutup Roman mengakhiri.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berburu Foto Estetik Saat Pembuatan Ongkek Yadnya Kasada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berburu-foto-estetik-saat-pembuatan-ongkek-yadnya-kasada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berburu-foto-estetik-saat-pembuatan-ongkek-yadnya-kasada</guid>
<description><![CDATA[ Ongkek dibuat di tiap desa, di Lereng Bromo, yang merayakan Yadnya Kasada. Ongkek merupakan sebuah tatanan sesajen yang berupa pikulan dengan aneka hasil bumi warga masyarakat Suku Tengger. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_6676bc6f20f02.webp" length="46546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 20:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Armandsyah</dc:creator>
<media:keywords>jawa timur, jatim, kabupaten probolinggo, foto estetik, ongkek, yadnya kasada, budaya, suku tengger</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Probolinggo, SJP - </strong>Yadnya Kasada merupakan warisan budaya warga Suku Tengger, di Lereng Bromo, Jawa Timur. Salah satu piranti penting dalam Yadnya Kasada, adalah pembuatan Ongkek.</p>
<p>Atau bahasa sederhananya, adalah sesaji yang dilarung ke Kawah Gunung Bromo ketika puncak perayaan Yadnya Kasada, setiap tanggal 15 bulan Kasada dalam kalender Tengger.</p>
<p>Ongkek ini, memiliki filosofi dan makna tersendiri bagi warga Tengger.</p>
<p>Proses pembuatannya pun, terbilang rumit dan harus memenuhi sejumlah syarat wajib.</p>
<p>Ongkek dibuat di tiap desa, di Lereng Bromo, yang merayakan Yadnya Kasada. Ongkek merupakan sebuah tatanan sesajen yang berupa pikulan dengan aneka hasil bumi warga masyarakat Suku Tengger.</p>
<p>Mulai dari sayuran, bunga, janur, sampai sari atau uang. Pembuatan ongkek, dikerjakan oleh lelaki Tengger secara gotong royong di halaman rumah Kepala Desa.</p>
<p>Adapun filosofi yang terkandung dalam ongkek yakni Tandur Tuwuh melambangkan wujud syukur dan berkah. Selama satu tahun, warga diberikan rezeki berupa hasil bumi yang melimpah.</p>
<p>Karena itulah, ongkek diisi dengan aneka hasil bumi. Mulai dari kentang, bawang, kelapa, pisang, bunga kenikir, sampai uang. Kendati dibuat oleh masing-masing desa di lereng Tengger, tidak semua desa bisa membuat serta membawa ongkek saat Yadnya Kasada.</p>
<p>Sugeng Laksono, salah seorang warga Tengger menjelaskan, ada hitungan memasuki bulan suci menjelang Yadnya Kasada. Jika dalam masa hitungan bulan suci menjelang Yadnya Kasada itu ada orang meninggal di desa yang bersangkutan, maka desa tersebut tidak bisa membuat ongkek atau mempersembahkan rasa syukurnya.</p>
<p>“Jadi menjelang Yadnya Kasada, desa harus dipastikan bersih dan suci, artinya tidak ada warga yang meninggal. Tahun ini, di Wonotoro tidak ada warga yang meninggal. Sehingga bisa membuat ongkek,” jelasnya, Sabtu (22/06).</p>
<p>Tahun ini, momen pembuatan ongkek di Desa Wonotoro, sedikit berbeda. Pasalnya rombongan fotografer profesional tanah air, berkumpul untuk berburu foto estetik.</p>
<p>Salah seorang fotografer yang ikut berburu keseruan pembuatan ongkek, adalah Dhiky Aditya. Jarinya tak henti memencet tombol shutter kamera yang digunakannya. Mengabadikan momen pembuatan ongkek di halaman rumah sesepuh adat suku Tengger di Desa Jetak.</p>
<p>Para fotografer profesional ini sangat terkesan dan bangga karena warga suku Tengger masih memegang teguh adat budaya warisan leluhur, yang tentunya syarat akan filosofi dan makna mendalam bagi kehidupan bermasyarakat saat ini.</p>
<p>Dhiky katakan, dari sudut pandang fotografer, ongkek bukan sekedar rangkaian sesajen atau persembahan.</p>
<p>“Tetapi ada pesan mendalam bagi kita generasi muda agar jangan melupakan dan meninggalkan adat budaya leluhur yang merupakan pedoman hidup bagi kehidupan bermasyarakat,” jelas lelaki asal Solo ini.</p>
<p>Sebagai generasi muda, Dhiky punya misi tersendiri. Memahami seluk-beluk tradisi adat budaya yang menjadi warisan leluhur seperti saat ini, merupakan hal yang baru. Serta memantik jiwa seninya untuk mengabadikan setiap momen budaya yang tersaji selama Yadnya Kasada.</p>
<p>“Jadi tidak hanya tahu jika ada kasada saja, Soal pembuatan ongkek dari pertama kali sampai sudah jadi. Bahan apa saja yang harus digunakan. Serta kombinasi penataan ongkek. Termasuk filosofi apa yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.</p>
<p>Bahan - bahan yang dirangkai harus diletakkan sesuai urutannya. Karena memiliki simbol dan arti tersendiri. Salah satu Contoh bunga kenikir atau kenikir yang bermakna "senenge pikir" (bahasa Jawa), jadi apa yang kita jadikan persembahan harus menyenangkan leluhur kita, agar mendapatkan berkah.</p>
<p>Usai dibuat, ongkek akan dikirim ke Pura Luhur Poten di Laut Pasir Bromo. Didoakan oleh tokoh agama dan sesepuh Tengger. Sebelum akhirnya dilarung ke kawah Bromo pada esok dini hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Festival Film, KPK Tanamkan Jiwa Anti Rasuah Lewat Cinema</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-festival-film-kpk-tanamkan-jiwa-anti-rasuah-lewat-cinema</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-festival-film-kpk-tanamkan-jiwa-anti-rasuah-lewat-cinema</guid>
<description><![CDATA[ KPK sendiri melalui Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat menggelar acara nonton bersama dengan menghadirkan film-film yang menjuarai kompetisi ACFFEST. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_66765576449f6.webp" length="27892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 12:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords>KPK, Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, nonton bersama, film, ACFFEST, kota malang, cinepolis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar festival film anti korupsi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). KPK ingin menanamkan jiwa anti rasuah di kalangan generasi muda lewat cinema.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretariat Kedeputian Bidang Pendidikan KPK Guntur Kusmeiyano.</p>
<p>Bahwa diyakini edukasi melalui film lebih menyentuh ke masyarakat serta sebagai upaya mendidik tiap warga negara untuk menghindari perilaku korup. </p>
<p>"Kami ingin memberantas korupsi lewat seni," ungkap Guntur, Jum'at (21/06). </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_66765d362d381.webp" alt=""></p>
<p>KPK sendiri melalui Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat menggelar acara nonton bersama dengan menghadirkan film-film yang menjuarai kompetisi ACFFEST. </p>
<p>Dalam kesempatan ini ratusan siswa dari berbagai sekolah diajak nonton bareng di studio Cinepolis, Malang Town Square. Nampak hadir, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur yang juga PJ Walikota Batu, Aries Agung Paewai.</p>
<p>Guntur menambahkan, jika acara ini sebagai ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai anti korupsi. Serta sebagai upaya untuk melawan segala macam bentuk kecurangan.<strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Taman Safari Kembali Gelar IAPVC Ke 33</title>
<link>https://suarajatimpost.com/taman-safari-kembali-gelar-iapvc-ke-33</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/taman-safari-kembali-gelar-iapvc-ke-33</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini, roadshow IAPVC akan mengunjungi 3 kota dimulai dari Taman Safari Prigen pada tanggal 15 - 16 Juni 2024, Solo Safari di tanggal 20 - 21 Juli dan berakhir di Taman Safari Bogor pada tanggal 27 - 28 Juli 2024 . Setiap kota akan menjadi panggung bagi pameran karya terbaik, workshop, serta sesi berbagi pengalaman dengan para fotografer dan videografer profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_666d6047a238a.webp" length="101916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 21:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Isbianto Hari Utomo</dc:creator>
<media:keywords>Kabupaten Pasuruan, Taman Safari Prigen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Pasuruan, SJP — </strong>Taman Safari Indonesia Prigen, kembali menggelar perlombaan foto dan video yang bisa diikuti oleh berbagai pihak.</p>
<p>International Animal Photo &amp; Video Competition (IAPVC) 2024 kali ini mengusung tema 'Soul of the Wild', tajuk tersebut seraya untuk memberikan edukasi terkait lingkungan serta flora-fauna.</p>
<p>Perhelatan tahunan yang didukung oleh PT. Datascrip, Canon Indonesia ini merupakan komitmen Taman Safari Indonesia dalam mengedukasi masyarakat tentang konservasi satwa, melindungi satwa liar, dan melestarikan habitatnya di Indonesia.</p>
<p>Tahun ini, roadshow IAPVC akan mengunjungi 3 kota dimulai dari Taman Safari Prigen pada tanggal 15 - 16 Juni 2024, Solo Safari di tanggal 20 - 21 Juli dan berakhir di Taman Safari Bogor pada tanggal 27 - 28 Juli 2024 .</p>
<p>Setiap kota akan menjadi panggung bagi pameran karya terbaik, workshop, serta sesi berbagi pengalaman dengan para fotografer dan videografer profesional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_666d61a3dc8c6.webp" alt=""></p>
<p>General Manajer The Grand Taman Safari Prigen Erwina Lemuel mengatakan International Animal Photo &amp; Video Competition 2024 ini dilaksanakan untuk ke-33 kalinya.</p>
<p>"International Animal Photo &amp; Video Competition 2024 ini dilaksanakan untuk ke-33 kalinya. Selain kategori photo enthusiast yang baru, adapun kategori-kategori lain di antaranya photo story, endangered animal, general wildlife, serta social media contest," katanya saat ditemui pada Sabtu (15/6).</p>
<p>Beberapa satwa langka seperti Banteng Jawa, menurut Erwina perlu mendapat perhatian lebih. Hal itu untuk memastikan keberlanjutan hidup satwa-satwa tersebut.</p>
<p>"Untuk spot foto kali ini, ada yang unik yakni banteng jawa. Karena melindungi satwa yang mau punah, untuk melestarikan satwa langka dan untuk lingkungan masyarakat bisa tahu serta bisa menjaga ekosistem banteng jawa yang jumlahnya hanya beberapa ekor," lanjutnya.</p>
<p>Pada awalnya kategori tersebut merujuk pada banyaknya konten foto atau video yang di-tag pada akun media sosial taman safari oleh masyarakat. Dari dasar ini lah Erwina dan pihaknya membuat sesuatu yang baru sehingga masyarakat semakin peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_666da3cf03e74.webp" alt=""></p>
<p>"Selain memberikan target yang tinggi, perlombaan ini juga sekaligus sebagai ajang edukasi pihaknya kepada masyarakat luas tentang konservasi satwa dan ekosistemnya. Kami ingin melalui kompetisi ini masyarakat jadi lebih peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa," tutupnya.</p>
<p>Sementara Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia, Hans Manansang menyebutkan kategori Kompetisi terdiri dari kategori Endemic Animal untuk memamerkan keanekaragaman hayati satwa endemik Indonesia, dan General untuk menampilkan berbagai jenis satwa liar dari seluruh dunia, serta kategori Social Media yang terbuka untuk semua kalangan, bukan hanya fotografer profesional. Semua orang dapat berpartisipasi dan berbagi karya mereka di platform media sosial.</p>
<p>"Kami sangat bangga bisa melanjutkan tradisi ini selama 33 tahun dan melihat antusiasme yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Melalui roadshow ini, kami berharap dapat menyebarkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan satwa liar dan menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam usaha konservasi, terutama untuk generasi muda sekarang ” ungkap Hans Manansang, Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMAK St. Albertus Malang Gelar ArtFest dan Pameran Kewirausahaan Sebagai Ajang Kreativitas dan Inovasi Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smak-st-albertus-malang-gelar-artfest-dan-pameran-kewirausahaan-sebagai-ajang-kreativitas-dan-inovasi-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smak-st-albertus-malang-gelar-artfest-dan-pameran-kewirausahaan-sebagai-ajang-kreativitas-dan-inovasi-siswa</guid>
<description><![CDATA[ SMA Dempo Malang berharap bahwa melalui acara ini, para siswa dapat lebih mencintai budaya Indonesia dan siap menghadapi tantangan di masa depan dengan keterampilan kewirausahaan yang mumpuni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_6663f35ec1c7a.webp" length="47694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 13:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Tri Sukma</dc:creator>
<media:keywords>SMAK St. Albertus Malang, SMA Dempo Malang, Art Fest XII Dempo, siswa budaya Indonesia, keterampilan, kewirausahaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP</strong> -  SMA Katolik St. Albertus Malang, yang lebih dikenal dengan sebutan SMA Dempo, gelar pagelaran Art Festival dan Pameran Kewirausahaan pada 8 Juni 2024, mulai pukul 17.00 - 20.00.</p>
<p>Penyelenggaraan acara ini pungkasi rangkaian pembelajaran tahun ajaran 2023-2024, dan sekaligus menjadi ajang untuk menampilkan karya-karya seni budaya serta inovasi kewirausahaan para siswa dan siswi yang telah dipersiapkan selama satu tahun ajaran.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Enny D. Wardani, yang bertindak sebagai penanggung jawab acara ini, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sangat penting.</p>
<p>"Kami ingin mengajarkan remaja untuk mengenal, mencintai, dan mempertahankan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, kami juga ingin membekali mereka dengan keterampilan berwirausaha untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang," ujarnya.</p>
<p>Untuk tahun ini, tema yang diangkat dalam Art Festival adalah Cerita Ramayana dengan judul "Larasing Tresno Jroning Wiramaning Ratri" yang dalam Bahasa Indonesia berarti Harmoni Cinta Dalam Irama Kegelapan.</p>
<p>Tema ini diambil dengan tujuan untuk menghidupkan kembali kisah klasik yang sarat dengan nilai-nilai moral dan budaya.</p>
<p>Dalam pagelaran ini, siswa akan menampilkan sendratasik, yaitu perpaduan antara seni tari, seni teater, seni musik (kontemporer dan tradisional: karawitan, angklung, kulintang), dan seni suara.</p>
<p>Selain itu ditampilkan pula seni pewayangan dengan siswa Dempo sebagai dalangnya. Setiap elemen seni tersebut akan dirangkai dalam sebuah cerita yang epik, menampilkan adegan-adegan yang menegangkan dan penuh dengan pesan moral.</p>
<p>"Para siswa telah berlatih dengan penuh semangat selama satu tahun ajaran untuk memastikan setiap gerakan tari, dialog, dan alunan musik dapat menyatu dengan sempurna. Kostum yang digunakan juga dirancang dengan detail untuk mencerminkan karakter-karakter dalam cerita Ramayana, mulai dari Rama, Sinta, Rahwana dan Hanoman. Ini semua bertujuan untuk membawa penonton larut dalam alur cerita dan pesan yang disampaikan," lanjut Enny.</p>
<p>Selain pagelaran seni, SMA Dempo juga mengadakan Pameran Kewirausahaan yang menampilkan bisnis kuliner bertemakan "streetfood". Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan masing-masing kelompok menjalankan sebuah usaha kuliner.</p>
<p>Setiap siswa memiliki peran yang berbeda dalam bisnis yang dikembangkan, seperti direktur, pemasaran, keuangan, dan quality controler.</p>
<p>Pameran ini tidak hanya menampilkan kreativitas siswa dalam menciptakan berbagai jenis makanan jalanan yang unik dan lezat, tetapi juga mengajarkan mereka tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis.</p>
<p>"Mulai dari konsep pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga kontrol kualitas produk, semua aspek tersebut dipelajari dan dipraktikkan oleh para siswa. Ini diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna bagi mereka di masa depan, khususnya dalam menghadapi dunia kerja dan wirausaha," lanjut Enny.</p>
<p>Kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para siswa. Selain sebagai sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat mereka, juga sebagai wadah untuk belajar bekerja sama dalam tim, mengambil tanggung jawab, dan memahami nilai-nilai budaya.</p>
<p>SMA Dempo Malang berharap bahwa melalui acara ini, para siswa dapat lebih mencintai budaya Indonesia dan siap menghadapi tantangan di masa depan dengan keterampilan kewirausahaan yang mumpuni.</p>
<p>Acara ini tidak hanya menjadi penutup yang indah bagi tahun ajaran 2023-2024, tetapi juga menjadi momen berharga yang akan dikenang oleh para siswa dan seluruh civitas akademika SMA Katolik St. Albertus Malang.</p>
<p>Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan, mereka membuktikan bahwa generasi muda Indonesia siap untuk terus melestarikan budaya dan berinovasi dalam berbagai bidang kehidupan. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Arian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Film&amp;quot;Saat Menghadap Tuhan&amp;quot; Angkat Fenomena Perundungan di Dunia Remaja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/filmsaat-menghadap-tuhan-angkat-fenomena-perundungan-di-dunia-remaja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/filmsaat-menghadap-tuhan-angkat-fenomena-perundungan-di-dunia-remaja</guid>
<description><![CDATA[ Deretan artis yang membintangi film &quot;Saat Menghadap Tuhan&quot; adalah Poppy Sovia, Gilbert Pattiruhu, Aryani Wilems, Dewi Pakis, dan Fenti Warouw ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_6663b6ba8a8ac.webp" length="28530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Saat Menghadap Tuhan, Rudi Soejarwo, film indonesia, film bioskop indonesia, film indonesia tayang hari ini, film indonesia tayang di bioskop hari ini, film indonesia hari ini, film bioskop hari ini</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, SJP</strong> - Sutradara Rudi Soedjarwo melalui rumah produksi RexCorp rilis film terbaru berjudul "Saat Menghadap Tuhan".</p>
<p>Film ini menceritakan aksi perundungan dan kekerasan yang terjadi di dunia remaja dengan durasi 125 menit dan sudah tayang di bioskop di tanah air sejak 6 Juni 2024.  </p>
<p>Rudi Soedjarwo ungkapkan hal ini saat jumpa pers di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).</p>
<p>"Film ini sebenarnya kembali pada kegelisahan tentang siapa sih yang paling bertanggung jawab ketika misal, anak kita mengalami hal-hal tersebut (trauma masa kecil, perundungan, atau kekerasan). Apakah orang tua? Guru? Teman? Karena hal ini yang akan kita pertanggungjawabkan saat menghadap Tuhan," kata Rudi.</p>
<p>Diterangkan Rudi, film yang disutradarainya ini memang berupaya menampilkan adegan-adegan sinematik seperti Mengejar Matahari dan 9 Naga.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_6663d05207743.webp" alt=""></p>
<p>"Para pemeran muda dalam film ini diharapkan akan mengikuti jejak pendahulunya menjadi aktor dan aktris ternama di Tanah Air. Lewat film ini, saya juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan terbuka dalam membicarakan berbagai bentuk kekerasan dan trauma," tambahnya.</p>
<p>Ia sebut melalui film ini dirinya sendiri berharap masyarakat untuk lebih sadar dan terbuka dalam membicarakan berbagai bentuk kekerasan dan trauma.</p>
<p>"Film ini dapat menjadi pemantik dialog kritis dan mendorong penontonnya untuk berani vokal serta memutus rantai trauma antargenerasi," tandasnya.</p>
<p>Deretan artis yang membintangi film "Saat Menghadap Tuhan" adalah Poppy Sovia, Gilbert Pattiruhu, Aryani Wilems, Dewi Pakis, dan Fenti Warouw. (**)</p>
<p><em>Sumber: Beritasatu/chairulfikri</em></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FSAI 2024: Mengokohkan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Australia&amp;Indonesia Lewat Film</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fsai-2024-mengokohkan-75-tahun-hubungan-diplomatik-australia-indonesia-lewat-film</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fsai-2024-mengokohkan-75-tahun-hubungan-diplomatik-australia-indonesia-lewat-film</guid>
<description><![CDATA[ Festival Sinema Australia Indonesia 2024 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan diplomatik melalui industri kreatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_66635c09c95fe.webp" length="46352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 06:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Sinema Australia Indonesia, FSAI 2024, Film, Australia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, SJP - Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kembali digelar untuk kesembilan kalinya di tahun 2024, selain untuk hibur para penggemar juga penggiat film di tanah air, gelaran ini juga sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Australia-Indonesia.</p>
<p>FSAI 2024 hadir di sepuluh kota besar di Indonesia, meliputi Jakarta, Mataram, Bandung, Surabaya, Manado, Makassar, Padang, Samarinda, Balikpapan, dan Yogyakarta dengan membawa gelombang film-film unggulan terbaru dari kedua negara.</p>
<p>Gelaran FSAI 2024 di Kota Surabaya sendiri dilaksanakan di Cinema XXI, Ciputra World, selama dua hari, dari Jumat (7/6) hingga Sabtu (8/6) dengan menampilkan beberapa film karya sineas Australia dan Indonesia.</p>
<p>Konsulat Jenderal Australia Sementara di Surabaya, Anthea Griffin mengungkapkan bahwa gelaran FSAI 2024 ini merupakan salah satu upaya untuk mempererat hubungan diplomatik Australia dan Indonesia melalui jalur industri kreatif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_66635c01913a7.webp" alt=""></p>
<p>"Selama 75 tahun, Australia dan Indonesia telah bekerja bersama dalam menjaga hubungan yang dekat, dan film adalah medium yang sangat kuat untuk membantu kita menciptakan hubungan diplomatis ini," tutur Anthea, Jum'at (7/6).</p>
<p>Dirinya juga membeberkan bahwa gelaran FSAI 2024 tidak mengangkat tema tertentu, hal tersebut diperuntukkan agar filmnyang disajikan memiliki cakupan genre yang beragam.</p>
<p>"Kami sebenarnya tidak angkat tema tertentu dan berharap semua film yang ditayangkan dinikmati oleh seluruh penonton, kami juga bawakan film bergenre horor karena genre ini cukup populer di Indonesia," ungkap Anthea.</p>
<p>Festival ini akan dibuka dengan pemutaran perdana film berjudul "Blueback" di Indonesia, sebuah film dari Australia Barat yang menceritakan kisah umum tentang persahabatan, keluarga, dan komunitas</p>
<p>"Film ini memiliki pesan penting tentang perlindungan lingkungan laut kita dan keindahan lautan, saya harap film ini akan membawa seluruh penontonnya seolah berada di kawasan pantai di Australia Barat," terangnya. </p>
<p>Kemudian pada Sabtu (8/6) akan dilanjutkan dengan pemutaran beberapa film lainnya, diantaranya adalah 'I Am Woman', lalu film horor berjudul 'Talk to Me' dan yang membanggakan adalah film Indonesia berjudul 'Petualangan Sherina 2'.</p>
<p>"Setiap tahun kita selalu bawakan film yang berbeda, dan pemutaran film 'Petualangan Sherina 2' buatan Mira Lesmana yang merupakan seorang lulusan Australia adalah contoh bagus dari kolaborasi kami dalam film," sebut mantan Konsulat Jenderal Australia di Bali itu.</p>
<p>Selain pemutaran film, FSAI di Kota Surabaya juga menghadirkan sesi Masterclass di Universitas Airlangga (UNAIR) yang diisi oleh Dr. Louise Curham, seorang arsiparis, pembuat film eksperimental dan dosen di School of Media, Creative Arts and Social Inquiry di Universitas Curtin. </p>
<p>Acara pembuka FSAI 2024 di Surabaya dihadiri oleh banyak pihak, mulai dari kalangan akademisi, pengamat film, warga Australia di Surabaya, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin.</p>
<p>"Film adalah wadah bagi kita untuk bisa memahami satu sama lain, jadi saya harap selain menikmati film yang diputar, masyarakat juga busa mendapatkan wawasan baru akan banyak hal," pungkas Anthea.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jazz Gunung Bromo 2024 Segera Digelar, Ini Tanggal dan Daftar Artisnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jazz-gunung-bromo-2024-segera-digelar-ini-tanggal-dan-daftar-artisnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jazz-gunung-bromo-2024-segera-digelar-ini-tanggal-dan-daftar-artisnya</guid>
<description><![CDATA[ Melalui akun Instagram resmi, Jazz Gunung telah mengumumkan sebelas penampil yang akan memeriahkan acara selama dua hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x580_6661c0e627d8d.webp" length="51576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 22:10:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rahmad Soleh</dc:creator>
<media:keywords>Probolinggo, Jawa Timur, Jazz Gunung, Gunung Bromo, musik, jama&#039;ah al jazziyah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Probolinggo, SJP -</strong> Bagi jama’ah Al-Jazziyah atau penikmat musik jazz kabar ini rupanya menjadi kabar bahagia. </p>
<p>Betapa tidak, Jazz Gunung Bromo 2024 akan kembali diselenggarakan di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, Probolinggo, Jawa Timur pada tanggal 19 dan 20 Juli. </p>
<p>Melalui akun Instagram resmi, Jazz Gunung telah mengumumkan sebelas penampil yang akan memeriahkan acara selama dua hari. </p>
<p>"Jazz Gunung Bromo 2024 kembali hadir dengan petualangan musikal yang tak terlupakan!" begitu bunyi keterangan yang diunggah oleh Jazz Gunung.</p>
<p>Pada hari pertama acara Jazz Gunung Bromo 2024, para penonton akan disuguhkan penampilan dari Elfa's Singers, Keubitbit, Ring of Fire Project feat Brasszigur Brassband &amp; Ndaru Ndarboy, Rimaraay, dan Syifa &amp; Friends. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_6661ee0b462f3.webp" alt=""></p>
<p>Sedangkan pada hari kedua, penampilan akan dimeriahkan oleh Gigi Jazz Project, Kartabaya, Kelapa Muda, Kuntari, Noé Clerc Trio, dan Vina Panduwinata &amp; FI[e]RY.</p>
<p>Selama dua hari, para pengunjung akan merasakan sensasi menikmati musik jazz di tengah panorama alam yang memukau. </p>
<p>Dalam suasana dingin dan kabut di atas Bromo, dengan deretan artis yang memukau.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202406/image_870x_6661f1dc2e977.webp" alt=""></p>
<p>Bagi yang ingin mendapatkan informasi mengenai tiket dan cara pembelian, dapat mengunjungi akun Instagram resmi @jazzgunung. </p>
<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pengalaman musikal yang spektakuler di Jazz Gunung Bromo 2024. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grand Mercure Malang Mirama Gelar Influencer Gathering Sosialisasikan Accor Live Limitless</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-gelar-influencer-gathering-sosialisasikan-accor-live-limitless</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grand-mercure-malang-mirama-gelar-influencer-gathering-sosialisasikan-accor-live-limitless</guid>
<description><![CDATA[ Selain pengenalan mengenai Accor Live Limitless, manfaat kegiatan ini yaitu sebagai momen untuk berinteraksi dan membangun jaringan antara influencer dan pihak hotel serta ucapan terima kasih untuk beberapa campaign yang sudah berjalan.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202405/image_870x580_665958ee8c351.webp" length="70722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 May 2024 12:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Dedik achmad</dc:creator>
<media:keywords>Grand Mercure Malang Mirama, ACCOR, Accor Live Limitless, influencer, hotel di malang, hotel bintang lima di malang, hotel mewah di malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota Malang, SJP </strong>- Grand Mercure Malang Mirama sukses menggelar influencer gathering se-Malang Raya untuk pertama kalinya. Dalam upaya memperluas jangkauan dan menarik lebih banyak anggota baru, hotel ini mengundang para influencer yang memiliki pengaruh kuat di media sosial.</p>
<p>Acara ini secara eksklusif untuk memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat serta keuntungan menjadi member Accor Live Limitless. </p>
<p>Para influencer ini diharapkan dapat membantu menyebarkan informasi tentang program keanggotaan Accor Live Limitless, manfaat keanggotaan dan tata cara bergabung menjadi member ALL itu sendiri. </p>
<p>Kegiatan ini diawali sambutan General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi dilanjutkan dengan presentasi mengenai Accor Live Limitless dan juga sharing session dengan para influencer. </p>
<p>Menariknya para influencer diwajibkan untuk berpose di red carpet sebelum memasuki tempat acara dengan dress code yang sudah ditentukan oleh pihak manajemen. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202405/image_870x_66596f1a5b7a4.webp" alt=""></p>
<p>Selain pengenalan mengenai Accor Live Limitless, manfaat kegiatan ini yaitu sebagai momen untuk berinteraksi dan membangun jaringan antara influencer dan pihak hotel serta ucapan terima kasih untuk beberapa campaign yang sudah berjalan. </p>
<p>Program keanggotaan Accor Live Limitless menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi anggotanya salah satunya yaitu diskon eksklusif di hotel jaringan Accor Hotel Group dan juga penambahan benefit lainnya. </p>
<p>Dengan mengajak para influencer lokal, Grand Mercure Malang Mirama berharap dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkenalkan manfaat keanggotaan ini kepada lebih banyak orang.</p>
<p>“Influencer gathering ini dapat menyosialisasikan ke masyarakat program dan benefit dari bergabung menjadi member Accor Live Limitless,” ungkap Sugito. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ciputra Film Festival Siap Ramaikan Event di Kota Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ciputra-film-festival-siap-ramaikan-event-di-kota-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ciputra-film-festival-siap-ramaikan-event-di-kota-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya kegiatan screening program film saja, Ciputra Film Festival juga hadirkan beberapa fringe event lainnya yang tentunya menarik bagi para sineas maupun masyarakat umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202405/image_870x580_6657b07bbc168.webp" length="38674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 May 2024 06:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords>Ciputra Film Festival, XXI Ciputra World Surabaya, Fakultas Ilmu Komunikasi &amp; Bisnis Media, Universitas Ciputra Surabaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, SJP</strong> - Ciputra Film Festival, hadir di Surabaya sebagai salah satu opsi hiburan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p>Ciputra Film Festival yang hadir dengan berbagai film pada program screening yang akan tayang di XXI Ciputra World Surabaya ini siap menemani waktu luang masyarakat Surabaya.</p>
<p>Tidak hanya kegiatan screening program film saja, Ciputra Film Festival juga hadirkan beberapa fringe event lainnya yang tentunya menarik bagi para sineas maupun masyarakat umum.</p>
<p>Fringe event ini, diantaranya Layar Tancap Anak, program Focus On bersama Wimar Herdanto, Expert Session bersama Wregas Bhanutedja, diskusi bersama filmmaker, Workshop Cinematography, Talkshow bersama teman komunitas berkebutuhan khusus yang menghadirkan Vincent dari Vin Autism sebagai bintang tamu, dan kegiatan lainnya. </p>
<p>Tahun ketiga Ciputra Film Festival diselenggarakan, kini hadir dengan tema Unseen yang memiliki makna tidak terlihat.</p>
<p>Sebab, tujuan diselenggarakannya Ciputra Film Festival di tahun ketiga ini adalah mengangkat isu-isu yang jarang terlihat dalam masyarakat melalui film.</p>
<p>Ciputra Film Festival sendiri akan diselenggarakan mulai tanggal 27 Mei 2024 sampai 1 Juni 2024 dengan pembukaan acara yang bertempat di Corepreneur Universitas Ciputra.</p>
<p>Berlanjut dengan program screening sekaligus diskusi film di tanggal 28 Mei hingga 31 Mei 2024 bertempat di XXI Ciputra World Surabaya, diikuti dengan kegiatan Workshop pada tanggal 29 Mei hingga 30 Mei 2024 dan kegiatan Bedah Buku bersama Lulu Ratna pada tanggal 28 Mei 2024 yang bertempat di Atrium Ciputra World Surabaya, Focus on pada tanggal 31 Mei 2024 bersama dengan Wimar Herdanto, dan penutupan acara yang bertempat di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya pada tanggal 1 Juni 2024. </p>
<p>Film yang akan ditampilkan pada program screening adalah hasil kurasi dari beberapa cabang program, seperti program kompetisi fiksi, kompetisi dokumenter, program non kompetisi yang dibagi dalam beberapa tema yang tentunya memiliki makna tersendiri dan menarik perhatian masyarakat.</p>
<p>Hal lainnya yang dapat ditemukan di Ciputra Film Festival, diantaranya Art Space, CFF Corner, kegiatan Painting, dan Open Air Film yaitu penayangan film diluar kegiatan screening, dan juga Layar Tancap Anak<strong>.(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Tri Sukma</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>